<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<atom:link href="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/x5feed.php" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<title><![CDATA[Khotbah]]></title>
		<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/</link>
		<description><![CDATA[Khotbah Mingguan]]></description>
		<language>EN</language>
		<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 06:00:00 +0000</lastBuildDate>
		<generator>Incomedia WebSite X5 Pro</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[CLOSE, BUT FAR FROM JESUS]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000289"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">CLOSE, BUT FAR FROM JESUS</b></div><br><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:47-56" target="_blank" class="imCssLink">MATIUS 26:47-56</a></b></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! saya sudah sampaikan kepada kita tentang topik di taman Getsemani dan hari ini mari kita lanjutkan, apa yang terjadi setelah Yesus selesai berdoa disana. Mari kita buka Alkitab Matius 26:47-56. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. </b><b>Penghianatan yang seolah-olah rohani</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas</i></b>. Keterangan ini menunjukkan bahwa Yesus dan murid-muridNya masih berada di taman Getsemani ketika Yudas datang, berarti Yudas tahu tempat itu, ia tahu bahwa Yesus sering pergi kesana untuk berdoa. Artinya bahwa Yesus pergi ke taman Getsemani bukan untuk bersembunyi dan bukan untuk menghindari orang-orang yang mau menangkap Dia. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas adalah salah seorang yang dipanggil menjadi murid oleh Tuhan Yesus (Matius 10:1-4). Seorang yang mengikut Tuhan Yesus kemanapun Ia pergi, setiap waktu ia mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, ia melihat teladan hidup Tuhan Yesus, bahkan ia ikut melayani untuk memberitakan Kerajaan Sorga. Tapi pada akhirnya ia menghianati dan menjual Tuhan Yesus. Apakah Tuhan Yesus tidak tahu bahwa Yudas akan menghianatinya? Ya, karena itu Yesus memperingatkan dia. Yohanes 6:70-71, <b><i>“Jawab Yesus kepada mereka: ”Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.” </i></b>Matius 26:24-25, <b><i>Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: ”Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: ”Engkau telah mengatakannya.”</i> </b>Yohanes 13:27, <b><i>“Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ”Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” </i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya dalam Ayat 49, <b><i>“Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: ”Salam Rabi,” lalu mencium Dia.”</i> </b>Rabi artinya guru. Selama mengikut Yesus memang Yudas hanya menganggap Dia adalah guru dan tidak pernah mengakui Dia adalah Tuhan dan Juruslamat dalam hidupnya. Artinya bahwa meskipun dia sudah mengikut Yesus, mendengar pengajaran-Nya, melihat teladan-Nya, ikut melayani bersama-Nya tapi dia tidak mengenal siapa Yesus sesungguhnya. Dan memang motivasi Yudas mengikut Dia bukan supaya mengenal Dia, lihat Matius 26:15, <b><i>“Ia berkata (kepada imam-imam besar): ”Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.”</i></b> Dalam ayat ini kita melihat bahwa pikiran dan motivasinya hanya berbicara tentang uang dan keuntungan apa yang dapat dia terima ketika mengikut Yesus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan, “<b><i>Salam Rabi,” lalu mencium Dia.”</i></b><b><i> </i></b>Sesungguhnya ciuman digunakan untuk mengekspresikan rasa cinta yang dalam kepada seseorang, namun dalam bagian ini ciuman digunakan sebagai alat penghianatan yang sangat menyakitkan. Seakan nampak sebagai satu pujian dan penghormatan Yudas kepada Tuhan Yesus namun ternyata ini adalah sebagai satu penghianatan yang hina. Tindakan Yudas mengingatkan kita bahwa terkadang sesuatu yang nampaknya rohani dan manis bisa jadi hanya digunakan menyembunyikan sesuatu yang busuk dibelakangnya. Namun Tuhan Yesus tidak dapat dikelabuhi oleh Yudas, <i>“<b>Yesus berkata kepadanya: Hai teman, untuk itukah engkau datang?</b></i>” Yesus tahu isi hati Yudas dan apa yang telah dia lakukan. &nbsp;&nbsp;</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, apakah selama ini kita mengikut Yesus tapi belum sungguh mengenal Dia secara pribadi? Sehingga meskipun kita mengetahui kebenaran, tapi kita tetap memilih melakukan hal yang salah seperti Yudas. Yudas datang, mendekat, menyapa dengan hormat, lalu mencium Yesus. Semuanya tampak rohani tapi ternyata penghianatan. Bagaimana dengan kita hari ini? mungkin kita tetap datang ibadah, tapi hati kita jauh dari Tuhan, kita tetap melayani tapi motivasi kita bukan untuk Tuhan, kita tetap berkata percaya Tuhan tapi kita tidak sungguh-sungguh tunduk kepadaNya. Hari ini kita harus jujur dari hati kita dan minta kepada Tuhan: “Tuhan aku tidak mau hanya terlihat rohani tapi aku mau mengenal Engkau, ubah hatiku, luruskan motivasiku, dan jadikan aku milik-Mu sepenuhnya. Yudas mencium Yesus tapi hatinya dikuasa Iblis, dia tidak menyerahkan hatinya, artinya lebih baik terlihat sederhana tapi keluar dari hati yang adalah milik Kristus daripada terlihat rohani tapi dipenuhi kebusukan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. </b><b>Cara manusia dan Cara Tuhan (51-54)</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ay 51, <b><i>“Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya</i></b>.” Petrus tergesa-gesa menghunus pedangnya, ia berpikir bahwa inilah waktu yang tepat untuk membela Yesus, seakan itu hal hebat yang dapat ia lakukan untuk Yesus. Ini seakan tindakan luar biasa karena dia berani melawan dan seakan siap mati untuk melindungi Yesus. Namun ternyata itu dilakukan tanpa mengerti perkataan Tuhan Yesus bahwa memang Ia akan diserahkan dan akan menjalani penderitaan yang berat. Inipun dia lakukan tanpa mendengarkan perintah dan bukanlah tujuan Tuhan Yesus memanggil para murid. Yesus tidak datang kedalam dunia untuk mempersiapakan perwira atau tentara untuk berperang secara fisik, tapi Ia sementara mempersiapkan murid-murid untuk memberitaan Injil Kerajaan Allah. Jadi tindakan Petrus adalah murni pikirannya sendiri. Ini menunjukkan reaksi manusiawi, membela diri dan melawan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 52-53 Yesus katakan: <b><i>“Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? </i></b>Tuhan Yesus mau katakan kepada Petrus bahwa jika Aku hendak menghindari penderitaan ini, maka Ia dapat melakukannya dengan mudah tanpa bantuan tangan atau pedangmu. Allah tidak memerlukan kita atau pelayanan kita, untuk melaksanakan maksud-Nya. Allah dapat melakukan pekerjaan-Nya tanpa kita, sehingga sedikitpun Dia tidak berhutang budi kepada kita. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat ini menegaskan bahwa Yesus ditangkap bukan karena ia lemah atau tidak mampu untuk melawan tapi karena ia memilih untuk taat. Ayat 54 Jika begitu, <b><i>bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci</i></b>, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian? Ayat 56a, <b><i>“Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” </i></b>Jalan salib ada rencana Allah semenjak semula, yang telah dinubuatkan oleh para nabi dan sudah pasti terjadi. Inilah cara dan rencana Tuhan yang sangat-sangat berbeda dengan pikiran dan cara manusia. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 56b dikatakan, <b><i>Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.</i> </b>Memang Tuhan Yesus sudah katakan bahwa iman mereka akan terguncang (Matius 26:31). Para murid sudah mengikut Dia, melihat semua mujizat-Nya, bahkan mereka pernah berjanji untuk setia namun disaat tersulit yang Yesus alami malah mereka meninggalkan Dia, mereka dikuasai ketakutan. Dan Alkitab mencatat hanya satu murid Yesus yang berani melihat sampai Yesus disalib, yaitu Yohanes. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, Petrus adalah seorang murid Yesus namun belum mengerti rencana Allah dalam hidupnya. Seberapa sering kita seperti Petrus? <b>Kita ingin membela Tuhan tapi dengan cara kita sendiri, kita ingin melayani, tapi tanpa sungguh-sungguh mengerti hati Tuhan</b>. Kita ingin bereaksi cepat, tapi tidak dalam ketaatan. Tapi mari kita lihat Tuhan Yesus, Dia tidak melawan, Dia tidak lari, Dia taat sampai akhir. Bukan karena Dia tidak mampu, tapi karena Dia memilih untuk taat kepada kehendak Bapa. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini mari kita bertanya dengan jujur dalam hati kita:</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Apakah saya sedang mengikut Tuhan dengan cara-Nya atau dengan caraku sendiri?</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Apakah saya tetap setia saat jalan Tuhan tidak saya mengerti?</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Apakah saya berani tetap tinggal saat yang lain memilih lari?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hari ini Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, yang kuat dengan “pedang”, hebat dengan cara sendiri tapi Tuhan mencari orang yang mau berkata “Tuhan mungkin selama ini aku seperti Petrus atau bahkan seperti murid-murid yang lari, tapi hari ini aku mau belajar taat. </span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260329</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000289</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[THE PRICE OF REDEMPTION]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000288"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">THE PRICE OF REDEMPTION</b><br></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Ephesians+1:7" target="_blank" class="imCssLink">EPHESIANS 1:7</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, mari kita renungkan hari ini, mengapa kematian Yesus dikayu salib disebut sebagai sebuah karya penebusan? Mari kita buka Alkitab Efesus 1:7, <b><i>“In him we have redemption through his blood, the forgiveness of sins, in accordance with the riches of God’s grace.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penebusan berarti membayar harga untuk membebaskan seseorang dari perbudakan. Konsep tentang budak dalam Perjanjian Lama berbicara mengenai seorang yang menjual dirinya kepada orang lain, karena dia tidak mampu untuk menghidupi dirinya sendiri. Jika seorang budak sudah dibeli oleh seorang tuan, maka ia tidak berhak sedikitpun atas hidupnya, dia terikat sepenuhnya terhadap tuannya, hidupnya ada dibawah kekuasaan tuannya dan ia kehilangan hak atas hidupnya sendiri. Karena itulah menjadi budak adalah status sosial yang paling rendah dalam kalangan orang Yahudi di Perjanjian Lama. Seorang budak bisa bebas jika ada anggota keluarganya yang menebus dari tuannya. (Imamat 25:47-49).</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, mengapa dikatakan <b><i>“Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan</i></b>”? Mengapa manusia membutuhkan penebusan? Yohanes 8:34 katakan, <b><i>“Setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”</i></b> Ternyata kejatuhan manusia dalam dosa membuat manusia terikat oleh dosa dan menjadi hamba dosa, dosa itu seperti “tuan” dan berkuasa atas manusia. Manusia tidak dapat bebas secara rohani karena itulah segala keinginan dan kecenderingan hati manusia mengarah kepada hal-hal yang jahat (Kejadian 6:5). Karena perhambaan dosa maka tidak ada nilai kebaikan sedikitpun dalam diri manusia yang dapat menyenangkan dan memuliakan Allah. Manusia hidup bukan lagi pada ketundukan kepada Allah, tapi kepada Iblis dan dosa sehingga mereka tidak memiliki hubungan lagi dengan Allah. Yesaya 59:2 katakan: <b><i>“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”</i></b> Karena itulah supaya bisa lepas dari perhambaan Iblis dan dosa maka manusia perlu ada penebusan, perlu ada yang membayar atau membeli kembali.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itulah dikatakan <b><i>“oleh darah-Nya kita beroleh penebusan”. </i></b>Dikatakan dalam 1 Petrus 1:18-19, <b><i>“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” </i></b>Penebusan Kristus melepaskan kita dari cara hidup yang sia-sia, cara hidup yang dipenuhi dosa, cari hidup yang ada dibawah perhambaan dosa. Manusia ditebus bukan dengan harta dunia yang fana, tapi dengan darah Kristus yang mahal dan suci, darah yang menjadikan kita kudus dihadapan Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi nilai hidup kita adalah senilai nyawa dan darah Kristus Yesus yang mati di kayu salib. Kita ditebus dari kuasa dosa yang mengikat dan memperbudak. Inilah yang memerdekakan kita dari perhambaan dosa. Walaupun kita masih mungkin melakukan dosa, tetapi kecenderungan hati kita tidak lagi berbuat dosa. Hati kita tidak lagi menikmati dosa, dalam hati kita ada penyesalan ketika berbuat dosa. Contohnya, ada seorang gelandangan yang terbiasa mencium bau sampah dan hidup disekitar sampah. Baginya sampah itu bukan bau yang menjijikan atau memuakkan. Kemudian ketika dia diangkat oleh seorang kaya, hidup bersih dan mengenakan pakaian yang bersih. Apabila dia lewat tempat pembuangan sampah, dia mencium bau menjijikan dan menjauhi itu. Demikianlah hidup kita yang telah disucikan oleh darah Kristus maka kita tidak akan mungkin mau atau menikmati hidup lagi dalam dosa. Karena kita sudah bebas.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dahulu kita berada dibawah kuasa dosa dan maut. Sekarang, karena Kristus maka kita menjadi milik Allah. Dalam 1 Korintus 6:20, <b><i>“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.”</i></b> Ini sama seperti bagaimana “budak” dibeli kemudian dibebaskan. Jadi Kristus telah membayar lunas manusia yang dulunya budak dosa. Setelah ditebus, manusia sekarang adalah milik Kristus. Dalam Kolose 1:13-14 <b><i>“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita bertanya, apakah kewajiban Yesus Kristus untuk menebus kita? Apakah karya penebusan Kristus merupakan hak kita? Lalu mengapa Kristus menebus kita dengan darah dan nyawa-Nya? Karena itu sangat jelas dikatakan dalam Efesus 1:7, <b><i>menurut kekayaan kasih karunia-Nya. </i></b>Penebusan yang Kristus lakukan bukanlah kewajibanNya dan bukan juga hak kita. Yesus melakukannya karena kekayaan kasih karunia-Nya. Ia tidak ingin manusia yang Ia ciptakan dengan begitu istimewa terus menerus berada dibawah perhambaan Iblis dan dosa. Apakah kita mau lebih sungguh untuk hidup bagi Allah sebagai bukti ucapan syukur atas penebusan yang kita terima?</span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260322</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000288</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[The Garden of Surrender]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000287"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">The Garden of Surrender</b></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+22:39-46" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 22:39-46</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, dalam hidup ini setiap kita sering diperhadapkan dengan masa-masa yang sulit, saat kita harus memilih mengikuti kehendak kita sendiri atau mengikuti kehendak Tuhan. Pilihan itu tidak mudah. Sering kita harus melepas keinginan kita, rencana kita, bahkan kenyamanan kita. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini kita mau renungkan tema: <b><i>“The Garden of Surrender”, </i></b>taman Getsemani menjadi saksi dari pergumulan terdalam Yesus sebelum Ia disalibkan. Mari kita buka Alkitab Lukas 22:39-46. Kita mau renungkan tiga poin dari perikop ini. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. </b><b>Penyerahan Diri dimulai dari keintiman dengan Allah (v.39).</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ay 39, <b><i>Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun.</i></b> <i><u>Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia</u></i>. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa di taman Getsemani, berdoa bukanlah hal baru dilakukan oleh Yesus namun dalam ayat ini dikatakan “<i>sebagaimana biasa</i>” artinya sudah Ia melakukan hal itu secara rutin. Yesus memiliki kebiasaan berelasi dengan Bapa-Nya, menunjukkan betapa dekat hubungan-Nya dengan Bapa-Nya. Dari ayat ini Tuhan Yesus mau mengajar dan memberikan teladan kepada pada muridNya bahwa komunikasi dengan Allah adalah hal yang utama, yang harus terus menerus dilakukan setiap waktu. Hubungan intim dengan Allah tidak terjadi dengan tiba-tiba, tapi dibangun melalui kedisiplinan rohani setiap hari. Kedisiplinan itu lahir dari kerinduan kepada Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebiasaan membangun hubungan dengan Allah dalam doa, membentuk hati kita, menguatkan iman kita dan mempersiapkan kita menghadapi segala hal dalam hidup. Apakah kita hanya mencari Tuhan saat masalah datang? Atau kita sudah membangun kebiasaan setiap hari untuk dekat dengan Tuhan? Sering sekali kemenangan rohani dalam hidup ditentukan oleh kebiasaan rohani sebelum krisis itu datang.</span></div><div class="imTAJustify"><br></div><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. </b><b>Penyerahan diri dalam kejujuran kepada Allah.</b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 26:38 Yesus berkata <b><i>“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya”.</i></b> Yesus dengan jujur menyampaikan isi hati-Nya kepada para murid saat itu. Dalam Lukas 22:44 dikatakan, <b><i>“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa, peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah</i></b>. Yesus sementara menanggung beban penderitaan yang sangat berat. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah yang sejati dan manusia sejati, dan sebagai manusia Ia tidak lepas dari ketakutan, kesedihan, pergumulan, penderitaan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menunjukkan kejujuran dihadapan Bapa-Nya dan dihadapan para murid. Ia tidak menyembunyikan pergumulanNya, ini menunjukkan bahwa datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur bukanlah tanda kelemahan, tetapi tanda bahwa ada hubungan yang dekat dan nyata dengan Allah. Sering kali kita datang kepada Tuhan hanya dengan kata-kata yang indah, tetapi menyembunyikan luka, ketakutan dan pergumulan kita. Namun Yesus mengajarkan bahwa Tuhan tidak menolak hati yang terbuka. Justru dalam kejujuran itulah Tuhan memberikan kekuatan. Dalam Lukas 22:43 dikatakan, <b><i>maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberikan kekuatan kepada-Nya</i></b>. Dalam kondisi yang sangat berat Yesus mendapat kunjungan langsung dari sorga untuk menguatkan dan menghibur Dia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terkadang kita berpikir bahwa beriman berarti selalu terlihat kuat. Namun di taman Getsemani Yesus menunjukkan bahwa penyerahan diri kepada Allah tidak dimulai dari kekuatan, tetapi dari kejujuran hati. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>3. </b><b>Penyerahan diri pada kehendak Bapa adalah puncak kemenangan.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Lukas 22:42, <b><i>“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku: tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”. </i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius menulis bahwa Yesus tidak kali berdoa dengan doa yang sama (26:44). “<b><i>Ya Bapa-Ku</i></b>”, meskipun dalam tekanan yang besar Yesus tahu bahwa Ia punya Bapa yang baik, yang mengasihi-Nya, Bapa yang adalah tempat Ia datang untuk mengadu segala ketakutan dan Bapa yang pasti mendengarkan. Sekali lagi bahwa memang bagian ini sangat menonjolkan kemanusian Yesus bahwa Ia mengalami apa yang dialami manusia bisa seperti kita. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya “<b><i>Jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku</i></b>”, doa Yesus bukanlah sebuah keputusasaan atau kehilangan harapan, bukan ungkapan untuk menentang Bapa-Nya, bukan sebagai upaya untuk menolak dan lari dari penderitaan salib, namun ini mau menegaskan kepada manusia bahwa untuk menanggung dosa maka Yesus harus menjalani penderitaan batin dan tubuh yang sangat berat. Sehingga menyadarkan manusia supaya jangan sampai menyia-yiakan atau menganggap sepele pengorbanan Tuhan Yesus. Saudaraku, tidak ada jawaban dari Bapa mengenai permohonan ini, karena memang tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan dosa manusia kecuali jalan menuju salib, dan itu juga yang Yesus katakan dalam <b><i>Matius 20:28, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang</i></b>”.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya <b><i>“tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”, </i></b>inilah titik kemenangan Kristus dalam perjalanan penderitaan-Nya. Doa Yesus bukan hanya berisi keinginan tetapi penyerahan diri kepada Allah. Doa yang berkenan kepada Tuhan adalah saat kita menujukan hati kepada-Nya ketika sedang susah dan menyerahkan jalan hidup dan pelayanan kita kepada-Nya<i>, <b>Jadilah kehendak-Mu.</b></i> Dalam Matius 26:42 dikatakan, <b><i>Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali ketika Aku meminumnya, Jadilah kehendak-Mu. </i></b>Bagian ini menunjukkan kesediaan Tuhan Yesus untuk menjalani penderitaan yang berat. Matthew Henry katakan <i>“meskipun kita boleh berdoa supaya Tuhan mencegah dan mengapus sebuah kesusahan, tetapi yang harus sungguh-sungguh kita minta adalah supaya Allah menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk menanggungnya. Kita harus lebih ingin supaya masalah kita bisa dipakai untuk kemuliaan-Nya dan hati kita dipuaskan karenanya, bukan memaksa supaya masalah itu dilalukan dari kita”</i>. Kemenangan dialami ketika dengan kesungguhkan hati dan penuh penyerahan seorang meneladani apa yang Yesus katakan <b><i>“bukanlah kehendak-ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi</i></b>”. Kemenangan orang percaya bukan ketika dia bebas dari masalah, tetap ketika dalam masalah dia dapat berkata<b><i> “Jadilah kehendak-Mu. </i></b><i></i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, Taman Getsemani mengajarkan kepada kita bahwa penyerahan diri kepada Tuhan tidak selalu mudah. Yesus tidak menyerahkan sesuatu yang kecil, Ia menyerahkan kehendakNya. Setiap kali orang percaya berkata “Tuhan, kehendak-Mu yang terjadi”, disitu seorang akan mulai mengalami damai, ketenangan, mujizat, ada pengampunan dan keselamatan. Kadang ada air mata, ketakutan dan pengorbanan, tetapi dibalik setiap penyerahan diri kepada kehendak Allah, selalu ada rencana keselamatan yang lebih besar. Kita akan melihat perkara-perkara ajaib, besar Tuhan kerjakan dalam dan melalui hidup kita. Tuhan bisa memakai hidup kita, bahkan luka, kelemahan, air mata kita untuk kemuliaan-Nya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hari ini kita merenungkan bahwa keselamatan orang percaya terjadi karena ketaatan Yesus yang sempurna kepada kehendak Bapa. Dia menyerahkan diri menjalani penderitaan yang berat dan menakutkan. Di taman Getsemani kita melihat kasih yang sejati dinyatakan. Pertanyaannya sekarang, siapkah kita hidup dalam kehendak Allah demi keselamatan orang lain meskipun kita harus menjalani penderitaan yang berat, bahkan mungkin menuntun pengorbanan? C.T. Studd berkata, “<i>Jika Yesus Kristus adalah Allah dan Dia mati bagiku, tak ada pengorbanan terlalu besar yang aku buat bagi-Nya</i>”.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260315</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000287</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[BEHOLD THE LAMB OF GOD]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000286"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">BEHOLD THE LAMB OF GOD</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:29" target="_blank" class="imCssLink">YOHANES 1:29</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, Saya sampaikan bahwa kejadian 22 sangat kuat menggambarkan kedatangan Yesus. Karena itu dimasa-masa mendekati peringatan jumat agung dan paskah mari kita renungkan berkaitan dengan karya Kristus. Dan hari ini tema kita<b>: <i>“The lamb of God.”</i></b> Mari kita buka Alkitab dalam Yohanes 1:29, <b><i>"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” &nbsp;</i></b></span></div><br><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Pengakuan Yohanes tentang dirinya </b></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang bertanya-tanya siapa sebenarnya Yohanes pembaptis, sehingga mereka mengutus beberapa imam dan orang Lewi untuk datang bertanya kepadanya. Mereka berpikir apakah ia adalah Mesias? Atau Elia? Atau seorang nabi yang datang? Namun dengan jujur Yohanes katakan bukan! </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pasal 1:23 Yohanes menjawab: <b><i>“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” </i></b>Yohanes hidup untuk melayani Yesus yang adalah Mesias. Ia hanyalah seorang hamba Allah untuk menyuarakan kebenaran dan pertobatan. Yohanes mau dipakai oleh Allah untuk mempersiapakan hati orang-orang supaya mereka menyingkirkan segala penghalang untuk menyambut dan menerima Kristus serta Injil-Nya. Karena itulah Yohanes menunjukkan kerendahan hati ketika berkata “<i>… <b>membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak</b>.</i>” Yohanes sangat sadar akan identitasnya sebagai hamba Allah, sehingga tidak ada hal sedikitpun dalam dirinya yang dapat disombongkan, apalagi dihadapan Anak Domba Allah yang agung. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Anak Domba Allah</b></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Lama setiap kali seorang melakukan dosa dan sadar akan perbuatannya maka ia harus datang kepada imam di bait Allah untuk mengaku dosa dengan mempersembahakan anak domba. Anak domba adalah binatang yang suci di kalangan orang Yahudi. Allah mengajarkan orang-orang pilihanNya untuk menyembelih anak domba dan memercikkan darahnya sebagai korban persembahan. Anak domba di bunuh sebagai pengganti dan darahnya dicurahkan supaya dosa-dosa dapat diampuni. Anak domba yang dipersembahakan tidak bisa sembarangan, namun harus yang tidak bercela, tidak bercacat dan tidak bernoda (Imamat 4). Dalam Kejadian 3:21,<b><i> “Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.”</i> </b>Harus ada binatang yang dikorbankan dan kulitnya digunakan untuk menutupi keberdosaan manusia. Demikian juga dalam Keluaran 12, Allah memerintahkan umat Israel untuk mengambil anak domba jantan berumur setahun, disembelih dan darahnya harus diambil untuk dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas pintu rumah mereka supaya tidak kena tulah seperti orang Mesir. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi, darah domba-domba yang disembelih dalam periode Perjanjian Lama tidak menghapuskan dosa. Sebenarnya domba-domba itu hanyalah gambaran sementara yang digunakan oleh Allah untuk mengarahkan bahwa pada masa yang akan datang Allah menyediakan Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus, yang sungguh-sungguh dapat menghapuskan dosa manusia. Karena itu dengan sukacita Yohanes berseru, “<b><i>Lihatlah Anak domba Allah, </i></b>artinya inilah Dia, Mesias yang kamu nanti-nantikan, arahkanlah pandaganmu kepada-Nya karena hanya Dia yang dapat menghapuskan dosamu, hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu. Dikatakan <b><i>“…yang menghapus dosa dunia” </i></b>artinya kematian Kristus cukup untuk membayar dosa seluruh dunia, tetapi hanya orang-orang berdosa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat yang dihapuskan dan diampuni dosanya. Dalam Yohanes 3:36, <b><i>“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan dalam Ibrani 9:24-28, <i>“Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. 26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. <b>Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya</b>. 27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, 28 <b>demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang</b>. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”</i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang sempurna, kudus, suci dan murni karena itulah hanya Dia yang dapat menghapuskan dan menyelesaikan dosa dunia. Yohanes pembaptis dipakai Allah untuk mengarahkan pandangan orang-orang pada saat itu kepada Yesus. Dimana mereka tidak perlu lagi mempersembahkan binatang, karena Anak Domba Allah yang sejati telah datang dalam dunia. Yesus bukan hanya menutupi dosa, namun Ia menghapus dosa. Yesus datang bukan hanya untuk mengajar, bukan hanya untuk melakukan mujizat, tapi juga untuk memberi hidupNya bagi kita. Dia menyelesaikan dosa yang paling menentang kekudusan Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini kita diingatkan bahwa Anak Domba Allah sudah datang. Karena itu pertanyaannya bukan lagi: apakah Tuhan mengasihi kita? Salib sudah menjawabnya! Pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana sikap hati kita merespon Anak Domba Allah itu? </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Datang kepadaNya dengan kesadaran bahwa kita manusia berdosa dan siap untuk hidup dalam pertobatan dan selalu rindu hidup dalam kekudusan sama seperti Kristus yang kudus. <b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Hidup bersyukur atas karyaNya yang telah menghapus dosa kita orang yang percaya padaNya.<b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. <b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya Wahyu 5:11-12 dalam penglihatan Yohanes dikatakan: <b><i>“Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, 12 katanya dengan suara nyaring: ”Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”</i></b></span></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260308</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000286</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[IMAN DAN UJIAN]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000285"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">IMAN DAN UJIAN</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+22:1-19" target="_blank" class="imCssLink">KEJADIAN 22:1-19</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hari ini kita mau merenungkan kebenaran firman Tuhan dengan tema <b>Iman dan ujian.</b> Ujian sering dilakukan dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bahkan dalam produk-produk yang diperdagangkan. Demikian juga dalam perjalanan hidup orang percaya, akan ada waktunya dimana Tuhan menguji, mulai dari ujian ringan, menegah dan berat. Mari kita buka Alkitab kita, <b>Kejadian 22:1-19</b>. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. </b><b>Ujian dari Allah</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 1 dikatakan, <b><i>“Some time later God tested Abraham. He said to Him, ”Abraham!” “Here I am”, he replied.” </i></b>Kalau dalam terjemahan bahasa Indonesia dikatakan <b><i>“Allah mencoba Abraham..,” </i></b>namun sebenarnya terjemahan yang tepat adalah Allah menguji Abraham. Menguji dan mencobai itu dua hal yang sangat berbeda, ujian datang dari Tuhan, sedangkan pencobaan datang dari iblis. Ujian diberikan oleh Allah untuk membangun iman, pencobaan datang untuk menjatuhkan dan menghancurkan. Dalam Yakobus 1:13, apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: <b><i>“pencobaan ini datang dari Allah!” sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan ia sendiri tidak mencobai siapapun.”</i></b> </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2, Firman-Nya: <b><i>”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”</i> </b>Jika dipikir secara manusia ini adalah perintah yang tidak masuk akal, karena Ishak adalah anak yang dijanjikan, mereka menanti 25 tahun baru mengalami janji itu. Bahkan dikatakan Ishak adalah anak tunggal, anak yang sangat dikasih oleh Abraham dan Sara. Jika saudara hanya punya anak tunggal, bagaimana perasaan saudara ketika anak itu sakit, atau ketika dia dalam masalah yang besar? kita akan berusaha sebaik mungkin untuk menolongnya, apapun kita akan korbankan yang penting anak kita selalu dalam keadaan baik. Dalam bagian ini, Tuhan meminta kepada Abram untuk mempersembahkan, dengan kata lain menyembelih Ishak untuk dikorbankan atau diberikan sebagai ibadah kepada &nbsp;Tuhan. Jika kita diposisi Abraham, mungkin dengan spontan kita akan berkata, apa? Yang benar saja, bukankah ini anak yang sudah dijanjikan, bukankan Allah berkata dari keturunannya akan menjadi bangsa yang besar? baru kenapa sekarang diminta untuk dikorbankan? </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan penting apa yang Tuhan mau sampaikan kepada Abraham melalui permintaan ini. Berkat Tuhan yaitu keturunan yang diberikan untuk Abraham dan sara tidak boleh menggeser keutamaan dan kecintaan mereka kepada Tuhan. Inilah tujuan Tuhan untuk menguji Abraham, apakah Abraham mengutamakan dan mengasihi Tuhan lebih dari pada ia mengasihi anaknya yang adalah pemberian Tuhan? Saudaraku, semua kita membutuhkan berkat Tuhan, namun jika kita tidak menjaga kemurniaan hati kita untuk sungguh-sungguh mengasihi Tuhan lebih dari apapun, maka kita dapat menjadikan berkat Tuhan sebagai berhala yang menggeser keutamaan Tuhan dalam hidup kita.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, Tuhan akan terus menguji orang-orang yang percaya kepada-Nya, orang-orang yang dia kasihi, bahkan sampai mengambil apa yang mereka kasihi untuk melihat bagaimana respon hati mereka dihadapan Tuhan. Pada akhirnya Tuhan merindukan orang-orang yang percaya sadar dan mengaku bahwa Tuhan yang paling utama daripada segala berkat Tuhan. Tuhan harus lebih utama daripada suami atau istri, daripada anak-anak, daripada pekerjaan, daripada harta dan apapun yang kita miliki. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ujian yang Tuhan untuk umat-Nya bertujuan untuk mendewasakan iman, memurnikan hati orang percaya, untuk membuktikan apa seorang sungguh-sungguh percaya kepada Allah atau tidak! Tuhan akan terus melakukannya untuk memurnikan kita dihadapanNya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. </b><b>Ketaatan karena iman (3-10)</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham merespon dengan dengan ketaatan. Mengapa Abraham bisa begitu taatnya kepada Tuhan? Ibrani 11:17-19, <i>“Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, 18 walaupun kepadanya telah dikatakan: ”Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” <b>19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. </b></i>Abraham rela mempersembahkan Ishak kepada Allah karena ia beriman bahwa Allah berkuasa dan dia pasti menerima kembali apa yang memang sudah Tuhan janjikan. Hal ini sejalan ketika Abraham berkata kepada bujangnya bahwa <b><i>“kami akan sembayang sesudah itu akan kembali kepadamu…,”. </i></b>Demikian juga ketika Ishak bertanya <i>“manakah anak domba untuk korban bakaran itu? Sahut Abraham: <b>”Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku</b>”. </i>Abraham beriman kepada Tuhan bahwa ia tidak akan kekurangan sesuatu apapun. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>3. </b><b>Allah menyediakan (11-14)</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><i>Tetapi berserulah <b>Malaikat Tuhan</b> dari langit kepadanya: ”Abraham, Abraham.” Sahutnya: <b><u>”Ya, Tuhan</u></b>.” 12 Lalu <b>Ia berfirman</b>: ”Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, <b>sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”</b> 13 Lalu Abraham <b>menoleh dan melihat</b> <b>seekor domba jantan di belakangnya</b>, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 14 Dan Abraham menamai tempat itu: <b>”Tuhan menyediakan”</b>; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: <b>”Di atas gunung Tuhan, akan disediakan.”</b></i><b> </b>Abraham lulus melewati ujian yang begitu berat dan Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Abraham adalah seorang yang takut akan Allah. Artinya ia mengasihi Allah lebih daripada berkat yang telah Allah berikan. Bahkan tidak menyayangkan anaknya yang Tuhan ketika diminta untuk dipersembahkan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa makna Injil dari kejadian 22? Perjanjian Lama adalah Perjanjian Baru yang belum disingkapkan, sedangkan Perjanjian baru ada perjanjian Lama yang telah disingkapkan. Kisah kerelaan Abraham mempersembahkan Ishak, adalah gambaran tentang Yohanes 3:16, “<i>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia mengaruniakan anakNya yang <b>Tunggal</b> supaya setiap orang yang percaya padaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” </i>Allah yang menyediakan “anak domba” yaitu anak-Nya sendiri untuk dikorbankan demi menyelamatkan manusia yang berdosa. Dan Bapa juga yang membangkitkan anak-Nya sendiri, sejalan dengan keyakinan Abraham bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang mati. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ujian berat yang diberikan Tuhan dalam hidup kita sering menjadi waktu dimana kita semakin mengenal Allah yang mengetahui dan menyediakan segala sesuatu untuk umat-Nya. &nbsp;</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>4. </b><b>Berkat dalam ketaatan (15-19)</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><i>“Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, 16 kata-Nya: ”Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri – demikianlah firman Tuhan –: <b>Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku</b>, 17maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” 19Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.” </i>Ketaatan Abraham membuat Allah kembali menyatakan jaminan dan berkatNya kepadanya. Artinya dibalik ujian yang berat yang Allah berikan kepada umatNya, maka Allah menyediakan juga jaminan berkat. <i></i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesimpulan</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Ujian diberikan Allah untuk menolong umat-Nya semakin mengenal Dia, semakin dewasa dalam iman, semakin dimurnikan untuk mengasihi Tuhan lebih daripada semua berkat Tuhan<b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Seorang yang beriman kepada Allah akan taat meskipun harus melepaskan segala yang berharga baginya untuk dipersembahkan kepada Allah<b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Percayalah, bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik bagi anak-anak-Nya menurut kehendak-Nya. <b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Percayalah bahwa Allah bukan hanya menguji, tapi Dia juga menyediakan berkat setelah ujian. </span><b></b></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260301</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000285</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[IMAN DAN PERGUMULAN]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000284"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">IMAN DAN PERGUMULAN</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+15:1-6" target="_blank" class="imCssLink">KEJADIAN 15:1-6</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hari ini kita mau merenungkan firman Tuhan dengan tema <b><i>“Iman dan tantangan”</i>. </b>Terkadang kita bertanya, saya sudah ikut Tuhan tapi kenapa saya mengalami banyak sekali tantangan? Kenapa janji Tuhan belum juga terjadi dalam hidup saya? Bahkan seakan tidak ada perbedaan hidup saya dengan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan! Mari kita renungkan apakah ketika seorang percaya dan ikut Tuhan maka pada saat yang sama lepas dari semua pergumulan? Mari kita buka Alkitab <b><i>Kejadian 15:1-6. </i></b>Ada tiga hal yang kita mau renungkan hari ini:</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Allah hadir di tengah ketakutan</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pasal 14 Abram mengalahkan raja-raja dan menyelamatkan Lot, namun dalam pasal 15 dikatakan bahwa Abram dalam kondisi takut. Karena itu Tuhan berfirman <b><i>“Jangan takut”</i>, </b>Allah mengetahui ketakutan dalam hati Abram sebelum dia mengungkapkannya, artinya Allah sangat mengetahui isi hati meskipun manusia tidak mengucapkannya. &nbsp;</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemenangan yang dialami Abram karena pertolongan Allah, tidak serta merta membuat Abram lepas dari ketakutan. Namun ditengah ketakutannya Tuhan berfirman kepadanya, ini menunjukkan bahwa Allah tidak ingin Abram terus tinggal dalam ketakutan. Allah datang menghibur dia dan berkata<i> <b>“Akulah perisaimu” </b></i>artinya Allah adalah pelindung baginya, <b><i>“upahmu akan sangat besar” </i></b>artinya bahwa Allah yang akan memelihara dan memberkatinya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa kita sedang dalam keadaan takut hari ini? firman Tuhan yang sama Tuhan mau sampaikan kepada kita, jangan takut karena Allah adalah pelindung dan pemelihara. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Allah Merindukan Kejujuran</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2, Abram menjawab: <b><i>”Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.”</i></b> Jawaban Abram mengkonfirmasi bahwa ia benar-benar dalam kondisi takut dan gelisah, Abram tidak berpura-pura takut ataupun tidak menyembunyikan ketakutannya. Hal ini juga yang Tuhan rindukan supaya Abram terbuka dengan Tuhan. Sebagai manusia kita sering berpikir kalau saya jujur bahwa saya takut maka nanti dipikir saya lemah imannya?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>“Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak”. </i></b>Seakan Abram mau katakan bahwa semua pemberian Tuhan tidak ada artinya karena ia tidak punya keturunan. Inilah yang menjadi ketakutan Abram. Ketakutan siapa yang akan mewarisi segala harta benda, dan ternaknya? Apalagi umurnya sudah tua untuk mempunyai anak. Kejadian 12:4 dituliskan umurnya Abram adalah 75 tahun ketika Allah berfirman akan memberikan keturunan. Dan Kejadian 15 ini sudah lewat beberapa tahun jadi umurnya sudah lebih tua lagi. Hal ini merupakan pergumulan antara janji Allah akan keturunan dan realita Abram belum memiliki keturunan. Jadi jika diserang balik oleh musuh, bagaimana dia akan melawan karena usianya sudah tua dan tidak ada keturunannya yang membantu? Bagaimana Abram bisa punya pasukan yang banyak untuk melawan, sedangkan satupun keturunan ia belum punya? Bagaimana dengan janji Allah bahwa <b><i>“aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar”</i>? </b>Ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri Abram berkaitan dengan situasi dan kondisi saat itu. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Abram tidak menyimpan itu dalam hati, namun mengungkapkan semuanya kepada Allah, meskipun seakan dia terlalu lancang dan seakan menunjukkan betapa lemah imannya kepada Allah dan janji-Nya. Namun bagian ini menunjukkan kejujuran dan keterbukaan Abram kepada Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, orang yang dipilih Allah tidak lepas dari pergumulan dan ketakutan. Ketika dalam ketakutan maka disitulah kita perlu bertanya kepada Allah, bukan malah menjauh dari-Nya. Adapun orang-orang yang berusaha menyembunyikan ketakutan, pergumulan supaya kelihatan kuat, malu kalau diketahui orang pergumulan dan ketakutan yang ada dalam dirinya. Semakin orang menyembunyikan ketakutan dihadapan Allah, maka dia akan semakin dikuasai ketakutan. Itulah juga pentingnya persekutuan, dimana kita bisa mengungkapkan pergumulan dan ketakutan kita untuk didoakan bersama, tapi carilah orang yang dapat dipercaya, yang hidup beriman dan memiliki hikmat. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4, <i>“Tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya, demikian</i></b><i>: ”Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.” &nbsp;</i>Allah merindukan kejujuran dan keterbukaan dari Abram, Allah tidak menolak apalagi menghukum ketika Abram bertanya kepada Allah, tapi Allah menjawab dengan menegaskan kembali janji yang sudah Ia sampaikan yaitu anak kandung Abram yang akan menjadi ahli warisnya.<i> </i>Ayat 5<i>, “<b>Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman:…”</b></i><b> </b>Mengapa keluar? Karena dalam kemahnya, pandangan Abram sangat terbatas. <b><i>”Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Maka firman-Nya kepadanya: ”Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” </i></b>Allah bisa melakukan segala sesuatu bahkan membuat keturunan Abram sebanyak bintang-bintang di langit. Allah melayani Abram dengan menunjukkan kebesaranNya dalam menciptakan alam semesta. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, jika kita dalam kondisi takut keluar dari rumah kita, pandang segala ciptaan Tuhan dan lihat bahwa Allah yang telah ciptakan semuanya dan Ia juga yang memelihara semuanya. Apalagi kita umat pilihanNya yang dipanggil melakukan rencanaNya? Apa yang sudah Tuhan mulai dengan kasih karunia-Nya, Dia juga akan menyelesaikan dengan kasih setia-Nya, karena itu jangan sekali-kali berdiri diatas kekuatan sendiri.</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>3. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Allah membenarkan orang yang percaya. </b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, “<b><i>Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” </i></b>Abram belum melihat anak, belum ada bukti, belum ada tanda tapi dia percaya pada apa yang disampaikan Allah. Roma 3:28, <b><i>"Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat."</i> </b>Seorang yang memiliki iman sejati tetap percaya ketika ada dalam ketakutan, tetap berharap meskipun belum melihat, bersandar pada Allah bukan pada situasi. </span></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260222</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000284</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[MOVING FORWARD BY FAITH INTO THE FUTURE]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000283"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">MOVING FORWARD BY FAITH INTO THE FUTURE</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+12:4-9" target="_blank" class="imCssLink">GENESIS 12:4-9</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Saudaraku, oleh karena terlalu mencemaskan masa depan maka manusia tertekan, dikuasai kekuatiran, mengalami sakit bahkan tidak sedikit yang mengakhiri hidup dalam kesia-siaan. Terlalu mengkuatirkan masa depan akan menghambat anda menuju masa depan. Minggu yang lalu saya sampaikan tema <b><i>“God’s Call and the future”</i></b> dengan 2 point penting, kenapa Allah memanggil Abram? Pertama: Abram dipanggil keluar dari kehidupan yang berdosa, kedua: Abram dipanggil untuk diberkati dan menjadi berkat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hari ini saya masih mau melanjutkan Kejadian 12:4-9.</span></div><br><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Abram pergi?</b></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Karena panggilan Allah</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemanggilan Abram adalah murni inisitif Allah. Allah sendiri yang memilih, menentukan dan memanggil Abram untuk pergi dari keluarganya. Yosua 24:2-3, <b><i>“Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya.”</i> </b>Jadi pada awalnya tidak ada inisiatif manusia sedikitpun untuk mengikut Allah. Ini adalah bukti bahwa Allah yang terlebih dahulu mencari manusia untuk menjadi umat-Nya dan masuk dalam rencana-Nya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 15:16 dikatakan, <b><i>“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” </i></b>Pemanggilan Abram berhubungan pemilihan Allah untuk memulai kembali satu kehidupan umat percaya kepada Allah dan berhubungan dengan rencana kekal Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa. Pada saat Allah memanggil Abram, pada saat yang sama &nbsp;Allah sendiri juga yang memberikan kepadanya hati yang baru, yang beriman kepada Allah dan rencana-Nya. Dalam Yehezkiel 36:26 dikatakan, <b><i>“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, sadarkan kita bahwa Allah memanggil, memilih dan menentukan kita menjadi umat-Nya? Dia memanggilmu, mengasihimu dan Dia juga yang ada bersama dengan engkau karena Dia ingin memberikan masa depan yang baru dalam Kristus dan kebenaranNya. Dia berikan hari yang baru untuk kita peka pada panggilan dan rencana-Nya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Karena Abram beriman kepada Allah</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, beriman kepada Allah itu bukan perkara yang mudah bagi kita manusia, karena pada dasarnya kita manusia mengharapkan bukti terlebihi dahulu, mau melihat terlebih dahulu, mau mengalami terlebih dahulu baru mau percaya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat ini dikatakan, <i>“Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya,…” </i>Ini menunjukkan ketaatannya sehingga dengan cepat, tanpa menunda dan tanpa membantah ia langsung melangkah menjawab panggilan Allah. Dalam Ibrani 11:8 dikatakan, <b><i>Karena iman Abraham taat</i></b><i>, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. </i> Abram melangkah berdasarkan firman Tuhan, dan inilah bukti imannya kepada Allah. Iman harus didasarkan pada firman Allah, bukan berdasarkan pengalaman, bukan berdasarkan apa yang kita lihat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan, <b><i>lalu ia (Abram) dengan tidak mengetahui tempat yang ditujui.</i> </b>Ini adalah perintah yang tidak mudah untuk dipercaya, apalagi dilakukan. Karena tidak tau mau kemana?<b><i> </i></b>Tapi dia yakin kepada siapa yang memanggil dia, siapa yang akan menuntunnya. Keterangan ini membukakan bagi kita bahwa untuk sampai di tanah yang dijanjikan Allah maka Abram berjalan dengan menanti dan bergantung pada arahan Allah, ada proses ketaatan dan komunikasi yang harus terus menerus dibangun.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu, Kejadian 12:7 <i>“Ketika itu Tuhan <b>menampakkan</b> diri kepada Abram dan <b>berfirman</b>: ”Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” <b>Maka didirikannya di situ mezbah bagi Tuhan</b> yang telah menampakkan diri kepadanya.</i> Ketika Tuhan menyatakan inilah tempat yang dijanjikan itu, inilah jawaban yang dinanti-nantikan Abram! Awalnya dia tidak mengetahui apapun tapi sekarang dia melihat dan berdiri di tempat yang dijanjikan Allah, karena itu ia langsung beribadah kepada Allah. Tindakan ini menunjukkan betapa bersukacitanya Abram. Ia langsung mengucap syukur kepada Allah. Karena Allah yang memanggil dan berjanji adalah Allah yang setia, dan memberikan apa yang ia janjikan. Saudaraku, <b><i>“mezbah bagi Tuhan…” </i></b>adalah tempat dimana dia beribadah dan mempersembahkan kurban bagi Tuhan, ini adalah gambaran yang dipakai oleh Allah untuk mengarahkan orang-orang dalam Perjanjian Lama pada pengorbanan yang akan dikerjakan oleh Allah melalui Kristus Yesus yang akan mati di kayu salib.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ibrani 11:10, <b><i>“Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.”</i></b> Iman melampaui batas penglihatan manusia, karena dengan iman kita dapat “melihat” sesuatu yang tidak keliahatan. Perjalanan Abram ke tempat yang akan ditunjukkan Allah, adalah gambaran bahwa Allah menyediakan sorga bagi orang-orang yang beriman dan Allah sendiri yang akan menuntun orang percaya sampai tiba disana. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, “Melangkahlah dengan iman menuju masa depan”. Kita tidak mengetahui masa depan, tapi kita bisa percaya dan berharap kepada Allah yang mengontrol hidup dan masa depan. Allah kita adalah alfa dan omega, artinya Dia ada sebelum segala sesuatu dan Dia ada meskipun segala sesuatunya berakhir. Ketika ketakutan akan masa depan itu datang, maka mari datang dan sampaikan kepada Allah dengan terbuka, minta kepadaNya untuk memberikan kita hati yang tetap beriman meskipun dimasa-masa yang sulit. Karena kita memang manusia yang rentan dan mudah untuk takut! Jangan menjadi manusia yang merasa mampu dengan kekuatan sendiri, karena kita memang manusia yang lemah! Karena itu harus beriman dan bergantung kepada Allah yang tahu dan mengatur masa depan. </span></div></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260215</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000283</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[GOD'S CALL AND THE FUTURE]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000282"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">GOD'S CALL AND THE FUTURE</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+12:1-3" target="_blank" class="imCssLink">KEJADIAN 12:1-3</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Berbicara mengenai masa depan, banyak sekali orang yang ingin mengetahui masa depan mereka, sehingga melakukan berbagai cara bahkan yang tidak masuk akal. Kalau di Indonesia ada pergi ke peramal, dukun, bahkan ada yang pergi mencari tahu di tempat-tempat keramat. Bagi kita orang percaya sering kita bertanya-tanya bagaimana masa depan saya dalam Tuhan? Apalagi jika hari ini kita mengalami tantangan yang sangat berat dalam hidup pribadi dan keluarga, yang sampai hari ini tidak ada tanda-tanda untuk selesai, kita mulai bertanya bagaimana masa depan saya dan keluarga? </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hari ini kita lanjut merenungkan saksi-saksi iman yaitu Abraham. Dengan tema: <b><i>God’s call and the future.</i></b> Mari kita buka Alkitab kita. Kejadian 12:1-9 <b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>“Berfirmanlah Tuhan kepada Abram”,… </i></b>dasar panggilan Abram adalah Allah sendiri yang menampakan diri dan berfirman kepadanya. Dalam Kisah Para Rasul 7:2-3 berkata, <i>“Jawab Stefanus: ”Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, dan berfirman kepadanya…,”</i>. Abram melangkah bukan karena keinginan diri sendiri, tapi sungguh-sungguh adalah kehendak dan rencana Allah. Saudaraku, firman Tuhan adalah dasar hidup dan dasar untuk kita melangkah melakukan segala sesuatu, karena itu sangat penting sebelum kita melangkah untuk melakukan apapun kita bertanya kepada Tuhan dan meminta jawaban sesuai dengan firman-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. </i></b>Kata <b><i>pergilah</i></b> ini berbicara tentang meninggalkan identitasnya. Perintah ini menjadi satu ujian bagi Abram, apakah ia rela meninggalkan orang-orang yang ia kasihi untuk mengikuti Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertanyaannya, apa tujuan Allah memanggil Abram keluar dari negerinya?</b> </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Dipanggil keluar dari keadaan berdosa.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yosua 24:2, <b><i>“Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: ”Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.”</i> </b>Kondisi keluarga Abram adalah keluarga penyembah berhala, dan pasti Abram mengambil bagian dalam penyembahan itu. Karena itulah Allah mau membawa keluar Abram dari tempat penyembahan berhala, dari tempat dimana orang-orang hidup dalam kegelapan. Allah mau katakan kepada Abram, pergilah putuskan hidupmu dari berhala-berhalamu. Panggilan Allah kepada Abram berbicara bagaimana supaya dia memilik satu kehidupan yang baru, identitas yang baru dimana dia dibawa keluar dari kegelapan dan berjalan dalam terang dan pimpinan Allah.<b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memanggil Abram untuk segera keluar dari lingkungan yang penuh dengan dosa, ia harus rela terpisah dari apa yang paling disayangi, karena semuanya itu hanya akan membuat dia jauh dari Allah. Segala hal yang membuat kita hidup bengkok dihadapan Allah kita harus siap untuk tinggalkan. Selanjutnya dikatakan “<b><i>ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.”</i> </b>Artinya Allah menyediakan masa depan yang baru untuk Abram dan keturunannya. Tuhan menyediakan tempat yang baru, identitas yang baru. Ini adalah satu jaminan bagi orang-orang yang dipilih dan dipanggil Allah, bahwa Allah sendiri yang akan menyediakan segala sesuatu. Hal ini harusnya mengokokhkan iman kita, bahwa jika kita berjalan dalam panggilan Tuhan maka kita tidak boleh dikuasai kekuatiran. Saudaraku, inilah isi hati Allah yang utama, Dia terus memanggil orang-orang untuk keluar dari kegelapan dan dosa menuju kepada terangNya, rencanaNya. <b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Dipanggil untuk menjadi berkat.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2-3, <b><i>“Aku akan</i></b><i> membuat engkau menjadi bangsa yang besar, <b>dan memberkati engkau</b> serta membuat namamu masyhur; dan <b>engkau akan menjadi berkat.</b> 3 <b>Aku akan</b> memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan <b>olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”</b></i><b> </b>Panggilan Abram untuk keluar dari negerinya disertai dengan janji berkat Allah. Dalam ayat ini dua kali dikatakan <b><i>“Aku akan”</i>, </b>artinya semuanya berkat itu akan dialami oleh Abram karena Allah yang menyediakan dan akan memberikan. Dalam mengikuti panggilan Allah Abram tidak perlu menfokuskan dirinya pada berkat karena Allah telah sediakan berkat khusus baginya dan keturunannya. <b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, keluar dari kehidupan dalam penyembahan berhala dan menerima janji berkat Allah bukan menjadi tujuan akhir dari rencana Allah bagi orang-orang pilihanNya. Karena itu dikatakan <b><i>"engkau akan menjadi berkat”, </i></b>ayat 3 <b><i>“olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”. </i></b>Janji berkat Allah yang disampaikan kepada Abram itu bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga namun dia harus lanjutkan kepada semua kaum di muka bumi. Allah punya tujuan yang kekal ketika memanggil Abram. Artinya bahwa Abram diberkati untuk menjadi berkat. Berkat yang dimaksud disini fokus utama bukan berbicara mengenai berkat jasmani, tapi berbicara mengenai berkat rohani yaitu keselamatan bagi bangsa-bangsa. Disinilah gambaran kasih Allah untuk penebusan mulai semakin dibukakan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Artinya bahwa Allah memilih Abram dan keturunannya untuk dipakai menjadi alat menyatakan kasihNya dan keselamatanNya bagi dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Dalam Matius 1:1,<b>”<i>Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”</i> </b>Ayat ini mau memberikan keterangan bahwa Yesus Kristus adalah Juruslamat dunia yang lahir dari keturunan Abraham, sesuai dengan janji Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, berkat dan panggilan yang disampaikan Allah kepada Abram itupun masih berlaku kepada kita hari ini, jika kita percaya bahwa Allah telah memilik dan memanggil kita keluar dari kegelapan dan menerima janji keselamatan maka perintah untuk menjadi berkat bagi keselamatan bangsa-bangsa pun berlaku dan harus kita lakukan! <b><i>Karena itu Yesus katakan pergilah jadikan semua bangsa muridKu.</i></b></span></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260208</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000282</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[RECEIVING GOD’S GRACE]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000281"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">RECEIVING GOD’S GRACE</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+6:8" target="_blank" class="imCssLink">KEJADIAN 6:8</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Saudaraku, minggu yang lalu kita sudah merenungkan mengenai iman dan ketaatan Nuh. Ketika mendengar tentang Nuh, kita mungkin berpikir bahwa dia orang yang sangat sempurna? Mungkinkah saya bisa hidup seperti Nuh? Dan kita mulai bertanya bagaimana Nuh bisa sedemikian beriman dan taat kepada Allah? Apakah dia manusia setengah “dewa”? Apakah dia bukan manusia yang tidak punya keinginan daging seperti kita? Itulah yang kita mau renungkan hari ini! Apa rahasia atau dasar utama sehingga Nuh beriman dan taat? </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, kita akan pelajari bersama Kejadian 6:1-8 saya akan baca pelahan-lahan setiap ayat dan saya akan berikan penjelasan singkat. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 1-2, <i>“Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2 maka <b>anak-anak Allah</b> melihat, bahwa <b>anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik</b>, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.”</i> Saudaraku yang dimaksud anak-anak Allah dalam ayat ini yaitu keturunan Set, mereka adalah keturunan yang memanggil nama Tuhan, mencari Tuhan dan hidup dalam kebenaran, sedangkan anak-anak perempuan adalah keturunan Kain yang hidup jauh dari Tuhan, tidak mengenal Tuhan dan hidup dalam kejahatan. Dikatakan <b><i>“…lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.” </i></b>Hubungan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah inilah yang membuat bumi semakin rusak, kejahatan semakin meluas dan sangat mendukakan hati Tuhan. Menunjukkan bahwa keturunan orang benar tidak mempertahankan cara hidup yang benar dihadapan Allah, melainkan mereka kompromi dan mengikuti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, yang hidup dalam kejahatan. Seharusnya keturunan Set menjadi roll model bagaimana hidup dalam kebenaran bagi keturunan Kain, tapi sebaliknya mereka malah kawin campur dengan keturunan Kain dan menghasilkan cara hidup yang semakin rusak. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, Ketika anak-anak Tuhan tidak lagi berdiri diatas kebenaran murni, maka itu menunjukkan bahwa dunia semakin hancur dan jahat. Karena hanya dengan berdiri diatas kebenaran seorang bisa menjadi terang bagi dunia yang penuh dengan kegelapan. Jika orang yang berkata ia anak Tuhan namun tidak lagi berdiri diatas kebenaran apalagi yang bisa diharapkan? Bagaimana lagi bisa berdampak baik bagi orang yang tinggal dalam kegelapan?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak Tuhan harusnya memiliki cara hidup yang berbeda dengan orang-orang duniawi, kalau cara hidupnya sama? Apa lagi yang menjadi daya tarik dimana orang dapat membedakan diri kita dengan mereka? apa lagi yang menjadi instrumen kita untuk mengarahkan orang untuk datang kepada Tuhan? &nbsp;&nbsp;</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, <i>Berfirmanlah Tuhan: ”<b>Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging</b>, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”</i> Roh Allah tidak mungkin berdiam dalam diri manusia, ketika mereka hanya hidup untuk memuaskan keinginan daging. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5, <i>Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6 maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7 Berfirmanlah Tuhan: ”Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”</i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini menegaskan kepada kita bahwa Allah serius dengan dosa! Karena itu dalam Roma 6:23, “<b><i>Sebab upah dosa ialah maut;</i></b>…” Allah tidak pernah kompromi terhadap dosa. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><i>Ayat 8,<b> Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Kasih karunia adalah hak Allah. </b></i>Saudaraku, mungkin kita bertanya mengapa Nuh mendapat kasih karunia Allah? Banyak sekali orang akan menjawab, kejadian 6:9, <b><i>“Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” </i></b>Jika jawabanya demikian maka bisa jatuh pada kesimpulan bahwa orang bisa mendapat kasih karunia karena perbuatannya. Jadi apakah kasih karunia Allah ditentukan oleh perbuatan manusia?<b><i></i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apalagi ketika membaca bahwa Nuh seorang yang benar, tidak bercela. Apakah keterangan ini menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak berdosa dan layak menerima kasih karunia Allah? Saudaraku, jika kasih karunia Allah didapat karena orang hidup benar, tak bercela, tanpa dosa, pertanyaannya siapa diantara kita yang yakin bahwa ia memenuhi standar Allah untuk mendapat kasih karunia Allah? </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedangkan bagian Alkitab lain sangat jelas mengatakan, Mazmur 51:7 “<b><i>Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.”</i> </b>Roma 3:10 <b><i>“seperti ada tertulis: ”Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.”</i> </b>Artinya bahwa Nuh adalah manusia berdosa yang sama dengan kita, dia bukan manusia yang sempurna, tetapi yang membuat dia berbeda dengan orang yang sezamannya adalah <b><i>“Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan”</i>.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu saudaraku, kasih karunia dalam bahasa Ibrani “<i>khane” </i>artinya anugerah, kemurahan hati (Favor), kebaikan yang tidak layak diterima. Artinya berbicara mengenai kasih karunia itu adalah hak prerogatif atau hak istimewa yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Allah berhak menyatakan belas kasihan kepada siapapun ia mau bukan berdasarkan perbuatannya. Jadi kenapa Nuh bisa hidup beriman, taat, berkenan, hidup benar? Jawabannya adalah karena Nuh mendapat kasih karunia Allah! Bukan perbuatannya yang menggerakkan kemurahan hati Allah, tapi kemurahan hati Allah menolong dia hidup benar dan beriman pada Allah. Karena jika berdasarkan perbuatan manusia maka Nuh juga tidak menenuhi standar, mengapa? Lihat Kejadian 9:20-21, <b><i>“Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. 21Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.”</i> </b>Setelah Allah menyelamatkan dia dan keluarganya, setelah Allah memberikan janji yang begitu indah ia malah berbuat dosa, dan mengutuk anaknya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, benar-benar sulit dimengerti, bahkan sulit untuk diterima oleh pikiran kita, ya memang sulit! Itulah kasih karunia Allah melampaui pikiran kita yang terbatas. Karena itu saudaraku, bersyukurlah kepada Tuhan ketika hari ini kita beriman kepadaNya, itu adalah kasih karunia, bersyukurlah jika sampai hari ini kita dapat mengerti kebenaran dan dimampukan untuk melakukannya, itu adalah kasih karunia Allah. Amin! Tuhan Yesus memberkati!</span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260201</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000281</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[FAITH EXPRESSED THROUGH OBEDIENCE]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000280"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">FAITH EXPRESSED THROUGH OBEDIENCE</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:7" target="_blank" class="imCssLink">IBRANI 11:7</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Ada seorang yang diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah kapal yang besar, bukan dibangun untuk berlayar di lautan, tetapi untuk persiapan sebelum datangnya banjir besar. Ketika ia mulai membangun kapal itu, ada banyak orang yang mempertanyakan, menertawakan, menghujat. Orang tersebut mencoba menjelaskan bahwa Allahlah yang memerintahkan untuk membangun kapal besar itu kepada mereka. Tetapi mereka tidak percaya dengan apa yang ia katakan, karena mereka tidak percaya pada Tuhan. Meskipun dihujat dan ditertawakan namun ia tetap tekun mengerjakannya karena ia percaya dan mau taat kepada Tuhan. Ia membangun kapal itu diperkirakan sekitar seratus tahun lamanya, dan selama itu juga ia terus menerus ditertawakan dan dianggap aneh.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita buka Alkitab, Ibrani 11:7 berkata, <b><i>karena iman, maka Nuh dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman ia menghukum dunia, dan ia ditentukan menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. </i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>Karena iman, maka Nuh dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan, </i></b>Saudaraku, iman kepada Allah melampaui penglihatan manusia, meskipun Nuh belum melihat tanda-tanda tentang apa yang disampaikan Allah kepadanya, namun dia mau percaya dan taat melakukan bagiannya sesuai dengan instruksi yang Tuhan sudah sampaikan. Kejadian 6:22, <b><i>“Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.”</i> </b>Ayat ini berbicara ketaatan Nuh untuk membangun bahtera. Banyak penafsir Alkitab mengatakan bahwa Nuh membangun sekitar seratus tahun, dilihat dari rentan waktu kejadian 5:32 dikatakan <b><i>setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet</i></b><i> </i>dan Kejadian 7:6 <b><i>Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. </i></b>Hal ini berbicara mengenai iman dan ketaatan yang diuji dalam waktu yang sangat panjang, namun Alkitab mencatat bahwa Ia membangun bahtera seperti apa yang Tuhan mau, modelnya, ukurannya, bahan-bahannya semua tepat seperti yang diperintahkan Tuhan!</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 7:5, <b><i>“Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya.”</i> </b>Ini berbicara tentang ketaatan ketika Allah perintahkan Nuh dan keluarganya masuk kedalam bahtera. Nuh taat dan memimpin keluarganya untuk taat pada perintah Allah. Dalam Kejadian 7:9 dikatakan, <b><i>“datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.”</i> </b>Tuhan mendatangkan binatang-binatang kedalam bahtera tepat seperti apa yang Ia sampaikan kepada Nuh. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang terjadi dalam kisah air bah, semuanya terjadi tepat seperti yang diperintahkan Allah. Dan hal ini menunjukkan bahwa Nuh seorang yang menghormati Tuhan dan firman-Nya. Jadi, Nuh dikatakan seorang beriman, karena telah melalui perjalanan hidup yang panjang dalam ketaatannya kepada Allah. Jadi bukan tiba-tiba saja, tapi ada satu proses yang sudah ia lewati, dimana benar-benar menunjukkan bahwa ia percaya dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah, meskipun apa yang Allah perintahkan seakan sesuatu yang mustahil dan aneh bagi manusia. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, mungkin kita bertanya bagaimana supaya saya bisa mengerti perintah Allah seperti Nuh? Tidak ada cara lain hanya ketika kita hidup bergaul dengan Allah, Allah Roh Kudus akan memberikan kita hikmat, pengertian dan kepekaan untuk mengerti perintah dan kehendak Allah. Silahkan saudara dengarkan khotbah minggu kemarin.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin hari ini Allah memerintahkan kepada kita untuk berbuat sesuatu namun kita masih ragu-ragu, kita masih berpikir gimana nanti kedepannya. Apalagi ketika ada orang-orang yang berpikir bahwa apa yang kita akan lakukan itu aneh, suatu kebodohan, merugikan untuk diri sendiri, sehingga kita mulai goyah karena kita juga belum melihat, namun saudaraku taat saja, melangkah saja! Berjalan dengan iman dengan mata yang tertuju kepada Tuhan dan perintah-Nya! <b><i>Berjalan sesuai perintah Tuhan memang banyak tantangan yang Ia ijinkan mendewasakan iman kita, tapi berjalan sesuai hikmat dunia adalah kebodohan yang akan mendatangkan kehancuran</i></b>.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, dalam hal apa Tuhan meminta anda untuk taat pada perintahNya? Sekalipun itu terasa sulit dan berat. Bagaimana kita dapat melakukannya? </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan akan menuntun anda selangkah demi selangkah mengikuti rencanaNya dalam hidup anda. Tapi pertanyaanNya, maukah anda taat? Amin.. God Bless You!</span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260125</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000280</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Walk with God]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000027F"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Walk with God</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+5:21-24" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 5:21-24</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Saudaraku, kita hidup di tengah dunia yang penuh dengan godaan dan dosa, dimana orang-orang yang ada disekitar kita hidup dan menikmati hal tersebut, dan saya berdoa kiranya kita tidak mengambil bagian dalam hal-hal kegelapan tersebut. Terkadang kita bertanya dalam diri, apakah saya kuat bertahan untuk tetap dalam kesetiaan kepada Allah? Apakah saya kuat beriman kepada Allah? Apalagi daging kita sangat lemah! Dan jika tidak berjaga-jaga dengan mudah kita bisa jatuh. Hari ini kita mau belajar dari Henokh bagaimana hidup bertahan berjalan bersama dengan Allah di tengah dunia yang gelap. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita buka Alkitab Kejadian 5:21-24, Kejadian 21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. 22 Dan <b><i>Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi</i></b>, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. 24 Dan <b><i>Henokh hidup bergaul dengan Allah</i></b>, <b><i>lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada 3 hal yang kita mau pelajari dari kehidupan Henokh:</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">1. Henokh Hidup bergaul/berjalan dengan Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup berjalan atau bergaul dengan Allah artinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Allah. Memiliki hubungan yang dekat dengan Allah tidak mungkin lepas dari adanya komunikasi yang terus menerus dengan Dia. Dimana seorang terus merindukan Tuhan dalam hidupnya. Berjalan bersama Tuhan berarti seorang terus menerus memikirkan tentang Tuhan, pimpinan Tuhan, kehendak Tuhan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan, <b><i>Henokh bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi.” </i></b>Kalimat ini memberikan keterangan bahwa Henokh membangun hubungan dengan Tuhan secara konsisten bukan hanya sesekali, tetapi ketekunan yang terus menerus dijalani. Meskipun di tengah kondisi lingkungan yang jahat Henokh tidak terpengaruh, ia tetap hidup dalam kesetiaan kepada Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, kekristenan bukan hanya sebatas rutinitas atau aktivitas keagamaan, namun lebih dalam berbicara mengenai hubungan pribadi seorang dengan Allah. Bukan ritual-ritual keagamaan yang utama bagi Allah, namun hati yang melekat kepada-Nya. Jadi ketika seorang berkata bahwa ia Kristen, harusnya mengevaluasi diri sendiri sejauh mana ia merindukan Tuhan dan sejauh mana ia memiliki hati untuk mendekatkan diri kepada Tuhan? </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah keterlibatan kita dalam persekutuan gerejawi adalah bentuk kerinduan kita untuk bergaul dan berjalan bersama dengan Allah? Atau hanya sebatas yang penting saya ada komunitas? Saya berdoa sungguh-sungguh dalam nama Tuhan Yesus supaya saya dan saudara sungguh-sungguh mengalami pengalaman bergaul dengan Allah dan betapa indahnya hidup berjalan dengan Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Henokh hidup beriman dan berkenan kepada Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ibrani 11:5, “<b><i>Karena iman Henokh terangkat”…, </i></b>dalam ayat 1 dikatakan <b><i>'Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. </i></b>Iman artinya keyakinan dan penyerahan diri secara total kepada Allah, dimana seorang melepaskan kepercayaannya kepada diri sendiri, orang lain dan apapun. Dan iman itu terbukti dalam sebuah ketundukkan dan ketaatan kepada Allah. Dalam ayat 6, “<b><i>tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” </i></b>Iman menjadi penghubungan antar kita dengan Allah dan karena kita beriman maka semua perbuatan kita diperhitungkan sebagai kebenaran di dalam Kristus. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya…, </i></b>dalam Alkitab hanya Henokh dan Elia yang tidak mengalami kematian dan langsung diangkat ke sorga, sangat jelas bahwa kisah mereka mau dijadikan alat oleh Allah sebagai pengingat bagi setiap orang percaya bahwa hidup di dunia bukan akhir dari segalanya. Ada tempat yang kekal yang disediakan Allah bagi setiap orang beriman kepada-Nya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>“Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah….” </i></b>Saudaraku, jika dibandingkan dengan orang-orang sezamannya maka masa hidup Henokh dalam dunia jauh lebih singkat hanya 365 tahun, namun jelas disaksikan oleh orang-orang saat itu bahwa ia hidup berkenan kepada Allah. Artinya bahwa semasa hidupnya Henokh sungguh memuaskan hati Allah, sehingga Allah pakai hidupnya menjadi model untuk diangkat ke sorga. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, tidak ada hal yang paling membahagiakan bagi setiap orang percaya selain kita bertemu dengan Tuhan dan Tuhan berkata hidupmu sungguh berkenan kepadaKu selama dalam dunia. Apa itu menjadi kerinduan semua kita? (Tuhan ku mau menyenangkanMu, Tuhan bentuklah hati ini, jadi bejana untuk hormatMU. Tuhan ku serahkan hatiku semua ku berikan padaMu, kuduskan hingga tulus selalu, agar aku menyenangkanMu.) <b>“Seorang yang memiliki iman yang sejati pasti rindu memiliki hidup yang berkenan kepada Allah.”</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.</i></b><b> </b>Henokh percaya bahwa Allah ada, sehingga ia terus berusaha mencari dan membangun hubungan dengan Dia. Saudara percaya bahwa Allah itu ada? Sudah sejauh mana kehausan saudara dan saya untuk mencari Dia? Dalam <b><i>Mazmur 25:14 “Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.”</i> </b>Betapa indah ketika kita bergaul karib dan hormat padaNya, ada perjanjian-Nya yang akan diberitahukan atau dibukakan kepada kita, artinya itu tidak dialami oleh semua orang, berarti itu adalah sesuatu yang special. Jika kita mau mengalaminya mari hormati Dia, mari mencari Dia, mari bergaul dengan Dia. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“<b><i>Bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” </i></b>Saudara, ini janji fiman Tuhan bukan janji manis manusia, ada upah, ada pemberian yang Allah sudah siapkan bagi orang-orang yang siap mengorbankan waktu, tenaga, uang dan segala-galanya untuk mencari Dia. Karena itu saya tidak bosan-bosannya mengajak saudara mari kita ikut bible study, saya percaya dalam nama Tuhan Yesus itu akan menjadi perjalanan rohani yang indah dalam kehidupan saudara. Bukan untuk kepentingan saya, tapi untuk kepentingan hubungan saudara dengan Tuhan! Apa yang dipelajari bersama dalam bible study dapat menjadi bahan perenungan pribadi saudara dalam waktu-waktu teduh dengan Tuhan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, beriman kepada Allah, hidup berkenan kepada Allah, mencari Allah adalah tiga hal yang tidak dapat dipisahkan. Mari kita berseru kepada Tuhan! Ya Tuhan tolong saya sungguh-sungguh beriman kepada-Mu, Tolong supaya hidup saya berkenan kepada-Mu, tolong supaya hati saya selalu rindu mencari Engkau!</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Henokh hidup menyuarakan kebenaran Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, ketika Henokh bergaul dengan Allah, beriman dengan Allah, hidup berkenan kepada Allah, mencari Allah artinya persekutuan yang kuat dengan Allah selanjutnya Alkitab mencatat dalam Yudas 1:14 <b><i>“Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: ”Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” 16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.”</i> </b>Lihat saudara, Henokh memperingatkan orang-orang yang berdosa, bahwa mereka akan menghadapi penghakiman, mereka akan dihukum.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada penafsir yang berkata bahwa sebelum Henokh diangkat oleh Allah ada banyak orang yang membenci dia karena ia menyuarakan kebenaran Allah yang menyinggung dosa-dosa mereka. Henokh menyampaikan kebenaran Allah meskipun nyawa menjadi taruhannya. Saudaraku, memang ketika seorang menyuarakan kebenaran Allah bisanya dibenci atau dimusuhi, Paulus katakan dalam Galatia 4:16, <b><i>“Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?” </i></b>Sering kali manusia berpikir daripada ribut mending saya biarkan saja dia meskipun apa yang dia lakukan adalah dosa. Padahal kita dipanggil untuk menyuarakan kebenaran dalam kasih, kelemah lembutan dan kerendahan hati bukan karena kita merasa lebih suci daripada orang lain, namun karena kerinduan supaya bersama sama belajar dapat hidup berkenan kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dipanggil untuk menyuarakan kebenaran Allah dalam Kristus Yesus, dalam 1 Petrus 2:5 <b><i>“Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”</i></b> Dalam hal ini diam bukan emas, namun diam adalah dosa, karena kita tidak melakukan panggilan sebagai seorang yang beriman dan tidak menyuarakan dan menegakkan kekudusan Allah, kita memilih untuk membiarkan kegelapan dan dosa menguasai dan terus berakar dalam hidup seseorang. Karena itu kita harus terus bergumul sungguh-sungguh supaya Tuhan menolong kita hidup dalam kekudusan-Nya sehingga kita diberikan kuasa untuk menolong dan menuntun orang lain pada kekudusan Allah dengan kasih dan hikmat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260118</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000027F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[MAKE JESUS THE CENTER OF YOUR LIFE]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000027E"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">MAKE JESUS THE CENTER OF YOUR LIFE</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+14:8-9" target="_blank" class="imCssLink">ROMA 14:8-9</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, ada pertengahan abat ke 2 ada seorang uskup di jemaat Smirna yang bernama Polikarpus. Polikarpus adalah murid langsung dari Yohanes, artinya bahwa ia masih berjumpa dengan orang yang menjadi saksi mata kehidupan Yesus dan Para rasul. Pada masa itu orang-orang Kristen menolak menyembah kaisar dan dewa-dewa Romawi, tetapi memuja Kristus secara sembunyi-sembunyi di rumah masing-masing, mereka dianggap orang kafir. Orang-orang Smyrna memburu orang-orang Kristen dengan berteriak, "Enyahkan orang-orang kafir." Polikarpus meninggalkan kota karena diminta oleh orang-orang untuk bersembunyi di sebuah ladang milik temannya. Ketika prajurit mendatangi ladang tersebut, mereka menyiksa seorang budak untuk mencari tahu tentang Polikarpus. Meskipun ada kesempatan lari, Polikarpus memilih tinggal di tempat, dengan tekad, "Kehendak Allah pasti terjadi." Di luar dugaan, ia menerima mereka seperti tamu, memberi mereka makan dan meminta izin selama satu jam untuk berdoa. Ia berdoa dua jam lamanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam perjalanannya kembali ke Smyrna, kepala prajurit yang memimpin pasukan itu berkata, "Apa salahnya menyebut Tuhan Kaisar dan mempersembahkan bakaran kemenyan?" Dengan tenang Polikarpus mengatakan bahwa ia tidak akan melakukannya. Gubernur Romawi yang mengadilinya berusaha mencarikan jalan keluar untuk membebaskan uskup tua itu. "Hormatilah usiamu, Pak Tua," seru gubernur Romawi itu. "Bersumpahlah demi berkat Kaisar. Ubahlah pendirianmu serta berserulah, <i>"Enyahkan orang-orang kafir!"</i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika tiba ditempat pembantaian, Gubernur Romawi berkata pada Polikarpus: "Angkatlah sumpah dan saya akan membebaskanmu. Hujatlah Kristus!" Polikarpus pun berdiri dengan tegar dan berkata, <b><i>"Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja [Kristus] yang telah menyelamatkanku?"</i></b> Gubernur Romawi mengancam akan melemparkan dia ke binatang-binatang buas. "Panggil binatang-binatang itu!" seru Polikarpus. "Jika hal itu akan mengubah keadaan buruk menjadi baik, tetapi bukan keadaan yang lebih baik menjadi lebih buruk." Ketika ia diancam akan dibakar, Polikarpus menjawab, "Apimu akan membakar hanya satu jam lamanya, kemudian akan padam, tetapi api penghakiman yang akan datang adalah abadi."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gubernur Romawi memerintahkan agar ia dibakar hidup-hidup. la diikat pada sebuah tiang dan dibakar. Namun, menurut seorang saksi mata, badannya tidak termakan api namun tercium aroma yang harum, seperti wangi kemenyan atau rempah mahal." Ketika seorang algojo menikamnya, darahnya mengalir memadamkan api itu. Demikianlah Polikarpus mati dalam kesetiannya kepada Tuhan Yesus. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku pernahkah kita bertanya dalam diri, milik siapakah saya? Kepada siapakah saya memusatkan diri? Banyak orang meyakini bahwa hidupnya adalah miliknya sendiri, dan itu juga yang banyak diajarkan dalam kelas-kelas motivasi. Pertanyaannya, pernahkah kita merencanakan untuk hidup dalam dunia ini? Atau pernahkah kita dimintai pendapat bagaimana, dimana, kapan kita hidup? Jawabannya tidak! Karena ketika kita sadar ternyata kita sudah hidup! </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, memasuki tahun baru 2026 ini, Tuhan membawa kami merenungkan apa pusat kehidupanmu? Dan kepada siapa engkau memusatkan hidup? Untuk siapa kita melakukan segala sesuatu? Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan dengan tema<b> “<i>Make Jesus The Center of Your Life</i>”.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita membuka Alkitab Roma 14:8-9, <b><i>“If we live, we live for the Lord; and if we die, we die for the Lord. So, whether we live or die, we belong to the Lord. For this very reason, Christ died and returned to life so that he might be the Lord of both the dead and the living.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, ayat ini ada dalam konteks ketika Paulus sedang memberikan nasehat kepada jemaat Roma untuk mereka tidak saling menghakimi berkaitan dengan soal makanan dan hari-hari tertentu. Paulus mau menegaskan bahwa mereka bukanlah tuan atas kehidupan orang lain, sehingga mereka tidak mempunyai hak apapun untuk mengatur. Dalam ayat 4 dikatakan<i>, <b>“Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.” </b></i>Selanjutnya dalam ayat 7 dikatakan, <b><i>“Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.”</i> </b>Ternyata tidak seorangpun berhak untuk dirinya sendiri. Jadi hari ini kita mau renungkan bersama bahwa seharusnya Tuhan Yesus berhak penuh atas hidup kita dan menjadi pusat kehidupan kita?<b><i></i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"> </b></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kita harus menjadikan Yesus pusat hidup?</b></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. </b><b>Karena kita adalah milik Tuhan.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, jawaban milik siapakah kita dan kepada siapakah kita seharusnya memusatkan hidup sangat jelas dikatakan “<b><i>jadi baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan</i></b>”. Karena itu sangat mengherankan ketika seorang tidak mengakui bahwa ada Allah yang telah menciptakan dia. Hidup kita adalah milik Allah dan Ia harus menjadi pusat kehidupan kita. Alangkah bodohnya dirinya ketika seorang menolak Allah untuk berdaulat sepenuhnya dalam hidupnya. Adapun orang yang percaya bahwa Allah menciptakan hidupnya, dan pemilik hidupnya namun menolak mengakui bahwa Allah berhak penuh atas hidupnya! Oleh sebab itu dalam bagian pertama ini kita mau renungkan bahwa ternyata hidup kita miliki Tuhan dan Ia berdaulat penuh atas hidup kita.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, dikatakan dalam ayat 8 “<b><i>sebab jika kita hidup,… dan jika kita mati</i></b>”, ini menunjukkan bahwa dalam segala kondisi, baik hidupnya maupun matinya seseorang adalah untuk Tuhan.<b><i> </i></b>Hidup dan mati untuk Tuhan berarti dipersembahkan kepada Tuhan. Artinya seorang tidak hidup untuk kepentingan, kepuasan, kesenangan dan tujuan diri sendiri melainkan semuanya untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan. Segala sesuatu yang dilakukan harus sesuai dengan apa kehendak Allah, harus berjalan sesuai rencanaNya, dan harus berpusat pada Tuhan. Paulus mau tegaskan bagaimana hidup dan mati kita itu dihadapan Tuhan untuk memuliakan Tuhan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“<b><i>Kita hidup untuk Tuhan…dan mati untuk Tuhan”, </i></b>berbicara hidup dan mati berarti tidak hanya mengenai satu aspek, namun berbicara mengenai seluruh kehidupan, bukan hanya mengenai kehidupan “rohani”, ibadah, pelayanan dan lainnya yang berkaitan dengan itu, namun bicara mengenai keutuhan sebuah kehidupan, bagaimana kita hidup dalam keluarga, pekerjaan, pergaulan dan lain sebagainya, dan bagaimana kita mati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup dan mati bagi Tuhan menegaskan bahwa kisah perjalanan kita bukan tentang diri kita sendiri, tetapi kisah tentang Allah yang berkarya di dalam kita. Sudah sepatutnya kita menjadikan Yesus pusat kehidupan kita. Ketika kita mengalami hal apapun dalam hidup ini kita ingatkan bahwa ini bukan tentang saya, tapi tentang Allah yang berkarya sehingga kita tidak akan dikuasai ketakutan. Hidup ini milik Tuhan dan untuk Tuhan maka tidak mungkin Ia diam, atau tidak mungkin Ia merancangkan kecelakaan, tidak mungkin Ia merancangkan kehancuran. Tapi Ia akan membentuk dan mendidik dan menuntun kita pada tujuanNya dan sesuai dengan cara dan kehendakNya. Bahkan ketika orang lain menyakiti dan menjahati kita, kita tidak akan mendendam dan terpuruk karena bukan kita yang disakiti tapi orang tersebut menyakiti hati Tuhan, kita tidak dikuasai dendam melainkan sebaliknya dikuasai oleh kasih Allah, untuk mendoakan orang tersebut dihadapan Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita berkata bahwa hidup saya milik Tuhan, maka kita perlu bertanya dalam diri : apakah kita menyertakan Tuhan dalam setiap keputusan hidup yang kita ambil setiap hari? Bagaimana kita menjalani hari-hari hidup kita dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita?</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. </b><b>Karena kita ditebus dan diselamatkan oleh Yesus.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mampukah kita yang mati secara rohani memusatkan hidup kepada Tuhan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita manusia berdosa yang tidak dapat menyenangkan Tuhan apalagi menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita. Kita memerlukan Tuhan Yesus untuk menebus dan menyelamatkan kita.<b> </b>Dalam ayat 9 dikatakan, <b><i>“Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, Kristus telah mati dan hidup kembali supaya kita memiliki hidup yang berpusat padaNya. Paulus katakan dalam Galatia 2:20, <b><i>“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita telah dimampukan Tuhan untuk memusatkan hidup kepadaNya dan Dia mau mengerjakan karya-karya ajaib dalam hidup kita. Paulus tidak mau menyia-nyiakan keselamatan yang telah dia terima. Dia mau memusatkan seluruh hidupnya untuk bekerja bagi Tuhan. Dalam 1 Korintus 15:10 <b><i>“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”</i> <u></u></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><b><u class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika menjalani hari-hari kita, kita perlu bertanya dalam diri kita :</u></b></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita mengutamakan Tuhan dalam setiap keputusan hidup yang kita ambil setiap hari? Bagaimana kita menjalani hari-hari hidup kita dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita?</span></div><div class="imTAJustify"><b><u><span style="text-decoration-line: none;" class="fs12lh1-5 cf1"> </span></u></b></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260111</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000027E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Contoh-contoh Buruk]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2026"><![CDATA[2026]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000027D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+10:1-13" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 10:1-13</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib adalah titik fokus seluruh Kitab Suci, dan karena itu ada banyak bagian Alkitab yang dapat Anda pilih untuk mempersiapkan hati Anda. Dan saya ingin Anda membuka 1 Korintus 10. Saya bersyukur kepada Tuhan karena Dia menjelaskan apa yang mungkin bermanfaat bagi Anda saat kita masuk tahun 2026. Dan ini adalah peringatan bagi umat yang diberkati. Seperti jemaat Korintus yang memiliki hak istimewa untuk didirikan oleh Paulus, yang menghabiskan waktu membangun gereja itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memikirkan Korintus berarti memikirkan bentuk penyembahan berhala yang paling ekstrem, dan kehidupan amoralitas seksual yang paling parah. Dan tepat di tengah-tengah paganisme itu, datanglah rasul Paulus, dan Tuhan mendirikan sebuah gereja di sana. Gereja itu menjadi gereja yang luar biasa, namun di tengah-tengah keberuntungannya, mereka hidup di ambang bahaya dan harus menerima banyak nasihat agar tidak kehilangan semua hak istimewa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berilah saya membacakan bagian pertama dari pasal ini hingga ayat 13, “Saudara-saudari, aku tidak ingin kalian tidak mengetahui bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah awan, dan semuanya melewati laut, 2 dan semuanya dibaptis dalam nama Musa di dalam awan dan di dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama, 4 dan semuanya minum minuman rohani yang sama. Sebab mereka semua minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu adalah Yesus Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“5 Meskipun demikian, Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka, karena mereka binasa di padang gurun. 6 Hal-hal ini terjadi sebagai contoh bagi kita, agar kita tidak menginginkan hal-hal jahat seperti yang mereka lakukan. 7 Janganlah menjadi penyembah berhala seperti sebagian dari mereka; seperti yang tertulis, “Orang-orang itu duduk untuk makan dan minum, lalu bangkit untuk berpesta pora.” 8 Janganlah kita melakukan percabulan seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, dan dalam satu hari dua puluh tiga ribu orang mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“9 Janganlah kita mencobai Kristus seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, dan mereka binasa oleh ular-ular. 10 Dan janganlah menggerutu seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, dan mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 11 Semua hal itu terjadi kepada mereka sebagai contoh, dan semuanya itu ditulis untuk pengajaran kita, yang hidup pada akhir zaman. 12 Karena itu, siapa pun yang merasa dirinya berdiri teguh, hendaklah berhati-hati supaya jangan jatuh. 13 Tidak ada pencobaan yang menimpa kalian selain pencobaan yang umum bagi manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Tetapi Allah setia; Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu, tetapi pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Itulah bagian Alkitab yang dramatis, dan itu merujuk kembali kepada bangsa Israel dan kita, yang jatuh di bawah penghakiman ilahi. Itu terjadi pada bangsa Israel. Paulus tahu bahwa ia hidup dalam kenyataan yang mungkin terjadi padanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak melebih-lebihkan kekuatan rohaninya. Dia tahu bahwa dia perlu mendisiplinkan tubuhnya, menundukkannya agar tidak kehilangan pelayanannya karena jatuh ke dalam dosa. Dan itulah intinya dari bagian firman yang kita baca, yaitu </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa menyangka bahwa ia berdiri teguh, hendaklah ia berhati-hati supaya jangan jatuh.” Bahaya dari diberkati sedemikian rupa sehingga menjadi terlalu percaya diri. Anda tidak dapat menyombongkan hak istimewa tanpa bahaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rasul Paulus memberikan banyak peringatan kepada gereja dalam tulisannya. Tampaknya gereja di Korintus mengabaikan penyangkalan diri dan pengendalian diri. Mereka menggunakan kebebasan tanpa disiplin. Mereka hidup di ambang bencana dan kehilangan berkat ilahi. Oleh karena itu, Rasul Paulus menggunakan contoh dari Israel untuk memperingatkan semua gereja, termasuk gereja kita, tentang bahaya menerima berkat yang besar dan menganggapnya sebagai hal yang biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, saya ingin membagi pembahasan ini, dengan terlebih dahulu berbicara tentang berkat-berkat dalam ayat 1-5, “Aku tidak ingin kamu tidak mengetahui bahwa nenek moyang kita semuanya berada di bawah awan dan semuanya melewati laut.” Hal ini diulang lima kali dalam ayat-ayat pembuka, menekankan fakta bahwa seluruh bangsa Israel menerima hak istimewa berupa berkat ilahi. “Semua” yang termasuk dalam bangsa itu berada di bawah awan. Seluruh Israel diberkati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dia hanya berbicara tentang hak istimewa luar biasa yang diberikan kepada bangsa Israel ketika mereka dipimpin keluar dari Mesir dan dibawa ke tanah Kanaan. Semua berada di bawah awan. Apa itu awan? Keluaran 13:21 mengatakan, “Tuhan berjalan di depan mereka pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka, dan pada malam hari dalam tiang api.” Seluruh bangsa melewati Laut Merah. Mereka semua mengalami hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan bahwa mereka semua dibaptis ke dalam Musa. Mereka diimmersi ke dalam kepemimpinannya. Mereka diidentifikasi dengan dia. Mereka bersatu dengan pemimpin mereka. Mereka bersatu sebagai sebuah komunitas, dengan satu pemimpin. Mereka semua memiliki pemimpin yang ditunjuk, dipersiapkan, dan diberi karunia oleh Allah, dan mereka dipimpin sebagai komunitas yang bersatu. Mereka semua menikmati persatuan itu dengan pemimpin besar, Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, semua ini sejalan dengan pengalaman keselamatan. Kita semua telah dibebaskan dari kekuasaan kegelapan, yang adalah seperti Mesir. Kita semua telah dipimpin melewati air pembebasan. Kita semua telah dibawa ke tempat di mana kita berada di bawah bimbingan Allah. Kita semua telah dibaptis untuk bersatu dengan pemimpin kita, Yesus Kristus. Itulah gambaran yang ada di sini. Kita semua bersama-sama sebagai satu umat di dalam Kristus. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang Israel, </span><span class="cf1"><b>ayat 3-4</b></span><span class="cf1">, “Mereka semua makan makanan rohani yang sama; 4 mereka semua minum minuman rohani yang sama.” Dengan kata lain, Allah menyediakan air dan makanan bagi mereka di padang gurun. Lihatlah manna dari surga dan burung-burung yang berterbangan di atas tanah dan menyediakan makanan bagi mereka selama 40 tahun mereka mengembara di padang gurun. Mereka diberkati, diselamatkan, dibimbing, diberi makan, dan dipelihara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu sejalan dengan pengalaman keselamatan orang-orang Korintus dan kita juga. Kita semua telah diselamatkan, di bawah bimbingan Tuhan kita, dipersatukan dengan Dia sebagai satu kesatuan, dan jiwa kita terus-menerus diberi makan. Dan kemudian sebuah pernyataan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Karena mereka minum dari batu rohani yang mengikuti mereka; dan batu itu adalah Kristus.” Kita akan memulai serangkaian khotbah tentang menemukan Kristus dalam Perjanjian Lama; dalam Keluaran 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus sering kali menampakkan diri-Nya sebagai Malaikat Tuhan. Itu adalah penampakan Kristus sebelum inkarnasi-Nya. Dia tidak pernah membiarkan mereka kehausan; Dia tidak pernah membiarkan mereka kelaparan. Dengan cara tertentu, kita dapat mengatakan bahwa manna dan air adalah bukti kehadiran Kristus yang mengikuti mereka. Dia adalah batu karang yang mengikuti mereka. Tetapi Anak yang kekal, anggota kedua dari Tritunggal, adalah pengasuh umat Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apa yang sedang kita bicarakan di sini? Saya hanya memberikan Anda suatu gambaran umum. "Dipimpin menyeberangi laut," itu adalah pembebasan. "Di bawah awan," itu adalah bimbingan. "Baptisan ke dalam Musa," itu adalah identifikasi dengan jemaat baru dan satu pemimpin. "Manna dan air," itu adalah pemeliharaan. Dan semua ini disediakan bagi mereka dan bagi kita oleh Kristus sendiri. Ini untuk menunjukkan betapa diberkatinya mereka dan betapa diberkatinya kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian pada </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1"> dikatakan, “Namun demikian, Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka.” Ya, semua orang kecuali dua orang: Yosua dan Kaleb. Dan mereka semua mati di padang gurun kecuali kedua orang itu. Bilangan 14:16 mengatakan, “Karena Tuhan tidak mampu membawa bangsa ini ke negeri yang telah dijanjikan-Nya kepada mereka, maka Ia telah membinasakan mereka di padang gurun.” Dan ayat 5 mengatakan mereka "dibinasakan", seperti mayat-mayat di padang gurun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah orang-orang yang ditakuti Paulus: didiskualifikasi. Paulus memiliki ketakutan yang masuk akal bahwa ia pun dapat kehilangan statusnya sebagai hamba yang diperkenan – bukan keselamatannya, tetapi kebermanfaatannya – jika ia tidak mempraktikkan penyangkalan diri dan pengendalian diri. Dan saya melihat gereja kita, dan saya mengatakan bahwa kita sangat diberkati. Namun, saya yakin ada banyak orang di jemaat gereja kita yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Bahkan, ada banyak orang yang kehidupannya menyayat hati-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita selalu berada di ambang kehilangan berkat dan anugerah ilahi itu, jika Tuhan memutuskan bahwa hal itu sudah begitu meluas sehingga Dia akan mencabut kita dari tempat berkat tersebut. Mari kita lihat dari aset atau berkat-berkat dalam ayat 1 - 5, hingga penyalahgunaan dalam ayat 6 - 10. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Hal-hal ini terjadi sebagai contoh bagi kita agar kita tidak menginginkan hal-hal jahat seperti yang mereka inginkan.” Kehilangan hak istimewa selalu berkaitan dengan keinginan akan hal-hal yang jahat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Menginginkan hal-hal yang jahat,” itulah keduniawian dalam arti yang sangat umum. Dan itulah hal-hal yang mendefinisikan dunia tempat kita hidup. Perjanjian Baru mengatakan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya,” dalam 1 Yohanes 2. Mereka telah diberkati dan dipelihara oleh Allah, tetapi mereka menjadi tidak layak untuk masuk ke Tanah Perjanjian karena mereka gagal untuk sepenuhnya mengabdikan hati mereka kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan melihat dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Janganlah menjadi penyembah berhala, seperti sebagian dari mereka.” Itu menyentuh masalah besar di Korintus. Orang-orang Kristen di sana berkata, “Kita bisa kembali ke festival penyembahan berhala kita; kita bisa kembali ke perayaan-perayaan, acara-acara sosial.” Paulus membahas hal ini dalam suratnya. Orang-orang bukan Yahudi mempersembahkan korban kepada setan dan bukan kepada Allah, dan Anda tidak dapat menjadi bagian dari setan, dan Anda tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan cawan setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kita melihat hal itu terjadi pada bangsa Israel. Baru saja keluar dari Mesir, mereka sudah menyimpang dalam penyembahan kepada Allah dan membuat patung anak lembu emas, lalu menyembah patung anak lembu emas itu – bukan hanya menyembahnya, tetapi juga melakukan berbagai macam dosa mengerikan di hadapan patung anak lembu emas itu. Jadi, itulah peringatan di sini – penyembahan berhala. Mereka jatuh ke dalam penyembahan berhala; orang-orang Korintus terjerumus ke dalam aktivitas-aktivitas yang termasuk dalam penyembahan berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan selanjutnya, </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Orang-orang itu duduk untuk makan dan minum, lalu bangkit untuk bermain.” Itu diambil dari Keluaran 32. Dan yang dimaksudkan di sini adalah bahwa mereka benar-benar terlibat dalam pesta pora penyembahan berhala, perilaku yang mengerikan. Saya berbicara tentang perzinahan. Dan itu dijelaskan lebih lanjut dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Janganlah kita berbuat cabul, seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, sehingga dua puluh tiga ribu orang mati dalam satu hari.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah pemandangan yang mengerikan di hadapan patung anak lembu emas. Kitab Keluaran menceritakan bahwa orang-orang itu sebenarnya telanjang. Allah membunuh 3.000 dari mereka pada saat itu juga, dan secara keseluruhan, 23.000 orang binasa. Itu merupakan indikasi yang jelas bahwa Allah menarik kembali perkenanan-Nya. Bahkan, Anda dapat membaca tentang hal itu dalam Bilangan 25. Dia membunuh 23.000 orang. Keesokan harinya, Allah bahkan menyingkirkan seribu orang lagi dari mereka, sehingga mereka tidak lagi berguna dan tidak diberkati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> dan di Matius 4:7 dikatakan, “Janganlah kamu mencobai Tuhan Allahmu seperti yang dilakukan beberapa yang dimakan ular.” Kata-kata itu keluar dari mulut Yesus saat pencobaan-Nya ketika Setan datang menggoda-Nya. Kita tidak boleh mencobai Allah, bahkan dengan melompat dari sudut bait suci untuk memenuhi nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. Seberapa jauh kita bisa lolos dari hukuman? Itu pertanyaan yang salah. Seberapa mirip kita dengan Juruselamat? Seberapa kudus kita bisa menjadi? Itulah pertanyaan yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dosa lain di </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1"> ini. Mengeluh, merasa tidak puas, dan menyatakannya secara lisan. Keluaran 16:2 mengatakan, “Seluruh jemaat mengeluh kepada Allah,” dan hampir 15.000 orang meninggal karena mereka mengeluh. Dan dikatakan dalam Bilangan 16 bahwa mereka dibunuh oleh malaikat pembinasa, malaikat penghakiman. Para rabi menyebutnya Mashit, dia membinasakan orang-orang Asyur dalam 2 Tawarikh 32. Dan di sini, malaikat maut menghukum orang-orang yang mengeluh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, inilah penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh bangsa Israel: keduniawian, penyembahan berhala, amoralitas, kesombongan, hidup di ambang batas, dan mengeluh. Dan semua itu adalah akibat dari kurangnya penyangkalan diri, kurangnya pengendalian diri, dan kurangnya mengejar hal-hal yang berkenan kepada Allah. Itu adalah penyalahgunaan kebebasan dan penyalahgunaan hak istimewa, bermain-main dengan dunia dan moralnya, menguji kesabaran Allah hingga batasnya, dan mengeluh ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, peringatan itu datang kepada kita dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 11-12</b></span><span class="cf1">. Akhir zaman adalah periode mesianik. Zaman terakhir adalah sebelum kerajaan Allah. Dalam kitab Wahyu terdapat peringatan-peringatan yang diberikan kepada gereja. Seperti kepada gereja di Sardis dalam Wahyu 3:3, “Ingatlah apa yang telah kamu terima dan dengar; dan peliharalah itu, dan bertobatlah. Dan jika kamu tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri, dan kamu tidak akan tahu pada jam berapa Aku akan datang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak bisa hidup sesuka hati Anda dan tetap menikmati perkenanan Allah dan berkat Allah. Orang yang melakukan itu akan menanggung konsekuensinya dalam hidupnya sendiri, tetapi kita prihatin tentang dosa di dalam gereja demi gereja itu sendiri, demi kesaksian dari Kristus. Seperti yang dikatakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1">, kita perlu berhati-hati agar kita tidak jatuh. Dan itu berarti kewaspadaan pribadi dalam setiap cara kehidupan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami memahami bahaya melanggar batasan kebebasan dalam budaya ini. Dan membiarkan diri kita terpapar hal-hal yang jahat yang tidak membangun diri kita. Kita tahu bahaya itu di setiap tingkatan. Tuhan telah bermurah hati melindungi kita saat kita tunduk pada standar Firman Allah, saat kita melakukan apa yang dikatakan Paulus, yaitu mengendalikan tubuh kita agar tidak menjadi tidak layak. Dan saya mengatakan itu kepada setiap individu di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tidak ada pencobaan yang menimpa kamu selain pencobaan yang biasa dialami manusia; dan Allah itu setia, yang tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu, tetapi bersama dengan pencobaan itu Ia akan memberikan jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Itu adalah kata-kata terakhir yang sangat penting dan yang memberi semangat. Bagaimana saya dapat menghadapi godaan-godaan yang telah ditanamkan iblis ke dalam sistem tempat saya hidup?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa artinya itu? Artinya, hal itu dapat ditanggung oleh manusia, itu normal; itu bukan sesuatu yang luar biasa, bukan sesuatu yang supranatural; Anda tidak dapat mengklaim bahwa Anda kewalahan oleh sesuatu. Kita semua menghadapi hal yang sama, dan kita dapat menghadapinya. Kita tidak bisa menyalahkan Allah; kita tidak bisa menyalahkan Iblis. Lebih lanjut, dia berkata, dan ini bahkan lebih menakjubkan, “Allah itu setia, yang tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kemampuanmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mengendalikan godaan-godaan itu sehingga tidak ada godaan yang datang kepada kita yang tidak dapat kita atasi atau menangkan. Lebih lanjut, Allah juga akan menyediakan jalan keluar agar kita dapat bertahan. Tidak ada yang di luar kemampuan manusia, tidak ada yang melebihi kemampuan kita. Dan Allah tahu apa yang dapat kita tangani. Dan selalu ada jalan keluar. Itulah janji Allah. Dan Dia berjanji kepada kita di sini untuk melakukan hal itu. Selalu ada jalan keluar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita dapat belajar dari teladan-teladan bangsa Israel. Kita dapat belajar dari teladan orang-orang Korintus yang tidak taat. Kita bahkan dapat belajar lebih banyak lagi dari kesaksian Kitab Suci bahwa Tuhan selalu hadir di tengah-tengah semua pencobaan kita untuk menunjukkan jalan keluar kepada kita. Hal itu menempatkan tanggung jawab sepenuhnya pada kita untuk tetap berada di tempat yang diberkati Allah, untuk belajar dari peringatan-peringatan yang terjadi di masa lalu, dan tragedi-tragedi masa lalu. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20260104</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000027D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[The Greatest Joy]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000027C"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><b class="fs12lh1-5 cf1">The Greatest Joy</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:10-11" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:10-11</a></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Selamat hari natal untuk semua saudaraku!</span><br></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hidup dalam kebahagiaan dan sukacita adalah keinginan kita semua. Atau ada disini yang tidak ingin bahagia? Apa yang membuat kita bersukacita / berbahagia? Kita bahagia karena keberhasilan dalam keluarga, pekerjaan, studi. Bahagia karena menerima kabar tentang sesuatu yang sudah lama dinantikan. Hari ini kita mau merenungkan firman Tuhan dengan tema “<b><i>The Greatest Joy</i></b>”.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita buka Alkitab kita, Luke 2:10-11 <i>“<b>But the angel said to them, “Do not be afraid. I bring you good news that will cause great joy for all the people. Today in the town of David a Savior has been born to you; he is the Messiah, the Lord.”</b></i><b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>“But the angel said to them”, </i></b>saudaraku dari kalimat firman Tuhan ini mau menjelaskan bahwa berita kelahiran dan kedatangan Yesus dalam dunia bukan berasal dari karangan manusia, tapi berita ini adalah berita dari sorga, karena itu disampaikan oleh malaikat yang adalah penyampai berita dari Allah kepada manusia. </span></div><br><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa berita kelahiran Yesus adalah berita gembira terbesar, atau berita yang paling membawa sukacita?</b></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>a. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Berita tentang Yesus adalah <i>Juruselamat.</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><i>“<b>Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat</b></i>.” </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kita membutuhkan juruslamat? Kejatuhan manusia dalam dosa, membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah, menyebabkan putusnya hubungan manusia dengan Allah, dan membuat manusia ada dalam kegelapan dan ada dibawah hukuman maut. Jadi tidak ada manusia yang selamat, semua pasti mati. Jadi apa solusinya supaya manusia selamat? Harus ada penyelamat bagi manusia. Lalu apakah harus Yesus yang menyelamatkan manusia berdosa? Apakah tidak ada lain? Mungkin ada yang berkata bukankah kita manusia bisa berbuat baik, menolong sesama dan menyenangkan sesama? Bukankah manusia bisa selamat dengan melakukan ajaran agamanya, meskipun agamanya tidak percaya kepada Yesus? Dalam Yesaya 64:6 dikatakan <i>“Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.”</i> Roma 3:10 berkata “<b><i>tidak ada yang benar, seorangpun tidak</i></b>”, Roma 3:23 <b><i>“karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah</i></b>”. Manusia dapat merancang dan membuat banyak hal, namun yang tidak dapat dilakukan manusia adalah menyelesaikan dosa sendiri. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, dosa itu dilakukan oleh manusia, dan harus manusia yang menyelesaikan masalah dosa, untuk menyelesaikan dosa harus sempurna sesuai tuntutan Allah, namun tidak ada satu manusiapun dalam dunia ini yang sempurna, yang tanpa dosa. Dalam 2 Kor 5:21 dikatakan <i>“<b>Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” </b></i><b>Ibrani 4:15 <i>“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” </i></b>Alkitab sangat jelas mengatakan bahwa Yesus itu kudus dan tidak berdosa, sehingga hanya Dia yang dapat membayar hutang dosa manusia kepada Allah. Dalam Matius 1:21 dikatakan “<b><i>Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” </i></b>Hal inilah yang ditegaskan oleh Petrus dalam khotbahnya dalam Kisah Para Rasul 4:12, “<b><i>Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”</i></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, berita ini adalah berita sukacita dan kebahagiaan terbesar bagi dunia, karena berbicara mengenai kelahiran satu-satunya pribadi yang dapat menyelamatkan manusia dari ikatan dosa dan kegelapan. Pribadi yang menyelesaikan masalah terbesar manusia. Agama apapun dan perbuatan baik sebanyak dan sebaik apapun tidak dapat menyelamatkan, maka tanpa Yesus kita pasti binasa, tanpa Yesus kita dikuasai kegelapan. Merayakan natal mengingatkan kita bahwa, manusia yang rusak karena dosa, tidak dapat membenarkan dan menyelamatkan diri sendiri dan semua usaha kita tidak dapat membawa kita dihadapan Allah, maka Allah sendiri yang datang kedalam dunia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika seandainya ini adalah hari terakhir hidup anda, sudahkah anda memiliki jaminan keselamatan? Sudahkah saudara percaya bahwa Yesus satu-satunya Juruslamat? Sudahkah berita ini menjadi berita yang paling membahagiakan bagi saudara? Sudahkah berita ini kita bagikan kepada orang lain? Kehadiran Yesus sebagai Juruslamat dalam hati anda akan menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan dalam dunia ini, karena kamu tahu bahwa dunia ini sementara dan pada waktunya kamu akan bersama dengan Allah di surga. </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>b. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Berita tentang Yesus adalah <i>Messias dan Tuhan.</i> </b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>“Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”.</i></b><i></i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata <i>Kristus</i> dari bahasa Yunani <b><i>Christos</i></b> atau <b><i>Messias</i></b><i> </i>dari bahasa Ibrani artinya yang diurapi atau yang dipilih. Yesus diurapi untuk menjalankan misi penebusan, Ia datang untuk menjadi perantara antara Allah Bapa dan manusia yang berdosa. Dalam Perjanjian Lama yang diurapi adalah raja, imam dan nabi untuk menjalankan perintah Allah, namun dalam Perjanjian Baru semuanya ada dalam diri Yesus. Sebagai nabi, ia sendiri datang memberitakan Injil Kerajaan Allah. Sebagai imam, ia datang untuk mempersembahkan nyawanya. Sebagai raja, berarti Dia adalah pemilik kekuasaan tertinggi, ini berkaitan dengan kata Tuhan dalam ayat ini yang berasal dari bahasa Yunani <b><i>κύριος</i></b> (kurios) artinya Tuhan atau Tuan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Tuhan menunjukkan bahwa Yesus adalah Pemilik, Penguasa, yang berdaulat penuh. Kata <b><i>κύριος</i></b> (kurios) menegaskan bahwa Yesus adalah Allah yang harus menerima penghormatan tertinggi. Dalam Yohanes <b>1:1-3 </b><i>“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Ayat 14, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. </i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat disini bahwa ia adalah Raja dan Tuhan yang bukan hanya tinggal di tempat yang maha tinggi, tapi Dia Allah yang mau turun dekat dengan umat-Nya bahkan Ia adalah Allah yang mau tinggal dalam hati kita. Karena itu dikatakan Ia Allah Imanuel. Dalam Yesaya 9:5-6 dikatakan Ia adalah <i>“Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya,”</i> Kehadiran Yesus sebagai Raja dan Tuhan dalam hati kita adalah satu-satunya kunci perdamaian kita dengan Allah Bapa, perdamaian dengan sesama, dimana kita menjadi anak-anak Allah yang menjadi pembawa damai.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah adalah berita kesukaan terbesar karena berbicara mengenai Firman yang adalah Allah mau datang ke dalam dunia untuk saudara dan saya. Semua kebahagiaan diluar Kristus adalah sementara dan hanya akan membawa manusia pada kebinasaan yang kekal. Kebahagiaan terbesar ini, hanya dapat alami jika kita sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat satu-satunya dalam hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251220</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000027C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus Di Atas Segalanya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000027B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+1:15-19" target="_blank" class="imCssLink">Kolose 1:15-19</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kita akan membahas Kolose 1, dan itu salah satu pasal yang berbicara kepada saya tentang pribadi terpenting di alam semesta. Yaitu, Allah surgawi yang dinyatakan sebagai Anak. Inilah inti sari Kekristenan. Inilah fondasi iman kita. Yaitu, isu keilahian Tuhan Yesus Kristus, dan itulah tema rasul Paulus. Nah, ini adalah bagian penting dari argumennya bagi seluruh Kekristenan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda memahami Alkitab, Alkitab adalah kitab tentang Kristus, Tuhan Yesus. Dalam Perjanjian Lama, ada persiapan untuk kedatangan Yesus. Dalam semua Injil, ada presentasi tentang Kristus. Dalam Kisah Para Rasul, ada keselamatan di dalam Kristus. Dalam surat-surat, kita memiliki personifikasi. Artinya, "Karena bagiku hidup adalah Kristus," atau bagaimana Kristus, yang telah mati dan bangkit dari kuburan, dan kembali untuk hidup di dalam umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kitab Wahyu, ada pre-dominasi dari Kristus, pemerintahan Sang Raja. Jadi, dalam arti apa pun, Alkitab adalah kisah Kristus. Alkitab adalah kitab yang menceritakan segalanya tentang Dia. Anda dapat mulai dari bagian mana pun dalam Kitab Suci dan mengajarkan Yesus. Dalam Lukas 24:27, Kristus berkata, setelah kebangkitan-Nya, kepada para murid di jalan menuju Emaus, "Lalu Ia menjelaskan kepada mereka seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hagiografa, seluruh kitab suci, "hal-hal yang berkaitan dengan diri-Nya." Perjanjian Lama, bagi orang Yahudi, dan masih berlaku hingga kini, terbagi menjadi tiga bagian: Musa, Pentateukh; para nabi, semua kitab kenabian; dan Hagiografa, atau Kitab Suci atau semua kitab suci, yang membentuk kitab-kitab puisi dan sejarah. Dalam semua hal itu, Yesus, "memberikan kepada mereka hal-hal yang berkaitan dengan diri-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Alkitab adalah kitab tentang wahyu Allah dan kedatangan Kristus ke dunia. Alkitab juga tentang Allah yang menjadi manusia. Dalam setiap aspek Alkitab, aspek-aspek ini dijelaskan dengan jelas. Namun, dari semua pernyataan dalam Alkitab, dalam Firman Allah tentang Allah yang menjadi manusia, tidak ada yang lebih penting daripada yang ada di Kolose 1:15-19, karena di sini kita melihat identifikasi Yesus Kristus, Sang Anak, sebagai Allah dengan sangat jelas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15-19</b></span><span class="cf1">, “Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. 16 Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ia juga kepala tubuh, yaitu jemaat gereja. Dialah yang sulung,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang sulung bangkit dari antara orang mati, supaya Ia memperoleh tempat yang terutama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” Pernyataan itu sangat penting untuk memahami iman Kristen dan menyingkirkan segala kebingungan tentang siapakah sebenarnya Tuhan kita Yesus Kristus. Paulus memahami bahwa ada suatu sistem doktrin palsu tertentu yang disebarkan di Kolose dalam konteks ajaran sesat di Kolose.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para bidah mengatakan bahwa Kristus bukanlah Allah; bahwa Dia tidak cukup untuk keselamatan; bahwa selain Kristus, harus ada penyembahan roh-roh lain dan harus ada penglihatan-penglihatan khusus. Para bidah mengatakan bahwa Yesus Kristus hanyalah satu dari serangkaian panjang roh-roh yang berasal dari Allah. Maka, serangan bidah ini kemudian berkembang menjadi Gnostisisme yang menyerang keilahian Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata bahwa tidak perlu ada hal lain selain Kristus untuk membawa seseorang kepada kesempurnaan. Ia menentang teologi para bidah yang mengatakan, "Kristus ditambah pengetahuan ditambah penglihatan-penglihatan khusus." Kolose 2:2 berkata, "Aku ingin hati mereka terhibur dan bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan pengertian yang sempurna dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kolose 3:1-4 mengatakan, "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, yang duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. 4 Apabila Kristus, yang adalah hidupmu, menyatakan diri, kamu pun akan menyatakan diri bersama Dia dalam kemuliaan." Segala sesuatu adalah Kristus. Hidup kita adalah Kristus. Segala kesempurnaan ada di dalam Kristus. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam tiga pasal pertama kitab Kolose, ia berkata kepada jemaat Kolose, "Jangan biarkan siapa pun membuat kalian berpikir bahwa kalian membutuhkan Kristus, malaikat-malaikat lain, pengetahuan super, dan penglihatan-penglihatan lain. Yang kalian butuhkan hanyalah Kristus. Hanya itu yang kalian butuhkan." Kolose 1:19 mengatakan, "Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia." Jadi, Paulus sedang menangkal ajaran sesat yang telah sampai di Kolose.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memberi tahu jemaat Kolose bahwa Yesus bukanlah emanasi dari Allah. Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Kini ia langsung membahas inti persoalannya. Ia bersyukur kepada Allah atas keselamatan yang mereka nikmati dalam ayat 12-14; penebusan dan pengampunan dosa. Dia yang telah menebus kita, yang telah mengampuni kita, yang telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan; Dia yang adalah Anak terkasih ini, adalah gambaran Allah yang tidak kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dalam Kolose 1:15-19, kita ingin melihat Yesus Kristus dalam kaitannya dengan lima hal. Kita akan melihat-Nya dalam kaitannya dengan Allah, dalam kaitannya dengan alam semesta, dalam kaitannya dengan dunia yang tak kelihatan, dalam kaitannya dengan gereja, dan dalam kaitannya dengan apa pun yang mungkin tersisa. Pertama-tama, Yesus dalam </span><span class="cf1"><b>kaitannya dengan Allah</b></span><span class="cf1">, ayat 15. Berikut definisi yang tepat tentang hubungan-Nya dengan Allah. "Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, "Kristus adalah Allah." Bahkan, di ayat 16, ia berkata, "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Jadi, Paulus ingin menegaskan bahwa Yesus adalah Allah, bahwa Dia adalah Allah yang berinkarnasi, dan bahwa Dia adalah Pencipta alam semesta. Pertama-tama, Allah itu tidak kelihatan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Timotius, kita diberitahu bahwa Allah tidak kelihatan. Dalam Perjanjian Lama, Allah tidak terlihat, Allah tidak dapat dilihat. Allah menjadi manusia, dan Kristus adalah Allah yang menjadi nyata. Nah, di Kejadian 1:27, kita melihat penggunaan istilah "gambar". Dikatakan, "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan rupa-Nya," tetapi bukan itu yang Paulus maksudkan di sini. 1 Korintus 11:7 mengatakan, "Manusia adalah gambar dan kemuliaan Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Namun, manusia bukanlah gambar Allah yang sempurna. Dalam hal apa manusia merupakan gambar Allah? Ya, dalam hal kemampuan berpikir, merasa, dan memutuskan. Kita tentu saja tidak diciptakan menurut gambar moral Allah. Dia kudus; kita tidak. Namun, kita diciptakan menurut gambar Allah dalam arti kepribadian. Anda memiliki kualitas karakter Allah pada dasarnya karena Allah memberi Anda hidup yang kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Kristuslah satu-satunya gambaran Allah yang tak kasatmata, yang sejati, sempurna, tanpa cacat, dan sepenuhnya akurat. Jika Dia bukan gambar Allah, tak seorang pun dari kita akan pernah mampu mendekatinya. Ibrani 1:2 menyatakan tentang Kristus, "Anak" atau Anak-Nya, "yang adalah cahaya kemuliaan-Nya dan gambar wujud-Nya." Anak, yaitu Kristus, adalah cahaya kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, dalam Ibrani 1:3 dikatakan, "Ia adalah gambar wujud Allah," gambar yang tepat. Hakikatnya sama. Kata "gambar" di sana digunakan dalam bahasa Yunani untuk stempel atau alat ukir yang membuat stempel yang tepat, reproduksi yang sama. Yesus adalah reproduksi Allah yang tepat; tidak ada yang hilang atau diubah. Yohanes 1:18 mengatakan, "Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak tunggal itulah yang menyatakan-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 2:6-7 mengatakan, "Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan mengambil rupa manusia." Orang Ibrani tidak dapat melihat Allah, tetapi mereka selalu dapat mendengar Allah. Yohanes menulis, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dinyatakan secara verbal. Tidak heran dikatakan dalam Ibrani 1:1-2 bahwa, "Pada zaman dahulu Allah telah berfirman kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi, pada waktu yang berbeda-beda dan dengan cara yang berbeda-beda. 2 Pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya." Wahyu Allah selalu berupa Firman-Nya, dan Firman itu adalah Kristus. Kristus adalah pikiran dan ekspresi Allah yang identik. Yesus berkata dalam Yohanes 14:9, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 17:2, "Lalu Ia berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari; pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang." Ayat 5 mengatakan, "Suara dari awan itu berkata, 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Dengarkanlah Dia!'" Ia menampakkan diri, membalikkan tubuh-Nya, dan berkata, "Engkau sekarang melihat Allah dalam kemuliaan Shekinah-Nya." Jadi, Sang Anak adalah satu-satunya representasi Allah yang sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Allah itu manusia, kita akan berharap Dia tanpa dosa. Yesus pun demikian. Jika Allah itu manusia, kita akan berharap Dia mengucapkan kata-kata terhebat yang pernah diucapkan. Dia memang melakukannya. Jika Allah itu manusia, kita akan berharap Dia memberikan pengaruh yang mendalam pada kepribadian manusia. Dan Dia melakukan itu. Jika Allah itu manusia, kita akan berharap Dia akan melakukan mukjizat dengan mudah, dan Dia melakukannya. Jika Allah itu manusia, kita akan berharap Dia mengasihi, dan Dia melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kolose 1:15 mengatakan, "Yang sulung, dari segala yang diciptakan." Frasa khusus itu telah menyebabkan banyak orang kesulitan, karena mereka tidak mengerti apa yang Dia katakan. Ini merujuk, saudara-saudara terkasih, pada posisi, bukan waktu. Dia bukanlah ciptaan pertama dalam konteks waktu. Kristus tidak pernah diciptakan. Dia berkata dalam Yohanes 8:58, "Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Kitab Wahyu menyebut Dia sebagai Dia yang telah ada, yang ada, dan yang akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa arti "sulung"? Prtotokos, istilah Yunani, merujuk pada kedudukan. Ia merujuk pada pangkat; ia merujuk pada hak otoritas, pada keutamaan; bukan pada kronologi. Anak sulung adalah orang yang memiliki hak waris. Dalam konteks Yahudi, semua orang tahu itu. Bahkan dalam konteks non-Yahudi, semua orang memahaminya. Mereka tidak ragu di Kolose tentang apa yang ia maksud; bahwa Kristus adalah Yang Mulia, pewaris Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah Kristus, yang mengambil akta kepemilikan atas bumi sebagai prtotokos untuk mengambil alih dan memerintah sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Sayangnya, satu hal yang Setan ingin lakukan adalah memastikan tak seorang pun benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Allah, memastikan tak seorang pun benar-benar percaya bahwa Dia bukan makhluk ciptaan, melainkan Dia adalah Pribadi utama dari semua pribadi. 2 Korintus 4:4 mengatakan, "Allah zaman ini telah membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 28:18, Ia mengklaim otoritas ilahi atas hukum Taurat, atas hari Sabat, dan atas adat istiadat para penatua. Ia mengklaim kuasa untuk mengampuni dosa, dan kuasa untuk membangkitkan diri-Nya dari antara orang mati. </span><span class="cf1"><b>Kolose 1:16</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, kerajaan, pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapa yang menciptakan segala sesuatu? Kristus, bukan sub-Allah, bukan makhluk jahat. Kristus. Dia adalah Allah-Pencipta. Dia menciptakan untuk diri-Nya sendiri dan Dia menciptakan untuk kemuliaan-Nya, juga oleh diri-Nya sendiri. Ibrani 1:2 mengatakan, "Oleh Dia juga Ia telah menjadikan alam semesta." Oleh Dia. Dalam bahasa Yunani, artinya "melalui". Melalui Kristus, alam semesta telah diciptakan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan oleh Dia segala sesuatu tetap bersatu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika rotasi bumi melambat, kita akan membeku dan terbakar secara bergantian. Jadi, bumi harus berputar dengan kecepatan yang sama secara konstan. Jika suhu matahari berubah dari 12.000 derajat Fahrenheit, hal yang sama akan terjadi. Bumi kita miring pada sudut 23 derajat. Hal ini memungkinkan kita memiliki empat musim. Jika bulan tidak berada pada jarak yang sama, pasang surut air laut akan menenggelamkan kita. Kristus yang menopang semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Petrus 3:22 mengatakan, "Dialah Yesus Kristus, yang telah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, sesudah segala malaikat, pemerintah dan penguasa ditaklukkan kepada-Nya." Dia berada di atas para malaikat. Kita melihat Yesus dalam hubungannya dengan Allah, dalam hubungannya dengan dunia, dalam hubungannya dengan dunia yang tak terlihat. Keempat, kita melihat Yesus dalam hubungannya dengan gereja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, "Dialah kepala jemaat gereja. Dialah yang terutama dalam segala sesuatu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Empat kebenaran agung tentang Kristus disajikan di sini. Pertama, Dia adalah kepala tubuh, yaitu gereja. Gereja disebut "tubuh Kristus." Tubuh Kristus bersifat organik. Kristus seperti kepala, dan kita adalah bagian-bagian yang berfungsi sebagai respons terhadap dominasi otak itu. Cukuplah untuk mengatakan bahwa gereja adalah sebuah organisme. Karena Dia hidup di dalam kita semua dengan kehidupan yang sama, kita terhubung tak terpisahkan dengan-Nya dan satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus menyebabkan ada itupertumbuhan dan bimbingan terjadi dalam tubuh itu. Dia memerintah gereja. Kita merespons-Nya. Dia bukan hanya salah satu dari sekian banyak. Kedua, "Dia adalah permulaan gereja." Artinya sumber dan pangkat. Dalam arti keutamaan, Dia adalah "pelopor." Nomor satu, dan itu juga berarti "sumber." Dia adalah kekuatan yang memulainya, dan yang utama atau Dialah yang utama dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu Paulus berkata, "Dialah yang sulung," dari antara orang mati. Dari semua orang yang pernah dibangkitkan dari kematian, Dialah yang utama. Dialah yang terbesar. Keempat, bahwa dalam segala hal Dialah yang terutama. Karena Dia mati di kayu salib dan dibangkitkan dari kematian, Bapa sangat meninggikan-Nya. Dalam hubungannya dengan Allah, alam semesta, dunia yang tak terlihat, dan gereja, kita melihat Kristus. Terakhir, Kristus dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam di dalam Dia." Seandainya ada yang terlewat, tidak ada apa pun dalam diri siapa pun yang berasal dari Allah. Kuasa keilahian, atribut kedaulatan, tidak didistribusikan di antara banyak makhluk-mahluk. Semuanya dimiliki oleh satu manifestasi, Kristus. Itulah yang mereka ajarkan. Anda tidak membutuhkan roh-roh lain. Anda tidak membutuhkan makhluk lain. "Segala kepenuhan berdiam di dalam Dia."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">John Owen berkata, "Wahyu yang disampaikan Kristus, dan Injil yang diberkati, jauh lebih unggul, lebih mulia, dan lebih dipenuhi sinar hikmat dan kebaikan ilahi daripada seluruh ciptaan, dan pemahaman yang benar tentangnya. Tanpa pengetahuan ini, pikiran manusia, betapapun bangganya ia dengan penemuan dan penemuan lain, terbungkus dalam kegelapan dan kebingungan. Berpalinglah kepada Yesus Kristus agar dipulihkan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bapa kami, kami bersyukur atas apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami lagi malam ini, karena kami telah melihat Kristus. Aku bersyukur kepada-Mu untuk orang-orang yang berharga ini, atas kasih mereka kepada-Mu, atas kesetiaan mereka untuk datang, mendengar, mengajar, pergi, dan menjalani kebenaran-kebenaran ini. Terima kasih atas arti mereka bagiku, atas bagaimana mereka menyemangatiku, dan bagaimana mereka menggesekkanku bagai batu di atas batu untuk menajamkanku, bagaimana mereka memaksaku untuk tekun. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251214</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000027B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[MISKIN DI HADAPAN ALLAH]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000027A"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><b class="fs12lh1-5 cf1">MISKIN DI HADAPAN ALLAH</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:1-3" target="_blank" class="imCssLink">MATIUS 5:1-3</a></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom! Mari kita membaca Alkitab dalam Matius 5:1-3. Bagian ini berbicara mengenai Yesus yang berkhotbah di atas bukit. Dalam pasal 4:23-25 dikatakan tersiar kabar tentang Yesus yang mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah dan melakukan banyak mujizat, menyembuhkan banyak orang sakit dan melepaskan orang dari kerasukan setan, sehingga orang-orang mulai mengikuti Dia. Mereka takjub dengan apa yang Yesus lakukan karena hal itu tidak dapat dilakukan oleh pemimpin-pemimpin agama. Yesus dapat melakukan semuanya itu karena memang Ia adalah Allah yang berkuasa. Selanjutnya dikatakan “<b><i>Ketika Yesus melihat orang banyak itu,” </i></b>Yesus memberikan perhatian khusus kepada mereka, dan Yesus sangat mengerti apa yang mereka butuhkan, dalam Matius 9:36 dikatakan “<i>melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar, seperti domba yang tidak bergembala</i>”. Yesus tahu bahwa tanpa Injil Kerajaan Allah maka semua orang tersesat dan hidup tanpa harapan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 2 <b><i>“Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka”</i>.</b> Yesus memang melakukan banyak mujizat dan itu menjadi jembatan atau jalan masuk untuk Tuhan Yesus mengerjakan tujuan utama-Nya. Tujuan utama Yesus datang dalam dunia adalah untuk mengajarkan dan memberitakan Injil Kerajaan Allah. Injil Kerajaan Allah yang diberitakan Yesus dan yang Ia sendiri kerjakan dalam karya penderitaanNya adalah kebutuhan utama semua manusia, hanya Injil yang dapat menyembuhkan dan memperbaharui hati semua orang. Selanjutnya dikatakan <b><i>“Ia naik ke atas bukit dan setelah duduk”, </i></b>Yesus tidak mau menyia-yiakan kesempatan, dimanapun, kapanpun dan dalam kesempatan apapun ia mau memberitakan Injil Kerajaan Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Teladan dan pengajaran yang indah dari Tuhan Yesus bahwa Ia melakukan segala sesuatu sesuai tujuan utamaNya. Saudaraku, kita berkata dan percaya bahwa kita murid Kristus, maka kita perlu merenung dan mengevaluasi diri kita, apakah tujuan kita sudah sesuai dengan tujuan Yesus? Apakah hati kita tergerak oleh belas kasihan melihat orang-orang yang tersesat? </span></div><br><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1">Miskin dihadapan Allah</b></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 3 dikatakan <b><i>“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah”. </i></b>Tuhan Yesus mengawali khotbaNya dengan kata <b>“<i>berbahagialah”</i> </b>yang berarti diberkatilah, menegaskan bahwa memang Yesus datang dalam dunia untuk menyatakan berkatNya kepada manusia, meskipun berkat yang Tuhan Yesus berikan sangat berbeda dengan dunia. Banyak yang berpikir bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang kaya, orang yang hebat, orang yang punya jabatan yang tinggi sehingga orang berlomba-lomba untuk mengejar semuanya itu. Namun dalam khotbah awal Tuhan Yesus katakan <b><i>“berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah”</i>. </b>Tenyata kebahagiaan yang sejati dialami bukan karena seorang memiliki segala harta duniawi, tapi ketika seorang “<b><i>miskin dihadapan Allah”. </i></b>Apa sebenarnya yang Yesus maksud dengan miskin dihadapan Allah?<b></b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bahasa Yunani ada 2 kata miskin, yang pertama <b><i>Penes</i></b><b><i> (πενης) </i></b>artinya menggambarkan seorang yang penghasilannya hanya cukup untuk bertahan hidup dari sehari ke sehari. Kerja kerasnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Artinya bahwa orang yang miskin dalam arti <b><i>penes </i></b>masih memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mendapatkan sesuatu. Kedua<b><i> </i></b><b><i>Ptochos</i></b><b><i> (πτωχός) </i></b>artinya menggambarkan kemiskinan yang sangat ekstrim, dimana seorang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga ia hanya bergantung kepada belas kasihan orang lain. Gambaran seorang pengemis yang hanya meminta-minta kepada orang lain, mungkin karena memiliki kelemahan secara fisik, atau alasan apapun yang membuat dirinya tidak memiliki kemampuan untuk bekerja.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bagian ini Yesus menggunakan kata Yunani <b><i>Ptochos</i></b><b><i> (πτωχός) </i></b>untuk menjelaskan bahwa jika kamu tidak menyadari bahwa kamu sungguh-sungguh miskin dalam pengertian tidak punya apa-apa dan tidak sanggup melakukan apapun selain “mengemis” belas kasihan Allah maka kamu tidak akan mengalami kebahagiaan dan berkat yang sejati. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak berbicara mengenai miskin secara materi, sehingga tidak berarti bahwa semua orang yang miskin secara materi pasti berbahagia namun Yesus sementara berbicara mengenai sikap hati seseorang dihadapan Allah. <b><i>“Miskin dihadapan Allah” </i></b>berarti seorang memikili kerendahan hati dihadapan Allah, menyadari bahwa ia tidak memiliki apapun, menyadari ketidaklayakannya dihadapan Allah sebagai seorang berdosa dan menyadari bahwa ia tidak punya apa-apa yang dapat dibanggakan dihadapan Allah dan manusia. “<b><i>Miskin dihadapan Allah</i></b>” menunjukkan bahwa seorang sepenuhnya sadar bahwa Allah adalah satu-satunya pribadi yang ia butuhkan dalam hidup.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Alkitab ada perumpamaan tentang orang farisi dan pemungut cukai yang datang ke bait Allah (Lukas 18:9-14). Orang farisi dengan bangga mengungkapkan segala perbuatan saleh yang dia lakukan, bahkan membandingkan dirinya lebih baik dari pemungut cukai. Ia berpikir dengan semua itu, ia sudah benar dan layak berdiri dihadapan Allah. “<b><i>Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: ‘Ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini,’” </i>(</b>Lukas 18:13). Kita lihat perbandingan antara orang yang merasa dirinya benar dan berdosa. Orang yang miskin dihadapan Allah adalah orang yang menyadari bahwa dirinya berdosa, lemah, terbatas sehingga membutuhkan belas kasihan Tuhan. Pemungut cukai adalah gambaran orang yang <b><i>“miskin dihadapan Allah”</i></b> dan Allah membenarkan dia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengajaran Tuhan Yesus mengenai “<b><i>miskin dihadapan Allah</i></b>” harus manjadi dasar hidup orang percaya karena ini menjadi jalan masuk dimana seorang menikmati anugerah, belas kasihan dan pembenaran Allah. Tanpa kerendahan hati dihadapan Allah manusia tidak mungkin hidup dalam penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya. Tanpa kerendahan hati dihadapan Allah maka yang menguasai manusia adalah segala kesombongan dan keangkuhan diri.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya dikatakan “<b><i>karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”</i> </b>Tuhan Yesus mengaitkan “<b><i>miskin dihadapan Allah</i></b>” dengan memiliki Kerajaan sorga, karena memang Kerajaan sorga disediakan Allah untuk setiap orang yang mau merendahkan diri dihadapan-Nya untuk mengakui ketidakmampuan mereka untuk mendapatkannya. Dengan kesadaran penuh bahwa mereka tidak memiliki kemampuan sedikitpun untuk mencapai sorga, sehingga mereka hanya bergantung pada belas kasih Allah. Sorga tidak akan pernah dimiliki oleh setiap orang yang masih merasa “kaya”, yang menunjukkan kesombongan mereka, merasa bahwa mereka dapat melakukan segala sesuatu sehingga tidak membutuhkan Tuhan dalam hidup dan untuk memperoleh Kerajaan sorga.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, apa yang ada dalam hidup kita, yang masih membuat kita merasa diri “<i>kaya</i>”, layak atau mampu? Kita merasa kita sudah banyak melakukan sesuatu kepada Tuhan, kita merasa tidak membutuhkan belas kasihanNya. Mintalah kepada Tuhan untuk meremukkan segala kesombongan, dan keakuan dalam diri kita, sehingga belas kasih Allah sungguh saudara dan saya alami selama dalam dunia dan pada kekekalan nantinya. Selamat bergumul untuk memiliki hidup yang “miskin” dan bergantung penuh pada Allah dan selamat menikmati kebahagiaan dan berkat sejati dari Tuhan. </span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251207</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000027A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mendukung Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000279"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+9:1-14" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 9:1-14</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya memuji Tuhan atas kesempatan untuk berbagi Firman Tuhan lagi dengan Anda. Namun, harus saya akui, ini adalah salah satu khotbah tersulit yang pernah saya sampaikan. Sulit karena khotbah ini membahas enam alasan mengapa seorang pengkhotbah harus dibayar. Saya belum pernah berkhotbah tentang hal ini, tetapi itu kebetulan ada di 1 Korintus 9. Dan kita akan membahas bab 10 nanti, segera setelah kita menyelesaikan topik ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anugerah Yesus Kristus telah melimpah kepada saya melalui karunia-karunia jemaat di gereja ini. Saya menerima jauh lebih banyak daripada yang seharusnya saya layak terima dan jauh lebih banyak daripada yang seharusnya saya wajib terima. Jadi, ini bukan untuk saya. Inilah yang harus kita ajarkan, yaitu seluruh firman Allah. Dan bahwa Roh Allah memiliki alasan dan tujuan untuk membuat kita berbicara tentang hal-hal tertentu pada waktu-waktu tertentu, dan saya serahkan itu saja kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan jemaat Korintus. Salah satu pertanyaan yang mereka ajukan adalah tentang makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Dalam masyarakat pagan itu, orang-orang mempersembahkan daging kepada berhala. Namun, daging yang tidak dibakar di altar akan berakhir di tempat lain. Para imam akan mengambilnya dan menjualnya, atau orang-orang akan mengambilnya kembali dan menjualnya, atau mereka akan mengambilnya kembali dan menyajikannya di meja mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, orang Kristen berada dalam situasi di mana mereka makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Dan beberapa orang Kristen bertanya-tanya apakah ini benar atau tidak. Nah, jemaat Korintus, yang sudah dewasa, berkata, "Apa bedanya? Berhala itu tidak ada apa-apanya. Dan Allah tidak terlalu peduli dengan makanan. Bukan apa yang masuk ke dalam dirimu yang menajiskanmu; melainkan apa yang keluar darimu, kata Yesus. Jadi, mari kita makanlah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, beberapa orang Kristen baru, yang baru saja diselamatkan dari penyembahan berhala, merasa sulit untuk melakukan hal itu, karena semua itu mencerminkan cara hidup yang menjijikkan bagi mereka dan yang telah mereka tolak. Melihat beberapa orang Kristen begitu saja menikmati daging ini menjadi sangat menyinggung. Mereka sangat menentang kehidupan lama yang telah mereka.dibebaskan oleh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maksud saya, Alkitab tidak melarangnya. Mereka benar; itu tidak apa-apa. Tetapi ada orang Kristen yang terluka karenanya. Jadi, Paulus memperkenalkan sebuah prinsip di bab 8, yang telah kita pelajari sebelumnya. Prinsipnya adalah: Anda mungkin memiliki kebebasan untuk melakukan sesuatu, tetapi jangan lakukan jika itu akan menyakiti orang lain. Jangan lakukan jika itu akan melukai orang lain. Jangan lakukan jika itu akan mendukakan orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah menyatakan prinsip penting itu, Paulus ingin mengilustrasikannya. Ia ingin kita memahami seperti apa prinsip ini, dan ia memberikan dua ilustrasi. Satu dari kehidupan Israel, dan satu lagi dari kehidupannya sendiri. Ilustrasi dari kehidupannya sendiri inilah yang menjadi bagian dari pasal 9. Berikut adalah kehidupan Paulus tentang bagaimana ia memiliki kebebasan yang sebenarnya bisa ia gunakan, tetapi ia tidak menggunakannya karena akan menyinggung perasaan orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebebasan macam apa itu? Hak untuk mendapatkan dukungan dari gereja. Ia berhak mengharapkan gereja Korintus membayarnya untuk pelayanannya, untuk mendukungnya, dan untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, ia memilih untuk tidak menggunakan hak itu, dan ia lebih memilih untuk membuat tenda di sepanjang pelayanannya dan mencari nafkah sendiri karena ia merasa, pada awal berdirinya gereja, bahwa menuntut hak itu akan menjadi pelanggaran bagi banyak orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus begitu teliti dalam bersikap sehingga sepanjang pelayanannya, ia tidak pernah menggunakan haknya untuk minta dukungan. Ia bekerja dengan tangannya, selalu mencari nafkah sendiri. Nah, sekarang ia akan menceritakan tentang kebebasan yang ia sisihkan itu. Namun, pertama, ia memberikan, dalam ayat 1-14, lima alasan mengapa seorang hamba Tuhan layak mendapatkan dukungan. Kemudian, ia menunjukkan, dalam ayat 15-18, mengapa ia tidak memilih untuk menggunakan kebebasan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat, pertama-tama, enam alasan mengapa Paulus bisa minta dukungan. Itulah yang sedang ia bicarakan: mengapa seorang hamba Allah, dalam pelayanan apa pun yang ia jalankan, layak mendapatkan dukungan dari jemaat? Alasan </span><span class="cf1"><b>nomor satu</b></span><span class="cf1">, dalam kasus Paulus, adalah karena ia </span><span class="cf1"><b>seorang rasul</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku seorang rasul? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah Engkau adalah pekerjaanku dalam Tuhan?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus berkata, "Baiklah, aku setuju dengan pendapatmu. Bukankah aku bebas? Aku bukan sekadar orang Kristen seperti kalian semua. Bukankah aku seorang rasul? Sebagai rasul yang ditunjuk khusus oleh Kristus, bukankah aku setidaknya memiliki kebebasan yang sama sepertimu, dan mungkin lebih? Bukankah aku memiliki kebebasan yang sama sepertimu?" Namun, aku mengesampingkan kebebasanku karena aku tidak ingin menyinggung siapa pun. Lalu ia memberikan dua alasan untuk kerasulannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita?" Nah, kualifikasi seorang rasul adalah ia diangkat oleh Kristus yang telah bangkit. Seorang rasul harus diangkat oleh Yesus Kristus secara pribadi, yang berarti ia harus telah melihat Kristus yang telah bangkit. Pernahkah Paulus melihat Kristus yang telah bangkit? Ia berkata, "Ya, aku telah melihat Tuhan." Dalam Kisah Para Rasul 1:22, dikatakan bahwa siapa pun yang akan menggantikan Yudas, harus telah melihat Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 9, Paulus sedang berjalan di Jalan Damaskus, dalam perjalanannya untuk menganiaya orang Kristen. Tuhan menghentikannya. Ia jatuh tersungkur; ia melihat kemuliaan Tuhan yang menyala-nyala dan menjadi buta, lalu ia berkata, "Tuhan, apa yang Engkau kehendaki aku lakukan?" Ia melihat Tuhan di Jalan Damaskus. Setelah itu, ia melihat Tuhan di Yerusalem. Dan ketiga, ia dapat penglihatan tentang Tuhan di kota Korintus dalam KPR 18:9.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ia telah melihat Tuhan yang telah bangkit tiga kali. Dan ia berkata, "Inilah bukti bahwa Dia memanggilku ke dalam kerasulan. Aku telah melihat-Nya. Aku adalah saksi Kristus yang hidup. Aku adalah saksi bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati." Hal kedua yang ia gunakan untuk membuktikan kerasulannya ada dalam 1 Korintus 9:1, "Bukankah kalian pekerjaanku dalam Tuhan?" Dari manakah engkau pikir engkau berasal? Bukankah kalian adalah bukti pelayananku?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Jika bagi orang lain aku bukan rasul, setidaknya bagi kamu aku adalah rasul, sebab kamulah meterai kerasulanku di dalam Tuhan." Jika Anda ingin mengatakan bahwa saya sebenarnya bukan rasul dalam kasus lain – kata "rasul" berarti orang yang diutus. Saya memang diutus oleh Allah, dan saya membawa pesan ini kepada Anda, dan Anda adalah meterai kerasulan saya, Anda di dalam Tuhan. Fakta bahwa Anda telah diselamatkan seharusnya menjadi bukti yang cukup bahwa saya seorang rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada masa itu, setiap kali mereka ingin mengakui sesuatu, mereka membubuhkan meterai padanya. Maka, Paulus berkata, "Tanda keaslian kerasulanku adalah engkau di dalam Tuhan. Engkau adalah meterai yang hidup untuk membuktikan kepada semua orang bahwa aku adalah seorang rasul sejati. Nah, "Sebagai rasul" - ia berkata - "tidakkah aku memiliki kebebasan? Tidakkah aku memiliki kebebasan yang sama sepertimu, bahkan mungkin lebih?" Dan, tentu saja, implikasinya adalah, "Ya, benar."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3-4</b></span><span class="cf1">, "Inilah pembelaanku kepada mereka yang menguji aku: 4 Tidakkah kami berhak makan dan minum?" Kata "menguji" adalah istilah hukum. Istilah ini berbicara tentang melakukan penyelidikan sebelum mengambil keputusan. "Sekarang, sebagai seorang rasul, aku memiliki kebebasan. Aku bebas melakukan apa pun yang aku inginkan. Dan salah satu hal yang aku bebas lakukan" – katanya – "adalah minta uang kepadamu; minta kamu untuk mendukungku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, "Tidakkah kami berhak untuk ditemani oleh seorang istri yang percaya seperti rasul-rasul lainnya, saudara-saudara Tuhan, dan Kefas?" Apakah kamu mengatakan bahwa hanya aku dan Barnabas yang tidak berhak berhenti bekerja untuk mencari nafkah? Semua orang lain dapat menerima dukungan, dan semua orang dapat menikahi seorang saudari Kristen dan membawanya dalam perjalanan, dan orang-orang percaya bukan hanya akan mendukungnya, tetapi juga istrinya, tetapi kami tidak bisa?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak, maksudnya adalah, "Saya berhak mendapatkan dukungan dari Anda. Dan jika saya mau." Dia tidak menikah saat itu; istrinya kemungkinan besar sudah meninggal. Jika saya mau, saya bisa menikahi seorang saudari Kristen dan berharap Anda juga akan mendukungnya. Itulah kebebasan saya. Itu hak saya untuk minta dukungan dari Anda." Dia mengatakan bahwa gereja memiliki tanggung jawab untuk mendukung para pemimpinnya, para pendetanya, para penginjilnya, dan para misionarisnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak ingin menjadikan Injil beban bagi dunia, tetapi gereja memiliki tanggung jawab ini, dan pendeta berhak minta dukungan dari gereja. Jangan beri saya lebih banyak uang. Bukan itu intinya. Saya memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya. Dan saya miliki tanggung jawab untuk menjadi pengelola atas apa yang Anda berikan dengan murah hati. Namun, saya menyatakan prinsip bahwa pendeta harus didukung gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang memilukan adalah begitu banyak orang menyalahgunakan hal ini. Ada penipu, ada pembohong agama, dan ada orang di pelayanan hanya demi uang. Dan akan selalu ada penyalahgunaan hal ini, dan itu cenderung membuat kita sangat membatasi cara kita berjalan, kita harus menemukan keseimbangan. Dan yang Anda temukan di sana adalah sebuah ayat yang menegaskan hak pendeta untuk memiliki istri yang tidak bekerja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu memang benar. Banyak gereja tidak melihat visi itu, dan daripada membayar pendeta Allah agar ia dapat menafkahi seluruh keluarganya, mereka justru mengharapkan istrinya bekerja, padahal Alkitab mengatakan ia berhak minta nafkah bahkan untuk saudari Kristen yang telah ia nikahi, bukan hanya untuk menafkahinya. Dan para rasul lainnya, Yakobus, Yudas, Petrus, dan saudara tiri Yesus Kristus, tampaknya juga mengambil istri-istri mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena saya dan istri saya adalah satu daging. Dan ketika dia bersama saya, saya bisa lebih berkonsentrasi pada pelayanan saya, dan dia bisa mendukung saya, dan kami menjalani hidup bersama. Dan sebagai gereja, ketika kami minta seseorang untuk datang dan berkhotbah di sini, akan lebih baik jika kami berkata, "Apakah Anda ingin membawa istri Anda? Kami akan dengan senang hati mendukung kedatangan istri Anda agar dia dapat berbagi hari-hari ini dengan Anda."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1"> berkata, "Atau hanya Barnabas dan aku yang tidak berhak untuk tidak bekerja?" Tidak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> adalah alasan </span><span class="cf1"><b>nomor dua</b></span><span class="cf1">. Itu adalah </span><span class="cf1"><b>kebiasaan umum</b></span><span class="cf1">. "Siapakah yang menjadi prajurit dengan biaya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak makan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan tidak minum susu dari kawanan domba itu?" Siapakah yang pergi bekerja kapan saja dengan biaya sendiri? Sudah menjadi kebiasaan manusia bahwa seseorang mencari nafkah dengan pekerjaannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1"> berkata, "Apakah aku mengatakan ini dari sudut pandang manusia? Bukankah hukum Taurat juga mengatakan hal yang sama?" Yang ia maksud adalah </span><span class="cf1"><b>hukum Allah</b></span><span class="cf1">. Dan pertanyaan itu menyiratkan jawaban "ya". </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> berkata, "Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: Janganlah memberangus mulut lembu yang sedang mengirik. Apakah Allah sungguh-sungguh memperhatikan lembu?" Inilah </span><span class="cf1"><b>alasan ketiga</b></span><span class="cf1">, Allah ingin menyampaikan sesuatu dalam Ulangan 25:4.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu prinsip Perjanjian Lama dari bangsa Mesir yang ditiru bangsa Israel. Setiap kali mereka ingin memisahkan bulir-bulir gandum dari kulitnya, mereka akan membuang semua bulir-bulir tersebut di atas permukaan yang datar dan luas. Mereka akan mengambil lembu-lembu jantan, dan mengikat sebuah batu besar, bundar, dan pipih pada lembu-lembu tersebut. Lembu jantan itu akan berjalan di atas bulir-bulir itu, menyeret batu itu, menghancurkan kulitnya, dan mengeluarkan gandum dari dalamnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hukum berkata, "Jangan memberangus mulut lembu yang menginjak-injak gandum." Itu tidak manusiawi. Jika lembu itu akan menyeret batu itu sepanjang hari, ia seharusnya bisa makan beberapa sesekali. Dengan kata lain, prinsip metafora ini adalah seseorang harus mencari nafkah dari jerih payahnya. Dan inilah yang Alkitab katakan, bukan sekadar kebiasaan manusia. Alkitab mengatakan jangan memberangus mulut lembu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Bukankah ia sungguh-sungguh mengatakannya demi kita? Ya, ini ditulis demi kita, karena orang yang membajak harus membajak dengan pengharapan, dan orang yang mengirik harus mengirik dengan pengharapan untuk membagi hasil panennya." Manusia seharusnya mampu mencari nafkah dari jerih payah mereka. Dan ada insentif bawaan juga. Ketika seseorang mencari nafkah dari jerih payahnya, hal itu mungkin cenderung membuat jerih payahnya semakin tekun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menekankan hal ini di </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, "Jika kami telah menaburkan hal-hal rohani bagi kamu, apakah terlalu berlebihan jika kami menuai hal-hal materi dari kamu?" Ia berkata, "Lihatlah, orang-orang Korintus, jika kami telah menaburkan bagimu hal-hal rohani, hal-hal yang mengubah hidup, hal-hal yang kekal, apakah terlalu besar bagimu untuk mengembalikan kepada kami beberapa hal materi?" Namun, mentalitas orang Kristen ini adalah, "Jangan memberi mereka terlalu banyak. Mereka melayani Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> berkata, "Jika orang lain memiliki hak untuk menerima berkat darimu, bukankah kami terlebih lagi? Namun, kami tidak mempergunakan hak itu; sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya kami tidak menghalangi Injil Kristus." </span><span class="cf1"><b>Alasan keempat</b></span><span class="cf1"> adalah untuk </span><span class="cf1"><b>mendukung pelayanan</b></span><span class="cf1"> yang telah dilakukan kepada orang lain. Jika orang lain seperti Petrus menerima ini, bukankah seharusnya kita juga? Dan terutama karena Paulus adalah pendiri gereja dan bapa rohani mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melakukan ibadah di Bait Allah, mendapat bagian dari makanan Bait Allah, dan bahwa mereka yang melayani di mezbah, mendapat bagian dari persembahan yang dipersembahkan di mezbah?" </span><span class="cf1"><b>Alasan kelima</b></span><span class="cf1"> untuk mendukung pelayanan ini adalah karena ini merupakan </span><span class="cf1"><b>pola universal</b></span><span class="cf1">. Ia mengatakan bahwa itu selalu menjadi cara Allah; bahwa para imam Allah didukung oleh imamat mereka. Ada lima persembahan yang akan dibawa orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya yang tersisa, menurut Kejadian 32, hanyalah perut, isi perut, dan urat paha. Namun, yang tersisa dari </span><span class="cf1"><b>korban bakaran</b></span><span class="cf1"> adalah kulitnya. Para imam akan mengambil kulitnya untuk dijual agar dapat menghasilkan uang untuk hidup. Maka, dari korban bakaran itu, keluarlah kulit binatang itu. Persembahan kedua yang diberikan orang Yahudi adalah </span><span class="cf1"><b>korban penghapus dosa</b></span><span class="cf1">. Hanya lemaknya yang dibakar, dan para imam menyimpan sisa dagingnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Persembahan ketiga adalah </span><span class="cf1"><b>kurban pelanggaran</b></span><span class="cf1">. Lemaknya dibakar; imam menyimpan sisa dagingnya. Ada pula </span><span class="cf1"><b>kurban sajian</b></span><span class="cf1">, di mana mereka membawa tepung, anggur, dan minyak. Sebagian kecil darinya dibakar; sisanya diberikan kepada para imam. </span><span class="cf1"><b>Kurban perdamaian</b></span><span class="cf1">, yang merupakan kurban kelima, lemak dan isi perutnya dibakar. Imam menerima dada dan paha kanan, dan sisanya dikembalikan kepada umat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil harus </span><span class="cf1"><b>mencari nafkahnya dari Injil</b></span><span class="cf1">." Paulus memberikan lima alasan mengapa ia berhak untuk dibiayai. Namun, ia berkata, "Tetapi aku tidak menggunakannya. Aku tidak pernah mengambil apa pun darimu, meskipun aku berhak melakukannya. Kasih adalah pelaksanaan kebebasan itu secara terbatas. Aku merasa itu akan menjadi penghalang, jadi aku tidak mengambil hak yang kumiliki."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kita saling mengasihi, melayani, dan mengingat dunia di sekitar kita, salah satu hal yang harus kita lakukan adalah ini. Kita harus menyadari bahwa ada beberapa hal yang sebenarnya tidak salah untuk dilakukan, tetapi jika menyinggung, itu salah bagi kita. Sukacita yang dialami dalam mengasihi orang percaya akan jauh lebih besar daripada sukacita dalam menjalankan kebebasan saya dengan merugikan orang percaya. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251130</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000279</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persekutuan Yang Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000278"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Persekutuan Yang Hidup</b><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:42-47" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:42-47</a><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, mari kita melanjutkan perenungan kita berkaitan dengan kehidupan jemaat mula-mula. Kita sudah merenungkan bahwa mereka bersama-sama bertekun dalam pengajaran para rasul, dan selanjutnya kita mau belajar dari teladan mereka bagaimana membangun persekutuan yang sehat dan kuat. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:42-47. Melalui perenungan ini ada dua poin besar yang saya rindu kita renungkan bersama hari ini.</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. </b><b>Bersatu dan sehati untuk hidup dalam kasih dan pengorbanan.</b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesatuan orang-orang percaya adalah kerinduan dan doa Tuhan Yesus, dalam Yohanes 17:21, <i>“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”</i> Karena dengan hidup dalam kesatuan orang-orang percaya dapat menjadi saksi untuk memberitakan Kristus dan keselamatan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat-ayat ini ada beberapa hal yang sangat mendasar yang &nbsp;dilakukan oleh jemaat mula-mula yang menunjukkan kesatuan dan kesehatian mereka dalam kasih dan pengorbanan sehingga terbangun sebuah persekutuan yang kuat: <b>Berkumpul untuk berdoa (ay. 42), Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama (ay. 44), Menjual dan membagi-bagi (ay. 45), Berkumpul tiap-tiap hari di Bait Allah (ay. 46), Memecahkan roti dan makan bersama dengan gembira dan tulus hati (ay. 46)</b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang dilakukan jemaat mula-mula menunjukkan bagaimana Roh Kudus mengubah hati dan hidup mereka ketika bertekun dalam mendengarkan pengajaran firman Tuhan. Dan sangat jelas bahwa pengajaran rasul-rasul berbicara mengenai Yesus yang telah memberikan dan mengorbankan segala-galanya untuk manusia berdosa. Inilah yang membuat mereka sadar bahwa anugerah Allah dalam Kristus adalah harta yang terindah dalam hidup dan memiliki Kristus itu sudah cukup bagi mereka. Perbuatan mereka menunjukkan bahwa mereka belajar meneladani Kristus, sehingga mereka merelakan apa yang mereka miliki untuk menjadi berkat bagi perluasan kerajaan Allah. Dalam 2 Korintus 8:9 dikatakan <i>“</i><i>Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”</i> </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, jika seorang sudah mengalami anugerah Allah yang besar dalam hidupnya, tidak mungkin ia hanya hidup untuk dirinya sendiri. Jemaat mula-mula membuktikan bahwa mereka mengasihi Tuhan, dan bukti bahwa mereka tidak menggantungkan hidupnya pada kekayaan. Mereka tidak merasa bahwa apa yang mereka miliki hanya untuk diri sendiri dan keluarganya. Tapi semuanya hanya titipan Tuhan untuk mereka dapat menjadi berkat bagi orang lain. Ini sangat berkaitan dengan ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 6:19-21 <b><i>”Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.</i></b><b> </b>Hati jemaat mula-mula bukan lagi terikat pada hal duniawi yang hanya sementara tapi dengan iman mereka telah memandang kepada Kristus dan kekekalan yang ia sediakan. Kesediaan untuk mengasihi dan berkorban ada bukti kedewasaan iman dihadapan Allah. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Persekutuan yang kuat dapat terbangun jika setiap orang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, namun bersedia mengorbankan segala sesuatu dengan tulus demi anggota tubuh Kristus yang lain. Dalam Filipi 2:1-8 dikatakan <i>“karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, <b>dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.</b> Sebaliknya hendaklah dengan <b>rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri</b>; dan janganlah tiap-tiap orang hanya <b>memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga</b>. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”</i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam persekutuan orang-orang percaya pengorbanan seakan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Terkadang orang datang dalam persekutuan atau dalam gereja, berpikir keuntungan apa yang dapat saya terima dari gereja atau dari anggota jemaat yang lain. Tapi mungkin sangat jarang orang berpikir apa yang saya dapat perbuat atau berikan kepada gereja dan kepada saudara seiman. Jika kita masuk dalam persekutuan gereja dengan hanya memikirkan keuntungan apa yang dapat diterima itu salah besar! Karena malah gereja akan mengajarkan kepada saudara bagaimana hidup dalam pengorbanan, hidup dalam kemurahan, ketulusan untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan dan sesama. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Tuhan dalam Amsal 11:24 katakan <i>“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.”</i></span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. </b><b>Bersatu dan sehati untuk menjadi saksi Kristus.</b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">47 <b><i>sambil memuji Allah</i></b>. <b><i>Dan mereka disukai semua orang</i></b>. <b>Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Mengapa mereka disukai semua orang? </b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan jemaat mula-mula menjadi kesaksian yang sangat baik sehingga orang-orang melihat dan mereka diberkati. Mereka bukan hanya memiliki persekutuan yang kuat dalam komunitas mereka, tapi juga mereka dikenal baik oleh orang-orang yang belum percaya, karena mereka menunjukkan kasih yang tulus kepada orang-orang secara umum. Mereka disukai banyak orang karena menunjukkan kehidupan baru, perubahan yang radikal dan berbeda dengan orang-orang disekitar mereka. Cara hidup mereka berubah bukan untuk mencari pujian manusia, namun karena Roh Kudus berkarya mengubah kehidupan mereka. Sebelumnya mereka hidup dalam kejahatan dan hanya memikirkan diri sendiri, berubah menjadi seorang yang hidup dalam kebenaran dan siap berkorban untuk kemajuan kerajaan Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana orang-orang sekitar melihat kesaksian hidup mereka:</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Kasih persaudaraan dalam persekutuan : rukun, saling berbagi, dan memperhatikan dalam persekutuan.</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">- Kasih kepada sesama manusia : ramah, menolong sesama dan berbagi kepada sesama. <b><i>(video William Booth)</i></b></span></div><br><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Tiap-tiap hari <i>Tuhan</i> menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.</b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Frasa <b>“<i>Tuhan menambah jumlah mereka”</i></b><i> </i>menunjukkan bahwa Tuhan yang berkarya dalam hati setiap orang sehingga ketika melihat kesaksian hidup dan pemberitaan jemaat mula-mula mereka percaya kepada Injil Kristus. Jadi Ketika seorang percaya Kristus dan bertobat itu bukan pekerjaan manusia, bukan pekerjaan pemberita Injil namun pekerjaan Roh Kudus yang menanamkan iman dan pengertian akan Injil Kristus. Dikatakan <b><i>“dengan orang yang diselamatkan”</i></b><i> </i>artinya orang-orang tersebut bukan hanya ikut-ikutan namun mereka benar-benar beriman, punya tekad yang sama untuk bertekun dalam pengajaran para rasul dan berkomitmen membangun persekutuan yang sehat. &nbsp;Dalam Kisah Para Rasul 1:8 dikatakan <i>“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”</i> Roh Kudus diberikan supaya setiap orang percaya dapat menjadi saksi Kristus, menyampaikan berita tentang Yesus yang adalah Tuhan dan keselamatan dalam Dia. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya melalui kebenaran firman Tuhan yang kita renungkan hari ini, kita perlu bertanya bagaimana persekutuan kita selama ini? Apakah yang dapat kita lakukan untuk membangun persekutuan dalam kasih dan pengorbanan? Dan sejauh mana persekutuan kita disukai orang dan menjadi saksi yang baik sehingga ada orang-orang rindu masuk dalam persekutuan kita? Kiranya Tuhan Yesus terus memberkati kita semua. Amin!</span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251123</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000278</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Batas Kebebasan Kita (Bagian 2)]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000277"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+8" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 8</a></span></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sedang mempelajari salah satu surat yang ditulis Tuhan sendiri kepada rasul Paulus; surat itu adalah 1 Korintus. Mari kita buka dan lihat 1 Korintus 8. Surat yang ditulis kepada jemaat di Korintus untuk mengoreksi banyak masalah mereka, ini sebenarnya adalah Firman Tuhan kita Yesus Kristus kepada kita, kepada gereja-Nya. Namun, perlu diingat bahwa kita telah memperkenalkan gagasan bahwa surat ini memang relevan, meskipun tidak secara spesifik, prinsip umumnya sangatlah penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak banyak dari kita yang peduli dengan apakah kita makan babi, tetapi itu merupakan masalah besar di gereja di Roma sebagaimana ditunjukkan dalam Roma 14 dan 15. Dan saya ragu apakah ada di antara kita yang terlalu peduli tentang memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Hampir semua daging yang dibeli dan disediakan untuk dimakan manusia telah dipersembahkan kepada dewa dengan satu cara atau yang lain. Sebagian di antaranya telah dipersembahkan sebagai kurban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu bagian akan dibakar untuk dewa, yang satu lagi diberikan kepada imam, dan bagian ketiga dibawa pulang dan dimakan. Dan jika Anda kebetulan berada di rumah seseorang, Anda mungkin sedang makan daging yang dipersembahkan kepada berhala. Imam akan mengambil bagian ketiganya, pergi ke belakang kuil, dan menaruhnya di toko daging. Mereka juga percaya bahwa setan suka merasuki manusia dengan cara menempel pada makanan mereka dan masuk dengan cara seperti yang telah kita bahas sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka, setiap orang akan mempersembahkan daging yang mereka sembelih kepada dewa agar setan tidak dapat menyentuhnya. Hampir setiap potongan daging yang dibeli jemaat Korintus entah bagaimana telah dipersembahkan kepada berhala, dan hal ini pun menjadi masalah. Setelah diselamatkan dari paganisme, dari penyembahan berhala, orang-orang Kristen baru ingin menghindari kontak apa pun dengan kehidupan lama itu. Mereka merasa ingin lari darinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini seperti seorang pecandu alkohol yang datang kepada Kristus, dan cara terbaik baginya untuk mengatasi masalah minum adalah dengan menjauhinya sejauh mungkin. Atau seperti seorang penjahat yang menjadi Kristen, ia menjauhi pola-pola lama dan teman-teman lamanya. Ia harus menarik diri, menjauhi hal-hal itu, dan tidak mau terlibat lagi. Orang-orang Kristen di Korintus, cenderung ingin lari dari segala hal yang berkaitan dengan kehidupan lamanya. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, hal itu memunculkan pertanyaan yang diajukan jemaat Korintus kepada Paulus dalam 1 Korintus 8. Dan ini memperkenalkan kita pada hal-hal yang berada di daerah abu-abu tersebut. Alkitab tidak melarang mereka makan daging yang dipersembahkan kepada berhala. Jadi, di daerah tengah itulah mereka harus membuat keputusan apakah itu benar atau salah. Kita menyebutnya daerah abu-abu, dan ada keputusan-keputusan dalam hidup kita yang termasuk dalam kategori tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya, dari satu negara bagian ke negara bagian lain, dari waktu ke waktu, dari satu budaya ke budaya lain, standar tentang apa yang benar dan salah sangat berbeda. Alkitab tidak mengatakan apa pun tentang merokok atau apakah anak laki-laki dan perempuan boleh dansa bersama. Itu adalah keputusan yang harus dibuat oleh setiap orang Kristen untuk dirinya sendiri. Dan ada faktor-faktor yang memengaruhi keputusan itu. Dan kami membagikan beberapa panduan untuk membuat keputusan semacam itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, hal-hal yang berada di daerah abu-abu ini bisa berupa hal-hal sosial. Bisa berupa hiburan. Bisa berupa kesenangan. Bisa berupa kebiasaan. Jadi, ini masuk ke dalam daerah abu-abu. Bagaimana seseorang memutuskan itu? Nah, ada dua ekstrem. Ekstrem yang pertama adalah membuat daftar aturan. Dan Anda tahu, ada beberapa orang yang sangat menyukainya, mereka merasa jauh lebih nyaman dengan daftar aturan yang panjang dan yang harus mereka lakukan hanyalah mematuhi aturan tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada gereja-gereja seperti itu yang tidak memiliki prinsip tentang bagaimana menjalani kehidupan Kristen; yang ada hanyalah daftar hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Nah, itu namanya legalisme. Nah, ada beberapa masalah dengan itu. Pertama, Anda tidak akan pernah bisa membuat para pemimpin gereja sepakat tentang apa yang seharusnya tercantum dalam daftar itu. Dan kedua, itu akan menciptakan standar spiritualitas yang buruk. Dan legalisme akan menjadi standar spiritual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika itu terjadi, Anda mencekik kebebasan. Anda mengambil alih pekerjaan Roh Kudus. Anda mengabaikan hati nurani orang percaya, dan Anda menetapkan standar spiritualitas yang salah serta menghasilkan kemunafikan. Dan ada orang Kristen yang hidup seperti itu. Dan saya tidak yakin apakah mereka berada di padang gurun itu dan ditawari minuman beralkohol, mereka akan menolaknya. Anda tidak bisa menilai spiritualitas berdasarkan apa yang tidak dilakukan orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berjalan dalam Roh adalah spiritualitas. Itulah sisi positifnya. Mengapa kita harus berperan sebagai Roh Kudus? Mengapa kita tidak membiarkan Anda menghayati kehidupan Kristen dan berjalan bersama Roh Kudus sebagaimana Roh Kudus mengarahkan Anda? Di sisi lain, Anda memiliki apa yang saya sebut libertianisme. Sekarang Anda bisa sampai pada daerah abu-abu dan berkata, "Nah, ini semua hal yang tidak boleh saya lakukan atau lakukan, dan karena saya bebas di dalam Kristus, saya akan melakukan semuanya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala sesuatu diperbolehkan; tidak ada pertimbangan lain selain kebebasanku.” Apakah itu satu-satunya pertimbangan? Tentu saja tidak, menurut 1 Korintus 8, Paulus mengatakan ada satu prinsip besar yang membatasi kebebasan kita, yaitu kata kasih. Anda tidak bisa hanya berkata, “Karena tidak dilarang, saya bisa melakukannya.” Ada pertimbangan yang lebih tinggi dari itu, yaitu kasih. Kasih membatasi kebebasan. Dan inilah tujuan dari 1 Korintus 8.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, inilah masalahnya. Ada potensi di kota Korintus untuk memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Orang-orang Kristen yang dewasa rohani berkata, "Apa masalahnya? Kami sedang makan." Kami telah memutuskan bahwa kami bisa memakannya saja. Kami bebas di dalam Kristus. Nikmatilah hidup ini, makan apa pun yang kau mau. Itulah filosofi kami." Maka Paulus menanggapi hal itu dengan mengatakan, "Ada sesuatu yang lebih penting daripada kebebasanmu, yaitu kasihmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus memberi Paulus tiga alasan mengapa mereka merasa bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan di daerah abu-abu, mengapa mereka boleh makan daging yang dipersembahkan kepada berhala. Alasan pertama, kita memiliki semua pengetahuan, dan Alkitab tidak melarangnya. Kedua, berhala itu bukanlah apa-apa, ayat 4 mengatakan. Jadi, berhala juga tidak dipersembahkan kepada apa pun. Ketiga, Allah tidak peduli apa yang kita makan, ayat 8. Jadi, berdasarkan tiga alasan tersebut, kita tahu bahwa berhala tidak dilarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Paulus akan membahas ketiga hal tersebut. Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala: Kita tahu bahwa "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih itu membangun." Saya setuju dengan Anda. Kita mempelajari Kitab Suci dan tidak ada larangannya. Tetapi ingatlah ini: pengetahuan saja membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih itu membangun." Jadi, Paulus mengatakan bahwa tidak cukup hanya mengatakan Anda tahu. Harus ada lebih dari itu. Harus ada kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Jika seseorang merasa tahu sesuatu, ia belum mengetahuinya sebagaimana mestinya." Dan yang seharusnya Anda ketahui adalah tentang kasih, yang diilustrasikannya di </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Tetapi jika seseorang mengasihi Allah, ia dikenal oleh-Nya." Anda harus melampaui pengetahuan untuk mengasihi. Tidaklah cukup hanya dengan mengatakan, "Kita telah mempelajari masalahnya, dan kita tahu apa yang dikatakan Kitab Suci dan tidak ada yang menentangnya, jadi mari kita makan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda harus mempertimbangkan orang lain, bagaimana hal itu akan memengaruhi mereka. Apakah ini tindakan kasih terhadap saudara seiman? Bagaimana jika itu menyinggung perasaannya? Bagaimana jika itu menyakiti hati nuraninya? Maka Anda harus membatasi kebebasan Anda. 1 Korintus 13 berkata, "Aku memiliki semua pengetahuan dan mengetahui semua misteri, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." Kata Paulus. "Jika kamu melakukan itu, tidakkah kamu sadari bahwa itu akan menyakiti hati saudaramu, karena ia akan tersinggung?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1"> memberi kita alasan kedua mereka. "Tentang memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu bahwa "berhala tidak ada di dunia," dan bahwa "tidak ada Allah lain selain satu." Mengenai hal makanan ini, bahwa berhala tidak ada di dunia." Tidak ada yang namanya berhala di seluruh dunia. Dengan kata lain, tidak ada orang di rumah. Dewa-dewa itu sama sekali bukan dewa; tidak ada Allah lain selain satu. Nah, ini adalah teologi yang luar biasa bagi kita semua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah tepatnya argumen di ayat 4, "Mengapa tidak makan? Lagipula tidak ada orang di sana. Barang-barang yang mereka bawa dan persembahkan kepada berhala tidak dapat ditanggapi oleh berhala itu karena tidak ada allah di sana. Mereka mengira ada banyak allah." Kata </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, "Sebab sekalipun ada apa yang disebut "allah", baik di surga, maupun di bumi—dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan". Menurut mereka, mereka ada di mana-mana. Tetapi bagi kita, hanya ada satu Allah saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 115:3 dimulai dengan, "Allah kita ada di surga." Nah, dengarkan, berhala-berhala mereka terbuat dari perak dan emas, buatan tangan manusia. Dengarkanlah deskripsi berhala ini. "Mereka punya mulut tetapi tidak berbicara. Mereka punya mata tetapi tidak melihat. Mereka punya telinga tetapi tidak mendengar. Mereka punya hidung tetapi tidak mencium. Mereka punya tangan tetapi tidak menyentuh. Mereka punya kaki tetapi tidak berjalan. Mereka juga tidak berbicara melalui tenggorokan mereka."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang membuatnya sama bodohnya dengan para dewa. Begitu pula semua orang yang percaya pada mereka. Kau tahu, mereka sedang membangun salah satu patung Buddha itu di sini, dan mereka semua berlarian di sana, membungkuk menghormati kepada siapa yang tidak ada. Tak ada orang pun di sana. Dunia berpikir ada banyak dewa. Orang Romawi punya begitu banyak dewa, mereka bilang lebih mudah menemukan dewa di Athena daripada menemukan seorang manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apa bedanya jika kita makan daging yang dipersembahkan kepada berhala padahal tidak ada orang di sana? Dan itu argumen yang cukup bagus; teologinya kuat. Nah, nanti kita akan menemukan saat kita masuk ke bab sepuluh bahwa setan akan menyamar sebagai dewa-dewa yang mereka pikir ada, lalu meyakinkan mereka bahwa ada entitas supranatural di sana. Padahal, dewa-dewa yang mereka pikir ada, ternyata tidak ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Agama palsu ada di ayat 5, "Sebab sekalipun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi—dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian." Kepercayaan Kristen ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, "namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa. Segala sesuatu berasal dari Dia dan kita ada untuk Dia. Dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus. Segala sesuatu adalah oleh Dia dan kita ada karena Dia." Ia menyatakan dasar iman Kristen, yaitu satu Allah Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia hanya mengatakan, "Allah adalah sumber yang datang kepada kita." Allah datang kepada kita melalui Kristus; kita kembali kepada Allah melalui Kristus. Allah adalah sumber utama dan satu-satunya, dan Kristus adalah pelakunya. Jadi, ini pernyataan yang bagus. Hanya ada satu Allah, dan itu sudah cukup. Dan jika memang begitu, kita sebaiknya melahapnya." Itu argumen yang bagus. Mempersembahkan sesuatu kepada berhala sama sekali tidak ada artinya, itu tidak berarti apa-apa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Namun, tidak semua orang memiliki pengetahuan ini. Beberapa orang telah begitu terbiasa dengan penyembahan berhala sampai sekarang, sehingga ketika mereka makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, hati nurani mereka yang lemah menjadi najis." Anda bisa saja mengetahui sesuatu di kepala Anda yang sebenarnya tidak membuat perbedaan dalam hidup Anda. Tiba-tiba seseorang menjadi seorang Kristen. Dan komitmennya kepada Kristus begitu indah sehingga ia berkata, "Aku benci kehidupan yang jahat itu dengan dewa-dewa palsu itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seseorang berkata, "Tetapi tidak ada dewa sejati di sana." Tidak, ia sudah terlalu lama akrab dengan mereka. Dan itulah tepat yang Paulus katakan. "Ya, boleh saja mengatakan berhala itu tidak ada apa-apanya, tetapi tidak semua orang benar-benar memahaminya. Tidak semua orang bisa merasakannya. Dan Anda bisa keluar dan makan sepuasnya, tetapi orang itu akan pergi, menggigitnya sekali. Dan ia akan merasa bersalah dan itu akan menghancurkan persekutuannya dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saudara yang lebih lemah itu tahu hanya ada satu Allah yang benar; ia mengetahuinya dalam benaknya. Namun, ia tak mampu melepaskan keyakinan yang telah ia anut seumur hidupnya. Rasanya terlalu cepat, terlalu tiba-tiba. Kata hati nurani berarti keintiman dan artinya sudah terbiasa. Hati nuraninya melarangnya, tetapi ia melihat semua orang melakukannya, jadi ia pun melakukannya. Segera hati nuraninya ternoda. Hati nuraninya mulai membuatnya merasa berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Lebih baik," kata Paulus, "kau biarkan saja orang itu hidup dengan hati nuraninya, meskipun itu membatasi." Lebih baik baginya untuk menghindarinya sampai hati nuraninya mulai terbebas. Pengetahuan berkata, "Kau boleh makan." Kasih berkata, "Pikirkan bagaimana hal itu memengaruhi orang lain, lalu putuskan." Pengetahuan berkata, "Berhala itu bukan apa-apa, ayo kita makan." Kasih berkata, "Tunggu dulu. Aku memilih untuk tidak makan, meskipun mungkin, karena saudaraku percaya itu salah sampai dia dewasa untuk mengerti."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, "Makanan tidak akan mendekatkan kita kepada Allah. Kita tidak akan menjadi lebih buruk jika tidak makan, dan kita tidak akan menjadi lebih baik jika makan." Tidak ada aturan diet dalam Kekristenan. Anda tidak ingin memanjakan diri dan Anda tidak ingin hidup untuk makan. Kata Yesus di Markus 7, "Bukan apa yang masuk kedalam seseorang yang menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari mulutnya." Allah peduli kepada anak-anak-Nya, dan mereka peduli apa yang kita makan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tetapi ingatlah, supaya hakmu ini jangan sekali-kali menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah." Batu sandungan adalah sesuatu yang membuat seseorang jatuh ke dalam dosa. Dan itu akan menempatkannya dalam situasi yang tak dapat ia tangani. Jadi, jangan paksakan kepadanya apa yang tidak dipaksakan Allah kepadanya oleh hati nuraninya. Dan percayalah, Roh Kudus yang mengendalikan hati nurani itu. Jangan paksa orang untuk melakukan hal-hal yang mereka rasa salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1"> berkata, "Sebab jika seseorang melihat engkau, orang yang berpengetahuan, makan di kuil berhala, bukankah hati nuraninya yang lemah akan terdorong untuk makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala?" Anda seorang Kristen tetapi Anda merasa seharusnya berada di sana bersama keluarga Anda, dan Anda hanya berbaring sambil makan. Dan di sinilah datang seorang Kristen baru. Tiba-tiba hati nuraninya menjadi sangat berani. Dan ia langsung melawan hati nuraninya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Demikian pula orang yang lemah, saudara atau saudari yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena pengetahuanmu." Dan melalui pengetahuanmu, saudara yang lemah, yang untuknya Kristus telah mati, akan binasa?" Kata binasa bukan berarti mati dan masuk neraka. Kata itu berarti kehancuran. Dan ia tidak mendapatkan makanan itu sampai ia mulai merasa bersalah. Dan ia tidak dapat menahan godaan sepenuhnya dan ia semakin jauh dari kebebasannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah saya beri Anda sebuah prinsip. Jangan pernah melanggar hati nurani Anda. Ajari orang untuk menaati hati nurani karena itulah suara Roh Kudus yang menuntun mereka ke area yang Ia rasa dapat Ia tangani. Anda mengikuti hati nurani dan Anda menentukan apa yang dapat ditangani dan apa yang tidak. Dan hal yang sama berlaku secara rohani. Bagaimana Anda akan memperlakukan seseorang yang Yesus mati untuk selamatkan? Jika Yesus mengasihi-Nya, saya juga ingin mengasihi-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Jika kamu berbuat dosa seperti ini terhadap saudara-saudarimu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, kamu berdosa terhadap Kristus." Karena orang percaya itu bersatu dengan Yesus Kristus. Dan ketika kamu melakukan sesuatu yang merusaknya, kamu telah berdosa terhadap Kristus. Di Matius 25:40, Yesus berkata, "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah semua itu, Paulus menyimpulkan dengan prinsip di </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">. "Karena itu, jika makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan makan daging lagi, supaya aku tidak menjadi batu sandungan bagi saudaraku." Apa prinsip dalam memutuskan untuk melakukan sesuatu atau tidak? Prinsipnya adalah kasih, bagaimana hal itu akan memengaruhi saudaraku yang lebih lemah. Kristus mati untuknya. Jika kamu berdosa terhadapnya, kamu berdosa terhadap Kristus. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251116</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000277</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Characteristics of a true believer (Part 3)]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000276"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Love the word of God</span></b></div><div><br></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Timothy+3:14-17" target="_blank" class="imCssLink">2 Timotius 3:14-17</a></span></b></div><div><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada perenungan sebelumnya kita belajar dari teladan Tuhan Yesus menghadapi godaan Iblis dengan menggunakan firman Tuhan. Ada musuh yang tidak kelihatan namun punya berbagai cara untuk berusaha menjatuhkan kita, dengan segala godaan yang begitu nikmat. Kita tidak dapat melawan dengan kekuatan sendiri namun hanya dengan firman Tuhan, sehingga kita harus tekun mendalami dan melakukan firman-Nya. Hari ini Kembali saya mau berbicara berkaitan dengan manfaat firman Tuhan untuk kita. Mari kita membaca 2 Timotius 3:14-17.</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">1. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<!--[endif]-->Tetap berpegang pada firman Tuhan</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ayat 14,<i> “Hendaklah engkau tetap berpegang”</i> artinya to stay, continue, endure. Paulus menasehati Timotius bahwa sekalipun menghadapi penganiayaan dan pengajaran sesat ia harus tetap berpegang dan berdiri teguh pada kebenaran. Dikatakan <i>“kebenaran yang telah engkau terima dan yakini”</i>, jadi bukan hanya sekedar mendengar pengajaran akan kebenaran, namun sungguh-sungguh mengimani sehingga kebenaran itu mengubahkan hidup. Keteguhan dan keyakinan pada kebenaran mengalahkan segala ketakutan yang datang karena penganiayaan dan pengajaran sesat. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya dikatakan <i>“dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya”</i>, ini adalah rahasia penting supaya Timotius dapat teguh berpegang pada kebenaran, karena dengan mengingat pengajarnya akan memudahkan dia untuk ingat ajaran bahkan teladan hidup mereka. Mengingat setiap orang yang sudah berjuang dan membayar harga bagi pertumbuhan iman kita akan menolong kita untuk tidak mudah menyerah dalam iman kepada Kristus. Dikatakan dalam <b>ayat 15,</b> <i>“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci.”</i> Saudaraku kalimat ini menunjukkan bahwa Timotius sudah diajarkan kebenaran Allah dan diajar hidup beriman kepada Allah sejak kecil, dalam 2 Timotius 1:5 Paulus katakan, “<i>Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” </i>Betapa besar peran dari nenek dan ibunya sehingga Timotius dapat percaya dan melayani Tuhan Yesus meskipun ditengah penganiayaan. Kita perlu bayar harga untuk mengajarkan anak-anak kita tentang Tuhan dan kebenaran-Nya. Pertanyaan bagi kita, siapa yang pernah membaca Alkitab dengan anaknya?</span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">2. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<!--[endif]-->Manfaat firman Tuhan</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa manfaat firman Tuhan sehingga Paulus menegaskan kepada Timotius agar tetap berpegang teguh dalam segala kondisi apapun? </span></div><br><div class="imTAJustify"><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>a. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Firman Tuhan menuntun kepada keselamatan yang sejati.</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, pertanyaan bagi kita semua, jika hari ini kita meninggal kemana kita akan pergi? Siapa yang yakin bahwa ia pasti masuk surga? Dalam ayat 15, dikatakan <i>“Kitab suci yang dapat memberi <b>hikmat</b> kepadamu dan menuntun engkau kepada <b>keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus</b>.”</i> Dalam Hosea 4:6, <i>“</i><b><i>Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah</i></b><i>; karena engkaulah yang <b>menolak pengenalan itu</b> maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau <b><u>melupakan pengajaran Allahmu</u></b>, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” </i>Jalan menuju kepada keselamatan dan kepastiaan akan keselamatan sudah sangat jelas diajakan dalam Kitab Suci. Namun kenapa dikatakan umat-Ku binasa? Karena tidak mengenal Allah dan melupakan pengajaran Allah. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang Kristen yang dalam ketakutannya terus bertanya-bertanya, apa nanti saya masuk surga? Ini pertanyaan dari seorang yang dipenuhi dengan keraguan, karena tidak mengenal Allah dengan benar dan kepastian keselamatan dalam Kristus. Karena itu dikatakan <i>“Kitab Suci menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus”. </i>Dikatakan menuntun artinya mengarahkan, membimbing, memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana supaya kita diselamatkan. Yesus berkata dalam Yohanes 6:47, <i>“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya <b>barangsiapa percaya</b>, ia mempunyai hidup yang kekal.”</i> &nbsp;Yohanes 10:28, <i>“dan <b>Aku memberikan hidup yang kekal</b> kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” </i></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa pentingnya seorang bergumul untuk mengenal Allah dan keselamatan yang sudah Dia kerjakan. Kisah Para Rasul 4:12 dikatakan <i>“Dan <b>keselamatan</b> tidak ada di dalam siapapun juga <b><u>selain di dalam Dia</u></b>, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." </i>Saudaraku, Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu mengajarkan tentang Allah dan keselamatan dalal Kristus. Mari kita bertekun membaca, merenungkan, mengimani dan melakukan dalam hidup kita karena itulah sumber satu-satunya supaya hati kita dapat beriman, pengharapan dan kasih. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>b. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</b><!--[endif]--><b>Firman Tuhan menuntun pada kebenaran &amp; kesalehan hidup</b></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 16, <i>“segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar…”.</i> Mengajar berarti berkaitan dengan pikiran dan pengetahuan. Kata ini berasal dari bahwa Yunani <i>didaskalia </i>yang merujuk khusus kepada pengajaran ilahi. Melalui firman-Nya pembaca dapat mengetahui siapa Allah, isi hati Allah dan mengetahui siapa manusia dan bagaimana sebenaranya mereka harus hidup dihadapan Allah. Selanjutnya dikatakan “<i>menyatakan kesalahan</i>”<i>, </i>pengajaran dari firman Allah ternyata membuktikan dan menegur bahwa banyak sekali pengajaran dan perbuatan salah yang ada dalam diri manusia yang hanya dapat diluruskan dengan kebenaran dari Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika firman Allah menyatakan kesalahan kita ini bukan hal yang mudah, karena pada dasarnya kita manusia mau berusaha menutup-nutupi kesalahan kita supaya seakan kita kelihatan benar, bahkan sering kali kita mengeraskan hati, firman Allah sudah diajarkan kepada kita, kita tahu kita salah tapi tidak merindukan perubahan dalam hidup. Sebenarnya Ketika seorang mengerti kesalahannya itu adalah pekerjaan Roh Kudus dalam hatinya, dikatakan dalam Yohanes 16:8 <i>“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.”</i> Bagian selanjutnya dikatakan <i>“memperbaiki kelakukan dan mendidik orang dalam kebenaran”, </i>firman Allah bukan hanya menyatakan apa yang salah, tapi juga memberikan jawaban bagaimana sebenarnya seorang hidup benar dan berkenan kepada Allah. Jadi firman Allah mentrasformasi pikiran, hati, dan perbuatan manusia sehingga menuju pada kesalehan yang dikehendaki Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17, dikatakan<i> “</i><i>Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”</i> Bagian ini berkaitan erat dengan 2 Timotius 2:21, <i>“Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”</i> Melalui firman-Nya kita mengerti bagaimana kita dapat hidup dalam kebenaran, kesalehan dan hidup dalam segala perbuatan baik yang Allah rindukan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin</span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251109</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000276</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Batas kebebasan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000275"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+8" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 8</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat Alkitab Anda bersama saya pagi ini di 1 Korintus 8 dalam pelajaran lanjutan kita tentang surat kepada jemaat di Korintus. Kita tahu, sebagai orang Kristen, bahwa kita memiliki kebebasan di dalam Kristus, tetapi kebebasan itu bergantung pada hal-hal tertentu yang diungkapkan Perjanjian Baru kepada kita, dan itulah topik yang akan kita bahas, bukan hanya di pasal 8, tetapi juga di pasal 9 dan 10, karena ketiga pasal tersebut membahas tema yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa perdebatan besar di Gereja dalam 30 tahun terakhir, berkisar pada hal-hal berikut. Apakah berbelanja di hari Minggu itu benar? Haruskah perempuan Kristen memakai riasan? Nah, bisakah seorang Kristen bermain golf di Minggu pagi dan mendapatkan skor yang baik? Apakah ada yang salah dengan konser musik rock atau musik rock? Bagaimana dengan film? Bagaimana dengan berdansa? Haruskah seorang Kristen minum bir, sebotol anggur, atau terlalu banyak kopi?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertanyaan-pertanyaan itu telah dibahas dan diperdebatkan Gereja selama 30 tahun terakhir, dan beberapa di antaranya masih relevan hingga saat ini. Alasan Gereja menghabiskan begitu banyak waktu membahasnya adalah karena tidak ada ayat di dalam Alkitab yang membahasnya. Alkitab hanya mengatakan, "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat." Sabat adalah hari Sabtu, hari ketujuh dalam seminggu. Jadi, Alkitab tidak mengatakan apa pun tentang Hari Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 50, "Pujilah Tuhan dengan tarian," dan, "Daud menari di hadapan Tuhan." Terjadi perdebatan sengit, dan sekarang film-film yang dikutuk semua orang 25 tahun lalu ditayangkan di televisi, dan semua orang tidak peduli terhadapnya karena film-film itu terasa kurang berbahaya dibandingkan dengan apa yang kita saksikan saat ini. Hal-hal ini tidak dinyatakan dalam Alkitab setepat yang kita inginkan. Ada hal-hal yang berada di daerah abu-abu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu ada beberapa hal yang salah. Kita tidak mempermasalahkannya, bukan? Alkitab melarang membunuh, mencuri, menipu, berzina, berbohong, dan sebagainya. Dan Anda tahu apa saja hal-hal itu. Perjanjian Baru memiliki daftar panjang perbuatan kedagingan. Dalam surat Korintus dan Galatia, kita menemukan persis apa yang tidak boleh kita lakukan. Ada juga daftar hal-hal baik yang boleh dilakukan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti mengasihi sesama, menolong orang lain, dan memberi uang, dan memenuhi kebutuhan orang lain, berbuat benar, dan merawat anak-anak, dan mengasihi istri, dan sebagainya. Namun, ada hal-hal yang tidak pernah dikomentari Alkitab yang berada di daerah abu-abu. Di mana dalam setiap masyarakat, dan setiap budaya, harus ada keputusan yang mungkin hanya tepat untuk waktu dan tempat tertentu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana kita tahu apa yang benar dan apa yang salah di daerah abu-abu itu? Saya pikir Perjanjian Baru sudah jelas tentang apa yang salah dan apa yang benar. Perjanjian Lama juga jelas tentang apa yang salah dan apa yang benar, dan jika tidak terlalu spesifik, hati nurani kita biasanya membantu. Bagaimana orang Kristen tahu apakah harus dilakukannya atau tidak? Adakah panduan yang bisa kita ikuti? Nah, ingatlah: sebagai orang Kristen, kita tidak berada di bawah hukum-hukum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda, ketika Konsili Yerusalem bertemu di Kisah Para Rasul 15, mereka berdiskusi panjang lebar? Dan mereka berkata, "Sekarang, bangsa-bangsa non-Yahudi telah diterima ke dalam Gereja. Ini hari yang baru. Upacara-upacara lama telah disingkirkan. Sekarang, pergilah dan bersenang-senanglah dengan bangsa-bangsa non-Yahudi." Namun mereka berkata, "Katakan kepada mereka untuk menjauhi daging binatang yang mati dicekik, dan darah, dan beberapa hal yang ada di sini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata 2 Korintus 3:17, "Di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan," dan Galatia 5:1, "Karena Kristus telah memerdekakan kita karena kemerdekaan." Dan Yakobus mengatakan bahwa hidup kita diatur oleh hukum kemerdekaan yang sempurna. Namun, 1 Korintus 8:9 mengatakan, "Tetapi jagalah, supaya hakmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah." Kata 1 Petrus 2:16, "Tunduklah sebagai orang merdeka dan janganlah menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menutupi kejahatan-kejahatanmu, tetapi hiduplah sebagai hamba-hamba Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bagaimana kita memutuskan itu? Apakah Anda memiliki proses pengambilan keputusan? Marilah saya menawarkan serangkaian istilah yang dapat berfungsi sebagai filter untuk menilai perilaku apa pun yang berada di daerah abu-abu. </span><span class="cf1"><b>Nomor satu, kelebihan</b></span><span class="cf1">. Apakah saya membutuhkannya, ataukah itu beban berlebihan? Ibrani 12:1 mengatakan, "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang besar, marilah kita menanggalkan setiap rintangan dan dosa yang begitu gampang merintangi kita."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, prinsip </span><span class="cf1"><b>praktis</b></span><span class="cf1">. 1 Korintus 6:12 mengatakan, "Segala sesuatu diperbolehkan bagiku, tetapi bukan segala sesuatu berguna." Hal ini bukan hanya tidak berdampak negatif, tetapi apakah itu juga berdampak positif? Apakah ini sesuatu yang saya butuhkan untuk menjadi pria Allah yang lebih baik, atau wanita Allah yang lebih baik? Apakah ini sesuatu yang sangat positif yang harus saya lakukan untuk meningkatkan efektivitas saya sebagai orang percaya? Itu penting sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, prinsip </span><span class="cf1"><b>emulasi</b></span><span class="cf1">. 1 Yohanes 2:6 mengatakan, "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia harus hidup sama seperti Kristus telah hidup. Apakah ini yang akan dilakukan Kristus?" Baiklah, berlebihan, praktis, emulasi. </span><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">: prinsip </span><span class="cf1"><b>penginjilan</b></span><span class="cf1">. "Jika aku melakukan ini, apakah kesaksianku kepada orang yang tidak percaya akan bertambah?" Kolose 4:5 mengatakan, "Bertindaklah dengan bijaksana terhadap orang-orang luar, manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin." Akankah hal itu menciptakan platform penginjilan yang lebih baik?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1">, prinsip </span><span class="cf1"><b>peneguhan</b></span><span class="cf1">. "Akankah itu membangun saya? Setelah melakukan ini, akankah saya menjadi lebih kuat di dalam Kristus?" Kata 1 Korintus 10:23, "Segala sesuatu boleh dilakukan, tetapi bukan segala sesuatu membangun." Saya perlu memikir apakah ini berhasil membangun saya di dalam Kristus. </span><span class="cf1"><b>Keenam</b></span><span class="cf1">, prinsip </span><span class="cf1"><b>permuliaan</b></span><span class="cf1">. Jika saya melakukannya, akankah itu meninggikan Tuhan?" Kata 1 Korintus 10:31, "Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, semua itu sangat praktis. </span><span class="cf1"><b>Terakhir</b></span><span class="cf1">, ada satu lagi yang menghubungkan kita dengan 1 Korintus 8, yaitu </span><span class="cf1"><b>prinsip keteladanan</b></span><span class="cf1">. "Jika aku melakukan ini, akankah aku menjadi teladan kebenaran bagi saudaraku yang lebih lemah? Apakah itu merupakan tindakan kasih terhadapnya? Untuk menuntunnya di jalan yang benar?" 1 Korintus 8:13 mengatakan, "Jika daging menjadi batu sandungan bagi saudaraku atau saudaraku perempuan, aku untuk selama-lamanya tidak akan makan daging lagi, supaya aku tidak menjadi batu sandungan bagi saudaraku atau saudaraku perempuan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, semua prinsip itu membawa kita ke 1 Korintus 8, di mana Paulus hanya membahas yang terakhir itu. Namun, mari kita lihat </span><span class="cf1"><b>konsep kasih</b></span><span class="cf1"> ini. Jadi, saya boleh merokok, tetapi saya hanya perlu melakukannya sekali saja, dan setengah dari audiens ini akan keluar. Dan beberapa orang akan sangat tersinggung karena, dalam pikiran mereka, hal itu mewakili sesuatu yang berbeda dari kehidupan Kristen dan komitmen Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Intinya adalah, dalam masyarakat tempat kita berada, jika itu menjadi masalah bagi beberapa orang, maka saya tidak melakukannya. Intinya adalah, ada beberapa hal yang dengan sendirinya belum tentu salah. Nah, itu mungkin salah jika itu membahayakan tubuh Anda dalam hal itu, tetapi intinya adalah, saya tidak melakukan beberapa hal, karena mereka akan merasa tersinggung. Nah, masalah utamanya adalah kasih, dan Paulus menunjukkan bahwa kasih itu adalah kunci segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, untuk sedikit memperjelas, ingatlah bahwa dalam pasal 8-10, ia menjawab pertanyaan mereka tentang daging yang dipersembahkan kepada berhala. Dalam pasal 11, ia menjawab pertanyaan mereka tentang Perjamuan Kudus dan ibadah. Dalam pasal 12-14, ia menjawab pertanyaan mereka tentang karunia rohani. Di luar bagian ini, ia mengoreksi hal-hal yang telah ia lihat melalui pengamatannya sendiri. Jadi, kita sekarang berada di bagian tentang hal-hal yang dipersembahkan kepada berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 1 mengatakan, "Tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala: Kita tahu bahwa "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun." Nah, persembahan berhala menjadi tema bab 8, 9, 10. Di beberapa bagian dunia, persembahan kepada berhala, persembahan kepada Allah palsu, sangat relevan. Tetapi ini akan sangat relevan bagi Anda, karena kita akan menguraikan prinsip umum bagi siapa pun yang beragama Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ingat kembali situasinya. Korintus adalah bagian dari budaya Yunani. Itu bagian dari Kekaisaran Romawi. Bangsa Romawi dan Yunani menyembah banyak dewa-dewa. Mereka adalah apa yang kita sebut politeistik. Dan mereka juga percaya pada banyak roh jahat. Dan mereka memiliki dewa untuk setiap hal yang dapat dibayangkan. Tidak pernah ada habisnya bagi mereka. Mereka menyembah semua jenis dewa dan memiliki kesadaran akan semua jenis roh jahat yang berkeliaran di sekitar mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika mereka memiliki keadilan, ada dewa keadilan. Terkadang Anda melihat dewi keadilan saat ini dengan penutup mata dan timbangan di tangannya. Itu berasal dari zaman kuno. Ada dewa-dewa untuk segala hal: ada dewi cinta. Setiap hal yang mereka lakukan, entah itu kesenagan, atau hiburan, atau pemerintahan, atau pesta-pesta, atau acara sosial, untuk semuanya ada konglomerasi dewa-dewa yang terlibat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ambil contoh orang Kristen pada umumnya. Ia diselamatkan, dan ia pun terbebas dari paganisme yang menyelimuti setiap aspek kehidupannya. Ia dulu tidak bisa melakukan apa pun secara sosial yang tidak berhubungan dengan suatu dewa. Jadi, orang Kristen ini berada dalam bahaya terpapar pada sesuatu yang baru saja ia telah diselamatkan. Nah, bagi orang Kristen baru, semua ini berupa menjijikkan. Namun, seorang Kristen yang lebih dewasa berkata, "Hei, apa itu berhala? Berhala itu bukan apa-apa. Jadi, makan saja. Siapa peduli?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang ada konflik. Beginilah cara mereka mempersembahkan kurban. Mereka akan pergi kepada dewa tertentu, lalu mempersembahkan seekor hewan dan membaginya menjadi tiga bagian. Bagian pertama dibakar di altar, dan dibawa kepada dewa itu. Bagian kedua diambil oleh imam. Jika ia ada lebih dari yang dibutuhkan, dan biasanya mereka ada lebihnya, ia akan pergi ke belakang bait suci dan menjualnya di toko daging.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang menawarkannya membawanya pulang. Jadi, bagian ketiganya bisa dimakan kalau kamu pergi ke rumah teman. Nah, sekarang ada seorang Kristen. Dia berjalan dan dia ingin membeli daging, lalu berpikir, "Saya penasaran, apa para imam ada hubungannya dengan toko daging kecil ini? Saya tidak mau beli daging yang dipersembahkan kepada berhala." Orang Kristen lain berkata, "Apa itu berhala? Itu tawaran terbaik." Jadi, dia membelinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka terjepit di antara dua pilihan. Akibatnya, hampir semua yang mereka beli di pasar telah dipersembahkan kepada dewa tertentu, atau apa yang mereka makan di rumah orang kafir telah dipersembahkan kepada suatu dewa tertentu. Nah, ditambah lagi, semua acara sosial berkaitan dengan penyembahan dewa-dewa ini, dan perayaan-perayaan serta acara-acara sosial semua berlangsung di kuil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernikahan dan perayaan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga selalu diadakan di bait suci dan selalu ada persembahan daging kepada berhala sebelum itu dimakan. Bagaimana jika adikmu menikah? Dia seorang penyembah berhala, tetapi kamu sayang padanya. Apakah kamu akan pergi ke pernikahan adikmu dan makan bersama? Mereka mencoba memutuskan apakah mereka dapat melakukan apa yang dilakukan dunia yang tidak dinyatakan dalam Alkitab sebagai sesuatu yang salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus akan memberi mereka suatu solusi. Ia berkata, "Sejauh mana kebebasanmu? Itu hanya sejauh ada kasih." Jemaat Korintus, yang sudah dewasa, telah memutuskan bahwa semuanya baik-baik saja. Perasaan mereka adalah, "Kita akan pergi saja, dan bersenang-senang." Kita akan makan apa pun yang disediakan. Lagipula, berhala bukanlah apa pun. "Bukan apa yang masuk ke dalam seseorang yang menajiskannya," kata Yesus, "melainkan apa yang keluar dari mulutnya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menulis kepada mereka dan berkata, "Kebebasanmu ditentukan oleh kasihmu. Sebelum kamu menjalankan kebebasan di suatu bidang, kamu harus memikirkan bagaimana hal itu memengaruhi orang lain." Ia menyatakan prinsip ini di pasal 8, dan menjelaskannya. Ia mengilustrasikannya di pasal 9 sampai 10:13, dan dia menerapkannya di ayat 10:14 sampai ayat pertama pasal 11. Jadi, ia menjelaskannya, mengilustrasikannya, dan menerapkannya kepada semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan pertama ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Kita tahu bahwa kita semua mempunyai pengetahuan." Alasan kedua ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, "Kita tahu bahwa berhala itu kosong." Alasan ketiga ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">, "Tetapi makanan tidak akan mendekatkan kita kepada Allah." Tiga alasan telah mendorong kami untuk melakukan ini. Pertama, kami cukup tahu bahwa Alkitab tidak melarangnya. Kedua, berhala itu sendiri bukanlah apa-apa. Ketiga, Allah tidak mementingkan apa yang kita makan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 1, mereka mengaku telah cukup dewasa sebagai orang Kristen untuk memiliki pengetahuan yang benar. Namun, lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, "Namun, tidak semua orang memiliki pengetahuan ini." Namun bagi mereka, "Kami tahu segala sesuatu, dan kami tahu bahwa tidak ada yang menentang hal ini. Itu bukan dosa." Di 2 Korintus 6:6, Paulus gambarkan kebajikannya sendiri, "Dalam kemurnian, dalam pengetahuan, dalam kesabaran, dalam kemurahan hati, dalam Roh Kudus, dan dalam kasih yang tulus ikhlas."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, pengetahuan saja tidak cukup. Jemaat Korintus sungguh bangga dengan pengetahuan mereka. Pengetahuan hanya membuat orang menjadi bangga. Pengetahuan berakhir di sini, bersama saya. "Aku tahu." Mereka mulai dengan pengetahuan Kitab Suci. Namun, itu bukan akhirnya. 1 Korintus 13:1 mengatakan, "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berdenting dan simbal yang berdenting."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1"> berkata, "Sekalipun aku memiliki karunia bernubuat dan memahami segala misteri dan semua pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna sehingga dapat memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak memiliki kasih, aku sama sekali tidak berguna." Pengetahuan harus menghasilkan kasih. Pengetahuan membuat orang sombong; kasih membangun. Kasih menjangkau, memperhatikan, dan menguatkanmu, karena kasih berakhir padamu. Pengetahuan berakhir padaku. Pengetahuan itu penting, tetapi itu tidak cukup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengaitkan kasih dan pengetahuan. Tak ada gunanya mengetahui segalanya jika tidak mengasihi siapa pun. Nah, ini kebenaran yang sangat penting. Ya, tetapi jika Anda mulai berbicara seperti itu, pasti ada orang yang akan tersinggung. Seorang Kristen yang efektif berpikir dalam dua cara dan bertindak dalam dua cara: secara konseptual dan relasional. Ia memiliki kemampuan untuk memahami konsep, dan ia memiliki pengetahuan plus kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang teolog berkata, "Pengetahuan adalah proses peralihan dari ketidaktahuan yang tidak disadari menuju ketidaktahuan yang disadari. Ketidaktahuan adalah tidak mengetahui bahwa Anda tidak tahu. Berpengetahuan adalah mengetahui bahwa Anda tidak tahu." Lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Tetapi jika seseorang mengasihi Allah, ia dikenal oleh-Nya." Satu-satunya cara untuk memiliki pengetahuan tentang Allah adalah dengan mengasihi-Nya. Anda tidak mengenal-Nya sama sekali sampai Anda mengasihi-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang ia katakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1"> adalah bahwa kasih dan pengetahuan tak terpisahkan. Kasih dan pengetahuan saling terikat. Kasih dan pengetahuan harus berjalan beriringan. Dan itulah yang saya katakan. Gereja dan seorang Kristen haruslah konseptual dan relasional. Ia harus mampu mengetahui kebenaran, dan ia harus memegang kebenaran itu dalam kasih. Pengetahuan harus selalu diwariskan dengan kasih. Tanpa kasih, tidak ada pengetahuan; dengan kasih, ada pengetahuan sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menjatukan prinsip ini, bahwa pengetahuan saja tidak cukup. Ini permulaan, tetapi harus disertai dengan kasih. Kasih adalah kunci perilaku. Ketika Anda khawatir tentang bagaimana Anda akan memengaruhi orang lain, ketika Anda khawatir tentang bagaimana hati nuraninya akan membuatnya tersandung atau membuatnya lemah, seperti yang dikatakan dalam Roma 14, maka Anda benar-benar bertindak atas dasar kasih. Pengetahuan tanpa kasih tidak akan menghasilkan apa-apa. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251102</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000275</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Characteristics of a true believer (Part 2)]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000274"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTACenter"><b class="fs12lh1-5 cf1">Characteristics of a true believer (Part 2)</b></div><div class="imTACenter"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTACenter"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Mencintai Firman Tuhan</b><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada minggu sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa karakteristis orang beriman sejati adalah mencintai pengajaran firman Tuhan. Inilah fondasi utama orang percaya dan gereja. Gereja yang sehat adalah gereja yang sungguh-sungguh berjuang memberikan pengajaran firman Allah yang sejati. Orang percaya yang sehat imannya adalah mereka yang &nbsp;bertekun belajar firman Tuhan. Seorang yang mengatakan dirinya beriman namun tidak tekun dalam belajar firman Tuhan maka sebenarnya ia hidup secara fisik tapi mati secara rohani. Mati secara rohani menunjukkan bahwa sebenarnya seorang tidak memiliki hubungan dengan Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa pentingnya firman Tuhan dalam hidup sehingga kita harus bertekun mempelajarinya? Mari kita membaca Matius 4:1-11.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 1 dikatakan, <i>“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” </i>Yesus tidak dapat dikendalikan oleh Iblis, karena itu dikatakan “<i>dibawa oleh Roh”</i> bukan dibawa oleh Iblis. Lalu mengapa Roh membawa Yesus untuk dicobai? Dalam Perjanjian Lama Adam pertama ketika berhadapan dengan godaan dari musuh ia jatuh dan berakibat pada kematian jasmani dan rohani dari semua manuisa. Adam terakhir (Yesus) ketika menghadapi Iblis dengan segala godaaannya, Ia tidak jatuh namun menang atas godaan. Padahal Dalam ayat 2 dikatakan <i>“</i><i>Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.”</i>. Waktu Yesus menghadapi pencobaan Ia sedang dalam kondisi fisik yang lemah dan lapar. Kemanangan Yesus terhadap pencobaan membuktikan bahwa meskipun Yesus menghadapi tekanan yang besar namun Ia tetap taat kepada firman Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 3 dikatakan “<i>lalu datanglah si pencoba itu”. </i>Iblis dikatakan si pencoba, karena memang tujuan utamanya adalah berusaha menjatuhkan Yesus, berusahs membelokkan Yesus dari tujuan kekal yang sudah dirancangkan. Yesus berhadapan dengan musuh utama, yang menggoda Adam sehingga jatuh, yang menggoda Israel sehingga melupakan Tuhan. Namun dalam perikop ini jelas bahwa Yesus menang terhadap Iblis dan tidak tergoda sedikitpun dengan segala tawarannya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, bagian ini mau memberikan peringatan bahwa Iblis adalah musuh terbesar kita. Sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa setiap hari kita ada dalam peperangan rohani melawan kuasa-kuasa jahat yang tidak nampak namun sangat nyata. Dalam 1 Petrus 5:8 dikatakan <i>“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”</i> Karena itu kita ingatkan untuk selalu waspada, Efesus 6:12 dikatakan, <i>“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis”.</i> Sebagai orang percaya kita tidak bisa bersantai, harus selalu ingat bahwa kita punya musuh yang selalu menggoda dan hidup kita hanya selangkah dari kejatuhan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang yang memiliki kesadaran pasti akan berjuang memperlengkapi diri sehingga dapat bertahan dan menang terhadap musuh. Saudaraku, sering kali Iblis melancarkan serangannya, ia tidak datang dengan cara menakutkan atau menakut-nakuti kita, tapi ia datang menawarkan segala hal yang menggiurkan, yang menyenangkan mata dan kedagingan kita. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini kita mau belajar bersama dari teladan Tuhan Yesus, ketika Ia menghadapi pencobaan perlengkapan apa yang Ia gunakan sehingga menang terhadap Iblis? </span></div><br><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Pencobaan pertama</b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis mengawali dengan “<i>Jika Engkau Anak Allah perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti</i>”. Karena dalam Matius 3:17 <i>“lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”</i> Iblis menggoda Yesus untuk memamerkan dan menggunakan kuasa Ilahi-Nya sebagai Anak Allah untuk memuaskan kebutuhan-Nya. Pencobaan pertama kepada Yesus berkaitan dengan keinginan daging, dalam bagian ini terkait makanan yang sangat dibutuhkan Tuhan Yesus saat itu, sangat mirip dengan apa yang dihadapi Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:1-6 ketika digoda untuk makan buah yang sudah dilarang untuk dimakan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun respon Tuhan Yesus diluar dugaan Iblis, ayat 4 <i>“Tetapi Yesus menjawab<b>: ”Ada tertulis</b>: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” </i>Dalam kondisi perut yang sangat lapar Yesus mengutip Ulangan 8:3 <i>“Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti<b>, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.</b>”</i> Yesus melawan godaan Iblis dengan kebenaran firman Tuhan. Ia katakan roti bukanlah kebutuhan utama dan terpenting bagiNya. Yesus mau katakan bahwa roti bukan sumber kehidupan. Kalimat ini seakan meruntuhkan konsep dasar dan perjuang manusia. Karena banyak manusia berjuang mendapatkan makanan untuk kebutuhan perut tapi melupakan Tuhan dan firman-Nya, mengesampingkan hubungan dengan Allah. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan bahwa sumber kehidupan dan kebutuhan terpenting manusia adalah firman yang keluar dari mulut Allah. Kesetiaan mendengarkan dan menghidupi firman Tuhan adalah yang terpenting. Dalam bagian ini bukan berarti Yesus berkata manusia tidak perlu makan makanan jasmani, tidak! Tapi Yesus mau menegaskan bahwa manusia harus tahu mana yang paling utama yang berguna sampai dengan kekekalan dan mana yang hanya bersifat sementara. Makanan jasmani berguna untuk tubuh yang sementara, sedangkan firman Allah adalah makanan rohani bagi roh yang membuat kita terhubungan dengan Allah dan yang akan membawa kita pada kekekalan bersama dengan Dia.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis sangat mengetahui kebutuhan dan titik lemah manusia sehingga ia akan &nbsp;menyerang atau menggoda kita pada titik itu. Iblis terus menerus menggoda manusia untuk mengutamakan yang bukan utama, sehingga manusia lupa hal utama yang harus dimiliki dan dihidupi. Sejak kecil terus ditanamkan bagi kita, kamu harus sukses, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan yang baik, menghasikan uang yang banyak tapi kurang ditanamkan bahwa diatas semuanya itu Tuhan dan kebenarannya harus menjadi yang utama.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai orangtua masa kini saya berdoa bagi saudara supaya sadar betul apa kebutuhan utama kita dan anak-anak kita yaitu firman Allah. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Apakah kita sudah menemparkan firman Allah sebagai hal terpenting dalam hidup kita? Bahkan lebih penting daripada hal yang paling kita butuhkan sekalipun?</b><b></b></span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Pencobaan kedua</b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pencobaan kedua Iblis seakan terlihat sangat rohani karena menggunakan firman Allah untuk mencobai Yesus, tapi ternyata itu adalah praktek penyalagunaan firman Allah. Karena bukan untuk membangun melainkan untuk membuat Yesus ragu terhadap janji perlindungan Allah kepada-Nya. Dikatakan <i>“Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, <b>sebab ada tertulis</b>: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”</i> Pencobaan yang kedua berkaitan dengan keangkuan atau kesombongan. Iblis mencobai Yesus untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa dan dapat melakukan hal yang spektakuler. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis menyalagunakan firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 91:11-12, bukan demikian maksud dari ayat tersebut, melainkan itu berbicaa mengenai janji perlindungan Allah, janji-Nya bukan untuk dicoba-coba melainkan untuk diimani. Tuhan Yesus melawan godaan dan meluruskannya dengan menggunakan firman Allah Ulangan 6:16 <i>“Janganlah kamu mencobai Tuhan, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa”. </i>Iblis bertujuan menggoyahkan iman kita terhadap firman Allah, dan membuat kita meragukan kebenarannya<i>. </i>Itulah yang dia juga lakukan ketika menggoda Adam dan Hawa, seakan menggunakan firman Tuhan padahal dimanipulasi untuk menipu. “… <i>Ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”’ (Kej 3:1).</i> Iblis berusaha menanamkan dalam pikiran kita segala yang jahat, supaya meragukan dan tidak percaya firman-Nya, bahkan supaya berpikir bahwa Allah itu jahat dan tidak setia.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, jika seorang tidak sungguh-sungguh mencintai dan mempelajari firman Tuhan dengan baik maka kita dengan mudah ditipu oleh setan. Ia bisa menanamkan sesuatu yang sepertinya firman Tuhan padahal sudah dikemas dengan berbeda, dengan tujuan supaya kita percaya kepada dia. Saya yakin karena itulah juga jemaat mula-mula dengan tekun dan rendah hati belajar dari para rasul supaya mereka tidak mudah terjerat oleh tipu muslihat Iblis. Saudaraku, sering sekali Iblis menggoda kita manusia dengan kesombongan, sehingga kita sudah merasa tahu segala hal, merasa bisa sendiri sehingga berpikir tidak perlu diajar dan dituntun lagi. Firman Tuhan dalam Amsal 16:18 <i>“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan”</i></span></div><br><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Pencobaan ketiga</b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pencobaan yang paling menggiurkan disiapkan oleh Iblis pada bagian terakhir. Iblis mencobai Yesus untuk melakukan penyembahan berhala yang adalah perbuatan jahat di mata Allah. Iblis ingin menggantikan posisi Allah yang adalah pusat penyembahan seluruh ciptaan. Dikatakan Iblis <i>“memperlihatkan kepada-Nya semua kekayaan dunia dengan kemegahannya”</i> berarti berkaitan dengan keinginan mata. Keinginanan berdosa banyak sekali berawal dari mata, dimana kita melihat hal-hal yang sia-sia. Karena itu perlu berdoa sungguh-sungguh supaya Allah menjaga mata kita tetap kudus dan tidak tergoda jatuh dalam dosa ketika melihat hal-hal yang sia-sia.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya dikatakan <i>”Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”</i> Tawaran yang menarik karena mendapat kekayaan, kemegahan dan menjadi penguasa dalam sekejap mata. Pencobaan berkaitan dengan kemegahan dunia sangat mempesona hati sehingga jika seorang tidak waspada dan berjaga-jaga sangat mudah untuk jatuh. Matthew Hendry berkata “<i>Iblis memperdaya manusia dengan memperlihatkan dunia dan kemegahannya, tetapi menyembunyikan dosa, sengsara dan maut yang mengotori keindahan kemuliaan ini dari mata manusia”. Ia juga menyembunyikan kesusahan dan sengsara yang mengikuti harta kekayaan serta duri-duri yang ada di dalamnya. </i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada dasarnya godaan Iblis pembungkusnya adalah segala sesuatu yang menarik, menyenangkan, sedap dipandang mata tapi semuanya berakibat pada dosa, maut dan keterpisahan dengan Allah. Dan itulah tujuan Iblis supaya manusia mengikuti keinginannya dan sengsara bersama dia di dalam api neraka yang mengerikan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sedikitpun tidak pernah tergoda dengan tawaran yang begitu menarik sehingga dalam ayat 10 “<i>berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! <b>Sebab ada tertulis</b>: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”.</i> Yesus kembali menjawab dengan firman Allah Ulangan 6:13 <i>“Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah”.</i> Penyembahan kita hanya boleh tertuju kepada Allah, tidak kepada makhluk ciptaan lain. Hal apapun dalam dunia ini tidak boleh menggeser posisi Allah sebagai pusat penyembahan dalam hati dan hidup kita. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya kita perlu bertanya dalam hati dan pikiran kita adakah keinginan daging, keinginan mata, kesenangan, kenikmatan dunia ini yang telah mengeser Allah dalam hati kita? Semua itu adalah pekerjaan Iblis yang telah menipu kita, sehingga sudah seharunya kita kembali melawannya dengan ketekunan dan kecintaan kita untuk mempelajari firman Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251026</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000274</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjadi Lajang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000273"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+7:25-40" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 7:25-40</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa dikatakan Alkitab tentang melajang? Dan bagaimana kita memahami kelajangan, rancangan unik Allah bagi sebagian dari Anda? Kita semua menyadari bahwa Allah telah merancang hubungan pernikahan untuk menjadi ekspresi paling umum dari kehidupan manusia dalam cara sosial yang intim. Dan pernikahan adalah satu-satunya hubungan di mana keintiman seksual dapat terjadi. Itulah rancangan dan anugerah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah merancang agar beberapa orang tidak menikah. Dan itu pun sesuai dengan kehendak dan tujuan Allah. Dan untuk melihat apa yang Allah katakan tentang hal itu, saya minta Anda untuk membuka 1 Korintus 7. Paulus adalah seorang pria saleh yang mulia dan luar biasa, dan juga seorang lajang. Karena ia menulis di ayat 7, "Namun aku ingin supaya semua orang seperti aku, tetapi setiap orang menerima karunianya sendiri dari Allah, yang seorang dalam hal ini, yang lain dalam hal itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi aku berkata kepada mereka yang tidak menikah dan para janda, baiklah bagi mereka jika mereka tetap tinggal seperti aku. Tetapi jika mereka tidak dapat menguasai diri, biarlah mereka menikah, karena lebih baik menikah daripada terbakar oleh hawa nafsu. Di sini Paulus memberi tahu kita bahwa ia melajang dengan berkat yang melimpah, bahkan ia berharap bagi mereka yang tidak menikah, mereka yang bercerai, dan mereka yang janda, baiklah bagi mereka jika mereka tetap melayani Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus di sini menawarkan dirinya sebagai contoh pemenuhan kebutuhan hidup melajang. Karena sang rasul memasukkan dirinya dalam pembahasan tentang mereka yang belum menikah dan janda, kemungkinan besar ia pernah menikah tetapi kini tidak lagi. Kemungkinan besar istrinya telah meninggal. Beberapa orang berpendapat bahwa karena ia adalah anggota Sanhedrin, ia harus pada suatu waktu menikah karena hal itu merupakan suatu persyaratan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang Paulus katakan di sini adalah bahwa hidup melajang belum tentu berarti ketidaklengkapan. Di ayat 7, ia berkata, "Alangkah baiknya jika semua orang melajang seperti aku, karena hidup melajang memiliki banyak kelebihan." Namun, ia penuh pengertian, "Setiap orang menerima karunianya sendiri dari Allah, yang seorang dalam hal ini, yang lain dalam hal itu." Artinya, hidup melajang adalah anugerah Allah. Saya berharap semua orang dapat menikmati berkat-berkat hidup melajang, tetapi karunia seperti itu tidak diberikan Allah kepada semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesendirian adalah berkat yang sangat istimewa dari Roh Allah untuk kemuliaan-Nya, kemajuan Kerajaan Allah, dan berkat bagi gereja. Dengarkan </span><span class="cf1"><b>ayat 25</b></span><span class="cf1">, "Tentang perawan, aku tidak mendapat perintah dari Tuhan, tetapi aku memberikan pendapat sebagai orang yang dapat dipercayai oleh rahmat Tuhan." Tidak ada catatan Injil mengenai ajaran Yesus yang menyebutkan manfaat-manfaat kesendirian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, saya dapat memberi Anda sudut pandang sebagai orang yang oleh belas kasihan Tuhan dapat dipercaya. Saya adalah wakil Tuhan. Saya menyampaikan kebenaran sebagaimana Roh Allah menyatakannya kepada saya. Saya dapat dipercaya untuk memberi Anda nasihat yang bijaksana. Dan nasihat yang bijaksana itu terdapat di </span><span class="cf1"><b>ayat 26</b></span><span class="cf1">, "Karena kesusahan yang sekarang ini, aku berpendapat bahwa adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya." Itulah yang ia katakan di ayat 8, "adalah baik bagi mereka untuk tetap dalam keadaanku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa dari Anda memiliki anugerah hidup melajang dan memang paling cocok untuk Anda. Beberapa dari Anda berada dalam kondisi melajang meskipun Anda yakin tidak memiliki anugerah tersebut. Beberapa dari Anda belum menikah dan tidak menyukainya. Anda bercerai dan tidak menyukainya. Anda menjadi janda dan tidak menyukainya. Meskipun demikian, dalam kondisi saat ini, Anda harus memahami manfaat yang akan Anda dapatkan, meskipun hanya untuk jangka waktu pendek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada </span><span class="cf1"><b>lima alasan mengapa melajang itu baik</b></span><span class="cf1">. Pertama, manfaat pertama dari melajang adalah </span><span class="cf1"><b>tekanan sistem</b></span><span class="cf1">. Sekarang ia berbicara tentang perawan, yaitu mereka yang tidak pernah menikah. Dan ia berkata, "Itu baik karena kesusahan yang ada sekarang. Adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya." "Karena kesusahan yang ada sekarang" menunjukkan ketegangan yang ada antara ciptaan baru dan kosmos yang telah jatuh atau situasi di bumi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada kesusahan yang sedang menimpa umat Allah. Paulus sedang memikirkan kesusahan yang menyakitkan dan dahsyat yang dapat menimpa siapa pun yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan. Ia sebenarnya sedang berbicara tentang penganiayaan yang akan segera menimpa jemaat Korintus dalam kasus ini. Ia berkata dalam 2 Korintus, untuk bangun setiap hari dan menyadari bahwa itu bisa menjadi hari terakhirnya karena ia akan dieksekusi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dipukuli, ia mengalami karam kapal, dicambuk, dirampok, dilempari batu, dan ditinggalkan begitu saja hingga hampir mati. Menyadari implikasi semua itu bagi seorang istri dan anak-anak yang penuh kasih, ia menyadari nilai dari hidup melajang. Hari-hari penganiayaan semakin intensif dan ia menyadarinya. Dan seseorang yang sudah menikah dan berkeluarga akan mengalami penderitaan yang jauh lebih hebat, kesedihan yang jauh lebih hebat, kehilangan yang jauh lebih hebat dalam lingkaran keluarga tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lima belas tahun setelah surat ini ditulis, penganiayaan umum pertama oleh Kaisar Romawi Nero akan meletus terhadap orang-orang Kristen. Erastus, kepala pelayan istana, seorang pejabat kota Korintus, termasuk di antara mereka yang tewas dalam penganiayaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan itu memang datang langsung ke kota Korintus dan merenggut salah satu orang Kristen di sana, dan mungkin lebih banyak lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika penganiayaan itu dimulai, penganiayaan itu berlangsung selama lebih dari 200 tahun. Ia tidak ingin disalahpahami, jadi di </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1"> ia berkata, "Apakah engkau terikat pada seorang istri? Janganlah mencari pembebasan. Apakah engkau dibebaskan dari seorang istri? Janganlah mencari seorang istri." Seseorang mungkin berkata, "Baiklah, saya ingin menjalani seluruh perjalanan ini sebagai orang percaya, saya ingin sepenuhnya bebas dari beban, jadi saya akan menceraikan istri saya." Tetapi kata Paulus jika Anda sudah menikah, janganlah bercerai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak perlu menekankan hal ini kepada para janda karena mereka sudah tidak memiliki pasangan. Tetapi Anda perlu menekankannya kepada mereka yang sudah menikah dan yang sudah bercerai. Jika Anda sudah menikah, tetaplah seperti itu. Jika Anda sudah bercerai dan sekarang lajang, tetaplah seperti itu. Lalu Anda berkata, "Yah, itu tidak masalah bagi Rasul Paulus yang hidup di masa kekerasan, kesusahan, bencana, dan penganiayaan yang akan datang, tetapi bagaimana dengan kita?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di beberapa belahan dunia, ini merupakan ajaran praktis karena saat ini ada lebih banyak orang Kristen yang dieksekusi karena Injil Kristus dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya dalam sejarah gereja. Siapa yang tahu permusuhan apa yang mungkin meningkat di belahan dunia yang kini menjadi tempat berlindung bagi gereja di mana tidak ada penganiayaan fisik? Penulis Kitab Wahyu, Yohanes tahu, yang memberi tahu kita bahwa di akhir zaman akan ada penganiayaan besar-besaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda membaca firman Tuhan kita dalam Khotbah di Bukit Zaitun di Matius 24-25, akhir zaman ditandai dengan peperangan, kelaparan, penyakit, gempa bumi, penganiayaan, dan permusuhan. Puncaknya terjadi setelah gereja diangkat. Kita hidup di dunia yang keras, dan saya pikir banyak dari kita pasti berpikir, bukan hanya tentang pernikahan, tetapi juga tentang memiliki anak, ketika kita menyadari apa yang akan terjadi di masyarakat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita semua sebagai orang Kristen sepakat bahwa semakin dekat kita dengan akhir zaman, semakin tinggi harga yang harus kita bayar untuk kesaksian kita. Dan jika orang jahat terus bertambah buruk seperti yang dikatakan 1 Timotius, dan jika kemurtadan merajalela, dan jika panasnya pertempuran Setan mulai meningkat dan penganiayaan meningkat, hal itu akan menjadi lebih mudah bagi mereka yang lajang. Jadi, tetaplah melajang, nikmatilah manfaat dari sistem dunia di sekitar Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Alasan kedua</b></span><span class="cf1"> kita dapat memandang kelajangan secara positif adalah </span><span class="cf1"><b>masalah kedagingan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, "Tetapi jika engkau menikah, engkau tidak berdosa; dan jika seorang perawan menikah, ia tidak berdosa. Tetapi orang-orang seperti itu akan mengalami kesulitan dalam hidup ini, dan aku berusaha menyelamatkan engkau." Paulus mengatakan jika engkau menikah, itu bukan dosa. Pernikahan masih merupakan negara mayoritas. Itu masih merupakan lembaga Allah. Tetapi mereka yang menikah akan mengalami kesulitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalah apa yang sedang Ia bicarakan? Ia sedang membicarakan masalah yang muncul ketika kita harus hidup intim dengan seorang pendosa. Pernikahan adalah hubungan yang sangat intim, seperti yang kita semua pahami. Pernikahan adalah hubungan manusia yang paling intim. Dan ketika berada di dalamnya, ada masalah, dan ada masalah karena kita telah menempatkan dua orang berdosa begitu dekat. Dan masalah itu berasal dari kemanusiaan kita, berasal dari keberdosaan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan yang ada dalam pernikahan adalah dua orang berdosa yang dipertemukan. Dan dalam keintiman di mana kita kurang sempurna, pasti ada masalah. Masalah yang tidak akan ada jika kita tidak menikah. Dan ketika dua orang berdosa dipertemukan, ada masalah. Terkadang ada kemarahan, keegoisan, kekanak-kanakan, kebodohan, kelupaan, ketidakjujuran, tipu daya, kesombongan, kesembronoan, dan keegoisan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saya ingin menyampaikan kepada Anda, tanpa takut akan kontradiksi, bahwa orang-orang paling sengsara di dunia bukanlah mereka yang lajang. Memang benar. Orang-orang yang paling sengsara di dunia adalah mereka yang menikah. Itu tidak berarti semua orang yang menikah itu sengsara. Potensi kesengsaraan dalam pernikahan itu lebih besar daripada potensi kesengsaraan saat melajang, karena ketika Anda lajang, hanya ada satu orang yang bisa membuat Anda sengsara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika mereka punya anak, semakin banyak pendosa kecil yang terhimpit. Sebagai seorang ayah, saya bukan hanya harus menghadapi dosa dan godaan dalam hidup saya sendiri, tetapi saya juga harus menggembalakan istri dan semua anak saya, serta semua cucu saya yang masih kecil dan berdosa. Dan ketika mereka semua berkumpul, pada saat yang sama, itu menjadi beban pelayanan yang luar biasa besar. Anda bisa bertanya kepada siapa pun yang sudah menikah apakah mereka pernah mengalami masalah, itu adalah bagian dari kehidupan pernikahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan memandang pernikahan sebagai solusi atas masalah Anda. Kemungkinan besar, pernikahan justru memperbanyak masalah. Terkadang anak muda berkata, "Tahukah Anda, saya punya hasrat seksual yang kuat, dan jika saja saya bisa menikah." Hal itu sendiri bukanlah alasan yang cukup untuk menikah. Bahkan setelah menikah, tidak ada jaminan bahwa godaan seksual Anda akan hilang. Dan kepuasan yang Anda temukan dalam pernikahan tidak memuaskan kerinduan yang tidak benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, Paulus mengatakan bahwa melajang adalah suatu berkat karena </span><span class="cf1"><b>dunia ini akan segera</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>berlalu</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29, 30</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>31</b></span><span class="cf1">, "Waktunya telah singkat. Sebab itu, mulai sekarang, mereka yang beristri hendaklah hidup seolah-olah tidak beristri. </span><span class="cf1"><b>30</b></span><span class="cf1"> Mereka yang menangis seolah-olah tidak menangis, mereka yang bersukacita seolah-olah tidak bersukacita, mereka yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa-apa, </span><span class="cf1"><b>31</b></span><span class="cf1"> dan mereka yang mempergunakan dunia seolah-olah tidak memanfaatkannya sepenuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena dunia ini dalam bentuknya sekarang sedang berlalu.” Pernikahan tidak ada hubungannya dengan kekekalan. Dan Paulus berkata waktunya singkat, bukan kronologinya, musim ini sedang berlalu. Apa arti hidupmu? Hanya uap. Dan pernikahan adalah bagian dari uap yang sangat singkat itu, bagian dari waktu yang sangat singkat itu. Pernikahan sangat cocok dan kaya bagi kita untuk hidup ini, tetapi tidak ada hubungannya dengan kekekalan. Sudah menjadi rencana Allah agar kita tidak terlalu terikat pada hal-hal duniawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Baiklah, bukankah aku akan mencintai pasanganku di surga? Tentu saja, tetapi engkau akan memiliki kasih yang sempurna terhadap semua orang. "Bukankah aku akan mengenal pasanganku?" Tentu saja dengan pengetahuan yang sempurna. Tetapi hubungan yang engkau miliki sekarang untuk kepuasan jasmani, untuk prokreasi, dan untuk sukacita adalah bagian dari kehidupan duniawi. Pernikahan akan membuka jalan bagi kehidupan keluarga surgawi dengan Allah Bapa, Kristus sebagai suami, dan semua orang percaya sebagai istri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tangisan akan berhenti karena Allah akan menghapus semua air mata. Sukacita duniawi akan memudar menjadi sukacita abadi. Membeli akan berhenti karena kita akan mewarisi segalanya yang ada di langit dan bumi yang baru. Dan kesenangan duniawi berarti mereka yang mendapatkan semua kesenangan, kenikmatan, dan kepuasan yang dapat dihasilkannya, itu akan digantikan oleh sensasi hidup kekal di hadirat Allah dan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tentu tidak ingin materialisme mengalihkan perhatian Anda dari kehidupan rohani. Tahukah Anda, orang Kristen di zaman kita saat ini menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memperbaiki pernikahan mereka, daripada waktu yang cukup untuk memperbaiki kehidupan rohani mereka yang sebenarnya mengurus pernikahan mereka. Semakin saleh dan semakin seperti Kristus saya menjadi, semakin baik hidup bersama saya dan semakin memuaskan serta menyenangkan hidup saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernikahan adalah hal yang suci. Pernikahan adalah gambaran hubungan Kristus dengan gereja, tetapi pernikahan akan menjadi seperti yang seharusnya ketika dua orang mengabdikan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Ketika saya mengejar Kristus, hal itu menjaga emosi manusiawi saya. Ketika saya mengejar Kristus, hal itu menempatkan hal-hal materi dalam perspektif yang benar. Ketika saya berkonsentrasi pada kekekalan, hal-hal yang fana di bumi ini akan sama memuaskannya seperti yang Allah kehendaki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>keasyikan pernikahan</b></span><span class="cf1">. Di </span><span class="cf1"><b>ayat 32</b></span><span class="cf1"> Paulus berkata, "Aku ingin kamu hidup tanpa kekuatiran. Laki-laki yang tidak beristri memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara Tuhan, bagaimana ia dapat menyenangkan Tuhan." Namun </span><span class="cf1"><b>ayat 33</b></span><span class="cf1"> berkata, "Tetapi laki-laki yang beristri memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan istrinya." Penekanannya bergeser dari tekanan manusiawi ke dimensi rohani dari tekanan ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata di </span><span class="cf1"><b>ayat 34</b></span><span class="cf1">, "Dan kepentingannya terbagi. Perempuan yang tidak bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara Tuhan, supaya ia kudus, baik jasmani maupun rohani. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya." </span><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, "Semua ini kukatakan untuk kepentinganmu sendiri, tetapi untuk melakukan apa yang benar, dan agar kamu dapat mengabdikan diri kepada Tuhan tanpa gangguan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak ingin orang-orang lajang berpikir mereka super rohani. Dan itu tidak otomatis. Tidak semua orang lajang memiliki pengabdian tanpa gangguan kepada Tuhan. Itu adalah potensi yang dapat dan harus dipenuhi. Jadi, Paulus mengatakan ada alasan untuk melajang. Ada manfaat menjadi lajang jika Anda mampu mengatasinya. Jika Anda memiliki karunia, jika Anda cukup umur, jika untuk sementara waktu Anda melajang, anggaplah manfaat-manfaat ini sebagai berkat dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36-38 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Jika seseorang merasa dirinya tidak pantas terhadap gadis yang telah ditunangkannya, jika gadis itu telah melewati batas usia yang lazim untuk menikah, dan ia merasa harus menikah—ia boleh berbuat apa saja. Ia tidak berdosa; mereka boleh menikah. </span><span class="cf1"><b>37 </b></span><span class="cf1">Tetapi orang yang teguh hatinya untuk tetap mempertahankan gadis itu sebagai tunangannya, akan berbuat baik. </span><span class="cf1"><b>38</b></span><span class="cf1"> Jadi, orang yang menikahi tunangannya berbuat baik, tetapi orang yang tidak menikah akan berbuat lebih baik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1">, melajang itu baik karena </span><span class="cf1"><b>ikatan pernikahan itu permanen</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 39-40</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Seorang istri terikat selama suaminya hidup. Tetapi jika suaminya meninggal, ia bebas untuk menikah dengan siapa saja yang dikehendakinya, asalkan di dalam Tuhan. </span><span class="cf1"><b>40</b></span><span class="cf1"> Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, jika ia tetap dalam keadaannya. Dan menurut pendapatku, aku juga mempunyai Roh Allah." Intinya, pernikahan itu permanen. Allah membenci perceraian, tetapi perceraian memang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, pernikahan bisa menjadi kemitraan yang paling indah, paling memuaskan, paling kaya, dan paling diberkati, dan itu untuk seumur hidup. Saya bahagia telah menikah. Saya senantiasa bersyukur kepada Allah atas istri saya atas kasih karunia-Nya selama bertahun-tahun ini. Memang benar bahwa Allah telah mengizinkan kita, melalui pernikahan dan keluarga kita, untuk menunjukkan dari waktu ke waktu seperti apa seharusnya pernikahan yang baik dan keluarga yang saleh. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251019</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000273</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Characteristics of a true believer (Part 1)]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000272"><div class="imTAJustify"><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:41-42" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:41-42</a></span></div><br><div class="imTACenter"><b class="fs12lh1-5 cf1">Characteristics of a true believer (Part 1)</b></div><div class="imTACenter"><br></div><div class="imTACenter"><b class="fs12lh1-5 cf1">Mencintai pengajaran firman Tuhan</b></div><div><br></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada perenungan sebelumnya saya sudah sampaikan mengenai bagaimana iman yang sejati. Selanjutnya dalam beberapa minggu kedepan saya akan sampaikan bagaimana kehidupan seorang yang memiliki iman yang sejati. Melalui perenungan firman Tuhan ini kita dapat menilai diri kita sendiri, apakah kita adalah seorang yang memiliki iman sejati.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita membaca Alkitab dari Kisah Para Rasul 2:41-42, <i>“<b>Orang-orang yang <u>menerima</u> perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” </b></i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan <b>orang-orang yang menerima perkataan itu. </b>Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang berdosa, bahkan dikatakan merekalah yang telah menyalibkan dan membunuh Yesus, berarti mereka orang-orang yang sangat jahat dan sama sekali tidak mengerti kebenenaran Allah. Namun dikatakan mereka <b><i>menerima perkataannya itu</i></b>, artinya menyetujui dengan pikiran mereka dan mempercayai dalam hati mereka. Perkataan Petrus semua berisi injil tentang Yesus, tentang sengsara dan kematiaannya, tentang kebangkitan-Nya, dan tentang Yesus yang adalah Tuhan. Pada akhir khotbahnya Petrus menyeruhkan pertobatan, ayat 2:38 <b><i>“Peter replied, “Repent and be baptized, every one of you, in the name of Jesus Christ for the forgiveness of your sins. And you will receive the gift of the Holy Spirit.” </i></b>Kita melihat dalam bagian ini ketika Injil diberitakan ada orang-orang berdosa yang percaya dan bertobat, ini bukan pekerjaan manusia namun sepenuhnya karya Roh Kudus. Selanjutnya dikatakan <b><i>memberi diri dibaptis, </i></b>ini merupakan suatu tindakan iman yang nyata, mau menyaksikan bahwa mereka sudah percaya pada Yesus, mau menyerahkan diri dan siap mengikut Dia. <b><i></i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, itulah langkah awal yang menunjukkan bahwa seorang beriman kepada Yesus, namun ternyata tidak hanya sampai disitu. Pertobatan secara masal lewat khotbah Petrus saja tidak cukup, karena itu para rasul dipimpin oleh Roh Kudus untuk melanjutkan pelayanan terhadap orang-orang yang baru percaya kepada Kristus. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 42 ini kita mau melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang pada saat ini ketika mereka sudah percaya kepada Kristus, dikatakan “<b><i>Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam Persekutuan”</i></b>. Characteristics of a true believer<b> </b>yang pertama adalah <b><i>bertekun dalam perngajaran firman Allah</i></b>. Kata bertekun dalam Bahasa Yunani <b><i>προσκαρτερο</i></b><b><i>ῦ</i></b><b><i>ντες (proskarterountes) (Verb-Present Participle Active - Nominative Masculine Plural)</i></b><b> artinya </b>"to continue to do something with intense effort, with the possible implication of despite difficulty. Dalam NIV dikatakan <b><i>“They devoted themselves” </i></b>artinya mereka sungguh-sungguh mengabdikan diri, menunjukkan kesetiaan mereka. Banyak tantangan, pergumulan, ejekan bahkan aniaya yang dihadapi orang percaya mula-mula namun mereka tidak menyerah untuk terus bertekun dalam pembelajaran firman Tuhan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka bertekun? </b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama,</b> Karena mereka mau mengenal lebih dalam siapa Yesus yang mereka Imani. Para rasul adalah orang-orang yang dipilih khusus oleh Tuhan Yesus untuk mengikut dan melayani bersama-Nya, mereka hidup bersama dan setiap waktu Yesus mengajar. &nbsp;Jadi para rasul adalah saksi mata akan kehidupan Yesus sampai Ia naik ke sorga, tentu mereka sangat mengenal Yesus, mengerti pengajaran, cara hidup dan teladan yang telah Dia berikan kepada mereka, inilah yang membuat jemaat mula-mula bertekun mendengarkan pengajaran para rasul karena mereka ada sumber utama dari berita tentang Kristus dan semua yang telah Ia ajarkan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para rasul melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan kepada mereka dalam Matius 20:20 <b><i>“dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” </i></b>Jadi para rasul bukan hanya berkhotbah dan meninggalkan mereka begitu saja, tapi mereka memberi diri untuk mengajar dibait Allah bahkan di rumah-rumah orang percaya pada saat itu. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat dalam bagian ini bahwa Iman yang sejati pasti menghasilkan kerinduan dan kehausan untuk bertekun dalam pengajaran firman Tuhan, supaya mereka semakin mendalam mengenal Kristus. Dalam Roma 10:17 <b><i>“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”, </i></b>seorang dapat beriman kepada Kristus karena mendengar firman Tuhan, dan iman hanya dapat bertumbuh ketika terus bertekun mendengar firman Tuhan. Seorang yang mengaku Kristen namun tidak bertekun dalam firman Tuhan, maka perlu dipertanyakan apa benar dia sudah beriman? Atau sebenarnya hanya sebatas identitas dan dihidupnya belum ada Roh Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, ada orang-orang Kristen masa kini yang berkata tidak usah repot-repot belajar tentang pengajaran yang penting sudah percaya Yesus pasti masuk surga. Orang-orang seperti ini hanya suka yang praktis-praktis, gampang-gampang, suka dengan khotbah yang hanya menyenangkan telinga dan hanya senang dengan kesaksian-kesaksian yang seakan luar biasa tanpa dasar pengajaran yang benar. Dan orang-orang yang demikian sangat mudah disesatkan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua,</b> Mereka mau mengisi pikiran mereka dengan perkataan Kristus. Mereka sadar bahwa sebelum mereka percaya kepada Kristus, apa yang masuk dalam pikiran mereka adalah semua yang berasal dari kuasa kegelapan, segala keinginan duniawi yang bertentangan dengan dengan kehendak Allah, semua pikiran sia-sia yang membuat mereka hidup rusak dan tanpa tujuan yang benar. Dan ketika sudah percaya kepada Kristus mereka sungguh-sungguh berbalik dan mengisi pikiran mereka dengan kebenaran-kebenaran Allah yang kudus, kebenaran yang menolong mereka mengerti tujuan Allah dalam hidup. Dalam Kolose 3:16 dikatakan, <b><i>“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu,</i></b><i> sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”</i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, tujuan utama Allah memberikan manusia akal budi adalah supaya dapat mengenal Dia, mengerti apa yang Ia ajarkan sehingga dengan demikian dapat hidup menurut kehendakNya. Jadi jika manusia belum atau tidak berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Allah dan semua ajaranNya maka sebenarnya ia belum menggunakan pikirannya sesuai tujuan utama yang Allah rindukan. Kondisi yang sangat menyedihkan di dunia hari malah banyak orang yang menggunakan pikirannya untuk menentang Allah, bahkan dengan segala kemampuan dan teori berusaha untuk membuktikan bahwa Allah tidak ada atau Allah sama sekali tidak punya kuasa apapun terhadap manusia. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 46a, “<b><i>Dengan bertekun</i> dan dengan sehati mereka berkumpul <i>tiap-tiap hari dalam Bait Allah.” </i></b>Dikatakan tiap-tiap hari ini menunjukkan ketekunan dan kehausan yang sungguh mendalam untuk mengenal Allah. Apakah mereka tidak bekerja? Tidak mungkin! Apakah tidak mengurus keluarga? Tidak mungkin! Saya percaya mereka ada orang-orang yang juga punya kesibukkan, namun semuanya itu tidak menjadi alasan atau penghalang bagi mereka untuk bertekun mengenal Kristus. Saudaraku, bagaimana dengan kita hari ini? kita mengaku orang yang beriman? Sudah sejauh mana kita merindukan firman-Nya?</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita datangnya seminggu sekali dalam mendengarkan pengajaran, sedihnya itupun sering terlambat, ditambah lagi saat dengar sambil mengantuk-mengantuk, complit sudah! Saudaraku, apakah dengan begitu kita sudah mempersiapan diri untuk bertemu dengan Tuhan? Apakah berjumpa dengan Allah dalam ibadah benar-benar menjadi kerinduan yang mendalam bagi kita? </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Galatia 1:10 dikatakan <i>“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”</i> Saudaraku, saya terus belajar menjadi seorang hamba Kristus yang berusaha taat pada apa yang Tuhan sampaikan, saya tau mungkin itu menyinggung hati kita, tapi percayalah inilah kebenaran yang Allah mau saudara dan saya dengarkan. Percaya pada Injil yang sejati menghasilkan iman yang sejati dan iman yang sejati pasti menghasilkan kehausan dan kerinduan untuk mendengarkan pengajaran firman Allah dan rindu memperlajarinya secara pribadi. &nbsp;Kiranya Roh Kudus bekerja dalam hati kita sehingga semakin hari kita semakin harus akan firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.</span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251012</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000272</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Revolusi Sosial]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000271"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+7:17-24" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 7:17-24</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Firman Allah berbicara dengan penuh kuasa tentang hampir setiap topik yang dapat kita bayangkan. Setidaknya jika tidak secara khusus, secara umum. Dan ketika kita membaca 1 Korintus, kita telah disadarkan bahwa, dalam tujuh bab pertama, banyak aspek kehidupan praktis telah disinggung. Kita telah memperhatikan bahwa Paulus menulis tentang pernikahan. Alkitab banyak membahas tentang topik tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buku ini membahas tentang orang lajang dan perilaku mereka. Ini membahas tentang orang yang sudah menikah dan perilaku mereka. Ini membahas tentang orang yang bercerai. Ini membahas tentang para janda. Dan apa yang dituntut dalam sebuah pernikahan, apakah standar Allah bagi kehidupan suami, istri, dan anak-anak. Masalahnya muncul ketika orang-orang menjadi Kristen, ada tekanan yang diberikan kepada mereka untuk menyesuaikan diri dengan pandangan tertentu tentang pernikahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda lajang, dan kebetulan diselamatkan di Korintus, lalu menghadiri kebaktian Korintus. Ada beberapa hal orang Yahudi percaya, karena Yudaisme Ortodoks, bahwa melajang berarti menentang hukum Allah. Allah berfirman untuk berkembang biak, memenuhi bumi. Dan jika Anda tidak melakukannya, maka Anda menentang perintah Allah. Jadi, orang Yahudi akan berkata, "Kamu harus menikah, terutama sekarang karena kamu seorang Kristen."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada tekanan yang diberikan kepada orang-orang lajang, beberapa di antaranya telah dikaruniai oleh Roh Kudus karisma selibat, atau anugerah kelajangan. Allah menghendaki mereka untuk melajang, tetapi orang Yahudi menginginkan mereka menikah. Di sisi lain, Anda memiliki sikap yang dikatakan oleh beberapa orang non-Yahudi, "Pernikahan bukanlah yang terpenting; kelajanganlah yang terpenting karena dengan begitu Anda dapat mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang, Paulus mengambil hal-hal khusus yang telah ia katakan dan mengambil darinya sebuah prinsip umum. Orang Kristen seharusnya tidak peduli dengan perubahan keadaan lahiriah mereka. Kehidupan Kristen bukanlah revolusi sosial, melainkan regenerasi rohani. Kata orang, "Sekarang sebagai orang Kristen, kamu harus berhenti melajang;" "Sekarang sebagai orang Kristen, kamu harus membubarkan pernikahanmu dan hidup selibat;" "Sekarang sebagai budak Kristen, keluarlah dari perbudakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan tidak pernah dirancang untuk merubahkan hubungan sosial. Dan itulah pesan Paulus. Dan yang terjadi di jemaat Korintus adalah mereka menggunakan Kekristenan mereka sebagai pembenaran untuk segala macam perubahan sosial. Mereka mencampakkan suami dan istri, orang-orang lajang dipaksa menikah padahal mereka memiliki karunia selibat, yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka untuk tujuan pelayanan yang unik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para budak berjuang di bawah peran perbudakan dan berkata, "Saya menuntut kebebasan; lagipula, kita setara, satu di dalam Kristus." Galatia 3:28, "Tidak ada laki-laki atau perempuan, hamba atau orang merdeka, tetapi semua adalah satu di dalam Kristus." Dan semua sikap reaksioner sosial ini dapat menghancurkan kesaksian jemaat Korintus. Mereka akan kehilangan kesempatan untuk mengenal realitas Kekristenan, kehidupan yang ditransformasikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tak diragukan lagi, Kekristenan pasti memiliki dampak yang mendalam bagi masyarakat. Fakta tentang mukjizat, tanda2, dan mukjizat, ajaran kesetaraan gender, ikatan dan kebebasan, perhatian yang luar biasa terhadap kedatangan Yesus Kristus yang kedua, gagasan tentang penghakiman yang akan datang, gagasan tentang kebahagiaan abadi di surga, penghinaan terhadap kekayaan duniawi, semua faktor2 ini sulit dipahami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus ingin menunjukkan bahwa menjadi seorang Kristen adalah hubungan dengan Kristus yang selaras dengan status sosial apa pun. Anda bisa lajang, menikah, janda, atau bercerai. Anda bisa menjadi budak atau orang merdeka. Anda bisa menjadi orang Yahudi atau non-Yahudi. Anda bisa menjadi pria atau wanita. Anda bisa hidup dalam masyarakat apa pun. Anda bisa berada di mana pun di dunia, dan Kekristenan selaras dengan status sosial apa pun. Mengapa? Karena ia bersifat internal, bukan eksternal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak peduli siapakah Anda; tidak peduli bagaimana masyarakat itu dalam hal identitas dasar Kekristenan. Misalnya, jika seorang istri menjadi seorang Kristen, apa yang seharusnya ia lakukan? Menjadi istri yang lebih baik. Jika seorang suami menjadi seorang Kristen, apa yang seharusnya ia lakukan? Menjadi suami yang lebih baik. 1 Korintus 7 membahas dua hal itu. Jika Anda memiliki seorang teman yang menjadi orang Kristen, apa yang seharusnya ia lakukan? Menjadi teman yang lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika ada seorang budak yang menjadi Kristen, apa yang seharusnya ia lakukan? Menjadi budak yang lebih baik. Menjadi tuan yang menjadi Kristen? Tuan yang lebih baik. Saya tidak mengatakan bahwa Kekristenan tidak ada hubungannya dengan aktivisme sosial. Alkitab sangat jelas menyatakan bahwa kita harus memenuhi kebutuhan orang lain, membalut yang terluka, memberi makan yang lapar, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan memberi tempat tinggal bagi yang terbuang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan menyebarkan kekuatan Kekristenan melalui kehidupan orang-orang yang telah diubahkan dalam masyarakat tersebut. Kekristenan turut campur secara tidak langsung, bukan secara langsung, dalam institusi-institusi sosial. Kekristenan sungguh telah menjadi penyebab perubahan sosial yang besar dalam sejarah, bukan dengan meledakkan masyarakat tersebut, melainkan dengan meragikannya. Artinya, ia menembus akar-akarnya. Kekristenan selalu selaras dengan keadaan duniawi apa pun dalam masyarakat mana pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus ingin jemaat Korintus tahu bahwa menjadi orang Kristen bukanlah alasan untuk mulai mengubah segala bentuk hubungan sosial. Prinsip yang ia nyatakan di ayat 17, 20, dan 24, ia ulangi tiga kali, prinsip yang sama. Kemudian di antara ketiga kali tersebut, ia mengilustrasikannya. Jadi, poin pertama adalah prinsipnya. Kemudian kedua ilustrasinya. Kemudian prinsipnya lagi, kemudian ilustrasinya, dan kemudian prinsip di bagian akhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita mulai dengan prinsip di </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, "Tetapi sebagaimana Allah telah memberikan karunia-Nya kepada setiap orang, sebagaimana Tuhan telah memanggil setiap orang, demikianlah hendaknya ia hidup. Demikianlah Aku menetapkannya dalam semua jemaat." Apa pun yang telah Allah tetapkan bagi Anda, teruslah ikuti jalan itu. Pertobatan bukan berarti orang lajang yang memiliki karunia selibat harus menikah. Bukan berarti orang yang sudah menikah harus memutuskan pernikahan mereka. Sama sekali bukan berarti demikian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika kamu seorang budak, tetaplah menjadi budak. Jika kamu seorang Yahudi, tetaplah menjadi Yahudi. Jika kamu seorang non-Yahudi, tetaplah menjadi non-Yahudi. Inilah prinsip umumnya. Nah, ini bukan berarti jika kamu diselamatkan saat berusia 13 tahun, dan kamu masih lajang, kamu harus tetap melajang seumur hidupmu. Ini prinsip umum, bukan hukum mutlak. Maksud saya, jika kamu sudah menikah, tetaplah menikah. Tetapi jika orang yang tidak percaya ingin pergi, biarkanlah dia pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa pun situasi yang Anda hadapi, tetaplah di sana. "Berbahagialah orang yang membawa damai," kata Yesus. Kata Roma 12:18, "Sedapat-dapatnya, kalau itu bergantung padamu, hiduplah dalam damai dengan semua orang." Kata Roma 14:19, "Karena itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai." Kata 2 Korintus 13:11, "Hiduplah dalam damai sejahtera, dan Allah sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu." Kata Ibrani 12:14, "Usahakanlah damai dengan semua orang."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda mencontohkan dan menyampaikan hikmat ilahi, hikmat itu murni dan damai. Dan buah kebenaran ditaburkan dalam damai. Dalam 2 Timotius 2, Paulus berkata, "Jadilah orang yang suka damai. Dan peliharalah sikap damai itu." Ia berkata, "Dengan lemah lembut, ajarilah orang yang melawan, supaya mereka dapat pulih dari jerat Iblis." Allah akan menggunakan hal itu untuk membawa orang kepada kebenaran dan membebaskan mereka dari Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cara untuk menginjili dunia bukanlah melalui revolusi sosial, melainkan melalui regenerasi rohani. Nah, perhatikan ayat ketujuh belas yang mengatakan, "Sebagaimana Allah telah membagi-bagikan kepada setiap orang." Kata kerja Yunani untuk membagi-bagikan berarti membagi kepada seseorang bagiannya dari sesuatu. Jika Anda seorang budak, siapakah yang membagi-bagikan posisi itu kepada Anda? Allah. Jika Anda seorang istri, siapakah yang membagi-bagikan posisi itu kepada Anda? Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda seorang budak, tahukah Anda bahwa Allah menempatkan Anda dalam posisi itu sebelum Dia menyelamatkan Anda, dan Dia menyelamatkan Anda dalam posisi itu untuk memakai Anda dalam posisi itu? Jika Anda lajang, Allah telah menempatkan Anda dalam posisi itu sebelum-Nya. Jika Anda menikah, Allah telah menetapkan bagi Anda sebuah situasi pernikahan dan menyelamatkan Anda di dalamnya untuk memakai Anda di dalamnya. Allah menyelamatkan Anda dalam situasi tertentu. Untuk sementara, tetaplah dalam situasi itu: menikah, lajang, disunat, diperbudak atau merdeka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jenis pekerjaan dan status perkawinan Anda berkaitan dengan rencana Allah bahkan sebelum Anda diselamatkan. Dan ketika Tuhan menebus Anda dalam hal itu, Dia menebus Anda dalam hal itu untuk memakai Anda dalam hal itu. Jangan berkata, "Oh, sekarang saya seorang Kristen, saya tidak bisa melakukan ini lagi. Nah, jika Anda mengelola rumah bordil, atau Anda mengedarkan wiski melintasi batas negara bagian. Itu hal yang berbeda, karena itu ilegal dan tidak bermoral.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ketika kita membicarakan hal-hal yang hanya bersifat sosial, relasional, dan tidak memiliki nilai moral, Allah tidak mengharapkan Anda, yang tiba-tiba menjadi seorang Kristen, untuk meninggalkan segalanya. Allah menempatkan Anda di sana karena suatu alasan. Dia menyelamatkan Anda saat Anda berada di sana. Apa pun situasi sosial Anda, Allah dapat bekerja, dan Kekristenan dapat selaras dengan itu. Janganlah kita menjadikan Kekristenan sumber kekacauan bagi seluruh masyarakat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah mempertahankan prinsip tersebut, ia mengilustrasikannya dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 18-19</b></span><span class="cf1">, "Apakah ada orang yang dipanggil ketika disunat?" Kata "dipanggil" berarti diselamatkan. Apakah ada di antara Anda yang diselamatkan ketika disunat? Nah, itu orang Yahudi. Tentu saja, banyak dari mereka. Lalu, "Janganlah ia menjadi tidak bersunat." Jadi, jika seorang Yahudi datang kepada Kristus, dan meninggalkan agama Yahudinya, teman-teman Yahudinya akan menyebutnya penghujat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus berkata, "Jangan lakukan itu." Kalau tidak, kamu tidak akan menjangkau orang-orang ini. Dan ia berkata, "Dengarkanlah, tetaplah seperti ini, karena dalam upayamu menjangkau orang-orang itu, kemungkinan besar kamu tidak akan berhasil, dan kamu akan mengasingkan orang-orang yang Allah ingin kamu jangkau, yaitu orang-orangmu sendiri." Kita semua memiliki ladang panen. Tidak ada alasan untuk mengasingkan semua orang Yahudi yang merasa kuat tentang ke-Yahudi-an mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat orang-orang Yahudi saat ini. Mereka diselamatkan, dan mereka tidak menolak ke-Yahudi-an mereka. Mereka mempertahankan ke-Yahudi-an mereka, dan ini memberi mereka akses kembali ke komunitas Yahudi. Mereka mungkin memiliki pintu terbuka untuk teman dan keluarga jika mereka mempertahankan sedikit keyakinan dan kecintaan terhadap warisan Yahudi. Menyangkalnya akan mengasingkan mereka dari ladang panen yang Allah akan berikan kepada mereka buah terbanyak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1"> ia berkata, "Adakah yang dipanggil untuk tidak bersunat?" Adakah di antara kamu yang diselamatkan saat masih menjadi orang bukan Yahudi? "Janganlah ia disunat." Nah, beberapa orang bukan Yahudi datang kepada Kristus. Dan apa yang akan dikatakan orang Yahudi? "Oh, sungguh baik bahwa kalian telah datang kepada Kristus. Tetapi jika kalian ingin masuk ke dalam kerajaan, kalian harus menjalani operasi ini." Di sini mereka mencoba menunjukkan kepada orang-orang non-Yahudi bahwa mereka harus menjalani sunatan ini untuk mendapatkan berkat penuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tahukah Anda? Bangsa non-Yahudi memandang rendah orang-orang yang disunat dan orang Yahudi sebagai bangsa yang dibenci. Dan, dengan begitu, ia akan mengasingkan diri dari ladang panen yang telah Allah rancangkan untuk ia capai. Apakah Anda mengerti maksudnya? Allah berkata, "Tetaplah di tempatmu; di sanalah Aku menempatkanmu, karena Aku menempatkanmu di sana, untuk menjangkau orang-orang itu. Jangan khawatirkan status sosialmu. Itu tidak penting."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, "Sunat itu tidak ada gunanya dan tidak bersunat itu tidak ada gunanya, yang penting adalah menaati perintah-perintah Allah." Satu-satunya masalah adalah masalah moral, masalah rohani, bukan masalah eksternal. Operasi apa pun yang Anda jalani atau tidak, tidak masalah. Yang penting adalah menaati perintah-perintah Allah. Marilah kita fokus pada apa yang penting. Jangan sampai kita terpaku pada hal-hal eksternal, hal-hal yang dangkal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, "Hendaklah setiap orang tetap dalam panggilan yang sama di mana ia dipanggil.” Hendaklah setiap orang tetap dalam situasi yang sama seperti ketika ia diselamatkan. Berpusatlah pada hal-hal rohani. Tekankanlah Kekristenan, bukan situasi sosial. Orang Kristen perlu mensibukkan diri dengan hal-hal rohani. Karena Kekristenan cocok dengan situasi sosial apa pun. Yang ia katakan adalah jangan ganggu keseimbangan sosial dalam nama Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21-23</b></span><span class="cf1">, dan ini ilustrasi nomor dua. "Apakah kamu dipanggil saat masih menjadi budak? Jangan khawatir. Tetapi jika kamu bisa bebas, manfaatkanlah kesempatan itu. 22 Sebab orang yang dipanggil oleh Tuhan menjadi hamba adalah orang merdeka milik Tuhan. Demikian pula orang yang dipanggil menjadi orang merdeka adalah hamba Kristus. 23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar; janganlah kamu menjadi hamba manusia." Jika kamu dipanggil sebagai budak, itu tidak masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda bisa menjadi orang Kristen dalam arti apa pun, secara sosial. Saya tidak sedang membicarakan hal-hal moral, melainkan sosial. Paulus tidak menyetujui perbudakan; ia hanya mengatakan bahwa perbudakan bukanlah halangan bagi kehidupan Kristen. Ia berkata, "Jika kamu seorang hamba," Efesus 6:5 berkata, "taatilah mereka yang menjadi tuanmu di dunia, dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati seperti kepada Kristus." Jadilah hamba yang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa konsentrasi kebenaran yang ada dalam Kekristenan benar-benar menjadi katalisator yang akhirnya menghapus perbudakan di dunia? Kekristenan telah melakukannya. Yang penting adalah melayani Allah. Dan seorang budak tidak perlu khawatir tentang fakta bahwa ia adalah seorang budak; ia seharusnya melayani Allah saja. Dan ketika seluruh kehidupan yang benar ini mulai merasuk dan menyebar, kejatuhan sistem yang memperbudak itu akan terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak ingin banyak budak Kristen memberontak. Mereka berharap Yesus datang sebagai Mesias dan menggulingkan Roma. Dengan begitu, Kekristenan akan tercatat dalam sejarah sebagai sebuah gerakan politik. Perbudakan tidak masalah, jika Allah telah memanggil Anda dalam status itu. Dan yang tertanam dalam pola kebenaran Kristen, seperti ragi, yang mengalir di dalam suatu masyarakat, adalah pembubaran kejahatan dalam masyarakat itu seiring Kekristenan masuk kedalam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, "Sebab barangsiapa yang dipanggil oleh Tuhan sebagai hamba, ia adalah orang merdeka milik Tuhan. Demikian pula barangsiapa yang dipanggil sebagai orang merdeka, ia adalah hamba Kristus." Apa pentingnya Anda harus melayani orang lain? Maksud saya, Anda benar-benar orang merdeka milik Allah. Yang Ia katakan hanyalah, "Anda mungkin seorang budak secara fisik, tetapi Anda adalah orang merdeka secara rohani. Dan Anda mungkin seorang merdeka secara fisik, tetapi Anda adalah seorang budak secara rohani."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, ia hanya menunjukkan fakta bahwa tidak ada yang benar-benar penting di permukaan. Tidak masalah apakah Anda terikat secara fisik atau bebas, yang penting adalah Anda terikat secara rohani dan bebas dalam paradoks Kekristenan. Kristus telah sepenuhnya memerdekakan Anda untuk menjadi hamba-Nya. Jangan khawatir tentang situasi yang dangkal yang Anda hadapi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar; janganlah kamu menjadi hamba orang."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1"> diulangi, "Saudara-saudara, hendaklah kita masing-masing tinggal bersama Allah dalam keadaan seperti yang telah Ia panggil." Apa pun status hidup yang telah diberikan kepada Anda oleh kedaulatan ilahi Allah, pertahankanlah. Seluruh hidup ini milik Allah; kita semua adalah hamba-Nya. Marilah kita berkonsentrasi pada pelayanan rohani, dan pada ketaatan. Biarkan hal-hal sosial berjalan dengan sendirinya karena ragi kebenaran akan meresap ke dalam masyarakat untuk membawa perubahan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20251005</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000271</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[True Faith]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000270"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+10:9-10" target="_blank" class="imCssLink">Roma 10:9-10</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Shalom Saudaraku, perenungan kita hari ini saya mau mulai dengan satu kisah kehidupan Roy seorang anak berumur 15 tahun. </span><i class="fs12lh1-5 cf1">“Pada akhir Januari 1999, anak-anak dan remaja dari GKPB MDC Ambon mengadakan retret di Field Station Fakultas Perikanan Universitas Pattimura di Hila bagian utara pulau Ambon. Pada hari terakhir mereka retret pecah kerusuhan di kota Ambon, bus yang menjemput mereka tidak kunjung datang. Akhirnya Pdt Melky berserta 3 orang turun ke kota, setibanya mereka di koramil, di beritahukan bahwa sudah tidak aman, mereka di sarankan untuk tidak meninggalkan koramil. namun tidak mungkin Pdt Melky meninggalkan anak-anak di Hila, jadi mereka kembali ke sana dengan membawa mobil untuk mengangkut anak-anak, di tengah jalan mereka bertemu dengan orang-orang muslim radikal, Pdt Melky dan seorang lainnya di tusuk sampai mati sementara 2 orang berhasil melarikan diri. Dari mobil Pdt Melky gerombolan ini menemukan selebaran retret sehingga kemudian mereka pergi ke Hila dan mendapati anak-anak dan remaja di sana, termasuk Roy Pontoh. Pada saat Roy Pontoh diminta untuk menyangkali imannya, ia menjawab "saya Laskar Kristus" dan tebasan parang mengenai lengannya. sekali lagi Roy di tanya dan ia tetap teguh menjawab "saya Laskar Kristus" dan sabetan parang melukainya lengan yang satunya lagi. Ditanya untuk terakhir kalinya, Roy tetap menjawab "saya Laskar Kristus" dan kali ini parang menembus perutnya dan membunuh nya.” (Sputra blog)</i><br></div></div><div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, dalam dunia ini sangat banyak orang Kristen atau orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus. Namun persoalannya, banyak orang memahami istilah “iman” dengan paham yang berbeda-beda. Apa yang disebut “iman” oleh beberapa orang belum tentu itu “iman” menurut Alkitab. Karena itu hari ini kita perlu renungkan bagaimana iman yang benar, iman yang seharusnya kita miliki. Dan melalui perenungan hari ini kita harus bertanya pada diri kita, apakah iman saya sudah benar menurut Alkitab? Mari kita membaca Roma 10:9-10, <b><i>“If you declare with your mouth, “Jesus is Lord,” and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved. For it is with your heart that you believe and are justified, and it is with your mouth that you profess your faith and are saved.”</i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua hal yang akan kita renungkan hari ini: pertama karakteristik iman yang benar, kedua isi yang benar dari iman yang benar. </span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">1. Karakteristik iman yang benar</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, <i>Bersifat internal</i>. Dikatakan dalam ayat ini “<b><i>believe in your heart”</i>. </b>Mengajarkan bahwa iman yang benar pasti dimulai dari hati. Seorang dapat memanipulasi perkataan atau perbuatan, seakan nampaknya ia seorang yang beriman, namun Allah melihat hati dan tidak ada sedikitpun yang dapat kita sembunyikan kepada Allah. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman yang bukan bersumber dari hati tidak lebih dari sekedar kemunafikan yang menipu diri sendiri dan orang lain. Orang-orang Farisi terlihat sangat saleh dengan ritual dan tradisi, mereka menganggap apa yang mereka lakukan adalah ibadah kepada Allah, tapi kenyataannya cuma di bibir dan tidak dari dalam hati (Mat. 15-7-10).</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Percaya dalam hatimu menunjukkan bahwa iman itu bersifat pribadi, seorang tidak dapat bergantung pada iman orang lain. Siapapun dia dan sekuat apapun imannya ia tidak dapat mewakilkan kita dihadapan Allah. Mungkin ada yang berpikir kamu adalah suamiku, imanmu adalah imanku dan imanku adalah imanmu, tidak demikian saudaraku. Iman bersifat pribadi dan itu adalah hubungan khusus seorang dengan Allah. Kita bisa saling mendukung untuk hidup dalam iman, tapi tidak ada istilah “boncengan”. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, <i>bersifat external.</i> Dikatakan dalam ayat ini “<b><i>If you declare with your mouth”. </i></b>Iman yang benar tidak mungkin hanya dipendam dalam hati, namun itu keluar lewat pengakuan dan kesaksian kepada orang lain atau dalam komunitas. Hal ini menunjukkan keyakinan penuh pada apa yang diimani dalam hati. Dalam konteks kehidupan orang percaya di abad pertama ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan karena ketika mereka mengaku percaya kepada Yesus maka akan mengalami penganiayaan dari orang-orang yang tidak percaya. Ditengah situasi demikian, godaan untuk menyangkal iman itu sangat besar, mereka dapat dikuasai ketakutan dan rasa malu. Dalam Markus 8:38 <b><i>“For whoever is ashamed of Me and My words in this adulterous and sinful generation, of him the Son of Man also will be ashamed when He comes in the glory of His Father with the holy angels.”</i></b><i></i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita mempelajari latarbelakang kitab Roma maka kita akan menemukan bahwa orang percaya di Roma saat itu mengalami berbagai penganiayaan, siksaan dan kematian di bawah Kaisar Nero, seperti disalibkan, dilempar ke binatang buas, atau dibakar hidup-hidup, serta dihukum karena mereka mengaku beriman kepada Yesus dan menolak menyembah dewa. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saudaraku, pengakuan dari mulut yang dimaksud Paulus dalam konteks kehidupan jemaat Roma adalah kesiapan untuk mati. Karena itu dikatakan mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati adalah iman yang benar dalam konteks jemaat Roma artinya mereka tidak mungkin memanipulasi apa yang keluar dari mulut mereka, karena resikonya adalah kematian. Tidak ada seorangpun yang bertujuan untuk menipu orang lain supaya dia dibunuh.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati yang dikuasai ketakutan dan rasa malu untuk mengakui atau menyaksikan iman bukanlah ciri iman yang benar. Iman yang benar tidak akan pernah gentar menghadapi penderitaan, aniaya bahkan kematian sekalipun. </span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Isi dari iman yang benar.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat ini dikatakan <b><i>“If you declare with your mouth, “Jesus is Lord,” </i></b>Kata Tuhan dalam ayat ini berasal dari bahasa Yunani <b><i>κύριος</i></b> (kurios) yang artinya Tuhan atau Tuan. Kata ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Pemilik, Penguasa, yang berdaulat penuh. Kata <b><i>κύριος</i></b> (kurios) menegaskan bahwa Yesus adalah Allah, menunjukkan kesetaraan-Nya dengan Bapa. Jhon MacArthur menegaskan bahwa dalam konteks Yahudi abad pertama, menyebut Yesus sebagai Tuhan adalah tindakan yang sangat radikal, karena ini menempatkan Yesus sejajar dengan Yahwe. MacArthur menulis<i>: “ketika seorang mengakui Yesus sebagai Tuhan, ia mengakui otoritas-Nya yang mutlak dan bersedia tunduk kepada pada kedaulatan-Nya.”</i> Saudaraku, jika iman kita hanya sampai dipengakuan saja tanpa ketundukkan dsan penyerahan diri maka tidak ada bedanya dengan iblis, dalam Lukas 8:28 <b><i>“When he saw Jesus, he cried out, fell down before Him, and with a loud voice said, “What have I to do with You, Jesus, Son of the Most High God? I beg You, do not torment me!”</i></b><b><i>.</i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seorang mengatakan bahwa ia percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka pada saat yang sama harus memiliki kesadaran penuh bahwa hidupnya milik Yesus, ia harus mempercayakan dan menyerahkan seluruh kepada Kristus. Banyak orang dengan mudah dapat menerima bahwa Yesus adalah Juruslamat, Yesus pemeliharan, Yesus sumber berkat, namun tidak mudah untuk menerima dan mengakui Yesus adalah Tuhan, karena pengakuan itu akan secara otomatis meniadakan segala haknya atas diri sendiri. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya dikatakan <b><i>believe in your heart that God raised him from the dead, </i></b>peristiwa kematian Tuhan Yesus membuat banyak orang berkata bahwa memang Ia bukan Tuhan, namun semua itu dibungkam dengan kebangkitan-Nya dari kematian, karena ini menunjukkan bahwa Ia benar benar adalah Tuhan, Ia berkuasa dan hanya Dialah yang dapat mengalahkan kuasa dosa dan maut.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada bagian akhir dari ayat-ayat ini berbicara tentang keselamatan. Dikatakan <b><i>maka kamu akan diselamatkan</i></b>, kalimat ini berbicara mengenai kepastian bahwa orang yang percaya Yesus adalah Tuhan dan percaya akan kebangkitanNya pasti diselamatkan. Karena itu Yesus katakan dalam Yohanes 14:6, <i>“I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through me.”</i> Artinya tidak ada jalan lain untuk pergi dan berjumpa dengan Bapa di sorga selain Tuhan Yesus. &nbsp;</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini Tuhan mengajarkan kepada kita semua dasar pengakuan iman Kristen menurut Alkitab adalah dimana seorang menundukkan dirinya sepenuhnya kepada pemerintahan Kristus. Ketika seorang percaya Yesus adalah Tuhan, maka doa dan kerinduan utamanya setiap hari bukan lagi hanya tertuju pada hal-hal sementara yang dia dapat terima dari Yesus melainkan berfokus untuk menyerahkan hidup sepenuhnya dalam kendali, pimpinan dan ketundukan pada Tuhan Yesus. Artinya Yesus adalah Tuhan atas hatimu, pikiranmu, perkataanmu, perbuatanmu, hartamu, keluargamu. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, sangat disayangkan jika kita berkata percaya kepada Yesus sebagai Tuhan namun kita masih dikuasai ketakutan, kecemasan dan rasa malu. Ada pula yang berkata dari mulut percaya kepada Yesus, namun dalam kehidupan sehari-hari menjadi “tuhan” atas hidupnya sendiri, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan sendiri tanpa memikirkan Tuhan dan kehendakNya. Seakan kuasa dari Injil Kristus tidak berdampak dalam kehidupan kita. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, hari ini mari kita jujur pada Tuhan dan pada diri kita sendiri, iman seperti apa yang kita miliki saat ini? Jika hari ini kita sadar sepertinya iman saya belum iman yang benar. Datanglah kepada Tuhan memohon pengampunan dan pertolonganNya. Ya Tuhan, berikanlah dalam hati saya, iman yang benar berdasarkan firman-Mu. Iman yang mengubah hati saya untuk sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan dalam hidupku dan dalam dunia ini. Amin!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250928</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000270</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pedoman Pernikahan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000026F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+7:8-16" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 7:8-16</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sedang membahas pedoman ilahi untuk pernikahan. Tahukah Anda, bahwa mempertahankan pernikahan itu sulit. Orang-orang merasa sangat sulit membangun hubungan yang langgeng dan bermakna. Zaman ini ada satu perceraian untuk setiap 2,5 pernikahan di Amerika. Dan jika Anda membaca 1 Korintus 7, Anda akan menemukan bahwa ada masalah yang mengerikan di Korintus di antara orang Kristen, dan masalah itu menyangkut seluruh aspek pernikahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus tidak benar-benar tahu apa yang seharusnya mereka lakukan dalam hal pernikahan, atau setidaknya mereka tidak mau mengakui apa yang seharusnya mereka lakukan, dan mereka mengajukan beberapa pertanyaan kepada Paulus tentang hal itu. Seperti di setiap aspek kehidupan mereka yang lain, jemaat Korintus telah berhasil menghancurkan aspek pernikahan. Maka, Paulus menulis 1 Korintus 7 untuk mengatasi kesalahpahaman dan perilaku buruk mereka dalam hal pernikahan yang harus saleh bagi orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka merasa bingung tentang apakah menjadi lajang itu benar dan apakah perlu menjadi lajang jika ingin menjadi berrohani, atau apakah menikah itu benar dan perlu menikah jika ingin menjadi berrohani. Orang-orang Yahudi di jemaat itu, karena mereka merupakan kepercayaan Yahudi Ortodoks, pasti akan menyebarkan fakta bahwa seseorang harus menikah. Dan jika Anda tidak menikah, Anda berada di luar kehendak Allah, kata mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, segala macam masalah dan kebingungan merajalela dalam kehidupan perkawinan di Korintus. Dan mereka menulis surat kepada Paulus, minta jawaban. Pada dasarnya, apakah pernikahan merupakan perintah untuk menyenangkan Allah? Dan apakah Anda seorang Kristen yang lebih taat jika tidak menikah seperti para pastor dan biarawati Roma Katolik? Haruskah orang yang sudah menikah, yang menjadi Kristen, menjauhi semua hubungan seksual? Dan haruskah seorang Kristen yang menikah dengan orang non-Kristen bercerai?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata bahwa pernikahan itu normal; pernikahan adalah untuk mayoritas. Allah telah menciptakan kami untuk menikah. Pernikahan itu baik, tetapi pernikahan bukanlah perintah mutlak untuk semua orang. Karena Allah, menurut ayat 7, telah memberikan karunia untuk melajang kepada beberapa orang, yaitu kemampuan oleh Roh Kudus untuk sepenuhnya mengendalikan hasrat seksual. Dan apa yang telah Allah berikan kepada Anda, maka kelajangan Anda adalah karunia Allah dan hendaknya itu digunakan untuk kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ia mengambil prinsip itu dan menerapkannya pada </span><span class="cf1"><b>empat kelompok</b></span><span class="cf1"> orang percaya. Kelompok </span><span class="cf1"><b>pertama</b></span><span class="cf1"> adalah mereka yang lajang. Kelompok </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> adalah mereka yang sudah menikah, dan keduanya adalah orang Kristen. Kelompok </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1"> adalah mereka yang menikah dengan orang yang tidak percaya dan ingin tetap tinggal. Kelompok </span><span class="cf1"><b>keempat</b></span><span class="cf1"> adalah mereka yang menikah dengan orang yang tidak percaya dan ingin keluar. Dan setiap orang di sini termasuk dalam salah satu dari empat kelompok yang berbeda tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita lihat kelompok pertama dan bagaimana ia menerapkan prinsip tersebut. Mereka yang belum menikah dan para janda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, "Kepada orang-orang yang belum menikah dan para janda, Aku berkata: Adalah baik bagi mereka, jika mereka tetap dalam keadaan seperti Aku." Menjadi lajang itu baik. Jika Anda seorang bujangan, itu baik. Jika Anda seorang gadis yang belum pernah menikah, itu baik. Jika Anda seorang janda atau duda, itu juga baik. Tidak ada yang salah dengan keadaan itu. Dan baik berarti bermanfaat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan dengarkan orang-orang Yahudi Ortodoks yang berkata, "Kalau belum menikah, itu berarti kamu tidak normal." Jangan paksa mereka menikah. Allah mungkin telah menganugerahkan mereka anugerah selibat. Mungkin menikah melanggar rencana terbaik Allah untuk hidup mereka. Tetapi jika ada yang merasa Allah telah menganugerahkan mereka anugerah untuk bisa mengendalikan hasrat seksual mereka di luar pernikahan, biarlah itu keadaan begitu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saat itu Paulus masih lajang. Ia mungkin telah menikah, karena pernikahan merupakan keharusan bagi para anggota Sanhedrin, yang dulu ia juga pernah menjadi anggotanya. Kemungkinan besar istrinya meninggal sebelum ia bertobat, dan masa pelayanannya selalu sebagai seorang lajang. Maka ia bersikukuh bahwa karena Allah memberinya karunia itu, kemampuan untuk melajang dan tidak disibukkan dengan seks dan pernikahan. Jadi, itu hal yang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berbincang dengan murid-murid-Nya. Dalam Matius 19, dikatakan bahwa mereka mungkin lebih baik melajang. Yesus berbicara tentang pernikahan, dan Dia memberikan semua hal tentang pernikahan dan bagaimana Anda tidak boleh menceraikan istri Anda kecuali karena percabulan. Dan kemudian Tuhan menetapkan beberapa pedoman yang kuat untuk pernikahan. Matius 19:10 mengatakan, "Murid-murid-Nya berkata, 'Dengan semua itu, apakah lebih baik tetap melajang?'"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"'Ya,' kata Yesus, 'tetapi tidak semua orang dapat menerima ini, kecuali mereka yang dikaruniai.'" Dan di sini Tuhan menunjukkan bahwa tidak masalah jika semua orang tetap melajang, tetapi tidak semua orang dapat menerima hal itu. Dan Dia memberi kita pengantar tentang konsep karisma dalam 1 Korintus 7:7, bahwa Anda harus memiliki karunia khusus untuk melajang dan tidak disibukkan dengan seks. Menjadi lajang membuka potensi bagi Anda untuk melayani Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak boleh memaksa seseorang yang merasa cukup dengan status lajangnya ke dalam situasi yang membuatnya merasa tidak puas, sehingga mereka harus menikah. Jika Anda belum menikah atau janda, itu hal yang baik, dan Anda bisa tetap seperti itu. Anda tidak harus menikah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tetapi jika mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka menikah, karena lebih baik menikah daripada hangus karena hawa nafsu." Kita memberbicarakan orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, daripada mencari perempuan yang tepat, mulailah menjadi laki-laki yang tepat. Dan, para perempuan, daripada mencari laki-laki yang tepat, mulailah menjadi perempuan yang tepat, maka laki-laki yang tepat akan mengenali perempuan yang tepat. Jika hasrat seksualmu membara, maka menikahlah. Pernikahan akan mewujudkan hasrat fisik itu. Setelah kau mengucapkan ikrar itu, langsung menikahlah. Tidak ada keuntungan dalam pertunangan lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkan orang tua, ketika anak-anak Anda pulang dan bilang mereka sudah bertunangan, Anda menyuruh mereka menikah. "Yah, tidak, kita ingin menunggu dan menyelesaikan empat tahun kuliah kita. Tahukah Anda apa yang Anda lakukan selama mereka bertunangan? Anda menghancurkan kehidupan rohani mereka karena mereka tidak bisa mengendalikan keinginan mereka, karena komitmen itu sudah ada." Paulus berkata, "Menikah itu baik saja, biarkan semua orang mendorongmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana saya bisa mengendalikan hasrat saya sementara ini?” Nah, berikut ada beberapa pemikiran yang bisa Anda kembangkan. </span><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, salurkan energi Anda melalui pekerjaan fisik dan pelayanan spiritual. Ini memberi energi Anda jalan keluar. </span><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, jangan berusaha menikah, berusahalah untuk mencintai dan biarkan pernikahan datang sebagai responsnya. Orang yang mencari kepuasan cinta akan menikahi orang yang mereka cintai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan berusaha untuk menikah. Kau tahu, itu terjadi ketika kau pergi keluar dan pulang, dan langsung mengeluarkan catatanmu, "Coba lihat, dia A di yang ini, B di yang ini, dan C di yang ini." "Yah, dia cukup dekat; aku akan menerimanya jika dia minta." Nah, yang kau lakukan adalah membiarkan pernikahan menjadi masalahnya, daripada menjadi orang yang tepat untuk masalahnya. Berusahalah untuk dicintai dan mencintai. Jangan khawatir; pernikahan akan mengurus dirinya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, lepaskan diri dari dunia yang gila seks dan penuh perzinahan. Yang saya maksud adalah perhatikan apa yang Anda serap dari sistem tersebut. </span><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">, programlah pikiran Anda dengan realitas ilahi. Itu sungguh menakjubkan, tetapi perilaku Anda adalah akibat langsung dari pemrograman pikiran Anda dengan kebenaran ilahi. Sadarilah bahwa untuk saat ini Allah telah memilih supaya Anda hidup tanpa seks. "Pencobaan yang menimpa kamu ialah pencobaan umum, yang sudah biasa untuk semua manusia pada saat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu, tetapi pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” </span><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1">, hindari situasi yang berpotensi membahayakan. Itu seperti Yusuf. Ia langsung lari. </span><span class="cf1"><b>Keenam</b></span><span class="cf1">, bersyukur dan pujilah Allah atas keadaanmu saat ini dan merasalah itu puas. Kamu harus menghadapinya dari sudut pandang ini. Berikut ada nasihat praktis bagi mereka yang menikah dengan seorang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>1 Korintus 7:10-11</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Kepada orang-orang yang telah menikah, bukan aku, melainkan Tuhan—memberikan perintah ini kepada mereka: seorang istri jangan meninggalkan suaminya. 11 Tetapi jika ia bercerai, ia harus tetap tidak menikah atau berdamai dengan suaminya, dan seorang suami jangan menceraikan istrinya." Ia berbicara kepada mereka yang berada dalam pernikahan campuran mulai dari ayat 12. Jadi di sini ia berbicara kepada orang Kristen. Kita telah membahas bahwa di Roma ada empat cara berbeda untuk menikah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Budak yang tinggal di tenda bersama; pernikahan menurut hukum adat; pernikahan di mana Anda membeli istri; dan kemudian ada pernikahan jenis confarreatio. "Nah, sekarang masalahnya bukan bagaimana Anda masuk ke dalamnya, tetapi masalahnya adalah untuk menetap di mana Anda berada." Jika Anda sudah menikah, jangan biarkan istri menceraikan suaminya dan sebaliknya. Yesus berkata untuk tetap menikah dalam Matius 5:32, Matius 19:9, dan Markus 10:11-12.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah membenci perceraian. Dia mengutuk bangsa Israel. Dia berkata, "Kalian telah berkhianat terhadap istri masa mudamu. Kalian menceraikan satu sama lain." Hanya ada dua pilihan jika orang Kristen bercerai: mereka tetap melajang seumur hidup, atau mereka kembali bersama untuk berdamai. Nah, izinkan saya menambahkan catatan kaki. Paulus di sini tidak membahas kasus perzinahan. Dalam kasus perzinahan, perceraian diperbolehkan di antara orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika seorang Kristen berzinah, Allah mengizinkan pemutusan ikatan pernikahan tersebut. Matius 5:32 berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan istrinya, kecuali karena ada berzinah, menjebabkan istrinya berzinah. Dan siapa yang menikahi perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah." Kecuali percabulan, tidak ada perceraian. Namun dalam kasus percabulan, Allah berfirman bahwa ada perceraian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 19:9 mengatakan, "Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan istrinya, kecuali karena zinah, lalu menikah dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." Satu-satunya alasan yang Yesus berikan untuk memutuskan hubungan pernikahan adalah zinah. Dan ketika itu terjadi, ada hak untuk bercerai. Ingatkah Anda bahwa dalam Matius 1, Yusuf terkejut ketika dia mengetahui bahwa Maria sedang hamil. Ia tahu ia tidak melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yusuf berhak menceraikan Maria jika ia telah hamil oleh orang lain. Dan Alkitab berkata, "Yusuf, suaminya, seorang yang saleh." Dengarkanlah, ia bertindak benar dengan keinginannya untuk menceraikan istri yang telah berzina. Nah, ia mendapati bahwa istrinya tidak berzina. Kisah yang luar biasa adalah bahwa Roh Kudus telah mengandung anak Kristus di dalam dirinya Maria. Tetapi menceraikan istri karena perzinahan adalah tindakan yang adil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Nah, kalau aku satu dengan Tuhan, dan aku bersatu dengan suamiku yang kafir, apakah aku menajiskan Kristus?" Bagaimana dengan pernikahan campur? Pertama, pernikahan campur dilarang jika bisa dicegah. Ayat 39, di akhir, mengatakan, "Jika engkau mau menikah, menikahlah hanya di dalam Tuhan." Jadi, gagasan seorang Kristen menikahi seorang non-Kristen adalah pelanggaran terhadap Kitab Suci. Tetapi bagaimana jika Anda sudah menikah dan salah satu dari Anda diselamatkan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tetapi Aku (bukan Tuhan) berkata kepada yang lain: Jika seorang saudara mempunjai isteri yang tidak percaya dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikannya." Jika Anda memiliki istri yang belum diselamatkan, dan ia ingin tetap tinggal, biarkan saja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Juga, jika seorang perempuan mempunjai suami yang tidak percaya dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan suaminya." Allah tidak menginginkan seseorang diselamatkan bercerai dan menikah lagi dengan seorang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada masa awal Kekristenan, orang Kristen dituduh merusak hubungan keluarga. Bagi seorang perempuan, pindah agama tanpa suami adalah hal yang tak terpikirkan, tetapi itu memang terjadi. Salah satu hal yang dikhawatirkan para suami adalah ciuman suci. Seorang suami berkata, "Aku tidak ingin istriku keluar rumah, menghabiskan sepanjang malam di upacara malam, menyelinap ke penjara untuk mencium orang martir."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, "Karena suami yang tidak percaya dikuduskan oleh istrinya, dan istri yang tidak percaya dikuduskan oleh suaminya. Jika tidak demikian, anak-anakmu akan menjadi najis, tetapi sekarang mereka adalah kudus." Bukan saja orang percaya tidak tercemar, tetapi apa yang terjadi? Justru sebaliknya. Tidak, ia akan dikuduskan oleh Anda. Fantastis. Daripada orang Kristen yang dinajiskan, atau tidak kudus, orang yang tidak percaya itu justru dikuduskan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terkadang saya bertanya kepada seseorang, "Apakah Anda berasal dari keluarga Kristen?" "Tidak, saya satu-satunya orang Kristen di sana." "Tahukah Anda berapa banyak orang Kristen yang dibutuhkan untuk membangun sebuah keluarga Kristen? Satu orang Kristen." "Semua orang di rumah itu dikuduskan oleh kehadiran Anda. Tahukah Anda?" "Dikuduskan berarti dipisahkan, menjadi kudus." Itu tidak berarti jika seorang suami tidak percaya bahwa ia telah diselamatkan hanya karena ia menikah dengan seorang Kristen. Tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Nah, inilah yang kita sebut </span><span class="cf1"><b>pengudusan pernikahan</b></span><span class="cf1">." Itu hanya istilah untuk membedakannya dari pengudusan rohani dan pribadi. Namun, hanya tinggal di rumah itu di mana seseorang beragama Kristen, memiliki pengaruh yang menguduskan." Semua orang di rumah mendapat manfaatnya. Hai, jika Anda seorang non-Kristen, dan Anda memiliki pasangan Kristen, Anda patut bersyukur kepada Allah, karena rumah Anda adalah penerima berkat-berkat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jauh lebih unggul daripada tinggal di rumah orang yang tidak percaya. Pernikahan dengan seorang Kristen menciptakan hubungan dengan Allah bagi orang non-Kristen, meskipun itu kurang dari keselamatan, itu jauh lebih unggul daripada kehidupan orang yang tidak percaya. Seorang wanita berkata, "Di seluruh rumah kami hanya ada satu orang Kristen: Nenek. Tidak ada yang mau mendengarkannya." Selama bertahun-tahun, tiga dari empat anak telah datang kepada Yesus Kristus, dan semuanya kembali kepada pengaruh Nenek itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, "Tetapi jika orang yang tidak percaya itu bercerai, biarlah ia bercerai. Dalam hal demikian, saudara laki-laki atau perempuan itu tidak terikat. Allah telah memanggil kamu untuk hidup dalam damai." Kamu bebas dari ikatan. Kamu bebas menikah lagi. “Tetapi kamu tidak bisa menikah lagi." Mengapa? Ayat 11 mengatakan, "Jika ia bercerai dari pernikahan Kristen, ia harus tetap tidak menikah." Tetapi jika orang yang tidak percaya itu pergi, dan ia bercerai, saudara laki-laki atau perempuan tidak terikat dalam hal demikian." Pernikahan itu telah berakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1"> berkata, "Istri, bagaimana engkau tahu, engkau dapat menyelamatkan suamimu. Suami, bagaimana engkau tahu, engkau dapat menyelamatkan istrimu." Paulus tidak mengatakan di sini untuk menjaga mereka agar engkau dapat menyelamatkan mereka; ia berkata, "Biarkan mereka pergi karena engkau tidak memiliki jaminan bahwa engkau dapat melakukannya. Dan engkau akan merusak kedamaian yang Allah rencanakan." Apa pun yang telah Allah berikan kepada Anda sebagai status pernikahan Anda, terimalah itu sebagai kehendak Anda dan maksimalkanlah itu untuk kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak tahu apa yang Allah inginkan untuk Anda, tetapi saya tahu ini: bahwa kehendak-Nya penuh tujuan dan itu akan berbuah selama kita tinggal di dalam Dia. Ketika kita mengajarkan Firman Allah, Roh Kudus akan mengambil firman itu dan membawanya ke dalam hati Anda, dan Dia seperti melakukan pekerjaan penanaman. Dan saya tahu Dia telah melakukan itu dalam hidup Anda hari ini, dan mungkin sebagai respons terhadap apa yang Dia lakukan, Anda merasakan sesuatu di dalam diri Anda. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250921</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000026F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dibenarkan oleh darahNya]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000026E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+5:9" target="_blank" class="imCssLink">Roma 5:9</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div class="imTACenter"><b class="fs12lh1-5 cf1">'Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.'</b></div><div><br></div><div class="imTACenter"><b class="fs12lh1-5 cf1">Roma 5:9</b></div><div><br></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1">Siapa yang percaya/yakin bahwa ia adalah orang yang benar?</b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memiliki keyakinan bahwa kita seorang yang benar memang bukan sesuatu yang mudah bahkan kita cenderung ragu karena dalam perjalanan kehidupan sehari-hari kita masih sering jatuh dalam dosa. Pada dasarnya kita lebih senang memuaskan keinginan daging, keinginan mata daripada melakukan kebenaran Allah. Lalu pertanyaannya bagaimana supaya kita menjadi seorang yang benar? karena hanya seorang yang benar (suci) yang dapat melihat Allah (Mar 5:8). Doa saya, kiranya melalui perenungan hari ini Roh Kudus berbicara secara khusus bagi kita masing-masing, dan kita pulang dengan pemahaman dan keyakinan yang baru.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Romans <i>5:9 (NKJV) “Much more then, having now been justified by His blood, we shall be saved from wrath through Him.”</i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i><u>Much more then, lebih-lebih</u></i></b><b><i><u></u></i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah mengasihi sedemikian rupa ketika mereka masih seorang pendosa, betapa lebih besar kasih Allah kepada mereka yang sekarang telah menjadi anak-anakNya. Allah pasti melakukan tindakan-tindakan spesial kepada anak-anakNya, </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang bertanya dalam dirinya, apakah Allah mengasihi saya? Pertanyaan ini sering ditaruh oleh setan dalam pikiran manusia. Tujuannya supaya manusia tidak percaya, meragukan dan tidak mengalami kasih Allah yang besar dalam Kristus. Padahal karakter utama Allah adalah kasih. Jadi tidak mungkin ia tidak menunjukkan kasihNya kepada anak-anakNya. </span></div><br><div><b><i><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></i></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i><u>Having now been justified, sekarang telah dibenarkan.</u></i></b><b><i><u> </u></i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Justified dalam bahasa Yunani <b><i>δικαιωθέντες (dikaiothentes)</i></b> dari kata dasar <b><i>δικαιόω</i></b> (<b><i>dikaios</i></b>) yang artinya “dibenarkan”, dijadikan benar, dinyatakan tidak bersalah. Ini bentuk <i>Verb, Aorist, Passive, Participle</i> menekankan bahwa pembenaran sudah dikerjakan satu kali untuk selama-lamanya dan dilakukan dengan tuntas dan sempurna oleh Allah. <b><i>Yohanes 19:30</i></b><i> “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: <b>”Sudah selesai.”</b> Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”<b> Ibrani 9:28</b> “demikian pula Kristus <b>hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.</b> Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”</i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bentuk <b><i>Passive</i></b> dari kata <b><i>δικαιωθέντες</i></b> menunjukkan bahwa pribadi yang dibenarkan tidak melakukan apapun. Artinya pembenaran terhadap manusia berdosa adalah sepenuhnya karya Allah dan tidak ada sedikitpun campur tangan atau andil manusia didalamnya. Dan sudah selesai dilakukan oleh Allah tidak membutuhkan tambahan perbuatan manusia. <b><i>Roma 3:23-24</i></b><i> “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah <b>dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” </b>'for all have sinned and fall short of the glory of God, and all are <b>justified freely by his grace</b> through the redemption that came by Christ Jesus.” <b> </b></i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>Sekarang telah dibenarkan</i></b>, Paulus menekankan dan meyakinkan bahwa status mereka telah berubah menjadi orang benar. Karya pembenaran Kristus sangat penting karena itulah yang mengubah cara Allah memandang manusia. Pada awalnya dipandang sebagai manusia yang rusak, bernoda, bercela namun karena pembenaran Kristus maka Allah melihat darah Kristus yang suci menutupi keberdosaan manusia. Manusia kembali diterima dalam persekutuan dengan Allah dan mengalami pengampunan dosa. <i></i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i><u>by His blood ‘oleh darah-Nya’</u></i></b><b><i><u></u></i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kitab perjanjian lama orang Israel setiap tahun datang ke bait Allah mempersembahkan binatang dan darahnya menjadi lambang pengampunan dosa dihadapan Allah. <b><i>Ibrani 9:22</i></b><i> “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan <b>tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”</b></i> Pengorbanan darah binatang hanyalah bersifat sementara dan tidak memadai untuk menebus manusia berdosa. Sebenarnya digunakan sebagai pengingat bagi manusia bahwa mereka benar-benar berdosa dihadapan Allah dan memerlukan pengampunan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini dipakai oleh Allah sebagai suatu gambaran bahwa kedepan ada Kristus, Anak Domba Allah yang akan mencurahkan darahNya untuk karya pembenaran bagi manusia. <b><i>Yohanes 1:29</i></b> <i>“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata:</i> <b><i>”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” </i></b><b><i>Efesus 1:7</i></b><i> “</i><i>Sebab di dalam Dia dan <b>oleh darah-Nya</b> kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.” <b></b></i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu seorang percaya dan menerima Kristus dalam hatinya, maka pada saat yang sama ia telah menjadi orang benar. Benar bukan karena perbuatan dirinya sendiri tapi karena karya Allah dalam Kristus Yesus. Keyakinan inilah yang seharusnya terus ada dalam hati dan pikiran orang percaya, karena akan menjadi pengingat untuk mereka terus berjuang hidup dalam kebenaran Allah. Setiap waktu kita akan diperhadapkan dengan godaan untuk melakukan hal-hal yang tidak benar, namun Allah Roh Kudus akan mengingatkan dan menolong kita untuk sadar bahwa fokus hidup kita tertuju pada kebenaran Allah.<b><i></i></b></span></div><br><div><b><i><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></i></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><u>Kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.</u></b><b><u></u></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini berbicara mengenai janji atau jaminan Allah kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, yang telah dibenarkan oleh karena darah Kristus, maka pasti diselamatkan. <b><i>Roma 8:1</i></b><i> “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” “There is therefore now <b>no condemnation</b> to those who are in Christ Jesus.”</i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Frasa<b><i> “we shall be saved” </i></b>menggunakan bentuk<b> <i>Verb, Future</i> </b>artinya Kristus sudah mengerjakan dan dimasa yang akan datang orang percaya pasti akan mengalami dampaknya. Ini bicara mengenai sebuah kepastian bahwa setiap orang yang percaya padaNya pasti dimuliakan dalam kerajaan sorga.<i></i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedangkan “<b>murka Allah” </b>ada karena dosa<b>.</b> Pada akhirnya murka Allah dinyatakan melalui penghukuman yang kekal di dalam neraka kepada setiap orang yang tidak percaya kepada Anak-Nya. Penghukuman ini begitu mengerikan, karena sekali orang mengalaminya maka selama-lamanya ia akan menderita. Karena itu hanya orang-orang yang sudah menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus dalam hati dan sungguh menjadikan Ia Tuhan dalam hidup yang akan menerima pembenaran, keselamatan dan pembebasan dari murka Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini apa yang Tuhan mau ajarkan kepada kita semua? </span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">1. Allah mengasihi anak-anakNya lebih daripada yang mereka bayangkan dan pikirkan?</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Serusak dan sehancur apapun hidupmu Allah mengasihimu, dan ketika seakan hidup itu berat, seperti semuanya tidak ada jalan keluar ingat Allah mengasihimu.</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Hanya oleh darah Kristus kita memperoleh pembenaran yang sejati.</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Pembenaran Kristus lebih berharga daripada apapun, itulah yang membebaskan orang percaya dari murka Allah. Karena apa gunanya kita mempunyai segala harta dunia tapi pada akhirnya kehilangan nyawa / binasa. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana mengetahui dan menilai diri sendiri bahwa kita seorang yang telah dibenarkan oleh darah Kristus?</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">1. Kesadaran bahwa tidak ada kebenaran sedikitpun didalam diri kita, dan tidak ada kemampuan sedikitpun untuk membenarkan diri sendiri. Kesadaran ini adalah karya Roh Kudus dalam diri orang percaya. </span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Memilki hati yang beriman dan berserah diri sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus. <i>Roma 5:1 “<b>Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman</b>,”. </i>Roh Kudus menaruh iman dalam hati kiti itu anugerah yang tiada bandingnya. Dan orang yang sudah diberikan iman tidak mungkin diam dan berpangku tangan, tetapi memiliki semangat yang berkobar-kobar untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.</span></div><br><div><!--[if !supportLists]--><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Bersyukur dengan cara hidup dalam kebenaran yang Allah kehendaki. Jika kita memiliki kerinduan yang besar untuk hidup dalam kebenaran maka itu indikasi yang kuat kita adalah seorang yang telah dibenarkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250914</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000026E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menikah atau Tidak]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000026D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+7:1-7" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 7:1-7</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita akan memasuki bab yang penting dan kontroversial. Dan kita akan menemukan beberapa informasi yang sangat praktis. Kitab 1 Korintus itu sangat praktis. Pada dasarnya, kitab ini membahas pernikahan, dan pernikahan merupakan topik hangat saat ini. Topik ini terus-menerus dibahas. Dan Alkitab banyak berbicara tentang pernikahan. Tuhan kita Yesus mengajarkan banyak hal tentang pernikahan. Ia merujuk pernikahan berkali-kali dalam catatan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 19, Yesus menyatakan bahwa pria dan wanita diciptakan untuk satu sama lain. Allah menciptakan mereka untuk satu sama lain. Ia menyatakan bahwa mereka harus bersatu dan menjadi satu daging, dan itu sebenarnya merupakan penyatuan oleh Allah sendiri. Yesus juga menekankan bahwa pernikahan haruslah monogami; bahwa pernikahan adalah dua orang yang menjadi satu daging, sesuatu yang pertama kali dinyatakan oleh Allah dalam Kejadian 2.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus juga mengajarkan, dalam Matius 19, bahwa pernikahan tidak boleh diputuskan. Allah sama sekali tidak mengubah sikap-Nya terhadap perceraian. Yesus juga mengajarkan bahwa perceraian hanya untuk hidup di dunia ini. Matius 22:30, Markus 12:25, Lukas 20:35, semuanya menunjukkan bahwa pernikahan hanya untuk dunia ini, bukan untuk surga. Namun, semua yang Ia katakan hanyalah teologi. Jadi, kita menemukan lebih banyak informasi tentang pernikahan dari Paulus, yang banyak berbicara tentang pernikahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menjelaskan kebenaran-kebenaran dasar pernikahan dalam 1 Korintus 7. Di sini Paulus mengambil hal-hal dasar yang Tuhan katakan, dan dari sana ia melanjutkan untuk menerapkan pernyataan-pernyataan tersebut. Yang terpenting bukanlah hanya mempelajari apa yang dikatakannya, tetapi melakukan apa yang dikatakannya dan menerapkannya dalam hidup kita. Namun, ia ingin menjelaskan dengan sangat jelas bahwa ada beberapa ayat yang merupakan pendapatnya dari Roh Kudus, bukan pendapat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 7, ada ilustrasi tetang hal itu. Paulus berkata, "Ini sesuatu kejadian lama, dan ini sesuatu kejadian yang baru. Inilah yang Tuhan katakan; saya mengutip. Dan inilah yang saya katakan; ini adalah wahyu yang baru." Nah, Paulus mulai, di pasal 7, berbicara tentang sisi praktis pernikahan. Terkadang mengutip Tuhan untuk prinsip teologis dasar, dan kemudian melanjutkan dengan menyampaikan kebenaran baru tentang hal-hal praktis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus memiliki empat pertanyaan utama yang mereka ajukan kepada Paulus. Dari mulai pasal 7 sampai 11, ia membahas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan dalam surat itu. Setelah itu, di pasal 12, ia berkata, "Sekarang aku akan kembali ke hal-hal rohani, kembali ke hal-hal yang menjadi perhatianku." Namun, bagian kecil di tengah ini adalah hal-hal yang mereka tanyakan kepadanya. Mereka menginginkan informasi tentang pernikahan; dan pasal 7 membahasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Biarlah saya cerita sedikit tentang situasi perkawinan di Romawi. Pertama, Romawi tidak memiliki seperangkat hukum perkawinan yang seragam. Setidaknya ada empat cara berbeda untuk menikah. Ada ratusan ribu budak, dan mereka bahkan tidak dianggap manusia yang memiliki hak. Ketika mereka ingin menikah, atau sekadar tinggal bersama, pemilik budak akan menyetujui apa yang disebut </span><span class="cf1"><b>contubernium</b></span><span class="cf1">, yang berarti persahabatan di dalam tenda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, jika pemiliknya tidak terlalu peduli dengan situasi tersebut, pemilik budak bisa masuk ke sana dan memisahkan mereka, ia bisa menjual suaminya, atau ia bisa menjual istrinya. Jadi, ada banyak masalah di Gereja mula-mula karena begitu banyak orang Kristen mula-mula adalah budak. Paulus tidak mencoba menghancurkan segalanya. Ia mencoba mengajarkan mereka tentang kesucian pernikahan yang mereka miliki, apa pun dasar hukumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Tetaplah bersama. Buktikan bahwa kalian setia satu sama lain. Kasihilah satu sama lain. Jadikan pernikahan itu sebagai pernikahan yang dirancang Allah karena itulah pilihan yang mereka miliki sebagai budak." Ada cara lain untuk menikah, yang disebut </span><span class="cf1"><b>U-S-U-S</b></span><span class="cf1">. Dan adat ini berarti seorang perempuan dan seorang laki-laki dapat hidup bersama selama satu tahun. Pada akhirnya, mereka akan diakui sebagai suami istri oleh masyarakat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat ini kita menyebutnya pernikahan berdasarkan hukum adat. Jadi, gereja harus menghadapi orang-orang yang menikah secara hukum adat, yang tidak memiliki dokumen resmi untuk mengidentifikasi pernikahan mereka. Dan sekali lagi, Perjanjian Baru tidak mengatakan apa pun tentang apa yang harus mereka lakukan selain menjaga kesucian pernikahan yang ada di bawah apa pun yang ada. Ada cara lain, </span><span class="cf1"><b>coemptio en manum</b></span><span class="cf1">, yaitu pernikahan melalui penjualan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini terjadi ketika sang ayah menjual putrinya kepada suaminya. Jika pria itu berhasil mendapatkan harga yang tepat, ia bisa memiliki putrinya. Dan tergantung pada gadisnya, harganya akan bervariasi. Saya kira harganya bisa berkisar dari beberapa lusin domba hingga seekor ayam pincang. Tetapi itu sangat bergantung pada gadis itu sendiri, dan mungkin terkadang sang ayah harus melakukan penyesuaian. Jadi, ini sudah diatur secara finansial.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, pernikahan yang paling mulia disebut </span><span class="cf1"><b>confarreatio</b></span><span class="cf1">, sebuah pertemuan yang sakral. Inilah pernikahan yang berkelas. Dan seluruh upacara pernikahan, seperti yang kita kenal sekarang di gereja Kristen, berasal dari pernikahan pagan Romawi ini. Upacara ini tidak berasal dari adat Ibrani dalam Perjanjian Lama. Upacara ini sepenuhnya merupakan upacara pagan Romawi. Gereja Katolik Roma hanya mengadopsi upacara standar Romawi.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Reformasi datang, tidak ada yang mengubahnya. Itu sudah menjadi tradisi dan masih berlaku hingga saat ini. Bahkan, pernikahan Ibrani biasanya berlangsung tujuh hari. Jadi, kita jauh dari pernikahan adat Ibrani. Tetapi yang ini berlangsung satu sore atau satu malam. Kedua keluarga berkumpul; mereka memilih pendamping pengantin wanita, dan pendamping pria. Pasangan itu bergandengan tangan dan mengucapkan janji pernikahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan setelah ikrar, ada doa yang dipanjatkan. Itulah prosedur standarnya, hanya saja doa itu dulu dipanjatkan kepada Jupiter dan Juno. Bunga adalah tradisi, dan karangan bunga pengantin merupakan awal dari apa yang kita kenal sekarang sebagai buket pengantin. Pengantin wanita selalu mengenakan kerudung, yang diangkat. Juga ada sebuah cincin, dan dari situlah ide cincin kawin itu mulai, dan cincin itu selalu dikenakan di jari yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang menemukan bahwa ada saraf yang membentang dari tengah jari ini langsung ke jantung. Dan karena saraf itu terhubung ke jantung, di sanalah seharusnya cincin itu berada. Itulah sistem pernikahan Romawi. Setelah semua itu selesai, mereka pergi ke tempat lain, dan percaya atau tidak, mereka punya kue. Itu benar. Jadi, sekarang Anda tahu dari mana asal mula adat pernikahan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, di samping itu, ada masalah yang sangat besar. Karakter moral dalam pernikahan telah hancur sehingga perceraian merajalela. Ada catatan orang-orang yang telah menikah sebanyak 29 kali. Mereka menghitung tahun-tahun mereka berdasarkan istri mereka. Ada percabulan; homoseksualitas, dan pergundikan. Para pria memanfaatkan istri mereka untuk membersihkan rumah, memasak, dan kemudian mereka memiliki wanita lain untuk kesenangan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernikahan mulai menderita. Janji-janji pernikahan dilanggar. Para perempuan menuntut untuk menjalani hidup mereka sendiri, dan para suami dengan senang hati membiarkan mereka pergi. Dan para pria mulai mencampakkan perempuan mereka secepat perempuan mulai meninggalkan mereka. Dan mereka akan mencampakkan perempuan mereka karena berbicara dengan orang yang salah di depan umum, karena melakukan sesuatu tanpa meminta izin mereka. Mereka akan menceraikan perempuan demi mendapatkan perempuan yang lebih kaya. Cicero melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di tengah semua ini, beberapa orang berpendapat bahwa jalan keluar terbaik adalah tidak pernah menikah. Dan mereka mulai mengangkatnya melalui gagasan selibat, menjadikan mereka kaum elit secara spiritual. Anda telah menyangkal diri Anda sendiri. Anda telah mengesampingkan semua hal itu dan sepenuhnya mengabdikan diri kepada Yesus Kristus. Dan ada pandangan yang berlaku di gereja Korintus, bahwa selibat adalah bentuk tertinggi dari kehidupan Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gagasan selibat sebagai bentuk pengabdian spiritual tingkat tinggi masih ada di kalangan kita. Hal ini juga berlaku di Gereja Roma Katolik. Para pastor dan biarawati tidak menikah karena alasan tersebut. Mereka sering mengenakan cincin kawin sebagai simbol pernikahan mereka dengan Yesus Kristus. Itu adalah pengabdian tingkat tinggi. Mereka mengatakan bahwa hal itu membuat mereka lebih unggul secara spiritual daripada kita yang menikah. 1 Timotius 4 mengatakan orang-orang membicarakan tentang larangan menikah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saya ingin Anda merenungkan empat gagasan kunci yang muncul dalam tujuh ayat pertama, dan keempatnya membahas masalah selibat atau menikah. Anda tidak tahu apakah harus menikah atau tidak. Anda lajang dan belum menemukan seseorang yang tertarik, atau Anda sudah menikah dan terjebak. Anda tidak tahu apakah menikah lagi adalah keputusan yang tepat atau apa pun. Jadi, semoga Roh Kudus menunjukkan beberapa hal kepada Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, </span><span class="cf1"><b>selibat itu baik</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Sehubungan dengan apa yang telah kamu tuliskan kepadaku, adalah baik bagi laki-laki untuk tidak menyentuh perempuan." Kedengarannya terlalu aneh. Nah, jika Anda memahaminya secara harfiah, Adam dan Hawa adalah manusia terakhir yang pernah hidup di muka bumi. Ayat itu tidak membahas hal itu. Konsep "menyentuh perempuan" adalah eufemisme untuk hubungan seksual. Itulah artinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya dapat menunjukkan hal itu kepada Anda dari beberapa bagian Perjanjian Lama. Dalam Rut 2 tentang Rut dan Boas, Boas memiliki keinginan untuk menjaga kesucian Rut. Rut 2:9 berkata, "Lihatlah ladang mana yang sedang mereka tuai, dan ikutilah mereka. Bukankah Aku telah memerintahkan para pemuda untuk tidak menyentuhmu?" Dalam Amsal 6:29, "Demikianlah halnya dengan orang yang tidur dengan istri orang lain; tidak seorang pun yang menyentuhnya akan luput dari hukuman." Jadi, menyentuh berarti hubungan seksual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, alasan mengapa ia mengatakan hal ini begitu mendesak adalah karena ada orang-orang Yahudi di gereja. Orang-orang Yahudi dulu mengajarkan bahwa jika Anda tidak memiliki istri, Anda adalah orang berdosa. Tujuh golongan orang tidak bisa masuk surga; mereka punya daftarnya. Nomor satu dalam daftar itu, seorang Yahudi yang tidak memiliki istri. Nomor dua, seorang istri yang tidak memiliki anak. Orang-orang Yahudi berkata, "Allah berfirman, beranakcuculah dan bertambah banyaklah, dan jika kamu tidak melakukannya, kamu tidak taat pada perintah-perintah Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memulai dengan mengatakan, "Menjadi seorang tunggal itu baik. Tidak ada salahnya sama sekali." </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Tetapi karena percabulan seksual itu sudah umum, baiklah setiap laki-laki bersetubuh dengan istrinya sendiri dan setiap perempuan bersetubuh dengan suaminya sendiri." Itu adalah perintah-perintah dari Allah. Dan Paulus berkata, "Hendaklah setiap orang menikah. Mengapa?" "Karena kalau tidak mungkin ada percabulan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab mengatakan ada </span><span class="cf1"><b>enam alasan alkitabiah</b></span><span class="cf1"> untuk menikah. Pertama, </span><span class="cf1"><b>prokreasi.</b></span><span class="cf1"> Kejadian 1:28 mengatakan untuk beranak cucu dan bertambah banyak. Itulah salah satu alasan untuk menikah, untuk memiliki anak. Kedua, </span><span class="cf1"><b>kesenangan</b></span><span class="cf1">. Allah merancang pernikahan hanya untuk menikmati kesenangan fisik? Pernikahan itu terhormat, pernikahan itu menyenangkan. Amsal 5 berbicara tentang kepuasan yang ditemukan seorang suami dalam tubuh fisik istrinya dan sebaliknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, pernikahan adalah </span><span class="cf1"><b>penyediaan</b></span><span class="cf1">. Allah ingin seorang pria menyediakan apa yang dibutuhkan seorang wanita. "Wanita adalah kaum yang lebih lemah," demikian dikatakan dalam 1 Petrus 3. Dan Allah tahu bahwa seorang pria dapat mendukung kelemahan seorang wanita. Allah ingin pria menyediakan kebutuhan wanita, memeliharanya, Efesus 5 mengatakan, untuk menghargainya, untuk menguatkannya, untuk memberinya sesuatu untuk bersandar, untuk membentengkannya. Ini juga merupakan sebuah </span><span class="cf1"><b>kemitraan</b></span><span class="cf1">. Pernikahan adalah untuk kemitraan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, pernikahan adalah sebuah </span><span class="cf1"><b>gambaran</b></span><span class="cf1">. Efesus 5 mengatakan bahwa pernikahan adalah simbol bagi dunia tentang hubungan Allah dengan Gereja-Nya. Dan terakhir, pernikahan adalah untuk </span><span class="cf1"><b>kemurnian</b></span><span class="cf1">, untuk mencegah kita melakukan percabulan. Itulah alasan yang diberikan Alkitab, dan Paulus bukan hanya menyederhanakan semuanya; ia hanya membahas satu aspek. Jadi, pernikahan adalah norma. Selibat itu baik, tetapi jujur ​​saja, selibat juga menggoda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Seorang suami harus memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula seorang istri terhadap suaminya." Kalian berutang, para pria, kepada istri kalian. Para wanita, kalian berutang kepada suami kalian. Sekalipun dia non-Kristen, kalian berutang kepadanya. Kalian harus saling membayar utang, memenuhi kewajiban kalian satu sama lain. Dan apakah utangnya? Saya pikir dia berbicara tentang hubungan fisik dan seksual. Menjadi seorang Kristen tidak mengubah hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malah, Kitab Kidung Agung memiliki satu kitab penuh yang ditulis hanya untuk membahas aspek fisik dari pernikahan. Kidung Agung memberikan kita lirik yang indah untuk memuji hasrat fisik dalam pernikahan. Maksud saya, dia sangat bergairah terhadap pria ini, dan pria itu bergairah terhadapnya. Namun, memang seharusnya begitu. Allah merancang pernikahan untuk menjadi ekspresi cinta yang fisik. Cinta seksual timbal balik dalam pernikahan adalah rancangan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, "Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya berkuasa. Demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya yang berkuasa." Karena Anda telah menyerahkan kuasa atas tubuh Anda kepada pasangan Anda. Dan ini berlaku untuk masa kini, di sini – seumur hidup. Dan Anda dapat mengutip ayat ini satu sama lain secara utuh dan yakinlah bahwa Allah mendukung keinginan yang Anda miliki untuk memiliki satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, "Janganlah kamu menjauhi satu sama yang lain—kecuali kalau kalian sepakat untuk sementara waktu, untuk saling berdoa. Sesudah itu hendaklah kalian kembali hidup bersama-sama; jika tidak, Iblis dapat menggoda kalian karena kalian tidak dapat menguasai diri." Jadi, pernikahan adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada pasangan saya. Saya menjadi miliknya sepenuhnya dan seutuhnya dan juga sebaliknya. Dan kemudian ia mengajukan suatu applikasi, "Janganlah kalian saling menjauhi diri dari hubungan fisik itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kecuali ada kesepakatan bersama untuk suatu jangka waktu tertentu. Anda dapat kehilangan hasrat dan keinginan untuk hal-hal fisik, dan Anda tersesat dalam pergumulan rohani untuk mencari kehendak dan pewahyuan rencana Allah. Dan itu menjadi hal yang menguras tenaga. Mungkin ada saat-saat dalam hidup Anda ketika Anda jatuh ke dalam dosa, dan Anda menjalani masa penyucian, dan hati Anda perlu diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Aku mengatakan ini adalah sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah." Paulus berkata, "Aku hanya menyampaikan ini sebagai norma karena aku menyadari kebutuhan manusiawimu." Dan satu-satunya alasan Anda tidak boleh menikah dan memenuhinya adalah </span><span class="cf1"><b>ayat 7,</b></span><span class="cf1"> "Alangkah baiknya kalau semua orang seperti aku. Tetapi masing-masing orang menerima karunianya sendiri dari Allah, yang seorang memiliki karunia ini, yang lain memiliki karunia itu." Meskipun pernikahan bukanlah sebuah perintah, pernikahan ditekankan sebagai norma karena ada masalah menjaga kemurnian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda, menjadi tunggal berarti Anda bisa melakukan hal-hal tertentu yang biasanya tidak bisa Anda lakukan, dan Allah membutuhkan orang-orang lajang. Puji Allah, jika Anda lajang dan tidak ingin menikah, itu adalah anugerah Allah. Gunakanlah itu. Jika Anda sudah menikah, Anda punya segalanya dalam hidupmu. Nikmatilah. Yang satu punya yang lain, yang lain punya yang lain. Jadi, Dia meletakkan prinsipnya. Selibat itu baik; menikah itu baik. Semuanya tergantung pada apa yang Allah rancangkan untuk Anda. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250907</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000026D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Siapakah Aku?]]></title>
			<author><![CDATA[Olwin Gosal]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000026C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+5:8" target="_blank" class="imCssLink">Roma 5:8</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, apa sebenarnya masalah terbesar semua manusia dalam dunia ini? Sebagian orang akan menjawab masalah relasi, masalah ekonomi, masalah pekerjaan. Hari ini mari kita pelajari bahwa ada masalah yang jauh lebih besar dan serius dari semua yang diatas. Dan masalah tersebut hanya dapat diselesaikan oleh Allah. </span></div><br><div><b><i class="fs12lh1-5 cf1">Roma 5:8 (NIV) But God demonstrates his own love for us in this: While we were still sinners, Christ died for us. (TB) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.</i></b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya<b><i> kepada kita,</i></b> sebenarnya siapa kita sehingga Allah menunjunjukkan kasihNya kepada kita? Apakah kita layak untuk dikasihi? Alkitab begitu gamblang menjelaskan tentang siapa dan bagaimana kehidupan manusia sesungguhnya. Allah menciptakan manusia dengan sangat istimewa, tetapi yang terjadi setalah Adam dan hawa jatuh dalam dosa. Putusnya hubungan manusia dengan Allah yang Adalah pencipta mereka, Kehancuran hidup, manusia hidup dalam segala kejahatan, melawan Allah dan tidak berpikir untuk melakukan kehendak Allah yang telah menciptakan mereka.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Dalam Kejadian 6:5</b> Ketika dilihat Tuhan , <b>bahwa kejahatan manusia besar</b> di bumi dan bahwa segala <b>kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan</b> semata-mata. </span><b class="fs11lh1-5"><i class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya Mazmur 51:5 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.</i></b></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang sangat penting adalah<b> kesadaran penuh bahwa kita Adalah manusia berdosa</b> yang sebenarnya sangat layak untuk menerima hukuman, layak untuk dibinasakan karena dosa. Tidak ada hal apapun yang kita dapat banggakan, kita sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk keluar dari ikatan dosa dan kuasa kegelapan. <b>Roma 5:8</b> 'Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita,<b> ketika kita masih berdosa</b>. '</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, maka hal itu sepenuhnya adalah keputusan dan kehendak Allah sendiri, sama sekali tidak ada campur tangan manusia didalamnya. Allah melakukannya bukan karena kita melakukan kebaikan, bukan karena manusia telah mengasihi Allah dan mengikuti kehendakNya, tidak! Dikatakan bahwa Allah melakukan hal itu waktu manusia masih berdosa, aktif melawan Allah, menjauh dari Allah dan tidak peduli kepada Allah sebagai sang pencipta yang agung. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat ini sadarkah bahwa kita adalah manusia yang berdosa? Apabila seorang sadar bahwa ia adalah manusia berdosa maka itu adalah anugerah yang besar dari Allah. Mengapa? Karena hal itu menjadi langkah awal seorang disadarkan bahwa ia membutuhkan penolong untuk dapat lepas dan bebas dari dosa. Karena sesungguhnya dosa adalah masalah terbesar dalam dunia dan hanya dapat diselesaikan oleh Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang kita renungkan bahwa<b> Allah menunjukkan kasih-Nya, </b>inilah dasar iman, pengajaran Kristen. Dimana Allah yang terlebih dahulu mencari manusia yang berdosa. Dan hal ini sangat berbeda dengan ajaran kepercayaan manapun yang mengajarkan bahwa manusia dengan segala perbuatan baiknya dapat mendekat kepada Allah, bahkan dapat diselamatkan karena kesalehannya. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan<b><i> “oleh karena Kristus telah mati untuk kita, </i></b>inilah bukti nyata kasih Allah yang menyerahkan anak-Nya menderita dan mati demi manusia yang melawan Dia. Inilah kasih terbesar bagi dunia yang rusak, hancur. <b><i>'John 15:13' Greater love has no one than this: to lay down one’s life for one’s friends.</i></b><b><i> (TB) Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.</i></b><i> </i></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><i>1 Petrus 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh</i></b><b><i>.</i></b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya kasih Allah yang dikerjakan dalam Kristus yang dapat menyelesaikan dosa! Karena itu tidak ada seorangpun yang dapat merdeka dari dosa jika ia tidak memiliki Kristus dalam hidupnya. Meskipun sampai hari ini masih banyak orang yang meremehkan, menghujat dan tidak percaya kepada Kristus dan karyaNya.</span><br></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan “<b><i>Ketika kita masih berdosa, </i></b>artinya bahwa ada waktu dimana manusia memang dikuasai dosa tapi ketika ia dimengalami kasih Allah dalam Kristus Yesus maka pasti mengalami perubahan, pemulihan dan pembenaran. Saudaraku, kita mungkin sudah lama menjadi seorang Kristen, bahkan kita lahir dari keluarga Kristen. tapi apa dasar kita menjadi seorang Kristen sampai hari ini? Mungkinkah kita berpikir saya harus punya agama seperti orang lain pada umumnya? Artinya menjadi Kristen sebagai identitas semata dan beribadah menjadi sebatas rutinitas. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini Allah mengingatkan kita bahwa seharusnya kita menjadi seorang Kristen karena menerima dan meyakini akan kasih Allah yang ajaib, yang Ia tunjukkan ketika kita masih berdosa. dan ingat, kasih Allah itulah yang mengubahkan kehidupan kita manusia. Mengubahkan segalanya, mengubah status kita dari seorang berdosa menjadi seorang yang dibenarkan dan dikuduskan, mengubah tujuan hidup kita, motivasi hidup kita, cara hidup kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250831</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000026C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebebasan Kristiani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000026B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+6:12-20" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 6:12-20</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melanjutkan pelajaran kita dalam 1 Korintus untuk melihat masalah yang melanda jemaat Korintus. Salah satunya adalah masalah percabulan, yang dibahas dalam 1 Korintus 6:12-20. Dan dalam bagian ini, ia memberikan perspektif orang Kristen tentang moralitas. Kecuali Anda sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus Kristus, kecuali Anda seorang Kristen, moralitas inilah yang diajarkan oleh Allah dan Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah, jemaat Korintus telah merasionalisasi aktivitas seksual mereka, sama seperti yang dilakukan orang-orang zaman sekarang. Banyak orang lain yang berkata, "Apa pentingnya seks? Itu hanya biologi, kan?" Nah, jemaat Korintus juga melakukan hal yang sama. Dan, tentu saja, mereka juga punya masalah, karena mereka tinggal di kota Korintus. Sebenarnya, kata kerja "mengcorintianisasi" berarti berhubungan seks dengan seorang pelacur. Begitulah cara Korintus memandang kehidupan seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di pasal 6, dosa yang kita bahas terakhir kali adalah dosa saling menuntut. Dan Anda ingat, jemaat Korintus senang sekali menghadapi tuntutan hukum, dan mereka menerapkannya dalam kehidupan Kristen mereka. Jadi, semua kejahatan itu hanya terbawa dari kehidupan mereka sebelumnya, dan Paulus akan membahas salah satu dari mereka. Dia ia akan membahas dosa amoralitas, dan membongkar rasionalisasi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya akan menunjukkan tiga hal yang dilakukan dosa seks terhadap tubuh. Seks </span><span class="cf1"><b>merugikan</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>mengendalikan</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>merusak</b></span><span class="cf1"> tubuh. Itulah tiga argumen Paulus. Poin pertama, seksual merugikan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, "Segala sesuatu boleh kita lakukan," tetapi bukan semuanya bermanfaat. "Segala sesuatu diperbolehkan bagiku," tetapi aku tidak akan diperbudak oleh apa pun. Segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya menguntungkan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan mengampuni, tetapi harganya mahal. Percabulan adalah salah satu hal yang diampuni Allah. Jika Anda telah melakukannya, Allah telah mengampuni Anda sepenuhnya melalui darah Yesus Kristus. Namun, ada harga yang harus dibayar, karena ada kerugian yang tertanam dalam dosa. Amsal 5:3-4 mengatakan, "Sekalipun bibir perempuan jalang meneteskan madu dan perkataannya lebih licin dari minyak, 4 tetapi pada akhirnya ia pahit seperti ipuh dan setajam pedang bermata dua."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak pria telah menghancurkan hidupnya karena wanita. Banyak pria saat ini terbebani dengan membayar tunjangan yang begitu besar sehingga ia hampir tidak mampu menghidupi dirinya sendiri, dan semua uangnya habis. "Orang-orang asing pun kenyang dengan kekayaanmu, dan jerih payahmu berada di tangan orang asing, atau di rumah orang asing." Orang telah kehilangan nyawa dan mata pencaharian mereka karena amoralitas. Amsal 5:8 mengatakan, "Jauhilah jalanmu dari padanya. Janganlah mendekati pintu rumahnya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Amsal 5:18. Allah tidak menentang seks. Tidak, Dia yang menciptakannya. Ayat 18 berkata, "Biarlah mata airmu diberkati, dan bergembiralah dengan istri masa mudamu." Itulah rancangan Allah bahwa seks adalah hal yang indah. Amsal 5:20-21 berkata, "Mengapa, anakku, engkau meniduri perempuan yang haram, atau memeluk perempuan yang tidak setia? 21 Karena segala jalan orang terbuka di depan mata Tuhan, dan segala langkahnya diperhatikan-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mungkin mengampuni hal itu, tetapi itu tidak menjadikannya benar, dan juga tidak membuatnya cerdas. Amsal 7:4-5, "Katakanlah kepada hikmat, 'Engkau adalah adikku,' dan panggillah pengertian sebagai saudaramu. Ia akan melindungi engkau dari perempuan jalang yang menjilat." Sekarang ilustrasinya: Amsal 7:6-10, "Melalui jendela rumahku aku melihat. 7 Aku melihat di antara orang-orang yang tak berpengalaman, dan di antara anak-anak muda aku memperhatikan seorang muda yang kurang akal."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">8 Setelah menyeberang jalan dekat sudut rumah perempuan itu, ia berjalan menyusuri jalan menuju rumah perempuan itu 9 saat senja, di malam hari, di tengah kegelapan malam. 10 Seorang perempuan datang menemuinya dengan berpakaian seperti pelacur, dengan maksud tersembunyi.” Anda dapat mengenali mereka dari cara mereka berpakaian pada masa itu, dan bahkan hingga saat ini. Ayat 13-14, “Perempuan itu meraihnya dan menciumnya; dengan berani ia berkata kepadanya, 14 “Aku telah mempersembahkan kurban persekutuan; hari ini aku telah memenuhi nazarku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Agamaku sudah terurus. Sudah kuselesaikan. Amsal 7:15-18, Maka aku keluar menyongsongmu, mencarimu, dan kutemukan engkau. 16 Aku telah membentangkan selimut di tempat tidurku—kain linen berwarna-warni dari Mesir. 17 Aku telah mengharumkan tempat tidurku dengan mur, gaharu, dan kayu manis. 18 Marilah, kita menikmati kenikmatan bercinta sampai pagi. Mari kita berpesta pora dalam kasih masing-masing!” Kedengarannya luar biasa, benar? Sangat menggoda dan memikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini anak bodoh. "Dengan tutur katanya yang manis, ia membujuknya; dengan rayuan bibirnya, ia memaksanya. Ia langsung mengejarnya" – nah perhatikan, seperti seorang kekasih yang akan disayang? Tidak – "seperti lembu yang akan disembelih" – seperti orang bijak yang akan dipuaskan? Tidak – "seperti orang bodoh yang akan dipaku, sampai anak panah menembus hatinya, seperti burung yang bergegas menuju jerat dan tidak tahu bahwa itu akan membahayakan nyawanya." Betapa bodohnya dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 10:8 mengatakan bahwa 23.000 orang Israel tewas dalam satu hari karena berzina. Bayangkan Daud. Allah mengampuni Daud dan Allah mengasihi Daud. Dan Daud akan menempati tempat istimewa di surga, karena Allah mengampuni dosanya. Namun, Daud berzina. Ia naik ke atap rumahnya, melihat ke bawah, dan melihat Batsyeba berjemur di atap yang lebih rendah. Ia kaget dan berkata, "Itu untukku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pada akhirnya ia menulis Mazmur 51. Pria itu benar-benar hancur sampai ke akar-akarnya. Ia membayar dosa itu setiap hari selama sisa hidupnya. Ia tidak pernah melupakannya; dosa itu menghancurkan dirinya dan keluarganya. Daud berada sendirian; karena dosa itu langsung mengisolasinya karena ia takut ada yang mengetahuinya. Daud secara fisik sakit parah. Dan ia merasa bersalah, dan ia mencurahkan Mazmur 51 dengan penuh penderitaan. Allah mengampuninya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua, dosa perzinahan bukan hanya merugikan, tetapi juga </span><span class="cf1"><b>mengendalikan</b></span><span class="cf1">. Tahukah Anda, dalam aktivitas seksual ada perkembangan tertentu yang memperbudak. Saya masih ingat, saya ingin memegang tangan pacarku. Saya berpikir, "Sudah waktunya bagi saya untuk, Anda tahu, mendekatinya." Jadi, butuh waktu sekitar satu jam untuk mengumpulkan keberanian, dan akhirnya saya meraih tangannya. Dan saya memegang tangannya sebentar, dan woah-oh, hal-hal kecil itu mulai terasa oh-oh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, setelah beberapa saat, tanganku berkeringat. Lalu, ada perkembangan. Kau ingin menyentuh, dan aku tak akan pernah melupakan pertama kali aku mencium seorang gadis. Dan tiba-tiba, kau sadar kau terjebak. Dan ke mana kau akan pergi? Beginilah cara kerja hal-hal seks. Ia menjadi sesuatu yang memperbudak. Dan bahkan orang-orang yang melakukan segalanya, selalu mencari kepuasan yang tak pernah mereka temukan. Tetapi mereka justru menjadi budak seks.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, inilah orang Kristen di Korintus, atas nama kebebasan, mereka kehilangan kebebasan dan menjadi budak. Atas nama kebebasan Kristen, mereka telah menjadi budak keinginan mereka sendiri. Kata Paulus di 1 Tesalonika 4:3-4, "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing menguasai tubuhnya sendiri dalam kekudusan dan penghormatan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 8:13 berkata, "Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati. Tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup." Dan, Anda bisa berada dalam situasi di mana Anda tidak memegang kendali. Anda sampai pada titik di mana Anda menjadi korban dari dorongan Anda. "Kendalikanlah," kata Paulus, kuasailah badan Anda; kendalikan tubuh Anda agar tidak menjadi budak seks.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menjelaskannya dengan sangat menarik, ada sesuatu yang mulai menggoda tubuh Anda, Anda harus melawan tubuh Anda. 1 Korintus 9:27 mengatakan, "Aku melatih tubuhku dan mengendalikannya dengan ketat, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, aku sendiri tidak ditolak." Anda berkata, "Apa yang kau lawan, Paulus? Tubuhku. Aku harus memukul badanku dan menaklukkan tubuhku." Mengapa? "Karena bahkan sebagai seorang pengkhotbah, aku bisa menjadi 'orang yang terbuang'."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak orang terbuang di sekitar kita. Banyak orang yang dulu pernah menyebut nama Kristus, beberapa orang bahkan pernah berkhotbah, dan karena mereka tidak memukul tubuh mereka, hawa nafsu mereka menguasai mereka, dan mereka berdosa, mereka menjadi orang terbuang, terpisah dari kegunaan bagi Allah. Dosa adalah sesuatu yang memperbudak, dan khususnya dosa hawa nafsu ini menjadi nafsu yang mendorong, memaksa, dan mendominasi, dan orang-orang pun tertawan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua dosa memiliki unsur progresif. Anda membaca Mazmur 1:1 yang mengatakan, "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan bersama orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh!" Dan Anda melihat perkembangan dosa: pertama ia berjalan, lalu ia berdiri, dan akhirnya ia duduk. Itulah perkembangan dosa. Anda bermain-main di pinggiran, Anda terlibat, dan tiba-tiba Anda terjebak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yakobus 1 berbicara tentang hawa nafsu yang mengandung dosa dan melahirkan dosa, lalu dosa mengandung dan melahirkan maut. Ada kontinum seperti ini. Dalam 2 Timotius 3:13, disebutkan tentang orang jahat yang semakin jahat. Paulus berkata, "Ya, segala sesuatu diperbolehkan, tetapi jika kamu melakukannya, maka kamu akan diperbudak. Kamu akan menjadi budak." Dan saya belum pernah melihat sesuatu yang begitu memperbudak dalam kehidupan individu seperti dosa ini tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, "Makanan untuk perut dan perut untuk makanan," tetapi Allah akan menghilangkan keduanya. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan adalah untuk tubuh." Hal ketiga, dosa seksual bukan hanya merugikan dan memperbudak, tetapi itu juga </span><span class="cf1"><b>merusak</b></span><span class="cf1">. Tahukah Anda mengapa tubuh Anda berbeda? Karena akan tiba saatnya di dunia ini dimana kami akan dibangkitkan. Kami akan bangkit dari kubur dalam pengangkatan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tubuh-tubuh akan dikeluarkan dari kuburan. Itu bukan masalah bagi Allah. Kami akan berada di surga didalam tubuh. Jadi dia berkata, "Lihat, makanan yang merupakan kebutuhan untuk makan, tetapi itu semua akan berhenti. Tetapi tubuh, keseluruhan pribadi yang tergabung dalam daging itu akan dimuliakan dan ditransformasikan ke surga." Jangan berpikir bahwa biologi makan itu sama dengan apa yang Anda lakukan dengan tubuh Anda dalam hal hubungan seks.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada perbedaan besar. Nah ia memberikan tiga tujuan yang berbeda. Pertama, ia berkata, "Tubuhmu adalah untuk Tuhan," ayat 13. Makan adalah fungsi alami, tetapi seks jauh lebih dari sekadar fungsi alami; seks adalah persatuan rohani. Seks melampaui batas biologis. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Allah akan membinasakan tubuh untuk selamanya. Tubuh itu akan dimuliakan. Seorang Kristen akan menghabiskan kekekalannya bersama Yesus Kristus dalam keadaan yang dimuliakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tubuh-tubuh kami memiliki aspek biiologis dan fungsi biologis, tetapi mereka jauh melampaui itu. Antara makanan dan perut, terdapat garis horizontal. Antara tubuhku, pribadiku, dan Tuhan, terdapat hubungan vertikal. Dan hubungan itu tidak boleh dinodai, karena Allah menghendaki aku dipersembahkan kepada Yesus Kristus sebagai perawan suci secara rohani. Bagi seorang Kristen, melakukan dosa seksual itu menghancurkan hubungan vertikal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tubuhmu tidak diciptakan untuk seks; melainkan itu diciptakan untuk Allah. Dan dalam kehendak Allah, seks itu termasuk dalam pernikahan; di luar itu, kamu melanggarnya. Dan buktinya ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">, "Allah telah membangkitkan Tuhan, dan Dia akan membangkitkan kami juga oleh kuasa-Nya." Allah akan membangkitkan tubuhmu dari kubur. Jangan menajiskan tubuhmu yang dirancang untuk menghabiskan kekekalan bersama-Nya. Tubuh itu untuk Tuhan, dan itu menyatu dengan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15-20</b></span><span class="cf1"> berkata, "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bagian dari tubuh Kristus? Jadi, bolehkah aku mengambil bagian dari tubuh Kristus dan menjadikannya bagian dari perempuan sundal? Sama sekali tidak! 16 Tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan sundal menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab Kitab Suci mengatakan, keduanya akan menjadi satu daging. 17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 18 Jauhilah darimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar tubuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap tubuhnya sendiri.” 19 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” Kamu adalah satu dengan Kristus. Kamu adalah anggota Kristus. Ketika kamu diselamatkan, kamu dipersatukan dengan Kristus. Setiap kami adalah anggota tubuh-Nya, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seks bukan sekadar biologis. Tidak, seks bersifat spiritual; seks adalah dua orang yang menjadi satu. Begitulah cara Allah merancangnya. Seks menyatukan dua orang. Itulah sebabnya Perjanjian Lama mengatakan ketika ada dua orang lajang, jika seorang pria bersetubuh dengan seorang wanita, maka ia harus menikahinya. Mengapa? Karena mereka telah melakukan suatu persatuan rohani. Dan itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa ketika perzinahan dilakukan, itu menjadi dasar perceraian, karena mereka telah menjalin ikatan di luar pernikahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus atau orang Kristen mana pun yang melakukan dosa seksual menyeret Yesus Kristus ke dalamnya. Ketika Anda bersatu dengan seorang pelacur, Anda menjadi satu daging dengan pelacur itu dalam arti persekutuan terdalam dari diri Anda. Tindakan seksual bukan hanya biologis; itu adalah penyatuan dua pribadi dalam arti yang paling intim. Dan ketika Anda melakukannya dengan seorang pelacur, Anda telah menjadi satu dengan pelacur itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 17, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Bagaimana mungkin Anda menyeret-Nya ke dalam hal itu? Akibatnya, ia berkata di ayat 18, "Jauhilah darimu dari percabulan!" Keluarlah dari sana. Tahukah Anda cara paling cerdas untuk menangani dosa seksual? Anda tahu, Yusuf itu cerdas. Istri Potifar mulai merayunya. Dan Yusuf menyadari, "Hanya ada satu jalan keluar dari sini," dan ia langsung pergi. Istri Potifar menarik mantelnya, dan hanya itu yang ia dapatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun percabulan belum tentu merupakan dosa terburuk, konsekuensinya paling unik. Percabulan memiliki cara yang menghancurkan pria dan wanita secara internal, yang tidak dimiliki dosa lain. Mengapa? Karena percabulan adalah satu-satunya dosa yang menyatukan dua pribadi secara rohani. Anda dapat melakukan dosa-dosa lain, dan dosa-dosa tersebut dapat memengaruhi Anda pada tingkat tertentu. Oleh karena itu, percabulan adalah jenis dosa unik yang menghancurkan pria hingga ke akar-akarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, tubuhmu adalah bait Roh Kudus. Ayat 19, "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah. Dan kamu bukan milik kamu sendiri." Kamu tidak mendorong Roh Kudus itu, kamu tidak berusaha mendapatkan Roh Kudus, kamu tidak mencari Roh Kudus; Dia diberikan sebagai anugerah. Kamu adalah bait-Nya. Ayat 20 berkata, "Kamu telah dibeli-Nya dan harga itu telah lunas dibayar." Dan berapakah harganya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Petrus 1:18-19, “Karena kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, seperti perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal dari Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” Berapa harga yang Dia bayar? Dengan darah-Nya. Dia telah menebusmu. 2 Korintus 6:16 mengatakan, “Karena kami adalah bait Allah yang hidup.” Bagaimana Anda sanggup melibatkan Roh Kudus dalam hal ini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja ini bukanlah bait Allah; ini bukan apa-apa. Kamu adalah bait Allah. Allah yang hidup tinggal di dalammu. Kamu adalah bait suci. Tidakkah kamu tahu itu? Bagaimana mungkin kamu menajiskan, bagaimana mungkin kamu merusak, bagaimana mungkin kamu menajiskan bait Roh Allah? Tubuhmu adalah untuk Tuhan. Dan apa akibat dari semua ini? Ayat 20 mengatakan, "Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250824</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000026B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memaafkan Orang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000026A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+6:9-11" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 6:9-11</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hari ini kita akan menyimpulkan pelajaran yang kita mulai minggu lalu tentang gugatan hukum terlarang. Prinsipnya pengampunan itu. Namun, pelajaran ini hanya membahas bagian terakhir dari pesan yang kita mulai minggu lalu. Dan ketika saya melihat ayat 9 sampai 11, saya kembali tersentuh oleh gagasan tentang transformasi keselamatan. Jadi, hal-hal tersebut akan saling berkaitan dalam pelajaran kita malam ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan utama semua pendeta adalah untuk membawa jemaat kepada ketundukan kepada Firman Allah. Saya mengajarkan Firman Allah bukan hanya untuk diajarkan, tetapi supaya Anda menanggapinya. Kita berbicara tentang otoritas Firman Allah supaya Anda dapat berada di bawah otoritas itu. Kemudian Anda dapat menyelesaikan setiap masalah dengan memperkenalkan prinsip Alkitab yang membahasnya, dan orang-orang akan menaati prinsip tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ada banyak prinsip di dalam Kitab Suci yang perlu kita taati. Salah satunya adalah prinsip pengampunan yang akan kita bahas malam ini. Efesus 4:31-32 mengatakan, "Segala kepahitan, kemarahan, geram, teriakan dan fitnah hendaknya disingkirkan dari kalian, demikian pula segala kejahatan. 32 Dan hendaklah kalian ramah dan penuh kasih sayang satu sama lain, dan saling mengampuni, sebagaimana Allah telah mengampuni kalian di dalam Kristus Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan luasnya, dan dalamnya, dan tingginya prinsip itu hanya dapat diukur dengan memahami betapa besarnya Allah telah mengampuni kami. Hal itu, pada gilirannya, seharusnya menjadi standar yang kita gunakan untuk saling mengampuni. Nah, dalam Efesus 4:32, Paulus merangkum hukum hubungan pribadi. Nah, Anda pernah mendengar Aturan Emas, "Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan." Namun, standar Alkitab lebih tinggi dari itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Standar Alkitabiah mengatakan, "Perlakukanlah orang lain sebagaimana Kristus telah memperlakukanmu." Anda perlu mengampuni orang lain dengan cara yang sama, dengan pengampunan yang tulus dan total seperti yang Kristus lakukan bagi Anda, atau seperti yang Allah lakukan bagi Anda. Anda harus mengampuni dengan cara yang sama seperti Allah mengampuni Anda. Dalam Yohanes 13, gagasan umumnya adalah bahwa kita harus menanggapi itu terhadap pola dan teladan yang telah diberikan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dengarkanlah; "Karena Aku, Yesus, telah memberikan teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kulakukan kepadamu." Perlakukanlah satu sama lain sebagaimana Kristus memperlakukanmu. Itulah prinsip hubungan antarpribadi di antara orang Kristen. Kolose 3:12-13 mengatakan, "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. 13 Hendaklah kamu saling membantu dan saling mengampuni."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang akan berkata, "Ya, memaafkan dia, tetapi bagaimana jika dia terus menerus melakukannya? Apakah saya harus terus memaafkannya?" Ya, bahkan jika dia melakukannya tujuh kali sehari dan bertobat tujuh kali sehari, Anda tetap memaafkannya tujuh kali sehari. Prinsipnya sederhana. Orang Kristen memiliki kewajiban untuk mengampuni saudaranya. Ini penting; tidak ada perbuatan orang lain yang pernah dilakukan terhadap Anda yang tidak terampuni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada satu pun perbuatanmu dalam hidupmu yang berada di luar pengampunan Allah, dan itulah standarnya. Kalian harus saling mengampuni, sebagaimana Allah, demi Kristus, telah mengampunimu. Ketika kamu datang kepada Kristus, dan percaya, dan menerima Yesus Kristus, adakah dosa yang tak terampuni pada saat itu? Apa pun dosamu, jika kamu datang di kayu salib untuk menerima Kristus, tidak ada sesuatu yang tak terampuni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seandainya Anda seorang prajurit yang memakukan paku di tangan Yesus Kristus, atau Anda menusukkan tombak ke lambung-Nya, atau Anda seorang pencemooh yang meludahi wajah-Nya, semuanya dapat diampuni. "Dan sama seperti Kristus telah mengampuni kamu" - 1 Yohanes 2:12, "segala pelanggaranmu" - itulah standar yang Anda gunakan untuk saling mengampuni. Tidak ada yang tidak dapat diampuni. Tidak ada. Sayangnya, jemaat Korintus sering melanggar prinsip ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah 1 Korintus 6. Daripada saling mengampuni, setiap kali seseorang berbuat salah, mereka justru menuntut orang tersebut. Mereka sangat kehilangan semangat hidup, penuh kepahitan, dendam, balas dendam, mementingkan diri sendiri, tidak mau mengampuni, dan suka merampok; mereka saling memeras dan menipu. Semua ini terjadi di dalam gereja, saling menindas. Daripada saling mengampuni, setiap hal kecil menjadi kasus yang harus diselesaikan di pengadilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka, Paulus menulis 1 Korintus 6, yang membahas dosa saling menuntut daripada saling mengampuni. Ia memberi tahu mereka bahwa mereka menunjukkan kesalahpahaman atau pengabaian total terhadap tiga kebenaran besar: kedudukan gereja, sikap orang Kristen yang benar, dan hubungan dengan dunia. Dan yang ia tekankan di sini adalah biarkan gereja yang menghakimi. Biarkan gereja yang mengambil keputusan jika Anda memiliki masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata, "Lihatlah kedudukan gereja. Kalian meninggikan dunia. Kalian ditinggikan di atas para malaikat. Kalian akan menghakimi dunia. Kalian akan menghakimi para malaikat. Jika kalian akan melakukan itu, tidakkah kalian pikir kalian sanggup mengatasi keluhan-keluhan kecil kalian? Mengapa harus membawa keluhan-keluhan itu ke hadapan orang-orang kafir? Nah, alasannya adalah karena mereka tidak menginginkan keadilan, mereka ingin masuk ke pengadilan dan memeras; mereka ingin mendapatkan lebih dari yang seharusnya mereka dapatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, poin keduanya, yang kita bahas minggu lalu, sebagai lanjutan dari tinjauan kita, adalah Anda juga telah salah memahami bukan hanya kedudukan gereja, tetapi juga sikap yang benar sebagai orang Kristen. Kita baru saja melihat bahwa sikap yang benar sebagai orang Kristen adalah untuk mengampuni. Anda kalah sebelum mencapainya. Sekalipun Anda memenangkan kasus, Anda kalah secara rohani karena ketidaktaatan kepada Allah, dan kesaksian Kristus pun terdistorsi dan terluka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang seharusnya dilakukan orang Kristen adalah menerimanya saja. Dan, implikasinya adalah pengampunan. Dalam Kisah Para Rasul 20:34-35, "Tuhan kami berkata, lebih berbahagia memberi daripada menerima." Dan itulah prinsipnya. Kamu telah berbuat salah kepadaku; aku mengampunimu sebagaimana Allah, demi Kristus, telah mengampuniku. Namun, izinkan aku melangkah lebih jauh. Dalam Matius 5:43, Tuhan kami berkata, "Kamu telah mendengar orang berkata: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 5:44 mengatakan, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Sudah menjadi kebiasaan di kalangan orang Yahudi bahwa para rabi akan mengajarkan kita untuk mengasihi orang Yahudi dan membenci orang non-Yahudi. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu." Hal itu pasti sangat mengejutkan orang Yahudi, untuk mengasihi orang non-Yahudi. Inilah orang yang tidak percaya, seorang musuh. Apa yang terjadi ketika ia berbuat salah kepada kami? Kami harus memberkatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia membencimu, apa yang kaulakukan? Kau mengasihinya. Ketika dia memanfaatkanmu, memerasmu, apa yang kaulakukan? Kau harus berdoa untuknya. Ya, jika itu masalah pribadi, itulah prinsip yang Yesus berikan. Mengapa? Matius 5:45 mengatakan, "Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga." Anak-anak itu memiliki semua karakteristik Allah." Seringkali, anak-anak menunjukkan karakteristik orang tuanya. Kami sedang mewujudkan karakter Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah masukan yang ingin Kristus sampaikan saat ini. Ia berkata, "Inilah yang Allah berbuat, sebab Ia menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar." Ia berbuat baik kepada anak-anak-Nya dan orang lain. Jika semua yang Anda lakukan adalah hal yang benar terhadap orang Kristen, itu bukan masalah besar; Anda juga harus melakukannya kepada orang lain. Ayat 48 sungguh menegaskan hal ini, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsipnya sekarang mengarah pada pengampunan Kristen. Saya ingin memberikan catatan kaki yang akan membantu Anda, karena mungkin ada saatnya Anda akan dibawa ke pengadilan. Tetapi di mana pun Firman Allah atau pekerjaan Allah dipertaruhkan, saya berhak mengklaim hak istimewa hukum saya. Jika pemerintah berkata, "Anda tidak boleh berkhotbah lagi," maka saya akan berkata, "Anda sedang melakukan apa yang Allah inginkan dalam pewartaan kebenaran-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Konstitusi kita menjamin kebebasan agama dan kebebasan untuk mengekspresikan apa yang saya yakini, dan saya percaya saya berhak atas hak istimewa dan kebebasan itu.” Nah, alasan saya mengatakan hal ini benar secara alkitabiah adalah karena inilah yang dilakukan Rasul Paulus. Ia hanya menggunakan hak istimewa hukum untuk mendapatkan kesempatan mendengar Firman Allah. Dalam Kisah Para Rasul, mereka memukulinya; mereka mencambuknya. Dan ia berkata, “Kalian tidak bisa melakukan itu karena saya orang Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalahnya adalah ia tidak dapat dibatasi secara hukum karena ia memiliki kebebasan dalam hukum Romawi, dan ia akan menggunakan kebebasan itu untuk mewartakan Injil Yesus Kristus. Kita dapat melihat hal ini dalam Kisah Para Rasul 16:35-39, Kisah Para Rasul 22:24-26, dan Kisah Para Rasul 25:10-12. Dalam tiga kasus tersebut, Paulus menggunakan haknya di bawah pemerintahan dan hukum untuk mendapatkan hak istimewa pekerjaan Allah dan menyampaikan kebenaran yang dimilikinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini soal melindungi hak istimewa yang Allah berikan kepada kami untuk mewartakan Firman-Nya. Dan dalam hal itu, Paulus menggunakan haknya dan hukum Taurat dalam hal itu. Nah, apa yang kita bicarakan secara umum? Prinsip pengampunan berlaku di antara orang Kristen, dan juga berlaku dalam hubungan dengan orang yang tidak percaya. Apakah saya masih mendapatkan uang saya? Nah, siapa yang menginginkan uang ketika Anda bisa berbuat benar dan mendapatkan berkat Allah?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9-10</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Jangan ditipu! Orang cabul, penyembah berhala, pezina, atau laki-laki yang bersetubuh dengan laki-laki, 10 pencuri, orang serakah, orang mabok. atau penipu tidak akan mewarisi Kerajaan Allah." Jadi, ketiga, Anda membuktikan bahwa Anda tidak peduli ada hubungan dengan dunia ditempat Anda tinggal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Dan beberapa di antara kamu dahulu seperti ini. Tetapi kamu telah memberi dirimu dicucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kami." Ia berkata, "Tidakkah kamu tahu bahwa kamu berbeda dari dunia? Apa yang kamu lakukan dengan mengatur hidupmu dengan cara mereka bertindak, daripada memakai sikap Kristen yang mengampuni dan menerima kesalahan serta membiarkan Allah menegakkan keadilan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daripada membawa masalah itu ke gereja dan membiarkannya beres, kamu justru bertindak seperti orang fasik. Dulu kamu memang seperti itu, tetapi kamu telah dicucikan, dan kamu telah dikuduskan, dan kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus dan oleh Roh Allah kami. Kenapa kamu melakukan hal itu dengan sikap seperti itu? Tidakkah kamu tahu bahwa kamu memiliki hubungan yang baru dengan dunia; kamu terpisah darinya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perilakumu sama sekali tidak sesuai dengan jati dirimu. Jenis kegiatan yang kamu lakukan, caramu memperlakukan satu sama lain, lebih merupakan ciri khas orang-orang fasik yang tidak memiliki bagian dari kerajaan. Kamu bertindak seolah-olah kamu belum berubah. Lihat ayat 9, "Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?" Tidakkah kamu sadar bahwa kamu berada di pihak yang berlawanan dengan orang-orang yang belum lahir baru?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ia memberikan katalog yang sangat ampuh. Ia berkata, "Jangan tertipu," artinya, jangan berpikir bahwa keselamatanmu dan gaya hidupmu adalah dua hal yang berbeda. Jenis kegiatan dunia tidak punya tempat bagimu. Lalu ia memberikan katalog gaya hidup manusia. Dan tidak ada yang lebih mutakhir dari ini. Kedengarannya seperti ditulis di internet masa kini. Alkitab itu benar-benar mutakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan inilah ciri khas mereka. Nomor satu, para pezina, yang amoral secara seksual. Tak seorang pun perlu berkomentar tentang itu hari ini. Amoralitas sekarang sungguh luar biasa. Di beberapa bandara, Anda tahu Anda hampir tidak bisa masuk dan keluar bandara tanpa melihat banyaknya cairan seks berceceran di rak. Para pezina, itulah ciri khas dunia kita. Amoralitas seksual. Dan memang itu selalu begitu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu para penyembah berhala, agama palsu. Sistem agama palsu terus berkembang cepat saat ini, bahkan lebih cepat daripada sebelumnya. Ada statistik yang menunjukkan bahwa aliran sesat ini bertumbuh dengan cepat. Menyembah Allah palsu dan sistem-sistem agama palsu. Berikutnya, para pezina. Tidak setia dalam pernikahan. Tukar-menukar istri. Semua kegiatan semacam ini terus berlangsung di dunia kita saat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu ciri orang fasik adalah bertukar peran secara seksual. Nah, tampaknya hal ini cukup umum untuk mencakup hampir semua hal. Bisa jadi seperti seorang transvestite, seseorang yang menganggap dirinya lawan jenis, itu sangat umum. Namun, bisa lebih dari itu. Hal ini bisa mencakup perubahan seksual dan segala macam penyimpangan seksual. Hal ini bisa mencakup segala jenis pertukaran peran antara jenis kelamin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ulangan 22:5 mengatakan, "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki, dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, Allahmu." Allah tidak menginginkan apa pun yang berbau pertukaran peran gender. Hal ini dilarang. Ini merupakan ciri khas orang-orang yang belum lahir baru, yang tidak benar, dan orang-orang yang tidak saleh yang bukan bagian dari kerajaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata yang digunakan dalam Alkitab sering dikaitkan dengan sodomi. Pada saat surat Korintus ditulis, homoseksualitas begitu merajalela sehingga itu sulit dipercaya. Empat belas dari 15 kaisar Romawi pertama adalah homoseksual. Sokrates adalah seorang homoseksual. Plato kemungkinan besar adalah seorang homoseksual. Ia menulis dialognya yang berjudul "Simposium tentang Cinta," dan dasarnya adalah cinta homoseksual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ayat 10 mengatakan mereka juga disebut "pencuri." Lalu dikatakan bahwa ciri dunia adalah mereka "rakus" atau "tamak," dan saya rasa tidak ada di antara kita yang tidak menyadari hal ini. Kita melihatnya di internet, orang-orang menuntut lebih dan lebih lagi. "Mabuk." Dan sepanjang hidup kita terus menghasilkan lebih banyak orang seperti itu. Lalu ia berbicara tentang para pemfitnah, orang-orang yang memfitnah dengan lidah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ia berkata di ayat 11, "Demikianlah dahulu beberapa orang di antara kamu." Jemaat Korintus adalah kumpulan orang-orang seperti itu. Dan, itulah sebabnya keselamatan adalah transformasi total, karena tidak ada materi yang layak disimpan. Siapa pun yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Itulah sebabnya Efesus 2:10 mengatakan, "Karena kita ini mahakarya Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus." Kita harus menjadi ciptaan baru, karena tubuh kita perlu diubah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 11, "tetapi kamu telah memberi dirimu dicucikan," dan "kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan" – tiga kali ia berbicara tentang transformasi yang telah terjadi ini, dan hidup baru menuntut gaya hidup baru. Gereja penuh dengan orang berdosa yang telah diubahkan. Inilah yang Kristus tawarkan kepada seseorang. Apa yang Kristus katakan, "Aku tidak peduli apa pun dirimu, dan dalam nama Yesus Kristus Aku akan menciptakanmu kembali dengan kuasa Roh Allah kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun tiba-tiba, Allah membenarkan Anda. Itu berarti Ia menyatakan Anda benar. Ia berkata, "Kamu tidak lagi bersalah; kamu tidak berdosa. Kamu tidak lagi layak dihukum; kamu merdeka. Aku tidak lagi menghukummu; Aku melepaskanmu kepada kemerdekaan dan berkat." Sebuah kehidupan yang ditransformasikan, sebuah kedudukan yang diubahkan di hadapan Allah. Di akhir ayat 11, "Dalam nama Tuhan kita Yesus." Itu terjadi karena Kristus. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250817</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000026A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tuntutan Terlarang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000269"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+6:1-7" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 6:1-7</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab adalah kitab yang praktis, dan beberapa dari Anda datang pada malam ini dengan harapan mendengar khotbah tentang Allah dan Kristus, serta khotbah tentang kematian Yesus Kristus atau tentang siapakah Dia. Namun, yang kami lakukan hanyalah membahas 1 Korintus 6 dan menerimanya sebagaimana Roh Kudus telah membawanya kepada kita. Dan khotbah ini membahas tentang tuntutan hukum. Ini adalah pernyataan penting tentang litigasi dan situasi pengadilan yang berkaitan dengan orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, masalah di gereja Korintus adalah orang-orang Kristen saling menuntut. Surat ini ditulis sebagai semacam pemecah masalah. Ia membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan ketidakmampuan mereka untuk rukun, untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti inses, hubungan seksual dengan istri ayahnya, masalah-masalah penyembahan berhala, masalah-masalah pemabukan, dan setiap bab membahas masalah-masalah yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja tidak pernah mempublikasikan kesempurnaannya, tetapi kami tentu saja mempublikasikan ketidaksempurnaan kami, dan inilah salah satunya yang dipermasalahkan oleh jemaat Korintus di dalam komunitas tersebut. Kita tidak tahu banyak tentang proses yurisprudensi di Korintus, tetapi kita tahu banyak tentangnya di kota Athena, yang berbatasan dengan Korintus. Dan jika kita mendapatkan gambaran tentang Athena, kita akan dapat memahami situasi di Korintus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Misalnya, orang Yahudi biasanya tidak mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan publik. Hal itu memang bukan sesuatu yang mereka lakukan. Dan jika mereka memiliki masalah, biasanya ada sinagoge Yahudi. Jika ada sebelas orang, mereka bisa mendirikan sinagoge, dan mereka akan mendirikan satu sinagoge, sehingga sinagoge tersebut akan menjadi pengadilan, dan proses pengambilan keputusan akan dilakukan tepat di dalam kerangka kecil keluarga Yahudi tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berusaha menunjukkan kepada dunia persatuan mereka dan kasih mereka. Mereka berusaha menyelesaikan masalah mereka sendiri, dan mereka juga merasa bahwa Firman Allah, wahyu Allah, hukum Allah, Perjanjian Lama itu, memiliki semua jawaban atas permasalahan hidup mereka. Firman Tuhan memiliki jawaban atas semua permasalahan keluarga, semua permasalahan di tingkat sosial, budaya, dan ekonomi. Mengapa mereka perlu pergi ke pengadilan kafir?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dunia Romawi dan Yunani mengakomodasi sikap Yahudi ini. Mereka memberi orang Yahudi hak untuk memutuskan kasus mereka sendiri. Bahkan dalam kasus Yesus Kristus, mereka sendiri yang memutuskan untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka memiliki hak itu, selain hak eksekusi, untuk memutuskan kasus mereka sendiri, dan orang Romawi dan Yunani sangat toleran dalam hal itu. Dan mereka mengizinkan orang Yahudi untuk membuat keputusan mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu diterjemahkan ke dalam agama Kristen karena orang Romawi dan Yunani memandang agama Kristen sebagai bentuk Yudaisme. Mereka memberikan hak yang sama kepada orang Kristen seperti yang mereka berikan kepada orang Yahudi; mereka dapat memutuskan masalah mereka sendiri. Jadi, tidak ada alasan bagi mereka untuk pergi ke pengadilan kafir. Yah, mereka terutama tidak ingin menyelesaikan masalah di komunitas mereka sendiri karena mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dan mereka ingin saling merugikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Athena, gugatan dan masalah hukum terus terjadi. Semua orang di kota Athena kurang lebih adalah pengacara. Katakanlah Anda punya masalah dengan seseorang dan Anda ingin menyelesaikannya. Proses pertama dikenal sebagai arbitrase pribadi. Seorang arbiter pribadi ditunjuk untuk Anda, dan seorang arbiter pribady ditunjuk untuknya, dan pihak ketiga yang netral dipilih, dan ketiga orang ini seharusnya menyelesaikan masalah tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika ketiga orang tersebut tidak dapat mencapai kesepakatan, kasus Anda akan diserahkan kepada pengadilan yang dikenal sebagai Empat Puluh, dan mereka akan menunjuk seorang arbiter lain. Ada arbiter publik, yang bukan arbiter swasta. Setiap orang yang berusia 60 tahun, selama usia tahun ke 6o, mengabdi kepada masyarakat sebagai arbiter publik. Jadi, jika Anda tidak dapat menyelesaikan masalah Anda melalui arbitrase pribadi, maka arbiter publik akan ditugaskan untuk menangani kasus Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, disinilah ada orang-orang dalam sistem Korintus. Mereka begitu terbiasa melakukan hal semacam ini sebagai proses kehidupan, kemudian mereka diselamatkan, mereka menjadi orang Kristen, mereka masuk ke gereja, dan mereka menyeret seluruh urusan itu ke dalam gereja juga. Mereka menyeret filosofi, amoralitas, dan litigasi mereka ke dalam gereja. Seluruh gaya hidup yang dulu mereka jalani terus saja masuk ke dalam gereja bersama mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus berkata kepada mereka semua, "Tidak tahukah kamu, sedikit ragi mempengaruhi seluruh adonan?" Jika Anda terus menyeret semua pola-pola lama ini ke dalam gereja, Anda hanya akan merusak semuanya di gereja. Nah, Paulus berkata inilah prinsipnya, "Ini adalah dosa bagi seorang Kristen untuk menuntut orang Kristen lain." Nah, Anda tidak bisa mendapatkan pendapat yang lebih praktis dari itu. Jangan menuntut orang Kristen lain. Maksud saya, itulah akhir dari pesannya dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada tiga kesalahpahaman yang Paulus tunjukkan disini yang dilakukan oleh jemaat Korintus. Ketika mereka sibuk saling menuntut, Paulus mengatakan itu menunjukkan bahwa mereka salah memahami kedudukan gereja. Dan bahwa mereka salah memahami sikap yang benar dari orang Kristen, dan minggu depan kita akan melihat bahwa mereka salah memahami hubungan mereka dengan dunia. Baiklah, nomor satu, mereka salah memahami kedudukan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Jika ada di antara kamu yang berselisih dengan orang lain, bagaimanakah kamu berani membawa perkara itu ke pengadilan orang-orang yang tidak benar, dan bukan kepada orang-orang kudus?" Pergi ke pengadilan kafir berarti mengatakan bahwa pengadilan itu dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan gereja, dan itu adalah kesalahpahaman tentang pandangan Allah terhadap gereja. "Bagaimanakah kamu berani menuntut orang lain dan pergi ke pengadilan orang-orang yang tidak benar dan bukan kepada orang-orang kudus?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Mengapa kamu membawa kasus-kasus ini ke hadapan orang-orang yang belum diselamatkan dan bukan ke hadapan orang-orang kudus, padahal orang-orang kudus adalah mereka yang mengenal Firman Allah, dan mengetahui prinsip-prinsip Allah? Orang-orang kudus adalah mereka yang memiliki Roh Kudus dan dapat membiarkan Roh Kudus memimpin mereka dalam mengambil keputusan." Ia tidak mengatakan bahwa seorang hakim tidak bermoral atau tidak adil. Ia hanya menggolongkan orang yang tidak benar. Hanya ada dua jenis orang, yang kudus atau yang tidak kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak selalu. Yesus tidak bisa mendapatkannya, dan ada suatu intrik politik dalam kehidupan Paulus, dan mungkin ada kalanya pengadilan itu tidak memberikan keadilan. Namun, sebagian besar hukum Romawi memiliki keadilan dan pemerintahan didirikan untuk melindungi orang-orang baik dan menghukum orang jahat, dan pada umumnya memang demikian. Ia berbicara tentang keadaan rohani mereka di hadapan Allah, bukan kemampuan mereka untuk mengevaluasi suatu kasus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika dunia dihakimi oleh kamu, tidakkah kamu layak untuk menghakimi perkara-perkara yang remeh?" Paulus menunjukkan bahwa sungguh tidak masuk akal bagimu untuk pergi ke pengadilan kafir. Jika kamu akan duduk di pengadilan tertinggi sepanjang masa dan menghakimi dunia, tidakkah kamu mampu duduk di pengadilan lokal dan menangani masalahmu?" Ini sungguh hal yang luar biasa untuk direnungkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu bahwa suatu hari nanti Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali ke bumi, dan mendirikan Kerajaan di bumi, dan Alkitab berjanji bahwa umat Kristen dan anak-anak Allah akan memerintah bersama-sama-Nya. Salah satu tanggung jawab sebagai rekan raja adalah tanggung jawab untuk menghakimi atau memerintah. Dalam Daniel 7:22, ketika Kristus kembali, Ia berkata, "Yang Lanjut Usianya telah datang, dan penghakiman diserahkan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan memerintah, seolah-olah, atas semua bangsa-bangsa. Kami akan menjadi rekan penguasa bersama Allah. Dalam Matius 19 dan Lukas 22, para rasul akan memerintah di atas takhta atas kedua belas suku Israel. Dalam Wahyu 2:26-27, dikatakan, "Dan barangsiapa menang dan menuruti firman-Ku sampai akhir, kepadanya akan Kuberikan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi, sama seperti semua perkakas tukang periuk akan dipecahkan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Tidak tahukah kamu, bahwa kami akan menghakimi malaikat-malaikat—apalagi perkara-perkara dalam hidup ini?" Daripada melakukan itu di Korintus, mereka membawa perkara-perkara itu ke pengadilan-pengadilan kafir dan menyingkapkan kepahitan, kedagingan, kesombongan, dan semua dosa yang menjadi ciri khas mereka. Makhluk tertinggi yang pernah diciptakan adalah malaikat, dan suatu hari nanti kami akan berkuasa atas malaikat. Tidakkah kami menurutmu bisa mengurus hal di dunia ini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada dua jenis malaikat, malaikat baik dan malaikat jahat. Malaikat jahat dan malaikat kudus. Apakah ini berarti kami akan menghakimi malaikat-malaikat jahat? Nah, akan ada penghakiman atas malaikat-malaikat jahat. 2 Petrus 2:4 mengatakan, "Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa, tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan menyerahkan mereka ke dalam gua-gua yang gelap untuk disimpan sampai penghakiman." Jadi, akan ada penghakiman atas malaikat-malaikat jahat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, "Jadi, jika kamu menghadapi masalah seperti itu, apakah kamu mengangkat orang-orang yang tidak memiliki kedudukan dalam jemaat sebagai hakimmu?" Rasanya lebih baik tidak menjadikannya pertanyaan. "Kamu memiliki pengadilan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan ini, tetapkanlah mereka untuk menghakimi orang-orang yang paling tidak dihormati di jemaat. Dengan kata lain, itu akan lebih baik jika kamu harus membuat keputusan, untuk menunjuk orang Kristen yang paling tidak dihormati sebagai pemimpin daripada pergi menghadap dunia."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, "Aku mengatakan ini untuk mempermalukan kamu! Mungkinkah di antara kamu tidak ada seorang pun yang bijaksana yang dapat menjadi penengah bagi saudara-saudara seiman?" "Tidak adakah di antara kalian seorang pun yang dapat memutuskan perkara? Tidak adakah seorang pun yang dapat melakukannya?" Kalian yang memiliki segalanya tetapi tidak memiliki seorang pun yang cukup pintar untuk menyelesaikan perkara di antara saudara-saudaramu? Sungguh perilaku yang memalukan. Aku berbicara untuk mempermalukan kalian. Bagaimana itu mungkin?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Saudara mengadili saudaranya, dan itu di hadapan orang-orang yang tidak percaya. Bagaimana mungkin kalian bisa melakukan ini?" Apa yang seharusnya menjadi ciri khas saudara-saudara Kristen? 1 Yohanes berkata, "Kita harus mengasihi saudara-saudara kita," benar? Hal yang kurang di Korintus adalah kasih. Tahukah kamu, dahulu kala, bahkan seorang non-Kristen seperti Plato mengatakan ini, "Orang yang benar-benar baik akan selalu memilih untuk menderita kesalahan daripada berbuat salah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan orang kafir pun tahu hal itu. Bagi seorang Kristen yang mengasihi Kristus di dalam hatinya, ia lebih suka menderita penghinaan, cedera, kehilangan, kerusakan, daripada menimpakannya kepada orang lain, terutama saudaranya. Pembalasan dendam, bagi seorang Kristen, adalah buruk. Seorang Kristen tidak mengatur tindakannya berdasarkan keinginan untuk membalas dendam. Seorang Kristen mengatur tindakannya berdasarkan kasih dan pengampunan, benar? Dan seorang Kristen akan mencari kedamaian dengan cara apa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini hanya mengatakan ini, orang-orang. Lakukanlah itu dengan cara Allah, dan Dia akan memberkati-Nya. Saya lebih suka menerima berkat Allah daripada uang, benar? Saya lebih suka tidak pergi ke pengadilan dan menerima berkat Allah daripada mencoba memperjuangkan sesuatu yang melanggar prinsip-prinsip-Nya. Nah, dalam beberapa keadaan, mungkin perlu bagi seorang Kristen untuk pergi ke pengadilan. Dalam situasi perceraian, Anda tahu apa yang Alkitab katakan. Allah benci perceraian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin ada hal-hal seperti itu dalam situasi hak asuh, di mana Anda memiliki anak dan orang tua yang berpisah, dan salah satu orang tua sungguh-sungguh menghormati Allah, sementara yang lain hanya mengaku menjadi Kristen. Anak-anak tersebut dilecehkan oleh berbagai orang. Namun, yang Alkitab katakan adalah ketika motivasi Anda adalah mendapatkan apa yang pantas Anda dapatkan, ketika itu hanya melibatkan Anda, maka itu melanggar semua prinsip ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mari kami lihat poin kedua di sini. Pertama, menuntut orang Kristen lain dan membawanya ke pengadilan kafir adalah bentuk kurangnya pemahaman tentang peran gereja. Kedua, itu adalah bentuk kurangnya pemahaman tentang sikap yang benar sebagai seorang Kristen. Bagaimana seharusnya sikap seorang Kristen? Sikapnya adalah penuh pengampunan. Jika seseorang menginginkan sesuatu dari saya sebegitu besarnya, saya akan memberikannya. Saya tidak keberatan dengan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami terjebak di dunia ini di mana kami berusaha mempertahankan semua uang yang bisa kami miliki. Dan dalam perjuangan itu, kami menyalibkan jiwa kami sendiri. Itu tidak perlu. Tuhan tahu kamu membutuhkan sesuatu. Jika Dia memelihara rumput di ladang dan bunga yang hari ini ada dan besok layu, dan mendandani bunga bakung dan memastikan burung-burung punya sesuatu untuk dimakan, bukankah menurutmu Dia akan memeliharamu juga?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> berkata, "Memang benar, berselisih pendapat di antara kamu sudah merupakan kekalahan bagimu. Mengapa tidak lebih suka dirugikan? Mengapa tidak lebih suka ditipu?" Dengarkanlah, Allah masih di takhta-Nya. Dia akan menjagamu. Tahukah kamu, bukankah menyenangkan menjadi orang Kristen hanya dari sudut pandang ini, mengetahui bahwa Allah bekerja untukku? Allah semesta alam ada di pihakku. Itu menyenangkan. Allah ada di pihakku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda, saya ingat waktu kecil dulu, kami suka memilih tim. Selalu ada satu anak yang ingin dipilih pertama kali. Tahukah Anda, anak yang sangat baik. Maksud saya, kalau dipikir-pikir dari sudut pandang Kristen, saya akan memilih Allah dalam tim saya. Allah menginvestasikan kuasa dan hikmat-Nya demi kami, jadi apa yang kami khawatirkan? "Sebaliknya," katanya, "ambillah yang salah. Biarkanlah diri kalian ditipu." </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah izinkan saya memberi Anda beberapa prinsip yang akan membantu Anda memahami hal ini. Ini sebuah perumpamaan, dan perumpamaan adalah kisah yang Yesus ciptakan untuk menggambarkan sesuatu. Petrus berkata dalam Matius 18:21-22, "Lalu Petrus datang kepada-Nya dan bertanya, 'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku atau saudaraku yang berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?'" 22 "Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali," jawab Yesus, "melainkan tujuh puluh kali tujuh kali."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, "Ampunilah utang kami seperti kami juga mengampuni orang yang berutang kepada kami." Benar? Yesus telah mengampuni kami. Bagaimana seharusnya sikap kami? Bagaimana seharusnya sikap saya terhadap seseorang yang merampok sejumlah uang saya? Apa yang harus saya lakukan? Apakah satu hal yang Alkitab perintahkan untuk saya lakukan? Ampunilah dia. Bagaimana seharusnya sikap saya terhadap seseorang yang tidak membayar utangnya kepada saya? Ampunilah dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana dengan orang yang mencuri dari Anda? Matius 5:38-41 mengatakan, "Kamu telah mendengar firman: mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, jikalau ada orang menampar pipi kananmu, berikanlah juga kepadanya pipi kirimu. 41 Dan jikalau ada orang yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh dua mil. 42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu, dan berikanlah juga kepada orang yang mau meminjam darimu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hei, intinya adalah begini: sikap orang Kristen dalam situasi seperti ini adalah, jika seseorang mengambil sesuatu milikku, hei, ambillah yang lain juga. Itulah semangat pengampunan yang murah hati. Semua yang kumiliki di dunia ini, kawan, bukanlah milikku. Semuanya adalah milik Tuhan. Dia hanya memberikannya kepadaku untuk dikelola, dan jika itu akan dibagikan pada orang lain, itu akan dibagikan. Itulah sikap belas kasih dan pengampunan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250810</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000269</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mendisiplinkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000268"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+5:6-13" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 5:6-13</a></span></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mendisiplinkan dosa merupakan pokok bahasan dari 13 ayat dalam 1 Korintus 5. Surat Korintus ditulis oleh Rasul Paulus, seorang rasul Yahudi, kepada sekelompok orang Kristen di kota Korintus untuk meluruskan perilaku buruk mereka. Mereka mengaku percaya kepada Yesus Kristus, telah menyerahkan hidup mereka kepada Kristus, namun kemudian menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan keyakinan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pembayaran dosa di kayu salib dan bagaimana Kristus telah mati untuk membebaskan kita dari dosa dan masuk ke dalam kehidupan yang baru. Itulah penekanannya, dan selama ia menekankan hal itu, mereka tidak memiliki masalah. Namun setelah Paulus pergi, fokus mereka tampaknya berubah, dan sekarang ia harus menulis kembali kepada mereka mengenai dosa-dosa amoralitas. Mereka telah kehilangan fokus pada Kristus, dan mereka memuliakan guru-guru manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata di pasal 5:2, "Kamu sombong." Maka Paulus menulis pasal ini untuk membahas konsekuensi dosa mereka, amoralitas mereka. Salah satu hal yang sangat saya perhatikan adalah betapa relevannya hal ini. Konteks amoralitas yang dialami jemaat Korintus di kota itu, tidak berbeda dengan keadaan saat ini. Jika ada satu cara untuk mengkategorikan saat ini, kita harus mengatakan bahwa kita hidup dalam masyarakat yang gila seksual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita telah benar-benar berlebihan dalam hal seks. Kita telah memutarbalikkan hal yang sangat mendasar yang telah dirancang Allah untuk kebahagiaan, kenikmatan, dan prokreasi manusia. Itulah seluruh masyarakat kita. Eksploitasi tubuh yang terus-menerus. Presentasi tubuh yang terus-menerus di layar dan di mana pun. Kesibukan dengan mode, figur, fisik, eksposur, dan materi pornografi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab dengan jelas berbicara tentang penggunaan tubuh yang tepat. Dalam 1 Korintus 6:13, Alkitab berkata, "Karena tubuh bukanlah untuk percabulan, tetapi untuk Tuhan." Tubuh dirancang untuk digunakan oleh Allah, untuk diberkati oleh Allah, untuk melayani Allah, dan untuk dihormati. Namun, apa yang terjadi sekarang di dalam masyarakat kita? Tubuh itu didorong dalam distorsi total ke tempat yang menyimpang. Tetapi, Anda tahu, Setan selalu melakukan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan mengambil sesuatu yang sangat normal, sangat baik, tubuh manusia itu, dan benar-benar memutarbalikkannya. Di satu sisi, ini adalah semacam sinisme ekstrem yang mengebiri tubuh. Di sisi lain, ini seperti seseorang yang membuka penutupnya dan semua orang berteriak. Semuanya memang bengkok dan menyimpang dari satu sisi ke sisi lainnya, tetapi dalam arus utama wahyu Allah, Allah memiliki rencana bagi tubuh, dan itu untuk kemuliaan Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tubuh Anda adalah hal yang baik; jika tidak, Allah tidak akan menginginkannya, tetapi Dia menginginkannya dan menciptakannya. Dikatakan dalam Roma 12:1, "Untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah." Tidak ada yang salah dengan tubuh fisik Anda. Allah ingin menggunakannya. Dalam pernikahan, tidak ada yang salah dengan hubungan seksual. Ibrani 13:4 mengatakan, "Pernikahan haruslah penuh hormat, dan janganlah cemarkan tempat tidur."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sisi lain, di sini kita melihat situasi amoral di gereja Korintus di mana Setan diizinkan masuk dan menyesatkan gereja sehingga terjadi inses di gereja dan hal itu tidak ditangani. Paulus berkata, "Apa yang akan kalian lakukan tentang ini? Kalian memiliki gereja yang mewakili Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus menginginkan gereja-Nya tanpa cacat, tanpa noda, murni dan tak bercacat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menginginkan umat yang kudus. Dia menginginkan umat yang terpisah dan disucikan. Apa yang akan Anda lakukan terhadap masalah di gereja Anda?” Dia memberikan beberapa panduan di bab 5 untuk menangani amoralitas di gereja, dan ada empat panduan. Kami telah memberikan dua panduan terakhir; dan ada dua lagi hari ini. Nomor satu, </span><span class="cf1"><b>kebutuhan</b></span><span class="cf1">. Hal pertama yang harus terjadi dalam menangani amoralitas di gereja adalah kalian harus menyadari keberadaannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tahu ada seseorang yang terus-menerus menjalani kehidupan yang berdosa dan tidak bermoral di gereja, Anda perlu mengikuti prosedur untuk mengenali hal itu, mendatangi orang tersebut, sesuai Matius 18 - lalu pergilah, jika mereka tidak mendengarkan Anda, bawalah dua atau tiga orang saksi. Jika mereka tidak mendengarkan, sampaikan hal itu kepada para pemimpin gereja, supaya mereka dapat didisiplinkan. Mengapa? Karena Allah tidak menginginkan ada kenajisan di gereja-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 2 mengatakan, "Meskipun demikian, kamu tetap sombong, dan seharusnya kamu berduka cita dan melakukan sesuatu untuk menyingkirkan hal itu. Sebaliknya, kamu sombong dan angkuh." Ketika gereja menoleransi dosa, gereja berada dalam kondisi yang buruk. Namun, hal itu terjadi saat ini. Ambil contoh gereja liberal. Pendeta Williams bertindak cukup jauh dengan membiarkan dosa menjadi unsur umum dalam kehidupan komunitas orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah gereja yang bukan hanya menoleransi dosa, tetapi juga mendukungnya. Jemaat Korintus mungkin tidak akan berkembang sejauh Pendeta Williams. Namun, harus ada pengakuan akan adanya masalah. Setiap orang percaya di gereja memiliki tanggung jawab, jika ia tahu adanya kenajisan, untuk mengatasi kenajisan tersebut. Itu semua adalah tanggung jawab kita. Kita tidak bisa hanya duduk dan menyaksikannya terjadi, kita adalah gereja Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>metodenya</b></span><span class="cf1">. Paulus berkata di ayat 4, "Demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, ketika kamu berkumpul bersama, dalam roh-Ku, dan kuasa Tuhan Yesus, serahkanlah orang itu kepada Iblis sehingga binasa tubuhnya, supaya rohnya diselamatkan pada hari Tuhan Yesus." Jika kamu tahu tentang perbuatan amoral ini, dan kamu telah menjalani semua prosedur pendisiplinannya, maka kamu harus mengeluarkan dia dari jemaat gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan khawatirkan dia. Setan akan mengambil dagingnya, dan mungkin akan menghancurkan dagingnya. Dengan kata lain, orang itu mungkin akan jatuh sakit dan mati, tetapi jika dia seorang Kristen yang percaya bahwa Kristus turun untuk menebus dosa-dosanya, rohnya akan diselamatkan. Allah akan menjaganya jika dia adalah anak-Nya secara rohani, tetapi Anda tidak membutuhkan pencemaran semacam itu di gereja. Atasi itu dan usir dia dari gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>alasannya</b></span><span class="cf1">. Alasannya adalah pemeliharaan. Alasan untuk menyingkirkannya adalah untuk menjaga bagian tubuh lainnya supaya tidak terinfeksi penyakit amoralitas itu. Dosa memang seperti itu. Lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Kamu bermegah tentang guru-gurumu, golongan-golonganmu, karunia-karunia rohanimu, dan sebagainya, dan sekarang kalian masih membiarkan kejahatan itu yang menjijikkan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebaiknya kamu periksa hatimu sendiri atau kamu akan menerima hukuman dari Allah. Maka ia berkata kepada jemaat Korintus, "Kamu tidak punya alasan untuk memuliakan diri sendiri. Kesombonganmu sungguh konyol. Lihatlah dosa yang sedang dilakukan." Lihatlah program ini dan program itu, dan jika ada amoralitas di dalamnya, Roh Kudus akan berkata kepada kita, "Apa yang kamu banggakan? Kamu tidak sedang menghadapi masalah yang sebenarnya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip di ayat 6 mengatakan, satu apel busuk merusak satu tong. Ayat ini berbicara tentang pengaruh dan permeasi. Anda membiarkan satu gumpalan kecil kejahatan masuk ke dalam gereja Anda, dan itu akan merasuki seluruh gereja Anda. Nah, gereja di sini dipandang sebagai segumpal adonan. Pada masa itu, mereka membuat adonan untuk membuat roti, sama seperti sekarang. Adonan asam itu akan digunakan untuk merasuki roti baru ini agar ia mulai matang. Jadi, ragi memiliki gagasan tentang permeasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang Ia berkata, "Lihat, di hidupmu yang lama, kamu melakukan banyak hal, dan itu seperti sedikit adonan asam yang tersisa dari hidupmu yang lama. Jangan bawa itu ke dalam hidupmu yang baru." Ragi berarti dosa-dosa hidupmu yang lama. Sekarang setelah kamu menjadi orang Kristen baru, kamu seharusnya menjadi orang Kristen yang tidak beragi. Artinya, kamu tidak memiliki sedikit pun sisa dari hidupmu yang lama sebagai permulaan dalam hidupmu yang baru. Hidupmu yang baru tidak beragi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, "Buanglah ragi lama itu, supaya kamu menjadi adonan baru yang tidak beragi, sebagaimana adanya kamu. Sebab Kristus, domba Pelewatan kami, telah disembelih." Tidak ada tempat di gereja untuk pola-pola lama apa pun. Amoralitas, atau apa pun. Kejahatan di masa lalu masih melekat dan terintegrasi dengan masa kini. Kejahatan dari kehidupan lama saya tidak boleh dimasukkan ke dalam gereja atau dimasukkan ke dalam kehidupanku yang baru. Gereja harus memutuskan hubungan dengan kehidupan lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus berkata kepada jemaat Korintus, "Aku tahu bagaimana kehidupanmu sebelumnya. Aku tahu bagaimana kamu hidup dalam percabulan kafir. Dalam kehidupan barumu, tidak ada tempat untuk menyeret-nyeret kehidupan lama itu dan membiarkannya merasuki gereja." Ingat dalam Keluaran 12:39, ketika Allah memberi tahu Israel bahwa sudah waktunya untuk meninggalkan Mesir? Dia memberi mereka pesta roti tak beragi selama tujuh hari. Bangsa Israel diintegrasikan ke dalam Mesir, tetapi Allah berkata sudah waktunya untuk berpisah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tindakan pemisahan terakhir terjadi pada hari Pelewatan. Mereka membubuhkan darah pada tiang pintu dan ambang pintu. Malaikat maut lewat, dan ia membantai anak sulung di seluruh Mesir. Pengorbanan anak domba melambangkan pemisahan Israel dari Mesir. Pengorbanan Kristus adalah pemisahan orang percaya dari dunia. Sebagaimana anak domba Pelewatan merupakan simbol pemisahan, Israel meninggalkan kehidupan lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam Pelewatan itu adalah malam di mana kebebasan Israel terjamin, dan mereka pun pergi. Begitulah Kristus, Pelewatan kami, meninggal di kayu salib, memutuskan hubungan kami dengan dunia, dan membebaskan kami ke Tanah Perjanjian. Ketika bangsa Israel hendak pergi, tertulis bahwa mereka hanya boleh membawa roti tak beragi. Mereka harus memeriksa seluruh rumah mereka, dan mereka harus menemukan setiap ragi yang tersisa dan membuangnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kamu menyembelih domba, kamu makan dagingnya, dan jika masih ada daging yang tersisa, apa yang akan mereka lakukan dengannya? Bakar saja. "Jangan bawa apa pun keluar dari negeri ini." Apakah kamu melihat simbolismenya? Ragi melambangkan sesuatu dari kehidupan lama yang diambil dan dimasukkan ke dalam kehidupan baru. Ketika kamu meninggalkan Mesir, kamu pergi tanpa ragi. Yesus, domba Pelewatan menandakan perpisahan, dan roti tak beragi merayakan perpisahan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, "Karena itu marilah kita merayakan hari raya, bukan dengan ragi yang lama atau ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi dari kemurnian dan kebenaran." Ragi keburukan dan kejahatan adalah dua sinonim untuk kejahatan, dan roti yang tidak beragi dari kemurnian dan kebenaran, adalah dua sinonim untuk kebaikan. Jadi, marilah kita terus menjalani kehidupan yang baik, bukan yang jahat. Janganlah kita berlarut-larut dalam ragi yang lama. Gereja haruslah tidak beragi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>lingkupnya</b></span><span class="cf1">. Apa semangat yang kita miliki untuk mendisiplinkan? </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, "Dalam surat ini aku telah menulis kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul." Surat sebelumnya tidak ada dalam Alkitab. Kata kerja dalam bahasa Yunani memiliki makna tersendiri. Kata dasar di sini berarti memiliki hubungan apa pun. Namun, setiap kali orang Yunani ingin mengintensifkan sesuatu, mereka mulai menambahkan awalan pada sebuah kata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Lihat, aku sudah menulis kepadamu dalam surat sebelumnya. Janganlah kamu bercampur dengan mereka." Itulah arti harfiah dari kata kerja tersebut. Janganlah kamu bercampur dengan mereka dalam cara apa pun. Tidak ada persekutuan yang akrab dan intim. Mereka harus dikeluarkan dari gereja ketika mereka terus berbuat amoral. Dan jika mereka berubah dan bertobat, itu baik, dan pulihkan mereka dalam kasih dan sebagainya. Tetapi jika mereka terus berbuat amoral, singkirkanlah mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, "Yang kumaksud bukanlah orang-orang cabul pada umumnya, atau orang-orang tamak, penipu, atau penyembah berhala; jika tidak demikian, kamu harus meninggalkan dunia ini." Ia menggolongkan orang-orang berdosa di dunia dalam tiga kategori utama: orang cabul atau amoral, orang tamak dan penyembah berhala. Jika Anda memperhatikan ketiga dosa ini, Anda merangkum seluruh filsafat manusia. Percabulan adalah hedonisme, ketamakan adalah materialisme, dan penyembahan berhala adalah agamaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Percabulan adalah dosa terhadap tubuh. Ketamakan dan pemerasan adalah dosa terhadap orang lain di mana Anda menganggap orang lain sebagai objek yang dapat dieksploitasi, dan dosa penyembahan berhala adalah dosa terhadap Allah di mana Anda membiarkan sesuatu menggantikan Allah. Jadi semua dosa, terhadap diri sendiri, terhadap sesama, dan terhadap Allah, itu adalah hedonisme, ekspresi tubuh, maupun ketamakan, materialisme, penyembahan berhala, dan agamaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-13</b></span><span class="cf1">, "Tetapi sesungguhnya, aku telah menulis kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang yang mengaku saudara atau saudari, tetapi orang cabul, serakah, penyembah berhala, tukang fitnah, pemabuk, atau penipu. Bahkan, janganlah kamu makan bersama orang yang demikian. 12 Apa urusanku menghakimi orang luar? Tidakkah kamu menghakimi mereka yang ada di dalam? 13 Allah menghakimi orang luar. Usirlah orang yang jahat dari tengah-tengah kamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu, bagaimana hubungan orang Kristen dengan dunia? Tahukah Anda, Yesus menghabiskan banyak waktu dengan para pemabuk, para pelacur, para pemungut cukai, dan banyak orang yang dipandang rendah dalam masyarakat dan budaya. Mengapa? Karena merekalah yang membutuhkan-Nya. Dan ketika mereka mengkritik-Nya dan berkata, "Apa yang Kaulakukan dengan orang-orang itu?" Ia berkata, "Mereka yang sakit membutuhkan doktor, bukan mereka yang sehat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita harus mengasihi dunia. Kita harus menerima orang-orang yang berzina, cabul, tamak, dan penyembah berhala, dan kita harus mengasihi mereka, kasih yang Yesus miliki. Kita harus bersama mereka sebisa mungkin untuk memenangkan mereka bagi Kristus. Kita tidak boleh melakukan apa yang mereka lakukan, tetapi kita harus menghubungi mereka demi Kristus. Dengarkan Matius 5:13, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah ini berarti semua orang di gereja harus sempurna?” Tidak, karena kalau begitu tidak akan ada gereja. Orang-orang berkata, “Yah, saya tidak pergi ke gereja. Terlalu banyak orang yang tidak sempurna di sana.” Gereja tidak pernah mengklaim sebagai masyarakat yang sempurna. Gereja adalah rumah sakit dengan orang-orang yang tahu bahwa mereka sakit, dan mereka ada di sana karena mereka ingin menjadi apa yang Allah inginkan, dan hanya itu yang Allah minta, karena keinginan untuk itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja harus menghadapi hal-hal macam ini, dan itu bukan berarti kita harus bertindak dengan kebencian. Ini adalah hal yang menyayat hati dengan penuh air mata. Ini adalah hal tersulit dalam pelayanan. Percayalah, memang begitu. Bukan berarti kita tidak mengasihi orang-orang yang tamak, yang suka memfitnah, atau yang mengutamakan kepentingan pribadi di depan Allah, atau yang pecandu alkohol atau narkoba, bukan berarti kita tidak mengasihi orang-orang itu, melainkan kita lebih mengasihi gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa relevansinya dengan hari ini?” Sebagai seorang Kristen, pertama-tama kita harus peka terhadap kemurnian hidup kita sendiri. Kedua, kita harus peka terhadap kehidupan orang-orang di sekitar kita, demi kebaikan mereka. Tahukah Anda, jika saya pergi kepada saudara saya yang berdosa dan mengatakan kepadanya dengan penuh kasih bahwa ia berdosa, saya telah berbuat baik kepadanya? Karena jika ia bertobat dari dosanya, saya telah mendapatkan kembali seorang saudara, dan bukan hanya itu, ia telah mendapatkan berkat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus yang kukasihi, Engkau harus menolong kami. Engkau harus menjaga hidup kami sendiri, agar tetap murni di hadapan Tuhan, dan kemudian Anda harus menjaga orang-orang di sekitarmu, karena ini adalah gereja Kristus, dan Dia menginginkan gereja yang murni, dan tugas kita adalah untuk melakukan segala yang kita bisa untuk memastikannya. Dan tahukah Anda? Ketika kita melakukan itu, kita akan melihat orang-orang berdosa direformasi, gereja disucikan, dan kita akan melihat nama Kristus dimuliakan di dunia. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250803</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000268</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Amoralitas]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000267"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+5:1-5" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 5:1-5</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kita akan mempelajari Firman Allah yang sangat penting. Kita sedang belajar bersama dan telah sampai pada pasal 5. Pasalnya singkat, hanya ada 13 ayat, namun itu penuh dengan informasi penting dan tema terkini sehingga kita harus menyimaknya dengan saksama. Dan kita akan melakukannya dengan sangat bermanfaat bagi kehidupan pribadi kita dan juga bagi gereja. Setiap produk yang dijual pasti akan mengandung unsur seks.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Film telah mencapai titik di mana pornografi menjadi rutinitas sehari-hari biasa saja. Kita terus-menerus disadarkan bahwa aktivitas seksual sama saja dengan makan dan minum. Kita memiliki masalah dengan moralitas dan amoralitas. Dunia kita telah mengembangkan moralitas yang sangat jelek. Kita telah mengagungkan bermacam homoseksualitas, dan kita telah mencapai titik di mana segala macam hal seksual telah menjadi hal biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan masyarakat seperti ini mengancam kemurnian gereja. Sulit bagi umat Allah untuk hidup bagaikan pulau di tengah lautan paganisme tanpa terpengaruh olehnya. Dan itulah yang terjadi di sini dalam 1 Korintus. Gereja Korintus bagaikan pulau di tengah lautan paganisme, dan khususnya gelombang amoralitas sedang melanda pulau kecil ini, dan gereja Korintus telah dipenuhi dengan amoralitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan lebih dari itu, mereka menjadi toleran terhadapnya. Salah satu jaminan kita terhadap dosa adalah keterkejutan kita terhadap dosa. Namun, tidak ada yang benar-benar mengejutkan kita lagi. Media telah mengomunikasikan penyimpangan seksual melalui musik, radio, televisi, internet, buku-buku, buku saku, dan majalah. Dan ketika kita sampai di bab 5, kita menemukan bahwa mereka juga diganggu oleh dosa-dosa jasmani dan kedagingan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya rasa dosa tidak berdiri sendiri. Jika ada orang yang hidup menurut daging, dosa itu akan terwujud dalam segala cara yang bisa dibayangkan, dan itu berlaku di Korintus. Dan Paulus sekarang membahas amoralitas di gereja. Nah, ketika dosa gereja mengguncang dunia, kita punya masalah. Dan itulah yang terjadi di Korintus. Dan mereka berlaku seperti mereka tidak tahu standar Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sebelum mereka menjadi orang Kristen, hidup mereka begitu dipenuhi dengan percabulan sehingga itu menjadi masalah. Mereka tidak dapat melepaskan gaya hidup itu setelah menjadi orang percaya. Namun, supaya gereja menjadi murni, mereka harus meninggalkan percabulan. Dalam 1 Korintus 6:18, Paulus berkata, "Jauhilah dirimu dari percabulan." Kata itu adalah porneia yang berarti amoralitas. Kita sama sekali tidak boleh berhubungan dengan segala bentuk percabulan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 1 mengatakan, "Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kalian, dan percabulan yang demikian rupa, yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yakni bahwa ada orang yang tidur dengan isteri ayahnya." Segala hubungan seks di luar pernikahan, dan segala hubungan seks sebelum pernikahan, dianggap salah sama Allah. Di sini, yang dimaksud adalah kasus inses. Namun, kata amoralitas atau percabulan adalah kata umum yang berarti segala bentuk hubungan seksual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata "perzinahan" berarti hubungan seks di luar pernikahan, seseorang yang telah menikah melakukan hubungan seks di luar nikah. "Percabulan" adalah istilah umum yang mencakup perzinahan, inses, lesbianisme, homoseksualitas, segala bentuk penyimpangan seksual, bestialitas, dan apa pun yang termasuk dalam istilah porneia. "Pornografi" adalah istilah yang kita gunakan saat ini. Akar kata itu adalah, pornē, yang berarti pelacur bayaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya, di Korintus dan Athena, Anda memiliki pusat sebagian besar amoralitas. Menurut para sejarawan, keduanya adalah dua kota paling amoral. Bahkan ibadah mereka pun amoral. Mereka memiliki pelacur-pelacur di kuil-kuil tempat orang-orang beribadah. Pandangan hidup orang Yunani adalah bahwa seks adalah dorongan biologis, sama seperti minum air dan tidur, atau berolahraga atau makan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala jenis aktivitas seksual antara pria dan wanita sebelum menikah, dilarang keras oleh Allah. Nah, di dalam Ulangan 22, yaitu Hukum Musa, Allah menetapkan sikap-sikap dasar-Nya. Ayat 13 dimulai dengan, "Jika seorang laki-laki mengawini dan bersetubuh dengan perempuan itu, lalu membencinya, 14 dan menuduhnya melakukan perbuatan yang memalukan, serta mencemarkan nama baiknya dengan berkata, 'Aku telah mengawini perempuan ini dan telah bersetubuh dengannya, tetapi aku tidak menemukan tanda-tanda keperawanannya.'"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia, sebagai akibat dari itu, karena perasaannya akan perlunya kemurnian dan standar moralnya yang tinggi, apa yang akan dia lakukan?” Nah, ayat 15, “ayah dan ibu perempuan muda itu akan mengambil tanda bukti keperawanannya dan membawanya kepada para penatua kota di pintu gerbang kota.” Dengan kata lain, jika ada beberapa bukti fisik bahwa dia memang seorang perawan, maka itu harus disampaikan kepada para penatua kota.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 16-19, “Ayah perempuan muda itu akan berkata kepada para penatua, ‘Aku telah memberikan anak perempuanku kepada laki-laki ini sebagai istri, tetapi dia membencinya. 17 Dia telah menuduhnya melakukan hal yang memalukan, dengan mengatakan, ‘Aku tidak menemukan bukti keperawanan anak perempuanmu,’ tetapi inilah bukti keperawanan anak perempuanku.’ Mereka akan membentangkan kain kafan di hadapan para penatua kota. Kemudian para penatua kota itu akan menangkap laki-laki itu dan menghukumnya. 19 Mereka juga akan mendendanya seratus syikal perak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan berikanlah kepada ayah perempuan muda itu, karena laki-laki itu telah mencemarkan nama baik seorang perawan Israel. Perempuan itu akan tetap menjadi istrinya; ia tidak dapat menceraikannya seumur hidup.” Nah, idenya di sini adalah untuk melindungi gadis itu dari fitnah seorang pria. Tetapi bagaimana jika ia tidak perawan? Ayat 20, “Tetapi jika tuduhan ini benar dan tidak ditemukan tanda-tanda keperawanan perempuan muda itu, 21 mereka akan membawa perempuan itu ke pintu rumah ayahnya, dan akan melemparinya dengan batu sampai mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Allah tegas tentang seks pranikah? Ayat 22, "Jika seorang laki-laki kedapatan bersetubuh dengan istri orang lain, maka baik laki-laki maupun perempuan itu harus dihukum mati." Ayat 23-24, "Jika ada seorang perempuan yang masih perawan dan bertunangan dengan seorang laki-laki, dan laki-laki lain tidur dengan dia, 24 bawalah keduanya ke luar ke pintu gerbang dan lempari mereka dengan batu sampai mati, perempuan muda itu karena ia tidak berteriak, dan laki-laki itu karena ia telah menodai tunangan sesamanya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 28-29, "Apabila seorang laki-laki bertemu dengan seorang perempuan muda, seorang perawan yang belum bertunangan, lalu memegang dan memperkosanya, sehingga mereka ketahuan, 29 maka laki-laki yang memperkosanya harus memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah perempuan muda itu, dan perempuan itu harus menjadi istrinya, karena ia telah menodainya. Laki-laki itu tidak boleh menceraikannya seumur hidupnya." Semua itu hanya untuk menunjukkan bagaimana perasaan Allah terhadap percabulan. Percabulan adalah penyebab hukuman mati di Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan para rasul mengatakan hal yang sama. 1 Korintus 6:9-10 mengatakan, "Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, pezina, atau laki-laki yang bersetubuh dengan laki-laki tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 10 Pencuri, orang tamak, pemabuk, orang yang suka memaki, atau penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Cara hidup yang demikian tidak sesuai dengan Kerajaan Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 10, ketika Israel berada di padang gurun, mereka telah melakukan segala macam tindakan seksual di kaki Gunung Sinai ketika Musa sedang menerima hukum Taurat. Mereka membuat anak lembu emas dan berpesta pora besar-besaran. Nah, bagaimana tanggapan Allah terhadap aktivitas seksual mereka? 1 Korintus 10:8 mengatakan, "Janganlah kita melakukan percabulan seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari dua puluh tiga ribu orang mati. Dan ada alasan mengapa Ia melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 11 mengatakan, "Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi pelajaran bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba." Hal itu bukan hanya untuk kebaikan mereka, tetapi juga ditulis dan dicatat untuk kebaikan kita, agar kita dapat mengetahui bagaimana perasaan Allah terhadap tindakan semacam itu. Alkitab dengan jelas menyatakan apa yang Allah pikirkan tentang percabulan. Dan Paulus menyerang masalah di Korintus dengan penuh kekerasan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa instruksi untuk mendisiplinkan anggota tubuh Kristus yang tidak bermoral? Ada empat hal yang akan kita bahas: kebutuhan, metode, alasan, dan lingkup atau batasan disiplin tersebut. Mari kita lihat, pertama, kebutuhannya. Hal pertama yang harus Anda lakukan di gereja adalah melihat kebutuhannya. Gereja tidak dapat berbuat apa pun terhadap amoralitas sampai orang itu mengenalinya. Oleh karena itu, kita harus waspada terhadap aktivitas semacam itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kalian, dan percabulan yang demikian rupa, yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang tidur dengan istri ayahnya." Yang terkenal tentang gereja ini adalah adanya orang-orang cabul di dalamnya. Sadarkah Anda bahwa gereja sedang menggemparkan dunia dengan dosanya? "Kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang-orang yang tidak mengenal Allah," dan kita tahu hukum Taurat Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inses dilarang di Kekaisaran Romawi. Nah, istilah "istri ayahnya" itu sendiri berarti ibu tirinya. Jadi, ia telah mencuri istri ayahnya. Ada tiga ciri hubungan yang jelas. Hubungan itu bersifat permanen. Di sini, pria malang ini kehilangan istrinya karena putranya sendiri. Inses. Ciri kedua adalah kemungkinan adanya perceraian. Hal ketiga adalah bahwa wanita itu bukan seorang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ulangan 22:30, pernyataan yang sama disebutkan: Jangan tidur dengan istri ayahmu. Jadi, di jemaat Korintus terjadi penolakan yang mengerikan terhadap perintah Allah yang jelas. Dan bukan dosanya yang mengejutkan Paulus, melainkan toleransi jemaat terhadapnya. Itulah hal yang tidak dapat ia percayai. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Dan kalian sombong! Tidakkah seharusnya kamu berdukacita dan menyingkirkan orang yang melakukan hal ini dari jemaatmu?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa gunanya bermegah kalau menoleransi inses di jemaatmu? Ada sesuatu yang salah." Daripada berdiri di sana dan berbangga diri dengan situasimu, seharusnya kamu tersungkur di tanah dan menangis. Mereka mungkin bahkan bermegah tentang kebebasan mereka di dalam Kristus. Atau mungkin mereka tidak bermegah tentang dosa, melainkan bermegah tentang kebaikan hati dan toleransi mereka yang penuh belas kasihan terhadap dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja tidak dapat menoleransi dosa. Kami ada di sini untuk terlibat dalam kehidupan Anda, untuk memastikan bahwa gereja adalah seperti yang Allah kehendaki, dan itu melibatkan kemurnian. Dan jika kami mengetahui tentang amoralitas seksual, kami telah melakukan sesuatu di masa lalu, kami sedang melakukan beberapa hal tentang beberapa hal yang kami ketahui, dan kami akan terus melakukannya di masa depan karena itulah yang Allah panggil kami untuk lakukan, untuk menjaga kemurnian gereja-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di mana pun ada amoralitas di gereja, di situlah seharusnya ada disiplin. Dan itu salah satu hal baik yang bisa dilakukan di gereja karena cenderung mencegah tumbuhnya lalang. Orang yang tidak percaya tidak akan berbondong-bondong ke gereja tempat mereka mendisiplinkan jemaat. Itu salah satu cara untuk menjaga kemurnian gereja. Dalam Wahyu 2:19, Allah menulis kepada jemaat Tiatira, dan Dia berkata, "Aku tahu segala pekerjaanmu: kasihmu, pelayananmu, imanmu, dan ketekunanmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 20-21, "Tetapi Aku mencela engkau. Engkau membiarkan perempuan Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, dan dia mengajar dan menyesatkan hamba-hambanya untuk berbuat cabul dan makan persembahan berhala. 21 Aku telah memberinya waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari percabulannya." Ayat 23, "Aku akan membunuh anak-anaknya, supaya semua jemaat tahu, bahwa Akulah yang menguji hati."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tanggung jawab gereja bukan hanya untuk pergi, hadir, dan menyaksikan apa yang terjadi, tetapi untuk menjaga kemurnian gereja. Dalam Efesus 5, dikatakan bahwa kita harus "tidak bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah, tetapi sebaliknya menegur mereka." Itu berarti mengoreksi mereka, menegur mereka, dan berbicara menentang mereka. Kita perlu mengeluarkan orang itu dari gereja. Disiplin adalah bagian dari tanggung jawab gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>metodenya</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sekalipun Aku tidak hadir secara jasmani, Aku hadir secara rohani. Sebagai orang yang hadir bersama kamu, aku telah menjatuhkan hukuman atas orang yang telah melakukan hal yang demikian.” Kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, ia memberikan prosedur disiplin di gereja, “Ketika kamu berkumpul dalam nama Tuhan kita Yesus, dan Aku bersama kamu dalam roh, dengan kuasa Tuhan kita Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Serahkanlah orang itu kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, sehingga rohnya diselamatkan pada hari Tuhan." Mari kita bahas itu lebih rinci. Harus ada pertemuan gereja. "Kamu berkumpul bersama." Gereja tidak memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada kepemimpinan lokalnya. "Aku akan datang dan bersepakat denganmu dalam roh, tetapi kalian berkumpul dalam Nama-Nya dan kuasa-Nya dan kamu serahkan orang itu kepada Iblis."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah ayat 4, "dalam Nama Tuhan kita Yesus." Apakah artinya itu? Itu selalu berarti inilah yang Yesus inginkan. Dia ada di sebuah gereja, di antara orang-orang saleh yang memimpin gereja itu. Nah, Dia ini berada di dalam "kuasa Tuhan Yesus." Anda bukan hanya memiliki otoritas-Nya dan Anda bukan hanya memiliki hadirat-Nya, tetapi Anda juga memiliki kuasa-Nya untuk melaksanakan itu. Disiplin selalu sulit. Kita harus berani dan berada dalam kuasa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 18:18 mengatakan, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan dilepaskan di surga." Ada dua sisi dari keadilan. Jika kau mengikat seseorang, mereka bersalah. Jika kau melepaskan mereka, itu berarti mereka tidak bersalah. Apa pun keputusan keadilanmu di gereja akan disetujui di surga. Jangan takut untuk bertindak disiplin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika gereja bertindak dalam disiplin, surga pun bertindak dalam mendukung gereja. Ayat 19, "Dan lagi, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika dua orang dari antara kamu di dunia ini sepakat tentang apa pun yang kamu minta, hal itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga." Maksudnya, jika dua orang dari antara kamu sepakat—itulah persyaratan minimum dan hukum menurut standar Allah—bahwa hal ini layak untuk didisiplinkan, maka kamu harus melakukannya dan surga akan mendukungmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Timotius 1:20, Paulus juga melakukan hal yang sama kepada beberapa orang lain. Ia berkata, "Himenes dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya mereka belajar untuk tidak menghujat." Ia melakukan hal yang sama. Itulah tindakan disiplin tertinggi untuk kemurnian gereja. Mengapa? Untuk kebinasaan daging. Nah, istilah daging bertentangan dengan istilah roh. Roh adalah manusia batiniah; daging adalah tubuh lahiriah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan akan diberi hak di bawah tindakan hukum Allah untuk menyiksa seseorang secara fisik. Bagi orang Kristen, tidak ada yang perlu ditakutkan. Setan tidak dapat menyentuh rohnya. Rohnya milik siapa? Kristus. Itulah sebabnya ayat ini diakhiri dengan mengatakan ini: "Roh itu akan diselamatkan pada hari Tuhan Yesus." Mungkin cara yang lebih baik untuk menerjemahkan kata "diselamatkan" adalah rohnya akan dibebaskan pada hari Tuhan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyakit fisik bisa menjadi cambuk hajaran dari Allah. Dan pada hari Tuhan Yesus, ketika hari itu tiba, orang itu akan berdiri di sana bersama orang-orang tebusan, tetapi ia akan membayar harganya dalam hidup ini. Dan tujuan dari disiplin ini bukan hanya untuk memusnahkan orang itu, tetapi untuk mengubahnya. Apakah ia dihancurkan secara fisik? Yah, saya yakin begitu. Tetapi tentu saja ia mengalami rasa sakit fisik yang merupakan kehancuran daging. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250727</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000267</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjadi Bapa Rohani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000266"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+4:14-21" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 4:14-21</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan telah mengajarkan kami beberapa hal yang sangat mendasar. Namun, khotbah malam ini akan terasa unik karena mungkin akan menonjol sebagai khotbah yang sangat praktis. Khotbah ini membahas konsep menjadi bapa rohani. Rasul Paulus sedang berjuang melawan kelemahan mereka dan berusaha membawa mereka agar selaras dengan kebenaran Allah. Mereka adalah orang Kristen, tetapi mereka berperilaku seolah-olah bukan orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika dalam suratnya ia menangani masalah-masalah mereka, ia terus-menerus menjelaskan hubungannya dengan mereka. "Aku mengatakan ini karena aku adalah pengurus rahasia-rahasia Allah dan aku harus mengatakan yang benar kepadamu." Ia juga menggunakan berbagai metafora dalam menggambarkan pelayanannya sendiri sehingga 1 Korintus bukan hanya menjadi surat yang membahas masalah-masalah di gereja, tetapi juga menjadi surat yang menjelaskan pola-pola pelayanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita akan membahas banyak hal tentang pelayanan di gereja, pendeta, pemimpin gereja, serta hal-hal yang berlaku dalam kehidupan setiap orang Kristen. Kami telah diperkenalkan dengan berbagai metafora untuk berbicara tentang pendeta, orang yang memimpin gereja. Dalam pasal 3:5, ia disebut hamba. Dalam pasal 4:1, ia disebut hamba Kristus. Dalam pasal 4:1, ia disebut pengurus rahasia-rahasia Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam pasal 3:6, metafora seorang petani digunakan. Ia berkata, "Aku telah menanam dan Apolos telah menyiram." Dan ada metafora bangunan di pasal 3:10, ia menyebut dirinya sebagai ahli bangunan yang bijaksana. Di bagian lain Kitab Suci, dalam 1 Timotius 2:7, pendeta dan pelayan Tuhan disebut pewarta. Mereka memiliki pewarta profesional, orang-orang yang pergi, berdiri di sudut jalan, dan meneriakkan berita. Dan itulah para pengkhotbah Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Korintus 5:20, pengkhotbah juga disebut duta besar. Kami adalah duta-duta Allah yang mewakili-Nya di dunia ini. Ada juga metafora hukum yang digunakan untuk menggambarkan pengkhotbah. Ia disebut saksi, seseorang yang memberikan kesaksian, seseorang yang bersaksi tentang kebenaran. Namun, ada satu metafora lain yang mungkin merangkum keintiman antara pendeta dan jemaatnya dalam pasal 4:15.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Meskipun kamu memiliki sepuluh ribu guru dalam Kristus, kamu tidak memiliki banyak bapa, karena di dalam Kristus Yesus aku telah memperanakkan kamu melalui Injil." Dan inilah metafora seorang bapa. Salah satu cara Allah menggambarkan hubungan antara seorang pengkhotbah dan orang-orang yang bertobat adalah hubungan antara seorang bapa dan anaknya, dan di situlah letak metafora pribadi, metafora yang intim. Dan itulah tema pelajaran kami hari ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah, Paulus telah benar-benar mengkritik mereka, menentang kedagingan mereka, menentang kesombongan mereka, kecintaan mereka pada hikmat manusia, menentang semangat sektarian mereka, perpecahan dan pertengkaran mereka tentang pengkhotbah mana pun yang paling mereka sukai. Bahkan di akhir bagian terakhir yang kita pelajari, ia menjadi sangat sarkastis. Dan ketika Anda sampai pada titik sarkasme, Anda sebenarnya sedang menghadapi mereka dengan bahasa yang kasar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan alasannya adalah karena ia memandang dirinya sebagai bapa rohani mereka. Nah, jika saya menegur kesalahan mereka dengan tegas, jika saya menegur kehidupan mereka dengan penuh kasih, dan jika saya berjuang dengan tekun untuk menyesuaikan mereka dengan hal-hal yang saya yakini, itu karena saya adalah bapa mereka, dan karena saya sungguh-sungguh mengasihi mereka. Dan itulah yang Paulus katakan di sini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, "Aku menulis ini bukan untuk mempermalukan kamu, tetapi untuk menasihati kamu sebagai anak-anakku yang terkasih."</span></span><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b><br></b></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, "Sebab kamu mungkin memiliki banyak sekali pengajar dalam Kristus, tetapi kamu tidak memiliki banyak bapa. Karena aku telah menjadi bapamu dalam Kristus Yesus melalui Injil." Sekarang pikirkan tentang bapa rohanimu. Siapakah yang menuntunmu kepada Yesus Kristus? Itulah yang Paulus bicarakan. Kamu mungkin memiliki 10.000 pengajar, tetapi hanya satu bapa rohani. Seorang paidagōgos adalah seorang budak yang bertanggung jawab atas perwalian moral seorang anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia akan berusaha membimbing anak itu dalam hal-hal moral. Ia akan membantu anak itu dalam mengambil keputusan. Ia akan berusaha menjadikannya pria yang tangguh. Anda bisa mendapatkan 10.000 orang yang memberi Anda informasi. Anda bisa datang ke gereja di sini dan Anda bisa mendapatkan banyak orang yang berbeda untuk mengajar Anda, tetapi Anda hanya memiliki satu bapa rohani. Dan Paulus berkata, "Akulah bapa rohanimu dan itulah alasan mengapa Aku merasa seperti itu terhadapmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bagian ini, ayat 14-21, kemudian memperluas konsep tersebut dan mengembangkan bagi kita gambaran yang indah tentang pelayanan seorang bapa rohani. Apakah ciri-ciri seorang bapa rohani? Paulus memang tidak mencantumkannya, tetapi dari apa yang ia katakan, kita dapat memahami ciri-cirinya. Ia berkata kepada mereka, "Akulah bapa rohanimu dan inilah yang Aku lakukan," dan dengan melihat apa yang ia lakukan, kita dapat memahami apa yang menjadi ciri seorang bapa rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, "Pertama-tama akulah bapa rohanimu, karena akulah yang telah menuntunmu kepada Kristus." Engkau menjadi seorang bapa ketika engkau </span><span class="cf1"><b>menghasilkan keturunan</b></span><span class="cf1">. Ada beberapa orang Kristen yang bukan menjadi bapa rohani. Mereka tidak pernah menghasilkan anak. Mereka tidak pernah menuntun siapa pun kepada Yesus Kristus. Orang Kristen adalah makhluk hidup, dan mereka bereproduksi. Setiap orang percaya seharusnya menjadi bapa rohani, secara metaforis, dengan membawa seseorang kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, "melahirkan" adalah gagasan membawa seseorang kepada Kristus. Paulus menyebut Timotius dan Titus sebagai anak-anaknya. Nah, saya ingin menambahkan apa yang ia katakan di sini agar Anda mengerti gambarannya. Ia berkata, "Di dalam Kristus, aku telah memperanakkanmu." Ia berkata, "Hanya aku saja, berbeda dengan semua gurumu yang lain, yang menjadi alat yang melaluinya engkau diselamatkan. Ada kekhawatiran tentang dirimu yang saya tidak rasakan terhadap mereka yang saya tidak bawa kepada Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus menyadari dua hal yang mendatangkan keselamatan dari sudut pandang ilahi: kuasa Kristus dan kebenaran Firman Allah. Namun, hal ketiga yang ada di sana adalah agen manusia. Begitulah cara Allah telah merancangnya. Karena ia ada di dalam Kristus, ia memiliki kuasa Kristus yang bekerja melalui dirinya. Karena ia mengenal Firman Allah, ia dapat memberitakan Injil, dan itu sangat mendasar untuk membawa seseorang kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah memilih bukan hanya manusia penebus, tetapi juga manusia sebagai perantara. Hal itu tidak melanggar fakta bahwa apa yang lahir di sana adalah ciptaan Allah. Hodge berkata, "Sebab meskipun banyak orang bertobat oleh Roh melalui Firman tanpa campur tangan pelayanan apa pun, seperti gandum tumbuh di sini tanpa penabur, namun itu merupakan ketetapan Allah bahwa panen jiwa-jiwa harus dikumpulkan oleh para pekerja yang ditunjuk untuk tujuan itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, seorang bapa rohani bukan hanya melahirkan, tetapi juga </span><span class="cf1"><b>mengasihi</b></span><span class="cf1">. Paulus mengasihi jemaat Korintus ini. Ia sangat mengasihi mereka. Kata yang tepat adalah agapētos, kasih yang paling kuat, kasih yang terdalam, bukan sekadar kasih persaudaraan, tetapi kasih yang hanya dapat diukur oleh Allah. "Aku memiliki itu terhadapmu, aku mengasihimu." Dan kemudian pernyataan agung dari 2 Korintus 12:15, "Aku rela mengorbankan milikku dan ia mengorbankan miliknya untukmu. Jika aku semakin mengasihimu, akankah aku dikasihi semakin kurang?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah cinta sejati, cinta yang begitu kuat, begitu dalam, dan begitu luas jangkauannya sehingga bahkan itu tak meminta imbalan apa pun. Dia mengasihi orang-orang itu. Bukan sekadar sentimentalisme, melainkan cinta yang kuat, tanpa pamrih, yang peduli dan yang mendisiplinkan. Dan itu adalah cinta yang rela berkorban, di mana Dia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk mereka. Dan memang seharusnya begitu bagi seorang ayah yang penuh kasih. Seharusnya ada cinta seperti itu untuk semua anak kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda mencintai anak-anak Anda, Anda harus mencintai mereka dengan penuh pengertian. Seorang ayah yang mencintai anak-anaknya sungguh berusaha untuk memahami anak-anaknya. Ia ingin memenuhi kebutuhan mereka. Ia ingin tahu di mana letak luka mereka. Ia ingin memenuhi harapan mereka. Ia ingin membalut luka mereka. Ia ingin menghilangkan ketakutan mereka. Ia ingin menguatkan kelemahan mereka karena ia mencintai anak-anaknya dan ia harus menjadi penuh pengertian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu juga benar dalam membesarkan anak-anak rohani. Paulus penuh pengertian kepada jemaat Korintus. Bahkan dalam ketegasannya, ada rasa kelembutan. Dan itu membawa saya pada pemikiran kedua: Dalam mengasihi anak-anak, bukan hanya ada perasaan penuh pengertian itu tetapi juga harus ada kelembutan, seperti Yesus yang berkata, "Aku lemah lembut dan rendah hati." Paulus berkata kepada jemaat Tesalonika, "Kami berlaku lemah lembut di antara kalian seperti seorang ibu yang sedang menyusui bayinya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita harus menyadari bahwa anak-anak rohani itu bertumbuh lambat, anak-anak rohani membuat kita frustrasi, anak-anak rohani membuat kesalahan, anak-anak rohani sulit mempelajari prinsip-prinsip, sehingga kita harus sabar, dan kita harus bersikap penuh pengertian dan lembut kepada mereka. Namun, selain itu, saya pikir kasih kita (seperti kasih Paulus) membuat kita intens. Kasih itu membuat kita memiliki hasrat yang besar untuk melihat mereka mengikuti pola-pola yang kita yakini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Hal ketiga</b></span><span class="cf1">. Jika kita ingin membesarkan anak rohani, kita bukan hanya harus melahirkan dan mengasihi mereka, tetapi juga harus </span><span class="cf1"><b>menegur </b></span><span class="cf1">mereka. Dengan kata lain, Paulus berkata, "Tujuanku bukan untuk menghancurkanmu, melainkan untuk mendapatkanmu kembali." Anda dapat mendisiplinkan anak Anda sampai ia tidak lagi perlu dikoreksi tetapi menjadi begitu menyakitkan sehingga ia mungkin tidak akan pernah pulih. Nah, Paulus berkata, "Sebab itu aku menulis hal-hal ini bukan untuk mempermalukan kalian, tetapi untuk menegur kalian."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata ini berarti mengkritik dengan kasih dan bertujuan untuk berubah. Kata "menegur" mengasumsikan adanya masalah, mengasumsikan adanya kelemahan, dan mengasumsikan adanya dosa. Dan artinya, "Aku melihat dosa, aku melihat kelemahan, dan aku memperbaikinya dengan kasih agar engkau diubahkan." Itu bukan hukuman. Itu mengandaikan adanya masalah, kata noutheteō mengandaikannya, dan itu berarti perubahan dengan tujuan untuk taat kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah, jika Anda memiliki anak rohani, keadaannya sama saja. Sebaiknya Anda menegurnya. Jika dia melakukan kesalahan, kritiklah dia dengan penuh kasih agar perilakunya berubah. Jangan mengutuknya. "Wah, apakah kamu akan mengerti?" Bukan itu. Intinya adalah kritik yang penuh kasih agar perilakunya berubah. Kita perlu melakukan ini: Dia tidak memamerkannya di depan umum, tetapi Dia melakukan sesuatu untuk melihat perubahan dalam perilaku mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">: Seorang bapa rohani </span><span class="cf1"><b>memberi</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>teladan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, "Karena itu aku mendorongmu untuk mengikuti teladan aku." Seorang bapa rohani adalah dia yang memberi teladan bagi anak-anaknya. Apa pun yang Anda inginkan dari mereka, itulah diri Anda. Jika Anda bukan seperti itu, maka mereka pun tidak akan seperti itu. Pastikanlah Anda menjadi seperti yang Anda inginkan dari mereka karena mereka tidak akan pernah menjadi seperti yang Anda inginkan, kecuali mereka dapat melihatnya dalam diri Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tempat tersulit untuk memuridkan adalah di rumah karena Anda ada di sana, bapa, di pagi hari saat Anda kotor dan di malam hari saat Anda lelah. Semuanya tergantung. Dan jika Anda dapat memuridkan seseorang di rumah, maka ada ketulusan dalam iman Anda. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa seorang pemimpin di gereja harus memiliki anak-anak yang saleh. Mengapa? Karena itu memberikan bukti kebenaran kemampuannya untuk menjalani hidup itu ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maksud kami, Anda harus mampu menetapkan pola itu. Filipi 4:9, "Lakukanlah apa yang telah kamu pelajari, dan terima, dan dengar, dan lihat padaku." 1 Korintus 11:1, "Tirulah aku, sebagaimana aku juga meniru Kristus." Ia berkata, "Lihat, akulah yang harus diikuti. Aku mengikuti Kristus. Engkau harus memperhatikan hidupku dan menjadikan hidupmu seperti hidupku." Memuridkan bukan hanya tentang menerapkan prinsip. Memuridkan adalah menghidupi prinsip-prinsip tersebut di hadapan orang-orang secara konsisten.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, "Untuk itulah aku mengutus Timotius kepadamu. Ia adalah anakku yang terkasih dan setia di dalam Tuhan. Ia akan mengingatkan kamu tentang jalan-jalanku dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat." Inilah puncak dari peran sebagai bapa rohani. Paulus telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam membesarkan Timotius sehingga dia mengutus Timotius itu sama seperti berada di sana. Dan ketahuilah bahwa jika mereka mengikutinya, mereka akan mengikuti orang yang mengikuti Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tempat terbaik untuk melayani adalah dengan tinggal di satu tempat, membangun anak-anak rohani yang kemudian dapat pergi ke mana pun dengan pelayanan. Dan mereka bisa, dalam arti tertentu, menjadi diri Anda, menjadi Yesus Kristus, karena prinsip-prinsipnya sama bagi setiap orang ke mana pun mereka pergi. Jadi, inti dari membesarkan anak rohani adalah mampu berkata, "Karena Aku ingin kamu semua menjadi pengikut-Ku, aku mengutus orang lain yang telah aku besarkan untuk mengikuti Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1">, ia </span><span class="cf1"><b>mengajar</b></span><span class="cf1">. Nah, maksud yang dikatakannya adalah, "Lihatlah, jemaat Korintus, Timotius akan datang dan menunjukkan prinsip-prinsipnya kepadamu. Dengarkanlah. Prinsip-prinsipnya sama saja di tempat lain, saya tidak meminta sesuatu yang istimewa darimu. Ini sama saja dengan yang saya ajarkan di mana-mana." Paulus mengajarkan prinsip-prinsip itu, ia menghidupinya, dan ia menirunya dalam diri orang lain. Itulah kehidupan Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika saya berurusan dengan anak-anak rohani, saya seharusnya merendahkan diri hingga tidak peduli lagi dengan masalah-masalah intelektual. Sehingga saya rela melupakan pendidikan saya dan mulai menyampaikan sesuatu yang praktis dan sederhana. Tujuan kita haruslah bukan untuk membuat mereka terkesan dengan pembelajaran kita, tetapi untuk membantu mereka dengan pembelajaran mereka. Renungkanlah Yesus, lalu bacalah perumpamaan-perumpamaan itu. Perumpamaan-perumpamaan itu sangat sederhana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keenam</b></span><span class="cf1">, kita </span><span class="cf1"><b>mendisiplinkan</b></span><span class="cf1">. Kita harus mendisiplinkan mereka. Ketika saya memuridkan seseorang, saya hanya duduk dan berkata, "Tahukah kamu, hatiku pedih mengatakan ini karena aku mengasihimu, tetapi kamu sudah bertindak salah dan harus ada beberapa perubahan dalam hidupmu. Kesaksianmu tidak seperti yang seharusnya, kamu tidak hidup sesuai prinsip-prinsip itu." </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, "Sekarang ada beberapa orang yang sombong, seolah-olah aku tidak datang kepadamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus memiliki masalah kesombongan. Dan beberapa dari mereka sangat sombong, mereka berkata, "Paulus tidak akan berani datang ke sini. Tahukah kau kenapa? Sobat, dia takut muncul." </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, "Tetapi aku akan segera datang kepadamu, jika Tuhan menghendakinya, dan aku akan mengetahui bukan perkataan orang-orang yang sombong itu, melainkan kuasa orang-orang yang sombong itu." Kalian memang pandai bicara, tetapi aku akan mencari tahu siapa yang nyata, bukan siapa yang hanya omong kosong."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disiplin itu penting. Paulus berkata, "Ketika aku datang ke sana, aku akan memeriksa beberapa hal." Aku akan datang dan aku akan tahu siapakah yang benar asli. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, "Karena kerajaan Allah bukanlah soal kata-kata, tetapi soal kuasa." Karakter sejati seseorang ditentukan bukan oleh perkataannya, melainkan oleh kuasa ilahi yang dinyatakan dalam hidupnya. Karena jika ia adalah anggota Kerajaan Allah, maka akan ada kuasa dalam hidupnya, bukan sekadar kata-kata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, "Apakah yang kauinginkan? Haruskah aku datang kepadamu dengan tongkat, atau dengan kasih dan dengan roh yang lemah lembut?" Apakah Anda memperhatikan tidak ada jawaban dari ayat 21? Siapa yang harus menjawab? Jemaat Korintus. Ini adalah ilustrasi tentang seorang bapa yang penuh kasih yang akan menggunakan tongkat ketika dibutuhkan, dan yang akan mengasihi dengan lemah lembut ketika itu dibutuhkan. Doa saya bagi kita semua adalah supaya kita semua menjadi bapa-bapa rohani. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250720</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000266</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rendah hati dan Kesombongan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000265"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+4:6-13" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 4:6-13</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami percaya bahwa buku pegangan untuk kehidupan, waktu dan kekekalan adalah Firman Allah. Jadi kami ingin melihatnya dan melihat apa yang Allah katakan kepada kami. Para penulis Alkitab diilhami oleh Tuhan Roh Kudus, dan apa yang mereka tulis adalah Firman Allah sendiri, jadi kami mempelajarinya ayat demi ayat. Dan Paulus telah menjadi bagian penting dari itu, dan ia menulis kembali kepada jemaat Korintus untuk membahas banyak masalah yang telah berkembang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berbicara tentang kerendahan hati. Sebagai hamba Allah dan guru gereja, ia menyadari bahwa kerendahan hati adalah bagian penting dan vital dalam hidupnya sendiri dan bagian penting dalam kehidupan setiap orang Kristen. Jadi, kerendahan hati adalah inti dari teks ini. Sebagai pengantar, mari kami bahas pemikiran ini: Sepanjang sejarah penebusan Allah, para pemimpin pilihan Allah selalu adalah orang-orang yang rendah hati. Bahkan sejak zaman Abraham.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Kejadian 18:27 Abraham berkata kepada Allah, “Karena aku telah memberanikan diri untuk berbicara kepada Tuhanku, sekalipun aku debu dan abu.” Ia menyadari kerendahan hatinya sendiri. Yakub dalam Kejadian 32:10 berkata, “Aku tidak layak menerima segala kebaikan yang telah Kautunjukkan kepada hamba-Mu.” Gideon, dalam Hakim-Hakim 6:15, berkata, “Ya Tuhan, bagaimanakah aku dapat menyelamatkan orang Israel? Lihatlah, keluargaku adalah yang paling lemah di antara suku Manasye, dan aku adalah yang termuda di antara keluarga ayahku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata kepada jemaat di Efesus dalam Kisah Para Rasul 20:19, “Kamu tahu bagaimana aku di antara kamu, melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, dengan air mata dan pencobaan.” Dalam 2 Korintus 3:5, Paulus berkata, “Bukan karena kami sendiri mampu menganggap sesuatu seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri, tetapi kesanggupan kami berasal dari Allah.” Dalam Efesus 3:8, Paulus berkata, “Kepadaku, yang paling hina di antara semua orang kudus, telah dianugerahkan anugerah untuk memberitakan kepada orang-orang non-Yahudi kekayaan Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat ​​pilihan Allah telah mengenal kerendahan hati. Contoh kerendahan hati yang utama adalah Tuhan kita Yesus Kristus. Dalam Matius 11:29 Dia berkata, “Karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Dan definisi inkarnasi-Nya diberikan oleh Paulus dalam Filipi 2:7 ketika dia berkata, “Ia telah merendahkan diri-Nya.” Bagi Allah semesta alam, datang ke tingkat kehidupan manusia dan diludahi, dicemooh, dipukul, ditolak, dan disalibkan sungguh merupakan penghinaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda dapat melihat kerendahan hati Yesus Kristus dalam kenyataan bahwa Ia mengambil rupa manusia. Ia lahir di kandang. Ia tidak memiliki rumah, miskin, ikut menanggung kelemahan kami, tunduk pada hukum, dan menjadi hamba. Ia bergaul dengan orang-orang berdosa dan orang-orang yang dibenci. Ia tidak mau menjadi raja ketika mereka ingin menjadikan-Nya raja. Ia membasuh kaki. Ia tunduk pada celaan, ejekan, dan bahkan kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat ​​pilihan Allah selalu rendah hati. Kerendahan hati adalah saluran menuju buah. Paulus berkata dalam 2 Korintus 12:10, “Karena jika aku lemah, maka aku kuat.” Yang ia maksud adalah, “Ketika aku menyadari bahwa aku tidak dapat berbuat apa-apa dengan diriku sendiri, maka segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Alasan saya memperkenalkan pokok bahasan tentang kesombongan adalah karena itulah masalah yang dialami jemaat Korintus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah orang-orang yang sombong. Sepanjang 1 Korintus dan 2 Korintus, kesombongan mereka disebut berulang-ulang. Mereka sombong, mereka angkuh. Nah, jika Anda tahu sedikit tentang Alkitab dan telah mempelajarinya selama ini, Anda tahu bahwa dasar dari semua dosa adalah kesombongan, benar? Karena semua dosa adalah pemberontakan terhadap Allah, dan pemberontakan terhadap Allah sama saja dengan saya yang menentang kehendak saya terhadap kehendak-Nya, dan itu adalah tindakan yang sombong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesombongan mereka terwujud dalam kecintaan mereka pada kebijaksanaan manusia. Ingat, masalah pertama yang mereka hadapi adalah masalah perpecahan. Dan alasan mengapa gereja terpecah belah dan tidak mengenal persatuan adalah karena mereka terpolarisasi dalam isu-isu filosofis. Dan satu kelompok akan berkata, "Yah, kamilah yang meyakini hal ini secara politis atau filosofis," dan kelompok lainnya, "Kamilah yang meyakini hal ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun mereka setuju dengan semua ajaran iman Kristen, mereka sangat tidak setuju secara filosofis sehingga itu menjadi unsur yang memecah belah. Hal itu juga menjadi dasar kesombongan karena begitu mereka mengidentifikasi diri dengan satu kelompok kecil dan berkata, "Ini kelompokku dan ini yang aku setujui dan kami lebih baik darimu." Jadi selain meninggikan hikmat manusia, mereka juga meninggikan guru manusia dan orang-orang saleh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah mengambil orang-orang baik, Paulus, Apolos dan Petrus, dan mereka berkata, "Kami dari Paulus," dan kelompok lain, "Kami dari Apolos," kelompok lain, "Kami dari Petrus." Dan mereka mengidentifikasi orang-orang ini. Dan tentu saja, hal yang dihasilkan dari itu adalah kesombongan. Para rasul tidak merasa seperti ini, tetapi orang-orang menjadi bangga terhadap guru tersebut. Jadi kesombongan ditunjukkan dalam peninggian hikmat manusia dan hikmat kepemimpinan manusia ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus membahas tentang kesombongan dalam 1 Korintus 4:6-13. Itu dapat terjadi di gereja dan dapat terjadi di sini juga. Dan kemudian, Anda dapat menjadi sombong dan bangga akan hal itu dan itu tidak lagi menjadi kesetiaan dan itu mulai menjadi dosa. Itu hanya memecah-belah tubuh Kristus. Kita memuji Allah untuk setiap orang saleh lainnya dan setiap pelayanan saleh lainnya di negara ini dan di dunia ini di mana Yesus Kristus ditinggikan dan dimuliakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Anda tahu Setan dapat mengambil hal yang baik dan memutarbalikkannya. Dalam bagian ini, saya akan menunjukkan dua hal. Paulus membandingkan keangkuhan jemaat Korintus dengan kerendahan hati para rasul. Ia berkata, "Kamu orang Korintus sombong dan itu salah," dan kemudian ia menjadikan para rasul sebagai contoh kerendahan hati untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana seharusnya sikap mereka. Dan ia menggunakan beberapa kata untuk membantu kami memahami argumennya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat terlebih dahulu keangkuhan jemaat Korintus. Dan inilah masalah kesombongan. Kata pertama yang ia bicarakan adalah "sombong." </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Saudara-saudara, kata-kata ini kukenakan kepada diriku sendiri dan kepada Apolos, supaya dari teladan kami kamu dapat belajar apakah arti ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis." Maksudnya ialah supaya jangan ada di antara kalian yang menyombongkan diri dengan mengutamakan yang satu dari yang lain."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya telah memberikan Anda prinsip-prinsip perilaku di gereja. Prinsip-prinsip untuk menyadari bahwa pendeta Anda bukanlah seseorang yang harus ditinggikan dan dimuliakan dan diberi segala macam penghormatan. Mereka semua hanyalah hamba Allah, dan tidak ada gunanya mengadu domba satu sama lain. Mengapa tidak menikmati semuanya? Anda akan melihat bahwa Paulus telah membuat prinsip-prinsip tersebut sangat konkret karena ia telah menggunakan dirinya sendiri dan Apolos sebagai contoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus berkata, "Kami telah menggunakan diri kami sendiri sebagai contoh tentang apa itu hamba, tentang apa itu pelayanan, jadi kalian akan berhenti meninggikan para pendeta. Sehingga kalian akan belajar dari kami untuk tidak melampaui apa yang tertulis." Jangan melangkah lebih jauh dari apa yang diizinkan Alkitab dalam menghargai orang-orang Allah. Alkitab berkata bahwa seorang penatua yang setia yang bekerja keras dalam Firman dan doktrin harus dihormati dua kali lipat. Kami tahu hal-hal ini tetapi hanya dalam batasan Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Roma 12:3, “melalui anugerah yang dianugerahkan kepadaku, kepada setiap orang di antara kalian,” ia berbicara kepada semua orang. Jangan berpikir lebih tinggi dari yang seharusnya. Dengan kata lain, Allah telah menetapkan batasan tertentu tentang penghargaan. Tinggalkan saja di sana dan di sini ia merujuk kepada diri kami sendiri. Karena seperti yang dikatakan Paulus, akulah yang paling berdosa. Jangan berpikir lebih tinggi dari yang seharusnya. Ingatlah, kami semua orang berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Israel dipimpin keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, dan pahlawan besar Israel adalah Musa. Semua orang mengidentifikasi diri dengan Musa. Musa adalah pemimpin dan tidak ada seorang pun yang seperti Musa. Bilangan 11:26 berbicara tentang situasi yang terjadi ketika anak-anak Israel berada di padang gurun. Dua orang di perkemahan, yang satu bernama Eldad dan yang lainnya, Medad, dan roh itu hinggap pada mereka. Dan mereka mulai bernubuat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada seorang pemuda yang memberi tahu Musa. Pemuda itu berlari menemui Musa dan berkata, “Eldad dan Medad sedang bernubuat di perkemahan.” Dan Yosua, putra Nun, menjawab dan berkata, “Tuanku Musa, cegahlah mereka.” Musa kemudian berkata kepada mereka di ayat 29, “Apakah kamu cemburu karena aku? Jika saja semua umat Tuhan menjadi nabi dan Tuhan akan memberikan Roh-Nya kepada mereka!” Jangan cemburu untukku. Aku berharap semua orang menjadi nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> berkata, “Siapakah yang menganggap engkau lebih tinggi dari Allah? Apakah yang kaumiliki, yang tidak kauterima? Jika memang engkau telah menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri seolah-olah engkau tidak menerimanya?” Siapakah yang menjadikanmu lebih baik dari siapa pun? Jawaban yang jelas adalah tidak seorang pun. Semua itu hanyalah kesombongan dan hanya melibatkan imajinasimu sendiri. Pertanyaan kedua: “Dan apakah yang kaumiliki yang tidak kauperoleh dari Allah? Sama sekali tidak ada. Engkau adalah anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab mengatakan bahwa setiap pemberian yang baik dan sempurna berasal dari Bapa segala terang. Dapatkah seseorang memperoleh keselamatan? Anda diselamatkan oleh iman dan anugerah, bukan karena perbuatan. Keselamatan bukan hasil usaha Anda. Keselamatan adalah pemberian Allah. Anda diperkaya oleh-Nya dalam segala hal sehingga Anda memiliki segala pengetahuan dan segala kehormatan. Dari mana Anda memperolehnya? Roh Kuduslah yang memberikan itu kepada setiap orang secara bergiliran sesuai dengan kehendak-Nya. Anda tidak memperolehnya dengan usaha.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tidak lebih unggul dan tidak memiliki apa pun yang tidak Anda peroleh, mengapa Anda bermegah seolah-olah Anda tidak menerimanya? Dengan kata lain, mengapa Anda menyombongkan diri seolah-olah Anda telah memperolehnya? Hanya ada satu alasan, kesombongan. Anda tidak memiliki dasar untuk berpikir bahwa karena apa yang dapat Anda lakukan, Anda lebih unggul. Tidak ada dasar untuk berpikir bahwa Anda telah memperoleh sesuatu, itu semua adalah anugerah Allah. Paulus menyingkirkan semua alasan dan membiarkan mereka menghadapi kesombongan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Kamu sudah dipenuhi! Kamu sudah kaya! Kamu telah mulai memerintah sebagai raja tanpa kami—dan aku ingin kamu menjadi raja, sehingga kami juga dapat memerintah bersama kamu!” Lihat, itu sarkasme. Maksudmu justru kebalikan dari apa yang kamu katakan. Dan kata pertama yang dia gunakan adalah “dipenuhi.” Kata itu digunakan untuk makanan. Itu adalah kata yang berarti merasa puas. “Apa yang kamu butuhkan? Kamu sudah memiliki semuanya.” Kamu telah dimuliakan dan kamu terus maju tanpa kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu seperti Wahyu 3, pesan kepada jemaat di Laodikia ketika Tuhan kami berkata ini: "Kamu berkata bahwa Aku kaya dan berlimpah harta dan tidak kekurangan apa-apa dan tidak tahu bahwa kamu melarat, malang, miskin, buta dan telanjang." Tidak ada orang yang lebih miskin daripada orang yang merasa memiliki segalanya, tahukah kamu? Kamu telah memerintah sebagai raja. Kamu berada di atas takhtamu. Betapa baiknya. Itu sarkastik. "Dan kalian melakukannya tanpa kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Sebab menurut pendapatku, Allah telah menempatkan kami, para rasul, pada tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.” Kerendahan hati para rasul dalam ayat 9 - 13. Perhatikan apa yang dikatakannya. Ada empat istilah yang digunakannya untuk menggambarkannya. Pertama-tama, istilahnya adalah “tontonan.” Dia berkata, “Kalian benar-benar hebat. Kalian pahlawan, dan kami adalah penjahat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memilih gambaran yang sangat jelas. Ketika seorang Jenderal Romawi menang, mereka mengadakan prosesi yang mereka sebut Kemenangan. Dan yang mereka lakukan adalah sang jenderal Romawi akan masuk ke kota dan ia akan mengarak pasukannya yang menang melalui jalan-jalan dan pasukan itu akan datang dengan segala kemegahan dan kemewahan. Ia akan menunjukkan kemenangan dan prestasinya dengan memamerkan pasukannya yang menang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di akhir barisan akan ada sekelompok kecil tawanan. Mereka mungkin adalah tawanan yang terbaik. Mereka semua akan dirantai bersama. Mereka dijatuhi hukuman mati, dan mereka akan mati di arena saat mereka melawan binatang-binatang buas. Setelah Kemenangan besar, orang-orang akan pindah ke sebuah arena. Para tawanan kecil akan dibawa kesana Dan di akhir segalanya, mereka akan bertarung dan dimakan oleh binatang-binatang buas itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah menunjukkan para rasul, seperti sekelompok tawanan yang akan dihukum mati. Dalam Markus 9, para murid berdebat tentang siapa yang akan menjadi yang terbesar dan Tuhan berkata, "Aku punya prinsip yang Aku ingin bagikan kepadamu. Siapa pun yang ingin menjadi yang pertama dalam Kerajaan akan menjadi yang terakhir dan pelayan dari semuanya." Dan Dia mengambil seorang anak kecil dan berkata, "Ketika kalian belajar melayani seorang anak kecil, kalian akan tahu apa artinya melayani Aku dan Bapa-Ku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mahkota hanya datang setelah penyaliban. Dalam Matius 19, Alkitab mengatakan bahwa pada akhirnya para rasul, kedua belas rasul, akan memerintah dalam Kerajaan Allah di bumi, Kerajaan Milenium. Mereka akan memerintah di atas dua belas takhta. Mereka menjadi tontonan, mereka menjadi penjahat, dan mereka mati. Mereka diludahi, mereka dicemooh, mereka dipukuli, dan mereka mengalami karam kapal. Namun di Kerajaan itu, mereka akan berada di atas takhta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, "Kami bodoh karena Kristus, tetapi kamu bijaksana di dalam Kristus! Kami lemah, tetapi kamu kuat! Kamu terhormat, tetapi kami dihina!" Sarkasme lagi. Paulus berkata dalam 1 Korintus bahwa "pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi dunia." Dalam Kisah Para Rasul 5, Petrus dan Yohanes berkhotbah dan Sanhedrin berkata, "Apa yang diketahui orang-orang ini? Mereka orang-orang desa dari Galilea." Para rasul dianggap lemah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, "Sampai saat ini kami lapar dan haus; kami berpakaian buruk, diperlakukan kasar, dan tuna wisma." Kerendahan hati para rasul adalah penderitaan. Kami telah dipukuli. Kami tidak punya rumah. Kami bekerja keras dengan tangan kami sendiri." Dan bagi orang Yunani, bekerja dengan tanganmu adalah hal yang tidak terhormat. Paulus berkata, "Kami telah mengambil lapisan masyarakat yang paling rendah, menjadikannya sebagai cara hidup kami. Tetapi kamu kaya dan berkecukupan." Sarkasme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, "Kami berusaha, bekerja dengan tangan kami. Ketika kami dicaci maki, kami memberkati; ketika kami dianiaya, kami menanggungnya." Begitulah cara mereka menanggapi penderitaan itu. Mereka menghadapi pencemaran nama baik dengan kebaikan. Mereka menghadapi penganiayaan dengan ketekunan. Mereka menghadapi fitnah dengan berkat. Kerendahan hati yang sukarela untuk menerima apa yang telah Allah berikan kepada mereka. Mengetahui bahwa meskipun mereka yang terakhir di dunia, mereka akan menjadi yang pertama di Kerajaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Ketika kami difitnah, kami menanggapi dengan ramah. Bahkan sekarang, kami seperti sampah dunia, seperti sampah semua orang." Kami mengambil tempat di masyarakat yang diejek dan ditolak karena kami dengan berani memberitakan Kristus. Allah hanya memakai hamba-hamba yang rendah hati. Ketika Anda tergoda untuk mendambakan reputasi, ketika Anda tergoda untuk dihormati oleh dunia, untuk ditinggikan oleh gereja, Anda telah jatuh ke dalam kesombongan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena kerendahan hati datang bersama perspektif yang tepat tentang Allah di dalam Kristus. Petrus mengatakannya begini, "Berpakaianlah dengan kerendahan hati." Dan di mana ada kerendahan hati, di situ akan ada kesatuan dalam gereja. Dengan tunduk kepada satu Allah, kami juga akan tunduk kepada satu sama lain. Kerendahan hati adalah satu-satunya hal yang mendatangkan kesatuan. Semoga Allah memberi kita kesaksian yang bersatu di dunia karena ada kerendahan hati dalam setiap kehidupan untuk kemuliaan-Nya. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250713</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000265</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelayan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000264"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+4:1-5" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 4:1-5</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sedang mempelajari 1 Korintus 4:1-5 dalam pelajaran lanjutan kami. Saya akui kepada kalian bahwa bagian ini ditulis untuk saya dan juga untuk Anda. Bagian ini adalah definisi tentang tempat yang sebenarnya bagi seorang pendeta, dan merupakan sikap yang harus ditunjukkan jemaat kepadanya, dan karenanya bagian ini merupakan bagian yang sangat penting dari Kitab Suci. Inilah waktu untuk mengukur diri saya terhadap Firman Allah agar saya dapat memenuhi apa yang telah ditetapkan Allah bagi pendeta-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu permainan yang dimainkan orang-orang di gereja adalah mengevaluasi pendeta mereka. Berbagai macam kriteria telah ditawarkan sebagai standar untuk menentukan siapa yang menjadi pendeta yang paling dihormati. Dan karena pendeta menjadi pusat perhatian publik, sangat menggoda untuk memeringkat mereka. Mereka umumnya diperingkat berdasarkan ukuran gereja, jumlah staf, gaya khotbah, gelar akademis yang telah mereka peroleh, dan popularitas mereka di mata masyarakat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semua itu menyinggung Allah. Paulus membahas masalah penilaian para pendeta. Jadi, biarlah saya mengingatkan Anda tentang beberapa hal umum. Surat 1 Korintus ditulis karena ada begitu banyak masalah di gereja. Masalah yang paling serius adalah masalah perpecahan. Setan suka memecah belah gereja. Nah, dalam empat bab pertama, Paulus menulis untuk mengatasi perpecahan itu di jemaat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia menunjukkan bahwa perpecahan itu nyata karena dua hal: pengagungan hikmat manusia dan pengagungan pemimpin manusia. Dalam bab 1, mereka berdebat tentang filsafat. Dan kedua, mereka terbagi atas pimpinan manusia. Yang satu berkata, "Aku dari Paulus," yang lain berkata, "Aku dari Apolos," "Aku dari Kefas," dan "Aku dari Kristus," sehingga mereka terpolarisasi atas pemimpin manusia dan pendapat manusia (kecuali Yesus Kristus).</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus menyerang bahwa dosa dasar adalah kedagingan dalam pasal 3. Itu adalah penilaian yang tidak adil karena manusia tidak dalam posisi untuk memiliki kriteria yang tepat untuk membuat penilaian. Sekarang biarlah saya menambahkan ini: Jelas dalam Perjanjian Baru bahwa ketika seseorang mengajarkan doktrin yang salah, kami memiliki hak untuk membuat penilaian. Jelas bahwa ketika seseorang hidup dalam dosa, kami memiliki hak dan kewajiban untuk mendisiplinkan orang itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akan tetapi, di Korintus, di mana semua orang sama-sama benar dalam doktrin dan sama-sama murni dalam kehidupan, tidak ada dasar untuk memberi peringkat kepada mereka, tidak ada pilih kasih. Dalam kasus Korintus, ada Petrus, Paulus, dan Apolos, dan mereka sama-sama benar dan sama-sama saleh. Namun, ada golongan-golongan yang tumbuh di sekitar masing-masing individu berdasarkan gaya pelayanan dan kepribadiannya, dan sebagainya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dalam bab 4, ia berkata ketika Anda menilai orang-orang ini, Anda juga salah memahami fakta bahwa hanya Tuhan yang dapat membuat penilaian itu. Dan itulah maksudnya dalam bab 4:1-5. Penilaian seorang hamba Allah adalah milik Allah. Di mana ada doktrin yang benar dan kekudusan pribadi, tidak ada pembenaran untuk menilai dan memberi peringkat kepada orang-orang di atas yang lain. Jadi untuk mengatasi masalah ini, Paulus menulis lima ayat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia memberi kami identitas pendeta, persyaratan, sikap, dan penilaian. Marilah kami melihat </span><span class="cf1"><b>identitas</b></span><span class="cf1"> pendeta dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Hendaklah orang memandang kami seperti ini: sebagai pelayan Kristus, yang diberi tugas untuk menyatakan rahasia Allah." Marilah kami dipandang sebagai pelayan Kristus. Kata "pendeta" berarti "budak." Kami melayani orang, tetapi pelayanan kami benar-benar diberikan kepada Allah, benar? Kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ketika saya melayani umat-Nya, saya mungkin tidak melayani-Nya dengan sebaik-baiknya. Terkadang, ketika seseorang terlalu fokus untuk memenuhi kebutuhan umat, ia mungkin melanggar apa yang Allah inginkan. Namun, jika saya selalu melayani-Nya, maka saya akan melayani umat dengan sebaik-baiknya. Karena dalam kehendak-Nya, saya adalah yang paling bermanfaat bagi umat-Nya. Penting untuk diingat bahwa kami pertama-tama adalah pelayan Kristus. Paulus berkata, "Melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati adalah prioritas."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata “budak” dalam bahasa Inggris memiliki banyak kata Yunani. Misalnya, oiketēs, berarti pembantu rumah tangga. Kata Doulos, yang berarti budak. Diakonos, yang berarti hanya seorang karyawan atau pelayan. Namun, tidak satu pun dari kata-kata tersebut digunakan di sini. Kata yang digunakan di sini adalah tingkat perbudakan terendah. Yaitu kata hupēretēs dan secara harfiah merujuk kepada orang yang berada di tingkat terendah di dapur kapal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata itu menjadi sinonim dengan bawahan, orang paling rendah yang melakukan tugas manual paling sederhana, budak biasa. Jadi ketika Anda memikirkan pendeta, ingatlah bahwa ia dianggap sebagai budak dalam Kitab Suci di sini, dan Paulus berbicara tentang dirinya sendiri sementara ia menganggap dirinya sebagai budak tingkat terendah. Rasa sakit dan penderitaan dari pekerjaan berat dan kemudian ada cambukan atas punggungnya yang telanjang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak dapat melayani Dia tanpa melayani Firman-Nya karena Firman-Nya adalah wahyu kehendak-Nya. Perintah-perintah-Nya ada di dalam Alkitab. Tuhan kami Yesus Kristus bahkan melihatnya seperti itu. Dalam Yohanes 18:36, Dia sedang berbicara dengan Pilatus pada saat Dia diadili dan Dia berkata ini: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, maka budak-budak-Ku akan melawan.” Dan Kristus menyebut murid-murid-Nya sebagai hupēretēs lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 9:16 berkata, “Sebab jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk bermegah. Sebab aku terpaksa memberitakannya. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Saya yakin banyak dari Anda menganggap saya lebih tinggi dari Anda karena saya ada di sini. Dan karena saya memberitakan Injil, ada sesuatu yang berbeda tentang saya. Ya, jika saya tidak memberitakan Injil, ada sesuatu yang berbeda tentang saya karena saya memang melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, "Tidak ada yang bisa kubanggakan dari diriku. Keadaan mendesak telah menimpaku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." Tahukah Anda mengapa saya memberitakan Injil? Karena jika tidak, saya akan mendapat banyak masalah. Celaka berarti penghakiman. Tuhan memanggil saya untuk berkhotbah, tetapi jika saya tidak menaati-Nya, saya akan berada dalam situasi yang sangat berbahaya. Saya akan memberi tahu Anda, saya hanyalah seorang budak. Saya tidak memilih untuk melakukannya, tetapi jika saya memilih untuk tidak melakukannya, saya akan mendapat banyak masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Korintus 6, ia memberikan sedikit wawasan tentang seperti apa perbudakan ini. Saya harus bersabar. Saya mengalami penderitaan, kebutuhan, tekanan, cambukan, penjara, kerusuhan, kerja keras, dan puasa. Itu adalah kehidupan yang negatif. Namun di sisi positifnya, "Ada kemurnian, pengetahuan, kesabaran, kemurahan, oleh Roh Kudus, kasih yang tidak dibuat-buat, oleh firman kebenaran, oleh kuasa Allah, oleh senjata kebenaran di tangan kanan dan kiri."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian dia berkata dalam ayat 8-10, "dan aku selalu menjadi objek kebingungan." "Ada orang yang memuliakan aku, ada yang tidak memuliakan aku. Ada yang memiliki laporan buruk tentang aku, ada yang memiliki laporan baik. Ada yang mengatakan aku penipu, yang lain mengatakan aku jujur. Ada yang tidak mengenal aku dan ada yang mengenal aku dengan baik. Aku sedang sekarat namun tetap hidup, dihajar namun tidak mati, berduka namun bersukacita, miskin namun memperkaya banyak orang, tidak memiliki apa-apa namun memiliki segala sesuatu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah nasib seorang hamba. Dengan segala cara, saya menanggung segalanya, semua kritikan, semua penilaian yang salah, semua kedengkian, saya menanggung semuanya karena saya adalah seorang hamba Allah. Dan prioritas saya adalah kepada-Nya, bukan kepada manusia. Saya tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan, saya hanya peduli dengan pemenuhan kewajiban saya kepada-Nya. Jika Anda akan mengikuti kebaktian Kristen apa pun, ketika Anda memiliki perspektif itu, Anda benar-benar berada di jalan yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah tugas utama seorang hamba? Ketaatan saya adalah kepada Firman Allah. Dalam Kolose 1:25 Paulus berkata, "Aku telah menjadi hamba menurut rencana Allah, yaitu pekerjaan yang dipercayakan Allah kepadaku supaya kamu memberitakan firman Allah." Dan idenya di sini adalah untuk memberitakannya. Jika saya seorang hamba, maka saya hanya menaati perintah-perintah-Nya. Dan apakah perintah-perintah-Nya? Terimalah Firman, hamba, dan sampaikanlah dan perintahkan orang-orang untuk mengikutinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak dipanggil untuk menjadi kreatif, saya dipanggil untuk menjadi taat. Tidak dipanggil untuk menjadi inovatif. Tidak dipanggil untuk memiliki ide-ide hebat, saya dipanggil untuk menjadi taat. Sesederhana itu, untuk memberitakan Firman, dan kami melayani Allah dengan lebih baik dengan memberikan Firman-Nya kepada manusia. Bukan pendapat kami, bukan ide-ide hebat kami, dan bukan inovasi kami, tetapi Firman Allah. Jadi identitas pendeta adalah menjadi hamba Kristus. Tempat yang rendah, tidak terhormat, hanya memiliki tugas menyampaikan Firman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Hendaklah orang memandang kami seperti ini: sebagai pelayan-pelayan Kristus, yang mengurus rahasia-rahasia Allah.” Kami bukan hanya pelayan-pelayan Kristus, tetapi juga pengurus. Jika Anda pernah naik pesawat terbang, Anda pasti tahu apa itu pramugari. Dia bukan pemilik pesawat terbang itu. Perusahaanlah yang memiliki semua itu, dia hanyalah seorang pelayan. Dia diberi tanggung jawab untuk mengambil barang-barang milik perusahaan dan memberikannya kepada orang-orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang pengurus rumah tangga muncul berkali-kali dalam Alkitab. Dalam Kejadian 43 dan 44, Yusuf adalah seorang pengurus rumah tangga di Mesir, dan ia bertanggung jawab untuk mengurus tamu, menyiapkan makanan, dan menyelesaikan semua urusannya. Dalam Yesaya 22, Raja Hizkia memiliki seorang pengurus rumah tangga bernama Sebna. Dalam bahasa Yunani, pengurus rumah tangga berasal dari kata oikonomos, oikos yang berarti rumah, dan nomos berarti mengelola. Seseorang yang mengelola rumah tangga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang Kristen adalah pengurus Allah. Allah telah menaruh sumber daya-Nya di dalam diri kami, memberi kami karunia rohani, memberi kami informasi-Nya, kebenaran-Nya, dan kami harus membagikannya. Kami harus melayani rumah-Nya. 1 Petrus 4:10 mengatakan semua orang Kristen adalah pengurus, tetapi khususnya dalam pelayanan. Dalam Titus 1:7, dikatakan seorang penilik jemaat harus tidak bercacat sebagai pengurus Allah. Setiap pendeta atau guru adalah pengurus Allah. Allah telah memberikan harta-Nya kepada kami untuk dibagikan ke rumah-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah harta Allah? Rahasia-rahasia Allah. Apakah rahasia-rahasia Allah? Apa yang tersembunyi dan kini terungkap selain Perjanjian Baru, Firman Allah? Injil Allah. Kami harus mengambil wahyu Allah dan membagikannya kepada orang-orang. Saya hanya mengatakan bahwa Allah telah memanggil saya untuk mengambil Firman-Nya dan membagikannya kepada umat-Nya. Saya seorang pelayan. Itu saja. Dia memberi saya makanan, saya mengambilnya dari dapur-Nya, dan saya mengantarkannya ke meja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saya ingin memastikan saya tidak mengacaukannya. Sampaikan saja kepada mereka dengan cara yang Allah inginkan untuk didengar. Dalam Kisah Para Rasul 20:20, Paulus berkata, "Tidak ada yang kularang untuk memberitakan Injil, yang berguna bagimu. Aku telah menunjukkannya kepadamu dan berbicara kepadamu di muka umum dari rumah ke rumah." Sekarang Paulus berkata, "Ketika aku datang kepadamu, aku mengajarkan rahasia-rahasia Allah." Alkitab berkata demikian, "Semua Kitab Suci diilhamkan Allah dan berguna." Semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Korintus 4:2 berkata, "Kami telah meninggalkan perbuatan-perbuatan tersembunyi yang tidak jujur, tidak berlaku curang dan tidak berlaku curang dalam firman Allah." Anda tahu, ada orang-orang yang mengambil Firman Allah dan memutarbalikkannya untuk membuatnya mengatakan apa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Firman Allah harus diberikan sebagaimana yang Allah maksudkan, bukan untuk diputarbalikkan demi memenuhi keinginan, pendapat, dan keinginan saya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyajian Kitab Suci kami haruslah begitu jelas dan sederhana dan begitu lugas dan langsung sehingga mudah dipahami dan mudah diikuti. Nah, untuk melakukan itu, untuk membagi Firman dengan benar, Paulus berkata kepada Timotius, “Belajarlah untuk menunjukkan dirimu layak di hadapan Allah. Seorang pekerja yang tidak perlu malu membagi dengan benar.” Anda tidak akan pernah membagi dengan benar kecuali Anda belajar. Lalu, apa yang harus dilakukan pendeta? Ia harus membagikan misteri Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, </span><span class="cf1"><b>persyaratan</b></span><span class="cf1"> dari pendeta. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Dalam hal ini dituntut supaya para pengurus ditemukan setia.” Jenis karyawan seperti apakah yang paling sulit ditemukan? Yang setia, benar? Seseorang yang dapat Anda abaikan, pergi berlibur selama tiga minggu, kembali, dan dia akan bekerja seperti yang dia lakukan ketika Anda berdiri di belakangnya. Itulah arti kata “setia”. Dapat dipercaya, Anda dapat memercayainya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak menginginkan kecemerlangan, kepribadian, popularitas, Dia hanya menginginkan kesetiaan. Anda tahu ada orang yang setia dalam sesuatu, mungkin bagi Anda itu tidak terlalu penting, tetapi jika mereka setia di hadapan Allah, itulah dasar yang membuat Allah memuliakan mereka. Setia. Lihatlah 1 Korintus 4:17, "Itulah sebabnya aku mengutus Timotius kepadamu. Ia adalah anak yang kukasihi dan yang setia dalam Tuhan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ketiga, </span><span class="cf1"><b>sikap</b></span><span class="cf1"> seorang pendeta. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Bagiku tidaklah penting apakah aku dihakimi oleh kamu atau oleh pengadilan manusia mana pun. Bahkan aku sendiri tidak menghakimi diriku sendiri.” Aku tidak peduli dengan penilaianmu. Nah, itu adalah kedewasaan yang sesungguhnya karena kami semua sibuk membangun ego kami sendiri, benar? “Tidak seorang pun mengerti aku. Aku terlalu jauh dari mereka. Mereka tidak dapat memahami hal-hal yang dalam yang sedang kukatakan ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya fokus kehidupan Kristen bukanlah pada kehidupan Kristen, melainkan pada Allah. Anda hanya perlu terus terhubung dengan Allah dan biarkan evaluasi itu berjalan dengan sendirinya. Ketika Alkitab berkata, "Jika kamu ingin menjadi orang yang berubah," 2 Korintus 3:18 berkata, "Janganlah memandang dirimu sendiri," dikatakan, "Lihatlah kemuliaan Tuhan, maka kamu akan diubahkan menjadi serupa dengan gambar-Nya oleh Roh Kudus." Fokuskan diri Anda pada tempat yang seharusnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Sebab aku sendiri tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itu aku dibenarkan. Tuhanlah yang menghakimi aku.” Bukan pendapat manusia yang mengatur apa yang kulakukan, bukan pendapatku yang mengatur apa yang kulakukan, satu-satunya yang benar dapat menentukan itu adalah Allah. Belajarlah untuk menunjukkan dirimu layak di hadapan dirimu sendiri? Di hadapan siapa? Di hadapan Allah. Hanya Dialah yang membuat penilaian yang tepat tentang diriku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Penilaian</b></span><span class="cf1"> terhadap pendeta. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang tersembunyi dalam hati. Maka pujian dari Allah akan datang kepada setiap orang.” Ketika tiba saatnya kami menghadap Yesus Kristus, Dia akan mengevaluasi kami. Jangan menghakimi sebelum waktunya, sampai Tuhan datang, itulah urusan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan mengurus hal-hal yang tersembunyi dalam kegelapan, dan yang saya maksud bukanlah kejahatan, tetapi hal-hal yang tidak dapat kami lihat, hal-hal yang gelap bagi kami. Saya tidak menganggapnya jahat karena di akhir ayat 5 dikatakan bahwa setiap orang akan menerima pujian. Jadi hal-hal yang tidak dapat kami lihat akan dibukakan oleh Allah yang mengetahuinya dan Dia akan menunjukkan motif-motifnya. Dan atas dasar itu, manusia akan dipuji karena di dalam Kristus tidak ada penghukuman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, mengenai siapa yang memperoleh pujian dan pahala terbesar, hanya Allah yang dapat membuat penilaian itu karena hanya Dia yang mengetahui motifnya. Yang perlu Anda lakukan di dalam hati Anda ketika Anda melayani Tuhan adalah mencari alasannya. Itulah pergumulan yang selalu dilemparkan Setan kepada Anda. Mengapa saya melayani? Apakah saya melayani agar Allah dimuliakan? 1 Korintus 10, “Apa pun yang kamu lakukan, baik kamu makan atau minum, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250706</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000264</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Semuanya adalah Milikmu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000263"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+3:18-23" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 3:18-23</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus, di antara hal-hal lainnya, memiliki masalah serius dalam hal perpecahan. Ini bukanlah masalah yang tidak biasa. Inilah kebenaran Allah. Kebenaran ini memiliki banyak doksologi pujian yang saya tidak mampu menggambarkan dalam benak Anda apa yang mungkin dirasakan dan dikatakan Paulus ketika ia mengatakannya; namun saya tahu ini akan menjadi berkat bagi Anda semua untuk melihat apa yang akan diajarkan Allah kepada kami dari bagian ini dalam 1 Korintus 3.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka terbagi dalam dua bidang. Akar penyebab dasar perpecahan mereka didefinisikan secara sederhana sebagai kedagingan dan keduniawian. Itulah sumber dari masalah rohani itu. Namun, penyebab kedua dari masalah mereka adalah bahwa mereka meninggikan hikmat manusia dan meninggikan pemimpin manusia. Nah Paulus membahas hikmat manusia dalam pasal 1 dan 2. Dan dalam pasal 3 dan 4, ia membahas masalah meninggikan pemimpin manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus memberikan pendapat mereka kepada para pemimpin ini dan bukan kepada Firman Allah, dan ini memecah belah. Dan mereka melekatkan diri mereka kepada satu guru seperti yang kami lihat dalam ayat 3 dan 4, "Aku dari golongan Paulus," "Aku dari golongan Apolos," "Aku dari golongan Kefas," dan seterusnya. Sekarang kami berada di tengah-tengah pasal 3 seolah-olah kami telah mendaki gunung. Dan kami menuruni sisi yang lain dalam pasal 4. Ini adalah ringkasan besar dari argumennya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan memuliakan manusia ketika Ia menghendakinya, dan itu akan terjadi di kursi penghakiman. Dan Allah akan menguji pekerjaan mereka, dan Allah akan mencari tahu siapa yang memiliki emas, perak, dan batu permata, dan memberi mereka pahala karenanya. Itu bukan dilakukan manusia. Nah ia merangkum argumen lengkap ini di sini dalam ayat 18 sampai ayat 23, menyatukan konsep hikmat manusia dan konsep meninggikan pemimpin manusia. Inilah inti dari keempat pasal ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam bagian ini ia membaginya menjadi dua bagian. Ayat 18 - 20, ia menunjukkan bahwa masalah pertama adalah meninggikan hikmat manusia. Ia hanya mengulasnya. Ia kemudian meringkas apa yang telah ia katakan. Ayat 21 - 23, ia meringkas pemikirannya tentang meninggikan pemimpin manusia, dan kemudian ia hanya mengakhirinya dengan sebuah doksologi. Beberapa dari Anda adalah guru di gereja, jadi Anda tahu bahwa sebuah ringkasan itu sangat penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah saya ingin membahas empat pokok yang dibahas Paulus dalam ayat 18 - 23. Dan ia mengemukakan keempat pokok ini sebagai empat pandangan yang tepat yang diperlukan untuk menghilangkan perpecahan di gereja. Jika kami ingin menghilangkan perpecahan, baik itu karena hikmat manusia atau pemimpin manusia, maka ada empat pandangan yang harus kami miliki: pandangan yang tepat tentang diri kita sendiri, tentang orang lain, tentang harta milik kami, dan tentang Allah yang memiliki kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita mulai dengan nomor satu: masalah perpecahan dapat dihilangkan dengan cara pandang yang benar terhadap diri kita sendiri. Dan yang terpenting bagi orang-orang adalah kebenaran yang sederhana. Banyak perpecahan di gereja akan dihilangkan jika kita tidak terkesan dengan hikmat kita sendiri. Jika kita menganggap hikmat manusia, bahkan hikmat kita sendiri, sama seperti Allah, kita baik-baik saja. Dan Allah menganggap hikmat manusia sebagai kebodohan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, "Janganlah seorang pun menipu dirinya sendiri." Itu berlaku di masa sekarang. Itu sebenarnya berarti, "Janganlah terus-menerus menipu diri sendiri. Jika ada di antara kamu yang menganggap dirinya bijak pada zaman ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia benar-benar bijak." Dengan kata lain, jika ada persatuan di gereja, Anda harus berhenti menipu diri sendiri tentang bidang hikmat manusia. Gereja tidak membutuhkan pendapat atau hikmat Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan pengetahuan tentang cara membangun sesuatu dengan benar, atau pengetahuan tentang cara merawat bunga. Kami mengatakan ini berkaitan dengan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tiga bidang: keselamatan, pengetahuan tentang Allah, dan prinsip-prinsip kehidupan Kristen. Hikmat manusia tidak ada hubungannya dengan pengetahuan tentang Allah; tidak ada hubungannya dengan rencana keselamatan dan tidak ada hubungannya dengan prinsip-prinsip kehidupan Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja harus menciptakan suasana di mana Firman Allah dihormati, di mana Firman Allah dipatuhi. Paulus berkata: "Jika di dalam gereja setiap orang tunduk pada Firman Allah, tidak ada dasar untuk perpecahan karena ada satu otoritas pengendali yang sama. Ketika pendapat manusia muncul ke permukaan, maka akan terjadi banyak perpecahan. Di sinilah Firman Allah tidak ditetapkan sebagai otoritas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada otoritas yang dapat terjadi di gereja-gereja liberal jika mereka tidak mempercayainya. Atau bahkan dapat terjadi di gereja-gereja evangelis, fundamentalis, dan ortodoks di mana orang-orang tidak mengajarkan Firman Allah, sehingga orang-orang tidak tahu apa yang diajarkannya. Jadi mereka memberikan pendapat manusiawi mereka hanya karena mereka tidak mengetahui kebenaran Alkitab. Di mana Firman Allah diajarkan, orang-orang tahu tentang keselamatan, dan prinsip-prinsip kehidupan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang lebih menghancurkan daripada kesombongan intelektual. Bagi sebagian orang, satu-satunya cara untuk mendapatkan kepuasan ego adalah dengan memiliki pandangan yang berbeda dari orang lain. Kesombongan intelektual tidak bisa diam dan mengagumi; ia harus selalu berbicara dan mengkritik. Ia tidak tahan jika pendapatnya dibantah. Ia tidak akan pernah mengakui kesalahannya, tidak peduli seberapa konyolnya kesalahan itu. Kesombongan intelektual memandang rendah orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak mengetahui apa pun yang penting dalam hal keselamatan, pengetahuan tentang Allah, prinsip-prinsip kehidupan rohani, dan Anda menyerahkan diri Anda kepada Firman Allah, Anda menjadi bijak. Di situlah letak hikmat. Nah perhatikan apa yang Paulus katakan di awal ayat 18, “Janganlah seorang pun menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menganggap dirinya bijak pada zaman ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia menjadi bijak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hikmat duniawi menentang Kristus dan menghancurkan kebenaran. Dan saya tidak menolak sains, dan saya tidak mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan manusia dalam memajukan sains dan semua hal itu buruk. Sebenarnya itu hebat, dan kami seharusnya senang bahwa Allah telah mengizinkan manusia mengembangkan apa yang kami ketahui saat ini secara ilmiah, yang menyediakan begitu banyak kenyamanan bagi kami, dan menyediakan media massa untuk menjangkau banyak orang dengan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, saya ingat di seminari Anda akan selalu membaca, para teolog besar di Eropa dan semua orang jenius yang sampai pada kesimpulan bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah. Mereka telah berusaha untuk menyangkal kepenulisan Musa, untuk membuktikan bahwa Yesaya tidak benar-benar menulis bagian kedua dari Yesaya, dan bahwa Daniel tidak mungkin menulis Daniel, karena ditulis hanya beberapa tahun sebelum Yesus lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya yang terjadi itu adalah kebodohan. Itulah terjadi ketika pikiran manusia menggunakan kebenaran ilahi. Manusia alamiah tidak akan pernah memahami hal-hal tentang Allah, ia akan selalu memberikan jawaban yang salah. Kami harus kosong agar dapat dipenuhi. Kami harus meninggalkan kebenaran kami sendiri supaya kami dapat mengenakan kebenaran Kristus. Kami harus meninggalkan hikmat kami sendiri supaya kami dapat menjadi bijak. Ini adalah hukum universal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis” dan di sini ia mengutip Ayub 5:13, ‘Allah menangkap orang bijak dalam kelicikannya.’ kemudian ia mengutip Mazmur 94:11 di </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, ‘Tuhan tahu bahwa pertimbangan orang-orang berhikmat adalah sia-sia.” Ia mengatakan bahwa filsafat manusia sama sekali tidak memadai untuk menyelamatkan manusia, sama sekali tidak memadai untuk mengenal Allah, sama sekali tidak memadai untuk menawarkan prinsip-prinsip kehidupan Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Spekulasi manusia tidak akan pernah dapat memahami hal-hal yang dalam dari Allah. Paulus menerapkannya dengan benar: "Ia menangkap orang bijak dalam kelicikannya." Orang-orang bijak ini terperangkap dalam hikmat mereka sendiri. Seperti yang dikatakan pemazmur ketika ia berbicara tentang orang-orang jahat yang terperangkap dalam jaring mereka sendiri. Penjahat yang licik ditangkap, disingkapkan, dan dihukum di penjara dan hikmatnya sendiri menjadi eksekusinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah saya ingin memberikan Anda pemikiran lain: terkadang penulis Perjanjian Baru mengutip teks Ibrani kata demi kata. Terkadang mereka mengutip Septuaginta. Tahukah Anda apa itu Septuaginta? Itu adalah terjemahan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani. Perjanjian Lama, yang aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani, diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebelum Masehi, dan banyak orang membacanya dalam bahasa Yunani, karena bahasa itu telah menjadi bahasa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama-tama, Paulus mengatakan bahwa pandangan yang benar tentang diri sendiri dapat menghilangkan penglihatan jika Anda menyadari bahwa itu terlepas dari wahyu Allah, Anda tidak mengetahui apa pun. Prinsip kedua: Agar ada kesatuan dan supaya perpecahan dapat dihilangkan, harus ada pandangan yang benar tentang orang lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena itu janganlah seorang pun memegahkan diri atas pemimpin manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu." Jemaat Korintus melekatkan diri mereka kepada satu guru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun jika memang benar bahwa di gereja ada perpecahan karena ajaran manusia. Namun di sini mereka sebenarnya terpecah belah karena orang-orang yang setuju. Mereka telah berhasil melampaui doktrin mereka, karena mereka setuju bahwa tidak ada perbedaan antara Petrus, Apolos, dan Paulus dan apa yang mereka ajarkan secara doktrinal; mereka menciptakan perbedaan dan mengikatkan diri kepada orang-orang itu atas dasar perbedaan yang dibuat-buat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada juga pengetahuan. Jika saya memiliki seorang guru di sini yang mengetahui Firman Allah, dan mengajarkan Firman Allah kepada saya, dan ada seseorang di sini yang tidak mengetahui Kitab Suci, yang tidak belajar untuk mengetahui Kitab Suci, maka saya akan menyerahkan diri saya kepada orang yang mengetahui Firman itu. Jika Anda memiliki seorang pria yang benar-benar berkomitmen pada Firman Allah dan seorang yang tidak, jelas kepada siapa Anda akan menyerahkan diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, bukan itu masalahnya di Korintus. Paulus, Apolos, dan Petrus semuanya adalah orang-orang yang setia dan saleh, yang berkomitmen pada kebenaran. Bukan itu masalahnya. Ia mengatakan bahwa tidak boleh ada perpecahan di tempat yang tidak ada perpecahan, di tempat yang hanya ada pemujaan terhadap pribadi tertentu. Kami masuk ke bagian dalam Ibrani 13 dan masuk ke bagian tentang jemaat yang harus menaati mereka yang memerintah mereka, mereka yang harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Baru mengatakan bahwa Anda harus meneladani pemimpin yang saleh dalam hidup Anda; dan jika Anda tidak memiliki pemimpin yang dapat meneladani hidup Anda, maka carilah pemimpin yang memiliki pemimpin yang saleh. Paulus berkata, "Jadilah pengikutku seperti aku juga pengikut Kristus, dan di situlah letak inti pelayanan." Itulah sebuah contoh. Hanya ada satu yang harus dimuliakan, katanya, yaitu Allah. Jika Anda tidak akan memuliakan manusia, hanya ada satu yang tersisa; yaitu Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang, semuanya milikmu." Mengapa Anda memilih satu guru jika semuanya milik Anda? Dia tidak mengatakan untuk menjadi belalang rohani, yang hinggap di mana pun serangga berada. Tidak ada orang percaya di gereja mula-mula dan pengikut Perjanjian Baru yang tidak melekatkan dirinya pada jemaat setempat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berbicara tentang banyaknya guru yang ada dalam satu jemaat di Korintus. Nah, tidak apa-apa bagi Anda untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain pada suatu waktu dan mendengarkan yang lain; itu penting. Anda dapat bertumbuh, Anda dapat mendengarkan kaset, Anda dapat membaca buku, dan Anda dapat menyerahkan diri Anda kepada guru yang saleh. Namun, ia berbicara dalam konteks jemaat lokal. “Setiap dari mereka adalah milik Anda.” Semua guru yang saleh adalah milik kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus tidak benar-benar bermaksud mengatakan segalanya dari segalanya. Apa maksudmu dengan mengatakan “segala sesuatu adalah milik kami?” Mengapa mereka ingin mengasingkan diri kepada satu guru kecil ketika mereka semua adalah milik mereka? Daripada memperkaya diri mereka sendiri, mereka justru memiskinkan diri mereka sendiri dengan mempertaruhkan klaim mereka yang memecah belah atas hak eksklusif kepada satu guru. Roma 8:17 mengatakan, “Kami adalah ahli waris Allah dan ahli waris bersama-sama dengan Yesus Kristus? Ahli waris bersama adalah sama-sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berdoa di Yohanes 17:22, dan berkata, "Ya Bapa, kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, telah Kuberikan kepada mereka"? Apa pun yang telah diberikan Allah kepada Kristus, Kristus telah memberikannya kepada kami. Tahukah Anda bahwa Roma 8:28 mengatakan, "Segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya." Wahyu 21:7 mengatakan, "Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya, dan ia akan menjadi anak-Ku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa saya harus memiskinkan diri saya dengan hanya menerima apa yang dikatakan Paulus dan tidak menerima apa yang dikatakan Yohanes; apa yang dikatakan Petrus, apa yang dikatakan Lukas, apa yang dikatakan Matius, dan apa yang dikatakan Markus? Itu semua milik kami. Tahukah Anda bahwa dunia ini milik Anda? Yang ia maksud adalah alam semesta material ciptaan Allah. Segala sesuatu di dalamnya adalah untuk Anda, semuanya. Gereja ini, Anda mendapatkan semua manfaatnya. Segala sesuatu di dunia ini adalah milik kami, segala sesuatu yang telah Allah ciptakan. Apa pun milik Allah, adalah milik saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Suatu hari nanti ketika Yesus datang lagi, kami akan memiliki dunia baru. Dapatkah Anda membayangkan sebuah dunia di mana keadilan berlaku, di mana kebenaran dan kebaikan menjadi aturan, di mana ada kedamaian abadi, di mana sukacita berkuasa; sebuah dunia di mana kesehatan bersifat universal, dan orang yang meninggal pada usia 100 tahun meninggal seperti anak kecil; sebuah dunia di mana anak-anak bermain di lubang ular, di mana singa dan domba berjalan bersama, dan mereka semua dipimpin oleh seorang anak kecil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah selain dunia, ia berkata, “Hidup adalah milikmu. Kamu memiliki hidup.” Hidup seperti apakah yang ia bicarakan? Hidup kekal, hidup rohani, pengetahuan tentang Allah, hidup Allah di dalamku, Kristus di dalamku. Inilah hidup kekal itu, Yesus Kristus. Lihatlah yang berikutnya. Kematian adalah milikku! Tidak, itu karena kamu memandang kematian sebagai yang berkuasa, bukan budak. Kamu tahu apa yang dapat dilakukan kematian terhadap seorang Kristen? Satu hal yang dilakukan kematian, membawanya kepada Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya Paulus berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan kematian adalah keuntungan.” Paulus berkata dalam 1 Korintus 15, “Hai maut, di manakah sengatmu? Hai maut, di manakah kemenanganmu?” Hal-hal yang ada saat ini adalah milik kami. Saya tidak akan memberi tahu Anda apa itu! Namun, semua benda, semua orang, semua situasi, semua peristiwa, dan semua pengalaman hidup adalah untuk berkat Anda. “Bahkan yang buruk sekalipun?” Ya, itu bagian dari “segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada hal di masa kini yang dapat memisahkan Anda dari kasih Kristus, benar? Baik hal-hal yang ada saat ini, maupun hal-hal yang akan datang. Jadi jika hal-hal tersebut tidak dapat memisahkan Anda dari-Nya, jika hal-hal tersebut tidak dapat mengubah hubungan itu, hal-hal tersebut hanya dapat meningkatkannya. Semua hal adalah milik Anda. Penderitaan adalah milik Anda; kebahagiaan adalah milik Anda. Kesedihan adalah milik Anda; kegembiraan adalah milik Anda. Itu semua milik Anda. Dan Allah, melalui semua itu, sedang menjadikan Anda serupa dengan Yesus. Hal-hal yang akan datang mengacu pada masa depan, surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pandangan yang benar tentang diri kami sendiri, tentang orang lain, tentang harta milik kami. 1 Korintus 6:17 mengatakan, “Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia,” dan Kristus adalah milik Allah. Alasan kami memiliki segalanya adalah karena kami semua adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik Allah. Kebahagiaan terbesar dari semua kebahagiaan adalah mengetahui bahwa saya adalah milik Yesus, dan Dia adalah milik Allah. Betapa menyenangkannya menjadi milik-Nya! Alkitab mengatakan bahwa hidup saya adalah di dalam Kristus di dalam Allah. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250622</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000263</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penilaian Pekerjaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000262"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+3:10-17" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 3:10-17</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan melihat fakta bahwa pekerjaan orang percaya akan diadili di hadapan Allah untuk melihat apakah mereka layak menerima pahala. Nah ini adalah tema dan pokok bahasan yang penting. Paulus berkata di sini, akan tiba saatnya ketika semua pekerjaan orang percaya akan diadili dengan api untuk menentukan apakah mereka layak menerima pahala. Dan ini penting bagi setiap orang percaya agar ia dapat mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu motivasi pendorong Paulus adalah bahwa ketika Yesus datang kembali, itu akan menjadi saat pahala. Paulus mempersiapkan dirinya untuk itu. Bukan karena ia menginginkan segala macam kemuliaan dan kehormatan bagi dirinya sendiri; tetapi jika ia akan terlibat dalam sesuatu, ia akan melakukannya dengan kemampuan terbaiknya. Jika ia akan mengikuti perlombaan, ia akan melakukannya dengan satu tujuan dalam pikirannya, yaitu memenangkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika ia akan bertempur, ia bertempur untuk menang. Begitulah juga kehidupan Kristen. Jika Anda tidak memberikan komitmen total, Anda telah menghina Allah. Jadi, pahala bagi kehidupan Kristen bukanlah masalah saya mendapatkan keuntungan atau saya dimotivasi oleh kemuliaan saya sendiri, melainkan fakta bahwa saya ingin menghormati Yang menempatkan saya di sini dengan memberikan yang terbaik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Korintus 5, ia memberikan tiga motivasi untuk pelayanannya. Yang pertama adalah penghakiman Kristus itu akan datang. Ia berkata dalam ayat 9-10, “Kami berusaha, baik di waktu sekarang, maupun di waktu kami tidak ada, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kami semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya kami memperoleh apa yang telah dilakukan-Nya dalam tubuh ini, baik ataupun jahat.” Ia berkata, “Kami bekerja supaya kami menerima upah. Kristus akan menilai pekerjaan kami; dan itulah yang memotivasikan kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua yang memotivasi Paulus dalam 2 Korintus 5 adalah </span><span class="cf1"><b>kasih Kristus</b></span><span class="cf1"> itu kuat sekali. Ia berkata dalam ayat 14, “Kasih Kristus menguasai kami.” Hal ketiga yang memotivasi Paulus adalah pekerjaan Kristus itu </span><span class="cf1"><b>sudah selesai</b></span><span class="cf1">. Ia berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Tiga hal yang memotivasi Paulus: Yesus datang untuk memberi upah; kasihnya kepada Kristus yang keluar dari hatinya; dan ketika ia memberitakan Injil, orang-orang ditransformasikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi pertama-tama ia menyebut: Yesus akan datang. Paulus ingin diterima oleh Kristus. Ia ingin Kristus berkata, "Bagus sekali." Ia ingin memaksimalkan potensinya, bukan agar ia dapat mengetahui upeti, tetapi agar Kristus dapat mengetahui bahwa ia mengasihi-Nya, bahwa ia peduli kepada-Nya, bahwa ia bersedia memberikan segalanya. Ia mengulangi keinginan ini dalam Roma 14:10: "Mengapa engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapa engkau menghina saudaramu?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Karena kami semua akan menghadap takhta pengadilan Allah.” Ayat 12 berkata, “Demikianlah setiap orang di antara kami akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” Kami tidak perlu menghakimi orang percaya lainnya. Allah akan mengurus itu; dan setiap orang percaya akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri. Apa yang sebenarnya dikatakannya kepada orang-orang Kristen yang akan membaca surat Roma adalah, “Biar Allah yang menentukan siapa yang melakukan apa. Kami semua jatuh ke dalam perangkap menjadi hakim rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak dapat membuat penilaian rohani seperti itu. Itu bukanlah penilaian yang dapat Anda gunakan dalam perspektif Anda. Anda harus membiarkan Allah melakukannya. Tidak ada alasan untuk memisahkan orang. Hanya Allah dapat melakukan itu dan benar-benar menghormati manusia; dan Dia akan melakukannya. Pada akhirnya akan ada waktu untuk pahala. Itulah yang memperkenalkan kami pada bagian ini. Dan bagian ini berbicara tentang waktu ketika Allah akan memberi pahala kepada umat-Nya. Perhatikan ayat 1 Korintus 3:5-8.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini berbicara tentang penghakiman atas perbuatan orang percaya. Ada banyak penghakiman dalam Kitab Suci. Kitab Suci berbicara tentang penghakiman atas dosa. Kapan? Di kayu salib. Tidak ada lagi penghakiman, itu sudah selesai. Kitab Suci berbicara tentang penghakiman atas diri sendiri dalam 1 Korintus 11:31, "Jika kami menguji diri kami sendiri, kami tidak akan menerima hukuman dari Allah." Jika kami mengurus hidup kami sendiri, Allah tidak perlu mendisiplin kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada penghakiman Israel dalam Yehezkiel 20. Diceritakan tentang penghakiman bangsa-bangsa dalam Matius 25. Diceritakan tentang penghakiman Setan dan iblis-iblisnya dalam Yudas 6. Diceritakan tentang penghakiman orang-orang yang tidak diselamatkan di takhta putih yang besar dalam Wahyu 20. Dan, dari semua penghakiman, ini adalah penghakiman atas perbuatan orang percaya. Akan datang suatu hari ketika kami akan dihakimi berdasarkan apa yang telah kami lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saudara terkasih, tidak ada penghakiman di masa depan untuk melihat apakah Anda masuk surga atau tidak, iman Anda kepada Yesus Kristus sudah menjamin hal itu. Menurut Filipi 3:20, Anda sudah menjadi warga surga, benar? Nah orang lain mengatakan bahwa penghakiman orang percaya adalah bahwa mereka akan dihukum atas dosa-dosa yang mereka lakukan setelah mereka diselamatkan. Jika itu benar, kami akan menghabiskan seluruh kekekalan untuk melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua dosa Anda ditanggung di kayu salib. Kristus menanggung semuanya. 1 Yohanes 2:12 dan Kolose 2 mengatakannya: semua dosa kami. Dia hanya membungkus semuanya di kayu salib dan menanggung semuanya. Roma 8:1 berkata, “Karena itu tidak ada lagi penghakiman bagi mereka yang ada di dalam Kristus.” “Siapakah yang akan menanggung dosa orang-orang pilihan Allah?” Tidak seorang pun. Allah telah menyatakan kami benar; tidak ada dosa yang harus kami bayar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang lain yang berkata, "Anda harus dihukum atas dosa-dosa yang Anda tidak akui." Itu pandangan yang sangat populer. "Dosa-dosa yang Anda lupa akui atau Anda tidak akui dengan sengaja harus dibayar, dan Anda harus dihukum." Alkitab tidak mengatakan itu. Itu menunjukkan kurangnya pemahaman tentang pengakuan dosa. Pengakuan dosa tidak ada hubungannya dengan pengampunan. Pengampunan itu telah terjadi di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Anda berkata, "Apakah itu?" Itu hanyalah tempat pemberian pahala. Tidak akan ada penghukuman. Bukalah Alkitab Anda pada 1 Korintus 4:5 yang mengatakan, "Karena itu, janganlah menghakimi orang sebelum waktunya, sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang dipikirkan di hati. Maka setiap orang akan menerima pujian dari Allah." Jangan mendahului Allah dan mencoba mengevaluasi segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di situlah Anda bisa mendapatkan ide bahwa mungkin Allah lebih peduli dengan motif daripada tindakan yang sebenarnya, benar? Nah pada akhir ayat 5, “Dan pujian akan datang kepada setiap orang dari Allah.” Anda lihat, setiap orang percaya akan menerima pujian. Tidak akan ada seorang pun yang dihukum. Kristus menanggung semua hukuman. Hanya akan ada pujian; tetapi akan ada berbagai tingkatan pujian, tergantung pada pekerjaan hidup Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dikatakan dalam 2 Korintus 5, "Kita semua akan menghadap takhta pengadilan," itu tidak mengacu pada pengadilan atau tribunal; itu mengacu pada stadion Olimpiade yang berada di luar Korintus. Dan para pemenang naik ke atas bema, dan di sana mereka akan diberi pahala atas kemenangan mereka. Setiap orang percaya akan mendapatkan pahala, hadiah. Setiap orang akan mendapat pujian; ada beberapa orang yang dapat lebih dari yang lain. Ada beberapa orang yang akan dihormati lebih daripada yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 3. Mari kami lihat penghakiman sebagaimana yang terlihat di sini. Ketika Anda tiba di kursi penghakiman, akan ada banyak orang yang terkejut dengan apa yang tersisa setelah ujian itu. Beberapa orang akan berpikir bahwa mereka benar-benar telah memberikan kontribusi yang besar dan tidak akan memiliki apa pun yang tersisa, dan beberapa orang kudus yang datang entah dari mana dan tidak seorang pun tahu siapa akan mendapatkan pahala yang terbesar dari semuanya. Hanya Allah yang tahu itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus di sini menunjukkan bahwa semua orang percaya sedang membangun sebuah bangunan, dan akan ada ujian yang berapi-api, dan api itu akan membakar bangunan mereka, dan hanya apa yang tersisa yang akan diberi pahala. Namun setiap orang percaya akan memiliki sesuatu yang tersisa. Mungkin hanya sepotong kecil saja. Itu akan menjadi sedikit pujian. Namun setiap orang akan mendapatkan sebagian. Itu tidak ada hubungannya dengan kutukan. Nomor satu adalah ahli bangunan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Sesuai dengan kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadaku, aku telah meletakkan dasar sebagai seorang ahli bangunan yang pintar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi masing-masing harus memperhatikan, bagaimana ia membangun di atasnya.” Di sini Paulus memperkenalkan dirinya sebagai ahli bangunan. Paulus adalah seorang ahli bangunan. Dia adalah orang yang memulai gereja-gereja. Dia menulis kepada jemaat di Roma, “Aku tidak pergi ke tempat-tempat tertentu, karena aku tidak mau membangun di atas fondasi yang telah dibangun orang lain.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia ingin pergi ke tempat yang belum dikenal Kristus. Di Korintus ketika ia tiba di sana, ia tinggal selama delapan belas bulan. Di Efesus ia tinggal selama tiga tahun. Di Tesalonika ia hanya tinggal kurang dari sebulan, karena Roh Allah bekerja lebih cepat di sana. Namun ke mana pun ia pergi, ia meletakkan fondasi gereja. Ia tidak mencoba untuk memaksakan masalah partai. Saya melakukannya hanya karena Allah cukup murah hati untuk mempercayakan pelayanan itu kepada saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Efesus 3:7-8, ia berkata, “Aku telah menjadi pelayan Injil itu oleh pemberian anugerah Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kasih karunia itu telah dianugerahkan kepadaku, yang paling hina di antara semua orang kudus, untuk memberitakan kekayaan Kristus kepada orang-orang bukan Yahudi, yang tidak terhitung banyaknya.” Dalam 1 Timotius 1:13 ia berkata, “Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang sombong. Tetapi aku telah dikasihani, karena aku telah bertindak tanpa pengetahuan yaitu tanpa iman.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah perhatikan istilah "ahli bangunan yang bijaksana." Paulus pergi ke sebuah kota, ia mendekati sinagoge, dan mencoba memenangkan orang-orang Yahudi bagi Kristus, ia berhasil mendapatkan beberapa orang Yahudi yang bertobat. Kemudian ia mulai bergerak ke komunitas non-Yahudi dan memenangkan mereka bagi Kristus. Ia tahu persis apa yang sedang ia lakukan. Ia adalah ahli strategi. Ketika ia membangun sebuah gedung, gedungnya kokoh, fondasinya kokoh. Pondasinya sangat dalam dan kokoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus adalah gabungan arsitek dan kontraktor umum, bukan hanya seorang perencana. Tidak ada seorang pun yang duduk dan berkata, "Nah kalian, lakukan ini." Mereka aktif. Tidak ada arsitek yang juga bukan kontraktor umum. Rencana dan pembangunan dilakukan oleh para rasul. Mereka menyusun strategi dan melaksanakannya. Nah ia berkata, "Kemudian aku meletakkan fondasinya. Aku telah meletakkannya, dan orang lain membangun di atasnya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Korintus, orang berikutnya yang datang adalah Apolos, dan Apolos membangun di atas apa yang telah dimulai Paulus. Dan Apolos diikuti oleh yang lain; dan semua orang percaya benar-benar menjadi bagian darinya, karena ia berkata di akhir ayat 10, “Hendaklah tiap-tiap orang memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.” Paulus berkata di </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Karena tidak seorang pun dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, tetapi dasar itu adalah Yesus Kristus.” Semua orang menambahkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, beberapa orang ingin membatasi bagian ini hanya untuk para pendeta, atau para penginjil, atau para guru. Baiklah, saya akan mengatakan bahwa bagian ini terutama merujuk kepada orang-orang yang berkhotbah dan mengajar Kristus. Mereka adalah orang-orang, dalam arti yang sebenarnya, yang membangun struktur doktrin di atas fondasi yang telah diletakkan. Kami adalah orang-orang yang terus mengajarkan firman Allah di atas fondasi yang telah diletakkan oleh para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12-13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Jika seseorang membangun di atas fondasi itu dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api; api akan menguji mutu pekerjaan masing-masing orang." Namun, dalam ayat 13 dikatakan "pekerjaan masing-masing orang" diuji jenisnya, jadi Anda harus memperluasnya dan sekarang ini mencakup setiap orang percaya yang memberi tahu orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun kami semua tidak membangun di atas fondasi kerasulan itu pada tingkat yang sama, kita semua membangun di atasnya, karena setiap dari kita memiliki pelayanan. Setiap dari kita memiliki pelayanan yang didasarkan pada fondasi yang telah diletakkan, dan kita harus berhati-hati bagaimana kita membangun. Kedua, kita datang dari sang pembangun utama ke fondasi, dalam ayat 11: "Karena fondasinya adalah Yesus Kristus." Sekarang di sini kita diperkenalkan pada fondasi itu sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus adalah fondasi Kekristenan. Dalam arti tertentu, fondasi tersebut adalah seluruh firman Allah. Kitab Injil ditulis untuk memberi kita sejarah kehidupan Kristus. Surat-surat ditulis untuk memberi kita komentar tentang kehidupan itu, dan untuk mengambil prinsip-prinsip dari kehidupan itu. Kitab Wahyu ditulis untuk memberi tahu kita bahwa Kristus masih hidup dan berkuasa, dan akan kembali. Kristus aktif di gereja, Kitab Kisah Para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat ​​Katolik berusaha membangun sebuah bangunan di atas tradisi. Sebagian orang berusaha membangun di atas fondasi perbuatan baik. Yang lain di atas fondasi humanisme etis. Sebagian di atas fondasi pseudosains. Sebagian orang berusaha membangun kehidupan mereka di atas moralitas, etika, dan perbuatan baik. Namun satu-satunya fondasi untuk kehidupan dan kehidupan bersama, yaitu gereja, adalah Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 16, “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ‘Menurut pendapat orang, siapakah Aku ini?’ Mereka berkata, ‘Ada yang mengatakan Engkau Elia, ada yang mengatakan Engkau Yeremia, ada yang mengatakan Engkau salah seorang nabi.’ Yesus berkata, ‘Menurut pendapatmu, siapakah Aku ini?’ Petrus berkata, ‘Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.’ Dan Yesus berkata, ‘Berdasarkan pengakuan itu Aku akan membangun jemaat-Ku.’” Itulah identitas Yesus Kristus, kebenaran Kristus. Dialah satu-satunya fondasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus melihat para pekerja dan bagaimana mereka membangun dan mereka diberi hadiah: </span><span class="cf1"><b>Ayat</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>14 - 17</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14-15</b></span><span class="cf1">, “Jika pekerjaan yang dibangun seseorang bertahan, ia akan mendapat hadiah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan—tetapi seperti dari dalam api.” Setiap kali dalam hidup Anda, Anda mengajarkan doktrin yang sehat, dan Anda menaati doktrin yang sehat, atau Anda menyampaikannya kepada seseorang, itu sangat baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pahala seperti apa yang akan diberikan? Mahkota. Mahkota yang tidak dapat rusak, 1 Korintus 9 mengatakan, bagi mereka yang setia, taat, dan rela berkorban; mahkota kebenaran. 2 Timotius 4:8; mahkota sukacita, 1 Tesalonika 2:19-20, bagi mereka yang memenangkan jiwa; mahkota kemuliaan, 1 Petrus 5:4, bagi mereka yang menjadi pendeta yang setia; dan mahkota kehidupan di Yakobus 1:12, bagi semua orang yang mengasihi-Nya dengan rela berkorban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Api akan menguji semua pekerjaanmu, dan mungkin akan terjadi kebakaran besar dalam kasus beberapa orang. Namun, ia akan tetap diselamatkan. Temukanlah karunia rohanimu dan gunakanlah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1"> berkata, "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?" Allah menginginkan gereja yang murni. Allah tidak memandang baik siapa pun yang menentang gereja-Nya untuk menajiskannya atau menghancurkannya. Kamu adalah tempat kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia; sebab bait Allah adalah kudus dan kamu adalah kudus.” Ada seseorang yang datang dan mencoba untuk membatalkan apa yang telah dilakukan Allah, ada seseorang yang datang dan mencoba untuk menghalangi pekerjaan gereja, orang yang datang dan mencoba untuk menyingkirkan fondasi Kristus, menempatkan dirinya dalam posisi untuk dihancurkan oleh Allah. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250608</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000262</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketidakdewasaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000261"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+3:1-9" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 3:1-9</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan melihat ayat 1 - 9, bagian yang telah digunakan sebagai dasar untuk memahami banyak hal yang diajarkan mengenai perilaku orang Kristen. Bahkan, bab ketiga benar-benar sarat dengan beberapa hal yang sangat relevan mengenai kehidupan Kristen. Ketika orang menerima Kristus, mereka cenderung berpikir bahwa hidup mereka berjalan bebas sejak saat itu, tetapi kemudian mereka menemukan bahwa itu hanyalah awal dari kehidupan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kehidupan Kristen tidaklah mudah. ​​ Bahkan, mungkin lebih sulit untuk hidup sekarang daripada sebelum Anda diselamatkan. Mengapa? Tidak mudah untuk menjalani kehidupan Kristen, dengan kuasa Allah di dalam diri kami. Mengapa sulit untuk melakukan hal yang kami tahu ingin kami lakukan, untuk melakukan hal yang benar untuk dilakukan, yang Allah katakan untuk dilakukan? Ada dua alasan, dan semuanya dapat disederhanakan menjadi dua alasan ini yang membuat kehidupan Kristen sulit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor satu: Anda melawan arus dunia ini. Anda mendapati diri Anda seperti ikan salmon spiritual. Sementara semua hal lain hanyut ke hilir, Anda melawan arus itu. Anda terus menghantam tembok keduniawian sambil berusaha menerobos. Anda tidak berenang seperti ikan lainnya berenang. Anda melawan arus, dan itu tidak mudah. ​​Anda bergerak ke arah yang berlawanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah tekanan eksternal dalam menjalani kehidupan Kristen. Kedua, tekanan internal. Anda juga melawan arus daging, yaitu kemanusiaan Anda sendiri. Paulus mengatakannya seperti ini di Roma 7: "Sejauh menyangkut manusia baru saya, saya suka melakukan kehendak Allah. Tetapi ada sesuatu di dalam diri saya, yaitu sesuatu yang berperang dengan pikiran saya, dan memenangkan pertarungan itu, sehingga saya menjadi budak dosa yang masih ada dalam diri saya." Itulah tekanan internal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda lihat, manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa. Itu karena mereka dilahirkan dari orangtua yang berdosa, dan itu sudah ada sejak Adam dan Hawa. Dan karena kami dilahirkan dengan kecenderungan untuk berbuat dosa, ini menciptakan masalah. Keselamatan datang dan ketika kami diselamatkan, Allah mematahkan kejahatan; menetralkannya, dan memberi kami Roh Kudus untuk menaklukkan dosa; tetapi Dia tidak menghilangkan kecenderungan untuk melakukan kejahatan yang ada dalam kemanusiaan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Setan memiliki dua hal yang ia kerjakan dalam kehidupan seorang Kristen: dunia, yang bersifat eksternal; dan kedagingan, yang bersifat internal. Dan kedua hal itu membuatnya sangat sulit. Kami melawan arus. Dan kami memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat di dalam diri kami. Dan meskipun Roh Allah ada di sana untuk menaklukkannya, ia tetap ada di sana, dan ia bangkit dengan sendirinya; dan meskipun kami memenangkan pertempuran pada akhirnya, kami kalah dalam banyak pertempuran di sepanjang jalan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya kehidupan orang Kristen tidaklah mudah. ​​Orang Kristen harus memperhatikan dua hal: kami harus melihat ke luar dan memperhatikan dunia, dan kami harus melihat ke dalam dan memperhatikan kedagingan. Dan, terkadang keduanya saling terkait erat, karena dunia menjadi sesuatu yang menggoda kedagingan. Setan menggunakan hal itu untuk menyerang kami dari luar dan dari dalam. Masalah yang dihadapi jemaat Korintus adalah bahwa mereka menyerah pada dunia dan kedagingan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada dosa yang berdiri sendiri. Dosa selalu merupakan gabungan dari dosa-dosa lainnya. Dan di Korintus, perpecahan bukanlah dosa yang berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari dosa-dosa lainnya. Kesombongan, iri hati, kecemburuan, dan sebagainya, menciptakan perpecahan. Namun, perpecahan adalah hal yang sangat serius, dan Paulus menghabiskan banyak waktu untuk membahas perpecahan. Ia berkata, "Perpecahanmu disebabkan oleh keduniawian dan kedagingan." Perpecahan di gereja di Korintus disebabkan oleh keduniawian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kami biasanya menganggap keduniawian sebagai hal-hal yang Anda lakukan, Anda tahu: bermain kartu, mabuk-mabukan, Anda tahu, apa pun yang Anda kategorikan sebagai keduniawian dalam kategori kecil Anda. Namun, itu bukanlah keduniawian yang sebenarnya. Keduniawian hanyalah menerima apa pun filosofi dunia, apa pun sikap mereka. Dan dalam kasus jemaat Korintus, mereka mengikuti filosofi dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ada alasan kedua. Alasan kedua untuk perpecahan mereka ada di bab 3, yaitu kedagingan. Dan kapan pun kedagingan berfungsi, ia pasti egois. Perpecahan menunjukkan keegoisan dan itulah yang selalu terjadi pada kedagingan. Kedagingan berkata, "Saya akan melakukan apa yang akan saya lakukan; saya tidak peduli apa yang Allah inginkan dari saya. Saya akan bekerja dalam kedagingan, melakukan apa yang tubuh saya katakan, kodrat saya katakan, terlepas dari apa yang Allah katakan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kedagingan dan keduniawian menciptakan perpecahan di gereja. Selamanya, musuh-musuh pekerjaan Tuhan adalah dunia dan daging, baik secara kolektif maupun korporat, dan secara individu. Sekarang Paulus akan mengatasi penyakit perpecahan dari sudut pandang kedagingan, dari dalam, dari sudut pandang daging, karena sesungguhnya itulah kuncinya: jika Anda dapat mengalahkan daging, Anda juga dapat mengalahkan dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa dari kalian adalah dokter dan Anda sering menggunakan kata diagnosis. Gnosis adalah kata Yunani untuk "mengetahui" dan 'dia' berarti "melalui." Dan itulah diagnosis: Anda melihat gejala-gejalanya, Anda menelusuri di balik gejala-gejala tersebut hingga ke masalah yang sebenarnya. Anda telah melihat melalui hal-hal yang dangkal hingga ke masalah yang sebenarnya. Dan inilah yang dilakukan Paulus. Di sini kami menemukan Paulus mendiagnosis jemaat Korintus di seluruh kitab tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang ia membahas penyakit perpecahan, dan penyakit itu sangat menular. Perpecahan dapat terjadi di gereja pada tingkat yang kecil dan hal itu dapat menyebar. Perpecahan bukan hanya memengaruhi gereja, tetapi juga dunia, karena gereja yang terpecah, bertengkar, dan berkelahi kehilangan kemampuannya untuk bersaksi. Nah Paulus akan memberi kami tiga hal, penyebabnya, gejalanya, dan obatnya. Penyebab perpecahan; gejalanya, dan obatnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor satu: Penyebabnya ada di ayat 1 - 3a: “Sebab aku, saudara-saudari, pada waktu itu aku tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, seperti dengan bayi-bayi dalam Kristus. 2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukan makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Bahkan, kamu masih belum dapat menerimanya, 3 karena kamu masih manusia duniawi.” Ia berbicara kepada orang-orang Kristen, tetapi ia berkata: “Aku tidak dapat berbicara dengan kalian seperti dengan manusia rohani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kita menggunakan istilah "rohani", kita menggunakannya dalam banyak cara. Dunia berbicara tentang dunia rohani. Yang mereka maksud adalah dunia gaib. Kita berbicara tentang seseorang yang rohani, dan yang kita maksud mungkin adalah seseorang yang benar-benar bergerak dalam roh, seseorang yang rohani dan bukan duniawi. Atau ketika kita mengatakan orang rohani, yang kita maksud mungkin hanyalah seorang Kristen, bukan manusia duniawi. Dan kita ingin tahu bagaimana Paulus menggunakannya di sini, jadi perhatikan baik-baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sini ada seseorang yang dikendalikan oleh Roh, seorang manusia rohani. Semua orang Kristen dikendalikan oleh Roh. Tidak semua orang Kristen menaati Roh yang memegang kendali, tetapi mereka semua dikendalikan oleh-Nya. Dia tetap memegang kendali atas hidup Anda sampai hari kematian Anda. Satu-satunya masalah adalah apakah Anda tunduk pada kendali-Nya atau tidak. Seorang Kristen secara kedudukan di hadapan Allah adalah sempurna; tetapi dalam praktiknya kami tidak selalu hidup sesuai dengan apa adanya diri kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata kepada jemaat Korintus: "Kalian adalah orang kudus," dan kemudian ia mulai memberi tahu mereka betapa busuknya mereka. Ia berkata, "Di dalam Kristus, secara kedudukan, kalian kudus. Secara praktis, kalian busuk. Kalian tidak hidup sesuai dengan keadaan dirimu." Inilah sebabnya kami percaya bahwa kalian tidak kehilangan keselamatanmu, karena praktikmu tidak pernah memengaruhi kedudukanmu. Kalian harus membuat perbedaan di dalam Kitab Suci. Praktik seorang individu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kata “rohani” di sini digunakan untuk menggambarkan posisi Anda. Di hadapan Allah, Anda adalah orang yang rohani, Anda berada di bawah kendali Roh Kudus, berbeda dengan orang yang belum diselamatkan. Anda dapat mengenal firman. Anda dapat membedakan Firman. Anda dapat membaca Firman. Anda dapat mempelajari Firman. Anda dikendalikan oleh Roh Kudus. Jadi, kata “rohani” digunakan dalam Perjanjian Baru beberapa kali untuk berbicara tentang aspek posisi ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketika saya mengatakan kepada Anda kata "dewasa", orang Kristen seperti apakah yang Anda pikirkan? Orang yang benar-benar mengenal Firman, benar-benar bertumbuh. Tahukah Anda bahwa setiap orang Kristen itu dewasa? Secara posisi, Anda semua sudah dewasa sepenuhnya. Ketika Anda menjadi orang Kristen, Anda sudah menjadi orang yang utuh. Tidak ada yang setengah-setengah. Seorang Kristen adalah seseorang yang menjadi orang Kristen; dan dia adalah orang Kristen yang total, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di sini dia mengatakan bahwa praktik Anda tidak rohani, </span><span class="cf1"><b>1 Korintus 3:1</b></span><span class="cf1">, "Sebab aku, saudara-saudari, pada waktu itu aku tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus." Istilah ini digunakan dalam referensi ini untuk merujuk pada sifat dasar manusia, untuk merujuk pada apa yang tunduk pada dosa: sifat Adam-nya, pemberontakannya terhadap Allah, keegoisan, kecenderungannya untuk berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Anda diselamatkan, itu tidak terhapuskan. Itu tidak mendominasi Anda lagi, itu telah dinetralkan, dan Anda dapat menggunakannya atau tidak menggunakannya; tetapi itu masih ada. Dan dia berkata, "Saya harus berbicara kepada Anda seperti Anda adalah orang yang duniawi." Orang yang belum diselamatkan didominasi oleh kedagingan. Dia berkata, "Saya harus berbicara kepada Anda seperti Anda belum diselamatkan, seperti Anda adalah sarkinos, terbuat dari kedagingan, berdaging." Itulah definisi orang yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, tahukah Anda, ketika seorang Kristen berdosa, tidak ada perbedaan kualitas, dan tidak ada perbedaan definisi antara dosanya dan dosa orang yang tidak percaya. Anda lihat, dosa adalah dosa; dan daging yang sama yang berfungsi sebelum Anda diselamatkan akan menghasilkan jenis dosa yang sama. Itu akan lebih jarang terjadi, tetapi sama buruknya ketika itu terjadi. Jadi seorang Kristen yang rohani tidak akan pernah bisa menjadi alami, tetapi ia bisa berperilaku seperti daging.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dia berkata kepada jemaat Korintus, "Kalian tahu, kalian begitu kacau sehingga saya harus memperlakukan kalian seperti sekelompok orang yang tidak percaya." Nah, siapa yang dimaksud bayi? Bayi menyiratkan kebodohan rohani, ketidaktahuan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Susu telah kuberikan kepadamu, bukan makanan keras, karena kalian belum dapat menerimanya; bahkan, kalian masih belum dapat menerimanya." </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Karena kalian masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kalian masih manusia duniawi dan bahwa kalian hidup secara manusiawi?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda siapakah pendeta yang mereka ikuti? Apolos. Alkitab mengatakan banyak hal tentang Apolos, tetapi tidak pernah ada orang lain yang dikatakan tentangnya seperti itu. Ia sangat fasih berbicara, dan mungkin ia lebih hebat dari semua orang dalam hal kefasihan berbicara dan pengajaran Firman. Di sini Paulus tidak benar-benar menegur mereka di awal ayat, ia hanya mengingatkan. Aku memberimu susu dan membawamu. Namun, yang mengejutkanku adalah kau masih belum bisa makan daging.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda berkata, "Bagaimana mereka bisa bodoh secara rohani jika mereka telah berada di bawah semua ajaran itu?" Jika Anda berjalan dalam kedagingan cukup lama, Anda akan mengubah gigi rohani Anda ke posisi terbalik, dan Anda akan menjadi apa yang disebut Yakobus 1:25 sebagai "pendengar yang suka lupa," dan Anda benar-benar akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi pada hal-hal yang pernah Anda ketahui. Mereka melupakan hal-hal yang seharusnya mereka tahu. Keduniawian mereka telah menghambat pertumbuhan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, umat Katolik merasa seperti itu. Mereka tidak ingin membahasnya terlalu dalam. Mereka membuat perbedaan dalam ayat ini antara doktrin susu dan doktrin daging, dan mereka mengatakan satu-satunya hal yang dapat dimiliki orang-orang adalah doktrin susu, dan doktrin daging adalah untuk para klerus; dan mereka membiarkan seluruh Gereja Katolik dalam ketidaktahuan selama berabad-abad. Segala sesuatu yang baik untuk diketahui adalah baik untuk diketahui oleh siapa pun yang perlu mengetahuinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa perbedaan antara doktrin susu dan doktrin daging? Tidak ada perbedaan. Tidak ada perbedaan dalam doktrin, hanya perbedaan dalam kedalamannya. Hal yang sama dengan susu untuk Anda mungkin daging untuk orang lain. Untuk menjaga ketidaktahuan spiritual adalah kejahatan terhadap Roh Kudus. Dan Anda menghina Roh Allah ketika seorang pria masuk ke mimbar dan tidak diberikan apa pun selain susu sepanjang waktu. Dia mengabaikan Roh Kudus dalam wahyu ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang paling menyedihkan di gereja adalah melihat seseorang yang telah tumbuh secara fisik dan tumbuh bersama dalam beberapa tahun dalam agama Kristen dan memiliki mentalitas bayi, dan tidak pernah mengetahui hal -hal yang mendalam tentang Allah. Ketidaktahuan spiritual dan kedagingan terikat secara tidak terpisahkan bersama. Saya percaya bahwa tragedi terbesar di gereja adalah nyata ketidakdewasaan dari orang-orang yang tahu lebih baik, yang telah ada cukup lama untuk menjadi dewasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dalam ayat 3 mereka menyebutkan hanya dua "iri dan perselisihan," atau jika Anda ingin definisi yang berbeda "kecemburuan dan pertengkaran." Sekarang kedagingan bukan hanya menyebabkan gejala khusus ini. Itu akan memanifestasikan dirinya dengan cara lain, benar? Ini seperti kanker. Kanker menyebabkan banyak kegagalan fungsi dalam banyak hal pada banyak organ yang berbeda. Anda dapat memiliki leukemia atau karsinoma sel basal, hepatoma, semuanya merujuk pada organ yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">: "Setiap kali seseorang berkata," Saya milik Paulus, dan yang lain, "Saya milik Apollos, "apakah Anda tidak bertindak seperti manusia biasa?" Anda berfungsi dalam daging. Divisi hanya dapat terjadi di mana ada kedagingan. Orang yang belum dewasa terpecah dari kepribadian. Orang akan mulai mengikuti orang lain, dan itu akan memanifestasikan kedagngan. Jangan Anda melihat kepribadian, lihatlah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu membawa kami kepada obatnya, </span><span class="cf1"><b>ayat 5 - 9</b></span><span class="cf1">. Ini akan menjadi obat yang cepat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> berkata, “Lalu apa itu Apollos? Apa itu Paulus? Mereka adalah pelayan yang melalui siapa yang kamu yakini, dan masing -masing memiliki peran yang telah Tuhan berikan.” Dan apa yang dia nyatakan adalah, "Apa yang pernah mereka lakukan untuk Anda?" Di sini dia berkata, "Mereka tidak melakukan apa-apa." Dia berkata, "Mereka adalah Diakonoi." Apakah Anda tahu bahwa kami hanya hamba? Busboy spiritual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, janganlah meninggikan pendeta. Kami adalah alat; kami adalah saluran. Jangan hormati manusia, Anda harus menghormati Allah. Dan selama gereja tetap berfokus pada Allah, semuanya baik-baik saja. Kami hanyalah agen, sebagaimana Tuhan memberikannya kepada setiap orang. Satu-satunya alasan saya menjadi seperti ini adalah karena Tuhan memberikannya kepada saya. Satu-satunya alasan Anda datang kepada Kristus melalui saya adalah karena itulah cara Tuhan merancangnya. Jangan hormati saya; saya hanya digunakan sebagai alat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Jangan hormati aku, jangan hormati Apolos; hormatilah Allah.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 7,</b></span><span class="cf1"> “Jadi yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.” Dan jika terjadi sesuatu dalam pelayanan ini, Anda harus berfokus kepada Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hadiah Anda tidak didasarkan pada keberhasilan Anda, tetapi didasarkan pada kerja keras Anda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, "Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah." Jika Anda sungguh-sungguh mengarahkan perhatian Anda kepada-Nya, perpecahan tidak hanya akan terhapus, tetapi juga kedagingan akan terhapus. Mohon berdoa dan mintalah Allah untuk membebaskan Anda dari kedagingan, untuk mengtransformasikan hidup Anda menjadi kehidupan dalam Roh yang sesuai dengan posisi Anda. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250601</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000261</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Wahyu Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000260"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+2:6-16" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 2:6-16</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kami selalu percaya, dan gereja evangelis dan gereja yang setia, selalu percaya bahwa kebenaran berada di luar diri kami, bahwa wahyu ilahi berada di luar diri kami, bahwa Firman Allah berada di luar diri kami. Dan bahwa itu objektif dan terkandung dalam 66 kitab di dalam Alkitab. Dan tidak perlu ada dugaan mengenai apakah kami memiliki Firman Allah, itu pesan dari surga atau tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanda orang Kristen sejati adalah mencintai Firman Allah, mencintai kebenaran. Itulah arti menjadi orang percaya. Mazmur 119 mengatakan bahwa itu lebih manis daripada madu dalam sarang lebah dan lebih berharga daripada emas, ya, daripada banyak emas murni. Dalam Mazmur 119:97 dikatakan, "Betapa kucintai Taurat-Mu." Pekerjaan Allah dalam kehidupan orang percaya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap Kitab Suci. Keselamatan membutuhkan kasih kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk memotivasi orang percaya secara internal terhadap Kitab Suci agar memahaminya, menaatinya, dan memberitakannya. Di mana ada pertobatan sejati, akan ada cinta terhadap Firman Allah. Akan ada rasa lapar dan haus akan Kitab Suci. Petrus berkata dalam Yohanes 6, ketika Yesus berkata, "Apakah kalian tidak akan pergi juga?" Dan Petrus berkata atas nama yang lain, "Kepada siapakah kami akan pergi? Hanya Engkau yang memiliki perkataan hidup yang kekal."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu komponen keselamatan adalah keinginan akan Firman Allah. Ketika Anda manusia, Anda memiliki keinginan akan makanan alami, roti, jika Anda mau menyebutnya dalam pengertian Alkitabiah, dan jika Anda dilahirkan kembali secara rohani, Anda memiliki keinginan akan makanan rohani yang terkandung dalam Kitab Suci. Jadi, hal itu tidak terkait dengan kehidupan dan pengalaman orang Kristen untuk memiliki rasa lapar akan Firman Allah. Itu adalah bagian tak terpisahkan dari menjadi ciptaan baru. Benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda menjadi orang percaya, Roh Kudus tinggal di dalam Anda dan membuat Kitab Suci menjadi hidup. Ia menjadi guru Anda. Kebenaran tidak ada di dalam Anda, Roh Kudus ada di dalam Anda, dan kebenaran ada di luar diri Anda. Roh Kudus yang ada di dalam Anda memberi Anda kemampuan untuk memahami kebenaran. 1 Yohanes 2:24 mengatakan, "Apa yang telah kamu dengar dari mulanya, haruslah tetap di dalam kamu, demikianlah kamu akan tetap di dalam Anak dan di dalam Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda mengikuti intuisi Anda sendiri dan pengalaman serta dorongan imajiner Anda sendiri, hal itu pasti akan menjauhkan Anda dari Firman Allah. Hal itu akan menjauhkan Anda dari Firman Allah karena hal itu tampak lebih dinamis, lebih relevan, dan lebih personal dan hal itu akan selalu terikat pada keinginan Anda sendiri dalam beberapa hal karena hal itu dipupuk dalam pikiran Anda sendiri. Hal itu akan menjauhkan Anda dari kebenaran Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami harus percaya kepada Firman Allah. Kami harus percaya kepada kepenuhan, kecukupan, dan kelengkapan Firman Allah. Sekarang ada orang-orang Kharismatik saat ini, yang meskipun mereka terpelajar, mereka menyangkal kecukupan Kitab Suci. Namun, itu bukanlah kesaksian Kitab Suci sendiri. 1 Korintus 2 adalah pasal untuk memahami hal ini. Kuasa Allah datang melalui hikmat Allah dan hikmat Allah datang melalui Kitab Suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab adalah Roh Kudus yang berbicara. Melalui Alkitab, Dia sekarang berbicara. Itu sangat penting untuk Anda pahami. Roh Kudus berbicara ketika Kitab Suci ditulis, tetapi Roh Kudus juga berbicara ketika Kitab Suci dibaca dan Kitab Suci dipahami. Jadi, Dia terus-menerus berbicara melalui Firman-Nya. Dan kami tahu bahwa ini adalah Firman Allah, dan kami tahu ini adalah Firman Roh Kudus. Kami mendengar Roh berbicara melalui Firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan tentang kekuatan seorang pembicara. Khotbah saya tidak disampaikan dengan kata-kata hikmat yang persuasif, tetapi dengan demonstrasi Roh dan kuasa sehingga iman Anda tidak bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kuasa Allah. Pada saat Paulus menulis, tentu saja, Perjanjian Lama telah disatukan, ke-39 kitab itu telah diselesaikan, sementara kitab-kitab Perjanjian Baru sedang dalam proses.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang yang tidak percaya dan para pemimpin mereka serta kaum elit tidak akan pernah menjadi sumber hikmat rohani. Kami bertanggung jawab untuk mengetahui Alkitab dan mempercayainya. Kami bertanggung jawab untuk menjalaninya, menaatinya, dan untuk memberitakannya, oleh karena itu hikmat Allah itu harus tersedia dan jelas bagi kami dan memang demikian kenyataannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Sebaliknya, yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yaitu hikmat yang telah ditentukan Allah sebelum dunia dijadikan untuk kemuliaan kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Tidak seorang pun dari penguasa dunia ini yang mengenal hikmat ini, sebab jikalau mereka mengenalnya, mereka tidak akan menyalibkan Tuhan yang mulia.” Paulus berkata kami tahu orang-orang tidak memahaminya. Kami tahu orang-orang Yahudi tidak memahaminya atau mereka tidak akan menyalibkan Tuhan yang mulia. Orang-orang bukan Yahudi tidak memahaminya atau mereka tidak akan benar-benar melaksanakan hukuman mati itu. Kami membicarakan suatu misteri. Apakah artinya misteri itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah sekarang menunjukkan kepada kami Injil yang selama ini tidak diketahui oleh dunia dan bahkan tidak diketahui oleh para malaikat di surga. Rahasia-rahasia itu hanya diketahui oleh Allah dan diungkapkan ketika Allah memilih untuk mengungkapkannya dan kepada siapa Ia memilih untuk mengungkapkannya. Roma 16:25 mengatakan, “Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu menurut pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai menurut pernyataan rahasia yang telah dibiarkan diam selama berabad-abad.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami berbicara tentang kebenaran yang tidak dapat diketahui, tidak dapat dicapai, tidak tersedia, dan tidak dapat dipahami oleh manusia alami. Kebenaran itu tidak muncul dari pikiran mereka, kebenaran itu asing bagi mereka, kebenaran itu adalah hikmat yang berasal dari Allah, kebenaran itu adalah kesaksian, kebenaran itu adalah hikmat yang turun dari atas. Itulah misteri yang sekarang terungkap. Misteri yang merujuk pada wahyu Perjanjian Baru yang telah disembunyikan sampai Kristus dan para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, saya simpulkan. Sejak kekekalan, Allah dalam ketetapan-Nya yang berdaulat dan kasih karunia pemilihan-Nya telah merencanakan berkat kekal bagi kami yang percaya kepada Kristus. Berkat kekal itu akan datang kepada kami ketika kami percaya kepada kebenaran, hikmat Allah yang dinyatakan dalam Perjanjian Baru yang merupakan misteri yang terungkap. Hal ini tidak tersedia bagi manusia. Kitab Suci hanya dapat dipahami oleh mereka yang memiliki guru kebenaran yang tetap, yaitu Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semuanya telah disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Ini diambil dari Yesaya. Semua yang telah disiapkan Allah tidak tersedia melalui penelitian empiris, tidak tersedia melalui intuisi. Anda tidak dapat melihatnya dan tidak dapat mendengarnya, itu empiris. Anda tidak dapat merasakannya, seolah-olah itu ada di dalam hati Anda, itu tidak tersedia bagi umat manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, bagi kami yang beriman, guru kebenaran telah ditempatkan di dalam diri kami. Sekarang kami melihat tiga aspek dari hikmat ilahi ini yang dititipkan dalam hidup kami. Aspek nomor satu, sebut saja </span><span class="cf1"><b>wahyu</b></span><span class="cf1">. Sekarang saya akan memberikan tiga istilah baru, wahyu, inspirasi, dan penerangan. Aspek nomor satu adalah wahyu. Dan kata itu benar-benar digunakan, setidaknya dalam bentuk kata kerja di ayat berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10-11</b></span><span class="cf1">, “Karena kepada kami Allah telah menyatakan semuanya itu oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 11 Siapakah yang tahu, apa yang ada di dalam diri manusia selain rohnya sendiri? Demikianlah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” Maksudku adalah apa yang dinyatakan Allah. Bagi kami itu tegas, tetapi bukan bagi para filsuf dunia. Itulah pekerjaan Roh untuk memberikan kami misteri ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan yang saya maksud dengan wahyu bukanlah kitab wahyu. Maksud saya adalah apa yang diwahyukan dari Allah. Itulah isinya, kebenaran itu sendiri. Ini adalah pernyataan tegas, "Karena bagi kami," itu adalah posisi tegas, bukan kepada para filsuf dunia, bukan kepada kaum elit dunia. Wahyu Allah diberikan kepada kami. Itu adalah pekerjaan Roh untuk memberi kami misteri ilahi. Mengapa? Karena Dia berkata, "Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 8:26-27 berbicara tentang Roh yang berdoa bagi kami dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan dan bahwa Allah mengetahui pikiran Roh itu karena Ia selalu berdoa sesuai dengan kehendak Bapa. Jadi Tritunggal Mahakudus itu sempurna dalam pengetahuan-Nya, jadi Roh adalah agen yang membuat kebenaran Allah diketahui oleh kami. Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang terdalam dari Allah. Hanya Dia yang kompeten untuk menyatakan Allah kepada kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengetahui kesempurnaan dan tujuan terdalam sepenuhnya karena Dia sendiri adalah Allah. Dia mengetahui kehendak Allah karena Dia adalah Allah dan menghendaki apa yang Bapa kehendaki dan apa yang Anak kehendaki. Roh Kudus, sebagaimana halnya semua anggota Tritunggal, mahatahu tentang Diri-Nya dan juga mahatahu tentang Allah. Dia membandingkannya dengan seseorang yang memiliki kesadaran diri, itulah yang membedakan kami dari tumbuhan dan binatang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Allah adalah pribadi yang mengetahui realitas, tujuan, dan rencana Allah yang mendalam, yang mengetahui hikmat Allah dengan sempurna. Jadi, Dialah yang menyelidiki seluruh kedalaman hikmat Allah yang sejati, yang kemudian menyingkapkannya kepada kami. Kitab Wahyu berasal dari situ. Artinya, menyingkapkan sesuatu yang telah tersembunyi. Wahyu adalah tindakan Allah yang dengannya Dia memberitahukan kepada kami apa yang sebelumnya tidak diketahui.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12-13</b></span><span class="cf1">, “Nah kami tidak menerima roh dunia, tetapi Roh yang datang dari Allah, supaya kami dapat mengerti, apa yang bebas dikaruniakan Allah kepada kami. 13 Dan semuanya itu kami katakan dengan perkataan yang bukan diajarkan oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh, karena kami menjelaskan hal-hal rohani kepada mereka yang rohani.” Yang kedua adalah </span><span class="cf1"><b>inspirasi</b></span><span class="cf1">. Paulus berkata, “Kami telah menerima Roh Kudus, supaya kami dapat mengetahui hal-hal yang diajarkan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah inspirasi itu? Itu adalah Roh Kudus yang diberikan kepada para Rasul. Itu adalah wahyu dan itu dituangkannya dalam kata-kata. Inilah sarana yang menyampaikan hal-hal rahasia Allah, kedalaman Allah yang hanya diketahui oleh Roh Allah. Kami telah menerima pengaruh Roh Kudus dalam proses inspirasi, kata Yesus di Yohanes 14:26, “Penolong, Roh Kudus, diutus oleh Bapa kepada kami dalam nama-Ku,” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, “Ia akan bersaksi tentang Aku, dan kamu juga akan bersaksi, karena kamu telah bersama-sama dengan Aku sejak semula.” Roh Kudus akan turun atasmu dan Ia akan mengungkapkan kepadamu kebenaran, dan kamu akan mengingatnya dan mengatakannya, dan kamu akan menuliskannya dan memberikan kesaksian kepada-Ku dengan cara itu. Ia tidak akan berbicara atas inisiatif-Nya sendiri, tetapi apa pun yang Ia dengar akan Ia sampaikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus bukan hanya memberi tahu Anda apa yang akan Anda ingat di masa lalu, Dia akan mengungkapkan kepada Anda apa yang akan terjadi di masa depan. Ini adalah karya inspirasi. Para Rasul dan mereka yang terkait dengan mereka akan menjadi instrumen yang akan digunakan Roh Kudus untuk menuliskan kebenaran yang telah kami miliki dalam Kitab Suci. Hal-hal yang bukan hanya diketahui oleh para rasul, tetapi juga kami komunikasikan. Kami berbicara dalam kata-kata yang diajarkan oleh Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya kami mengatakan Kitab Suci diilhamkan oleh Allah. 2 Timotius 3:16 mengatakan, "Semua Kitab Suci," baik yang Lama maupun yang Baru, "diilhamkan oleh Allah." Ini mengacu pada pekerjaan Roh Kudus dalam mengilhami para penulis. Ayat 17 menyediakan semua yang dibutuhkan oleh seorang hamba Allah untuk diperlengkapi untuk setiap pekerjaan baik. 2 Petrus 1:21 mengatakan, "Tidak pernah nubuat-nubuat dalam Kitab Suci dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Suci </span><span class="cf1"><b>berwibawa</b></span><span class="cf1">. Kitab Suci tidak memiliki kesalahan dan bersifat menyeluruh. Kitab Suci tidak dapat salah dan memadai. Kebenaran rohani dinyatakan dalam kata-kata yang diberikan Roh. Dengarkanlah, Anda yang berkomitmen pada Kitab Suci tidak kehilangan kontak dengan Roh Kudus, Anda tidak akan pernah lebih bersekutu dengan Roh Kudus daripada saat Anda membaca Kitab Suci. Itu mengarah pada aspek ketiga dan terakhir dari pelayanan Roh, yaitu pencerahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14-16</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 15 Tetapi manusia rohani dapat menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dapat dinilai oleh siapa pun. 16 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia? Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Penerangan</b></span><span class="cf1"> adalah pekerjaan Roh Kudus untuk membuat maknanya diketahui, untuk membuat Kitab Suci dapat dipahami. Bahkan jika kami memiliki Alkitab, bahkan jika kami memiliki wahyu yang diturunkan kepada kami melalui ilham, ayat 14 mengingatkan kami, “Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan dan ia tidak dapat memahaminya.” Namun ayat 15 mengatakan, dia yang berrohani dapat menilai segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang tidak menyukai Kitab Suci hanya bersikap wajar. Beginilah cara orang-orang wajar bertindak. Mereka mungkin memiliki rasa hormat tertentu terhadap Alkitab yang tidak mereka pahami, mereka bahkan mungkin mencoba untuk hidup sesuai dengan beberapa hukum moral atau prinsip kejujuran dan kesopanan yang sudah dikenal. Namun, mereka tidak menghormatinya. Mereka tidak memahaminya. Bahkan orang terbaik pun tidak dapat membuat penilaian yang benar terhadap Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semakin dramatis, mereka akan semakin tersesat, semakin tinggi kedudukan mereka. Apa artinya itu? Artinya, dunia, bahkan kaum elit duniawi, tidak mampu memahami Firman Allah sehingga mereka tidak dapat menilai kami sebagaimana kami seharusnya dinilai. Mereka bahkan tidak dapat menilai kami. Mereka tidak memahami hal ini, jadi mereka tidak memahami kami. Ini merupakan pukulan bagi orang-orang bijak di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan sehingga Ia dapat menasihati Dia?” Yesaya 40:13. Mereka tidak mengetahui pikiran Allah. Mengapa? Karena satu-satunya cara untuk mengetahui pikiran Allah adalah dengan mengetahui apa yang telah Allah ungkapkan tentang pikiran-Nya dalam Kitab Suci. Dan jika Anda adalah orang duniawi, dan tidak memiliki hidup dalam Kristus, dan tidak memiliki Roh Kudus, Anda tidak dapat memahami Kitab Suci dan Anda tidak dapat memahami orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah penggenapan Mazmur 119:18, “Bukalah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” Wahyu adalah kebenaran yang telah ditetapkan Roh Allah untuk diungkapkan, inspirasi adalah sarana yang dengannya wahyu itu disebarkan untuk dicetak. Penerangan adalah pekerjaan Roh Kudus untuk membuat maknanya diketahui. Kami diingatkan bahwa meskipun kami memiliki hal-hal yang dalam dari Allah, dalam kondisi alamiah hal itu berubah menjadi kebodohan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami memiliki pikiran Kristus. Semuanya begitu jelas bagi kami, benar? Anda salah menilai kami, Anda telah salah menilai Kristus. Tidak seorang pun dapat mengajar Tuhan, tetapi kami memiliki pikiran Tuhan, oleh karena itu tidak seorang pun di dunia ini dapat mengajar kami. Anda tidak dapat membawa orang yang tidak percaya ke hadapan saya yang dapat mengubah cara pandang saya terhadap dunia dengan satu cara kecil. Dia tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan kepada saya. Saya memiliki pemahaman yang lengkap sebagaimana yang diungkapkan dalam Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pikiran Allah, luasnya tak terduga. Namun ada kebenaran yang telah dikumpulkan oleh Roh Kudus dari kedalaman sifat Allah. Kebenaran itu telah diungkapkan dan telah dituliskan melalui proses inspirasi saat para penulis Alkitab menuliskan kata-kata yang Roh Allah dorong untuk mereka tulis. Kami milik kata-kata itu dalam sebuah buku dan kami memiliki guru kebenaran yang mengajarkan kami segala sesuatu. Marilah kita berdoa bersama.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 May 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250525</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000260</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Misteri Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000025F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+1:29-2:5" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 1:29 - 2:5</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah 1 Korintus 1 dari 1:19 - 2:5, kami telah mengatakan bahwa dalam bagian khusus ini terdapat kontras antara hikmat Allah dan hikmat manusia. Hikmat manusia benar-benar mengesampingkan Injil Kristus. Tidak ada tempat di dalam gereja Yesus Kristus untuk mencampur filsafat manusia dengan wahyu ilahi. Pendapat manusia tidak melakukan apa pun selain mengaburkan wahyu Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah melihat bagaimana pendapat manusia mengenai evolusi telah mengambil penjelasan kreatif di sini dan mengubahnya menjadi apa yang disebut evolusi teistik. Konseling Kristen tidak memiliki kebajikan yang positif atau yang menebus. Nah kitab 1 Korintus membahas masalah-masalah. Mereka memiliki banyak masalah; yang pertama adalah masalah perpecahan. Jemaat dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok kecil, berdasarkan kepribadian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyebab perpecahan kedua adalah menurut sudut pandang filosofis. Seperti halnya Korintus yang didominasi oleh berbagai filsafat seperti Athena. Dan ketika mereka menjadi orang Kristen, mereka membawa pendapat mereka tentang berbagai hal di dunia ke dalam gereja dan menciptakan kelompok-kelompok kecil tentang akhir atau kehidupan manusia. Setiap orang mengaku sebagai orang percaya, tetapi setiap orang berpegang pada filosofi lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus menulis untuk mencoba menghancurkan ini dan berkata kepada mereka bahwa filsafat manusia tidak diperlukan. Jika filsafat manusia itu benar, maka itu sesuai dengan wahyu ilahi. Jadi, filsafat manusia itu berlebihan atau berbahaya. Hanya ketika Anda memiliki Firman Allah, Anda memiliki solusi untuk masalah yang Allah ingin Anda selesaikan. Allah tidak memberi kami wahyu yang tidak lengkap. Firman Allah adalah apa yang dibutuhkan manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada lima cara yang membuat hikmat Allah lebih unggul daripada hikmat manusia. Pertama, hikmat Allah lebih unggul karena sifatnya </span><span class="cf1"><b>permanen</b></span><span class="cf1">. Orang Filsuf terbaik dan penulis terbaik pun tidak mampu memecahkan masalah manusia. Hikmat Allah itu kekal. Allah akan menghancurkan hikmat manusia. Kedua, hikmat Allah lebih unggul karena </span><span class="cf1"><b>kuatsa-Nya</b></span><span class="cf1">. Hikmat itu dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh hikmat manusia: hikmat itu dapat menyelamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hikmat Allah yang ditunjukkan dalam salib, bagi dunia tampak seperti kebodohan, dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh semua hikmat dunia; yaitu dapat memberikan kepada seseorang pengetahuan tentang Allah dan dapat menyelamatkan seseorang dari neraka, dari dosa dan dari Setan. Bagi orang Yahudi itu adalah batu sandungan, dan bagi orang bukan Yahudi salib adalah kebodohan. Namun, kebodohan Allah lebih bijaksana daripada manusia, kelemahan Allah lebih kuat daripada manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib Allah memang melakukan hal itu, dan meskipun itu ditolak oleh orang Yahudi dan Yunani, ada beberapa orang yang percaya, dan bagi mereka salib itu menjadi kuasa dan menjadi hikmat. Dan itu membuktikan bahwa kebodohan Allah lebih bijaksana daripada manusia, dan kelemahan Allah lebih kuat daripada manusia. Upaya manusia yang terbaik tidak dapat mencapai tingkat dasar dari kuasa dan hikmat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ketiga: Hikmat Allah lebih unggul karena </span><span class="cf1"><b>paradoks-Nya</b></span><span class="cf1">. Allah menyatakan keunggulan hikmat-Nya atas hikmat manusia dengan mentransformasikan orang-orang yang sederhana dan rendah hati. Ayat 26, “Ingatlah, bagaimana kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.” Dunia melihat tiga hal untuk menentukan kebesaran. Hikmat, yaitu pendidikan, kecerdasan. Kekuasaan dan popularitas. Dan jabatan tinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Allah tidak memilih banyak dari mereka, ayat 27, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk mempermalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk mempermalukan apa yang kuat.” Ayat 28, “Apa yang tidak berarti dan hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti bagi dunia, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.” Inilah paradoksnya, inilah kontradiksi yang nyata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagian besar umat Allah adalah orang-orang yang sederhana. Yakobus 2:5 berkata, "Dengarlah, saudara-saudariku yang kekasih: Bukankah Allah memilih orang-orang miskin di dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada mereka yang mengasihi Dia?" Alasannya adalah mereka berdiri bersama sebagai teguran terhadap dunia. Sebagaimana orang-orang bukan Yahudi membuat Israel cemburu, demikian pula orang-orang bodoh membuat orang-orang bijak di dunia ini cemburu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti yang kami lihat terakhir kali, orang yang paling sederhana tanpa pendidikan apa pun yang mengenal Allah lebih besar pengetahuannya daripada filsuf terhebat di dunia yang tidak mengenal Allah. Dan betapa teguran itu terhadap hikmat manusia. Dan tentu saja, Efesus 3:10 mengatakan bahwa Allah ingin mengambil gereja dan memamerkannya di hadapan pemerintah dan penguasa agar mereka dapat melihat hikmat-Nya di dalam gereja. Tidak ada tempat bagi hikmat manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Supaya jangan ada seorang pun yang memegahkan diri di hadapan-Nya.” Tidak seorang pun dapat berkata, “Baiklah, saya seorang Kristen. Saya cukup pintar untuk mempercayainya.” Bagian Allah adalah untuk memilih. Ingatlah, Anda diselamatkan bukan karena Anda pintar. Anda diselamatkan karena Anda dipilih oleh Allah dalam kasih karunia-Nya yang luar biasa. Efesus 2:8-9, “Karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman, bukan hasil usahamu.” Itu adalah pemberian Allah, itu bukan hasil usahamu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Karena kamu ada di dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kami, yang membenarkan kami, menguduskan kami dan menebus kami.” Yang Paulus katakan kepada mereka adalah, “Lihat, tujuan keselamatan adalah agar Allah dimuliakan. Jadi, agar Allah mendapatkan kemuliaan yang terbesar, Ia memastikan bahwa kamu tidak terlalu banyak terlibat dalam keselamatanmu.” Ya, saya diselamatkan karena hikmat Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitu Anda menjadi orang Kristen, hal pertama yang Anda terima adalah hikmat. Orang yang benar-benar bijak di dunia ini adalah mereka yang mengenal Allah. Orang yang benar-benar bijak adalah mereka yang mengenal keselamatan. Kami berdiri sebagai kesaksian bahwa Allah mengambil orang-orang yang sederhana dan rendah hati yang tidak cukup tahu, untuk mentransformasikan diri mereka sendiri. Dia menjadikan kami orang yang paling bijak yang pernah ada; dan kemuliaan adalah milik-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Supaya barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Tujuan</b></span><span class="cf1"> hikmat Allah diberikan adalah supaya Kristus dapat menerima kemuliaan. Keselamatan bukanlah masalah kecerdasan. Ini bukan masalah hikmat manusia, tetapi masalah hikmat-Nya. Anda tahu, saat Anda menjadi seorang Kristen, Anda benar-benar belajar sesuatu. Alkitab bahkan mengatakan Yesus berkata, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup." Anda menerima kebenaran. "Kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itu akan memerdekakan kamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketika kami mengatakan "kemuliaan Allah," apakah yang kami maksud? Semua tentang siapakah Allah, semua atribut-Nya dan semua sifat-Nya. Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Anda mengenal Allah, Anda mengenal sifat-Nya, Anda mengenal hakikat-Nya. Allah adalah pencipta alam semesta, sumber segala cahaya; itulah hambatan untuk tidak mengenal-Nya. Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Dia bersinar, Dia menyalakan pengetahuan tentang kemuliaan Allah melalui Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 1:9 mengatakan sesuatu yang lain yang harus Anda ketahui, "Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kami, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yang telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus." Allah bukan hanya menyatakan diri-Nya kepada kami, tetapi juga menyatakan kehendak-Nya kepada kami. Nah ini bukan tentang apakah Anda harus menikah dengan orang ini atau itu, atau apakah Anda harus bekerja di Lockheed. Yang dibicarakan di sini adalah rencana Allah, dan itu ditunjukkan di ayat berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Anda mulai mengenal Allah, kemudian Anda juga mulai mengetahui kehendak-Nya. Nah Efesus 1:17-18 berkata, “Dan supaya Allah Tuhan kami Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia, memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, sehingga kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang diwariskan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, baik harapan maupun warisan memiliki aspek masa depan, benar? Kami mengharapkan kepenuhan penebusan. Kami mengharapkan warisan yang disediakan bagi kami. Ketika Anda diselamatkan, Anda mulai mengenal Allah, rencana Allah, dan akhir Anda. Seorang Kristen kemudian mengetahui dari mana asalnya, apa yang sedang dilakukannya, dan ke mana tujuannya. Itulah kepenuhan pengetahuan yang datang pada saat keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang hebat tentang semua itu adalah kemuliaan itu milik Allah, karena kami tidak melakukan apa pun. Allah memberi kami hikmat ini. Itu adalah tindakan Allah. Anda berada di dalam Kristus, dan Kristus telah memberi Anda hikmat; dan hikmat adalah kuncinya. Namun selain itu, Paulus tidak dapat menahan diri untuk menambahkan beberapa hal lain. Anda menerima kebenaran. Apakah kebenaran itu?” Kebenaran berarti di hadapan Allah Anda berdiri tanpa dosa dan bukannya penuh dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Korintus 5:21 mengatakan, “Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kami, supaya di dalam Dia kami dibenarkan oleh Allah.” Jadi, Dia menanggung dosa kami dan memberi kami kebenaran-Nya. Ketika Allah melihat ke bawah kepada orang Kristen dari surga, Dia melihat seseorang dengan jubah di atasnya, dan atas jubah itu dituliskan kebenaran Kristus, dan jubah itu menutupi dosa; dan Allah menyatakan rang itu benar. Itu semua karena Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 3:9 berkata, "Dan kamu ditemukan di dalam Dia bukan dengan kebenaranmu sendiri, melainkan dengan kebenaran karena iman di dalam Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan iman." Sungguh luar biasa menyadari bahwa ketika Anda diselamatkan, Anda bukanhanya memperoleh hikmat, tetapi Anda juga memperoleh kebenaran mutlak dan total di hadapan Allah. Dosa Anda telah dihapuskan. Karena Kristus menanggung dosa Anda dan menanggungnya di kayu salib, dan membayar hukumannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang satu lagi: </span><span class="cf1"><b>pengudusan</b></span><span class="cf1">. Itu berarti dipisahkan atau kudus. Dia bukan hanya menyatakan Anda benar, tetapi Dia mulai pekerjaan batin untuk menjadikan Anda kudus. Anda tahu, saat Anda percaya kepada Kristus, prinsip benih yang tidak fana ditanam di dalam diri Anda, dan seperti yang dikatakan Yohanes, "Anda tidak dapat terus melakukan dosa kebiasaan, karena benih Allah yang kudus ada di dalam diri Anda." Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Anda mulai melihat kekudusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ia menambahkan kata yang lebih hebat lagi: </span><span class="cf1"><b>penebusan</b></span><span class="cf1">. Menebus berarti membeli. Dan Allah melalui Kristus telah membeli kami dari kuasa dosa. Ditebus. Petrus berkata: "Kami telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan dengan perak atau emas, melainkan dengan darah Anak Domba yang mahal, yang tak bercacat dan tak bernoda." Semua itu adalah milik kami di dalam Kristus. Lihatlah: hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “sehingga seperti ada tertulis: Barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” Semua itu karena hikmat Allah; Anda tidak melakukan apa pun. Filsafat manusia hanya memecah belah Anda. Dan percayalah, ada gereja-gereja yang terpecah di seluruh negara ini karena masalah politik. Setiap kali gereja terlibat dalam politik, ekonomi, atau apa pun, gereja akan mendapat masalah, karena dengan begitu Anda akan terpecah belah karena hal-hal yang tidak penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah mari kami kembali ke 1 Korintus. Paulus berkata, "Kamu terbagi-bagi karena pendapat yang berbeda-beda." Hikmat Allah lebih unggul dalam nomor satu kekekalannya; kedua, lebih unggul dalam kuasa-Nja; ketiga, paradoks-Nya; keempat, tujuan-Nya. Dan kelima, lebih unggul dalam </span><span class="cf1"><b>presentasi-Nya</b></span><span class="cf1">. 1 Korintus 2:1 berkata, "Ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, untuk menyampaikan rahasia Allah kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang cemerlang atau penuh hikmat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memutuskan untuk menyelamatkan manusia melalui Injil. Jadi ketika Paulus datang ke Korintus, dia tidak datang sebagai seorang orator atau filsuf, dia datang sebagai seorang saksi. Dia datang untuk menyatakan kesaksian Allah. Dan itulah kata kesaksian. Dia berkata, "Saya di sini untuk melaporkan kepada Anda kesaksian fakta-fakta Allah yang objektif, saya di sini untuk memberikan Anda wahyu Allah." Anda tahu, hanya itu yang harus kami lakukan. Tidak ada tempat di gereja untuk filsafat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kesaksian Allah itu? Kesaksian Allah adalah Yesus Kristus. Kami berkumpul bersama pada Hari Tuhan; dan setiap kali kami bertemu, dan kami berkata: "Marilah kita buka Alkitab kita. Mari kami lihat apa yang Allah katakan." Kami telah meninggalkan hal-hal tersembunyi dari ketidakjujuran, tetapi dengan menyatakan kebenaran. Satu-satunya tugas pelayanan adalah menyatakan kebenaran Allah. Kami memiliki hati nurani yang bersih, dan kami memiliki tugas yang sederhana. Untuk menyatakan kebenaran Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memberi tahu Timotius apa prioritasnya. Dalam 1 Timotius 4:13, ia berkata, “Sampai aku datang bertekunlah dalam membaca, dalam membangun dan dalam mengajar.” Nah, itu cukup mudah, membaca, menasihati, dan doktrin adalah sinonim dari mengajar. Jadi, pertama-tama, bacalah Alkitab; kedua, jelaskan, itu mengajar; ketiga, terapkan dalam hidup Anda. Paulus berkata dalam 2 Timotius 4:2, “Beritakanlah Firman.” Bukan pendapat Anda sendiri, tetapi Firman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 3: “Karena akan datang waktunya, mereka tidak dapat lagi menerima ajaran benar.” Orang-orang tidak ingin ajaran sehat. “Tetapi menurut hawa nafsu dan keinginan mereka sendiri, mereka akan mengumpulkan guru-guru bagi diri mereka yang telinganya gatal.” Telinga yang gatal itu menjadi milik para pendengar, bukan para guru. Mereka ingin telinga mereka digelitik dengan khotbah-khotbah yang indah, kata-kata yang manis dan berbunga-bunga “dan mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Karena aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Satu-satunya tujuanku adalah memberitakan Kristus: bukan sebagai guru, bukan sebagai teladan, bukan sebagai manusia sempurna; tetapi Kristus yang disalibkan. Nah, ia tidak mengatakan di sana bahwa ia menyangkal bagian lain dari Kitab Suci. Namun, penekanannya adalah pada salib. Bahkan, itu merupakan pesan yang sangat dominan di gereja mula-mula sehingga orang-orang kira bahwa orang Kristen menyembah orang mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3-4,</b></span><span class="cf1"> “Aku datang kepadamu dalam kelemahan, dalam ketakutan dan dengan sangat gentar. 4 Perkataanku dan pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.” Di sini ia tidak memaksudkan ada penyakit fisik. Itu adalah kecemasan yang datang bersama sesuatu yang sangat mendesak. Dan ia berada di kota ini, setelah ia diusir dari Filipi dan Tesalonika. Ia tiba di Athena, dan sekarang ia sudah mulai merasa putus asa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5,</b></span><span class="cf1"> “supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kuasa Allah.” Jadi dia berkata, “Aku datang bukan untuk membujukmu, untuk meminta tanggapan yang benar, untuk menarikmu kepada pendapatku. Aku hanya datang dan membiarkan Roh mengalir dan membiarkan kuasa-Nya mengalir, dan Dia dan kuasa-Nya mampu mengubah hidup.” Dan hanya itu yang dapat berarti ada perubahan dalam hidup. Paulus adalah seorang pria dengan kemampuan alami yang hebat, tetapi dia tidak menggunakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Spurgeon berkata, “Kuasa yang ada dalam Injil tidak terletak pada kefasihan si pengkhotbah, karena jika tidak, manusia akan menjadi pengubah jiwa. Juga tidak terletak pada pengetahuan pengkhotbah, karena jika tidak, itu ada dalam hikmat manusia. Kami mungkin berkhotbah sampai lidah kami membusuk, sampai paru-paru kami kehabisan tenaga dan mati. Namun, tidak ada jiwa yang akan bertobat kecuali Roh Kudus menyertai firman Allah untuk memberinya kuasa untuk mentransformasikan jiwa.” Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 May 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250518</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000025F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hikmat Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000025E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+1:21-28" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 1:21-28</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia memandang apa yang telah diwahyukan Allah dalam Alkitab dan apa yang telah Ia lakukan dalam pekerjaan Kristus di kayu salib sebagai suatu kebodohan. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 1, membahas pokok tentang kontras antara kebodohan Allah dengan apa yang disebut hikmat dunia. Nah Paulus membahas masalah-masalah yang berkisar dari pasal 1 sampai pasal 16. Masalah pertama yang ia bahas adalah masalah perpecahan dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di gereja di Korintus ada perpecahan. Dan ada dua alasan terjadinya perpecahan. Pertama, mereka mengidentifikasi diri dengan guru-guru manusia dan mereka bersekutu dengan orang-orang yang berbeda. Jadi, mereka menciptakan golongan-golongan. Ada penyebab perpecahan yang kedua, yaitu orang-orang ini telah diselamatkan dari masyarakat yang berorientasi pada filsafat dan mereka semua sebelum pertobatan telah menganut suatu filsafat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika mereka menjadi orang Kristen, mereka mempertahankan identitas filosofis semacam ini. Jadi mereka semua adalah orang percaya, tetapi mereka tidak dapat bersatu dalam kesatuan sejati karena mereka terbagi secara filosofis. Jadi Paulus menyerang gagasan perpecahan atas dasar hikmat dunia dari 1:18 sampai akhir pasal itu. Dan ia menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh memiliki perpecahan di gereja berdasarkan filsafat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak boleh terpecah belah karena ekonomi, karena sudut pandang sosial, karena perspektif yang dikemukakan oleh hikmat manusia, karena semua itu tidak ada gunanya. Mereka bersatu di sekitar hikmat Allah dan itu adalah hal yang umum bagi setiap orang percaya. Dan Anda tahu, Anda dapat melihat orang-orang yang memiliki filosofi berbeda berdebat dengan orang lain yang memiliki filosofi berbeda, tetapi hanya firman Allah adalah wahyu yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ia menyerang gagasan menyeret sudut pandang filosofis ke dalam gereja, perspektif yang berdasarkan pada hikmat manusia, dan dengan demikian membagi persekutuan menjadi kelompok-kelompok di sekitar pandangan manusia ini. Nah, yang sebenarnya dikatakannya kepada kami adalah kontras antara hikmat Allah dan hikmat manusia. Dan keduanya bertolak belakang. Anda tidak memerlukan filsafat karena jika benar, itu berarti cocok dengan Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda hanya memerlukan firman Allah. Sebagai ilustrasi, hanya ada dua jenis hikmat di dunia ini. Hikmat Allah dan hikmat manusia. Dalam Yakobus 3:17 kami menemukan definisi hikmat Allah, "hikmat itu datangnya dari atas". Nah kami langsung tahu bahwa ini adalah hikmat supranatural. Hikmat ini datang dari luar bumi. Hikmat ini tidak wajar. Hikmat ini ilahi. Hikmat Allah. Hikmat ini berasal dari atas. Hikmat ini murni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hikmat Allah mendatangkan kekudusan, kemurnian, kebenaran, dan kemudian Ia berkata bahwa hikmat itu mendatangkan kedamaian. Hikmat itu lembut. Berarti hikmat itu manis dan masuk akal. Ia berkata bahwa hikmat itu mudah dibujuk. Yang berarti hikmat itu tidak suka bertengkar. Hikmat itu penuh belas kasihan. Hikmat itu mengampuni. Hikmat itu baik. Hikmat itu menghasilkan buah yang baik. Hikmat itu tidak pilih kasih. Hikmat Allah tidak ambigu, tidak licik, tidak berpolitik, dan tidak bercabang lidah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu tanpa kemunafikan. Itu jujur, terus terang, lugas, dan terbuka. Itulah hikmat Allah. Dan apa yang Yakobus katakan di sini adalah Anda dapat memberi tahu seseorang yang mengajarkan hikmat Allah karena dia akan menjadi murni, suka damai, lemah lembut, bebas dari pertengkaran, penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak akan berpolitik dan akan bersikap lurus, terus terang, dan jujur. Itulah hikmat Allah. Nah, berbeda dengan itu, Anda memiliki hikmat manusia di ayat 15.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini hanyalah hikmat yang tidak saleh. Ini adalah hikmat manusia dan didefinisikan dalam tiga istilah. Kami telah melihatnya terakhir kali. Keduniawian, yang berarti terikat pada bumi. Ia tidak dapat mengetahui apa pun di luar dirinya sendiri, yang merupakan hambatan yang sangat berat. Ia mencoba untuk bangkit dengan kekuatannya sendiri. Kedua, ia bersifat sensual. Yaitu didasarkan pada hawa nafsu dan keinginan manusia. Ketiga, sumbernya adalah setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di sini Anda melihat dua jenis hikmat. Hikmat duniawi dan hikmat ilahi. Anda akan melihat sesuatu. Hikmat Allah tidak memerlukan tambahan hikmat manusia. Mengapa Anda menambahkan sesuatu yang bersifat duniawi, sensual, dan jahat pada hikmat supranatural? Itu tidak akan mengubah hikmat Allah, tetapi apa? Merusaknya. Itulah yang dilakukan filsafat terhadap wahyu, melalui firman wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filsafat itu merusak. Sebab di dalam Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keilahian dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia." Penambahan filsafat manusia tidak diperlukan. Apa yang dapat Anda tambahkan untuk melengkapi? Tidak ada. Nah, itulah sudut pandang yang Paulus sampaikan kepada jemaat Korintus. Dan kebetulan, hal itu juga telah memberikan kontribusi seperti yang akan kami lihat pada sebagian besar masalah lainnya dalam jemaat Korintus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama dalam Pengkhotbah 1 ditulis oleh Salomo dan itu mengisahkan hikmat manusia. Pada dasarnya, hikmat manusia itu seperti apa. Dan Tuhan menaruhnya di sini untuk menunjukkan kepada kami frustrasi dan ketidakmampuan hikmat manusia. Dia berkata dalam pasal 1:13, "Aku telah memberikan hatiku untuk mencari dan menyelidiki dengan hikmat segala sesuatu yang terjadi di bawah langit." Ayat 16, "Aku telah memperoleh hikmat melebihi semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 11-13, “Ketika kulihat segala yang telah kulakukan dan segala yang telah kuusahakan untuk dicapai, kutemukan segala sesuatu sebagai kesia-siaan dan usaha mencari angin. Tak ada keuntungan di bawah matahari. 12 Lalu kutengok hikmat, kegilaan, dan kebodohan. Seperti apakah pengganti raja nanti? Ia akan melakukan apa yang sudah dilakukan. Orang paling bijak yang pernah hidup berkata, "Ketika semuanya berakhir, aku adalah orang bodoh." Itulah hikmat manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 1:18, hikmat Allah dibandingkan dengan hikmat manusia. Dan hikmat Allah memberikan kepada kami lima alasan mengapa hikmat Allah lebih unggul daripada hikmat manusia. Pertama</span><span class="cf1"><b>, kekekalannya</b></span><span class="cf1">. Dalam ayat 19-20, Paulus mengatakan bahwa hikmat Allah lebih unggul daripada hikmat manusia karena hikmat Allah bersifat kekal. Dan ia tidak membuat pernyataan itu. Namun, ia menunjukkan bahwa hikmat manusia tidak kekal. Dan di situlah kontrasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan ayat 19. "Sebab ada tertulis bahwa Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." Ia berkata, "Di manakah orang-orang berhikmat?" - ayat 20. "Di manakah ahli Taurat? Di manakah orang yang suka membantah zaman ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?" Dan ia berbicara tentang tiga bidang pemahaman manusia. Orang bijak, itulah filsafat. Ahli Taurat, itulah sastra. Orang yang membantah, itulah retorika.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Biarlah semua filsafat masa lalu tidak ada gunanya. Masalah yang sama muncul dalam berbagai arti. Di manakah semua orang yang menjawab ini? Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi bodoh. Dan dalam arti bahwa Allah telah menggagalkannya, sehingga ia mencapai batasnya dan tetap tidak menghasilkan apa-apa, itu adalah kebodohan. Apa yang dibutuhkan manusia? Manusia membutuhkan kehidupan yang kekal. Manusia membutuhkan pengampunan dosa. Manusia perlu mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hikmat manusia tidak dapat mengampuni dosa. Hikmat tidak dapat memberikan hidup kekal dan tidak dapat membawa manusia kepada Allah. Jika semuanya sudah dikatakan dan dilakukan, hikmat itu tidak dapat melakukan apa pun, kecuali membuat orang yang berdosa merasa nyaman. Dan dalam semua usaha mereka untuk mencapai hikmat, mereka tidak menemukan jawaban. Dan Allah turun tangan dan membuat hikmat mereka menjadi bodoh dengan apa yang Dia lakukan. Allah mengampuni semua dosa-dosa. Dia memberikan hidup kekal dan Dia menuntun manusia kepada pengetahuan tentang Diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1">, hikmat Allah memiliki </span><span class="cf1"><b>kuasa</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena oleh hikmat Allah dunia tidak mengenal Allah melalui hikmat-Nya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya melalui kebodohan pemberitaan Injil. Hikmat manusia tidak mengubah manusia. Hikmat manusia tidak mengampuni dosa. Hikmat manusia tidak membawa manusia ke hadirat Allah. Hikmat manusia memberi manusia kepuasan intelektual karena mereka dapat menjelaskan suatu hal tertentu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada kuasa. Dan dunia melihat Injil dan berkata betapa bodohnya. Apa yang tidak dapat dilakukan oleh orang-orang di dunia ketika semua gabungan hikmat mereka disatukan, Allah melakukannya. Dia menyelamatkan manusia. Dari apa? Dari dosa-dosa mereka, dari ketidakberartian mereka, dan dari Setan. Dia menyelamatkan mereka. Membawa mereka ke hadirat-Nya sendiri. Mengampuni dosa mereka. Memberi mereka hidup kekal. Itulah yang Allah lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah perhatikan di akhir ayat 21, kami harus mencatat ini. "Kebodohan pemberitaan Injil menyelamatkan mereka yang percaya." Ada respons manusia yang dibutuhkan dan itu adalah iman. Paulus tidak mengatakan dalam Roma 1:16, "Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan semua orang yang dapat memahami kerumitannya." Tidak, itu adalah kekuatan Allah bagi semua orang yang percaya. Seseorang datang kepada Yesus dan berkata, "Tuhan, aku percaya. Tolonglah ketidakpercayaanku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang sama juga dikatakannya dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 22-25</b></span><span class="cf1">, Orang-orang Yahudi menghendaki tanda-tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan. 24 Tetapi bagi mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kuasa Allah dan hikmat Allah, 25 sebab kebodohan Allah lebih besar dari pada hikmat manusia dan kelemahan Allah lebih kuat dari pada kekuatan manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sinilah kami berada di dunia dan kami mengkhotbahkan pesan sederhana tentang salib. Allah dalam wujud manusia datang ke dunia. Dia hidup. Dia melakukan mukjizat-mukjizat. Membuktikan Diri-Nya sebagai Allah. Mati di kayu salib. Menumpahkan darah-Nya. Menanggung hukuman atas dosa-dosa kami. Bangkit dari kematian." Kami terus mengkhotbahkan pesan ini. Dan kami terus memberi tahu orang-orang bahwa ini adalah puncak sejarah. Ini adalah tema alam semesta. Ini adalah keselamatan manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, "Orang-orang Yahudi menghendaki suatu tanda." Mereka harus memiliki bukti supranatural untuk segala sesuatu. Apa yang sebenarnya mereka katakan adalah, "Lakukanlah tipu daya. Lakukan sesuatu yang benar-benar ajaib." Namun, Ia benar-benar melakukan mukjizat-mukjizat-Nya untuk para pengikut-Nya, karena mukjizat hanya memperkuat iman orang-orang yang sudah percaya. Orang-orang yang tidak percaya akan menemukan cara untuk menjelaskannya. Ingatlah orang buta dalam Injil Yohanes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang Farisi pada saat pasal itu selesai, masih yakin bahwa orang itu tidak dibuat melihat. Dan mereka mendatanginya dan berkata, "Nah, apakah kamu orangnya?" "Saya orangnya." "Kami tidak percaya padamu." Mereka menemui ibu dan ayahnya. "Apakah ini anakmu yang terlahir buta?" "Itu orangnya." Dan mereka berkata, "Nah, Yesus tidak mungkin seseorang dari Allah." Dan dia berkata, "Kamu tahu bahwa Dia telah membuka mataku dan kamu bertanya kepadaku apakah Dia dari Allah?" Pastilah Dia dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhirnya mereka tidak percaya dan mereka benci Kristus. Dunia tidak memiliki mentalitas untuk menerima hal-hal yang supernatural sejak awal, karena manusia duniawi tidak menerima hal-hal yang berasal dari Roh Allah. Itulah sebabnya saat ini kami tidak lagi membutuhkan mukjizat untuk meyakinkan orang-orang yang tidak percaya. Itu adalah tindakan Allah dalam hidup mereka. Yesus melakukan mukjizat di hadapan para pengikut-Nya untuk meyakinkan mereka yang telah percaya kuasa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Matius 16, orang Farisi dan orang Saduki datang dan berkata, "Baiklah, kami ingin suatu tanda." Dan Yesus berkata di ayat 4, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini tidak akan diberi tanda apa pun selain tanda Yunus." Yesus akan mati selama tiga hari di dalam kubur dan bangkit. Dan ketika Ia bangkit dari antara orang mati, Anda tahu apa yang mereka lakukan? Mereka menyuap para prajurit untuk mengatakan bahwa mereka mencuri tubuh-Nya dan bahwa Ia tidak benar-benar bangkit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa orang-orang Yahudi masih tidak percaya akan hal itu? Anda tahu bahwa hal yang paling sulit bagi orang-orang Yahudi mengenai Mesias Yesus Kristus adalah kematian-Nya, karena mereka telah merencanakan sendiri jalan keluarnya. Dia akan datang dan mendirikan kerajaan-Nya. Dan Dia datang, tetapi Dia tidak melakukannya. Anda berkata, "Apa yang mereka lakukan dengan Yesaya 53?" Mereka tidak berbuat banyak dengan kitab itu. Anda berkata, "Apa yang mereka lakukan dengan Mazmur 22?" Kebanyakan dari mereka menghindarinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 24 mengatakan "baik orang Yahudi maupun orang Yunani." "Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah." Meskipun faktanya banyak yang menolaknya. Panggilan keselamatan secara efektif datang kepada beberapa orang Yahudi dan beberapa orang bukan Yahudi. Dan mereka percaya dan Kristus segera menjadi kekuatan Allah bagi mereka. Kolose 1:29, "Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa aku bekerja, tetapi bukan aku, melainkan Kristus yang bekerja di dalam aku." Dan bagi orang bukan Yahudi yang percaya, itu menjadi hikmat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi hikmat Allah jauh lebih unggul daripada hikmat manusia, karena hikmat itu memiliki kuasa untuk menyelamatkan. Kuasa untuk melahirkan kembali kehidupan baru dan memberikan hikmat ilahi. Jadi, bagi mereka yang dipanggil, mereka yang telah dipilih Allah. Orang Yahudi dan orang Yunani. Kristus adalah kuasa Allah dan hikmat Allah. Kami mampu melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kami minta atau pikirkan, benar? Menurut kuasa yang bekerja di dalam kami?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak hal yang Allah tahu yang kami tidak ketahui, benar? Dan Anda mulai melihat bahwa Allah jauh melampaui apa yang dapat Anda bayangkan. Ada kerumitan pikiran Allah yang sama sekali tidak dapat dipahami oleh manusia. Dia berkata, "Hal paling sederhana yang pernah Aku lakukan adalah salib. Pertunjukan kekuatan-Ku yang paling lemah jauh melampaui kebijaksanaan dan kekuatan-Mu yang terbesar."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Perhatikanlah bagaimana kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang bijak, tidak banyak orang berpengaruh, tidak banyak orang terpandang.” Bukankah benar bahwa gereja terdiri dari orang-orang yang sederhana dan rendah hati? Salah satu alasan mengapa Tuhan memilih gereja dari orang-orang yang rendah hati adalah sebagai kesaksian hidup kepada dunia bahwa Dia tidak membutuhkan hikmatnya. Gereja berdiri sebagai teguran terhadap kerumitan hikmat dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia mendasarkan kebesarannya pada pengetahuan, pendidikan, pengaruh, kekuasaan, uang, dan pangkat. Apakah Anda ingin tahu siapa orang terhebat yang pernah hidup menurut Allah? Namanya Yohanes Pembaptis. Dia tidak berpendidikan. Dia mamakai semacam pakaian yang dimodifikasi dari bulu unta dan dia makan belalang dan madu hutan. Yesus berkata dalam Matius 11:11, "Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27-28</b></span><span class="cf1">, “Sebaliknya apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memmalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk mempermalukan apa yang kuat. 28 Apa yang tidak penting dan hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti bagi dunia, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.” Disini ia membandingkan apa yang telah dipilih Allah dan apa yang tidak dipilih-Nya. "Allah tidak memilih orang yang terpelajar, tetapi orang yang kelihatannya bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak memilih yang berkuasa, tetapi yang lemah. Bukan yang terlahir tinggi, tetapi yang terlahir rendah. Firman Allah menunjukkannya. Anda lihat, filsafat manusia tidak berarti apa-apa. Paulus berkata, "Orang-orang akan mengambil barang-barang itu dari jajaranmu, benar? Kamu tidak membutuhkannya." Tidak bisakah Anda melihat bahwa kekekalan hikmat Allah, kuasa hikmat Allah dan paradoks hikmat Allah dalam memilih gereja menunjukkan bahwa Allah tidak membutuhkan hikmat manusia? Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 May 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250511</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000025E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebodohan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000025D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+1:18-21" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 1:18-21</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab 1 Korintus pada dasarnya terbagi dalam pembahasan Paulus tentang berbagai masalah yang ada di gereja Korintus. Dimulai dari pasal 1:10 dan berlanjut ke pasal 16, membahas berbagai masalah di dalam jemaat. Masalah pertama adalah masalah perpecahan. Gereja terbagi menjadi beberapa kelompok. Mereka saling berperang. Tiga pasal sedang membahas masalah perpecahan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 1:18 Paulus terus membahas masalah perpecahan di gereja. Bagian Kitab Suci dari 1:18 sampai 2:8 membahas pokok bahasan tentang kebodohan Allah. Ini adalah salah satu bagian terbesar dalam Kitab Suci, karena bagian ini memberikan kontras di antara kebodohan manusia, yang mereka anggap sebagai hikmat dan hikmat Allah, yang mereka anggap sebagai kebodohan. Bagian ini mengontraskan hikmat manusia dengan hikmat ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang Anda berkata, "Tetapi bagaimana kaitannya dengan masalah perpecahan di gereja?" Kami semua tahu bahwa orang-orang Yunani sangat mencintai filsafat. Mereka mengajarkan berbagai filsafat dan menarik orang-orang untuk mempelajarinya, sehingga budaya Yunani secara filosofis terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Nah, di Yunani mungkin ada 50 filsafat yang mendominasi yang membagi masyarakat di antara 50 filsafat yang berbeda tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka semua terbagi dalam kelompok-kelompok yang memiliki filosofi yang berbeda-beda mengenai makna dan akhir manusia. Ada orang-orang yang mencintai hikmat manusia dan mereka yang mengembangkan sistem-sistem dan orang-orang tertarik pada sistem tersebut sehingga ada golongan-golongan filsafat di Korintus. Nah, ketika gereja lahir dan semua orang ini diselamatkan, meskipun mereka bersatu dalam Kristus, mereka masih berpegang pada filosofi asli mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini menjadi penyebab ada perpecahan di gereja. Filsafat itu tidak diperlukan. Mengapa? Karena, Alkitab memberi tahu Anda apa yang benar. Jika salah, Anda tidak menginginkannya. Jadi Paulus berkata, "Karena Anda telah menjadi orang Kristen dan Anda bersatu di sekitar wahyu Allah sebagaimana yang mencapai puncaknya di kayu salib, lupakanlah filsafat-filsafat ini." Ada gereja-gereja saat ini yang terpecah belah karena politik, ekonomi, dan pendidikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Injil itu adalah kabar baik. Dan apakah kabar baik itu? Wahyu Allah yang berakhir dalam tindakan penebusan Kristus di kayu salib. Itulah Injil. Nah, Paulus memperkenalkan kontras dasar yang akan mendominasi pemikirannya hingga akhir pasal 3. Ia membandingkan hikmat manusia dengan salib. "Aku datang untuk memberitakan Injil, bukan hikmat manusia. Doktrin hikmat manusia bertentangan dengan kebenaran Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, filsafat selalu menjadi ancaman bagi wahyu. Anda tidak perlu menambahkan pendapat manusia pada firman ilahi. Apakah Anda mengerti itu? Ketika Allah telah mengatakannya, maka itu sudah selesai diucapkan. Mari saya memberi Anda beberapa ilustrasi tentang bagaimana filsafat mengacaukan wahyu. Alkitab mengajarkan bahwa ada lima buku pertama: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan ditulis oleh satu orang. Siapakah orang itu? Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi menyebutnya Hukum Musa, Pentatuk, yang berarti lima. Sekitar seratus tahun yang lalu, sekelompok orang datang dan berkata, "Kami adalah kaum rasionalis." Filosofi kami adalah bahwa hanya apa yang rasional bagi akal manusia yang adalah benar. Jadi, mereka melihat Perjanjian Lama dan berkata, "Oh, oh. Ada beberapa hal di sini yang tidak dapat kami pahami." Kami tidak setuju bahwa Musa menulis kelima buku ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa tidak mungkin mengetahui informasi sebanyak itu pada awalnya. Evolusi hukum terjadi jauh setelahnya. Tetapi Musa memang menulis buku-buku itu dan orang-orang itu salah beberapa tahun yang lalu ketika seseorang menemukan Kitab Hammurabi, yang merupakan sistem hukum canggih yang ada sebelum zaman Musa. Alkitab mengajarkan bahwa Allah menciptakan segalanya. Anda membaca Kejadian 1, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada hari pertama, hari kedua, hari ketiga, hari keempat, hari kelima, hari keenam, Allah menciptakan. Pada hari ketujuh, Allah beristirahat. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah menciptakan ini. Filsafat manusia berkata, "Tidak, satu-satunya penjelasan untuk keberadaan segala sesuatu adalah evolusi." Semuanya berawal dari genangan air purba. Dan ada satu sel tunggal yang terbelah dan menjadi dua. Dan semuanya menjadi berkembang dan di sinilah kami berada. Itu salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab banyak bercerita tentang cara hidup, benar? Alkitab banyak bercerita tentang cara menyingkirkan rasa bersalah, dengan mengakui dosa. Jika Anda tahu firman Allah dan memahami firman Allah, Anda mengetahui alasan untuk segala sesuatu. Anda memahami apa yang perlu Anda ketahui dan Anda memiliki solusi untuk masalah-masalah Anda. Filsafat manusia mengubah kebenaran Allah menjadi kebohongan dan lebih memuja ciptaan daripada Sang pencipta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kami yang diselamatkan itu adalah kekuatan Allah." Nah, perhatikan ini, pemberitaan tentang salib ditujukan kepada mereka yang akan binasa. Yaitu kepada mereka yang tidak mengenal Allah, mereka yang sedang mati dalam dosa, dan mereka yang akan menghabiskan kekekalan di neraka, yang bagi mereka hati Allah berduka. Bagi mereka pemberitaan tentang salib adalah kebodohan. Namun bagi kami, pemberitaan tentang salib adalah kekuatan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan alasan mengapa itulah kebodohan bagi mereka adalah karena mereka telah meninggikan filosofi mereka sendiri. Dan salib tampak begitu bodoh bagi mereka. Mereka memiliki filosofi yang begitu rumit sehingga datang dan berkata, "Saya ingin menyampaikan pesan sederhana. Allah dalam wujud manusia mati di kayu salib, membayar hukuman atas dosa-dosa Anda, dengan iman dalam tindakan itu, dan kebangkitan-Nya Anda dapat diselamatkan dan akhir kekal Anda terjamin di surga selamanya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka berkata, "Oh, tidak mungkin. Betapa bodohnya kematian satu orang, di satu bukit, di atas sepotong kayu, satu momen dalam sejarah itu merupakan faktor penentu akhir bagi setiap orang yang pernah hidup." Mereka tidak dapat mempercayainya. Kata kebodohan, berarti tolol. Dari situlah kami mendapatkan kata bodoh. Anda akan melihat kata berkhotbah di ayat 17. Itu adalah kata logos untuk kata salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan disitulah kontrasnya. Ia membandingkan firman hikmat dengan firman salib. Hikmat manusia bertentangan dengan salib. Firman salib di sini berarti semua yang terlibat dalam salib. Logos adalah wahyu total. Segala sesuatu sebelum salib menunjuk kepadanya dan segala sesuatu setelah salib menjelaskan salib. Ini adalah wahyu Allah yang memuncak di salib yang bertentangan dengan hikmat manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, "Kedua hal ini bertolak belakang." Jadi orang yang berpegang pada hikmat duniawi menganggap salib itu bodoh, tetapi kami yang diselamatkan tahu bahwa itu adalah kuasa Allah. Anda lihat manusia, karena rasionalisme mereka, karena mereka meninggikan ego manusia, karena mereka menginginkan filosofi mereka sendiri, tidak dapat merendahkan diri pada sesuatu yang sesederhana itu. Yesus berkata, "Jika kamu tidak menjadi seperti anak kecil, kamu tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Ketika aku tiba di Korintus," dalam ayat 1 Paulus berkata, "Aku datang bukan dengan hikmat perkataan, tetapi aku tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." Tahukah Anda mengapa ia berkata demikian? Karena ia tidak mau menawarkan filosofi lain kepada mereka. Ia ingin memberi mereka sesuatu yang sangat berlawanan dengan apa yang mereka yakini. Sesuatu yang sederhana, sesuatu yang sangat historis dan ia memberi mereka salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap agama yang pernah dikembangkan manusia itu rumit. Itu menarik bagi otaknya, bagi egonya. Manusia tidak akan sampai pada tingkat kesederhanaan salib dan fakta bahwa ia mengakui bahwa tidak masalah apa yang ia pikirkan, tetapi bahwa Anda diselamatkan bukan melalui kecerdasan, tetapi melalui iman saja. Orang-orang tidak menyukai salib karena jika Anda datang kepada salib, Anda harus mengakui bahwa Anda adalah orang berdosa dan mereka membencinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib masih menjadi masalah. Wahyu Allah memuncak di salib. Namun, Anda tahu bahwa filsafat manusia tidak memahaminya. Petrus bahkan tidak memahaminya. Petrus memiliki filsafat atau pendapat. Ia mengira Mesias akan datang dan mendirikan kerajaannya dan semuanya akan baik-baik saja. Yesus berkata suatu hari di Matius 16, "Aku akan mati." Bagaimana reaksi Petrus terhadap hal itu? "Tidak, Tuhan, Engkau tidak akan mati."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu hal yang tidak dibutuhkan wahyu adalah pendapat Petrus. Namun, Anda lihat, filsafat Petrus bertentangan dengan kebenaran. Maka Yesus berkata kepadanya, "Enyahlah kau Iblis." Kemudian mereka masuk ke taman Eden dan para prajurit datang untuk menangkap Kristus dalam Yohanes 18. Petrus menghunus pedangnya dan mencoba menebas mereka. Dan Yesus berkata, "Singkirkanlah pedang itu. Apakah kamu belum menerima pesannya?" Akhirnya setelah penyaliban, ia mengerti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kontrasnya ditetapkan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 17-18</b></span><span class="cf1">. Salib adalah kuasa Allah untuk keselamatan. Salib memang menyelamatkan kami. Namun bagi dunia yang dipenuhi dengan hikmat manusia, salib adalah sesuatu yang bodoh. Nah dengan itu sebagai pengantar dari ayat 19 sampai pasal 2:8, Paulus memberikan lima alasan mengapa ia menganggap hikmat Allah lebih unggul daripada hikmat manusia. Alasan nomor satu, hikmat Allah bersifat permanen. </span><span class="cf1"><b></b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Karena tertulis: Aku akan membinasakan hikmat orang berhikmat dan Aku akan menghilangkan kearifan orang cerdas." 20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah guru Taurat? Di manakah ahli-ahli Taurat pada zaman ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia menjadi kebodohan?" Paulus mengutip Yesaya 29:14, "Sebab itu Aku akan membuat bangsa ini malu sekali lagi. Hikmat orang berhikmat akan lenyap dan kearifan orang-orang cerdas akan hilang."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan marilah saya membantu Anda menafsirkannya. Itu dapat memiliki penggenapan akhir. Akan tiba saatnya ketika semua filsafat manusia akan tersapu bersih. Kristus akan memerintah sebagai Raja segala Raja. Ketika semua hikmat manusia menjadi abu. Masa tribulasi sebagaimana kami pelajari dalam kitab Wahyu adalah disintegrasi semua hikmat manusia, tetapi itu memiliki lebih dari sekadar penggenapan di masa depan. Itu juga memiliki penggenapan langsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah yang terjadi ketika Yesaya mengatakan hal itu. Ada seorang raja bernama Sanherib. Ia adalah raja Asyur. Dan mereka ingin menaklukkan Yehuda. Allah melalui nabi Yesaya berkata kepada Yehuda, "Jangan khawatir. Pembebasan akan datang. Sanherib akan gagal dalam penaklukannya." Namun Allah berkata, "Itu bukan karena orang-orang bijakmu." Allah berkata, "Aku sendiri akan melakukannya. Ia memanggil satu malaikat dan ia membunuh 185.000 prajurit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang tidak dapat dilakukan oleh semua penasihat politik Israel, apa yang tidak dapat dilakukan oleh semua hikmat, pengetahuan, dan kecerdasan orang-orang terbaik, Allah melakukannya dengan satu malaikat. Dan Dia berkata, "Aku akan menghapus hikmatmu." Allah berkata kepada Israel, "Aku akan berperang untukmu." Kami memiliki ide yang salah ketika kami ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan kecerdikan kami sendiri daripada membiarkan Allah melakukannya. Jadi Paulus menggunakan bagian itu dan itu adalah hal yang fantastis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda menolak wahyu, hikmat apa yang tersisa? Tidak ada. Allah menentang hikmat duniawi. Hikmat manusia didefinisikan dalam Alkitab di Yakobus 3:15 ketika dikatakan, "Hikmat ini tidak datang dari atas." Itu hanyalah hikmat manusia. Nah, dengarkan. "Itu bersifat duniawi, sensual dan dari setan." Hikmat manusia itu duniawi. Artinya, tidak pernah melampaui bumi. Tidak pernah benar-benar memahami realitas supranatural.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu didasarkan pada keinginan dan hawa nafsu manusia. Ketiga, dari iblis. Sumbernya adalah Setan. Hikmat Allah bersifat kekal." </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, "Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah guru Taurat? Di manakah ahli-ahli Taurat pada zaman ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia menjadi kebodohan?" Hikmat manusia tidak pernah menyelesaikan apa pun. Kami hanya membuat dosa kami sedikit lebih mudah diatasi. Itu hanya membuat kami lebih nyaman dengan masalah-masalah kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak memiliki satu hal yang paling mereka butuhkan, yaitu pengetahuan tentang Allah. Mereka tidak pernah mengenal Allah, karena hanya di dalam Allahlah hal-hal ini dapat ditemukan. Kedamaian, sukacita, pengampunan, kebebasan dari rasa bersalah, makna hidup, harapan kekal, dan semua filsafat manusia tidak pernah bertemu dengan Allah. Itulah yang dikatakan Paulus. Semuanya tidak masuk akal. Mereka menganggap salib itu bodoh. Filsafat merekalah yang bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Karena oleh hikmat Allah dunia tidak mengenal Allah melalui hikmat-Nya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya melalui kebodohan pemberitaan Injil.” Artinya, “Karena oleh hikmat Allah dunia tidak mengenal Allah melalui hikmat-Nya. Maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya melalui kebodohan pemberitaan Injil.” Nah perhatikan, “Dunia dengan segala hikmatnya tidak pernah mengenal Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan akhir manusia untuk mengenal Allah tidak pernah tercapai. Jadi karena hikmat manusia tidak mampu melakukannya, Allah melakukannya melalui salib. Kami telah memiliki filsuf dan orang bijak selama berabad-abad. Dan apa yang mereka ketahui dan apa yang telah mereka tawarkan? Perang meningkat, kejahatan meningkat, ketidakadilan meningkat, kebencian, kekejaman, masalah, gangguan mental, narkoba, alkohol, masalah dan masalah. Itu tidak pernah berubah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena manusia tidak dapat memperoleh keselamatan, mereka tidak dapat memiliki sifat yang ditransformasikan. Mereka tidak dapat mengenal Allah melalui hikmat mereka sendiri. Nah lihat di awal ayat 21, "Karena menurut hikmat Allah, dunia ini-" Ini adalah rencana Allah yang bijaksana bahwa Ia membiarkan dunia ini terus berjalan menurut hikmatnya sendiri. Di sini, kami dikelilingi oleh hikmat Allah dan tidak mengetahuinya. Hal-hal yang tidak kelihatan dari Allah dapat dilihat melalui penciptaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap kali ia memandang gunung, setiap kali ia memandang tangannya, ia melihat hikmat Allah. Pada bintang-bintang, pada seluk-beluk alam, ia melihat hikmat Allah. Dan ia menerapkan hikmatnya sendiri, menolak hikmat Allah dan tidak pernah mengenal Allah. Ahli astronomi melihat melalui teleskopnya dan melihat bintang-bintang, tetapi tidak melihat Allah. Ilmuwan alam mempelajari biologi dan apa pun yang lain dan ia menemukan evolusi tanpa sumber.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah baru saja melakukan sesuatu yang sangat sederhana dan dengan hal yang paling sederhana yang Allah lakukan, Dia mencapai apa yang tidak pernah dapat dilakukan oleh semua filsuf dan orang bijak sepanjang masa. Orang bijak yang paling bijak adalah orang bodoh dibandingkan dengan orang bijak yang paling sederhana dari Allah. Isi salib untuk menyelamatkan mereka yang percaya. Intinya di sini adalah kebodohan Injil itu sendiri. Sesuatu yang sangat konyol, sesuatu yang sangat tidak mengenakkan. Bagi orang Yahudi, itu adalah batu sandungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang sederhana. Yesus mati di kayu salib. Apa yang harus Anda lakukan? Menyelamatkan mereka yang percaya. Allah tidak menyelamatkan kami karena kami begitu pintar. Dia membuatnya begitu sederhana. Tidak masalah seberapa pintar kami. Kami hanya perlu percaya. Tidak, iman meniru apa yang telah Allah lakukan, karena itu tidak ada hubungannya dengan kecerdasan. Coba perhatikan orang-orang di sebelah Anda. "Bagaimana mungkin tidak banyak orang bijak, tidak banyak orang berkuasa yang dipanggil, tetapi Allah memilih orang-orang yang bodoh."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah kami. Tidak banyak orang bijak. Tidak banyak orang hebat dan tidak banyak orang mulia. Kebanyakan dari kami hanyalah orang biasa. Dan tahukah Anda? Allah sengaja melakukan itu sebagai teguran sepanjang masa terhadap hikmat manusia. Allah tidak pernah membutuhkannya di masa lalu. Dia tidak membutuhkannya sekarang. Yang Dia butuhkan hanyalah salib dan mereka yang percaya kepada salib diselamatkan. Itulah pesan keselamatan. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 May 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250504</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000025D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertengkaran di Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000025C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+1:10-17" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 1:10-17</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertengkaran terjadi di semua gereja dan ini terjadi pada awal berdirinya gereja. Sekarang pun tidak jauh berbeda. Pertengkaran adalah masalah yang perlu ditangani. Dan rasul Paulus merasa bahwa itu adalah masalah utama di Korintus. Ia mengidentifikasi orang-orang di gereja itu sebagai orang-orang kudus, mereka yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Dan kemudian ia mulai mendesak mereka untuk berperilaku sesuai dengan kedudukan mereka di hadapan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak melakukan sesuatu yang layak. Itu hanyalah sesuatu yang patut disyukuri oleh Allah dan Dia telah melakukannya dan sekarang Dia mulai mencoba mengubah perilaku mereka. Dan hal pertama yang Dia tangani adalah seluruh gagasan tentang kesatuan di gereja. Orang-orang pada dasarnya mementingkan diri sendiri dan itu adalah bagian dari kebejatan, menjadi egois, mengikuti keinginan mereka sendiri, tujuan mereka sendiri, cita-cita mereka sendiri. Kami semua yang dikuduskan di dalam Kristus masih memiliki masalah dengan dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak orang berdosa di gereja. Mereka memang adalah orang berdosa yang dibenarkan, tetapi mereka tetap orang berdosa sehingga Anda ada konflik karena Anda memiliki orang-orang dengan keinginan, tujuan, dan maksud yang dihasilkan oleh ego mereka sendiri. Yakobus 4:1 mengatakan, "Apakah sebabnya ada pertengkaran dan pertikaian di antara kamu? Bukankah semuanya itu timbul dari hawa nafsumu, yang berperang di dalam dirimu? Sebab di dalam dirimu terdapat keinginan yang berlawanan dengan keinginan orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami semua punya keinginan yang egois dan independen. Pertengkaran adalah bagian dari kehidupan. Kami kompetitif. Anak-anak kecil berkelahi sejak awal kehidupan mereka. Anak-anak berkelahi tentang mainan. Mereka pergi ke sekolah menengah dan berkelahi tentang perempuan atau laki-laki atau bola. Mereka pergi ke perguruan tinggi dan berkelahi tentang kebijakan kampus. Kemudian mereka menjadi politisi dan berkelahi tentang kebijakan. Orang yang sudah menikah berkelahi tentang apapun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat ​​manusia berkelahi karena ia bejat, egois, dan mementingkan diri sendiri. Dan masalah itu masuk ke dalam gereja. Tragisnya, meskipun hal itu dilarang oleh Allah, meskipun itu sama sekali tidak sesuai dengan karakter orang yang telah diubahkan, tetap saja hal itu ada. Dan Setan senang, karena hal itu mendorong usahanya untuk menghancurkan, dan merendahkan kesaksian gereja. Keegoisan adalah masalah di dalam gereja, karena dosa adalah masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan persekutuan yang retak bukan hanya menghapus sukacita orang percaya, tetapi juga mengikis fondasi kesaksian gereja. Allah itu dihina. Kristus dipermalukan. Orang Kristen didiskreditkan. Dan itu bukanlah hal baru. Anda akan kembali kepada permulaan dan Anda akan menemukannya di sana, karena gereja selalu terdiri dari orang-orang berdosa dan Setan selalu aktif di dalamnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika kami sampai pada 1 Korintus 1, ada ketidakharmonisan dan perpecahan di dalam gereja. Terjadilah perpecahan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10-17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Nah aku menasihati kamu, saudara-saudari, dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu semua sepakat dalam apa yang kamu katakan, supaya jangan ada perpecahan di antara kamu, dan supaya kamu bersatu dalam pengertian yang sama dan keyakinan yang sama. 11 Sebab telah diberitakan kepadaku tentang kamu,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saudara-saudariku, dari pihak Kloe, ada perpecahan di antara kamu. 12 Inilah yang kukatakan: Ada di antara kamu yang berkata: "Aku dari golongan Paulus," atau "Aku dari golongan Apolos," atau "Aku dari golongan Kefas," atau "Aku dari golongan Kristus." 13 Adakah Kristus terbagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa tidak seorang pun di antara kamu yang aku baptis, selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan bahwa kamu dibaptis dalam namaku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">16 Sesungguhnya aku membaptis keluarga Stefanus; selain dari mereka aku tidak ingat apakah aku membaptis orang lain. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.’ Dan Anda akan melihat dalam ayat 11 kata perpecahan. Itulah kata dalam bahasa Yunani yang berarti pertengkaran. Dan Paulus mulai nasihatnya dengan mulai dengan masalah ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mulai dengan ini. Yesus berdoa kepada Bapa dalam Yohanes 17 agar gereja menjadi satu. Ia memberi tahu para pengikutnya untuk saling mengasihi agar dunia dapat mengenal siapakah mereka. Bahkan, dalam KPR 2, dikatakan bahwa ketika orang-orang itu memiliki satu hati dan satu pikiran serta bertemu bersama setiap hari dan berbagi kasih bersama, mereka disukai semua orang dan Tuhan menambahkan jumlah mereka kepada gereja setiap hari dengan orang yang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kebutuhan pertama Korintus adalah keharmonisan, kesatuan dalam gereja, dan saya melihat itu sebagai kebutuhan pertama kami di gereja modern saat ini. Paulus kemudian memulai Surat ini, dalam aspek nasihatnya dengan menyerukan persatuan dalam gereja dan mengakhiri semua perpecahan dan pertengkaran. Anda memiliki buku pelajaran yang sama dengan saya dan guru kebenaran yang sama. Jadi jika Anda benar-benar menginginkan jawaban atas pertanyaan itu, kejarlah lebih jauh daripada yang dapat saya lakukan malam ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada empat penekanan dasar dalam bagian dari ayat 10 - 17. Ada </span><span class="cf1"><b>permohonan</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>pihak-pihak</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>prinsip dasar</b></span><span class="cf1"> dan </span><span class="cf1"><b>prioritas</b></span><span class="cf1">. Jadi nomor satu adalah permohonan dan Paulus mulai dengan </span><span class="cf1"><b>permohonan</b></span><span class="cf1"> kepada jemaat Korintus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, "Sekarang aku mendesak kamu," kata sekarang adalah transisi. Artinya datang bersama dan menolong. Dan apa yang dia lakukan di sini adalah datang bersama mereka. Dia berkata, "Sekarang, aku datang bersama kamu untuk menyemangati saudara-saudari sepanjang makna ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Paulus mulai dengan sesuatu yang sangat memaksa, sangat menghibur, dan sangat menasihati. Nah ada permohonan yang ia mulai dari bagian itu dan saya ingin menarik satu pemikiran saja. Sungguh mengherankan, bagaimana beberapa orang menarik sebuah ayat di luar konteks dan menggunakannya hampir sebagai dalih. Jadi, untuk bersikap adil terhadap ayat 10, kami harus membaca ayat 9. "Allah setia; kamu telah dipanggil oleh-Nya ke dalam persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap kali Anda melihat istilah "nama" dalam kaitannya dengan Tuhan atau Allah, itu berarti semua tentang Dia dan semua yang Dia kehendaki. "Inilah yang saya doakan, karena saya percaya inilah yang diinginkan Kristus, karena ini sesuai dengan kehendak-Nya." Jadi Paulus berkata, "Saudara-saudara, saya minta ini kepada Anda demi Tuhan Yesus Kristus, karena siapa Dia dan apa yang Dia kehendaki." Perilaku Anda sebagai orang percaya memiliki hubungan langsung dengan Yesus Kristus sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda dapat berkeliling dan mengeluh tentang gereja dan hal itu tidak akan berdampak pada gereja Anda. Itu akan berdampak pada Kristus. Sebagian dari kami berbicara tentang gereja di depan orang-orang yang tidak percaya dan kami memberi tahu mereka hal-hal tertentu yang mungkin tidak kami sukai dan kami pikir itu merujuk pada gereja, padahal sebenarnya, dalam pikiran mereka, itu merujuk pada Kristus yang benar-benar kami akui kami kasihi dan sembah. Itu berdampak pada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kehidupan Kristen Anda mencerminkan Yesus Kristus. Dan gereja Anda, jemaat lokal ini di sini mencerminkan Tuhan Yesus Kristus. Dan Paulus menyerukan supaya ada persatuan karena ia tahu hal itu mencerminkan Dia. Nah mari saya menambahkan ini. Penekanan dalam bagian ini adalah pada jemaat lokal. Dia tidak berbicara tentang persatuan denominasi. Ia mengatakan bahwa dalam jemaat lokal harus ada persatuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pesannya secara langsung berkaitan dengan kami yang menjadi bagian dari jemaat lokal ini. Mari kami lihat bagaimana ia mulai permohonannya. Kami harus sepakat pada hal-hal yang sama. Anda berkata, "Baiklah, apa yang tercakup dalam persetujuan ini?" Pertama, hal ini melibatkan persetujuan doktrinal. Filipi 3:16 berkata, "Tetapi biarlah kami hidup menurut kebenaran yang telah kami peroleh." Sekarang kamu semua harus berperilaku sesuai dengan kebenaran itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 16:17 mengatakan ini, "Dan sekarang aku ingin supaya kamu, saudara-saudari, waspada terhadap mereka yang menimbulkan perpecahan dan rintangan yang bertentangan dengan ajaran yang telah kamu terima. Jauhilah mereka." Mereka tidak benar-benar melayani Tuhan Yesus, mereka melayani diri mereka sendiri. Jika Anda ada sedikit perbedaan pada suatu ayat tertentu yang mungkin memiliki dua penafsiran karena kami tidak memiliki cukup informasi, itu bukan masalahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ada beberapa kebenaran dasar yang harus kami sepakati. Kami lebih peduli dengan kebenaran daripada hal lain. Jika Anda ingin memiliki pola Alkitabiah, maka Anda harus memiliki pola Alkitabiah sepenuhnya. Kristus adalah kepala gereja, Dia memerintah melalui orang-orang saleh yang dipenuhi Roh. Dan jemaat diminta untuk setuju dengan mereka dalam apa yang mereka katakan. Mereka memiliki hak untuk membuat keputusan mengenai Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami tidak sempurna sama sekali. Kami tersandung dalam usaha untuk taat kepada Kristus, saat kami melihat Roh-Nya bekerja. Namun ada tanggung jawab jemaat dan juga para pemimpin. 1 Tesalonika 5:12 berkata, "Sekarang kami minta kepadamu, saudara-saudari, supaya kamu menghargai mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegur kamu." Ada beberapa orang yang lebih tinggi dari kamu dalam Tuhan; hendaklah kamu menghormati mereka."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 13:17, "Taatilah pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, karena mereka berjaga-jaga atas jiwamu sebagai orang yang harus memberi pertanggungjawaban, sehingga mereka dapat melakukannya dengan gembira dan bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan menguntungkan bagimu." Kitab Suci hanya minta jemaat untuk taat. Untuk tunduk, harus ada kesatuan di gereja. Allah hanya memiliki satu pendapat dalam masalah yang bermuka dua. Anda harus percaya para pemimpin Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap keputusan yang pernah dibuat terkait kebijakan gereja dalam bentuk atau rupa apa pun dibuat dengan suara bulat mutlak, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan. Mengapa? Karena kami tahu Roh Kudus memiliki satu kehendak dan terserah kepada kami untuk menyerahkan diri kepada Roh Kudus sampai kami sejalan dengan kehendak-Nya. Setiap kali terjadi perselisihan dan perpecahan di gereja, di situ ada kedagingan. Nah, ia melangkah lebih jauh dari itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>1 Korintus 1:10</b></span><span class="cf1"> berkata, “Sekarang aku menasihati kamu, saudara-saudari, dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus, supaya kamu semua sepakat dalam apa yang kamu katakan, supaya jangan ada perpecahan di antara kamu, dan supaya kamu bersatu dalam pengertian yang sama dan keyakinan yang sama.” Artinya, bersatu kembali. Itulah tekad yang datang dari pikiran yang sama. Apakah itu prinsip, pendapat, atau tindakan, semuanya harus sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini sangat penting. Bukan demi ego para pemimpin, tetapi demi Tuhan Yesus Kristus, karena Dia menginginkan ada kesatuan di gereja-Nya. Di Efesus 4, Dia berkata, "Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera." Kesatuan gereja sudah dilakukan oleh Roh Kudus. Dia berkata, "Jagalah kesatuan itu." Mengapa? Karena hanya ada satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang dimaksud dengan memiliki pikiran seperti orang lain, memiliki cinta yang sama. Itu berarti Anda mencintai semua orang dengan cara yang sama. Menjadi satu hati dan satu pikiran. Anda berkata, "Wah, bagaimana Anda bisa mendapatkan persatuan seperti itu?" "Jangan biarkan apa pun dilakukan melalui perselisihan atau kesombongan." Jangan pernah berdalih. Jangan pernah bertengkar. Jika Anda ada masalah, sampaikan itu kepada orang yang perlu mendengarnya dan sampaikan itu dengan penuh kasih. Jangan ada perselisihan dan kesombongan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apa dasar permohonan itu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab telah diberitahukan kepadaku tentang kamu, saudara-saudaraku, oleh orang-orang dari keluarga Kloe, bahwa ada perpecahan di antara kamu.” Permohonan itu didasarkan pada golongan-golongan di sana. Kloe tampaknya adalah seorang tokoh terkemuka di gereja Korintus yang datang menemui Paulus di Efesus. Mereka terpecah menjadi beberapa kelompok, tetapi bukan hanya golongan-golongan yang diam. Mereka saling berperang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> berkata, “Yang hendak kukatakan ialah: ada di antara kamu yang berkata: "Aku dari golongan Paulus," atau "Aku dari golongan Apolos," atau "Aku dari golongan Kefas," atau "Aku dari golongan Kristus." Mereka telah berkelompok dalam identifikasi dengan berbagai guru. Ini salah. Mereka membanggakan keunggulan, karunia, pelayanan, pencapaian orang-orang yang mereka identifikasi. Coba lihat, pendeta pertama Gereja Korintus adalah Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka telah terpecah menjadi beberapa </span><span class="cf1"><b>kelompok.</b></span><span class="cf1"> Itu tidak perlu, teman-teman. Anda dapat memiliki Paulus dan Apolos dan Petrus dan Kristus dan itu tidak harus terpecah menjadi beberapa kelompok. Perpecahan menjadi beberapa kelompok tidak ada hubungannya dengan Paulus, Apolos dan Petrus. 1 Korintus 3 berkata, "Bukankah kamu masih manusia duniawi? Bukankah ada perpecahan dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah kamu mengatakan, bahwa aku dari golongan Paulus dan aku dari golongan Apolos?" Itulah alasan mereka mengatakan bahwa orang-orang itu bersifat duniawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keduniawian adalah sesuatu yang menghasilkan kelompok-kelompok, bukan kerohanian. Itu bukan kesalahan Paulus. Itu bukan kesalahan Apolos. Itu bukan kesalahan Kefas atau kesalahan Kristus. Itu adalah kesalahan keduniawian. Mengidentifikasi diri dengan manusia. Kelompok Kristus memiliki ide yang benar. Mereka semua adalah milik Kristus, tetapi mereka telah mengubah kepemilikan Kristus menjadi sebuah kelompok. Paulus beralih dari permohonan kepada kelompok ke prinsip dalam ayat berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1"> berkata, "Adakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan untukmu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?" Apakah Anda mengerti apa yang dikatakannya? Dia berkata, "Lihat, perpecahan di gereja melanggar </span><span class="cf1"><b>prinsip</b></span><span class="cf1"> dasar. 1 Korintus 6:17 berkata, "Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu Roh." Efesus 4:4-6 berkata, "Ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Roh, satu tubuh, dan satu Allah." Apakah Kristus terbagi-bagi? Sama sekali tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 17:20-21, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka. 21 Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau. Semoga mereka juga di dalam Kami, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Gereja adalah satu karena Kristus adalah satu karena Allah adalah satu. 1 Korintus 12:25 mengatakan, “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, </span><span class="cf1"><b>prioritas</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14-17</b></span><span class="cf1">, Aku mengucap syukur kepada Allah karena tidak seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis, selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Memang aku yang membaptis keluarga Stefanus; selain mereka aku tidak ingat, apakah ada orang lain yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, bukankah Krispus dan Gaus dibaptis?" Tentu, tetapi mereka minta orang lain untuk melakukannya. Sering kali hal itu terjadi. Petrus di rumah Kornelius sebenarnya tidak melakukan pembaptisan. Ia memerintahkan agar mereka dibaptis. Dalam Injil Yohanes dicatat bahwa Tuhan tidak melakukan pembaptisan, tetapi Ia minta orang lain untuk melakukan pembaptisan. Ini adalah wawasan tentang inspirasi. Inspirasi Alkitab memastikan kesempurnaan penulisnya, bukan kemahatahuannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 17, "Karena Kristus tidak mengutus aku untuk membaptis." Itu untuk pergi dan memberitakan Injil. Dia berkata, "Lihat, Dia mengutus aku untuk memberitakan Injil untuk menyatukan semua orang, bukan untuk membaptis untuk menciptakan suatu kelompok." Prioritasnya adalah memberitakan Injil dan ini membawanya ke tempat di mana dia mulai memberitakan salib. Itu adalah prioritasnya. Teman-teman, kami berada di gereja untuk bekerja, untuk melayani Tuhan Yesus Kristus dan kehendak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk mengabarkan kebenaran, bukan untuk membuat kelompok. Jika kami memiliki prioritas yang benar untuk menghormati-Nya dan mengabarkan kebenaran-Nya dan kami berjalan dalam Roh dan bukan kedagingan, kami akan melihat persatuan yang akan memuliakan Tuhan kami dan yang akan menarik orang-orang yang datang kepada Kristus kepada-Nya. Dan ini adalah prioritas. Dan doa kami adalah agar gereja ini menjadi kenyataan bahwa kami adalah satu di dalam Dia dalam apa yang kami katakan, agar Dia dimuliakan. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250427</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000025C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bukti Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000025B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+15:1-4" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 15:1-4</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 15 akan memakan waktu lama bagi kami untuk memahaminya karena kedalaman dan maknanya yang luar biasa. Seorang Kristen sedang berjalan melalui galeri seni dan ia bertemu dengan seorang anak laki-laki kecil yang sedang menatap lukisan penyaliban. Ia berdiri dan memperhatikan dan berkata, "Nak, gambar apakah itu? "Wah, Tuan," kata anak laki-laki itu, "Itu adalah Tuhan kami yang sedang mati di kayu salib dan menanggung dosa kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pria itu terus berjalan, dan tiba-tiba, ia merasakan sedikit tarikan. Anak laki-laki itu mendongak dan berkata, “Maafkan saya, Tuan, saya lupa memberi tahu Anda satu hal. Ia tidak mati lagi; Ia telah bangkit.” Dan itulah pesan Injil. Ia tidak mati lagi; Ia telah bangkit. Dan sama seperti jantung memompa darah kehidupan ke dalam tubuh, demikian pula kebangkitan adalah inti Injil, memompa kehidupan ke dalam setiap bidang kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan adalah poros yang menjadi tumpuan seluruh Kekristenan. Jika kebangkitan disingkirkan, Kekristenan hanya akan menjadi angan-angan dan sekadar filsafat manusia yang tidak berguna. Umat Kristen tahu bahwa kematian Yesus Kristus yang memalukan bukanlah akhir, tetapi Ia bangkit dan menang atas kematian, dan Ia memberikan kepada siapa pun yang percaya kepada-Nya harapan kebangkitan yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hanya kepercayaan inilah yang mengubah para pengikut seorang rabi yang disalib menjadi para martir yang berani di Gereja mula-mula. Kebangkitanlah yang melahirkan persekutuan orang-orang kudus yang menjadi Gereja. Dan mereka menemukan bahwa mereka dapat memenjarakan orang-orang kudus, dan mereka dapat memukuli mereka, dan bahkan membunuh mereka, tetapi mereka tidak akan pernah dapat membuat mereka menyangkal kenyataan kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, 1 Korintus 15, adalah bab yang menjelaskan masalah doktrinal. Semua bab lainnya adalah masalah praktis, meskipun memiliki dasar doktrinal, tetapi ini adalah masalah doktrinal murni yang muncul di gereja Korintus yang harus dibahas sendiri oleh Paulus. Dan syukurlah dia melakukannya, karena dia memberi kami pernyataan terbesar tentang kebangkitan yang pernah ditulis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan hanya kebangkitan Kristus, tetapi kebangkitan yang diantisipasi yang akan Anda dan saya alami dan setiap orang yang pernah hidup dalam sejarah dunia, baik yang adil maupun yang tidak adil. Dan bagi kami, hal itu bermuara pada kenyataan sederhana bahwa seluruh akhir manusia bergantung pada apakah Yesus Kristus hanyalah seorang rabi yang disalibkan, atau apakah Dia adalah Allah, sebagaimana dibuktikan oleh kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan adalah inti dari iman Kristen. Paulus berkata dalam Roma 10:9, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Dengan kata lain, keselamatan didasarkan pada pengakuan tentang ketuhanan Kristus yang telah bangkit. Dan jika tidak ada pengakuan tentang kebangkitan Kristus, maka tidak akan ada keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, 1 Korintus 15 ditulis bukan untuk membuktikan kebangkitan Kristus kepada orang Kristen. Dan itu tidak ditulis untuk mencoba meyakinkan orang yang tidak percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Itu ditulis untuk membuktikan kepada orang Kristen bahwa karena Ia benar-benar bangkit, dan mereka juga akan benar-benar bangkit dari kematian. Itulah inti dari pasal kelima belas. Ini semua tentang Anda yang keluar dari kubur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus mengalami masalah dalam mempercayai kebangkitan Kristus. Mereka tidak pernah memahami konsekuensinya. Paulus berkata dalam 1 Korintus 15:1-11, “Kamu telah percaya kepada kebangkitan. Benar? Karena itu, ketahuilah ini: Kristus adalah buah sulung dari semua orang yang telah meninggal. Jadi, jika kamu telah mempercayainya, secara fisik dan harfiah, mengapa kamu tidak percaya pada kebangkitanmu sendiri?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Anda lihat, hal itu mula-mula datang dari titik ini. Jemaat Korintus telah membiarkan diri mereka menjadi korban dari kepercayaan pada zaman mereka. Mereka telah membiarkan dosa masyarakat mereka masuk ke dalam gereja. Mereka benar-benar dunia yang bercampur dengan gereja. Mereka percaya pada filsafat Yunani yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang dinamakan kebangkitan tubuh. Mereka menyangkal hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ketika mereka meninggal, tubuh yang jahat telah disingkirkan; dan jiwa yang baik itu masuk ke dalam keabadian. Mereka tidak memiliki masalah dengan keabadian jiwa; kebangkitan tubuhlah yang tidak mereka percayai. Tidak mungkin orang Yunani akan memahami kebangkitan tubuh itu. Baginya, itu adalah pesan aneh yang tidak dapat dipercayai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus mengemukakan masalah ini dalam 1 Korintus 15:12. Ia berkata, "Bagaimanakah ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?" Mengapa Anda mengatakan ini? Dan kemudian di bagian pertama ayat 12, "Jika Kristus diberitakan, bahwa Ia bangkit dari antara orang mati." Maksud saya, jika Anda telah mengakui bahwa Kristus bangkit secara jasmani dan fisik, mengapa Anda tidak percaya bahwa Anda juga akan mengalami itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pada waktu itu ada sekelompok orang Yahudi yang dikenal sebagai kaum Saduki. Dan mereka tidak percaya pada kebangkitan tubuh. Itulah sebabnya mereka begitu sedih, Anda tahu? Karena mereka sama sekali tidak punya harapan. Mereka tidak punya apa pun untuk diantisipasi. Mereka tidak punya apa pun untuk dinantikan. Mereka tidak percaya pada kebangkitan. Mereka tidak percaya pada malaikat atau kebangkitan seperti yang tertulis dalam KPR.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat dua poin kecil, kesaksian tentang kebangkitan. Kami akan membahasnya kali ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1-2</b></span><span class="cf1">, “Dan sekarang aku mau menegaskan kepadamu, saudara-saudari, Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu—kecuali kalau kamu percaya sia-sia saja.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Bahwa Kristus telah mati untuk dosa-dosa kami.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah bangkit pada hari yang ketiga.” “Ya, itulah Injil kematian - kematian pengganti - penguburan, kebangkitan Kristus. Injil itu.” “Anda telah menerimanya.” Yohanes 1:12, “Kepada semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari sudut pandang Allah, orang percaya sejati akan tetap tinggal, dan dari sudut pandang kami, orang percaya sejati akan tetap beriman. Orang yang meninggalkannya memberikan bukti bahwa ia tidak pernah benar-benar diselamatkan. Ibrani 10:38 mengatakan, "Orang benar akan hidup oleh iman." Anda dapat mengenali orang benar karena ia hidup oleh iman. Ia tidak memiliki iman sesaat; ia memiliki kehidupan iman. Dan ia tetap menjalani kehidupan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Kristen sejati terbukti dari iman mereka yang terus-menerus. Jadi, jika Anda menjauh dari harapan Injil, Anda mendapatkan bukti bahwa Anda percaya dengan sia-sia. Iman Anda adalah iman yang kosong, iman yang tidak berguna tanpa komitmen kepada ketuhanan Kristus. 1 Yohanes 2:19 mengatakan, “Memang mereka berasal dari antara kami, tetapi mereka tidak termasuk pada kami; sebab jika mereka termasuk pada kami, mereka tetap bersama-sama dengan kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu bukti kebangkitan adalah keberadaan Gereja. Fakta bahwa jemaat Korintus telah menerimanya dan berdiri di dalamnya serta terus berada di dalamnya merupakan bukti bahwa Kristus hidup. Siapa lagi yang dapat mengubah mereka selain Kristus yang hidup? Siapa lagi yang dapat mengambil semua pencuri, homoseksual, pezina, pendusta, dan mengubah mereka menjadi komunitas Kristus yang hidup?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja didirikan atas dasar iman kepada Mesias Yesus. Mesias yang disalibkan adalah orang yang ditolak oleh Yudaisme dan dikutuk oleh Allah. Kebangkitan Yesus, seperti yang dinyatakan Paulus dalam Roma 1:4, menyatakan Dia sebagai Anak Allah yang berkuasa.” Ia berkata jika tidak ada kebangkitan, Gereja akan mati di sana, karena semuanya didasarkan pada hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepercayaan tentang kebangkitan adalah hal yang unik bagi agama Kristen. Umat Buddha tidak mengakuinya. Muhammad wafat pada tanggal 8 Juni 632 M di Madinah, dan tidak seorang pun pernah mengklaim bahwa ia bangkit dari kubur. Namun, Gereja terus merayakan bahwa Yesus bangkit dari kematian. Dan setiap kali Gereja membaptis orang percaya lainnya, mereka menggambarkan kebangkitan-Nya – ke dalam air dan keluar lagi. Itulah inti dari kepercayaan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil kebangkitan bukanlah tambahan yang terlambat. Segala sesuatu telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Paulus berkata dalam ayat 3, "Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri." Nah, setiap rasul yang baik, setiap pendeta yang baik hanyalah pengantar pesan. Yang Allah harapkan dari kami adalah menyampaikan pesan yang benar kepada orang-orang. Dan Paulus menerimanya secara langsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dia berkata, "Saya menerima ini dari Tuhan." Paulus berjuang dalam hidupnya. Dia sering dituduh sebagai orang yang datang terlambat. Kemudian, di bagian berikutnya, dia menyebut dirinya "Orang yang lahir sebelum waktunya." Itu berarti aborsi. Namun tampaknya, itulah sebutannya, Dia semacam keguguran rohani. Jadi Paulus berkata, "Saya menyampaikan kepadamu apa yang saya terima dari Tuhan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Ini adalah nubuatan Perjanjian Lama. Para nabi Perjanjian Lama melihat Yesus mati dan bangkit dari kematian pada hari ketiga.” Dalam Lukas 24:25, Yesus, setelah kebangkitan-Nya, berjalan bersama dua orang murid-Nya, sambil berkata, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya kamu percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!” Ia berkata, “Sesungguhnya kamu tahu, bahwa mereka berkata bahwa Ia akan mati, tetapi Ia akan bangkit untuk dimuliakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kami berkata, “Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, demikian pula Anak Manusia akan tinggal di dalam bumi.” Yunus adalah nubuatan tentang Yesus. Dalam Yesaya 53, Anda melihat Kristus mati. Dan di akhir pasal itu, Anda melihat Dia memerintah di bumi dalam kerajaan. Nah, Anda harus mengalami kebangkitan. Jadi, bahkan Perjanjian Lama berbicara tentang kebangkitan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250420</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000025B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Minggu Palem]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000025A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+21:1-11" target="_blank" class="imCssLink">Matius 21:1-11</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 21:1-11, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya hampir sampai di Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua murid-Nya, 2 dengan pesan: “Pergilah ke desa yang di depanmu itu. Di sana kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dengan anaknya. Lepaskanlah kedua keledai itu dan bawalah kepadaku. 3 Jika ada orang yang menanyakan sesuatu kepadamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya, maka Ia akan segera mengirimkannya.” 4 Hal itu terjadi supaya apa yang difirmankan melalui nabi itu digenapi:</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">5 Katakanlah kepada Putri Sion, "Lihat, Rajamu datang kepadamu, lembut, dan menunggang seekor keledai, dan seekor keledai muda, anak seekor keledai." 6 Murid-murid itu pergi dan melakukan tepat seperti yang Yesus perintahkan kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai dan anaknya; kemudian mereka meletakkan pakaian mereka di atas mereka, dan Dia duduk di atas keledai muda. 8 Orang-orang yang sangat banyak menghamparkan pakaian mereka di jalan; yang lain memotong cabang-cabang dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">9 Maka orang banyak yang berjalan di depan-Nya dan mereka yang mengikuti-Nya bersorak-sorak: Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di surga yang mahatinggi! 10 Ketika Ia memasuki Yerusalem, seluruh kota menjadi gempar, katanya: "Siapakah orang ini?" 11 Orang banyak itu berkata: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." Dengan pasal ini, kami mulai minggu terakhir kehidupan Tuhan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Eropa telah memberi kami sejarah panjang tentang kemegahan dan kemuliaan peristiwa-peristiwa di mana seorang raja dilantik menjadi raja. Kadang-kadang ia diangkat di atas perisai atau disuruh berdiri di atas batu suci, atau dihadiahi pedang atau diberi mahkota untuk menandai pelantikan ke tempat resmi raja. Itu adalah acara yang agung dan mulia, yang biasanya diikuti jamuan makan besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ini tidak seperti penobatan-penobatan dunia: ini seekor keledai muda, seikat ranting, dan beberapa pakaian tua. Namun, ini bukanlah raja biasa, dan Yesus Kristus tidak memiliki kerajaan biasa. Ia berkata kepada Pilatus, "Aku bukanlah raja seperti yang kau kira. Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini." Ini adalah tindakan publik terakhir-Nya sebelum Ia disalibkan. Dan ini harus diperlakukan dengan rasa hormat yang besar, dan ini harus dipahami sebagai penobatan Yesus di bumi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1"> katakan, “Ketika mereka hampir sampai di Yerusalem dan tiba di Betfage di Bukit Zaitun, Yesus mengutus dua orang murid-Nya.” Kami akan menyebut titik pertama sebagai akhir dari peziarah. Yerusalem akan menjadi titik akhir-Nya. Dia meninggal di kota itu. Ini adalah akhir dari 33 tahun. Tiga puluh tahun hidup dalam ketidakjelasan, lebih dari tiga tahun pelayanan, dan semuanya berakhir di sini. Tujuan hidup dan pelayanan Tuhan akan segera tercapai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Ia bergerak langsung menuju ke Yerusalem, dan tahu bahwa saat itu adalah waktu Pelewatan, Dia tahu bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri ziarah-Nya, dan Dia tahu bahwa sudah waktunya untuk bersiap mati. Maka, orang banyak berkumpul saat Ia datang ke selatan. Dan akhirnya Ia menyeberangi Sungai Yordan, dan kembali ke Yudea. Dan bersama-sama mereka bergerak ke Yerusalem untuk menghadiri peristiwa besar yang disebut hari Pelewatan. Mereka tidak tahu bahwa Ia adalah Anak Domba Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat yang sama, kota itu benar-benar penuh dengan manusia. Ada sensus sepuluh tahun setelah peristiwa khusus ini ketika ada penghitungan domba-domba kurban, dan jumlahnya sekitar 260.000 domba-domba Pelewatan yang disembelih selama minggu itu. Dan hukum Yahudi menetapkan satu domba untuk sepuluh orang, jadi mungkin ada sebanyak 2,6 juta orang di kota waktu itu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tiba di suatu tempat yang bernama Betfage. Nah kami tidak tahu apa pun tentang tempat ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan Ia mengutus dua orang murid-Nya dengan berkata, "Pergilah ke desa yang ada di depanmu itu." Betania terletak 3,2 km di sebelah timur Yerusalem, tepat di seberang Bukit Zaitun. Dia sedang dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem, tetapi sebelum Ia masuk ke kota itu Ia berhenti. Dan Ia pergi ke Betania karena di sanalah tinggal teman-teman-Nya Maria, Marta dan Lazarus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Enam hari sebelum Anak Domba Allah, Anak Domba Pelewatan, kurban sejati, Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan, akan dipersembahkan; enam hari dari paku-paku; enam hari dari duri-duri, semua ludah, kutukan, tombak, mahkota, kebencian, kepahitan, menanggung dosa orang, kesepian karena ditinggalkan Allah. Keesokan harinya, Yohanes 12:9-12 memberi tahu kami bahwa banyak orang Yahudi datang ke Betania untuk melihat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada banyak orang berkumpul di sekeliling-Nya. Kelihatannya bagus. Kecuali Yudas. Dan penobatan-Nya sudah dekat, dan Dia tahu itu. Segala sesuatunya sesuai jadwal. Dia sedang diurapi. Teman-temannya merawat-Nya. Banyak orang yang datang untuk melihat-Nya yang telah mendengar tentang kuasa-Nya dalam membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, yang telah Dia lakukan. Dan semua orang mengenal Lazarus. Dan begitulah semuanya dimulai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami kembali ke Matius 21. Hari pertama Yesus tiba di sana, Ia makan malam. Hari berikutnya, banyak orang berkumpul di hadapan-Nya. Dan mungkin pada hari berikutnya, hari Senin, Yesus mengutus dua orang murid. Ia mulai penobatan-Nya sendiri. Ia memulainya. Ia memulai segalanya. Ia mengendalikan setiap elemen pelayanan-Nya sendiri, setiap langkah, setiap tindakan adalah kedaulatan-Nya untuk mulai. Mungkin Ia mengutus Petrus dan Yohanes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Dia bukanlah korban, bahwa Dia tidak terjebak dalam gerakan Mesias yang penuh kegembiraan, tetapi bahwa semua itu berada di bawah kendali-Nya sepenuhnya. Dan Dia ingin menciptakan demonstrasi massal. Dia ingin orang-orang berseru, “Hosana bagi Anak Daud. Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Hosana di tempat yang mahatinggi.” Dia ingin mereka berseru bahwa Dia adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tahu apa yang telah Ia ajarkan dan mereka tahu apa yang telah Ia lakukan. Dan puncak dari semuanya adalah kebangkitan Lazarus yang mereka tahu telah mati selama empat hari. Dan dari mulut mereka sendiri keluarlah penegasan mereka sendiri yang menjadi milik mereka, karena mereka tahu siapakah Dia. Dan Ia mengatur tempat untuk memasukkannya ke dalam mulut mereka, dan mereka mengatakannya. Semua bukti itu benar. Buktinya tidak dapat dibantah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada alasan lain mengapa Ia menciptakan demonstrasi massal ini, karena hal itu akan menimbulkan kemarahan orang Farisi, yang pada akhirnya akan membuat mereka menginginkan nyawa-Nya, yang pada akhirnya akan menyebabkan penyaliban-Nya. Dan Ia harus mulainya, karena penting bagi-Nya untuk mati pada hari Pelewatan. Pada hari Senin ketika Ia datang ke sana, adalah hari yang secara tradisional digunakan orang Yahudi untuk memilih domba mereka untuk dikorbankan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Ia mempersembahkan diri-Nya pada hari itu sebagai Anak Domba bagi seluruh dunia. Dan Ia telah mengaturnya sehingga pada hari Jumat, hari Pelewatan, Ia akan mati. Maka Yesus mengambil alih semua kejadian, menciptakan situasi sebagaimana Ia ingin menciptakannya. Ia juga mengutus para murid untuk mendapatkan kedua binatang ini, untuk menggenapi nubuat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4.</b></span><span class="cf1"> “Semua itu terjadi supaya apa yang difirmankan oleh nabi itu dapat digenapi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah lihatlah ketepatan nubuatan itu. Dia akan menjadi raja yang dinubuatkan para nabi. Bukalah Zakharia 9:9. Dalam delapan ayat pertama dari Zakharia 9, ada sebuah nubuat tentang seorang penguasa besar yang akan datang. Dan akan ada pembebasan bagi Israel di bawah pemerintahannya. Diceritakan bagaimana dia akan membebaskan mereka dari orang Siria dan orang Filistin dan dia akan menyelamatkan Israel. Pada dasarnya ayat 1 sampai 8 adalah sebuah nubuat tentang Aleksander Agung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun setelah Aleksander Agung, akan datang seseorang yang jauh lebih besar darinya, dan ayat 9 merupakan suatu kontras. Aleksander hanya digunakan sebagai perbandingan. Kata ayat 9, “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-soraklah, hai puteri Yerusalem! Lihatlah, Rajamu datang kepadamu; Ia adil dan penuh kemenangan, Ia rendah hati dan menunggang seekor keledai, seekor keledai muda.” Tidak seorang pun menunggangi keledai muda saat penobatan. Namun, kata sang nabi, rajamu akan menungganginya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kembali ke </span><span class="cf1"><b>Matius 21:2</b></span><span class="cf1">, “dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke desa yang di depanmu itu. Di sana kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dengan anaknya. Lepaskanlah keledai-keledai itu dan bawalah kepada-Ku.” Pergilah ke Betfage, dekat Bukit Zaitun, di timur laut Yerusalem. Dan begitu Anda memasuki desa itu, Anda akan menemukan dua binatang ini. Yesus memiliki pengetahuan supranatural dan Dia mengenal orang-orang di sana dan Dia tahu mereka memiliki binatang-binatang ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Jika ada orang yang bertanya kepadamu, katakanlah bahwa Tuhan memerlukannya, dan ia akan segera mengirimkannya.” Sebagai orang percaya, mereka tidak akan menahan binatang mereka dari Tuhan. Markus dan Lukas memberi tahu kami dengan tepat di mana kedua keledai itu ditemukan. Dan bahwa keduanya belum pernah ditunggangi. Karena itu merupakan suatu kehormatan bagi seseorang untuk menunggangi keledai yang belum pernah ditunggangi. Dan sulit untuk menunggangi keledai seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka harus membawa induknya jika Dia akan menunggangi anak keledai itu?” Menunggangi anak keledai akan sulit kecuali Anda membawa induknya. Nah, mengapa menunggangi anak keledai itu? Mengapa tidak menunggangi induknya?” Karena anak keledai itu lebih rendah derajatnya daripada induknya. Ini bukan penobatan seperti yang di dunia. Dia bukan raja seperti raja manusia lainnya. Dia berkata, Tuhan membutuhkan mereka, Tuhan yang berdaulat, dan mereka akan mengirim keduanya bersamamu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Hal itu terjadi supaya genaplah apa yang difirmankan nabi itu.” Zakharia 9:9 mengatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Katakanlah kepada putri Sion: “Lihat, Rajamu datang kepadamu, lembut hati dan menunggangi seekor keledai, dan seekor keledai beban, seekor anak keledai muda.” Nah, yang dibicarakan adalah orang-orang Yerusalem. Sungguh menakjubkan bahwa Raja segala raja, Mesias Israel, Anak Allah, datang dengan menunggangi seekor keledai muda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang menginginkan seorang Mesias yang militeristik. Mereka menginginkan seseorang yang akan datang dan dengan kekuatan besar untuk menggulingkan Roma. Ia datang dengan cara yang akan menunjukkan kepada mereka bahwa Ia tidak tertarik untuk melakukan itu. Mengendarai seekor keledai muda tanpa senjata, lemah lembut dan rendah hati adalah hal yang berbeda. Namun, Ia mengatur semuanya untuk menggenapi nubuatan karena nubuat itu konsisten dengan siapakah Ia. Ia datang untuk berdamai dengan Allah bagi manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Lalu pergilah murid-murid-Nya dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka.” Anda harus menerima Yesus apa adanya, bukan apa yang Anda inginkan dari-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka membawa seekor keledai betina dan seekor keledai muda, lalu meletakkan pakaian mereka di atasnya, dan Yesus naik ke atasnya.” Mereka tidak tahu yang mana yang akan Ia tunggangi, tetapi Ia memilih untuk menunggangi yang paling rendah. Lukas 19:35 mengatakan, “Lalu Ia naik ke atas keledai muda itu dengan dibantu oleh murid-murid-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Yesus menggenapi semua nubuatan. Salah satu bagian Alkitab yang paling menakjubkan adalah Daniel 9:24-27. Di sana, Ia bernubuat bahwa sejak perintah Artahsasta untuk membangun kembali Bait Suci dan kedatangan Mesias, akan ada waktu 69 kali 7, yaitu 483 tahun. Daniel mengatakan akan ada jangka waktu 173.880 hari sejak perintah Artahsasta sampai kedatangan Yesus. Dan para ahli telah menegaskan bahwa hal ini benar-benar terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sejumlah besar orang banyak menghamparkan pakaian mereka di jalan; yang lain memotong ranting-ranting pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Orang banyak yang berjalan di depan-Nya dan yang mengikuti-Nya berseru: Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang mahatinggi!” Mereka melemparkan pakaian mereka, menciptakan semacam karpet untuk-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan ayat 9, “Lalu orang banyak yang berjalan di depan-Nya dan orang-orang yang mengikuti-Nya bersorak-sorai” membantu kami memahami orang banyak itu. Mereka telah berkumpul saat Ia menyeberangi Sungai Yordan melalui Yerikho, naik ke bukit menuju Betania. Orang banyak itu semakin banyak karena orang-orang telah datang ke sana untuk melihat-Nya di sana. Dan dari kota itu muncullah manusia yang sangat banyak yang telah ada di sana yang telah mendengar tentang Dia yang membangkitkan Lazarus dari kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang benar-benar mengabaikan para pemimpin mereka, karena dalam Yohanes 11 kami diberitahu di sana bahwa orang-orang Farisi memperingatkan orang-orang bahwa jika mereka mengetahui sesuatu tentang Dia, mereka harus melaporkan-Nya sehingga mereka dapat menangkap-Nya dan menjadikannya tawanan. Itu hanyalah sebuah peristiwa yang benar-benar kacau. Orang-orang melemparkan pakaian mereka. Apa artinya itu? Nah, dalam 2 Raja-raja 9:13, mereka melakukan itu untuk Yehu ketika ia diangkat menjadi Raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka mereka merayakan keselamatan. Ada kegembiraan yang luar biasa saat Dia datang. Mereka tahu siapakah Dia. Mereka tahu apa yang Dia ajarkan. Dan mereka tahu apa yang telah Dia lakukan. Dan mereka tahu Dia dapat membangkitkan orang mati. Maka orang banyak ini bergerak keluar, melemparkan segala sesuatu di kaki-Nya. Dan mereka berseru, "Hosana bagi Anak Daud." Hosana berarti selamatkanlah aku sekarang. Namun, itu bukan keselamatan jiwa. Itu adalah pembebasan militer.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah hari Pelewatan. Dan itu merayakan pembebasan dari Mesir. Bagaimana Allah membebaskan umat-Nya dari perbudakan Mesir. Seorang pria di atas keledai tanpa pasukan, tanpa senjata dan ratusan ribu orang berdesakan di sekelilingnya, berseru, "Selamatkan aku sekarang." Mereka ingin ada kerajaan materi, kerajaan fisik, dan pembebasan duniawi. Dan mereka tahu siapakah Dia. Hosana bagi Anak Daud.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akte-akte kepercayaan itu telah meyakinkan mereka bahwa Dia adalah Mesias, mereka hanya tidak memahami hakikat Kemesiasan-Nya. Mereka tahu bahwa Dia adalah Raja, mereka hanya tidak memahami hakikat kerajaan-Nya. Orang-orang di segala zaman menginginkan Yesus, tetapi mereka ingin Yesus yang mereka ciptakan sendiri. Mereka menginginkan Yesus yang datang dan berkata, "Aku akan menyelesaikan semua masalahmu. Aku akan membebaskanmu dari semua musuhmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata kepada mereka, kalian harus menyelesaikan masalahmu dengan Allah. Itulah sebabnya Yesus datang. Mereka tidak mau menerima-Nya sesuai dengan keinginan-Nya sendiri, jadi pada akhir minggu itu, mereka menangis meminta darah-Nya dan membunuh-Nya. Dunia masih seperti itu. Orang-orang terbuka kepada Yesus yang mereka inginkan. Namun, begitu Dia menghadapi dosa dan berusaha mengarahkan hati kepada Allah dalam keselamatan sejati, mereka mengutuk-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun inilah penobatan surgawi yang sesungguhnya dari Wahyu 5. Anak Domba mengambil gulungan kitab itu, ayat 8 mengatakan, “Keempat makhluk hidup, kedua puluh empat penatua itu tersungkur di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas penuh dengan kemenyan: itulah doa-doa orang kudus. Ayat 9 mengatakan, “Dan mereka menyanyikan nyanyian baru, katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan Engkau telah membeli orang bagi Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dunia harus memahami bahwa pertama kali Ia datang sebagai hamba yang menderita untuk memberikan keselamatan kepada manusia. Kedua kalinya Ia datang sebagai Raja untuk memberikan kedaulatan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10-11</b></span><span class="cf1">, “Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kami, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi. 11 Dan aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, dan juga suara makhluk-makhluk dan penatua, yang jumlahnya beribu-ribu tidak dapat dihitung jumlahnya.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250413</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000025A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Manfaat Orang Suci]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000259"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+1:4-9" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 1:4-9</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam semua surat Paulus, ia menggunakan kata orang kudus untuk merujuk kepada orang Kristen; bukan orang yang sudah mati, tetapi orang yang masih hidup; bukan beberapa orang, tetapi semua orang. Bahkan, kata itu pastilah kata yang paling disukainya untuk orang Kristen, karena ia menggunakannya sekitar 60 kali. Kami yang mengenal Tuhan Yesus Kristus adalah orang kudus. Jadi, di sini ia berkata, "Kamu adalah orang kudus, bersama-sama dengan semua orang lain yang memanggil nama Tuhan Yesus Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, siapa pun yang diselamatkan, yang mengenal Tuhan Yesus Kristus, adalah orang kudus. Dan kami telah mengatakan terakhir kali bahwa ia mulai dengan mengatakan, "Kamu telah dikuduskan" – itu akar kata sama dengan kata kudus. Dengan kata lain, "Kamu telah dikuduskan, oleh karena itu, aku menulis surat ini kepadamu untuk memberitahu kamu agar bertindak kudus." Itulah tujuan sebenarnya dari sembilan ayat pertamanya, di mana ia berbicara tentang menjadi orang kudus, menjadi kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di seluruh Perjanjian Baru, dikatakan bahwa kami kudus karena Kristus; oleh karena itu, kami harus bertindak seperti Dia. Hidup kami harus sesuai dengan Dia. Ingatkah Anda dalam Yohanes 8, tentang perempuan yang kedapatan berzinah? Dan Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Dia memerintahkan seorang perempuan yang adalah seorang pelacur, yang tertangkap basah berzinah, untuk berhenti melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia telah diberikan hidup baru. Dan Yesus berkata, "Aku pun tidak menghukummu. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi." Dengan kata lain, "Mulai sekarang, Aku tidak lagi menyimpan dosa terhadapmu. Kamu kudus di mata-Ku; karena itu, bertindaklah seperti itu." Itulah inti yang sama yang disampaikan di seluruh Perjanjian Baru. Anda tidak dihukum; Anda kudus. Dosa Anda diampuni, sekarang bertindaklah sesuai dengan sifat baru Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Paulus mulai 1 Korintus 1:1-9 dengan memberi tahu mereka siapakah mereka; dan ia meletakkan dasar "inilah dirimu." Kemudian, dari 1:10 sampai akhir pasal 16, ia berkata, "Inilah cara bertindak yang sesuai dengan siapakah dirimu." Nah, Paulus, dalam ayat 1-3, hanya menyebut mereka orang kudus. Sekarang, dari ayat 4-9, ia menjelaskan apa artinya itu. Apa yang termasuk dalam menjadi orang kudus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah presentasi ilahi tentang mengapa Anda harus menjadi seorang Kristen, dan bukannya tidak menjadi seorang Kristen. Inilah alasan untuk menjadi orang suci, dan inilah hasil dari menjadi orang suci yang menjadi alasan untuk menjadi orang suci. Nah, ada tiga dimensi dalam hal ini, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Di masa lalu, ada anugerah; untuk masa kini, ada pemberian; dan di masa depan, ada jaminan. Itulah jenis kebijakan yang terhebat. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana saya menjadi orang kudus? Dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Pertama, mari kami lihat konsep anugerah, yang berhubungan dengan masa lalu; </span><span class="cf1"><b>ayat 4-6</b></span><span class="cf1">, “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas anugerah Allah yang diberikan-Nya kepadamu dalam Kristus Yesus, 5 sebab di dalam Dia kamu telah diperkaya dalam segala hal, dalam segala perkataan dan segala pengetahuan. 6 Dengan demikian kesaksian tentang Kristus telah diteguhkan di antara kamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manfaat pertama menjadi orang kudus adalah </span><span class="cf1"><b>anugerah</b></span><span class="cf1">. Itu diberikan kepada Anda dalam Kristus Yesus. Idenya adalah pada suatu waktu di masa lalu, itu terjadi pada suatu saat. Jadi, pada saat kesaksian Kristus diteguhkan di dalam diri Anda. Dan ia merujuk pada keselamatan mereka, saat mereka menerima anugerah penyelamatan Allah. Inilah manfaat pertama menjadi orang kudus. Itulah yang terjadi pada Anda ketika Anda menjadi orang kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini unik dalam Kekristenan. Ini bukan percaya ajaran Kristus; banyak orang melakukannya. Ini bukan percaya tentang Kristus. Ini adalah berada di dalam Kristus. Dan itu adalah penyerahan diri kepada-Nya dalam kesatuan total melalui iman. Dan begitu saya berada di dalam Kristus, maka anugerah Allah menjadi milikku. Kata anugerah secara harfiah berarti kebaikan yang tidak layak diterima, yang tidak berbalas. Itu berarti ada belas kasihan. Itu adalah kebaikan yang tidak layak diterima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anugerah itu tidak layak diterima, dan tidak dapat dibalas. Anugerah dalam Kitab Suci selalu harus menjadi pemberian cuma-cuma, yang tidak diperoleh dengan usaha. Nah, agar kami dapat memahami anugerah yang menyelamatkan, kami perlu memahami beberapa hal. Dan cara terbaik untuk memahaminya adalah dengan melihat tiga hal yang tidak dapat hidup berdampingan dengan anugerah, dan ini akan membantu Anda untuk mendefinisikan anugerah. Pertama, pengakuan apa pun atas kesalahan manusia tidak dapat hidup berdampingan dengan anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anugerah dan rasa bersalah tidak dapat berjalan bersama. Anugerah harus menyediakan jalan keluar dari rasa bersalah. Allah tidak dapat berkata, "Aku murah hati, dan Aku memberimu keselamatan. Satu kesalahan kecil, dan Aku akan mencabutnya." Tidak, itu bukan anugerah; itu hanya menetapkan hukum bagi kami. Anda lihat, anugerah harus menyediakan jalan keluar dari rasa bersalah. Jika anugerah tidak diberikan kepada orang berdosa sedikit pun karena dosanya, maka itu bukanlah anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anugerah adalah pengampunan yang tidak layak diterima dan tidak pantas. Anugerah harus memungkinkan terjadinya dosa. Anugerah hanya dapat bekerja ketika ada dosa di sana; jika tidak ada dosa, maka tidak ada anugerah, benar? Pasti ada sesuatu yang dapat diampuni, atau anugerah bukanlah anugerah. Allah, yang mengetahui bahwa hukuman atas dosa harus dibayar, mengutus Kristus ke kayu salib. Dan Roma 3:25-26 berkata, "Kristus telah mati untuk menanggung dosa, supaya Allah tetap murah hati."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda bersyukur atas anugerah yang telah mengampuni semua dosa Anda, dan menjaga supaya Anda sama sekali tidak bersalah di hadapan Allah untuk selama-lamanya? Dan saya katakan kepada Anda, jika Anda bukan seorang Kristen, bukankah ini mengundang bagi Allah untuk berkata kepada Anda, "Aku akan membersihkan semua dosamu. Aku akan mengampuni semuanya. Aku akan mengesampingkan semua kesalahanmu. Aku akan menjagamu tidak bercacat dan kudus untuk selamanya." Bukankah itu semacam tawaran yang sangat baik?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah suatu pemberian. Bisakah Anda membayar anugerah itu kembali? Tidak. Dalam Roma 4, tertulis, "Apa pun yang diperoleh dengan usaha bukanlah anugerah." Dan percayalah, itu adalah anugerah yang menyelamatkan, jadi Anda tidak dapat memperolehnya dengan usaha. Jadi jangan berpikir bahwa karena apa yang telah Allah lakukan untuk Anda, Anda harus membayar-Nya. Allah memberi Anda keselamatan sebagai anugerah. Dalam arti tertentu, kami berutang kasih sayang kepada-Nya secara alami, dan saya pikir itu berlaku bagi semua orang Kristen sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anugerah tidak dapat hidup berdampingan dengan </span><span class="cf1"><b>pengakuan atas usaha manusia</b></span><span class="cf1">. Anugerah bukan hanya datang kepada orang-orang terbaik. Anda tidak lebih baik dari orang lain. Begitu pula saya. Dan itu adalah penghiburan yang luar biasa. Bukan kebaikan saya yang membawa saya ke sini. Tidakkah Anda senang akan hal itu? Beberapa dari Anda tidak terlalu yakin tentang hal itu. Anugerah tidak dapat hidup berdampingan dengan usaha manusia. Dengan kata lain, Allah bukan hanya menyelamatkan orang-orang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda siapa yang memiliki pemikiran seperti itu di kepala mereka, dan menyimpannya selama berabad-abad? Israel. Ya, mereka berpikir bahwa Allah memilih mereka karena mereka lebih baik daripada orang lain. Dan dalam Roma 3, Paulus benar-benar menjelaskannya. Apakah kami lebih baik daripada mereka? Tidak. Roma 3 mengatakan. Tidak, Anda tidak lebih baik daripada orang lain. Paulus berkata, "Akulah yang paling berdosa." Anda dan saya tidak layak mendapat keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anugerah adalah pengampunan Allah yang gratis dan penuh kasih, terlepas dari apakah Anda layak menerimanya. Kami semua adalah orang berdosa. "Tidak ada seorang pun yang benar" Roma 3:10 berkata - "Tidak, seorang pun tidak; tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. Racun ular beludak ada di bawah bibir mereka; mereka penuh dengan kepahitan dan kutukan." Semua manusia sama: orang berdosa di hadapan Allah. Anugerah tidak dapat hidup berdampingan dengan usaha manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu anugerah Allah. Nah, apakah Anda melihat bagaimana pemberian ketiga konsep itu membantu Anda memahami anugerah itu? Ketika Anda diselamatkan, anugerah mencakup fakta bahwa tidak ada dosa atau rasa bersalah yang akan dibebankan Anda selama kekekalan Anda. Ketika Anda diselamatkan, Anda diberi kebebasan untuk tahu bahwa Anda tidak perlu membayarnya kembali. Itulah pemberian-Nya. Tidak ada yang perlu Anda lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tiga alasan mengapa Allah melakukan ini. Allah menyelamatkan kami melalui anugerah-Nya untuk menghasilkan perbuatan baik. Karena Allah tahu bahwa perbuatan baik dapat menyentuh kehidupan manusia. Anugerah yang menyelamatkan adalah untuk menghasilkan perbuatan baik. Titus 2:14 mengatakan, “Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kami untuk menebus kami dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Titus 3:8 berkata, "Perkataan ini benar. Aku mau kamu menekankan hal-hal ini, supaya mereka yang telah percaya kepada Allah berusaha keras untuk melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan-pekerjaan itu baik dan bermanfaat bagi semua orang." Allah menyelamatkan kami untuk melakukan pekerjaan baik, karena pekerjaan baik mendatangkan manfaat bagi manusia. Adalah baik untuk berbuat baik di dunia; bahkan dari sudut pandang orang yang tidak percaya, itulah baik untuk berbuat baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedu</b></span><span class="cf1">a, anugerah yang menyelamatkan adalah untuk mendatangkan berkat bagi orang Kristen. Allah menyelamatkan kami, bukan hanya untuk melakukan perbuatan baik demi dunia, tetapi Ia menyelamatkan kami untuk mencurahkan berkat bagi kami demi kami; untuk mencurahkan kekayaan-Nya bagi kami selamanya. Dan </span><span class="cf1"><b>terakhir</b></span><span class="cf1">, anugerah yang menyelamatkan adalah untuk memuliakan Allah. Allah menyelamatkan kami untuk memuji kemuliaan-Nya. Dalam Efesus 3, Ia berkata, “Aku menyelamatkan kamu, supaya semua orang dapat melihat rahasia yang tersembunyi di masa lampau.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, di ayat 4 Anda melihat sisi ilahi, di ayat 6, ada tanggapan manusia. Anda mendengar tentang anugerah yang menyelamatkan dan segala isinya, dan Anda mempercayainya, dan itu tertanam di hati Anda. Dan kemudian manfaatnya menjadi milik Anda. Semua dosa diampuni sepenuhnya selamanya; tidak ada kesalahan yang menjadi milik Anda lagi. Dan anugerah itu mencakup pencurahan kekayaan, dan lebih banyak kekayaan dalam hidup Anda sepanjang kekekalan. Itulah berkat anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan anugerah memperlengkapi Anda untuk melakukan perbuatan baik kepada sesama manusia. Itulah manfaat pertama menjadi orang kudus. Manfaat pertama adalah bentuk lampau, Anda menerima anugerah. Bentuk sekarang, pemberian, ayat 5 dan 7. Anugerah yang menyelamatkan berlanjut di masa sekarang, dan itu mewujudkan berkat melalui seluruh kehidupan orang percaya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, "bahwa di dalam Dia kamu telah diperkaya dalam segala hal, dalam segala perkataan dan segala pengetahuan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa Anda diperkaya dalam segala hal? 1 Korintus 4:8 berkata, “Kamu telah penuh! Kamu telah kaya! Kamu telah mulai memerintah sebagai raja tanpa kami—dan aku ingin, kamu memang memerintah, sehingga kami juga dapat memerintah bersama-sama dengan kamu!” Dan ketika ia mengatakan segala sesuatu, itu adalah segala sesuatu yang berkualifikasi. Itu berarti Anda memiliki semua yang Anda butuhkan. 2 Petrus 1:3 berkata, Anda memiliki “segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup dan kesalehan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dengan demikian kesaksian tentang Kristus telah diteguhkan di antara kamu.” Allah telah memberikan Anda kemampuan dan kapasitas untuk mengatakan kebenaran. Masalah terbesar yang dimiliki orang Kristen adalah kemampuan untuk berbicara. Anda adalah seorang saksi. Anda dapat berbicara. Apakah Anda memiliki Roh Kudus sebagai seorang Kristen? Dapatkah Anda menanggapi Roh Kudus dan dipenuhi dengan Roh sebagai seorang Kristen? Ya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu berarti percayalah Roh Kudus untuk memberikan Anda hal-hal yang harus Anda katakan. Anda memiliki pesan. Dan Anda tahu, ketika mereka berbicara tentang mukjizat, mereka tidak begitu terkejut dengan mukjizat kelahiran baru, tetapi mereka terkejut dengan mukjizat penggunaan mereka sendiri. 2 Korintus 4:6 mengatakan bahwa Dia telah memberi kami "terang pengetahuan tentang Yesus Kristus." Kami memiliki kebenaran. Kami memiliki pengetahuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Supaya kamu jangan kekurangan suatu karunia rohani pun sementara kamu menantikan penyataan Yesus Kristus, Tuhan kami.” Paulus beralih dari ucapan dan pengetahuan, ke hal-hal khusus yang telah diberikannya kepada Anda. Ini adalah bentuk waktu sekarang. Anugerah ada di masa lalu; pemberian ada untuk masa sekarang. Tahukah Anda apa yang dikatakannya kepada jemaat Korintus ini? “Kalian tidak kekurangan apa pun.” Namun, mereka adalah orang-orang Kristen yang paling korup dalam Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 7 terutama merujuk kepada orang-orang percaya untuk melayani satu sama lain. Mereka cukup untuk menjangkau dunia, dan mereka cukup untuk membangun gereja. Mereka tidak kekurangan apa pun. Anda memiliki karunia rohani, setiap orang Kristen memiliki karunia Roh. Anda diberikan untuk melayani tubuh, dan pemberian-pemberian itu cukup untuk membangun gereja ini. Dan itulah sebabnya gereja bertumbuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Anda perlu mengetahui apa </span><span class="cf1"><b>karunia rohani</b></span><span class="cf1"> Anda, apakah Anda memiliki karunia mengajar, atau berkhotbah, atau menasihati, atau mengelola, atau menolong, atau karunia memberi, atau karunia iman, yang melayani satu sama lain. Dalam 1 Korintus 12:1, Paulus berkata, "Sebab kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang karunia-karunia rohani." Tetapi perhatikan apa yang dikatakannya. "Bukan karena kamu kekurangan sumber daya rohani."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah bukan hanya memberi kami anugerah di masa lalu, dan pemberian untuk masa kini, tetapi juga jaminan untuk masa depan. Salah satu manfaat menjadi seorang Kristen adalah harapan. Saya tidak peduli apa yang terjadi pada dunia ini, karena saya tahu Allah akan mengurus milik-Nya sendiri. Saya hanya percaya sepenuhnya kepada Allah. Nah, mengapa orang Kristen memiliki harapan ini? </span><span class="cf1"><b>Pertama-tama</b></span><span class="cf1">: itu berarti kegembiraan Kristus, dan Dia layak mendapatkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, ini berarti Setan dikalahkan. Ia akan mengikatnya selama seribu tahun. Pada akhirnya, Ia akan melepaskannya untuk sementara waktu. Kemudian Ia akan merantainya, dan melemparkannya ke dalam lautan api. </span><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, karena ini berarti keadilan bagi para martir. Paulus menulis dalam 2 Tesalonika 1:5-6, “Aku tahu bahwa kamu menderita, sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">, ini berarti kematian bagi mereka yang menolak Kristus. 2 Tesalonika 1:7 berkata: “dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang tertindas bersama-sama dengan kami. Hal itu akan terjadi pada waktu Tuhan Yesus turun dari sorga bersama dengan semua malaikat-Nya yang penuh kuasa.” Dia akan menghakimi mereka yang membenci-Nya. </span><span class="cf1"><b>Terakhir</b></span><span class="cf1">, ini berarti surga bagi saya. Ini berarti saya akan menjadi seperti Yesus. Saya tidak pantas mendapatkannya, tetapi betapa besar anugerah-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Ia akan menguatkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tidak bercacat pada hari Tuhan kami Yesus Kristus.” Berapa banyak dosa yang akan ditanggungkan kepadamu ketika Yesus datang? Tidak ada. “Apakah kamu yakin?” </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> berkata, “Allah setia; kamu telah dipanggil oleh-Nya ke dalam persekutuan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus, Tuhan kami.” Jika kamu masuk karena anugerah, kamu akan dipelihara oleh anugerah. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Apr 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250406</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000259</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjadi orang Kudus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000258"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+1:1-3" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 1:1-3</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Istilah orang kudus dalam firman Allah didefinisikan secara sederhana di sini dalam 1 Korintus 1:2 yang mengatakan, “Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan kita, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kami.” ‘Orang kudus’ di sini adalah orang-orang yang dikuduskan dalam Kristus, yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang kudus, dan kemudian langsung membahas manfaat kekudusan dalam ayat 4-9. Ia mulai dengan menyatakan identitas mereka sebagai orang-orang kudus. Mereka dikuduskan. Yang sangat menakjubkan tentang hal ini adalah fakta bahwa 1 Korintus, dari bab pertama di ayat 10, terus terang sampai selesai, membahas doktrin yang salah dan perilaku yang salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jemaat Korintus adalah orang-orang kudus; mereka hanya tidak bertindak seperti itu. Di hadapan Allah, mereka berada dalam kebenaran karena Kristus. Jadi Paulus mulai dengan memberi tahu mereka bahwa mereka adalah orang-orang kudus, dan memberi tahu mereka apa artinya itu. Ayat 10, “Sekarang aku mendesak kamu, dalam nama Yesus Kristus, supaya kamu semua sepakat dalam apa yang kamu katakan, supaya jangan ada perpecahan di antara kamu, dan supaya kamu bersatu dalam pengertian dan keyakinan yang sama.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus mulai dengan berkata, "Bertindaklah seperti itu." "Sekarang aku mendesakmu," apakah Anda melihatnya? Empat kata pertama! Dan ia mulai dengan semua dosa mereka. Jadi Paulus kemudian akan menyatakan identitas orang-orang ini, dan ia melakukannya dengan memberi mereka manfaat menjadi orang kudus. Namun mari kami lihat kembali </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Paulus, yang dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, dan Sostenes saudara kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bentuk umum surat Yunani dimulai dengan nama pengarang itu. Kemudian ada identifikasi pembaca dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Jemaat Allah di Korintus." Kemudian salam dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Anugerah dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kami, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu." Ia mengidentifikasi panggilannya untuk mengidentifikasi diri dengan Kristus dan oleh kehendak Allah yang dinyatakan. Paulus tidak melakukan ini untuk mendapat kemuliaan diri sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya itu bisa merupakan penegasan otoritas. Apa yang akan saya katakan kepada Anda berasal dari Yesus Kristus atas kehendak Allah, karena di situlah letak panggilan saya." Dalam 1 Korintus, ia berkata, "Saya adalah yang paling hina dari semua rasul. Saya tidak layak menerima semua ini. Saya ada sebagaimana adanya saya karena kasih karunia Allah." Dan ada lima alasan mengapa ia melakukan ini. Pertama-tama, ia melakukan ini karena hubungannya dengan kedua belas rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul meletakkan dasar bagi gereja, dan kedua belas rasul dikenal oleh gereja sebagai suara Kristus yang berwibawa. Nah, Paulus muncul, orang yang pada awalnya diperkenalkan ke gereja dan membunuh orang-orang Kristen, melukai mereka, dan menjebloskan mereka ke penjara, dan melakukan segala macam hal yang menentang gereja. Ia belum pernah melihat Kristus yang telah bangkit sebelum Ia naik ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kualifikasi untuk menjadi rasul, menurut Kisah Para Rasul 1 adalah mereka mengenal Kristus dalam realitas setelah-kebangkitan-Nya, dan mereka dipilih secara khusus oleh Kristus. Mereka harus telah melihat Kristus yang telah bangkit dan dipanggil secara khusus oleh-Nya untuk menjadi rasul. Itulah sebabnya kami tidak dapat memiliki rasul saat ini karena tidak seorang pun sejak saat itu telah melihat Kristus yang hidup dan yang telah bangkit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi disini Paulus datang, dan ia datang agak terlambat. Anda bukan salah satu dari kedua belas murid. Anda bukan orang yang berwenang. Jadi, ia harus terus-menerus menegaskan bahwa ia memiliki wewenang, dan bahwa ia, pada kenyataannya, adalah orang yang melihat Kristus. Ia berkata, "Kristus, setelah bangkit dari antara orang mati, menampakkan diri kepada Petrus, kemudian kepada kedua belas murid-Nya, ayat 8, "Dan yang terakhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kapan Paulus melihat-Nya? Di Jalan Damaskus saat pertobatannya; ia melihat-Nya dalam kemuliaan yang menyala-nyala, dan menjadi buta karenanya. Dan Tuhan menampakkan diri kepadanya pada kesempatan lain, sekali di Yerusalem, dan kemudian lagi ketika ia menjadi tahanan di Yerusalem, menampakkan diri kepadanya untuk memberi tahu dia bahwa ia akan pergi ke Roma. Ia melihat Kristus yang telah bangkit. Ia secara khusus dipanggil untuk menjadi rasul bagi orang-orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus terus-menerus diganggu oleh guru-guru palsu. Mereka berkata kepada orang-orang yang baru saja diajar Paulus, "Ia tidak memiliki otoritas. Ia bukan salah seorang dari para rasul." Dan ia menjawab ini dalam 1 Korintus 4:9 ketika Ia berkata, "Sebab menurut pendapatku, Allah telah menempatkan kami, para rasul, pada tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata dalam ayat 11-12, “Sampai saat ini kami lapar, haus, berpakaian buruk, dianiaya, hidup tanpa rumah; 12 kami bekerja keras dan bekerja dengan tangan kami. Ketika kami dicaci maki, kami memberkati; ketika kami dianiaya, kami sabar menanggungnya.” Guru-guru palsu terus-menerus melakukan hal ini kepada Paulus, dan salah satu alasan mengapa ia menetapkan gelarnya sebagai rasul adalah karena ia membela dirinya terhadap mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memberi dirinya gelar ini karena hubungannya dengan Kristus. Hal ini tidak ada hubungannya dengan guru-guru palsu, tetapi lebih kepada orang-orang Kristen. Orang-orang Kristen di Yerusalem, setidaknya, tidak begitu yakin tentang Paulus; dan mungkin di banyak daerah lain, awalnya mereka juga tidak begitu yakin tentang dia. Tentang apakah dia memiliki kredibilitas; apakah dia memiliki kerasulan yang sah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Guru-guru palsu telah menginfeksi mereka, dan memberi mereka informasi palsu. Ketika Paulus kembali ke Yerusalem setelah perjalanan misinya yang ketiga, ia harus mempertaruhkan nyawanya, karena bahkan orang-orang Kristen mengejarnya. Bahkan orang-orang Kristen Galatia diberi informasi palsu tentang rasul itu. Dan ia ingin mereka tahu bahwa ia adalah rasul Yesus Kristus, dan ia diutus oleh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, "Saya bukan pegkhotbah independen. Saya datang sebagai utusan dari takhta Allah, dan apa yang saya sampaikan kepada Anda adalah keputusan-keputusan Allah." Jadi, ia menegakkan otoritasnya dengan segala cara yang mungkin. Dari sudut pandang hubungannya dengan para rasul lainnya, sudut pandang hubungannya dengan para pembaca, hubungannya dengan Kristus, dan hubungannya dengan Allah. Dalam segala hal, ia memiliki otoritas, dan ia memverifikasinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Paulus, yang dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, dan Sostenes, saudara kami.” Anda berkata, "Apa yang dilakukan Sostenes di sana? Paulus biasanya menggunakan seorang juru tulis. Juru tulis adalah sebutan untuk sekretaris laki-laki. Paulus akan mendiktekannya, dan ia akan menuliskannya, dan sangat sering Paulus, dalam surat-suratnya, akan menandatanganinya dengan tanda tangannya sendiri. Jadi, inilah Sostenes, kecuali ada alasan yang kuat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Sostenes bukan hanya menulis ini, ia menyetujuinya. Sostenes tahu situasi di Korintus. Kisah Para Rasul 18 mencatat pendirian gereja di Korintus oleh Paulus, dan kami akan bertemu Sostenes. Seperti biasa, orang-orang Yahudi mengusir Paulus. Namun setelah orang-orang Yahudi mengusirnya, kebangkitan dimulai; dan pemimpin utama sinagoge diselamatkan. Nah, mereka harus mendapatkan yang baru. Jadi, pemimpin baru yang dipilih adalah Sostenes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia anti-Paulus. Nah, mereka memutuskan untuk menyerang Paulus, jadi mereka menangkapnya dan menyeretnya ke kursi pengadilan. Dan mereka berkata, "Orang ini membujuk orang untuk menyembah Allah yang bertentangan dengan hukum." Mereka mencoba untuk mengajukan dakwaan terhadapnya dan menyingkirkannya. Beberapa manuskrip mengatakan orang-orang Yunani memukulinya. Siapa yang memukulinya? "Sostenes, kepala rumah ibadat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat Paulus menulis 1 Korintus, ia berkata, "saudara Sostenes." Sungguh kisah pertobatan yang menakjubkan dan mengagumkan, dan Sostenes, yang pernah terlibat di Korintus, pasti tahu situasinya. Jadi, ketika ia menambahkan nama Sostenes, tiba-tiba, orang-orang di Korintus berkata, "Dia kenal kami. Ia tinggal di sini. Orang ini berasal dari tempat ini." Jadi, hal itu menambah bobot pada perkenalannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Baiklah, sekarang mari kami beralih ke ayat 2. Surat ini ditujukan kepada "jemaat Allah di Korintus." Ingatlah bahwa jemaat bukanlah jemaat Korintus; jemaat itu adalah jemaat Allah. Inilah jemaat Allah. Dan salah satu perspektif yang harus selalu dimiliki orang percaya adalah bahwa jemaat adalah kumpulan orang-orang, bukan bangunan, dan kumpulan orang itu adalah milik Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah perspektif seorang pengurus, dan itulah cara Anda harus memandang hidup Anda. Tanggung jawab Anda adalah melayani jemaat; sama halnya dengan melayani orang percaya lain; dan mereka adalah milik Allah. Jadi, layanilah mereka dengan mengetahui bahwa mereka adalah milik Allah. Bahkan, Paulus, ketika ia menulis kepada para penatua di Efesus berkata, "Ingatlah, jemaat Allah telah dibeli dengan darah-Nya sendiri."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Baiklah, jadi itu adalah gereja Allah dan itu terletak di Korintus. Nah, Korintus adalah tempat yang menarik. Sekilas pandang ke Korintus di peta akan memberi Anda gambaran bahwa kota itu strategis, dan itu memang demikian. Sekarang, tidak ada apa pun di sana kecuali sebuah kota kecil. Namun pada zaman dahulu, kota itu adalah tempat yang sangat strategis, dan saya ingin menunjukkan alasannya. Yunani terbagi menjadi dua bagian, utara dan selatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tepat di tengahnya adalah Korintus. Jadi, Korintus adalah pusat perdagangan yang sangat padat penduduknya. Kota itu juga menjadi tempat kejahatan. Ada kata kerja dalam bahasa Yunani yang berarti mengkorintuskan. Itu berarti pesta pora dan amoralitas yang penuh kemabukan. Nama kota itu menjadi sinonim dengan kejahatan. Itu adalah kota yang hina. Setiap kota, setiap kota besar, biasanya memiliki akropolis untuk melakukan pesta pora.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 6:9-10, Paulus menggambarkan Korintus. Jemaat itu sangat kacau karena apa yang terjadi di kota itu, jemaat itu bahkan telah melampaui kota itu. Mereka melakukan beberapa hal yang bahkan tidak dilakukan oleh orang-orang. Anda berkata, "Bagaimana dengan jemaat di Korintus?" Paulus mendirikannya pada perjalanan misinya yang kedua - dan mari kami beralih ke Kisah Para Rasul 18, dan lihat bagaimana ia memulainya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka ia berangkat dan datang ke Korintus dalam Kisah Para Rasul 18:1. Dan ia pergi ke sinagoge. Orang-orang Yahudi biasanya duduk bersama dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan yang sama. Maka ia duduk bersama orang-orang yang bekerja di bidang kulit, yang membuat tenda. Maka, ia bertemu dengan beberapa pekerja kulit lainnya yang bernama Akwila dan Priskila. Dan ia mulai berkhotbah dalam ayat 4 setiap hari Sabat di sinagoge, meyakinkan orang-orang Yahudi dan Yunani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akwila dan Priskila, dua pekerja kulit dalam ayat 26, menghubungi Apolos, seorang pendeta baru dan memberitahunya tentang Kekristenan yang lebih sempurna. Dan ia berakhir di Korintus, ayat 1 dari 19; terjadilah ketika Apolos berada di Korintus, Paulus datang ke Efesus. Dalam 1 Korintus 1, hal itu menjadi perbedaan di gereja Korintus: "ada beberapa di antara kamu yang memilih Paulus, ada sebagian di antara kamu yang memilih Apolos."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah gereja yang dibangun Paulus. Apolos adalah pendeta kedua. Jadi, seorang pria brilian lainnya datang, dan Allah memberkati pekerjaannya. Namun, bahkan dengan dua pendeta, ada beberapa masalah di Korintus, dan masalah utamanya adalah mereka tidak dapat melepaskan diri dari moralitas dunia mereka. Mereka menjalani kehidupan seperti orang Korintus, dan mereka tampaknya tidak dapat keluar darinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Paulus menulis surat kepada mereka. Kami tidak tahu apa yang dia katakan dalam surat itu, karena surat itu telah hilang. 1 Korintus adalah surat kedua yang ditulis Paulus kepada jemaat di Korintus. Yang pertama, kami sebut surat yang hilang. Anda berkata, "Baiklah, bagaimana Anda tahu bahwa ada surat pertama, jika surat itu telah hilang?" 1 Korintus 5:9 adalah jawabannya. Dia berkata kepada jemaat di Korintus, "Aku telah menulis kepadamu dalam surat itu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menulis kepada mereka, "Telah kukatakan kepadamu dulu, janganlah kamu bergaul dengan orang-orang cabul." Tetapi, Anda tahu, mereka salah paham apa yang dia maksud. Dan ia mengatakannya di ayat 10. "Namun tidak demikian halnya dengan orang-orang cabul di dunia ini." Maksud saya bukan jangan sekali-kali mendekati orang-orang yang belum diselamatkan. Rupanya, yang mereka lakukan adalah mereka berhenti berbicara kepada orang-orang yang belum diselamatkan. Jika Anda melakukan itu, Anda tidak memberitakan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 5:11, “Tetapi sesungguhnya aku telah menulis kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang yang menyebut dirinya saudara atau saudari, tetapi orang cabul, orang serakah, penyembah berhala, orang yang suka memaki, pemabuk atau penipu. Bersama-sama dengan orang yang demikian janganlah kamu makan.” Ia tidak berbicara tentang orang yang tidak percaya; ia berbicara tentang apa? Orang percaya. Paulus berbicara tentang saudara dan saudari yang berdosa di gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, setelah surat pertama yang hilang itu, Paulus mendapat beberapa laporan buruk. 1 Korintus 1:11, "Sebab telah diberitahukan kepadaku tentang kamu, oleh saudara-saudara seiman Kloe, bahwa ada perseteruan di antara kamu." 1 Korintus 5:1, "Telah dikabarkan, bahwa ada percabulan di antara kamu dan percabulan macam itu, yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang tidur dengan isteri ayahnya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan akhirnya, ia menulis 1 Korintus kepada mereka. Namun, itu terjadi setelah dia mendirikan gereja. Dia menulis surat pertama kepada mereka, dan mengutus Timotius kepada mereka, dan bahkan mengunjungi mereka sendiri. 1 Korintus sedang meluruskan gereja secara moral dan doktrinal. Lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">. Ia berkata: "Kamu telah dikuduskan dalam Kristus Yesus. Kamu adalah orang-orang kudus, bersama-sama dengan semua orang lain yang berseru kepada nama-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana mereka bisa menjadi kudus? Ibrani 2:11 mengatakan bahwa Kristus, melalui penderitaan-Nya telah menguduskan semua orang yang percaya. Melalui kematian Kristus, Ia menguduskan manusia. Manusia bisa menjadi kudus, karena Ia telah membayar harga dosa. Coba lihat ayat lain: Ibrani 10:14. Di sana tertulis dengan sederhana, "Dengan satu korban saja Yesus Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menguduskan manusia. Dia membuat mereka kudus, Dia memisahkan mereka bagi diri-Nya, melalui persembahan-Nya, melalui penderitaan-Nya, melalui kematian-Nya. Dalam KPR 26:18 Yesus berkata, "Aku memanggilmu, Paulus, 'untuk membuka mata mereka, mengalihkan mereka dari kegelapan kepada terang, dari kuasa Setan kepada kuasa Allah, supaya mereka menerima pengampunan dosa.'" Anda dapat menerima pengampunan di antara semua orang yang dikuduskan. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250330</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000258</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengajuan dan Petisi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000257"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+13:17-21" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 13:17-21</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 13 tidak mudah dipahami, tetapi itu sangat mendidik. Kami berbicara tentang Etika Kristen, Teladan, dan Energi. Kami telah membahas banyak materi tentang apa yang diharapkan Allah dari orang percaya dalam hal perilaku mereka, dan kami akan berbicara tentang teladan dan energi. Anda tidak dapat menyingkirkan Allah. Anda tidak dapat menyingkirkan standar etika dan standar moralitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ada Allah yang bermoral, ada Allah yang menetapkan standar. Allah di Perjanjian Lama memiliki standar yang sangat ketat untuk kehidupan dan perilaku. Dan itu Allah yang sama di Perjanjian Baru yang menetapkan standar perilaku untuk mengatur kehidupan individu. Dan Allah adalah Allah yang teratur, Allah yang berprinsip, Allah yang bukan Allah yang mengatakan, "Lakukanlah sesukamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah memberikan setidaknya tiga alasan mengapa Allah memberikan etika di akhir Kitab Ibrani, standar-standar untuk kehidupan Kristen. Ia telah menyampaikan Perjanjian Baru dan sekarang dalam kerangka perjanjian baru, kami mengenal Kristus, hidup di zaman anugerah, dan ada beberapa standar. Ia memberikannya karena tiga alasan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Alasan pertama</b></span><span class="cf1"> – Ia ingin orang-orang Yahudi mengetahui bahwa Allah yang sama dalam Perjanjian Baru adalah Allah yang sama dalam Perjanjian Lama. Allah yang sama dalam hukum, Allah yang sama dalam peraturan, Allah yang sama dalam standar etika moralitas yang Anda kenal dalam Perjanjian Lama. Ini bukan hal baru, anugerah ini tidak berarti Anda sekarang dapat melakukan apa yang Anda inginkan. Allah yang sama memiliki standar moral yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, Ia memberikan etika-etika ini karena etika-etika ini mendatangkan sukacita bagi orang Kristen. Ketaatan berarti ada sukacita. Dan mampu melakukan apa yang Allah inginkan menghasilkan buah dalam hidup Anda. Hasilnya adalah produktivitas, dan itu menghasilkan sukacita. Dan </span><span class="cf1"><b>alasan ketiga</b></span><span class="cf1"> mengapa Allah ingin kami menjalani kehidupan yang sesuai dengan standar-Nya adalah agar kami dapat memberikan kesaksian kepada dunia. Jadi, Kitab Ibrani diakhiri dengan daftar prinsip-prinsip dasar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami mulai mempelajari etika dalam ayat 1-19. Kita katakan ada tiga kategori etika yang harus diikuti oleh seorang Kristen. Kategori pertama, dalam hubungannya </span><span class="cf1"><b>dengan orang lain</b></span><span class="cf1">. Bahwa kami memiliki tanggung jawab terhadap orang lain dalam dua hal, kasih dan simpati yang berkelanjutan. Bidang tanggung jawab kedua bagi etika kami adalah dalam hubungannya </span><span class="cf1"><b>dengan</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>diri kita sendiri</b></span><span class="cf1"> dalam hal kemurnian seksual, kepuasan, dan keteguhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami perlu menjaga diri kami tetap murni secara seksual, kami perlu merasa cukup dengan apa pun yang kami miliki, dan kami perlu teguh dalam iman, tidak mengikuti doktrin yang salah. Kategori etika terakhir adalah dalam hubungannya </span><span class="cf1"><b>dengan Allah</b></span><span class="cf1">. Kami melihat bahwa Allah menginginkan kami untuk berpisah. Marilah kami pergi ke luar perkemahan, karena di sini kami tidak mempunyai kota yang tetap, tetapi kami mencari kota yang akan datang.” Allah ingin kami terpisah untuk diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua adalah Allah menghendaki pengorbanan. Ayat 15, pengorbanan pujian dari bibir kami, ayat 16, pengorbanan hidup yang kudus dan murni serta berbagi dengan orang lain. Dan dengan pengorbanan seperti itu, Allah berkenan. Kami melihat, bahwa pemisahan dan pengorbanan adalah dua etika pertama dalam hubungannya dengan Allah. Sekarang, mari kami bahas yang ketiga malam ini dan kemudian yang keempat, lalu kami simpulkan semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Standar ketiga terhadap Allah adalah </span><span class="cf1"><b>ketundukan</b></span><span class="cf1">. Bukan hanya pemisahan bagi-Nya, bukan hanya pengorbanan yang dilakukan bagi-Nya, tetapi ketundukan kepada-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, karena mereka berjaga-jaga atas jiwamu sebagai orang-orang yang harus memberi pertanggungjawaban, sehingga mereka dapat melakukannya dengan gembira dan bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan menguntungkan bagimu.” Sekarang, di sini ada tanggung jawab terhadap Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedengarannya seperti tanggung jawab terhadap beberapa penguasa. Ya, memang demikian, tetapi Allah menengahi sebagian besar pemerintahan-Nya di dunia ini melalui manusia. Sepanjang Perjanjian Lama, Allah menengahi pemerintahan-Nya melalui raja-raja, nabi-nabi, dan hakim-hakim. Dan di zaman ini, Allah menengahi pemerintahan-Nya melalui manusia yang dikendalikan Roh. Suatu hari nanti Allah akan menengahi pemerintahan-Nya melalui Kristus yang hidup yang duduk dan memerintah di Kerajaan, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, jika kami mempelajari Perjanjian Baru, kami menemukan bahwa Allah telah menetapkan kepemimpinan di gereja. Dan di dalam jemaat Ibrani ada beberapa orang yang diberi tugas untuk memimpin jemaat itu. Rasul Paulus mendefinisikan orang-orang ini sebagai penatua, uskup, atau jika Anda memilih pendeta pengajar. Orang-orang ini diperintahkan oleh Roh Allah untuk memimpin gereja. Mereka disebut gembala bawahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada beberapa pemerintahan gereja sekarang ini di mana jemaat memerintah para pemimpin. Itu hal yang asing bagi Perjanjian Baru. Aturan gereja selalu diberikan kepada orang-orang yang diberi karunia yang ditempatkan oleh Roh Allah. Dikatakan, "Taatilah mereka yang memerintah atasmu." Tidak ada kualifikasi untuk itu. Roh Allah telah menempatkan mereka di sana untuk memerintah. Ini adalah bagian dari perintah Allah di dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hak orang-orang itu adalah untuk menyatakan arahan gereja, untuk memimpin, untuk mengajarkan Firman, untuk menegur, untuk menasihati, dan untuk melakukannya dengan segala kesabaran, dan untuk melakukannya dengan lemah lembut. "Gembalakanlah kawanan domba Allah," kata itu secara harfiah adalah pendeta dan menjadi pendeta berarti memberi mereka makan dan makanannya adalah Firman. Itulah tugas pendeta, untuk mengambil alih pengawasan untuk memerintah gereja bukan dengan paksaan tetapi dengan sukarela.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak bahaya dalam pelayanan pendeta. Yang pertama adalah bahaya ketamakan. Sebagian orang ingin berkuasa karena mereka menginginkan otoritas, mereka menginginkan gereja yang lebih besar, lebih banyak uang, lebih banyak kekuasaan, dan mereka akhirnya menjadi tiran yang mendominasi gereja. Paulus berkata kepada Timotius, “Hendaklah engkau menjadi teladan bagi orang percaya dalam segala hal,” baik perkataan maupun perbuatan. Jadilah teladan yang dapat diikuti orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada bahaya kedua, yaitu </span><span class="cf1"><b>kesombongan</b></span><span class="cf1">. Kami harus mengatasi masalah kesombongan. Dia mengatasi bahaya kesombongan dalam 1 Petrus 5:5, “Demikian juga, hai kamu yang muda, tunduklah kepada yang tua. Hendaklah kamu semua rendah hati terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati.” Dalam jabatan pendeta, ada keinginan untuk ditinggikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketiga, ada bahaya </span><span class="cf1"><b>kompromi</b></span><span class="cf1">. Ayat 8, "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." Selalu ada bahaya kompromi, menyerah kepada Setan, melemahkan keyakinan Anda karena itu gampang. Jadi, tidak mudah untuk memerintah, tetapi itulah panggilan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam kerangka gereja, ada beberapa orang yang diberikan Roh Kudus kepada gereja untuk memerintah di gereja. Dan saya selalu berpikir bahwa itu adalah tragedi ketika Anda memiliki seorang pendeta yang dipimpin oleh jemaat. Itu bukanlah cara yang Allah inginkan. Anda harus tanggap dan peka terhadap kebutuhan orang-orang. Namun, Alkitab menunjukkan dengan jelas bahwa kami adalah gembala-gembala bawahan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah tanggung jawab yang serius, dan kami harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah, atas cara kami memerintah. Perhatikan satu hal lain dalam ayat 17, dikatakan taatilah mereka dan tunduklah. Istilah "taat" memiliki hubungan yang pasti dengan pengajaran. Kata "tunduk" memiliki hubungan yang pasti dengan otoritas. Dan ini bukanlah tugas kami kepada orang-orang ini, ini adalah tugas kami kepada Allah. Karena mereka memerintah sebagai pengganti Kristus, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kualitas yang harus dimiliki seorang Pendeta adalah empat hal, yang dipersempit menjadi kewajiban kami kepada Allah. Pemisahan, pengorbanan, dan yang ketiga adalah ketundukan kepada Allah. Dalam ayat 17 dikatakan lebih lanjut, “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, karena mereka berjaga-jaga atas jiwa-jiwamu sebagai orang-orang yang harus memberi pertanggungjawaban.” Prioritas saya sebagai seorang pendeta adalah prioritas untuk berjaga-jaga atas semua jiwamu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada alasan lain mengapa Anda harus tunduk. Bukan hanya ada sukacita bagi saya, tetapi sukacita bagi Anda. Bacalah ayat 17 lagi, "Taatilah dan tunduklah, supaya mereka melakukannya dengan sukacita, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan menguntungkan bagimu." Jika Anda tidak taat dan tidak tunduk, coba tebak siapa yang rugi? Anda rugi. Jika Anda tidak memiliki jiwa yang rela, penuh kasih, dan taat, maka Anda rugi. Karena Anda tidak melakukan apa yang sedang dilakukan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18-19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Berdoalah untuk kami, karena kami yakin, bahwa hati nurani kami murni, dan kami ingin hidup dalam segala hal dengan baik. 19 Dan aku lebih menasihati kamu semua, supaya kamu berdoa, supaya aku segera kembali kepadamu." Daripada memberontak terhadap pemimpinmu, apa yang seharusnya kamu doakan? Daripada mengkritik, berdoalah. Percayalah, hamba Kristus sangat membutuhkan doa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apa kewajiban kami terhadap Allah? Pemisahan, pengorbanan, dan ketundukan kepada mereka yang telah ditetapkan Allah untuk diperintah. Keempat, kewajiban kami kepada Allah adalah </span><span class="cf1"><b>petisi</b></span><span class="cf1">. Kata pertama dari ayat 18 adalah apa? "Berdoa." Doa membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Doa menggerakkan tangan Allah. Doa itu menghubungkan kami dengan sumber kekuatan. Dan itu terhubung dengan poin sebelumnya karena dia berkata berdoalah untuk kami. Dia adalah salah satu penatua di gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami adalah manusia, kami lemah, kami berdosa, kami bodoh, kami tidak tahu apa-apa, kami bersalah, dan kami sangat membutuhkan doa orang-orang kudus. Kami sering tergoda untuk melemahkan keyakinan kami karena kami takut menghadapi masalah. Tergoda untuk melakukan segala macam dosa, kami membutuhkan doa-doa Anda. Doakanlah kami. Oleh karena itu penulis mendorong mereka untuk berdoa. Paulus berkata doakanlah aku. Doakanlah aku agar aku menjadi berani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah ayat 18, “Karena kami yakin, bahwa hati nurani kami murni, dan kami ingin hidup dalam segala hal dengan cara yang baik.” Saya percaya bahwa saya adalah hamba Allah, yang menggantikan Allah, dengan hati yang murni. Saya layak menerima doa Anda. Itu bukan kesombongan. Itu seperti mengatakan bahwa saya layak menerimanya. Apa yang Anda maksud dengan hati nurani yang murni? Kami bisa berbicara banyak tentang hati nurani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hati nurani adalah kemampuan pikiran yang memungkinkan kami untuk memahami benar dan salah. Hati nurani adalah sistem yang sudah ada sejak lahir. Hati nurani adalah prinsip batin yang memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah. Dan hati nurani adalah pengadilan yang selalu bersidang. Tidak pernah ada istirahat di pengadilan hati nurani. Hati nurani adalah hal yang paling dekat di dunia ini dengan berdiri di hadapan Allah. Pertama-tama, orang yang belum diselamatkan memiliki hati nurani yang tercemar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Titus 1:15 mengatakan, “Orang yang belum diselamatkan memiliki hati nurani yang cemar.” Namun, tahukah Anda apa yang terjadi saat Anda diselamatkan? Saat Anda diselamatkan, Anda mendapatkan hati nurani baru. Ibrani 9:14 mengatakan, “Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah dengan tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kami dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, sehingga kami dapat melayani Allah yang hidup?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapa yang pertama kali mengajarkan Firman Tuhan kepada Anda? Ingatkah Anda tentang mereka? Ikutilah iman mereka. Tirulah kehidupan mereka. Lihatlah hasilnya. Pertimbangkan bagaimana kehidupan mereka berakhir, dan Anda pun menirunya. Itulah contoh kami. Ia merujuk kepada para pemimpin mereka, pendeta mereka, penginjil mereka. Lihatlah orang-orang yang telah Allah tetapkan untuk Anda dan lihatlah bagaimana mereka hidup dan apakah hasilnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok contoh pertama Anda? Para pria. Contoh yang paling utama adalah Yesus Kristus, yang tidak pernah berubah. Dan Anda perhatikan bahwa ia menggunakan nama duniawi-Nya, Yesus. Menggunakan gelar duniawi-Nya, Mesias, Kristus. Karena ia menyajikan pola duniawi. Ia berkata kepada mereka, "Ikuti orang-orang yang menjadi pemimpin Anda," tetapi jika Anda benar-benar ingin mencontoh kehidupan Anda, tirulah Yesus yang menjadi manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda ingin melihat pengorbanan? Paulus berkata dalam Efesus 5:2, “Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kami sebagai persembahan yang harum bagi Allah.” Dengarkan Yesus di taman saat Ia berdoa, “Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Anda ingin melihat permohonan? Saksikan Dia di taman saat Ia berdoa untuk diri-Nya sendiri, untuk murid-murid-Nya, dan untuk semua orang Kristen yang akan lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-21</b></span><span class="cf1">, “Semoga Allah damai sejahtera, yang telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kami, melalui darah perjanjian yang kekal, memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, 21 dan mengerjakan di dalam kami apa yang berkenan kepada-Nya, melalui Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.” Anda tahu apa yang Anda butuhkan? Anda membutuhkan energi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda ingin mendengar sesuatu yang menarik? Dia memberi Anda etika, Dia memberi Anda contoh, dan kemudian Dia memberi Anda energi. Anda berkata, "Apakah energinya?" Itu adalah kuasa Allah. Pertumbuhan Kristen Anda tidak ada hubungannya dengan kuasa Anda sendiri, itu adalah Allah yang bekerja di dalam Anda, benar? Kuasa itu milik Anda, bukan milik saya, lakukanlah itu dalam hidup saya." Dan perhatikan ayat 20 yang meledak dengan kuasa Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah penampakan kuasa ilahi yang paling hebat dalam sejarah alam semesta, benar? Apa yang dicapai Allah dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dialah yang dapat menyempurnakan Anda. Anda tidak dapat berfungsi dengan tenaga Anda sendiri. 2 Korintus 3:5 berkata, "Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu, tetapi kesanggupan kami berasal dari Allah." Perhatikan bahwa dikatakan bahwa Dia ingin menyempurnakan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan bahwa Dia ingin Anda melakukan kehendak-Nya, dalam segala sesuatu yang bekerja di dalam diri Anda yang berkenan kepada-Nya. 2 Korintus 9:8 mengatakan, “Dan Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu, supaya kamu, yang senantiasa berkecukupan dalam segala hal, dapat berlimpah dalam setiap pekerjaan baik.” Biarkan saja Allah yang melakukannya, maukah Anda? Dan kemudian ketika Dia melakukannya di akhir ayat 21, siapa yang mendapat kemuliaan? Yesus Kristus yang mendapat kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia layak menerimanya, benar? "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan yang berkenan kepada-Nya." Itulah Allah. Itulah energi Anda, saudara terkasih. Perjanjian Baru adalah hal yang luar biasa, bukan? Namun, itu bukan sekadar anugerah cuma-cuma, ada etika. Di balik etika, ada contoh hidup yang penting. Di balik contoh itu, ada energi, dan itu adalah kuasa Allah dalam hidup Anda. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250323</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000257</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemisahan dan Pengorbanan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000256"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+13:7-14" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 13:7-14</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pandangan saya adalah bahwa hal itu merupakan bagian yang hakiki dari keseluruhan surat dan merupakan klimaksnya. Orang-orang Yahudi, yang kepadanya surat ini ditulis, menjalani hidup mereka sesuai dengan hukum. Di bawah Perjanjian Lama, ada banyak aturan. Bahkan, ada begitu banyak aturan sehingga menjadi sangat sulit untuk tidak melanggar beberapa di antaranya. Perjanjian Lama sarat dengan pola-pola etika, prinsip-prinsip perilaku yang berhubungan dengan segala jenis situasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin orang-orang Yahudi menjadi orang-orang yang sangat unik. Ia ingin mereka terpisah. Ia ingin mereka berbeda. Jadi, keunikan mereka berkaitan dengan kesaksian. Jangkauan mereka ke dunia bergantung pada kenyataan bahwa dunia melihat mereka dan melihat sesuatu dalam diri mereka yang mereka inginkan. Kehidupan yang berbeda. Allah ingin ada saksi nasional, dan Israel adalah saksi itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan, dalam Keluaran 19:6, Alkitab menyebut orang-orang Yahudi sebagai kerajaan imam. Nah, fungsi seorang imam adalah untuk membawa orang-orang kepada Allah dan itulah yang seharusnya dilakukan oleh Israel. Orang-orang harus melihat Israel, melihat keistimewaan Israel berdasarkan perilaku yang mereka pertahankan, dan datang kepada mereka dan berkata, "Apa yang menyebabkan kalian hidup seperti ini?" Dan kemudian Israel akan mengantar mereka kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Wah, orang-orang itu punya beberapa prinsip yang berfungsi. Itulah kesaksian yang dinamis. Lalu, orang-orang yang ingin mengenal Allah akan datang kepada mereka dan diperkenalkan kepada Allah. Ayat 9 berkata, “Hanya berjaga-jagalah dan hati-hati melihat dirimu, supaya kamu jangan melupakan hal-hal yang telah dilihat oleh matamu sendiri sepanjang hidupmu. Ajarkanlah itu kepada anak-anak dan cucu-cucumu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka begitu asyik dengan legalisme sehingga mereka melangkah lebih jauh dari yang Allah inginkan. Allah memberi mereka cukup banyak hukum untuk menjaga berbagai hal dan mereka menjadi sangat taat pada hukum dan mulai menciptakan hukum sendiri. Dan mereka membuat serangkaian hukum yang mereka sampaikan secara lisan. Dan hukum lisan ini dikenal sebagai Mishnah. Akhirnya, mereka menuliskannya dan menyebutnya Talmud.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Talmud Yahudi memiliki enam bagian. Ada bagian tentang pertanian. Ada bagian tentang hari-hari raya. Ada bagian tentang para wanita. Ada bagian tentang hukum sipil dan seremonial, masalah hukum. Ada bagian tentang pengorbanan, bagian tentang hal-hal yang najis dan pemurniannya. Semua bagian tersebut diisi dengan hukum demi hukum untuk perilaku semua orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada masa Yesus Kristus, Anda akan melihat bahwa orang-orang Yahudi sangat memperhatikan kepatuhan terhadap hukum. Ketika Yesus melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam hukum mereka. Yesus berkata, masalah Anda adalah Anda menyaring nyamuk dan menelan unta. Yang Dia maksud adalah Anda semua khawatir tentang hal-hal kecil dalam hukum dan Anda mengabaikan semua prinsip yang sebenarnya ingin dikomunikasikan Allah melalui hukum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok orang Yahudi yang dituju dalam Kitab Ibrani adalah kaum legalis. Mereka hidup menurut hukum, mereka menjalankan tugasnya menurut hukum, dan mereka tidak tahu apa-apa tentang kebebasan, mereka hanya tahu tentang keterikatan pada sistem tertentu. Mereka bukanlah jiwa yang bebas. Mereka bukanlah kaum yang menganut paham kebebasan. Mereka adalah kaum legalis yang teguh dan absolut. Nah, di sini kami melihat kedatangan Perjanjian Baru. Dan orang pertama yang benar-benar menjelaskan ini adalah Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus berkata, "Saya ingin kalian tahu bahwa Perjanjian Baru bukanlah hukum, melainkan anugerah." Dan, ia mengejutkan orang-orang Yahudi dengan hal itu. Mereka seharusnya mengetahuinya karena Perjanjian Lama itu penuh dengan anugerah Allah. Mereka pikir ini semacam ajaran sesat. Dan bahkan ketika orang Yahudi menjadi orang Kristen, mereka merasa sangat sulit untuk melepaskan semua ritual yang biasa mereka lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saat kami mempelajari Perjanjian Baru, kami menemukan bahwa perjanjian baru membebaskan mereka dari semua fitur seremonial hukum tetapi tidak dari masalah moral. Tidak akan ada lagi perayaan, tidak ada lagi pengorbanan, tidak ada lagi hari raya, tidak ada lagi ritual, tidak ada lagi bait suci, tidak ada lagi imam, dan tidak ada lagi persembahan. Semua standar legalistik itu hilang. Semuanya adalah anugerah. Di kayu salib, Yesus mengatakan, "Semuanya sudah selesai."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pekerjaan yang sempurna oleh imam besar yang sempurna melalui perjanjian yang sempurna yang mempersembahkan kurban yang sempurna menghasilkan janji-janji yang sempurna dan keselamatan yang sempurna, dan apa yang harus saya lakukan? Anda hanya perlu percaya. Dan orang Yahudi berkata, "Tidak, saya tidak bisa melakukannya. Bukankah kami harus melakukan sesuatu? Apakah tidak ada prinsip sama sekali? Dapatkah saya menjalankan kebebasan dan melakukan apa pun yang saya inginkan?" Tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tahu bahwa Allah tidak berubah dan Allah mengharapkan hal-hal tertentu dari anak-anak-Nya, baik mereka yang mengikuti perjanjian lama maupun perjanjian baru. Jadi, ketika Anda membaca Ibrani 13, Roh Kudus menjawab dengan tegas "Ya" atas pertanyaan mereka dan berkata "Ya," ada standar-standar. Allah benar-benar menyukai Anda. Dia mengasihi Anda tanpa batas. Namun, ada beberapa standar yang sangat penting untuk dipatuhi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda adalah bagian dari gereja. Gereja terdiri dari orang Yahudi dan orang non-Yahudi. Standarnya ada di sana. Allah mengharapkan Anda untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga orang-orang masih melihat perbuatan baik Anda dan memuliakan Bapa Anda yang di surga. Itu tidak berubah sama sekali. Jadi, meskipun Israel bukan lagi bangsa saksi, seluruh tubuh gereja, orang Yahudi dan non-Yahudi adalah saksi-saksi Allah. Jadi, inilah prinsip-prinsipnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami telah berbicara tentang prinsip-prinsip, etika, dan kami melihat etika kehidupan Kristen diberikan dalam 19 ayat pertama. Dan apa yang terjadi di sini adalah semuanya direduksi menjadi konsep-konsep umum. Ada tiga kategori etika Kristen. Nomor satu, hubungan dengan orang lain, kasih dan simpati yang berkelanjutan. Kemudian, kategori kedua, dimulai pada ayat 4, adalah hubungan dengan diri kita sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 4. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur. Orang sundal dan orang berzinah akan dihakimi Allah.” Yang kedua, dalam kaitannya dengan diri kita sendiri, adalah kepuasan. Ayat 5-6, “Belajarlah untuk tidak mengingini milik orang lain, belajarlah untuk merasa cukup dengan apa yang kamu miliki dan ketahuilah bahwa Tuhan akan menolong dan memenuhi kebutuhanmu.” Jadi dalam kaitannya dengan diri kita sendiri, ada kemurnian dan kepuasan seksual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan teladanilah iman mereka.” Ia berkata, “Lihatlah orang-orang sebelum kamu dan lihatlah bagaimana mereka tetap setia.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Apakah Ia berubah? Tidak. Apakah pribadi yang menjadi pencipta rohanimu berubah? Tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terkait dengan diri kita sendiri, Allah menghendaki kita untuk </span><span class="cf1"><b>tetap teguh</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab baiklah hati diteguhkan oleh kasih karunia, bukan oleh peraturan-peraturan tentang makanan, sebab mereka yang melakukannya tidak mendapat keuntungan." Jangan terpaku pada legalisme. Ya, ada standar-standar moral, tetapi itu bukanlah perjanjian seremonial yang bersifat lahiriah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatkah Anda dengan penglihatan Petrus dalam Kisah Para Rasul 10? Ia melihat semua binatang di dalam kain dan mendengar perkataan, "Bangunlah, Petrus, sembelih dan makanlah." Janganlah menyebut sesuatu yang haram, yang telah ditetapkan Allah. Dalam Roma 14, Paulus berkata, "Kerajaan Allah bukanlah makanan, daging dan minuman, tetapi kebenaran dan sukacita oleh Roh Kudus." Jadi, jangan dengarkan kaum Yahudi, kaum Gnostik, kaum Katolik, atau kaum Advent Hari Ketujuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Baiklah, jadi kami melihat, kemudian, perilaku orang percaya dalam hubungannya dengan orang lain, ada kasih dan simpati yang berkelanjutan. Dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, ada kemurnian seksual, kepuasan, dan keteguhan. Terakhir, etika orang percaya dalam hubungannya dengan Allah. Apa yang Allah inginkan? Apa saja hal yang harus saya lakukan terhadap Allah? Dalam hubungannya dengan-Nya? Pertama, pemisahan. Dan pemishan itu, kami lihat dalam ayat 10 sampai ayat 14.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya akan memberikan beberapa kalimat dan menyampaikan pendapat saya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10-11</b></span><span class="cf1">, “Kami mempunyai mezbah, yang tidak boleh dimakan oleh orang-orang yang beribadah di Kemah Suci. 11 Sebab tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat maha kudus oleh imam besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan.” Nah, kami memiliki mezbah. Makan seperti apa yang dilakukan di mezbah?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat 11 disebutkan tentang tubuh binatang yang darahnya dibawa ke sana. Itu tidak terdengar seperti sebuah gereja. Tidak, bahkan bukti di sini bukan tentang soal makan. Ada yang mengatakan itu merujuk pada altar surgawi. Nah, itu juga tidak masuk akal. Dan apa ini tentang tubuh binatang? Binatang apa yang pernah dibakar di altar di surga? Saya pikir Dia berbicara tentang gagasan pemisahan di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kewajiban orang Kristen kepada Allah adalah untuk mepisahkan diri dari dunia bagi Allah, benar? Kami memiliki altar. Dia berbicara tentang orang Yahudi. Setelah Anda menetapkannya, itu akan masuk akal. Ingatlah bahwa altar mencakup pengorbanan dan ritual. Siapakah orang-orang yang melayani di kemah suci? Para imam. Apakah ada pengorbanan tertentu di altar tertentu yang tidak boleh mereka makan? Ya, itu adalah saat ada persembahan dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada Hari Penebusan Dosa, ketika korban penghapus dosa itu dipersembahkan, mereka tidak boleh memakannya. Di waktu-waktu lainnya, para imam memakan apa yang tersisa. Korban penghapus dosa, setelah dipersembahkan dan darahnya dipercikkan di tempat maha kudus pada kursi pendamaian, binatang-binatang dibawa ke luar perkemahan dan mereka dibakar. Itulah ayat 11, "Karena segala binatang yang darahnya dibawa ke dalam tempat kudus dibakar di luar perkemahan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah sebuah analogi. Inilah prinsipnya. Kalian harus dipisahkan dari sistem Yahudi. Seperti persembahan dosa yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun, tetapi harus dibawa ke luar perkemahan? Kalian harus dipisahkan dari perkemahan dunia. Ia berkata seperti binatang-binatang dalam persembahan dosa dibawa ke luar, orang percaya harus dikeluarkan dari sistem Yahudi itu, dipisahkan dari hal dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena itu Yesus juga telah menderita di luar pintu gerbang, supaya Ia dapat menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.” Yesus terpisah dari sistem, benar? Dalam Perjanjian Lama, orang-orang Yahudi mengambil tubuh-tubuh korban penghapus dosa, baik korban imam maupun korban umat, dan membawanya ke luar perkemahan. Mereka memisahkan mereka dari diri mereka sendiri. Yesus melakukan hal yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sistem itu juga tidak menginginkan Yesus, mereka mengusir-Nya. Ia menderita di luar pintu gerbang. Dan Ia menguduskan orang-orang dengan darah-Nya sendiri. Jadi Yesus dibunuh di luar kota Yerusalem dan dengan sempurna menggenapi gambaran Perjanjian Lama. Tahukah Anda bahwa persembahan dosa lama itu adalah gambaran Kristus? Jadi ketika Ia datang, Ia menderita di luar seperti persembahan yang telah dibawa ke luar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Karena itu marilah kami pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.” Marilah kami juga memisahkan diri dari sistem ini. Yesus, korban penghapus dosa yang sejati, juga ditolak oleh sistem, meskipun karena alasan yang berbeda. Ia hanya mengatakan bahwa ini seperti Yesus yang juga menderita di luar kota. Dan Yesus sangat bersedia agar Ia dapat menguduskan umat dengan darah-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus dihina, ditolak, dibenci, tidak diinginkan, dikhianati, ditangkap, dicemooh, dipukuli, dibunuh seperti penjahat biasa, dan Ia menerima semuanya itu untuk menumpahkan darah-Nya demi manusia. Alkitab berkata dalam Kitab Ibrani, tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa. Yesus tahu itu, dan Ia menumpahkan darah-Nya demi pengampunan dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, sistem apa yang berlaku bagi mereka? Yudaisme. Apa yang Ia katakan kepada pembaca Yahudi di sini, pisahkan dirimu dari Yudaisme. Keluarlah dari perkemahan dan datanglah kepada Kristus. Oh, kamu harus menderita. Yesus berkata, "Di dunia ini kamu akan mengalami penganiayaan, bergembiralah, Aku telah mengalahkan dunia." Dalam Ibrani 15, Ia berkata, "Jangan heran jika mereka membunuhmu, mereka melakukannya untuk-Ku. Apakah kamu bersedia menanggung celaan-Ku?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan hanya apa yang Anda lakukan, tetapi juga sikapmu. Yesus mengatakan, "Setiap orang yang mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." Itu berarti pergilah ke tempat Yesus berada, di luar sistem. Dan satu-satunya orang yang benar-benar mengidentifikasi diri dengan Yesus Kristus adalah mereka yang bersedia membayar harga dan pindah. Paulus tidak ada hubungannya dengan hal itu, tetapi ia terus menuntun orang kepada Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hubungan kami dengan Allah bukan hanya pemisahan ini, tetapi juga gagasan tentang </span><span class="cf1"><b>pengorbanan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena itu marilah kami, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Ada dua pengorbanan yang Allah inginkan. Yang pertama adalah perkataan, yang kedua adalah perbuatan. Allah menginginkan pujian dari bibir kami. Hanya ada satu jalan menuju Allah, yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang keluar dari bibir Anda kepada Allah? Mari kami pelajari apa yang harus dikatakan kepada Allah ketika Anda ingin memuji-Nya. “Aku akan memuji nama-Mu selama-lamanya.” “Besarlah Tuhan dan Dia sangat layak dipuji dan kebesaran-Nya tidak terduga.” “Angkatan demi angkatan akan memuji pekerjaan-pekerjaan-Mu dan memberitakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa.” “Aku akan berbicara tentang kemuliaan dan kemuliaan kebesaran-Mu dan tentang pekerjaan-pekerjaan-Mu yang ajaib.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan kata kuncinya. “Marilah kami senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah.” 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1"> berkata, “Janganlah kamu lalai berbuat baik dan memberi, sebab korban-korban yang demikian berkenan kepada Allah.” Allah berkata bahwa korban lain yang benar-benar saya terima adalah </span><span class="cf1"><b>pembagian </b></span><span class="cf1">dengan orang lain. Bibir dimulai dan ditambahkan padanya adalah hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berbuat baiklah kepada sesama, berbagi, dan melayani kebutuhan orang lain. Inilah yang Allah senangi. Inilah pengorbanan rohani Anda yang telah kami bicarakan yang dipersembahkan kepada Allah. Segala sesuatu yang Anda lakukan dalam kehidupan Kristen Anda adalah pengorbanan bagi Allah. Apa yang Anda berikan kepada-Nya? Yesaya 58:2 mengatakan, “Mereka mencari Aku setiap hari dan suka untuk mengetahui jalan-jalan-Ku, mereka menanyakan kepada-Ku tentang penghakiman yang adil.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250316</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000256</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kepuasan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000255"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+13:5-6" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 13:5-6</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani akhirnya diakhiri dengan serangkaian nasihat praktis, dan kami diingatkan lagi tentang sebuah asas bahwa sebelum ada nasihat untuk menjalankan tugas, ada instruksi mengenai doktrin. Doktrin selalu menjadi fondasi yang membangun tugas. Kepatuhan Anda terhadap suatu standar tidak berarti apa-apa kecuali ada alasan untuk standar itu; dan dengan demikian, posisi selalu mendahului praktik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia telah memperkenalkan Kristus, dan berkata, "Kamu dapat berpegang teguh pada Kristus. Dia cukup; Dia lebih unggul; Dia adalah semua yang kamu butuhkan." Dan untuk menyimpulkannya, Dia berkata, "Sekarang kamu telah memiliki Kristus, beginilah seharusnya kamu harus hidup." Namun sekali lagi kami melihat prinsip yang sama: Kehidupan praktis hanya mungkin terjadi ketika kami telah memperoleh pengetahuan tentang Yesus Kristus, dan memiliki dasar doktrin yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami bukan hanya diinstruksikan untuk benar-benar menjalani kehidupan Kristen yang standarnya ditetapkan dalam Ibrani 13 demi ada kesaksian, tetapi kedua, demi sukacita pribadi kami sendiri. Anda tidak dapat berbuat dosa dan tidak menaati semua standar Allah dan menjadi orang Kristen yang bahagia. Sukacita terbesar saya adalah ketika saya tahu saya telah taat dalam menanggapi standar Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Peraturan Tuhan itu adil, dan menyenangkan hati. Perintah Tuhan itu murni, dan membuat mata bercahaya.” Mematuhi standar Allah mendatangkan sukacita, itulah yang dikatakannya. Mazmur 64:10 mengatakan: “Orang benar akan bersukacita karena Tuhan.” Dengan kata lain, orang yang menjalani kehidupan yang benar adalah orang yang bahagia. Mazmur 68:3 mengatakan: “Tetapi biarlah orang benar bersukacita, biarlah mereka bersukacita di hadapan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Standar-standar Allah diberikan, </span><span class="cf1"><b>pertama-tama</b></span><span class="cf1">: supaya Anda dapat menjalani hidup yang menjadi kesaksian yang jelas bagi dunia. </span><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, supaya Anda dapat bersukacita. Orang-orang yang bahagia adalah orang-orang yang menaati Allah, itulah yang dikatakannya. Kemudian, Mazmur 119:111 berkata, “Ketetapan-ketetapan-Mu menjadi milik pusakaku untuk selama-lamanya, sesungguhnya semuanya itu menjadi kesukaan hatiku.” Kata “ketetapan-ketetapan” berarti perintah-perintah, hukum Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semuanya bermuara pada satu kata dalam seluruh kehidupan Kristen: ketaatan. Dan izinkan saya memberi tahu Anda sesuatu: keduanya tidak dapat dipisahkan. Ketika Anda mengkomunikasikan iman Anda dengan jelas kepada orang lain, itu juga menjadi sukacita. Keduanya dapat dipertukarkan. 1 Tesalonika 2:19-20, “Apakah pengharapan atau sukacita kami?” Paulus berkata, “Ketika orang diselamatkan, itulah yang membuat saya bahagia. 20 Karena kamulah kemuliaan dan sukacita kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apakah itu satu-satunya hal yang membuatnya bahagia? Tidak, penderitaan juga membuatnya bahagia. Filipi 2:17 berkata, "Tetapi sekalipun darahku dicurahkan seperti korban imanmu, aku bersukacita dan bersenang hati dengan kamu sekalian." Sukacita Paulus adalah keselamatan orang lain. Keselamatan orang lain terjadi karena kehidupan Paulus sesuai dengan perkataannya. Sukacita dan kesaksian tidak dapat dipisahkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang dalam Ibrani 13, Ia menetapkan prinsip-prinsip perilaku yang dapat mendatangkan keselamatan bagi orang lain dan sukacita bagi diri kita sendiri. Saya telah memberi tahu Anda terakhir kali bahwa ada tiga hal yang ingin kami lihat dalam bab ini. </span><span class="cf1"><b>Satu adalah etika, dua adalah contoh, dan tiga adalah energi</b></span><span class="cf1">. Jika kami akan menjalani kehidupan yang seharusnya kami jalani, kami perlu mengetahui etika: "Apa standarnya?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, kami perlu memiliki contoh; kami perlu pola untuk diikuti. Ketiga, kami perlu memiliki energi atau kekuatan untuk melakukannya. Pertama, apakah etikanya? Nah, terakhir kali ada tiga kategori kehidupan Kristen yang praktis. Satu, dalam hubungannya dengan orang lain. Dan Dia memulai pasal itu dengan ayat 3. Dan dia menetapkan dua ciri dasar perilaku Kristen terhadap orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang pertama adalah </span><span class="cf1"><b>kasih yang berkelanjutan</b></span><span class="cf1"> yang kami lihat di ayat 1: “Hendaklah kasih persaudaraan tetap ada, dan jangan lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan demikian beberapa orang telah menjamu malaikat-malaikat tanpa diketahuinya.” Nah, dalam bagian khusus ini kami memiliki sesuatu yang bisa kami sebut sebagai prinsip umum. Kasih mengesampingkan perlunya semua aturan lainnya. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kasih bukanlah emosi, melainkan prinsip.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah prinsip pengorbanan diri. Kasih adalah prinsip dasar, dan ini adalah prinsip pengorbanan diri yang didasarkan pada kerendahan hati. Sekarang kasih datang segera setelah Anda diselamatkan. "Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kami." Jadi kasih telah diberikan, yang harus Anda lakukan adalah menyimpannya. Anda tidak perlu berkata, "Ya Allah, berikan saya lebih banyak kasih." Tidak ada lagi yang perlu diberikan, Dia telah memberikan semua yang Dia miliki. Dan itu tidak pernah berubah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu bukan hanya untuk kepentingan Anda; mungkin mereka memiliki kebutuhan yang sangat besar, dan kata-kata kasih dari Anda dapat mengubah hidup seseorang. Ada etika kedua yang ingin kami sebutkan sebagai tinjauan. Bukan hanya kasih yang berkelanjutan, tetapi juga </span><span class="cf1"><b>simpati</b></span><span class="cf1">. Ayat 3, “Ingatlah akan orang-orang yang di dalam penjara, seolah-olah kamu juga di dalam penjara bersama-sama dengan mereka; dan akan orang-orang yang diperlakukan dengan buruk, seolah-olah kamu sendiri juga menderita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Simpati berarti ikut menderita, sedangkan empati berarti merasakan apa yang dirasakan seseorang. Anda harus menjadi orang yang tidak mementingkan diri sendiri untuk melakukan itu. Dalam tubuh Anda sendiri, tahukah Anda apa yang dialami orang-orang ketika mereka mengalami rasa sakit? Dan simpati dapat ditunjukkan dengan tiga cara. 2 Timotius 1:16 mengatakan, “Semoga Tuhan mengasihani keluarga Onesiforus, yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku dan tidak malu akan belenggu yang kupakai.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada cara ketiga untuk menunjukkan simpati kepada seseorang, yaitu dengan </span><span class="cf1"><b>berdoa</b></span><span class="cf1">, mendoakan mereka dalam Kolose 4:18. Paulus menutup Kolose dengan kata-kata ini: "Ingatlah akan belenggu-belengguku." Hei, katanya, "Jangan lupa bahwa aku di penjara; doakanlah aku." Nah, inilah kewajiban dasar kami kepada orang lain: mengasihi mereka dengan penuh perhatian dan simpati. Itulah satu-satunya aturan yang Anda perlukan dalam hal orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Roma 13:8, "Janganlah kamu berutang apa pun kepada siapa pun, kecuali saling mengasihi, sebab barangsiapa mengasihi orang lain, ia sudah memenuhi hukum Taurat." Hanya ada satu utang yang harus kami bayar kepada orang lain, yaitu utang untuk mengasihi mereka; semakin banyak Anda membayar, semakin banyak pula utang Anda. Karena hukum Taurat berkata, 'Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, dan jangan mengingini milik orang lain.' Bersama-sama, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 13 tidak perlu mencantumkan banyak hal. Yang perlu dikatakan hanyalah kasih, dan itu akan memenuhi hukum. Jika seorang mengasihi, ia tidak akan membunuh; karena seorang yang mengasihi tidak pernah berusaha membinasakan. Jika seorang mengasihi, ia tidak akan mencuri; karena kasih tidak mengambil, apa yang dilakukannya? Ia memberi. Dan jika seorang mengasihi, ia tidak akan mengingini; karena keingintahuan berarti keinginan yang tidak terkendali dan berlebihan untuk memuaskan diri sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana dengan perilaku orang Kristen dalam hubungannya dengan dirinya sendiri? Bagaimana saya bersikap terhadap diri saya sendiri, untuk menjalani kehidupan yang menjadi saksi bagi dunia dan sukacita bagi saya? Nomor satu: Kemurnian seksual. Sekarang kata "seks" telah menjadi tabu di masa lalu. Dan sekarang seks ada di mana-mana. Ada tabu lain hari ini. Tahukah Anda kata apa yang tabu hari ini? Kematian. Kematian adalah hal yang tidak ingin dihadapi. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang menjadi gila dalam hal pemenuhan seksual. Ketika dua orang membiarkan nafsu mereka menguasai diri, itu bukan karena mereka terlalu mencintai satu sama lain, tetapi karena mereka tidak cukup mencintai satu sama lain. Itu karena mereka terlalu sedikit mencintai satu sama lain untuk menghormati kemurnian satu sama lain di hadapan Allah. Cintanya belum tumbuh ketika hal terpenting dalam hidupnya adalah kecantikan, kemurnian, dan kekudusan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemurnian pribadi selalu menjadi pertempuran. Ini adalah peperangan untuk semua orang. Paulus berkata dalam 1 Korintus 9:27, "Aku melatih tubuhku untuk menaklukkannya." Dan Setan menggoda dengan semua media, Anda kesulitan untuk menjauh darinya. Namun, ada saatnya Anda perlu menjauhi hal itu. Begitu banyak orang Kristen yang kesaksiannya hancur dan sukacita pribadi mereka dihisap keluar karena dosa dalam hal ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Hal kedua dari etika yang benar-benar melibatkan diri kami adalah </span><span class="cf1"><b>kepuasan</b></span><span class="cf1">. Puaslah dengan semua yang Anda miliki. Hanya karena Anda sudah menikah bukan berarti Setan tidak menggoda Anda untuk menginginkan yang terlarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah ketamakan dan itu adalah kejahatan yang mengerikan. Baik itu mengingini istri tetangga atau mengingini uang, atau barang atau harta benda, itu semua buruk. Dalam 1 Timotius 6:6 dikatakan, "Memang ibadah itu baik kalau disertai rasa cukup, itu memberi keuntungan besar." Berbahagialah dengan apa yang Anda miliki. Spurgeon berkata, "Saya pernah mendengar banyak orang berbagi dosa mereka." Tetapi tidak pernah ada satu orang pun yang mengaku dosa ketamakan kepada saya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, itu adalah dosa yang kami semua lawan. Jujur saja: hal yang lebih besar, hal yang lebih baik, lebih banyak uang, promosi, rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, pakaian yang lebih bagus, ini adalah godaan bagi kami semua. Allah berkata, "Aku ingin kamu merasa puas." Kesalehan dengan rasa cukup adalah benar-benar menjadi kaya. Orang kaya adalah orang yang memiliki semua yang ia butuhkan, dan pengetahuan bahwa Allah memiliki semua yang akan ia butuhkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika seseorang memiliki segalanya tetapi tidak percaya Kristus, ia tidak memiliki apa pun. Jika ia tidak memiliki apa pun tetapi memiliki Kristus, ia memiliki segalanya. Sekarang Anda akan kehilangan kekayaannya, entah di sini sekarang, atau dalam beberapa minggu ke depan, atau dalam beberapa bulan, atau ketika Anda meninggal, atau ketika Yesus datang kembali. Saya sering bertanya-tanya dalam hati bagaimana orang dapat mengumpulkan kekayaan di dunia ini dan kemudian meninggal, sementara Anda dapat menginvestasikan semuanya dalam pekerjaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat apa ketamakan melakukan terhadap Yudas. Dan lihat apa yang dilakukan ketamakan terhadap Ananias dan Safira, yang berbohong kepada Roh Kudus dan meninggal saat itu di depan jemaat? Ketamakan adalah dosa yang sangat serius, dan Allah menanganinya dengan sangat serius; percayalah. Nah bentuk ketamakan yang paling umum adalah cinta uang: bernafsu terhadap kekayaan materi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda mencintai uang, Anda berdosa terhadap Allah. Tahukah Anda apa akibatnya? Kesaksian yang tidak efektif, dan kurangnya sukacita dalam hidup Anda. Lukas 12:15 mengatakan, “Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab hidup seseorang tidaklah tergantung dari kekayaannya.” Alkitab tidak mengatakan uang adalah akar segala kejahatan. Alkitab mengatakan, “Cinta uang adalah akar segala kejahatan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ulangan 8:18 mengatakan, "Allah yang memberimu kuasa untuk memperoleh kekayaan." Dan beberapa orang terkaya di dunia adalah orang-orang saleh: Ayub, Abraham; dan bahkan ada saat ini. Namun, inilah nasihat utamanya: Mazmur 62:10 mengatakan, "Jika kekayaan bertambah, janganlah engkau menaruh hatimu padanya." Itulah kuncinya. Anda mendapatkannya. Jika Anda mendapatkannya, janganlah mencintainya. Dan di situlah nasihat ini perlu diberikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">John D. Rockefeller pernah ditanya berapa banyak uang yang diinginkannya. Ia menjawab, "Satu juta dolar." Ia memperoleh satu juta. Orang yang sama bertanya, "Berapa yang Anda inginkan?" Ia menjawab, "Saya ingin satu juta lagi." Di sini Anda melihat hukum kepuasan yang semakin berkurang. Pengkhotbah 5:10 mengatakan, "Siapa mencintai uang, tidak akan pernah puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan, tidak akan pernah puas dengan penghasilannya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu Ia mengutip </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1"> dari Mazmur 118:6: “Tuhan adalah penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Sebagian orang mengungkapkan cinta mereka terhadap uang dengan membangunnya, menghasilkan lebih banyak. Sebagian orang mengungkapkan cinta mereka terhadap uang dengan menyimpannya, di mana setiap rupiah yang mereka berikan bagaikan darah. Yang lain mengungkapkan cinta mereka terhadap uang dengan melemparkannya ke depan semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana Anda merasa puas? Pertama, rasa puas datang ketika Anda menyadari bahwa Allah itu baik. Paulus berkata, “Segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.” Paulus berkata, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu.” Apakah Anda tahu kebaikan Allah? Jika Dia baik, apakah Dia akan memelihara Anda? Jika Anda ingin merasa puas, sadarilah bahwa Allah itu mahatahu. Dia tahu apa yang Anda butuhkan sebelum Anda meminta kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang sebenarnya layak saya terima? Kejadian 32:10 berkata, "Aku tidak layak menerima belas kasihan yang paling kecil sekalipun." Benarkah itu? Semua yang saya miliki tidak layak saya terima..Izinkan saya memberi Anda sesuatu yang lain: Sadarilah supremasi Allah. Yaitu menyadari bahwa Allah akan memberi Anda apa yang menurut-Nya Anda butuhkan, dan Dia akan menyediakan apa yang Anda butuhkan untuk semua hal dalam hidup Anda. Sadarilah bahwa Dia punya rencana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Samuel 2:7 mengatakan, “Tuhan mendatangkan kemiskinan dan memberi kekayaan; Ia merendahkan dan Dia meninggikan.” Tahukah Anda? Tuhan yang bertanggung jawab atas semua itu. Ayat 8, “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang membutuhkan dari tempat pembuangan sampah. Ia mendudukkan mereka bersama-sama dengan bangsawan-bangsawan, dan mengaruniakan kepada mereka takhta kehormatan. Karena dasar-dasar bumi adalah milik Tuhan; di atasnya Ia menaruh dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mengangkat orang-orang yang datang entah dari mana dan mendapatkan kekayaan. Dia mahatahu; Dia tahu siapa yang mendapatkan apa. Dan Dia juga berkuasa. Dia memberi siapa yang mendapatkan apa. Dia mahakuasa. Hal kelima yang harus disadari adalah apa sebenarnya kekayaan sejati itu. Tahukah Anda siapa yang benar-benar miskin? Dunia. Kolose 3:2, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." Apakah Anda benar-benar tahu kekayaan sejati? Anda kaya di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepuasan datang dari realisasi semua hal tersebut. Kedua, kepuasan datang dari </span><span class="cf1"><b>persekutuan</b></span><span class="cf1">. Apakah Anda meluangkan waktu bersama Allah? Izinkan saya memberi tahu Anda sesuatu: semakin lama Anda berkonsentrasi pada kemuliaan-Nya, semakin sedikit Anda akan peduli dengan uang. Ketika Anda kehilangan dalam Yesus Kristus, Anda begitu kewalahan dengan betapa kayanya Anda, sehingga Anda tidak peduli dengan hal lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, dunia ini akan berlalu beserta segala isinya, benar? Jadi Anda tidak ingin menyimpan harta di bumi; simpanlah di surga. Allah telah menetapkan beberapa standar bagi Anda; kami baru saja selesai meninjaunya. Kali berikutnya kami akan membahas standar berikutnya bagi kehidupan orang percaya, yaitu </span><span class="cf1"><b>keteguhan hati</b></span><span class="cf1">. Kami perlu terus dekat dengan Kristus melalui kehidupan dan perbuatan kami. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250903</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000255</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kasih dan Pernikahan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000254"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+13:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 13:1-4</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa saja pedoman praktis bagi kehidupan seorang Kristen? Petrus berkata, "Karena demikianlah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu dapat membungkam kejahilan orang-orang yang bodoh." Petrus berkata bahwa Anda perlu hidup sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun dapat meragukan Kekristenan melalui kehidupan yang Anda jalani. Orang Kristen harus hidup sedemikian rupa sehingga mereka dapat membungkam mulut semua pengkritik Kekristenan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 13 kami menemukan bahwa penting bagi kami untuk melakukan perbuatan baik, bukan hanya karena beberapa orang diselamatkan, tetapi karena Allah dimuliakan. Jadi kemuliaan Allah adalah alasan lain mengapa orang percaya harus menjalani hidup yang murni, hidup yang tanpa teguran. Satu-satunya fitnah yang sah yang dapat mereka buat adalah ketika mereka memfitnah kami karena berbuat baik. Biarlah kami dikritik karena perbuatan baik kami, bukan karena kejahatan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan hal yang sama dalam Khotbah di Bukit, Matius 5:16: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Seorang anak yang baik mendatangkan kehormatan bagi ayahnya; itu juga berlaku secara rohani. Dan kami harus hidup seperti itu, sehingga ketika orang melihat kami, mereka memuliakan Allah. Dan percayalah, saya tidak berbicara tentang kebaikan yang dramatis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saat kami melihat Ibrani 13, ada tiga hal: </span><span class="cf1"><b>etika</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>contoh</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>energi</b></span><span class="cf1">. Apakah etika itu? Siapakah contoh kami, atau siapakah contoh kami? Dan apakah energi untuk melaksanakan etika? Ketiganya sangat penting: etika, contoh, dan energi. Sebab, sebelas pasal pertama merupakan peringatan bagi mereka yang berada di pinggiran Kekristenan untuk datang sepenuhnya kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal-hal spesifiknya terdapat dalam Ibrani 13 yang merupakan klimaksnya. Tidak akan ada etika kecuali ada doktrin. Anda tidak dapat menuntut sesuatu dari seseorang kecuali ada hukum moral universal yang mendasari dan mendukung yang memberikan hak dan keharusan bagi etika tersebut untuk ada. Jadi Anda tidak menuntut apa pun dari seseorang sampai Anda telah meletakkan dasar bagi tuntutan tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Istilah "etika" berarti standar perilaku atau penilaian moral. Dan kami percaya ada hal-hal yang mutlak. Nah etika dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, dalam hubungannya dengan orang lain, atau bagaimana kami bertindak terhadap orang lain. Kedua, bagaimana kami bertindak terhadap diri kami sendiri. Dan etika dalam hubungannya dengan Allah, bagaimana kami bertindak terhadap Allah. Ingatlah, kami berasumsi bahwa Anda sudah percaya kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang pertama, etika pertama adalah </span><span class="cf1"><b>kasih yang berkelanjutan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Hendaklah kasih persaudaraan tetap ada.” Itu benar-benar ciri yang lebih utama dari yang lainnya. Nah, inilah kasih yang berkelanjutan. Ini adalah etika tertinggi yang harus diikuti oleh orang Kristen, yaitu mengasihi saudaranya. Kasih persaudaraan adalah satu kata dalam bahasa Yunani, yaitu kata Filadelfia. Orang Kristen ketika berbicara tentang orang Yahudi lainnya yang belum diselamatkan, menganggap mereka sebagai saudara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami perlu mengasihi saudara-saudara kami di dalam Kristus. Karena mereka, meskipun tidak secara fisik berasal dari rahim yang sama, secara rohani berasal dari rahim yang sama, telah dilahirkan kembali, telah melalui kelahiran baru. Kami semua adalah saudara di dalam Kristus. Dia yang bersatu dengan Tuhan menjadi satu roh, kami adalah satu. Kami semua adalah anak-anak; kami adalah saudara-saudara Kristus. Dia tidak malu menyebut kami saudara-saudara. Kami adalah ahli waris dan pewaris bersama dengan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Petrus 1:22 mengatakan, “Kamu telah menyucikan jiwamu oleh ketaatan kepada kebenaran melalui Roh, sehingga kamu dapat mengasihi saudara-saudaramu dengan tulus ikhlas.” Salah satu hasil sampingan dari ketaatan kepada kebenaran adalah kasih yang tulus ikhlas terhadap saudara-saudara. Jangkaulah mereka yang tidak dapat dikasihi. Apa yang dia katakan? “Karena kamu telah memiliki kasih persaudaraan, tunjukkanlah kasih itu.” Itulah inti dari seluruh Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 5:1 mengatakan, “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.” Apa artinya itu? Itu berarti jika Anda mengasihi-Nya, Anda akan mengasihi semua orang lain yang mengasihi-Nya. Itu hanyalah bagian dari keselamatan. Jagalah diri Anda dalam kasih Allah. Jangan mencarinya, dan berdoalah untuk itu, Anda sudah mendapatkannya, jagalah diri Anda di dalamnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa kasih persaudaraan begitu penting?” Kasih persaudaraan penting karena mengungkapkan siapakah kami kepada dunia, benar? Tuhan Yesus di Yohanes 13:34 berkata, “Perintah baru Kutuliskan kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Dan Allah memberi dunia hak untuk menilai siapa kami berdasarkan kasih kami satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi penting bagi kami untuk memiliki kasih persaudaraan, agar kami menganggap orang lain lebih baik daripada diri kami sendiri, agar kami lemah lembut dan rendah hati, agar kami memberi dan memenuhi kebutuhan orang lain. Apakah kami mengorbankan segalanya untuk melakukannya atau tidak, itu penting, karena jika tidak, dunia tidak akan yakin siapa yang menjadi milik kami. Dan itu penting, karena itu menyingkapkan identitas kami kepada kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang penting dalam kasih persaudaraan adalah bahwa kasih itu menyenangkan Allah. Mazmur 133:1 berkata, "Betapa baik dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" Tahukah Anda bahwa Allah senang akan hal itu? Jika Anda sungguh-sungguh ingin memuliakan Allah, hiduplah dalam kasih persaudaraan. Dan ketika saya berbicara tentang kasih persaudaraan, saya tidak berbicara tentang sentimentalisme, saya berbicara tentang kasih persaudaraan dalam komitmen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di gereja, kasih persaudaraan tidak seperti yang seharusnya. Namun, Yesus tahu itu akan terjadi. Dalam Matius 24:12, Ia berkata, "Karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." Kedurhakaan macam apa? Nah, kedurhakaan yang paling utama adalah kesombongan. Allah menentang orang yang sombong, dan memberikan kasih karunia kepada orang yang rendah hati. Yakobus 4:10, "Hendaklah kamu merendahkan diri di hadapan Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cinta diri merusak segalanya. Dirimu sendiri harus mati jika kasih persaudaraan bisa terus berlanjut. Kesombongan menyimpan dendam; kesombongan menyimpan keluhan. Yesus berkata dalam Yohanes 13, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati." Para murid berdebat tentang siapa yang terbesar di kerajaan dan Yesus turun dan membasuh kaki mereka. Kemudian Dia berkata, "Kamu lihat apa yang Kulakukan kepadamu; lakukanlah itu juga kepada satu sama lain."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan: "Janganlah kamu lalai memberi tumpangan, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang telah menerima malaikat-malaikat sebagai tamu tanpa mereka ketahui." Nah, ini bisa merujuk kepada orang percaya dan orang yang tidak percaya. Alkitab mengatakan bahwa kami harus menunjukkan kasih kepada semua orang. 1 Tesalonika 5:15, "Hati-hatilah, supaya jangan seorang pun membalas kejahatan dengan kejahatan kepada siapa pun, tetapi usahakanlah selalu apa yang baik, baik untuk kamu sendiri maupun untuk semua orang."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang pendeta di gereja harus memiliki rumah yang terbuka di mana orang-orang dapat datang dan mengambil bagian dalam hidupnya dan kebutuhan mereka terpenuhi, jika kebutuhan mereka memang ada, itu dapat dipenuhi olehnya. Itu menunjukkan hati yang penuh kasih, dan itu menunjukkan seseorang yang bersedia terbakar hanya untuk sukacita dalam mengungkapkan kasih. Idenya adalah, "Anda tidak tahu apa yang mungkin Allah lakukan dalam kehidupan seseorang, hanya karena kasih Anda."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bahkan melangkah lebih jauh, dan Dia berkata dalam Matius 25, “Ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu melawat Aku. Maka jawab mereka: ‘Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang, atau sakit? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernyataan etika yang kedua: </span><span class="cf1"><b>simpati</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Ingatlah akan orang-orang yang di dalam penjara, seolah-olah kamu juga di dalam penjara bersama-sama mereka, dan akan orang-orang yang diperlakukan dengan buruk, seolah-olah kamu sendiri juga menderita.” Orang-orang Kristen itu mengalami banyak kesulitan untuk tidak masuk penjara, karena mereka selalu dijebloskan ke dalam penjara karena iman mereka. Dan Dia berkata, “Ingatlah akan orang-orang yang dibelenggu, yang menderita sengsara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak orang dengan banyak kebutuhan, dan gereja perlu belajar bagaimana berbagi beban. Paulus berkata dalam Galatia 6:2, “Pikullah beban satu sama lain; dengan demikian kamu akan memenuhi hukum Kristus.” Ibrani 4:15 berkata, “Sebab Imam Besar yang kami punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kami, sebaliknya sama dengan kami, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, apa tanggung jawab orang percaya </span><span class="cf1"><b>terhadap dirinya sendiri</b></span><span class="cf1">? </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, karena orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” Sekarang, kenajisan seksual bukan hanya dosa terhadap orang lain, tetapi juga dosa terhadap diri kita sendiri. Allah memandang perkawinan sebagai hal yang terhormat; Dia yang menciptakannya. Perkawinan tidak lagi terhormat di dunia saat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu berarti bahwa secara seksual, di ranjang diantara Anda dan istri Anda, atau Anda dan suami Anda, tidak ada yang salah yang dapat Anda lakukan. Ranjang itu tidak ternoda. Dia tidak mengkualifikasinya lebih jauh dari itu. Ketika Anda menikah dengan orang yang Anda cintai, Anda menjadi miliknya. Untuk ekspresi kasih itu tidak ada kenajisan apa pun dalam apa pun yang Anda lakukan bersama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Kitab Suci memberikan kami tiga alasan untuk menikah. </span><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, kembangkanlah anak-anak. Kejadian 1:27 mengatakan, “Sekarang kamu telah berkumpul bersama, kamu menjadi satu daging. Berkembang biaklah, penuhilah bumi.” </span><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, Pernikahan adalah untuk mencegah percabulan. 1 Korintus 7:2, “Tetapi supaya kamu jangan melakukan percabulan, hendaklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri, dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.” </span><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, pernikahan menghilangkan kesendirian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri." Pernikahan menghasilkan anak, mencegah perbuatan amoral, dan menghilangkan kesendirian. Nah itulah alasan teologis. Ditambah lagi fakta bahwa pernikahan adalah hubungan yang menyenangkan dan memuaskan, dan pernikahan dimaksudkan sebagai ungkapan kepenuhan cinta. Jadi, Allah telah menggambarkan pernikahan dalam Kitab Suci sebagai hal yang sangat terhormat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Korintus 6:14 berkata, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya." Menikahlah dengan seseorang yang sudah </span><span class="cf1"><b>diselamatkan</b></span><span class="cf1">. Buatlah penilaian berdasarkan reputasi mereka. Amsal 22:1 berkata, "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar." Kedua</span><span class="cf1"><b>, penampilan</b></span><span class="cf1">. Dua hal yang dikatakan Alkitab: penampilan yang tidak senonoh. Hal kedua: penampilan yang </span><span class="cf1"><b>sombong</b></span><span class="cf1">. Yesaya 3:9 berkata, "Kecantikan yang mereka tunjukkan menjadi saksi terhadap mereka."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ketiga, </span><span class="cf1"><b>perkataan</b></span><span class="cf1">. “Karena apa yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Apa yang mereka bicarakan? Keempat, </span><span class="cf1"><b>pakaian</b></span><span class="cf1">. Benar, kesopanan. Jika pakaian mencolok, maka hati menjadi sombong. 1 Timotius 2:9 mengatakan, wanita haruslah berhias dengan roh yang tenang dalam kelembutan dan kerendahan hati. Terakhir, </span><span class="cf1"><b>teman</b></span><span class="cf1">. Dengan siapa dia bergaul? Seseorang dikenal dari teman-temannya. Baca Mazmur 1, semuanya ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana Anda membuat pernikahan Anda terhormat? Pertama, Allah dimuliakan dalam keluarga di mana suami adalah kepala dalam Efesus 5. </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 11:3, “Suami adalah kepala istri </span><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>sama seperti Kristus adalah kepala</b></span><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>jemaa</b></span><span class="fs12lh1-5 cf1">t. Kedua, ketundukan istri yang penuh kasih. Ketiga, pernikahan yang terhormat di mana pernikahan itu </span><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>diatur oleh kasih</b></span><span class="fs12lh1-5 cf1">. Bagaimana saya dapat memuaskan orang yang saya kasihi? Apa yang dapat saya lakukan untuk menyenangkan orang itu?</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa hanya pada saat itulah pernyataan penghakiman disertai dengan etika dalam 1 Korintus 13? Allah serius tentang </span><span class="cf1"><b>kemurnian seksual</b></span><span class="cf1">. Anda mungkin bermain-main dengan seks terlarang, Anda mungkin bermain-main di luar pernikahan Anda, dan Anda mungkin lolos dari penghakiman manusia; Anda tidak akan pernah lolos dari </span><span class="cf1"><b>penghakiman Allah</b></span><span class="cf1">. Allah akan menghakimi, dan dengan cara tertentu hukuman akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hasil dari filosofi tersebut adalah kehamilan yang terjadi sebelum seperempat dari semua pernikahan, pemerkosaan paksa di Amerika Serikat setiap 20 menit, ratusan ribu bayi lahir di luar nikah, sekitar 30.000 bayi lahir di luar nikah dari anak perempuan berusia 9 hingga 14 tahun. Remaja merupakan 40 persen dari kelahiran di luar nikah: Sifilis, gonore tidak hanya epidemi, tetapi juga pandemi di mana-mana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Tesalonika 4:3 adalah standar untuk perilaku seksual: "Karena inilah kehendak Allah: bahkan juga pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi diri dari percabulan." Biasanya hal ini disebut sebelum menikah. Perzinahan berarti aktivitas seks saat Anda bersetubuh dengan seseorang selain istri atau suami Anda. Prinsip pertama: Jauhi diri dari dosa seks. Prinsip nomor satu: Jauhi dosa seks, sejauh mungkin agar Anda tetap murni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip kedua, dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Hendaklah kamu masing-masing tahu bagaimana menguasai bejananya” – dan itu berarti tubuh – “dalam pengudusan dan penghormatan.” Prinsip kedua: ketahuilah bagaimana menangani tubuh Anda sehingga itu memuliakan Allah. Memiliki berarti mengendalikan. Anda pergi dengan pacar, dan Anda mulai terlibat dalam sedikit kegiatan ekstrakurikuler. Tak lama kemudian Anda tidak dapat mengendalikan tubuh Anda sendiri, tubuh Anda yang mengendalikan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berapa banyak pria yang Anda kenal dalam pelayanan yang tidak melakukan hal itu, dan membuat diri mereka terbuang dalam pelayanan mereka karena mereka tidak dapat mengendalikan diri mereka dalam hal seksual? Hal itu telah terjadi lebih sering daripada yang kami duga. Jadi prinsipnya ada di sana. Kendalikan tubuh Anda sehingga memuliakan Allah. Jauhi aktivitas seksual. Prinsip ketiga: Jangan bertindak seperti orang kafir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana mereka bertindak? Mereka dituntun oleh hawa nafsu mereka. Dan Anda mendengarnya terus-menerus, di mana-mana; tanpa atasan dan tanpa bawahan, dan semua hal lainnya. Tiba-tiba banjir itu terbuka dan semua orang berlarian masuk. Mengapa? Karena semua orang akan bertindak sejauh yang diizinkan masyarakat tanpa memasukkan mereka ke penjara. Itulah kebejatan. Jangan bertindak seperti itu, jangan dalam hawa nafsu keinginan jahat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada beberapa prinsip. Jauhi dosa seks. Kendalikan tubuh Anda agar memuliakan Allah. Apakah Anda memuliakan Allah dengan tubuh Anda: cara Anda berpakaian, cara Anda berjalan, hal-hal yang Anda lakukan? Jangan bertindak seperti orang lain yang bertindak berdasarkan hawa nafsu. Dan, keempat, jangan memanfaatkan orang lain. Jangan menggunakan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan Anda. Itulah standar Allah. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Mar 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250302</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000254</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerajaan yang Tak Tergoyahkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000253"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+12:18-29" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 12:18-29</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kami sampai pada bagian yang paling informatif, yaitu kontras besar terakhir diantara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang terjadi jika seseorang menolak keselamatan yang ditawarkan dalam Kristus? Lalu apa yang terjadi pada orang yang tidak pernah membuat komitmen sepenuh hati kepada Kristus? Apakah penghakiman seberat orang yang tidak mengetahuinya? Ada lima peringatan ini, dan ini adalah yang terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah berkata, “Jangan khawatir tentang tekanan dan cobaan yang akan datang, itu adalah bagian dari disiplin kasih Allah. Itu bukanlah sesuatu yang harus kamu takuti.” Bahkan, Dia berkata jika kamu tidak mengalami disiplin Allah, kamu seharusnya takut, karena ayat 6 berkata, “Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan setiap anak disesah-Nya; jika kamu bebas dari ganjaran, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak haram.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saat kami mendekati teks ini, kami dapat dengan mudah membaginya. Ayat 18 - 21 adalah Gunung Sinai. Ayat 22 - 24 adalah Gunung Sion. Ayat 25 - 29 adalah apa yang harus Anda lakukan. Marilah kami mulai dengan melihat Gunung Sinai di mana kami melihat rasa takut terhadap hukum. Perjanjian Lama, Perjanjian Musa, dikaitkan dengan Gunung Sinai karena di sanalah Allah berbicara kepada Musa dan itu adalah Perjanjian penuh rasa takut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ibrani 12:18-29</b></span><span class="cf1">, “Karena kamu tidak datang kepada apa yang dapat disentuh, kepada api yang menyala-nyala, kepada kegelapan, kekelaman dan badai, 19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi kata-kata. Mereka yang mendengarnya memohon supaya jangan ada sepatah kata pun yang diucapkan kepada mereka, 20 karena mereka tidak dapat tahan terhadap apa yang diperintahkan: Jika seekor binatang pun menyentuh gunung itu, ia harus dimatikan dengan batu. 21 Pemandangan itu begitu mengerikan sehingga Musa berkata,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya gemetar ketakutan. 22 Sebaliknya kamu telah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup (Yerusalem sorgawi), kepada beribu-ribu malaikat, suatu pertemuan yang meriah, 23 kepada jemaat anak-anak sulung yang namanya telah terdaftar di sorga, kepada seorang Hakim, yaitu Allah semua orang, kepada roh-roh orang-orang benar yang telah disempurnakan, 24 dan kepada Yesus, pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah yang dipercikkan,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang mengatakan hal-hal yang lebih baik daripada darah Habel. 25 Berhati-hatilah agar kamu tidak menolak Dia yang berbicara. Sebab jika mereka tidak luput ketika mereka menolak Dia yang memperingatkan mereka di bumi, lebih-lebih kami akan luput jika kami berpaling dari Dia yang memperingatkan kami dari surga. 26 Suara-Nya mengguncang bumi pada waktu itu, tetapi sekarang Dia telah berjanji, namun sekali lagi Aku akan mengguncang bukan hanya bumi tetapi juga surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">27 Ungkapan ini, "Sekali lagi," menunjukkan disingkirkannya apa yang dapat digoncangkan—yaitu, segala ciptaan—sehingga apa yang tidak digoncangkan dapat tetap ada. 28 Karena itu, karena kami menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kami bersyukur, dan olehnya kami dapat beribadah kepada Allah dengan cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 29 Sebab Allah kami adalah api yang menghanguskan." Bumi, saat mengorbit matahari, berguncang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bumi telah dipengaruhi dosa. Segala sesuatu berguncang, semuanya gemetar dalam pergolakan kerusakan; semuanya berguncang. Dan tidak seorang pun dapat berbuat apa pun tentang hal itu. Di masa depan kerajaan dunia ini akhirnya akan terguncang, sehingga lenyap dari keberadaan; dan tidak akan ada yang tersisa, termasuk ruang angkasa. Allah sendiri akan mengguncang bumi dan langit. Ayat 26-27 mengatakan, "Penghapusan semua yang diciptakan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami berbicara tentang Hari Tuhan. Ini adalah periode waktu yang disebut Tribulasi Besar, di mana semua penghakiman ini datang dengan cepat. Pertama dalam Wahyu ada penghakiman meterai, dan dari meterai ketujuh muncul tujuh sangkakala, dan dari tujuh sangkakala muncul tujuh cawan; dan Anda dapat melihat kehancuran alam semesta yang diciptakan, terjadi secara bertahap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yehezkiel 43:5, “Lalu Roh itu mengangkat aku dan lihatlah, kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu.” Dalam penglihatan Yehezkiel setelah penghakiman di bumi ini, kerajaan seribu tahun akan datang. Hal-hal yang diinginkan akan ditinggalkan, dan semuanya akan berada di rumah kemuliaan, dan semua kemuliaan akan diberikan kepada Tuhan. Kerajaan itu menuju kepada kehancuran total, diikuti oleh kerajaan Kristus selama seribu tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada akhir seribu tahun itu, seluruh alam semesta lenyap dari keberadaannya dalam bentuk atom yang hilang ciptaan, dan Tuhan menciptakan bumi yang baru. Markus 13:24 mengatakan, "Sesudah masa tribulasi itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan jatuh dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Kemudian orang akan melihat Kristus datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada dua kemungkinan jawaban, Anda punya dua pilihan, dan pilihan-pilihan itu ditetapkan oleh penulis Ibrani sehubungan dengan dua gunung. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18-19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena kamu tidak datang kepada tempat yang dapat disentuh, kepada api yang menyala-nyala, kepada kegelapan, kekelaman dan badai, 19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi kata-kata. Mereka yang mendengarnya memohon supaya jangan ada sepatah kata pun yang diucapkan kepada mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gunung apakah itu? Gunung Sinai. Jangan datang kepada Allah di Sinai. Gunung itu adalah gunung kematian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20-21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "sebab mereka tidak tahan terhadap apa yang diperintahkan: Bahkan jika seekor binatang pun menyentuh gunung itu, ia harus dimatikan dengan batu. 21 Pemandangan itu begitu mengerikan sehingga Musa berkata, "Aku gemetar ketakutan." Izinkan saya mengingatkan Anda tentang pengalaman orang-orang yang datang ke gunung itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan pernah mendekati Allah atas dasar hukum. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Sebaliknya, kamu telah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup (Yerusalem surgawi), kepada berjuta-juta malaikat, kepada suatu pertemuan yang meriah.” Dan apa yang dibicarakannya? Anugerah. Dan saya datang dengan penuh keberanian ke takhta kasih karunia. Gunung Sion melambangkan anugerah, pendamaian, dan pengampunan. “Dan dengan datang kepada Yesus Kristus, kamu akan datang ke gunung Sion.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “kepada jemaat anak-anak sulung, yaitu mereka yang namanya terdaftar di surga.” Siapakah jemaat anak-anak sulung? Ya, itulah tubuh Kristus. Anak sulung berarti mereka yang mendapatkan warisan. Apakah setiap orang percaya mendapatkan warisan? Roma 8 berkata, “Kamu adalah ahli waris dan ahli waris bersama-sama dengan Kristus.” Anak sulung adalah hak warisan. Setiap anggota tubuh mendapat warisan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “dan kepada Yesus, pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah yang dipercikkan.” Datang ke Sion berarti datang kepada Yesus, untuk memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Anda datang kepada Juruselamat Anda.” Dan tidak ada pengantara lain; hanya ada satu. Ia berkata bahwa datang kepada Kekristenan berarti datang kepada kasih karunia, kedamaian dan keamanan, kepada penyembahan, kepada persekutuan, datang kepada Allah, dan datang kepada Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25, </b></span><span class="cf1">“Hati-hatilah, jangan sampai kamu menolak Dia yang berbicara. Sebab jika mereka tidak luput ketika mereka menolak Dia yang memberitakan Injil di bumi, lebih-lebih kami tidak akan luput, jika kami menolak Dia yang memberitakan Injil dari sorga. Siapa yang berbicara dalam Kristus? Allah yang berbicara. Dia berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Sebaiknya kamu mendengarkan Allah yang berbicara dalam Anak-Nya. Bangsa Israel di padang gurun itu tidak luput.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Suara-Nya menggetarkan bumi pada waktu itu, tetapi sekarang Ia telah berjanji. Sekali lagi Aku akan menggetarkan bukan hanya bumi, tetapi juga langit.” Akan tiba saatnya ketika Allah akan mengoyangkan seluruh alam semesta. Ini berarti seluruh alam semesta akan runtuh. Semua bintang akan jatuh dari langit. Allah akan menutup alam semesta. Namun, Ia masih belum selesai, masih ada lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Ungkapan ini, “Sekali lagi,” menunjukkan penyingkiran apa yang dapat digoyangkan, yaitu, hal-hal yang diciptakan—agar apa yang tidak digoyangkan dapat tetap ada.” Itu menunjukkan penyingkiran hal-hal yang dapat digoyangkan, seperti hal-hal yang diciptakan, agar hal-hal yang tidak dapat digoyangkan dapat tetap ada.” Segala sesuatu di alam semesta yang diciptakan berguncang dan gemetar di bawah Kutukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daniel 2:44 berkata, “Kemudian Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kerajaan itu tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.” Akan datang suatu kerajaan yang tidak tergoyahkan dan kekal, yang didirikan oleh Allah semesta langit, dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja yang memerintah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Daniel 7 ia memiliki penglihatan ini: "Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampaklah dengan awan-awan di langit seorang seperti Anak Manusia datang dan menghadap Yang Lanjut Usianya," yaitu Yahweh, "dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Dan kepada-Nya diberikan kekuasaan, kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka semua bangsa, suku bangsa dan orang dari segala bahasa akan mengabdi kepada-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekuasaan Kristus adalah kekuasaan kekal yang tidak akan berlalu, dan kerajaan-Nya adalah kerajaan yang tidak akan binasa.” Dan di dalam Daniel 7:27, “Maka kedaulatan, kekuasaan dan kebesaran semua kerajaan di seluruh kolong langit akan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; kerajaan-Nya adalah kerajaan kekal, dan semua kerajaan akan mengabdi dan taat kepada-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di situlah sejarah manusia akan berjalan. Anda tidak dapat menyelamatkan planet ini, Anda tidak dapat menyelamatkan lingkungan ini, karena planet ini sedang menuju kepada kehancuran, karena segala sesuatu yang diciptakan telah terkena Kutukan; semuanya akan dihancurkan. Satu-satunya hal yang akan tetap ada adalah apa yang benar dan suci, yang dikhususkan bagi Allah; dan itu akan menjadi kerajaan Tuhan kami dan Kristus-Nya. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28-29</b></span><span class="cf1">, “Karena kami menerima kerajaan yang tidak dapat tergoncangkan, marilah kami mengucap syukur. Dan karenanya kami dapat beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 29 Sebab Allah kami adalah api yang menghanguskan.” Apa yang harus kami lakukan? Kami datang kepada Allah dalam penyembahan yang penuh syukur karena kami tidak termasuk dalam kerajaan yang tergoncangkan. Kami termasuk dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan. Penyembahan yang berkenan kepada-Nya dan yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jika Anda hanya bagian dari ciptaan dan kerajaan yang dapat diguncang, Anda akan terbakar karena Allah adalah api. Anda harus datang dengan cara yang dapat diterima. "Bagaimana saya melakukannya? Bagaimana saya lolos dari kerajaan yang akan diguncang? Bagaimana saya menemukan jalan masuk ke kerajaan yang tidak akan pernah diguncang, yang akan melewati semua penghakiman menuju langit baru dan bumi baru?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bangsa Israel tiba di padang gurun Sinai dan mereka berkemah di sana di kaki gunung Sinai. Tuhan memanggilnya dari gunung, Keluaran 19:4 mengatakan, ‘Beginilah harus kaukatakan kepada kaum keturunan Yakub: “Kamu telah melihat apa yang telah Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah menopang kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.’ Ayat 7, Musa kembali dan memanggil para penatua serta menyampaikan kepada mereka segala firman Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh umat menjawab bersama-sama dan berkata, "Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan!" Lalu Musa menyampaikan kembali perkataan umat itu kepada Tuhan. Ayat 10-11, "Pergilah kepada umat itu dan kuduskanlah mereka pada hari ini dan besok. Mereka harus mencuci pakaian mereka 11 dan bersiap-siap pada hari ketiga, karena pada hari ketiga Tuhan akan turun di Gunung Sinai di depan mata seluruh umat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kembali ke Kitab Ibrani. Anda melihat gambaran itu diulang oleh penulis ketika Dia berkata, "Jangan pergi ke gunung itu karena itu adalah gunung yang tidak dapat disentuh. Meskipun Anda dapat menyentuhnya secara fisik, Anda tidak ingin menyentuh gunung yang menyala-nyala, gelap, suram, angin puyuh, tiupan terompet penghakiman, suara kata-kata penghakiman, dan janji kematian."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum hanya menyingkapkan dosa Anda dan ancaman penghakiman. Allah memberi hukum-Nya di padang gurun, tempat yang sunyi senyap. Umat itu tidak terganggu; tidak ada yang bisa dilihat. Hanya ada Allah, dan hanya ada semua itu kecuali suara-Nya. Dan ada hati nurani mereka sendiri, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi. Mereka telanjang, menghadap Allah yang Kudus, menghadapi ketidakmampuan mereka untuk mendekati-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Galatia 3:10 berkata, "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." Anda dikutuk jika Anda tidak melakukan semua hukum Allah dengan sempurna sepanjang waktu, dan itu berarti kami semua dikutuk. Anda tidak ingin melakukan kebaikan dan perbuatan yang Anda anggap baik. Tidak ada pengampunan di sana; Anda hanya akan hidup selamanya sementara dibakar di neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang terjadi di Yerusalem? Allah menetapkan sistem pengorbanan di Yerusalem, suatu ketentuan yang dengannya Dia dapat memberi pengampunan kepada mereka yang percaya kepada-Nya, mengakui dosa mereka, dan tahu bahwa mereka membutuhkan pengampunan-Nya. Anda ingin pergi ke Yerusalem, di sebelah selatan Kota Tua yang disebut Sion, yang ditaklukkan Raja Daud dan dijadikan kediaman kerajaannya pada tahun ketujuh pemerintahannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ia menjadikannya pusat keagamaan Israel dengan menempatkan Tabut Perjanjian di sana. Sion, gunung di Yerusalem, menjadi tempat kediaman Allah. Yerusalem adalah kota-Nya. “Dia yang bersemayam di surga tertawa, Tuhan mencemooh mereka. Ia akan berbicara kepada mereka dalam murka-Nya dan membuat mereka takut dalam amarah-Nya, katanya, ‘Tetapi Aku telah melantik Raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sion adalah kota Allah. Sion adalah tempat di mana Allah mendirikan sistem pengorbanan yang menunjuk ke arah salib. Dengarkan Mazmur 132, “Karena Tuhan telah memilih Sion, dan telah menyatakannya sebagai kediaman-Nya. ‘Inilah tempat perhentian-Ku untuk selama-lamanya; di sinilah Aku akan diam, sebab Aku telah menyatakannya.’” Yerusalem dan Sion menjadi satu. Mazmur 50:2, “Dari Sion, puncak keindahan, Allah telah bersinar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda datang, "kepada Yesus, perantara Perjanjian Baru." Anda datang kepada Yesus. Kami sudah memiliki hubungan dengan-Nya, benar? Kami sudah menjadi satu dengan-Nya, dan Dia dengan kami. Melalui Dia kami dapat datang kepada Allah. Dan terakhir, yang sangat penting, Anda datang "kepada darah yang dipercikkan." Pengorbanan Yesus jauh lebih besar. Kristus menumpahkan darah-Nya bagi semua orang yang akan percaya sepanjang sejarah manusia. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250223</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000253</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Disiplin Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000252"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+12:4-11" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 12:4-11</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mulai dari ayat Ibrani 12:4 diatakan, "Dalam pergumulan melawan dosa, kamu belum melawan sampai ke titik penumpahan darah. 5 Dan kamu telah melupakan nasihat yang ditujukan kepadamu sebagai anak: "Hai anakku, jangan anggap enteng didikan Tuhan, dan jangan tawar hati apabila engkau menerima teguran-Nya. 6 Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">7 Terimalah ganjaran sebagai ganjaran, sebab Allah memperlakukan kamu seperti anak. Sebab anak manakah yang tidak dihajar oleh bapanya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang diterima semua orang, maka kamu bukanlah anak, dan anak-anak haram. 9 Lagi pula, ayah kami yang manusiawi menghajar kami, dan mereka kami hormati. Tidakkah seharusnya kami lebih tunduk kepada Bapa segala roh, supaya kami tetap hidup?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Sebab mereka menghajar kami dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kami untuk kebaikan kami, supaya kami beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Tiap-tiap ganjaran yang diberikan kepada kami pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan kesenangan, tetapi mendatangkan dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 12 Karena itu kuatkanlah tanganmu yang lelah dan lututmu yang lemah,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, supaya yang lumpuh jangan terkilir, tetapi malah sembuh. Ingatlah Matius 18, di mana Tuhan kami memberi kami pola untuk mendisiplinkan jemaat, yaitu saling menegur di jemaat, dan menegur dosa, dan terkadang bahkan mengusir orang tersebut dari jemaat karena pengaruh yang mereka miliki untuk berbuat jahat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Tuhan kami berkata, "Ingatlah bahwa di mana dua atau tiga orang dari kalian berkumpul, di situ Aku ada di tengah-tengahmu." Dan itu mengacu pada dua atau tiga saksi yang terlibat dalam situasi pendisiplinan. Jadi, ketika kami melakukan pendisiplinan, kami mencerminkan apa yang Tuhan kami inginkan bagi gereja-Nya. Kami melakukannya secara pribadi dalam kehidupan gereja, apa yang Tuhan kami lakukan dalam kehidupan semua orang yang adalah anak-anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika mereka menjadi orang percaya, atau ketika mereka bergaul dengan orang percaya lainnya, penganiayaan langsung terjadi. Beberapa dari mereka benar-benar kehilangan harta benda mereka. Mereka ditekan untuk kembali ke agama Yahudi. Penganiayaan sulit bagi orang percaya baru, dan sangat mengancam mereka yang hanya mempertimbangkan apakah akan mengidentifikasi diri dengan Kristus atau tidak. Ia berkata, "Karena itu, janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena pada akhirnya, ada “pahala besar.” Jadi, di sini Anda memiliki ilustrasi tentang orang-orang yang telah membuat komitmen eksternal kepada Kristus. Mereka telah berkumpul bersama dengan sekelompok orang Kristen yang percaya, beberapa tulus dan beberapa hanya mempertimbangkan Kristus. Ancamannya adalah untuk mengusir beberapa dari mereka yang mempertimbangkan Kristus karena harganya terlalu tinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa orang bahkan mempertanyakan penderitaan mereka, bertanya mengapa, sekarang setelah saya datang kepada Kristus, saya begitu menderita. Nah, mereka perlu memahami bahwa mereka harus hidup dengan iman. Dan jika Anda terus hidup dengan iman, ada pahala yang besar. Kata-kata Tuhan kami adalah, "Di dunia ini kamu akan mengalami kesengsaraan. Bergembiralah; Aku telah mengalahkan dunia." Kami harus hidup dengan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 11 kami melihat orang-orang yang tidak menerima apa yang mereka harapkan dalam hidup. Semua janji kepada para leluhur tidak terpenuhi dalam hidup mereka; semua janji kepada Musa tidak terpenuhi dalam hidupnya; semua janji kepada dan melalui para nabi tidak terpenuhi dalam hidup mereka. Mereka bahkan tidak melihat janji yang paling agung dari semua janji, yaitu kedatangan Mesias, yang akan memberikan keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, kami memiliki janji yang digenapi dalam Kristus, tetapi kami juga hidup untuk harapan masa depan dalam kemuliaan yang akan datang. Dalam Ibrani 12, si penulis beralih ke komunitas orang percaya ini dan berkata, "Sekarang Aku telah menunjukkan kepadamu bahwa keselamatan selalu terjadi melalui iman. Dan Aku memintamu untuk menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kami dan berlari dengan tekun dalam perlombaan yang ditetapkan bagi kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah mengatakan semua itu tentang kehidupan iman, menjalani kehidupan iman, menjadi berani dalam kehidupan iman, Ia kemudian sampai pada pertanyaan, “Mengapa jika kami masuk ke dalam kerajaan dengan iman, mengapa jika kami telah mengakui Yesus sebagai Tuhan kami, jika kami mengakui Dia sebagai orang yang mati dan bangkit kembali bagi kami, mengapa hidup masih begitu sulit bagi kami? Mengapa hidup itu begitu sulit?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jawabannya ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 5-11</b></span><span class="cf1">: </span><span class="cf1"><b>itu adalah disiplin dari Allah</b></span><span class="cf1">. Ketika Anda mengalami kesulitan dan tantangan dalam hidup, jangan berpaling kepada Setan. Setan bukanlah bapa Anda. Ia dulunya adalah bapa Anda. Yesus berkata, "Kamu berasal dari bapamu, si Iblis," kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Kami tidak berada di bawah kedaulatannya. Dalam arti yang sangat nyata, ia telah ditempatkan di bawah kaki kami. Kami telah dibebaskan dari kuasanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalah-masalah yang datang dalam hidup kami yang menantang kami, yang memanggil kami untuk keberanian dan supaya iman kami kuat, tantangan, cobaan, penderitaan, rasa sakit bukanlah pekerjaan Setan dalam kehidupan orang percaya. Itu adalah bagian dari pelatihan kami; itu adalah bagian dari disiplin Bapa kami bagi kami. Itu juga bukan hanya perlindungan, tetapi itu adalah instruksi dengan tujuan menghasilkan kebajikan, yang bertujuan untuk meningkatkan karakter kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan dari disiplin adalah untuk menghasilkan kebajikan, dan disiplin itu hanya untuk sementara waktu. Dalam disiplin, Allah adalah Bapa. Dalam disiplin, objeknya adalah anak-anak-Nya. Dalam hukuman, kutukan adalah tujuannya; dalam disiplin, kebenaran adalah tujuannya. Ada tiga alasan untuk disiplin Tuhan, tiga alasan mengapa hal-hal dalam hidup kami datang yang menyebabkan kami berjuang, dan menderita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan nomor satu adalah </span><span class="cf1"><b>koreksi</b></span><span class="cf1">. Kitab Suci dimaksudkan untuk koreksi – 2 Timotius 2. Allah pekerjaan-Nya adalah koreksi. Setiap cabang dipangkas-Nya. Itu adalah pemotongan yang menyakitkan. Kami memiliki dosa dalam hidup kami yang memerlukan disiplin koreksi. Misalnya, dalam 1 Korintus 11, koreksi mencapai titik di mana beberapa orang jatuh sakit karena cara mereka datang ke Perjamuan Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ketika Anda melihat kehidupan Anda sendiri, dan Anda mulai melihat bahwa Allah sedang mengoreksi Anda. Ini bukanlah hukuman atas dosa Anda, karena Anda dilahirkan oleh Kristus, ini adalah koreksi Anda dalam kasih. Jadi, Anda menganggap hajaran Tuhan dalam hidup Anda sebagai sesuatu yang berhubungan dengan dosa-dosa dalam hidup Anda, yang memiliki tujuan untuk mengoreksi. 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Sesudah kamu menderita seketika lamanya, Tuhan akan menyempurnakan kamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada </span><span class="cf1"><b>alasan kedua</b></span><span class="cf1"> untuk disiplin, yaitu </span><span class="cf1"><b>pencegahan</b></span><span class="cf1">. Terkadang disiplin Allah adalah untuk mencegah adanya dosa. Tuhan mengurung Anda dan memberi tahu Anda untuk berjaga-jaga terhadap mulut, mata, dan telinga Anda, serta berhati-hati terhadap apa yang Anda hadapi dirimu. Tuhan menuntut Anda untuk menjauhi diri dari pergaulan yang jahat karena pergaulan yang jahat merusak moral yang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memiliki pengalaman yang menyakitkan dengan guru-guru palsu. Pengalaman itu begitu parah sehingga dalam 2 Korintus 12 ia berkata bahwa pengalaman itu seperti tiang tajam yang ditusukkan ke dagingku. Maka, ia pun pergi kepada Tuhan dan berkata, "Aku berdoa tiga kali agar Tuhan mengangkat penderitaan dan rasa sakitku, tetapi Tuhan tidak melakukannya." Tuhan berkata demikian, "Aku membiarkan hal ini terjadi untuk menjauhkanmu dari kesombongan, untuk melindungimu dari perasaan terlalu percaya diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada alasan </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1"> untuk disiplin Allah; yaitu </span><span class="cf1"><b>pendidikan</b></span><span class="cf1">. Pendidikan dirancang untuk mengajarkan Anda pengalaman hidup yang menuntun pada persekutuan yang lebih dalam dengan Allah. Ada hal-hal yang datang yang mendidik Anda untuk mengenal Allah lebih baik. Saya teringat Petrus dalam Lukas 22 di mana Yesus berkata, "Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi sesudah kamu berbalik, kamu akan menguatkan saudara-saudaramu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak dapat menjadi seorang pendidik untuk menguatkan orang lain kecuali Anda telah melalui cobaan yang telah mereka lalui. Bagian dari disiplin Allah adalah untuk meningkatkan tingkat simpati Anda dan untuk meningkatkan tingkat kenyamanan Anda. Apa tujuan penderitaan Ayub sejauh itu menyangkut Ayub? Itu adalah pendidikan. Inilah yang dikatakannya, "Telah kudengar tentang Engkau dengan telingaku, sekarang mataku sanggup memandang Engkau."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hasil akhir dari apa yang terjadi pada Ayub adalah penglihatan yang jelas tentang Allah. Dan empat ayat kemudian, ia berkata, "Dan sekarang aku berdoa untuk orang lain." Jadi, </span><span class="cf1"><b>Ibrani 12:5</b></span><span class="cf1"> berkata, "Dan kamu telah melupakan nasihat yang ditujukan kepadamu sebagai anak-anak: Anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah tawar hati apabila engkau ditegur-Nya." Paulus berkata, "Biarlah aku membuktikan bahwa aku seorang rasul," dan ia memberikan kesaksian tentang rasa sakit dan penderitaannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Amsal 3:11-12! “Janganlah engkau meremehkan didikan Tuhan, hai anakku, dan janganlah engkau muak dengan didikan-Nya; 12 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah menghajar anak yang disayanginya.” Seberapa pentingkah mengutip Amsal kepada orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Anda harus mengharapkannya? Amsal 3 akan menunjukkan bahwa disiplin ini datang dari Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, saya ingin menunjukkan kepada Anda </span><span class="cf1"><b>dua bahaya</b></span><span class="cf1"> dalam disiplin, dan </span><span class="cf1"><b>dua</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>bukti</b></span><span class="cf1"> dalam disiplin, dan </span><span class="cf1"><b>hasil</b></span><span class="cf1"> dalam disiplin. Dua bahaya dalam disiplin. Jangan salah menilai urgensinya; itu penting. Jangan menganggapnya enteng. Masalah apa pun yang datang dalam hidup Anda, cobaan apa pun yang datang dalam hidup Anda, anggaplah itu sebagai disiplin dari Allah. Seperti Israel di padang gurun, Anda dapat mengeluh sepanjang waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda juga dapat memperlakukan mereka dengan enteng dengan hanya melihatnya sebagai semacam tindakan tidak adil. Anda dapat memperlakukan mereka dengan enteng dengan tidak berubah, bersikap keras kepala. Anda jangan ingin memandang remeh cobaan hidup. Lihatlah itu secara rohani yang mendalam. Kedua, dikatakan dalam Amsal 3:11, "Janganlah engkau putus asa apabila engkau ditegur-Nya." Ini sama buruknya. Ini berarti tenggelam dalam keputusasaan. Inilah saatnya Anda berkecil hati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada juga </span><span class="cf1"><b>dua bukti</b></span><span class="cf1"> dalam disiplin. Lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 6-8</b></span><span class="cf1">, “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 7 Terimalah hukuman sebagai ganjaran: Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Sebab anak manakah yang tidak dihajar oleh bapanya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang diterima semua orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak haram.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dua hal yang dibuktikan oleh disiplin. Pertama, kasih Allah; kedua, Anda menjadi anak. Dua kenyataan indah itu terbukti. Pertama, siapa yang dikasihi Tuhan, Dia akan mendisiplinkannya. Itulah sebabnya Anda tidak mengabaikan atau meremehkan disiplin Allah. Itu semua berasal dari kasih-Nya. Penderitaan hidup yang mendorong Anda kepada-Nya; yang memurnikan jiwa Anda; penderitaan hidup yang membuat Anda menjadi orang percaya yang lebih baik, dan guru yang lebih simpatik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu 3:19 mengatakan, "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah." Bukankah kami dipilih oleh kasih yang berdaulat? Efesus 1 mengatakan, "Dalam kasih, Ia telah menentukan kami." Bukankah kasih telah menebus kami? Bukankah Allah mengasihi kami ketika kami masih menjadi musuh? Apakah kasih yang memanggil kami secara efektif? Yeremia 31:3 mengatakan, "Dalam kasih setia-Ku Aku telah memanggil engkau." Semuanya dimotivasi oleh kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, hal itu membuktikan bahwa Anda adalah anak-anak-Nya. Ayat 6 mengatakan, "Ia menyesah setiap anak yang diterima-Nya." Ayat 7, "Allah memperlakukan kamu seperti anak-anak; siapakah anak yang tidak dihajar oleh bapanya? Jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus kamu alami setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak haram." Semua anak-anak Bapa kami akan mengalami disiplin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Amsal 19:18, “Hajarlah anakmu selama masih ada harapan, dan janganlah engkau menaruh kasihan terhadap tangisannya.” Amsal 22:15, “Kebodohan melekat pada hati anak, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.” Amsal 29:15, “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan saja mempermalukan ibunya.” Tentu saja dunia kami penuh dengan kesaksian tentang hal itu, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhirnya; </span><span class="cf1"><b>dua hal yang Allah hasilkan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Dan ayah kami yang manusiawi menghajar kami, dan mereka kami hormati. Tidakkah seharusnya kami lebih tunduk kepada Bapa segala roh, supaya kami tetap hidup?” Kami memberikan penghormatan kepada ayah kami di bumi atas disiplin yang diberikan-Nya kepada kami karena kasih dan karena kami adalah anak-anak-Nya. Tidakkah seharusnya kami lebih tunduk kepada Bapa segala roh, supaya kami tetap hidup?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua, </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Sebab mereka menghajar kami dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kami untuk kebaikan kami, supaya kami beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” Jadi, kami memperoleh kehidupan dan kekudusan yang kekal dan kaya. Kami akan memperoleh hidup kekal, dan kami akan memperoleh kekudusan kekal, tetapi ini berbicara tentang di sini dan saat ini. Anda menerima janji kekudusan kekal itu ketika Anda menaruh iman Anda kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disiplin berperan dalam seberapa besar Anda menikmati hidup ini dan segala kekayaannya di dalam Kristus dan bagaimana Anda maju di jalan kesalehan dan kekudusan. Kedua konsep ini tidak dapat dipisahkan. Karena hidup yang sesungguhnya terhubung dengan menjalani hidup yang penuh kebajikan dan ketaatan. Dan Tuhan menjaga disiplin sepanjang hidup kami untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Dan Dia mengakui hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Memang tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan kesenangan, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberi damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Ketika Anda mengalami penderitaan dan rasa sakit, entah itu penyakit atau kehilangan pekerjaan atau tekanan ekonomi, atau masalah dengan anak-anak atau masalah dengan pasangan Anda, semuanya tidak tampak menyenangkan pada saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Namun bagi mereka yang telah dilatih olehnya” Jika Anda melihatnya sebagaimana adanya - pelatihan, koreksi, perlindungan, pendidikan, itu akan menghasilkan buah kebenaran yang penuh damai.” Hidup Anda akan dipenuhi dengan hasil-hasil yang dihasilkan oleh kebenaran. Kami melewati masa-masa sulit berduka atas hal-hal tersebut. Untuk saat ini, semua itu tidak menyenangkan, tetapi “setelah itu, itu menghasilkan buah kebenaran yang penuh damai.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Feb 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250216</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000252</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perlombaan Iman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000251"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+12:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 12:1-3</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami akan membahas Ibrani pasal dua belas malam ini. Kami telah melihat usaha yang sangat besar untuk menunjukkan bahwa keselamatan datang melalui iman dan hanya iman saja, dan bahwa mereka yang adalah milik Allah juga berjalan melalui iman. Iman orang berdosalah yang memulai keselamatan, dan iman orang kuduslah yang menandai pengudusannya yang terus-menerus. Saya ingin Anda melihat ayat Ibrani 12:1-3.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1-2</b></span><span class="cf1">, “Karena kami mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kami, marilah kami menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kami, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kami. 2 Marilah kami melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kami dalam iman dan yang membawa iman kami kepada kesempurnaan. Dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib melihat ke depan sukacita yang disediakan bagi-Nya, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Sebab ingatlah akan Dia, yang telah menanggung permusuhan yang sebegitu hebat terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya kamu jangan menjadi lemah dan putus asa.” Yesus di sini adalah contoh iman yang utama. Kami telah membaca Ibrani 11, dan kami telah mendengar tentang para pahlawan iman dari masa lalu, dari zaman Perjanjian Lama, baik dari nama maupun dari referensi, di akhir pasal, hingga apa yang terjadi pada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berdasarkan pembukaan Ibrani 12, “Kami dipanggil untuk mengikuti perlombaan yang ditetapkan bagi kami.” Itulah “perlombaan iman.” Mereka diberkati dalam perlombaan itu; mereka bertahan sampai akhir seperti yang telah kami lihat. Mereka menderita penganiayaan bahkan kematian dengan keberanian yang besar. Dan kami sampai pada iman yang terbesar dan berbicara tentang keberanian iman. Berdasarkan kesaksian-kesaksian ini, kami dipanggil untuk mengikuti perlombaan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal itu memberi kesan bahwa entah bagaimana orang-orang kudus yang sekarang berada di surga adalah penonton yang sedang mengawasi kami di Bumi. Itu tidak diajarkan dalam Kitab Suci. Tidak ada satu pun bagian dalam Alkitab yang menyatakan bahwa orang-orang di surga sedang mengawasi apa yang terjadi di Bumi. Itu sebenarnya akan menentang hakikat surga yang telah mepisahkan diri dari semua dosa dan pertikaian yang terjadi di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, perhatikanlah kata "perlombaan" di ayat 1. Ini adalah panggilan untuk berlari dalam perlombaan. Banyak kiasan digunakan untuk menggambarkan aspek-aspek kehidupan Kristen. Kami harus mengenakan perlengkapan senjata Allah, sebuah metafora, untuk melawan tipu muslihat iblis. Metafora militer ada di tempat lain dalam Kitab Suci. 2 Timotius 2:3, sebagai prajurit yang baik kami pergi berperang dan melakukan apa yang kami lakukan untuk menyenangkan Panglima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, Anda memiliki metafora tentang perlombaan, dan kami adalah pelari dalam perlombaan itu. Kami adalah atlet yang sedang berkompetisi. Gambaran di sana adalah seorang atlet yang terlibat dalam perlombaan, melakukan semua yang ia bisa untuk memenangkan perlombaan. Kami semua memahami ketertarikan dunia kuno, khususnya dunia Yunani, terhadap atletik dan permainan. Dalam Galatia 5, Paulus berkata kepada jemaat Galatia, "Kalian telah berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalangi kalian?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus sangat termotivasi untuk menjalankan perlombaan rohaninya dengan sebuah tujuan dalam benaknya. Dan di sana ia memberi tahu kami apa tujuannya. Tujuan itu adalah hadiah berupa panggilan surgawi dalam Kristus Yesus. Ia berkata dalam 2 Timotius 4:7 lagi, "Aku telah mencapai garis akhir." Saya tidak berlari tanpa tujuan; saya berlari untuk menang; saya berlari untuk mencapai garis akhir; saya berlari demi hadiah yang merupakan panggilan surgawi dan keserupaan dengan Kristus. Namun di sini, Roh Kudus mendorong semua pembaca untuk menjalankan perlombaan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kehidupan Kristen adalah sebuah perlombaan. Artinya, perlombaan ini menuntut usaha yang besar. Ini bukan lari cepat; ini bukan lari jarak menengah; ini adalah sebuah maraton. Pintu masuk ke perlombaan ini adalah kelahiran baru: keselamatan melalui iman kepada karya Kristus yang sempurna dan lengkap. Perlombaan ini dimulai bagi Anda ketika Anda menjadi orang percaya. Anda harus terus-menerus didesak untuk berlari sekuat tenaga, tidak berlari-lari kecil, tidak duduk, beristirahat, dan tidak jatuh ke belakang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Amos 6:1 berkata, "Celakalah mereka yang hidup tenang." Ini adalah perlombaan; tidak ada tempat untuk berdiri diam atau berjalan lambat. Dan ini adalah peristiwa yang menyiksa dan tak kenal lelah. Ini berlangsung seumur hidup, dan harus dijalankan dengan ketekunan. Akan ada rintangan; akan ada masalah. Kami akan lelah dan letih, terganggu, tetapi kami tetap berada di bawah tantangan ini. Kami menerimanya sebagaimana yang diberikan Allah kepada kami dan tetap berada di tempat yang telah Dia tempatkan bagi kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata kuncinya adalah kata "ketekunan." Paulus berkata kepada jemaat Efesus, "Setelah melakukan segala sesuatu untuk bertahan." Ada orang yang telah melakukan segalanya, tetapi di akhir perlombaan, mereka tidak berdiri. Mereka telah jatuh dan hancur di suatu tempat. Mereka tidak tetap setia untuk berlari dalam perlombaan. Saya ingin mengakhiri hidup saya dengan bertahan dalam perlombaan dengan setia, tidak pernah melanggar peraturan, tetapi berlari dengan ketekunan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>dorongan</b></span><span class="cf1">. Ayat 1, “Karena kami mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kami...” Ini adalah dorongan untuk berlari dalam perlombaan, karena awan saksi ini. Kami baru saja bertemu mereka di Ibrani 11. Dan tentang apakah mereka memberi kesaksian? Tentang nilai iman. Tentang kekuatan iman, tentang hikmat iman, tentang kebenaran iman, dan tentang berkat iman penuh itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Entah itu Habel; atau Henokh; atau Nuh; atau Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa; atau yang lainnya yang disebutkan tanpa menyebutkan nama mereka, kecuali beberapa - Rahab dan mereka yang disebutkan dalam ayat 32 - mereka adalah orang-orang yang merupakan awan besar saksi yang telah memberikan kesaksian tentang kuasa dan berkat yang besar dari kehidupan iman. Karena kami memiliki awan saksi yang begitu besar, marilah kami berlari dalam perlombaan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka semua mengalami berkat dan harapan janji dalam kehidupan iman. Mereka tidak menerima penggenapannya, mereka memperoleh persetujuan melalui iman mereka tetapi tidak menerima, ayat 39 mengatakan, apa yang dijanjikan. Namun, mereka menunjukkan berkat dari menjalani kehidupan iman. Mereka adalah saksi-saksi kebesaran, keabsahan dan berkat dari kehidupan iman sekjati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 2:15 berkata, "Buktikanlah dirimu sebagai orang-orang yang tidak bercacat dan tidak berdosa, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini. Di antara mereka kamu tampil sebagai bintang-bintang di dunia, yang berpegang teguh pada Firman hidup." Anda harus menjadi orang seperti itu, agar perlombaannya tidak sia-sia. Paulus tidak disebutkan dalam Ibrani 11, tetapi ada prinsip yang paralel. Dia menunjukkan kepada Anda cara menjalankan perlombaan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika seorang atlet menanggung apa yang harus ia tanggung untuk berlari demi memperoleh mahkota yang fana, betapa lebih lagi kami harus mendisiplinkan diri untuk memperoleh mahkota yang tidak fana? Kami mengesampingkan pemanjaan daging, memelihara peraturan latihan yang telah ditetapkan Allah bagi kami, dan menjalankan pengendalian diri, kmi berlari dalam perlombaan dan teladan kami, model kami adalah semua yang telah mendahului kami dan berlari dalam perlombaan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami memperoleh dorongan dari mereka. Dan, meskipun mereka tidak menerima janji itu pada zaman mereka, janji itu telah digenapi dalam Kristus. Dalam kematian dan kebangkitan-Nya, semua yang mereka harapkan telah terwujud, dan kini mereka telah memasuki kepenuhan realisasi itu. Jadi, iman yang mereka praktikkan, meskipun tidak terpenuhi dalam hidup mereka, telah terpenuhi melalui kedatangan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sendiri itu rapuh. Kami lemah, tetapi kami termasuk dalam kelompok pelari yang hebat dalam perlombaan iman. Dan mereka semua adalah pemenang, dan kami pun akan menjadi pemenang. Karena Allah yang dahulu adalah Allah yang sekarang ini. Ibrani 13:8 berkata, “Ia tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1"> lagi, “Marilah kami menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, untuk berlari secara efektif, Anda harus membuang beban yang tidak berguna. Buanglah sedikit. Itu mengingatkan saya pada 1 Petrus 2:1 yang mengatakan, "Tanggalkan pakaianmu yang kotor dan tercemar." Lakukan hal-hal mendasar untuk berlari dalam perlombaan. Nomor satu, setiap beban dari setiap cemar. Itu hanya berarti massa tubuh. Itu bisa jadi daging yang berlebihan. Dan orang itu berlatih untuk memastikan dia tetap seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apa yang Ia maksud dengan beban ini, yang menghalang ini? Nah, itu bukan dosa, karena Ia juga mengacu pada dosa. "Singkirkanlah segala beban dan dosa yang begitu merintangi kami." Apa itu? Itu adalah beban legalisme Yahudi mereka sebelumnya. Mereka berlari, seperti orang-orang yang kelebihan berat badan dengan kaus tebal. Anda tidak dapat berlari dalam perlombaan hidup dengan menyeret segala sesuatu dari masa lalu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beban terbesar yang membebani orang-orang percaya baru ini adalah legalisme Yahudi, tradisi para rabi, dan perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Dan tidak mudah untuk melepaskannya; hal itu sudah tertanam dalam diri mereka - ketaatan pada hari Sabat. Itulah sebabnya dalam Kolose 2, Paulus berkata, "Jangan biarkan seorang pun menahanmu pada hari Sabat, atau bulan baru, atau hari raya atau perayaan." Itulah bayangan, dan bayangan itu lenyap ketika hakikat itu datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berpegang teguh pada bait suci. Mereka berpegang teguh pada para imam. Mereka berpegang teguh pada ritual-ritual; mereka berpegang teguh pada upacara-upacara. Itulah sebabnya di surat ini, penulis berkata, "Ada imamat yang lebih baik, kurban yang lebih baik, bait suci yang lebih baik, dan perjanjian yang lebih baik." Anda tidak akan pernah bisa berlari dengan iman jika Anda berpegang teguh pada perbuatan atau segala pernak-pernik sistem perbuatan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perlombaan ini dijalankan oleh iman ditambah ketiadaan, dan apa pun yang Anda pegang dari agama masa lalu yang terdiri dari upacara, tradisi, ritual, dan aturan yang tidak ada gunanya hanya akan memperlambat Anda. Dia berkata, "Singkirkan Yudaisme Anda; singkirkan legalisme Anda; singkirkan semua beban lama dan dosa yang begitu mudah menjerat kami" Kita semua tahu bahwa banyak orang di gereja kita berasal dari agama Katolik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu hal yang harus Anda hadapi ketika meninggalkan agama Katolik adalah godaan untuk berpegang teguh pada sikap terhadap Maria, terhadap misa, terhadap pekerjaan, berpegang teguh pada ketakutan bahwa jika Anda melanggar hukum Katolik dan Gereja Katolik, Anda mungkin melakukan dosa berat dan berakhir di neraka. Beberapa dari Anda keluar dari gereja Advent Hari Ketujuh, dan sulit untuk melepaskan semua pantangan makanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa dari Anda berasal dari Mormonisme, dan ada hal-hal yang mencengkeram Anda dan masih mencengkeram Anda. Dan selain itu, dosa, yang begitu mudah menjerat kami. Keduanya menjerat kami. Rujukannya bukan pada suautu dosa tertentu, tetapi untuk menghadapi kenyataan bahwa dosa itu sendiri mengelilingi kami, menutup kami, dan membatasi kami dalam perlombaan kami. Dosa adalah ancaman yang selalu ada untuk menghalangi pelarian kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami masih dikelilingi oleh kenyataan kedagingan dan sifat dosa kami. Jadi, ketika kami berdosa, kami berkata, "Aku tidak percaya kepada-Mu, Allah. Inilah yang aku inginkan; inilah yang akan kulakukan. Semua dosa adalah tindakan ketidakpercayaan yang praktis. Karena kami menginginkan yang terbaik untuk diri kami sendiri. Merupakan bagian dari sifat kita untuk ingin memanjakan diri sendiri dan ingin memiliki sukacita dan kedamaian. Jadi, Anda lebih percaya pada kebohongan daripada Firman Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada hal lain: peristiwa, dorongan, hambatan, dan contoh. Kami telah memiliki banyak saksi mata tentang keabsahan kehidupan beriman. Namun, ada satu contoh yang menonjol di atas semua yang lain, </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Marilah kami melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kami dalam iman, dan yang membawa iman kami kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib menggantikan sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah Yesus Kristus. Secara harfiah bahasa Yunani mengatakan alihkan pandanganmu dari lingkungan sekitar dan pandanglah Yesus. Dan mereka yang telah berlari secara kompetitif tahu bahwa mereka harus mengarahkan pandangan mereka ke depan. Dan itulah yang penulis kami katakan kepada kami. Di mana kami mengarahkan pandangan kami? Kami mengarahkan pandangan kami kepada Kristus. Ini kembali ke Filipi 3, "Kami mengarahkan pandangan kami kepada tujuan yaitu Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Dia adalah contoh yang sempurna. Dia adalah model yang sempurna. Anda tidak perlu melihat orang-orang di sekitar Anda. Karena Dia adalah penulisnya. Dia adalah alasan mengapa kami memiliki iman, benar? Dia memberikannya kepada kami sebagai hadiah. Dia adalah pemimpin. Dia adalah pencetus. Dia adalah orang yang memberikan kami iman dari gudang-Nya. Dan Dia juga memiliki iman, sebagaimana ditunjukkan dalam sikap-Nya terhadap Bapa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia menerima segala sesuatu yang pernah dikatakan oleh Allah Bapa-Nya dan menaruh kepercayaan penuh-Nya pada hal itu. Dan iman-Nya begitu kuat sehingga Ia bahkan tetap bersukacita saat Ia memandang salib dan aibnya. Ia melihat melalui itu sampai akhir. Apa akhirnya? Duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ia percaya Allah akan membawa-Nya melewati salib itu, keluar dari sisi lain kubur, dan menempatkan-Nya di sebelah kanan-Nya di surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitu besar iman-Nya. Menjadi terasing dari Allah, menanggung semua dosa semua orang sepanjang sejarah manusia yang pernah percaya, namun tetap muncul sebagai pemenang. Namun Dia juga bukan hanya prototipe iman. Dia membawa iman hingga ke kesempurnaannya. Dia mengangkat iman hingga ke kesempurnaannya dan menetapkan contoh iman yang tertinggi. Dia adalah sumber iman, dan Dia menjadi teladannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di mana Ia menemukan sukacita-Nya dalam menjalani perlombaan iman yang sulit seperti itu? Ia percaya kepada Allah; Ia tidak pernah goyah. Ia setia kepada Firman Allah. Ia menyenangkan Allah, dan tanpa iman mustahil untuk menyenangkan-Nya. Ia sempurna dalam iman-Nya. Mengapa Ia harus menanggung rasa malu, menanggung salib, dan pada saat yang sama, memiliki sukacita? Karena Ia melihat melampaui itu semua menuju tujuan untuk duduk di sebelah kanan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perlukah saya mengingatkan Anda bahwa ada tempat duduk di sana bagi kami di takhta-Nya bersama-Nya? Dia adalah teladan iman karena Dia melihat melampaui penganiayaan yang mengerikan, penderitaan yang mengerikan. Dan di </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, Dia berkata kepada mereka, "Ingatlah akan Dia, yang telah menanggung permusuhan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya kalan jangan menjadi lemah dan putus asa." Dan Dia melihat sampai akhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 15:11 Yesus berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Kami pun turut merasakan sukacita yang sama karena suatu hari nanti kami juga akan duduk di sebelah kanan Bapa, bertahta bersama Yesus sebagai ahli waris bersama-Nya. Dan bahkan dalam pergumulan pun ada sukacita karena kemenangan sudah terjamin. Benar, kan? Kami memenangkan perlombaan bagi Allah. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250209</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000251</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman Terbesar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000250"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:30-40" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:30-40</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam pelajaran kami tentang bab ini, Roh Kudus sedang berusaha keras untuk menyampaikan kebajikan iman. Roh Allah ingin semua orang menyadari pentingnya iman yang total. Iman sebenarnya didefinisikan sebagai kepercayaan sepenuhnya pada apa yang dikatakan Allah tanpa syarat. Itu adalah kepercayaan tanpa syarat pada apa yang dikatakan Allah semata-mata atas dasar bahwa Ia mengatakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bila Anda memiliki kepercayaan sejati, Anda tidak memerlukan penjelasan. Apa yang mencari tanda-tanda, keajaiban, dan penjelasan bukanlah iman; itu adalah keraguan yang mencari bukti. Dan karena Allah dan sistem duniawi adalah hal yang bertolak belakang, iman berarti memutuskan hubungan dengan sistem ini. Percaya kepada Allah sering kali berarti melakukan hal yang tidak masuk akal dan tidak logis. Dan itu berbeda dari apa yang dunia mengatakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman, semata-mata dan hanya berdasarkan pada sikap seseorang terhadap Allah. Jika Anda memiliki allah yang kecil dan mungil, jangan percaya kepada-Nya, karena Dia tidak terverifikasi dalam pikiran Anda. Orang-orang yang tidak percaya kepada Allah memiliki allah yang salah. Orang-orang yang benar-benar tahu siapakah Allah itu tidak punya alasan untuk melakukan apa pun selain mempercayai-Nya sepenuhnya. Dan alasan orang-orang ini mempercayai-Nya adalah karena mereka memiliki pandangan yang benar tentang siapakah Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus telah membuat jalan masuk. Percayalah kepada-Nya. Perjanjian Lama sudah berakhir.” Dan Anda harus percaya kepada Allah untuk melakukan itu. Anda harus percaya kepada Perjanjian Baru, untuk memutuskan setiap hubungan. Dia menyerukan untuk iman penuh. Dalam Ibrani 11 Dia menjelaskan kepada kami komoditas itu, karena dia sangat percaya untuk memisahkan dirinya dari segala sesuatu dalam hidupnya untuk menaati apa yang Allah perintahkan kepadanya untuk dilakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata, “Singkirkan Perjanjian Lama itu; fokuslah pada Kristus dan maju terus serta ikuti perlombaan.” Jadi, di satu sisi Dia memperingatkan orang-orang yang yakin secara intelektual untuk tidak mundur; di sisi lain dari Ibrani 11, Dia berbicara kepada orang-orang yang diselamatkan dan berkata, “Ayo, putuskan talinya dan ikuti perlombaan dengan sabar.” Dan di tengah-tengahnya muncul pasal yang hebat tentang iman. Jadi, ini adalah pasal yang menyajikan kepada kami kebajikan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saya ingin menunjukkan tiga hal dalam bagian ini. Nah, iman sejati, pada titik tertingginya, adalah berani. Iman sejati memiliki keberanian. Nah, iman pada titik tertingginya memiliki keberanian untuk melakukan tiga hal: </span><span class="cf1"><b>menaklukkan dalam perjuangan</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>maju waktu menderita</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>mengandalkan keselamatan</b></span><span class="cf1">. Iman pada titik tertingginya memiliki keberanian untuk melakukan itu. Pertama, iman pada puncaknya memiliki keberanian untuk menaklukkan dalam perjuangan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah orang Israel mengepungnya selama tujuh hari.” Nah, bukan tembok-tembok itu yang memiliki iman; kami tahu itu adalah orang-orangnya. Nah, tembok-tembok di sana berkaitan dengan tembok luar yang besar, terkadang begitu lebarnya sehingga Anda dapat meletakkan beberapa kereta perang berdampingan di sepanjang tembok itu. Saya tidak berbicara tentang pagar kayu. Tembok-tembok itu besar sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa, pemimpin besar mereka, telah meninggal. Namun Yosua, pemimpin baru itu, mengambil alih. Dan di bawah pimpinan Yosua, mereka menyeberangi Sungai Yordan, berhadapan langsung dengan Yerikho. Dan keberanian iman mereka langsung diuji. Allah berkata, "Aku akan memberikan tanah itu kepada kalian." Di sinilah kami ada, tanpa pasukan tentara, tidak ada apa-apa." Dan tahukah Anda? Kota itu jatuh. Dan kota itu tidak jatuh karena pertempuran, tetapi karena iman umat Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata, "Inilah rencana pertempurannya." Kalian semua berbaris, dan menempatkan imam di depan dan orang-orang dengan terompet domba jantan, dan kalian berjalan mengelilingi kota sekali setiap hari dan kemudian kembali ke tempat kalian akan berkemah. Dan kalian melakukannya enam hari berturut-turut. Kemudian pada hari ketujuh kalian berjalan mengelilingi kota itu tujuh kali. Pada akhir hari ketujuh, tiuplah terompet itu, dan semua orang berteriak, dan tembok itu akan runtuh."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka harus belajar untuk hidup dalam iman. Namun mereka percaya kepada Allah; mereka pergi ke sana; dan mereka berbaris berputar-putar setiap hari. Dan akhirnya, pada hari ketujuh, dibutuhkan iman yang besar untuk berteriak. Pada saat itu, mereka berteriak sekeras-kerasnya, dan semua tembok itu runtuh. Dan begitulah cara iman bekerja. Iman menaklukkan rintangan karena ia percaya kepada Allah. Allah berkata, "Aku akan melakukan ini dengan cara-Ku,"dan iman berkata, "Itu benar."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Karena iman, Rahab, perempuan sundal itu, menerima pengintai-pengintai itu dengan baik, dan ia tidak binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka.” Ayat ini menunjukkan kasih karunia Allah bagaimana seorang pelacur menemukan jalannya ke dalam jajaran pahlawan iman. Rahab seharusnya disingkirkan karena profesinya. Dan ia adalah seorang kafir. Ia adalah seorang Kanaan. Lebih buruk lagi, ia adalah seorang Amori, anggota ras yang telah Allah ingin hancurkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Catatannya ada di Yosua 2 dan Yosua 6. Para mata-mata itu masuk untuk memeriksa tanah itu, mereka masuk ke Yerikho dan mereka dapat masalah, dan mereka harus bersembunyi. Jadi, mereka masuk ke rumah Rahab dan Rahab menyambut mereka dengan ramah, dan menyembunyikan mereka di dalam jerami di atas atap. Lalu Rahab membiarkan mereka keluar. Rahab melakukannya karena ia tahu Allah telah memberikan tanah itu kepada mereka, dan ia percaya kepada Allah mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tahukah Anda sesuatu? Allah menghormati pelacur di Yerikho itu, orang Amori itu. Tahukah Anda bagaimana Dia menghormatinya? Pertama-tama, Dia menghormatinya melalui keselamatan. Namun lebih dari itu, dia menjadi ibu Boas. Boas menjadi suami Rut, nenek buyut Daud. Rahab si pelacur pindah langsung ke dalam garis keturunan Mesias. Itu menunjukkan anugerah Allah yang tidak layak dia terima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, "Dan apakah lagi yang dapat kukatakan? Waktu sudah terlalu singkat bagiku untuk menceritakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel, dan para nabi." Ia mulai menyebutkan nama-nama pahlawan iman yang hebat. Dan nama-nama itu tidak disebutkan secara kronologis, tetapi mereka semua adalah penguasa. Empat dari mereka adalah hakim-hakim, Samuel adalah hakim dan nabi, dan Daud adalah raja. Mereka semua adalah penguasa yang hebat, dan Anda tahu orang-orang beriman ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Gideon</b></span><span class="cf1"> mengumpulkan 32.000 orang. Ia adalah hakim yang memerintah di Israel, dan Allah telah memberinya tugas untuk memusnahkan orang-orang Midian. Maka, Allah berkata, "Itu terlalu banyak, kurangi saja." Ketika Allah selesai menguranginya, tersisa 300 orang. Dan itu bukan tentang siapa yang terbaik dalam gulat, atau siapa yang terkuat atau yang paling akurat dalam menggunakan senjata; itu hanya masalah bagaimana mereka minum air.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu Tuhan berkata, "Pergilah dan kelilingi perkemahan orang Midian itu." Dan Dia berkata, "Aku ingin kamu membawa satu obor, satu kendi, dan sebuah terompet." Lalu Allah berkata, "Berdirilah di lereng bukit, mengelilingi lembah tempat orang Midian berada, nyalakan obormu, pecahkan kendimu, tiuplah terompetmu, dan semua orang Midian akan berlarian dan saling membunuh." Dan itulah yang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Anda lihat, iman yang terbesar adalah iman yang memiliki keberanian untuk menaklukkan dan berjuang. Dalam Hakim-Hakim 4, </span><span class="cf1"><b>Barak</b></span><span class="cf1"> membawa 10.000 orang untuk berperang melawan Sisera yang merupakan panglima tertinggi pasukan kereta perang sekutu dari Kanaan. Barak tidak dapat mengalahkan Sisera, tetapi ia percaya kepada Allah. Dan ia berkata, “Baiklah, teman-teman, berkemaslah; mari kita mulai.” Barak masuk dan memenangkan pertempuran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Anda menemukan </span><span class="cf1"><b>Simson</b></span><span class="cf1">. Kemudian bacalah Hakim-Hakim 13 - 16 dan lihatlah berapa banyak hal dalam hidupnya yang tampaknya dilakukan atas dasar iman. Anda tahu, Simson tahu bahwa ia memiliki kuasa, tetapi ia tahu siapa sumber kuasa itu. Ia tahu bahwa itu adalah Allah. Dan ia percaya kepada Allah. Dengarkan, Anda harus memiliki banyak iman untuk masuk ke sana dan mengalahkan seekor singa. Nah, ia tahu Allah memberinya kekuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun hidupnya mengalami tragedi yang mengerikan bersama Delilah, hidupnya tetap menonjol sebagai kehidupan iman yang hebat. Ia memiliki keberanian untuk masuk ke sana melawan singa itu. Dan ia adalah orang yang menyebalkan bagi orang Filistin. Dan sepanjang waktu ia akan terlibat dalam pertempuran yang hebat ini, dan ia akan melawan seluruh pasukan sendirian, dan ia tidak pernah berpikir sedetik pun bahwa Allah akan menghentikan kekuatannya. Ia percaya kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan setelah ia dibutakan dan ditemukan di rumah penjara, menggiling gandum seperti binatang, akhirnya rambutnya mulai bertumbuh, dan ia kembali merasa senang di dalam hatinya bersama Allah. Jadi, mereka mengadakan pesta besar di kuil besar, dan ia berkata kepada seseorang, biarkan aku bersandar pada pilar-pilar. Maka, mereka membawanya ke pilar-pilar dan ia mendorong pilar-pilar itu dengan keras dan membunuh banyak orang Filistin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Anda sampai pada </span><span class="cf1"><b>Yefta</b></span><span class="cf1">. Hakim-hakim 11:32-33, salah satu musuh Israel lainnya adalah orang Amon. Dan keberanian Yefta mengalahkan orang Amon. Setelah Yefta muncullah </span><span class="cf1"><b>Daud</b></span><span class="cf1">. Dalam 1 Samuel 17:46, “Hari ini, Tuhan akan menyerahkan engkau kepadaku. Hari ini, aku akan mengalahkanmu, memenggal kepalamu, dan memberikan mayat-mayat perkemahan orang Filistin kepada burung-burung di udara. Maka seluruh dunia akan tahu bahwa Israel mempunyai Allah,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda datang kepada </span><span class="cf1"><b>Samuel</b></span><span class="cf1">. Seorang pria beriman yang hebat. Ia tidak pernah berperang dalam peperangan apa pun. Ia berperang melawan penyembahan berhala. Ia berperang melawan amoralitas. Ia harus berdiri di tengah-tengah masyarakat yang tercemar dan mengatakan kebenaran. Ketika semua orang mulai bergerak ke arah berhala, ia berdiri dan setia kepada Allah yang hidup, dan itulah peperangan yang mungkin merupakan peperangan tersulit yang pernah dihadapi orang:</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33-34</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, menegakkan keadilan, memperoleh apa yang dijanjikan, dan menutup mulut singa-singa. 34 memadamkan api yang berkobar, luput dari mata pedang, memperoleh kekuatan dalam kelemahan, menjadi kuat dalam peperangan dan memukul mundur tentara-tentara asing.” Orang-orang hebat ini, mulai dari para nabi, Samuel sampai Yohanes Pembaptis, mencapai kemenangan dalam perjuangan karena mereka percaya kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan dalam 2 Samuel 8:15, “Dan Daud menjadi raja atas seluruh Israel dan menegakkan keadilan,” dan ini berkaitan dengan mereka yang melakukan apa yang benar ketika orang lain melakukan apa yang salah, dan itu membutuhkan keberanian. “Mereka menutup mulut singa.” Ingat </span><span class="cf1"><b>Daniel</b></span><span class="cf1">? Raja berkata, “Jangan menyembah siapa pun kecuali aku.” Dan Daniel tidak masuk ke dalam kamarnya dan menyembah Allah, ia berbalik ke arah jendelanya dan menyembah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka berkata, "Kamu akan dilempar ke dalam gua singa." Namun seperti yang dikatakan dalam lagu, "Semua singa tidak dapat memakan Daniel." Dikatakan, dalam ayat 34, bahwa beberapa dari orang-orang ini dengan berani memadamkan api yang dahsyat. Anda ingat tiga dari mereka, </span><span class="cf1"><b>Sadrakh, Mesakh, dan Abednego</b></span><span class="cf1">? Mereka dilemparkan ke dalam tungku api. Karena mereka percaya kepada Allah. Dan ketika mereka masuk ke sana, Yesus Kristus sendiri ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Para perempuan menerima orang-orang mati yang dibangkitkan, tetapi orang-orang lain disiksa, tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.” Ingatkah Anda tentang </span><span class="cf1"><b>Elia</b></span><span class="cf1"> dan anak janda dari Sarfat? Ia menyembuhkan anak janda itu yang sudah meninggal. Ingatkah Anda tentang </span><span class="cf1"><b>Elisa</b></span><span class="cf1"> yang membangkitkan anak perempuan Sunem? Iman kedua nabi itu menghidupkan kembali anak-anak itu dari kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, keberanian iman bukan hanya keberanian untuk terus berjuang, atau untuk menang dalam perjuangan, tetapi </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1">, untuk </span><span class="cf1"><b>terus menderita</b></span><span class="cf1">. Terkadang Allah tidak merancang pertempuran untuk menjadi kemenangan. Dia hanya merancang pertempuran untuk terus berlanjut. Nah, Allah bekerja melalui itu, bahkan dalam perpanjangannya. "Orang lain disiksa, tidak menerima pembebasan, sehingga mereka dapat memperoleh kebangkitan yang lebih baik."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Ada pula yang diejek dan dicambuk, juga dibelenggu dan dipenjarakan.” Terkadang tekanan terberat yang datang kepada kami adalah rasa sakit mental, penderitaan karena dikritik. </span><span class="cf1"><b>Yeremia</b></span><span class="cf1">, nabi yang suka menangis yang menghabiskan hidupnya menangisi Israel. Tidak seorang pun pernah mendengarkannya. Mereka mengejeknya begitu banyak. Namun, ia menerimanya. “Begitu pula dengan belenggu dan penjara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Mereka dilempari batu sampai mati, mereka digergaji menjadi dua, mereka mati oleh pedang, mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing, melarat, menderita dan dianiaya.” Rajam batu berarti membunuh. Saksi pertama akan melempar batu besar. Dan jika batu itu membunuh orang tersebut, maka rajam itu selesai. Jika tidak, maka saksi berikutnya akan ikut melempari, dan akhirnya semua orang melempari batu sampai orang itu mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka melakukan ini kepada orang-orang kudus Perjanjian Lama yang tidak mau menarik kembali iman mereka. “Mereka digergaji menjadi dua. Tradisi memberi tahu kami bahwa ini terjadi pada </span><span class="cf1"><b>Yesaya</b></span><span class="cf1">. “Mereka mati oleh pedang” dalam bahasa Yunani yang sebenarnya berarti mereka "mati oleh pembantaian dengan pedang," yang berkaitan dengan pembantaian massal. Beberapa orang beriman Perjanjian Lama dibantai bersama-sama daripada menyangkal Allah. Wah iman mereka begitu besar. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Dunia ini tidak layak bagi mereka.” Berikut ini adalah sedikit gambaran tentang apa yang dialami oleh beberapa orang ini. Betapa beraninya mereka. Penderitaan mengerikan yang menimpa umat Allah dihadapi dengan iman, dan dihadapi dengan keberanian. Dan Allah akan menebusnya di surga untuk selamanya. Mereka akan layak menerima semua yang mereka terima di sana. Kami mungkin menderita di sini; tetapi Allah akan memberi pahala pada kami nanti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, iman sejati memiliki keberanian untuk </span><span class="cf1"><b>mengandalkan keselamatan</b></span><span class="cf1">. Anda tahu, mereka harus hidup dalam harapan, benar? Mereka harus berharap. Keyakinan abadi dari semua orang ini, apakah itu? Mereka percaya bahwa Allah akan menebus mereka dan memberi mereka pahala suatu hari nanti ketika semua penderitaan telah berakhir. </span><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Semua orang ini telah terbukti benar karena iman mereka, tetapi mereka tidak menerima apa yang dijanjikan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40,</b></span><span class="cf1"> “Karena Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kami, supaya mereka tidak dapat disempurnakan tanpa kami.” Tirai selalu menggantung di antara mereka dan Allah. Namun Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kami, supaya mereka tidak dapat disempurnakan tanpa kani. Dengan kata lain, kesempurnaan mereka harus menunggu kami. Perjanjian Baru memberi mereka apa yang tidak dapat diberikan oleh Perjanjian Lama. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Feb 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250202</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000250</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman Musa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000024F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:23-29" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:23-29</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah bagian singkat dari Kitab Suci yang memberi kami karakteristik iman yang ditunjukkan dalam kehidupan Musa. </span><span class="cf1"><b>Ibrani 11:23-29</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan oleh orang tuanya selama tiga bulan, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja. 24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak putri Firaun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">25 Dan ia lebih suka menderita dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26 Sebab ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27 Karena iman, ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja, karena Musa tetap bertahan sebagai orang yang dapat melihat apa yang tidak kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">28 Karena iman, Musa menetapkan Pelewatan dan pemercikan darah, supaya orang Israel tidak kena pembunuh anak sulung itu. 29 Karena iman, mereka menyeberangi Laut Merah seolah-olah mereka berada di tanah kering. Ketika serdadu orang Mesir mencoba menyeberanginya, mereka tenggelam. Nah, di sini Anda memiliki versi ringkas dari kisah Musa. Dan kami telah belajar banyak tentang iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani ini ditulis untuk sekelompok orang Yahudi yang percaya. Dan beberapa orang Yahudi yang berhubungan dengan orang-orang percaya itu, telah mendengar Injil, dan tertarik pada Injil, tetapi belum menaruh kepercayaan mereka kepada Kristus. Dan salah satu pertanyaan tentang Injil Yesus Kristus adalah ini: karena keselamatan menurut Injil adalah melalui iman, apakah itu sesuatu yang baru?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pemahaman mereka tentang Yudaisme telah berkembang menjadi suatu sistem perbuatan. Dan inti dari sistem itu adalah bahwa jika Anda cukup baik dan cukup bermoral, dan menaati semua upacara dan semua ritual, dan melakukan bagian Anda untuk menaati Hukum secara lahiriah, dan melakukan semua hal yang diwajibkan yang telah ditambahkan para rabi ke dalam Kitab Suci, jika Anda berhasil melakukan upaya yang baik untuk itu, Anda akan diterima oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ini semua adalah masalah usaha dan pekerjaan Anda sendiri. Jadi, ketika Injil datang dan berkata, "Lupakanlah menaati Hukum Taurat, lupakan sunatan, lupakan ritual-ritual, tidak satu pun dari itu yang berkontribusi pada keselamatan Anda; semuanya adalah masalah kasih karunia dan iman," orang-orang Yahudi akan bertanya-tanya apakah ini bukan pesan baru. Jadi, penulis Ibrani menunjukkan, bahwa keselamatan selalu terjadi melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami belajar tentang Habel dan bagaimana ia menunjukkan iman. Dan kemudian kami belajar tentang Henokh, dan kemudian kami belajar tentang Nuh. Kemudian kami belajar tentang Abraham, dan kemudian kami mulai belajar tentang para leluhur lainnya juga, yaitu Ishak, Yakub, dan Yusuf. Dan dalam setiap kasus, kami telah melihat bahwa semua orang itu memiliki hubungan yang benar dengan Allah melalui iman. Iman mendefinisikan hubungan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang kami sampai pada Kitab Keluaran, yang menceritakan kepada kami kisah Musa. Kisah Musa sebenarnya dimulai dari awal Kitab Keluaran hingga bab tiga puluh empat Kitab Ulangan. Unsur-unsur kisah Musa terkandung dalam semua bagian tersebut. Satu-satunya bagian dari Pentateukh yang tidak ditulis oleh Musa, termasuk Kitab Kejadian, adalah kisah kematiannya dalam Kitab Ulangan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, asumsi orang-orang Yahudi adalah bahwa Musa adalah model Hukum Taurat. Bahkan, Hukum Taurat malah disebut Hukum Musa. Jadi, orang-orang Yahudi berasumsi bahwa jika ada yang menjadi model legalisme, pastilah itu Musa. Musa adalah seorang legalis arketipe yang utama, jadi sungguh menakjubkan untuk mengatakan bahwa Musa bekerja di alam rohani bukan berdasarkan hukum Taurat, tetapi berdasarkan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, hidupnya ditandai oleh pilihan-pilihan yang berkaitan dengan imannya. Dan ini jauh melampaui Musa karena ini adalah cara yang baik untuk melihat kehidupan iman, karena iman sejati yang menyelamatkan itu selektif. Jika Anda memiliki iman yang menyelamatkan, dan Anda membuat pilihan, ada hal-hal tertentu yang Anda terima, dan ada hal-hal tertentu yang Anda tolak. Dan itu benar-benar dicontohkan bagi kami di sini dalam kisah Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, Musa adalah contoh berikutnya dari kebenaran bahwa keselamatan tidak datang melalui perbuatan, bukan melalui upacara, atau ritual, tetapi melalui iman. Itu adalah kepercayaan pribadi kepada Firman Allah. Dalam mempelajari Habel, kami belajar bagaimana seseorang hidup melalui iman melalui pengorbanan. Habel menunjukkan kepada kami, bagaimana hidup melalui iman. Henokh kemudian menunjukkan kepada kami bagaimana berjalan melalui iman. Dan Nuh menunjukkan kepada kami bagaimana bekerja melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang kami melihat Musa, yang menunjukkan kepada kami bagaimana iman bertindak dalam kaitannya dengan keputusan yang diambilnya. Dan itu adalah cara dasar untuk memandang kehidupan. Hidup adalah serangkaian pilihan yang kami buat. Anda sering mendengar orang berkata, "Saya membuat beberapa pilihan yang buruk." Itu benar-benar betul. Dosa selalu merupakan pilihan yang buruk. Kami menghadapi kesempatan setiap hari, untuk membuat pilihan yang benar. Itu adalah kesempatan tunggal yang tidak akan pernah datang lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Habel memilih jalan Allah, jalan pengorbanan yang lebih baik; saudaranya tidak. Habel diberkati, dan kakaknya dikutuk. Henokh memilih jalan Allah untuk berjalan bersama Allah. Seluruh dunia tidak melakukannya, dan dunia dihancurkan kecuali delapan jiwa. Nuh memilih jalan Allah, dan seluruh sisa umat manusia tenggelam dalam generasinya. Abraham memilih jalan Allah untuk menjalani hidup beriman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ishak, Yakub, dan Yusuf memilih jalan Allah untuk percaya kepada Allah atas apa yang tidak dapat mereka lihat, dan mereka meninggal dengan penuh harapan. Dan inilah contoh Musa yang membuat pilihan-plihan yang benar. Ada banyak tokoh lain dalam Kitab Suci yang dapat Anda lihat sebagai pahlawan iman, tetapi ini adalah kehidupan monumental yang digambarkan dengan sangat hati-hati dalam Perjanjian Lama, yang akan sangat berarti bagi orang-orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu Raja-raja 19:18 berkata, "Ya, Aku telah meninggalkan 7.000 orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia." Ada 7.000 orang Yahudi di Israel yang membuat pilihan yang benar. Dan kemudian ada raja itu, Yosia, 2 Raja-raja 22:2, "Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, sekarang kami lihat Musa, yang membuat pilihan yang benar. Ia memilih untuk percaya kepada Allah, percaya kepada Firman Allah, dan menjalani hidup beriman. Imannya ditunjukkan dalam keputusan-keputusannya, keputusan-keputusan yang berkaitan dengan hal-hal yang ia tolak dan hal-hal yang ia terima. Apa yang ditolak oleh iman sejati? Ayat 24-27, hal pertama yang ditolak oleh iman sejati adalah gengsi dan kehormatan dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena iman maka Musa, setelah dia menjadi dewasa, menolak disebut anak putri Firaun." Musa, melalui pemeliharaan Allah, telah dimasukkan ke dalam keranjang dan dilempar ke Sungai Nil agar hanyut. Ada perintah untuk membunuh semua bayi Ibrani. Kebetulan saja ia hanyut tepat ke tempat putri Firaun sedang mandi, dan ia diangkat menjadi anak putri Firaun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Miryam, saudara perempuan Musa berkata, ‘Haruskah aku pergi dan memanggil seorang perawat untukmu agar dia dapat menyusui anak itu untukmu?’ Putri Firaun berkata, ‘Silakan.’ Maka, gadis itu pergi dan memanggil ibu anak itu. Kemudian putri Firaun berkata, ‘Bawalah anak ini pergi dan susui dia untukku, dan aku akan memberimu upahmu.’ Kebetulan saja sekarang dia diadopsi sebagai anak putri Firaun, dan ibunya dapat menyusuinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka ia menahannya sampai usia 12 tahun, ia akan diajarkan tentang janji kepada Abraham. Ia akan belajar tentang pengulangan janji itu kepada Ishak, Yakub, dan Yusuf. Ia akan belajar tentang kisah Yusuf yang telah meninggal dengan harapan akan Tanah Perjanjian, mengetahui bahwa akan tiba saatnya ketika Allah akan memimpin umat-Nya keluar dari Mesir, bahwa Allah telah kirim seorang penyelamat bagi Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia akan membelajar bahwa orang-orang sedang mengharapkan saat pembebasan mereka dan masuk ke Tanah Perjanjian. Mereka mengharapkan kedatangan Mesias mereka, Dia yang akan meremukkan kepala ular. Ia akan dilatih dalam segala hal yang telah diwahyukan Allah hingga saat itu. Janji perjanjian yang agung kepada Abraham diulangi kepada para leluhur lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan setelah semua pelatihan yang telah diwahyukan oleh Allah hingga zaman Musa, ia mengangkatnya kembali menjadi anak dari putri Firaun. Ia menjadi anaknya, indikasi lain bahwa ia mungkin berusia 12 tahun. Ia menamainya Musa, "Karena aku menariknya keluar dari air." Ayat 10 mengatakan, "Anak itu bertumbuh." Dan ayat 11 mengatakan, "Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada jarak 40 tahun di antara ayat 10-11, yang menurut Kisah Para Rasul 7:22 adalah tahun-tahun di mana ia mempelajari semua hikmat Mesir. Jadi, ia memulai dengan dasar dalam hidupnya yang merupakan kebenaran yang diwahyukan Allah hingga saat itu. Dan sekarang ia mempelajari hikmat orang Mesir. Ini adalah penyembahan berhala dan hieroglif Mesir. Ia juga akan mempelajari bahasa-bahasa bangsa-bangsa di sekitarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika ia sudah dewasa, ia harus mengambil pilihan. Apa pilihannya waktu itu? Jawaban atas dilema itu ada di Ibrani 11:24, "Karena iman, maka setelah dewasa ia menolak disebut anak puteri Firaun." Ia menolak gengsi dunia itu. Firaun adalah penguasa terbesar di bumi ini pada saat itu, dia memiliki budaya yang paling canggih dan dia memiliki masyarakat yang paling maju. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa memiliki hak istimewa berupa gengsi. Ia memahami kehormatan menjadi seorang pangeran di Mesir. Ia memahami statusnya. Ia memahami semua kerumitan kerajaan yang menyertainya. Ia memahami kenyamanannya. Ia memahami para pelayan yang akan dimilikinya, kekuasaan dan kekayaan yang akan dimilikinya. Haruskah ia mempertahankan gengsi dunia atau haruskah ia meninggalkannya demi panggilan Allah?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 7:22, Stefanus berkata, "Putri Firaun membawanya pergi dan mengasuhnya seperti anaknya sendiri. Musa dididik dalam semua ilmu pengetahuan orang Mesir. Ia adalah orang yang berkuasa dalam perkataan dan perbuatan. Dan ketika ia berusia empat puluh tahun, terlintas dalam benaknya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, orang-orang Israel. Dan ketika ia melihat salah seorang dari mereka diperlakukan tidak adil, ia membelanya dan membunuh orang Mesir itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa mengira saudara-saudaranya mengerti bahwa Allah memberikan mereka pembebasan melalui dirinya, tetapi mereka tidak mengerti. Musa mulai menyadari bahwa Allah akan menggunakan dia untuk menjadi pembebas. Dia tahu Allah telah memanggilnya. Jadi, dia membunuh seorang Mesir untuk membela bangsanya. Dia menolak prestise yang ditawarkan Mesir, karena dia tahu Allah memiliki panggilan yang lebih tinggi untuknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah tindakan iman. Karena jika Anda bertindak berdasarkan penglihatan, Anda akan mengambil apa yang telah Anda berikan: kekuasaan, gengsi, uang, ketenaran, semua yang menjadi miliknya sebagai seorang pangeran di Mesir. Ia menukar apa yang dimilikinya dengan apa yang tidak dimilikinya. Ia menukar apa yang dapat dilihatnya dengan apa yang tidak dapat dilihatnya. Kebanyakan orang menjalani hidup mereka dengan mengejar hal-hal tersebut. Namun, Musa menempuh jalan yang panjang dari istana hingga menjadi seorang budak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia mengidentifikasikan diri dengan para budak karena mereka adalah umat Allah. Dan karena Allah memiliki rencana bagi mereka. Rencana itu adalah untuk sebuah tanah dan sebuah janji, kerajaan dan keselamatan, semuanya terikat dalam janji Abraham. Allah akan memberi pahala kepada umat-Nya dengan hal-hal yang jauh lebih besar daripada yang dapat ditawarkan Mesir. Jadi, Musa percaya kepada Allah untuk memberi pahala dan memenuhi tujuan-Nya dalam hidupnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman menolak dunia; menolak semua yang ditawarkan dunia. Keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup, 1 Yohanes 2 menggambarkannya. Iman bersedia menyangkal dirinya sendiri. Jika seseorang tidak mau melepaskan hal-hal duniawi, mereka tidak dapat datang kepada Allah. Ingatlah, tipu daya kekayaan dan keasyikan dengan dunia ini, dan itulah yang menyebabkan ketidakberhasilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, ia menolak kesenangan dunia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Dan lebih suka menderita dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa." Dosa menyenangkan dalam budaya Mesir. Tidak ada keinginan indrawi yang tidak terpenuhi. Tidak ada nafsu yang tidak terpenuhi. Yesaya 21:4 mengatakan, "Malam kenikmatanku telah berubah menjadi ketakutan," hanya mengingatkan kami bahwa kesenangan berlalu dengan sangat cepat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa membuat pilihan yang tepat. Itulah pilihan yang dibuat oleh iman. Iman menaruh kepercayaannya kepada Allah dan berkata, “Aku menaruh kepercayaannya kepada Allah dan berkata, “Saya bersedia melepaskan kesenangan dari dosa.” Jadi, Musa membuat pilihan berdasarkan hati nuraninya untuk menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dari dosa. Itu konsisten dengan apa yang Tuhan kami katakan tentang penyangkalan diri, “Pikullah salibmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, ia berpaling dari kelimpahan dunia</span><span class="cf1"><b>, ayat 26</b></span><span class="cf1">, "Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah." Ini bukanlah kesimpulan yang terburu-buru. Implikasinya di sini adalah kepada upah terakhir, kepada upah ilahi, kepada upah kekal. Ia bersedia turun, untuk menderita perlakuan buruk demi umat Allah. Ia seperti Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Karena iman, ia meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja, karena Musa bertahan seperti orang yang melihat apa yang tidak kelihatan.” Mereka akan mengejarnya; ia harus melarikan diri untuk menyelamatkan diri, dan itulah yang dilakukannya. Ia melarikan diri ke Midian, di mana ia harus tinggal selama 40 tahun. Kata kerjanya sama dengan “meninggalkan.” Jadi, bukan sekadar meninggalkan Mesir secara fisik, tetapi meninggalkan Mesir secara rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Keluaran 5 setelah 40 tahun di Midian, ia kembali. Ia langsung masuk ke istana Firaun dan berkata, "Firaun, biarkan umatku pergi." Kemudian bencana Allah dalam Keluaran 7-11. Pertama, air berubah menjadi darah, kemudian katak, kemudian nyamuk, dan kemudian lalat, kemudian kematian ternak, kemudian barah, hujan es, belalang, dan kegelapan, dan dalam Keluaran 11 bencana terakhir: kematian anak sulung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa percaya kepada Allah dan emudian mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, ia diterima oleh Tuhan. Musa tampak indah di mata Tuhan. Orang tua Musa juga merupakan contoh iman yang mempercayai rencana Tuhan. Iman yang sejati menerima rencana Tuhan. Ayat 29 mengatakan, “Karena iman, maka mereka telah menyeberangi Laut Merah seolah-olah mereka berada di tanah kering. Ketika orang Mesir mencoba menyeberanginya, mereka tenggelam.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250126</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000024F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman yang Bertahan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000024E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:20-22" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:20-22</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada tiga ayat yang perlu kami lihat malam ini dalam Ibrani 11. Pada dasarnya, ayat-ayat ini merangkum sebuah kisah dari Kejadian 12 sampai Kejadian 50. Mari kami lihat Ibrani 11. Dan kami dapat melihat para pahlawan iman. Kami telah membahas Habel, Henokh, Nuh dan Abraham. Dan sekarang kami sampai pada ayat 20 tentang Ishak, Yakub dan Yusuf. Mereka adalah para leluhur dari Kejadian 12-50.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-22</b></span><span class="cf1">, “Karena iman, Ishak memberkati Yakub dan Esau tentang hal-hal yang akan datang. 21 Karena iman, maka Yakub, ketika hampir mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu ia menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya. 22 Karena iman, maka Yusuf, menjelang akhir hidupnya, memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-tulangnya.” Sangat singkat dan sulit dipahami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dari orang-orang ini kami bisa belajar tentang iman dalam menghadapi kematian, sampai akhir hidup kami tanpa pernah menerima apa yang telah dijanjikan Allah. Dalam kasus bapa leluhur, janji itu adalah kerajaan duniawi dan tanah serta berkat dan keselamatan. Namun mereka semua meninggal dengan keyakinan bahwa janji itu akan terpenuhi meskipun mereka belum menerimanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Janji Allah dikenal sebagai perjanjian Abraham, yaitu janji tentang tanah, kerajaan, berkat, keselamatan, dan Juruselamat. Penulis ingin kami memahami bahwa Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf, yang kisahnya mengisi seluruh Kitab Kejadian, semuanya meninggal tanpa menyadari janji itu. Abraham dijanjikan kepemilikan tanah. Satu-satunya tanah yang dimiliki Abraham adalah kuburan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam diri Habel kami melihat kehidupan iman; dalam diri Henokh, perjalanan iman; dalam diri Nuh, pekerjaan iman; dan dalam diri Abraham, contoh iman, dan sekarang kami melihat kemenangan iman yang kekal saat menghadapi kematian. Nah menurut Ibrani 11:6, satu-satunya cara untuk menyenangkan Allah adalah menjadi orang yang beriman. Tanpa iman, mustahil untuk menyenangkan Dia. Jadi, untuk menyenangkan Allah dan dengan demikian menerima keselamatan-Nya, adalah masalah iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Ishak memberkati Yakub dan Esau tentang hal-hal yang akan datang.” Frasa utama di sini adalah “hal-hal yang akan datang.” Abraham telah dijanjikan tanah, bangsa, dan berkat-berkat rohani bagi dunia. Abraham meninggal dalam iman, mewariskan janji itu kepada putranya, Ishak. Ishak melakukan hal yang sama, dan mewariskannya kepada Yakub. Yakub melakukan hal yang sama, mewariskannya kepada Yusuf. Mereka yakin bahwa Allah setia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Anda bukan orang Yahudi, ada baiknya kami kembali dan melihat lagi kisah Ishak dan melihat bagaimana imannya terwujud. Ishak hidup paling lama dari keempat leluhur. Ia hidup lebih lama dari Abraham, lebih lama dari Yakub, dan lebih lama dari Yusuf. Namun, hanya sedikit tercatat tentangnya daripada yang lain. Pada dasarnya, hal itu dimasukkan dalam Kejadian 25, 26, dan 27.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ishak adalah seorang laki-laki biasa dari seorang ayah yang luar biasa yang kemudian menjadi ayah biasa dari seorang putra yang luar biasa. Ia menjalani kehidupannya yang relatif tenang dan mungkin paling dikenal karena rohaninya lemah dan sifatnya pasif. Mari kami kembali ke Kejadian 26. Ini menjadi kisah yang menggembirakan kami karena pria ini dengan segala kelemahannya ada di dalam daftar pahlawan iman. Jadi, ada harapan bagi kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kejadian 26:1 mengatakan, “Ada kelaparan di negeri itu.” Itu terjadi di negeri Israel, tempat keluarga Abraham tinggal dan mereka harus pergi ke tempat lain untuk mendapat makanan. “Maka pergilah Ishak ke Gerar, sebuah kota orang Filistin yang terletak di perbatasan Mesir. Maka berfirmanlah Tuhan, ‘Jangan pergi ke Mesir; tinggallah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.’” Setelah itu, Allah mengulangi perjanjian Abraham itu kepada Ishak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat 3: “Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang-bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu segala negeri ini; kepada keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat; karena Abraham mendengarkan Aku dan memelihara kewajiban kepada-Ku, perintah-perintah-Ku, ketetapan-ketetapan-Ku dan hukum-hukum-Ku.” Ishak tidak pernah menyeberangi perbatasan. Namun, kelemahannya segera terlihat waktu Ia berbohong tentang istrinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 7, “Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang istrinya, ia berkata, ‘Dia adikku,’ karena ia takut mengatakan, ‘istriku,’ karena ia pikir, ‘orang-orang di tempat itu bisa saja membunuhku karena Ribka, sebab ia sangat cantik.” Dari mana ia mempelajari hal itu? Dari Abraham yang melakukannya dua kali dalam Kejadian 12 dan Kejadian 20. Abraham takut bahwa seseorang akan mengambil Sarah karena Sarah sangat cantik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham menyuruh Sarah untuk mengatakan bahwa dia adalah saudara perempuanku supaya mereka tidak membunuh aku. Ketika para pegawai Firaun melihatnya, wanita itu dibawa ke rumah Firaun. Karena itu, dia memperlakukan Abraham dengan baik demi wanita itu; dan memberinya domba, lembu, keledai, hamba-hamba dan unta-unta.” Tetapi Tuhan memukul Firaun dengan malapetaka yang besar. Firaun memanggil Abram dan berkata, “Mengapa kamu tidak memberitahuku bahwa dia istrimu? Ini istrimu, silakan pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini terjadi lagi dalam Kejadian 20. Abimelekh mengambil Sarah. Tetapi Allah datang kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Lihatlah, engkau akan mati karena perempuan yang kauambil itu sudah bersuami." Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan bertanya, "Apakah dia istrimu?" Mengapa engkau berkata, "Dia saudara perempuanku?" Jadi Abimelekh memperingatkan orang-orang dalam ayat 11, "Siapa pun yang menyentuh pasangan ini harus dihukum mati."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada kisah tentang dua anak kembar dalam rahim Ribka di </span><span class="cf1"><b>Kejadian 25:22-23</b></span><span class="cf1">, "Anak-anak itu bergumul di dalam rahimnya, lalu ia berkata: "Mengapa hal ini terjadi?" Ayat 23, "Berfirmanlah Tuhan: "Dua bangsa ada dalam rahimmu; dua suku bangsa akan lahir darimu, dan akan terpisah dari tubuhmu. Suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan melayani anak yang muda."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui Yakub akan datang orang-orang Yahudi; melalui Esau akan datang orang-orang Edom, yaitu orang-orang Arab. Yang lebih tua adalah Esau, yang lebih muda adalah Yakub, tetapi mereka terbalik dalam hal hak kesulungan. Sebelum mereka lahir, Tuhan memilih Yakub dan berkata, "Yakub telah Kukasihi, dan Esau telah Kubenci." Dua bangsa, yang satu lebih kuat dari yang lain, yang satu melayani yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Anda memiliki indikasi yang baik tentang kedaulatan ilahi, tujuan Allah untuk memberikan anugerah kepada satu garis keturunan, satu orang dan menahannya dari yang lain. Allah memiliki hak untuk memberikan berkat-Nya sesuai dengan kehendak kedaulatan-Nya sendiri. Allah adalah pencipta segala sesuatu, Dia memiliki hak yang tidak terbatas atas semua ciptaan-Nya. Ia menciptakan dunia ini dan itu semua berdasarkan kesenangan-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>Kejadian 27:1</b></span><span class="cf1">, “Ketika Ishak sudah tua dan matanya sudah kabur sehingga ia tidak dapat melihat lagi, ia memanggil Esau, anaknya yang sulung, dan berkata kepadanya: “Anakku.” Ishak berusia 137 tahun. Ayat 3-4, “Jadi pergilah ke padang untuk berburu binatang buruan bagiku. 4 Kemudian olahlah bagiku hidangan yang lezat, yang kugemari, dan bawalah kepadaku untuk dimakan, supaya aku dapat memberkati engkau sebelum aku mati.” Ia sebenarnya hidup 43 tahun lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa waktu yang lalu, Yakub masak sup, Esau datang dari ladang dan ia sangat lapar; jadi Esau berkata kepada Yakub, ‘Biarkan aku makan sup merah itu di sana, karena aku sangat lapar.’ “Tetapi Yakub berkata, ‘Juallah hak kesulunganmu kepadaku.’ Esau berkata, ‘Aku akan segera mati, jadi apa gunanya hak kesulungan itu?’ Dan Yakub berkata, ‘Bersumpahlah dahulu kepadaku,’ jadi ia bersumpah dan menjual hak kesulungannya pada Yakub.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ishak mengabaikan Firman Allah dalam nubuat dan pernikahannya dengan wanita-wanita kafir. Kata Ribka kepada Yakub, ‘Aku mendengar ayahmu berbicara kepada Esau, untuk membawakannya beberapa hewan buruan dan menyiapkan hidangan lezat, dan memberkati Esau sebelum kematiannya.’ Maka Ribka menyuruh Yakub untuk membawa dua kambing muda sehingga dia bisa menyiapkan hidangan yang disukai ayahmu. Lalu pergilah kepada ayahmu supaya dia bisa memberkatimu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakub menjawab, ‘Esau, adalah orang yang berbulu, sedangkan aku ini orang tidak berbulu.’ Ibunya berkata kepadanya, ‘Kutukan dia ataskulah.’ Maka Ribka mengambil pakaian Esau dan memakaikannya kepada Yakub. Ia meletakkan kulit kambing itu pada telapak tangan dan leher Yakub. Kemudian ia memberikan makanan dan roti itu kepada Yakub. Yakub berkata kepada ayahnya, ‘Aku Esau. Aku telah melakukan seperti yang kaukatakan kepadaku. Berkatilah aku.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ishak berkata kepada anaknya, ‘Bagaimana mungkin engkau mendapatkannya secepat itu, anakku?’ Dan ia menjawab, karena Tuhan Allahmu, telah membuat hal itu terjadi padaku.’” Satu kebohongan menyusul kebohongan lainnya. Dan Ishak berkata, ‘Silakan mendekat, agar aku dapat menciummu.’ Ketika Ishak mencium bau pakaiannya, ia memberkatinya dan berkata, ‘Bau anakku seperti bau ladang yang diberkati Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semoga Allah memberimu embun dari surga, tanah yang subur, gandum yang berlimpah dan anggur yang baru. Semoga bangsa-bangsa melayanimu, suku-suku bangsa tunduk kepadamu; jadilah tuan atas sanak saudaramu. Terkutuklah orang-orang yang mengutukmu, dan diberkatilah orang-orang yang memberkatimu.” Begitu Ishak selesai memberkati Yakub dan Yakub meninggalkan Ishak, Esau, kakaknya, datang dari perburuannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Esau juga membuat makanan lezat dan membawanya kepada ayahnya. Ia berkata, "Biarkan ayahku memakan hasil buruan anaknya, supaya engkau dapat memberkati aku." Ayahnya Ishak bertanya kepadanya, "Siapakah engkau?" Ia menjawab, "Aku Esau, anak sulungmu." Ishak gemetar hebat. Ia tahu apa yang telah diperbuatnya. Ketika Esau mendengar perkataan ayahnya, ia berteriak dengan suara yang sangat pedih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Esau berkata kepada ayahnya, "Berkatilah aku juga, hai ayahku!" Dan Ishak berkata, "Adikmu datang dengan tipu daya dan telah merampas berkatmu." Lalu Esau berkata, "Ia telah merampas hak kesulunganku, dan sekarang ia telah merampas berkatku." Ishak berkata kepadanya, "Dengan pedangmu engkau akan hidup, dan saudaramu akan engkau layani." Engkau akan membebaskan dirimu dari saudaramu, engkau akan menjadi pemberontak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan meskipun kehidupan yang orang-orang itu jalani mengerikan dan kebohongan serta tipu daya terus berlangsung, hal itu terus berlanjut. Pertama, Yakub tidak pernah melihat ibunya lagi. Ia terasing dari saudaranya dan hidup dalam ketakutan bahwa saudaranya akan membunuhnya. Kemudian, ia bertemu lagi dengan saudaranya dan nyawanya diselamatkan. Penulis Kitab Ibrani itu mengatakan bahwa ia mendemonstrasikan imannya mengenai hal-hal yang akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami kembali ke Ibrani 11:21, “Karena iman maka Yakub, ketika hampir mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu ia menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.” Hidup dalam iman, untuk Yakub seperti ayahnya Ishak. Hidupnya suram, berlumpur, dan gelap. Namun, ia berjalan dalam iman, seperti Ishak. Ia menghadapi banyak pergumulan. Kemenangan datang sangat sulit baginya, tetapi imannya tidak pernah luntur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukalah </span><span class="cf1"><b>Kejadian 28:10</b></span><span class="cf1">, “Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba dan pergi ke Haran. 11 Dia sampai di suatu tempat, dan ia bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Kemudian diambilnyalah sebuah batu dari tempat itu dan ditaruhnya di bawah kepalanya, lalu ia berbaring di tempat itu. 12 Maka bermimpilah ia, di bumi didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 13 mengatakan, “Tuhan berdiri di atasnya dan berfirman, ‘Akulah Tuhan, Allah ayahmu Abraham dan Allah Ishak; tanah yang kautempati itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.’” Berikut ini adalah pengulangan perjanjian Abraham kepada keturunan berikutnya dalam garis keturunan genetik. Ayat 16 mengatakan, “Lalu Yakub terbangun dari tidurnya dan berkata, ‘Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.’</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 20, “Yakub bersumpah, katanya, ‘Jika Allah akan menyertai dan melindungi aku di perjalanan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku dapat pulang dengan selamat ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku.” Di sinilah tanda-tanda imannya. Ia ingin Tuhan menjadi Allahnya. Ia bergantung pada Tuhan, dan kami melihatnya dalam Kejadian 32. Ia takut kepada kakaknya, Esau.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kejadian 48:1, “Sesudah itu diberitahukanlah kepada Yusuf: ‘Ayahmu sakit.’ Maka dibawanyalah kedua putranya, Manasye dan Efraim.” Ketika mereka tiba di negeri itu, kedua belas suku itu diberi jatah tanah, tetapi sebenarnya ada 13 suku Israel karena salah satu suku itu adalah Yusuf, tetapi jatahnya dibagi dua, Efraim dan Manasye. Dan suku Lewi tidak mendapat tanah karena mereka adalah para imam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Yusuf muncul bersama kedua anak lelakinya, Efraim dan Manasye. Yakub telah mengubah namanya menjadi Israel.“ Ia mengumpulkan kekuatannya dan duduk di tempat tidur. Yakub berkata kepada Yusuf, ‘Allah Yang Mahakuasa menampakkan diri kepadaku di Betel dan Dia memberkati aku. Ia berfirman, “Sesungguhnya, Aku akan membuatmu beranak cucu dan banyak jumlahnya, dan membuatmu menjadi suatu kumpulan bangsa-bangsa, dan memberikan kepadamu negeri ini kepada keturunanmu sesudah engkau untuk menjadi milik pusaka yang kekal selamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 14 mengatakan, tetapi Israel (Yakub) meletakkan tangan kanannya atas Efraim, yang lebih muda, dan meletakkan tangan kirinya atas Manasye, anak sulung. Yusuf berpikir bahwa itu adalah kesalahan, tetapi Israel menolak dan memberkati Efraim. Adiknya akan lebih besar darinya, dan keturunannya akan menjadi banyak bangsa.’ Demikianlah ia menempatkan Efraim di hadapan Manasye.” Jadi Efraim menjadi nama lain bagi Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>Kejadian 50:22</b></span><span class="cf1">, “Yusuf ada di Mesir, ia beserta seisi rumah ayahnya. Ia hidup selama 110 tahun. Yusuf melihat keturunan ketiga dari anak-anak Efraim. Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “di ayat 24, aku hampir mati, tetapi Allah pasti akan memelihara kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini.” Dia menjanjikan tanah itu kepadamu, mereka masih di Mesir, mereka tidak pernah berada di negeri itu, dan mereka tidak pernah memiliki kerajaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apa yang penulis Kitab Ibrani katakan kepada kami? Anda sekarang mengerti, benar? Mereka adalah orang-orang yang beriman. Maksud saya, seluruh hidup mereka dibangun di atas janji yang telah diberikan kepada Abraham dan diteruskan kepada ketiga bapa leluhur lainnya. Dan segala sesuatu dalam hidup mereka difokuskan pada keyakinan mereka bahwa Allah akan melakukan apa yang Dia katakan. Dia akan lakukan itu karena Allah dapat dipercaya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jan 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250112</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000024E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman Abraham]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2025"><![CDATA[2025]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000024D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:8-19" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:8-19</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Firman Allah tidak lekang oleh waktu. Kami sampai pada Ibrani 11 dan ada ilustrasi lain tentang iman. Kitab Ibrani ditulis untuk beberapa orang Yahudi dalam konteks Timur Tengah dan dalam budaya di Israel yang sangat berbeda dengan budaya kami, namun pelajarannya tidak terbatas. Kitab Ibrani membuktikan bahwa keselamatan melalui iman adalah doktrin kuno. Perjanjian Lama tidak pernah mengajarkan keselamatan melalui perbuatan; melainkan selalu mengajarkan keselamatan melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman adalah satu-satunya jalan untuk berdamai dengan Allah, untuk memahami dan memeluk kenyataan Allah yang benar dan hidup. Iman adalah satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam hubungan yang benar dengan-Nya. Pemberitaan Injil tidak bersaing dengan hal-hal yang telah didengar oleh orang-orang Yahudi. Sayangnya, mereka telah diberi bentuk Yudaisme yang murtad yang telah berkembang menjadi sistem perbuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, untuk menyampaikan maksud-Nya kepada orang-orang Yahudi ini, Roh Kudus kembali dan membicarakan kisah para pahlawan iman dalam sejarah Yudaisme. Habel dan kehidupan imannya. Henokh dan perjalanan imannya, Nuh dan pekerjaan imannya. Dan kami telah melihat dalam setiap kasus bahwa hubungan mereka dengan Allah, keselamatan mereka bukanlah hasil perbuatan, melainkan hasil iman. Mereka percaya kepada Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata</span><span class="cf1"><b> Ibrani 11:8</b></span><span class="cf1">, "Karena iman, maka Abraham, setelah dipanggil, taat dan berangkat menuju ke tempat yang akan diterimanya sebagai warisan, meskipun ia tidak tahu ke mana ia pergi." Zaman baru dalam sejarah manusia dimulai. Sebelumnya, Allah memelihara hubungan umum dengan umat manusia setelah air bah. Sampai suatu peristiwa terjadi dalam pembangunan Menara Babel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu benar-benar perwujudan kesombongan dan penyembahan berhala manusia. Hubungan umum yang mereka miliki dengan Allah hancur untuk selamanya. Allah mengubah umat manusia sehingga mereka tersebar di seluruh muka dunia ini dan bahasa mereka semua berubah sehingga mereka tidak dapat berbicara satu sama lain, dan mereka tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Itulah harga yang harus dibayar karena manusia memberontak terhadap Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untungnya, Allah akan menyatakan diri-Nya melalui satu orang, Abraham. Ia menjadi bapa bangsa Israel dan Israel menjadi bangsa yang menjadi gudang wahyu ilahi. Rencana Allah adalah untuk mengirimkan Firman-Nya dengan cara yang khusus kepada orang-orang yang disebut Israel, anak-anak Abraham. Dan mereka kemudian akan memiliki Firman-Nya, dan mereka akan memberitakan Firman-Nya kepada semua bangsa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan menjadi orang-orang yang akan memberitakan bahwa keselamatan tersedia, bahwa orang berdosa dapat didamaikan dengan Allah melalui iman. Sumber keselamatan kemudian mengalir melalui Abraham. Dan itu harus dicontohkan dalam diri Abraham karena Abraham adalah titik kontak utama antara Allah dan rencana penebusan-Nya. Hidupnya menjadi pola bagi semua orang yang datang kepada Allah melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Roma 4:1, Paulus berkata, "Jadi apakah akan kami katakan tentang Abraham, bapa kami menurut daging, bagaimanakah ia diselamatkan?" Sebab jika Abraham dibenarkan karena perbuatannya, ia memiliki sesuatu untuk dibanggakan, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apa yang dikatakan Kitab Suci? Dan kemudian Roh Kudus mengutip Kejadian 15:6 yang mengatakan, "Abraham percaya kepada Allah, dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Janji keselamatan melalui iman datang kepada Abraham dan semua orang yang datang melalui iman. Stefanus, seorang Yahudi, dan Paulus, seorang Yahudi, memahami tempat yang dimainkan Abraham dalam sejarah keselamatan melalui iman. Hal ini bertentangan dengan pemikiran Yudaisme bahwa seseorang harus berusaha keras untuk sampai kepada Allah. Orang-orang Yahudi memutuskan bahwa Abraham lebih baik dalam segala hal daripada orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu bukanlah yang diajarkan Alkitab. Dan untuk menghancurkan ini, Roh Kudus di sini dan di tempat lain, kembali kepada Abraham untuk menetapkan fakta bahwa Abraham adalah seorang pria yang datang kepada Allah dan hidup bersama Allah melalui iman. Perjanjian Baru dengan jelas mengatakan ini berulang kali. Dia dibenarkan oleh iman dan hanya oleh iman. Itu, tentu saja, merupakan perubahan yang sangat dramatis dari apa yang biasa dilakukan orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kami sampai kepada Abraham, kami mendapatkan gambaran yang lengkap. Izinkan saya memberikan lima ciri iman yang menunjukkan kepada kami kelengkapan iman Abraham. </span><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ziarah iman, ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Karena iman maka Abraham, ketika ia dipanggil, taat dan berangkat ke tempat yang akan diterimanya sebagai warisan. Ia berangkat tanpa mengetahui ke mana ia harus pergi.” Ketaatannya bersifat langsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah marilah saya bercerita tentang Abraham. Ia adalah seorang penyembah berhala yang belum dilahirkan kembali. Ia adalah hasil dari penyebaran orang-orang yang terlempar ke mana-mana dari Menara Babel. Ia tidak lebih baik dari orang lain. Yesaya 51:2 berkata, “Lihatlah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan engkau; ketika Aku memanggilnya, ia masih satu orang saja, Aku memberkatinya dan memperbanyaknya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham menanggapi dengan iman. Ia percaya kepada Allah dan perpisahan pun terjadi. Ia sedang menaati perintah Allah ketika Allah masih memanggilnya. Begitulah awalnya. Ia memutuskan semua ikatan keluarganya. Ia meninggalkan hal-hal yang nyaman, untuk menerima ketidakpastian. Namun, kehidupan iman bersedia melakukan itu karena kehidupan iman dibuat rela pada hari kuasa ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kehidupan beriman menuntut kami untuk melepaskan diri dari segala sesuatu yang sudah dikenal, segala sesuatu yang lama. Ini adalah dunia yang baru dan meskipun Anda tidak tahu apa itu karena Anda tidak benar-benar mewarisinya sampai Anda meninggalkan dunia ini, kehidupan beriman dimulai dengan kemauan untuk memisahkan diri dari segala sesuatu yang sudah dikenal dan terlihat. Di sinilah ziarah setiap orang Kristen dimulai, saat Anda memisahkan diri dari dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>kesabaran iman, ayat 9-10</b></span><span class="cf1">. “Karena iman ia diam sebagai orang asing di tanah perjanjian dan tinggal di kemah bersama-sama dengan Ishak dan Yakub, teman-teman pewaris janji yang sama itu. Sebab ia menantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.” Dan dalam Kisah Para Rasul 7:5, ia bahkan tidak memiliki tanah. Tanah itu dijanjikan kepadanya tetapi tidak pernah benar-benar dimiliki. Baca selengkapnya di Kejadian 23.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah Abraham, janji Allah yang tidak pernah dilihatnya dalam hidupnya, ia tidak pernah memiliki tanah, ia mengembara melalui Kanaan Israel sebagai penghuni tenda, tetapi dia tidak pernah meninggalkan imannya pada janji masa depan. Ia tidak menyerah pada harapannya, ia terus berharap, ia terus beriman, ia terus menjunjung tinggi janji Allah. Itu memotivasinya. Itu mendorongnya maju. Abraham tidak pernah merasa tidak sabar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman Abraham tidak pernah gagal. Iman Ishak tidak pernah gagal. Iman Yakub tidak pernah gagal. Itulah kesabaran iman. Iman yang bertahan adalah satu-satunya iman yang menyelamatkan. Yakobus 1 berkata, “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu menghadapi berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Iman seperti ini benar-benar tuli terhadap keraguan yang fatal, buta terhadap hal-hal yang tidak mungkin, dan itu terus bertahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 10, “Karena ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.” Ketika Allah datang kepadanya, Ia pasti telah memberitahukan kepadanya siapakah Dia dan apakah arti keselamatan. Bahwa bukan hanya ada tanah yang akan ditujunya, tetapi juga ada kota yang fondasinya akan direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri, dan inilah surga dari segala surga.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Betapa kontrasnya dengan Lot. Kejadian 13:12 mengatakan, "Abraham tinggal di tanah Kanaan, “tempat yang telah diperintahkan Allah kepadanya. Lot mendirikan kemahnya "di Sodom." Abraham ingin hal-hal surgawi. Lot ingin hal-hal duniawi. Jika Anda terus-menerus melihat hal-hal duniawi, kesuksesan, uang, ketenaran, kesenangan, itu adalah penyerapan yang merusak dan membinasakan. Jika Anda berfokus kepada surga, pada janji-janji Allah, Anda akan bertahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan bertahan ketika fokus Anda tertuju pada apa yang tidak terlihat, yaitu Dia yang tidak kelihatan dan kenyataan yang tidak terlihat tentang kemuliaan surga yang dijanjikan kepada kami. 1 Yohanes 3 berkata, "Barangsiapa memiliki pengharapan ini, ia menyucikan dirinya." Jadi, apa yang kami pelajari tentang kehidupan beriman? Itu dimulai dengan ziarah iman, kemudian itu akan menuntut kesabaran iman saat Anda bertahan dengan tetap menatap dunia yang akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>kuasa iman</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Karena iman maka Sarah sendiri, meskipun ia tidak dapat mempunyai anak, beroleh kekuatan untuk mengandung, meskipun ia telah lewat umurnya, karena ia menganggap, bahwa Dia yang memberikan janji itu setia.” Dalam Kejadian 12, ada janji bahwa akan ada suatu umat yang akan lahir dari pinggangnya. Inilah janji Allah yang setia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman melihat yang tidak kelihatan, iman melihat yang mustahil, dan itulah kuasa iman. Iman percaya kepada Allah untuk melakukan apa yang secara manusiawi tidak dapat dilakukan. Dan ketika iman seperti itu hadir, Allah bertindak atas nama iman itu. Sarah adalah istri yang baik. Namun, dia tidak menunjukkan iman apa pun. Jadi, ketika Anda melihat ayat 11, bagaimana bisa dikatakan "karena iman, Sara sendiri menerima kuasa untuk mengandung keturunan?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini memberi tahu kami bahwa Sarah menerima titipan benih laki-laki, bahkan setelah masa kelahiran yang tepat. Dia adalah realitas yang menyertai. Anda harus memiliki seorang istri untuk melahirkan anak itu. Dengan iman, Allah memberi Abraham kuasa untuk menghamili Sarah. Iman itu bukan iman Sarah, iman itu iman Abraham karena ia percaya. Dalam Roma 4:17 Allah berkata, "Aku akan menjadikan engkau bapa banyak bangsa."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan dalam Kejadian 15:6, “Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” Inilah Abraham yang dibenarkan, yang kebenarannya diperhitungkan kepadanya, orang ini yang memiliki iman yang tak tergoyahkan. Jadi </span><span class="cf1"><b>Ibrani 11:12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Jadi dari satu orang, bahkan dari orang yang telah dianggap mati suri, muncul keturunan seperti bintang-bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kekuatan yang Allah berikan kepadanya untuk melahirkan anak itu, menyebabkan ada anak lagi, Ismael dengan Hagar. Dan ketika Sarah meninggal, menurut Kejadian 25:2, ia mengambil seorang istri bernama Ketura dan sekarang ia sudah berusia lebih dari seratus tahun dan ini adalah setelah banjir dan ia memiliki enam orang putra lagi. Itulah kuasa iman yang menyelesaikan hal yang mustahil. Allah membuat janji-janji yang menggenapi mereka yang percaya kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi kami, itu adalah kuasa Allah dalam mukjizat pertobatan, dalam mukjizat pelayanan rohani, dalam bantuan yang mengubah hidup dalam penggunaan karunia-karunia Roh, dalam penggunaan kuasa Roh dengan orang lain dalam persekutuan gereja. Iman adalah sakelar pengapian menuju kuasa rohani yang membuat kami berguna dan memungkinkan Allah melalui kami untuk melakukan panen sebanyak 30, 60, dan seratus kali lipat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>ketekunan iman</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13-16</b></span><span class="cf1">, “Dalam iman mereka semua ini telah mati, meskipun mereka belum menerima apa yang dijanjikan itu. Tetapi dari jauh mereka melihatnya dan memberi salam kepadanya dan mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang sementara di bumi ini. 14 Nah mereka yang berkata demikian, menyatakan dengan jelas, bahwa mereka sedang mencari suatu tanah air. 15 Dan jika mereka bertanya tentang asal mereka,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan memiliki kesempatan untuk kembali. 16 Tetapi sekarang mereka menginginkan tempat yang lebih baik, yaitu satu tempat surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” Janji Perjanjian kepada Abraham diulangi kepada Ishak dalam Kejadian 26, diulangi kepada Yakub dalam Kejadian 28 bahwa mereka akan menerima warisan duniawi dan warisan surgawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sana kami menemukan ketekunan iman. Iman itu sabar menanggung segala kekurangan dalam hidup ini karena fokusnya adalah pada janji yang ada di masa depan. Itulah keseluruhan cerita dari pasal ini karena Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kami. Janji itu pasti karena Allah dapat dipercaya. Dan mereka bertekun dalam iman ini, sambil menatap ke kota surgawi itu di masa depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>bukti iman</b></span><span class="cf1">. Ujian yang sesungguhnya bukan hanya ketaatan dengan pengorbanan. “Karena iman, Abraham, waktu ia dicobai, mempersembahkan Ishak.” Allah datang dalam Kejadian 22, dan berkata kepada Abraham, “Aku ingin engkau mempersembahkan anakmu di atas mezbah. Aku ingin engkau mempersembahkan anakmu di atas mezbah itu bagi-Ku.” Bagaimana engkau akan memiliki keturunan jika kata </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “orang yang kepadanya telah dikatakan, keturunanmu akan berasal dari Ishak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham bangun pagi-pagi, lalu memasang pelana pada keledainya, lalu membawa dua orang bujangnya dan Ishak, anaknya. Ia membelah kayu untuk korban bakaran, lalu berangkat menuju tempat yang telah dikatakan Allah kepadanya. Keduanya berjalan bersama-sama. Ishak berkata kepada Abraham, "Ayahku! Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham berkata, ‘Allah akan menyediakan bagi-Nya domba untuk korban bakaran, anakku.’ Maka berjalanlah mereka berdua bersama-sama. Mereka sampai di tempat yang telah Allah katakan kepada mereka, Abraham mendirikan mezbah di sana, menata kayu, mengikat Ishak, anaknya, dan membaringkannya di atas mezbah, di atas kayu. Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.” Mengapa ia melakukan itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ibrani 11:19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Abraham menganggap bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang bahkan dari antara orang mati, karena itu ia menerimanya kembali, secara kiasan.” Bagaimana ia tahu itu? Karena ia sudah hampir mati, dan Allah telah memberikan hidup kepadanya dan hidup melalui dia kepada anaknya ini. Ia tahu bahwa hukum Allah melarang seseorang membunuh anaknya. Ia tahu bahwa Allah benci pengorbanan manusia dan selalu berupa binatang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham menganggap bahwa Allah sanggup membangkitkan orang dari antara orang mati, dan dari situ ia pun menerimanya kembali sebagai gambaran. Siapakah yang telah menyerahkan nyawa-Nya di atas mezbah dan bangkit dari antara orang mati? Ini sebuah gambaran tentang Kristus. Hanya Kristus yang benar-benar mati. Ishak tidak mati. Itulah iman yang penuh. Itulah iman yang telah melewati ujian akhir. Itulah kehidupan iman yang diteladankan oleh Abraham. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jan 2025 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20250105</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000024D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kredensial Ilahi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000024C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+1:15-19" target="_blank" class="imCssLink">Kolose 1:15-19</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya ingin berbicara tentang Imanuel, “Allah beserta kami” - Siapakah anak ini? Pengumuman kepada Yusuf adalah bahwa anak ini akan diberi nama Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka; dan bahwa nama-Nya adalah Imanuel, yang dalam bahasa Ibrani berarti “Allah beserta kami.” Allah turun untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Saya ingin kita memikirkan tentang realitas tentang siapa Kristus pada saat ini. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami beralih ke kata-kata Paulus dalam Kolose 1. Di sini Roh Kudus menyusun gambaran Kristus untuk mengidentifikasi-Nya. Bahkan, bagian ini mengidentifikasi-Nya berhubungan dengan Allah, dengan dunia, dengan para malaikat, dengan gereja, dan dengan semua orang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15-18</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. 16 Karena segala sesuatu diciptakan oleh Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di surga dan di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ia jugalah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang terutama di dalam segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini benar-benar ringkasan pernyataan yang menakjubkan yang memberi kami gambaran akurat tentang Tuhan Yesus Kristus. Mari kami mulai dengan </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, "</span><span class="cf1"><b>Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan</b></span><span class="cf1">." Nah kami tahu dalam Kejadian 1:26-27, Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, menurut rupa-Nya sendiri. Kami diciptakan pada hari keenam menurut gambar Allah, menurut rupa Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada makhluk lain yang diciptakan menurut gambar Allah. Hanya manusia yang dapat bernalar. Hanya manusia yang dapat berpikir secara abstrak. Hanya manusia yang memahami moralitas. Manusia memahami keindahan. Manusia memiliki emosi. Manusia mengekspresikan keinginan. Manusia memahami seni, kreativitas, keterampilan. Manusia memiliki bahasa yang kompleks, bahasa yang jauh melampaui bentuk komunikasi apa pun oleh makhluk lain. Manusia dapat mengalami kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah adalah trinitas, tiga dalam satu, adalah Allah yang memiliki hubungan, dan Allah menciptakan kami untuk memiliki hubungan satu sama lain, dan bahkan dengan diri-Nya sendiri. Itulah ciptaan manusia. Namun di sini tidak dikatakan bahwa Allah menciptakan Yesus menurut gambar-Nya; disini dikatakan bahwa Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Manusia diciptakan menurut gambar Allah. Manusia bukanlah Allah. Kristus adalah gambar Allah, dan karena itu adalah Allah. Dia tidak diciptakan oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada keraguan dalam pikiran musuh-musuh-Nya bahwa Ia mengaku diri-Nya menjadi Allah; dan Ia menunjukkan kenyataan itu melalui firman -Nya dan karya-Nya. Lihatlah perbuatan-perbuatan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya, sikap-Nya terhadap dosa dan kebenaran, terhadap manusia dan pergumulan mereka serta masalah-masalah mereka, terhadap kehidupan, terhadap kematian, terhadap anak-anak, terhadap agama dan Anda melihat sikap Allah terhadap semua itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1"> Kristus diidentifikasikan sebagai "</span><span class="cf1"><b>yang sulung atas segala ciptaan</b></span><span class="cf1">." Itu bukan kronologi, karena ada banyak orang yang lahir sebelum Dia lahir. Dan itu juga tidak berarti bahwa Dia diciptakan dalam arti bahwa Dia tidak ada sebelumnya, karena diciptakan, Dia selalu berada. Ibrani 10:5 mengatakan, "Suatu tubuh telah Engkau persiapkan bagi-Ku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia sudah ada, Allah hanya menciptakan tubuh untuk-Nya, untuk datang ke dunia ini untuk hidup, mati, dan bangkit kembali. Tetapi apakah artinya Dia adalah yang sulung? "Yang sulung" adalah kata dalam bahasa Yunani yang berarti "yang utama." Dari semua orang yang pernah diciptakan, Dia adalah yang utama. Itulah yang dimaksud dengan "yang sulung". Yang sulung adalah Anak yang memiliki semua hak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus adalah pewaris segala sesuatu yang dimiliki Allah. Dialah yang di masa depan akan mengambil alih hak milik atas alam semesta dan akan mengambil kembali alam semesta itu, mendirikan kerajaan-Nya, dan kemudian menciptakan langit baru dan bumi baru. Melihat kehidupan-Nya, Dia menunjukkan kuasa atas alam, atas penyakit, dan bahkan atas kematian. Dia berkata dalam Matius 25 suatu hari nanti Dia akan datang kembali dan menghakimi setiap orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 5, Ia berkata bahwa Bapa telah menyerahkan penghakiman itu kepada-Nya. Ia akan membedakan dan menentukan akhir kekal setiap orang. Ia berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” Ia adalah Allah dan Ia mengaku memiliki kuasa yang hanya dimiliki Allah atas segala sesuatu dan semua orang. Dan Ia dengan senang hati menerima perkataan Tomas, “Ya Tuhanku dan Allahku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16-17</b></span><span class="cf1"> menjelaskan </span><span class="cf1"><b>hubungan-Nya dengan dunia</b></span><span class="cf1">,“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi.” Dan Dia menciptakan semuanya dalam enam hari. Hidup di dunia modern, kami memahami apa itu alam semesta, luasnya ruang yang tak terbatas dan segala sesuatu di dalamnya. Benda-benda langit: matahari, bulan, dan bintang-bintang. Dan kompleksitas kehidupan di bumi dalam kemuliaannya yang tak terbatas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata</span><span class="cf1"><b> Ayat 16</b></span><span class="cf1">, Dia telah menciptakan segala sesuatu di surga dan di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, termasuk malaikat-malaikat dan setiap realitas yang tidak kelihatan seperti kepribadian, kecerdasan, dan setiap aspek realitas lain yang tidak kelihatan. Paulus beralih dari ciptaan fisik ke ciptaan malaikat. Inilah bahasa malaikat: takhta, kekuasaan, penguasa dan otoritas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “</span><span class="cf1"><b>Dia ada sebelum segala sesuatu</b></span><span class="cf1">.” Jika Anda adalah Sang Pencipta, Anda harus ada sebelum penciptaan. Itulah sebabnya di dalam Wahyu 22:13 Ia berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, yang pertama dan yang terakhir, yang awal dan yang akhir.” Pernyataan sederhana itu membicarakan Kristus sebagai makhluk kekal. Dia adalah satu-satunya yang ada sebelum penciptaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “</span><span class="cf1"><b>di dalam Dia segala sesuatu bersatu</b></span><span class="cf1">.” Ini telah menjadi dilema para ilmuwan selama bertahun-tahun. “Segala sesuatu yang ada dalam bentuk materi tersusun dari atom.” Para fisikawan tahu bahwa atom-atom itu seharusnya saling tolak. “Apa yang menyatukan inti atom?” Atom-atom itu seharusnya langsung meledak. Yang menyatukan mereka adalah Sang Pencipta. Dia menyatukan segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan 2 Petrus 3 memberi tahu kami, bahwa saatnya akan tiba dimana seluruh alam semesta akan mengalami ledakan atom. Kehancuran universal alam semesta saat ini akan digantikan dengan surga baru dan bumi baru. Hukum alam bukanlah hukum alam, mereka adalah hukum Allah. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan kuasa di baliknya, yaitu Allah, Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>hubungan-Nya dengan jemaat Gereja</b></span><span class="cf1">. “Dialah juga kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang akan datang untuk memperoleh tempat yang utama dalam segala sesuatu.” Kristus adalah kepala tubuh. Jemaat Gereja hanyalah organisme yang menanggapi kehendak-Nya dan Firman-Nya. Di dalam Dia ada hidup, dan Dia adalah hidup bagi kami. Kristus adalah kepala yang berkuasa atas jemaat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian dikatakan, “Dialah permulaan.” Itu sebenarnya berarti “sumber” gereja. Kami dipilih di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Dia memberi kami hidup melalui Roh-Nya; Dia melahirkan kami kembali. Ada jemaat gereja karena Dia memberinya hidup. Dia terus memberi hidup kepada setiap orang di jemaat-Nya. “Dialah yang sulung yang bangkit dari antara orang mati.” Sekarang kami tahu apakah arti “yang sulung” itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu melihat kebangkitan-Nya, karena Dia adalah yang utama dari semua yang pernah bangkit. Itu memberi-Nya tempat pertama dalam segala hal. Dengan kebangkitan-Nya, Dia menunjukkan bahwa Dia telah menaklukkan setiap musuh: dosa dan kematian dan neraka, semua kekuatan Setan. Tidak ada apa pun dalam hidup atau kematian yang dapat menahan-Nya. Dia adalah hidup; Dia mengalahkan kematian. Jadi, Dia adalah sumber kehidupan bagi jemaat gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena Bapa berkenan supaya seluruh kepenuhan diam di dalam Dia.” Bapa tidak menjadikan Dia Allah, Dia adalah Allah kekal. Ini tidak membicarakan keilahian-Nya. Kepenuhan apa yang sedang Ia bicarakan? Kata Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kami, dan kami telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepenuhan yang ada di dalam Kristus adalah kepenuhan kasih ilahi, semua kebenaran, semua pengampunan ilahi, adopsi, warisan, pengudusan, kekudusan, hikmat, kekuatan, pengetahuan, pengertian, kedamaian, sukacita, dan penghiburan, semua realitas rohani itu semuanya ada di dalam Kristus. Semua yang dibutuhkan oleh setiap orang berdosa ada di dalam Kristus. Dialah semua yang Anda butuhkan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241222</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000024C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nuh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000024B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:7" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:7</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat Ibrani 11 lagi di mana kami akan melihat Nuh dan pekerjaan imannya. Ibrani 11:7 mengatakan, "Karena iman, maka Nuh, setelah diperingatkan tentang sesuatu yang belum terlihat, dan karena takut akan Allah, ia membangun bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Karena iman, ia menghukum dunia, dan ia menjadi ahli waris kebenaran, yang datang berdasarkan iman." Itulah inti dari ayat samar ini dari Kejadian 6, 7, 8 dan 9.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tindakan iman Nuh lebih luar biasa daripada siapa pun. Alkitab selalu mengajarkan bahwa manusia datang kepada Allah hanya melalui iman dan kemudian terus hidup dalam iman. Itu berarti menerima Allah melalui Firman-Nya dan percaya kepada Firman itu sebagai kebenaran. Anda tidak akan pernah mencapai Allah melalui perbuatan atau usaha sendiri, upacara, atau pencapaian moral. Anda selalu datang kepada Allah melalui iman. Tidak pernah ada yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ketika Injil anugerah dan Injil iman datang, yang diberitakan oleh Kristus dan para rasul, bagi orang-orang Yahudi pada masa itu, Injil itu tampak seperti pesan baru. Yudaisme yang awalnya merupakan pesan keselamatan melalui anugerah melalui iman telah dirusak menjadi sistem perbuatan. Yudaisme mengajarkan bahwa Anda memperoleh keselamatan melalui usaha Anda, usaha moral Anda dan usaha keagamaan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi telah menaruh harapan mereka pada kebangsaan, sunatan, kepemilikan Hukum Taurat, ketaatan pada Hukum Taurat, ketaatan pada ritual, semua hal yang bersifat lahiriah. Dan mungkin model yang paling terkenal dari hal itu adalah rasul Paulus. Ia disunat pada hari kedelapan, dari suku Benyamin, seorang Yahudi yang bersemangat sebagaimana diukur menurut Hukum Taurat, secara terbuka tidak bercacat, seorang penganut tradisi, yang menurutnya merupakan keuntungan baginya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tema keselamatan selalu adalah iman. Dan itulah inti dari pasal ini, untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi, "Ini bukan hal yang baru; ini hal lama." Dan bagian selanjutnya dari Ibrani 11 membuat pesannya sangat jelas dengan memberi kami daftar semua orang yang dapat digolongkan sebagai pria dan wanita yang beriman. Sarana kebenaran, baik dalam Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama adalah iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang kami sampai pada Nuh dan pekerjaan imannya. Kisah Nuh sungguh menakjubkan. Dan di </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, Anda hanya mendapatkan ringkasan yang sangat singkat. Namun, kisah itu benar-benar perlu diceritakan secara lengkap, atau Anda tidak akan tahu apa yang dibicarakan ayat ini karena tidak ada perincian di sini. Satu-satunya perincian di sini adalah bahwa ia membangun sebuah bahtera. Kami bahkan tidak tahu untuk apa. Itu mengacu pada hal-hal yang belum terlihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Karena iman, Nuh diperingatkan oleh Allah." Ia tidak punya dasar apa pun selain Firman Allah. Dan Allah memberi tahu Nuh bahwa sesuatu akan terjadi yang belum pernah terjadi dalam sejarah dunia. Apakah Nuh akan percaya hal ini? Mari kami lihat Kejadian 6:13. Dalam beberapa hal, ini adalah ilustrasi iman Perjanjian Lama yang paling luar biasa dan salah satu yang paling luar biasa dalam seluruh sejarah karena apa yang terlibat di dalamnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kejadian 6:13 mengatakan, “Lalu Allah berfirman kepada Nuh, “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri segala makhluk, karena dunia ini telah penuh dengan kejahatan karena mereka; oleh karena itu Aku akan membinasakan mereka bersama-sama dengan dunia ini.” Sekitar 1500 tahun atau lebih telah berlalu sejak penciptaan. Kisah manusia di bumi semakin memburuk sejak Kejatuhan. Dosa terus terang merajalela.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah berkata bahwa Dia akan menghancurkan seluruh bumi dengan air. Dia hanya menyelamatkan Nuh dan keluarganya dan tidak ada yang lain. Dan Dia menghakimi setiap orang berdosa satu per satu. Manusia ditetapkan untuk mati satu kali dan setelah itu, penghakiman. Untuk jangka waktu yang lama, Allah membiarkan orang berdosa melakukan kehendak dan keinginan mereka sendiri, dan kemudian tiba-tiba Dia campur tangan dengan cara yang dahsyat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam sejarah manusia, ini adalah penghakiman yang paling dahsyat. Ini adalah peristiwa kedua yang paling mencengangkan dalam Perjanjian Lama, peristiwa pertama yang paling mencengangkan dalam Perjanjian Lama adalah penciptaan seluruh alam semesta dalam enam hari. Namun bagi kami, untuk saat ini, kami hanya akan melihat apa yang Allah katakan akan Dia lakukan, apa yang Dia minta Nuh lakukan dan bagaimana Nuh menunjukkan imannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah melihat bahwa kejahatan dan kefasikan manusia besar di bumi. Kejahatan itu begitu meluas sehingga setiap niat pikiran hatinya selalu jahat terus. Setiap pikiran, setiap ide, setiap motif, setiap imajinasi dan karena itu, setiap perbuatan, merupakan ekspresi kebejatan manusia. Ayat 11 mengatakan, “Bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sini Allah berbicara dalam ayat 13 untuk pertama kalinya secara pribadi kepada Nuh. Dia akan berbicara kepadanya tiga kali lagi, di Kejadian 7:1, Kejadian 8:15 dan Kejadian 9:1. Dan pesan yang Dia berikan kepada Nuh adalah pesan tentang penghakiman yang besar. Ada jutaan orang di dunia saat itu. Orang-orang hidup selama lebih dari sembilan ratus tahun dan Anda dapat menghasilkan banyak anak dalam jangka waktu tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kejadian 6:14 berkata, "Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir. Buatlah beberapa tingkatan di dalam bahtera itu dan tutuplah dengan ter dari dalam dan dari luar." Jadi, Allah memberinya perintah tanpa penjelasan. Penjelasannya baru muncul di ayat 17, "Ketahuilah, bahwa Aku akan mendatangkan banjir dan air bah ke atas bumi untuk membinasakan segala makhluk di bawah langit yang ada nafas hidup di dalamnya. Segala yang ada di bumi akan binasa."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata kepada Nuh, "Bangunlah sebuah kotak besar, bahtera dalam bahasa Ibrani. Itu sebenarnya berarti kotak, atau peti. Bentuknya tidak seperti kapal. Tidak ada baling-baling, tidak ada pilot, tidak ada layar dan tidak ada kemudi. Tidak ada kapten. Nuh bukanlah seorang pembuat kapal. Dan bahkan dengan tiga orang putra yang membantunya, ia harus menyewa banyak tukang kayu untuk membangun benda ini dan memindahkan potongan-potongan kotak raksasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah berkata, "Buatlah kamar-kamar, mungkin jumlahnya ribuan dan kemudian tutup bagian dalamnya dengan ter." Kemudian ayat 15-16 berkata, "Beginilah engkau harus membuatnya, "Bahtera itu panjangnya 450 kaki, lebarnya 75 kaki, dan tingginya 45 kaki. 16 Engkau harus membuat atap, membangun sisi-sisi bahtera hingga delapan belas inci dari atap. Engkau harus meletakkan pintu di sisi bahtera. Buatlah dengan dek bawah, tengah, dan atas."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, jika kami kembali ke ribuan tahun sampai ke zaman Nuh, ini jauh lebih besar daripada kapal mana pun yang pernah dibayangkan orang. Jika kami berbicara tentang pembangunan kapal modern, rasionya sama dengan rasio bahtera. Dengan rasio sekitar enam banding satu, panjang dan lebar. Bahtera itu jauh lebih maju dari zamannya. Tidak seorang pun akan memahami desain ini, yang merupakan indikasi ini sifat ilahi Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berat kotornya adalah 1.415 ribu ton. Ruang dalamnya seluas seratus ribu kaki persegi. Volumenya 1.5 juta kaki kubik. Jadi, kapal itu dapat menampung sebanyak 125 ribu binatang. Akhirnya Tuhan memberi tahu dia bahwa kapal itu akan dapat menampung dua ekor dari setiap spesies binatang di dunia. Lalu, ada cukup ruang untuk Nuh dan keluarganya, serta beberapa binatang tambahan untuk kurban dan makanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketika Allah memberi Nuh perintah untuk melakukan ini, maka 120 tahun kemudian akan terjadi banjir. Kami tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya, tetapi asumsinya adalah bahwa ia mulainya sangat awal dan mulai menyusun rancangannya, kemudian merakit komponen-komponennya dan mulai membangun. Ada orang yang menganggap bahwa kisah banjir itu fiktif. Tidak mungkin, dimensi khusus kapal ini ditentukan oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jendela-jendela ini terhubung dengan sumber cahaya dan udara. Di bawah atap yang menjorok, ada bukaan di antara balok-balok yang menahan atap. Bukaan 18 inci di antara atap dan hanya diselingi oleh tiang-tiang, akan menyediakan ventilasi dan cahaya. “Letakkan pintu di sampingnya; kamu harus membuatnya dengan dek bawah, dek kedua, dan dek ketiga.” Nah di dalam bahtera ini, Nuh akan tinggal selama setahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah pelayaran tanpa porter dalam kondisi paling primitif yang bisa dibayangkan. Inilah setahun di kandang kuda. Namun, ada cukup ruang di sini dengan tiga lantai yang berbeda dan ribuan kompartemen untuk semuanya. Ini bukan banjir lokal. Kami tahu bahwa itu adalah banjir sedunia karena kedalamannya. Karena banjir itu menutupi Gunung Ararat yang tingginya lebih dari 17.000 kaki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah banjir sedunia karena durasinya 371 hari. Buktinya ada artefak-artefak binatang laut di seluruh Grand Canyon. Dan mengapa ada mastodon yang terkubur di tundra di tepi Rusia utara dalam keadaan beku. Dan ketika dibuka, digali, dan isi perutnya diperiksa, perutnya penuh dengan tanaman-tanaman tropis? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah banjir universal karena itu dibandingkannya dengan kehancuran yang akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Petrus 3 dikatakan bahwa sebagaimana Allah menghancurkan dunia dengan air, Ia akan menghancurkan dunia dengan api. Dan itu adalah kehancuran universal dalam kedua kasus. Jadi ini adalah banjir di seluruh dunia. Dan itulah yang dikatakan Alkitab, hanya delapan orang yang selamat. Kejadian 6:18 mengatakan, "Tetapi Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan engkau, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera bersama-sama dengan anak-anakmu, isterimu dan isteri anak-anakmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah perjanjian dengan Nuh dan keluarganya, untuk menyelamatkan mereka. Ayat 19-20, “Dan engkau harus membawa ke dalam bahtera itu sepasang dari segala binatang yang hidup, jantan dan betina, supaya mereka tetap hidup bersamamu. 20 Dari segala sesuatu, baik burung menurut jenisnya, ternak menurut jenisnya, maupun binatang melata di tanah menurut jenisnya, semuanya akan datang kepadamu, supaya engkau dapat memelihara mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan mengumpulkan mereka. Ini adalah tanggung jawab yang luar biasa. Sampai pada titik ini, kabut membasahi bumi, ada kanopi di seluruh dunia. Itu adalah satu iklim tropis universal di bawah kanopi kabut yang umum. Dan itulah sebabnya Anda menemukan mastodon di tepi atas Lingkaran Arktik dengan vegetasi tropis di perut mereka. Nuh tinggal di gurun. Tidak ada air di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Genesis 6:22 mengatakan, “Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Allah kepadanya.” Ayat 9 mengatakan, “Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; Nuh hidup berjalan dengan Allah.” Anda pikir menjalani kehidupan Kristen itu sulit ketika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang tidak percaya? Bayangkan bagaimana rasanya bagi Nuh dan keluarganya untuk hidup di dunia yang begitu rusak sehingga semua manusia lainnya tenggelam?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Karena iman, Nuh, setelah diperingatkan Allah tentang hal-hal yang belum terlihat." Apakah yang dimaksud dengan hal-hal yang belum terlihat? Penghakiman dunia yang dahsyat, melalui banjir, sebagai akibat dari hujan. Ingatlah sekarang, kami telah berada dalam 1500 tahun sejarah manusia dan Allah telah menyatakan diri-Nya. Dan Nuh mengenal Allahnya dan ia berjalan dengan Allahnya dan ia percaya kepada Allahnya. Jadi, setelah diperingatkan Allah tentang hal-hal yang belum terlihat, ia bertindak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nuh menaati Firman Allah ketika hal itu jauh melampaui apa pun yang dapat ia alami atau bayangkan atau pahami. Dikatakan, "Dengan penuh rasa hormat ia mempersiapkan sebuah bahtera untuk keselamatan keluarganya, dengan penuh rasa hormat ia mempersiapkan sebuah bahtera untuk keselamatan keluarganya, selama 120 tahun. Selama periode itu, ia membangun sebuah kapal besar seberat 15.000 ton di tengah padang gurun karena Allah menyuruhnya melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah hakikat iman. Iman tidak harus mengerti, tidak harus memahami. Iman menjangkau sesuatu yang berada di luar pengalaman, di luar pemahaman. Kami berjalan dengan iman dan bukan dengan penglihatan, benar? Kami hidup dalam iman, mempercayai Kristus untuk surga yang belum pernah kami lihat, untuk lolos dari penghakiman yang belum pernah kami lihat. Alkitab mengatakan bahwa semua orang berdosa yang tidak percaya akan masuk neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imannya bukan hanya ditunjukkan dalam ketaatannya, tetapi juga dalam khotbahnya. Dan disebutkan dalam ayat 7 bahwa melalui ketaatannya membangun kotak besar di tengah padang gurun karena akan turun hujan dan akan terjadi banjir yang belum pernah dialami siapa pun. Tindakan dari Nuh itu merupakan pernyataan yang terus-menerus selama 120 tahun bahwa penghakiman akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kejadian 5 kami melihat kesabaran Allah. Henokh hidup selama 65 tahun dan menjadi ayah Metusalah. Sebuah wahyu ilahi ditetapkan dalam nama Metusalah. Ketika anak itu diberi nama itu, Allah menghubungkan anak itu dengan saat penghakiman-Nya. Tahun waktu Metusalah meninggal adalah tahun ketika banjir itu datang. Jadi kami melihat anugerah Allah, Metusalah hidup lebih lama dari siapa pun, yaitu 969 tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Adam hidup selama 930 tahun dan menceritakan kisah tragisnya tentang kejatuhannya mungkin setiap hari dalam hidupnya. Lalu ada khotbah Henokh yang adalah pengkhotbah kebenaran, menurut Yudas 14-15. Lalu ada pelayanan Roh Kudus, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya berperang di dalam manusia,” yang berarti Roh Kudus melawan keinginan orang berdosa, dan melakukan pekerjaan-Nya untuk meyakinkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi generasi zaman Nuh harus menolak pengorbanan dan penebusan dosa, mereka harus menolak peringatan yang berulang-ulang dan pesan-pesan penghakiman dan kebenaran yang berulang-ulang. Namun, Allah menunggu selama 969 tahun dalam kasus Metusalah dan 120 tahun dalam kasus Nuh. Namun, iman Nuh ditandai oleh ketaatannya dalam melakukan persis apa yang Allah perintahkan kepadanya untuk dilakukan dan kesediaannya untuk menjadi pengkhotbah kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kejadian 7:1, “Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seluruh isi rumahmu, sebab telah Kulihat, bahwa hanya engkaulah yang benar di hadapan-Ku pada zaman ini." Ia adalah contoh pembenaran melalui iman dalam Perjanjian Lama. Ia percaya Allah dan Allah menerima imannya serta menganugerahkan kebenaran kepadanya. Apakah ia sempurna? Tidak. Dalam Kejadian 9, Anda menemukan bahwa ia bersalah dalam suatu dosa. Ia ketahuan telanjang dan mabuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 3 mengatakan bahwa tidak ada manusia yang dibenarkan oleh hukum Taurat. Dalam Filipi 3, Paulus berkata, "Aku berusaha untuk menegakkan kebenaranku sendiri sampai aku menemukan kebenaran Allah yang diberikan kepadaku oleh iman dalam Yesus Kristus." Dalam kasus Nuh, ia percaya akan semua yang telah diwahyukan Allah. Dalam kasus kami, kami percaya semua yang telah diwahyukan Allah dan itu berarti bahwa kami percaya sepenuhnya kepada Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus yang adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Anda percaya pesan itu dari hati Anda, Allah akan memberi kebenaran dan menutupi Anda dengan kebenaran-Nya sendiri dan memandang Anda sebagai orang yang tidak bercacat dan tidak berdosa. Dan setelah dibawa ke dalam bahtera keselamatan yaitu Kristus, Anda akan dibebaskan dari semua penghakiman di masa depan. Petrus memahami hal ini dengan baik. Ia tahu bahwa Kristus adalah bahtera keselamatan. Kristus adalah satu-satunya yang melindungi kami dari penghakiman. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241215</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000024B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Henokh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000024A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:4-6" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:4-6</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam
ini kami melanjutkan pelajaran kami tentang Kitab Ibrani 11. Dalam bab ini kami
akan mempelajari para Pahlawan Perjanjian Lama, contoh-contoh orang beriman
yang hebat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1"> mengatakan,
“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik
dari pada korban Kain. Karena iman ia dinyatakan sebagai orang benar, karena
Allah berkenan dengan persembahannya. Oleh imannya, ia masih berbicara,
sekalipun ia sudah mati.”</span></span></div>

<div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Habel
dikandung dan dilahirkan setelah kejatuhan manusia. Habel adalah yang pertama
dalam daftar contoh iman karena ia adalah model iman dalam pengorbanan yang ia
bawa. Namun, anak sulung Hawa adalah Kain yang ternyata menjadi penjahat
pertama. Satu-satunya persembahan yang dapat menebus dosa adalah pengorbanan
darah. Dan dengan iman, Habel mengorbankan apa yang dituntut Allah. Namun, Kain
tidak percaya bahwa ia perlu berkorban.</span><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain
mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan. Habel juga
mempersembahkan sebagian dari anak sulung kambing dombanya, dan sebagian dari
lemak-lemaknya. Maka Tuhan menyetujui Habel dan persembahannya.” Nah, kesaksian
dari Ibrani 11:4 adalah bahwa Habel adalah model iman. Dan ada cara untuk
menyembah. Allah hanya dapat didekati melalui pengorbanan. Jadi, Kain adalah
bapa agama-agama palsu.</span><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan
di sini Anda melihat pertama kalinya kami memiliki catatan dalam Kitab Suci
tentang kebenaran yang diperhitungkan kepada orang berdosa yang taat. Allah
memberikan kesaksian bahwa Habel telah memperoleh kebenaran. Tindakannya,
tindakan iman, adalah tindakan yang mendatangkan kebenaran Allah untuk
menutupinya. Allah memuliakan Habel, memperhitungkan kebenaran kepadanya.
Bayangkan Allah memberi kesaksian bahwa Anda adalah orang benar.</span><br></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami
dapat membaca tentang hal itu di Kejadian 4. Allah menawarkan belas kasihan
kepada Kain di ayat 6-7. Namun Kain membuat pilihannya di ayat 8, ia pergi
menemui Habel untuk berbicara dengannya di ladang dan Kain membunuh Habel. Kain
menyerah kepada Setan. Dan Tuhan berkata kepada Kain, di mana Habel, saudaramu?
Dan Kain berkata aku tidak tahu. Nah ia menggabungkan pembunuhannya dengan
kebohongan. Dan suara darah Habel itu sendiri berseru kepada Allah.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kain
ingin menghindari konsekuensinya. Ayat 11, “Maka sekarang terkutuklah engkau,
terbuang jauh dari tanah yang membuka mulutnya untuk menerima darah adikmu yang
telah kautumpahkan.” Ayat 15 berkata, “Lalu Tuhan menjawabnya, “Jika demikian,
siapa pun yang membunuh Kain akan menanggung pembalasan tujuh kali lipat.” Ayat
17 berkata, “Kain bersetubuh dengan istrinya, lalu mengandunglah perempuan itu
dan melahirkan Henokh.”</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah,
tema Kitab Ibrani adalah untuk memberi Kristus, sebagai perantara perjanjian
yang lebih baik, seorang Imam yang lebih baik dengan keimamatan yang lebih
baik, yang telah mempersembahkan kurban yang lebih baik melalui darah-Nya, yang
telah menyempurnakan mereka yang dikuduskan untuk selamanya, yang bertentangan
dengan pengulangan Perjanjian Lama. Ibrani 10:38 mengatakan, "Orang benar
akan hidup oleh iman." Orang-orang Yahudi percaya pada perbuatan, dan
karena itu hal itu harus dilawan.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi
penulis Ibrani 11 menulis 40 ayat, menguraikan apa sebenarnya iman itu baik
menurut definisi maupun ilustrasinya. Berikut ini adalah apa itu iman, di ayat
1-3. Kemudian Ia menindaklanjutinya di ayat 4 dengan serangkaian contoh iman.
Dan Ia ingin menunjukkan kepada pembaca Yahudi khususnya, dan semua orang pada
umumnya, bahwa mereka tidak pernah memiliki sistem perbuatan itu. Jadi, Ia
melakukannya dengan memberi ilustrasi tentang orang-orang yang beriman.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah,
contoh iman yang kedua adalah Henokh. Kejadian 5:21 mengatakan, “Henokh berumur
65 tahun, ketika ia memperanakkan Metusalah.” Ayat 22-24 mengatakan, “Henokh
hidup berjalan dengan Allah selama 300 tahun, dan ia memperanakkan anak-anak
laki-laki dan perempuan lainnya. 23 Jadi Henokh hidup berjalan dengan Allah
selama 365 tahun. 24 Henokh hidup berjalan dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi
di situ, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” Nah, ini adalah konsep baru dalam
kitab Kejadian.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Habel
benar-benar tidak memahami konsep berjalan dengan Allah. Habel menggambarkan </span><span class="cf1"><b>penyembahan</b></span><span class="cf1"> dengan iman; tetapi Henokh
menggambarkan </span><span class="cf1"><b>berjalan</b></span><span class="cf1"> dengan iman.
Nah, wahyu Kitab Suci adalah wahyu yang progresif. Dan Habel memperoleh sedikit
darinya, dan Henokh memperoleh sedikit lebih banyak darinya. Adam dan Hawa
telah berjalan dan berbicara dengan Allah, dan setelah mereka jatuh mereka dilempar
keluar dari taman, jadi mereka berhenti berjalan dengan Allah.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan
akhir manusia ditetapkan kembali dalam diri Henokh, yang menjadi contoh bagi
semua manusia tentang apa artinya berjalan bersama Allah. Dalam diri Henokh,
akhir sejati manusia tercapai lagi saat ia mengalami persekutuan dengan Allah
yang telah ditinggalkan Adam dan Hawa. Jadi, dalam Ibrani 11 kami melihat
adanya kesinambungan. Satu-satunya cara Anda akan berjalan bersama Allah adalah
ketika Anda datang atas dasar pengorbanan.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan
satu-satunya pengorbanan yang membuka jalan menuju ke Allah adalah pengorbanan
Yesus Kristus. Jadi kami menemukan seorang pria berjalan dengan Allah, tetapi
tidak sampai pengorbanan dilakukan. Jadi, pertama-tama ada kematian karena
dosa; kemudian ada perjalanan dengan Allah. Dan Henokh menggambarkan hal itu.
Henokh melakukan semua yang dilakukan Habel, dan bahkan lebih jauh lagi. Ada
lima hal tentang kehidupan iman Henokh. Perhatikanlah Ibrani 11:5.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Karena
iman Henokh diangkat, sehingga ia tidak mengalami kematian.” Dalam Kejadian
5:24, dikatakan, “Ia tidak ada di sana, sebab Allah telah mengangkatnya.” Ia
tidak ditemukan, maksud saya tidak ada mayatnya. Ia berkenan kepada Allah.
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada-Nya. Sebab barangsiapa
berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah
memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Jadi Henokh hidup
oleh iman.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama-tama, Henokh
percaya bahwa Allah itu ada. Kedua, ia mencari upah dari Allah. Ketiga, ia
berjalan bersama Allah. Keempat, ia tunduk kepada kehendak Allah. Dan kelima,
ia masuk kedalam hadirat Allah</b></span><span class="cf1">.
Pertama-tama, Allah berkenan kepada Henokh karena ia percaya kepada Allah.
Agama itu tidak berkenan kepada Allah, karena semua agama lain adalah sistem-sistem
yang dibuat oleh Setan untuk melawan kebenaran.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangsaan
tidak menyenangkan Allah. Orang-orang Yahudi mengira bahwa karena mereka adalah
keturunan Abraham, disunat pada hari kedelapan, dan memiliki hukum Taurat, maka
mereka menyenangkan Allah. Malah mereka sangat tidak menyenangkan-Nya. Roma 3
berkata, "Tidak seorang pun dibenarkan oleh karena melakukan perbuatan hukum
Taurat." Allah tidak suka siapa pun yang berusaha untuk mendapatkan jalan
masuk ke surga-Nya. Membenarkan diri seperti itu dibenci oleh Allah.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah
tidak senang dengan perbuatan baik seseorang. Hanya iman menyenangkan Allah.
Satu-satunya jalan menuju ke Allah adalah kepercayaan. Dan Henokh
menyenangkan-Nya karena Henokh hidup dengan iman. Bahkan, hal itu sangat
menyenangkan-Nya sehingga pada suatu hari dia dan Allah berjalan-jalan, dan
mereka memutuskan untuk terus berjalan dan berjalan menuju ke surga
bersama-sama. Allah senang dengan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Henokh
menyenangkan-Nya.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah,
Anda tidak dapat membuktikan Allah secara ilmiah. Semua bukti ilmiah hanya
bersifat tidak langsung. Alasannya terletak pada hakikat sejarah itu sendiri
dan keterbatasan metode ilmiah. Agar sesuatu dapat dibuktikan oleh sains, hal
itu harus dapat diulang. Namun, sejarah, pada hakikatnya, tidak dapat diulang.
Namun, fakta bahwa peristiwa-peristiwa ini tidak dapat dibuktikan melalui
pengulangan tidak menyangkal realitasnya.”</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kecerdasan
Allah terungkap dalam kuasa-Nya. Anda melihat tumbuhan dan binatang-binatang
serta semua kerumitannya, yang dibangun sedemikian rupa sehingga mereka dapat
memperoleh makanan yang diperlukan, yang dapat mereka tumbuh, sehingga mereka
dapat mereproduksi. Anda melihat planet-planet, asteroid-asteroid,
satelit-satelit, komet-komet, meteor-meteor, konstelasi-konstelasi, dan
semuanya tetap berada pada jalurnya oleh gaya-gaya sentrifugal besar yang
mengayunkan segala sesuatu di alam semesta.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua, Henokh
menyenangkan Allah dengan mencari pahala dari Allah</b></span><span class="cf1">. Tidaklah cukup hanya percaya bahwa
Allah itu ada; kami juga harus percaya bahwa Allah itu bermoral dan Allah
memberi pahala kepada orang benar yang datang kepada-Nya. Kami harus mengakui
Allah sebagai Allah yang pribadi, penuh kasih, dan murah hati bagi mereka yang
mencari-Nya. Nah, Henokh percaya bahwa Allah adalah Allah yang pribadi, peduli,
dan penuh kasih, dan yang bersekutu dengan-Nya selama 300 tahun.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan
satu-satunya cara Anda dapat benar-benar mencari Dia adalah dengan cara-Nya
sendiri. Apa pahala bagi mereka yang mencari Dia? Matius 6:33 berkata,
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu
akan ditambahkan kepadamu." Itu berarti segala sesuatu yang dapat
diberikan Allah adalah milik Anda. Anda adalah pewaris bersama dengan Yesus
Kristus. Dan apa yang telah Allah janjikan kepada Yesus Kristus? Segala sesuatu
yang ada.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah
memberi kami pengampunan dosa, hati yang baru, Roh Kudus, kehidupan kekal,
berkat, belas kasihan, anugerah, damai sejahtera, sukacita, kasih dan surga.
Yesus berkata demikian, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang
pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Itulah satu-satunya cara
untuk datang kepada Allah. Henokh menyenangkan Allah, karena ia percaya bahwa
Allah itu ada, dan kedua karena ia mencari pahala dari Allah. Allah telah menetapkan
standar.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah,
istilah "berjalan" digunakan berkali-kali dalam Perjanjian Baru,
sehingga untuk mencoba melakukan studi tentang istilah berjalan akan memakan
waktu yang sangat lama. Namun pada dasarnya yang dimaksud adalah </span><span class="cf1"><b>ketiga,</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>cara berperilaku sehari-hari</b></span><span class="cf1">. Ia hanya terus berada di hadirat
Allah. Jadi, dua orang yang berjalan bersama-sama mengandaikan adanya
keharmonisan. Itu mengandaikan adanya kesepakatan, yang dalam kasus Henokh
berarti ia dan Allah telah sepakat bersama.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada
hal kedua yang tersirat dalam perjalanan bersama Allah, yaitu </span><span class="cf1"><b>kodrat yang sesuai</b></span><span class="cf1">. Anda memiliki
persekutuan dengan Allah. Seseorang tidak dapat memiliki persekutuan dengan
Allah berdasarkan kodratnya sendiri. Jadi, berjalan bersama Allah berarti harus
ada kehidupan bersama. Dan ketika Anda berjalan bersama Allah, Anda berada di
lingkungan yang berbeda. Allah menciptakan saya menjadi sesuatu seperti Dia.
Tidak ada pendosa yang dapat berjalan bersama Allah.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia
berkata, "Karena kamu telah dilahirkan kembali, dan telah pindah ke
lingkungan Allah, kamu tidak lagi dapat berjalan dalam kehidupan lama. Sekarang
setelah kamu berjalan dalam lingkungan Allah, apa kesepakatan antara kamu dan
kehidupan lama? Tidak ada lagi. Sekarang kamu sepertinya tidak dapat
menyesuaikan diri dengan sistem lama lagi. Jadi, berjalan dengan Allah
mengandaikan adanya perubahan sifat.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah
yang dimaksud Paulus waktu berkata, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,
ialah ciptaan baru." Ia harus menjadi ciptaan baru. Hal-hal yang lama
sudah berlalu, dan beberapa hal sudah menjadi baru. Benar? Apakah itu? Segala
sesuatu. Anda harus memiliki sifat yang baru untuk berjalan bersama Allah.
Jadi, berjalan bersama Allah berarti ada perubahan dalam kehidupan umum Anda.
Jadi berjalan bersama Allah berarti ada hidup moral baru.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gagasan
tentang sifat yang sesuai berkaitan dengan Allah yang berurusan dengan dosa.
Dosalah yang memisahkan kami. Allah tidak menyimpang dari jalan kekudusan.
Sebelum Kristus mulai perjalanan-Nya di milenium, semua hal yang menyimpang
harus dibuang. Dengarkan 1 Yohanes 1:6, “Jika kami katakan, bahwa kami
bersekutu dengan Dia, namun kami hidup di dalam kegelapan, kami berdusta dan
kami tidak mengatakan kebenaran.”</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat, hal itu
menyiratkan penyerahan kehendak</b></span><span class="cf1">.
Berjalan bersama Allah berarti Anda melakukan apa yang Dia inginkan. Penyerahan
kehendak kami kepada-Nya adalah penyerahan kasih. Berjalan bersama Allah
menyiratkan persekutuan rohani. Ketika dikatakan Henokh berjalan bersama Allah,
itu berarti bahwa mereka hanya memiliki persekutuan yang mantap dan tak
terputus. Istilah "berjalan" berarti terus-menerus. Tiga ratus tahun
persekutuan yang mantap dan manis. Tentunya dia hanya berjalan-jalan suatu hari
dan terus berjalan ke surga.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam
Perjanjian Baru kami memiliki istilah “berjalan dalam Roh,” yang adalah hal
yang sama. Roh Allah adalah Allah sendiri. Persekutuan yang terus-menerus
dengan-Nya berarti ada ungkapan persekutuan dalam doa, merasakan kehadiran-Nya.
Galatia 5:25 mengatakan, “Jika kami hidup oleh Roh, baiklah hidup kami juga
dipimpin oleh Roh.” Karena jika Anda berjalan di dalam Roh, Anda tidak akan
menuruti hawa nafsu daging.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan
jika Anda berjalan di dalam Roh, Anda akan melihat dalam hidup Anda: kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kelemahlembutan, kebaikan, kesetiaan,
kelembutan dan penguasaan diri. Jadi, Anda perlu berjalan dalam Roh. Apa
artinya itu? Itu berarti Anda hanya bersekutu. Berjalan dalam Roh tidak lebih
dari sekadar membiarkan Roh Allah meresapi pikiran Anda. Dan hidup adalah
masalah keputusan, satu keputusan demi keputusan berikutnya.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah
Yesus. Dia berjalan bersama Allah. 1 Yohanes 2:6 berkata, “Barangsiapa
mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia harus hidup sama seperti Kristus
telah hidup.” Yesus selalu bersekutu dengan Bapa. “Setiap orang pulang ke
rumahnya masing-masing,” dan tertulis, “Dan Yesus pergi ke Bukit Zaitun.” Di
sanalah Dia pergi setiap malam, dan Dia bersekutu sepanjang malam dengan Bapa.
Dia hidup terus-menerus berjalan bersama Allah.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada
hal lain yang dilakukan Henokh yang menyenangkan Allah, dan hal itu tidak ada
dalam Kitab Kejadian dan Ibrani. Hal itu ada dalam Yudas 14. Tahukah Anda apa
yang dilakukannya? Ia berkhotbah untuk Allah. Berjalan dalam Roh juga
memengaruhi cara Anda memengaruhi orang lain. Yudas 14 berkata, “Tentang
merekalah Henokh, pada generasi ketujuh dari Adam, bernubuat: “Sesungguhnya,
Tuhan akan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya.”</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelima, dengan iman ia
masuk ke hadirat Allah</b></span><span class="cf1">.
Ia sangat menyenangkan Allah sehingga Allah langsung mengambilnya. Kejadian
5:24 mengatakan ini, “Dan Henokh hidup berjalan dengan Allah, tetapi ia tidak
ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” Dan jasadnya tidak pernah
ditemukan. Ibrani 11:5 mengatakan, “Karena iman Henokh terangkat, sehingga ia
tidak mengalami kematian. Ia tidak ditemukan, karena ia telah diangkat oleh
Allah.”</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan
Henokh tidak mati, tetapi ia berharga bagi Allah. Ia adalah gambaran yang indah
tentang orang-orang percaya yang akan tetap hidup di bumi ketika Tuhan kami
turun dalam udara untuk menyambut mempelai-Nya dengan teriakan. Sama seperti
Henokh diangkat ke surga tanpa melihat kematian, demikian pula umat Allah yang
hidup pada saat pengangkatan, menurut 1 Tesalonika 4, akan diangkat untuk
bertemu Tuhan di udara.</span></span></div>

<div><br></div>

<div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi,
Henokh adalah gambaran kuno tentang pengangkatan. Nah, Henokh meninggal muda,
365 tahun. Bukankah dia benar-benar meninggal; dia meninggal di usia sangat
muda. Putranya, Metusalah, hidup 600 tahun lebih lama. Itu karena dia
menyenangkan Allah. Sudahkah Anda berkomitmen untuk berjalan bersama-Nya? Itu
menyenangkan-Nya. Sudahkah Anda membuka mulut untuk berbicara bagi-Nya? Itu
menyenangkan-Nya. Dan suatu hari Anda akan masuk hadirat-Nya. Mari kita berdoa.</span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241208</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000024A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hakikat Iman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000249"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:1-3</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Silahkan buka Ibrani 11. Kami perlu memahami dasar-dasar iman kami. Kami memahami bahwa kami diselamatkan oleh iman. "Orang benar akan hidup oleh iman," yang pada dasarnya merupakan ajaran dasar dalam Kitab Suci. Ajaran ini dikutip dalam Ibrani 10:38. Ayat itu diambil dari Habakuk 2:4 tetapi diulang oleh para penulis Perjanjian Baru di beberapa tempat lain juga karena itu sangat mendasar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Apakah iman itu? Apakah hakikat iman? Bagaimana kami memahami iman?” Dan itulah sebabnya kami ingin melihat bab ini. Bab ini disebut “Aula Popularitas, atau Para Pahlawan Iman.” Bab ini disebut, “Bab Iman,” dan bab ini memberikan kepada kami kuasa iman. Dan bab ini perlu diklarifikasi hari ini karena ada gerakan iman palsu dalam Kekristenan evangelis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami berbicara tentang iman, bukan iman palsu yang menurut orang dapat menciptakan masa depan Anda sendiri, tetapi iman sejati yang dapat menghasilkan keyakinan penuh di dalam diri Anda akan masa depan yang telah dijanjikan Allah kepada Anda. Yang mereka dengar hanyalah iman yang tercatat dalam Ibrani 11. Dari sudut pandang manusia, mereka mungkin telah menulis kisah mereka secara berbeda, karena semua kisah mereka penuh dengan masalah-masalah sulit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, jenis iman yang sedang kami bicarakan, yaitu iman yang diberikan Allah kepada orang percaya adalah iman untuk mempercayai masa depan yang telah ditulis Allah. Iman itu diletakkan dalam Injil, dalam orang yang menjadi pusat Injil, yaitu Yesus Kristus. Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka melalui Injil dan keselamatan, mereka memahami bahwa hubungan mereka dengan Allah tidak bergantung pada perbuatan, tetapi pada iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ini lebih dari sekadar bab yang dirancang untuk mendorong orang percaya agar terus berjalan dengan iman. Ingatlah bahwa melalui sepuluh bab pertama si penulis mengemukakan satu poin utama bahwa Perjanjian Baru lebih unggul daripada Perjanjian Lama, dan bahwa Kristus lebih unggul daripada segala sesuatu yang lain. Yesus dan pengorbanan-Nya sepenuhnya lebih unggul daripada pengorbanan binatang-binatang dalam sistem lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah korban yang lebih baik yang memberikan persembahan yang lebih baik. Si penulis memberi tahu kami dalam pasal-pasal ini bahwa Yesus lebih baik dari para malaikat,. Dia lebih baik dari para nabi. Dia lebih baik dari Musa, lebih baik dari Harun, lebih baik dari Yosua. Dia adalah imam yang lebih baik dari semua imam lainnya. Dan Dia berasal dari imamat yang lebih baik, imamat Melkisidek yang lebih unggul. Dia adalah perantara dari perjanjian yang lebih baik dan Dia adalah korban yang lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, di beberapa bagian dalam kesepuluh pasal tersebut ada peringatan. Setidaknya ada empat peringatan saat Anda sampai di pasal ini dan Ibrani 11 merupakan suatu peringatan lainnya. Dan peringatan ini diberikan kepada orang-orang Yahudi non-Kristen yang menghadiri persekutuan ini dan orang-orang non-Kristen. Orang-orang Yahudi ini tampaknya secara intelektual yakin akan Injil, mereka memahami kebenaran Injil dalam pikiran mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada peringatan berkala untuk tidak mundur, jangan kembali ke Yudaisme. Jangan terus berbuat dosa dengan sengaja setelah Anda memiliki pengetahuan tentang kebenaran, kata Ibrani 10, atau Anda akan mendatangkan penghakiman kekal yang jauh lebih berat. Jadi peringatannya adalah, "Datanglah sepenuhnya kepada Perjanjian Baru. Datanglah sepenuhnya kepada Kristus. Datanglah sepenuhnya kepada iman." Ini adalah perubahan yang sangat besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sistem Yahudi telah lama melupakan bahwa keselamatan adalah karena kasih karunia, bahwa Nuh memperoleh anugerah di mata Tuhan, bahwa Abraham percaya dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Mereka telah menciptakan aliran keagamaan yang dibangun di atas etika, dibangun di atas moralitas, dibangun di atas upacara keagamaan. Keselamatan datang kepada mereka yang menaati semua standar etika, semua hukum moral, dan semua upacara tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka, penting untuk mengajarkan orang-orang Yahudi keselamatan melalui iman. Yesus berkata bahwa keselamatan adalah melalui iman dan bukan melalui perbuatan. Paulus berkata dalam Efesus 2:8, "Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah." Roma 3, 4, menunjukkan bahwa keselamatan datang hanya melalui iman. Namun, orang-orang Yahudi sulit untuk diajarkan sesuatu yang lain. Jadi, sesuatu yang berbeda harus ditunjukkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 11 ditulis karena itu merupakan suatu keharusan untuk membuktikan kepada orang-orang Yahudi bahwa keselamatan adalah melalui iman dan bahwa orang-orang bukan hanya setelah Yesus tetapi bahkan sebelum Yesus diselamatkan oleh iman. Jadi Ibrani 10:38 menyatakan kuncinya, "Orang-orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman." Itu adalah kutipan langsung dari Habakuk 2:4, "Orang benar akan hidup oleh iman." Habakuk adalah seorang nabi Perjanjian Lama dan Anda tidak dapat mundur dari itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda jatuh, Allah tidak senang dengan hal itu dan Anda akan jatuh kembali ke dalam kebinasaan kekal. Nah, bagaimana Dia akan menyelesaikan kasus ini? Bagaimana Dia akan menembus pemikiran Perjanjian Lama mereka? Ibrani 11 memberi kami daftar orang-orang kudus Perjanjian Lama yang hidupnya ditandai oleh iman. Umat Allah sepanjang zaman telah menjadi umat Allah yang sejati melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 11 mengatakan di ayat 4, “Karena iman, Habel.” Di ayat 5, “Karena iman, Henokh.” Di ayat 7, “Karena iman, Nuh.” Ayat 8, “Karena iman, Abraham.” Dan lagi di ayat 17, “Karena iman, Abraham.” Dan di ayat 20, “Karena iman, Ishak.” Di ayat 21, “Karena iman, Yakub.” Ayat 22, “Karena iman, Yusuf.” Ayat 23, “Karena iman, Musa,” dan lagi di ayat 24. Lebih jauh pada ayat 31, “Karena iman, Rahab.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam ayat 32, “Ada Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel, para nabi, yang dengan iman telah melakukan semua hal yang ajaib ini.” Ayat 39 menyimpulkannya, “Semua orang ini, meskipun telah memperoleh pengakuan melalui iman mereka, tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, karena Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kami, sehingga tanpa kami mereka tidak dapat mencapai kesempurnaan.” Iman adalah keyakinan yang teguh akan masa depan yang telah dijanjikan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang ini belum menerima janji itu tetapi mereka percaya kepada janji itu dan dengan demikian mereka hidup oleh iman. Nah kami akan melihat tiga ayat pembuka dan kemudian kami akan melakukan beberapa studi karakter pada Minggu malam berikutnya. Namun mari kami pertimbangkan beberapa hal. Pertama adalah </span><span class="cf1"><b>sifat iman</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kami harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kami tidak lihat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak berbicara tentang tindakan iman, tetapi kami membicarakan realitas iman yang mantap. Iman itu ada sebagai komoditas. Iman adalah pemberian Allah, Efesus 2:8 berkata, "bukan hasil pekerjaan." Iman datang dari Allah. Dan ketika Allah memberikan komoditas iman ini, iman adalah jaminan akan hal-hal yang kami harapkan. Itulah artinya hidup oleh iman. Iman berarti kami menaruh kepercayaan kami pada sesuatu yang tidak kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa terjemahan akan mengatakan, "Iman adalah hakikat dari segala sesuatu yang tidak terlihat." Itu terjemahan yang bagus. Itu adalah kata yang pada dasarnya dapat diterjemahkan secara sah sebagai hakikat, esensi. Iman adalah keyakinan yang hakiki terhadap realitas sesuatu yang belum terwujud. Iman memberikan hakikat masa kini kepada sesuatu yang akan datang. Semua orang kudus, pria dan wanita yang tidak memiliki apa pun kecuali janji-janji Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada bukti nyata bahwa janji mesianik itu akan menjadi kenyataan, tidak ada bukti nyata bahwa janji kerajaan akan menjadi kenyataan. Namun, janji-janji itu begitu nyata dan pewahyuan janji-janji itu dalam Kitab Suci begitu dapat diandalkan sehingga orang-orang membangun seluruh harapan mereka pada janji-janji itu. Semua janji Perjanjian Lama terkait dengan masa depan. Orang-orang itu menjalankan iman pada apa yang dijanjikan yang mereka belum terima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah itu? Kehidupan kekal, surga, kebahagiaan abadi, pahala, sukacita, penyatuan kembali yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama tentang orang-orang kudus di hadirat Allah? Hadirat Allah sendiri? Kemuliaan kebahagiaan abadi. Mereka bahkan tidak pernah melihat pengorbanan terakhir. Mereka tidak pernah tahu siapakah Mesias itu. Mereka adalah orang-orang beriman tetapi iman mereka berlabuh pada wahyu yang dapat diandalkan dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman itu begitu kuat, itu adalah anugerah Allah yang memungkinkan kami untuk percaya pada Kitab Suci. Dan dengan mempercayai Injil dalam Kitab Suci, kami percaya Kristus sebagai Juruselamat. Itulah keseluruhannya. Saya pikir kami perlu memahami itu. Tidak ada gunanya percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat Anda kecuali Anda dapat percaya Kitab Suci untuk segala hal yang dimaksudkan-Nya sebagai Juruselamat Anda. Apakah Anda benar-benar memahami itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah itu berarti bahwa Kitab Suci tidak dapat dibuktikan kebenarannya?” Tidak, Kitab Suci dapat dibuktikan kebenarannya, yang justru memperkuat keyakinan kami, benar? Setiap fakta dalam Kitab Suci terbukti kebenarannya secara arkeologis. Dan kami memiliki bukti dalam sejarah masa lalu. Semua ini telah terbukti dapat dipercaya. Namun, ini bertentangan dengan keinginan daging Anda sendiri. Bukankah itu benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda menjalani hidup Anda sebagai seorang Kristen yang berjuang melawan keinginan daging yang merupakan ekspresi alami Anda. Itulah cara hidup Anda dulu, dalam hawa nafsu daging, hawa nafsu mata, dan keangkuhan hidup. Namun, Anda tidak hidup seperti itu sekarang. Anda menahan keinginan daging. Anda membatasi kesenangan. Anda menolak dosa. Karena Anda memahami bahwa ada pahala di masa depan yang akan datang di hadapan Tuhan dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Misalnya, apa yang membuat Anda membangun perahu di padang pasir karena Anda diberi tahu bahwa hujan akan turun, padahal hujan tidak pernah turun sepanjang sejarah dunia? Dapatkah Anda membayangkan membangun perahu seperti yang dilakukan Nuh selama 120 tahun di padang pasir dan menghadapi ejekan dari tetangganya? Apa yang membuat imannya terwujud? Ia begitu yakin sehingga keyakinan itu menjadi dasar hidupnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena oleh nenek moyang kami telah diterima." Allah akan menolong orang-orang Yahudi yang mungkin sedang bergumul dengan gagasan keselamatan melalui iman, dengan menunjukkan fakta bahwa inilah cara orang-orang kudus zaman dahulu memperoleh penerimaan. Mengapa orang-orang Yahudi menganggap mereka sebagai pahlawan iman? Mengapa mereka memandang Habel, Henokh, dan Abraham sebagai orang-orang yang mulia? Karena iman mereka dan itulah yang akan Dia tunjukkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Habel percaya kepada Allah mengenai pengorbanan. Ia melakukan apa yang Allah perintahkan kepadanya karena Allah telah memberitahunya apa yang harus dilakukan dan Aku akan memberkatimu. Henokh sangat percaya kepada Allah sehingga ia tidak mati. Nuh percaya kepada Allah dan karena itu Allah menganugerahkan kepadanya kebenaran dan Allah membenarkannya, Allah menyelamatkannya dan keluarganya. Abraham dan Sarah percaya kepada Allah untuk memiliki seorang anak dan Allah menggenapi janji itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan belajar tentang Ishak, Yakub, Yusuf, dan semua orang lainnya, yang semuanya percaya kepada Allah dan diselamatkan. Catatan Perjanjian Lama menjadi kesaksian iman mereka. Mereka percaya pada apa yang tidak dapat mereka lihat. Mereka menjalani hidup berdasarkan janji-janji yang Allah buat bagi mereka, dan tentu saja Allah menyetujuinya dan mereka dihormati dan tetap menjadi pahlawan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ada sebuah ilustrasi tentang iman, yang pertama yang diberikannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Karena iman kami mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kami lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kami lihat.” Nah, ini adalah ilustrasi yang luar biasa. Ilustrasi ini membawa kami kembali dan memberi kami landasan untuk iman yang melihat ke depan. Yang melihat kembali kepada ciptaan. Ciptaan yang dibuat dari hal-hal yang tidak kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penciptaan adalah ex nihilo, Allah menciptakan seluruh alam semesta dari ketiadaan. Apa yang kelihatan tidak terbuat dari apa pun yang terlihat. Jadi dari hal-hal tak terlihat muncullah hal yang terlihat, dari ketiadaan muncullah segalanya. Kami memahami hal itu melalui iman. Karena kami tidak ada di sana. Nah di mana kami menaruh iman kami? Dalam wahyu Allah yang tertulis dalam Kejadian 1 dan 2 yang memberi tahu kami bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta melalui Firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Jadilah terang, maka terang itu jadi.” Dia berfirman agar segala sesuatu menjadi ada dan catatannya ada di Kejadian 1. Kami dapat melihat efeknya, yaitu alam semesta; kami memahami bahwa alam semesta itu ada. Pasti ada saat ketika tidak ada apa-apa. Saat itu berakhir ketika Allah menciptakan alam semesta. Dengan iman, kami memahami bagaimana itu terjadi. Iman kami ada di dalam wahyu Kitab Suci. Seseorang telah melakukan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi orang yang mengerti bahwa itu terjadi tidak tahu bagaimana caranya. Hanya orang yang menaruh imannya pada Kitab Suci mengerti bagaimana itu terjadi. Melalui Firman Allah. Jadi melalui iman kami mengerti bahwa dunia dipersiapkan oleh Firman Allah. Mengapa? Karena itulah yang dikatakan Kitab Suci dan itu adalah kenyataan. Kitab Suci mengatakan Allah menciptakannya, kami hidup di dalamnya dan kami dapat melihat bukti-bukti ciptaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi fakta bahwa kami dapat melihat ke belakang dan melihat bahwa Allah menggambarkan ciptaan-Nya, memberi tahu kami bagaimana Dia menciptakannya dan telah meninggalkan jejak-Nya di dalamnya dan kami sekarang hidup dalam ciptaan itu memberi kami kesempatan untuk memiliki dasar untuk percaya pada masa depan. Dan kami dapat percaya bahwa Allah yang sama, yang mengucapkan hal ini menjadi ada melalui Firman-Nya, telah berkata bahwa Dia telah mengucapkan dunia lain menjadi ada yang menanti kami datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bahwa pada suatu hari nanti kami akan mengalami dunia itu. Kami dapat mempercayai-Nya untuk itu karena Dia adalah sumber dari semua itu sebagaimana Dia adalah sumber dari semua ini. Tidak ada cara lain untuk menjelaskan alam semesta selain dengan mengatakan bahwa Allah menciptakannya. Dan di sini kami hidup di dunia yang diciptakan oleh Firman Allah, yang dijelaskan secara rinci dalam Kejadian 1 dan 2. Semua ilmu pengetahuan sejati ini menegaskan tangan kreatif Allah dalam kompleksitas seluruh alam semesta ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami sekarang hidup di alam semesta yang diciptakan oleh Firman Allah, kami melihat jejak-Nya di dalamnya dan itulah dasar yang kami percayai bahwa Allah akan, di masa depan, menyediakan alam semesta lain bagi kami dalam kemuliaan hadirat-Nya, yang juga dijanjikan oleh kuasa kreatif-Nya. Kami semua hidup oleh iman. Kami semua yang beriman, kami percaya kepada Allah. Kami percaya kepada Allah sebagai Pencipta dunia ini dan kami percaya kepada-Nya sebagai Pencipta dunia yang akan datang. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241201</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000249</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman Yang Menyelamatkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000248"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hakikat iman yang menyelamatkan adalah memandang keselamatan secara positif. Tidak ada yang lebih tragis daripada penipuan di mana orang mengira mereka diselamatkan tetapi sebenarnya tidak, karena iman mereka bukanlah iman yang menyelamatkan. Untuk mulai, mari kami lihat Yohanes 2. Inilah awal yang baik untuk diskusi tentang hakikat iman yang menyelamatkan, karena di sini Yesus mengidentifikasikan jenis iman yang tidak menyelamatkan. Dalam Yohanes 2:23, Ia mengingatkan kami bahwa Yesus telah melakukan banyak mukjizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 24-25 mengatakan, “Tetapi Yesus tidak mau mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 25 dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” Mereka percaya kepada-Nya, tetapi Ia tidak menyerahkan diri-Nya kepada mereka sebagai Juruselamat, karena Ia tahu apa yang ada di dalam diri mereka, dan apa yang ada di dalam diri mereka bukanlah iman yang menyelamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah iman yang menyelamatkan itu? Yaitu percaya kepada pribadi Tuhan Yesus Kristus sampai pada tingkat di mana Anda benar-benar puas dengan-Nya sehingga Anda dapat menyerahkan hidup Anda kepada-Nya dengan kesetiaan, ketaatan, ketundukan, tugas, kewajiban; dan itu bukan hanya percaya secara intelektual. Iman tidak dapat ditempatkan sebagai lawan dari komitmen, penyerahan diri, pertobatan, dan kegembiraan di dalam Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan menemukan dalam Ibrani 11 sifat iman itu yang menyelamatkan. Pahamilah dua hal: apa itu iman dan apa yang dilakukan oleh iman. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1-3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kami harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kami tidak lihat. 2 Karena dengan demikianlah nenek moyang kami telah diselamatkan. 3 Karena iman kami mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kami lihat telah terjadi dari apa yang kami tidak dapat lihat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani ditulis untuk orang Yahudi. Dan dalam budaya dan masyarakat mereka, pemikiran keagamaan yang dominan adalah pemikiran orang Farisi. Karena mereka mematuhi Hukum Musa paling tinggi. Dan menurut orang Farisi, kebenaran, pengampunan dosa dan keselamatan hanya dapat dicapai melalui sistem perbuatan yang ketat. Jadi Anda menyelamatkan diri Anda sendiri melalui tindakan dan tugas moral Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tradisi Yahudi telah memutarbalikkan hukum Allah, hukum yang diberikan untuk menunjukkan bahwa manusia adalah orang berdosa, mereka mengubahnya menjadi sarana keselamatan. Nah di dalam Perjanjian Baru, masalah keselamatan berdasarkan perbuatan ini secara langsung diserang dan ditunjukkan sebagai salah tafsir terhadap apa yang diajarkan Kitab Suci. Keselamatan tidak diperoleh melalui sistem perbuatan, tetapi melalui kepercayaan kepada apa yang Kristus lakukan bagi semua orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalahnya adalah bahwa bahkan setelah mereka diperlihatkan dasar-dasar Kristus, dasar-dasar Injil, kebenaran tentang kematian dan kebangkitan Kristus, kebanyakan dari mereka tidak mau meninggalkan agama perbuatan kebenaran mereka. Maka Roh Kudus menulis Ibrani 11 untuk menunjukkan kepada mereka bahwa keselamatan tidak pernah diperoleh melalui perbuatan. Dan Ia kembali ke zaman Adam yang pertama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Habel.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Henokh.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Nuh.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Abraham.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Sarah,” dan seterusnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Karena iman Ishak, karena iman Yakub, karena iman Yusuf, karena iman Musa.” Itu tidak pernah ada sesuatu selain iman. Dia benar-benar melemahkan sistem Farisi tentang perbuatan baik yang dirancang untuk mendapatkan keselamatan Anda sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Habakuk 2:4 dikatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Itu bukanlah kebenaran tentang Perjanjian Baru, itulah kebenaran tentang rencana penebusan Allah dari awal sampai akhir. Dan seperti yang ditunjukkan dalam Ibrani 11, sejak Adam, instrumen keselamatan Allah adalah iman, bukan perbuatan. Efesus 2:8 mengatakan, “Sebab kamu diselamatkan oleh anugerah melalui iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 10 berbicara tentang pembenaran oleh iman, dan Ibrani 11 memberi kami contoh-contoh orang yang dibenarkan oleh iman mereka. Mereka membuktikan bahwa keselamatan terjadi bukan karena perbuatan. Tetapi apakah iman yang menyelamatkan itu?” Nomor satu: Iman ini dapat didefinisikan sebagai kepastian akan hal-hal yang diharapkan. Iman yang menyelamatkan menerjemahkan janji-janji Allah untuk masa depan ke dalam bentuk sekarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, iman sejati yang menyelamatkan bergantung pada firman Allah tentang masa depan. Iman adalah keyakinan supranatural bahwa Allah pada suatu hari nanti akan membawa kami ke surga, bahwa Ia suatu hari nanti akan menjadikan kami sempurna dan bebas dari dosa, bahwa Ia suatu hari nanti akan mempertemukan kami dengan Kristus dan menjadikan kami seperti Dia, bahwa Ia suatu hari nanti akan memberi kami pahala kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman adalah percaya sesuatu yang dijanjikan Allah akan terjadi, bukan karena kami menginginkannya terjadi, tetapi karena Dia berjanji itu akan terjadi. Itu adalah kepastian mutlak berkenaan dengan janji-janji Kitab Suci. Dan siapa pun yang memiliki pandangan yang lemah terhadap Alkitab pasti memiliki iman yang lemah. Itu adalah iman bahwa Allah memiliki kemampuan dan keinginan untuk memenuhi janji-janji-Nya, bahwa Dia dapat dipercaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman ini bersifat supranatural. Iman sejati yang menyelamatkan ini adalah sesuatu yang diberikan Allah kepada kami. Anda tidak memiliki iman yang menyelamatkan, itu tidak alami. Tidaklah alami untuk percaya pada sesuatu yang belum pernah Anda lihat. Tidaklah alami untuk percaya pada seseorang yang belum pernah Anda lihat. Kami percaya Allah yang belum pernah kami lihat, Kristus yang belum pernah kami lihat, Roh yang belum pernah kami lihat. Kami percaya kami akan pergi ke surga yang belum pernah kami lihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika seorang pendosa mencapai tingkat keputusasaan yang paling tinggi, yang telah ia alami seumur hidupnya, dan dia menerima Yesus Kristus dalam keputusasaannya akan pengampunan, tiba-tiba ia mampu percaya tanpa bukti apa pun. Dan kemudian setelah Anda percaya, Anda kembali membaca dan mempelajari Firman Allah dan Anda mulai melihat kewajaran dari apa yang Anda percayai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manusia duniawi, menurut 1 Korintus 2:14 tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan. Jadi di sini Anda memiliki seorang manusia yang mati secara rohani, tetapi ia hidup secara fisik; jadi satu-satunya iman yang bekerja adalah iman yang terhubung dengan pengalaman fisiknya. Dan ia beriman kepada Kristus hanya ketika Allah campur tangan dalam hidupnya dan memberinya iman yang supranatural.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena iman maka Musa meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja, karena ia bertahan seperti orang yang melihat Dia yang tidak kelihatan." Ia bisa saja menjadi orang terkaya di antara orang kaya dan yang paling terkemuka di antara yang terkemuka. Namun ia pergi, berjalan menjauh, tidak takut akan murka raja, dan ia bertahan melalui semua itu karena ia dapat melihat Dia yang tidak terlihat yaitu Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Iman adalah keyakinan akan hal-hal yang tidak terlihat</b></span><span class="cf1">. Ayat 27 membawa kami ke titik ini. Frasa yang sejajar dengan frasa pertama ini membawa gagasan itu sedikit lebih menjauh. Dan kata itu menyiratkan perwujudan yang lebih dalam dari keyakinan itu. Kami siap untuk berkata, “Hidupku akan didedikasikan untuk ini, dan itu akan menentukan apa yang kulakukan, dan ke mana aku pergi, dan bagaimana aku berpikir, dan bagaimana aku berbicara, dan bagaimana aku hidup.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami menjalani setiap momen seolah-olah itu adalah kenyataan, karena kami memiliki keyakinan bahwa apa yang belum pernah kami lihat adalah kenyataan. Petrus menggambarkannya dalam 1 Petrus 1:8-9, "Sekalipun kami belum melihat Kristus, kami mengasihi Dia." Ia melanjutkan, "Dan meskipun kami tidak melihat Dia sekarang, kamipercaya kepada-Nya. Dengan sukacita yang mulia dan nyata kami menyerahkan diri kepada-Nya, memperoleh hasil iman, yaitu keselamatan jiwa kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman seperti itu tidak tergoyahkan. Tidak peduli apa yang mengujinya, tidak peduli berapa pun biayanya, iman itu bertahan. Iman adalah keyakinan akan hal-hal yang tidak terlihat. Dan inti dari Ibrani 11 adalah untuk menunjukkan bahwa iman itu bertahan lama dan tekun, karena semua contoh dalam Ibrani 11 menunjukkan orang-orang yang imannya diuji dengan keras. Sifat iman yang menyelamatkan adalah bahwa iman itu adalah keyakinan, jaminan, dasar dari segala sesuatu yang diharapkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman ini teguh. Ini adalah keyakinan supranatural yang mengatur perilaku orang percaya sejati. Iman ini bertahan, bertekun dan taat. Sepanjang pasal ini orang-orang menyembah, taat, bertahan, berkorban, bekerja, dan semuanya dilakukan dengan iman. Ini adalah komitmen yang tidak pernah berubah. Allah memberikan iman ilahi, ini adalah iman yang tidak tergoyahkan, dan Ibrani 11 adalah buktinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nah,</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>ada tiga unsur dalam iman</b></span><span class="cf1">, pengetahuan, persetujuan, dan kepercayaan. Pengetahuan adalah unsur intelektual. Pengetahuan adalah untuk memahami kebenaran, yaitu Injil. Persetujuan adalah unsur emosional. Pengetahuan adalah untuk menemukan hati Anda tertarik pada apa yang telah dipelajari oleh kepala Anda. Kepercayaan adalah unsur sukarela, atau unsur kemauan. Kepercayaan adalah ketika Anda membuat komitmen. Iman yang sejati melibatkan ketiga-tiganya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman yang menyelamatkan membuat pikiran kami menerima pengetahuan, pengakuan dan pemahaman akan kebenaran bahwa Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan. Hati kemudian memberikan persetujuan. Kehendak menanggapi dengan komitmen pribadi kepada Kristus. Elemen terakhir, kepercayaan, komponen kehendak adalah elemen puncak dari percaya, dan itu melibatkan penyerahan diri kepada objek iman. Itu adalah pilihan pribadi Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Iman berarti percaya bahwa Allah itu ada</b></span><span class="cf1">. Ayat 6 mengatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada.” Dia adalah Allah dalam Kitab Suci, yang adalah Allah yang berinkarnasi dalam Yesus Kristus. Anda harus percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang merupakan anggota Tritunggal, yang berinkarnasi melalui kelahiran dari seorang perawan, datang ke dunia, dan menjalani hidup tanpa dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mati sebagai penebusan dosa, bangkit dari kubur pada hari ketiga, diangkat ke sebelah kanan Bapa sebagai penegasan keberhasilan pengorbanan-Nya, dan di sana Dia menjadi perantara bagi kami sampai Dia kembali. Itulah Kristus dalam Kitab Suci. Dan Allah dalam Kitab Suci adalah Allah yang dinyatakan di sana yang berinkarnasi dalam Kristus; dan jika Anda ingin datang kepada Allah, Anda harus percaya akan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa artinya Roma 10:9-10 ketika mengatakan, "Jika kamu percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan"? Kristus yang mana yang dapat kamu percayai jika kamu tidak percaya kepada Dia yang telah disalibkan dan bangkit? Dan jika kamu mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu meneguhkan seluruh pelayanan-Nya dan kematian-Nya; dan kamu akan diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Iman adalah mencari Allah</b></span><span class="cf1">. “Iman adalah percaya bahwa Allah memberi upah kepada mereka yang mencari Dia.” Tidaklah cukup untuk percaya bahwa Allah dalam Alkitab itu ada. Ada satu unsur lain: Anda harus mencari Dia, dan itulah komponen ketiga. Anda mencari Dia sebagai Juruselamat; Anda mencari Dia sebagai Tuhan yang ditaati. Tidaklah cukup untuk mengetahui tentang Allah dan tentang Kristus. Tidaklah cukup untuk mencari informasi saja, Anda harus mencari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesaya berkata, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.” Yeremia berkata, “Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, apabila kamu mencari Aku dengan segenap hatimu.” Amos berkata, “Carilah Aku, supaya kamu hidup.” Yesus berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” Keselamatan terjadi ketika orang berdosa yang bertobat mencari dengan segenap hatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daripada berusaha mendapat perkenanan dari Allah, iman mengejar Allah sendiri. Iman mengikuti Allah sebagai kesenangan jiwa yang terbesar. Jadi, iman adalah mencari dan menemukan Allah di dalam Kristus, menginginkan Dia, merasa puas dengan Dia, dan ingin menyerahkan seluruh hidup Anda kepada-Nya. Iman adalah menemukan Dia, roti yang mengenyangkan, dan air yang memuaskan. Nah, dalam lima menit ke depan kami akan melihat apa yang dilakukan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk memahami iman, kami harus tahu apa fungsinya. Singkatnya: iman bertekun dalam ketaatan. Di ayat 4, Anda menemukan iman yang menyembah. Dalam ayat 5, Anda menemukan iman yang berjalan bersama Allah. Dalam ayat 7, Anda menemukan iman yang bekerja untuk Allah; dalam ayat 8 sampai 10, menaati Allah; dalam ayat 11, Sarah mengatasi kemandulan meskipun dia sudah tua; dan dalam ayat 12, dia memiliki keturunan sebanyak bintang di langit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman memampukan orang untuk bertekun sampai mati, ayat 13 - 16; untuk mempercayakan harta milik mereka kepada Allah, ayat 17 - 19; untuk percaya kepada Allah untuk masa depan, ayat 20 - 23; untuk meninggalkan harta duniawi dan beralih kepada pahala surgawi, ayat 24 - 26; untuk melihat Allah yang tidak kami dapat lihat, ayat 27; untuk menerima mujizat-mujizat dari tangan Allah, ayat 28 -30; untuk memiliki keberanian dalam menghadapi bahaya besar, 31 - 34.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33-38</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, menegakkan keadilan, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34 memadamkan amukan api, luput dari mata pedang, memperoleh kekuatan dalam kelemahan, menjadi kuat dalam peperangan dan memukul mundur pasukan-pasukan asing. 35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orang mati mereka, dibangkitkan, tetapi orang-orang lain disiksa, tidak mau menerima pembebasan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. 36 Dan yang lain diejek dan dicambuk, juga dibelenggu dan dipenjarakan. 37 Mereka dibunuh dengan batu, digergaji, mati oleh pedang, mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing, melarat, menderita dan dianiaya. 38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, bersembunyi dalam gua-gua dan liang-liang di tanah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39-40</b></span><span class="cf1">, “Semua orang ini telah menerima kesaksian karena iman mereka, tetapi mereka tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu. 40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kami, supaya tanpa kami mereka tidak dapat disempurnakan.” Mereka tidak pernah melihat Mesias datang atau mengetahui tentang salib dan kebangkitan. Apa yang mereka saksikan? Kekekalan iman menyelamatkan. Ketika Allah memberi iman, iman itu bertahan, </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menantikan masa depan. Kami melihat ke belakang dan tahu bahwa Yesus benar-benar ada. Mereka adalah para pahlawan iman. Mereka menunjukkan kepada kami bahwa iman yang diberikan Allah dapat bertahan dalam segala hal, dari dibelah dua hingga dilemparkan ke singa. Segala sesuatu yang kami tahu tentang Allah dalam Alkitab, meneguhkan realitas-Nya. Dan segala sesuatu yang kami tahu tentang pengalaman pribadi kami dalam keselamatan-Nya meneguhkan realitasnya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241124</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000248</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Respon Negatif]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000247"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+10:26-39" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 10:26-39</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami mulai mempelajari tanggapan negatif terhadap Perjanjian Baru. Hal itu disampaikan kepada komunitas Yahudi di Israel. Roh Kudus menyampaikan fakta bahwa Kekristenan adalah jawaban untuk segalanya, bahwa perjanjian baru jauh lebih cemerlang daripada yang lama, bahwa itu adalah imamat yang lebih baik dengan imam yang lebih baik yang merupakan perantara yang lebih baik yang memberikan pengorbanan yang lebih baik, yang menyegel perjanjian yang lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada dua pilihan. Yang pertama, yang dibicarakan-Nya dalam ayat 19-25, di mana Ia memberi tahu mereka, bersikaplah positif. Tanggapi perjanjian baru dengan datang kepada Kristus. Yang kedua adalah tanggapan negatif, jika Anda tidak melakukannya, inilah yang terjadi. Dan kami telah mulai mempelajari tanggapan negatif terhadap perjanjian baru itu. Apa yang terjadi ketika seseorang menolak Injil Yesus Kristus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang hatinya telah dihangatkan terhadap Injil Kristus dan yang telah membuat komitmen iman yang dangkal, tetapi tetap nyata ada iman kepada Kristus. Mereka telah mengatakan bahwa mereka percaya. Mereka telah mengidentifikasi diri mereka, setidaknya secara kasat mata, dengan Gereja yang sejati. Namun kehangatan itu semua memudar dan kegembiraannya mulai mereda dan mereka dalam bahaya untuk kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada beberapa hal yang tidak boleh kami lupakan, dan sering kali salah satunya adalah keyakinan akan Injil saat pertama kali kami mendengarnya. Beberapa orang sudah begitu sering mendengarnya sehingga mereka tidak dapat memahaminya lagi. Dan ini bahkan berlaku bagi banyak orang Kristen. Namun dalam hal pemuridan, Anda sudah terlalu sering mendengarnya sampai Anda tidak dapat menanggapinya. Anda sudah melupakan penetrasi Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami memahami dosa yang tidak dapat diampuni karena kami tahu kebenaran, memiliki wahyu penuh, kami mengaku percaya, lalu melupakannya dan meninggalkannya. Dan Alkitab menyebut orang ini murtad. Mengetahui segala sesuatu yang perlu diketahui tentang Injil dan mengidentifikasi diri sebagai bagian darinya, lalu meninggalkannya, tanpa pernah benar-benar diselamatkan. Dan untuk dosa kemurtadan, tidak ada pengampunan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kasus kemurtadan yang paling terkenal atas Yesus tercatat ketika Dia ada di bumi. Ada kemurtadan di Perjanjian Lama, kemurtadan di zaman Kristus, dan kemurtadan pada saat ini. Para rabi begitu benci Yesus sehingga mereka memutuskan Dia adalah Setan. Matius 12:26, ​​“Tetapi Yesus tahu pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka, “Jika Iblis mengusir Iblis, maka ia pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri. Bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 30-31, “Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan barangsiapa tidak ada bersama Aku, ia terceraiberai. 31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. 32 Barangsiapa mengucapkan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi barangsiapa menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini disebut dosa yang tidak dapat diampuni. Allah mengampuni dosa dan Ia mengampuni penghujatan. "Tetapi penghujatan terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." Anda bertanya, apakah penghujatan terhadap Roh Kudus itu? Mereka baru saja menghubungkan pekerjaan Kristus dengan Setan. Mengatakan hal itu tentang Kristus ketika Anda tidak tahu apa-apa adalah satu hal, tetapi menyimpulkannya ketika Anda memiliki semua bukti adalah hal yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Karena tidak ada pertobatan ketika Anda melihat kebenaran. Ini bukan sekadar pernyataan yang sewenang-wenang, Anda mengatakan beberapa hal yang menentang saya, itu saja untuk Anda, dan Anda akan dikutuk untuk selamanya. Itu bukan intinya. Intinya adalah ketika orang memiliki semua wahyu ilahi yang dapat datang dari Roh Allah, dan mereka menyimpulkan bahwa itu berasal dari neraka, tidak mungkin mereka tahu kebenaran sehingga mereka dapat diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dapatkah dosa itu dilakukan di zaman ini? Tidak demikian. Mengapa? Karena Yesus tidak ada di sini. Kemurtadan yang sangat khusus ini terjadi pada zaman ketika Yesus hidup. Yaitu melihat pekerjaan Kristus yang menyatakan keilahian-Nya dan mengatakan bahwa Setan yang melakukannya. Dan gagasan bahwa orang-orang saat ini percaya bahwa jika Anda mengucapkan sepatah kata yang menentang bahasa roh, Anda telah menghujat Roh Kudus dan tidak akan pernah diselamatkan adalah salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya dikatakan demikian: "Ia tidak akan diampuni, baik di dunia ini, maupun di dunia yang akan datang." Sekarang bagi orang Yahudi, apakah dunia yang akan datang itu? Kerajaan. Lalu selama Kerajaan, di manakah Kristus? Di bumi lagi. Dosa itu akan dapat dilakukan lagi di bumi ketika Kristus ada di sini. Itu adalah dosa yang tidak dapat dilakukan di dunia ini dalam karakter khususnya sebagaimana ditunjukkan di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemurtadan hari ini bukanlah melihat pekerjaan Kristus yang hidup di bumi dan menghubungkannya dengan Setan, kemurtadan hari ini adalah mendengar semua kebenaran Allah yang diwahyukan, mengetahuinya sepenuhnya dengan segenap pikirannya dan membuat semacam persetujuan mental terhadapnya, lalu berbalik dan menjauh dan menjauh selamanya. Itulah kemurtadan di zaman ini. Namun, semuanya muncul sebagai penolakan terhadap terang yang penuh, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 10 memperingatkan kami tentang kemurtadan. Sepuluh bab dari Kitab Ibrani menyajikan Perjanjian Baru dengan keselamatan melalui Kristus. Hanya ada dua cara seseorang dapat menanggapinya, baik secara positif maupun secara negatif. Kembali ke Ibrani 2 dikatakan bahwa Tuhan pertama menyampaikan Injil, tetapi itu disampaikan kepada mereka oleh mereka yang mendengar Tuhan dan diteguhkan kepada mereka melalui tanda-tanda, keajaiban dan karunia Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada keduniawian, pengabaian, ketidakpercayaan yang kuat, berpegang teguh pada agama lama, Anda tahu, dan mereka hampir datang kepada Kristus dan mereka bergantung pada keseimbangan, dan kemudian sesuatu terjadi dan mereka pergi. Dan mereka tahu apa yang mereka tolak dan mereka melakukannya dengan sengaja dan mereka melakukannya dengan sadar dan mereka memutuskan dalam pikiran mereka, saya tidak menginginkan ini. Saya tahu segalanya tentang itu. Dan mereka pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26-27</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Sebab jika kami sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 27 Tetapi yang ada hanyalah penghakiman yang mengerikan dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka." Inilah sifat kemurtadan. Kata "pengetahuan" berarti memiliki pengetahuan lengkap - memiliki semuanya. Ini tidak berarti Anda telah diselamatkan. Itu semua hanya ada di dalam pikiran Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika seseorang terus menerus melakukan dosa penolakan yang disengaja, apakah ia benar-benar seorang Kristen?” Saya tidak percaya ia pernah menjadi seorang Kristen. Dan saya telah mengatakan ini berkali-kali. Orang percaya sejati selalu terus maju. Ranting-ranting sejati selalu tinggal di pokok anggur. Dan dalam 1 Yohanes 2:19, kami memiliki pernyataan jelas ini, “Mereka berasal dari kami, tetapi mereka tidak termasuk pada kami. Jika mereka termasuk pada kami, pasti mereka akan tetap bersama dengan kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa tahun setelah Kitab Ibrani ditulis, Allah membuktikannya ketika Ia menghancurkan seluruh sistem pengorbanan itu dalam penjarahan Yerusalem. Sejak tahun 70 M, tidak ada orang Yahudi yang mempersembahkan korban. Seluruh ritual telah menjadi simbolis. Dan Allah tahu mengapa mereka tidak mempersembahkan korban lagi. Karena tidak ada satu pun dari pengorbanan itu yang efektif. Jika seseorang berpaling dari pengorbanan Kristus kepada pengorbanan yang lain, tamatlah riwayatnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa tidak menaati hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan, berdasarkan keterangan dua atau tiga orang saksi.” Dalam Bilangan 15:30 dikatakan, “Tetapi orang yang berlaku tidak senonoh, baik orang Israel asli maupun orang asing, ia menghujat Tuhan, dan orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.” Saya telah melanggar hukum. Puji Allah atas anugerah. Tetapi jika Anda hidup di luar anugerah Kristus, Anda akan hidup di dalam hukum dan masuk neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengaku bahwa ada tingkat dosa. Dan ada tingkatan hukuman yang menyertai tingkatan dosa itu. Lukas 12:47-48, “Dan hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mempersiapkan diri atau melakukannya, akan menerima pukulan berat. 48 Tetapi yang tidak tahu akan kehendak tuannya, tetapi melakukan apa yang patut dihukum, ia akan menerima pukulan ringan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan dituntut banyak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, di Perjanjian Lama, Allah kadang-kadang memusnahkan seluruh kelompok orang sebagai hukuman. Mungkin pada beberapa kesempatan, beberapa dari mereka adalah orang-orang yang percaya dan sekarang mereka berada di surga dan hukuman mereka adalah hajaran. Mungkin beberapa dari mereka adalah orang-orang yang tidak percaya. Namun, neraka yang mereka alami tidak akan sama dengan mereka yang hidup dalam penentangan terhadap Allah dan penolakan terhadap Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1"> berkata, "Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh anugerah itu?" Apa artinya "menginjak-injak"? Itu menandakan sebuah objek tidak berharga. Nah, itu adalah ciri khas beberapa orang yang menolak untuk menginjak-injak sesuatu yang tidak berharga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus dipisahkan. Kata disucikan berarti dipisahkan. Kata kudus juga berarti dipisahkan. Darah perjanjian itu suci. Itu adalah darah yang ditumpahkan di kayu salib oleh Yesus Kristus. Melalui darah yang tertumpah itu, Kristus dipisahkan bagi Allah sebagai kurban yang sempurna. Ia masuk ke dalam Ruang Mahakudus dan, di sana, setelah mempersembahkan kurban yang sempurna itu, Ia kemudian masuk ke dalam Ruang Mahakudus dan memercikkan darah di atas kursi pendamaian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus yang memberi darah-Nya, menyelesaikan pengorbanan itu dan menetapkan perjanjian baru. Jadi perjanjian itu dimeteraikan dalam darah. Ada orang-orang murtad yang menganggap darah yang dipisahkan untuk menyegel perjanjian itu sebagai sesuatu yang tidak suci. Pernyataan itu merupakan penolakan terhadap Allah yang meninggikan Anak itu. Inilah penolakan terhadap Kristus yang memisahkan diri-Nya sebagai korban yang sempurna. Jadi orang murtad menolak Allah dan menolak Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena kami tahu Yang berkata: Pembalasan adalah hak-Ku; Akulah yang akan menuntut pembalasan, dan Tuhan akan menghakimi umat-Nya." Di sini Ia mengutip Ulangan 32:35-36, dua bagian Perjanjian Lama yang berbicara tentang pembalasan Allah. Jika Allah sendiri melakukan pembalasan di Perjanjian Lama ketika mereka melanggar hukum Musa, pembalasan apa yang akan Ia lakukan terhadap mereka yang melanggar Yesus Kristus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mengerikan sekali kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” Itu jauh berbeda dengan orang murtad yang jatuh ke dalam tangan penghakiman. Jadi kami melihat sifat kemurtadan dan hasilnya. Marilah kami lihat pencegah kemurtadan. Lakukan dua hal. Disini terdapat dorongan positif untuk tidak kembali jika Anda tahu kebenaran. Pertama ingatlah. Hal pertama adalah mengingat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Ingatlah masa-masa awal, ketika hatimu telah diterangi, kamu bertahan dalam pergumulan yang berat dengan berbagai penderitaan.” Apakah Anda ingat ketika Anda pertama kali datang kepada Kristus dan ketika Anda datang ke dalam persekutuan orang-orang percaya dan Anda mendengar tentang Kristus. Anda dapat merasakannya dan Anda muncul dan Anda menyukainya. Namun sedikit demi sedikit Anda menjadi dingin dan Anda mulai memudar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Ada kalanya kamu menjadi sasaran ejekan dan penderitaan di muka umum, dan pada waktu yang lain kamu menjadi sahabat orang-orang yang diperlakukan seperti itu.” Kamu menjadi tontonan, sama seperti yang lain dan kamu tidak malu. Kamu dulu berdiri bersama kami. Para penganiaya telah berhasil menangkapmu, tetapi ingatlah apa yang terjadi saat kamu pertama kali mulai. Jangan jatuh sekarang. Hanya dengan berada di sekitar kami saja kamu sudah mendapat masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Sebab kamu turut merasakan penderitaan orang-orang hukuman itu dan menerima dengan sukacita ketika harta milikmu dirampas, sebab kamu tahu, bahwa kamu mempunyai harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.” Rupanya, mereka telah menyampaikan kepadanya sesuatu tentang situasi penjara. Maksud saya, setidak-tidaknya kamu tahu bahwa ada sesuatu yang lebih baik daripada harta duniawi dan kamu tidak keberatan untuk menyerahkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">,</span><span class="cf1"><b> </b></span><span class="cf1">“Karena itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upahnya.” Ingatlah bahwa jika Anda sungguh-sungguh datang kepada Kristus dan Anda bertahan di sana, Allah telah menyiapkan beberapa hal yang luar biasa bagi Anda. Satu tempat yang tidak Ia inginkan mereka lihat adalah tempat mereka berada karena di sanalah mereka akan diganggu. Berhentilah memandang penganiayaan. Ingatlah betapa luar biasanya hal itu nantinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Karena kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu mungkin memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Kamu memerlukan kesabaran. “Sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu akan memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Kata ‘mungkin’ di sana tidak berarti itu mungkin, itu adalah pernyataan yang menuntut. Dan itu berarti kamu akan menerimanya. Jangan batalkan semuanya sekarang karena kamu ada masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Karena sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan datang, tanpa menunda.” Hei, jangan berkecil hati. Tuhan pasti datang. Bersabarlah. Anda mungkin akan menderita sedikit. Bertahanlah. Karena Tuhan akan hadir. Itulah janjinya dan kami mempercayainya. Dia memberi tahu mereka tentang sifatnya, hasilnya, dan pencegahnya. Jangan terjebak dalam memandang masalah Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman. Dan jika ia mengundurkan diri, Aku tidak berkenan kepadanya.” Orang benar akan hidup oleh iman. Hei, Anda sudah sampai sejauh ini. Percayalah sepenuhnya. Mereka belum benar-benar memiliki iman, tetapi peganglah apa yang Anda miliki dan percayalah sepenuhnya. Bagaimana kami menjalani hidup kami? Dengan iman. Tidak ada orang yang mengundurkan diri yang memiliki iman yang menyelamatkan. Iman yang menyelamatkan adalah iman yang berkelanjutan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami harus percaya kepada Allah. Saya belum pernah melihat Allah. Saya belum pernah melihat Yesus. Saya belum pernah melihat surga. Saya belum pernah melihat neraka. Saya belum pernah melihat seorang pun yang menulis satu halaman di Alkitab ini. Namun, Anda tahu bahwa saya percaya hal ini sama seperti saya percaya bahwa saya berdiri di sini. Namun, saya mempercayainya bukan karena penglihatan, melainkan karena iman. Seluruh keberadaan saya adalah karena iman. Percayalah bahwa apa yang Anda lihat berasal dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kami bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, melainkan orang-orang yang beriman dan diselamatkan.” Kami bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri; kami adalah orang-orang yang percaya untuk menyelamatkan jiwa. Banyak orang percaya. Alkitab mengatakan bahwa iblis pun percaya dan gemetar. Ia berkata jangan mundur; maju terus. Dikatakan bahwa Yesus Kristus menyediakan keselamatan. Percayalah! Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241117</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000247</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menanggapi dengan Benar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000246"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+10:19-25" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 10:19-25</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika orang mendengar Injil, kabar baik tentang keselamatan dari dosa melalui Yesus Kristus, dan ketika orang itu memahami dan percaya bahwa Injil itu benar, dan ketika orang itu berkomitmen pada pemahaman itu, maka orang itu akan terus menjadi orang percaya sejati atau jatuh kembali menjadi orang murtad. Hanya ada dua kemungkinan tanggapan terhadap pengetahuan tentang Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang murtad adalah orang yang menolak kebenaran, meskipun sudah tahuinya. Itu berbeda dengan seseorang yang mungkin menolak meskipun hanya tahu sebagian dari kebenaran itu. Alkitab memberi tahu kami bahwa hukuman yang paling berat akan dijatuhkan kepada orang murtad itu. Malam ini kami akan membahas kemungkinan pertama dari kedua kemungkinan itu, yaitu tanggapan positif terhadap Perjanjian Baru, atau keselamatan bagi orang percaya tertentu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dalam Kitab Ibrani, kami telah mempelajari kedalaman kitab yang dalam ini. Itu mulai dengan kami diperkenalkan kepada keunggulan, kedaulatan, dan supremasi mutlak Yesus Kristus. Kami menemukan Dia dalam ayat-ayat pertama Ibrani 1 sebagai Pribadi yang Maha Mencukupi. Lalu penulis Kitab Ibrani mulai membandingkan Yesus Kristus dengan semua ciri Perjanjian Lama itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Dia menunjukkan bagaimana Kristus lebih baik dari Musa, dan Kristus lebih baik dari para malaikat, dan Kristus lebih baik dari semua nabi, dan Kristus lebih baik dari Yosua, dan menyiratkan bahwa Kristus lebih baik dari Daud, dan Kristus lebih baik dari Harun, dan Kristus lebih baik dari semua imam. Dan Kristus mempersembahkan kurban yang lebih baik dari yang lainnya. Dia adalah imam yang lebih baik dari imamat yang lebih baik daripada yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menawarkan Perjanjian Baru yang lebih baik daripada Perjanjian Lama. Maka melalui Ibrani 10:1 - 10:18 kami menemukan sebuah penyajian tentang keunggulan Yesus Kristus. Dan saat kami sampai pada ayat 19, Dia minta sebuah tanggapan. Nah secara berkala, Dia telah memberi kami beberapa peringatan keras yang disisipkan di antara penyajian tentang keunggulan Yesus Kristus ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kami sekarang penuh keberanian untuk masuk ke dalam tempat kudus. 20 Ia telah membuka jalan yang baru dan hidup bagi kami melalui tabir, yaitu tubuh-Nya sendiri.” Kata “jadi” selalu menunjuk ke belakang. “Berdasarkan apa yang telah saya katakan dalam 10 pasal dan 18 ayat dalam Kitab Ibrani, kalian harus menanggapinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tahu Injil Yesus, Anda dapat menanggapinya dengan positif di ayat 19, "masuk ke dalam tempat Mahakudus," atau menanggapinya dengan negatif, ayat 26, Anda sengaja berbuat dosa setelah tahu kebenaran, dan Anda murtad, dan penghakiman akan datang. Dan itulah yang diminta-Nya mulai dari Ibrani 10:19, sebagai tanggapan terhadap semua penyajian Kristus hingga Ibrani 10:18.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah seruan bagi orang untuk datang kepada Kristus atas dasar doktrin. Lihatlah, tidak ada seruan alkitabiah yang benar dibuat terpisah dari doktrin. Jadi sepuluh bab doktrin dasar tentang identitas Kristus dan akhirnya Dia berkata, "Nah inilah kesempatan bagi Anda untuk menanggapi." Dan pertama adalah tanggapan positif yang akan diberi orang yang belum mengenal Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Respon positifnya adalah keselamatan yang terdiri dari tiga ciri: iman, harapan, dan kasih. Lihat teksnya, pertama-tama adalah iman. “Marilah kami mendekat,” ayat 19. Kedua adalah harapan, ayat 23, “Marilah kami berpegang teguh.” Dan kemudian ada kasih dalam ayat 24, “Marilah kami saling memperhatikan.” Semua dimulai dengan “Marilah kami,” yang satu berkaitan dengan iman, yang satu berkaitan dengan harapan dan yang satu berkaitan dengan kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, mari kami mulai dengan </span><span class="cf1"><b>iman</b></span><span class="cf1"> dalam ayat 19 - 22. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21-22,</b></span><span class="cf1"> “Karena kami mempunyai Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah, 22 marilah kami menghadap Allah dengan hati yang tulus dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kami telah dibersihkan dari hati nurani jahat dan tubuh kami telah dibasuh dengan air murni.” Atas dasar apa kami dapat mendekat? Ayat 19, “Oleh darah Yesus kami penuh keberanian dapat masuk ke tempat mahakudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus mulai dengan berkata, "Kami dapat masuk ke hadirat Allah." Tempat Kudus adalah Ruang Mahakudus tempat Allah berdiam. Dan tidak seorang pun dapat masuk ke tempat itu dulu kecuali imam besar Yahudi setahun sekali untuk menebus dosa bangsa Israel. Namun sekarang Dia berkata, "Kalian semua dapat masuk ke hadirat Allah. Tirai telah dibuka, dan kalian semua dapat masuk.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami memiliki jalan masuk baru ke dalam tempat mahakudus melalui darah Yesus. Dan inilah pernyataan fantastis bagi orang Yahudi karena bagi orang Yahudi, masuk ke tempat mahakudus sangat dilarang. Dan jika seorang Yahudi pernah mencoba melakukan itu di bawah Perjanjian Lama, ia akan langsung terbakar dalam nyala api murka Yang Mahakuasa. Jadi tidak ada seorang Yahudi pun yang pernah membayangkan untuk masuk ke dalam Tempat Maha Kudus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Lama ada banyak darah yang tertumpah, tetapi tidak ada satu pun yang pernah membuka tirai. Itu tidak dapat membuka jalan. Dalam Ibrani 9:22, dikatakan, "Menurut hukum hampir segala sesuatu disucikan dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Tidak ada cara untuk mengampuni dosa selain melalui penumpahan darah, tetapi penumpahan darah binatang tidak dapat melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Dia lakukan dengan keadilan-Nya? Dia menyerahkannya kepada Yesus Kristus dan itu menebus dosa, dan karena itu, Dia dapat memberi kami belas kasihan. Jadi, kami dapat datang dengan berani, sambil berkata, "Aku datang karena Engkau telah memberi keadilan-Mu kepada Kristus, belas kasihan-Mu tetap ada untukku." Bahkan, kami masuk ke hadirat-Nya, kata Rasul Paulus, sambil berseru, "Abba, Bapa," yang berarti Papa. Itu sangat intim.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat iman mulai tumbuh dalam hati orang percaya, iman mulai menyadari bahwa kami dapat datang kepada Allah, bahwa Allah adalah Allah yang penuh kasih yang telah mencurahkan murka-Nya kepada Yesus bagi mereka yang percaya dan tidak memiliki apapun tersisa selain belas kasihan. Begitu Adam berdosa, akses kepada Allah ditutup. Namun sekarang darah Yesus telah memadamkan hakiman-Nya. Dan orang percaya boleh masuk dengan berani ke hadirat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Perjanjian Lama hanya dapat membawa orang sebagian saja ke hadirat Allah. Perjanjian Lama hanya sedikit saja membawanya ke dalam hubungan itu. Dan kami tahu bahwa itu adalah jalan yang baru bukan hanya karena jalan itu membawa Anda kepada Allah dan jalan lama tidak, tetapi kami tahu bahwa itu adalah jalan baru karena itu dilakukan oleh darah Yesus dan bukan darah binatang. Jadi Roh Kudus menyebutnya sebagai jalan yang baru dan hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengorbanan-Nya efektif sepanjang masa dan karenanya dikatakan segar. Itu selalu baru karena Dia benar Anak Domba yang disembelih sebelum dunia dijadikan. Dan bagi orang yang datang kepada Yesus Kristus, pengorbanan Yesus adalah segar. Karena Paulus berkata bahwa saat Anda diselamatkan, Anda mati bersama Kristus. “Kamu disalibkan bersama Kristus, namun kamu hidup.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dalam arti yang nyata, penyaliban Kristus sama segarnya dengan saat Anda mengalami-Nya. Itulah cara yang segar dan cara yang hidup. Itu berbicara tentang kebangkitan. Tak satu pun dari binatang-binatang itu kembali hidup lagi. Namun di sini, itulah cara yang hidup. Yesus bahkan bukan korban yang mati. Dia hidup. Dia telah bangkit. Dan Dia duduk di sebelah kanan Bapa, menjadi perantara bagi kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah cara yang hidup karena kami hidup. Ketika Anda percaya Yesus Kristus, apa yang Dia lakukan? Efesus 2:4-5, “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar melimpahkan-Nya kepada kami, telah menghidupkan kami bersama dengan Kristus, sekalipun kami telah mati karena dosa kami. Kamu diselamatkan oleh anugerah!” Orang-orang di dunia ini mati secara rohani. Inilah ketidakmampuan mereka untuk menanggapi rangsangan rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu Yesus Kristus mengulurkan tangan-Nya dan menghidupkan Anda, dan Anda mulai merasakan Allah. Tiba-tiba Allah itu hidup, dan Anda pun hidup. Segala sesuatu mulai masuk akal. Dan Anda mulai melihat apa yang Allah inginkan dan berpikir dengan pikiran Allah. Dan ada dimensi baru terbuka bagi Anda, dan itulah kehidupan, dan Anda hidup untuk pertama kalinya, yang berarti Anda peka terhadap Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah kebebasan Kristen. Itu bukanlah melakukan apa yang Anda inginkan. Kebebasan Kristen adalah kemampuan untuk melakukan yang benar untuk pertama kalinya dalam hidup Anda. Karena Anda hidup di hadapan Allah, Anda dapat merasakan apa yang Dia katakan dan menaati. Kata Yohanes 1, "Di dalam Dia ada hidup dan hidup itulah terang manusia." Kata Yesus, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup." Tubuh itu akan mati, tetapi Anda hidup untuk Allah untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 20 mengatakan, "Kristus telah meresmikan bagi kami jalan yang baru dan yang hidup melalui tabir, yaitu tubuh-Nya sendiri." Bagaimana Ia persembahkan ini kepada kami? Melalui tubuh-Nya sendiri. Dan di sini, tubuh-Nya disebut tabir. Ruang Mahakudus yang berada di dalam dipisahkan dari Tempat Kudus oleh tabir ini. Itu dimaksud untuk mencegah siapa pun yang ingin masuk. Tabir besar ini ada di sana. Itu menghalangi akses manusia kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Kristus mati, Dia tidak menyingkirkan tabir itu. Dia membelahnya dari atas ke bawah, dan membiarkannya terbuka lebar. Kristus datang ke dunia dan jika daging-Nya tidak pernah terkoyak di kayu salib, maka jalan itu tidak pernah terbuka. Sampai daging Kristus terkoyak, jalan menuju Allah terhalang, meskipun Dia ada di situ. Tetapi ketika daging Yesus Kristus terkoyak di kayu salib, jalan menuju Allah itu terbuka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21-22</b></span><span class="cf1">, “Karena kami memiliki Imam Besar sebagai kepala rumah Allah, 22 marilah kami mendekat kepada Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kami telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kami telah dibasuh dengan air murni.” Yesus Kristus bukan hanya membukanya, tetapi Ia adalah Imam Besar di hadirat Allah. Kristus bukan hanya menunjukkan jalan kepada kami, Ia juga membawa kami ke sana bersama-sama-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Istilah "rumah Allah" berkaitan dengan semua orang yang percaya. Petrus menggunakannya dalam 1 Petrus 4:17 dan Paulus di dalam Efesus 2:21-22. Maka Yesus Kristus membuka jalan, jalan yang baru dan yang hidup, tetapi Dia bukan hanya membukanya, Dia membawa kami ke sana bersama-Nya. Yesus Kristus bukan hanya menunjukkan jalan masuk kepada Allah, tetapi Dia memegang tangan saya dan mengantar saya ke hadirat Allah, dan Dia duduk di sana bersama saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya berlabuh di sana oleh hadirat-Nya, karena saya terhubung dengan-Nya secara tak terpisahkan dan kekal. Dia bersatu dengan Tuhan menjadi satu roh. Dan Tuhan ada di sana, di takhta Allah, duduk di sebelah kanan Allah, di hadirat-Nya. Dan jika Dia ada di sana, saya ada di sana bersama-Nya, karena kami bersatu. Atas dasar itu akses disediakan. Ayat 22 mengatakan, "Marilah kami mendekat dengan hati yang tulus ikhlas."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya Yesus yang benar-benar dapat membersihkan hati seseorang. Itu bukan pemurnian yang dilakukan-Nya secara lahiriah, tetapi melalui Roh-Nya, Ia membersihkan pikiran dan keinginan terdalam seseorang. Hati nurani mendatangkan rasa bersalah. Dan rasa bersalah tidak akan pernah dapat dihapuskan sampai dosa dihapuskan. Dan ketika Yesus mati, darah-Nya menghapus dosa-dosa kami, dan dengan demikian hati nurani kami menjadi bebas dari rasa bersalah. Nah, itulah hubungannya dari sisi Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ada sesuatu yang berkaitan dengan Anda. Tubuh kami dibasuh dengan air murni. Dan di sini kami memiliki gagasan bahwa pembersihan itu berlangsung di dalam diri kami oleh Roh Allah. Pertama-tama, darah dipercikkan untuk memuaskan Allah. Kemudian Anda dan saya dibersihkan di dalam kami oleh air. Dalam Yohanes 3:5, disebut kami dibasuh oleh air dan Roh, dan air di sana adalah Firman yang menyucikan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, kedua, Anda diubahkan dari dalam, saat Anda dibasuh oleh Firman dan dilahirkan kembali. Nah, ini tidak dapat dipisahkan. Ketika orang datang kepada Kristus, keduanya terjadi. Tindakan hukum kematian Kristus diterapkan atas nama-Nya, dan Allah merasa puas. Dan tindakan pembersihan Roh Kudus mengubah dia dari dalam, dan Dia merasa puas. Dan semua ini terjadi ketika orang dengan berani masuk melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana iman itu bekerja?” Nah, pertama-tama, iman dimulai dengan kebutuhan yang dirasakan. Paulus, dalam perjalanan ke Damaskus, gemetar, tertegun, dan dia berkata, “Tuhan, apa yang Engkau inginkan aku lakukan?” Itulah kebutuhan. Ia merasakan kebutuhan. Kedua, iman berlanjut dengan mengumpulkan bukti. Dalam Roma 10:17, dikatakan, “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman tentang Yesus.” Puncaknya adalah komitmen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Marilah kami berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kami, sebab Ia yang menjanjikannya setia.” Hal kedua dalam bagian ini adalah </span><span class="cf1"><b>pengharapan</b></span><span class="cf1">. Nah, apa yang Ia katakan di sini? Anda mungkin datang ke sini dan Anda mungkin percaya, tetapi keabsahan iman Anda akan terungkap. Ada banyak orang yang mengaku Kristus, dan iblis membiarkan orang-orang itu mengaku Kristen selama mereka tidak mempraktikkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah sisi manusiawi dari keamanan kekal. Alkitab mengajarkan bahwa jika kami milik Allah, Dia akan melindungi kami, tetapi ada sisi manusiawi dari paradoks ini. Allah memilih kami untuk diselamatkan, tetapi ada juga perasaan bahwa kami memilih berdasarkan keinginan kami sendiri. Kami aman karena kuasa Allah, tetapi itu tidak berarti bahwa kami dapat melakukan apa pun yang kami inginkan. Ada tanggung jawab manusiawi juga terhadap keamanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Marilah kami saling memperhatikan supaya kami saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Hal ketiga adalah </span><span class="cf1"><b>kasih</b></span><span class="cf1">. Nah, para pembaca Yahudi ini mengalami kesulitan untuk memutuskan hubungan dengan Perjanjian Lama. Dan mereka masih berpegang pada legalisme dan mereka masih ingin kembali kepada bait suci dan kembali kepada para imam dan kembali kepada persembahan kurban. Jadi, Dia berkata, “Marilah dan masuklah ke dalam persekutuan ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Janganlah kalian menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kami, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kami saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ini adalah peringatan bagi orang Kristen juga. Mereka semua berada dalam bahaya untuk mundur, dan Dia berkata, “Teruslah menjalin persekutuan itu. Janganlah mundur. Kalian harus saling mengasihi. Pengalaman orang Kristen adalah kasih dan perbuatan baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun jika memang demikian, maka hal itu akan terjadi, dan hal itu juga akan terus berlanjut dalam persekutuan orang-orang percaya. Jadi, apa yang penulis Ibrani katakan kepada kami? Secara sederhana Dia katakan, kami tidak dapat memperumit kata-katanya, Dia hanya berkata, “Marilah datang. Pintunya terbuka. Percayalah kepada Allah. Masuklah ke dalam hadirat-Nya. Tinggallah di sana. Dan bersekutulah sebagai orang percaya.” Itu adalah tanggapan yang positif terhadap Perjanjian Baru. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241110</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000246</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengorbanan Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000245"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+10:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 10:1-18</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rasul Paulus di Korintus yang berbudaya menentukan, katanya, untuk tidak mengetahui apa pun di antara kalian selain Yesus Kristus dan Dia yang disalibkan. Di sini, kami memberitakan Kristus disalibkan, satu-satunya harapan manusia. Dan itulah tema Ibrani 10:1-18. Karena ini adalah catatan dari sudut pandang teologis, tentang kematian Kristus. Inilah yang paling dalam dari apa yang dimaksud dengan kematian-Nya, dalam semua kekayaannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, tema Kitab Ibrani adalah kecukupan dan keunggulan mutlak Kristus atas semua ciri dan tokoh yang terkait dengan Perjanjian Lama, yang ditulis-Nya kepada orang-orang Ibrani. Kami berasumsi bahwa ini semua ilham Roh Kudus, dan karenanya kami katakan bahwa Kitab itu ditulis oleh Roh Kudus, karena memang demikian. Ia menyampaikan kepada orang Yahudi fakta bahwa mereka dapat menaruh seluruh kepercayaan mereka kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak perlu, walaupun mereka adalah orang Yahudi yang sudah diselamatkan, untuk tetap berpegang pada kebaktian di bait suci, pada keimamatan, pada semua ritual, dan pada semua keadaan Yudaisme. Dan dia juga berbicara kepada orang Yahudi yang belum diselamatkan yang secara intelektual yakin dan berada di ambang keselamatan dan berkata, "Marilah, kalian dapat menaruh kepercayaanmu pada Kristus, kalian dapat beralih dari Yudaisme ke Kekristenan, itu sudah cukup."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketika kami sampai pada Ibrani 10, Dia menentukan bahwa pengorbanan Yesus itu lebih baik. Ia bukan hanya seorang imam yang lebih baik, Ia bukan hanya mengamankan dan menjadi penjamin dan perantara dari sebuah perjanjian yang lebih baik, tetapi Ia juga mempersembahkan pengorbanan yang lebih baik. Kematian Kristus menjadi pengorbanan yang agung dan terakhir yang menggenapi untuk selamanya apa yang tidak dapat digenapi oleh pengorbanan-pengorbanan lainnya untuk waktu yang lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami lihat di Ibrani 9 perlunya ada pengorbanan. Di Ibrani 10, kami temukan karakter pengorbanan itu. Di mana ada surat wasiat, harus ada kematian agar surat wasiat itu sah. Dan pengampunan menuntut darah di ayat 22, “Segala sesuatu disucikan oleh darah menurut hukum Taurat, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Dan ayat 28 berkata, “Sebab Kristus hanya satu kali mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa semua orang yang percaya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 10, kami menemukan ciri-ciri kematian Kristus, yang melengkapi semua yang kurang dalam kurban-kurban lama. Beberapa hal dalam Ibrani 10 merupakan pengulangan dari apa yang ada dalam Ibrani 9 dan hanya diperluas di sini. Mari kami lihat dalam enam ayat pertama tentang ketidakefektifan kurban-kurban binatang itu. Sepanjang hari para imam Yahudi terlibat dalam kurban-kurban berdarah, ribuan kali ribuan jumlahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernah dikatakan pada suatu masa Pelewatan ada sebanyak 300.000 domba yang disembelih dalam seminggu. Pada saat itu Sungai Kedron dapat mengalirkan darah semua domba yang disembelih. Maka ada banyak pengorbanan dan lebih banyak pengorbanan. Namun, semua pengorbanan itu tidak efektif. Semuanya gagal karena mereka tidak mampu memenuhi semua tuntutan suci Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari saya memberi tahu Anda alasan mereka itu gagal. Pertama, mereka tidak dapat membawa akses kepada Allah. Bahkan imam yang paling tinggi sekalipun pada Yom Kippur, Hari Penebusan Dosa, tidak dapat membawa umat ke dalam tabir. Tabir itu selalu ada. Mereka tidak dapat membawa akses kepada Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Karena hukum Taurat hanya merupakan bayangan dari keselamatan yang akan datang, tetapi bukan hakikat keselamatan itu sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Itu tidak akan pernah dapat menyempurnakan mereka yang beribadah dengan korban-korban yang sama, yang dipersembahkan tahun demi tahun.” Dan kata “sempurna” dalam kitab Ibrani berarti akses kepada Allah. Kata Ibrani 7:19, “Sebab hukum Taurat sama sekali tidak menyempurnakan, tetapi ada pengharapan yang lebih baik yang diberikan kepada kami, yang olehnya kami dapat mendekat kepada Allah.” Perhatikan bahwa dalam ayat 1 dikatakan bahwa hukum Taurat hanyalah bayangan dan bukan gambaran yang sesungguhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah bayangan dari hal-hal baik yang akan datang. Nah, apakah itu? Nah, itu berbicara tentang hak istimewa dan berkat yang datang melalui pengorbanan Kristus. Dan hukum Taurat menggambarkan hal-hal itu. Misalnya, ketika Yohanes pertama kali melihat Yesus dalam Yohanes 1:29, ia memandang-Nya dan berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Kristus adalah penggenapan dari semua gambaran Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Kolose 2:17, semua perayaan dan ritual, “adalah bayangan dari apa yang akan datang, tetapi tubuh atau hakikatnya adalah Kristus.” Akses kepada Allah, keamanan dan kuasa sebenarnya tidak ada di Perjanjian Lama, tetapi semuanya digambarkan di sana. Bayangan mungkin merupakan terjemahan yang terbaik karena bayangan adalah bentuk tanpa hakikat. Bayangan menggambarkan sesuatu yang nyata tetapi sebenarnya bukanlah hal yang nyata itu sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang Yahudi juga telah berhenti berkurban. Mereka bukan hanya tidak menerima kurban terakhir Kristus, tetapi mereka juga gagal meneruskan kurban Perjanjian Lama. Mereka berdiri dalam ketidakpastian antara dua sistem dan menjalani representasi simbolis dan ritualistik dari Perjanjian Lama. Akhirnya adalah supaya umat manusia dapat memiliki hubungan penuh dengan Allah hanya melalui Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama setidaknya menunjukkan kepada mereka bahwa keselamatan mereka akan datang dan bahwa ada bentuk dan kenyataan yang perlu mereka nanti-nantikan. Dan itu terus mengingatkan mereka bahwa Allah itu suci dan tidak suka dosa. Mereka terus-menerus diingatkan bahwa upah dosa adalah maut karena kematian terus berlangsung sepanjang hari sepanjang sejarah mereka saat binatang-binatang itu disembelih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pengorbanan binatang di Perjanjian Lama tidak menghapus dosa, tetapi hanya menutupinya. Ada penghapusan penghakiman sementara, dan ada persekutuan eksternal dengan Allah yang dipertahankan. Dan Perjanjian Lama mengatakan bahwa siapa pun yang membenci pengorbanan itu akan disingkirkan. Ketika seseorang mencapai kepekaan total terhadap dosa, saat itulah orang tersebut menyerahkan hidupnya kepada Allah, jika dia mengenal Injil dan percaya itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Sebab jika demikian, bukankah persembahan itu sudah diberhentikan, sebab orang-orang yang berbadah itu sudah disucikan sekali untuk selama-lamanya, dan tidak sadar lagi akan dosa-dosa mereka?” Dia berkata jika hal itu memang membawa kesempurnaan, mereka pasti sudah berhenti melakukan itu lagi karena begitu mereka mencapai kesempurnaan, hal itu tidak diperlukan lagi. Dengan kata lain, mereka tidak akan dibebani oleh rasa bersalah atas dosa-dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.” Nah, itulah yang terjadi di Israel. Mereka terus memandang korban itu dan berkata, “Oh ya, saya sama sakitnya seperti biasa. Dan saya harus kembali ke sana lagi dengan seekor domba lagi.” Yang dapat mereka lakukan hanyalah mengingatkan seseorang bahwa ia adalah orang berdosa dan ia tidak bebas untuk masuk ke hadirat Allah karena ia tidak suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Karena tidak mungkin darah lembu jantan atau darah kambing menghapus dosa.” Semua yang dapat dilakukan oleh darah lembu jantan dan darah kambing hanyalah tindakan ketaatan yang memiliki makna eksternal. Tidak ada hubungan antara kematian dan darah fisik seekor binatang bisu dengan pengampunan atas pelanggaran moral manusia terhadap Allah. Hanya Yesus Kristus, yang adalah persatuan antara kemanusiaan dan keilahian, yang dapat memuaskan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5-6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena itu ketika Ia datang ke dunia, Ia berkata: "Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan persembahan, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku. 6 Engkau tidak berkenan kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa.” Cara Allah menciptakannya memang benar. Namun, cara manusia melakukannya malah mengacaukannya. Mereka mengambil sesuatu yang seharusnya merupakan iman sejati dan mengubahnya menjadi ritual yang tidak mengandung iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengorbanan Kristus begitu efektif karena, pertama-tama, itu adalah kehendak Allah sejak awal. Allah, Engkau tidak ingin pengorbanan dan persembahan. Selama ini, Engkau menyadari sepenuhnya ketidakcukupan seluruh sistem itu.” “Tetapi Engkau telah persiapkan tubuh untuk-Ku.” “Rencana akhir-Mu adalah untuk inkarnasi-Ku.” Dan Alkitab mengatakan bahwa Ia adalah Anak Domba Allah yang disembelih sejak dunia dijadikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Lalu Aku berkata: “Lihatlah, dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah.” Dalam Mazmur 40:6-8, Allah berkata, “Aku muak dengan semua korban bakaran, tetapi Aku punya rencana lain. Aku telah menyiapkan sebuah tubuh.” Ini adalah percakapan dengan Allah sebelum ada inkarnasi. Dan Dia berkata, “Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah. Engkau telah membuat tubuh untuk-Ku, dan Aku tunduk padanya.” Kristus siap mendengar kehendak Allah dan menaatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1">, “Sesudah Ia berkata di atas, "Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa, yang dipersembahkan menurut hukum Taurat," 9 maka Ia berkata, "Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu. Ia menghapuskan yang pertama untuk menegakkan yang kedua.” Yohanes 1:17 berkata, "Hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus." Jadi pengorbanan Kristus itu lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Karena kehendak-Nya inilah kami telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.” Itu lebih baik karena menguduskan orang percaya, membuatnya suci. Bisakah Perjanjian Lama menguduskan seseorang? Tidak, tidak bisa. Anda tahu bahwa ketika Yesus mati di kayu salib dan Anda menaruh iman Anda kepada-Nya, Anda menjadi suci. Itu berarti Anda dipisahkan, bukan hanya secara posisi tetapi juga secara praktis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini membicarakan kekekalan. "Oleh kehendak-Nyalah kami dikuduskan." Sederhananya, Anda tidak dapat kehilangan keselamatan Anda. Dan, orang-orang terkasih yang mengenal Kristus, Anda akan tetap kudus secara posisional untuk selamanya. Nah, bagaimana keadaan kami secara praktis? Paulus berkata kepada jemaat Korintus, "Kalian kudus, tetapi bersihkanlah dirimu dari segala kotoran." Secara praktis, Anda masih berdosa. Dan kehendak Allah adalah supaya kami menjadi kudus secara praktis agar sesuai dengan posisi tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, “Setiap imam berdiri setiap hari melayani dan mempersembahkan korban yang sama berulang-ulang, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. 12 Tetapi Yesus, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah.” Ini adalah penghapusan dosa secara lengkap. Para imam Yahudi selalu berdiri karena mereka tidak pernah selesai. Tetapi “Yesus duduk di sebelah kanan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Posisi-Nya adalah sebagai seorang raja. Dan hari ini Dia duduk di surga untuk kami. Pengorbanan Yesus dilakukan satu kali saja dan itu efektif untuk selamanya. Itu menyelesaikan segala sesuatu yang dimaksud untuk diselesaikan. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengulanginya. Itu tidak perlu diulang, karena itu menghapus dosa untuk selamanya bagi semua orang yang percaya. Pengorbanan Kristus efektif karena itu menghancurkan musuh-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Sekarang Ia menanti sampai musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Tahukah Anda bahwa semua kurban dalam Perjanjian Lama itu tidak melakukan apa pun untuk menyingkirkan Setan? Semua itu sama sekali tidak berpengaruh padanya maupun pada orang-orang yang tidak percaya. Namun ketika Yesus mempersembahkan diri-Nya di kayu salib, Ia memberikan pukulan yang mematikan kepada semua musuh-Nya. Yesus menghancurkan Setan yang memiliki kuasa kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Karena dengan satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Dan di sinilah jaminan yang sama bagi orang percaya, pengampunan kekal. Ia tidak membawa kami ke dalam akses dengan Allah sampai kami menyia-nyiakannya dan pantas untuk diusir. “Karena dengan satu korban saja” Yesus telah membawa kami ke dalam hadirat Allah “untuk selama-lamanya.” Tidak mungkin orang percaya dapat kehilangan pengampunan kekal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Haruskah kami berbuat dosa supaya anugerah itu bertambah? Allah melarang itu.”Bagaimana kami yang adalah hamba-hamba Kristus Yesus dapat menyerahkan anggota-anggota tubuh kami sebagai orang-orang yang tidak benar? Apa yang Anda pikir Anda lakukan? Tidakkah Anda tahu bahwa Anda telah mati bagi dosa? Jika Anda benar-benar seorang percaya, Anda bahkan tidak akan memiliki keinginan itu. Jadi ada keadaan kesempurnaan yang permanen dalam keselamatan yang dihasilkan oleh satu tindakan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Penulis itu dalam Ibrani 10:15, mulai mengutip dari Yeremia 31, yang merupakan nubuatan tentang Perjanjian Baru. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15-17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kami tentang hal ini. Sebab setelah Ia berfirman: 16 Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh hukum-Ku dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, 17 dan Aku tidak akan mengingat lagi dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak tertulis di loh batu, tetapi di dalam hati mereka. "Dan dalam pikiran mereka Aku akan menuliskannya, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." Itulah janji Perjanjian Baru, bahwa itu akan ada di dalam, dan dosa itu akan diampuni dan dihapuskan. Dan Yeremia diilhami oleh Roh Kudus. Jika mereka menerima apa yang dikatakan Roh Kudus, mereka harus menerima Kristus dan Perjanjian Baru itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika mereka menolak Kristus dan Perjanjian Baru, mereka juga menolak Yeremia dan Roh Kudus. Nah, itu adalah situasi yang sulit karena mereka mengasihi Yeremia dan mereka percaya kepada Roh Kudus. Dan apa yang Dia katakan kepada mereka adalah, "Kalian tidak membutuhkan Perjanjian Lama itu karena Perjanjian Baru telah datang, dan Allah bahkan berjanji bahwa itu akan datang." Di ayat berikutnya, Dia menyimpulkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1"> berkata, “Jadi apabila ada pengampunan untuk semuanya itu, tidak perlu lagi ada persembahan korban karena dosa.” Semuanya sudah diampuni. Jangan kembali ke bait suci dan mempersembahkan lebih banyak korban. Itu adalah pengampunan yang sempurna. Anda hanya perlu bersandar pada satu korban dari Yesus. Anda berkata, “Maksudmu saya bisa diselamatkan malam ini, tanpa perbuatan apa pun, hanya dengan bersandar pada satu korban yang sempurna, yaitu Yesus Kristus?” Itu benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengorbanan Kristus efektif selamanya karena itu menggenapi kehendak Allah. Itu menggantikan Perjanjian Lama. Itu menguduskan orang percaya. Itu menghapus dosa. Itu menghancurkan musuh. Itu memiliki keamanan kekal yang dibangun di dalamnya. Dan itu menggenapi janji untuk Perjanjian Baru. Itu begitu sempurna, Anda tidak dapat menambahkan apa pun padanya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah percaya. Anda berkata, "Apakah Allah menghendaki saya melakukan itu?" Ya, Ia menghendaki itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Petrus 3:9, Petrus berkata, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kami, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Allah telah menyatakan wahyu yang mulia ini dalam Kristus bagi Anda, agar Anda dapat datang kepada Kristus dan dosa-dosa Anda diampuni. Itulah keselamatan yang mulia dan sempurna. </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?pelayanan-baru</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000245</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelayanan Baru]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000244"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+9:15-28" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 9:15-28</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani mengajarkan kami tentang keunggulan Yesus Kristus. Penulis Kitab Ibrani, dalam menulis kepada komunitas Yahudi ini, berusaha menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat meninggalkan Yudaisme, bahwa mereka dapat meninggalkan semua pengorbanan, imamat, dan semua ritual yang menyertai perjanjian lama itu dan mereka dapat datang kepada Kristus. Dan Dia harus membuktikan bahwa pengorbanan Kristus lebih unggul daripada semua pengorbanan lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani pertama-tama membuktikan keunggulan Kristus sebagai seorang pribadi, kemudian keunggulan Kristus sebagai imam, kemudian keunggulan Kristus sebagai pembuat perjanjian baru, kemudian keunggulan Kristus sebagai kurban. Perjanjian Lama tidak mampu menyediakan akses kepada Allah. Perjanjian Lama hanya menyediakan hubungan yang terbatas di antara manusia dan Allah. Segala sesuatu dirancang dalam Perjanjian Baru untuk membawa manusia kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus datang dan membawa perjanjian yang lebih baik yang memberikan akses penuh kepada Allah secara kekal. Pengorbanan lama tidak mampu menghapus dosa, hanya menutupinya untuk sementara waktu, sehingga pengorbanan harus diulang terus-menerus. Yesus membawa pengorbanan yang sempurna yang hanya dilakukan satu kali, dan pengorbanan itu mengurus penebusan kekal, menutupi dan menghapus, serta menghilangkan semua dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah yang telah kami pelajari. Di dalam Ibrani 4, Ia mulai berbicara tentang keimamatan-Nya yang lebih baik. Kemudian dalam Ibrani 8, Ia mulai berbicara tentang perjanjian-Nya yang lebih baik. Sekarang saat kami sampai pada Ibrani 9, Ia beralih dari perjanjian ke keimamatan yang lebih baik, dan semuanya saling terkait. Sekarang Ia akan berbicara tentang keimamatan yang lebih baik dan melanjutkan dari bagian terakhir yang kami tinggalkan sebagai pengantar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Jadi Ia adalah pengantara suatu perjanjian baru, supaya mereka yang terpanggil menerima apa yang dijanjikan yaitu warisan kekal, sebab kematian telah terjadi untuk menebus mereka dari dosa-dosa yang dilakukan pada perjanjian pertama.” Nah, untuk tujuan ini, melalui kematian pengorbanan Kristus, Ia telah menjadi pengantara perjanjian baru. Itulah satu-satunya cara Ia dapat menyediakan apa yang Ia inginkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata “mediator” berarti menjadi perantara. Yesus, melalui tindakan kematian, menjadi perantara antara Allah dan umat manusia. Nah, Allah membuat standar tertentu yang mengatakan “jiwa yang berdosa akan mati,” dan satu-satunya cara seseorang dapat datang kepada Allah adalah jika mereka membayar dosa mereka. Kematian Yesus adalah pembayaran atas semua dosa itu, yang menjadi jembatan menuju ke Allah. Kematian-Nya adalah perantara yang membuka jalan untuk mereka yang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sendiri berkata, “Akulah jalannya.” Tahukah Anda bahwa ketika Yesus mati, Ia menebus mereka yang hidup di bawah Perjanjian Lama? Bagaimana orang-orang di Perjanjian Lama diselamatkan? Mereka diselamatkan oleh darah Yesus Kristus yang tertumpah. Melalui kematian-Nya, Yesus membawa penebusan bagi mereka yang hidup di bawah Perjanjian Lama. Kristus menjadi perantara yang membayar hukuman bagi orang-orang berdosa yang hidup jauh sebelum ada penyaliban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus mati, Ia mengumpulkan semua orang berdosa dari awal hingga akhir zaman dalam satu pengorbanan itu. Ia berkhotbah kepada Israel untuk memberi mereka makna pengorbanan Kristus. Roma 3:24-25, “mereka dibenarkan dengan cuma-cuma oleh kasih karunia-Nya. 25 Kristus telah ditentukan Allah menjadi kursi pendamaian oleh darah-Nya, karena iman, sebab dalam kesabaran-Nya Ia telah mengampuni dosa-dosa yang telah terjadi sebelumnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Allah mengutus Kristus untuk menjadi pemuasan, Dia menyatakan kebenaran-Nya dalam mengampuni dosa-dosa di masa lalu. Dan itu hanyalah kesabaran Allah. Darah Kristus kemudian memuaskan tuntutan hukum suci Allah untuk selamanya, yang dilanggar manusia. Bagaimana Allah yang adil dapat membiarkan orang berdosa diampuni dijawab oleh kematian Kristus. Dia tidak bisa. Dia hanya sabar dan Dia mengampuni mereka sampai Yesus melakukan pembayaran terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah menyediakan korban yang bahkan menjangkau dan mengumpulkan mereka yang adalah orang-orang Yahudi yang percaya. Ini tidak berlaku bagi seluruh Israel. Seluruh Israel, kata Paulus, bukanlah Israel dalam pengertian rohani. Orang-orang Yahudi yang percaya telah ditutupi dosa-dosanya oleh kematian Kristus, yang dari sudut pandang manusia masih akan terjadi; tetapi dari sudut pandang Allah telah dilakukan sejak sebelum dunia diciptakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebab belas kasihan tersedia karena keadilan telah dipenuhi oleh Kristus. Jadi pengorbanan Kristus, berlaku surut, seperti pengorbanan hari penebusan dosa dalam sejarah Yahudi. Anda tahu, pada Yom Kippur ketika mereka melakukan ritual pengorbanan simbolis yang menebus dosa, itu berlaku surut untuk dosa-dosa tahun sebelumnya, dan kematian Kristus berlaku surut hingga ke Adam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 4:8-9 mengatakan, “Ketika Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan, dan memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Dan apakah artinya “Ia telah naik”, kalau bukan bahwa Ia telah turun juga ke bagian-bagian bumi yang paling bawah?” Ketika Yesus mati, Ia turun ke Sheol, untuk mengumpulkan orang-orang kudus roh Perjanjian Lama, dan mengantar mereka ke hadirat Allah. Jadi mereka harus menunggu sampai pengorbanan sempurna yang dilakukan oleh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kematian Kristus selalu menjadi batu sandungan bagi Israel. Mesias yang mati tidak pernah sesuai dengan teologi mereka. Maka dari itu, dalam ayat 16-28, Ia memberikan tiga alasan besar mengapa Yesus harus mati. Pertama, sebuah wasiat menuntut kematian. Kedua, pengampunan menuntut darah. Ketiga, keselamatan menuntut korban. Dan itu dapat dinyatakan dengan beberapa cara. Penghakiman menuntut pengganti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Jika ada surat wasiat, harus dipastikan bahwa pembuatnya telah meninggal.” Jika memang ada surat wasiat, orang yang membuat surat wasiat itu harus sudah meninggal, kalau tidak surat wasiat itu tidak akan berlaku lagi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena surat wasiat baru berlaku kalau orang itu sudah meninggal, sebab surat wasiat itu tidak berlaku selama pembuatnya masih hidup.” Allah memberikan warisan kepada semua orang percaya, dan warisan itu adalah warisan kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, Anda tidak dapat menerima warisan Allah dalam bentuk warisan sampai orang yang memberikan warisan itu meninggal. Surat wasiat tidak dapat berfungsi sampai orang yang membuatnya meninggal; oleh karena itu, Yesus harus mati. Kerajaan surga diberikan kepada semua orang percaya. Itulah kehendak dan wasiat Allah. Dan kematian Yesus melepaskannya untuk kami miliki. Sebagian darinya adalah milik kami sekarang, dan akan menjadi milik kami sepenuhnya saat kami datang kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan kedua atas kematian Kristus: pengampunan menuntut darah. Namun, ini memiliki makna yang berbeda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Itulah sebabnya perjanjian lama disahkan dengan darah.” Dengan kata lain, harus ada kematian seseorang karena perjanjian selalu disahkan dengan darah. Darah merupakan bagian dari pengesahan perjanjian, bahkan perjanjian lama itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ada seseorang yang menjadi perantara hidup dari sebuah perjanjian, maka Anda harus memiliki kebangkitan. Jadi ketika Anda menyatukan semua hal ini, semuanya harus memungkinkan kebangkitan Yesus Kristus. Dia harus mati untuk melepaskan kehendak-Nya; Dia harus hidup untuk membuatnya bekerja. Dia harus mati untuk meratifikasi perjanjian; Dia harus hidup untuk menaati ketentuan-ketentuannya. Jadi kebangkitan tersirat dalam semua itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Sebab setelah Musa menyampaikan semua perintah sesuai hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan, serta air, bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu dan seluruh umat, 20 katanya: "Inilah darah perjanjian yang telah ditetapkan Allah bagi kalian." Dan Ia memberikan Sepuluh Perintah Allah. Itulah awal dari perjanjian Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah semua perjanjian, secara historis, selalu disahkan dengan darah. Bahkan perjanjian Abraham pun disegel dengan darah. Jadi, inilah yang terjadi dalam kasus Musa. Lalu Musa datang dan menyampaikan kepada umat itu semua firman Tuhan, semua ketetapan, dan seluruh umat itu menjawab dengan satu suara, dan berkata, ‘Semua firman yang telah Tuhan katakan akan kami lakukan.’” Niat yang baik, tetapi mereka tidak melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, menarik bahwa penulis Ibrani menambahkan bagi kami perincian tertentu yang tidak ada di dalam Keluaran 24. Misalnya, ia menambahkan kambing. Tidak ada kambing dalam Keluaran 24. Mungkin itu adalah persembahan dosa khusus. Ia menambahkan air di sana, dan air juga tidak ada dalam Keluaran 24, tetapi itu digunakan dalam Imamat 14:6 dan Bilangan 19 untuk dicampur dengan darah supaya itu tidak menggumpal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ia menyebut juga tentang wol merah dan hisop, dan keduanya juga digunakan dalam Imamat 14 untuk dipercikkan. Keduanya dicelupkan ke dalam, dan keduanya adalah benda-benda yang digunakan untuk memerciki. Kemudian ia juga menunjukkan, di akhir ayat 19, bahwa ia memerciki bukan hanya kitab itu tetapi juga seluruh umat. Dan dalam Keluaran 24, disebut bahwa ia memerciki mezbah dan umat. Jadi ia memerciki mezbah, kitab itu dan umat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak dapat mengatakan bahwa darah Yesus secara fisik menebus dosa. Kematian-Nyalah yang menebus dosa. Penumpahan darah-Nya adalah tindakan kematian. Melalui kematian-Nya, kami ditebus. Jadi, ketika Yesus mati dan menumpahkan darah-Nya, Israel tidak perlu menjadi marah. Ini seharusnya menjadi bukti bahwa Allah sedang melembagakan perjanjian baru, yang harus disahkan dengan darah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah perkataan Yesus dalam Matius 26:28, ketika Ia, di meja makan bersama para murid pada malam terakhir sebelum kematian-Nya, mengangkat cawan dan berkata, “Inilah darah-Ku, darah perjanjian baru, yang ditumpahkan bagi kalian.” Ia mengesahkan perjanjian baru, dan itu akan terjadi melalui darah-Nya. Penumpahan darah Yesus Kristus, kematian-Nya yang menebus, adalah tanda peneguhan perjanjian baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Demikian pula ia memerciki Kemah Suci dan segala perkakas ibadah dengan darah.” Kemah Suci, perkakas-perkakas di dalam Kemah Suci, setiap bagian dari ibadah dipercikkan dengan darah. Semuanya dipercikkan dengan darah karena Allah ingin manusia tahu bahwa setiap perjanjian yang pernah Ia buat dengan mereka adalah perjanjian yang harus menghindari dosa, dan satu-satunya dosa yang dapat menghindarinya adalah kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Menurut hukum Taurat hampir segala sesuatu disucikan dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa.” Di mana pun ada pengampunan, di situ ada pertumpahan darah. Itulah cara Allah. Nah, ada beberapa pengecualian. Jika mereka begitu miskin sehingga mereka bahkan tidak mampu membeli beberapa ekor burung tekukur atau burung dara, mereka dapat membawa sepersepuluh efod tepung halus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya cara Anda dapat masuk ke hadirat Allah dan ikut serta dalam perjanjian baru adalah melalui kematian Yesus Kristus dan iman serta kepercayaan Anda kepada darah-Nya yang tertumpah di kayu salib demi Anda. Dan di seluruh Perjanjian Lama, Ia memercikkan darah agar mereka terus-menerus menyadari fakta bahwa pertumpahan darah adalah satu-satunya penebusan dosa. Pengampunan adalah hal yang mahal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Harga yang tak terhingga yang Allah bayar untuk mengampuni dosa-dosa saya. Dan saya begitu siap untuk berbuat dosa, karena tahu bahwa dosa saya sudah diampuni. Itulah sebabnya Paulus, dalam Roma 6, menghadapi pertanyaan, "Apakah kami akan berbuat dosa, supaya anugerah bertambah?" Dan ia mengangkat tangannya ke udara dan berkata, "Allah melarang hal itu. Bagaimanakah kami, yang telah mati bagi dosa, dapat hidup lebih lama di dalamnya?" Pertimbangkanlah harga pengampunan Anda, Allah tidak dapat melanggar hukum moral kodrat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Jadi, semua yang adalah gambarab dari hal-hal di surga harus disucikan dengan korban-korban ini, tetapi semua yang ada di surga harus disucikan dengan korban yang lebih baik dari pada itu.” Jika sistem duniawi Anda harus disucikan dengan korban, maka Anda tahu bahwa sistem surgawi harus disucikan dengan korban yang jauh lebih baik. Yesus jauh lebih unggul daripada kambing, lembu, domba jantan, atau domba mana pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Karena Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia (hanya gambaran dari yang sebenarnya), tetapi ke dalam sorga sendiri, supaya Ia sekarang menghadap hadirat Allah untuk kami.” Dan Ia melakukannya untuk kami. Karena kami ada di dalam Kristus, kami diantar ke hadirat Allah bersama-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Ia melakukan hal itu bukan untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri berkali-kali, sebagaimana Imam Besar Israel tiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Sebab jika tidak demikian, Ia harus menderita berkali-kali sejak dunia dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada akhir zaman, untuk menghapus dosa oleh korban diri-Nya.” Itu lebih baik karena Yesus, setelah menyelesaikannya, masuk ke hadirat Allah. Ketika Yesus mati, itu adalah akhir zaman. Tahukah Anda bahwa dalam konteks mesias, ini adalah saat terakhir?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 2:18 berkata, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir.” 1 Petrus 4 berkata, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.” Ada banyak zaman. Ada zaman ketika Setan itu jatuh. Ada zaman ketika Adam berdosa. Ada zaman ketika Allah melihat kejahatan manusia dan Dia menghancurkan bumi dengan air bah. Ada zaman para nabi dan para raja. Namun, akhir zaman itu adalah Kristus di Kalvari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati satu kali saja, dan sesudah itu dia dihakimi.” Kami melihat pemikiran itu tidak hanya berkaitan dengan Kristus dalam ayat 27, yang merupakan makna utama ayat itu, tetapi juga berkaitan dengan semua orang. Semua orang harus mati, dan kematian kami sudah ditetapkan. Itulah satu ketetapan yang harus dipatuhi semua orang. Dan segera setelah kematian datang apa? Penghakiman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Demikian juga Kristus, yang hanya satu kali mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang, akan datang sekali lagi bukan untuk menanggung dosa, tetapi untuk menyelamatkan mereka, yang menantikan Dia.” Yesus akan datang sekali lagi, bukan untuk mati demi dosa, tetapi untuk menyelamatkan. Ia menjadi dosa bagi kami yang tidak mengenal dosa. Ia mati satu kali untuk menanggung hukuman itu. Kristus akan datang sekali lagi untuk menyelamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tiga salib dipersiapkan oleh orang Romawi untuk tiga penjahat. Dua di antaranya digunakan untuk menggantungkan para pencuri. Di salib ketiga, ada satu orang yang bersalah karena pengkhianatan terhadap Kekaisaran Romawi yang bernama Barabas. Namun, Barabas tidak pernah disalib. Anda lihat, Barabas dijatuhi hukuman mati. Ia dinyatakan bersalah oleh orang Romawi. Namun, Barabas tidak pernah disalib. Yesus Kristus menggantikan Barabas. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241027</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000244</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perjanjian Baru]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000243"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+9:1-14" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 9:1-14</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kepada penulis Kitab Ibrani, kebenaran yang paling penting adalah akses kepada Allah. Ia menggunakan istilah akses kepada Allah, keselamatan sepenuhnya, dan kesempurnaan. Ketiga istilah tersebut sebenarnya sinonim untuk masuk ke hadirat Allah. Ia menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin kecuali melalui Yesus Kristus. Semua imamat lama, kurban, dan perjanjian lama tidak dapat membawa manusia kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sendiri berkata, "Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Allah, kalau tidak melalui Aku." Jadi, Ia mulai dengan memaparkan keunggulan Yesus Kristus, yaitu bahwa Ia lebih unggul dari segala sesuatu dan semua orang. Kemudian, Ia menunjukkan kepada kami hal-hal yang memungkinkan Kristus untuk mencapai tujuan ini. Pertama, melalui imamat-Nya, dan ini melalui perantaraan ilahi. Ibrani 7:27 mengatakan, "Sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia juga berbicara tentang kurban baru dalam Ibrani 9:22, “Hampir segala sesuatu disucikan oleh darah menurut hukum Taurat, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Dan dalam Ibrani 10, Yesus berkata, “Akulah kurban terakhir.” Lalu yang ketiga ada Perjanjian Baru, atau janji-janji ilahi. Yesus berkata, “Aku membawa imamat yang lebih baik, kurban yang lebih baik, dan perjanjian yang lebih baik.” Ada akses melalui Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah bahwa Dia mengutip Mazmur 110:4, “Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal. Engkau adalah seorang imam untuk selama-lamanya menurut tata cara Melkisedek.” Jika perlu ada tata cara yang berbeda, itu berarti tata cara Lewi tidaklah cukup. Kami membutuhkan imamat baru, yang menyediakan perantaraan ilahi yang kekal. Dan Dia menggunakan nubuat Perjanjian Lama bahwa akan ada imamat seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dalam Perjanjian Lama tidak pernah bermaksud agar imamat dan kurban Perjanjian Lama menjadi jalan terakhir menuju ke Allah; harus ada yang lebih baik. Dia ingin membuktikan bahwa perlu ada perjanjian yang lebih baik dengan mengutip Yeremia 31:31, “Lihatlah, akan datang waktunya Aku akan membuat perjanjian baru dengan kaum Israel.” Dan begitu yang baru datang, yang lama pun lenyap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah dasar pembahasan Ibrani 9. Jadi, apakah perjanjian lama tidak ada nilainya? Jawabannya adalah tidak, tentu saja itu baik. Perjanjian lama memiliki tujuannya, dan itu ada di Ibrani 9:1-14. Iman orang Ibrani adalah kegagalan mereka untuk melihat bahwa segala sesuatu dalam hukum seremonial hanyalah sebuah ritual. Itu hanya sebuah lambang. Itu hanya sementara dan akan berubah, dan itu perlu disingkirkan ketika kenyataan itu datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dalam ayat 11-14 Ia menguraikan karakteristik perjanjian baru itu. Dalam ayat 1-10, ia hanya berbicara tentang perjanjian lama. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Perjanjian lama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk pelayanan dan tempat kudus di bumi.” Perjanjian itu juga mempunyai tata cara untuk kebaktian ilahi, meskipun itu adalah tempat kudus di bumi. Allah melembagakan perjanjian lama. Namun, perjanjian itu bersifat sementara karena bersifat duniawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buku Ibrani biasanya suka membuat perbandingan. Ia membandingkan nabi-nabi Israel dengan Kristus, malaikat-malaikat dengan Kristus, Musa dengan Kristus, Yosua dengan Kristus, dan Harun dengan Kristus. Namun, Anda tidak pernah mendengar Dia merendahkan orang-orang lain itu dengan cara membandingkannya. Ia meninggikan perjanjian lama. Semakin mereka dimuliakan, semakin Yesus dimuliakan ketika Ia terbukti lebih unggul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Ia mulai menjelaskan tiga pola duniawi: bait suci, ritual-ritual, dan maknanya. Kemudian ketika kami melihat Perjanjian Baru, kami akan melihat tiga hal yang sama: Bait Suci, kebaktian, dan maknanya. Marilah kami baca </span><span class="cf1"><b>ayat 2-5</b></span><span class="cf1">, “Karena didirikanlah suatu kemah suci, dan di ruang yang pertama, yang disebut tempat kudus, terdapat tempat lampu, meja dan roti-roti persembahan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“3 Di balik tirai kedua ada kemah yang disebut Ruang Mahakudus. 4 Di dalamnya ada mezbah emas pembakaran ukupan, dan Tabut Perjanjian yang dilapisi emas pada semua sisinya. Di dalamnya ada buli-buli emas yang berisi manna, tongkat Harun yang bertunas, dan loh-loh perjanjian. 5 Kerub-kerub kemuliaan berada di atas tabut, menaungi kursi pendamaian. Tidak mungkin untuk membicarakan hal-hal ini secara terperinci sekarang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1"> dikatakan, "Karena didirikan kemah." Sekarang kami berbicara tentang upacara dan ritual Israel. Di sini Dia berbicara tentang kemah pertemuan dan bukan bait suci, karena Dia ingin mencabut benda-benda yang awalnya ditempatkan Allah di dalam kemah pertemuan itu, dan itu adalah yang paling sederhana dari keduanya antara kemah pertemuan dan bait suci. Kemah pertemuan adalah benda yang paling sementara karena mobilitasnya dan substansi pembuatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemah Suci itu penting, karena kemah suci itu sebenarya adalah gambaran Yesus Kristus. Kemah suci adalah gambaran Kristus secara terperinci. Misalnya, ini adalah sebuah tenda besar. Panjangnya 150 kaki dan lebarnya 75 kaki. Dan hanya ada satu pintu gerbang di sebelah timur. Nah, itu adalah gambaran Yesus Kristus yang berkata, "Akulah jalan," yang juga berkata, "Akulah pintu." Kemah suci atau tempat Allah hanya ada satu pintu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami mulai dari timur dan kami akan masuk ke dalam tenda berukuran 150 x75 kaki. Kami akan masuk ke pelataran luar kemah suci. Dan kami akan melihat beberapa perabotan di sana. Namun saat kami berjalan, kami akan sampai ke altar yang terbuat dari kayu akasia. Luasnya tujuh setengah kaki persegi. Tingginya empat setengah kaki dari tanah. Bagian atasnya ditutupi oleh jeruji kuningan, dan bara api berada di bawahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Korban ditaruh di atas jeruji. Di keempat sudut altar terdapat tanduk tempat binatang kurban itu diikat. Inilah gambaran Yesus Kristus, yang menjadi korban untuk dosa kami. Setelah itu, kami akan datang ke tempat pembasuhan. Di sana, imam itu membasuh tangan dan kaki mereka saat mereka melakukan upacara kurban. Setelah kami menerima pengampunan atas dosa-dosa kami, kami belum selesai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami masih perlu pergi ke bejana pembasuhan untuk pembersihan harian demi pemulihan dan sukacita. Itulah gambaran Yesus Kristus, pembersih umat-Nya yang menyediakan pengampunan dan pembersihan di kayu salib. Kemudian kami sampai pada kemah suci itu sendiri yang panjangnya 45 kaki, lebarnya 15 kaki, dan tingginya 15 kaki. Ruang Mahakudus berbentuk kubus sempurna, berukuran 15 kaki x 15 kaki x 15 kaki, bagian lainnya berukuran 15 x 15 x 30 kaki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan masuk ke tempat kudus, dan kami akan menemukan tiga perabot, dan di sini penulis hanya menyebutkan dua. Pertama di sisi kiri adalah kandil emas dengan tujuh lampu yang berisi minyak zaitun murni yang diletakkan di sana untuk api. Di sebelah kanan adalah meja roti sajian yang terbuat dari kayu akasia yang dilapisi emas. Panjangnya tiga kaki, lebarnya satu setengah kaki, dan tingginya dua seperempat kaki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di atasnya setiap hari Sabat mereka menaruh 12 roti, satu untuk setiap suku di Israel. Dan pada akhir minggu hanya para imam diizinkan untuk memakannya. Kemudian di tengahnya terdapat Altar Dupa yang terbuat dari kayu akasia dan dilapisi emas. Altar itu berukuran satu setengah kaki persegi dan tingginya tiga kaki. Di atasnya diletakkan bara api dari altar di pelataran tempat kurban dipersembahkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekali lagi, itu adalah gambaran Yesus Kristus. Di pelataran luar, semua hal ini berhubungan dengan keselamatan dan penyucian dosa. Di mana Yesus melakukan keselamatan dan penyucian dosa? Di bumi. Dan itulah pelataran, di luar hadirat Allah. Itu adalah pelataran luar, yang dapat diakses oleh semua orang, yang menggambarkan Kristus di dunia yang secara terbuka menyatakan diri-Nya di hadapan manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ketika Ia masuk ke tempat kudus, Ia dipisahkan dari manusia duniawi. Jadi, apa pun yang terjadi di tempat kudus berkaitan dengan saat Ia kembali ke surga. Dan apakah tiga hal itu yang Yesus lakukan? Pertama, Ia menerangi jalan kami. Kedua, Ia memberi kami makan. Ketiga, Ia menjadi perantara bagi kami. Jadi, ketiga perabot di tempat kudus itu adalah gambaran Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kaki lampu emas adalah Kristus, terang kehidupan, bukan terang dunia. Dia bukanlah terang dunia saat Dia ada di sana. Dia berkata dalam Injil Yohanes, "Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Namun ketika Dia meninggalkan dunia, dunia ditinggalkan dalam kegelapan, dan hanya bagi orang percaya, Dia itu terang kehidupan. Dialah yang melalui Roh menerangi pikiran kami, yang memahami kebenaran rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu kami melihat meja roti sajian dan Yesus adalah makanan kami. Dialah yang menopang kami dengan Firman. Bahkan, Firman bukan hanya makanan kami, Firman adalah terang kami, dan minyak adalah Roh Allah yang menyalakan Firman bagi kami. Lalu kami sampai pada altar pembakaran kemenyan yang menggambarkan bara api kurban yang diletakkan di sana dan asap kemenyan yang mengepul, dan inilah Yesus yang menjadi perantara bagi kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kami akan melewati tabir kedua, yang disebut tempat maha kudus.” Dan kami masuk ke sana dan di sana ada Tabut Perjanjian yang dilapisi emas (</span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">), dan di dalamnya terdapat tongkat Harun yang bertunas, dan manna, dan loh-loh hukum perjanjian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Kerubim yang mulia berada di atas tabut yang menaungi kursi pendamaian.” Dan di atas kursi pendamaian ada kerubim, malaikat yang sayapnya hampir bersentuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Keluaran 25:22, Allah berkata, “Aku akan berbicara kepadamu dari atas kursi pendamaian, di tengah kerubim.” Dan jika Allah dan manusia memiliki tempat pertemuan, mereka hanya bertemu di sana. Apakah yang dilambangkan oleh Tabut Perjanjian?” Tabut itu melambangkan Yesus Kristus yang merupakan kursi pendamaian yang sejati. Ketika Anda bertemu dengan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Anda diantar ke hadirat Allah. Allah berkomunikasi dengan manusia di dalam nama Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Dengan segala perlengkapan yang telah dipersiapkan, para imam masuk ke dalam ruang pertama berulang kali untuk melakukan tugas mereka.” Ruang pertama disebut Ruang Kudus. Mereka masuk ke sana setiap hari untuk menyiapkan minyak pada lampu itu dan membakar kemenyan di mezbah pembakaran kemenyan, dan mereka harus masuk kesana setiap hari Sabat untuk menggantikan 12 roti. Jadi mereka keluar masuk ruang itu setiap hari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekali lagi, inilah gambaran Yesus Kristus yang tidak pernah berhenti menerangi, memberi makan, dan menjadi perantara bagi kami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, "Tetapi hanya Imam Besar saja yang masuk ke dalam ruang kedua, dan itu dilakukannya hanya sekali setahun, dan itu pun tidak boleh dilakukan tanpa darah yang ia persembahkan untuk dirinya sendiri dan untuk dosa-dosa yang telah dilakukan umatnya dengan tidak sadar." Ini merujuk pada Hari Penebusan Dosa, atau Yom Kippur, yang sekali lagi merupakan gambaran Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imam itu bangun pagi-pagi sekali, lalu membersihkan diri dengan membasuh diri. Kemudian ia mengenakan jubah kemuliaan yang disediakan untuk hari itu. Pada jubah efod terdapat dua batu oniks, dengan enam nama suku terukir di atasnya. Dan disana ada gambaran Yesus Kristus yang membawa kami bukan hanya di dalam hatinya, tetapi juga di pundaknya, yang berarti Dia bukan hanya bersedia, Dia mampu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imam itu pun melakukan semua pengorbanan itu, dan setelah selesai, ia menanggalkan jubahnya. Ia mandi lagi hingga bersih sepenuhnya, lalu mengenakan kain linen putih bersih tanpa hiasan apa pun, dan itulah simbol kekudusan dan kemurnian. Dan itu adalah simbol Yesus Kristus yang dalam pekerjaan penebusan dosa telah menanggalkan semua kemuliaan-Nya dan menjadi manusia yang paling hina.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus setelah Ia datang ke kayu salib dan berkata dalam Yohanes 17, “Bapa, Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan, sekarang permuliakanlah Aku dengan kemuliaan yang Kumiliki sebelum dunia diciptakan.” Bapa, kembalikan jubah-Ku. Itulah yang digambarkan oleh imam itu. Dan gambaran kemenyan adalah gambaran doa dan syafaat. Jadi, Dia memastikan bahwa gambaran Kristus yang menjadi perantara di hadapan Allah membuka jalan bagi-Nya untuk masuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Roh Kudus menjelaskan bahwa jalan ke tempat yang maha kudus itu belum dibuka selama kemah yang pertama masih berdiri.” Pertama, penyembahan kepada Allah terbatas dalam perjanjian lama. Kedua, Roh Kudus ingin mengajarkan kepada mereka bahwa pembersihan yang tidak sempurna dikaitkan dengan perjanjian lama. Ketiga, Roh Kudus bermaksud mengajarkan bahwa perjanjian lama bersifat sementara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanpa penebus, tanpa Mesias, tanpa Juruselamat, tidak ada jalan masuk kepada Allah. Apakah tempat yang paling suci? Itu Surga. Namun, orang-orang Yahudi tidak masuk surga karena Yudaisme, mereka masuk surga karena Yesus mati. Ketika orang-orang kudus Perjanjian Lama meninggal, mereka pergi ke suatu tempat yang disebut Sheol. Dan baru setelah Yesus mati, Ia masuk ke Sheol dan mengumpulkan mereka serta membawa mereka ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Hal itu merupakan lambang waktu sekarang, di mana persembahan dan korban dipersembahkan, yang tidak dapat menyempurnakan hati nurani mereka yang beribadah.” Mereka tidak dapat membawa pembersihan yang sempurna. Itu hanya satu ajaran untuk menjelaskan realitas. Jadi Roh Kudus bermaksud untuk mengajar melalui hal itu sendiri bahwa hal itu memiliki batasan karena tidak dapat membawa akses dan tidak dapat membawa pembersihan sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Itu adalah peraturan fisik dan hanya berurusan dengan makanan, minuman, dan berbagai macam pembersihan yang harus dilakukan sampai masa tatanan baru.” Semua hal ini hanya sementara. Makanan, itu sementara. Minuman, sementara. Berbagai pembersihan, sementara. Tata cara jasmani, atau yang bersifat jasmani adalah sementara. Semuanya hanya bersifat sementara sampai masa tatanan baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Dia sampai pada perbandingan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Kristus telah menyatakan diri-Nya sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang. Dalam kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna yang bukan dibuat oleh tangan manusia, yaitu yang bukan dari ciptaan ini, 12 Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang maha kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri, setelah Ia memperoleh penebusan yang kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13-14</b></span><span class="cf1">, “Sebab jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan abu lembu muda yang dipercikkan kepada mereka yang telah dinajiskan, menguduskan mereka untuk penyucian jasmani, 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah dengan tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kami dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, sehingga kami dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” Itulah surga.</span></span></div><div class="fs12lh1-5 cf1"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div>Sebelum Kristus, manusia melakukan perbuatan baik melalui keterbatasan kekuatan kodrat manusia mereka. Namun, ketika Anda diselamatkan, Anda melakukan hal-hal yang menyenangkan Kristus bukan melalui kodrat manusia Anda, melainkan melalui kodrat baru yang diberikan Allah kepada Anda. Itulah sebabnya dalam Roma 13 Paulus berkata, "Tetapi kamu memiliki kapasitas baru, dan yang harus kamu ingat adalah ini, kasihilah semua orang dan kamu akan menaati semua perintah." Mari kita berdoa.</div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241020</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000243</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memenuhi Hukum]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000242"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+8" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 8</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami juga telah melihat peran yang dilakukan oleh seorang imam besar di Israel menurut Perjanjian Lama. Sekali setahun, imam besar itu dapat masuk ke Ruang Mahakudus di bait suci, yang melambangkan takhta Allah. Namun, ia tidak dapat masuk sebelum ia mempersembahkan kurban, persembahan yang berkenan pada Allah. Jadi, dari pihak luar, kurban itu dilakukan sesuai dengan aturan Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian darah kurban itu akan dibawa oleh imam besar ke Ruang Mahakudus dan dipercikkan ke atas kursi pendamaian. Ia juga akan memegang sebuah sensor dengan kemenyan di tangannya yang melambangkan doa-doa imam besar bagi bangsanya. Begitu pula dengan Tuhan kami sendiri. Ia sekarang hidup, menjadi perantara bagi kami, dan terus-menerus berdoa bagi kami, karena Ia juga telah mempersembahkan kurban yang pantas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tidak seperti imam besar mana pun sebelum Dia, Kristus mengorbankan diri-Nya. Ini adalah pertama kalinya seorang imam besar juga menjadi korban. Yesus Kristus hidup selamanya untuk menjadi perantara bagi kami di hadirat Allah di Ruang Mahakudus surgawi, karena Dia memiliki akses penuh, setelah menyediakan korban yang berkenan. Kitab Ibrani banyak membahas pekerjaan keimaman Tuhan kami Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Imam Besar kami yang telah mempersembahkan diri-Nya sebagai korban. Ibrani 9:12-15 mengatakan, “Ia telah masuk ke dalam tempat yang mahakudus satu kali untuk selama-lamanya bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri, setelah Ia memperoleh penebusan yang kekal. 13 Sebab jika darah kambing jantan dan darah lembu jantan dan abu lembu muda yang dipercikkan kepada mereka yang telah dinajiskan, itu menguduskan mereka untuk penyucian daging,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">14 Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh kekal telah mempersembahkan diri-Nya tanpa cacat kepada Allah, akan menyucikan hati nurani kami dari pekerjaan yang sia-sia, supaya kami dapat melayani Allah yang hidup?” Ibrani 10:12-13 berkata, “Tetapi orang ini, setelah mempersembahkan satu korban </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. 13 Nah Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah Imam Besar sejati yang bukan hanya menjadi perantara bagi umat-Nya, tetapi juga yang membuat pengorbanan itu berkenan kepada Allah, yaitu pengorbanan diri-Nya sendiri. </span><span class="cf1"><b>Ibrani 8:1</b></span><span class="cf1"> berkata, “Yang terutama ialah, bahwa kami mempunyai Imam Besar seperti ini, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga.” Ibrani 7:25 berkata Yang selalu hidup untuk menjadi perantara bagi kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1"> tentang tempat duduk-Nya. Tidak ada tempat duduk di Ruang Mahakudus di bawah Perjanjian Lama itu. Imam Besar masuk, memercikkan darah, melambaikan kemenyan, dan segera keluar. Namun, Yesus Kristus adalah imam besar yang telah duduk di sebelah kanan Allah di surga. Ia duduk secara permanen di sebelah Allah, sepenuhnya diterima dan dihormati di atas semua imam lainnya.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa di sebelah kanan Allah? Mahkamah agung Israel, Sanhedrin, memiliki tujuh puluh anggota, ditambah imam besar. Mereka adalah badan pengadilan Israel. Mereka adalah pengadilan terakhir. Di sebelah kiri duduk seorang juru tulis; dan di sebelah kanan duduk juru tulis lainnya. Jika putusan mereka adalah hukuman, juru tulis di sebelah kiri yang mengumumkannya. Jika putusan mereka adalah pembebasan, juru tulis di sebelah kanan yang mengumumkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kami ada di pihak kanan sambil berkata kepada Allah Bapa, "Bebaskan, bebaskan bebaskan," tidak peduli apa pun kejahatannya, tidak peduli apa pun pelanggarannya, dan karena Dia sendiri telah membayar lunas semua hukuman atas kejahatan itu. Yesus hidup selamanya untuk menyatakan bahwa kami telah diampuni. Dia tak tertandingi karena Dia memiliki tempat duduk di Tempat Kudus di sebelah kanan Allah. Dia tak tertandingi karena pengorbanan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua imam besar lainnya tidak pernah mempersembahkan diri mereka sendiri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Ia adalah pendeta Bait Suci, yaitu kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.” Itulah Bait Suci surgawi. Tidak pernah ada imam besar seperti ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Karena setiap imam besar ditetapkan untuk mempersembahkan berkat dan korban; karena itu, imam ini juga perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Seandainya Ia di bumi, Ia tidak akan menjadi imam, karena di bumi ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan yang ditentukan oleh hukum Taurat.” Itu berarti bahwa para imam di bumi haruslah dari keturunan Harun atau keturunan Lewi. Kristus bukan dari keduanya. Jadi, jika Ia hanya manusia duniawi, Ia tidak akan memenuhi syarat untuk menjadi seorang imam. Namun, imamat di bumi hanyalah bayangan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Semuanya ini merupakan gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, seperti yang telah diperingatkan kepada Musa ketika ia hendak menyelesaikan kemah pertemuan itu. Sebab Allah berfirman: "Hati-hatilah, supaya engkau membuat semuanya menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." Allah memberinya rencana yang diluncurkan dari surga, kemah pertemuan di bumi dibuat sebagai bayangan bait suci di sorga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus adalah seorang imam yang unik. Dalam Ibrani 7 dikatakan, “Ia adalah seorang imam menurut peraturan Melkisedek, seorang yang tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, awal harinya tidak ada dan hidupnya tidak berakhir, karena ia dibuat sama seperti Anak Allah, dan Dia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.” Melkisedek muncul di saat itu. Ia adalah seorang yang tidak memiliki silsilah, dan kami tidak tahu apa pun tentangnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tetapi Yesus sekarang telah memperoleh pelayanan yang lebih unggul, dan dalam hal itu Ia adalah perantara dari suatu perjanjian yang lebih baik, yang telah ditetapkan berdasarkan janji-janji yang lebih baik.” Semua imam Yahudi duniawi meninggal. Mereka terus harus mempersembahkan korban demi korban. Yesus memiliki pelayanan yang lebih unggul, karena Ia juga adalah perantara dari suatu perjanjian yang lebih baik yang telah ditetapkan berdasarkan janji-janji yang lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab jika Perjanjian Lama itu tidak bercacat, tidak akan ada kemungkinan untuk Perjanjian Baru.” Pada Kamis malam ketika Tuhan kami berkumpul dengan murid-murid-Nya di ruang atas, mereka merayakan hari Pelewatan untuk memperingati pembebasan Israel dari Mesir oleh Allah, dan kuasa Allah itu. Namun pada malam itu, Tuhan kami mengubah Pelewatan itu menjadi kebaktian Perjamuan Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 22:15-18 berkata, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Aku sangat rindu makan perjamuan Pelewatan ini bersama-sama dengan kalian, sebelum Aku menderita. 16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai hal itu telah digenapi dalam Kerajaan Allah.” 17 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kalian. 18 Karena Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama menetapkan darah binatang sebagai simbol; Perjanjian Baru mengharuskan darah Anak Allah. Ketika Ia menetapkan hal itu pada Kamis malam di ruang atas, Ia tahu tentang kematian yang akan Ia alami keesokan harinya pada hari Jumat. Ia akan mati untuk memenuhi keadilan ilahi, untuk menjadi pengganti bagi orang-orang percaya, dan untuk memberikan pengampunan dosa dari penghakiman dan rekonsiliasi dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika Ia mengecam umat-Nya, Kristus berkata: Lihatlah, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membuat perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 9 bukan seperti perjanjian yang telah Kubuat dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Aku tidak peduli kepada mereka, demikianlah firman Tuhan, karena mereka tidak setia pada perjanjian-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bagaimana Perjanjian Baru berlaku bagi kami? Kami memahami kematian Kristus dan pengorbanan-Nya untuk dosa. Kami memahami keselamatan melalui anugerah melalui iman kepada-Nya. Namun, apakah sebenarnya Perjanjian itu? Perjanjian adalah sebuah janji atau kumpulan janji. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah kumpulan janji-janji Allah, semua harta surga yang dijanjikan melalui pekerjaan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat mengapa Perjanjian Lama sudah usang dan Perjanjian Baru telah datang dan bersifat permanen, dan Anda akan menemukannya di </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Sebab inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh hukum-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, sehingga Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Perjanjian lama hanyalah perjanjian hukum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang yang mengatakan bahwa karena kami berada di Perjanjian Baru, kami tidak berada di bawah hukum sama sekali. Memang, Perjanjian Lama telah berlalu. Namun, apakah itu berarti bahwa hukum Allah yang kudus dan benar, yang merupakan cerminan dari sifat-Nya yang kudus yang tidak berubah, telah berakhir? Tidak; justru sebaliknya. Ibrani 8:10 mengatakan, "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata-kata Ibrani 8 sebagian besar berasal dari Yeremia 31, yang adalah janji-janji Perjanjian Lama dari Perjanjian Baru. Dan yang terhubung dengan perjanjian baru adalah hukum. Hukum-hukum Allah adalah cerminan dari sifat-Nya yang kekal dan tidak berubah; tetapi yang usang adalah tahap di mana hukum itu dinyatakan. Hukum Allah yang kudus telah dinyatakan kepada manusia sejak penciptaan dalam beberapa cara yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada hukum Allah sebelum ada kejatuhan, ada hukum Allah yang diberikan di Sinai, dan ada hukum Allah yang datang di dalam Perjanjian Baru. Sebelum kejatuhan, hukum Allah tertulis di hati Adam. Adam adalah cerminan murni Allah sebagaimana makhluk dapat menjadi cerminan Sang Pencipta. Hukum Allah yang kudus mendominasi pikirannya, mengendalikan pikirannya, dan menguasai hatinya sepenuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam sejarah setelah kejatuhan, Allah akhirnya memilih seorang anak lain untuk menggantikan Adam; dan anak itu adalah sebuah bangsa, Israel. Israel sama seperti bangsa lain; terdiri dari orang-orang yang secara alami melakukan dosa. Kejahatan adalah hal yang wajar, dan mereka tidak dapat dan tidak meniru Allah. Jadi Allah menuliskan hukum-Nya bagi mereka, dan mewariskan hukum itu kepada mereka, agar mereka mewariskannya kepada seluruh dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hukum Taurat menjelaskan bagaimana mereka harus hidup dan bagaimana mereka harus menikmati persekutuan dengan Allah dan berkat dari Allah serta menghindari diri dari penghakiman. Ketaatan adalah sesuatu yang tidak wajar dan tidak mungkin dilakukan. Perjanjian Lama tidak melakukan apa pun untuk hati. Dan hukum tertulis masih melakukan hal itu. Namun bentuk hukum itu tidak memiliki kuasa untuk menolong orang berdosa. Hukum itu tidak dapat mengubah hati, sehingga hukum itu menjadi usang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa tujuannya? Roma 7:7-10, “Aku tidak akan tahu dosa jika bukan karena hukum Taurat. Aku tidak akan tahu apa itu mengingini, jika hukum Taurat tidak mengatakan: Jangan mengingini! 8 Maka di dalam diriku dosa menimbulkan keinginan yang besar. Sebab tanpa hukum Taurat, dosa itu mati. 9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat, tetapi sesudah hukum Taurat datang, dosa mulai hidup lagi. 10 Tetapi aku mati. Hukum Taurat yang seharusnya memberi hidup, ternyata bagiku itu mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apa ada dalam pikiran Allah mengenai hukum Taurat? Inilah hukum Taurat, Galatia 3:19, “Hukum Taurat ditambahkan karena pelanggaran.” Mengapa? Ayat 24: “Hukum Taurat telah menjadi penuntun bagi kami sampai Kristus datang, supaya kami dibenarkan karena iman.” Beban berat hukum Taurat, ancaman hukum Taurat, adalah untuk menempatkan kami dalam situasi putus asa di mana kami mencari Juruselamat. Kemudian hukum Taurat datang dalam bentuk manusia di Betlehem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anak Allah itu adalah representasi hukum Allah yang jauh lebih baik, jauh lebih baik daripada batu, karena batu itu bersifat eksternal. Namun sekarang hukum itu datang dan hukum itu bersifat internal, dan itu ada di dalam Tuhan Yesus Kristus; dan Ia bahkan berkata, "Kamu telah mendengar ini dan itu. Tetapi Aku berkata kepadamu," dan kemudian Ia menanamkan hukum itu ke dalam hati, benar? Bukan hanya apa yang Anda lakukan, tetapi apa yang Anda pikirkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengatakan di Matius 5, bahwa Dia datang bukan untuk mengesampingkan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapi hukum Taurat. Jadi di dalam Kristus, Anda memiliki ketaatan yang sempurna terhadap hukum Allah. Dia menaati setiap perintah ilahi, menggenapi setiap ekspresi kehendak Allah. Itulah yang kami baca dalam Ibrani 7, Dia terpisah dari orang berdosa. Dia kudus, tidak berdosa, dan tidak bercacat. Dia menaati hukum Taurat. Jadi sekarang hukum Taurat itu muncul dalam wujud manusia yang kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa turun dari gunung duniawi, Sinai, untuk membawa hukum dalam bentuk batu, yang tidak dapat dipatuhi dengan sempurna olehnya maupun orang lain. Musa memiliki hubungan dengan Allah dengan kemuliaannya yang memudar. Yesus turun dari gunung surgawi untuk membawa hukum Allah dalam bentuk manusia, yang dipatuhi-Nya dengan sempurna. Itulah sebabnya Bapa berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah contoh hidup dari hukum Allah. Lebih baik melihatnya secara langsung, karena dengan begitu Anda tidak hanya berurusan dengan hal-hal eksternal, tetapi juga dengan hal-hal internal. Anda bukan hanya berurusan dengan perilaku, tetapi juga dengan sikap. Kesempurnaan-Nya memaksa kami untuk memiliki pandangan yang lebih tinggi tentang hukum daripada yang dapat kami ketahui hanya dengan membacanya. Dia mendefinisikan pandangan yang benar tentang ketaatan, kekudusan dan kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan janganlah setiap orang mengajar sesama warga negaranya, atau setiap saudara laki-laki atau perempuan, dengan mengatakan, "Kenalilah Tuhan," karena mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku." Yesus Kristus mengintimidasi orang-orang religius, sampai pada titik di mana mereka melihat kebenaran-Nya sebagai ancaman, dan mereka karena itu membunuh-Nya. Dalam Perjanjian Baru, kami tidak diberi banyak hukum; kami perlu mengikuti Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, harapan apa yang kami miliki? </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka, dan Aku tidak akan mengingat dosa mereka lagi.” Dasarnya adalah Yeremia 31:34. Masyarakat kami membenci hukum Allah. Mereka membenci Kristus yang hidup dalam kepatuhan sempurna terhadap hukum Allah. Jika Anda memberitakan Kristus yang sejati dalam kesempurnaan-Nya, Anda akan semakin dibenci, karena masyarakat kami menjadi semakin tidak saleh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum dalam pikiran, hukum yang tertulis di hati; itulah yang mendefinisikan mereka yang menjadi milik Allah. Semua kegagalan dan pelanggaran kami diampuni. Sifat kami diubah sehingga sekarang ada rasa bahwa menaati hukum Allah adalah keinginan terdalam kami. Paulus berkata, “Hukum Taurat-Mu kudus, adil dan baik; tetapi aku melakukan hal-hal yang tidak ingin kulakukan, karena yang kuinginkan adalah menaati hukum-Mu.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241013</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000242</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jaminan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000241"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+7:20-28" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 7:20-28</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan mengakhiri pelajaran kami tentang Yesus dan Melkisedek. Nah, Roh Kudus masih memberikan lebih banyak bukti bahwa imamat Yesus Kristus lebih unggul daripada imamat Harun. Orang-orang Yahudi percaya pada imamat yang datang melalui Harun dan suku Lewi. Dan Yesus datang sebagai seorang imam dari peraturan lain, imamat Melkisedek. Ia mendahului Harun, yang ada pada zaman Abraham.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus, sebagai imam menurut tata cara Melkisedek, adalah seorang imam yang lebih unggul daripada semua imam Harun. Yesus lebih unggul daripada segala sesuatu dalam Perjanjian Lama. Roh Kudus menulis kepada orang-orang Yahudi dengan mengatakan, "Datanglah kepada Kristus." Ia berkata, "Singkirkan semua atribut Yahudi. Yesus sudah cukup; Ia lebih unggul." Ia telah mengambil Mazmur 110:4, dan menyimpulkan teks itu untuk setiap pernyataan kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Naskah Mazmur 110:4 merupakan nubuatan mesianik yang menubuatkan bahwa ketika Mesias datang, Ia akan menjadi seorang imam, karena umat manusia membutuhkan seorang imam yang menjembatani jurang antara dirinya dan Allah, tetapi Ia tidak akan menjadi imam menurut garis keturunan Harun melainkan menurut tata cara Melkisedek. Pernyataan itu diulang empat kali. Jadi Roh Kudus menunjukkan kepada kami bahwa Yesus adalah seorang imam yang jauh lebih unggul daripada imam Harun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berbicara tentang Kristus sebagai pribadi yang membawa akses kepada Allah. Harun tidak dapat melakukan itu; Kristus dapat melakukannya. Jadi, imamat Melkisedek, yang di dalamnya Yesus menjadi imam, lebih unggul karena karakternya. Imamat ini lebih unggul karena Abraham membayar perpuluhan kepada Melkisedek, dan semua imamat Harun ada di dalam Abraham. Jadi, Harun juga memberi penghormatan kepada Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun Roh Kudus itu belum selesai. Ia masih memiliki hal lain untuk dikatakan dalam ayat 20-28. Dan di sini Dia memperkenalkan Yesus sebagai imam yang lebih unggul dalam tiga cara. Ketiga cara tersebut adalah: </span><span class="cf1"><b>Perjanjian yang lebih baik, Juruselamat yang sempurna, dan pemisahan dari orang-orang berdosa</b></span><span class="cf1">. Itulah tiga pernyataan kunci yang dengannya Ia menyimpulkan imamat Yesus Kristus. Nah dalam ayat 19, kami melihat frasa “mendekatlah kepada Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sasaran iman kami adalah akses kepada Allah. Dari sudut pandang-Nya, Dia mampu menyelamatkan kami sepenuhnya. Dua sisi dari kebenaran yang sama. Nah, mari kami lihat tiga keunggulan-Nya. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Semua ini tidak akan terjadi tanpa sumpah. Ada orang-orang lain yang menjadi imam tanpa sumpah.” Ada sesuatu yang penting tentang sumpah Allah, jadi mari kami dengarkan apa yang Allah katakan di ayat berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Ia menjadi imam dengan sumpah yang diucapkan oleh orang yang berkata kepada-Nya: Tuhan telah bersumpah dan Dia tidak akan berubah pikiran, “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya.” Nah, Ia tidak pernah mengatakan itu kepada Harun. Allah tidak pernah bersumpah kepada Harun bahwa imamatnya akan berlangsung selamanya. Ketika Allah menetapkan Kristus sebagai seorang imam, Ia bersumpah dengan sumpah bahwa itu akan berlangsung selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Karena sumpah ini, Yesus juga telah menjadi jaminan perjanjian yang lebih kuat.” Ketika para imam Lewi dilantik, Allah tidak bersumpah. Namun ketika Yesus Kristus dipertunjukkan sebagai Imam, Allah bersumpah dan Dia tidak akan berubah itu. Itu berarti bahwa di mana pun Allah bersumpah, firman-Nya berkaitan dengan suatu transaksi kekal. Nah, itu penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para imam Perjanjian Lama memiliki jabatan sementara, dan jabatan yang tidak sempurna serta jabatan yang membusuk. Mereka melayani di bait suci untuk sementara waktu saja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Nah banyak orang telah menjadi imam Lewi, karena kematian, mereka tidak dapat tetap menjabat.” Mereka semua meninggal dan digantikan oleh anak-anak mereka. Mereka tidak pernah sempurna dan sanggup membawa akses kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin semua orang di Israel melihat bahwa para imam dari golongan Lewi terus menerus meninggal. Jadi, Dia mengumumkan kematian Harun secara terbuka sehingga tidak ada yang akan berpikir bahwa Harun tetap hidup. Allah ingin mereka tahu bahwa ini adalah imamat yang sekarat. Musa menanggalkan pakaian Harun, dan mengenakannya pada Eleazar, putranya; Harun meninggal di sana di puncak gunung, di hadapan semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesempurnaan dalam Kitab Ibrani, berkaitan dengan keselamatan. Para imam Yahudi tidak dapat mewujudkannya. Mereka hanya dapat menutupi dosa, bukan menghapusnya. Allah tidak pernah merancang mereka untuk menjadi imamat kekal. Dan di sini Penulis berkata kepada orang-orang Yahudi, "Perjanjian Lama kalian sendiri mengatakan bahwa Allah telah menetapkan imamat kekal yang berbeda." Ketika Allah memberikan sumpah-Nya, itu berarti hal itu dijamin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 6:13 adalah ilustrasi yang bagus tentang hal ini. “Allah telah berjanji kepada Abraham dan bersumpah demi diri-Nya sendiri.” Siapa yang lebih besar dari Allah? Jadi, Dia harus bersumpah demi diri-Nya sendiri. Dan dalam ayat 14 Dia berkata, “Sesungguhnya, Aku akan memberkati engkau dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Nah, ketika Allah mengatakan hal itu kepada Israel, itu adalah perjanjian kekal. Allah tidak akan pernah mengingkarinya. Dia menjamin diri-Nya sendiri dengan sebuah sumpah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, gagasan bahwa Allah akan bersumpah merupakan suatu hal yang mengejutkan. Satu-satunya alasan bagi Allah untuk bersumpah adalah karena ada kepentingan yang unik dan luar biasa yang melekat pada tempat-tempat di mana Allah melakukan hal ini. Dan setiap kali Allah bersumpah berhubungan dengan sebuah janji, sumpah itu selalu dikaitkan dengan Kristus yang merupakan penggenapan kekal dari semua janji-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ilustrasi lain adalah janji kepada Daud bahwa Kristus akan duduk di atas takhta dan memerintah sebagai Raja segala Raja. Janji itu juga diberikan dengan sumpah karena itu adalah janji kekal: Kristus adalah raja kekal. Oleh karena itu, ketika Allah memberikan petunjuk ini bahwa akan datang seorang Mesias yang akan mengikuti tata cara Melkisedek, Ia bersumpah demi hal itu karena keimamatan-Nya akan berlangsung untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena itu, ayat 22 adalah benar. Jadi, Kristus adalah jaminan perjanjian yang lebih baik karena Dia adalah imam yang lebih baik. Dia adalah imam kekal dengan perjanjian kekal. Kristus adalah jaminan perjanjian yang lebih baik dari Allah dengan manusia, yang dapat melakukan segala sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh Perjanjian Lama. Nah, Dia tidak mengatakan bahwa Perjanjian Lama itu buruk. Kata "lebih baik" adalah sebuah perbandingan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam beberapa hal, Perjanjian Lama itu memang baik. Perjanjian Lama itu sendiri baik sebagai hasil hikmat Allah, sebagai hasil kebenaran Allah. Perjanjian Lama memiliki tujuan yang baik, karena perjanjian ini mengekang dosa dan meningkatkan kesalehan sampai tingkat tertentu. Namun, perjanjian ini menunjuk kepada Kristus, dan ketika Dia datang, ada perjanjian yang lebih baik. Ada ilustrasi yang indah tentang bagaimana Kristus menjamin hal ini dalam Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Filemon ada sebuah kisah tentang seorang budak, Onesimus, yang benar-benar memberi masalah kepada tuannya, Filemon. Paulus menawarkan diri untuk menjadi jaminan bagi Onesimus dalam Filemon 1:18-19, “Dan jika ia telah berbuat salah kepadamu atau berutang sesuatu kepadamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku. 19 Aku, Paulus, menuliskannya dengan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya kembali, belum lagi engkau katakan, bahwa engkau berutang kepadaku, bahkan nyawamu sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, dengan cara yang sama, Yesus Kristus sendiri adalah penjamin dalam pelayanan kepada Bapa ketika Dia berkata, "Apa pun yang diperbuat umat-Ku, tanggunglah Aku, dan Aku akan melunasi utang mereka. Apa pun yang menjadi utang mereka, Aku akan melunasinya." Dia adalah penjamin agar perjanjian kami dengan Allah tidak akan pernah dilanggar. Setiap kali kami ada utang, Yesus melunasinya. Dan karena itu, perjanjian itu tetap berlaku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Tetapi karena Ia tetap untuk selama-lamanya, maka jabatan imamat-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Jadi di dalam Yesus Kristus, kami memiliki jaminan perjanjian yang lebih baik. Dia adalah jaminan kami; Dia bukan hanya bersedia menjadi lebih baik dari itu, Dia mampu. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah apakah Anda puas dengan-Nya? Dia adalah jaminan perjanjian yang lebih baik. Jika Anda puas dengan-Nya dan apa yang telah Dia lakukan demi Anda, itu saja yang Anda butuhkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sering menganggap Yesus sebagai mediator, dan memang itu menyenangkan memiliki mediator, tetapi lebih baik lagi jika ada jaminan. Memang menyenangkan memiliki mediator yang menjalankan fungsi-fungsi perjanjian; tetapi lebih baik lagi jika ada penjamin yang menjamin sifat kekal perjanjian itu. Jadi, semua janji Allah dalam Perjanjian Baru itu dijamin oleh Yesus yang segera melunasi segala utang kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Kristus adalah Juruselamat sepenuhnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena itu Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Ia hidup dan menjadi perantara bagi mereka.” Tidak seorang imam Yahudi pun yang dapat menyelamatkan mereka sepenuhnya. Ada 13 imam sebelum zaman Salomo, 18 imam di bawah bait suci pertama, dan sisanya sampai kehancuran pada tahun 70 M. Namun, paling sedikit ada 83 imam yang meninggal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imam Besar kami tidak pernah mati. Itulah sebabnya Dia dapat menyelamatkan kami dari awal sampai akhir, karena keselamatan-Nya tidak pernah terputus. Tidak ada yang dapat menghentikan keselamatan-Nya. Keselamatan-Nya menjangkau kami sampai kepada akses kepada Allah, mengikat kami di sana, dan memegang kami selamanya karena Dia adalah Imam kekal. Dia akan selalu menjadi satu-satunya Imam Besar. Keselamatan menggambarkan sesuatu yang menjadi milik satu orang dan tidak dapat dipindahtangankan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, bagaimana dengan saat Yesus meninggal? Saat Ia meninggal, imamat-Nya tidak pernah berhenti, bahkan tidak pernah hilang. Perjanjian Baru mengatakan saat tubuh-Nya mati di kayu salib, Roh-Nya hidup, dan Ia mempertahankan imamat-Nya yang kekal. Ia tetap menjadi Imam saya sampai hari saya mati. </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia adalah imam bagi setiap orang Kristen yang pernah hidup, dan Ia akan menjadi Imam bagi setiap orang Kristen yang pernah hidup.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa artinya "menyelamatkan?" Nah, doktrin keselamatan adalah tema utama Kitab Suci. Untuk memahami keselamatan, Anda harus keluar dari wahyu alami dan masuk ke wahyu khusus. Anda tidak dapat memahami Allah tanpa wahyu khusus dalam wahyu keselamatan-Nya. Dan apa yang kami pelajari dalam Alkitab adalah kisah keselamatan. Itulah tema Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan makna dasar dari kata "keselamatan" adalah membebaskan. Pembebasan yang Alkitab berikan bukan bersifat sementara. Pembebasan yang diberikan Kristus adalah pembebasan rohani dari dosa dan itu kekal. Bahaya yang dihadapi manusia adalah dosa dengan konsekuensinya yang mengerikan berupa rasa bersalah, kutukan, perbudakan Setan, kematian dan neraka terakhir. Inilah dosa dengan semua implikasinya. Kami diselamatkan Kristus dari dosa itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu tidak mudah. ​​Tidak mudah untuk menaklukkan Setan, untuk memenuhi hukum, untuk menghapus kutukan, untuk menghapus dosa, untuk memuaskan Allah, untuk memperoleh pengampunan, untuk memperoleh anugerah dan kemuliaan, tetapi Dia melakukannya. Dan Yesus melakukannya dengan sepenuh hati sehingga Dia dapat membawa kami sampai ke kepenuhan keselamatan, tidak membiarkan kami pergi ke suatu tempat untuk menemukan jalan kami melalui sumber lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah hakikat keselamatan yang sempurna? Nah, kata keselamatan memiliki tiga bagian: yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu berkaitan dengan pembebasan dari rasa bersalah dosa; Masa kini, pembebasan dari kuasa dosa; dan masa depan pembebasan dari adanya dosa. Yang pertama dilakukan di kayu salib; yang kedua di takhta saat Ia bersyafaat; dan yang ketiga pada kedatangan-Nya yang kedua saat Ia datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian lihatlah kuasa keselamatan yang sempurna. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1"> berkata, “Ia sanggup.” Imam Besar kami bukan hanya bersedia, tetapi Ia sanggup. Sejauh mana keselamatan yang sempurna itu? Sampai kepada yang sempurna. Ini memiliki makna ganda. Itu berarti bahwa Ia akan membawa kami kepada keselamatan penuh, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh para imam, dan itu berarti bahwa Ia akan memelihara kami di sana selamanya. Keselamatan itu kekal dan selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kami memiliki objek keselamatan yang paling sempurna. Kesempurnaan itu terbuka dan tersedia bagi mereka yang datang kepada Allah melalui Dia. Tidak ada cara lain. Yesus berkata, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Tidak dikatakan bahwa Dia menyelamatkan sepenuhnya mereka yang telah dibaptis atau mereka yang menjadi anggota gereja atau dengan cara lain apa pun. Dikatakan, "Dia menyelamatkan mereka yang datang kepada Allah melalui Yesus Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Datanglah" adalah salah satu kata favorit Allah. Dia memulainya di Kejadian 7:1 dengan Nuh, dan Dia mengakhiri seluruh Alkitab di Wahyu 22:17 dengan mengatakan, "Datanglah." Seluruh Wahyu adalah "Datanglah, datanglah untuk diselamatkan." Tidaklah cukup hanya mendengar; harus ada tanggapan. Jika kebenaran tidak mendatangkan tanggapan, kebenaran akan mengutuk orang itu. Datang berarti menyerahkan diri sepenuhnya melalui iman kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Dapatkah kamu kehilangan keselamatanmu?" Tidak, selama Yesus menjadi jaminannya. Dan berapa lama Dia akan menjadi penjamin? Untuk selamanya. Dia mengamankan kami dengan hidup-Nya yang kekal. Dia berkata, "Karena Aku hidup, kamu pun akan hidup." Roma 5:10 berkata, "Sebab jikalau kami, ketika masih musuh, diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya, lebih-lebih kami, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti kami akan diselamatkan oleh hidup-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, terpisah dari orang berdosa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kami perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga.” Nah, itu tidak seperti Harun, karena </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1"> menggambarkan Harun, “Ia tidak perlu mempersembahkan korban setiap hari, baik untuk dosa mereka sendiri maupun untuk dosa umat. Hal itu telah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Harun tidak kudus karena kekudusannya sendiri, tetapi Kristus adalah kudus. Kata untuk kudus adalah hagios yang berarti dipisahkan untuk Allah. Tetapi kata itu tidak digunakan di sini. Kata disini adalah hosios. Kata itu adalah kekudusan karakter. Yesus Kristus adalahkedua-duanya hagios dan hosios. Beberapa imam dari garis keturunan Lewi adalah orang-orang jahat yang melukai umat mereka secara rohani. Yesus Kristus, selama 33 tahun, berada di dunia, tetapi Dia tidak pernah berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Karena hukum Taurat mengangkat orang-orang yang lemah menjadi imam besar, tetapi janji dari sumpah itu, yang diberikan sesudah hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah disempurnakan sampai selama-lamanya.” Imam Yahudi mengenakan penutup dada yang melambangkan 12 suku. Jadi di hadapan Allah, ia membawa suku-suku Israel. Yesus Kristus sekarang berada di sebelah kanan Allah. Dan di hati-Nya tertulis semua nama orang percaya. Itulah kasih. Ia sanggup. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20241006</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000241</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Imam Paling Besar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000240"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+7:11-19" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 7:11-19</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani ditulis untuk sekelompok orang Yahudi di luar wilayah Yerusalem. Orang-orang Yahudi itu yang tampaknya telah diinjili oleh para rasul dan nabi-nabi awal. Ada beberapa dari mereka yang diselamatkan, dan menyerahkan hidup mereka kepada Yesus Kristus, tetapi masih berpegang pada beberapa ciri Yudaisme, yang belum benar-benar memutuskan hubungan sepenuhnya. Beberapa dari mereka masih beribadah melalui imamat Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selain itu, ada orang-orang Yahudi yang belum diselamatkan yang secara intelektual yakin bahwa Yesus Kristus adalah Mesias mereka. Mereka tampaknya percaya semua data mengenai Injil, tetapi karena takut dipisahkan dari kehidupan orang-orang mereka, mereka tidak pernah benar-benar membuat komitmen kepada Yesus Kristus. Dan mungkin, di komunitas Yahudi, ada juga beberapa yang belum diselamatkan dan yang tidak yakin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun bagi komunitas orang Yahudi ini, terutama mereka yang diselamatkan dan masih berpegang pada ritual Yudaisme dan mereka yang yakin secara intelektual tetapi belum berkomitmen kepada Kristus, Roh Kudus menulis surat ini. Dan surat ini dirancang untuk menunjukkan kepada orang-orang Yahudi keunggulan mutlak Yesus Kristus. Dan karena Dia lebih unggul, Perjanjian Baru lebih unggul daripada Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah yang menjadi inti dari kitab Ibrani. Kami membaca tentang Kristus sebagai perantara perjanjian yang lebih baik, harapan yang lebih baik dengan janji-janji yang lebih baik, pengorbanan yang lebih baik dengan hakikat yang lebih baik, negara yang lebih baik di surga, dan kebangkitan yang lebih baik. Kitab ini berbicara tentang Kristus surgawi, panggilan surgawi, karunia surgawi, negara surgawi, dan Yerusalem surgawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, atas dasar semua itu Roh Kudus berkata kepada orang-orang Yahudi, "Taruhlah kepercayaanmu sepenuhnya pada Perjanjian Baru; tinggalkanlah Perjanjian Lama itu sepenuhnya." Orang Yahudi yang bertobat yang telah mengakui Kristus sebagai Mesias-Nya dapat melepaskan semua rutinitas bait suci, semua ritual bait suci; mereka dapat meninggalkan semua kurban-kurban; dan mereka dapat meninggalkan semua imamat Yahudi karena Kristus telah menggantikan semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 4, Ia memperkenalkan Kristus sebagai seorang imam. Dalam Ibrani 5, Roh Kudus menunjukkan bagaimana Kristus adalah seorang imam yang lebih besar daripada Harun. Dan hal itu berakhir di ayat 10, “Dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.” Saat Ia menutup Ibrani 6, Ia berkata, “Yesus, yang telah menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” Setelah undangan-Nya dalam Ibrani 7:1, Ia langsung menjelaskan Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, imamat itu bersifat universal, sedangkan imamat Harun bersifat nasional. Kedua, imamat itu bersifat rajani. Dia adalah seorang imam raja; imamat Harun tunduk kepada raja-raja. Ketiga, imamat itu bersifat kebenaran dan kedamaian. Keempat, imamat itu bersifat pribadi; imamat itu didasarkan pada karakter Melkisedek sendiri. Imamat Harun didasarkan pada keturunan. Kelima, imamat itu bersifat kekal; dan imamat Harun dibatasi waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam kelima hal tersebut, kami melihat bahwa imamat Melkisedek adalah imamat yang lebih unggul daripada imamat Harun. Nah, inilah intinya. Orang Yahudi selalu merasa bahwa tidak ada yang lebih unggul daripada imamat Harun, ritual Lewi, dan seluruh hukum upacara yang diberikan kepada Musa. Namun fakta bahwa ada imamat lain yang lebih unggul daripada imamat Harun membuktikan bahwa imamat Harun terbatas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan janji yang diberikan Daud dalam Mazmur 110:4 adalah bahwa ketika Mesias datang, Ia tidak akan menjadi imam seperti Harun, Ia akan menjadi imam seperti Melkisedek, yang berarti bahwa imam Melkisedek seperti apa pun, pasti lebih baik daripada Harun. Dan Daud berkata, "Ketika Mesias datang, Ia akan menjadi seperti Melkisedek," yang menunjukkan bahwa imamat Harun tidak memadai dan akan digantikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Roh Kudus belum selesai membuktikan bahwa Yesus lebih unggul daripada Harun. Dalam ayat 11-19 Ia melanjutkan pembuktian-Nya. Ia menunjukkan bahwa Kristus lebih baik karena Daud bernubuat bahwa Mesias akan memiliki tingkat yang lain, yang berarti tingkat Harun itu tidak cukup. Itulah Mazmur 110:4 yang menunjukkan bahwa tingkatan Harun tidak cukup. Ketika kami melihatnya, frasa kunciNya ada di ayat 19.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mendekatkan diri kepada Allah adalah tujuan Kekristenan. Inilah hakikat orang Kristen. Inilah rancangan Allah agar orang Kristen dapat mengakses hadirat-Nya. Orang Kristen biasanya memandang kehidupan Kristen mereka dalam tiga cara. Sebagian orang melihat Yesus Kristus hanya sebagai sarana untuk keselamatan dan kebahagiaan pribadi. Orang lain melihat hubungan mereka dengan Yesus Kristus, dan mereka berusaha untuk mengenal Kristus lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, inilah hakikat Kekristenan sebenarnya, sebagian orang Kristen memahami bahwa orang Kristen harus mendekatkan diri kepada Allah. Itulah hakikat orang-orang Kristen. Ungkapan iman kami yang paling penuh adalah masuk kedalam hadirat Allah, ke Ruang Mahakudus, dan duduk di takhta bersama-Nya. Itulah ungkapan iman yang paling penuh. Yesus adalah pintu menuju Allah, tetapi banyak orang Kristen tidak pernah masuk ke Ruang Mahakudus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudaisme tidak pernah bisa melakukan ini. Dalam Efesus 3:17-19, Paulus berkata, "Semoga Kristus diam di dalam hatimu oleh iman. Aku berdoa supaya kamu, yang berakar dan berdasar di dalam kasih, 18 dapat memahami bersama-sama dengan segala orang kudus, betapa panjangnya, lebarnya, tingginya dan dalamnya kasih Allah, 19 dan dapat mengenal kasih Kristus, sekalipun itu melampaui pengetahuan. supaya kamu dipenuhi oleh seluruh kepenuhan Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, agama Yahudi tidak pernah benar-benar membawa seseorang ke hadirat Allah. Hanya melalui keimamatan-Nya yang menjadi perantara Allah dan hanya melalui pengorbanan darah-Nya yang sempurna di Kalvari, akses kepada Allah terbuka. Dan tema-tema yang berulang berada dalam Kitab Ibrani adalah Perjanjian Baru, keimamatan, dan pengorbanan. Pengorbanan Harun tidak dapat melakukannya, yang menghalangi mereka dan Allah adalah tabir itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Fakta bahwa Mesias adalah Imam menurut tata cara Melkisedek membuka hal yang sama sekali baru. Fakta bahwa kesempurnaan tidak terjadi sampai Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan itu melekat pada imamat Lewi Harun. Sepanjang hidup mereka, orang-orang Yahudi telah diajarkan bahwa sistem Lewi itu sempurna, bahwa itu ditetapkan oleh Allah, dan bahwa itu cukup dan permanen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Roh Kudus menggunakan logika di sini dan menunjukkan bahwa sistem Lewi tidak sempurna, dan karena tidak sempurna maka itu harus digantikan. Dan alasan kami tahu itu tidak sempurna adalah karena itu tidak dapat melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh semua agama Allah, yaitu membawa seseorang ke hadirat Allah. Dan ketika Yesus datang, seluruh sistem lama harus dihancurkan; itu harus ditinggalkan dan Yudaisme sekarang tidak berlaku lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat 11 sampai 14, kami akan mempelajari ketidaksempurnaan imamat Harun yang lebih rendah. Marilah kami pelajari ayat-ayat tersebut. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Jika kesempurnaan telah datang melalui imamat Lewi, sebab atas dasar imamat itulah umat menerima hukum Taurat, apakah perlunya seorang imam lain muncul, yang dikatakan menurut peraturan Melkisedek dan bukan menurut peraturan Harun?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda lihat, ketika Allah memisahkan Israel, itu bukanlah suatu kebetulan. Allah telah merencanakannya sejak Perjanjian Lama, bahkan sebelum dunia diciptakan. Allah tahu Mesias akan menjadi imam yang berbeda. Kata "kesempurnaan," yang digunakan oleh rasul Paulus, berkaitan dengan kedewasaan rohani. Dalam Efesus 4, ia berbicara tentang menyempurnakan orang-orang kudus. Dalam Kolose, ia ingin mempersembahkan setiap orang dalam keadaan sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dalam Kitab Ibrani, kata itu digunakan untuk merujuk pada tujuan dan sasaran Kekristenan, yaitu akses kepada Allah. Dalam Kitab Ibrani, kata itu tidak berarti kedewasaan rohani; kata itu pada hakikatnya berkaitan dengan keselamatan di dalam Kristus. Sekarang, marilah kami lihat tujuan itu dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">, "(sebab hukum Taurat sama sekali tidak menyempurnakan), tetapi ada pengharapan yang lebih baik yang diberikan kepada kami, yang olehnya kami dapat mendekat kepada Allah." Itulah sinonim dari kesempurnaan, mengerti?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kitab Ibrani, kesempurnaan adalah akses kepada Allah. Itulah tujuan utama iman kami. Ibrani 10:14 mengatakan, “Karena oleh satu korban saja Yesus telah menyempurnakan mereka yang Ia kuduskan untuk selama-lamanya.” Dengan kata lain, Ia telah memberikan mereka akses penuh kepada Allah secara posisional. Itulah kesempurnaan dalam Kitab Ibrani. Akses kepada Allah. Anda tidak dapat memperoleh akses kepada Allah melalui pertobatan dari perbuatan-perbuatan sia-sia. Itu hanya melalui Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Mungkin ada peniadaan dosa seperti yang dilakukan Perjanjian Lama. Namun, perjanjian itu tidak pernah menyingkirkan dosa-dosa itu; itu hanya menutupinya. Jadi, sekarang makna ayat 11 menjadi jelas. Jika imamat Lewi dapat mendatangkan kesempurnaan, yang merupakan akses kepada Allah dalam Ibrani, dan keselamatan, mengapa Allah menubuatkan imamat lain?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Sebab jika terjadi pergantian imamat, maka perubahan juga akan terjadi pada hukum Taurat.” Nah, gagasan perubahan di sini berarti menempatkan satu hal pada tempat yang lain. Anda tidak menambahkan Kekristenan pada Yudaisme; Anda menyingkirkan Yudaisme dan Anda memasukkan Kekristenan. Imamat Melkisedek tidak ditambahkan pada imamat Harun; imamat itu menggantikannya. Ada orang yang berkata, “Apakah ini berarti hukum Allah telah dihapuskan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak. Setiap kali Anda melihat kata "hukum" dalam konteks apa pun yang terkait dengan Perjanjian Lama, pastikan Anda memahami bahwa kata itu dapat berarti beberapa hal: kata itu dapat berarti seluruh Perjanjian Lama. Keseluruhannya disebut sebagai hukum. Kata itu juga dapat berarti Sepuluh Perintah Musa. Kata itu juga dapat berkaitan dengan ritual-ritual seremonial Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata, "Jika imamat harus ditiadakan dan diganti dengan yang baru, maka harus ada perubahan pada semua hukum upacara, dan sistem pengorbanan Musa telah dikesampingkan. Tentu saja tidak ada penghapusan hukum moral Allah. Ia berkata kepada mereka, "Kalian tidak perlu pergi ke bait suci selalu; itu sudah berakhir. Dan penyingkiran ini sangat sulit dipahami oleh orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13 - 14</b></span><span class="cf1">, “Sebab Dia yang dimaksudkan dalam ayat ini berasal dari suku lain, dan dari suku itu tidak ada seorang pun yang pernah melayani di mezbah. 14 Nah telah diketahui, bahwa Tuhan kami berasal dari suku Yehuda, dan Musa tidak pernah mengatakan sesuatu pun tentang suku itu mengenai imam-imam.” Karena Dia yang dimaksudkan adalah Mesias, dan Tuhan kami, dengan berasal dari Yehuda, menggenapi nubuat Mazmur 110 yang mengatakan “Mesias akan datang menurut tata cara Melkisedek.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesempurnaan imamat yang unggul dijelaskan dalam dua cara. Pertama, seorang imam yang unggul. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15-16</b></span><span class="cf1">, “Dan hal itu menjadi lebih jelas apabila muncul seorang imam lain seperti Melkisedek, 16 yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan hukum mengenai keturunan jasmani, tetapi berdasarkan kuasa hidup yang tidak dapat binasa.” Jelaslah bahwa Yesus berasal dari Yehuda. Kejadian 49:10 memberi tahu kami bahwa Mesias berasal dari Yehuda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan silsilah Yesus itu mengatakan bahwa orang tua-Nya pergi ke Betlehem untuk membayar pajak mereka, yang berarti mereka berasal dari suku Yehuda. Karena itu, seluruh sistem Lewi telah dikesampingkan. Imamat Kristus bukanlah sesuatu yang sementara; itu sudah cukup; itu permanen dan kekal. Jadi, Dia berkata, "Jangan berpegang teguh pada Yudaisme. Kami memiliki Imam yang jauh lebih tinggi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, "Aku sendiri telah bangkit menjadi Imam." Melkisedek itu adalah tipe Kristus, benar. Nah, Roh Kudus menjelaskan lebih lanjut dalam ayat 16, "Ia menjadi imam bukan berdasarkan peraturan hukum keturunan jasmani, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa." Standar lama yang ditetapkan bagi para imam besar hanya berkaitan dengan hal-hal jasmani dalam Imamat 21. Tidak masalah mereka menjadi apa secara rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kuasa hidup yang tidak dapat dihancurkan.” Itu adalah jenis imam yang sangat berbeda, benar? Tidak ada hubungannya dengan tubuh fisik, tetapi itu berhubungan dengan kuasa kekal. Itulah jenis imam yang Yesus miliki. Dia adalah seorang Imam karena ada kuasa kekal. Dia memiliki imamat batiniah. Itu bukan klaim fisik, tetapi klaim kekal. Jadi, dengan kuasa kekal-Nya, Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh imam mana pun; Dia dapat memberi kami akses kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Sebab telah disaksikan, bahwa Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” Melkisedek bukanlah seorang imam menurut standar fisik apa pun. Ia menjadi imam karena karakternya. Dan dalam pengertian itu, ia menggambarkan Yesus Kristus. Dan Yesus Kristus dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan Harun; Ia membawa kami ke hadirat Allah, dan Ia mengikat kami di sana selamanya. Sahabat-sahabatku, itulah kuasa yang tertinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18-19</b></span><span class="cf1">, “Jadi perintah yang lama itu dibatalkan, karena itu tidak kuat dan tidak berguna. 19 (sebab hukum Taurat sama sekali tidak menyempurnakan), tetapi sekarang ada pengharapan yang lebih baik, yang melaluinya kami dapat mendekat kepada Allah.” Allah berkata, “Aku akan menyingkirkan yang lama dan mendatangkan yang baru.” Dalam Perjanjian Baru, Anda memiliki akses kepada Allah. Nah, “membatalkan” berarti menyingkirkan sesuatu yang sudah ditetapkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh sistem pengorbanan, seluruh sistem upacara telah dibatalkan; semuanya disingkirkan. Allah menghapusnya. Dan Dia menghapusnya untuk selamanya pada tahun 70 M ketika Dia menghancurkan bait suci itu. Sistem lama dapat menyingkapkan dosa dan menutupi dosa; namun sistem itu dapat mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tidak dengan penuh kesempurnaan. Namun imamat Yesus Kristus membuat semua yang dinantikan Israel menjadi kenyataan: akses kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Petrus 1:10 ia berkata, "Tentang keselamatan ini, para nabi, yang bernubuat tentang kasih karunia yang akan datang kepada kalian, mencarinya dan menyelidikinya dengan saksama." Dengan kata lain, mereka hanya melihat itu dari jauh, tetapi sekarang itu telah selesai, dan kami dapat masuk ke hadirat Allah, dan kami dapat duduk, bersama Paulus, kami dapat berkata, "Abba, Bapa." Kami juga adalah imamat yang kudus. Kami memiliki akses kepada Allah selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Firman Allah itu memberi kami janji yang luar biasa tentang apa yang Yesus telah capai. Jauh lebih baik berada di Perjanjian Baru daripada berada di Perjanjian Lama, di mana Anda hanya memiliki janji itu, tetapi Anda tidak pernah memiliki kebebasan hati nurani. Dan sekarang, ketika Yesus, yang bergantung di kayu salib berkata, "Sudah selesai," di sisi salib ini kami tinggal dalam kekayaan Dia yang mengasihi kami. Semua utang kami telah dibayar. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Sep 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240929</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000240</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Melkisedek]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000023F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+7:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 7:1-10</a></span></span><div><br></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melkisedek adalah suatu tipe Kristus. Hati Anda akan diperkaya saat kami melanjutkan membaca Ibrani 7 dan membahas tentang imamat Kristus. Khususnya dalam sepuluh ayat pertama kami memahami karakter Melkisedek. Ada banyak hal dalam Kitab Suci yang termasuk dalam kategori tipologi. Setiap kali kami berbicara tentang tipe, yang kami maksud adalah gambaran Kristus dalam Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak gambaran tentang Kristus dalam Perjanjian Lama. Kita menyebut gambaran-gambaran ini sebagai tipe, dan Kristus adalah penggenapan dari tipe tersebut. Namun, saat kami membaca Ibrani 7, kami menemukan tipe lain dalam Perjanjian Lama. Seekor domba tidak sebanding dengan Anak Domba Allah. Begitu pula seekor ular tembaga tidak memiliki hubungan yang nyata dengan Yesus Kristus. Gambar-gambar itu hanyalah gambaran sederhana yang dimaksud untuk memberi kami sebuah ilustrasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pada saat yang sama Melkisedek sama sekali tidak layak untuk disejajarkan dengan Yesus Kristus. Namun, ia memang menjadi gambaran menarik tentang Kristus, dan kami akan melihatnya malam ini. Ibrani 7 benar-benar merupakan bab utama dalam Kitab Ibrani, karena itu membahas pertanyaan kunci yang menjadi perhatian orang Yahudi, yaitu pertanyaan tentang imamat. Para imam memiliki hubungan yang aneh dengan masyarakat kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi orang Yahudi, jabatan imam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Yudaisme. Para imam adalah orang-orang yang menghubungkan manusia dengan Allah. Dan kata Latin untuk imam berarti pembangun jembatan. Imam adalah orang yang membangun jembatan dari manusia ke Allah. Bagi mereka, agama adalah akses ke Allah. Dan karena mereka tidak dapat pergi langsung ke Allah, mereka harus melalui seorang perantara, dan para imam adalah perantaranya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian dalam Ibrani 9, dikatakan, "Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa." Nah, para imam tidak dapat memiliki akses langsung kepada Allah kecuali melalui pengorbanan, karena Allah telah merancang bahwa dosa hanya dapat dibayar dengan pengorbanan darah. Jadi, imam melakukan semua pengorbanan hal teknis dan karena itu menjadi penghubung atau jembatan antara manusia dan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, para imam manusia itu lemah dan berdosa, dan sebelum mereka dapat mempersembahkan kurban bagi orang lain, mereka harus mempersembahkan kurban bagi diri mereka sendiri terlebih dahulu. Jadi, Allah ingin membuktikan kepada kami bahwa ada seorang imam besar yang lebih agung daripada imam Ibrani mana pun, yang tidak perlu menebus dosa-dosanya sendiri. Yang kami butuhkan adalah imamat yang lebih baik dan kurban yang lebih baik, dan keduanya terwujud dalam Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Konsep Melkisedek merupakan wawasan yang menakjubkan tentang fakta bahwa Allah menulis Alkitab. Dalam Kitab Kejadian, kami memiliki tiga ayat tentang Melkisedek. Seribu tahun kemudian, kami menemukan Mazmur 110:4 dengan satu ayat tentang dia. Dan Allah sendiri bersumpah kepada Anak-Nya bahwa dia akan menjadi Imam Besar menurut tata cara Melkisedek. Seribu tahun berlalu, dan ayat ini menjelaskan tentang Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda dapat melihat bahwa pikiran ilahi Allah membimbing Melkisedek dan Abraham selama ribuan tahun untuk menghasilkan gambaran yang sempurna tentang Yesus Kristus. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi 2.000 tahun setelah mereka ada. Pemazmur tidak tahu, namun Allah tahu persis apa yang sedang Ia lakukan dengan Melkisedek. Itu memberi tahu saya bahwa Allah yang sama menulis Kitab Ibrani juga menulis Kitab Kejadian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melkisedek adalah raja Salem dan imam dari Allah Yang Mahatinggi. Kejadian 14:17 mengatakan bahwa ia bertemu Abraham ketika kembali dari pembantaian raja-raja, dan memberkati Abraham. Abraham memberikan perpuluhan kepada Melkisedek. Dalam Kejadian 14, kami mendapatkan semua rincian yang mengarah ke hal ini. Ada raja Sodom, dan seorang raja Elam. Dan Abraham mengalahkan raja-raja itu setelah mereka menaklukkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, sebelum Abraham bertemu dengan raja Sodom, ia bertemu dengan Melkisedek, yang merupakan raja daerah lain yang disebut Salem. Orang ini bukan hanya raja, tetapi juga imam Allah Yang Mahatinggi. Ketika bertemu Abraham, ia memberkati Melkesedek. Abraham mengambil yang terbaik dari barang rampasannya dan membayarnya kepada Melkisedek. Kemudian ia menghilang, dan hanya itu yang pernah kami dengar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imamat Harun hanya untuk agama Yahudi. Kedua, para imam tunduk kepada raja dalam beberapa hal. Ketiga, imamat Harun tidak menawarkan kebenaran dan kedamaian yang kekal, hanya pengorbanan yang terus-menerus. Imamat itu tidak pernah membangun kebenaran yang kekal bagi seseorang maupun kedamaian yang kekal dengan Allah. Kedamaian dan kebenaran itu hancur setiap kali mereka berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, imamat Harun bersifat turun-temurun. Jika Anda lahir dalam keluarga yang tepat, Anda secara otomatis menjadi seorang imam, apapun latar belakang Anda. Kelima, imamat itu bersifat terbatas. Mereka hanya menjabat disana sejak usia sekitar 25 hingga 50 tahun, lalu itu semua selesai. Nah, ini penting bagi kami untuk dipahami karena imamat Melkisedek menggantikan imamat Harun di setiap titik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami melihat perbandingannya dengan Melkisedek. Pertama: Imamat Melkisedek bersifat universal. Itu tidak nasional. Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Karena Melkisedek, raja Salem, imam Allah Yang Mahatinggi, telah bertemu Abraham dan memberkatinya ketika ia kembali setelah mengalahkan raja-raja.” Sehubungan dengan Israel, Allah mengambil nama Yahweh. Nama Allah berarti ‘Akulah ada’, yang dalam bahasa Ibrani adalah YHWH.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, tidak ada orang Yahudi yang mau menyebut nama Allah. Jadi, Yahweh bukanlah nama Allah sebenarnya; itu hanyalah nama yang dibuat Israel dalam upaya untuk tidak menyebut YHWH. Imam-imam Harun adalah imam-imam Yahweh. Artinya, mereka berhubungan dengan Allah hanya dalam hubungannya dengan Israel. Namun, tidak disebut bahwa Melkisedek adalah imam Yahweh; disebutkan bahwa dia adalah imam Allah Yang Mahatinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, hal itu menjangkau seluruh surga dan bumi. Itu adalah nama universal Allah yang mencakup orang Yahudi dan non-Yahudi. Itu jauh lebih luas daripada istilah Yahudi Yahweh. Jadi, sementara imamat Harun hanya berkaitan dengan Israel, imamat Melkisedek berkaitan dengan semua orang. Nah, ketika Roh Kudus berkata bahwa Yesus adalah seorang imam menurut tata cara Melkisedek, ini berarti bahwa Yesus adalah Mesias dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dalam pikiran orang Yahudi pasti ada alasan historis untuk segala sesuatu. Maka, Allah memilih Melkisedek sebagai dasar yang sempurna untuk mengajarkan kebenaran ini. Dan ada Yesus Kristus yang melampaui Israel. Abraham memahami konsep ini, karena dalam Kejadian 14:22, ia berkata, "Aku telah mengangkat tanganku kepada Yahweh, "Allah Yang Mahatinggi." Maka, ia memahami bahwa Kristus adalah Allah segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat ini ada 15,7 juta orang Yahudi di dunia, dan saya mendengar seorang rabi berkata, "Kami tidak menginginkan lebih juga. Kami tidak tertarik untuk mengajak siapa pun pindah agama." Mereka terkunci dalam sistem mereka - bukan karena rancangan Allah, tetapi karena kegagalan mereka sendiri untuk menjadi saksi-saksi seperti yang Allah inginkan. Jadi, Mesias mereka sendiri bahkan bukan milik mereka sendiri, tetapi seorang imam menurut tata cara Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imamat Harun tunduk pada kerajaan, dan Melkisedek adalah suatu kerajaan. Ini adalah sesuatu yang sama sekali asing bagi para imam Harun dan imam Lewi di Israel. Tidak pernah ada kombinasi seperti itu. Para imam Israel tidak pernah menjadi raja dan juga imam. Sungguh ini perpaduan yang sempurna bahwa Yesus Kristus harus menjadi perpaduan antara imam dan raja sehingga Dia bukan hanya membawa manusia kepada Allah, tetapi Dia juga memerintah manusia untuk Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi selalu merasa bahwa Allah tinggal bersama mereka, dan bahwa Allah adalah milik mereka secara eksklusif, dan tidak akan pernah ada imamat lain, atau perjanjian lain. Jadi, ketika agama Kristen datang dan berkata, "Ini perjanjian lain; ini imamat lain," mereka berkata, "Tidak, itu tidak mungkin." Namun Roh Kudus berkata. "Ada imam lain, dan ada perjanjian lain sebelum kalian ada."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada kebenaran yang kekal, dan tidak ada kedamaian yang kekal dalam imamat Harun. Namun, imamat Melkisedek adalah imamat kebenaran dan kedamaian. Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Namanya pertama-tama berarti raja kebenaran, dan dia juga adalah raja Salem, yang berarti raja kedamaian.” Kebenaran itu adalah kekudusan. Dan kebenaran itu dituntut sebelum Anda dapat berdamai dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kebenaran Kristus diberikan kepada Anda melalui iman kepada-Nya, kebenaran Kristus menjadi milik Anda; Anda langsung berdamai dengan Allah. Dia melihat Anda diliputi oleh darah Kristus. Setiap imam Yahudi ingin membuat seseorang menjadi benar agar ia dapat berdamai dengan Allah, tetapi mereka tidak dapat melakukannya. Namun di sini Dia mengatakan bahwa nama Melkisedek adalah kebenaran, dan kotanya adalah damai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, imamat Harun bersifat turun-temurun; imamat Kristus bersifat pribadi. Tidak ada hubungannya dengan kualifikasi pribadi. Dan mereka benar-benar melestarikan silsilah mereka. Kata Ezra 2:61, "Dan dari antara anak-anak para imam itu diminta untuk mendaftarkan mereka di antara mereka yang diperhitungkan dalam silsilah." Dengan kata lain, jika Anda tidak dapat memverifikasi silsilah diri Anda dan istri Anda, Anda tidak boleh menjadi imam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus, dalam hal keimamatan-Nya, bahkan tidak termasuk suku Lewi. Ia termasuk suku Yehuda. Dan dalam hal keimamatan Lewi, Ia tidak memiliki hak untuk menjadi seorang imam. Jadi Ia adalah seorang imam bukan menurut tata cara Harun, melainkan Melkisedek dipilih karena kualitasnya. Ia tidak memiliki catatan tentang awal maupun akhir, sehingga Melkisedek adalah gambaran sempurna dari Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, seorang imam Yahudi mulai melayani pada saat ia berusia 25 tahun. Dan selama lima tahun, ia akan melayani para imam lain. Kemudian, ketika ia berusia 30 tahun, ia dapat bekerja sendiri. Ia akan melayani sampai ia berusia 50 tahun, menurut Bilangan 8:25, dan setelah itu dia selesai. Namun, tidak ada pembatasan seperti itu yang diberikan kepada Melkisedek. Tidak ada catatan tentang kehidupan dan kematian Melkisedek. Ia dipilih oleh Allah semata-mata berdasarkan kualitasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imamat Harun, sebagaimana disebutkan, terbatas. Imamat Melkisedek bersifat kekal. Maksud saya, dalam teks itu tidak ada awal dan akhir. Nah, tidak ada catatan tentang kematian Melkisedek, ia muncul seolah selalu hidup dalam teks, dan karenanya merupakan gambaran Yesus Kristus. Ibrani 7 mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar seperti itu. Ia adalah tipenya. Yesus adalah seorang imam seperti Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disebut dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1"> bahwa Melkisedek menyerupai Anak Allah. Nah perhatikanlah; tidak disebut bahwa Anak Allah dijadikan seperti Melkisedek. Siapa yang datang lebih dulu? Anak Allah. Melkisedek yang dijadikan seperti Anak Allah. Yesus Kristus adalah yang Allah asli; Melkisedek hanyalah tiruannya. Kedua, keunggulan-Nya terbukti. Dan dalam argumen ini, yang berlangsung dari ayat 4 sampai ayat 10, itu pada dasarnya merupakan argumen yang sederhana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham memberikan perpuluhan kepada Melkisedek. Anggaplah tidak ada orang yang lebih baik daripada Abraham. Itu menunjukkan keunggulan Melkisedek. Abraham memberinya bagian terbaik dari hasil rampasan. Orang Yunani ada kebiasaan setelah mereka menang. Mereka membawa semua hasil rampasan dan menumpuknya dalam tumpukan besar, dan yang terbaik diambil dan diberikan kepada para dewa. Dan itulah tepat yang dilakukan Abraham kepada Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pikirkanlah betapa hebatnya Melkisedek itu dulunya. Apakah Anda mengerti apa artinya memberi-Nya bagian terbaik dari tumpukan? Ketika bulan itu tiba, dan Anda mulai menulis cek, apa yang harus didahulukan? Jika Abraham memberikan bagian terbaik dari tumpukan kepada Melkisedek, apa yang harus kami berikan kepada Yesus Kristus? </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Tetapi lihatlah, betapa besarnya orang ini: bahkan Abraham memberi kepadanya sepersepuluh dari hasil rampasannya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Anak-anak Lewi yang menerima jabatan imam memiliki perintah menurut hukum untuk memungut perpuluhan dari umat, dari saudara-saudara laki-laki dan perempuan mereka meskipun mereka juga merupakan keturunan Abraham. Namun dalam kasus Abraham, tidak ada perintah. Abraham tahu bahwa ia adalah seorang imam dari Allah Yang Mahatinggi dan memberinya rasa hormat yang layak diterimanya sebagai imam Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Tetapi orang yang bukan keturunan Abraham itu, memungut sepersepuluh dari milik Abraham, lalu memberkati dia yang menerima janji-janji itu.” Melkisedek memberkati Abraham. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Sesungguhnya, orang yang lebih rendah diberkati oleh orang yang lebih tinggi.” Dengan kata lain, Melkisedek pasti lebih besar dari Abraham, karena ia memberkati Abraham. Allah bekerja dalam kehidupan Melkisedek berdasarkan kualifikasi pribadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di gereja, Dia mengangkat para pendeta dan penatua dalam Efesus 4:11. Nah, dalam Yakobus 3:1, kami diperingatkan, “Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang menjadi guru; kami tahu, bahwa kami akan menerima hukuman yang lebih berat.” Allah mengangkat orang-orang tertentu di gereja untuk memerintah. Kami tunduk kepada mereka yang telah dipilih Allah, yang dalam 1 Timotius 5:16-17, layak mendapat penghormatan dua kali lipat jika mereka memerintah dengan baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Dalam satu kasus, manusia yang akan mati menerima sepersepuluh, tetapi dalam kasus lain, Kitab Suci memberi kesaksian bahwa Dia hidup.” Dengan kata lain, kami mampu memungut perpuluhan dalam imamat yang sekarat adalah satu hal; betapa lebih agungnya Melkisedek yang tidak mengalami kematian. Jadi, Yesus Kristus adalah seorang Imam yang hidup untuk selamanya. Ia adalah seorang imam yang lebih agung karena Ia adalah seorang imam yang hidup; bukan yang akan mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9-10</b></span><span class="cf1">, “Dan dalam arti tertentu Lewi sendiri, yang menerima perpuluhan, telah membayar perpuluhan melalui Abraham. 10 karena ia masih berada di dalam tubuh leluhurnya ketika Melkisedek bertemu dengannya.” Dengan kata lain, Roh Kudus minta maaf atas keanehan argumen tersebut. Ketika Abraham membayar perpuluhan kepada Melkisedek, seolah-olah seluruh imamat Lewi telah mengakui keunggulannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Kristus adalah seorang imam dengan imamat yang lebih baik, yang universal, yang agung, yang membawa kebenaran dan kedamaian, pribadi dan kekal. Dan karena itu, biarkan Roh Kudus masuk ke hati Anda bersama mereka. Anda telah mendengarnya sebelumnya, tetapi "Karena kami mempunyai Imam Besar Agung, marilah kami dengan penuh keberanian menghampiri takhta anugerah, supaya kami menerima rahmat dan menemukan anugerah untuk mendapat pertolongan kami pada waktunya." Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240922</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000023F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Janji Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000023E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+6:13-20" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 6:13-20</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah yang Anda percaya? Itu pertanyaan yang mendalam. Di zaman kami, kami sudah hampir tidak percaya siapa pun. Dan kami telah mengembangkan semacam psikosis ketidakpercayaan di dunia kami yang umumnya dikenal sebagai kesenjangan kredibilitas. Kaum muda diajari untuk tidak percaya siapa pun, serta mempelajarinya melalui pengalaman. Janji-janji diberikan, dan itu tidak berarti apa-apa. Seluruh dunia dipenuhi para pembohong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya, Alkitab mengatakan bahwa seluruh dunia berada di tangan Bapa segala dusta, yaitu Setan. Sebagian orang beralih kepada agama. Mereka menghabiskan hidup mereka dalam suatu sistem agama tertentu, dan mereka tidak pernah menemukan damai, dan mereka tidak pernah menemukan makna. Dalam sistem agama lain, mereka meluangkan hidup mereka berdoa kepada orang suci tertentu hanya untuk diberi tahu, setelah bertahun-tahun berdoa seperti itu, bahwa orang suci itu sebenarnya bukan orang suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesaksian Perjanjian Baru diberikan kepada kami dalam 1 Timotius 4:10 dimana dikatakan, “Itulah sebabnya kami berjerih lelah dan berjuang, karena kami menaruh pengharapan kami kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.” Dapatkah Anda menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus? Dapatkah Anda menyerahkan tangan Anda, hidup Anda, ke dalam tangan Allah dan yakin bahwa Allah akan tetap memegangnya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, penulis Ibrani telah mendesak orang-orang Yahudi untuk meninggalkan sepenuhnya segala sesuatu dari Perjanjian Lama. Mereka harus berkomitmen sepenuhnya kepada Perjanjian Baru dan kepada Yesus Kristus. Kalian dapat melupakan bait suci; kalian dapat melupakan imamat; kalian dapat melupakan hari-hari raya; kalian dapat melupakan semua hal ini dalam hal maknanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata kepada orang Yahudi yang belum diselamatkan, tetapi yang secara intelektual yakin akan Injil, “Kamu harus datang sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Kamu harus melepaskan semua yang kamu pegang. Kamu dapat menyerahkan hidupmu kepada Mesias ini, kepada Perjanjian Baru ini dan menemukan bahwa Allah layak untuk kamu percaya.” Ia mendesak mereka untuk datang kepada Kristus sebelum mereka jatuh ke dalam kemurtadan dan tersesat selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu Dia kembali ke sejarah Ibrani dan menarik keluar Abraham. Dan Dia berkata, "Jika kamu ingin contoh, lihatlah kembali seorang pria dari sejarahmu sendiri, Abraham dan lihatlah bagaimana dia itu percaya Allah. Dan Abraham adalah contoh sempurna dari seorang pria beriman, yang berjalan bersama Allah, yang sepenuhnya percaya Allah untuk segala hal di tengah kesulitan yang tak terduga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan perhatikan bahwa setiap kali penulis Perjanjian Baru berbicara kepada orang Yahudi, mereka selalu menggunakan Abraham sebagai dasar iman, karena sangat sering pikiran orang Yahudi berasumsi bahwa keselamatan adalah dengan menaati hukum. Jadi pesan Perjanjian Baru adalah, "Itu karena iman; bukan karena menaati hukum." Paulus berkata di Roma 4:3, "Abraham percaya Allah, dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham tidak disunat ketika ia percaya kepada Allah. Abraham memulai ras Yahudi hanya dalam arti bahwa Allah memanggilnya, dan ia sudah cukup tua ketika Allah memanggilnya –usianya 75 tahun. Ia belum disunat. Orang Yahudi selalu mengandalkan fakta bahwa ia adalah seorang Yahudi dan disunat pada hari kedelapan. Abraham menjadi orang benar karena ia percaya Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 11, “Hal itu dimaksudkan-Nya untuk menjadikan Dia bapa semua orang percaya yang tidak disunat, supaya kepada mereka juga diperhitungkan kebenaran. 12 Dan Ia menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan saja bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman yang ditunjukkan oleh bapa kami Abraham, sebelum ia disunat.” Paulus berkata, “Satu-satunya jalan menuju Allah dan kebenaran adalah melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ayat 13 menyimpulkannya, "Karena janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, bukanlah karena hukum Taurat, tetapi karena kebenaran berdasarkan iman." Ayat 20. Allah berkata, "Abraham, kamu akan memiliki seorang putra. Abraham berpikir, "Tahukah Engkau berapa umurku? Tahukah Engkau bahwa istriku berusia 90 tahun?" Dan Sarah berada di sudut itu sambil tertawa, menurut Kitab Kejadian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Roma 4:20-22, “Akan tetapi ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan terhadap janji Allah, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah. 21 Karena ia sangat yakin, bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang dijanjikan-Nya. 22 Jadi, hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” Kebenaran datang saat Abraham percaya kepada Allah. Keselamatan dalam Perjanjian Lama bukanlah melalui hukum Taurat; melainkan melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tiba-tiba Allah datang kepadanya dalam Kejadian 12 dan berkata, "Baiklah, Abraham, berkemaslah; kamu harus pergi. Ambillah semua yang kau miliki dan pergilah. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang Aku inginkan." Nah, itu masalah besar. Mengemas seluruh sukunya, yang mana ia adalah pemimpinnya, dan memindahkan mereka semua, ke suatu tempat bernama Kanaan. Ia akhirnya melakukannya, dan menetap di suatu tempat bernama Haran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika ia sampai di Haran, ia menerima janji lain. Allah akan memberkatinya dan melipatgandakan keturunannya dan memberinya bangsa yang besar dan melalui keturunannya semua keluarga di bumi akan diberkati. Hal ini diulangi kepadanya dalam Kejadian 12, 13, 15, 17, 18, dan Kejadian 22. Allah berkata kepadanya, "Inilah janji-Ku," dan Abraham percaya Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 11:8-9 mengatakan, "Karena iman maka Abraham, setelah dia dipanggil, taat dan berangkat menuju ke tempat yang akan diterimanya sebagai warisan. Ia berangkat, meskipun ia tidak tahu ke mana ia harus pergi. 9 Karena iman ia tinggal sebagai orang asing di tanah yang dijanjikan dan tinggal di kemah-kemah seperti Ishak dan Yakub, yang menjadi ahli waris janji yang sama." Itulah iman. Itulah bukti dari hal-hal yang tidak kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Tuhan berjanji, Dia mempertaruhkan integritas-Nya. Ini masalah karakter-Nya, dan setiap janji Allah dijamin oleh karakter-Nya. Jika Allah berkata, "Kamu aman bersama-Ku," maka kamu pasti aman bersama-Nya, atau firman-Nya tidak ada artinya. Bisakah kamu menyerahkan hidupmu kepada Allah? Bisakah Dia menyelesaikan pekerjaan yang Dia mulai dalam hidupmu? Apakah ada keamanan sejati bersama Allah? Kata Alkitab memang ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Karena ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri karena tidak ada seorang pun yang lebih tinggi dari-Nya.” Ayat itu mengatakan tidak ada seorang pun yang lebih besar di alam semesta ini daripada Allah. Itu berarti bahwa siapa pun Dia, Dialah yang membuat aturan. Dan alasan mengapa Allah tidak dapat berdusta adalah karena Allah menciptakan kebenaran. Tidak ada seorang pun yang selalu mengatakan kebenaran. Namun, apa pun yang Dia katakan selalu adalah kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus, dalam Doa Imam Besar di Yohanes 17:17, berkata, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu; firman-Mu adalah kebenaran.” Oleh karena itu, jika Allah membuat janji, Ia akan menepatinya. Dan bagi para pembaca Ibrani yang belum diselamatkan tetapi mempercayainya dan mendengar seluruh Injil dan melihat beberapa mukjizat, dan mereka takut untuk meninggalkan Yudaisme. Bagi mereka Roh Kudus berkata, “Ayo, kalian bisa percaya Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah janji-Nya kepada Abraham di </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">? Ia berkata, “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau dan membuat engkau sangat banyak.” Apakah Ia menepatinya? Apakah Anda ingin tahu berapa banyak orang Kristen ada di dunia saat ini? Sekarang ada 2.18 miliar keturunan Abraham yang masih berkeliaran di dunia. Ia berkata, “Bangsamu akan menjadi besar, sebanyak pasir di laut dan bintang-bintang di langit.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham menatap Sarah dan berkata, "Baiklah, kami harus mulai dengan satu, dan kami bahkan tidak punya itu." Dan itu tidak terlihat begitu baik, tetapi dia percaya kepada Allah. Dia bertahan. Dan dia mencoba untuk sedikit membantu Allah, dan pergi ke sana bersama Hagar dan melahirkan Ismael, tetapi Allah hanya menggunakan itu sebagai hukuman. Ismael menjadi ayah orang-orang Arab, yang telah menjadi masalah bagi orang-orang Yahudi sejak saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah menanti dengan sabar, Abraham memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Abraham berkata, “Allah, aku akan percaya kepada-Mu,” dan ia berdosa, tetapi Allah menangkapnya. Dan itu tampaknya mustahil. Ia membawa Ishak kecil itu, dan ia naik ke gunung itu, dan dia mengangkat pisau itu, tetapi Allah menahan tangannya. Dan ia melangkah sejauh itu karena begitu besar kepercayaannya kepada Allah. Itulah iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Janji Abraham itu adalah perjanjian tanpa syarat. Allah berkata, "Bangunlah dan pergilah," karena Allah punya rencana. Dan pada generasi-generasi setelah banjir itu, manusia terus menjauh dari Tuhan. Meskipun Allah mencoba menjangkau manusia, melalui berbagai lembaga dan berbagai orang, itu benar-benar tidak berhasil. Dan manusia itu tidak menanggapi aturan Allah. Allah harus melakukan sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Allah memilih bangsa atau orang-orang tertentu dan menggunakan mereka sebagai saluran-Nya untuk mengatasi tanah longsor dosa. Nah, dari keturunan Abraham akan muncul seluruh bangsa Israel. Yesus berkata dalam Yohanes 4, "Keselamatan datang dari orang Yahudi." Dan yang Ia maksudkan bukanlah bahwa orang Yahudi adalah satu-satunya yang dapat diselamatkan, tetapi salurannya adalah orang Yahudi. Yesus datang melalui garis keturunan Yehuda melalui orang-orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada sebuah kebiasaan menarik di zaman Abraham. Setiap kali dua orang membuat sebuah perjanjian, mereka menyegelnya dengan darah. Cara mereka melakukannya adalah dengan mengambil seekor binatang, lalu memotongnya menjadi dua, meletakkan sepotong di setiap sisi, dan bersama-sama mereka berjalan di antara potongan-potongan darah itu. Itu menandakan bahwa mereka telah membuat sebuah perjanjian dengan darah untuk menepati janji mereka. Dan itu akan disaksikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu berarti perjanjian Abraham bahkan tidak dibuat dengan Abraham; perjanjian itu dibuat antara Allah dan diri-Nya sendiri. Oleh karena itu, itu adalah perjanjian tanpa syarat. Allah hanya berkata, "Abraham, tidurlah sementara Aku membuat perjanjian dengan diri-Ku sendiri." Allah berjanji kepada diri-Nya sendiri, berdasarkan tujuan-Nya sendiri, bahwa inilah yang akan Dia lakukan, dan Abraham tidak ada hubungannya dengan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh rencana Allah, dalam memanggil Abraham, sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Abraham. Ketika Ia memilih Israel, apa yang seharusnya mereka lakukan?” Berkat-berkat Allah yang mengalir diberikan untuk tujuh tujuan. Pertama, mereka harus memberitakan Allah yang benar. Yesaya 43:21 berkata, “Umat yang Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan pujian-Ku.” Kedua, mereka harus menyatakan siapakah Mesias itu, Juruselamat dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, mereka harus menjadi bangsa imam Allah. Dalam Keluaran 19:5-6, mereka disebut sebagai kerajaan imam. Mereka harus mewakili Allah kepada dunia. Keempat, mereka harus memelihara dan menyampaikan Kitab Suci. Dalam Ulangan 6, dikatakan bahwa mereka harus menuliskannya di mana-mana. Kelima, mereka harus menunjukkan kesetiaan Allah. Mereka harus menjadi contoh nyata bahwa Allah itu setia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keenam, mereka harus menunjukkan berkat dalam melayani Allah. Mazmur 144:15 berkata, "Berbahagialah orang yang Allahnya adalah Tuhan." Dan ketujuh, mereka harus menunjukkan anugerah Allah dalam hal dosa. Seluruh sistem pengorbanan mereka adalah gambar tentang bagaimana Allah menangani dosa dengan murah hati. Karena Allah bermaksud sebelum dunia diciptakan untuk menjadikan Anda serupa dengan gambar Tuhan kami Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 9:8, “Artinya: mereka yang adalah anak-anak daging, bukanlah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian adalah yang diperhitungkan sebagai keturunan.” Dengan kata lain, ia berbicara tentang Israel. Tidak semua orang Israel adalah Israel. Dengan kata lain, bukan hanya orang-orang yang beragama Yahudi yang dipilih Allah; melainkan orang-orang yang merupakan anak-anak perjanjian. Mereka adalah orang-orang yang telah diberikan janji oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Karena manusia bersumpah demi sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya, dan sumpah yang menguatkan mengakhiri setiap perbantahan.” Ini menjelaskan gagasan tentang sumpah. Dengan kata lain, jika Anda akan bersumpah, Anda bersumpah demi seseorang yang lebih tinggi dari diri Anda. Ketika seseorang berkata, “Saya bersumpah demi Allah,” maka itu adalah penegasan. Itu mengakhiri pertengkaran, ketika seseorang bersumpah demi seseorang yang lebih tinggi dari dirinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Karena Allah mau menyatakan maksud-Nya yang tidak berubah-ubah itu dengan lebih jelas kepada mereka yang berhak menerima janji itu, maka Ia bersumpah.” Ia bukan hanya menunjukkannya kepada Abraham; itu ditunjukkan kepada mereka yang berhak menerima janji itu. Itu berarti semua orang yang beriman sepanjang zaman berdiri sebagai saksi kesetiaan Allah. “Maksud-Nya tidak berubah-ubah.” Maksud-Nya tidak akan pernah berubah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sehingga oleh dua perkara yang tidak berubah, yang tidak memungkinkan bagi Allah untuk berdusta, kami yang mencari perlindungan dapat beroleh dorongan yang kuat untuk meraih pengharapan yang terletak di hadapan kami.” Ada “dua hal yang tidak berubah”, yaitu janji-Nya dan sumpah-Nya. Ia menyatakannya, dan kemudian Ia bersumpah demi hal itu. Ia berkata, “Datanglah kepada Kristus. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Juga dalam ayat 18, “Tidak mungkin Allah berdusta. Itulah sebabnya kami beroleh dorongan yang kuat untuk meraih pengharapan yang terletak di hadapan kami.” Anda tidak akan pernah tahu sampai Anda lari untuk berlindung kepada-Nya. Anda dapat membacanya di Bilangan 35. 1 Timotius 1:1 mengatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah pengharapan kita. Kolose 1 mengatakan bahwa pengharapan itu adalah Injil dan keselamatan. Dan Anda akan tahu hal itu jika Anda benar percaya Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memberikan Abraham keamanan akan pribadi-Nya, tujuan-Nya dan janji-Nya. Allah menambahkan janji dan keamanan yang lain, yaitu Yesus Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Pengharapan itu kita miliki sebagai jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa. Itu masuk ke dalam tempat kudus di balik tabir.” Jiwa Anda, ketika Anda datang kepada Allah, tidak lagi terombang-ambing. Di sana dikatakan jangkar itu pasti dan kokoh, dan ia berada di dalam tabir. Apa artinya itu?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imam Besar kami Yesus Kristus melakukan pengorbanan yang sempurna, dan Ia masuk kedalam Ruang Mahakudus surgawi. Dan ketika Ia masuk ke sana, Ia tidak hanya berdiri dan pergi, Alkitab mengatakan Ia masuk dan duduk disana. Yesus telah menyelesaikan pekerjaannya. Tirai itu terbelah, dan Ia meninggalkan, seperti yang dikatakan penulis Ibrani, "Jalan yang baru dan hidup menuju ke hadirat Allah." Wah, itu fantastis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Yesus telah masuk ke sana untuk kami sebagai perintis, karena Ia telah menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” Ia masuk ke sana, dan ketika saya beriman kepada-Nya, saya melemparkan jangkar saya; jangkar itu masuk ke dalam tabir, dan Ia memegangnya di tangan-Nya, dan Ia tidak akan pernah melepaskannya. Berapa lama Anda berlabuh di sana?” Selama-lamanya. Tidak pernah ada imam besar seperti itu. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240915</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000023E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menolak Wahyu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000023D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+6:9-12" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 6:9-12</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani adalah surat yang ditulis untuk komunitas orang Yahudi, jemaat di suatu tempat di luar Yerusalem dan daerah sekitarnya. Jadi, kami tahu bahwa mereka benar-benar merupakan kelompok orang percaya generasi kedua, yang telah dimenangkan bagi Kristus oleh para rasul yang pergi untuk berkhotbah. Nah, untuk menjadi orang Kristen, mereka harus memutuskan hubungan dengan Yudaisme. Segera setelah menerima Yesus Kristus, mereka akan dikucilkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan kehilangan semua hubungan yang mereka ketahui dalam budaya dan masyarakat tempat mereka tinggal. Biayanya sangat besar; tekanannya sangat besar; penganiayaannya sangat intens. Dan karena keinginan untuk tetap bersama beberapa teman dan keluarga dan beberapa hal yang telah menjadi bagian penting dalam hidup mereka, mereka berada dalam bahaya berpegang pada beberapa pola Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka penulisnya berulang kali berkata, "Biarkan saja semuanya. Tinggalkan semuanya. Kalian tidak memerlukan pola-pola Perjanjian Lama lagi." Dan di sepanjang Kitab Ibrani, kami membaca tentang ketidakmampuan dan ketidakefektifan Perjanjian Lama, fakta bahwa para imam perjanjian lama tidak dapat menyamai imamat Yesus Kristus. Pengorbanan perjanjian lama tidak dapat menyamai pengorbanan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus adalah Imam sempurna yang mempersembahkan kurban yang sempurna. Dan Paulus dengan tepat berkata dalam Kolose 2:10, “Kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Inti utama Kitab Ibrani adalah untuk mendorong orang Kristen agar memutuskan hubungan yang sepenuhnya dan total dengan pola-pola Perjanjian Lama dalam pengakuan mereka akan Yesus Kristus. Namun, secara berkala ada peringatan bagi orang-orang yang tidak percaya. Orang Yahudi adalah orang-orang jenis khusus yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah orang yang belum percaya yang secara intelektual yakin akan keabsahan Kekristenan, sehingga mereka berpaling dari Yudaisme, dan pindah ke komunitas Kristen. Mereka mungkin bahkan mengaku sebagai orang Kristen sejati yang beriman, tetapi kenyataannya tidak. Mereka secara intelektual yakin akan Kristus, tetapi tidak pernah mengambil langkah iman yang nyata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat banyak peringatan dalam Ibrani, dan kami telah mempelajari banyak di antaranya. Dalam Ibrani 5, Roh Kudus mulai berbicara tentang imamat Kristus. Ia menunjukkan kepada mereka bahwa Kristus adalah Imam yang sah, mereka tidak lagi membutuhkan imam-imam Yahudi. Dan Ia berkata, "Aku tidak dapat mengatakan apa yang ingin Aku katakan kepadamu sampai kalian datang sepenuhnya kepada Yesus." Ia berkata, "Jika dengan segala yang kalian tahu kalian jatuh, kalian adalah orang murtad."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama-tama kami melihat masalah itu yang Dia ingin ajarkan kepada mereka tentang Melkisedek. Ucapan Allah kepada orang Yahudi adalah hukum Taurat dan Perjanjian Lama. Dan Dia berkata, "Kalian tidak mengerti gambaran, dan tipe-tipe, dan nubuatan, dan arti dari perjanjianmu sendiri." Karena di dalam Perjanjian Lama unsur-unsur Mesias telah diberikan, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalahnya adalah mereka bodoh secara rohani, dan mereka tidak dapat memilih apa yang benar. Ia memberikan solusi di Ibrani 6:1-2, "Karena itu marilah kami tinggalkan asas-asas pengajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangan-Nya yang penuh, dan tidak lagi meletakkan dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, yaitu iman kepada Allah, 2 ajaran tentang pembasuhan, penumpangan tangan, kebangkitan orang mati dan hukuman kekal."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena itu, tinggalkan Perjanjian Lama Anda; itu omongan bayi. Datanglah ke kedewasaan dan wahyu yang penuh. Anda harus melepaskan diri dari unsur-unsur dasar, yang adalah arti dari kata "prinsip". Dan Anda harus datang sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Iman kepada Allah tidak berarti apa-apa jika Anda tidak datang melalui Yesus Kristus, benar? Peganglah Anak Domba Allah, bukan dengan tangan Anda, tetapi dengan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Inilah kuasanya,” di ayat 3, “Dan kami akan melakukan ini jika Allah mengizinkannya.” Apa pun yang harus dilakukan harus dilakukan hanya dalam kehendak Allah yang permisif. Hanya kemampuan ilahi yang akan memungkinkan mereka untuk mencapai kedewasaan dan memungkinkan Dia untuk terus menulis hal-hal yang Dia ingin tulis. Kemudian kami sampai pada inti permasalahan, ayat 4-6, “Karena tidak mungkin untuk memperbarui pertobatan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Mereka yang pernah diterangi hatinya" – bukan diselamatkan, tidak ada keselamatan sama sekali di sini – "yang mengecap karunia surgawi, yang mengambil bagian dalam Roh Kudus, telah mengecap firman yang baik dari Allah, dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 tetapi yang murtad, sebab mereka menyalibkan kembali Anak Allah dan menghina-Nya, sehingga mereka sendiri celaka." Tidak disebut bahwa mereka diselamatkan dan dibenarkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya dikatakan bahwa mereka terlibat dalam apa yang Roh lakukan. Mereka melihat tanda-tanda dan keajaiban serta perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan para rasul. Tidak dikatakan bahwa mereka dilahirkan dari Roh, dimeteraikan oleh Roh, didiami oleh Roh, diurapi oleh Roh, dipimpin oleh Roh, dibaptis oleh Roh, atau dipenuhi dengan Roh. Jadi, kami tidak percaya bahwa mereka adalah orang percaya. Intinya adalah mereka diberi wahyu, tetapi mereka murtad.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, "Kamu percaya Aku atau melawan Aku." Dalam Matius 12:31 Yesus berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu, segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." Tahukah Anda apa artinya itu? Yaitu melihat pekerjaan Kristus, dan mengaitkannya dengan Setan. Lalu kemudian pergi begitu saja dan mengatakan yang sebaliknya adalah benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia menggambarkan hal ini dalam ayat 7-8, “Karena tanah yang menyerap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah. 8 Tetapi jika tanah itu menghasilkan duri dan rumput duri, maka tanah itu tidak berguna lagi dan akan segera dikutuk, dan pada akhirnya akan dibakar.” Sebagian orang mendengar Injil dan mereka percaya. Orang lain hanya menumbuhkan duri, dan mereka dibakar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat 8, duri bukanlah perbuatan jahat, tetapi pekerjaan pembenaran diri. Ia berbicara tentang orang Yahudi, yang bekerja keras untuk menghasilkan buah bagi Allah. Namun, yang mereka hasilkan hanyalah duri. Mengapa? Karena Allah menolak semua usaha sendiri. Tahukah Anda? “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan, bukan karena perbuatan.” Melalui iman, bukan karena perbuatan. Allah menolak semua perbuatan. Ini menunjukkan penolakan Allah terhadap Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tiga tahun kemudian, setelah ini ditulis, pada tahun 70 M, Titus Vespasianus menyerbu Israel dan menghancurkan Yerusalem. Satu juta, seratus ribu orang Yahudi dibantai, seratus ribu mayat dilemparkan keluar tembok, dan seluruh sistem Yudaisme berakhir. Dan hanya dalam waktu tiga tahun setelah pernyataan itu, Allah telah menolaknya. Yudaisme dibangun atas usaha diri-sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Roh Kudus menambahkan contoh lain. Lihatlah orang-orang Kristen di tengah-tengah Anda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9-12</b></span><span class="cf1">, “Meskipun kami berkata demikian, saudara-saudaraku yang kekasih, tentang kalian kami yakin, bahwa ada sesuatu yang lebih baik dan yang menghasilkan keselamatan. 10 Sebab Allah sangat adil. Ia tidak akan melupakan pekerjaanmu dan kasihmu yang kalian tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kalian kepada orang-orang kudus, dan oleh pelayanan kalian yang masih kamu lakukan terhadap mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">11 Tetapi kami ingin supaya kalian masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk memperoleh keyakinan penuh dari pengharapanmu sampai pada akhirnya, 12 supaya kalian jangan menjadi malas, tetapi menjadi penurut mereka yang mewarisi janji-janji itu melalui iman dan ketekunan." Ujilah semuanya itu, lihatlah apa adanya, dan jadilah seperti mereka. Lihatlah, hal-hal dulu tidak menyertai keselamatan; hal-hal itu hanya menyertai wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berbeda dengan orang non-Kristen yang menjadi sasaran pesan-Nya dari Ibrani 5:11, Ia berpaling kepada orang-orang Kristen. Dan mereka berdiri sebagai contoh tentang apa yang seharusnya dilakukan orang lain. Mereka berasal dari Yudaisme yang sama. Mereka telah sampai pada titik pertobatan yang sama. Mereka telah menerima wahyu yang sama, hanya mereka telah melangkah satu langkah lebih maju, yaitu dengan iman dan komitmen kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, meskipun kami berkata demikian, kami yakin akan hal-hal yang lebih baik dan yang berguna untuk keselamatan." Orang-orang yang lamban dan terancam murtad bukanlah orang Kristen. Para pembawa duri dan onak ditolak, tetapi orang-orang yang dikasihi tidak ditolak. Mereka tidak seperti orang-orang yang menolak Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tahu mereka adalah orang Kristen, karena saya melihat tiga hal yang mereka miliki: yaitu iman, harapan, dan kasih. Ketiga hal tersebut menjadi ciri orang percaya. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">. Apakah Anda melihat kata ‘kasih’ di tengah-tengah? Lihatlah kata ‘harapan’ di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">. Lihatlah kata iman di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1">. Mereka memiliki semuanya. Mereka adalah orang Kristen dan dikasihi. Nah, istilah “kekasih” agapētoi adalah bentuk kasih tertinggi dari agape.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata ini digunakan 60 kali dalam Perjanjian Baru, dan tidak pernah untuk orang murtad. Sembilan kali pertama kata ini digunakan oleh Allah untuk Kristus, Anak-Nya yang terkasih, di mana Allah berbicara kepada Kristus dan menyebut-Nya sebagai Kekasih-Nya. Dan sejak saat itu, di seluruh Perjanjian Baru, 60 kali kata ini hanya digunakan untuk orang-orang kudus: terkadang orang Yahudi dan terkadang orang non-Yahudi. Beberapa kali kata ini diterjemahkan seperti ini, "Yang terkasih."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah istilah kasih yang paling kaya dan paling dalam. Kasih agapē ini adalah hak istimewa yang unik dari persekutuan orang-orang percaya. Nah, dalam Ibrani, Allah memang menyebut orang-orang Yahudi yang tidak percaya sebagai saudara dalam pengertian ras, tetapi tidak pernah sebagai orang yang dikasihi. Istilah ini berbicara tentang ikatan persekutuan kasih yang manis yang hanya dimiliki oleh orang-orang percaya. Karena kasih seperti inilah yang disediakan bagi mereka yang ada di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Ia berkata kepada mereka, “Tetapi, saudara-saudaraku yang terkasih, kami yakin” – kata itu berarti bahwa pada suatu waktu Ia ada beberapa masalah dengan hal itu. Dan ketika Ia memeriksa kasus itu dan mendapatkan semua bukti, Ia menemukan dan berkata, “Aku yakin”, berdasarkan bukti. Itu adalah kata yang kuat, dan memberikan hasil dari keyakinan yang sebenarnya yang telah dihasilkan oleh bukti. “Aku telah melihat kehidupanmu; buktinya ada.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah buktinya? Iman, harapan dan kasih. Semuanya ada. Kalian semua punya hal-hal yang "berkaitan dengan keselamatan." Saya suka kata "keselamatan." Kata agung Perjanjian Baru itu sendiri, dan turunannya, digunakan sekitar 50 kali dalam Perjanjian Baru. Kata itu berbicara tentang pembebasan kami dari bahaya, dari kematian, dari neraka, dari Setan dan dari dosa. Itu adalah kata untuk pembebasan, membebaskan kami dari dosa dan Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apa saja hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan? Dan kami bisa berkhotbah tentang hal itu selamanya. Itulah seluruh rangkaian surat dalam Perjanjian Baru. Itu Roma 5, benar? "Setelah diselamatkan, sekarang kami berdiri dalam anugerah ini," dan dia melanjutkan dan berbicara tentang semua hal yang menjadi milik kami karena kami ada di dalam Kristus. Namun, jika dikaitkan dengan teks ini, apa saja hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kembalilah ke </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1"> dan saya akan menunjukkan kepada Anda apa yang Dia maksud. Itulah hal-hal yang bertentangan dengan semua karakteristik orang yang belum diselamatkan. Misalnya, yang berkaitan dengan keselamatan bukanlah masa kanak-kanak, tetapi kedewasaan; bukan susu, tetapi makanan padat; dan bukan ketidaktahuan dalam kebenaran, tetapi kebenaran yang sempurna, itu berkaitan dengan keselamatan, kebenaran Tuhan kami Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan yang menyertai itu bukanlah pertobatan dari perbuatan yang sia-sia, tetapi pertobatan kepada Allah untuk hidup; bukan hanya iman kepada Allah, terpisah dari Kristus, tetapi iman kepada Kristus sebagai Allah. Bukan agama seremonial eksternal, tetapi regenerasi dan transformasi internal. Bukan identifikasi dengan banyak pengorbanan, tetapi satu persatuan dengan Yesus Kristus. Bukan hanya tercerahkan tetapi diubahkan, dijadikan ciptaan baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepada orang Kristen, Ia berkata, "Janganlah menganggap kata-kata orang murtad merujuk kepada kalian. Peringatan itu ditujukan kepada mereka. Namun, saya mencantumkannya dalam surat ini kepada kalian semua karena saya tahu mereka ada di tengah-tengah kalian. Benar? Bukankah Matius 13 memberi tahu kami bahwa gandum dan lalang akan bertumbuh bersama, dan hanya Yesus Kristus yang tahu bagaimana memisahkannya? Saya pikir beberapa orang yang saya kenal adalah gandum. Namun, hanya Tuhan yang tahu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak orang Kristen hari ini, ketika mendengar tentang pesan penghakiman Allah, mereka menjadi terguncang. Namun dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, Ia berkata, “Sebab Allah bukan tidak adil, sebab Ia tidak akan melupakan pekerjaanmu dan kasihmu yang telah kalian tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kalian kepada orang-orang kudus.” Ia berkata, “Tidak ada keraguan dalam pikiran Allah tentang siapa yang nyata. Ia tahu kamu nyata, dan Ia tidak akan melupakanmu. Namamu tertulis dalam kitab-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya cara untuk tahu perbedaannya adalah melalui perbuatan mereka. Yakobus berkata, “Imanmu tanpa perbuatan adalah mati.” Tunjukkanlah imanmu melalui perbuatanmu, dan saya akan mengatakan bahwa imanmu itu sejati. “Karena,” kata Paulus, “jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Dan jika kami memeriksa hidupmu dengan saksama, kami dapat tahu dari perbuatanmu apakah kamu sungguh-sungguh beriman.” Buah-buah kebenaran telah terlihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bagaimana cara mengungkapkan kasih Anda kepada Allah? Layanilah orang-orang kudus. Apa artinya nama Allah? Mencintai nama-Nya berarti memiliki keinginan untuk kemuliaan seluruh keberadaan Allah. Ketika Yesus mengutus Petrus kembali dalam Yohanes 21, Ia tidak berkata kepadanya, "Petrus, apakah engkau mengasihi manusia?" Yang Dia katakan adalah, "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku." Pelayanan Anda harus didasarkan pada kasih Anda kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah bicara banyak tentang tubuh dan bagaimana kami harus melayani satu sama lain. Namun, pelayanan yang kami miliki untuk satu sama lain sebagai orang kudus berhubungan langsung dengan kasih yang kami miliki terhadap Kristus dan Allah kami. Apa yang Anda maksud dengan melayani? Ya, itu adalah kata "diaken." Bagaimana kami melayani? Dengan karunia rohani, konseling, menunjukkan belas kasihan, membantu, atau mengajar, berkhotbah, dan berdoa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kami benar-benar kudus? Ia berbicara tentang kedudukan. Kami kudus. Nah Ia menggunakan mereka sebagai contoh bagi yang lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Nah kami ingin kamu masing-masing” – Ia berbicara kepada kelompok itu lagi – “untuk menunjukkan ketekunan yang sama demi keyakinan penuh dari pengharapanmu sampai akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1"> sehingga kamu tidak menjadi malas tetapi akan menjadi penurut mereka yang mewarisi janji-janji itu melalui iman dan ketekunan. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240908</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000023D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Peringatan bagi Yang Belum Percaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000023C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+5:11-6:8" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 5:11 - 6:8</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan mengingatkan saya pada orang-orang yang sedang berjuang, orang-orang yang sedang menderita. Hidup saya benar-benar dipenuhi dengan kebutuhan rohani orang-orang. Dan itu benar-benar berkaitan dengan orang-orang yang berada di gereja tetapi belum ada di kerajaan. Kami adalah orang Kristen tetapi kami tidak berlaku seperti seharusnya, dan itu menjadi masalah. Tetapi suatu hari nanti kami akan berada di surga dan Tuhan akan menyempurnakan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja bukanlah tempat yang baik untuk pergi ke neraka, karena kepada siapa banyak diberi, banyak pula dituntut. Hukuman kekal yang jauh lebih buruk dijatuhkan kepada orang yang telah mendengar kebenaran dan menolaknya. Dan jika Anda telah berada di gereja ini untuk waktu yang lama, Anda pasti telah mendengarnya. Dan semakin sering Anda mendengarnya, semakin besar tanggung jawab Anda. Lebih baik Anda tidak pernah mendengar Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami perlu memeriksa diri kami sendiri, untuk melihat kondisi rohani kami. Tentu saja pemeriksaan diri dimulai dengan apakah saya benar-benar seorang Kristen? Apakah saya benar-benar bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan? Bukalah Ibrani 5. Bagian ini merupakan peringatan bagi seseorang yang tahu kebenaran, yaitu kebenaran tentang kematian Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya, tetapi masih mencintai dosanya dan tidak mau percaya Juruselamat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ibrani 5:11-14</b></span><span class="cf1">, “Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi sukar untuk dijelaskan, karena kamu terlalu malas untuk mengerti. 12 Sebab sekalipun kamu, seharusnya sudah menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah. Kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Setiap orang yang hidup dengan susu, belum mengerti firman kebenaran, sebab ia masih bayi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang telah terlatih untuk membedakan yang baik dari yang jahat. </span><span class="cf1"><b>Ibrani 6:1-8</b></span><span class="cf1">, Karena itu marilah kami tinggalkan asas-asas pengajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Jangan kami letakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, iman kepada Allah, 2 ajaran tentang pembasuhan, penumpangan tangan, kebangkitan orang mati, dan hukuman kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">3 Dan kami akan melakukan ini jika Allah mengizinkannya.” 4 Sebab tidak mungkin memperbarui untuk bertobat mereka yang pernah diterangi hatinya, yang mengecap karunia surgawi, dan yang mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 tetapi yang murtad, karena mereka menyalibkan kembali Anak Allah dan menghina-Nya bagi diri mereka sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">7 Karena tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah. 8 Tetapi jika tanah itu menghasilkan duri dan rumput duri, tanah itu tidak berguna lagi dan pasti akan dikutuk, dan akhirnya akan dibakar.” Tidak ada bagian yang lebih dramatis daripada bagian ini dalam memperingatkan orang yang telah mendengar kebenaran, mengetahui kebenaran, dan telah menolak Juruselamat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah bahaya yang paling berat dari semuanya karena jika Anda jatuh, Anda tidak dapat diperbarui untuk bertobat. Inilah masalah di akhir Ibrani 5 dalam keempat ayat tersebut. Masalahnya adalah, orang-orang telah menjadi tuli dalam hal pendengaran. Mereka telah menjadi seperti bayi. Mereka tidak memiliki daya pembeda. Itulah yang pada dasarnya dinyatakan di sana. Sekarang marilah saya memberikan konteksnya. Ibrani sama dalamnya dengan buku apa pun di Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani adalah kitab yang menuntut pengetahuan yang luas tentang Perjanjian Lama. Tidak ada yang lebih mendalam daripada hubungan Yesus Kristus dengan segala sesuatu di masa lalu, hubungan Yesus dengan Hukum Taurat, hubungan Yesus dengan Allah, hubungan Yesus dengan ciptaan, hubungan Yesus dengan sistem kurban, hubungan Yesus dengan imamat, dan hubungan Yesus dengan perjanjian-perjanjian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Ibrani 5, penulis telah mulai membahas beberapa elemen paling dalam mengenai Yesus. Ia diidentifikasi dalam Ibrani 4:14 sebagai Imam Besar yang agung, Yesus Anak Allah. Dalam Ibrani 5:5 Ia merujuk kepada Kristus lagi sebagai Imam Besar, sebagai Anak Allah, dan dalam ayat 6, sebagai seorang imam selamanya menurut tata cara Melkisedek. Yesus Kristus adalah seseorang yang belajar ketaatan melalui penderitaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus menderita dalam ayat 8, dan dalam ayat 9 menjadi sumber keselamatan kekal. Dan Dia masih jauh dari selesai. Ibrani 7, 8, 9 dan 10 melanjutkan pembahasan tentang kedalaman imamat Yesus, yang lebih besar dari imamat Melkisedek, lebih besar dari imamat Harun dan semua imam yang mengikuti imamat Harun. Dia berkata dalam ayat 11, “Banyak yang harus kami katakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya akan membahas hal-hal yang mendalam dan saya harus mengatakan bahwa ada beberapa dari Anda yang tidak akan memahami hal ini. Anda sangat lamban dalam mendengar. Itu adalah cara yang baik untuk mengatakan bodoh. Anda memahami Yesus, Allah yang berinkarnasi datang ke dunia, menjalani kehidupan yang sempurna, mati sebagai pengganti, bangkit dari kematian, dan memberi keselamatan melalui anugerah melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Anda tidak menanggapinya. Surat kepada orang Ibrani ditulis untuk jemaat Yahudi. Namun, di pinggiran jemaat itu ada orang-orang Yahudi yang mengakui kebenaran secara intelektual tetapi tidak pernah menerima Juruselamat itu. Dan mereka ada di sana, mungkin karena ada alasan sosial, mungkin karena ada alasan hubungan. Apa pun alasannya, ada peringatan bagi orang-orang yang tidak percaya ini yang duduk di pinggir dan berbaur dengan jemaat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1">, "Sekalipun kamu, seharusnya sudah menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah. Kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." Ini tidak berbicara tentang seseorang yang datang pada hari Paskah dan hari Natal. Ini berbicara tentang seseorang yang sudah cukup lama berada di sana sehingga mereka telah cukup terpapar pada kebenaran sehingga mereka harus mengajarkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mendengar kebenaran dan menolak kebenaran, Anda kehilangan kebenaran. Anda telah menerima pengajaran penuh dalam Injil, tetapi karena keragu-raguan dan kekerasan hati, Anda telah menjadi bodoh dan tidak dapat mendengar, dan Anda membutuhkan pengajaran dasar lagi. Anda seperti bayi. Anda telah kembali ke posisi kekanak-kanakan di mana Anda harus diajari seperti bayi, hal-hal sederhana tentang kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Nah setiap orang yang hidup dengan susu, belum mengerti firman tentang kebenaran, karena ia masih bayi.” Firman kebenaran adalah Firman Allah. Itu terutama Injil. Itu adalah firman tentang kebenaran Allah dalam Kristus yang diperhitungkan kepada orang-orang berdosa, doktrin pembenaran yang agung, tentang memperhitungkan kebenaran. Mereka ini bukanlah orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang telah terlatih membedakan antara yang baik dan yang jahat.” Makanan keras adalah untuk orang-orang percaya yang melalui praktik mendengar kebenaran dan mempercayainya telah dilatih membedakan yang baik dan yang jahat. Anda lihat, ciri-ciri orang dewasa adalah Anda memiliki kebijaksanaan. Anda masih tidak tahu apa yang harus dipilih dalam hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bagi mereka yang cerdas, Anda dapat menyampaikan Kitab Ibrani. Bagi mereka yang cerdas, Anda dapat menyampaikan kebenaran mendalam tentang imamat Yesus Kristus. Dan mereka menyukainya. Mereka menerimanya. Mereka memuliakan Allah karenanya. Dan mereka menerapkannya dalam kehidupan mereka. Orang-orang yang datang ke gereja tempat Firman Allah diajarkan dengan setia, awalnya tertarik, tetapi akhirnya mereka tidak dapat memahami dasar-dasar kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari masalah tersebut, ada permohonan yang muncul. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>Ibrani 6:1-3</b></span><span class="cf1">, “Karena itu marilah kami tinggalkan asas-asas pengajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Jangan lagi kami meletakkan dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, 2 ajaran tentang pembasuhan, penumpangan tangan, kebangkitan orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan hal itu akan kami lakukan, jika Allah mengizinkannya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini sungguh suatu panggilan untuk keselamatan. Allah berkata kepada orang-orang ini, lihatlah, kalian harus melewati hal-hal dasar ini. Ia meneruskan dengan analogi bayi dan orang dewasa. Mari kami beralih ke kedewasaan. Mari kami menjadi orang dewasa. Dan sekali lagi saya katakan dewasa atau sempurna berarti kalian diselamatkan. Tinggalkan hal-hal dasar, pisahkan diri kalian dari hal-hal dasar, dan datanglah sepenuhnya kepada keselamatan. Datanglah sepenuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak bisa hanya berpegang teguh pada Firman Allah dalam Perjanjian Lama tentang Kristus, tentang Mesias. Itu mengacu pada ajaran Perjanjian Lama, bukan ajaran Perjanjian Baru tentang Kristus. Dan dia memberi tahu kami apa itu. Anda tidak bisa bergantung pada perbuatan yang sia-sia. Dan tidak cukup hanya berpegang teguh pada iman kepada Allah. Orang Yahudi percaya pada Allah yang benar dan hidup tetapi itu tidak cukup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan selanjutnya, Anda tidak bisa hanya menyampaikan dasar dari ritual penyucian, ritual dan upacara pemurnian tertentu dalam Perjanjian Lama. Tidak cukup hanya berpegang pada penumpangan tangan. Dalam Imamat 1:4, ketika mereka membawa korban untuk dipersembahkan, orang tersebut meletakkan tangannya pada korban itu sebagai cara untuk mengidentifikasi dirinya dengan pengganti yang mati menggantikan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak cukup hanya berpegang pada kebangkitan orang mati. Perjanjian Lama mengajarkan hal itu. Ayub berkata, "Sekalipun Ia membunuhku, aku akan tetap percaya kepada-Nya. Sebab sekalipun cacing-cacing membinasakan tubuhku, dalam dagingku pun aku akan melihat Allah." Putra Daud yang masih bayi meninggal dan ia berkata, "Aku akan pergi kepadanya." Daud bahkan berkata bahwa Allah tidak akan membiarkan orang kudus-Nya melihat kebinasaan, tetapi akan menunjukkan kepadanya jalan kehidupan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan tidak cukup hanya takut akan penghakiman kekal. Anda tidak dapat berpegang teguh pada ajaran Yudaisme Anda, itulah hal-hal dasar. Itu tidak cukup. Pertobatan dari perbuatan yang sia-sia harus menjadi pertobatan kepada Yesus Kristus. Iman kepada Allah harus menjadi iman kepada Tuhan Yesus Kristus yang adalah Allah. Pencucian seremonial untuk pembersihan di luar harus digantikan dengan pencucian jiwa melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menumpangkan tangan pada binatang kurban harus ditukar dengan memegang Anak Domba Allah itu. Percaya pada kebangkitan dari kematian menjadi penuh ketika Anda percaya pada kebangkitan melalui iman kepada Yesus Kristus. Tidak cukup percaya Penghakiman kekal saja. Yesus telah menanggung hukuman penuh atas dosa-dosa Anda, Dia memenuhi persyaratan penghakiman Allah dan akan memberikan keselamatan dan pengampunan kepada orang-orang yang datang kepada-Nya dengan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan inilah </span><span class="cf1"><b>peringatannya</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4-5</b></span><span class="cf1">, “Karena tidak mungkin memperbaharui mereka untuk bertobat yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 tetapi yang telah murtad.” Jika Anda murtad, Anda akan dikutuk untuk selam-lamanya. Lebih baik masuk neraka dari lingkungan kafir daripada dari gereja yang baik.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah hak-hak istimewa yang tidak menyertai keselamatan. Yang pertama adalah untuk mendapatkan pencerahan. Itu hanya berarti untuk diajarkan. Itu saja artinya. Orang-orang Ibrani ini pasti telah diajar. Itu berarti untuk diajar dalam Injil, untuk memiliki pengetahuan intelektual. Kedua, bahwa Anda telah merasakan karunia surgawi. Nah, itulah keselamatan – Kristus. Mencicipi bukan berarti menghabiskan. Mereka mengalami Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengalaminya dalam khotbah-khotbah yang disampaikan. Mereka mengalaminya dalam ibadah jemaat saat mereka merayakan cinta mereka kepada Kristus. Mereka mengalaminya dalam kehidupan orang percaya lainnya. Mereka melihat kuasa Kristus dalam keselamatan orang lain. Mereka melihat kehidupan mereka yang diubahkan. Mereka merasakan anugerah surgawi berupa keselamatan dalam Kristus. Itulah anugerah yang tak terkatakan dari Yesus Kristus, Sang Juruselamat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kamu juga telah merasakan kuasa-kuasa zaman yang akan datang.” Apakah kuasa-kuasa kerajaan Kristus itu? Nah, dalam beberapa hal, hal ini unik bagi mereka, karena para rasul masih hidup pada saat itu. Mereka telah mengalami pelayanan para rasul yang penuh kuasa. Ibrani 2:3, “Bagaimanakah kami akan luput, jika kami menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?” Orang-orang ini mendengar Injil dari seseorang yang mendengar Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “dan yang telah murtad. Sebab mereka menyalibkan kembali Anak Allah dan menghina-Nya, sehingga mereka mendatangkan malapetaka bagi diri mereka sendiri.” Mengapa hal itu mustahil? Karena Anda tidak akan memperoleh pewahyuan lagi. Jika Anda telah mengalami semua hal ini dan Anda meninggalkannya, Anda tidak akan pernah diselamatkan. Itulah definisi kemurtadan. Mengapa? Karena tidak ada kesempatan lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda menegaskan bahwa Yesus bukanlah Juruselamat, Anda berdiri bersama para penyalib yang berkata, "Kami tidak mau orang ini memerintah kami." Anda berkata, "Silakan saja bunuh Dia. Saya tidak mau berurusan dengan Dia." Dengan menjauh, Anda secara terbuka menyatakan bahwa Yesus bersalah seperti yang dituduhkan dan pantas Dia mati. Ini adalah vonis bagi siapa pun yang menolak wahyu Kristus secara penuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penafsiran ini diperkuat dengan ilustrasi penutup itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7-8</b></span><span class="cf1">, “Karena tanah yang menyerap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, akan menerima berkat dari Allah. 8 Tetapi jika tanah itu menghasilkan duri dan rumput duri, maka tanah itu tidak berguna lagi dan akan segera dikutuk, dan akhirnya akan dibakar.” Ilustrasi sederhana. Hujan itu turun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah hujan itu? Hujan itu adalah Injil. Hujan turun dan itu mendarat di tanah yang menumbuhkan tanaman. Dan itulah berkat Allah. Itulah Injil yang turun kepada orang-orang yang menanggapinya. Namun, Injil yang sama, ayat 8, turun kepada orang lain dan mendatangkan duri dan rumput duri, yang tidak berguna, yang terkutuk dan terbakar – Injil yang sama. Inilah berkat cuma-cuma dari kebenaran Injil, ini berkat cuma-cuma dari pencerahan rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sepetak tanah bereaksi dengan menghasilkan tanaman yang baik. Dan itulah berkat Allah. Itulah orang yang menerima Injil melalui iman kepada Kristus. Di sisi lain, tanah yang menerima Injil yang sama menghasilkan duri dan semak berduri, itulah orang-orang yang menerima pekerjaan Roh Kudus sebelum keselamatan tetapi menolak Kristus dan mereka dikutuk dan dibakar. Sungguh tragedi yang lebih besar dari semua tragedi. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240901</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000023C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Imam Sempurna]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000023B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+5:1-9" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 5:1-9</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan Ibrani adalah untuk menunjukkan keunggulan agama Kristen atas agama Yahudi. Agama Yahudi digantikan oleh agama Kristen. Kitab Ibrani juga memberikan peringatan kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya untuk mengetahui bahwa Yesus Kristus lebih besar daripada semua tokoh Perjanjian Lama. Perjanjian Baru jauh lebih besar daripada Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena untuk meyakinkan orang Yahudi bahwa Perjanjian Baru itu lebih besar daripada Perjanjian Lama, berarti itu mengatakan sesuatu tentang keimamatan perjanjian lama itu. Karena pemahaman Lewi dalam Yudaisme didasarkan pada para imam yang membawa pesan manusia kepada Allah. Dan pertanyaan pertama yang akan ditanyakan orang Yahudi jika Perjanjian Baru ini lebih baik, di manakah imam besar Anda? Di manakah perantara yang membawa umat manusia kepada Allah?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan, Perjanjian Baru itu, tidak berada tanpa seorang imam besar. Kami memiliki Imam Besar yang agung. Nah setelah menyatakan fakta yang luar biasa ini bahwa ada seorang perantara antara manusia dan Allah. Dan tidak ada 24 tingkat yang berbeda seperti yang ada di dalam imamat Lewi. Hanya ada satu perantara, satu Imam Besar yang agung, setelah menyatakan bukti bahwa Yesus adalah Imam Besar yang agung itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini mengambil inti dari Kitab Ibrani dari Ibrani 5:1 sampai 10:39. Bagian terbesar yang didedikasikan untuk tema apa pun dalam Kitab Ibrani ditempatkan secara strategis di tengah-tengah kitab itu, yang menjadi pusat dari segala hal lainnya. Inilah pernyataan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung yang lebih tinggi dari Harun atau Imam Besar lain. Dan bahwa Kekristenan memang memiliki seorang Imam Besar yang membawa manusia kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kunci utama supremasi Perjanjian Baru terhadap Perjanjian Lama. Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya sendiri sehingga Dia menjadi imam dan korban pada saat yang sama, dan itu menyediakan jalan bagi manusia menuju ke Allah. Dan kami melihat dalam kematian Yesus, tabir Bait Suci terkoyak dari atas sampai ke bawah dan tempat maha kudus terbuka bagi manusia, karena Yesus telah membukanya dengan jalan yang baru dan hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Yesus Kristus dalam satu tindakan dalam sejarah telah mencapai apa yang tidak dapat dicapai oleh jutaan pengorbanan oleh banyak imam. Yaitu membuka jalan menuju Allah secara permanen sehingga setiap orang pada waktu apa pun melalui iman kepada Kristus dapat masuk ke hadirat Allah. Dan sebagai hasil dari apa yang Kristus lakukan, (Ibrani 4:16), "Karena itu marilah kami dengan penuh keberanian menghampiri takhta anugerah itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akibatnya tidak ada lagi pengorbanan dan imam. Yesus Kristus sekarang duduk di sebelah kanan Allah dan menjadi perantara bagi kami. Dia adalah perantara kami yang hidup. Dialah satu-satunya imam yang dibutuhkan. Hal yang dipentingkan orang Yahudi adalah imamat Harun. Harun adalah pilihan Allah yang mulai imamat. Dan itulah memikat pikiran Yahudi pada Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang Yesus datang dan berkata lupakanlah semuanya. Itu tidak semudah bagi sebagian dari mereka. Pola itu sulit untuk diubah. Jadi dalam suratnya kepada orang Ibrani, Allah harus menunjukkan bahwa kami memiliki seorang Imam Besar yang mempersembahkan kurban sekali untuk selamanya dan menghapuskan kebutuhan itu bagi mereka yang lain. Harus ada kurban penebusan yang dipersembahkan oleh seorang imam dan Yesus telah melakukan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama mari kami lihat apa yang Allah lakukan dalam empat ayat pertama dari Ibrani 5, Dia memberikan kualifikasi untuk seorang imam dan inilah kualifikasi standar orang Yahudi. Dan dalam ayat 5-9, Dia berkata, sekarang biarlah Aku menunjukkan kepadamu bagaimana Yesus memenuhi setiap persyaratan itu. Dan inilah pertanyaan yang penting untuk dijawab Allah karena dalam pikiran mereka, Yesus tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi imam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah harus menunjukkan bahwa Yesus Kristus memenuhi kualifikasi tersebut. Kualifikasi pertama untuk seorang imam besar adalah ia harus dipilih oleh Allah dari antara manusia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena setiap Imam Besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi umat manusia, untuk mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa." Nah Ia dipilih oleh Allah dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, "Tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi Allah memanggil orang itu, sama seperti Harun."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak memilih malaikat untuk menjadi imam. Imam haruslah seorang manusia yang dipengaruhi godaan manusia. Imam haruslah seorang manusia yang memiliki pengalaman dalam penderitaan seperti manusia lain supaya mereka dapat melayani dengan penuh belas kasihan. Dan hanya Yesus yang dapat melayani manusia dengan benar. Namun, orang-orang Yahudi tidak dapat memahami inkarnasi itu. Mereka tidak memahami salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka juga tidak dapat mengerti mengapa seorang Mesias harus mati. Dan di sini Roh Kudus hanya menjawab masalah inkarnasi dengan satu cara. Allah harus menjadi manusia atau Dia tidak akan pernah bisa menjadi imam besar bagi manusia. Kecuali Kristus dapat merasakan apa yang manusia rasakan dan mengalami apa yang manusia alami, maka Dia tidak memiliki dasar secara eksperimental untuk bertindak sebagai imam besar bagi manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus Kristus tidak menjaga diri-Nya sendiri supaya Dia tetap terpisah, transenden, dan tidak berdosa. Ia masuk ke dalam dunia manusia dan merasakan segala sesuatu yang akan pernah dirasakan manusia supaya Ia dapat menjadi Imam Besar yang simpatik, penuh belas kasihan, dan setia. Jadi, inkarnasi bukanlah suatu pilihan. Itu adalah kebutuhan mutlak. Itu adalah keharusan jika keselamatan manusia ingin dicapai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hanya seorang imam yang merupakan salah satu dari mereka yang dapat melayani atas nama mereka di hadapan Allah. Demikian pula Yesus Kristus seperti yang kami lihat dalam pelajaran terakhir kami, setelah menyelesaikan pengorbanan-Nya yang besar, melintasi surga dan masuk ke dalam tempat maha kudus di surga dan membiarkan jalan masuk itu terbuka lebar bagi kami. Dan Dia bukan hanya masuk untuk kami, tetapi kami dapat masuk atas dasar jasa-jasa-Nya, dan itulah yang pertama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata "diangkat" berarti pengangkatan yang berwenang untuk suatu jabatan. Para imam tidak dipilih secara sembarangan, dan mereka juga tidak dipilih atas dasar keinginan mereka sendiri, tetapi oleh Allah. Diangkat, dan yang mengangkatnya adalah Allah. Nah, ini adalah karakteristik utama pertama dari seorang Imam Besar sejati. Ia harus diangkat oleh Allah secara langsung. Tidak seorang pun memilihnya, ia harus diangkat oleh Allah sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, imam besar sejati harus dipanggil dari manusia oleh Allah. Kedua, Imam Besar sejati harus bersimpati dengan manusia. Ia harus mampu masuk ke dalam mereka dan merasakan apa yang dirasakan manusia. Nah, ini membawa kami selangkah melewati kemahatahuan. Kemahatahuan mengetahui segalanya, simpati merasakan segalanya. Nah, Kristus perlu mempelajari perasaan melalui inkarnasi-Nya sehingga Ia bisa bersimpati melampaui kemahatahuan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Dia sanggup berlaku lemah lembut terhadap orang-orang yang jahil dan yang sesat, karena ia juga berpakaian dengan kelemahan.” Orang yang tidak berbelas kasih tidak akan peduli dengan penderitaan orang lain. Seorang imam harus bisa merasakan penderitaan mereka. Itu berarti menanggung penderitaan dengan lemah lembut karena Dia merasakannya seperti mereka merasakannya. Kristus harus menghadapi kelemahan sifat manusia yang membuat godaan menjadi masalah nyata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada karakteristik ketiga yang harus dimiliki seorang imam. Dan itu adalah berkorban untuk umat-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Karena setiap Imam Besar, yang dipilih dari antara manusia, telah ditetapkan oleh Allah untuk mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa." </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> pada dasarnya mengatakan hal yang sama, "Karena itu ia harus mempersembahkan korban karena dosanya sendiri dan juga untuk umatnya." Pekerjaannya adalah mempersembahkan persembahan dan korban-korban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apkaha persembahan itu? Nah, ini bisa mencakup semua uang yang diberikan umat dan berbagai barang yang mereka bawa kepada imam. Namun, saya menduga bahwa rujukan langsung adalah pada persembahan makanan. Nah, ingatlah bahwa dalam buku Imamat ada banyak persembahan, tetapi ada lima yang utama. Hanya satu dari persembahan itu merupakan persembahan tanpa darah, yaitu persembahan makanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Dia bukan hanya mempersembahkan hadiah, tetapi juga korban untuk dosa. Nah imam harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri, karena ia ada masalah yang sama dengan umatnya. Ibrani 9:7 mengatakan, "Tetapi ke dalam ruang yang kedua, (yaitu Ruang Mahakudus), hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan tidak pernah tanpa darah yang ia persembahkan untuk dirinya sendiri dan karena dosa, yang telah dilakukan umatnya dengan tidak sadar."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukankah luar biasa bahwa ketika Yesus masuk, Ia masuk tanpa dosa. Ia tidak pernah harus mempersembahkan kurban bagi diri-Nya sendiri. Hal itu sendiri menjadikan-Nya imam besar yang lebih agung daripada semua imam lain. Nah saya hanya ingin membahas hakikat kurban untuk dosa itu. Kurban itu dimaksudkan untuk memulihkan hubungan antara Allah dan manusia, tetapi kurban untuk dosa hanya dapat menebus dosa-dosa ketidaktahuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda mengerti? Hanya untuk dosa ketidaktahuan. Untuk dosa-dosa sengaja tidak ada pengorbanan. Inilah pelanggaran hukum Allah yang berat dan tidak ada bedanya dengan hari ini bagi seseorang yang menolak pola Allah, bagi orang yang menolak hukum sebagaimana dinyatakan dalam iman kepada Yesus Kristus. Jika seseorang menolak ketentuan Allah untuk dosa, ia secara terbuka menentang dosa, ia menentang Allah dan tidak ada pengorbanan untuk itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun bagi mereka yang berdosa karena ketidaktahuan, sebenarnya ada dua kurban. Untuk dosa-dosa yang diketahui orang itu, kurban harian. Untuk dosa-dosa yang tidak diketahuinya, Hari Penebusan dosa itu mengurus semuanya. Dan kemudian Bilangan 15:30 mengatakan, “Tetapi orang yang bertindak melawan hukum, baik orang Israel asli maupun orang asing, menghujat Allah; orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi bagi siapa pun, baik pria maupun wanita, siapa pun mereka, yang datang kepada Allah dan bertobat atas dosa-dosanya, ada pengampunan. Tetapi bagi orang yang memberontak terhadap Allah, yang dengan kemauannya sendiri tidak taat dan terus tidak taat, tidak ada lagi korban untuk dosa-dosanya. Jadi, imam besar memenuhi syarat karena dipilih oleh Allah, bersimpati terhadap manusia, dan berkorban untuk manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat bagaimana Yesus memenuhi setiap kualifikasi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Demikian pula Kristus tidak meninggikan diri-Nya sendiri menjadi Imam Besar, tetapi Allah yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku, pada hari ini Aku telah menjadi Bapa-Mu." Siapa yang memilih Yesus untuk menjadi Imam Besar? Allah yang memilih-Nya. Dan apa kualifikasinya? Harus dipilih oleh Allah. Itu adalah kutipan dari Mazmur 2:7, "Anak-Ku, pada hari ini Aku telah menjadi Bapa-Mu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus di seluruh Ibrani terus mengulang kutipan dari Perjanjian Lama karena Ia menulis kepada orang Yahudi dan Ia ingin menjelaskannya dalam konteks. Yohanes 8:54, "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri," jawab Yesus, "maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Ku, yang tentang Dia kalian berkata: "Dia adalah Allah kami", Dialah yang memuliakan Aku." Dan Alkitab berkata bahwa Ia membuat diri-Nya tanpa memiliki reputasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “juga dikatakan di tempat lain, Engkau adalah seorang imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” Allah yang sama yang berkata, “Engkau adalah Anak-Ku,” adalah Allah yang sama yang berkata, “Engkau adalah seorang imam.” Nah, siapakah Melkisedek? Melkisedek disebutkan dalam Mazmur 110 karena di sana sang Pemazmur menubuatkan kedatangan Mesias. Dan Ia menggunakan Melkisedek sebagai contoh dari tipe Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Melkisedek lebih dari sekadar imam biasa. Ia memiliki tingkat keimamatan yang lebih tinggi daripada Harun. Ia hidup di Kejadian 14:18 sebelum Harun muncul. Imamatnya menggantikan imamat Harun. Kami akan masuk ke Ibrani 7 dan belajar tentang hal itu. Ialah gambaran dari Yesus Kristus dalam banyak hal. Dalam Mazmur 110, Mesias ditampilkan sebagai imam raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus menurut tata cara Melkisedek dan orang Yahudi tahu bahwa ini pastilah orang hebat, karena Abraham bayar perpuluhan kepada Melkisedek. Dan Abraham jauh lebih tinggi kedudukannya daripada Harun. Jadi Roh Kudus berkata bahwa imam ini, Yesus Kristus, dilambangkan oleh Melkisedek, yang adalah seorang imam raja selamanya. Mazmur 110 berkata bahwa Allah memilih Yesus sebagai seorang imam selamanya menurut tata cara Melkisedek.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Selama hidup-Nya di bumi, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan tangisan kepada Allah, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena status-Nya, Ia telah didengarkan.” Apakah itu mengingatkan Anda pada Taman Getsemani? Tentu, itulah klimaks terbesar dari penderitaan-Nya karena di sana Ia mulai menanggung dosa-dosa dunia. Ia pergi ke Taman itu untuk berdoa dan Ia berkringat tetesan darah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus tidak mungkin menjadi imam besar yang sepenuhnya simpatik jika Dia tidak merasakan apa yang kami rasakan. Dia merasakan godaan yang kami tidak akan pernah rasakan. Karena kami menyerah jauh sebelum kami mencapai puncak godaan. Jadi Dia menghadapi godaan dengan kekuatan penuh di setiap titik karena Dia tidak memiliki apa pun dalam sifat-Nya yang dapat menyerah pada dosa sehingga Dia menghadapi setiap godaan sampai ekstrem tanpa dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tahu melalui kemahatahuan-Nya, tetapi Dia juga tahu sekarang melalui pengalaman-Nya, yang membuat-Nya layak menjadi imam besar kami melalui semua kualifikasi duniawi. Jadi, inti dari Roh Kudus adalah bahwa Yesus memenuhi syarat untuk menjadi imam besar yang simpatik melalui penderitaan-Nya, melalui air mata-Nya, doa-doa-Nya, penderitaan-Nya, dan semua itu. Dia telah melalui setiap bagian. Dia tahu kapan itu nyata dan kapan Anda pura-pura.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.” Dengan kata lain, Anda belajar ketika Anda menderita. Itulah satu-satunya cara Anda belajar secara eksperimental. Anda dapat mengatakan api itu membakar tetapi sebelum Anda merasakannya terbakar, Anda tidak dapat bersimpati kepada seseorang yang terbakar. Itulah jenis imam besar yang saya inginkan. Saya ingin Allah yang merasakan apa yang saya rasakan dan tahu apa yang sedang saya alami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kata ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Setelah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi sumber keselamatan yang kekal bagi semua orang yang taat kepada-Nya.” Kata sempurna berarti lengkap. Yesus mengalami segala sesuatu yang harus Ia lalui agar Ia dapat menjadi lengkap. Imam besar yang sempurna. Disempurnakan tidak berarti sifat-Nya berubah. Itu tidak berarti pribadi-Nya berubah, itu hanya berarti Ia memenuhi syarat sebagai Imam Besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada satu kualifikasi lain. Selain dipilih oleh Allah dan bersikap simpatik serta ada pengertian, hal ketiga adalah Dia harus berkorban untuk dosa. Apakah Yesus melakukan itu? Lihat akhir ayat 9, "Dia menjadi sumber keselamatan yang kekal." Dan apa yang memberi-Nya hak untuk menjadi sumber itu? Kematian-Nya sendiri. Melalui kematian-Nya, Dia membuka jalan keselamatan kekal. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240825</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000023B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Imam Besar Kami]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000023A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+4:14-16" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 4:14-16</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Roh Kudus dalam Ibrani 4 berkata kepada orang-orang yang tidak puas yang sudah tidak puas dengan segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidup mereka di masa lalu, dan berpaling dari ketidakpuasan tersebut dan Allah berkata kepada mereka, majulah dan percayalah sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Itulah pesan Ibrani 4 kepada orang-orang yang tidak percaya di seluruh dunia ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan melalui peringatan Roh Kudus bahwa jika mereka tidak sampai pada iman yang menyelamatkan, mereka akan mati secara rohani dan untuk selamanya. Dan ilustrasi yang Dia gunakan adalah ilustrasi Israel yang meninggalkan Mesir, mereka berpaling dari kehidupan lama. Mereka dipimpin keluar dari Mesir tetapi mereka tidak pernah masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidakpercayaan, dan karena itu bangkai mereka mati di padang gurun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, itu membawa kami pada teks kami yang hanya terdiri dari tiga ayat singkat malam ini, bahwa keselamatan juga ditawarkan atas dasar positif. Keselamatan bukan sekadar suatu pencegahan, bukan sekadar untuk menjauhkan Anda dari neraka. Keselamatan bukan sekadar mengatakan, wah, saya senang saya keluar dari neraka ini, hidup ini sungguh melelahkan, tetapi saya tidak harus mati dan masuk neraka. Keselamatan bukan sekadar untuk mencegah Anda menjalani kehidupan yang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi keselamatan juga ditawarkan kepada manusia atas dasar yang positif, dan dasar positif itu ada dalam ayat 14, 15, dan 16. Dan ini benar-benar merupakan kelanjutan dari peringatan yang sama kepada individu yang sama tetapi kali ini Ia berbicara kepada mereka dalam hal positif. Ia berkata, datanglah sepenuhnya ke tempat istirahat Allah, jangan hanya berpaling dari tradisi Yahudi dan dalam pikiran Anda menyetujui fakta bahwa Yesus adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada hal positif dalam Injil dan kami akan membicarakannya malam ini. Kami harus menerima Yesus Kristus, kami harus masuk ke dalam istirahat Allah bukan hanya karena takut kepada-Nya, tetapi juga karena keindahan-Nya. Bukan hanya karena murka-Nya, tetapi karena anugerah-Nya. Bukan hanya karena Dia seorang hakim, tetapi karena Dia adalah Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia. Dan kedua sisi itu sama pentingnya,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dua panggilan untuk masuk ke dalam keselamatan di sini, dalam bagian khusus ini, bagian pertama dari panggilan itu muncul di akhir ayat 14, "marilah kami berpegang teguh pada pengakuan kami." Bagian kedua dari panggilan itu muncul di ayat 16, "Marilah kami menghampiri takhta anugerah itu." Nah orang-orang ini telah mengaku dengan mulut mereka dan bahkan dalam pikiran mereka bahwa Injil itu benar, bahwa Yesus Kristus itu nyata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi </span><span class="cf1"><b>peringatan pertama</b></span><span class="cf1"> adalah berpegang teguh pada pengakuan Anda dan jangan berbalik dan mundur. Dengan kata lain, berpegang teguh pada pengakuan itu. Seorang murtad akan mundur, orang percaya sejati tidak akan pernah melepaskan pengakuan itu. </span><span class="cf1"><b>Peringatan kedua</b></span><span class="cf1"> adalah datanglah ke takhta anugerah. Itulah panggilan dua bagian untuk keselamatan. Keselamatan sejati dicirikan oleh orang-orang yang tetap menjadi orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu membawa kami kepada Ibrani 4:14, “Karena kami mempunyai Imam Besar, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kami berpegang teguh pada pengakuan iman kami. Karena apa yang dapat dilakukan Yesus Kristus dalam hidup mereka. Inilah inti sebenarnya dari seluruh Surat Ibrani, yaitu imamat Yesus Kristus. Di sini manusia terkurung dalam dosa, di sana Allah terkurung dalam kekudusan, dan Kristus berada di tengah-tengah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mahluk yang mengenal Allah dan mahluk yang mengenal umat manusia dapat mempersatukan mereka, dan itulah pekerjaan imam. Jadi, apa yang Dia ingin persembahkan kepada orang-orang Yahudi ini? Bahwa Yesus adalah Imam Besar yang mempersatukan Allah dan manusia dalam persatuan yang penuh kasih. Dan itulah sebabnya di seluruh Kitab Ibrani, imamat Yesus ditinggikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sini dalam Ibrani 4:14 disebutkan, "seorang imam besar yang agung". Dan kami akan terus mendengar ini dengan sangat rinci. Tugas imam besar adalah untuk mengantar orang-orang ke hadirat Allah, dan ketika imam besar itu akan masuk ke tempat maha kudus sekali setahun pada Hari Penebusan Dosa dan mempersembahkan kurban, ia pada dasarnya membawa dosa-dosa umatnya kepada Allah untuk ditebus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengenal Allah dengan sempurna karena Dia adalah Allah, Yesus mengenal manusia dengan sempurna karena Ia adalah manusia, itulah sebabnya Ia menjadi Imam Besar yang sempurna, yang mempertemukan Allah dan manusia dalam wujud-Nya sendiri dan yang terus mempertemukan Allah dan manusia melalui iman. Jadi, Surat Ibrani menegaskan dengan jelas di seluruh bagiannya bahwa Yesus adalah Imam Besar Allah yang kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus lebih unggul dari para nabi. Dan Dia lebih unggul dari para malaikat, dan Dia lebih unggul dari Musa, dan Dia lebih unggul dari Yosua. Dan sekarang Dia akan menunjukkan bahwa Dia lebih unggul dari setiap imam besar termasuk Harun sendiri. Dia menunjukkan supremasi Yesus atas setiap individu lain yang terkait dengan perjanjian lama. Dan Harun adalah orang yang menjadi perantara antara manusia dan Allah dulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saya ingin Anda melihat tiga ciri malam ini yang menjadikan Yesus Imam Besar kami. Pertama, Imamat-Nya yang sempurna. Kedua, pribadi-Nya yang sempurna, dan ketiga, pemeliharaan-Nya yang sempurna. Pertama, imamat-Nya yang sempurna. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, "Karena kami mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kami berpegang teguh kepada pengakuan iman kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana Anda dapat melepaskan diri dari Imam Besar seperti itu? Nah apakah pentingnya frasa "siapa yang telah melintasi surga?" Nah, itu benar-benar kunci untuk segalanya. Karena Yesus telah naik dan Dia melintasi surga, ke hadirat Allah? Nah atas dasar bahwa Dia telah menyempurnakan pekerjaan-Nya di bumi, benar? Dia mati di kayu salib untuk semua orang yang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Ia sampai di sana, Allah sangat meninggikan Dia dan memberikan-Nya nama di atas segala nama, sehingga dalam nama Yesus semua lutut akan bertekuk lutut. Mengapa? Karena Ia telah menyelesaikan pekerjaan imamat-Nya dengan sempurna. Ia melakukan tindakan penebusan yang mempertemukan Allah dan manusia dalam hubungan kekal. Tahukah Anda bahwa itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh seorang imam duniawi?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Yesus Kristus menjalankan imamat yang disempurnakan, yang melaluinya dalam satu tindakan Ia menguduskan mereka yang menjadi milik-Nya selamanya, dan Ia menyelesaikan dalam imamat yang sempurna apa yang tidak dapat diselesaikan oleh imam lain, semuanya dalam kombinasi. Dan ketika Ia melintasi surga dan masuk ke hadirat Allah, Ia melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh imam mana pun. Ibrani 1 mengatakan, "Ia duduk."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak duduk sampai semuanya selesai, di tempat maha kudus tidak ada kursi. Hanya ada takhta belas kasihan dan Anda tidak duduk di sana. Namun ketika Yesus menyelesaikan pekerjaan-Nya yang sempurna, Ia duduk. Tidak ada lagi pengorbanan yang perlu dilakukan untuk selamanya. Dan tepat pada saat kehancuran Yerusalem, seluruh bangsa Israel menghentikan pengorbanan mereka, dan sejak tahun 70 M mereka tidak melakukan pengorbanan lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Yesus Kristus masuk ke dalam tempat maha kudus surgawi. Imam Perjanjian Lama pada Hari Penebusan akan mengambil darah dan ia akan melewati tiga area, melalui pintu masuk ke pelataran luar, melalui pintu masuk ke tempat kudus, dan melalui tirai ke dalam tempat maha kudus. Dan ia hanya melakukannya sekali pada Hari Penebusan dengan memercikkan darah ini pada takhta belas kasihan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika ia tinggal di sana melewati waktu Hari Penebusan, ia akan mati, karena ia adalah orang berdosa dan ia tidak berhak berada di hadirat Allah, kecuali melalui kemurahan hati Allah setahun sekali ia dapat memasuki tempat maha kudus di mana kemuliaan Shekinah Allah berdiam. Tetapi Yesus, Imam Besar kami tidak melewati bait suci tetapi melewati surga dan juga melewati tiga hal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab mengatakan bahwa ada surga ketiga. Surga pertama adalah surga atmosfer. Surga kedua adalah surga bintang tempat ada bintang-bintang, dan surga ketiga adalah tempat tinggal Allah. Ini dijelaskan dalam 2 Korintus 12:2. Jadi Yesus Kristus melewati surga nomor satu, nomor dua dan nomor tiga. Allah tidak memberi tahu-Nya, lihatlah Anda punya waktu 24 jam untuk menyelesaikan ini dan keluarlah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus sampai di sana, Ia duduk. Itu telah dilakukan, itu telah tercapai, dan Ia membuat penebusan yang sempurna untuk semua dosa sepanjang masa. Semua pengorbanan lain sebelum itu adalah gambaran dari pengorbanan yang sempurna itu. Kristus yang telah naik ke surga dan bangkit membawa diri-Nya melewati dua surga luar ke tempat tinggal Allah dan ketika Ia sampai di sana, Ia memercikkan darah-Nya di atas takhta belas kasihan surgawi yang kekal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata, Aku puas, selamanya. Dalam Ibrani 12:24 dikatakan, Allah berkata kepada Yesus, perantara perjanjian baru, dan kepada darah yang dipercikkan, yang mengatakan hal-hal yang lebih baik daripada darah Habel.” Yesus Kristus memercikkan darah dengan cara yang jauh lebih baik daripada siapa pun, bahkan lebih dari pengorbanan Habel yang luar biasa yang menyenangkan Allah. Seberapa besar Allah senang dengan apa yang dilakukan Yesus? Seberapa besar kepuasan Allah itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jutaan galon darah yang mengalir di semua mezbah-mezbah Israel selama ratusan tahun, darah yang terciprat dan menodai serta mengeras di kursi belas kasihan tahun demi tahun tidak dapat melakukan apa yang dilakukan oleh satu Imam Besar yang agung dalam satu tindakan untuk selamanya, lalu masuk ke dalam tempat maha kudus surgawi, dan memperlihatkan pengorbanan itu kepada Allah Bapa, lalu duduk di sebelah kanan-Nya untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tahukah Anda mengapa Dia duduk disana? Karena Dia adalah perantara kami. Itulah sebabnya setiap orang Kristen, tidak pernah akan ada kemungkinan bahwa dosa-dosa Anda akan menumpuk terhadap Anda karena secepat Anda melakukannya, Yesus Kristus adalah perantara untuk memastikan bahwa dosa-dosa itu tidak akan menumpuk terhadap Anda. Kata Alkitab, "Jika kami mengakui dosa-dosa kami, maka Ia setia dan adil untuk terus menyucikan kami."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itu tidak berarti kami tidak berdosa lagi, itu hanya berarti kami telah diampuni, karena Allah merasa puas dengan Kristus yang telah membayar hukuman itu. Jadi, karena imamat-Nya yang sempurna, Ia telah memberi kami hak untuk masuk ke dalam istirahat Allah. Maka Roh memanggil dan Roh berkata atas dasar imamat Yesus Kristus yang sempurna, datanglah ke takhta anugerah, dan peganglah pengakuan yang telah Anda buat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani itu benar-benar merupakan akhir dari Yudaisme. Dan Yudaisme didasarkan pada keimamatan yang menjadi perantara antara manusia dan Allah. Ketika Yesus datang dan melakukan tindakan terakhir sebagai seorang imam, semuanya berakhir. Yudaisme runtuh pada saat itu, menjadi batal demi hukum. Semua penyembahan atau hubungan pura-pura dengan Allah oleh manusia yang menyebut diri mereka imam, baik dalam Yudaisme, Katolik, atau agama palsu lain adalah dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah penentangan terbuka terhadap pekerjaan Yesus Kristus yang telah selesai. Ini adalah penghinaan langsung terhadap imamat penuh dan terakhir dari Yesus Kristus sendiri. Imamat apa pun di bumi sekarang menyiratkan bahwa penebusan dosa belum dilakukan. Kami hanya membutuhkan satu Imam Besar yang agung. Setiap orang melalui iman kepada Yesus Kristus masuk langsung ke hadirat Allah, karena Yesus telah membuat jalan yang baru dan hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Sebab Imam Besar yang kami punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kami, sebaliknya sama dengan kami, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Yesus adalah imam yang sempurna karena Ia adalah Allah dan manusia. Yesus, Anak Allah. Namun, Anak Allah, pribadi kedua dari tritunggal yang menyatakan diri-Nya dalam ketaatan sebagai Anak kepada Bapa, itulah keilahian-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah marilah kami lihat kemanusiaan-Nya dan keilahian-Nya. Yesus Kristus itu tidak jauh, peduli, dan simpatik terhadap orang biasa. Yesus tahu bagaimana perasaan kami, dan Dia tidak asing dengan semua emosi kami. Yesus, supaya dapat ikut menanggung godaan, ujian dan penderitaan manusia, menjadi seperti manusia supaya Dia dapat menjadi Imam Besar yang simpatik dan penuh pengertian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus memiliki kapasitas yang tak tertandingi untuk bersimpati kepada kami dalam setiap bahaya, dalam setiap pencobaan, dalam setiap situasi yang kami hadapi, karena Ia telah melalui semuanya. Dia menanggung setiap bentuk ujian yang dapat ditanggung manusia. Ketika Ia dicobai di taman, Ia berkeringat seperti titik-titik darah, dan berdiri di dekat makam Lazarus, seluruh tubuh-Nya gemetar. Yesus adalah manusia dalam setiap arti kata tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini berita baru bagi orang Yahudi, karena Allah itu suci. Bahkan orang Yahudi percaya bahwa Allah tidak mampu merasakan perasaan manusia. Dalam dunia ini ada orang Kristen datang dan berkata, kami punya Imam Besar yang merasakan semua yang kami rasakan. Itu hal revolusioner. Maksudmu ada Allah yang cukup besar untuk menciptakan seluruh alam semesta, tetapi Dia tahu di mana aku terluka, aku yang kecil dan lemah ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani mengatakan bahwa Dia tidak berdosa di akhir ayat 15. Namun, Yesus tahu bahwa sifat manusia rentan terhadap dosa, itulah inti pergumulan itu. Ada suatu kelemahan dalam eksistensi manusia yang mendorong ke arah dosa dan itulah yang Yesus lawan, dan dengan demikian dalam penderitaan-Nya Ia menang. Ia menghadapi mereka dalam penderitaan karena Ia menolak bagian ini dari sifat manusia itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga </span><span class="cf1"><b>ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Karena itu marilah kami dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kami menerima rahmat dan menemukan anugerah supaya kami mendapat pertolongan pada waktunya.” Roh Kudus menasihati orang-orang Yahudi ini untuk datang sepenuhnya kepada takhta anugerah untuk memperoleh keselamatan. Itu adalah takhta Allah, dulunya takhta itu adalah takhta penghakiman, tetapi ketika Yesus memercikkan darah-Nya di sana, Dia mengubahnya menjadi takhta anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu bukan sekadar simpati, itu sumber daya yang kami butuhkan. Kekuatan untuk mengatasi cobaan kami dan Dia dapat menyediakannya. Itulah takhta anugerah, itu adalah tempat belas kasihan. Belas kasihan melihat kesengsaraan kami, anugerah menjadi persediaan untuk mengatasi kesengsaraan itu. Kami bergegas, dengan berani datang ke takhta itu karena kami tahu kami tidak akan ditolak karena Kristus sedang bersyafaat atas kami setelah menebus dosa-dosa kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sama seperti ketika imam besar masuk ke tempat maha kudus itu, ia memercikkan darah di sana, ia mengubah takhta pengadilan menjadi takhta belas kasihan. Jadi ketika Yesus masuk surga, Ia mengubah takhta pengadilan Allah menjadi takhta belas kasihan dan takhta anugerah. Keadilan dimana kami mati bukanlah apa yang kami butuhkan. Jadi Yesus mengubah takhta Allah menjadi takhta anugerah, dan membawa kami belas kasihan dan anugerah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Aug 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240818</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000023A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Masuk Istirahat Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000239"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+4:1-13" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 4:1-13</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, sekarang kami sampai pada pokok bahasan tentang masuk ke istirahat Allah. Karena ini sangat penting bagi pemahaman Anda tentang Firman Allah. Nah, saat kami mendekati Ibrani 4, kami berada tepat di tengah-tengah peringatan yang dimulai di Ibrani 3:7. Mereka berada dalam bahaya besar untuk kembali ke Yudaisme. Nah, ini penting karena ada banyak orang yang sudah mulai berpaling dari cara hidup mereka yang lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dalam Ibrani 3:7, kami melihat tragedi karena tidak ada keputusan bagi Yesus Kristus. Nah, peringatan ini mulai dari 3:7 sampai 4:13. Ibrani 3:7 berkata, “Pada hari ini, janganlah keraskan hatimu.” Dan dalam Ibrani 4:7 lagi, “Pada hari ini, janganlah keraskan hatimu.” Dan ilustrasinya adalah ‘janganlah keraskan hatimu seperti yang dilakukan Israel’. Mereka mulai pergi menuju Tanah Perjanjian, tetapi mereka tidak percaya Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Oleh karena itu, mereka tidak pernah masuk ke dalam istirahat penuh di Kanaan. Janganlah Anda meninggalkan kehidupan lama, tetapi tidak pernah berkomitmen pada hubungan baru dengan Yesus Kristus. Dan semakin lama Anda bergaul, semakin banyak Anda mendengar Injil, semakin mudah untuk menolak hal itu. Dan segera Anda menyadari bahwa pada suatu hari Anda bangun dan menyadari bahwa hati Anda telah mengeras. Anda punya hati yang jahat penuh hal yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kata istirahat yang digunakan di Mazmur 95, yang dikutip di sini, berarti memasuki tanah Kanaan. Itulah istirahat untuk akhirnya memasuki tanah Anda sendiri, tidak dianiaya, tidak dibunuh, dan tidak dijadikan budak. Dan mereka tidak pernah masuk ke dalam istirahat yang dijanjikan itu karena mereka tidak percaya. Itulah prinsip dari bagian ini. Tidak seorang pun dapat mengalami istirahat Allah tanpa iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di dalam Bilangan 14:22-23 Allah berkata, "Tidak seorang pun dari manusia yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda yang telah Kulakukan di Mesir dan di padang gurun, dan yang telah mencobai Aku sepuluh kali namun tidak menaati Aku, 23 akan melihat tanah yang telah Kujanjikan untuk diberikan kepada nenek moyang mereka; tidak seorang pun dari mereka yang telah menghina Aku akan melihatnya." Dan Alkitab mengatakan bahwa bangkai mereka akan mati di padang gurun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan di bawah Yosua, ketika generasi muda itu masuk, mereka tidak menikmati istirahat penuh yang telah direncanakan Allah bagi mereka. Karena ketika mereka masuk ke tanah itu, daripada melakukan apa yang Allah perintahkan dan percaya kepada Allah dengan iman yang taat, mereka menolak perintah-Nya. Jadi Allah berkata, "Karena itu, Aku akan mengusirmu keluar dari tanah itu." Dan itulah yang dilakukan-Nya di kemudian hari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, tidak ada istirahat baik dalam kasus Musa maupun kasus Yosua. Namun, masih ada istirahat yang tersedia. Istirahat di Kanaan menggambarkan istirahat rohani ilahi yang datang melalui iman kepada Yesus Kristus. Itulah gambaran istirahat keselamatan yang masih tersedia. Allah memiliki istirahat kekal. Dan dibutuhkan seseorang yang lebih besar dari Musa dan lebih besar dari Yosua untuk mewujudkannya. Dan yang lebih besar dari keduanya adalah Yesus sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama-tama</b></span><span class="cf1">, kamus mengartikan istirahat sebagai "berhenti dari tindakan atau gerakan." Anda berhenti melakukan apa yang sedang Anda lakukan. Itu berarti berhenti dari kerja keras atau pengerahan tenaga. Nah, jika diterapkan pada istirahat Allah, itu berarti tidak ada lagi usaha sendiri. Tidak ada lagi upaya untuk menyenangkan Allah dengan pekerjaan Anda yang lemah dan bersifat kedagingan. Dan saat Anda memasuki istirahat Allah, pekerjaan berhenti sebagai cara untuk menyenangkan Allah. Itu adalah istirahat dalam anugerah bebas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, beristirahat berarti terbebas dari apa pun yang mengganggu Anda, dari apa pun yang mengacaukan Anda, dari apa pun yang menimbulkan kekhawatiran dalam pikiran Anda. Artinya, dalam pengertian ini, menjadi tenang, diam, damai, terbebas dari rasa bersalah dan hal-hal yang mendorong kami ke neurosis atau psikosis. Jadi kami akan mengatakan bahwa memasuki istirahat Allah berarti berdamai dengan Allah. Itu berarti terbebas dari rasa bersalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Artinya tidak perlu khawatir tentang dosa, karena dosa telah diampuni oleh apa yang Kristus lakukan bagi semua orang yang percaya dan kami tiba-tiba merasa tenang. Tidak ada kecemasan lagi. Tidak ada tekanan lagi. Tidak ada rasa bersalah lagi. Damai. Jadi, istirahat Allah melibatkan istirahat dalam pengampunan Allah total. </span><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, kamus mendefinisikan istirahat sebagai: tenang, berbaring, atau mantap." Tidak ada arus lagi. Tidak ada perubahan lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Istirahat Allah adalah jenis istirahat di mana seseorang secara posisional ada di dalam Kristus. Tidak lagi diombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran. Tidak lagi hanyut ke sana kemari. Ia diteguhkan. Ia berdasar, tidak tergoyahkan. Itulah istirahat. </span><span class="cf1"><b>Keempat</b></span><span class="cf1">, istirahat dalam kamus berarti tetap yakin, menaruh kepercayaan Anda pada sesuatu. Dengan kata lain, Anda beristirahat dalam sesuatu, dalam arti keyakinan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan masuk ke dalam istirahat Allah secara teologis berarti menikmati keamanan. Tidak ada rasa takut lagi, Anda memiliki kepercayaan dan keyakinan mutlak pada pemeliharaan dan tanggung jawab Allah atas hidup Anda. </span><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1"> dan terakhir, kamus mengatakan bahwa beristirahat berarti bersandar. Dan masuk ke dalam istirahat Allah berarti bahwa selama sisa hidup Anda dalam kekekalan, Anda dapat bersandar pada Allah. Dan Anda dapat bersandar kepada-Nya dan yakin bahwa Dia tidak akan pernah runtuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ketika berbicara tentang istirahat dalam Alkitab, yang dibicarakan adalah tentang hubungan baru dengan Allah yang tersedia bagi seseorang, di mana orang itu dapat bersandar kepada Allah. Itu berarti bergantung sepenuhnya kepada Allah untuk dukungan, pertolongan, kekuatan, dan segala sesuatu yang dibutuhkannya. Itu adalah hubungan baru di mana seseorang yakin bahwa ia telah menyerahkan hidupnya kepada Allah, dan Allah memegang hidupnya dalam kepercayaan kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sebagaimana Israel tidak pernah masuk ke istirahat Kanaan karena ketidakpercayaan mereka, demikian pula jiwa demi jiwa, sejak zaman Israel dan bahkan sebelumnya, juga telah kehilangan istirahat rohani Allah karena ketidakpercayaan mereka. Nah, ada juga dua dimensi lain yang tidak dibahas dalam kamus dalam mendefinisikan istirahat. Salah satunya adalah istirahat kerajaan, yaitu milenium, dan yang lainnya adalah istirahat kekal, yaitu Surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hubungan yang paling utuh adalah dengan Allah yang memelihara Anda dalam hidup ini, di kerajaan-Nya, dan di surga selamanya. Itulah yang dijanjikan Allah, dan itulah yang disebut-Nya sebagai istirahat. Namun, beberapa orang tidak masuk ke dalam istirahat itu karena ketidakpercayaan mereka. Sungguh tidak masuk akal bahwa ketika Allah menawarkan semua ini kepada seseorang, mereka tidak mau mempercayainya. Jadi, peringatan dari Roh Kudus adalah, "Janganlah keraskan hatimu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat empat hal di sini; ketersediaan istirahat, dasar istirahat, hakikat istirahat, dan urgensi istirahat. </span><span class="cf1"><b>Ibrani 4:1</b></span><span class="cf1"> berkata, “Karena janji untuk masuk ke dalam itirahat-Nya masih ada, baiklah kami waspada, supaya jangan ada seorang pun di antara kamu yang dianggap telah gagal.” Jadi, artinya kembali. “Karena kami telah melihat Israel kehilangan istirahat, karena mereka tidak percaya kepada Allah. Jadi, </span><span class="cf1"><b>istirahat itu masih tersedia.</b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Israel jatuh karena ketidakpercayaan, itu tidak berarti istirahat itu telah selesai. Di sini Allah berkata, "Karena janji untuk masuk ke dalam istirahat-Nya tetap berlaku, baiklah kami waspada supaya jangan ada seorang pun di antara kamu yang dianggap telah gagal." Petrus berkata dalam Kisah Para Rasul 3:25, "Kamu adalah keturunan para nabi dan keturunan perjanjian yang telah dibuat Allah dengan nenek moyangmu, ketika Ia berfirman kepada Abraham, melalui keturunanmu semua keluarga di bumi akan diberkati."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus berkata di sana bahwa "Sekalipun kalian telah membunuh Raja Hidup, kalian tetap anak-anak perjanjian. Sekalipun kalian telah membunuh Yang Kudus, sekalipun kalian menghendaki seorang pembunuh dilepaskan bagimu, kalian tetap anak-anak perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham dan itulah perjanjian tanpa syarat di mana Allah berkata melalui kamu Aku akan memberkati dunia, tanpa syarat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ada waktu istirahat. Waktu itu masih tersedia. Keselamatan masih diberikan. Ini adalah hari anugerah, sekarang juga, anugerah Allah ditawarkan kepadamu malam ini. Dia akan mengampuni dosamu, dan kamu dapat memasuki waktu istirahat-Nya. Kamu tidak akan pernah terlalu jauh bagi Allah untuk berurusan denganmu. Sementara kamu masih dapat merasakan panggilan-Nya, sekaranglah saatnya untuk bergerak. Waktu istirahat Allah tersedia, dan janganlah pikir bahwa kamu telah kehilangannya. Allah masih memanggil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>dasar istirahat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2-7</b></span><span class="cf1">. Nah, jika itu tersedia, bagaimana saya dapat menerimanya?” Ada tiga prinsip yang terlibat: iman pribadi, keputusan kedaulatan, dan tindakan segera. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Karena kami juga telah menerima kabar baik sama seperti mereka, Tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena mereka tidak bersatu dengan mereka yang mendengarnya dalam iman.” Itu berarti mereka menerima kabar baik tentang istirahat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kabar baik tentang istirahat Allah tidak berarti apa-apa kecuali jika itu dicampur dengan iman. Nah, ini adalah pesan penting bagi orang Yahudi karena orang Yahudi membanggakan diri atas fakta bahwa ia memiliki informasi. Ia mengira yang harus saya lakukan hanyalah memiliki hukum, dan saya sudah masuk. Roma 2:25 mengatakan, "Sunat itu berguna bagimu, jika engkau menaati hukum Taurat; tetapi jika engkau menjadi pelanggar hukum Taurat, maka sunatmu malah menjadi tidak bersunat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena kami yang percaya akan masuk ke tempat istirahat itu, sesuai dengan apa yang difirmankan-Nya. Maka Allah bersumpah dalam murka-Nya: "Mereka takkan masuk ke tempat istirahat-Ku," meskipun pekerjaan-pekerjaan-Nya telah selesai sejak dunia dijadikan.” Kami semua orang Kristen hidup dalam istirahat Allah. Itu hanyalah kata lain untuk keselamatan total. Ia mengutip Mazmur 95 karena Daud menggambarkan Israel di padang gurun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah harus melakukan satu hal lagi untuk menyediakan istirahat bagi manusia, dan apakah itu? Ia harus menyelesaikan penebusan dosa. Maka kedatangan Yesus Kristus menyelesaikan masalah dosa itu, dan melalui kematian Kristus, manusia dapat kembali masuk ke dalam istirahat Allah. Dan bahkan orang-orang yang hidup sebelum Yesus diselamatkan atas dasar apa yang akan Allah lakukan di dalam Kristus, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Karena tentang hari ketujuh pernah dikatakan di suatu tempat: Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya." Maka Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang sempurna, dan manusia mengacaukan itu. Dan manusia menjadi gelisah karena ketidakpercayaannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> berkata, “Sekali lagi, dalam bagian itu Ia berkata, mereka tidak akan masuk ke tempat istirahat-Ku.” Allah menyediakan istirahat pada hari ketujuh, dan satu-satunya orang yang masuk ke dalamnya adalah mereka yang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dasar istirahat berikutnya adalah </span><span class="cf1"><b>ketetapan kedaulatan</b></span><span class="cf1"> dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">. Dan ini adalah keseimbangan keselamatan. Anda diselamatkan karena dua hal. Iman pribadi Anda dan karena kedaulatan total dan mutlak Allah yang memilih Anda di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Anda diselamatkan karena Dia merancang untuk menebus Anda sebelum dunia diciptakan. Itu disebut pemilihan predestinasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata dalam Yohanes 6:65, “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Roma 11:5 berkata, “Demikian juga pada waktu ini ada sisa, yang dipilih oleh anugerah.” Dasar istirahat itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Ia menetapkan suatu hari tertentu lagi, yaitu hari ini. Hal ini Ia tetapkan dengan perantaraan Daud setelah sekian lama: Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, </span><span class="cf1"><b>hakikat istirahat</b></span><span class="cf1">. Nah, istirahat yang dibicarakan Roh Kudus bukanlah istirahat fisik Kanaan. Itu hanya gambaran. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Sebab andaikata Yosua telah membawa mereka ke tempat istirahat, Allah tidak akan berkata kemudian tentang suatu hari lain.” Allah berbicara tentang istirahat rohani. Istirahat sejati datang melalui Yesus Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Jadi masih tersedia suatu hari istirahat bagi umat Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada satu hal yang selalu dijanjikan oleh semua aliran sesat kepada semua orang, yaitu kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan dalam hidup ini. Itu bukanlah janji Allah. Allah berjanji bahwa istirahat-Nya bersifat rohani, bukan fisik. Oh, ada pengertian tertentu di mana kami menikmatinya secara fisik saat kami hidup di surga. Namun, istirahat Allah bersifat kepenuhan di masa depan, hadir dalam manifestasinya. Namun, itu bersifat rohani, bukan fisik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena barangsiapa telah masuk ke tempat istirahatnya, ia telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.” Wahyu 14:13 mengatakan, “Lalu aku mendengar suara dari sorga yang berkata: “Tuliskan: Berbahagialah mereka yang mati di dalam Tuhan, mulai sekarang." “Ya,” kata Roh, “supaya mereka dapat beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala pekerjaan mereka menyertai mereka.” Ini merujuk kepada hari terakhir ketika kami berhenti dari segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terakhir, </span><span class="cf1"><b>urgensi istirahat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Karena itu marilah kami berusaha keras untuk masuk ke dalam istirahat itu, supaya jangan seorang pun jatuh ke dalam ketidaktaatan itu.” Ini bukan gagasan bahwa Anda harus berusaha keras untuk memperoleh keselamatan, melainkan gagasan bahwa Anda dengan tekun berusaha untuk masuk ke dalam istirahat Allah melalui iman. Ini bukanlah sesuatu yang Anda tunda. Ini adalah sesuatu yang harus Anda lakukan dengan cepat, mendesak, dan dengan tekun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum. Dia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kami.” Ia berkata, tekunlah untuk masuk ke dalam istirahat Allah karena Firman Allah itu hidup dan kuat. Dan itu akan menusuk sampai ke bagian terdalam hatimu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Firman itu akan mendiagnosis kondisi hatimu. Firman itu akan menunjukkan kepadamu apakah pengakuanmu itu nyata atau palsu. Firman akan menunjukkannya kepada Allah, dan atas dasar itu Allah akan menghakimi. Itulah pedang bermata dua yang tajam, dan Dia akan berperang dengannya melawan mereka yang tidak taat. Dan suatu hari nanti dalam penghakiman yang agung, Firman Allah itu akan menyelami hatimu dan menyingkapkannya dan pedang itu tidak akan membuat kesalahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tidak ada satu makhluk pun yang tersembunyi bagi-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kami harus memberikan pertanggungjawaban." Jangan berpikir bahwa dengan aktivitas keagamaan Anda, dengan pengakuan iman Anda kepada Kristus, dengan berpaling dari kehidupan lama dan menghadap kepada Yesus Kristus, dapat menipu Allah dengan mempercayai bahwa Anda nyata, padahal sebenarnya tidak. Allah dapat melihat Anda apa adanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak dapat lari dari Allah. Dan ketika Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda terbuka bagi-Nya, itu berarti pedang Allah akan mengangkat dagu Anda untuk berhadapan langsung dengan Allah. Anda akan menghadapi Allah yang hidup yang Firman-Nya akan menembus dan menelanjangi hidup Anda. Dan karena itu kami menyimpulkan, hari ini saat Anda mendengar suara-Nya, jangan mengeraskan hati Anda. Bertobatlah dan percayalah Kristus. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240811</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000239</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jangan Mengeraskan Hatimu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000238"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+3:7-19" target="_blank" class="imCssLink">Hebrews 3:7-19</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab penuh dengan tanda-tanda peringatan yang dimaksudkan oleh Allah untuk mencegah manusia dari murka Allah yang tak terelakkan jika manusia terus berbuat dosa. Karena Perjanjian Lama memberi tahu kami bahwa Allah tidak senang dengan kematian orang jahat. Perjanjian Baru memberi tahu kami bahwa Allah tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang bertobat. Dan dalam Ibrani 3:7-19, kami kembali menemukan peringatan Allah untuk berpaling kepada Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak orang yang secara intelektual telah menanggapi Injil. Mereka mempercayainya, tetapi mereka tidak pernah berkomitmen pada iman itu. Mereka tidak pernah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, dan tidak bertobat dari dosa-dosa mereka, dan berbalik sepenuhnya kepada-Nya. Dan tidak menerima-Nya sebagai Juruselamat mendatangkan penghakiman yang lebih buruk kepada seseorang daripada tidak benar-benar mengetahuinya sepenuhnya dan dengan demikian tidak menerimanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kepada siapa banyak diberi, banyak pula dituntut. Jadi ayat 7-19 merupakan peringatan Roh Kudus kepada orang yang mengenal Injil, yang mengenal kebenaran, tetapi karena cinta akan dosa dan takut akan penganiayaan atau apa pun itu, tidak menyerahkan dirinya kepada kebenaran. Allah takut karena orang-orang Yahudi ini telah mendengar Injil. Mereka telah mendengarnya langsung dari para rasul dan para nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda apa itu orang murtad? Orang murtad adalah orang yang tahu kebenaran tetapi dengan sengaja menolaknya dan mundur. Nah, untuk menyampaikan peringatan ini, Roh Kudus menggunakan Perjanjian Lama, karena Ia tahu Ia berbicara kepada orang Yahudi dan Ia ingin berbicara kepada mereka dari konteks mereka sendiri. Jadi, Ia hanya mengambil contoh Musa dan menggunakan ilustrasi dari Musa, yang sangat cocok dengan maksudnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kitab Ibrani, penulisnya menyatakan bahwa Yesus lebih baik daripada segala sesuatu yang lain, dan bahwa Yesus adalah perantara perjanjian yang baru yang lebih baik daripada yang lama. Dan jika memang demikian, Dia pasti lebih baik daripada semua yang mengikuti perjanjian lama. Dia pasti lebih baik daripada para nabi lama. Dia bahkan pasti lebih baik daripada para malaikat yang menjadi perantara perjanjian lama. Dia pasti lebih baik daripada Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka satu per satu penulis Ibrani menunjukkan Yesus lebih besar dari semua ini. Dan pada saat kami sampai pada Ibrani 3, Yesus telah terbukti lebih besar dari para nabi, lebih besar dari para malaikat, dan lebih besar dari Musa, yang merupakan yang terbesar dari semuanya. Maka karena Ia sudah berbicara tentang Musa, Ia ingin memasukkan penekanan yang kuat ini dengan pengalaman Musa kepada mereka yang berada di ambang pengambilan keputusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ini terbagi menjadi empat bagian. 1. Ilustrasi itu nyata. 2. Undangan, “Berjaga-jagalah.” 3. Perintah, “Saling menasihati setiap hari.” 4. Dan masalahnya: ketidakpercayaan. Perhatikanlah ilustrasi pertama. Terkadang ada baiknya untuk memulai dengan sebuah ilustrasi, lalu mendukungnya dengan Kitab Suci. Itulah yang dilakukan Allah di sini. Dan Roh Kudus memilih untuk memulai dengan memilih sesuatu pada zaman Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun kutipan-Nya berasal dari zaman Daud, karena Daud mengutip tentang zaman Musa. Jadi Dia kembali ke peristiwa Musa ketika dia mengembara di padang gurun sebagaimana yang dikutip oleh Daud dan Dia mengutipnya kembali. Dan Daud memilih pernyataan khusus ini 1.000 tahun sebelumnya, dan sekarang waktu ini Roh Kudus mengemukakan hal yang sama. Daud dalam Mazmur 95:7-11 mengatakan hal yang akan kami baca di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 95 merefleksikan ketidaktaatan dan penolakan Israel terhadap Musa dalam pengembaraan di Keluaran. Israel ditawan dan ditindas, mereka dipukuli, sehingga Allah mendatangkan tulah-tulah itu. Dan akhirnya tulah itu berakhir dengan kematian semua anak sulung. Lalu Allah berkata, "Musa, kumpulkan mereka untuk keluar dari sini!" Lalu Musa menggiring mereka keluar, dan Firaun berkata, "Aku tidak tahan lagi dengan tulah-tulah itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka berangkat dan Allah berkata, “Musa, kamu ada masalah di Laut Merah. Dan kamu tidak punya perahu.” Jadi Allah berkata, “Musa, hanya ada satu hal yang harus kamu lakukan; minta saja Laut Merah terbelah dua.” Dan Laut Merah itu terbelah. Dan anak-anak Israel berjalan menyeberang di tanah kering, dan Firaun berpikir, “Wah, Itu kelihatannya mudah,” dan dia mengerahkan seluruh pasukannya ke sana, dan Laut Merah itu menutupi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah melakukan mukjizat-mukjizat di Israel. Dan mereka tiba di padang gurun, dan mereka langsung tidak percaya kepada Allah. Dan itu adalah ilustrasi klasik tentang ketidakpercayaan ketika mereka dihadapkan dengan bukti yang sangat banyak. Allah telah menyatakan diri-Nya. Mereka tahu kebenaran dari wahyu-Nya. Mereka melihat buktinya, tetapi mereka tetap tidak percaya. Jadi mereka harus mengembara, dan mereka mengembara selama 38 tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7-10</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberotakan pada waktu pencobaan di padang gurun, 9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku, padahal mereka melihat pekerjaan-pekerjaan-Ku 10 empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku menjadi murka terhadap angkatan itu dan berkata: "Hati mereka selalu sesat, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku."</span></span><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan apa yang tertulis di </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus.” Bukankah itu pernyataan yang menarik? Karena di Mazmur 95, coba tebak siapa yang berbicara? Daud. Namun, ketika kisah ini kembali ke Mazmur 95, tertulis, “Karena itu” – bukan seperti yang dikatakan Daud, tetapi “seperti yang dikatakan Roh Kudus.” Itu adalah ilustrasi klasik tentang apa itu inspirasi ilahi. Inspirasi adalah Roh Kudus yang berbicara melalui mulut Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apa yang dikatakan Daud bukanlah pendapatnya sendiri. Apa yang dikatakan Daud bukanlah pilihan kata-katanya sendiri. Ketika Daud membuka mulutnya, Roh Kudus Allah berbicara. Itulah ilham ilahi. Ketika Alkitab ditulis dan Anda membuka halaman-halamannya dan membaca sebuah ayat, itu bukanlah kata-kata pilihan manusia, itu adalah kata-kata Roh Allah yang merupakan penulis seluruh Kitab Suci. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Petrus 1:21 mengatakan, "Sebab nubuat tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus dimana orang-orang berbicara atas nama Allah." Roh Kudus menulis setiap kata dalam Kitab Suci. Itulah sebabnya kami percaya bahwa ketika Anda menyangkal inspirasi verbal mutlak dari seluruh Kitab Suci, hal itu adalah ketidakadilan yang parah, dan membuka pintu gerbang bagi segala jenis ajaran sesat yang mungkin terjadi baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan perhatikanlah, “Jika kamu mendengar suara-Nya.” Mendengarkan Allah adalah masalah kemauan Anda sendiri. Namun, ada kemungkinan untuk mengeraskan hati seperti yang dilakukan Israel. Jadi ayat 8 berkata, “Janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti yang mereka lakukan dalam pemberontakan.” Mengeraskan hati Anda juga merupakan masalah pilihan pribadi. Dalam 1 Timotius 4:2, Paulus berkata bahwa hati nurani seseorang dapat menjadi hangus seperti besi panas, seperti jaringan parut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang terjadi pada seseorang yang mendengar Injil berulang kali. ‘Hari ini’ hanya bertahan selama hati nurani Anda peka terhadap Roh Allah. Maka saat hari ini berakhir, besok sudah datang dan sudah terlambat. Itulah yang Dia katakan. Hari ini jika Anda akan menjalankan keinginan Anda untuk mendengar suara Allah, jangan mengeraskan hati Anda. Dan hati Anda akan semakin keras setiap kali Anda mengatakan tidak kepada Yesus Kristus ketika Anda mengetahui kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah memberi mereka cukup bukti untuk meyakinkan siapa pun. Namun, mereka mencintai dosa mereka, keegoisan mereka, rencana mereka sendiri dan ide-ide mereka sendiri, dan mereka tidak mau berkomitmen kepada Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, "Janganlah kamu lakukan seperti nenek moyangmu menguji Aku, mencobai Aku, dan melihat pekerjaan-pekerjaan-Ku 10 selama empat puluh tahun. Itulah sebabnya Aku menjadi marah dan berkata, "Hati mereka selalu sesat, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ilustrasi klasiknya ada di Bilangan 14. Ketika sebagian besar mata-mata dibawa kembali ke Kadesh-Barnea, mereka masuk ke sana untuk memata-matai negeri itu. Dan mereka semua kembali dan berkata, "Oh, kami ada dalam masalah! Orang-orang itu raksasa, dan kami seperti belalang." Dan saya menyebutnya ‘kompleks belalang’. Itu terjadi ketika Anda berjalan dengan penglihatan, Anda berakhir dengan kekalahan. "Oh, mereka terlalu besar dan terlalu kuat!"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena mereka membawa laporan yang jahat, Allah berkata, "Tidak seorang pun dari kalian yang cukup umur untuk menjadi tentara Israel akan pernah masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidakpercayaan kalian. Hanya ada dua orang pengintai yang membawa laporan yang baik: Yosua dan Kaleb. Dan dari seluruh generasi itu, hanya dua orang yang masuk ke Tanah Perjanjian, karena mereka percaya Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menjawab Musa saat ia memohon kepada Allah agar tidak memusnahkan seluruh bangsa itu karena ketidakpercayaan mereka. Allah berkata, "Semua orang yang telah melihat tanda-tanda yang telah Kulakukan di Mesir dan di padang gurun tidak mendengarkan suara-Ku. Mereka memiliki cukup bukti untuk percaya bahwa Aku dapat membawa mereka ke negeri yang berlimpah susu dan madu. Namun, mereka tidak percaya kepada-Ku, jadi mereka tidak akan melihat negeri itu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ulangan 2:14, dikatakan, mereka mengembara selama 38 tahun sampai seluruh generasi itu mati karena ketidakpercayaan yang mendalam. Dan dalam Ulangan 9:7, Roh Kudus berkata, "Ingatlah dan janganlah lupa, bagaimana engkau telah membangkitkan murka Tuhan Allahmu, di padang gurun ini; sejak kamu keluar dari Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu telah memberontak terhadap Tuhan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, dilanjutkan dengan Israel dalam Mazmur 95, “Itulah sebabnya Aku menjadi marah terhadap angkatan itu dan berkata: “Hati mereka selalu sesat, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku.” Mereka terus melakukannya. Allah muak dengan mereka. Allah menolak mereka. Dan Allah mencela mereka. Mengapa? “Karena hati mereka selalu sesat, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Maka Aku bersumpah dalam murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat istirahat-Ku. 12 Berhati-hatilah, saudara-saudari, supaya di antara kalian jangan ada yang hatinya jahat dan yang tidak percaya dan yang berpaling dari Allah yang hidup.” Allah berkata, “Janganlah keraskan hatimu. Dengarkanlah hari ini dan lakukanlah hari ini apa yang Allah ingin kamu lakukan, dan janganlah lakukan apa yang dilakukan Israel bahkan setelah mereka melihat buktinya selama 40 tahun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak memiliki iman. Mereka adalah orang-orang yang terbiasa mengikuti kejahatan. Kemudian ada ilustrasi penutup di </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Maka Aku bersumpah dalam murka-Ku, “Mereka takkan masuk ke tempat istirahat-Ku.” Nah, kata “istirahat” di sini merujuk pada ilustrasi itu ke Kanaan, tanah yang berlimpah susu dan madu, Tanah Perjanjian. Dan kata istirahat menyiratkan perhentian dari pengembaraan. Ketika Allah bersumpah kepada diri-Nya sendiri, itu adalah sumpah yang mengikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bangsa Kanaan begitu jahatnya sehingga mereka mengubur bayi-bayi hidup dalam kendi-kendi di dinding setiap bangunan yang mereka bangun. Mereka adalah bangsa yang sangat kasar, tidak bermoral, dan tidak bertuhan sehingga Allah ingin mereka dilenyapkan dari muka bumi melalui tindakan pengadilan di mana Dia akan menggunakan Israel sebagai alat penghakiman-Nya. Namun, daripada Israel memusnahkan bangsa Kanaan, mereka malah menikah dengan orang-orang bangsa itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka diperintah oleh banyak kerajaan non-Yahudi sampai era Romawi. Kemudian orang-orang Yahudi tersebar di seluruh bumi pada tahun 70 M. Dan sekarang di zaman kami, Allah sedang mengumpulkan mereka lagi untuk kerajaan-Nya, dan perhentian terakhir Israel itu datang di kerajaan itu. Ketika Yesus datang untuk kedua kalinya, Dia akan mendirikan kerajaan-Nya dan itu akan menjadi perhentian yang sejati. Nah berdasarkan ilustrasi itu, saya ingin Anda melihat undangannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Berjaga-jagalah, saudara-saudari, supaya jangan ada di antara kamu yang hatinya jahat dan yang tidak percaya karena ia menjauh dari Allah yang hidup." Lihatlah hatimu sendiri. Apakah kamu mengetahui kebenaran tentang Yesus Kristus? Dengan kasih, saya katakan kepadamu, jangan biarkan dirimu memiliki hati yang tidak percaya, dan kamu akhirnya menjauh dari Allah yang hidup. Ini bukan merujuk kepada orang Kristen. Saudara-saudara yang kudus adalah orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda apakah kejahatan terbesar di dunia? Ketidakpercayaan. Kegagalan untuk percaya kepada Allah. Inilah orang-orang non-Kristen yang hampir beriman. Mungkin beberapa dari mereka mengaku dirinya sebagai orang Kristen. Mereka tidak pernah mengaku bahwa mereka secara aktif menentang Kristus, tetapi kenyataannya mereka memang begitu. Tidak peduli seberapa dekat Anda dengan Yesus Kristus, jika Anda tidak pernah datang kepada-Nya, Anda memiliki hati yang jahat karena ketidakpercayaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berikut ini adalah instruksinya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tetapi, saling kuatkanlah setiap hari, selama masih disebut hari ini, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa." Rasul Paulus berkata dalam 2 Korintus 5:20, "Dalam nama Kristus kami memohon, "berilah dirimu didamaikan dengan Allah." Dosa tidak pernah membuatnya tampak seperti seharusnya. Dosa selalu menutupinya, dosa berbohong, dan manusia menjadi keras hati tanpa menyadarinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Karena kami telah menjadi peserta di dalam Kristus, asal saja kami berpegang teguh sampai pada akhirnya pada apa yang telah kami peroleh sejak semula.” Kata Kristus, “Itu saja tidak cukup, karena jika Anda benar-benar percaya dan telah menyerahkan hidup Anda, buktinya adalah kenyataan bahwa ketika semuanya berakhir dan hari itu berakhir, Anda akan tetap ada di sana.” Orang-orang yang benar akan tetap ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka undangan itu diulangi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Seperti yang difirmankan: Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.” Anda pikir Roh Kudus ingin Anda menerima pesan itu? Dia mengulanginya dua kali. “Jangan keraskan hatimu.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Karena siapakah yang mendengar dan memberontak? Bukankah semua orang yang keluar dari Mesir di bawah Musa?” Seluruh kelompok itu. Ada dua pengecualian: Yosua dan Kaleb.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Kepada siapakah Allah marah selama empat puluh tahun? Bukankah kepada mereka yang berbuat dosa, yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?" Dan Allah menyebut mereka dalam Ulangan 32:20, "Anak-anak yang sangat jahat, yang tidak setia." Allah murka kepada seluruh generasi manusia, dan Ia menghukum seluruh generasi itu sehingga mereka tidak dapat masuk ke dalam istirahat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Dan kepada siapakah Ia bersumpah, bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam perhentian-Nya, kalau bukan kepada mereka yang tidak taat?” Dan itu membawa kami kepada pokok persoalan, yaitu poin keempat, </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Demikianlah kami lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk karena ketidakpercayaan mereka.” Kami diselamatkan oleh iman. Anda dapat menaruh iman Anda kepada Allah semesta alam. Dia layak untuk Anda imani. Ketidakpercayaan akan mendatangkan kehancuran Allah. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240804</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000238</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus, lebih besar dari Musa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000237"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+3:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 3:1-6</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami perhatikan Ibrani 3:1–6 dimana kami tahu bahwa penulisnya adalah Roh Kudus. Sekarang, kitab Ibrani ditulis kepada komunitas Yahudi yang telah diinjili oleh para rasul dan nabi pertama. Dan beberapa di antara mereka menjadi percaya, dan berkumpullah kumpulan orang-orang Yahudi yang beriman. Namun ada beberapa orang Yahudi yang yakin secara intelektual namun belum pernah mengambil tindakan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selain kedua kelompok tersebut, ada kelompok lain yang belum yakin, yaitu mereka sudah mendengar Injil namun mereka sama sekali tidak ada tanggapan. Kepada kelompok ketiga inilah kitab Ibrani ditulis. Ada ayat-ayat tertentu yang ditujukan kepada orang-orang percaya Ibrani, orang-orang Kristen sejati yang telah menerima Kristus. Mereka keluar dari Yudaisme. Dan mereka telah dilahirkan kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu yang kedua, kelompok orang Ibrani non-Kristen yang yakin secara intelektual. Dan mereka diperingatkan bahwa karena mereka tahu begitu banyak, lebih baik mereka bertindak berdasarkan hal itu, agar mereka tidak murtad dan mereka tidak pernah lagi dapat bertobat. Mereka yang tahu kebenaran dan dengan sengaja menolak kebenaran telah diperingatkan. Barangsiapa yang dengan sengaja tidak percaya kepada Anak Allah akan mendapat hukuman yang lebih berat lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu yang ketiga, kelompok Ibrani non-Kristen. Mereka tidak percaya. Jadi ada tiga kelompok. Jika Allah berbicara kepada orang percaya yang masih berpegang pada Yudaisme, Dia berkata, “Kalian tidak memerlukannya. Kristus saja sudah cukup.” Jika Dia berbicara kepada orang-orang tidak percaya yang yakin, Dia berkata, “Percayalah kepada-Nya. Kristus saja sudah cukup.” Jika Ia berbicara kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya, Ia berkata, “Kristus lebih unggul. Dia cukup besar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi tema dalam kitab Ibrani adalah Kristus yang sempurna, yang unggul dan yang cukup besar. Kami tidak membutuhkan apa pun selain Yesus Kristus. Nah, jika Roh Kudus ingin menunjukkan bahwa Kristus lebih baik daripada siapa pun yang lain, maka Roh Kudus harus membuktikan bahwa karakter Yesus Kristus, lebih baik daripada semua orang yang berhubungan dengan Perjanjian Lama. Jika ini merupakan perjanjian yang lebih baik, maka perjanjian tersebut harus memiliki mediator yang lebih baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus mengatakan dalam Ibrani 1 bahwa Yesus Kristus lebih baik dari semua orang dan segalanya. Dalam Ibrani 2 Dia berkata bahwa Yesus Kristus lebih baik dari malaikat. Dalam Ibrani 3, Dia mengatakan Yesus lebih baik dari Musa. Dalam Ibrani 4, Yesus lebih baik dari Yosua. Dan kemudian Yesus lebih baik dari Harun. Jadi Yesus lebih baik dari umat Perjanjian Lama, pengorbanan, dan sebagainya. Yesus adalah yang tertinggi, terunggul dan cukup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah tema kitab Ibrani dalam dua kata: Pertimbangkanlah Yesus. Nah Dia membandingkan Musa, yang membawa perjanjian pertama. Dan orang-orang Yahudi sangat menghormati Musa. Dia adalah orang yang Allah ajak bicara mulut ke mulut. Dia adalah orang yang melihat kemuliaan Allah. Dia adalah orang yang kemuliaan Allahnya ditransfer langsung ke wajahnya. Dialah yang memimpin Israel keluar dari Mesir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun lebih dari itu, hal terbesar yang ada dalam pikiran seorang Yahudi adalah hukum. Dan Musalah yang memberi hukum itu. Dan perintah serta ritual Perjanjian Lama merupakan prioritas orang Yahudi. Dan Musa bukan hanya membawa Sepuluh Perintah Allah, namun dia juga menulis seluruh Pentateukh, yang mengabarkan semua hukum yang mengatur segala sesuatu yang mereka lakukan. Jadi Musa adalah pemberi hukum yang hebat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sehebat apapun Musa, Roh Kudus memanggil kami untuk menatap Yesus, yang jauh lebih besar dari Musa. Jika menurut Anda Musa itu hebat, pertimbangkanlah Yesus. Jadi agar Roh Kudus memberikan bukti yang mendukung superioritas, supremasi, dan kecukupan Kristus, Ia memilih tiga presentasi. Ia mengatakan bahwa Yesus itu unggul dalam jabatan-Nya, unggul dalam pekerjaan-Nya, dan unggul dalam pribadi-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Unggul dalam jabatan-Nya, Dialah Imam Besar. Unggul dalam pekerjaan-Nya, Dialah yang membangun rumah. Unggul dalam pribadi-Nya, Dia adalah Anak. Pertama, Roh Kudus berkata bahwa Yesus lebih unggul dari Musa dalam jabatan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Oleh karena itu, saudara-saudara yang kudus, yang mengambil bagian dalam panggilan surgawi, perhatikanlah Rasul dan Imam Besar pengakuan kami, Kristus Yesus. Pertimbangkanlah Yesus.” Itulah yang saya ingin Anda lakukan malam ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata pertama, “Oleh karena itu.” Berdasarkan apa yang baru saja saya katakan, pertimbangkan Yesus. Kami melihat Yesus dalam Ibrani 2:9, ditempatkan lebih rendah dari para malaikat. Anda sudah mengatakan bahwa Dia adalah pencipta keselamatan, juga pengudus, juga saudara-saudara, Dia menghancurkan Setan dan kematian. Ia berbicara langsung kepada orang-orang Kristen Yahudi yang percaya, yang memandang Yesus kedepan dari satu mata namun selalu menoleh ke belakang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebanyakan dari kami tidak bisa membayangkan keluar dari Yudaisme. Dan kami tidak memahami godaan untuk mempertahankan hal-hal lama. Kami mendapat diri kami percaya bahwa pekerjaan kami dan ciri-ciri keagamaan kamilah yang mendasari semua hal tersebut. Dan meskipun kami menerima anugerah Allah gratis secara lengkap di dalam Kristus, kami lebih memilih berpegang pada legalisme macam ini daripada menjalani kehidupan positif yang dikendalikan oleh Kristus dan yang diberi energi Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Oleh karena itu, saudara-saudari yang kudus” Jadi di sini Allah berbicara kepada orang-orang percaya, kepada orang-orang Kristen, kepada orang-orang Yahudi yang kudus, saudara-saudari yang kudus di dalam Kristus. Nah, mereka tidak suci karena perbuatan mereka, tetapi karena kedudukan mereka. Dia menyebut mereka juga “yang mengambil bagian dalam panggilan surgawi.” Dalam kitab Ibrani, segala sesuatu bersifat surgawi. Dia membuat perbedaan di antara Kekristenan dan Yudaisme. Yudaisme adalah panggilan duniawi dengan warisan duniawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami hanya orang asing dan peziarah di sini. Kami menggantungkan kaki kami di dunia, namun kami sebenarnya tidak benar-benar berada di sini. Anda adalah warga negara surga. Nah, tinggalkanlah hal-hal duniawi. Itulah sebabnya tidak boleh ada ritual apa pun di gereja. Kami tidak memerlukan ritual itu karena kenyataannya ada di sini. Yesus berkata, “Kamu menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, bukan dalam ritual.” Jadi orang-orang percaya mengambil bagian di dalam sifat kebenaran Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertimbangkanlah Yesus. Kata “pertimbangkanlah” bukan berarti itu dianggap enteng. Kata itu bukan berarti melihat sekilas. Kata itu berarti mengarahkan diri Anda untuk menatap Yesus dengan saksama. “Nah, untuk apa Dia mengatakan hal ini kepada orang-orang Kristen? Kami sudah mengenal Kristus.” Dengarlah, tak ada seorang pun yang membutuhkan pesan itu lebih dari kami, karena kami masih jauh dari menemukan seluruh kemuliaan-Nya, siapakah diri-Nya itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak orang Kristen tidak menikmati Yesus. Mereka sengsara dan merasa tidak bahagia. Mereka tidak tahu apa pun tentang suka cita. Satu-satunya hal yang baik bagi kami adalah kami dapat menangis dan minta tolong kepada Yesus. Dan alasannya adalah, mereka tidak mengenal Dia melalui pengalaman, tidak mengenal Dia sepenuhnya. Anda perlu mengenal kebajikan sejati. Jika Anda tidak menikmati Yesus, lebih baik Anda menetap bersama-Nya sampai kehidupan Kristen Anda dipenuhi banyak sensasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memberi Yesus dua gelar. Dia menyebut Dia rasul dan imam besar. Inilah alasan pertama mengapa Yesus lebih baik daripada Musa, karena Yesus adalah rasul dan juga imam besar; Musa adalah seorang rasul saja. Siapakah imam besar waktu itu? Harun. Jadi Yesus lebih unggul dalam jabatan-Nya, karena Dia adalah kedua-duanya. Apostolos artinya ‘diutus Allah’. Dan Yesus adalah duta Allah tertinggi, yang diutus ke dunia ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, seorang duta besar harus berbicara dengan suara Yang mengutusnya. Maka Yesus datang dan berkata, “Aku tidak membicarakan apa yang Aku putuskan untuk dibicarakan. Aku hanya mengatakan apa yang Aku dengar dari Bapa.” Jadi Yesus adalah utusan sempurna dari Allah. Dia datang dengan segenap kuasa Allah, dan Dia berbicara dengan suara Allah. Namun lebih dari itu, Dia selalu adalah imam besar dalam kepercayaan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata “imam” dalam bahasa Latin adalah kata pontifex, yang diterjemahkan menjadi dua kata, artinya pembangun jembatan. Dan Yesuslah yang membangun jembatan dari Allah ke umat manusia. Jadi Yesus bukan hanya yang diutus Allah, dengan segala kuasa Allah dan yang berbicara dengan suara Allah, tetapi Dialah yang mengambil manusia dan Allah dan menyatukan mereka. Dialah pembangun jembatan. Dan Dia juga adalah jembatan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian dikatakan bahwa Dia adalah Rasul dan Imam Besar. Artinya, Dialah yang kami akui. “Jika kamu mengaku Kristus, jika kamu mengaku bahwa Dia adalah Tuhanmu, maka kamu tentu harus memandang Dia, benar?” Itulah yang Dia katakan. “Hai orang-orang Yahudi, kamu telah menerima Kristus, kamu telah mengakui Dia sebagai rasul dan imam besarmu yang baru, kamu telah menerima semua yang Dia miliki. Nah tataplah Dia dengan saksama.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Dia</span><span class="cf1"><b> unggul dalam pekerjaan-Nya</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2-4</b></span><span class="cf1">, “Yesus setia kepada Dia yang mengangkat Dia, sama seperti Musa setia kepada seluruh keluarga Allah. 3 Tetapi Yesus dianggap lebih mulia daripada Musa, sama seperti pembangun itu lebih dihormati daripada rumah. 4 Setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi yang membangun segala sesuatunya adalah Allah.” Sebelum berbicara tentang perbedaannya, Allah berbicara tentang persamaannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 6:38 dikatakan, “Sebab Aku turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku sendiri, melainkan untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Yohanes 17:4 berkata, “Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku.” Yesus selalu melakukan kehendak Bapa-Nya. Dan kemudian Roh Kudus berkata di ayat 2, “Sama seperti Musa setia di rumah tangga Allah.” Lihat, tidak ada perbedaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Anda melihat bahwa dikatakan bahwa ia setia di seluruh rumah tangga Allah. Apakah rumah tangga Allah itu?” Nah, dalam Perjanjian Lama Anda membaca tentang kaum Daud dan kaum Israel. Jadi siapakah rumah tangga Allah? Orang-orang percaya. Orang-orang percaya Perjanjian Lama, Israel, dan semua proselit yang mungkin terlibat. Orang-orang percaya Perjanjian Lama. Musa setia dalam rumah tangga Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1"> bahwa Kristus juga setia pada rumah-Nya. Itu ada di Efesus 2:19, “Jadi, kalian bukan lagi orang asing dan orang berbeda, melainkan kawan sebangsa dengan orang-orang kudus dan anggota rumah tangga Allah.” Itulah gereja-Nya. 1 Petrus 2:4-5 mengatakan, “Ketika kamu datang kepada-Nya, Dia sebagai batu hidup, yang ditolak oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormati oleh Allah, 5 kamu sendiri, seperti batu hidup, membangun rumah rohani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun disini datanglah perbedaannya pada </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Sebab Yesus dipertimbangkan lebih mulia dari pada Musa, sama seperti Yang membangunnya itu lebih dihormati dari pada rumahnya.” Musa setia, tetapi dia adalah bagian dari rumah. Yesus membuat rumah itu. Itulah perbedaannya. Yesus menciptakan Israel. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, Ibrani 1 atau Yohanes 1. Dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah dijadikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi untuk melakukan itu, Engkau harus adalah Allah.” Itu di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Nah setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Yang membangun segala sesuatu itu adalah Allah.” Dan siapa yang membangun segala sesuatu itu? Yesus melakukannya. Dia adalah Allah. Setiap rumah dibangun oleh seseorang. Anda adalah bagian dari rumah Allah. Ada seseorang yang membagikan Kristus kepada Anda, benar? Dan mereka bertanggung jawab secara manusiawi atas bagian dari rumah itu. Tetapi siapa sebenarnya yang menciptakan rumah itu? Yesus melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, </span><span class="cf1"><b>keunggulan pribadi-Nya</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5–6</b></span><span class="cf1">, “Musa setia sebagai hamba dalam seisi rumah Allah, sebagai kesaksian atas apa yang akan diucapkan di kemudian hari. 6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah tangganya. Dan kami adalah rumah tangga itu jika kami berpegang teguh pada keyakinan kami dan harapan yang kami banggakan.” Ada banyak perbedaan di antara seorang hamba dan seorang Anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pelayan datang dan pergi; tetapi anak laki-laki adalah untuk seumur hidup. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan Musa setia dalam seluruh rumahnya sebagai seorang hamba.” Dan ini adalah kata yang bermartabat. Ini juga digunakan untuk malaikat. Ini digunakan untuk para nabi dalam Septuaginta. Dia adalah seorang yang setia, taat, melayani, dan dia adalah seorang penatalayan Allah yang baik. Dalam Keluaran 40, delapan kali ini mengacu pada ketaatan Musa terhadap semua yang diperintahkan Allah kepadanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Betapapun mulianya dia, Yesus itu lebih mulia. Perhatikan bahwa Roh Kudus tidak pernah membandingkan Yesus dengan kegagalan Musa. Dia dapat dibandingkan dengan kesuksesan siapa pun dan masih tetap tampil jauh lebih hebat. Musa bukanlah akhir dari segalanya. Itulah yang tidak dipahami oleh Yudaisme. Musa hanya setia sebagai kesaksian terhadap hal-hal yang belum dikatakan. Yudaisme tanpa Kristus bukanlah keseluruhan cerita!</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Musa menulis semuanya tentang Aku.” Jadi, tahukah Anda, menerima Musa dan bukan Yesus sebenarnya berarti tidak menerima Musa. Musa hanyalah seorang hamba yang menunjuk pada sesuatu yang akan terjadi setelah itu. Dia adalah pengurus rumah orang lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Kristus adalah Anak”di atas rumah-Nya sendiri. Kami adalah rumah Tuhan. Kami dibangun bersama-sama, Efesus 2:22, untuk menjadi rumah Roh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Timotius 3:15 mengatakan, “Tetapi jikalau Aku terlambat, Aku menulis ini supaya kamu mengetahui bagaimana seharusnya tingkah laku manusia dalam rumah tangga Allah, yaitu jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah tangga-Nya. Dan kami adalah rumah tangga itu jika kami berpegang teguh pada keyakinan kami dan harapan yang kami banggakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda dapat tahu siapa yang sebenarnya berada di rumah Allah, karena mereka tinggal di sana. Orang yang keluar, tidak pernah menjadi milik-Nya sejak awal. Nah, hal ini diulangi dalam kitab Ibrani. Jika Anda benar-benar menyerahkan diri kepada Kristus, hal itu terlihat dari cara Anda menjalani hidup. Namun jika di bawah tekanan penganiayaan, Anda tidak pernah membuat komitmen tersebut, maka itu membuktikan bahwa Anda sejak awal tidak pernah menjadi rumah-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Yohanes 9 mengatakan, “Siapa pun yang tidak menetap dalam ajaran Kristus tetapi melampauinya, tidak memiliki Allah. Orang yang tetap berpegang pada ajaran itu, orang ini mempunyai Bapa dan Anak.” 1 Yohanes 2:19 mengatakan, “Mereka memang keluar dari antara kami, tetapi mereka bukan milik kami; karena jika mereka milik kami, mereka akan tetap bersama kami. Namun, mereka keluar agar jelas bahwa tidak satu pun dari mereka adalah milik kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Dia katakan kepada kami? Dia mengatakan dua hal. Nomor satu, jadilah nyata. Periksalah dirimu sendiri. Apakah Anda benar-benar beriman? Bagaimana dengan beberapa dari Anda malam ini? Apakah kalian nyata? Dan yang kedua, saya katakan kepada Anda yang sudah menjadi orang Kristen, pertimbangkanlah Yesus. Orang Kristen, belajarlah menjalani seluruh hidupmu dengan pandanganmu tertuju pada-Nya. Dia adalah semua yang Anda butuhkan. Paulus mengatakan, “Kamu lengkap di dalam Dia.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jul 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240728</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000237</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus adalah Segalanya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000236"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+2:9-18" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 2:9-18</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan kami adalah memikirkan kemuliaan Juruselamat kami. Nah surat Ibrani ditulis untuk orang Yahudi. Beberapa dari mereka telah percaya kepada Kristus, dan mereka memahami Injil dengan baik. Yang lainnya sedang dalam proses mempertimbangkan Kristus, dan mereka memerlukan klarifikasi lebih lanjut untuk memahami lebih lanjut. Namun bagi semua orang, hal ini ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dunia yang sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebuah artikel surat kabar baru-baru ini memuji kedatangan Anak Allah di dunia ini. Menurut artikel tersebut, penyelamat dunia adalah seorang guru India berusia 13 tahun yang namanya saya lupa. Dia sebenarnya bukanlah orang baru karena dia hanya menempati posisi di antara barisan panjang calon penyelamat dunia, calon Mesias. Simon Magus yang mencoba membuktikan dirinya sebagai Anak Allah dengan terbang dari sebuah gedung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penerbangannya baik-baik saja; pendaratannya menyedihkan. Sampai ke orang-orang modern seperti Hitler, Bapa Ilahi, dan pada suatu hari nanti ada orang yang membuat klaim tersebut, yang dalam Alkitab dikenal sebagai Antikristus. Namun sayangnya bagi mereka dan untungnya bagi kami, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil. Jawaban yang lengkap memberi tahu kami mengapa Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat yang sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, supaya Roh Kudus dapat membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Kristus adalah perantara perjanjian yang lebih baik, maka Roh Kudus harus membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Kristus lebih baik daripada semua hal yang menyertai perjanjian lama. Dan kami telah tahu bahwa Perjanjian Lama saat ini disampaikan kepada manusia melalui para malaikat. Oleh karena itu, Roh Kudus harus membuktikan kepada pikiran orang Yahudi bahwa Kristus lebih unggul daripada malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka di dalam Ibrani 1, Allah menyatakan bahwa Yesus lebih unggul dari para malaikat, mulai dari ayat 4 - 14. Malaikat adalah pelayan, ayat 7 mengatakan, tetapi bagi Anak Allah, ayat 8 mengatakan, “Tahta-Mu, ya Allah, untuk selamanya. Engkaulah yang diurapi Allah,” ayat 9, “dengan minyak kegembiraan di atas sahabat-sahabat-Mu,” artinya di atas para malaikat. Satu-satunya yang lebih tinggi dari para malaikat adalah Allah sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala ciptaan tunduk kepada Kristus, ayat 13 mengatakan: “Kepada malaikat manakah pernah Dia berfirman, ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Aku menjadikan musuh-musuh-Mu sebagai tumpuan kaki-Mu’?” Dan jawabannya adalah tidak satupun dari para malaikat. Dan orang-orang Yahudi memahami bahwa malaikat adalah makhluk surgawi. Mereka dikaitkan dengan pekerjaan Allah. Mereka dikaitkan dengan hukum Allah. Mereka menyembah Allah yang benar dalam kekudusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu siapakah yang lebih hebat dari para malaikat? Jika Yesus Kristus ini adalah Juruselamat kami dan Dia adalah Penebus kami, maka Dia pasti lebih besar dari manusia, karena manusia tidak dapat menebus diri mereka sendiri, dan Dia juga lebih besar dari malaikat, jadi Dia pastilah Allah. Namun pertanyaan di kalangan orang Yahudi adalah, “Bagaimana mungkin Yesus ini lebih besar dari para malaikat, padahal Ia manusia dan mati? Bagaimana Dia bisa menjadi Mesias dan dieksekusi?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 1:23 Paulus mengatakan kematian Kristus di kayu salib merupakan batu sandungan bagi orang Yahudi. Namun apa yang kami pelajari dirangkum dalam Ibrani 2:9, “Tetapi kami melihat Yesus—untuk waktu yang singkat lebih rendah dari malaikat, sehingga oleh anugerah Allah Ia merasakan kematian bagi semua orang—dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena Ia telah menderita kematian.” Ia dilahirkan untuk mati, dilahirkan dalam daging manusia dengan tujuan untuk mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tangan bayi itu, yang dibentuk oleh Roh Kudus di dalam rahim Maria, dibuat untuk memiliki dua paku besar. Kaki lembut itu, harus berjalan mendaki bukit dan dieksekusi di depan banyak orang. Kepala suci itu, dengan mata berbinar, memakai mahkota duri. Tubuh lembut itu, yang dibungkus dengan lampin di Betlehem, akan dirobek dengan tombak untuk memperlihatkan hati yang hancur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun hal itu tidak mendiskualifikasi Dia; Malah itu membuat Dia memenuhi syarat untuk menjadi Juruselamat kami yang agung. Manusia, yang diciptakan oleh Allah, akan mendominasi ciptaan. Namun umat manusia jatuh ke dalam dosa dan kehilangan mahkotanya. Manusia seharusnya menjadi raja, namun sebaliknya ia adalah seorang budak, lemah dan terikat pada dosa dan diperintah oleh apa yang awalnya dirancang untuk dikuasainya. Dan ke dalam situasi ini datanglah Yesus, untuk menjadikan manusia sesuai dengan kehendak Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sementara orang-orang Yahudi bertanya-tanya bagaimana Jesus bisa menjadi Juruselamat jika Dia seorang manusia dan Dia mati. Perjanjian Baru berulang kali menyatakan hal ini dengan jelas bahwa untuk menjadi Juruselamat, Yesus Kristus harus menjadi seorang manusia, dan Dia harus mati. Kematian Kristus bukanlah suatu kebetulan. Itu adalah rencana Allah. Dia menjadi lebih rendah dari malaikat karena suatu tujuan tertentu, yang Dia laksanakan. Mati sebagai manusia membuat Dia memenuhi syarat untuk menjadi Juruselamat kami yang agung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah keseluruhan kisah inkarnasi. Allahlah yang menjadikan diri-Nya manusia, untuk menggantikan kematian manusia, dan dengan demikian membebaskan manusia untuk hidup bersama Allah. Itulah kerendahan hati yang sejati. Namun keseluruhan konsepnya menakjubkan. Menyadari bahwa Pencipta para malaikat, Tuhan semesta alam, Yang disembah oleh para malaikat, demi kepentingan kami, selama tiga puluh tiga tahun, harus menjadi lebih rendah dari para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat Anda melihat Ibrani 2:9 – 18, Yesus ditampilkan sebagai Juruselamat kami yang agung melalui lima pernyataan. Pertama, Dia adalah pengganti kami; kedua, Dialah Penguasa kami; ketiga, Dialah yang menguduskan kami; keempat, Dia adalah Penakluk Setan kami; dan kelima, Dia adalah simpatisan kami. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi Anda sebagai orang percaya, namun dengan indah dan megah semuanya menyatu dalam teks khusus ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kami melihat Yesus—untuk waktu yang singkat lebih rendah dari para malaikat, supaya oleh anugerah Allah Ia merasakan kematian bagi semua orang—dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan karena Ia telah menderita kematian.” Dia harus merasakan kematian untuk semua orang. Dengan kata lain, untuk menebus umat-Nya, Dia harus mati dalam kematian mereka. Kematian Kristus yang menggantikan adalah inti Injil. Dia direndahkan beberapa saat saja dari para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah sebuah penghinaan. Paulus membicarakannya dalam Filipi 2: Karena setara dengan Allah, Yesus Kristus tidak berpegang pada hal itu; Dia serahkan hal itu dan terus turun ke dalam kemanusiaan, dan terus menuju kematian, dan terus menuju kematian di kayu salib. Mengapa? Untuk merasakan kematian bagi semua orang. Dia satu-satunya yang bisa menjadi pengganti. Dia tidak bersalah apa pun, namun Dia merasakan kematian bagi orang-orang berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami juga melihat motif penghinaan-Nya. Sekali lagi kami melihatnya di ayat 9, bahwa Dia melakukan ini karena anugerah Allah. Tahukah Anda apa yang menggerakkan Yesus Kristus untuk menderita demi kami? Anugerah adalah kata terhebat yang pernah ada. Tahukah Anda apa itu anugerah? Ini adalah bantuan yang tidak selayaknya diperoleh. Saat kami pantas mati. Ketika kami tidak layak dapatkan apa yang kami dapatkan namun layak mendapatkan apa yang kami tidak dapatkan, kami mendapatkan apa yang tidak pantas kami dapatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Galatia 4:4 mengatakan Yesus datang untuk menebus mereka yang 'di bawah hukum Taurat. Roma 8 mengatakan Dia datang 'dalam rupa daging yang dikuasai dosa sebagai korban penghapus dosa.' 2 Korintus 5:15 mengatakan, “Ia mati untuk semua orang.” Hanya melalui Anak yang merasakan kematian, seorang pendosa dapat diampuni. Ini adalah tindakan yang didorong “oleh anugerah Allah.” Semata-mata atas dasar perbuatab baik Allah, Ia memilih untuk mengutus Anak-Nya sebagai pengganti orang-orang berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus begitu sukses dalam hal ini sehingga sebagai akibat dari kematian pengganti itu, Dia kemudian “dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan.” Filipi 2:9 katakan bahwa Allah mengaruniai Dia 'nama di atas segala nama', dan menempatkan Dia di sebelah kanan-Nya, mengesahkan pekerjaan-Nya. Berdasarkan sifat keilahian-Nya, Dia lebih besar dari para malaikat. Untuk sesaat, tiga puluh tiga tahun, Dia lebih rendah dari para malaikat, untuk mati menggantikan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, penulis menampilkan Dia sebagai </span><span class="cf1"><b>Tuhan kami yang berdaulat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Sebab dengan membawa banyak anak laki-laki dan perempuan kepada kemuliaan, sudah selayaknya Allah, yang untuk-Nya dan melalui Dia segala sesuatu tercipta, harus menyempurnakan sumber keselamatan mereka melalui penderitaan.” Kata archēgos, dalam Kisah Para Rasul, sebenarnya diterjemahkan sebagai “Pangeran kehidupan” ketika mengacu pada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tahu bahwa jika Dia ingin membawa banyak anak kepada kemuliaan, harus ada seseorang yang menjadi pencipta keselamatan. Kemudian dalam Ibrani dikatakan Kristus menyempurnakan keselamatan kami melalui kematian-Nya. Bisa dibilang salib adalah mahakarya kebijaksanaan. Itu sesuai dengan kekudusan-Nya. Hal ini menunjukkan kebencian Allah terhadap dosa. Itu sesuai dengan rahmat-Nya karena itu adalah tindakan cinta untuk mendatangkan pengampunan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pertunjukan kekuatan terbesar yang pernah ada. Kristus bertahan dalam kegelapan selama beberapa jam, menanggung kemurkaan Allah sepenuhnya bagi semua orang yang akan diselamatkan sepanjang sejarah umat manusia. Dia adalah kedaulatan kami dan Raja kami, dan Dia membawa kami ke dalam kerajaan-Nya. Kemampuan-Nya untuk memimpin, kemampuan-Nya untuk memerintah, kemampuan-Nya untuk membawa kami kepada Allah, untuk menunjukkan kami jalan menuju Allah, yang memerlukan penderitaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus adalah </span><span class="cf1"><b>Pengudus kami</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Sebab Yang Menguduskan dan mereka yang dikuduskan, semuanya mempunyai satu Bapa. Itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka saudara.” Dialah yang menjadikan kami suci dan benar. Kristus adalah Sang Pengudus; kamilah yang “dikuduskan.” Satu-satunya cara agar kami dapat dikuduskan adalah jika dosa-dosa kami telah dibayar dan kami dibenarkan oleh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kami benar-benar ikut ambil bagian dalam kekudusan ini? Lihat lagi ayat 11, bahwa Dia “tidak malu menyebut mereka saudara dan saudari.” Jika Anda bertanya-tanya berapa tingkat kekudusan Anda di mata Allah, itu setara dengan tingkat kekudusan Kristus. Kristus punya banyak alasan untuk merasa malu pada kalian, benar? Dia mengetahui segala dosamu tetapi Dia tidak malu. Ibrani 11 mengatakan, “Allah tidak malu disebut Allah mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda kudus dalam arti bahwa di hadapan Allah, kebenaran Kristus telah ditempatkan demi kepentingan Anda. Ada dua kebenaran dalam Perjanjian Baru, kebenaran praktis dan kebenaran posisi, yaitu siapakah diri Anda dan bagaimana Anda bertindak. Posisi Anda suci, Anda sempurna. Kolose 2, “Dan kamu utuh di dalam Dia.” Namun dalam praktiknya, dalam kehidupan kami sehari-hari, kami adalah orang-orang berdosa yang perjalanannya masih panjang sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Kristus tidak merasa malu untuk mengidentifikasikan diri dengan kami? Kami tahu bahwa kami bahkan tidak layak untuk mengidentifikasikan diri kami dengan-Nya. Itu karena kami telah dikaruniai kebenaran penutup yang sejati, yang begitu benar dan begitu nyata. Sebuah kebenaran yang tidak dapat diberikan tanpa dosa dibayar-Nya. Dan perhatikan ini, ini adalah </span><span class="cf1"><b>persaudaraan</b></span><span class="cf1"> yang diungkapkan lebih jauh lagi di ayat 12 dan 13.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12-13</b></span><span class="cf1"> berkata: Aku akan memberitahukan nama Engkau kepada saudara-saudara-Ku; Saya akan menyanyikan lagu pujian untuk Engkau di sidang. 13 Sekali lagi, Aku akan percaya pada-Nya. Dan lagi, inilah Aku bersama anak-anak yang Allah berikan kepada-Ku. Mazmur 22:22 mengatakan, Aku akan memberitahukan nama-Mu kepada saudara-saudari-Ku, Aku akan memuji Engkau di jemaat.” Yesus tidak pernah menyebut umat-Nya sebagai “saudara dan saudari” di seberang sebelum salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menyebut mereka murid-murid, menyebut mereka sahabat, menyebut mereka domba; tetapi tidak pernah saudara. Namun segera setelah Dia keluar dari kubur, Dia berkata kepada Maria di Yohanes 20:17, “Pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakan kepada mereka: Aku naik ke Bapa-Ku dan Bapa-mu, ke Allah-Ku dan Allahmu.” Salib dan kebangkitan-Nya menyatakan bahwa Yesus adalah Juruselamat yang sempurna, yang juga menguduskan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Betapa sukarnya bagi kami dalam kejatuhan kami, bahkan sebagai orang percaya, untuk bertanya-tanya apakah kami benar-benar milik Tuhan. Jika Anda berada di dalam Kristus, Anda telah dikuduskan; dan ketika Allah melihat Anda, Dia melihat Anda diselimuti kebenaran Kristus. Anda adalah saudara laki-laki atau saudari perempuan Kristus, ahli waris bersama Kristus; dan Kristus tidak malu pada kalian, dan Allah tidak malu disebut Allahmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam ayat 14 - 15 kami menemukan Yesus sebagai </span><span class="cf1"><b>penakluk Setan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14-15</b></span><span class="cf1">, “Karena anak-anak mempunyai darah dan daging yang sama, maka Yesus pun turut mengambil bagian dalam hal ini, supaya dengan kematian-Nya Ia membinasakan dia yang berkuasa atas maut, yaitu Iblis. 15 dan membebaskan mereka yang seumur hidupnya dijadikan budak karena takut akan kematian.” Pengganti kami, pengudus kami, telah meremukkan kepala Setan di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui kematian, Kristus membunuh kematian. Melalui kematian Dia bebaskan mereka yang karena takut mati menjadi budak sepanjang hidup mereka. Kuasa kematian di sini adalah kratos, yang berarti “kekuasaan”. Kematian adalah wilayah kekuasaan Setan. Itulah sebabnya Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa Kristus Yesus menghapuskan kematian dan membawa kehidupan serta keabadian ke dalam terang. Ketika Dia mati, Dia menghilangkan kuasa Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh dunia takut akan kematian; namun Kristus telah menghilangkan semua rasa takut itu. Dan “mati adalah keuntungan”, benar? Jauh lebih baik berada bersama Kristus. Ada satu lagi kemuliaan yang menjadi milik Juruselamat kami yang agung: Dia adalah </span><span class="cf1"><b>simpatisan kami</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab yang jelas, Ia tidak berusaha menolong para malaikat, melainkan menolong keturunan Abraham.” Tidak ada penebusan bagi malaikat, tidak ada keselamatan bagi malaikat. Mereka tidak pernah mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Sebab itu Kristus harus menjadi sama dengan saudara-saudari-Nya dalam segala hal, supaya Ia dapat menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan iman dalam urusan-urusan Allah, untuk mengadakan pendamaian bagi dosa-dosa manusia.” Dan kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Sebab karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan itu, maka Ia sanggup menolong orang-orang yang dicobai itu.” Dia dijadikan seperti saudara-saudari-Nya dalam segala hal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus itu lapar dan haus, Ia letih, Ia tidur, Ia diajar, Ia bertumbuh, Ia mengasihi, Ia heran, Ia takjub, Ia gembira, Ia sedih, Ia menjadi marah, Ia kecewa, Ia berduka, Ia kesusahan dan Dia dikalahkan. Dia beriman kepada Bapa-Nya. Dia membaca Alkitab. Dia berdoa sepanjang malam. Dia sama seperti kami. Supaya Dia bisa datang untuk menolong mereka yang tergoda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang Yahudi mungkin berpikir bahwa Yesus ini didiskualifikasian dari jabatan Juru Selamat Agung, namun kenyataannya adalah hanya Dialah satu-satunya yang memenuhi syarat. Dialah pengganti kami, penyuci kami, penakluk setan kami, dan simpatisan kami. Kristus adalah segalanya. Dia memahami kebutuhan kami, kegembiraan kami, kesedihan kami dan pergumulan kami. Jadi pikirkanlah kekayaan dari apa yang baru saja kita lihat dalam Ibrani 2. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240721</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000236</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nasib Manusia yang Hilang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000235"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+2:5-9" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 2:5-9</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani didedikasikan untuk keagungan dan keunggulan Yesus Kristus atas siapa pun dan apa pun. Ibrani bertujuan untuk meninggikan Yesus Kristus, khususnya di atas segala sesuatu yang berkaitan dengan Yudaisme sebelum kedatangan Kristus, apakah itu para malaikat atau Musa atau Harun atau Melkisedek. Yesus Kristus lebih unggul dari segala sesuatu yang berhubungan dengan Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Ibrani memberi tahu kami bahwa Yesus Kristus akan datang kembali dan pada suatu hari nanti Dia akan meletakkan semua musuh di bawah kaki-Nya, dan Dia akan berkuasa. Kitab Ibrani mengatakan bahwa seluruh alam semesta ada oleh dan untuk Yesus Kristus. Dan seluruh sejarah alam semesta sedang terburu-buru menuju penobatan Yesus Kristus. Dunia yang untuknya Dia menumpahkan darah-Nya, yang untuknya Dia membayar harga pembeliannya, akan menjadi milik-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan Kitab Ibrani dari awal sampai akhir adalah keunggulan Yesus Kristus. Dan ini sangat penting karena ketika Kristus datang sebagai Mesias Israel, yang menggenapi semua janji Perjanjian Lama, orang-orang Yahudi malah menolak Dia. Akibatnya, mereka membuat kesalahan besar dengan menerima semua tipe, simbol, dan ritual Perjanjian Lama, dan kemudian menolak kenyataan itu ketika Dia datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka harus memahami bahwa Yesus Kristus adalah penebus yang dijanjikan Allah. Dia adalah penebus yang diharapkan oleh semua orang kudus sejati. Dialah satu-satunya penebus yang diketahui manusia. Dan bagaimana Anda diselamatkan di Perjanjian Lama? Anda diselamatkan karena percaya akan janji yang Allah memberikan. Bagaimana Anda diselamatkan dalam Perjanjian Baru? Anda diselamatkan dengan mempercayai janji Allah yang Anda terima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di seluruh kitab Ibrani Anda menemukan kata lebih baik, lebih baik ini, dan lebih baik itu, semuanya berputar di dalam Kristus. Hal-hal yang lebih baik akhirnya datang dalam Yesus Kristus. Dan supaya Kristus menggenapi seluruh makna Perjanjian Lama itu. Sekarang kami dapat mengambil nubuatan dalam Yesaya 53 tentang kematian Yesus Kristus, dan kami dapat menunjukkan bagaimana Yesus dalam kematian-Nya menggenapinya secara mutlak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah sebabnya Yesus membuat pernyataan dalam Matius bahwa, “Aku datang bukan untuk meniadakan hukum, tetapi untuk menggenapi hukum itu.” Namun marilah saya mengambil satu bagian kecil dari Perjanjian Lama yang diselesaikan di dalam Kristus, dan itu adalah bidang perlambangan. Itu hanyalah gambaran Perjanjian Lama tentang Kristus. Bisa jadi itu manusia, peristiwa, binatang, atau situasi, apa pun itu, yang menggambarkan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Lama Anda ada pengorbanan. Dan suatu korban diambil, dan darah korban itu dipercikkan pada busur perjanjian, yang melambangkan kehadiran Allah. Dan dengan itu, manusia mengakui bahwa Allah akan ditenangkan dalam penanganan dosa melalui percikan darah. Mereka hanya membayangkan kedatangan darah yang lebih mulia, yang akan ditumpahkan hanya sekali saja untuk selama-lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan gambaran pengorbanan dan percikan darah tidak lain hanyalah sebuah kiasan dari apa yang Yesus akan lakukan, dan Dialah penggenapannya. Yang lainnya adalah tempat tinggal di Kemah Daun. Dan hal ini dinubuatkan dengan penampakan Allah dalam wujud manusia, tetapi hanya sebagai tempat tinggal sementara yang di bawah martabat-Nya, dan Yesus sendiri membuat pernyataan bahwa Dia telah datang untuk berkemah di antara manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini adalah dilema luar biasa yang dihadapi orang Yahudi secara historis sejak zaman Kristus, dimana mereka sama sekali tidak mampu menyelesaikan semua konflik yang diakibatkan oleh Perjanjian Lama yang tidak terpenuhi. Jadi, tahukah Anda apa yang Anda punya? Anda telah menjadikan dari masalah tersebut Yudaisme liberal dan Yudaisme “konservatif”, yang menjauhkan diri dari Yudaisme Ortodoks, karena Yudaisme Ortodoks itu tidak masuk akal. Inilah sama sekali tidak terpenuhi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dalam </span><span class="cf1"><b>Ibrani 2:5</b></span><span class="cf1">, yang kami mulai malam ini, Dia kembali ke keunggulan Kristus atas para malaikat. Dia masih dalam argumen yang sama, dan inilah poin yang luar biasa dalam ayat 5. Dan “Sebab kepada para malaikat Dia tidak menundukkan dunia yang akan datang, yang kami bicarakan ini.” Nah ada suatu hal yang luar biasa di sini. Maksudnya, Allah tidak memberikan penaklukan dunia ini kepada para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab Dia tidak menundukkan dunia yang akan datang kepada para malaikat seperti yang kami sedang bicarakan ini.” Bagian ini mencapai tiga hal. Yang pertama, ini menunjukkan bukti lain bahwa Yesus lebih baik daripada malaikat. Nomor dua, ini menjawab suatu keberatan. Jika Dia manusia dan Dia mati, bagaimana mungkin Dia lebih unggul dari malaikat? Ketiga, ayat-ayat ini mengungkapkan satu-satunya harapan bagi pemulihan nasib manusia yang telah hilang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat manusia saat ini telah hilang. Umat ​​​​manusia saat ini telah kehilangan makna keberadaannya. Dan bagian ini akan mengajari kami bagaimana manusia dapat memulihkan nasibnya dan, sebenarnya apakah nasibnya. Kami akan melihatnya dalam tiga poin saja. Nasib manusia diwahyukan oleh Allah, nasib manusia dibatasi oleh dosa, dan nasib manusia dipulihkan oleh Kristus. Nah, pertama-tama kami akan melihat nasib manusia yang diwahyukan oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia yang akan datang adalah dunia terbesar yang pernah ada. Dunia yang akan datang adalah dunia yang besar dan mulia. Dan siapa pun yang memerintah di dunia itu pastilah mulia melebihi kemuliaan, dan itu bukanlah malaikat. Hal ini menunjukkan, pertama, bahwa keunggulan malaikat atas manusia hanya bersifat sementara. Karena dalam dua ayat berikutnya Anda akan menemukan siapa yang akan memerintah di zaman yang akan datang. Anda tahu siapakah itu? Umat manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Anda akan melihat di ayat 5 istilah dunia. Itu adalah kata oikoumenēn. Oikos artinya rumah. Artinya tempat tinggal. Kata itu berarti bumi yang didiami. Hal itu tidak mungkin terjadi di bumi ini, karena bumi yang didiami ini tidak akan datang, melainkan akan lenyap. Pasti akan ada bumi diaman lain yang akan datang. Aku akan memberitahu kalian apakah itu. Inilah kerajaan milenial yang hebat. Inilah bumi baru yang didiami seribu tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semua makhluk yang masuk ke bumi yang dihuni baru ini akan menjadi sangat berbeda. Binatang-binatang akan berbeda-beda, dan bahkan manusia semuanya akan menjadi manusia yang ditebus yang masuk pada permulaan bumi yang baru dihuni itu. Dunia yang akan datang tidak akan tunduk pada malaikat. Nah dunia ini yang akan menghilang, yaitu dunia saat ini, berada di bawah kendali malaikat-malaikat yang jatuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah malaikat jatuh nomor satu? Setan. Siapakah pangeran dunia ini? Setan. Siapakah penguasa dunia ini? Setan. Setan dan malaikat-malaikatnya yang jatuh bukan hanya berkuasa di dunia ini. Daniel 10:20 mengatakan, “Tahukah kamu mengapa aku datang kepadamu? Aku harus segera kembali untuk berperang melawan pangeran Persia, dan ketika aku pergi, pangeran Yunani akan datang.” Pemerintahan bumi ini sekarang berada di tangan para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dari Efesus 6, kami tahu bahwa dunia ini dikuasai oleh setan-setan. Bahwa merekalah yang berdaulat di dunia. Mereka disebut kekuatan kerajaan dan penguasa kegelapan dunia ini. Kejahatan rohani di jabatan tinggi. Dan ini adalah barisan setan-setan. Merekalah yang menguasai dunia. Jadi bumi yang berpenghuni kini berada di bawah kedaulatan para malaikat, baik yang suci maupun yang tidak suci, yang sedang berperang satu sama yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bumi yang akan datang akan berada di bawah kendali umat manusia. Dan ayat-ayat ini mengungkapkan rencana nasib Allah bagi manusia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tetapi seseorang di suatu tempat memberi kesaksian” dan yang Dia maksud adalah Daud dalam Mazmur 8. Ini memang disengaja. Di seluruh kitab Ibrani, Roh Kudus itu tidak pernah menyebutkan nama penulis Perjanjian Lama mana pun. Dia hanya menghilangkan instrumen manusia dan menjadikan semuanya suara Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Roh Kudus berkata, “Apakah manusia itu sehingga Engkau mengingatnya?” Ini adalah Daud yang berbicara kepada Allah, “atau anak manusia, bahwa Engkau peduli padanya?” Maksud saya, intinya adalah ini, Allah, apakah manusia itu sehingga Engkau memberinya begitu banyak karunia dan berkat yang begitu banyak? Kemudian dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Engkau menjadikan dia lebih rendah dari para malaikat untuk waktu yang singkat; engkau memahkotainya dengan kemuliaan dan kehormatan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, dan menundukkan segala sesuatu di bawah kakinya. Karena dengan menundukkan segala sesuatu kepadanya, dia tidak meninggalkan sesuatu pun yang tidak tunduk padanya. Saat ini, kami belum melihat semuanya tunduk padanya.” Apakah kamu mendengar itu? Tahukah Anda bahwa rancangan awal Allah, nasib bagi manusia adalah agar manusia menjadi raja bumi? Dan bahwa segala sesuatu yang ada harus tunduk pada manusia?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menciptakan ras raja. Demikian pula penulis Ibrani, yang kedua, dari Kejadian 1:26 kami membaca, dan Allah berfirman, “Baiklah Kami menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kami, dan biarlah mereka berkuasa.” Apakah kamu mengerti? Manusia diangkat menjadi raja. “Kekuasaan atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, binatang ternak di seluruh bumi, dan semua binatang melata di bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan di </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, Dia juga berkata, “anak manusia.” Beberapa orang menafsirkannya sebagai rujukan kepada Kristus. Tidak. Anak manusia hanyalah sebuah istilah Ibrani yang mengacu pada umat manusia. Apakah pentingnya kemanusiaan yang lemah? Perhatikanlah </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Engkau menjadikan dia lebih rendah dari malaikat untuk waktu yang singkat; Engkau memahkotainya dengan kemuliaan dan kehormatan. Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menjadikan mereka dalam arti lebih rendah dari malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan karena mereka lebih rendah dari malaikat secara rohani. Allah mengasihi manusia dengan kapasitas tak terhingga yang Dia miliki sehingga Dia mencintai malaikat dan manusia secara setara. Hanya saja manusia lebih rendah dari malaikat dalam arti dia bersifat jasmani dan malaikat bersifat rohani. Allah sejak awal tahu bahwa nasib akhir manusia bukanlah sesuatu yang lebih rendah dari malaikat. Ini adalah rantai komando sementara saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah sedang melihat masa depan dimana manusia yang telah ditebus akan datang dalam Kristus dan akan naik dalam penebusan ke hadirat Allah dan menjadi berbeda dari para malaikat. Malaikat tidak terbatas pada hal-hal gaib. Mereka bisa turun ke bumi kapan saja Allah mau; jadi mereka punya pilihan yang tidak dimiliki manusia. Malaikat memiliki akses ke takhta Allah kapan pun mereka mau.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para malaikat, setelah pemberontakan Setan, dijamin dalam kekudusan untuk selamanya. Manusia tidak. Dia pada permulaan tidak bersalah, tetapi dia punya pilihan untuk berbuat dosa. Jadi malaikat itu sempurna dan manusia hanya tidak bersalah; dalam hal ini, dia lebih rendah. Malaikat mempunyai kuasa dan kekuatan supranatural yang bahkan manusia tak berdosa pun tidak punya. Tetapi kuncinya adalah, dengan adanya malaikat tidak ada kemungkinan untuk mati. Dan di manusia, memang ada kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daniel 7:18 mengatakan, “Tetapi orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi akan menerima kerajaan itu dan memilikinya untuk selama-lamanya, iya, selama-lamanya.” Itu adalah kerajaan untuk selamanya. Siapa yang akan mengambil alih kerajaan itu? Yang suci dari Yang Maha Tinggi. Siapakah akan memerintah di kerajaan itu, bukan para malaikat, melainkan umat manusia yang telah ditebus. Oleh karena itu, Allah berkata dalam kitab Ibrani bahwa umat manusia diciptakan untuk sementara waktu lebih rendah daripada malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Efesus 1:20 dikatakan, “Kristus akan memerintah dalam kerajaan,” dikatakan, “Ia akan memerintah atas pemerintah dan penguasa.” Siapakah mereka? Malaikat. Jika Kristus memerintah atas para malaikat dalam kerajaan dan kami duduk bersama-Nya, siapakah yang memerintah dalam kerajaan itu? Ya kami atas malaikat. Dan dalam rancangan akhir Allah, kami manusia, untuk sementara waktu lebih rendah daripada malaikat, namun kami adalah raja atas bumi baru yang tak tercemar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang terjadi pada Adam segera setelah dia berbuat dosa? Pertama, terjadi pembunuhan di kalangan keluarganya sendiri. Lalu ada poligami. Dalam beberapa bab berikutnya, terjadi kematian. Dan saat Anda sampai pada Kejadian 6, Allah menghancurkan seluruh dunia karena dunia sudah begitu rusak. Memang, manusia kehilangan mahkotanya. Dan bumi kini dikuasai konflik di antara malaikat suci dan malaikat jatuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh bumi ini merintih menantikan hari dimana kami diwujudkan dalam kerajaan Allah yang mulia, karena begitu kerajaan itu dimulai, bumi dibebaskan dari kutukan. Allah menjadikan bumi ini kutukan supaya manusia dapat mengalami kesulitan sepanjang hidupnya dan mengetahui bahwa ia harus bayar dosanya dengan berperang melawan buminya sendiri, yang dirancang untuk menjadi miliknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tetapi kami melihat Yesus—dimana Dia untuk waktu yang singkat lebih rendah dari para malaikat, sehingga oleh anugerah Allah Ia dapat merasakan kematian bagi semua orang—dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan karena Ia telah menderita kematian.” Dia menjadi seorang pria. Mengapa? Untuk menderita kematian. Dan Dia juga dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan. Yesus, bahwa Dia, melalui anugerah Allah, merasa kematian bagi setiap manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kembalilah ke Ibrani 2:9 dan Anda akan melihat artinya di sini. Kami melihat Yesus, Dia harus menjadi seorang manusia untuk mendapat kekuasaan manusia, yang juga untuk sementara waktu dibuat lebih rendah dari para malaikat karena penderitaan kematian. Mengapa? Karena Dia harus merasa kematian bagi setiap manusia. Maka Yesus datang dan mati. Dan alasan Dia bisa mati bagi kami adalah karena Dia bukan hanya bisa mati, tetapi Dia bisa menaklukkan kematian. Benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu 20:4 mengatakan, “Kemudian aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya, yang diberi wewenang untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa orang-orang yang dipenggal kepalanya karena kesaksian mereka tentang Yesus dan karena firman Allah, yang tidak menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tidak menerima tanda di dahi atau tangan mereka. Mereka hidup kembali dan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat ​​manusia akan diubah di dalam kerajaan. Bukan saja manusia yang akan diubah, tetapi binatang juga akan diubah. Yesaya 11:6-7, “Serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan tidur bersama kambing. Anak sapi, anak singa, dan anak sapi yang gemuk akan bersama-sama, dan seorang anak akan memimpin mereka. 7 Sapi dan beruang akan makan rumput, anak-anaknya akan berbaring bersama, dan singa akan makan jerami seperti sapi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bukan hanya itu, tanaman-tanamannya juga akan berbeda. Itu ada dalam Yesaya 35:1 yang mengatakan, “Hutan belantara dan tanah kering akan bergembira; padang gurun akan bersukacita dan mekar seperti bunga liar.” Dan tidak ada alasan bagimu untuk menjadi budak, dan tidak ada alasan bagimu untuk menjadi miskin. Hanya ada alasan bagimu untuk menjadi raja. Allah berkata, “Manusia adalah raja bumi, hanya untuk sementara waktu, bahkan lebih rendah dari malaikat.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240714</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000235</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengabaikan Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000234"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+2:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 2:1-4</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Neraka penuh dengan orang-orang yang tidak secara aktif menentang Yesus Kristus, namun hanya terjerumus ke dalam kutukan karena lalai menanggapi Injil. Orang-orang seperti itu benar-benar ada di sini yang terlihat dalam empat ayat ini. Mereka adalah orang-orang yang tahu kebenaran, yang sangat menyadari kabar baik keselamatan yang disediakan dalam Yesus Kristus, namun tidak pernah bersedia menyerahkan hidup mereka kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Surat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi. Yang pertama adalah orang Yahudi non-Kristen yang tidak percaya Injil. Kedua, sebagian dari mereka adalah orang Kristen Yahudi yang telah menerima Yesus Kristus, namun masih mengikuti ritual Yudaisme. Hal ini tidak perlu, karena begitu Yesus datang, ritual-ritual tersebut tidak diperlukan lagi. Yang ketiga adalah orang-orang Yahudi non-Kristen yang yakin secara intelektual namun tidak pernah berkomitmen kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak di antara mereka yang menghadiri komunitas orang-orang percaya dengan suatu pengakuan bahwa mereka benar-benar beriman, padahal kenyataannya tidak. Maka dalam surat ini, penulis itu benar-benar ingin menunjukkan kepada mereka semua bahwa Yesus Kristus telah membawa perjanjian baru yang disebut Perjanjian Baru. Dia telah mati di kayu salib, mencurahkan darah-Nya untuk pengampunan dosa, dan setelah tiga hari Dia bangkit kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Perjanjian Baru ini, manusia bisa mendapat pengampunan, dan Perjanjian Baru jauh lebih baik daripada Perjanjian Lama. Perantara baru Yesus Kristus, lebih baik daripada siapa pun yang terkait dengan perjanjian lama. Dia berusaha menunjukkan kepada orang-orang Yahudi bahwa Perjanjian Lama tidak lengkap. Yesus Kristus menggenapi semuanya. Orang-orang Yahudi perlu menerima Perjanjian Baru tentang pengorbanan terakhir-Nya untuk dosa-dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi untuk membuktikan hal ini, penulis Ibrani membahas semua karakter Perjanjian Lama, Musa, Harun, imamat, dan malaikat yang menjadi perantara perjanjian lama. Dan dalam setiap kasus, Dia membuktikan bahwa Kristus lebih baik dari mereka semua. Kami melihat dalam Ibrani 1:1-3 bahwa Kristus lebih baik dari semua orang. Dan kemudian di ayat 4 - 14, kami melihat bahwa Kristus lebih unggul dari para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena menurut pemikiran Yahudi, malaikat menjadi perantara perjanjian lama. Jadi, Roh Kudus ingin menunjukkan kepada kami bahwa perjanjian baru lebih baik karena Kristus lebih baik daripada malaikat. Mediator yang lebih baik berarti perjanjian yang lebih baik. Namun kami sampai pada sebuah undangan yang dilontarkan ke tengah-tengah pendapat tentang malaikat ini. Roh Kudus menerapkan secara langsung apa yang telah Dia katakan tentang Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tahu, Firman Allah selalu menuntut tanggapan. Itulah intinya. Firman Allah selalu menuntut seseorang bereaksi terhadapnya. Dan bolehkah saya menambahkan juga, bahwa setiap guru yang efektif harus melakukan lebih dari sekedar memberi fakta-fakta yang ada pada para pendengarnya. Guru mana pun yang benar-benar efektif tahu bahwa ia harus memperingatkan, bahwa ia harus menasihati, dan bahwa ia harus mengajak semua pendengarnya untuk percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seseorang mungkin mengetahui banyak kebenaran, dan dia mungkin mengetahui banyak doktrin, namun jika dia tidak memiliki kepedulian yang besar terhadap bagaimana orang bereaksi terhadap hal tersebut, dia tidak bernilai sepeser pun sebagai seorang guru. Harus ada kepedulian untuk orang meresponsnya. Rasul Paulus adalah seorang teolog yang hebat dan dia mempunyai pikiran yang ahli, serta ada pemahaman akan filsafat dan logika, namun dia tetaplah seorang individu yang sangat bersemangat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Roma 9:1-3, Paulus tiba-tiba melontarkan undangan dan berkata, “Aku mengatakan kebenaran di dalam Kristus—aku tidak berdusta; hati nurani saya memberi kesaksian kepada saya melalui Roh Kudus 2 bahwa saya mempunyai dukacita yang besar dan kesedihan yang tak henti-hentinya di dalam hati saya. 3 Sebab aku dapat berharap agar aku sendiri dikutuk dan dikucilkan dari Kristus demi kebaikan saudara-saudariku, darah dan dagingku sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 5:39-40, Yesus berkata, “Kamu membaca Kitab Suci karena kamu mengira di dalamnya kamu mempunyai hidup yang kekal, padahal itu memberi kesaksian tentang Aku. 40 Tetapi kamu tidak bersedia datang kepada-Ku untuk memperoleh kehidupan.” Yesus mempunyai perhatian yang sangat besar agar para pendengarnya menanggapinya. Ajarkan selalu bahwa ajaran Yesus yang benar menuntut tanggapan. Dalam Ibrani 13:22, seluruh kitab Ibrani disebut pesan nasihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Peringatan ini tidak bisa ditujukan kepada umat Kristiani, pertama-tama, karena umat Kristiani tidak akan pernah berada dalam bahaya mengabaikan keselamatan karena mereka sudah mendapatkannya. Kedua, Injil tidak bisa ditujukan kepada orang-orang yang belum pernah mendengar Injil, karena mereka tidak bisa mengabaikan apa yang mereka tidak tahu keberadaannya. Jadi satu-satunya kelompok yang tersisa adalah orang-orang non-Kristen yang secara intelektual yakin, namun tidak berkomitmen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan hanya teradap orang Yahudi, tetapi juga cocok bagi banyak orang yang berada di ambang keputusan untuk menerima Kristus. Dan karena keinginan diri sendiri, atau ketakutan, atau karena dosa, karena takut akan penganiayaan dari keluarga dan teman-teman Anda, Anda berkata tidak kepada Kristus, dan terus mengabaikan hal ini. Dan ada beberapa di antara Anda yang seperti itu di sini malam ini. Anda tahu yang sebenarnya. Anda percaya kebenarannya, tetapi Anda tidak mau membuat komitmen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus memberi Anda satu peringatan lagi. Ada tiga alasan besar untuk menerima keselamatan ini yaitu karakter Kristus, kepastian ada penghakiman, dan peneguhan Allah. 1 Ibrani 2:1 mengatakan, “Oleh karena itu, kami harus lebih memperhatikan apa yang telah kami dengar, supaya kami tidak terhanyut.” Satu kata di sana menjadi kunci semuanya. Itu adalah kata pertama, “Oleh karena itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah yang telah menyampaikan semua ayat-ayat Ibrani 1? Yesus Kristus. Karena Kristus mengatakan, “Oleh karena itu, kami harus lebih memperhatikan apa yang telah kami dengar, agar kami tidak terhanyut.” Dia disebut Anak Allah. Dia disebut pewaris segala sesuatu, Yang menciptakan dunia. Gambaran persis dari Allah Bapa-Nya. Dialah yang menopang segala sesuatu dengan Firman-Nya yang penuh kuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesuslah yang menyucikan dosa-dosa kami. Dialah yang duduk di sebelah kanan Yang Mulia. Dialah yang lebih baik dari para malaikat. Dialah yang dalam Ibrani 1:5 adalah Anak Allah. Dialah yang ada di ayat 6 yang merupakan prōtotokos, pemimpin dari semuanya. Dialah yang di ayat 6 disembah oleh para malaikat. Dialah yang di ayat 7 dimana malaikat-malaikat-Nya menjadi pelayan-Nya. Dialah yang di ayat 8 disebut Allah yang kekal untuk selama-lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda lihat, itu sangat terus terang, dan memang begitulah keadaannya. Itu bukan berarti manusia mau menyelam jauh-jauh dan terjun ke neraka. Itu terjadi karena mereka terhanyut ke dalamnya. Kebanyakan orang tidak sengaja melakukan hal itu, dimana pada suatu saat, mereka berpaling dari Allah dan mengutuk Allah. Kebanyakan orang secara perlahan-lahan, hampir tanpa terasa, menyelinap melewati pelabuhan keselamatan itu dan hancur di atas batu karang neraka yang gelap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Amsal 4:20-22 dikatakan, “Anak-Ku, perhatikanlah perkataan-Ku; Dengarkan baik-baik perkataan-Ku. 21 Jangan lupakan mereka; simpanlah itu di dalam hatimu. 22 Sebab itulah yang menjadi kehidupan bagi orang yang menemukannya, dan kesembuhan bagi seluruh tubuh.” Ketika Anda mendengar Firman Allah, jadikanlah itu milik Anda. Tidaklah cukup hanya membiarkannya berlalu begitu saja di telinga Anda. Itu adalah hal paling berbahaya yang dapat Anda lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pelabuhan keselamatan itu statis. Itu ada di dalam Yesus Kristus. Itu tidak pernah pindah. Itu tidak pernah berubah. Itu selalu tersedia sampai saat seseorang melewati pelabuhan kasih karunia dan semuanya berakhir. Berapa juta orang yang sudah dekat berlabuh dengan aman, hanya untuk hanyut dari pelabuhan anugerah mereka untuk selamanya karena kegagalan menerima apa yang mereka dengar dan, dalam banyak kasus, apa yang sebenarnya mereka yakini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, orang itu bodoh yang menolak keselamatan karena kepastian ada penghakiman. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2-3</b></span><span class="cf1">, “Sebab jika berita yang disampaikan malaikat-malaikat itu mengikat secara hukum dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat hukuman yang adil, 3 bagaimana kami dapat luput jika kami mengabaikan keselamatan yang begitu besar? Keselamatan mulai ketika hal itu dibicarakan oleh Tuhan, dan itu diteguhkan oleh mereka yang mendengarkan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian apa yang dimediasi oleh para malaikat? Perjanjian Lama. Jika tidak ada seorang pun yang lolos dari pelanggaran perjanjian yang dibawa oleh para malaikat, apakah Anda berpikir bahwa Anda akan lolos dari pelanggaran perjanjian yang dibuat oleh Tuhan kami sendiri? Di sini Roh Kudus berargumentasi dari yang lebih kecil ke yang lebih besar, dan yang ada dalam pikiran-Nya adalah dua wasiat. Yang satunya adalah wahyu hukum, dan pelanggaran terhadap hukum itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melanggar Hukum diikuti dengan hukuman yang berat dan adil. Wahyu yang lain datang melalui Kristus, Anak Allah. Ini adalah Perjanjian yang lebih besar, dan akibatnya, hukumannya lebih besar juga. Ada orang yang berpikir bahwa karena Allah mengasihi mereka, dan Dia adalah Allah yang penuh anugerah, maka Dia bukanlah Allah yang adil. Jika Anda tidak menerima Yesus Kristus, Anda dihukum oleh pilihan Anda sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat hukuman yang adil.” Artinya Hukum itu menghukum setiap dosa. Ada dua jenis dosa. Pelanggaran, parabasis, artinya melangkah melewati batas. Itu adalah dosa komisi. Ketidaktaatan adalah kata yang berbeda. Ini adalah dosa mengabaikan atau kelalaian. Ini berarti berdiri di sana tanpa melakukan apa pun padahal Anda harus melakukan sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada dua jenis dosa, apa yang Anda lakukan dan apa yang tidak Anda lakukan. Dan kedua jenis maupun kategori dosa merupakan pelanggaran terhadap hukum Perjanjian Lama, dan keduanya menerima hukuman yang adil dan berat. Prinsipnya adalah, dia melanggar hukum Allah dan hukumannya tidak bisa diganggu gugat. Orang-orang yang dibunuh di sini bukanlah mereka yang berasal dari Allah, melainkan dari Iblis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, saya mau menjelaskan kata 'adil'. Allah itu adil. Allah tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak adil dalam keberadaan-Nya. Dalam setiap hukuman dan segala sesuatu yang pernah Dia lakukan merupakan pencegah terhadap dosa yang Dia ingin hentikan. Dan Dia hanya menghukum mereka yang sudah bertekad untuk tinggal tanpa Dia, dan menentang Dia, dan Dia singkirkan mereka demi mereka yang murni dan suci serta ingin hidup untuk Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan selalu muncul pertanyaan tentang keadilan Allah. Penghakiman-Nya terhadap Israel sangat keras, dan itu sangat parah karena mereka lebih tahu. Saya ingin memberi Anda sebuah prinsip. Hukuman selalu berhubungan dengan cahaya. Semakin banyak cahaya Anda miliki, semakin berat hukuman Anda. Dan semakin banyak Anda tahu, semakin besar hukumannya. Dan neraka yang paling panas adalah milik mereka yang paling menolak cahaya itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, hal ini bodoh karena peneguhan Allah di </span><span class="cf1"><b>ayat 3-4</b></span><span class="cf1">, “Keselamatan itu mulai ketika diberitakan oleh Tuhan dan ditegaskan kepada kami oleh mereka yang mendengarkan Dia. Pada saat yang sama, Allah juga bersaksi melalui tanda-tanda dan keajaiban, berbagai mukjizat, dan pembagian karunia Roh Kudus sesuai dengan kehendak-Nya.” Tuhan adalah pemberita Injil yang pertama, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Lukas 4:16-21 dikatakan, “Yesus datang ke Nazaret, tempat dia dibesarkan. Seperti biasa, Dia memasuki sinagoga pada hari Sabat dan berdiri untuk membaca. 17 Gulungan kitab nabi Yesaya yang diberikan kepada-Nya, dan setelah membuka gulungan itu, ia menemukan tempat di mana ada tertulis: 18 Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh karena Allah telah mengurapi Aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kesembuhan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, 19 untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan. 20 Kemudian Dia menggulung gulungan itu, mengembalikannya kepada pelayan itu, lalu duduk. Dan mata semua orang di sinagoga tertuju pada-Nya. 21 Ia memulai dengan mengatakan kepada mereka, “Pada hari ini, ketika kalian mendengarkannya, ayat ini telah digenapi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sendiri adalah pemberita Injil yang pertama. “Dan hal itu diteguhkan kepada kami oleh orang-orang yang mendengarkan Dia.” Nah ingatlah, bahwa orang Yahudi ini yang percaya dan telah mendengar Injil tidak mendengarnya dari Kristus sendiri. Mereka adalah generasi kedua. Mereka telah mendengarnya dari para misionaris kerasulan. Tuhan memberitakannya terlebih dahulu, namun hal itu ditegaskan kepada kami oleh mereka yang dengar Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1"> dikatakan, “Pada saat yang sama, Allah juga bersaksi dengan tanda-tanda dan keajaiban, berbagai mukjizat, dan pembagian karunia Roh Kudus sesuai dengan kehendak-Nya.” Ketika Yesus memberitakan Injil, Dia juga melakukan hal-hal yang membuatnya dapat dipercaya. Dia berkata, “Jika Anda tidak dapat percaya apa yang Aku katakan, percayalah itu demi perbuatan.” Yesus melakukan mukjizat-mukjizat, dan kemudian Dia berkhotbah untuk meneguhkan firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Aku mengatakan kebenaran Allah,” dan kemudian Dia pergi dan menyembuhkan seseorang yang buta. Pesan Petrus pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2:22 adalah, “Yesus dari Nazaret ini adalah seorang manusia yang diberi kesaksian oleh Allah kepada kalian dengan mukjizat, keajaiban, dan tanda-tanda yang dilakukan Allah di antara kamu melalui Dia. Tahukah Anda bahwa hal-hal yang sama yang Petrus bicarakan juga merupakan tanda-tanda yang meneguhkan para pengkhotbah generasi kedua?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kata-kata, tanda-tanda, keajaiban, dan mukjizat benar-benar sinonim saja. Yang mereka maksud adalah semua hal yang menakjubkan yang dilakukan para rasul ini. Namun ada satu hal lagi, mereka bukan hanya meneguhkan Firman dengan tanda-tanda, dan keajaiban-keajaiban, dan mukjizat-mukjizat, dan kami akan menyebutkan hal itu lagi, tetapi juga dengan karunia-karunia Roh Kudus. Apakah Anda melihatnya di ayat 4? Karunia-karunia Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah perhatikanlah kesimpulan ini, “sesuai dengan kehendak-Nya.” Apakah karunia-karunia Roh Kudus itu? 1 Korintus 12 dan Roma 12 mencantumkan semua karunia itu. Tetapi 2 Korintus 12:12 berkata, “Tanda-tanda yang dilakukan oleh seorang rasul dilakukan dengan tekun di antara kalian, termasuk tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat.” Ini ada dalam zaman para rasul saja. Itu bukan untuk hari ini. Itu untuk meneguhkan Firman pada waktu itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semua karunia ini telah berhenti pada zaman para rasul. Mereka tidak perlu ada saat ini, karena tidak ada kebutuhan untuk meneguhkan Firman. Anda tidak memerlukan mukjizat, Anda perlu mencocokkannya dengan Firman, benar? Ketika yang sempurna telah datang, maka yang sementara pun lenyap. Karunia-karunia ajaib ini adalah bagian dari kepercayaan para rasul. Dan mereka tentu saja meninggal dunia bersamanya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240707</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000234</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Identitas Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000233"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+1:6-14" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 1:6-14</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 1, kami membaca kesaksian yang luar biasa tentang Yesus Kristus. Dan itu berarti pemahaman yang lengkap tentang sifat Anak yang lahir di Betlehem. Kami diberi informasi yang memberi tahu kami tentang orang tua Yesus di bumi, Yusuf dan ibu Maria, Bapa-Nya yang sebenarnya adalah Allah Roh Kudus. Dan kami diperkenalkan dengan pendahulu Yesus, Yohanes yang akan mengumumkan kedatangan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami diperkenalkan dengan malaikat Jibril, dan sejumlah malaikat yang merayakan kelahiran Kristus dan mengumumkan kelahiran-Nya kepada para gembala di padang. Kami telah melihat sejarah kelahiran Kristus terungkap di bumi. Dan Ibrani 1, sebenarnya merupakan sebuah komentar surgawi. Lihatlah kelahiran Kristus lebih dalam dari segi siapakah Yesus Kristus, identitas Yesus, Anak Allah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami telah membaca tiga ayat pertama, di mana Anak Allah diperkenalkan kepada kami, di ayat 2, sebagai Dia yang telah ditetapkan sebagai pewaris segala sesuatu; Dia yang melaluinya Allah menciptakan alam semesta; Dialah yang merupakan pancaran kemuliaan Allah, yang merupakan reproduksi persis dari pribadi Allah; Yang menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang berkuasa sebagai Penopang ciptaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Pribadi yang menebus dosa-dosa kami, dan Dia melakukan itu dengan kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya kembali. Dan Dia sekarang duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat tinggi. Nah, semua itu mendefinisikan sifat Kristus sebagai Allah. Namun ada satu unsur lain dalam definisi Kristus ini. Ini adalah sangat penting untuk kami pahami, dan memang itulah tema utama dalam bab ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Betapapun menakjubkannya mengenali Yesus Kristus, anak yang lahir di Betlehem, sebagai Pewaris segala sesuatu, sebagai Pribadi yang menciptakan dunia, sebagai pancaran kemuliaan Allah, reproduksi yang tepat dari pribadi-Nya, sebagai Penopang alam semesta, sebagai Dia yang menebus dosa-dosa kami dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa di surga, masih ada satu pertanyaan lagi yang pasti ada di benak seorang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan puncak dari kalimat itu adalah, “menjadi jauh lebih baik daripada para malaikat.” Jika Anda lebih tinggi dari pada malaikat, Anda adalah Allah. Tidak ada makhluk ciptaan lain selain malaikat dan manusia, dan mereka pasti memandang malaikat lebih tinggi dari pada mereka, karena malaikat bersemayam di hadirat Allah. Oleh karena itu, orang-orang Yahudi memandang malaikat sebagai ciptaan Allah yang paling mulia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya, berada di atas malaikat berarti setara dengan Allah, dan itulah poin yang ingin disampaikan oleh penulis surat Ibrani itu. Jadi, Dia ingin menempatkan Kristus pada posisi yang tepat, dalam pemikiran orang-orang, yaitu orang-orang Yahudi. Maka Ia berkata, “Dia ini, yang adalah Anak Allah, yang lebih baik daripada para malaikat.” Bukan hanya lebih baik, tetapi jauh lebih baik daripada malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para malaikat adalah mahluk-mahluk luar biasa yang diciptakan oleh Allah. Mereka ada di sana sebelum penciptaan. Mereka mungkin diciptakan tepat sebelum Allah benar-benar menciptakan alam semesta material. Mereka pasti sudah ada sebelum alam semesta material, karena mereka menempati langit yang Allah ciptakan di dalam Kejadian 1. Menurut Ayub, mereka dapat didefinisikan sebagai bintang-bintang pagi yang bernyanyi bersama pada saat penciptaan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, malaikat-malaikat suci dipakai oleh Allah dalam banyak hal. Anda menemukan sepanjang sejarah Perjanjian Lama bahwa terkadang malaikat Tuhan itu muncul. Anda ingat bahwa ada pergulatan dengan malaikat Tuhan yang ditunjukkan dalam Kejadian. Para malaikat Tuhan melayani tujuan ilahi untuk merawat bangsa Israel pada beberapa kesempatan. Seorang malaikat diutus Allah untuk membantu nabi Daniel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat para malaikat dilihat oleh Yesaya pada saat Dia diberi penglihatan tentang kemuliaan Allah, dan ada kerub keluar, para malaikat yang tampaknya menjaga kekudusan Allah dan mereka berkata, “Kudus, kudus, kudus.” Sangat mungkin bahwa dalam penglihatan Yehezkiel dia diijinkan untuk melihat makhluk malaikat yang digambarkan di sana yang sangat sejajar dengan makhluk malaikat yang dijelaskan dalam kitab Wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, para malaikat dipandang sebagai roh yang saleh dan suci serta berdiam di hadirat Allah untuk melayani Allah. Tidak ada tugas yang lebih penting yang pernah diberikan kepada malaikat, dari sudut pandang orang Yahudi, selain tanggung jawab untuk membantu Allah dalam menyebarkan Hukum suci-Nya, yang kemudian mereka kenal sebagai perjanjian Musa atau Perjanjian Lama. Para malaikat adalah agen-agen yang dengan mereka Allah dibantu dalam memberikan Hukum-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalau melihat salib, Anda melihat kemanusiaan. Namun saat kami melihat kitab Ibrani, kami ingin menyeimbangkannya dan melihat siapakah yang ada di sana. Itulah Dia yang jauh lebih baik daripada para malaikat, seperti yang dikatakan dalam Ibrani 2, “sebab untuk sesaat Ia dijadikan lebih rendah daripada para malaikat.” Namun dalam sifat-Nya, dalam pribadi-Nya, karakter-Nya, hakikat-Nya, Dia jauh lebih baik daripada para malaikat karena Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah poin yang sangat penting untuk disampaikan kepada orang-orang Yahudi yang sangat menghormati dan mementingkan para malaikat. Oleh karena itu, penulis ini dengan sabar memberikan kepada kami lima cara Dia menunjukkan keunggulan Yesus dibandingkan para malaikat. Pertama-tama berdasarkan nama-Nya. Ayat 4 mengatakan, “Dia jauh lebih baik dari pada para malaikat karena Dia mempunyai nama yang lebih mulia dari pada mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 5, “Sebab kepada malaikat manakah Allah pernah berfirman, ‘Engkaulah Anak-Ku, pada hari ini Aku telah melahirkan Engkau’? Dan lagi, ‘Aku akan menjadi Bapa bagi-Nya dan Dia akan menjadi Anak bagi-Ku’?” Jawaban? Tidak ada. Karena itu merupakan sebutan yang bersifat esensial. Dengan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang adalah Bapa berarti mengatakan bahwa mereka memiliki esensi yang sama, dan mereka memiliki kodrat yang sama, mereka identik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lebih jauh lagi, orang-orang Yahudi memahami bahwa anak laki-laki mempunyai hak atas semua yang dimiliki ayahnya. Mereka memahami soal keluarga. Keluarga itu telah berjalan jauh ke belakang. Mereka bisa menelusuri silsilah mereka. Anda melihat hal-hal tersebut diungkapkan dalam Alkitab sebagaimana Alkitab langsung membuka firman dalam Kejadian. Silsilah muncul dan diwariskan secara turun-temurun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bayangkan dengan semua perceraian dan semua anak-anak haram dan semua kekacauan yang terjadi yang berusaha mewariskan apa pun kepada generasi berikutnya. Namun pada zaman dahulu, begitulah cara orang hidup. Orang-orang membuat komitmen untuk menikah dalam kerangka keluarga yang sudah lama berada. Dan dari generasi ke generasi mereka berbagi harta yang sama, mewarisi apa yang menjadi milik nenek moyang mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus datang dan berkata bahwa Ia adalah Anak Allah, orang-orang Yahudi mengartikan hal itu bahwa Ia mempunyai sifat yang sama dengan Allah. Mereka mengatakan bahwa Yesus menghujat karena Dia mengaku menjadi Allah. Oleh karena itu mereka menuduh Dia melakukan penghujatan yang paling parah dan pelanggaran terhadap perintah pertama yaitu tidak boleh ada Allah lain selain Allah yang benar dan hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun Yesus adalah Anak Allah, dan karena itu Dia diberi nama Anak yang merupakan nama yang menyatakan generasi kekal-Nya dari Allah Bapa. Tidak pernah ada masa ketika Allah Bapa melahirkan Anak Allah. Anak itu sama kekalnya dengan Bapa. Tidak pernah ada momen dalam kekekalan dimana Anak tidak ada, namun terminologi Bapa/Anak digunakan untuk mengungkapkan mereka kodratnya sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keduanya mempunyai sifat ketuhanan, hakikat yang sama, dan hak atas warisan yang sama, yaitu memiliki segala sesuatu yang ada di seluruh alam semesta ciptaan, baik materiil maupun yang tidak materiil. Kedua, penulis kitab Ibrani ingin menjelaskan bahwa Yesus lebih unggul daripada para malaikat berdasarkan kedudukan-Nya, bukan hanya nama-Nya saja. Dia mengatakan bahwa kata “anak sulung”, prōtotokos bukanlah sebuah kata kronologis; itu adalah kata yang artinya paling diutamakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata ini benar-benar dapat diterjemahkan sebagai Yang Utama, Yang Terkemuka, Yang Maha Tinggi, Yang Terunggul. Tidak perlu mengidentifikasi Anak Allah dengan angka, karena angkanya sudah tidak ada lagi yang lebih tinggi. Anak sulung bukanlah suatu istilah numerik; ini bukanlah istilah kronologis yang menunjukkan semacam urutan kelahiran. Ini adalah istilah yang berarti keunggulan. Dan itu menunjukkan pangkat Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kolose 1:15 dikatakan demikian, “Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan; Dialah prōtotokos, Yang Maha Esa di atas segala ciptaan.” Jadi, ini sekadar mengidentifikasi pangkat-Nya. Dan untuk membuktikannya, ada tujuh kutipan dari bagian Perjanjian Lama di sini. Dan ini dia, </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, yang diambil dari Mazmur 89, “Hendaklah semua malaikat Allah menyembah Dia.” Dialah yang utama di atas segala ciptaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak boleh ada ibadah yang dipersembahkan kepada makhluk ciptaan mana pun. Semua ibadah harus dipersembahkan hanya kepada Allah. Oleh karena itu, hal ini menegaskan bahwa Dia adalah Allah. Kalimat “Hendaklah semua malaikat” ini sebenarnya berasal dari Ulangan 32, maksudnya para malaikat diperintahkan untuk menyembah Allah. Itulah fungsi utama mereka, untuk menyembah Allah. Dan bagian dari ibadah itu tentu saja adalah melayani Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada identitas ketiga di sini yang menunjukkan superioritas Tuhan Yesus dibandingkan para malaikat yang menyamakan Dia dengan Allah. Pertama nama-Nya, kedua pangkat-Nya, dan ketiga sifat-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Dan tentang para malaikat Dia berkata: Dia menjadikan malaikat-malaikat-Nya angin, dan hamba-hamba-Nya menjadi nyala api.” Ini adalah kutipan dari Mazmur 104. Dan di sini dikatakan bahwa para malaikat adalah roh. Mereka adalah roh yang tidak berwujud. Mereka diciptakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menciptakan malaikat sebagai roh. Mereka dilihat secara metaforis sebagai nyala api. Perhatikanlah perbedaannya di </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Tetapi bagi Anak, ‘Tahta-Mu, Allah, tetap untuk selama-lamanya dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat keadilan.” Itulah perbedaan sifatnya. Anak Allah duduk di atas takhta yang kekal untuk selama-lamanya. Itulah perbedaan pertama di dalam sifat malaikat dan sifat Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Engkau mencintai kebenaran dan membenci pelanggaran hukum; inilah sebabnya Allah, Allah-Mu, telah mengurapi-Mu dengan minyak kebahagiaan yang melebihi teman-temanmu.” Itulah pernyataan yang diambil dari Mazmur 45 dan Yesaya 61. Ciri khas Anak, yang adalah Allah, adalah bahwa Dia mengasihi kebenaran dan membenci kedurhakaan, yang merupakan dua sisi dari kekudusan yang sama. Kami tahu bahwa tidak demikian halnya dengan roh-roh ciptaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lucifer, Putra Fajar, kerub yang diurapi, salah satu malaikat yang diciptakan pada mulanya, memilih untuk membenci kebenaran dan menyukai pelanggaran hukum. Dan dia mampu memimpin pemberontakan termasuk sepertiga dari seluruh malaikat yang bergabung dengannya dalam pemberontakan melawan Allah. Malaikat pada mulanya mempunyai kemampuan untuk berbuat dosa, dan ada pula yang berbuat dosa dan diusir dari surga. Mereka merupakan setan-setan yang melayani tujuan Setan saat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Allah yang kekal selama-lamanya mencintai kebenaran dan membenci pelanggaran hukum. Dan karena ada perbedaan sifat dan perbedaan karakter, para malaikat dapat memilih untuk mencintai pelanggaran hukum dan membenci kebenaran, namun Anak Allah tidak dapat melakukan hal itu. Ada perbedaan besar dalam sifat esensialnya. Dan ayat 9 menyimpulkan, “Sebab itu Allah mengurapi Engkau dengan minyak kegembiraan lebih banyak dari pada sahabat-sahabat-Mu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor empat, </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan pada mulanya ya Tuhan, Engkaulah yang menciptakan bumi dan langit adalah hasil karya tangan-Mu.” Allah memandang Anak sebagai Pencipta yang ada sebelum ada sesuatu yang diciptakan. Yohanes 1:1 mengatakan, “Segala sesuatu yang telah dijadikan, telah dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah dijadikan.” Kesaksian ini berasal dari Mazmur 102.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka akan binasa, tetapi Engkau tetap tinggal. Semuanya akan menjadi tua seperti pakaian: 12 Engkau akan menggulungnya seperti jubah, dan mereka akan berubah seperti pakaian. Tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak akan pernah berakhir.” Malaikat bisa berubah, dan ada yang berubah; Dia tidak bisa berubah. Ciptaan akan hancur. Langit dan bumi tidak akan diciptakan, tetapi Allah tidak akan pernah berubah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Allah berdasarkan nama-Nya, berdasarkan pangkat-Nya, berdasarkan sifat-Nya, berdasarkan kekekalan-Nya, dan akhirnya berdasarkan nasib-Nya. Di </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">, si penulis kitab Ibrani berkata, “Kepada malaikat manakah pernah Allah berfirman: “Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menjadikan musuh-musuh-Mu tumpuan kaki-Mu.” Kepada malaikat manakah Allah pernah memberikan keberdaulatan tertinggi yang kekal? Jawabannya? Tidak ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nasib Kristus adalah untuk memerintah semua orang di surga. Setiap lutut yang ada di langit, di bumi dan di bawah bumi akan bertelut kepada-Nya. Semua musuh-Nya akan berada di bawah kekuasaan-Nya. Anda melihat hal ini terungkap di dalam seluruh Perjanjian Baru, khususnya dalam kitab Wahyu, di mana Dia akhirnya menundukkan semua musuh-Nya kepada diri-Nya sendiri. Yesus mengambil kedudukan-Nya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan. Kami sekarang ingin berbicara tentang bagaimana malaikat melayani kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menurut Matius 18, Yesus menggunakan malaikat-malaikat-Nya untuk mengurus umat-Nya. Kami tidak melihat mereka, namun Allah mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi dan merawat umat-Nya. Ayat ini berbicara tentang malaikat-malaikat ini sebagai roh-roh pelayan yang diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi warisan keselamatan kami di masa depan, yang menunjukkan kemuliaan surga di mana Anak Allah akan memerintah atas kami semua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lebih lanjut rasul Paulus mengatakan bahwa ketika kami masuk surga dan dijadikan seperti Yesus Kristus, kami akan menjadi ahli waris bersama dengan Dia. Dan oleh karena itu, kami akan mewarisi semua yang dimiliki-Nya. Bukan hanya itu, berulang kali dalam Perjanjian Baru, dikatakan bahwa kami akan memerintah bersama Dia. Kami akan menerima mahkota, dan kami akan memerintah bersama Dia. Kami akan duduk bersama Dia di takhta Allah Bapa seperti yang dikatakan di dalam buku Wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kisah penebusan, ketika Allah merencanakan umat manusia yang telah ditebus untuk diberikan sebagai mempelai kepada Anak-Nya. Umat ​​​​manusia yang telah ditebus itu kemudian mencerminkan kemuliaan-Nya, dan menjadi pewaris bersama semua yang dimiliki-Nya, dan untuk selamanya memuja dan menghormati Anak Allah, untuk dilayani oleh para malaikat dalam kekekalan. Nasib mereka adalah pelayanan. Nasib-Nya adalah kedaulatan. Jadi, para malaikat terlihat menonjol, namun Yesus jauh lebih baik dari pada mereka. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Jun 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240630</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000233</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus, Lebih Unggul dari Malaikat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000232"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+1:4-6" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 1:4-6</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Surat Ibrani terutama ditulis untuk orang-orang Yahudi yang percaya, tetapi juga untuk orang-orang Yahudi yang tidak percaya untuk meyakinkan mereka bahwa Perjanjian Baru lebih baik daripada Perjanjian Lama. Bahwa Yesus Kristus adalah imam yang lebih baik, dan perantara yang lebih baik, dan bahwa Dia adalah imam terakhir dan sekaligus pengorbanan terakhir. Jadi di sepanjang buku ini, kami melihat perbandingan antara Yesus Kristus dan semua orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam pesan pertama yang berhubungan dengan tiga ayat pertama, kami melihat bahwa Yesus Kristus lebih unggul dari segalanya dan semua orang. Kemudian, untuk belajar melihat apa yang dimaksud dengan setiap orang, kami sampai pada ayat 4-14. Di sini Roh Kudus mengajarkan kami bahwa Yesus Kristus lebih unggul daripada malaikat. Manusia adalah ciptaan yang luar biasa dan menakjubkan. Namun di atas manusia ada kelompok ciptaan lain yang bahkan lebih tinggi dari manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kelompok yang diciptakan itu adalah para malaikat. Dan Ibrani 2:9, menunjukkan kepada kami bahwa malaikat lebih tinggi dari manusia, karena dikatakan bahwa ketika Yesus menjadi manusia, Dia dijadikan sedikit lebih rendah dari para malaikat. Dan setelah sebagian malaikat jatuh, mereka tidak lagi tunduk pada dosa. Mereka suci, mereka kuat, dan mereka bijaksana. Mereka tidak menderita kelemahan yang diderita manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka adalah makhluk roh yang diciptakan secara khusus, diciptakan oleh Allah sebelum manusia diciptakan. Mereka berada di surga, dan menyaksikan, ketika Allah melakukan penciptaan, ketika Dia menjadikan alam semesta, dan mereka dijadikan lebih tinggi dari manusia yang telah jatuh. Sekarang, saya ingin memberi Anda pandangan teologis singkat tentang malaikat. Malaikat adalah makhluk roh, dan kata Yesus roh tidak mempunyai daging dan tulang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka memang punya semacam tubuh. Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 15 bahwa ada benda-benda bumi, dan ada benda-benda angkasa; jadi ada benda di bumi, dan ada benda-benda di langit. Mereka bahkan mampu tampil dalam wujud manusia. Ibrani 13:2 mengatakan, “Jangan lalai memberikan tumpangan, karena dengan berbuat demikian ada orang yang menyambut malaikat sebagai tamu tanpa mereka sadari.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka juga muncul di Matius 28:3-4 didalam suatu bentuk. Dalam berbicara tentang malaikat, pada saat kebangkitan Kristus, dimana ada orang di sana ketika batu itu digulingkan, dikatakan, “Penampakannya seperti kilat, dan pakaiannya putih seperti salju. 4 Para penjaga begitu gemetar karena takut kepadanya sehingga mereka menjadi seperti orang mati.” Mereka muncul dalam kemuliaan yang cemerlang dan berkobar-kobar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika kami mengatakan bahwa malaikat adalah roh, kami tidak selalu mengartikan bahwa mereka tidak mempunyai bentuk. Mereka mempunyai wujud surgawi, dan dapat menampakkan dirinya sebagai manusia, atau dengan cara lain. Dalam Perjanjian Lama, kami bahkan melihat orang-orang kudus bergulat dengan para malaikat. Nah, semua malaikat diciptakan secara bersamaan. Menurut Kolose 1:16-17, kami percaya bahwa malaikat tidak mampu menghasilkan keturunan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menjadikan mereka semua secara unik sebagai satu identitas; mereka tidak bersetubuh bersama. Matius 22:30 menunjukkan hal itu kepada kami. Jumlah malaikat tidak berubah satupun sejak mereka pertama kali diciptakan. Meskipun banyak dari mereka yang telah jatuh, mereka masih tetap ada ketika mereka diciptakan. Mereka tidak tunduk pada kematian. Kitab Suci tidak menunjukkan bahwa mereka mati. Mereka tidak berkurang, dan mereka tidak bertambah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada 108 referensi dalam Perjanjian Lama tentang malaikat, dan 165 dalam Perjanjian Baru, jadi malaikat itu ada, dan orang-orang kudus di Perjanjian Lama sangat menyadarinya. Nah, para malaikat memberikan ibadah yang cerdas kepada Allah dan pelayanan kepada Allah; itulah mengapa mereka diciptakan. Malaikat itu cerdas. Mereka juga emosional. Alkitab berbicara tentang malaikat yang bersukacita ketika orang-orang berdosa diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malaikat bahkan dapat berbicara, menurut Galatia 1:8, di mana rasul Paulus berkata, “Meskipun kami, atau malaikat surga, memberitakan Injil lain kepadamu.” Malaikat juga, menurut Daniel 9:21, mempunyai kecepatan yang luar biasa. Terkadang mereka digambarkan memiliki enam sayap. Nah, menurut Markus 13:32, dan Yudas 6, mereka mempunyai tempat tinggal khusus di surga. Mereka tinggal di seluruh surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami tahu di dalam Alkitab bahwa surga tempat tinggal Allah disebut surga ketiga. Surga kedua adalah surga yang ruangnya tak terbatas, dan surga pertama adalah yang mengelilingi bumi. Mereka tinggal di semua surga itu. Orang-orang berkata, “Apakah ada makhluk di belahan lain alam semesta?” Di seluruh alam semesta, tetapi tidak dengan hal-hal kecil yang terlintas di benak mereka, yang terbang berkeliling dengan pesawat luar angkasa kecil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada makhluk malaikat yang menghuni alam semesta. Jumlahnya triliunan dan triliunan. Dan bahkan setelah mereka yang tak terhitung banyaknya jatuh bersama Setan, masih ada malaikat suci yang tak terhitung jumlahnya yang tersisa. Dalam Daniel 7:10 dia berkata, “Beribu-ribu orang melayani Dia; sepuluh ribu kali sepuluh ribu berdiri di hadapan-Nya.” Dalam Wahyu 5:11 dikatakan, “Jumlah mereka tidak terhitung ribuan, ditambah ribuan ribu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Ada berapa banyak?” Jumlahnya percis cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Tidak ada satupun malaikat yang tidak bekerja. Mereka lebih kuat daripada manusia, dan manusia harus menggunakan kekuatan ilahi untuk menghadapi mereka, terutama mereka yang telah jatuh. Alkitab memberitahu kami dalam Efesus 6 untuk menjadi kuat di dalam Tuhan dan dalam kuasa kekuasaan-Nya, karena kami bergumul bukan melawan daging dan darah, tetapi melawan malaikat-malaikat yang jatuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka sangat terorganisir, dan mereka dibagi menjadi beberapa tingkatan. Ada yang berupa takhta, ada yang berupa kekuasaan, ada yang berupa kerajaan, ada yang berupa otoritas, dan ada pula yang disebut penguasa. Ada kerub, serafim, dan makhluk hidup. Beberapa memiliki nama: Lucifer, Mikhael, dan Gabriel. Mikhael adalah kepala bala tentara surga, dan Gabriel disebut yang perkasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka melayani Kristus dalam penghinaan-Nya. Ingatlah, pada akhir pencobaan-Nya, Alkitab berkata, “dan para malaikat datang dan melayani Dia.” Mereka melayani orang-orang yang diselamatkan. Bagaimana? Alkitab mengatakan bahwa mereka mengawasi gereja, dan mereka mengawasi pengkhotbah. Mereka juga membantu gereja dengan menjawab doa, menyelamatkan mereka dari bahaya, memberi semangat kepada umat Kristiani, dan melindungi anak-anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah pandangan alkitabiah tentang para malaikat. Orang-orang Yahudi pada saat Surat ini ditulis mempunyai pandangan yang berbeda. Karena banyak pandangan mereka mulai menyimpang dari konteks dasar Perjanjian Lama, karena semua tulisan Talmud serta perasaan dan gagasan para rabi. Jadi ketika penulis Ibrani menulis, Ia menulis menentang konsep umum orang Yahudi tentang para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka penting dalam Perjanjian Lama. Dan mereka selalu menganggap malaikat sebagai makhluk tertinggi di samping Allah. Mereka percaya bahwa malaikat adalah perantara antara manusia dan Allah. Mereka percaya bahwa Allah hidup dikelilingi oleh malaikat. Mereka percaya bahwa malaikat adalah alat yang membawa firman Allah dan pelaksanaan kehendak Allah di alam semesta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka percaya bahwa para malaikat diciptakan. Mereka percaya bahwa mereka tidak makan dan minum, dan mereka juga percaya bahwa mereka tidak mempunyai malaikat-malaikat kecil. Mereka percaya bahwa malaikat adalah senat Allah, dan bahwa Allah tidak pernah melakukan apa pun tanpa minta pendapat para malaikat. Mereka adalah dewan-Nya. Dan mereka percaya bahwa ketika kitab Kejadian berkata, “Marilah kita menjadikan manusia,” Allah Esa itu sedang berbicara dalam kata ‘kita’.tentang senat malaikat-Nya </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka percaya ada tujuh malaikat yang tinggal di hadirat Allah setiap saat. Dan mereka menamakannya Raphael, Uriel, Thanuel, Gabriel, Michael - dan el adalah nama Allah. Mereka percaya bahwa ada 200 malaikat yang mengendalikan pergerakan bintang-bintang dan menjaga supaya segala sesuatu tetap pada jalurnya. Dan mereka percaya bahwa ada satu malaikat yang super istimewa yang mengendalikan hari, bulan, dan tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka percaya bahwa ada malaikat perkasa yang menjaga lautan. Mereka percaya ada malaikat hujan, salju, hujan es, guntur, dan kilat. Ada juga malaikat yang menjadi penjaga Neraka dan penyiksa orang-orang terkutuk. Mereka juga percaya bahwa ada malaikat pencatat, yang menuliskan setiap kata yang diucapkan setiap orang. Mereka juga percaya bahwa ada malaikat maut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka percaya bahwa setiap bangsa mempunyai malaikat pelindung, begitu juga setiap anak, dan ada begitu banyak malaikat sehingga seorang rabi berkata, dan saya kutip, “Setiap helai rumput mempunyai malaikatnya.” Jadi, mereka percaya pada malaikat. Sekarang, saya telah memberikan kepada Anda latar belakang, baik secara alkitabiah maupun dalam pikiran orang-orang Yahudi, mengenai konsep dan pemahaman mereka tentang malaikat. Mereka percaya bahwa mereka menjadi perantara antara Allah dan manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi juga percaya bahwa Perjanjian Lama dibawa kepada mereka dari Allah oleh para malaikat. Dan ini, di atas segalanya, mengagungkan para malaikat di benak orang-orang Yahudi, bani Israel. Mereka percaya bahwa para malaikat adalah perantara perjanjian mereka dengan Allah; bahwa para malaikat menjaga pemerintahan tetap berjalan di antara mereka dan Allah, sepanjang waktu, jadi mereka punya pandangan tinggi terhadap para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagian dari mereka percaya kepada malaikat sehingga mereka benar-benar menyembah malaikat. Hal ini berkembang menjadi ajaran sesat yang dikenal sebagai Gnostisisme. Dan Gnostisisme mereduksi Yesus Kristus menjadi malaikat. Dalam Kolose 2:18, Paulus berkata, “Janganlah ada orang yang menyalahkan kamu karena mereka menyukai praktek pertapaan dan penyembahan malaikat, dan mengklaim akses ke alam penglihatan. Orang-orang seperti itu dibesar-besarkan oleh gagasan kosong tentang pikiran mereka yang tidak spiritual.”</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, jika penulis kitab Ibrani ingin menyampaikan kepada orang-orang Yahudi bahwa Kristus adalah perantara perjanjian yang lebih baik, maka ia harus menunjukkan bahwa Kristus lebih baik daripada malaikat. Apakah kamu melihat itu? Dan itu menjadi tujuan keseluruhannya dari ayat 4 - 14. Dia harus menunjukkan bahwa Kristus, adalah pembawa Perjanjian Baru di dalam darah-Nya, satu pengorbanan, satu imam, percaya kepada-Nya dengan iman, menerima Dia sebagai Juruselamat Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mulai sekarang sampai ayat 14 adalah khotbah itu sendiri. Itulah proposisi yang ingin ia buktikan. “Maka Dia menjadi lebih tinggi dari para malaikat.” Siapakah Dia? Yesus Kristus, yang menjadi pokok ayat-ayat 1-3. Dan kemudian dia melanjutkan dari sana, dengan menunjukkan semua bukti, dan semua alasan, semuanya berasal dari Perjanjian Lama, bahwa Kristus lebih baik daripada malaikat. Nah saya ingin menunjukkan satu hal yang menyebabkan ada masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak aliran sesat, dan banyak organisasi keagamaan lain, pada saat ini menyangkal keilahian Kristus, dan mereka sering kali sampai pada bagian ini untuk membuktikan bahwa Kristus bukanlah Allah, tetapi Dia adalah makhluk ciptaan. Dan mereka memulainya di ayat 4, dengan pernyataan, “Dijadikan lebih unggul dari para malaikat.” Dan mereka berkata, “Lihatlah, Kristus dijadikan. Namun kata disana bukanlah poieō, yang berarti mencipta; itu adalah ginomai, untuk menjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus menjadi lebih baik daripada para malaikat dalam pemuliaan-Nya – ini menyimpulkan bahwa Dia pernah lebih rendah dari para malaikat, dan itulah tepatnya yang dikatakan dalam Ibrani 2:9. Di sini kami berbicara tentang Kristus sebagai Anak. Dia dijadikan lebih rendah dari malaikat, namun karena kesetiaan-Nya, ketaatan-Nya, dan pekerjaan-Nya yang Dia selesaikan sebagai Anak, Dia ditinggikan kembali di atas malaikat, di mana Dia berada sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah inti dari khotbah Roh Kudus, tentang ‘Menjadi jauh lebih baik dari para malaikat’. Pertama, gelar-Nya lebih baik, </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Menjadi jauh lebih baik dari pada para malaikat, sebagaimana nama yang diwariskan-Nya lebih baik dari pada nama mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Sebab kepada malaikat manakah Allah pernah berkata, Engkaulah Anakku; hari ini Aku telah menjadi Bapak-Mu, atau lagi, Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Dia akan menjadi Anak-Ku?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak pernah mengatakan hal itu kepada malaikat mana pun. Malaikat adalah pelayan dan utusan, Kristus adalah Anak. Malaikat adalah hamba, Kristus adalah Anak. Nah, di dalam budaya kami, kami tidak terlalu mementingkan nama. Namun di dalam firman Allah, Allah telah memilih nama-nama spesifik yang ada hubungannya dengan karakter, atau ada hubungannya dengan beberapa aspek kehidupan seseorang. Dan sering kali, nama lahiriahnya berbicara tentang realitas batiniah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kata penulis Ibrani kepada orang-orang Yahudi dari Perjanjian Lama mereka, Yesus Kristus lebih besar dari para malaikat, karena Dia telah memperoleh nama yang lebih agung. Allah tidak pernah menyebut malaikat mana pun sebagai Anak. Kedua, Dia lebih besar karena </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Sekali lagi, ketika Allah melahirkan anak sulung-Nya ke dunia, Ia berfirman: “Dan biarlah semua malaikat Allah menyembah Dia.” Dan jika para malaikat menyembah Dia, maka Dia harus lebih besar dari mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan karena Dia lebih besar dari mereka, maka perjanjian-Nya lebih besar dari perjanjian yang mereka bawa. Kekristenan lebih besar dari Yudaisme. Nah, itu juga kutipan dari Mazmur 97:7. Orang-orang Yahudi tidak perlu terkejut dengan hal ini. Itu muncul langsung dari teks mereka sendiri. Bukankah malaikat selalu menyembah Dia? Ya mereka melakukan itu. Mereka menyembah Dia sebagai Allah. Namun mereka sekarang harus menyembah Dia sebagai Anak. Allah menunjukkan bahwa Anak ini lebih tinggi dari malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dikatakan bahwa Yesus adalah yang sulung dari antara orang mati. Kalian tahu apa artinya itu? Dialah yang paling utama dari semua yang pernah dibangkitkan. Ini tidak bisa berarti ‘waktu’, atau ayat itu bohong. Prōtotokos artinya Dialah yang utama. Dialah yang paling dihormati, yang paling bermartabat, yang tertinggi, yang paling berkuasa; bahwa dalam kebangkitan, di antara semua orang yang dibangkitkan, Dialah yang terbesar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah kata ‘lagi’ di ayat 6. “Dan ketika Dia melahirkan lagi anak sulung-Nya ke dunia.” Kapan hal serupa ini akan terjadi lagi? Pada kedatangan kedua. Tahukah Anda bahwa saat itu, para malaikat belum memahami seluruh gambaran dengan cukup baik untuk memberikan penyembahan penuh kepada-Nya? Mereka ingin melihat hal-hal tersebut hingga zaman kami, ketika Kristus telah datang, Injil terjadi, dan Roh Kudus berkhotbah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, pada kedatangan-Nya yang kedua kali Dia dinyatakan dalam kemuliaan penuh sebagai Anak, sebagai prōtotokos. Dan bahkan para malaikat pun akan melihat semuanya itu, ketika mereka melihat Dia datang sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan. Jadi, Dia lebih besar dari malaikat, karena Allah memerintahkan malaikat untuk beribadah kepada-Nya. Dan jika Allah dalam Perjanjian Lama memerintahkan para malaikat untuk menyembah Anak-Nya, maka Anak-Nya pastilah Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240623</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000232</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nabi, Imam dan Raja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000231"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+1:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 1:1-3</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 2:10-11, “Tetapi kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang suka cita besar bagi seluruh bangsa: 11 Hari ini di kota Daud sebuah Juruselamat telah lahir untukmu, yaitu Mesias, Tuhan.” Dan kemudian, kumpulan malaikat menyatakan kemuliaan kepada Allah. Malaikat adalah utusan surgawi yang diutus untuk menyatakan bahwa Juruselamat telah tiba, dan bahwa Dia adalah Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama menjanjikan seorang Juru Selamat, Penebus, Pembebas, Hamba Tuhan, Mesias, Yang Diurapi. Ketika Kristus datang, Yang Diurapi telah tiba. Nah, di dalam Perjanjian Lama ada tiga orang tertentu yang diurapi untuk pelayanan yang unik di dalam kerajaan. Minyak dituangkan ke atas kepala mereka sebagai simbol bahwa mereka dikhususkan bagi Allah. Yang pertama adalah </span><span class="cf1"><b>para nabi</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat hal ini dalam 1 Raja-raja 19:16 di mana Elia diperintahkan untuk mengurapi penggantinya, nabi Elisa. Dalam 1 Tawarikh 16:22 dikatakan, “Jangan sentuh orang yang diurapi-Ku, dan jangan menyakiti nabi-nabi-Ku.” Kelompok kedua adalah </span><span class="cf1"><b>para imam</b></span><span class="cf1">. Dalam Keluaran 29 Anda melihat Harun dan mereka yang berada dalam imamat Harun, diperintahkan untuk diurapi. Dalam Keluaran 40:15 anak-anak Harun diurapi kembali menjadi imam Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kelompok ketiga adalah kelompok </span><span class="cf1"><b>raja</b></span><span class="cf1">. 1 Samuel 10:1 mengatakan bahwa Saul, raja pertama, diurapi. Satu Samuel 16 mengatakan Daud diurapi. Dan sekali lagi, ini melambangkan pencurahan berkat surgawi atas seseorang yang dipanggil untuk tugas-tugas surgawi yang unik. Janji Allah dalam Perjanjian Lama adalah akan kedatangan Nabi yang utama, Imam yang utama, dan Raja yang utama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mesias adalah ketiganya. Menurut Ulangan 18, Dia adalah nabi seperti Musa. Menurut Mazmur 1:10, Dia adalah seorang imam yang unik, dan hal ini diulangi lagi dalam Zakharia 6. Menurut Mazmur 2, dan sekali lagi dalam 2 Samuel 7, Dia adalah Raja. Dia akan menjadi Raja di garis keturunan Daud. Mazmur 2 mengatakan Dia akan memerintah semua bangsa di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengumuman para malaikat adalah bahwa inilah Kristus, “Dialah Yang Diurapi yang merupakan Nabi terakhir, Imam terakhir, dan Raja terakhir. Dan, dari Kejadian 3 dimana Allah mengutuk pria dan wanita serta ular, kami diberitahu bahwa akan datang seseorang yang akan meremukkan kepala ular pada saat Anda menunggu kedatangan Nabi, Imam, dan Raja yang maha kuasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika genap waktunya tiba, Dia lahir. Ini adalah hari yang paling monumental dalam sejarah Israel sejak janji-janji Perjanjian Lama akhirnya diselesaikan dalam kitab terakhir dari 39 kitab itu. Mereka telah menunggu lebih dari itu selama ratusan tahun; namun kini di Betlehem telah tiba Mesias, Nabi, Imam, dan Raja yang melebihi segala nabi, segala imam, dan segala raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para murid tahu bahwa Beliau adalah Mesias yang dijanjikan. Dia sendiri yang menyatakan hal itu. Dalam Yohanes 11:25-26 Yesus berkata kepada Marta, ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup meskipun ia mati, 26 setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati. Percayakah engkau akan hal ini?’ Kata Marta kepada-Nya, ‘Ya, Tuhan; Aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yaitu Dia yang datang ke dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan dari Tuhan sendiri adalah bahwa Dia adalah Mesias, dan Dia telah datang untuk menggenapi janji-janji tersebut. Hal ini ditegaskan oleh para rasul dan para murid. Hal ini menjadi pokok khotbah mereka dalam kitab Kisah Para Rasul. Kisah Para Rasul 3:18 mengatakan, “Apa yang telah diberitahukan Allah sebelumnya melalui mulut semua nabi, bahwa Kristus-Nya akan menderita, telah digenapi-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ibrani 1:1-3</b></span><span class="cf1">, “Dahulu kala Allah berbicara kepada nenek moyang kami melalui para nabi pada waktu yang berbeda-beda dan dengan cara yang berbeda-beda. 2 Pada hari-hari terakhir ini, Dia telah berbicara kepada kami melalui Anak-Nya. Allah telah menunjuk Dia sebagai pewaris segala sesuatu dan menjadikan alam semesta melalui Dia. 3 Anak itu adalah ekspresi yang tepat dari sifat-Nya, yang menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kuasa. Setelah melakukan penyucian dosa, Dia duduk di sebelah kanan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kami tahu bahwa manusia duniawi tidak dapat memahami hal-hal yang berhubungan dengan Allah, 1 Korintus 2:14 berkata, “Baginya semua itu adalah suatu kebodohan. Ilah dunia ini telah membutakan pikirannya, sehingga terang Injil tidak bersinar kepada-Nya.” Kami tidak dapat mengenal Allah jika Dia tidak berbicara; dan Dia melakukannya. Allah yang benar berfirman, bukan berhala, bukan penyebab impersonal, yang berarti Dia adalah suatu pribadi. Dan itulah sebabnya Alkitab disebut Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam arti tertentu, Perjanjian Lama itu tidak lengkap. Wahyu-wahyu yang menyusun 39 kitab Perjanjian Lama, kitab-kitab terpisah, terbentang selama seribu tahun, ditulis oleh banyak penulis yang berbeda; dan itu progresif, itu tidak lengkap. Allah meningkatkan pemahaman kami seiring dengan berlanjutnya wahyu. Tidak ada nabi yang mendapat wahyu Allah sepenuhnya, sampai kami melihat di ayat 2 bahwa Allah berbicara kepada kami melalui Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada nabi yang pernah memahami kebenaran Allah sepenuhnya, hanya Yesus dapat mengungkapkan kebenaran sepenuhnya. Di dalam Dia, Allah tidak memperlihatkan beberapa sisi diri-Nya atau kebenaran-Nya, namun Allah menyatakan diri-Nya sepenuhnya. Bukan lagi dengan tata krama yang berbeda-beda dan cara yang berbeda-beda, tetapi secara tunggal melalui Kristus. Lihatlah Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah,” ini berbicara tentang Anak Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kami, dan kami telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Ayat 18, “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Anak Tunggal, yang sendirin-Nya adalah Allah dan berada di sisi Bapa—Kristus telah menyatakan Dia.” Di dalam Yesus Allah diwahyukan sepenuhnya, dan Perjanjian Baru ditulis tentang wahyu penuh ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat Injil menggambarkan kedatangan dan pelayanan Yesus. Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan khotbah para rasul tentang Yesus. Surat-surat ini memaparkan pentingnya kehidupan-Nya dan kematian-Nya serta kebangkitan-Nya dan implikasinya di dunia. Dan Perjanjian Baru mencapai puncaknya pada kitab Wahyu dengan kedatangan-Nya kembali yang mulia. Perjanjian Baru semuanya adalah tentang Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang berkata bahwa mereka belum pernah mendengar seseorang berbicara seperti Yesus berbicara. Bahkan bagi Nikodemus, seorang guru di Israel, sudah jelas bahwa Yesus adalah guru yang diutus Allah. Faktanya, dia berkata bahwa Dia hanya mengatakan apa yang Allah ingin Dia sampaikan. Dalam Yohanes 5:25 Dia berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, saatnya akan tiba dan sudah tiba, dimana orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata-kata-Nya begitu kuat sehingga mereka bukan hanya menciptakan seluruh alam semesta, bukan hanya menopang alam semesta, namun juga begitu kuat sehingga Dia sanggup membangkitkan semua orang mati pada akhirnya. Ayat 26-27, “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup di dalam dirinya sendiri, demikian pula Bapak telah mengaruniakan kepada Anak untuk mempunyai hidup di dalam dirinya sendiri. 27 Dan Dia telah memberikan kepada-Nya hak untuk menghakimi, karena Dia adalah Anak Manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 28-29, “Jangan heran akan hal ini, karena akan tiba saatnya semua orang yang berada di dalam kuburan akan mendengar suaranya 29 dan keluarlah mereka dimana yang berbuat baik, akan menuju kebangkitan hidup, melainkan mereka yang telah melakukan hal-hal yang jahat, akan pergi pada kebangkitan penghukuman.” Kristus berbicara, dan orang mati dikeluarkan dari kuburnya, untuk diberi tubuh yang cocok untuk surga atau tubuh yang cocok untuk neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 3:17-20, para rasul berkata, “Dan sekarang, saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu bertindak karena ketidaktahuan, sama seperti para pemimpin kamu juga berbuat demikian. 18 Dengan cara ini Allah menggenapi apa yang telah dinubuatkan-Nya melalui para nabi—bahwa Mesias-Nya akan menderita. 19 Sebab itu bertobatlah dan kembalilah, supaya dosa-dosamu dihapuskan, 20 supaya datanglah pada masa-masa penyegaran di hadirat Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda membuka Perjanjian Lama dan Anda melihat sedikit demi sedikit terungkap. Bagi Abraham, kami menemukan bangsa Mesias. Dalam diri Yakub, kami menemukan suku Mesias. Dalam Daud dan Yesaya, kami menemukan keluarga Mesias. Di Mikha, kami menemukan kota Mesias. Dalam kitab Daniel, kami menemukan zaman Mesias. Di Maleakhi, kami menemukan pendahulu Mesias. Sekali lagi dalam Yesaya, kami menemukan kematian dan kebangkitan Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun masing-masing penulis hanya mengetahui sebagian saja; dan Petrus mengatakan mereka menyelidiki apa yang mereka tulis untuk mengetahui siapa sebenarnya orang ini. Namun ketika Kristus datang, penulis Ibrani memberitahu kami, “Ia berbicara atas nama Allah.” Dia ingin Anda memahami hal itu lebih dalam lagi, jadi dengarkanlah apa yang penulis itu katakan. Ibrani 1:2 mengatakan, “Dialah pewaris segala sesuatu. Dialah yang menciptakan dunia. Dialah pancaran kemuliaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah representasi yang tepat dari sifat-Nya, dan Kristus menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kuasa.” Yesus Kristus adalah Nabi tertinggi. Tidak ada nabi yang pernah memiliki perkataan yang sekuat perkataan-Nya. Dia benar-benar berhak atas segalanya. Dalam Wahyu 5, Anda melihat hal ini diilustrasikan ketika Anak Domba Allah keluar dari takhta dan mengambil kitab yang tersegel, yang merupakan akta kepemilikan alam semesta itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 6-7, “Kemudian aku melihat seorang seperti anak domba yang disembelih, berdiri di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk hidup itu dan di antara para penatua. Dia mempunyai tujuh tanduk dan tujuh mata, yang merupakan ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. 7 Ia pergi dan mengambil gulungan itu dari tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu.” Dan seisi surga sujud menyembah Dia saat Dia membuka gulungan akta kepemilikan alam semesta itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus adalah pewaris sah segala sesuatu yang dimiliki Allah. Ya, untuk sementara waktu Dia lebih rendah dari para malaikat. Namun Dia jauh lebih tinggi daripada para malaikat; Dia adalah Raja para malaikat. Dialah yang mewarisi segala sesuatu karena Dialah yang menciptakannya. Dengan perantaraan Anak, Allah Bapa menciptakan. “Segala sesuatu yang dijadikan oleh-Nya, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah tercipta.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kolose 1:16 mengatakan Dia menciptakan segalanya. Dia menciptakan semuanya dengan kata-kata. Dia mewujudkannya dengan perkataan. Dia berbicara dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga Dia dapat menciptakan alam semesta dalam enam hari. Dialah pencipta semua yang ada di dalam sejarah. Dialah pencipta dunia material dan dunia bukan material serta bagaimana semuanya berinteraksi. Dialah Pencipta segala zaman dan segala yang diwujudkan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dialah pancaran kemuliaan Allah.” Dia pewaris segalanya, Dia pencipta segalanya, karena Dialah Terang segalanya. 2 Korintus 4 mengatakan, “Dialah yang memancarkan kemuliaan Allah.” Kami melihat kemuliaan Allah bersinar di wajah Yesus. Sebagaimana pancaran sinar matahari mencapai bumi dan menyinari serta menghangatkan, memberi kehidupan dan bertumbuh, demikian pula Kristus adalah Terang Allah yang mulia yang menyinari hati manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penulis kitab Ibrani berkata, “Dialah gambaran yang tepat dari sifat Allah.” Dialah yang berhak menduplikasikan Allah dalam sifat, zat dan hakikatnya. Kolose 2:9 mengatakan, “Di dalam Dialah berdiam seluruh kepenuhan Keallahan.” Bukan hanya itu, “Dia menopang segala sesuatu dengan firman yang penuh kuasa-Nya.” Ini berbicara tentang kekuasaan-Nya untuk menopang segala sesuatu yang ada. Semuanya disatukan oleh firman kuasa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Dia mempunyai kuasa sebesar ini untuk menciptakan alam semesta dengan perkataan saja, dan untuk menopang alam semesta sampai waktunya itu digantikan oleh langit yang baru dan bumi yang baru, jika Dia adalah pewaris segala yang dimiliki Allah, jika Dia secara kodratnya adalah Allah sendiri, maka kami dapat mengatakan tidak ada orang lain yang dapat berbicara mewakili Allah seperti Dia. Dia mengarahkan semua pergerakan manusia sepanjang zaman dengan kuasa firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus bukan hanya Nabi yang mengungkapkan Allah, namun Dialah Imam yang mendamaikan manusia dengan Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Ketika Dia telah menyucikan dosa.” Ini memperkenalkan kami pada pekerjaan imamat-Nya. Itulah yang dilakukan para imam. Mereka menghadap Allah dengan cara yang ditentukan untuk mempersembahkan kurban yang diperlukan Allah untuk membayar dosa-dosa manusia sementara. Yesus mempersembahkan satu-satunya korban yang dapat menghapus dosa untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap imam akan kembali setiap hari dan melakukan apa yang dia lakukan di pagi hari lagi di malam hari, dan lagi di hari berikutnya. Tidak pernah ada akhir dari hal itu. Namun Kitab Ibrani ingin kami memahami bahwa tidak pernah ada imam seperti ini. Ibrani 2:17 mengatrakan, “Ia menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia, untuk mendamaikan dosa-dosa umat manusia.” Dia mempersembahkan korban yang memuaskan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 4:14 mengatakan, “Kami mempunyai Imam Besar Agung, Yesus Kristus, Anak Allah. Kami tidak mempunyai Imam Besar yang tidak dapat bersimpati terhadap kelemahan kami, melainkan Dia yang telah dicobai dalam segala hal seperti kami, namun tidak berdosa.” Ibrani 5:5, “Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, melainkan Allah berkata kepada-Nya: ‘Engkaulah Anak-Ku, pada hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi orang Yahudi, salib adalah sebuah batu sandungan, dan itulah sebabnya para rasul harus memberitakan bahwa Kristus, sang Mesias, pasti menderita. Namun Dia datang untuk menjadi Imam, untuk mempersembahkan kurban tertinggi, dengan menjadi kurban itu. Petrus berkata, “Kami ditebus bukan dengan benda fana seperti perak atau emas, tetapi dengan darah Yesus Kristus yang mahal, Anak Domba yang tidak bercacat dan tanpa dosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan yang ketiga, Dialah Raja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Setelah Dia melakukan penyucian dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat tinggi.” Para imam tidak pernah berhenti mempersembahkan kurban. Tidak mungkin bagi mereka untuk duduk. Pengorbanan di pagi hari, di sore hari, hari demi hari, tahun demi tahun, abad demi abad. Namun Yesus duduk karena Dia bukan hanya seorang imam, Dia adalah Raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti dikatakan di Wahyu, Dia menjadi Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan. Jadi penulis Ibrani memperkenalkan kami kembali kepada Kristus: Nabi yang berbicara atas nama Allah, menyatakan Allah; Imam yang mendamaikan kami dengan Allah; dan Raja yang memerintah bersama Allah. Ayat 4, “Setelah menjadi jauh lebih baik dari para malaikat. Karena kepada malaikat manakah Allah pernah berkata, ‘Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau’? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jun 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240616</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000231</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengantar kitab Ibrani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000230"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+1:1-2" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 1:1-2</a></span></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kami akan membahas seri pertama kitab Ibrani. Sebab dalam surat Ibrani, pesannya adalah keutamaan Yesus Kristus. Yesus Kristus lebih unggul dari segalanya dan semua orang. Nah, malam ini kami sedang mendengarkan pengantar kitab Ibrani, dan itu sebenarnya adalah tiga ayat pertama. Namun sebelum kami melihat ayat-ayat tersebut, saya ingin memberikan beberapa catatan sebagai landasan bagi apa yang kami akan pelajari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kami akan sampai pada salah satu petualangan paling tidak biasa yang pernah Anda lalui, dan itu adalah kitab Ibrani. Ini adalah buku yang sulit. Ini adalah buku yang memiliki banyak kebenaran mendalam yang sulit dipahami jika kita tidak tekun dan setia. Ada hal-hal yang melampaui pemahaman selain pengetahuan mendalam tentang Roh Kudus dan komitmen untuk memahami Firman Allah secara mendalam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dr. Feinberg, yang juga mengajar kitab Ibrani mengatakan bahwa Anda tidak dapat memahami kitab Ibrani kecuali Anda memahami Imamat karena kitab Ibrani didasarkan pada prinsip-prinsip imamat Lewi. Pada saat kami membaca kitab Ibrani Anda akan memiliki pemahaman yang cukup baik tentang Imamat beserta kitabnya. Namun ada baiknya jika Anda membiasakan diri dengan buku Imamat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Surat ini ditulis oleh penulis yang tidak dikenal. Ada yang mengatakan Paulus atau Apolos atau Petrus. Saya setuju dengan salah satu guru besar gereja mula-mula bernama Origin yang mengatakan tidak ada yang tahu. Jadi secara keseluruhan Ibrani, kami akan mengatakan bahwa ini ditulis oleh Roh Kudus. Saya tidak percaya itu ditulis oleh Paulus. Surat ini ditulis untuk sekelompok orang Yahudi yang menderita dan teraniaya di luar Israel, di suatu tempat di wilayah timur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada referensi tentang orang non-Yahudi di dalam buku ini. Permasalahan antara orang non-Yahudi dan orang Yahudi yang bersatu dalam gereja tidak ada di sini, yang menunjukkan bahwa jemaat kecil yang dia kirimi surat ini sepenuhnya adalah orang Yahudi karena tidak ada konflik dengan orang non-Yahudi. Dan kepada kelompok Yahudi percaya dan yang tidak percaya yang teraniaya dan menderita ini, ia menulis untuk mengungkapkan kebaikan Yesus Kristus dan Perjanjian Baru dibandingkan dengan Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami tidak tahu lokasi orang-orang Ibrani ini, mungkin di suatu tempat dekat Yunani, tetapi kami tahu bahwa komunitas Yahudi ini telah diinjili oleh para rasul dan para nabi. Dan mereka telah diberitakan Injil cukup awal setelah Kristus hidup, mati, dan bangkit kembali. Dan pada saat surat kepada orang Ibrani ini ditulis, sudah terdapat sebuah jemaat lokal kecil orang-orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Termasuk dalam surat yang sama adalah orang-orang tidak beriman yang, ternyata, juga merupakan bagian dari komunitas kecil Yahudi ini. Berbeda dengan orang Yahudi Yerusalem atau orang Yahudi Galilea, mereka belum pernah bertemu Yesus. Segala sesuatu yang mereka ketahui tentang Dia, mereka dapatkan secara tidak langsung. Mereka bahkan tidak mempunyai tulisan Perjanjian Baru, karena kitab itu belum dijadikan. Kitab Ibrani bahkan belum menjadi bagiannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apapun yang mereka ketahui, mereka mengetahuinya langsung dari mulut para rasul dan nabi-nabi Perjanjian Baru. Jadi mereka adalah orang Kristen generasi kedua hasil rasul-rasul misionaris. Kitab ini harus ditulis beberapa waktu setelah kenaikan Kristus, yaitu sekitar tahun 30 M, dan suatu saat sebelum kehancuran Yerusalem, yaitu di sekitar tahun 70 M.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Yerusalem masih berdiri pada saat ini dalam surat tersebut. Jadi ini harus ditulis di antara tahun 30 dan 70 M. Kemungkinan besar ini ditulis sekitar tahun 65 M karena harus ada waktu bagi para misionaris apostolik untuk pergi menginjili, dan kami tahu bahwa sebenarnya belum ada misionaris apostolik dari Yerusalem sampai setidaknya tujuh tahun setelah gereja didirikan di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan setelah mereka tercapai, mereka harus mempunyai waktu tertentu untuk bertumbuh secara rohani karena dalam Ibrani 5:12, Roh Kudus mengatakan kepada mereka, “Sebab selama ini kalian seharusnya sudah menjadi pengajar. Kalian membutuhkan Dia yang mengajari kalian lagi prinsip-prinsip pertama dari firman Allah.” Dengan kata lain, dia berkata, “Kalian punya cukup waktu untuk menjadi dewasa, tetapi kalian malah belum dewasa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah dasar penting untuk memahami kitab Ibrani, khususnya menterjemahkan Ibrani 6. Kami harus memahami bahwa ada tiga tipe dasar orang di seluruh surat ini. Jika Anda tidak memahami ketiga tipe dasar orang ini, maka surat ini akan sangat membingungkan. Kalau misalnya seperti yang dikatakan sebagian orang, semuanya ditulis untuk orang-orang Kristen, karena surat ini juga berbicara tentang orang yang tidak beriman, maka itu harus ditulis kepada gabungan orang-orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan memang ada tiga tipe dasar dalam komunitas kecil Yahudi ini yang menjadi tujuan penulis surat ini. </span><span class="cf1"><b>Kelompok pertama</b></span><span class="cf1">, Orang Kristen Ibrani, orang-orang yang benar-benar percaya kepada Yesus Kristus. Mereka sudah keluar dari Yudaisme. Mereka sudah lahir baru. Mereka telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Dan akibatnya adalah permusuhan yang luar biasa dari rakyat mereka sendiri. Mereka diasingkan dari keluarga mereka dan mereka sangat menderita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dianiaya bukan hanya oleh orang-orang Yahudi sebangsanya sendiri, tetapi tampaknya juga oleh orang-orang non-Yahudi. Mereka seharusnya sudah dewasa, tetapi ternyata mereka belum. Mereka berada dalam bahaya untuk kembali ke pola Yudaisme. Mereka bukan dalam bahaya kehilangan keselamatan mereka tetapi dalam bahaya mengacaukan keselamatan mereka dengan legalisme. Mereka tidak dapat memisahkan antara Perjanjian Baru dan semua upacara Yudaisme mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan terutama ketika orang-orang sebangsa mereka mulai menganiaya mereka dan mereka merasa tekanan dari hal ini dan harus berpegang pada beberapa tradisi lama Yahudi untuk setidaknya memiliki sesuatu dalam hubungan mereka dengan bangsa mereka sendiri. Oleh karena itu, dengan iman mereka yang lemah dan ketidaktahuan rohani mereka, mereka berada dalam bahaya besar untuk mencampurkan yang baru dengan yang lama, sehingga menciptakan Kekristenan yang bersifat ritual, seremonial dan legalistik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Roh Kudus kemudian mengarahkan surat ini kepada mereka untuk memperkuat iman mereka pada Perjanjian Baru untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak membutuhkan bait suci yang lama, yang dalam beberapa tahun lagi akan dihancurkan oleh Titus Vespasianus, yang menunjukkan bahwa Allah mengakhiri seluruh cara beribadah itu. Mereka tidak membutuhkan pengorbanan sehari-hari. Ini semua ditulis untuk memberikan keyakinan kepada orang-orang percaya yang sedang mengalami kesulitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelompok kedua</b></span><span class="cf1"> adalah orang Ibrani non-Kristen yang yakin secara intelektual. Ini orang yang tahu kebenaran namun tidak pernah berkomitmen terhadapnya. Siapa yang telah mendengar kebenaran tentang Yesus Kristus, dan mereka yakin bahwa Kristus memang benar seperti apa yang Dia nyatakan, namun mereka tidak mau membuat komitmen iman kepada-Nya. Jadi ada beberapa orang Ibrani yang non-Kristen, seperti halnya di setiap kelompok.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Ibrani 10:26. Apakah dosa terbesar yang bisa dilakukan seseorang? Yaitu dosa menolak Kristus, benar? Perhatikan ayat 26. “Sebab jika kami dengan sengaja terus berbuat dosa setelah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.” Ayat 27: “tetapi pengharapan yang menakutkan akan penghakiman dan kedahsyatan api yang akan menghanguskan musuh.” Itulah yang dapat ditemukan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 29, “Menurutmu, betapa beratnya hukuman yang harus ditimpakan kepada orang yang telah menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskan-Nya, dan yang menghina Roh anugerah itu?” Ibrani 12:15 mengatakan, “Jagalah supaya tidak seorang pun kehilangan anugerah Allah dan supaya tidak timbul akar kepahitan yang menimbulkan kesusahan dan menajiskan banyak orang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelompok ketiga</b></span><span class="cf1"> ada di dalam Ibrani 9:11, “Tetapi Kristus telah menyatakan diri-Nya sebagai Imam Besar dari segala hal baik yang telah terjadi. Di dalam kemah suci yang lebih besar dan lebih sempurna yang tidak dibuat dengan tangan.” Ayat 14, “Betapa lagi darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal mempersembahkan diri-Nya tanpa cela kepada Allah, dan menyucikan hati nurani kami dari perbuatan sia-sia, sehingga kami dapat melayani Allah hidup?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dialah perantara Perjanjian Baru melalui kematian-Nya, untuk penebusan mereka yang berada di bawah Perjanjian Lama. Ayat 27-28, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu penghakiman. 28 demikian pula Kristus, yang hanya satu kali saja telah dikorbankan untuk menanggung dosa banyak orang, akan muncul untuk kedua kalinya untuk tidak menanggung dosa, tetapi untuk membawa keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pesan-pesan itu diberikan kepada orang-orang yang tidak percaya, bukan kepada orang Kristen dan bukan kepada orang yang yakin secara intelektual, melainkan kepada orang yang perlu mengetahui siapakah sebenarnya Kristus itu, dan masih banyak ilustrasi serupa yang lain. Jadi kunci untuk menterjemahkan Ibrani itu adalah memahami kepada kelompok mana dia berbicara. Dan jika kami tidak memahami hal itu, maka kami mengacaukan masalah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani adalah tentang Kristus, Mesias, penulis Perjanjian Baru, lebih besar dari hal yang dibuat Allah dalam Perjanjian Lama. Ini bukan berarti yang lama itu salah, hanya itu tidak lengkap. Tema buku ini adalah keutamaan Kristus. Dia lebih baik daripada orang-orang di Perjanjian Lama. Dia lebih baik dari para institusi Perjanjian Lama. Dia lebih baik dari segalanya yang ada sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu dimulai pada tiga ayat pertama. Keutamaan Kristus atas malaikat, keungulan Kristus atas Musa, keutamaan Kristus atas Yosua, keungulan Kristus atas Harun, keutamaan Kristus dalam Perjanjian Lama, keungulan kurban Kristus terhadap kurban-kurban lama, keutamaan kurban Kristus yang setia kepada semua yang tidak setia, keunggulan kesaksian Kristus dibandingkan kesaksian orang lain. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi orang Yahudi, mendekati Allah adalah hal yang berbahaya. Dan pada hari besar penebusan, Yom Kippur, yang terjadi satu kali dalam setahun, pada saat itu saja Imam Besar dapat masuk ke tempat maha kudus di mana hadirat Allah berada. Dia tidak tinggal lama di sana. Faktanya, Alkitab mengatakan, “Ia tidak bisa berlama-lama di sana, kalau tidak ia akan membuat Israel ketakutan.” Jadi Allah menawarkan Israel hubungan khusus dengan diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Mereka akan memiliki akses khusus kepada-Nya jika mereka patuh pada hukum-hukum-Nya. Dan melanggar hukum adalah dosa, dan dosa mengganggu akses kepada Allah, dan karena selalu ada dosa, akses ini selalu terputus. Jadi Allah menetapkan ada sistem pengorbanan. Seluruh imamat Lewi, dan semua korban adalah untuk menebus dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manusia berdosa yang melanggar perjanjian itu. Pengorbanan dilakukan untuk dosa yang menghilangkan penghalang sehingga hubungan itu bisa terwujud. Jadi mereka harus berkorban tanpa berhenti, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, tak ada henti-hentinya. Dan para imam juga semua adalah orang berdosa, dan mereka harus melakukan pengorbanan demi dosa mereka sendiri untuk melakukan pengorbanan demi dosa umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah perjuangan yang sia-sia untuk menghilangkan penghalang itu. Dan yang dibutuhkan manusia adalah seorang imam yang sempurna dan pengorbanan yang sempurna yang dapat membuka jalan sekali untuk selamanya. Semacam pengorbanan yang bukan hanya menangani satu dosa, namun yang mengambil semuanya sekaligus. Mereka membutuhkan seorang imam yang sempurna untuk menanggung pengorbanan yang sempurna itu. Dan itu, kata penulis kitab Ibrani, adalah persis seperti apa Yesus itu sebenarnya dan apa yang Dia lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pesan kitab Ibrani kepada orang-orang Yahudi. Bagi orang yang percaya, Dia mengatakan yakinlah akan hal itu. Bagi mereka yang yakin secara intelektual, terimalah itu. Dan bagi orang yang tidak percaya, kata-Nya, menerima Kristus adalah yang terbaik. Penulis mengatakan sepanjang hidup Anda, Anda telah mencari pengorbanan terakhir yang sempurna. Saya membawa solusinya, Dia adalah Yesus Kristus. Ini tidak mudah diterima oleh orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan berpegang teguh kepada Mesias, mereka telah diasingkan dari segala hal yang pernah mereka ketahui. Sebab seorang Yahudi bukanlah seorang Yahudi yang bersatu secara lahiriah, namun seorang Yahudi yang bersatu secara batiniah. Jadi di seluruh kitab Ibrani, Dia berbicara kepada orang-orang Kristen yang terkasih ini dan memberitahu mereka untuk menaruh keyakinan mereka pada Perjanjian Baru. Taruhlah keyakinan Anda pada Kristus, perantara perjanjian yang lebih baik, Imam Besar Agung yang baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di luar ciptaan alami kami terdapat hal-hal supranatural, dan di suatu tempat di dalam diri kami, kami tahu bahwa hal itu ada di luar sana. Dan apakah itu aliran sesat atau apa pun, kami ingin keluar dari kotak itu, tetapi masalahnya Anda tidak bisa keluar. Manusia alamiah tidak bisa lepas dari itu dan masuk ke dunia supranatural. Dan setiap agama adalah upaya manusia untuk keluar dari kotaknya. Hanya ada satu agama di dunia yang berlawanan, yaitu Kekristenan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang mengatakan Anak Manusia telah datang untuk mencari dan menyelamatkan orang. Setiap agama adalah upaya manusia untuk menemukan Allah. Kekristenan adalah dimana Allah datang ke dalam dunia manusia dan memberi tahu manusia Dia itu seperti apa. Allah harus masuk ke dalam dunia-Nya, jadi Allah berfirman. Dan Allah pertama kali berbicara melalui kata-kata Perjanjian Lama. Nah, Anda tahu bahwa manusia tidak menulisnya. Mereka digunakan sebagai alat, namun Allah adalah penciptanya yang memberi energi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berbicara langsung kepada manusia, dan menyuruhnya menulis. Terkadang dalam sebuah visi. Terkadang dalam sebuah perumpamaan. Terkadang melalui tipe atau simbol. Nah, manusia digunakan dan kepribadian mereka digunakan dan pikiran mereka digunakan, tetapi mereka sepenuhnya dikendalikan oleh Roh Kudus sehingga setiap kata yang mereka ucapkan adalah kata-kata yang Allah putuskan supaya mereka ucapkan dan senang apa yang mereka ucapkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa Perjanjian Lama adalah sejarah. Beberapa di antaranya adalah puisi. Beberapa di antaranya adalah hukum. Beberapa di antaranya adalah nubuatan. Namun semuanya adalah Allah yang berbicara. Dan hal ini masih terpisah-pisah dalam Perjanjian Lama, dan tidak lengkap. Hal ini terjadi lebih dari 15 ratus tahun oleh lebih dari 40 penulis, semuanya dalam bagian-bagian yang berbeda, masing-masing memiliki unsur kebenaran dan itu mulai membangunnya. Dan Perjanjian Lama adalah apa yang kami sebut wahyu progresif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di seluruh Perjanjian Baru, hal ini ditegaskan. 2 Petrus 1:21 mengatakan, “Sebab tidak ada nubuatan yang dihasilkan oleh kehendak manusia; sebaliknya, manusia berbicara atas nama Allah ketika mereka dibawa oleh Roh Kudus.” Dan dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan, “Seluruh Kitab Suci diberikan melalui ilham Allah.” Jadi Perjanjian Lama adalah benar dan Perjanjian Lama adalah persiapan progresif bagi Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240609</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000230</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus di Roma]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000022F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+28:17-31" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 28:17-31</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita akan melihat bagian akhir dari Kisah Para Rasul 28:17 - 31. Sekarang, paragraf yang akan kita lihat adalah bagian akhir dari Kisah Para Rasul dalam sejarah gereja. Pada mulanya kitab ini dimulai ketika Tuhan kita Yesus Kristus mengutus Roh Kudus, dan berkata, “Kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di Yudea, Samaria dan di ujung bumi.” Dan itulah format kitab Kisah Para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil itu dimulai di Yerusalem, lalu ke seluruh Yudea, kemudian ke Samaria, dan akhirnya sampai ke ujung bumi. Sekarang, pada titik ini, rekamannya berhenti, namun ceritanya tidak berakhir. Kisah gereja akan terus berlanjut sepanjang kekekalan, karena kisah ini tidak akan berakhir. Faktanya, saat ini di tahun 2024, kami sedang menulis kelanjutan dari Kisah Para Rasul, ketika Roh Allah terus membangun gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul dalam arti sebenarnya adalah sebuah kitab yang belum selesai. Itu berakhir tanpa akhir. Ayat 30-31 mengatakan, “Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah sewaannya dan menyambut semua orang yang mengunjunginya, 31 memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus dengan penuh keberanian dan tanpa hambatan.” Dan di sanalah semuanya berakhir. Kami tidak tahu apa yang terjadi pada akhir dua tahun itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kisah yang tidak ada habisnya. Catatan itu berhenti ditulis; tetapi ceritanya terus berlanjut. Akhirnya kita sampai di kota Roma. Mulai dari tiga ribu orang yang diselamatkan pada hari Pentakosta hingga mereka yang akan percaya di sini, di paragraf terakhir Kisah Para Rasul 28. Kita melihat kesatuan gereja sebagaimana itu lahir dalam Kisah Para Rasul 2. Kita melihat persekutuan gereja sebagai itu dipamerkan di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita kemudian melihat reaksi para pemimpin Yahudi dan penganiayaan yang terjadi, yang mengakibatkan penyebaran Injil dan pertobatan rasul Paulus. Kita telah melihat bagaimana gereja menyebar, dan akhirnya mencapai kota Roma. Memang itu tidak lengkap, tetapi cukup banyak yang telah ditulis untuk mengungkapkan sumber kuasa bagi gereja, yaitu Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang, kita sampai pada halaman terakhir. Gereja telah menyebar ke Roma, dan Paulus akhirnya tiba di sana, setelah bertahun-tahun merindukannya. Nah, ketika kami mendekati ayat 17, marilah kami berikan sedikit latar belakang tentang seperti apa kota Roma ketika Paulus tiba. Ayat 16 memberitahu kami bahwa dia datang ke Roma. Dan orang-orang kudus menyambutnya; mereka bertemu dengannya, dan mereka keluar sejauh 43 mil dari kota untuk menyambutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma sedang menuju ke bawah pada saat ini. Para diktator Roma telah merebut kekuasaan rakyat, dan apa yang pada awalnya merupakan sebuah republik kini telah mati. Para kaisar telah ambil lebih banyak kuasa, dan kaisar Nero ini mungkin yang terburuk dari semuanya. Faktanya, ketika Paulus tiba, Nero mungkin berusia 25 tahun, tetapi tangannya sudah berlumuran darah karena pembunuhan ibunya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ke dalam keadaan umat manusia yang bejat dan terampas ini datanglah rasul Paulus, utusan Tuhan Yesus Kristus. Dan tertariknya pada Roma bukan bersifat sosiologis, bukan bersifat ekonomi, bukan untuk budaya, tetapi itu hanya untuk penginjilan. Dia ingin memenangkan mereka kepada Yesus Kristus dan mendewasakan umat Kristiani. Sekarang, di tengah-tengah dua juta orang itu, rasul ini terus melayani walaupun dia dirantai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17 – 20</b></span><span class="cf1">, “Setelah tiga hari ia mengumpulkan para pemimpin Yahudi. Ketika mereka sudah berkumpul, Ia berkata kepada mereka, “Saudara-saudara, walaupun aku tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan bangsa kita atau adat istiadat nenek moyang kita, aku diserahkan sebagai tawanan dari Yerusalem ke tangan orang Romawi. 18 Setelah mereka memeriksa saya, mereka ingin melepaskan saya, karena tidak ada alasan untuk hukuman mati di dalam kasus saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">19 Karena orang-orang Yahudi keberatan, aku terpaksa mengajukan banding ke Kaisar; padahal aku tidak mempunyai tuduhan untuk melawan umatku. 20 Oleh karena itu aku minta untuk bertemu dengan kalian dan berbicara dengan kalian. Faktanya, demi harapan Israel saya memakai rantai ini.” Para pemimpin bukanlah satu orang; mereka adalah banyak orang. Disitu ada 7 -12 sinagoga yang berjalan di Roma saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena dia dirantai, dia tidak bisa pergi ke sinagoga untuk berbicara kepada mereka, jadi dia harus minta mereka datang kepadanya. Dan yang menarik adalah mereka memang datang. Saat ini dia adalah orang yang populer di dunia Romawi. Namun dia adalah orang yang sangat dibenci di dunia Yahudi; di setiap sinagoga dia memenangkan beberapa orang kepada Yesus Kristus, dan berita itu pasti telah sampai kepada orang-orang Yahudi di Roma.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tertarik dengan apa yang dia katakan tentang Mesias. Dialah orang yang berkeliling dengan semua informasi Mesianis ini, dan tentunya hal Mesianik ini menarik bagi mereka. Jadi, mereka bersedia bertemu dengannya. Ingatlah dalam Kisah Para Rasul 18, orang-orang Yahudi telah diusir dari Roma. Rupanya di bawah Nero mereka diizinkan masuk kembali, karena mereka ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Paulus harus menjelaskan keadaannya sebagai seorang tahanan. Ia harus menunjukkan bahwa ia tidak bersalah atas segala tuduhan yang ditimpakan terhadap dirinya oleh orang-orang Yahudi, dan pada saat yang sama, ia tidak boleh mengasingkan pendengar Yahudinya. Bagaimana? Ia mengatakan, ”Saudara-saudara, walaupun aku tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan bangsa kita atau adat istiadat nenek moyang kita, aku diserahkan sebagai tawanan dari Yerusalem ke tangan orang Romawi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah pembelaannya yang keenam sejak penangkapannya di Yerusalem. Dia tidak melanggar hukum Yahudi, dia tidak melukai orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi menuduhnya melakukan penghasutan; bahwa dia adalah seorang reaksioner melawan pemerintah Romawi. Mereka menuduhnya melakukan sektarianisme dengan mengatakan bahwa dia adalah pemimpin Nazarene. Mereka juga menuduh dia melakukan penistaan karena dia mencemarkan bait suci, sehingga menghujat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia dibawa ke hadapan Felix, dan dinyatakan tidak bersalah. Dia kemudian dibawa ke hadapan Festus, dan dinyatakan tidak bersalah. Dia kemudian dibawa ke hadapan raja, Agripa, dan sekali lagi dia dinyatakan tidak bersalah. Segala cobaan yang dialaminya membuktikan dirinya tidak bersalah, bahkan huru-hara di depan Sanhedrin yang berakhir dengan perkelahian, karena mereka terpecah belah di tengah-tengah. Dia tidak bersalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dia katakan adalah, “Ini adalah masalah Yahudi. Orang-orang Yahudi telah mengirim saya ke sini, tetapi di mata hukum Romawi, ketika saya menghadapinya di sana, saya tidak bersalah.” Dia mengatakan, “Meskipun saya tidak bersalah, orang-orang Yahudi terus menekan saya. Sedemikian rupa sehingga satu-satunya jalan keluarku adalah mengajukan permohonan kepada Kaisar dan memindahkan perkara ini ke Roma, dengan harapan aku bisa mendapatkan pengadilan yang adil.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Untuk alasan inilah aku minta untuk bertemu dengan kalian dan berbicara kepada kalian. Faktanya, demi harapan Israel saya memakai rantai ini.” Harapan Israellah yang membawanya ke dalam semua masalah ini. Harapan Israel adalah Mesias. Dan bersamaan dengan hal itu datanglah kebangkitan. Dan karena pemberitaan bahwa Yesus bangkit dari kematian dan memberikan kebangkitan, itulah masalah sebenarnya yang membuat dia ada masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi tahu bahwa Allah telah menjanjikan seorang Mesias, dan bahwa Mesias itu akan mendatangkan kerajaan Allah. Supaya orang-orang Yahudi yang telah meninggal dapat ikut ambil bagian dalam kerajaan itu, harus ada kebangkitan. Yesaya 26:19 mengatakan, “Orang matimu akan hidup; tubuh mereka akan bangkit. Bangunlah dan bernyanyilah, hai kalian yang diam di dalam debu! Sebab engkau akan diselimuti embun pagi, dan bumi akan mengeluarkan roh-roh yang telah pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus mengatakan dalam Kisah Para Rasul 28:20, alasan saya dirantai adalah karena saya telah menyatakan bahwa Mesias telah tiba, Dia telah bangkit dari kematian, dan kebangkitan telah disediakan. Berulang kali Paulus merujuk pada rantai yang ia miliki, yang mengikatnya pada penjaga Romawi selama dua tahun. Apa yang Paulus doakan adalah keterbukaan mendasar, kemauan untuk mendengarkan dari orang-orang Yahudi ini – dan hal itu terwujud.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21-22</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka berkata kepadanya: “Kami belum menerima surat apa pun tentang kamu dari Yudea. Tidak ada satu pun saudara yang datang dan melaporkan atau membicarakan hal jahat tentang Anda. 22 Namun kami ingin mendengar pandangan Anda, karena kami tahu bahwa banyak orang di mana pun menentang sekte ini.” Yang kami dengar hanyalah hal-hal buruk tentang kekristenan; jadi silahkan lanjutkan dan pertahankan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pemerintah Romawi memandang dengan sangat keras terhadap seseorang yang mengadili suatu kasus tanpa bukti yang kuat. Jadi memang sulit untuk mengadili Paulus, yang adalah warga negara Romawi. Dan kemudian, ada informasi yang baik untuk Paulus dari Festus dan Felix; jadi tidak mungkin ada orang Yahudi yang mau datang ke Roma. Tidak mungkin mereka akan menentang pria ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka sebenarnya tahu segalanya tentang agama Kristen. Gereja itu telah didirikan di Roma. Mereka memainkan sedikit diplomasi di sini. Paulus kemudian mulai memberi mereka Injil dan undangan. Semua pemimpin Yahudi itu berkumpul untuk mendengarkan dia berbicara. Ini adalah semacam penggenapan dari Roma 1:14, “Aku berutang kepada orang-orang Yunani dan orang-orang Barbar; kepada yang bijaksana, dan kepada yang tidak bijaksana.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Setelah mengatur satu hari bersama mereka, banyak orang datang kepadanya di penginapannya. Dari fajar hingga senja dia menjelaskan dan bersaksi tentang kerajaan Allah. Dia mencoba meyakinkan mereka tentang Yesus baik dari Hukum Musa maupun dari para Nabi.” Paulus ingin didengarkan oleh seluruh pimpinan bahwa Yesus adalah Mesias. Dan bujukan yang digunakannya adalah nubuatan Perjanjian Lama, Hukum Taurat, dan Kitab Para Nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus memberi tahu mereka bahwa kerajaan itu milik mereka, jika mereka mau menerima Raja. Dan Yesus membuktikan kerajaan itu dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Lihatlah tanggapan mereka di </span><span class="cf1"><b>ayat 24-25</b></span><span class="cf1">, “Ada beberapa yang percaya akan perkataannya, tetapi ada juga yang tidak percaya. 25 Karena tidak sependapat satu sama lain, mereka mulai meninggalkan tempat itu setelah Paulus membuat satu pernyataan,”Benarlah Roh Kudus ketika berfirman kepada nenek moyangmu melalui nabi Yesaya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak pernah ada penerimaan nasional. Selalu hanya ada sedikit sisa yang percaya. Ini disebut inversi yang artinya pembalikan. Injil pertama kali datang kepada orang Yahudi, namun tragisnya, justru sebaliknya terjadi sekarang. Roh Allah menyampaikan untuk keempat kalinya nubuatan Yesaya yang dimulai pada </span><span class="cf1"><b>ayat 25 – 29</b></span><span class="cf1">, “Pergilah kepada orang-orang ini dan katakan, kalian selalu akan mendengarkan, tetapi kalian tidak pernah mengerti;</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kalian selalu akan melihat, namun tidak pernah mengerti. 27 Sebab hati bangsa ini telah menjadi tidak berperasaan, telinga mereka telah menjadi tuli, dan mata mereka telah tertutup; jika tidak, mereka akan melihat dengan mata mereka dan mendengar dengan telinga mereka, memahami dengan hati mereka dan berbalik, dan Aku akan menyembuhkan mereka. 28 Oleh karena itu, hendaklah kalian tahu, bahwa keselamatan yang dari Allah ini telah diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi; dan mereka akan mendengar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul adalah kisah perjuangan terakhir Allah dengan orang-orang Ibrani. Sejak Allah memanggil Abraham dan mendirikan bangsa itu, Dia telah berjuang bersama Israel. Di sepanjang Perjanjian Lama, Israel gagal hidup untuk memenuhi informasi dan wahyu yang mereka miliki. Mereka mendukakan hati Allah, mereka melukai hati-Nya, dan penghakiman demi penghakiman demi penghakiman pun datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian, Kristus datang untuk pertama kali ke Israel. Kemudian, pada hari Pentakosta, ketika gereja lahir, Roh Kudus diutus ke tengah-tengah Israel. Ketika gereja tersebar, rasul Paulus pergi ke kota, dan pertama-tama dia pergi ke Israel, ke sinagoga-sinagoga. Dan akhirnya, sekarang kami sampai di Roma. Hanya 10 tahun kemudian pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan menghancurkan Yudaisme untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang ada saat ini yang disebut Yudaisme hanyalah bayangan samar dari Yudaisme dulu itu. Kota ini dihancurkan pada tahun 70 M. Ini adalah peringatan terakhir yang alkitabiah bagi Israel. Ini adalah kali terakhir Allah mendatangi orang Yahudi terlebih dahulu. Sekarang, kata-kata yang Paulus kutip dalam ayat ini diambil dari Yesaya 6. Tuhan kita Yesus mengucapkannya dalam Matius 13, yang menunjukkan bahwa kerajaan itu akan diambil dari Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus datang ke dunia, lahir dari seorang perawan, Allah yang berinkarnasi, hidup dalam kerendahan hati di antara manusia di Nazaret. Setelah 30 tahun, Dia mengumumkan kepada Israel bahwa Dia adalah Allah, Mesias, Kristus yang hidup, gembala yang baik, kebangkitan dan kehidupan, dan semua gelar ini diberikan kepada-Nya di dalam Injil Yohanes. Dia membuktikan semua klaim tersebut dengan mukjizat-mujizat. Dan apakah tanggapan Israel?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka meragukan Dia, mereka menyangkal Dia, mereka menolak Dia, dan akhirnya, mereka ingin Dia mati, dan mereka mengeksekusi Dia. Dan inilah sisi kedaulatannya: “Agar tergenapi perkataan nabi Yesaya, yang dia ucapkan, ‘Tuhan, siapakah yang percaya pada pemberitaan kami? Kepada siapakah lengan Tuhan ditunjukkan?’” Orang-orang Yahudi tidak percaya. Oleh karena itu mereka tidak dapat percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, bangsa non-Yahudi adalah pohon zaitun liar yang akan dicangkokkan ke dalam batang berkat Allah; orang Yahudilah yang akan disingkirkan. Namun Israel akan dicangkokkan kembali jika mereka percaya. “Sebab Allah sanggup mencangkokkan mereka kembali. Kebutaan dari sebagian telah menimpa Israel, hanya sampai jumlah orang non-Yahudi telah masuk secara penuh. Dengan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.” Dengarkanlah, Allah akan mencangkokkan Israel lagi. Dia pada akhirnya belum selesai dengan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menulis kitab Kolose, dia menulis kitab Filemon, dia menulis kitab Efesus, dan dia menulis kitab Filipi. Dalam surat Kolose, ia memberitahu mereka bahwa Aristarchus ada bersamanya, Lukas ada bersamanya, Markus ada bersamanya, Justus ada bersamanya, Epafras ada bersamanya, Demas ada bersamanya. Dia mengalami saat-saat yang menyenangkan. Dalam Surat Filipi, ia menceritakan tentang keselamatan yang sedang terjadi pada orang-orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam pemenjaraannya yang terakhir, ia menulis 1-2 Timotius dan Titus. Mungkin sekitar empat tahun kemudian, dan dalam perjalanan menuju Ostia, akhirnya kepalanya dipenggal. Selama dua tahun penuh ia berkhotbah, </span><span class="cf1"><b>ayat 30 – 31</b></span><span class="cf1">, Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah kontrakannya sendiri. Dan dia menyambut semua orang yang mengunjunginya, 31 sambil memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus dengan penuh keberanian dan tanpa hambatan.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 May 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240512</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000022F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelayanan di Malta]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000022E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+28:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 28:1-16</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah bagian klimaks. Sudah lama kami melihat Paulus berusaha pergi ke Roma. Dan akhirnya dia akan tiba. Sulit membayangkan reaksi Paulus saat ini. Allah ada dalam urusan pemenuhan keinginan. Dan dunia benar-benar sedang berusaha mengacaukan keinginan semua orang. Salomo menyatakan hal yang benar dalam kitab Pengkhotbah ketika dia berkata, “Manusia memandang segala sesuatu, padahal segala sesuatu adalah kesia-siaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun Allah menanamkan keinginan-keinginan dalam hati orang-orang yang takut akan Dia dan mengabulkan keinginan-keinginan itu. Dan kami melihatnya dalam bagian firman ini. Sekarang dalam KPR 27 kami melihat semua kualitas seorang pemimpin yang setia. Di sini kami akan melihat berkat Allah yang setia kepada seorang pemimpin yang setia. Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan Allah dalam memberkati orang yang takut akan Dia, dan memberkati orang yang setia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi perjalanan ke Roma merupakan narasi yang kaya karena itu memberikan kami prinsip-prinsip kepemimpinan namun juga memberi kami prinsip-prinsip yang menjadi dasar berkat Allah atas kepemimpinan yang setia. Jadi kami sampai pada apa yang terjadi dari Malta hingga Roma. Perjalanannya sudah berlangsung 2-1/2 bulan. Selama 14 hari mereka berjuang melawan angin dan laut dari badai berat ini. Namun entah bagaimana Allah tetap mengendalikan badai tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mengijinkan badai itu membawa mereka ke Malta. Perwira Julius mencegah para prajurit membunuh semua tahanan di kapal yang mulai pecah. Ada yang menyelam ke dalam air, ada yang berenang menembus ombak, dan ada yang bergelantungan di papan, namun semua orang berhasil sampai ke pantai. Dan semua yang Allah katakan terjadi. Jadi kredibilitas Paulus dan Allah yang dia akui berkuasa di dunia sangat tinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang di pulau itu basah kuyup di tengah hujan lebat, yang baru saja berhasil melarikan diri melalui ombak. Angin bertiup keras, dalam situasi seperti itu, di sanalah mereka, terdampar di tempat yang bahkan mereka tidak dapat identifikasika. Hal pertama yang kami lihat adalah keramahtamahan orang yang tidak percaya. Dan kami akan membahas narasinya dan kemudian kembali ke poin tentang berkat Allah atas orang yang setia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu kebajikan kekristenan adalah keramahtamahan. Keramahtamahan harus menjadi ciri orang yang saleh, menurut 1 Timotius dan Titus. Namun lebih dari itu, keramahtamahan harus menjadi ciri khas semua orang Kristen, sesuai dengan 1 Petrus 4:9. Orang-orang Kristen harus memberikan kebaikan kepada orang asing. Rumah kami harus terbuka. Hidup kami harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan orang asing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 10:40-42 mengatakan, “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 41 Dan barangsiapa menyambut orang yang saleh karena dia orang yang saleh, ia akan menerima upah orang yang saleh. 42 Dan siapa yang memberikan secangkir air dingin kepada salah satu dari anak-anak kecil ini karena dia adalah seorang murid, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, dia tidak akan kehilangan pahalanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat Anda keluar dan berkhotbah untuk menjangkau orang-orang, keramahtamahan mereka terhadap Anda akan menghasilkan berkat Allah. Allah selalu memberi harga tinggi pada keramahtamahan; tentang kebaikan, tentang kelembutan dan kebaikan terhadap orang asing, dan ini harus menjadi bagian dari kehidupan dan kesaksian orang Kristen. Kurangnya keramahtamahan menyebabkan orang diperlakukan seolah-olah mereka bukan Yahudi, dan ini merupakan hal terburuk bagi seorang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, jika Anda benar-benar melihat keramahtamahan, kita sering kali kalah dengan dunia. Sekarang dalam KPR 28 perhatikanlah bahwa keramahtamahan di sini adalah ciri khas orang-orang kafir ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Setelah selamat sampai di darat, kami kemudian diberitahu bahwa pulau itu bernama Malta.” Mereka tidak mengenalinya ketika mereka tiba karena ini bukan pelabuhan biasa yang disebut Valletta. Malta tidak begitu besar, panjangnya hanya 27 km dan lebarnya 16 km.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Penduduk setempat menunjukkan kebaikan yang luar biasa kepada kami. Mereka menyalakan api dan membawa kami semua masuk, karena saat itu hujan dan dingin.” Ini awal bulan November dan cuacanya sangat dingin, basah kuyup, dan terkena angin. Nah ketika Anda akan membuat api untuk 276 orang agar mereka tetap hangat, itu api besar sekali, jadi mereka benar-benar memiliki api unggun. Jadi orang-orang Malta ini menyambut semua pengunjung yang kedinginan dan kelelahan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kejadian 12 terdapat pernyataan pertama di mana Allah mengatakan bahwa Abraham akan menjadi bapak suatu bangsa yang besar dan kemudian dia berkata, “Aku akan memberkati mereka yang memberkati kamu dan Aku akan mengutuk mereka yang mengutuk kamu.” Cara dunia memperlakukan umat Allah adalah perhatian utama dalam pikiran Allah. Allah selalu memperhatikan kebaikan orang-orang kafir terhadap dunia dirinya dan pada gilirannya Allah memberkati mereka juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan salah satu alasan mengapa begitu banyak hal baik terjadi di Malta adalah karena orang-orang tersebut begitu baik terhadap orang-orang asing itu. Dikatakan dalam ayat 2 bahwa mereka “menunjukkan kebaikan yang luar biasa kepada kami.” Artinya, hal itu melampaui kebaikan normal. Kami banyak berbicara tentang kebejatan manusia. Namun bahkan di dalam budaya penyembah berhala, ada sesuatu dalam diri umat manusia yang membuat mereka melakukan perbuatan-perbuatan baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa dari para pelaku dermawan terbesar di dunia adalah orang-orang non-Kristen. Roma 2:14, 15 mengatakan, “Jadi, apabila orang-orang non-Yahudi, yang menurut kodratnya tidak memiliki hukum, melakukan apa yang dituntut oleh hukum itu, maka mereka sendirilah yang menjadi hukum, walaupun mereka tidak memiliki hukum itu. 15 Mereka menunjukkan bahwa pekerjaan hukum Taurat tertulis di dalam hati mereka. Hati nurani mereka menegaskan hal ini. Pikiran-pikiran mereka yang bersaing saling menuduh atau bahkan memaafkan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Aktivitas masyarakat di Malta adalah gambaran wahyu batin Allah kepada kaum kafir. Bahkan orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang Yesus Kristus, yang mengatakan untuk mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri, bahkan orang yang tidak memiliki semua itu mempunyai kesadaran dalam diri mereka untuk melakukan apa yang benar di saat ada stres. Mereka mendapatkannya karena Hukum Allah itu tertulis di dalam hati mereka. Hati nurani mereka memberi kesaksian itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah salah satu bukti besar dari pengetahuan batin tentang kebenaran, artinya Allah telah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Orang selalu berkata, bagaimana dengan orang kafir? Bagaimana mereka tahu? Bagaimana mereka akan tahu? Karena Allah telah menuliskan hukum-Nya di dalam hati mereka. Mereka memiliki rasa moralitas. Mereka memiliki rasa kebaikan dan kasih sayang yang dianugerahkan Allah kepada mereka. Mereka mempunyai perasaan benar dan perasaan salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Ketika Paulus mengumpulkan seikat semak belukar dan menaruhnya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.” Dan pada waktu itu kredibilitasnya sudah terbentuk. Namun ketika tiba waktunya untuk mengumpulkan semak itu, dia tidak mulai memberikan perintah kepada 275 orang lainnya, dia sendiri pergi dan mengambil semak belukar tersebut. Kepemimpinan spiritual sejati melakukan apa yang diharapkan dari orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus selalu berkorban. Kata Yesus, “Sebab Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Kerendahan hati adalah hal yang mutlak dalam kepemimpinan spiritual yang sejati. Dalam penggenapannya yang tertinggi, Dia berkata kepada mereka, “Lakukanlah apa yang telah Aku lakukan kepadamu.” Dengan kata lain, Anda memimpin dengan mentalitas pelayan. Anda membungkuk untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Sayangnya, salah satu semak itu hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Ketika penduduk setempat melihat ular itu bergantung di tangannya, mereka berkata satu sama lain, “Orang ini pastilah seorang pembunuh. Meskipun dia telah lolos dari laut, keadilan tidak mengizinkannya untuk hidup.” Rasanya aneh kalau tiba-tiba Paulus mati di sini digigit ular padahal dia baru saja berhasil dilindungi dari badai selama 14 hari. Itulah teologi mereka, dia seorang pembunuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ia mengibaskan ular itu ke dalam api dan tidak menderita celaka apapun.” Orang-orang kafir ini mempunyai rasa keadilan dan perasaan bahwa dosa selalu akan dihukum. Ini adalah rasa moralitas. Inilah yang ditanamkan Allah dalam hati manusia. Nah, perhatikanlah perbedaannya. Salah satunya adalah rasa kebaikan. Yang lainnya adalah perasaan jahat. Kebaikan ada akibat-akibatnya, kejahatan juga ada akibat-akibatnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketenangan seperti itu sangat mencolok. Biasanya gigitan ular seperti itu akan menimbulkan kepanikan dan orang itu akan gemetar ketakutan. Tetapi dikatakan bahwa dia tidak merasa terluka; dia menjentikkan ular itu. Tahukah Anda bahwa ini adalah penggenapan nubuatan? Lukas 10:19 mengatakan, “Aku telah memberikan kepadamu kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking dan atas segala kekuatan musuh; tidak ada apa pun yang akan menyakitkanmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ingatlah bahwa ini semua bukan untuk hari ini. Kalau Anda minum sebotol racun, Anda tidak ada jaminan kecuali Anda akan mati. Dan jika Anda bermain dengan ular berbisa Anda tidak dapat mengklaim Markus 16:18. Ingatlah bahwa orang-orang yang ingin mengklaim bahwa berbicara dalam bahasa baru hanya untuk para rasul tidak ingin mengklaim bahwa mereka boleh minum racun atau bermain dengan ular berbisa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini khususnya untuk zaman para rasul. Allah menggunakan mukjizat untuk meneguhkan para rasul-Nya dan untuk meneguhkan sumber ilahi mereka serta untuk meneguhkan Firman mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Mereka menyangka bahwa ia akan bengkak atau tiba-tiba mati. Setelah mereka menunggu cukup lama dan tidak melihat sesuatu yang aneh terjadi padanya, mereka berubah pikiran dan mengatakan bahwa dia adalah allah.” Paulus tidak suka dia dianggap Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Di daerah sekitar tempat itu ada properti milik pemimpin pulau itu, yang bernama Publius, yang menyambut kami dan menjamu kami dengan ramah tamah selama tiga hari.” Inilah orang yang berkuasa di atas pulau Malta. Dia tinggal di sekitar situ dan memiliki properti yang sangat luas. Dia memberi tampat tinggal untuk dua ratus tujuh puluh enam orang selama tiga hari. Itu adalah sikap yang sangat murah hati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Ayah Publius itu terbaring di tempat tidur karena menderita demam dan disentri. Paulus mendatangi dia, dan setelah berdoa dan meletakkan tangannya ke atas dia, Paulus menyembuhkan dia.” Paulus melakukan dua hal. Dia berdoa dan dia meletakkan tangannya ke atasnya. Mengapa dia berdoa? Karena semua kekuatan berasal dari Allah. Mengapa dia menumpangkan tangan ke atasnya? Karena Paulus ingin ayah Publius itu melihat bahwa melalui dialah Allah bergerak dengan kuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jika Paulus jadi sembuh, Paulus juga berkhotbah. Dan tradisi memberitahu kami bahwa pada saat ini dia mendirikan gereja di Malta. Dan tradisi juga memberitahu kami bahwa pendeta pertama dari gereja Kristen Malta adalah Publius. Sekarang adalah hari-hari ketika segala sesuatu yang Paulus katakan tentang Allah menjadi kenyataan dan dia mulai memberitakan Injil dan itu pastilah ini adalah saat dimana orang-orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9-10</b></span><span class="cf1">, “Setelah itu, datanglah juga orang-orang lain yang menderita penyakit di pulau itu dan mereka disembuhkan. 10 Maka mereka memberikan banyak penghargaan kepada kami, dan ketika kami berlayar, mereka memberikan apa yang kami perlukan.” Karena Allah sedang menunjukkan kebaikannya kepada orang-orang yang telah berbuat baik kepada umatnya. Allah membangun kredibilitas Paulus sebagai pendetanya. Dan Paulus diberi waktu tiga bulan untuk mengabarkan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Setelah tiga bulan kami berlayar dengan kapal Aleksandria yang telah menjalani musim dingin di pulau itu, dengan Dewa Kembar sebagai tokohnya.” Inilah si kembar yang disebut Gemini di Konstelasi. Mereka adalah pelindung navigasi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Setelah singgah di Syracuse, kami tinggal disana selama tiga hari.” Tradisi mengatakan bahwa Paulus juga mendirikan gereja di sana. Dan Sisilia adalah sebuah pulau sekitar 145 km jauhnya dari Malta.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b><br></b></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Dari sana, setelah mengelilingi pantai, kami sampai di Rhegium. Setelah satu hari ada angin selatan mulai, dan pada hari kedua kami tiba di Puteoli.” Puteoli adalah pelabuhan di Teluk Napoli. Sekarang itu disebut Pozzuoli. Dan di masa lalu, kota ini merupakan pelabuhan utama bagi kapal-kapal gandum; 233 km arah barat daya dari Roma, kapal-kapal akan datang ke sana serta di Austria dan melakukan transportasi melintasi daratan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Di sana kami bertemu dengan saudara-saudari dan kami diundang untuk tinggal bersama mereka selama seminggu. Jadi kami sampai di Roma.” Ada komunitas Yahudi yang besar di Puteoli. Kota ini merupakan pusat perdagangan seperti Korintus atau Efesus dan akan ditempati oleh orang-orang Yahudi yang berada di sana untuk urusan perdagangan. Dan mereka menemukan beberapa orang Kristen di sana dan mereka mengalami saat-saat yang menyenangkan selama 7 hari bersama seorang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus hanya jauhnya 233 km dari Roma dan disini ada orang-orang Kristen. Mereka harus datang dari Puteoli melalui Jalan Appian yang terkenal. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Nah saudara-saudari dari sana telah mendengar berita tentang kami dan mereka datang menemui kami sejauh Forum Appius dan Tiga Kedai. Ketika Paulus melihat mereka, dia bersyukur kepada Allah dan menjadi berani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus sangat senang dengan penerimaan ini. Sudah tiga tahun sejak dia menulis surat Romawi. Tiga tahun sejak dia berkata aku ingin datang kepada kalian untuk melayanimu dan memberikan karunia rohani dan saling dihibur olehmu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Ketika kami masuk ke Roma, Paulus diperbolehkan tinggal seorang diri bersama prajurit yang menjaganya.” Dia memiliki rumahnya sendiri dan pengawalnya sendiri dirantai padanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Allah, “Aku akan memenuhi keinginan semua orang yang takut pada-Ku.” Nah lihat apa yang Allah lakukan terhadap orang ini. Hanya enam hal. </span><span class="cf1"><b>Allah mengelilinginya</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>dengan kebaikan</b></span><span class="cf1">. Dalam KPR 27:2-3 ketika mereka meninggalkan Kaisarea dia tiba di Sidon dan segera dia disegarkan di sana dan dilayani oleh orang-orang Kristen. </span><span class="cf1"><b>Allah melayani kebutuhannya</b></span><span class="cf1">. Ketika dia sakit di Sidon, dia dilayani dengan diobati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Allah memberinya semangat berulang kali</b></span><span class="cf1">. Dalam Kisah Para Rasul 27 ketika kapal terkoyak karena badai, Allah datang dan mengutus seorang malaikat kepadanya dan malaikat itu berkata jangan khawatir, Paulus, kamu akan sampai ke Roma dan semua orang akan sampai bersamamu. </span><span class="cf1"><b>Allah melindunginya dari bahaya</b></span><span class="cf1">. Allah menyelamatkannya dalam badai. Allah menyelamatkannya dari kapal karam dan Allah menyelamatkannya dari gigitan ular.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Allah memberkati pengaruhnya</b></span><span class="cf1">. Dia mempunyai pengaruh yang begitu besar di kapal sehingga beberapa di antara mereka jadi mengenal Yesus Kristus. Dan sebuah gereja didirikan di sana. </span><span class="cf1"><b>Allah mengabulkan keinginannya</b></span><span class="cf1">. Dia ingin pergi ke Roma, dia sampai ke Roma. Kami melihat seorang pria yang setia menunjukkan semua kualitas seorang pemimpin yang setia dan sebagai imbalannya kami melihat Allah memberikan semua berkat-Nya. Karena Allah adalah Allah yang setia. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 May 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240505</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000022E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjadi Pemimpin Baik]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000022D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+27" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 27</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada prinsip-prinsip yang berlaku dalam kepemimpinan di banyak bidang kehidupan. Kita semua, pada tingkat tertentu, terlibat dalam memimpin dalam beberapa cara. Ada krisis kepemimpinan di dunia. Kita menyerukan pemimpin nasional yang hebat dan mulia. Dan kita membutuhkan pemimpin di setiap tingkatan. Dan hal ini terjadi juga di gereja, dan sampai ke setiap tatanan sosial dan hak di dalam keluarga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak buku yang perlu ditambahkan ke daftar buku lain yang tak ada habisnya tentang kepemimpinan. Ada dorongan kuat untuk mencoba mengembangkan pemimpin yang efektif. Dan di dalam gereja kita tentunya memiliki sumber kebenaran Firman Allah dan kuasa Roh Kudus yang lebih baik dibandingkan yang lain. Namun di dunia ini Anda biasanya mendefinisikan seorang pemimpin sebagai orang yang berkepribadian kuat, alami, dan yang mendominasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ciri-ciri pemimpin dunia sekuler adalah sebagai berikut. Visioner – yaitu melihat ke masa depan dan mampu merencanakan masa depan. Berorientasi pada tindakan –seseorang yang dapat mewujudkan sesuatu. Berani – jika Anda tidak mengambil risiko, Anda tidak melakukan sesuatu yang baru. Energik - orang-orang yang berenergi tinggi, orang yang bersemangat. Yang berorientasi pada tujuan, bukan berorientasi pada orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paternalistik – mereka menganggap diri mereka bertanggung jawab atas semua orang. Egosentris – mementingkan diri sendiri. Mereka percaya pada diri mereka sendiri. Tidak toleran terhadap ketidakmampuan orang lain. Dan yang terakhir, Sangat diperlukan. Mereka hidup dengan ilusi bahwa tanpa mereka, seluruh sistem akan runtuh. Inilah gambaran dunia tentang seorang pemimpin. Ini sangat berbeda dengan apa yang Allah katakan dalam Firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda melihat Perjanjian Baru, dan mencari seseorang yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan, tentu saja Anda akan melihat Tuhan Yesus Kristus, yang sempurna dalam segala hal yang Dia lakukan dan adalah pemimpin yang sempurna. Namun jika Anda menginginkan model manusia, tidak ada yang lebih baik dari Paulus. Dia adalah pemimpin rakyat yang sejati. Dan tempat terbaik untuk melihat kemampuan kepemimpinan bawaannya yang diberikan Allah adalah dalam KPR 27.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Anda lihat di sini, dalam Kisah Para Rasul 27, adalah sebuah situasi yang menarik. Anda mendapatkan transportasi Paulus dari Kaisarea, sedikit di sebelah utara kota Tel Aviv, ke Roma. Paulus baru saja kembali dari perjalanan misionarisnya yang ketiga. Dia telah mengumpulkan uang dari gereja-gereja non-Yahudi, untuk diberikan kepada gereja di Yerusalem karena mereka memiliki begitu banyak orang Kristen yang diselamatkan dan mereka tidak pernah pulang ke rumah mereka karena tidak ada gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Paulus kembali; orang-orang Yahudi menuduhnya melakukan segala macam kebohongan. Mereka berkata, “Ia menentang Bait Suci dan menentang Hukum Allah.” Jadi, dia ditangkap. Bangsa Romawi tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadapnya. Mereka ingin menenangkan para pemimpin Yahudi yang berteriak agar dia ditangkap karena dia telah melanggar hukum Romawi, dan hukum Yahudi, yang dia tidak lakukan sama sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dia ingin pengadilan yang adil dan benar, dan dia terus memintanya. Nah, di akhir KPR 26, dia meyakinkan Agripa bahwa dia harus mendapatkan pengadilan yang adil. Ia mengingatkan mereka bahwa ia adalah warga negara Romawi, dan ia berhak mendapatkan pengadilan yang adil. Maka mereka berkata, “Baiklah, kita akan menangani dia dengan mengirim dia ke Roma, dan dia bisa diadili di hadapan Kaisar, dan itulah yang dia minta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika hal ini terungkap, kami melihat kemampuan kepemimpinan Paulus muncul ke permukaan. Pada awalnya, dia tidak memiliki tanggung jawab. Dia adalah seorang tahanan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1-2</b></span><span class="cf1">, “Ketika diputuskan bahwa kami akan berlayar ke Italia, mereka menyerahkan Paulus dan beberapa tahanan lainnya kepada seorang perwira bernama Julius, dari Resimen Kekaisaran. 2 Setelah kami menaiki kapal Adramyttium, kami melaut, bermaksud berlayar ke pelabuhan-pelabuhan di pantai Asia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Aristarchus, seorang Makedonia dari Tesalonika, ada bersama kami.” Siapa yang dimaksud dengan “kami” itu? Lukas adalah penulis bersama Paulus. Aristarchus ditangkap saat terjadi kerusuhan di Efesus, jadi dia juga ada di sana. Idenya adalah bahwa perwira yang bertanggung jawab atas para tahanan akan naik kapal ini ke Adramyttium, dan dari sana dia akan mengambil kapal lain yang akan melanjutkan ke Roma. Itulah rencananya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Keesokan harinya kami singgah di Sidon, dan Julius memperlakukan Paulus dengan baik dan mengizinkan dia pergi menemui teman-temannya untuk menerima perawatan mereka.” Julius memperlakukan Paulus dengan cara yang tidak biasa setelah mengenalnya hanya satu hari, karena jika seorang tentara Romawi kehilangan tawanannya, dia akan membayar dengan nyawanya. Inilah prinsip pertama kepemimpinan. </span><span class="cf1"><b>Seorang pemimpin dipercaya</b></span><span class="cf1">. Perwira itu percaya bahwa Paulus akan menepati janjinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang pemimpin adalah seseorang yang meyakinkan semua orang di sekitarnya bahwa kepentingan merekalah yang paling memenuhi hatinya. Pemimpin sejati adalah orang yang mau bekerja keras untuk membuat semua orang di sekelilingnya sukses, bekerja keras untuk membuat mereka berkembang. Pemimpin bukanlah orang yang bekerja demi kepuasan pribadi. Orang-orang yang melakukan hal itu pada akhirnya tidak memimpin siapa pun, karena semuanya akan meninggalkan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ciri kepemimpinan yang kedua adalah </span><span class="cf1"><b>mengambil inisiatif</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Setelah kami berlayar dari sana, kami berlayar menyusuri pantai utara pulau Siprus karena angin berlawanan dengan kami.” Mereka berada di Sidon cukup lama hingga Paulus bisa bersama teman-temannya; ketika mereka berangkat dari sana, kami berlayar di bawah perlindungan pulau Siprus karena ada angin sakal yang kuat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5-7</b></span><span class="cf1">, “Setelah berlayar melalui laut terbuka di Kilikia dan Pamfilia, kami sampai di Myra di Lycia. 6 Di sana perwira itu menemukan sebuah kapal Aleksandria yang sedang berlayar menuju Italia dan menaikkan kami ke kapal tersebut.7 Berlayar perlahan selama beberapa hari, dengan susah payah kami sampai di pantai Cnidus. Karena angin tidak memungkinkan kami mendekatinya, kami berlayar menyusuri sisi selatan pulau Kreta di pantai Salmone.” Jadi, mereka berlayar lambat melawan angin sakal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1">, “Dengan susah payah lagi kami berlayar menyusuri pantai dan sampai di suatu tempat bernama Pelabuhan Indah dekat kota Lasea. 9 Sekarang banyak waktu telah berlalu, dan pelayaran itu sudah berbahaya. Karena Hari Pendamaian sudah berakhir, Paulus memberikan nasehatnya.” Kami tidak tahu sudah berapa lama mereka berlayar sekarang. Berlayar di Mediterania, dari bulan September hingga November selalu berbahaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang bicara, jadi Paulus mengambil alih. Dia menyadari ada masalah, dan dia mengambil inisiatif. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “dan berkata kepada mereka, “Saudara-saudara, aku melihat bahwa pelayaran ini sedang menuju ke arah bencana dan kerugian besar, bukan saja muatan dan kapalnya tetapi juga nyawa-nyawa kami.” Bangsa Romawi ingin mencapai Roma secepat mungkin. Dan hal ini membawa saya pada hal ketiga tentang kepemimpinan; itu menggunakan </span><span class="cf1"><b>penilaian yang baik</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, “Tetapi perwira itu lebih memperhatikan kapten dan pemilik kapal itu daripada apa yang Paulus katakan. 12 Karena pelabuhan tersebut tidak cocok untuk musim dingin, sebagian besar orang memutuskan untuk berlayar dari sana, dengan harapan dapat mencapai Phoenix, sebuah pelabuhan di Kreta yang menghadap ke barat daya dan barat laut, dan menghabiskan musim dingin di sana.” Mereka melakukan jajak pendapat, dan mayoritas menyarankan untuk berlayar dari sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13-14</b></span><span class="cf1">, “Ketika ada angin selatan yang bertiup lembut, mereka menyangka bahwa tujuan mereka telah tercapai. Mereka menimbang jangkar dan berlayar menyusuri pantai Kreta. 14 Namun tidak lama kemudian, angin kencang yang disebut “angin timur laut” bertiup dari pulau itu.” Ini adalah angin yang ditakuti yang datang dari pegunungan di atas Palestina, dan meniupkan angin musim dingin langsung ke Laut Mediterania.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15-16</b></span><span class="cf1">, “Karena kapal itu terjebak dan tidak dapat berlayar melawan angin itu, maka kami menyerah dan terhanyut terus. 16 Setelah berlindung di bawah sebuah pulau kecil bernama Cauda, kami hampir tidak bisa mengendalikan perahu kecil itu.” Yang bisa mereka lakukan hanyalah membiarkan kapal itu berlayar dan membiarkan angin menggerakkannya. Mereka digerakkan angin menjauh dari dari Kreta. Mereka ingin berlabuh di kapal, lalu naik perahu kecil. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17-18</b></span><span class="cf1">, “Setelah mengangkat perahu itu, mereka menggunakan dan memasang tali pengikat kapal. Mereka khawatir akan kandas di Syrtis, mereka menurunkan jangkar arus, dan dengan cara ini mereka terus terdorong. 18 Karena kami sedang dilanda badai berat, mereka mulai membuang muatan kapal tersebut keesokan harinya.” Mereka meringankan kapal itu. Itulah yang kapal mereka bawa, muatan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Pada hari ketiga mereka melemparkan alat-alat tekel kapal dengan tangan mereka sendiri ke laut. 20 Selama berhari-hari tidak muncul matahari dan bintang-bintang, dan badai hebat itu terus mengamuk. Akhirnya semua harapan bahwa kami akan diselamatkan pun hilang.” Di tengah kepanikan itu, orang-orang ini membuang segalanya begitu saja. Dan alat tekel itu adalah perlengkapan yang menaikkan dan menurunkan layar rig dan semua yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus memberitahukan hal khusus ini kepada mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Karena mereka sudah lama tidak makan, maka Paulus berdiri di antara mereka dan berkata, “Seharusnya kalian menuruti nasihatku, supaya jangan berlayar dari Kreta dan menanggung kerusakan dan kehilangan ini.” Ciri kepemimpinan yang keempat, Paulus </span><span class="cf1"><b>berbicara dengan</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>otoritas</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Sekarang aku mendesak kalian untuk berani, karena tidak ada orang yang akan kehilangan nyawa, kecuali kapal ini saja.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23-24</b></span><span class="cf1">, “Sebab tadi malam seorang malaikat Allah yang aku ikuti dan aku sembah berdiri di sisiku 24 dan berkata, ‘Jangan takut, Paulus. Penting bagi Anda untuk menghadap Kaisar. Dan sungguh, Allah telah menganugerahkan kepadamu semua orang yang berlayar bersamamu.” Paulus berbicara dengan keyakinan, dengan otoritas, karena dia mendapat firman dari Allah. Nah, itulah yang membedakan kepemimpinan spiritual dari semua yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ciri kelima seorang pemimpin adalah </span><span class="cf1"><b>ia menguatkan orang lain</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25-26</b></span><span class="cf1">, “Jadi, tabahlah saudara-saudaraku, sebab aku percaya kepada Allah bahwa hal itu akan terjadi sesuai dengan apa yang diperintahkan kepadaku. 26 Tetapi kami harus kandas di suatu pulau.” Seorang pemimpin adalah optimis dan bersemangat karena Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Ketika malam keempat belas tiba, kami terhanyut di Laut Adriatik, dan sekitar tengah malam para pelaut mengira mereka sudah mendekati daratan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28-29</b></span><span class="cf1">, “Mereka memeriksa dalamnya laut dan mendapati dalamnya seratus dua puluh kaki; ketika mereka berlayar sedikit lebih jauh dan memeriksa lagi, mereka mendapati dalamnya sembilan puluh kaki. 29 Lalu, karena takut kami akan kandas di bebatuan, mereka membuang empat jangkar dari buritan dan berdoa agar siang hari tiba.” Seorang pemimpin selalu percaya Allah dalam setiap keadaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30-32</b></span><span class="cf1">, “Beberapa pelaut mencoba melarikan diri dari kapal; mereka telah menurunkan perahu kecil itu ke laut, berpura-pura hendak melepaskan jangkar dari haluan. 31 Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya, “Jika orang-orang ini tidak tinggal di kapal, mereka tidak akan selamat.” 32 Kemudian prajurit-prajurit itu memotong tali yang mengikat perahu itu dan membiarkannya jatuh.” Mereka akan berlayar menjauhkan diri untuk menyelamatkan hidup mereka sendiri saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus mengatur segalanya. Kecuali orang-orang ini tetap berada di kapal, mereka tidak dapat diselamatkan.’” Jadi, apa yang dilakukan para prajurit tersebut? Mereka memotong tali perahu kecil itu dan melepaskannya.” Mereka melepaskan sekoci itu. Mereka begitu yakin dengan apa yang Paulus katakan. Namun mereka harus tetap tinggal untuk mengalami penyelamatan dari Allah dan dia tidak berkompromi. Ketika Allah berfirman, Paulus </span><span class="cf1"><b>tidak berkompromi</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak akan membiarkan pekerjaan manusia mengubah tujuan Allah. Anda harus menentukan kemutlakan Anda. Anda harus menentukan standar Anda, dan Anda tidak pernah melanggarnya. Begitu Anda melakukannya, Anda tidak lagi menjadi pemimpin yang efektif. Paulus berkata, “Potong talinya, biarkan perahu kecil itu pergi, dan jika tali itu lepas, kalian akan kehilangan nyawamu.” Allah akan menunjukkan diri-Nya berkuasa dan perkasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan mendapat kemuliaan dan pujian untuk ini. Apa pun hal mutlak tersebut, jangan kompromikan hal tersebut. Dan kemudian orang-orang akan terbiasa dengan integritas dan konsistensi Anda. Prinsip kepemimpinan yang kedelapan adalah fokus pada </span><span class="cf1"><b>tujuan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Ketika hari mulai siang, Paulus mendorong mereka semua untuk makan, katanya: “Hari ini adalah hari yang keempat belas kalian menunggu dan bergerak tanpa makan apa-apa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34-35</b></span><span class="cf1">, “Maka aku anjurkan kalian untuk makan. Sebab hal ini demi kelangsungan hidup kalian, karena tidak seorang pun di antara kalian yang akan kehilangan sehelai rambut pun dari kepalamu.” 35 Setelah dia mengatakan hal-hal ini dan mengambil roti, dia mengucap syukur kepada Allah di hadapan mereka semua, dan setelah dia memecahkannya, dia mulai makan.” Paulus melihat melewati semua rintangan untuk mencapai hasil. Dan kemudian prinsip kepemimpinan yang kesembilan, dia memimpin </span><span class="cf1"><b>dengan memberi contoh</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36-39</b></span><span class="cf1">, “Mereka semua terhibur dan mereka sendiri-sendiri makan. 37 Jumlah kami semua adalah 276 orang di kapal itu. 38 Setelah mereka kenyang, mereka mulai meringankan kapal itu dengan membuang gandum ke laut. 39 Ketika siang hari tiba, mereka tidak mengenali daratan itu tetapi mereka melihat sebuah teluk dengan pantai. Mereka berencana untuk membawa kapalnya ke darat jika mereka bisa.” Angin itu mendorong mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40-41</b></span><span class="cf1">, “Setelah jangkar-jangkar itu dilepas, mereka meninggalkannya di laut, sambil melepaskan juga tali-tali yang menahan kemudi. Kemudian mereka mengangkat layar depan mengikuti angin dan menuju ke pantai. 41 Namun mereka menabrak gundukan pasir dan membuat kapal itu kandas. Haluannya macet dengan cepat dan tidak bisa digerakkan, sedangkan buritannya mulai pecah karena deburan ombak.” Kapal mereka mulai hancur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42-43</b></span><span class="cf1">, “Rencana para prajurit adalah untuk membunuh para tawanan supaya tidak ada seorang pun yang bisa berenang menjauh dan melarikan diri. 43 Tetapi perwira itu menghalangi mereka untuk melaksanakan rencana mereka karena dia ingin menyelamatkan Paulus, maka dia memerintahkan mereka yang bisa berenang untuk melompat ke laut terlebih dahulu dan mendarat.” Karena mereka takut para tahanan akan melarikan diri dan mereka kehilangan nyawa. Apakah Anda melihat providensi Allah?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 44</b></span><span class="cf1">, “Sisanya menyusul, ada yang diatas papan dan ada yang di puing-puing kapal. Dengan cara ini, semua orang dengan selamat mencapai pantai.” Seorang pemimpin yang efektif </span><span class="cf1"><b>akan berhasil</b></span><span class="cf1">. Paulus sebagai seorang pemimpin dapat dipercaya, dia mengambil inisiatif, menggunakan penilaian yang baik, berbicara dengan otoritas, menguatkan orang lain, optimis dan tidak pernah berkompromi, fokus pada tujuan dan memimpin dengan memberi contoh. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Apr 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240428</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000022D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Agripa Tidak Terbujuk]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000022C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+26:19-32" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 26:19-32</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pertemuan Paulus dengan Agripa. Marilah saya mulai dengan pendahuluan saja yang mungkin dapat mengatur pemikiran kita. Apakah tujuan kita tahun ini? Kita bertanggung jawab kepada Allah. Kami punya jawaban untuk orang-orang dan kami perlu menyediakannya. Setiap orang percaya yang berjalan dalam Roh adalah orang yang reproduktif. Jika masing-masing dari kami hanya memenangkan satu orang kepada Yesus Kristus pada tahun 2024, betapa luar biasa dampak yang kami dapat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita berkomitmen untuk membagikan Injil dengan berani. Jika saya telah mempelajari sesuatu dalam mempelajari Kisah Para Rasul, saya telah belajar bahwa kita menampilkan Kristus dengan keberanian dan tanpa ketakutan. Paulus sangat berani, benar? Dan itu dia lihat, sebagai arahan dalam hidupnya, untuk memenangkan seseorang bagi Kristus dan mendewasakan mereka dalam iman. Seorang Kristen yang tidak melakukan hal itu adalah suatu kontradiksi. Orang Kristen menurut definisinya adalah seorang yang mereproduksi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saat kita mempelajari bagian ini, inilah Paulus, dan dia berada di bawah berbagai tekanan. Sekarang dia seorang tahanan. Dia harus memberikan kesaksiannya berulang kali, tetapi setiap kali dia memberikan kesaksiannya, di mana dia menyatakan dia tidak bersalah, dan meskipun dia tidak bersalah mereka tidak akan membiarkannya keluar karena tekanan orang Yahudi. Kesaksiannya merupakan presentasi tentang kebangkitan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Kristen adalah seorang prajurit yang memiliki pedang dan pedang itu untuk menyerang. Dan pedang adalah Firman, dan dunia adalah tujuannya, dan kita melakukannya. Kita mungkin harus berjuang melawan setan untuk sampai ke sana, tetapi itulah intinya. Paulus di sini menghadapi Raja Agripa. Dan dalam Kisah Para Rasul 26 Paulus mulai kesaksiannya. Nah, Festus tidak punya tuduhan karena Paulus tidak melakukan kesalahan apa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Agripa datang bersama Bernice karena mereka ingin menjalin hubungan baik. Dia adalah raja bawahan, bukan raja apa pun. Meskipun demikian, ia memerintahkan peribadahan di bait suci dan mengangkat para imam, sehingga ia mempunyai posisi kepemimpinan. Jadi ketika Agripa tiba, Festus berpikir mungkin orang ini akan mengambil sesuatu dari kesaksian Paulus yang akan membantu saya untuk mempunyai alasan untuk menuduhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus ada di sini untuk membela diri. Dia harus membicarakan masalah pemenjaraannya dan kejahatan yang mereka katakan dia lakukan. Tetapi bukannya dia bertahan, malah Paulus menyerang dan dia menyerang Agripa. Maksudku, dia memusatkan Agripa. Dan ketika dia sudah selesai Agripa berkata, “Apakah kamu mencoba mentransformasikan aku?” Dan Paulus menjawab, “Benar, bukan hanya Anda tetapi juga semua orang di tempat ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus berkata, “Agripa dan Bernike, aku adalah seorang Yahudi yang sangat bersemangat dan aku seorang Farisi. Saya menangkap orang-orang Kristen yang percaya kepada Yesus. Pada suatu hari saya sedang berjalan menuju Damaskus dan ini terjadi. Cahaya yang lebih terang dari matahari menerpa saya dan semua orang yang bersama saya dan kami jatuh ke tanah. Dan aku mendengar suara, 'Saul, Saul, mengapa kamu menganiaya Aku? Sulit bagimu untuk menendang galah.’</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan aku berkata, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Dan Dia berkata, 'Yesus yang engkau aniaya.' Dan Agripa tahukah Anda apa yang terjadi? Yesus kemudian berkata kepadaku, ‘Bangunlah, berdirilah karena Aku telah menunjuk kamu sebagai pendeta dan saksi, dan Aku ingin kamu menceritakan hal-hal yang telah kamu lihat. Aku telah melepaskan kamu dari orang-orang Yahudi dan dari orang-orang bukan Yahudi untuk mengirim kamu kembali kepada mereka dan inilah pesanmu,’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 18, “Untuk membukakan mata mereka, menjauhkan mereka dari kegelapan menuju kepada terang, dari kuasa setan kepada kuasa Allah, supaya mereka menerima pengampunan dosa dan warisan di antara mereka yang disucikan karena iman kepada-Ku.” Saya benar-benar ditransformasikan oleh Yesus. Dia hidup sekarang. Dan, dari surga, Kristus yang hidup berbicara kepadaku dan membutakanku serta menugaskanku untuk berkhotbah dan memberitahu kalian apakah pesanku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus merangkum transformasi tersebut. Dan apa yang dia ingin agar Agripa ketahui adalah bahwa dia bukanlah seorang pengkhianat, dia bukanlah seorang antagonis Yudaisme yang terpelajar. Dia telah menjadi korban Allah Yang Mahakuasa, dan Mesias yang telah bangkit telah mengubah hidupnya dalam sekejap. Itulah tindakan kedaulatan Allah dalam pertobatan rasul Paulus. Namun saya ingin kalian memperhatikan sesuatu sebelum kita melangkah lebih jauh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah di ayat 18 Anda mempunyai pola yang luar biasa dalam pendekatan penginjilan. Dari manakah keempat hukum spiritual itu berasal? Pada dasarnya, metode penginjilan yang benar dalam bentuk kerangkanya dapat diambil dari ayat 18. Hal pertama yang harus dilakukan adalah keyakinan. Tunjukkan pada mereka siapa mereka sebenarnya. Jadi harus ada keterbukaan mata bagi mereka. Ini adalah </span><span class="cf1"><b>keyakinan</b></span><span class="cf1">, yaitu pengakuan akan dosa dan penghakiman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang kedua adalah </span><span class="cf1"><b>penerangan </b></span><span class="cf1">dan pembalikannya dari kegelapan menuju terang. Jadi Anda memiliki keyakinan kemudian penerangan. Kemudian Anda mengalami </span><span class="cf1"><b>pertobatan</b></span><span class="cf1">. Ketika tanggapan datang, mereka dialihkan dari kuasa Setan ke kuasa Allah. Diambil dari kerajaan Setan, kerajaan kegelapan dan diberikan kepada Allah. Dan dengan itu datanglah </span><span class="cf1"><b>pengudusan</b></span><span class="cf1"> agar mereka dapat menerima pengampunan dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka dijadikan suci. Hukumannya telah dibayar, kuasa dosa sudah dipatahkan, dan kehidupan mereka disucikan secara posisi. Jadi Anda memiliki pengudusan. Dan kemudian kamu mempunyai janji, </span><span class="cf1"><b>warisan</b></span><span class="cf1"> di antara mereka yang disucikan. Anda memberi tahu mereka apa yang ada di masa depan bagi mereka. Jadi pendekatan penginjilan adalah keyakinan, iluminasi, pertobatan, pengudusan, dan kemudian janji akan masa depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus memberi tahu Agripa dan semua orang lainnya tentang panggilan yang harus dia lakukan dan pada saat yang sama memberi mereka Injil. Jadi kita melihat kesaksian Paulus dimulai. “Agripa,” katanya, “Allah melakukan ini padaku. Kristus yang hidup dan bangkit telah melakukannya.” Di sinilah puncak dari kesaksian Paulus, perhatikan, dalam setiap tindakan kedaulatan Allah juga diperlukan kemauan manusia untuk menjawab-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat komitmennya terhadap panggilan Allah ini dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 19-21</b></span><span class="cf1">, “Jadi, Raja Agripa, aku taat kepada penglihatan surgawi itu. 20 Malah, aku pertama-tama memberitakan Injil kepada orang-orang di Damaskus, dan kepada orang-orang di Yerusalem dan di seluruh wilayah Yudea, dan kepada orang-orang non-Yahudi, agar mereka bertobat dan berpaling kepada Allah, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang layak dipertobatkan. 21 Oleh karena itu, orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Suci dan berusaha membunuh aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena alasan-alasan inilah orang-orang Yahudi menangkap saya di bait suci dan ingin membunuh saya. Mengapa mereka ingin dia mati? Karena Ia menawarkan keselamatan yang sama kepada orang bukan Yahudi. Orang Yahudi tidak bisa menoleransi kesetaraan dengan orang non-Yahudi. Maka Paulus berkata, “Mereka ingin aku mati karena aku menawarkan keselamatan yang setara kepada orang bukan Yahudi.” Mereka ingin membunuh saya di bait suci. Begitulah cara dia menjadi tahanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketaatan adalah jawaban yang Allah minta. Inilah bagian dari paradoks kedaulatan dan tanggung jawab. Allah bertindak secara berdaulat untuk mewujudkan kehendak-Nya, namun Dia menuntut, dalam keberdaulatan itu, adanya tanggapan manusia. Ketika Anda berkata, “Pada suatu hari saya telah menyerahkan diri saya kepada Tuhan Yesus Kristus.” Anda melakukan itu secara sadar, sebagai tindakan kemauan. Namun, Alkitab mengatakan bahwa hal itu merupakan tindakan keberdaulatan Allah sebelum dunia dijadikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah secara berdaulat menggerakkan kehendak Anda, namun kehendak Anda harus diaktifkan. Pikirkanlah tentang Musa dalam Keluaran 4. Allah berkata, “Musa, Aku menyuruhmu untuk berbicara mewakili Aku.” Musa berkata, “Aku lambat bicara dan lidahku lambat.” Saya tergagap. Dan Tuhan sangat jelas terhadap dia dan Dia berkata, “Siapakah yang menciptakan mulut manusia? Siapa yang membuat orang tuli, siapa yang membuat orang bisu, dan siapa yang membuat orang buta? Bukankah Aku, Tuhan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada Yehezkiel. Allah berkata, “Yehezkiel, lakukanlah ini.” "Tidak." Jadi Allah langsung mengangkatnya dan memindahkannya. Dikatakan dalam Yehezkiel 3, Allah baru saja mengangkatnya dan dia berkata, “Rohku berkobar di dalam diriku.” Allah hanya berkata “Um-hmm,” dan menempatkan dia di tempat yang Dia inginkan, tetapi dia terus melawan dan hal itu menyebabkan dia mengalami banyak kesedihan yang tidak perlu. Nah Allah mungkin saja mengatasi Anda dan Anda akan menderita karenanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal terburuk yang bisa terjadi adalah Allah akan berkata, “Baiklah,” dan Dia mengabaikan hal itu. Dan kemudian Anda menjalankan seluruh hidup Anda menjadi sesuatu yang tidak seharusnya, benar? Saya tidak berbicara tentang keselamatan. Saya sedang membicarakan pelayanan. Saya senang Allah melakukan apa yang Dia lakukan pada saya. Tetapi saya dulu tidak ingin berada dalam pelayanan. Saya ingin menjadi seorang arsitek dan saya benar-benar memperjuangkannya. Dan Tuhan harus memperlakukan saya dengan tegas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah ketaatan itu? Marilah saya memberi Anda beberapa hal tentang kepatuhan, dan memberi Anda beberapa prinsip. Yang pertama, ketaatan adalah </span><span class="cf1"><b>tanda pertobatan</b></span><span class="cf1">. Jika Anda sudah diselamatkan, ketaatan seharusnya menandai Anda. Kedua, ini adalah </span><span class="cf1"><b>pengakuan terhadap otoritas</b></span><span class="cf1">. Ketika Anda taat, Anda berkata Tuhan, Engkau memegang kendali dan saya tunduk. Ketika Anda tidak menaati Allah, Anda sedang berlaku seperti Allah. Dan itulah yang sering terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, ketaatan adalah salah satu </span><span class="cf1"><b>ciri iman</b></span><span class="cf1">. Ibrani 11:8 mengatakan, “Dan Abraham menaati Allah karena iman.” Ketika Anda tidak taat, Anda berkata Allah. aku tidak percaya Engkau. Keempat, ketaatan adalah </span><span class="cf1"><b>bukti kasih</b></span><span class="cf1">. Jangan katakan kepada Allah bahwa Anda mencintai-Nya kecuali Anda menaatinya. Kata Yesus, “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menaati perintah-perintah-Ku. Barangsiapa menaati perintah-perintah-Ku, dialah yang mengasihi Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22-23</b></span><span class="cf1">, “Sampai hari ini aku mendapat pertolongan dari Allah, dan aku berdiri dan memberi kesaksian baik kepada orang kecil maupun yang besar, dengan tidak mengatakan apa pun selain apa yang telah dikatakan oleh para nabi dan Musa, bahwa akan terjadi— 23 bahwa Mesias akan menderita, dan bahwa, sebagai orang pertama yang bangkit dari kematian, dia akan memberitakan terang kepada umat kita dan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.” Paulus bertobat di Damaskus dan mulai berkhotbah di Damaskus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Hai Agripa, pengharapan utama orang Yahudi adalah kebangkitan dan Dia yang telah bangkit. Ada Mesias yang hidup. Dan terjadi kebangkitan itu. Kebangkitan –orang yang dibangkitkan berbicara kepada saya. Saya melihat kemuliaan-Nya. Saya mendengar suara-Nya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut. Dia menugaskan saya ke dalam pelayanan-Nya. Seketika aku menurut. Saya mulai di Damaskus dan kemudian di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun setelah penangkapannya, dia berkata, di ayat 22, “Saya mendapat pertolongan dari Allah,” Dia selalu mendapatkan pertolongan itu. Di Listra mereka membunuhnya di luar kota. Tuhan membangkitkan dia dari kematian. Di Filipi mereka memenjarakan dia, Tuhan mendatangkan gempa bumi dan dia sempat keluar. Dan di sini terdapat dikotomi upaya manusia dan kedaulatan ilahi. Kami bekerja keras dan pada saat yang sama itu semua adalah kuasa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah konsekuensi dari kesaksian Paulus. Agripa tidak mengatakan apa pun. Dia hanya mendengarkan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Saat ia mengatakan hal-hal ini untuk membela dirinya, Festus berseru dengan suara nyaring, “Kamu benar gila, hai Paulus! Terlalu banyak belajar membuatmu gila.” Saat ini kita berpikir bahwa banyak pembelajaran membuat orang menjadi cerdas. Namun pada masa itu Festus berkata, “Kamu itu gila.” Festus tidak sanggup menghadapi kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pikiran manusia sampai pada titik di mana ia berkata, "Jika saya tidak dapat memahaminya, itu pasti gila." Itulah egoisme yang paling tinggi. Jika Anda tidak memahaminya, itu pasti tidak benar. Nah, jadi Paulus di potong. Saya tidak tahu apa yang dia akan katakan setelah itu. Namun dia tidak mengatakannya karena Festus memotongnya. Namun interupsi Festus justru mengatur keadaan. Jadi sekarang datanglah undangan Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25-26</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Paulus menjawab: “Aku tidak gila, hai Festus yang baik. Sebaliknya, aku mengucapkan kata-kata kebenaran dan penilaian yang baik. 26 Karena raja tahu tentang hal-hal ini, dan aku dapat berbicara dengan berani kepadanya. Karena aku yakin, tidak ada satu pun dari hal-hal ini yang luput dari perhatiannya, karena hal ini tidak dilakukan di suatu sudut tersembunyi.” Hal apa? Kematian dan kebangkitan Kristus. Itu sudah menjadi pengetahuan umum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Raja Agripa, percayakah engkau kepada para nabi? Aku tahu engkau percaya.” Di sinilah kita 25 tahun kemudian dan Agripa itu tidak bodoh. Dia tahu apa yang diajarkan orang-orang Kristen. Agripa, benarkah itu? Engkau tahu ada orang yang percaya bahwa ada bukti untuk hal ini.” Paulus menyampaikan kepada Agripa seluruh Injil dan sekarang dia memaksanya untuk mengambil kesimpulan yang mungkin tidak akan dia buat sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya bahwa Agripa tidak mengatakan apapun, membuktikan dia setuju dengan Paulus. Raja tahu hal itu. Siapa pun yang percaya pada Musa, dan siapa pun yang percaya pada fakta sejarah harus menyimpulkan bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias. Aku tidak gila, Festus. Raja Agripa tahu kebenarannya. Lihatlah bagaimana Paulus membuat Agripa bertanggung jawab. Dia ingin melakukan untuk Agripa apa yang dia ingin dia lakukan untuk dirinya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, Agripa itu terjebak. Jika Agripa berkata, “Ya, saya percaya pada para nabi,” maka dia mengakui bahwa dia percaya Yesus adalah Mesias dan dia berada dalam masalah besar dengan seluruh bangsanya. Jika dia berkata, “Tidak, saya tidak percaya pada para nabi,” maka dia masih mempunyai masalah dengan bangsanya. Jadi dia tidak bisa mengatakan ya atau tidak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Agripa berkata kepada Paulus: “Maukah kamu membujuk aku untuk menjadi orang Kristen dengan begitu mudah?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah, dia menghindari pertanyaan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Aku berharap di hadapan Allah,” jawab Paulus, “supaya mudah atau susah, bukan hanya kamu saja, tetapi semua orang yang mendengarkan aku saat ini, menjadi seperti aku, kecuali belenggu ini.” Itu sangat jujur. Tahukah Anda, Paulus tidak pahit. Mereka punya segalanya tetapi mereka tidak punya apa-apa, benar? “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya sendiri?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah penginjilan yang tulus dengan kasih. Bagaimana Anda bisa menolak pesan yang berdampak seperti itu dan bagaimana Anda bisa menolak cinta yang penuh perhatian seperti itu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 30-31</b></span><span class="cf1">, “Raja, gubernur, Bernice, dan orang-orang yang duduk bersama mereka semua bangkit, 31 dan setelah mereka pergi, mereka berbicara satu sama lain dan berkata, “Orang ini tidak melakukan apa pun untuk pantas dihukum mati atau dipenjarakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, Agripa berkata kepada Festus, “Orang ini seharusnya dibebaskan, kalau dia tidak mengajukan banding kepada Kaisar.” Oh, kamu pengecut kotor. Lihatlah apa yang dia lakukan? Mereka bisa saja melepaskannya pergi. Tidak ada alasan untuk mengajukan banding ke Kaisar sekarang. Tidak ada kasus apapun. Kaisar belum mendengar sepatah kata pun tentang hal itu. Kekristenan bukanlah ajaran sesat. Kekristenan adalah hubungan rohani dengan Allah yang hidup. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Apr 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240421</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000022C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus di hadapan Agrippa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000022B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+25:13-26:18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 25:13-26:18</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah sidang karena Agripa dan Bernike sudah tiba bersama seluruh rombongan mereka. Paulus sebagai seorang tahanan akan memberikan enam kesaksian utama. Inilah yang kelima. Dia dituduh melakukan penghasutan yang menimbulkan masalah terhadap Roma. Ia dituduh sektarianisme, dengan menjadi agama Yahudi yang sesat dalam percaya kepada Yesus. Dan dia dituduh menghujat Allah dengan menodai Bait Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak melakukan hal-hal itu. Tidak ada saksi mata, tidak ada sesuatu yang menuduh di pengadilan. Namun, dia tetap berada di penjara. Feliks, meskipun dia tidak bersalah, tidak membiarkannya pergi karena hal itu akan membuat marah orang-orang Yahudi. Festus mendapat dirinya menahan Paulus. Dia juga tidak ingin melepaskannya karena dia tidak ingin membuat marah orang-orang Yahudi karena orang-orang Yahudi ingin dia mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena dia tidak bisa mendapat keadilan apa pun di Kaisarea, Paulus memutuskan untuk melakukan apa yang berhak dilakukan oleh semua warga negara Romawi, yaitu mengajukan permohonan kepada Kaisar. Masalahnya adalah Festus harus mengirimnya ke Roma tanpa tuduhan tertulis karena dia tidak dapat menemukan apa pun untuk dituduhkan. Pada saat itu, Raja Agripa tiba di tempat itu dan melakukan kunjungan kehormatan kepada Festus. Jadi Festus melihat ada kemungkinan ada solusi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia memikir jika ia dapat membuat Agripa mendengarkan orang ini, Agripa mungkin akan mengajukan beberapa tuduhan yang masuk akal yang dapat Festus tuliskan dan gunakan untuk menuduh Paulus, sehingga persidangan di Roma akan mempunyai pembenaran dan Festus akan dapat mempertahankan tuduhannya keseimbangan dalam hal orang-orang Yahudi dan sikap mereka. Kesaksian yang diberikan Paulus untuk membela diri kepada Agripa adalah mencoba mengubah Agripa menjadi orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia bahkan memberi undangan pada akhirnya. Paulus datang ke sidang ini karena dia melihatnya sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil. Festus melihat ini sebagai peluang untuk mendapat tuduhan. Dan Agripa melihatnya sebagai rasa ingin tahu. Demikian pula kesaksian Paulus di Kaisarea pada praetorian Romawi di hadapan raja Agripa dan Bernike serta seluruh rombongan mereka dan Festus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami ditempatkan di dunia ini untuk membawa orang-orang yang tidak percaya kepada penyesuaian diri dengan Allah dan hal ini melibatkan pertobatan. Ketika Agripa berkata kepada Paulus, “Apakah kamu mencoba untuk mempertobatkan aku?” dia menunjukkan dengan tepat apa yang menjadi tujuan setiap orang percaya yang menghadapi orang yang tidak percaya. Kami berada dalam bisnis untuk mempertobatkan orang-orang dalam kuasa Roh Kudus. Kami lupa bahwa orang-orang masuk neraka terus-menerus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam </span><span class="cf1"><b>KPR 25-26</b></span><span class="cf1">, Paulus mengatakan Tuhan memberitahuku bahwa aku telah diberi pelayanan untuk mengubah orang dari kegelapan ke terang, dari Setan ke Allah. Itu adalah komitmen untuk mengubah agama orang. Tidak seorang pun mempunyai karunia penginjilan. Anda hanya punya perintah. Satu-satunya kesalahan Paulus adalah berbicara tentang seseorang yang sudah mati namun dia mengaku sekarang hidup. Dan itulah seseorang bernama Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Festus berkata kepada Agripa di </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Agripa, aku tidak mengerti semua pertanyaan Yahudi ini. Saya bingung dengan teologi Yahudi dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Maukah Anda mendengarkan orang ini dan memahaminya, sehingga saya bisa menulis tuduhan dan mengirimkannya ke Roma? Agripa berkata di </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Saya sendiri ingin mendengarkan orang itu. Besok kamu akan mendengarnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana keadaan di </span><span class="cf1"><b>ayat 23 – 27</b></span><span class="cf1">? Auditorium itu, tempat Festus berada, dulunya adalah istana Herodes. Dan itu dipenuhi dengan semua orang yang berkedudukan tinggi. Dan kemudian raja dan Bernike masuk. Dan Paulus masuk ke dalam lingkungan ini, Dan pada saat itu Agripa mengambil alih dan mulai menanyakan Paulus, dan kami sampai pada kesaksian Paulus dalam </span><span class="cf1"><b>KPR 26:1-18 </b></span><span class="cf1">dalam pembelaan dirinya..</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1-3</b></span><span class="cf1">, “Agripa berkata kepada Paulus, “Engkau mempunyai izin untuk berbicara sendiri.” Kemudian Paulus mengulurkan tangannya dan mulai pembelaannya. 2 “Saya menganggap diri saya beruntung karena di hadapan engkau, Raja Agripa, saya harus melakukan pembelaan hari ini terhadap semua tuduhan orang Yahudi, 3 terutama karena engkau sangat berpengetahuan tentang semua adat istiadat dan kontroversi Yahudi. Oleh karena itu saya mohon agar engkau mendengarkan saya dengan sabar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus merasa bahwa Agripa akan bersikap objektif. Para pemimpin Yerusalem dan orang-orang Yahudi di Yerusalem sangat negatif. Tetapi inilah Agripa, meskipun dia seorang Yahudi, seorang pria yang bermain politik dengan Israel tetapi sebenarnya di dalam hatinya dia adalah orang Romawi. Paulus merasa, orang Yahudi ini akan memahami karakter argumen saya. Dan sebagai orang Romawi, dia akan lebih objektif dalam mengevaluasinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4-6</b></span><span class="cf1">, “Sejak masa mudaku, semua orang Yahudi tahu jalan hidupku, yang sejak semula kujalani di antara bangsaku sendiri dan di Yerusalem. 5 Mereka sudah mengenal saya sejak lama, jika mereka mau bersaksi, bahwa menurut sekte paling ketat dalam agama kami, saya hidup sebagai orang Farisi. 6 Dan sekarang aku diadili di pengadilan karena harapan akan janji Allah kepada nenek moyang kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus mulai dengan tingkah lakunya di ayat 4 - 5. Dia hidup sebagai seorang Farisi.” Nah, seorang Farisi adalah seorang legalis yang tegas dan dia bahkan seorang Farisi kanan. Mereka tahu aku duduk di kaki Gamaliel. Dia menyiapkan mereka untuk transformasi. Dia menunjukkan kepada mereka betapa bersemangatnya dia sebagai seorang Yahudi sehingga mereka dapat memahami dampak bencana dari transformasi yang terjadi di Damaskus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7-8</b></span><span class="cf1">, janji yang ingin dicapai oleh kedua belas suku kita saat mereka dengan sungguh-sungguh melayaninya siang dan malam. Raja Agripa, aku dituduh oleh orang-orang Yahudi karena harapan ini. 8 Mengapa ada di antara kalian yang menganggap bahwa Allah membangkitkan orang mati itu sungguh luar biasa?” Nah, Agripa tidak perlu mendengar fakta kematian Yesus dan sebagainya. Dia tahu semua itu. Dia perlu mendengar apa yang telah dilakukan Kristus dalam kuasa kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah berbicara tentang tingkah lakunya di masa lalu, dia sekarang membahas kutukannya di ayat 6 - 8. Apakah harapan orang Yahudi? Harapan Yahudi adalah kedatangan Mesias untuk membebaskan Israel. Israel telah berjuang melawan perbudakan dari Mesir hingga saat ini. Mereka masih berada di bawah kekuasaan Roma. Mereka telah mencapai kesuksesan dan perluasan selama beberapa tahun di bawah Raja Daud.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Aku dikutuk karena aku percaya apa yang diyakini semua orang Yahudi,” dan hal ini memang benar. Lalu dia berkata, “Lihatlah, kedua belas suku kami menyetujui hal ini.” Apakah kalian ingin tahu hal menarik dari pernyataan tersebut? Dua belas suku. Paulus tidak percaya hanya ada dua suku dan sepuluh suku lainnya hilang. Sehingga meskipun masyarakat utara pergi, kedua belas suku tersebut tetap utuh di sebelah selatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Saya dituduh memiliki harapan Mesianis. Mengapa itu harus dianggap suatu hal yang luar biasa bahwa Allah membangkitkan orang mati? Fakta bahwa Allah membangkitkan orang mati adalah sesuatu yang kita semua yakini. Mengapa saya menderita kutukan ini karena harapan Yahudi akan kebangkitan yang selama ini diyakini? Dapatkah orang Farisi berkata bahwa saya dihukum karena saya percaya akan kebangkitan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, Agripa mungkin berkata, “Tentu Paulus, kami tahu tidak masalah untuk percaya pada kebangkitan. Namun apakah Yesus itu adalah Mesias yang telah bangkit?” Matius 28:11 mengatakan setelah kebangkitan, “Dan ketika mereka sedang berjalan, beberapa prajurit Romawi yang menjaga makam itu, datang ke kota dan memperlihatkan kepada imam-imam kepala segala yang telah dilakukan.” Orang-orang Romawi datang dan berkata, “Ada kebangkitan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan imam-imam kepala bersama para penatua memberikan banyak uang kepada para prajurit. “Mengapa mereka melakukannya?” Penyuapan! Mereka berkata, “Katakanlah ini. ‘Murid-murid-Nya datang pada malam hari dan mencuri Dia ketika kita sedang tidur.’” Nah jika mereka sedang tidur, bagaimana mereka dapat bersaksi bahwa para murid datang dan mencuri mayat itu? Mereka menyuap mereka. Dan jika kalian mendapat masalah dengan gubernur Romawi karena ketiduran, kami akan mengurusnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Jadi mereka mengambil uang itu dan melakukan apa yang diajarkan kepada mereka dan ini adalah pepatah yang umum dilaporkan di kalangan orang Yahudi sampai hari ini.” Mereka masih percaya dusta itu. Jadi kami sampai pada konsep keempat, </span><span class="cf1"><b>pengakuan dosa</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Sebenarnya aku sendiri yakin bahwa perlu dilakukan banyak hal yang bertentangan dengan nama Yesus dari Nazaret.” 25 tahun yang lalu, saya berada di situasi yang sama dengan kalian. Saya memahami perasaan kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Hal ini sebenarnya aku lakukan di Yerusalem dan aku memenjarakan banyak orang kudus, karena untuk itu aku telah menerima kuasa dari imam-imam kepala. Ketika mereka dihukum mati, saya setuju dengan mereka.” Paulus mengacu pada fakta bahwa dia adalah anggota Sanhedrin dan dia benar-benar memberikan suara dalam kematian orang-orang Kristen. “Jadi saya memilih suara yang menentang mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Di semua sinagoga aku sering menghukum dan menghujat mereka. Karena aku sangat marah kepada mereka, aku mengejar mereka sampai ke kota-kota asing.” Paulus adalah kepala dari inkuisisi Yahudi. Dia mengejar orang-orang Kristen. Alkitab mengatakan dia bernafas penuh ancaman dan pembantaian. Dia benci mereka. “Saya memaksa mereka untuk menghujat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12-13</b></span><span class="cf1">, “Aku berangkat ke Damaskus dalam keadaan seperti ini dengan wewenang dan tugas dari para imam kepala. 13 Raja Agripa, ketika sedang dalam perjalanan pada tengah hari, aku melihat cahaya dari surga yang lebih terang daripada matahari, yang bersinar di sekelilingku dan orang-orang yang berjalan bersamaku.” Dan di atas matahari tengah hari itu dia melihat sebuah cahaya. Kami seolah-olah tenggelam dalam cahaya yang lebih terang dari cahaya matahari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Kami semua tersungkur ke tanah dan aku mendengar suatu suara berkata kepadaku dalam bahasa Aram, ‘Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya Aku? Sulit bagimu untuk menendang galah.” Itu seperti mengatakan, “Saulus, kamu tidak bisa menang. Mengapa Anda terus melakukan hal-hal ini melawan rintangan seperti itu?” Implikasinya di sini adalah bahwa Paulus tidak akan berhasil, bahwa ia mengalami masa-masa sulit dalam mencoba membuat orang-orang Kristen melakukan penghujatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia coba menendang galah. Galah itu adalah benda kecil yang tajam. Ketika seekor lembu muda pertama kali dilatih untuk diikat pada sebuah kuk untuk menarik satu bajak, secara alami ia akan menendang, mencoba melepaskan kuk tersebut. Maka petani itu memmakai tongkat yang panjang dan ujungnya diasah, seperti tombak. Dan ketika lembu itu menendang, tumitnya terantuk tepat di atas tongkat. Maka lembu itu akan berhenti melakukan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Aku bertanya, ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ Dan Tuhan menjawab, ‘Akulah Yesus, yang Engkau aniaya.” Ini tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi saya bisa membayangkan orang-orang mulai berbicara di tengah kerumunan itu. “Apakah Yesus hidup? Dia sudah meninggal. Para murid mencuri tubuhnya.” Kesaksian Paulus adalah “Yesus berbicara dengannya.” Paulus dalam ayat 15, mengatakan kebenaran kepada semua orang. Maka Paulus membagikan pertobatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Bangunlah dan berdirilah. Karena Aku telah menampakkan diri kepadamu untuk tujuan ini, untuk mengangkatmu sebagai hamba dan saksi atas apa yang telah kamu lihat dan akan kamu lihat dari diri-Ku.” Dan saat ini, Paulus terbaring di tanah dalam keadaan buta. Tuhan berkata, “Bangunlah Paulus. Saya baru saja mengangkat Anda menjadi pendeta Anda telah dijadikan saksi.” Tetapi tidak ada orang lain yang mendengar apa yang Yesus katakan, ini hanya untuk Paulus saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Aku akan melepaskan kamu dari bangsamu dan dari bangsa-bangsa lain. Aku akan mengutus kamu kepada mereka.” Bangunlah Paulus, Aku baru saja mengangkatmu menjadi rasul.” Ingat seorang rasul adalah seseorang yang harus diangkat oleh Tuhan Yesus Kristus secara pribadi. Terpanggil oleh Allah menjadi rasul melibatkan pilihan langsung oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Dan di sini dalam kasus Paulus, dia dijadikan rasul oleh Tuhan sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika orang menanyakan, “Apakah ada rasul saat ini?” jawabannya adalah “tidak." Karena Kristus tidak ada di sini untuk menunjuk mereka. Nah, seorang rasul juga harus menjadi saksi mata kebangkitan-Nya. KPR 1 mengatakan, “Oleh karena itu, di antara orang-orang yang menemani kami selama Tuhan Yesus masuk dan keluar di antara kami, mereka haruslah orang yang ditahbiskan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya bersama kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang rasul sejati harus melihat Kristus yang sudah bangkit. Paulus melihat kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Kristus yang telah bangkit menampakkan diri kepadanya di jalan Damaskus dan dua kali setelah itu, sambil berkata, “Dan mengenai hal-hal itulah Aku akan menampakkan diri kepadamu.” Kristus menampakkan diri lagi kepadanya di bait suci dalam keadaan seperti kesurupan di Yerusalem, dan sekali lagi kepadanya di sel penjara, di Yerusalem dan memberitahu kepadanya bahwa ia akan pergi ke Roma.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Untuk membukakan mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan menuju terang dan dari kuasa Setan kepada kuasa Allah, supaya mereka menerima pengampunan dosa dan mendapat bagian di antara orang-orang yang disucikan karena iman kepada-Ku.” Hal pertama yang harus Anda lakukan terhadap orang yang belum diselamatkan adalah membuka mata mereka. Yesus berkata, “Ini adalah kasus orang buta menuntun orang buta. Mereka berdua akan jatuh ke dalam parit.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kunci membuka mata manusia adalah dengan menyingkapkan kebutaan dosanya, membuka timbangan sehingga ia bisa melihat dosanya. Roh Kudus menginsafkan dunia itu akan dosa. Ini adalah soal mengubah hidup mereka dari kegelapan menuju ke terang, dari kuasa Setan pindah ke kuasa Allah. Anda melihat konversi itu, benar? Transformasi, menjadi ciptaan baru. Anda mengeluarkan mereka dari kuasa Setan, dan menempatkan mereka dalam kuasa Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap manusia di dunia ini berada di bawah kuasa Setan atau kuasa Allah. Dan tidak ada orang yang benar bebas. Anda harus memilih siapakah Tuhan Anda nantinya. Entah itu Setan atau Allah. Dan orang-orang berpikir, “Ya, saya bebas melakukan hal saya sendiri, menempuh jalan saya sendiri, melakukan apa yang ingin saya lakukan.” Itu tidak benar. Siapa pun yang tidak taat kepada Injil, dibimbing oleh roh yang bekerja di dalam dirinya. Roh itu adalah kekuatan udara, Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Pengampunan itu tersedia, Agripa. Apa pun yang Anda dan Bernice lakukan, apa pun dasar diri Anda, itulah pesan kami.” “Berbahagialah orang yang tidak dihitung dosanya oleh Tuhan.” Namun tentunya bahkan jika Anda seorang Kristen, Allah akan meletakkan beberapa dosa di kaki Anda. Sama sekali tidak. “Siapakah yang akan menuntut orang-orang pilihan Allah? Allahlah yang membenarkan. Tidak ada tuduhan terhadap Anda. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Apr 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240414</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000022B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Naik Banding ke Kaisar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000022A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+25:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 25:1-12</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 1 - 12 mencatat bagi kami sidang Paulus di hadapan Festus. Inilah narasi sejarah, di mana sebagian besar doktrin dan prinsip-prinsip spiritual berada di bawah permukaan. Mereka tersirat atau diilustrasikan. Setidaknya ada delapan prinsip baru yang keluar dari bagian ini. Kami melihat dalam ayat-ayat ini kebencian umat beragama terhadap Kristus dan umat Kristiani. Kemudian kami juga melihat kedaulatan providensi Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami juga menemukan cara dunia ini menganiaya. Kami juga melihat kehidupan Paulus yang tidak bercela, dan effek yang ditimbulkan oleh kehidupan yang tidak bercela tersebut. Kami melihat pembebasan agama Kristen dari sudut pandang aktivitas kriminal. Kami melihat bagaimana orang Kristen berperilaku terhadap pemerintahannya, dan kami juga melihat sikap orang Kristen terhadap penganiayaan. Dan kami melihat dampak dari kehidupan yang berdedikasi kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya ingin membagi 12 ayat ini menjadi 4 bagian, dan kami lihat saja 8 prinsip-prinsip ini. Bagian pertama adalah rencana pembunuhan di ayat 1 - 5. Paulus telah dituduh oleh orang-orang Yahudi atas tiga hal: penghasutan, yang merupakan kejahatan terhadap Roma; sektarianisme - yaitu menjadi sesat; dan penistaan ​​- menghujat Allah melalui penodaan Bait Suci. Semua tuduhan-tuduhan ini tidak benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak mempunyai bukti. Karena akibat ini, Paulus akhirnya dihadapkan ke hadapan Felix, sang gubernur itu, untuk diadili. Felix tahu dia tidak bersalah, tetapi dia tidak ingin mengecewakan orang-orang Yahudi, jadi Felix memenjarakannya selama dua tahun. Pada akhir dua tahun itu, Feliks dikeluarkan dari tugasnya dengan cara yang memalukan, dan seorang pria baru ditempatkan di tempatnya yang bernama Festus. Dalam KPR 25 Festus tiba di Kaisarea.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1-5</b></span><span class="cf1">, “Tiga hari setelah Festus tiba di provinsi itu, ia berangkat dari Kaisarea ke Yerusalem. 2 Imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin orang Yahudi menyampaikan perkara mereka terhadap Paulus dan mereka, 3 mengajukan suatu kebaikan terhadap Paulus, agar Festus memanggil dia ke Yerusalem. Faktanya, mereka sedang mempersiapkan penyergapan di jalan untuk membunuhnya. 4 Festus menjawab bahwa Paulus harus ditahan di Kaisarea.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia sendiri akan segera pergi ke sana. 5 “Oleh karena itu,” katanya, “baiklah di antara kalian yang mempunyai otoritas, turunlah bersamaku dan menuduh dia, jika dia telah melakukan kejahatan.” Dia tahu bahwa penting baginya untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang akan dia pimpin. Penting bagi Festus untuk mengikat semacam hubungan kerja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ada beberapa prinsip spiritual yang tersirat dalam ilustrasi khusus ini. Hal pertama yang kami lihat di sini adalah </span><span class="cf1"><b>kebencian umat beragama terhadap Yesus Kristus</b></span><span class="cf1">. Orang-orang Yahudi yang sangat benci Paulus adalah orang-orang yang beragama. Penganiayaan terhadap agama yang benar berasal dari agama palsu. Orang-orang Yahudi ini adalah para pemimpin agama palsu di negeri mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan menyamar sebagai malaikat terang, dan menyebarkan semua agama-agama palsu. Nah, di seluruh kitab KPR, orang-orang Yahudilah, para pemimpin agama, yang menganiaya Kristus dan menganiaya mereka yang mengajarkan apa yang Dia ajarkan dan percaya kepada-Nya sebagai Mesias mereka. Satu-satunya saat penganiayaan Romawi terjadi adalah ketika ada masalah agama. Setan membawa semua orang yang tidak percaya ke dalam perlawanan terhadap kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan sejati merupakan teguran terhadap semua agama lain di dunia. Kami tidak bisa menampung mereka. Yesus berkata, “Siapa yang tidak bersama-Ku, dia melawan Aku.” Dan agama apa pun selain agama Kristen bertentangan dengan Kristus. Dan para penganut agama lainlah yang menganiaya kebenaran. 2 Petrus 2:1 mengatakan, “Ada nabi-nabi palsu di antara manusia, sama seperti akan ada guru-guru palsu di antara kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip kedua adalah </span><span class="cf1"><b>kuasa dosa yang mengikat</b></span><span class="cf1">. Sudah dua tahun sejak mereka berurusan dengan Paulus; dua tahun dia ada dipenjara. Namun ketika Festus, gubernur baru itu tiba, hal pertama yang mereka katakan di ayat 2, “Mari kami pergi ke Festus dan kami akan menyergap dia.” Dosa itu benar-benar tertanam dalam, dan itu tetap berada di sana. Dalam Yohanes 8:30 Yesus mengatakan Aku senang kamu percaya, tetapi bukti iman yang benar adalah jika kamu terus melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kebenaran akan membebaskan Anda. Nah, Yesus menyiratkan bahwa mereka tidak bebas. Mereka adalah budak. Nah, mereka tidak suka hal itu. Mereka berkata, “Kami adalah keturunan Abraham.” Dan mereka pikir hanya karena mereka orang Yahudi, itu berarti mereka bebas. Mereka berkata, “Kami belum pernah terikat dengan siapa pun.” Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa pun yang berbuat dosa adalah hamba dosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus, Anda masih menjadi budak yang terikat, namun Anda adalah budak yang terikat pada Yesus Kristus. Dan menjadi budak Kristus lebih baik daripada menjadi budak dosa. Betapa menyedihkan bahwa orang-orang Yahudi ini membiarkan dua tahun berlalu, dan masih menyimpan kebencian terhadap Paulus. Dan Paulus, yang mengasihi mereka, adalah seorang pria yang tidak bersalah. Dia sangat mencintai mereka sehingga dia rela berpindah tempat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip ketiga yang kami lihat di sana adalah </span><span class="cf1"><b>providensi Allah</b></span><span class="cf1">. Kami melihat bahwa meskipun kejadian-kejadian tersebut tampak normal, Allah tetap mengatur segala sesuatunya. Ketika mereka berkata kepada Festus, “Hai Festus, mengapa kamu tidak membawa Paulus ke Yerusalem? Dia berkata, “Tidak.” Hal yang normal adalah mengatakan iya. Dia mencoba mempengaruhi mereka untuk pihaknya. Di sini kami melihat fakta bahwa Allah memegang kendali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ratapan 3:37-38 mengatakan, “Siapakah yang berbicara, dan hal itu terjadi, kecuali Tuhan yang memerintahkannya?” Dengarkanlah ayat berikutnya. “Bukankah dari mulut Yang Maha Tinggi muncul kebaikan dan kejahatan?” Tidak ada sesuatu pun yang terjadi baik atau buruk kecuali dalam kerangka izin Allah. Dan Festus tidak tahu hal itu, namun dia hanya mengikuti jadwal ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6-7,</b></span><span class="cf1"> “Setelah Festus tinggal di tengah-tengah mereka tidak lebih dari delapan atau sepuluh hari, berangkatlah ia ke Kaisarea. Keesokan harinya, sambil duduk di depan pengadilan, dia memerintahkan supaya Paulus dibawa masuk. 7 Ketika dia tiba, orang-orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri di sekelilingnya dan melontarkan banyak tuduhan serius yang tidak dapat mereka buktikan.” Ini adalah prinsip keempat, </span><span class="cf1"><b>pola khas penganiayaan di dunia</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia menganiaya berdasarkan dua alasan: mereka menganiaya berdasarkan informasi salah, dan demi Kristus. Matius 5 berkata, “Berbahagialah kamu, apabila kamu dianiaya dan dicerca dan difitnah oleh orang karena Aku.” Dengan kata lain, bukan kamu yang mereka benci, tetapi Kristus. Bukan kamu yang mereka benci, tetapi agama Kristen. Nah, mungkin ada orang Kristen yang menjalani kehidupan yang kacau-balau sehingga orang-orang Kristen inilah yang mereka benci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip nomor lima adalah </span><span class="cf1"><b>Paulus hidup tidak bersalah</b></span><span class="cf1">. Dampak dari kehidupan yang tidak bersalah dan tidak bercela terhadap dunia sangatlah kuat. 1 Petrus 3:14 mengatakan, “Tetapi sekalipun kamu menderita karena kebenaran, kamu berbahagia. Jangan takut atau terintimidasi.” Jika Anda menderita demi kebenaran, jika Anda menjalani kehidupan yang saleh dan, tiba-tiba, Anda mendapat penganiayaan, Anda diberkati Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui kehidupan Paulus yang tidak bersalah, dia membuat orang-orang itu menghadapi kenyataan bahwa hati mereka tidak benar. Mereka membenci Yesus Kristus; mereka membenci Mesias Allah. Dia memaksa mereka untuk menyadari hal itu, karena tidak ada yang bisa mereka salahkan dari Dia. Dan kemudian jadilah berani, dan berdiri, menghadapi dunia dengan kehidupan yang tidak bersalah. Kekuatan dan dampak kehidupan seperti itu bisa membuat dunia malu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah prinsip keenam, </span><span class="cf1"><b>agama Kristen tidak bersalah</b></span><span class="cf1"> dari segala kejahatan. Orang-orang Yahudi menuduh orang-orang Kristen sebagai penjahat terhadap pemerintah Romawi. Orang-orang Yahudi mencoba membuat orang-orang Romawi percaya bahwa agama Kristen adalah sebuah revolusi dan itulah pemberontakan. Bahwa jika Romawi menoleransi umat Kristen, mereka akan menggulingkan pemerintah. Namun orang-orang Yahudi sebenarnya sendiri melakukan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mempunyai kelompok yang disebut orang Zelot, dan mereka berkeliling memulai kerusuhan, memulai pemberontakan, secara diam-diam membunuh orang-orang yang ingin mereka singkirkan. Setiap orang Yahudi yang memberi penghormatan kepada Roma dibunuh. Dan mereka mencoba menuduh umat Kristen melakukan hal itu, dan tentu saja, mereka tidak pernah melakukannya. Kekristenan bukanlah sebuah revolusi. Kekristenan adalah hubungan pribadi dengan Allah yang hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah menetapkan hal itu dalam Firman Allah. Dan orang-orang Romawi sangat takut akan kemungkinan kerajaan mereka itu terpecah-belah. Mereka bekerja keras untuk mencoba dan menghasilkan suatu faktor yang dapat menyatukannya. Dan yang mereka hasilkan adalah penyembahan Kaisar. Maka, mereka menetapkan Kaisar sebagai dewa, dan menuntut supaya semua orang melakukan pemujaan terhadap kaisar itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekali setahun, setiap penduduk Kekaisaran Romawi harus mengambil sedikit dupa, dan membakarnya kepada Kaisar, dan kemudian secara terbuka menyatakan, “Kaisar adalah Tuhan.” Setelah dia melakukan itu, dia bisa keluar dan menyembah dewa mana pun yang dia mau. Nah, tidak ada orang Kristen yang akan melakukan hal itu. Keselamatan adalah mengakui Yesus sebagai Tuhan. Itulah kesaksian orang beriman. Saat itulah dimana penganiayaan agama mulai dimana-mana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Agama palsu selalu menjadi penyebab penganiayaan terhadap kebenaran, dan saat itulah kemartiran itu dimulai. Orang pertama yang mulai hal ini adalah seorang Kaisar bernama Nero pada saat Paulus berada di Kaisarea. Dia mulai membunuh orang-orang Kristen, dan Kaisar-Kaisar berikutnya melanjutkannya, dan mereka membunuh orang-orang Kristen karena mereka dianggap tidak setia pada agama Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Kemudian Paulus membela diri: “Aku tidak pernah berbuat dosa terhadap hukum Yahudi, terhadap Bait Suci, atau terhadap Kaisar.” Ya, memang tidak ada bukti. Itu berarti tidak ada kasus. Apa yang seharusnya dilakukan Festus? Dia seharusnya langsung meniadakan hal itu. Tetapi tahukah Anda? Jika Felix adalah orang yang suka menunda-nunda, maka Festus adalah orang yang melakukan apa yang cepat terlaksana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tahu bahwa jika dia membebaskan Paulus, dia akan mendapat masalah, karena orang-orang Yahudi sejak awal akan menentangnya, karena mereka ingin supaya Paulus mati. Dan dia takut meskipun dia tahu Paulus tidak bersalah. Jadi dia membuat suatu kompromi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Festus, karena dia ingin membantu orang-orang Yahudi, menjawab kepada Paulus, “Apakah kamu bersedia pergi ke Yerusalem untuk diadili di hadapanku di sana atas tuduhan-tuduhan ini?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 10, “Paulus menjawab, “Aku berdiri di hadapan pengadilan Kaisar, di mana aku harus diadili. Aku tidak berbuat salah terhadap orang-orang Yahudi, bahkan kamu sendiri pun mengetahuinya dengan baik.” Nah Festus tahu bahwa Paulus tidak melakukan kelahatan apa pun. Ayat 18 mengatakan, ketika Festus kemudian berbicara dengan Agripa, dia berkata kepada Agripa, “Para penuduh itu berdiri tetapi mereka tidak mengajukan tuduhan terhadap dia atas kejahatan yang kuharapkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berdiri di sana, dan dia menjadi korban dari kedua kelompok ini dengan sedikit interaksi mereka. Jadi, dia membela haknya sebagai warga negara Romawi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Jikalau aku berbuat salah dan patut dihukum mati, aku tidak berusaha melarikan diri dari hukuman mati; tetapi jika tuduhan orang-orang itu kepadaku tidak ada, maka tidak seorang pun dapat menyerahkan aku kepada mereka. Saya naik banding ke Kaisar!” Paul tidak peduli sedikit pun tentang kematian. Baginya, mati adalah keuntungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia mengatakan hal itu, itu bukan sekadar komentar biasa; itu adalah permohonan resmi. Keputusan pengadilan yang lebih rendah dapat diajukan naik banding ke Kaisar. Bahkan, pengajuan naik banding bisa dilakukan sebelum atau sesudah keputusan pengadilan yang lebih rendah. Inilah salah satu hak warga negara Roma, dan itulah yang dilakukan Paulus. Nah, dia tahu bahwa dia tidak akan mendapatkan apa-apa di Kaisarea. Dia terperosok dalam pertarungan politik kecil ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menjadi gembira di dalam hati ketika dia mengatakan hal itu, karena dia tahu bahwa dalam Kisah Para Rasul 23:11, ketika dia sedang tidur di selnya, Tuhan sendiri datang kepadanya dan berkata, “Hei, jangan terlalu berkecil hati. Anda sudah setia memberitakan Firman di sini. Anda akan pergi berikutnya ke Roma.” Tetapi tahukah Anda, jika dia diadili oleh Nero bukanlah cerminan dari antisipasi keadilan absolut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nero adalah orang yang paling kejam dan tidak bermoral yang pernah ada. Dia membunuh Brittanicus, putra dan pewaris kaisar Claudius, dan dia masuk ke wilayahnya. Dia membunuh ibunya, Agrippina, untuk menyenangkan kekasihnya, Poppaea, yang adalah istri orang lain. Kemudian dia membakar kota Roma, dan dia marah pada Poppaea, dan membunuhnya dengan menendang perutnya pada saat dia hamil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia ingin menikah dengan adik angkatnya, Antonius. Dia tidak terlalu tertarik dengan kesepakatan itu, sampai dia membunuhnya. Dia menikah dengan Messalina, setelah dia membunuh suaminya, dan dia menghabiskan jabatannya dengan membunuh semua warga terbaik di Roma, karena dia tidak tahan orang baik itu. Akhirnya, dia bunuh diri, yang menyelamatkan semua orang. Inilah prinsip nomor tujuh, </span><span class="cf1"><b>keberanian seorang Kristen yang berkomitmen.</b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip kedelapan, juga mengajarkan kami sikap </span><span class="cf1"><b>orang percaya terhadap kemartiran</b></span><span class="cf1">. Satu-satunya orang yang menjadi martir adalah orang yang telah berjuang sekuat tenaga untuk melarikan diri, namun tidak menemukan jalan keluar. Paulus tidak pernah menggunakan satu sumber pun untuk menghindari kematian. Dia bahkan tidak pernah mengajukan banding kepada Kaisar, karena dia tahu apa yang mungkin terjadi, sampai harapan terakhir hilang untuk mencari solusi lain. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keberanian bukanlah sesuatu yang tidak berwujud; keberanian itu lahir dari iman. Keberanian adalah suatu hal yang mutlak yang lahir dari rasa percaya kepada Allah. Ada sesuatu tentang keberanian yang tidak tergantikan. Ada sesuatu dalam diri orang Kristen yang bersedia berdiri dan mengatakan apa yang benar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, Kemudian setelah Festus berunding dengan dewannya, dia menjawab, “Kamu telah mengajukan naik banding kepada Kaisar; kepada Kaisar kamu akan pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya kekekalan yang mampu mengukur dampak Paulus. Saya berdoa kepada Allah agar saya dapat memaksimalkan dampak apa pun yang dapat saya berikan kepada dunia ini. Bahwa saya akan menyusun prioritas saya sehingga saya akan memaksimalkan waktu saya. Namun yang saya tahu adalah sebagai orang Kristen, kami harus menyadari bahwa satu orang dapat mempengaruhi seluruh dunia, jika orang tersebut benar di hadapan Allah, dan hal ini seharusnya menjadi tantangan bagi kami semua. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240407</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000022A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengorbanan Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000229"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+10:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 10:1-18</a></span></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 10:1-18 kami pelajari malam ini sebuah bagian Paskah yang sangat penting. Di suatu tempat di Inggris berdiri sebuah kapel, dan di sebelahnya ada sebuah lengkungan, dan di atasnya tertulis, “Kami memberitakan Kristus yang disalibkan.” Selama bertahun-tahun, orang-orang saleh berkhotbah di sana, dan mereka menampilkan Juruselamat yang disalibkan sebagai satu-satunya sarana keselamatan. Namun muncullah suatu generasi yang memandang salib itu dan menganggap pesannya terlalu kuno.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mulai memberitakan keselamatan melalui teladan Kristus dan bukan melalui darah-Nya. Mereka tidak melihat pentingnya pengorbanan-Nya. Dan tanaman ivy merambat ke sisi lengkungan itu, dan menutupi kata, “disalibkan” sehingga tertulis, “Kami memberitakan Kristus.” Dan tanaman ivy itu terus tumbuh hingga menghilangkan kata ketiga. Sekarang tulisannya berkata, “Kami berkhotbah.” Namun Paulus di Korintus bertekad untuk tidak mengetahui hal lain selain Yesus Kristus dan Dia disalibkan dan Dia bangkit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah betapa dalamnya makna kematian-Nya. Nah, tema kitab Ibrani adalah kecukupan dan keunggulan mutlak Kristus atas semua fitur yang berhubungan dengan Perjanjian Lama. Roh Kudus mengilhami penulisnya. Dia menunjukkan kepada orang-orang Yahudi bahwa mereka dapat menaruh kepercayaan mereka sepenuhnya kepada Yesus Kristus, dan mereka tidak perlu bergantung pada pelayanan Bait Suci, imamat, dan ritual-ritual Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 9, kami belajar bahwa sebuah wasiat menuntut kematian, pengampunan menuntut pertumpahan darah, dan keselamatan menuntut penggantian. Dan tuntutan akan kematian yang lebih baik daripada semua pengorbanan dalam Perjanjian Lama dijelaskan dalam Ibrani 9. Nah, ketika kami sampai pada Ibrani 10, kami menemukan ciri-ciri kematian Kristus, yang memenuhi semua itu yang tidak ada dalam pengorbanan Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua pengorbanan itu telah gagal karena mereka tidak mampu memenuhi tuntutan suci Allah. Inilah alasan mereka gagal. Yang pertama, mereka tidak bisa memberikan akses kepada Allah. Dan seruan nyaring di dalam hati manusia adalah berada di hadirat Allah. Bahkan imam yang berada dalam kondisi terbaiknya pada Yom Kippur, Hari Pendamaian, tidak dapat membawa orang-orang ke dalam tabir. Tabirnya selalu ada. Mereka tidak bisa memberikan akses kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Karena hukum Taurat hanya merupakan bayangan dari kebaikan yang akan datang, dan bukan kenyataan dari hal-hal tersebut, maka hukum Taurat tidak akan pernah dapat menyempurnakan para penyembah dengan pengorbanan yang sama yang terus mereka persembahkan dari tahun ke tahun.” Dan apakah artinya “sempurna” dalam bahasa Ibrani? Itu berarti akses kepada Allah. Ibrani 7:19 berkata, “Sebab tidak ada yang disempurnakan hukum Taurat, yang ada hanyalah pengharapan yang lebih baik, yang melaluinya kami mendekat kepada Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Perjanjian Lama tidak bisa melakukan hal itu. Tabirnya selalu ada. Tidak pernah ada akses kepada Allah. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa hukum itu hanyalah bayangan dan bukan gambaran aslinya. Dikatakan bahwa itu adalah bayangan hal-hal baik yang akan datang. Nah, hal-hal baik apa yang akan datang? Ya, itu berbicara tentang keistimewaan dan berkat yang didapat melalui pengorbanan Kristus. Dan hukum Taurat sudah menggambarkan hal-hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akses kepada Allah dan keamanan dan kekuasaan, dan semua hal tersebut sebenarnya tidak ada dalam Perjanjian Lama, namun semuanya digambarkan di sana. Perjanjian Lama tidak akan pernah bisa membawa manusia ke hadirat Allah. Tanpa Kristus, Anda tidak dapat melewati bayangan Allah. Dan orang-orang Yahudi saat ini yang hidup dalam Yudaisme dan begitu mengabdi pada Yudaisme hanya mengejar bayangan Allah, dan disitu tidak ada substansi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Oh, betapa pentingnya kami menunjukkan hal ini kepada teman-teman Yahudi kami, bahwa tidak ada kesempurnaan dalam Perjanjian Lama. Dan mereka juga telah meninggalkan pengorbanan itu. Mereka bukan saja tidak menerima pengorbanan terakhir Kristus, namun mereka juga gagal meneruskan pengorbanan Perjanjian Lama. Mereka mendapati diri mereka berada dalam ketidakpastian di antara kedua sistem ini dan menjalani representasi ritualistik dari sistem lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa siapa pun yang meremehkan pengorbanan akan disingkirkan. Jadi Allah merasa bahwa itu sangat penting. Sebagai gambaran tentang apa yang akan terjadi, sebagai pengingat akan dosa, dan sebagai sesuatu yang secara lahiriah berguna untuk menutupi dosa mereka sehingga setidaknya mereka dapat memelihara hubungan lahiriah dengan Allah, bukan dengan kepenuhan Roh Kudus yang berdiam di dalam hati kami yang kami miliki sekarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Jika tidak, bukankah mereka akan berhenti mempersembahkan, karena setelah disucikan untuk selama-lamanya, mereka tidak lagi mempunyai kesadaran akan dosa?” Karena begitu mereka mencapai kesempurnaan, hal itu tidak diperlukan lagi. Karena setelah disucikan, mereka seharusnya sudah tidak mempunyai kesadaran lagi akan dosa. Jika pengorbanan anak domba itu dapat menghapuskan dosa, mereka tidak akan menanggung kesalahan atas dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Tetapi di dalam korban sembelihan itu ada yang mengingatkan akan dosa-dosa tahun demi tahun.” Itu hanya ditutupi sementara saja. Daripada bisa melihat pengorbanan tersebut dan berkata, “Wah, saya sudah diampuni,” mereka malah terus melihat pengorbanan tersebut dan berkata, “Oh, saya sama sakitnya seperti biasa. Dan saya harus pergi ke sana lagi dengan anak domba yang lain.” Jadi Perjanjian Lama hanya berfungsi sebagai pengingat bahwa dosa-dosa itu belum dihapuskan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hati nurani akan merasa dosa berkaitan dengan rasa bersalah. Ada sejumlah rasa bersalah yang timbul karena dosa itu. Itu hanyalah sebuah sistem yang tertanam dalam diri Anda, sama seperti rasa sakit yang tertanam dalam diri Anda. Ketika rasa sakit bereaksi terhadap cedera tubuh, rasa bersalah bereaksi terhadap cedera jiwa Anda karena ketidaktaatan kepada Allah, dan ini adalah suatu sistem peringatan. Dan dalam Perjanjian Lama, mereka tidak pernah terbebas dari ketegangan rasa bersalah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anak Allah, Yesus Kristus, sudah bayar seluruh hutang kami. Dia menghapus dosa itu dan Dia menghapus semua penghakiman dan dengan itu, Dia menghapus rasa takut akan penghakiman. Aku tidak hidup dalam ketakutan fana untuk bertemu Allah pada akhirnya, aku hidup dalam penantian yang besar karena semua dosa-dosaku sudah ditutupi. Itu hanya bersifat eksternal. Mereka juga tidak pernah menyentuh inti permasalahannya. Mereka selalu berada di luar sambil melihat ke dalam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah anak domba sanggup menghapus dosa.” Yang bisa dilakukan oleh darah lembu dan anak domba hanyalah melakukan tindakan ketaatan yang memiliki makna lahiriah. Hal ini sama sekali tidak menyentuh inti permasalahan. Itu tidak pernah menghapuskan dosa. Aku ingin menyembah-Mu, maka aku akan mempersembahkan kurban.” Dan Allah berkata, “Berdasarkan perbuatanmu, sebagai tanggapan atas imanmu, Aku menerimanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengorbanan-pengorbanan kaum Lewi memiliki, oleh rancangan Allah, suatu akibat untuk menghilangkan kekotoran batin dalam upacara, namun pengorbanan-pengorbanan tersebut tidak pernah masuk ke dalam untuk mengubah sifat manusia dan membalikkan kecenderungan moral tersebut. Yehezkiel mengatakan akan datang suatu hari ketika Allah akan mengubah Anda, ketika Dia akan mengambil hati Anda yang keras itu dan Dia akan memberi Anda hati yang taat, dan Dia akan mencurahkan Roh-Nya ke atas Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5 - 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Oleh karena itu, ketika Dia datang ke dunia, Dia berkata: Engkau tidak ingin pengorbanan dan persembahan, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh untuk-Ku. 6 Engkau tidak suka korban bakaran utuh dan korban dosa.” Inilah percakapan Kristus dengan Bapa sebelum Dia masuk ke dunia. Allah tidak menyukainya. Karena mereka mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi lambang iman dan mengubahnya menjadi ritual tanpa iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengorbanan binatang tidak efektif karena tiga alasan. Mereka tidak sanggup memberi akses kepada Allah. Mereka tidak sanggup menghapus dosa. Dan mereka selalu bersifat eksternal. Ketidakefektifan pengorbanan binatang sekarang dibandingkan dengan efektivitas pengorbanan Kristus, dan kami akan melihatnya dari ayat 5 sampai ayat 18. Di sini ia membandingkan efektivitas luar biasa dari apa yang Kristus lakukan terhadap sistem lama itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 5 mengatakan, “Sebab itu, ketika Dia datang ke dunia, Dia berkata: Engkau tidak menghendaki pengorbanan dan persembahan, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh untuk Aku.” Pengorbanan Kristus efektif karena itu adalah kehendak Allah selama ini. Dalam pikiran Allah, sebelum dunia diciptakan, Allah tahu bahwa sistem lama tidak akan mampu melakukannya. Dan dalam pikiran-Nya, Dia telah merencanakan bahwa Yesus harus datang dan mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Aku berkata: Lihatlah, ada tertulis tentang Aku di dalam gulungan itu. Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, Allah.” Inilah percakapan sebelum inkarnasi dengan Allah. Maka Allah telah membentuk tubuh untuk Anak. Maka Allah menciptakan manusia yang suci. Ini adalah indikasi tentang kelahiran perawan bahwa Yesus tidak dilahirkan dari bapa duniawi. Allah menyiapkan tubuh dalam diri Maria. Dia tidak membutuhkan seorang ayah. Allah sanggup melakukan apa saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8 - 9</b></span><span class="cf1">, “Setelah Dia berkata di atas, Engkau tidak menghendaki atau menyenangi korban sembelihan dan persembahan, korban bakaran utuh dan korban dosa (yang dipersembahkan menurut hukum Taurat), 9 kemudian Dia berkata, Lihatlah, Aku datang untuk melakukan keinginan-Mu. Dia mengambil alih yang pertama untuk mendirikan yang kedua.” Ini memberi tahu Anda bahwa yang lama sudah berlalu, dan yang baru telah datang. Yang lama tidak sanggup melakukannya. Allah sudah merencanakannya sejak awal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi selalu menuduh orang-orang Kristen membawa ajaran sesat, dan karena itu mereka selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat Perjanjian Lama. Masih ingat apa yang dikatakan Yohanes 1:17? “Hukum diberikan oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus.” Jadi pengorbanan Kristus itu lebih baik, karena itu menggantikan Perjanjian Lama. Lebih baik karena menyucikan orang yang beriman, sehingga menjadikan orang percaya itu suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Oleh wasiat ini kami telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.” Kehendak siapa? Kehendak Allah, yang mengutus Kristus. Melalui apa yang Kristus lakukan sebagai tanggapan terhadap kehendak Allah, “kami dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya melalui persembahan tubuh Yesus Kristus.” Tahukah Anda bahwa ketika Yesus mati di kayu salib dan Anda percaya kepada-Nya, Anda dikuduskan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kehendak Allah adalah Dia ingin Anda dikuduskan, dipisahkan, bukan hanya secara posisi tetapi juga secara praktis. Dalam bahasa Yunani, ini adalah sebuah particip sempurna dengan kata kerja yang terbatas. Hal ini menunjukkan dengan cara yang paling kuat keadaan keselamatan yang permanen yang dialami oleh orang percaya itu terus menerus. Ini membicarakan keabadian. “Olehnya kami dikuduskan.” Ketika Anda memiliki particip sempurna dan kata kerja terbatas, Anda tidak bisa kehilangan keselamatan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Posisimu akan tetap kudus selama-lamanya karena itu sebagaimana Allah melihatmu, Dia tidak melihat kebenaranmu, melainkan kebenaran Kristus demi Anda, karena Anda percaya. Namun secara praktis, Anda terluka. Dan kehendak Allah adalah agar kami menjadi kudus secara praktis untuk menyamai posisi tersebut. Dan Anda tidak bisa menjadi suci melalui perbuatan. Anda bisa bekerja keras sekali, tetapi Anda tidak akan menjadi suci, Anda hanya lelah saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, “Setiap imam berdiri hari demi hari melayani dan mempersembahkan kurban yang sama berulang kali, yang tidak dapat menghapuskan dosa. 12 Tetapi orang ini, setelah mempersembahkan satu korban penghapus dosa untuk selamanya, duduk di sebelah kanan Allah.” Pengorbanan Kristus itu lebih baik karena itu menghapuskan dosa. Berapa banyak pengorbanannya? Satu pengorbanan saja untuk dosa-dosa selamanya. Dia sudah selesai, jadi Dia duduk. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 10, para imam selalu berdiri karena mereka tidak pernah selesai. Dan di ayat 12, “Yesus duduk di sebelah kanan Allah.” Posisi mereka adalah sebagai pelayan. Dia adalah posisi seorang raja. “Pelayanan setiap hari dan mereka terus menerus mempersembahkan kurban yang sama.” Ayat 12, “Kristus hanya mempersembahkan korban satu kali.” Kontras lainnya, ayat 11, “tidak pernah dapat menghapus dosa.” Pengorbanan Yesus itu efektif untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Ia sekarang menunggu sampai musuh-musuhnya dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Pengorbanan Kristus efektif karena itu menghancurkan musuh-Nya. Semua pengorbanan dalam Perjanjian Lama tidak melakukan apapun untuk mengalahkan Setan. Ketika Yesus bangkit dari kematian, Dia memberi pukulan mematikan kepada semua musuh-musuh-Nya. Dan ketika Dia turun ke dalam penjara tempat para malaikat yang jatuh ditahan, Dia menyatakan kemenangan-Nya atas mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Sebab hanya dengan satu korban saja Ia telah menyempurnakan mereka yang dikuduskan untuk selama-lamanya.” Dan di sinilah ada lagi rasa keamanan bagi orang percaya, pengampunan dosa yang kekal. Dia tidak menyempurnakan kami sampai kami berbuat dosa berikutnya. Dia tidak membawa kami ke dalam akses kepada Allah sampai saat kami gagal dan layak dikeluarkan. “Sebab hanya dengan satu persembahan” Dia membawa kami ke hadirat Allah “untuk selamanya.” Tidak mungkin orang percaya kehilangan pengampunan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Apakah kami dapat berbuat dosa agar anugerah berlimpah? Allah melarang itu. “Bagaimana kami yang adalah hamba-hamba Yesus Kristus dapat menyerahkan anggota-anggota tubuh kami sebagai hamba kejahatan?” Apakah Anda pikir Anda sedang lakukan? Tidak tahukah Anda bahwa Anda seharusnya mati terhadap dosa? Jika Anda benar-benar beriman, Anda akan berusaha untuk tidak memiliki keinginan itu. Jadi ada kesempurnaan permanen dalam keselamatan yang dihasilkan oleh satu tindakan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15-16</b></span><span class="cf1">, “Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kami tentang hal ini. Karena setelah Dia berfirman: 16 Inilah perjanjian yang akan Ku-adakan dengan mereka sesudah hari-hari itu, maka Tuhan berkata, Aku akan menaruh hukum-Ku di hati mereka dan menuliskannya di pikiran mereka.” Pengorbanan Kristus efektif karena itu menggenapi apa yang dijanjikan di Perjanjian Baru. Allah berkata, “Aku akan mengadakan Perjanjian Baru.” Dan ketika Yesus mati, Dia memeteraikan Perjanjian Baru itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah, perjanjian-perjanjian dalam Perjanjian Lama selalu dimeteraikan dengan darah, benar? Yesus mati dan Dia memeteraikan perjanjian baru. Dan penulis itu, di ayat 15, mulai mengutip lagi dari Yeremia 31. Dan Yeremia mengatakan hal itu akan terjadi, namun Yeremia tidak mengatakannya sendiri. Dia diilhami oleh Roh Kudus. Sekarang, apakah Anda melihat apa yang si penulis lakukan terhadap para pembaca Yahudi ini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Dan Aku tidak akan mengingat lagi dosa-dosa mereka dan perbuatan-perbuatan dosa mereka.” Dia menempatkan para pembaca ini pada posisi di mana mereka harus menerima nabi mereka melalui Yeremia, dan mereka akan menerima apa yang dikatakan Roh Kudus melalui dia, dan jika mereka melakukan itu, mereka harus menerima Kristus dan Perjanjian Baru. Jika mereka menolak Kristus dan Perjanjian Baru, mereka juga harus menolak Yeremia dan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Sekarang jika ada pengampunan bagi mereka, maka tidak perlu ada lagi korban penghapus dosa.” Itu sudah dimaafkan. Jangan kembali ke Bait Suci dan melakukan lebih banyak pengorbanan. Anda dapat diselamatkan malam ini, tanpa usaha apa pun, hanya dengan kepercayaan pada satu pengorbanan Yesus Kristus yang sempurna?” Itulah tepatnya yang ingin saya katakan. Pengorbanan Kristus itu efektif untuk selamanya karena itu menggenapi kehendak Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240331</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000229</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Injil Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000228"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+15:1-11" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 15:1-11</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah bab kebangkitan besar. Nah, pasal ini tidak secara khusus membahas tentang kebangkitan Kristus, meskipun hal ini merupakan dasar dari kebangkitan. Inilah tentang kebangkitanmu dan kebangkitanku. Jadi inilah masa depan Anda yang sedang kami bicarakan di sini. Ini akan terjadi pada Anda dan saya. Ini sangat pribadi. Ini melihat ke depan pada apa yang telah Tuhan persiapkan bagi mereka yang mengasihi Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang yang mengasihi Kristus akan bangkit dari kematian. Mereka yang berada di gereja akan bangkit pada saat ada pengangkatan Kristus. Mereka yang berasal dari Perjanjian Lama dan melalui masa tribulasi besar akan bangkit pada kebangkitan orang-orang kudus di akhir masa tribulasi besar, namun kita semua akan bangkit. Kita akan diberikan tubuh kemuliaan. Kita akan menjadi orang seperti dalam kasus Musa dan Elia. Inilah janji Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Umat ​​Kristen tidak percaya pada reinkarnasi, sebuah siklus tanpa akhir di mana Anda bisa kembali sebagai manusia atau serangga. Kami tidak percaya pada pemusnahan yang diajarkan beberapa agama. Kami tidak percaya pada tidur jiwa. Kami percaya bahwa setelah kematian, kami akan hidup. Kami akan hidup sebagai roh, namun kami akan bersatu dengan tubuh kami, dan untuk selamanya kami akan menjadi seperti Kristus, roh yang kekal itu, yang hidup dalam tubuh yang telah bangkit dan kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini penting bagi orang-orang yang hidup di zaman dahulu, dan itulah sebabnya Paulus membahas topik ini karena ada banyak pencemooh mengenai soal kebangkitan itu. Karena dunia Yunani telah menjadi dualistik dan percaya bahwa roh itu baik dan materi itu buruk. Tujuan dari semua orang adalah pembebasan dari materi, dan Anda akan menjadi roh yang hidup di dunia roh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun Paulus ingin orang percaya tahu bahwa bertentangan dengan apa yang diajarkan filsafat populer, akan ada kebangkitan orang. Kekristenan mengajar sesuatu yang sangat berbeda dengan itu di dalam ajaran Perjanjian Baru, dan pesan itu perlu disampaikan dengan jelas kepada jemaat Korintus. Anda akan hidup untuk selamanya tetapi Anda tidak akan hidup sebagai roh tanpa tubuh, Anda akan hidup sebagai pria yang dibangkitkan atau wanita yang dibangkitkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di dalam 1 Korintus 15 Anda mendapatkan penjelasan yang menyeluruh dan rinci tentang kebangkitan itu. Semuanya dimulai dengan melihat Injil karena kebangkitan kami didasarkan pada kebangkitan Kristus. Yesus berkata dalam sebuah ayat yang sangat penting, “Karena Aku hidup, maka kalian pun akan hidup.” Kebangkitan-Nya adalah jaminan kebangkitan kami. Dia adalah buah sulung dari orang-orang yang telah meninggal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Surat Filipi memberitahu kami bahwa kami akan memiliki tubuh seperti tubuh kemuliaan-Nya. Dan tubuh-Nya adalah tubuh yang dapat disentuh, sama seperti yang kami ketahui dalam kasus Tomas. Tubuh-Nya dapat berbicara dan bersosialisasi, sama seperti yang kami lihat ketika Tuhan kami menampakkan diri setelah Dia bangkit kepada begitu banyak orang dalam berbagai kesempatan. Oleh karena itu, kebangkitan Kristus adalah fondasi diskusi mengenai kebangkitan semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi orang percaya, ini adalah gambaran sekilas tentang masa depan Anda yang gemilang. Anda harus memperhatikan hal ini karena inilah yang akan Anda terima dari Allah. Marilah saya membaca mulai dari </span><span class="cf1"><b>ayat-ayat 1-11</b></span><span class="cf1">, “Nah aku ingin menjelaskan kepada kalian, saudara-saudari, Injil yang aku beritakan kepada kalian, yang kalian terima, yang menjadi dasar kalian berdiri, </span><span class="cf1"><b>2</b></span><span class="cf1"> dan yang melaluinya kalian diselamatkan, jika Anda berpegang pada pesan yang saya beritakan kepada Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kecuali jika Anda percaya dengan sia-sia. </span><span class="cf1"><b>3</b></span><span class="cf1"> Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri: bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kami, sesuai dengan Kitab Suci, </span><span class="cf1"><b>4</b></span><span class="cf1"> bahwa Ia telah dikuburkan, bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci, </span><span class="cf1"><b>5</b></span><span class="cf1"> dan bahwa Ia telah menampakkan diri. ke Kefas, lalu kepada Kedua Belas. </span><span class="cf1"><b>6</b></span><span class="cf1"> Kemudian Dia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara-saudari sekaligus; dan kebanyakan dari mereka masih hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ada pula yang sudah tertidur. </span><span class="cf1"><b>7</b></span><span class="cf1"> Kemudian Dia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. </span><span class="cf1"><b>8</b></span><span class="cf1"> Yang terakhir, seperti halnya seseorang yang lahir pada waktu yang salah, Dia juga menampakkan diri kepadaku. </span><span class="cf1"><b>9</b></span><span class="cf1"> Sebab aku adalah rasul yang paling hina dan tidak layak disebut rasul, karena aku telah menganiaya jemaat Allah. </span><span class="cf1"><b>10</b></span><span class="cf1"> Tetapi karena anugerah Allah aku menjadi seperti sekarang ini, dan anugerah-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, saya bekerja lebih keras dari mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun bukan saya, melainkan anugerah Allah yang menyertai saya. 11 Baik aku maupun mereka, demikianlah kami memberitakan dan supaya kalian pun percaya.” Berikut ini adalah kumpulan kesaksian tentang kebangkitan Kristus. Hal ini sangat penting dan mendasar. Paulus mulai dengan pendahuluan yang tegas dan pernyataan yang tegas. Dan apa yang ingin dia jelaskan? Injil yang telah kuberitakan kepadamu, yang telah kalian terima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda diselamatkan melalui iman Anda kepada Injil yang terus-menerus. Itu adalah dalam bentuk waktu sekarang. Injillah itu yang terus memelihara Anda, dan yang memberi Anda keselamatan, dan itulah Injil kebangkitan. Nah, hal ini benar bagi Anda, dan dia memasukkan hal ini karena ada beberapa orang di gereja Korintus yang bukan orang percaya yang sejati. Mereka ada di sana,tetapi mereka tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia memahami bahwa ada orang-orang tidak percaya yang datang ke gereja itu. Merekalah yang mungkin pada awalnya memberikan izin kepada guru-guru palsu itu untuk masuk. Injil, kata Paulus, telah melakukan semua ini. Itulah yang menyelamatkan kalian. Anda berdiri di dalamnya, kecuali kepercayaan Anda percumah. Kecuali imanmu itu sia-sia. Dan jika Anda mempunyai iman yang sia-sia, iman yang hampa, Anda tidak akan berpegang teguh kepada Injil. Daya tahan itu selalu adalah tanda Anda percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah yang kami sebut ketekunan orang-orang kudus. Kalian percaya Injil itu. Anda berdiri di dalam Injil. Dan Anda berpegang teguh pada Firman Injil itu. Jadi jika Anda termasuk orang yang berpegang teguh pada Firman (yaitu Injil yang saya beritakan kepada kalian) dan tidak percaya percumah, maka Anda sudah mengerti bahwa inilah implikasi dan pentingnya kebangkitan itu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bagi mereka yang berpegang teguh, itu adalah bukti bahwa keselamatan mereka itu nyata. Mereka adalah pelaku Firman dan bukan pendengar saja. Merekalah yang adalah asli. Dan bagi mereka, ada keyakinan teguh akan kebangkitan itu. Anda percaya, Anda menerima, dan Anda berpegang teguh pada Injil sebagai seorang Kristen sejati. Dan Injil itu, seperti yang kemudian dia katakan di ayat 3 dan 4, adalah Injil yang mencakup kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 10:9-10 mengatakan, “Jika kamu mengaku Yesus sebagai Tuhan dan percaya, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Gereja yang ditebus itu adalah saksi pertama tentang kebangkitan tubuh. Mengatakan bahwa orang percaya tidak mempunyai kebangkitan tubuh berarti hal itu menentang bahwa kami perlu diselamatkan dengan kepercayaan kepada kebangkitan tubuh Kristus yang hidup supaya kami juga dapat hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman kebangkitan itu benar-benar unik dalam agama Kristen. Kisah-kisah tentang Budda, yang mengidentifikasikan seperti apa agama Budda itu, tidak pernah menganggap dirinya sebagai yang dibangkitkan. Muhammad meninggal pada tanggal 8 Juni 632 M, pada usia 61 tahun di Madinah, dan makamnya dikunjungi setiap tahun oleh ribuan umat Islam. Tidak pernah ada indikasi apapun dari mereka tentang Muhammad yang bangkit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dilambangkan oleh Baptisan? Mereka masuk ke dalam air karena Roma 6:4 mengatakan, “Sebab itu kami telah dikuburkan bersama dengan Dia melalui baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian pula kami dapat berjalan di dalam kehidupan yang baru.” Ini melambangkan kesatuan kami dengan Kristus dalam kematian-Nya, dimana Ia menanggung dosa kami, dan kebangkitan-Nya, dimana Ia membangkitkan kami menjadi hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sama seperti Allah telah turun tangan dan menangkapku di Jalan Damaskus dan menebusku, Tuhan sendiri yang mengajar aku. Inilah yang saya terima dari Tuhan secara langsung melalui wahyu dari-Nya. Dia mengatakan hal yang sama di dalam 1 Korintus 11:23, “Sebab aku telah menerima dari Tuhan apa yang telah kusampaikan kepada kalian.” Ketika dia berada di Arab Nabatean, dia mendapat teologinya langsung dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kata Paulus, “Aku menyampaikan kepadamu hal yang paling utama, pertama-tama, hal-hal yang pokok, yaitu apa yang telah aku terima. Inilah apa yang kuterima, bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kami sesuai dengan firman Allah, bahwa Dia dikuburkan, dan bahwa Dia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan firman Allah.” Itulah fakta-fakta sejarah. Dua fakta Injil terbesar adalah kematian Yesus Kristus dan kebangkitan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan Kristus digambarkan dalam pembaptisan; dan kematian Kristus digambarkan dalam Perjamuan Kudus. Menurut Firman Allah, apakah maksudnya? Dua kali Dia mengacu pada Perjanjian Lama. Lukas 24:25-27 mengatakan, “Betapa bodohnya kalian dan betapa lambatnya kalian percaya segala yang dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semua ini dan masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">27 Kemudian mulai dengan Musa dan semua Nabi, Dia menterjemahkan bagi mereka hal-hal yang berkaitan dengan diri-Nya dalam seluruh Firman Allah.” Mazmur 22 menggambarkan semua hal pada waktu penyaliban dan perkataan Yesus di kayu salib. Dalam Yesaya 53 kami melihat Anak Domba itu dikorbankan bagi orang-orang berdosa, dilukai karena semua pelanggaran kami, dan oleh bilur-bilur-Nya, kami disembuhkan. Khotbah pertama Petrus pada Hari Pentakosta adalah tentang Mazmur 16.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 16:10 memberitahu kami, “Engkau tidak akan meninggalkan jiwa-Ku ke dalam dunia orang mati dan Engkau tidak akan membiarkan Yang Kudus-Mu mengalami pembusukan. Engkau akan memberitahukan kepada-Ku jalan kehidupan.” Jadi, Anda memiliki kesaksian gereja tentang kebangkitan tubuh. Dan Anda memiliki kesaksian tulisan Firman Allah mengenai realitas kebangkitan tubuh. Dan Paulus memberikan orang-orang percaya di Korintus dasar untuk percaya kebangkitan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selain itu, ketiga, kalian memiliki kesaksian dari para saksi mata. Dan </span><span class="cf1"><b>1 Korintus 15:5</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dia menampakkan diri-Nya kepada Kefas.” Nah ini adalah hari kebangkitan Kristus. Paulus mencatat dalam urutan kronologis sejumlah penampakan Juruselamat yang telah bangkit setelah Dia bangkit. Pengadilan manusia selalu mendasarkan kesaksian itu pada saksi mata, terutama mereka yang dapat dipercaya dan mempunyai integritas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memberi kami alasannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Dan Dia menampakkan diri.” Apakah bukti terbaik bahwa Anda telah bangkit dari kematian? Dia muncul. Dia bukan sekedar isapan jempol dari keinginan mereka. Itu bukanlah halusinasi massal karena mereka ingin hal itu terjadi. Kami sudah membaca tentang penampakan-Nya di jalan menuju Emaus. Kami tahu tentang penampakan-Nya kepada Maria Magdalena dan wanita-wanita lain di makam itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun Paulus langsung pergi ke para saksi apostolik, saksi-saksi yang paling dapat dipercaya, yaitu Kefas. Dalam Lukas 24:34 Petrus berkata, “Ia hidup. Betapa menakjubkannya Dia pertama kali menampakkan diri kepada Petrus karena Petruslah yang menyangkal Dia. Dalam penampakan itu terdapat segala macam kasih dan anugerah yang memaafkan. Yesus membutuhkan Petrus untuk pelayanan strategis. Petrus telah menangis dalam hati karena pembelotannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia ingin dipulihkan. Dia ingin Tuhan tahu bahwa dia benar-benar mengasihi Dia. Dia berkata, “Bacalah pikiranku, Engkau tahu aku mencintai-Mu,” di Yohanes 21. Dia menjadi saksi mata kebangkitan. Kemudian Dia menampakkan diri-Nya kepada kedua belas murid itu, hanya pada saat ini mereka hanya ada sebelas orang karena Yudas meninggal karena dia bunuh diri. Dan kesebelas orang itu melanjutkan memberitakan kebangkitan. Bacalah kitab KPR. Mereka semua adalah pengkhotbah kebangkitan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan Dia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara, kemungkinan besar di Galilea. Bukan hanya para rasul tetapi yang orang lain juga dan sejumlah besar orang lain. Dia menampakkan diri kepada mereka pada suatu kesempatan, rupanya satu kali saja. Ini bukanlah halusinasi massal. Ini adalah penampakan nyata. Dan sebagian besar dari mereka masih hidup ketika pernyataan ini ditulis. 1 Korintus ditulis sebelum keempat Injil itu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, dia menambahkan Yakobus, mungkin itu bukan rasul Yakobus. Ada dua rasul: Yakobus anak Zebedeus, saudara laki-laki Yohanes, dan Yakobus anak Alfeus. Namun kemungkinan besar ini adalah Yakobus, saudara Tuhan kita yang menjadi pemimpin gereja Yerusalem dan mengadakan dewan Yerusalem. Kami tahu ini adalah kenyataan karena dalam Yohanes 7 dikatakan, “saudara-saudara-Nya tidak percaya kepada-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus dan Yakobus sepertinya tidak menjadi saksi karena kedua-duanya adalah penyangkal Yesus. Jadi dua penampakan-Nya ditujukan kepada orang-orang yang telah melukai Dia karena ketidakpercayaan mereka dan yang telah diampuni. Kemudian Dia menampakkan diri kepada semua rasul. Mungkin penampakan itu terjadi kepada dua belas murid adalah penampakan segera setelah kebangkitan. Yang satu terjadi pada Minggu malam itu dan lagi pula pada Minggu malam berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukanlah sekelompok kecil orang-orang pengecut yang kalah. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar memberitakan pesan ini sampai nyawa mereka musnah. Ketika para rasul Yesus memberitakan kebangkitan, mereka melakukannya sebagai saksi mata, dan mereka melakukannya dengan orang-orang yang memiliki kontak dengan saksi mata lainnya. Ada lima ratus orang. Kesaksian mereka diakui orang lain. Itu melewati batas–batas kredibilitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor empat, kesaksian Paulus, di </span><span class="cf1"><b>ayat 8 - 10</b></span><span class="cf1">. “Dan yang terakhir, sama seperti kepada anak yang lahir prematur, Dia juga menampakkan diri-Nya kepadaku, sebab aku adalah rasul yang paling hina dan tidak layak disebut rasul, karena aku menganiaya gereja Allah. Namun oleh karena anugerah Allah, aku menjadi diriku yang sekarang, dan kasih karunia-Nya kepadaku tidak sia-sia, namun aku bekerja lebih keras dari mereka semua, namun bukan aku yang melakukannya, melainkan anugerah Allah yang menyertai aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kesaksian unik dari Paulus yang juga melihat Kristus yang bangkit. Dia adalah penulisnya, jadi ini oleh dirinya sendiri. Marilah saya katakan kepada Anda bahwa orang terakhir yang Tuhan kami menunjukkan diri-Nya adalah Paulus. Setelah kenaikan-Nya, Dia hanya menampakkan diri kepada Paulus, dan di dalam beberapa kejadian. Dan dalam bentuk penglihatan pada kiamat. KPR 23:9 mengatakan, “Aku adalah rasul yang paling hina dan tidak layak disebut rasul, karena aku telah menganiaya jemaat Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia berkata di </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Maka, baik aku maupun mereka, demikianlah kami memberitakan supaya kalian pun menjadi percaya.” Apakah itu para rasul atau rekan-rekan para rasul, apakah itu kedua belas rasul atau Paulus, yang datang kemudian, apakah itu laki-laki dan perempuan yang membentuk kelimanya, pesannya tetap sama. Jadi kami berkhotbah dan kalian percaya salib, kebangkitan, semuanya mempunyai pesan yang sama. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Mar 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240324</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000228</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus adalah Segalanya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000227"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+2:9-18" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 2:9-18</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan kami saat ini, ketika kami mempelajari Firman Allah, adalah untuk merenungkan kemuliaan Juruselamat kami, dan karena itu marilah kita buka Ibrani 2. Dan meskipun bagian Kitab Suci ini layak mendapat penjelasan yang cermat dan terperinci, kami akan mencoba untuk mementingkan hal-hal penting. Nah surat Ibrani ditulis untuk orang-orang Yahudi. Ada yang percaya kepada Kristus. Dan ada orang lain yang sedang dalam proses mempertimbangkan Kristus, dan mereka memerlukan klarifikasi lebih lanjut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada pula orang-orang Yahudi lainnya yang hanya melihat dari luar kedalam saja. Namun bagi mereka semua, surat ini ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dunia yang sejati. Jadi penulis mulai Ibrani 1 dengan menyatakan bahwa Yesus lebih unggul dari para malaikat. Malaikat adalah hamba-hamba, ayat 7 mengatakan, tetapi kepada Anak, ayat 8 mengatakan, “Tahta-Mu, Allah, kekal selamanya dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat keadilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah mengurapi Engkau” ayat 9, “dengan minyak sukacita yang melampaui sahabat-sahabat-Mu.” Satu-satunya yang lebih tinggi dari para malaikat adalah Allah sendiri. Ini adalah deklarasi yang luar biasa. Segala sesuatu yang ada dalam ciptaan tunduk kepada Kristus, ayat 13 mengatakan: “Kepada malaikat manakah pernah Dia berkata, ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kujadikan tumpuan kaki-Mu?” Dan jawabannya adalah bukan malaikat. Jadi Kristus lebih unggul dari pada malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi memahami bahwa para malaikat adalah makhluk surgawi. Mereka dikaitkan dengan pekerjaan Allah dan hukum Allah. Mereka menyembah Allah yang benar dalam kekudusan. Lalu siapakah yang lebih hebat dari para malaikat? Jika Anda ingin menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat kami dan Dia adalah Penebus kami, Dia harus lebih besar daripada manusia, karena manusia tidak dapat menebus dirinya sendiri; dan Dia juga lebih besar dari malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun pertanyaan yang masih melekat di kalangan orang Yahudi adalah, “Bagaimana mungkin manusia ini, Yesus, lebih besar dari para malaikat, padahal Ia masih manusia dan mati? Bagaimana Dia bisa menjadi Juruselamat yang sempurna? Bagaimana Dia bisa menjadi Mesias dan dibunuh?” Dalam 1 Korintus 1:23 rasul Paulus mengatakan kematian Kristus di kayu salib merupakan batu sandungan bagi orang Yahudi. Bagaimana Anda bisa membuat Mesias menjadi manusia, dan Dia menjadi manusia bahkan sampai mati?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penulis harus menjawab pertanyaan mendasar itu. Dan apa yang kami pelajari tertjantum di dalam </span><span class="cf1"><b>Ibrani 2:9</b></span><span class="cf1">, “Kami melihat Yesus lebih rendah dari pada malaikat-malaikat untuk waktu yang singkat, supaya oleh anugerah Allah Ia merasa kematian bagi semua orang, dan Dia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena Ia telah menderita kematian.” Yesus Kristus dilahirkan untuk mati, Dia dilahirkan dalam daging manusia dengan tujuan untuk mati bagi orang-orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tangan bayi yang lembut itu, yang dibentuk oleh Roh Kudus di dalam rahim Maria, dibuat untuk menahan dua paku besar. Kaki lembut itu, harus berjalan mendaki bukit dan dieksekusi di depan banyak orang. Kepala suci itu, akan memakai mahkota duri. Yesus dilahirkan untuk kematian. Tubuh lembut itu, yang dibungkus dengan lampin di Betlehem, akan dirobek dengan tombak untuk memperlihatkan hati yang patah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal itu tidak mendiskualifikasikan Dia; itu membuat Dia memenuhi syarat untuk menjadi Juruselamat kami yang agung. Manusia, yang diciptakan oleh Allah, ingin berkuasa atas ciptaannya, namun jatuh ke dalam dosa dan dia kehilangan mahkotanya. Manusia yang seharusnya menjadi raja, namun sebaliknya menjadi seorang budak, terikat pada dosa dan diperintah oleh apa yang awalnya dirancang untuk dikuasainya. Dan ke dalam situasi ini datanglah Yesus, untuk menjadikan manusia sesuai dengan kehendak Allah, yaitu untuk memulihkan mahkotanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sementara orang-orang Yahudi bertanya-tanya bagaimana Dia bisa menjadi Juruselamat jika Dia seorang manusia dan Dia mati, Perjanjian Baru berulang kali menjelaskan bahwa untuk menjadi Juruselamat, Dia harus menjadi seorang manusia, dan Dia harus mati. Mati sebagai manusia membuat Dia memenuhi syarat untuk menjadi Juruselamat kami yang agung. Jika Anda melihat ayat 9 sampai ayat 18, Yesus ditampilkan sebagai Juruselamat kami yang agung melalui lima gambaran yang sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, Dia adalah pengganti kami; kedua, Dialah Pencipta kami; ketiga, Dialah yang menguduskan kami; keempat, Dia adalah penakluk Setan kami; dan kelima, Dia adalah simpatisan kami. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi Anda sebagai orang percaya, namun dengan indah dan megah semuanya menyatu dalam teks khusus ini. Marilah kami lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 9</b></span><span class="cf1">, di mana kami melihat Kristus sebagai </span><span class="cf1"><b>pengganti</b></span><span class="cf1"> kami, “Kami melihat Dia yang untuk sementara waktu lebih rendah dari pada malaikat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami belajar dari Ibrani 1 bahwa Yesus berada di atas para malaikat. Para malaikat adalah roh-roh yang melayani, dan Dia adalah penguasa berdaulat yang duduk di sebelah kanan Allah. Tetapi untuk sementara waktu Dia dibuat lebih rendah dari para malaikat, Yesus ini, karena Dia menderita maut. Dia harus merasakan kematian bagi setiap orang yang beriman. Dengan kata lain, untuk menebus umat-Nya, Dia harus mati di dalam kematian mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi </span><span class="cf1"><b>alasan pertama</b></span><span class="cf1"> Yesus datang ke dunia adalah untuk </span><span class="cf1"><b>merasakan kematian</b></span><span class="cf1"> bagi setiap orang yang percaya, itulah kematian pengganti. Kami memahami hal itu; itulah makna Injil. Itu melibatkan penghinaan. Dia dijadikan sedikit lebih rendah dari para malaikat. Paulus mengatakan Filipi 2: Karena setara dengan Allah, Dia tidak berpegang pada hal itu; Dia menyerahkannya dan terus turun ke dunia manusia, dan terus menuju kematian di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Untuk merasakan kematian bagi setiap orang percaya. Dia satu-satunya yang sanggup menjadi pengganti. Dia tidak bersalah untuk apa pun, namun Dia merasa kematian bagi orang-orang berdosa. Galatia 4 mengatakan Dia datang untuk menebus mereka yang berada di bawah hukum Taurat. Roma 8 mengatakan Dia datang dalam rupa daging yang dikuasai dosa sebagai korban penebus dosa. 2 Korintus 5:15 mengatakan, “Ia telah mati untuk semua orang.” Hanya oleh Anak Allah melalui kematian, orang-orang berdosa dapat diampuni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah tindakan di ayat 9 yang didorong “oleh anugerah Allah.” Itulah motivasi Allah. Hanya atas dasar kemauan Allah, kasih setia Allah yang cuma-cuma, Ia memilih untuk mengutus Anak-Nya sebagai pengganti orang-orang berdosa. Dan Dia begitu sukses dalam hal itu sehingga sebagai akibat dari kematian pengganti itu, Yesus Anak Allah kemudian “dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 2 mengatakan Allah memberi Yesus nama di atas segala nama, dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya, dan mengesahkan pekerjaan-Nya. Daripada salib membutuhkan permintaan maaf, Juruselamat itu harus dibunuh, dan Dia harus dibunuh untuk menggantikan nasib orang-orang berdosa. Dan inilah rencana-Nya, supaya Allah meninggikan Dia, memahkotai Dia dengan kemuliaan dan kehormatan. Selama tiga puluh tiga tahun, Dia lebih rendah dari para malaikat, untuk mati sebagai pengganti kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, penulis menampilkan Yesus sebagai </span><span class="cf1"><b>pencipta</b></span><span class="cf1"> kami. Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Sebab dengan membawa banyak anak laki-laki dan perempuan kepada kemuliaan, sudah selayaknya Allah, yang menjadi milik Dia dan melalui Dia segala sesuatu berada, menyempurnakan pencipta keselamatan mereka melalui penderitaan.” Sangat tepat bila Allah membawa banyak putra dan putri kepada kemuliaan, untuk menyempurnakan Pencipta keselamatan mereka melalui penderitaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Pencipta” bisa menjadi “pelopor.” Kata archēgos, dalam Kisah Para Rasul, sebenarnya diterjemahkan sebagai “Pangeran kehidupan” ketika mengacu pada Kristus. Jadi Dia, meskipun ditempatkan pada posisi yang rendah pada waktu-Nya di sini, selalu diangkat sebagai Tuhan dan Juruselamat yang berdaulat. Allah tahu bahwa jika Kristus ingin membawa banyak anak laki-laki dan anak perempuan menuju pada kemuliaan, harus ada seseorang yang menyempurnakan pencipta keselamatan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib adalah mahakarya kebijaksanaan. Itu menunjukkan kebencian Allah terhadap dosa. Itu sesuai dengan anugerah-Nya karena itu adalah tindakan cinta untuk mendatangkan pengampunan dosa. Itu sesuai dengan kuasa-Nya. Kristus bertahan dalam kegelapan selama beberapa jam, dan menanggung kemurkaan Allah sepenuhnya bagi semua orang yang akan diselamatkan sepanjang sejarah umat manusia. Dialah archēgos, pangeran, pencipta dan pelopor.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata itu menarik. Ini ada hubungannya dengan seseorang yang memulai sesuatu dan mengajak orang lain bersamanya. Dan dalam hal ini, Dia adalah pencipta dan Raja kami, dan Dia membawa kami ke dalam kerajaan-Nya. Dia adalah pemimpin kami. Kemampuan-Nya untuk menuntun kami kepada Allah, untuk menunjukkan kepada kami jalan menuju ke Allah, dan itu memerlukan penderitaan-Nya. Begitulah akhir ayat ini: “Yang menjadi pencipta keselamatan mereka disempurnakan melalui penderitaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kematian itu bukannya mendiskualifikasikan Kristus, namun justru membuat Dia memenuhi syarat. Ibrani 5:9 mengatakan Dialah sumber keselamatan kekal: “Bagi semua orang yang taat kepada-Nya, Dialah sumber keselamatan kekal.” Jadi penulis kitab Ibrani berkata, ketika Anda melihat Kristus, Anda memahami bahwa Dia adalah pengganti kami, dan Dia adalah pencipta kami. Dialah pencipta keselamatan kami, pelopor yang memimpin kami kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, penulis ingin kami memahami bahwa Yesus adalah </span><span class="cf1"><b>pengudus</b></span><span class="cf1"> kami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab Yang menguduskan kami dan yang sudah menjadi kudus, semuanya mempunyai satu Bapa. Itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka saudara laki-laki dan saudara perempuan.” Dialah yang menjadikan kami suci. Dialah yang membuat kami menjadi orang yang benar. Kristuslah yang menguduskan kami, kamilah yang “dikuduskan”, kamilah yang dibuat menjadi kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kami benar-benar ikut ambil bagian dalam kekudusan ini? Ayat 11 sekali lagi, sampai pada tingkat ini, bahwa Dia “tidak malu menyebut mereka saudara.” Jika Anda bertanya-tanya berapa tingkat kekudusan Anda di mata Allah, itu setara dengan tingkat kekudusan Kristus. Ya Kristus, menurut Anda, punya banyak alasan untuk merasa malu pada Anda, benar? Namun Dia tidak malu. Ibrani 11 mengatakan, “Yesus tidak malu disebut Allah mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus tidak merasa malu untuk mengidentifikasikan diri kami dengan kami, padahal kami tahu bahwa kami bahkan tidak layak untuk mengidentifikasikan diri kami dengan Dia. Itu karena kami telah dikaruniai kebenaran yang menutupi yang begitu benar dan nyata, sebuah kebenaran yang sejati, sebuah kebenaran yang tidak dapat diberikan tanpa penebusan dosa di kayu salib. Ini adalah masa kami sebagai anak yang diungkapkan lebih jauh lagi dalam ayat 12 dan 13.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Aku akan memberitahukan nama-Mu kepada saudara-saudari-Ku.” Itulah Kristus yang berbicara kepada Allah Bapa. Yesaya 8 mengatakan: “‘Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku di tengah-tengah jemaat.’ </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Aku akan percaya kepada-Nya. Dan di sinilah Aku bersama anak-anak yang Allah berikan kepada-Ku.” Ada referensi ke Mazmur 22. Ini menarik, karena Dia tidak pernah menyebut umat-Nya “saudara dan saudari.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menyebut mereka murid-murid, menyebut mereka sahabat, dan menyebut mereka domba. Tetapi segera setelah Dia keluar dari kuburan, Dia berkata kepada Maria, “Pergilah kepada saudara-saudari-Ku dan katakan kepada mereka, “Salib dan kebangkitan itu menyatakan Dia sebagai Juruselamat yang sempurna, juga sebagai Yang menguduskan, Yang memberikan hidup kekal kepada anak laki-laki dan anak perempuan bagi semua orang yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya; dan orang-orang menyanyikan pujian, dan Mesias ada di tengah-tengah mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di </span><span class="cf1"><b>ayat 14 dan 15</b></span><span class="cf1"> kami menemukan aspek lain: Dia adalah </span><span class="cf1"><b>penakluk Setan</b></span><span class="cf1"> kami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1"> berkata, “Karena anak-anak itu mempunyai darah dan daging yang sama, maka Yesus pun turut mengambil bagian dalam hal ini, supaya melalui kematian-Nya Ia dapat membinasakan dia yang berkuasa atas maut, yaitu Iblis.” Pengganti kami, Pencipta kami, Pengudus kami, Dia meremukkan kepala Setan, dan Dia meremukkan Setan di kayu salib. Dia melakukan itu melalui kematian-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui kematian Dia menaklukkan kematian. Melalui kematian Dia melakukan apa yang ada dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Dan memerdekakan mereka yang sepanjang hidupnya dijadikan budak karena takut akan kematian.” Setan membuat manusia merasa bersalah atas dosa-dosa mereka dan membuat manusia takut akan kematian. Kuasa maut di sini berarti “kekuasaan”. Itulah sebabnya Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa Kristus Yesus menghapuskan kematian dan membawa kehidupan serta keabadian ke dalam terang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 10:28 mengatakan, “Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak mampu membunuh jiwa; sebaliknya, takutlah kepada Dia yang mampu membinasakan baik jiwa maupun tubuh di neraka.” Nah, jika Anda takut, dan tidak tertarik untuk bersaksi bagi Kristus, Anda tidak akan menanggung akibatnya. Apa pun yang Anda katakan, Anda mungkin bukan orang Kristen. Karena jika Anda mengasihi dunia dan Anda berasal dari dunia, maka Anda bukan dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami berusaha menjadi seperti Kristus. Dan menjadi seperti Kristus berarti kami akan diperlakukan seperti Kristus. Dan akan ada godaan untuk merasa takut dan menarik kembali kesaksian Anda dan menutup mulut Anda serta tidak bersikap argumentatif, dan tidak mengatakan apa yang seharusnya dikatakan. Jadi, jangan takut. Ketakutan benar-benar telah mencekik kesaksian. Orang-orang takut untuk mengatakan kebenaran; mereka takut untuk jujur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terakhir, Dia adalah </span><span class="cf1"><b>simpatisan</b></span><span class="cf1"> kami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Sebab yang jelas, Ia tidak berusaha menolong para malaikat, melainkan menolong keturunan Abraham.” Tidak ada penebusan bagi malaikat. Mereka suci secara permanen. Mereka tidak pernah mati. Oleh karena itu, dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Ia harus disamakan dengan saudara-saudari-Nya dalam segala hal, supaya Ia dapat menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia, untuk melakukan penebusan bagi dosa-dosa seluruh umat percaya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia dijadikan seperti saudara-saudari-Nya dalam segala hal: Dia lapar, Dia haus, Dia dilanda keletihan, Dia tidur, Dia diajar, Dia bertumbuh, Dia mengasihi, Dia heran, Dia heran, Dia gembira, Dia sedih, Dia marah, Dia kecewa, Dia berduka, Dia kesusahan, Dia dikuasai. Dia menjalankan iman kepada Bapa-Nya. Dia membaca Firman Allah. Dia berdoa sepanjang malam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Sebab karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia sanggup menolong mereka yang dicobai.” Dia menghela nafas ketika Dia melihat seorang laki-laki yang membutuhkan pertolongan; dan air mata jatuh dari mata-Nya ketika hati-Nya sakit. Dia seperti kami. Mengapa? Agar Dia bisa menolong mereka yang tergoda. Dan Kristus melakukan hal itu pada masa kini bagi semua orang percaya yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya dan tergoda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang Yahudi mungkin berpikir bahwa Yesus ini tidak memenuhi syarat untuk menjadi Juruselamat agung itu, namun faktanya adalah Dialah satu-satunya yang memenuhi syarat, Dia pengganti kami, pencipta kami, pengudus kami, penakluk setan, dan simpatisan kami. Kristus adalah segalanya. Dia memahami kebutuhan kami, kegembiraan kami, kesedihan kami, dan pergumulan kami. Jadi ketika Anda berpikir untuk mengucap syukur atas Kristus malam ini, pikirkanlah tentang Ibrani 2. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Mar 2024 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240317</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000227</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menunda Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000226"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+24:17-27" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 24:17-27</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kami menyelesaikan penyelidikan kami pada Feliks, tragedi seorang pria yang memiliki kesempatan besar, namun menundanya dan dia kehilangan itu. 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Seluruh Kitab Suci diberikan melalui pengilhaman Allah dan bermanfaat,” dan karena semuanya bermanfaat, kami berharap Roh Allah benar-benar mengajar hati kami. Bagian ini berhubungan dengan Feliks dan Paulus yang diadili dihadapan dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus telah dituduh melakukan kejahatan yang semuanya palsu. Hal ini diberikan oleh para pemimpin Yahudi yang antagonis dan ingin melihat Paulus mati karena dia merupakan ancaman terhadap keamanan teologis mereka. Dan kami bukan hanya melihat Paulus, dan sejarah serta teladan hidupnya yang tidak bercela, kami juga melihat Allah bekerja. Tetapi kami melihat Feliks, seorang pria tragis, yang ada masalah hidup dan mati, namun dia menyia-nyiakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Feliks harus menjadi hakim dalam kasus Paulus. Permasalahannya sekarang ini telah diajukan ke pengadilan yang lebih tinggi, yaitu istana Feliks, di Kaisarea, markas besar Romawi. Dan Feliks harus mengambil keputusan hukum mengenai Paulus, namun lebih dari itu, dia harus mengambil keputusan pribadi mengenai Yesus Kristus. Dan itu keputusan yang paling penting. Dan catatan ini adalah tentang seorang pria yang kehilangan kesempatan yang sangat besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tiga bagian dalam persidangan ini: penuntutan, pembelaan, dan keputusan. Dan terakhir kali kami melihat penuntutannya. Dalam ayat 1 sampai 9, orang-orang Yahudi datang ke Kaisarea, dan mereka menuduh Paulus melakukan tiga hal: </span><span class="cf1"><b>penghasutan</b></span><span class="cf1">, yang berarti dia menghasut orang-orang Yahudi untuk melawan Roma. </span><span class="cf1"><b>Sektarianisme</b></span><span class="cf1"> adalah bahwa ia orang yang melawan agama orang Yahudi sebagai orang Nazaret, dan </span><span class="cf1"><b>penistaan</b></span><span class="cf1"> terhadap Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua tuduhan terhadap Paulus itu palsu. Dia dituduh melakukan hal-hal itu, dan dia tidak bersalah dari satupun. Ini adalah sesuatu yang Paulus antisipasi dan tahu akan terjadi. Orang Kristen yang menjalani kehidupan suci di dunia Setan ini akan selalu menghadapi tuduhan-tuduhan palsu. Yesus berkata dalam Matius 10:16, “Aku mengutus kalian seperti domba di tengah para serigala. Karena itu jadilah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata bahwa akan ada permusuhan ketika Anda didepan masyarakat. Lalu Dia berkata, “Kalian harus berlaku cerdik seperti ular”, kalian perlu hati-hati dan pandai. Dan kalian harus menjadi tidak bersalah atau tulus “seperti merpati.” Paulus berkali-kali menunjukkan kepada kami kepintarannya, dalam cara dia mampu membangun situasi supaya dia sanggup memanfaatkan Injil, bahkan di tengah-tengah para pendengar yang sangat bermusuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 10:17-20, “Waspadalah, karena mereka akan menyerahkan kalian ke pengadilan setempat dan mencambuk kalian di sinagoga mereka. 18 Kalian bahkan akan dibawa ke hadapan para gubernur dan para raja karena Aku, untuk memberikan kesaksian kepada mereka dan kepada orang-orang bukan Yahudi. 19 Tetapi ketika mereka menyerahkan kalian, jangan khawatir tentang apa yang harus kalian katakan. Sebab pada saat itu kalian akan diberikan apa yang harus kalian katakan, 20 karena Roh Kuduslah yang berbicara melalui kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus sudah mengalami hal itu. “Mereka akan mencambuk kamu di sinagoga mereka.” Dia hampir dicambuk, bukan di sinagoga, tetapi di Fort Antonia. Namun orang-orang Yahudi memang melakukan pencambukan di sinagoga lokal mereka. “Dan kamu akan dibawa ke hadapan para gubernur dan para raja.” Paulus telah dibawa ke hadapan gubernur Feliks, dan dia akan dibawa ke hadapan raja, Agripa dalam KPR 26.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Tetapi ketika mereka menyerahkan kamu, jangan khawatir tentang apa yang harus kamu katakan. Sebab pada saat itu kamu akan diberikan apa yang harus kamu katakan, 20 karena Roh Kuduslah yang berbicara melalui kamu.” Itu adalah janji langsung kepada para rasul. Namun, dalam arti tidak langsung yang dapat diwariskan kepada kami dalam kenyataan bahwa Roh itu memimpin dan membimbing kami. Dan dalam persidangan Paulus, kapan pun dia berbicara, dia menyampaikan wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memberinya firman, dan itu dicatat dalam Kitab Suci. Dan Dia berkata dalam Matius 10:21-22, “Saudara laki-laki akan menyerahkan saudaranya sampai mati, dan seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan bangkit melawan orangtuanya dan membunuh mereka. 22 Kamu akan dibenci semua orang karena nama-Ku. Tetapi siapa yang bertahan sampai kesudahannya akan diselamatkan.” Alasan permusuhan ini adalah karena Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 10:26 berkata, “Karena itu, jangan takut kepada mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan tersingkap, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.” Dengan kata lain, jangan takut, karena akan tiba saatnya penghakiman akan dilakukan, dan ganjaran yang pantas akan diberikan, dan akan ada yang menyingkapkan kebenaran tentang siapa yang nyata dan siapa yang tidak, serta siapa yang layak mendapat pahala. dan siapa yang tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 28, “Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak mampu membunuh jiwa; sebaliknya, takutlah kepada Dia yang mampu membinasakan baik jiwa maupun tubuh di neraka.” Allah mempunyai informasi instan. Apapun yang ada, Dia mengetahuinya. Nah,Yesus melanjutkan dengan berbicara tentang fakta bahwa kami harus bersiaplah untuk hal ini, dan bahwa Allah akan memelihara kami. Anda harus keluar dan membayar harga yang bertentangan dengan sistem dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 10:37-39 Yesus berkata, “Orang yang lebih mengasihi ayah dan ibunya daripada Aku, tidak layak bagi-Ku; orang yang lebih mencintai anak laki-laki atau perempuan daripada Aku, tidak layak bagi-Ku. 38 Dan siapa pun yang tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, tidak layak bagi Aku. 39 Siapa pun yang menemukan nyawanya akan kehilangan nyawanya, dan siapa pun yang kehilangan nyawanya karena Aku akan mendapatkannya.” Yesus berkata, bersiaplah menghadapi masalah jika Anda seorang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kami lihat pembelaan itu dalam Kisah Para Rasul 24. Paulus, setelah mendengar tuduhan-tuduhan palsu mereka yaitu penghasutan, sektarianisme, dan penistaan terhadap dia, dia memutuskan bahwa dia akan menjawabnya ketika dia diminta oleh Feliks di ayat 10. Yang pertama melawan penghasutan dia menjawab dalam ayat 11 sampai 13 yang mengatakan, “Engkau dapat membuktikan sendiri bahwa tidak lebih dari dua belas hari sejak aku pergi beribadah di Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">12 Mereka tidak mendapati aku berdebat dengan siapa pun atau menimbulkan keributan di antara orang banyak, baik di Bait Suci, di rumah-rumah ibadat, atau di mana pun di kota. 13 Mereka juga tidak dapat membuktikan tuduhan yang mereka ajukan terhadap saya.” Saya tidak melakukan hal-hal ini. Saya belum cukup lama di sini untuk memulai suatu revolusi. Saat saya ada di Yerusalem, saya berada di bait suci, dan saya tidak berdebat dengan siapa pun juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah gambaran kebodohan tuduhan-tuduhan orang Yahudi. Anda dapat kembali ke Maleakhi. Salah satu dari tujuh dosa yang mematikan yang menghancurkan Israel, kata Maleakhi, adalah mereka terus meninggikan orang jahat. Ayat 14, “Tetapi hal ini aku akui kepadamu: Aku menyembah Allah nenek moyangku menurut ‘Jalan’ yang mereka sebut aliran, dengan mengimani segala sesuatu yang sesuai dengan hukum dan tertulis dalam kitab para nabi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi tidak menyembah Allah yang benar; mereka tidak percaya segala sesuatu di dalam hukum Taurat dan para Nabi, dan mereka tidak percaya pada kebangkitan.” Dan mereka adalah orang Saduki. Paulus berkata, “Saya adalah orang Yahudi yang sejati; merekalah yang sesat.” Tuduhan ketiga adalah penistaan, yaitu ia berusaha menajiskan Bait Suci, dan dituduh menghujat Allah, dan ia membalasnya di ayat 17 dan seterusnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17-20</b></span><span class="cf1">, “Bertahun-tahun kemudian, aku datang membawa sumbangan dan persembahan kepada umatku.” 18 Ketika aku sedang melakukan hal itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku sedang disucikan di Bait Suci, tanpa ada kerumunan orang dan tanpa ada keributan. 19 Merekalah yang seharusnya berada di sini di hadapan kalian untuk mengajukan tuntutan. 20 Atau biarlah orang-orang ini menyatakan kesalahan apa yang mereka temukan pada diriku ketika aku berdiri di hadapan Sanhedrin.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah, dia telah mengumpulkan uang itu dari semua orang Kristen non-Yahudi, dan dia membawanya untuk diberikan kepada orang-orang Kristen Yahudi sebagai tanda kasih. Satu-satunya orang Yahudi sejati yang ada adalah orang Yahudi Kristen, orang yang menjadi Yahudi bukan secara lahiriah, namun secara batiniah. Orang-orang Yahudi dari Asia Kecil datang dan mereka menemukan saya di sana, dan mereka melihat bahwa saya tidak melakukan apa pun di sana. Saya tidak menajiskan bait suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dimana saksi-saksimu? Tidak ada satu pun. Karena Paulus tidak melakukannya. Mengapa Anda tidak membiarkan mereka memberi tahu Anda jika mereka menemukan perbuatan jahat dalam diri saya, sementara saya berdiri di hadapan dewan? Dan dewan itu telah bertemu, ingat? Dan mereka akan berkata, “Kami akan mencari tahu apa yang dilakukan orang ini,” dan dewan itu berakhir dengan kerusuhan, dan mereka tidak pernah menemukan kesalahan apa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Selain satu pernyataan ini aku berseru sambil berdiri di antara mereka, ‘Pada hari ini aku diadili di hadapan kalian mengenai kebangkitan orang mati.’” Paulus tahu bahwa itu sama sekali bukan masalah kriminal. Itu adalah diskusi teologis, tidak ada masalah untuk pengadilan. Dan Feliks tahu hal ini. Dia mengetahuinya bahkan sebelum ada kesaksian Paulus, karena dia mendapat surat dari Claudius Lysias yang menjelaskan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang hakim Romawi tidak dapat mengambil keputusan dalam suatu kasus atau mengenai teologi Yahudi. Tidak ada kejahatan, tidak ada apa-apa. Feliks tahu hal itu, dia tahu masalah sebenarnya. Paulus hanya memberinya tanggung jawab. Ia berkata, “Satu-satunya hal yang meresahkan mereka adalah bahwa saya membuat pernyataan mengenai kebangkitan orang mati, dan itulah masalahnya, dan itulah satu-satunya hal yang dapat mereka kemukakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa keputusannya? Satu-satunya keputusan yang mungkin diambil adalah bahwa Paulus tidak bersalah. Feliks tahu bahwa orang-orang Yahudi telah bersumpah palsu dari awal persidangan hingga akhir. Dan Feliks tahu dari surat Claudius apa yang terjadi. Mereka berbohong tentang tuduhan itu, karena mereka tidak punya saksi-saksi. Jadi Feliks punya masalah. Dia tahu orang-orang Yahudi berbohong, tetapi dia takut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia ada banyak orang Yahudi yang sangat marah, dan orang-orang Yahudi yang marah dapat menyebabkan ada revolusi. Masih ingat Pilatus? Alasan utama Pilatus akhirnya mengizinkan Yesus disalibkan hanyalah karena dia ingin menenangkan orang-orang Yahudi, karena dia takut kehilangan jabatannya jika dia tidak bisa memerintah dengan baik. Dan Feliks terjebak dengan cara yang sama. Hubungannya dengan hukum Romawi dan Roma sedang dipertaruhkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Karena Feliks sudah mendapat banyak informasi tentang ‘Jalan’ itu, maka ia menunda sidang itu dan berkata, “Kalau Lysias, panglima itu, sudah turun, aku akan memutuskan kasusmu.” Lukas memberi tahu kami bahwa Feliks mengetahui jawaban yang benar; bahwa Feliks, yang memiliki pengetahuan yang lebih sempurna tentang ‘Jalan’ itu, mengetahui apa yang seharusnya dia lakukan. Tetapi dia adalah seorang pengecut. Tidak ada catatan bahwa Claudius Lysias itu pernah dipanggil dan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia hanya menunda hal itu secara permanen. Dan ada banyak orang Kristen lainnya, dan dia berada di Yudea selama sembilan tahun. Lihatlah apa yang dikatakan </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Ia memerintahkan agar centurion itu tetap menjaga Paulus, meskipun ia masih mempunyai kebebasan, dan bahwa perwira itu tidak boleh menghalangi seorang pun dari teman-temannya untuk memenuhi kebutuhannya.” Centurion adalah prajurit yang memimpin 100 prajurit lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kompromi yang bodoh. Feliks akan memberi Paulus kebebasan yang dimodifikasi, untuk menenangkan hati nuraninya. Paulus punya kebebasan, dan teman-temannya serta kenalannya bisa mendatanginya sesuka hati, tetapi ini tindakan seorang pengecut. Dia menunda segalanya. Ini adalah kisah tentang Paulus di hadapan seorang hakim kafir, yang dituduh oleh para penuduh Yahudi, namun ternyata tidak bersalah. Ini sama seperti kasus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ketika kami melihat persidangan ini dari sudut pandang Paulus, hal ini memberi kami gambaran tentang seorang pria yang adalah orang suci, yang dapat berdiri di hadapan sekelompok orang yang mencari di setiap sudut untuk menemukan sesuatu yang menentangnya, dan mereka tidak dapat menemukan apa pun; begitu juga seharusnya hal itu terjadi dalam hidup Anda. Sekarang, bagaimana dengan sudut pandang Allah? Apakah ini merupakan kehendak Allah yang berdaulat?” Tentu saja itu selalu begitu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama dua tahun Paulus berada di sana, kami tidak mengetahui khotbah apa pun yang ia sampaikan, atau apa pun yang pernah ia tulis. Allah membiarkan dia beristirahat. Apapun masalahnya, Allah tahu bahwa Paulus membutuhkan dua tahun di sana. Dan apapun yang Allah capai, Dia mencapai sesuai dengan tujuan-Nya. Terakhir, kami perlu melihat Feliks. Masa lalunya buruk, masa kininya terancam, dan keragu-raguannya di masa depan adalah hal yang tragis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24-26</b></span><span class="cf1">, “Ketika Feliks datang bersama istrinya Drusila, yang adalah seorang Yahudi, dia memanggil Paulus dan mendengarkan dia mengenai pokok iman dalam Kristus Yesus. 25 Saat dia berbicara tentang pengendalian diri, dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan menjawab, “Pergilah dulu, tetapi kalau ada kesempatan aku akan memanggilmu.” 26 Pada saat yang sama dia berharap agar Paulus mau menawarinya uang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang dimaksud dengan iman kepada Kristus adalah iman: keseluruhan isi Kristiani. Paulus memberinya seluruh Injil. Dia mengatakan kepadanya bahwa Yesus adalah Allah. Dia mengatakan kepadanya bahwa Yesus lahir dari seorang perawan. Dia mengatakan kepadanya bahwa Yesus menjalani kehidupan yang ajaib. Dia mengatakan kepadanya bahwa Yesus mati di kayu salib untuk penebusan dosa. Dia memberitahunya bahwa Yesus bangkit pada hari ketiga dari kematian. Dia menceritakan kepadanya semua fakta Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Paulus memberi tahu Feliks, “Inilah standar Allah, dan Allah menuntut agar kamu mematuhinya.” Dan jika Anda tidak melakukannya, itulah kata ketiga: penghakiman akan datang. Itulah Injil. cita-cita mutlak Allah; Anda harus menyesuaikan diri atau Anda dihakimi. Inilah menjadi sangat pribadi bagi Feliks. Setelah Paulus memaparkan cita-cita kebenaran, barulah Paulus mulai menyalahkan Feliks, karena Feliks tidak mempunyai pengendalian diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia mulai berbicara kepadanya tentang dosanya, dan fakta bahwa dia tidak memenuhi standar Allah. Bahwa Allah menuntut kebenaran mutlak, dan inilah Feliks, yang hidup jauh di bawah tingkat tersebut. Dan kemudian Paulus berkata, “Tetapi karena Anda tidak dapat memenuhinya, Yesus Kristus menanggung hukuman Anda, membayar penghakiman Anda, dan menawarkan kebenaran-Nya melalui iman.” Itulah Injil. Tetapi Feliks hanya menginginkan uang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Setelah dua tahun berlalu, Porcius Festus menggantikan Feliks, dan karena Feliks ingin membantu orang Yahudi, ia meninggalkan Paulus di penjara.” Alasan Feliks diganti adalah karena terjadi kerusuhan besar di Kaisarea, dan Feliks mengakhirinya dengan kekerasan besar sehingga orang-orang Yahudi marah, dan orang-orang Yahudi yang marah itu berhasil mendapatkan penarikan kembali dia dari Roma, sehingga dia kehilangan jabatannya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Mar 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240310</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000226</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembelaan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000225"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+24:10-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 24:10-16</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kisah Feliks. Ini dimulai sebagai persidangan Paulus di hadapan Feliks, dan berakhir sebagai persidangan Feliks di hadapan Paulus. Dalam Kisah Para Rasul kami mempunyai ilustrasi mengenai tragedi penundaan keputusan mengenai Kristus. Dalam Kisah Para Rasul 24:24, kami membaca, “Beberapa hari kemudian, ketika Feliks datang bersama istrinya Drusila, seorang Yahudi, dia memanggil Paulus dan mendengarkan dia tentang iman dalam Kristus Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 25, “Saat dia berbicara tentang kebenaran, pengendalian diri, dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan menjawab, “Pergilah sekarang, tetapi jika ada kesempatan aku akan memanggilmu.” Orang yang menunda memang tidak sehat, tetapi banyak juga yang melakukan itu. Mereka berkata, “Pada suatu hari nanti saya akan memberikan hidup saya kepada Kristus. Suatu hari nanti saya akan menerima Kristus sebagai Juruselamat saya.” Mereka mempertaruhkan nyawa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang ceroboh menunda karena dua alasan. Pertama adalah penolakan terus-menerus yang dapat mengeraskan hati mereka. Anda lihat, semakin Anda menolak Kristus, semakin keras hati Anda jadinya dan semakin mudah untuk menolaknya. Allah berfirman “jangan menjadi seperti Israel” yang terus mengeraskan hati di padang gurun hingga akhirnya mereka tidak diperbolehkan masuk. Mereka semua mati di padang belantara. Mengapa? Karena mereka kehilangan istirahat di Tanah Perjanjian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Allah berhenti memanggil setelah titik tertentu. Pada zaman sebelum Nuh, Allah berfirman, “Roh-Ku tidak selalu berjuang sama manusia.” Sekarang, kami bertemu dengan orang seperti itu di KPR 24, namanya Feliks. Feliks adalah seorang prokurator Yudea dari tahun 52 - 59 M. Ia mendapat nasib untuk berurusan dengan rasul Paulus, sama seperti nasib prokurator sebelumnya bernama Pilatus yang berurusan dengan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam ayat ini kami menemukan Paulus dan Feliks saling berhadapan dalam sidang, suatu bentuk pengadilan. Para pemimpin Yahudi ingin membunuh Paulus. Paulus mewakili suatu ancaman yang serius bagi mereka, ancaman yang sama yang diwakili oleh Yesus, dan ia mendapat banyak pengikut. Dan, para pemimpin Yahudi khawatir mereka akan kehilangan otoritas mereka, kehilangan wibawa dan kedudukan mereka di mata rakyat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tiga kali di Yerusalem mereka mencoba membunuhnya dalam situasi yang kacau. Satu kali mereka mencoba membunuhnya dengan penyergapan yang direncanakan. Dan setelah ketiga komplotan tersebut, pihak Romawi akhirnya memutuskan bahwa mereka harus membawa Paulus ke luar kota untuk menyelamatkan nyawanya, karena Paulus adalah warga negara Romawi, dan mereka harus melindunginya. Kedua, dia tidak melakukan kejahatan apapun. Jadi, orang-orang Romawi membawanya ke Kaisarea.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menempatkannya di praetorium, istana gubernur; pusat pemerintahan Romawi yang ada di Kaisarea. Para penuduh Yahudi dikirim ke Kaisarea untuk membawa kasus ini ke hadapan Feliks agar mendapatkan pengadilan yang lebih adil daripada yang mungkin dilakukan di kota Yerusalem. Jadi rencana untuk membunuh Paulus pindah ke Kaisarea, dan para penuduh ini berusaha agar Paulus dieksekusi atas kejahatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang di KPR 24, persidangan itu berlangsung. Ada tiga bagian: penuntutan, pembelaan, dan keputusan atau penghakiman. Kami telah menyelidiki penuntutan itu terakhir kali. Paulus telah berada di Kaisarea selama lima hari sambil menunggu kedatangan para penuduhnya. Ayat 1, “Lima hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias bersama beberapa penatua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Orang-orang ini menyampaikan kasus mereka terhadap Paulus kepada gubernur.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dia mulai tuduhannya dengan sanjungan kepada Feliks, “Kami menikmati perdamaian yang besar karena Anda, dan reformasi yang sedang dilakukan demi kepentingan bangsa ini karena pandangan Anda jauh ke depan. 3 Kami mengakui hal ini dalam segala hal dan di mana pun, Feliks yang terpuji, dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. 4 Namun, agar saya tidak membebani Anda lebih jauh lagi, saya mohon agar Anda berbaik hati untuk mendengar pendapat kami yang singkat ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berikut adalah tiga tuduhan tersebut. Pertama, </span><span class="cf1"><b>penghasutan</b></span><span class="cf1">, “Ancaman yang mengerikan terhadap keamanan Roma adalah dia memimpin pemberontakan Yahudi. Hal kedua; </span><span class="cf1"><b>sektarianisme</b></span><span class="cf1">, mereka menuduhnya sesat. “Dia adalah pemimpin sekte Nazarene.” Nah, orang Nazaret sebenarnya adalah nama orang Kristen. Tetapi itu benar merendahkan. Ketika mereka mengatakan “Yesus dari Nazaret” itu adalah sebuah penghinaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak dari cabang Yudaisme yang bersifat Mesianis jelas merupakan masalah bagi Roma; mereka militan. Jadi mereka menuduhnya sektarianisme. Ketiga, mereka menuduhnya melakukan </span><span class="cf1"><b>penistaan</b></span><span class="cf1">, ayat 6-8, “Dia bahkan mencoba menajiskan Bait Suci, maka kami menangkapnya. 8 Dengan memeriksanya sendiri, Anda akan dapat mengetahui kebenaran tentang tuduhan yang kami ajukan terhadapnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menuduh Paulus membawa orang bukan Yahudi ke tempat itu. Dia tidak melakukannya, sama saja dengan kebohongan lainnya. Kemudian mereka berkata, “Paulus yang kami ambil dan akan kami hakimi menurut hukum kami,” tetapi tentu saja itu bohong; mereka ingin membunuhnya dalam kerusuhan. Dan, “Kemudian komandan Lisias datang dan dengan kekerasan yang hebat, merebut dia dari tangan kami.” Dia membawa Paulus pergi karena mereka mencoba membunuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian mereka membawa saksi-saksi mereka di ayat 9, dan menghadapkan mereka di pengadilan, dan mereka semua berkata, “Iya itu benar, dia melakukan itu.” Jadi mereka mendapat tuntutan dari pengacara mereka dan kemudian ada saksi-saksi palsu untuk menyetujuinya. Tahukah kalian, itu semua bohong. Paulus dapat berdiri di sana dan berkata, “Teman-teman, aku tidak bersalah.” Itulah yang Allah inginkan. Dia ingin supaya umat Kristiani dipanggil ke hadapan pengadilan dunia dan bersaksi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang marilah kami lihat pembelaannya dan perhatikanlah bagaimana Paulus membela dirinya sendiri. Dan dia melakukannya dengan tenang dan tegas. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Ketika gubernur memberi isyarat supaya dia berbicara, Paulus menjawab, “Karena aku tahu Anda sudah bertahun-tahun menjadi hakim atas bangsa ini, maka dengan senang hati aku memberikan pembelaan terhadap hal yang menyangkut diriku.” Paulus tidak memiliki pengacara atau orang yang tahu jalan masuk keluar dari hukum Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus meninggalkan dunia dan Dia memberi tahu murid-murid-Nya dalam Yohanes, “Aku akan pergi, tetapi Aku akan mengirim kepada kalian Penghibur yang lain.” Kata “penghibur” berasal dari paraklētos. Artinya: seseorang yang dipanggil untuk mendampingi, yang dipanggil untuk membantu. Ini bisa berarti “seorang pengacara untuk membela.” Dia tidak memiliki pengacara manusia, tetapi dia memiliki pengacara ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap perkataan yang diucapkannya kepada Feliks adalah perkataan Roh Kudus. Semuanya diilhami di sini di dalam Alkitab. Yang berbicara adalah Paulus, namun Roh Kudus yang bergerak melalui dia. Jadi pembelaan Paulus pada hari itu adalah pembelaan Paulus dan pembelaan dari Roh Kudus juga. Jadi dia berkata, “Karena saya tahu Anda telah menjadi hakim negara ini selama bertahun-tahun, saya dengan senang hati memberikan pembelaan atas hal yang menjadi perhatian saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada sanjungan sama sekali di sana. Feliks telah menjadi gubernur di daerah itu selama lima tahun. Sebelumnya, dia berada di bawah Cumanus selama empat tahun. Jadi selama sembilan tahun dia mengenal urusan-urusan Yahudi. Dalam penilaian apa pun berhubungan dengan urusan Yahudi, Anda harus mengetahui adat istiadat Yahudi. Paulus sebenarnya mengatakan, “Feliks, saya tahu bahwa Anda sudah cukup lama berada di sini untuk mengetahui bahwa ini adalah masalah teologis.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sanjungan tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen. Karena Amsal 26:28 mengatakan, “Mulut yang menyanjung mendatangkan kebinasaan,” dan Mazmur 12:3 mengatakan, “Tuhan akan memotong segala bibir yang menyanjung.” Sanjungan adalah penafsiran keliru yang diperhitungkan untuk mendapatkan sesuatu bagi diri Anda sendiri; itu adalah pemanjaan diri secara massal dan egois. Itulah dosa. Orang-orang berkata, “Jika Anda ingin mendapatkan sesuatu dalam hidup, Anda harus menyanjung. Tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus menjawab, pertama terhadap tuduhan penghasutan di </span><span class="cf1"><b>ayat 11-13</b></span><span class="cf1">, “Engkau dapat memastikan sendiri bahwa tidak lebih dari dua belas hari sejak aku pergi beribadah di Yerusalem. 12 Mereka tidak mendapati aku sedang berdebat dengan siapa pun atau menimbulkan keributan di antara orang banyak, baik di Bait Suci, di rumah-rumah ibadat, atau di mana pun di kota. 13 Mereka juga tidak dapat membuktikan tuduhan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Paulus menghabiskan tujuh hari di sana untuk melaksanakan sumpah, dan lima hari di Kaisarea; tetapi tetap saja mereka menuduhnya mulai kerusuhan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Engkau dapat membuktikan sendiri bahwa tidak lebih dari dua belas hari sejak aku pergi beribadah di Yerusalem.” Bukan untuk menajiskan, bukan untuk mencemarkan Bait Suci; hanya untuk beribadah.” Dan dia sedang melaksanakan ibadah sumpah nazar, yang menandakan pengabdian kepada orang-orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Mereka tidak mendapati aku berdebat dengan siapa pun atau menimbulkan keributan di antara orang banyak, baik di Bait Suci, atau di rumah-rumah ibadat, atau di mana pun di kota.” Saya tidak melakukan apa pun! Mereka tidak bisa menuduh saya atas apa pun.” Nah, apa yang dia sangkal? Dia berkata, “Saya tidak pernah berselisih di Bait Suci.” Inilah kata untuk berdebat. Dia melakukan ini di mana pun kecuali di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Mereka juga tidak dapat membuktikan tuduhan yang mereka ajukan terhadap Aku.” Jika Anda tidak punya bukti, Anda tidak punya kasus apa pun. Jadi dia menyangkal tuduhan tersebut dan menjelaskan fakta bahwa mereka tidak dapat membuktikannya. Itu mengatasi penghasutan. Dia tidak melakukan pengkhianatan apapun. Tuduhan kedua adalah </span><span class="cf1"><b>sektarianisme</b></span><span class="cf1">. Dia berkata, “Saya bukan seorang yang tidak percaya Allah,” dan pada saat yang sama dia berkata, “Saya seorang Kristen.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14 – 16</b></span><span class="cf1">, “Tetapi hal ini aku akui kepadamu: Aku menyembah Allah nenek moyangku sesuai dengan Jalan yang mereka sebut aliran, dengan percaya segala sesuatu sesuai dengan hukum dan tertulis dalam kitab-kitab para nabi. 15 Aku mempunyai harapan kepada Allah, yang juga diterima oleh orang-orang ini, bahwa akan ada kebangkitan, baik bagi orang benar maupun orang yang tidak benar. 16 Saya selalu berusaha untuk mempunyai hati nurani yang bersih terhadap Allah dan manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Menurut Jalan” adalah menurut agama Kristen. Orang-orang yang belum diselamatkan biasanya mencaci-maki orang-orang Kristen dengan menyebut mereka “Nazar” atau mencaci-maki mereka dengan menyebut mereka “Umat Kristen,” namun orang-orang Kristen menyebut diri mereka sendiri “Jalan”, anggota dari Jalan itu. Kami berkata, “Dari mana mereka mendapatkan nama itu?” Karena tidak ada jalan lain. Yesus berkata, “Akulah satu-satunya jalan.” Petrus berkata, “Tidak ada nama lain di bawah kolong langit ini yang dapat menyelamatkan kita semua.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda dapat melihat Imam Besar berkata, “Disini kita mulai lagi tentang kebangkitan,” karena orang-orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan, benar? Jadi, Anda tahu apa yang dikatakan Paulus? “Saya hanya ingin mengatakan bahwa memang benar bahwa saya beriman pada ‘Jalan’ dan oleh karena itu, saya benar-benar menyembah Allah saya; Saya percaya seluruh wahyu-Nya, termasuk bagian tentang kebangkitan itu.” Siapa sebenarnya orang yang tidak percaya itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para imam besar yang berhenti menyembah Allah karena hanya ada satu jalan menuju ke Allah; Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kecuali melalui Aku,” yang sudah tidak lagi percaya pada semua Hukum dan Kitab Para Nabi karena jika kalian percaya pada semua hukum dan kitab para nabi, kalian harus percaya kepada Kristus karena semua Hukum dan Kitab Para Nabi yang dibicarakan para nabi adalah Kristus. Ini adalah argumen yang kuat sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menuduh Paulus sebagai seorang yang tidak percaya agama; mereka menuduhnya sebagai anggota cabang Yudaisme yang ekstrem. Paulus menyangkal hal itu, dan sekaligus menegaskan bahwa dirinya adalah seorang Kristen. Dan dia berkata bahwa Kekristenan adalah Yudaisme yang sejati; Yudaisme tanpa agama Kristen sama saja dengan penyembahan berhala. Mereka adalah orang yang tidak percaya karena mereka tidak bisa menyembah Allah kecuali melalui Mesias-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bahkan tidak percaya pada harapan Israel, yang adalah kebangkitan. Dia enggan menjelaskannya karena Feliks sudah tahu. Feliks mengenal agama Kristen, dan dia tahu dialog di antara orang Kristen dan orang Yahudi. Ayat 22 mengatakan, “Karena Feliks sudah mendapat banyak informasi tentang ‘Jalan’ itu, maka ia menunda sidang itu dan berkata, “Kalau panglima Lisias sudah turun, aku akan memutuskan kasusmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya, kota Kaisarea dipenuhi dengan orang-orang Kristen, dan salah satu yang paling vokal di antara mereka adalah Filipus si Penginjil yang tinggal di sana. Paulus berkata, “Saya seorang Kristen dan saya satu-satunya penyembah Allah yang sejati yang ada di sini. Inilah orang-orang yang sesat.” Dia berkata, “Jadi aku menyembah Allah nenek moyangku.” Itulah gelar sejarah bagi Allah Israel. Allah disebut, “Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 2:28-29 mengatakan, “Sebab orang yang secara lahiriah Yahudi bukanlah seorang Yahudi, dan sunat yang sejati bukanlah sesuatu yang kelihatan secara lahiriah. 29 Sebaliknya, orang Yahudi adalah orang yang percaya di dalam hatinya, dan sunat dilakukan berdasarkan hati, berdasarkan Roh, bukan berdasarkan hukum tertulis. Satu-satunya orang Yahudi sejati di dunia adalah orang-orang Kristen. Di dalam Roma 9:6 Paulus berkata, “Tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah Israel.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda ingin tahu apa pandangan Paulus tentang pengilhaman Perjanjian Lama? Ya, dia percaya semuanya. Anda tahu apa yang dia maksudkan? Bahwa mereka tidak percaya hal itu, dan dia benar. Jika Anda percaya pada hukum Perjanjian Lama dan kitab para nabi, Anda harus percaya kepada Kristus. Anda tahu apa yang terjadi saat ini dengan kebanyakan orang Yahudi? Mereka telah menolak Kristus. Dan mereka juga menolak Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda menolak Kristus sebagai Mesias Anda, Anda harus melepaskan seluruh gagasan tentang Mesias karena tidak ada hal lain yang cocok dengan itu. Dan ada beberapa orang Yahudi Ortodoks yang tersebar yang hanya berdiri di sana, terombang-ambing sambil berdoa, dan membacakan isi undang-undang, yang tidak pernah mengerti maknanya bahkan untuk mengkhawatirkan apakah artinya. Dalam kebutaan mereka, mereka mematuhi Perjanjian Lama, namun tidak banyak orang melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Perjanjian Lama mengajarkan kebangkitan itu?” Tentu saja! Yesaya 26:19, Ayub 19:26, Daniel 12:2, dan di tempat-tempat lain di Perjanjian Lama itu mengajarkan ada kebangkitan. Namun orang-orang Yahudi pemimpin berkata, “Satu-satunya kebenaran yang mengikat dalam Perjanjian Lama adalah apa yang Musa katakan di dalam lima kitab pertama.” Itulah sebabnya, Yesus mengutip Keluaran 3, karena Dia tahu hanya itulah yang mereka patuhi. Marilah kita bersujud dalam doa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Mar 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240303</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000225</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengadilan Paulus di hadapan Feliks]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000224"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+24:1-9" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 24:1-9</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukalah KPR 24. Beberapa bagian dalam firman ini sangat bersifat teologis. Dan kitab-kitab lain justru sebaliknya, sebagian besar merupakan narasi sejarah, dan Kisah Para Rasul adalah salah satunya. Jadi, di akhir Kisah Para Rasul, kami benar-benar melihat Allah bergerak di dalam kehidupan Paulus. Kami melihat karya providensi Allah. Kami mengatakan bahwa Allah bekerja saat ini melalui perovidensi dan bukan melalui mukjizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ada mukjizat saat ini, dan yang dilakukan Allah saat ini terutama adalah mukjizat kelahiran baru secara rohani. Ini bukan saatnya manusia melakukan mukjizat. Ini adalah zaman dimana Allah mengatur kehendak-Nya melalui providensi. Sebuah “mujizat” terjadi ketika Allah melanggar alam untuk mencapai tujuan-Nya. Providensi adalah dimana Allah menggunakan semua keadaan di dunia alami untuk mencapai tujuan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kami membaca Kisah Para Rasul, kami tidak melihat mujizat-mujizat yang dramatis, tetapi kami melihat Allah bekerja melalui providensi. Dan sepertinya Allah mulai menghapuskan zaman mujizat apostolik itu secara bertahap. Di awal Kisah Para Rasul, Anda melihat mujizat demi mujizat. Dan tiba-tiba, saat Anda menuju akhir, Anda mulai melihat bahwa Allah mulai bekerja lebih banyak dengan providensi-Nya melalui keadaan-keadaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah, pada awal KPR ketika Petrus dan Yohanes dipenjarakan? Dan Allah menciptakan sebuah gempa bumi lokal dan menarik mereka keluar. Apakah terjadi selanjutnya dalam kitab KPR? Melalui serangkaian keadaan dan permainan di antara orang Romawi dan orang Yahudi, Paulus keluar. Namun hal ini bukanlah suatu mujizat; inilah providensi, dan kami mulai melihatnya. Dan firman ini semakin menjadi sebuah narasi sejarah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini sebenarnya kisah Paulus, tetapi ini juga kisah Feliks. Feliks adalah orang jahat. Dia jahat dalam segala hal; dia korup. Dia mencuri istrinya. Sebagai seorang gadis berusia 15 tahun, dia menikah dengan pria lain, seorang raja. Tetapi dia bernafsu padanya, dan merayunya, dan mencurinya. Tacitus, sang sejarawan, berkata tentang Feliks, “Dia mempunyai jabatan sebagai raja dan dia memerintah dengan pikiran seorang budak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Feliks adalah semacam Yudas belakangan. Tahukah Anda bahwa Feliks menyuruh rasul Paulus tinggal di rumahnya selama dua tahun? Tidak ada pikiran seperti Paulus; tidak ada orang seperti dia dan Feliks menolak semua yang diperjuangkan dan diberitakan Paulus. Dia adalah gubernur Yudea dari tahun 52-59 M, dan alasan dia memerintah adalah karena kakaknya, Pallas, dekat dengan Claudius, bukan karena dia ada kualitas memerintah apa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masa jabatannya sebagai prokurator ditandai dengan masalah; semuanya menjadi tidak beres. Ia memang berhasil meredam beberapa kerusuhan, namun ia melakukannya dengan cara yang begitu dramatis, sehingga ia melakukannya secara berlebihan sampai ketika ia menghentikan kerusuhan tersebut, ia membunuh begitu banyak orang sehingga ia mengasingkan orang-orang Yahudi yang ia coba lindungi. Mereka membencinya. Dia adalah sosok yang keji. Dia muncul dalam cerita ini seperti seorang pengecut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tiga cara untuk menyelidikinya. Anda dapat melihat apa yang Paulus lakukan; dan itulah yang kami akan lakukan hari ini. Anda dapat melihat apa yang sedang dilakukan Allah, dan itulah yang akan kami lakukan minggu depan, dan Anda dapat melihat apa yang dilakukan Feliks; dan itu akan kita simpulkan lain kali. Anda dapat menggunakan bagian ini untuk mengajarkan sikap Paulus dalam pencobaan. Dan Anda bisa menggunakannya untuk mengajarkan tragedi atas penundaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda dapat menggunakannya untuk mengajarkan providensi Allah. Anda dapat menggunakannya untuk mengajarkan kebencian dari ketidakpercayaan dan kekerasan hati manusia ketika mereka berbalik melawan Kristus. KPR mencatat sejarah gereja sejak hari Pentakosta hingga akhirnya gereja menyebar ke Roma. Dua orang mendominasi tahun-tahun itu. Di tahun-tahun pertama didominasi oleh Petrus, dan tahun terakhir didominasi oleh Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami berada di tengah-tengah kisah Paulus, yang adalah orang yang membawa Injil kepada orang-orang non-Yahudi. Dia benar-benar melakukan tiga perjalanan ke bangsa-bangsa non-Yahudi. Dan ketika kami sampai pada KPR 24, dia baru saja menyelesaikan perjalanan yang ketiga. Ini adalah tur terakhirnya sebagai orang bebas. Dia sekarang menjadi tahanan. Ketika dia tiba di Yerusalem, dia benar-benar berusaha menenangkan beberapa orang Kristen Yahudi dengan menunjukkan kepada mereka bahwa dia tidak anti-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Claudius Lysias menyelamatkan Paulus dan dia pikir bahwa dia pasti telah melakukan sesuatu yang buruk sehingga orang-orang bersikeras mencoba membunuhnya, jadi dia mencoba untuk mendapat tuduhan, tetapi dia tidak bisa. Jadi, dia memutuskan untuk menyiksa Paulus. Dia merebahkan dia di atas rak untuk mencambuknya, dan Paulus mengingatkan para prajurit yang berdiri di dekatnya bahwa dia adalah orang Romawi, dan dengan panik mereka melepaskan dia, dan tetap saja tidak ada tuduhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Claudius Lysias kemudian memutuskan untuk membawanya ke hadapan Sanhedrin, Dewan Yahudi. Tetapi mereka mulai berkelahi satu sama lain, dan tetap tidak ada tuduhan. Sebagai orang Romawi, dia memiliki rasa keadilan dan kehormatan terhadap Roma dan dia ingin mempertahankan jabatannya, sehingga dia tidak bisa mengeksekusi warga negara Romawi yang tidak bersalah apa pun. Tetapi di Yerusalem, dia harus menenangkan orang-orang Yahudi atau dia akan menghadapi kerusuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ketika dia tidak bisa menuduh Paulus melakukan apa pun karena dia tidak ada tuduhan, untuk mencoba keluar dari beban ini, dia membawa Paulus ke luar kota di tengah malam dan dia menggunakan 470 tentara Romawi untuk membawanya ke Kaisarea. Jadi mereka membawa Paulus ke Kaisarea, dan di sanalah dia diserahkan sekarang kepada Feliks. Dan sekarang Feliks berkata, “Apa yang harus saya lakukan? Anda mendorong semuanya ke atas.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, bagian ini terbagi menjadi tiga bagian: penuntutan; pembelaan dan, keputusannya. Apa yang mereka akan tuduhkan padanya? Claudius Lysias mengirim Paulus dengan surat di mana dia berkata, “Saya mengirim orang ini, tetapi apa yang saya lihat, ini hanya masalah teologi Yahudi dan dia tidak melakukan apa pun yang menyebabkan dia harus dimasukkan ke dalam penjara. atau dia harus dibunuh.” Jadi, Claudius bilang dia tidak bersalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin para pemimpin Yahudi ini akan puas jika Paulus menghilang. Tetapi tidak, mereka ingin dia mati. Dia adalah ancaman bagi mereka. Sebab, dia merusak keamanan mereka. Mereka sangat suka keunggulan rohani mereka. Dan Paulus datang dan menyebut mereka munafik dan memberitakan Yesus Kristus sebagai Mesias. Mereka menganggap Yesus sebagai penghujat dan mengeksekusi Dia melalui pemerintah Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka melanjutkan perjalanan ke Kaisarea. Kami melihat tuntutan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Lima hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias bersama beberapa penatua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Orang-orang ini menyampaikan kasus mereka melawan Paulus kepada gubernur.” Nah bagi Ananias, Imam Besar untuk terlibat dalam suatu tuduhan adalah hal yang luar biasa. Orang ini kesal. Tentu saja, Ananias adalah orang yang sangat korup dalam segala hal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada para penatua, yang merupakan pemimpin kunci Sanhedrin. Jadi ada Mahkamah Agung di sana juga. Mereka tidak ingin melakukannya sendirian, jadi mereka menyewa seorang yang berlidah halus dan licin bernama Tertulus, seorang pengacara profesional; seorang yang bisa datang ke sana dan mencari tahu segalanya, lalu pergi dan membela kasusnya. Ini adalah pria yang fasih dalam prosedur hukum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sangat umum bagi para orator pada masa itu untuk melakukan apa yang dilakukan Tertulus. Dia memuji Feliks dengan sanjungan, meskipun dia itu cukup pintar untuk tahu bahwa orang-orang Yahudi sebenarnya membencinya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Ketika Paulus dipanggil, Tertulus mulai memuji Feliks dan berkata, “Kami menikmati kedamaian yang besar karena kamu, dan reformasi sedang dilakukan demi kepentingan bangsa ini karena pandanganmu ke depan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Feliks sama sekali tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap perdamaian Romawi. Faktanya, satu-satunya saat Feliks membawa kedamaian adalah ketika dia menumpas kerusuhan yang seharusnya tidak terjadi jika dia tahu apa yang dia lakukan. Dan dia melakukan pekerjaan yang sangat buruk sehingga dia mengasingkan semua orang lain. Jadi dia belum melakukan apa pun yang benar-benar berkontribusi terhadap perdamaian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kami mengakui hal ini dalam segala hal dan di mana pun, Feliks yang terpuji, dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.” Dan Feliks juga tidak mempercayainya, dan dia berada di sana pura-pura saja, sambil tersenyum lebar karena orang-orang Yahudi itu harus berdiri di sana dan mendengarnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Tetapi supaya aku tidak membebani engkau lebih jauh lagi, aku mohon agar engkau berbaik hati dan memberikan kami pendengaran sebentar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka ada disitu. Semua penuduh dan pengacara sewaan mereka, telah turun tangan untuk mengajukan kasus mereka terhadap Paulus. Ayat 5-9 memberi kami tuduhan-tuduhan, yang terbagi dalam tiga kategori. Tuduhan yang diajukan adalah </span><span class="cf1"><b>penghasutan</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>sektarianisme</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>penistaan</b></span><span class="cf1">. Mereka menuduhnya melakukan penghasutan yang merupakan pelanggaran hukum Romawi, sektarianisme yang adalah pelanggaran hukum Yahudi, dan penistaan yang ​​adalah pelanggaran terhadap Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menuduhnya berhubungan dengan Roma, dengan orang-orang Yahudi dan dengan Allah. Pertama, </span><span class="cf1"><b>penghasutan</b></span><span class="cf1"> yang berarti “pengkhianatan.” Dan jika orang-orang Romawi berpikir bahwa orang ini melakukan pengkhianatan, atau dia mengobarkan pemberontakan, dia berada dalam kesulitan besar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Sebab kami mendapati orang ini adalah penyakit besar, penghasut di antara semua orang Yahudi di seluruh wilayah Romawi, dan pemimpin sekte Nasrani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu bukanlah sebuah tuduhan; itu hanya pernyataan umum yang mencerminkan sikap mereka. “Dia menyusahkan kita.” Dia menciptakan masalah terhadap pemerintah. Dia adalah penggerak hasutan di antara semua orang Yahudi di dunia. Idenya adalah dia membuat orang-orang Yahudi memberontak melawan Roma. Orang ini mengumpulkan orang-orang Yahudi dan mereka di seluruh dunia melakukan pemberontakan dan pengkhianatan. Kerusuhan-kerusuhan sedang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, mereka bisa saja mendukung hal itu. Paulus tidak mengobarkan kerusuhan, tetapi dia benar-benar terlibat dalam banyak kerusuhan. Pada waktu dia berkhotbah, ada beberapa orang akan menjadi heboh dan memicu kerusuhan. Namun kami lihat, bahkan di tengah kerusuhan tersebut, Paulus tidak pernah bisa dituduh dengan alasan yang jelas. Bangsa Romawi telah menempatkan seluruh penguasa dan tentaranya di wilayah ini untuk menjaga perdamaian; dan inilah satu hal yang mereka takuti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuduhan khusus ini sangat umum terjadi pada zaman dahulu. Anda tahu, kaisar-kaisar tirani menggunakan konsep penghasutan ini atau pengkhianatan sesuka hati untuk mengeksekusi siapa pun yang tidak setuju dengan mereka. Menarik bagi saya bahwa di sepanjang KPR, orang-orang Kristen diadili karena khotbah mereka, dan dengan sangat rinci Roh Kudus mencatat semua ciri-ciri dari persidangan tersebut. Mengapa Roh Kudus memberi tahu kami semua detailnya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan menaruhnya di sini karena sepanjang sejarah Kekristenan selalu dikutuk atas dasar fakta bahwa itu adalah sebuah gerakan revolusioner. Dan Roh Kudus dengan hati-hati mencatat, dalam kitab Kisah Para Rasul, persidangan demi persidangan demi persidangan terhadap orang-orang Kristen, dimana dalam setiap kasus dalam kitab KPR, sangat jelas bahwa mereka tidak bersalah atas pelanggaran hukum sipil apa pun..</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang mereka menuduhnya melakukan pemberontakan ini. Nah, menurut saya Feliks tidak percaya hal ini, karena Claudius Lysias telah menulis dalam suratnya, “Saya menganggap ini sebagai pertanyaan tentang hukum mereka, tidak ada hubungannya dengan kematian atau obligasi.” Dengan kata lain, ini bukanlah masalah hukum yang harus kami pertimbangkan; ini hanyalah masalah teologis di antara mereka. Jadi, hal itu dimulai dengan tuduhan yang tidak jelas dan yang tidak dapat dibuktikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Enam kali dalam Kisah Para Rasul Yesus disebut Orang Nazaret. Itu adalah istilah yang menghina. Rupanya istilah itu sangat populer, karena Tertulus tidak mau menjelaskannya kepada Feliks. Ada banyak kelompok Mesianis pada saat itu, dan faksi-faksi ini sangat menyusahkan Roma. Maka dengan menyebut Paulus sebagai pemimpin dari kelompok Nasrani ini, ia melemparkan Paulus ke dalam cabang Mesianis dari Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuduhan ketiga ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Dia bahkan mencoba menajiskan Bait Suci, maka kami menangkapnya.” Ada pelataran luar, di mana orang bukan Yahudi bisa datang. Namun orang bukan Yahudi tidak bisa melewati barikade untuk masuk ke bagian dalam Bait Suci itu. Ada tanda-tanda yang dipasang di sana yang melarang mereka masuk. Tanda-tanda itu mengatakan bahwa jika seorang bukan Yahudi masuk ke bagian dalam, dia akan membayar dengan nyawanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma memberi mereka hak untuk mengambil nyawa orang yang melanggarnya. Nah ketika Paulus berada di Bait Suci, ketika orang-orang Yahudi dari Asia Kecil melihatnya di sana mereka menuduh dia membawa orang bukan Yahudi ke sana. Dia tidak melakukan itu; dan mereka akan membunuh Paulus. Ya, itu tidak masuk akal. Jika orang bukan Yahudi masuk ke sana, maka orang bukan Yahudi itulah yang dibunuh, bukan Paulus. Jadi, mereka berbohong tentang semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa manuskrip kuno tidak mencantumkan bagian akhir dari ayat 6, seluruh ayat 7, dan bagian pertama dari ayat 8. Jadi apa yang Tertulus katakan adalah, “Lihat, dia menajiskan Bait Suci dan jika kalian memeriksanya, kalian akan menemukan hal ini.” Jika dia benar-benar memeriksa Paulus, dia tidak akan mendapati hal itu karena Paulus tidak melakukan itu. “Tetapi kapten utama Lysias menyerang kita dan dengan kekerasan yang hebat Paulus diambil dari tangan kita!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Tertulus berkata, “Dengarkanlah, aku telah memberikan tuduhan-tuduhan itu kepadamu. Jika Anda ingin bukti yang menguatkan, Anda bisa mendapatkan hal itu dari komandan Lysias. Kami mencoba menegakkan keadilan pada waktu itu.” Dan kemudian Claudius menukik ke sana dan dengan kekerasan dia menangkap Paulus pergi, “dan memerintahkan kami untuk datang kepadamu.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Dengan memeriksa dia sendiri, engkau dapat melihat kebenaran tentang tuduhan yang kami ajukan terhadap dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang Yahudi juga ikut menyerang dan menuduh bahwa hal-hal itu semua benar.” Dan di sinilah mereka, terang-terangan berbohong demi mempertahankan agama mereka dan mengeksekusi orang yang tidak mereka suka. Ini adalah gambaran jelas tentang apa yang diharapkan bagi seorang Kristen. Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang saleh di tengah-tengah masyarakat yang tidak saleh, Anda akan mendapat beberapa serangan. Dua hal. Pertama, jalani hidupmu tanpa cela.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, milikilah kesaksian yang jelas dan biarkan saja apa yang terjadi terjadi. Yesus mengatakan dalam Matius 5, “Berbahagialah kamu apabila orang mencerca kamu dan memfitnah kamu dengan segala cara yang palsu.” Rasul Paulus mengasihi orang-orang itu. Anda tidak mencintai orang-orang Yahudi sebagai sebuah komoditas aneh; mereka hanyalah orang-orang yang dikasihi Allah, namun dalam rencana Allah yang indah mereka mempunyai tempat yang unik. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Feb 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240225</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000224</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perlindungan Providential]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000223"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+23:12-35" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 23:12-35</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rasul Paulus sekarang menjadi tahanan. Paulus diburu dan dilawan dengan plot. Ada pula yang ingin mengambil nyawanya. Paulus baru saja mengalami tiga kerusuhan, semuanya ditujukan padanya, dan telah lolos dari kematian sebanyak tiga kali. Dan sekarang Tuhan Yesus datang kepadanya secara langsung di ayat 11, dan berkata, “Tabahlah. Sebab sama seperti kamu telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian pula kamu perlu bersaksi di Roma.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia duduk di dalam selnya, dan persekongkolan sedang terjadi yang menentang nyawanya, namun kepercayaannya ada pada Allah. Segala sesuatu yang dia coba lakukan sejak dia datang ke Yerusalem berakhir dengan kerusuhan. Dia mencoba menenangkan orang-orang Kristen Yahudi, dan itu berakhir dengan kerusuhan. Dia mencoba untuk memberikan kesaksiannya tentang apa yang telah Allah lakukan dalam hidupnya kepada orang banyak Yahudi itu di pelataran Bait Suci, dan hal itu juga berakhir dengan kerusuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia mencoba memberi kesaksian di hadapan Dewan Yahudi, Sanhedrin itu, dan itu berakhir dengan kerusuhan. Dan sekarang dia adalah seorang tahanan; hidupnya ingin diakhiri. Tetapi, di hatinya, dia merasa tugasnya belum selesai. Dia tidak merasa bahwa dia telah melakukan pertarungan yang baik dan itu sudah berakhir. Dia masih, dalam hatinya, merasa perlu pergi ke Roma. Dan Tuhan datang kepadanya pada malam hari dan mengatakan, “Demikianlah jadinya nanti. Anda akan berada di Roma.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan segera terjadi suatu kejadian yang mendukung kepercayaan diri tersebut. Allah telah berjanji; dan dia percaya janji itu. Tidak ada apa pun tentang Tuhan yang disebutkan mulai ayat 12 dan seterusnya. Tidak ada apa pun tentang Roh Kudus; tidak ada apa pun tentang keselamatan; tidak ada apa pun tentang penebusan; tidak ada apa pun tentang Mesias; tidak ada doktrin Kristen yang dituliskan di tempat lain dalam Kitab Suci untuk kehidupan Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menunjukkan betapa besarnya Allah peduli dan mewujudkan apa yang Dia ingin wujudkan melalui keadaan. Tahukah Anda bahwa Allah melakukan segala sesuatunya melalui dua cara: melalui mukjizat dan melalui providensi. Sebuah mukjizat terjadi ketika Allah mematahkan proses alamiah dan menyerangnya dengan cara supranatural. Providensi adalah tempat dimana Allah mewujudkan kehendak-Nya, yang dilakukan dengan menggunakan keadaan alamiah untuk mencapai apa yang Dia inginkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berapa kali Anda membaca, “Allah datang dan melakukan mukjizat ini.” Berapa kali Anda pernah membaca bahwa “Si Anu melakukan ini, dan si Anu melakukan itu, dan tiba-tiba, semuanya berjalan sesuai keinginan Allah.” Itulah perbedaan di antara mukjizat dan providensi. Sebuah mukjizat adalah Allah melanggar dunia alam; providensi adalah Allah menggunakan alam secara supernatural untuk melaksanakan kehendak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya percaya kita hidup di zaman ketika Allah melakukan segala sesuatu melalui providensi-Nya. Dan di Kisah Para Rasul 23, Anda melihat hal yang persis sama: providensi Allah. Ini adalah penggunaan semua peristiwa alam. Inilah perbedaan di antara rasul Paulus yang dibunuh dengan batu di Listra dan Tuhan yang membangkitkan dia dari kematian. Ini adalah mukjizat dimana Paulus masuk penjara dan Tuhan dengan gempa bumi lokal merobohkan seluruh penjara itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak memerlukan mukjizat karena Allah dapat mencapai apa pun yang Dia ingin capai melalui providensi; melalui pengaturan segala sesuatu sesuai keinginan-Nya untuk mencapai tujuan-Nya. Allah tidak perlu mendapat publisitas untuk melakukan apa yang Dia lakukan. Jadi di sini kami melihat betapa indahnya ilustrasi providensi Allah itu. Mari kami lihat dalam empat kejadian: komplotan dirumuskan, ditemukan, digagalkan, dan kemudian perpisahan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>komplotan dirumuskan</b></span><span class="cf1"> dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 12-15</b></span><span class="cf1">, “Ketika hari sudah pagi, orang-orang Yahudi bersekongkol dan mengikat diri mereka di bawah kutukan untuk tidak makan atau minum sampai mereka membunuh Paulus. 13 Ada lebih dari empat puluh orang yang membentuk komplotan ini. 14 Orang-orang ini menemui imam-imam kepala dan para penatua dan berkata, “Kami telah mengikat diri kami sendiri sehingga kami tidak akan makan apa pun sampai kami membunuh Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">15 Jadi sekarang kalian bersama dengan Sanhedrin mintalah kepada komandan itu agar dia membawa Paulus ke hadapan kalian seolah-olah kalian hendak menyelidiki kasusnya lebih mendalam. Tetapi, sebelum dia mendekat, kami akan siap membunuhnya.” Dan Paulus tahu persekutuan penderitaan Yesus dengan cara yang belum pernah dialami oleh siapa pun. Dia hampir mengalami rangkaian peristiwa yang sama seperti yang dialami oleh Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Ketika hari sudah pagi,” yaitu pagi hari setelah malam ketika Yesus menampakkan diri kepada Paulus dan sehari setelah dia memberikan kesaksian kepada Dewan Yahudi. Sekarang, inilah komplotannya. Mereka sangat kecewa karena membiarkan Paulus itu lolos, sekelompok orang fanatik ini memutuskan bahwa mereka akan merancang sebuah rencana untuk membunuhnya, dan dia tidak akan lolos kali ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tentu saja, itu bodoh, karena Allah mungkin terlibat atau tidak terlibat di dalamnya. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Jangan bersumpah, jangan lakukan itu. Jangan berkata, ‘Allah, bunuhlah aku jika aku tidak melakukan ini,’ atau, ‘Allah lakukanlah ini jika aku tidak melakukan itu’.” Biarlah percakapan Anda menjadi “iya dan tidak”. Yesus berkata, “Jangan bersumpah sama sekali, baik demi Langit maupun Bumi.” Namun mereka melakukan hal itu, dan mereka ingin menarik Allah ke dalamnya dan tampil sangat suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sungguh menakjubkan bahwa orang-orang ini bisa begitu kejam terhadap seseorang yang tidak melakukan apa pun terhadap mereka. Dia tidak pernah melanggar hukum mereka. Yang dia lakukan hanyalah memberitakan cinta. Yang dia lakukan hanyalah memberitakan keselamatan. Yang dia lakukan hanyalah mengumumkan bahwa Mesias, Yesus Kristus, yang telah mereka tolak, telah bangkit dari kematian dan melalui Paulus memberitahukan mereka bahwa mereka dapat menerima Dia sebagai Mesias mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang dia lakukan hanyalah memberi mereka pesan damai dan anugerah. Karena merekalah yang tertipu oleh Setan, dan itulah cara paling sederhana untuk melihatnya. Mereka telah begitu dipengaruhi kuasa Setan pada saat ini, dan berada dalam sistem agama palsu yang berdasarkan egoisme dan kemunafikan, sehingga mereka menjadi alat-alat Setan. Dan Setan ingin supaya Yesus dan Injil disingkirkan untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Ada lebih dari 40 orang yang membentuk komplotan ini.” Tampaknya, mereka merasa bahwa orang Romawi tidak akan menyebabkan Paulus itu mati. Dan, mereka menyadari bahwa mereka tidak ingin Paulus menyampaikan pidato lagi di depan orang banyak, karena dia mungkin akan membujuk terlalu banyak dari mereka. Maka mereka mengikat diri mereka dengan sumpah darah, dan bersumpah demi Allah bahwa mereka akan membunuh Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 14, mereka ingin lebih banyak dukungan. Mereka datang kepada para imam kepala dan para penatua. Nah, imam-imam kepala Sanhedrin adalah orang-orang Saduki. Kelompok Saduki itu adalah kelompok yang paling menentang Paulus. Karena Paulus mengajarkan kebangkitan dan mereka tidak percaya hal itu. Mereka berkata, “Lihatlah, kami telah mengikat diri kami di bawah kutukan yang besar, yaitu bahwa kami tidak akan makan apa pun sebelum kami membunuh Paulus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 15, hal itu menjadi suatu penyergapan. Menurut ayat 20, mereka setuju. Jadi, Sanhedrin memilih untuk bekerja sama dengan mereka, Namun, kemudian kami mulai melihat roda providensi itu bergerak seiring dengan komplotan itu mulai diketahui untuk kedua kalinya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Tetapi anak dari saudara perempuan Paulus, ketika mendengar tentang penyergapan mereka, datanglah dan masuk ke dalam markas dan melaporkan hal itu kepada Paulus.” Bukankah ini menarik? Keponakan Paulus itu bagaimanapun terlibat dalam rencana itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sadarkah Anda bahwa Alkitab tidak mengatakan apa pun tentang keluarga Paulus? Kami tahu bahwa ayahnya adalah seorang Farisi karena Paulus telah membuat pernyataan itu sebelumnya. Kami tahu bahwa dia menderita dalam Filipi 3:8 karena imannya kepada Kristus, “kehilangan segala sesuatu.” Kebanyakan pengajar Alkitab berasumsi bahwa hal ini termasuk hak warisnya dicabut dari keluarga Yahudinya karena sejak saat itu tidak ada lagi yang diketahui tentang keluarganya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu bagaimana anak saudara perempuan Paulus bisa menyelamatkan Paulus? Dan mungkinkah anak laki-laki itu hadir pada saat komplotan tersebut direncanakan? Bayangkan bagaimana Allah mengatur keadaan supaya anak kecil itu berada di sekitar para konspirator dan mendapatkan pesan yang tepat, dan kemudian mempunyai pikiran untuk memperingatkan pamannya? Hal ini tidak kalah supranatural dibandingkan jika Allah menggunakan pengait besar dari langit dan menarik Paulus ke atas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tiba-tiba Paulus mulai menyadari bahwa ini adalah langkah pertama dalam penggenapan sebuah janji. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata, “Bawalah orang muda ini kepada komandan, karena ada sesuatu yang harus dia laporkan kepadanya.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Maka diambilnyalah dia, lalu dibawanya kepada komandan, dan katanya: “Paulus, seorang tahanan, memanggil aku dan meminta aku untuk membawa pemuda ini kepadamu, sebab ada sesuatu yang hendak disampaikannya kepadamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Komandan itu menggandeng tangannya, mengajaknya ke samping, dan bertanya secara pribadi, “Apa yang harus kamu laporkan kepadaku?” Mengapa seorang kapten kepala menggandeng tangan seorang anak kecil kecuali untuk menenangkannya? </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang Yahudi,” katanya, “telah setuju untuk meminta Anda membawa Paulus ke Sanhedrin besok, seolah-olah mereka akan mengadakan penyelidikan yang lebih cermat mengenai dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Waktu Allah itu sangat tepat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Jangan biarkan mereka membujukmu, sebab di antara mereka ada lebih dari empat puluh orang yang sedang menyergap—yaitu orang-orang yang telah mengikat dirinya di bawah kutukan untuk tidak makan atau minum sampai mereka membunuhnya. Sekarang mereka siap, menunggu persetujuan Anda.” Allah sedang mengatur hal ini. “Semuanya tergantung pada janji Anda untuk membawa tahanan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, keseluruhan komplotan itu telah terungkap. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Maka panglima itu menyuruh orang muda itu pergi dan berkata kepadanya, “Jangan beritahukan kepada siapa pun bahwa kamu telah memberitahuku tentang hal ini.” Hanya beberapa tahun setelah kejadian ini, seluruh tempat itu meledak dalam sebuah revolusi. Dan, dia tahu sejarah masa lalu tentang apa yang dialami komandan lain di tempat itu, dan dia tidak ingin bertengkar dengan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, komplotan tersebut </span><span class="cf1"><b>digagalkan</b></span><span class="cf1">. Sekarang Anda dapat melihat providensi Allah. Bertekad untuk mengakali para pembunuh, Claudius Lysias merasa tekanan dari keadilan Romawi, dan dia tidak ingin bertanggung jawab atas pembunuhan seorang warga negara Romawi, yang dapat menyebabkan kehilangan pekerjaannya dan nyawanya. Dan, dia tahu bahwa dia mempunyai orang penting di tangannya karena tidak akan ada kerumitan seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23-24</b></span><span class="cf1">, “Dia memanggil dua orang perwiranya dan berkata, “Siapkanlah dua ratus prajurit dengan tujuh puluh orang kavaleri dan dua ratus orang bertombak untuk berangkat ke Kaisarea pada pukul sembilan malam ini. 24 Sediakanlah juga kendaraan untuk ditunggangi supaya Paulus dapat dibawa dengan selamat ke gubernur Feliks.” Kaisarea berjarak 96 km jauhnya, dan kota tersebut didominasi oleh orang-orang non-Yahudi. Jadi kemungkinannya kecil terjadinya revolusi atau pembunuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tentara Romawi bergerak dalam tiga bagian. Pertama, infanteri bersenjata berat dengan pedang dan perisai yang dapat mengatur pertahanan. Lalu, “Selain itu, 70 penunggang kuda.” Ini adalah kavaleri. Lalu yang ketiga, 200 orang tombak. Yang dimaksud adalah “pelempar lembing”. Ini adalah pasukan bersenjata ringan. Jadi di sini ada 470 tentara bersenjata lengkap untuk mengawal seorang rasul ke luar kota.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25-28</b></span><span class="cf1">, “Dia menulis surat sebagai berikut: 26 Claudius Lisias, “Kepada Gubernur Feliks yang paling mulia: Salam. 27 Ketika orang ini ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan hendak dibunuh oleh mereka, aku datang dengan pasukanku dan menyelamatkan dia karena aku tahu bahwa dia adalah warga negara Romawi. 28 Karena saya ingin tahui tuduhan yang mereka dakwakan, saya membawa dia ke hadapan Sanhedrin mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang menarik dari hal itu? Lukas tidak pernah membacanya. Ini adalah ilustrasi yang bagus tentang inspirasi ilahi. Roh Allah memberi tahu Lukas, melalui mukjizat wahyu, kata-kata dalam surat itu, dan dia menuliskannya dengan tangannya sendiri. Begitulah keseluruhan Alkitab ditulis, atas pengilhaman Allah. Dan surat itu mungkin ditulis dalam bahasa Latin, jadi Roh Allah itu harus memberikannya kepada Lukas dalam bahasa Yunani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak; Claudius tidak tahu bahwa Paulus adalah orang Romawi sampai setelah dia menyelamatkannya dan mengikatnya pada bingkai untuk dicambuk. Dan kemudian dia diberitahu bahwa dia adalah orang Romawi dan dia panik. Dia merencanakan untuk menyiksa Paulus supaya mendapatkan kebenaran darinya, dan baru setelah dia mau mulai proses penyiksaan, dia diberitahu bahwa dia adalah orang Romawi dan segera dia menghentikan proses penyiksaan tersebut. Namun, ketika dia menulis surat kepada atasannya, dia ingin terlihat hebat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29-30</b></span><span class="cf1">, “Aku tahu bahwa tuduhan-tuduhan itu menyangkut persoalan-persoalan hukum mereka, dan tidak ada tuduhan yang pantas Paulus dihukum mati atau dipenjarakan. 30 Ketika aku diberitahu bahwa ada rencana jahat terhadap orang itu, aku segera mengirim dia kepadamu. Saya juga memerintahkan para penuduhnya untuk menyatakan kasus mereka terhadapnya di hadapan Anda.” Dalam sejarah Israel akan ditemukan bahwa para pemimpinan telah dikorupsi selama berabad-abad.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31-34</b></span><span class="cf1">, “Maka prajurit-prajurit itu membawa Paulus pada malam hari dan membawanya ke Antipatris sesuai dengan perintah mereka. 32 Keesokan harinya, mereka kembali ke barak dan membiarkan pasukan kavaleri melanjutkan perjalanan bersamanya. 33 Ketika orang-orang ini masuk ke Kaisarea dan menyampaikan surat itu kepada gubernur, mereka juga menyerahkan Paulus kepadanya. 34 Setelah membaca surat itu, dia bertanya dari provinsi mana Paulus berasal. Terus dia diberitahu bahwa dia berasal dari Kilikia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, Feliks harus menentukan dari mana Paulus berasal karena dia harus menentukan siapakah yang mempunyai yurisdiksi. Bangsa Romawi telah membagi wilayah taklukannya menjadi beberapa provinsi yang mempunyai gubernur. Kilikia dan Yudea dianggap berada di wilayah kekuasaan Feliks, dan itulah yang ingin dia tentukan supaya dia tahu bahwa dia ada kuasa atasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Dia berkata, “Aku akan mengadili kamu kapanpun para penuduhmu juga datang ke sini.” Ia memerintahkan agar ia dijaga di istana Herodes. Herodes telah membangun sebuah istana yang megah di sana, tetapi Herodes tidak dapat menikmatinya sepenuhnya sejak dia menyatakan ada hari di mana dia akan menghormati dirinya sendiri dan Allah memukulnya dan cacing memakannya karena dia tidak memuliakan Allah. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian ini memberitahuku banyak hal tentang Allah meskipun Allah tidak disebut. Pertama, ini memberi tahu saya bahwa Allah itu setia. Dia membuat janji di ayat 11, dan tepat di pagi hari Dia melaksanakan janji itu. Kedua, Allah peduli. Pernahkah Anda melihat bagaimana Dia menjaga hamba-Nya? Dia tahu seberapa besar penderitaan yang dialami Paulus, dan Dia tahu sudah waktunya bagi Paulus untuk naik kelas satu, dan begitulah cara dia menjalaninya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Feb 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240218</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000223</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penghiburan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000222"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+23:1-11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 23:1-11</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang di KPR 23, kami tahu bahwa Paulus sedang menghadapi persidangan tahap kedua. Dia telah ditangkap; dia sekarang menjadi tahanan, dan akan tetap menjadi tahanan sampai kematiannya. Namun demikian, hal itu tidak menghalangi pelayanannya; itu hanya memberinya dimensi baru. Roh Kudus telah memberi tahu dia bahwa “perbudakan dan kesengsaraan menanti dia di Yerusalem” dan bahwa dia akan diserahkan kepada orang-orang bukan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu sulit baginya karena hidup itu cukup menyenangkan. Dia berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus,” dan “mati adalah keuntungan,” namun kehidupan selalu direncanakan untuk masa depan, dan dia punya rencana untuk pergi ke Roma. Dia ingin meneguhkan umat Kristiani di sana. Dia telah menulis surat kepada mereka dan berkata, “Saya ingin berada bersama kalian dan memberikan kepada kalian beberapa karunia rohani dan saling terhibur oleh kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia baru saja melalui cobaan berat. Dia diselamatkan oleh orang Romawi waktu dia menghadapi pencambukan. Terselamatkan dari hal itu, dia sekarang dibawa untuk menghadapi pengadilan Yahudi: Pengadilan Tertinggi Israel, Sanhedrin. Berikut adalah ilustrasi yang bagus tentang bagaimana Tuhan melayani salah satu anak-Nya yang membutuhkan itu. Dan di tengah-tengah hal ini kami melihat Allah menghiburnya, khususnya ketika kami sampai pada ayat 11.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya mulai berpikir tentang Allah macam apa dan Kristus macam apa yang kami miliki. Dan saya berpikir tentang sistem agama-agama palsu. Kami melihatnya di seluruh dunia ketika orang-orang hidup dalam ketakutan. Saya kira dalam kehidupan setiap orang ada saatnya kami bertanya-tanya ke mana Allah itu pergi. Apakah Dia peduli? Namun kami umat Kristiani mempunyai Allah yang tidak perlu ditakuti mengenai apa yang akan Dia lakukan terhadap kami; namun kami terhibur dengan apa yang akan Dia lakukan bagi kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah Yesaya 49:14 dan seterusnya, “kata orang Israel: “Tuhan telah meninggalkan kita; Tuhanku telah meninggalkan dan melupakanku.” Dengarkanlah jawaban Allah, “Dapatkah seorang wanita melupakan anaknya yang sedang menyusui? Anaknya sehingga dia tidak menaruh belas kasihan kepada anak kandungannya? Dia berkata, “Aku telah mengukirmu pada telapak tangan-Ku. Aku melihatmu di hadapan-Ku sepanjang waktu.” Allah tidak akan melupakan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat minggu lalu, bahwa rasul Paulus diajukan ke hadapan Sanhedrin. Mereka dengan tergesa-gesa berkumpul di Fort Antonia, karena dipanggil oleh Claudius Lysias yang merupakan panglima tertinggi pasukan Romawi, dan mereka dipanggil untuk mencoba mencari tahu apa yang telah dilakukan orang ini. Mereka melihat orang banyak berusaha membunuh Paulus; dan mereka tidak tahu apa tuduhannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ketika kami mendekati ayat 30, sidang Sanhedrin diadakan bersama-sama. Ketika kami sampai pada ayat 1, kita melihat empat poin utama dalam alur teks ini: konfrontasi; konflik; penaklukan dan penghiburan. Yang pertama adalah </span><span class="cf1"><b>konfrontasi</b></span><span class="cf1"> di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Paulus memandang langsung ke Sanhedrin dan berkata, “Saudara-saudara, aku telah menjalani hidupku di hadapan Allah dengan segenap hati nurani sampai hari ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak dapat memahami bagaimana seseorang dapat berkata, “Saya mempunyai hati nurani yang baik,” karena mereka tidak pernah tahu kebebasan dari hati nurani yang jahat untuk memiliki hati nurani yang bersih. Karena tidak pernah ada pengorbanan tertinggi untuk dosa-dosa mereka. Nah, konfrontasi tersebut kemudian membawa konflik. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Imam Besar Ananias memerintahkan orang-orang yang berdiri di sampingnya untuk memukul mulutnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata “memukul” bukanlah sebuah tamparan. Itu bisa berarti pukulan dengan pentungan atau dengan sebuah tinju. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Paulus berkata kepadanya, “Allah akan memukulmu, hai kamu yang adalah tembok dicuci putih! Anda duduk di sana menghakimi saya berdasarkan hukum, namun sambil melanggar hukum Anda memerintahkan saya untuk dipukul?” Imam besar telah melanggar hukum. Hukum Yahudi melindungi hak-hak seseorang yang sedang diadili.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menyerukan pembalasan Allah. “Allah akan menghukum Anda karena menduduki kursi otoritas hukum sambil melanggar hukum. Anda seorang munafik. Anda telah membawa saya untuk diadili secara hukum, dan Anda sendiri melanggarnya. Kamu adalah tembok yang dicuci putih!” Paulus marah, dan itu adalah kesalahan yang dia buat. Ini adalah dosa. Ini merupakan pelanggaran karena dia kehilangan ketenangannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak tahu bahwa Imam Besarlah yang mengatakan itu; dan yang kedua, pengadilan tersebut tidak diselenggarakan sebagai pengadilan yang sah. Dan pelecehan verbal tidak diperlukan. Kata-kata Paulus adalah kata-kata berapi-api dari seseorang yang bereaksi terhadap semua yang telah ia alami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang yang berdiri di dekatnya mengatakan: “Beranikah kamu mencela Imam Besar Allah?” Dia adalah Imam Besar Allah karena dia duduk di kursi yang telah Allah tetapkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata “dicela” berarti mencaci-maki dengan marah. Kata ini digunakan dalam 1 Petrus 2:23 untuk merujuk pada ejekan dan makian yang dilontarkan terhadap Yesus pada saat Dia disalibkan. Artinya memaki, mengejek, menghina, menganiaya termasuk meludahi. Kemudian ada arti lain. Salah satu ayat dalam 1 Timotius 5:14 mengatakan kepada kami bahwa Setan adalah pelakunya. Orang banyak itu berkata, “Paulus, kamu benar-benar telah menghujat Imam Besar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah masalah besar. Dalam Ulangan 17 dikatakan, “Allah menetapkan kekuasaan di Israel.” Allah mempunyai pemimpin. Allah tetap berkata kepada Israel, “Kalian tunduk,” karena ketundukan adalah prinsip yang menjaga keutuhan mereka. Dan hakim itu, atau pendeta itu, atau pemimpin itu, akan menanggung akibatnya sendiri. Dia bertanggung jawab kepada Allah. Anda bertanggung jawab untuk tunduk padanya, kecuali dia membuat Anda melakukan sesuatu yang melanggar hukum Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang dia harus menanggung konsekuensinya sendiri, dan Paulus benar ketika dia berkata, “Allah akan memukulmu,” karena dia telah melanggar seluruh peran imam besar. Tetapi lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Saudara-saudara, aku tidak tahu bahwa dialah Imam Besar,” jawab Paulus. “Sebab ada tertulis, Jangan menjelek-jelekkan pemimpin bangsamu. Tahukah Anda apa yang dilakukan Paulus? Dia mengutuk dirinya sendiri di depan seluruh pengadilan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengakui bahwa dia berbuat salah. Itu hal yang sulit untuk dilakukan, benar? Di sini dia menghadapi semua musuhnya, dan dia mengaku kepada mereka bahwa dia melanggar Firman Allah. Hal terbaik berikutnya agar tidak berbuat dosa sama sekali adalah untuk mengakuinya segera setelah Anda melakukannya. Dan itulah yang dilakukan Paulus. Anda melihat spiritualitasnya ketika dia segera mengakui dosanya di depan umum, dan berbalik dari dosa itu. Itulah spiritualitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan berbuat dosa, dan saya akan berbuat dosa. Dan kita akan gagal. Dan kita akan melanggar hukum Allah. Namun hal terbaik berikutnya untuk tidak berbuat dosa adalah segera mengatasi dosa itu dan menerima tanggung jawab penuh atas dosa itu; bertobat dari dosa itu, tunduk pada Firman Allah, dan teruskan dari sana. Jangan pernah membandingkan dosa Anda dengan betapa buruknya dosa orang lain, karena Anda selalu bisa menemukan dosa yang lebih buruk lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dosaku hanya bisa dibandingkan dengan kekudusan Allah yang mutlak, dan ketundukanku pada Firman-Nya adalah apa yang Dia minta. Teman-teman, itu adalah pria yang sangat rendah hati. Dan karena ini adalah sidang yang diadakan secara informal, imam besar tidak mengenakan jubah khususnya. Jadi kemungkinan besar dia tidak bisa dikenali dan suara itu hanya keluar dari kerumunan 71 orang di sana. Aku seharusnya tahu dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sampai pada </span><span class="cf1"><b>penaklukan</b></span><span class="cf1"> dalam Kisah Para Rasul 23:6-10. Roh Allah telah memberikan hikmat kepada orang ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Ketika Paulus menyadari bahwa sebagian dari mereka adalah orang Saduki dan sebagian lagi adalah orang Farisi, maka ia berseru kepada Sanhedrin, “Saudara-saudara, aku ini orang Farisi, anak orang Farisi. Saya dihakimi karena harapan ada kebangkitan orang mati!” Orang-orang Saduki tidak percaya ada mukjizat dan kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok orang Farisi adalah mayoritas. Orang-orang Saduki adalah kelompok minoritas; namun sebagai minoritas mereka mempunyai kendali, karena mereka adalah keluarga para imam. Nah, orang-orang ini rukun hanya ketika mereka bertemu di Sanhedrin. Selebihnya, mereka berkelahi seperti kucing sama anjing. Hanya ada dua hal yang mereka sepakati dalam Perjanjian Baru, yaitu membunuh Yesus dan membunuh Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Setelah Ia berkata demikian, timbullah perselisihan di antara orang Farisi dan orang Saduki, sehingga terjadilah perpecahan.” Orang-orang Saduki mengatakan tidak ada kebangkitan, baik malaikat maupun roh; tetapi orang-orang Farisi mengakui ada kebangkitan, malaikat dan roh.” Paulus menyatakan dalam kesaksiannya bahwa dia sedang berada di Jalan Damaskus dan Yesus dari Nazaret berbicara kepadanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah itu berarti Yesus dari Nazareth hidup kembali, benar? Jadi apakah maksudnya? Ada kebangkitan. Dan, itu adalah bagian dari pesannya yang membuat marah massa. Dia mengatakan, “Yesus datang kepadaku dan menyuruhku pergi ke bangsa-bangsa lain.” Dan dia masuk dan langsung membahas masalahnya. Dia berkata, “Masalah sebenarnya di sini adalah saya percaya pada kebangkitan.” Sekarang dia telah memenangkan hati orang-orang Farisi dengan menjadi seorang Farisi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama 30 tahun ini, mereka telah menyangkal kebangkitan Yesus Kristus; dan disinilah ada pengkhotbah terhebat yang pernah hidup yang membicarakan kebangkitan Yesus Kristus, dan mereka ikut dalam timnya sekarang karena dia juga percaya hal yang sama. Orang-orang Farisi adalah penganut orang Calvinis. Mereka percaya pada kedaulatan absolut. Orang Saduki adalah penganut orang Armenia. Mereka percaya pada kehendak bebas, jadi mereka berdebat tentang predestinasi, penentuan Allah sebelum kejadian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalahnya adalah Paulus mengkhotbahkan kebangkitan. Hal itulah yang membuat orang kesal. Dia memberitakan bahwa Yesus itu hidup, bahwa Yesus telah berbicara dengannya dua kali. Dan inilah yang membuat semua orang marah. Dalam Kisah Para Rasul 24:21, dia berbicara dengan Felix, dan dia mengemukakan hal yang sama. Dia berkata, “Saya mengumumkan bahwa Kristus itu hidup.” Dan hal ini membuat orang-orang marah, dan itulah sebabnya mereka ingin membunuh Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak menyebut kebangkitan Yesus. Hal itu mungkin membuat mereka menentangnya. Jadi dia hanya berkata, “Saya percaya pada harapan dan kebangkitan orang mati, dan itulah sebabnya saya dipertanyakan.” Reaksi orang-orang Farisi adalah, “Tidak ada salahnya percaya hal itu.” Namun orang-orang Saduki mengatakan bahwa tidak ada roh dalam arti mereka menyangkal ada bagian rohani umat manusia yang diciptakan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menyangkal ada jiwa hidup setelah tubuh itu mati. Mereka berkata, “Tubuhnya mati. Jiwapun mati. Tidak ada surga dan tidak ada neraka.” Mereka bereaksi terhadap konsep orang-orang Farisi mengenai ada imbalan atas pelayanan, dan hal ini bahkan sampai pada titik ekstrem dengan menolak imbalan apa pun, dan hal berikutnya yang mereka dapatkan adalah tidak ada kehidupan setelah kematian. Dan kemudian mereka menyangkal mukjizat itu; kemudian mereka menyangkal hal-hal gaib dan pekerjaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Teriakan itu semakin keras, dan beberapa ahli Taurat dari kelompok orang Farisi bangkit dan berdebat dengan keras, “Kami tidak menemukan sesuatu yang jahat pada orang ini. Bagaimana kalau ada roh atau malaikat yang berbicara kepadanya?” Mereka rela membiarkan Paulus lolos demi menyampaikan pendapat teologis mereka terhadap orang-orang Saduki. “Bagaimana jika ada roh atau malaikat yang berbicara kepadanya?” Ungkapan terakhir ini tidak muncul dalam naskah dahulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus telah mengatakan bahwa yang berbicara kepadanya bukanlah roh atau malaikat. Itulah Yesus Kristus. Anda lihat bagaimana mereka mengubah kesaksian itu agar itu sesuai dengan teologi mereka? </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Ketika perselisihan itu menjadi kekerasan, maka panglima itu khawatir, kalau-kalau Paulus akan dicabik-cabik oleh mereka, lalu dia memerintahkan pasukannya turun, dan mengambilnya pergi dari mereka, dan membawanya ke maskas.” Mereka brutal sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Komandan itu tidak mendapatkan jawaban apa pun dari mereka. Setiap kali dia mencoba melontarkan tuduhan terhadap Paulus, dia tidak berhasil. Mereka harus menyelamatkan Paulus lagi. Bangsa Romawi untuk menyelamatkankan Paulus kedua kalinya dalam dua bab. Luar biasa, Allah telah mengatur mereka. Seluruh bangsa Israel dilanda kebingungan, dan Dia membuat seluruh pasukan Romawi berada di pihak Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sini ahli-ahli Taurat berkata, “Kami tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang itu.” Ini pergantian peristiwa yang menakjubkan. Jadi Claudius Lysias membawanya ke markas.” Paul ditempatkan disitu untuk bermalam dan kami datang pada penghiburan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Malam berikutnya, Tuhan berdiri di sisinya dan berkata, “Tabahlah hatimu! Sebab sama seperti kamu telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian pula kamu perlu bersaksi di Roma.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lima kali dalam hidup Paulus, Tuhan Yesus sendiri datang kepadanya. Ini adalah salah satu dari lima hal tersebut. Selalu pada saat krisis, Tuhan mendampinginya. Mungkin dia berkata, “Tuhan, apakah Engkau sudah melupakanku?” Anda tahu, Anda bisa memiliki suasana hati seperti itu dengan mudah ketika Anda telah melalui hal seperti itu. Yesus datang dan berdiri di sampingnya dan Dia memberinya tiga kata kecil: penghiburan, pujian dan keyakinan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Penghiburan</b></span><span class="cf1">. “Tuhan berdiri di sisinya dan berkata, ‘Bergembiralah, Paulus.” Apakah Anda percaya Tuhan begitu dekat dengan kami? Alkitab mengatakan Roh Kudus diam di dalam kami. Yesus berkata, “Aku mungkin akan pergi dari bumi ini, tetapi Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau menghapusmu. Sesungguhnya, Aku selalu bersamamu.” Allah adalah Allah penghiburan. Satu hal yang Anda lihat dalam diri Paulus adalah dia tahu hal ini. Orang ini melewati satu pencobaan ke pencobaan berikutnya, namun dia tahu ada penghiburan Allah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menulis dalam 2 Korintus 1:3-4, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah segala penghiburan. 4 Dia menghibur kami dalam segala penderitaan kami sehingga kami dapat menghibur mereka yang berada dalam penderitaan apa pun, melalui penghiburan yang kami sendiri terima dari Allah.” Allah menghiburku sehingga aku bisa mengajarimu tentang penghiburan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua adalah </span><span class="cf1"><b>pujian</b></span><span class="cf1">. Katanya, “Paulus, seperti yang telah kamu saksikan tentang Aku di Yerusalem.” Kata “bersaksi” berarti “memberikan kesaksian penuh.” Dia berkata, “Paulus, kamu berhasil melakukan pekerjaan itu. Anda menyelesaikan pekerjaan Anda di sini. Anda melakukan apa yang Aku inginkan.” Anda memberikan kesaksian yang lengkap. “Apakah itu berarti semuanya sudah berakhir?” Kemudian Dia memberinya </span><span class="cf1"><b>keyakinan</b></span><span class="cf1">. “Dan kamu juga harus memberikan kesaksian di Roma.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah menurut Anda Allah peduli pada Anda? Allah datang kepada Paulus dan Dia mengucap syukur atas masa lalunya, kenyamanan untuk saat ini, dan jaminan untuk masa depan. Dialah Allah segala penghiburan. Saya telah melihat Dia menghibur banyak orang. Saya telah melihat Dia memberikan kenyamanan dalam hidup saya dan memberikan penghiburan. Aku tahu kamu juga diperlakukan seperti itu. Di tengah pencobaan apa pun, Allah peduli pada Anda. Serahkanlah semua kekhawatiranmu pada-Nya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Feb 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240211</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000222</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perlindungan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000221"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+22:15-30" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 22:15-30</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah mengikuti pelayanan rasul Paulus sebagai orang merdeka. Mulai dari Kisah Para Rasul 21, ia menjadi orang tahanan mulai saat ini sampai kematiannya. Pelayanannya tidak berkurang sedikitpun, itu hanya berbeda. Nah selama ia menjadi tahanan, ia memberikan enam pembelaan berbeda terhadap dirinya sendiri, mengenai tindakannya, dan sikapnya. Pembelaan pertama diberikan di sini dalam KPR 21:27 – KPR 22:30.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami juga telah mempelajari prinsip di balik narasi tersebut, yaitu gagasan untuk memberikan kesaksian positif dalam situasi negatif. Dan prinsip terakhir yang akan kami bahas berkaitan dengan </span><span class="cf1"><b>sikapnya</b></span><span class="cf1">. Sikap terhadap orang yang tidak beriman akan mewarnai kesaksian tersebut. Jika saya benar-benar mengasihi orang yang tidak percaya seperti Yesus dan Paulus, hal itu akan mempengaruhi kesaksian saya terhadap orang-orang tersebut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih yang tulus, peduli, jujur, dan mendalam bagi mereka yang terhilang adalah dasar dari kesaksian yang efektif. Saya percaya Anda dapat memverifikasi fakta bahwa orang-orang yang paling efektif dalam menjangkau mereka yang terhilang adalah orang-orang yang cintanya paling tulus kepada mereka, karena kami cenderung melakukan apa yang terdorong oleh kasih kami. Jadi faktor lain dalam kesaksian positif dalam situasi negatif adalah adanya </span><span class="cf1"><b>kepedulian yang tulus</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat-ayat ini, Paulus menunjukkan kepada kami sikap yang benar terhadap orang-orang yang tidak percaya. Paulus menunjukkan kasihnya kepada Israel. Dia sangat mengasihi Israel, dia ingin berharap dirinya terkutuk, dan karena itulah dia memberi mereka Injil. Ketika Paulus ikut dalam perjalanan ini, secara positif, dia memenangkan banyak orang kepada Yesus Kristus dan mendirikan banyak gereja; secara negatif, dia mengasingkan orang-orang Yahudi lain ke mana pun dia pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama yang selalu dilakukan Paulus ketika dia pergi ke sebuah kota adalah pergi ke sinagoga, dan dia akan memberitakan Kristus dan beberapa orang Yahudi akan percaya dan sisanya akan mulai membencinya. Dan saat dia pergi dari kota ke kota, kebencian ini semakin bertambah, dan sebagian besar pemimpin membenci Paulus. Dalam perjalanannya ke Yerusalem, dia menghadapi permusuhan dari para pemimpin Yahudi itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang ketika dia tiba di Yerusalem pada waktu perayaan, semua pemimpin Yahudi dari seluruh dunia juga ada di sana. Jadi dia tiba dalam situasi ledakan bersamaan dengan musuh-musuhnya. Ada yang berasal dari Asia Kecil. Paulus telah melayani di sana secara efektif selama tiga tahun dan mendirikan tidak kurang dari tujuh gereja yang berbeda-beda. Jadi orang-orang Yahudi yang bermusuhan ini menciptakan suatu gerombolan untuk membunuh Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menuduh Paulus menentang orang-orang Yahudi, melanggar hukum, dan menentang Bait Suci. Mereka menambahkan bahwa Paulus telah membawa seorang bukan Yahudi ke dalam Bait Suci, dan karena itu ia harus dibunuh. Itu semua bohong. Tujuan mereka adalah untuk menimbulkan kekerasan massa terhadapnya, dan hal itu berhasil. Mereka menangkap Paulus, menariknya keluar dari Bait Suci, dan menutup pintu-pintunya dan mereka siap untuk membunuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segera ketika tentara Romawi melihat ada kerusuhan terjadi di bait suci, garnisun mereka sudah siap. Turunlah para perwira dan prajuritnya untuk membubarkan kerusuhan itu. Nah orang-orang Romawi berasumsi bahwa Paulus telah melakukan sesuatu yang buruk, maka mereka menangkapnya. Faktanya, Panglima Tertinggi mengira bahwa inilah seorang revolusioner Mesir yang sebelumnya memimpin kerusuhan melawan Yerusalem. Maka mereka menangkap Paulus dan membelenggu dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak melawan. Dia tahu bahwa </span><span class="cf1"><b>Allah menciptakan situasi itu</b></span><span class="cf1">. Allah ingin memberimu cobaan dan berbagai situasi sulit, karena itulah yang membuatmu kuat. Nah setelah Paulus ditangkap, dia beralih ke prinsip kedua, yaitu </span><span class="cf1"><b>menciptakan kesempatan</b></span><span class="cf1">. Kami menemukan bahwa di dalam prinsip ketiga, pembelaan Paulus itu mulai pada ayat 37. Dan ini adalah pembelaan diri yang panjang; yang mulai di KPR 21:37 sampai KPR 22:21.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia sampai di puncak tangga, dia berkata kepada komandan, “Bolehkah saya mengatakan beberapa patah kata?” Dan pria itu bertanya-tanya, karena dia berkata, “Bisakah kamu berbicara bahasa Yunani?” Dan kemudian Paulus berkata, “Iya,” dia berkata, “Saya dapat berbicara bahasa Yunani. Saya seorang Yahudi dari Tarsus di Kilikia,” yang merupakan kota kelas atas. Dan dia berkata, “Bolehkah saya berbicara?” Dan pria itu berpikir, ini akan menjadi kesempatan besar bagi saya untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus menciptakan kesempatannya sendiri. Di tengah situasi yang negatif, ia menciptakan kesempatan positif. Mereka pikir dia mungkin akan berbicara dalam bahasa Yunani, tetapi ternyata tidak. Dia berbicara dalam bahasa Aram, bahasa Ibrani. Dia mengatakan, “Saya orang Yahudi, lahir di Tarsus Kilikia tetapi dibesarkan di kota ini, dididik oleh Gamaliel sesuai dengan ketatnya hukum leluhur kami. Saya benar-benar percaya Allah, sama seperti kalian semua pada saat ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengatakan, “Aku menganiaya ‘Jalan’ ini sampai mati, aku menangkap dan memenjarakan baik laki-laki maupun perempuan, seperti yang dapat disaksikan oleh Imam Besar dan seluruh dewan penatua tentang aku. Setelah saya menerima surat, saya pergi ke Damaskus untuk menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Jadi dia melakukan segalanya untuk memenangkan para pendengar kalian, dan membangun kesamaan. Ini bisa membicarakan apa yang mereka ingin bicarakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian kedua adalah </span><span class="cf1"><b>keadaan</b></span><span class="cf1"> pada saat ada pertobatan, ayat-ayat 6 -16. “Ketika aku sedang dalam perjalanan dan mendekati Damaskus, kira-kira pada tengah hari suatu cahaya terang dari surga tiba-tiba memancar di sekelilingku. 7 Aku tersungkur ke tanah dan mendengar suara berkata kepadaku, 'Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya aku?'8 Aku menjawab, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Akulah Yesus dari Nazareth, orang yang kamu sedang aniaya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">9 Orang-orang yang bersama aku melihat cahaya itu, tetapi mereka tidak mendengar suara orang yang berbicara kepadaku.” Hal ini juga merupakan penegasan akan fakta bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Banyak orang bersamaku yang melihat cahaya yang sama, jatuh ke tanah yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah mereka tidak mengerti apa yang saya dengar. Pesan itu adalah pesan khusus dari Yesus untuk saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Aku berkata, 'Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?' Tuhan berkata kepadaku, 'Bangunlah dan pergilah ke Damaskus, dan di sana kamu akan diberitahu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.” Aku tidak bisa melihat karena terangnya cahaya itu, aku dituntun oleh tangan orang-orang yang bersamaku, dan berangkat ke Damaskus. 12 Seseorang bernama Ananias, seorang saleh yang mempunyai reputasi baik di mata semua orang Yahudi tinggal di sana,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia datang dan berdiri di sampingku dan berkata, ‘Saudara Saulus, kembalilah penglihatanmu.’ Dan pada saat itu juga saya menegadah dan melihatnya. 14 Dan dia berkata, 'Allah nenek moyang kami telah menetapkan kamu untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar perkataan dari mulut-Nya, 15 karena kamu akan menjadi saksi-Nya kepada semua orang tentang apa yang kamu telah lihat dan dengar. Ayat 16, “Dan sekarang mengapa kamu menunda-nunda?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bangunlah, marilah kamu memberi dirimu dibaptis dan dosamu akan dihapuskan jiak Anda berseru nama-Nya.” Nah setiap orang Yahudi yang berdiri di sana tahu siapakah Allah nenek moyang kita. Prinsip keempat, berikanlah kesaksian positif dalam situasi negatif adalah </span><span class="cf1"><b>meninggikan Tuhan</b></span><span class="cf1">. Jika ada orang yang menolak kesaksian Anda, mereka harus menolak Allah. Tidak ada seorang pun yang akan menolak pengalaman saya; mereka harus pergi, dengan menerima atau menolak Allah-ku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pastikanlah bahwa apa yang Anda berikan sebagai kesaksian adalah mukjizat yang telah Allah kerjakan dalam hidup Anda, bukan hanya sisi praktis dari diri Anda yang baru, namun juga apa yang Allah telah lakukan. Kesaksian yang paling jelas adalah kesaksian yang hanya ada satu pilihan bagi orang: menerima kebenaran tentang Allah atau menolaknya; ini bukan tentang aku, bukan tentang kamu. Itulah yang Paulus lakukan di ayat 16, dia bertindak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada beberapa orang yang percaya segalanya, namun mereka tidak pernah memberikan tanggapan seperti itu. Mengatakan bahwa Allahlah yang mewujudkan semua kondisi pengetahuan dan informasi ini berarti bahwa manusia harus merespon pada hal tersebut. “Panggillah nama Tuhan. Hasilnya adalah dosa-dosamu dihapuskan dan jadilah dibaptis.” Itu yang dia katakan. Jadi dia minta tanggapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 10:9 berkata, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu: “Yesus adalah Tuhan” dan percaya di dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Inilah soal kepercayaan dan menyatakan keyakinan tentang hal itu. Roma 10:13 mengatakan, “Sebab setiap orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Perjanjian Baru mengajarkan bahwa manusia diselamatkan karena anugerah melalui iman, dengan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pembaptisan adalah kesaksian umum. “Karena dosa-dosamu telah dihapuskan dengan berseru kepada nama Tuhan, bangkitlah dan umumkanlah hal itu.” Pembaptisan adalah lambangnya, simbol lahiriah dari realitas batiniah. Lalu, apakah yang telah dilakukan Paulus? Dia benar-benar membebaskan dirinya sendiri. Selama tiga tahun setelah dia percaya Yesus, dia berada di Nabataea dan Arabia. Periode tiga tahun tersebut dibahas dalam Galatia 1:17 -18.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17-18</b></span><span class="cf1">, “Setelah aku kembali ke Yerusalem (dari Arabia) dan waktu aku sedang berdoa di bait suci, aku mengalami badanku kesurupan 18 dan saya melihat Dia berkata kepadaku, Keluarlah segera dari Yerusalem, karena mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku." Tiga tahun setelah Paulus menjadi seorang Kristen, dia masih menjunjung adat istiadat Yahudi. Dan karena seorang Kristen dapat berdoa kepada Allah di mana saja, maka dia berdoa kepada Allah di bait suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Paulus kesurupan.” Kata Yunaninya adalah ‘ekstasei’. Anda dipindahkan keluar dari perasaan normal Anda. Maka terkadang Allah mengambil hamba-hamba pilihan-Nya dan memberi mereka kesadaran pada tingkat yang melampaui akal normal dan alamiah manusia. Nah Paulus telah menerima banyak penglihatan dan wahyu seperti itu. Masih ingat saat dia dibawa ke surga ketiga dan tidak diperbolehkan berbicara tentang apa yang telah dilihatnya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Butuh beberapa waktu bagi Paulus untuk diterima orang. Dia tinggal di Yerusalem selama lima belas hari. Dia tidak berpikir dia harus pergi begitu cepat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Tetapi aku berkata: 'Tuhan, mereka tahu, bahwa di sinagoga demi sinagoga aku memenjarakan dan memukuli orang-orang Kristen. 20 Dan ketika darah saksimu Stefanus ditumpahkan, aku berdiri memberikan persetujuan dan menjaga pakaian orang-orang yang membunuhnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan berkata kepadanya, “Tidak, Paulus, mereka tidak akan menerima kesaksianmu.” Jika mereka tidak mau mendengarkan Yesus setelah Dia melakukan mukjizat demi mukjizat tepat di depan mereka, mereka tidak akan mendengarkan Anda, Paulus. Keadaan bukanlah cara yang baik untuk menyatakan kehendak Allah. Apa yang terlihat bagus di permukaan, belum tentu bagus. Dan, ketika Paulus tiba di kota Yerusalem, segalanya menjadi tidak baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Ia berkata kepadaku, ‘Pergilah, karena Aku akan mengirim kamu jauh ke bangsa-bangsa non-Yahudi.” Mereka benci Paulus karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena dia mengabarkan Injil kepada orang-orang non-Yahudi. Pada dasarnya dia mengatakan, “Kalian tidak dapat menyalahkan saya atas hal ini. Aku adalah aku sekarang karena anugerah Allah. Jika kalian tidak suka hal ini, tanyakanlah Allah, Dia melakukannya." Ini suatu pembelaan besar, yang memberi tekanan pada mereka untuk memutuskan tentang Allah yang mereka katakan mereka kasihi dan sembah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka benci bangsa-bangsa lain; dan hal yang paling mengesalkan mereka adalah bahwa ia berkeliling mengkhotbahkan kesetaraan: “Orang Yahudi dan orang bukan Yahudi adalah satu di dalam Kristus, dan mereka tidak harus menjadi Yahudi, dan mereka tidak perlu disunat, mereka tidak perlu menaati hukum,” dan hal ini membuat mereka marah. Jadi yang harus dia lakukan hanyalah mengucapkan kata “orang bukan Yahudi,” dan itu membawa kami ke poin keempat, </span><span class="cf1"><b>tindakan orang-orang</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Mereka mendengarkan dia sampai suatu saat saja. Lalu mereka mulai berteriak, “Singkirkan orang ini dari muka bumi! Dia seharusnya tidak boleh dibiarkan hidup!” Mereka marah karena dia menawarkan kesetaraan kepada bangsa-bangsa lain selain orang-orang Yudaisme. Mereka tidak bisa mentolerir hal itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Saat mereka berteriak-teriak mereka menyingkapkan pakaian mereka dan melemparkan debu ke udara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang dia lakukan hanyalah menyebut kata “orang non-Yahudi” dan mereka langsung menjadi marah sekali. Itulah prasangka agama. Siapakah yang mereka tolak? Allah. Hal ini hanya menegaskan ketidakpercayaan bangsa Israel pada saat itu. Kami akhiri dengan yang satu ini: </span><span class="cf1"><b>sikap Paulus</b></span><span class="cf1">. Di tengah semua ini, ketika semua orang melemparkan kotoran ke arahnya dan tentara Romawi merantainya dan semua ini terjadi, bagaimana sikapnya? Tahukah Anda sikap Paulus adalah kasih kepada semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Komandan memberi perintah supaya dia dibawa ke markas, dan supaya dia diinterogasi dengan cambuk untuk mengetahui alasan mereka memprlakukannya seperti ini.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka hendak mencambuk dia, bertanyalah Paulus kepada perwira yang berdiri di situ: “Bolehkah kamu menyesah orang yang adalah warga negara Romawi dan yang tidak dihukum?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pencambukan, jika itu tidak membunuhnya akan melumpuhkannya seumur hidup. Paulus tidak pernah disesah. Karena mencambuk orang Romawi adalah suatu kejahatan. Hukum Porsi dan hukum Valerian melarang orang Romawi mana pun untuk menjalani bentuk hukuman seperti itu. Suetonius, pengacara Romawi berkata, “Siapa pun yang melanggar hak warga negara Romawi akan dieksekusi di Bukit Esquiline di Roma.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26-28</b></span><span class="cf1">, “Ketika mendengar hal itu, pergilah perwira itu dan melaporkan hal itu kepada komandannya, katanya: Apakah yang akan kamu lakukan? Sebab pria ini adalah warga negara Romawi. Komandan itu datang dan berkata kepadanya, “Katakan padaku, apakah kamu warga negara Romawi?” “Iya,” katanya. 28 Komandan itu menjawab, “Saya membeli kewarganegaraan ini dengan sejumlah uang besar.” “Tetapi saya lahir sebagai warga negara Romawi, kata Paulus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus adalah warga negara kelas satu. Dan di sini ada warga negara kelas dua yang akan mencambuk warga negara kelas satu. Bagaimana ayah Paulus bisa menjadi warga negara?” Kami tidak tahu, tetapi Allah telah memastikan hal itu terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Maka segeralah orang-orang yang hendak memeriksanya, menjauhkan diri dari padanya. Komandan itu juga terkejut ketika dia menyadari bahwa Paulus adalah warga negara Romawi dan dia telah mengikatnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah satu-satunya sikap yang akan membuat Anda efektif dalam situasi negatif, ketika Anda mencintai orang lain sehingga Anda rela mengorbankan semua yang Anda miliki demi mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Keesokan harinya, karena ia ingin tahu secara pasti mengapa Paulus dituduh oleh orang-orang Yahudi, ia melepaskan dia dan menyuruh para imam kepala dan seluruh Sanhedrin untuk berkumpul. Dia menurunkan Paulus dan menempatkannya di hadapan mereka.” Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Feb 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240204</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000221</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesaksian Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000220"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+22:1-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 22:1-15</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sepanjang sejarah umat Allah, selalu benar bahwa ada orang-orang yang bersedia memberikan kesaksian bagi Allah atau bagi Kristus melawan segala rintangan. Tidak peduli bagaimana situasinya atau betapa negatifnya atau betapa mustahilnya hal itu, selalu ada umat beriman yang bersedia melawan situasi tersebut untuk memberikan kesaksian positif dalam situasi yang negatif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui sejarah zaman modern ini, ada juga penderitaan bagi Yesus Kristus di banyak tempat di dunia dan terus berlanjut hingga saat ini. Mungkin waktu kami masuk masa tribulasi, yang mungkin akan terjadi tidak lama lagi, di mana kami mendapati bahwa mereka yang menyebut nama Yesus Kristus dan menolak tanda iblis itu akan membayar dengan nyawa mereka; namun pada waktu itu akan terjadi penginjilan yang begitu besar sehingga banyak orang akan menjadi percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengabaran Injil mempunyai kuasa positif, namun itu merupakan kekuatan positif di tengah situasi negatif, karena Setan akan berusaha sekuat mungkin untuk bertahan. Jika mereka benar-benar menghadapi dunia dan memberitakan kebenaran Injil kepada seseorang yang berada dalam wilayah kekuasaan Iblis, pasti ada faktor negatifnya. Jadi sebaiknya Anda menyadari hal itu dan terus melanjutkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi rasul Paulus, ini hanyalah situasi negatif yang terjadi satu demi satu, hal itu tidak pernah membuat dia takut. Sekarang dia tiba di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 21. Ini adalah langkah terakhir dalam perjalanan misi ketiganya, yang merupakan perjalanan terakhir yang dia lakukan sebagai orang bebas. Perjalanan berikutnya yang dia lakukan kembali ke Roma adalah sebagai tahanan. Ini masih merupakan perjalanan misionaris, karena baik dia dirantai atau dibebaskan, dia tidak pernah mengubah apa yang dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia tiba di Yerusalem, dia tahu bahwa ada beberapa orang Kristen Yahudi yang menganggap dia anti-Yahudi, yang menganggap dia tidak percaya pada tradisi dan upacara Israel. Dan sebagian dari para Judiazer itu masih terbiasa dengan adat istiadat Israel, karena sulit memisahkan adat istiadat agama dari sekadar adat istiadat hidup, dari budayanya. Jadi ada pula orang Yahudi yang masih menjalankan tradisi Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Paulus tiba, para penatua gereja Yerusalem khawatir bahwa dia akan dibenci oleh orang-orang Kristen Yahudi, jadi Paulus melakukan sesuatu untuk mendapatkan persetujuan mereka. Dia pergi ke bait suci bersama beberapa orang yang bersumpah Nasrani, untuk memisahkan diri demi Allah. Jadi dia berpartisipasi untuk menunjukkan kepada orang-orang Kristen Yahudi bahwa dia tidak menentang upacara budaya Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun saat dia berada di bait suci, dia terlihat oleh beberapa orang. Mereka adalah beberapa orang Yahudi non-Kristen dari Asia Kecil. Ketika Paulus berada di Asia Kecil, ia memberikan pengaruh besar terhadap seluruh provinsi. Selama tiga tahun di Efesus, ia bukan hanya mendirikan gereja di Efesus, tetapi juga enam gereja lain. Orang-orang Yahudi telah berpindah agama dari Yudaisme ke Yesus, dan orang-orang Yahudi lainnya sangat membencinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang inilah beberapa orang Yahudi yang berada di Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Pentakosta, yang sedang berlangsung pada saat ini. Saat mereka berada di sana, mereka memata-matai Paulus di bait suci yang sedang menjalani upacara penyucian Nazarite. Dalam kerusuhan di Efesus, kepala orang bukan Yahudi menang dan menyelamatkan nyawanya. Tetapi sekarang ini adalah populasi Yahudi yang sangat banyak. Jadi kami menemukan bahwa dia diserang dan dipenjarakan dalam Kisah Para Rasul 21:27.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah penangkapannya dan pembelaan pertamanya. Mulai sekarang hingga akhir buku ini, Paulus adalah seorang tahanan, dan dia juga memberikan enam pembelaan diri yang berbeda. Pertama penyerangan terhadap Paulus dalam ayat Kisah Para Rasul 21:27 sampai 30. Orang-orang Yahudi dari Asia Kecil, menghasut semua orang, sampai mereka menangkap dia sambil berseru, ‘Hai orang Israel, tolonglah! Ini adalah orang yang mengajar semua orang melawan hukum Israel dan tempat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan selanjutnya dia membawa orang-orang Yunani ke dalam bait suci itu, dan telah mencemari tempat suci ini. Tentu saja Paulus tidak melakukan hal itu, mereka berbohong saja. “Dan seluruh kota tergerak, dan orang-orang berlarian bersama-sama, lalu membawa Paulus, dan menyeret dia keluar dari Bait Suci; dan seketika itu juga pintu-pintu ditutup.” Jadi mereka menangkapnya tepat di tengah-tengah akhir sumpah nazarnya, dan mereka melakukan itu untuk membunuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, massa benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tetapi mereka semua berusaha untuk membunuh Paulus. Segera, komandan itu membawa para prajurit dan perwira dan berlari ke arah mereka; dan ketika mereka melihat kepala pasukan dan para prajurit, mereka berhenti memukul Paulus. Kemudian komandan itu datang dan mengambilnya, dan memerintahkan agar dia diikat dengan dua rantai; dan dia bertanya siapakah Paulus dan apa yang telah dia lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya masalah adalah Paulus tidak pernah melakukan kejahatan apa pun. Namun orang Romawi tidak tahu hal itu, mereka berasumsi bahwa dia telah melakukan sesuatu. Ya, gerombolan itu adalah sekumpulan orang yang tidak memiliki kepala. Mereka hanya melakukan apa yang dilakukan semua orang. Jadi komandan itu tidak mendapat jawaban. Dan dia memerintahkan supaya Paulus dibawa ke markas. Mereka harus mengangkatnya ke atas kepala mereka dan membawanya melewati orang-orang untu masuk ke dalam maskas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat mereka naik tangga, kerumunan orang berteriak-teriak minta kematiannya. Tahukah Anda mengapa semua orang itu berada di halaman bait suci pada hari itu? Mereka ada di sana untuk menyembah Allah. Bukankah Yudaisme adalah agama yang benar? Semuanya baik-baik saja sampai salib itu. Setelah salib, agama itu tidak ada lagi. Itu hanya menjadi penyembahan berhala. Kekristenan mengkualifikasikan kebenaran mutlak, dan di luar itu kebenaran tidak lengkap dan itu sama dengan agama palsu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, komandan ini berasumsi bahwa dialah orang ini, pembunuh ini. Paulus berkata, ‘Saya seorang Yahudi dari Tarsus, sebuah kota di Kilikia.” Denganlah, Tarsus berada di peringkat yang sama dengan Alexandria dan Athena. Tarsus berarti ada pendidikan, kebudayaan dan seni. Dan dia berkata, “Saya ingin berbicara.” Dan orang yang menjadi komandannya ingin tahu apa yang sedang terjadi, jadi dia berpikir inilah kesempatanku untuk mendengar apa yang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak berusaha untuk lari dari hal itu, karena itu adalah situasi yang sudah ditetapkan oleh Allah. Sekarang marilah kami pelajari apology atau pembelaan Paulus. Kata apology dalam bahasa Yunani adalah apologia, yang berarti ucapan pembelaan. Bagian panjang pembelaannya dimulai dalam Kisah Para Rasul 21:37 hingga Kisah Para Rasul 22:21. Pidato pembelaannya pada dasarnya bersifat biografis dan berdasarkan pengalaman. Maka ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia membela diri berdasarkan dua hal: motifnya dan perbuatannya. Jadi di sanalah dia berdiri di puncak tangga. Dan dia menggunakan kata-kata Stefanus ketika dia mulai pembelaannya. “Saudara laki-laki dan bapa-bapa.” Ketika Anda membagikan Yesus Kristus kepada orang-orang, lebih penting bagi Anda untuk mengkomunikasikan kebenaran Kristus daripada pengalaman Anda, benar? Anda harus menjelaskan siapakah Kristus itu dan apa yang telah Dia lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada kuasa dalam kesaksian pribadi ketika penekanannya adalah Allah. Apa yang telah Allah lakukan dalam hidupnya. Nah pembelaannya terdiri dari tiga bagian: perilakunya sebelum pertobatannya, di ayat 3 - 5; keadaan pada saat pertobatan, Paulus di ayat 6 - 16; dan tugasnya setelah pertobatan, ayat 17 - 21. Perilaku sebelumnya, komisi pada kejadian itu, dan apa yang ditugaskannya setelah dia bertobat; dan titik pusatnya adalah pertobatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>KPR 22:1-3</b></span><span class="cf1">, “Saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah pembelaanku di hadapanmu sekarang.” 2 Ketika mereka mendengar bahwa dia berbicara kepada mereka dalam bahasa Aram, mereka menjadi lebih diam. 3 Ia melanjutkan, “Saya seorang Yahudi, lahir di Tarsus Kilikia tetapi dibesarkan di kota ini, dididik di bawah bimbingan Gamaliel sesuai dengan ketatnya hukum leluhur kami. Saya menyembah Allah, sama seperti kalian semua pada saat ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mulai dengan menunjukkan kepada mereka bahwa motivasinya tidak pernah anti-Yahudi. Saya seorang Yahudi yang percaya Allah. Dia bangga akan hal itu, dan memang seharusnya demikian. Ini segera mendamaikan mereka. Ini bukan orang asing. Dan tahukah Anda, sebagian besar massa ini tidak tahu siapakah dia. Hanya ada kelompok kecil yang mulai hal yang tahu. Paulus adalah orang yang berbudaya dan terpelajar, dan mereka tahu hal itu dari fakta bahwa dia berasal dari Tarsus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dia dibesarkan di kota ini. Dia dididik di bawah kaki Gamaliel sesuai ketatnya hukum nenek moyang kami. Hal ini penting karena Gamaliel adalah guru terhebat pada zaman itu. Dia adalah seorang pemimpin Farisi yang sangat terkemuka. Dia adalah murid terhebat dari Hillel. Ada dua rabbi Yahudi yang menjadi kepala dari dua aliran agama Yahudi: Shammai dan Hillel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Shammai adalah aliran yang sangat konservatif, dan Hillel adalah aliran yang luas. Kemudian dia menambahkan, “Dan aku diajar sesuai dengan hukum nenek moyang yang sempurna.” Kata “mengajar” di sini berarti dilatih dengan cermat. Sekarang hukum nenek moyang hanyalah tradisi Perjanjian Lama: iman historis Yudaisme. Itu berarti penafsiran yang ekstrim dan ketat. Ia berkata, “Saya dilatih hingga tingkat paling ketat dalam bidang legalisme.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Josephus sang sejarawan berkata, “Anda dapat membagi filsafat Yudaisme menjadi empat bagian. Orang Saduki adalah penganut agama liberal yang tidak percaya pada kebangkitan atau mukjizat. Orang-orang Farisi adalah penganut legalis yang tegas. Kaum Eseni adalah juru tulis, dan sebagainya. Lalu ada kaum Zelot yang super-nasionalis, anti-Romawi, super-pro-Yahudi, dan sangat legalistis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata, “Kalian memukul saya; karena menurutmu hal ini berkenan kepada Allah.” </span><span class="cf1"><b>KPR 22:4-5</b></span><span class="cf1"> berkata, “Aku menganiaya ‘Jalan’ ini sampai mati, menangkap dan memenjarakan baik laki-laki maupun perempuan, 5 seperti kesaksian imam besar dan seluruh penatua tentang aku. Setelah saya menerima surat dari mereka kepada saudara-saudara, saya pergi ke Damaskus untuk menangkap orang-orang dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa yang Paulus lakukan? Dia memanggil Imam Besar untuk menjadi saksinya. Kemudian dia berkata, “Jika itu belum cukup, mengapa kalian tidak menanyakan Sanhedrin, seluruh dewan penatua itu.” Anda berkata, “Nah, bagaimana mereka bisa tahu semangat kepercayaannya?” “Karena dari merekalah saya menerima surat kepada saudara-saudara Yahudi, dan pergi ke Damsyik untuk membawa mereka di sana menuju Yerusalem untuk dihukum.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6-7</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Ketika Aku sedang dalam perjalanan dan mendekati Damaskus, kira-kira pada tengah hari suatu cahaya terang dari surga tiba-tiba memancar ke sekelilingku. 7 Aku tersungkur ke tanah dan mendengar suara berkata kepadaku, ’Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya Aku?’ Dan dalam hal ini, dia seluruhnya memuliakan Allah. Nah lihatlah gambarnya. Dia pergi ke Damaskus dengan tujuan untuk mengambil umat Kristen untuk dihukum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-10</b></span><span class="cf1"> berkata, aku menjawab, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Dia berkata kepadaku, 'Akulah Yesus dari Nazaret, yang engkau menganiaya.' 9 nah, orang-orang yang bersamaku melihat terang itu, tetapi mereka tidak mendengar suara orang yang berbicara kepadaku. 10 “Aku berkata, ’Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?’ “Tuhan berkata kepadaku, ’Bangunlah dan pergilah ke Damsyik, dan di sana kamu akan diberitahu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata, “Dengar, jika kalian tidak percaya hal ini, carilah orang-orang yang pergi bersama saya untuk menangkap orang-orang Kristen itu, dan mereka akan memberi tahu bahwa hal itu terjadi.” Dia telah memberikan beban pembuktian kepada masyarakat itu. Apa yang dilakukan orang-orang lain pada saat itu?”Mereka semua jatuh ke tanah, Alkitab mengatakan bahwa mereka mendengar suara itu, tetapi mereka tidak bisa mengerti apa yang dikatakan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Allah berbicara langsung, itu bukan untuk konsumsi publik. Ini mengajarkan kedaulatan Allah. Jika Anda ragu-ragu tentang siapa yang memulai keselamatan, ingatlah pertobatan Paulus. Keselamatan itu adalah tindakan Allah. Allah telah memilih dia. Allah telah menentukan keseluruhan hidupnya. Ini adalah rencana Allah. Salah satu konsep yang paling menarik dalam Alkitab adalah untuk menyadari bahwa saya adalah sebagian kecil dari rencana Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-15</b></span><span class="cf1">, “Karena aku tidak bisa melihat karena terangnya cahaya itu, maka aku dituntun tangan orang-orang yang ada bersamaku, lalu berangkat ke Damsjik. 12 Ada orang bernama Ananias, seorang yang saleh menurut hukum, dan mempunyai reputasi yang baik di mata orang Yahudi yang tinggal di sana, 13 Dia datang dan berdiri di dekatku dan berkata, 'Saudara Saulus, kembalilah penglihatanmu.' Dan pada saat itu juga aku bisa melihat dan melihatnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">14 Dan dia berkata, 'Allah nenek moyang kami telah menetapkan kamu untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar perkataan dari mulut-Nya, 15 karena kamu akan menjadi saksinya bagi semua orang tentang apa yang kamu miliki. kamu lihat dan kamu dengar.” Paulus bahkan belum mengaktifkan kehendaknya, dan Allah sudah memberinya seluruh rencana hidupnya bahkan sebelum dia membuat pernyataan imannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iya, dia sedang dibawa ke Damaskus. Ananias, seorang yang saleh menurut hukum, yang mempunyai reputasi yang baik di mata semua orang Yahudi yang tinggal di sana.” Karena dia ingin orang-orang yang mendengarkannya tahu bahwa agama Kristen bukanlah sesuatu yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang anti-Yahudi. Yesus dari Nazaret, Dialah yang berbicara kepadanya. Dan Ananias, seorang Yahudi yang taat, yang terlibat disitu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ananias berkata, ‘Saudara Saulus, kembalilah penglihatanmu.’” Allah memberinya kuasa untuk mengumumkan mukjizat itu. Orang pertama yang dilihatnya setelah kebutaannya hilang adalah Ananias. Dan dia berkata, “Allah nenek moyang kami telah menetapkan kamu untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar firman dari mulut-Nya. Lihatlah, seluruh transformasi ini semuanya melibatkan ciri-ciri Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Intinya adalah ini: Allah Israel memilih dan mentransformasikan kehidupan Saulus. Allah yang melakukannya. Paulus memberikan kesaksian positif dalam situasi negatif. Nomor satu, terimalah bahwa keadaan itu dari Allah. Nomor dua ciptakanlah kesempatan. Nomor tiga: lakukanlah apa pun yang Anda bisa untuk memenangkan penonton, carilah titik pertemuan. Salah satu hal terpenting dalam membagikan iman Anda adalah bersikap mendamaikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Suatu hari saya sedang berbicara dengan seorang Yahudi, dan saya mulai dengan mengatakan, “Sahabat saya yang paling saya sayangi di seluruh dunia adalah orang Yahudi. Orang-orang yang saya cintai lebih dari siapa pun semuanya adalah orang Yahudi. Saya menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang Yahudi dibandingkan dengan orang lain. Tahukah Anda siapa mereka? Abraham, Daud, Yesus, Paulus, Petrus dan semuanya adalah orang Yahudi. Dan ketika Anda berbicara tentang transformasi Anda, bicarakanlah dari sisi Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jan 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240128</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000220</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penangkapan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000021F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:27-40" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:27-40</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun kami akan berbicara tentang narasi sejarah yang sangat sederhana, bahwa Roh Allah akan menggunakan ini untuk diterapkan pada hati Anda dengan cara yang sangat positif. Paulus telah bebas sejak pelayanannya dimulai dalam KPR 9. Dia telah mengembara di bawah arahan Roh Kudus itu tanpa batas. Namun dia sempat menjadi tahanan selama beberapa waktu di Filipi, namun Tuhan mengirim gempa bumi sehingga penjara tersebut runtuh, dan dia keluar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun mulai KPR 21, dia seorang tahanan. Dan sebagai seorang tahanan, kami menemukan bahwa dia memberi enam pembelaan terpisah atas tindakannya. Pembelaan pertama mulai pada KPR 21:18. Anda akan melihat bahwa enam pembelaan ini diberikan yang pertama di hadapan massa; yang kedua dihadapan dewan; yang ketiga dan keempat di hadapan gubernur Feliks dan Festus; yang kelima di hadapan raja, dan yang terakhir di hadapan orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada tiga kota yang terlibat, dua pembelaan pertama terjadi di Yerusalem, pembelaan berikutnya terjadi di Kaisarea, dan pmbelaan terakhir terjadi di Roma. Dan akibat yang pertama adalah dia dituduh, yang berikutnya dia dibebaskan, dan yang terakhir dia menunggu persidangan. Oleh karena itu, dalam setiap kasus, ia membela dirinya sendiri, dan menggunakannya sebagai kesempatan untuk menyampaikan kembali kebenaran yang telah ia beritakan dengan setia selama pelayanannya bertahun-tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami sampai pada pembelaan pertama. Jadi judul Pembelaan Paulus yang Pertama adalah, "Bagaimana memberikan kesaksian yang positif dalam situasi yang negatif." Kami semua memiliki saat-saat di mana kami berjuang. Beberapa dari kami mengalami situasi di mana bencana besar terjadi dan kemudian seluruh dunia menyaksikan apakah iman kami ada gunanya atau tidak. Jadi, cara yang baik untuk mempelajari cara ini adalah dengan melihat seorang pria, Paulus, yang melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini kami melihat Paulus, yang tahu bagaimana mengambil situasi negatif dan mengubahnya menjadi kesaksian yang positif. Sekarang kami akan melihat </span><span class="cf1"><b>keberaniannya</b></span><span class="cf1">. Paulus selalu menganggap situasinya adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah, benar? Dia selalu menjadi tawanan Yesus Kristus. Kristuslah yang membawanya ke dalam kesulitan seperti itu. Jadi pemenjaraannya sebenarnya hanyalah permulaan dari pelayanan yang baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata, “Saya mungkin terikat, tetapi Injil tidak terikat.” Dalam KPR 21:27, Paulus mencoba mendamaikan umat Kristen Yahudi. Mereka telah mendengar bahwa dia adalah seorang yang sangat subversif. Bahwa dia anti-Yahudi; bahwa dia telah membuang semua adat istiadat Yahudi, dan dia menentang segala sesuatu yang telah menjadi upacara dan tradisi kehidupan Yahudi, dan itu sama sekali salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus sendiri masih sangat Yahudi. Dia ada di sini pada hari raya Pentakosta. Dia menghadiri sinagoga pada hari Sabat. Dia sendiri telah bersumpah sebagai orang Nazaret di KPR 19, dan mencukur rambutnya sendiri. Paulus tidak membuang seluruh tradisi Yahudi. Dia sedang dalam masa transisi. Namun, para penganut Yudaisme mengatakan kepada orang-orang Kristen bahwa Paulus anti-Yudaisme, sehingga mereka sedikit anti-Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan untuk mengubah reputasinya, mereka menyuruh dia pergi ke Bait Suci, untuk memenuhi sumpah nazar bersama empat orang lain, dan membayar seluruh biaya mereka dengan harapan orang-orang Kristen Yahudi akan berkata, "Hay, jika dia mau melakukan itu, dia tentu saja tidak anti-Yahudi seperti kami diyakini selama ini." Dan dia melakukan hal itu, dan saya yakin bahwa hal itu pasti mengadakan dampak positif terhadap orang-orang Kristen Yahudi ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun hal itu tidak mempengaruhi orang-orang Yahudi non-Kristen. Dan kami sekarang diperkenalkan dengan massa. Mereka adalah sekelompok orang liar, yang dengan kegila-gilaan mencoba membunuh Paulus. Mereka tidak tahu bagaimana mereka akan melakukannya, atau mengapa mereka melakukannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Ketika tujuh hari itu hampir berakhir, beberapa orang Yahudi dari provinsi Asia Kecil melihat dia di Bait Suci, lalu menghasut semua orang banyak itu dan menangkapnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Yunani untuk ‘menghasut’ di sini berarti ‘bingung’. Di sinilah Paulus sedang menyelesaikan sumpah nazarnya, dan orang-orang Yahudi ini mendatanginya, dan menangkapnya, dan mereka menyebabkan orang banyak itu bingung. Mereka berteriak di </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Saudara-saudara Israel, tolonglah! Inilah orang yang mengajar semua orang di mana pun menentang rakyat kita, dan hukum kita. Terlebih lagi, dia juga membawa orang-orang Yunani ke dalam Bait Suci dan telah mencemari tempat suci ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus ingin tiba di sana pada hari Pentakosta, dan pada saat itulah orang-orang benar-benar berjalan ke Yerusalem. Itulah sebabnya orang-orang Yahudi Asia Kecil ada di sana. Ini adalah 50 hari setelah Pelewatan. Itu adalah hari raya panen dalam Perjanjian Lama yang kadang-kadang disebut Hari Raya Tujuh Minggu. Namun setelah keluar Mesir, perayaan itu menjadi berbeda. Dikatakan bahwa Taurat, Hukum Musa itu, diberikan 50 hari setelah Keluaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini penting karena itu membantu kami memahami sikap masyarakat. Mereka berada di tengah-tengah perayaan Hukum, merayakan keYahudian. Paulus ingin berada di sana yang menunjukkan bahwa ia menghormati Hukum. Dia tidak anti hukum. Dalam hal ini, dia memuji Hukum Allah. Tetapi itu juga berarti bahwa orang banyak itu sangat mementingkan Hukum dan kesucian Hukum itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini cenderung menciptakan semacam antagonisme yang digunakan kelompok ini untuk mencoba membunuh Paulus. Ada sebuah fitnah yang telah terjadi, penodaan tempat suci, dan mereka berseru, 'Hai orang Israel, Tolonglah." Dan kemudian mereka mengumumkan masalahnya. "Inilah orangnya," dan mereka sudah menangkapnya sekarang," yang mengajarkan semua orang di mana pun untuk melawan orang-orang dan Hukum, dan tempat ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi tidak pernah menerima pertobatan seorang Yahudi kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena orang Yahudi secara historis menghubungkan agamanya dengan ras mereka. Itulah sebabnya orang-orang Yahudi yang datang kepada Kristus dikucilkan dari keluarga mereka. Jadi dalam pikiran orang Yahudi, hal itu merupakan penolakan total terhadap Yudaisme. Namun jika mereka tahu sesuatu tentang Firman Allah, itu malah melengkapi Yudaisme karena Yesus adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang yang menolak Mesias akan menolak Yudaismenya sendiri. Pemberontak sesungguhnya melawan Yudaisme adalah orang Yahudi yang tidak beriman dan yang tidak mau menerima Mesiasnya. Orang Yahudi Kristen adalah orang yang telah mencapai apa yang Allah rencanakan untuk dicapai melalui Yudaisme; yang beriman kepada Mesias-Nya yang telah datang, mati dan bangkit kembali, serta menjadi perantara bagi orang-orang percaya saat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka mereka mengatakan, “Paulus menentang umatnya dan menentang hukum Taurat.” Dan pada saat perayaan itu, tuduhan seperti itu akan membuat semua orang marah karena mereka sedang merayakan Hukum Taurat. Lalu mereka bilang dia melanggar Hukum, maksudnya dia anti-Allah. Dia anti-Musa. Dia anti-Alkitab. Dan kemudian mereka menyimpulkan, "Dan dia melawan tempat ini yang adalah Bait Suci."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka mereka mengambil beberapa orang, dan mereka berkata, "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah." Dan mereka menghasut rakyat, para penatua dan ahli-ahli Taurat, lalu menangkap dia, dan menyeret dia ke dewan, dan mereka membayar saksi-saksi palsu." Mereka menyuap orang-orang untuk memberikan kesaksian palsu. Dia membawa orang-orang Yunani ke dalam Bait Suci dan mencemari tempat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab mereka telah melihat Trofimus, orang Efesus itu, bersama-sama dengan dia di kota itu, dan mereka mengira bahwa Pauluslah yang membawa dia ke dalam Bait Suci.” Mereka tidak melihatnya di Bait Suci, mereka hanya berasumsi begitu. Itu adalah kebohongan lain. Paulus tidak membawa Trofimus ke dalam bait suci. Orang non-Yahudi hanya bisa masuk ke pelataran luar. Dan di antara pelataran itu dan pelataran dalam, ada Pelataran Wanita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan diantara pelataran luar dan pelataran dalam ada barikade. Dan di barikade dipasang tanda-tanda yang ditulis dalam dua bahasa, Latin dan Yunani. Dan di sana tertulis, "Tidak seorang pun ras non-Yahudi boleh masuk ke dalam barikade yang mengelilingi bait suci. Dan jika ada orang yang tertangkap melakukan tindakan tersebut, beri tahu dia bahwa dialah yang harus disalahkan atas hukuman mati yang menyusulnya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang Romawi menghormati hukum itu. Faktanya, ini adalah cara untuk memisahkan agama non-Yahudi dan dewa-dewa serta berhala-berhala non-Yahudi dari bait suci. Itu semacam titik perhentian bagi pemasukan sistem duniawi. Dan mereka tidak membiarkannya dilanggar. Nah, ketika orang-orang ini mengatakan bahwa mereka membawa orang-orang Yunani ke dalam bait suci itu sudah cukup untuk membuat marah semua orang, dan memberikan pembenaran atas pembunuhan Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekalipun Paulus membawa Trophimus ke sana, bukan Paulus yang harus dibunuh, melainkan Trophimus. Ini menunjukkan bahwa semuanya tidak seperti seharusnya. Paulus tidak bisa dibunuh karena dia masuk ke bait suci; dia adalah seorang Yahudi. Jika ada yang terbunuh, maka orang non-Yahudilah yang melanggarnya. Jadi semuanya itu hanya kepura-puraan dan di tengah kebingungan ini, massa tidak tahu apa yang mereka lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Seluruh kota goncang dan penduduknya berbondong-bondong berkumpul. Mereka menangkap Paulus, menyeretnya keluar dari bait suci, dan seketika itu juga gerbang-gerbangnya ditutup.” Mereka ingin memastikan bahwa mereka mengeluarkan dia dari sana sehingga mereka dapat terus menyembah Allah, sementara mereka ingin membunuh orang yang diurapi Allah. Untungnya, dalam providensi Allah yang besar, kehidupan Paulus belum berakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah yang mereka juga lakukan pada saat pengadilan Yesus. Mereka ingin memastikan bahwa mereka tidak melanggar hari Sabat ketika mereka mengeksekusi sang Mesias: Memastikan bahwa mereka tidak melanggar hal apa pun yang sedang terjadi pada waktu tersebut. Mereka sama sekali tidak mau masuk ke dalam rumah bangsa non-Yahudi, sebab mereka akan menajiskan diri mereka. Mereka tetap berada di luar dan berteriak untuk minta darah sang Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Allah mengaktifkan pasukan Romawi, dan yang kedua kami melihat penangkapan yang dilakukan oleh pasukan Romawi di ayat 31 sampai 36. Di luar daerah bait suci, di sisi utara, terdapat Benteng Antonia. Dan Benteng Antonia mempunyai menara yang besar, dan dari menara itu terlihat pelataran bait suci dengan jelas. Dan itu diduduki oleh setidaknya 1.000 tentara Romawi yang merupakan pasukan anti huru hara yang sangat terlatih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mencoba membunuhnya, tersiar kabar kepada komandan resimen bahwa seluruh Yerusalem berada dalam kekacauan.” Perhatikan komandannya. Kata Yunaninya berarti panglima seribu prajurit. Namanya disebutkan dalam Kisah Para Rasul 23 sebagai Claudius Lysias, dan sejarah memberitahu kami bahwa dia adalah seorang pria dengan karakter dan kemampuan yang luar biasa. Maka dia segera bertindak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Para prajurit dan para perwira dibawa serta, dan ia segera berlari menemui mereka. Waktu melihat komandan dan para prajurit, mereka berhenti memukuli Paulus.” Dan ketika mereka sampai di sana, komandan melihat apa yang terjadi, dan dia sudah mengira siapakah orang ini. Dia sebenarnya salah, tetapi dia berpikir, "Saya akan melakukan penangkapan resmi, dan kemudian saya akan mencari tahu apakah tuduhannya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Kemudian komandan itu mendekat, lalu menahannya dan memerintah agar dia diikat dengan dua rantai. Komandan itu bertanya siapakah dia dan apa yang telah dia lakukan.” Dia berasumsi bahwa orang banyak itu tidak akan melakukan ini kecuali dia bersalah atas suatu kejahatan. Ini menarik, karena ini menggenapi nubuatan Agabus. Orang-orang Yahudi telah menangkap Paulus, dan mereka menyerahkan dia kepada orang-orang non-Yahudi, dan orang Romawi merantai dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Beberapa orang di antara orang banyak itu berteriak-teriak, dan ada pula yang berteriak hal lain. Karena dia tidak dapat memperoleh informasi yang dapat dipercaya karena keributan tersebut, dia memerintah Paulus untuk dibawa ke markas.” Dia tidak bisa mendapat informasi apa pun dari kerumunan itu. Tidak ada yang tahu mengapa ini sedang terjadi. Mereka hanya berada dalam gerombolan dan mereka menjerit dan berteriak, dan komandan itu tidak bisa mendapat jawaban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Ketika Paulus sampai di tangga, ia harus digendong oleh para prajurit karena kekerasan orang banyak itu.” Kerumunan yang kecewa itu telah dirampok mangsanya, dan sekarang mereka hanya dapat mendorong saja, dan meneriakkan apa yang mereka teriakkan dua puluh lima tahun sebelumnya kepada Mesias. </span><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “sebab banyak orang mengikuti sambil berteriak, “Bunuhlah dia!” Dan itulah juga yang mereka katakan kepada Yesus dulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menyampaikan pidato pembelaan dirinya dalam bahasa Yunani. Itulah kesaksian dari pengalamannya dan apa yang Allah telah lakukan dalam hidupnya. Marilah kita lihat bagaimana Paulus memanfaatkan situasi yang negatif. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Ketika ia hampir dibawa ke dalam markas, Paulus berkata kepada komandan: “Bolehkah aku berkata sesuatu kepadamu?” Dia menjawab, “Apakah Anda bisa berbicara bahasa Yunani?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Bukankah kamu orang Mesir yang memulai pemberontakan beberapa waktu yang lalu dan memimpin empat ribu orang-orang Pembunuh ke padang gurun?” Josephus mengatakan dia adalah seorang pemberontak Mesir, yang dengan 4.000 pembunuhnya membuat kekacauan di Yerusalem dan gubernur membunuh 400 orang dari mereka, dan mengusir mereka semua. Meskipun mereka menangkap dan membunuh sejumlah 600 orang, sisanya melarikan diri termasuk pemimpin ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, Paulus berkata, “Saya seorang Yahudi, dari Tarsus di Kilikia, seorang warga kota yang penting. Sekarang saya mohon, izinkanlah saya berbicara kepada orang-orang.” Tarsus dahulu kala disamakan dengan Athena dan Aleksandria sebagai kota budaya, seni, dan pendidikan. Paulus adalah ahli dalam menahan diri. Dia tidak pernah membiarkan semuanya keluar. Sekarang, hal itu membutuhkan keberanian, benar? Paulus hanya tahu cara menghadapi situasi dengan satu cara saja, konfrontasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Setelah ia memberi izin, Paulus berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada orang banyak itu. Ketika suasana tenang, dia berbicara kepada mereka dalam bahasa Aram.” Dan dia berdiri di tangga, dan dia memberi isyarat dengan tangannya, sebuah ciri khas Paulus dalam beberapa kesempatan dalam Kisah Para Rasul, yang artinya diamlah. Jadi dia berbicara kepada mereka dalam bahasa mereka sendiri. Terimalah situasi ini sebagai kesempatan dari Allah dan gunakan itu sebagai saat memberitakan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap situasi dalam hidup Anda adalah apa yang Anda buat. Tetapi Allahlah yang memutuskan apa yang Dia ingin Anda katakan. Paulus diberikan kepada kami sebagai contoh bagaimana kami harus hidup. Dia tidak pernah takut dan Dia dengan berani menceritakan tentang kehidupan awalnya. Kita semua dapat menceritakan tentang kehidupan kita sebelum Kristus dan sesudah Kristus, dimana kita hidup tanpa Roh Kudus dan bagaimana kita hidup sekarang di bawah kuasa Roh Kudus. Kristus memberi kita kekuatan yang kita perlukan, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jan 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240121</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000021F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Konflik Misi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000021E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:17-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:17-26</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melanjutkan narasi mengenai pelayanan Paulus saat dia melanjutkan perjalanan terakhirnya menuju kota Yerusalem. Inilah akhir dari perjalanan misionaris ketiga. Dan dia mengumpulkan uang dari jemaat-jemaat non-Yahudi untuk diberikan kepada orang-orang percaya yang miskin di Yerusalem sebagai tanda kasih, dan tanda persatuan. Jadi Paulus memberikan laporan tentang apa yang telah dilakukan Allah terhadap kelompok orang non-Yahudi yang bertobat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka bersama kelompok orang-orang ini, dan dengan uang banyak, dia bergerak menuju ke Yerusalem. Dan dalam pelajaran kami tentang bagian-bagian narasi, kami ingin melihat lebih dari sekedar fakta sejarah, namun juga prinsip-prinsip dan kebenaran spiritual yang mendasari narasi ini. Dalam mencoba menemukan apa yang bisa kami ambil dari bagian ini, itu adalah kualitas </span><span class="cf1"><b>kerendahan hati</b></span><span class="cf1">. Kami telah membicarakan khotbah Paulus, pengajarannya, dan kegigihannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah membicarakan disiplinnya dan keberaniannya. Kami telah membicarakan komitmennya. Namun inilah kualitas kerendahan hatinya. Dan itu bisa diterapkan dalam hidup saya. Saya perlu mempelajari pelajaran kerendahan hati yang dia contohkan. Nah tujuan yang memakan hatinya adalah untuk memberikan uang ini kepada orang-orang kudus yang miskin, dan Paulus akan memperkenalkan orang-orang Yahudi kepada orang-orang Kristen non-Yahudi untuk menyatukan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kaisarea adalah kota di pesisir. Ingatlah bahwa Paulus ada di sana selama beberapa waktu dan tinggal di rumah Filipus sang penginjil. Mereka menutup kopor-kopor mereka dan pergi ke Yerusalem sejauh sekitar 103 km. Perhatikanlah, mereka naik ke Yerusalem karena Yerusalem berada di dataran tinggi. Dan mereka membawanya ke rumah Mnason yang merupakan nama Yunani umum dan dia berasal dari Siprus. Jadi dia adalah orang Yahudi Helenis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dikatakan bahwa orang ini adalah seorang murid mula-mula, yang berarti dia masuk waktu gereja itu baru dimulai. Dan dia mungkin adalah sumber bagi Lukas. Nah kami berasumsi bahwa Paulus tiba sekitar hari raya Pentakosta, yaitu lima puluh hari setelah hari Pelewatan. Dia ingin berada di sana pada saat semua orang sedang berkumpul. Itulah perayaan Yudaisme, dan dia ingin mengikuti hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan melihat pelayanan Paulus sebagai orang bebas yang terakhir. Mulai ayat 27 dan seterusnya, Paulus menjadi duta besar yang dirantai, sebagaimana ia menyebut dirinya dalam Efesus 6:20, Mulai saat itu, Paulus menjadi seorang tahanan, yang tidak meremehkan pelayanannya dengan cara apapun. Itu hanya berubah, dan dia terus melakukan apa yang dia selalu lakukan, baik saat dia bebas atau sebagai tahanan; dia terus memenuhi pelayanannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah pada saat kami melihat bagian yang mulai dari ayat 17 dan seterusnya, ada empat hal yang muncul, yaitu </span><span class="cf1"><b>persekutuan</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>kepedulian</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>kompromi</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>konsekuensi.</b></span><span class="cf1"> Pertama kami menemukan bahwa persekutuan terjadi ketika dia tiba. Kata itu berarti pertemuan atau pembagian. Paulus adalah seorang misionaris yang luar biasa, dia telah mencapai hal-hal yang luar biasa. Dan dia datang dengan uang ini, dan ini adalah saat yang tepat untuk bersukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Ketika kami sampai di Yerusalem, saudara-saudari menyambut kami dengan hangat.” Ada sukacita besar di hati mereka, karena mereka membawa serta sekelompok orang non-Yahudi yang bertobat, dan mereka melihat orang-orang yang telah dimenangkan untuk Yesus Kristus. Dan mereka senang karena gereja non-Yahudi menunjukkan tindakan kasih ini terhadap mereka. Dan ada rasul Paulus, seorang pria yang dikasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Pada keesokan harinya Paulus masuk bersama-sama kami menemui Yakobus, dan semua penatua hadir di sana.” Kata “kami” mencakup Lukas dan orang-orang non- Yahudi lainnya. Ini merupakan hal yang menarik untuk dicermati saja perkembangan gerejanya. Ketika gereja di Yerusalem pertama kali didirikan, gereja ini dipimpin oleh para rasul. Baru pada KPR 6 para rasul mulai menyadari bahwa segala sesuatunya menjadi tidak terkendali, dan mereka undang para penatua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat Kisah Para Rasul 15:2, dikatakan bahwa, “Ketika Paulus pergi ke Yerusalem, ia bertemu dengan para rasul dan penatua.” Jadi ada transisi. Pertama-tama para rasul melakukan segalanya, dan akhirnya Allah mulai mengangkat para penatua sebagai pemimpin rohani. Sekarang di KPR 21, mereka masuk dan hanya ada Yakobus dan para penatua. Apa yang terjadi dengan para rasul lain? Mereka pergi menginjili ke mana-mana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bagaimana gereja itu berkembang? Mereka mulai dengan para rasul yang memerintah di Yerusalem. Kemudian mereka mulai mengangkat para penatua, dan ada kombinasi para rasul dan para penatua. Segera, para rasul itu pergi, dan gereja diperintah oleh para penatua; dan itu menjadi pola Perjanjian Baru. Dan pada saat Paulus menulis surat pastoralnya yang terakhir, gereja dipimpin oleh para penatua atau para pendeta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ada berapa orang penatua di sana? Diperkirakan setidaknya ada seratus orang. Mengapa jumlahnya begitu banyak? Karena ada begitu banyak orang Kristen. Berapa banyak orang Kristen ada di sana? Menurut Kisah Para Rasul 5, setidaknya ada 20.000 orang. Dalam KPR 21:20 dikatakan, “Saudara-saudara, lihatlah, ada ribuan orang Yahudi yang percaya dan mereka semua tekun mentaati hukum Taurat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sangat menariknya Yakobus masih ada di sana. Jadi mereka tiba di sana, dan inilah waktunya Paulus untuk melapor. Mereka ada persekutuan, dan mereka membagikan uang itu, meskipun hal itu tidak disebut dimana pun. Saya yakin mereka melakukannya, dan saya yakin itulah yang berkontribusi pada kegembiraan tersebut, dan saya tahu bahwa mereka menerimanya, karena Tuhan tidak memiliki tujuan seperti itu dengan biaya sebesar itu tanpa hasil yang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka semua ingin tahu semua rincian tentang apa yang telah terjadi di dalam pelayanannya, maka dia melaporkan semua informasi ini kepada mereka. Inilah poin yang membuat saya berpikir tentang kerendahan hati Paulus di sini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Setelah memberi salam kepada mereka, ia melaporkan secara rinci apa yang telah dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa non-Yahudi melalui pelayanannya.” Perhatikanlah dia menceritakan kepada mereka kejadian demi kejadian tentang apa yang telah dilakukan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, bagaimana Anda bisa menjadi seorang Kristen dan tetap fanatik pada hukum seperti yang tertulis di </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">? Ini bukan hukum dalam hal keselamatan, tetapi upacara-upacaranya. Mereka adalah orang-orang Kristen Yahudi yang belum sanggup melepaskan diri dari upacara Yahudi. Mereka masih memelihara hari Sabat. Mereka masih memperhatikan apa yang mereka makan. Mereka masih memperhatikan pakaian yang mereka kenakan. Tahukah Anda, mereka masih menjalani rutinitas mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi intinya adalah bahwa orang-orang Yahudi memang percaya, dan mereka adalah orang-orang yang diselamatkan. Namun mereka tidak pernah dapat menghilangkan kerangka Yudaisme. Dan hidup dalam bayangan tempat ibadah dan dalam seluruh sistem Yahudi, dan dibesarkan berdasarkan hal itu, dan menanamkan hal itu dalam hidup Anda akan menjadi transisi yang sulit untuk dilakukan. Dan sekarang mereka sudah menjadi orang percaya, tetapi mereka masih belum bisa melepaskan diri dari belenggu upacara itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak terlalu khawatir mengenai apakah orang-orang tersebut keluar dari kebiasaan tersebut. Pada tahun 70 M, Allah memusnahkan seluruh sistem Yahudi itu. Dia menghancurkan Yerusalem melalui Titus. Dia mengizinkan Titus masuk dan menghapus kota itu dari muka bumi. Seratus ribu orang Yahudi dibunuh. Beberapa tahun setelah itu, 98 kota di Palestina dihancurkan juga, dan semua orang dibunuh disitu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buku paling jelas yang pernah ditulis tentang transisi dari Yudaisme ke Kristus adalah kitab Ibrani yang ditulis pada tahun 68 M. Allah hanya memberi orang Yahudi waktu dua tahun untuk meluruskan pikiran mereka, dan kemudian seluruh sistem agamanya lenyap. Beberapa orang mencoba membangkitkan mereka dalam arti rohani. Namun tidak ada lagi pengorbanan, dan semua fitur ibadah lama itu telah hilang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, mari kami lihat </span><span class="cf1"><b>kekhawatirannya</b></span><span class="cf1">. Meskipun ada saat-saat indahnya saling berbagi dan ada perjamuan kudus, para penatua dan Yakobus ini sungguh tegang, karena ada masalah. Jadi kekhawatiran di </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Tetapi mereka telah diberitahu tentang kamu, bahwa kamu mengajar orang-orang Yahudi di antara bangsa-bangsa lain untuk meninggalkan Musa, dan menyuruh mereka untuk tidak menyunat anak-anak mereka dan tidak hidup menurut adat istiadat kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menurut Anda siapakah yang mengajari hal itu kepada semua orang Kristen tersebut, dan melatih mereka mengenai informasi yang salah itu? Kaum Yudais, mereka adalah orang-orang yang disunat yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi Anda tidak bisa melakukan hal itu kecuali Anda menjadi seorang Yahudi. Dan setelah Anda melakukan itu, Anda harus terus menaati semua hukum Musa. Dan akibatnya, mereka tidak diselamatkan, karena hal itu terjadi karena perbuatan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka berkeliling dan berkata, “Kalian tahu apa yang Paulus lakukan? Dia adalah orang yang menyuruh semua orang Yahudi untuk meninggalkan Musa, dan tidak menyunat anak-anak mereka, dan tidak menaati upacara.” Hal-hal ini sangat berharga bagi orang-orang Yahudi ini. Itulah kehidupan mereka, budaya mereka, tradisi mereka. Dan kaum Yudais ini meremehkan Paulus dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin berurusan dengan Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan adalah bapak segala kebohongan, dan dia berbohong tentang Paulus. Dia tidak pernah mengajar orang Yahudi untuk meninggalkan Musa, dia mengajar orang bukan Yahudi untuk tidak berpikir bahwa mereka harus menjadi Yahudi. Mengapa? Karena mereka tidak membutuhkan upacara hukum. Dia tidak mengajarkan orang-orang Yahudi untuk tidak disunat, dan Dia tidak mengajarkan orang-orang Yahudi untuk tidak mengikuti tradisi-tradisi tersebut. Masyarakat kami didasarkan pada kebohongan, karena Setan adalah pembohong. Jadi dia berbohong tentang Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Galatia 5:11, kaumYudais menuduh Paulus tidak mengajarkan sunat. Dalam Kisah Para Rasul 21, mereka menuduhnya tidak mengajarkan sunat. Paulus sudah menulis surat Roma, dari Korintus sebelum dia tiba di Yerusalem. Paulus telah menetapkan bahwa kita harus merendahkan diri terhadap orang Yahudi yang masih ingin mengikuti adat istiadat; jadilah penyayang, berbuat baiklah pada mereka, karena itu tidak berbahaya. Jangan paksa mereka untuk melanggar hati nurani mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Jadi apa yang harus dilakukan? Mereka pasti akan mendengar bahwa Anda telah datang.” Mereka akan berkata, 'Hei, ini orangnya. Kami sudah mendengar tentang dia.’” Dan, banyak dari para penatua berkata, “Ini adalah potensi bencana. Hal ini bisa meledak setinggi langit. Kami mempunyai puluhan ribu orang Kristen yang telah diberitahu bahwa Anda adalah seorang murtad.” Jadi mereka memikirkan hal ketiga, </span><span class="cf1"><b>kompromi</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kata “kompromi” membuat Anda memikirkan sesuatu yang negatif di mana Anda mengorbankan kebenaran demi kepentingan. Kadang-kadang Anda dapat membuat kompromi yang merupakan tindakan yang penuh kasih, seperti dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 23 – 25</b></span><span class="cf1">, “Karena itu lakukanlah apa yang kami perintahkan kepadamu: Kami ada empat orang yang telah bersumpah. 24 Ambillah orang-orang ini, sucikanlah dirimu bersama mereka, dan bayarlah hal itu supaya kepala mereka dicukur.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Maka semua orang akan tahu bahwa apa yang diberitahukan kepada mereka tentang Anda tidak berarti apa-apa, tetapi Anda sendiri juga berhati-hati dalam menaati hukum. 25 Mengenai orang-orang bukan Yahudi yang percaya, kami telah menulis surat yang berisi keputusan kami agar mereka menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari binatang yang dicekik, dan dari percabulan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah sumpah orang Nazaret; dan itu ada hubungannya dengan perpisahan. Itu berasal dari Bilangan 6. Allah berkata bahwa ketika ada orang Yahudi yang ingin memisahkan dirinya sepenuhnya untuk Allah, dia bersumpah. Nah sebagai simbol perpisahan, dia akan menahan diri untuk tidak minum. Artinya dia akan mengorbankan kesenangan hidup. Dia tidak mau pergi ke pesta lagi. Dia akan membatasi dirinya pada hal-hal serius di dalam hidupnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, dia memotong rambutnya. Alkitab mengajarkan dalam Perjanjian Baru bahwa jika rambutnya panjang seperti rambut wanita, itu merupakan celaan bagi Allah. Aku akan memisahkan diriku dari semua pujian dunia, dan semua kesenangan dunia, dan aku akan menyerahkan diriku kepada Allah.” Dan kedua hal ini melambangkan pemisahan tersebut. Mereka hanya berkata, “Allah, kami ingin memisahkan diri demi Engkau.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, empat orang telah mengambil sumpah ini, dan mereka hampir selesai. Jadi orang-orang ini sudah mendekati akhir dari proses pemurnian ini. Maka mereka berkata kepada Paulus, “Sekarang (ayat 24) ambillah mereka itu dan sucikanlah dirimu bersama mereka.” Dengan kata lain, pergilah ke Bait Suci itu dan jalani seluruh rutinitas tujuh hari itu. Jika Anda melakukan itu, orang-orang akan berpikir bahwa Anda benar-benar berpihak pada adat Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semua hal yang diajarkan kaum Yudaisme kepada kita itu adalah salah. Lihatlah dia; dia ada di Bait Suci melakukan hal itu. Dia mengikuti upacara Mosa. “Kedua, Paulus membayar semua biaya mereka.” Ada banyak binatang terlibat. Dan semua makanan dan minumannya? Jadi jika Anda melakukan itu, mereka akan semakin yakin bahwa dia nyata, karena uangnya tidak banyak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bagaimanapun juga, dia siap melakukan itu, dan supaya mereka dapat mencukur rambut mereka dan semua orang mengetahui bahwa hal-hal yang telah mereka ajarkan kepada kalian semuanya salah, tetapi supaya kalian berjalan tertib dan melakukan semua upacara. Anda menunjukkan kepada orang-orang itu melalui perilakumu bahwa apa yang mereka katakan tentang Anda itu tidak benar, tetapi Anda adalah orang yang setia pada upacara-upacara Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah sebuah kompromi, karena Paulus bersedia untuk mendengarkan mereka. Dan apa pun yang bisa dia lakukan untuk memenangkan hati orang-orang, dia lakukan untuk menciptakan kesatuan di dalam gereja, Inilah yang Yesus doakan. Jadi hal ini tidak melanggar doktrin apa pun, ini hanya tentang melakukan upacara; dan itu tidak begitu penting. Dan Allah melihat hati mereka; dan jika hati mereka benar-benar terpisah dan murni, Allah pasti senang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Keesokan harinya Paulus mengajak orang-orang itu, dan setelah menyucikan diri bersama mereka, mereka lalu masuk ke dalam Bait Suci dan mengumumkan selesainya hari-hari penyucian itu, dan akan diadakan persembahan bagi mereka masing-masing.” Tidak ada dosa dalam melakukan apa yang dia lakukan. Apa yang dia lakukan adalah suatu bentuk tradisi. Itu adalah hal seremonial. Motivasinya murni. Paulus ingin ada kesatuan dalam persekutuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak tahu apakah akibatnya, yang terlihat di sini hanyalah kerusuhan yang terjadi dari pihak orang-orang yang tidak percaya. Paulus menyerahkan dirinya kepada para penatua untuk menetapkan pola bagi semua kegiatan gereja di masa depan. Ketika para penatua berkata, “Lakukan ini,” dia melakukannya. Dia berkata, “Saya menjadi seorang Yahudi, supaya saya dapat memenangkan orang-orang Yahudi.” Nah apakah </span><span class="cf1"><b>konsekuensinya</b></span><span class="cf1">? Nah kami akan membahasnya secara mendetail minggu depan ya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jan 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240114</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000021E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hiduplah Bijaksana]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2024"><![CDATA[2024]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000021D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Proverbs" target="_blank" class="imCssLink">Amsal</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada dua jenis orang di bumi ini, hanya ada dua jenis orang di dunia, menurut Kitab Suci. Ada yang bijaksana dan ada yang bodoh. Dunia ini penuh dengan orang-orang bodoh, dan di antara orang-orang bodoh itu terdapat orang-orang yang bijaksana. Orang bodoh adalah setiap orang yang tidak mengenal Allah. Orang bijak adalah setiap orang yang kenal Allah. Jadi kita berbicara tentang realitas yang paling menentukan yang dapat dinyatakan tentang mereka yang mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memiliki kecerdasan adalah satu hal; itu adalah karakteristik manusia yang dapat didefinisikan. Memang baik bahwa Allah memberi mereka kecerdasan. Hal lain adalah memiliki pengetahuan, itulah informasi; namun mengambil kecerdasan itu, dan menggabungkannya dengan pengetahuan, dan menghasilkan kebijaksanaan adalah hal yang berbeda. Hal ini dapat dikenali. Ini bukan sekadar pernyataan Allah, ini juga dapat dikenali oleh orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 1 mengatakan bahwa, “Mereka itu bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui hal itu, sampai mereka mengaku mereka bijaksana. Mereka saling memberikan gelar PhD karena kebodohan mereka. Roma 1 juga mengatakan, “Mereka menjadi kosong dalam spekulasi mereka, dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” Mereka, setelah menjadi tanpa ada perasaan, telah menyerahkan diri mereka pada nafsu indria untuk mempraktikkan segala jenis kekotoran dengan keserakahan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa yang ada di dunia orang bodoh dengan pengetahuan yang meledak-ledak hanyalah cara baru yang tiada habisnya untuk mengungkapkan pemahaman yang kelam ini. Paulus berkata dalam Efesus 4, “Tetapi kalian tidak belajar Kristus dengan cara itu.” Anda baru saja keluar dari kebodohan menuju kepada kebijaksanaan. Anda mengesampingkan manusia lama, yang sedang dirusak oleh keinginan-keinginan yang menipu, supaya Anda diperbarui dalam roh pikiran Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 2:14 Paulus menulis, “Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah; itu adalah suatu kebodohan baginya.” Dia pikir dia bijaksana dan dia itu bodoh. Kebenaran spiritual tidak dapat dicapai dengan kebijaksanaan manusia apa pun.” Ini menjadi ciri seluruh umat manusia; mereka terlahir dengan sifat dosa. Amsal 22:15 mengatakan, “Kebodohan melekat pada hati anak kecil.” Itu adalah bagian dari menjadi manusia, menjadi bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu apakah ciri-ciri kebodohan manusia ini? Ya, mereka menolak Allah. Mereka tidak percaya pada Allah yang benar ada dan hidup. Roma 1:18-19 mengatakan, “Sebab murka Allah nyata dari surga terhadap segala kefasikan dan kejahatan orang-orang yang dengan kefasikannya menindas kebenaran. 19 sebab apa yang dapat diketahui tentang Allah nyata di antara mereka, karena Allah telah memperlihatkannya kepada mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 1:20-21, “Sebab sifat-sifat-Nya yang tidak kelihatan, yaitu kuasa-Nya yang kekal dan kodrat ilahi-Nya, telah terlihat dengan jelas sejak dunia diciptakan, dan dipahami melalui apa yang telah Dia jadikan. Akibatnya, masyarakat tidak punya alasan. 21 Meskipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah dan tidak memperlihatkan rasa syukur. Sebaliknya, pemikiran mereka tidak berharga, dan hati mereka yang tidak berakal menjadi gelap.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pola universal dalam umat manusia. Murka Allah dinyatakan terhadap hal ini. Murka Allah ada dalam berbagai bentuk. Ada murka abadi: itulah neraka. Ada murka eskatologis: itulah murka Allah yang akan dilancarkan pada saat kedatangan Yesus Kristus kembali dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa tribulasi sebelum kedatangan-Nya, dan kemudian penghakiman yang terjadi ketika Dia datang kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan satupun dari itu. Murka Allah ini yang dilancarkan kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan Allah di dalam diri mereka, karena hukum Allah tertulis di dalam hati mereka, dan di sekeliling mereka melalui penciptaan; dan berdasarkan nalar mereka harus sampai pada kesimpulan bahwa pasti ada sebab yang menyebabkan dampak besar ini. Mereka tidak punya alasan. Murka Allah terjadi terhadap orang-orang yang menentang Dia dalam hidup ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 1:24 mengatakan, “Sebab itu Allah menyerahkan mereka menurut keinginan hati mereka kepada kecemaran seksual, sehingga tubuh mereka saling merendahkan diri.” Ayat 26, “Itulah sebabnya Allah menyerahkan mereka ke dalam hawa nafsu yang tercela. Para wanita mereka menukar hubungan seksual alami dengan hubungan seksual yang tidak wajar. 27 Demikian pula laki-laki meninggalkan hubungan alami dengan perempuan dan berkobar dalam nafsu terhadap satu sama lain.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tidak tahu apakah Anda laki-laki atau perempuan, periksalah diri Anda sendiri. Saat ini kita sedang hidup dalam siklus ini di Amerika. Kita telah menjangkau pikiran-pikiran kaum reprobat bersama dengan negara-negara Barat lainnya. Dengarkanlah Amsal 12:15, “Jalan orang bebal, lurus menurut pandangannya sendiri.” Jadi siapa yang menjadi Allah? Anda sendiri. Ciri orang bodoh lainnya adalah mereka memuja diri sendiri. “Jalan orang bodoh, benar menurut pandangannya sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda melihatnya dalam budaya kita saat ini di sekitar kita. Setiap orang merasa berhak mendefinisikan kebenaran dengan cara apa pun yang mereka inginkan. Amsal 28:26, “Siapa yang percaya pada hatinya sendiri adalah orang bodoh.” Dia sendiri menjadi sumber kebenaran, dia menjadi standar kebenaran, standar apa yang benar, standar apa yang salah. Inilah penyembahan berhala, pemujaan terhadap diri sendiri; tetapi itulah ciri paling umum dari orang bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada lagi ciri lain orang bodoh dalam Amsal. Jika Anda menolak Allah yang benar, Anda menolak Dia karena Anda tidak ingin Dia mengendalikan hidup Anda. Oleh karena itu, sekarang setelah Anda menjadi allah bagi diri Anda sendiri, Anda wajib menolak segala sesuatu yang dinyatakan benar oleh Allah yang Anda tolak. Dan cara peribahasa membicarakan hal ini menarik. Di Amsal 14:9 dikatakan, “Orang bodoh mengolok-olok dosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, mereka tidak menyadari kuasa dosa yang merusak itu. Dan orang-orang bodoh itu saling merusak. Dalam Amsal 15:2 dikatakan, “Lidah orang bijak membuat pengetahuan mereka diterima, tetapi mulut orang bodoh mengungkapkan kebodohan.” Mereka menyebarkan kebodohan mereka, ketidaktahuan mereka. Sekarang marilah kami kembali ke Amsal 1. Kata “orang bodoh” itu muncul empat puluh dua kali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun sepanjang sejarah umat manusia ada tanggapan di ayat 24-26, “Sejak Aku berseru dan kalian menolak, lalu Aku mengulurkan tangan-Ku dan tidak ada seorang pun yang memperhatikan, 25 karena kalian mengabaikan semua nasihat-Ku dan tidak menerima koreksi-Ku, 26 Aku pun sebaliknya, akan menertawakan musibahmu. Aku akan mengejekmu ketika teror menyerangmu.” Kedengarannya itu tidak bagus. Namun itulah yang terjadi pada orang bodoh yang menolak seruan kebijaksanaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah memilih hal-hal bodoh di dunia untuk mempermalukan orang-orang bijaksana. Mereka pikir mereka bijaksana tetapi mereka bodoh. Mereka mengira kami bodoh tetapi kami bijaksana. Dalam 1 Korintus 3:18 dikatakan, “Jangan ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kalian yang menganggap dirinya bijaksana pada zaman ini, maka ia harus menjadi bodoh agar ia menjadi bijak.” Kami tidak terkejut dengan meningkatnya permusuhan terhadap Injil Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hikmat pertama adalah hikmat rohani, yaitu Injil. Kitab Suci mampu memberi Anda hikmat yang membawa Anda kepada keselamatan melalui iman di dalam Kristus Yesus. Melalui iman saja di dalam Kristus saja, dari Kitab Suci saja. 1 Korintus 1:30 berkata, “Dari Dialah kamu ada di dalam Kristus Yesus, yang menjadi hikmat dari Allah bagi kami, yaitu kebenaran, proses pengudusan dan penebusan kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada agama di dunia yang pernah mengatakan hal itu. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa mereka berada di dalam Budda atau di dalam Muhammad. Namun sembilan puluh kali dalam Perjanjian Baru dikatakan, “Kami berada di dalam Kristus.” Lima puluh dari mereka mengatakan “di dalam Kristus,” dan empat puluh lainnya, “di dalam Tuhan Yesus Kristus,” atau, “di dalam Kristus Yesus.” Kami berada di dalam Kristus sedemikian rupa sehingga itu benar-benar mencengangkan. Hal ini dimulai dalam pemilihan, pada saat Anda kembali ke masa lalu yang kekal, sebelum segala sesuatu diciptakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata kepada jemaat di Efesus, bahwa, “Kalian telah dipilih di dalam Dia sebelum dunia itu dijadikan.” Mereka yang Tuhan pilih telah berada di dalam Kristus, di dalam pikiran Allah, dan dalam tujuan penebusan-Nya sebelum ada waktu. Allah melihat milik-Nya seperti di dalam Kristus sebelum Dia menciptakan apa pun. Dia tahu siapakah mereka, dan Dia telah bergabung dengan mereka dalam tujuan penebusan itu kepada Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pekerjaan kelahiran kembali, pertobatan, kelahiran baru, mendengar dan mempercayai Injil, hikmat Kitab Suci yang menuntun pada keselamatan tidak berakhir di situ. Bagi kami, Dia bukan hanya menjadi hikmat, tetapi juga kebenaran. Di sana Anda mendapatkan pembenaran, dan pemasukan kebenaran-Nya. Setelah ada pembenaran datanglah pengudusan, dan setelah pengudusan datanglah penebusan terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Amsal 1:7 mengatakan, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.” Namun hal itu hampir sama di dalam Amsal 9:10; disitu dikatakan hal itu dengan cara yang berbeda. Dikatakan, “Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan pengenalan akan Yang Mahakudus adalah pengertian.” Orang yang takut Allah akan panjang umur, diberkati melebihi harta, penuh kegembiraan, mendapat kehidupan berkelimpahan, dan terbebas dari kejahatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Karakteristik kedua adalah mereka menjaga pikiran mereka</b></span><span class="cf1">. Mereka memahami nilai tertinggi dari kebijaksanaan. Mereka tidak duduk di kursi para pencemooh. Kegembiraan mereka adalah hukum Tuhan. Jangan biarkan kebaikan dan kebenaran meninggalkan Anda; ikatlah pada lehermu, tulislah pada isi hatimu.” Dengarkanlah Amsal 4:20, “Anakku, perhatikanlah perkataan-Ku; simpanlah itu di tengah hatimu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga, mereka tunduk pada otoritas</b></span><span class="cf1">. Mereka mengerti apa artinya menaati orang tua. Itu adalah bagian dari kebijaksanaan spiritual, untuk patuh kepada mereka yang berkuasa atas Anda. Kami menemukannya di bagian awal Amsal 1:8, “Dengarlah, anakku, didikan ayahmu, janganlah kamu mengabaikan ajaran ibumu; sungguh, itu adalah karangan bunga yang anggun di kepalamu dan hiasan di lehermu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor empat: Orang bijaksana mempunyai karakter karena mereka memilih teman-temannya.</b></span><span class="cf1"> Mereka berhati-hati, mereka tidak lari bersama orang banyak. Bacalah Amsal 1:10, “Anakku, jika kamu dibujuk oleh orang-orang berdosa, janganlah kamu menyetujuinya. Ini adalah mentalitas komplotan, ‘serahkan bagianmu bersama kami, kita semua akan mempunyai satu dompet.’ Jauhkanlah kakimu dari jalur mereka; kaki mereka lari kepada kejahatan dan mereka segera menumpahkan darah.” Kebijaksanaan dan sikap hati-hati akan menjaga Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor lima: Orang bijak menundukkan keinginannya</b></span><span class="cf1">. Amsal 5:20-23, “Mengapa, anakku, kamu kehilangan dirimu dengan wanita terlarang atau memeluk wanita yang bandel? 21 Sebab jalan manusia ada di depan mata Tuhan, dan Dialah yang mengetahui segala jalannya.22 Dosa orang fasik akan menjebaknya; dia akan terjerat dalam tali dosanya sendiri. 23 Dia akan mati karena tidak ada disiplin, dan tersesat karena kebodohannya yang besar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor enam, orang bijak setia pada pasangannya</b></span><span class="cf1">. Amsal 5:15-18 mengatakan, “Minumlah air dari sumurmu sendiri, air yang mengalir dari sumurmu sendiri. 16 Apakah mata airmu harus mengalir di jalan-jalan, atau sungai-sungai di lapangan umum? 17 Itu seharusnya hanya untuk kamu saja, dan tidak untuk kamu bagikan kepada orang asing. 18 Semoga sumber mata airmu diberkati, dan bergembiralah dengan istri masa mudamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor tujuh: Orang bijak memperhatikan perkataannya</b></span><span class="cf1">. Amsal 4:24, “Jauhkanlah darimu mulut penipu dan jauhkanlah perkataan licik darimu.” Amsal 5, “Anakku, perhatikanlah hikmat-Ku, arahkan telingamu pada pengertian-Ku; agar kamu dapat menjaga kebijaksanaan dan bibirmu dapat menyimpan pengetahuan.” Amsal 6:12, “Orang yang tidak berguna adalah orang yang fasik, orang yang berjalan dengan mulut sesat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor delapan: Orang bijak bekerja keras</b></span><span class="cf1">. Amsal 6:6, “Perhatikanlah semut, hai pemalas, perhatikanlah jalannya, jadilah bijak, tanpa ada pemimpin, pejabat atau penguasa, mereka menyiapkan makanannya pada musim panas dan mengumpulkan bekalnya pada hasil panen. Kapan kamu akan bangun dari tidurmu? Kemiskinanmu akan datang seperti seorang gelandangan, dan kebutuhanmu akan datang seperti orang bersenjata.” Orang malas menderita kelaparan, kemiskinan, kegagalan, dan kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor sembilan: Orang bijak mengelola uang dengan hati-hati</b></span><span class="cf1">, dia memahami bahwa Allahlah yang memberi Anda kekuatan untuk mendapatkan kekayaan, dan semua yang Anda miliki Anda terima dari Tuhan yang adalah sumber segala kebaikan. Amsal 3:9, “Hormatilah Tuhan dari kekayaanmu yang pertama dari segala hasil bumimu; maka lumbungmu akan terisi penuh dan tong-tongmu akan penuh dengan anggur baru.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor sepuluh. Orang bijak melayani orang lain</b></span><span class="cf1">. Amsal 3:27, “Janganlah kamu menahan kebaikan dari orang yang berhak, pada saat kamu mampu melakukannya. Jangan berkata kepada tetanggamu, 'Pergilah, kembalilah, dan besok aku akan memberikannya,' padahal kamu sekarang ada. Jangan bertengkar dengan laki-laki tanpa alasan, jika dia tidak menyakitimu. Jangan iri hati,” dan layani orang lain dengan segenap kemampuanmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Carilah kebijaksanaan! Dapatkanlah pemahaman!” Amsal mengatakan itu lebih baik dari permata, lebih baik dari perak, lebih baik dari emas, dan lebih baik dari mutiara. Saya memiliki akses terhadap kebijaksanaan sebagai orang beriman, benar? Kebijaksanaan Injil, yang saya terima sepenuhnya, mulai dari mendengarkan dan memercayai Injil sampai kepada pemuliaan. Seberapa banyak saya harus mengejarnya? Saya akan melakukan sesuatu yang mungkin berbeda sedikit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun di manakah kebijaksanaan itu dapat ditemukan? Inilah jawabannya; “Allah mengetahui jalannya, dan Dia mengetahui tempatnya. Dia memandang ke ujung bumi dan melihat segala sesuatu yang ada di bawah langit. Ketika Dia memberi tekanan pada angin dan membagi air dengan takaran, ketika Dia menentukan batas hujan dan arah petir, lalu Dia melihatnya dan mengumumkannya; Dia menetapkannya dan mencari intinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kepada manusia Allah berfirman, ‘Lihatlah, takut akan Tuhan, itulah hikmat; dan menjauhi kejahatan adalah pengertian.’” Sembahlah Allah, dan jauhilah dirimu dari dosa. Itu adalah kebijaksanaan. Berhati-hatilah saat Anda hidup.” Itulah kehidupan sehari-hari, benar? Ini adalah gambaran kehidupan sehari-hari: selangkah demi selangkah, hari demi hari. Berjalanlah dengan bijak. Anda harus berfungsi dalam kuasa Roh Kudus, benar? Anda harus dipenuhi Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manfaatkan waktumu sebaik-baiknya, hari-hari ini penuh dengan kejahatan. Ada kejahatan di sekitar Anda setiap hari; atau Anda hidup di dunia yang jahat. Anda dapat memahaminya dalam arti makro atau mikro. Seluruh upaya untuk mencapai kebijaksanaan ini harus dilakukan setiap hari, setiap jam. Belilah waktumu agar kamu dapat berjalan dengan bijaksana. Kebijaksanaan hanya ditemukan pada Allah dan tidak di tempat lain. Carilah dalam hidup-Nya kebijaksanaan yang terkandung di sana dan tebuslah waktu. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jan 2024 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20240107</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000021D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kredensial Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000021C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+1:15-19" target="_blank" class="imCssLink">Kolose 1:15-19</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah anak Imanuel ini, “Allah menyertai kami”? Pengumuman kepada Yusuf adalah bahwa anak ini akan diberi nama Yesus, karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka; dan nama-Nya adalah Imanuel, yang dalam bahasa Ibrani berarti “Allah menyertai kami.” Allah turun untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Maria berkata, “Bagaimana ini bisa terjadi? Saya masih perawan.” Dan malaikat itu menyatakan bahwa Roh Kudus akan turun ke atasnya.</span><br></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dengan kuasa-Nya Anak Allah akan berdiam di dalam rahimnya, sehingga anak itu akan menjadi Allah dan juga manusia, Allah-manusia, Tuhan Yesus Kristus. Pikirkan tentang realitas siapakah Kristus saat ini. Tomas benar ketika dia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Bapa menyatakan dari surga tentang Dia, “Inilah Anak-Ku yang terkasih.” Namun marilah kami mempelajari perkataan Paulus dalam Kolose 1:15-19.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disini Roh Kudus memberi kami gambaran tentang Kristus yang mengidentifikasi Dia. Faktanya, bagian ini mengidentifikasikan Dia berkaitan dengan hubungan-Nya dengan Allah, dengan dunia, dengan malaikat, dengan gereja, dan dengan semua orang lainnya. Mari kami mulai dengan </span><span class="cf1"><b>hubungan-Nya dengan Allah</b></span><span class="cf1"> di </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">: “Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan.” Dalam Kejadian 1:26 - 27, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Kemanusiaan itu diciptakan oleh pola ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada makhluk lain yang diciptakan menurut gambar Allah. Kami mempunyai ciri-ciri fisik dan biologis yang sama dengan makhluk hidup lainnya karena kami harus berbagi lingkungan yang sama. Namun manusia memiliki ciri-ciri metafisik dan spiritual yang unik dan tidak dimiliki makhluk lain. Baik secara ontologis mengenai keberadaannya, maupun secara etis dalam hal pemahamannya, dia seperti Allah. Hanya manusia yang sanggup berpikir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manusia saja yang dapat berpikir secara abstrak. Manusia sajalah yang memahami moralitas. Manusia memahami keindahan. Manusia memiliki emosi. Manusia mengungkapkan keinginannya. Manusia memahami seni, kreativitas, keahlian. Manusia mempunyai bahasa yang kompleks yang jauh melampaui bentuk komunikasi apa pun yang dilakukan makhluk lain. Manusia mengalami cinta; dan manusia didefinisikan memiliki, dalam definisi dasar, hubungan yang bermakna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah, tiga di dalam satu, adalah Allah yang berhubungan, dan Dia menciptakan kami untuk memiliki hubungan satu sama lain, dan bahkan dengan diri-Nya sendiri. Namun di sini tidak dikatakan bahwa Allah menciptakan Yesus menurut gambar-Nya; disini dikatakan bahwa Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Manusia bukanlah Allah. Kristus adalah gambaran Allah, dan karena itu Dia adalah Allah. Dia tidak diciptakan oleh Allah. Kolose 2:9 mengatakan, “Sebab seluruh kepenuhan sifat Allah berdiam secara jasmani di dalam Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah pernyataan paling jelas dalam surat-surat mengenai keilahian Kristus. Segala jang adalah Allah, Dia adalah dalam wujud jasmani, yang merupakan gambar Allah. Dialah kemuliaan Allah yang bersinar dalam wujud manusia. Ibrani 1 mengatakan Kristus adalah “gambaran tepat” dari sifat Allah. Yohanes 1:1 mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Dia pada mulanya ada bersama Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak kelihatan; tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Paulus berkata bahwa Yesus adalah gambaran Allah yang tidak kelihatan. Dia adalah Allah bagi kami dalam bentuk yang kelihatan. Di dalam Yohanes 10:30, Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi dan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Tidak ada keraguan di benak musuh-musuh-Nya bahwa Dia mengaku Dia adalah Allah; dan Dia menunjukkan realitas klaim tersebut melalui firman-Nya dan perbuatan-Nya. Allah sendiri berkata, “Tidak seorang pun dapat melihat Aku dan hidup.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menampilkan Allah dengan cara yang kelihatan. Lihatlah kehidupan-Nya. Lihatlah perbuatan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya, sikap-Nya terhadap dosa dan kebenaran, terhadap manusia dan pergumulan mereka serta permasalahan mereka, terhadap kehidupan, terhadap kematian, terhadap anak-anak, terhadap agama, terhadap dosa dan kefasikan, dan kalian akan lihat sikap Allah terhadap semua itu. Jadi dalam hubungan-Nya dengan Allah, Yesus adalah Allah, Allah Anak itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus diidentifikasikan sebagai </span><span class="cf1"><b>yang sulung</b></span><span class="cf1"> dari semua ciptaan. Itu bukan kronologinya. Dan itu juga tidak berarti bahwa Dia tidak berada, dan Dia diciptakan menjadi ada. Dia selalu ada. Ibrani 10:5 mengatakan, “Tubuh yang telah Kaupersiapkan untuk-Ku.” Dia sudah ada, Allah hanya membuat tubuh untuk metempatkan-Nya, untuk datang ke dunia ini untuk hidup dan mati dan bangkit kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dalam arti apakah Dia adalah anak sulung? “Anak sulung” adalah sebuah kata dalam bahasa Yunani yang berarti “yang utama.” Dari semua manusia yang pernah diciptakan, dan tentu saja tubuh Kristus juga diciptakan, Dialah yang utama. Itulah yang dimaksud dengan “anak sulung”. Anak sulung adalah anak laki-laki yang mempunyai semua hak, yang menjalankan wewenang keluarga, tempat istimewa untuk yang unggul, gengsi, dan kehormatan. Dia mewarisi segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, perhatikanlah hubungan-Nya </span><span class="cf1"><b>dengan dunia</b></span><span class="cf1"> dalam ayat </span><span class="cf1"><b>16 dan 17</b></span><span class="cf1">, “Sebab segala sesuatu telah diciptakan oleh-Nya, yang ada di langit dan yang ada di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik kekuasaan, maupun penguasa, pemerintah atau otoritas, segala sesuatu diciptakan oleh Dia. dan untuk Dia. </span><span class="cf1"><b>17 </b></span><span class="cf1">Dia ada sebelum segala sesuatu diciptakan, dan oleh Dia segala sesuatu berada berama.” Kristus ciptakan seluruh alam semesta dalam enam hari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidup di dunia modern kami memahami apa itu alam semesta, benar? Saya tidak perlu mengingatkan Anda tentang luasnya ruang tanpa batas itu dan segala isinya. Saya juga tidak perlu mengingatkan Anda tentang benda-benda langit: matahari, bulan, bintang-bintang, dan benda-benda yang beterbangan. Saya juga tidak perlu mengingatkan Anda tentang kompleksitas kehidupan di bumi, mikrokosmos penciptaan itu. Nah Kristus menciptakan semuanya itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan segala sesuatu yang Dia ciptakan itu baik. Tujuh kali dalam Kejadian 1 dikatakan, “Dan Allah melihatnya dan itu sangat baik,” karena Dia baik dan Dia hanya dapat menghasilkan apa yang baik. Pada saat manusia itu jatuh, mereka menodai alam semesta ini dengan dosanya. Namun Kristus akan mengubahnya menjadi baik secara permanen. Segala sesuatu berasal dari-Nya dan berakhir dengan pemberian kepada-Nya. Dia akan mengumpulkan kembali seluruh alam semesta dalam ciptaan baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dia ada sebelum segala sesuatu ada, dan oleh Dialah segala sesuatu bertahan bersama.” Jika Anda adalah Sang Pencipta, Anda harus berada di sana sebelum penciptaan. Di Wahyu 22:13 Dia berkata, “Akulah Alfa dan Omega, Yang awal dan Yang akhir, Yang mulai dan Yang berakhir.” Dia ada sebelum segala sesuatu itu ada. Pernyataan ini berbicara tentang Kristus sebagai makhluk yang kekal. Dialah satu-satunya yang ada sebelum penciptaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mikha 5:2 mengatakan, “Betlehem Efrata, kamu termasuk klan kecil di antara klan-klan Yehuda; akan datang seorang darimu untuk menjadi penguasa atas Israel bagiku. Asal usulnya berasal dari zaman purbakala, dari zaman kuno.” Mesias adalah makhluk abadi yang akan dilahirkan di Betlehem. Hal ini mempersempit kemungkinannya menjadi satu: ada makhluk abadi yang lahir di Betlehem, Pencipta alam semesta, yang ada sebelum segala sesuatu ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Di dalam Dialah segala sesuatu bertahan bersama.” Inilah yang menjadi dilema untuk para ilmuwan. Kata seorang ahli fisika nuklir,”Segala sesuatu yang ada di dalam bentuk materi terdiri dari atom-atom.” Sebuah atom memiliki inti, dan di dalamnya terdapat proton yang bermuatan positif. Para ilmuwan fisika tahu bahwa mereka harus saling tolak menolak. Apa yang menyatukan inti itu? Kata fisikawan ini, “Tidak ada alasan ilmiah mengapa atom itu tidak meledak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun itu sangat sulit untuk memisahkan sebuah atom. Dibutuhkan sejumlah besar upaya ilmiah untuk mencapai pemahaman kami tentang struktur atom. Dan sangat sulit untuk memisahkan sebuah atom. Ilmuwan ini berkata, “Semua inti atom yang masif tidak mempunyai hak untuk hidup. Mereka seharusnya meledak instan. Ada suatu kuasa yang menyatukan mereka. Sejauh ini, katanya, rahasia itu belum terungkap.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus, Sang Pencipta menyatukan segalanya. Kata 2 Petrus 3, bahwa harinya akan tiba ketika seluruh alam semesta akan mengalami ledakan atom, dan unsur-unsur itu akan meleleh dengan panas yang sangat besar. Apakah itu luar biasa Dia bisa menciptakan banyak ikan dan roti pada suatu hari di lereng bukit di Galilea? Tidak, Kristuslah yang menyatukan setiap atom di alam semesta supaya itu tidak meledak. Dia menjadikan alam semesta sekarang, dan bukan kekacauan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>hubungan-Nya dengan malaikat</b></span><span class="cf1">. Malaikat memang ada, begitu pula iblis, yang adalah malaikat yang jatuh. Kristus telah menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, yang terlihat dan yang tidak terlihat, termasuk malaikat dan setiap realitas yang tidak terlihat seperti kepribadian, akal, dan setiap aspek realitas yang tidak terlihat. Dan Paulus berkata, “Marilah kami masukkan, ke yang tidak kelihatan, takhta, kerajaan, penguasa, dan otoritas.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kini dia berpindah dari ciptaan fisik ke ciptaan malaikat. Efesus 1:21 mengatakan, “Kristus telah duduk di surga, jauh diatas segala penguasa dan otoritas, kuasa dan kerajaan.” Efesus 6:12 mengatakan, “Perjuangan kami bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu kegelapan ini, melawan roh-roh jahat yang ada di udara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bukanlah malaikat; Dialah yang menciptakan para malaikat. Dia menciptakan semuanya. Dia menciptakan bahkan mereka yang jatuh, dan Dia menang atas mereka. Dalam Kolose 2:15 bahkan ketika Dia mati di kayu salib, Roh-Nya pergi untuk menyatakan kemenangan-Nya atas para malaikat yang jatuh. “Ia melucuti para penguasa dan penguasa, menampilkan mereka di muka umum, setelah menang atas mereka melalui karya-Nya di kayu salib.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, Ia juga adalah </span><span class="cf1"><b>kepala tubuh, yaitu gereja</b></span><span class="cf1">; Dialah yang mulai segalanya, yang sulung dari antara orang mati, supaya Dia mendapat tempat pertama dalam segala sesuatu.” Kristus bukan hanya guru yang lebih baik dari yang lain. Dia adalah kepala gereja, tanpanya gereja akan mati. Agama-agama lain dan agama Kristen palsu adalah tubuh tanpa kepala. Dia mengungkapkan kehendak-Nya melalui firman-Nya, dan kuasa-Nya melalui Roh-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dialah yang mulai segalanya,” artinya “sumber.” Kami telah dipilih di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Dia memberi kami kehidupan melalui Roh-Nya; Dia melahirkan kami kembali. Gereja itu ada karena Dia memberikan kehidupan kepada semua orang di dalam gereja-Nya. Gereja dilahirkan pada hari Pentakosta oleh Roh yang diutus oleh Anak Allah setelah Allah Bapa meninggikan Dia. Rohlah yang memberi kami kehidupan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dialah yang sulung dari antara orang mati.” Dia bukanlah orang pertama yang bangkit; Dia membangkitkan orang dari kematian. Ada beberapa orang di dalam Perjanjian Lama yang dibangkitkan dari kematian. Maksudnya adalah, dari semua orang yang akan dibangkitkan dari kematian, Dialah yang pertama, dan semua orang pada akhirnya akan dibangkitkan. Di dalam Yohanes 5, Yesus berkata bahwa Dia akan menghidupkan orang benar kepada kehidupan dan orang jahat ke dalam penghukuman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Supaya Dia mendapat tempat pertama dalam segala hal.” Hal ini terlihat pada kebangkitan-Nya, karena Dia adalah yang utama di antara semua orang yang pernah bangkit. Melalui kebangkitan-Nya Dia menunjukkan bahwa Dia telah mengalahkan setiap musuh: dosa dan kematian dan neraka, semua kuasa Setan. Dia mengalahkan kematian. Dan berdasarkan kebangkitan itu Dialah pemenang dan penguasa yang berdaulat atas semua yang hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Sebab Allah berkenan jika seluruh kepenuhan-Nya tinggal di dalam Dia.” Ini bukan berbicara tentang keilahian-Nya; ini adalah sesuatu yang dengan senang hati diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Kepenuhan di dalam Kristus adalah kepenuhan anugerah dan kebenaran. Semua cinta ilahi, semua kebenaran, semua pengampunan sejati, semua pengampunan ilahi, pengangkatan anak, warisan, pengudusan, kekudusan, kebijaksanaan, kekuatan, pengetahuan, kedamaian, kegembiraan dan kenyamanan. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sat, 23 Dec 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231223</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000021C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nabi, Imam dan Raja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000021B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+1:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 1:1-4</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukalah Lukas 2:10-11, “Tetapi malaikat itu berkata kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang kesukaan besar bagi seluruh bangsa: 11 Hari ini di kota Daud, Juruselamat telah lahir bagimu, yaitu Mesias, Tuhan.” Dan kemudian, ada kumpulan malaikat muncul untuk menyatakan kemuliaan kepada Allah di tempat tertinggi. Ketika kami berpikir tentang Natal, kami selalu ingat para malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka kelihatan di pinggiran kartu Natal. Mereka adalah makhluk yang menyenangkan, tetapi tampaknya mereka tidak memainkan peran utama, setidaknya dalam perayaan Natal sentimental kebanyakan orang. Namun tidak demikian halnya dengan kisah nyata. Malaikat itu adalah utusan surgawi yang diutus untuk menyatakan bahwa Juruselamat dan Tuhan telah tiba, dan bahwa Dia adalah Kristus. Lihatlah kata “Kristus” itu bukan nama belakang Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sering melihat kata itu tetapi kami kehilangan maknanya jika kami tidak melihat lebih mendalam. Baik kata “Mesias” dalam Perjanjian Lama maupun kata “Christos” dalam Perjanjian Baru berarti Yang Diurapi, dan kata ini diambil dari Perjanjian Lama di mana Allah mengurapi orang-orang tertentu untuk tanggung jawab khusus dalam kerajaan-Nya. Perjanjian Lama menjanjikan ada Juruselamat, Penebus, Penyelamat, Mesias, dan Yang Diurapi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi nama-Nya adalah Yesus, sifat-Nya adalah Tuhan, dan gelar-Nya adalah Kristus Yang Diurapi. Dalam Perjanjian Lama ada tiga macam orang yang diurapi untuk pelayanan khusus yang luhur di dalam kerajaan. Minyak dituangkan ke atas kepala mereka sebagai lambang pengabdian mereka kepada Allah. Yang pertama adalah </span><span class="cf1"><b>para nabi</b></span><span class="cf1">. Kami melihat hal ini dalam 1 Raja-raja 19:16 di mana Elia diperintahkan untuk mengurapi penggantinya, nabi Elisa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua adalah </span><span class="cf1"><b>para imam</b></span><span class="cf1">. Dalam Keluaran 29 ada Harun dari imamat Harun, yang diperintahkan untuk diurapi. Dalam Keluaran 40:15, anak-anak Harun diurapi menjadi imam Allah. Dalam Imamat 8 ada hal yang sama dengan pengurapan Harun. Dan ketiga yang menerima urapan adalah </span><span class="cf1"><b>raja</b></span><span class="cf1">. Di dalam 1 Samuel 10:1 Saul, raja pertama, diurapi. Di dalam 1 Samuel 16, Daud diurapi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mesias itu adalah ketiga-tiganya. Menurut Ulangan 18, Dia akan menjadi nabi seperti Musa. Menurut Mazmur 1:10, Dia akan menjadi seorang imam; dan hal ini diulangi lagi dalam Zakharia 6. Dia akan menjadi seorang imam yang unik. Menurut Mazmur 2, dan juga dalam 2 Samuel 7, Dia akan menjadi Raja. Dia akan menjadi Raja dari garis keturunan Daud. Mazmur 2 mengatakan Dia akan memerintah semua bangsa-bangsa di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda melihat pengumuman tentang Kristus, para malaikat berkata, “Inilah Yang Diurapi yang Dijanjikan yang adalah Nabi, Imam dan Raja. Dan dari Kejadian 3 dimana Allah mengutuk laki-laki dan perempuan serta ular, kami diberitahu bahwa Yang akan datang adalah Dia yang meremukkan kepala ular. Penantian itu terbangun saat Anda menantikan kedatangan Yang Diurapi itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah rencana dan janji Allah. Hal itu tidak terjadi, berabad-abad berlalu, hingga, seperti yang Paulus katakan di Galatia 4:4, tibalah genap waktunya. Lukas 2:11 mengatakan, “Pada hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Yang Diurapi dan Tuhan.” Ini adalah hari yang paling monumental dalam sejarah Israel. Setelah Yesus lahir, delapan hari berlalu dan tibalah waktunya Dia disunat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah di kemudian hari apa yang Dia katakan tentang diri-Nya sendiri. Lukas 4:16-21, “Dia datang ke Nazaret, tempat dia dibesarkan. Seperti biasa, dia masuk ke sinagoga pada hari Sabat dan berdiri untuk membaca. 17 Gulungan kitab nabi Yesaya diberikan kepada-Nya, dan setelah membuka gulungan itu, Dia menemukan tempat di mana ada tertulis, 18 Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Dia telah mengurapi Aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dialah yang mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kesembuhan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, 19 untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan. 20 Kemudian Dia menggulung gulungan itu, mengembalikannya kepada pelayan itu, lalu duduk. Dan mata semua orang di sinagoga tertuju pada-Nya. 21 Ia mulai dengan mengatakan kepada mereka, “Pada hari ini, ketika kalian mendengarkannya, Firman ini telah digenapi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang diurapi ada di sini, Dialah Nabi, Imam, dan Raja tertinggi. </span><span class="cf1"><b>Ibrani 1:1-4</b></span><span class="cf1">, “Dahulu kala Allah berbicara kepada nenek moyang kami melalui para nabi pada waktu yang berbeda-beda dan dengan cara yang berbeda-beda. 2 Pada hari-hari terakhir ini, Dia telah berbicara kepada kami melalui Anak-Nya. Allah telah menunjuk-Nya sebagai pewaris segala sesuatu dan menjadikan alam semesta melalui Dia. 3 Anak adalah pancaran kemuliaan Allah dan ekspresi yang tepat dari sifat-Nya, yang menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah melakukan penyucian dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat tertinggi. 4 Maka Dia lebih utama dari para malaikat, sebagaimana nama yang diwariskan-Nya lebih baik dari pada nama mereka. Faktanya, Dia adalah Raja para malaikat. Namun Ibrani 2:9 mengatakan bahwa, ketika Dia datang ke dunia, Dia untuk sementara waktu dibuat lebih rendah dari para malaikat, untuk menderita kematian, kemudian dimahkotai dengan kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Ibrani 1 memperkenalkan kami kepada Yang Diurapi. Dialah Nabi yang mengungkapkan Allah, Dialah Imam yang mendamaikan kami dengan Allah, dan Dialah Raja yang bertakhta bersama Allah. Marilah kami lihat dulu </span><span class="cf1"><b>Nabi yang mengungkapkan</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>Allah</b></span><span class="cf1">. Nah kami tahu bahwa manusia duniawi tidak dapat memahami hal-hal tentang Allah, 1 Korintus 2:14 mengatakan “hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” Mereka tidak dapat membedakan kebenaran itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Perjanjian Lama kami diingatkan bahwa dahulu kala Dia telah berbicara kepada nenek moyang melalui para nabi dengan berbagai cara. Melalui wahyu langsung, wahyu tidak langsung, tulisan yang diilhami, penglihatan, mimpi, tipe dan simbol. Namun Dia selalu berbicara kepada manusia melalui para nabi. Sebagian di antaranya adalah sejarah, sebagian puisi, sebagian hukum, sebagian nubuatan, namun semuanya adalah Allah yang berbicara melalui Firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu tidak lengkap. Wahyu-wahyu yang menyusun 39 kitab dari Perjanjian Lama, terbentang selama satu milenium, dan ditulis oleh 40 penulis yang berbeda, namun ketidaklengkapan menandai Perjanjian Lama. Tidak ada nabi yang mendapatkan wahyu Allah sepenuhnya, sampai kami melihat bahwa Allah berbicara kepada kami melalui Anak-Nya. Tidak seorang pun pernah memahami kebenaran Allah sepenuhnya, hanya Yesus adalah yang mengungkapkan kebenaran sepenuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Dia, Allah menyatakan diri-Nya sepenuhnya. Tidak lagi dengan cara yang berbeda-beda, tetapi secara tunggal melalui Kristus. Kata Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah,” dia membicarakan Anak Allah. Yohanes 1:14 berkata, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kami, dan kami telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebenaran penuh terungkap di dalam Dia. Ayat 18, “Tidak seorang pun pernah melihat Allah pada suatu waktu; satu-satunya Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dia telah menjelaskan Dia.” Di dalam Yesus Allah diwahyukan sepenuhnya, dan Perjanjian Baru ditulis tentang wahyu penuh ini. Keempat Injil menggambarkan kedatangan dan pelayanan Yesus. Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan khotbah para rasul tentang Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Surat-surat ini menjelaskan pentingnya kehidupan-Nya dan kematian-Nya serta kebangkitan-Nya dan implikasinya di dunia. Dan Perjanjian Baru mencapai puncaknya pada kitab Wahyu dengan kedatangan kembali-Nya yang mulia. Perjanjian Baru itu semuanya tentang Yesus Kristus yang merupakan wahyu Allah yang penuh. “Di dalam Dia berdiam seluruh kepenuhan Keallahan secara tubuh,” kata Paulus. Dan dari Yesus, mereka belum pernah mendengar seseorang berbicara seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Lama itu Anda melihat pengungkapan wahyu ini. Bagi Abraham, kami menemukan bangsa Mesias. Di dalam Yakub, ada suku Mesias. Dalam Daud dan Yesaya, ada keluarga Mesias. Di Mikha, ada kota Mesias. Dalam Daniel, ada zaman Mesias. Di Maleakhi, kami menemukan pendahulu Mesias. Dan di dalam Yesaya, kami menemukan kematian dan kebangkitan Mesias. Namun masing-masing penulis hanya tahu sebagian saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ketika Kristus datang, Dia adalah wahyu Allah yang lengkap dan utuh. Dia akan mendefinisikan Kristus dalam beberapa istilah yang luar biasa. Dia adalah pewaris segala sesuatu. Dialah yang menciptakan alam semesta. Dia adalah representasi yang tepat dari sifat-Nya, dan Dia menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kuasa.” Dialah Nabi yang terhebat. Tidak ada nabi yang pernah memiliki perkataan yang sekuat perkataan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 1:3 mengatakan, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah dijadikan,” Dengan perkataan Dia menjadikan semuanya yang ada. Dialah penulis semua yang ada di dalam sejarah. Dia bukan hanya pencipta dunia material, tetapi juga dunia yang bukan material dan bagaimana semuanya berinteraksi. Demikian pula, ayat 3 mengatakan, “Dialah pancaran kemuliaan Allah.” Dialah pencipta segalanya, karena Dialah Terang segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus adalah penguasa segalanya: “Dia menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kuasa.” Ini berbicara tentang kuasa-Nya untuk menopang segala sesuatu yang ada. Segala sesuatu di alam semesta harus disatukan, dan itu disatukan oleh firman kekuasaan-Nya. Perhatikanlah, “firman-Nya penuh kuasa.” Dia berbicara, dan alam semesta tercipta. Dia berbicara terus-menerus, dan alam semesta itu dipertahankan hingga akhir itu tiba.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 11:25, “Yesus berkata kepada Marta, ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup meskipun ia mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati. Percayakah engkau akan hal ini?’ Katanya kepada-Nya, ‘Ya, Tuhan; Aku percaya bahwa Engkau adalah Mesias, Anak Allah, dan Dia yang datang ke dunia.’” Marta mendeklarasikan bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan, yaitu sang Nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, Dialah </span><span class="cf1"><b>Imam yang mendamaikan</b></span><span class="cf1"> manusia dengan Allah. Kembali ke ayat 3: “Ketika Dia menyucikan dosa.” Ini memperkenalkan kami pada pekerjaan imamat-Nya. Itulah yang dilakukan para imam. Mereka menghadap Allah dengan cara yang ditentukan untuk mempersembahkan kurban yang diperlukan Allah untuk membayar dosa-dosa manusia. Itulah yang dilakukan Yesus. Dia mempersembahkan satu-satunya korban yang dapat menghapus dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada imam seperti Dia. Setiap imam akan kembali setiap hari dan melakukan apa yang dia lakukan di pagi hari lagi di malam hari. Tidak pernah ada akhir dari hal itu. Namun penulis Ibrani ingin kami memahami bahwa belum pernah ada Imam Besar seperti ini. Ibrani 2:17 mengatakan, “Ia menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan kesetiaan dalam segala hal yang berhubungan dengan Allah, untuk mendamaikan dosa-dosa manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan dari Tuhan sendiri adalah bahwa Dia adalah Mesias, dan Dia telah datang untuk menggenapi janji-janji ini. Hal ini menjadi pokok khotbah mereka dalam Kisah Para Rasul. KPR 3:18 mengatakan, “Apa yang telah diberitahukan Allah sebelumnya melalui mulut semua nabi-nabi, adalah bahwa Kristus ini akan menderita, itu telah digenapi-Nya.” Jadi para rasul harus memberitakan bahwa Allah telah berjanji bahwa Mesias itu akan menderita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mempersembahkan korban yang memuaskan Allah. Tidak ada imam yang pernah melakukan hal itu. Ibrani 4:14 mengatakan, “Kami tidak punya Imam Besar yang tidak dapat menyantuni dengan kelemahan kami, melainkan Dia yang telah dicobai dalam segala hal sama seperti kami, tetapi tidak berbuat dosa.” Ibrani 5:5 mengatakan, “Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri untuk menjadi Imam Besar, tetapi Allah berfirman: ‘Engkaulah Anak-Ku, pada hari ini Aku telah menjadi Bapak-Mu,’</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 6 mengatakan, ‘Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek.’ Ayat 9, “Setelah Dia disempurnakan, Dia menjadi sumber keselamatan kekal bagi semua orang yang menaati-Nya.” Ibrani 9:11-14 mengatakan, “Tetapi Kristus telah menyatakan diri sebagai Imam Besar atas segala hal baik yang telah terjadi. Di dalam Kemah Suci yang lebih sempurna, yang bukan buatan tangan, 12 Dia masuk ke dalam tempat maha kudus satu kali untuk selama-lamanya, bukan dengan darah kambing dan darah anak sapi,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dengan darah-Nya sendiri, Dia telah memperoleh penebusan kekal. 13 Sebab jika darah kambing jantan, lembu jantan, dan abu sapi muda, yang dipercikkan kepada orang-orang najis, dapat menyucikan tubuh untuk penyucian sementara, 14 terlebih lagi darah Kristus, yang oleh Roh kekal itu menawarkan diri-Nya tanpa cela kepada Allah, untuk membersihkan hati nurani kami dari perbuatan dosa sehingga kami bisa beribadah kepada Allah yang hidup?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia bukan hanya imam saja, tetapi Dia adalah Imam yang mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Petrus berkata, “Kami ditebus bukan dengan benda fana seperti perak dan emas, tetapi dengan darah Yesus Kristus yang mahal, Anak Domba yang tidak bercela dan tidak bercacat.” Dia adalah Imam yang simpatik dan sempurna. Dia adalah pengorbanan yang sempurna. Dia adalah manusia, dan Dia menggantikan manusia; Dia adalah Allah dan Dia memiliki kuasa untuk mengalahkan kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, kami bertemu </span><span class="cf1"><b>Kristus yang adalah Raja</b></span><span class="cf1">. Pada akhir Ibrani 1:3 dikatakan, “Setelah melakukan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat tinggi.” Para imam tidak pernah duduk. Mereka tidak pernah berhenti mempersembahkan kurban. Namun Yesus duduk karena Dia bukan hanya seorang imam saja, Dia adalah seorang Raja. Dia duduk di sebelah kanan, di sisi kekuasaan Yang Mulia di tempat tinggi; Dia mengambil tempat yang selayak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu mengatakan, Dia menjadi Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala Tuhan. Dan sejak Dia naik ke surga, Dia memerintah sebagai Raja kekal. Bukti keluarga raja-Nya yang berdaulat adalah </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Maka Dia lebih utama dari pada para malaikat, sama seperti nama yang diwariskan-Nya lebih tinggi dari pada nama mereka.” Ayat 5, “Sebab kepada malaikat manakah Allah pernah berkata, ‘Engkaulah Anakku, hari ini Aku telah menjadi Bapamu’?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan biarlah semua malaikat Allah menyembah Dia.’” Kembali ke Lukas 2:11-14, Malaikat Tuhan muncul dan berkata, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan tiba-tiba muncullah bersama malaikat sejumlah besar penghuni surga sambil memuji dan berkata, ‘Allah di muliakan di tempat yang maha tinggi.’” Para malaikat tidak membutuhkan seorang nabi. Para malaikat tidak membutuhkan seorang imam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para malaikat itu mempunyai seorang raja; Dia selalu menjadi Raja mereka: Yesus, Raja para malaikat, Raja manusia dan Cahaya surga. Charles Wesley memahami hal itu ketika dia menulis, “Para malaikat pemberita bernyanyi, ‘Kemuliaan bagi Raja yang baru lahir!’” Para malaikat suci selalu memuja Dia, dan mereka memuja Dia sebagai Nabi, Imam, dan Raja utama: Penebus Yang Diurapi yang Dijanjikan Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231217</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000021B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah Kirim Anak-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000021A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:1-7</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kami memikirkan tentang kelahiran Tuhan kita, perhatikanlah Galatia 4. Ada sebuah ayat kunci di sana yang harus kami renungkan malam ini saat kami membaca Firman Allah. Marilah saya membaca Galatia 4:1-7, “Sekarang saya katakan, selama ahli waris masih anak-anak, dia sama sekali tidak berbeda dengan budak, meskipun ia adalah pemilik segala sesuatu. 2 Sebaliknya, dia berada di bawah wali dan pengurus itu sampai waktu yang ditentukan oleh bapak-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">3 Kami juga, ketika kami masih anak-anak, berada dalam perbudakan di bawah dunia. 4 Ketika waktunya genap, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan, yang lahir di bawah hukum Taurat, 5 untuk menebus mereka yang berada di bawah hukum Taurat, supaya kami dapat diangkat menjadi anak. 6 Dan karena kalian adalah anak-anak, maka Allah mengutus Roh Kudus ke dalam hati kami sambil berseru, “Ya Abba, Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi seorang budak melainkan seorang anak, dan kemudian Allah menjadikan kamu ahli waris.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kami fokus pada ayat 4, “Ketika sudah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan, yang lahir di bawah hukum Taurat.” Ungkapan “genap waktunya” menandai kenyataan bahwa Allah telah menetapkan waktu yang ditentukan untuk mengutus Anak-Nya. Jadi ketika kami bertanya, “Kapan Natal itu dimulai?” Hal ini tidak dimulai sejak ada anak dikandung Maria seorang perawan, melainkan itu dimulai sejak ada kisah di kitab Kejadian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami harus kembali ke buku Kejadian untuk melihat janji yang digenapi pada kedatangan Anak Allah itu. Sekarang kami semua tahu bahwa di dalam buku Kejadian 1 ada catatan tentang penciptaan Allah. Allah Bapa yang kekal, Yang Mahakuasa, Allah Tritunggal, Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus menciptakan seluruh alam semesta dan segala isinya, dan Dia melakukannya di dalam enam hari. Dan pada hari keenam ada penciptaan manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Kejadian 2, kami fokus pada penciptaan laki-laki dan penambahan perempuan itu. Allah memberi kami rincian tentang penciptaan laki-laki dan kemudian penciptaan perempuan, dan kemudian memberi mereka kuasa atas seluruh ciptaan dan semua sumber daya yang ada di dalamnya. Kami juga melihat dalam Kejadian 2 bahwa pria dan wanita itu ada hubungan dengan Allah. Mereka benar-benar menjadi anak-anak Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Anda sampai pada Kejadian 3. Inilah pasal yang paling mengerikan yang menggambarkan hal yang paling buruk dengan akibat jangka panjang yang pernah terjadi dari peristiwa ini sejak penciptaan, dan itu adalah kejatuhan manusia. Setan yang jatuh terlebih dahulu bersama beberapa malaikat turun ke taman Eden, merayu Hawa; dan Adam dan Hawa berdosa dan memberontak. Akibatnya, seluruh ciptaan itu dikutuk Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengaruh dosa di dunia itu menyentuh setiap molekul. Segala sesuatu mulai mati. Mereka tidak percaya kepada Allah dan malah percaya perkataan Iblis. Mereka tidak menaati perintah Allah yang sederhana dan menjerumuskan seluruh umat manusia dan seluruh ciptaan ke dalam kondisi terkutuk dan sekarat. Segala sesuatu telah rusak, segala sesuatu dinubuatkan menuju ke kehancuran, dan seluruh proses hidup manusia ditentukan oleh kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di masa depan, seluruh alam semesta itu akan dihancurkan dan digantikan dengan langit baru dan bumi baru. Kejatuhan manusia itu menyebabkan ada kutukan pada perempuan, kutukan pada ular, dan kutukan pada laki-laki itu. Marilah kami baca Kejadian 3:14, 15 dan 16, “Maka berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu: Karena kamu telah melakukan ini, terkutuklah kamu lebih dari segala ternak dan lebih dari segala binatang liar. Kamu akan bergerak dengan perutmu.”</span></span><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dan kamu akan makan debu sepanjang hidupmu. 15 Aku akan membuat permusuhan di antara kamu dan perempuan itu, dan di antara keturunanmu dan keturunan perempuan itu. Dia akan memukul kepalamu, dan kamu akan memukul tumitnya. 16 Dan Allah berkata kepada wanita itu: Aku akan memperparah kesakitan persalinanmu; kamu akan melahirkan anak dengan usaha yang sangat menyakitkan. Keinginanmu adalah untuk suamimu, namun dia akan memerintah atasmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian kutukan terhadap manusia, ayat 17, “Terkutuklah tanah itu karena kamu; dengan bekerja keras kamu akan memakan hasilnya seumur hidupmu. Baik semak duri maupun rumput duri akan bertumbuh bagimu; dan kamu akan makan tanaman di ladang; dengan berkeringat kamu akan makan roti sampai kamu kembali menjadi tanah, karena dari situlah kamu diambil; karena kamu adalah debu, dan kamu akan kembali menjadi debu.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam kutukan itu terdapat janji yang digenapi pada saat ada perayaan Natal. Di ayat 15, Allah berkata kepada ular itu, “Aku akan mengadakan permusuhan antara kamu dan perempuan itu, dan di antara benihmu dan benihnya; Dia akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan meremukkan tumitnya.” Inilah hati Allah yang begitu besar, dengan kasih dan belas kasihan yang begitu besar, sehingga Dia tidak dapat menyelesaikan kutukan tersebut tanpa menyatakan janji penebusan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Janji di tengah kutukan itu adalah bahwa ada seorang anak yang akan menjadi keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular. Dialah yang akan membinasakan si perusak, dan Dia adalah salah satu keturunan perempuan itu. Ini berbicara tentang firdaus yang dipulihkan dan diperoleh kembali. Tuhan memberikan janji ini bahkan sebelum Dia menyelesaikan kutukan itu. Tuhan memberikan janji ini bahkan sebelum Dia memberi pakaian kepada Adam dan Hawa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan memberikan janji ini bahkan sebelum Dia mengusir mereka dari taman untuk selamanya; Dia memasang kerub dan pedang menyala untuk memastikan mereka tidak pernah sanggup kembali. Mereka telah masuk kedalam kondisi keterasingan dari Allah. Mereka diciptakan menurut gambar Allah; mereka adalah pembawa gambar-Nya; mereka berkomunikasi dengan Allah dalam persekutuan yang murni sebagai Bapa yang penuh kasih. Sekarang semuanya telah berakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah berubah dari anak Allah menjadi anak Setan, mereka telah pergi dari menetap di surga sampai keluar dari surga, dan dunia di sekitar mereka telah dihancurkan oleh dosa-dosa. Ular itu sepanjang sejarah manusia di seluruh dunia, merupakan simbol dan pengingat akan kutukan. Ular itu menggambarkan si Iblis. Imamat 11:42 mengatakan, “Apa pun yang merangkak dengan perutnya, adalah jijik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam arti tertentu, inilah kebalikan dari pelangi. Setiap pelangi adalah kesaksian akan fakta bahwa Allah berjanji Dia tidak akan membinasakan dunia lagi dengan air. Ini juga mendefinisikan kehidupan ular, ini merupakan kesaksian dari janji Allah untuk menghancurkan Setan. Dia hancur dalam rencana Allah. Faktanya, rasul Paulus berkata, “Bahkan sekarang dia ada di bawah kakimu.” Ular adalah simbol degradasi dan kekalahan iblis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anak-anak iblis atau anak-anak Allah, hanya ada dua pilihan. Anak-anak iblis di sini diidentifikasikan sebagai benih Setan, anak-anak Allah di identifikasikan di sini sebagai benih Hawa, yang juga merupakan bukti keselamatan Hawa. Dia adalah ibu, secara simbolis dan harfiah, dari semua orang yang akan datang ke dunia, karena dialah satu-satunya wanita; dia mulai ras manusia bersama dengan Adam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan anak-anak Setan dan anak-anak Hawa atau anak-anak keselamatan akan saling berkonflik. Itulah arti dari kata “permusuhan”. Jadi sejarah manusia ditandai dengan konflik di antara orang benar dan orang tidak benar, anak-anak Iblis melawan anak-anak Allah. Namun konflik kemudian terfokus pada satu individu saja, karena dikatakan, “Dia akan meremukkan kepalamu.” Itulah janji dari Mesias yang akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah janji yang sangat luar biasa. Dan selama ratusan tahun, inilah satu-satunya Injil yang ada. Janji bahwa akan datang Dia yang akan menghancurkan Setan, yang akan mengakhiri pengaruh si penggoda itu. Dialah yang akan mengembalikan firdaus itu dan memulihkan manusia menjadi anak-anak Allah. Itu saja Injil yang ada selama berabad-abad, dan Injil itu akan datang melalui benih perempuan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang hal ini bukannya terjadi tanpa penderitaan, karena Setan, dikatakan, akan meremukkan tumit-Nya. Jadi Yang mengalahkan Setan itu, Dia sendiri akan disakiti oleh Setan. Jadi di dalam janji yang tertanam dalam kutukan itu ada janji terbesar yang pernah diberikan kepada umat manusia. Harapan, belas kasihan, pengampunan dosa dan pemulihan semuanya terikat di dalamnya. Jadi di sinilah perayaan Natal itu dimulai dengan sebuah janji yang tertanam dalam suatu kutukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami kemudian mempelajari di Kejadian 12 dan juga di Kejadian 22:18, ketika Allah berfirman kepada Abraham, bahwa benih yang akan meremukkan kepala ular itu akan datang melalui Abraham, bahwa Dia akan menjadi anggota keluarga Abraham, Dia adalah keturunan Abraham. Dalam Kejadian 22:18, Allah berkata kepada Abraham, “Melalui benihmu semua bangsa di bumi akan diberkati.” Kemudian Allah mengesahkan hal itu di dalam Kejadian 15.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham harus memotong beberapa binatang menjadi dua dan memisahkannya sehingga ada jalan di antara mereka, dia harus meletakan burung mati itu di kedua sisinya lebar-lebar, karena di dunia kuno itulah cara mereka membuat perjanjian secara simbolis. Biasanya dua orang akan melewati potongan binatang tersebut. Namun di dalam kasus Kejadian 15 ini, Allah membius Abraham sampai dia tertidur, dan Allah melewatinya sendirian. Dia membuat janji itu dengan diri-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami kemudian belajar bahwa benih itu akan datang melalui garis keturunan Raja Daud. Marilah kami baca 2 Samuel 7:12, Allah berfirman, “Setelah genap umurmu dan kamu berbaring bersama nenek moyangmu, Aku akan membangkitkan benihmu, yang akan keluar dari padamu, dan Aku akan mendirikan kerajaan-Nya.” Ini bukan Salomo, karena ayat 13 mengatakan, “Ia akan membangun rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mendirikan takhta kerajaan-Nya untuk selama-lamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berbicara tentang putra Daud yang lebih besar, yang akan menjadi Mesias. Di dalam Ulangan 18 kami belajar bahwa benih itu akan menjadi seorang pengkhotbah, seorang pengkhotbah seperti Musa. Yesaya memberi kami dua nubuatan dalam 2 Samuel 7:14, “Sebab itu Tuhan sendiri akan memberikan kepadamu suatu tanda: Sesungguhnya, seorang anak perawan akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Dia akan dinamakan Imanuel, yang artinya Allah menyertai kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di Yesaya 9:6, ada nubuatan lain tentang anak ini, “Sebab akan lahir bagi kami seorang Anak, seorang Anak akan diberikan kepada kami, dan pemerintahan itu ada di pundak-Nya. Dia akan diberi nama Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Bapa Kekal, dan Pangeran Damai.” Pemerintah itu berarti kekuasaan tertinggi atas segalanya. Peningkatan pemerintah perdamaian-Nya tidak akan ada akhirnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 89:3-4 mengatakan, “Tuhan berfirman, “Aku telah membuat perjanjian dengan orang pilihan-Ku; Aku telah bersumpah kepada Daud, hambaku: 4 'Aku akan mendirikan keturunanmu untuk selama-lamanya.” Anak Daud yang adalah Raja sejati, Anak Allah, selamanya bertahta di atas takhta yang tidak ada habisnya. Dia dipanggil lagi di ayat 27, “Aku juga akan menjadikan Dia anak sulungku, yang terbesar di antara raja-raja di bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi siapakah benih ini? Paulus memberi kami jawabannya dalam Galatia 3:16, “Nah janji-janji itu telah diberitahukan kepada Abraham dan keturunannya. Ia tidak mengatakan “dan kepada benih-benih,” seolah-olah memaksudkan banyak orang, namun mengacu kepada satu benih, yaitu benihmu, yaitu Yesus Kristus.” Orang yang memenuhi semua janji Allah. Dialah yang akan mendirikan kerajaan kebenaran yang kekal. Itu adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 1:1 mengatakan, “Inilah catatan tentang silsilah Yesus Kristus, keturunan Daud, dan keturunan Abraham.” Ayat 16:“Dan Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria itu, yang melahirkan Yesus, yang disebut Mesias.” Jadi Matius 1:18 mengatakan, “Kelahiran Yesus Kristus terjadi seperti ini: Setelah ibu-Nya, Maria bertunangan dengan Yusuf, telah diketahui bahwa Maria itu mengandung dari Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">19 Jadi suaminya, Yusuf, adalah orang yang saleh. Dan karena dia tidak ingin mempermalukannya di depan umum, dia memutuskan untuk menceraikannya secara diam-diam. 20 Tetapi setelah dia mempertimbangkan hal-hal ini, ada malaikat Tuhan yang menampakkan diri kepadanya di dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, jangan takut untuk mengambil Maria sebagai istrimu, karena apa yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">21 Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau harus menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Itu tidak lain dari Yesus. Inilah Yang menggenapi semua janji Allah tentang firdaus yang diperoleh kembali, yang dipulihkan, dan Dia akan menghancurkan Setan dan menyelamatkan manusia, dan Dia akan memulihkan orang-orang menjadi anak-anak Allah. Dan ini menjadi pesan yang diberitakan oleh para rasul. Lihatlah Kisah Para Rasul 13.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum Taurat tidak dapat membebaskan Anda dari dosa, dari kematian, dan dari neraka. Jadi pesan dari para rasul adalah bahwa janji yang Allah berikan kepada nenek moyang kami di dalam kitab Kejadian telah digenapi di dalam Yesus. Bagaimana keselamatan-Nya datang kepada saya sebagai orang berdosa? Galatia 3:26, “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus,” bukan karena kalian layak, tetapi oleh karena iman di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak menciptakan Anak-Nya, Dia mengutus-Nya; Dia sudah berada sebelumnya secara kekal: Dia lahir dari seorang wanita, penuh kemanusiaan; Dia diutus oleh Allah, penuh keilahian. Dan mengapa Dia datang? Untuk menebus kami. Bagaimana Dia menebus kami? Dia mati di kayu salib, untuk menanggung kutukan yang patut kami terima, untuk menebus kami dari kutukan, supaya di dalam Kristus Yesus berkat Abraham dapat datang kepada semua bangsa-bangsa, sehingga kami dapat menerima janji Roh melalui iman.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi kami yang beriman kepada Kristus, firdaus telah diperoleh kembali. Kami adalah warga surga: warisan kami ada di sana, Bapa kami ada di sana, keluarga kami ada di sana. Sekali lagi, kami adalah pembawa gambar Allah kembali. Kami adalah anak-anak Allah. Kami dulu adalah anak-anak Setan, yang terikat pada Hukum dan dosa, yang membawa kami ke neraka. Namun dengan menaruh kepercayaan kami kepada Kristus, kami telah menjadi anak-anak Allah. Marilah kita bersyukur dan berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Dec 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231210</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000021A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persiapan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000219"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:10-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:10-16</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 21:1-16, kami telah mempertimbangkan narasi dan bagian sejarah ini, dan tidak ada instruksi khusus untuk orang percaya. Hal ini memberikan contoh tentang keyakinan Paulus. Kami menemukan dalam ayat ini komitmen yang Paulus tunjukkan. Dan seperti yang telah kami pelajari di sini melalui contoh ini bahkan lebih jelas daripada apa yang kami dengar melalui ajaran. Dalam mempelajari Kisah Para Rasul, kami sedang mempelajari sebuah contoh yang bagus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kami mendapat manfaat dari narasi sejarah dan mengambil prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan kami sendiri. Paulus mengakhiri perjalanan misionarisnya yang ketiga dan pergi ke Yerusalem, seperti yang kami lihat dari kehidupannya sebuah ilustrasi yang luar biasa tentang komitmen yang telah diberikan Allah kepadanya. Ujian sebenarnya bagi setiap pria dan wanita adalah seberapa besar mereka memberikan diri mereka sendiri. Kami semua bisa merasakan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Ibrani 11, Anda melihat para pahlawan iman, dan mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh berkomitmen. Dan ayat 24 mengatakan, “Karena iman maka Musa, ketika ia sudah dewasa, menolak disebut anak putri Firaun.” Dan pada saat itu, Musa telah naik pangkat menjadi seorang pangeran. Ayat 25 mengatakan, “Dia lebih memilih menderita sengsara bersama umat Allah dari pada menikmati kenikmatan dosa musim itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka, dia menentukan pilihannya, ayat 26 mengatakan, “menghargai celaan dari Yang Diurapi.” Musa berpikir bahwa celaan karena diurapi Allah adalah lebih baik dari pada kekayaan harta Mesir. Dengan kata lain, dia lebih memilih dibenci dan diurapi Allah, daripada dicintai dan menjadi milik Mesir. Dia rela mengorbankan kekayaan sementara demi imbalan abadi. Pahala Allah itu bersifat kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang lain di ayat 31, “Karena iman, Rahab, pelacur itu, tidak binasa bersama orang-orang kafir, pada waktu ia telah menerima mata-mata itu dengan damai.” Inilah seorang wanita yang menentang seluruh masyarakatnya. Dia aman di kotanya, tetapi dia percaya pada Allah, dan melawan semua politik Yerikho, dia memilih imannya pada Allah dan percaya pada Allah dan rela berkorban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah menghormatinya. Wanita itu adalah seorang pelacur. Dan dia juga seorang Kanaan. Itu buruk. Dan dia adalah seorang Amori. Itu lebih buruk. Namun anugerah Allah selalu lebih besar daripada Israel, dan pelacur Amori Kanaan itu, yang bukan Yahudi itu dimasukkan langsung ke dalam garis keturunan Mesias. Dia adalah ibu Boas, kakek buyut Daud. Jadi, ada wanita non-Yahudi yang termasuk dalam garis keturunan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Roma 8:18 Paulus berkata, “Penderitaan hidup ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kami peroleh di akhirat.” Itulah pilihan terbesar. Anda menaati Allah, ada keuntungan kekal. Ketika Kristus datang, penggenapan semua impian mereka terjadi dalam Perjanjian Baru, hal-hal yang hanya mereka lihat di masa depan dan tidak pernah mereka terima. Mereka memberi hidup mereka demi harapan yang tidak pernah mereka lihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah minta dari kami tingkat komitmen yang sama untuk sebuah pengharapan yang sudah menjadi fakta dalam sejarah. Kristus memang hidup; Dia memang mati; Dia bangkit kembali. Dan Dia hidup di sebelah kanan Allah Bapa, dan Dia akan mengerjakan kehendak dan kuasa-Nya melalui kami. </span><span class="cf1"><b>Jadi tingkat komitmen kami seharusnya melebihi tingkat komitmen semua orang yang tercantum dalam Ibrani 11, benar?</b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kami berbicara tentang komitmen. Dan seperti yang kami lihat sebelumnya, ada berbagai jenis tingkat komitmen. Sekarang dalam KPR 21 ada tiga jenis komitmen yang berbeda. Adanya komitmen </span><span class="cf1"><b>yang tidak lengkap</b></span><span class="cf1">; kamu tidak pernah memberi semuanya kepada Tuhan. Ada komitmen </span><span class="cf1"><b>yang tidak tulus</b></span><span class="cf1">; kamu orang palsu. Dan ada komitmen </span><span class="cf1"><b>yang terputus-putus</b></span><span class="cf1">; Anda berkomitmen hari ini, tetapi siapa tahu tentang hari esok.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketika kami sampai pada KPR 21, kami melihat contoh komitmen ini dalam diri rasul Paulus. Dan kami telah melihat empat poin yang membantu kami melihat seluruh keyakinan ini. Komitmen tersebut </span><span class="cf1"><b>tahu tujuannya</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>tidak dapat dialihkan</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>membayar apa pun harganya</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>mempengaruhi orang lain</b></span><span class="cf1">. Nah, poin pertama, keyakinan tahu tujuannya. Anda tidak bisa menjadi berani kecuali Anda memiliki keyakinan yang Anda perjuangkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. </span><span class="cf1"><b>Tujuannya </b></span><span class="cf1">adalah, “Allah ingin saya memberikan uang ini kepada orang-orang kudus di Yerusalem.” Itulah keyakinannya; itulah tujuannya; itulah harapannya. Kedua, keyakinan ini </span><span class="cf1"><b>tidak bisa dialihkan</b></span><span class="cf1">. Paulus tiba di Tirus dalam perjalanannya, dan mereka semua berkata, “Oh, jangan pergi ke Yerusalem.” Dan setelah mereka semua selesai, dia berpamitan dan berangkat ke Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, dan keyakinan ini </span><span class="cf1"><b>dibayar sepenuhnya</b></span><span class="cf1">. Bagi Daniel ada peraturan seperti ini, “Kamu tidak diperbolehkan berdoa kepada siapa pun kecuali kepada raja.” Lalu, apa yang dilakukan Daniel? Dia melakukan apa yang selalu dia lakukan. “Jadi, kamu akan dibawa di kandang singa.” Apa yang Daniel lakukan? Dia melakukan apa yang selalu dia lakukan: dia berdoa kepada Allah. Dia membayar berapa pun harganya. Dia berakhir di kandang singa dan Allah menyelamatkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menghormati mereka yang bersedia melakukan apa yang Allah ingin mereka lakukan. Ayat 8-9, “Keesokan harinya kami berangkat dan tiba di Kaisarea, di mana kami masuk rumah Filipus si penginjil, salah satu dari Ketujuh itu, dan tinggal bersamanya. 9 Orang ini mempunyai empat anak perempuan perawan yang dapat bernubuat.” Filipus adalah salah satu dari tujuh orang yang dipenuhi Roh Kudus yang merupakan diaken pertama gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mula-mula dia dijadikan diaken, lalu dia menjadi penginjil di Kaisarea. Dan itu adalah kota Romawi yang indah. Dia mempunyai empat anak perempuan yang masih perawan. Dan dikatakan bahwa mereka sanggup bernubuat. Allah memakai mereka untuk menyampaikan kata-kata instruksi praktis kepada gereja. Paulus akan tiba di Yerusalem pada hari Pentakosta. Jadi, dia lebih cepat dari jadwalnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Setelah kami berada di sana beberapa hari, datanglah seorang nabi bernama Agabus dari Yudea.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah seorang nabi bukan dalam pengertian Perjanjian Lama tetapi dalam pengertian Perjanjian Baru. Pada tahun-tahun awal gereja, ada dua orang penting. Efesus 2:20 mengatakan, “Para rasul dan nabi adalah fondasi Gereja.” Paulus, ketika dia menulis untuk memberikan petunjuk kepada gereja, menyerahkan kepemimpinan gereja kepada para pendeta dan penatua. Dan istilah “penginjil” tiba-tiba mulai digunakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kami percaya bahwa para rasul dan nabi digantikan secara kronologis oleh para pendeta dan para penginjil. Nah para nabi mendapat wahyu praktis. Paulus adalah seorang rasul. Dia juga disebut nabi dalam arti dia adalah seorang pengkhotbah. Paulus memberikan wahyu mengenai doktrin. Ketika Agabus memberi wahyu, hal itu berkaitan dengan kehidupan praktis jemaat Gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 11:28, Agabus memberi wahyu tentang kelaparan yang akan datang. Nah, di sini Agabus muncul lagi, dan dia memberikan nubuatan lain yang tidak mengandung doktrin apa pun di dalamnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Ia datang kepada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus, lalu mengikat kaki dan tangannya sendiri, lalu berkata: “Beginilah firman Roh Kudus: 'Demikianlah orang Yahudi di Yerusalem akan mengikat pemilik ikat pinggang ini dan menyerahkannya kepada orang-orang non-Yahudi.'”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata, “Kamu akan mendapat penganiayaan Paulus, ketika kamu tiba di Yerusalem. Anda akan diikat dan diserahkan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.” Dan itulah yang benar terjadi. Ya, Allah menggunakan ini untuk menggambarkan nubuatan dengan jelas. Allah telah melakukan hal ini berkali-kali. Lihatlah Yeremia 13. Tuhan berkata kepada Yeremia, “Pergilah, belilah celemek linen dan kenakanlah itu di pinggangmu, dan jangan itu dimasukkan ke dalam air.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cemelek itu kotor dan kasar. Dan firman Tuhan datang kepadaku untuk kedua kalinya, yang berbunyi, ‘Ambillah celemek yang telah kamu beli, bangkitlah dan pergilah ke sungai Efrat dan sembunyikan itu di sana dalam celah batu.’” Dia melakukan itu. Kemudian Tuhan berkata, “Nah, ambillah itu setelah beberapa waktu berlalu.” Ayat 7, “Lalu aku pergi ke sungai Efrat dan mengambil celemek itu, dan lihatlah, celemek itu sudah rusak, dan tidak ada gunanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Firman Tuhan datang kepadaku, sambil berkata: Beginilah firman Tuhan, dengan cara ini Aku akan menghancurkan kesombongan Yehuda dan kebanggaan Yerusalem.'” Ada satu lagi dalam Yehezkiel 4:1-7, “Sekarang hai anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkanlah itu di depanmu, dan gambarlah kota Yerusalem di atasnya. 2 Kemudian lakukan pengepungan terhadapnya: Bangunlah tembok pengepungan, buatlah jalan landai, buatlah kamp militer, dan pasanglah alat pendobrak di semua sisinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">3 Ambillah sebuah pelat besi dan pasanglah itu sebagai tembok besi di antara dirimu dan kota. Hadapilah supaya ia dikepung, dan kepunglah ia. Ini akan menjadi tanda bagi kaum Israel.” Itulah yang akan terjadi, Nebukadnezar akan datang dan mengepung Yerusalem. Ayat 4, “Berbaringlah miring kesebelah kiri dan di atasnya letakkanlah dosa-dosa kaum Israel. Kalian akan menanggung kesalahan mereka selama waktu hari-harinya kamu berbaring miring.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">5 Sebab Aku telah menetapkan kepadamu tahun-tahun kesalahan mereka, sesuai dengan jumlah hari kamu berbaring, 390 hari; maka kamulah yang akan menanggung kesalahan kaum Israel. 6 Kalau kamu sudah menyelesaikan hari-hari ini, berbaringlah lagi, tetapi miring ke kanan, dan tanggunglah kesalahan kaum Yehuda. Aku telah menugaskanmu empat puluh hari, satu hari untuk setiap tahun. 7 Hadapi pengepungan Yerusalem dengan tangan terbuka, dan bernubuatlah yang menentangnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nabi ini mengikat dirinya dan berbaring di sana selama hari-hari itu. Dan setiap orang akan berkata, “Apakah sedang terjadi,” dan kemudian mereka akan mulai merasakannya ketika mereka mulai melihat hari demi hari nubuatan ini terjadi tepat di depan mata mereka. Yehezkiel 5:1-4 adalah salah satu ayat yang menarik. Pedang di sini adalah lambang raja Babilonia. Dan dia berkata, “Anak manusia, ambillah pisau cukur, dan cukurlah kepala dan janggutmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ambil satu set sisik dan bagilah rambutmu. 2 Sepertiga dari jumlah itu harus kamu bakar di kota setelah hari-hari pengepungan itu berakhir; dan kamu harus mengambil sepertiganya dan menebasnya dengan pedang di keliling kota; dan sepertiganya harus kamu hamburkan ke arah angin, karena Aku akan menghunus pedang untuk mengejar mereka. 3 Tetapi kamu harus mengambil beberapa helai rambut itu dan mengikatnya pada lipatan jubahmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">4 Ambillah beberapa lagi, dan buanglah itu ke dalam api, dan bakarlah itu di dalamnya. Api akan menyebar dari sana ke seluruh kaum Israel.” Ada yang mati karena api, ada yang mati karena pedang, dan ada yang tersebar angin. Ambillah beberapa helai rambut dan tempelkanlah itu di jubah Anda. Tahukah Anda siapakah itu? Itu adalah sisa dari Israel. Jadi, sekali lagi inilah ilustrasi yang sangat jelas tentang apa yang akan terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang marilah kami kembali ke KPR 21. Allah menggunakan nabi-nabi-Nya untuk menyampaikan pesan-pesan strategis, dan sering kali pesan-pesan tersebut adalah pesan tentang penderitaan yang akan datang. Agabus itu tiba, dan dengan cara yang sangat jelas, di ayat 11, memberitahu Paulus bahwa dia akan diikat dan diserahkan kepada orang non-Yahudi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Ketika kami mendengar hal itu, kami dan penduduk setempat memohon kepadanya agar ia tidak pergi ke Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Paulus menjawab: “Apakah yang kalian lakukan sambil menangis dan mematahkan hatiku? Sebab aku bersedia bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem demi nama Tuhan Yesus.” Berapa banyak nyawa orang yang musnah dengan cara ini tanpa pernah melaksanakan kehendak Allah? Ingatlah Yesus berkata, “Jika kamu tidak rela meninggalkan ayah dan ibu serta semua orang yang kamu kasihi dan ikuti Aku, kamu tidak layak menjadi murid-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan izinkan saya mengatakan sesuatu, para ibu dan para ayah. Pada suatu hari nanti Anda mungkin harus menyerahkan anakmu ke ladang misi. Bersikaplah cukup obyektif untuk membiarkan pikiran Anda berhenti pada kenyataan bahwa jika ia berada dalam kehendak Allah, ia sama amannya dengan kuatnya kedaulatan Allah. Dan jangan pernah ragu-ragu ketika Anda tahu bahwa ada orang-orang yang merasa bahwa ini adalah arahan Allah, dan bahwa mereka telah bertekad untuk melakukan hal ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah suka orang Kristen yang tidak harus mulai lari untuk terlibat dalam hal apa pun. Karena jika Anda memiliki doktrin Allah yang memadai, maka apapun yang terjadi dapat diterima. Pertama, Anda harus memahami kebapakan Allah. Ibrani 12:7 mengatakan, “Bertahanlah penderitaan itu sebagai didikan: Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Sebab anak manakah yang tidak didisiplin oleh ayahnya?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang tua mendisiplin karena tiga alasan: </span><span class="cf1"><b>retribusi</b></span><span class="cf1">, yaitu hukuman langsung atas dosa. Dan mereka juga mendisiplinkan untuk </span><span class="cf1"><b>pencegahan</b></span><span class="cf1">. Dan alasan terakhir adalah untuk </span><span class="cf1"><b>pendidikan</b></span><span class="cf1">. Terkadang disiplin itu mendidik kami. Disiplin itu mendidik Anda untuk semakin bersandar kepada Allah sebagai satu-satunya sumber daya Anda. Ingatlah Ayub, ringkasan seluruhannya ada di Ayub 42:1-10, dimana dia berkata, “Sekarang aku mengerti Allah. Sekarang aku benar mengenal Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin kami bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Saya selalu tahu apakah seorang anak tidak dicintai. Mengapa? Dia tidak di disiplin. Jika orang tuanya sayang anak itu, mereka pasti meluangkan waktu untuk mendisiplin anak itu. Anda dapat menanggapi disiplin macam ini dengan dua cara. Anda bisa belajar darinya, atau Anda bisa mengkhawatirkannya. Dan bagi kalian yang belajar darinya, ada pelayanan Kristen yang membuahkan hasil yang luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata dalam Matius 6:25-27, “Jangan kuatir akan hidupmu, apa yang akan kamu makan atau minum; atau tentang tubuhmu, apa yang akan kamu kenakan. Bukankah hidup lebih dari sekedar makanan dan tubuh lebih dari sekedar pakaian? 26 Perhatikanlah burung-burung di udara: Mereka tidak menabur, tidak menuai, dan tidak mengumpulkan makanan di lumbung, namun Bapa Surgawimu memberi mereka makan. Bukankah kamu lebih berharga dari mereka? 27 Adakah di antara kalian yang dapat menambah waktu hidupnya satu saat saja dengan rasa khawatir?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Karena dia tidak mau diyakinkan, maka kami tidak berkata apa-apa lagi kecuali, “Terjadilah kehendak Tuhan.” Mereka memberikannya kepada Allah. Mereka mengakui kedaulatan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Terakhir, keyakinan mempengaruhi orang lain</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15-16</b></span><span class="cf1">, “Setelah itu kami bersiap-siap dan berangkat ke Yerusalem. 16 Beberapa murid dari Kaisarea juga ikut bersama kami dan membawa kami ke Siprus, kepada salah satu murid mula-mula, dimana kami dapat tinggal bersamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keberanian itu menular. Keyakinannya </span><span class="cf1"><b>berdampak pada orang lain</b></span><span class="cf1">. Itulah kepemimpinan yang memberi contoh. Saudara-saudara, jika Anda memiliki keberanian dalam keyakinan, Allah akan menggunakan Anda untuk mempengaruhi kehidupan orang lain. Semuanya bermuara pada komitmen. Jika seseorang dapat membuat komitmen tersebut kepada orang lain, tentunya kami harus membuat komitmen tersebut kepada Tuhan kami. Saudara-saudara, Allah minta Anda untuk membuat komitmen kepada-Nya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231203</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000219</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perjalanan ke Yerusalem]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000218"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:7-9" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:7-9</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kami sampai pada Kisah Para Rasul 21, Paulus mengakhiri perjalanan misionarisnya yang ketiga. Dia sedang dalam perjalanan kembali ke Yerusalem. Dan ketika kami mempelajari kitab Kisah Para Rasul, sejarah dan narasi yang telah kami pelajari merupakan prinsip-prinsip yang berlaku dalam kehidupan. Jadi kitab Kisah Para Rasul telah menjadi pedoman yang berharga dan praktis mengenai kehidupan Gereja dan kehidupan orang percaya di Gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika kami melihat Kisah Para Rasul 21:1-15, kami telah memilih keyakinan Paulus sebagai titik fokusnya. Dan dia adalah orang yang mempunyai keyakinan, dan keyakinan itu perlu diwujudkan kepada kami. Dan kami telah mendengar tentang dedikasi dan komitmen. Namun dalam Kisah Para Rasul 21, kami tidak diperhadapkan pada khotbah tentang komitmen, tetapi kami diperhadapkan pada kehidupan yang berkomitmen. Dan apa yang membuatnya begitu kuat adalah Paulus melakukan apa yang dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Tuhan memberiku pelayanan itu. Saya akan memenuhi pelayanan itu; Saya tidak peduli berapa harganya.” Nah, itulah komitmen. Definisi dasarnya adalah persoalan ketuhanan Yesus Kristus yang tertinggi dan tidak terbagi dalam kehidupan orang percaya. Ini bukan pertanyaan apakah dia adalah Tuhan. Ini adalah pertanyaan tentang ketundukan saya pada supremasi-Nya dan ketaatan saya yang tak terbagi pada ketuhanan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tahu Tuhan Yesus Kristus punya rencana untuk hidup saya. Sebuah rencana yang akan terungkap bagi pelayanan saya dan juga pelayanan Anda, karena Anda adalah pelayan Kristus sama seperti saya. Dan rencana yang terungkap itu dilakukan berdasarkan pikiran Allah. Allah tahu apa yang Dia ingin kami lakukan. Dan kami telah diberi kesempatan untuk melakukan pelayanan itu. Pertanyaan mengenai komitmen adalah apakah kami rela menyerahkan diri secara total.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama-tama, seluruh gagasan dedikasi ini dimulai dengan keyakinan itu. Dan yang kedua, dengan keberanian untuk menyelesaikannya. Kebanyakan orang Kristen termasuk dalam tiga kategori ini. Pertama, ada </span><span class="cf1"><b>komitmen yang tidak lengkap</b></span><span class="cf1">. Dengan kata lain, Anda berkomitmen sampai titik tertentu. Jika itu tidak sesuai dengan jadwalku, atau jika itu tidak menggangguku karena keinginanku sendiri, atau jika itu tidak menjadi terlalu berbahaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, </span><span class="cf1"><b>komitmen yang tidak tulus</b></span><span class="cf1">. Inilah komitmen verbal yang tidak mempunyai dasar untuk. Inilah Petrus ketika dia berkata, “Tuhan, apapun yang terjadi, aku akan mati untukmu.” Dan ketika diberi kesempatan, dia menyangkal Kristus sebanyak tiga kali. Itu merupakan kemunafikan yang besar. Ini semua hanyalah pembicaraan dan tidak ada tindakan. Inilah orang yang kelihatanny saleh di luar. Tetapi itu semua hanya pura-pura; itu semua dangkal saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, ada juga </span><span class="cf1"><b>komitmen yang terputus-putus</b></span><span class="cf1">. Itu semua tergantung pada hari apa Anda berbicara dengan mereka, apakah mereka berkomitmen atau tidak. Dan bentuk ekstremnya adalah di gereja Efesus, seperti yang ditulis dan difirmankan oleh Tuhan kita, “Aku menentang kamu; kamu telah meninggalkan cinta pertamamu.” Ini adalah bola-bola yang mantul dari Kekristenan, dan sering kali pantulan tersebut keluar, dan bola-bola tersebut hanya menggelinding pada tingkat rendah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pilihan Allah bagi umat-Nya bersifat total, konstan, dan penuh komitmen. Dedikasi macam itu terus berlanjut dan apa pun yang terjadi, terjadilah. Namun hal itu tidak mengubah komitmen. Nah, Paulus punya keyakinan, dan dia berkomitmen pada keyakinan itu, tidak peduli apa konsekuensinya. Dan dia tidak memiliki Roh Kudus yang berbeda; dia memiliki sumber daya yang sama yang Anda miliki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat-ayat kami, kami melihat teladan Paulus, dan kami melihat dalam dirinya keyakinan yang memiliki </span><span class="cf1"><b>empat ciri</b></span><span class="cf1">. Terakhir kali, kami menyelidiki kedua hal pertama: yaitu tujuannya dan kedua, itu tidak dapat dialihkan. Kali ini kami akan membahas bagian ketiga, yaitu harga apapun akan dibayar, dan keempat, ada pengaruh pada orang lain. Nah sebagai tinjauan, pertama, </span><span class="cf1"><b>seorang Kristen tahu tujuannya</b></span><span class="cf1">. Paulus menyatakannya seperti ini, “Supaya aku mengenal Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan Paulus adalah Yerusalem. Dia akan sampai ke sana, dan dia akan sampai ke sana dengan persembahan itu. Namun dia melintasi Laut Mediterania, dan berhenti di semua tempat-tempat kecil seperti Cos, Rhodes, Patara, Fenicia, melewati Siprus, Siria dan Tirus, sampai ke tanah Israel supaya dia dapat memberikan uang tersebut. Paulus merasa penting untuk menyatukan gereja dan membantu jemaat kudus di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, </span><span class="cf1"><b>keyakinan itu tidak bisa dialihkan</b></span><span class="cf1">. Anda membutuhkan keberanian untuk menyelesaikannya. Hal ini diilustrasikan di dalam ayat 4 - 6. Dan murid-murid ini, dengan menggunakan karunia Roh untuk berkomunikasi, memperingatkan Paulus tentang penderitaan yang akan terjadi di Yerusalem. Dan tanggapan wajar mereka adalah, “Paulus, jangan pergi ke Yerusalem.” Tetapi dia sudah siap untuk itu. Dia menerima penganiayaan di tempat mana pun juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan fakta bahwa mereka memberitahunya itu, tidak berarti bahwa Allah berusaha untuk mencegahnya pergi ke Yerusalem. Dia pergi untuk menggenapi nubuatan. Nah, di dalam KPR 9:15 Ananias datang setelah Allah menyuruhnya pergi, dan berkata kepada Paulus, “Sebab akan Ku-tunjukkan kepadanya betapa besar penderitaan yang harus ia derita demi nama-Ku.'” Maka Allah berjanji di sana untuk menyatakan kepada Paulus semua penderitaan itu sebelum ada penderitaan yang datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bukan disitu untuk menghalangi Paulus pergi ke Yerusalem; mereka malah mempersiapkannya. Allah sedang menegaskan kepada Paulus bahwa Allah masih tetap menjalankan hidupnya dan mempersiapkan dia untuk menghadapi segala penderitaan itu. Ayat 5, “Setelah waktu kami habis, kami berangkat untuk melanjutkan perjalanan, sementara mereka semua beserta istri dan anak-anaknya menemani kami ke luar kota. Setelah berlutut di pantai mereka berdoa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus belum pernah ke gereja itu sebelumnya, dan setelah tujuh hari di sana, mereka semua mengasihi dia, dan seluruh kelompok keluar. “Kami berlutut di tepi pantai, dan mengadakan pertemuan doa kecil. Jadi, rasul Paulus tidak lepas dari kehendak Allah. Dia mengikuti pimpinan Roh Allah. Allah telah memberitahunya dengan tepat apa yang akan terjadi. Dia siap untuk itu; dia mengantisipasinya. Dia adalah seseorang penuh keyakinan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di dalam Alkitab ada banyak orang yang menggambarkan kepada kami kurangnya keberanian seperti ini. KPR 13:5 mengatakan, “Mereka memberitakan Firman Allah di sinagoga-sinagoga orang Yahudi, dan mereka juga ada Yohanes Markus sebagai penolong mereka.” Namun di ayat 13 dikatakan, “Dan Yohanes Markus, berangkat dari mereka, kembali ke Yerusalem.” Dia lihat keadaan Pegunungan Taurus bersama semua perampok itu dan memutuskan bahwa itu terlalu bahaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Paulus berkata kepada Barnabas dalam KPR 15:36, “Mari kita pergi mengunjungi saudara-saudara kita lagi di setiap kota di mana kita telah memberitakan Firman Tuhan, dan lihatlah apa yang mereka lakukan.” Dan menurut Barnabas, itu ide yang bagus. “Barnabas memutuskan untuk membawa serta Yohanes Markus, “Tetapi Paulus menganggap tidak baik untuk membawa dia bersama mereka, yang berangkat bersama mereka dari Pamfilia, dan kemudian memutuskan untuk meninggalkan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus ada kesulitan menoleransi kelemahan orang lain. Maka dia berkata, “Tidak mungkin saya membawa orang itu bersama kita. Terakhir kali dia menunjukkan bahwa dia tidak ada keberanian untuk menjalaninya.” Dan perselisihan itu begitu tajam, sehingga mereka berpisah satu sama lain.” Paulus dan Barnabas berpisah. Allah menggunakan itu untuk kemuliaan-Nya. Paulus mengambil Silas, dan Barnabas mengambil Yohanes Markus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>keyakinan membayar berapa pun harganya</b></span><span class="cf1">. Dan di sinilah Yohanes Markus itu gagal. Dia akan membayar sejumlah harga, tetapi tidak berapa pun harganya. Hal ini menjadi sederhana seperti ini: Anda tahu bahwa Anda harus membagikan Yesus Kristus kepada seseorang, namun demi ego Anda sendiri, Anda tidak ingin ditolak, maka Anda tidak melakukannya. Itu berarti Anda tidak mau membagi Injil demi prestise, atau citra diri atau reputasi Anda sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kembali ke </span><span class="cf1"><b>KPR 21:7</b></span><span class="cf1">, “Setelah kami menyelesaikan perjalanan dari Tirus, kami sampai di Ptolemais, di mana kami menyapa saudara-saudari dan tinggal bersama mereka selama sehari.” Jadi, rupanya kapal itu sudah berlabuh di Tirus, dan kapal itu selesai. Tetapi bagaimanapun juga, mereka sampai di Ptolemais yang merupakan kota yang sangat tua. Sebelumnya itu disebut Accho, dan itu disebut dalam Hakim-hakim 1. Hari ini kota itu disebut Akka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Mereka menyapa saudara-saudari itu dan tinggal bersama mereka selama satu hari.” Mereka hanya punya satu hari di sana, tetapi mereka memanfaatkan hari itu dan memaksimalkannya, lalu mereka bersahabat dengan orang-orang Kristen itu. Paulus benar-benar mengejutkan Anda dengan komitmennya terhadap prioritasnya. Pria itu tidak pernah membuang waktu. Dia bertemu dengan saudara-saudaranya, dan dia mengajar mereka, dia mendengar masalah mereka dan dia bekerja sama dengan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkomitmen penuh. Tidak pernah dia berhenti. Bukan untuk istirahat, bukan untuk cari uang, bukan untuk menyelamatkan nyawanya, bukan untuk kegagalan dia dihukum atau waktu mendapat luka. Dia tidak bisa dibeli. Nah, dia tidak mendirikan gereja itu, jadi dia tidak mempunyai kewajiban khusus apa pun. Gereja ini mungkin didirikan pada waktu ada penganiayaan yang terjadi di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Keesokan harinya kami berangkat dan tiba di Kaisarea, di mana kami masuk ke rumah Filipus, si penginjil, salah satu dari Ketujuh itu, dan tinggal bersamanya.” Kaisarea adalah pelabuhan Yerusalem pada zaman Alkitab, bukan sekarang. Sekarang pelabuhan ada di Tel Aviv yang merupakan Joppa kuno. Namun Kaisarea adalah markas besar Pilatus. Dan orang-orang Yahudi menganggapnya, meskipun kota itu berada di Israel, sebagai kota asing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 8, “Kami masuk ke rumah Filipus, penginjil itu, salah satu dari ketujuh orang itu” Tujuh yang mana itu? Ketujuh orang dalam KPR 6:5, “dan tinggal bersamanya.” Mereka adalah tujuh diaken yang dipilih untuk memberi makan para janda. Dan ketujuh pria itu adalah diaken pertama Gereja. Filipus yang sama disebut di dalam KPR 8:5, “Filipus pergi ke kota Samaria dan memberitakan Kristus kepada mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam KPR 8:40 dikatakan, “Filipus ditemukan di Azotus, dan ketika ia sedang berjalan-jalan, ia memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.” Dia berkhotbah sebagai seorang penginjil. Dia mulai sebagai diaken; tetapi dia menjadi seorang penginjil. Inilah sebuah prinsip penting, Allah memberikan pelayanan rahasia-Nya yang tertinggi kepada mereka yang setia dalam hal-hal kecil. Dan karena itu, Allah menjadikannya salah satu penginjil terkemuka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setialah pada apa yang Dia berikan kepada Anda saat ini. Nah, Paulus tiba di rumah Filipus dan tinggal bersamanya. Dan dia juga tinggal di sana beberapa saat, karena dia telah melakukan perjalanan singkat melintasi Laut Tengah, dan dia punya beberapa hari tambahan sampai hari Pentakosta, pada saat dia harus tiba di Yerusalem. Jadi, dia menghabiskannya bersama Filipus. Yang menarik adalah, Filipus telah bertemu dengan Paulus secara tidak langsung 20 tahun sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengancam untuk melakukan pembantaian terhadap Gereja. Dan Filipus adalah salah satu orang yang lari ke Samaria. Jadi, Saul-lah yang menganiaya Filipus, dan sekarang Filipus menerima Saulus di rumahnya sendiri sebagai saudara di dalam Kristus. Itu adalah transformasi. Dua puluh tahun sebelumnya, Filipus diusir dari Yerusalem oleh Saulus. Para pengkhotbah Injil tersebar kemana-mana, dan mereka mulai berkhotbah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipus berkhotbah selama bertahun-tahun, dan kemudian dikatakan dalam Kisah Para Rasul 8:40, dia menetap di Kaisarea. Dapatkah Anda bayangkan betapa senangnya bertemu dengan penganiayanya yang pertama dan mengetahui bahwa dia telah menjadi pengkhotbah Kristus selama bertahun-tahun? Ini seperti Galatia 1:23, di mana Paulus berkata, “Kalian tahu, ketika aku melewati daerah itu, orang-orang itu menjadi begitu gembira sehingga mereka berkata, ‘Orang yang dulunya menganiaya, sekarang memberitakan Injil.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ada hal lain di mana Paulus dapat menghormati Filipus, dan itu adalah tentang penginjilan ke dunia non-Yahudi, kami memikirkan dua orang. Kami memikirkan Petrus, yang pertama kali menyampaikan Injil kepada Kornelius. Dan kami memikirkan Paulus, rasul bagi orang-orang bukan Yahudi, yang memberitakan Injil ke mana-mana mulai dari Yerusalem hingga Roma. Namun ketika kami memikirkan penginjilan orang bukan Yahudi, orang pertama sebenarnya adalah Filipus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika penganiayaan datang, dia adalah orang yang sedang berkhotbah di Samaria kepada orang-orang Samaria yang keturunan campuran. Dan ketika berkhotbah di Samaria, Roh Kudus berkata, “Keluar dari sini. Saya ingin kamu pergi ke Gaza,” yang merupakan padang gurun. Dan dia pergi ke Gaza, dan bertemu dengan sida-sida Etiopia yang sedang membaca Yesaya. Dan apa yang dia lakukan? Dia menuntunnya kepada Yesus Kristus dan membaptisnya, dan itulah orang non-Yahudi pertama yang bertobat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipus adalah pria yang adalah pendahulu Paulus. Jadi Allah memakai Filipus untuk mulai apa yang Paulus kembangkan. Ada rasul dan nabi di Gereja mula-mula, dan ada juga penginjil dan pendeta pengajar saat ini. Paulus berkata dalam 2 Timotius 4:5, “Berjaga-jagalah dalam segala hal, tahan menderita, dan lakukanlah pekerjaan penginjilan.” Dan Filipus adalah salah satu dari mereka yang memberitakan Kristus, di mana dia mendirikan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Orang ini mempunyai empat anak perempuan perawan, yang bernubuat.” Mereka memiliki karunia bernubuat. Penting bagi Roh Kudus untuk menempatkan hal ini di sini. Perempuan yang belum kawin memperhatikan perkara-perkara Tuhan, supaya ia kudus jasmani dan rohani. Nubuatan berfungsi dalam dua cara. Pertama, ia berfungsi dalam kaitannya dengan wahyu; Kedua, dalam hal memberitakan kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Lama, hal itu tidak selalu berupa wahyu. Para nabi berkhotbah kepada masyarakat; mereka memperingatkan orang-orang; mereka menyampaikan pesan Allah kepada orang-orang berulang kali. Namun di sini Paulus memberi pernyataan yang sangat jelas. Keempat putri Filipus ini tidak bisa menjadi pengkhotbah perempuan, mereka mempunyai karunia Allah untuk menerima wahyu dari Roh Kudus yang strategis bagi kehidupan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada seorang bapak Gereja mula-mula bernama Papias yang mengatakan bahwa para putri Filipus dikenal sebagai informan sejarah awal Gereja. Sejarawan Eusebius mengutip Papias, dan percaya fakta bahwa keempat putri ini digunakan untuk menyampaikan wahyu Roh Kudus; dan mereka bahkan memberitakan informasi Injil, serta informasi tentang Kisah Para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat perawan yang bernubuat ini, tidak bernubuat pada kesempatan ini. Tahukah Anda apa sebenarnya persoalan keberanian? Hanya ada satu kata: kepercayaan. Karena jika Anda yakin Allah telah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu, dan itulah tujuan Anda, maka Allah yang memanggil Anda sanggup melakukan apa yang Dia panggil Anda lakukan? Dan jika Anda tidak menepati komitmen Anda, Anda tidak menghormati Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Nov 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231126</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000218</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Wisatawan yang Berani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000217"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:1-6</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini di Kisah Para Rasul 21, kami melanjutkan perjalanan Paulus pada saat dia mengakhiri perjalanan misionarisnya yang ketiga dan pergi ke Yerusalem. Marilah kami melihat ayat 1 - 6. Paulus adalah seorang yang mempunyai keberanian yang luar biasa. Itu adalah komitmen Paulus yang cukup percaya pada Kristus sampai dia tidak melihat kepentingannya sendiri. Itu adalah karakteristik dari semua umat Allah yang terhebat sepanjang wahyu alkitabiah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Bilangan 13 dan 14, mata-mata dikirim ke negeri itu. Allah berkata, “Tanah itu untuk kalian. Sekarang jadilah mata-mata.” Dan mereka masuk, dan sepuluh orang kembali dan berkata, “Kami tidak dapat masuk ke negeri itu; mereka raksasa di sana, dan kami seperti belalang.” Namun Yosua dan Kaleb mengatakan, “Tidak masalah; marilah kami masuk saja.” Kota-kota itu besar, tentara mereka besar, namun kedua itu tetap percaya kepada Allah. Mereka rela mempertaruhkan hidup mereka untuk itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada seorang wanita bernama Debora di Hakim-hakim 4. Dan Debora percaya bahwa Allah telah memberikan kemenangan kepada bangsa Israel. Maka, dia mendorong tentaranya, dengan mengatakan, “Lihatlah, kemenangan ada di tangan kami; marilah kami perang saja.” Dan mereka menang. Dan di 1 Samuel 17 ada cerita tentang seorang anak laki-laki bernama Daud yang mempunyai beberapa batu dan ketapel. Dia berkata, “Itu hanya raksasa. Tetapi Allah akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tangan kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daud memutar ketapel itu dan memenangkan peperangan itu. Dan dia rela mempertaruhkan nyawanya untuk itu. Ada tiga pemuda di Daniel 3 bernama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, yang rela mempertaruhkan nyawa mereka pada prinsip spiritual bahwa itu patut untuk menyembah Allah dan bukan menyembah berhala. Dan mereka masuk ke dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka rela mati demi apa yang mereka percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika kami mempelajari Kisah Para Rasul, kami berulang kali menemukan bahwa orang-orang ini mempunyai kepercayaan dimana mereka rela mati demi keyakinan mereka. Dan Paulus adalah salah satu dari orang-orang itu. Dia sadar betul bahwa selama ini, Roh Kudus terus memberi kesaksian kepadanya bahwa ada ikatan dan penderitaan yang menantinya. Tetapi apakah itu menghentikan dia? Tidak, karena dia memiliki keyakinan dan keberanian untuk menyelesaikannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus telah mengumpulkan uang untuk diberikan kepada orang-orang percaya yang miskin di Yerusalem. Dia telah mengumpulkannya dari semua gereja non-Yahudi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa gereja-gereja non-Yahudi mengasihi gereja Yahudi, dan untuk menyatukan gereja itu menjadi satu; dan kedua, untuk memenuhi kebutuhan uang praktis dari jemaat kudus yang miskin. Dia percaya Allah telah memberinya tujuan ini, dan penyebab ini, dan dia melakukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja Yerusalem itu seperti garnisun yang terkepung. Itu terputus dari persediaannya. Itu melelahkan. Gereja ini telah melalui kelaparan dan penganiayaan, dan kekuatan rohaninya telah tumpul. Dan Paulus melihat kemungkinan untuk pergi dan memberi mereka uang, bukan hanya untuk meringankan kebutuhan fisik itu, tetapi juga memasukkan darah rohani dan energi rohani ke dalam gereja ini yang menderita penganiayaan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukanlah hal yang aman untuk dilakukan, karena di seluruh dunia, hierarki Yerusalem itu membenci Paulus. Dari satu tempat ke tempat lain mereka mengejar dan mengejarnya, serta berusaha membunuhnya. Dan sekarang dia akan langsung masuk ke markas utama Yerusalem. Roh Kudus terus memberitahunya, di setiap kota, bahwa ikatan dan penderitaan menantinya. Dia tahu itu. Tetapi, dia berani dan tidak takut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak khawatirkan konsekuensinya. Sekarang, ketika kami mempelajari Kisah Para Rasul 21, kami melihat keberanian Paulus ketika dia berjalan menuju tujuan-tujuan tersebut tanpa memikirkan apa pun selain mencapainya. Ada empat aspek tentang keberaniannya. Pertama, ketahui tujuannya. Kedua, tidak bisa dialihkan. Ketiga, dia akan membayar berapapun harganya. Keempat, hal itu mempengaruhi orang lain. </span><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, marilah kami melihat </span><span class="cf1"><b>tujuannya</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktor pertama dalam mengungkapkan keberanian adalah Anda harus yakin pada suatu tujuan atau sasaran. Bagi Yosua dan Kaleb, mereka percaya bahwa, “Allah telah memberikan tanah ini kepada kami.” Benar? Bagi Debora, tujuannya adalah, “Allah menjanjikan kemenangan.” Bagi Daud, tujuannya adalah, “Allah ingin Israel dilindungi dari bangsa Filistin.” Bagi ketiga orang Ibrani, “Allah tidak mengizinkan kami menyembah berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Paulus adalah seseorang yang memiliki keberanian. Dan sebelum dia tiba di Yerusalem, dia berada di Korintus dan dia menulis kitab Roma. Dia memiliki uang, dan bersamanya adalah orang-orang dari setiap wilayah gereja-gereia non-Yahudi, dan juga Lukas, yang terus menulis sambil berjalan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Setelah kami melepaskan diri dari mereka, kami langsung berlayar ke Cos, dan keesokan harinya ke Rodes, dan dari sana ke Patara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2-3</b></span><span class="cf1">, “Mendapati sebuah kapal yang sedang menyeberang ke Fenisia, kami naik dan berlayar. 3 Setelah kami melihat Siprus di sebelah selatannya, kami berlayar ke Siria dan tiba di Tirus, karena kapal itu harus menurunkan muatannya di sana.” Di dalam ketiga ayat tersebut, kami diberi sedikit cerita perjalanan mereka dari Miletus sampai ke garis pantai Palestina. Namun dikatakan bahwa Paulus sedang dalam perjalanan menuju suatu tujuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Setelah kami melepaskan diri dari mereka.” Para penatua Efesus ini tidak ingin melepaskannya, dan mereka menangis serta menciumnya. Ungkapan itu juga digunakan dalam Lukas 22:41, ketika Tuhan kita memisahkan diri dari murid-murid-Nya di Getsemani. Ini membicarakan ikatan cinta. Ya, mereka naik ke kapal. Dikatakan, “Kami berlayar.” Dalam istilah bahari, mereka berangkat dengan kapal langsung ke Cos, dan dari sana ke Patara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka juga berlayar sepanjang pantai. Patara bukanlah sebuah pulau melainkan sebuah kota di pesisir pantai sebelah sungai Xanthos di Asia Kecil. Itu adalah tempat di mana mereka akan naik kapal yang lebih besar di ayat 2. Dan Fenicia berada di garis pantai Palestina. Itu adalah kapal yang besar karena di akhir ayat 3 dikatakan bahwa kapal itu menurunkan muatannya di Tirus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Kami mencari murid-murid Kristen disana dan tinggal bersama mereka selama tujuh hari.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, yang kami dapat peroleh untuk penerapan rohani kami adalah sekali lagi melihat bahwa Paulus adalah seorang pria yang menjalankan misi. Dia langsung menuju ke Yerusalem. Ini berarti bahwa ia ada sedikit waktu yang dia bisa habiskan sebelum waktu Pentakosta, dan mungkin karena alasan duniawi ia tinggal selama tujuh hari di Tirus dan menunggu sampai kapal itu kembali meninggalkan Tirus dan berlayar menyusuri garis pantai menuju pelabuhan yang lebih dekat Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menerima tantangan besar dalam memberikan pemberian ini kepada gereja Yerusalem. Apakah tujuan Anda? Rasul Paulus tidak pernah menjalani satu hari pun dalam hidupnya seperti yang saya temukan dalam Kitab Suci ketika dia tidak pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu. Anda hanya menjadi berani saat Anda ikut serta dalam permainan Allah. Anda tidak punya alasan untuk menjadi berani; jika Anda tidak melakukan sesuatu secara rohani untuk mengenal Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 3:10 mungkin bisa menjadi ilustrasi yang bagus. “Tujuanku adalah untuk mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya serta persekutuan penderitaan-Nya, menjadi serupa dengan kematian-Nya.” Tujuan saya adalah untuk mengetahui melalui Alkitab untuk mengenal Dia. Alkitab adalah sarana untuk mencapai tujuan saya. Namun untuk mengenal Dia, saya harus mengetahui Firman-Nya. Agar saya bisa menggambarkannya dalam kehidupan pribadi saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda dapat memiliki tujuan spiritual yang bisa menjadi sangat praktis. Tetapi bagaimana dengan hal-hal spesifiknya? Apakah Anda bersedia membayar berapa pun harganya untuk melakukan itu? Dengan mengorbankan keinginan dan kesenangan Anda sendiri? Atau apakah Anda hanya berkata, “Baiklah, saya ikut saja, dan pada suatu hari nanti Yesus akan datang, dan saya akan diangkat.” Bukan itu yang Paulus ajarkan dalam Alkitab. Jadi pertama-tama, keberanian itu mengetahui tujuannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, keberanian ini </span><span class="cf1"><b>tidak bisa dialihkan</b></span><span class="cf1">. Ada sebuah cerita lama, tentang seorang biarawan tua yang selalu berkata kepada kepala biara, “Saya ingin menjadi martir.” Jadi, akhirnya, kepala biara memutuskan, “Saya akan membiarkan dia mencoba menjadi martir.” Dan mereka mengirim dia keluar dan menempatkan dia dalam situasi yang sangat bahaya dimana dia dipaksa untuk dibakar di tiang pancang oleh beberapa orang atau menarik kembali imannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia menarik kembali imannya. Maka, mereka membiarkannya merangkak kembali ke biara itu sebagai orang yang hancur. Tahukah Anda, bahwa keberanian Anda berkaitan dengan apa yang diperlukan untuk mengalihkan kepercayaan Anda. Nah, apa yang diperlukan untuk mengalihkan kepercayaan Anda? Nah lihatlah Paulus. Dan kembali ke KPR 21:4, “Kami mencari murid-murid itu dan tinggal di sana selama tujuh hari. Dan melalui Roh Kudus mereka mengatakan kepada Paulus supaya jangan pergi ke Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukanlah sesuatu yang baru. Namun mereka tahu bahwa ada sebuah gereja di Tirus. Bagaimana gereja itu dimulai?” Paulus tidak memulainya sendiri, namun secara tidak langsung ia memulainya, karena hal itu dimulai setelah penganiayaan terhadap Stefanus. KPR 11:19 mengatakan bahwa akibat penganiayaan dan eksekusi Stefanus, orang-orang kudus tercerai-berai. Mereka tersebar ke Fenisia, Siprus, dan Antiokhia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal terbesar yang terjadi pada gereja Yerusalem adalah penganiayaan itu. Itu hanya membuat para pengkhotbah tersebar ke mana-mana. Dan gereja di Tirus didirikan pada masa penganiayaan Stefanus itu terjadi. Jadi, orang yang menjadi katalis di balik penganiayaan Stefanus adalah Saulus. Jadi, Paulus itu baik untuk pertumbuhan gereja bahkan sebelum dia diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pada masa Gereja mula-mula, ada banyak orang yang memiliki karunia bernubuat yang diwujudkan dalam dua cara: Pertama melalui khotbah. Di dalam 1 Korintus 14:3, ini didefinisikan sebagai peneguhan, penghiburan, dan dorongan. Kedua, karunia bernubuat juga meramalkan masa depan. Allah akan menyampaikan hal-hal praktis mengenai kehidupan Gereja dalam bentuk prediksi yang sering kali dilakukan melalui manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah arti ungkapan “melalui Roh”. Ungkapan “melalui Roh” berarti penggunaan karunia rohani. Kecintaan yang mutlak dan kuat terhadap gereja Yahudi menyebabkan Paulus melakukan apa yang dia lakukan. Mungkin Paulus melakukan kesalahan. Itu membuatnya menjadi manusia. Di dalam Alkitab, Anda akan menemukan bahwa semua orang yang pernah dipakai Allah, telah melakukan pelanggaran. Nuh gagal setelah banjir dan dia menjadi mabuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham menyangkal istrinya. Ishak gagal karena nafsu kedagingan. Yakub gagal setiap hari. Musa gagal dan dilarang masuk Tanah Perjanjian. Daud mempunyai noda yang sangat buruk dalam hidupnya. Dan itulah orang-orang yang terbaik yang Allah punya. Yohanes, sang rasul itu melakukan satu hal yang paling materialistis dan egois di dunia ketika dia minta ibunya untuk mencoba membuat Yesus memberinya kedudukan utama di dalam kerajaan surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah selalu sibuk mengambil orang-orang yang gagal. Tetapi, saya tidak percaya itu benar. Saya tidak percaya Paulus melakukan kesalahan. Tidak, menurut saya dia tidak melanggar Roh sama sekali. Pertama, hidupnya dijalani dalam kepekaan terhadap Roh Kudus. Ilustrasi, KPR 16:6, “ketika mereka telah melewati Frigia dan wilayah Galatia, mereka dilarang oleh Roh Kudus untuk memberitakan Injil di Asia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 7, “Ketika mereka tiba di Misia, mereka berusaha pergi ke Bitinia, tetapi Roh tidak mengizinkan mereka.” Mereka juga tidak pergi ke sana. “Di dalam suatu penglihatan yang muncul kepada Paulus pada malam hari, ada orang dari Makedonia yang memohon kepadanya, dan berkata, “Datanglah ke Makedonia dan tolonglah kami.” Setelah mendapat penglihatan itu, ia segera berusaha untuk pergi ke Makedonia. Paulus selalu menjalani hidupnya dalam kepekaan terhadap Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah KPR 20:23, “Tetapi Roh Kudus bersaksi di setiap kota dan berkata bahwa penjara dan kesengsaraan menanti aku.” Roh Kudus berkata, “Saat Anda sampai di sana, inilah yang akan terjadi.” Roh Kudus tahu dia akan pergi. Roh Kuduslah yang mengutus dia ke sana, dan ini bukan soal larangan, tetapi soal persiapan. Ini bukanlah rencananya sendiri. Dia berkata, “Saya tidak peduli apa yang akan terjadi di Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya akan menyelesaikan pekerjaan yang Yesus berikan kepada saya untuk dilakukan.” Motivasinya benar. Itu adalah roh kemanusiaannya yang ada di bawah kendali Roh Kudus. Menurutku mereka berdua ada di sana. Namun penderitaan pasti akan datang. Mengapa? Karena dalam KPR 9:16, Ananias datang kepadanya dan berkata, “Tuhan telah memerintahkan aku untuk menunjukkan kepadamu dan memberitahukan kepadamu tentang hal-hal yang harus kamu derita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus tidak memberi indikasi bahwa dia pikir dia telah berdosa, itu adalah bukti yang baik. Setelah dia akhirnya tiba di Yerusalem, dan dia harus memberi kesaksian kepada hierarki Yerusalem, di dalam Kisah Para Rasul 23:1 dia berkata, “Paulus memandang langsung ke Sanhedrin dan berkata, “Saudara-saudara, aku telah menjalani hidupku di hadapan Allah dengan hati nurani yang baik sampai hari ini.” Anda tidak bisa tidak patuh dan tidak merasakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan yang diberikan Roh Kudus kepadanya adalah ini. Paulus, jangan pergi kecuali kamu bersedia menanggung akibatnya. Dan dia memang bersedia. Dan wajar jika teman-temannya, yang melalui roh kenabian dapat meramalkan kesakitannya, akan mencoba membujuknya untuk tidak pergi. Namun Paulus tidak memedulikan keselamatan, dia hanya memikirkan pelayanan. Dan dia itu seperti Yesus, yang bertekad untuk pergi ke Yerusalem. Itu tidak bisa dialihkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Murid-murid di Tirus itu bukanlah teman lama Paulus. Tetapi lihatlah apa yang terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5-6</b></span><span class="cf1">, “Setelah waktu kami sudah habis, kami berangkat melanjutkan perjalanan, sementara mereka semua beserta istri dan anak-anaknya menemani kami ke luar kota. Setelah berlutut di pantai untuk berdoa, 6 kami mengucapkan selamat tinggal satu sama lain dan naik ke kapal, dan mereka kembali ke rumah.” Itulah kebiasaan untuk menemani seseorang pada waktu melakukan perjalanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Setelah mereka berlutut di pantai untuk berdoa.” Tidakkah Anda melihat betapa indahnya pertemuan doa itu? Dan ini dilakukan dengan teman-teman baru. Ada satu hal tentang Kekristenan, itu tidak butuh waktu lama untuk menjalin persekutuan yang manis. Jadi, di kota Tirus, kami melihat fakta bahwa Paulus tidak dapat dialihkan dari tujuannya. Bahkan saudara-saudari Kristen yang terkasih ini, tidak pernah bisa mengalihkan dia dari tujuannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami berterima kasih atas kesaksian Paulus yang terkasih ini, yang bersedia membayar harga tertinggi dalam hidupnya untuk apa yang ia percayai. Allah, berikanlah kami orang-orang Kristen seperti itu. Bantulah kami masing-masing untuk menjadi seperti itu. Bantulah aku menjadi seperti itu. Bantulah kami agar bersedia pergi ke mana pun Engkau mengutus kami, melakukan apa pun yang Engkau kehendaki, berapa pun biayanya, berapa pun harganya, dan jangan sampai kami teralihkan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231119</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000217</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Setan Diperingatkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000216"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:29-38" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:29-38</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sepanjang tahun-tahun kerajaan Allah di dunia, Dia selalu memerintah dengan memakai perantara pemerintahan-Nya melalui pemimpin yang dipilih secara khusus dan berkualitas. Pada zaman Perjanjian Baru, Allah menengahi pemerintahan-Nya di dalam gereja melalui para pendeta yang mengajar dan penginjil, dan juga melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam diri mereka yang membimbing setiap orang percaya. Jadi, ada otoritas dan ketundukan sebagai dua fungsi Allah di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekacauan dalam hidup mulai dalam kitab Kejadian, jadi Allah menetapkan susunan lain di dunia ini. Allah sekarang memerintah manusia di dalam tiga kategori: keluarga, Gereja, dan negara. Dan di semua bidang ini ada pemimpin dan pengikut; yang berotoritas dan ketundukan. Dalam keluarga, orang tua adalah pemimpin. Di dalam gereja, pendeta adalah pemimpinnya. Di negara bagian, para pejabat pemerintah adalah pemimpinnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk pelajaran kami, kami mengarahkan perhatian kami kepada Gereja. Allah mengarahkan pemerintahan-Nya di dalam gereja melalui para pendeta dan para penatua. Dan hal ini membawa kami langsung ke KPR 20. Nah, mulai dari ayat 17 sampai ayat 38, rasul Paulus memberikan informasi kepada para pemimpin gereja. Bagi gereja, pendeta itu sama seperti imam, nabi, bapa leluhur, dan raja dalam Perjanjian Lama bagi umat Allah pada waktu itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang menjadikan seorang pemimpin itu efektif, khususnya di gereja? Penilaian dunia terhadap kepemimpinan belum tentu merupakan cara Allah menilainya. Misalnya, Israel memutuskan mereka ingin seorang raja. Dan mereka menemukan orang yang sempurna. Karena tidak ada orang yang lebih tampan di seluruh negeri ini. Dan bukan hanya itu, dia lebih tinggi dari pada orang lain. Saulus diurapi menjadi raja. Dan itu sungguh menjadi bencana besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kualifikasi dunia tidak selalu bersifat internal. Kebanyakan hal-hal tersebut bersifat eksternal. Namun tidak ada kategori pemimpin seperti itu di dalam Alkitab. Semua kualifikasi alkitabiah menghindari hal-hal seperti itu. Dan semua kualifikasi alkitabiah bagi para pemimpin di gereja bersifat rohani dan internal, bukan fisik dan eksternal. Namun di dalam Alkitab, para pemimpin alkitabiah memimpin dengan menjadi teladan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Petrus 5:3 mengatakan bahwa seorang pendeta harus menjadi teladan bagi jemaatnya. Dan di dalam Filipi 4:9, Ia berkata, “Lakukanlah apa yang telah kalian pelajari, dan dengar dari aku, dan lihatlah pada aku.” Dan dalam 1 Tesalonika 1:5, Paulus mengingat pelayanannya di Tesalonika. Dia berkata, “Injil yang kami beritakan bukan hanya disampaikan kepada kalian dengan perkataan saja, tetapi juga dengan kuasa, dengan Roh Kudus dan dengan keyakinan penuh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepemimpinan Kristen adalah memimpin orang-orang ke perilaku dalam Kristus melalui teladan. Pemimpin yang benar-benar saleh hanya akan ada ketika ada orang yang mengikuti pola kesalehannya. Ibrani 13:17 mengatakan kami harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah apa yang kami lakukan. Dan Yakobus 3:1 mengatakan bahwa kami mendapat hukuman yang lebih besar jika kami gagal. Namun hal ini bisa begitu bermanfaat sehingga dapat mengimbangi kemungkinan gagal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus berbicara kepada para pemimpin gereja di Efesus dalam Kisah Para Rasul 20, dan sangat penting bagi mereka untuk mengikuti pola kepemimpinan alkitabiah. Jadi dia memberi mereka semua ajaran kepemimpinan dari ayat 17 sampai 38. Dan berulang kali dia menjadikan dirinya sebagai teladan. Dan kami menemukan ada lima prioritas dalam kepemimpinan. Prinsip </span><span class="cf1"><b>nomor satu</b></span><span class="cf1">, pastikan </span><span class="cf1"><b>Anda benar di hadapan Allah.</b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekudusan pribadi adalah hal mendasar. Tugas saya yang paling penting adalah mempersiapkan diri, bukan khotbah saya. Hal ini untuk mempersiapkan diri Anda menjadi saluran di mana Allah dapat bekerja secara efektif. Ayat 28, “Jagalah dirimu dan seluruh kawanan yang telah ditetapkan oleh Roh Kudus sebagai penilikmu, untuk menggembalakan jemaat Allah yang dibelinya dengan darahnya sendiri.” Di sinilah semuanya mulai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk mengilustrasikannya, lihatlah Daud. 2 Samuel 11:1 mengatakan, “Pada musim semi, ketika raja-raja berangkat berperang, Daud mengutus Yoab beserta para perwiranya dan seluruh Israel. Mereka menghancurkan bani Amon dan mengepung Raba, tetapi Daud tetap tinggal di Yerusalem.” Ayat 2, “Pada suatu malam Daud bangun dari tempat tidurnya dan berjalan-jalan di atap istana. Dari atap dia melihat seorang wanita sedang mandi—wanita yang sangat cantik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 4-5, “Daud mengirim utusan untuk menjemputnya, dan ketika dia datang kepadanya, dia tidur dengannya. Nah dia baru saja menyucikan dirinya dari kenajisan. Setelah itu, dia kembali ke rumah. 5 Wanita itu mengandung dan dia mengirim pesan untuk memberitahukan kepada Daud, “Saya hamil.” Dan di ayat 15, dia menulis surat kepada para prajurit, dan dia berkata, “Tempatkan Uria di garis depan dalam pertempuran yang paling sengit, kemudian mundurlah darinya sehingga dia tertembak mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia benar dibunuh. Jadi, Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. Dan tahukah Anda apa yang terjadi ketika dia melakukan itu? Dia tahu dirinya tidak berguna bagi Allah. Namun, Allah berbicara ke dalam hatinya, dan dia hancur karena beban dosanya, dan ketika dia hancur, dia menuliskan perasaannya di Mazmur 51. Itu adalah patah hati Daud atas dosa Batsyeba dan Uria.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Kasihanilah aku, ya Allah, sesuai dengan kasih setia-Mu; sesuai dengan belas kasihanmu yang melimpah, hapuskanlah pemberontakanku. 2 Hapuslah kesalahanku sepenuhnya dan bersihkanlah aku dari dosaku. 3 Sebab aku sadar akan pemberontakanku, dan dosaku selalu ada di hadapanku. 4 Terhadap Engkau—Engkau sendiri—aku telah berdosa dan melakukan kejahatan ini di mata Engkau. Jadi Engkau benar saat menjatuhkan hukuman; Engkau tidak bersalah ketika Engkau menghakimi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Ya Allah, ciptakanlah di dalam aku hati yang bersih dan perbaharui roh ketabahan dalam diriku. 11 Janganlah usir aku dari hadiratmu dan jangan ambil Roh Kudusmu dariku. 12 Kembalikan kepadaku sukacita keselamatan-Mu, dan dukunglah aku dengan memberiku roh kerelaan. 13 Kemudian Aku akan mengajari orang-orang yang memberontak tentang jalan-Mu, dan orang-orang berdosa akan kembali kepada-Mu.” Daud tidak berharga dalam mempertobatkan siapa pun sampai saatnya dia sendiri dibersihkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip </span><span class="cf1"><b>nomor dua</b></span><span class="cf1"> juga ada di ayat 28, “</span><span class="cf1"><b>Memberi makanan rohani dan memimpin kawanan</b></span><span class="cf1">.” Prioritas kedua adalah memimpin dan memberi makanan rohani. Ada orang yang tahu dengan apa yang dikenal dengan aturan jemaat, yaitu aturan yang ditentukan oleh jemaat. Itu asing bagi Kitab Suci. Di dalam Kitab Suci, jemaat tunduk pada otoritas para pendeta. Karena ketika kalian memberi kuasa kepada orang lain diatas pemimpin, kalian telah melanggar pola otoritas Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, di dalam gereja terdapat hak jemaat untuk memilih di antara mereka orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus, hikmat dan iman. Namun begitu orang-orang tersebut dipilih oleh Allah, dan ditahbiskan oleh Allah, mereka akan memerintah menggantikan Allah ketika mereka berdiri sebagai gembala bawahan bagi Kristus. Jadi, kepemimpinan itu penting, pendeta itu membuat keputusan yang bijaksana, mengarahkan mereka ke tempat-tempat dan hal-hal yang akan bermanfaat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor tiga</b></span><span class="cf1">, adalah </span><span class="cf1"><b>mengawasi dan memperingatkan kawanan domba itu</b></span><span class="cf1">. Pendeta yang setia, penatua yang setia – yang bekerja di dalam Firman dan doktrin; berada di daerah kekuasaan untuk mengawasi dan memperingatkan kawanannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Aku tahu, bahwa setelah kepergianku, serigala-serigala yang buas akan masuk ke tengah-tengah kalian dan yang akan menyerang kawanan domba itu.” Karena saya tahu cara kerja Setan. Paulus berkata, “Aku tahu satu hal, guru-guru palsu akan datang segera setelah aku pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 7:15 mengatakan, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” 1 Timotius 4:1 mengatakan, “Nah Roh dengan jelas mengatakan bahwa di kemudian hari ada orang-orang yang murtad dari iman, dan yang memperhatikan roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Ayat 6, “Jika Anda memberitahukan hal-hal ini kepada saudara-saudaramu, Anda adalah hamba Kristus Yesus yang baik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang pendeta Yesus Kristus yang baik mengingatkan orang-orang untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu. Dia mengingatkan jemaatnya untuk berhati-hati terhadap doktrin-doktrin setan, dan dia mengingatkan orang-orang untuk berhati-hati terhadap roh-roh yang merayu. Dalam 2 Petrus 2 Allah menyebut mereka sebagai guru-guru palsu, bernoda, dan mata air tanpa air. Dia berkata, mereka adalah “Kabut didorong badai.” Dan mereka menyerang orang-orang yang mencari Allah, yang mencari jawaban agama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Dari antara kalian sendiri akan muncul orang-orang yang memutarbalikkan kebenaran untuk memikat murid-murid yang mengikuti mereka.” Nabi-nabi palsu bukan hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana guru-guru palsu selalu memberitahu para pengikut mereka? “Sun Myung Moon dengan begitu banyak pengikut,” menyeret orang-orang untuk mengikuti mereka. Dan itu terjadi di Efesus. Dan penatua yang memimpin di gereja itu adalah Timotius, dan hal itu tetap terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Paulus bahkan menyebutkan nama mereka. 1 Timotius 1:3 mengatakan, “Seperti yang telah kudesak kepada kalian ketika aku pergi ke Makedonia, hendaklah kalian tetap tinggal di Efesus supaya kalian dapat mengajar orang-orang tertentu supaya mereka tidak mengajarkan ajaran sesat.” Orang-orang yang baru saja dididik dari jemaat. Dia berkata kepada Timotius di ayat 4, “Janganlah kamu mendengarkan mitos-mitos dan silsilah-silsilah mereka yang tidak ada habisnya, yang hanya menimbulkan berbagai pertanyaan dan bukan membangun kesalehan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Timotius 1:19-20 Paulus berkata, “Kami harus memiliki iman dan hati nurani yang baik, yang telah ditolak oleh beberapa orang dan merusak iman. 20 Di antara mereka ada Himeneus dan Alexander, yang telah Aku serahkan kepada Setan, supaya mereka diajar agar tidak menghujat.” Dalam 2 Timotius 1:15 Paulus berkata, “Kalian tahu, bahwa semua orang di Asia telah meninggalkan aku, termasuk Figelus dan Hermogenes.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa kami harus berjuang untuk mempertahankan iman? </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Karena itu hendaklah kalian berjaga-jaga, dan mengingat bahwa siang dan malam selama tiga tahun aku tak henti-hentinya memperingatkan kamu masing-masing dengan cucuran air mata.” Sebagai pendeta, karena Anda peduli terhadap kawanan domba, Anda harus waspada terhadap guru-guru palsu, dan Anda harus waspada terhadap lalang yang ditaburkan di antara gandum. Di dalam Matius 13, Yesus berkata bahwa lalang akan ditaburkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Jangan mencoba mencabut semua lalang, sebab mungkin gandum juga ikut tercabut. Mereka akan tumbuh bersama-sama sampai panen.” Itulah hal yang menakutkan, karena itu berarti jika lalang masuk, Anda tidak bisa menghilangkannya. Dan hanya ada satu cara untuk mencegah lalang itu masuk, yaitu dengan berjaga-jaga secara rohani. Dan terserah pada kami untuk memastikan bahwa kami tahu siapa yang mengajar, dan siapakah yang duduk di posisi kepemimpinan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal berikutnya adalah untuk memperingatkan orang. Artinya adalah untuk menegur. Menegur berarti memberikan nasihat yang disertai dengan peringatan. Dan saya melakukan itu pada kalian malam ini; aku peringatkan kalian, waspadalah dan jaga-jagalah, dan tahu bahwa guru-guru palsu akan muncul dan menyusup. Paulus berkata, “Aku tidak berhenti memperingatkan semua orang.” Dia menangis, karena dia tahu ada akibat buruk dari guru-guru palsu yang menyusup ke dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian prioritas </span><span class="cf1"><b>keempat</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>belajar dan berdoa</b></span><span class="cf1">. Bagaimana saya habiskan waktu saya ini? Saya berdoa dan belajar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Dan sekarang aku menyerahkan kalian kepada Allah dan kepada firman anugerah-Nya, yang sanggup membangun kalian dan yang memberi kalian bagian yang menjadi warisan di antara semua orang yang telah dikuduskan.” Saya telah melakukan semua yang bisa saya lakukan untuk kalian. Tahukah apa yang harus saya lakukan lagi? Memberikan kalian kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu benar-benar bagian dari pelayanan. Inilah kawanan domba-Nya. Ini adalah gereja-Nya. Dan aku menyerahkannya kepada-Nya. Karena itu milik-Nya, yang harus dijaga dan dirawat. Anda dapat mengambil kitab Kisah Para Rasul dan menemukan bahwa ketika mereka berkumpul untuk memilih seseorang untuk menggantikan Yudas, mereka sedang berdoa. Di Kisah Para Rasul 2, mereka berdoa lagi. Dalam KPR 2:42 dikatakan, “Mereka datang untuk doktrin, persekutuan dan doa para rasul.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Injil itu mulai berkembang, mereka berdoa. Mereka mengurapi para diaken dalam KPR 6, dan mereka berdoa serta mengurapi para diaken tersebut. Kemudian mereka berdoa ketika mengutus Paulus dan Barnabas. Ketika mereka tiba di daerah baru, mereka berdoa dan menyerahkannya kepada Allah, lalu mereka masuk dan melayani. Doa itu selalu memandikan segala sesuatu yang pernah mereka lakukan. Mengapa demikian? Karena mereka selalu menyerahkan segalanya kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan doa. Segala sesuatu yang gereja lakukan, segala sesuatu yang Anda lakukan dalam pelayanan kami harus diserahkan kepada Allah. Bukan sebagai sebuah renungan. Namun sebelum hal itu membuahkan hasil, hal itu harus diserahkan kepada-Nya. Jika Anda berpikir Anda mempunyai ide yang mungkin berhasil, mulailah berdoa mengenai ide tersebut dan lihat apakah Allah mewujudkannya. Biarlah Roh Kudus membawa serta saya ketika Dia bergerak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pelajarilah Firman itu. Seluruh komitmen kami adalah pada doa dan pelayanan Firman itu. Dan Firman mampu membangun kami. Ketika orang berkata kepada saya, “Saya punya banyak keraguan,” saya berkata, “Apakah kamu mempelajari Alkitab? Karena jika Anda mempelajari Alkitab dengan setia, Alkitab itu terus menjamin warisan Anda di antara semua orang yang dikuduskan.” Artinya kalau Anda suci bagi Allah, pasti ada warisan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kelima</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>kebebasan dari kepentingan pribadi</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33-35</b></span><span class="cf1">, “Aku tidak pernah ingin perak atau emas atau pakaian siapapun. 34 Kalian sendiri tahu, bahwa aku bekerja dengan tanganku sendiri untuk menghidupi diriku sendiri dan teman-temanku. 35 Dalam segala hal aku telah menunjukkan kalian bahwa kami perlu membantu orang-orang yang lemah dengan bekerja seperti ini dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, karena Dia berkata, ‘Lebih berbahagia memberi daripada menerima.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Anda harus melihatnya sebagai suatu pemberian, bukan suatu penerimaan.” Allah tidak memberkati pelayanan seseorang yang mementingkan uang. Anda tidak dapat mengabdi kepada Allah dan mamon, yaitu uang. Inilah isi hati Paulus. Dia berkata, “Saya mempunyai hak untuk minta uang kepada Anda, tetapi saya tidak melakukan itu. Saya akan bekerja untuk mendapatkan penghasilan saya sendiri untuk menunjukkan kepada kalian pola contohnya, dan begitulah seharusnya keadaanya, untuk tidak minta apa pun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36-38</b></span><span class="cf1">, “Setelah Paulus berkata demikian, dia berlutut dan berdoa bersama mereka semua. 37 Ada banyak air mata yang ditumpahkan oleh semua orang. Mereka memeluk Paulus dan menciumnya, 38 mereka sangat berduka atas pernyataannya bahwa mereka tidak akan pernah melihat wajahnya lagi. Dan mereka menemaninya sampai ke kapal.” Jika saya dapat melayani sesuai dengan keinginan Roh, maka Allah akan menghadiahi saya dengan kasih orang-orang kudus itu. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Nov 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231112</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000216</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemimpin Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000215"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:25-28" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:25-28</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat Roh Kudus ketika Dia berbicara kepada kami khususnya di ayat 25 -38 malam ini. Di sini kami mempunyai dasar-dasar atau prioritas kepemimpinan dalam Gereja. Di seluruh kerajaan Allah, kepemimpinan adalah hal yang penting. Tuhan tahu bahwa harus ada otoritas dan ketundukan dalam segala hal. Dalam Perjanjian Lama, Anda menemukan banyak hal yang menunjukkan kepada kami pentingnya kepemimpinan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah selalu melayani kerajaan-Nya melalui para pemimpin kunci. Allah sangat memandang kepemimpinan yang tidak memadai atau tidak efektif. Dalam Hosea 4:9, Allah bukan hanya mengomentari dosa-dosa Israel, namun juga dosa-dosa para pemimpin Israel. Allah berkata, “Aku tidak bisa mengharapkan apa pun dari orang-orang kalau Aku tidak bisa mengharapkan apa pun dari para pemimpin. Apapun pemimpinnya, rakyatnya juga sama. Sama seperti imam, seperti itulah manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Yesaya 9:14-16, kami menemukan lebih banyak lagi sikap Allah terhadap kepemimpinan. Dikatakan, “Sebab itu Tuhan akan memotong kepala dan ekor, ranting-ranting dan semak-semak dari Israel dalam satu hari.” Dengan kata lain, Allah akan menggantikan semua pemimpin. Allah berkata bahwa Dia akan menghukum para pemimpin karena mereka telah membuat masyarakatnya berdosa karena kegagalan mereka dalam memimpin mereka ke dalam pola hidup yang kudus dan saleh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yeremia 5:31 Anda mendengar hal yang sama, “Para nabi bernubuat palsu; para imam menjalankan pemerintahan dengan cara mereka; dan umat-Ku sangat suka hal itu.” Dengan kata lain, masyarakat suka kepemimpinan buruk yang mereka dapatkan. Yehezkiel 22:26 mengatakan, “Para imamnya telah melanggar hukum-Ku, telah menajiskan barang-barang kudus-Ku. Mereka tidak membedakan di antara yang suci dan yang bejat. Jadi orang-orang melakukan banyak dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 15:14, Yesus memandang para pemimpin Israel, dan berkata, “Mereka adalah pemimpin buta dari orang yang buta. Dan jika orang buta menuntun orang buta, maka keduanya akan jatuh ke dalam lubang.” Paulus mengakhiri perjalanan misinya, yang merupakan perjalanan ketiganya, dalam KPR 20. Ia berhenti karena kapalnya berhenti di Miletus dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem. Dan dia bergegas ke Yerusalem untuk sampai ke sana pada hari Pentakosta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus juga mengambil persembahan yang ia kumpulkan untuk orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem. Dan dia telah berhenti di Miletus selama beberapa hari, karena kapalnya berhenti di sana. Dan dia memanggil para penatua jemaat di Efesus untuk datang ke Miletus, supaya dia dapat meluangkan sedikit waktu untuk menyampaikan kata-kata terakhirnya. Karena Paulus begitu terbebani oleh kebutuhan mutlak akan kepemimpinan baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, dari KPR 20:17-38, Paulus memberikan informasi mengenai kepemimpinan dalam pelayanan, dalam penggembalaan, dan di dalam pekerjaan Kristus. Dan kepemimpinan dalam Alkitab merupakan persoalan dua sisi. Ini adalah masalah tanggung jawab besar dengan potensi penghukuman yang besar. Pemimpin yang baik diberkati dua kali lipat; dan pemimpin yang buruk akan dihukum dua kali lipat. Sebab kepada siapa banyak diberi, banyak pula yang diminta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yakobus 3:1 dikatakan, “Janganlah banyak di antara kalian menjadi guru, karena kami tahu, bahwa kami akan mendapat hukuman yang lebih berat.” Namun sebaliknya, dalam 1 Timotius 5:17 dikatakan, “Penatua-penatua (pendeta) yang baik pengajarannya patut mendapat penghormatan dua kali lipat.” Jadi, Anda mendapat kehormatan ganda bagi pemimpin yang baik, dan penghakiman ganda bagi pemimpin yang buruk. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, tugas para rasul mula-mula adalah menunjuk pemimpin-pemimpin tersebut di setiap gereja. Para rasul akan berkeliling dan membangkitkan mereka. Mereka adalah para penatua di gereja Efesus – dan ketika saya mengatakan para penatua, saya juga mengatakan hal yang sama untuk para pendeta. Namun para penatua di sana, para pendeta di sana telah dilatih dan didewasakan oleh Paulus. Dibangkitkan oleh Roh Kudus, Paulus menyadari siapakah mereka itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rasul Paulus berkata dalam Titus 1:5, “Nah kalian harus membereskan segala sesuatu di Kreta dan menahbiskan para penatua di setiap kota.” Para pendeta di setiap kota perlu ditahbiskan oleh para penginjil atau para rasul. Paulus memberi mereka tugas yang jauh lebih besar dari apa yang Anda lihat dalam KPR 20. Gereja Yesus Kristus harus mengikuti pola alkitabiah. Pembangunan rohani Perjanjian Baru yang sesungguhnya harus terjadi pada tingkat kepemimpinan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kehidupan Gereja, dalam produktivitas dan keberhasilannya, secara langsung bergantung pada kepemimpinannya. Dalam 2 Timotius 2:2, kami menemukan bahwa rancangan Allah bagi Gereja adalah untuk mengajar orang-orang setia yang mampu mengajar orang lain juga. Oleh karena itu, kepemimpinan adalah prioritas dalam Gereja, dan ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Kepemimpinan alkitabiah Perjanjian Baru bukanlah permainan kuasa politik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda adalah pemimpin di Gereja ketika Allah telah menunjuk Anda sebagai pemimpin. Itu adalah hak Bapa untuk diberikan. Kedua, kepemimpinan alkitabiah bukanlah menjadi diktator yang dominan. Yesus mengatakan di dalam Matius 20:26, “Barangsiapa besar di antara kalian, hendaklah dia menjadi pelayanmu.” Dan kepemimpinan alkitabiah juga bukanlah kendali yang karismatik. Ayat 27, “Barangsiapa menjadi pemimpin di antara kalian, hendaklah dia menjadi budak diantara kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 28, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Pemimpin terhebat yang pernah hidup adalah seorang pelayan, benar? Dan Dia mengajari kami prinsip kepemimpinan yang terbesar melalui teladan. Siapakah Dia dulunya adalah seharusnya yang kami menjadi sekaran ini. Kepemimpinan sejati adalah hidupmu sebagai teladan. Anda adalah seorang pendeta sejati hanya selama Anda mengikuti apa yang Anda katakan dan apa yang Yesus lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di dalam Kisah Para Rasul 20, Paulus menutup instruksinya kepada para penatua di Efesus. Dan dia memerintahkan mereka untuk mengatur pelayanan mereka sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan itu adalah prioritas yang bukan hanya dia bicarakan, tetapi dia jalani di dalam hidupnya sendiri. Pertama dia mengatakan pelayanan kepada Allah adalah pelayanan kepada Tuhan. Bagi Gereja itu adalah ajaran, bagi mereka yang terhilang itu adalah penginjilan, dan bagi saya sendiri, itu adalah pengorbanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, setelah menyelesaikannya, Paulus ingin berkonsentrasi pada aspek Gereja. Nah, saya akan memberi Anda prioritas dalam mengajar Gereja, supaya menjadi efektif dalam Gereja.” Anda harus selalu ingat bahwa Anda sedang melayani Kristus. Bukan untuk manusia, tapi untuk Dia. Paulus berkata, “Aku telah melepaskan tanggung jawabku kepada semua orang: kepada Gereja, kepada orang-orang yang diselamatkan, kepada orang-orang yang belum diselamatkan, kepada orang-orang Yahudi dan bukan-Yahudi. Saya sudah menyelesaikan pekerjaanku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah memberikan kepadanya sebuah pelayanan, dan jika dia tidak memenuhinya, dia akan dihukum karena gagal memenuhinya. Apa yang Paulus maksudkan adalah, “Mulai sekarang, saudara-saudara, tanggung jawab itu ada di tangan kalian. Pastikanlah kalian melaksanakan pelayananmu dengan cara yang setia, sama seperti yang telah kuberikan kepadamu melalui teladan. Itu tidak berarti Anda kehilangan keselamatan Anda; itu berarti Anda akan mengenal hukuman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus memberi mereka </span><span class="cf1"><b>lima kunci kepemimpinan</b></span><span class="cf1">. Prinsip </span><span class="cf1"><b>pertama</b></span><span class="cf1">, pastikan Anda benar di hadapan Allah. </span><span class="cf1"><b>Kisah Para Rasul 20:28</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sebab itu, jagalah dirimu dan seluruh kawanan, yang oleh Roh Kudus telah kalian dijadikan penilik, untuk menggembalakan jemaat Allah yang dibeli dengan darah-Nya sendiri.” Prioritasnya mulai dengan Anda. Anda belum siap menghadapi tanggung jawab pelayanan itu, kecuali Anda sudah benar di hadapan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Markus 13:9 dikatakan, “Tetapi waspadalah terhadap orang, karena mereka akan menyerahkan kamu ke pengadilan; dan di rumah-rumah ibadat kamu akan dipukul; kamu akan dibawa ke hadapan para penguasa dan raja-raja demi Aku, sebagai kesaksian melawan mereka.” Jika Anda tidak kuat secara rohani, Anda akan gagal. Yesus dalam Lukas 21:34 berkata, “Hari Tuhan akan tiba, dan seharusnya kamu menguji dirimu sendiri supaya kamu siap ketika hari itu terjadi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata dalam 2 Timotius 2:20, “Di dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat alat-alat yang terbuat dari emas dan perak, tetapi juga kayu dan tanah, ada yang patut dihormati, dan ada pula yang tidak terhormat.” Dengan kata lain, jika Anda mempunyai rumah yang besar, Anda mempunyai dua macam barang: barang mewah untuk teman-teman dan orang luar yang datang yang benar-benar Anda ingin memperlihatkan yang mewah dan piring-piring lainnya adalah apa yang kita gunakan setiap hari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi implikasinya di sini adalah bahwa di rumah Allah akan ada beberapa bejana yang akan dihormati oleh Allah, dan itu akan digunakan untuk tugas-tugas terbesar. 2 Timotius 2:21, “Sebab itu barangsiapa menyucikan dirinya dari yang terakhir, ia akan menjadi bejana kehormatan, disucikan dan berguna bagi Tuhan, yang dipersiapkan untuk setiap pekerjaan baik.” Ada beberapa bejana yang bisa Allah gunakan, dan ada beberapa yang tidak bisa Dia gunakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu hal yang Paulus tahu adalah ketika kekudusan tidak lagi menjadi bagian dari hidupnya, efektivitasnya juga berhenti. 1 Korintus 9:27 mengatakan, “Saya mendisiplinkan tubuh saya dan mengendalikannya dengan ketat, sehingga setelah berkhotbah kepada orang lain, saya sendiri tidak didiskualifikasi.” Anda melihat seseorang dalam pelayanan terlibat dalam banyak hal di gereja. Dan tiba-tiba, ada hal moral yang buruk datang ke dalam hidupnya. Dan dia didiskualifikasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan meskipun ia mempertahankan penebusannya, karena pembenaran itu adalah hal yang kekal, ia kehilangan maknanya bagi jemaat, bagi pelayanan kepada Kristus, dan menjadi bejana yang tidak berharga. Itu bukan karismamu yang luar biasa. Ini bukanlah kepemimpinan Anda yang kuat dan dinamis. Itu semua tidak membuat Anda memenuhi syarat untuk menjadi seorang pemimpin. Apa yang membuat Anda memenuhi syarat adalah kekudusan Anda sendiri dalam hidup Anda dan panggilan dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Baru tidak pernah memberi petunjuk tentang kualifikasi apa pun yang ada hubungannya dengan kedudukan duniawi, atau uang, atau kepribadian, atau apa pun. Satu-satunya kualifikasi adalah kualifikasi rohani, karena ini adalah pekerjaan rohani. Dan kadang-kadang hal yang paling cerdas untuk dilakukan dalam dunia bisnis adalah kebalikan dari apa yang Allah inginkan, dan kami harus melangkah dengan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak mengatakan bahwa Allah tidak mengampuni, dan saya tidak mengatakan bahwa Allah tidak dapat menempatkan orang yang telah dipulihkan, dan yang telah pulih dari hal seperti itu, ke dalam posisi kepemimpinan. Paulus menyimpulkannya dalam 1 Timotius 4:12, “Timotius, jadilah teladan bagi orang-orang percaya. Anda menunjukkan kepada dunia betapa sucinya orang itu dalam perkataan, tingkah laku, cinta, semangat, iman, dan kemurnian.” Semua hal tersebut bersifat spiritual di mana Anda harus menjadi teladan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun kedua, </span><span class="cf1"><b>Kisah Para Rasul 20:28</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Waspadalah terhadap dirimu sendiri dan seluruh jemaat.” Prioritas setiap orang dalam kepemimpinan, baik Anda mengajar di kelas Sekolah Minggu, atau bekerja dalam pembelajaran Alkitab di rumah, kewajiban kedua Anda adalah pelayanan itu. Dia berkata, “Waspadalah terhadap seluruh kawanan.” Tidak ada pilih kasih. Kami hanyalah sekelompok kecil pengikut yang tidak berdaya dan bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kawanan itu adalah istilah sejarah yang digunakan Allah untuk umat-Nya di Perjanjian Lama. Dalam Yeremia 13:17 dan Zakharia 10:3, Allah menyebut Israel sebagai kawanan Tuhan. Namun juga dalam Lukas 12:32 Yesus melihat ke arah sekelompok murid, dan Dia menyebut mereka “kawanan kecil”-Nya. Dan kemudian dalam Yohanes 10, dia berulang kali menyebut semua anak Allah sebagai domba-domba-Nya, dan Yesus adalah Gembala yang Baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam </span><span class="cf1"><b>KPR 20:28</b></span><span class="cf1"> hal itu diberikan kepada kami melalui Roh Kudus. Sungguh menakjubkan untuk menyadari bahwa sebelum dunia dijadikan, kami sudah direncanakan dalam hal ini. Semua yang digambarkan sebagai penggembalaan lebih dari sekedar memberi makan. Bagi seorang pendeta itu berarti merawat, mendisiplin, menjalankan otoritas atas mereka, dan membimbing mereka ke jalan yang benar. Namun inti dari penggembalaan adalah memberi makanan rohani. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memimpin juga penting, maksud kami memerintah. Para penatua yang memerintah dengan baik layak mendapat penghormatan dua kali lipat. Ini berarti memilih arah gereja. Domba itu tidak memutuskan ladang mana yang harus mereka tuju selanjutnya. Domba-domba itu hanya mengikuti gembalanya. Allah telah menyerahkan kepemimpinan gereja ke tangan para pendeta. Dan dikatakan bahwa kami adalah pengawas dengan hidup sebagai teladan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 13:17 mengatakan, “Taatilah mereka yang berkuasa atas kamu dan tunduklah karena merekalah yang menjaga jiwamu sebagai mereka yang harus memberikan pertanggungjawaban.” Tahukah Anda bahwa saya harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah sendiri atas cara saya merawat kawanan domba? Itu mungkin mengubah cara saya merawat kawanan domba. Yang memimpin adalah yang bertanggung jawab kepada Allah, dan jika setia, dia akan menerima mahkota kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa pun yang kami lakukan adalah di depan umum. Jika kami menjalani kehidupan yang suci, itu adalah hal umum. Jika kami berdosa, itu harus diumumkan juga. Mengapa? Supaya orang lain mengetahui bahwa kami berurusan dengan dosa. Apa yang benar-benar memotivasi Anda adalah bahwa ini bukan gereja saya. Itu adalah Gereja Allah. Yesus berkata kepada Petrus tiga kali, “Gembalakan domba-domba-Ku.” “Berilah makan domba-dombaku.” “Beri makan domba-dombaku.” Orang-orang itu bukan milik Petrus. Itu bukan milikku. Itu milik-Nya Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus itu tahu bahwa saya membutuhkan lebih banyak informasi, dan Dia menambahkan ini di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Yang dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri.” Ini berarti bahwa kawanan domba Allah itu begitu berharga, sehingga Dia telah membayar harga yang paling mahal. Dan jika itu begitu berharga bagi-Nya, maka itu juga harus begitu berharga bagi saya. Jika Allah berkehendak sejauh itu, saya ingin memastikan saya melakukan keinginan-Nya. Allah sendiri, dalam wujud Anak, menumpahkan darah-Nya demi Gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus melakukan ini dan dia adalah teladan kami. Di dalam Efesus 5 dikatakan, “Para suami, kasihilah isteri-isterimu sama seperti Kristus juga mengasihi Gereja dan menyerahkan diri-Nya untuknya, supaya Ia menguduskan dan menyucikannya dengan permandian air dengan Firman, supaya Ia dapat mempersembahkan kepada diri-Nya suatu kemuliaan Gereja yang tidak mempunyai noda atau kerut atau macam seperti itu, tetapi gereja itu harus kudus dan tidak bercacat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata, “Aku tahu satu hal. Aku tahu bahwa Allah menebus kalian untuk menjadi gereja yang kudus, dan Allah menyerahkan kalian ke dalam perawatanku, dan aku adalah pendeta kalian. Dan aku adalah gembala bawahanmu. Dan aku harus menjaga kalian. Dan jika Allah ingin supaya kalian menjadi gereja yang kudus, itulah yang saya inginkan juga.” Gembala bawahan harus mempunyai sikap yang sama dengan Gembala Agung: mengenai kemurnian dan kekudusan Gereja. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231105</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000215</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penginjilan dan Pengorbanan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000214"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:21-24" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:21-24</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul 20 mengungkapkan betapa besarnya kasih Paulus terhadap Gereja. Meskipun 1 Korintus 13 adalah pasal kasih dalam doktrin, KPR 20 adalah kasih Paulus dalam tindakan. Di sini dia mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan dan kasihnya kepada Gereja melalui pengorbanan dirinya dan pengabdiannya pada pelayanannya. Ini adalah masa ketika metodologi menjadi komoditas yang dapat dipasarkan. Dan kami sering melihat kesuksesan dalam kaitannya dengan metode.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun kesuksesan Paulus tidak ada hubungan langsung dengan metodenya. Secara tidak langsung, metode-metode tersebut bertumbuh dari dirinya yang sebenarnya. Satu kata yang berarti kepemimpinan dan satu kata yang berarti kesuksesan adalah kata “teladan”. Hal ini diungkapkan di seluruh Kitab Suci. Tuhan Yesus Kristus mengajar hal-hal berulang kali melalui teladan. Berkali-kali Yesus Kristus menyatakan apa yang harus mereka lakukan dengan melakukan-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan alasannya mengapa Paulus begitu sukses adalah karena dia menjadi seorang teladan. Tidak ada kesenjangan kredibilitas diantara apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan. Dan orang-orang membentuk pola hidup mereka menurut dia. Dia berkata, “Jadilah pengikutku seperti aku menjadi pengikut Kristus.” Kehidupan Kristen bermuara pada teladan, dan kepemimpinan yang alkitabiah adalah hidup dengan teladan. Hal ini berlaku bahkan di dunia sekuler, namun juga berlaku secara monumental di dunia spiritual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ada satu dimensi kecil yang memberi kami gambaran tentang pikiran Paulus. Dalam ayat 17 - 27 kami mempunyai pandangan Paulus mengenai pelayanan. Dia melihatnya dalam </span><span class="cf1"><b>empat dimensi berbeda</b></span><span class="cf1">. Ia melihat pelayanannya berkaitan dengan Allah, dengan orang yang telah diselamatkan, dengan mereka yang terhilang, dan dengan dirinya sendiri. Dan semuanya adalah perspektif spiritual. Dan itu juga berlaku dalam hidup Anda. Sebab keempat hal tersebut, merupakan inti kesuksesan seseorang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, keadaannya adalah Miletus, ayat 17. Paulus sedang menyelesaikan perjalanan misionarisnya yang ketiga. Gereja sedang ditanamkan di seluruh dunia. Pada saat ini, itu telah menjangkau dunia non-Yahudi. Paulus mendirikan gereja-gereja di seluruh wilayah Mediterania. Nah di bawah penganiayaan yang hebat, dia mendarat di Miletus, dan menuju ke Yerusalem. Dia punya banyak uang untuk diberikan kepada jemaat kudus miskin di Yerusalem dari gereja-gereja non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia ingin mengikat keduanya dan menunjukkan kasih mereka. Dan dia juga ditemani oleh beberapa orang yang mewakili gereja-gereja non-Yahudi itu, dan mereka berusaha untuk datang tepat pada waktunya untuk hari raya Pentakosta. Namun dia harus singgah beberapa hari di Miletus, di dekat Efesus. Maka, dia memanggil para penatua gereja Efesus yang jauhnya sekitar 50 km, karena dia punya beberapa hal lagi yang ingin dia katakan sebelumnya dia pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di ayat 18, dia mengumumkan kepada mereka pokok pembicaraannya. Ketika mereka datang kepadanya, dia berkata kepada mereka, “Kalian tahu, sejak hari pertama saya menginjak kaki di Asia, bagaimana saya berlaku bersama kalian sepanjang waktu.” Dengan kata lain, “Anda tahu gaya hidup saya. Anda tahu pola kehidupanku dan pelayanan saya.” Kemudian dia berkata, “Saya akan mengingatkan Anda tentang pola-pola itu, karena pola-pola itu harus menjadi pola dalam hidup dan pelayanan kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepemimpinan sejati adalah soal memberi contoh. Kami melihat terakhir kali, Paulus melihat pelayanannya sebagai pelayanan kepada Tuhan. “Saya tidak melayani keinginan orang; saya hanya melayani Tuhan. Apa pun yang Tuhan perintahkan agar saya lakukan; saya lakukan. Dia bukan hanya melayani Allah secara eksternal tetapi juga secara internal. Dia melihat dirinya sebagai seorang budak. Dan dia menggunakan kata doulos berulang kali, dan kata itu berarti seorang budak yang bergantungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mentalitas pelayanan Kristen haruslah ketaatan. Allah memberi perintah, dan saya melaksanakannya. Saya tidak khawatir tentang reaksi apa yang akan terjadi. Saya tidak khawatir tentang apa yang akan dikatakan orang. Saya tidak mencoba menyenangkan orang. Dalam Galatia 1:10, Paulus berkata, “Jika aku berusaha menyenangkan manusia, aku bukanlah hamba Yesus Kristus.” Namun Paulus tidak melakukannya hanya dari luarnya saja; dia melakukannya juga di dalam hatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memiliki roh ketaatan, dan juga ketaatan sebenarnya. Dia tidak pernah mengubah khotbahnya; dan dia tidak pernah mengubah rencananya karena perbuatan manusia. Namun sepanjang sejarah Gereja, Injil sering kali dikesampingkan karena tingkah laku manusia. Mereka mempermudahnya agar tidak menyinggung perasaan orang. Kadang-kadang kami mengubah Injil sedemikian rupa sehingga itu kehilangan maknanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dia bilang di ayat 19 ada dua unsur di dalamnya. </span><span class="cf1"><b>Terhadap Allah</b></span><span class="cf1"> dia berkata, “Melayani Tuhan.” Namun ada dua syaratnya: dengan segala kerendahan hati dan banyak air mata serta dibawah cobaan dari rencana jahat orang-orang Yahudi. Dia mengatakan ada dua hal yang menyertai pelayanan: kerendahan hati dan penderitaan. Dan penderitaan itu datangnya dari dua cara: dari dalam dan dari luar. Di dalam air mata, dan dari luar, penganiayaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, dia juga melihat pelayanannya </span><span class="cf1"><b>terhadap Gereja</b></span><span class="cf1">. Pelayanannya dipandang sebagai pengajaran. Terhadap Allah itu adalah pelayanan, terhadap Gereja itu adalah pengajaran. Ayat 20, “Kalian tahu, bahwa aku tidak segan-segan memberitakan kepadamu sesuatu yang bermanfaat dan yang mengajari kalian di muka umum dan dari rumah ke rumah. Ini bukan sekadar kata-kata saja, tetapi aku mewujudkannya. Jadi, setiap orang Kristen bukanlah apa yang ia katakan, melainkan apa yang dia lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata, “Saya tidak menyimpan apa pun yang bermanfaat.” Nah, apakah yang bermanfaat itu? 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Seluruh Kitab Suci diberikan melalui pengilhaman Allah dan itu bermanfaat.” Jadi, Paulus mengajar di depan umum, dan dari rumah ke rumah. Dan Firman itu bermanfaat. Paulus kemudian menulis kepada Timotius dan berkata, “Beritakanlah firman itu pada waktunya dan di luar waktunya.” Khotbahkanlah pada saat Anda seharusnya melakukannya dan pada saat Anda tidak diperbolehkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pelayanan adalah mengkomunikasikan kebenaran ilahi. Paulus mengungkapkan hal ini dalam ayat lain, di 1 Korintus 4:1, dia mengatakan, “Hendaklah orang memandang kami seperti ini: sebagai hamba Kristus dan pengurus rahasia Allah.” Misteri adalah sesuatu yang tersembunyi dan sekarang terungkap. Apakah Alkitab itu? Itulah banyak sekali misteri yang terungkap. Kami adalah pegurus Alkitab. Apakah artinya pengurus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang menjalankan bisnis Anda pada saat Anda berada di luar kota. Dia mengurus semuanya. Dan Paulus berkata dalam 1 Korintus 4:2, “Dalam hal ini, para pengurus dituntut untuk setia.” Dan itulah sebabnya Tuhan memperlakukan hamba yang diberi tugas satu talenta itu dengan sangat serius. Dia menguburkan talenta itu. Dia tidak melipatgandakan apa yang diberikan kepadanya. Dia tidak setia dalam penatalayanannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya seorang penatalayan misteri Allah di dalam Alkitab. Dengan buku ini, berilah makanan rohani kepada orang-orang yang ada di gereja. Itu adalah penatalayanan Anda. Yesus berkata, Aku akan kembali ke surga. Aku akan menaruh Roh-Ku ke dalam dirimu, karena kamu membutuhkan Roh itu untuk melakukannya, namun itulah penatalayananmu, dan kamu harus bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Dan Aku ingin kamu setia lebih dari apa pun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap orang Kristen adalah seorang penatalayan. Dan Anda berada di dalam pelayanan. Anda mungkin bukan seorang pendeta, namun Anda adalah hamba Tuhan, benar? Apakah Anda tidak mempunyai karunia rohani? Dan penyaluran karunia-karunia rohani itu adalah penatalayanan Anda. Jika Anda tidak melakukannya dengan setia, Anda adalah penatalayan yang tidak setia. Kami telah dititipi barang-barang yang bukan milik kami; itu semua milik Tuhan untuk dibagikan kepada orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin Anda seorang ayah Kristen. Anda adalah penatalayan misteri Allah bagi keluarga Anda. Ini adalah Alkitab yang harus Anda ajarkan kepada keluarga Anda. Jika tidak, Anda adalah penatalayan yang tidak setia. Satu-satunya cara untuk mendekati pelayanan adalah dengan berkhotbah secara eksposisi, karena Anda akan mempelajari semua yang Allah berikan kepada Anda. Paulus berkata di ayat 27, “Aku selalu memberitahukan kepada kalian seluruh rencana Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya ingin menciptakan para pengikut Yesus Kristus. Dan jika Anda tidak dapat memahami Dia melalui saya, maka saya tidak melakukan tugas saya dengan baik. Seorang pengkhotbah Kristen merasa paling puas ketika dirinya diatasi oleh cahaya yang bersinar dari Kitab Suci, dan ketika suaranya ditenggelamkan oleh suara Allah.” Jadi, penatalayan yang baik membagikan makanan rohani yang seimbang. Saya mengajarkannya dan saya menjalaninya.” Itulah contoh kunci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, terhadap orang-orang terhilang, itu adalah </span><span class="cf1"><b>penginjilan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Aku bersaksi kepada orang Yahudi dan orang Yunani tentang pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus.” Itulah Injil: yaitu bertobat dari dosa dan beriman kepada Kristus. 1 Korintus 9:16 berkata, “Sebab jika aku memberitakan Injil, maka aku tidak punya alasan untuk bermegah, karena aku merasa terpaksa untuk berkhotbah, dan celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus benar-benar punya beban bagi orang-orang yang terhilang. Dalam Roma 1:14-16 dia berkata, “Saya berkewajiban terhadap orang-orang Yunani dan orang-orang barbar, baik kepada orang-orang bijaksana maupun kepada orang-orang bodoh. 15 Maka aku ingin untuk memberitakan Injil juga kepada kalian yang ada di Roma. 16 Sebab aku tidak merasa malu tentang Injil, karena Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama ke orang Yahudi, dan juga kepada orang Yunani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil itu adalah kisah salib, kebangkitan, dan pesan keselamatan. Namun tidak semuanya adalah Injil. Namun itulah yang Paulus katakan kepada orang-orang yang belum percaya, “Pertobatan dari dosa dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus.” Nah, kata “bersaksi” itu adalah kata kerja majemuk, dan artinya adalah kesaksian yang sangat dalam dan lengkap. Khotbah Injil oleh Paulus selalu menyeluruh dan lengkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada dua sisi dari pesan Injil itu. Sisi positifnya adalah kepercayaan dan sisi negatifnya adalah pertobatan. Itu berarti berubah pikiran sepenuhnya. Artinya memikirkan satu hal dan berubah memikir sebaliknya. Itu tidak berarti, “Iya, dia bertobat; dia berubah sampai sepuluh derajat.” Itu berarti berubah 180 derajat. Dia berubah pikiran; untuk membuat evaluasi awal tentang Kristus dan untuk membalikkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan inilah aspek pertama dalam pengalaman manusia tentang keselamatan. Ini bukanlah aspek pertama dalam keselamatan. Aspek pertama dalam keselamatan adalah panggilan Allah. Namun aspek pertama dalam pengalaman manusia adalah ketika ia benar-benar berpaling dari dosa dan menuju ke Alllah. Yesus berkata, “Beritakanlah pertobatan dan pengampunan dosa kepada semua bangsa.” Dan seandainya pertobatan itu bukan bagian dari keselamatan dan pengampunan, Dia tidak akan mengatakan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus dalam Lukas 13:3 berkata, “Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa.” Hal ini menunjukkan bahwa pertobatan itu harus ada. Jadi, pertobatan itu adalah tindakan sadar orang berdosa yang dimana ia berbalik dari dosanya dan menuju ke Allah. Dia menyadarinya. Dan menurut saya ini melibatkan tiga hal: kecerdasan, emosi, dan kemauan. Pertama, pertobatan dimulai di akal. Anda harus berubah pikiran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda bilang Dia bukan Mesias; tetapi ada bukti yang mengatakan dia memang demikian. Dan di situlah semuanya mulai. Pertobatan dimulai ketika Anda berkata, “Saya pikir Kristus adalah seperti yang Dia nyatakan.” Lalu ada bagian emosional. Kisah Para Rasul 2:37 mengatakan, “Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka tertusuk. Dan mereka berkata, ‘Saudara-saudara, apa yang harus kami lakukan?’” Hati mereka terpecah belah karena mereka telah mengeksekusi Mesias mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kesadaran emosional bahwa Anda telah hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Dan yang ketiga adalah keinginan itu. Anda harus mengaktifkan keinginan Anda. Jadi, pertobatan melibatkan kecerdasan, dimana Anda tahu bahwa Anda berada pada posisi yang salah; itu melibatkan emosi, di mana Anda terluka karenanya; dan itu melibatkan keinginan, sampai Anda berbalik dan pergi ke arah lain. Jangan salah paham, pertobatan itu tidak sama dengan penyesalan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyesalan adalah kesedihan atas akibat dosa. Penyesalan adalah, “Saya minta maaf karena saya ditangkap.” Pertobatan adalah, “Saya menyesal karena saya melakukannya.” Pertobatan sejati adalah yang Paulus khotbahkan, bahwa manusia dapat diselamatkan, dia harus menunjukkan secara intelektual bahwa ia hidup dalam pemberontakan terhadap Allah. Itulah sebabnya kami harus memberitakan Injil. Yohanes 16 mengatakan, Roh Allah itu bergerak masuk dan menginsafkan orang itu akan dosa, kebenaran dan penghakiman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pandangan Paulus tentang pelayanan kepada Allah adalah pelayanan; terhadap jemaat Gereja, mengajar; terhadap orang yang terhilang, penginjilan. </span><span class="cf1"><b>Terakhir</b></span><span class="cf1">, terhadap dirinya, </span><span class="cf1"><b>pengorbanan</b></span><span class="cf1">. Ia memandang pelayanan sebagai pengorbanan diri dan kemauan diri sendiri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Dan sekarang aku dalam perjalanan ke Yerusalem, karena ada dorongan Roh, dan aku tidak tahu apa yang akan kuhadapi di sana.” Istilah “didorong oleh Roh” adalah istilah yang menarik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berada di bawah tekanan kuat. Paulus merasa terpaksa untuk pergi ke Yerusalem, “tanpa pengetahuan apa yang akan kuhadapi di sana,” kata ayat 22. Dia mempunyai uang yang harus dia berikan kepada orang-orang kudus di sana. Dia tahu bahwa itu akan membantu menyatukan Gereja. Dan dia tahu segalanya akan menjadi sulit. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “kecuali di setiap kota Roh Kudus memperingatkan aku, bahwa penjara dan kesengsaraan menanti aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tahu bahwa saya akan dianiaya lagi.” Dalam Roma 15:31, Paulus berkata, “Doakanlah aku. Saya menuju ke Yerusalem, dan saya tahu apa yang akan terjadi ketika saya sampai di sana.” Dan dia berkata, “Saya terikat, dan satu-satunya hal yang saya tahu adalah ke mana pun saya pergi, Roh Kudus terus mengatakan kepada saya bahwa saya akan dianiaya.” Dalam KPR 21:10, dia bertemu dengan nabi Agabus, yang memberinya suatu pelajaran langsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Agabus mengambil ikat pinggangnya dan mengikat Paulus dan berkata, “Itulah yang akan terjadi ketika kamu tiba di Yerusalem. Di dalam daftar prioritas Paulus menjaga diri sendiri adalah hal terakhir. Itulah kombinasi iman dan keyakinan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Tetapi aku menganggap nyawaku tidak ada artinya bagi diriku, tujuanku adalah untuk menyelesaikan tugasku dan menyelesaikan pelayanan yang kuterima dari Tuhan Yesus, untuk memberi kesaksian tentang Injil dari anugerah Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh pandangan terhadap diri sendiri dan pelayanan bagi Paulus adalah pengorbanan. Kapan terakhir kali Anda berkorban? Jika Anda benar-benar percaya bahwa Allah telah memberi Anda pelayanan, dan bahwa Dia mengendalikan hidup Anda, Anda tidak perlu khawatir tentang kematian; kamu tidak akan khawatir tentang apa pun. Saya tidak pernah mengenal seseorang yang meninggal karena dia terlalu banyak bekerja dalam pelayanan kepada Kristus, dan yang meninggal tidak sesuai jadwalnya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Oct 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231029</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000214</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Melayani dan Mengajar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000213"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:17-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:17-20</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi umat Kristen, ada janji bahwa ketika Allah memanggil Anda, Dia bukan hanya akan memberi Anda karunia rohani, Dia bukan hanya akan membukakan pintu, Dia bukan hanya akan membuat pelayananmu menjadi sebuah kemungkinan, namun Dia akan memberikan Anda waktu untuk menyelesaikan itu. Dan hal ini dibuktikan dalam kesaksian rasul Paulus. Dia tahu bahwa ia mempunyai waktu tertentu, dan dalam waktu itu ia akan menyelesaikan pelayanannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah bisa saja membawa orang-orang Kristen itu pulang sebelum mereka mulai bekerja, beberapa orang terus menyatakan kedagingan mereka di Perjamuan Kudus dan mereka langsung dibunuh oleh Tuhan. Ananias dan Safira langsung tewas di tempat gereja. Mungkin saja jika seorang Kristen terus-menerus gagal, Tuhan akan menyingkirkan dia karena dia lebih banyak menimbulkan masalah daripada kebaikan. Setidaknya dalam hal menjadi saksi kepada dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terkadang masalahnya bukan kekurangan waktu; ini adalah masalah kegagalan seseorang dalam memanfaatkan waktu. Paulus berkata dua kali, “Menebus waktu.” Waktu yang ditentukan secara pasti. Menebus berarti membeli waktu. Paulus memaksimalkan setiap momen. Dalam 1 Korintus 12, Allah telah mengaruniakan kami berbagai macam karunia, pekerjaan dan pelayanan, benar? Dan Dia mengaruniakan kami Roh Kudus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia juga telah memberi kami iman untuk menjalankan karunia-karunia itu. Jadi, ada tingkat keimanan yang setara untuk setiap jenis karunia yang Anda miliki. Dalam kitab Pengkhotbah kami diajarkan hikmat manusia. Namun hikmat manusia bersinggungan dengan hikmat Allah kadang-kadang dalam kitab Pengkhotbah. Lihatlah Pengkhotbah 3:1, “Segala sesuatu ada masanya, untuk segala maksud di bawah langit ada waktunya, ada waktu untuk dilahirkan, dan ada waktu untuk mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala batasan kehidupan manusia dirancang secara berdaulat oleh Allah. Pengkhotbah 3:17 mengatakan, “Allah akan menghakimi orang benar dan orang fasik, karena setiap kegiatan dan pekerjaan ada waktunya.” 1 Petrus 4:2 mengatakan, “supaya waktu yang tersisa dapat dijalankan dalam daging bukan lagi untuk keinginan manusia, tetapi untuk kehendak Allah.” Idenya di sini adalah bahwa Allah telah menetapkan waktu untuk dimaksimalkan demi kehendak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 17:26, Paulus sedang berkhotbah di Bukit Mars di Atena. Beliau bersabda, “Dari satu orang Dia menjadikan segala bangsa untuk mendiami seluruh muka bumi dan menetapkan masa-masa yang ditetapkan bagi mereka serta batas-batas tempat tinggal mereka.” Ya, Allah telah membatasi kehidupan manusia secara berdaulat berdasarkan waktu. Dan ada cukup waktu bagi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan kepada Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rasul Paulus adalah orang yang percaya pemanfaatan waktu. Dan dia tidak mempercayainya hanya untuk dirinya sendiri, tetapi dia menyebarkannya kepada orang lain. Dia menulis dalam 2 Timotius 4:5, “Penuhilah pelayananmu.” Dia berkata kepada Archippus dalam Kolose 4:17, “Perhatikanlah pelayanan yang kamu terima di dalam Tuhan, supaya kamu dapat melaksanakannya.” Jadi, Anda perlu memaksimalkan pelayanan Anda, dan memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, hal ini membawa kami ke KPR 20, di mana kami melihat rasul Paulus sebagai seorang yang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pelayanannya. Ingatlah ketika dia berkata kepada orang-orang Filipi, “Saya ingin meluangkan waktu bersama kalian. Namun jauh lebih baik keadaannya bersama Yesus.” Dia hidup hanyalah untuk menyelesaikannya. Saya akan menyelesaikan pelayanan saya, dan hasilnya adalah itu akan melepaskan saya dari dunia ini untuk menetap bersama Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya harap Anda hidup untuk menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan kepada Anda untuk dilakukan. Rasul Paulus sampai pada akhir hidupnya dalam 2 Timotius 4:6 di mana dia berkata, “Sebab aku sudah dicurahkan sebagai korban curahan, dan waktu keberangkatanku sudah dekat.” Bagaimana dia tahu bahwa dia akan mati? Ayat 7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, aku telah memelihara iman.” Dia menyelesaikan tugasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menolong kami untuk melihat hidup kami dalam batasan waktu yang telah Allah telah tetapkan untuk kami. Ada yang bilang, saya tidak hidup untuk pelayanan. Anda memang ada di dalam pelayanan, jika Anda seorang Kristen. Dan karunia rohani apa pun dan pelayanan apa pun yang Allah panggil untuk dilakukan Anda harus dimaksimalkan dalam waktu yang Allah telah berikan kepada Anda. Dan ketika Anda telah mencapai hal itu, sukacita dan kemuliaan bersama-Nya adalah pahalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Dari Miletus ia mengirim pesan ke Efesus dan memanggil para penatua jemaat.” Paulus, dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga, sedang mengucapkan selamat tinggal kepada jemaat yang dikasihinya di kawasan Mediterania timur. Dia mempunyai perasaan dalam hatinya bahwa dia tidak akan pernah kembali, karena dia tahu ada penganiayaan oleh orang-orang Yahudi. Dia merasa ini adalah waktu terakhir Ditambah lagi bahwa dia sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan kemudian ke Roma.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia ingin sampai di sana pada hari raya Pentakosta. Dan dia ada kesempatan untuk minta kepada para penatua gereja di Efesus untuk datang, yang jauhnya sekitar 50 km. Karena dia hanya ingin ada kesempatan lagi untuk berbagi dengan orang-orang yang dia cintai. Dia menyebabkan orang-orang percaya Kristus, dan dia mendirikan gereja disitu. Dan dia terlibat dalam semua gereja di Asia Kecil, yang disebut di dalam buku Wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan selama tiga tahun, dia memperkuat iman dan mengajar mereka, dan mereka bertumbuh sampai dia memiliki sekelompok orang Kristen yang dewasa. Dan dari kelompok itu muncullah para penatua atau pendeta-pendeta yang dipanggil oleh Allah untuk memimpin. Dan orang-orang ini adalah murid-muridnya sendiri, jadi dia memanggil mereka untuk bertemu dengannya. Kata “penatua” berasal dari kata presbuteroi, yang darinya kami mendapatkan presbiter, yang darinya Anda mendapatkan Presbiterian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini hanya merujuk pada orang yang dewasa secara rohani. Usia tua belum tentu berarti Anda sudah dewasa secara rohani. Kadang-kadang yang lebih mudalah yang memiliki kedewasaan rohani, seperti Timotius. Perhatikan ayat 28, “Roh Kudus telah mengangkat kalian menjadi penilik. Itulah kata epískopos, yang darinya Anda mendapatkan kata Episkopal. Seorang penatua adalah pria yang dewasa, dan menurut Petrus, dia memimpin jemaat dengan memberi teladan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka datang kepadanya, dia berkata kepada mereka: “Kalian tahu, sejak hari pertama aku menginjak kaki di Asia, kalian tahu seperti apa pelayananku.” Ini adalah satu-satunya pidato, di seluruh Kisah Para Rasul, yang Paulus sampaikan kepada orang-orang Kristen. Semua pesan-pesan lainnya ditujukan kepada orang-orang yang belum percaya. Ini ditujukan kepada orang-orang Kristen. Jadi, penting untuk mempelajari rasul Paulus dalam hal komunikasinya dengan orang-orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mungkin membela dirinya terhadap beberapa orang yang mencoba melemahkannya. Atau apa yang dia katakan adalah inilah caranya saya ingin Anda melakukan pelayanan itu. Jadi, ini mungkin merupakan pembelaan firman; atau mungkin hanya sekedar instruksional. Mulai dari ayat 19, kami melihat pandangan Paulus mengenai pelayanannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, dengan cucuran air mata, dan selama waktu ada pencobaan yang menimpaku melalui tipu muslihat orang-orang Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah baik-baik, karena hal ini benar-benar dapat membentuk pelayanan Anda sendiri. Paulus memberi kami empat pandangan. Pelayanan kami harus berhubungan dengan Allah. Pelayanan kami memiliki perspektif terhadap jemaat Gereja, untuk mendewasakan orang. Terhadap mereka yang terhilang, dan terhadap diri kami sendiri. Itulah empat dimensi pelayanan. Pelayanan saya akan efektif dalam hal bagaimana saya berhubungan dengan Allah, dengan jemaat, dengan mereka yang terhilang, dan dengan diri saya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus sebenarnya mengatakan, “Ini adalah empat cara saya memandang pelayanan saya. Terhadap Allah saya melihatnya sebagai pelayanan kepada Kristus. Terhadap Gereja, saya melihatnya sebagai ajaran. Terhadap mereka yang terhilang saya melihatnya sebagai penginjilan. Dan bagi diri saya sendiri, saya melihatnya sebagai pengorbanan. Nah, marilah kami lihat yang pertama. Terhadap Allah, Paulus melihat pelayanannya sebagai pelayanan kepada Kristus. Dan kami harus melihat pelayanan kami sama seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Galatia 1:10 Paulus menjelaskan hal itu kepada kami dengan suatu perbandingan yang jelas. Dia berkata, “Apakah saya berusaha untuk menyenangkan orang-orang atau menyenangkan Allah? Kaum Yudaisme telah datang, dan mereka baru saja mengatakan kepada orang-orang Kristen di Galatia, “Dengarkanlah, satu-satunya alasan Paulus tidak memaksa sunatan pada kalian semua adalah karena dia ingin menjadi populer. Namun jika pelayanan Anda hanya ingin menjadi populer di kalangan masyarakat, Anda berada di jalan yang salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Paulus menjawab kritik tersebut dalam Galatia 1:8, “Tetapi sekalipun kami atau malaikat dari surga memberitakan kepadamu suatu injil yang berbeda dengan apa yang kami beritakan kepada kalian, terkutuklah dia!” Paulus bukanlah orang yang suka menyenangkan orang. Artinya, Anda tidak terutama mempertimbangkan reaksi orang-orang jika tuntutan Allah sudah jelas. Anda harus melakukan apa yang benar dan membiarkan Allah menanggung konsekuensinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda melayani Tuhan Yesus Kristus. Anda menanggapi kepemimpinan-Nya terhadap gereja ketika mereka melayani Kristus dan memberi Anda arahan dari-Nya. Efesus 6:5 mengatakan, “Hamba-hamba (Karyawan), taatilah tuan manusiamu dengan takut dan gentar, dengan ketulusan hatimu, seperti yang kamu lakukan pada Kristus.” Anda harus melakukan pekerjaan Anda seolah-olah Anda bekerja untuk Yesus Kristus sendiri, meskipun Anda seorang ateis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah kewajiban Anda sebagai seorang Kristen. Segala sesuatu yang Anda lakukan, mulai dari pembukaan mata di pagi hari sampai Anda menutupnya di malam hari adalah pelayanan kepada Yesus Kristus. Tidak ada pemisahan sekuler dan sakral. Semua hal yang Anda lakukan dalam hidup ini dilakukan untuk Kristus. Di Matius 25:34 - 40 Yesus berbicara tentang penghakiman semua orang yang terjadi pada kedatangan kedua kali-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Dia berkata kepada domba-domba di sebelah kanan-Nya, “Masuklah ke dalam kerajaan. Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum. Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian,” dan seterusnya. Mereka bertanya, “Kapan kami melakukan ini?” Dan Yesus berkata, “Apa pun yang kamu lakukan untuk salah satu saudara-Ku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku.” Apapun yang Anda lakukan, adalah pelayanan kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pelayanan seperti apa yang Anda berikan kepada-Nya? Pelayanan kami tidak kalah pribadinya dibandingkan jika Yesus sendiri yang menjadi majikan kami. Saya melayani Dia; Saya tidak melayani manusia. Dan ada banyak sekali hal-hal seperti ini. Banyak hal yang dihindari karena orang tidak ingin menyinggung perasaan orang yang memberi mereka paling banyak uang. Perhatikanlah kata perbudakan, yang secara harafiah dalam bahasa Yunani berarti pelayanan obligasi. Paulus menggunakannya 17 kali dalam surat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memang itu merupakan panggilan yang tinggi untuk menjadi budak Yesus Kristus, menjadi hamba Raja segala Raja dan Tuhan segala Tuhan. Ketika saya menyiapkan khotbah, pikiran saya bukan, “Apakah orang-orang ini akan suka khotbah ini?” Pikiranku adalah, “Apakah Allah itu dihormati?” Saya ingin melakukan ini supaya Anda diajar, Anda diberi informasi, dan Allah dilayani. Dan saya tidak ingin melakukan apa pun yang akan menjauhkan diri dari-Nya, tidak peduli bagaimana akibatnya terhadap Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, dengan air mata, dan pada waktu ada pencobaan yang menimpaku oleh tipu muslihat orang-orang Yahudi.” Untuk menjadi seorang pelayan adalah satu hal; untuk memiliki roh seorang pelayan adalah hal lain. Melayani Tuhan harus dilakukan dengan segala kerendahan hati, dengan penuh kesadaran Anda adalah seorang hamba. Kerendahanhati. Betapapun dia sanggup melayani, betapapun luas dan besar pengetahuannya, dia tetap rendah hati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 15:9-10 menyatakan hal itu, “Sebab aku adalah rasul yang paling hina dan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya jemaat Allah. 10 Tetapi karena anugerah Allah aku menjadi seperti sekarang ini, dan kasih karunia-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku bekerja lebih keras dari mereka, namun bukan aku yang bekerja, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Dia berkata, “Saya tidak pantas mendapatkan apa pun, tetapi saya menjadi seperti ini karena anugerah Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melayani Tuhan melibatkan kerendahan hati dan penderitaan. Tahukah Anda bahwa itu adalah tugas pelayannya. Yesus menjadi seorang hamba dan menderita. Hamba yang menderita di Yesaya 53 adalah contoh sempurna. Dan Petrus berkata, “Karena Dia adalah seorang hamba yang menderita, maka kita juga harus mengikuti jejak-Nya.” Semua orang yang hidup saleh di zaman sekarang ini akan menderita penganiayaan. Itu pasti akan datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dua bagian yang menjadi sumber penderitaan. Perhatikanlah ayat 19, “dengan banyak air mata” – itulah penderitaan di dalam – “dan pencobaan” – itulah penderitaan di luar. Hamba Allah yang melayani dengan sepenuh hati dan dengan segala kerendahan hati, pasti akan mengalami penderitaan. Dan pertama-tama, itu akan menjadi penderitaan di dalam dengan air mata. Pelayanan Paulus kepada Tuhan melibatkan air mata karena dia berduka ketika melihat betapa berdosanya dunia ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tiga hal yang membuatnya sedih. Pertama, orang-orang yang tersesat. Roma 9:2-3 mengatakan, “Aku mempunyai dukacita yang besar dan kesedihan yang tak henti-hentinya di dalam hatiku. 3 Sebab aku berharap agar aku sendiri dikutuk dan dikucilkan dari Kristus demi keuntungan saudara-saudariku, darah dan dagingku sendiri.” Kedua, orang Kristen duniawi. 2 Korintus 2:4 mengatakan, “Sebab aku menulis kepadamu dengan berlinang air mata, supaya kalian tahu betapa besarnya kasihku kepadamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, ada penderitaan dari luar di dalam Kisah Para Rasul 20. Orang-orang Yahudi terus-menerus membuat rencana jahat melawan dia. Penderitaan adalah bagian dari menjalani hidup suci di dunia yang tidak suci. Kewajibannya kepada Gereja adalah untuk mengajarkan, </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Kamu tahu, bahwa aku tidak segan-segan memberitakan kepadamu apa pun yang bermanfaat dan untuk mengajarimu di depan umum dan dari rumah ke rumah.” Paulus tidak menahan apa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak menahan doktrin, tidak menahan memberikan nasihat, tidak menahan memberi peringatan yang diperlukan. Jika dia tahu itu adalah kebenaran Allah, dan dia tahu itu perlu diterapkan. Pertanyaan tentang penerapan prinsip-prinsip yang benar, apa pun konsekuensinya, adalah pertanyaan yang dijawab oleh Firman Allah. Lakukan saja. Paulus berkata, “Aku tidak menahan sesuatu pun yang menguntungkan.” Seluruh Kitab Suci diberikan melalui pengilhaman Allah dan itu bermanfaat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda harus mengajar secara eksposisi melalui Alkitab; karena dengan begitu Anda akan melaksanakan seluruh nasihat Allah dengan tegas. Perhatikanlah Paulus mengajar melalui dua cara: di depan umum dan dari rumah ke rumah. Ide mengajar di depan umum itu sederhana. Mereka mengadakan pertemuan publik, dan orang-orang datang dan belajar. Namun ia juga melakukannya dari rumah ke rumah. Karena di sana Anda bisa memperkuat dan menerapkan kebenaran yang Anda ajarkan di sini. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231022</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000213</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengasihi Jemaat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000212"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:7-17" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:7-17</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih orang Kristen terhadap mereka yang terhilang adalah salah satu bidang tanggung jawab Gereja. Yang lainnya adalah kasih umat Kristiani terhadap Gereja. Dan di dalam KPR 20:1 - 17, kami telah mempelajari hal ini dari karakter kehidupan rasul Paulus. Apa sebenarnya yang menjadikan seorang pelayan Yesus Kristus efektif? Satu-satunya fakta mendasar yang menjadikan manusia hebat adalah kasih mereka terhadap Gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu berdasar pada kasih mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Itu memenuhi hati Paulus. Itulah hidupnya; itulah segalanya. Paulus menulis beberapa kata indah yang mengungkapkan kasihnya terhadap jemaat Gereja. Dalam Filipi 1, Paulus berbicara seperti itu kepada beberapa orang percaya. “Aku mendoakan kalian dengan sukacita karena persekutuan kami. Ayat 6, “Dia yang mulai pekerjaan baik di dalam kamu, akan meneruskannya sampai pada akhir pada hari Kristus Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 7, “Sesungguhnya aku patut berpikir demikian mengenai kalian semua, sebab kalian ada di dalam hatiku.” Itu berarti mereka mendominasi emosinya. Dengarkanlah apa yang Paulus katakan dalam 2 Korintus 3:2, “Kalian sendirilah adalah surat kami, yang tertulis dalam hati kami, yang diketahui dan dibaca oleh semua orang.” Dalam 2 Korintus 7:3 dia berkata, “Aku sudah mengatakan bahwa kalian ada di dalam hati kami, untuk mati bersama-sama dan hidup bersama-sama.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, hidup untuknya berarti </span><span class="cf1"><b>mencintai</b></span><span class="cf1"> orang-orang kudus. Yesus berkata dalam Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Paulus memberikan hidupnya demi kasih Gereja. Saat kami mempelajari bacaan kami, yang kami pelajari hanyalah sebuah narasi. Namun di sini kami melihat tindakan Paulus yang menunjukkan sikapnya. Cinta bukanlah sesuatu yang diucapkan begitu saja; itu ditunjukkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada bagian pertama KPR 20, Paulus mengasihi Gereja. Di bagian kedua, jemaat Gereja membalas cintanya. Nah, Paulus sedang dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga. Dia berhenti di setiap tempat di mana dia melakukan pelayanan yang efektif, dan dia bertemu dengan orang-orang percaya di sana dan mengucapkan selamat tinggal. Dan sekarang dia kembali ke Yerusalem. Ini adalah akhir dari perjalanan ketiga ini. Di Efesus terjadi kerusuhan besar karena ada pengurangan penjualan kuil-kuil kecil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan setelah kerusuhan itu selesai, Paulus memanggil murid-muridnya dan memeluk mereka lalu berangkat ke Makedonia.” Kami melihat betapa penuh kasih sayang Paulus itu; bagaimana dia hanyalah salah satu dari orang-orang itu. Dia tersedia. Dan dalam Kisah Para Rasul 20:37, kami melihat bagaimana orang-orang memeluk dia dan mencium lehernya. Mereka merasa nyaman melakukan itu. Dia adalah seseorang yang bisa mereka sentuh dan cintai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu kami melihat, yang kedua, bahwa kasih-Nya terlihat dari </span><span class="cf1"><b>pemberiannya</b></span><span class="cf1">. Ayat 1, mengatakan dia pergi ke Makedonia; dan melakukan semuanya. Ayat 2 mengatakan dia mengumpulkan sejumlah uang untuk orang-orang percaya yang miskin di Yerusalem. Keasyikannya yang total adalah melayani kebutuhan orang lain. Inilah seorang pria yang datang ke kota, yang bekerja untuk mendapatkan gajinya sendiri, serta mengumpulkan uang untuk orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kami ketika Dia menyerahkan Anak-Nya untuk mati di kayu salib. Dan kami juga harus rela menyerahkan nyawa kami demi saudara-saudara kami. Hal ketiga yang menunjukkan kasihnya adalah </span><span class="cf1"><b>ajarannya</b></span><span class="cf1">. Ayat 2, “Dia telah memberikan banyak nasihat kepada mereka.” Dia berkeliling ke seluruh Makedonia untuk mengajar dan memberi semangat kepada mereka. Dan ketika dia sampai di Yunani, dia menulis kitab Roma, yang juga penuh pengajaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cara memimpin terbaik adalah dengan memberi contoh, bukan dengan ancaman. Dan kunci pelayanan itu adalah memberi makanan rohani dan melindungi orang-orang ini. Karena keinginan yang ada di dalam hati Paulus adalah untuk membawa orang-orang percaya itu menjadi dewasa. Kami juga melihat cintanya dalam </span><span class="cf1"><b>ketekunannya</b></span><span class="cf1">. Ayat 3, “Dia tinggal tiga bulan di Yunani.” Dan ketika orang-orang Yahudi menjebaknya, pada waktu dia hendak berlayar ke Siria, dia berubah rutenya dan kembali melalui Makedonia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ayat 4 memberitahu kami bahwa beberapa orang menemani dia, dan mereka bertemu dengannya di Troas, ayat 5 mengatakan. Dan mereka ini adalah wakil-wakil dari jemaat-jemaat yang telah mengambil persembahan itu, sehingga persembahan itu benar-benar dipersembahkan oleh wakil-wakil dari semua jemaat non-Yahudi. Betapa indahnya gambaran persatuan bagi orang-orang Kristen Yahudi, melihat orang-orang non-Yahudi secara langsung datang untuk memberi mereka uang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sinilah kami menghabiskan waktu kami malam ini, di mana kasih Paulus terlihat dalam </span><span class="cf1"><b>kesediaannya</b></span><span class="cf1">. Itu mudah untuk Anda ilustrasikan. Jika tiga orang menuntut waktu Anda, biasanya Anda akan memberikan waktu kepada orang yang Anda cintai. Ayat 6 mengatakan mereka berlayar setelah hari raya Roti Tidak Beragi dan tiba di Troas dan tinggal di sana selama tujuh hari. Alasannya adalah untuk menunggu kapal yang akan membawa mereka ke Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Pada hari pertama minggu itu, kami berkumpul untuk memecahkan roti. Paulus berbicara kepada mereka, dan karena dia akan berangkat keesokan harinya, dia terus berbicara sampai tengah malam.” Ada pelajaran Alkitab di rumah-rumah; mereka berbagi Perjamuan Kudus. Dan orang-orang Kristen biasanya berkumpul bersama selama seminggu itu. Jadi, sudah merupakan hal biasa bagi Gereja untuk bertemu setiap hari pada tahun-tahun awal berdirinya. Namun hari Minggu telah menjadi waktu pertemuan Gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bertemu segera setelah kebangkitan itu, pada hari yang sama di malam hari, pada hari pertama minggu itu. Anda dapat menyebutnya hari Minggu, namun saya lebih suka menyebutnya hari Tuhan. Di Wahyu 1:10 Yohanes berkata, “Aku dikuasai Roh pada hari Tuhan.”Mereka bertemu di Yohanes 20:19 pada hari pertama minggu itu, dan Yesus muncul. Ayat 26 mengatakan, pada hari pertama minggu berikutnya, mereka bertemu dan Tuhan menampakkan diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka ada bersama-sama pada hari pertama; itu adalah Hari Kebangkitan. Tuhan menampakkan diri-Nya pada kedua kali itu. Jadi, Dia telah bangkit pada hari pertama, muncul pada hari pertama, muncul kembali pada hari pertama, dan mereka mengambil hari pertama itu dan trus memakainya. Itu menjadi Hari Kebangkitan, Hari Tuhan. Maka, Gereja mula-mula merayakan persekutuan, ibadah, dan pengajarannya bersama-sama pada hari Minggu itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 10:25 mengatakan, “Jangan lalai dalam berkumpul, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi saling menguatkan dan semakin giat melakukannya menjelang hari kiamat yang mendekat.” Anda harus berkumpul dengan orang-orang percaya lainnya dan jangan meninggalkan hal itu. Kolose 2:16 berkata, “Jangan biarkan orang menghakimi kalian mengenai makanan dan minuman, atau mengenai hari raya, atau bulan baru, atau hari Sabat, yang merupakan bayangan dari apa yang akan datang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat hal yang nyata datang, Anda tidak memerlukan bayangan lagi. Dalam 1 Korintus 16:2, Paulus berasumsi demikian. Dia berkata, “Saat Anda berkumpul pada hari pertama minggu itu, itulah waktunya untuk membawa persembahan Anda.” Gereja-gereja semua bertemu pada hari pertama. Jika Anda ingin bertemu pada hari Sabat, maka Anda harus mengikuti seluruh Perjanjian Lama, dan Anda hanya dapat diselamatkan oleh perbuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 14:5-6 mengatakan, “Ada orang yang menganggap suatu hari lebih penting dari pada hari yang lain. Ada orang lain yang menilai setiap hari sama. Biarlah masing-masing yakin sepenuhnya pada pikirannya sendiri. 6 Barangsiapa memperingati hari itu, ia merayakannya demi kehormatan Tuhan. Barangsiapa makan, ia makan untuk Tuhan, karena ia mengucap syukur kepada Allah; dan siapa yang tidak memakannya, maka bagi Tuhanlah dia tidak memakannya, dan dia mengucap syukur kepada Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, ada perasaan bahwa Allah sangat toleran terhadap waktu mereka beribadah. Namun mereka melakukan ibadah itu pada Hari Tuhan, dan itu menjadi kebiasaan. Dan tidak ada instruksi dalam Perjanjian Baru mengenai peraturan apa pun mengenai hal itu. Beberapa orang Kristen menempatkan seluruh peraturan hari Sabat dan memakainya pada Hari Tuhan. Namun Anda tidak dapat menemukan itu di dalam Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah hari yang baik untuk pemulihan rohani, meskipun tidak ada salahnya Anda bersepeda atau melakukan sesuatu seperti itu, seperti yang selalu dikatakan orang-orang di masa lalu bahwa itu pada hari Sabat sangat bejat. Ini bukan hari Sabat; ini adalah Hari Tuhan, dan setiap hari adalah hari-Nya. Nah, dimana gereja mula-mula bertemu? Mereka bertemu di mana-mana. Pertama kali mereka bertemu di bait suci, benar? Setelah itu, mereka bertemu di sinagoga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun pada akhirnya, mereka mulai mendirikan perkumpulan Kristen mereka sendiri. Dan tempat alami yang pertama kali dituju adalah rumah. Pada akhir abad kedua, mereka mulai membangun gedung sendiri. Ketika Paulus menulis Kolose 4:15, ia mengacu pada gereja di rumah. Ketika dia menulis Roma 16:5 dan 1 Korintus 16:19, dia merujuk pada gereja di rumah Akwila dan Priskila.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun di sini, di bagian ini mereka bertemu di ruang atas. Namun Perjamuan Kudus juga dikritik dalam sejarah. Ketika Gereja Katolik mendominasi dunia, sebelum Reformasi, Perjamuan Kudus itu tidak lagi bersifat alami, informal, dimana mereka saling berbagi dalam mengenangkan Kristus. Itu menjadi sebuah upacara mistik dan imamat yang sampai sekarang terus dikenal sebagai misa. Tetapi Anda bisa mengadakan Perjamuan Kudus kapan saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tempat terbaik untuk mengajar anak-anak Anda Perjamuan Kudus adalah di rumah Anda. Anda dapat berbagi Perjamuan Kudus kapan saja Anda ingin, dan Anda harus melakukan itu. Yesus berkata, “Lakukanlah ini sampai Aku datang dan melakukannya bersama kalian di dalam kerajaan.” Itulah tanggung jawab Anda. Ingatlah bahwa ini adalah bagian dari Gereja mula-mula yang merupakan hal yang umum dan alami serta mengalir dari kehidupan yang mereka miliki dan kasih mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Ada banyak lampu di ruangan atas tempat kami berkumpul.” Umat ​​Kristen di Troas menerangi tempat itu supaya tidak ada orang yang bisa mengatakan bahwa mereka bertemu dalam kegelapan untuk melakukan kejahatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Dan seorang muda bernama Eutikhus sedang duduk di ambang jendela dan tertidur lelap ketika Paulus terus berbicara. Ketika dia tertidur, dia jatuh dari lantai tiga dan dia diangkat dalam keadaan tewas.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah kutipan dari Lukas, yang menulis bagian ini di bawah inspirasi Roh Kudus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Paulus turun, lalu membungkuk atasnya, dan memeluk dia, dan berkata: “Jangan kuatir, ia masih hidup.” Apa yang terjadi adalah mukjizat kebangkitan. Semua patah tulang dan semua luka di tubuhnya yang menyebabkan kematian itu berbalik dengan sendirinya, dan dia langsung hidup lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal itu benar-benar ada efek pada orang-orang di gereja kecil itu. Allah selalu melakukan mukjizat untuk menambah iman dan meneguhkan guru-guru-Nya di zaman Perjanjian Baru. Dia membangkitkan pemuda itu dari kematian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Setelah naik ke atas, memecahkan roti dan makan, Paulus berbicara lama sekali sampai fajar menyingsing. Lalu dia pergi.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka membawa anak itu pulang hidup-hidup dan mereka sangat terhibur.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah khotbah yang panjang. Dia mulai berkhotbah sampai tengah malam. Pria itu jatuh dari jendela. Dia dibangkitkan dari kematian pada pukul 12:15. Dan mereka mengambilnya dan berlangsung terus sampai fajar. Paulus siap membantu setiap saat. Sampai dimana Anda tersedia? </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Kami berangkat duluan di kapal itu, lalu berlayar ke Asos, dan di sana kami mengantar Paulus ke kapal itu, karena itulah perintahnya, karena dia sendiri akan berjalan didarat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah hal itu sangat mengejutkan. Semua orang naik ke kapal di Troas, dan mereka berlayar sejauh 50 km ke Assos, kecuali Paulus. Tahukah Anda apa yang dia lakukan? Dia berjalan. Apakah kebiasaan orang ketika seorang sahabat tercinta meninggalkan mereka? Yang menjadi kebiasaan bagi orang-orang yang ditinggalkannya adalah untuk menemaninya dalam perjalanan. Paulus berjalan supaya dia bisa ada lebih banyak waktu bersama mereka. Paulus tidak mementingkan diri sendiri. Dia selalu tersedia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih Paulus terhadap Gereja terlihat dari </span><span class="cf1"><b>kepeduliannya</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Ketika dia menemui kami di Assos, kami membawanya naik ke kapal dan kami melanjutkan perjalanan ke Mitylene.” Dan kemudian dikatakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Berlayar dari sana, keesokan harinya kami tiba di pantai Chios. Keesokan harinya kami menyeberang ke Samos, dan sehari setelah itu, kami sampai di Miletus.” Masing-masing kota tersebut itu berjarak sekitar 50 km dari kota berikutnya, dan semuanya berada di pesisir Asia Kecil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Miletus adalah ibu kota kuno Ionia. Letaknya tidak terlalu jauh dari Efesus. Awalnya itu terdiri dari koloni orang Kreta; dan mereka membangun salah satu kuil megah di dunia yang didedikasikan untuk dewa Apollo. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1"> memberitahu kami, “Sebab Paulus telah memutuskan untuk berlayar melewati Efesus supaya tidak menghabiskan waktu di provinsi Asia, karena ia terburu-buru untuk berada di Yerusalem, menjelang hari Pentakosta itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kapal Miletus akan tiba di sana lebih cepat daripada kapal yang singgah di Efesus. Namun perhatikanlah </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Dari Miletus ia mengirim pesan ke Efesus dan memanggil para penatua jemaat.” Dia ada waktu beberapa hari sebelum kapalnya berangkat. Dan apa yang dia lakukan? Ia memanggil para penatua dari Efesus untuk datang supaya ia dapat mengajar mereka lebih banyak lagi, dan memberi lebih banyak petunjuk kepada mereka, dan lebih banyak dorongan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tahukah Anda apa yang terjadi? Salah satu kejadian terindah terjadi dalam hidup Paulus. Karena ketika para penatua itu sampai di sana, mereka mengembalikan semua kasih yang telah dia berikan kepada mereka. Mereka menuangkan itu ke seluruh tubuhnya. Apakah artinya ini bagi kalian? Paulus berkata dalam Filipi 3:17, “Saudara-saudara, jadilah pengikut dariku.” Kepada jemaat di Korintus dia berkata, “Jadilah pengikut dariku, sama seperti aku menjadi pengikut Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua ciri kasih Paulus harus menjadi ciri kehidupan kami. Di Roma 12, Paulus memberikan prinsip-prinsip dasar kehidupan Kristen. Dan setiap ciri kasih Paulus tercakup dalam bagian ini. Anda harus mencintai Gereja. Lihatlah ayat 9, “Hendaklah kasih itu tidak munafik.” Itu berarti Anda harus mengasihi Gereja dengan segenap hati Anda. Bagaimana kami mendemonstrasikannya? Nomor satu, dengan kasih sayang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 12:10 mengatakan, “Kasihilah satu sama lain sedalam-dalamnya sebagai saudara dan saudari. Pimpinlah mereka dalam menghormati satu sama lain.” Paulus mengasihi Gereja seperti yang diilustrasikan dalam pemberiannya. Ayat 13, “Berbagilah dengan orang-orang kudus sesuai kebutuhan mereka; kejarlah keramahtamahan.” Dan Paulus mengasihi Gereja dalam hal ajarannya, dalam ayat 6 sampai 8. Jika Anda memiliki karunia bernubuat, lakukanlah itu. Jika Anda mempunyai karunia menasihati, berilah nasihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda ada karunia memerintah, lakukanlah itu dengan tekun. Jika Anda diberi karunia menunjukkan belas kasihan, lakukanlah itu dengan ceria. Dia berkata, “Lakukanlah itu, apapun pemberianmu.” Dan Paulus menunjukkan kasihnya dengan ketekunan. Roma 12:11, “Hendaklah kalian berkobar-kobar dalam melayani Tuhan.” Ayat 14, “Berkatilah orang-orang yang menganiaya kalian: berkatilah dan jangan mengutuk.” Dengan kata lain, kejarlah kasih orang-orang kudus walaupun ada berbagai perlawanan. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Oct 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231015</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000212</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus di Makedonia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000211"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:1-7</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sedang mempelajari dalam KPR 20 pelayanan rasul Paulus. Dalam KPR 20:1-17, kami telah melihat kasih Paulus terhadap gereja. Dan kami telah melihat hal ini tidak secara langsung namun tersirat, yaitu kasih Paulus kepada umat gereja, orang-orang kudus. Paulus berkata dalam Efesus 5, “Yesus mengasihi gereja dan menyerahkan diri-Nya demi gereja.” Dan itu juga merupakan kesaksian Paulus, karena dia mengasihi gereja dan memberikan dirinya juga untuk gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menyerahkan diri-Nya untuk menebus gereja. Paulus menyerahkan dirinya untuk melayani gereja. Dalam menebus gereja, Yesus mati. Dan dalam melayani gereja, Paulus meninggal. Jadi ada persamaan di sana. Komitmen Paulus berada pada tingkat pengorbanan diri total. Dan apapun yang menjadi kehendak Tuhan menjadi kehendak Paulus. Dengan kata lain, tidak sulit untuk mengasihi orang Kristen jika Anda mengasihi Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kedewasaan rohani untuk menghendaki apa yang Dia kehendaki bersama Kristus. Dan sebagian besar dari kami masih belajar bagaimana menyampaikan kehendak kami. Kami belum bertumbuh pada tingkat kedewasaan di mana kami akan melakukan apa yang Dia kehendaki. Paulus mengasihi gereja dan memberikan dirinya bagi gereja karena dia begitu mengasihi Yesus Kristus sehingga tidak ada alasan lain untuk hidup selain memenuhi kehendak Yesus Kristus demi gereja-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Efesus 3:20, ia berkata, “Bagi Dialah yang mampu melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kami doakan atau pikirkan sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kami.” Dengan kata lain, ia berkata kepada jemaat Efesus dan semua orang Kristen, “Kalian harus mengembangkan potensi kalian. Paulus melihat Allah dimuliakan ketika gereja dimaksimalkan potensinya. Dan inilah hasratnya; untuk ini dia menderita dan mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kolose 1:24, dia berkata, “Siapakah yang sekarang bersukacita atas penderitaanku karena kalian.” Dia bersedia membayar harga kedewasaan orang-orang kudus dan harga kesatuan gereja. Dengan kata lain, saya menderita untuk menggantikan Kristus. Bahkan di penjara dia menulis kepada jemaat di Filipi dan dia berkata, “Keberadaanku di penjara adalah untuk kemajuan Injil, dan beberapa orang menjadi lebih berani karena pemenjaraanku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika tujuan pelayanan bukan untuk kasih kepada gereja untuk melihat orang-orang kudus dibawa ke tempat di mana Allah dimuliakan dalam hidup mereka, maka Anda mempunyai tujuan yang salah. Satu-satunya cara untuk berada dalam pelayanan adalah dengan kasih kepada gereja. Satu-satunya alasan Yesus datang ke dunia adalah demi kasih terhadap gereja, untuk mati demi menebus kami, untuk menebus umat manusia. Dan sekali lagi, inilah hal dasar bagi pelayanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apakah itu termasuk saya? Tentu saja, semua orang Kristen mempunyai pelayanan. Namun saya tidak dipanggil untuk berkhotbah. Namun Anda diberi karunia rohani, benar? Dan efektivitas pelayanan karunia rohani Anda akan ditentukan oleh apakah Anda mengasihi orang percaya lainnya atau tidak. Jika Anda benar-benar mengasihi mereka, Anda akan melayani mereka karena Anda ingin supaya mereka bertumbuh menjadi dewasa. Pelayanan karunia adalah untuk orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda berkata, “Karunia saya adalah karunia pertolongan.” Baiklah, kalau begitu kamu harus tahu bahwa demi kasih pada gereja kamu harus menghabiskan dirimu untuk membantu orang lain. Dalam ayat 1-17 ini, kami melihat kasih Paulus terhadap gereja itu tersirat, dan kasih itu tidak diungkapkan secara langsung; itu ada di sini secara tidak langsung. Nah Paulus sedang dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga, dan kali ini secara umum dia berada di wilayah yang sama seperti sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia pergi ke Siria, Celestia, sambil bergerak ke barat ke Galatia dan kemudian ke wilayah Frigia dan Pamfilia dan seterusnya dan terus ke barat ke Asia Kecil dan kemudian ke Makedonia, lalu ke Akhaya, di mana Korintus berada. Dan mendirikan gereja di mana-mana, dan Injil pun bertumbuh. Nah kali ini dia punya teman-teman bersamanya. Dan dia tinggal di Efesus selama hampir tiga tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus akan meninggalkan Efesus. Faktanya, kerusuhan baru saja terjadi. Dia akan kembali ke Yerusalem. Lalu dari Yerusalem dia ingin pergi ke Roma, dan dari Roma ke Spanyol. Jadi ini terakhir kalinya dia berada di Mediterania timur. Jadi ada perasaan itu melalui bagian alkitab ini bahwa ini adalah akhirnya. Mungkin pemenjaraan Romawinya dipisahkan menjadi dua bagian, dan di tengah-tengahnya dia melakukan perjalanan kecil lagi ke dekat Asia Kecil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami melihat serangkaian perpisahan dan banyak pamitan sepanjang KPR 20 ketika Paulus kembali ke Yerusalem. Dan ada enam hal yang berbeda di sini yang mengungkapkan kasih Paulus: kasih sayangnya, pemberiannya, pengajarannya, ketekunannya, kesediaannya, dan kepeduliannya. Namun kasih Paulus diungkapkan dalam hal-hal kecil yang tersirat dalam teks ini. Pertama, kasih Paulus terungkap dalam kasih sayangnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Setelah keributan itu reda,” yaitu kerusuhan di Efesus “Paulus memanggil murid-murid itu dan memberi semangat kepada mereka.” Hal yang biasa dilakukan adalah pelukan dan ciuman di pipi. Pasti ada sesuatu yang hangat dalam diri Paulus sehingga mereka merasa nyaman dalam mencintainya dengan cara ini. Namun Roma 16:16 mengatakan, “Sampaikan salam satu sama lain dengan ciuman kudus.” Kata 1 Korintus 16:20, “Sampaikan salam satu sama lain dengan ciuman kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lima kali dalam Perjanjian Baru gereja diperintahkan untuk menunjukkan kasih sayang itu secara fisik. Nah hal pasti itu meruntuhkan banyak rintangan. Ayat 1 melanjutkan, “Dan setelah berpamitan, dia berangkat ke Makedonia.” Dia berkata, “Saya akan mengumpulkan sumbangan untuk orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem.” Nah, dia membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk menyelesaikan semua itu. Paulus mengumpulkan uang untuk kebutuhan jemaat miskin di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah orang yang tidak mementingkan diri; dia adalah orang yang sering memberi. 1 Yohanes 3:16 mengilustrasikan prinsip alkitabiah tentang memberi dalam hubungannya dengan kasih. Dikatakan, “Beginilah cara kami mengenal cinta: Dia menyerahkan nyawanya untuk kami.” Nah beberapa orang Kristen bahkan tidak rela memberikan waktu mereka, apalagi nyawa mereka. Banyak orang yang sangat peduli terhadap kemanusiaan; mereka hanya tidak suka orang sebagai individu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan mengatakan Anda mengasihi saudara-saudara Anda kecuali Anda memenuhi kebutuhan orang yang baru saja Anda temui. Allah tidak menginginkan sentimen; Dia ingin pengorbanan. 2 Korintus 8:9 mengatakan, “Sebab kalian telah mengetahui kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa meskipun Ia kaya, namun oleh karena kalian Ia menjadi miskin, supaya kalian menjadi kaya melalui kemiskinan-Nya.” Bagaimana Anda akan membuktikan cinta Anda tulus? Lakukan apa yang Kristus lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat kasih Paulus dalam KPR 20 dalam </span><span class="cf1"><b>pengajarannya</b></span><span class="cf1">. Dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika dia telah melewati daerah-daerah itu dan memberikan banyak kata-kata yang memberi semangat kepada mereka, dia sampai di Yunani.” Sungguh menakjubkan bahwa Paulus memberi mereka kebenaran rohani, benar? Karena itulah intinya. Itulah yang membuat mereka bertumbuh menjadi apa yang Yesus inginkan. Jika Anda benar-benar mencintai gereja, Anda akan mengajar gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memberi makan umat Kristen adalah pelayanan. Saya melihat begitu banyak seminari dan begitu banyak orang dalam denominasi yang khotbahnya diminimalkan. Pada gereja mula-mula, khotbah itu merupakan hal yang sangat penting. Berkhotbah adalah kunci dari segalanya. Inti dari semua itu adalah proklamasi kebenaran Allah. Dalam 1 Timotius 4:13 dikatakan, “Sampai Aku datang, berikanlah perhatianmu pada Firman Allah secara umum, dorongan dan pengajaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah khotbah ekspositori. Dalam 2 Timotius 4:2 Paulus berkata, “Berkhotbahlah firman; bersiaplah di dalam musim dan di luar musim; untuk mengoreksi, menegur, dan memberi semangat dengan penuh kesabaran dan pengajaran.” Gereja sekarang sudah begitu jauh dari pemberitaan apostolik tentang salib sehingga gereja telah berubah menjadi segala macam hal selain daripada menjadi pusat pengajaran, untuk memberi makan orang-orang kudus sehingga mereka dapat memenangkan orang lain. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada kehilang kepercayaan terhadap otoritas Kitab Suci. Jika Anda tidak percaya bahwa Firman Allah pada dasarnya adalah kebenaran Allah, maka Anda tidak dapat berkhotbah karena Anda belum mempunyai keyakinan apa pun. Hal kedua adalah masyarakat menjadi liberal. Ketiga, gereja telah diserang oleh media dan musik. Dan beberapa di antaranya memang sangat bagus. Namun hal ini tidak bisa menggantikan pengajaran Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalah sebenarnya di dalam gereja adalah kekurangan gizi rohani. Dan jika prinsip-prinsip Allah bukanlah kunci bagi kesehatan rohani Anda dan kesehatan mental Anda, saya tidak tahu apa kuncinya. Dan Anda dapat mempelajari prinsip-prinsip yang berasal dari Firman Allah dalam konteks apa pun. Allah ingin gereja menjadi tempat di mana Anda dapat melayani. Dan yang perlu Anda layani hanyalah orang-orang terdekat Anda, bukan semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami juga melihat kasih sayang Paulus dalam pengajarannya yang tiada henti, dan juga dalam ketekunannya. Kasih itu teguh. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Dan dia tinggallah selama tiga bulan. Orang-orang Yahudi berkomplot melawan dia ketika dia hendak berlayar ke Siria, sehingga dia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.” Dia tinggal di Korintus tiga bulan, dan dia menulis Kitab Roma. Dia sibuk dan dia sedang mengajar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika orang-orang Yahudi sedang menunggunya, dia tahu rencana tersebut. Paulus itu sangat bertekun; dia tidak peduli. Jadi ketika dia mendengar hal ini, yang dia lakukan hanyalah mengubah rutenya. Maka ia pergi ke Makedonia untuk kembali ke kota-kota yang telah mengusirnya. Dia akan memberikan uang itu kepada orang-orang kudus di Yerusalem meskipun itu dapat mengorbankan nyawanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus bahkan berkata dalam Roma 15:30, “Nah aku berseru kepada kalian, saudara-saudari, melalui Tuhan kita Yesus Kristus dan melalui kasih Roh, untuk bersama-sama berjuang bersamaku dalam doa kepada Allah demi aku. 31 Berdoalah agar saya dapat diselamatkan dari orang-orang kafir di Yudea.” Katanya, “Saya tahu ini akan menjadi masalah dan saya akan menerimanya sepanjang jalanku. Khususnya di Yudea dimana akan terjadi pertentangan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah, dia tidak pergi sendirian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4-5</b></span><span class="cf1">, “Ia ditemani oleh Sopater bin Pirus dari Berea, Aristarchus dan Secundus dari Tesalonika, Gayus dari Derbe, Timotius, serta Tikhikus dan Trofimus dari provinsi Asia. 5 Orang-orang ini berjalan lebih dulu dan menunggu kami di Troas.” Perhatikan kata kami, Lukas penulisnya sudah kembali. Paulus telah meninggalkan Lukas di Filipi. Sekarang Paulus kembali dan menjemputnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal-hal yang dibahas dalam ayat 1-5 bersifat umum, tetapi mulai dari ayat 6 setiap detail kecil dibahas karena kami mempunyai saksi mata dalam Lukas. Paulus mengambil orang-orang ini karena mereka mewakili semua gereja-gereja non-Yahudi. Dan dia akan memberikan persembahan ini kepada orang-orang Yahudi dan berkata, “Kalian perlu melihat kesatuan gereja itu. Jadi semua orang bukan Yahudi dengan semua uang ini menunjukkan bahwa gereja itu satu, orang Yahudi dan orang non-Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kami berlayar meninggalkan Filipi setelah Hari Raya Roti Tidak Beragi. Dan dalam lima hari kami mencapai mereka di Troas, di mana kami meluangkan waktu tujuh hari.” Awalnya dia ingin berada di Yerusalem untuk merayakan hari raya Pelewatan, tetapi ketika rencana kerusuhan itu muncul, dia tidak bisa melakukannya. Jadi sekarang dia berharap untuk sampai di sana pada hari Pentakosta, yaitu 50 hari setelah Pelewatan itu. Hari raya roti tidak beragi berlangsung tujuh hari setelah Pelewatan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka membutuhkan waktu lima hari untuk sampai ke Troas. Mereka hanya membutuhkan waktu dua hari pada saat pertama kali mereka datang dari arah lain, jadi ini pasti perjalanan yang sulit. Dan mereka tinggal selama tujuh hari. Nah inilah ketekunannya. Dan mereka harus tinggal di Troas selama tujuh hari lagi untuk mendapatkan kapal yang tepat. Dan hal ini memberitahu kami lagi bahwa Paulus masih sangat Yahudi dalam hatinya dan sikapnya. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah orang yang lelah, dan dia tiba di Troas dan lihatlah apa yang terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Pada hari pertama minggu itu, kami berkumpul untuk memecahkan roti. Paulus berbicara kepada mereka, dan karena dia akan berangkat keesokan harinya, dia terus berbicara sampai tengah malam.” Tahukah Anda dia harus berangkat keesokan harinya dalam perjalanan yang membosankan selama enam atau tujuh minggu? Namun dia berhenti cukup lama, untuk berkhotbah kepada mereka, dan melanjutkan pidatonya sampai tengah malam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya dia berkhotbah sepanjang malam. Dan itu bukan sekedar khotbah. Dia menjawab semua pertanyaan mereka, memenuhi semua kebutuhan mereka dalam hal informasi dari Allah. Dia sedia terus menerus. Itu hanyalah petunjuk awal tentang ketersediaannya. Lihatlah ayat 7, “Pada hari pertama minggu itu.” Ini adalah pernyataan langsung yang pertama mengenai saat gereja itu bertemu. Apakah hari pertama dalam seminggu? Hari Minggu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah hari Minggu seharusnya disebut seperti yang disebut di dalam Kitab Suci, yaitu Hari Tuhan. Dalam Wahyu 1:10, Yohanes berkata, “Aku dikuasai Roh pada waktu hari Tuhan.” Jadi pada saat itu, semua orang Kristen sudah mengenal hari Minggu sebagai Hari Tuhan. Di dalam 1 Korintus 16:2, Paulus berkata, “Pada hari pertama minggu itu, kalian masing-masing harus menyisihkan sesuatu dan menyimpannya sesuai dengan kesejahteraan kalian, sehingga tidak perlu ada persembahan yang perlu dilakukan ketika aku datang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda pertemuan pertama yang diadakan di gereja setelah kebangkitan itu adalah pada hari pertama? Ingatkah mereka saat itu sedang bersama-sama di dalam ruangan dan Yesus masuk melalui dinding? Maka hari pertama dalam minggu itu menjadi hari peringatan. Ellen G. White yang memulai gereja Advent Hari Ketujuh menulis, dan saya kutip: “Bagi kami, seperti halnya bagi Israel, hari Sabat itu diberikan sebagai perjanjian kekal. Ini adalah tanda bahwa Allah mengakui mereka sebagai umat pilihan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dia katakan di sana adalah bahwa orang-orang yang bertemu pada hari Sabat adalah orang-orang terpilih; yang lainnya tidak. Tetapi tahukah Anda sesuatu? Hal itu tidak berdasarkan Alkitab. Di Galatia mereka bertemu pada Hari Tuhan. Di dalam Galatia 4:10, Paulus berkata kepada orang-orang Kristen di Galatia, “Kalian merayakan hari-hari, bulan-bulan, masa dan tahun-tahun.” Kalian masih terpaku pada hari Sabat Yahudi. Jika kalian benar-benar diselamatkan, kalian harus melupakan hal-hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah bagian dari Perjanjian Lama. Itu sudah hilang. Kolose 2:16 mengatakan, “Karena itu, janganlah biarkan siapa pun menghakimi kalian mengenai makanan dan minuman, atau mengenai hari-hari raya, bulan baru, atau hari Sabat. 17 Ini adalah bayangan dari apa yang akan terjadi.” Ketika kenyataan itu datang, bayangan itu hilang. Tidak ada pembenaran untuk merayakan hari Sabat. Gereja mula-mula bertemu pada Hari Tuhan, dan itulah yang kami lakukan juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, Paulus mencintai gereja. Hal ini terlihat dari kasih sayangnya, dari pemberiannya, dari pengajarannya, dari kegigihannya, dari kesediaannya untuk mengajar ketika ia benar-benar berada di ujung tanduk. Masih tersedia sepanjang malam untuk diberikan pada dirinya sendiri. Semoga benar bahwa apa pun pemberian kita, kita begitu mengasihi orang-orang kudus sehingga kita mengukur kasih itu dengan pengorbanan diri kita sendiri. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231008</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000211</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerusuhan Efesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000210"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:21-41" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:21-41</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian ini hanyalah narasi sejarah yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi di kota Efesus. Tidak banyak doktrin di sini. Biarkan Roh Kudus mengajari kami kebenaran rohani melalui peristiwa sejarah ini. Satu hal yang sejarah Kekristenan ajarkan kepada kami adalah bahwa gereja akan bertumbuh ketika dianiaya. Malah Gereja yang teraniaya menghadapi dunia, bertumbuh dan memberikan pengaruh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja adalah hati nurani komunitas, bukan penghibur komunitas. Dan dalam kitab Kisah Para Rasul, gereja bertumbuh ketika dianiaya. Ketika gereja mulai memainkan permainan sosiologis atau politik, maka gereja akan mendapat masalah. Sekarang, kami berada di kota Efesus bersama rasul Paulus. Dia telah berada di sana selama hampir tiga tahun. Ini adalah perjalanan misionarisnya yang ketiga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia tiba di Efesus, Allah telah melakukan pekerjaan yang menakjubkan. Kami menemukan bahwa dasarnya telah diletakkan oleh beberapa teman, yaitu Akwila dan Priskila. Apolos, orator hebat itu, juga meletakkan beberapa landasan. Dan sekarang, Paulus tiba dan hal-hal besar terjadi. Dalam Kisah Para Rasul 19:1-7, gereja didirikan. Itu didirikan ketika dua belas murid Yohanes Pembaptis dibawa kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebab Setan tidak dapat menoleransi penyampaian Firman yang murni, sehingga Firman yang merajalela itu mempunyai dua akibat. Kemajuan Injil dan penganiayaan dari Setan. Nah di KPR 19, kami menemukan bahwa pola ini terjadi di Efesus. Setan mulai dengan ayat 9 dengan membuat orang berbicara jahat tentang agama Kristen. Lalu, tiba-tiba, dia membawa serta orang-orang pengusir setan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka mencoba meniru apa yang Paulus lakukan dan mereka tidak berhasil. Dan sekarang mulai ayat 21 dan seterusnya, Setan benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya untuk menciptakan kerusuhan di seluruh kota Efesus dengan maksud untuk melawan pekerjaan Paulus. Jadi kami melihat ada penganiayaan. Setan selalu menentang kemajuan Injil. Di Yerusalem, Setan mengirim perlawanan memakai agama terorganisir, yaitu Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun yang pertama adalah perlawanan di Efesus terhadap fitnah verbal di ayat 9, dan kemudian infiltrasi Setan di ayat 13, di mana Setan mencoba menyelinap ke dalam komunitas Kristen dan menjadi salah satu dari mereka. Namun yang ketiga, kerusuhan ini terjadi ketika materialisme agama muncul ke permukaan. Di Efesus ada tiga pendekatan Setan, kekerasan, kemunafikan dan kebencian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebelum kami masuk ke dalam kerusuhan tersebut, lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Sesudah peristiwa-peristiwa itu, Paulus memutuskan oleh Roh untuk melewati Makedonia dan Akhaya dan pergi ke Yerusalem. “Setelah saya berada di sana,” katanya, “Saya perlu melihat Roma juga.” Setelah dia melihat gereja di Efesus itu didirikan, dan setelah dia melihat bahwa orang-orang ini membawa semua buku sihir mereka dan membakarnya, ternyata umat Kristiani sudah dewasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Paulus ingin pergi ke Makedonia dan Akhaya?” Dia baru saja ke sana. Dia mendirikan semua gereja di sana, seperti Korintus, Filipi, Tesalonika dan Berea. Dia ingin pergi ke sana dan kemudian ke Yerusalem. Dan Paulus ingin mengambil persembahan kasih dari gereja-gerejanya sebagai hadiah kepada gereja di Yerusalem. Alasan dia ingin pergi ke Makedonia dan Akhaya adalah untuk mengumpulkan persembahan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini dia merujuk pada Makedonia dan Akhaya. Dia melanjutkan dengan berbicara tentang pemberian mereka sepenuhnya dalam hal ini. Dia mencatat hal khusus ini dalam pemberian mereka di bagian lain dalam surat Korintus. Dan Roma 15:25-26 mengatakan, “Saat ini saya sedang bepergian ke Yerusalem untuk melayani orang-orang kudus, 26 karena Makedonia dan Akhaya berkenan memberikan sumbangan bagi orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa dia ingin melakukan itu?” Ya, karena mereka punya kebutuhan. Paulus sedang mengajarkan pelajaran tentang kesatuan tubuh, bahwa gereja di satu tempat mempunyai tanggung jawab besar terhadap kumpulan orang percaya di tempat lain. Dan kedua, Paulus ingin mengajarkan pelajaran praktis tentang kasih. Cinta pada dasarnya adalah kesederhanaan memberikan uang Anda demi orang lain, pengorbanan diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di ayat 21 dia berkata, “Sesudah itu, aku juga harus melihat Roma.” Rencana Paulus adalah mengabarkan Injil di kota-kota penting mulai dari Antiokhia sampai ke Roma. Dan itu juga bukan akhir dari semuanya. Sudah ada sebuah gereja di Roma, tetapi mungkin dia bisa meningkatkan kesaksian mereka dan kemudian gereja itu akan menyebar. Dia percaya pada proses penginjilan melalui reproduksi, di mana Anda akan mendirikan sebuah gereja yang akan mengutus orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Roma 15:24, dia berkata, “Ketika saya bepergian ke Spanyol. Karena aku berharap dapat bertemu dengan kalian ketika aku lewat dan dibantu oleh kalian dalam perjalananku ke sana, setelah aku menikmati kebersamaanmu untuk sementara waktu.” Orang-orang perlu mendengar tentang Tuhan. Dan Spanyol adalah tempat yang bagus. Dan Paulus dapat melihat bahwa menaklukkan Spanyol akan menjadi hal yang luar biasa. Ini ada dalam pikirannya untuk dilakukan. Dia adalah seorang ahli strategi yang selalu merencanakan penaklukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada pemutusan di dalam kitab Kisah Para Rasul. Karena mulai saat ini, tujuan keseluruhan yang ada di pikiran Paulus adalah Roma. Dan, akhirnya, di akhir Kisah Para Rasul, dia sampai ke sana. Namun dia tidak sampai ke sana dengan cara yang dia pikir akan sampai ke sana. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Setelah mengirim ke Makedonia dua orang yang membantunya, Timotius dan Erastus, dia sendiri tinggal di Asia untuk sementara waktu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami semua tahu siapakah Timotius itu. Dia pernah berada di Korintus dan Efesus dan sekarang Paulus mengirim dia ke Makedonia bersama Erastus untuk memberi tahu mereka bahwa dia akan datang, tetapi kami tidak tahu siapakah Erastus itu. Namun Paulus sendiri tinggal di Asia selama satu musim. Dia mengutus dua orang pendahulu ini untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum kedatangannya ke Makedonia untuk melakukan pengumpulan uang dan berkhotbah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kenapa dia tinggal? Nah, Paulus sedang menulis surat kepada Korintus. Dan dia berkata dalam 1 Korintus 16:8-9, “Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari Pentakosta, 9 karena ada pintu lebar untuk pelayanan yang efektif yang telah terbuka bagiku, namun banyak orang menentang aku.” Dia menyadari Allah masih ada pekerjaan lain yang harus dia lakukan. Nah, musuh muncul ke permukaan, mulai dari ayat 23 ketika kami melihat kerusuhan terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kini ada tiga pikiran: penyebab kerusuhan, ciri-ciri kerusuhan, dan yang menenangkan kerusuhan itu. Nah, penyebab kerusuhan ini sebenarnya adalah sikap antagonisme Setan terhadap penyebaran Firman Allah. Namun ketika kami melihat ayat-ayat ini, ada beberapa alasan dangkal yang benar menyebabkan kerusuhan ini terjadi. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu itu terjadi kekacauan besar tentang Jalan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Jalan” itu mengacu pada agama Kristen. Yesus pernah berkata, “Akulah satu-satunya Jalan.” Jadi di sini, mereka sangat khawatir dengan pesan Kristen dan mereka mulai menganiaya Paulus. Kerusuhan ini, akan memberi Anda beberapa wawasan yang bagus mengenai pendekatan khas psikologi massa, serta wawasan tentang bagaimana Setan bekerja. Namun ada beberapa penyebab khusus dan kami bertemu dengan seorang pria bernama Demetrius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Sebab ada seseorang bernama Demetrius, seorang perajin perak yang membuat kuil-kuil perak Artemis, yang memberikan banyak bisnis bagi para pekerjanya.” Demetrius adalah orang penting dalam usaha perajin perak. Apa yang dia lakukan adalah memberi kontrak kepada para pekerja perak lainnya untuk membuat kuil-kuil ini. Dalam banyak penemuan arkeologi di sekitar Efesus, terdapat bukti adanya niaga dengan para pekerja perak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dia adalah orang kaya dan berpengaruh. Kuil Diana adalah tempat yang besar, berukuran 420 kali 250 kaki. Dan orang-orang berkhotbah kepada para kasim, pendeta wanita, pelacur, dan semuanya yang beribadah di sana. Dan kuil ini juga merupakan rumah harta karun emas dan perak. Jadi lalu lintas turis yang memuja Artemis benar-benar merupakan bisnis besar. Dan para pekerja perak mendapat nafkah dengan menjual kuil-kuil kecil ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Setelah ia mengumpulkan mereka dan para pekerja yang melakukan usaha tersebut, ia berkata, “Saudara-saudara, tahukah kalian, bahwa kemakmuran kami terdapat dari usaha ini.” Injil itu mengacaukan bisnis mereka karena orang-orang menerima kebenaran Kristus dan berpaling dari penyembahan berhala. Hal ini menjadi masalah ekonomi karena agama Kristen menyebarkan kuasa yang sangat besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Kalian melihat dan mendengar bahwa bukan hanya di Efesus, tetapi hampir di seluruh Asia, Paulus telah meyakinkan dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan bahwa dewa-dewa yang dibuat dengan tangan bukanlah dewa.” Ia berkata, “Apakah kalian menyadari bahwa di seluruh Asia Kecil, Paulus telah membuat orang-orang percaya bahwa dewa-dewa yang kami buat ini bukanlah dewa sebenarnya? Maka Demetrius mengaku khotbah kerasulan Paulus itu berhasil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Allah mengambil 20 ayat untuk memberitahu kami tentang kerusuhan itu? Untuk melihat keberhasilan Kekristenan keluar dari mulut orang-orang yang tidak percaya. Orang-orang kafir mengakui hal itu. Jadi Allah mengubah orang-orang dari penyembahan berhala, dan kedua, tidak ada alasan untuk mengkritik Paulus. Paulus yang berkomitmen kepada Yesus Kristus datang ke kota ini dan mengubah provinsi ini bagi Kristus. Siang malam dia berdoa dan mengajar Firman Allah dengan penuh air mata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keberhasilan Injil itu bergantung pada satu orang yang penuh dedikasi dan gereja yang dimurnikan. Orang-orang yang menjadi bait suci Roh Kudus tidak membutuhkan kuil Artemis. Tidak ada demonstrasi menentang penyembahan berhala, yang ada hanyalah keselamatan dan hal baru itu menyingkirkan hal lama. Pertumbuhan kehidupan baru di dalam gerejalah yang menyingkirkan kehidupan lama. Dan apa yang tidak dapat dicapai oleh dunia luar, dapat dicapai oleh kehidupan di dalam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda ingin mengubah masyarakat demi Yesus Kristus, jangan memprotes komunitas tersebut. Jalani saja kehidupan yang kudus dan mulailah memimpin orang-orang kepada Yesus Kristus. Dan hasil akhirnya adalah komunitas yang tidak mampu menangani Anda. Dan satu demi satu Anda mulai mempengaruhi komunitas Anda. Jadi kami hanya tertarik untuk memenangkan orang-orang kepada Yesus Kristus dan menyingkirkan kehidupan lama dengan kehidupan baru yang telah datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Kami bukan hanya menghadapi risiko bahwa bisnis kami akan dianggap tidak perlu, tetapi juga bahwa kuil dewi agung Artemis akan diremehkan dan kemegahannya berada di ambang kehancuran—yang dipuja di seluruh Asia dan dunia." Dengarkanlah Markus 8:36, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya sendiri?” Dalam Lukas 16:13, Alkitab berkata, “kalian tidak dapat melayani Allah dan uang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan banyak orang masuk neraka karena mereka lebih mencintai uang daripada Allah. Kedua, Demetrius memohon kesalehan mereka. Inilah hal yang kelihatan religius tetapi tidak. Allah kami difitnah. Pembangunan kuil itu selama dua ratus dua puluh tahun. Dan ketiga, ia ingin membangun patriotisme mereka. Dalam ayat 27, dia mengatakan: “Dan keagungannya yang disembah oleh seluruh Asia dan dunia itu bisa hancur.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan memukul mereka secara ekonomi, agama, politik dan sosial. Nah, pidato tersebut menimbulkan keributan itu. Marilah kami lihat ciri-ciri kerusuhan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi sangat marah dan mulai berseru, “Besarlah Artemis dari orang Efesus!” Mereka baru saja mulai berteriak. “Dipicu oleh pidato yang menghasut itu, mereka lari ke jalan terbuka dan mulai memanggil nama dewi mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu hanyalah amarah yang gila terhadap agama Kristen. Orang-orang tidak suka diperhadapkan dengan keberdosaan mereka dan seluruh cara hidup mereka serta sistem mereka yang salah. Lalu terjadilah kebingungan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Maka kota itu menjadi kacau balau, lalu mereka semua bergegas masuk ke dalam teater sambil menyeret Gayus dan Aristarkhus, orang-orang Makedonia yang ikut menjadi teman perjalanan Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Meskipun Paulus ingin masuk ke hadapan orang banyak itu, murid-muridnya tidak mengizinkannya.” Mengapa? Terkadang akal itu lebih baik daripada keyakinan yang bodoh. Itulah suatu tindakan lancang untuk menempatkan diri Anda dalam bahaya dan kemudian berharap Allah akan membebaskan Anda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Bahkan beberapa pejabat provinsi di Asia, yang merupakan teman-teman Paulus, mengirim pesan kepadanya, dan memohon supaya dia tidak masuk ke teater itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Ada yang berteriak-teriak satu hal dan yang lain, karena kumpulan orang itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul.” Hal ini menunjukkan adanya kebingungan terus menerus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Beberapa orang Yahudi di antara orang banyak itu memberikan instruksi kepada Alexander setelah mereka mendorongnya ke depan. Dengan menggerakkan tangannya, Alexander ingin menyampaikan pembelaan dia kepada rakyat disitu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika mereka mengenal bahwa ia seorang Yahudi, mereka semua serempak berseru selama kira-kira dua jam, “Besarlah Artemis orang Efesus!” Kami tidak tahu siapakah Alexander itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Setelah ada petugas kota yang dapat menenangkan orang banyak itu, ia berkata: “Siapakah orang yang tidak tahu, bahwa kota Efesus adalah penjaga kuil Artemis yang agung dan patung ini jatuh dari surga?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petugas kota itu adalah ketua dewan kota. Lihatlah gambar hitam Diana yang mereka duga jatuh dari Jupiter. Tahukah kalian semua bahwa kota ini adalah penjaga kuil dewi Artemis? </span><span class="cf1"><b>Ayat 36 - 37</b></span><span class="cf1">, “Oleh karena itu, karena hal-hal ini tidak dapat disangkal, hendaklah kalian tetap tenang dan janganlah melakukan sesuatu yang gegabah. 37 Sebab kalian telah membawa orang-orang ini ke sini, yang bukan perampok kuil atau penghujat dewi kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Jadi jika Demetrius dan para pekerja yang ada bersama-sama dia ada perkara melawan seseorang, maka ada pengadilan yang bersidang dan ada hakim-hakim untuk memutuskan yang bersalah. Biarlah mereka saling menuntut.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 39-40</b></span><span class="cf1">, “Tetapi jika kalian hendak menuntut lebih lanjut, maka hal itu harus diputuskan dalam majelis hukum.” 40 Faktanya, kami berisiko dituduh melakukan kerusuhan atas apa yang terjadi hari ini, karena tidak ada yang membenarkan kerusuhan tersebut.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Setelah berkata demikian, ia membubarkan kumpulan itu.” Petugas kota itu tidak memberi bantuan apa pun kepada gereja. Dia setuju dan membenarkan takhayul masyarakat orang-orang. Hal terakhir yang kami tahu tentang gereja Efesus, terdapat di dalam Wahyu 2:4, “Aku menentang kalian. Kalian telah meninggalkan cinta yang kalian miliki pada awalnya.” Jika Anda pergi ke Efesus hari ini, apa yang ada di sana? Sebuah desa Muslim yang tidak memiliki orang Kristen satupun. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Oct 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20231001</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000210</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Usir Setan itu Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000020F"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:8-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:8-20</a></span></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kami sampai pada Kisah Para Rasul 19, alasan kami mempelajari eksorsisme adalah karena di tengah-tengah bagian ini kami menemukan kata “pengusir setan” di ayat 13, yang hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru. Sekarang, penting juga bagi kami untuk membuat beberapa pernyataan mengenai hal ini karena saat ini, di lingkungan Kristen, ada perhatian yang terus menerus dengan setan dan “pengusiran setan dalam agama Kristen.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Efesus 2:2 Paulus berkata, “Kamu hidup menurut jalan dunia ini, menurut penguasa kerajaan angkasa, yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang yang tidak taat.” Penguasa kuasa angkasa itu adalah Setan. Dia disebut roh yang bekerja pada orang yang tidak taat. Sejak kejatuhan manusia, semua manusia telah menjadi alat Setan. Mereka dilahirkan ke dunia dan berfungsi sebagai respons terhadap dorongan setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Setan biasanya menguasai manusia secara umum dengan dua cara. Pertama, Dia memerintah manusia berdasarkan pemahaman mereka. Jadi manusia tanpa Kristus, tanpa Allah, hanya mempunyai informasi yang tersedia di luar Allah. Faktanya, dikatakan dalam 2 Korintus 4:4 bahwa, “ilah dunia ini telah membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya.” Setan membutakan pikiran. Artinya, dia mengatur pemahaman orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Setan mendominasi keinginan. Meskipun dia tidak bisa memaksa Anda melakukan sesuatu, dia pasti bisa menarik Anda ke dalam melalui godaan. Di Yohanes 8:44, “Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Kalian melakukan keinginan ayahmu.” Dan ayah mereka adalah iblis. Setan kemudian mendominasi manusia dengan mengendalikan informasi yang mereka miliki dan dengan mengendalikan kemauan yang mereka lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sejak awal menentang Setan; dan kami dapat tahu kemenangan atas Setan hanya sejauh kami menyerah pada kuasa yang adalah kuasa Kristus. Di dalam Efesus 6:10, Paulus berkata, “Anda dikuatkan oleh Tuhan dan oleh kuasa-Nya yang besar.” Satu-satunya kekuatan kami ada di dalam Kristus, dan Kristus datang untuk memberi kami kemenangan atas musuh. Yesus mulai dengan menunjukkan kuasa-Nya atas Setan sejak awal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan mencoba melakukan segalanya untuk menghilangkan Yesus pada saat kelahiran-Nya dan dia tidak sanggup melakukannya. Hal pertama yang terjadi pada Yesus setelah pembaptisan-Nya adalah Dia dibawa ke padang gurun. Bukan oleh Setan tetapi oleh Roh Kudus. Sebab pada awal pelayanan-Nya sudah diberi tahu bahwa Dia telah menang atas setan. Setan mencobai Dia tiga kali dan selalu kalah. Dan Yesus menjalani hidup-Nya dengan cara yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Dia disalibkan, nampaknya Setan adalah pemenang, namun sebenarnya tidak. Dia menerima pukulan di kepalanya di kayu salib. Dan salib, menurut Kolose 2, adalah kemenangan besar yang membuat para pemerintah dan para penguasa tunduk kepada Kristus. Dan 1 Petrus 3:18 - 22 mengatakan hal yang sama. Dia membuat semua malaikat yang jatuh dan para penguasa tunduk kepada-Nya di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sepanjang pelayanan-Nya, Kristus berurusan dengan Setan dalam hal otoritas. Dia mengusir setan selama itu. Dan Dia bahkan memberikan kuasa itu kepada murid-murid-Nya. Kadang-kadang, mereka juga, di dalam nama-Nya dan dengan kuasa-Nya, sanggup mengusir setan. Dalam Kisah Para Rasul, ketika gereja mula-mula dimulai, kami melihat sebagaimana kami telah mempelajari hal itu, para rasul kembali memiliki kuasa untuk mengusir setan. Mereka memperoleh kemenangan atas Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, tujuan dari hal ini di zaman para rasul adalah untuk meneguhkan Firman Allah. Supaya manusia tahu bahwa Firman Allah itu asli, Allah menyertainya dengan mukjizat-mukjizat seperti mengusir setan. Sekarang, kuasa Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya hal yang mampu mengalahkan Setan. Setan adalah penguasa dunia ini. Dia mendominasinya karena dia mendominasi pemahaman dan kemauan orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada kuasa, tidak ada pengusiran setan, tidak ada ritual, dan tidak ada formula yang dapat mengalahkan kuasa Setan. Bahkan nama Yesus yang digunakan sebagai resep pun tidak akan berhasil, dan kami akan melihat itu di bagian ini. Itu hanyalah pernyataan Kristus, “Keluarlah!” Dan setan-setan itu langsung keluar. Nah, itulah otoritas, bukan ritual. Matius 8:16, “Tentang Kristus dikatakan, ‘Dia mengusir roh dengan perkataan saja.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pola Perjanjian Lama, pola yang berlaku sampai zaman Kristus, adalah bahwa setan-setan dapat diusir oleh Allah dengan menjawab doa-doa orang-orang kudus yang setia. Lalu bagaimana dengan orang non-Kristen lainnya? Jika mereka ada setan, bagaimana mereka bisa mengusir setan? Mereka dapat mengusir setan dengan kepercayaan pada Yesus Kristus. Semua orang yang belum diselamatkan di dunia berada di bawah kendali Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalah kerasukan setan itu hanyalah masalah teknis. Neraka akan tetap sama bagi orang yang belum dilahirkan kembali, tidak peduli apa pun hubungan orang tersebut dengan setan. Apa yang Alkitab katakan tentang mengusir setan-setan itu? Tidak ada sesuatupun. Namun jika orang tersebut datang kepada Yesus Kristus, bertobat dari dosanya, dan mengakui Kristus sebagai Juruselamat, maka Kristus akan menyucikan kehidupannya. Apakah Anda percaya itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saudaraku, jagalah hidupmu sendiri di hadapan Allah dalam bidang kekudusan, dan setan tidak mungkin mengganggumu. Kami tidak perlu memikirkan segala macam sesi pengusiran setan yang berlarut-larut dengan menggunakan nama Yesus sebagai rumusnya. Dalam 1 Korintus 10 dikatakan, “Ujilah dirimu sendiri, dan buatlah penilaian dalam hatimu sendiri. Lakukan pengakuan dan pertobatan, dan Anda dapat diterima.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes mengatakan, “Dia yang ada di dalam kamu lebih besar dari pada dia yang ada di dunia.” Dan Yesus berkata dalam Matius 12 bahwa Dia mengusir setan dengan Roh Kudus, dan Dia tinggal di dalam hati kamu. Efesus 6:12 mengatakan, “Sebab perjuangan kami bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu kosmos yang gelap ini, yaitu melawan roh-roh jahat yang ada di langit.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di mana Anda akan mendapat kemenangan? Ayat 13, “Sebab itu kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu sanggup bertahan pada hari yang jahat, dan setelah mempersiapkan segala sesuatunya, kamu dapat mengambil pendirian. 14 Karena itu berdirilah dengan kebenaran seperti ikat pinggang di pinggangmu, kebenaran seperti baju besi di dadamu, 15 dan kakimu bersandal dengan kesiapan untuk memberitakan Injil perdamaian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kasus orang Kristen yang sedang berjuang melawan setan. Apakah solusinya? Solusinya bukanlah teman Anda datang membantu Anda. Solusinya adalah Anda menggunakan kebenaran, benar? Dari semua tanggung jawab yang kami miliki terhadap satu sama lain, tidak ada perintah untuk saling mengusir setan. Yang dikatakan adalah saling mengasihi, saling mengajar, saling membangun dan saling menghibur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 19, Paulus sedang melakukan perjalanan misionarisnya yang ketiga. Dia datang ke Efesus yang merupakan hati provinsi Romawi di Asia Kecil. Ada kuil Diana, tempat diadakannya ilmu sihir, pengusiran setan, penyihir, dan pesta pora. Paulus datang dengan alat terhebat yaitu Firman Allah. Saat itu hal itu belum ditulis; tetapi Allah mencurahkannya melalui dia. Kami membahas Firman Allah itu dan pengaruhnya di Efesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah </span><span class="cf1"><b>proklamasinya</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>penegasannya</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>persaingannya</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>keyakinannya</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>dominasinya</b></span><span class="cf1">. Maka Paulus memberitakan perintah Allah dan Kerajaan Allah dan khususnya yang berkaitan dengan Yesus Kristus. Jadi setelah tiga bulan, mereka mulai melawan agama Kristen di depan seluruh kota, dengan membicarakan hal-hal buruk tentang Jalan tersebut, yaitu mereka yang sudah mengeraskan hati mereka. Bukannya menjadi percaya, semakin lama Paulus berkhotbah, semakin keras hati mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan akhirnya, Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan perdebatan para murid setiap hari di sekolah Tiranus.” Dan hasil penginjilan itu adalah: “Semua orang yang tinggal di Asia mendengar Firman Tuhan Yesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Bersama dengan proklamasinya, ada pula </span><span class="cf1"><b>penegasan</b></span><span class="cf1">, dan disinilah saya akan mulai hari ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Allah sedang mengadakan mukjizat-mukjizat luar biasa melalui tangan Paulus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kapanpun pesan itu disampaikan, pesan itu disertai dengan mukjizat. Nah, hal ini terjadi di dalam Ibrani 2, 3 dan 4, dan juga dalam 2 Korintus 12:12. Pertama ada proklamasi, lalu ada penegasan. Dan “Allah mendatangkan mukjizat khusus.” Siapakah yang melakukan mujizat itu? Allah melakukannya. Nah, orang-orang hanya melihat Paulus dan tidak benar-benar melihat Allah melakukan pekerjaan itu, khususnya mukjizat yang terlihat di permukaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka pikir Paulus ini adalah semacam karakter ajaib. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “bahkan kain penutup muka atau celemek yang pernah menyentuh kulit Paulus itu dibawa kepada orang sakit, lalu penyakitnya hilang dan roh-roh jahat keluar dari mereka.” Penduduk Efesus sangat percaya takhayul. Dan mereka mengambil kain keringat Paulus dan mereka pikir itu bisa memberikan manfaat yang sama bagi mereka yang sakit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan walaupun ada takhayul mereka, Allah tetap melakukan mukjizat-Nya. Ingatlah wanita di dalam Markus 5 yang berkata, “Asal kujamah saja ujung jubah Yesus, aku akan menjadi sembuh.” Dan dia melakukannya, dan memang begitu. Mengapa? Allah akan melakukan apa yang Dia akan lakukan. Dan hal yang sama terjadi dalam Kisah Para Rasul 5, ketika orang-orang di Yerusalem berkata, “Jika kami bisa menaruh orang sakit itu di bawah bayangan Petrus, maka mereka akan sembuh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Lukas membedakan di antara penyakit dan roh jahat. Marilah kami lihat </span><span class="cf1"><b>saingan</b></span><span class="cf1"> yang ketiga. Tiba-tiba, ada beberapa pengusir setan lokal yang memikir mereka punya tipu muslihat baru. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Beberapa orang pengusir setan Yahudi yang berkeliling juga berusaha mengucapkan nama Tuhan Yesus kepada orang-orang yang kerasukan roh jahat itu, sambil berkata: “Demi Yesus, yang diberitakan oleh Paulus, aku memerintah kalian keluar!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah mereka pikir bahwa ‘Nama Yesus’ adalah rumus baru. Pesulap Paulus ini telah melakukan beberapa hal yang belum pernah mereka lihat. Di KPR 8, Simon melihat mukjizat yang dilakukan para rasul dan dia ingin membelinya dengan uang, benar? Petrus berkata, “Uangmu musnah bersamamu.” Jadi di sini Anda melihat orang-orang ini, dan mereka berpikir, “Ini bagus. Kami akan melakukan hal yang sama dalam Nama Allah Yahweh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak benar-benar mengusir setan. Namun Setan mungkin telah memberi mereka gagasan bahwa mereka memang melakukan itu sehingga mereka terus meneruskan kebodohan ini. Dan kami tahu bahwa inilah yang terjadi saat ini atas nama Gereja Roma Katolik. Yesus berkata dalam Matius 12:27, “Dan jika Aku mengusir setan dengan Beelzebul, maka dengan kuasa siapakah anak-anakmu mengusir setan itu? Oleh karena itu, merekalah yang akan menjadi hakim-hakim kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada rasul setelah Kebangkitan dan Kenaikan Kristus yang pernah diminta untuk mengusir setan. Itu selalu merupakan masalah otoritas. Jika orang yang tidak percaya datang kepada Yesus Kristus, hanya Dia dapat menyucikan orang dengan iman. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14-15</b></span><span class="cf1">, “Tujuh anak Skewa, seorang imam besar Yahudi, melakukan hal ini. 15 Roh jahat itu menjawab mereka, “Aku kenal Yesus dan Paulus. Tetapi siapakah kalian?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Upaya ajaib mereka meledak. Ada catatan menarik di sini, “roh jahat menjawab mereka.” Roh jahat dapat berbicara dengan suara manusia. Di dalam Yesaya 8:19 disebut bahwa ada orang perantara dan setan-setan yang berkicau dan berbicara. Mereka sebenarnya sanggup berbicara dengan suara manusia, dan itu hal biasa. Apakah setan itu mengenal Yesus? Iya, semua setan diciptakan pada satu waktu, dan awalnya mereka diciptakan sebagai malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan ini tidak merasa ada paksaan kuasa untuk menaati. Mereka mungkin menggunakan nama Yesus, tetapi tidak ada kuasa apa pun di dalamnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Kemudian orang yang kerasukan roh jahat itu menyerang mereka, lalu mengalahkan mereka semua dan lebih besar kuasanya daripada mereka, sehingga mereka lari keluar rumah itu telanjang dan penuh luka.” Dan di naskah lama juga dicantumkan kata “keduanya” di sini, yang mengindikasikan mungkin hanya ada dua orang dari yang tujuh itu di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan hal ini di dalam Matius 7:22-23, “Pada hari itu banyak orang akan berkata kepada-Ku, 'Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, mengusir setan dengan namamu, dan melakukan banyak mukjizat dengan namamu? ’ 23 Kemudian Aku akan memberitahukan kepada mereka, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian. Enyahlah dari-Ku, hai para pelanggar hukum!” Setan melawan dengan persaingan. Kristus mengatasi semuanya. Jadi kami melihat ada proklamasi, penegasan dan persaingan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kami melihat </span><span class="cf1"><b>keyakinan</b></span><span class="cf1"> itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Ketika hal itu diketahui semua orang yang tinggal di Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, mereka menjadi takut dan nama Tuhan Yesus dijunjung tinggi.” Mereka berkata, “Jangan main-main dengan Nama Tuhan Yesus. Jangan menggunakan nama itu dengan sembarangan!” Bahkan orang-orang yang belum diselamatkan pun mulai mengenal sesuatu yang luar biasa tentang Nama Yesus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah tepat yang Allah inginkan. Saudara terkasih, itu memang benar. Setiap kali saya mendengar seseorang menyebut nama Yesus dengan sembarangan, saya merasa ngeri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan banyak orang yang menjadi percaya datang untuk mengaku dan mengungkapkan kebiasaan mereka.” Mereka menyerahkan semua sihir mereka. Seluruh permainan setan itu telah berakhir. Mereka melihat kebenaran dari kuasa Yesus; dan mereka melihat bahwa sihir itu tidak berhasil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang menjadi percaya dan mereka mengaku, dan hidup mereka ditransformasikan. Dan untuk menunjukkan Anda karakter transformasi mereka, hal itu mengarah pada hal-hal praktis. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Sementara banyak di antara orang-orang yang pernah memakai ilmu gaib itu, mengumpulkan buku-buku mereka dan membakarnya di depan semua orang. Maka mereka menghitung nilainya dan mendapati bahwa nilainya itu lima puluh ribu keping perak.” Mereka melakukan pembakaran itu di depan umum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan yang menarik adalah, kata “terbakar” yang ditulis secara tidak sempurna. Mereka terus menerus membakar buku-buku itu.. Saya tidak tahu berapa lama api unggun itu bertahan. Tetapi mereka terus membakar. Anda berkata, “Berapa harga 50.000 keping perak?” Dengan inflasi dan sebagainya, mungkin harganya sekarang sekitar 50,000 dollar. Nah, Firman telah diberitakan, ditegaskan, dan disaingi. Dan itu menang dan Setan kalah. Terakhir, ada kata “</span><span class="cf1"><b>dominasi</b></span><span class="cf1">”.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Demikianlah firman Tuhan tersebar dan menang terus.” Tahukah Anda bahwa di dalam gereja, selama Firman Allah mendominasi, pasti akan ada kemenangan? Itulah polanya. Ya, saya sangat senang ketika saya melihat Firman Allah itu menang. Setan dengan seluruh kekuatannya, tidak dapat menang. Saya berharap dan berdoa semoga ketika Anda sudah dipenuhi dengan Firman, semoga Anda bisa merasakan kemenangan, kemenangan dari Allah. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Sep 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230924</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000020F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengusiran Setan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000020E"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:8-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:8-20</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada satu penggunaan kata pengusiran setan dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam bagian ini. Yesus datang ke dunia yang Alkitab katakan “untuk menghancurkan pekerjaan iblis.” Sekarang, kami melihat kuasa-Nya atas Setan di kayu salib dimana ia meremukkan kepala ular itu. Kami juga melihatnya di kitab Wahyu dimana setan diikat selama seribu tahun, kemudian dilepaskan, lalu dibuang untuk selamanya ke dalam neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat kuasa Yesus Kristus atas Setan ditunjukkan dalam pencobaan-Nya. Setan mencoba menggoda Dia dan tidak berhasil dalam tiga kesempatan. Di dalam Matius 17:14 dikatakan, ‘Ketika mereka sampai di tengah orang banyak itu, ada seorang laki-laki mendekat dan berlutut di hadapannya. 15 “Tuhan,” katanya, “kasihanilah anakku, karena dia ada kejang-kejang dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan ke dalam air.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">16 Aku membawa dia kepada murid-muridmu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” 17 Yesus menjawab, “Hai generasi yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku akan bersamamu? Berapa lama lagi Aku harus bertahan dengan kalian? Bawa dia ke sini untuk-Ku.” 18 Kemudian Yesus menghardik setan itu, dan setan itu keluar dari dalam dirinya, dan sejak saat itu anak itu sembuh.” Para murid bertanya kepada Yesus secara pribadi mengapa mereka tidak dapat melakukan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena hanya Yesus mempunyai otoritas mutlak atas setan-setan. Jadi Dia hanya berbicara dan setan itu langsung keluar. Markus 1:32 mengatakan, “Ketika malam tiba, setelah matahari terbenam, mereka membawa kepada-Nya semua orang sakit dan kerasukan setan.” Ayat 34, “dan Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit dan mengusir banyak setan. Dan Dia tidak mengizinkan setan-setan itu berbicara, karena mereka mengenal Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian di Markus 5, Yesus bertemu dengan seorang pria yang tinggal di kuburan dan kerasukan roh najis. Nah kalau dikatakan roh najis, itu berarti manifestasi setan itu ada di daerah yang paling bejat. Ayat 3-4, “Tidak seorang pun dapat menahannya lagi, bahkan dengan rantai pun tidak. 4 Sebab sering kali ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskan dan belenggunya dihancurkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 6-7, “Ketika dia melihat Yesus dari jauh, dia berseru, “Apakah urusan-Mu denganku, Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Jangan siksa aku!” Ayat 10-12, “Dan mereka memohon dengan sungguh-sungguh kepada-Nya agar mereka tidak diusir keluar dari daerah itu. 11 Di sana ada sekawanan besar babi yang sedang mencari makan di lereng bukit. 12 Setan-setan itu memohon kepada-Nya, “Kirimkan kami ke babi-babi itu, supaya kami dapat memasuki mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus memberi izin kepada mereka. Ini bukan sekedar kasus dimana Dia mengusir mereka. Begitu Dia muncul, mereka sudah ingin keluar. Sungguh besar kuasa yang dijalankan Yesus atas dunia Roh-roh jahat. “13 Maka Dia memberi izin kepada mereka, dan roh-roh najis itu keluar dan masuk ke dalam babi-babi itu. Kawanan yang berjumlah sekitar dua ribu babi bergegas menuruni tebing curam menuju laut dan tenggelam di sana.” Dan di sini sekali lagi, Anda melihat kuasa Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada satu bagian lain yang menunjukkan Yesus ada kuasa atas setan. Lukas 4:33 mengatakan, “Di rumah ibadat ada seorang laki-laki yang kerasukan roh jahat, dan berseru dengan suara nyaring, 34 “Tinggalkan kami! Apa urusanmu dengan kami, Yesus dari Nazaret? Apakah Anda datang untuk menghancurkan kami? Saya tahu siapakah Anda, Yang Mahakudus dari Allah!” 35 Tetapi Yesus menegur dia dan berkata, “Diam dan keluarlah dari dia!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia dilemparkan ke hadapan mereka, setan itu keluar darinya tanpa menyakitinya sedikit pun.” Lukas 4:41 mengatakan, “Juga, setan-setan keluar dari banyak orang sambil berteriak-teriak dan berkata, “Engkau adalah Anak Allah!” Tetapi dia menegur mereka dan tidak mengizinkan mereka berbicara, karena mereka tahu dialah Mesias.” Perhatikanlah setiap kali Yesus berurusan dengan setan, itu selalu merupakan masalah otoritas. Mengerti? </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Yesus memberi kuasa atas setan yang sama kepada beberapa pengikut-Nya. Dan ketika disebut dalam nama-Ku, itu tidak berarti menggunakan nama Yesus seperti sebuah formula ajaib. Itu berarti atas dasar kuasa-Nya setan dapat diusir. Lukas 10:17 mengatakan, “Tujuh puluh dua orang itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, bahkan setan-setan pun tunduk kepada kami dalam nama-Mu.” Jadi Kristus menganugerahkan kepada mereka kuasa khusus untuk saat-saat itu saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mendatangi orang-orang yang tidak percaya dan langsung mengusir setan. KPR 5:16 mengatakan, “Banyak orang berkumpul dari kota-kota sekitar Yerusalem, dan membawa orang-orang sakit dan orang-orang yang disiksa oleh roh-roh najis, dan mereka semua disembuhkan.” Dan hal ini dilakukan oleh para rasul di ayat 12, “melalui tangan para rasul terjadilah tanda-tanda dan mujizat-mujizat.” Maka Yesus memberikan kepada para rasul-Nya kuasa atas setan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul 8:7 mengatakan, “Sebab roh-roh najis berseru dengan suara nyaring, keluar dari banyak orang yang kerasukan, dan banyak orang lumpuh dan cacat menjadi sembuh.” Dan ini adalah Filipus yang bukan seorang rasul melainkan seorang Penginjil. KPR 16:18 mengatakan, “Paulus berbalik dan berkata kepada roh itu, ‘Aku memerintahkan engkau dalam nama Yesus Kristus untuk keluar dari dia,’ dan pada saat itu juga keluarlah setan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, perhatikanlah ini. Yesus mengusir setan dengan otoritas. Yesus memberi otoritas yang sama kepada para rasul-Nya. Para rasul dapat mengusir setan dengan satu kata dan mereka pun lenyap. Nah ini adalah sebuah karunia apostolik. Karunia seperti itu tidak ada saat ini. Mereka mempunyai karunia ini dengan tujuan meneguhkan Firman. Hal itu terlihat dalam Ibrani 2:3-4, dimana tanda-tanda dan mujizat-mujizat Roh Kudus diberikan kepada para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pada zaman Alkitab, setan-setan itu selalu ada. Dan setan-setan itu masih mendiami manusia. Lalu bagaimana cara mereka menyingkirkannya? Jawaban yang Yesus berikan dalam Matius 17 mengatakan, “Semua ini hanya dapat dicapai melalui doa dan puasa.” Dan hal yang sama juga harus dilakukan pada setan. Mereka dapat berdoa dan berpuasa, dan Allah akan mendengar dan menjawab doa-doa mereka. Namun ketika Yesus datang, Dia memiliki otoritas mutlak atas setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat ini kami tidak memerlukan mukjizat apa pun untuk meneguhkan Firman. Allah tetap melakukan mukjizat, namun tidak ada mukjizat untuk memastikannya karena Firman sudah ada di tangan kami. Anda dapat menilai pesan siapa pun, dengan apakah pesan tersebut ditegaskan oleh Alkitab. Pada waktu itu, Anda hanya bisa menilai pesan seseorang berdasarkan karya Allah supernatural yang menyertainya. Jadi itu sangat penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat ini ada banyak usaha untuk mengusir setan. Kuasa Yesus Kristus saja, dapat mengalahkan Setan. Tidak ada jalan lain. Tidak ada kuasa manusia, tidak ada ritual atau upacara keagamaan, tidak ada formula dan tidak ada pengusiran setan yang berhasil. Tetapi bagaimana dengan apa yang disebut pengusiran setan yang sedang terjadi, yang dilakukan oleh para cenayang, peramal dan sejenisnya?” Semua itu tidak berhasil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun tidak ada kuasa magis di dalam nama Yesus. Nah, tidak ada yang salah dengan darah Yesus Kristus. Tetapi jangan merendahkannya menjadi formula yang dapat berhasil memusatkan mujizat pada setan sampai dia keluar. Pertama, ketika Anda berurusan dengan orang yang tidak beriman, hanya ada satu cara bagi orang yang tidak beriman untuk menyingkirkan setan. Dan itulah dengan menerima Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kuasa Kristus, kuasa Roh Kuduslah yang mengusir setan. Nah dimanakah Roh Kristus itu tinggal? Di dalam diriku, benar? Lalu siapa yang saya perlukan untuk mengusir setan. Bagi seorang Kristen, menyingkirkan masalah setan adalah hal yang sederhana, yaitu dalam bidang pengakuan dosa dan kekudusan. Dan Setan telah meyakinkan banyak orang Kristen untuk berpikir bahwa kehidupan Kristen hanya sekedar pengeluaran setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda tahu siapakah masalah terbesar Anda? Anda. Jika saya memiliki Yesus Kristus di dalam diri saya, apakah saya memiliki seluruh kuasa-Nya? Apakah saya memiliki segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan dan kesalehan? Jika Yesus Kristus berdiam di dalam diriku, jika Roh Kudus berdiam di dalam diriku, aku dapat menghadapi Setan dalam kuasa Kristus yang hanya milikku saja. Nah, saya mungkin memerlukan beberapa orang percaya untuk menunjukkan dosa-dosa kepada saya, dan berdoa bersama saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Roh Kudus dapat melakukan hal itu dalam hidup saya. Jadi, bagaimana dengan semua pengusir setan ini? Tampaknya mereka berhasil.” Tentu saja hal ini tampaknya berhasil karena Setan ingin orang-orang menjadi percaya bahwa ada sesuatu yang terjadi. Nah, kata pengusiran setan tidak termasuk dalam kosakata orang Kristen. Karena itu adalah masalah kemauan seseorang untuk mengaku dosanya, bukan masalah mengusir setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda dipenuhi Kristus, Anda tidak bisa dipenuhi dengan Kristus dan hal lain. Jika Anda dipenuhi dengan Roh Allah, dikendalikan dan berserah kepada-Nya, tidak ada tempat bagi setan. Faktanya, nama ini hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru di ayat 13. Ini adalah pengusir setan Yahudi yang gelandangan yang mencoba menggunakan nama Yesus untuk melakukan pengusiran setan dan tidak berhasil. Dan sebelum semuanya berakhir, mereka menyesal telah mencobanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang percaya sejati tidak perlu takut. Nah, jika ada dosa yang disengaja, dan berlarut-larut, dan tidak diakui, Anda telah memberikan tempat kepada Setan. Contohnya Ananias dan Safira. Namun mengurangi kebenaran otoritas kuasa Kristus dalam hidup saya, karena hal ini seperti Sihir putih, hal ini hanya memberikan Setan alat lain untuk menipu saya. Gereja Roma Katolik mempunyai ritus pengusiran setan dan mereka punya semua formula rahasianya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu tidak alkitabiah. Ketidakpercayaan itu kembali dikaitkan dengan Kekristenan, yang menyedot darah Kekristenan. Kekristenan yang dicampur dengan hal lain bukanlah Kekristenan. Monsignor Luigi Novarese, menurut majalah Newsweek, “Pengusir setan resmi untuk Paus dan keuskupan Paus di Roma, memperkirakan bahwa dia telah melakukan ritual kuno itu, ritual pengusiran setan, sebanyak enam puluh kali.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dalam perjalanan misinya yang ketiga mulai di Antiokhia dimana dia menjadi pendeta bersama dengan Barnabas dan tiga orang lain. Dan dia mulai perjalanan misinya yang ketiga dalam Kisah Para Rasul 18:23. Dia meluangkan beberapa waktu di Antiokhia, dan dia berangkat, dan pergi ke Galatia dan Frigia, untuk menguatkan para murid disana. Akhirnya dia sampai di kota Efesus. Nah dia pernah ke Efesus sekali sebelumnya, pada akhir perjalanan misinya yang kedua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Efesus adalah tempat yang sangat menarik. Inilah inti sebenarnya dari providensi Romawi di Asia Kecil. Efesus sejajar dengan Korintus sebagai dua kota terpenting di jalan sebelah timur dari Roma. Itu adalah pusat komersial dan kota pelabuhan. Jadi itu adalah tempat di mana kapal-kapal datang untuk berdagang dan di mana banyak karavan berdagang. Itulah tempat yang kaya dan merupakan tempat yang sangat padat penduduknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes diasingkan di sana, tidak jauh dari pantai, ke Pulau Patmos. Fitur utama di Efesus adalah kuil Diana. Itu adalah semacam ibadah pelacur dengan pesta pora. Itu juga merupakan tempat perlindungan para penjahat. Dan itu adalah tempat di mana ilmu sihir dan setan-setan ada dan segala macam penyimpangan. Di Efesus Paulus benar-benar diperhadapkan dengan kuasa kejahatan yang menentang Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus masih mendukung dirinya dengan membuat tenda. Tetapi itu bukanlah hasratnya. Alasan mengapa pelayanan di Efesus begitu dramatis dan dinamis adalah karena Firman itu. Ketika Firman mendominasi, Setan dikalahkan. Kuasa Firman di Efesus adalah dalam proklamasi, dalam penegasan, dalam kompetisi, dalam keyakinan, dan dalam dominasi. Marilah kami mulai dengan </span><span class="cf1"><b>poin pertama, proklamasi</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Firman itu tidak dapat melakukan apa pun kecuali ada yang mewartakannya. Dan Paulus melakukan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Paulus masuk ke sinagoga dan berbicara dengan berani selama tiga bulan, dia berdebat dan meyakinkan mereka tentang kerajaan Allah.” Paulus sudah menjalin hubungan baik dengan orang-orang Yahudi. Mereka pasti dikendalikan oleh Allah, karena di setiap sinagoga lain yang dia datangi, mereka membencinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini mereka berkata, “Hai, kami ingin supaya Anda tetap tinggal.” Memang dia kembali dan tinggal selama tiga bulan, yang merupakan waktu yang lama bagi Paulus. Ada tensa dalam bahasa Yunani yang disebut tensa tidak pempurna. Ini adalah suatu tindakan yang belum selesai atau sesuatu yang masih berlangsung. Jadi ketika kami mengatakan, “Dia berbicara dengan berani,” itu seharusnya berarti “dia terus-menerus berbicara dengan berani.” Inilah ciri khas khotbah apostolik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di dalam kitab Kisah Para Rasul, setiap orang semakin berani. Paulus selalu minta permohonan doa untuk dirinya sendiri. Dia berkata dalam Efesus 6:19, “Doakanlah aku supaya perkataan itu diberikan kepadaku agar aku dapat membuka mulutku dengan berani untuk memberitahukan misteri Injil itu.” Artinya ketika Anda mempunyai hak untuk menyampaikan kebenaran, Anda menyampaikannya dengan berani, tanpa ada rasa takut. Keyakinan itu adalah maknanya untuk pengkhotbah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apakah yang dia lakukan? Membantah dan membujuk dengan baik. Yang pertama berarti penalaran atau diskusi, suatu jenis tanya jawab. Dan membujuk berarti meyakinkan dengan argumentasi. Dalam Kisah Para Rasul 28:30 dikatakan, “Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumahnya di Roma. Dan dia menyambut semua orang yang mengunjunginya, 31 sambil memberitakan kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus dengan penuh keberanian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu berarti dia mengajarkan semua ciri-ciri Kristus dan siapakah Dia serta apa yang Dia lakukan. Jadi Paulus mulai dengan mengajarkan Firman tentang Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika beberapa orang menjadi keras kepala dan tidak percaya, dan memfitnah Jalan di depan orang banyak, dia menarik diri dari mereka, dan mengambil murid-muridnya, dan mengadakan diskusi setiap hari di ruang kuliah Tyrannus.” Kata mengeras itu menggunakan bentuk tensa tidak sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala jenis pengerasan adalah sebuah proses. Penolakan bertahap terhadap Yesus Kristus mengakibatkan ada pengerasan hati. Maka lambat laun hati mereka menjadi lebih keras, dan akhirnya hati mereka seperti batu. Mereka berbicara jahat. Mereka mengutuk Jalan itu di hadapan orang banyak. Tetapi hanya ada satu-satunya jalan menuju Allah.” Paulus berkata, “Sebaiknya kkami keluar dari sinagoga.” Maka dia berangkat dan bertengkar setiap hari dengan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada sebuah manuskrip Yunani kuno yang mengatakan bahwa Paulus mengajar di aula Tiranus ini dari jam 11:00 sampai jam 16:00. Dan dikatakan dia melakukan hal itu setiap hari. Di Efesus, semua orang bekerja sampai jam 11 dan berhenti untuk tidur sebentar, dan mulai lagi pada jam empat karena cuacanya panas. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Hal itu berlangsung selama dua tahun, sehingga seluruh penduduk Asia, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, mendengar firman Tuhan.” Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Sep 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230917</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000020E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Murid Yohanes Pembaptis]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000020D"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:1-7</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab Kisah Para Rasul adalah catatan sejarah gereja mula-mula sejak hari Pentakosta hingga tahun-tahun awal tersebut. Dan kami telah mempelajari KPR 18 dan benar-benar memulai apa yang dimaksud dengan satu pesan dalam tiga bagian. Kami sedang mempelajari bagaimana Yudaisme berubah menjadi Yesus. Dan mulai dari KPR 18:18 Roh Kudus memberi kami tiga kejadian yang menggambarkan transisi yang sedang terjadi dari Yudaisme ke Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika agama Kristen didirikan dan Perjanjian Baru diperkenalkan, banyak orang Yahudi yang merasa sangat sulit untuk melakukan transisi dengan cepat. Nah, dalam pembelajaran kami di sini, kami menemukan rasul Paulus, meskipun dia sepenuhnya memahami Kristus, dan seorang yang beriman dalam segala hal, dan rasul Injil kasih karunia dan Injil Allah, dia masih mengucapkan sumpah Nazir yang merupakan bagian dari Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami bahkan melihat Paulus dalam masa transisi. Dan kemudian kami melihat Apolos dalam KPR 18:24 – 28 dalam masa transisi. Dan di sini, kami melihat murid-murid Yohanes Pembaptis, seorang percaya dari Perjanjian Lama. Orang-orang Yahudi yang siap menyambut Mesias yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias tetapi tidak tahu tentang salib, dan tidak memahami Kebangkitan. Jadi mereka tidak tahu semua yang telah dilakukan Yesus. Jadi kami bertemu dengan murid-murid ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah dua belas pria yang juga berada dalam masa transisi. Ingatlah bahwa seluruh Yudaisme mempengaruhi seluruh hidup orang-orang ini. Kekristenan masuk dan butuh beberapa saat supaya semua penyesuaian itu terjadi. Dalam beberapa kasus seperti Paulus, dia tidak bisa melepaskan beberapa pola lama. Dan Apolos tidak tahu keseluruhan Injil. Dan kedua belas orang ini juga kekurangan pengetahuan penuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Roh Kudus harus membawa mereka pada pemahaman penuh tentang Kristus dan Kekristenan. Pertanyaan yang menjadi kunci pembahasan kami ada di KPR 19:2, di mana Paulus berkata, “Sudahkah kalian menerima Roh Kudus, ketika kalian menjadi percaya?” Nah, pertanyaan itu telah menjadi pertanyaan favorit dari beberapa gerakan dalam agama Kristen. Sudut pandang yang saya ambil di sini hanyalah eksposisi teks disini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun saya ingin membahasnya dari sudut pandang gerakan saat ini yang disebut Pentakostalisme atau disebut juga gerakan karismatik. Pandangan mereka adalah bahwa Anda bisa menjadi seorang Kristen dan tidak memiliki Roh Kudus. Dan pada suatu saat, setelah diselamatkan, kamu kemudian melalui aktivitas tertentu diijinkan untuk mengetahui bahwa Roh tersedia dan bahwa kamu dapat menerima Roh Kudus dengan cara tertentu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang pandangan ini dimiliki oleh banyak orang Pentakosta. Dan ada yang mengatakan bahwa orang Kristen mempunyai Roh Kudus, tetapi dalam arti yang terbatas. Bukan dalam arti Roh Kudus yang bersifat pribadi dan permanen, penuh dan berdiam di dalam diri kita. Maka mereka membedakan di antara memiliki Roh Kudus dan memiliki kepenuhan Roh atau Baptisan Roh. Padahal sebenarnya maknanya sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika seseorang hanya menerima sebagian dari Roh atau memiliki perasaan yang terbatas terhadap Roh, maka Anda mengatakan bahwa orang tersebut belum menerima Roh sama sekali. Karena Roh adalah siapakah Dia dan Dia harus datang dalam kepenuhan siapakah Dia. Yesus berjanji bahwa kami akan menerima Roh Kudus pada saat keselamatan; maka yang Dia maksud adalah Roh sebagaimana Roh Kudus itu ada. Dan kepercayaan bahwa Roh Kudus datang sebagian saja, tidak alkitabiah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 12:13 berkata, “Sebab dalam satu Roh kami semua dibaptis dalam satu tubuh, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, dan kami semua diberi minum dari satu Roh.” Ada orang karismatik yang mengatakan bahwa “kami menerima Yesus sebagai Juruselamat tetapi bukan sebagai Tuhan.” Kemudian kami menjadikan Dia Tuhan atas hidup kami. Itu salah. Yesus adalah Tuhan. Dan Anda menerima Dia apa adanya. Dan hal yang sama juga berlaku pada Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada derajat dalam menerima Roh Kudus. Roh Kudus itu diberikan dalam kepenuhan siapakah Dia. Pikiran ini dimulai pada tahun 1900 pada masa Pentakostalisme yang menghasilkan Sidang Jemaat Allah dan Gereja Foursquare. David du Plessis, juru bicara gerakan ini mengatakan hal ini, “Apa yang terjadi selama tahun-tahun Kisah Para Rasul hingga tahun 1900 adalah bahwa gereja itu kehilangan imannya, kehilangan karunia mukjizat dan kehilangan Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah suatu teologi yang salah jika berasumsi bahwa Roh Kudus hanya dapat mengendalikan gereja sampai akhir abad pertama, kemudian Dia kehilangan kendali dan manusia mengambil alihnya selama 1800 tahun. Dan akhirnya, setelah perjuangan selama 1800 tahun, Roh Kudus kembali memegang kendali. Allah bukanlah Allah yang bisa dijadikan korban oleh manusia. Kristus berkata, “Aku akan membangun gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama yang harus dilakukan orang percaya adalah meninggikan Allah. Dan Anda tidak akan meninggikan Allah jika Anda memiliki pandangan yang salah tentang Allah, Anak-Nya, atau Roh Kudus. Itu mendukakan Roh Kudus. Jadi kami bukan hanya membicarakan hal-hal kecil. Kami berbicara tentang peninggian yang tepat dari Allah sendiri di dalam Roh-Nya. Dan kaum karismatik ini memberitahu kami bahwa gerakan mereka berpola berdasarkan kitab KPR.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengatakan bahwa kitab Kisah Para Rasul menjadi norma perilaku orang Kristen. Jika Anda mulai mendasarkan segalanya pada kitab Kisah Para Rasul, Anda akan mendapati diri Anda dalam banyak masalah. Karena dengan demikian ada pembenaran untuk melakukan apa yang Paulus lakukan. Ambil sumpah Nazarite, potong rambut kami dan kemudian harus pergi ke Yerusalem dan membakarnya di Bait Suci. Ini akan menjadi sulit karena memang tidak ada Bait Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda harus menerima wahyu terkini hari ini. Anda harus mengizinkan adanya rasul hari ini. Anda harus menerima semua tanda-tanda dan keajaiban serta mukjizat yang menyertai gereja mula-mula dan berbagai manifestasinya. Bukan hanya di beberapa bagian Kekristenan saja, namun secara keseluruhan, tanpa syarat. Nah, saya harap Anda tahu ini semua salah. Kitab Kisah Para Rasul adalah kitab peralihan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Perjanjian Baru itu tiba, orang-orang datang kepada Kristus dan ini merupakan sebuah mukjizat instan. Mereka masih kesulitan melakukan transisi penuh. Jadi dalam Kisah Para Rasul, ada berbagai hal transisi yang terjadi. Ada beberapa hal lama yang mati perlahan. Misalnya, gereja mula-mula bertemu di sinagoga. Dan ada beberapa hal di dalam Kisah Para Rasul yang baru namun tidak permanen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu hanya khusus untuk masa transisi. Dan kecuali Anda memahaminya, Anda pasti bingung. Kami melihat tiga bagian transisi. Pertama, Paulus sedang dalam masa transisi. Dalam Kisah Para Rasul 18:18 Paulus memotong rambutnya di Kengkrea karena ia melakukan sumpah Nazar berdasarkan Perjanjian Lama. Dan dia melakukannya sebagai tanda terima kasih kepada Allah karena dia telah dilepaskan dari Galio dan dari orang-orang Yahudi di Korintus yang ingin membunuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus juga ingin berada di Yerusalem untuk menghadiri pesta Yudaistik ini. Jadi Paulus masih dalam masa transisi. Dia belum mampu mengesampingkan semua fitur lama ini. Kedua, kami melihat Apolos, seorang Yahudi dari Aleksandria. Dia berbicara dan mengajar Yesus. Namun dia hanya tahu baptisan Yohanes, yang berarti dia tahu Yesus adalah Mesias, namun dia tidak tahu tentang penyaliban-Nya dan Kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 18:26 mengatakan, “Kemudian Akwila dan Priskila membawa dia ke samping.” Dan dikatakan, “Mereka menjelaskan kepadanya jalan Allah dengan lebih sempurna.” Mereka memberinya pengetahuan penuh tentang pekerjaan Kristus dan tentu saja dia percaya dan menjadi orang suci Perjanjian Baru. Dan kemudian dia melanjutkan, di ayat 28, “Dia banyak menolong orang-orang yang percaya melalui anugerah dan dia secara terbuka meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang ada 12 Orang Suci Perjanjian Lama yang adalah pengikut Yohanes Pembaptis, yang belum mendengar tentang semua ciri Yesus Kristus. Mereka perlu diberi pengetahuan penuh supaya mereka bisa menjadi bagian dari gereja. </span><span class="cf1"><b>KPR 19:1</b></span><span class="cf1">, “Ketika Apolos berada di Korintus, Paulus melakukan perjalanan melalui daerah pedalaman dan tiba di Efesus.” Dan Allah ingin dia kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mulai perjalanan misinya yang ketiga, dia melewati Galatia selatan dan meneguhkan gereja-gereja serta menguatkan mereka. Dan dia terus berjalan sampai dia tiba di Efesus. Dan dia datang dari jalan paling atas, dan turun ke Efesus. Nah </span><span class="cf1"><b>ayat</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>2</b></span><span class="cf1">, “Dan menemukan murid-murid tertentu.” Sekarang, dia bertemu dengan dua belas orang yang diperkenalkan kepadanya sebagai murid. Asumsinya adalah bahwa mereka adalah orang-orang percaya Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> melanjutkan, “Sudahkah kalian terima Roh Kudus, ketika kalian menjadi percaya?” Kata ‘murid’ itu berarti pembelajar, dan sebenarnya tidak ada implikasinya mereka beragama Kristen. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> melanjutkan, “Tidak,” kata mereka kepadanya, “kami bahkan belum pernah mendengar ada Roh Kudus.” Jadi disitu ada orang-orang Kristen yang belum menerima Roh Kudus. Dan, kaum Pentakosta menggunakan ayat-ayat di KPR 19 sebagai pembelaan terhadap doktrin mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Persoalan apakah mereka beragama Kristen masih belum jelas. "Mengapa?" Nah, mereka tidak tahu apa-apa tentang Roh Kudus dalam hal pemberian-Nya. Seorang Kristen adalah seseorang yang percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Jika mereka tahu tentang penyaliban, mereka pasti tahu Roh Kudus. Karena Kristus telah berjanji untuk memberikan Roh Kudus itu setelah kenaikan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Kalau begitu, dengan baptisan manakah kalian dibaptis?” dia bertanya kepada mereka. “Dalam baptisan Yohanes,” jawab mereka. Mereka bahkan tidak memahami baptisan Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, Paulus berkata, “Yohanes membaptis dengan baptisan pertobatan dan memberitahukan kepada orang-orang bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang sesudah dia, yaitu Yesus.” Pada gereja mula-mula, kapan orang dibaptis? Segera setelah percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika orang-orang ini adalah orang-orang Kristen yang percaya kepada karya sempurna Kristus, mereka pasti sudah mengetahui ada baptisan Tuhan Yesus Kristus. Mereka tidak tahu bahwa Roh Kudus diberikan. Itu berarti mereka bahkan tidak tahu tentang Mesias Yesus. Jadi Paulus berkata kepada mereka, Yohanes sedang mempersiapkan kalian semua untuk menyambut Yesus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, inilah bagian penting bagi mereka yang ingin mempertahankan ada waktu di antara keselamatan dan kedatangan Roh Kudus, supaya Anda mendapatkan Roh Kudus di kemudian hari. Ini adalah yang biasanya disebut berkat kedua. Keselamatan itu adalah berkat pertama, setelah itu Anda menyerahkan diri di kemudian hari dan Anda dapat Roh Kudus sebagai berkat kedua. Masalahnya di sini adalah kegagalan untuk mengenal sifat transisi dari Kisah Para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak semua murid Yohanes Pembaptis mempunyai informasi lengkap tentang Yesus. Dan bahkan setelah mereka mengumumkan bahwa Yesus adalah Mesias, mereka masih ada banyak pertanyaan. Dan Yohanes melihat bahwa Yesus tidak mendirikan kerajaan fisik yang mereka harapkan itu. Maka Ia mengutus dua murid dalam Matius 11:3 untuk bertanya kepadanya, “Apakah Engkau yang datang itu, atau haruskah kami mengharapkan orang lain?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Yohanes dalam pikirannya sendiri masih ada pertanyaan tentang fakta bahwa Yesus adalah Mesias itu, mudah untuk memahami bahwa beberapa muridnya mungkin juga tidak memahami semua yang perlu dipahami tentang Yesus, benar? Dan ada alasan lain mengapa mereka tidak menjadi norma, karena mereka adalah kelompok dalam transisi. Dan apa yang terjadi dalam masa transisi belum tentu menentukan pola.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika seorang Kristen harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan Roh Kudus, maka pasti ada sebagian orang Kristen yang tidak pernah melakukan hal tersebut sehingga tidak pernah mendapatkan Roh Kudus. Oleh karena itu, janji Allah menjadi tidak berlaku bagi mereka. Tidak, kredibilitas Allah sedang dipertaruhkan. Dan kedua, kredibilitas Yesus dipertaruhkan dalam Yohanes 14:16 ketika Yesus berkata, “Aku akan berdoa kepada Bapa, Dan Dia akan memberimu Penghibur yang lain.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Jika kamu percaya, dari hatimu akan mengalir sungai-sungai air hidup.” Dia berbicara tentang Roh. Siapakah yang menerima Roh Kudus? Semua orang yang percaya. Dan satu-satunya alasan Roh itu belum diberikan adalah karena Yesus belum dimuliakan. Begitu Yesus dimuliakan, Roh itu langsung diberikan. 1 Korintus 12:13 mengatakan, “Dalam satu Roh kita semua dibaptis menjadi satu tubuh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, orang-orang Yahudi telah menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Injil telah diberitakan di Samaria. Dan selama 500 tahun mereka memiliki bait suci terpisah di Gunung Gerizim. Jadi apa yang terjadi pada pendirian gereja di Samaria adalah ketika orang-orang percaya Samaria datang kepada Kristus, seandainya mereka sudah menerima Roh Kudus dan tidak ada orang Yahudi yang melihatnya, maka akan terjadi salah pengertian yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah, dengan hikmat-Nya, menahan Roh Kudus itu dari mereka sampai para rasul Yahudi tiba. Dan para rasul Yahudi melihat mereka menerima Roh Kudus dengan manifestasi yang sama seperti yang mereka terima pada hari Pentakosta. Sekarang mereka dapat kembali dan berkata kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem, “Allah telah menyatukan orang Samaria dengan kami.” Maka Allah menahan pemberian Roh Kudus kepada orang Samaria sampai para rasul datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat apa yang terjadi dalam kasus Kornelius di KPR 10? Dia juga menerima Roh Kudus, dan mempunyai manifestasi bahasa roh yang sama seperti pada hari Pentakosta. Dan semua orang Yahudi yang berdiri di situ terkejut. Petrus kembali ke Yerusalem dan berkata, “Orang-orang bukan Yahudi itu mendapat hal yang sama seperti yang kami dapatkan.” Anda tahu mengapa? Itulah tepat yang Allah ingin mereka lihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Paulus meletakkan tangannya atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa asing dan bernubuat.” Jika Anda mengenal Allah melalui Kristus, Roh Kudus itu datang sebagai anugerah. Ketika Roh Kudus datang, mereka berbicara dalam berbagai bahasa dan bernubuat. Allah tahu bahwa mereka memerlukan keyakinan yang kuat bahwa Roh telah datang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1"> hanya mengatakan, “Jumlahnya dua belas orang laki-laki.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa di dalam gereja kami mempunyai orang-orang seperti Paulus yang telah diselamatkan, dan telah datang kepada Yesus Kristus, namun mereka tetap berpegang pada legalisme. Mereka berpegang pada pola lama, yaitu tradisi. Bahkan sebagian orang Yahudi merasa sangat sulit untuk sepenuhnya menyerap diri mereka di dalam gereja. Dan saya memuji Allah atas orang-orang Kristen Yahudi yang berfungsi dengan baik dalam pelayanan tubuh Kristus. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Sep 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230903</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000020D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apolos dalam Transisi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000020C"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:24-28" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:24-28</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah menyebut bahwa Kitab KPR mencatat bagi kami transisi dan kami melihat memudarnya Yudaisme dan masuknya agama Kristen. Kami harus memahami bahwa terkadang itu adalah transisi yang lambat. Keselamatan bukanlah transisi. Ini mujizat saat itu. Tetapi menhilangkan semua ornamen Yudaisme datang lebih lambat sedikit. Orang-orang akan diselamatkan dan kemudian merasa sulit untuk melepaskan segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan hari ini, dengan orang Yahudi yang datang kepada Yesus Kristus, sulit untuk memutuskan pola yang sudah menjadi bagian dari Yudaisme. Yudaisme itu sendiri adalah jenis kehidupan yang berbeda. Sebuah kota Yahudi yang berpusat tepat di tengah-tengah negara penyembah berhala tetap mempertahankan keunikan yang menakjubkan. Dan tidak peduli seberapa banyak keterkaitan itu, secara ekonomi dan budaya, sepertinya itu tidak pernah ternoda olehnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan khususnya itu terjadi di sekitar zaman Kristus dan zaman Perjanjian Baru. Anda bahkan tidak bisa masuk desa Yahudi tanpa merasa seperti Anda melangkah ke dalam dunia lain. Anda mendapat perasaan itu hari ini ketika Anda pergi ke Yerusalem. Ketika Anda kebetulan diisolasi dengan sekelompok orang Yahudi Ortodoks yang melakukan apa yang hanya mereka lakukan, Anda merasa ada sesuatu yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan menemukan pengaturannya unik. Anda akan menemukan pakaian yang unik. Jadi Yudaisme bukan hanya agama. Itu adalah seluruh cara hidup. Itu mempengaruhi setiap hubungan manusia. Itu mempengaruhi setiap sikap terhadap makanan dan minuman dan pakaian dan segala macam hal dalam hal ekonomi. Itulah cara hidup dan Anda tidak akan pernah bisa menghilangkan Yudaisme begitu saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun ditambah itu, Allah ingin mereka menjadi saksi tunggal di dunia sehingga Dia memberi mereka beberapa hal lain yang ditentukan yang tidak etis. Beberapa hal hanya visual saja atau eksternal sehingga dunia dapat melihat mereka sebagai orang yang unik. Anda dapat menemukan ini di Pentateukh. Ada banyak aturan yang ditentukan yang menyentuh semua fase kehidupan. Selalu ada rabi, yang berarti guru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua rabi ini mengajar dan menambahkan kepada Alkitab. Dan penghargaan seorang rabi itu begitu besar sehingga apa yang dikatakan rabi sering dituliskan. Dan semua hal ini terakumulasi hingga hari ini ada kumpulan volume besar yang dikenal sebagai Talmud yang merupakan semua pernyataan para rabi ini. Tetapi sebagian besar penterjemahan dan saran dari semua rabi itu tidak perlu dan tidak alkitabiah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua hal ini diajarkan terus menerus dari generasi ke generasi. Dan selain itu, Allah telah menetapkan standar di awal, dalam Kitab Ulangan 6, yang disebut Shema, yang mengatakan, Tuhan Allah kita adalah satu Tuhan. Dan kemudian kebenaran ini harus diajarkan kepada anak-anak Anda dan anak-anak mereka. Dan mereka harus diajarkan ketika mereka sedang duduk, berdiri dan berjalan, sepanjang waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan intinya adalah hukum, upacara dan ritual yang harus mereka patuhi. Dan mereka percaya bahwa jika mereka mematuhi semua hukum itu, mereka akan masuk surga. Nah, Allah dalam Perjanjian Lama adalah Allah yang penuh anugerah. Siapakah Allah yang mengampuni seperti Engkau dan siapakah yang memberikan kasih karunia? Dan itu dibicarakan di dalam Perjanjian Lama. Allah berkata dalam buku Maleakhi bahwa Dia mengingat nama-nama orang yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Abraham percaya Allah. Dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Iman masih menjadi jalan keselamatan di dalam Perjanjian Lama seperti pada saat ini. Dan apa yang terjadi adalah orang Yahudi menggantikan iman dengan hukum. Dan pada waktu Tuhan Yesus Kristus, mereka percaya bahwa satu-satunya cara Anda masuk surga adalah dengan mematuhi hukum. Dan orang-orang di depan yang memimpin seluruh massa adalah orang-orang Farisi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada seorang rabi bernama Yahudah. Dia akan mati segera. Dan pada saat kematiannya, dia mengangkat tangannya ke surga dan memberi tahu Allah bahwa tidak satu pun dari sepuluh jari itu yang pernah melanggar satu hukum pun. Itu adalah jenis pembenaran diri yang paling bejat. Tetapi kedua hal itu mengikat orang-orang itu ke sistem Yahudi. Nah, disini datanglah Paulus dan dia memberi tahu orang-orang dengan mengatakan, “Anugerah, rahmat. Lupakanlah semua hukum-hukum itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya ketika Paulus pergi ke sinagoga, reaksinya sangat keras. Karena dalam kerangka acuan mereka sendiri, mereka tidak bisa mengatasi itu. Dan itulah mengapa di Kisah Para Rasul, ketika orang Yahudi diselamatkan, ada selang waktu sebelum jebakan fisik mereka menyusul jiwa mereka yang telah diciptakan kembali. Itulah sebabnya ada jeda waktu di antara keselamatan dan pelepasan kewajiban dalam Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ada contoh klasik di Petrus. Petrus tahu Perjanjian Baru. Dia berkhotbah pada hari Pentakosta, Kisah Para Rasul 2:22 berkata, “Saudara-saudara Israel, dengarkanlah perkataan ini,” dan dia langsung memberitakan Yesus. Dia berbicara tentang fakta dari apa yang telah mereka lakukan terhadap Kristus, dan kemudian dia berkata, “Kalian ingin membunuh-Nya, tetapi kalian membunuh Pangeran Kehidupan dan Yang Kudus itu, tetapi Allah telah membangkitkan Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus benar-benar orang yang dipenuhi Roh. Dia memiliki semua fitur Perjanjian Baru. Dia ada di dalam Kristus. Hukum itu sudah dimatikan dari segi upacara, tetapi hukum moral masih baik, dan hukum Allah dari segi etika masih berlaku. Tetapi semua upacara, ritual, kode dan semua hal yang ditambahkan oleh para rabi itu telah hilang. Dan Petrus adalah baru di dalam Kristus dan dia bertidak dengan anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apa yang terjadi? KPR 10:9-16 mengatakan, “Keesokan harinya, ketika mereka sedang dalam perjalanan dan mendekati kota, Petrus naik untuk berdoa di atas atap sekitar tengah hari. 10 Dia menjadi lapar dan ingin makan, tetapi ketika mereka sedang menyiapkan sesuatu, dia jatuh seperti kesurupan. 11 Ia melihat langit terbuka dan sebuah benda yang menyerupai kain besar turun, dan itu diturunkan dari empat sudutnya ke bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">12 Di dalamnya ada semua binatang berkaki empat dan binatang melata di bumi, dan burung-burung dari langit. 13 Ada suara yang berkata kepadanya, “Bangunlah, Petrus; bunuhlah dan makanlah.” 14 "Tidak, Tuhan!" kata Petrus. "Karena aku tidak pernah makan sesuatu yang najis dan secara ritual haram." 15 Sekali lagi, untuk kedua kalinya, suara itu berkata kepadanya, “Apa yang telah dibuat Allah halal, jangan sebut haram.” 16 Ini terjadi tiga kali, dan tiba-tiba benda itu diangkat kembali ke langit.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya itu? Nah, di dalam Perjanjian Baru, orang Yahudi dan non-Yahudi menjadi satu di dalam gereja, dan Allah tidak ingin ada perbedaan lagi. Maka Allah berkata kepada Petrus, “Petrus, semua perbedaan lama harus dihapuskan. Tubuh baru Aku, yaitu gereja, itulah yang harus dipentingkan. Bersatulah di dalam Kristus.” Petrus sebenarnya berkata, “Tidak, Tuhan.” Nah, itu adalah ketidaktaatan yang mencolok. Transisi itu belum menyusulnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kami ingin hidup dengan doktrin alkitabiah, tetapi janganlah kami merasa tertarik untuk kembali. Saya tidak tertarik dengan semua peraturan Yudaisme. Orang-orang yang selalu dalam kerangka Gerakan Karismatik ini, selalu ingin menyesuaikan diri mereka dengan Kitab KPR. Nah, Kisah Para Rasul hanya memberi kami sejarah dari tahun-tahun awal saat Yudaisme yang membusuk ini memudar dan Perjanjian Baru menjadi penuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan itu bukanlah sebuah proses, tetapi transisi adalah proses. Karena Anda diselamatkan, itu tidak langsung mengubah semua kebiasaan Anda. Nah Roh Kudus tahu betapa pentingnya bagi kami untuk memahami fase peralihan ini. Dan penting secara historis bagi kami untuk mendapat pandangan yang baik tentang Kisah Para Rasul, dan pandangan yang sehat tentang apa yang sedang Allah lakukan. Jadi, mulai dari ayat 18, Roh Kudus berhenti dan menunjukkan kepada kami beberapa orang dalam masa transisi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah, Allah bekerja bukan hanya dalam kedaulatan-Nya di bidang keselamatan saja. Dia juga bekerja di bidang pelayanan. Allah mengatur hidup Anda dengan menempatkan Anda di tempat yang Dia inginkan, jika Anda menyerahkan hal itu kepada-Nya. Nah, kembali ke KPR 18:23, “Setelah menghabiskan beberapa waktu di sana, Paulus berangkat, berjalan dari satu tempat ke tempat lain di wilayah Galatia dan Frigia, untuk menguatkan semua murid-murid.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah awal dari perjalanan misionaris ketiga saat dia berangkat lagi, dan pergi ke tempat yang sama untuk mengajar orang-orang itu supaya mereka dapat berlipat ganda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Nah ada seorang Yahudi bernama Apolos, yang adalah penduduk asli Aleksandria, seseorang yang fasih menggunakan Kitab Suci, yang tiba di Efesus.” Sementara itu, Paulus menurunkan Akwila dan Priskila di Efesus untuk menguatkan orang-orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini kami bertemu dengan seorang pria yang luar biasa, “seorang Yahudi tertentu bernama Apolos, yang lahir di Aleksandria,” yang adalah di Mesir, “seorang pria yang fasih, dan perkasa dalam Kitab Suci, datang ke Efesus.” Di Aleksandria ada populasi Yahudi yang besar, yang mungkin berjumlah satu juta orang. Apolos dibesarkan dengan prinsip-prinsip Yudaisme. Dia bukan hanya ahli pidato yang paling fasih tetapi isinya juga sangat akurat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak ada bandingannya dalam Perjanjian Baru, sebagai pengkhotbah dan sebagai seorang pembicara. Dia adalah seorang sarjana Perjanjian Lama yang bisa memberitakannya dengan kuasa. Paulus menulis dalam I Korintus dan berkata, “Kalian bersifat duniawi, ada perpecahan di antara kalian. Ada yang bilang aku dari Paulus, ada yang bilang aku dari Kefas, ada yang bilang aku dari Kristus dan ada yang bilang aku dari Apolos.” Jadi, menurut penilaian orang-orang, peringkat Apolos itu sama dengan Paulus dan Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di I Korintus, ada beberapa catatan menarik. Dalam 1 Korintus 3:6, Paulus berkata, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Jadi, Apolos benar-benar membangun di atas dasar yang telah diletakkan Paulus. Dalam I Korintus 4:6 dikatakan, “Hal-hal ini, saudara-saudara, telah kupindahkan secara kiasan kepada diriku sendiri dan Apolos demi kalian.” Jadi, Paulus benar-benar bekerja melalui dan di dalam Apolos.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Apolos adalah seorang pria perkasa di dalam Kitab Suci. Ini menunjukkan bahwa dia telah mengambil kemampuan alaminya dan menyempurnakannya serta mengasahnya dengan belajar dan ketekunan. Dan dia adalah orang suci yang kemudian ketika dia melihat faksi-faksi di Korintus, hatinya sangat sedih sehingga di I Korintus 16:12, ketika Paulus minta dia untuk kembali, dia tidak mau kembali ke Korintus. Faksi-faksi di Korintus bukanlah kesalahan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Dia telah diajar di jalan Tuhan; dan dengan semangat yang berapi-api, dia berbicara dan mengajar dengan akurat tentang Yesus, meskipun dia hanya mengetahui baptisan Yohanes.” Apolos diajar dengan pengulangan lisan manusia. Paulus berkata dalam Galatia 1:11-12, “Sebab aku ingin kalian tahu, bahwa Injil yang kuberitakan bukanlah berasal dari manusia. 12 Karena aku tidak diajari itu, tetapi itu datang melalui wahyu Yesus Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, informasi yang dimiliki Paulus, datang langsung dari Yesus Kristus. Informasi yang dimiliki Apolos berasal dari pengulangan lisan. Hanya para rasul di zaman Perjanjian Baru mengaku mendapat ilham. Bukan Apolos. Dia belajar dari kaki seseorang yang pasti diajarkan oleh Roh Allah. Tetapi itu berbeda bagi Paulus, yang diasingkan di Arab dan mendapat semua informasi rohani ini langsung dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dikatakan, "Apolos diajari di jalan Tuhan," itu tidak berarti dia seorang Kristen. Kejadian 18:19 mengatakan, "Karena aku mengenalnya." Tuhan berfirman, “Dia akan memerintah anak-anaknya dan seisi rumahnya menurut dia, dan mereka akan menjaga jalan Tuhan.” Jalan Tuhan itu bukanlah istilah Perjanjian Baru. Ini adalah istilah yang luas dan umum untuk pengajaran Perjanjian Lama tentang hal-hal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada jalan yang telah ditentukan Allah dengan etika, kode-kode, moralitas dan standar, dan itulah jalan Tuhan. Anda dapat membaca Mazmur 25:8-9 dan Anda akan menemukan gagasan yang sama dan terdapat di berbagai tempat. Apa yang dikatakan di sana adalah dia diajarkan dalam kebenaran Perjanjian Lama. Di dalam Yesaya 40:3, ada fokus kepada, “Persiapkan jalan bagi Tuhan di padang gurun; buatlah jalan raya yang lurus bagi Allah kita di padang gurun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tiba-tiba, jalan Tuhan itu mulai menyempit ke arah Mesias. Terhadap seseorang yang akan mengumumkan kedatangan Mesias itu. Dan jika Apolos diajarkan sepenuhnya dalam jalan Tuhan, maka jalan Tuhan itu terfokus pada pelayanan Yohanes Pembaptis. Apolos pada saat itu masih belum menjadi seorang Kristen tetapi ia adalah murid Yohanes Pembaptis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi lihatlah Kisah Para Rasul 18:25. Dikatakan disitu bahwa Apolos “hanya mengetahui pembaptisan Yohanes.” Nah, Apolos menerima seluruh Perjanjian Lama sampai kepada penggenapannya melalui Yohanes Pembaptis. Dia menerima pesan Yohanes Pembaptis bahwa Mesias itu adalah Yesus. Namun dia belum menjadi seorang Kristen. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus dan kejadian di hari Pentakosta setelah kehidupan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Ia mulai berbicara dengan berani di sinagoga. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawanya ke samping dan menjelaskan jalan Allah kepadanya dengan lebih tepat.” Itu adalah investasi terbesar yang pernah Anda lakukan karena ketepatan dalam Firman akan menghasilkan buah. Dan Apolos adalah seorang guru yang menuntut kebenaran. Lukas berkata, “Saya dapat memberi tahu Anda dengan tepat, dengan pemahaman yang sempurna, apa yang Allah ingin saya katakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Priskila dan Akwila menjelaskan jalan Tuhan itu kepadanya dengan lebih sempurna. Mereka tidak menganggap dia sesat. Mereka memberinya kebenaran tentang Yesus Kristus. Mereka menjelaskan apa yang terjadi dengan lebih sempurna. Dan Yesus datang dan berkata dalam Yohanes 14:6, “Akulah jalan.” Dan Kekristenan disebut dalam Kisah Para Rasul 9:2, “Jalan.” Mereka menceritakan kepadanya seluruh fakta-fakta mengenai kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Ketika Apolos hendak menyeberang ke Akhaya, saudara-saudari memberi surat kepada murid-murid untuk menyambut Dia. Setelah dia tiba, dia sangat membantu mereka yang beriman karena anugerah.” Akhaya adalah tempat dimana Korintus berada. Pada waktu dia sampai di sana, dia banyak membantu mereka. Dia sendiri diselamatkan. Dan dia banyak membantu gereja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Sebab ia dengan cara keras membantah orang-orang Yahudi di muka umum, dan menunjukkan melalui Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengambil Perjanjian Lama itu dan membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Nah, di sini Anda bertemu dengan dua guru dalam masa transisi, Paulus dan Apolos. Dan betapa menariknya melihat apa yang Allah lakukan dalam kehidupan mereka, dan betapa bersyukurnya kami bahwa Roh Kudus membawa transisi itu sehingga mereka dapat memberikan pengaruh pada kami. Dan menggunakan kedua orang itu sebagai contoh untuk diikuti kami dalam hidup kami. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230827</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000020C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Transisi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000020B"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:18-23" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:18-23</a></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah KPR telah membuktikan kepada kami sebuah studi tentang peralihan, dari Yudaisme ke Yesus. KPR, yang ditulis oleh Lukas, menggambarkan tahun-tahun awal transisi gereja setelah permulaannya, ketika gereja mulai membentuk dirinya sendiri dan memisahkan diri dari Yudaisme. Hal-hal lama Yudaisme memudar perlahan-lahan, dan kekristenan sedikit-sedikit mulai masuk. Nah, Ibrani memberi kami teologi transisi ini.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua karakter Yudaisme itu telah digantikan dengan Yesus. Semua hukum, upacara, dan ritual Perjanjian Lama telah dirubah menjadi kehidupan anugerah seluruhnya. Dan Anda tidak lagi diatur oleh hal-hal eksternal tetapi Anda diatur oleh Roh Kudus yang ada di dalam. Dan umat Allah, Israel, telah dirubah menjadi umat Allah gereja. Dan banyak pengorbanan telah digantikan oleh satu pengorbanan terakhir.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kami melihat sudut pandang dari Perjanjian Baru yang berarti yang lama dikesampingkan. Dan Ibrani bahkan berkata, “Yang lama akan membusuk dan memudar.” Dan KPR memberi kami sejarah Yudaisme berubah menjadi Yesus. Ini menunjukkan kepada kami aliran dan transisi periode tahun-tahun ketika gereja muncul dengan identitasnya sendiri. KPR memberi kami banyak wawasan tentang kedalaman Yudaisme, seperti yang kami lihat di orang Yahudi yang menerima Yesus sebagai Juruselamat.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang Yahudi diperkenalkan ke gereja melalui baptisan Roh Kudus pada saat ada keselamatan, yang mengidentifikasi diri dengan gereja dalam segala hal tetapi tetap berpegang pada ciri-ciri Yudaisme. Kami melihat orang Yahudi yang melihat Kristus, yang dalam pikiran mereka mempercayainya tetapi tidak mau meninggalkan Yudaisme dan datang sepenuhnya kepada Kristus. Jadi Kisah Para Rasul bukanlah dasar untuk teologi sistematika karena gereja sedang dalam keadaan berubah-ubah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang mempelajari KPR, Anda mempelajari sejarah. Nah, peralihan itu tidak mudah bagi orang Yahudi, karena Yudaisme bukan sekadar agama saja. Itu adalah nasionalisme; itu adalah budaya dan ras. Ini adalah cara hidup. Itu adalah warisan. Orang-orang Yahudi jatuh cinta dengan Yudaisme, dan memang itu seharusnya. Itu telah ditetapkan oleh Allah. Itu adalah titik kebanggaan, institusi ilahi, dan itu tidak mudah hilang.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah gereja itu memiliki identitas yang terpisah dari Israel. Dan “Tuhan menambahkan kepada gereja.” Tetapi lihatlah di Kisah Para Rasul 3:1, “Nah Petrus dan Yohanes pergi bersama-sama ke dalam Bait Suci pada jam doa, yaitu jam kesembilan.” Gereja itu sudah didirikan. Namun mereka masih pergi ke bait suci pada jam-jam doa Yahudi yang ditentukan, di mana tabir itu telah terbelah dua untuk menunjukkan Allah dapat dihubungi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menunjukkan kesulitan dalam pikiran orang Yahudi untuk melihat kekristenan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Banyak orang Yahudi melihatnya sebagai perluasan dari Yudaisme, karena Yesus adalah Mesias mereka. Dia adalah pemenuhan Yudaisme. Dalam Kisah Para Rasul 15, kaum Yudais ingin supaya setiap orang menjadi orang Yahudi dulu dan setelah itu percaya kepada Yesus. Mereka berkata, “Kecuali kamu disunat, kamu tidak bisa diselamatkan.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah itu diselesaikan dalam Kisah Para Rasul 15, ketika Dewan Yerusalem muncul dengan pernyataan yang kuat bahwa orang non-Yahudi juga diselamatkan oleh iman. Banyak dari orang-orang Yahudi yang datang kepada Kristus ini merasa sulit untuk memahami ciri-ciri kekristenan. Bukan hanya karena Yudaisme, tetapi kedua, karena semua fitur kekristenan belum terungkap.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal lain adalah fakta bahwa ketika gereja itu lahir, gereja dilahirkan di dalam sinagoga. Setiap kali Paulus pergi ke sebuah kota, tempat pertama yang dia kunjungi adalah sinagoga. Nah, begitu ada sekelompok orang yang diselamatkan, mereka tidak keluar dari sinagoga. Paulus dalam Kisah Para Rasul 19:8, ketika dia datang ke Efesus, dia pergi ke sinagoga dan berbicara dengan berani selama tiga bulan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat menarik bahwa Akwila dan Priskila adalah orang Kristen ketika Paulus datang ke Korintus. Kemungkinan besar, mereka bertemu dengannya di sinagoga, jadi masih ada orang Kristen yang datang ke sinagoga. Lebih menarik lagi bahwa kemudian kami menemukan dalam Kisah Para Rasul 18:24 bahwa Apolos datang ke Efesus. Dan dia mulai berbicara di sinagoga dan Akwila serta Priskila mendengarnya. Jadi di Efesus, orang Kristen itu pergi ke sinagoga.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada kalanya transisi itu terjadi lebih cepat. Ketika orang Yahudi benar-benar marah, terkadang gereja itu diusir dari sinagoga. Di Korintus dalam Kisah Para Rasul 18:6, orang-orang menentang mereka. Paulus mengibaskan jubahnya dan berkata, “Darahmu ada di kepala kalian. Mulai sekarang, saya akan pergi ke bangsa-bangsa lain.” Dan dia keluar dan mulai gerejanya di sebuah rumah non-Yahudi di sebelahnya sinagoga.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus melakukan hal-hal yang unik, yang memulai hal-hal yang tidak menjadi norma bagi kehidupan orang Kristen. Jadi kami harus menerima kitab Roma sebagai doktrin dan Kisah Para Rasul sebagai karya Allah khusus untuk sejarah gereja yang berubah. Nah, marilah kami lihat tiga orang dan kelompok dalam masa transisi. Seolah-olah Roh Kudus berhenti di sini dalam Kisah Para Rasul 18 dan berkata, “Nah, ada sesuatu yang harus Anda ketahui.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu, Paulus; dua, Apolos, dan tiga, dua belas murid Yohanes Pembaptis. Dan ketiganya digambarkan dalam transisi dari Yudaisme sampai ke Yesus. Masing-masing dari ketiganya, Paulus, Apolos, kedua belas murid Yohanes Pembaptis, semuanya memiliki hubungan dengan Yohanes Pembaptis. Dan Yohanes Pembaptis mewakili pendirian terakhir dari Perjanjian Lama. Dia adalah nabi Perjanjian Lama yang terakhir.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohannes berkata, "Aku harus berkurang, dan Kristus harus bertambah." Apa yang dia katakan adalah, "Kamu harus melepaskan Perjanjian Lama, dan kamu harus berpegang teguh pada Yesus Kristus." Itu tidak berarti kami meremehkan Perjanjian Lama. Itu berarti kami harus mengadopsi agama Kristen sepenuhnya. Dan prinsip, moral, standar, dan kebenaran Perjanjian Lama tidak hilang oleh waktu, tetapi upacara dan ritualnya hilang seperti dikatakan dalam buku Ibrani.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kami pertama-tama melihat orang pertama dalam masa transisi, yaitu Paulus. Itu muncul begitu saja di ayat 18 sampai 23. <b>Ayat 18</b>, “Setelah tinggal beberapa lama, Paulus mengucapkan selamat tinggal kepada saudara-saudari dan dia berlayar ke Siria, dan ditemani oleh Priskila dan Akwila. Dia mencukur kepalanya di Kengkrea karena sumpah yang dia buat.” Sumpah macam apa itu?” Kami akan melihat Paulus dalam masa transisi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah seorang Yahudi pada batas kemampuan Yudaisme. Namun, dia menjadi orang Kristen. Nah, ketika dia menjadi seorang Kristen, meskipun hati orang itu diubahkan, dia adalah ciptaan baru, perubahan orangnya itu membutuhkan waktu. Yang telah terjadi adalah Allah telah menebus jiwanya. Sekarang, pekerjaan Roh mulai membuat perubahan itu tampak jelas dari luar.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi transisi itu membutuhkan waktu dan ciri-ciri lama Yudaisme itu mati perlahan bahkan dalam kehidupan Paulus. Dia berkata di dalam Filipi 3:7, “Tetapi segala sesuatu yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, kuanggap rugi karena Kristus.” Dan mulai sekarang, saya tidak tertarik dengan upacara dan ritual-ritual. Saya hanya tahu satu hal. Saya ingin mengenal Kristus. Dia berkata kepada orang-orang Kolose, “Aku ingin ada keagungan atas pengenalan akan Kristus.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus telah tinggal di Korintus beberapa waktu lamanya. Masih ingat betapa sulit perasaannya ketika dia sampai di sana? Dia sakit. Dia ketakutan. Dia lemah. Dia telah dikejar di mana-mana dari Filipi melalui Tesalonika, sampai ke Berea, dan ke Atena dan akhirnya ke Korintus. Dan dia melihat kota itu, dan itu malah membuatnya semakin buruk. Orang-orang disitu begitu buruk sehingga dia tidak tahu apakah Allah dapat melakukan sesuatu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Allah mengatasi itu semua, dan hal yang fantastis terjadi di Korintus. Sebuah gereja didirikan. Bukan hanya itu, Paulus yang dikejar kemana-mana akhirnya bisa tinggal di satu tempat, dan Allah mengaturnya supaya dia bisa tinggal disitu selama satu setengah tahun. Pada akhirnya, orang-orang Yahudi begitu marah sehingga mereka mendapatkan Gallio, gubernur di singgasananya dan berkata, "Lihatlah, kami harus menghilangkan orang ini."</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Gallio berkata, “Keluarlah dari sini. Saya juga tidak akan menghakimi dia. Itu masalahmu sendiri.” Dan Paulus di ayat 18, “Dapat tinggal lebih lama lagi.” Allah benar-benar memeluk Paulus dan berkata, “Aku ingin kamu berada di sini sebentar, jadi tetaplah di sini. Aku akan mengurus semua keadaan.” Tetapi setelah itu, dikatakan bahwa dia pamit kepada saudara-saudaranya dan berlayar dari sana menuju ke Siria.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada catatan kecil ini, “Dia membawa serta Priskila dan Akwila.” Nah, hanya ada satu cara dimana Paulus akan membawa kedua orang itu. Mereka mengambil tanggung jawab untuk menggembalakan orang lain juga, benar? Selama satu setengah tahun itu Paulus mengangkat para pemimpin rohani untuk kota Korintus. Dan ketika tiba waktunya untuk pergi, mereka tidak membutuhkannya lagi. Dan mereka bahkan tidak membutuhkan Akwila dan Priskila juga.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dikatakan bahwa ketika dia sampai di Kengkrea, dia mencukur rambutnya. Itu adalah sesuatu yang memiliki arti penting, karena dikatakan, "Dia membuat sumpah." Nah apakah terjadi? Jadi marilah saya memberi tahu Anda apakah sumpah itu. Di dalam Perjanjian Lama, ada semacam sumpah yang berhubungan dengan rambut orang. Itu disebut sumpah Nazir. Seorang Nazirite berasal dari kata Ibrani asal nazir, yang berarti secara harfiah, orang yang dikuduskan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus membiarkan rambutnya bertumbuh. Anda dapat mempelajari hal itu di Bilangan 6. Ayat 3, “Dia harus menjauhkan diri dari anggur dan bir. Dia tidak boleh minum jus anggur atau makan buah anggur atau kismis segar.” Mengapa? Karena anggur selalu melambangkan ada pesta. Ayat 5, “Kamu tidak boleh potong rambut selama waktu sumpah pengudusannya.” Jadi Paulus harus membiarkan rambutnya bertumbuh selama ini sebagai pengingat, sebagai tanda luar supaya orang tahu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak perlu mengambil sumpah nazir hari ini, karena kami dipisahkan sejak saat kami diselamatkan hingga saat kami bertemu Yesus, benar? Nah, berapa lama sumpah itu bertahan? Yah, Alkitab tidak mengatakannya. Tetapi saya akan memberi Anda suatu ide. Talmud, peraturan orang Yahudi, menetapkan bahwa sumpah nazir bisa selama 30 hari, 60 hari atau 100 hari. Kemungkinan besar Paulus mengambil sumpah itu umtuk 30 hari.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa dia membuat sumpah ini?” Biasanya itu dibuat sebagai tanda syukur kepada Allah atas berkat khusus, benar? Nah, apakah Paulus mendapatkan pelepasan khusus di Korintus? Ya. Apakah dia mendapat berkat khusus? Benar. Allah bekerja, dan dia dapat memuridkan orang dan membangkitkan beberapa orang kudus dan melihat mereka dan gereja bertumbuh di kota dosa itu. Paulus ingin berterima kasih kepada Allah dengan cara yang paling ekstrim yang bisa dilakukan oleh seorang Yahudi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda melihat Paulus dalam masa transisi. Dia masih berpikir dalam pola Yahudi. Pada saat dia tiba di Kengkrea, 30 hari telah berlalu. Dan dia mengikuti pola Yahudi, dan memotong rambut itu. Sekarang dia punya banyak rambut dan dia harus membawa rambutnya dalam perjalanan sejauh 1.500 mil. Dan kami melihat bahwa dia melakukan hal itu. Selain sumpah Nazir 30, 60, 100 hari, ada juga orang yang menjadi Nazir seumur hidup, yaitu Simson, lihatlah Hakim-hakim 13:5 - 7.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada tiga orang di dalam Alkitab, yang adalah orang Nazir sejak lahir. Salah satunya adalah Simson. Kedua adalah Samuel. Ketiga adalah Yohanes Pembaptis. Ketiga orang itu sumpah nazir seumur hidup, dan itu dibuat di antara Allah dan orang tua mereka sebelum anak itu lahir. Di dalam Perjanjian Baru, prinsipnya adalah seperti Paulus katakan, “Segala sesuatu menurut hukum, tetapi aku tidak akan ditaklukkan di bawah kuasa siapa pun.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Ketika mereka sampai di Efesus, dia meninggalkan mereka di sana, tetapi dia sendiri masuk ke sinagoga dan berdebat dengan orang Yahudi.” Dia meningggalkan Priskila dan Akwila disitu. Bekerja untuknya merupakan pengalaman yang luar biasa. Di sini mereka benar-benar ditempatkan dalam pelayanan Kristus. Mereka tinggal di sana rupanya selama 5 tahun. Paulus menulis kembali kepada jemaat Korintus, dan berkata, “Gereja telah didirikan di rumah mereka.” </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus sendiri masuk ke sinagoga untuk bertukar pikiran dengan orang Yahudi. <b>Ayat 20-21</b>, “Ketika mereka minta dia untuk tinggal lebih lama, dia malah menolak, 21 tetapi dia mengucapkan selamat tinggal dan menambahkan: saya akan kembali kepada kalian lagi, jika Allah menghendaki.” Kemudian dia berlayar dari Efesus. Kali ini, mereka ingin dia tinggal, dan dia pergi. Kemana dia pergi? Pertama, dia ada rambut di tangannya. Dan kedua dia harus sampai ke pesta itu di Yerusalem.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada perdebatan tentang apakah itu hari raya Pentakosta atau hari raya Pelewatan. Siapa peduli? Tetapi, bagaimanapun, dia mendarat di Efesus dan dia meninggalkan mereka. Dan pekerjaan itu dimulai di Efesus dan kami dapat memuji Allah atas apa yang terjadi di sana, benar? Itu menjadi lokasi pekerjaan Allah yang luar biasa di tahun-tahun depan. Kota itu luar biasa, dan itu disebut Perbendaharaan Asia, pasar Asia Kecil.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus adalah pusat komersial dan pusat pertunjukan Romawi. Itulah tempat Pertandingan Panionian, yang seperti Olimpiade. Ada sebuah kuil besar, yaitu Kuil Diana, yang panjangnya 425 kaki, lebarnya 220 kaki, tingginya 60 kaki, dan ada 127 pilar, masing-masing pilar diberikan oleh seorang raja, dan 36 di antaranya ada emasnya. Kuil Diana juga merupakan suaka bagi para penjahat, semuanya diberi perlindungan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Paulus itu pergi. <b>Ayat 22</b>, “Saat dia mendarat di Kaisarea, dia pergi ke Yerusalem dan memberi salam kepada gereja, lalu dia turun ke Antiokhia.” Kaisarea adalah suatu pelabuhan tepat di seberang Yerusalem. Telah dikatakan dia naik dan memberi salam kepada gereja dan dia turun ke Antiokhia. Apa lagi yang dia lakukan? Paulus membakar rambutnya dan mengurus bagian terakhir dari sumpahnya, meskipun itu tidak disebut di sini. Dikatakan di <b>ayat 23</b>, “Dan menghabiskan beberapa waktu di sana.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu terjadi di Antiokhia. Dia baru saja pulang dari satu perjalanan misionaris. Dan ingatlah, dia adalah pendeta di gereja Antiokhia, dan rekan pendeta bersama dengan Barnabas. Dia tinggal di sana sebentar, dan kemudian dia pergi lagi. Dia adalah seorang pendeta yang berkeliling terus. Dia pergi ke seluruh negeri Galatia untuk menguatkan semua murid-murid. Dia pergi dalam perjalanannya yang ketiga. Apakah Anda tahu ke mana dia pergi pada perjalanan ketiga?</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tempat yang sama dia pergi dalam perjalanan misionaris kedua. Anda tahu ke mana dia pergi pada perjalanan kedua? Tempat yang sama dia pergi pada perjalanan pertama. Anda mendapat gambaran tentang pola penginjilannya. Anda harus memperkuat para petobat dan membiarkan mereka bekerja, benar? Paulus kembali ke kelompok yang sama tiga kali. Jadi kami melihat Paulus dalam masa transisi. Nah kali berikutnya, kami akan melihat Apolos dalam masa transisi dan beberapa orang lain. Marilah kita berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Aug 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230820</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000020B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gereja Korintus Diserang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000020A"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:9-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:9-18</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kisah kedatangan Rasul Paulus, dan bersamanya Injil, di kota Korintus. Pada titik ini dia kecil hati. Jadi melalui keadaan di Korintus, Allah mulai menguatkan rasul-Nya yang putus asa. Mazmur kami menunjukkan bahwa seorang Kristen akan mengalami kesulitan, di mana anak Allah mengalami pencobaan, tetapi Allah menyertai dia dan akan membantunya melewatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menulis kembali kepada jemaat Korintus dan berkata, “Allah adalah Allah segala penghiburan.” Mazmur 27:14 mengatakan, “Tunggulah untuk Tuhan,” dan itu nasihat yang bagus. Kami sering menginginkan apa yang kami inginkan sekarang dan terkadang tidak bisa menunggu Allah. Yesaya 40:31 mengatakan, “Mereka yang menantikan Tuhan akan memperbaharui kekuatan mereka. Mereka akan naik dengan sayap seperti elang. Mereka akan berlari dan tidak menjadi lelah. Mereka akan berjalan dan tidak pingsan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ketika Paulus tiba di Korintus dalam perjalanan misionarisnya yang kedua, dia berkecil hati. Dalam 1 Korintus 2:3, dia menulis, “Aku bersamamu dalam kelemahan dan ketakutan dan sangat gemetar.” Maka dia tiba dengan beberapa masalah nyata di hati dan pikirannya sendiri; lalu ketika dia menghadapi kota Korintus, itu hanya menambah masalahnya. Dan kota itu sendiri, dengan keberdosaannya, pasti telah membuatnya gemetar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah bergerak untuk menghiburnya dan menguatkannya. Dan kami menunjukkan kepada Anda bahwa ada empat cara Allah menguatkannya. Kami telah membahas dua yang pertama untuk mengingatkan Anda bahwa, pertama, Allah menguatkannya dengan persahabatan. Allah menyemangati dia dengan beberapa teman yang sangat dikasihinya. Ayat 2, “Dia menemukan seorang Yahudi bernama Akwila yang lahir di Pontus, yang baru datang dari Italia bersama istrinya Priskila.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi rasul diperkenalkan kepada dua orang yang menjadi teman seumur hidup dan rekan kerja dalam Injil. Allah mengizinkan dia melayani pada hari Sabat, dan bekerja di sisa minggu itu. Allah mendorongnya lebih jauh dengan dua teman lama. Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia dengan membawa kabar baik dan memberikan uang sehingga dia tidak perlu lagi membuat tenda, tetapi dia dapat memenuhi kerasulannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, kami menemukan dalam ayat 5 - 8 bahwa ketika dia dibebaskan karena ada persembahan orang Kristen Makedonia yang dibawa kepadanya oleh Silas, dia kemudian mulai berkhotbah. Dan ketika dia mulai benar-benar mengabdikan dirinya untuk berkhotbah, banyak hal mulai terjadi. Jika dia dikuatkan oleh teman-temannya, dia didorong dua kali lipat oleh orang-orang yang bertobat. Orang-orang mulai diselamatkan, dan hati Paul dipenuhi suka cita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 5 mengatakan, “Paulus memusatkan dirinya untuk memberitakan Firman dan bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias.” Tetapi orang-orang Yahudi mengatur perlawanannya. Ayat 6, “Ketika mereka melawan dan menghujat, Paulus mengibaskan pakaiannya dan mengatakan kepada mereka, “Darahmu ada di kepalamu sendiri! Aku tidak bersalah. Mulai sekarang saya akan pergi ke bangsa-bangsa lain.” “Saya telah menyampaikan Injil. Sekarang saya akan berkhotbah kepada orang non-Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dia mulai pelayanannya di antara orang bukan Yahudi. Dia masuk ke rumah seorang pria bernama Gayus Titus Justus. Pria ini menyembah Allah. Dia adalah seorang non- Yahudi yang pergi ke sinagoga. Rumahnya bersebelahan dengan sinagoge itu. Jadi petobat pertamanya adalah Gayus ini. Yang kedua ada di ayat 8, “Dan Krispus, kepala rumah ibadat itu, percaya kepada Tuhan bersama seisi rumahnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sudah cukup buruk bagi orang Yahudi untuk menanggung keselamatan orang yang tinggal di sebelah, dan di atas itu melihat pemimpin mereka sendiri dan seluruh rumahnya diselamatkan. Ayat 8 melanjutkan, “Banyak orang Korintus, ketika mereka mendengar, percaya dan dibaptis.” Semua ada dalam verba Yunani yang tidak sempurna, artinya ada tindakan yang terus-menerus terjadi. Hari demi hari orang menjadi percaya, dan dibaptis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, setelah beberapa orang non-Yahudi mulai diselamatkan, orang Yahudi menjadi tegang, dan penganiayaan dimulai. Mereka berusaha menghentikan Paulus untuk mengabarkan Injil dan mungkin itu segera akan berhenti. Orang-orang yang tidak benar dan jahat mengancam dan menganiaya, jadi itu adalah perjalanan sulit. Jadi Allah sendiri datang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Tuhan berkata kepada Paulus dalam penglihatan di malam hari, “Jangan takut, tetapi teruslah berbicara dan jangan diam.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah secara pribadi terlibat dengan hamba-Nya. Ketika kami melayani Yesus Kristus, kami mendapat gagasan bahwa kami hanyalah setetes air dalam ember. Nah, bukan itu masalahnya. Allah secara pribadi terlibat aktif dalam kehidupan setiap hamba. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10-11</b></span><span class="cf1">, “Sebab Aku menyertai kamu, dan tidak seorang pun akan menyentuh kamu untuk menyakiti kamu, karena Aku memiliki banyak orang di kota ini.” 11 Ia tinggal di sana selama satu setengah tahun, mengajarkan firman Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berada di titik berhenti di sini. "Bagaimana Anda tahu itu?" Karena Tuhan datang kepadanya dan berkata, “Jangan takut, tetapi teruslah berbicara dan jangan diam,” yang menyiratkan bahwa Paulus benar-benar berpikir untuk menghentikan khotbahnya. Dan Tuhan memberinya tiga alasan dalam ayat 10. Itu adalah tiga janji yang dapat diterapkan oleh seorang Kristen dalam hidupnya sendiri. Nomor 1, “Teruslah berkhotbah, Paulus, karena Aku bersamamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penekanannya adalah pada kehadiran Allah. Nah, itulah janji kekuasaan. Tak satu pun dari kami dapat memahami kekuatan Allah. Jika Anda dapat memahami fakta bahwa dulu tidak ada apa-apa dan pada saat berikutnya segalanya ada, Anda akan memahami sesuatu tentang kuasa-Nya. Bahwa Allah yang dapat mengucapkan segala sesuatu menjadi ada pasti memiliki semacam kuasa sangat besar. Allah memiliki kekuatan yang luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 3:20 mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan lebih dari pada apa yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Karena kami dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Allah, kami dapat melakukan apa yang bahkan tidak dapat kami impikan. Aku sendiri bahkan tidak yakin bahwa aku mengerti itu. Saya bahkan belum mulai melihat apa yang Allah dapat lakukan.” Tetapi pada dasarnya itulah yang Allah katakan kepada Paulus. "Paulus, Aku, sendiri ada bersamamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Tuhan datang kepada Paulus di Korintus dan berkata, “Aku akan melindungimu. Tidak ada yang dapat menyakitimu.” Di akhir hidupnya, dia berkata, “Tidak ada yang menyakitiku. Allah menepati janji-janji-Nya.” Ketika Anda memahami kekuatan Allah dan pemeliharaan Allah yang dikumpulkan untuk Anda, Anda tidak perlu takut. Paulus berkata, “Tidak ada yang akan terjadi pada saya. Dia akan melindungi saya untuk kerajaan surgawi-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Anda tidak dapat selalu memahaminya secara harfiah. Beberapa helai rambut di kepala kami mungkin musnah dalam proses kehidupan. Tetapi apa yang pada dasarnya Dia katakan adalah bahwa dalam hal musuh dan serangan terhadap Anda, tidak ada pelanggaran terkecil pun dalam hidup Anda yang dapat terjadi di luar rencana Allah. Janji yang luar biasa. “Jangan berhenti berkhotbah. Kekuatan-Ku ada di sana. Pelestarian Aku ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 10 juga mengatakan, "Ada banyak orang di kota ini yang Aku miliki." Apakah Anda percaya bahwa Allah benar-benar menghasilkan buah dalam hidup Anda? Seringkali kami tidak berpikir bahwa Allah benar-benar menghasilkan buah. Tetapi Allah menjanjikan setiap orang Kristen untuk menghasilkan buah dalam hidup mereka. Dengan kata lain, ada beberapa orang pilihan yang dipilih di sini sebelum dunia dijadikan, yang menunggu untuk mendengarkan Injil supaya mereka dapat percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan terjadi dalam kekekalan, lewat pemilihan, dalam waktu melalui tanggapan iman. Tetapi Allah berkata, “Aku telah memilih mereka. Nama mereka ada di Kitab Kehidupan. Mereka perlu mendengar Injil, sehingga mereka dapat menanggapinya sekarang.” Paulus baru saja mengkhotbahkan Injil kepada semua orang dan biarkan Allah mengkhawatirkan siapa yang terpilih. Tanggung jawabnya Paulus bukan untuk memilih. Tanggung jawabnya adalah untuk menyampaikan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah itulah keselamatan dari sudut pandang ilahi. Alkitab mengajarkan bahwa Allah memilih orang kepada keselamatan. Tahukah Anda, bahwa ada orang yang memandang doktrin keselamatan itu tidak baik dan mereka panik, karena mereka berpikir semuanya itu tidak adil. Janganlah panik dan belajarlah bagaimana Anda bisa mengerti itu secara rohani, karena itu semua ada di dalam Alkitab, Dan itulah hal yang paling aman di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Percaya saja. Untuk memberikan Anda sebuah ilustrasi, 2 Timotius 1:9 mengatakan, “Dia telah menyelamatkan kami dan memanggil kami dengan panggilan kudus, bukan karena uasaha kami, tetapi karena tujuan-Nya dan anugerah-Nya sendiri, yang telah diberikan kepada kami sebelum dunia dijadikan.” Anda sama sekali tidak ada urusan dengan hal itu. Tahukah Anda kapan keselamatan itu diberikan kepada Anda? Sebelum ada waktu. Dan itu tertulis didalam Alkitab. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda berkata, “Allah itu tidak adil. Tidak, Anda tidak bisa mengatakan itu, karena Anda menghakimi Allah, benar? Dalam Roma 9:20-21 Paulus berkata, “Sebaliknya, siapakah kamu, seorang manusia, untuk berbicara balik kepada Allah? Apakah yang terbentuk akan berkata kepada yang membentuknya, “Mengapa Engkau jadikan aku seperti ini?” 21 Atau tidakkah tukang tembikar berhak atas tanah liat untuk membuat dari gumpalan yang sama satu tembikar untuk kehormatan dan yang lain untuk kehinaan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak dapat menghindari secara alkitabiah, doktrin pemilihan yang berdaulat. Itu ada di seluruh Alkitab. Alkitab juga mengajarkan tanggung jawab manusia, benar? Lihatlah ayat 6, “Darahmu ada di atas kepalamu sendiri.” Alkitab mengajarkan kedua hal itu. Biarkan mereka ada dalam paradoks. Anda tidak memahaminya, percaya saja. Pemilihan bukan hanya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Bukan hanya menuju kepada kedewasaan. Itu untuk keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Anda bisa hidup sesuka Anda. Tidak. Kata Kolose 3:12-14, “Oleh karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah, kenakanlah belas kasihan, kebaikan, kerendahan hati, kelembutan, dan kesabaran, 13 saling menanggung dan saling mengampuni jika ada yang memiliki keluhan terhadap yang lain. Sama seperti Tuhan telah mengampuni Anda, demikian juga Anda harus mengampuni. 14 Di atas segalanya, pakailah kasih, yang adalah pengikat persatuan yang sempurna.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan buah adalah orang petobat lainnya. Mungkin ada saat-saat ketika Anda tampaknya tidak menghasilkan apa-apa dalam hidup Anda. Tetapi buah itu akan datang. Sering kali dalam kehidupan orang Kristen, kami melewati musim dingin saat kami dikuatkan dan diberi arahan untuk saat-saat yang bermaksud untuk menghasilkan buah. Jangan meremehkan Allah. Biarlah Allah melakukan itu pada waktu-Nya. Anda memiliki janji kekuatan, pelestarian, dan janji ada buah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Paulus tinggal di sana selama satu setengah tahun, mengajarkan firman Allah di antara mereka.” Dan orang-orang terus diselamatkan dan dibangun dalam iman. Dan perhatikanlah apa yang dia lakukan selama ada di sana? Dia mengajarkan Firman Allah. Itulah panggilannya. Jadi dia diberi semangat oleh persekutuannya dengan Allah. Allah sendiri menguatkan dia. </span><span class="cf1"><b>Terakhir, kesulitan</b></span><span class="cf1">. "Bagaimana orang bisa diberi semangat oleh kesulitan?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah saya memberi Anda tiga alasan. Siapakah musuhnya akan memberi tahu banyak tentang seorang pria. Jika Anda memiliki musuh yang jahat dan berdosa, itu bagus. Anda melakukan sesuatu yang benar. Kedua, Anda dapat dikuatkan oleh betapa tidak efektifnya mereka. Pernahkah Anda lihat bagaimana musuh Anda bekerja sangat keras dan sepertinya tidak berhasil? Dan ketiga, Anda dapat diberi semangat dengan melihat apa yang dilakukan Allah kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12-13</b></span><span class="cf1">, “Sementara Galio menjadi gubernur di Akhaya, orang-orang Yahudi bersatu untuk menyerang Paulus dan membawanya ke pengadilan. 13 “Orang ini,” kata mereka, “membujuk orang-orang untuk menyembah Allah dengan cara yang bertentangan dengan hukum.” Gallio adalah orang penting, dia adalah wakil atau prokonsul Akhaya. Dia seperti seorang gubernur di bawah kaisar Romawi. Gallio adalah pria yang sangat baik berdasarkan reputasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Yahudi menyerang Paulus dan membawanya kepada kursi pengadilan. Prokonsul ini berada di Korintus, dan dia mendirikan kursi pengadilannya yang dapat dipindahkan di agora, yaitu pasar. Dan dia menyuruh polisinya untuk melaksanakan eksekusi hukuman. Jadi orang-orang Yahudi itu berpikir, “Marilah kami bawa kasus Paulus itu ke prokonsul Romawi.” Dan apa yang ditentukan dalam satu kasus kemudian bisa menjadi preseden untuk kasus lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gallio dapat melihat dalam pikirannya sendiri bahwa kekristenan Paulus hanyalah suatu bentuk Yudaisme. Mungkin mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang siapakah Mesias ini. Itu jelas bukan kejahatan, dan persis seperti itulah tanggapannya. Dan menarik untuk melihat bagaimana Allah menggunakan Galio untuk mencapai tujuan-Nya. Allah menggunakan Anda baik secara sukarela atau tidak, disadari atau tidak, tetapi Dia menggunakan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14-15</b></span><span class="cf1">, “Ketika Paulus hendak membuka mulutnya, Galio berkata kepada orang-orang Yahudi, “Jika itu adalah masalah kesalahan atau kejahatan serius, itu masuk akal bagi saya untuk melayani kalian orang Yahudi. 15 Tetapi jika ini adalah pertanyaan tentang kata-kata, nama, dan hukum Anda sendiri, uruslah itu sendiri. Saya menolak untuk menilai hal-hal seperti itu.” Dia berkata, "Jika ini adalah kasus kejahatan melawan hukum, saya akan bertindak dalam kasus ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi jika ini masalah semantik, putuskanlah itu sendiri. Kalian semua berbicara tentang agama yang sama. Kalian semua berbicara tentang Mesias. Dan sekarang kalian punya satu orang yang berpikir inilah Mesias, dan kalian tidak? Itu masalah teologis. Uruslah itu sendiri. Tidak ada gunanya aku terlibat.” Jika dia menghakimi Paulus, sejarah kekristenan akan berubah selama 10 - 12 tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Ia mengusir mereka dari pengadilan.” Nah, orang-orang Yahudi itu tinggal sebentar, tetapi polisi mengusir mereka. Bisakah Anda bayangkan, Rasul Paulus bahkan belum membuka mulutnya? Dia diberi semangat oleh betapa tidak efektifnya mereka, benar? Mereka tidak bisa menghentikan Paulus. Tetapi ada cara ketiga untuk mendapat semangat, dan itu adalah apa yang Allah lakukan terhadap musuh-musuh Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Kemudian semua orang Yunani menangkap Sostenes, kepala sinagoga, dan memukulinya di depan pengadilan, tetapi hal-hal ini tidak penting bagi Galio.” Dalam manuskrip aslinya tertulis, “Lalu mereka semua.” Itu tidak sebut orang-orang Yunani. Jadi siapakah yang memukuli mereka? Karena orang Yahudi dikeluarkan, orang Yunani yang anti-Semit mengambil kesempatan itu, dan mereka memukuli Sostenes.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Belakangan Paulus menulis surat kembali dalam 1 Korintus 1:1 yang mengatakan, “Paulus dipanggil untuk menjadi rasul Yesus Kristus, oleh kehendak Allah, dan Sosthenes, saudara kami di gereja.” Lihatlah, Allah bukan hanya mendorong orang-orang kudus-Nya dengan siapakah musuh Anda, tetapi dengan apa yang Dia lakukan terhadap mereka ketika Dia mentransformasikan mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Setelah tinggal beberapa lama.” Ia dapat melanjutkan pelayanannya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Aug 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230813</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000020A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gereja Korintus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000209"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:1-8</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memberikan nasihat yang bagus kepada orang Tesalonika ketika dia menulis dari kota Korintus. Dia menulis nasehat ini saat dia mengalami apa yang akan kita pelajari malam ini. Dan dia benar-benar menulis dari pengalamannya sendiri. Karena pada waktu dia sampai di kota Korintus, dia sudah lelah. Pesannya adalah 'jangan lelah'. Dan mungkin kami semua sudah lelah dalam berbuat baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Allah selalu dalam bisnis memberi dorongan. Dan kami akan melihat bagaimana Allah menyemangati seorang hamba yang lelah, dan pada saat yang sama memberitakan Injil di kota Korintus. Nah Paulus telah dikejar sampai mengelilingi dunia. Dia mulai di Antiokhia Siria bersama Silas, menetapkan beberapa gereja di daerah dekat Siria, dan melewati Galatia dia terus ke arah barat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia digerakkan oleh Roh Kudus. Dia akhirnya menyeberang dari Troas dan masuk ke Filipi, dan di sana dia berkhotbah, dan diganggu lagi, dan diusir ke luar kota. Kemudian dia tiba di Tesalonika, dan di sana dia dianiaya dengan kejam, dan harus lari untuk menyelamatkan dirinya, dan dia sampai di Berea. Dan dia akhirnya menemukan dirinya sendirian di kota Atena. Dan dia berkhotbah di sana dan menjadi lelah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Injil yang disampaikan di Atena itu jelas sekali, tetapi tidak ada penganiayaan, namun tidak ada penerimaan. Itulah minimal. Jadi dia mengambil barangnya dan dia meninggalkan Atena. Kemudian dia tiba di kota Korintus, dan dia merasa kecil hati. Dan dia lemah, dan dia mungkin sakit secara fisik. Dan pada saat itulah Allah bergerak untuk memberikan semangat kepadanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dari Korintuslah dia menulis kepada jemaat di Tesalonika dan berkata, “Saudara-saudara, janganlah merasa jemu berbuat baik.” Nah, ketika kami melihatnya di Atena, kami melihatnya di kota intelektual itu. Kami melihatnya di kota budaya; penuh informasi dan pembelajaran. Dan dari Athena dia pergi ke Korintus. Nah Korintus itu adalah kota dosa. Itulah kota yang paling bejat dan kotor di dunia saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata ‘Corinthian’ itu berarti tidak bermoral. Jika Anda berkata, “Joe adalah tipe orang Corinthian,” maksud Anda adalah dia itu tidak bermoral. Mengatakan bahwa wanita itu adalah wanita Korintus berarti dia adalah seorang pelacur. Korintus itu sangat keji. Bukan hanya para budak atau kelas menengah yang melakukan itu, itulah orang kelas atas. Itulah pusat perdagangan dan perjalanan, dan para pelaut serta karavan-karavan melewatinya sepanjang waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kota Korintus adalah 90 km dari Atena. Siapa pun yang pergi dari Yunani utara ke Yunani selatan atau sebaliknya, harus melewati Korintus. Kota itu disebut jembatan Yunani; karena lalu lintas utara-selatan dan juga lalu lintas timur-baratnya. Kapal yang ingin pergi dari pantai barat Yunani ke pantai timur tidak akan berlayar keliling; mereka akan memotongnya lewat tempat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu juga jalan pintas 320 km untuk pergi ke sini. Jadi, Korintus berada di lokasi yang strategis. Di kota Korintus, ada sebuah benteng raksasa bernama Acropolis. Tetapi Acropolis lebih dari sekedar benteng di atas bukit; itu adalah sebuah kuil. Dan itu dibangun untuk dewi Aphrodite, yang merupakan dewi aktivitas seksual. Ada seribu imam wanita yang bekerja di pelayanan pelacuran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Atena memuliakan pikiran, Korintus mengagungkan tubuh. Nah, Korintus juga penting secara politis sebagai ibu kota kabupaten, atau ibu kota provinsi. Ini berarti gubernur Roma tinggal di sana. Anda dapat membaca di 1 dan 2 Korintus, dan Anda dapat menemukan bagaimana keburukan Korintus itu merembes ke dalam gereja. Ada anggota gereja tertentu yang bangga bahwa mereka melakukan hubungan seksual dengan orang tua mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi gereja Korintus itu mengalami kesulitan menjaga supaya sampah kota itu tidak bocor masuk. Dan Paulus harus menulis dua surat untuk membenarkan jemaat itu. Allah selalu dapat melakukan banyak hal dengan orang-orang berdosa yang bejat. Paulus tinggal lama di Korintus, sehingga itu menjadi dasar pelayanan Injil. Dari Korintuslah dia menulis 1 dan 2 Tesalonika dan Roma. Dan kembali ke Korintuslah dia menulis 1 dan 2 Korintus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memberi semangat kepada Paulus dengan empat cara. Pertama, dengan persahabatan, Allah membawa beberapa teman ke dalam hidupnya. Kedua, dengan kerasulan, Allah membawa beberapa orang yang bertobat ke dalam hidupnya, dan itu membesarkan hati Paulus. Ketiga, persekutuan, Allah sendiri datang dan bersekutu dengannya dan memberi semangat kepadanya. Dan keempat, kesulitan, musuh-musuhnya. Tahukah Anda bahwa Anda dapat didorong oleh musuh Anda? Baiklah, kmai akan melihatnya di minggu depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Persahabatan dalam ayat 1 – 5</b></span><span class="cf1">, “Setelah ini, dia meninggalkan Atena dan pergi ke Korintus, 2 di mana dia menemukan seorang Yahudi bernama Akwila, penduduk asli Pontus, yang baru saja datang dari Italia bersama istrinya Priskila karena Claudius telah memerintahkan semua orang Yahudi untuk meninggalkan Roma. Paulus mendatangi mereka, 3 dan karena mereka memiliki pekerjaan yang sama, yaitu pembuat tenda, dia tinggal bersama mereka dan bekerja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">4 Dia bertukar pikiran di rumah ibadat setiap hari Sabat dan berusaha membujuk baik orang Yahudi maupun orang Yunani. 5 Ketika Silas dan Timotius tiba dari Makedonia, Paulus memusatkan dirinya untuk memberitakan firman dan bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias.” Kemudian Allah berkata, “Kamu membutuhkan beberapa teman, Aku akan menghiburmu dengan persahabatan.” Jadi Allah membawa dua orang ke dalam hidupnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Datanglah orang Yahudi bernama Akwila, yang adalah penduduk asli Pontus.” Pontus adalah sebuah provinsi tepat di tepi selatan Laut Hitam, di utara Turki sekarang. Dia baru-baru datang dari Italia bersama istrinya Priskila.” Kami tidak tahu apakah dia seorang Yahudi atau bukan Yahudi dan telah datang ke Korintus.” Mereka menjadi dua sahabat Paulus yang paling dicintai. Mereka ada di sana karena mereka telah diusir dari Roma oleh Kaisar Claudius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akwila dan Priskila sudah menjadi orang Kristen pada saat mereka bertemu dengan Paulus. Ada gereja Kristen di Roma jauh sebelum Paulus tiba di sana. Paulus menulis surat Roma dari Korintus. Dan ketika dia menulis Roma 1:7, dia berkata, “Kepada semua orang yang ada di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus.” Jadi, di sana sudah ada gereja yang bertumbuh di mana iman orang-orang Kristen itu menyebar ke seluruh dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Claudius, pada tahun 49 M., mengusir semua orang Yahudi dari Roma karena mereka terlibat dalam kerusuhan terus-menerus. Tetapi orang Kristen non-Yahudi tetap tinggal disana, dan gereja tetap ada bersama orang non-Yahudi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Dan karena pekerjaan mereka sama, yaitu pembuat kemah, dia tinggal bersama mereka dan bekerja.” Rupanya Paulus juga seorang pekerja kulit karena tenda itu berasal dari kulit kambing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa sejarawan memberi tahu kami bahwa di sinagoga adalah hal yang biasa untuk membagi orang-orang menjadi beberapa bagian sesuai dengan pekerjaan mereka. Mungkin disitulah Akwila dan Priskila bertemu dengan Paulus. Dia baru saja pindah untuk bersama bisnis mereka. Dan dia juga tinggal di sana. Mereka memiliki keramahan. Itu adalah kebajikan orang Kristen yang luar biasa. Jadi, Paulus langsung masuk, dan dia menjadi bagian dari hidup mereka. Dan Anda tahu, dia bekerja keras.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin supaya orang bekerja. Di dalam 2 Tesalonika 3:8 Paulus berkata, “Kami tidak makan makanan siapa pun dengan cuma-cuma; sebaliknya, kami berjerih payah dan bekerja keras, siang dan malam, agar kami tidak menjadi beban bagi siapa pun di antara kalian.” Rasul Paulus tidak menginginkan apa pun dari siapa pun. Allah akan memelihara orang yang bekerja untuk Allah. Dan Allah mengharapkan gereja untuk mendukung para pelayananan yang efektif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun seringkali gereja tidak menunggu untuk melihat apa yang efektif. Jika Anda dan hidup Anda telah mengakui pelayanan Anda di hadapan Allah, Allah akan membawa Anda ke tempat di mana Anda memiliki dukungan penuh, jika itu yang Dia inginkan. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Dia berdebat di rumah ibadat setiap hari Sabat dan berusaha membujuk baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Dia bertukar pikiran dengan orang-orang hanya pada setiap Sabat. Dan dia bekerja di hari lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus membuktikan beberapa hal. Dia tidak datang untuk mengganggu mereka dan menuntut dari mereka; dia datang untuk memberikan dirinya kepada mereka. Dan kedua, dia memberi waktu untuk mengesahkan pelayanannya sehingga Allah dapat membebaskan dia untuk melakukan itu sepenuh waktu ketika waktunya sudah siap. Begitulah caranya Allah bekerja. Dan, itu sangat menyenangkan melihat seseorang dengan pelayanan yang berbuah dan melihat pelayanan itu berkembang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap hari Sabat Paulus bertukar pikiran di sinagoga. Dan kata kerja bertukar pikiran itu berarti berdiskusi dengan tanya jawab; artinya meyakinkan dan berdialog. Ini ditulis dalam bentuk yang tidak sempurna, yang berarti dia terus menerus melakukannya berulang kali. Dan perhatikanlah, dia membujuk mereka. Paulus berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi itu bahwa Yesus adalah Mesias. Itulah yang selalu dia lakukan untuk orang-orang Yahudi dan juga orang-orang Yunani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah berkata, “Baiklah, Aku ingin memberi Paulus dua orang baru; dan Aku ingin memberi kepada Anda dua orang lama. Jadi di </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Ketika Silas dan Timotius tiba dari Makedonia, Paulus mengabdikan dirinya untuk memberitakan firman dan bersaksi kepada orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias.” Ketika Timotius datang dengan sukacita, dan Silas datang dengan persembahan kasih, Paulus berhenti membuat tenda lagi dan memusatkan dirinya kepada Firman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus bekerja ketika dia harus bekerja. Namun, itu bukan berarti setiap pengkhotbah harus bekerja secara manual. Dan itu juga sama dengan Paulus, yang mengatakan dalam 1 Korintus 9:7, “Siapakah yang pergi berperang dengan biayanya sendiri? Atau siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau memberi makan kawanan domba dan tidak minum susunya?” Dengan kata lain, dukungan itu harus datang dari dalam, dari apa yang Anda lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 11, “Jika kami telah menaburkan hal-hal rohani bagimu, apakah terlalu banyak jika kami menuai keuntungan materi darimu?” Ayat 12, “Jika orang lain memiliki hak untuk menerima manfaat dari Anda, bukankah kami lebih banyak lagi?” Ayat 13, “Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang beribadah di bait suci memakan makanan dari bait suci, dan orang-orang yang melayani di mezbah mendapat bagian dalam persembahan di mezbah itu?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 14, “Dengan cara yang sama, Tuhan telah memerintahkan bahwa mereka yang memberitakan Injil harus mencari nafkah dari Injil.” Itu berarti jika Anda akan mengkhotbahkan Injil, Anda harus hidup dari khotbah Anda. Dengan kata lain, gereja harus mendukung orang yang berkhotbah dan mengajar. Dan itu ditunjukkan dalam 1 Timotius 5:17, “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata "kehormatan dua kali lipat" memiliki konotasi moneter, memberinya dukungan uang tambahan untuk kesetiaannya, terutama bagi mereka yang bekerja dalam Firman dan doktrin. Allah berkata gereja harus membayar dukungannya. Jika teman-temannya adalah penghiburan, begitu pula mereka yang bertobat. Anda akhirnya sampai di sana, dan Anda pergi dan memberitakan Injil, dan Anda merasa tidak ada hasilnya, dan ketika semuanya berakhir, 15 orang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seringkali Allah menggunakan, dalam kehidupan para hambanya, persahabatan dengan teman-teman tercinta dari masa lalu. Dia memberi Anda buah tepat saat Anda sangat membutuhkannya. Itulah yang terjadi pada Paulus. Tepat ketika dia benar-benar membutuhkannya, teman-teman dari sebelumnya datang dengan banyak suka cita dan uang; mereka membebaskan dia sepenuhnya untuk memberitakan Firman Allah.. Dan bukankah itu yang seharusnya dilakukan oleh para rasul?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kerasulan</b></span><span class="cf1">, Paulus bebas menjadi rasul. Dia bukan hanya berkhotbah pada hari Sabat, dia mulai melakukannya setiap hari. Dan apa yang dia katakan? </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Dia bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka melawan dan menghujat, dia mengibaskan pakaiannya dan mengatakan kepada mereka, “Darahmu ada di kepala kalian sendiri! Aku tidak bersalah. Mulai sekarang saya akan memberitakan Injil ke bangsa-bangsa orang non-Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi sampai pada keputusan terakhir bahwa Yesus bukanlah Mesias. Dan mereka menghujat Kristus. Itulah salah satu kejadian paling dramatis dalam hidupnya Paulus. Ketika orang Yahudi mengibaskan debu dari kaki mereka, itu digunakan untuk merujuk buruk ke negara-negara non-Yahudi. Nah, Paulus memutarnya. Dan dia melepaskan jubahnya, dan dia mulai mengibaskan debu dari jubahnya, dan berkata, "Saya tidak ingin ada debu Yahudi di jubahku. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Paulus membuat pernyataan, “Darahmu ada di atas kepalamu sendiri.” Itu sekali lagi pernyataan yang dibuat orang Yahudi. Ingatlah dalam Matius 27:25 bahwa orang-orang Yahudi berseru, “Darah-Nya kami dan anak-anak kami tanggung.” Mereka ingin bertanggung jawab atas kematian Kristus. Dan Paulus berkata di sini, “Saya memenuhi tanggung jawab saya; saya menyampaikan Injil; Saya melakukan pekerjaan saya. Anda bertanggung jawab atas apa yang Anda lakukan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Lalu dia pergi dari sana dan pergi ke rumah seorang pria bernama Titius Yustus, seorang penyembah Allah, yang rumahnya bersebelahan dengan sinagoga.” Dia tinggal di rumah Titus Justus. Dia adalah seorang non-Yahudi, yang takut akan Allah yang datang ke sinagoga. Dan, rupanya dia sama seperti pria bernama Gayus dalam Roma 16:23. Dan dalam 1 Korintus 1:14, Paulus berkata, “Aku membaptis hanya dua orang, Gayus dan Krispus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan nama dia dalam bahasa Romawi adalah Gayus Titus Justus. Jadi, pria ini menjadi seorang Kristen. Mereka mendirikan sebuah gereja di rumahnya di sebelah sinagoga itu. Dan dia mulai ada buah. Sekarang, lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Krispus, kepala rumah ibadat, juga percaya kepada Tuhan, bersama dengan seisi rumahnya. Dan banyak orang Korintus, ketika mereka mendengar itu, menjadi percaya dan dibaptis.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bisakah Anda bayangkan kemarahan yang terjadi sekarang di antara orang-orang Yahudi? Dan seluruh rumah Gayus menjadi percaya. Dikatakan, “Banyak orang Korintus yang mendengar menjadi percaya dan dibaptis.” Dan Alkitab bahkan menamakan mereka: Stephanas dan seluruh rumahnya; Erastus, yang menjadi bendahara kota; ada Quartus, Fortunatus, Chloe, Tertius, Achaicus, dan banyak nama lainnya. Dan gereja itu didirikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di akhir ayat 8, “Waktu mendengar mereka langsung percaya, lalu mereka dibaptis. Perhatikanlah urutannya. Itulah urutan keselamatan. Anda mendengar Injil; Anda percaya itu. Kemudian Anda mengumumkannya di depan umum dalam baptisan. Roma 10:17 mengatakan, “Iman timbul dari pendengaran perkataan tentang Yesus Kristus.” Saudara yang terkasih, itulah keselamatan. Dan lain kali kami akan melihat bagaimana Allah memberi semangat kepada Paulus dengan persekutuan dan kesulitan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Aug 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230806</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000209</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penghakiman Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000208"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:30-34" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:30-34</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Makna keberadaan manusia adalah bahwa ia mengenal Allah. Itulah arti keberadaan: yaitu mengenal Allah. Dan itu adalah pesan Paulus kepada pengadilan Areopagus di Atena. Dan Atena adalah pusat budaya dan pembelajaran selama berabad-abad. Itu penuh dengan penyembahan berhala dan pemujaan setan. Jadi itu adalah tempat yang sangat religius. Tetapi pada saat yang sama, dengan semua agama itu, mereka tidak mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Paulus menyampaikan kepada mereka Allah yang benar dan bagaimana mereka bisa mengenal Allah itu. Nah, Roh Kudus telah membawa Paulus ke Atena khususnya untuk tujuan itu, yaitu supaya mereka dapat mengenal Allah. Semangat Paulus tergugah dalam dirinya ketika dia melihat kota itu sepenuhnya diserahkan kepada penyembahan berhala. Karena itu dia berdebat di sinagoga dengan orang-orang Yahudi, dan dengan orang saleh.” Dan ayat 18 menunjukkan dia bertemu dengan beberapa filsuf tertentu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di antara orang-orang yang tidak mengenal Allah, ada dua jenis. Ada orang yang tahu bahwa mereka tidak mengenal Allah, dan ada orang yang tidak tahu bahwa mereka tidak mengenal Allah. Mereka adalah orang-orang beragama yang berpikir mereka mengenal Allah, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka tidak mengenal Allah. Dalam Yohanes 8:54, Yesus berbicara dengan orang Farisi, dan memberi tahu mereka bahwa mereka tidak mengetahui kebenaran, dan bahwa ayah mereka adalah iblis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengatakan, “Buktinya kalian tidak mengenal Allah. Tetapi begitulah keadaannya dengan banyak orang. Dalam 2 Timotius 3:5, dikatakan, “Mereka memiliki suatu rupa kesalehan, tetapi menyangkal kuasanya,” mereka kelihatannya memiliki perangkap agama, tetapi mereka tidak mengenal Allah. Dan inilah pola dominan hari ini dalam kekristenan, di mana ada banyak orang yang mengaku mengenal Allah, tetapi sebenarnya mereka tidak mengenal-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada alasan lain mengapa orang pikir mereka mengenal Allah, mereka memiliki perasaan religius. Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, "Yah, saya sangat religius." Orang-orang memiliki perasaan religius tertentu, dan mereka menganggap itu adalah pengetahuan tentang Allah. Ada orang yang pergi ke gereja yang berpikir bahwa pergi ke gereja secara otomatis adalah mengenal Allah. Ada orang yang mengira mereka mengenal Allah karena mereka selalu berbuat baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka membantu orang; mereka memberi amal; mereka mencintai anak-anak mereka, dll. Dan mereka membaca Alkitab sedikit, menurut mereka itu sama dengan mengenal Allah. Setiap kali Setan dapat menggunakannya untuk keuntungan-Nya, dia mengutip Kitab Suci. Dan Anda tahu, ini terjadi hari ini di Israel. Itu berlaku untuk semua jenis faksi modernistik dan liberal dalam kekristenan. Tetapi lebih dari segalanya, saya melihatnya di Israel waktu melihat orang-orang Yahudi Ortodoks.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berdiri di Tembok Ratapan, dan mereka mondar-mandir dalam doa-doa mereka, dan mereka meletakkan doa-doa mereka di atas kertas, dan menempelkannya di celah-celah. Dan mereka benar-benar berpikir bahwa mereka mengenal Allah. Itulah posisi orang Farisi, yang mengira mereka mengenal Allah dan sebenarnya tidak. Dan inilah penipuan terakhir dari Setan. Dan ada kelompok orang lain yang tahu bahwa mereka sama sekali tidak mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok orang di Atena termasuk dalam keduanya. Beberapa dari mereka tidak peduli dan ada beberapa dari mereka yang peduli. Ayat 23, “Sebab ketika aku sedang melewati dan mengamati benda-benda ibadahmu, aku bahkan menemukan sebuah mezbah yang di atasnya tertulis, ‘Kepada Allah yang Tidak Dikenal.’ Oleh karena itu, apa yang kalian sembah dalam ketidaktahuan, inilah yang kuberitakan kepada kalian.” Disinilah ada orang-orang kafir yang masih memiliki kekosongan dimana mereka tidak mengenal Allah yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengenal Allah melibatkan tiga hal. Satu, mengakui bahwa Allah itu ada. Dua, mengenali siapakah Allah itu. Tiga, mengenali apa yang Allah katakan. Mereka mengakui bahwa ada Allah. Paulus meyakinkan mereka bahwa Allah itu ada. Ibrani 11:6 mengatakan, “Tanpa iman tidak ada kemungkinan untuk menyenangkan Allah, karena orang-orang yang mendekat kepada-Nya harus percaya bahwa Dia ada dan bahwa Dia memberi hadiah kepada mereka yang mencari Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Langkah kedua bukan hanya mengakui bahwa Allah itu ada, tetapi memahami </span><span class="cf1"><b>siapakah Allah itu</b></span><span class="cf1">. Ayat 24, “Allah yang telah menciptakan dunia dan segala isinya—Dia adalah Tuhan atas langit dan bumi—yang tidak tinggal di tempat kudus buatan tangan manusia.” Dia adalah Allah yang menciptakan. Yesaya 45:12 mengatakan, “Aku menjadikan bumi, dan menciptakan manusia di atasnya. Tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Aku memerintahkan semua yang ada di dalamnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesaya 45:18, “Sebab beginilah firman Tuhan, Pencipta langit, Allah yang membentuk bumi dan menciptakannya, yang mendirikannya. Dia berkata, “Akulah Tuhan, dan tidak ada yang lain.” Nah, di sini Allah mengklaim dirinya sebagai Allah Pencipta. Allah adalah Penguasa. Ayat 24, “Melihat bahwa Dia adalah Tuhan langit dan bumi.” Allah bukan saja menciptakan alam semesta, Dia terus menopangnya dan mengaturnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, Paulus mengatakan tentang Allah ini, bukan saja Dia Pencipta dan Penguasa, tetapi Dia adalah Pemberi, Ayat 25 mengatakan, “Seolah-olah Dia membutuhkan sesuatu, karena Dia sendiri yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada setiap orang.” Ayub 12:10 mengatakan, “Di tangan Dialah ada jiwa setiap makhluk hidup dan nafas semua umat manusia. Ayub 33:4 mengatakan, “Roh Allah telah menjadikan aku, dan nafas Yang Mahakuasa menghidupkan aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak tinggal di dalam gedung. Allah bahkan tidak ada di sini kecuali dalam kepenuhan kehadiran-Nya di alam semesta. Dia tinggal di dalam kami. Allah juga tidak dilayani oleh kami dalam arti bahwa Dia dipertinggikan dengan cara apa pun melalui apa yang kami lakukan. Kami melihat bagaimana setiap hal yang baik dan sempurna datang dari Allah. Bahwa Allah menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Bahwa Allah mendominasi dan mengontrol dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, Dia adalah </span><span class="cf1"><b>Sang Pengendali</b></span><span class="cf1">. Ayat 26, “Dari satu orang Ia telah menjadikan setiap bangsa yang tinggal di seluruh bumi dan telah menentukan waktu yang ditentukan bagi mereka dan batas-batas tempat tinggal mereka.” Dengan kata lain, dalam waktu musiman maupun dalam waktu sejarah. "Dan batas-batas tempat mereka tinggal." Bahkan letak geografis ditentukan oleh Allah mengenai daerah mana yang akan ditempati bangsa-bangsa itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini dikatakan bahwa Allah mengontrol nasib dan sejarah. Dia memastikan itu semua terus bekerja sama; Dia memberikan segala sesuatu yang adalah bagian dari ciptaan-Nya hidupnya, nafasnya, dan segala yang dimilikinya, semua sifat-sifatnya, dan juga Dia mengendalikannya. Pemazmur berkata di Mazmur 31:15, “Jalan hidupku ada dalam kuasa Engkau.” Mazmur 139:16 mengatakan, "Semua hari-hariku ditulis dalam bukumu dan direncanakan sebelum satu pun dari mereka dimulai."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelima, Dia adalah </span><span class="cf1"><b>Sang Pewahyu</b></span><span class="cf1">. Ayat 27, "Dia melakukan ini supaya mereka dapat mencari Allah, dan mungkin mereka dapat menjangkau dan menemukan Dia, meskipun Dia tidak jauh dari kami masing-masing." Mengapa Allah menciptakan, menopang; mengapa Dia memberi hidup, nafas, dan segalanya? Mengapa Dia mengendalikan sejarah dan nasib melalui apa yang kami sebut providensi? Supaya Dia dapat menyatakan diri-Nya, “Supaya mereka mencari Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan Allah dalam penciptaan, tujuan Allah dalam pemeliharaan, tujuan Allah dalam sejarah adalah untuk menyatakan diri-Nya, supaya manusia dapat melihat pewahyuan itu dan mengikuti-Nya untuk mengenal Dia sepenuhnya. Dan Allah telah mengungkapkan diri-Nya dengan semua cara ini dan di dalam Alkitab supaya manusia dapat melihat bahwa Dia ada, dan supaya mereka dapat melihat siapakah Dia, supaya mereka dapat mengikuti-Nya untuk mengetahui apa yang Dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tidak ada alasan bagi mereka yang tidak melakukannya. Karena wahyu itu sangat dominan. Itu di luar pikiran saya bagaimana seseorang dapat melihat dunia seperti dunia kita, dan tidak menyimpulkan bahwa ada Allah. Dan jika manusia hanya mau melihat siapakah Dia dalam pengertian daya cipta-Nya, daya penopang, dalam pengertian providensi-Nya, dalam pengertian kendali-Nya atas sejarah, maka mereka dapat mengikuti-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana dengan orang-orang di bagian tergelap Afrika? Bagaimana dengan orang-orang di sini yang tidak pernah memiliki Alkitab? Mereka memiliki wahyu yang sama yang Anda dan saya miliki. Setiap orang memiliki cukup wahyu Allah untuk bertanggung jawab. Jika Anda pergi ke pameran seni, dan semua karya orang ini semuanya ada di museum seni yang fantastis ini di mana-mana. Dan Anda berkata, "Saya ingin tahu apakah pernah ada artis yang melakukan ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah, bumi ini adalah pameran Allah. Dan sama bodohnya untuk mengembara ke seluruh dunia dan berkata, "Saya ingin tahu apakah ada yang melakukan ini." Tetapi sebaliknya, manusia melihat cahaya, dan dia melihat dosanya sendiri. Dan dia mencintai dosanya lebih dari dia mencintai kebenaran; dia mengasihi kegelapan lebih dari dia mengasihi cahaya. Alkitab mengatakan manusia lebih suka kegelapan daripada terang karena perbuatan mereka jahat. Dia tidak ingin dosanya terungkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yeremia 29:13, Dia berkata, “Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku ketika kamu mencari Aku dengan segenap hatimu.” Mazmur 145:18-19 mengatakan, “Tuhan itu dekat dengan semua orang yang berseru kepada-Nya. 19 Dia memenuhi keinginan mereka yang takut pada-Nya; Dia mendengar teriakan mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” Dan Yesus berkata di Yohanes 14:6, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah untuk mengilustrasikan hal ini, Paulus mengatakan dalam ayat 28, “Sebab di dalam Dia kami hidup dan bergerak dan ada, seperti yang dikatakan oleh beberapa penyair kalian sendiri, ‘Sebab kami juga adalah keturunannya.’” Dia mengutip dua penyair Yunani. Epimenides, yang berkata, “Karena di dalam Dia kami hidup, dan bergerak, dan memiliki keberadaan kami;” dia memikirkan Zeus. Dan Aratus, yang berkata, "Karena kami adalah keturunannya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengatakan, “Penyair-penyairmu sendiri, telah memberi kami bukti hidup bahwa Allah dapat dikenal sebagai Pencipta, Penopang, dan Allah providensi. Penyair Anda sendiri menggambarkan bahwa Allah telah mengungkapkan diri-Nya sedemikian rupa sehingga meskipun mereka mengaitkannya dengan Allah yang salah, jelas bagi mereka bahwa ada Allah yang menciptakan kami, yang menopang kami, dan yang menjaga kami di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Allah terungkap di dalam alam." Wahyu universal Allah adalah bahwa Dia adalah Pencipta, Penopang, dan Allah providensi, dan bahkan penyair mereka sendiri dapat melihatnya. Paulus berkata, “Kalian harus melangkah lebih jauh dari itu. Kalian harus datang kepada apa yang Allah katakan.” Ayat 29, “Karena itu, karena kami adalah keturunan Allah, kami tidak boleh berpikir bahwa kodrat ilahi itu seperti emas atau perak atau batu, sebuah gambaran yang dibentuk oleh seni dan imajinasi manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika kami adalah makhluk ciptaan Allah, maka Allah pasti lebih dari sesuatu yang kami buat. Dia tidak bisa menjadi batu, atau perak, atau emas, atau semacam representasi artistik. Jika Allah menciptakan kami, maka kami tidak sanggup membuat Allah. Jadi, Paulus baru saja menghancurkan seluruh sistem penyembahan berhala mereka. Jika Anda benar-benar ingin mengenal Allah, jangan pergi ke sebuah kuil. Jika Anda ingin mengenal Allah lihatlah ke dalam hatimu, lihatlah ke luar, dan rasakan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Oleh karena itu, setelah mengabaikan masa kebodohan, Allah sekarang memerintahkan semua orang di mana-mana untuk bertobat.” Kata "mengabaikan" itu menarik. Artinya Allah tidak ikut campur secara aktif. Saat-saat tidak mengenal Allah ini, sejarah masa lalu para penyembah berhala, Allah tidak secara aktif ilkut campur dengan hukuman khusus. Apakah itu berarti tidak pernah ada konsekuensi? Tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yehezkiel 18:20 mengatakan, “Orang yang berdosa adalah dia yang akan mati.” Prinsipnya di sini: “Jangan tertipu, Allah tidak diejek. Apa pun yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Dalam Roma 1, ketidakbenaran manusia telah menjadi kunci penyingkapan murka Allah. Tentu saja murka itu berjalan. Tentu saja dosa ada konsekuensi. Itu selalu terjadi. Dan mereka itu tidak ada alasan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Karena Dia telah menetapkan suatu hari ketika Dia akan menghakimi dunia dengan adil oleh orang yang telah Dia tunjuk. Dia telah memberikan bukti tentang hal ini kepada semua orang dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Siapakah laki laki itu? Yesus Kristus. Kami tahua hal itu karena dikatakan, Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Tidak ada yang dapat diselamatkan kecuali dengan kepercayaan kepada Yesus Kristus. Tidak ada cara lain untuk mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Tesalonika 1:7-8 mengatakan, “Ini akan terjadi pada wahyu Tuhan Yesus dari surga dengan malaikat-malaikat-Nya yang kuat, 8 ketika Dia membalas dendam dengan api yang menyala-nyala kepada mereka yang tidak mengenal Allah dan kepada mereka yang tidak menaati Injil Tuhan kita Yesus.” Hanya ada satu cara untuk diselamatkan. Kami perlu sibuk menceritakan kepada dunia tentang Kristus. Allah akan menghakimi dunia oleh Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 5:22-27 mengatakan, “Bapa sebenarnya, tidak menghakimi siapa pun tetapi telah memberikan semua penghakiman kepada Anak, 23 supaya semua orang dapat menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa pun yang tidak menghormati Yesus tidak menghormati Bapa yang mengutus-Nya. 24 "Aku berkata kepadamu dengan sungguh-sungguh, siapa pun yang mendengar kata-kata-Ku dan percaya Dia yang mengutus Aku memiliki hidup kekal dan tidak akan dihakimi tetapi telah pindah dari kematian kepada kehidupan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">25 “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, waktunya akan tiba, dan sekarang sudah tiba, ketika orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup. 26 Karena sama seperti Bapa memiliki hidup di dalam diri-Nya sendiri, demikian juga Dia memberikan kepada Yesus hidup di dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Allah telah memberi-Nya hak untuk menghakimi, karena Dia adalah Anak Manusia. 29 mereka yang berbuat baik, menuju ke kebangkitan hidup, tetapi mereka yang berbuat jahat, menuju ke kebangkitan di neraka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32-34</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, beberapa orang mulai mencemooh dia, tetapi yang lain berkata, “Kami ingin mendengar darimu lagi tentang ini.” 33 Maka Paulus pergi meninggalkan mereka. 34 Namun, beberapa orang bergabung dengannya dan percaya, termasuk Dionysius the Areopagite, seorang wanita bernama Damaris, dan yang lainnya bersama mereka.” Paulus hanya berkata, “Jika kamu percaya siapakah Allah itu, Allah akan menyatakan diri-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 34, "Ada beberapa orang yang bergabung dengannya." Mereka akan mencari tahu lebih banyak. 1 Yohanes 5:20 mengatakan, “Dan kami tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah memberi kami pengertian, sehingga kami dapat tahu mereka yang benar. Kami adalah yang benar—yaitu, di dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” Yohanes 17:3 mengatakan, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230730</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000208</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berkhotbah di Atena]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000207"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:16-34" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:16-34</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan Paulus ke Atena dua ribu tahun yang lalu masih relevan saat ini dan merupakan pesan yang paling dibutuhkan untuk kota-kota kami. Sungguh dia pria yang produktif. Pertama-tama, dia adalah seorang Yahudi. Dia ahli dalam hukum, dan ahli dalam tradisi. Dia tahu betul ritual Yudaisme. Dia adalah seorang Farisi, yang berarti bahwa dia menangani masalah agamanya seserius mungkin. Dia adalah seorang guru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Atena adalah pusat agama dan politik dunia waktu itu. Itu adalah kota ide-ide. Dan meskipun Atena berada di bawah kuasa Romawi, ia tidak melepaskan kemerdekaan intelektualnya. Atena menawarkan sebuah rumah bagi hampir setiap dewa yang telah diciptakan orang-orang kafir. Dan hampir setiap bangunan umum juga merupakan tempat pemujaan atau kuil bagi satu dewa. Gedung Dewan, adalah kuil untuk Apollo dan Jupiter.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ke kota besar itu datanglah Paulus. Tetapi kota itu berdampak langsung padanya, yang menyebabkan pengaruhnya besar terhadap kota itu. Bukalah Kisah Para Rasul 17. Petrus dan Paulus, keduanya rasul dan saksi mata Kristus yang bangkit yang diberi tanggung jawab untuk memberitakan kebangkitan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Sementara Paulus menunggu mereka di Atena, tergugahlah hatinya ketika ia melihat bahwa kota itu telah diserahkan kepada berhala.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus, seorang penginjil mengunjungi kota itu, dia melihat jiwa orang-orang. Dikatakan dia diprovokasi oleh para idola. Dan agama yang tersebar luas di kota itu menggerakkan emosinya dengan cara yang sangat negatif. Dia diaduk secara emosional. Setiap pengikut Allah yang melihat sebuah kota dan melihat jiwa kota itu yang diserahkan kepada berhala, melihat betapa tersesatnya orang-orang di kota itu, agama-agama palsu itu, dan sangat berduka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Karena itu ia berunding di sinagoga dengan orang Yahudi dan dengan orang-orang non-Yahudi yang beribadah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang kebetulan ada di sana.” Dia mulai berkomunikasi dengan mereka. Dan dia selalu menkhotbahkan Kristus. Dia berkata, dalam 1 Korintus, dia “bertekad untuk tidak mengetahui apa-apa selain Kristus dan Dia yang disalibkan,” dan karena itu dia memberitakan Injil salib dan kebangkitan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Reaksi itu akan datang cepat karena pelayanan Paulus sangat umum. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Kemudian beberapa orang filsuf Epicurean dan Stoa bertemu dengannya. Dan beberapa berkata, “Apa yang ingin dikatakan oleh pengoceh ini?” Orang lain berkata, "Dia tampaknya adalah pewarta dewa-dewa asing." Tuhan memutuskan bahwa Lukas harus memberi tahu kami tentang kaum Epicurean dan Stoa, karena mereka membuat kami memahami peristiwa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Epicurus, seorang filsuf, lahir pada tahun 342 SM. Tetapi filosofinya diterima, dan di sinilah kami, 400 tahun kemudian, dan ada orang Epicurean. Dia percaya bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan. Dia percaya mungkin ada dewa, tetapi dewa itu tidak peduli dan apatis. Epicurus juga mengajarkan bahwa kematian adalah akhir kehidupan. Tidak ada hidup akhirat. Tidak ada kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bagi kaum Epicurean tidak ada konsekuensi, jadi mereka hidup secara tidak bermoral seperti yang mereka inginkan. Kelompok lainnya adalah kaum Stoa. Mereka mengikuti ajaran seorang pria bernama Zeno yang lahir kira-kira pada waktu yang sama dengan Epicurus, sehingga filosofinya juga sudah ada sejak lama. Orang-orang yang berdiri di teras untuk mendengarkannya dikenal sebagai orang-orang teras, yaitu orang-orang Stoa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia percaya bahwa segala sesuatu adalah Allah. Dia adalah Allah, dan Anda adalah Allah, dan mereka adalah Allah, dan itulah Panteisme. Dan semuanya ditentukan oleh takdir. Semuanya hanya semacam keberuntungan. Dan seandainya Anda menguasai hidup Anda, Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mengendalikan hidup Anda. Tidak ada orang di luar sana untuk membantu Anda. Dan lagi, tidak ada kebangkitan atau kehidupan di masa depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka memakai kata "pengoceh yang tidak penting". Nganggur berarti tidak penting dan tidak berguna. Itu merujuk secara metaforis kepada orang-orang miskin. Mereka berada di tingkat terendah dari tangga sosial. Itu adalah istilah penghinaan dan cemoohan. Ini adalah reaksi khas terhadap para pengkhotbah Injil hari ini oleh para filsuf dan para profesor universitas. "Orang lain berkata, 'Dia tampaknya adalah yang memproklamirkan dewa-dewa asing.'"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kaum Epicurean dan Stoa membencinya, karena dia berkata, dalam menyatakan pesannya bahwa Allah adalah siapakah Dia dan bahwa Allah berinkarnasi hanya dalam satu manusia. Dan dia juga di akhir ayat 18, memberitakan Yesus sebagai Allah dalam tubuh manusia dan Dia bangkit. Mereka tidak percaya akan hal itu, jadi Paulus bertentangan dengan filosofi mereka. Itulah sebabnya mereka meremehkan dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang lain setidaknya mengakui bahwa dia adalah pewarta ilah-ilah baru. Mereka belum pernah mendengar tentang orang ini yang adalah inkarnasi Allah, yang mati di kayu salib dan bangkit kembali dari kuburan dan membayar hukuman dosa supaya kebangkitan-Nya dapat memberi kami hidup kekal. Apakah sifat Allah yang aneh ini? Di akhir ayat 18, “inilah Yesus dan kebangkitan-Nya.” Itulah yang mereka butuhkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka membutuhkan kehidupan kekal yang hanya datang melalui Kristus. Mereka perlu memahami bahwa Allah menjadi manusia. Pria itu adalah Yesus, yang menjalani kehidupan yang sempurna, Yang mati sebagai pengganti kematian, dan membayar hukuman atas dosa-dosa Anda dan saya. Dai bangkit dari kematian supaya Dia dapat menyediakan kehidupan kekal bagi kami, setelah mengalahkan dosa dan maut, Setan dan neraka. Itulah yang dibawakan Paulus kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka membawanya ke Areopagus, sambil berkata, “Bolehkah kami tahu doktrin baru yang kamu bicarakan ini?” Areopagus itu berada di bukit ini di tengah Atena. Itulah tempatnya diadakan mahkamah agung Atena. Pengadilan tinggi ini menangani masalah perdata dan pidana. Itu juga menangani masalah sipil yang berkaitan dengan filsafat dan agama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka ketika ada agama baru yang mungkin menimbulkan ancaman penistaan terhadap agama yang sudah diakui, mereka menuntut diadakan sidang. Jadi ini bukan kunjungan tidak resmi dari pihak Paulus. Dia adalah guru baru di kota ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Karena kamu menyampaikan hal-hal yang aneh ke telinga kami. Karena itu kami ingin tahu apakah artinya hal-hal ini.” Kaum Epicurean dan Stoa benci semua yang dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak percaya bahwa Allah adalah seperti yang Dia katakan. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. Dan mereka tidak percaya pada kebangkitan. Tetapi ada juga orang yang ingin tahu lebih banyak tentang apa yang dia katakan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, "Untuk semua orang Atena dan orang asing yang ada di sana menghabiskan waktu mereka tidak lain untuk menceritakan atau mendengar sesuatu yang baru." Alasan mereka ingin agama baru adalah karena mereka tidak puas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang Kristen yang telah menerima Injil, tidak membutuhkan sesuatu yang baru. Inilah akhir pencarian itu. Saya tidak tertarik dengan agama baru. Tetapi itu karena Injil adalah kebenaran yang memuaskan jiwa itu untuk selamanya. Mereka belim pernah mengalami itu. Apa yang mereka alami tidak membawa memenuhi hati mereka, tidak ada kepuasan, dan tidak ada jawaban akhir. Mereka memiliki semua dewa dan semua agama ini dan tetap memiliki hati yang kosong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka kelompok ini membawa rasul Paulus ke pengadilan. Pengadilan itu ingin tahu, apa yang Anda bicarakan. Anda berada di sinagog. Anda setiap hari berada di pasar. Apakah yang kamu bicarakan? Nah, Paulus memiliki kesempatan besar. Dia ada di sana bersama para elit kota, para filsuf, para pemimpin, para hakim, yang berotoritas, dan mereka minta untuk memberi tahu mereka apa yang dia percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia hanya berjalan sendirian di kota itu, dan mengambil setiap kesempatan untuk berbicara tentang Injil, dan akhirnya berakhir di tempat tertinggi, untuk berbicara dengan orang-orang yang paling berkuasa di kota. Ini adalah khotbah tiga poin. Saya ada di sini untuk memperkenalkan kalian kepada satu-satunya Allah yang, benar dan hidup. Itu pada dasarnya, akan membatalkan atau menghujat semua illah lainnya. Poin satu: Allah ini </span><span class="cf1"><b>dapat diketahui</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22-23</b></span><span class="cf1">, “Paulus berdiri di tengah-tengah Areopagus dan berkata, 'Hai orang Atena, aku melihat bahwa kalian sangat religius dalam segala hal. 23 Karena ketika saya melewati dan mengamati objek penyembahan kalian, saya bahkan menemukan sebuah mezbah yang ada tulisan, "Kepada Allah yang Tidak Dikenal." Oleh karena itu, apa yang kalian sembah dalam ketidaktahuan, inilah yang kuberitakan kepada kalian.” Dan Allah inilah yang dapat kalian ketahui.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">600 tahun sebelum Paulus, ada penyakit sampar yang mengerikan di Atena yang langsung menghancurkan penduduknya. Tidak ada yang sanggup menghentikan sampar itu. Jadi jelas, mereka mencoba memikirkan bagaimana mereka dapat menghentikan sampar itu, dan mereka percaya bahwa wabah itu menimpa mereka karena ada dewa yang telah tersinggung, tetapi mereka tidak tahu dewa yang mana. Dan karena mereka tidak mengenal Allah, mereka membangun mezbah bagi Allah yang tidak dikenal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengatakan, “Saya ada di sini untuk memberi tahu kalian tentang Allah ini. Apa yang kalian sembah dalam ketidaktahuan, inilah yang kuberitakan kepadamu.” Bahkan Einstein dikutip mengatakan, “Tentu saja ada kuasa kosmik. Tidak percaya itu bodoh, tetapi kami tidak pernah bisa mengenal Dia.” Itulah hal yang menyedihkan. Einstein itu benar-benar salah. Allah tidak perlu menjadi Allah yang tidak dikenal. Allah dapat diketahui, dan aku akan memperkenalkan Dia kepada kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia mendefinisikan karakter Allah dalam ayat 24 – 29. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Allah yang menjadikan bumi dan segala isinya, karena Ia adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak berdiam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia.” Orang Epicurean menyangkal ada penciptaan. Mereka percaya materi itu abadi, dan kepercayaan kaum Stoa adalah panteis. Paulus menyangkal semua itu dan berkata, “Materi tidak kekal, Allah menciptakan segalanya, termasuk Anda.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah adalah Allah pencipta. Allah adalah Allah atas waktu dan materi.” Allah bukanlah, seperti kata orang Mormon, manusia sempurna yang pernah menjadi makhluk seperti kami sampai akhirnya Dia menjadi Allah. Kedua, “Allah adalah pemilik segala sesuatu yang Dia ciptakan. Ketiga, dia berkata, "Allah tidak tinggal di kuil yang dibuat oleh tangan manusia." Artinya, Dia transenden melampaui hal fisik. Dia adalah Roh yang kekal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Dia juga tidak disembah dengan tangan manusia, seolah-olah Dia membutuhkan sesuatu, karena Dia memberi hidup, nafas, dan segala sesuatu.” Paulus berkata, “Dia adalah pemberi hidup dan pemelihara hidup. Paulus mengatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Dan Dia telah menjadikan dari satu darah setiap bangsa manusia untuk diam di seluruh muka bumi, dan Dia telah menentukan waktu yang telah ditentukan sebelumnya dan batas tempat tinggal mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menciptakan dari Adam setiap bangsa. Dan Allahlah yang menentukan waktu mereka dan Allah yang menentukan batas tempat tinggal mereka. Allahlah yang menentukan tempat mereka dalam sejarah dan tempat mereka di peta. Dan ini mengejutkan kebanggaan orang Atena karena mereka memandang diri mereka sendiri sebagai bangsa buatan sendiri. Dan mereka membenci orang barbar yang tidak berbudaya. Tetapi mereka diciptakan oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27 - 28</b></span><span class="cf1">, “sehingga mereka harus mencari Tuhan, dengan harapan bahwa mereka dapat mencari-cari Dia dan menemukan Dia, meskipun Dia tidak jauh dari kami masing-masing; 28 karena di dalam Dia kami hidup dan bergerak dan memiliki keberadaan kami, seperti yang juga dikatakan oleh beberapa penyair Anda sendiri, 'Karena kami juga adalah keturunan-Nya.' Itulah doktrin imanensi. Artinya, Dia dekat. Dia tidak jauh dari kami masing-masing. Anda dapat mengenal Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 28 mengatakan, “Di dalam Dia kami hidup dan bergerak dan berada.” Dia menyatukan kami. Alam semesta tidak bekerja berdasarkan hukum tetap secara acak-acak; itu beroperasi pada hukum tetap karena Allah adalah yang menjalankannya. Marilah saya memperkenalkan Anda kepada satu-satunya Allah yang benar dan hidup yang ada. Mazmur 145:18 mengatakan, “Tuhan dekat dengan semua orang yang berseru kepada-Nya, kepada semua orang yang berseru kepada-Nya dalam kebenaran, kepada semua orang yang dengan jujur berseru kepada-Nya. Dia dekat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menambahkan di ayat 28, “Seperti yang dikatakan oleh beberapa penyair kalian, 'Sebab kami juga adalah keturunan-Nya.'” Dia mengacu pada Epimenides dan Aratus, yang keduanya menulis bahwa ada Allah yang telah menciptakan manusia, dan bahwa Allah bersifat pribadi, dan Dia harus rasional, karena itulah manusia. Dan, dengan demikian, dengan satu kalimat Paulus menghancurkan semua berhala itu. Allah ada di sini, untuk dikenal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29-30</b></span><span class="cf1">, “Oleh karena itu, karena kami adalah keturunan Allah, kami tidak boleh berpikir bahwa Kodrat Ilahi itu seperti emas atau perak atau batu, sesuatu yang dibentuk oleh seni dan rancangan manusia. 30 Sungguh, masa-masa ketidaktahuan ini diabaikan oleh Allah, tetapi sekarang Dia memerintahkan semua orang di mana pun untuk bertobat.” Wahyu alam, sudah cukup untuk mengutuk kalian. Kalian memerlukan wahyu lisan yang khusus dan spesifik untuk menyelamatkan kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah itu sangat sabar, dan Dia tidak menghancurkan umat manusia. Enambelas ratus lima puluh tahun setelah penciptaan, Dia menenggelamkan seluruh dunia kecuali Nuh dan keluarganya. Tetapi itu sudah dua ribu lima ratus tahun sampai peristiwa di Atena ini. Dan di sinilah kami, dua ribu tahun kemudian, empat puluh lima ratus tahun, dan Dia masih belum menghancurkan dunia sejak air bah. Sudah waktunya untuk bertobat dari dosa-dosa Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Karena Allah telah menetapkan suatu hari di mana Dia akan menghakimi dunia dengan adil oleh Manusia Yesus yang telah Dia tetapkan. Dia telah memberikan jaminan ini kepada semua orang dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Hari itu sudah ditentukan dan hakim sudah ditunjuk. Apakah Anda mengerti bahwa Allah membangkitkan Yesus di satu sisi untuk menjadi Juruselamat kami yang percaya; dan Dia mengangkat Yesus di sisi lain untuk menjadi hakim kami yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, ada beberapa orang yang mencemooh, sementara yang lain berkata, “Kami akan mendengarmu lagi tentang hal ini.” Paulus pasti telah menggambarkan kebangkitan orang mati yang akan terjadi pada saat penghakiman, ketika semua orang mati dari segala zaman akan dibawa ke hadapan Allah, dan Kristus akan menghakimi mereka menurut perbuatan mereka, dan mereka yang tidak percaya akan turun ke danau api.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33-34</b></span><span class="cf1">, “Maka pergilah Paulus dari tengah-tengah mereka. 34 Namun, beberapa pria bergabung dengannya dan percaya, di antaranya Dionysius the Areopagite, seorang wanita bernama Damaris, dan lainnya bersama mereka.” Jadi apa tanggapanmu? Kami hanya bisa berharap dan berdoa agar reaksi Anda adalah percaya, bertobat, memeluk Kristus Sang Juruselamat, sehingga Dia tidak akan menjadi hakim Anda. Marilah kita berdoa bersama.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230723</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000207</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jason diserang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000206"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:4-9,12-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:4-9, 12-15</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dunia ini jatuh ketika Adam berdosa. Dan itulah dua masalah, Adam bukan hanya menjadi terkutuk, tetapi bumi itu sendiri juga terkutuk. Dan umat manusia membiasakan diri dalam berbuat dosa, benar? Dan alasannya adalah ini: kalau orang terkutuk ditempatkan dalam sistem terkutuk, dia akan merasa nyaman. Saat kebenaran diterapkan pada sistem terkutuk itu, maka segalanya menjadi sulit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah mengapa kebenaran Allah, sepanjang sejarah cenderung menjungkirbalikkan dunia manusia. Dualitas dari masalah ini ditunjukkan dalam Yohanes 3, di mana dikatakan bahwa manusia suka kegelapan. Dengan kata lain, mereka mencintai sistem mereka karena perbuatan mereka jahat. Hal yang benar-benar mengganggu sistem dunianya adalah kalau ada penerapan kebenaran, atau pengenalan kebenaran dalam sistem duniawi yang salah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di akhir Kisah Para Rasul 17:6, orang-orang di Tesalonika mencirikan Paulus, Silas dan Timotius dengan kata-kata ini, “Mereka yang telah menjungkirbalikkan dunia itu.” Nah, pernyataan yang mereka buat adalah orang-orang ini membalikkan sistem duniawi kami. Nah, tidakkah Anda ingin dikenal sebagai orang yang menjungkirbalikkan dunia, benar? Jadi, mereka malah benar-benar memuji mereka dengan mengatakan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang ini menjungkirbalikkan dunia karena lima hal yang diilustrasikan dalam teks ini. Salah satunya adalah keberanian. Anda tidak akan pernah mempengaruhi dunia kecuali ada keberanian. Kedua adalah muatan atau isi. Ketiga adalah orang-orang yang percaya. Saat Anda mulai mengubah kehidupan orang, Anda benar-benar menciptakan kekacauan. Keempat adalah konflik, yang akan terjadi ketika tiga yang pertama terjadi. Dan kelima adalah perhatian, itulah motivasi yang membuatnya terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keberanian sama dengan keyakinan pada Allah. Itu hanyalah definisi keberanian secara alkitabiah. Dan dalam kehidupan orang Kristen, Allah telah memberi kami jaminan akan kemenangan, dan jaminan ada buah. Dan kami dapat masuk ke dalam apa pun yang Allah rancangkan untuk dilakukan, dan Roh menggerakkan kami untuk melakukan itu, sambil tahu bahwa itu selalu akan menghasilkan kebaikan untuk kami. Dan jika Anda ragu-ragu karena ada rasa takut, itu berarti teologi Anda itu buruk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus melawan sistem duniawi itu juga, karena dia tahu jika Allah ingin memenjarakannya, tidak masalah. Terakhir kali dia di penjarakan, seluruh keluarga sipir itu diselamatkan. Nah, dia melakukan hal yang sama di ayat 10. Kami akan bolak-balik di antara Tesalonika dan Berea, karena ada persamaannya. Dia pergi ke Berea dari Filipi, dan dia masuk ke sinagoga lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, karena dia baru saja keluar dari kerusuhan di Tesalonika. Dia pergi ke sinagoga Yahudi di Tesalonika di ayat 1 dan 2, dan saat Anda sampai di ayat 5, terjadi kerusuhan. Dan mereka memukulnya dan mengejarnya ke luar kota, dan dia keluar di ayat 10, dan langsung dia kembali ke sinagoga Yahudi berikutnya. Itulah keberanian yang nyata, yang diterjemahkan menjadi keyakinan pada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, hal kedua adalah </span><span class="cf1"><b>kadar</b></span><span class="cf1">. Dia mengambil teks Perjanjian Lama, dan dia membuka dan menjelaskan dari teks Perjanjian Lama bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari kematian. Yesaya membahasnya dalam pasal 53, demikian pula Mazmur 22. Kemudian ia membuktikan bahwa, seperti yang dikatakan Daud, sang pemazmur, bahwa Mesias harus bangkit kembali. Kemudian di akhir KPR 17:3, dia menawarkan bahwa Yesus, yang saya khotbahkan, adalah Mesias itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dia melakukan hal yang sama di sana, di ayat 11, ketika dia tiba di Berea. Jadi, saudara-saudara di Berea cukup tajam dan mulia. Lebih mulia daripada yang ada di Tesalonika. Mengapa? Karena mereka menerima firman dengan segala kesiapan pikiran dan menyelidiki Kitab Suci setiap hari apakah itu benar demikian. Mereka adalah orang-orang Yahudi yang lebih berrohani daripada orang-orang di Tesalonika dan para proselit non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda lebih baik belajar untuk krisis ketika kehidupan menemukan hidup Anda yang membutuhkan jawaban dan Anda satu-satunya sumber. Kedua, pelajarilah Firman. Tidak ada jalan pintas. Ketiga, personalisasikan Firman. Jadikan itu hidup dalam hidup Anda sendiri. Dan keempat, bagikan firman itu. Cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan memberi tahu orang lain. Apa yang Anda berikan adalah apa yang benar-benar teringat, terutama ketika Anda melakukannya berkali-kali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga </span><span class="cf1"><b>membuat orang percaya</b></span><span class="cf1">. Setiap orang Kristen harus menghasilkan beberapa orang yang bertobat. Nah, mungkin Anda menanam; mungkin Anda menyiram; itu akan jadi ketika Allah memberi peningkatan. Anda mungkin tidak melihatnya sekarang, tetapi itu akan terjadi jika Anda setia. Dengarkanlah Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu dan menetapkan bahwa kamu harus pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu akan menetap.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus memberikan argumen yang begitu luar biasa, sehingga mereka dibujuk, seolah-olah itu bertentangan dengan keinginan mereka untuk percaya. Dan dari semua gereja yang ditulis dalam Perjanjian Baru, tampaknya merekalah yang paling mirip dengan yang apa yang diinginkan Kristus untuk Gereja. Gereja Tesalonika harus dibujuk. Tetapi ketika mereka diselamatkan, mereka sangat bertumbuh; dan mereka menjadi apa yang Allah inginkan dari Gereja.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saya tidak tahu apakah Berea bertumbuh atau tidak. Keselamatan itu tidak bertahap, itu terjadi instan. Dan itu adalah sesuatu yang harus kami ingat, karena terkadang kami tidak berharap banyak dari orang-orang tertentu. Keselamatan itu adalah yang menjadikan semuanya seimbang, kekasih. Alasan paling umum mengapa orang tidak percaya adalah karena mereka tidak menyelidiki Kitab Suci. Mereka cepat mengatakan, “Yah, saya tidak percaya Alkitab.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa Alkitab itu mencakup semua wahyu Allah yang dibuat tentang alam semesta. Ini mencakup realitas spiritual. Apakah Anda menyadari bahwa pernyataan seperti itu mencakup informasi yang sangat banyak? Anda pasti telah mempelajarinya selama bertahun-tahun, karena saya mengenal orang-orang yang telah mempelajari Alkitab dari tahun ke tahun, dan mereka percaya Alkitab itu sepenuhnya. Orang-orang tidak benar-benar menyelidiki Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tom Paine yang menulis 'The Age of Reason', yang merupakan buku klasik yang melawan Allah dan melawan Kristus. Dia mengkritik Alkitab. Dia mati tanpa Allah, dan dia tahu hal itu. Tetapi inilah kutipan yang menarik di halaman 65. Dia berkata, “Saya tidak memiliki Alkitab maupun Perjanjian Baru untuk dirujuk, meskipun saya menulis menentang keduanya.” Jika Anda akan menulis buku yang menentang Alkitab, Anda harus tahu tentang apa isinya Alkitab itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, tahu </span><span class="cf1"><b>kewajiban Anda</b></span><span class="cf1">. Dalam Matius 28:19-20, Yesus berkata, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 ajarlah mereka untuk menjalankan segala sesuatu yang telah Aku perintahkan. Anda; dan lihatlah, Aku menyertaimu selalu, bahkan sampai akhir zaman.” Kisah Para Rasul 1:8, “Kamu akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu menjadi saksi-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, terimalah bahwa </span><span class="cf1"><b>hasil tidak selalu positif</b></span><span class="cf1">. Anda keluar dan berkata, “Saya sudah memberi kesaksian, tetapi tidak ada hasil. Saya tidak mau melakukan itu lagi.” Semakin sering Anda melakukannya, semakin keras Setan menolaknya. Ketiga, </span><span class="cf1"><b>sadarilah kuasa</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>Anda</b></span><span class="cf1">. Dan apa pun reaksi negatifnya, kuasa Anda akan mengatasinya. Roh Kudus akan meyakinkan orang mereka salah; Roh Kudus akan melakukan pemberdayaan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>ingatlah janji-Nya</b></span><span class="cf1">. Yohanes 15:16 mengatakan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.” Itulah janji-Nya. Itulah suatu jaminan. Kelima, </span><span class="cf1"><b>akan ada konflik</b></span><span class="cf1">. Mengapa? Karena Anda menciptakan kekudusan di lingkungan yang sama sekali tidak suci. Itulah yang Allah ingin Anda lakukan, dan itu terjadi di Tesalonika.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi orang-orang Yahudi yang tidak terbujuk, menjadi iri hati, dan membawa beberapa orang jahat dari pasar, dan mengumpulkan massa, dan membuat gempar seluruh kota dan menyerang rumah Yason, dan berusaha membawa mereka keluar. kepada orang-orang." Hal yang membuat mereka iri adalah bahwa bangsa bukan Yahudi telah ditawari Mesias atas dasar kesetaraan. Mereka percaya pada kualitas tunggal orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah, mereka tahu mereka tinggal bersama Yason, yang pastilah orang Kristen baru di sana, dan dikatakan mereka semua menyerang rumah Yason. Tetapi kalian tahu? Paulus, Silas dan Timotius telah pergi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika mereka tidak menemukannya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudaranya kepada para penguasa kota, sambil berteriak, “Mereka yang telah menjungkirbalikkan dunia telah datang ke sini juga.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka ambil Yason dan orang Kristen lainnya sebagai gantinya. Mereka menggeledah rumah Yason, dan mereka menyeretnya keluar dari sana. Mereka ada dua tuduhan. Tuduhan pertama adalah revolusi umum. Hal kedua yang mereka tuduhkan adalah pengkhianatan khusus terhadap Roma. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Yason telah menyembunyikan mereka, dan semua orang ini bertindak bertentangan dengan perintah-perintah Kaisar, dengan mengatakan ada raja lain, yaitu Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah hal yang sama mereka salibkan Yesus, benar? Mereka menyalibkan Dia karena mengaku Dia adalah raja. Ingatlah, Pilatus bertanya kepada-Nya, “Apakah Engkau seorang raja?” Dan di sini Paulus telah mengkhotbahkan kerajaan Yesus Kristus. Hal yang sama yang digunakan orang banyak untuk mengeksekusi Yesus akan mereka gunakan lagi untuk mengeksekusi Paulus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka mengganggu orang banyak dan para penguasa kota ketika mereka mendengar hal-hal ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi, para penguasa ini tidak marah. Dan mereka benar-benar bertindak bijaksana. Saya yakin Allah ada hubungan dengan hal ini. Jadi, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Dan di </span><span class="cf1"><b>ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Maka setelah mereka mengambil jaminan dari Jason dan yang lainnya, mereka membiarkan mereka pergi.” Mereka membuat Yason memberi uang untuk menjamin bahwa Paul, Silas, dan Timotius tidak akan mengganggu mereka lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Paulus, Silas dan Timotius harus pergi. Dan mereka pergi ke Berea di ayat 10. Apa yang terjadi di sana? Nah di Berea, mereka menunggu untuk percaya. Lihatlah ayat 11, dimana mereka menyelidiki Kitab Suci dan sebagainya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Karena itu banyak dari mereka menjadi percaya.” Mereka percaya; sementara yang lain harus dibujuk. “Ada yang percaya” di ayat 4, dan salah satunya adalah Yason dan beberapa orang di rumahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12 melanjutkan</b></span><span class="cf1">, “Dan juga tidak sedikit dari orang-orang Yunani, dan wanita-wanita terkemuka maupun pria-pria.” Mereka adalah wanita yang lebih mulia, lebih terbuka, dan terhormat yang adalah orang Yunani, dan pria Yunani. Jadi, banyak orang menjadi percaya lagi di sana. Maka lahirlah gereja di Berea. Anda tidak akan pernah mendengar sepatah kata pun lagi tentang gereja di Berea, dan Tesalonika menjadi gereja yang paling dikasihi yang kepadanya Paulus tulis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika mengetahui bahwa firman Allah diberitakan oleh Paulus di Berea, mereka juga datang ke sana dan menghasut orang banyak.” Jadi, datanglah semua orang ini, 96 km dari Tesalonika, dan mereka menimbulkan masalah. Paulus, dalam 1 Tesalonika 2:14-16, berbicara tentang bagaimana orang-orang Yahudi mengikutinya sepanjang hidupnya. Nah, Paul harus lari lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Kemudian saudara-saudara itu segera menyuruh Paulus pergi ke laut; tetapi baik Silas maupun Timotius menetap di sana.” Mereka memalsukannya seperti akan pergi ke laut, dan kemudian mereka memotong arah lain. Paulus, yang menjadi kepalanya pergi, tetapi dia tinggalkan Silas dan Timotius. Mengapa? Apakah perhatian terbesar Paulus terhadap orang percaya baru? Pemuridan. Dia meninggalkan mereka di sana. Jadi, dia meninggalkan Lukas, dia meninggalkan Silas dan dia meninggalkan Timotius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Maka mereka yang mendampingi Paulus membawanya ke Atena; dan mereka menerima perintah supaya Silas dan Timotius datang kepadanya secepat mungkin, lalu mereka berangkat.” Ayat 16 mengatakan sesuatu yang tidak pernah Anda baca tentang Paulus. “Nah, Paulus menunggu.” Anda tidak melihat dia melakukan banyak hal disitu, benar? Ada beberapa komentator yang berpikir bahwa dia hanya menunggu sampai mereka tiba di sana; dia merasa disakiti di hatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah konflik. Tetapi dari konflik datanglah sukacita. Dan dari konflik muncul produktivitas gereja-gereja itu. Nah, dari konflik di Atena muncullah hasil yang baik sekali. Dan kami akan melihatnya dalam beberapa minggu mendatang. Tetapi marilah saya menutup dengan ini. Hal terakhir; jika Anda melewatkan ini, Anda kehilangan segalanya. Hal terakhir yang membuat orang-orang ini mengubah dunia adalah </span><span class="cf1"><b>kepedulian</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda berkata, “Ya, kepedulian terhadap mereka yang terhilang.” Tidak. Bukan itu masalahnya. Kepedulian terhadap yang terhilang itu besar; tetapi bukan itu yang menjadi perhatian Paulus. Ayat 16, “Sementara Paulus menunggu mereka di Atena, semangatnya teraduk dalam dirinya.” Mengapa? "Dia melihat kota yang mementingkan penyembahan berhala." Itu berarti bahwa dia melihat bahwa Allah tidak dimuliakan, dan motivasi terbesar yang dapat dimiliki oleh setiap orang Kristen adalah kemuliaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengatakan di dalam Roma 1:5, “Aku memberitakan ketaatan kepada bangsa-bangsa lain oleh karena nama-Nya.” Itu meliputi seluruh Alkitab. Paulus melihat Allah tidak dimuliakan, dan itu sangat menyedihkannya. Nah, dia bisa melihat semua keindahan kota Atena. Tahukah Anda, tempat itu adalah sesuatu yang luar biasa, itu memiliki arsitektur; seni dan sains. Lebih mudah menemukan dewa-dewa di Atena daripada manusia,” begitulah kebiasaan kota itu terhadap penyembahan berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Paulus tidak melihat kemuliaan kota Atena; dia hanya melihat kemuliaan Allah, dan dia melihat Allah tidak dihormati, dan itu sangat memedulikannya. Aku akan memberitahu kalian sesuatu; inilah yang membuatnya menjadi pria yang mengubah dunia. Dia selalu mementingkan kemuliaan Allah. Dia melihat setiap orang sebagai orang yang memuliakan Allah atau yang tidak melakukan itu, dan dia tahu Allah pantas mendapat kemuliaan itu. Disitulah terdapat alasan-alasannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia melihat sebuah kota yang memusatkan diri kepada penyembahan berhala, dia memperdebatkan hal itu di sinagoga, dan dengan orang-orang saleh, dan di pasar setiap hari. Dia tidak pernah berhenti ketika dia melihat bahwa Allah tidak dimuliakan. Anda dapat melihat itu di sepanjang apa yang dia tulis. Anda juga bisa menjadi seseorang yang mempengaruhi dunia. Pola yang diberikan Paulus kepada kami jelas; sekarang terserah kalian. Allah Bapa, jadikanlah kami orang-orang yang peduli, jadikanlah kami orang-orang yang memengaruhi dunia. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230716</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000206</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memberitakan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000205"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:1-3,10-11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:1-3, 10-11</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 17, rasul Paulus bersama Silas baru saja dibebaskan dari penjara di Filipi. Allah benar-benar melepaskan mereka. Dia menghancurkan penjara itu dengan gempa bumi. Jemaat di Filipi telah didirikan atas nama Lidia dan seisi rumahnya dan sipir penjara dan rumahnya. Jadi ada sedikit jemaat orang percaya di sana. Para penguasa Filipi tidak ingin kehadiran Paulus dan Silas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus dan Silas meninggalkan Filipi setelah pengalaman penjara yang mengerikan. Mereka telah melalui semua jenis rasa sakit di penjara bawah tanah yang gelap. Melalui itu semua, Yesus Kristus telah dimuliakan, dan akibatnya, mereka bersukacita. Dan sekarang mereka telah meninggalkan Filipi. Ketika mereka meninggalkan Filipi, mereka langsung pergi di ayat 1 - 17 ke Tesalonika. Dan di sini kami melihat, sekali lagi, semangat Paulus yang tak gentar ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Paulus dan Silas dicirikan oleh orang-orang di Tesalonika dengan beberapa kata yang menarik. Mereka berkata, "Keduanya telah menjungkirbalikkan dunia ada di sini juga." Tetapi jika menurut Anda itu luar biasa, mereka hanya berkunjung ke satu kota: Filipi di Eropa. Dan sesudah itu, melalui peristiwa-peristiwa beberapa hari di satu kota, dunia yakin bahwa orang-orang ini menjungkir-balikkan keadaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah selalu memiliki orang-orang yang membuat gelombang ketika mereka menghadapi sistem dan orang-orang berdosa yang membentuk sistem itu. Ketika datang ke Kisah Para Rasul, Anda mendapatkan Paulus. Setiap kali dia menginjak kakinya, ada sesuatu yang bergetar. Dalam Kisah Para Rasul, dia tidak pergi ke sebuah kota dan hanya meninggalkan kesan; dia mengubah kota menjadi kacau setiap kali dia melayani di sana. Bukan Paulus yang menyinggung orang; tetapi apa yang dia katakan menyebabkan orang tersinggung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada empat hal di sini tentang orang-orang yang menjungkirbalikkan dunia. Kami akan mendefinisikannya sebagai: </span><span class="cf1"><b>keberanian</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>isi</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>pertobatan</b></span><span class="cf1">, dan </span><span class="cf1"><b>konflik</b></span><span class="cf1">. Kami akan membandingkan ayat-ayatnya. Dan kami akan melihat prinsip-prinsip spiritual yang membuat orang-orang ini melakukan pekerjaan Allah. Dan di dua kota ini, Tesalonika dibicarakan dalam 9 ayat pertama; dan Berea dibahas dari ayat 10 sampai 15.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tesalonika adalah kota pelabuhan terkenal yang berpenduduk paling sedikit 200.000 orang. Itu adalah ibu kota Makedonia. Juga, Jalan Raya Egnatia melewatinya, yang menjadikannya tempat yang bagus di mana tentara berbaris, dan semua wisatawan datang ke sana. Di sisi lain, Berea berada sekitar 90 km barat daya Tesalonika dan berada di luar jalur. Kami tidak akan tahu tentang Berea seandainya rasul Paulus tidak pergi ke sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami ada dua kota yang berbeda, tetapi ada hal yang sama terjadi di kedua kota itu yang menggambarkan kepada kami prinsip-prinsip apa yang membuat manusia menjungkir-balikkan dunia. </span><span class="cf1"><b>Prinsip nomor satu</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>keberanian</b></span><span class="cf1">. Kami akan melihatnya di Tesalonika dan di Berea. Keberanian dan kegagahan adalah bagian dari Gereja mula-mula. Dan semakin banyak tekanan, semakin besar keberanian, dan semakin dinamis pesannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak seorang pun pernah benar-benar mempengaruhi dunia bagi Kristus yang tidak memiliki keberanian atas keyakinannya dan panggilannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Sesudah melewati Amfipolis dan Apollonia, sampailah mereka di Tesalonika, di mana ada sinagoga orang Yahudi.” Amfipolis berjarak 53 km dari Filipi. Dan Paulus memberi tahu orang Filipi bahwa dia adalah warga negara Romawi, jadi mereka takut padanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap kali Paulus pergi ke sebuah kota, dia pergi dahulu ke sinagoga. Dan apa yang terjadi setiap saat? Ada penganiayaan. Nah, disana ada sebuah sinagoga di Tesalonika. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Lalu Paulus, seperti kebiasaannya, pergi menemui mereka, dan selama tiga hari Sabat dia berdiskusi dengan mereka dari Kitab Suci.” Nah, itu adalah keberanian. Dia baru saja melampaui penderitaan yang menyiksa di penjara di Filipi. Mengapa? Karena itu adalah panggilan Allah kepadanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata dalam Roma 1:16, “Saya tidak malu dengan Injil Yesus Kristus. Itu adalah kuasa Allah bagi mereka yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani.” Roma 10:1 mengatakan, “Keinginan dan doa hatiku bagi Israel adalah agar mereka diselamatkan.” Dia memiliki hati yang begitu besar untuk Israel sehingga dia hampir berharap dirinya terkutuk demi mereka. Dia pergi ke sana, sambil tahu persis apa yang akan terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat di Listra, dalam KPR 14 mereka melemparinya dengan batu? Itu sangat buruk sampai mereka pikir dia sudah mati. Mereka melemparkannya ke tumpukan sampah kota. Dan Alkitab mengatakan ketika orang-orang Kristen keluar untuk melihat dia, tiba-tiba dia bangkit, dan membersihkan dirinya dan kembali ke kota. Apakah itu keajaiban? Saya kira demikian. Dia percaya apa yang dia yakini, dan tidak takut untuk mengatakannya kepada siapa dia perlu mengatakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keberanian seperti itu berdasarkan apa</b></span><span class="cf1">? Ada tiga langkah. Langkah </span><span class="cf1"><b>pertama</b></span><span class="cf1">: </span><span class="cf1"><b>percayalah kepada Allah</b></span><span class="cf1">. Dalam Mazmur 27 Daud berkata, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku; siapa yang harus aku takuti?" Hal yang harus dilakukan adalah ketika Anda mengalami masalah dan penganiayaan, fokus saja pada Tuhan. Selama orang percaya benar-benar menaruh kepercayaannya pada Allah, dia sama sekali tidak perlu takut. Nantikanlah Tuhan. Jadilah bersikap keberanian yang baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>akuilah dosamu</b></span><span class="cf1">. Jika Anda berperang dengan dosa yang diketahui dalam hidup Anda, tidak akan ada banyak kemenangan. Jika Anda keluar untuk bersaksi kepada dunia, dan Anda menjalani kehidupan penuh dosa, dan Anda bertanya-tanya mengapa Anda selalu jatuh, itulah alasannya. Perkataan Daud, “Allah, jika ada dosa dalam hidupku, aku pantas mendapatkan semua yang datang. Tetapi, Allah, jika saya menjalani kehidupan yang murni, bebaskanlah saya dan tunjukkanlah kemuliaan Engkau.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal </span><span class="cf1"><b>ketiga, berterima kasih kepada-Nya</b></span><span class="cf1"> sebelumnya. Sikap Anda akan berubah ketika Anda berkata, “Allah, saya akan keluar kesana dan berani, dan saya akan mempertaruhkannya; Saya akan mengatakan apa yang perlu saya katakan; Saya akan berterima kasih atas kemenangan yang belum diraih. Paulus berkata bahwa dalam KPR 28:15, “Terima kasih Allah, untuk kemenangan itu. Kami akan bersenang-senang di sini,” dan dia terus saja bergerak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bacalah Alkitab. Galilah dalam teks itu. Anda akan mengenal Dia. Semakin baik Anda mengenal-Nya, semakin baik Anda memercayai-Nya. Semakin baik Anda memercayai-Nya, semakin baik Anda dapat masuk dengan percaya diri tanpa rasa takut. Allah akan memeliharamu. Dia selalu mendukung pengikutnya. </span><span class="cf1"><b>Hal kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>isinya</b></span><span class="cf1">. Anda perlu membicarakan kebenaran. Saat isi Injil yang tepat dibicarakan, Anda akan mendapatkan efek baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tidak pernah menyakiti hati secara pribadi; dia menyakiti hati orang karena apa yang dia katakan. Kami mengabarkan Injil untuk meledakkan perasaan aman dan menyinggung dosa. Sudah waktunya kami menyinggung perasaan orang berdosa. Injil itu harus menyinggung. Roma 9:33 mengatakan, “Aku meletakkan di Sion sebuah batu sandungan, sebuah batu karang yang menyakiti hati.” 1 Petrus 2:6-8 mengatakan, "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan batu sandungan itu adalah Yesus Kristus. Dan orang-orang telah tersandung pada-Nya dan tersinggung oleh-Nya sejak kebenaran dalam Perjanjian Lama bahwa Dia akan datang. Maksud saya, Anda harus menangani masalah ini secara langsung. Anda tidak melakukan kebaikan kepada siapa pun kecuali Anda mengkonfrontasi mereka dengan masalah yang jujur. Dan itulah yang dilakukan Paulus. Masalahnya adalah siapakah Mesias itu, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah masalah terbesar bagi orang Yahudi tentang Yesus sebagai Mesias? Faktanya bahwa Dia mati; mereka tidak dapat menerima Mesias yang mati. Paulus berkata dalam Roma 1:18 bahwa salib bagi orang Yahudi adalah batu sandungan. Masalahnya adalah Yesus adalah Mesias dan Dia harus mati. Itulah masalahnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Lalu Paulus, seperti kebiasaannya, pergi menemui mereka, dan selama tiga hari Sabat dia berdiskusi dengan mereka dari Kitab Suci.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menyatakan bahwa Kristus harus menderita dan bangkit kembali dari kematian, dan bahwa Yesus ini, yang saya khotbahkan kepadamu, adalah Mesias.” Paulus bukan hanya berdiri di sana dan berkhotbah; dia mengizinkan orang Yahudi untuk menanya pertanyaan dan berdialog. Dan bentuk waktu yang tidak sempurna itu menunjukkan ada jenis pertanyaan berulang kali. Jadi, ada pertukaran pendapat di sana. Bukankah setiap pertanyaan dapat memberikan kepada setiap orang alasan untuk pengharapan yang ada pada-Nya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan selalu bisa dipertahankan. Itu bekerja sangat baik, sampai Allah terus menggunakannya. KPR 18:4, "Dan dia berdebat di rumah ibadat setiap hari Sabat, dan membujuk orang Yahudi dan orang Yunani." Lihatlah, dia menggunakan pendekatan mental untuk berdialog. Nah, ingatlah ini, tidak ada orang yang pernah diselamatkan oleh perasaan emosional. Satu-satunya orang yang pernah diselamatkan adalah orang-orang yang percaya dalam pikiran mereka tentang fakta-fakta Injil yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, keselamatan, pertama-tama, adalah masalah mental. Anda harus memahami kebenaran itu. Sekarang itu menjadi respons emosional, benar? Tetapi keselamatan adalah hal mental. Anda ingin pikiran mereka itu jernih supaya mereka dapat memahami fakta-fakta itu dengan jujur. Jadi, Paulus menggunakan cara berpikir, dan dia meyakinkan mereka, dalam pikiran mereka sendiri, bahwa hal-hal ini benar; kemudian Roh memiliki kebenaran yang digunakan untuk membuka hati mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka berdialog dan berdiskusi. Nah dari mana dia memulai? Ayat 2 mengatakan bahwa itu adalah Kitab Suci. Paulus mengambil Perjanjian Lama dan menunjukkan bahwa Mesias harus menderita, mati dan bangkit dari kematian. Yesaya 53:7-8 mengatakan, “Ia dibawa seperti anak domba ke pembantaian, dan Ia tidak membuka mulutnya. 8 Dia diambil dari penghakiman, dan karena pelanggaran umat-Ku Dia dipukul.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah seluruh gambaran salib secara detail. Dan setelah itu, lanjutkan ke Mazmur 22, “Ya Allah, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ Mereka membuang undi untuk jubah-Nya. Mereka memandang Dia, dan semua tulang-Nya terlihat, mereka menusuk tangan dan kakinya.” Semua itu ada di dalam Perjanjian Lama. “Nah, lihat Dia harus mati.” Kemudian tunjukkan kepada mereka bahwa Dia akan bangkit.” Dalam Mazmur 16:8-16, “Engkau tidak akan meninggalkan jiwa-Nya di neraka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Argumen terbaik tentang siapakah Yesus Kristus itu, adalah penggenapan total dari semua nubuatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Menjelaskan bahwa Kristus harus menderita dan bangkit kembali dari antara orang mati, dan mengatakan, “Yesus ini adalah Kristus.” Matius 16:21 mengatakan, "Sejak saat itu Yesus mulai menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia harus pergi ke Yerusalem, dan menderita banyak hal dari para penatua, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan dibunuh, dan akan dibangkitkan pada hari ketiga."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan para murid pun tidak mengerti Kitab Suci. Mereka tidak tahu Mesias itu harus menderita dan mati. Mereka hanya melihat kerajaan itu; mereka tidak melihat penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus. Paulus mencocokkan kehidupan Kristus dengan Kitab Suci. Dia adalah seorang siswa Alkitab. Jika Anda ingin menjungkirbalikkan dunia, Anda harus mengenal Firman. Dan Firman itu adalah kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Kemudian saudara-saudara itu segera menyuruh Paulus dan Silas pergi pada malam hari ke Berea. Ketika mereka tiba, mereka pergi ke sinagoga orang Yahudi.” Paulus memberikan pesan yang sama. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang ini lebih berpikiran adil daripada orang-orang di Tesalonika, karena mereka menerima firman dengan segala kesiapan, dan menyelidiki Kitab Suci setiap hari untuk mengetahui apakah hal-hal ini demikian adanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga, orang-orang menjadi percaya</b></span><span class="cf1">. Mereka berpikir terbuka terhadap kebenaran. Dalam ayat 4 dikatakan, “Dan sebagian dari mereka menjadi percaya.” Ada beberapa orang di Tesalonika yang benar-benar terbujuk. Ide itu bertentangan dengan prasangka mereka sendiri. Tetapi lihat di sini, di ayat 12 dikatakan, “Karena itu, banyak dari mereka yang percaya” di Berea, dan itu tidak pasif; itu aktif. Mereka tidak terbujuk; mereka percaya dari diri mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah perbedaannya kedua kelompok tersebut? Salah satu Paulus harus membujuk ke dalam kebenaran; yang lain begitu siap dan terbuka sehingga mereka mencarinya sendiri. Itulah perbedaan orang-orang Berea ini; mereka tidak memiliki prasangka. Mereka tidak peduli ada orang bukan Yahudi yang diselamatkan. Jadi, mereka terbuka terhadap Kitab Suci dan mereka dengan jujur ingin tahu kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah bahwa orang Berea itu menyelidiki Kitab Suci setiap hari. Kata untuk "mencari" adalah memeriksa. Itu adalah kata untuk berbicara tentang penyelidikan secara hukum. Seseorang yang dengan jujur menyaring bukti-bukti Kitab Suci akan sampai pada kesimpulan yang benar. Yesus berkata dalam Yohanes 5:39, “Selidikilah Kitab Suci, karena di dalamnya kamu akan memperoleh hidup yang kekal.” dan Dia berkata, “Kamu tahu siapakah yang akan kamu temukan? Aku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Lukas 16 orang kaya itu mati dan pergi ke neraka dan Lazarus mati dan pergi ke pangkuan Abraham. Dan orang kaya itu memohon, “Abraham, celupkanlah jarimu ke dalam air dan dinginkan lidahku, karena aku tersiksa dalam nyala api ini.” Kemudian dia berkata, "Kirimlah Lazarus kembali dari kematian untuk memperingatkan saudara-saudaraku." Abraham berkata, “Jika mereka tidak percaya Musa dan para nabi, mereka tidak akan percaya Dia yang bangkit dari kematian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat, konflik</b></span><span class="cf1">. Mereka menyelidiki Kitab Suci dan Allah menyatakan diri-Nya di 2 Timotius 3:16, “Seluruh Kitab Suci diilhami oleh Allah dan berguna untuk pengajaran, untuk koreksi, untuk pengajaran dalam kebenaran sehingga orang yang percaya Allah terdapat lengkap, diperlengkapi secara mendalam untuk setiap pekerjaan yang baik.” Pelajarilah Perjanjian Lama dan Anda akan menemukan kebenaran benar di sana.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, perhatikanlah Injil yang kami beritakan harus memiliki dua hal. Itu harus memiliki kualitas yang terbuka untuk pertanyaan publik, itulah Tesalonika; dan itu harus memiliki kualitas yang dapat terbuka untuk penelitian pribadi, yaitu Berea. Bisakah Anda menyampaikan pesan dan berdiri teguh di atas kaki Anda jika itu perlu dipertahankan secara alkitabiah? Kedua, dapatkah Anda memberikan pesan yang mengarahkan mereka ke Kitab Suci dan mereka menemukan pembelaannya di sana?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada orang yang dapat mempertahankan apa yang mereka yakini, dan ada orang yang dapat membawa orang ke Injil itu dan berkata, “Inilah yang saya percaya. Bawalah itu ke Kitab Suci, dan Anda akan menemukannya dikonfirmasi. Jika Anda akan memberitakan Injil, satu, akuilah dosamu dan bertobat dari semua dosa. Dua, ketahuilah Alkitab. Paulus berkata kepada Timotius, “Belajarlah untuk menunjukkan bahwa dirimu berkenan di hadapan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga, pribadikan Firman itu</b></span><span class="cf1">. Terjemahkan apa yang akademis ke dalam hidup Anda sendiri. Hal-hal yang akan Anda ajarkan secara efektif kepada orang lain adalah hal-hal yang telah Anda pelajari dari kehidupan Anda sendiri, benar? Dan </span><span class="cf1"><b>terakhir</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>bagikanlah</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>Firman itu</b></span><span class="cf1">. Bagi saya untuk mengajari Anda apa yang Allah telah lakukan dalam hidup saya adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Beri tahu mereka bagaimana Allah mentransformasikan hidupku. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230709</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000205</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penjaga Diselamatkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000204"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+16:19-40" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 16:19-40</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 16 adalah salah satu pasal yang selalu diingat orang. Nah kami sampai pada kejadian ketiga yang akan mengesankan pikiran kami, tentang seorang sipir Filipi dan bagaimana Allah menjangkau dia melalui gempa bumi. Ayat 30 menonjol, "Apa yang harus saya lakukan untuk diselamatkan?" Dan jawabannya diberikan di ayat 31, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan Anda akan selamat, Anda dan seisi rumahmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kisah keselamatan. Kami berpikir bahwa ketika kami pergi ke beberapa orang untuk memperkenalkan Kristus, kami benar-benar mengganggu kehidupan mereka. Padahal sebenarnya kami mungkin hanya memberi mereka apa yang mereka cari dengan putus asa dan mungkin tidak tahu ke mana harus mencari atau tidak mau mengakui bahwa mereka sedang mencari. Tentang apa hidup ini dan ke mana saya pergi dan apa yang saya lakukan di sini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di tengah-tengah cerita kecil ini, tahukah Anda apa yang terjadi dengan penjaranya? Itu semua berantakan. Semua pintu terbuka. Rantai-rantai terlepas. Kayu kaki terpisahkan dan setiap orang tahanan dibebaskan. Dan Anda tahu apa yang sipir itu putuskan untuk dilakukan? Dia ingin membunuh dirinya. Mengapa? Satu-satunya hal yang harus dia jalani dalam kehidupannya adalah gengsinya sebagai sipir. Dan jika semua tawanannya lolos, dia sendiri yang akan dibunuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pria ini tidak ada jalan keluar. Tetapi daripada membunuh dirinya, Allah punya rencana lain untuknya, dan tahukah Anda apa yang dia lakukan? Dia jatuh saja di kaki Paulus dan Silas, dan dia mengajukan pertanyaan yang tepat. Dia berkata, “Apakah yang harus saya lakukan untuk diselamatkan?” Ke mana saya harus berpaling untuk menghilangkan ketakutan, kecemasan dan kesepian saya dan kehidupan yang tidak berarti dan ketakutan akan kematian dan semua ini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jawabannya jelas, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus” dan Anda akan diselamatkan. Dan siapa saja di rumahmu yang percaya akan diselamatkan juga. Nah, itulah pesan utama dari perikop ini dan pesan utama kekristenan. Marilah kami cari tahu sedikit keadaannya. Kami bepergian dengan tim misionaris yang terdiri dari empat pria. Tentu, ini adalah kelompok misionaris terbaik yang pernah ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus, Silas, Lukas, dan Timotius. Nah, keempat orang ini telah tiba di Filipi, yang adalah gereja utama di Eropa. Dan Allah mengarahkan mereka ke tepi sungai untuk bertemu dengan beberapa wanita yang sedang menyembah Allah yang benar. Tidak ada cukup orang laki-laki untuk mendirikan sinagog, sehingga para perempuan harus bertemu di tempat sembahyang kecil di tepi sungai. Dan di sana Allah mengarahkan mereka ke seorang wanita bernama Lidia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah membuka hati Lidia dan dia diselamatkan, dan seluruh rumah tangganya juga diselamatkan, dan begitu saja ada gereja yang didirikan di Eropa. Tetapi segera ketika Allah mulai bekerja, Setan juga mulai pekerjaan balasan. Jadi mereka bertemu dengan wanita lain, yang kerasukan setan. Dan dia mengikuti Paulus berkeliling, dan dia mencoba menyusup. Dia berkata, “Iya, mereka mengatakan kebenaran kepada kalian. Kalian harus percaya mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan akan setuju cukup lama untuk masuk ke dalam organisasi itu dan diterima sebagai bagian dari sistem yang sama, tetapi kemudian dia akan mulai memberitakan kepalsuan apa yang dia ingin nyatakan. Maka Paulus tidak suka hal ini dan di ayat 18 dia berbalik dan berkata, “Aku perintahkan kamu di dalam nama Yesus Kristus, keluarlah dari dia” dan roh itu segera keluar. Yah, reaksi mereka khas bagi orang-orang seperti ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika tuan-tuannya melihat bahwa harapan keuntungan mereka telah hilang, mereka menangkap Paulus dan Silas dan menyeret mereka ke pasar kepada para penguasa.” Rencana Setan itu gagal karena Paulus baru saja mengusir setan itu. Iblis memiliki alternatif lain yang disebut penganiayaan. Apa yang terjadi ketika gereja dianiaya? Itu malah bertumbuh. Darah para martir selalu menumbuhkan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan membawa berkat. Infiltrasi adalah yang menghancurkan. Bagaimana Anda menangani gereja yang teraniaya dan membuatnya produktif? Apakah langkah-langkah untuk membawa hasil positif dari situasi negatif? Nah, ada lima langkah. Menderita penganiayaan, membawa nyanyian pujian, yang mengarah pada pemberitaan keselamatan, yang mengarah pada produksi, yang mengarah pada perlindungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama yang kami lihat adalah menderita penganiayaan. Paulus mengusir setan dari gadis itu, dan majikannya melihat keuntungan mereka telah hilang. Gadis ini pada dasarnya melakukan apa yang dilakukan para peramal, dan para pembaca garis tangan. Dia menghasilkan banyak uang, hanya dia ada pemilik yang mengambil sebagian besar dari keuntungan itu. Mereka sama sekali tidak peduli dengan gadis itu. Mereka berkata, “Wah, kami kehilangan penghasilan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab mengatakan, “Karena cinta uang adalah akar dari segala kejahatan.” Kata Yesus, "Mereka yang kaya akan jatuh ke dalam pencobaan, jerat, dan ke dalam banyak kebodohan, nafsu yang mencelakakan yang menenggelamkan manusia dalam kehancuran dan kerugian." Orang menjadi kacau karena uang. Ingat penguasa muda yang kaya? Yesus tahu bahwa uang adalah tuhannya. Dan Yesus berkata, “Sangat sulit bagi orang kaya untuk diselamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-21</b></span><span class="cf1">, “Dan orang Romawi membawa mereka ke para hakim, dan berkata, “Orang-orang ini, sebagai orang Yahudi, sangat mengganggu kota kami; 21 dan mereka mengajarkan adat-istiadat yang tidak sah bagi kami, sebagai orang Romawi, untuk dipatuhi.” Dan Anda bisa melihat sikap anti-Yahudi terhadap Paulus dan Silas yang adalah orang Yahudi, yang menambah pemukulan dan pemenjaraan, yang menghasilkan pertobatan seseorang yang direncanakan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dalam arti teknis mereka benar. Ayat 21 mengatakan, "Mereka mengajarkan adat istiadat yang tidak sah untuk kami terima, atau untuk dipatuhi, sebagai orang Romawi." Menurut Cicero dan Tertullian, orang-orang Romawi memiliki hukum yang tidak boleh dipercaya oleh orang Romawi atau mengikuti ajaran agama apa pun yang belum disetujui oleh majelis tinggi. Terpisah dari itu, mereka mengizinkan ibadah tertentu untuk menjaga perdamaian di beberapa bagian negara itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi poin pertama, </span><span class="cf1"><b>menderita penganiayaan</b></span><span class="cf1">. Jangan pernah membatasi keberanian Anda karena takut akan penganiayaan. Penganiayaan hanya menerjemahkan keberanian Anda menjadi kesempatan baru. Dalam KPR 4 mereka berkhotbah, sampai mereka dijebloskan ke dalam penjara. Apa yang mereka lakukan ketika mereka masuk penjara? Mereka mengabarkan Injil kepada Sanhedrin. Orang Yahudi mengutus mereka dan menyuruh mereka untuk tidak berkhotbah lagi, tetapi mereka berkhotbah lagi. Dan orang-orang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Maka orang banyak itu bangkit bersama-sama melawan mereka; dan para hakim merobek pakaian mereka dan memerintahkan mereka untuk dipukuli dengan tongkat.” Nah para hakim ada kelompok yang adalah polisi setempat. Mereka membawa setumpuk batang pohon birch. Dan mereka membungkus semuanya menjadi satu dan terus memukul orang dengan batang itu. Tahukah Anda, Paulus dipukul tiga kali dalam 2 Korintus 11:25.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada begitu banyak luka yang ditimbulkan oleh tongkat-tongkat yang memukul ini sehingga orang tidak dapat menghitungnya. Tidak ada pengadilan, tidak ada apa-apa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23-24</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika mereka telah menyebabkan banyak bilur pada orang-orang itu, mereka menjebloskan mereka ke dalam penjara, dan memerintahkan kepala penjara untuk menjaga mereka secara kuat. 24 Setelah menerima perintah seperti itu, dia memasukkan mereka ke dalam penjara bagian dalam dan mengikat kaki mereka dengan pasung.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kepala penjara itu hanya melakukan tugasnya. Tidak ada simpati dalam dirinya. Dia telah melihat tahanan datang dan pergi. Dia hanya memasukkan mereka ke dalam ruang dibawah tanah, untuk membuat keadaan mereka lebih buruk dia mengikat mereka dengan pasung. Menurut arkeologi, pasung yang mereka gunakan memiliki serangkaian lubang yang semakin lebar, dan idenya adalah melebarkan kaki-kaki orang itu sejauh mungkin untuk menyebabkan kram.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah, mereka melakukan apa yang mereka tahu benar dan mereka menderita. Dan kemudian dalam hidupnya Paulus berada di penjara lain dan dia menulis surat kembali kepada orang Filipi. Dalam Filipi 1:12 dia berkata, “Saya ingin kalian tahu, saudara-saudara, bahwa hal-hal yang terjadi pada saya sebenarnya ternyata untuk kemajuan Injil.” Apa yang dia lakukan di penjara? Memenangkan semua prajurit bagi Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua, penderitaan penganiayaan </span><span class="cf1"><b>menyebabkan nyanyian pujian</b></span><span class="cf1">. Cara menangani penganiayaan adalah dengan memiliki sikap yang benar. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Tetapi pada tengah malam Paulus dan Silas sedang berdoa dan menyanyikan himne kepada Allah, dan para tahanan mendengarkan mereka.” Mereka ingin para tahanan mendengarkan mereka. Maksud saya mereka memberi kesaksian. Untuk apa mereka memuji Dia? Allah layak dipuji pada setiap saat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang Kristen dikalahkan, ketika dia mulai fokus pada masalahnya. Dan mengalihkan pandangannya dari Allahnya. Apakah masalah Habakuk? Dia tidak bisa memahami masalahnya. Dia berkata, Allah walaupun seluruh dunia menjadi gila, saya masih akan terus memuji-Mu. Saya tidak tahu jawabannya, tetapi saya tahu Engkau ada di sini; Saya tahu siapakah Engkau, dan saya tahu Engkau itu seperti apa, dan saya tahu Engkau terus konsisten.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka di sana bernyanyi-nyanyi dalam kesakitan yang tak tertahankan sambil menyanyi pujian. Dengarlah, kehidupan Kristiani itu bergantung pada pengetahuanmu tentang Allah. Ketika Anda memahami siapakah Allah itu, maka Anda melihat segala sesuatu yang lain dalam perspektif. Di 2 Korintus 4:8 Paulus berkata, “Kami disusahkan dari segala sisi, tetapi tidak terjepit.” Memang Allah tidak membiarkan mereka menunggu terlalu lama. Hal-hal mulai terjadi dengan sangat cepat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga fondasi penjara itu goyah; dan seketika itu juga semua pintu terbuka dan belenggu setiap orang dilepaskan.” Nah gempa itu terlokalisasi tepat di penjara. Dan efeknya adalah membuka semua pintu dan membuka semua rantai-rantai. Apakah Anda menyadari bahwa ketika Anda membagikan Kristus kepada orang-orang bahwa Allah sanggup menggerakkan bumi?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan berpikir bahwa ketika Anda pergi dalam penginjilan untuk membagikan Yesus Kristus bahwa Anda pergi sendirian. Dan ketika saatnya tiba ketika Allah menjangkau hati yang telah dipersiapkan melalui Anda, apa pun yang diperlukan, Allah akan melakukannya. Tidak ada orang yang diselamatkan secara tidak sengaja. Hanya mujizat sempurna. Allah aktif dalam melakukan apa yang perlu dilakukan supaya orang-orang kudus dan pelayanan itu efektif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Dan penjaga penjara itu bangun dari tidurnya dan melihat pintu penjara terbuka, mengira para tahanan telah melarikan diri, dia menghunus pedangnya dan hendak bunuh diri.” Dia berpikir, “Mereka semua pergi. Saya telah kehilangan satu-satunya alasan untuk hidup. Saya akan kehilangan pekerjaan saya, gengsi saya dan mereka akan membunuh saya.” Tidak ada indikasi bahwa orang-orang di kota bahkan merasakannya. Maka dia mengambil pedang kecilnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Paulus memanggil dengan suara keras, dan berkata, “Jangan menyakiti dirimu sendiri, karena kami semua ada di sini.” Saya tidak tahu reaksi si sipir itu, tetapi itu bisa dibayangkan. Nah, mengapa para tahanan itu tidak pergi? Saya tidak tahu, kecuali bahwa Allah menahan mereka di sana. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29-30</b></span><span class="cf1">, “Kemudian dia memanggil supaya ada lampu, berlari masuk, dan jatuh dengan gemetar di hadapan Paulus dan Silas. 30 Dan dia membawa mereka keluar dan berkata, “Tuan-tuan, apa yang harus saya lakukan untuk diselamatkan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya Allah dapat membalikkan keadaan secepat itu. Disini ada seorang pria berlutut, dan Paul serta Silas berdiri di sana. Dan Allah telah melakukan apa yang harus Dia lakukan. Lihatlah, keselamatan itu adalah pekerjaan yang berdaulat. Itu adalah pekerjaan Allah. Pria itu memiliki keinsafan akan dosa di dalam hatinya. Allah telah melakukan semua persiapan yang diperlukan. Yang si sipir butuhkan hanyalah membuka kesadarannya, dan gempa itu menyediakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sini Allah telah mengambil dua orang yang telah dipukul, dan di penjara itu mereka menyanyi puji-pujian, dan Allah sekarang memberi mereka kesempatan untuk poin ketiga: berkhotbah keselamatan. Dia tahu Allah sedang bekerja di dalam hatinya. Yang bisa dia pikirkan hanyalah, "Saya memberontak melawan Allah." </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Maka kata mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan Anda akan diselamatkan, Anda dan seisi rumahmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan hanyalah percaya. Di Yohanes 1:12, Yohanes berkata, “Tetapi semua orang yang menerima Dia, kepada mereka diberikan-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah, kepada mereka yang percaya pada nama-Nya.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka menyampaikan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.” Itulah satu-satunya jalan keselamatan. Di Efesus dikatakan, “Oleh anugerah kamu diselamatkan melalui iman.” Tidak ada karya yang termasuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Dan dia membawa mereka pada jam yang sama di malam hari itu dan membasuh bilur-bilur mereka. Dan segera dia dan seluruh keluarganya dibaptis.” Tiba-tiba dia membasuh luka mereka. Dia berubah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Ketika dia telah membawa mereka ke rumahnya, dia menghidangkan makanan di hadapan mereka; dan dia bersukacita, setelah percaya kepada Allah dengan seluruh rumahnya. Hanya Allah dapat mengubah manusia secepat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Poin terakhir adalah </span><span class="cf1"><b>memastikan perlindungan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 35-37</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika hari sudah siang, para hakim mengutus para petugas, dengan mengatakan, “Lepaskanlah orang-orang itu. 36“Maka kepala penjara melaporkan hal ini kepada Paulus, dengan mengatakan, “Para hakim telah mengutus untuk membiarkan kalian pergi. Karena itu sekarang pergilah, dan pergilah dengan damai. 37 Tetapi Paulus berkata kepada mereka, “Mereka telah memukuli kami secara terang-terangan, kami orang Romawi yang belum dihukum, dan mereka telah menjebloskan kami ke dalam penjara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang mereka mau mengeluarkan kami secara diam-diam? Tidak! Biarkan mereka datang sendirian dan mengeluarkan kami.” Menurut hukum Romawi mereka dilarang untuk melukai warga negara Romawi secara fisik. Dengan mengatakan, “Saya adalah warga negara Romawi,” mereka tidak boleh membuat satu luka pun di tubuhnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Dan para petugas menyampaikan perkataan ini kepada para hakim, dan mereka menjadi takut ketika mendengar bahwa mereka adalah orang Romawi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah melanggar hukum Romawi. Tahukah Anda apa artinya itu? Mereka bisa kehilangan posisi mereka, dan itu membuat mereka takut setengah mati. Paulus menetapkan fakta bahwa dia tahu mereka telah melanggar hukum Romawi, dan mereka sekarang benar-benar takut kepada Paulus. Dia kembali ke Filipi kemudian, dan mereka tidak mengangkat satu jari pun. Jadi di sini dia mengamankan kelompok kecil orang-orang percaya itu. Paulus menjaga kawanannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia meninggalkan Lukas di sana untuk merawat mereka. Bukankah penting bahwa mereka tidak memenjarakan Timotius dan Lukas? </span><span class="cf1"><b>Ayat 39-40</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka datang dan memohon kepada mereka dan membawa mereka keluar, dan minta mereka untuk pergi dari kota itu. 40 Maka mereka keluar dari penjara dan masuk ke rumah Lidia; dan ketika mereka telah melihat saudara-saudara itu, mereka menyemangati mereka dan pergi.”</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230702</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000204</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Wanita yang Diperbudak]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000203"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+16:16-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 16:16-18</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami ada di KPR 16 dan Injil baru saja mencapai Eropa. Itu mulai di Yerusalem, lalu ke Yudea, Samaria, dan sekarang menembus ke ujung bumi. Itu pindah ke Asia ketika didirikan di Antiokhia dan menyebar ke Galatia. Sekarang telah pindah ke Eropa, di mana Paulus, Silas, Timotius dan Lukas, berlayar dari Troas ke Neapolis, yang merupakan pelabuhan Filipi, dan demikian mereka berada di Eropa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Roh Kudus berfokus pada dikotomi ini yang selalu terjadi ketika Injil disampaikan, ada beberapa orang percaya dan Setan mencoba untuk mengganggu yang lain. Dan ini dilakukan dengan memperkenalkan kepada kami dua wanita, yang satu bernama Lydia, dan yang lainnya seorang wanita (tanpa nama) yang dikuasai roh jahat. Kedua wanita ini benar-benar mencerminkan kepada kami potret setiap wanita atau setiap pria.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena semua orang termasuk dalam kategori Lidia atau dalam kategori wanita yang diperbudak oleh Setan. Makedonia sekarang menjadi provinsi Romawi dan Filipi adalah koloni Romawi di Makedonia. Mereka menunggu sampai hari Sabat karena pendekatan mereka akan menjadi pertama bagi penduduk Yahudi di sana. Tidak ada sinagoga, tetapi ada sekelompok wanita yang bertemu pada hari Sabat untuk berdoa..</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 13: “Pada hari Sabat, kami pergi ke luar kota di tepi sungai di mana biasanya dilakukan doa.” Mereka memiliki tempat berdoa khusus di mana mereka berkumpul untuk berdoa. Mereka adalah orang Yahudi dan proselit Yahudi. Dan mereka pergi dan “duduk dan berbicara kepada para wanita yang ada di sana.” Injil disampaikan di Eropa, dan segera perhatian tertuju kepada kedua wanita ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wanita selalu memainkan peran yang sangat penting dalam pekerjaan Allah dan dalam pekerjaan Iblis. Allah tidak membedakan orang. Setan juga tidak, dalam hal siapa yang dia gunakan. Allah telah memakai wanita secara luar biasa. Setan juga telah menggunakannya secara efektif. Marilah kami melihat pertama-tama, hanya sebagai pengingat, pada wanita yang sudah ditransformasikan, Lidia. Kemudian kedua, kami akan melihat wanita yang dikuasai Setan di ayat 16 - 18.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada satu hal yang benar-benar membebaskan. Yesus mengatakan di Yohanes 8:36, “Jadi jika Anak itu memerdekakan kamu, kamu benar-benar merdeka.” Ini mengasumsikan bahwa akan ada beberapa orang yang memikir mereka bebas tetapi mereka tidak bebas. Benar? Hanya Kristus saja yang dapat membuat Anda benar-benar bebas. ‘Women’s Lib’ bahkan suka menyingkirkan Allah. Nah, jika Anda ingin merubahkan Allah, Anda ada masalah besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lidia adalah seorang non-Yahudi yang menjadi penganut Yudaisme, mencari Allah. Dia memiliki hati yang siap. Yang Allah benar-benar butuhkan adalah pengertian yang tepat. Dia membawa serta Paulus dan Silas, dan mereka memberikannya informasi yang tepat, dan Allah memiliki apa yang Dia butuhkan untuk membuka hatinya, dan itulah tepat yang terjadi. Itulah keselamatan. Dia diselamatkan. Dia dilahirkan kembali. Dia dibenarkan. Dia dijadikan benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hasilnya? Ayat 15: “Lidia dibaptis.” Dia secara terbuka menyatakan imannya. Seluruh keluarganya juga dibaptis. Dia juga menjadi pengaruh yang kuat. Dia ada kesaksian pribadi yang luar biasa. Karakteristik lain dari keselamatannya adalah “Lidia minta kami dengan mengatakan, 'Jika kalian telah menilai saya setia kepada Tuhan, maka, “datanglah ke rumahku dan tinggallah. Dan dia memaksa kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tahu bahwa di situlah Anda dapat benar-benar memiliki pelayanan yang paling efektif, dengan anak-anak Anda dan dengan mereka yang datang ke rumah Anda. Kami tidak mengatakan cukup banyak tentang keramahan. Para wanita, bahkan apa yang Anda lakukan di rumah Anda tidak pernah bisa diukur, hanya dengan kekekalan, dimana rumah Anda adalah tempat di mana Yesus Kristus diagungkan dan dimuliakan. Kesediaan untuk menerima tamu berarti mengasihi orang-orang asing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Imamat 19:33-34, Allah memberikan instruksi ini kepada Israel. Dia berkata, “Jangan manfaatkan orang asing yang tinggal di antara kamu di dalam negerimu. 34 Perlakukan mereka seperti orang Israel asli, dan cintai mereka seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Ingatlah bahwa kalian pernah menjadi orang asing yang tinggal di tanah Mesir. Akulah Tuhan, Allahmu.” Anda seharusnya mengasihi orang-orang asing itu seperti Anda mengasihi dirimu sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih adalah sebuah prinsip. Itu adalah prinsip pengorbanan diri. Kami harus mengasihi orang asing. Orang Yahudi memiliki pepatah, "Ada enam hal, buah yang dimakan manusia di dunia ini, dan yang dengannya tanduknya dibangkitkan di dunia yang akan datang," dengan kata lain, ada enam hal yang membawa pahala. Anda tahu apa yang nomor satu dalam daftar itu? Sedialah untuk menerima orang asing sebagai tamu. Mereka tahu bahwa Allah menghormati anugerah khusus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang bepergian, khususnya mereka yang mengenal Kristus, dan melayani di sana-sini, bahkan kepada orang-orang asing. Maka orang Kristen memiliki kesempatan untuk menyediakan rumah mereka, bukan hanya untuk kenyamanan orang-orang kudus, tetapi juga untuk penginjilan orang-orang yang belum diselamatkan. Maka para wanita punya kesempatan untuk membuat rumah tangga di mana orang-orang asing diterima dan mereka ada kesempatan untuk menerima Injil dan kasih Kristiani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, mari kami lihat Kejadian 18. Inilah tentang Abraham yang dikunjungi beberapa orang. Allah datang mengunjungi Abraham. Perhatikanlah apa yang terjadi. “Dan Tuhan menampakkan diri kepadanya di dekat pohon ek di Mamre ketika dia duduk di pintu tenda pada siang hari yang panas.” Nah, inilah penampakan Allah sebelum inkarnasi. Dan Abraham "mengangkat matanya dan melihat, dan lihatlah, ada tiga pria yang sedang berdiri di dekatnya." Yang dua lainnya adalah malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Ketika Abraham melihat mereka, dia berlari untuk menemui mereka dan menyambut mereka, membungkuk rendah ke tanah. 3 “Tuanku,” katanya, “jika berkenan, berhentilah di sini sebentar. 4 Beristirahatlah di bawah naungan pohon ini sementara saya bawa air untuk membasuh kakimu. 5 Dan karena Anda telah menghormati pelayan Anda dengan kunjungan ini, izinkan saya menyiapkan makanan untuk menyegarkan Anda sebelum Anda melanjutkan perjalanan. Baiklah, kata mereka. "Lakukan seperti yang kamu katakan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Abraham berusaha keras untuk keluar dan menunjukkan keramahan. Duduklah di bawah pohon. Aku akan mengambil air untuk kalian. Makanlah roti. Nah inilah semangat yang baik, benar? Seringkali kami duduk di dalam rumah dan mendengar bel pintu dan berkata "Siapakah itu?" Kami membuka lubang intip kecil itu dan kami takut ada sesuatu. Rumah orang percaya haruslah terbuka lebar setiap saat untuk orang-orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 25 ketika Yesus datang dalam kemuliaan-Nya, maka Dia akan memisahkan domba-domba-Nya dari kambing-kambing-Nya. Atas dasar apa orang-orang ini diterima? Dalam ayat 35 Yesus berkata, “Sebab Aku lapar dan kamu memberi Aku makan, Aku haus dan kamu memberi Aku minum, Aku adalah orang asing dan kamu mengundang Aku ke rumahmu, Aku telanjang dan kamu memberi Aku pakaian, Aku sakit dan kamu peduli. Aku berada di penjara dan Anda mengunjungi Aku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">37 “Kemudian orang-orang benar ini akan menjawab, ‘Tuhan, kapan kami pernah melihatmu lapar dan memberimu makan? Atau haus dan memberi Engkau minum? 38 Atau orang asing dan menunjukkan keramahan? Atau Engkau telanjang dan memberimu pakaian? 39 Kapan kami pernah melihatmu sakit atau di penjara dan mengunjungimu?' 40 Raja akan berkata, 'Sejujurnya, ketika kamu melakukannya untuk salah satu dari saudara-saudaraku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda tahu siapa yang bisa datang ke rumah Anda yang lebih penting daripada malaikat? Seorang Kristen. Apakah orang Kristen itu lebih tinggi dari malaikat?” Satu Korintus 6:17, “Siapa yang mengikatkan diri kepada Tuhan, telah menjadi satu roh.” Dan sama seperti bangsa-bangsa yang telah memperlakukan Kristus dalam memperlakukan Israel, demikian juga Anda dalam memperlakukan orang percaya lainnya. Malaikat datang ke rumah Anda, itu bagus; seorang Kristen datang ke rumah Anda, itu adalah Kristus sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan hanya pemikiran aneh di dalam Injil. Di Roma 12:13, dikatakan Anda harus menunjukkan keramahan. Dalam 1 Petrus 4:9, Petrus berkata bahwa Anda harus memberikan keramahtamahan tanpa dendam. Itu berarti Anda tidak boleh mengatakan, “Oh, Stan memberikan pesan itu. Lebih baik kami mengundang mereka.” Tidak, tidak, Anda telah menghancurkan pahala yang akan Anda peroleh dari keramahtamahan Anda karena sikap Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lidia adalah seorang wanita yang menunjukkan keramahan, dan inilah bukti keaslian keselamatannya. Perhatikanlah. Dia langsung dibebaskan untuk menjadi apa yang Allah inginkan dari seorang wanita, untuk membuat rumah di mana dia bisa menampung orang asing dan memenuhi kebutuhan rohani mereka dan kenyamanan fisik mereka. Dan, orang yang mengatakan, tangan yang mengayunkan buaian itu menggerakkan dunia, memang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang selalu berkata, “Kekristenan cenderung meremehkan perempuan.” Itu tidak benar. Yesus Kristus adalah yang membebaskan wanita untuk puas menjadi apa yang Allah rancangkan dan menjadi agar pola Allah dapat bekerja. Paulus, di dalam Roma menyebut 26 orang berbeda yang bekerja bersamanya dan delapan dari mereka adalah wanita yang bekerja bersamanya dalam Injil. Harus ada sekelompok wanita yang kami sebut diakones ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Phoebe adalah orang yang demikian, yang disebut diakones dalam Roma 16. Tetapi dalam bidang ibadah umum, kami tidak percaya pada pengkhotbah wanita. Itu hanya karena Kitab Suci menjelaskannya. Itu hanya fakta bahwa Allah telah menetapkan pola otoritas tertentu di dalam gereja. Dan dikatakan, bahwa penatua gereja harus menjadi laki-laki dengan satu perempuan. Mereka harus menjadi suami dari satu istri. Nah, itu menghilangkan pengkhotbah wanita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apakah yang harus dilakukan seorang wanita di gereja? Pertama-tama, ambil beberapa wanita yang lebih muda dan ajari mereka. Di Titus 2, dikatakan bahwa wanita dewasa yang lebih tua harus mengajari wanita muda untuk berpikiran jernih. Untuk mencintai suami mereka, mencintai anak-anak mereka, untuk bijaksana, murni, baik hati, dan patuh kepada suami mereka, agar Firman Allah tidak dihujat.” Dan para wanita memiliki komisi penginjilan yang terbesar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah wanita yang kerasukan setan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Suatu hari ketika kami pergi ke tempat doa, kami bertemu dengan seorang budak perempuan yang memiliki roh yang memungkinkannya untuk mengetahui masa depan. Dia mendapatkan banyak uang untuk majikannya dengan meramal.” Nah, tampaknya dia seperti wanita yang terbebaskan. Karena dia tidak terpaku pada agama. Dan dia tidak terikat pada seorang pria. Dia adalah wanita profesional yang menghasilkan uang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya masalah adalah bahwa dia berada di bawah kendali Setan. Nah Setan itu cepat. Saat mereka pergi ke tempat doa yang sama, wanita ini memiliki "semangat ramalan". Bahasa Yunani harfiah mengatakan, "Dia memiliki roh ular piton." Apakah itu roh piton?” Dalam mitologi Yunani, ada sebuah tempat bernama Pytho, yang berada di kaki Gunung Parnassus dimana ada seekor naga yang menjaga orakel Delfi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Delfi adalah tempat di mana ramalan itu diberikan. Istilah "oracle", adalah istilah okultisme, yang berarti tempat di mana para sarana berkonsultasi dengan setan atau itu berarti wahyu yang diberikan oleh setan-setan itu sendiri. Di Delfi ada sebuah kuil yang sangat besar, di mana semua para sarana/para kiyai ini minta kepada setan-setan dan memberikan informasi. Nah, seperti yang diharapkan naga ini menjaga ramalan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang akan berkonsultasi dengan gadis ini. Dan mereka kemudian akan berpikir bahwa Apollo, sang dewa, memberi mereka informasi. Nah, kami tahu bahwa itu berasal dari Setan dan iblis-iblisnya. Dia adalah mulut yang digunakan iblis untuk berbicara. Nah, inilah gadis ini dan Setan memiliki alatnya. Mereka akan mengalami kegilaan yang mengerikan, mereka akan benar-benar berubah. Dan inilah yang juga terjadi hari ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah, semua orang ingin tahu masa depan. Jadi dikatakan di akhir ayat 16, “Dia mendapatkan banyak uang untuk majikannya dengan meramal.” Siapa pun tanpa Yesus Kristus berada dalam posisi yang persis sama dengan dia. Menurut kata-kata Yesus, Anda adalah dari ayah Anda, iblis. Gadis ini adalah seorang budak, dan begitu pula setiap wanita dan setiap pria yang tidak mengenal Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Dia mengikuti Paulus dan kami semua, sambil berteriak, “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi, dan mereka datang untuk memberitahu kalian bagaimana caranya diselamatkan.” Ini adalah gadis ini dan iblis ini berbicara melalui dia, dan “orang yang sama mengikuti Paulus dan kami” – yah, mengikuti Paulus, Timotius, Silas dan Lukas dan dia menangis, sambil berteriak sekuat tenaga. Apakah itu pernyataan yang benar? Memang. Itulah kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Setan berbicara kebenaran? 2 Korintus 11 mengatakan dia dan para pelayannya muncul sebagai malaikat terang. Setan telah melakukan hal-hal atas nama Yesus Kristus selama berabad-abad. Ada banyak hal jahat yang terjadi dalam nama Yesus Kristus. Anda tidak bisa mengatakan, “Ya, kami melakukannya dalam nama Yesus; oleh karena itu, itu berasal dari Allah.” Itu tidak berarti apa-apa. Itulah yang jahat tentang kultus-kultus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan mengatakan kebenaran cukup lama untuk memikat Anda, dan kemudian Anda terkutuk dalam kesalahan sistem mereka. Orang-orang akan berpikir, "Hei, orang-orang ini sama dengan mereka. Gadis ini pasti menjadi bagian grup ini." Gereja kecil ini dimulai, dan ketika Paulus, Silas, Lukas dan Timotius pergi, dan siapa yang akan mengambil alih? Pekerjaan Setan yang paling aktif dilakukan atas nama Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana caranya dia mendapatkan lalang di antara gandum? Dia membuat orang-orang mengatakan bahwa mereka adalah orang Kristen pada saat mereka bukan. “Oh, kami percaya kepada Kristus.” Anda tahu bagaimana dia memasukkan guru-guru palsu? Dengan membuat mereka menyatakan bahwa mereka benar-benar sah dan mereka masuk, maka mereka mulai menyebarkan doktrin palsu. Infiltrasi adalah rencana pertamanya. Jika itu tidak berhasil, maka dia menyebabkan penganiayaan dari luar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus tidak pernah menginginkan publisitas dari Setan. Perempuan ini terus melakukan itu selama beberapa hari dan Paulus berduka. Paulus berduka karena dua alasan. Dia tidak suka apa yang dia lakukan, dan Paulus merasa kasihan padanya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Ini berlangsung dari hari ke hari sampai Paulus menjadi sangat jengkel sehingga dia berbalik dan berkata kepada setan di dalam perempuan itu, “Aku perintahkan kamu di dalam nama Yesus Kristus untuk keluar dari dia.” Dan seketika itu setan meninggalkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada masa itu, mereka memiliki karunia kerasulan. Dan itu diberikan kepada mereka untuk peneguhan Firman yang sangat khusus. Paulus hanya berbicara, dan setan itu langsung keluar. Apa yang terjadi pada gadis itu?” Saya tidak tahu, jika dia menjadi orang yang benar-benar percaya, itu akan diberi tahu kepada kami. Kedua wanita ini benar-benar mencerminkan kita semua. Kita milik Yesus Kristus dan dibebaskan atau kita milik Setan dan kita adalah budak. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230625</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000203</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lydia dari Filipi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000202"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+16:11-15" target="_blank" class="imCssLink">Acts 16:11-15</a></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang wanita yang merdeka dan seorang yang diperbudak. Dan hari ini kami akan berbicara khususnya tentang Lydia, wanita yang telah dibebaskan. Dan Minggu depan kami akan membahas yang kedua. Nah, kedua wanita yang akan kami temui hari ini bertolak belakang. Salah satunya saleh; yang satunya dipenuhi setan. Salah satunya merdeka; yang satunya diperbudak. Salah satunya milik Tuhan Yesus Kristus; yang lain milik Setan. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap wanita masuk ke dalam kategori Lydia atau kategori pembantu yang memiliki roh Setan. Hanya ada dua jenis wanita di dunia. Yang dibebaskan dan yang diperbudak. Demikian pula, hanya ada dua jenis pria. Paulus dan Silas pasti memiliki perasaan bahwa Roh Kudus terus-menerus berkata "tidak" karena ke mana pun mereka ingin pergi, mereka dihentikan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, tampaknya wajar untuk maju ke barat menuju Asia Kecil. Maka perhatian Paulus adalah, “Marilah pergi ke Asia,” ada kota-kota besar di sana. Filadelfia, Sardis, Tiatira, Pergamus, Smirna dan Efesus, kota-kota besar ini menjadi benteng Injil dan kemudian dikenal dalam kitab Wahyu sebagai gereja-gereja Wahyu. Tetapi Roh Kudus melarang mereka untuk memberitakan Firman di Asia.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus menutup pintu. Nah, kami tidak tahu bagaimana Dia melakukan itu, tetapi itu memang terjadi. Nah, Anda tidak bisa pergi ke selatan, Anda tidak bisa pergi ke timur, Anda tidak bisa pergi ke barat, jadi Anda pergi ke utara. Roh Kudus mengatakan sesuatu tentang hal itu di ayat 7, “Roh Kudus tidak mengizinkan mereka.” Tetapi jika Anda mengetahui sesuatu tentang kegigihan Paul, Anda akan tahu bahwa dia berhasil menemukan jalan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kami percaya bahwa Allah benar-benar menutup semua pintu yang terlihat untuk membuktikan kesetiaan dan tekad Paulus, yang akan membuatnya menjadi orang yang akan dipakai Allah. Dan jika Anda gigih seperti mereka, Allah akan membuka beberapa hal yang luar biasa. Di ayat 8, mereka datang melalui Misia ke sebuah tempat bernama Troas, yang dinamai oleh Aleksandria Troas menurut nama Alexander Agung.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, tempat ini dulu menjadi kota Yunani yang merdeka, sampai saat Kaisar Augustus menjadikannya koloni Romawi, dan Troas menjadi koloni Romawi. Nah, selanjutnya ada laut. Allah segera memberi mereka arahan di ayat 9, “Sebuah penglihatan muncul kepada Paulus. Dia melihat seorang pria Makedonia yang mengatakan, "Datanglah ke Makedonia dan bantu kami." Jadi ada panggilan Allah dalam mimpi, dalam penglihatan, di malam hari.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sini di Troas, ada Paulus, Silas, Timotius dan ada orang lain bernama Lukas. Di mana dikatakan itu? Namanya tidak ada di sana, tetapi dengarkanlah di ayat 10, “Dan setelah dia melihat penglihatan itu, segera kami…” Siapa yang menulis kitab Kisah Para Rasul? Lukas. Di sini, entah bagaimana Lukas bergabung. Lukas adalah seorang dokter, dan mungkin Paulus menderita penyakit kronis di Troas dan mereka berhasil menemukan seorang dokter.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas bergabung dan itu menjadi "kami", sehingga penulis ini menunjukkan dirinya dalam situasi tersebut. Jadi dari Troas, ada panggilan Allah: “Pergilah ke Makedonia.” Nah, itu luar biasa karena, itulah langkah pertama ke Eropa. Nah, mungkin saja ada tetesan Injil yang telah sampai ke Roma sebelumnya, tetapi inilah gerakan besar pertama yang dihasilkan oleh Rasul Paulus, rasul untuk orang non-Yahudi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Makedonia sekarang disebut Yunani. Itu berada di bawah kuasa Filipus dari Makedonia, ayah dari Alexander Agung. Dan ada kota-kota besar disana, Filipi, Tesalonika, Atenia dan Korintus. Nah segera di Troas, Allah memberi mereka sebuah penglihatan, lalu dikatakan di <b>ayat 11</b>, “Kami naik perahu di Troas dan langsung berlayar menyeberang ke Pulau Samothrace, dan keesokan harinya kami mendarat di Neapolis.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak akan memberi panggilan tanpa menyediakan kapal. Allah tidak pernah minta seseorang untuk melakukan sesuatu tanpa ada kendaraan untuk melakukannya. Mereka berlayar di jalur lurus dan mereka berhenti di tengah sana menuju ke Samothrace. Jadi mereka berhenti di sana untuk bermalam. “Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Neapolis,” dan diturunkan dari kapal lalu mereka berjalan ke Filipi. Itu makan waktu dua hari. Perjalanan pulang memakan waktu lima hari.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b>, “Dari sana kami sampai di Filipi, sebuah kota besar di distrik Makedonia dan koloni Romawi. Dan kami tinggal di sana selama beberapa hari.” Di sana mereka bertemu dengan dua wanita. <b>Ayat 13</b>, “Pada hari Sabat kami pergi agak jauh ke luar kota ke tepi sungai, di mana kami pikir orang-orang akan berkumpul untuk berdoa, dan kami duduk untuk berbicara dengan beberapa wanita yang berkumpul di sana.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami akan bertemu dengan seorang wanita yang telah dibebaskan bernama Lydia. <b>Ayat 14</b>, “Salah satunya adalah Lidia dari Tiatira, seorang pedagang kain ungu yang mahal, yang menyembah Allah. Saat dia mendengarkan kami, Tuhan membuka hatinya, dan dia menerima apa yang dikatakan Paulus.” Ketika dia dibebaskan, kemerdekaannya adalah kepuasan untuk menjadi apa yang Allah rancang untuknya, dan kejadian itu benar-benar membebaskannya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dibebaskan ketika Anda bebas untuk menerima diri Anda dengan penerimaan penuh seperti yang Allah rancang untuk Anda. Itulah kemerdekaan. Dan Lidia, wanita yang terbebaskan, memang merdeka. Hanya ada satu jenis pembebasan dan Yesus mengatakannya seperti ini, Dia berkata, “Kamu akan tahu kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Tidak ada pembebasan lain. Paulus berkata, “Berdirilah teguh dalam kemerdekaan yang dengannya Kristus telah memerdekakan kamu.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu jenis kemerdekaan. Dan jika seseorang benar-benar ingin dibebaskan, maka dia datang kepada Yesus Kristus, dia dibebaskan dari dosa dan kematian dan Setan dan neraka, dan dia bebas untuk menerima semua berkat kekal dari Allah dan menerima dirinya sendiri sebagaimana Allah membuatnya dan puas dengan apa yang Allah rencanakan untuknya. Itulah pembebasan. Sekarang saya ingin kami melihat kedua wanita ini. Pertama, wanita yang telah ditransformasikan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu depan, wanita yang dipengaruhi setan itu. Salah satu alasan ini penting adalah letaknya di Jalan Raya Egnatian, yang merupakan salah satu pencapaian Romawi yang besar, karena panjangnya 790 kilometer. Dan itu melewati Filipi, jadi Filipi adalah daerah yang sangat penting. Itu adalah daerah di mana ada banyak lalu lintas dan perdagangan serta pergerakan militer Romawi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12 mengatakan mereka hanya tinggal disitu selama beberapa hari. Keyakinan pribadi saya adalah mereka menunggu hari Sabtu, hari Sabat. Ketika Paulus pergi ke sebuah kota, dia selalu pertama kali pergi ke sinagoga karena beberapa alasan. Dia pergi ke orang Yahudi terlebih dahulu karena jika dia pergi ke orang bukan Yahudi terlebih dahulu, orang Yahudi tidak akan pernah menerimanya, jadi dia pergi ke orang Yahudi dahulu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, dia pergi ke orang Yahudi karena mereka akan mendengarkan dia di sana dan itu tempatnya untuk berbicara karena dia orang Yahudi dan seorang Farisi. Ketiga, dia pergi kepada orang-orang Yahudi karena seandainya dia dapat memenangkan beberapa dari mereka bagi Kristus, mereka dapat membantunya menginjili orang-orang non-Yahudi. Namun, di Filipi tidak ada sinagoga. Faktanya, tidak ada laki-laki Yahudi. Maksudmu Injil menyebar di Eropa mulai melalui beberapa wanita?”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyebaran Injil telah dimulai dengan wanita selama bertahun-tahun. Di dalam Kristus, tidak ada laki-laki atau perempuan. Tidak ada orang Kristen yang perlu terlibat dalam ‘Women's Lib’. Semuanya adalah sama di mata Allah. Ayat 13 mulai dengan, “Pada hari Sabat kami pergi ke luar kota ke tepi sungai di mana kami pikir orang akan berkumpul untuk berdoa, dan kami duduk untuk berbicara dengan beberapa wanita yang telah berkumpul di sana.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah salah satu kisah terindah tentang pembebasan wanita yang dibawakan oleh Yesus Kristus. Wanita di dunia dulu dipandang sebagai budak. Jika seorang pria tidak suka sarapannya, dia berhak untuk membunuh istrinya tanpa ada jalan lain. Tidak ada perempuan yang berhak menukar agamanya dengan agama lain selain suaminya setuju. Tidak pernah ada isteri yang berani melakukan itu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitu besar dominasi pria terhadap wanita sehingga perilaku nakal apa pun juga akan menimbulkan fitnah mengerikan pada suaminya. Salah satu masalah terbesar dalam Kekristenan adalah bahwa di dalam Kristus pria atau wanita itu sama dan seorang wanita dapat datang kepada Yesus Kristus dan mereka dibebaskan sepenuhnya, terlepas dari keinginan suaminya. Dan banyak wanita diselamatkan dan banyak suami merasa tidak senang.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bahkan di antara beberapa orang Yahudi, wanita itu dipandang sebagai budak. Paulus dibesarkan sebagai seorang Farisi. Dia harus membaca sebagian besar hidupnya doa ini, “Oh, Allah, aku berterima kasih karena aku bukan orang kafir, budak atau wanita. Tetapi Paulus hanya berkata, "Cara saya bepergian terus, lebih baik aku tidak menikah." Tetapi Kristus membebaskan wanita. Untuk pertama kalinya, inilah agama dimana seorang wanita bisa memilih.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kami lihat kembali ayat 14, “Salah satunya adalah Lidia dari Tiatira, seorang pedagang kain ungu yang mahal, yang menyembah Tuhan. Saat dia mendengarkan kami, Tuhan membuka hatinya, dan dia menerima apa yang dikatakan Paulus.” Nah, namanya Lidia. Lidia juga merupakan nama daerah asalnya di Asia Kecil. Lidia dari Lidia. Dan di daerah kecil itu ada kota Tiatira.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiatira juga terkenal karena pewarna ungu. Homer, dalam Iliad, mengatakan seni para wanita di Tiatira adalah seni mewarnai dengan warna ungu. Nah mereka memiliki perdagangan yang menarik. Ada dua jenis pewarna yang mereka gunakan. Jenis pertama adalah untuk orang kaya. Sebagian besar barang ungu itu untuk keluarga raja. Dan mereka mengekstrak pewarna ungu ini setetes demi setetes dari kerang kecil yang disebut murex.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan begitu para elit mendapatkannya, kami semua orang miskin ingin ikut serta, jadi mereka harus membuat pewarna kelas dua, dan mereka mendapatkannya dari ekstraksi dari akar yang dinamakan’ madder’. Jadi dia ada di bisnis ini. Dan dialah yang ada dalam pikiran Tuhan sebagai petobat pertama Paulus di Eropa. Allah akan mulai pekerjaan-Nya dengan seorang wanita. Sekarang lihatlah beberapa hal yang terjadi dalam pembebasan Lidia.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para wanita, bacalah Amsal 31 yang memberi tahu Anda apa yang Allah pikirkan tentang wanita yang berusaha banyak. Allah ingin seorang wanita menjadi kreatif dan giat berusaha selama itu tidak mempengaruhi tanggung jawab yang dia miliki terhadap suami dan keluarganya. Ayat 14 mengatakan bahwa wanita ini menyembah Allah. Nah, inilah awal dari pembebasannya. Dia adalah budak dosa, dan kemudian dia berpaling kepada Allah yang benar.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah langkah pertama dalam pembebasannya. Dia tidak melakukan ini terlepas dari Allah. Roma 3:11 mengatakan, "Tidak ada orang yang mencari Allah." Allah telah menariknya kepada-Nya. Yesus telah hidup, mati, bangkit kembali, dan naik ke surga, Injil ditandatangani, dimeteraikan, dan disampaikan. Dia tidak tahu Injil, tetapi dia berusaha untuk mengenal Allah. Jika ada seorang penyembah berhala yang dalam hatinya berusaha mengenal Allah, maka Allah akan menyatakan diri-Nya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia tahu persis di mana hati para pencari itu ada. Kata Yohanes 7:17, "Jika ada orang yang mau melakukan kehendak Allah, ia akan tahu doktrin apakah Aku berbicara tentang diri-Ku sendiri atau apakah Aku benar-benar berasal dari Allah." Dikatakan jika ada hati yang mau dan mencari, Allah tidak akan pernah menutup diri-Nya dari hati itu. Allah menutup seluruh wilayah Asia. Paulus terus maju dan mereka tiba di sana, "Disini ada wanita yang mencari."</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah empat orang penting, Paulus, Silas, Lukas, dan Timotius, dan mereka berada di jalan tipis, mengembara di antara semua negara ini hanya untuk mendapatkan seorang wanita. Nah, itulah yang akan Allah lakukan untuk menjangkau hati yang mencari. Jangan khawatir tentang orang di Afrika yang tidak memiliki misionaris di sana, jika dia benar mencari, Allah akan memberinya satu atau Allah akan mengungkapkan diri-Nta kepadanya entah bagaimana caranya. Itu juga berlaku dalam kehidupan Kristen Anda.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberi tahu Israel melalui Musa, "Jika kamu mencari Tuhan Allahmu, kamu akan menemukan Dia jika kamu mencari Dia dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu." Dengarkanlah Mazmur 119:2, “Berbahagialah orang yang mencari Dia dengan segenap hatinya.” Hosea 6:3 mengatakan, “Kamu akan tahu Tuhan jika kamu memaksa untuk mengenal-Nya.” Bukankah itu pemikiran yang indah? Anda akan tahu Dia jika Anda mengejar pengetahuan tentang Tuhan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Lidia bukan hanya mencari, dia juga mendengar. Orang Farisi tidak melihat kebenaran ketika Dia berdiri di hadapan mereka. Dalam Matius 13:12 Yesus berkata, “Bagi mereka yang mendengarkan pengajaran-Ku, akan diberi lebih banyak pengertian, mereka akan memiliki pengetahuan yang berlimpah. Tetapi bagi mereka yang tidak mendengar, bahkan pengertian sedikit yang mereka miliki itu akan diambil dari mereka.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkhotbah, dan Lidia mendengarnya. Dan implikasinya adalah dia mendengarnya dengan iman. Iman timbul dari pendengaran. Dan bahasa Yunani sebenarnya dari ayat di Roma 10 itu adalah iman datang dari mendengarkan perkataan tentang Yesus. Kami menerjemahkannya, iman itu timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Tuhan. Itu terjemahan yang salah. Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh perkataan tentang Yesus.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Lidia bukan hanya mencari dan mendengar tetapi kemudian Allah membuka hatinya. Lihatlah ayat 14, “Tuhan membuka hatinya, dan dia menerima apa yang Paulus katakan.” Dia menaruh imannya kepada Kristus. Kata orang, “Stan, tidakkah Anda berkecil hati jika orang tidak menanggapi dan mereka tidak membuka hati mereka terhadap Injil?” Kata aku, "Tidak, itu bukan pekerjaanku.” Keselamatan tidak tergantung pada orang, itu tergantung pada Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal penting dalam pemberitaan Injil adalah bahwa isinya jelas. Karena Allahlah yang membuka hati. Kami selalu berbicara tentang penginjilan seperti itu adalah keputusan emosional; itu tidak benar. <b>Ayat 15,</b> “Lidia dan seisi rumahnya dibaptis, dan dia minta kami untuk menjadi tamunya. “Jika Anda setuju bahwa saya adalah orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan,” katanya, “datang dan tinggallah di rumah saya.” Dan dia mendesak kami sampai kami setuju.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rumah tangga kecil itu dan wanita itu adalah permulaan gereja di Filipi?” Benar, itu adalah gereja lokal. Rumah Lidia menjadi tempat pertemuan gereja. Ayat 40. “Ketika Paulus dan Silas meninggalkan penjara, mereka kembali ke rumah Lidia. Di sana mereka bertemu dengan orang-orang beriman dan menyemangati mereka sekali lagi. Kemudian mereka meninggalkan kota.” Jadi Lidia menjadi pemimpin di gereja itu. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan memakai pria dan wanita untuk memulai sebuah gereja. Kita semua sama di hadapan-Nya. Apakah kita membaca Alkitab dan minta pengertian dari Roh Kudus tentang apa yang Allah ingin kami lakukan? Itulah yang perlu kami semua lakukan. Dan Allah akan menggunakan kami ketika kami bersedia untuk memberitahu orang lain tentang apa yang Yesus lakukan dalam hidup Anda. Kesaksian yang sederhana seringkali sama efektifnya dengan presentasi yang rumit. Marilah kami berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230611</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000202</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penginjilan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000201"><div class="imTAJustify"><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:36-16:10" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:36-16:10</a></span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejak Tuhan Yesus Kristus memerintahkan kami untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada setiap makhluk, kami sibuk mengejar pelayanan penginjilan. Ada berbagai macam pendekatan. Ada banyak sekali upaya berbeda yang telah dilakukan sepanjang sejarah gereja dalam iklim yang berbeda, dalam budaya yang berbeda, dalam periode sejarah yang berbeda, semuanya berada di bawah wilayah penginjilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada puluhan ribu traktat berbeda yang dapat digunakan hari ini dalam penginjilan. Ada yang memakai ayat-ayat dasar yang sangat sederhana sampai ada yang memakai media Kristus yang sangat canggih. Kami ada banyak seminari yang memiliki departemen penginjilan, dan ada beberapa profesor penginjilan. Namun di balik semua metodologi ini, ada beberapa ciri dasar penginjilan</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Allah ingin katakan bukan hanya datang secara langsung tetapi seringkali datang secara tidak langsung. Jadi di sini kita memiliki implikasi tidak langsung dari dasar penginjilan yang efektif. Kita telah sering melihat ini di kitab Kisah Para Rasul. Kunci untuk belajar Alkitab, adalah untuk dapat mengambil Kitab Suci dan belajar dari situ prinsip-prinsip yang ada baik dengan pernyataan langsung atau dengan implikasi. Itulah gunanya mempelajari Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak mau hanya menyalin apa yang dikatakannya. Itu memberi kita latar belakang sejarah, tetapi di balik semua ini, apakah tujuan Roh Kudus? Prinsip apa yang tersirat dalam apa yang terjadi di sini? Nah, itulah perbedaan antara pemahaman Alkitab yang nyata dan pengajaran Alkitab yang nyata, dan apa yang adalah penterjemahan saja. Jadi kami ingin mempelajari beberapa fitur dasar dari penginjilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ingatlah bahwa Roh Kudus telah menulis kitab KPR, dengan menggunakan para rasul. Saat kami mendekati KPR 15:36, gereja telah bertumbuh. Dan gereja baru saja mengalami krisis. Setan mencoba memecah belah orang Yahudi dan orang non-Yahudi dengan doktrin keselamatan yang salah, dimana orang diselamatkan oleh iman ditambah perbuatan. Setan berusaha membuat orang non-Yahudi menjadi orang Yahudi terlebih dahulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah membalikkan segalanya dan sebagai gantinya gereja menetapkan doktrinnya, yang keluar dari Dewan Yerusalem dalam kesatuan yang besar. Jadi apa yang Setan coba hentikan, dia hanya berhasil mempercepat</span><span class="cf1"><b>. Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Setelah beberapa waktu Paulus berkata kepada Barnabas, “Marilah kita kembali dan mengunjungi setiap kota di mana kita sebelumnya memberitakan firman Tuhan, untuk melihat bagaimana keadaan rohaninya orang-orang percaya baru.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu pernyataan yang sangat signifikan. Kami menganggap penginjil itu sebagai orang yang membuat orang diselamatkan dan kemudian meninggalkan mereka untuk diajarkan orang Kristen lain. Tetapi Paulus adalah seorang penginjil alkitabiah yang melihat tanggung jawabnya bukan hanya untuk memenangkan orang tetapi juga untuk mendewasakan mereka. Dia berencana dengan Barnabas untuk segera kembali ke tempat yang sama yang baru saja mereka selesaikan penginjilannya, yaitu Galatia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda apakah prioritas dalam penginjilan? Pemuridan. “Kunjungi saudara-saudara kita di setiap kota.” Anda berkata, "Nah, mengapa dia ingin kembali ke sana?" Biar saya memberi kalian alasan yang sederhana. Kasihnya untuk anak-anak rohaninya sendiri. Paulus ingin kembali karena dia mengasihi mereka dan dia ingin melihat apakah mereka bertumbuh. Ingatlah, Amanat Agung mengatakan "untuk mengajari mereka semua yang telah Aku ajarkan kepada kalian."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hasilnya telah diumumkan kepada orang-orang di Antiokhia. Ada sukacita besar karena keselamatan mereka berlaku hanya karena anugerah, dan begitulah cara Anda diselamatkan. Paulus diberi hasrat terhadap dunia non-Yahudi yang terletak di sebelah barat tempat dia berada di Antiokhia. Jadi, Paulus melihat dirinya sebagai ayah yang penuh kasih yang bertanggung jawab atas pemeliharaan rohani anak-anaknya. Cara terbaik untuk menginjili adalah dengan menghasilkan murid yang bereproduksi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus tahu bahwa penginjilan ini, menciptakan kanak-kanak rohani di mana-mana, dan meninggalkan banyak bayi rohani yang menjerit-jerit. Itu bukanlah cara untuk mengembangkannya karena mereka belum cukup dewasa untuk bereproduksi. Lebih baik menghabiskan waktu Anda dengan beberapa individu supaya mereka menjadi dewasa dan supaya mereka dapat mengabarkan Injil kepada orang lain. Yesus meluangkan sebagian besar waktu-Nya dengan dua belas orang saja. Itu benar-benar inti dari penginjilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkomitmen pada prioritas untuk mendewasakan orang-orang percaya. Tahukah Anda ke mana dia pergi dalam perjalanan misionaris pertamanya? Galatia, benar? Ke mana dia pergi dalam perjalanan misionarisnya yang kedua? Galatia. Tahukah Anda kemana dia pergi dalam perjalanan misionaris yang ketiga? KPR 18:23, “Dan setelah dia menghabiskan beberapa waktu di Antiokhia, dia berangkat dan pergi ke seluruh negeri Galatia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tahu bahwa cara yang efektif untuk menginjili adalah dengan menghasilkan orang-orang Kristen yang bereproduksi, dan untuk menghasilkan seorang orang Kristen yang bereproduksi, Anda harus mencurahkan diri Anda pada individu itu. Nah, reproduksi dari memperbanyak orang percaya itulah yang sebenarnya melipatgandakan keefektifan Injil. Dalam Kolose 1:28 dia berkata, "Mengajar setiap orang dalam segala hikmat agar kita dapat menampilkan setiap orang sempurna dalam Kristus Yesus." </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, dia bekerja keras untuk membawa orang menuju kedewasaan. Dan Penginjilan membutuhkan prioritas yang tepat dan personil yang tepat. Allah memiliki orang-orang khusus untuk tugas-tugas tertentu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37-38</b></span><span class="cf1">, “Barnabas setuju dan ingin mengajak Yohanes Markus. 38 Tetapi Paulus sangat tidak setuju, karena Yohanes Markus telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak melanjutkan dengan mereka dalam pekerjaan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dilakukan Yohanes Markus? Dia berhenti. Dia naik ke Perga di Pamfilia dan melihat Pegunungan Taurus dan semua cerita yang dia dengar dan dia juga melihat situasi dengan Paulus dan Barnabas, di mana Barnabas berada di urutan kedua sementara Paulus adalah pemimpinnya. Mungkin dia sedikit cemburu untuk sepupunya, Barnabas, dan dia berhenti begitu saja dan pulang ke rumah dalam KPR 13:13.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memang, Barnabas adalah karakter yang penuh kasih dan memulihkan dan Yohanes Markus sebenarnya adalah pria yang sangat baik. Dia adalah putra dari wanita yang di dalam rumahnya diadakan pertemuan doa pada malam Petrus keluar dari penjara. Dia juga penulis Injil Markus jadi dia orang penting, Allah benar-benar menggunakan dia, tetapi Paulus tidak ingin menyeretnya terus dan dia tidak yakin pada Yohanes Markus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Perselisihan mereka begitu besar sehingga mereka berpisah. Barnabas membawa Yohanes Markus bersamanya dan berlayar ke Siprus.” Jadi ketika mereka pergi, mereka pergi. Mereka merasa agak pahit, dan mereka meluncur ke dua arah, dan Barnabas membawa Markus dan berlayar ke Siprus. Dari situlah dia berasal. Barnabas dan Markus pergi ke Siprus untuk melanjutkan pelayanan mereka di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan pada akhirnya tidak menyuruh Markus pergi bersama Paulus. Jadi menurut saya itu adalah rencana Allah bahwa Markus pada awalnya tidak pergi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Paulus memilih Silas, dan ketika dia pergi, orang-orang percaya mempercayakan dia ke dalam pemeliharaan Tuhan yang murah hati.” Gereja pasti mengenali Paulus dan Silas berdua, dan mungkin mereka memiliki pikiran Roh tentang hal itu dan karena itu jemaat memuji mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Roh Kudus mengerjakannya dengan indah. Tetapi ingatlah: Barnabas kemudian dipuji oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:6. Dan ketika Paulus berada di Roma di penjara dan menulis kepada Timotius, dia berkata, “Timotius, datanglah dan ada bersamaku. Demas telah meninggalkanku. Lukas sendirian saja bersamaku. Dan pada saat kamu datang, bawalah Markus, karena dia menguntungkanku.” Nah, disitulah terjadi pemulihan dari Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Silas adalah seorang nabi, kata KPR 15:32. Silas, dalam ayat 22 dan 27, disebutkan karena dia diutus ke Antiokhia dari Yerusalem. Ingatlah ketika mereka menulis surat tentang fakta bahwa keselamatan adalah karena anugerah dan mereka ingin supaya orang bukan Yahudi mengetahuinya. Jadi mereka mengutus Silas dan Yudas, dua pemimpin dari gereja Yerusalem. Jadi Silas adalah seorang nabi dan Allah memilihnya untuk Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memilih orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. Jika Anda bepergian di Kekaisaran Romawi, ada baiknya Anda adalah warga negara Romawi. Silas adalah itu. Dan jika Anda akan memasuki sinagoga, sangat baik untuk menjadi orang Yahudi. Dan Silas adalah orang Yahudi. Dan jika Anda memberitakan pesan keselamatan oleh anugerah, alangkah baiknya jika Anda berasal dari gereja Yerusalem. Silas adalah itu. Dan jika Anda berkhotbah, alangkah baik menjadi seorang nabi. Dan Silas adalah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang di sini, fakta bahwa mereka adalah orang Romawi adalah penting. </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Kemudian dia melakukan perjalanan ke seluruh Siria dan Kilikia, untuk memperkuat gereja-gereja di sana.” Injil yang dimulai di Yerusalem menyebar ke utara hingga mencapai daerah Kilikia dan Siria ini. Sekarang mereka melakukan apa? Mereka memperkuat gereja-gereja, dan membangun orang-orang kudus. Sekali lagi mereka tahu bahwa orang percaya yang kuat akan memperbanyak diri dan menjadikan orang lain seperti dirinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka. Kemana? Ke Galatia. Roh Kudus mengatur semua perjalanan mereka. Mereka tidak akan mencapai kota-kota itu sampai akhir perjalanan mereka. Sebaliknya, mereka mencapai mereka di awal. </span><span class="cf1"><b>KPR 16:1</b></span><span class="cf1">, “Pertama-tama Paulus pergi ke Derbe, kemudian ke Listra, di sana ada seorang murid muda bernama Timotius. Ibunya adalah seorang percaya Yahudi, tetapi ayahnya adalah orang Yunani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin menambahkan anggota lain ke dalam tim. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Timotius dianggap baik oleh orang-orang percaya di Listra dan Ikonium,” Nah, nama wanita ini diberikan kepada kita oleh Rasul Paulus. Nama ibu Timotius adalah Eunike, dan nama neneknya adalah Lois, dan ibunya adalah orang yang beriman, tetapi ayahnya adalah seorang Yunani, jadi di sini ada orang yang setengah Yahudi dan setengah non-Yahudi. Sungguh pilihan yang sempurna karena dia adalah orang Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka mengadakan pertemuan. Dalam 1 Timotius 4:14 Paulus berkata, “Jangan mengabaikan karunia rohani yang telah kamu terima melalui nubuatan yang diucapkan atasmu ketika para penatua gereja meletakkan tangan ke atasmu.” Jadi mereka ada pelayanan penugasan yang menahbiskannya, meletakkan tangan ke atasnya, berdoa untuknya, dan mereka mengutusnya sebagai wakil gereja di Listra dan Derbe.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menyebut dia putra rohaninya.” Tetapi siapa yang memimpin Timotius kepada Kristus? Lois dan Eunike. Jadi Timotius adalah anak generasi kedua dalam iman. Penginjilan juga mencakup tindakan pencegahan yang tepat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Jadi Paulus ingin dia bergabung dengan mereka dalam perjalanan mereka. Untuk menghormati orang Yahudi di daerah itu, dia mengatur supaya Timotius disunat sebelum mereka pergi, karena semua orang tahu bahwa ayahnya adalah orang Yunani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak diperlukan untuk keselamatan. Timotius adalah setengah Yahudi dan setengah non-Yahudi. Jadi Paulus menyadari bahwa kunci untuk menjangkau orang-orang Yahudi, dan itu adalah tempat pertama yang dia kunjungi di setiap kota baru, adalah Sinagog itu. Kuncinya adalah Timotius dibesarkan dalam situasi sinagoga. Yang perlu dia lakukan hanyalah sunatan dan dia akan dapat pintu masuk penuh dan penerimaan penuh di antara orang-orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi itu tidak akan menghalangi pekerjaannya di antara orang bukan Yahudi. Itu hanya demi kemanfaatan. Itu hanya untuk memungkinkan pelayanan itu berfungsi lebih lancar. Titus datang dan Paulus melarang Titus untuk disunat. Karena Titus adalah seorang non-Yahudi. Kalau orang bukan Yahudi disunat, itu berarti memaksakan legalisme, tetapi menyunat seorang Yahudi yang sudah menjadi orang Yahudi, itu hanya untuk membuatnya lebih efektif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda akan bersaksi kepada orang Yahudi, Anda perlu tahu sedikit tentang agama Yudaisme. Jika Anda akan bersaksi kepada seseorang di Gereja Roma Katolik, Anda harus tahu sedikit tentang mereka supaya pendekatan Anda lebih bijaksana, dan hal yang sama berlaku untuk agama lain dan sistem agama lain. Jika Anda akan berbicara dengan seorang fanatik, mungkin tahu apa yang dia tahu, dapat membuka hatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penginjilan juga didasarkan pada </span><span class="cf1"><b>presentasi yang benar</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">. “Kemudian mereka pergi dari kota ke kota, menginstruksikan orang-orang percaya untuk mengikuti keputusan yang dibuat oleh para rasul dan para penatua di Yerusalem.” Apakah yang mereka putuskan? Keselamatan oleh anugerah melalui iman. Dan tambahkan ini: bahwa kalian menjauhkan diri dari darah, binatang yang dicekik, percabulan dan bagian binatang yang dipersembahkan kepada berhala. Mengapa? Supaya kalian tidak menyinggung orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan Kekristenan ada dua. Pertama: Keselamatan oleh anugerah. Kedua: Hidup penuh kasih. Hasilnya? </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Demikianlah jemaat-jemaat dikuatkan imannya dan bertambah besar setiap hari.” Penginjilan perlu dilakukan </span><span class="cf1"><b>di tempat yang tepat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Selanjutnya Paulus dan Silas melakukan perjalanan melalui Frigia dan Galatia, karena Roh Kudus telah mencegah mereka memberitakan firman di provinsi Asia pada waktu itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak pernah berhenti. Hanya karena ini ditutup, mereka berpikir, “Baiklah, kami akan pergi ke utara,” </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Kemudian waktu tiba di perbatasan Misia, mereka menuju ke utara ke provinsi Bitinia, tetapi sekali lagi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka untuk pergi kesana." Nah, semua pintu ditutup. Ke selatan adalah air, ke timur sudah pernah, ke utara kita tidak bisa pergi, dan ke barat kita tidak bisa pergi. Tetapi Paulus masih ada koridor terbuka dan dia terus berjalan di antara Bitinia dan Asia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Jadi mereka pergi melalui Misia ke pelabuhan laut Troas.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Malam itu Paulus mendapat penglihatan: Ada orang pria dari Makedonia di Yunani utara yang berdiri di sana, dan memohon kepadanya, “Datanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!” Makedonia berada di seberang Laut Aegea. Kota-kota besar apa yang ada di sana? Kota-kota Filipi, Tesalonika, Korintus dan Athena. Injil itu akan mencapai Eropa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Maka kami memutuskan untuk segera berangkat ke Makedonia, setelah menyimpulkan bahwa Allah memanggil kami untuk memberitakan Kabar Baik di sana.” Allah menggunakan mereka yang memiliki hasrat yang tepat untuk prioritas yang tepat dengan personel yang tepat untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk membuat presentasi yang tepat, dan mereka dengan patuh terus mengikuti sampai mereka tiba di tempat yang tepat. Penginjilan dimulai dengan dasar-dasar itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita semua sebagai orang Kristen, harus melakukan apa yang mereka lakukan dan kita perlu mendengarkan Roh Kudus. Kita semua perlu menyebarkan Injil kepada orang lain di mana pun kita berada. Bahkan ketika sepertinya pintu-pintu itu tertutup, kita perlu menemukan satu celah yang disediakan Allah untuk kita. Jangan hanya duduk dan berpikir bahwa orang lain dapat memimpin dan melanjutkan. Kita semua diselamatkan untuk melakukan pekerjaan bagi Allah supaya kita dapat menabung harta di surga. Mari kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Mon, 05 Jun 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230604</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000201</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Surat ke orang non-Yahudi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000200"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:19-35" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:19-35</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pertanyaan tentang keselamatan, hukum atau anugerah, adalah masalah penting di dalam KPR 15. Jika Anda memahami segala sesuatu tentang Kekristenan, dan tidak mengerti doktrin keselamatan, segala sesuatu yang lain tidak akan berguna bagi Anda. Anda akan menghabiskan seluruh keabadian Anda di neraka untuk membahas apa yang Anda ketahui. Keselamatan adalah masalahnya. Bagaimana seseorang datang ke dalam hubungan dengan Allah adalah inti dari segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu bukan masalah mati bahkan hari ini. Kesalahan terbesar di dunia saat ini adalah sistem keselamatan palsu itu. Mereka mengajar hal yang menyebabkan orang itu terkutuk. Dan di gereja mula-mula, Setan mengancam untuk memecah belah dan menghancurkan gereja, dan menghancurkan seluruh doktrin keselamatan, dan itulah masalah yang dibahas dalam KPR 15. Nah, marilah kami mundur sebentar, supaya kami dapat mulai berjalan cepat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kami mempelajari kitab KPR, kami menyadari bahwa itu adalah sejarah. Dan kami telah menemukan bahwa itu tidak seperti kursus sejarah; itu apapun juga kecuali mati. Itu hidup, itu bersemangat, itu sekarang, dan itu praktis. Sebab, kitab KPR menunjukkan prinsip-prinsip yang tidak terpengaruh waktu. Jadi, apa yang kami miliki di sini benar-benar dapat diterapkan pada setiap gereja di setiap zaman. Tentang apa yang menyenangkan Allah dan apa yang tidak menyenangkan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan faktor yang mendominasi adalah kuasa Roh Kudus, benar? Semuanya disebabkan oleh Allah waktu menggunakan Roh Kudus. Dalam KPR 1, Yesus memberikan semua perlengkapan penting untuk menyelesaikan pekerjaan yang Dia mulai. Dan kemudian di KPR 2, Roh itu datang untuk memberdayakan mereka melakukan pekerjaan itu. Gereja lahir dan Roh itu turun. Mereka dibaptis ke dalam tubuh, dan mereka dipenuhi dengan Roh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja itu berumbuh dengan luar biasa. Dan dalam KPR 3 dan 4, kami melihat pelayanan Petrus dan Yohanes ketika mereka berkhotbah, dan kuasa Roh Kudus mulai menyebar. Para pemimpin Yahudi bereaksi negatif, dan mereka memasukkan mereka ke penjara, dan menyuruh mereka berhenti mengabarkan Injil, dan itu hanya memberi mereka dorongan yang lebih besar. Dan kemudian di KPR 5, kami melihat bahwa Setan menyusup ke dalam gereja dengan dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia memilih Ananias dan Safira, yang rentan terhadap pencobaan dan yang jatuh, dan dia membuat mereka berbohong kepada Roh Kudus. Dan gereja diancam, dan Allah bertindak tegas. Roh Kudus memisahkan mereka dari jemaat, dan Allah memukul mati mereka tepat di depan semua orang, dan gereja langsung dimurnikan dan mendapat pelajaran besar, bahwa Allah benci dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di KPR 6, mereka harus mengatur diri, karena Roh melakukan hal-hal. Maka mereka memilih orang-orang yang penuh Roh Kudus, dan menugaskan mereka untuk merawat mereka yang membutuhkannya. Dan segera setelah itu, kami melihat individu. Dan kami melihat seorang pria bernama Stefanus yang tidak kenal takut. Dan Stefanus mengkhotbahkan Kristus, dan dia bukan hanya berkhotbah kepada orang Yahudi Yerusalem tetapi juga kepada orang Yahudi Helenistik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus berkhotbah berapi-api sampai mereka membunuhnya; mereka melempari dia dengan batu sampai mati. Dan di sana pada saat Stefanus dirajam berdiri seorang pria bernama Saulus. Dan Saulus mulai menganiaya jemaat gereja, dan dia mulai membantai orang Kristen. Itu menyebabkan orang Kristen menyebar. Dan ketika orang Kristen lari tercerai-berai, Injil ikut tercerai-berai bersama mereka. Dan mereka menginjili di Yudea; dan Samaria.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 9, Yesus menghentikan Paulus di Jalan Damaskus, membutakannya, dan mengubahnya menjadi Rasul Paulus. Dia dipilih untuk menginjili dimensi terakhir dari ruang lingkup empat kali lipat ini, Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ujung bumi. Dan kemudian di KPR 10, Allah memakai Petrus untuk membuka pintu, dan Petrus membuka pintu untuk Kornelius dan kawan-kawannya, mereka adalah orang non-Yahudi yang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami melihat persiapan Paulus, dan persiapan gereja di Antiokhia, yaitu gereja yang digembalakan oleh Paulus. Dan kemudian dari sana, dia dan Barnabas pergi memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi, dalam KPR 13 dan 14. Mereka pergi ke Siprus dan Galatia. Mereka bukan hanya berkhotbah, tetapi banyak orang diselamatkan. Mereka kembali dan menguatkan orang percaya, meneguhkan mereka, dan mengorganisasi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan KPR 15 membahas masalah yang dibawa Setan untuk mencoba memecah belah gereja. Masalah muncul tentang bagaimana orang diselamatkan, dan daripada memecah belah gereja, gereja menetapkan doktrin keselamatan untuk selamanya. Kami tahu bahwa seseorang diselamatkan oleh anugerah melalui iman tanpa ditambah apapun. Tetapi ada beberapa orang Yahudi di Yerusalem yang percaya bahwa orang non-Yahudi pertama-tama harus menjadi seorang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok ini disebut partai sunat, juga dikenal sebagai Judiazers yang memaksakan Yudaisme ke dalam agama Kristen. Keselamatan oleh perbuatan dan legalisme. Nah, ini harus ditangani. Perhatikan </span><span class="cf1"><b>perselisihannya</b></span><span class="cf1">, dalam KPR 15:1 - 5. Paulus dan Barnabas memutuskan bahwa mereka semua harus pergi ke Yerusalem dan membiarkan para Rasul dan penatua menangani pertanyaan itu. Mereka datang ke Yerusalem dan diterima secara resmi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian “mereka menyatakan segala sesuatu yang telah Allah lakukan dengan mereka.” Beberapa sekte Farisi yang percaya bahwa mereka perlu disunat kemudian memerintahkan mereka untuk memelihara Hukum Musa.” Sementara itu, mereka telah bersedia untuk membiarkan masuk beberapa orang Samaria setengah keturunan, dan mereka bersedia untuk memasukkan Kornelius dan kawan-kawannya, dan sida-sida Etiopia, dimana kedua-duanya adalah orang bukan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, perselisihan itu menjadi </span><span class="cf1"><b>pembahasan</b></span><span class="cf1">, ayat 6. Kami tahu para Rasul sudah mengambil keputusan; ayat 11, “Tetapi kami percaya, bahwa oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus kami akan diselamatkan, sama seperti mereka.” Dan ada tiga pidato untuk mendukungnya: Petrus, dan Paulus (bersama Barnabas), dan Yakobus. Dan Petrus memberi kami </span><span class="cf1"><b>enam alasan kuat</b></span><span class="cf1"> mengapa keselamatan oleh anugerah harus diterima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Alasan pertama</b></span><span class="cf1">, ayat 7, “Petrus bangkit, dan berkata, ‘Saudara-saudara, kalian tahu betapa baiknya beberapa waktu yang lalu Allah membuat pilihan di antara kami, bahwa orang-orang bukan Yahudi melalui mulutku akan mendengar Firman Injil.” Sebelumnya ketika Kornelius diselamatkan, yang harus dia lakukan hanyalah percaya. </span><span class="cf1"><b>Alasan kedua</b></span><span class="cf1">: karunia Roh Kudus. Apakah menurut Anda Allah memberikan Roh Kudus-Nya kepada orang yang belum benar-benar diselamatkan? Tentu saja tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, penyucian dari dosa; lihat ayat 9, dikatakan, “Mensucikan hati mereka dengan iman.” Hanya itu yang diminta Allah saat itu. Dan yang </span><span class="cf1"><b>keempat</b></span><span class="cf1">, Petrus berkata mengapa meletakkan kuk di leher para murid, yang tidak dapat dipikul oleh leluhur kami maupun kami?” Dan bukti </span><span class="cf1"><b>kelima</b></span><span class="cf1"> mereka bahwa keselamatan adalah karena anugerah, dan itu adalah mujizat. “Mereka menyatakan mujizat dan keajaiban apa yang telah dilakukan Allah di antara orang-orang non-Yahudi oleh mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakobus adalah yang terakhir, dan dia menunjukkan bahwa janji nubuatan menunjukkan bahwa orang bukan Yahudi akan diselamatkan oleh anugerah. Inilah nubuatan Perjanjian Lama dari Amos 9. Yakobus mengatakan dalam ayat 17, "Supaya sisa manusia dapat mencari Tuhan, dan semua bangsa-bangsa." Anda tidak perlu menjadi orang Yahudi. Dan itu mengarah pada </span><span class="cf1"><b>keputusan</b></span><span class="cf1">, di ayat 19 - 29, dan itu dinyatakan dalam surat yang dibawa kepada bangsa-bangsa non-Yahudi itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, Kata Yakobus, "Jadi penilaian saya adalah bahwa kami tidak boleh mempersulit orang-orang bukan Yahudi yang berbalik kepada Allah." </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Sebaliknya, kami sebaiknya memberitahu mereka untuk tidak makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, dari percabulan, dari makan daging binatang yang dicekik, dan makan darah.” Itu menyinggung orang Yahudi. Jadi ini demi menjangkau orang-orang Yahudi yang belum selamat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Sebab hukum-hukum Musa ini telah diberitakan di rumah-rumah ibadat Yahudi di setiap kota pada setiap Sabat selama banyak generasi.” Jadi, ingat bagaimana kami berbicara tentang hukum kasih dalam agama Kristen, yang mengatakan, "Saya tidak dapat melakukan hal-hal tertentu, karena itu membuat saudara saya tersandung?" Kami akan berhati-hati dalam persekutuan, supaya jangan menyinggung orang Yahudi yang belum terjangkau, tetapi untuk menunjukkan kasih kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Kemudian para rasul dan para penatua bersama dengan seluruh gereja di Yerusalem memilih utusan, dan mereka mengutus mereka ke Antiokhia Siria bersama Paulus dan Barnabas untuk melaporkan keputusan ini. Orang-orang yang dipilih adalah dua pemimpin gereja, Yudas (juga disebut Barsabas) dan Silas.” Mereka bukan hanya senang dengan keputusan itu, mereka juga senang mengirim dua pemimpin mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakobus adalah salah satu pemimpin. Dialah yang menulis surat itu, jadi dia mungkin yang bisa mengartikulasikan itu lebih baik dari yang lain. Tidak, harus ada banyak pemimpin, yang diangkat oleh Allah. Ibrani 13:7 berkata, “Ingatlah mereka yang berkuasa atas kalian.” Ini adalah kata yang sama yang digunakan dalam KPR 15. Artinya yang memerintah, otoritas yang diatas tubuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Inilah surat yang mereka bawa: “Surat ini dari para rasul dan para penatua, saudara-saudaramu di Yerusalem. Itu ditulis untuk orang percaya non-Yahudi di Antiokhia, Siria, dan Kilikia. Salam!" Ini dari saudara-saudara Yahudi kepada saudara-saudara non-Yahudi. Sulit untuk membayangkan dampak luar biasa dari sapaan itu saja. Itu tidak membicarakan Siprus dan Galatia, tempat mereka mendirikan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena mereka adalah bagian dari Antiokhia. Mereka termasuk dalam Gereja Antiokhia. Jadi, mereka menulis kepada semua gereja non-Yahudi, semuanya mendapatkan informasi itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Kami mengerti bahwa ada beberapa orang dari sini telah menyusahkanmu dan mengecewakanmu dengan ajaran palsu mereka, tetapi kami tidak mengutus mereka!” Kalian tidak perlu disunat dan tidak perlu mengikuti Hukum Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Doktrin palsu adalah masalah nyata. Legalisme adalah masalah besar. Karena ketika Anda mulai merubah doktrin keselamatan, Anda menghancurkan anugerah, dan Anda telah menghancurkan keselamatan, dan Anda mengutuk orang. Ketaatan adalah melakukan sesuatu untuk kemuliaan Allah. Legalisme adalah melakukan sesuatu untuk kemuliaan diri sendiri. Allah selalu memiliki hukum. Hukum kerajaan yang sempurna adalah hukum kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Maka kami memutuskan, setelah mencapai kesepakatan penuh, untuk mengutus kepadamu wakil-wakil resmi, bersama dengan kekasih kami, Barnabas dan Paulus.” Mereka sepakat sepenuhnya, karena Roh Kudus mengawasi setiap individu, mereka secara kolektif memiliki pikiran Roh. Perhatikanlah kata, “kekasih,” yang menunjukkan bagaimana perasaan mereka terhadap Barnabas dan Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang yang mempertaruhkan nyawanya demi nama Tuhan kita Yesus Kristus.” Ingatlah bahwa Paulus dilempari batu dalam KPR 14:19 dan dia dianggap sudah mati. Paulus tahu bahwa Allah berkuasa atas hidup kami, jadi ketika Anda tidak takut mati, Anda menjadi sangat berani sepanjang waktu. Marilah kami lihat karakter Paulus dan Barnabas, supaya itu menjadi motivasi bagi semua orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama-tama, alasan untuk tidak takut yang kami lihat dalam Perjanjian Baru adalah untuk kepentingan orang lain. Paulus berkata, "Jika aku dipersembahkan pada korban sukacitamu, aku bersukacita." Kedua, mereka tidak takut karena mereka ingin ada pengenalan akan Kristus. Saya hanya ingin menanggung dalam tubuh saya tanda-tanda Yesus Kristus. Kolose 1:24 mengatakan, “Supaya aku mengalami semua yang Dia alami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, menurut saya mereka menderita karena kelangsungan hidup. Kata Roma 14:7-9, “Tidak seorang pun dari kami hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada orang yang mati untuk dirinya sendiri, karena apakah kami hidup, kami hidup untuk Tuhan, dan jika kami mati, kami mati untuk Tuhan.” Oleh karena itu, apakah kami hidup atau mati, kami adalah milik Tuhan. Karena untuk tujuan ini Kristus mati, bangkit, dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan atas orang mati dan yang hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu keempat, mereka sangat menderita karena ada keinginan masuk surga. Mereka pikir itu lebih baik untuk dilakukan. Kelima, karena ketaatan. Mereka mematuhi prinsip-prinsip yang telah ditinggalkan Kristus bagi mereka. Tahukah apa yang dikatakan Petrus? “Sampai di sini Anda dipanggil untuk menderita bagi-Nya. Setelah Anda menderita beberapa saat, Allah akan menegakkan Anda dan menetapkan Anda.” Dan terakhir, “Demi nama Tuhan kita Yesus Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, "Kami mengutus Yudas dan Silas untuk mengesahkan apa yang telah kami putuskan mengenai pertanyaanmu." Inilah dua orang Yahudi dari gereja Yerusalem, untuk meneguhkan kesaksian itu. “Karena hal itu tampaknya baik bagi Roh Kudus, dan bagi kami.” Ada pertemuan yang telah memutuskan itu bersama dan kami dan Roh Kudus setuju. Dan itulah indahnya kesatuan ini karena mereka semua ada di dalam Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28-29</b></span><span class="cf1">, “Sebab adalah baik bagi Roh Kudus dan bagi kami untuk tidak membebani kalian lebih dari beberapa persyaratan ini: 29 Kalian harus menjauhkan diri dari makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, dari mengkonsumsi darah atau daging benatang yang dicekik, dan dari percabulan seksual. Jika kalian melakukan ini, kalian akan dianggap baik dengan melakukannya. Selamat tinggal." Dengan kata lain, jika kalian tidak melakukan hal-hal itu, itu akan menguntungkan kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kami tutup dengan </span><span class="cf1"><b>perkembangannya</b></span><span class="cf1">. Apakah terjadi ketika mereka memberikan surat itu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 30-31</b></span><span class="cf1">, “Utusan-utusan itu segera pergi ke Antiokhia, di mana mereka mengadakan rapat umum untuk orang-orang percaya dan menyampaikan surat itu. 31 Dan ada sukacita besar di seluruh gereja pada hari itu sewaktu mereka membaca pesan yang membesarkan hati ini.” Jadi ada penghiburan dan ada perayaan, dimana mereka mengadakan semacam pesta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Yudas dan Silas, keduanya adalah nabi, berbicara panjang lebar kepada orang-orang percaya, mereka membesarkan hati dan menguatkan iman mereka.” Hanya kasih karunia dapat membangun kalian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33-35</b></span><span class="cf1">, “Mereka tinggal sebentar, dan kemudian orang-orang percaya itu mengirim mereka kembali ke gereja di Yerusalem dengan berkat perdamaian. 35 Paulus dan Barnabas tinggal di Antiokhia. Mereka dan banyak orang lainnya mengajar dan mengkhotbahkan firman Tuhan di sana.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 34 tidak ada dalam manuskrip asli. Rupanya, seorang juru tulis memasukkannya di sana, katanya “Silas senang tinggal di sana.” Nah, dan mereka melakukan dua hal, yaitu penginjilan dan peneguhan. Pesan itu kembali dan gereja telah menegakkan doktrin keselamatan itu, mereka melanjutkan di mana mereka berhenti, dan itu terus berkembang. Tidak ada keselamatan lain, kecuali beriman dalam nama Yesus Kristus, tanpa tambahan. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 May 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230528</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000200</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Non-Yahudi Termasuk]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001FF"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:13-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:13-18</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melanjutkan pelajaran kami tentang KPR 15, di mana dewan Yerusalem menghadapi krisis pertamanya, dan itu adalah krisis doktrin keselamatan. Beberapa orang mencoba untuk mengajarkan bahwa seseorang diselamatkan oleh anugerah ditambah perbuatan. Orang lain percaya bahwa seseorang diselamatkan oleh anugerah saja. Maka, konflik terjadi dan itu diselesaikan di dewan Yerusalem. Catatan resolusi itu ada di 35 ayat pertama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, saat kami mendekati ini, kami sampai pada konsep anugerah. Kasih karunia adalah kata yang penting dalam Kekristenan. Sebenarnya istilah anugerah itu adalah milik Kekristenan. Semua sistem agama lain di dunia didasarkan pada karya manusia. Ada hal-hal tertentu yang harus dilakukan seseorang, dan karena dia melakukan hal-hal itu, Allah berkenan kepadanya. Dan jika tindakan yang baik itu lebih banyak daripada yang tidak baik, Anda akan masuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan berada dengan menawarkan keselamatan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda sedang lakukan, apa yang Anda telah lakukan, atau apa yang Anda akan lakukan. Keselamatan yang ditawarkan dalam Kekristenan berdiri terpisah dari setiap sistem lain sebagai keselamatan anugerah yang murni. Dan kasih karunia dapat didefinisikan sebagai berikut: itu adalah keselamatan cuma-cuma dari Allah, yang ditawarkan kepada manusia berdasarkan apa yang Kristus telah lakukan, dan terlepas dari apa yang mungkin kalian lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya diselamatkan bukan karena apa yang pantas saya terima, bukan karena apa pun yang saya lakukan, bukan karena apa pun keberadaan saya, tetapi karena semuanya yang adalah Kristus itu, dan semua yang Dia lakukan, yang hanya saya percaya, dan Allah memperhitungkan itu kepada saya sebagai keselamatan. Nah, anugerah kemudian, adalah usaha cuma-cuma dari pihak Allah untuk menyelamatkan manusia. Allah bukan hanya menawarkan anugerah untuk menyelamatkan Anda, tetapi anugerah itu sampai begitu jauh sehingga Allah ingin menjadikan Anda seperti Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia ingin menjadikan Anda serupa dengan Yesus Kristus. Lihatlah, itulah sifat kasih karunia yang tidak mengenal batas. Anugrah-Nya tidak terbatas, sehingga menyadap anugrah-Nya pada mulanya adalah menyadap anugrah-Nya untuk selama-lamanya. Itu datang bersama-sama, atau tidak sama sekali. Faktanya, dalam Ibrani 10:14, dikatakan, “Dengan satu persembahan Kristus, mereka yang dikuduskan disempurnakan untuk selamanya.” Anugerah Allah yang ditawarkan dalam keselamatan membuat Anda sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi seseorang yang mengatakan, "Ya, memang anugerah membuat Anda sempurna, tetapi Anda perlu menambahkan ini dan itu," itu tidak masuk akal. Apakah yang bisa Anda tambahkan kepada kesempurnaan? Jika anugerah membuat Anda sempurna, itu sudah cukup. Anda tidak dapat menambahkan apapun kepada kesempurnaan; yang Anda akan lakukan hanya mengacaukannya, dan menyebabkan ada ketidaksempurnaan. Dan anugerah menyempurnakan untuk selamanya orang yang datang kepada Kristus, jadi kami tidak dapat menambahkan apapun kepada anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kami beralih, kedua, ke apa yang dijelaskan Paulus dalam Roma 5 sebagai "anugerah yang di dalamnya kami berdiri". Setelah diselamatkan oleh kasih karunia, saya hidup dalam anugerah, dan kemudian kasih karunia itu diperluas untuk menyesuaikan saya dengan Kristus. Allah tidak bisa membatasi anugerah-Nya. Tujuan terakhir dari keselamatan saya adalah saya akan menjadi seperti Yesus Kristus. Dan saya belum melakukan satu hal pun dimana saya pantas mendapatkannya; tidak sebelumnya, tidak selama kejadian, dan tidak setelah itu. Itu adalah anugerah murni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan berkata, “Percaya saja apa yang telah Dia lakukan, dan Aku akan mengubahmu,” kata Allah, “menjadi gambar Yesus Kristus, untuk selamanya.” Tetapi tahukah Anda, sungguh menakjubkan bahwa bahkan dalam batas-batas Kekristenan, masih ada orang yang salah memahami anugerah. Mereka menyalahartikan kasih karunia, dan bahkan melawan anugerah. Allah tidak ingin Anda berkata, "Baiklah Allah, saya akan melakukan semua hal kecil saya sekarang, sama seperti yang Engkau lakukan untuk saya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang berusaha membalas pemberian kasih kepada Allah, dengan memberikan pekerjaan kepada-Nya. Yang hanyalah membatasi aliran kasih itu, dan menghilangkan kebebasan pemberian anugerah-Nya. Nah, itulah yang terjadi di gereja mula-mula. Di sini Allah menawarkan keselamatan gratis kepada orang-orang bukan Yahudi, dan orang-orang Yahudi berlarian sambil berkata, “Oh, kalian harus disunat, dan kalian harus mematuhi hukum dan upacara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ingatlah bahwa Tuhan berfirman di dalam Matius 16, “Aku akan mendirikan gereja-Ku.” Ketika Yesus menetapkan pikiran-Nya untuk melakukan sesuatu, Dia pasti melakukannya. Dan Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Dan alam maut tidak akan menguasainya.” Dia mulai di Yerusalem, yang adalah baik. Dan kemudian Dia pindah ke Samaria, dan beberapa orang Samaria diselamatkan, dan itu sulit untuk diterima karena orang Samaria dibenci oleh orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Yahudi percaya untuk menjaga kemurnian orang Ibrani, dan orang Samaria ini telah menikah dengan orang kafir. Tetapi mereka memang menyembah Allah Israel, dan mereka memang bagian dari Yudaisme, jadi itu bisa ditoleransi. Tetapi kemudian datanglah dua orang radikal, bernama Paulus dan Barnabas. Dan mereka pergi ke seluruh dunia non-Yahudi, dengan menawarkan keselamatan kepada setiap orang non-Yahudi yang menginginkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hasilnya adalah banyak jemaat non-Yahudi dimulai di mana-mana. Mereka menganggap itu tidak adil bahwa orang non-Yahudi dapat hidup sesuai keinginannya, dan datang begitu saja dan percaya kepada Mesias, dan tiba-tiba dia setara. Mereka ingin memastikan bahwa orang non-Yahudi itu menjadi orang Yahudi terlebih dahulu. Mereka pikir hanya mereka yang bisa sampai kepada Allah, mereka melakukannya karena itu adalah masalah ego mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi Yerusalem ini, yang dikenal sebagai partai sunat, atau juga dikenal sebagai orang Yahudi yang mencoba memaksakan Yudaisme pada orang lain, mulai berkeliling, dan mengacaukan pikiran orang non-Yahudi. Jadi, ajaran sesat yang mereka ajarkan bahkan melanda di daerah-daerah di mana Paulus telah mendirikan gereja-gereja di Galatia. Jadi mereka mengacaukan seluruh komunitas Kristen non-Yahudi dengan doktrin palsu ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tahu segalanya dan Anda tidak tahu caranya diselamatkan, Anda telah kehilangan semuanya. Bagian ini bisa dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama adalah perselisihan. Inilah yang terjadi di dalam agama hari ini. Nah, yang kedua adalah </span><span class="cf1"><b>pembahasannya</b></span><span class="cf1">. Petrus, Paulus (juga Barnabas) dan Yakobus. Ayat 11, “Kami percaya bahwa kami semua diselamatkan dengan cara yang sama, oleh anugerah Tuhan Yesus yang tidak selayaknya diperoleh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menyatakan iman mereka, bahwa itu adalah anugerah tanpa tambahan. Dan orang pertama yang mendukung ini adalah Petrus. Dia mengatakan keselamatan oleh anugerah adalah bukti dari wahyu masa lalu. Kedua, itu adalah karunia Roh. Hanya orang-orang yang telah diselamatkan yang mendapatkan Roh Kudus. Hal ketiga: Allah mengampuni dosa dan menyucikan mereka oleh iman. Dia berkata, “Mengapa memaksa legalisme pada mereka? Itu bahkan tidak berhasil untuk kami. Argumen Petrus itu kuat. "Maka semua orang banyak itu diam saja."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dan Barnabas menyatakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat apa yang telah dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa non-Yahudi oleh mereka di dalam ayat 12. Paulus mengkhotbahkan pesan anugerah, dan Allah mendukung pesannya dengan mujizat. Itu berarti Allahn menyetujui pesannya, benar? Paulus berkata, “Lihatlah saudara-saudara, Allah telah mengesahkan kebenaran keselamatan anugerah itu melalui mujizat-mujizat yang menyertai khotbah-khotbah kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kaum Yudiazer tidak diberi mujizat untuk menyertai informasi mereka. Kemudian Yakobus berbicara. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Setelah mereka selesai, Yakobus berdiri dan berkata, “Saudara-saudara, dengarkanlah aku.” Yakobus menambahkan bukti keenam tentang keselamatan oleh anugerah, </span><span class="cf1"><b>janji-janji nubuatan </b></span><span class="cf1">dari Amos 9, dan itu dimulai dari </span><span class="cf1"><b>ayat 14 - 18</b></span><span class="cf1">, “Petrus telah memberi tahu kalian tentang saat pertama kali Allah mengunjungi orang non-Yahudi untuk mengambil dari mereka suatu umat bagi dirinya sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“</span><span class="cf1"><b>15</b></span><span class="cf1"> Dan pertobatan orang-orang bukan Yahudi ini tepat seperti yang dinubuatkan para nabi. Seperti ada tertulis: </span><span class="cf1"><b>16 </b></span><span class="cf1">'Setelah itu Aku akan kembali dan memulihkan rumah Daud yang roboh. Aku akan membangun kembali puing-puingnya dan memulihkannya, </span><span class="cf1"><b>17</b></span><span class="cf1"> agar umat manusia lainnya dapat mencari Tuhan, termasuk bangsa-bangsa lain, semua yang telah Aku panggil untuk menjadi milik-Ku. Tuhan telah berbicara. </span><span class="cf1"><b>18</b></span><span class="cf1"> Dia yang membuat hal-hal ini diketahui sejak lama.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apa yang Yakobus katakan di sini sederhana saja; interpretasinya, dan bagaimana itu cocok dengan keadaan, itulah yang menjadi sulit. Petrus telah memberi tahu kalian tentang saat pertama kali Allah mengunjungi orang-orang non-Yahudi untuk mengambil dari mereka suatu umat bagi diri-Nya sendiri. Dan itulah yang dinubuatkan oleh para nabi. Sekarang dia berkata, “Jika kalian semua tegang tentang orang non-Yahudi diselamatkan, apakah kalian lupa bahwa ini juga yang dinubuatkan para nabi?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 16-17, “Setelah ini Aku akan kembali, dan membangun kembali kemah Daud, yang telah runtuh; dan Aku akan membangun kembali puing-puingnya, dan Aku akan memulihkannya: supaya orang-orang non-Yahudi dapat mencari Tuhan, dan semua orang yang telah Aku panggil menjadi milik-Ku, 'kata Tuhan, yang membuat hal-hal ini diketahui sejak lama.” Nubuatan ini pada dasarnya mengatakan bahwa orang-orang bukan Yahudi akan diselamatkan sebagai orang-orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Allah, "Aku memanggil mereka langsung kepada diri-Ku sendiri." Ini adalah nubuatan kerajaan seribu tahun. Dan dia mengatakan ini: ada dua hal dalam kerajaan itu, pemulihan Israel. Israel akan memerintah di kerajaan, benar? Dan itulah ayat 16. “Aku akan kembali, dan membangun kemah Daud,” yang berarti bangsa Israel. Tetapi juga di dalam kerajaan orang-orang non-Yahudi yang akan diselamatkan sebagai bangsa-bangsa non-Yahudi di ayat 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus akan kembali dan mendirikan kerajaan-Nya. Ingatlah penghakiman domba dan kambing, dalam Matius 24 dan 25? Bangsa non-Yahudi yang telah menganiaya Israel, itulah kambing yang akan dicampakkan ke dalam api. Tetapi domba-domba non-Yahudi akan mewarisi kerajaan. Jadi, ada orang bukan Yahudi yang hidup dan masuk ke dalam kerajaan seribu tahun. Orang non-Yahudi itu akan memiliki banyak anak di kerajaan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, mereka akan diselamatkan sama seperti orang lain, dengan kepercayaan kepada Yesus Kristus. Tetapi tidak semua dari mereka akan diselamatkan. Cukup banyak dari anak-anak mereka yang memberontak di seluruh dunia pada akhir seribu tahun itu. Ingatlah ketika Setan dilepaskan, ia akan memimpin mereka dalam pemberontakan terakhir di seluruh dunia. Dan perhatikanlah, intinya adalah ini: mereka akan diselamatkan sebagai orang-orang non-Yahudi di dalam kerajaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah satu-satunya cara supaya nubuatan Amos masuk akal. Yesaya 11:10 mengatakan, “Pada waktu itu ahli waris takhta Daud akan menjadi panji keselamatan bagi seluruh dunia. Bangsa-bangsa (orang-orang non-Yahudi) akan berkumpul kepada-Nya dan tanah tempat Dia tinggal akan menjadi tempat yang mulia.” Yesaya 66:23 mengatakan, "Semua umat manusia akan datang untuk menyembah Aku dari minggu ke minggu dan dari bulan ke bulan." Dan dia membicarakan Sion, di mana Kristus akan memerintah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua bangsa yang dipanggil Tuhan akan datang kepada-Nya sebagaimana adanya. Itu satu-satunya persyaratan. Kami telah memberi tahu kalian bahwa segala sesuatu yang akan terjadi di kerajaan masa depan memiliki penggenapan yang terbatas di zaman gereja ini. Misalnya, di kerajaan, Kristus akan memerintah, benar? Tetapi sekarang Dia bertahta di dalam hati kami. Di kerajaan akan ada damai, tetapi sekarang ada damai di hati kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam kerajaan, Dia akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia; di zaman gereja, Roh mendiami orang percaya. Segala sesuatu ada di dalam karakter penuh di kerajaan, dan dalam arti terbatas itu terlihat di gereja. Nah, tidak dapatkah kita melihat izin bagi keselamatan orang bukan Yahudi sekarang, selama zaman gereja, tanpa Yudaisme? Jadi, itu sangat cocok dengan karakter kerajaan seribu tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika saya mempelajarinya, saya berpikir, “Mengapa Dia menempatkan ayat 16 di sana?” Ayat ini untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Allah tidak mengesampingkan Israel dalam keselamatan bangsa non-Yahudi. Teologi dispensasi mengatakan bahwa Allah masih memiliki rencana bagi Israel. Di sisi lain ada teologi Perjanjian, yang mengatakan bahwa Allah telah kehilangan semua rencana-Nya bagi Israel, dan menyelesaikan segala sesuatu di dalam gereja-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika janji Allah kepada Israel tidak baik, dan jika Allah tidak menepati janji-Nya kepada Israel, saya tidak terlalu yakin dengan apa yang Dia janjikan kepada saya. Allah berkata kepada Israel, “Kalian akan memiliki kerajaan dan kalian akan memerintah bersama-Ku, dan kalian akan dipulihkan, dan kalian akan dibangun kembali, dan kalian akan berada di tanahmu, dan kalian akan memiliki kerajaan.” Jadi, ayat 16 ada di sana karena orang Yahudi perlu tahu bahwa Allah tidak melupakan Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami percaya bahwa Allah akan mendirikan suatu kerajaan bagi Israel di masa depan. Petrus berkata dalam khotbahnya, "Kalian membunuh Pangeran kehidupan." Tapi dia berbalik dan berkata, “Dan kalian masih anak-anak perjanjian” di pasal yang sama. Yang harus kita lakukan adalah mengumumkan kepada orang Yahudi bahwa orang yang tidak percaya mendapat kutukan dan orang percaya mendapat berkat. Jadi dia ingin memastikan bahwa Allah tidak mengesampingkan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah belum selesai dengan Israel. Pelajarilah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan Anda akan menemukan bahwa janji-janji keselamatan orang bukan Yahudi selalu terkait dengan pemulihan Israel. Dalam nubuatan Perjanjian Lama, janji pemulihan Israel dan janji keselamatan bangsa bukan Yahudi ada di ayat yang sama. Hanya karena pemulihan Israel itu benar, keberadaan gereja juga benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di masa tribulasi, Allah memeteraikan seratus empat puluh empat ribu orang dari Israel, untuk menjadi saksi-saksi-Nya. Di kerajaan, lengan siapa yang digantung orang ketika mereka datang ke Mesias? Orang Yahudi. Di gereja mula-mula, siapakah yang membawa Injil ke Israel? Orang Yahudi. Siapakah yang membawa Injil kepada orang Samaria? Orang Yahudi. Kepada orang non-Yahudi? Orang Yahudi Paulus dan Barnabas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah selalu memilih hamba-hamba Yahudi, dan Allah di masa depan masih akan menggunakan orang Yahudi. Mereka tidak harus menjadi orang Yahudi; mereka hanya akan dipimpin oleh orang Yahudi. Dan di dalam Kerajaan, Allah akan menggunakan Israel sebagai utusan-utusan-Nya untuk membawa manusia kepada Mesias. Allah harus membangun kembali Israel. Mengapa? Karena merekalah yang akan menjadi saksi-saksi-Nya, supaya mereka dapat membawa bangsa-bangsa kepada Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kunci penterjemahannya adalah </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Dia yang sudah lama memberitahukan hal-hal ini.” Allah tidak mengubah rencana-Nya. Dia tetap akan memulihkan Israel, Anda masih akan memegang lengan baju mereka di sana dan membawa sepuluh orang bukan Yahudi kepada Raja. Allah cuman ada rencana awal yang Petrus beritahukan kepada kalian terlebih dahulu, untuk mengumpulkan suatu umat sebagai permulaan. Tetapi marilah kami hadapi itu, itu bukan masalah besar bahwa mereka diselamatkan sebagai orang non-Yahudi sekarang. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 May 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230507</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001FF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan oleh Anugerah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001FE"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:1-12</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kami mulai KPR 15, kami melihat pelayanan Roh Kudus di dalam perkembangan gereja. Pada mulanya Injil telah menyebar ke dunia bukan Yahudi. Paulus dan Barnabas telah menyelesaikan perjalanan misionaris yang pertama. Allah telah menetapkan tempat utama di dunia bukan Yahudi di gereja Antiokhia di Siria; dan Paulus dan Barnabas menginjili Siprus, dan Galatia di Asia Kecil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini merupakan perkembangan yang sulit, dalam arti ini membuka jalan baru bagi gereja. Ini adalah pelayanan baru yang merupakan undangan bagi orang bukan Yahudi, untuk masuk sepenuhnya ke dalam gereja Yesus Kristus. Dan masuk ke dalam semua berkat yang menyertainya, yang dijanjikan kepada Israel adalah milik mereka secara setara. Paulus dan Barnabas, bukan hanya menginjili, tetapi mereka juga melanjuti dan mengorganisir gereja dengan mengangkat para penatua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian mereka kembali ke Antiokhia untuk melanjutkan pelayanan mereka seperti yang telah mereka mulai di sana. Karena orang bukan Yahudi telah dimasukkan ke dalam gereja, hal itu menjadi bahan bakar dalam Kisah Para Rasul 15. Itu selalu merupakan hal yang sulit bagi orang Yahudi untuk mengizinkan masuknya orang bukan Yahudi ke dalam gereja. Sebagian besar orang Yahudi di tahun-tahun awal gereja, melihat kekristenan sebagai sekte Yudaisme saja. Kekristenan tidak berbeda dari Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mudah untuk melihat bagaimana perasaan mereka seperti itu, karena semua janji kepada Israel digenapi dalam kedatangan Mesias. Jadi mereka percaya bahwa Yudaisme hanya menyelesaikan dirinya sendiri dalam agama Kristen; dan bahwa Anda tidak dapat secara jujur memiliki kekristenan dalam kemurniannya, kecuali jika Anda terhubung dengan Yudaisme. Jadi orang Yahudi melihat kekristenan hanya sebagai ujung logis dari Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka konsep bahwa seorang penyembah berhala dapat langsung masuk ke dalam gereja, dan menjadi setara dengan seorang Yahudi adalah asing bagi banyak dari mereka, dan mereka tidak dapat menerimanya. Akibat ketidakmampuan untuk melihat kekristenan berbeda dari Yudaisme, konflik pun terjadi. Konflik kemudian menjadi tema KPR 15. Tidak dapat dihindari bahwa ada konflik karena ada sikap bahwa Kekristenan adalah langkah terakhir dalam Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kehadiran orang bukan Yahudi itu di dalam gereja akan menyebabkan ada peperangan. Namun orang Yahudi bersikap toleran pada kenyataan bahwa mereka mengizinkan orang Samaria untuk masuk ke dalam gereja. Dan orang Samaria adalah setengah Yahudi dan setengah bukan Yahudi. Selain itu, mereka telah mengizinkan sida-sida Etiopia, dan Kornelius serta rombongannya, seisi rumahnya menjadi orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dan Barnabas kemudian disebut orang radikal, mereka adalah orang aktivis dan mereka merusak tradisi nenek moyang.Mereka benar menghancurkan adat-adat suci Yudaisme, Maka kaum konservatif ini memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri, dan karena mereka memutuskan untuk melakukan itu, mereka mempercepat dewan besar pertama dari gereja mula-mula untuk memutuskan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah masalah konferensi Yerusalem, bagaimana orang diselamatkan? Apakah hanya karena anugerah, atau melalui kasih karunia ditambah hukum? Dan dengan semua sekte yang kami miliki dalam kerangka kekristenan, yang menyimpang adalah mereka yang menambahkan sesuatu pada metode keselamatan. Tampaknya sulit bagi orang untuk memahami bahwa mereka diselamatkan oleh iman tanpa ditambah sesuatu karena semuanya didasarkan pada karya Kristus yang sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Alkitab sangat eksplisit dalam mengajarkan bahwa Anda diselamatkan oleh kasih karunia Allah, melalui iman, tanpa ditambah apapun. Kami memiliki seluruh dunia yang penuh dengan orang legalistik, yang selalu ingin menambah sesuatu pada karya sempurna Kristus yang dilakukan di kayu salib. Ini seperti saya mengambil pensil saya dan menyentuh Mona Lisa. Saya bukan seorang seniman, dan itu tidak perlu diperbaiki. Itu sudah menjadi karya agung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja Roma Katolik mengatakan, “Ya, Anda diselamatkan oleh iman, dan anugerah menyelamatkan Anda, anugerah dan iman, tetapi anugerah itu dimediasi melalui sakramen, jadi Anda harus mengambil sakramen, dan Anda harus mengambil Perjamuan Kudus, karena itu menengahi kehidupan ilahi. Dan “Ya, Anda diselamatkan oleh iman, tetapi bahtera keselamatan itu adalah gereja. Anda harus bergabung dengan gereja.” Jadi, orang-orang menambahkan pada anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ada empat fitur. Pertama ada perselisihan, kemudian ada pembahasan, kemudian ada keputusan, dan kemudian ada perkembangan. Jadi pertama ada </span><span class="cf1"><b>perselisihan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat l,</b></span><span class="cf1"> “Sementara Paulus dan Barnabas berada di Antiokhia Siria, beberapa orang dari Yudea datang dan mulai mengajar orang-orang percaya, “Jika kalian tidak disunat seperti yang diwajibkan oleh Hukum Musa, kalian tidak dapat diselamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah saudara-saudara, dalam ayat 1, adalah orang-orang percaya di Antiokhia. Mereka tidak memiliki komisi dari gereja Yerusalem secara resmi. Mereka adalah penjaga legalisme yang ditunjuk sendiri. Dan mereka telah datang ke Antiokhia untuk meluruskan semua bangsa bukan Yahudi. Beberapa komentator merasa bahwa mereka mengikuti jalan Paulus dan Barnabas, dan mengunjungi setiap kota yang baru saja mereka datangi dalam perjalanan misionaris mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah persoalan pemaksaan hukum ini, harus disunat, adalah posisi yang dikenal sebagai Yudaisasi. Itu berarti memaksakan orang bukan Yahudi pada ritual, atau legalisme. Nah rasul Paulus, telah memahami hal ini dengan jelas. Dia tidak bingung, meskipun dia adalah seorang Ibrani dari Ibrani. Dalam Galatia 5:1 dia berkata, “Jangan terjerat lagi dengan kuk perbudakan. Kami telah dibebaskan, tetaplah bebas.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Paulus dan Barnabas tidak setuju dengan mereka, dan berdebat dengan sengit. Akhirnya, gereja memutuskan untuk mengutus Paulus dan Barnabas ke Yerusalem, ditemani oleh beberapa orang percaya setempat, untuk berbicara dengan para rasul dan penatua tentang pertanyaan ini.” Yah, mereka benar-benar bertengkar. Pertama, mereka tidak mau makan dengan orang bukan Yahudi. Karena tidak ada orang Yahudi yang mau makan dengan orang bukan Yahudi yang tidak disunat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak mau masuk ke rumah mereka. Kalau pergi ke rumah orang bukan Yahudi, itu berarti menajiskan diri sendiri. Mereka bahkan tidak mau makan makanan non-Yahudi, mereka tidak percaya dengan cara memasaknya, dan lain-lain. Jadi di sini mereka berada di tembok batu ketika mereka tiba. Dan mereka tidak akan berkumpul bersama di Perjamuan Kudus. Paulus melihat jurang pemisah antara orang Yahudi dan bukan Yahudi, dan dia benar-benar marah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Gereja mengutus utusan ke Yerusalem, dan mereka berhenti di jalan di Fenisia dan Samaria untuk mengunjungi orang-orang percaya. Mereka memberi tahu mereka, yang membuat semua orang senang, bahwa orang-orang bukan Yahudi, juga sedang dipertobatkan.” Mereka datang melalui wilayah ini yang didiami oleh orang Yahudi Helenistik dan orang Samaria, yang tidak terlalu terpaku pada legalisme. Jadi mereka membangun dukungan saat mereka pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka tiba di Yerusalem, Barnabas dan Paulus disambut oleh seluruh jemaat, termasuk para rasul dan para penatua. Mereka melaporkan semua yang telah Allah lakukan melalui mereka.” Mereka selalu memuliakan Allah. Dalam kesaksian mereka ada cukup bukti untuk mengesahkan keselamatan oleh anugerah melalui iman tanpa ditambah apa-apa. Nah pihak sunat menjadi benar-benar kesal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kemudian beberapa orang percaya yang adalah bagian sekte Farisi berdiri dan mengatakan, “Orang-orang non-Yahudi yang bertobat harus disunat dan mereka harus mengikuti Hukum Musa.” Dengan kata lain, mereka tidak bisa diselamatkan hanya dengan iman, mereka harus disunat, dan menjalani operasi medis yang sebenarnya, dan kemudian menaati Hukum Musa sebelum mereka bisa diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang gereja ada masalah: ada pertikaian besar, yang semakin besar. Dan sungguh, teman-teman, hari ini keadaannya sama juga. Kekristenan evangelis pada dasarnya tahu apa yang diyakininya. Tetapi kami masih secara konsisten melawan aliran sesat dan semua sekte yang beredar di sekitar atas dasar fakta bahwa Anda harus menambah kepada karya anugerah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Jadi para rasul dan para penatua berkumpul untuk menyelesaikan masalah ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Pada pertemuan itu, setelah diskusi panjang, Petrus berdiri dan berbicara kepada mereka sebagai berikut: “Saudara-saudara, kalian semua tahu bahwa Allah memilih aku dari antara kalian beberapa waktu yang lalu untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi agar mereka dapat mendengar Kabar Baik dan percaya.” Sekarang di sini ada tiga pidato yang diberikan di Dewan itu. Dan ketiga pidato itu mendukung anugerah tanpa ada tambahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-11</b></span><span class="cf1"> memberi kami pandangan Petrus, Allah tahu hati orang-orang, dan dia menegaskan bahwa dia menerima orang bukan Yahudi dengan memberi mereka Roh Kudus, seperti yang dia lakukan kepada kami. 9 Dia tidak membuat perbedaan antara kami dan mereka, karena dia membersihkan hati mereka melalui iman. 10 Jadi mengapa kalian sekarang menantang Allah dengan membebani orang-orang percaya bukan Yahudi dengan kuk yang tidak dapat dipikul oleh kami maupun nenek moyang kami?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">11 Kami percaya bahwa kami semua diselamatkan dengan cara yang sama, oleh kasih karunia Tuhan Yesus yang tidak selayaknya diperoleh.” Dia tidak hanya berbicara untuk dirinya sendiri. Para penatua dan para rasul mengadakan konferensi pribadi, dan dari konferensi itu inilah pernyataan mereka. Allah menyelamatkan terlepas dari apa pun yang pernah Anda lakukan. Itu hanya karena anugerah. Mereka tidak dapat memelihara Hukum Musa untuk diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus berkata, “Lihat ke belakang. Masalah ini sudah diselesaikan setidaknya sepuluh tahun yang lalu. Anda tahu bahwa Allah memilih saya untuk pergi ke orang bukan Yahudi untuk memberitakan Injil, dan mereka menjadi percaya, dan hanya itulah yang Allah minta. Allah tidak memaksakan sunat pada saat itu.” Jadi Petrus mengatakan mengesahkan keselamatan oleh anugerah adalah informasi masa lalu. Intinya adalah, "Apakah kalian menemukan sesuatu yang baru yang bahkan tidak diharuskan oleh Allah?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukti kedua adalah karunia Roh Kudus dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">. Allah memberikan Roh Kudus-Nya hanya kepada orang percaya karena Dia tahu hati mereka. Begitu mereka beriman kepada Mesias, Kristus, mereka menerima Roh Kudus. Itulah cara Allah mengesahkan keselamatan. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan jika Anda seorang Kristen sejati, Anda akan dipimpin oleh Roh. Bahkan seperti yang Dia lakukan kepada kami; supaya tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingat dalam KPR 19, Paulus bertemu dengan beberapa orang yang tidak tahu apa yang sedang terjadi. Paulus sedang memeriksa setiap orang, karena dia ada disitu ketika Roh dikirim pertama-tama kepada orang Yahudi, dan kemudian kepada orang bukan Yahudi dalam beberapa kesempatan. “Jadi dia berkata kepada kelompok ini, 'Sudahkah kalian menerima Roh Kudus sejak kalian percaya? Dan mereka berkata, 'Kami belum pernah mendengar tentang Roh Kudus.'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berkata, ‘Oh, kami bertobat karena Yohanes Pembaptis.’ Kemudian Paulus memperkenalkan mereka kepada Kristus, dan segera mereka dibaptis oleh Roh Kudus ke dalam tubuh. Roh itu segera datang ketika mereka percaya kepada Yesus Kristus. Tidak ada pemaksaan legalisme pada mereka sama sekali. Begitu mereka beriman kepada Mesias, mereka menerima Roh Kudus. Itulah cara Allah mengesahkan keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Membersihkan dosa</b></span><span class="cf1"> di dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 9</b></span><span class="cf1">, “menyucikan hati mereka oleh iman.” Di sini sekali lagi Petrus berkata, “Lihat, jika tidak cukup bahwa kalian telah melihat wahyu sebelumnya, Allah tidak memerlukan legalisme atau sunatan, jika tidak cukup bahwa mereka mendapat karunia Roh Kudus, bagaimana dengan ini untuk kebenaran: mereka dibersihkan dari dosa.” Dan Allah tidak membersihkan orang-orang yang belum benar-benar bertobat, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Fakta bahwa hati mereka sudah disucikan oleh iman berarti iman sudah cukup. Apa lagi yang bisa dilakukan selain pemurnian? Ketika Allah menghapus dosa, itu sudah cukup. Dalam Efesus 1:7 ia berkata, “Di dalam Dia kami beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya.” Lihatlah Anda tidak bisa berbuat sesuatu untuk pengampunan dosa. Allah tidak menyucikan orang dari dosa yang keselamatannya tidak sah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Petrus menunjukkan bahwa keselamatan hanya oleh kasih karunia yang cuma-cuma. Dia mengatakan dalam ayat 10, ini adalah bukti keempat: hukum tidak dapat menyelamatkan. Dia berkata, “Jadi mengapa Anda sekarang menantang Tuhan dengan membebani orang-orang percaya bukan Yahudi dengan kuk yang tidak dapat ditanggung oleh kami maupun nenek moyang kami? Yesus berkata, “Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk-Ku dan belajarlah pada-Ku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan kamu akan menemukan ketenangan. Karena kuk-Ku enak, dan beban-Ku ringan.” Ayat 11, “Kami percaya bahwa kami semua diselamatkan dengan cara yang sama, oleh kasih karunia Tuhan Yesus yang tidak selayaknya diperoleh.” Bukti besar keselamatan oleh kasih karunia adalah fakta mujizat yang dilakukan Allah. “Jangan menantang Allah, dan jangan mempertanyakan Allah. Keputusannya dalam keselamatan adalah final. “Jangan menguji Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Setiap orang mendengarkan dengan tenang saat Barnabas dan Paulus menceritakan tentang tanda-tanda ajaib dan mujizat yang dilakukan Allah melalui mereka di antara bangsa-bangsa lain.” Allah tidak terlibat dalam meneguhkan doktrin palsu melalui mujizat. Ke mana pun Paulus dan Barnabas pergi, mereka memberitakan kasih karunia melalui iman. Dan Anda tahu Allah membuktikan pesan mereka dengan mujizat demi mujizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah membenarkan apa yang mereka katakan. Dengarkanlah Markus 16:19, “Maka setelah Tuhan berbicara kepada mereka, Dia diterima ke surga, duduk di sebelah kanan Allah. Dan mereka pergi, dan berkhotbah di mana-mana, dan Tuhan bekerja dengan mereka, meneguhkan firman dengan tanda-tanda yang mengikuti.” Orang-orang Yudiazer ini tidak disertai mujizat yang meneguhkan kesaksian mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 2:3 - 4 mengatakan hal yang persis sama: Allah meneguhkan pesan itu dengan tanda-tanda, keajaiban, dan karunia Roh Kudus. Allah tidak mendukung guru-guru palsu. Dan jika Allah mendukung doktrin kasih karunia itu, maka doktrin anugerah itu benar, bukan? Inilah Paulus: “Karena oleh anugerah kalian diselamatkan melalui iman, bukan oleh dirimu sendiri. Bahkan iman adalah anugerah Allah, jangan sampai ada orang yang menyombongkan diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda berkata, “Waduh, itu luar biasa. Saya suka sekali doktrin anugerah. Wow, saya akan keluar dan benar-benar menghidupkannya: kasih karunia, anugerah!” Tetapi perhatikan sekarang ayat berikutnya, “Karena kami ini adalah buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk pekerjaan baik.” Anda berkata, “Oh, maksud Anda pekerjaan adalah bagian darinya? Ya, pekerjaan tidak menyelamatkan Anda, tetapi pekerjaan adalah hasil dari keselamatan Anda, pemberian Allah untuk memberkati orang lain. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Apr 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230430</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001FE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sifat seorang Pengajar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001FD"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+14:1-28" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 14:1-28</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 14 memberi kami gambaran yang jelas tentang tanggung jawab orang percaya terhadap dunia. Tahukah Anda bahwa istilah misionaris tidak pernah muncul dalam Alkitab? Konsep tersebut telah berkembang untuk didefinisikan sebagai misi. Dan kami kadang bisa lepas dari kenyataan ketika kami berurusan dengan misi di gereja. Sama sekali tidak ada perbedaan di antara seorang "misionaris" dan orang Kristen lainnya. Tidak ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kami gunakan apa yang Alkitab gunakan; yaitu istilah yang Yesus gunakan untuk menggambarkan tanggung jawab kita terhadap dunia yang hilang. Kata Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. 20 Ajarilah murid baru ini untuk mematuhi semua perintah yang telah saya berikan kepada kalian. Dan tahulah ini: Aku selalu bersama kalian, bahkan sampai akhir zaman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda seorang Kristen, Anda adalah seorang pengajar. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Anda ahli dalam hal itu atau tidak. Dan Yesus adalah ahli dan Paulus adalah ahli dan hanya itu perlu. Tuhan kita berkata, “Buatlah murid.” Tidak ada perbedaan antara apakah Anda melakukannya di sini dan muridnya adalah putra atau putri Anda yang berusia 8 tahun, atau istri Anda. Atau murid Anda adalah orang yang mengadakan pertemuan doa bersama atau dia melakukan pemahaman Alkitab dengan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menjadikan murid. Ingatlah ketika Dia menyusuri Laut Galilea dan mengumpulkan mereka. Dia menjadikan mereka murid. Yusuf dari Arimatea adalah seorang yang juga pernah dijadikan murid Yesus. Jadi Anda memiliki pola Perjanjian Lama. Para ahli Taurat dimuridkan. Yesus memberi contoh. Yesus memuridkan. Yesus memberi perintah "pergilah ke seluruh dunia dan muridkanlah orang-orang."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus yang adalah Tuhan dan Dia berkata, “Pergilah jadikanlah murid.” Tetapi saya tidak tahu apakah saya orang yang baik dalam hal itu. Nah, itulah akan dibahas dalam KPR 14 malam ini. Bagaimana Anda bisa menjadi orang ahli? Ada tujuh hal yang menjadi ciri seseorang yang benar-benar memenuhi amanat yang diberikan Kristus. Dan melihat bagaimana Paulus dan Barnabas melakukan ini memberi kami contoh baik tentang bagaimana mengikuti teladan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor satu</b></span><span class="cf1">. Para pengajar yang efektif sedang </span><span class="cf1"><b>memakai karunia rohani mereka</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Tetapi para rasul itu tinggal di sana lama sekali, memberitakan injil dengan berani tentang anugerah Tuhan. Dan Tuhan membuktikan pesan mereka itu benar dengan memberi mereka kuasa untuk melakukan tanda-tanda dan mujizat.” Dalam ayat itu saja Anda dapat melihat bahwa mereka sedang berkhotbah, mereka sedang mengajar, dan mereka sedang melakukan mujizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami dapat melihat di sini bahwa Paulus dan Barnabas menunjukkan karunia berkhotbah, karunia mengajar, menasihati, administrasi, karunia mujizat dan penyembuhan. Ini penting dalam setiap pelayanan pemuridan yang efektif adalah individu yang melakukannya memahami dan mengenali serta menggunakan karunia-karunia yang telah diberikan oleh Roh Kudus kepadanya. Anda tidak akan pernah benar-benar efektif dalam memuridkan kecuali Anda memiliki karunia untuk melayani dan menggunakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang ini telah melakukan ini sebelum mereka ditugaskan untuk melakukan perjalanan misionaris ini. Dalam KPR 13 diceritakan bahwa keduanya adalah pendeta gereja di Antiokhia. Dan sebagai pendeta gereja di Antiokhia mereka berkhotbah dan mengajar. Dan ayat 2 mengatakan “mereka melayani Tuhan dan mereka berpuasa.” Mereka berada dalam arus untuk melakukan apa yang Allah berikan untuk dilakukan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang memuridkan yang efektif tidak duduk-duduk saja menunggu panggilan. Mereka sudah terlibat dengan karunia mereka, mempelajari apa yang diberkan kepadanya, berjalan dalam Roh, melihat Allah menyatakan diri-Nya melalui kemampuan dan manifestasi Roh mereka. Mereka sudah melayani dan dalam arus kehidupan seperti itulah Allah akan menempatkan mereka di suatu bidang tugas khusus bagi orang-orang yang belum percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 9 dikatakan, “Saat Petrus pergi ke mana-mana, Allah membawanya ke Lyda.” Dan ketika dia tiba di Lyda, ada pembangunan rohani terjadi dan tidak lama kemudian dia bertemu dengan orang-orang di Yope dan membangkitkan Dorcas dari kematian dan ada pembangunan rohani lain terjadi. Dia berada dalam dua pembangunan rohani. Dan Allah yang membawanya ke sana saat dia sibuk di tempat lain. Allah menggunakan orang-orang yang sudah bekerja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang ini melayani dengan karunia yang telah Allah berikan kepada mereka dan dalam aliran itulah Allah dapat mengarahkan mereka ke bidang di mana Dia ingin mereka memuridkan orang. Ketahuilah karunia Anda, kekasih. Ketahuilah apa yang Allah telah berikan kepada Anda dalam hal pelayanan. Ketahuilah di mana letaknya tanggung jawab Anda karena di situlah Allah telah memberi Anda karunia, dan melayanilah di bidang itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ciri </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> dari seorang yang memuridkan adalah yang terihat di bagian ini adalah </span><span class="cf1"><b>keberanian</b></span><span class="cf1">. Dalam KPR 14:1, “Hal yang sama terjadi di Ikonium. Paulus dan Barnabas pergi ke sinagoga Yahudi dan berkhotbah dengan kuasa sedemikian rupa sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan Yunani menjadi percaya.” Tentu saja, kalian tahu reaksinya. Ada orang yang mendengarkan, dan beberapa orang diselamatkan, dan beberapa orang menjadi marah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Ada beberapa orang Yahudi, yang menolak pesan Allah itu dan meracuni pikiran orang non-Yahudi terhadap Paulus dan Barnabas.” Mereka memutuskan untuk menganiaya mereka. Namun terlepas dari itu, Allah menahan penganiayaan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Tetapi rasul-rasul tinggal di sana lama sekali, memberitakan dengan berani tentang kasih karunia Tuhan. Dan Tuhan membuktikan pesan mereka itu benar dengan memberi mereka kuasa untuk melakukan tanda-tanda dan mujizat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak, bukan walaupun ada penganiayaan mereka berbicara dengan berani, itu terjadi karena ada hal itu. Jadi semakin penganiayaan mulai berkembang, semakin banyak yang harus dibicarakan. Kami tidak tahu berapa lama. Dan Allah memberikan tanda-tanda dan mujizat-mujizat untuk dilakukan oleh tangan mereka.” Dan, tentu saja, Anda tahu bahwa tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban itu terjadi supaya Allah dapat membuktikan bahwa kata-kata mereka semua benar, kata-kata mereka itu ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Tetapi orang-orang di kota itu terbagi pendapatnya tentang mereka. Beberapa orang memihak orang Yahudi, dan beberapa orang memihak para rasul.” Ini adalah tipe orang yang tidak gentar menghadapi kesulitan; dan berkata, "Lapangan ditutup." Tidak, ini adalah jenis hal di mana Anda dengan berani pergi keluar dan Anda melakukan apa yang Allah telah panggil untuk dilakukan Anda dan Anda bersedia menerima apa pun yang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Maka segerombolan orang non-Yahudi dan Yahudi, beserta para pemimpin mereka, memutuskan untuk menyerang dan membunuh mereka dengan batu.” Dan akan ada hukuman mati tanpa pengadilan di sana dan mereka akan menggunakan batu. Orang Yahudi tampaknya telah meyakinkan orang-orang non-Yahudi bahwa mereka ini telah menghujat dan hukuman mati orang Yahudi akan dilakukan, jadi sudah waktunya untuk membunuh mereka dengan batu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Ketika para rasul tahu hal itu, mereka melarikan diri ke wilayah Likaonia, ke kota Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.” Mereka pergi karena masih ada waktu untuk pelayanan. Tetapi inilah yang dikatakan orang Ikonium tentang Paulus, “Dia adalah seorang pria yang kecil tingginya dengan hidung yang besar, botak, berkaki kuat, bertubuh kekar, dan penuh anugerah. Terkadang dia terlihat seperti manusia dan terkadang dia terlihat seperti malaikat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Dan di sana mereka memberitakan Kabar Baik.” Mereka mengalami penganiayaan yang besar yang mengancam nyawa mereka, namun mereka tetap berani untuk melakukan apa yang mereka yakin adalah panggilan Allah untuk mereka. Dan ada orang Kristen yang tidak pernah mengalami keberanian pemeliharaan Allah karena mereka tidak pernah membiarkan diri mereka berada di tempat di mana mereka harus mengalaminya. Allah tidak memberikan apa yang Anda butuhkan sampai Anda membutuhkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>kuasa</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1">, “Sementara mereka berada di Listra, Paulus dan Barnabas bertemu dengan seorang pria yang kakinya lumpuh. Dia sudah seperti itu sejak lahir, jadi dia tidak pernah berjalan. Dia lagi duduk 9 dan mendengarkan saat Paulus berkhotbah. Sambil melihat ke arahnya, Paulus menyadari bahwa dia memiliki iman untuk disembuhkan.” Disini ada seorang pria yang siap untuk percaya Injil ini jika dia dapat disembuhkan saja secara ilahi dan jika saya melakukan mujizat itu, itu akan meyakinkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Maka Paulus memanggilnya dengan suara keras, “Berdirilah!” Dan pria itu langsung melompat berdiri dan mulai berjalan.” Itu membutuhkan banyak iman di pihak Paulus. Ada orang Kristen yang tidak percaya pada kuasa Allah. Jika Anda tidak percaya bahwa Anda memiliki kuasa untuk memenangkan seseorang bagi Kristus dan memuridkan orang itu, Anda mempertanyakan janji Allah karena Allah berkata, “Kamu akan menerima kuasa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak, Paulus tidak berperang seperti itu karena Paulus ada keyakinan mutlak pada kuasa Allah, benar? Itu bisa saja menghancurkan seluruh kredibilitasnya di kota itu. “Bangkitlah” – katanya – “dan berjalanlah.” Dan apa yang terjadi? Dia langsung melompat dan berjalan. Dan saya yakin Paulus tidak berkata, “Oh, hatiku. Terima kasih Allah. Oh. Wah, kecemasan yang satu itu.” Tidak. Dia langsung melanjutkan bisnisnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disini ada seorang pria yang tahu bahwa Allah telah menjanjikan kuasa kepadanya. Dia hanya mengklaimnya dan menggunakannya. Kau tahu, orang Kristen, engkau punya hal yang sama, benar? Belum tentu itu karunia mujizat dan kesembuhan apostolik, tetapi Anda memiliki kuasa Allah melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam Anda untuk membagikan Kristus dalam kuasa-Nya, benar? Seorang murid yang efektif adalah seseorang yang percaya bahwa kuasa Allah adalah miliknya, mengklaimnya dan melangkah dengan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Keempat, kerendahan hati</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Ketika orang banyak melihat apa yang telah dilakukan Paulus, mereka berteriak dalam bahasa lokal mereka, “Orang-orang ini adalah allah dalam wujud manusia!” Mereka meninggikan suara mereka dan mengatakan itu dalam bahasa Likaonia, yang tidak dimengerti oleh Paulus. Mereka percaya bahwa ada dua dewa, Zeus dan Hermes, yang telah mengunjungi mereka. Dan mereka menggunakan nama Romawi untuk Zeus dan Hermes yaitu Yupiter dan Merkurius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12-13</b></span><span class="cf1">, “Mereka memutuskan bahwa Barnabas adalah dewa Yunani Zeus dan bahwa Paulus adalah Hermes, karena dia adalah pembicara utama. 13 Nah kuil Zeus itu terletak tepat di luar kota. Jadi pendeta kuil dan orang banyak membawa lembu jantan dan karangan bunga ke gerbang kota, dan mereka bersiap untuk mempersembahkan korban kepada para rasul.” Dan para rasul masih berdiri di sana sambil mencoba untuk mencari tahu keadaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14-15</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika para rasul Barnabas dan Paulus mendengar apa yang terjadi, mereka merobek pakaian mereka dengan ketakutan dan berlari ke antara orang-orang sambil berteriak, 15 “Teman-teman, mengapa kalian melakukan ini? Kami hanyalah manusia, sama seperti kalian! Kami datang untuk membawa Kabar Baik kepada kalian bahwa kalian harus berbalik dari hal-hal yang tidak berharga ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang menjadikan langit dan bumi, laut, dan segala isinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda selalu harus melakukan pekerjaan Allah dari sudut pandang kerendahan hati, tidak pernah dari sudut pandang pemuliaan manusia. Allah selalu ingin orang yang rendah hati. Dan mereka tidak mau permuliaan apapun. Mereka ingin melakukan pekerjaan Allah, dengan cara Allah. Dan ketika Yesus datang ke dunia Dia juga merendahkan diri-Nya. Dan ketika Dia mengirim kita ke dunia, Dia merendahkan kita. Jika kita meninggikan diri kita sendiri, kita melanggar itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16-18</b></span><span class="cf1">, “Dulu Dia mengizinkan semua bangsa menempuh jalannya masing-masing, 17 tetapi Dia tidak pernah membiarkan mereka tanpa bukti tentang diri-Nya dan kebaikan-Nya. Misalnya, Dia mengirimimu hujan dan panen yang baik dan memberimu makanan dan hati yang gembira.” 18 Tetapi bahkan dengan kata-kata ini, Paulus dan Barnabas hampir tidak dapat menahan orang untuk mempersembahkan korban kepada mereka.” Para rasul mencoba tetapi mereka sulit merubah pikiran mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang </span><span class="cf1"><b>kelima</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>ketekunan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Kemudian beberapa orang Yahudi datang dari Antiokhia dan Ikonium dan memenangkan orang banyak ke pihak mereka. Mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, dan pikir dia sudah mati.” Inilah orang-orang Yahudi dari kota lain yang sampai ke Listra. Beberapa dari mereka telah datang sejauh 190 kilometer. Itu akan memberi Anda gambaran tentang betapa besar keinginan mereka untuk menganiaya, dan mereka berjalan sepanjang jalan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka melempari dia dengan batu sampai mengira dia sudah mati. Nah apakah dia sudah mati atau tidak sulit diketahui, tetapi mereka pikir dia sudah mati. Mereka telah menghancurkan seluruh tubuhnya. Mereka melemparkannya ke tempat pembuangan dengan asumsi dia sudah mati. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika orang-orang percaya berkumpul di sekelilingnya, dia bangun dan kembali ke kota. Keesokan harinya dia pergi dengan Barnabas ke Derbe.” Dia langsung saja bangun. Ini mujizat besar untuk pernyataan sekecil itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia bangkit dan kembali ke kota. Pelayanannya belum selesai. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21-22</b></span><span class="cf1">, “Setelah mewartakan Kabar Baik di Derbe dan memuridkan banyak orang, Paulus dan Barnabas kembali ke Listra, Ikonium, dan Antiokhia Pisidia, 22 di mana mereka menguatkan orang-orang percaya. Mereka mendorong mereka untuk melanjutkan iman, mengingatkan mereka bahwa kita harus mengalami banyak kesulitan untuk masuk ke Kerajaan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menyeret tubuhnya yang dipukuli dan berdarah dari tempat pembuangan sampah dan berjalan kembali ke kota, dan menyelesaikan pesannya, berjalan sejauh 30 mil, berkhotbah lagi dan berjalan kembali ke seluruh perjalanan sejauh 150 mil dengan cara lain kembali ke tempat dia baru saja pergi. dia dapat memastikan orang-orang kudus yang telah datang kepada Kristus ketika dia berada di sana pada pertama kali. Anda dapat menjadi orang yang efektif dengan melayani karunia Anda – keberanian, kuasa, kerendahan hati dan ketekunan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Anda harus memimpin mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Paulus dan Barnabas juga mengangkat penatua di setiap gereja. Dengan doa dan puasa, mereka menyerahkan para penatua itu ke dalam pemeliharaan Tuhan, yang telah mereka andalkan.” Dia membantu mereka untuk mengatur. Dia membantu mereka untuk terlibat dalam tubuh orang percaya dan itulah yang dilakukan Paulus. Mereka tidak berhenti setelah mereka membawa seseorang kepada Kristus. Mereka kembali dan mengajar mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24-28</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka berjalan kembali melalui Pisidia ke Pamfilia. 25 Mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Attalia. 26 Akhirnya, mereka kembali dengan kapal ke Antiokhia Siria, dimana perjalanan mereka mulai. Orang-orang percaya di sana telah mempercayakan mereka kepada anugerah Allah untuk melakukan pekerjaan yang sekarang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di Antiokhia, mereka memanggil gereja untuk bersama dan melaporkan semua yang telah dilakukan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui mereka Dia telah membuka pintu iman bagi bangsa-bangsa lain. 28 Dan mereka tinggal di sana lama sekali dengan orang-orang beriman.” Anda ingin orang dijadikan murid seperti yang Tuhan inginkan, bukan? Ketahui karunia Anda dan gunakanlah itu. Berani. Beristirahatlah dalam kuasa-Nya. Rendahkan dirimu. Bersikaplah gigih. Tindak lanjuti dan bagikan dengan orang lain apa yang Dia lakukan. Mari kita berdoa agar Anda menjadi orang yang memuridkan juga.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Apr 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230423</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001FD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus berpaling ke orang non-Yahudi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001FC"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:38-52" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:38-52</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap orang Yahudi di lubuk hatinya merindukan kebebasan dari rasa bersalah. Dia rindu mengalami pengampunan dosa. Dan hidup adalah siklus berdosa dan diampuni dan berdosa dan diampuni dan pengorbanan. Dan Paulus mendapat kabar terbaik yang pernah didengar orang Yahudi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1"> berkata, “Saudara-saudara, dengarlah! Kami di sini menyatakan bahwa melalui orang ini Yesus ada pengampunan dosa-dosa Anda.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Setiap orang yang percaya kepada-Nya dibenarkan di hadapan Allah—sesuatu yang tidak pernah dapat dilakukan oleh hukum Musa.” Semua yang dilakukan Hukum Musa hanyalah menutupi dosa Anda sedikit. Inilah kabar baik untuk semua orang. Musa tidak sanggup mengampuni kalian. “Tetapi oleh Dia”, mengacu pada Yesus, “semua orang yang percaya dibenarkan.” Kata dibenarkan itu berarti dinyatakan benar di hadapan Allah oleh-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah satu hal yang tidak pernah dimiliki orang Yahudi adalah kebebasan dalam hati nuraninya. Sebagai seorang Kristen Anda memiliki hati nurani yang bebas dari rasa bersalah. Dosa saya telah ditangani oleh Anak Allah Yesus Kristus dan karena itu Allah melihat saya semurni salju segar. Dan saya tidak memiliki penghukuman karena saya berada di dalam Kristus. Kristus adalah korban yang sempurna untuk dosa-dosa kita. Dialah yang menengahi perjanjian baru di antara Allah dan orang-orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa pernyataan “semua yang percaya” termasuk orang Yahudi dan orang non-Yahudi, dan itulah yang membuat semua orang begitu marah. “Oleh Kristus semua orang yang percaya dibenarkan dari segala sesuatu.” Sungguh pemikiran yang luar biasa. Kolose 2:13 mengatakan, “Ia telah mengampuni semua kesalahanmu.” Dan di ayat 14 dikatakan bahwa hutang dosa telah dipakukan di kayu salib. Nah berapa banyak dari dosa-dosa saya ada di masa depan ketika Kristus mati? Setiap dosa dari saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40-41</b></span><span class="cf1">, “Hati-hati! Jangan biarkan kata-kata para nabi berlaku untuk Anda. Karena mereka berkata, 41 'Lihat, kalian para pencemooh, kagum dan mati! Karena saya melakukan sesuatu di zaman Anda sendiri, sesuatu yang tidak akan Anda percayai walaupun seseorang memberi tahu Anda tentang hal itu.” Habakuk 1:5 berkata, “Lihatlah bangsa-bangsa; dan jadilah kagum! Karena saya melakukan sesuatu di zaman Anda sendiri yang tidak akan Anda percayai bahkan jika seseorang memberi tahu Anda tentang hal itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian ini memperingatkan kalian terhadap ketidakpercayaan Israel. Jika Israel menolak seperti yang telah mereka lakukan dengan pesan Allah, mereka akan dikutuk. Ingatlah apa yang Allah lakukan kepada mereka di Habakuk? Dia mengirim orang Kasdim, yang menjarah Yerusalem, dan menyeret mereka ke Babel, menghancurkan seluruh negeri. Dan Paulus berkata kepada jemaat di Antiokhia itu. "Kalian lebih baik menyadari jangan sampai apa yang Allah lakukan dulu kemudian terjadi pada kalian."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal yang paling sulit dipercaya orang adalah bahwa Allah adalah Allah penghakiman. Memang ada neraka di mana ulat itu tidak mati dan ada api yang tidak padam, di mana ada tangisan, ratapan dan kertakan gigi. Dan akan ada hari penghakiman dan itu akan datang dan orang tidak percaya itu akan terjadi, tetapi itu tidak berarti itu tidak akan terjadi. Allah tahu banyak orang tidak akan percaya hal itu..</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata, "Kalian tidak akan percaya meskipun ada orang yang memberitahu kalian." Maka peringatan itu menutup khotbah Paulus. Dia berkata, “Saya memberi kalian suatu undangan. Untuk semua orang yang percaya, semua hal diampuni dan Anda akan dibenarkan. Namun berhati-hatilah, jika Anda tidak percaya, Allah akan melakukan pekerjaan penghakiman yang tidak akan Anda percaya.” Jadi kalian bisa percaya pada Yesus Kristus atau kalian tidak mau percaya apa yang akan terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42 - 43</b></span><span class="cf1">, “Ketika Paulus dan Barnabas meninggalkan rumah ibadat pada hari itu, orang-orang minta mereka untuk membicarakan hal ini lagi pada minggu berikutnya. 43 Banyak orang Yahudi dan orang-orang yang berpindah agama ke Yudaisme mengikuti Paulus dan Barnabas, dan kedua orang itu mendesak mereka untuk terus mengandalkan anugerah Allah.” Ada empat hal yang positif. Satu, mereka senang. Orang-orang Yahudi berkata, "Maukah kalian kembali minggu depan?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya masalah adalah bahwa semuanya diselesaikan di dalam Yesus; dan apakah Yesus adalah Mesias atau tidak. Pujian terbesar untuk seorang guru adalah pulang ke rumah dan mengejar apa yang dia katakan pada Anda sendiri. Tetapi, tidak selalu baik untuk menunggu. 2 Korintus 6:2 mengatakan, “Sekarang adalah hari keselamatan Anda.” Ibrani 3:7 - 8 mengatakan, “Roh mengatakan ini: ‘Hari ini sementara kamu masih dapat mendengar, janganlah keraskan hatimu.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Poin kedua, mereka itu gigih. Sekali lagi, ini adalah pujian untuk Paulus. Dia adalah seorang guru yang luar biasa, karena dikatakan dalam ayat 43, “banyak orang Yahudi dan orang-orang yang bertobat mengikuti Paulus dan Barnabas.” Mereka berkata, "Kembalilah minggu depan." Istilah “orang yang bertobat” berarti baik orang yang telah disunat, maupun orang yang hanya takut akan Allah. Jadi ada orang Yahudi dan orang bukan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada sesuatu yang lebih baik. Mereka bahkan mengaku. Rupanya mereka bahkan mengaku percaya pesan yang mereka dengar, bahwa Yesus adalah Mesias. Ayat 43 di bagian akhir mengatakan, “Paulus dan Barnabas, berbicara kepada mereka, meyakinkan mereka untuk terus berada dalam anugerah Allah.” Dalam beberapa hal mereka telah mengaku mempercayai hal ini, sehingga Paulus dan Barnabas berkata, “Nah bertekunlah dalam kasih karunia Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Paulus dan Barnabas katakan adalah hidup oleh anugerah. Nah bagi seorang Yahudi, itu adalah masalah khusus. Orang Yahudi terbiasa hidup bukan dalam kasih karunia Allah tetapi di bawah hukum. Apa yang Paulus dan Barnabas katakan? Mereka mengatakan ini: “Hei, saya menawarkan Anda cara baru. Anugerah itu bukan hukum. Nah jika Anda percaya itu, tetaplah dalam kasih karunia yang telah Anda dengar dan jangan kembali ke hukum.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Paulus dan Barnabas hanya mengatakan, “Anda telah menerima konsep kasih karunia bahwa Anda dapat diselamatkan oleh Yesus Kristus hanya dengan percaya kepada-Nya. Tetap dengan itu; jangan kembali.” Itu tidak mudah, karena tekanan akan datang. Keselamatan itu gratis, tetapi jika Anda menambahkan sesuatu kepada Kristus, Anda akan kehilangan Kristus; dan jika Anda menambahkan sesuatu pada kasih karunia, itu bukanlah anugerah; dan jika Anda tidak memiliki anugerah, Anda tidak diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, mereka hadir. </span><span class="cf1"><b>Ayat 44</b></span><span class="cf1">, “Pada minggu berikutnya hampir seluruh kota mendengar mereka memberitakan firman Tuhan.” Semuanya terlihat bagus pada awalnya. Tetapi Paulus tidak menahan nafas untuk itu, karena tanggapan selanjutnya dimulai di </span><span class="cf1"><b>ayat 45</b></span><span class="cf1"> yang mengatakan, “Tetapi ketika beberapa orang Yahudi melihat orang banyak itu, mereka cemburu; jadi mereka memfitnah Paulus dan membantah apa pun yang dia katakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berlawanan arah: orang Yahudi negatif; dan orang bukan Yahudi, positif. Ada juga orang non-Yahudi yang hadir pada hari itu yang mengundang semua teman non-Yahudi mereka. Jadi di ayat 44, seluruh kota ada di sana. Dan perpecahan datang pada saat itu. Orang-orang Yahudi dipenuhi kecemburuan, iri hati. Seorang Yahudi tidak bisa mentolerir, ketika ada orang bukan Yahudi yang diselamatkan. Mereka tidak dapat menerimanya di dalam Perjanjian Lama, dan mereka tidak dapat menerimanya di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berprasangka. Mereka tidak suka ada orang bukan Yahudi yang menjadi bagian dan menerima keselamatan dan berkat yang sama dari Allah dan Mesias seperti yang mereka terima. Mereka tidak bisa mengatasinya. Itu adalah keegoisan. Itu adalah hak istimewa pribadi, keunggulan Yahudi. Itulah masalahnya. Maka mereka menjadi marah. Keegoisan, dan nasionalisme agama mereka menyebabkan mereka tidak tahan orang lain diberkati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 45</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika beberapa orang Yahudi melihat orang banyak itu, mereka cemburu; jadi mereka menghujat Paulus dan membantah apa pun yang dia katakan.” Mereka bertentangan. Itu dalam bentuk tidak sempurna dan dalam bahasa Yunani, penggunaan ketidaksempurnaan adalah tindakan terus menerus dan waktu lampau. Mereka terus-menerus keras, menentang Paulus. Itu adalah oposisi penuh kerusuhan. Di akhir ayat 45, dikatakan bahwa mereka menghujat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penghujatan adalah dosa terburuk, itu adalah dosa yang berbicara jahat tentang Allah dan Kristus; dan mereka melakukan itu. Sadarkah Anda bahwa mereka menolak Mesias mereka, dan kehilangan segalanya untuk saat ini dan untuk selama-lamanya, hanya berdasarkan prasangka mereka? Orang menolak Injil karena berbagai alasan, tetapi mereka selalu mencintai dosa mereka. Nah dosa itu mungkin berbeda. Tetapi mereka tidak mau mengorbankan ego mereka yang memuaskan diri sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 46</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Paulus dan Barnabas berbicara dengan berani dan menyatakan, “Pertama-tama kami harus memberitakan firman Allah kepada kalian orang Yahudi. Tetapi karena kalian telah menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk hidup kekal, kami akan mempersembahkannya kepada bangsa-bangsa lain.” Paulus berkata di dalam Roma 1:16, “Aku tidak malu akan Injil Kristus, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah umat Allah, dan Allah ingin mereka menjadi bangsa saksi-Nya, jadi Allah berkata, “Aku akan mengirimkan Injil kepada kalian terlebih dahulu; dan kemudian jika kalian percaya, sebarkanlah itu. Paulus berkata, "Memang diperlukan untuk pergi kepada kalian terlebih dahulu." Di Yerusalem, dia pergi ke orang Yahudi dahulu, benar? Tetapi dia mengatakan ini: “Melihat kalian menilai dirimu tidak layak untuk hidup kekal, jadi kami sekarang beralih ke orang bukan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan menjangkau dunia, dan jika Anda bukan kendaraannya, maka orang bukan Yahudi akan menjangkau orang bukan Yahudi.” Sangat menyedihkan dimana umat Mesias menolak Mesias setelah ratusan tahun menunggukan Dia. Tahukah Anda bahwa orang yang menolak Yesus Kristus menghakimi dirinya sendiri? Allah tidak ingin ada orang yang binasa. Jika seseorang mati tanpa Kristus, itulah karena dia ingin melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus juga tidak diadili. Kita tahu siapakah Dia. Tetapi Anda sedang diadili; dan dengan apa yang Anda lakukan dengan Yesus Kristus, Anda menyatakan penghakiman atas diri Anda sendiri. Tidak ada tempat di dalam Alkitab di mana Allah mengirim orang ke neraka. Di dalam Alkitab Allah menyiapkan neraka itu untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Dan jika manusia memilih untuk pergi ke sana, mereka pergi ke sana karena mereka mengucapkan hukuman atas mereka sendiri dalam menolak Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian untuk membenarkan apa yang dia katakan, dia mengutip nabi mereka sendiri di </span><span class="cf1"><b>ayat 47</b></span><span class="cf1">. Dia mengutip Yesaya 49:6, sebagai nubuatan Perjanjian Lama, Karena Tuhan memberi kita perintah ini ketika Dia berkata, 'Aku telah menjadikanmu terang bagi Bangsa-bangsa bukan Yahudi untuk membawa keselamatan ke ujung bumi yang terjauh.” Yesus adalah terang bagi bangsa-bangsa, benar? Mesias tidak diutus hanya ke Israel. Dia dikirim kepada semua bangsa-bangsa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nabimu sendiri mengatakan itu. Apakah yang membuatmu tegang?” Jadi Paulus hanya mengajarkan kebenaran kepada mereka, “Kalian tidak usah berprasangka dan bersikap negatif dalam menanggapi hal ini karena kalian melihat orang bukan Yahudi datang kepada Mesias.” Mesias itu diutus untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, untuk keselamatan sampai ke ujung bumi. Kalian bahkan tidak mengenal nabi-nabi Anda sendiri. Ini sungguh sikap negatif yang menyedihkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari saya tunjukkan tanggapan positifnya. Pergilah ke arah lain ke sisi orang bukan Yahudi. Sementara orang Yahudi bersikap negatif, orang bukan Yahudi bersikap positif. </span><span class="cf1"><b>Ayat 48</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika orang-orang bukan Yahudi mendengar ini” – bahwa keselamatan adalah untuk mereka, dan Mesias untuk mereka – “mereka bergembira, dan mereka memuliakan Firman Tuhan; dan sebanyak yang ditetapkan Allah untuk hidup kekal menjadi percaya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu mengatakan bahwa Allah memilih mereka. Benar, itu tepat. Anda berkata, “Maksud Anda mereka telah ditetapkan untuk diselamatkan?” Itu benar. Anda berkata, “Apakah Anda percaya bahwa Allah memilih mereka yang akan diselamatkan?” Benar. Kata "ditetapkan," berarti menulis atau mendaftar, dan itu digunakan untuk membuat daftar. Dan apa yang dikatakan adalah bahwa sebanyak orang yang dimasukkan ke dalam daftar oleh Allah untuk hidup kekal, menjadi percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, “Kapan Allah menulis daftar itu?” Jawabannya ada di Wahyu 13:8 dan 17:8, dan dikatakan, “Namamu sudah ditulis di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba sejak sebelum dunia dijadikan.” Itulah pemilihan. “Maksudmu setiap orang yang diselamatkan diselamatkan karena Allah memilih mereka dan menulis nama mereka?” Ya. Anda berkata, “Tetapi Anda baru saja mengatakan di ayat 46 bahwa jika seseorang masuk neraka, itu adalah kesalahannya sendiri.” Benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda berkata, "Kedua-duanya tidak cocok." Tepat. Alkitab mengajarkan kedua-duanya; Saya percaya keduanya. Ini masalah Allah, bukan masalah saya. Ketika Anda diselamatkan, Allah mendapat semua pujian. Saat Anda tersesat, Anda yang disalahkan. Saya tidak mengerti itu, saya hanya percaya saja, kedua-duanya berada di bagian yang sama. Sebanyak yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan menjadi percaya. Tetapi setiap orang yang tidak percaya mengucapkan hukuman atas dirinya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dua doktrin di dalam Alkitab, tanggung jawab manusia, dimana seseorang mati tanpa Kristus, itu adalah kesalahannya sendiri; dan kedaulatan ilahi, dimana seseorang datang kepada Kristus, hanya karena Allah Bapa menariknya. Maka ada keselamatan di Antiokhia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 49</b></span><span class="cf1">, “Dan firman Tuhan tersebar ke seluruh wilayah.” Penginjilan. Ketika orang diselamatkan, mereka membagikan hal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah terakhir, hasilnya. Apakah akibat dari tanggapan negatif di pihak orang Yahudi? </span><span class="cf1"><b>Ayat 50</b></span><span class="cf1">, “Maka orang-orang Yahudi menghasut para wanita religius yang berpengaruh dan para pemimpin kota, dan mereka menghasut massa untuk melawan Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka ke luar kota.” Mereka sangat marah ketika orang bukan Yahudi diselamatkan, ini membuat mereka semakin marah. Jadi orang-orang Yahudi membujuk para wanita untuk menghasut para suami mereka untuk melawan mereka; dan mengusir mereka keluar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi hasil yang menyedihkan bagi orang Yahudi adalah </span><span class="cf1"><b>ayat 51</b></span><span class="cf1">, “Maka mereka mengibaskan debu dari kaki mereka sebagai tanda penolakan dan pergi ke kota Ikonium.” Saat mereka mengebaskan debu kaki mereka, itu adalah pernyataan simbolis yang penting. Yesus berkata dalam Lukas 10, “Ketika Anda pergi menginjili, ketika mereka yang tidak mendengar pesan Anda, dan mereka tidak percaya Mesias, kibaskanlah debu dari kaki Anda dan meninggalkan kota itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maksud Yesus, “Perlakukanlah orang-orang Yahudi itu seperti mereka adalah orang bukan Yahudi. Janganlah berurusan dengan mereka; mereka seperti orang kafir.” Itu sendiri merupakan teguran paling keras yang dapat diberikan siapa pun kepada seorang Yahudi adalah untuk memberinya tempat dengan orang-orang kafir; dan mereka melakukannya kepada mereka: "Mulai sekarang, Allah memandangmu seperti orang kafir." Mereka dikutuk, karena mereka menolak Mesias mereka, Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hasil positifnya kita lihat di </span><span class="cf1"><b>ayat 52</b></span><span class="cf1">, “Dan orang-orang percaya itu penuh dengan sukacita dan Roh Kudus.” Lihatlah kontrasnya? Paulus dan Barnabas meninggalkan kota, dan berangkat ke Ikonium. Mereka meninggalkan dua kelompok yang berbeda. Allah melihat satu kelompok sebagai orang kafir; dan Allah memenuhi kelompok lain dengan Roh Kudus-Nya. Hal yang sama masih terjadi sekarang di seluruh dunia, sebagian akan percaya dan sebagian besar tidak. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Apr 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230416</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001FC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Implikasi Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001FB"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami bahas pentingnya kebangkitan itu. Dalam sebuah artikel bulan ini ada seorang pria yang menawarkan beberapa alasan mengapa dia menolak kebangkitan Kristus. Itu bukan hal baru; pada waktu itu tentara disuap untuk berbohong tentang kebangkitan, dan ada banyak orang yang mencoba mendiskreditkan kebangkitan sejak saat itu. Ada orang yang tidak mengerti betapa pentingnya kebangkitan bagi iman Kristen kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh kekristenan dibangun atas kebangkitan. Jika tidak ada kebangkitan, tidak ada kekristenan. Jika tidak ada kebangkitan, Alkitab penuh dengan kebohongan. Jika tidak ada kebangkitan, tidak ada keselamatan, tidak ada pengampunan dosa, tidak ada harapan, dan tidak ada surga. Dan saya ingin melihat apakah saya dapat menunjukkan kepada kalian setidaknya dalam ukuran kecil seberapa luas, seberapa lebar, seberapa tinggi, dan seberapa dalam pengaruh kebangkitan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari saya mulai dengan berbicara </span><span class="cf1"><b>tentang Allah Bapa</b></span><span class="cf1">. Alkitab memberi tahu kita tentang Allah, tentang sifat-Nya, tentang karakter-Nya; dan salah satu hal yang ditegaskan kembali oleh Alkitab tentang Allah adalah bahwa Dia adalah kebenaran, Dia mengatakan kebenaran dan hanya menyebut kebenaran. Dalam Mazmur 119:89 dikatakan, “Selamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di surga.” Mazmur 33:11 mengatakan, "Rencana Tuhan tetap teguh untuk selama-lamanya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 86:15 mengatakan, "Allah itu penuh kebenaran." Dan 1 Raja-raja 8:56 mengatakan bahwa, “Tidak ada satu kata pun yang gagal dari semua janji-janji-Nya yang baik.” Ulangan 32:4 meringkasnya dengan mengatakan, “Ia adalah Allah kebenaran, tanpa kecurangan.” Titus 1:2 mengatakan, “Allah tidak dapat berbohong.” Dia benar-benar suci. Iblis adalah bapa segala dusta. Dan kebenaran Allah, dan karakter Allah dipertaruhkan dalam kebangkitan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 2 rasul Petrus berdiri untuk berkhotbah di kota Yerusalem kepada kerumunan besar orang Yahudi yang berkumpul di sana pada hari Pentakosta. Dan Petrus berkhotbah tentang Yesus. Dengarkanlah kata-katanya mulai dari KPR 2:22, “Yesus orang Nazaret, seorang yang dibuktikan kepadamu oleh Allah dengan mujizat dan keajaiban dan tanda-tanda yang dilakukan Allah melalui Dia di tengah-tengahmu, seperti yang kalian sendiri tahu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Orang ini, diserahkan oleh rencana yang telah ditentukan sebelumnya dan pengetahuan sebelumnya dari Allah, kalian memaku di kayu salib oleh tangan orang yang tidak bertuhan dan membunuh Dia. Tetapi Allah membangkitkan Dia lagi,supaya mengakhiri penderitaan maut, karena tidak mungkin bagi Dia untuk ditahan dalam kuasanya.” Kitab Suci mengatakan Allah membangkitkan Yesus dari kematian. Itu diulangi lagi di ayat 32: “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesimpulannya ada di ayat 36, “Oleh karena itu hendaklah seluruh kaum Israel mengetahui dengan pasti, bahwa Allah telah menjadikan Dia Tuhan dan Kristus, yaitu Yesus yang kalian salibkan itu.” Tiga kali dikatakan dalam bagian ini bahwa Allah membangkitkan Yesus, bahwa Allah melepaskan Dia dari cengkeraman maut, bahwa kematian tidak mungkin dapat menahan Dia. Karena Allah adalah penulis Kitab Suci, Dia tahu sebelumnya dengan tepat apa yang akan terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Kitab Suci yang digunakan di sini oleh Petrus tidak berbicara tentang kuasa Allah. Tidak dikatakan Allah membangkitkan Dia karena Dia cukup bijaksana. Tidak dikatakan bahwa Dia membangkitkan-Nya karena Dia penuh kasih sayang dan belas kasihan dan ingin memberikan anugerah kepada kami. Dikatakan bahwa Allah membangkitkan Dia karena Dia mengatakan Dia akan melakukan itu. Dan kami langsung melihat itu di ayat 25 dalam sebuah kutipan dari Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Mazmur 16:8-11 Daud berkata, “'Aku selalu melihat Tuhan di hadapanku; karena Dia ada di sebelah kananku, sehingga aku tidak akan goyah. Karena itu hatiku bergembira dan lidahku bersuka ria; apalagi dagingku juga akan hidup dalam harapan; karena Engkau tidak akan menyerahkan jiwaku ke Hades, atau membiarkan Yang Kudus-Mu mengalami pembusukan. Anda telah memberi tahu saya cara hidup yang baik; Engkau akan membuat-Ku penuh kegembiraan dengan kehadiran-Mu.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini jelas merupakan janji kebangkitan, bahwa Mesias, Yang Mahakudus, Roh-Nya tidak akan ditinggalkan di dalam kubur, dan tidak akan dibiarkan mengalami pembusukan. Petrus mengatakan bahwa Kristus dibangkitkan oleh Allah karena Allah berkata Dia akan melakukan itu; dan Dia melakukannya. Firman Allah dipertaruhkan dalam kebangkitan itu. “Dan biarlah setiap orang menjadi pendusta,” kata Kitab Suci. Kebangkitan kemudian berdampak pada keyakinan yang kita miliki kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan juga ada </span><span class="cf1"><b>implikasi terhadap Allah Anak</b></span><span class="cf1">. Hanya ada satu puasa yang diperintahkan dalam sejarah Yahudi: yaitu pada Hari Pendamaian (Yom Kippur). Tetapi orang Farisi mengembangkan pola berpuasa itu menjadi dua kali seminggu. Mereka berpuasa setiap hari Senin dan Kamis, untuk menunjukkan betapa besar pengabdian mereka kepada Allah. Mereka memastikan supaya orang melihat mereka berpuasa supaya mereka benar-benar dianggap saleh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada beberapa murid Yohanes Pembaptis, bersama dengan beberapa orang Farisi, berpuasa di Markus 2. Murid-murid Yesus tidak puasa. Maka mereka menanyakan Yesus di ayat 18, “Mengapa murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi berpuasa, sedangkan murid-murid-Mu tidak?” Yesus, di ayat 19, menjawab mereka dengan sebuah perumpamaan, “Apakah tamu-tamu di pesta pernikahan berpuasa saat merayakannya bersama mempelai laki-laki? Tentu saja tidak. Mereka tidak bisa berpuasa saat pengantin pria ada bersama mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">20 Tetapi pada suatu hari mempelai laki-laki akan diambil dari mereka, dan pada saat itu mereka akan berpuasa.” Yesus menggambarkan suatu pernikahan. Tidak ada orang yang berpuasa di pesta pernikahan; Semua orang berpesta di pesta pernikahan. Bagi Kristus dan para murid, pernikahan melambangkan hari keselamatan. Kristus adalah mempelai laki-laki; orang percaya adalah mempelai wanita; dan kota surgawi, Yerusalem Baru turun dari surga sebagai kota pengantin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Kristus tidak bangkit, bukan Allah saja pendusta, tetapi Yesus Kristus juga pembohong; Allah tidak dapat dipercaya, begitu pula Kristus. Dan Dia bukanlah jalan, kebenaran, dan hidup. Tetapi memang Dia telah bangkit dari kematian, seperti yang ditunjukkan oleh catatan Injil. Nubuatan-Nya benar, dan itu memvalidasi keilahian-Nya. Kolose 1:15 mengatakan, “Kristus adalah gambar yang kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan. Dia sudah ada sebelum segala sesuatu diciptakan dan Dia lebih tinggi dari semua ciptaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Allah, gambar dari Allah yang tidak kelihatan, tetapi Dia juga lahir sebagai manusia; dan Dia adalah manusia, Tetapi Dia jauh lebih dari sekedar manusia biasa, ayat 16 mengatakan, “Oleh Dia segala sesuatu diciptakan.” Dia adalah Sang Pencipta, oleh karena itu Dia berada sebelum segala sesuatu diciptakan. “Dia menciptakan hal-hal yang dapat kita lihat dan hal-hal yang tidak dapat kita lihat, seperti singgasana, kerajaan, penguasa, dan otoritas di dunia gaib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 18, “Dialah yang ada pada mulanya, Dia lebih tinggi dari semua orang yang bangkit dari antara orang mati.” Tempat Kristus sebagai Allah-manusia, dan keunggulan Kristus itu, berhubungan dengan kebangkitan-Nya. Dia adalah yang sulung dari antara orang yang mati dari semua orang yang pernah dibangkitkan atau akan dibangkitkan. Dia mendapat tempat pertama dalam segala hal. Itu adalah kesenangan baik Bapa supaya semua kepenuhan itu tinggal di dalam Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan itu </span><span class="cf1"><b>mempengaruhi Injil</b></span><span class="cf1">. Di dalam Roma 1:2, Paulus memisahkan ciri-ciri Injil. Dia mengatakan, “Injil telah dijanjikan sebelumnya, di dalam Perjanjian Lama, “melalui para nabi Allah di dalam Kitab Suci.” Apa yang dijanjikan adalah bahwa Anak-Nya, yang lahir secara manusiawi dari keturunan Daud menurut daging, dan dinyatakan juga sebagai Anak Allah dengan kuasa melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala sesuatu tentang Allah Bapa, segala sesuatu tentang Allah Anak berhubungan dengan kebangkitan itu. Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, “salinan yang tepat, replika yang tepat” dari Allah, “wahyu yang sempurna” dari Allah. Dari semua yang pernah diciptakan, Dia menempati urutan pertama, bukan dalam waktu, tetapi dalam posisi: Dia adalah Pencipta yang sudah ada sebelumnya, Dialah sumber kehidupan. Dia menopang seluruh ciptaan, Dia mendominasi dunia spiritual para makhluk malaikat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah kepala gereja; semua ini divalidasi oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dia menjadi Yang Terunggul, melalui kebangkitan. Dan Wahyu 1:18 mengatakan melalui kebangkitan-Nya Dia memegang kunci kematian dan neraka. Di Yohanes 2, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Hancurkanlah tubuh ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangkitkannya.” Dia tidak membicarakan bait suci, Dia membicarakan bait suci yang adalah tubuh-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Yohanes 10:17-18, Dia mengatakan ini, “Bapa mengasihi Aku karena Aku mengorbankan hidup-Ku supaya Aku dapat mengambilnya kembali. 18 Tidak seorang pun dapat mengambil nyawa-Ku dari-Ku. Aku mengorbankannya dengan sukarela. Karena Aku memiliki wewenang untuk meletakkannya ketika Aku mau dan juga untuk mengambilnya kembali. Karena inilah yang diperintahkan Bapa-Ku.” Dia memiliki kuasa atas tubuh-Nya sendiri. Dia menyerahkan hidup-Nya; dan Dia dapat mengambilnya kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini ada implikasi kritis terhadap 1 Korintus 15:17, “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah imanmu; kalian masih ada di dalam dosa-dosamu.” Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka Allah tidak menerima pengorbanan-Nya untuk dosa, dan jika tidak ada pengorbanan untuk dosa, dan kalian masih dalam dosa kalian, menuju ke neraka dan hukuman. Jika Kristus belum dibangkitkan, ayat 18, “Maka mereka juga yang telah mati di dalam Kristus telah binasa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karakter Allah Bapa, karakter Allah Anak dipertaruhkan dalam kebangkitan itu; dan juga, </span><span class="cf1"><b>Roh Kudus</b></span><span class="cf1">. Roma 1:4 mengatakan, “Anak Allah telah dinyatakan demikian dengan kuasa oleh kebangkitan dari antara orang mati, menurut Roh Kudus.” Itu adalah Roh Kudus, yang telah berjanji bahwa Kristus akan bangkit dalam firman Perjanjian Lama; dan menjanjikannya dalam firman Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Yohanes 16:7, Yesus berkata kepada murid-murid di ruang atas pada Pelewatan terakhir, “Tetapi sebenarnya, lebih baik bagi kalain jika Aku pergi, karena jika tidak, Pengacara itu tidak akan datang. Jika Aku pergi, maka Aku akan mengirimkan Dia kepada kalian.” Ayat 13, “Ketika Roh Kebenaran datang, Dia akan memimpin kalian ke dalam seluruh kebenaran. Dia tidak akan berbicara sendiri tetapi akan memberi tahu kalian apa yang telah Dia dengar. Dia akan memberitahu kalian tentang masa depan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Roh Kudus juga yang bukan hanya mengungkapkan Kristus di dalam Kitab Suci, tetapi mengungkapkan Kristus ke dalam pikiran dan hati orang dalam pelayanan dan ada mujizat kelahiran rohani kembali. Jika tidak ada kebangkitan, maka Kristus tidak akan kembali ke surga. Jika Dia tidak kembali ke surga, Dia tidak akan kirim Roh Kudus. Jika tidak ada Roh Kudus, tidak ada keinsafan akan dosa, tidak ada kelahiran kembali orang yang mati secara rohani, dan tidak ada Kekristenan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada gereja tanpa Roh Kudus; tanpa Roh Kudus tidak ada kebangkitan. Jadi seandainya tidak ada kebangkitan di dalam kekristenan, semuanya itu runtuh. Jika Allah Bapa, Kristus, dan Roh Kudus semua berbohong kepada kita, dan tidak ada kebangkitan, dan tidak ada keselamatan, dan tidak ada harapan, kita adalah sekelompok orang agamawan yang tertipu dan menyedihkan. Tetapi, Kristus telah bangkit dari antara orang mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan juga ada </span><span class="cf1"><b>pengaruh terhadap para malaikat</b></span><span class="cf1">. Surat Ibrani dirancang untuk menunjukkan keunggulan Anak Allah, Tuhan Yesus Kristus, dalam segala hal, dalam segala cara. Tetapi perhatikan bahwa, di pasal pertama, Dia melihat ke para malaikat. Dia memperkenalkan Anak Allah sebagai pewaris segala sesuatu, serta Pencipta segala sesuatu. Dan kemudian Dia berkata tentang Anak Allah, bahwa, “Dia adalah pancaran kemuliaan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menyediakan korban untuk dosa manusia yang diterima Allah. Allah membangkitkan Dia dari kematian, dan Dia naik ke kemuliaan dan mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mulia di tempat tinggi. Dan pada saat itu, “menjadi jauh lebih baik daripada para malaikat, karena Dia mewarisi nama yang lebih agung daripada mereka.” Kepada malaikat mana Allah pernah berkata, “Engkau adalah Anak-Ku; hari ini Aku menjadikan Kau Anak-Ku”? Tidak ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepada malaikat mana Allah pernah berkata, "Aku akan menjadi Bapa, dan Engkau akan menjadi Anak bagi-Ku"? Tidak ada. Dan ketika Dia membawa anak sulung itu ke dunia pada saat kebangkitan, Dia berkata, “Biarlah semua malaikat Allah menyembah Dia.” Tetapi kepada Anak, Dia berkata, “Tahta-Mu, ya Allah, adalah untuk selama-lamanya. Anda mengasihi kebenaran dan membenci pelanggaran hukum; karena itu Allah-Mu, telah mengurapi Engkau di atas para sahabat-Mu.” (Malaikat).</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia juga ada </span><span class="cf1"><b>hubungan dengan malaikat yang jatuh</b></span><span class="cf1">. Setan-setan yang mengejar-ngejar Yesus dan berusaha menjelek-jelekkan Dia tunduk kepada-Nya. Para pemimpin Yahudi berkata, Dia menguasai dunia setan. Kolose 2:15 mengatakan, "Dia melucuti para penguasa dan otoritas dan mempertontonkan mereka di depan umum, dan menang atas mereka." 1 Petrus 3:18 mengatakan, “Ketika Dia mati di kayu salib, Dia mati dalam daging, tetapi hidup dalam Roh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di manakah Dia pergi ketika Roh-Nya hidup? Dia pergi ke setan. Dia pergi, katanya, dan mengumumkan kepada roh-roh jahat, yang ditahan di penjara neraka, dan Dia menyatakan kepada mereka otoritas-Nya dan kedaulatan-Nya atas mereka. Dikatakan dalam ayat 22, “Malaikat-malaikat dan penguasa-penguasa dan kuasa-kuasa telah ditaklukkan kepada-Nya.” Setan tunduk kepada-Nya dan tunduk pada kekuatan ganas dari hukuman kekal-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan terakhir </span><span class="cf1"><b>pengaruh kebangkitan itu pada manusia</b></span><span class="cf1">. Yohanes 5:21 mengatakan, “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan mereka, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya.” Ayat 24 mengatakan, “Aku mengatakan kebenaran kepadamu, mereka yang mendengarkan pesan-Ku dan percaya kepada Allah yang mengutus Aku memiliki hidup kekal. Mereka tidak akan pernah dihukum karena dosa-dosa mereka, tetapi mereka telah pindah dari maut ke dalam hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini ditunjukkan langsung di ayat 25, “Dan Aku memastikan kalian bahwa waktunya akan tiba, bahkan ada di sini sekarang, ketika orang mati akan mendengar suara-Ku—suara Anak Allah. Dan mereka yang mendengarkan itu akan hidup.” Dia ada kuasa untuk membangkitkan semua orang mati. Semua orang yang pernah hidup sejak Adam hingga akhir sejarah manusia akan dibangkitkan dari kematian: semua orang beriman, dan semua orang kafir. Semua orang akan dibangkitkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang akan menerima tubuh yang cocok untuk tempat tinggal kekal mereka. Sebagian besar akan menerima tubuh yang cocok untuk menerima hukuman kekal. Orang percaya akan menerima tubuh seperti tubuh kemuliaan Kristus, Filipi 3:20, sesuai dengan sukacita surga. Tetapi semua orang akan dibangkitkan. Wahyu 21, mengatakan semua orang mati dari seluruh dunia sepanjang sejarah manusia akan keluar dari tanah, dari laut, dimanapun mereka berada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di situlah letaknya berita Injil yang baik. Roma 10:9-10, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu Yesus sebagai Tuhan, dan percaya di dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan.” Diselamatkan dari neraka. Jika Anda mengaku dengan mulut Anda Yesus sebagai Tuhan, menyangkal diri Anda, dan percaya di dalam hati Anda bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, Injil itu benar berlaku. Kristus memang mati untuk kita sebagai korban yang sempurna; dan Dia telah bangkit.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230409</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001FB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus di Antiokia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001FA"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:14-37" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:14-37</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami akan mempelajari Yesus, puncak dari sejarah. Alkitab adalah catatan tentang Yesus Kristus. Itu adalah Allah yang memperkenalkan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias, Juruselamat dunia. Dalam Perjanjian Lama, Allah terus menjanjikan seorang Pembebas, Juruselamat, Raja, dan Mesias. Di dalam Perjanjian Baru, Yesus dari Nazaret menggenapi setiap nubuatan yang pernah dibuat Allah tentang seorang Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan yang masih harus digenapi oleh-Nya akan digenapi pada kedatangan-Nya yang kedua. Yesus Kristus menggenapi nubuatan demi nubuatan. Tidak mungkin itu bisa diproduksi; itulah tidak mungkin secara matematis. Argumen-arguman bernubuat yang kuat menghapus semua keraguan bahwa Yesus dari Nazaret bukanlah Mesias. Dan ketika Paulus berkhotbah di KPR 13 ini, dia berfokus pada Yesus sebagai penggenapan nubuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja telah meledak di Yerusalem. Ketika selesai di sana, Tuhan telah merancangnya untuk pergi ke Yudea dan Samaria, yang merupakan wilayah tetangga mereka. Kemudian sebuah tempat pusat didirikan di dunia kafir, dan itu adalah gereja Antiokhia di Syria. Allah merancang bahwa dari jemaat kecil itu akan diutus para misionaris untuk menjangkau ujung bumi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 13 Roh Kudus berkata, "Pisahkanlah untuk Aku Barnabas dan Paulus untuk pekerjaan yang telah Aku panggil mereka." Saat kami melihat bagian ini, kami akan melihat bagaimana Yesus Kristus disampaikan oleh Paulus sebagai puncak, tujuan, klimaks sejarah. Teks kami hari ini adalah ayat 14 sampai 37. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Paulus dan Barnabas berjalan masuk ke Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke sinagoga untuk kebaktian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itu bukan Antiokhia di Siria. Antiokhia di Pisidia tingginya 1.100 meter di dataran tinggi di Pegunungan Taurus. Itu 160 kilometer dari Perga dan 160 kilometer ke atas. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Setelah pembacaan yang biasa dari kitab Musa dan para nabi, mereka yang mengatur kebaktian itu mengirim pesan ini kepada mereka: “Saudara-saudara, jika kalian ada kata-kata yang memberi semangat untuk orang-orang, majulah dan berikanlah itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus langsung berdiri untuk berkhotbah. Dia mulai khotbah ini di </span><span class="cf1"><b>ayat 16</b></span><span class="cf1"> dengan kata-kata, "Hai orang Israel," katanya, "dan kalian orang bukan Yahudi yang takut akan Allah, dengarkanlah aku." Ada dua jenis orang di sinagoga: yaitu orang Israel dan orang yang takut akan Allah. Orang yang takut akan Allah adalah istilah yang tepat untuk merujuk pada orang bukan Yahudi yang bertobat. Dan dalam khotbahnya, dia mengemukakan fakta bahwa Yesus adalah Mesias dari Israel, Yesus dari Nazaret.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah khotbah ini terbagi menjadi tiga bagian. Yesus Kristus ditampilkan pertama kali sebagai puncak sejarah. Kedua sebagai penggenapan nubuatan. Ketiga sebagai Yang membenarkan orang berdosa. Dialah satu-satunya yang dapat menghilangkan kutukan yang memisahkan manusia dari Allah. Dialah satu-satunya yang dapat memberi makna pada hidup secara individu dan hidup secara kolektif. Jadi dalam ayat 17-22 itu, Paulus menyatakan bahwa sejarah itu terdiri dari Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17 -22</b></span><span class="cf1">, “Allah bangsa Israel ini memilih nenek moyang kita dan membuat mereka bertambah banyak dan bertambah kuat selama mereka tinggal di Mesir. Kemudian dengan tangan yang kuat Dia memimpin mereka keluar dari perbudakan mereka. 18 Dia bertahan dengan mereka selama empat puluh tahun mengembara di padang belantara. 19 Kemudian Dia menghancurkan tujuh bangsa di Kanaan dan memberikan tanah mereka kepada Israel sebagai milik pusaka. 20 Semua ini makan waktu sekitar 450 tahun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Setelah itu, Allah memberi mereka hakim-hakim untuk memerintah sampai zaman nabi Samuel. 21 Kemudian orang-orang memohon seorang raja, dan Allah memberi mereka Saulus putra Kish, seorang pria dari suku Benyamin, yang memerintah selama empat puluh tahun. 22 Tetapi Allah menyingkirkan Saulus dan menggantikannya dengan Daud, seorang pria yang kepadanya Allah berfirman, 'Aku telah menemukan Daud anak Isai, seorang pria yang berkenan di hati-Ku. Dia akan melakukan semua yang Aku ingin dia lakukan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah menanggapi keinginan mereka. Perhatikanlah bahwa keinginan manusia tidak mengubah rencana sejarah Allah. Allah merencanakan itu ke dalam sejarah-Nya dan mereka menginginkan seorang raja dan mereka ada cara yang baik untuk memilihnya. Siapa pun yang paling tinggi dan paling tampan, itulah raja kami. Jadi, mereka mendapatkan seorang raja, tetapi dia bukanlah raja yang diinginkan Allah. Allah ingin seorang raja yang menuruti kehendak-Nya. Saulus itu tidak mau nurut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan sebelum Saulus mati, Daud sudah diurapi. "Tuhan telah mencari Dia seorang laki-laki yang berkenan di hati-Nya." Pria yang patuh. Allah bergerak melalui Anda atau mengelilingi Anda, tetapi Dia selalu mencapai tujuan-Nya. Dia menjalankan sejarah dan Dia memilih Daud, pria ini. Siapakah manusia yang berkenan di hati Allah? Dia bukan pria yang sempurna. Orang yang berkenan di hati Allah adalah seseorang yang memenuhi kehendak Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Dan itulah salah satu keturunan Raja Daud, Yesus, yang adalah Juruselamat Israel yang dijanjikan Allah!” Yesus menggunakan nama manusia-Nya. Dia adalah keturunan Daud. Mereka tidak sangka mereka akan mendengar itu. Mereka hidup dengan fakta bahwa mereka berada dalam rencana Allah. Mereka mendasarkan keselamatan kekal mereka selama berabad-abad pada fakta bahwa Allah adalah Allah mereka. Memang Yesus adalah seorang Yahudi tetapi tidak semua orang Yahudi selamat..</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah merancang manusia untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan untuk memuliakan Dia. Manusia berdosa dan jatuh. Allah mengatakan, "Aku ingin memulihkan mereka." Hanya ada satu cara Dia dapat memulihkan mereka, dan itu melalui Kristus. Maka Kristus diperlukan sebagai puncak sejarah. Hanya mereka yang datang kepada Yesus Kristus yang memenuhi seluruh makna dunia. Tanpa Dia, manusia tidak pernah bisa diperdamaikan dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus dalam ayat 23, adalah jembatan menuju poin keduanya. Melalui garis keturunan Maria Dia memiliki darah Daud. Melalui garis keturunan Yusuf, Dia memiliki hak atas takhta Daud. Jadi melalui kedua cara itu Dia adalah keturunan Daud. Paulus beralih ke pernyataan yang luas untuk kedua kalinya. Mengapa saya harus percaya Yesus adalah Juruselamatku?” Kemudian dia berkata, "Karena semua penggenapan nubuatan dilakukan-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan Yesus adalah Mesias adalah karena Dia menggenapi semua nubuatan tentang Mesias. Itulah tepat yang Anda miliki. Allah mengatakan semua nubuatan tentang Mesias ini, setiap orang Yahudi tahu hal itu. Nah, Paulus tidak mengharapkan orang-orang Yahudi itu untuk percaya begitu saja karena itu dia memberi tahu mereka, jadi dia mulai menyebutkan nubuatan-nubuatan ini. Dan dari ayat 23 sampai 37 Paulus menguraikan penggenapan nubuatan dalam kehidupan Yesus dari Nazaret.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata dalam 2 Samuel 7, "Aku akan membangkitkan seorang Juruselamat menurut keturunan Daud." Yeremia 33:17 mengatakan, “Sebab beginilah firman Tuhan: Daud akan mempunyai keturunan yang duduk di atas takhta Israel untuk selama-lamanya.” Ketika Mesias datang, itu akan melalui keturunanDaud. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Sebelum Dia datang, Yohanes Pembaptis berkhotbah bahwa semua orang Israel perlu bertobat dari dosa mereka dan berbalik kepada Allah dan dibaptis.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah nubuatan bahwa akan ada pendahulu sang Mesias. Sebenarnya dia tidak disebut Yohanes Pembaptis karena dia adalah orang Baptis. Dia disebut Yohanes Pembaptis karena dia adalah seorang pembaptis. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Ketika Yohanes menyelesaikan pelayanannya, dia bertanya, 'Apakah kalian pikir aku Mesias? Tidak! Tetapi Dia akan segera datang, dan aku bahkan tidak layak menjadi budak-Nya dan melepaskan sandal di kaki-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu menunjukkan bahwa ada nubuatan yang sedang digenapi. Yohanes kemudian mengkhotbahkan pertobatan, “Bersiaplah, Mesias itu akan datang.” Baptisan Yohanes bukanlah baptisan Kristen, itu adalah baptisan pertobatan. Baptisan Kristen belum datang sampai setelah kematian dan kebangkitan Kristus. Roma 6 memberi tahu kami bahwa ketika kami diselamatkan kami dikuburkan bersama-Nya melalui baptisan ke dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yohanes menyiapkan banyak orang supaya ketika Mesias datang, hati mereka siap untuk menerima Mesias. Sebelum seseorang benar-benar mengenal Mesias, harus ada pertobatan. Harus ada pembalikan dari dosa di dalam hati dan kemudian pembalikan kepada Kristus. Pertobatan perlu untuk diberitakan, dan itulah sebabnya Allah menyuruh Yohanes untuk melakukan itu. Jadi Yohanes sedang mempersiapkan orang-orang untuk Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika utusan itu datang, Mesias pasti tiba tepat sesudahnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Saudara-saudara, hai anak-anak Abraham, dan juga hai orang-orang bukan Yahudi yang takut akan Allah, pesan keselamatan ini telah dikirimkan kepada kami!” Bukankah itu bagus? "Jangan kehilangan Dia," katanya. “Jika Yesus seperti yang kalian katakan adalah sang Mesias, mengapa para pemimpin kita tidak mengenali-Nya?” Jika dia adalah Mesias dan mereka memang membunuh-Nya, apakah itu menghilangkan rencana Allah?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang di Yerusalem dan para pemimpin mereka tidak mengenali Yesus sebagai yang dibicarakan oleh para nabi. Sebaliknya, mereka mengutuk Dia, dan dengan melakukan ini mereka menggenapi kata-kata para nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.” Mereka membunuh-Nya karena mereka tidak mau tahu siapakah Dia. Apakah kalian tahu apa yang mereka lakukan setiap hari Sabat? Mereka membaca Shema, kemudian hukum itu dan para nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka bodoh, dan alasan mereka tidak tahu apa-apa adalah karena mereka bahkan tidak memahami Kitab Suci yang mereka akui telah mereka baca. Anda tahu itu benar juga bagi mereka yang beragama Kristen di mana banyak orang membaca Alkitab dan membawa Alkitab tetapi tidak tahu banyak tentang makna Alkitab? Ada banyak orang yang malah mengambil Alkitab dan memutarbalikkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka kehilangan Kristus karena mereka bahkan tidak mengerti apa yang mereka baca. Terlalu banyak dosa, dan terlalu banyak kemunafikan. Pertanyaan kedua adalah ini: Jika mereka membunuh-Nya, apakah itu menghilangkan rencana Allah? Lihatlah jawabannya di akhir ayat 27, “Mereka telah menggenapinya dalam menghukum Kristus.” Allah tahu apa yang akan mereka lakukan. Semua penolakan terhadap Kristus sudah direncanakan sejak semula.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Yesaya 53:3, Dia dihina dan ditolak. Setiap detail telah ditentukan. Allah tahu sejak awal bahwa Dia akan ditolak sepenuhnya, bahwa Dia akan dieksekusi. Dalam Yohanes 7:5, dikatakan demikian: “Sebab saudara-saudara-Nya pun tidak percaya kepada-Nya.” Kata ayat 48, ketika mereka memperdebatkan apakah Yesus adalah Mesias, dikatakan: “Apakah ada di antara para penguasa atau orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Mereka tidak menemukan alasan sah untuk mengeksekusi Dia, tetapi mereka tetap minta Pilatus untuk membunuh-Nya.” Tidak ada tuduhan sah yang bisa dipertahankan, dan Pilatus berulang kali berkata, “Saya tidak menemukan kesalahan,” dan sebagainya. Dengarkanlah nubuatan Mazmur 69:4, "Mereka yang membenci-Ku tanpa alasan lebih dari rambut di kepala-Ku." Hal itu menggenapi rencana Allah; Dia tahu sejak semula mereka akan melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka telah melakukan semua nubuatan yang dikatakan tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari salib itu dan membaringkan Dia di kuburan.” Mereka pikir mereka sangat bijak, mereka menyingkirkan pemberontak gadungan ini, tetapi mereka malah menggenapi nubuatan sesuai jadwal. Dan Paulus berkata, “Dan ketika mereka telah menggenapi semua nubuatan itu, mereka menurunkan-Nya.” Yesus bukanlah korban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah apa yang Dia genapi di kayu salib. Kata Mazmur 109:25, "Aku juga telah menjadi cela bagi mereka sehingga ketika mereka melihat-Ku, mereka menggelengkan kepala." Matius 27:39, “Dan orang-orang yang lewat menghujat Yesus sambil menggelengkan kepala.” Kata Mazmur 22:18: “Mereka membagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi.” Di Yohanes 19:23-24 kata para prajurit itu, “Jangan kita potong baju-Nya. Mari kita buang undi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Mazmur 69:21: “Dan karena Aku haus, mereka memberi-Ku minuman cuka dicampur empedu.” Di Matius 27:34, mereka memberinya anggur dicampur empedu. Kata Mazmur 22:1, “Ya Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku,” Dalam Matius 27:46, Yesus berkata, “Ya Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Mazmur 31:5 berkata, “Ke dalam tanganmu Kuserahkan Roh-Ku,” Kata Lukas 23:46, “Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan Roh-Ku,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Mazmur 34:20, dikatakan Dia memelihara semua tulangnya; tidak ada satupun yang patah. Yohanes 19:33 mengatakan, “Tetapi datang kepada Yesus ketika mereka melihat bahwa dia sudah mati, mereka tidak mematahkan kakinya.” Di dalam Mazmur 22:14, Mesias berkata, “Hatiku menjadi seperti lilin, meleleh dalam diri-Ku.” Kata Yohanes 19:34, lambung-Nya ditusuk dan dari sana mengalir darah dan air, yang menandakan kehancuran hati-Nya yang meleleh di dalam diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Zakharia 12:10 berkata, “Mereka akan memandang Aku yang telah mereka tikam.” Dalam Yohanes 19:34, ada prajurit yang mengambil tombak dan menusuk lambung-Nya. Bangsa Romawi ikut dalam penggenapan. Orang-orang Yahudi ikut dalam penggenapan. Yesus ikut dalam penggenapan. Kerumunan ikut dalam penggenapan itu. Semua pihak terlibat dalam penggenapan itu karena Allah telah memerintahkan itu semua. Yesus adalah Mesias setiap cara Anda melihatnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30-31</b></span><span class="cf1">, “Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati! 31 Dan selama beberapa hari Dia menampakkan diri kepada mereka yang telah pergi bersama-Nya dari Galilea ke Yerusalem. Mereka sekarang menjadi saksi-saksi-Nya bagi orang Israel.” "Kalian membunuh-Nya, Allah membangkitkan-Nya," kata Petrus. Di sini Paulus mengatakan hal yang sama. Bukti terbesar bahwa Yesus adalah Mesias adalah kebangkitan-Nya. Karena semua janji Allah telah digenapi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32-33</b></span><span class="cf1">, “Dan sekarang kami ada di sini untuk menyampaikan Kabar Baik ini kepada kalian. Janji itu telah diberi kepada leluhur kita, 33 dan Allah sekarang telah menggenapinya bagi kita, keturunan mereka itu, dengan membangkitkan Yesus. Inilah yang dikatakan Mazmur dua tentang Yesus: 'Engkau adalah Anak-Ku. Hari ini Aku telah menjadi Bapa-Mu. Allah telah bernubuat melalui Daud, “Aku akan memiliki seorang Mesias yang hidup, seseorang yang diperanakkan dalam inkarnasi dan kebangkitan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34-36</b></span><span class="cf1">, “Sebab Allah telah berjanji untuk membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan tidak membiarkan-Nya membusuk di dalam kuburan. Dia berkata, 'Aku akan memberi-Mu berkat suci yang Aku janjikan kepada Daud.' 35 Mazmur lain menjelaskannya lebih lengkap: 'Kamu tidak akan membiarkan Yang Kudus-Mu membusuk di kuburan.' 36 Ini bukan merujuk kepada Daud, karena setelah Daud melakukan kehendak Allah pada generasinya sendiri, dia mati dan dikuburkan bersama leluhurnya, dan tubuhnya telah membusuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Tidak, itu merujuk pada orang lain, seseorang yang dibangkitkan Allah dan yang tubuhnya tidak membusuk.” Mazmur 16:8-10 mengatakan, “Jangan biarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.” Allah berjanji bahwa Yesus akan bangkit dari kematian. Ada orang Yahudi yang mengatakan, “Itu mengacu kepada Daud.” Tetapi tidak ada orang Yahudi yang percaya pada kebangkitan Daud. Yesus adalah Mesias karena Allah membangkitkan Dia kembali untuk hidup. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230326</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001FA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perlawanan Setan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F9"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:1-13" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:1-13</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab KPR adalah kitab misionaris tentang penyebaran Injil di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ujung bumi. Namun dalam KPR 13, kita mencapai krjadian penting dalam sejarah pelayanan Injil Yesus Kristus. Setan sedang bekerja hari ini, sama seperti yang dia lakukan dulu. Kami melihatnya bukan hanya dalam budaya kami, tetapi juga dalam budaya-budaya lain di seluruh dunia. Setan selalu memusuhi pelayanan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan sedang bekerja di dunia dalam banyak cara. Dan ketika seseorang bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan Allah, dia pasti akan menghadapi tantangan dari musuh itu. Nah, dengan mengingat hal itu, marilah kami lihat perlawanan setan terhadap misi yang dipenuhi Roh Kudus di KPR 13. Kisah Para Rasul 13 adalah bab penting dalam jalur perluasan Kerajaan Allah oleh Allah. Sudah sekitar 25 tahun sejak kejadian Pentakosta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja telah bertumbuh dan berkembang. Itu telah mencapai Yudea dan Samaria, dan telah ada upaya terkonsentrasi pada tahun-tahun awal itu. Tetapi sekarang adalah waktunya untuk bergerak ke dunia non-Yahudi, untuk mulai menegakkan unsur terakhir dari amanat Tuhan kami, dan itulah untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Dan pada saat ini, pusat pelayanan yang efektif telah ditanamkan di gereja di Antiokhia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja kunci ini berada di Antiokhia, tempat berpijak nyata pertama di dunia kafir. Sebuah gereja yang terlibat dalam menyembah Allah dan memuliakan nama-Nya, mempelajari Firman-Nya, dan berjalan dalam kuasa dan tenaga Roh Kudus. Gereja ini memiliki dasar doktrin yang sangat kuat; fondasi kuat dalam kebenaran Allah. Disitu ada banyak pria dan wanita berbakat yang sangat terlatih dan mampu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang mereka siap untuk dikirim keluar. Maka Antiokhia menjadi bagi kami, sebuah dasar, sebuah model, sebuah pola, dan sebuah contoh. Sekarang, marilah saya memberi Anda kunci dasarnya, yaitu Roh Kudus. Inilah gereja yang dipenuhi Roh, gereja yang diberdayakan Roh, gereja yang tahu arti Kisah Para Rasul 1:8: “Tetapi kalian akan menerima kuasa, sesudah Roh Kudus turun ke atas kalian, dan kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja yang dipenuhi Roh didefinisikan sebagai gereja di mana orang-orang berjalan dalam ketaatan pada kehendak Allah seperti yang diungkapkan dalam Firman Allah. Kolose 3 berkata, “Biarlah firman Kristus tinggal berlimpah di dalam kamu.” Nah, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat kami memperhatikan gereja yang dipenuhi Roh bergerak ke dunia. Nomor satu: itu dicirikan oleh pria spiritual dan wanita spiritual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Di dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan guru: Barnabas, Simeon yang disebut Niger, Lucius dari Kirene, Manaen yang dibesarkan bersama raja wilayah Herodes, dan Saulus.” Setiap gereja yang efektif harus memiliki kepemimpinan baik. Orang-orang tidak akan naik di atas pemimpin mereka. Allah membangun manusia spiritual yang kuat, karena itu membuat segala sesuatu terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan gereja selalu mencari orang-orang yang penuh iman, penuh hikmat, penuh Firman Allah, dan penuh Roh Kudus. Di dalam Titus 1, dan 1 Timotius 3, Rasul Paulus berkata, “Inilah orang-orang yang saya tuntut untuk menjadi pemimpin di gereja saya,” dan dia memberi kami standar yang sangat tinggi. Dia harus tidak bersalah, pria satu wanita. Dan itu berarti dia memiliki satu istri, bukan seseorang yang telah bercerai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Idenya adalah bahwa dia adalah pria yang berkomitmen penuh dan mencintai istrinya. Itu adalah kualifikasi spiritual yang intens saat ini. Penting apa yang Anda pikirkan tentang isterimu. Anda harus tenang, berpikiran jernih, penuh kelakuan baik, suka menerima tamu, terampil dalam mengajar. Tidak senang minum anggur, tidak melakukan kekerasan, tidak rakus akan harta atau uang. Sabar, bukan sering berkelahi, dan tidak bersifat iri hati terhadap orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seseorang yang memerintah dengan baik atas rumahnya sendiri, membuat anak-anaknya tunduk dengan segala keseriusan. Dia bukan orang yang baru bertobat. Dia harus memiliki laporan yang baik dari orang-orang di luar, dan itu berlanjut, dan Titus 1 mengulangi banyak hal yang sama. Jadi ada penghargaan yang diberikan pada pria spiritual; jika gereja itu ingin menjadi gereja yang akan mempengaruhi dunia, itu harus dipimpin oleh orang-orang berrohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada banyak gereja, di seluruh negara ini dan di seluruh dunia yang tidak memiliki pemimpin rohani yang baik. Mereka tidak memiliki orang-orang yang mengajarkan Firman Allah, yang hidup menurut Firman Allah, dan yang dipenuhi Roh Kudus. Dan itu adalah hal yang tragis. Dan harus ada pemahaman yang baik tentang perbedaan antara karunia berkhotbah dan karunia mengajar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menamakan mereka untuk kami: Barnabas, Simeon, Lucius, Manaen, dan Saulus. Nah, kami tahu tentang Barnabas. Dia adalah keturunan suku Lewi dari Siprus, yang memiliki pengetahuan Perjanjian Lama luar biasa. Kisah Para Rasul 11 memberi tahu kami bahwa dia penuh dengan Roh Kudus. Seorang Yahudi yang dipenuhi Roh, dengan karakter Kristen yang murni. Dia sangat dihormati, dan sangat dicintai, seorang pria yang berhati hangat, seorang guru yang cakap, dan seorang penghibur; itulah arti namanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian kami bertemu dengan Simeon, yang disebut Niger yang berarti hitam. Jelas tidak ada perbedaan ras di sana. Pria ini adalah orang bukan Yahudi. Dan kemudian ada Lucius, yang juga bukan Yahudi dari Afrika. Dan kemudian Manaen yang dibesarkan bersama Herodes, dalam keluarga Agripa. Dan kemudian dikatakan Saulus dinubuatkan untuk menjadi kunci penginjilan dunia kafir. Lima pria spiritual, lima pengkhotbah saleh dan guru yang saleh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Saat mereka melayani Tuhan dan berpuasa, Roh Kudus berkata, 'Khususkan Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk pekerjaan yang telah Kutentukan bagi mereka.'” Tugas seorang pemimpin di gereja adalah melayani Tuhan. Itu artinya melayani Tuhan, dan berpuasa serta berdoa. Tuhan dilayani oleh pengajaran Firman-Nya, dan berdoa terus menerus. Gereja ini dipisahkan khusus untuk digunakan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata “pendeta” pada dasarnya berarti melayani secara imam. Itu digunakan dalam 1 Petrus 2:5, dengan gagasan mempersembahkan pelayanan imamat kepada Allah. Apa yang kamu berikan kepada Allah? Saya tidak mengorbankan domba atau perkutut atau kambing, atau domba jantan, atau apa pun. Pengorbanan saya kepada Allah adalah pelayanan saya yang diberikan, dan setiap khotbah yang saya khotbahkan seolah-olah saya sedang membawa persembahan ke tempat Allah yang kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap khotbah yang saya khotbahkan, setiap jam saya belajar, setiap saat saya habiskan dalam doa, adalah apa yang saya persembahkan kepada Allah, adalah tindakan pelayanan dan penyembahan yang penuh kasih kepada-Nya. Nah, itulah inti dan jiwa dari pelayanan itu. Oh, tentu ada hal lain yang harus dilakukan, seperti menulis surat, dan mengerjakan proyek-proyek. Tetapi saya tidak pernah kehilangan prioritas. Dalam ayat 2, semua yang mereka lakukan adalah persembahan rohani yang dipersembahkan kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang ini melayani Tuhan, daripada kepada orang-orang saja. Ketika semua yang Anda khawatirkan adalah melayani orang-orang, Anda cenderung berkompromi. Tetapi selama Anda mempersembahkan segalanya kepada Allah, tidak ada tempat untuk kompromi. Jadi, seperti orang Makedonia, pertama-tama mereka memberikan diri mereka kepada Tuhan, dan semuanya mengalir dari sana. Mereka berpuasa, sebagai cara untuk mengekspresikan intensitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berpuasa adalah cara untuk mengekspresikan pengabdian, kewaspadaan, dan semangat. Bukannya Anda akan menjadi spiritual karena Anda tidak makan. Ini terjadi ketika Anda begitu penuh semangat dengan penyebab di dalam hati Anda sehingga Anda tidak ada keinginan untuk makan. Puasa bisa menjadi, sebagian atau total, seperti yang Tuhan arahkan. Kemudian datanglah elemen ketiga di bagian yang luar biasa ini, dan itu adalah </span><span class="cf1"><b>misi spiritual</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pria spiritual dengan pelayanan spiritual dipanggil untuk misi spiritual. Roh Kudus bergerak masuk dan berbicara. Pelayanan para nabi sebelum penyelesaian Perjanjian Baru adalah menyampaikan perkataan langsung dari Roh Kudus kepada kehidupan gereja itu. Para rasul memberikan doktrin; para nabi berbicara tentang aspek praktis dan penerapannya. Jadi salah satu dari lima ini, adalah seorang nabi yang berbicara untuk Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saulus dan Barnabas dikirim ke ladang misi oleh Roh Kudus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kemudian, setelah berpuasa dan berdoa, dan meletakkan tangan ke atas mereka, mereka menyuruh mereka pergi.” Itulah tanda penegasan, konfirmasi dan identifikasi. Ini seperti mengatakan, “Kami mendukung kalian. Kami dalam solidaritas dengan kalian dan tujuan kalian. Kami berdiri di belakang kalian dengan doa dan dukungan, dan kami mengutus kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4-5</b></span><span class="cf1">, “Dengan diutus oleh Roh Kudus, mereka pergi ke Seleukia, dan dari sana mereka berlayar ke Siprus. 5 Dan ketika mereka tiba di Salamis, mereka memberitakan firman Allah di sinagoga orang Yahudi. Mereka juga ada Yohanes Markus sebagai pembantu mereka.” Salamis adalah kota perdagangan utama, sebuah kota besar dengan populasi besar orang Yahudi. Ada beberapa sinagoga di kota itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, kami sampai pada krisis, mereka bertemu dengan orang-orang yang anti spiritual. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka telah melewati pulau itu ke Paphos, mereka menemukan seorang penyihir, seorang nabi palsu, seorang Yahudi yang bernama Bar-Yesus.” Nama itu berarti “anak keselamatan.” Nah Paphos adalah pusat pemerintahan Romawi. Itu juga merupakan pusat pemujaan Venus, dewi cinta dan hubungan seks.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kota itu adalah lubang dosa tempat orang-orang berkubang dalam kekotoran moral. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “yang bersama prokonsul, Sergius Paulus, seseorang yang cerdas. Orang ini memanggil Barnabas dan Saulus dan berusaha untuk mendengar firman Allah.” Entah bagaimana, ketika Barnabas dan Saulus pergi ke Paphos, mereka mendapat wawancara dengan gubernur, prokonsul Romawi, yang adalah, "wakil negara."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah gubernur; dia adalah sama dengan kedudukan Pilatus di Palestina. Dan mereka ingin bertemu dengan orang ini hanya untuk niat apa pun yang mereka miliki dalam menyampaikan Injil. Mereka diterima bertemu dengannya, dan di sampingnya ada penyihir ini, yang pada dasarnya adalah orang yang berhubungan dengan setan. Dalam konotasi positifnya, ini berkaitan dengan seseorang yang berkonsultasi dengan bintang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam pengertian negatifnya, dia adalah orang yang percaya takhayul, yang berkonsultasi dengan bintang-bintang sebagai peramal, dan itulah perbedaan besar. Yang satu adalah sains, dan yang satu lagi adalah agama palsu. Jadi di sini ada seorang pria setan, yang adalah seorang nabi palsu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Elimas si tukang sihir (sebagaimana namanya diterjemahkan) menahan mereka, berusaha untuk menjauhkan gubernur itu dari iman. Dia segera mulai menentang mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap kali Anda berangkat untuk menjangkau jiwa bagi Yesus Kristus, Anda “bergulat bukan melawan darah dan daging, tetapi para pemerintah dan para penguasa.” Inilah utusan Setan, seorang nabi palsu gadungan yang telah melekatkan dirinya pada pemimpin negara, dan sekarang berusaha mencegahnya untuk mengenal kebenaran Kristus. Ini juga menunjukkan bahwa Sergius Paulus memakai ilmu gaib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pada saat yang luar biasa ketika Injil akan disampaikan kepada pria yang membutuhkan ini, Sergius Paulus, iblis mengaktifkan Elimas ini, dan dia melakukan semua yang dia bisa untuk menghentikan proses itu. 1 Timotius 4:1 mengatakan, “Bahwa di kemudian hari ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Mengapa seseorang yang tampaknya tertarik pada iman, tiba-tiba murtad?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin invasi ini terjadi dengan "roh-roh yang merayu dan doktrin-doktrin setan." Lihatlah 2 Timotius 3:8, ketika Musa datang untuk mengatakan kebenaran, “Jannes dan Yambres menentang Musa.” Jadi ada orang-orang lain, katanya, “jadi merekai juga yang menentang kebenaran: orang-orang yang berpikiran rusak, yang terkutuk dalam hal iman.” Dan ayat 13 mengatakan, “Orang-orang jahat dan para penggoda akan menjadi semakin buruk.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami sedang berperang melawan iblis, para penipu, penyihir, penyulap, okultis; penentangan setan terhadap Injil. Ada serangan luar dari Elimas, dan ada serangan dalam dari Yohanes Markus. Gereja dalam misinya sangat sering dihancurkan secara internal seperti halnya dihancurkan secara eksternal. Pertikaian, perpecahan, keengganan untuk pergi. Di sini Yohanes Markus langsung pergi saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang membuatnya meninggalkan Paulus dan Barnabas? Nah, dia takut akan bahayanya. Mereka harus melintasi Pegunungan Taurus. Gua-gua di gunung-gunung itu ditempati oleh para perampok, dan tidak diragukan bahwa Paulus merujuk kepada hal itu ketika dia berbicara tentang “bahaya para perampok,” dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Ketika dia memikirkan tentang perjalanan yang lama itu, dan harga yang sangat mahal yang harus dia bayar, dia berhenti begitu saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9-10</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Saulus (juga disebut Paulus), dipenuhi dengan Roh Kudus, menatapnya 10 dan berkata, “Hai anak iblis, kamu penuh dengan segala tipu daya dan segala penipuan, musuh segala kebenaran, tidakkah kamu akan berhenti membelokkan jalan lurus Tuhan?” Bagaimana caranya menghadapi iblis? Hai orang-orang, terus terang saja. Siapakah orang okultis? Dia penuh dengan tipu daya dan kejahatan dan dia adalah anak Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Dan sekarang, tangan Tuhan ada di atasmu, dan kamu akan menjadi buta, tidak melihat matahari untuk sementara waktu.” Dan segera kabut gelap menimpanya, dan dia berkeliling mencari seseorang untuk menuntun tangannya.” Allah memukulnya sampai dia buta di tempat itu. Itu adalah penguasaan spiritual, dan Anda tahu ketika Anda terlibat dalam pertempuran spiritual, Anda tahu bahwa Anda berada di pihak yang menang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi pertempuran itu sebenarnya bukan dengan Elimas, pertempuran itu adalah untuk jiwa Sergius Paulus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Maka gubernur itu percaya, ketika dia melihat apa yang telah dilakukan, dia menjadi heran dengan ajaran Tuhan.” Ada jiwa-jiwa di seluruh dunia ini yang akan dijangkau Allah. Ada 35 suku di Papua yang belum pernah mendengar pesan Yesus Kristus. Saya juga berpikir tentang Eropa. Dan memang, ada peperangan di luar sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka harus menghadapi kenyataan bahwa, segera setelah ada panggilan untuk misi spiritual, mereka akan berhadapan dengan para militan Setan untuk menggagalkan upaya itu. Tetapi jika mereka setia, dan jika mereka minta sumber daya dan kuasa Allah, mereka akan mengalami penguasaan spiritual yang Allah berikan kepada orang-orang ini pada hari itu. Karena Allah kita tidak berubah. Kunci di balik semuanya adalah kita harus dikendalikan oleh Roh Kudus. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Mar 2023 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230319</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jangan Lawan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F8"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 12</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sudah ada perang panjang melawan Allah. Ini sudah berlangsung sejak Setan memutuskan untuk menjadi seperti Yang Mahatinggi dan dia dicabut dari kekudusannya dan dibuang dari surga. Namanya menjadi Setan. Dia membawa serta sepertiga dari para malaikat; dan mereka menjadi iblis-iblis, dan mereka telah mengatur perang melawan Allah ini. Mereka menggunakan manusia untuk mencoba menghancurkan Allah dan tujuan-Nya serta kerajaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sini saya ingin menginformasikan pemikiran Anda malam ini dengan tema kebodohan melawan Allah. Di Amsal 21:30, Solomon berkata, “Tidak ada kebijaksanaan atau pemahaman atau dewan terhadap Tuhan.” Tidak ada cara untuk melawan-Nya dan menang. Banyak orang telah mencoba selama berabad-abad dan masih melawan Allah. Mungkin ada kemenangan secara duniawi, tetapi pada akhirnya itulah bencana abadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Perjanjian Lama. Allah ada standar untuk pengorbanan. Abel menaatinya; Kain melawannya dan akhirnya dia dikutuk. Allah membuat standar untuk moralitas. Nuh mengikutinya dan seluruh dunia melawannya dan mereka semua tenggelam dan terkutuk. Allah ada standar untuk memisahkan diri dari dunia, ada standar untuk kemurnian seksual. Abraham mengikutinya dan Lot melawannya, dan istrinya meninggal dan benihnya terkutuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ada standar untuk hal-hal prioritas rohani, bukan yang duniawi. Yakub mempertahankan standar itu; Esau melawannya dan kehilangan berkat. Dan hanya di dalam Kejadian saja, kelihatan kebodohan yang tak ada harapan untuk melawan Allah. Sejujurnya, sejarah dan dunia dipenuhi dengan sisa-sisa pria dan wanita hancur yang melemparkan diri waktu mereka melawan Allah. Mereka seperti telur yang dilemparkan ke tebing granit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Keluaran, Anda terus bertemu penguasa-penguasa yang berperang melawan Allah. Penguasa pertama yang melawan Allah adalah Firaun. Harganya adalah takhtanya, umatnya, dan hidupnya. Ada banyak raja di Palestina utara yang berperang melawan Allah. Joshua, membakar kereta mereka dengan api, dan membunuh mereka semua dengan pedang. Ada 31 penguasa yang melawan Allah yang dibunuh Musa dan Yosua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada raja lain yang jahat, di dalam 2 Raja-raja 19:35 kita membaca tentang Raja Ahab, yang melawan Allah. “Lalu itu terjadi malam itu bahwa malaikat Tuhan keluar dan membunuh 185.000 serdadu di perkemahan Asyur; Dan ketika para pria bangkit pagi-pagi, lihatlah, semuanya sudah mati. Maka Sennacherib raja Assyria itu melarikan diri dan kembali ke rumahnya, dia tinggal di Nineveh. ”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat sekarang di KPR 12 di mana kami mulai bertemu dengan keluarga Herodes. Herodes pertama dikenal sebagai Herodes Agung. Dan dia muncul di 41 SM, sebelum zaman Kristus. Dia adalah pria jahat yang menikah sepuluh kali. Jadi dia punya banyak anak yang disebut di dalam Perjanjian Baru. Salah satu dari anak-anaknya adalah Herodes Agrippa I yang berkuasa pada waktu itu. Dia adalah contoh dari kebodohan berperang melawan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>KPR 12:1</b></span><span class="cf1">, “Sekarang pada waktu itu raja Herodes mengganggu beberapa orang dari gereja.” Kapan? Waktu ada kelaparan hebat di masa pemerintah Claudius. Itu sekitar 44 tahun setelah kelahiran Kristus. Yakobus dan Petrus adalah sasaran utama penganiayaan ini. Sejak awal hanya para pemimpin orang Yahudi yang menyuruh mereka untuk tidak berkhotbah. Dan mereka dipenjarakan dan Stefanus dibunuh dengan batu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi di sini penganiayaan datang lagi, dan itu dipimpin oleh Herodes. Jemaat Yerusalem sekarang telah berkembang menjadi ribuan orang. Herodes tidak peduli dengan agama Kristen. Dia hanya peduli dengan kuasanya sendiri. Dan untuk mempertahankan kekuatannya sendiri, itu berarti memiliki hubungan baik dengan orang-orang Yahudi. Jadi dia menganiaya orang-orang Kristen karena dia tahu orang-orang Yahudi membenci mereka, dan ini adalah bagaimana dia bisa mendapat dukungan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Dia membunuh Yakobus, saudara laki-laki Yohanes dengan pedang.” Yakobus saudara laki-laki Yohanes, adalah martir pertama di antara para rasul. Dia dieksekusi oleh pedang. Dan Talmud Yahudi itu mengatakan bahwa eksekusi ini digunakan khusus ketika ada orang yang memimpin orang untuk menyembah berhala. Jadi Herodes melakukannya sesuai dengan hukum Talmud. Herodes berperang melawan Allah untuk tujuan egoisnya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Ketika dilihatnya bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia menangkap Petrus.” Dia tidak peduli dengan keadilan atau hukum. Dan Petrus adalah pengkhotbah yang paling kuat, kuasa yang dominan. “Sekarang pada hari-hari Roti Tidak Beragi.” Itulah hari Pelewatan. Itu penting. Yerusalem penuh orang banyak, padat dengan para peziarah. Herodes ingin menunggu karena itu adalah waktu perayaan Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Ketika dia telah menangkapnya, dia memenjarakannya, dan menyerahkannya kepada empat pasukan prajurit untuk menjaganya, dengan maksud setelah Pelewatan untuk membawanya ke hadapan orang-orang.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Karena itu Petrus ditahan di penjara, tetapi doa terus-menerus dari gereja dipersembahkan kepada Allah untuknya.” Di dalam KPR 12 Anda dapat menyimpulkan bahwa ada tiga alasan mengapa melawan Allah itu bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, kuasa Allah itu luar biasa. Ini dibuktikan dengan kisah pemenjaraan Petrus. Herodes memenjarakannya; Allah membiarkan dia keluar. Allah belum selesai dengan Petrus. Dia ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bumi ini, dan upaya Herodes untuk menghancurkan Petrus itu seperti mencoba menangkap seberkas cahaya dalam jaringan ikan. Dan kata Yakobus 5:16, “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Doa adalah kunci untuk membuka gudang kuasa Allah dalam situasi ini. Dan saat mereka sedang berdoa, Allah dengan kekuatan-Nya yang luar biasa mempengaruhi tujuan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Herodes akan membawanya keluar, malam itu Petrus sedang tidur, diikat dengan dua rantai di antara dua prajurit; dan ada para penjaga di depan pintu untuk menjaga penjara itu.” Dan dikatakan bahwa Petrus sedang tidur nyenyak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitu kuat kepercayaan diri dia. 1 Petrus 5:7 berkata, “Serahkanlah semua masalahmu pada-Nya karena Dia memeliharamu.” Ini bukanlah sesuatu yang belum dia latih. Dia tahu Pelewatan itu sudah berakhir. Itu tidak pernah mengganggu istirahatnya. Dan dia tahu bahwa Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah istirahat dan jika itu benar dari Tuhan, tidak ada gunanya kita berdua terjaga. Jadi dia tidak khawatir sama sekali dan dia tidur nyenyak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Lihatlah, seorang malaikat Tuhan berdiri di sampingnya, dan cahaya bersinar di dalam penjara; dan dia memukul Petrus di sampingnya dan mengangkatnya, dan berkata, "Cepat bangun!" Dan rantainya terlepas dari tangannya.” Nah, dia sedang tidur nyenyak, sampai malaikat itu harus memukulnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Kemudian malaikat itu berkata kepadanya, “Bersiaplah dan ikat sandalmu”; dan dia melakukannya. Dan dia berkata kepadanya, "Kenakan pakaianmu dan ikutilah aku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9-10</b></span><span class="cf1">, “Jadi dia keluar dan mengikutinya, dan tidak tahu bahwa apa yang dilakukan oleh malaikat itu nyata, tetapi mengira dia sedang melihat sebuah penglihatan. 10 Setelah mereka melewati pos jaga pertama dan kedua, mereka tiba di gerbang besi yang menuju ke kota, yang terbuka untuk mereka dengan sendirinya; dan mereka keluar dan pergi ke satu jalan, dan tiba-tiba malaikat itu menghilang darinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gerbang utama diluar sangat besar tetapi itu terbuka dengan sendirinya. Semua kekuatan Herodes bukanlah tandingan bagi Allah. Dia mendobrak gerbang itu dengan napas mulut-Nya hingga terbuka; Dia menghancurkan belenggu itu. Dan kemudian malaikat, yang telah melakukan tugasnya, melayani orang-orang kudus seperti yang dikatakan dalam Ibrani 1:14, menghilang begitu saja. Kita perlu diingatkan bahwa tidak ada penjara yang dapat menahan hamba Tuhan yang Allah kehendaki menjadi bebas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Petrus sadar, dia berkata, “Sekarang aku tahu pasti bahwa Tuhan telah mengutus malaikat-Nya, dan telah melepaskan aku dari tangan Herodes dan dari semua harapan orang-orang Yahudi.” Orang-orang Yahudi bersama Herodes ingin Petrus di penjarakan dan dieksekusi setelah Pelewatan, mereka ingin dia mati. Tetapi dalam kasus apapun itu, mereka digagalkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Maka, ketika dia mempertimbangkan hal ini, dia datang ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut Markus, di mana banyak orang berkumpul untuk berdoa.” Dia melewati jalan-jalan sempit menuju ke salah satu tempat pertemuan utama umat Kristiani di Yerusalem, yaitu rumah Maria, ibu Yohanes Markus. Dan Petrus pergi ke sana karena dia tahu orang-orang percaya akan ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13-14</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Petrus mengetuk pintu gerbang, seorang gadis bernama Roda datang untuk menjawab. 14 Ketika dia mengenali suara Petrus, karena kegembiraannya dia tidak membuka pintu gerbang, tetapi berlari masuk dan mengumumkan bahwa Petrus berdiri di depan pintu gerbang.” Mereka sedang berdoa dengan penuh semangat agar Petrus dibebaskan. Doa komitmen semacam ini berlangsung sepanjang malam. Pasti waktunya sudah larut malam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Tetapi mereka berkata kepadanya, “Kamu ini salah lihat!” Namun dia terus bersikeras bahwa memang begitu. Jadi mereka berkata, “Itu adalah malaikatnya.” Mereka menciptakan suatu teologi di sini untuk mengakomodasi ketidakpercayaan mereka. Itu memang kepercayaan Yahudi bahwa setiap orang memiliki malaikatnya tersendiri walaupun itu tidak diajarkan dalam Perjanjian Baru. Jadi Petrus ada di luar, dan dia masih menggedor pintu, karena dia tidak mau ditemukan orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16 - 17</b></span><span class="cf1">, “Nah Petrus terus mengetuk; dan ketika mereka membuka pintu dan melihatnya, mereka sangat heran. 17 Tetapi sambil memberi isyarat kepada mereka dengan tangannya untuk tetap diam, dia menyatakan kepada mereka bagaimana Tuhan telah membawa dia keluar dari penjara. Dan dia berkata, “Pergilah, ceritakan hal-hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara. Dan dia langsung pergi ke tempat lain.” Yakobus adalah kepala gereja di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak tahu kemana dia pergi. Dia memudar. Dan itu menarik, ketika kami melihat KPR 13, kami diperkenalkan dengan Paulus. Petrus adalah pemain utama dalam usaha Allah dalam Kisah Para Rasul 1 sampai 12, tetapi dari KPR 13 dan seterusnya, itu adalah Paulus. Petrus muncul kembali dalam KPR 15, tetapi sesungguhnya pelayanannya di Yerusalem hampir selesai. Waktunya habis dalam kitab KPR, dan sosok baru dan penting mulai berperan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18 - 19</b></span><span class="cf1">, “Maka, ketika hari sudah mulai, ada kegemparan besar di antara para prajurit tentang apa yang telah terjadi pada Petrus. 19 Tetapi ketika Herodes mencari dia dan tidak menemukannya, dia memeriksa para penjaga dan memerintahkan agar mereka semua dibunuh. Dan dia pergi dari Yudea ke Kaisarea, dan tinggal di sana.” Dia melakukan pengadilan militer cepat untuk para prajurit ini dan mereka semua dieksekusi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Herodes sangat marah kepada orang Tirus dan orang Sidon; tetapi mereka datang kepadanya dengan sehati, setelah menjadikan Blastus, ajudan pribadi raja itu, menjadi teman mereka. Mereka minta perdamaian, karena negara mereka diberikan makanan oleh negara raja.” Tirus dan Sidon adalah dua kota pesisir Fenisia. Mereka sangat bergantung pada Herodes untuk makanan mereka selama ada masa kelaparan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Herodes sangat marah dengan mereka. Jadi dia telah memotong pengiriman makanan, dan mereka kelaparan. Nah, untuk mendapatkan kemurahan hati Herodes lagi, mereka berteman dengan Blastus, penjaga harta pribadi Herodes. Mereka ingin menemukan cara terbaik untuk menampilkan diri kepada raja secara langsung dan berdamai di depan umum sehingga mereka kembali dapat memiliki hubungan yang baik dan diberi makanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21-22</b></span><span class="cf1">, “Maka pada hari yang ditentukan Herodes, dia mengenakan pakaian kerajaan, dan duduk di singgasananya dan memberikan pidato kepada mereka. 22 Dan orang-orang terus berteriak, "Itulah suara allah dan bukan manusia!" Semua orang dari Tirus dan Sidon mengatakan kepadanya bahwa dia adalah Allah. Dan daripada menolak penyembahan seperti itu karena dia hanyalah seorang manusia, dia dengan mudah menerimanya. Dia mencoba untuk merampok Allah dari apa yang hanya menjadi hak Allah saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Maka seketika itu juga malaikat Tuhan memukul dia, karena dia tidak memuliakan Allah. Dan dia dimakan cacing dan mati.” Dan karena tujuan Allah tidak dapat digagalkan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24-25</b></span><span class="cf1">, “Tetapi firman Allah semakin berkembang dan berlipat ganda. 25 Dan Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem ketika mereka telah menyelesaikan pelayanan mereka, dan mereka juga membawa serta Yohanes yang disebut Markus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pekerjaan Allah terus berlanjut. Penganiayaan tidak menghentikannya. Ingatlah kata-kata Yesus, "Aku akan membangun gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya." Itulah janji-Nya. Tidak peduli apakah itu di Kejadian atau di Wahyu. Setiap upaya untuk melawan Allah adalah sia-sia. Kami tidak bisa menghindari hukuman-Nya. Manusia tidak dapat menggagalkan rencana-Nya. Yesaya berkata, “Celakalah dia yang melawan pencipta-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan melawan Anak-Nya. Orang tidak bisa menang. Herodes, anti-Kristus, penguasa-penguasa lain, atau manusia lain akan dihancurkan oleh penghakiman Allah. Earnest Hemmingway pernah menulis bahwa moralitas alkitabiah tidak akan memaksakan dirinya dalam hidupnya. Dia berkata, "Saya adalah bukti hidup bahwa seseorang dapat hidup dengan cara apa pun yang dia pilih dan berhasil." Sepuluh tahun setelah hari itu, dia memasukkan senapan ke mulutnya dan meledakkan otaknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada Sinclair Lewis, yang pernah diutamakan di dunia sastra. Dia membenci Allah, Kristus dan benci agama Kristen, dan memuntahkan racun kebenciannya dalam sebuah buku berjudul Elmer Gantry. Buku itu kemudian dijadikan film, di mana dia menggambarkan seorang pengkhotbah sebagai seorang pemabuk, pria pezina yang menghabiskan waktunya dengan minuman keras dan pelacur-pelacur dan menjadi kaya dengan mengorbankan orang-orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah pukulannya di hadapan Allah; itu adalah ejekannya terhadap kekristenan. Dan dia dielu-elukan sebagai seorang spesial di dunia sastra dan memenangkan banyak penghargaan atas kesanggupannya sebagai seorang penulis. Hanya sedikit orang tahu bahwa Sinclair Lewis meninggal dunia dalam keadaan mabuk di klinik alkohol kelas tiga di suatu tempat di luar kota Roma dimana tidak ada orang yang peduli. Tidak ada yang menang melawan Allah, baik dia raja atau orang miskin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini kami diberikan dua contoh nyata di mana kami melihat kuasa Allah dalam membebaskan Petrus dari penjara terbaik di mana dia ditahan oleh empat pasukan tentara yang merantai Petrus ke dua tentara di kedua sisinya. Namun malaikat Allah membebaskannya tanpa masalah. Dan kemudian kami melihat apa yang terjadi pada Herodes Agrippa I dimana Allah menghukumnya karena dia menerima pujian yang hanya dapat diterima oleh Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Mar 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230312</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gereja non-Yahudi Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F7"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+11:1-30" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 11:1-30</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rencana penginjilan umat manusia mulai di Yerusalem dan kemudian menyebar begitu saja. Ketika kami sampai pada KPR 11, Injil telah dibawa kepada orang Yahudi di Yerusalem dan di luar Yerusalem. Itu telah dibawa ke orang Samaria, dan di KPR 10 itu dibawa ke kelompok pertama orang bukan Yahudi di rumah Kornelius dan Petrus adalah utusannya. Kornelius diselamatkan dan begitu pula seisi rumahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Petrus harus kembali ke Yerusalem, dalam KPR 11, dan dia harus melaporkan apa yang telah terjadi kepada orang Yahudi di Yerusalem, Dan dia menyadari bahwa tidak mudah bagi mereka untuk menerima ini. Allah perlu memberi Petrus penglihatan khusus untuk mempersiapkan hatinya. Orang Yahudi masih terpaku pada prasangka khas terhadap kebangsaan. Dia kembali mulai dari KPR 11:1, dan inilah catatan tentang apa yang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>KPR 11:1-3</b></span><span class="cf1">, “Para rasul dan saudara-saudara yang berada di Yudea mendengar bahwa orang-orang bukan Yahudi juga telah menerima firman Allah. 2 Dan ketika Petrus datang ke Yerusalem, orang-orang yang bersunat menentang dia, 3 dengan mengatakan, "Kamu masuk ke orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama mereka!" Tersiar kabar ke Yerusalem tentang apa yang telah terjadi, dan sebelum Petrus dapat membela dirinya, mereka telah membentuk gagasan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Mereka yang disunat” itulah nama sebuah partai. Itulah sekelompok orang Yahudi yang percaya bahwa satu-satunya cara untuk menjadi orang Kristen adalah menjadi orang Yahudi terlebih dahulu. Tindakan sunat secara fisik adalah awal dari keselamatan. Jadi, "Pihak yang bersunat menentang dia." Mereka tidak percaya ini. Menentang dalam tensa tidak sempurna berarti itu adalah tantangan yang berkepanjangan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4-6</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Petrus menjelaskan kejadian itu kepada mereka secara berurutan dari awal, dengan mengatakan: 5 “Aku sedang berdoa di kota Yope; dan dalam keadaan kesurupan aku melihat sebuah penglihatan, sebuah benda turun seperti kain besar, diturunkan dari surga dari empat sudut; dan itu datang kepada saya. 6 Saat aku mengamatinya dengan saksama dan mempertimbangkan hal itu, aku melihat banyak binatang berkaki empat di bumi, binatang buas, binatang melata, dan burung dari udara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kain itu melambangkan gereja. Di Israel ada binatang halal dan ada yang najis. Binatang najis tidak dimakan dan mereka juga menggambarkan orang bukan Yahudi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7-9</b></span><span class="cf1">, “Dan aku mendengar suara, 'Bangunlah, Petrus; bunuhlah dan makanlah.’ 8 Tetapi saya berkata, ‘Tidak demikian, Tuhan! Karena tidak ada yang najis yang pernah masuk ke mulutku.’ 9 Tetapi suara itu menjawabku lagi, ‘Apa yang telah dibersihkan Allah jangan kau sebut najis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata, “Jangan berdebat dengan-Ku Petrus. Aku katakan mereka bersih. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Hal itu dilakukan tiga kali, dan semuanya ditarik kembali ke surga.” Allah memberinya penglihatan ini, jadi orang Yahudi dan bukan Yahudi termasuk dalam gereja. Sesuatu hal baru. Semua hukum upacara juga dihapuskan, dan orang Yahudi tidak lagi harus membatasi pola makan mereka. Dan segera Allah memberi mereka kesempatan untuk bereaksi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, “Pada saat itu, tiga orang berdiri di depan rumah tempat saya berada, yang telah diutus kepada saya dari Kaisarea. 12 Kemudian Roh mengatakan kepada saya untuk pergi bersama mereka, dan tidak meragukan apa pun. Selain itu ada enam saudara yang menemani saya, dan kami masuk ke rumah pria itu.” Di sini Petrus bersama enam teman Yahudi bersama mereka semua pergi dan mereka masuk ke rumah orang bukan Yahudi itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13-14</b></span><span class="cf1">, “Dan Kornelius memberi tahu kami bahwa dia melihat seorang malaikat berdiri di rumahnya, yang berkata kepadanya, 'Kirimlah orang ke Yope, dan panggil Simon yang bernama Petrus, 14 yang akan memberitahu kalian kata-kata yang dengannya kamu dan seluruh rumah tanggamu akan diselamatkan.” Jadi Roh berkata, Petrus, kamu pergi ke Kornelius dan Roh berkata, Kornelius, kamu pergi jemput Petrus, dan Roh itu telah menyatukan semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kornelius adalah orang yang siap sedia, demikian pula seisi rumahnya, dan Petrus adalah alat untuk menyampaikan pesan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, Petrus berkata, “Dan waktu aku mulai berbicara Roh Kudus turun ke atas mereka seperti pada kita pada mulanya.” Sebenarnya dia berkata, saya baru saja berbicara dengan orang-orang dan itu terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Lalu aku teringat akan firman Tuhan, bagaimana Ia berkata, ‘Memang Yohanes membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Petrus, “Tentu, itu terjadi. Kami bertujuh ada di sana. Lebih dari itu saya ingat bahwa Yesus berkata begitulah adanya.” Dan memang itu terjadi. Mereka tidak bisa membantah kesaksian tujuh saksi yang memiliki reputasi baik. Ayat 17, Petrus berkata, “Sebab sama seperti Allah memberi mereka karunia yang sama seperti yang Dia lakukan kepada kita.” Roh Kudus adalah sebuah karunia. Setiap orang yang percaya Kristus mendapatkan Roh Kudus yang sama dengan cara yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Jadi jika Allah memberi mereka karunia yang sama seperti yang Dia berikan kepada kita ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, siapakah saya sehingga saya dapat melawan Allah?” Itu alkitabiah. Allah berjanji dan Allah melakukannya. Apa yang bisa kukatakan? </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar hal-hal ini, mereka menjadi diam; dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, “Maka Allah juga telah memberikan pertobatan kepada orang bukan Yahudi untuk hidup.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu mengakhiri pertengkaran. Itu hanya pengulangan dari KPR 10. Dalam pelajaran firman saya, saya tidak dapat memikirkan satu tempat lain dalam firman suci di mana ada pengulangan hal yang sama dua kali berturut-turut, satu demi satu. Itu berarti itu sangat penting. Ketika Allah mengulanginya, itu sangat penting. Dan ribuan orang lainnya yang sedang diselamatkan, bisa saja termasuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dia menghabiskan semua ruang ini dengan mengatakan hal yang sama tiga kali yang hanya mengisi banyak gulungan papirus dengan kejadian Kornelius ini. Dan seluruh konsep untuk menyebarkannya kepada orang-orang bukan Yahudi ini merupakan krisis besar dalam kehidupan gereja dan rencana Allah. Jadi Lukas hanya mengulangi semua ini sehingga Anda dapat memahami betapa penting hal ini bagi gereja untuk menginjili dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Biasanya pola hidup kami ditentukan sebagian besar oleh prasangka kami. Prasangka itu mengendalikan dan mendominasi kehidupan kebanyakan orang. Tetapi semua yang terjadi di rumah Kornelius dirancang untuk menghancurkan prasangka. Itu dirancang untuk menghancurkan kepercayaan orang Ibrani bahwa orang non-Yahudi adalah orang kelas dua. Pertempuran supaya orang non-Yahudi menerima itu harus dilakukan dengan keras langkah demi langkah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus seperti alat perekam berbicara terus sampai seluruh transaksi berakhir. Karena masalah itu menjelaskan diri. Jika fakta-fakta ada di pihak Anda, Anda tidak perlu memakai pangkat, baca saja faktanya. Petrus tahu itu adalah pimpinan Roh tetapi dia mengujinya dengan dua cara. Pertama, dia tidak bertindak sendiri. Dia membawa enam orang bersamanya. Karena dia ingin supaya kesaksian enam orang itu mengkonfirmasi kesaksiannya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 18 adalah ayat katalisator dalam sejarah gereja. Mereka akhirnya mengakui bahwa orang bukan Yahudi dapat diselamatkan. Itu butuh tujuh tahun dari hari Pentakosta sampai berdirinya gereja di Antiokhia. Dan kemudian dari sini pekerjaan dasar selesai dan mereka mulai keluar. Mereka mulai pekerjaan menginjili orang-orang bukan Yahudi. Nah ketika Allah berbicara kepada gereja mula-mula Dia berbicara melalui para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka menjelaskan doktrin itu. Mereka belum memiliki Perjanjian Baru. Jadi ketika gereja mula-mula bersatu, apakah standar Allah? Jadi, perlu ada waktu bagi para rasul untuk memberi dasar doktrin yang kokoh. Dan itu terjadi selama tujuh tahun, para rasul menjelaskan dasar doktrin itu. Dan sesudah fondasi itu kokoh maka orang-orang dapat mulai pembangunan gereja orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan kedua adalah penundaan bertahun-tahun, karena orang-orang yang tepat harus disiapkan. Ketika gereja dibentuk, semua orang masih bayi. Di sini mereka harus punya waktu untuk menjadi dewasa,bertumbuh, supaya mereka tahu siapa yang bisa melakukan apa. Sangat penting untuk memiliki dasar yang baik. Jadi mereka membutuhkan waktu untuk persiapan. Dan mereka membutuhkan waktu untuk menghilangkan prasangka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang yang tercerai-berai setelah penganiayaan yang terjadi atas Stefanus melarikan diri sejauh Fenisia, Siprus, dan Antiokhia, memberitakan firman tidak kepada siapa pun tetapi hanya kepada orang Yahudi saja.” Masih ada prasangka. Antiokhia adalah ibu kota Syria, dan itu adalah tempat yang strategis. Tetapi kejadian Kornelius terjadi saat mereka terpencar, yang artinya adalah mereka belum mendengarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-21</b></span><span class="cf1">, “Tetapi beberapa dari mereka adalah orang-orang dari Siprus dan Kirene, yang ketika mereka datang ke Antiokhia, berbicara kepada orang Hellenis, berkhotbah tentang Tuhan Yesus. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka, dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” Mereka sebenarnya mengabarkan injil kepada orang-orang kafir yang tidak bersunat. Mereka tentu memiliki karunia berkhotbah dan mereka berkhotbah dan orang-orang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Antiokhia adalah kota terbesar ketiga di dunia. Setidaknya ada 600.000 orang. Itu terkenal dengan budaya dan bisnis. Semua karavan dari Timur menurunkan barang dagangan mereka di gudang-gudang Antiokhia. Cicero mengatakan itu adalah tanah orang terpelajar dan pelajaran liberal. Tapi itu pada dasarnya dikenal sebagai kota jahat. Orang-orang hidup untuk kesenangan mereka. Hidup adalah pesta kejahatan terus menerus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang tahu siapa yang mendirikan gereja. Mengapa? Mereka lebih sibuk mencari tahu lebih banyak tentang nama Yesus Kristus daripada nama mereka. Tangan Tuhan berarti kuasa bersama berkat. Dan, “Sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Kemudian berita tentang hal-hal ini sampai ke telinga jemaat di Yerusalem, dan mereka mengutus Barnabas untuk pergi ke Antiokhia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah mereka merespon dengan baik. Mereka mengutus Barnabas. Dia adalah tokoh yang dikasihi di gereja mula-mula. Ketika Saulus datang ke Yerusalem dan berkata, “Hai, aku temanmu sekarang. Saya sudah bertobat.” Mereka tidak percaya dia. Barnabas merangkul Paulus dan berkata, "Mari, aku akan membawamu." Dia menuntunnya masuk dan berkata, “Aku ingin kalian bertemu dengan dia. Dia benar-benar bertobat. Barnabas adalah orang penuh kasih seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23,</b></span><span class="cf1"> “Ketika dia datang dan melihat anugerah Allah, dia senang, dan mendorong mereka semua supaya dengan tujuan hati, mereka harus terus bersama Tuhan.” Apa menyebabkan Barnabas memenuhi syarat? Pertama, dia memiliki kualifikasi spiritual itu . Dialah orang yang bisa terbuka dengan orang bukan Yahudi, orang yang tidak terstruktur dengan tembok Yudaisme tetapi yang penuh kasih. Dia memiliki sikap spiritual yang benar, yaitu cinta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Karena dia adalah orang yang baik, penuh Roh Kudus dan iman. Dan banyak sekali orang ditambahkan kepada Tuhan.” Dia penuh kebenaran, penuh iman, dan penuh Roh Kudus. Ketiga hal itu menggambarkan tiga atribut yang diperlukan dari seorang Kristen yang benar-benar berkomitmen. Baik terhadap manusia, terhadap dirinya sendiri, dan terhadap Allah. Dan orang Kristen baru membutuhkan nasihat seperti itu. Dia memiliki karunia mendorong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa lagi yang mereka butuhkan? Pengajaran. Barnabas memiliki karunia mengajar. Apa lagi yang mereka butuhkan? Mereka perlu dipimpin dalam penginjilan. Dia memiliki karunia berkhotbah. Dia memiliki semua sikap yang benar, sifat yang benar, dan karunia yang benar, secara rohani. Dia berasal dari Siprus. Dan orang-orang yang mendirikan gereja di Antiokhia juga berasal dari Siprus. Dia adalah salah satunya. Itu berarti bahwa mereka tahu karunia-karunia-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor dua, harus mempraktikkan kehadiran-Nya. “Peganglah Tuhan dengan segenap kekuatanmu.” Jadi, bagaimana Anda dapat bertahan? Yah, dia membujuk mereka untuk terus berkembang dalam anugerah Allah.” Paulus dan Barnabas menjadikan ini bagian dari pelayanan mereka. Setiap kali mereka mendapat kelompok orang percaya baru, mereka menasihati mereka untuk bertahan, untuk terus berpegang teguh pada Kristus. Untuk mengambil Firman dan berpegang pada Firman. Itulah kuncinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah, pekerjaannya terlalu banyak. Dia berkata, saya harus minta pria lain, saya tidak bisa menangani ini. Setiap pendeta cepat atau lambat menyadari, ketika segala sesuatunya berjalan, itulah yang harus Anda lakukan. Anda harus cari orang yang tepat, jadi Barnabas memiliki dilema yang sama seperti yang dimiliki setiap orang dalam pelayanan Kristen, yang saya alami terus menerus, untuk menemukan orang yang tepat untuk tugas yang tepat. Dia tahu pria yang diinginkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25-26</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Barnabas berangkat ke Tarsus untuk mencari Saulus. 26 Dan ketika dia menemukannya, dia membawanya ke Antiokhia. Demikianlah selama setahun penuh mereka berkumpul dengan gereja dan mengajar banyak orang. Dan para murid pertama kali disebut orang Kristen di Antiokhia.” Orang-orang Kristen itu produktif dan Barnabas produktif. Banyak orang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sementara itu banyak tahun telah berlalu. Mereka mengusir Saulus dari Yerusalem beberapa waktu yang lalu. Mereka mengirimnya kembali ke Tarsus di Kilikia. Dia pergi ke seluruh Kilikia untuk mendirikan gereja. Nah sementara itu menurut 2 Korintus 11, dia diserang tanpa ampun. Barnabas akhirnya menyusulnya. Mereka bekerja sama dengan gereja dan selama satu tahun mereka bersama-sama mengajar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengajar orang untuk menjadi guru bagi orang lain. Panggilan setiap orang Kristen adalah untuk mengajar dan memuridkan, bukan untuk menghibur orang-orang kudus, tetapi untuk mengajar orang-orang kudus. Mengajar adalah tujuan dan rancangan gereja. “Dan murid-murid itu pertama-tama disebut orang Kristen di Antiokhia.” Mereka belum pernah disebut orang Kristen sebelumnya. 1 Petrus 4 berkata, "Jika ada di antara kalian yang menderita karena disebut seorang Kristen, janganlah malu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus menjelaskan di ayat 27 sampai 30 bahwa di Antiokhia bukan hanya doktrin diajarkan, mereka juga sangat pengasih. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27-28</b></span><span class="cf1">, “Dan pada hari-hari ini para nabi datang dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Kemudian salah satu dari mereka, bernama Agabus, berdiri dan menunjukkan dengan Roh bahwa akan terjadi kelaparan hebat di seluruh dunia, yang juga terjadi pada zaman Claudius Caesar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29-30</b></span><span class="cf1">, “Maka murid-murid itu, masing-masing menurut kesanggupannya, memutuskan untuk mengirim bantuan kepada saudara-saudara yang tinggal di Yudea. 30 Ini juga mereka lakukan, dan mengirimkannya kepada para penatua melalui tangan Barnabas dan Saulus.” Inilah orang-orang bukan Yahudi yang menunjukkan kasih mereka kepada orang-orang Yahudi yang sudah begitu lama membenci mereka. Sungguh gambaran cinta yang indah. Dikatakan mereka mengirim sesuai dengan kemampuannya. Setiap orang memaksimalkan pemberian mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang ini menunjukkan kasih yang sejati karena mereka memberi sesuai dengan kemampuan mereka untuk memberi. Jika mereka memiliki banyak, mereka memberi banyak. Jika mereka memiliki sedikit, mereka memberi sedikit. Tetapi mereka memberi sesuai dengan apa yang mereka miliki dan memenuhi kebutuhan orang-orang Yahudi di Yerusalem yang mengalami kesulitan untuk mengasihi mereka. Mereka bukan hanya mengirim uang, mereka mengirim orang. Dan pria mana yang mereka kirim? Yang terbaik dari mereka, yaitu Barnabas dan Paulus. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Mar 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230305</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan orang Non-Yahudi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F6"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:44-48" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:44-48</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami semua ingin ada persekutuan dengan orang suci yang berpikir seperti kami. Dan kami ingin persekutuan dari yang layak, mereka yang akan sangat bersyukur memiliki kami. Dan kami biasanya berhasil menyaring siapa pun yang tidak meningkatkan citra kami, meningkatkan harga diri kami, memperkuat prasangka kami, atau memberi makan ego kami. Dan sungguh menakjubkan betapa sulitnya bagi kami untuk masuk ke lingkaran lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami menyadari hal ini dalam masyarakat kami. Dan jika Anda kembali ke gereja mula-mula, Anda menemukan hal yang sama terjadi di sana. Gereja lahir di Yerusalem, dan pada awalnya sebagian besar terdiri dari orang Yahudi. Hanya beberapa orang Samaria campuran yang digabungkan dengan orang Yahudi Yerusalem, Yahudi Helenistik. Dan gereja tumbuh dalam sebuah faksi orang yang disebut Partai Sunat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka menyimpulkan bahwa satu-satunya jalan masuk ke dalam kekristenan adalah melalui Yudaisme. Dan untuk mencegah orang-orang yang tidak diinginkan, mereka menjadikan sunatan sebagai standar. Dan mereka menjadikan Yudaisme ruang sebelum Kekristenan. Tetapi Yesus sedang dalam urusan menghancurkan tembok, sehingga ketika kami sampai di KPR 10, Tuhan menambahkan orang-orang non-Yahudi ke dalam gereja. Dia memasukkan mereka ke dalam gereja, ke dalam satu tubuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti yang dikatakan di Efesus 3, “Rahasia gereja adalah orang Yahudi dan orang non-Yahudi menjadi satu di dalam Kristus.” Ini adalah rancangan Allah. Maka orang bukan Yahudi harus dijangkau, tetapi orang Yahudi menentangnya. Tidak ada dasar untuk itu, karena dalam Perjanjian Lama, itu dengan jelas menguraikan fakta bahwa Allah tidak memandang bulu. Petrus berkata dalam ayat 34, “Aku belajar bahwa Allah tidak membedakan orang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Yesus, “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada setiap orang.” Dan Dia berkata, “Buatlah murid-murid dan baptislah mereka dalam nama Kristus.” Jadi Yesus dengan jelas menunjukkan bahwa persekutuan di dalam Kristus tersedia untuk semua orang. Galatia 3:26 mengatakan, “Kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus. Sebanyak Anda telah dibaptis dalam Kristus telah mengenakan Kristus. Jadi tidak ada perbedaan orang Yahudi atau orang Yunani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Kristus datang, janji Allah digenapi, dan janji Allah adalah ini: Bahwa di dalam keturunan Abraham, semua keluarga di bumi akan diberkati, dan keselamatan itu bukan dari orang Yahudi secara inklusif, tetapi itu dari orang Yahudi agar mereka bisa memberitakan kebebasan penuh ke seluruh dunia. Jadi mereka tidak diberikan Injil sebagai tujuan tetapi sebagai sarana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang sama-sama membutuhkan keselamatan. Jadi Allah menyediakannya sama rata untuk semua orang, dan tidak boleh ada prasangka. Kristus datang untuk menjadi Juruselamat dunia. Petrus harus belajar hal itu melalui berbagai hal. Pertama, Allah memberinya sebuah penglihatan. Dan sedikit demi sedikit, sikap Petrus mulai berubah, dan dia mengakui, “Saya melihat Allah itu tidak pilih kasih,” dan dia siap untuk berkhotbah hal itu kepada Kornelius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Kornelius adalah orang non-Yahudi, dan seorang penguasa karena dia memerintah lebih dari seratus orang dalam pasukan Roma. Dan Kornelius adalah orang yang percaya Allah yang benar, yang diwakili oleh Allah Israel. Maka Allah membawa Petrus untuk berkhotbah kepadanya mulai dari ayat 34. Kornelius tidak sendirian. Dia telah mengumpulkan seluruh rumah tangga dan teman-temannya, dan mereka semua sangat menantikan untuk mendengar apa yang dikatakan Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang pasal ini memberiikan kepada kami presentasi yang menyebabkan Injil itu meledak sampai mencakup dunia. Dalam pasal ini, kami lihat keselamatan seseorang non-Yahudi. Supaya keselamatan bangsa-bangsa lain terjadi, harus ada panggilan berdaulat dari Allah, jadi Dia masuk dan mempersiapkan Kornelius. Dan harus ada kemauan yang tunduk. Kornelius perlu merespon dengan hasrat untuk mengenal Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan setelah itu selesai, ada kebutuhkan untuk proklamasi sederhana. Hati Kornelius sudah siap dan Petrus muncul dengan presentasi. Dalam ayat 34 - 35 kata pengantarnya adalah, "Dengan senang hati saya mengumumkan kepada kalian dan semua orang bukan Yahudi, bahwa keselamatan itu tersedia." Allah tidak punya favorit. Setiap orang di negara mana pun yang takut akan Allah, yang berbuat benar, Allah akan menerimanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian yang kedua, keselamatan hanya ada di dalam Kristus. Dia berkata, “lihatlah, Kristus adalah Juruselamatmu,” di ayat 42, “Dan Dia adalah Hakimmu.” Yohanes 5 memberikan fakta bahwa Yesus Kristus diberi hak untuk menjadi hakim oleh Allah Bapa. Demikian dikatakan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Kemudian dia menyimpulkan di ayat 43, “Bagi Dialah semua nabi bersaksi.” Dengan kata lain, “setiap orang yang percaya kepada-Nya akan menerima pengampunan dosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu tidak memberi tahu kami apa yang terjadi. Hanya dikatakan bahwa Roh Kudus memotong Petrus di </span><span class="cf1"><b>ayat 44</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu Petrus masih mengucapkan perkataan itu, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengar firman itu.” Petrus tidak pernah berkhotbah tanpa hasil. Ada dua hal yang menyebabkant ada perbedaan. Panggilan berdaulat dan kehendak tunduk. Di mana mereka ada, keselamatan terjadi. Di mana mereka tidak ada, keselamatan tidak terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Langsung seluruh kelompok itu percaya. Allah tidak memberikan Roh Kudus-Nya kepada orang-orang yang tidak percaya. Dan teman-teman, dari sudut pandang manusia, itulah satu-satunya cara kami dapat mengesahkasi keselamatan seseorang. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Tiga hal menyebabkan mereka itu selamat: panggilan berdaulat, kehendak tunduk dan proklamasi. Dan tiga hal mengikuti: kuasa rohani, pengakuan dan persekutuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kami mulai dengan kuasa rohani. Pesan Petrus tiba-tiba dipotong saat dia sedang berbicara. Lihatlah KPR 11:15, dia kembali untuk melaporkan kepada orang-orang di Yerusalem, dan dia berkata, “Dan ketika saya mulai berbicara, Roh Kudus turun ke atas mereka, sama seperti pada kita pada awalnya.” Saat Petrus berkata, “Keselamatan itu tersedia. Itu ada di dalam Kristus,” dan saat dia berkata, “Itu terjadi dengan iman,” langsung mereka percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak dikatakan, “Dan kemudian mereka pergi, dan Petrus memberi tahu mereka bagaimana mendapatkan Roh Kudus.” Ada beberapa teman Pentakosta yang mengajarkan bahwa Anda mendapatkan Roh Kudus di kemudian hari. Mereka mengatakan bahwa Kornelius sudah diselamatkan, dan baru kali ini dia mendapatkan Roh Kudus. Tetapi dalam KPR 11:14, Petrus berkata, "siapa yang akan memberi tahu Anda kata-kata yang dengannya Anda dan seluruh rumah tangga Anda akan diselamatkan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika ini adalah kesempatan Kornelius mendapatkan Roh Kudus, mengapa Petrus memberitakan Injil kepadanya? Ini adalah keselamatan dia dan yang lainnya. Dan pada saat mereka percaya, Allah memotongi Petrus, dan pada dasarnya berkata, “Baiklah, Petrus, itu sudah cukup. Mereka punya pesannya. Saya harus memberi mereka Roh Kudus, karena mereka percaya.” Allah menyelamatkan orang-orang berdasarkan hati mereka yang percaya yang Allah tahu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu salah waktu mengatakan seseorang dapat diselamatkan dan tidak memiliki Roh Kudus. Allah memberi mereka Roh Kudus pada saat mereka percaya. Sekarang itu menjadi norma bagi setiap orang percaya sejak saat itu. Ketika seseorang percaya, Allah memberinya Roh Kudus. Hal pertama yang terjadi ketika Anda menaruh iman Anda kepada Yesus Kristus, adalah Allah memberi Anda Roh Allah yang terus tinggal di dalam Anda sejak saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu benar-benar jelas dalam Kitab Suci. Yehezkiel 36:26 mengatakan, "Hati yang baru juga akan Kuberikan kepadamu." Itu adalah keselamatan. Orang itu membutuhkan hati yang baru, karena yang lama adalah licik atas segala sesuatu dan sangat jahat.” Perhatikanlah keselamatan dan Roh itu terhubung pada saat yang sama. “Aku akan mengambil hati membatu dari dagingmu, dan memberimu hati yang hidup dari daging baru.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tidak memiliki Roh Kudus, Anda tidak dapat menaati Allah. Anda tidak akan memiliki kapasitas untuk menaati Allah. Anda tidak akan memiliki kekuatan untuk melakukan apa yang perlu Anda lakukan untuk mendapat Roh Kudus. Hanya melalui Roh Anda memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun. Dalam Perjanjian Lama dikatakan, "'Bukan dengan keperkasaan atau kekuatan, tetapi dengan Roh-Ku,' kata Tuhan." Hanya pada waktu itu Anda dapat melakukan apa yang menyenangkan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 7:37, hari raya Pondok Daun sedang berlangsung. Pencurahan air itu, melambangkan pemeliharaan Allah atas Israel di padang gurun. Pada saat itu, Yesus berdiri sambil berkata, “Barangsiapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum.” Ingatlah air yang Dia berikan kepada wanita di sumur dalam Yohanes 4? Yesus berkata, "Jika kamu percaya kepada-Ku, Aku akan memberimu air, dan kamu tidak akan pernah haus lagi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi disitu ada janji air rohani, yang adalah mata air kehidupan yang menyucikan di dalam diri mereka. Ayat 38 mengatakan, “Dia yang percaya kepada-Ku.” Jadi apa kualifikasinya? Dia yang percaya kepada-Ku. Seperti yang dikatakan Kitab Suci, “dari hatinya akan mengalir sungai-sungai air hidup.” Inilah janji berlipat ganda, satu, Anda akan menerima air; dua, itu akan menyembur keluar dari Anda. Itu bukan tetesan, tetapi sungai-sungai air.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Catatan Injil menunjukkan kepada kami bahwa sebelum salib Kristus, sebelum ada kebangkitan-Nya dan sebelum kenaikan-Nya dan sebelum Dia mengutus Roh, itu para murid tidak sanggup berbuat apa-apa. Sebagian besar, mereka duduk saja mencoba mencari tahu siapakah mereka sebenarnya. Kekuatan di balik aliran air hidup itu adalah kuasa Roh Allah. Di Yohanes 16:7, Dia berkata, “Jika Aku pergi, Aku akan mengirim Roh Kudus kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda tidak memiliki Roh, Anda tidak diselamatkan. Anda bahkan tidak akan tahu siapakah Juruselamat Anda jika bukan karena Roh Allah di dalam diri Anda. Di 2 Korintus 6:16, rasul Paulus berkata, “Karena kalian adalah bait Allah yang hidup.” Dalam KPR 11:17, Petrus berkata, "Orang-orang bukan Yahudi menerima pemberian yang sama." Bisakah Anda berusaha untuk mendapatkan hadiah? Jika Anda dapat bekerja untuknya, itu adalah upah. Jika Anda mendapat Roh Kudus oleh usaha, itu bukanlah pemberian Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, Roh adalah kuasa untuk bersaksi. Kedua, Anda membutuhkan Roh untuk berdoa. Kata Roma 8:26-27, “Karena kami tidak tahu apa yang harus kami doakan sebagaimana mestinya, tetapi Roh sendiri berdoa syafaat bagi kami dengan keluhan yang tidak terucapkan. 27 Nah Dia yang menyelidiki hati tahu apakah pikiran Roh itu, karena Dia berdoa syafaat bagi orang-orang kudus menurut kehendak Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan ketiga Anda membutuhkan Roh Kudus adalah untuk keamanan. Pada saat beriman, Anda percaya, segera Anda dimeteraikan oleh Roh Kudus. Dia adalah meterai. Dan segel itu berarti jaminan. Ini aman. Satu-satunya hal yang dapat membuka meterai itu adalah otoritas yang lebih tinggi, dan tidak ada otoritas yang lebih tinggi dari Allah. Roh adalah meterai yang menjamin bahwa saya adalah milik Allah dan saya aman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh telah diberikan kepada saya sebagai meterai keaslian. Bagaimana Anda bisa membedakan orang Kristen yang otentik? Orang itu memiliki meterai Allah yaitu Roh Kudus. Roma 8:14 mengatakan, “Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak-anak Allah.” Ada alasan lain mengapa Anda memiliki Roh Allah. Dalam Efesus 1:14 dikatakan, Roh Kudus adalah sumber warisan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus adalah jaminan Allah atas warisan penuh. Dan jika Anda tidak memiliki Roh Kudus, Anda tidak dapat mempelajari apa pun. Siapa yang akan membimbing Anda ke dalam seluruh kebenaran? Roh Kudus. 1 Yohanes 2:27 mengatakan, “Kami tidak perlu diajarkan manusia. Kami memiliki urapan dari Allah yang mengajar kami.” Itu adalah Roh Kudus. Dalam </span><span class="cf1"><b>KPR 10:44</b></span><span class="cf1"> dikatakan, “Sementara Petrus belum mengucapkan kata-kata ini, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengar Firman itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Karena mereka percaya dan diselamatkan.” Tetapi dalam KPR 8:15 - 17 orang Samaria belum menerima Roh Kudus ketika mereka diselamatkan. Kalian benar. Mengapa? Allah ingin orang Yahudi tahu bahwa orang Samaria setara di dalam Kristus. Dia menahan kedatangan Roh Kudus kepada orang Samaria sampai Petrus dan Yohanes tiba, sehingga mereka dapat melaporkan kembali bahwa orang Samaria mendapatkan hal yang sama seperti yang kami dapatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah satu-satunya tanda tentang keselamatan mereka ditunjukkan di akhir ayat 44. “Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengar Firman itu.” Nah ada pendengaran dan kemudian ada pendengaran. Benar? Banyak orang yang datang ke gereja. Anda dapat mendengar tanpa keyakinan; dan Anda dapat mendengar dengan iman. Dan ketika mereka mendengarnya dengan iman, mereka percaya, dan Roh itu tinggal di dalam Anda ketika Anda mendengar dengan iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 45</b></span><span class="cf1">, Dan orang-orang bersunat yang percaya menjadi heran, sebanyak yang datang bersama Petrus, karena karunia Roh Kudus telah dicurahkan juga kepada orang-orang bukan Yahudi.” Bagaimana mereka mengetahuinya? Karena dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 46</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar mereka berkata-kata dengan bahasa lain dan mengagungkan Allah.” Mereka mendengar mereka berbicara dalam bahasa lain. Mengapa? Bagaimana lagi mereka tahu ada suatu mujizat terjadi?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak pernah ada di dalam Perjanjian Baru catatan bahwa ada bahasa lidah terjadi dalam satu individu yang mencari, seperti dalam kebanyakan pengalaman Pentakosta modern. Dalam Kisah Para Rasul, pada tiga tempat di mana bahasa lain disebut, dan itu datang ke seluruh kelompok orang sekaligus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 47</b></span><span class="cf1">, “Lalu jawab Petrus, adakah yang dapat melarang air, bahwa mereka ini tidak boleh dibaptis yang telah menerima Roh Kudus sama seperti kami?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita harus membaptis mereka. Di gereja mula-mula, tidak pernah ada pemisahan. Itulah pengakuan publik Anda. Itu melambangkan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus saat Anda diidentifikasikan dengan Dia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 48</b></span><span class="cf1">, “Dia memerintahkan mereka dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus.” Dia tidak melakukan itu sendiri. Dia membiarkan orang lain melakukannya. Dapatkah Anda membayangkan keenam orang Yahudi itu membaptis semua orang non-Yahudi?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika orang terlibat dalam sesuatu, mereka biasanya akan mempertahankannya. Petrus kembali, dan berkata, "Kelompok kami membaptis mereka." Dia ingin ada beberapa kesaksian yang menguatkan, jadi dia minta supaya mereka melakukan pembaptisan itu. Di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 48</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka minta kepadanya untuk tinggal di beberapa hari.” Tanda ketiga dari keselamatan sejati adalah persekutuan yang manis. Mereka rindu untuk mengetahui Firman Allah, untuk diberi makan. Layanilah kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak membedakan orang. Saya harap Anda bebas untuk memberitakan Injil kepada siapa saja dan semua orang. Yesus selalu berkata, Dia bukan teman orang Yahudi, bukan teman orang bukan Yahudi, bukan teman orang kaya, bukan teman orang miskin, bukan teman orang atas, atau teman pelacur. Dia adalah sahabat orang berdosa, dan itu termasuk kita semua. Jadi bagikanlah Injil kepada tetangga dan teman-teman Anda. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Feb 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230226</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berkhotbah pada Kornelius]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F5"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:34-43" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:34-43</a></span><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa kebangkitan itu tidak nyata. Tetapi orang-orang ingin Yesus hidup dan karenanya dalam serangkaian pengalaman cenayang mereka menimbulkan semacam fantasi dalam pikiran mereka yang menghasilkan rasa semangat misionaris dan kepercayaan diri spiritual yang diperbarui. Mereka mengatakan bahwa pendirian Kristenlah yang telah mengubah manusia Yesus itu menjadi Anak Allah ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari mana mereka mendapat kesimpulan ini? “Newsweek” mengakui, kutip, “bahwa tidak ada informasi baru tentang Yesus sejak Injil ditulis.” akhir kutipan. Dari mana mereka mendapatkan ide-ide ini? Jawabannya, itulah kebohongan liberal yang sama yang datang dari mereka yang berurusan dengan Yesus bukan atas dasar intelektual, atau dasar sejarah, atau dasar ilmiah, tetapi hanya atas dasar moral umum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak suka Yesus dalam Perjanjian Baru karena Dia menghadapi dosa-dosa mereka dan Dia mengancam ada penghakiman. Dan akibatnya, mereka, ingin mempertahankan dosa mereka, dan menciptakan Yesus yang lebih mereka sukai. Saya akan membawa Anda ke apa yang diajarkan Alkitab. Bukalah KPR 10 dan kami akan melihat ayat-ayat itu bersama-sama. Petrus berkhotbah kepada sekelompok orang bukan Yahudi yang tidak ada hubungan dengan Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul adalah riwayat gereja setelah kebangkitan Kristus. Buku itu menceritakan kisah tentang pemberitaan Injil dan pembangunan gereja di tahun-tahun awal itu. Setelah penderitaan-Nya di kayu salib, setelah kematian-Nya, Dia ditempatkan di kuburan, Dia bangkit dari kuburan itu. Dia menunjukkan diri-Nya hidup selama empat puluh hari kepada murid-murid-Nya, yang membuktikan bahwa Dia telah bangkit dengan banyak bukti yang meyakinkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 10, Petrus kali ini berkhotbah kepada seorang non-Yahudi dan seisi rumahnya tentang kebangkitan itu. Sekarang marilah kami lihat pesan sederhana ini. Saya ingin memastikan bahwa Anda memahami apakah Injil kebangkitan itu. Dan saya hanya ingin menanyakan tiga pertanyaan kepada Anda: Mengapa kabar baik ini adalah kabar baik? Siapa yang memungkinkan itu? Dan bagaimana saya bisa berpartisipasi di dalamnya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tiga alasan mengapa ini adalah kabar baik. Satu, Allah tidak memihak siapa pun. Kedua, Allah menerima orang berdosa. Ketiga, Allah ingin berdamai dengan mereka. Allah adalah hakim yang tidak memihak yang menerima orang berdosa dan berdamai dengan mereka. Anda dapat memiliki hubungan dengan Allah di mana Dia berhenti menjadi hakim Anda dan menjadi teman dan Juruselamat Anda. Anda membutuhkan itu karena Anda berada di bawah penghakiman dan begitu juga saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Petrus membuka mulutnya dan berkata: “Sesungguhnya aku mengerti bahwa Allah tidak memandang bulu.” Nah, itu adalah pernyataan tentang esensi sifat Allah. Allah tidak memihak. Allah tidak punya favorit. Nah, apakah artinya itu? Itu berarti bahwa Allah menilai semua orang sama tanpa menghormati siapakah mereka atau apa yang mereka telah capai atau apakah status sosial atau ekonomi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya Alkitab menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tidak ada yang benar. Maka Allah sebagai hakim yang tidak memihak menetapkan standar yang sama bagi setiap orang, dan Dia terpaksa menghukum setiap orang, yang berpuncak pada hukuman kekal. Tidak masalah seberapa sukses Anda bersikap baik atau berbuat baik kepada orang lain. Jika Anda kekurangan standar Allah, Anda akan binasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Petrus berkata bahwa Allah bukanlah Allah yang memihak, dia bukan hanya berbicara tentang penghakiman, tetapi dia juga berbicara tentang keselamatan. Allah juga tidak memihak dalam hal itu. Dan itu adalah penekanan utama di sini. Petrus mulai memahami bahwa anugerah Allah dapat diberikan kepada semua orang tanpa memandang keadaan mereka, atau moralitas atau amoralitas mereka, atau kebangsaan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 10:12 mengatakan, “Tidak ada perbedaan di antara orang Yahudi dan bukan Yahudi; karena Tuhan yang sama adalah Tuhan atas semua orang, yang berkelimpahan dengan kekayaan bagi semua orang yang memanggil-Nya.” Dalam Ulangan 10:17 dikatakan, “Sebab Tuhan, Allahmu adalah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, perkasa, dan dahsyat yang tidak memandang bulu.” Menurut Roma 3:19, “seluruh dunia bertanggung jawab kepada Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kemudian dikatakan ada “kebenaran bagi semua orang dari Allah, melalui iman kepada Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya; karena tidak ada perbedaan.” Semua orang telah berdosa dan gagal. Dan semua orang yang datang bisa ditebus, tidak ada perbedaan. Ada kabar baik bahwa manusia dalam keadaan berdosa di bawah penghakiman Allah, dapat datang kepada Allah yang tidak akan menolak mereka atas dasar pembedaan apa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Tetapi di setiap bangsa siapa pun yang takut akan Allah dan berbuat kebenaran diterima oleh-Nya.” Inilah ayat yang sangat penting. Sekarang dia mengabarkan hal ini kepada Kornelius dan keluarganya. Dia memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi yang belum diselamatkan. Di KPR 11:12 dikatakan, “Roh Kudus mengatakan kepadaku untuk pergi tanpa rasa kuatir. Dan keenam saudara ini juga ikut dengan saya dan kami masuk ke rumah orang itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia melaporkan seluruh laporan tentang apa yang terjadi dengan Cornelius. Dan dia melaporkan kepada kami bagaimana dia telah melihat malaikat berdiri di rumahnya dan berkata, “Kirim ke Yope dan suruh Simon yang juga disebut Petrus dibawa ke sini dan dia akan menyampaikan kata-kata kepadamu yang dengannya kalian akan diselamatkan, kalian dan seluruh rumah tanggamu." Perhatikanlah bahwa ‘takut akan Allah’ dan ‘melakukan apa yang benar’ belum tentu sama dengan keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu memang menempatkan seseorang pada posisi untuk disambut oleh Allah. Itu adalah kondisi pra-keselamatan, yang dipengaruhi oleh kuasa Allah dan pekerjaan Roh. Paulus dalam Roma 1 berkata, “Karena apa yang diketahui tentang Allah nyata dalam diri mereka. Sejak penciptaan dunia, sifat-sifat-Nya yang tidak kelihatan, kekuatan-Nya yang abadi dan sifat keilahian-Nya, telah terlihat dengan jelas, sehingga tidak ada alasan lagi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat berikutnya mengatakan mereka lebih baik “menghormati Allah dan bersyukur kepada-Nya.” Ini menggambarkan apa yang oleh para teolog disebut sebagai wahyu umum. Itu berarti bahwa setiap orang memiliki pikiran dan dengan akal manusia kita dapat memastikan bahwa Allah itu ada. Anda melihat dunia ciptaan dan itu memberi tahu Anda bahwa ada akal yang menciptakannya. Anda melihat karakter dunia ini. Itu penuh keindahan, penuh kecerdasan, penuh cinta dan penuh kekuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah seorang pria yang memiliki rasa hormat terhadap Sang Pencipta, bukan hanya mengenai keindahan tatanan ciptaan tetapi juga pada kelembutan dan kebaikan yang muncul dan kasih sayang yang terlihat melalui kehidupan manusia dan keluarga di dunia ini. Bahkan, jika dia tidak mengakui Allah, dia menjadi buta dan ada dibawah murka Allah. Jadi orang yang belum lahir baru bukan hanya sanggup tetapi harus takut akan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Kornelius bukan hanya takut akan Allah tetapi dia juga melakukan hal-hal benar. Sebisa mungkin dalam dirinya, dia mengikuti wahyu kedua yang telah dibangun Allah ke dalam setiap orang, bukan hanya akal, tetapi Allah telah menulis hukum-Nya di setiap hati yang diaktifkan oleh hati nurani mereka. Kornelius adalah seorang kafir tanpa Kitab Suci, tetapi dia memahami Allah dari ciptaan dan dari hukum yang ada di dalam hatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka dia takut akan Allah yang menciptakan alam semesta ini. Dan dia mengakui apa yang benar dan salah menurut hukum yang tertulis di dalam hatinya dan dia berusaha untuk hidup menurutnya. Dia adalah tipe orang yang digambarkan dalam Roma 2 sebagai orang yang meskipun tidak memiliki hukum secara naluriah dia tetap melakukan hal-hal yang ada dalam hukum. Inilah seorang pria yang adalah orang kafir yang hidup sesuai dengan terang yang telah dia terima dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana dengan orang-orang yang tidak pernah mendengar Injil? Bagaimana mereka bisa diselamatkan? Seperti Kornelius, jika mereka hidup sesuai dengan terang yang mereka miliki dan menghormati Allah pencipta dan berusaha untuk hidup sesuai dengan hukum yang tertulis di dalam hati mereka, maka Allah akan menanggapinya sebagaimana Dia menanggapi Kornelius. Di setiap bangsa ada orang-orang yang takut akan Allah dan berusaha melakukan apa yang benar dan mereka semua disambut oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Komponen ketiga adalah Allah berusaha untuk berdamai dengan mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Firman yang diutus Allah kepada anak-anak Israel, memberitakan damai melalui Yesus Kristus.” Wahyu umum tidaklah cukup. Jadi, Allah mengirimkan Firman, pertama-tama kepada anak-anak Israel. Dan pesannya adalah hanya ada kedamaian melalui Yesus Kristus. Kitab Suci mengatakan bahwa Allah adalah musuh orang berdosa yang tidak diampuni, dan sebaliknya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda sekali saja berbuat dosa, Anda didiskualifikasi. Allah adalah hakim Anda. Tetapi Dia menyambut orang-orang yang takut akan Dia, yang berusaha melakukan apa yang benar dan Dia mendamaikan mereka sehingga permusuhan itu berakhir; dan musuh itu menjadi putra dan putri, keluarga. Itulah yang kami pelajari di 2 Korintus 5 di mana dikatakan bahwa Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya di dalam Kristus. Allah adalah satu-satunya yang dapat memulai rekonsiliasi seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berusaha untuk berdamai dengan orang berdosa. Dia tidak ingin menjadi musuh Anda, Dia ingin menjadi teman Anda. Dia tidak ingin menjadi hakim Anda, Dia ingin menjadi tuan Anda. Dia tidak ingin mengutuk Anda, Dia ingin memberkati Anda. Dia tidak ingin memberimu neraka, Dia ingin memberimu surga. Damai dengan Allah, itu pesannya. Siapa yang membuat ini mungkin? Dikatakan dalam ayat 36, “Melalui Yesus Kristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Tuhan atas segalanya. Dan siapa yang menyebut Dia kurang dari itu adalah penghujat. Dia adalah Tuhan atas segalanya, Dia adalah Allah. Tidak mungkin kami dapat diperdamaikan dengan Allah sendiri, namun Allah menginginkan hal itu terjadi. Siapa yang akan membuat rekonsiliasi menjadi mungkin? Dan jawabannya adalah Yesus Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “perkataan yang kalian kenal itu, yang diberitakan di seluruh Yudea, dan dimulai dari Galilea setelah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “bagaimana Allah mengurapi Yesus dari Nazaret dengan Roh Kudus dan dengan kuasa, yang berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, karena Allah menyertai Dia.” Anda tahu bagaimana semuanya dimulai di Galilea dan bagaimana ada baptisan yang diberitakan oleh Yohanes. Baptisannya adalah tanda ada pertobatan batin dari orang-orang yang berbalik dari dosa untuk siap menerima sang Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu secara simbolis terjadi pada saat pembaptisan-Nya. Dan Allah Bapa berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Dan Roh itu turun seperti burung merpati dan Dia diurapi untuk pelayanan. Dan Yohanes 3:30 mengatakan, “Dia harus makin besar sementara aku harus makin kecil.” Dan kepentingan itu beralih dari Yohanes ke Yesus dan Allah mengurapi Dia dengan kuasa Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Allah yang datang menjadi manusia, yang lahir di Betlehem, yang dibesarkan di Nazaret, dan diurapi dengan kuasa. Yesus berkeliling berbuat baik dan menyembuhkan mereka yang dikuasai iblis. Itu menunjukkan kepada kami di sana bukan hanya kebaikan Allah tetapi juga kuasa Allah atas kerajaan kegelapan itu. Dia datang ke dunia ini untuk menunjukkan kepada kami seperti apa sifat Allah itu. Dia menghancurkan kerajaan kegelapan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Dan kami adalah saksi-saksi dari segala sesuatu yang dilakukan-Nya, baik di tanah orang Yahudi maupun di Yerusalem.” Kami telah melihat semua itu sepanjang jalan. Kemudian klimaksnya, “Dan mereka juga membunuh Dia dengan cara menggantungkan-Nya di kayu salib.” Kornelius tahu itu. Dia pasti menyadari hal itu karena dia adalah seorang perwira. Dan pangkatnya cukup tinggi untuk mendengar apa yang telah terjadi secara langsung, atau tidak langsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Petrus di sini menyalahkan orang-orang Yahudi. Orang-orang Romawi sebenarnya melakukannya tetapi itu adalah atas kehendak orang Yahudi. Dan sejarah itu benar jelas. Dan kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Allah membangkitkan Dia pada hari ketiga dan memperlihatkan Dia secara terbuka.” Inilah penyebut yang umum dalam semua khotbah apostolik, ada kebangkitan fisik. 1 Korintus 15:17 mengatakan, “Jika Kristus tidak dibangkitkan, imanmu itu sia-sia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Kristus tetap mati, Dia tidak membuat penebusan yang memuaskan bagi dosa-dosa kami. Jadi kami masih berada dalam dosa kami. Jika tidak ada Juruselamat, mengapa menjadi religius, mengapa belajar teologi, mengapa kami perlu Yesus? Kekristenan itu tidak ada artinya jika kami semua masih dalam dosa kami. Dan semua orang yang telah mati di dalam Kristus di masa lalu berada di neraka karena jika kami hanya berharap di dalam Kristus dalam hidup ini, kami dari semua manusia, perlu paling dikasihani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “bukan untuk semua orang, tetapi untuk saksi-saksi yang dipilih sebelumnya oleh Allah, bahkan untuk kami yang makan dan minum dengan Dia setelah Dia bangkit dari antara orang mati.” Setelah kebangkitan, Yesus dilihat oleh lebih dari lima ratus orang percaya selama 40 hari, sehingga mereka dapat memberitakan kebangkitan itu. Mengapa? Yesus mengatakannya dalam Lukas 16:31, “Jika mereka tidak mendengarkan Musa dan para nabi, mereka tidak akan percaya meskipun ada yang dibangkitkan dari antara orang mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Dan Dia memerintahkan kami untuk berkhotbah kepada orang-orang, dan untuk bersaksi bahwa Dialah yang ditetapkan oleh Allah untuk menjadi Hakim atas orang yang hidup dan yang mati.” Mengapa? Karena iman timbul dari pendengaran akan Firman. Jika mereka tidak percaya Firman, mereka tidak akan percaya, meskipun Kristus telah dibangkitkan. Mereka tidak percaya hari ini. Yesus berkata kepada mereka, pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada setiap orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi beritahulah orang-orang berdosa itu bahwa Dia yang disalibkan dan Dia yang di-bangkitkan kembali adalah hakim mereka. Mereka tidak menjatuhkan vonis kepada-Nya, Dialah yang menjatuhkan vonis pada mereka. Beritahukanlah itu kepada mereka. Itulah bagian peringatan dari Injil. Itulah bagian yang menakutkan dari Injil bahwa Yesus yang kalian bunuh ini sekarang hidup. Dia telah naik ke Allah Bapa. Dia sekarang Dia adalah hakim Anda dan hakim semua orang yang hidup dan mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 43</b></span><span class="cf1">, “Bagi Dia semua nabi bersaksi bahwa, melalui nama-Nya, siapa pun yang percaya kepada-Nya akan menerima pengampunan dosa.” Hanya ada satu jalan keluar dari hakim itu dan itulah jika hakim mau mengampuni kami. Kami semua bersalah karena kami semua tidak memenuhi standar Allah. Yesaya berkata Dia akan menanggung semua kesalahan mereka. Yeremia berkata, "Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mikha berkata, “Siapakah Allah yang mengampuni seperti Engkau yang memberi anugerah?” Para nabi menubuatkan bahwa Seseorang akan datang yang akan mengampuni dosa. Dan Kristus datang dan mati, membayar hukuman atas dosa Anda dan akibatnya, dosa Anda telah dibayar, Allah dapat mengampuni. Ada yang lain yang menggantikanmu. Apa yang dibutuhkan? Dikatakan secara sederhana di ayat 43, “Setiap orang yang percaya kepada-Nya.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Feb 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230219</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Petrus Bertemu Kornelius]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F4"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:21-33" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:21-33</a></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah titik yang sangat penting dalam sejarah penebusan Allah. Petrus membuka kunci pintu bagi orang non-Yahudi. Dan kami akan mulai pelajaran kami di ayat 20. Kesombongan daging pada gereja mula-mula telah menyesatkan jangkauan orang Yahudi terhadap orang non-Yahudi. Dan sebelum itu, standar interaksi orang Yahudi dengan orang non-Yahudi adalah nol. Tidak pernah ada hubungan dengan orang bukan Yahudi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bukan hanya di gereja mula-mula ada masalah dalam menjangkau orang bukan Yahudi, tetapi dalam Yudaisme sendiri ada isolasi dari orang bukan Yahudi. Orang-orang Yahudi bangga dengan pemeliharaan hukum mereka. Dalam Roma Paulus berkata bahwa mereka pikir mereka diselamatkan karena mereka memiliki hukum. Mereka menganggap orang bukan Yahudi sebagai orang kafir. Mereka mempunya niat untuk menghina mereka, dan yangka waktu panjang hanya memperlebar jurang pemisah itu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan dalam kelahiran gereja itu sangat sulit bagi orang Kristen mula-mula untuk menjangkau orang bukan Yahudi. Itu menuntut persiapan khusus dari Allah. Eksklusivitas yang telah dirancang Allah bagi Israel untuk tujuan kesucian dan kesaksian telah menjadi suatu kebanggaan. Orang Yahudi bukan hanya membenci orang bukan Yahudi, tetapi juga sebaliknya. Orang bukan Yahudi sama-sama membenci orang Yahudi.itu </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Allah harus masuk dan menghilangkan sikap itu. Efesus 2:13-14 mengatakan “Tetapi sekarang di dalam Kristus kamu yang dahulu jauh telah menjadi dekat oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kami, yang telah menjadikan keduanya satu, dan telah meruntuhkan tembok pemisah yang ada ditengah, 15 setelah menghapus dalam daging-Nya permusuhan, untuk menciptakan dalam diri-Nya satu manusia baru dari keduanya, dengan demikian ada damai.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bait Suci itu terdiri dari serangkaian pelataran, dan menurut definisi hanya orang tertentu bisa masuk ke pelataran tertentu, semakin dekat Anda dengan Allah. Dan jika Anda seorang imam, semakin jauh Anda dapat masuk. Orang non-Yahudi hanya bisa masuk ke pelataran luar. Wanita hanya bisa datang ke pelataran berikutnya. Kemudian ada pelataran para pria. Kemudian pelataran para imam. Kemudian ada tempat suci, lalu Ruang Mahakudus.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, tembok yang selalu memisahkan orang non-Yahudi dari orang Yahudi di bait suci, telah diruntuhkan oleh Yesus Kristus. Ketika Yesus Kristus mati, Dia langsung melenyapkan seluruh bait suci dan membiarkan Ruang Mahakudus berdiri terbuka dan jernih. Dan setiap orang bisa langsung masuk ke Ruang Mahakudus itu di mana Allah berada. Itulah yang dikatakan di buku Ibrani. “Marilah kita datang dengan berani ke hadirat Allah.” Tabir itu telah dirobek.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus tahu tentang tembok itu. Ingatlah ketika Paulus ditangkap dalam KPR 21? Penangkapan yang menyebabkan pemenjaraan Paulus terakhir itu berdasarkan pada tuduhan bahwa dia membawa Trofimus, yang adalah orang non-Yahudi di Efesus, ke luar tembok pelataran bangsa-bangsa lain. Itulah sebabnya mereka menangkap Paulus, karena dia membawa orang bukan Yahudi lebih jauh masuk daripada yang diizinkan di dalam bait suci itu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini, di KPR 10, kami menemukan orang non-Yahudi pertama yang dipanggil Allah untuk masuk ke dalam kepenuhan semua janji Allah. Allah mengarahkan peristiwa bersejarah ini ketika gereja memperluas diri dari orang Yahudi dan setengah keturunan orang Samaria untuk mencakup orang non-Yahudi. Ini adalah fase terakhir dalam perluasan gereja. Tetapi tahukah Anda apa lagi hari itu? Ini juga hari dimana Kornelius diselamatkan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kornelius itu penting karena Kristus memilihnya sebelum dunia dijadikan. Jadi saat kami melihat sejarahnya, kami juga akan melihat urutan keselamatan seperti yang diilustrasikan dalam kehidupan Kornelius. Dan bab ini bukan hanya memiliki sejarah bagi kami yang telah berlalu, tetapi juga memiliki prinsip-prinsip abadi yang aktif hari ini. Sekarang poin pertama dalam urutan keselamatan itu adalah <b>panggilan yang berdaulat.</b></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dua puluh ayat pertama mengilustrasikan kepada kami panggilan yang berdaulat. Itu semua dimulai oleh Allah. Allah saja memilih dia dari semua orang non-Yahudi yang ada. Allah bukan hanya memilih Kornelius, sang penerima, Allah memilih Petrus, sang utusan; dan kami belajar sesuatu yang lain tentang keberdaulatan dan keselamatan. Dan Allah juga memilih bagaimana hal itu dilakukan. Nah ini tidak terpisah dari kehendak manusia, tetapi berhubungan dengan kehendak manusia.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah mulai persiapan Petrus. Nah bagaimana caranya seorang Yahudi tradisionalistik dan nasionalis membuka hatinya dan membuka tangannya kepada orang non-Yahudi? Yah Allah perlu melakukan banyak pekerjaan pada Petrus untuk membawanya ke tempat di mana dia tersedia. Tetapi Allah harus mempersiapkannya; jadi Dia memberinya suatu penglihatan. Penglihatan itu meruntuhkan semua prasangkanya dan mempersiapkan jalan untuk bertemu dengan orang non-Yahudi itu.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 65:24 mengatakan, "Dan akan terjadi bahwa sebelum mereka memanggil, Aku akan menjawab." Sebelum Kornelius mengetahui apa yang dia cari, Allah telah memberikan itu kepadanya, Yesaya berkata, "Sementara mereka masih berbicara, Aku akan mendengar." Lukas 24:45 mengatakan, “Maka Allah membuka pikiran mereka sehingga mereka dapat mengerti.” Lihatlah, keselamatan itu berdaulat, dan pemahaman tentang kebenaran rohani apa pun juga berdaulat.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Titik kedua keselamatan adalah <b>kehendak tunduk</b>. Nah panggilan berdaulat tidak berlawanan dengan kehendak tunduk. Mereka cocok bersama. Baik Petrus dan khususnya Kornelius, dia menanggapi dengan kemauannya secara aktif. Kami harus merespon. Allah menuntut ketaatan. Ini benar dengan keselamatan; itu benar seumur hidup Anda sebagai seorang Kristen. Kami diselamatkan oleh iman; kami berjalan dengan iman. Allah ingin ada ketaatan terus menerus.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepercayaan hanya iman yang sah jika itu diikuti ketaatan. Iblis itu percaya dan gemetar. Jadi harus ada iman yang aktif dalam menanggapinya. Nah di dalam Yohanes, hal ini diulangi berkali-kali. Yohanes 14:15, “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku.” Ayat 21, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” Kata ayat 23, “Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Farisi berkata, "Ya, Allah," tetapi tidak pernah melakukannya. Para pelacur mungkin berkata, “Tidak,” tetapi Allah sedang mengubah hidup mereka, dan akhirnya mereka melakukan kehendak-Nya. Ini bukan tentang para pembicara, ini mengenai para pelaku. Ada bagian aktif yang melibatkan kepatuhan sukarela. Bahkan Paulus biasanya berbicara tentang dirinya sebagai seorang budak. Apakah satu kata yang menggambarkan kehidupan seorang budak? Ketaatan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Lalu Petrus pergi ke orang-orang yang telah diutus kepadanya dari Kornelius, dan berkata, “Ya, akulah yang kalian cari. Untuk alasan apa kalian datang?” Ingatlah ada satu tentara dan dua pelayan. Dia sudah dapat seluruh penglihatan tentang yang bersih dan najis, itu tidak lagi menjadi masalah. Orang Yahudi dan bukan Yahudi telah menjadi satu dalam pikiran Allah dan seterusnya. Dan di sini dia menghadapi tiga orang yang bukan Yahudi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Dan mereka berkata, “Kornelius sang perwira, seseorang yang adil, yang takut akan Allah dan memiliki reputasi baik di antara semua bangsa Yahudi, secara ilahi diperintahkan oleh seorang malaikat suci untuk memanggilmu ke rumahnya, dan untuk mendengar kata-kata darimu.” Nah, Kornelius adalah salah satu dari mereka yang, di dalam hatinya, melihat Allah Israel sebagai Allah yang benar dan telah hidup sesuai informasi yang dia miliki.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kornelius ingin lebih, dan Allah memberinya lebih. <b>Ayat 23</b>, “Kemudian dia mengundang mereka masuk dan menampung mereka. Keesokan harinya Petrus pergi bersama mereka, dan ada beberapa saudara Yope yang menemaninya.” Ini benar menunjukkan bahwa penghalang itu telah hilang. Tidak ada orang Yahudi yang menghargai diri yang akan melakukan ini bersama dengan orang non-Yahudi, dan pasti itu tidak dilakukan dengan tentara penduduk Romawi yang mereka sangat benci.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memperlakukan mereka seperti tamu. Ini pasti sesuatu yang tidak pernah mereka alami, dan Allah bahkan tidak menyuruhnya melakukan itu. Sudah terlambat untuk berjalan kembali ke Kaisarea pada jam itu, jadi mereka memutuskan untuk tetap tinggal, dan Petrus menunjukkan bahwa tembok itu sekarang telah runtuh. Dan memangnya, dia tinggal di rumah Simon si penyamak kulit itu, salah satu pekerjaan paling hina yang bisa dibayangkan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b> mengatakan, “Ada beberapa saudara dari Yope yang menemani dia.” Ini luar biasa, karena mereka pergi bersama orang-orang non-Yahudi itu. Menakjubkan karena ini menjadi titik kunci dari apa yang akan terjadi yaitu menemani orang-orang ini. Petrus membawa mereka tanpa perintah langsung dari Allah, namun kehadiran mereka di rumah Kornelius merupakan kunci yang luar biasa untuk semuanya yang terjadi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut KPR 11:12 ada enam orang Kristen Yahudi ortodoks yang dia bawa. Kami tahu mereka adalah orang Yahudi ortodoks, karena ayat 45 mengatakan bahwa mereka telah disunat. Ini menjadi hal yang sangat penting. Allah bukan hanya memimpin Petrus melalui suara langsung dari penglihatan itu, tetapi Allah memimpin Petrus melalui keinginan Petrus sendiri dan gagasan Petrus sendiri. Allah tahu itu sangat penting supaya mereka ada di sana.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kata pengantar yang bagus tentang bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan orang percaya. Bagaimana Allah memimpin sekarang? Dia memimpin melalui keinginan kami. Itu sama pentingnya di sana bagi orang-orang itu seperti halnya bagi Petrus untuk melihat penglihatan itu. Tetapi salah satunya datang melalui media Allah langsung, yang lain datang melalui media-Nya yang tidak langsung, yaitu saat Dia bekerja di dalam hati kami oleh Roh Kudus-Nya untuk mewujudkan apa yang Dia ingin lakukan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 37:4 mengatakan, “Bergembiralah di dalam Tuhan, dan Dia akan memberikan keinginan hatimu.” Itu bukan berarti Dia hanya akan menggenapi hal itu. Itu berarti Dia akan memberikan itu di dalammu sejak awal. Jika Anda adalah orang yang tepat, Allah akan memberi Anda keinginan yang benar, dan kemudian Dia akan memenuhi keinginan tersebut itu. Jadi Petrus memiliki keinginan untuk membawa serta orang-orang ini. Dan sepanjang waktu, itu hanya mengerjakan kehendak Allah melalui keinginannya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, disini ada tujuh orang Yahudi untuk bertemu dengan seluruh rumah penuh dengan orang non-Yahudi. <b>Ayat 24</b>, “Dan keesokan harinya mereka masuk Kaisarea. Nah Kornelius sedang menunggukan mereka, dan telah mengumpulkan semua kerabat dan teman dekatnya.” <b>Ayat 25-26</b>, Saat Petrus masuk, Kornelius bertemu dengannya dan bersungkur di kakinya dan menyembah dia. 26 Tetapi Petrus mengangkatnya, sambil berkata, “Berdirilah; Saya sendiri juga manusia.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan seorang perwira Romawi yang bukan Yahudi menyembah seorang nelayan, apalagi seorang Yahudi. Petrus membangunkannya, "Kornelius, jangan sembah aku." Di sini, kami harus mengetahui ajaran Gereja Roma Katolik, dari Teologi Katolik Ludwig Ott, yang mengatakan. “Kristus menetapkan Rasul Petrus untuk menjadi yang pertama dari semua rasul, dan menjadi kepala yang kelihatan dari seluruh gereja.” Namun Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah kepala gereja.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus adalah paus pertama. Dikatakan demikian dalam teologi yang sama, “Menurut tata cara Kristus, Petrus harus memiliki penerus dalam keunggulannya atas seluruh gereja untuk selama-lamanya. Jika ada yang menyangkal bahwa, berdasarkan ketetapan Tuhan kami Kristus Sendiri, Petrus yang terberkati memiliki penerus yang abadi, terkutuklah dia.” Jika Anda tidak percaya pada kepausan yang berurutan, Anda terkutuk.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian itu dilanjutkan dengan mengatakan, "Paus itu tidak bisa salah ketika dia berbicara ex cathedra." Yakni tentang hal-hal imam dan soal moral. Kutipan terakhir, “Sumber kesempurnaannya adalah bantuan supranatural dari Roh Kudus yang melindungi guru agung dan gereja dari kesalahan.” Nah, jika memang Roh Kudus melindungi gereja dari kesalahan, bagaimana mereka bisa percaya doktrin itu?</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menyembah Petrus itu salah. Dia bukan paus. Dia bukan orang yang harus disembah. Dia adalah seorang pria. Yesaya 42:8, mengatakan ini, “Akulah Tuhan. Itulah nama-Ku, dan kemuliaan-Ku tidak akan Kuberikan kepada yang lain.” Hanya ada satu di dalam Alkitab yang pernah menerima penyembahan, yaitu Allah. Hanya ada satu orang dalam Perjanjian Baru yang pernah menerima penyembahan, yaitu Yesus Kristus. Lalu siapakah Dia? Allah. Petrus tidak ingin dia disembah oleh siapa pun.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Dan ketika Petrus berbicara dengan dia, dia masuk dan menemukan banyak orang yang berkumpul.” Di sini Kornelius telah menyatukan sebuah kelompok juga, dan sekali lagi, ada prinsip yang sama. Tidak ada yang menyuruh Kornelius untuk melakukan ini. Allah telah bekerja melalui keinginan Kornelius, dan dia telah membawa masuk orang non-Yahudi lainnya, karena penting bahwa bukan hanya satu orang non-Yahudi diselamatkan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28</b>, “Kemudian dia berkata kepada mereka, “Kalian tahu betapa tidak sah bagi seorang pria Yahudi untuk berteman atau pergi ke salah satu bangsa lain. Tetapi Allah telah menunjukkan kepada saya bahwa saya tidak boleh menyebut siapa pun orang umum atau najis. Hukum upacara Perjanjian Lama tentu saja, tidak mengatakan demikian, tetapi para rabi menambahkannya. Para rabi berkata bahwa itulah pencemaran kalau pergi ke rumah orang non-Yahudi dan itulah pencemaran selama tujuh hari.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya orang-orang yang berkumpul pada penyaliban Kristus tidak mau masuk ke dalam rumah Pilatus. Mereka tinggal di luar supaya tidak tercemar. Bayangkan Anda membunuh Mesias dan khawatir akan tercemar? Tetapi disini Petrus masuk ke rumah Kornelius tanpa masalah sama sekali. <b>Ayat 29</b>, “Oleh karena itu saya datang tanpa keberatan segera setelah saya dipanggil. Saya lalu bertanya, untuk alasan apa kalian minta saya datang?”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 119:60 mengatakan, "Aku bergegas dan tidak menunda untuk mematuhi perintah-perintah-Mu." Apakah Anda terburu-buru menaati Allah? Itulah yang disebut ada semangat ketaatan. Kedewasaan rohani adalah keinginan untuk melakukan apa yang Allah inginkan. <b>Ayat 30</b>, “Maka Kornelius berkata, “Empat hari yang lalu aku berpuasa sampai jam itu; dan pada jam kesembilan saya berdoa di rumah saya, dan lihatlah, ada seorang pria berdiri di depan saya dengan pakaian cerah,”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 31-33</b>, dan berkata, 'Kornelius, doamu telah didengar, dan sedekahmu diingat di hadapan Allah. 32 Oleh karena itu, kirimlah ke Yope dan panggillah Simon ke sini, yang bernama Petrus. Dia menginap di rumah Simon, seorang penyamak kulit, di tepi laut. Ketika dia datang, dia akan berbicara denganmu.’ 33, Jadi saya mengutus Anda segera, dan Anda melakukannya dengan baik untuk datang. Nah kami semua hadir di hadapan Allah, untuk mendengar semua hal yang diperintahkan Allah kepadamu.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan manusia bukanlah kebetulan. Allah memerintahkan seluruh urutan, tetapi kehendak tunduk manusia harus bergerak. Di mana Anda melihat ketundukan Kornelius? Dalam kata segera. Ada dua hal pertama dalam keselamatan: Panggilan berdaulat dan kehendak tunduk. Anda tahu apa yang saya sukai dari ayat 33 itu? Kornelius berkata, “Petrus, beri tahu kami keseluruhan ceritanya. Kami ingin tahu semuanya.” Marilah kami berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230212</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan Orang non-Yahudi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F3"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:1-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:1-20</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 10 tentu akan menjadi pertimbangan utama dalam penekanan misi karena itu menggambarkan orang non-Yahudi yang diselamatkan. Injil itu pertama-tama diberikan kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem, dan kemudian Injil itu dibawa ke Yudea dan Samaria, dan akhirnya rancangan Allah adalah untuk membawa Injil ke ujung bumi. Dan Tuhan kita Kristus telah memberikan rencana induk penginjilan ini di KPR 1:8.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada awalnya gereja itu terdiri dari orang Yahudi, dan Allahlah yang memerintahkan mereka untuk menjangkau orang-orang Samaria yang mereka benci. Itu akan menjadi langkah yang lebih besar lagi untuk menjangkau orang non-Yahudi yang mereka benci lebih lagi. Maka saat kami sampai ke KPR 10, kami menemukan kisah monumental yang memberitahu kami bagaimana Allah mulai membuka gereja bagi orang-orang non-Yahudi, dan Dia melakukannya melalui orang-orang Yahudi, yang adalah kebenaran besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kunci untuk hari-hari itu di gereja mula-mula adalah Petrus. Gereja telah didirikan pada hari Pentakosta. Itu telah meledak di Yerusalem, dan kemudian meledak di seluruh Yudea dan Samaria, dan orang-orang diselamatkan di mana-mana sepanjang jalan itu. Pembangunan rohani besar terjadi di Samaria di bawah pelayanan Filipus, Petrus dan Yohanes serta para rasul lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus terus bergerak di sekitarnya. Dia adalah katalis Allah dalam pertumbuhan gereja. Namun lebih dari itu, Petrus memiliki tugas yang sangat istimewa. Dalam Matius 16:19, Tuhan kita Kristus telah berkata kepadanya, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.” Apa yang Dia maksud dengan itu adalah, Petrus, kamu akan menjadi orang yang akan membuka kunci pintu berikutnya. Dialah yang membuka gereja bagi orang-orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami bisa lihat, bahwa Roh Allah sudah mulai melakukan persiapan itu. Petrus telah menerima orang Samaria, dan itu luar biasa. Orang Samaria sejak ada pemisahan kerajaan, tidak disukai oleh kerajaan selatan. Dan kemudian ketika mereka ditawan dan mereka menikah dengan orang non-Yahudi, mereka dibenci oleh orang Yahudi yang berpikir bahwa keberadaan nasional mereka tidak boleh dicemarkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tradisi lain yang dipatahkan adalah karena dia tinggal, di KPR 9:43, di rumah Simon, seorang penyamak kulit. Menjadi penyamak kulit itu adalah pekerjaan yang dipandang rendah oleh orang Yahudi, karena dia berurusan dengan kulit binatang mati, dan tidak ada orang Yahudi yang menghargai diri yang akan berurusan dengan orang seperti itu. Tetapi Petrus tinggal di rumahnya mungkin selama beberapa tahun, dan dia menunjukkan bahwa prasangkanya telah dihilangkan oleh Tuhan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Efesus 3, Paulus mengatakan inilah suatu misteri, bahwa orang Yahudi dan orang bukan Yahudi akan menjadi satu tubuh. Nah, ini sangat sulit untuk dipahami, setelah berabad-abad mereka eksklusif. Paulus berkata dalam Galatia 3:28, mulai sekarang tidak ada lagi hamba atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan, Yahudi atau non-Yahudi. Kalian semua menjadi satu di dalam Kristus. Itu konsep baru bagi orang Yahudi. Orang Yahudi biasanya tidak mau ada hubungan dengan orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tiba-tiba Kristus datang dan berkata, “Sekarang Aku akan membawa orang Yahudi dan orang non-Yahudi dan Aku akan menjadikan mereka satu manusia baru.” Dan secara teori itu luar biasa, dan dalam teologi itu luar biasa, dan dengan kuasa-Nya Dia dapat melakukannya, tetapi itu adalah hal yang sulit diterima oleh orang Yahudi dan secara praktis untuk mewujudkannya benar-benar. Dan Petrus, meskipun dia pergi ke sini di KPR 10, berkali-kali mengalami kejatuhan lagi di dalam hidupnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, supaya Allah mendapat kesatuan ini, Dia harus melakukan beberapa persiapan. Jadi di KPR 10:1-20, Allah memperkenalkan kami konfrontasi ini yang akhirnya mengakibatkan orang non-Yahudi dibawa ke dalam gereja. Kami menemukan bahwa Allah mempersiapkan dua orang. Pertama Dia mempersiapkan orang non-Yahudi itu, dan kemudian Dia mempersiapkan orang Yahudi. Orang non-Yahudi adalah Kornelius, dan orang Yahudi adalah Petrus. Itu harus lebih dari sekadar teori; itu harus dilakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah memberi masing-masing suatu visi khusus, yang adalah seperti semacam pelatihan dalam persiapan. Sebelum mereka bersatu, harus terjadi banyak perubahan karakter, jadi Dia mulai dengan penglihatan di sini dalam delapan ayat pertama kepada Kornelius, dan kemudian dari ayat 9 dan seterusnya, Dia memberikan suatu visi kepada Petrus. Dan inilah awal masuknya orang non-Yahudi ke dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena di sini ada seorang penerima, Kornelius, dan ada seorang utusan, Petrus, dan kalian akan melihat bagaimana Allah mempersiapkan si penerima yang akan menerima Injil dan bagaimana Allah mempersiapkan utusan itu yang akan memberikannya. Tolong tangkap prinsip-prinsip ini, karena ini penting untuk memahami bagaimana Allah akan menggunakan kami untuk menjadi utusan yang siap, untuk mencapai penerima yang siap pada saat ilahi tertentu..</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang dikatakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Ada seorang laki-laki di Kaisarea bernama Kornelius.” Hal pertama yang kita pelajari adalah Allah memilih penerima itu. Ada banyak orang non-Yahudi, kemungkinan ada banyak orang yang bisa diselamatkan, tetapi Allah memilih Kornelius. Allah terlibat dalam pemilihan orang yang menerima Injil serta orang yang membawanya. Dalam Yohanes 6:37 Yesus berkata, “Tak seorang pun datang kepada-Ku kecuali Bapa menariknya.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buku Efesus mengatakan kami ditunjuk, dipilih di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Allah telah memilih Kornelius itu. Dalam KPR 13:48 dikatakan, “Ketika orang-orang bukan Yahudi mendengar hal itu, mereka bergembira dan memuliakan Firman Tuhan.” Inilah beberapa orang non-Yahudi, dan perhatikanlah ini, “Dan sebanyak yang ditetapkan untuk hidup kekal, menjadi percaya.” Allah telah memilih orang-orang yang akan ditebus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 10:16, Yesus berkata, “Aku mempunyai beberapa domba dari kandang yang lain,” dan segera Aku akan memanggil mereka. Dalam Roma 10:20 dikatakan, “Tetapi Yesaya sangat berani dan berkata, 'Aku ditemukan oleh mereka yang tidak mencari aku; Aku dinyatakan kepada mereka yang tidak meminta Aku.’” Dan di sana Dia berbicara secara khusus tentang orang bukan Yahudi. Allah memilih sang penerima. Itulah rencana-Nya, dan Dia selalu memilih yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini terlihat kedaulatan Allah dan predestinasi pemilihan, pilihan tentang manusia. Dan keduanya berjalan bersama di dalam Firman Allah. Jadi perhatikanlah ayat 1 tentang Kornelius. Dia tinggal di Kaisarea, yang merupakan tempat yang indah. Itu adalah garnisun militer, dan disitu ada rumah Pilatus, karena pemerintah Romawi memiliki kantor pusat di sana. Tempat itu didiami terutama oleh orang-orang bukan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Kornelius memiliki hati yang mencari, jadi Allah bergerak untuk memberinya lebih banyak terang, dan di sini ada kemauan orang yang dibawa ke dalam kedaulatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "seorang pria yang saleh dan takut akan Allah dengan seluruh rumah tangganya, yang memberi sedekah dengan murah hati kepada orang-orang, dan selalu berdoa kepada Allah." Allah menjangkau dan memberinya, sungguh, kerelaan hati untuk berbalik dan mencari Allah, walaupun dia sudah mati karena pelanggaran dan dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah istilah ‘takut akan Allah’ menjadi istilah teknis untuk orang-orang non-Yahudi. Ada tiga jenis orang non-Yahudi di dalam pikiran orang Yahudi. Satu jenis hanyalah orang non-Yahudi biasa. Jenis lainnya adalah yang “takut akan Allah.” Inilah orang non-Yahudi yang telah sampai pada kesimpulan dalam pikirannya bahwa Allah Israel adalah Allah yang benar. Sama seperti sida-sida di dalam KPR 8 yang ditemui Filipus. Dia percaya pada etika Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tingkat ketiga dari orang non-Yahudi adalah orang yang telah percaya penuh kepada Yudaisme, yang telah disunat, dan sepenuhnya mengidentifikasikan dirinya dengan Israel dan dianggap sebagai seorang Yahudi dalam arti spiritual. Nah, Kornelius adalah orang yang takut akan Allah. Dia tidak menerima hukum-hukum upacara, dan sunatan, tetapi dia sering menghadiri ibadah. Dia percaya pada satu Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah pria yang sangat religius tetapi belum diselamatkan. Dia tidak mengenal Yesus Kristus. Nah, supaya Allah berurusan dengan orang ini, dia harus memilih Allah, dan mengikuti keinginan hatinya. Allah juga harus mempersiapkan dia, jadi Dia datang kepadanya dalam sebuah penglihatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kira-kira jam kesembilan hari itu dia melihat dengan jelas dalam sebuah penglihatan seorang malaikat Allah datang dan berkata kepadanya, “Kornelius!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat itu kira-kira pukul 15.00, dan di sini kelihatan jelas seorang malaikat yang berkata, “Kornelius.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika dia mengamatinya, dia menjadi takut, dan berkata, “Ada apa, Tuhan?” Jadi malaikat itu berkata kepadanya, “Doa dan sedekahmu telah datang sebagai peringatan di hadapan Allah.” Tahukah Anda bahwa di mana pun di dunia ini, Allah melihat dan membaca hati setiap individu? Dan kemudian malaikat itu memberinya instruksi khusus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Sekarang suruhlah orang-orang ke Yope, dan panggillah Simon yang bernama Petrus.” Nah disini Allah memberikan kesempatan kepada si penerima untuk merespon secara aktif. Paulus berkata dalam Roma 1 bahwa kami diutus ke dunia untuk ketaatan iman, karena itulah seluruh kehidupan Kristen. Puji Tuhan, dia itu patuh. Dan Tuhan ingin supaya Petrus memimpin Kornelius kepada Kristus di rumah Kornelius itu sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Ia tinggal bersama Simon, seorang penyamak kulit, yang rumahnya di tepi laut. Dia akan memberi tahu Anda apa yang harus Anda lakukan. Allah menjelaskan tempatnya, supaya dia bisa menemukan rumah itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7-8</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika malaikat yang berbicara kepadanya telah pergi, Kornelius memanggil dua orang pembantu rumah tangganya dan seorang prajurit yang saleh dari antara orang-orang yang terus-menerus ada bersamanya. 8 Jadi setelah dia menjelaskan semua hal ini kepada mereka, dia mengirim mereka ke Yope.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Keesokan harinya, ketika mereka melanjutkan perjalanan dan mendekati kota, Petrus naik ke atap rumah untuk berdoa, kira-kira jam keenam.” Itulah jam duabelas siang. Nah Allah harus merubah hati Petrus. Tetapi dia membutuhkan satu jenis visi luar biasa untuk mencoba membuatnya berurusan dengan orang non-Yahudi ini. Sekarang kami akan melihat pekerjaan Roh Kudus pada pembawa pesan yang adalah sama dengan visi yang diberi pada penerima itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Allah selalu memilih utusan-utusan-Nya, benar? Jika Anda merasa Allah sedang memanggil Anda dengan kuat, patuhlah. Allah telah meletakkan tangan-Nya ke atas Anda sebagai utusan untuk misi khusus. Dalam Yohanes 15:16 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan menetapkan kamu supaya kamu keluar dan menghasilkan buah.” Nah, Petrus adalah utusan pilihan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 10-13</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Kemudian dia menjadi sangat lapar dan ingin makan; tetapi sementara mereka menyiapkan itu, dia jatuh ke dalam keadaan Roh yang masuk 11 dan melihat surga terbuka dan sebuah benda seperti kain besar yang diikat di keempat sudutnya, turun kepadanya dan diturunkan ke bumi. 12 Di dalamnya ada segala jenis binatang berkaki empat di bumi, binatang buas, binatang melata, dan burung-burung dari udara. 13 Dan ada suara yang datang kepadanya, “Bangunlah, Petrus; bunuhlah dan makanlah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus melihat ke atas dan surga terbuka. Dan datanglah sebuah kain besar. Dan itu penuh dengan semua jenis binatang. Binatang-binatang di kain ini adalah halal dan haram. Ingatlah apa yang dikatakan di Imamat 11:2-4, “Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan, 3 yang berkuku belah, yang berkuku belah dan memamah biak. 4 Namun demikian, jangan makan mereka yang memamah biak atau mereka yang berkuku belah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua hukum-hukum makanan ini diberikan kepada Israel. Maka dalam pikiran orang Yahudi, ada pembagian di antara binatang halal dan binatang haram. Petrus tidak pernah menyentuh apa pun kecuali yang halal. Allah melakukan itu untuk memisahkan mereka dari bangsa non-Yahudi lainnya. Nah pada masa itu, pertemuan sosial terjadi di perjamuan makan. Jadi Allah memberikan orang Yahudi suatu hukum diet yang berbeda supaya mereka tidak bisa berkumpul dalam perjamuan makan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14-16</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Petrus berkata, “Bukan begitu, Tuhan! Karena aku tidak pernah makan sesuatu yang haram atau najis.” 15 Dan ada suara yang berbicara kepadanya lagi untuk kedua kalinya, "Apa yang telah Allah bersihkan, janganlah kau sebut haram." 16 Ini dilakukan tiga kali. Dan benda itu diangkat lagi ke surga.” Kata haram berarti najis. Suara itu berbicara kepadanya untuk kedua kalinya, ‘Apa yang telah dibersihkan Allah, jangan kau sebut haram.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pikirannya seperti, "Apakah Allah membersihkan semua binatang itu?" Nah, itu pesan yang sulit diterima, jadi ayat 16 mengatakan bahwa Allah memberi tahu dia tiga kali berturut-turut. Dan kemudian “kain itu diangkat ke surga.” Ada makna khusus dan juga ada makna umum. Secara khusus, Allah telah menghapus hukum-hukum makanan Yahudi Perjanjian Lama. Mereka dirancang pada waktu itu untuk memisahkan orang Yahudi dari orang bukan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tubuh Kristus dirancang untuk menyatukan mereka. Mereka harus belajar bersosialisasi bersama, karena mereka sekarang menjadi satu. Masalah ini terus muncul. Paulus menangani hal ini dalam Roma 14 di mana dia berkata, “Jangan menghidangkan makanan seperti dari babi. Itu sengaja menyinggung orang Yahudi yang belum memahami kebebasan mereka.” Dan dia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Janganlah membuat orang-orang bukan Yahudi menuruti hukum makanan kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Markus 7:14 mencatat kata-kata Yesus. “Tidak ada sesuatu pun dari luar seseorang yang masuk ke dalam dirinya yang dapat menajiskannya. Hal-hal yang keluar dari mulutmu, itulah yang menajiskanmu.” Dia berkata, “Hal-hal seremonial tidak penting sekarang. Aku berbicara tentang hal-hal rohani.” Ini adalah zaman baru. Apa yang Anda makan tidak masuk ke dalam hati Anda. Yang Aku khawatirkan adalah apa yang ada di dalam hatimu secara spiritual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah arti umum dari penglihatan itu: Kain itu adalah gereja yang lahir di surga. Itu termasuk orang Yahudi dan bukan Yahudi, dan bagian penting dari penglihatan itu adalah bahwa kain itu, ketika selesai, diambil kembali ke surga. Bagaimana gereja akan meninggalkan dunia ini? Oleh Pengangkatan. Dan jika gereja terdiri dari orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, maka kami harus menerima orang bukan Yahudi juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17-18</b></span><span class="cf1">, “Sementara Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya apa arti penglihatan yang telah dilihatnya itu, datangah orang-orang yang diutus dari Kornelius yang sedang mencari rumah Simon, dan berdiri di depan pintu gerbang. 18 Dan mereka memanggil dan bertanya apakah Simon, yang disebut Petrus, menginap di sana.” Sebelum dia memiliki kesempatan untuk bertindak, ada seseorang mengetuk pintu dan berkata, "Apakah Simon Petrus ada disini?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mempersiapkan si penerima dan menyiapkan si pembawa pesan, tetapi Dia menetapkan waktu ilahi yang tepat. Anda sedang bergerak sepanjang jalur yang direncanakan Allah yang bertemu dengan si penerima yang telah disiapkan sepanjang hidup Anda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Sementara Petrus memikirkan tentang penglihatan itu, Roh Kudus berkata kepadanya, “Lihatlah,ada tiga orang yang sedang mencarimu. 20 Karena itu, bangunlah, turun dan pergilah bersama mereka, tanpa meragukan apa pun; karena Aku telah mengutus mereka.” Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Feb 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230205</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelayanan Efektif]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F2"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:32-43" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:32-43</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah sampai pada KPR 9:32, dan kami telah melihat di sini pembicaraan tentang dua mujizat yang dilakukan Petrus dalam kuasa Kristus. Salah satunya adalah pemulihan seorang pria yang sakit lumpuh delapan tahun. Yang lainnya adalah kebangkitan Dorcas dari kematian. Kedua hal ini diselesaikan oleh Petrus dalam kuasa Kristus. Dua mukjizat dari kehidupan Petrus ini memperkenalkan kami pada pelayanan pribadinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami mendengar Petrus berkhotbah kepada orang banyak dan memberitakan Injil kepada Sanhedrin, dan kami melihat dia berkeliling di Samaria dengan Yohanes sambil berkhotbah di berbagai kota. Ini benar-benar pelayanan publik. Dan di sini, untuk pertama kalinya, selain berurusan dengan dosa, kami melihat dia dalam pelayanan sangat pribadi. Sejak Hari Pentakosta dia ada kuasa Roh pada saat dia benar-benar berkomitmen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menjadi pemimpin Kedua Belas itu. Dia menjadi rasul yang tak kenal takut di Sanhedrin. Dia adalah guru dari gereja mula-mula. Dia pergi ke mana-mana untuk berkhotbah, mengajar, dan mengerjakan mujizat. Dia benar-benar pembuka Injil, baik bagi orang Samaria maupun orang-orang non-Yahudi. Setiap kali Roh Allah datang ke dimensi berikutnya dari gereja, Petrus selalu ada sebagai titik kontak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 1 sampai KPR 12, Petrus mendominasi. Jadi saat kami melihat pelayanannya setelah Pentakosta, kami belajar banyak hal positif untuk pelayanan kami sendiri dan bagaimana membuatnya efektif. Dan dalam hal prinsip belajar, kami bukan hanya membutuhkan teori, kami juga membutuhkan tindakan. Ketika seseorang berkata, "Inilah sebuah prinsip. Saya mencobanya, dan berhasil," maka saya mengejarnya. Dan Petrus menunjukkan kepada kami prinsip-prinsip itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak dari kami ingin tahu bagaimana caranya berkhotbah. Dengarkanlah khotbah dalam KPR 2 dan 3 karena, ketika Anda mendengarkan Petrus, Anda akan menemukan ciri-ciri khotbah yang efektif. Dia mulai dengan perkenalan dinamis yang menarik perhatian. Kemudian dia bergerak cepat ke sebuah tema, yang selalu adalah tentang Kristus, dan itu didukung oleh Kitab Suci. Kemudian dia datang ke tanggapan. Itu selalu langsung dan selalu sangat positif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Anda melihat KPR 4, Anda belajar bagaimana menangani penganiayaan. Petrus menunjukkan kepada kami bahwa ketika Anda dianiaya, Anda harus tunduk padanya. Anda harus berani menggunakannya sebagai kesempatan untuk memberitakan Kristus. Anda harus taat kepada Allah dengan segala cara. Anda harus dekat dengan orang percaya lainnya untuk mendapat kekuatan. Dan terakhir, Anda harus berdoa agar Allah memberi Anda keberanian yang lebih besar lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di KPR 5, Petrus mengajar kami bagaimana menangani orang Kristen yang berdosa, karena dia bertemu dengan Ananias dan Safira. Dia dengan berani menghadapi mereka dalam dosa mereka dan mengatakan apa yang ada di depan seluruh jemaat gereja. Jadi kami melihat Petrus dalam banyak cara sebagai contoh yang mengajari kami prinsip-prinsip rohani. Tidak cukup hanya memberi tahu Anda apa yang dikatakan Petrus. Itu harus dilakukan juga supaya Anda bisa menjalaninya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, di KPR 9, Petrus ada beberapa prinsip lagi untuk diajarkan kepada kami. Mereka hanya terlihat dalam apa yang dia lakukan. Nah, dia tidak selalu berkhotbah kepada orang banyak. Dia juga terlibat dengan orang pribadi. Tidak cukup hanya terlibat dengan orang banyak. Harus ada keterlibatan pribadi, dan Petrus melakukan itu; dan di sini kami melihat dua contoh yang menunjukkan apa yang membuatnya efektif dalam pelayanan pribadinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor 1, dia terlibat. Nomor 2, dia meninggikan Kristus. Nomor 3, dia tersedia. Nomor 4, dia rajin berdoa. No 5, dia berbuah. Nomor 6, dia bebas dari prasangka. Nah, inilah hal-hal yang membuat pelayanan Petrus itu efektif. Ini adalah hal-hal yang perlu kami pelajari bagaimana melakukannya. Ini adalah hal-hal yang dapat diterjemahkan ke dalam hidup kami sehingga pelayanan kami juga dapat menjadi efektif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>No. 1</b></span><span class="cf1">, dia </span><span class="cf1"><b>terlibat</b></span><span class="cf1">, dan Petrus selalu bepergian. Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 32</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan terjadilah, ketika Petrus pergi ke seluruh penjuru negeri itu, dia juga turun ke orang-orang kudus yang tinggal di Lydda.” Allah selalu memilih mereka yang sudah aktif dalam pelayanan untuk tugas-tugas pilihan-Nya. Memang ada orang Kristen yang tampaknya tidak pernah terlibat dalam apapun, dan ada orang lain yang melakukan segalanya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia turun dari Yerusalem, ke kota kecil bernama Lydda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Di sana ia menemukan seorang pria bernama Eneas, yang telah terbaring di tempat tidur selama delapan tahun dan lumpuh.” Karena dia terlibat, Allah membawa dia ke tempat ini; dan Allah menggunakan dia untuk memyembuhkan orang ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Dan Petrus berkata kepadanya, “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkanmu. Bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu.” Kemudian dia segera bangkit.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akibatnya, </span><span class="cf1"><b>ayat 35</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Maka semua orang yang tinggal di Lydda dan Sharon melihatnya dan berpaling kepada Tuhan.” Ini adalah pelayanan yang luar biasa yang menunggu di Lydda, tetapi yang dibutuhkan adalah seorang pria yang bergerak untuk Allah untuk mencapai apa yang Allah inginkan. Jadi keterlibatan adalah yang pertama. Hal </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> tentang Petrus adalah dia </span><span class="cf1"><b>meninggikan Kristus</b></span><span class="cf1">. Dia tidak ada keinginan untuk memuliakan dirinya sendiri. Petrus pasti benar-benar membenci jika agama Katolik mengajar orang-orang untuk menyembahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tahu apa yang terjadi jika Anda meninggikan Tuhan? Orang-orang akan berpaling kepada Tuhan. Janganlah menghargai diri sendiri dengan kemenanngan, selalu tinggikanlah Kristus. Hal </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1"> adalah dia </span><span class="cf1"><b>selalu tersedia</b></span><span class="cf1">. Begitu banyak orang Kristen berkata, "Ya, saya pasti ingin melakukan itu, tetapi jadwal saya tidak mengizinkannya." Sahabatku, Allah ingin Anda tersedia supaya Dia dapat bekerja melalui bakat dan karunia Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Di Yope ada seorang murid bernama Tabitha, yang diterjemahkan menjadi Dorkas. Wanita ini penuh dengan perbuatan baik dan perbuatan amal yang dia lakukan.” Nah Lydda itu berada sekitar sepuluh mil di sebelah tenggara, dan di Yope ada wanita bernama Dorkas ini. Nah mujizat ini bergantung pada kuasa Allah, dan ketersediaan Petrus. Petrus dekat dengan Yope, jadi Allah bekerja melalui dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kota pelabuhan Yope ini sekarang disebut Jaffa. Ini benar-benar bagian kota pesisir Tel Aviv. Memang, wanita ini luar biasa, katanya dia penuh dengan perbuatan baik. Kami harus dipenuhi dengan semua kepenuhan Allah, yang mana dia miliki. Jadi kepenuhan itu berarti mengabdi sepenuhnya, dikendalikan sepenuhnya. Dia hidup untuk selalu memberi kepada orang lain, dia memberi sedekah, yang merupakan pemberian amal. Secara khusus, dia membuat pakaian untuk para wanita lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah orang yang melakukan sesuatu untuk orang-orang miskin dan mereka yang butuh. Dia adalah seorang wanita yang merupakan personifikasi dari apa yang seharusnya menjadi seorang Kristen. Kata ‘murid’ diberikan kepadanya. Inilah satu-satunya bentuk murid perempuan dalam Perjanjian Baru, dan dia benar-benar pantas mendapatkan kehormatan itu. Dia adalah segalanya yang seharusnya menjadi seorang murid, karena dia memenuhi panggilan Allah untuk menjadi wanita yang saleh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Pada hari-hari itu terjadilah ia jatuh sakit dan meninggal. Setelah mereka memandikannya, mereka membaringkannya di kamar atas.” Nah, kebiasaan orang Yahudi saat meninggal adalah untuk langsung mengubur jenazah itu, karena mereka tidak melakukan pembalseman apapun. Tetapi dalam kasus ini, mereka tidak menguburnya, yang sangat tidak biasa, karena mayat adalah hal yang sangat tidak suci di Israel bagi orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Dan karena Lydda ada di dekat Yope, dan murid-murid itu telah mendengar bahwa Petrus ada di sana, mereka mengutus dua orang kepadanya, yang memohon agar dia tidak menunda untuk datang kepada mereka.” Mereka tahu bahwa Petrus memiliki kuasa untuk membangkitkan orang mati jika itulah rencana Allah, jadi mereka membawa tubuhnya ke kamar atas." Kata mereka kepadanya, 'Janganlah tunda untuk datang kepada kami, datanglah cepat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Lalu Petrus bangun dan pergi bersama mereka. Ketika dia datang, mereka membawanya ke kamar atas. Dan semua janda berdiri di sampingnya sambil menangis, sambil menunjukkan tunik dan pakaian yang dibuat Dorkas saat dia bersama mereka.” Petrus sangat sibuk tetapi dia mendengarkan mereka dan Roh Kudus. Petrus tidak berkata, "Baiklah, puji Tuhan. Dia ada bersama Tuhan." Karena itu bukan untuk keuntungannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Ketika dia datang, mereka membawanya ke kamar atas; dan semua janda berdiri sambil menangis." Allah telah memberi kami di gereja, banyak wanita luar biasa yang telah dipakai Allah dengan cara yang luar biasa dan sedang digunakan Allah sekarang juga. Ada daikon perempuan yang melayani, dan mengunjungi orang-orang yang tidak bisa keluar dan orang sakit dan bekerja dengan wanita yang ada kebutuhan dan masalah spiritual.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di 1 Timotius 5, Anda membaca tentang potensi luar biasa dari pelayanan para janda. Paulus mengatakan "Mereka harus menjadi jenis janda yang menjamu orang asing. Mereka memiliki rumah yang terbuka. Mereka rendah hati. Paulus berbicara tentang Lois dan Eunike, dan kemudian kepada orang Filipi, dia berbicara tentang Euodia dan Sintikhe. Kalian tahu, dia sangat menghargai para wanita. Dia berkata, "Mereka bekerja dengan saya dalam memberitakan Injil."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para wanita dapat memiliki tanggung jawab yang luar biasa untuk membesarkan anak-anak mereka dalam pengasuhan dan nasihat Tuhan. Anda dapat membuat pengaruh yang Anda inginkan pada dunia dengan membesarkan anak-anak Anda. Semua wanita yang berkeliaran berteriak mendukung para wanita liberal mengabaikan satu hal yang dapat mereka lakukan untuk mengubah dunia, dan itulah pulang dan merawat dan memelihara anak-anak mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, seperti yang kami lihat dalam KPR, sebuah pelayanan terjadi pada wanita dan dengan wanita. Para janda ini dilayani oleh seorang wanita. Tahukah Anda, bahwa gereja memiliki tanggung jawab, menurut 1 Timotius 5, untuk memelihara para janda. Jika Anda seorang Kristen, dan Anda memiliki seorang ibu janda dalam keluarga Anda, Anda harus mememilharanya. Jika dia tidak memiliki keluarga untuk merawatnya, gereja harus memeliharanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Petrus mengusir mereka semua, lalu berlutut dan berdoa. Dan sambil berpaling ke tubuh ia berkata, “Tabitha, bangkitlah.” Dan dia membuka matanya, dan ketika dia melihat Petrus dia duduk.” Inilah mujizat dari Allah melalui Petrus. Dan sungguh menakjubkan untuk menyadari bahwa ketika Petrus sampai di sana dia tinggal selama beberapa tahun, dan itu tidak pernah menjadi masalah baginya. Begitulah caranya dia bergerak dipenuhi Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, yang </span><span class="cf1"><b>keempat</b></span><span class="cf1">, dia </span><span class="cf1"><b>berdoa</b></span><span class="cf1">. Dorcas sudah mati selama minimal 36 sampai 48 jam. Saat Petrus berkata, "Bangkitlah," semua yang ada di tubuhnya terbalik seperti memutar film ke belakang. Semua yang rusak dan busuk mulai dibalikkan, dan dia keluar dari sana dalam keadaan segar, bersih, dan utuh seperti baru. Allah melakukan mujizat itu karena Petrus berdoa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus mengaku darimana sumber kekuatan itu. Lihat di ayat 40. Dia berlutut dan berdoa. Tidakkah kalian senang itu tidak mengatakan dia berlutut dan berkata, "Tabitha, bangunlah"? Karena itu mengingatkan kami bahwa kami perlu fokus selalu pada kuasa Allah, bukan pada diri kita sendiri. Mudah bagi Petrus untuk berpikir bahwa dia benar-benar memiliki kuasa. Dia telah menyembuhkan orang-orang sampai hal itu dianggap kegiatan biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 5:16, "Orang banyak datang dari kota-kota sekitar ke Yerusalem membawa orang sakit dan mereka yang penuh dengan roh najis; dan mereka masing-masing disembuhkan," Orang-orang bahkan mencoba menyeret orang-orang mereka ke dalam bayangan Petrus karena mereka pikir ada kuasa penyembuhan. Memang mudah bagi Petrus untuk masuk dan berkata, "Tabitha, bangunlah," dan tidak akan terjadi apa-apa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pencobaan, ada orang Kristen yang berhasil sedikit dan kemudian berpikir mereka yang melakukannya. Jika Anda pernah membawa seseorang kepada Yesus Kristus dan mendapat diri Anda berkata, "Saya membawa orang ini kepada Yesus Kristus." Saya berkhotbah, dan ada orang yang berkata, "Itulah khotbah yang bagus." Dan Anda mulai berpikir, "Saya yang melakukan itu." Kata Paulus, "Aku tidak akan berbicara tentang hal-hal yang disebabkan Tuhan Yesus Kristus, karena ada sesuatu yang baik yang Dia lakukan di dalam diriku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Kemudian dia mengulurkan tangannya dan mengangkatnya; dan setelah dia memanggil orang-orang kudus dan para janda, dia memperlihatkan Dorcas hidup-hidup.” Dapatkah Anda membayangkan kegembiraan mereka? Dorcas pasti senang melihat kegembiraan teman-temannya, dan mereka menganggap itu sebagai kegembiraan karena orang yang mereka kasihi ada di hadapan mereka. Tetapi tujuan Allah sama sekali berbeda. Dia tidak melakukan itu untuk kepentingan Dorcas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Hal itu diketahui seluruh Yope, dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.” Inilah alasan yang sama semua mujizat telah terjadi, sebagai tanda-tanda yang meneguhkan untuk membuktikan kepada dunia bahwa Injil Yesus Kristus itu adalah benar. Allah memikirkan penginjilan. Ini adalah proses perbanyakan Allah. Kuasa dalam Injil tidak tidak terletak pada kepintaran pengkhotbah. Itu tidak terletak pada hikmat manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Poin </span><span class="cf1"><b>kelima</b></span><span class="cf1"> adalah bahwa Dia </span><span class="cf1"><b>berbuah</b></span><span class="cf1">. Dia melakukan mujizat melalui kuasa Allah. Buah itu datang sebagai akibat tidak langsung, tetapi ada buah. Yang kami maksud adalah keserupaan dengan Kristus. Pujian adalah buah. Memberi kepada yang membutuhkan adalah buah. Memberkati orang lain adalah buah. Hidup kudus adalah buah. Namun yang terpenting, pertobatan adalah buah, orang yang datang kepada Kristus. Jadi hamba Yesus Kristus yang efektif akan menghasilkan buah. Orang-orang akan diselamatkan dari pelayanan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika kami mengasihi Yesus, semua yang kami sentuh dalam pelayanan kami dapat menghasilkan buah. Kadang-kadang bekerja hanya dengan satu orang dapat menghasilkan lebih banyak buah daripada berkhotbah kepada banyak orang tentang Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 43</b></span><span class="cf1">, “Demikianlah ia tinggal berhari-hari di Yope bersama Simon, seorang penyamak kulit.” Penyamak kulit, adalah orang yang bekerja dengan kulit binatang mati, untuk membuat kulit. Tidak ada orang Yahudi yang mau berurusan dengan seorang penyamak kulit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia dibenci; dan tidak dihormati. Bukan hanya itu, itulah najis secara seremonial. Dalam KPR 10 Petrus mendapat penglihatan, di mana dia melihat semua binatang ini, dan Tuhan berkata kepadanya, "Bangkitlah, Petrus, bunuhlah dan makanlah." Dan Petrus berkata, "Saya tidak bisa melakukan itu. Saya tidak pernah makan apapun yang najis." Allah berkata, larangan makanan itu sudah hilang. Bahkan orang-orang non-Yahudi sekarang harus dirangkul. Kekristenan di seluruh dunia masih berprasangka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan, "Terjadilah ia tinggal berhari-hari." Ungkapan yang sama yang digunakan sebelumnya dalam bab ini untuk berbicara tentang tiga tahun Paulus ada di Arab. Petrus bertahan selama beberapa tahun, dan sepanjang waktu dia tinggal di rumah Simon, dan dia tidak pernah mengubahnya menjadi tukang kayu. Dia membiarkan dia menjadi apa adanya. Dia tidak membuatnya berubah. Tuhan mengubah Petrus untuk tidak berprasangka buruk bahkan kepada seorang penyamak kulit. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230129</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Transformasi Saulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F1"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:18-31" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:18-31</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak ada pertobatan lain di dalam Kitab Suci yang panjang dan memiliki detail seperti itu. Inilah kisah kuat tentang seorang pria yang mendominasi catatan sejarah Injil ke dunia dalam kitab KPR. Paulus termasuk dirinya sendiri dan kita semua, mengatakan bahwa, “Dalam Roma 8:37, “kita bukan hanya pemenang, tetapi kita lebih dari pemenang.” Itulah satu-satunya frasa yang sesuai dengan pertobatan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebelum peristiwa di Jalan Damsyik, pria bernama Saulus ini dari kota Tarsus adalah seorang Ibrani dari orang Ibrani. Dia adalah murid Gamaliel, seorang murid tradisi Yahudi, seorang pria yang melihat agama Kristen dan Injil sebagai ancaman terhadap agama murni Yudaisme. Dia takut memikirkan bahwa Yesus akan mengaku diri-Nya sebagai Mesias dan dia ingin melakukan segala yang dia bisa untuk membasmi ‘Jalan’ itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seluruh hidupnya adalah pertempuran. Sebelum dia bertemu Kristus di Jalan Damsyik, dia berperang melawan Kristus, melawan Injil, melawan gereja. Dan jika perlu, dia akan membunuh semua orang yang terkait dengannya. Dan setelah itu, dia berperang melawan Setan, dan melawan dusta, penipuan dan agama palsu, dan berperang untuk memulihkan para pendosa dari kuasa kegelapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dia memberikan kesaksiannya kepada para pemimpin Romawi dalam KPR 26:9, dia berkata, “Saya pikir saya harus melakukan banyak hal yang memusuhi nama Yesus,” dan itulah yang dia lakukan. Dia berjuang untuk menaklukkan kekristenan, tetapi Kristus mengalahkannya. Pada suatu hari sejarah itu berubah karena satu orang ditransformasikan. Penghujat Saulus menjadi pengkhotbah Paulus. Pengirim benci menjadi nabi kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tangan yang menulis dengan marah kertas eksekusi untuk para murid Kristus sekarang menulis surat cinta dengan air mata kepada para pengikut Kristus. Hati yang berdenyut dalam nafsu kemarahan atas darah orang-orang yang ditentang, sekarang ingin agar darah Kristus diberikan kepada setiap hati. Dia benar-benar berubah dari musuh Injil yang cepat marah, menjadi orang yang paling suci dan gagah yang telah mengikuti Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menjadi teladan terbesar dari kuasa kebangkitan, teladan terbesar dari transformasi Injil, untuk pola kehidupan yang ditransformasikan. Kami telah melihat unsur-unsur dari proses transformasi ini bagi siapa saja yang berjumpa dengan Kristus dan diselamatkan. Dalam sembilan ayat pembukaan, Saulus mendapat Tuhan yang baru. Sebelum perubahan itu dia dikuasai oleh Setan dan kerajaan kegelapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini mengubah jiwanya. Ini mengubah hidupnya. Ini mengubah nasibnya yang kekal. Dia sedang berbicara dengan Tuhannya, Tuhan yang baru. Tanda pertobatan sejati adalah persekutuan dengan Allah. Kami melihat bahwa dia bukan hanya memiliki Tuhan baru dan kehidupan baru, tetapi dia juga memiliki misi baru. Dan kami tahu bahwa dia bertemu dengan Ananias yang datang kepadanya untuk memberitahu dia apa yang telah Tuhan katakan kepadanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 15, “Orang ini adalah alat pilihan-Ku untuk membawa nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa dan raja-raja dan anak-anak Israel. Dia akan dipanggil untuk misi baru.” Misi baru itu untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi dan kepada raja-raja dan kepada Israel, memerlukan kuasa baru yaitu kuasa Roh Kudus. KPR 1:8 mengatakan, “Kalian akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atas kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apakah yang dilakukan Roh Kudus dengan orang ini? Yah, pertama, Allah menyempurnakan karakternya yang bisa digunakan. Allah mengambil apa yang sudah ada, dan Allah mengembangkannya menjadi sesuatu yang dapat digunakan untuk kerajaan: hal-hal seperti kemampuan untuk memimpin, kemauan yang kuat, disiplin diri, motivasi tinggi, ketekunan, keyakinan yang teguh, kemandirian yang cukup, berani, kepraktisan dan kekuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian, kedua, Allah menggantikan sifat karakternya yang tidak dapat digunakan seperti kebencian, permusuhan, kepahitan, kemarahan dan dia menggantinya dalam kehidupan Paulus dengan kasih, kegembiraan, kedamaian, kelembutan, kebaikan, iman, kelemahlembutan dan pengendalian diri. Dia adalah model kerendahan hati. Dan itulah yang Tuhan lakukan di dalam setiap kehidupan. Ketika ada Tuhan baru, Anda hidup di lingkungan baru dengan kehidupan baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda memiliki misi baru untuk melayani Dia; dan itulah untuk sisa hidupmu. Dan Anda memiliki kuasa baru untuk pelayanan itu, kuasa yang memurnikan apa yang dapat digunakan dalam diri Anda, dan kekuatan yang menggantikan apa yang tidak dapat digunakan dalam diri Anda. Dan kami harus dipenuhi dengan Roh. Begitulah cara kami harus menjalani hidup kami, dan itu menghasilkan ketundukan satu sama lain. Itu menghasilkan kasih dalam pernikahan. Itu menghasilkan hubungan yang benar dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Jalan ke Damsyik, Saulus melihat Kristus dan dia dibutakan oleh Kristus. Dan Ananias menyatakan bahwa dia melihat Tuhan. Itulah kesaksian Ananias. Dan kemudian, Barnabas muncul dan Barnabas menyatakan bahwa Paulus melihat Tuhan. Jadi fakta bahwa Paulus melihat Tuhan dikonfirmasi oleh mulut tiga saksi. Dia benar melihat Tuhan. Dan dia mulai menjalani hidupnya di dalam kendali Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia menerima keluarga baru, yaitu persekutuan dengan orang-orang kudus. Semua orang yang dibenci Saulus menjadi orang yang dia kasihi. Dan semua orang yang dulunya berhubungan dengannya menjadi musuhnya. Jadi semuanya berubah. Di dalam Kisah Para Rasul 14:19, “Orang-orang Yahudi datang dari Antiokhia dan Ikonium, dan setelah mereka merubah pendapat orang banyak, mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, sambil memikir dia sudah mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita menemukan itu lagi dalam Kisah Para Rasul 21:27, “Hampir tujuh hari berlalu, ketika orang-orang Yahudi dari Asia, melihat Paulus, dan mereka mulai menghasut semua orang dan mereka menangkapnya, sambil berseru, 'Hai orang –orang Israel, ini adalah orang yang berkhotbah kepada semua orang di mana pun menentang rakyat kita dan hukum dan tempat ini, bait suci; dan selain itu dia bahkan telah membawa orang-orang non-Yahudi ke dalam bait suci dan menajiskan tempat suci itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Transformasi orang ini sangat dramatis, dulu dia menjadi pahlawan mereka, tetapi dia sekarang menjadi musuh terbesar mereka. Marilah kita lihat apa yang terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18-19</b></span><span class="cf1">, “Segera jatuh dari matanya sesuatu seperti sisik, dan dia langsung dapat melihat; dan dia bangun dan dibaptis. Jadi setelah dia menerima makanan, dia dikuatkan. Kemudian selama beberapa hari Saulus berada bersama para murid di Damsyik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-22</b></span><span class="cf1">, “Dan segera dia mulai memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat sambil berkata, 'Dia adalah Anak Allah.' 21 Maka semua orang yang mendengar dia menjadi heran, dan berkata, “Bukankah dialah yang menghancurkan mereka yang memanggil nama ini di Yerusalem, dan telah datang ke sini untuk tujuan itu, supaya dia dapat membawa mereka terikat kepada imam-imam kepala?” 22 Tetapi Saulus bertambah semakin kuat, dan membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, dengan membuktikan bahwa Yesus ini adalah Mesias.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah, ini tidak butuh waktu lama. Inilah transformasi langsung. Ini adalah orang yang berpendidikan tinggi. Inilah seseorang yang duduk di kaki Gamaliel yang merupakan guru Yahudi paling terkemuka di dunia saat itu. Dia memahami kekristenan karena dia menentangnya dan berperang melawannya; dan sekarang itu benar terbalik. Dia tahu apa yang dia katakan menentangnya, dan dia sekarang sadar itu semua benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di Damsyik, dia pergi "ke sinagoga-sinagoga". Dan sinagoga itulah yang telah mengirim pesan ke Yerusalem supaya otoritas Yerusalem mengirim penakluk utama Kekristenan mereka, Paulus: “Kirimlah dia ke sini karena Injil sudah sampai di sini. Kami membutuhkan Paulus untuk menghentikannya.” Dan dia langsung kembali ke sana dan berkhotbah disana. Keberanian pria ini sungguh luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak malu akan Injil Kristus, seperti yang tertulis di Roma 1. Apa yang dia katakan ketika dia tiba? Dia memproklamirkan Yesus, mengatakan Dia adalah Anak Allah. Itulah kebenaran Kristen; itu adalah Injil Kristen. Dia adalah Anak Allah. Yesus adalah Mesias. Yesus adalah Allah. Orang-orang Yahudi mengutuk Yesus karena dia menyamakan diri-Nya dengan Allah dengan mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saulus memberitakan Yesus sebagai Allah dalam daging manusia. Roh Kudus memenuhi dia. Dia memberitakan Yesus, dan dia mendukung hal itu. Bagaimana cara membuktikannya? Gunakanlah Perjanjian Lama untuk membuktikannya. Dia adalah seorang sarjana Perjanjian Lama karena dia adalah seorang Ibrani dari orang Ibrani. Dan tiba-tiba Roh Kudus menerangi semua yang dia ketahui tentang Perjanjian Lama, dan semuanya menunjuk kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengalami pengalaman Yesaya 53 sendiri. Dia melihat ke belakang kepada Kristus dan itu meneranginya: “Dia terluka karena pelanggaran kita, Dia diremukkan karena kesalahan kita.” Dia adalah Yang Diurapi Allah. Dia mungkin menyatakan bahwa Yesus adalah penggenapan dari Yesaya 53, bahwa Yesus adalah penggenapan dari Mazmur 22, bahwa Yesus adalah penggenapan dari Mazmur 16, bahwa Yesus adalah Anak Domba terakhir yang digambarkan dalam domba-domba korban lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda mengabarkan Injil dengan membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Tidak masalah untuk menceritakan apa yang telah dilakukan Tuhan dalam hidup Anda. Tetapi Anda harus memberitakan fakta-fakta Injil. Seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 15, “Bagaimanakah orang dapat percaya jika tidak dengar? Dan apa yang harus mereka dengar? Mereka harus mendengar tentang Yesus. Bagaimana mereka akan mendengar tanpa orang pengkhotbah?” Iman itu datang dengan mendengar kebenaran tentang Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka mencoba cari tahu apa yang terjadi pada orang ini dalam transformasi yang mengejutkan semua orang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23-25</b></span><span class="cf1">, “Setelah banyak hari berlalu, orang-orang Yahudi berkomplot untuk membunuhnya. 24 Tetapi rencana jahat mereka diketahui oleh Saulus. Dan mereka mengawasi gerbang kota siang dan malam, untuk membunuhnya. 25 Kemudian para murid membawanya pada malam hari dan menurunkannya dalam sebuah keranjang besar melalui tembok.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Galatia 1:15, Paulus menulis, “Ketika Allah, yang memisahkan aku, memanggil aku melalui anugerah-Nya, dan berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam diriku agar aku dapat memberitakan Dia di antara orang-orang non-Yahudi. Ketika aku bertobat, aku tidak berkonsultasi dengan darah dan daging, dan akau juga tidak pergi ke Yerusalem kepada mereka yang adalah para rasul sebelum aku; tetapi aku pergi ke Arabia Nabatean dan kembali sekali lagi ke Damsyik. Lalu tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang dia lakukan di Arabia Nabatean? Dia menerima wahyu dari Tuhan. Itulah yang dia katakan dalam Galatia 1, Allah memasukkan segala sesuatu ke dalam pikiran rasul Paulus. Setelah dia kembali dari Arab ke Damsyik, orang-orang Yahudi berkomplot untuk membunuhnya. Tetapi rencana mereka diketahui oleh Saulus. Mereka tidak mau dia keluar dari kota, mereka ingin membunuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semuanya itu hanya mengatakan dia punya musuh-musuh baru. Tetapi murid-muridnya membawanya pada malam hari, dan menurunkannya melalui lubang di tembok, dalam keranjang besar. Kota-kota kuno semuanya dikelilingi oleh tembok tinggi, dan di dalam tembok itu ada rumah-rumah, dan jendela mereka ada di luar tembok, dan menonjol menembus tembok. Di tengah malam, Saulus dibawa ke satu rumah dan diturunkan untuk menyelundupkan dirinya keluar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Saulus tiba di Yerusalem, dia mencoba untuk bergabung dengan murid-murid; tetapi mereka semua masih takut kepadanya, dan tidak percaya bahwa dia adalah seorang murid.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Barnabas mengambilnya dan membawanya kepada para rasul. Dan dia menyatakan kepada mereka bagaimana Saulus telah melihat Tuhan di jalan, dan bahwa Dia telah berbicara kepadanya, dan bagaimana dia telah berkhotbah dengan berani di Damsyik dalam nama Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Barnabas sangat dihormati di antara para rasul dan orang percaya, dan dia menjadi pendamping Paulus. Barnabas menjelaskan pertobatan Saulus. Saulus ingin melakukan sesuatu untuk membuat keadaan itu baik lagi, untuk membenarkaninya. Jadi apa yang bisa dia lakukan untuk memvalidasi keinginannya? </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Dan dia berada bersama mereka, bergerak dengan bebas di Yerusalem, berbicara dengan berani dalam nama Tuhan.” Dia melakukan itu selama dua minggu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Galatia 1:18 mengatakan, “Aku datang ke Yerusalem untuk mencari kenal Petrus dan tinggal bersamanya selama 15 hari. Dan saya tidak melihat rasul lain kecuali Yakobus, saudara Tuhan.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Dan dia berbicara dengan berani dalam nama Tuhan Yesus dan berselisih melawan orang-orang Hellenis, tetapi mereka berusaha untuk membunuhnya.” Dia berbicara dan berdebat dengan orang-orang Yahudi Helenistik.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah pertobatannya dia meninggalkan Yerusalem selama tiga tahun. Dia kembali, dan orang-orang yang dulu mengirimnya sekarang ingin membunuhnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Ketika saudara-saudara Kristen tahu hal itu, mereka membawanya ke Kaisarea di pantai dan mengirimnya ke Tarsus. "Paulus, engkau harus keluar dari sini." Dalam Galatia 1:21, dia berkata, “Pada saat itu, aku pergi ke daerah Siria dan Kilikia di mana ada Tarsus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bijaksana dan hati-hati. Mereka tahu kekuatan yang dimiliki pria ini. Mereka tahu betapa bergunanya dia, mereka tahu itu, jadi mereka mengirimnya pulang. Kisah Para Rasul 15:22, “Tampaknya baik bagi para rasul dan penatua dan seluruh jemaat, untuk memilih orang-orang dari antara mereka untuk dikirim ke Antiokhia bersama Paulus, Barnabas dan Silas, orang-orang terkemuka dari saudara-saudara kristen, dan mereka mengirimkan surat ini melalui mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah surat dari Paulus, “Salam para rasul dan saudara-saudara yang adalah penatua, kepada saudara-saudara di Antiokhia dan Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain, salam.” Bagaimana mereka mendapatkan saudara-saudara di Siria dan Kilikia? Mereka mengutus Paulus keluar dari Yerusalem ke kotanya sendiri, dan dia bukan hanya memberitakan Injil kepada orang Yahudi, tetapi juga kepada orang-orang bukan Yahudi. KPR 15:40, “Paulus memilih Silas dan mereka melakukan perjalanan melalui Siria dan Kilikia untuk memperkuat gereja-gereja.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pria ini adalah kuasa besar. Dia pendiri gereja yang luar biasa. Mereka menyuruhnya pergi untuk beristirahat dan dia mendirikan gereja. Gereja itu bertumbuh sampai berlipat ganda; Itu momen luar biasa dalam sejarah rencana penebusan Allah. Pria yang di transformasikan Allah ini, Saulus: Dunia yang dia sentuh merasakan kuasa pria ini dan itu adalah kuasa Allah. Paulus memperlihatkan kuasa itu dengan menjadi hamba yang taat, percaya dan setia berkorban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Maka gereja-gereja di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria mengalami kedamaian dan moral mereka dibangun. Dan berjalan dalam ketakutan akan Tuhan dan dalam penghiburan Roh Kudus, mereka bertumbuh berlipat ganda.” Mengapa mereka menikmati kedamaian? Karena penganiaya agung, Paulus, sudah ditransformasikan. Petrus mengambil alih cerita dalam kitab Kisah Para Rasul sekarang dan Paulus kembali lagi nanti. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Jan 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230122</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Saulus Dibaptis]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001F0"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:10-17" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:10-17</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">John Newton pergi ke laut dan seperti kebanyakan pelaut pada zamannya, dia menjalani kehidupan yang bejat dan memberontak. Selama beberapa tahun, dia bekerja di kapal budak, menangkap budak untuk dijual ke perkebunan di Dunia Baru. Akhirnya, dia menjadi kapten kapal budaknya sendiri. Kombinasi badai di laut pada suatu malam ditambah dengan pembacaannya tentang kesaksian kekristenan akhirnya menyebabkan dia bertobat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia menjadi pemimpin dalam gerakan evangelis di abad ke-18. Dan bersama dengan orang-orang seperti John Wesley, George Whitefield, dan William Wilberforce, dia adalah orang kuat untuk iman Kristen. Di batu nisannya tertulis, “John Newton, yang dulunya seorang kafir, oleh belas kasihan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus dipulihkan dan diampuni, dan ditunjuk untuk memberitakan iman yang telah lama dicoba untuk menghancurkannya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menulis himne yang kita semua suka, Amazing Grace, sebuah anugerah yang dia alami. Ada banyak pembicaraan tentang transformasi. Ada banyak pembicaraan tentang menjadi lebih baik dari keadaan Anda, banyak pilihan dangkal: pakaian baru, atau operasi, atau diet, atau relokasi, atau teman baru, atau menumbuhkan citra diri yang lebih baik. Tetapi tidak ada yang mampu menciptakan transformasi selain kekristenan yang seluruhnys adalah tentang transformasi total.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang tidak bisa mengubah diri mereka sendiri. Yeremia 13:23 berkata, “Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya, atau macan tutul mengganti belangnya? Maka semoga Anda juga berbuat baik yang biasanya melakukan kejahatan. Yeremia 2:22 mengatakan, “Sebab meskipun mereka membasuhmu dengan larutan alkali dan membawa kepadamu banyak sabun, namun kesalahanmu dicatat di hadapan-Ku.” Yeremia 9:4-5 mengatakan, “Setiap orang telah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yeremia juga berkata, “Hati manusia itu licik di atas segalanya dan sangat jahat. Siapa yang bisa mengetahuinya?” Yesaya 1 mengatakan, "Manusia sakit dari atas kepalanya sampai telapak kakinya, dan di antara keduanya." Namun, orang merindukan ada transformasi. Mereka rindu untuk berubah, untuk diselamatkan dari kebejatan mereka sendiri dan juga keadaan eksternal mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada satu yang dapat mengubah seseorang secara total di dalam hatinya dan juga di luarnya dan itulah Allah melalui Injil. Marilah kita lihat satu transformasi yang luar biasa. Bukalah Alkitab di Kisah Para Rasul 9. Jika Anda pernah mempertanyakan kedaulatan Allah dalam keselamatan, pertanyaan itu pasti hilang dalam kisah Saulus. Inilah ilustrasi bahwa Allah adalah pemula keselamatan satu-satunya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namanya adalah Saulus dari Tarsus. Mari saya membacakan cerita dalam KPR 9:10-17, “Ada seorang murid di Damsyik bernama Ananias; dan kepadanya Tuhan berkata dalam sebuah penglihatan, “Ananias.” Dan dia berkata, “Inilah aku, Tuhan.” 11 Maka Tuhan berfirman kepadanya, “Bangunlah dan pergilah ke jalan yang disebut Jalan Lurus, dan tanyalah di rumah Yudas tentang seseorang yang bernama Saulus dari Tarsus, karena lihatlah, dia sedang berdoa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">12 Dan dalam suatu penglihatan Saulus melihat seorang laki-laki bernama Ananias masuk dan meletakkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat.” 13 Kemudian Ananias menjawab, “Tuhan, aku telah mendengar dari banyak orang tentang orang ini, betapa besar kejahatan yang dia lakukan terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan di sini ia mendapat otoritas dari imam-imam kepala untuk mengikat semua orang yang memanggil nama-Mu.” 15 Tetapi Tuhan berkata kepadanya,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Pergilah, karena dia adalah bejana pilihan-Ku untuk memberitakan nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa lain, raja-raja, dan anak-anak Israel. 16 Sebab Aku akan menunjukkan kepadanya berapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung demi nama-Ku.” 17 Dan Ananias pergi dan masuk ke rumah itu; dan meletakkan tangannya di atasnya dia berkata, “Saudaraku Saulus, Tuhan Yesus, yang menampakkan diri kepadamu di jalan ketika kau datang, telah mengutus aku agar kau dapat melihat dan dipenuhi dengan Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">18 Dan segera jatuh dari matanya sesuatu seperti sisik, dan dia mendapatkan kembali penglihatannya, dan dia bangun dan dibaptis; dan dia makan dan menjadi kuat.” Bukan hanya penampakan Yesus yang ajaib di Jalan menuju Damsyik dalam cahaya surgawi yang menyilaukan, tetapi juga perkataan ajaib dari Tuhan kepada seorang pria bernama Ananias dalam sebuah penglihatan; dan penglihatan lain diberikan kepada Saulus yang buta itu untuk memperkenalkan dia kepada Ananias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah peristiwa supranatural. Inilah pertobatan yang tidak seperti pertobatan lainnya. Tetapi kita tidak akan memiliki rasul lain setelah 12 rasul yang asli. Jadi sesuatu yang dramatis dan surgawi dan ajaib dan orang pertama dari Tuhan Yesus harus terjadi jika seorang rasul akan ditambahkan ke jajaran aslinya. Saulus sejak hari itu, benar-benar berubah. KPR 9 memberi kita gambaran awal tentang perubahan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sini kami melihat kesejajaran dengan pengalaman pertobatan kami sendiri. Dan walupun kami tidak mengalami pertobatan yang ajaib, itu tetap dimulai oleh Allah. Pertobatan Anda dan keselamatan Anda ditentukan Allah dari surga. Ingatlah Nikodemus yang bertanya kepada Yesus, “Bagaimana mungkin seorang dapat dilahirkan dari atas?” dan Yesus berkata, “Itulah kelahiran Roh Kudus. Dan Roh itu berhembus ke mana Dia mau, kapan Dia mau dan kepada siapa Dia mau.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang terjadi pada Paulus setelah pekerjaan itu dimulai juga merupakan ilustrasi tentang apa yang terjadi dalam kehidupan setiap orang percaya, dikurangi percakapan dengan Tuhan, dikurangi penglihatan, dikurangi terang dari surga, dikurangi kehadiran Kristus. Masih ada kesamaan dalam apa yang terjadi pada Paulus yang merupakan pengalaman kami sendiri juga. Itu membuat bagian ini sangat indah untuk dilihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama dalam kehidupan yang ditransformasikan adalah pengenalan yang jelas kepada Kristus. Paulus tahu Injil karena tidak seorang pun dapat diselamatkan tanpa Injil. Dalam Roma 10 Paulus berkata, “Bagaimana mereka akan mendengar tanpa seorang pengkhotbah? Mereka tidak dapat berseru kepada Tuhan jika mereka tidak mengenal Dia. Bagaimana mereka akan memanggil seseorang yang belum pernah mereka dengar? Bagaimana mereka akan mendengar kecuali ada seorang pengkhotbah? Berbahagialah kaki orang-orang yang diutus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman datang dengan mendengar kebenaran tentang Kristus. Pada masa itu, gerakan Kekristenan disebut Jalan, karena eksklusivitasnya. Yesus berkata, "Akulah Jalan." Kekristenan adalah satu-satunya jalan. Tidak ada keselamatan dalam cara lain, satu-satunya jalan, kebenaran, dan kehidupan. Kesempitan dan eksklusivitas Kekristenanlah yang sangat disadari oleh Paulus, dan tidak ada jalan lain, termasuk Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sinilah transformasi dimulai dengan pemahaman Injil dan pengakuan Yesus sebagai Tuhan. 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Jadi jika Anda sedang mencari perubahan hidup dari dalam sampai ke luar, Anda hanya dapat melihat kepada Kristus di mana ada transformasi. Perjanjian Baru mengatakan, orang yang sudah mati dalam dosa menjadi hidup untuk kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ikuti tanggapan Paulus di </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Ada seorang murid di Damsyik bernama Ananias dan Tuhan berkata kepadanya dalam sebuah penglihatan, 'Ananias.' Dan dia berkata, 'Inilah aku, Tuhan.'” Tuhan berkata, 'Bangunlah dan pergi ke jalan yang disebut Lurus, dan tanyakan di rumah Yudas untuk seorang pria dari Tarsus bernama Saulus, karena dia sedang berdoa, dan dia telah melihat dalam penglihatan Ananias masuk dan meletakkan tangannya di atasnya, sehingga dia mendapatkan kembali penglihatannya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini benar-benar luar biasa. Tuhan memberikan kepada Ananias penglihatan tentang Paulus, dan memberikan kepada Paulus penglihatan tentang Ananias. Ini adalah Allah yang secara ajaib menciptakan dasar di mana kedua pria ini dapat bertemu. Nah, Saulus itu buta. Dia telah dibutakan oleh cahaya hadirat Tuhan Yesus Kristus yang menyala-nyala, dan dia dalam kebutaan itu dibawa ke Damsyik dan ditinggalkan di sana di rumah seseorang bernama Yudas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia lagi apa selama tiga hari? Boleh dibilamg dia puasa dan berdoa selama tiga hari karena perhatikan di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Tuhan berkata kepada Ananias, ‘Pergilah ke rumah. Kau akan menemukan seorang laki-laki dari Tarsus bernama Saulus, karena dia sedang berdoa.” Inilah hal kedua yang terjadi pada seseorang yang ditransformasikan, mereka segera masuk ke dalam ketergantungan dan persekutuan dengan Allah. Benar-benar hal yang menakjubkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di KPR 22 di mana Paulus bersaksi, dengarkanlah apa yang dia katakan tentang Ananias. “Ada seorang bernama Ananias, seorang pria yang saleh menurut standar hukum, dan dianggap orang baik oleh semua orang Yahudi yang tinggal di sana.” Ananias, setelah peristiwa ini, menghilang sama sekali dari Kitab Suci dan menghilang secara tiba-tiba seperti kemunculannya, dan kami tidak tahu apa-apa lagi tentang dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Allah memilih dia untuk menggunakannya secara providensial sebagai alat-Nya di hari-hari awal kehidupan Paulus. Jadi bagi Saulus ada seruan untuk bersekutu dengan Allah. Dia biasa berdoa doa orang Farisi. Sekarang dia berdoa dalam ketergantungan yang buta dan tak berdaya. Dia mencoba mengerti apa yang baru saja terjadi padanya. Doa itu hanyalah jiwa seorang Kristen yang bergerak di bawah tekanan kehadiran Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua yang pernah dia harapkan, semua yang dia percayai, semua yang dia usahakan, semua pencapaian religius, semua penghargaan rohani adalah pupuk. Dia menangis untuk semua yang dia butuhkan karena semua yang dia miliki telah hilang. “Saya menganggap semuanya hilang,” katanya dalam Filipi 3:7. Dan doa itu bukanlah percakapan sepihak, dan Paulus mempelajarinya dengan sangat cepat, karena Ananias diberi penglihatan yang sesuai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus telah melihat dalam suatu penglihatan seorang pria bernama Ananias masuk dan meletakkan tangannya ke atas dia sehingga dia dapat melihat kembali. Jadi Ananias tahu untuk pergi menemui Paulus. Paulus tahu Ananias akan datang, meskipun Paulus buta. Ini adalah indikasi bahwa Allah memegang kendali mutlak dan total atas pikiran dan otak manusia. Dia mengarahkan masing-masing orang ini. Dia menyatukan mereka. Ini adalah pekerjaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan adalah karya Allah: secara ajaib dalam kasus Paulus, secara providensial dalam kasus kita semua. Jadi Allah telah memerintahkan peristiwa itu, dan kita lihat, pertama-tama, transformasi dimulai dengan pengenalan akan Kristus, dan kemudian itu dilanjutkan dengan doa yang sungguh-sungguh. Persekutuan baru, udara baru untuk dihirup, di hadirat Allah. Kami berseru kepada-Nya untuk semua yang kami butuhkan, dan Dia mendengar dan menjawab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada realitas ketiga dalam keselamatan yang berkaitan dengan tindakan yang harus kita lakukan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Ananias menjawab, ‘Tuhan, aku telah mendengar dari banyak orang tentang orang ini, betapa banyak kejahatan yang dia lakukan terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.’ Dia berkata, “Tuhan, haruskah aku benar-benar pergi dan menemukan orang ini? </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Dia memiliki otoritas dari imam-imam kepala untuk mengikat semua orang yang memanggil nama-Mu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gagasan untuk mencari Saulus sepertinya gila karena Ananias tidak tahu tentang pertemuan di Jalan Damsyik. Pengungsi Yahudi telah tersebar keluar dari Yerusalem dan Yudea. Dan pastilah ada informasi yang dikirimkan oleh orang-orang percaya yang teraniaya ini. Jadi reputasi jahat Saulus telah medahuluinya, dan Ananias tidak yakin apakah dia benar-benar ingin melakukan apa yang Allah perintahkan untuk dilakukan dalam penglihatan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan mengurangi sedikit rasa takut dari hal ini dengan mengatakan, “Dia sedang berdoa.” Jadi dia tidak menegur Ananias. Dia mendorongnya dengan fakta bahwa dia sedang berdoa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15-16</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Tuhan berkata kepadanya, “Pergilah, karena dia adalah bejana pilihan-Ku untuk membawa nama-Ku di hadapan orang-orang bukan Yahudi, raja-raja, dan anak-anak Israel. 16 Sebab Aku akan menunjukkan kepadanya berapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung demi nama-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kau tidak perlu takut karena Aku memerintahkan kau untuk pergi. Engkau tidak perlu takut karena dia adalah bejana pilihan-Ku untuk menjadi seorang pengkhotbah Injil yang dulunya dia aniaya. Dia adalah instrumen pemilihan.” Panggilan untuk melayani adalah panggilan dari Allah, sama seperti panggilan untuk keselamatan adalah panggilan dari Allah. Dia, dengan cara yang unik, secara ajaib dipanggil secara pribadi oleh Juruselamat, untuk menjadi seorang rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Galatia 1:1, Paulus berkata bahwa dia adalah seorang rasul, bukan diutus oleh manusia, tetapi melalui Yesus Kristus dan Allah Bapa yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Paulus, seorang rasul, adalah bejana pilihan Allah untuk menanggung nama Tuhan Yesus Kristus dan untuk memberitakan Injil di hadapan bangsa-bangsa lain, dan juga raja-raja seperti yang kita lihat di akhir Kisah Para Rasul; dan juga anak-anak Israel. Dan dia menjadi misionaris dan rasul bagi bangsa-bangsa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia dipilih, dan dia akan menderita. “Dan Aku akan menunjukkan kepadanya betapa dia harus menderita demi nama-Ku.” Dia tidak akan menjadi orang yang menganiaya orang lain, dia akan menjadi orang yang menderita. Seluruh hidupnya benar-benar terbalik. Dia sekarang percaya pada Dia yang dia aniaya dulu. Dia sekarang mengakui Dia sebagai Tuhan. Dia sekarang bertindak dalam ketaatan kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 22, Paulus memberikan kesaksian, Ananias berkata, “Allah nenek moyang kita telah menetapkan kalian untuk tahu kehendak-Nya dan untuk melihat Yang Benar (yaitu Mesias, Tuhan Yesus Kristus) dan untuk mendengar ucapan dari mulut-Nya, karena kalian akan menjadi saksi bagi-Nya kepada semua orang tentang apa yang telah kalian lihat dan dengar. Nah bangunlah dan dibaptislah dan bersihkan dosa-dosamu, memanggil nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17-18</b></span><span class="cf1">, “Maka Ananias pergi dan masuk ke rumah itu, dan setelah meletakkan tangannya ke atasnya dia berkata, 'Saudaraku Saulus, Tuhan Yesus, yang menampakkan diri kepadamu di jalan yang kau lalui, telah mengutus aku supaya engkau dapat memperoleh kembali penglihatanmu dan dipenuhi dengan Roh Kudus. 18 Dan segera jatuhlah dari matanya sesuatu seperti sisik, dan dia mendapat kembali penglihatannya, dan dia bangun dan dia dibaptis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dilambangkan baptisan? Pemakaman kita, dan kematian Kristus, dan kebangkitan kita menuju kehidupan yang baru di dalam Kristus. Tetapi juga, itu melambangkan persatuan kita dengan semua orang percaya lain, benar? Kita semua adalah satu tubuh,” Efesus 4. Jadi baptisan bukan hanya melambangkan penguburan pribadinya dengan Kristus dan kebangkitan di dalam Kristus, tetapi juga melambangkan kesatuannya dengan persekutuan. Rupanya, Ananias membaptisnya. Dia memiliki keluarga baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 2:19, “Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dengan orang-orang kudus dan adalah dari keluarga Allah. Kalian telah dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, Kristus Yesus sendiri menjadi batu penjuru, yang di atasnya seluruh bangunan diperlengkapi untuk bertumbuh menjadi bait suci bagi Tuhan yang di dalamnya kalian juga dibangun bersama menjadi tempat tinggal Allah di dalam Roh.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Jan 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230115</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001F0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertobatan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2023"><![CDATA[2023]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001EF"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:1-9" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:1-9</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus adalah penulis 13 kitab Perjanjian Baru. Paulus adalah tokoh dalam kitab Kisah Para Rasul, dia adalah pemain utama setelah Tuhan kami naik kembali ke surga. Dia telah menjadi teladan pelayanan, pola untuk diikuti dalam segala hal. Dia adalah penulis buku-buku Alkitab yang diilhami yang membentuk teologi kami dan pemahaman kami tentang Injil. Dia adalah orang yang saya ikuti sebagaimana dia mengikuti Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertobatannya adalah salah satu kisah besar dalam sejarah manusia. KPR 9 memberi tahu kami pertobatan Saulus, yang namanya akhirnya diubah menjadi Paulus. Begitu hebatnya transformasi itu sampai perlu dicerminkan dalam namanya. Pentingnya pertobatannya ditunjukkan oleh fakta bahwa hal itu mengisi sebagian besar kitab Kisah Para Rasul. Pertobatannya lagi, diulangi dalam KPR 22 dan KPR 26.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertobatan pria ini adalah kejadian di mana masa depan gereja berubah, dan karena pentingnya pertobatannya, itu pantas menjadi pertobatan unik karena dia adalah individu yang unik. Sejak lahir, seorang Yahudi; dengan keyakinan, seorang Farisi; dengan kewarganegaraan, seorang Romawi; dengan pendidikan, seorang Yunani; dan kemudian oleh anugerah, seorang Kristen. Dia menjadi seorang misionaris, seorang teolog, seorang pengkhotbah semuanya pada saat yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami bertemu dengannya di KPR 7:58, ketika penginjil yang setia Stefanus telah mengkhotbahkan khotbahnya yang luar biasa, mulai dengani sejarah Perjanjian Lama dan berpuncak pada kedatangan Mesias, Tuhan Yesus Kristus yang telah dikhianati dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Mereka menyerangnya dengan melempari dia dengan batu sampai mati; dan sebelumnya mereka meletakkan jubah mereka di kaki seorang pemuda bernama Saulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Kisah Para Rasul 8:1 mulai dengan, “Saulus sangat setuju untuk membunuh dia.” Dan pada hari itu, penganiayaan besar mulai terhadap gereja di Yerusalem dan mereka semua tersebar ke seluruh wilayah Yudea dan Samaria, kecuali para rasul. Saulus adalah penganiaya besar gereja mula-mula yang menyebabkan gereja itu tercerai-berai. Setelah melihat pelayanan Filipus, sekarang kami sampai pada Saulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata-kata dan sikap Stefanus akhirnya berperan dalam akhir karier yang meningkat bagi seorang pemuda Farisi bernama Saulus, dan merupakan titik kritis dalam dirinya menjadi penginjil yang paling efektif dalam sejarah. Marilah saya memberi tahu kalian sedikit tentang Saulus. Rumahnya ada di Tarsus. Itu adalah sebuah kota di Asia Kecil. Hari ini, itu akan berada di perbatasan Suriah dan Turki. Pada masa itu, Tarsus adalah kota yang terkenal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayah Saulus adalah warga negara Romawi, tetapi orang Yahudi. Dia mewariskan aset Yudaisme dan kewarganegaraan Romawi kepada putranya. Ayahnya juga seorang Farisi dan Saulus mewarisi tradisi Farisinya. Kesaksiannya dalam Filipi 3 mengatakan, "Saya disunat pada hari kedelapan, dari suku Benyamin, seorang Ibrani dari Ibrani - yang berarti “sepenuhnya mengabdi kepada hukum."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekitar usia 13 tahun, kemungkinan besar Saulus diutus ke Yerusalem. Mengapa? Karena keluarganya ingin dia mempelajari Yudaisme di tingkat tertinggi di bawah seorang guru bernama Gamaliel. Hukum itu tidak pernah lebih indah daripada ketika diartikulasikan oleh Gamaliel. Saulus tegar, bersemangat, dan legalistik, seorang Farisi tradisional. Saulus muda ini pasti menjadi anggota orang Farisi di kota Tarsus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, pada saat kejadian Stefanus, dia sudah kembali ke Yerusalem. Kami tahu dia sangat gelisah karena dia adalah seorang Yahudi Helenistik. Dan Stefanus telah beredar di banyak sinagoga Helenistik di Yerusalem dan memberitakan Yesus Kristus. Dan ada orang-orang yang bertobat, dan orang-orang baru yang percaya Yesus mengatakan bahwa Dia mati untuk membayar hukuman dosa, dan Dia bangkit dari kematian untuk memberi keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka memberitakan Kristus yang telah bangkit. Gereja itu berkembang dan ribuan orang menjadi percaya, dan dia sangat marah. Dia mungkin mencoba berdebat dengan mereka di sinagoga. Dia benar membungkamkan Stefanus, bukan dengan argumen, tetapi dengan eksekusi. Dia kemudian menjadi pemimpin gerakan itu dengan kuasa kepemimpinannya dan hasratnya untuk membasmi agama Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah membersihkan Yerusalem dari orang-orang yang dia yakini sebagai bidat yang mengancam agama Yudaisme, dia memutuskan untuk mengejar mereka. Tidaklah cukup bahwa mereka meninggalkan Yerusalem; dia ingin membasmi mereka dimanapun mereka berada. Dia mendengar bahwa sekelompok dari mereka telah pergi ke Damsyik dan dia dapat izin untuk pergi ke Damsyik, dan dari situlah kami mulai di KPR 9.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>KPR 9:1-2</b></span><span class="cf1">, “Maka Saulus, yang masih mengobarkan ancaman dan pembunuhan terhadap murid-murid Tuhan, pergi menghadap imam besar 2 dan minta surat darinya ke pada sinagoga-sinagoga di Damsyik sehingga jika dia menemukan siapa pun dari ‘Jalan”, apakah pria atau wanita, dia ingin membawa mereka yang diikat ke Yerusalem.” Dia meluncurkan kampanye sengit, dan dia mulai dengan serangan ke Damsyik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan otoritas itu, Saulus berangkat ke Damsyik. Itu adalah kota putih di kawasan hutan hijau pepohonan. Damsyik itu disebut, "firdaus di bumi." Ada komunitas Yahudi besar di sana. Itu adalah ibu kota Suriah di zaman kuno. Ada seorang Kristen yang memimpin orang-orang Yahudi yang baru bertobat ini, dan namanya adalah Ananias. Kami akan bertemu dengannya di KPR 9:10. Dia adalah pemimpin penting di kota itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Menjadi milik Jalan" adalah istilah awal untuk menggambarkan kekristenan. Karena orang Kristen percaya bahwa satu-satunya jalan menuju ke Allah adalah melalui Yesus Kristus. Mereka mengacu kembali pada kata-kata Tuhan kami, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” Siapa saja yang diasosiasikan dengan eksklusivitas Injil Kristen ini disebut “Jalan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saulus tidak pergi sendirian. Dia pergi dengan polisi bait suci. Sejarawan memberi tahu kami bahwa karavan kesitu biasanya makan waktu sekitar enam hari. Dan kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 3-7 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Saat dia melakukan perjalanan dia mendekati Damsyik, dan tiba-tiba sebuah cahaya bersinar di kelilingnya dari surga. 4 Kemudian dia jatuh ke tanah, dan mendengar suara yang berkata kepadanya, "Saulus, Saulus, mengapa kau menganiaya Aku?" Dan dia berkata, “Siapakah Engkau, Tuhan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Tuhan berkata, “Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. Sulit bagimu untuk menendang melawan galah itu.” 6 Jadi dia, dengan gemetar dan heran, berkata, “Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan?” Kemudian Tuhan berkata kepadanya, “Bangunlah dan pergilah ke kota, dan kau akan diberi tahu apa yang harus kaulakukan.” 7 Dan orang-orang yang berjalan bersamanya berdiri tanpa berkata-kata, mereka mendengar suara tetapi tidak melihat siapa pun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9, </b></span><span class="cf1">“Lalu bangunlah Saulus dari tanah, dan ketika matanya terbuka, dia tidak dapat melihat siapa pun. Tetapi mereka menggandengnya dan membawanya ke Damsyik. 9 Dan dia tidak bisa melihat selama tiga hari, dan dia tidak makan atau minum.” Apakah yang terjadi? Tuhan Yesus Kristus datang dari surga dan menghentikannya. Dan kemudian berbicara dengannya dan memberitahunya bahwa dia salah dan membuatnya buta selama tiga hari.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertimbangkanlah </span><span class="cf1"><b>empat hal</b></span><span class="cf1">. Pertama, </span><span class="cf1"><b>kontak ilahi</b></span><span class="cf1">, kedua </span><span class="cf1"><b>keyakinan ilahi</b></span><span class="cf1">, ketiga </span><span class="cf1"><b>pertobatan ilahi</b></span><span class="cf1">, dan terakhir </span><span class="cf1"><b>persekutuan ilahi</b></span><span class="cf1">. Kontak ilahi itu datang dalam ayat 3: "Saat dia bepergian, waktu dia mendekati Damsyik, tiba-tiba ada cahaya dari surga yang melintas di sekelilingnya." Sebuah ilustrasi lain bagaimana Roh Kudus itu membuat segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beginilah caranya keselamatan itu terjadi. Itu selalu merupakan kehendak Allah yang berdaulat. Itu selalu menjadi tujuan-Nya. Itu terjadi karena kuasa-Nya dan ketetapan-Nya. Inilah kontak ilahi Allah pada Saulus. Nah tidak semua orang yang diselamatkan memiliki pengalaman seperti ini. Saya tentu saja tidak dan Anda juga tidak. Namun dalam kasus Saulus, Yesus memanggilnya dengan penampilan yang menyala-nyala, meremukkan dan sangat efektif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 22 dan KPR 26 Paulus memberikan kesaksiannya ketika dia dipanggil ke pengadilan. Bab-bab itu memberi tahu kami saat itu sekitar tengah hari, di mana matahari itu paling tinggi. Tetapi ada sesuatu yang jauh lebih terang daripada matahari karena kami membaca dalam Kisah Para Rasul bahwa cahaya yang lebih terang dari matahari terlihat di atas matahari, menyinari Paulus dan semua orang yang berjalan bersamanya. Dan seluruh kelompok kemudian jatuh ke tanah karena ketakutan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 26 mengatakan, “Orang-orang itu bangun, tetapi Saulus tetap terbaring di tanah.” KPR 22:9 mengatakan, “Mereka mendengar suara, mereka mendengar bunyi, tetapi mereka tidak dapat mengerti.” Yohanes 12:29 mengatakan, “Maka kerumunan orang yang berdiri dan mendengarnya mengatakan bahwa itu adalah guntur, yang lain mengatakan seorang malaikat telah berbicara kepadanya.” Kristus telah berbicara di sana kepada Saulus, dan orang-orang mendengar suara itu, tetapi tidak dapat membedakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Saulus melihat Yesus. Lihatlah ayat 17, “Ananias kemudian pergi dan masuk ke rumah, dan setelah meletakkan tangannya di atas Saulus berkata, ‘Saudara Saulus, Tuhan Yesus yang menampakkan diri kepadamu di perjalanan,” itu sendiri sudah bukti cukup. Lihatlah ayat 27, Barnabas memegang dia, membawanya kepada para rasul, dan menjelaskan kepada mereka bagaimana Paulus telah melihat Tuhan di jalan menuju ke Damsyik. Paulus telah melihat Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kami melihat dalam ayat 4 </span><span class="cf1"><b>keyakinan ilahi</b></span><span class="cf1">. Dalam membawa seseorang kepada keselamatan, ada kontak awal yang dimulai Allah, dan kemudian ada keinsafan akan dosa. Dan di mana ada keselamatan sejati, di situ ada keyakinan tulen itu. Dan ayat 4 mengatakan, “Ia jatuh ke tanah dan mendengar suatu suara berkata kepadanya, ‘Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?’” Ia tidak tahu siapakah mengatakan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kami mengidentifikasikan bagi kami kenyataan ini bahwa menganiaya umat-Nya berarti menganiaya Dia. Dia tidak dapat dipisahkan dari umat-Nya sehingga setiap serangan yang ditujukan kepada kami adalah pukulan yang ditujukan kepada-Nya. Menganiaya kami adalah menganiaya Dia. Dosa yang paling utama adalah dosa menolak Yesus Kristus. Masalah keyakinan bukanlah bahwa pria itu pembohong, atau tidak bermoral; kejahatannya adalah penolakan terhadap Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pekerjaan Roh Kudus, kata Tuhan kami di Yohanes 16, “Adalah untuk menginsafkan dunia akan dosa karena mereka tidak percaya kepada-Ku.” Itu adalah dosa yang tidak dapat diampuni. Dan Saulus benar-benar hancur dengan dakwaan itu: "Engkau menganiaya Anak Allah." Itulah keyakinan yang harus ada di dalam hati. Dan itu mengarah pada pertobatan ilahi di ayat 5, “Dan dia berkata, “Siapakah Engkau, Tuhan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia belum pernah melihat Yesus sebelumnya. Ini adalah Yesus dalam wujud-Nya yang dimuliakan. Tetapi dia segera menyadari bahwa dia telah didakwa karena menganiaya Yesus yang adalah Tuhan. Dan Yesus berkata dalam KPR 22:8, “Akulah Yesus dari Nazaret, yang kau aniaya.” Yesus telah menarik perhatian Paulus, dan mengisinya dengan rasa takut akan hukuman, dan menyampaikan kebenaran tentang diri-Nya sendiri: "Akulah Yesus dari Nazaret."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus (Saulus) tahu Injil Kristen dengan baik. Dia adalah seorang teolog yang berpendidikan tinggi. Karena ada bidat itulah dia membunuh orang-orang ini. Dia tahu apa yang mereka katakan. Dia tahu mereka sedang memproklamirkan bahwa Yesus adalah Mesias, orang ini sebagai Anak Allah. Orang ini adalah korban pilihan Allah untuk dosa-dosa kami. Orang ini telah bangkit dari kematian. Orang ini telah diurapi oleh Allah sebagai Yang Benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hatinya hancur dalam pertobatan dan kesedihan, dan pada saat yang sama ia disembuhkan dalam iman. Pertobatannya sangat mengejutkan, dan tiba-tiba. semua keraguannya terhapus dan dia segera tahu kebenarannya. Pertobatan Paulus telah membingungkan orang. Renan, seorang ateis Prancis, mengatakan itu adalah hati nurani yang gelisah, kelelahan karena perjalanan, dan demam mendadak yang menyebabkan halusinasi Paulus. Itu tidak mungkin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saulus menanyakan, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Jawabannya datang kembali, “Aku adalah Yesus.” Dia menggunakan nama pribadi-Nya, karena kata Yesus berarti “Yehuwa menyelamatkan.” Itu adalah pertempuran yang sangat sulit bagi Saulus. Dia telah menendang melawan galah. Apakah artinya? Galah itu adalah alat tajam dan runcing yang digunakan untuk menusuk, jadi itu sakit sekali, dan orang biasa menggunakannya untuk menusuk, kaki lembu itu supaya dia tetap bergerak maju.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya menendang melawan galah? Itu berarti menyakiti diri sendiri dengan terus melakukan apa yang kau lakukan. Dia benar-benar memukul hati nuraninya sendiri dengan menentang Allah. Anda tidak bisa melawan Allah, memberontak melawan Allah dan tidak merasa kesakitan. Jadi semua ini hanya untuk memberi tahu kami tentang pertemuan yang luar biasa ini. Paulus menanggapi semua itu dengan penyesalan penuh kerendahan hati, dan langsung terjadilah</span><span class="cf1"><b> pertobatan ilahi</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Timotius 1:12-13 adalah kesaksian Paulus kepada Timotius, “Dan aku mengucap syukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita yang telah memampukan aku, karena Dia menganggap aku setia, dengan menempatkan aku dalam pelayanan, 13 meskipun aku dulu seorang penghujat, seorang penganiaya, dan seorang pria kurang ajar; tetapi saya memperoleh belas kasihan karena saya melakukannya dengan bodoh dalam ketidakpercayaan. 14 Dan anugerah Tuhan kami sangat melimpah, dengan iman dan kasih yang ada di dalam Kristus Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 3:7-9 memberi tahu kami apa yang ada di dalam hatinya, “Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, kuanggap rugi karena Kristus. Lebih dari itu, aku menganggap semua hal sebagai hal yang hilang mengingat nilai pengenalan Kristus Yesus Tuhanku yang jauh lebih tinggi, yang untuknya aku telah menderita kehilangan segala sesuatu, dan menganggapnya sebagai sampah agar aku dapat memperoleh Kristus, yang adalah kebenaran yang datang dari Allah berdasarkan iman.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hanya ada satu komponen terakhir: </span><span class="cf1"><b>persekutuan ilahi</b></span><span class="cf1">. Ayat 9: “Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat, tidak makan dan tidak minum.” Apakah yang dia lakukan? Hal terakhir yang dia lihat sebelum dia menjadi buta adalah kehadiran kemuliaan Yesus yang menyala-nyala. Pemandangan itu mendominasi matanya yang sekarang buta. Rasa bersalah yang besar membebaninya. Dia punya banyak hal untuk dipikirkan selama tiga hari, benar? Semua yang dia anggap berharga menjadi sampah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan terjadi secara tiba-tiba, tetapi kedalamannya seringkali dimengerti secara perlahan. Dia memiliki teman yang sekarang menjadi musuh, dan musuh yang tidak tahu mereka akan menjadi teman. Selama tiga hari, dia berkomunikasi dengan Tuhannya. Dan kemudian ada kontemplasi dan persekutuan yang memikirkan secara mendalam tentang keajaiban ini. Nah, itulah awalnya. Masih banyak lagi yang akan terjadi bahkan mengenai pertemuan ini dengan apa yang kami lihat di minggu depan. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20230108</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001EF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anak Janji]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001EE"><div class="imTAJustify"><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 2:33 mengatakan, “Bapa-Nya dan ibu-Nya takjub akan apa yang dikatakan tentang Dia.” Apa yang sangat menakjubkan pada permulaan adalah begitu banyak yang dikatakan tentang Dia sebelum Dia lahir. Maria, seorang remaja dan Yusuf, juga seorang remaja muda bukanlah yang luar biasa. Kami tahu nama-nama karena silsilah mereka diberikan, dan mereka pasti berasal dari garis keturunan Daud.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Silsilah Yusuf ada di Matius dan silsilah Maria ada di Lukas. Tetapi itu tidak memberi tahu kami apa pun tentang pendidikan mereka. Mereka sebagai remaja terlalu muda untuk mencapai sesuatu yang signifikan, Dan dari surga datanglah para malaikat pengunjung, dan Allah berbicara untuk pertama kalinya dalam empat abad. Dan itu terjadi bagi seorang anak laki-laki dan seorang gadis muda di tempat yang tidak jelas; tetapi malaikat surgawi itu muncul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pesannya sangat teliti dan begitu lengkap sehingga mereka semua kaget karena jelas belum pernah ada anak seperti ini. Mereka belum menikah; mereka hanya bertunangan. Mereka belum bersetubuh; ini adalah seorang gadis perawan dan calon suaminya, seorang pemuda murni. Mereka akan mendapatkan seorang anak yang seluruh jalan hidup-Nya dan nasib-Nya diberikan kepada mereka sebelum anak itu lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Enam bulan sebelumnya, seorang malaikat memberi tahu Zakharia dan Elizabet, yang sudah terlalu tua untuk mendapat anak, bahwa mereka akan mengandung seorang anak yang akan menjadi pendahulu Mesias, Yohanes Pembaptis. Dan bahwa dia akan dipenuhi Roh Kudus dari rahim ibunya, dan bahwa dia juga akan memiliki pelayanan besar dan dia akan mengabarkan kebenaran, dan mengumumkan kedatangan sang Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini tidak seperti mujizat yang terjadi di dalam rahim Maria, tanpa ada bapa manusia. Anak Allah itu akan datang. Betapa besar kehidupan anak itu, betapa besar nasib anak itu, alangkah besar dampak anak itu, betapa besar pengaruh anak itu, dan semua detail kehidupan-Nya dan karakter-Nya serta pencapaian dan pengaruh-Nya, semua diberi sebelum kelahiran-Nya. Maria tidak menanyakan apa-apa karena begitu banyak wahyu telah diberikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertanyaan yang diajukan Maria adalah, “Bagaimana ini bisa terjadi?” Kata Lukas 1 Gabriel itu muncul di Nazaret kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang pria bernama Yusuf, dari keturunan Daud. Maria juga harus berasal dari garis keturunan Daud karena anak itu akan diberi darah raja. Tetapi melalui garis keturunan bapa-Nya Dia akan ada hak untuk memerintah, jadi dalam suatu cara, Dia harus datang dari keturunan Yusuf.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Nama perawan itu adalah Maria." Tidak ada nama keluarga, tidak ada sejarah. Malaikat itu datang kepadanya, di ayat 28, dan berkata, “Salam, yang terkasih! Tuhan menyertai Anda.” Ayat 29 mengatakan, “Dia sangat bingung dengan pernyataan ini, dan terus memikirkan salam macam apakah ini.” Ayat 30 menunjukkan bahwa dia takut: “Jangan takut.” Memang masuk akal untuk berasumsi bahwa dia ketakutan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada pengunjung malaikat yang muncul dan memberinya pesan yang luar biasa: bahwa dia akan mengandung di dalam rahimnya dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan putra itu akan menjadi Anak Yang Mahatinggi dan, di ayat 35, “Anak Allah.” Kata-kata yang paling mencengangkan yang pernah diucapkan tentang anak mana pun diucapkan tentang Tuhan Yesus Kristus kepada orang tua-Nya yang muda, kaget dan terkejut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menyimpulkan semuanya, malaikat itu berkata di ayat 32, “Dia akan menjadi besar.” Dan itu kelihatannya meremehkan, benar? Sudah jelas bahwa Dia hebat. Ketika mengikuti kisah Yesus melalui Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, sudah jelas Dia memiliki kuasa yang belum pernah ditunjukkan oleh orang lain di dunia. Dan berulang kali dikatakan bahwa orang-orang itu sangat kagum dengan pengajaran-Nya, kata-kata-Nya dan hikmat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka takjub akan mujizat-mujizat-Nya. Mereka takjub akan kuasa penyembuhan-Nya. Mereka kagum pada kendali-Nya atas kuasa-kuasa neraka, setan-setan. Mereka kagum pada kendali-Nya atas angin dan air dan kendali-Nya atas alam. Ternyata Dia adalah pria yang luar biasa. Tetapi pada awalnya, Maria hanya bisa berkata, “Bagaimana ini bisa terjadi?” dan kagum pada hal-hal yang dikatakan tentang Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan setelah Dia lahir, ada hal-hal menakjubkan yang dikatakan tentang Dia di Bait Suci ketika Dia dibawa ke sana untuk pentahbisan dan sunatan: hal-hal menakjubkan yang dilakukan Simeon, seorang kudus tua yang menunggu penebusan Israel; hal-hal menakjubkan oleh Anna, orang kudus tua lainnya yang menunggu kedatangan Mesias; semua hal menakjubkan yang dikatakan tentang anak ini. Dia adalah anak terhebat yang pernah dilahirkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada orang yang dapat menerima semua upeti yang telah diterima Kristus. Silahkan ambil semua manusia yang pernah hidup dan dicatat sebagai orang-orang penting, menggabungkanlah mereka semua dengan semua yang pernah dikatakan tentang mereka digabungkan, dan itu bahkan tidak mendekati apa yang telah dikatakan tentang Anak ini. Ketika memikirkannya dari pihak Yusuf dan Maria, itu menakjubkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang kita pelajari tentang Anak ini? Apa yang diberitahukan kepada mereka? Pertama-tama, Anak ini adalah Allah. Lihatlah Lukas 1:32, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Yang Mahatinggi.” Maha Tinggi adalah gelar bagi Allah. Itu adalah El Elyon dalam bahasa Ibrani. Perjanjian Lama menyebut Allah sebagai Yang Mahatinggi sebanyak 28 kali, 19 kali di antaranya dalam kitab Mazmur. Judul ini pertama kali muncul dalam Kejadian 14:18.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengendalikan seluruh umat manusia. Kata Daniel 5:18, “O raja, Allah Yang Mahatinggi memberikan kedaulatan, kebesaran, kemuliaan dan keagungan kepada Nebukadnezar ayahmu.” Ayat 21, “Yang Mahatinggi berkuasa atas alam manusia dan . . . Dia menetapkan yang memerintah atasnya siapa saja yang Dia kehendaki.” Dia tidak ada bandingannya. Dia adalah Allah Yang Maha Tinggi. Jadi gelar itu, jelas mengacu pada Dia yang berkuasa atas bangsa-bangsa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gelar ini, Yang Mahatinggi, adalah salah satu keberdaulatan agung. Tidak ada gelar yang lebih meninggikan sifat Allah selain gelar itu. Tidak ada yang setara, tidak ada yang lebih tinggi. Dan bayi kecil ini, menurut Kitab Suci, "akan disebut Anak Yang Mahatinggi." Lihatlah ayat 35, “Anak itu akan disebut Anak Allah.” Dikatakan bahwa Dia memiliki sifat yang sama dengan Allah. Meskipun seorang anak Maria, Dia adalah Anak Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Anak yang kekal, ditanam di dalam rahim Maria oleh Roh Kudus tanpa bapa manusia. Mungkin dapat dikatakan bahwa Maria, dalam arti tertentu, adalah ibu pengganti. Dia adalah kehidupan Allah sendiri, esensi Allah. “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu ada bersama Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Dan untuk membuktikan bahwa, “Tidak ada yang diciptakan yang tidak diciptakan oleh-Nya.” Dia adalah Allah Pencipta, Allah yang berdaulat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada penulis dalam Perjanjian Baru yang lebih jelas menunjukkan arti menjadi Anak Allah daripada Yohanes. Bukalah Yohanes 5, salah satu tempat tertentu di mana Tuhan kita menyatakan sifat-Nya sebagai Allah. Seperti biasa, orang-orang Yahudi menganiaya Yesus karena Dia menyembuhkan orang pada hari Sabat, di ayat 17, “Tetapi Dia menjawab mereka, ‘Bapa-Ku sedang bekerja sampai sekarang, dan Aku sendiri sedang bekerja.'”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah pernyataan yang menakjubkan. Apa yang Dia katakan adalah Allah terus bekerja pada hari Sabat, bahkan setelah menciptakan selama enam hari. Dan kami membaca, “Allah beristirahat”; Dia tidak beristirahat dari pekerjaan-Nya sebagai Allah. Dia tidak beristirahat dari menopang alam semesta. Dia tidak pernah tidur, Dia tidak tertidur, Dia tidak menjadi lelah, Dia tidak pingsan. Dia hanya beristirahat dari penciptaan, tetapi Dia tidak tertidur atau putus hubungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menopang seluruh alam semesta dengan kehadiran-Nya dan kuasa-Nya. Jadi Yesus mengatakan, "Hari Sabat tidak berlaku bagi Allah, dan itu juga tidak berlaku bagi-Ku." Markus 2:27 mengatakan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia.” Yesus sedang membuat pernyataan yang mencengangkan: “Setidaknya ada dua orang yang menganggap Sabat tidak penting: Allah dan Aku. Dia bekerja, dan Aku bekerja.” Mereka mengerti persis apa yang Dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Yohanes 5:18, “Itulah sebabnya orang-orang Yahudi semakin berusaha untuk membunuh Dia, karena Dia bukan hanya melanggar hari Sabat, tetapi juga menyebut Allah sebagai Bapa-Nya sendiri, itu menyamakan diri-Nya dengan Allah.” Itulah tepat yang Dia lakukan. Dia berkata kepada mereka, "Allah yang kekal, Tuhan, Pencipta alam semesta tidak akan lemah, dan juga tidak lelah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka melihat Dia mengklaim kesetaraan dengan Allah. Lihatlah Yohanes 5:19, “Oleh karena itu Yesus menjawab mereka, 'Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, Anak Manusia tidak dapat melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri, kecuali itu adalah sesuatu yang Dia lihat yang dilakukan Bapa; karena apa pun yang Bapa lakukan, hal-hal ini juga dilakukan Anak dengan cara yang sama. 20 Karena Bapa mengasihi Anak, dan menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang Dia sendiri lakukan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Aku setara dengan Allah dalam pekerjaan. Apa pun yang Allah lakukan, Aku lakukan,” artinya, apa pun yang mampu dilakukan Allah, Aku mampu melakukan. Mendakwa Kristus berarti menuduh Allah. Dan kalian belum melihat apa pun tentang apa yang akan datang dalam kebangkitan dan bahkan dalam kedatangan-Nya kembali yang mulia, pekerjaan yang lebih besar, dan bahkan dalam penghakiman terakhir, kerajaan seribu tahun, dan langit baru dan bumi baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 21 Yesus melangkah lebih jauh. Bukan hanya setara dalam pekerjaan, tetapi setara dalam kekuatan, “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan mereka, demikian juga Anak menghidupkan.” “Tidak ada yang diciptakan tanpa Dia.” Dia setara dalam kekuasaan. Dia memiliki kekuatan fisik dan spiritual untuk membangkitkan orang mati dan memberi hidup. Dan kemudian Dia berkata dalam ayat yang sama, “Kepada siapa yang Dia kehendaki.” Jadi Dia otoritasnya sama dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 22, Dia setara dalam penghakiman: “Bapa pun tidak menghakimi siapa pun, tetapi Dia telah memberikan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.” "Aku memiliki hak untuk menghakimi, otoritas untuk menilai, keinginan untuk menghakimi, pengetahuan untuk menghakimi, dan Aku menghakimi persis seperti cara Allah menghakimi." Oleh karena itu, ayat 23, setara dengan penghormatan, “Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Dia yang tidak menghormati Anak tidak menghormati Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah dakwaan terhadap agama Yudaisme. Jadi, apa yang kami miliki dalam anak ini? Lukas 1, “Anak Yang Mahatinggi,” Yang setara dengan Allah dalam pekerjaan, kuasa, dan otoritas. Dia memiliki segala sesuatu yang Allah miliki karena Dia adalah Allah. Itulah sebabnya Matius 1 mengatakan Dia adalah "Imanuel, Allah beserta kami." Di dalam Dia berdiam secara jasmaniah kepenuhan Allah. Ibrani 1, Dia adalah “representasi yang tepat” dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, Dia juga adalah </span><span class="cf1"><b>manusia</b></span><span class="cf1">. Lihatlah Lukas 1:31, “Engkau akan mengandung dalam rahimmu dan melahirkan seorang anak laki-laki.” Dengan kata lain, ini adalah manusia. Konsepsi fisik tanpa laki-laki? “Bagaimana itu mungkin,” ayat 34, “sedang aku masih perawan?” Jawaban dari malaikat, ayat 37, “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Ayat 35, “Roh Kudus akan menanam Anak Allah dalam wujud manusia di dalam rahimmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelahiran ini menunjukkan ini benar-benar anak nyata. Maria itu hamil. Maria benar-benar melahirkan. Anak itu dibaringkan di palungan. Para gembala datang dan melihat Dia. Belakangan, orang bijak datang dan melihat Dia. Dia dibawa untuk disunat di Bait Suci pada waktu yang tepat. Ini adalah Allah dalam daging manusia. Waktunya tepat, dalam “kegenapan waktu.” Kata Ibrani 2, “Ia harus dijadikan seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Supaya Dia bisa menjadi imam besar yang penuh belas kasihan dan kesetiaan,” supaya Dia dapat menghibur kami dalam pencobaan kami. Dia harus menjadi manusia untuk menggantikan manusia dan mati di tempat kami seharusnya mati. Dia harus menjadi seorang manusia untuk bersimpati dengan orang-orang, yang telah "dicobai dalam segala hal seperti kami, namun tanpa dosa." Dia telah menjadi Imam Besar kami yang penyayang dan setia. Dia lapar. Dia tertidur. Dia belajar. Dia berumbuh. Dia mengasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia merasakan semua yang kami rasakan dan lebih, karena Dia tidak pernah menyerah pada pencobaan sehingga menjadi dosa. </span><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, Dia </span><span class="cf1"><b>tanpa dosa</b></span><span class="cf1">. Dia diidentifikasi sebagai “Anak kudus.” Tidak pernah seorang ibu menggendong anak kudus di pelukannya. Pikirkanlah hal itu berbeda sekali dengan anak yang Anda dapatkan. Tidak pernah sikap-Nya salah. Tidak pernah ada pikiran yang tidak baik. Tidak pernah ada kata yang tidak pantas. Tidak pernah ada tindakan yang tidak patuh. Tidak pernah egois.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada anak yang pernah lahir yang tidak perlu di disiplin. Tidak ada anak yang pernah lahir yang tidak butuh koreksi, pengampunan dan keselamatan, kecuali anak ini. Itu sebabnya Dia disebut Yang tidak mengenal dosa. Dalam hal kekudusan, dalam hal Yesus, ada hanya satu pribadi. Ia berada penuh kekudusan sejak dikandung-Nya. Tidak pernah ada Anak kudus yang adalah sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>Dia adalah raja</b></span><span class="cf1">, Lukas 1:32, “Dia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Yang Mahatinggi; dan Tuhan Allah akan memberikan kepada-Nya takhta bapak-Nya Daud.” Dalam ayat 33 dikatakan, “Dia akan memerintah atas keturunan Yakub untuk selama-lamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berakhir.” Kristus berarti “Yang Diurapi,” yang berbicara tentang kuasa kerajaan-Nya. Dia memiliki hak untuk memerintah dari Yusuf; Dia memiliki darah raja dari Maria.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>akhirnya</b></span><span class="cf1">, Dia adalah </span><span class="cf1"><b>Juruselamat</b></span><span class="cf1">, ayat 31, “Anda akan mengandung di dalam rahimmu dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Anda akan menamakan Dia Yesus.” Matius 1:21, “Anda akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Kata Yesus itu berarti “Yeshuwa menyelamatkan.” Dia datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Lukas 2:11 mengatakan, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini semua sangat mencengangkan, menakjubkan bagi Yusuf dan Maria, tetapi tidak bagi kami. Gereja Yesus Kristus telah menyanyikan kebenaran ini sejak saat itu. Lalu apa yang harus menjadi tanggapan kita? Tanggapan kita seharusnya adalah menyembah Yesus, Tuhan kita, benar? Anak paling menakjubkan yang pernah ada, masih membuat kami takjub. Dan Dia masih berbicara kepada kami melalui Alkitab. Dan Dia masih melakukan mukjizat melalui providensi. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Dec 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221225</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001EE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nabi, Imam dan Raja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001ED"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kita berpikir tentang Natal, kita selalu berpikir tentang malaikat. Dalam kisah nyata para malaikat itu adalah utusan surgawi yang diutus untuk menyatakan bahwa Juruselamat dan Tuhan telah datang, dan bahwa Dia adalah Kristus. Dalam Perjanjian Lama ada tiga posisi untuk pelayanan unik di kerajaan. Pertama </span><span class="cf1"><b>para nabi</b></span><span class="cf1">. Kita melihat ini dalam 1 Raja-raja 19:16 di mana Elia disuruh mengurapi penggantinya nabi Elisa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka diurapi dan dipisahkan untuk berbicara bagi Allah. Kelompok kedua adalah </span><span class="cf1"><b>para imam</b></span><span class="cf1">. Dalam Keluaran 29 ada Harun dan mereka yang berada dalam imamat Harun, yang diperintahkan untuk diurapi. Dan posisi ketiga yang mendapat pengurapan adalah </span><span class="cf1"><b>posisi raja</b></span><span class="cf1">. Di 1 Samuel 16, Daud diurapi. 1 Raja-raja 1, Salomo diurapi. Ini melambangkan berkat surgawi pada seseorang yang dipanggil untuk tugas surgawi yang unik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi janji Allah dalam Perjanjian Lama adalah bahwa akan datang Nabi yang terakhir, Imam yang terakhir, dan Raja yang terakhir. Dalam Yesaya 61 kami baca: “Roh Tuhan Allah ada pada-Ku, karena Tuhan telah mengurapi Aku untuk membawa kabar baik kepada yang menderita; Ia telah mengutus Aku untuk membalut orang yang patah hati, untuk memberitakan kemerdekaan kepada para tawanan dan kebebasan kepada para tahanan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Mesias adalah tiga-tiganya</b></span><span class="cf1">. Menurut Ulangan 18, Dia akan menjadi seorang nabi seperti Musa. Menurut Mazmur 1:10, Dia akan menjadi seorang imam; dan itu diulangi lagi di Zakharia 6. Dia akan menjadi imam yang unik menurut Mazmur 2, dan di 2 Samuel 7, Dia akan menjadi Raja. Dia akan menjadi Raja di garis keturunan Daud. Mazmur 2 mengatakan Dia akan memerintah atas semua bangsa di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berabad-abad berlalu, sampai seperti yang dikatakan Paulus dalam Galatia 4:4, genaplah waktunya. Dan ketika waktu genap itu tiba, Dia lahir; dan itulah yang membuat Anda langsung masuk ke dalam Lukas 2:11, “Hari ini di kota Daud telah lahir bagimu seorang Juruselamat, yaitu Mesias, Yang Diurapi, Tuhan.” Simeon, orang tua ini, diberitahu oleh Roh Kudus bahwa dia tidak akan mati sampai dia melihat Yang Diurapi itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah hari paling penting dalam sejarah Israel sejak janji-janji Perjanjian Lama yang akhirnya terbungkus dalam 39 buku. Yesus menyatakan itu dengan Diri-Nya mulai di Lukas 4:16, “Ia datang ke Nazaret dan masuk ke sinagoga, dan berdiri untuk membaca. Dia ambil kitab Yesaya yang diserahkan kepada-Nya. Dan Dia membuka buku itu dan menemukan tempat di mana teritulis,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">'Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Dia mengurapi Aku untuk memberitakan Injil kepada orang miskin. Dia mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada para tawanan, dan pemulihan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan mereka yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan.' Dia menutup buku itu, dan berkata kepada mereka, 'Hari ini firman ini telah digenapi dalam pendengaranmu.” Yang Diurapi itu telah tiba.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan dari Tuhan sendiri adalah bahwa Dia adalah Mesias, dan Dia telah datang untuk menggenapi janji-janji itu. Hal ini ditegaskan oleh para rasul dan para murid. Ini menjadi subyek khotbah mereka dalam kitab Kisah Para Rasul. Lihatlah Kisah Para Rasul 3:18, “Hal-hal yang diumumkan Allah sebelumnya melalui mulut semua nabi, adalah bahwa Kristus-Nya akan menderita, Karena itu Dia telah menggenapinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari pengumuman para malaikat bahwa Kristus telah datang, sampai kesaksian Simeon, sampai kesaksian Yesus, sampai kesaksian para rasul, sampai kesaksian Paulus, selalu menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus. Dia adalah Nabi, Imam, dan Raja tertinggi. Ketiganya itu bersatu dalam Ibrani 1. Ini dimulai dengan menggambarkan Tuhan Yesus Kristus dalam tiga cara yang diurapi ini,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Allah, setelah Dia berbicara dulu kepada para bapa dalam para nabi dalam banyak cara, 2 pada hari-hari terakhir ini telah berbicara kepada kami dalam Anak-Nya, yang Dia tunjuk sebagai ahli waris segala sesuatu, melalui siapa juga Dia menjadikan dunia. 3 Dan Dia adalah pancaran kemuliaan-Nya dan gambaran nyata dari sifat-Nya, dan Dia menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya. Setelah Ia menyucikan dosa, Ia duduk di sebelah kanan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah ayat 4, “Ia jauh lebih baik daripada para malaikat.” Lebih unggul dari para malaikat yang mengumumkan kedatangan-Nya. Dia adalah Raja para malaikat. Tetapi Ibrani 2:9 mengatakan, "Ketika Dia datang ke dunia Dia untuk sementara dibuat lebih rendah dari para malaikat, untuk menderita kematian, kemudian dimahkotai dengan kemuliaan." Jadi Ibrani 1 memperkenalkan kami kepada Yesus, dan Dia diperkenalkan kepada kami sebagai seorang nabi; seorang imam; dan seorang raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Nabi yang mengungkapkan Allah, Dia adalah Imam yang mendamaikan orang dengan Allah, dan Dia adalah Raja yang memerintah bersama Allah. Mari kita lihat, pertama Nabi yang mengungkapkan Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Allah, setelah Dia berbicara lama kepada para bapa melalui para nabi dalam banyak bagian dan dalam banyak cara, di hari-hari terakhir ini telah berbicara kepada kami di dalam Anak-Nya.” Kami tahu bahwa manusia duniawi tidak dapat memahami hal-hal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah yang benar adalah suatu pribadi, dan Dia telah berbicara. Dan itulah sebabnya Alkitab disebut Firman Allah. Dalam Perjanjian Lama Dia berbicara kepada para bapa melalui para nabi dalam banyak bagian dan dalam banyak cara. Banyak bagian: buku-buku yang berbeda. Banyak cara: wahyu langsung, wahyu tidak langsung, tulisan yang diilhami, penglihatan, mimpi, tipe, simbol. Tetapi Dia selalu berbicara kepada orang-orang melalui para nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama adalah Allah yang berbicara dan manusia menuliskan apa yang Allah katakan. Beberapa buku Perjanjian Lama adalah sejarah, beberapa itu puisi, beberapa itu hukum, beberapa itu nubuatan, tetapi semuanya adalah Allah yang berbicara. Namun, dalam arti tertentu, itu tidak lengkap. Wahyu-wahyu yang menyusun 39 kitab terpisah itu dari Perjanjian Lama, ditulis selama seribu tahun, ditulis oleh banyak penulis yang berbeda-beda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu tidak lengkap. Allah meningkatkan pemahaman kami saat wahyu berlanjut. Tidak ada nabi yang mendapat wahyu penuh dari Allah, tidak sampai saatnya Allah berbicara kepada kami melalui Anak-Nya. Tidak ada nabi yang pernah memahami kebenaran Allah sepenuhnya, hanya Yesus adalah kebenaran penuh yang diungkapkan. Dia bukanlah wahyu yang tidak lengkap. Di dalam Dia, Allah sepenuhnya menyatakan diri-Nya. Tidak lagi dengan bagian dan cara yang berbeda-beda, tetapi secara tunggal melalui Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, Firman itu adalah Allah,” yang membicarakan Anak Allah. Jadi kami tahu bahwa Firman itu adalah Allah. Lihatlah ayat 14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Ayat 18, “Tidak seorang pun pernah melihat Allah; Yesus telah menjelaskan Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Perjanjian Baru ditulis tentang wahyu penuh ini. Keempat Injil menggambarkan kedatangan dan pelayanan Yesus. Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan khotbah kerasulan tentang Yesus. Surat-surat itu memaparkan pentingnya kehidupan dan kematian-Nya serta kebangkitan dan implikasinya di dunia. Dan Perjanjian Baru memuncak di dalam kitab Wahyu dengan kedatangan-Nya kembali yang mulia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 5, kami melihat ungkapan yang paling kuat dari firman-Nya sejak penciptaan. Yohanes 5:25, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, saatnya akan tiba dan ada sekarang, ketika orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup.” Firman-Nya begitu kuat sehingga Dia bukan saja menciptakan seluruh alam semesta, dan memelihara alam semesta itu, tetapi juga sangat kuat sehingga Dia pada akhirnya akan membangkitkan semua orang yang mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama itu mengungkapkan Mesias sedikit demi sedikit. Di dalam Abraham, kami menemukan bangsa Mesias. Di Yakub, kami menemukan suku Mesias. Dalam Daud dan Yesaya, kami menemukan keluarga Mesias. Di Mikha, kami menemukan kota Mesias. Dalam Daniel, kami menemukan waktu Mesias. Dalam Maleakhi, kami menemukan pendahulu Mesias. Dan di dalam Yesaya, kami menemukan kematian dan kebangkitan Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi setiap penulis hanya tahu sebagian saja; dan Petrus berkata mereka menyelidiki apa yang mereka tulis untuk melihat siapakah ini sebenarnya. Tetapi ketika Kristus datang, Dia adalah wahyu Allah yang lengkap dan penuh. Jadi ketika para malaikat berkata, “Kristus telah lahir,” inilah tepat yang mereka maksud. Ibrani memberi tahu kami, "Dia berbicara untuk Allah." Allah akan mendefinisikan Kristus dalam beberapa istilah yang luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Dia adalah Anak Allah. Dia adalah pewaris segala sesuatu. Dialah yang menciptakan dunia. Dia adalah pancaran kemuliaan Allah. Dia adalah representasi yang tepat dari sifat-Nya, dan Dia menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya.” Apa yang dia coba tunjukkan kepada kami adalah bahwa Dia adalah Nabi terakhir. Tidak ada nabi yang pernah memiliki kata-kata yang sekuat kata-kata-Nya. Dia memiliki hak atas segala sesuatu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Wahyu 5, ini diilustrasikan ketika Anak Domba Allah keluar dari takhta dan mengambil akta kepemilikan alam semesta itu. Ayat 6, “Aku melihat di antara takhta (dengan keempat makhluk hidup) dan para penatua itu berdiri seekor Anak Domba, seolah-olah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh, yaitu ketujuh roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.” Dan seluruh surga sujud menyembah Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah pewaris sah atas segala sesuatu yang Allah miliki. Memang, untuk sementara Dia lebih rendah dari para malaikat. Tetapi Dia adalah Raja para malaikat. Dialah yang akan mewarisi segalanya. Dia mewarisinya karena Dia menciptakannya. Ayat 2 mengatakan, “Melalui apa juga Dia menciptakan dunia.” Dengan Anak itu, Allah menciptakan. “Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang tercipta,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dia adalah pancaran kemuliaan Allah.” Ketika dikatakan, “Dia adalah pancaran,” sebenarnya itulah kata “kecerahan”. “Ia memancarkan kemuliaan Allah,” 2 Korintus 4 mengatakan itu. Kami melihat kemuliaan Allah bersinar di wajah Yesus. Sama seperti sinar matahari mencapai bumi dan menerangi dan menghangatkan, memberi hidup dan bertumbuh, demikian pula Kristus adalah Terang Allah yang mulia yang bersinar ke dalam hati manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan dalam Yohanes 8:12, “Akulah Terang dunia; siapa pun yang mengikuti Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan.” Johanes melangkah lebih jauh dan berkata, "Dia adalah representasi yang tepat dari sifat Allah." Ini adalah kata klasik yang pada dasarnya berarti apa yang di artikannya. Dia adalah duplikasi persis yang sah dari Allah dalam sifat, substansi, dan esensi. Kolose 2:9, “Di dalam Dialah berdiam seluruh kepenuhan ke-Allahan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, Dia bukan hanya Nabi yang mengungkapkan Allah, tetapi Dia adalah </span><span class="cf1"><b>Imam</b></span><span class="cf1"> yang mendamaikan manusia dengan Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">: “Ketika Dia telah menyucikan dosa-dosa.” Ini memperkenalkan kami pada pekerjaan imamat-Nya. Itu yang dilakukan para imam. Mereka pergi ke hadapan Allah dengan cara yang telah ditentukan untuk mempersembahkan korban yang diperlukan yang Allah tuntut untuk membayar dosa-dosa orang-orang. Yesus mempersembahkan satu-satunya korban yang dapat menghapus dosa, yaitu diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada imam seperti Dia. Setiap imam akan kembali setiap hari dan melakukan apa yang dia lakukan di pagi hari lagi di malam hari, dan lagi keesokan harinya. Tidak ada akhirnya. Tetapi Ibrani ingin kami mengerti bahwa tidak pernah ada imam seperti ini. Ibrani 2:17, “Ia menjadi imam besar yang penuh belas kasihan dan kesetiaan dalam hal-hal yang berkaitan dengan Allah, untuk menebus dosa-dosa umat-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pendamaian adalah kepuasan. Dia mempersembahkan korban yang memuaskan Allah. Tidak ada imam yang pernah melakukan itu. Ibrani 4:14, “Kami memiliki imam besar yang agung, Yesus Kristus Anak Allah. Kami tidak memiliki imam besar yang agung yang tidak dapat bersimpati dengan kelemahan kami, tetapi Dia yang telah dicobai dalam segala hal sama seperti kami, tetapi tanpa dosa. Maka marilah kami mendekat kepada-Nya.” Dia adalah seorang imam yang tidak seperti imam lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 5:5, “Demikian juga Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri untuk menjadi imam besar, tetapi Allah yang berkata kepada-Nya, 'Engkau adalah Anak-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan-Mu, sama seperti Dia juga di bagian lain mengatakan,' Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut keturunan Melkisedek.' Ayat 9 mengatakan, “Setelah disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan kekal bagi semua orang yang menaati-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 9 mengatakan, “Ketika Kristus muncul sebagai imam besar dari hal-hal baik yang akan datang, Dia masuk melalui tabernakel yang lebih besar dan lebih sempurna, tidak dibuat dengan tangan, dan bukan melalui darah anak domba, tetapi melalui darah-Nya sendiri, Dia masuk Tempat Suci sekali untuk selamanya, setelah mendapatkan penebusan abadi.” Berapa lebih banyak lagi darah Kristus, akan membersihkan hati nurani Anda dari pekerjaan mati untuk melayani Allah yang hidup?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi orang Yahudi salib adalah batu sandungan, dan itulah sebabnya mereka harus berkhotbah, para rasul melakukannya, bahwa Kristus, Mesias, harus menderita. Tetapi Dia datang untuk menjadi Imam, untuk mempersembahkan kurban yang terakhir, dan untuk menjadi kurban itu. Petrus berkata, “Kami ditebus bukan dengan barang yang fana seperti perak dan emas, tetapi dengan darah Yesus Kristus yang mahal, Anak Domba yang tidak bercela dan tidak bercacat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1">, dalam beberapa ayat pembuka ini, kami bertemu </span><span class="cf1"><b>Dia sebagai Raja</b></span><span class="cf1">. Akhir dari ayat 3, “Ketika Dia telah melakukan penyucian dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mulia.” Seorang pendeta tidak pernah duduk karena pekerjaannya tidak pernah selesai. Tetapi Yesus duduk karena Dia bukan hanya seorang imam, Dia adalah seorang raja. Dia duduk di sebelah kanan, sisi kekuatan Allah Bapa di tempat tinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti yang dikatakan Wahyu, Dia menjadi Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala Tuhan. Dan ketika Dia naik ke surga setelah Dia menyelesaikan pekerjaan imamat-Nya, Dia memerintah sebagai Raja yang kekal. Bukti kekuasaan-Nya yang berdaulat ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">: “Setelah menjadi jauh lebih baik daripada para malaikat, Dia mewarisi nama yang lebih mulia daripada mereka. Kepada malaikat manakah Allah pernah berkata, 'Engkau adalah Anak-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan-Mu'?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kembalilah ke Lukas 2. Dia datang sebagai Nabi, Imam, dan Raja yang diurapi. Penulis Ibrani mengatakan Dia jauh lebih baik daripada para malaikat, dan para malaikat mengakui Dia sebagai Raja mereka. “Hari ini di kota Daud telah lahir bagimu seorang Juru Selamat yang adalah Kristus, Tuhan kami. Dan tiba-tiba muncullah bersama malaikat itu sejumlah besar penghuni surga yang memuji dan berkata, ‘Kemuliaan bagi Allah yang maha tinggi.’” Marilah berdoa bersama.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Dec 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221218</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001ED</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Percaya Etiopia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001EC"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+8:25-40" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 8:25-40</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 8 kami telah membahas iman yang tidak menyelamatkan dan iman yang menyelamatkan. Kami melihat Simon si penyihir yang imannya tidak menyelamatkan dia. Minggu ini, kami melihat iman yang menyelamatkan, seperti yang diilustrasikan oleh orang kasim Etiopia. Dalam kedua kasus tersebut, Filipus adalah alat kunci Allah. Dia dipilih dalam KPR 6, seorang Yahudi yang adalah orang Yahudi non-Palestina dari dunia Helenistik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Signifikan dan masif, banyak penghalang sedang dirobohkan saat gereja bertumbuh. Salah satunya adalah Samaria. Penghalang itu tidak berarti apa-apa bagi Filipus dan orang-orang Kristen yang tercerai-berai dari Yerusalem karena penganiayaan Paulus. Mereka mulai menyebar ke Yudea, dan bahkan melintasi perbatasan ke utara ke Samaria. Dan ke mana pun mereka pergi, pada dasarnya mereka melakukan satu hal, yaitu berkhotbah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi penghalang itu turun di Samaria. Bukan karena Injil ini begitu populer. Mereka pergi ke sana di bawah penganiayaan yang mengerikan. Itu benar-benar langkah besar kedua dalam perkembangan gereja yang dijanjikan di bawah kuasa Roh Kudus. Kami harus melampaui orang Yahudi di Yerusalem untuk masuk ke seluruh dunia. Jadi mulai dari ayat 25, kami mendapat pertobatan orang non-Yahudi pertama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Etiopia ini mewakili orang-orang non-Yahudi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Maka setelah mereka bersaksi dan memberitakan firman Tuhan (kepada Simon), mereka kembali ke Yerusalem, dan memberitakan Injil di banyak desa-desa orang Samaria.” Roh Kudus tidak datang sampai Petrus dan Yohanes tiba supaya orang Yahudi tahu bahwa Roh Kudus yang sama turun ke atas orang Samaria yang telah turun ke atas mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada fenomena bahasa asing yang sama yang terjadi pada hari Pentakosta untuk memastikan semua orang tahu bahwa orang Yahudi dan orang Samaria berada di dalam satu gereja. Petrus dan Yohanes datang setelah mendengar tanggapan yang luar biasa dari orang-orang Samaria terhadap Injil. Mereka datang untuk mengesahkannya, untuk meletakkan tangan di atas mereka dan memvalidasinya, lalu kembali dan mengatakan bahwa itu benar-benar terjadi seperti yang telah diceritakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Roh Kudus itu datang pada saat Anda percaya. Dan Filipus akan bertemu dengan seorang kasim Ethiopia. Inilah pertama kalinya gereja berkembang sampai ke ujung bumi. Israel selalu ditahbiskan untuk memberi tahu dunia tentang Allah yang benar dan hidup. Tetapi mereka seperti terombang-ambing antara sikap isolasi dan permusuhan terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka yang penuh dengan penyembahan berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan satu hal yang mereka tidak lakukan adalah menginjili bangsa-bangsa, yang adalah panggilan mereka. Jadi tujuan Allah untuk menjangkau dunia melalui Israel menemukan jalan buntu. Dan Allah, di dalam gereja, mulai saluran baru, umat baru, dan mengesampingkan Israel; dan mereka masih disisihkan sampai sekarang. Dan mereka tidak akan membawa Injil ke dunia sampai Anda tiba di masa tribulasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menyelamatkan 12.000 orang dari 12 suku Israel. Ada 144.000 misionaris Yahudi yang menyebarkan Injil ke dunia, akhirnya memenuhi panggilan mereka semula. Tetapi sekarang mulai terungkap di jalan padang gurun awalnya hanya dengan satu orang. Kerajaan Allah memajukan satu jiwa pada suatu waktu. Sekarang saat kita melihat ini, kita bisa membaca ceritanya saja. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah ini dengan sendirinya memberikan kami gambaran tentang unsur-unsur dan komponen-komponen dalam iman yang menyelamatkan. Semua yang perlu kami ketahui ada di sini dengan ilustrasi. Ada tiga kategori yang membantu kami. Ada persiapan yang sudah ada, lalu ada presentasi, dan kemudian ada tanggapan pribadi saat kita melihat ketiga komponen iman yang menyelamatkan itu bagi orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, lihatlah </span><span class="cf1"><b>persiapannya</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>ayat 26 – 29</b></span><span class="cf1">, “Maka seorang malaikat Tuhan berkata kepada Filipus, “Bangunlah dan pergilah ke selatan sepanjang jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Inilah di gurun. 27 Maka ia bangkit dan pergi. Dan lihatlah, seorang pria dari Etiopia, seorang kasim dengan otoritas besar di bawah Candace, ratu Etiopia, yang bertanggung jawab atas semua perbendaharaannya, telah datang ke Yerusalem untuk beribadah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">28 Dia kembali. Dan duduk di keretanya, dia sedang membaca Yesaya sang nabi. 29 Lalu Roh Kudus berkata kepada Filipus, “Pergilah mendekat dan menyusul kereta ini.” Nah, itu cukup untuk memberi tahu kami bahwa ini adalah pertemuan yang dirancang dan dipersiapkan dengan sangat baik, dan orang yang mempersiapkan ini tidak lain adalah Roh Kudus. Persiapan tepat untuk keselamatan sejati, dimulai dengan karya Roh yang berdaulat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu mulai dengan Roh Allah mempersiapkan hati seseorang, itulah pekerjaan providensi Allah. Keselamatan itulah karya Allah, bukan karya manusia. Itu adalah cerminan dari kehendak-Nya; tidak ada manusia yang mencari Allah. Manusia duniawi itu mati dalam pelanggaran dan dosa, bodoh, putus asa, tidak berdaya, dan tidak tertarik. Tetapi apa yang terjadi adalah oleh tujuan Allah dan itu menghancurkan kebutaan alami dan kebutaan setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kebutaan yang dikenakan kepada orang-orang berdosa oleh ilah dunia ini. Ini adalah fakta terpenting tentang keselamatan, itu harus dimulai oleh Allah. Kita melihat hal itu ditunjukkan dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus. Anda harus dilahirkan dari Roh. Anda harus dilahirkan dari atas.” Bagaimana? Yesus menjawab, “Roh melakukan apa yang Dia inginkan, kapan Dia mau dan kepada siapa Dia mau.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan adalah karya kedaulatan Allah. Allah adalah yang memilih, Allah adalah yang memanggil, Allah adalah yang mengaktifkan hati manusia. Kami tidak dapat membantu Roh Kudus dalam hal ini. Orang-orang yang buta dalam kegelapan dosa dan Setan tidak dapat melihat kebenaran, itulah sebabnya dalam Yohanes 6:44, Yesus berkata, “Tidak seorang pun datang kepada-Ku kecuali Bapa menariknya.” Orang berdosa tidak bisa percaya dengan sendirinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kita tahu ini terjadi di sini karena seorang malaikat Tuhan berbicara kepada Filipus dan menyuruhnya pergi ke orang ini yang adalah pejabat istana Candace, Ratu Etiopia, demi Injil. Di sini kita diberikan sebuah ilustrasi. Tetapi dalam kasus ini, ini tercatat bagi kami bahwa ini semua adalah persiapan Roh Kudus. Nah pada kesempatan ini, Roh Kudus menggunakan utusan malaikat untuk memerintahkan Filipus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pergilah ke selatan ke jalan yang menurun dari Yerusalem ke Gaza. Gaza adalah kota orang Filistin yang diberikan oleh Yosua kepada Yehuda. Pada tahun 96 SM itu hancur total; dan jalan menuju Mesir itu melewati benteng tua yang hancur. Banyak bepergian memakai jalan itu, karena ada arus konstan orang-orang yang pergi dari Yerusalem ke Mesir dan sebaliknya. Jadi Philip diinstruksikan dan saat dia pergi, dia patuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Dia bangun dan pergi.” Dan ada nubuatan yang dippenuhi, seorang sida-sida Etiopia, seorang pejabat istana Candace, Ratu Etiopia, yang bertanggung jawab atas semua hartanya, dan dia datang ke Yerusalem untuk beribadah. Inilah pertemuan ilahi yang dipersiapkan Roh Kudus. Dia hanya tahu untuk taat, dia hanya tahu bahwa Allah akan menentukan tujuan-Nya, seperti halnya pada setiap orang yang diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyelamatan satu orang berdosa ini adalah tujuan Allah yang sangat jelas untuk perjalanan Filipus yang mengingatkan kita bahwa keselamatan satu orang berdosa layak mendapat perhatian Allah, dan pengiriman malaikat, dan tindakan Roh Kudus. Dan keselamatan tidak terjadi pada siapa pun kecuali mereka mendengar kebenaran tentang Kristus, benar? Seseorang harus pergi dan iman itu datang waktu mendengar Firman tentang Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>kehendak tunduk</b></span><span class="cf1"> seorang hamba. Tuhan telah memilih untuk melakukan pekerjaan-Nya melalui alat-alat manusia. Petrus pada Hari Pentakosta, dalam Kisah Para Rasul 2, yang memberitakan Injil dan 3.000 orang diselamatkan. Sekali lagi, Injil diberitakan dalam Kisah Para Rasul 4 dan 5.000 orang diselamatkan. Dan kemudian Injil terus diberitakan oleh Stefanus. Dan mereka yang teraniaya tersebar di mana-mana memberitakan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi yang harus Allah katakan hanyalah, “Pergilah.” Dan kata ayat 27, “Filipus bangun dan pergi.” Meskipun kelihatannya tidak masuk akal, dia bisa saja berargumen bahwa ada hal yang lebih penting untuk dilakukan di mana dia berada, tapi dia tetap menurut. Dan, dia bertemu dengan seorang kasim Etiopia yang adalah pejabat istana Candace, Ratu Etiopia, yang bertanggung jawab atas hartanya, yang datang ke Yerusalem untuk beribadah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Maka Filipus berlari ke arahnya, dan mendengar dia membaca nabi Yesaya, dan berkata, “Apakah kamu mengerti apa yang kamu baca?” Dan kemudian ada elemen ketiga. Ada orang berdosa yang mencari. Perhatikanlah di ayat 28 sida-sida Etiopia ini sedang membaca nabi Yesaya. Menurut sejarah, nama Candace bukanlah nama yang tepat, melainkan seperti Firaun. Itu nama feminin untuk ibu ratu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pria ini bekerja untuknya saat ratu ini melakukan pekerjaan bagi raja. Dialah seorang kasim. Dia telah dikebiri untuk melayani raja di harem. Nah pria ini adalah penjaga perbendaharaan resmi. Dia adalah Kepala Petugas Keuangan Etiopia, yang dipercaya, yang dihormati dan terkenal. Allah benar tidak suka pengebirian dalam Ulangan 23:1, karena itu menyalahgunakan citra Allah dan itu dikaitkan dengan penyembahan berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sesuatu terjadi pada orang ini karena dia datang ke Yerusalem untuk beribadah. Dia telah mendengar tentang Allah Israel. Pasti ada orang Yahudi yang telah bermigrasi ke Mesir. Jawaban atas pertanyaan hatinya tidak dijawab dalam penyembahan berhala. Jadi dia melakukan perjalanan sepanjang dua belas ratus mil. Dia datang jauh-jauh ke Yerusalem untuk menyembah Allah yang benar. Tetapi dia tidak terpenuhi dalam pencariannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, alasan lain untuk keselamatan sejati: yaitu </span><span class="cf1"><b>rasa lapar tulus akan kebenaran</b></span><span class="cf1">. Itulah ayat kebahagiaan di Matius 5, benar? “Berbahagialah orang yang lapar akan kebenaran, yang haus akan kebenaran, karena dia akan dipuaskan.” Mazmur 119:2, “Berbahagialah orang yang mencari Dia dengan segenap hati.” Yeremia 29:13, “Dan kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku ketika kamu mencari Aku dengan segenap hatimu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah persiapan untuk keselamatan sejati? Karya Roh yang berdaulat, kehendak hamba yang tunduk, dan pencarian orang berdosa; dan kemudian semuanya berpuncak pada yang keempat, Firman Tuhan yang Alkitabiah. Semuanya bermuara pada kebenaran; dan dia sedang membaca nabi Yesaya. Dan dia bukan hanya membaca di suatu tempat dari 66 bab. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1"> mengatakan, dia sedang membaca Yesaya 53.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pasal terpenting di dalam kitab Yesaya, dan itulah pemberitaan Injil. Yesaya 53 disebut Injil pertama; dan Matius adalah yang kedua. Mungkin dia mengambil gulungan itu di suatu tempat, dan Anda hanya memiliki gulungan itu jika Anda sangat kaya. Dan inilah individu yang sangat kaya dan dia membaca dengan cara tradisional, dengan lantang, dan dia membaca Yesaya 53. Sekarang presentasinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31-33</b></span><span class="cf1">, “Dan dia berkata, “Bagaimana saya bisa, kecuali ada orang yang membimbing saya?” Dan dia minta Filipus untuk datang dan duduk bersamanya. 32 Tempat dalam Kitab Suci yang dia baca adalah ini: “Seperti seekor domba, Dia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang ada di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. 33 Dalam penghinaan-Nya keadilan-Nya diambil, dan siapa yang akan menyatakan keturunan-Nya? Karena nyawa-Nya diambil dari bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian yang dia baca, ayat 32 - 33 adalah bagian yang luar biasa dari Yesaya 53, yang menggambarkan penebusan pengganti oleh Kristus saat Dia dituntun sebagai Anak Domba Allah untuk disembelih. Itu adalah nubuatan tentang kematian Mesias. Jika seseorang sedang dalam proses dibawa ke pengetahuan Injil, mereka akan ingin tahu tentang Yesus, Kitab Suci, dan Penebusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34-35</b></span><span class="cf1">, “Maka sida-sida itu menjawab Filipus dan berkata, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapa nabi mengatakan ini, tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” 35 Kemudian Filipus membuka mulutnya, dan mulai dari permulaan Kitab Suci ini, memberitakan Yesus kepadanya.” Pria ini ingin tahu kebenaran. Kami perlu mengarahkan orang-orang pada Kitab Suci. Karena Yohanes 16:13 berkata, “Roh Kudus akan memimpin kalian ke dalam seluruh kebenaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipus belajar di bawah para rasul yang juga mengajarinya tentang Yesus dari hukum, para nabi, dan Kitab Suci. Presentasi yang jelas tentang Kristus adalah segalanya dalam presentasi Injil. Jadi tunjuklah pada Kitab Suci, tunjuklah pada Juruselamat, tunjuklah pada keselamatan. Jelaskan mengapa Dia adalah seekor domba yang dibawa ke pembantaian, mengapa Dia adalah Anak Domba Allah. Itu harus menjadi tujuan utama yang ada di hati orang berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka berjalan di sepanjang jalan, mereka sampai di suatu tempat air dan sida-sida itu berkata, 'Lihatlah! Air! Apakah yang menghalangi saya untuk dibaptis?” Harus ada genangan air. Mengapa itu penting? Karena baptisan menandakan persatuan dengan Kristus dalam kematian-Nya, penguburan-Nya, dan kebangkitan-Nya. Allah mengizinkan ada pertemuan providensi ini di tempat di mana tidak ada air kecuali di tempat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kami lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 38</b></span><span class="cf1"> terlebih dahulu, “Maka ia memerintahkan kereta itu untuk berhenti. Dan baik Filipus maupun sida-sida itu turun ke dalam air, dan dia membaptis dia.” Baptisan resmi pertama orang dari negara lain di ujung bumi. Nah mari kami lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Kata Filipus, “Jika engkau percaya dengan segenap hatimu, silahkan.” Dia jawab, “Saya percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat itu tidak ada dalam manuskrip kuno mana pun, itu ditambahkan kemudian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka keluar dari air, Roh Tuhan memindahkan Filipus, sehingga sida-sida itu tidak melihatnya lagi; dan dia melanjutkan perjalanannya dengan gembira.” Itu mujizat. Fillipus menghilang begitu saja. Apa yang dikatakan? "Tetapi dia melanjutkan perjalanannya dengan gembira." Jadi ini perjalanan tanpa waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Filipus ditemukan di Azotus. Dan sambil berjalan, dia berkhotbah di semua kota sampai dia tiba di Kaisarea.” Tentu saja kasim itu menggaruk-garuk kepalanya dan berkata, "Inilah mengesahkan bahwa saya baru saja bertemu dengan Allah." Tuhan memindahkannya dengan cara yang ajaib. Mukjizat adalah tanda yang meneguhkan, tentu saja bagi sida-sida itu, bahwa Allah menempatkannya tepat di tempat yang Dia inginkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Azotus adalah sebutan untuk kota Asdod, yang adalah kota orang Filistin tempat mereka mengambil tabut. Tiba-tiba, dia tiba di sana, dan dia berkhotbah di semua kota. Rupanya, ini adalah markas baru Filipus. Irenaeus, Bapa Gereja mula-mula mengatakan bahwa sida-sida itu menjadi seorang misionaris. Dan ada bagian di Afrika di mana orang Kristen secara historis mengklaim dia sebagai pendiri mereka. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221211</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001EC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Konversi Palsu Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001EB"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+8:9-24" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 8:9-24</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Silakan buka Alkitab di KPR 8, karena kita akan melihat sejarah seorang pria bernama Simon, bukan Simon Petrus. Kita akan melihat dalam dirinya ilustrasi tentang seseorang yang memiliki iman yang tidak menyelamatkan. Sekarang setelah kita melihat Simon, kita langsung membandingkannya dengan seorang pria dari Ethiopia. Dan kita juga akan melihat dalam dirinya iman yang menyelamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kita akan melihat kontras antara sifat dan karakter iman menyelamatkan dan iman palsu. Marilah saya membaca </span><span class="cf1"><b>KPR 8:9-24</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ada seorang laki-laki bernama Simon, yang sebelumnya mempraktekkan ilmu sihir di kota itu dan mengejutkan orang-orang Samaria, yang menyatakan dia orang hebat, 10 yang mereka semua perhatikan, dari yang terkecil sampai yang terbesar, yang mengatakan, "Orang ini adalah kekuatan besar Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">11 Dan mereka mengindahkannya karena dia telah membuat mereka takjub dengan ilmu sihirnya untuk waktu lama. 12 Tetapi ketika mereka percaya Filipus waktu dia memberitakan hal-hal tentang kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus, baik pria maupun wanita dibaptis. 13 Kemudian Simon sendiri juga percaya; dan ketika dia dibaptis dia melanjutkan dengan Filipus, dan takjub, melihat mujizat-mujizat dan tanda-tanda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">14 Ketika para rasul yang berada di Yerusalem mendengar bahwa Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes kepada mereka, 15 yang, ketika mereka muncul, berdoa untuk mereka agar mereka dapat menerima Roh Kudus. 16 Karena sampai saat ini Dia belum jatuh ke atas mereka. Mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian mereka meletakkan tangan ke atas mereka, dan mereka menerima Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">18 Dan ketika Simon melihat bahwa melalui penumpangan tangan para rasul Roh Kudus diberikan, dia menawarkan uang kepada mereka, 19 sambil berkata, “Berikanlah kepadaku kuasa ini juga, agar siapa pun yang aku menumpang tangan dapat menerima Roh Kudus.” 20 Tetapi Petrus berkata kepadanya, “Uangmu musnah bersamamu, karena kamu berpikir bahwa pemberian Allah ini dapat dibeli dengan uang!</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">21 Kamu tidak memiliki bagian dalam hal ini, karena hatimu tidak benar di hadapan Allah. 22 Karena itu bertobatlah dari kejahatanmu ini, dan berdoalah kepada Allah supaya mungkin pikiran hatimu dapat diampuni. 23 Karena aku melihat bahwa kamu diracuni oleh kepahitan dan diikat oleh kejahatan.” 24 Lalu Simon menjawab dan berkata, “Berdoalah kepada Tuhan untukku, agar tidak satu pun dari hal-hal yang telah kamu katakan itu menimpaku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul 8 dimulai dengan penganiayaan besar terhadap gereja mula-mula yang dipimpin oleh seorang pria bernama Saulus yang setuju dengan pembunuhan Stefanus. Dan pada hari Stefanus dibunuh, Saulus memimpin penganiayaan besar-besaran terhadap gereja di Yerusalem. Itu menyebabkan orang-orang percaya tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria; tapi para rasul tetap tinggal di kota. Saulus itu merusak gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja berkembang cepat. Mereka menjungkirbalikkan Yerusalem dengan Injil. Dan, pernyataan bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, Yesus yang sama yang telah dibunuh oleh orang elit Yerusalem, menyebabkan penganiayaan terhadap gereja yang meledak ini. Penganiayaan itu dimulai dengan memenjarakan para rasul dan mengancam mereka supaya tidak berkhotbah, kalau tidak mereka akan dipukul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kami melihat Stefanus dalam KPR 7: Stefanus, pengkhotbah Kristen pertama yang mati sebagai martir, dirajam sampai mati, dipimpin oleh seorang pria bernama Saulus yang mulai penganiayaan dan yang kemudian menjadi rasul Paulus. Namun, penganiayaan terhadap para rasul, ancaman terhadap para rasul, atau bahkan pembunuhan Stefanus tidak dapat menghentikan pertumbuhan gereja. Inilah Roh Kudus yang menggunakan penganiayaan untuk menggenapi janji KPR 1:8.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil itu tidak populer, itu hanya diperluas melalui penganiayaan. Samaria menjadi jembatan bagi orang non-Yahudi, dan orang bukan Yahudi akan benar-benar dijangkau dalam KPR 10. Pemberitaan Injil menghasilkan produktivitas, pelayanan yang berbuah di Yerusalem, di Yudea dan sekitarnya. Filipus sekarang menjadi karakter kunci. Filipuslah yang bertemu dengan Simon tukang sulap itu. Filipuslah yang kemudian bertemu dengan orang Etiopia itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipuslah yang mengkonfrontasi realitas iman palsu dan juga iman sejati. Filipus menghadapi Simon dan sida-sida Ethiopia. Kedua kisah ini sangat penting bagi kami, khususnya untuk menunjukkan perbedaan antara iman yang tidak menyelamatkan dan iman yang menyelamatkan. Dan, Simon terlihat seperti orang percaya sejati. Di ayat 13, dia percaya. Dia dibaptis dan dia melanjutkan. Itu terlihat bagus di permukaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami melihat empat ciri iman palsu pada pria ini, Simon. Dia memiliki pandangan yang salah tentang dirinya, dia memiliki pandangan yang salah tentang keselamatan, dia memiliki pandangan yang salah tentang Roh Kudus, dan dia memiliki pandangan yang salah tentang dosa. Pandangannya tentang diri bersifat egois, pandangannya tentang keselamatan bersifat eksternal, pandangannya tentang Roh bersifat ekonomis, dan pandangannya tentang dosa mengelak; semua pandangan itu salah. Dia adalah ilustrasi dari sebuah tragedi yang terjadi sepanjang waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1"> marilah kami mulai dengan </span><span class="cf1"><b>pandangan salah tentang dirinya</b></span><span class="cf1">, egois. Ini adalah kenyataan umum yang menjauhkan manusia dari iman yang menyelamatkan. Kebanggaan, mereka pikir mereka baik, itulah Simon. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ada seorang laki-laki bernama Simon, yang sebelumnya mempraktekkan ilmu sihir di kota itu dan mengejutkan orang-orang Samaria, mengklaim bahwa dia adalah orang yang hebat,” Dia mempraktekkan sihir, artinya terampil dalam seni penipuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sini kami benar-benar bertemu dengan guru palsu pertama yang menyusup ke gereja dengan ajaran sesatnya. Dia adalah guru palsu pertama yang menyebarkan apa yang kemudian dikenal sebagai gagasan gnostik. Gnostisisme itu berasal dari kata Yunani gnosis yang berarti orang yang memiliki pengetahuan rahasia. Orang-orang yang merasa lebih tinggi dari massa, dan entah bagaimana mereka dapat berkomunikasi dengan dewa-dewa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menunjukkan pandangannya yang salah tentang dirinya sendiri; dia pikir dia adalah seorang yang hebat. Tetapi Anda jauh dari kerendahan hati yang diperlukan untuk mencapai keselamatan sejati. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “kepada siapa mereka semua memperhatikan, dari yang terkecil sampai yang terbesar, yang mengatakan, “Orang ini adalah kuasa Allah yang besar.” Orang Samaria diyakinkan Simon sendiri bahwa dia adalah pemimpin dari salah satu kuasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah tepat bagaimana orang Mormon melihat Yesus. Yesus bukanlah Allah; Dia adalah ciptaan Allah. Dia adalah kuasa Allah yang besar, lebih tinggi daripada manusia, tetapi di bawah Allah. Orang Mormon juga percaya bahwa Setan adalah sama. Dia adalah saudara roh Yesus, yang juga merupakan ciptaan. Jadi kita melihat di sini bahwa kesombongan tinggi merupakan penghalang langsung antara Simon dan keselamatan sejati di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 10:4, “Orang fasik, karena kesombongan wajahnya, tidak akan mencari Allah.” Mazmur 101:5, “Aku tidak akan membiarkan hati yang sombong.” Amsal 8:13, “Kebanggaan, kesombongan dan jalan-jalan jahat Aku benci.” Amsal 16:5, “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan.” Amsal 16:18, “Kesombongan mendahului kebinasaan.” Yakobus 4:6, “Allah menentang orang yang sombong dan memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Justin Martyr, salah satu bapa gereja mula-mula berkata, “Simon begitu terkenal sehingga dia dihormati dengan sebuah patung di Roma, dan ada kata di patung itu, 'Semoni Sanco deo' yang berarti, 'Kepada Simon, Allah yang Kudus.' </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, "Dan mereka mengikutinya karena dia telah membuat mereka takjub dengan ilmu sihirnya untuk waktu yang lama." Justin Martyr kemudian berkata, "Tempat kelahiran Simon adalah di Samaria, dan dia memperbudak orang-orang di bawah setan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>pandangan salah tentang keselamatan</b></span><span class="cf1">. Pandangannya tentang keselamatan bersifat eksternal. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika mereka percaya Filipus ketika dia memberitakan hal-hal tentang Kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus, baik pria maupun wanita dibaptis.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Maka Simon sendiri pun menjadi percaya; dan ketika dia dibaptis dia melanjutkan dengan Filipus, dan takjub, melihat banyak mujizat dan tanda.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kami tahu ada kesalahan fatal yang menjauhkannya dari keselamatan sejati, dan itulah kesombongannya. Simon diberitahu tentang kabar baik kerajaan Allah. Injil untuk masuk kerajaan Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Filipus memberi tahu orang-orang bagaimana mereka dapat masuk kerajaan Allah dengan iman pada nama Yesus Kristus. Orang-orang menjadi percaya. Mereka dibaptis, baik pria maupun wanita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat ini terjadi, pengaruh Simon pada orang-orang mulai berkurang. Simon melanjutkan dengan Filipus. Mengapa? Karena dia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat terjadi dan dia benar-benar takjub. Dia tertarik pada kuasa keajaiban. Daripada rendah hati, kebangaannya menyebabkan dia ikut karena dia ingin memiliki kuasa itu. Dia tahu perbedaan antara apa yang dia lakukan dan apa yang nyata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia terkesan dengan kuasa Filipus. Dia melihat kuasa ajaib ini sebagai suatu komoditas yang dapat ditambahkan kepada kemampuannya, jadi dia memutuskan untuk bergabung dengan gerakan tersebut. Inilah pendekatan setan. Setan selalu ingin berbicara seperti, dan bertindak seperti orang percaya. Jadi di Simon, kami melihat contoh pertama dari orang yang setelah dibaptis dalam nama Kristus, ingin merusak iman yang dia katakan dia percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam teologi Roma Katolik, kami membaca ini: “Baptisan itu memberikan anugerah keselamatan.” Benarkah? Simon dibaptis, tetapi itu tidak memberinya anugerah keselamatan. Dia tidak pernah diselamatkan; dia tidak menerima kasih karunia. Itulah hal eksternal baginya. Dia memiliki pandangan yang salah tentang dirinya dan pandangan yang salah tentang keselamatan. Dia pikir bahwa dengan pembaptisan, dia sudah masuk; dan sekarang dia bisa memanfaatkan kuasa itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, bahwa dia memiliki </span><span class="cf1"><b>pandangan yang salah tentang Roh Kudus</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa Samaria telah menerima Firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes, 15 yang datang dan berdoa untuk mereka supaya mereka menerima Roh Kudus. 16 karena Dia belum masuk ke seorang pun dari mereka; mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua rasul terkemuka ini, diutus untuk memeriksa pekerjaan itu. Mereka pergi untuk melihat apakah inilah asli. Ayat 15 mengatakan, “Mereka datang dan berdoa untuk orang-orang yang telah percaya dan dibaptis,” orang percaya sejati, “supaya mereka menerima Roh Kudus, karena Dia belum turun ke atas mereka. Mereka hanya dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda percaya Tuhan Yesus Kristus, bukankah Roh Kudus datang saat itu juga?” Itu benar sekarang. Tetapi Kisah Para Rasul secara historis merupakan waktu yang kritis untuk transisi. Mengapa orang Samaria tidak menerima Roh Kudus pada saat mereka percaya seperti yang dialami orang percaya sekarang? Karena orang Yahudi membutuhkan kesaksian apostolik dan bukti apostolik bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam satu gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perselisihan antara orang Yahudi dan orang Samaria, akan terus berlanjut, kecuali para rasul itu datang, dan mengidentifikasikan bahwa mereka adalah orang percaya sejati, dan bahwa mereka ada di sana ketika Roh Kudus turun ke atas mereka, sehingga mereka ditempatkan oleh Roh Kudus ke dalam tubuh yang sama dengan orang Yahudi. Selalu ada bahaya ada dua gereja, pemisahan. Harus ada orang Yahudi yang hadir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah yang terjadi karena </span><span class="cf1"><b>ayat 17 – 18</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Lalu mereka menumpangkan tangan ke atas mereka, dan mereka menerima Roh Kudus. 18 Dan ketika Simon melihat bahwa melalui penumpangan tangan para rasul Roh Kudus itu diberikan, dia menawarkan uang kepada mereka.” Bagaimana dia melihat itu? Karena Roh Kudus tidak terlihat. Inilah keyakinan saya bahwa manifestasi yang sama yang terjadi pada Hari Pentakosta terjadi lagi di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manifestasi adalah berbicara dalam berbagai bahasa. KPR 10:44 – 46 mengatakan, “Sementara Petrus masih mengucapkan perkataan itu, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengar perkataan itu. 45 Dan orang-orang bersunat yang percaya menjadi heran, sebanyaknya datang bersama Petrus, karena karunia Roh Kudus telah dicurahkan juga kepada orang-orang non-Yahudi. 46 Karena mereka mendengar mereka berbicara dengan bahasa lain dan mengagungkan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi terheran-heran. Karena karunia Roh Kudus juga telah dicurahkan kepada bangsa-bangsa lain. Orang Yahudi itu pikiran nereka sangat sempit. Mereka tidak suka gagasan orang non-Yahudi masuk ke dalam perjanjian mereka. Jadi Allah harus mengulangi kejadian kedatangan Roh Kudus dan kehadiran para rasul, bukan hanya kepada orang Samaria, tetapi jugan ketika itu terjadi pada orang non-Yahudi pada awalnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 19 Paulus berkata kepada orang Yahudi, “Apakah kalian menerima Roh Kudus ketika kalian percaya?” dan mereka berkata, “Kami belum pernah mendengar tentang Roh Kudus.” Jadi Paulus berkata, "Kalian harus percaya kepada Yesus," jadi ketika mereka mendengar Injil, mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus, dan Paulus meletakkan tangan ke atas mereka dan Roh Kudus turun ke atas mereka, dan mereka mulai berbicara dengan bahasa lain dan memberitakan karya Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Terakhir</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>pandangannya tentang dosa salah</b></span><span class="cf1">. Yesaya 55 mengatakan, undangan datang tanpa biaya, dan tanpa uang. Simon ingin membeli Roh Kudus yang sejati. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Berilah aku juga kuasa ini, agar siapa pun yang kulayani, dapat menerima Roh Kudus.” Dia tidak tahu bahwa yang Allah miliki tidak ada untuk dijual. Semua yang Dia tawarkan itu gratis, tetapi itu untuk hati yang hancur, menyesal dan bertobat, yang benar-benar percaya kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-23</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Petrus berkata kepadanya, “Uangmu musnah bersamamu, karena kamu berpikir bahwa pemberian Allah dapat dibeli dengan uang! 21 Anda tidak memiliki bagian dalam hal ini, karena hati Anda tidak benar di hadapan Allah. 22 Karena itu bertobatlah dari kejahatanmu ini, dan berdoalah kepada Allah jika mungkin pikiran hatimu dapat diampuni. 23 Karena aku melihat bahwa kamu diracuni oleh kepahitan dan diikat oleh kejahatan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Letakkan dosa Anda; dan berpegang teguh pada Kristus. Anda adalah budak dosa Anda. Anda harus bertobat. Penginjilan yang berani inilah yang dilakukan oleh gereja mula-mula. Apa yang dilakukan Simon? </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Simon menjawab dan berkata, “Berdoalah kepada Tuhan untukku, agar tidak satu pun dari hal-hal yang kamu katakan itu menimpaku.” Apakah dia menyesal? Aku tidak tahu. Tetapi tidak ada penyesalan, dan tidak ada pengakuan dosa. Marilah kami berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Dec 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221204</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001EB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Penganiayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001EA"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+8:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 8:1-8</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada tanggal 8 Januari 1956, lima misionaris dibantai di Ekuador oleh suku yang dikenal sebagai suku India Auca. Tampaknya pada saat itu mungkin merupakan tragedi terbesar dalam sejarah misionaris di Zaman Modern. Dan tampaknya tidak ada yang lebih tragis yang terjadi pada para martir ini karena mereka semua sangat terlatih, sangat berdedikasi kepada Tuhan, dan memiliki potensi besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebenaran adalah bahwa itu sama sekali bukan tragedi. Bagi mereka, itu adalah pintu masuk langsung ke hadirat Tuhan Yesus Kristus. Dan melalui kematian mereka, sebuah gerakan misionaris meledak, yang benar-benar dimulai dengan istri-istri mereka, dan kemudian teman-teman mereka. Akhirnya seluruh suku India Auca itu diinjili dengan Injil dan sebuah gereja didirikan di sana yang bertumbuh dan mempengaruhi suku-suku lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada buku, ‘Through Gates of Splendor’, yang mengilustrasikan sebuah poin penting, bahwa apa yang mungkin Anda anggap sebagai momen tergelap dalam sejarah misionaris, sebenarnya bisa menjadi ledakan pertumbuhan dan perkembangan gereja. Apa yang terjadi pada orang-orang India Auca dalam pendirian sebuah gereja dan beberapa generasi orang percaya adalah salah satu kisah hebat tentang Allah yang mendirikan sebuah gereja dengan cara yang tampaknya seperti cara pintu belakang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah persis bagaimana gereja mula-mula itu menyebar. Bukalah Alkitab Anda di KPR 8. Gereja mula-mula dimulai di Yerusalem, tetapi maksud Allah adalah supaya gereja ditanam di Yerusalem, dan kemudian pergi ke Yudea-Samaria dan ke ujung dunia. Itulah Amanat Agung dari KPR 1:8. Namun Injil tidak berkembang ke daerah-daerah di sekitarnya. Injil itu tidak populer.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada seorang laki-laki, bernama Saulus, yang setuju dengan pembunuhan Stefanus. Mengapa gerombolan ini melakukan itu? Mereka mendengar penjelasan lengkap tentang Perjanjian Lama yang seolah-olah mereka percaya, dan mereka mendengar tentang kedatangan Yesus, Yang Benar itu, yang ditunggu-tunggu semua orang di Perjanjian Lama. Tetapi kemudian mereka didakwa karena mereka membunuh Yang Benar itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hati mereka teriris dan mereka mulai mengertakkan gigi padanya. Mereka menolak Yesus, Yang Benar itu sendiri. Mereka menolak Dia sebagai Penebus mereka, Juruselamat mereka. Mereka menolak Injil yang diberitakan oleh para rasul. Stefanus mengkhotbahkan satu khotbah dan dia langsung menjadi martir. Kematian Stefanus adalah pemicu yang melancarkan pembantaian terhadap orang-orang Kristen baru itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan besar dimulai terhadap gereja di Yerusalem dan jemaat itu tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria, kecuali para rasul. Beberapa pria saleh menguburkan Stefanus. Tetapi Saulus mulai merusak gereja, memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan. Terus dia memenjarakan mereka. Kemudian ayat 4, “Maka pergilah orang-orang yang tercerai-berai itu dan mereka memberitakan Firman.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipus pergi ke kota Samaria dan mulai memberitakan Kristus kepada mereka. Orang banyak, dengan satu hati, memperhatikan apa yang dikatakan oleh Filipus ketika mereka mendengar dan melihat mujizat-mujizat yang sedang dilakukan olehnya; karena banyak orang yang kerasukan roh jahat keluar dari mereka sambil berteriak dengan suara nyaring, dan banyak orang lumpuh disembuhkan. Jadi ada banyak suka cita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan terhadap orang Kristen itu bersifat global. Di dunia Barat, amoralitas menganiaya gereja. Penganut homoseksualitas menganiaya gereja. Mereka yang menganjurkan kebebasan tak bertuhan untuk berbuat dosa membenci kekristenan alkitabiah. Bahkan pemerintah kami sendiri telah menganiaya orang Kristen yang tidak setuju dengan perilaku tidak bermoral tertentu itu. Dan penganiayaan itu akan terus berlanjut.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah </span><span class="cf1"><b>KPR 8:1</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Penganiayaan yang hebat dimulai.” Tetapi ini bukanlah penganiayaan pertama dalam kitab Kisah Para Rasul. Sebelumnya, ada penganiayaan dari para pemimpin Yahudi terhadap para rasul di KPR 4:1, “Sementara mereka berbicara, para imam, kapten penjaga bait suci, dan orang-orang Saduki sangat gelisah dan mendatangi mereka karena mereka menyatakan bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka diseret ke hadapan Sanhedrin. Dikatakan kepada mereka untuk tidak berkhotbah, dan mereka menjawab, 'Kami harus berkhotbah, tidak ada keselamatan di tempat lain.' Sanhedrin memerintahkan mereka untuk tidak berbicara sama sekali dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, "Apakah benar di hadapan Allah untuk memberi perhatian kepada kalian daripada kepada Allah, kalianlah menjadi hakim, karena kami tidak dapat berhenti berbicara tentang apa yang telah kami lihat dan dengar."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus memberitakan Injil kepada mereka. Ini membuat para pemimpin itu marah sekali dan akhirnya akibatnya adalah pembantaian massal terhadap pengkhotbah ini. Apakah ini pukulan mematikan bagi gereja mula-mula? Kelihatannya ini tidak menghentikannya. Tetapi sekarang itu sudah mencapai tingkat di mana mereka membunuh para pengkhotbah. Ini seperti mencoba membasmi bara api, dan injakkan itu hanya mengirimkannya ke udara dan menyalakan api di mana pun mereka mendarat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen yang dipimpin oleh Saulus hanya menyebabkan Injil memenuhi tujuan yang dimaksudkan: “Kalian akan menjadi saksi-saksi di Yerusalem, lalu Yudea, lalu Samaria, lalu seluruh dunia.” Dan itulah yang terjadi. Penganiayaan itu mulai upaya misionaris ke dunia. Dan di sini kita memiliki upaya misi asing pertama yang akan keluar dari Yerusalem, dan pergi ke Yudea, dan kemudian ke Samaria.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 8 merupakan titik balik kritis dalam sejarah awal gereja. Injil sekarang akan masuk ke Yudea, ke Samaria; dan sebelum KPR-8 ini selesai, ini akan menyentuh seorang pria dari luar dunia ini, dari Etiopia. Dalam pasal ini, KPR 1:8 mulai digenapi, Yerusalem, Yudea, Samaria, dan seluruh bumi. Sekarang marilah kami lihat tiga poin, penganiayaan, khotbah, dan produktivitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Penganiayaan</b></span><span class="cf1"> kejam mulai di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">. Itu mulai dengan pembunuhan, mati syahid, dan berlanjut dari sana. Pemimpinnya adalah Saulus. Mengapa dikatakan mereka meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang pemuda bernama Saulus? Karena Saulus adalah penghasutnya. Dia memberi kesaksian tentang hal itu dalam KPR 22:20 ketika dia berkata, "Dan ketika darah saksimu ditumpahkan aku juga berdiri menyetujuinya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika mereka meletakkan jubah mereka di kakinya, itulah simbol otoritas. Yang menarik tentang itu adalah bahwa Saulus sendiri, setelah pertobatannya, menderita perlakuan seumur hidup yang sangat mirip Stefanus. Pada titik pertobatan Saulus dalam KPR 9, Tuhan berkata kepada Ananias tentang dia, “Aku akan menunjukkan kepadanya betapa besar penderitaan yang harus dia alami demi nama-Ku.” Apa yang dilakukan terhadap Stefanus juga akan dilakukan terhadap Saulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi memperdebatkan dan melawan Stefanus di sinagoga, dan begitu pula mereka lakukan itu terhadap Paulus. Orang-orang Yahudi menolak khotbah dan pengajaran Stefanus; demikian pula mereka lakukan itu dengan Paulus. Stefanus dituduh melakukan penistaan; begitu juga Paulus. Stefanus dituduh berbicara menentang Musa, berbicara menentang Bait Suci, berbicara menentang hukum; begitu juga Paulus. Mereka menangkap Stefanus; mereka melakukan hal yang sama dengan Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya anugerah Allah dapat mentransformasikan Saulus yang haus darah menjadi Paulus yang telah dibasuh darah. Dan ketika Paulus mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang pembunuh, seperti yang dia lakukan dalam suratnya, semuanya dimulai dengan Stefanus. Ada catatan di akhir ayat 1, “Kecuali para rasul.” Mereka seperti penjaga yang tetap di pos mereka untuk mendukung jiwa-jiwa para murid yang tidak dapat melarikan diri dan tinggal di kota.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhirnya, para rasul pergi, tetapi tidak pada hari-hari awal gereja ketika mereka perlu melayani orang-orang percaya ini. Dan di </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang saleh mengubur Stefanus dan meratapinya keras.” Itu pernyataan penting, orang-orang taat, orang-orang Yahudi yang saleh. Belum tentu mereka orang Kristen karena jika Anda melihat KPR 2:5, ada frasa yang sama yang menggambarkan penduduk Yerusalem saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah orang-orang yang takut akan Allah. Mereka adalah orang-orang yang merasa bahwa membunuh Stefanus karena berkhotbah adalah salah. Mereka adalah orang yang lebih mulia daripada Saulus, yang memimpin massa untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Orang-orang ini sedih dengan perilaku ini. Mungkin, mereka adalah orang-orang yang kemudian percaya pada Kristus. Ini mengingatkan kami bahwa meskipun para pemimpin Israel yang membenci Kristus berkuasa, ada juga jenis orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum Yahudi memerintahkan agar jenazah orang yang dieksekusi harus dikuburkan, jadi mereka menguburkan Stefanus. Tetapi hukum juga mengatakan ketika orang yang dieksekusi dimakamkan, tangisan publik tidak diperbolehkan. Orang-orang ini menentang tradisi itu dan mereka meratapinya dengan keras. Mereka tidak akan ikut aksi ini meskipun mereka belum menjadi orang percaya, dan mungkin mereka terbuka untuk Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Saulus datang dan menjadi penggerak utama dalam penganiayaan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Ia mulai merusak gereja.” Beberapa terjemahan akan mengatakan bahwa membinasakan adalah jenis kekejaman yang brutal dan sadis. Kesaksiannya dalam KPR 22 mengatakan, “Saya adalah seorang Yahudi yang dididik oleh Gamaliel, menurut hukum Allah kita. Saya menganiaya ‘jalan’ ini (Kekristenan) sampai mati, mengikat dan memenjarakan baik pria maupun wanita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan ini menyebabkan kata kedua “</span><span class="cf1"><b>berkhotbah</b></span><span class="cf1">.” Penganiayaan yang ganas menyebabkan ada pengabaran injil. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Oleh karena itu, mereka yang tercerai-berai pergi memberitakan Firman.” Mereka benar-benar pergi melalui Yudea dan melalui Samaria. Kata kerja yang digunakan, “pergi,” berbicara tentang upaya misionaris. Ini pemandangan luar biasa, banyak orang-orang yang kesakitan pergi hanya dengan pakaian di punggung mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka melarikan diri hanya dengan apa yang bisa mereka bawa di tangan mereka, dan mengalir keluar dari gerbang kota Yerusalem, berhamburan ke mana-mana, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa penghidupan mereka, dan tanpa kepemilikan mereka. Dan apakah yang mereka lakukan? Mereka pergi ke mana-mana memberitakan Firman. Penganiayaan itu baik untuk gereja. Itu memutuskan gereja dari kenyamanannya dan mengirimkannya ke dalam ketergantungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas mengilustrasikan itu hanya dengan kisah salah satu dari mereka, Filipus. Filipus dipilih menjadi diaken. Ini bukan Filipus sang rasul, ini adalah Filipus sang diaken. Dia adalah salah satu dari tujuh diaken awal. Namun dalam KPR 21:8 dia disebut, “Filipus sang penginjil.” Karena dia pergi ke mana-mana memberitakan Firman. Dia pergi 64 kilometer ke utara Yerusalem, lurus ke Samaria.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Samaria dipandang dengan kebencian, seperti yang kita ketahui dari Yohanes 4. Mereka dipandang sebagai bidat dan agama mereka bidat. Itulah campuran dari penyembahan berhala dan Yudaisme. Samaria sebenarnya adalah ibu kota kuno kerajaan utara, yang didirikan oleh seorang raja bernama Omri dalam 1 Raja-raja 16 ketika kerajaan itu terpecah setelah Salomo. Orang Yahudi membenci mereka karena 2 Raja-raja 17:18.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahun 722 SM, bangsa Asyur menaklukkan kerajaan utara dan ibu kota Samaria. Mereka memindahkan orang-orang Yahudi kembali ke Asyur, dan kemudian mereka membawa penyerbu masuk yang menyembah berhala, dan orang-orang Yahudi yang tertinggal menikah dengan mereka dan menghasilkan kelompok bidat campuran ini. Inilah kejahatan yang tak termaafkan. Kerajaan selatan itu dibawa ke Babel. Tetapi mereka menolak untuk menikah dengan orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kerajaan selatan itu kembali dari 70 tahun pengasingan, untuk membangun kembali tembok di bawah Ezra dan Nehemia. Orang Samaria ingin membantu mereka. Tetapi ada konflik besar; dan itu hanya meningkat menjadi kebencian di antara keduanya. Tetapi Filipus, sebagai seorang Yahudi, tidak mau mengikuti semua itu. Dia tahu Injil harus disampaikan ke ujung bumi, dan karena itu dia berkhotbah. Dan dia memberitakan Kristus kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Yohanes 4:28 wanita Samaria itu berkata kepada-Nya, “Apakah Engkau Kristus? Apakah Engkau Mesias?” Ini memberikan kabar baik bahwa Mesias, Tuhan Yesus Kristus telah datang. Dan itulah yang dilakukan orang-orang, waktu mereka pergi ke mana-mana memberitakan Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6 </b></span><span class="cf1">mengatakan, “Orang banyak itu dengan sehati memperhatikan apa yang dikatakan Filipus ketika mereka mendengar dan melihat mujizat-mujizat yang sedang dilakukannya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kuasa untuk melakukan mujizat diperluas dari para rasul kepada mereka yang berhubungan dengan para rasul, generasi pertama penginjil diaken ini. Filipus melakukan hal-hal yang dilakukan para rasul, </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Membebaskan orang dari roh-roh najis.” Iblis-iblis itu keluar dari mereka sambil berteriak dengan suara keras. Itulah yang dilakukan iblis-iblis ketika mereka dikeluarkan oleh kuasa Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Filipus memiliki kuasa untuk melakukan ini? Untuk mengesahkan pesan itu. Belum ada Perjanjian Baru. Bagaimana bisa membedakan guru sejati dari guru palsu? Guru-guru palsu ada di mana-mana. Dengan kuasa atas setan, kuasa atas penyakit, dan kuasa atas bentuk cacat. Ini sangat kuat, dan mereka terpesona. Ada kata ketiga di </span><span class="cf1"><b>ayat 8, </b></span><span class="cf1">“Ada suka cita besar di kota itu.” Mula-mula ada penganiayaan, dan kemudian ada yang berkhotbah, dan sekarang ada </span><span class="cf1"><b>produktivitas</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika dikatakan, “Ada sukacita besar di kota itu,” apakah artinya itu bagi kami? Tahukah kalian, buah keselamatan yang pertama adalah </span><span class="cf1"><b>sukacita</b></span><span class="cf1">. Yesaya 61:10 mengatakan, “Aku akan sangat bersukacita di dalam Allah. Jiwaku akan memuliakan Allahku, karena Dia telah mengenakan kepadaku pakaian keselamatan. Allah telah membungkusku dengan jubah kebenaran, seperti seorang mempelai laki-laki menghiasi dirinya dengan karangan bunga dan sebagai seorang pengantin wanita menghiasi dirinya dengan perhiasannya. Saya akan sangat bersukacita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Tesalonika 1:6, Paulus mengucap syukur kepada Allah atas apa yang Tuhan telah lakukan dengan orang Tesalonika, dan dia mengatakan ini: “Kalian menjadi penurut kami dan penurut Tuhan, setelah menerima Firman dalam banyak kesusahan, dengan sukacita. dari Roh Kudus.” Paulus memberi tahu kita dalam Roma 14:17, “Kerajaan Allah adalah sukacita karena percaya.” Jadi kita memiliki pengabaran injil sebagai hasil dari penganiayaan, dan itu menuntun kepada keselamatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil itu disebarkan ke seluruh dunia karena orang-orang percaya dianiaya. Kami tidak perlu berjuang untuk penganiayaan tetapi di sisi lain, kami tidak perlu takut akan penganiayaan karena penganiayaan secara historis telah mencapai tujuan Allah. Kami perlu tahu itu pasti akan datang. Kami harus berani dan tegas. Janganlah pernah meremehkan kuasa penganiayaan itu untuk mencapai tujuan Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Nov 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221127</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001EA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kematian Stefanus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E9"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+7:54-60" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 7:54-60</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di akhir KPR 7, kita melihat orang Kristen pertama yang dibunuh karena kesaksiannya tentang Kristus. Namanya Stefanus. Dia adalah orang yang bereputasi baik, penuh dengan Roh Kudus dan hikmat. Dan dia penuh keyakinan. Dia, bersama dengan enam orang lain, dipilih dari ribuan anggota di gereja mula-mula untuk tanggung jawab rohani untuk memenuhi pelayanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia juga seorang pengkhotbah yang berani. Dia dibawa ke hadapan Mahkamah Agung Yahudi, Sanhedrin. Dia telah berkeliling di rumah-rumah ibadat Helenistik yang pada dasarnya ditempati oleh orang-orang Yahudi yang datang dari dunia Yunani. Khususnya sinagoga orang-orang yang dibebaskan, yang meliputi orang Kirene, Aleksandria, beberapa dari Kilikia di Asia, dan dia mengabarkan Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi orang-orang berdiri dan berdebat dengannya dan mereka tidak dapat mengatasi hikmat dan Roh yang dengannya dia berbicara. Jadi mereka menyerang orangnya. Mereka menuduhnya menghujat Musa, dan melawan Allah. Mereka juga menuduhnya menghujat Bait Allah dan melawan hukum. Mereka berkata, “Kami telah mendengar dia berkata bahwa orang Nazaret ini, Yesus, akan menghancurkan Bait Suci ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, “kebiasaan-kebiasaan yang diturunkan Musa dan mengubah kebiasaan-kebiasaan Musa.” Sanhedrin, bersama dengan semua orang di sinagoge yang tersinggung menyeretnya ke situ, melihat wajahnya seperti wajah malaikat. Ini menjadi pengadilan baginya. Dan imam besar bertanya kepadanya dalam ayat 1, “Apakah demikian halnya?” Tuduhan ini, dakwaan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jawabannya ada dalam KPR 7:2-53. Dia menunjukkan bahwa dia bukan seorang penghujat Allah tetapi seorang yang benar-benar percaya kepada Allah. Dia juga bukan penghujat Musa, tetapi dia menerima bahwa apa yang Allah berikan kepada Musa adalah wahyu ilahi. Dia bukan penghujat hukum Allah; dia menganggap hukum itu benar-benar hukum. Dia juga bukan penghujat bait suci. Jadi, dia membela diri terhadap setiap empat tuduhan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat yang sama, dia membalikkan tuduhan Sanhedrin Yahudi, dan semua orang Yahudi lainnya yang berkumpul di sana. Dan dia berkata, pada kenyataannya, bersama dengan nenek moyang kalian, kalian semua telah menghujat Allah dan telah menghujat Musa. Kalian, dengan nenek moyang kalian, telah menghujat hukum Allah karema kalian selalu tidak taat. Kalian juga menghujat bait suci ini karena kalian semua telah mengubahnya menjadi sarang pencuri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia menutup khotbahnya, dalam ayat 51, dengan ringkasan dakwaan. “Kalian orang-orang yang keras kepala dan tidak bersunat di hati dan telinga, selalu menentang Roh Kudus; kalian melakukan seperti yang dilakukan nenek moyangmu. Siapa di antara nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh semua orang yang sebelumnya telah mengumumkan kedatangan Yang Benar,” sang Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semuanya telah sampai kepada kalian karena kalian mengkhianati dan membunuh Anak Allah, Yang Benar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 54 - 60</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar hal-hal ini, hati mereka teriris, dan mereka menggertakkan giginya. </span><span class="cf1"><b>55 </b></span><span class="cf1">Tetapi dia, karena penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, 56 dan berkata, “Lihatlah! Saya melihat langit terbuka,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah! </span><span class="cf1"><b>57</b></span><span class="cf1"> Kemudian mereka berteriak dengan suara nyaring, menutup telinga mereka, dan berlari ke arahnya bersama-sama; </span><span class="cf1"><b>58</b></span><span class="cf1"> dan mereka melemparkan dia ke luar kota dan membunuhnya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan pakaian mereka di depan kaki seorang muda bernama Saulus. </span><span class="cf1"><b>59</b></span><span class="cf1"> Dan mereka melempari Stefanus dengan batu ketika dia memanggil Allah dan berkata, "Tuhan Yesus, terimalah rohku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>60</b></span><span class="cf1"> Kemudian dia berlutut dan berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, jangan tuntut mereka dengan dosa ini.” Dan ketika dia mengatakan ini, dia tertidur. ” Saulus setuju untuk membunuhnya. Dan pada hari itu, penganiayaan besar terjadi terhadap gereja di Yerusalem, dan mereka semua tersebar di seluruh Yudea dan Samaria, kecuali para rasul. Beberapa orang menguburkan Stefanus dan meratap dengan keras.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam kemartiran Stefanus, kita melihat kontras antara dunia orang Yahudi yang bermusuhan dan membenci Kristus, dan jiwa Stefanus yang lembut dan penuh kasih. Dunia sedang marah, melakukan yang terburuk. Stephen menghadapi mereka dengan berani, menggunakan pedang Roh, dan dia mengambil pedang itu dan melakukan pekerjaan yang hebat dengan menusukkannya jauh ke dalam jiwa mereka. Dan mereka membunuhnya untuk itu. Tetapi Allah menghormatinya untuk itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama-tama, mereka penuh dengan kemarahan, dan dia penuh dengan Roh. Itu menjadi jelas dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 54</b></span><span class="cf1"> ke bagian pertama dari </span><span class="cf1"><b>ayat</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>55</b></span><span class="cf1">. “Ketika mereka mendengar ini, mereka dipotong ke hati mereka, dan mereka mulai menggertakkan gigi padanya. Tetapi karena penuh dengan Roh Kudus, dia menatap dengan saksama ke surga.” Ketika dia mulai khotbahnya, sudah jelas bahwa mereka mendengar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia bertemu mereka di mana mereka berada, dan mereka berkomitmen pada Perjanjian Lama. Tetapi ketika penekanan argumennya menjadi lebih jelas, minat mereka berubah menjadi kemarahan dan kengerian. Itu mencapai tingkat demam tinggi dalam kehidupan gereja dalam KPR. Mereka menuduhnya melakukan penghujatan. Dia membalikkannya dan menuduh mereka melakukan penghujatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 54</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar ini, mereka dipotong ke hati mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya? Kemarahan dan kemurkaan. Neraka tidak menghasilkan penyesalan; itu hanya menghasilkan kemarahan. Itulah sebabnya itu berlangsung selamanya, karena mereka terus berbuat dosa. Kemarahan mereka terhadap Allah tidak pernah surut. Neraka penuh dengan orang-orang penuh murka, murka karena pengaruh yang mereka ikuti, murka karena keputusan yang mereka buat, dan murka pada Allah yang menempatkan mereka di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita melihat ke masa depan dalam buku Wahyu. Kita melihat ke masa tribulasi besar ketika penghakiman Allah datang ke bumi, penghakiman di bawah meterai, penghakiman di bawah sangkakala dan cawan. Mari kita lihat Wahyu 9:20, “Umat manusia lainnya, yang tidak terbunuh oleh malapetaka itu, tidak bertobat dari pekerjaan tangan mereka, yaitu menyembah setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada kilatan petir dan suara dan gemuruh guntur dan gempa bumi dan badai hujan es yang besar.” Itulah sangkakala ketujuh dan terakhir dari penghakiman terakhir, yang darinya muncul tujuh cawan, dan bangsa-bangsa menjadi marah. Mereka marah. Ketika anugerah Allah tidak menggerakkan mereka, ketika kemuliaan Injil tidak mengubah mereka, penghakiman membuat mereka marah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus telah mendakwa mereka sebagai penghujat dan itu menyebabkan kemarahan mereka. Mereka tidak ada perasaan lagi. Mereka terkutuk oleh penolakan yang disengaja terus menerus. Mereka telah mengeraskan hati mereka melawan kebenaran. Mereka telah menolak mujizat dan perkataan Yesus. Tidak lama sebelum itu, mereka menolak kesaksian dan pemberitaan Injil para rasul. Mereka menolak kesaksian gereja mula-mula.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menolak pelayanan dan mujizat Petrus. Mereka menolak mukjizat dan pesan dari Stefanus, dan penolakan mereka begitu tegas dan begitu dalam dan begitu luar biasa dan begitu ketat sehingga satu-satunya tanggapan yang mungkin mereka miliki terhadap pesan Injil lain yang menuduh mereka karena kesalahan mereka adalah kemarahan langsung. Mereka tidak dapat menemukan kata-kata untuk melampiaskan kebencian mereka. Setan telah merasuki mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan ledakan tiba-tiba tetapi ketegangan yang bertumbuh secara bertahap semakin tinggi saat Stephen berbicara, dan tidak pernah mati sampai Stefanus berbaring mati di depan mereka. Para pejabat tinggi ini belum pernah menghadapi tahanan seperti itu. Dia tampak lebih seperti seorang penuduh daripada terdakwa. Pesannya menyebabkan darah, tetapi hati nuraninya membawanya ke tempat keyakinannya yang menurut dia tidak ada harga terlalu mahal untuk dibayar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus tidak lagi menghadapi dewan yang tertib, tetapi gerombolan yang pikirannya penuh kebencian yang tidak rasional, dan yang emosinya mengarah pada pembunuhan. Mereka tidak mau di ekspos dan di ungkapkan kedalaman dosa mereka oleh siapa pun. Herodes membunuh Yohanes Pembaptis karena Yohanes menunjukkan dosanya dan menegurnya karena itu. Orang-orang Farisi memakukan Yesus Kristus di kayu salib karena Dia mencela dan mengungkap kemunafikan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi bereaksi dengan cara yang sama terhadap para rasul, dan Stefanus adalah yang pertama dari banyak orang yang, dalam membuka dosa-dosa manusia, mati dengan kematian yang mengerikan di tangan orang-orang berdosa yang mereka ungkapkan. Seperti yang dikatakan di Ibrani 3, janganlah keraskan hatimu melalui tipu daya dosa. Orang banyak ini penuh dengan kemarahan, tetapi Stefanus penuh dengan iman dan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya dipenuhi Roh Kudus? Artinya berada di bawah kendali Roh Kudus. Roh Kudus datang sebagai penghibur. Ia datang sebagai guru. Ia datang sebagai sumber kekuatan. Ia datang sebagai sumber kebijaksanaan. Perhatikan, ini adalah present tense. Ini bukan pengalaman sesaat bagi Stefanus. Inilah kepenuhan Roh yang secara harafiah menjadi ciri khasnya sepanjang waktu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah seseorang yang secara permanen tunduk pada kuasa Roh Kudus. Jadi, sementara para pendengarnya benar-benar gila karena marah, dia tetap tenang, sepenuhnya di bawah kendali Roh Kudus. Saya belum pernah membaca tentang kemartiran orang Kristen mana pun, yang mati dengan murka dan amarah. Setiap kemartiran selalu menggambarkan semacam damai transenden yang jarang ada, yang supranatural dan penuh kekuatan ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Petrus 4:14 mengatakan, “Jika kamu dicaci maki karena nama Kristus, kamu diberkati karena Roh kemuliaan dan Roh Allah ada pada kamu.” Sesuatu terjadi pada jam kemartiran yang merupakan bagian ganda dari Roh Kudus. Roh Kudus tidak hanya hidup di dalam setiap orang percaya sepanjang waktu, tetapi ada dispensasi anugerah khusus yang datang atas orang percaya yang berada di bawah ancaman kehidupan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Lukas 12:11 Yesus berkata, “Ketika mereka membawa kamu ke hadapan rumah-rumah ibadat dan para penguasa dan otoritas, jangan khawatir tentang bagaimana, atau apa yang harus kamu katakan untuk membelamu, atau apa yang harus kamu katakan, karena Roh Kudus akan mengajarimu pada saat itu juga apa yang harus kamu katakan.” Ada tiga bagian dari Roh Kudus. Satu, memiliki Roh Kudus; dua, untuk mendapat berkat dari-Nya dan tiga, untuk diberi apa yang harus kamu katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada lebih banyak di sini. Stefanus menatap tajam ke surga. Dia melihat kemuliaan Allah. Dia melihat apa yang rasul Paulus melihat ketika dia diangkat ke surga ketiga. Dia melihat apa yang dilihat Musa ketika dia diangkat ke Bukit dan kemuliaan Allah dinyatakan kepadanya. Dia melihat apa yang Petrus, Yakobus, dan Yohanes lihat di Bukit Perubahan Rupa. Dia melihat Yesus berdiri di sana di sebelah kanan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah yang tidak terlihat memanifestasikan diri-Nya sebagai terang. Stefanus melihat cahaya itu, dan berdiri di sebelah kanan cahaya itu, dia melihat Yesus. Tetapi, ada yang yang luar biasa. Rujukan bahwa Tuhan berada di sebelah kanan Allah di dalam Injil, selalu mengatakant Dia duduk. Kristus yang naik sekarang terlihat berdiri. Mengapa? Karena Dia bangun untuk menyambut salah satu milik-Nya ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak dapat menahan keajaiban itu, dan dia berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 56</b></span><span class="cf1">, “Lihatlah, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Pernyataan itu melepaskan ledakan kemarahan terakhir. Dan kata-kata itu sangat lazim bagi Sanhedrin karena Yesus Kristus telah mengatakan hal yang sama dalam Markus 14:62. Stefanus membuat klaim yang sama seperti yang dibuat Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 57</b></span><span class="cf1">, “mereka berseru dengan suara nyaring dan menutup telinga mereka dan menyerbu dia.” Mereka tidak mau tahu kebenarannya. Mereka buta dengan sengaja, dan sekarang mereka buta secara hukum. Itulah sebabnya dalam Roma 11, dikatakan tentang mereka apa yang dikatakan dalam Yesaya 6, bahwa melihat mereka tidak dapat melihat, mendengar mereka tidak dapat mendengar, dan mereka tidak dapat mengerti. Mereka tidak bisa bertobat. Mereka tidak bisa diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada set kontras ketiga: yaitu kontras antara kematian dan kehidupan. Mereka sedang membunuh. Tetapi bagi Stefanus itu hanyalah pintu masuk ke dalam kehidupan yang mulia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 58</b></span><span class="cf1">, “Setelah mereka mengusir dia dari kota, mereka mulai membunuh dia dengan batu; dan saksi-saksi itu meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda bernama Saulus. Mereka terus melempari Stefanus saat dia berseru kepada Tuhan dan berkata, 'Tuhan Yesus, terimalah rohku!'”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum mengharuskan di dalam Imamat 24 bahwa siapa pun yang dibunuh dengan batu, itu harus terjadi di luar kota. Undang-undang juga mengatur bahwa membunuh dengan batu adalah hukuman yang tepat untuk penghujatan. Karena kenyataannya adalah bahwa mereka tidak punya hak untuk membunuh siapa pun. Mereka mengatakan itu di sekitar pengadilan Yesus, dalam Yohanes 18:31, kita tidak dapat membunuh siapa pun. Mereka mengaku tidak punya kewenangan untuk mengeksekusi. Tetapi mereka mengesampingkan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ulangan 17:7 mengatakan bahwa tangan saksi-saksi itu harus yang pertama kali mengambil batu untuk membunuh dia. Dan setelah itu, tangan orang-orang lain. Jadi, jika mereka akan membunuh seseorang karena penghujatan agama, batu pertama harus dilemparkan oleh saksi yang memberikan kesaksian langsung tentang penghujatan tersebut. Saksi-saksi itu meletakkan jubah mereka di kaki seorang pemuda bernama Saulus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 59</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka terus menerus melempari Stefanus dengan batu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada satu kontras terakhir di antara kebencian dan cinta. Kebencian, sudah jelas, kita melihatnya sepanjang jalan dalam kemarahan mereka yang membunuhnya dengan batu. Orang yang paling rendah hati ini, diutus oleh Allah untuk memberitakan keselamatan kepada Israel. Apa yang mereka ingin lakukan hanyalah membunuhnya. Namun di tengah ledakan kebencian ini, kita melihat indahnya kasih itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 60</b></span><span class="cf1">, “Lalu waktu berlutut, dia berseru, ‘Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berdoa untuk pengampunan dosa bagi mereka. Ini juga, seperti Tuhannya. Kristus berkata di kayu salib. Janganlah pegang dosa ini terhadap mereka. Kematian Stefanus menyebabkan ada penganiayaan, tetapi lebih dari itu, itu mempengaruhi Saulus, yang tidak pernah melupakan hari itu. Ketika dia memberikan kesaksiannya kepada Timotius, Paulus berkata, “Saya bersyukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita, yang menganggap saya setia, yang menempatkan saya dalam pelayanan, meskipun saya sebelumnya adalah seorang penganiaya.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Nov 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221113</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Musa membebaskan Israel]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E8"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+7:18-53" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 7:18-53</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja dalam KPR 7, memiliki dampak signifikan terhadap kota Yerusalem. Dalam KPR 5:28, Sanhedrin bertemu, dan inilah kata-kata imam besar kepada para rasul: "Kami memberi kalian perintah tegas untuk tidak melanjutkan mengajar dalam nama ini." Nama Yesus. "Namun, kalian telah memenuhi Yerusalem dengan ajaran kalian dan berniat untuk membawa darah orang ini ke atas kami." Itulah tepat yang dimaksudkan gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 7 memberi tahu kita semua yang perlu kita ketahui tentang Stefanus. Dan kita akan bertemu Filipus di KPR 8. Orang-orang ini bukan hanya pelayan yang merawat para janda. Mereka adalah pengkhotbah yang hebat, kuat dan efektif. Sejak Tuhan kita telah mengajar para rasul-Nya di jalan menuju Emaus, semua hal tentang diri-Nya dan hukum para nabi, mereka belajar makna Perjanjian Lama yang diperkenalkan di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja telah menyatakan bahwa Kristus hidup, Kristus adalah Mesias, dan Kristus adalah Juruselamat kita. Dia telah memberikan penebusan. Dan sekarang, orang Yahudi itu memiliki masalah yang sama, hanya masalahnya telah menyebar ke seluruh kota. Dan orang Kristen telah memakai bait suci itu sebagai tempat pertemuan mereka. Mereka tidak bisa menutupnya. Mereka telah melakukan segalanya kecuali membunuh mereka, dan akhirnya mereka akan melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus melihat persidangan ini sebagai kesempatan untuk berdiri di hadapan mahkamah agung Israel, dan menyatakan kebenaran kepada mereka, dan kemudian membalikkan keadaan dan mendakwa mereka sebagai penghujat sebenarnya. Ada empat hal yang dia pikirkan. Pertama adalah untuk mendapat minat mereka tentang Perjanjian Lama. Kemudian kedua adalah untuk menjawab tuduhan bahwa dia adalah penghujat Allah, Musa, hukum, dan bait suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, dia mendakwa mereka sebagai penghujat dengan menelusuri mereka kembali melalui nenek moyang mereka yang juga penghujat. Dan kemudian keempat, dia menuduh mereka atas darah Mesias, membunuh Orang Benar. Itu menyebabkan kebencian mereka. Mereka menyeretnya dengan tangan dan kaki, melemparkannya dari tebing, dan menghancurkannya di bawah batu berdarah. Sepanjang pembelaan ini, Stefanus mengutip Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di pembukaan KPR 7, kita melihat bahwa dia menjawab itu. Dia berkata, “Dengarkanlah aku, saudara-saudara dan bapa-bapa!” Dan dia menamakan Allah, “Allah yang mulia.” Dia menggambarkan bahwa Allah telah menampakkan diri-Nya kepada bapa kita Abraham ketika dia berada di Mesopotamia, dan dia cerita bahwa Allah menjanjikan tanah pada Abraham dan suatu bangsa dalam Perjanjian Abraham. Dia adalah bapa Ishak, Yakub dan kedua belas bapa leluhur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengikuti kisah Yusuf dan bagaimana Allah menyelamatkan Yusuf dari penderitaannya, dan menunjukkan kebaikan kepadanya, dan menggunakan Yusuf untuk menyelamatkan Israel. Akhirnya, kita memiliki di akhir bagian pertama ini, semua orang Yahudi, semua anak dari nenek moyang yang tinggal di Mesir. Ayat 15, “Yakub pergi ke Mesir dan di sana dia dan nenek moyang kita mati.” Dan kemudian ada kabar tentang penguburan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang kita melihat tuduhan kedua dan jawaban Stefanus tentang Musa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Tetapi karena waktu yang dijanjikan itu sudah dekat.” Sekarang janjinya adalah bahwa Allah akan memberi tanah dan keturunan. Mereka tidak pernah melihat janji itu. Semua patriark meninggal di Mesir. Tetapi itu juga dinubuatkan di ayat 6. Dan Allah berkata bahwa keturunan-Nya akan menjadi orang asing di negeri asing, yang dianiaya selama 400 tahun. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Ada raja lain di Mesir yang tidak tahu apa-apa tentang Yusuf.” Dia tidak tahu betapa hebatnya Yusuf. Jadi, dia memutuskan untuk mengubah mereka menjadi budak karena dia takut mereka menjadi ancaman. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Orang ini mengkhianati bangsa kita, dan menindas nenek moyang kita, membuat mereka membuang bayi mereka di sungai, supaya mereka mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keluaran 1:22 mengatakan, "Setiap anak yang lahir harus kalian buang ke dalam sungai." Tetapi Allah punya rencana lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu itu lahirlah Musa, dan ia sangat berkenan kepada Allah; dan dia dibesarkan di rumah bapaknya selama tiga bulan.” Memang, dia dibuang ke sungai, tetapi di dalam keranjang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika dia ditaruh di sungai, putri Firaun membawanya pergi dan membesarkannya seperti putranya sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Providensi yang luar biasa, karena Musa kemudian dibesarkan sebagai anak putri Firaun dan dididik dengan baik. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Dan Musa terpelajar dalam segala hikmat orang Mesir, dan perkasa dalam perkataan dan perbuatan.” Saya bukan penghujat Musa, tetapi kalian menuduh saya menghujat Musa? Saya memberi kehormatan kepada Musa. Musa memiliki pengetahuan tentang astronomi, geometri dan kedokteran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus mengatakan semua hal positif yang bisa dia katakan tentang Musa. Dan dia tidak menyebut sesuatu yang negatif tentang Musa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Ketika ia berumur empat puluh tahun, ia tergerak untuk mengunjungi saudara-saudaranya, orang Israel.” Allah bergerak di dalam hatinya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Dan melihat salah satu dari mereka menderita salah, dia membela dan membalas dia yang tertindas, dan memukul mati orang Mesir itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Musa membelanya dan membalas dendam bagi orang tertindas itu dengan mematikan orang Mesir itu. Dan Musa berpikir bahwa umatnya akan menanggapi, dan bahwa dia akan menjadi semacam pahlawan bagi mereka. Tetapi itu bukan reaksi mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Sebab ia menyangka, bahwa saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah akan melepaskan mereka dengan tangannya, tetapi mereka tidak mengerti.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Yahudi itu tidak mengerti. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Dan keesokan harinya dia menampakkan diri kepada dua orang Yahudi ketika mereka sedang berkelahi, dan mencoba mendamaikan mereka, dengan mengatakan, 'Hai, kalian adalah saudara; kenapa kalian saling menyalahkan?” </span><span class="cf1"><b>Ayat 27-28</b></span><span class="cf1">, “Tetapi orang yang berbuat salah terhadap sesamanya mengusirnya dengan berkata, ‘Siapakah yang mengangkat engkau menjadi penguasa dan hakim atas kami? 28 Apakah Anda ingin membunuh saya seperti yang Anda lakukan terhadap orang Mesir kemarin?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa tidak ada pilihan. Jadi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Maka, karena perkataan itu, Musa melarikan diri dan menjadi penduduk di tanah Midian, di mana dia mendapat dua anak laki-laki.” Umatnya tidak ingin dia sebagai penyelamat dan pembawa damai. Maksud Stefanus adalah bahwa Israel adalah yang menolak. Israel adalah penghujat. Dan poin ini akan dibangun terus untuk mencapai fakta bahwa mereka juga menolak Yesus Kristus dalam ayat 51.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Setelah empat puluh tahun berlalu.” Israel menghujat Musa, dan dengan demikian menghujat Allah karena Musa adalah penyelamat pilihan Allah. Apa yang telah Musa lakukan selama 40 tahun? Nah, dia menikah dengan anak perempuan Yitro, bernama Zipora. Dia punya keluarga di sana. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1"> melanjutkan, “Seorang Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam nyala api di semak belukar di padang gurun Gunung Sinai.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31-33</b></span><span class="cf1">, “Ketika Musa melihat itu, dia heran melihat pemandangan itu; dan ketika dia mendekat untuk mengamati hal itu, datanglah suara Tuhan kepadanya, </span><span class="cf1"><b>32</b></span><span class="cf1"> yang berkata, 'Akulah Allah nenek moyangmu—Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.' Dan Musa gemetar dan tidak berani melihat. </span><span class="cf1"><b>33</b></span><span class="cf1"> ‘Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Lepaskanlah sandalmu dari kakimu, karena tempat kamu berdiri adalah tanah suci.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Aku benar telah melihat penindasan umat-Ku yang ada di Mesir; Aku telah mendengar rintihan mereka dan telah turun untuk membebaskan mereka. Dan sekarang datanglah, Aku akan mengirimmu ke Mesir.” Allah itu setia. Dia akan memenuhi janji-Nya. Dia akan menyelamatkan umat-Nya. Tanah itu kudus karena Allah ada di situ. Allah tidak melupakan perjanjian-Nya. Dia siap untuk membawa kembali penyelamat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Musa ini, yang mereka tolak, dengan mengatakan, ‘Siapakah yang menjadikanmu penguasa dan hakim?’ adalah dia yang diutus Allah untuk menjadi penguasa dan penyelamat melalui tangan Malaikat yang menampakkan diri kepadanya di semak belukar itu.” Musa datang untuk kedua kalinya dan menjadi penyelamat. Apakah Anda melihat di dalamnya bayangan Kristus? Ditolak pertama kali; Dia akan kembali lagi dengan pembebasan penuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Dia membawa mereka keluar, setelah dia menunjukkan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir, dan di Laut Merah, dan di padang gurun selama empat puluh tahun.” Orang Yahudi selalu bangga atas cinta mereka kepada para pemimpin sejarah mereka, tetapi nenek moyang mereka telah menolak Yusuf dan Musa secara langsung. Merekalah yang adalah penghujat Allah karena mereka menghujat tujuan Allah dengan menolak pemimpin pilihan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Inilah Musa yang berkata kepada bani Israil, ‘Tuhan, Allahmu, akan membangkitkan bagimu seorang Nabi seperti aku dari saudara-saudaramu. Dialah yang kalian harus dengar.’ Dan pada saat ini, dia langsung berbicara tentang Mesias. Musa yang kalian tolak ini adalah orang yang menubuatkan kedatangan seorang nabi seperti dirinya, seorang nabi yang dipilih Allah, yang telah dipisahkan oleh Allah. Ini menunjuk kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejarah Musa itu seperti bayangan kedepan sejarah Yesus. Stefanuslah yang percaya dengan sepenuh hati kepada Mesias yang ditulis oleh Musa itu. Stefanus, sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, memberikan lebih banyak kehormatan kepada Musa daripada siapa pun. Anda tidak dapat menghormati Musa tanpa menghormati Kristus. Stefanus memberikan penghargaan kepada Musa. Dia bukan penghujat Allah atau Musa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuduhan ketiga adalah bahwa dia adalah penghujat hukum. </span><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Dialah yang berada di tengah-tengah jemaat di padang gurun bersama Malaikat yang berbicara kepadanya di Gunung Sinai, dan dengan nenek moyang kita, yang menerima nubuatan hidup untuk diberikan kepada kita.” Musa di Gunung Sinai, menerima Hukum, yaitu nubuatan hidup, untuk diteruskan kepada kalian di Keluaran 19. Nubuatan itu adalah perintah dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum Allah itu hidup. Firman Allah itu hidup dan bertahan selama-lamanya. Tuhan kita Yesus berkata tidak ada setitik kecilpun dari hukum itu yang akan hilang sampai semuanya digenapi. Dia melihat hukum yang datang kepada Musa di Sinai sebagai hukum ilahi. Itu penting, wahyu rohani dari surga. Stefanus bukanlah penghujat hukum. Dia mengerti bahwa Allah adalah penulisnya, malaikat adalah perantaranya, dan Musa adalah penerimanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengatakan, bahwa Pentateuk ditulis oleh Musa, penulis yang diilhami, tetapi kebenarannya semuanya datang dari Allah. Dan di sini datang dakwaan lagi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 39 - 40</b></span><span class="cf1">, “Nenek moyang kami tidak mau taat, tetapi menolaknya. Dan di dalam hati, mereka kembali ke Mesir. 40 dan berkata kepada Harun, 'Jadikanlah bagi kami allah untuk berjalan di depan kami; tentang Musa yang membawa kita keluar dari tanah Mesir, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa ada di atas gunung, dan mereka sudah melupakannya. Itulah sejarah bangsa ini. Sanhedrin akan mengalami kesulitan dengan Stefanus yang membual tentang integritas bersejarah yang hebat bagi nenek moyang dan para pemimpin mereka, sementara Musa berada di atas gunung. </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu itu mereka membuat anak lembu emas, dan menyembah berhala kepada idola itu, dan bergembira atas pekerjaan tangan mereka sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42-43</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Allah berbalik dan menyerahkan mereka untuk menyembah penghuni surga, seperti tertulis dalam kitab para nabi: 'Apakah kalian mempersembahkan kepada-Ku binatang sembelihan dan kurban selama empat puluh tahun di padang gurun, hai rumah Israel? </span><span class="cf1"><b>43</b></span><span class="cf1"> Kalian juga mengambil tabernakel Moloch, dan bintang dewamu Remfan, patung yang kalian buat untuk disembah; dan Aku akan membawa kalian pergi melampaui Babel.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus meringkastkan semua itu dalam kata-kata Amos. Kalian tidak boleh ada allah-allah lain di hadapan-Ku, tidak boleh ada patung ukiran, tidak boleh ada rupa apa pun. Amos sebenarnya mengatakan melampaui Damsyik. Dan di sini dalam Perjanjian Baru, itu diperkaya itu dengan mengatakan melampaui Babel. Allah berkata, “Bukan kepada-Ku kalian mempersembahkan korban selama bertahun-tahun di padang gurun, benar?” Jadi siapakah para penghujat itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Stefanus membaca bagian-bagian besar dari sejarah ini, dan dia tidak mengatakan pendapatnya. Itu hanya fakta-fakta Kitab Suci. Dan akhirnya, dia menjawab dakwaan bahwa dia bersalah menghujat bait suci. </span><span class="cf1"><b>Ayat 44</b></span><span class="cf1">, “Bapak-bapak kami memiliki Kemah Suci di padang gurun, seperti yang ditetapkan Allah, dengan memerintahkan Musa untuk membuatnya menurut pola yang telah dilihatnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia melanjutkan di </span><span class="cf1"><b>ayat 45</b></span><span class="cf1">, “yang nenek moyang kita, setelah menerimanya secara bergiliran, juga membawanya bersama Yosua ke tanah yang dimiliki oleh orang-orang non-Yahudi, yang didorong keluar oleh Allah di hadapan nenek moyang kita sampai pada zaman Daud.” Semua elemen tenda itu adalah simbol duniawi dari kemuliaan Allah, keagungan Allah, karakter Allah, sifat Allah, perjanjian Allah, dan penebusan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keluaran adalah kesaksian Allah. Saya tidak menentang Bait Suci. Mereka membawa tabernakel dalam sebuah tenda, yang telah Allah perintahkan kepada mereka dan memberi mereka cara untuk membangunnya. Mereka mengusir bangsa-bangsa di hadapan nenek moyang kita, dan kemah itu ada di sana sampai zaman Daud. </span><span class="cf1"><b>Ayat 46-47</b></span><span class="cf1">, “yang mendapat kemurahan di hadapan Allah dan minta untuk membangun tempat tinggal bagi Allah Yakub. 47 Tetapi Salomo membangun sebuah rumah untuk-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 48</b></span><span class="cf1">, “Namun, Yang Mahatinggi itu tidak tinggal di bait suci buatan tangan,” seperti yang dikatakan sang nabi, dan Stefanus mengutip Yesaya 66:1-2 dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 49-50</b></span><span class="cf1">, “'Surga adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apa yang akan kalian bangun untuk-Ku? kata Tuhan, atau di manakah tempat istirahat-Ku? </span><span class="cf1"><b>50</b></span><span class="cf1"> Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini?” Stefanus mengatakan, janganlah sikap kalian berlebihan tentang kepentingan bait suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua Bait Suci bersifat sementara. Pertama itulah sebuah tenda, kemudian ada Bait Suci Salomo, dan kemudian ada Bait Suci Zerubabel dan akhirnya Bait Suci Herodes itu dibangun. Dan di bait suci Herodes tabir itu telah dibelah dari atas ke bawah, dan Ruang Mahakudus itu terbuka. Stefanus berkata: kalian menghujat Allah seolah-olah bait suci itu sendiri adalah suci, dan kalian telah mengubah bait suci itu menjadi sarang pencuri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 51-53</b></span><span class="cf1">, “Kalian itu tegar tengkuk dan tidak bersunat hati dan telinga! Kalian selalu menolak Roh Kudus; sama seperti yang dilakukan nenek moyangmu, begitu juga kalian. </span><span class="cf1"><b>52</b></span><span class="cf1"> Nabi mana yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Dan mereka membunuh orang-orang yang menubuatkan kedatangan Yang Benar, di antaranya kalian sekarang telah menjadi pengkhianat-Nya dan pembunuh-Nya, </span><span class="cf1"><b>53</b></span><span class="cf1"> yang telah menerima hukum melalui petunjuk para malaikat dan tidak menaatinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari sana, mereka mengusir Stefanus ke luar kota, dan mulai melempari dia dengan batu. Jika seorang pengkhotbah generasi pertama seperti Stefanus, yang telah percaya kepada Yesus Kristus selama mungkin beberapa bulan saja, dapat berkhotbah dengan fasilitas semacam itu yang menangani Firman Allah dengan keberanian semacam itu, semoga Tuhan melepaskan di dalam generasi ini banyak sekali orang seperti Stefanus terutama di Denver dan Amerika barat. </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Oct 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221030</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembelaan Stefanus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E7"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+7:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 7:1-16</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah gambaran besar yang kita kejar di sini. Untuk memulainya, salah satu hal yang menjadi tanggung jawab orang Kristen adalah apa yang ada di dalam 1 Petrus 3:15, “Bersiaplah selalu untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang menanyakan alasan pengharapan yang ada padamu dengan lemah lembut dan takut.” Kita harus mampu mempertahankan iman. Orang Kristen efektif adalah orang yang dapat mengartikulasikan kebenaran dan membela apa yang dia yakini secara alkitabiah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita menyebutnya apologetika. Mengapa? Itu berasal dari bahasa Yunani apologia. Artinya berbicara untuk membela. Apologetika adalah pidato untuk membela apa yang kita percaya, inilah mengapa kita harus memberikan pembelaan yang masuk akal dan alkitabiah untuk iman kita. Dalam KPR 7, Stefanus memberi pembelaan iman dari Alkitabnya, yang adalah Perjanjian Lama. Seperti murid-murid lainnya, dia telah memahami bagaimana Perjanjian Lama menuntun kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para murid tidak mengerti Perjanjian Lama. Dalam keempat Injil, mereka tidak mengacu pada Perjanjian Lama. Tetapi dalam Kisah Para Rasul, setelah Kristus mengajari mereka Perjanjian Lama, mereka meledak begitu saja dengan kutipan-kutipan dari Perjanjian Lama. Dan inilah Stefanus; semua yang dia katakan diambil dari Perjanjian Lama. Dia membela dirinya terhadap orang-orang Yahudi, dan dia mulai dengan Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus adalah pembela iman besar dalam Perjanjian Baru, tetapi ada pembela iman sebelum Paulus. Stefanus memberikan pidato pembelaan dan juga konfirmasi Injil. Nah, apa yang meluncurkan ini? Stefanus adalah seorang Yahudi asing, yang dipilih bersama dengan enam pria lain oleh jemaat. Mereka memutuskan bahwa makanan dan uang harus disampaikan secara merata dan yang dipilih adalah tujuh orang Yahudi Helenistik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 6:3, “Mereka harus memiliki reputasi yang baik, dipenuhi Roh dan penuh hikmat.” Ayat 5 menyebutkan nama mereka, dua yang langsung kita kenal adalah Stefanus dan Filipus. Nama-nama lainnya tidak pernah muncul lagi. Tetapi Stefanus, di ayat 5, adalah orang yang penuh iman, dan penuh Roh Kudus. Di ayat 8 dikatakan, “Stefanus penuh anugerah dan kuasa.” Sungguh pria besar! </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 9, “Beberapa orang dari apa yang disebut Sinagoge Orang Bebas termasuk baik orang Cyrenia dan Alexandria dan beberapa orang dari Kilikia dan Asia, bangkit dan berdebat dengan Stefanus.” Ayat 10 mengatakan, “Mereka tidak dapat mengatasi hikmat dan Roh yang dengannya dia berbicara. Jadi mereka diam-diam membujuk orang untuk mengatakan, 'Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi dia tidak mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa atau melawan Allah. Ini semuanya kebohongan, tuduhan palsu. Mereka kemudian, “Mengaduk-aduk orang penatua dan ahli-ahli Taurat, dan mereka datang kepadanya dan menyeretnya pergi, dan membawanya ke hadapan Sanhedrin.” Kemudian, “Mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang mengatakan, 'Orang ini terus-menerus berbicara menentang bait suci, dan Hukum.'”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Karena kami telah mendengar dia,” karena dia berkata, “orang Nazaret ini, Yesus, akan menghancurkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diberikan Musa kepada kami.” Tentu mereka datang dari Allah. “Dan mengarahkan pandangan mereka padanya, semua yang duduk di Sanhedrin melihat wajahnya seperti wajah malaikat.” Tetapi apa yang Stefanus katakan adalah pemahaman luar biasa tentang Perjanjian Lama. Dia membela dirinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Imam Besar Kayafas berkata kepadanya, "Apakah hal-hal ini benar?" Sudahkah Anda menghujat Allah, Musa, hukum Taurat, dan Bait Suci? Mereka tidak dapat mengatasi kebijaksanaannya dan Roh yang dengannya dia berbicara, tetapi mereka pikir mereka akan mengadili dia di hadapan orang-orang yang paling elit secara alkitabiah di negeri itu. Mereka sangat marah, mereka menyebutnya penghujat dan penghujat harus dieksekusi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi KPR 7 lebih dari sekedar pembelaan. Itu menjadi khotbah ofensif yang kuat yang menuntun kepada Kristus. Inilah sebuah mahakarya. Dan sekali lagi, itu mengesahkan Perjanjian Lama. Dia tidak menggunakan argumen filosofis atau rasional. Dia hanya memakai teks Kitab Suci. Dan semua yang Stefanus katakan adalah validasi Perjanjian Baru dari Perjanjian Lama. Tujuan nomor satu adalah membuat mereka mendengarkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia melakukan itu dengan masuk ke dalam sejarah mereka. Dia menemukan poin kesepakatan dengan mereka. Dan dia menjelaskan bahwa hal-hal yang berharga dalam Kitab Suci juga berharga bagi mereka dalam Kitab Suci. Dia bukan penghujat karena dia percaya Kitab Suci. Jadi dia menarik minat pendengarnya dengan membicarakan apa yang penting bagi mereka dan mereka setujui.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua yang dia lakukan adalah menjawab tuduhan penghujatan agama. Dia membuat referensi positif langsung untuk setiap tuduhan tertentu dari mereka. Bagian pertama adalah pembelaan terhadap penghujatan Allah. Bagian kedua adalah pembelaan terhadap penghujatan Musa. Bagian ketiga adalah pembelaan terhadap penghujatan hukum. Dan terakhir, pembelaan terhadap penghujatan bait suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah setelah dia mendapat perhatian mereka dengan berbicara tentang apa yang menarik bagi mereka, sekarang dia telah menjawab tuduhan penghujatan ​​agama dengan menunjukkan bahwa dia bukan seorang penghujat; hal berikutnya yang dia lakukan adalah membalikkan keadaan dan mendakwa mereka atas penghujatan. Dengan menyatakan kepada mereka bahwa mereka telah melakukan penghujatan tertinggi dengan menolak Allah dan Mesias Allah, yaitu Tuhan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu kuat, dan dia berkata di ayat 51, “Kalian orang-orang yang tengkuk dan tidak bersunat di hati dan telinga, selalu menentang Roh Kudus; kalian melakukan seperti yang dilakukan nenek moyang kalian. Siapa di antara nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh orang-orang yang sebelumnya mengumumkan kedatangan Dia yang Benar, jadi kalian sekarang menjadi pengkhianat-Nya dan pembunuh-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mendakwa Sanhedrin karena membunuh Mesias. “Kalian, yang menerima hukum seperti yang ditetapkan oleh para malaikat, namun tidak menaatinya.” Kalian menghujat Allah dan Anak Allah. Kalian menghujat Musa, pemberi hukum itu. Kalian menghujat hukum dengan menolaknya. Kalian bersalah membawa penghujatan kalian ke bait suci ini. Hal-hal ini secara khusus adalah tema-tema yang terdapat di khotbah ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menuduh dia menghujat Allah dalam KPR 6:11. Dia mengambil tuduhan terberat pertama. Untuk memulainya, Stefanus harus menetapkan dalam pikiran mereka bahwa dia dan semua orang Kristen berbicara atas nama Allah. Perjanjian Baru bukan anti-Allah. Injil yang mereka isi Yerusalem dan yang mempengaruhi oranr-orang bukanlah anti-Allah. Jadi pastilah dia pro-Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus menyatakan kepercayaannya kepada Allah. Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Allah Israel. Dia harus menetapkan bahwa Allah adalah Dia yang diwahyukan dalam Kitab Suci seperti yang diyakini orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Allah yang memanggil Israel menjadi ada. Ini menarik perhatian mereka pada titik apa yang menarik minat mereka dan apa yang suci bagi mereka. Jadi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Apakah demikian halnya?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Dan Stefanus berkata, 'Dengarkan aku, saudara-saudara dan bapak-bapak!'" Saudara-saudara, mayoritas penonton adalah orang-orang Yahudi yang telah mengikuti ini. Kemudian 'bapak-bapak' mengacu pada pejabat Sanhedrin. Dia berbicara tentang Allah dan menyebut Allah 19 kali di pembukaan, jadi kita tahu apa topiknya. Dia memberi Allah gelar-Nya yang paling mulia, “Allah yang mulia.” Gelar itu muncul dalam Perjanjian Lama hanya sekali saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka semua tahu di mana itu. Mazmur 29 mengatakan, “Anggaplah sehagai Tuhan, hai putra-putra perkasa. Terimalah kemuliaan dan kekuatan Tuhan. Anggaplah Tuhan itu mulia karena nama-Nya; sembahlah Tuhan dalam barisan suci. Suara Tuhan ada di atas air; Allah yang mulia bergemuruh. Tuhan berada di atas banyak air. Suara Tuhan itu sangat kuat. Suara Tuhan itu sangat agung dan berkuasa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dikenal dengan banyak nama. Dia adalah Yehova-Nissi, Tuhan yang mewaraskan. Dia adalah Yehova-Jireh, Tuhan yang menyediakan. Dia adalah Yehova-Rapha, Tuhan yang menyembuhkan. Dia adalah Yehova-Shalom, Tuhan damai sejahtera kita. Yehova-Raah, Tuhan yang menggembalakan. Yehova-Tsidkenu, Yang Benar. Yehuwa-Sabaoth, Tuhan semesta alam. Yehova-Shammah, Tuhan yang maha hadir. Yehova-Elyon, Tuhan Yang Maha Tinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah semua nama itu. Tetapi semua itu membentuk Allah segala kemuliaan. Allah yang adalah El Hakkavod, Allah kemuliaan. Stefanus berkata, "Dengarkanlah, aku percaya pada Allah yang mulia, Allah yang sifat-sifatnya dijelaskan dalam Mazmur 29. Itulah Allah yang aku percayai. Itulah Allahku." Dia memberikan supremasi penuh, kedaulatan penuh, kemuliaan penuh kepada Allah pemazmur itu, Raja Daud.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia sebenarnya mati melihat sesuatu dari kemuliaan itu di ayat 55. Sebelum mereka melempari dia dengan batu sampai mati, dikatakan, “Karena penuh dengan Roh Kudus, dia menatap dengan saksama ke surga dan melihat kemuliaan Allah.” “Dengarkanlah aku, saudara-saudara dan bapak-bapak! Allah kemuliaan itu menampakkan diri kepada nenek moyang kita Abraham ketika dia berada di Mesopotamia, sebelum dia tinggal di Haran.” Perhatikan kata ganti pribadi itu, bapak kita. Saya adalah salah satu dari kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mesopotamia adalah istilah Yunani untuk Kasdim. Kota asal Abraham adalah kota Ur, di antara Sungai Tigris dan Efrat. Yosua 24 memberi tahu kita bahwa Abraham sebenarnya berasal dari keluarga penyembah berhala. Dia kemudian bertobat untuk menyembah Allah yang benar dan hidup. Jadi Allah memanifestasikan diri-Nya kepada Abraham ketika dia berada di Mesopotamia sebelum dia tinggal di Haran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1"> Tuhan berkata kepada Abram, “Pergilah dari negerimu, dan dari sanak saudaramu, dan dari rumah ayahmu, ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; dan Aku akan membuat Anda menjadi bangsa yang besar, dan Aku akan memberkati Anda, dan membuat nama Anda besar; maka Anda akan menjadi berkat, dan Aku akan memberkati mereka yang memberkati Anda, dan Aku akan mengutuk mereka yang mengutuk Anda. Dan di dalam Anda semua keluarga di bumi akan diberkati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1"> ketika Abraham tiba di Tanah Perjanjian, dia tidak menerima milik permanen, tetapi mengembara di tanah yang tidak pernah benar-benar miliknya. Tanah itu adalah janji kepada Abraham. Jadi dia di sana hidup, bukan berdasarkan kepemilikan, tetapi hidup berdasarkan janji. Karena Allah berkata, “Aku akan memberimu tanah yang luas.” Dia menunjukkan kepadanya bahwa itu akan menjadi tanah luas, jauh melampaui apa yang diduduki Israel sekarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya Paulus dalam Roma mengatakan Abraham dibenarkan oleh iman. Abraham percaya Allah. “Tetapi,” </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Allah berbicara tentang hal ini,” sebelum janji itu menjadi kenyataan, “bahwa keturunannya akan menjadi orang asing di negeri asing. Mereka akan diperbudak dan dianiaya selama 400 tahun. Itu terjadi di Mesir. Dia berjanji melalui Perjanjian Abraham, tetapi kemudian Dia berkata, tidak ada yang akan menjadi milik kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, Stefanus mengutip Allah, “Dan bangsa yang belenggu mereka, Aku sendiri akan menghakimi mereka.’ Bangsa yang telah memperbudak mereka, akan dihakimi oleh Allah. Bagaimana mereka diadili? Dalam sepuluh bencana. Akhir bencana adalah kematian semua anak sulung di Mesir. Kemudian mereka diadili dengan runtuhnya perairan Laut Merah yang menenggelamkan seluruh pasukannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Stefanus berkata, “Dengarkan, saya percaya benar pada sejarah Allah berhubungan dengan orang-orang ini. Saya percaya pada Allah yang mulia. Aku percaya pada Allahmu dan Allah Abraham.” Jadi dengan pembukaan ini, dia telah menarik minat mereka karena dia berbicara tentang sejarah mereka. Kedua, dia telah membela dirinya. Sekarang dia perlu membalikkan keadaannya dengan mendakwa Israel atas dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang dia mulai di </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Allah memberi Abraham “perjanjian sunat.” Ia mengatakan, tanda janjinya adalah anak laki-laki pada hari kedelapan harus disunat. “Maka Abraham menjadi bapak Ishak, dan ia disunat pada hari kedelapan; dan Ishak menjadi bapa Yakub, dan Yakub adalah bapa kedua belas leluhur.” Semua orang Yahudi adalah anak-anak Abraham, Ishak dan Yakub.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Para leluhur menjadi cemburu dan menjual Yusuf ke Mesir.” Yusuf memiliki tempat khusus dalam rencana Allah. Ruben adalah yang tertua dari kedua belas, tetapi Ruben kehilangan hak kesulungannya dengan kejahatan. Warisan itu kemudian diberikan kepada Yusuf. Satu Tawarikh 5 mengatakan, “Hak kesulungan adalah milik Yusuf,” Hal itu ada dalam Kejadian 37. Mereka menghujat Allah dengan menjual orang terpilih sebagai budak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus ingin mereka melihat dalam kisah Yusuf sebuah ilustrasi tentang reaksi bangsa itu terhadap rencana Allah. Puncaknya dalam KPR 7:52, dia bertanya, “Siapakah di antara nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu?” Yang benar adalah, Israel sebagai suatu umat, telah menentang rencana Allah sejak awal. Allah menyelamatkan Yusuf dari segala penderitaannya, dan mengangkatnya menjadi gubernur atas Mesir dan seluruh miliknya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini semua adalah pekerjaan Allah. “Dan ketika kelaparan datang,” di </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “meliputi seluruh Mesir dan Kanaan, dan penderitaan yang hebat menimpanya,” anggota keluarga lainnya tidak dapat menemukan makanan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika Yakub mendengar bahwa ada gandum di Mesir, dia mengutus nenek moyang kita ke sana untuk pertama kalinya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Pada kunjungan kedua, Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, dan keluarga Yusuf diungkapkan kepada Firaun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dari sana mereka dipindahkan ke Sikhem dan dibaringkan di dalam kubur yang telah dibeli Abraham dengan sejumlah uang dari anak-anak Hamor. Abraham membelinya. Allah tidak pernah memberinya apa pun, tetapi dia memang membeli sebidang tanah pemakaman. Di Yosua 24:32, dikatakan, "Yakub membelinya." Abraham membelinya pada awalnya, tetapi mereka berada di Mesir untuk waktu lama. Jadi Yakub harus membelinya lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi yang Stefanus katakan adalah, "Saya tidak menghujat Allah." Dia menjawab tuduhan mereka bahwa dia bukan penghujat Allah yang benar dan hidup. Dia mendakwa mereka dengan pandangan historis pada penghujatan nenek moyang mereka dalam menolak Yusuf yang dipilih Allah. Itu membuat mereka siap untuk dakwaan atas apa yang telah mereka lakukan kepada Kristus karena mereka telah melakukannya lagi. Mereka telah menolak Orang pilihan Allah lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pelajaran apakah yang dapat kita pelajari dari Stefanus? Jadilah alkitabiah dalam penginjilan Anda. Nyatakan kedaulatan Allah dalam menyatakan sejarah, nyatakanlah kesetiaan Allah dalam janji-janji-Nya untuk menggenapinya. Tunjukkan bahwa Kitab Suci bergerak menuju ke Kristus, dan tunjukkanlah ketidakpercayaan buta dan permusuhan terhadap kebenaran. Kita akan melihat bagaimana Stefanus membela dirinya terhadap penghujatan Musa selanjutnya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Oct 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221023</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Martir Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E6"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+6:8-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 6:8-15</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa minggu yang lalu kita melihat KPR 6:7 dan memeriksa organisasi asli dari gereja mula-mula. Bab itu dibuka dengan masalah karena beberapa janda Helenistik diabaikan dalam memberi mereka makanan dan uang sehari-hari. Untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, harus ada orang yang mengawasi distribusi makanan dan uang serta melayani di meja-meja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka memutuskan untuk memilih tujuh orang yang bereputasi baik, penuh Roh dan kebijaksanaan untuk memimpin tugas ini. Satu-satunya orang tentang siapa di katakan sesuatu adalah seorang pria bernama Stephen. Dia menjadi tokoh utama dalam narasi sepanjang sisa pasal ini dan KPR 7. Stefanus adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus yang berbahasa Yunani yang pernah menjadi anggota sinagoga Yahudi di negeri asing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mari kita baca </span><span class="cf1"><b>KPR 6:8-15</b></span><span class="cf1">, “Dan Stefanus, dengan penuh iman dan kuasa, melakukan mujizat-mujizat dan tanda-tanda besar di antara orang-orang. 9 Kemudian muncullah beberapa dari apa yang disebut Sinagoga Orang Bebas (orang Cyrenia dan Alexandria, dan orang-orang dari Kilikia dan Asia), yang berselisih dengan Stefanus. 10 Tetapi mereka tidak dapat melawan hikmat dan Roh yang Stefanus gunakan untuk berbicara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">11 Kemudian mereka secara diam-diam membujuk orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” 12 Dan mereka menghasut orang-orang, para penatua, dan ahli-ahli Taurat; dan mereka datang dan,menangkapnya, dan membawanya ke dewan. 13 Mereka juga ada saksi-saksi palsu yang mengatakan, "Orang ini tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata hujat terhadap tempat suci ini dan hukum."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">14 karena kami telah mendengar dia berkata bahwa Yesus dari Nazaret ini akan menghancurkan tempat ini dan mengubah kebiasaan yang disampaikan Musa kepada kami.” 15 Dan semua yang duduk di dewan, memandang dia dengan teguh, dan melihat wajahnya seperti wajah seorang malaikat.” Imam besar berkata, 'Apakah hal-hal ini benar?'” Dan Stefanus memberikan jawaban yang sangat panjang sepanjang KPR 7. Biarkan saya melanjutkan agar Anda tahu seluruh cerita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menanggapi hal ini, ayat 54 mengatakan, “Ketika mereka mendengar ini, mereka merasa dipotong di hati, dan mereka mulai menggertakkan gigi padanya. Tetapi karena penuh dengan Roh Kudus, dia menatap dengan saksama ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah; dan dia berkata, 'Lihatlah, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka berteriak dengan suara nyaring, dan menutup telinga mereka dan bergegas ke arahnya. Ketika mereka telah membawa dia keluar kota, mereka mulai membunuhnya dengan batu; dan para saksi meletakkan jubah-jubah mereka di depan kaki seorang muda bernama Saulus. Mereka terus membunuh Stefanus dengan batu saat dia memanggil Tuhan dan berkata, 'Tuhan Yesus, terimalah rohku!' Kemudian dia berlutut dan berteriak, 'Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah mengatakan ini, dia meninggal. Saulus setuju untuk membunuhnya. Dan pada hari itu dimulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem, dan mereka semua tersebar di seluruh wilayah Yudea dan Samaria, kecuali para rasul.” Saulus mulai merusak gereja, memasuki rumah demi rumah dan menyeret pria dan wanita, lalu dia memasukkan mereka ke dalam penjara.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stevanus ini orangnya sungguh luar biasa. Dia bukan diaken, tetapi dia ditugaskan untuk melayani meja. Dia bukan seorang rasul, tetapi dia melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Kuasa ajaib yang diberikan para rasul diperluas kepadanya dan juga kepada pemimpin lain bernama Filipus. Dia bukan seorang nabi, tetapi dia adalah seorang pengkhotbah yang hebat. Dia adalah pria yang unik. Dia berdiri di antara para rasul dan gereja mula-mula.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karirnya sangat singkat. Gereja itu baru dan masih muda, dan itu berarti dia adalah orang percaya baru, tetapi pemahaman luas yang dia miliki tentang Perjanjian Lama sudah cukup untuk dijelaskan dalam satu pasal karena keakuratannya dan kekayaannya. Dia adalah martir Kristen pertama. Inilah pria yang hebat menurut setiap ukuran ilahi. Dia penuh dengan segala sesuatu yang harus dipenuhi oleh setiap orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena penderitaan martirnya dan penganiayaan yang dimulai ketika dia mati syahid, orang-orang beriman tercerai-berai. Dan itulah tujuan Allah dalam kemartirannya karena Yesus berkata, “Jika Roh Kudus datang, kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan seluruh dunia.” Apakah yang akan mengirim mereka ke dunia? Penganiayaan, kemartiran dan ancaman kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Usaha Stefanus jatuh secara aneh pada Saulus, salah satu musuh Stefanus yang paling besar. Lamanya hidup seorang pria sering kali tidak ada hubungannya dengan dampaknya. Inilah satu-satunya khotbah yang pernah dia khotbahkan, dan tidak ada hasil yang positif. Namun itulah yang menyebabkan gereja bergerak dalam langkah Amanat Agung berikutnya. Mungkin juga kematiannya memulai karir Saulus yang menjadi Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja dengan berani mengabarkan Injil, dengan berani menghadapi orang-orang Yahudi, menerima penganiayaan dan menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengabarkankan Injil lebih lanjut. Semua orang percaya dibaptis, dan mereka semua terlibat dalam doktrin para rasul, doa, perjamuan kudus dan persekutuan. Mereka tahu pesannya adalah Kristus dan Dia disalibkan, kebangkitan, memerintah dan Dia kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ada para rasul yang melakukan semua ajaran sejak awal, tetapi kita dapat melihat tanggung jawab untuk mengajar itu mulai beralih ke orang-orang yang dipilih di sana dalam KPR 6. Stefanus menjadi seorang pengkhotbah dan Filipus menjadi seorang pengkhotbah. Jadi ada organisasi spiritual. Itu membawa kita ke teks kita di KPR 6:8 di mana kita melihat karir singkat dari seseorang bernama Stefanus ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kita melihat Stefanus, marilah kita melihat empat pemikiran, </span><span class="cf1"><b>cara dia dipilih, karakternya, keberaniannya, dan wajahnya</b></span><span class="cf1">. Lihatlah KPR 6:3. Mereka mencari, “orang laki-laki yang reputasinya baik yang penuh dengan Roh dan hikmat.” Stevanus adalah salah satu dari orang-orang itu. Mereka ingin tujuh orang dari ribuan orang Kristen sekarang. Stefanus adalah salah satu dari tujuh itu. Dia adalah seorang Yahudi dari luar Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Stefanus menetapkan kebesaran rohaninya yang unik dengan fakta bahwa Gereja memilihnya. Dia disetujui oleh badan tersebut untuk jabatan tertinggi yang dapat ditunjuk oleh badan tersebut. Pilihan itu divalidasi oleh poin kedua, </span><span class="cf1"><b>karakternya</b></span><span class="cf1">. Segala sesuatu tentang dia menunjukkan bahwa mereka memilih dengan baik. Nah, dia penuh dengan dua hal: iman dan Roh Kudus. Penuh iman berarti dipenuhi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang kita tahu tentang imannya? Lihatlah KPR 7:2, “Dengarkanlah aku, saudara-saudara dan bapak-bapak. Allah yang mulia menampakkan diri kepada bapa kita Abraham ketika dia berada di Mesopotamia, sebelum dia tinggal di Haran, dan berkata kepadanya, 'Tinggalkanlah negerimu dan sanak saudaramu, dan datanglah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.' Dia mengutip Kejadian 12, “Kemudian dia meninggalkan tanah orang Kasdim itu dan menetap di Haran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejak itu, setelah bapanya meninggal, Allah menyuruhnya pindah ke negara tempat kalian tinggal sekarang. Tetapi Dia tidak memberinya warisan di dalamnya, bahkan satu kaki tanah pun tidak, namun, sebelum dia memiliki anak, Dia berjanji bahwa Dia akan memberikan dia kepadanya sebagai milik, dan kepada keturunannya. Dia mengutip Kejadian 13. Dia percaya pada otentisitas dan validitas Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia percaya bahwa Allah mengatur sejarah. Gagasan umum di dunia adalah bahwa raja-raja, para gubernur, dan orang-orang politisi membuat sejarah. Stefanus percaya bahwa Allah menentukan sejarah. Itu semua adalah wahyu dari karakter Allah, tujuan Allah dan rencana Allah. Dalam ayat 52, “Siapakah di antara nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh mereka yang sebelumnya mengumumkan kedatangan Yang Benar itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia percaya Yesus adalah Mesias. Dia percaya kepada Yesus sebagai Yang benar dari Allah, dan dia percaya bahwa kematian-Nya adalah titik penting di mana sejarah terbentuk. Ia juga percaya bahwa Yesus telah bangkit. Bagaimana kita tahu itu? Karena dalam ayat 55 dikatakan, “Karena penuh dengan Roh Kudus, ia menatap ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 59, “Dan mereka melempari Stefanus dengan batu ketika dia memanggil Allah dan berkata, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Dia percaya Mesias sayang sama dia. Dia percaya bahwa Tuhan Yesus sedang menunggu untuk menerimanya. Dia percaya akan Roh Kudus, dalam ayat 51 dia berkata, “Kalian tegar tengkuk dan tidak bersunat di hati dan telinga. Kalian selalu menentang Roh Kudus, seperti yang dilakukan nenek moyangmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat 3, dia juga </span><span class="cf1"><b>penuh hikmat</b></span><span class="cf1">. Kebijaksanaannya begitu melampaui argumen sehingga ketika dia berbicara, musuh-musuhnya tidak dapat menahan apa yang dia katakan. Dan dalam kemarahan dan kemurkaan mereka membunuhnya karena mereka tidak sanggup menjawab argumennya. Dan di ayat 8, dia </span><span class="cf1"><b>penuh anugerah</b></span><span class="cf1">. Itulah anugerah yang dia berikan, penuh dengan “kasih setia”. Pada waktu mereka membunuh dia dengan batu, dia berteriak, “Tuhan, jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 7:59 mengatakan, “Terimalah rohku dan ampunilah mereka.” Kemudian itu memberitahu kita dalam ayat 8 bahwa dia </span><span class="cf1"><b>penuh kuasa</b></span><span class="cf1">. Dia dipenuhi kuasa Roh Kudus sampai tingkat apostolik. Dia melakukan keajaiban besar dan tanda-tanda di antara orang-orang. Dia melakukan mukjizat untuk membuktikan dia sebagai orang yang berbicara mewakili Allah. Ini terjadi sebelum ada Perjanjian Baru. Kita tahu bahwa dia adalah seorang pembicara untuk Allah karena kuasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul pergi ke orang-orang Yahudi Yerusalem. Paulus nanti akan pergi ke bangsa-bangsa lain. Stefanus akan pergi kepada orang-orang Yahudi di negeri-negeri bukan Yahudi. Dia mulai di Yerusalem di mana sinagoge untuk para peziarah ini ada. Ada komunitas Yahudi Yunani yang telah tinggal kembali di tanah Israel. Ketika ada pesta, ketika orang-orang datang berziarah ke Yerusalem, mereka akan pergi ke sinagoga-sinagoga ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejarawan memberi tahu kita bahwa ada 500 sinagog di Yerusalem. Sekarang, kelompok ini diidentifikasi untuk kita. Sinagoga Freedman. Pompeii, jenderal Romawi, telah membawa banyak orang Yahudi sebagai tawanan ke Roma dan menjual mereka sebagai budak. Kemungkinan besar, sinagoga ini dikembangkan oleh budak-budak Romawi yang dibebaskan yang telah kembali ke kota mereka untuk beribadah. Hanya diperlukan sepuluh orang untuk membuka sinagoge.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sana juga disebut orang Cyrenia, dari sebuah kota di Libya. Kemudian Aleksandria, ibu kota Mesir, didirikan oleh Alexander Agung. Kilikia disebut, sebuah pemukiman yang dikenal sebagai Asia Kecil di dekat Siria, dan kota utama Kilikia adalah Tarsus. Saulus asalanya dari Tarsus Di sinilah Saulus berfungsi di sinagoga orang-orang Kilikia. Tetapi kepada mereka, Stefanus pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apakah dia lakukan? Di </span><span class="cf1"><b>ayat 9</b></span><span class="cf1"> dia berdiri dan berdebat dengan mereka dan mereka berdebat kembali dengannya. Tetapi di </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1"> mereka tidak dapat mengatasi hikmat dan Roh yang dengannya dia berbicara. Ketika dikatakan berdebat atau berselisih, itu tidak selalu menunjukkan kemarahan. Tetapi itu semacam perdebatan adil di mana ada argumen yang disampaikan. Kita tidak tahu subjek apa yang di perdebatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka secara diam-diam membujuk orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Mereka mengatakan bahwa dia menentang Perjanjian Lama. Dia juga berdebat untuk keilahian Kristus. Dengan menghilangkan kuasa penyelamatan Hukum Musa, dia dianggap menghujat Musa. Dan dengan menyatakan Yesus adalah Allah, dalam pikiran mereka dia menghujat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menyatakan kepada mereka bahwa Hukum Musa tidak dapat menyelamatkan. Itu hanya bisa mengutuk. Mungkin di sinilah Paulus untuk pertama kali mendengar bahwa, “oleh karena perbuatan hukum Taurat, tidak ada manusia yang dibenarkan.” Mungkin Paulus mendengar untuk pertama kalinya bahwa semua kepenuhan Ketuhanan berdiam secara jasmani di dalam Yesus Kristus. Bagi orang-orang Yahudi inilah kata-kata penghujatan, penghujatan terhadap Allah dengan mengatakan Yesus sama dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang Yahudi Helenistik yang marah ini meninggalkan sinagoga mereka dan mulai mengatakan bahwa Stefanus adalah seorang penghujat. Persis seperti yang terjadi pada Tuhan kita Yesus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka menghasut orang-orang, para penatua, dan ahli-ahli Taurat; dan mereka menangkapnya, dan membawanya ke dewan.” Inilah Sanhedrin. Disini saksi-saksi palsu muncul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Mereka juga mendirikan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata hujat terhadap tempat kudus ini dan hukum.” Dia memberi tahu mereka tujuan sebenarnya dari hukum, yaitu untuk menyatakan dosa, bukan untuk memberikan keselamatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “karena kami telah mendengar dia berkata bahwa Yesus dari Nazaret ini akan menghancurkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang disampaikan Musa kepada kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkhotbah tentang Perjanjian Baru dengan Yesus sebagai Tuhan dan Mesias. Stefanus tahu apa yang telah mereka lakukan kepada Tuhan. Dia tahu bahwa mereka telah memenjarakan dan memukul para rasul. Dia tahu apa yang dipertaruhkan, tetapi keberaniannya tidak berkurang. Stefanus berkata dalam KPR 7:51, “Hai orang-orang yang keras kepala dan tidak bersunat hati dan telinga, kalian melakukan persis seperti yang dilakukan nenek moyangmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah di antara nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh orang-orang yang sebelumnya mengumumkan kedatangan Dia yang Benar, yang sekarang menjadi pengkhianat-Nya dan pembunuh-Nya.” Wow, orang ini benar heroik. Kita melihatnya dalam </span><span class="cf1"><b>karakternya</b></span><span class="cf1">. Kami melihatnya dalam keberaniannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Dan semua orang yang duduk di dewan itu, memandang dia teguh, dan melihat wajahnya seperti wajah seorang malaikat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berdiri, seperti yang dilakukan Musa di hadapan umatnya dalam kemurnian yang bersinar dengan tanda kemurahan ilahi di wajahnya. Dan di akhir hidupnya, dia melihat kemuliaan Allah, dalam KPR 7:55. Dia melihat langit terbuka. Dia melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah. Dia memanggil Tuhan dan berkata, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Allah masih mencari orang yang ada keberanian dan kegagahan yang tidak ada batasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan menunjukkan kemuliaan-Nya di wajah orang-orang itu dalam kepercayaan yang tenang, damai, hampir transenden yang datang melalui situasi yang paling penuh kebencian. Saya membayangkan bahwa Saulus, tidak pernah melupakan wajah Stefanus. Mungkin ketika dia berada di Jalan Damsjik dan Tuhan membutakannya dan berkata, “Sulit bagimu untuk menendang tongkat.” Dia mungkin mengingat wajah Stefanus. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Oct 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221016</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Para Diaken Dipilih]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E5"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+6:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 6:1-7</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja mula-mula berkembang cepat. Dan karena pertumbuhan itu, perlu ada cara yang efektif dan efisien untuk melayani orang-orang dan membangun kesaksian yang efektif. Inilah satu-satunya organisme spiritual di dunia. Setiap agama palsu adalah organisasi yang diatur oleh manusia dan setan. Dan setiap institusi manusia yang non-religius, adalah struktur yang dibuat oleh manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya organisme yang didirikan oleh Allah adalah gereja. Inilah organisme hidup yang terdiri dari orang-orang yang berhubungan dengan kehidupan Allah melalui persatuan dengan Yesus Kristus. Kita menjadi bagian kehidupan kekal yang sama. Kristus hidup di dalam kita. Ada orang yang berpikir bahwa karena realitas organisme itu, kita perlu lari dari organisasi. Kita perlu lari dari struktur dan semuanya harus mengalir bebas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Contoh kurangnya struktur dalam gereja, ada di dalam surat-surat Paulus. Jelas, gereja Korintus berada dalam keadaan kacau balau. Yang tidak ada adalah struktur dan kepemimpinan yang kohesif, dan orang-orang berbeda mengklaim mereka adalah pemimpin mereka. 1 Korintus 14:26 mengatakan, “Setiap kali kalian berkumpul, Anda masing-masing memiliki mazmur, memiliki pengajaran, memiliki lidah, memiliki wahyu, dan memiliki interpretasi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak melakukan hal-hal seperti itu karena Anda harus menjadi seperti Allah dan melakukan hal-hal dengan sopan dan teratur. Jadi ada contoh kekacauan di gereja Korintus, kekacauan yang harus diperbaiki, kekacauan yang membingungkan. Memang, gereja adalah organisme, tetapi itulah organisme yang membutuhkan organisasi. Itu membutuhkan struktur. Marilah saya menjelaskan apa yang terjadi dalam kitab Kisah Para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menurut KPR 6, gereja sudah signifikan besar, dan jumlahnya puluhan ribu orang. Mulai Hari Pentakosta, mereka semua dibaptis. Tuhan menambah pada jemaat, dan mereka mencatatnya. Mereka bertemu secara resmi di tempat-tempat tertentu pada hari pertama minggu itu untuk ibadah umum, doa umum, dan pemberitaan Injil. Mereka juga memecahkan roti dan ada orang yang harus merencanakan acara itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu bahwa bertahun-tahun kemudian Paulus masih mengumpulkan uang untuk memelihara jemaat orang kudus yang miskin yang masih berada di Yerusalem yang tidak pernah pulang. Jadi ada kebutuhan untuk mengumpulkan uang itu. Kita sudah melihat bahwa beberapa orang benar-benar menjual properti mereka dan mengambil hasilnya untuk dibagikan kepada para rasul. Dan para rasul memakai uang itu untuk memenuhi kebutuhan jemaat di gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi setelah gereja lahir, mereka ada serangkaian kondisi kompleks yang harus dipenuhi. Banyak orang ditambahkan kepada gereja setiap hari. Orang-orang dibaptis, orang-orang berkumpul untuk Perjamuan Kudus dan di rumah-rumah untuk makan. Orang-orang berkumpul pada hari pertama minggu itu, untuk membuka kebenaran Allah kepada mereka, untuk menjelaskan kepada mereka arti Perjanjian Lama yang telah digenapi di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini memerlukan struktur. Allah memberi karunia kepada orang-orang waktu gereja mulai bertumbuh, Roh Tuhan mendorong hati orang-orang. Dan mereka mulai melakukan pelayanan sesuai dengan karunia mereka. Kemudian ketika kita melihat pelayanan itu berlangsung, kita perlu memberikan dukungan dan struktur apa pun yang diperlukan. Para rasul adalah kunci gereja, dan mereka diberi wahyu dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah sumber jawaban semua pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang yang baru bertobat. Nah, ini pertama kali menjadi nyata dalam KPR 6:1-7, “Pada waktu itu, ketika jumlah murid bertambah banyak, timbullah keluhan terhadap orang Ibrani oleh orang-orang Helenis, karena janda-janda mereka diabaikan di distribusi harian. 2 Kemudian kedua belas murid itu memanggil murid-murid yang banyak itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mengatakan, “Ini tidak baik jika kita meninggalkan firman Allah dan melayani meja-meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, carilah dari antara kalian tujuh orang yang bereputasi baik, penuh dengan Roh Kudus dan hikmat, yang boleh kami tunjuk untuk urusan ini; 4 tetapi kami akan terus memberikan diri kami kepada doa dan pelayanan firman.” 5 Dan perkataan itu menyenangkan seluruh orang banyak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka memilih Stefanus, seorang pria penuh iman dan penuh Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nicolas, seorang proselit dari Antiokhia, 6 yang mereka di tempatkan di hadapan para rasul; dan ketika mereka berdoa, mereka meletakkan tangan di atas mereka. 7 Kemudian firman Allah menyebar, dan jumlah murid berlipat ganda di Yerusalem, dan banyak sekali imam-imam menjadi taat kepada iman.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Muridnya bertambah. Seorang murid adalah orang Kristen, yang melihat kekristenan dari sudut pandang seorang siswa. Paulus bahkan menggunakan ungkapan itu ketika dia mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh berbuat dosa karena kita tidak pernah belajar itu dari Kristus. KPR 6:1, “Sekarang muncul keluhan dari pihak orang Yahudi Helenistik terhadap orang Ibrani asli, karena janda mereka diabaikan dalam pembagian sehari-hari.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perselisihan dalam tubuh Kristus bukanlah hal baru. Kebanggaan, masalah yang tidak penting, pertengkaran, ketidakpuasan, kecemburuan, preferensi pribadi dan perebutan kuasa. Di Gereja baru ini ada dua kelompok orang. Orang-orang Yahudi asli yang tinggal di Yerusalem dan Israel, dan kemudian ada orang-orang Yahudi yang datang untuk Perayaan Pelewatan, dan bertobat kepada Kristus dan masih ada di sana karena tidak ada gereja lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah orang Yahudi dari dunia Yunani. Ada banyak sinagoga tersebar di seluruh dunia Yunani. Nah, tidak ada negara dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk orang-orang yang kurang beruntung secara historis daripada orang Yahudi. Ada orang pengumpul, yang berkeliling pasar dan rumah-rumah setiap hari Jumat pagi dan mereka mengumpulkan uang dan barang untuk dibagikan kepada orang miskin ketika sinagoga bertemu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian pada akhir hari Jumat ketika orang-orang berkumpul, apa yang telah dikumpulkan dibagikan kepada mereka. Mereka yang membutuhkan pertolongan sementara menerima cukup untuk bertahan, dan mereka yang membutuhkan pertolongan permanen menerima cukup untuk makan 14 kali. Itu berarti makan dua kali sehari selama seminggu. Inilah tradisi di antara orang-orang Yahudi. Mereka merawat orang miskin mereka sendiri dan itulah yang Allah inginkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang ada di sana mendefinisikan apakah kemiskinan itu karena mereka jauh dari rumah. Jadi, segera mereka melakukan apa yang selalu mereka lakukan secara tradisional. Mereka mulai mengumpulkan uang untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Nah, merawat para janda adalah bagian dari menjadi orang Yahudi, dan itu diulangi di dalam Perjanjian Baru. Yakobus 1 mengatakan, "Agama yang murni adalah perawatan para janda dan anak-anak yatim piatu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menjadi bagian dari kehidupan gereja. Perasaannya adalah bahwa ini tidak sama. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Maka kedua belas rasul memanggil jemaat murid-murid dan berkata, 'Tidaklah baik bagi kami untuk mengabaikan Firman Allah untuk melayani meja-meja." Apakah itu memberi makanan atau membagikan uang, para rasul tidak bisa melakukan semuanya.” Kami perlu mempelajari Firman, dan bersiap untuk memberitakan Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah tepat yang mereka katakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Kami akan mengabdikan diri kami untuk doa dan pelayanan Firman.” Jadi mereka sama seperti orang lain yang memberitakan Firman Allah. Mereka harus mempelajari Firman Allah, dan apakah Alkitab mereka? Itu adalah Perjanjian Lama. Yesus telah jelaskan Perjanjian Lama dan mengajar mereka mulai hari kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dilakukan para rasul adalah prioritas mereka. Ini masih menjadi prioritas dominan di gereja. Paulus memanggil Timotius dan berkata, “Perhatikanlah doktrin itu.” Bacalah Firman, jelaskan Firman dan aplikasikan Firman.” Inilah realitas dominan dalam kehidupan gereja. 2 Timotius 4:2, “Beritakanlah Firman pada musimnya, di luar musimnya, nasihatilah, tegurlah dan doronglah dengan segala kesabaran dan panjang derita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 9:7, “Siapakah yang menjadi prajurit atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanam kebun anggur dan tidak makan buahnya? Sebab ada tertulis, 'Janganlah memberangus mulut lembu yang sedang mengirik. Itu ditulis demi kita, karena pembajak harus membajak dengan harapan bisa mendapat bagian hasil panen. Jika kami telah menabur hal-hal rohani, bukankah kami boleh menuai hal-hal materi dari kalian?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 9:14, “Tuhan mengarahkan mereka yang memberitakan Injil untuk mencari nafkah dari Injil.” 1 Timotius 5:17 mengatakan, “Biarlah para penatua yang memerintah dengan baik dianggap layak untuk dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang bekerja dalam firman dan doktrin.” Sudah jelas bahwa tanggung jawab utama adalah memiliki pemimpin yang tujuan dan komitmen hidupnya adalah berdoa dan memberitakan Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, saudara-saudara, pilihlah dari antara kalian tujuh orang yang reputasinya baik, yang penuh dengan Roh Kudus dan hikmat, yang boleh kami angkat untuk tugas ini.” Perhatikan bahwa orang-orang jemaat diminta untuk memilih. Jika Anda ingin menjadi diaken laki atau diaken perempuan, Anda harus disetujui gereja yang melihat kehidupan Anda dan menentukan apakah Anda tidak tercela.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada permulaan, mereka memilih tujuh pria. Allah selalu memakai laki-laki untuk memimpin gereja. Ini bukan berarti wanita itu tidak penting. Ada wanita di dalam Perjanjian Lama yang memiliki peran penting. Bahkan ada wanita dalam Perjanjian Baru yang berbicara mewakili Allah, putri-putri Filipus. Ada Akwila dan Priskila, dan mereka memberi tahu Apolos supaya dia lebih sempurna dalam teologinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dengan reputasi baik.” Karakter diutamakan, perilaku di atas celaan. Mereka harus memiliki integritas. Mereka harus tanpa cela, dibuktikan dengan baik, laporan yang baik. Mereka harus dipenuhi Roh Kudus. Mereka harus menjadi pria yang bijaksana. Mereka ditandai oleh wawasan rohani, kebijaksanaan praktis, dan penilaian baik dan benar. Tugasnya adalah memberikan makanan dan uang kepada orang-orang tertentu atas dasar kesetaraan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa perlu ada kualifikasi spiritual yang begitu tinggi?” Karena inilah pelayanan rohani atas nama Kristus untuk tubuh gereja-Nya. Mendistribusikan makanan harus dilakukan dengan integritas rohani, dan mengatur uang harus dilakukan dengan integritas rohani. Mereka harus menjadi pria yang sempurna karena jika Anda menangani uang dan sumber daya, Anda rentan terhadap godaan serius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Talmud hukum Yahudi mengatakan tujuh adalah jumlah orang yang ditunjuk untuk bertransaksi bisnis di kota-kota Yahudi. Inilah pengaturan sementara yang kemudian digantikan oleh diaken. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Dan perkataan itu menyenangkan seluruh orang banyak. Dan mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nicolas, seorang proselit dari Antiokhia,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “yang mereka tunjuk di hadapan para rasul; dan setelah mereka berdoa, mereka meletakkan tangan di atas mereka.” Mereka pikir itu ide yang bagus. Mereka tidak mau para rasul meninggalkan doa dan Firman. Ketujuh orang yang dipilih adalah orang Yahudi Yunani. Mereka meletakkan seluruh tanggung jawab di tangan orang Yahudi Helenistik. Orang-orang yang paling dipertaruhkan dalam pelayanan adalah orang-orang yang harus memimpin pelayanan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang melakukan pelayanan harus memimpin pelayanan. Orang-orang yang mencurahkan hidup mereka ke dalamnyalah yang memiliki semua wewenang dan kekuatan untuk melakukan pelayanan itu dengan cara yang menurut mereka harus dilakukan. Ini menunjukkan kepercayaan dan cinta. Jadi mereka berkata, “Kalian yang paling peduli. Inilah orang-orang kalian. Jadi tolonglah, kalian urus semuanya.” Kepercayaan seperti itu perlu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kita melihat hasilnya dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Lalu tersebarlah firman Allah, dan jumlah murid menjadi banyak di Yerusalem, dan banyak dari antara imam-imam itu taat kepada iman.” Sekarang, mereka berada di ambang pelayanan global, dan itu akan datang dengan cepat. Anda bertemu rasul Paulus, yang muncul dalam gambar ketika dia memegang pakaian orang-orang yang melempari Stefanus dengan batu sampai mati dalam KPR 7.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 8, gereja tercerai-berai, dan itu memulai evangelisasi globalnya, dan tidak lama lagi sampai Anda sampai pada KPR 9. Paulus, yang mengancam dan membantai gereja dan memenjarakan orang-orang Kristen, mengalami kejadian di Jalan Damsyik, dan tiba-tiba Injil melompat dari Yudea, ke Samaria ke seluruh dunia. Ada gereja lain yang didirikan di Antiokhia, dan dari Antiokhia Paulus diutus ke dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan sedang menyusun kami dan mengatur kami di sekitar prioritas doa dan Firman dan orang-orang yang setia melakukan pelayanan yang ada di dalam hati mereka untuk dilakukan. Karena itu ada dalam hati mereka untuk melakukan pelayanan itu, mereka diberi karunia untuk melakukan pelayanan, dan mereka bertanggung jawab penuh atas pelayanan tersebut. Orang-orang yang paling peduli, berinvestasi paling banyak dalam pelayanan itu, dan itu membuat pelayanan itu berkembang dan berhasil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah mereka meletakkan tangan mereka di atasnya. Itulah cara tradisional untuk menegaskan persatuan dan solidaritas. Kita berdiri bersama mereka. Mengapa kita berdiri di sekitar mereka di sini dan semua orang datang dan menumpangkankan tangan pada mereka? Karena itulah yang mereka lakukan, dan apakah artinya? Itu artinya kami bersamamu dalam solidaritas. Kami memberdayakan Anda dengan doa-doa kami dan kepercayaan kami serta dukungan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, hasil nyata. “Firman Allah terus menyebar.” Mengapa Firman Tuhan terus menyebar? Karena para rasul tidak melakukan hal lain selain memberitakan Firman Allah. Sangat mudah bagi pendeta untuk terganggu. Ini pekerjaan sulit, dan itu terjadi tanpa henti. Hidupku tidak pernah berubah. Ini adalah serangkaian khotbah Minggu tanpa akhir. Persiapan tidak pernah berubah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jumlah murid-murid di gereja pertama terus meningkat cepat, dan dampaknya begitu besar sehingga, “banyak imam-imam menjadi taat kepada iman.” , Nah ini bukan berarti itulah anggota Sanhedrin, tetapi karena ada 24 kelompok imam, ada ribuan imam-imam di setiap kota dan desa. Dan banyak imam-imam biasa menjadi taat kepada iman.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada para guru dan para pengkhotbah yang saleh dan berbakat yang menopang kehidupan gereja dan menjadi dampak gereja dengan menjadi sumber pengabaran Firman yang olehnya orang-orang diselamatkan. Kemudian setelah itu, ada orang-orang berbakat yang setia, yang memiliki perhatian yang besar terhadap berbagai jenis pelayanan. Ketika orang-orang itu di dukung untuk pelayanan itu, gereja akan bertumbuh. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20221002</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketekunan dan Providensi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E4"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+5:17-42" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 5:17-42</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita buka Firman Tuhan di KPR 5. Ini memberi kita sejarah gereja mula-mula, tetapi juga pola untuk memahami penginjilan. Tuhan menggunakan orang-orang kudus untuk menarik orang-orang pilihan-Nya. KPR 1:1 mulai dengan referensi kepada semua yang Yesus mulai. Karya Kristus yang telah selesai adalah karya-Nya di kayu salib, melakukan penebusan, memberi pendamaian kepada Allah dengan menjadi korban yang memuaskan keadilan ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada pekerjaan yang baru saja dimulai oleh Yesus, yaitu memanggil umat-Nya. Yesus memperluas pekerjaan itu melalui para rasul. Gereja generasi pertama kemudian mengambil pekerjaan itu, dan itu berlanjut sampai ke zaman kita. Ingatlah KPR 1:8, “Kalian akan menerima kuasa, sesudah Roh Kudus turun ke atas kalian, dan kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ujung bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada lima sifat penginjilan, dan kita telah membahas dua sejauh ini. Hal pertama dari penginjilan yang efektif adalah </span><span class="cf1"><b>kemurnian</b></span><span class="cf1">. Kita tidak bisa berbohong kepada Roh Kudus. Ada pasangan yang memutuskan bahwa mereka ingin mendapatkan kekaguman yang diperoleh orang karena mereka menjual apa yang mereka miliki untuk menyerahkan uang untuk memenuhi kebutuhan orang. Itu berdasarkan kasih besar, kemurahan hati dan persatuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, mereka menahan sebagian darinya dan berbohong kepada Roh Kudus. Tuhan berkata, “Saya ingin gereja yang murni.” Kekudusan memvalidasi pesan. Jika kita bukan orang dengan kehidupan yang ditransformasikan, maka memberitakan Injil transformasi adalah munafik. Itulah sebabnya Petrus kemudian berkata, “Penghakiman harus dimulai di rumah Allah.” Itu memang mulai di gereja pertama itu, dan Allah melakukannya. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita juga mengerti bahwa ada efek yang sangat besar pada gereja. Ayat 11, “Ketakutan besar meliputi seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.” Mereka tahu bahwa Allah serius tentang dosa dan kebenaran. Betapa merugikannya kesaksian gereja dan keefektifan Injil ketika ada orang-orang berdosa yang mengaku mereka telah ditransformasikan Kristus padahal tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua yang menandai gereja adalah </span><span class="cf1"><b>kekuasaan</b></span><span class="cf1">. Ayat 12, “Di tangan para rasul, banyak mujizat terjadi di antara orang-orang.” Ayat 15-16 menunjukkan kuasa kerasulan sedemikian rupa sehingga mereka bahkan membawa orang sakit ke jalan-jalan dan membaringkannya di ranyang supaya ketika Petrus datang setidaknya bayangannya bisa menimpa salah satu dari mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Juga, orang-orang dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang untuk membawa orang-orang yang sakit atau yang kerasukan roh-roh jahat, setan, dan mereka semua disembuhkan. Tidak ada paralel dengan sejarah gereja Kristen. Serangkaian mujizat yang sangat besar ini: mengusir setan, penyembuhan penyakit, membangkitkan orang mati, mengendalikan alam, dilakukan oleh Tuhan kita Yesus sendiri. Dan para rasul melakukan hal-hal yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengerti bahwa kuasa ada pada para rasul, karena para rasul perlu dilihat sebagai juru bicara Allah. Dengan semua guru yang tersedia di zaman kuno, seperti di sepanjang masa, mengapa Anda percaya para rasul? Perjanjian Baru belum ditulis, jadi mengapa kita percaya mereka? Kami percaya mereka karena mereka memiliki kuasa supranatural, dan begitulah caranya Allah mengesahkan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanda ketiga untuk penginjilan efektif adalah </span><span class="cf1"><b>penganiayaan</b></span><span class="cf1">. Ini mulai dalam KPR 5:17-18, “Maka bangunlah Imam Besar dan semua orang yang bersama-sama dengan dia (yaitu sekte Saduki), dan mereka sangat marah, 18 dan meletakkan tangan mereka di atas rasul-rasul dan menempatkan mereka di penjara umum.” Penganiayaan tidak bisa dihindari. “Semua yang mau hidup saleh akan menderita penganiayaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda akan mengkhotbahkan dosa kepada orang-orang sombong yang merasa benar diri, mereka akan menolak dan membenci hal itu. Tetapi bahkan ini tidak dapat menghentikan pengaruh Injil. Jadi ada gelombang penganiayaan lain datang. Kali ini, itu datang dari imam besar, entah itu Hanas atau Kayafas dan rekan-rekan mereka, orang Saduki. Mereka adalah pemimpin pekerjaan bait suci yang hanya percaya Pentatuk itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imam besar bersama rekan-rekannya dipenuhi kecemburuan. Mereka tidak tahan ada ledakan popularitas Kekristenan. Mereka melihatnya sebagai tantangan terhadap otoritas mereka. Mereka melihatnya sebagai sesuatu yang menentang teologi dan otoritas mereka. Tetapi </span><span class="cf1"><b>ayat 19-20</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Tetapi pada malam hari seorang malaikat Tuhan membuka pintu penjara dan membawa mereka keluar, dan berkata, 20" Pergilah, berdiri di bait suci dan berbicara kepada orang-orang semua perkataan hidup ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika mereka mendengar itu, pagi-pagi sekali mereka masuk ke Bait Allah dan mengajar.” Bagian dari teologi Saduki adalah mereka tidak percaya pada malaikat. Jadi Allah mengirim salah satu makhluk yang mereka sangkal, untuk mengeluarkan rasul-rasul-Nya dari penjara. Dan malaikat itu berkata, “Pergilah dan berbicaralah kepada orang-orang di bait suci,” wilayah kekuasaan orang Saduki. “Beritakanlah kepada orang-orang seluruh pesan Kehidupan ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin ada ketaatan dengan biaya apa pun dan memberitakan Injil dengan biaya apa pun. Mereka tidak bertanya, "Apakah ini aman?" Hanya, "Apakah itu yang Engkau ingin kami lakukan?" Dan mereka diberi tahu, “Pergilah, sampaikanlah seluruh pesan Kehidupan ini.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1"> melanjutkan, “Tetapi Imam Besar dan orang-orang yang bersamanya datang dan memanggil dewan Sanhedrin bersama dengan semua penatua orang Israel, dan orang Kristen dipanggil dari penjara untuk dibawa ke mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketaatan mereka menempatkan mereka di bait suci. Mereka tiba di pagi hari, dan mereka mulai mengkhotbahkan Injil lagi. Allah tidak melepaskan mereka dari situasi yang sangat sulit supaya mereka ada waktu yang mudah. Dia punya rencana yang jauh lebih besar dari itu. Dia menempatkan mereka kembali di tempat yang akan menjadi ancaman terbesar dari orang-orang yang memenjarakan mereka sejak awal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22-23</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika para petugas itu datang dan tidak menemukan mereka di dalam penjara, mereka kembali dan melaporkan, 23 dengan mengatakan, “Sesungguhnya kami menemukan penjara itu tertutup rapat, dan para penjaga berdiri di luar di depan pintu-pintu; tetapi ketika kami membukanya, kami tidak menemukan siapa pun di dalam!” Bagaimana itu bisa terjadi? Itulah pekerjaan Allah yang supranatural. Penjara itu terkunci dan tiba-tiba, mereka ada di luar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang membukanya, dan penjaga telah ada di sana sepanjang waktu. Hanya indikasi lain dari realitas supernatural yang terjadi di gereja mula-mula untuk menunjukkan karakter ilahinya karena hanya Allah dapat melakukan hal-hal ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Ketika imam besar, kepala Bait Suci, dan imam-imam kepala mendengar semuanya itu, mereka bertanya-tanya apakah akibatnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menjadi panik. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Tetapi seseorang datang dan melaporkan kepada mereka, ‘Orang-orang yang kamu masukkan ke dalam penjara sedang berdiri di Bait Allah dan mengajar orang-orang!’” Mereka mengira bahwa mereka entah bagaimana sedang bersembunyi. Tidak. Mereka keluar, tetapi tidak bersembunyi. Setan memenjarakan mereka, yang memungkinkan Allah melakukan mujizat, yang membenarkan hak kuasa para rasul dan orang-orang Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sana mereka kembali berkhotbah dengan lebih banyak konfirmasi daripada sebelumnya karena sekarang mereka ada di sana dengan mujizat yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Maka pergilah kapten bersama para perwira dan membawa mereka tanpa masalah, karena mereka takut kepada orang banyak, supaya mereka jangan dilempari batu.” Mengapa? Mereka memenuhi kota dengan orang-orang sakit dan yang kerasukan setan, dan mereka tahu bahwa semua orang ini dapat disembuhkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang tahu bahwa orang Yahudi itu korup. Mereka menunjukkan korupsi itu selalu terjadi di dalam pekerjaan bait suci setiap hari. Itulah sebabnya Yesus pergi ke sana dan membersihkan tempat itu pada awal dan akhir pelayanan-Nya, Dia menyebutnya “Sarang penyamun.” Orang-orang tahu bahwa mereka dicuri. Suatu kejadian bisa mulai aksi kekerasan massa, dan mereka semua mungkin kehilangan nyawa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah mereka membawanya, mereka menempatkannya di hadapan majelis.” Inilah mahkamah agung Israel. “Dan imam besar bertanya kepada mereka dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1"> dengan mengatakan, “Bukankah kami dengan tegas memerintahkan kalian untuk tidak mengajar dalam nama ini? Dan lihatlah, kalian telah memenuhi Yerusalem dengan doktrin kalian, dan berniat untuk membawa darah Orang ini ke atas kami!” Kalian membuat kami bertanggung jawab atas kematian orang ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Betapa besarnya penghinaan mereka untuk tidak mau mengucapkan kata “Yesus.” Ingatlah apa yang mereka katakan di Matius 27:25 ketika mereka berseru untuk kematian Yesus? Mereka berkata, “Darah-Nya tertanggung atas kami dan anak-anak kami!” Itulah sebabnya Paulus berkata, “Di dalam tubuhku ada tanda-tanda Yesus Kristus.” Kristus yang mereka benci, tetapi Paulus menerima pukulan itu. Petrus menulis, mereka percaya pencipta yang setia dan menganggapnya hak istimewa untuk menderita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karakteristik keempat adalah </span><span class="cf1"><b>ketekunan</b></span><span class="cf1">. Apakah semua penangkapan, pelecehan dan ancaman ini membuat mereka takut? Tidak. Amsal 28:1 mengatakan, “Orang benar berani itu seperti singa.” Tekanan hanya mengeluarkan yang terbaik dari orang-orang benar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Petrus dan rasul-rasul lainnya menjawab dan berkata: “Kita harus menaati Allah lebih daripada manusia.” Bagaimana dengan perintah untuk tunduk kepada mereka yang berkuasa atas kita?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus yang telah kalian bunuh dengan cara digantung di pohon.” Mereka mengulangi dakwaan yang menyinggung orang-orang ini. Ingatlah apa yang Allah katakan tentang Yesus Kristus? “Inilah Anak-Ku yang terkasih, yang kepada-Nya Aku berkenan. Dengarkanlah Dia." Taatilah perintah Allah dari Anak-Nya. Amanat Agung berkata, “Mengajar mereka untuk melakukan semua hal yang telah Aku perintahkan kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Dia yang ditinggikan Allah di sebelah kanan-Nya menjadi Raja dan Juru Selamat, untuk memberikan pertobatan kepada Israel dan pengampunan dosa.” Petrus terus-menerus memberitakan Injil kepada orang-orang yang memerintahkannya untuk berhenti. Petrus berkata, "Kami tidak menciptakan semua ini." </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Dan kami adalah saksi-saksi-Nya akan semuanya kejadian itu, demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada mereka yang menaati-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Poin kelima dalam penginjilan adalah </span><span class="cf1"><b>providensi</b></span><span class="cf1">. Yang kami maksud dengan providensi adalah kendali Allah atas keadaan. Pada akhirnya, dampak penginjilan kita ada di tangan Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar ini, mereka sangat marah dan berencana untuk membunuh mereka.” Mereka sangat gelisah sampai ke inti keberadaan mereka. Hati mereka terkoyak karena khotbah orang-orang Kristen ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Yahudi telah mendakwa orang-orang percaya ini karena mereka bersaksi tentang kebangkitan. Namun mereka terus saja memberitakan kebangkitan itu. Mereka telah dimasukkan penjara karena melakukan itu. Tetapi Allah langsung mengeluarkan mereka dari penjara, mereka kembali ke bait suci dan terus berkhotbah. Mereka telah memenangkan ribuan orang yang bertobat. Kita pikir bahwa orang-orang Yahudi dengan kekuatan dan kemarahan itu akan langsung mengeksekusi mereka semua di tempat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka tidak langsung dibunuh? </span><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Lalu berdirilah seorang dari majelis Sanhedrin, seorang Farisi bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang dihormati semua orang, dan memerintahkan mereka untuk menempatkan rasul-rasul di luar sebentar.” Orang Saduki mendominasi Sanhedrin. Orang Farisi adalah guru orang-orang. Mereka sangat berbeda dalam hal agama dan pendapat politik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini seorang Farisi berdiri, dan orang Saduki tahu bahwa inilah guru besar yang mewakili para penduduk. Jadi dia berkata kepada mereka dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 35-36</b></span><span class="cf1">, “Hai orang Israel, jagalah dirimu sendiri apa yang hendak kalian lakukan terhadap orang-orang ini. 36 Beberapa waktu yang lalu Theudas maju dan mengaku sebagai seseorang. Sejumlah pria, sekitar empat ratus, bergabung dengannya. Dia dibunuh, dan semua orang yang menaatinya tercerai-berai dan itu semua sia-sia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gunakanlah kepala Anda, bukan emosi Anda. Janganlah mulai sesuatu yang tidak dapat Anda kendalikan. Kalau kalian membunuh orang-orang ini, kalian mungkin akan mengalami revolusi besar-besaran. Banyak kekacauan terjadi yang dipimpin oleh calon-calon Mesias. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Setelah orang ini, Yudas dari Galilea bangkit pada hari-hari sensus, dan menarik banyak orang mengikuti dia. Dia juga binasa, dan semua yang menaatinya bubar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal-hal ini ada cara untuk menyelesaikannya. Ini telah dicoba sebelumnya, dan hasilnya nihil. Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 38-39</b></span><span class="cf1">, “Dan sekarang aku berkata kepada kalian, jauhilah dari orang-orang ini dan biarkanlah mereka sendirian; karena jika rencana atau pekerjaan ini dilakukan oleh manusia, itu tidak akan menghasilkan apa-apa, 39 tetapi jika itu dari Allah, Anda tidak dapat menggulingkannya. jangan sampai kalian berperang melawan Allah.” Bagian pertama memang benar. Jadi pelan-pelan saja, biarlah hal-hal macam ini menyelesaykan diri mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian kedua belum tentu benar, tidak semua hal yang berhasil datang dari Allah. Apakah Gereja Roma Katolik merupakan representasi sejati dari Allah? Bahkan orang paling bijaksana di Israel tidak dapat berbicara benar. Apa yang seharusnya dia katakan adalah, marilah kita buka Perjanjian Lama dan lihatlah apakah Yesus dan pesan-Nya sesuai dengan Kitab Suci. Itulah kebijaksanaan yang benar-benar baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka dapat mengetahui bahwa mulai dari Musa dan para nabi dan dalam semua tulisan-tulisan suci, para penulis semuanya berbicara tentang Yesus. Mereka bisa saja mulai di Yesaya 53. Kalian tidak bisa menilai apa pun berdasarkan kesuksesan. Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka setuju dengan dia, dan ketika mereka memanggil para rasul dan memukuli mereka, mereka memerintahkan supaya para rasul tidak berbicara dalam nama Yesus lagi, dan mereka dibiarkan pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda melihat providensi bekerja di sini? Gamaliel membuat pernyataan sederhana yang tidak sepenuhnya benar; namun Allah menggunakan tindakan orang ini untuk menjaga supaya kesempatan untuk mengkhotbahkan Injil tetap hidup. Jadi mereka dicambuk, dan mereka diperintahkan untuk tidak berbicara dalam nama Yesus, dan mereka dibebaskan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Maka mereka pergi dari hadapan majelis itu, dan mereka bersukacita karena dianggap layak untuk menderita malu oleh nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Dan setiap hari di Bait Allah dan di setiap rumah, mereka tidak berhenti mengajar dan memberitakan Yesus sebagai Kristus.” Ini adalah providensi. Providensi ini memungkinkan mereka untuk terus mengabarkan injil. Kita memiliki kebenaran tertulis yang mereka miliki secara lisan. Kisah Para Rasul 6:7, “Lalu tersebarlah firman Allah, dan jumlah murid menjadi sangat banyak di Yerusalem, dan banyak dari antara imam-imam itu juga taat kepada iman.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Sep 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220918</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa di Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E3"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+5:11-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 5:11-16</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja berada untuk tujuan perkembangan diri. Yesus menggunakan orang percaya untuk membawa keselamatan bagi orang percaya lain. Inilah yang rasul Paulus ingatkan kita ketika dia berkata, “Bagaimana mereka akan mendengar tanpa seorang pengkhotbah? Bagaimana mereka akan berkhotbah kecuali mereka diutus?” Inilah tanggung jawab gereja untuk mengutus umatnya untuk memberitakan Injil untuk mengumpulkan umat Allah lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Deklarasi dibuat oleh Tuhan kita ketika Dia datang, “Kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ke ujung bumi.” Kita telah membicarakan Hari Pentakosta. Kita telah melihat kedatangan Roh Kudus. Dan kelahiran gereja telah terjadi. Gereja itu telah mulai bertumbuh melalui sarana pengabaran Injil dan pekerjaan Tuhan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja ini sepertinya meledak. KPR 6:7, “Firman Allah terus menyebar. Jumlah murid-murid terus meningkat banyak di Yerusalem. Tidak ada pengurangan dan sekarang itu telah mempengaruhi banyak imam yang menjadi taat pada iman.” Dalam KPR 8, “Di sini orang banyak dengan kompak memperhatikan apa yang dikatakan Filipus ketika mereka mendengar dan melihat mujizat-mujizat yang dia lakukan.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja adalah kumpulan orang-orang percaya di suatu tempat lokal. Mereka berada di bawah kepemimpinan yang didefinisikan di dalam Efesus 4:11, “Ketika Tuhan naik ke surga, Dia memberikan beberapa karunia kepada gereja-Nya. Pertama, pada rasul dan nabi, diikuti oleh para penginjil dan para pendeta. Karunia-karunia itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus untuk pekerjaan pelayanan untuk membangun tubuh Kristus. Gereja adalah tubuh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah gereja yang dewasa. Ia bertumbuh dalam anugerah dan dalam pengenalan akan Kristus melalui memberitakan wahyu ilahi itu, sehingga mereka tidak lagi diombang-ambingkan ke sana kemari oleh setiap gelombang angin ajaran. Orang-orang di gereja mungkin merasa frustrasi jika tidak ada yang menyediakan makanan untuk perkembangan rohani mereka. Banyak gereja hanya ingin menghibur orang-orang yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja haruslah seperti Kristus. Komitmen Kristus adalah untuk mencari dan menyelamatkan orang yang hilang. Jadi keserupaan Kristus bukanlah hanya kedewasaan rohani dan kekudusan, tetapi sama seperti halnya Kristus, memiliki hasrat untuk mencari dan menyelamatkan orang terhilang. Itulah pemenuhan tugas kami. Tetapi kalian tidak dapat sepenuhnya menjadi seperti Kristus di dalam gereja sampai itu menjadi bagian dari hidup Anda untuk mengatakan kebenaran itu dengan kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penginjilan adalah inti dari apa yang kita lakukan. Itulah tujuan dan sasaran kita. Itulah sebabnya Tuhan meninggalkan kita di sini, tetapi itu juga merupakan hasil sampingan dari perkembangan rohani kita. Penginjilan adalah misi kami, tetapi itu tidak terjadi secara efektif. Itu tidak terjadi secara rohani oleh pekerjaan Roh Kudus kecuali Anda menjadi orang percaya yang dipenuhi Roh, yang dewasa, dan seperti Kristus. Merekalah yang mereproduksikan diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam KPR 5:12, kita melihat lima elemen dalam dampak penginjilan gereja mula-mula. Mereka bertumbuh dan mereka pergi ke mana-mana, memberitakan kebenaran. Mereka telah diancam oleh para pemimpin Yahudi di Yerusalem. Dan mereka mengerti alasannya mereka ada di dunia, bahwa mereka perlu menginjili Firman penuh keyakinan. Mereka semua dipenuhi Roh Kudus dan memberitakan Firman Allah dengan berani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah tujuan setiap gereja di setiap zaman: yaitu berkumpul untuk persekutuan, belajar doktrin para rasul, berdoa, perjamuan kudus, pelayanan bersama, melayani, mengasihi, dan diberi makan Firman Allah. Kemudian di KPR 5, kita melihat dosa yang mengerikan dari pasangan yang mengaku percaya tetapi berbohong kepada Roh Kudus. Maka segera mereka dihakimi oleh Allah sedemikian rupa sehingga keduanya mati tepat pada Hari Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah sendiri yang mendisiplinkan mereka. Jadi gereja dimurnikan sehingga gereja mulai kembali pelayanan penginjilannya. Elemen pertama adalah </span><span class="cf1"><b>kemurnian</b></span><span class="cf1">. Gereja yang akan berdampak harus murni. Jika itu adalah Injil kami, maka itu harus kelihatan baik. Itulah sebabnya seorang pendeta yang korup, kepemimpinan korup dan orang-orang yang korup yang mengidentifikasi diri mereka sebagai gereja, adalah hal yang menghancurkan penginjilan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak mendisiplinkan orang secara teratur di gereja, meskipun 1 Yohanes mengatakan, “Ada dosa yang mendatangkan maut.” Ada saatnya Allah dapat mematikan orang. Dia melakukan itu di Korintus, “Beberapa dari kalian lemah dan sakit dan beberapa dari kalian mati, kalian tidur karena menodai Perjamuan Kudus.” Jadi ada kalanya Tuhan sendiri mendisiplinkan di dalam gereja dengan mencabut nyawa. Kita bisa berasumsi bahwa itu masih berlangsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah menyerahkan disiplin itu kepada gereja. Itulah tanggung jawab kita untuk mengikuti pola perintah Perjanjian Baru untuk kekudusan. Matius 18, “Jika saudaramu berbuat dosa, pergilah kepadanya, hadapilah dosanya.” Jika dia bertobat, Anda telah mendapatkan saudara Anda. Jika tidak, bawalah dua atau tiga saksi. Jika dia masih tidak bertobat, beri tahu gereja. Jika dia masih tidak bertobat, keluarkanlah dia dari gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menunjukkan kita beratnya dosa dan menunjukkan kita beratnya reaksi-Nya terhadap dosa dalam pembukaan KPR 5. 1 Petrus 4:17 mengatakan, “Penghakiman harus mulai di rumah Allah.” Dan kita bertanggung jawab untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mempertahankan kemurnian di dalam gereja. Dunia tetap menolak Injil sampai mukjizat ilahi terjadi di dalam hati. Itulah pekerjaan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Dan melalui tangan para rasul banyak tanda dan mujizat terjadi di antara orang-orang. Dan mereka semua kompak di Serambi Salomo.” Itu adalah serambi yang ditinggikan di samping pelataran bait suci yang agung. Orang-orang akan berkumpul di bait suci untuk kurban pagi, kurban petang, dan sepanjang hari untuk berdoa. Tidak ada gedung gereja, jadi orang-orang percaya berkumpul di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Namun tidak seorang pun dari yang lain berani bergabung dengan mereka, tetapi orang-orang sangat menghormati mereka.” Dijunjung tinggi untuk kebajikan Anda, untuk gairah Anda, untuk kepercayaan diri Anda, untuk keberanian Anda adalah perlu. Gereja harus menjadi kesaksian kebajikan dan kesaksian penghakiman. Massa melihat gereja itu sebagai sekelompok orang yang telah ditransformasikan. Mereka menjunjung tinggi orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidup mereka telah diubah, tetapi tidak ada gerakan dari orang-orang untuk masuk dan menjadi bagian dari ini. Mengapa? Karena berita menyebar dengan cepat tentang apa yang baru saja terjadi dengan dua orang di gereja. Mereka tahu bahwa gereja adalah tempat transformasi, tetapi juga tempat penghakiman. Kita tahu bahwa Allah telah menyerahkan kepada kita tanggung jawab disiplin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak dapat mencapai tujuan Allah dalam penginjilan dengan meremehkan dosa dan kemurnian gereja. Gereja-gereja yang penuh dengan orang berdosa, yang beriman dan yang tidak beriman, yang tidak pernah berurusan dengan dosa akan menyebabkannya dipenuhi orang-orang munafik, dengan orang-orang yang ingin melakukan kontak sosial atau menjadi bagian dari kegiatan. Ketika gereja menjadi seperti itu, itu tidak bisa menjadi dasar untuk penginjilan efektif.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan orang-orang percaya semakin ditambahkan kepada Tuhan, baik pria maupun wanita.” Orang-orang tidak bergabung dengan gereja sendiri, mereka percaya kepada Tuhan, banyak pria dan wanita terus-menerus ditambahkan ke dalam jumlah mereka.” Itu bertumbuh ketika orang-orang yang percaya sejati kepada Tuhan ditambahkan. Itu adalah pekerjaan Tuhan sendiri. Dia sedang membangun gereja-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata dalam Lukas 9, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku.” Itulah artinya menjadi orang Kristen: penyangkalan diri, memikul salib, dan hidup dalam ketaatan. Anda mendengar kesaksian orang-orang muda yang ingin Kristus lebih dari dosa mereka, yang ingin Kristus membebaskan mereka bukan hanya dari rasa bersalah, tetapi juga dari kuasa dan kehadiran dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka ingin ditransformasikan. Itulah mengapa Anda bergabung dengan gereja, karena Anda telah datang kepada Kristus dan ingin dibebaskan dari dosa. Saya tidak berbicara tentang legalisme. “Kita tidak akan bertumbuh jika kita memperketat segalanya dan menjadi terobsesi dengan dosa.” Ya, kita bertumbuh karena Tuhan akan menumbuhkan gereja-Nya. Sulit bagi orang-orang sebagai orang percaya sejati untuk memberikan kesaksian yang meyakinkan tentang pekerjaan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor dua adalah </span><span class="cf1"><b>kuasa</b></span><span class="cf1">, yang unik di masa kerasulan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “supaya orang-orang sakit itu dibawa ke jalan-jalan dan dibaringkan di atas tempat tidur dan tempat duduk, supaya paling tidak bayangan Petrus yang lewat menimpa sebagian dari mereka.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Juga orang banyak berkumpul dari kota-kota sekitarnya Yerusalem, membawa orang sakit dan orang-orang yang disiksa oleh roh-roh jahat, dan mereka semua disembuhkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang paralel dengan sejarah gereja Kristen. Mujizat-mujizat besar-besaran ini: mengusir setan, menyembuhkan penyakit, membangkitkan orang mati, mengendalikan alam, dilakukan oleh Tuhan kita Yesus sendiri. Dan juga oleh para rasul setelah Tuhan naik kembali ke surga. Para rasul masih melakukan mujizat sedemikian rupa sehingga setiap orang disembuhkan dan dibebaskan dari Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah semua ini terjadi setelah para rasul dilarang untuk melakukan apa pun. Mereka telah dihadapi oleh para penguasa yang begitu terganggu. Mereka dituntut untuk menghentikan semua khotbah dan semua ini yang pada dasarnya menjungkirbalikkan dunia dalam kata-kata mereka. Tetapi mereka tidak berhenti. Itu hanya mendorong mereka untuk menjadi lebih berani dan kuasa mereka benar-benar menakjubkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah, ini bukan gereja dimana ada mujizat terus. Inilah gereja dimana ada rasul-rasul yang diberi kuasa mujizat. Perbedaannya besar sekali. Kitab Suci membuat perbedaan itu. Tuhan kita sendiri, di awal pelayanan-Nya ketika Dia memanggil para rasul-Nya, memberi mereka otoritas atas penyakit dan otoritas atas iblis. Dia memberi mereka kuasa untuk melakukan mukjizat. Itulah sebabnya rasul Paulus berbicara tentang tanda-tanda seorang rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tanda-tanda khusus yang mengidentifikasikan seorang rasul, dan tidak sembarang orang bisa mewujudkan tanda-tanda macam itu. Paulus mengatakan kepada jemaat di Korintus bahwa tanda-tanda, mujizat dan perbuatan-perbuatan besar adalah tanda-tanda seorang rasul. Hanya ada 12 rasul. Yudas sudah tersingkir. Mattias menggantikannya. Paulus kemudian ditambahkan sebagai rasul di luar musim. Pelayanan tanda dan mujizat adalah bagi para rasul saja, dan itu memang ajaib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang sakit sedang disembuhkan. Orang-orang pada datang dari mana-mana. Jalan-jalan pasti memberi gambaran yang aneh pada masa itu. Nah ingatlah, gereja itu telah meledak. Ada ribuan orang percaya, dan mereka tidak punya tempat untuk berkumpul. Jadi ketika mereka ingin mengadakan pertemuan, mereka berkumpul pada Hari Tuhan kemungkinan besar di halaman bait suci dan mengambil alih bait suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi jalan-jalan penuh dengan orang-orang percaya ini, dan para rasul bergerak di antara mereka. Kuasa mereka begitu terlihat sehingga mereka percaya bahwa bahkan bayangan para rasul akan menyembuhkan mereka. Nah, Firman itu tidak mengatakan bahwa bayangannya menyembuhkan siapa pun. Yang dikatakan adalah bahwa ada orang yang percaya bayangannya bisa menyembuhkan. Di dalam dokumen kuno ada kepercayaan bahwa bayangan seseorang itu kuat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang tua, misalnya, akan lari untuk menjauhkan anak-anaknya dari bayangan orang yang mereka takuti, mereka menjauhkan diri dari bayangan orang yang mereka tidak suka. Anak-anak akan didorong ke dalam bayangan orang yang berpengaruh dan mulia. Jadi mungkin ini hanya bagian dari takhayul macam itu, tetapi ini memberi tahu kita bahwa orang-orang menyadari kuasa besar Petrus dan rasul-rasul lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini hanya ada di permulaan zaman gereja. Mujizat-mujizat hanyalah bagian dari permulaan. Mengapa? Untuk memvalidasi mereka sebagai para pengkhotbah kebenaran karena mereka berbicara Firman Allah. Bagaimana Anda tahu mereka membicarakan itu? Belum ada Perjanjian Baru, jadi bagaimana kita tahu mereka berbicara Firman Tuhan? Kita tahu karena mereka memiliki kuasa ilahi. Itulah lencana kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul tidak bertahan lama, dan mereka memudar di akhir Kisah Para Rasul. Dan mujizat-mujizat menghilang juga. Di akhir KPR, mujizat tidak ada lagi. Mujizat-mujizat memudar bahkan waktu rasul Paulus masih ada. Dia membiarkan orang sakit itu di sana-sini. Waktu Roh Kudus mulai menyatakan kebenaran, dan itu mulai ditulis dan diedarkan, hal itu disahkan oleh Alkitab, bukan oleh mukjizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana itu berlaku untuk kita? Itu berlaku bagi kita, karena kita memiliki catatan tentang semua kuasa itu di dalam Alkitab. Kita tidak ada rasul yang melakukan mujizat. Kita ada banyak rasul palsu yang berkeliaran melakukan mujizat palsu, tetapi kita punya catatan lengkap yang diilhami tentang semua mujizat para rasul di dalam Perjanjian Baru. Jadi kita punya catatan kuasa Allah yang ditampilkan di gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita juga memiliki kuasa Roh Kudus yang melakukan pekerjaan pertobatan yang luar biasa itu. Tetapi apakah itu berarti bahwa kita dapat menarik sesuatu dari mujizat-mujizat ini? Bagaimana jika orang tidak percaya Kitab Suci?” Saya tidak mengharapkan mereka percaya Kitab Suci, tetapi mereka tidak dapat diselamatkan kecuali mereka percaya itu. Tetapi mereka tidak akan melakukannya kecuali Allah melakukan mukjizat ilahi dan membuka mata mereka sehingga Kitab Suci menjadi hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua kuasa yang ditampilkan di gereja mula-mula menjadi hidup hari ini bagi orang yang melihat kebenaran di kota itu. Ada banyak orang yang melihat mujizat-mujizat itu dan tidak pernah benar-benar percaya. Saya sudah membaca tentang mereka semua. Saya telah mempelajarinya. Mereka adalah bagian dari jalinan iman saya sama seperti saya ada di sana. Untuk membuat penginjilan itu efektif, gereja yang murni memiliki catatan yang sangat kuat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda ingin membandingkannya, kembali dan lihatlah sejarah agama Islam dan bandingkanlah catatan Muhammad, yang menggunakan standar-standar manusia dengan catatan Perjanjian Baru, dengan Kristus dan para rasul. Jadi, kuasa adalah milik gereja dan catatan itu ditetapkan dalam Kitab Suci, dan Kitab Suci akan mempertahankan dirinya sendiri. Semakin itu jelas bagi kalian, semakin itu nyata dan konsisten.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia tidak tahan gereja yang kuat yang menarik kekuatannya dari otoritas alkitabiah. Jadi penganiayaan mungkin lebih dapat diprediksi saat ini di dalam hidup kita daripada sebelumnya. Itu tidak mengancam penginjilan kita. Kita akan memiliki lebih banyak ancaman jika orang Kristen lebih berani. Tetapi kita harus menyimpan diskusi tentang penganiayaan itu untuk waktu berikutnya. Saya punya banyak lagi untuk dikatakan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Sep 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220911</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berbohong pada Roh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E2"><div class="imTAJustify"><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+4:32-5:11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 4:32-5:11</a></span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian ini sebenarnya mencatat kesatuan gereja dalam pengorbanan yang penuh kasih dan kepedulian. Itu di bagian pertama. Dan kemudian ketika kita sampai pada KPR 5, itu memperkenalkan kita dosa pertama yang tercatat di gereja. Kita tahu bahwa hari-hari awal sejarah gereja adalah hari-hari yang baik. Itulah hari-hari dimana doktrin benar, doa dan persekutuan diajarkan. Kesaksian jiwa-jiwa yang bertobat terdengar keras dan jelas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hasilnya sangat eksplosif pada minggu-minggu awal gereja. Sebanyak 20.000 orang kini telah percaya Kristus, dan dibaptis. Hampir setiap kolam di kota Yerusalem pasti digunakan untuk pembaptisan, mulai pada Hari Pentakosta ketika 3.000 orang dibaptis di seluruh kota Yerusalem. Ketika penganiayaan itu mulai, gereja menghadapinya secara langsung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bahkan dalam menghadapi penganiayaan itu, gereja itu menang. Dalam KPR 4 pemberitaan Injil itu menyebabkan ada penganiayaan, tetapi itu juga membawa sekitar 5.000 lebih banyak pertobatan di antara para pria, ditambah para wanita. Jadi, gereja berdoa lebih keras, berkhotbah lebih keras, dan diberikan lebih banyak keberanian oleh Roh Kudus, dan semakin banyak orang menjadi percaya dan dibaptis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Belum pernah ditawarkan ketentuan untuk pengampunan dosa. Belum pernah sebelumnya Allah dipuaskan sepenuhnya. Belum pernah Roh Kudus berdiam sepenuhnya dalam diri manusia. Belum pernah ada sifat baru yang ditanamkan di dalam jiwa yang ditebus. Ini semua baru dalam sejarah penebusan. Dan jemaat dipenuhi kuasa Roh Kudus dan kebenaran Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Setan memang aktif. Dia menganiaya gereja, tetapi penganiayaan itu gagal memadamkan semangat itu. Tujuan abadi sedang dibukakan. Kekuatan abadi sedang dilepaskan. Tekanan eksternal itu seperti menuangkan bensin kepada api. Setan kemudian tahu bahwa jika dia akan dapat merusak gereja, itu tidak akan terjadi dari luar. Dia harus masuk ke dalam gereja itu sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saat kita sampai pada KPR 5, kita melihat serangan Setan di dalam gereja. Kita berhadapan muka di sini dengan kejadian dosa terbuka pertama di gereja. Ini adalah awalnya. Dan dosa telah masuk ke dalam gereja sejak itu. Inilah awal dari apa yang harus dihadapi semua generasi orang percaya sepanjang sejarah di semua tempat di semua gereja: bahwa Setan masuk ke dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dosa telah ganggu gereja. Ada dosa moral dan dosa doktrin. Itu mengganggu gereja sekarang juga. Di sinilah Setan melakukan kerusakan terbesarnya. Sejarah akan memberitahu kita bahwa menganiaya gereja secara eksternal hanya menyebabkan jemaat gereja menjadi lebih murni, lebih kuat dan lebih efektif. Jadi kita akan melihat permulaan dosa-dosa orang-orang kudus dalam sejarah gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja tidak sempurna karena manusia tidak sempurna. Ada dosa di dalam gereja karena ada orang berdosa di dalam gereja. Ada kebenaran dalam hal ini, dan ada juga dorongan. Allah mengambil gereja mula-mula itu dengan dosanya dan orang-orangnya yang berdosa, dan mengubah seluruh dunia. Fakta bahwa Tuhan, sejak awal, harus bekerja dengan orang-orang berdosa, memberi kita harapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika rasul Paulus berbicara tentang pelayanannya dan perjuangan di dalam pelayanannya dalam 2 Korintus 11:24 - 28, dia berbicara tentang semua pemukulan, cambukan, kapal karam, dan semua itu. Tetapi bagian tersulit dari pelayanan yang Paulus katakan, adalah pemeliharaan semua gereja. Terlepas dari hal-hal eksternal, ada tekanan harian pada saya tentang kepedulian terhadap semua gereja. Inilah beban setiap pendeta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang sering berkata, “Saya tidak mau ke gereja karena di sana ada banyak orang munafik.” Jawaban saya adalah, "Itu benar, dan ada banyak ruang untuk orang munafik lain." Faktanya, Paulus sangat peduli dengan dosa di dalam gereja sehingga dia mengidentifikasi orang-orang berdosa dengan namanya. Dia berbicara tentang orang-orang berdosa di gereja Korintus. Dia berbicara secara khusus tentang orang-orang berdosa yang mengganggu dia di gereja Filipi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Tesalonika 5:12, “Saudara-saudara, kami minta kepadamu, agar kalian menghargai mereka yang dengan rajin bekerja di antara kalian, dan yang bertanggung jawab atas kalian di dalam Tuhan dan memberi kalian ajaran, agar kalian sangat menghargai mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah berdamai satu sama lain. Kami mendorong kalian, saudara-saudara, menegur mereka yang nakal, mendorong yang lemah, membantu yang lemah, dan bersabar dengan semua orang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu benar tentang Israel, dan gereja, bahkan orang percaya sejati dicirikan secara sah sebagai kumpulan orang-orang berdosa yang ditebus. Di sini, di KPR 5, hal itu menjadi sangat umum. Petrus harus menghadapi ini. Petrus diberi tugas pertama untuk menangani orang-orang berdosa di gereja karena Petrus tidak ada masalah menerima bahwa itu kenyataan karena ia sendiri dikenal sebagai seorang rasul berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada pendahuluan yang menarik yang menetapkan dosa itu dalam latar belakang di </span><span class="cf1"><b>KPR 4:32 - 37</b></span><span class="cf1">, “Orang banyak yang percaya itu sehati dan sejiwa; juga tidak ada yang mengatakan bahwa hal apapun yang dia miliki adalah miliknya, tetapi mereka memiliki semuanya bersama. 33 Dan dengan kuasa besar para rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Dan anugerah besar ada pada mereka semua.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">34 Juga tidak ada seorang pun di antara mereka yang kekurangan; karena semua pemilik tanah atau rumah menjualnya, dan membawa hasil dari barang-barang yang dijual, 35 dan meletakkannya di kaki para rasul; dan mereka membagikan itu kepada masing-masing orang yang membutuhkan. 36 Dan Yoses, yang juga dinamakan Barnabas oleh para rasul (yang berarti Anak Penghibur), seorang Lewi dari negeri Siprus,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">37 yang memiliki tanah, menjualnya, dan membawa uangnya dan meletakkannya di kaki para rasul.” Kita mengatakan itu semua menyenangkan, penuh pengorbanan, penuh kasih dan ada kesatuan. Itulah contoh yang bagus. Seberapa banyak Anda akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain? Apakah Anda siap, jika Anda memiliki sebidang tanah, untuk menjual tanah itu, dan mengambil uangnya, dan berkata, "Lakukanlah apa pun yang kalian ingin dengan uang ini untuk memenuhi kebutuhan orang-orang?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah orang-orang yang percaya hanya untuk beberapa minggu, namun mereka begitu bersatu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1"> mengatakan, bahwa “jemaat orang-orang yang percaya itu sehati dan sejiwa”. Filipi 2:3-4, “Janganlah melakukan sesuatu karena ambisi yang mementingkan diri atau kesombongan, tetapi dalam kerendahan hati hendaklah masing-masing menghargai orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri. 4 Hendaklah kalian masing-masing bukan hanya memperhatikan kepentinganmu sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan komunisme; ini mengatakan tidak ada yang memegang apa pun. Mereka semua mengerti bahwa semuanya adalah milik Tuhan, dan semuanya harus digunakan untuk kehormatan-Nya, kemuliaan-Nya dan umat-Nya. Itulah perspektif yang harus dilakukan setiap orang percaya dan bagaimana Anda memandang apa pun yang Anda miliki. Mereka memegangnya dengan ringan di tangan mereka, sebagai penatalayanan dari Tuhan sendiri untuk digunakan bagi siapa saja yang membutuhkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada pengkhotbahan kuat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Dan dengan kuasa besar para rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus.” Mereka mengkhotbahkan kemuliaan kebangkitan-Nya. Mereka terlalu sibuk melayani satu sama lain dan terlalu sibuk mengkhotbahkan Injil kepada dunia untuk membuang waktu dengan pertengkaran egois, pengejaran pribadi, gosip, kritik, keinginan diri sendiri, dan kepuasan diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita membicarakan bagaimana menghadapi penganiayaan, bahwa ketika ada penganiayaan, Anda tidak perlu menekan pesannya. Tentu saja itu menyinggung orang. Mereka perlu tersinggung. Tetapi mereka tidak bisa menghentikan Petrus untuk berkhotbah. Masalahnya di gereja hari ini adalah kita tidak bisa membuat orang mulai bicara. Mereka juga mengalami di ayat 33, “kelimpahan anugerah ada pada mereka semua.” Percayalah, anugerah akan datang dari surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Karena tidak ada orang miskin di antara mereka.” Bagaimana bisa? “Karena semua pemilik tanah atau rumah menjualnya dan membawa hasil penjualannya.” Bisakah Anda bayangkan itu? Inilah anugerah rohani yang telah menyelimuti orang-orang ini. Karena mereka percaya para rasul untuk membagikannya. Ada yang mengatakan inilah komunisme. Semuanya dimasukkan ke dalam suatu tempat, dan mereka membagikannya secara sama rata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>KPR 5:4</b></span><span class="cf1">. Petrus menghadapkan Ananias tentang sebidang tanah. “Selama itu tidak terjual, bukankah itu tetap milikmu? Bahkan setelah itu dijual, apakah itu tidak di bawah kendalimu?” Mereka semua tidak segera menjual semuanya dan kemudian membagikannya dalam porsi yang sama. Orang-orang terus memiliki barang-barang. Tetapi setiap kali mereka menyadari ada kebutuhan, pengorbanan mereka sangat besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah, ada ribuan orang yang datang untuk Pentakosta, dan saat itulah gereja lahir. Mereka tidak mau pulang. Mengapa? Karena tidak ada gereja di kota mereka. Hanya ada satu gereja di dunia saat itu. Untuk apa mereka mau pulang? Kekafiran? Agama Yahudi? Jadi ada ribuan orang yang tidak punya rumah dan tidak ada pekerjaan. Karena mereka telah meninggalkan Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka dianggap murtad dan diusir dari sinagoga. Mereka pada dasarnya orang buangan. Mereka harus dilayani, bahkan rasul Paulus sendiri, setelah ini, dalam perjalanan ke seluruh Asia Kecil mengumpulkan uang untuk dibawa kembali untuk diberikan kepada orang-orang kudus Yerusalem yang miskin, banyak dari mereka tidak pernah pulang. Beberapa dari mereka telah memberi semua yang mereka miliki, dan karena itu ada kebutuhan yang harus dipenuhi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul kemudian, menurut </span><span class="cf1"><b>ayat 35</b></span><span class="cf1">, bertanggung jawab untuk melakukan pembagian seperti, dalam KPR 6, mereka memilih para diaken untuk membagi makanan kepada para janda yang tidak diberi bagian adil dari makanan itu. Ini harus menjadi pandangan orang Kristen tentang uang. Tak satu pun dari itu benar-benar milikmu. Allahlah yang memberi Anda kekuatan untuk menjadi kaya. Semua itu adalah penatalayanan, dan milik Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda adalah milik Allah. Anak-anakmu adalah milik Allah. Uang Anda adalah milik Allah. Rumahmu adalah milik Allah. Kemampuan Anda, bakat Anda, sumber daya Anda, semuanya adalah milik Allah, dan semuanya ada di sana untuk digunakan demi kehormatan-Nya dan kemuliaan-Nya. Yohanes menulis di dalam KPR 3:17, “Anak-anakku, janganlah kita mengasihi dengan perkataan atau dengan lidah saja, tetapi dengan apa yang kita lakukan dan dengan kebenaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakobus 2:14 - 17, “Apa gunanya, saudara-saudaraku, jika seseorang berkata bahwa ia beriman tetapi tidak ada perbuatan? Bisakah iman menyelamatkannya? 15 Jika seorang saudara laki-laki atau perempuan telanjang dan kekurangan makanan sehari-hari, 16 dan salah seorang dari kamu berkata kepada mereka, "Pergilah dengan damai, supaya Anda hangat dan kenyang," tetapi kamu tidak memberi mereka hal-hal yang dibutuhkan tubuh, apakah itu untung? 17 Demikianlah iman dengan sendirinya, jika tidak ada perbuatan adalah mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berkata kepada jemaat di Korintus, “Mengapa kalian tidak bisa berlaku seperti orang Makedonia yang memberi walaupun miskin?” Jadi, sementara ini ada pada mulanya di gereja, tidak butuh waktu lama bagi orang percaya untuk menyesuaikan diri dengan kecenderungan alami mereka untuk hidup di dunia, dengan memegang semua yang kalian miliki. Ada banyak peringatan di dalam Alkitab tentang mencintai uang. Cinta uang adalah akar segala kejahatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja tidak terus mempertahankan ini, tetapi inilah gereja murni di awal kehidupannya, dalam berkat transformasi yang luar biasa ini. Kitab Suci menginstruksikan mereka yang kaya untuk tidak menggantungkan harapan mereka pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi bergantunglah pada Allah, yang memberi kita segala sesuatu untuk dinikmati. Ajarlah mereka untuk menabung harta di surga, yang merupakan satu-satunya dasar baik untuk masa depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kembali ke </span><span class="cf1"><b>KPR 5:1-5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi seorang laki-laki bernama Ananias, bersama Safira istrinya, menjual sebuah milik. 2 Dan dia menahan sebagian dari hasilnya, istrinya juga tahu hal itu, dan membawa sebagian dan meletakkannya di kaki para rasul. 3 Tetapi Petrus berkata, “Ananias, mengapa Setan memenuhi hatimu untuk berbohong kepada Roh Kudus dan menahan sebagian dari harga tanah untuk dirimu sendiri?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">4 Sementara itu masih ada, bukankah itu milikmu? Dan setelah dijual, apakah itu tidak dalam kendali Anda sendiri? Mengapa Anda memikirkan hal ini di dalam hati Anda? Kamu tidak berbohong kepada manusia tetapi kepada Allah.” 5 Kemudian Ananias, mendengar kata-kata ini, jatuh dan langsung mati. Jadi ketakutan besar menimpa semua orang yang mendengar ini.” Dan hal yang sama terjadi pada istrinya Safira di </span><span class="cf1"><b>ayat 7-11</b></span><span class="cf1">.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">7 Sekarang kira-kira tiga jam kemudian istrinya masuk, yang tidak tahu apa yang telah terjadi. 8 Dan Petrus berkata kepada dia, “Katakanlah padaku apakah kalian menjual tanah itu dengan harga sekian?” Dia berkata, "Ya, untuk harga itu." 9 Lalu Petrus berkata kepadanya, “Bagaimana kalian bisa sepakat bersama-sama untuk menguji Roh Tuhan? Lihatlah, kaki mereka yang menguburkan suamimu ada di depan pintu, dan mereka akan membawamu keluar juga.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Kemudian segera dia tersungkur di kakinya dan langsung mati. Dan para pemuda itu masuk dan menemukannya sudah mati, dan membawanya keluar, dan menguburkannya disamping suaminya. 11 Maka ketakutan yang besar menimpa seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal-hal ini.” Dosanya bukan karena mereka tidak memberi cukup banyak. Dalam Perjanjian Baru, tidak ada jumlah yang ditentukan. Dosanya adalah berbohong. Allah benci berbohong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berbohong kepada Roh Kudus dan kepada Petrus dan Yohanes. Dan dosa rahasia di bumi, adalah skandal terbuka di surga. Inilah kebohongan yang dimaksudkan untuk membuat mereka terlihat spiritual. Mereka berusaha untuk mendapatkan prestise dan pujian yang tinggi. Kemunafikan bukan hanya kebohongan itu saja; itulah kehidupan penuh bohong. Mereka berbohong untuk menciptakan persepsi salah tentang kondisi rohani mereka. Allah benci mereka yang melukis keindahan rohani pada diri mereka di mana itu tidak ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah gereja penuh dengan orang munafik? Memang benar. Tak satu pun dari kita hidup sebagaimana seharusnya kita hidup. Tak satu pun dari kita menjalani kehidupan seperti Kristus. Dan kita juga tidak boleh berpura-pura melakukannya. Dosa apakah menjadi dosa pertama yang Tuhan disiplinkan di dalam gereja? Mungkin Anda memilih amoralitas atau mencuri atau menghujat. Tetapi dosa yang divonis oleh Roh Kudus di sini adalah dosa kemunafikan, berpura-pura menjadi sesuatu yang bukanlah Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak bisa menipu Allah. Dia tahu hati Anda, otak Anda dan pikiran Anda. Dan penghakiman itu dimulai dengan integritas rohani gereja. Yah, kami akan mengatakan lebih banyak tentang itu di lain minggu ketika kami akan melihat konsekuensi dari semua ini. Ketika kita melalui hal-hal seperti ini, kita berhadapan langsung dengan fakta bahwa bahkan di gereja terbaik pun, ada realitas dosa. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Sep 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220904</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Terlarang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E1"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+4:13-31" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 4:13-31</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita buka KPR 4, di mana bagian utama melihat penganiayaan terhadap gereja mula-mula. KPR adalah sejarah gereja pertama. Ini memberitahu kita tentang kelahirannya pada Hari Pentakosta, dalam tampilan ajaib kuasa Roh Kudus. Kita melihat minggu-minggu awal gereja ketika ribuan orang bertobat. Dalam KPR 4 jumlahnya mungkin telah melampaui 20.000 orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi segera kita juga menemukan penganiayaan pertama dalam </span><span class="cf1"><b>KPR 4:1-3</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka berbicara kepada orang-orang, para imam dan kepala penjaga Bait Suci dan orang-orang Saduki datang kepada mereka, 2 sangat terganggu karena mereka sedang mengajar orang-orang dan memberitakan bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. 3 Dan mereka menangkap mereka dan memasukkan mereka ke dalam penjara sampai hari berikutnya, karena hari sudah malam.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah mengkhotbahkan bahwa Yesus hidup dari kematian, dan oleh kuasa-Nya gereja telah hidup dan terus bertumbuh. Dan dengan kuasa-Nya dan di dalam nama-Nya mereka menyembuhkan orang itu di awal KPR 3. Inilah seorang laki-laki yang lumpuh sejak dari kandungan ibunya. Mujizat ini membuktikan bahwa Yesus hidup, karena ketika Yesus hidup, Dia adalah seorang penyembuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dalam KPR 4, kita melihat permulaan penganiayaan terhadap gereja, yang masih berlangsung sampai sekarang. Ada sekitar 100 juta orang Kristen di dunia saat ini yang berada di bawah penganiayaan. Dan saya tidak membicarakan mereka yang dilecehkan atau diasingkan secara sosial. Saya membicarakan orang-orang yang benar-benar berada di bawah ancaman fisik dan kematian. Dan penganiayaan akan terus berlanjut sampai Tuhan kita datang kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan ini dimulai pada awalnya karena itu ancaman. Pertumbuhan gereja merupakan ancaman bagi Yudaisme yang murtad. Kita tahu rasanya kehilangan teman, atau keluarga. Kita tahu apa artinya berada di bawah tekanan untuk tidak berbicara bagi Kristus, baik itu dalam pekerjaan, atau sekolah, atau dimanapun. Itulah bagian dari penganiayaan. Tetapi jenis penganiayaan yang akan kita lihat di sini mengancam kehidupan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang lebih berharga dalam hidup ini selain iman yang sudah diuji. Berhentilah kuatir bahwa Anda mungkin bukan orang yang benar-benar percaya. Bagaimana Anda bisa yakin? Anda dapat yakin jika Anda telah melalui cobaan penganiayaan berat dan iman Anda kokoh, dan bertahan, dan bertumbuh dan disempurnakan. Pencobaan menghasilkan suatu pahala kekal, seperti yang akan kita lihat dalam semua keadaan itu,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus berbicara tentang pencobaan yang dia alami dalam 2 Korintus 12, “Ada duri dalam daging yang diberikan kepadaku, yaitu utusan Iblis, aku memohon kepada Tuhan tiga kali agar ia meninggalkan aku. Dia berkata, Anugerah-Ku cukup bagimu, karena kuasa menjadi sempurna dalam kelemahan.'” Tanggapan Paulus, “Jika iman disempurnakan dalam pencobaan, maka saya akan bermegah tentang kelemahan saya, supaya kuasa Kristus berdiam di dalam saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan dirancang oleh Allah untuk menghasilkan iman yang sempurna, untuk menghasilkan kedewasaan, sukacita, kepastian, dan pahala kekal. Paulus berkata kepada orang-orang Galatia, "Dalam tubuhku ada tanda-tanda Kristus." Filipi 3:10, “Bagi orang Kristen, penganiayaan adalah harapan yang mulia. Itu menghasilkan pertumbuhan, kemuliaan, kedewasaan, kepastian, berkat, dorongan dan hadiah.” Itulah bagian dari siapakah kita di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, pada saat kita sampai pada KPR 4, gereja akan belajar ada berkat dan manfaat dari penganiayaan. Mereka yang dianiaya di masa lalu semuanya telah masuk ke dalam pahala kekal, dan seandainya mereka ada di sini, mereka dapat memberikan kesaksian tentang kemuliaan pahala itu. Penderitaan dunia ini, tidak layak dibandingkan dengan sukacita yang akan kita miliki di hadirat Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan saat KPR 4 terungkap, ada beberapa prinsip yang perlu kita pelajari saat kita melihat bagaimana mereka menangani penganiayaan itu. </span><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, di ayat 5, </span><span class="cf1"><b>kita harus tunduk padanya</b></span><span class="cf1">. Ketika semua orang berkumpul melawan mereka, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk mengkhotbahkan Injil kepada Sanhedrin. Mereka membawa Petrus dan Yohanes, dan menempatkan mereka di tengah-tengah, dan mulai mengajukan pertanyaan kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tahu bahwa walaupun sebagai orang percaya baru, bahwa Allah telah mengizinkan ini. Mereka menunggu sampai maksud Allah terungkap. Semua yang mereka lihat adalah rencana Allah. Dari kematian Kristus sampai kebangkitan Kristus, semuanya dijelaskan dalam nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama, dan mereka memahaminya untuk pertama kalinya. Para rasul melakukan itu dalam KPR karena mereka sekarang mengerti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prinsip </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>mereka</b></span><span class="cf1"> </span><span class="cf1"><b>dipenuhi Roh</b></span><span class="cf1">. Ayat 8, Petrus, yang dipenuhi Roh Kudus, berkata kepada mereka. Mereka berada di tengah-tengah kelemahan. Mereka tidak tahu apa yang harus dikatakan, tetapi mereka ingat kata-kata Yesus, “Jangan pikirkan apa yang akan kalian katakan. Saya akan menaruh kata-kata di mulut Anda oleh pelayanan Roh Kudus. Jadi Petrus menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakobus 1:5, “Jika ada di antara kalian yang kekurangan hikmat, hendaklah ia minta kepada Allah, yang memberi kepada semua orang dengan murah hati dan tanpa cela, dan itu akan diberikan kepadanya. 6 Tetapi biarlah dia bertanya dengan iman, tanpa keraguan, karena dia yang ragu adalah seperti gelombang laut yang digerakkan dan diombang-ambingkan oleh angin. 7 Karena janganlah orang itu mengira bahwa dia akan menerima sesuatu dari Tuhan; 8 dialah orang yang berpikiran ganda, yang tidak stabil dalam segala hal.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, serahkan diri Anda sepenuhnya, percaya pada kuasa Allah, yang berarti: berserahlah kepada Roh Kudus, di tengah pencobaan, di tengah pergumulan. Jadi, kita melihat terakhir kali, perlunya memanggil Allah, dan berseru kepada Roh Kudus untuk mengambil alih dan mengisi hidup Anda, dan memberi Anda kata-kata dan pemahaman dan kebijaksanaan untuk menghadapinya. Inilah kemenangan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1"> adalah menggunakannya sebagai </span><span class="cf1"><b>kesempatan untuk memberitakan Injil</b></span><span class="cf1">. Petrus berkata kepada mereka, “Para penguasa dan penatua bangsa, jika hari ini kita diadili untuk suatu manfaat yang dilakukan kepada orang sakit sehingga orang ini disembuhkan, hendaklah diketahui oleh kalian semua bahwa dengan nama Yesus Kristus orang Nazaret, yang kalian salibkan, yang dibangkitkan Allah dari antara orang mati, orang ini berdiri di sini di hadapan kalian dalam keadaan sehat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus, adalah batu yang telah ditolak oleh kalian, para pembangun, tetapi Dialah menjadi batu penjuru utama. Dan tidak ada keselamatan di dalam orang lain karena tidak ada nama lain di bawah langit yang telah diberikan di antara manusia yang dengannya kita dapat diselamatkan.” Mereka baru saja menerima Roh Kudus yang berdiam di mereka. Tetapi ketika Kristus bangkit dari kematian, dan selama 40 hari menjelaskan arti dari segala sesuatu, semuanya itu dipahami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengerti rencananya, tujuannya. Terus Petrus di sana dalam ayat 11, menyebut Mazmur 118:22 untuk menunjukkan lagi pengalaman sekarang untuk pertama kalinya dia memahami bahkan bagian-bagian yang terisolasi dari Perjanjian Lama. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka melihat keberanian Petrus dan Yohanes, dan menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak berpendidikan dan tidak terlatih, mereka heran. Dan mereka menyadari bahwa mereka telah berada bersama Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini mengejutkan Sanhedrin yang seharusnya menjadi satu-satunya yang dapat berbicara pasti. Mereka tercengang bahwa para nelayan Galilea yang tidak berpendidikan mengatakan apa yang mereka katakan dengan begitu berani, kepercayaan diri, dan yang berbicara seolah-olah mereka tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka jelas tahu bahwa ini melebihi apa yang mereka harapkan, dan Sanhedrin itu mulai menyadari bahwa mereka telah berada bersama Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengajar sepertinya mereka memiliki otoritas. Tentu saja, tidak satu pun dari mereka, baik Petrus atau Yohanes, atau rasul lain mana pun, yang dapat menangani Perjanjian Lama seperti yang dilakukan Yesus, tetapi inilah yang biasa mereka dapatkan dari Yesus. Tak satu pun dari mereka yang dapat bicara sejamin dan seberani dan seyakin Anak Allah yang mahatahu itu, tetapi mereka hampir sama. </span><span class="cf1"><b>Keempat, taatilah Allah seberapa pun harganya.</b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pemimpin sedang melihat orang yang telah disembuhkan berdiri bersama Petrus dan Yohanes. Dia masih di sana. Nah, ketika Petrus dan Yohanes datang ke Sanhedrin, mereka membawa pria itu, sebagai ilustrasi hidup. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Dan melihat orang yang telah disembuhkan itu berdiri bersama mereka, mereka tidak dapat berkata apa-apa untuk menentangnya.” Mereka tidak dapat menanyakan pemahaman para murid itu tentang Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka harus mencari jalan untuk menghadapi ini. Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 15-16</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika mereka telah memerintahkan mereka untuk pergi ke luar dewan itu, mereka berunding di antara mereka, 16 dan mengatakan, “Apa yang harus kami lakukan terhadap orang-orang ini? Karena memang, mujizat yang luar biasa telah dilakukan melalui mereka adalah nyata bagi semua yang tinggal di Yerusalem, dan kami tidak dapat menyangkalnya.” Apakah itu memberitahu Anda tentang ketidakpercayaan? Seberapa kerasnya ketidakpercayaan itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebuah mujizat penting terjadi dan seluruh kota tahu. Inilah masalah yang sulit bagi mereka dan tidak ada hukum yang melarang penyembuhan orang. Tidak ada aturan yang melarang perbuatan baik. Dan seterusnya, Petrus dan Yohanes sangat populer di masyarakat. 20.000 orang sekarang adalah jemaat gereja yang merupakan gerakan massa besar melawan mereka oleh para penduduk. Mereka tidak bisa membunuh orang-orang ini karena mereka akan dapat suatu revolusi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak bisa membebaskan mereka, dan mereka tidak bisa membiarkan mereka terus mengajar dan menyembuhkan. Mereka harus menemukan sesuatu, dan ini adalah otak Yudaisme. Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 17-18</b></span><span class="cf1">, “Tetapi supaya tidak menyebar lebih banyak di antara orang-orang, marilah kita mengancam mereka keras, bahwa mulai sekarang mereka tidak boleh berbicara kepada siapa pun dalam nama ini. 18 Jadi mereka memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk tidak berbicara sama sekali atau mengajar dalam nama Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah saatnya dalam penganiayaan. Setiap martir datang ke saat itu di masa lalu dan di masa sekarang. Kami membacanya di koran-koran sepanjang waktu. ISIS menemukan orang-orang Kristen, mereka dibawa masuk, dan mereka katakan “tolaklah agama Kristen, dan peluklah agama Islam, kalau tidak kami akan memenggal kepala Anda.” Apakah Anda akan menyangkal Kristus?. Bacalah sejarah penganiayaan gereja, dan momen seperti itu kembali lagi terus menerus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang mereka maksud di sana tentu saja adalah berbicara di depan umum. Kata kerja ini digunakan untuk merujuk pada pidato publik. Jadi mereka dilarang berkhotbah. Ada larangan berkhotbah di seluruh dunia saat ini. Itu selalu ada dalam kehidupan gereja. Jadi mereka diancam dengan pembalasan yang tidak disebut jika mereka tidak berhenti mengabarkan Injil. Aku bertanya-tanya seberapa jauh itu, bahkan di negara kita ini sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bagaimana mereka merespon? </span><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab dan berkata kepada mereka, “Apakah benar di mata Allah untuk mendengarkan kalian lebih dari pada Allah, cobalah kalian menilai itu. 20 Karena kami tidak bisa berhenti mengatakan apa yang telah kami lihat dan dengar.” Ketika apa yang diperintahkan manusia untuk dilakukan Anda bertentangan dengan apa yang Allah perintahkan untuk dilakukan Anda, siapakah yang Anda patuhi? Daniel menjawab dengan, "Saya selalu tunduk pada otoritas yang lebih tinggi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21-22</b></span><span class="cf1">, “Maka setelah mereka diancam lebih banyak, mereka dibiarkan pergi, karena tidak ada cara lain untuk menghukum mereka, karena ada orang banyak itu, karena mereka semua memuliakan Allah atas apa yang telah dilakukan. 22 Karena orang itu berumur lebih dari empat puluh tahun, yang kepadanya mujizat penyembuhan itu telah dilakukan.” Selama puluhan tahun, mereka telah melihat pengemis ini dalam kondisi lumpuh. Jadi, mereka melepaskannya begitu saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah dilepaskan, mereka pergi kepada teman-temannya sendiri dan melaporkan semua yang dikatakan imam-imam kepala dan penatua kepada mereka.” Mereka telah berdiri tegak dalam kepercayaan mereka. Mereka sangat berani. Tidak ada ancaman yang bisa menghalangi mereka. Inilah respon yang tepat untuk dibawa ke tepi jurang penganiayaan ketika hidup Anda terancam. Ada prinsip </span><span class="cf1"><b>kelima</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>hiduplah lebih dekat dengan orang percaya lainnya.</b></span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan menghasilkan kesatuan. Ketika penganiayaan semakin besar, jemaat orang-orang percaya menjadi satu hati dan satu jiwa. Semua hal adalah milik bersama bagi mereka. Mereka menempel erat satu sama lain. Gereja yang dianiaya adalah gereja yang bersatu karena kekuatannya terdapat dari persekutuan jemaat itu. Ini memaksa orang percaya untuk melawan bersama, untuk berpegangan satu sama lain, dan untuk berpegangan erat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor </span><span class="cf1"><b>enam, berterima kasih kepada Tuhan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24-28</b></span><span class="cf1">, “Jadi ketika mereka mendengar itu, mereka mengangkat suara mereka kepada Allah dengan kompak dan berkata: “Tuhan, Engkaulah Allah, yang menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua yang ada di dalamnya. 25 yang oleh hamba-Mu Daud telah dinubuatkan: 'Mengapa bangsa-bangsa itu marah, dan orang-orang merencanakan hal-hal yang sia-sia? 26 Raja-raja di bumi berdiri, dan para penguasa berkumpul</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melawan Tuhan dan Kristus-Nya.' 27 “Karena benar-benar melawan Hamba-Mu yang kudus, Yesus, yang Engkau urapi, baik Herodes maupun Pontius Pilatus, bersama-sama dengan orang-orang non-Yahudi dan orang-orang Israel, dikumpulkan bersama-sama 28 untuk melakukan apa pun tujuan-Mu yang telah ditentukan sebelumnya untuk dilakukan.” Mereka memuji Allah mereka dengan satu hati, yang adalah pencipta seluruh alam semesta, Allah yang memiliki semua penguasa dunia di telapak tangan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengakui kesalahan Herodes, Pontius Pilatus, orang Romawi, dan orang-orang Israel. Dunia berkumpul melawan Dia, yang dinubuatkan di Mazmur 2, dan orang-orang non-Yahudi dan orang-orang Yahudi mengamuk. Tetapi semua yang mereka lakukan adalah apa yang Allah telah nubuatkan untuk terjadi. Dan nomor </span><span class="cf1"><b>tujuh</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>berdoa untuk keberanian yang lebih besar</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Nah, Tuhan, lihatlah ancaman mereka, dan berikan kepada hamba-hamba-Mu agar dengan segala keberanian mereka mengucapkan firman-Mu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Tuhan, mendukung pembicaraan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “dengan mengulurkan tangan-Mu untuk menyembuhkan, dan supaya terjadi tanda-tanda dan mujizat-mujizat dalam nama Yesus.” Dia mendukung khotbah kita dengan lebih banyak mukjizat dan lebih banyak keajaiban. Kitab Suci itu belum ditulis. Mereka disahkan oleh mukjizat, dan karena itu mereka berseru kepada Allah untuk melakukan lebih banyak mukjizat untuk mendukung pengkhotbahan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Doa-doa mereka terkabul. </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah mereka berdoa, goncanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus, dan mereka mengucapkan firman Allah dengan berani.” Kami bersukacita dalam kesetiaan orang-orang kudus karena kami ada di sini hari ini karena kesetiaan itu. Dan kita perlu melanjutkan apa yang mereka lakukan untuk Allah, Amin? </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Aug 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220828</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penganiayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001E0"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+4:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 4:1-12</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejak awal kehidupan gereja dalam sepuluh tahun pertama, ada setidaknya lima penganiayaan. Semuanya mulai di gereja Yerusalem, dan Anda dapat membuka Alkitab Anda ke KPR 4 karena di sanalah itu dimulai. Di sini, di KPR 4 terjadi penganiayaan pertama terhadap gereja. Gereja itu baru berumur beberapa minggu, dan penuh dengan orang percaya baru. Kita tahu apa yang terjadi di tahun-tahun awal KPR, dan kita akan menjalaninya bersama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu apa yang mulai dalam KPR 4 dan yang meningkat dalam KPR 8, melalui kematian Yakobus dan Stefanus. Inilah penganiayaan Yahudi di bagian pertama KPR, tetapi di bagian terakhir, itulah penganiayaan Romawi. Penganiaya besar pertama adalah Nero, dan itu dimulai pada tahun 67 M. Orang-orang Kristen dijahit di kulit binatang, dan kemudian diberi kepada anjing-anjing lapar sebagai makanan. Mereka diliputi lilin dan kemudian dinyalakan sebagai obor untuk pesta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penganiayaan berlanjut setelah itu, dan itu selalu ada karena Setan, adalah ilah dunia ini, pangeran kuasa udara, penguasa kuasa rohani yang memerintah dalam kegelapan budaya yang jatuh ini. Dia selalu mengejar orang-orang yang mengaku Kristus. Tetapi dalam KPR 4, kita sampai pada penganiayaan pertama yang mulai pola kebencian panjang yang diilhami oleh setan terhadap Kristus, dan terhadap gereja-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada musim ketika itu berkurang sedikit dan ada musim ketika itu menjadi lebih banyak; musim ketika itu mematikan dan musim lainnya ketika itu hanya bersifat sosial. Ada kalanya penganiayaan hanya bersifat psikologis dan ada kalanya itu benar-benar mematikan. Tetapi apapun bentuknya, selalu akan ada penganiayaan karena Setan benci Kristus dan benci orang Kristen. Kerajaan gelap selalu benci kerajaan terang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berkata, “Waktunya akan datang ketika mereka memenjarakanmu dan membunuhmu.” Jangan khawatir tentang itu. Ketika saat itu tiba, Anda akan tahu bagaimana harus bereaksi dan apa yang harus dikatakan karena Roh Kudus akan menunjukkan kepada Anda apa yang harus dikatakan. Bukan hanya itu, Roh Kudus akan menguatkan Anda pada saat itu karena Anda memiliki iman yang tidak bisa gagal. Orang percaya sejati akan bertahan selama ada penganiayaan fisik itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi orang-orang Kristen dapat runtuh di bawah keterasingan sosial, yang seringkali menghasilkan kompromi yang mencuri kesaksian mereka dan melemahkan gereja ketika mencoba menampung permusuhan dunia. Ini sedang terjadi di mana-mana dalam budaya kita. Itu membuat kita berkompromi. Kita tidak mau mengkhotbahkan kebenaran karena kita tidak ingin ditolak. Kita tidak suka pemberontakan dan perlawanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi di gereja mula-mula, terjadilah penganiayaan fisik yang nyata di tambah keterasingan. Belum pernah ada gereja sebelum Hari Pentakosta. Gereja itu lahir ketika 3.000 orang mendengar Injil yang dikhotbahkan oleh Petrus dan percaya dan melanjutkan doktrin rasul tentang doa, perjamuan kudus, dan persekutuan. Dan kemudian setiap hari semakin banyak orang percaya ditambahkan ke dalam gereja oleh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka semua adalah orang percaya sejati, dan di mana mereka bertemu? Mereka tidak punya gedung. Mereka bertemu di Bait Suci. Petrus dan Yohanes baru saja pergi ke bait suci, ke halaman besar di bait suci, dan kita menemukan mereka di sana, saat kita masuk ke KPR 3, bersama Petrus dan Yohanes dan orang yang dulu adalah pengemis di serambi Salomo, yang adalah salah satu tiang-tiang besar yang ada atap di atasnya di daerah bait suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka semua tahu pengemis lumpuh itu, yang tiba-tiba melompat dalam ayat 8, berdiri tegak, mulai berjalan, dan masuk ke bait suci, sambil berjalan, melompat dan memuji Allah. Mereka dipenuhi kagum dan keheranan. Dan sementara dia masih berpegangan pada Petrus dan Yohanes, sebagai ilustrasi hidup dari kuasa Kristus yang hidup, semua orang berkumpul dengan mereka di serambi Salomo. Dan Petrus mulai mengkhotbahkan khotbah kedua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkhotbah tentang Yesus Kristus, siapakah Dia, apa yang Dia lakukan, bahwa Dia mati, dan Dia bangkit kembali, dan Petrus mendakwa orang-orang Yahudi karena mereka membunuh Mesias. Petrus melakukan itu pada Hari Pentakosta dalam KPR 2. Dia melakukannya lagi dalam KPR 3, dan berkata, “Bertobatlah dan percayalah.” Kemudian dia menjelaskan apa yang akan terjadi jika mereka melakukannya. Dosa-dosa mereka akan diampuni. Kerajaan akan datang dan Mesias pada suatu hari akan kembali dalam kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penghakiman akan dihindari, dan semua berkat perjanjian akan terwujud. Jadi Petrus mengkhotbahkan khotbah penginjilan dalam KPR 3, dan hasilnya luar biasa. KPR 4:4, “Banyak dari mereka yang mendengar berita itu percaya, dan jumlahnya kira-kira 5.000 orang laki-laki.” Dan ini hanya menghitung para laki-laki. Itu berbeda dengan perempuan. Kita tidak tahu berapa banyak wanita juga percaya. Ini luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja ini adalah ancaman besar bagi sistem Yahudi. Tidak baik kalau ada 15.000 orang berkumpul di dalam halaman bait suci atas nama Tuhan Yesus Kristus, yang baru saja mereka salibkan. Ini lebih buruk daripada saat Yesus datang kesana dan mengusir semua orang. </span><span class="cf1"><b>KPR 4:1</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka berbicara kepada orang-orang, para imam, kepala bait suci, dan orang-orang Saduki menangkap mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengutuk para pemimpin Yahudi yang membunuh Yesus; dan mereka dikutuk dalam bait suci mereka sendiri. Inilah yang meluncurkan 2.000 tahun kebencian, permusuhan, dan penganiayaan. Mereka berbicara tentang Kristus dan kematian-Nya dan bahwa Dia adalah Mesias yang menggenapi Perjanjian Lama, dan tentang kebangkitan-Nya. Jadi para imam dan kapten penjaga bait suci dan orang-orang Saduki memasukkan mereka ke dalam penjara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada 24 kelompok imam-imam. Mereka adalah imam-imam seluruh Israel, dan setiap imam akan melayani 2 minggu dalam setahun di bait suci itu, sambil mempersembahkan kurban di pagi dan sore hari. Dan inilah para imam yang sedang memimpin pada saat itu. Mereka adalah bagian pertama dari para penentang di pertemuan ini dalam nama Yesus dari Nazaret. Dan kemudian ada juga kapten penjaga bait suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang paling dituntut Roma sebagai kuasa pendudukan, adalah ketertiban. Jadi ada polisi bait suci dan orang Saduki. Mereka adalah partai agama minoritas, yang menjalankan seluruh kegiatan bait suci itu. Para imam bekerja di bawah kepemimpinan mereka. Nah, mereka adalah sekte agama yang percaya bahwa hanya Pentateuk, yaitu lima kitab Musa, diilhami oleh Allah, dan buku-buku lain itu hanya komentar saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena tidak ada sesuatu di dalam Pentateuk tentang kebangkitan, mereka tidak percaya ada kebangkitan. Orang Saduki sangat ingin mengendalikan segalanya karena itulah menguntungkan mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Mereka sangat terganggu karena Petrus mengajar orang-orang dan memberitakan kebangkitan Yesus dari antara orang mati.” Inilah jenis penderitaan mental yang datang karena mereka gelisah oleh apa yang sedang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena mereka mengajar orang-orang, mereka merebut otoritas mereka yang adalah guru. Kalian tidak diundang. Ini bukan tempat kalian. Terutama karena di dalam ayat 13, “Mereka mengamati keyakinan Petrus dan Yohanes, dan mengerti bahwa mereka tidak berpendidikan dan tidak terlatih.” Mereka tidak ada pengalaman teologi Yahudi dan mereka tidak tahu teologi orang-orang Saduki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka hanyalah orang-orang Galilea yang bodoh, yang baru melangkah ke dunia orang-orang terpelajar, orang-orang bijak dan mengambil alih peran guru di bait suci dan mengajarkan doktrin yang telah mereka kutuk tentang seseorang yang telah mereka bunuh. Mereka mewartakan Yesus. Inilah penolakan publik secara terbuka terhadap otoritas Sanhedrin karena mereka telah menghukum mati Yesus sebagai penipu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa yang mereka ajarkan itu lebih mengganggu. Dan mereka bukan hanya mewartakan Yesus, tetapi bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati. Petrus berkata, “Engkau telah membunuh Pangeran Kehidupan. Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan kami adalah saksi-saksinya.” Dan ribuan orang berkumpul untuk mendengarkan ini. Ribuan orang percaya, dan para pemimpin takut bahwa mereka akan kehilangan kuasa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka menangkap mereka, dan menahan mereka sampai keesokan harinya, karena hari sudah malam.” Itu berarti orang Yahudi menangkap mereka dan memasukkan Peter dan John ke penjara sampai hari berikutnya. Selama tiga jam, Petrus dan Yohanes telah berada di bait suci. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Tetapi banyak dari mereka yang mendengar firman itu menjadi percaya; dan jumlah laki-laki itu kira-kira lima ribu.” Jika Anda menghitung para wanita, mungkin ada 10.000 orang atau lebih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ribuan orang benar-benar bertobat. Ini lebih dari yang bisa dibiarkan agama palsu, jadi penganiayaan itu mulai. Ini baik karena itu memurnikan. Ancaman kematian, salib dan kemartiran menjauhkan orang-orang percaya palsu. Nah, di sisa bab ini kita melihat bagaimana mereka menangani penganiayaan itu dengan cara praktis. Jika kita hidup saleh di dunia ini, kita akan menderita penganiayaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5-7</b></span><span class="cf1">, “Dan terjadilah pada hari berikutnya, bahwa para penguasa, para panatua, dan ahli-ahli Taurat, 6 serta Hanas, Imam Besar Kayafas, Yohanes, dan Aleksander, dan semua dari keluarga imam besar itu, berkumpul di Yerusalem. 7 Dan ketika orang Yahudi itu telah menempatkan mereka di tengah-tengah, mereka bertanya, "Dengan kuasa apa atau dengan nama apa kalian telah melakukan ini?" Tidak ada perlawanan. Mereka tidak melawan dengan senjata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana dua orang Galilea, Petrus dan Yohanes, pernah berharap untuk berbicara kepada badan yang paling penting di Israel? Dan mereka diberi kesempatan. Mereka bertanya, “Dengan kuasa apa atau atas nama apa kalian melakukan ini?” “Dengan kuasa apa? Dengan otoritas siapa?” Semua otoritas ada di dalam mereka, mereka pikir. Dan dengan otoritas apa kalian telah merebut tempat ibadah ini, tempat suci ini dengan ajaran sesat kalian?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat Allah membuka pintu. Allah akan memuliakan diri-Nya dalam situasi ini. Ada tanggapan kedua terhadap penganiayaan, kekuatan Anda ada di dalam Roh Kudus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Petrus, yang dipenuhi Roh Kudus, berkata kepada mereka, “Para penguasa bangsa dan para penatua Israel.” Bagaimana Petrus sampai dipenuhi Roh Kudus? Itu terjadi saat kita menyerah pada kendali Roh Kudus. “Berdayakan saya. Berilah aku kata-kata tepat untuk diucapkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9-11</b></span><span class="cf1">, “Jika pada hari ini kami dihakimi karena suatu perbuatan baik yang dilakukan kepada orang lumpuh, yang dengan cara ini telah disembuhkan, 10 hendaklah diketahui oleh kalian dan kepada orang Israel, bahwa dengan nama Yesus Kristus dari Nazaret, yang kalian salibkan, yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati, oleh Dia orang ini berdiri di sini di hadapanmu utuh. 11 Inilah 'batu yang ditolak oleh kalian, yang telah menjadi batu penjuru utama.’</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Dan tidak ada keselamatan di dalam yang lain, karena di bawah langit tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Petrus dengan berani mengkhotbahkan Injil dalam menghadapi penganiayaan. Dakwaan itu datang. “Jika kami diadili hari ini karena perbuatan baik, yang dilakukan pada orang sakit,” inilah pengadilan yang tidak adil. Jika itu alasannya kami ada di sini, inilah penangkapan tidak adil. Ini benar berani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketahuilah kalian semua dan kepada semua orang Israel, bahwa di dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang kalian salibkan, dan yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati, dengan nama ini, orang ini berdiri di sini dalam kesehatan baik." Kami melakukannya atas nama, otoritas dan kuasa Yesus Kristus. Apakah artinya Kristus? Yesus orang Nazaret adalah Mesias kalian sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kuasa-Nya yang mereka tahu benar-benar. Mengapa? Karena Dia melakukan banyak mujizat selama seluruh hidup-Nya. Dan Dia membangkitkan Lazarus dari kematian, dan mereka semua tahu tentang itu karena kebangkitan Lazarus setelah dia mati empat hari, itulah yang menyebabkan mereka membunuh Dia. Jadi Petrus menuduh Sanhedrin membunuh Mesias mereka sendiri, dan mendakwa bahwa mereka jauh dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan itu konstan terus. Kita mendengarnya dalam KPR 2, KPR 3, dan lagi dalam KPR 4. Dan kita akan mendengarnya lagi dalam KPR 5:30, “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang telah kalian matikan dengan cara digantung-Nya di kayu salib.” Dalam menghadapi penganiayaan, tidak ada pengurangan pesan. Mengapa? Karena orang berdosa harus didakwa atas kejahatan mereka. Mereka harus bertobat jika mereka ingin diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus mengutip Mazmur 118:22, “Engkau telah menolak batu yang telah menjadi batu penjuru utama kerajaan.” Memang sulit mengatakan itu dalam lingkungan religius. Beranikah Anda masuk ke tempat ibadah palsu dan berkata, “Kalian telah menolak satu-satunya Juruselamat? Hanya ada keselamatan dalam Yesus Kristus.” Bisakah Anda mengumumkan itu kepada jemaat sinagoga atau di dalam masjid?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian bertanya dengan otoritas apa dan atas nama apa kami melakukan ini? Itu atas nama orang yang kalian bunuh, tetapi Allah membangkitkan-Nya, yang sekarang hidup, dan oleh Dia dan kuasa-Nya orang ini disembuhkan. Tidak ada keselamatan di dalam orang lain. Itulah eksklusivitas Injil. Sangat mengganggu mendengar orang yang mengaku Kristen yang entah bagaimana ingin melunakkan eksklusivitas itu dan bahkan tidak memberi tahu orang-orang tentang dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus tahu hidupnya terancam. Begitu juga Yohanes, tetapi mereka berkata, “Tidak ada keselamatan di dalam orang lain karena tidak ada nama lain di bawah langit yang telah diberikan kepada manusia yang olehnya kita akan diselamatkan.” Kita dapat diselamatkan, tetapi hanya oleh satu nama. Selain Kristus dan Injil, tidak ada keselamatan. Kata Yesus, “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tidak ada orang yang datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bagaimana kita harus merespon dalam penganiayaan? Pertama, dengan kepasrahan sambil tahu bahwa Allah ada rencana dan Dia akan membuka pintu yang mungkin akan membawa saya ke pengadilan yang biasanya saya tidak ada akses. Kedua, bergantunglah dengan segenap kekuatan dan kelemahan Anda pada kuasa Roh Kudus dan janji Roh Kudus untuk memenuhi Anda, dan memberi Anda hal-hal untuk dikatakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus berkata lebih banyak dalam 1 Petrus 2:21, kita harus mengharapkannya. “Karena untuk itulah kalian dipanggil, karena Kristus juga menderita untuk kita, Dia telah memberi teladan bagi kita, agar kita mengikuti langkah-langkah-Nya.” Jika Anda menjalani jenis kehidupan yang Allah kehendaki di dalam Kristus, Anda akan dianiaya oleh sistem dunia. Jika Anda tidak menderita, mungkin mereka belum menemukan siapakah Anda sebenarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 16:33, “Inilah yang Kukatakan kepadamu, supaya di dalam Aku kamu mendapat damai sejahtera. Di dunia, Anda ada tribulasi, tetapi beranikan diri, Aku telah mengatasi dunia.” Hal terburuk yang bisa terjadi pada kita adalah mereka membunuh kita, dan itu akan menjadi kemenangan akhir kita, benar? Jika Anda menjalani kehidupan yang saleh di dunia, Anda akan dianiaya. Tunduklah pada Roh Kudus dan kabarkanlah Injil dengan berani dan serahkanlah hasilnya kepada Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Aug 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220821</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001E0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bertobatlah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001DF"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:18-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:18-26</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua buku Alkitab diilhami secara ilahi. Inilah informasi yang sangat perlu kita ketahui tentang asal usul kita sebagai bagian dari gereja Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah datang ke dunia, lahir dari seorang perawan, menjalani hidup-Nya dalam kesempurnaan tanpa dosa, mengaku diri-Nya sebagai Anak Allah, dan itu dibuktikannya dengan firman dan perbuatan-Nya. Dia ditolak oleh bangsa Israel, yang kemudian mendorong orang-orang Romawi untuk menyalibkan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sampai saatnya Yesus datang kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya. Jadi kita sudah berada 2.000 tahun sejak ini dimulai di sini dalam kitab KPR. Sekarang dalam KPR 3, Tuhan telah naik kembali ke surga, dan Dia mengutus Roh Kudus untuk menginsafkan dunia akan dosa dan penghakiman, dan untuk melahirkan kembali orang-orang pilihan-Nya. Dan untuk memberi kekuatan kepada gereja untuk memberitakan Injil. Melaluinya Dia melakukan regenerasi-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dalam KPR 3, sekali lagi Petrus berkhotbah. Dan Tuhan sekali lagi mengumpulkan orang banyak. Kali ini dengan mujizat lain. 11 ayat pembuka itu menggambarkan mujizat itu dengan penyembuhan seorang pengemis lumpuh yang duduk setiap hari di gerbang bait suci. Semua orang tahu kondisinya. Dalam ayat 8, dia berdiri tegak, mulai berjalan dan melompat, dan masuk bait suci bersama para rasul dan semua orang melihatnya memuji Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sementara dia ada di sana bersama mereka, “penuh keheranan semua orang bergegas bersama-sama menuju kepada apa yang disebut serambi Salomo,” Allah mengumpulkan orang banyak itu melalui mujizat, dan Dia menambahkan ke gereja-Nya malah lebih banyak lagi orang percaya. Petrus adalah si pengkhotbah, dan sekali lagi khotbah itu adalah tentang Yesus Kristus. Dan khotbah itu terdiri dari dua bagian: bagian pertama, rasa bersalah; bagian kedua, anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mulai menimbun rasa bersalah pada mereka atas eksekusi Anak Allah, Juruselamat, Yang Kudus, Yang Benar, Raja kehidupan. Dia menyatakan bahwa orang Israel telah menyangkal Yesus, menyerahkan Dia, dan mengeksekusi Dia. Dia telah dimuliakan yang adalah satu-satunya Allah yang benar, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Tetapi setelah mereka membunuh Yesus, Allah membangkitkan-Nya dari kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus hidup dan itulah kuasa-Nya yang diperlihatkan dalam penyembuhan orang lumpuh itu. Nah, pertama kali Petrus berkhotbah, dia mengkhotbahkan kesalahan, tetapi kemudian dia juga mengkhotbahkan anugerah. Mereka merasa sangat bersalah di KPR 2:37, mereka berkata, “Saudara-saudara, apakah yang harus kami lakukan?” Kita tidak mendengar mereka mengatakan itu di dalam KPR 3:17 di mana Petrus berkata, “Dan sekarang, saudara-saudara, aku tahu, bahwa kalian bertindak dalam ketidaktahuan, sama seperti yang dilakukan oleh penguasa-penguasamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah khotbah Injil klasik. Ada beban rasa bersalah yang berat, dakwaan yang jelas, dan ketakutan yang mencengkeram hati. Dan kemudian kita beralih dari rasa bersalah kepada anugerah. Anugerah yang di luar pemahaman. Ayat 17, “Aku tahu, bahwa kalian bertindak dalam ketidaktahuan.” Ingatlah apa yang Yesus katakan di kayu salib. Lukas 23:34, "Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan." Dalam KPR, kita melihat lebih banyak ketidaktahuan, yang dipertimbangkan Allah dengan murah hati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada preseden di Perjanjian Lama untuk ini. Bilangan 15:22, “Tetapi jika kalian dengan tidak sengaja gagal dan tidak melakukan semua perintah ini, sejak hari Tuhan memberikan perintah dan seterusnya turun-temurun, maka jika itu dilakukan dengan tidak sengaja, seluruh jemaat harus mempersembahkan seekor lembu jantan untuk korban bakaran, dan seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada pengorbanan khusus untuk kejahatan dan ketidaktaatan tanpa disadari. “Maka imam harus mengadakan pendamaian bagi seluruh jemaat itu, dan mereka akan diampuni; karena itulah suatu kesalahan, dan mereka telah membawa persembahan mereka, persembahan api kepada Tuhan, dan korban penghapus dosa mereka di hadapan Tuhan. Demikianlah seluruh jemaat bani Israil akan diampuni, karena hal itu menimpa seluruh bangsa itu karena kesalahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi orang yang melakukan sesuatu yang menantang, apakah dia orang asli atau orang asing, itu menghujat Tuhan; dan orang itu akan dilenyapkan dari antara bangsanya. Karena dia telah meremehkan firman Tuhan dan melanggar perintah-Nya, kesalahannya akan ada padanya.” Ibrani 10 mengatakan bahwa jika Anda dengan sengaja berbuat dosa setelah tahu kebenaran, tidak ada lagi pengorbanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 17, Paulus berkata di Bukit Mars kepada para pendatang non-Yahudi, “Waktu kejahatan di masa lalu diabaikan Allah, tetapi sekarang Dia memerintah semua orang untuk bertobat karena Dia telah memperlihatkan Anak-Nya.” Anugerah itu tersedia bagi orang yang bersalah yang tidak tahu kesalahannya. Dan di dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Tetapi apa yang telah dinubuatkan Allah melalui mulut semua nabi-Nya, bahwa Kristus-Nya akan menderita, telah digenapi oleh-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah di dalam rencana Allah. Itu penuh dosa dan keji, tetapi itu tidak diketahui. Terlepas dari apa yang mereka lakukan, rencana Allah tetap digenapi dengan sempurna. Dan ketika dia berkata, yang Allah nyatakan sebelumnya kepada semua nabi Perjanjian Lama tentang penderitaan Kristus, itu mengacu pada Mazmur 22, Zakharia dan Yesaya 53. Itulah nubuatan dari Dia yang adalah korban terakhir yang dapat diterima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daripada kematian Mesias mendiskualifikasikan Mesias itu, penderitaan dan kematian-Nya menegaskan Dia sebagai Mesias karena yang dinubuatkan para nabi itu akan terjadi. Dan kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Karena itu bertobatlah dan jadilah orang Kristen, supaya dosamu dihapuskan, supaya datang waktu penyegaran itu dari hadirat Tuhan.” Di sini kita beralih dari rasa bersalah ke anugerah. “Karena itu bertobatlah dan jadilah orang Kristen.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah Matius 11:21, “Celakalah Chorazin! Celakalah Betsaida! Karena jika mujizat yang terjadi di Tirus dan Sidon akan terjadi di dalam kalian, mereka pasti sudah lama bertobat dengan kain kabung dan abu.” Seandainya Tirus dan Sidon melihat apa yang Chorazin dan Betsaida melihat, mereka pasti bertobat. Pertobatan dapat datang atas dasar wahyu ilahi dari mukjizat Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terkadang, pertobatan itu adalah produk dukacita. 2 Korintus 7:9-10, “Sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu dijadikan menyesal, tetapi karena dukacitamu itu membawa Anda kepada pertobatan. Karena kamu menyesal dengan cara ilahi, supaya kamu janganlah menderita kerugian dari kami. 10 Karena dukacita ilahi menghasilkan pertobatan yang menghasilkan keselamatan, janganlah sesal; tetapi dukacita duniawi itu menghasilkan kematian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak orang di dunia ini menyesal akibat perilaku mereka, menyesal akibat dosanya, tetapi tanpa keinginan untuk bertobat. Dalam Roma 2:4, Paulus berkata, “Atau apakah kalian memandang hina kekayaan kebaikan-Nya, kesabaran-Nya, dan panjang sabar-Nya, tanpa mengetahui bahwa kebaikan Allah menuntunmu kepada pertobatan?” Ada orang yang bertobat karena mereka kewalahan oleh kebaikan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terkadang, pertobatan itu adalah hasil dari ancaman penghakiman terakhir. Dalam KPR 17:30 di Bukit Mars Paulus berkata, “Sesungguhnya, zaman ketidaktahuan ini Allah telah mengabaikan, tetapi sekarang memerintahkan semua orang di mana-mana untuk bertobat, 31 karena Allah telah menetapkan hari di mana Ia akan menghakimi dunia dengan adil oleh Manusia yang telah ditahbiskan-Nya. Dia telah memberi jaminan ini kepada semua orang dengan membangkitkan-Nya dari kematian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dalam 2 Tesalonika 1:7-9 mengatakan, “Dan untuk memberi kalian, yang ada masalah, istirahat bersama kami ketika Tuhan Yesus dinyatakan dari surga dengan malaikat-malaikat-Nya yang perkasa, 8 dalam api yang menyala-nyala yang membalas dendam mereka yang tidak mengenal Allah , dan mereka yang tidak menaati Injil Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Mereka ini akan dihukum dengan kebinasaan kekal dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kuasa-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mulai dari </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">, Petrus akan memberikan lima motivasi untuk bertobat dan datang kepada Kristus. Yang pertama, dosa akan diampuni. Yang kedua, kerajaan akan datang. Ketiga, Mesias akan kembali. Keempat, penghakiman akan dihindari. Dan kelima, janji akan diwujudkan. Jadi inilah janji-janji kepada orang Israel jika mereka berbalik dan berhubungan dengan Kristus dan benar-benar bertobat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nomor satu, </span><span class="cf1"><b>dosa akan diampuni</b></span><span class="cf1">. Ayat 19, “supaya dosamu dihapuskan.” Ubahlah kesimpulan Anda tentang Kristus. Dan kemudian kembali lagi kepada-Nya. Dan kejahatan yang mengerikan dalam penghujatan Anda terhadap Anak Allah akan diampuni. Tetapi ini bukan penghujatan terakhir bagi mereka semua. Akan ada beberapa yang berpaling. Apa yang dikatakan bahasa di sini? Supaya dosa-dosamu dihapuskan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sistem Lewi hanya menutupi dosa, tetapi tidak menghapusnya. Daud berseru di dalam Mazmur 51, “Hapuslah kesalahanku,” dia merasa bersalah. Tetapi tidak ada imam yang dapat melakukan itu dan tidak ada korban yang dapat melakukan itu. Dalam Yesaya 43:25 Allah berkata, “Aku saja yang menghapus pelanggaran-mu berdasarkan Aku sendiri, dan dosa-dosamu tidak akan Kuingat lagi.” Yesaya 44:21, “Aku telah menghapus pelanggaranmu. Kembalilah kepada-Ku, karena Aku telah menebus kamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, </span><span class="cf1"><b>kerajaan akan datang</b></span><span class="cf1">. Wahyu 20 mengatakan itu akan berlangsung selama 1.000 tahun. Dan semua pernyataan kenabian yang dibuat tentang kerajaan, akan mengatakan: ada damai, tidak ada perang; kepenuhan sukacita; kekudusan di mana-mana; kemuliaan terungkap sepenuhnya dan ada kenyamanan. Raja Yesus sendiri secara pribadi akan melayani setiap kebutuhan; keadilan sempurna bagi semua orang sepanjang waktu; dan ada pengetahuan penuh dan instruksi lengkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Raja Yesus akan mengajar semua orang; dan pengetahuan dan kebijaksanaan akan memenuhi bumi; tidak ada kutukan, kutukan itu akan dikurangi di alam binatang dan alam seluruhnya; tidak ada penyakit, raja adalah penyembuh; tidak ada yang cacat, pelestarian kehidupan dengan cara supranatural, jika seseorang meninggal pada usia 100 tahun, mereka mati sebagai bayi; kebebasan dari penindasan; kemakmuran, produktivitas yang lebih besar dari segala sesuatu di bumi ini, tidak ada kelaparan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Petrus berkata kepada orang-orang Yahudi itu, “Jika kalian bertobat dan mengikuti Kristus, semua dosamu akan diampuni dan kerajaan akan datang.” Memang, kedatangan kerajaan itu dikondisikan pada pertobatan Israel. Namun, kerajaan milenium itu tidak akan datang sampai periode dimana semua orang Israel yang percaya diselamatkan. Allah tahu apa yang akan dilakukan mereka, namun mereka tetap bertanggung jawab atas kelakuan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketiga, </span><span class="cf1"><b>Mesias akan datang kembali</b></span><span class="cf1">. “Supaya datang waktu penyegaran itu dari hadirat Tuhan, dan supaya Ia mengutus Yesus, Mesias yang ditetapkan bagimu.” Sudah ditetapkan dalam Perjanjian Lama bahwa tidak akan ada kerajaan tanpa seorang raja, bahwa tidak akan ada pemerintahan mesianis tanpa Mesias. Memang benar bahwa berkat-berkat milenium tidak dapat datang terlepas dari kedatangan Kristus kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di masa depan Israel akhirnya akan percaya. Mereka akan melihat orang yang telah mereka tikam, mereka meratapi Dia sebagai anak tunggal, mereka dibersihkan, dan Mesias akan datang dan mendirikan kerajaan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Dan supaya Ia mengutus Yesus Kristus, yang telah diberitakan kepadamu sebelumnya.” Secara harfiah, “yang telah diangkat menjadi Mesias bagimu,” yang telah dinyatakan demikian oleh para nabi, dan oleh Yohanes Pembaptis, dan oleh para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak membatalkan janji-janji-Nya kepada Israel. Dia mengulanginya di sini melalui para rasul. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Yang harus diterima surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, yang telah Allah katakan melalui mulut semua nabi-Nya yang kudus sejak dunia diciptakan.” Yesus harus menetap di surga sampai ada kerajaan. Dia tidak dapat mulai waktu penyegaran itu sampai Israel mengaku Dia sebagai Mesias mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bacalah Zakharia 12, 13, dan 14. Mereka menjalankan iman dalam pasal 12 dan 13. Mereka mengalami tribulasi dalam pasal 13, dan kemudian kerajaan datang dalam pasal 14. Seperti yang dikatakan Paulus dalam Roma 11, “Seluruh Israel akan diselamatkan.” Dan ketika mereka diselamatkan, mereka meratapi Dia yang mereka tikam dan mata air penyucian terbuka bagi mereka, mereka kemudian akan dibersihkan dari semua pemberontakan dan kerajaan itu datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Zakharia 14 menjelaskan hal itu. Dan inilah yang “Allah berbicara melalui mulut nabi-nabi-Nya yang kudus sejak zaman dahulu.” Jadi bertobatlah, dan ikutilah Kristus. Keempat, </span><span class="cf1"><b>penghakiman akan dihindari</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Karena Musa benar-benar berkata kepada nenek moyang, 'Tuhan, Allahmu, akan membangkitkan bagimu seorang Nabi seperti aku dari saudara-saudaramu. Dialah yang akan kalian dengar dalam segala hal, apa pun yang Dia katakan kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23-24</b></span><span class="cf1">, “Dan setiap jiwa yang tidak mau mendengar Nabi itu, akan dimusnahkan sama sekali dari antara orang-orang.' 24 Ya, dan semua nabi, dari Samuel dan mereka yang mengikuti, sebanyak yang telah berbicara, juga telah menubuatkan akhir zaman ini.” Semua nabi mengumumkan kedatangan Mesias. Musa dikutip dalam Ulangan 18:15-19. Musa berkata, “Mesias akan datang dan akan menjadi nabi seperti saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus di sini benar-benar luar biasa. Dosa-dosa kalian akan diampuni. Kerajaan kalian yang telah lama ditunggu-tunggu akan datang. Mesias akan datang kembali. Kalian akan lolos dari penghakiman, jika kalian bertobat dan kembali, semua berkat-berkat yang dijanjikan akan terwujud. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Kalian adalah anak-anak para nabi, dan dari perjanjian yang dibuat Allah dengan nenek moyang kita, dengan mengatakan kepada Abraham, ‘Dan dalam keturunan kalian semua keluarga di bumi akan diberkati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Anda melihat Kejadian dan Anda melihat itu adalah perjanjian sepihak yang dibuat oleh Allah atas nama Israel, Anda mengerti mengapa Petrus mengatakan itu. Dia tidak mengatakan “kalian dulu adalah anak-anak para nabi. Dan semua janji-janji sekarang dialihkan ke gereja.” Tidak. “Kalian adalah anak-anak perjanjian yang dibuat Allah dengan nenek moyangmu, dengan mengatakan kepada Abraham, 'Dan dalam keturunan kalian semua keluarga di bumi akan diberkati.'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua nubuatan masih berhubungan dengan kalian. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Untuk kalian pertama-tama, Allah setelah membangkitkan Hamba-Nya Yesus, mengutus Dia untuk memberkati kalian, dengan menjauhkan kalian masing-masing dari semua kesalahan kalian.” Ini benar-benar indikasi yang jelas tentang masa depan. Bertobatlah, ya orang-orang percaya di Israel. Ubahlah pikiran kalian dan terimalah pengampunan, dan terimalah kerajaan dan raja Yesus, dan semua berkat-berkat Allah. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rasa bersalah memang ada, tetapi juga anugerah. Itu selalu merupakan pesan Injil. Israel sebagai bangsa belum percaya. Mereka akan melakukannya di masa depan, tetapi setiap orang Yahudi atau setiap orang non-Yahudi yang berbalik kepada Kristus dan mengejar Kristus untuk mengikuti Dia, akan menerima semua hal ini. Kita memiliki pengampunan dosa. Kita adalah anggota kerajaan. Kita dibebaskan dari kehancuran dan kita mewarisi semua berkat yang dijanjikan Allah, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Aug 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220814</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001DF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menghadapi Pembunuh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001DE"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:12-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:12-18</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada pembenaran untuk anti-Semitisme, untuk kebencian terhadap orang-orang Yahudi. Sayangnya, sepanjang sejarah teologi pengganti, yang percaya gereja itu menggantikan Israel, itu sebenarnya lahir waktu ada sikap anti-Yahudi sejak lama. Di dalam Kristus, tidak ada orang Yahudi atau non-Yahudi. Dan bahkan di luar Kristus, kita mengasihi orang-orang Yahudi yang belum bertobat sama seperti kita mengasihi orang lain. Kita ingin supaya mereka mengakui Mesias mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kita sangat menghormati kepemimpinan Yahudi. Kita tahu bahwa pelajaran Alkitab sedang didistribusikan ke seluruh Israel kepada orang-orang Yahudi. Kita ingin mempengaruhi bangsa itu. Kita merindukan keselamatan Israel. Hati saya terhadap Israel sama dengan hati Yesus ketika Dia menangisi ketidakpercayaan mereka. Tetapi setelah mengatakan semua itu, kita tetap tahu apa yang dilakukan Israel terhadap Mesias mereka itu adalah sejarah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah kenyataan. Tidak ada gunanya mencoba menutupi atau menghilangkannya. Mereka menolak Mesias mereka. Mereka menempatkan Dia di tangan orang Romawi untuk mengeksekusi Dia. Itulah kejahatan yang sangat besar. Setiap penolakan terhadap Yesus Kristus akan mendatangkan penghakiman kekal yang paling berat. Jadi kita tidak ingin memberikan penghakiman yang unik atas Israel. Itu adalah penghakiman yang sama bagi siapa pun yang menolak Kristus, Yahudi atau non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kita juga tidak ingin menyangkal apa yang dikatakan Alkitab. Ketika Kitab Suci memberi tahu kita bahwa orang Israellah yang menolak Mesias mereka. Itu sama sekali bukan proyeksi dari sikap anti-Yahudi. Jadi marilah kita lihat KPR 3. Dalam sepuluh ayat pembuka, itu menggambarkan suatu mujizat sekitar jam 3:00 sore. Petrus dan Yohanes pergi ke bait suci, dan mereka menemukan seorang pengemis lumpuh, yang cacat sejak lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka menyembuhkannya, membangunkannya, ayat 7, “Segera kaki dan pergelangan kakinya dikuatkan. Dengan lompatan dia berdiri tegak dan mulai berjalan; dan masuk ke Bait Allah bersama mereka, berjalan dan melompat dan memuji Allah.” Dan semua orang melihat dia berjalan dan memuji Allah. Mereka semua tahu bahwa dia dalah pengemis yang biasa duduk di gerbang Bait Suci indah itu untuk minta sedekah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka dipenuhi keheranan dan kekaguman atas apa yang telah terjadi padanya. Kejadian terakhir ada di ayat 11. Petrus dan Yohanes berdiri di sana, dan orang itu berpegangan pada mereka, dan semua orang berlari bersama ke arah serambi yang disebut tempat tiang-tiang Salomo, dengan penuh kekaguman. Mujizat ini mengumpulkan banyak orang. Dan Petrus mulai berkhotbah kepada mereka di dalam ayat 12 – 16.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Petrus melihat itu, dia menjawab kepada orang-orang: “Hai orang Israel, mengapa kalian heran akan hal ini? Atau mengapa menatap kami dengan saksama, seolah-olah dengan kuasa atau kesalehan kami sendiri, kami telah membuat orang ini berjalan? 13 Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, Allah nenek moyang kita, memuliakan Hamba-Nya Yesus, yang telah kalian serahkan dan sangkal di hadapan Pilatus, ketika dia memutuskan untuk membiarkan Dia keluar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">14 Tetapi kalian menyangkal Yang Kudus dan Yang Adil, dan minta seorang pembunuh diberikan kepada kalian, 15 dan membunuh Pangeran kehidupan, yang dibangkitkan Allah dari antara orang mati, di mana kami adalah saksi-Nya. 16 Dan nama-Nya, melalui iman dalam nama-Nya, telah membuat orang ini kuat, yang kalian lihat dan tahu. Ya, iman yang datang melalui Dia telah memberi pengemis ini kesehatan yang sempurna di hadapan kalian semua.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua khotbah para rasul awal berpusat pada Yesus Kristus. Petrus juga memberitakan Kristus Yesus. Pada saat mujizat itu terjadi dalam KPR 3:6, Petrus berkata, "Saya tidak punya perak atau emas, tetapi apa yang saya miliki saya berikan kepada Anda: Dalam nama Yesus Kristus orang Nazaret, berjalanlah!" Mereka memvariasikan kemuliaan Kristus. Mereka memvariasikan tema tentang Kristus, tetapi Kristus sendirilah yang mereka bicarakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Baru, Dia disebut Yesus 800 kali. Namun, dalam Kitab Suci ada hampir 200 nama atau gelar yang berbeda untuk Tuhan Yesus. Mengapa? Karena itu memungkinkan kita untuk menjelajahi semua segi dari kemuliaan-Nya yang agung. Setiap nama itu seperti ujung berlian yang dipotong. Dia adalah subjek dari semua khotbah kerasulan yang setia dan terus menjadi subjek bagi semua pengkhotbah yang setia. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, orang pertama yang pernah berkhotbah dalam nama Yesus Kristus adalah Petrus. Dan sejak khotbah pertama itu, semua orang yang dengan setia dan akurat memberitakan Injil berdiri dalam tradisi Petrus. Gereja Katolik berbicara tentang urutan Petrus. Tetapi pengganti Petrus itu bukanlah kepausan, bukan kumpulan orang-orang yang beragama korup yang berbicara atas nama mereka sendiri dan yang merebut otoritas-Nya di dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Urutan Petrus adalah garis panjang pengkhotbah-pengkhotbah setia yang saleh dari nama Tuhan Yesus Kristus. Siapapun yang tidak memberitakan Kristus adalah orang antikristus, adalah seorang pengkhotbah yang tidak setia. Pada hari gereja itu lahir, tema-nya adalah Tuhan Yesus Kristus. Untuk khotbah pertama itu, Allah memberikan suatu pengantar yang menakjubkan. Api, suara angin, dan bahasa yang berbeda-beda itu mengumpulkan orang-orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus mengkhotbahkan Injil dan 3.000 orang secara ilahi dimampukan untuk percaya, dibaptis dan mereka membentuk gereja pada hari pertama gereja itu lahir. Inilah khotbah kedua di KPR 3. Dan Allah kembali memberikan pengantar-Nya untuk menarik orang banyak. Allah menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang yang disembuhkan itu adalah kesaksian hidup akan kuasa ilahi dalam nama Yesus. Orang banyak itu telah berkumpul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang berkumpul penuh kekaguman di dekat tembok yang dulunya merupakan bagian dari Bait Suci Salomo. Semua khotbah yang baik bukan hanya berfokus pada Kristus, tetapi semua khotbah baik adalah argumen yang cermat yang mengarah pada kesimpulan yang tak terhindarkan. Khotbah itu tidak menjajarkan segala macam ilustrasi yang menarik. Khotbah adalah argumentasi yang memikat sehingga pendengar itu tidak ada jalan keluar kecuali menerima atau menolak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan tentang membuat orang merasa nyaman. Ini bukan tentang menciptakan semacam pengalaman perasaan religius. Semua khotbah yang baik itu seperti ruang sidang. Itu selalu merupakan argumen sistematis bahwa Yesus adalah Anak Allah, Juruselamat. Dan mereka selalu membuktikan itu. Orang-orang Yahudi tidak dapat memahami mengapa jika Dia adalah Mesias, Dia mati. Jadi mereka harus ditunjukkan dari Perjanjian Lama bahwa Mesias harus menderita, mati dan bangkit kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Jadi ketika Petrus melihatnya, dia menjawab kepada orang-orang: “Hai orang-orang Israel, mengapa kalian heran akan hal ini? Atau mengapa menatap kami dengan saksama, seolah-olah dengan kuasa atau kesalehan kami sendiri, kami telah membuat orang ini berjalan?” Orang-orang Israel, itulah sebutan sopan. Mengapa kalian kagum dengan ini? Kalian tahu kuasa Allah dari Perjanjian Lama. Kalian tahu kuasa Allah itu diperlihatkan oleh Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selain itu, kalian tahu bahwa hanya Allah dapat melakukan ini. Seperti yang Nikodemus katakan atas nama mereka semua, “Tidak seorang pun dapat melakukan apa yang Engkau lakukan kecuali Allah bersama-Nya.” Mujizat tidak sanggup dilakukan manusia. Pertanyaan kedua, mengapa kalian menatap kami seolah-olah dengan kuasa atau kesalehan kami sendiri kami telah membuatnya berjalan? Kami ini adalah nelayan Galilea. Kalian tahu bahwa manusia tidak ada kuasa untuk menciptakan apa yang baru saja kalian lihat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah Allah yang bekerja melalui kuasa Kristus yang telah melakukan ini, yang membuktikan kebangkitan-Nya bahwa Dia masih hidup. Petrus segera menarik mereka kepada Kristus, </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, Allah nenek moyang kita, memuliakan Hamba-Nya Yesus, yang telah kalian serahkan dan sangkal di hadapan Pilatus, ketika dia sudah bertekad untuk melepaskan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus disebut sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub di dalam Matius 24. Stefanus menyebut Yesus sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub dalam KPR 7 ketika ia memberi khotbah yang agung itu dan menceritakan sejarah Israel. Kemuliaan hanya milik Allah. Allah di Perjanjian Lama berkata, “Kemuliaan-Ku tidak akan Kubagikan kepada orang lain, tidak akan Kuberikan kepada orang lain.” Tetapi Allah Bapa itu memberikannya kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus, berdoa di Yohanes 17, “Kembalikan kepada-Ku kemuliaan yang Kumiliki bersama-Mu dalam kekekalan yang lalu.” Jadi, mujizat itu menarik banyak orang. Dari mana datangnya kekuatan ini? Itu datang dari Allah melalui nama Yesus untuk memuliakan Yesus. Untuk semua pelayanan-Nya, Allah memuliakan Anak-Nya dengan mujizat-mujizat, dan pertunjukan kuasa kreatif, seperti kuasa atas setan, kuasa atas alam, kuasa atas penyakit dan kuasa atas dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, khotbah ini memiliki dua bagian. Pertama ada rasa bersalah, dan kemudian ada kasih karunia. Dan Petrus adalah seperti jaksa penuntut. Dan dakwaannya adalah ini: Israel membunuh Mesias. Kalian telah membunuh Anak Allah. Kata "diserahkan" adalah istilah teknis untuk ditangkap. Dan kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kalian menyangkal Yang Mahakudus dan Yang Benar, dan minta seorang pembunuh diberikan kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian menyangkal Dia sebagai Mesias kalian. Jadi, kalian menyerahkan Dia karena kalian telah menyangkal Dia, dan kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “dan membunuh Pangeran kehidupan, yang dibangkitkan Allah dari antara orang mati, yang tentangnya kita adalah saksi-saksi-nya.” Orang Romawi tidak didakwa di sini. Orang-orang Israel yang didakwa. Kalian membunuh Pangeran kehidupan. Kesalahan orang Yahudi itu, bukanlah penemuan anti-Yahudi. Inilah persis apa yang dikatakan Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memang, Herodes terlibat. Pilatus terlibat. Orang Romawi non-Yahudi terlibat. Mereka semua memainkan peran. Tetapi dakwaan dalam KPR 3 jelas adalah terhadap Israel. Orang-orang Yahudi memaksa Pilatus ketika Pilatus ingin melepaskan-Nya. Orang-orang Yahudi memilih Barabas daripada Yesus ketika mereka ada kesempatan. Orang-orang Yahudi memaksa Pilatus melawan kehendaknya untuk menyalibkan Yesus. Itu adalah kegagalan keadilan terang-terangan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus sebenarnya menyatakan Yesus tidak bersalah enam kali. Dan bangsa Romawi memiliki kode keadilan yang sangat ketat. Dalam KPR 22:25, ketika Paulus diregangkan, dia berkata kepada perwira itu, “Apakah Anda diperbolehkan untuk menyesah orang Romawi?” Komandan itu langsung datang dan berkata kepadanya, “Katakanlah, apakah Anda orang Romawi?” Dan Paulus berkata, “Saya sebenarnya lahir sebagai warga negara.” Karena itu, mereka segera melepaskannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak, orang-orang Yahudilah yang menekan masalah ini, yang mendorong Pilatus sampai Kristus, Mesias mereka sendiri mati. Dalam Matius 27:24, Pilatus mengambil air, mencuci tangannya di depan orang banyak sambil berkata, "Aku tidak bersalah atas darah orang ini." Lihatlah kalian sendiri, dan semua orang berkata, “Biar darah-Nya tertanggung atas kita dan atas anak-anak kita.” Kemudian dia melepaskan Barabas untuk mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dakwaan itu memang benar dan menghancurkan. Dan untuk memperkuat dakwaan itu, Petrus merujuk kepada Tuhan dengan nama-nama mulia. Lihatlah di ayat 13, Dia disebut “Hamba-Nya Yesus,” hamba Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, Allah nenek moyang kita. Dia disebut Yang Kudus dan Yang Benar dalam ayat 14. Kata Ayat 15 Raja kehidupan. Sebutan-sebutan ini hanya meninggikan kejahatan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat arti sebutan-sebutan ini. Yang pertama terlihat di ayat 13 adalah hamba. Sebenarnya, itulah kata Yunani P-A-I-S. Itu bisa berarti hamba. Tetapi itulah kata Yunani untuk anak laki-laki. Kalian membebaskan dan menyangkal Anak Allah. Kalian membunuh Anak Allah. Bukan hanya Anak, tetapi kalian membunuh Juruselamat Yesus. Apakah artinya Yesus? Yesus adalah kata yang berarti “Yehuwa menyelamatkan” atau “Tuhan adalah keselamatan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, kalian menyerahkan dan menyangkal Yang Kudus. Mazmur 16 menyebut Mesias sebagai Yang Kudus. Engkau tidak akan membiarkan Yang Kudus melihat korupsi. Lukas 1 menggambarkan bayi yang lahir di Betlehem itu sebagai Anak Kudus. Dia adalah Yang Kudus, yang tidak ada dosa-Nya. Mazmur 16:10 dikutip oleh Petrus dalam khotbah pertama, KPR 2:27, “Engkau tidak akan meninggalkan jiwa-Ku ke alam maut, dan tidak membiarkan Yang Kudus-Mu membusuk.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, Yang Maha Benar. Kalian menyangkal Yang Benar, dan sebagai gantinya kalian ingin seorang pembunuh yang tidak benar dibebaskan. Dia suci, tidak berbahaya, tidak tercemar, dan terpisah dari orang-orang berdosa secara alami. Dan Dia tanpa dosa dalam perilaku. Satu-satunya Yang Kudus, satu-satunya Yang Benar. Kalian melakukan itu melawan seruan keadilan, dan kalian melakukannya sebagai pengganti untuk membebaskan seorang pencuri dan pembunuh bernama Barabas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelima, dalam ayat 15, “Kalian mematikan Raja kehidupan.” Kalian menghancurkan Yang adalah kehidupan itu sendiri. Kalian mengambil orang yang mengambil kehidupan sebagai pengganti Dia yang memberi kehidupan. Istilah Pangeran kehidupan itu digunakan di Ibrani 12, yaitu sang penulis, sang pemrakarsa dan sumber kehidupan. Yesus adalah pencipta kehidupan. Tidak ada yang diciptakan tanpa Dia. Oleh Dialah segala sesuatu yang dijadikan berasal di dalam Dia, satu-satunya yang dapat memberi kehidupan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian membunuh Dia, dan Allah membangkitkan Dia, dan kami telah melihat Dia. Mengapa Allah membawa kebangkitan? Karena Yesus harus hidup untuk menjadi kuasa yang menyembuhkan orang lumpuh itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Dan nama-Nya, oleh iman dalam nama-Nya, orang ini telah dikuatkan, yang kalian lihat dan kenal. Memang, iman yang datang melalui Yesus telah memberi orang lumpuh ini kesehatan yang sempurna di hadapan kalian semua.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sekarang hidup dan Dia berkuasa, dan begitu berkuasa sehingga Dia memberikan kembali kepada orang ini suatu tubuh yang dia tidak pernah kenal seumur hidupnya. Keselamatan itu datang kepada mereka yang menyadari realitas keberdosaan mereka yang celaka. Bagi orang-orang yang berpegang teguh pada keberdosaan mereka, tidak ada harapan. Tetapi saya ingin menutup dengan </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Tetapi sekarang, saudara-saudara, aku tahu, bahwa kalian melakukannya dalam ketidaktahuan, sama seperti yang dilakukan oleh penguasa-penguasa kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disinilah ada secercah anugerah pertama. Perhatikanlah bahwa itu bukan hanya para penguasa, para pemimpin agama Yahudi, yang menolak Kristus. Mereka memang melakukan ini, tetapi ini juga dengan jelas mendakwa seluruh bangsa itu. Kalian bertindak dalam ketidaktahuan sama seperti penguasa-penguasa kalian juga. Khotbah yang baik adalah sebuah argumen yang sistematis dan masuk akal yang mengarah pada kesimpulan yang tidak dapat disangkal. Petrus mulai seperti seorang jaksa penuntut dengan dakwaan yang sangat kuat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika mereka benar-benar terjepit ke tembok tanpa ada jalan keluar, di dalam kegelapan perbuatan mereka sendiri, dia membuka jendela di ayat 17, “Kalian bertindak dalam ketidaktahuan. Begitu pula para penguasamu.” Dia melanjutkan itu dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Tetapi apa yang telah dinubuatkan Allah melalui mulut semua nabi-Nya, bahwa Kristus akan menderita, telah digenapi oleh-Nya.” Allah itu berdaulat tetapi semua orang tetap bertanggung jawab atas dosa-dosa mereka, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Aug 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220807</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001DE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tujuan Mujizat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001DD"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:1-11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:1-11</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kitab KPR adalah sejarah gereja mula-mula. Ini adalah tindakan Kristus melalui Roh Kudus ketika Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui para rasul, dan mengproklamirkan Injil dan mendirikan gereja-Nya. Kami memiliki, dalam KPR 3:1 - 11, salah satu dari banyak mukjizat yang sedang terjadi saat itu di gereja mula-mula. KPR 2:43 mengatakan, "Dan banyak keajaiban dan tanda-tanda terjadi melalui para rasul."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita mendelegasikan kuasa untuk melakukan mukjizat kepada para rasul-Nya. Dia telah naik saat ini ke surga; para rasul melakukan mukjizat untuk membuktikan diri mereka sebagai utusan Allah. Marilah saya mulai membaca </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">dari KPR 3:1, “Nah Petrus dan Yohanes pergi bersama-sama ke bait suci pada jam doa, jam kesembilan. 2 Dan seorang laki-laki lumpuh dari kandungan ibunya dibawa, ke pintu gerbang Bait Suci,</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang disebut Indah, untuk minta sedekah dari mereka yang masuk bait suci itu; 3 yang melihat Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, dia minta sedekah. 4 Dan Yohanes and Petrus berkata, sambil mengarahkan pandangan padanya, “Lihatlah kami.” 5 Jadi dia memperhatikan mereka, sambil berharap untuk menerima sesuatu dari mereka. 6 Kemudian Petrus berkata, “Perak dan emas saya tidak miliki, tetapi apa yang saya miliki saya berikan kepada Anda:</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dalam nama Yesus Kristus dari Nazaret, bangkitlah dan berjalanlah.” 7 Dan dia menarik dia dengan tangan kanan dan mengangkatnya, dan segera kaki dan tulang pergelangan kakinya menerima kekuatan. 8 Jadi dia melompat, berdiri dan berjalan dan masuk ke bait suci bersama mereka, sambil berjalan, melompat, dan memuji Allah. 9 Dan semua orang melihat dia berjalan dan memuji Allah. 10 Kemudian mereka tahu bahwa itulah dia,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang duduk minta sedekah, di Gerbang Indah bait suci itui; dan mereka dipenuhi dengan keheranan dan kekaguman atas apa yang telah terjadi padanya. 11 Nah pada waktu orang lumpuh yang disembuhkan itu berpegangan pada Petrus dan Yohanes, semua orang berlarian bersama-sama ke serambi yang disebut serambi Salomo, mereka sangat heran.” Suatu mujizat luar biasa. Namun Anda perlu tahu peristiwa-peristiwa supranatural yang telah terjadi sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita mengajar murid-muridnya penggenapan nubuatan selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Kemudian Dia naik kembali ke surga dari Bukit Zaitun. Kemudian, pada Hari Pentakosta, Dia mengutus Roh Kudus untuk mendiami umat-Nya, untuk memberdayakan umat-Nya, dan untuk menempatkan umat-Nya bersama ke dalam tubuh Kristus. Jadi, kedatangan Roh Kudus menyebabkan gereja itu lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tujuan tubuh Kristus adalah untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimulai oleh Kristus. Yesus mulainya sendiri, dengan bantuan Roh Kudus dan Dia mendelegasikan ini melalui para rasul-Nya ketika Dia berada di bumi, dan sekarang Dia melakukannya dengan kuasa Roh Kudus melalui gereja-Nya, untuk menyelesaikan pekerjaan penginjilan, menyelesaikan proklamasi Injil sampai ke ujung bumi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan buah sulung dari orang percaya adalah 3.000 orang percaya baru untuk menambah kepada 120 orang percaya yang sudah ada. Mereka dibaptis dan mereka terus-menerus mengabdikan diri pada pengajaran, persekutuan, pemecahan roti dan doa-doa para rasul. Mereka merasa kagum atas keajaiban dan tanda-tanda yang terjadi oleh para rasul. Mereka memiliki semua hal bersama-sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jika perlu mereka menjual apa yang mereka miliki untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkannya, hari demi hari, melanjutkan dengan satu pikiran di bait suci, memecahkan roti dari rumah ke rumah, berbagi makanan bersama dengan sukacita dan ketulusan hati, memuji Allah, dan mendapat kasih sayang dari semua orang. Dan Tuhan terus menambahkan kepada mereka setiap hari orang-orang yang diselamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mukjizat-mukjizat ini sangat penting karena mereka mengesahkan para rasul sebagai guru sejati. Lihatlah, dunia kuno dan dunia Yudaisme penuh dengan guru-guru. Mereka ada di mana-mana. Para rabi, para ahli Taurat, orang-orang Farisi, dan banyak lagi yang menjadi guru. Bagaimana kita tahu guru yang benar? Bagaimana kita tahu siapa yang berbicara untuk Allah? Nah, guru sejati itu dimanifestasikan oleh kuasa mujizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, para rasul diberikan kemampuan ini untuk mengesahkan pesan mereka. Hanya ada dua nama orang dalam Kitab Kisah Para Rasul yang melakukan mujizat selain para rasul, dan mereka berdua terkait erat dengan para rasul. Ada Stefanus, yang ada di KPR 6 bersama para rasul. Dan Barnabas juga disebut. Kita tidak tahu persis mujizat apa yang telah dilakukan Barnabas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika para rasul itu tidak hadir, tidak ada mujizat. Itu penting, karena ada begitu banyak orang yang berkelarian hari ini mengklaim mujizat, tetapi tidak ada rasul yang hadir. Para rasul ini adalah dasar dari gereja, dan hanya ada 12 ditambah Paulus. Mujizat medis jarang terjadi dalam sejarah penebusan. Tidak ada penyembuhan yang disebut di gereja Perjanjian Baru mana pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat Anda membaca Kitab KPR, Anda mulai melihat orang percaya sedang sakit. Dan ketika Anda membaca surat-surat para rasul, mereka berbicara tentang orang-orang yang sakit, bahkan ada yang sakit sampai mati. Kesembuhan bukanlah hadiah bagi orang percaya untuk membuat mereka menjadi sehat. Itulah tanda bagi orang-orang yang tidak percaya untuk meyakinkan mereka supaya percaya pesan Injil. Setelah Kitab KPR, tidak ada penyembuhan fisik. .</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu tentang kerajaan seribu tahun dari para nabi. Dan di kerajaan, jika seseorang meninggal pada usia 100 tahun, mereka mati seperti bayi. Orang-orang akan hidup lebih lama. Hidup itu akan berbeda. Seekor singa akan berbaring dengan seekor domba. Anak-anak bisa bermain di lubang ular. Dan salah satu ciri kerajaan adalah kesehatan fisik dan kesejahteraan. Kutukan penyakit dan kematian akan dikurangi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bukan saja pelayanan penyembuhan Yesus dan pelayanan penyembuhan para rasul merupakan bukti belas kasihan ilahi, tetapi itu juga merupakan indikasi kesetiaan ilahi pada janji yang telah lama berlalu. Allah akan menjadi penyembuh Israel ketika mereka percaya hukum-hukum-Nya dan mereka mengakui Mesias mereka, Anak-Nya. Dalam KPR 3:13, Petrus berkata, “Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah memuliakan hamba-Nya Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berkata kepada orang-orang Yahudi: meskipun kalian membunuh Pangeran kehidupan, meskipun kalian tidak mengakui Yang Mahakudus dan Yang Benar, janji Allah masih berlaku, dan di sini adalah pemimjauan dari apa yang Allah akan lakukan untuk kalian jika kalian berpaling kepada-Nya. Tetapi ada komponen kepatuhan yang mengaktifkan pemenuhan itu. Jadi ketika mereka melihat ada orang disembuhkan, itu juga merupakan bukti bahwa Allah masih menepati janji itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah pada jam kesembilan, yaitu pukul 3 sore. Dimana mereka bertemu? Ada 3.000 orang percaya pada hari pertama. Dan ketika Petrus berkhotbah dalam KPR 3 dan tambahan 5.000 orang lagi menjadi orang percaya. Yah, hanya ada satu tempat, dan itu di bait suci. Dan pada saat mereka masuk gerbang Indah, mereka bertemu dengan seorang pengemis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi disitulah dia ada di </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">. Dia lumpuh sejak kandungan ibunya. Dia sedang dibawa dalam prosesi itu oleh teman-temannya. “Mereka biasa meletakkannya setiap hari di pintu gerbang bait suciyang disebut Indah, untuk minta sedekah kepada orang-orang yang masuk bait suci.” Ada banyak pengemis di negeri itu karena tidak ada perawatan medis yang efektif pada waktu itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sanalah pria itu duduk, dan dia minta uang tunai. Ketika dia melihat Petrus dan Yohanes, dia mulai minta sedekah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4-6</b></span><span class="cf1">, “Petrus, bersama dengan Yohanes, menatap dia dan berkata, “Lihatlah kami!” 5 Jadi dia memperhatikan mereka, dengan harapan akan menerima sesuatu dari mereka. 6 Kemudian Petrus berkata, “Saya tidak memiliki, perak dan emas, tetapi apa yang saya miliki, saya akan berikan kepada Anda: Dalam nama Yesus Kristus dari Nazaret, bangunlah dan berjalanlah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada empat elemen di mujizat ini. Pertama, itu tidak terduga. Allah secara berdaulat memilih dia. Dan Petrus memang memiliki kuasa yang diserahkan kepadanya untuk menyembuhkan orang dan mengusir setan. Mujizat ini bukan sebagai respon atas iman pria itu. Kedua, mujizat ini terjadi di dalam nama Yesus Kristus untuk menghubungkan orang ini dengan Yesus. Dalam ayat 12, Petrus menjelaskan hal ini kepada orang-orang, “Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah memuliakan hamba-Nya Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Yesus yang sama yang telah dibawa dan kalian tidak akui di hadapan Pilatus, ketika dia memutuskan untuk melepaskan Dia. Tetapi kalian tidak mengakui Yang Mahakudus dan Yang Benar dan minta seorang pembunuh,” dan kalian membunuh Pangeran kehidupan itu. Inilah mujizat yang dilakukan di dalam nama Yesus Kristus. Artinya, dengan kuasa-Nya dan dengan kehendak-Nya. Petrus dan Yohanes berkata, jika Yesus ada di sini, inilah yang Dia akan lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mujizat-mujizat itu dilakukan untuk mengarahkan orang kepada Yesus Kristus, yang mereka khotbahkan, dan yang mereka wakili. Petrus mengambil orang itu, dan dia mengangkatnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Dan dia memegangnya dengan tangan kanan, dan langsung kaki dan tulang pergelangan kakinya menjadi kuat.” Pria ini belum pernah berjalan, dan dia berusia 40 tahun, dan dalam sekejap mata, kaki dan pergelangan kakinya menerima otot, saraf, dan kekuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah mujizat kreatif. Semua mujizat Yesus adalah seperti itu. Itulah tindakan penciptaan instan, ada jaringan baru, serat baru, tulang rawan baru, tulang baru, otot baru, dan data baru untuk otaknya supaya dia tahu cara berjalan. Ketiga, itu semua terjadi secara instan. Adam langsung diciptakan dan berjalan. Pria ini diciptakan baru secara langsung, dan dia berfungsi penuh. Bagaimana kita tahu ciptaan itu lengkap?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Jadi dia, melompat, berdiri dan berjalan dan masuk ke bait suci bersama mereka, sambil berjalan, melompat, dan memuji Allah. Dia masuk ke dalam bait suci itu bersama mereka, berjalan dan melompat. Dia langsung menjadi seorang atlet. Kekuatan itu datang dari Allah, dan itulah supranatural, tiba-tiba, cukup, dan memiliki satu tujuan: yaitu untuk menarik orang banyak untuk percaya sebuah pesan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9 - 11</b></span><span class="cf1">, “Dan semua orang melihat dia berjalan dan memuji Allah. 10 Kemudian mereka tahu bahwa dialah yang duduk minta sedekah di Gerbang Indah bait suci; dan mereka dipenuhi keheranan dan kekaguman atas apa yang telah terjadi padanya. 11 Nah orang lumpuh yang disembuhkan itu memegang Petrus dan Yohanes, dan semua orang sangat heran dan berlarian bersama-sama ke serambi yang disebut serambi Salomo.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah lanjutan mujizat itu pertama-tama? Pria itu dipenuhi suka cita. Dia mengikuti mereka ke dalam bait suci, dan mereka pasti berjalan dengan gaya normal sementara dia melompat-lompat memuji Allah. Mereka semua tahu siapakah dia. Dialah orang pengemis yang duduk selama bertahun-tahun di gerbang indah bait suci itu, dan mereka tercengang melihat mujizat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini seharusnya menjadi semacam indikator bagi orang Yahudi, karena ini telah dijanjikan kepada mereka bahwa Allah pada suatu hari akan menjadi penyembuh mereka. Dengarkanlah Yesaya 35:4-6, “Dia akan menyelamatkan kalian. Kemudian mata orang buta akan dibuka, dan telinga orang tuli akan dibukakan penutupnya. Dan orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan lidah orang bisu akan bersorak dengan suka cita. Dan air akan keluar di padang gurun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah peninjauan dari kerajaan seribu tahun. Allah belum selesai dengan Israel. Pada akhir KPR 3 mereka masih orang-orang yang dijanjikan. Disini ada seorang pria yang disembuhkan, dan melompat dan memuji Allah sebagai ilustrasi langsung dari janji Yesaya 35:2. Allah berurusan dengan sukacita. Allah ingin kalian bersukacita. 1 Yohanes berkata, “Hal-hal ini tertulis bagi kalian, supaya sukacitamu penuh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Allah dipuji. Akhir dari ayat 8, Dia memuji Allah. Ayat 9, “Semua orang melihat dia berjalan dan memuji Allah.” Dia tahu dari mana kesembuhan-Nya berasal. Dia tahu sumber kekuatan itu. Dia tahu bahwa ini adalah mujizat kreatif, dan tidak ada orang lain yang bisa membantahnya. Inilah penyembahan sejati yang terjadi di tengah-tengah bait suci yang penuh dengan penyembahan tipuan dan penyembahan palsu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat Yesus, selama Minggu Sengsara itu, mengumumkan malapetaka di bait suci itu karena korupsinya dan berkata bahwa semuanya akan dihancurkan ke tanah, dan tidak ada satu batu pun yang tertinggal di atas yang lain. Bahkan kehadiran orang percaya yang bertemu di sana setiap hari tidak dapat menyucikan sistem itu. Dia tahu bahwa Allah yang benar telah menyentuhnya. Ibadah itu bukanlah mengikuti upacara. Ibadah yang sejati adalah pujian, sukacita dan rasa syukur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, orang-orang tercengang. Mereka tahu dialah yang biasa duduk di gerbang Indah bait suci untuk mengemis. Mereka dipenuhi keheranan dan kekaguman atas apa yang telah terjadi padanya. KPR 4:16, “Apa yang harus kami lakukan dengan orang-orang ini? Karena fakta bahwa mukjizat yang patut dicatat telah terjadi di dekat mereka adalah nyata bagi semua orang yang tinggal di Yerusalem, dan kita tidak dapat menyangkalnya.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa gunanya mujizat itu? Mereka menunjukkan bahwa Allah sedang bekerja melalui para rasul. Itu tak terbantahkan, dan tak dapat disangkal. Dan para pemimpin yang ingin menyangkalnya tidak dapat menyangkalnya sama seperti mereka tidak dapat menyangkal mujizat-mujizat yang Yesus lakukan. Dan jika kuasa Allah datang melalui mereka, maka Firman Allah datang melalui mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dua Korintus 12:12, “Tanda-tanda seorang rasul adalah tanda-tanda, mujizat-mujizat, dan perbuatan-perbuatan sangat berkuasa.” Ibrani 2 mengatakan, “Bagaimana kita bisa lolos jika kita mengabaikan keselamatan yang begitu besar setelah itu pertama kali diucapkan melalui Tuhan kita, itu dikonfirmasikan kepada kita oleh mereka yang mendengar Tuhan?” Allah bersaksi untuk para rasul, dengan tanda-tanda, dan keajaiban dan berbagai mujizat dan karunia Roh Kudus sesuai dengan kehendak-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam gerakan karismatik, begitu banyak guru mengklaim wahyu langsung, karena mereka tidak ingin dibandingkan dengan Kitab Suci. Sangat penting bahwa Allah mengesahkan guru yang benar, untuk menegakkan Injil. Kerumunan berkumpul, ayat 11, dan Petrus dan Yohanes ada. Dan, ada pria yang berdiri, melompat, bergantung pada keduanya sebagai penegasan visual bahwa Allah bekerja melalui kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Allah menyembuhkan penyakit hari ini? Iya, Dia sanggup jika itulah kehendak-Nya. Dia menjawab doa ketika Dia memilihnya. Tetapi apakah ada karunia penyembuhan? Tidak. Itu hanya bagi para rasul. Yang penting adalah pesannya. Dan kebenaran pesan itu dapat disahkan dengan membandingkannya dengan Kitab Suci. Sebuah mujizat meneguhkan Firman, dan sekarang Kitab Suci meneguhkan firman dari setiap utusan atau pengkhotbah mana pun.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220731</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001DD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001DC"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:42-47" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:42-47</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sedang mempelajari khotbah Petrus pada hari Pentakosta, dan dalam ayat 38 Petrus berkata, “Bertobatlah dan hendaklah kalian masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; dan kalian akan menerima karunia Roh Kudus.” Kemudian di ayat 40, “Dengan banyak kata lain dia bersaksi benar-benar dan terus menasihati mereka, dengan mengatakan, 'Biarlah kalian diselamatkan dari generasi sesat ini!'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka yang telah menerima firman-Nya dibaptis; dan pada hari itu ditambahkan kira-kira tiga ribu jiwa.” Mari kita sekarang mempelajari malam ini </span><span class="cf1"><b>ayat 42 sampai 47</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka meneruskan dengan teguh ajaran para rasul dan persekutuan, dan dalam memecahkan roti, dan berdoa. 43 Kemudian ada ketakutan yang melanda setiap jiwa, dan banyak mujizat dan tanda-tanda dilakukan oleh para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">44 Nah semua orang percaya berkumpul, dan memiliki semua hal bersama-sama, 45 dan mereka menjual harta benda mereka dan barang-barang mereka, dan membagikannya di antara semua orang yang membutuhkannya. 46 Jadi mereka melanjutkan belajar setiap hari dengan satu hati di bait suci, dan mereka memecahkan roti dari rumah ke rumah, dan mereka makan makanan mereka dengan sukacita, 47 sambil memuji Allah dan mereka disukai semua orang. Dan setiap hari Tuhan menambahkan kepada gereja mereka yang diselamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seminggu yang lalu, saya melihat salinan Table Talk, sebuah majalah renungan yang diproduksi oleh Ligonier Ministry, dan temanya adalah 'biasa'. Ada sebuah artikel oleh Michael Horton yang berjudul “Kehidupan Orang Kristen Biasa.” Michael mengatakan ini, "Apa yang terjadi dengan yang biasa?" Dia berkata, "Ada panggilan konstan untuk lebih banyak pengalaman yang sangat emosional, radikal, tegang, relevan dan trendi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya juga membaca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang Kristen evangelis yang mengatakan, “Ada kerinduan yang mulai muncul dalam kehidupan orang yang berumur 20 dan 30 tahun untuk gereja 'nyata'. Inilah budaya yang ekstrem, tetapi itu bukan sumber asli untuk ini, dan dalam upaya untuk menjadi ekstrem dan berdampak dan relevan, dan lain-lain, elemen-elemen budaya yang paling aneh dimasukkan ke dalam gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memang Charles Finney, 1792-1875, yang memutuskan bahwa agama, supaya sah, harus memiliki semacam elemen emosional yang berdampak tinggi dan berenergi tinggi. Itulah tentang metode, perasaan, dan pengalaman, dan semuanya mengalahkan doktrin dan teologi yang sehat. Pertumbuhan bertahap-tahap, dengan anugerah secara normal, doa-doa, dan mempelajari Firman dan persekutuan ditukar dengan pengalaman radikal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja hanya menghidupi bentuk seperti itu hari ini, gereja telah terperosok dalam kegelisahan, ketidaksabaran dan keegoisan. Dan itu adalah karakteristik kekanak-kanakan. Gereja adalah remaja yang ingin dimanjakan dan dihibur, gereja sebagian besar menjadi dangkal dan tidak dewasa dan pengalaman dirancang untuk para remaja yang tidak sabar, egois, dan dangkal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pola-pola biasa yang ditetapkan Allah untuk mempelajari dan menyerap Firman Tuhan itu dengan lambat, setia, penuh perhatian dan pertumbuhan yang lambat dan mantap dalam anugerah dan pengetahuan tentang Kristus di tengah-tengah jemaat yang setia adalah terlalu biasa bagi orang-orang yang ingin pengalaman remaja yang radikal ekstrim. Tampaknya ada persediaan para remaja yang tak ada habisnya untuk dihibur, dan siap untuk ditipu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah itu tidak biasa. Tetapi Allah bekerja melalui cara-cara biasa, orang-orang biasa di gereja-gereja biasa, melakukan hal-hal biasa. Allah menggunakan bahasa nyata dan orang-orang yang sederhana sebagai alat-Nya untuk menggerakkan gereja-Nya untuk mempengaruhi dunia. Secara sederhana, Yesus, Allah yang berinkarnasi, tinggal sembilan bulan di dalam rahim ibu-Nya dan dilahirkan secara normal dan “bertumbuh dalam kebijaksanaan dan perawakan, disukai oleh Allah dan manusia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang zaman sekarang seperti remaja yang mengejar pengalaman ramai. Dan, ada banyak tempat yang bersedia menawarkannya. Saat kita sampai di bagian ini, kita diperkenalkan dengan cara baru untuk sebuah gereja biasa, yaitu gereja biasa. Inilah gereja yang lahir pada hari Pentakosta. Dan karena para rasul ada di sana, dalam ayat 43, ada “banyak mujizat dan tanda-tanda yang terjadi oleh para rasul.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak mengharapkan itu sekarang karena itu terkait para rasul, dan tidak ada rasul lagi. Gereja pertama itulah gereja biasa. Yesus telah naik, Dia mengutus Roh Kudus, dan menempatkan semua orang percaya ke dalam tubuh gereja. Mereka dipenuhi dengan kuasa Roh, Injil diberitakan Petrus, Yesus dinyatakan sebagai Tuhan dan Mesias dan 3.000 orang menjadi percaya, dibaptis dan gereja itu lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti apa gereja pertama itu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Mereka terus-menerus mengabdikan diri pada pengajaran dan persekutuan para rasul, pada pemecahan roti dan pada doa-doa.” Teman-teman yang terkasih, itulah sarana anugerah. Itu adalah hal-hal biasa yang harus dilakukan oleh setiap gereja. Inilah kehidupan gereja. Tidak ada apa pun juga di sana tentang hiburan. Tidak ada yang spektakuler di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi hal pertama yang dapat dikatakan tentang gereja ini adalah bahwa orang-orang telah diselamatkan. Gereja biasa itu terdiri dari orang-orang percaya sejati. Bagi Anda yang masih belum jadi orang percaya yang ada di sini, kami sangat bersyukur bahwa kalian ada di sini, tetapi Anda belum menjadi anggota gereja. Kita mengundang Anda untuk menjadi anggota gereja. Tetapi tindakan awal di gereja yang Allah ambil adalah untuk memberikan hidup rohani kepada orang itu melalui iman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak gereja pada saat ini yang ingin membuat orang yang tidak percaya itu merasa menjadi anggota gereja. Tetapi gereja itu adalah gereja seperti di dalam 1 Tesalonika 1:2, “Kami selalu mengucap syukur kepada Allah untuk kalian, karena kalian semua menyebut Anda dalam doa-doa kami, 3 dan kami selalu mengingat pekerjaan iman, pekerjaan kasih, dan kesabaran berharap kalian kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">4 dan kita tahu, saudara-saudara terkasih, pemilihanmu oleh Allah. 5 Karena Injil yang kami beritakan tidak datang kepada kalian dengan kata-kata saja, tetapi juga dalam kuasa, dan dalam Roh Kudus dan dengan banyak kepastian, seperti yang kalian tahu orang macam apa kami di antara kalian untuk kebaikanmu. 6 Dan kalian menjadi pengikut kami dan pengikut Tuhan, setelah menerima firman itu dalam banyak penderitaan, dengan sukacita dari Roh Kudus.” Seperti itulah kita harus jadi untuk menjadi gereja benar itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja Wahyu 2 di Pergamus mengatakan dalam ayat 14, “Aku ada beberapa hal terhadap kalian, karena ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang mengajar Balak terus untuk meletakkan batu sandungan di hadapan anak-anak Israel, untuk memakan barang-barang yang telah dikorbankan untuk menyembah berhala dan melakukan perbuatan-perbuatan asusila. Karena itu bertobatlah; kalau tidak Aku akan datang segera kepada kalian, dan Aku akan berperang melawan mereka dengan pedang mulut-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah gereja yang berkompromi. Gereja ini telah mengaburkan batas di antara yang diselamatkan dan yang terhilang, yang dilahirkan kembali dan yang tidak. Hal kedua yang kita katakan tentang gereja adalah bahwa itulah gereja yang berkomitmen pada Firman Tuhan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Mereka terus-menerus mengabdikan diri pada ajaran para rasul.” Para rasul mengucapkan wahyu ilahi yang dibuktikan dengan mukjizat-mukjizat yang mereka lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ajaran merekalah yang merupakan inti dari pelajaran gereja mula-mula. Gereja biasa adalah gereja yang sepenuhnya terlibat dalam mempelajari kebenaran alkitabiah. Dan memang para rasul dan rekan-rekan mereka yang akhirnya menuliskan doktrin mereka dan menyusun Perjanjian Baru. Beberapa orang skeptis tentang kata "doktrin." Itu hanya kata yang berarti "mengajar."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengajaran mendominasi di gereja di mana orang-orang ditebus. Gereja biasa adalah gereja yang berkomitmen penuh pada pembaharuan pikiran mereka melalui Firman Tuhan. Amanat Agung itu datang kepada para rasul, apakah yang Tuhan katakan kepada mereka? Untuk “pergi, jadikanlah semua bangsa muridku, dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Alkitab adalah sumber kebenaran itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1"> mengatakan lebih lanjut, mereka bukan hanya “mementingkan diri pada pengajaran para rasul tetapi juga pada persekutuan.” Kita telah berbicara banyak tentang kebersamaan spiritual. Gereja adalah suatu persekutuan. Kata 'koinnia' berarti "mitra atau rekan satu tim." Mereka hidup bersama. Mereka bukan penonton saja. Mereka bukan peserta sebagian waktu saja. Mereka menjalani hidup mereka dalam suatu jenis persekutuan yang indah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja itu bukanlah sebuah acara bagi orang-orang untuk datang dan menonton, itu adalah sebuah persekutuan. Ini adalah kehidupan bersama. Ini adalah persekutuan yang hidup bersama dan praktis. Ibrani 10 memberitahu kita untuk tidak mengabaikan kebersamaan kita karena kita saling mendorong untuk mengasihi dan berbuat baik. Di situlah kita menggunakan karunia rohani kita untuk saling membangun. Di situlah kita saling mencintai dan saling mendoakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja itu ditandai oleh doktrin benar dan kehidupan yang sangat penting. Kadang-kadang ada gereja di mana Firman Tuhan ditegakkan, dan itu selalu penuh sukacita. Tetapi seringkali Alkitab disalahartikan. Sering kali ini adalah suatu peristiwa dan Anda merasa kesepian dan terisolasi. Kemudian ada pemecahan roti. Itu tentu saja mencakup Perjamuan Kudus dan kenangan akan pengorbanan di salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sebelum itu diambil, pada umumnya di gereja mula-mula ada perjamuan, makan bersama yang diakhiri dengan peringatan akan salib. Tentu saja, Perjamuan Kudus itu sangat penting bagi kehidupan gereja. Kita tahu bahwa hanya baptisan dan Perjamuan Kudus itu merupakan tata cara yang diserahkan gereja. Gereja mula-mula itu berkumpul untuk mengambil roti dan cawan dan mengingat kematian-Nya. Ini adalah gereja yang berpusat pada salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada doa-doa di ayat 42. Para rasul telah dijanjikan Tuhan mereka di ruangan atas bahwa apa pun yang mereka minta dalam nama-Nya, Tuhan akan memberikannya. Tidak peduli seberapa banyak Anda berdoa, Anda tetap merasa bersalah sebagian besar hidup Anda karena betapa sedikitnya Anda berdoa. Ketika mereka bertemu, mereka semua berdoa. Gereja itu bukanlah acara. Gereja itu bukanlah tempat di mana ada panggung untuk orang yang menyolok.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu hanya sebuah tempat di mana umat Allah yang benar-benar bertobat, mengabdikan diri mereka terus-menerus kepada Firman Allah, dan untuk persekutuan, ke Perjamuan Kudus, dan untuk berdoa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 43</b></span><span class="cf1">, “Maka ketakutan melanda setiap jiwa, dan banyak keajaiban dan tanda-tanda dilakukan oleh para rasul.” Ada perasaan bahwa sesuatu yang supranatural hadir. Banyak mujizat dan tanda-tanda terjadi melalui para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun para rasul sudah tidak ada, di gereja yang kegiatannya adalah Firman Tuhan, persekutuan, fokus pada salib di Perjamuan Kudus dan di mana kita berurusan dengan dosa dalam hidup kita, dan doa, pasti ada rasa kehadiran ilahi. Bukan teror, tetapi penghormatan. Kekaguman datang dari pekerjaan Allah melalui sarana anugerah. Orang-orang mencoba membuatnya dengan cahaya dan musik, tetapi itu bukan penghormatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata "takut" atau "kagum" digunakan untuk saat-saat ketika pikiran orang tercengang karena ada realitas ilahi yang kuat. Ini bukan mistis. Itu adalah bukti karya Allah. Dalam cara di mana Allah menyelamatkan, menguduskan dan mengerjakan providensi-Nya untuk membawa kemuliaan bagi diri-Nya. Itu adalah ketakutan yang benar-benar akan Tuhan. Itu merupakan hal yang luar biasa untuk berada di tempat di mana Roh Allah bergerak dalam kuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sikap lain muncul dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 44 – 45</b></span><span class="cf1">, “Semua orang yang percaya telah berkumpul dan memiliki segala milik bersama, 45 dan mereka menjual milik dan barang-barang mereka, dan membagikannya di antara semua jemaat, sesuai kebutuhan mereka.” Seolah-olah tidak ada yang merasa dia memiliki hak atas apa pun miliknya sendiri. Itu berarti bahwa mereka memegang apa pun yang mereka miliki dengan ringan di tangan mereka dan jika ada orang lain yang membutuhkannya, mereka melepaskannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika perlu mereka mulai, “menjual properti dan harta benda mereka dan membaginya dengan semua orang, sebagaimana dibutuhkan oleh siapa pun.” Ini tidak terjadi lagi dalam Perjanjian Baru di gereja lain mana pun, yang menentang gagasan bahwa gereja seharusnya menjadi sumber keadilan sosial. Pahamilah bahwa ada ribuan orang percaya di Yerusalem yang tidak bisa pulang karena mereka hanya memiliki satu gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka semua bersama dalam kesatuan dan kasih Roh Kudus sehingga mereka rela berpisah dengan apa pun yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dan ketika Anda memberi seperti itu dan mengasihi seperti itu, ada sukacita dalam persekutuan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 46</b></span><span class="cf1">, “Demikianlah setiap hari dengan rukun mereka berada di Bait Allah, dan mereka memecahkan roti dari rumah ke rumah, dan mereka makan makanan mereka dengan sukacita dan kesederhanaan hati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sikap pertama adalah sikap kagum dan heran atas apa yang Allah lakukan. Yang kedua adalah sikap kasih. Yang ketiga adalah sikap persatuan. Dan berikutnya adalah sikap suka cita di akhir ayat 46 dan kesederhanaan hati. Ini sekali lagi, jenis kesederhanaan adalah kata seperti biasa. Hidup Anda dijalankan bersama dalam satu pikiran dan kalian makan bersama dari satu rumah ke rumah lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ada orang yang memiliki rumah mereka sendiri. Ini bukan komunisme. Tetapi mereka ”makan bersama dengan gembira”. Jadi sikap lain dalam gereja adalah sukacita, kegembiraan, persatuan yang menggembirakan, kesederhanaan hati dan kepedulian satu sama lain. Dan kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 47</b></span><span class="cf1">, “memuji Allah dan mereka disukai semua orang. Dan Tuhan menambahkan kepada gereja itu setiap hari mereka yang diselamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita adalah gereja yang beribadah. Kita ada tujuan yang tidak terbagi, kemuliaan Allah adalah alasan tertinggi untuk segalanya. Kita membaca karya-karya Allah yang luar biasa, itulah penyembahan. Kita menceritakan sifat-sifat Allah yang mulia, dan itulah ibadah. Dan kita memuji dan bersyukur kepada-Nya untuk kedua-duanya, dan itulah penyembahan. Kita melihat efeknya, "disukai semua orang." Biarlah terang kita bersinar supaya manusia memuliakan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun pada akhirnya, gereja ini mengalami berkat luar biasa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 47</b></span><span class="cf1"> berakhir dengan ini. “Dan Tuhan menambahkan kepada mereka orang-orang yang diselamatkan hari demi hari.” Saya tidak tahu bagaimana cara menyampaikan pesan ini. Yang membangun gereja adalah Tuhan, benar? Dialah yang menambahkan. Dia minta kita mengikuti cara anugerah biasa dan kesetiaan kepada Firman Allah dan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus akan mengurus bagian yang luar biasa. Saya ingin kalian menjadi orang Kristen biasa. Jangan mengejar hal-hal liar. Kesetiaan yang lambat, mantap, konsisten, dan setia kepada Kristus dan ketaatan pada Firman-Nya, itulah yang memuliakan Allah. Dan jika pertumbuhan rohani itu lambat dan mantap, demikian juga pertumbuhan gereja yang sesungguhnya. Gereja dapat dengan kuasa Allah memiliki dampak yang luar biasa. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220724</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001DC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hasil Khotbah Petrus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001DB"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:37-42" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:37-42</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Terkait dengan Kisah Para Rasul 2:37 – 42, pertanyaan malam ini adalah bagaimana seseorang diselamatkan? Dengan tindakan apa? Melalui siapa? Apakah saluran keselamatan itu? Selalu ada orang-orang yang merasa sanggup menyelamatkan dunia dan menebus manusia dari semua cobaan dan masalahnya, tetapi mereka semua gagal. Jadi bagaimana seseorang sampai pada pengetahuan bahwa dia diselamatkan baik untuk waktu ini dan kekekalan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang harus saya lakukan untuk mewarisi hidup kekal?” Yang mengikuti hukum berkata, “Ikutilah hukum. Begitulah caranya orang diselamatkan.” Kata orang moralis, "Selama perbuatan baikmu melebihi perbuatan burukmu." Kata orang rasis, "Jadilah seorang Yahudi yang dipilih Allah." Kata orang universalis, “Jangan khawatir. Kita semua akan masuk surga pada akhirnya.” Orang ritualis berkata, "lakukanlah upacara yang benar." Dan mereka semua menyalah-gunakan ayat-ayat kitab suci untuk membuktikan pendapat mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang rasis mengutip Roma 11:26, "Jadi seluruh Israel akan diselamatkan," dan menghindari Roma 9:6, "Karena mereka bukan semua Israel yang berasal dari Israel." Orang universalis menggunakan Roma 5:18, “jadi oleh kebenaran satu orang karunia cuma-cuma itu turun ke atas semua orang,” dan menghindari Matius 7:13, ada jalan lebar yang menuju ke kebinasaan dan banyak orang masuk ke sana.” Mereka menghindari Efesus 2:8 - 9, “Sebab karena anugerah kalian diselamatkan oleh iman, bukan karena perbuatan, supaya jangan ada orang yang memegahkan diri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan menghindari Roma 10:9 -10, yang mengatakan bahwa Anda diselamatkan jika Anda mengaku dengan mulut Anda, Tuhan Yesus Kristus dan percaya di dalam hati Anda.” Anda dapat membuktikan apa pun dengan Alkitab jika Anda mengambilnya di luar konteks. Dan itu selalu dilakukan. Semua orang yang mendukung doktrin palsu dari kitab suci melakukan itu. Itulah sebabnya Anda harus membandingkan ayat Alkitab dengan ayat Alkitab lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kita sedang mempelajari khotbah Petrus. Dan sangat penting untuk melihat apa yang terjadi sebagai hasil khotbah Petrus, karena kita mendapat prinsip-prinsip nyata di sini untuk kesaksian kita sendiri, untuk penginjilan kita sendiri, dan untuk khotbah kita sendiri. Marilah kita mengerti secara singkat apa yang terjadi. Di Yerusalem, massa orang-orang ini mulai berkumpul pada saat mendengar suara badai karena tidak ada angin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika mereka datang bersama-sama ke lokasi itu, semua murid dapat berbicara tentang pekerjaan Allah yang luar biasa dalam bahasa-bahasa asli semua orang yang pergi berziarah ke Yerusalem untuk hari raya Pentakosta. Dan mereka tercengang. Roh Allah telah membuka pikiran mereka dengan tanda bahwa orang-orang percaya ini sedang menceritakan perbuatan-perbuatan Allah dalam sejarah yang diketahui setiap orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segera pada saat itu Petrus berdiri dan menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi. Dan Anda dapat melihat bagaimana dengan cara yang luar biasa Roh Allah itu telah mempersiapkan telinga mereka untuk mendengar pesan itu. Dan pada saat Petrus membuka mulutnya, mereka terpaku pada setiap kata, "Apakah yang kita lihat sekarang ini?" Mereka tidak dapat menyangkal kejadian-kejadian tersebut dan sekarang mereka akan mendapat penjelasannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus mulai khotbahnya dengan menjelaskan Pentakosta. Yoel berkata itu di hari-hari terakhir, Dia akan mencurahkan Roh Kudus itu. Pertama Mesias datang dan segala sesuatu di antara waktu itu sampai kedatangan-Nya yang kedua masih mewujudkan masa Mesianik itu. Di ayat 22 Yesus dari Nazaret diperkenalkan sebagai Mesias. Mereka benar-benar telah membunuh Mesias yang ditunggu-tunggukan mereka. Dan inilah yang digunakan Petrus untuk menghukum mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 23 dia mengatakan kematian Kristus itu bukanlah suatu kecelakaan. Yesus bukanlah korban, melainkan ini ditahbiskan Allah, dan menggenapi nubuatan secara khusus. Kemudian dalam ayat 24 - 32, dia mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias karena kebangkitan-Nya, dan dia menunjukkan bagaimana nabi Daud di Perjanjian Lama menubuatkan Mesias itu adalah individu yang dibangkitkan dan Yesus telah melakukan itu, Dia menggenapi nubuatan Daud.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia melanjutkan untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias berdasarkan kenaikan-Nya dalam ayat 33 - 35. Maka kesimpulan dari temanya ini ada di ayat 36. Dengarkanlah itu, “Karena itu hendaklah seluruh kaum Israel tahu dengan pasti, bahwa Allah telah menjadikan Yesus yang sama itu, yang telah kalian salibkan, Allah dan juga Kristus.” Dengan kata lain, dia telah membuktikan Kristus itu adalah Mesias. Jadi pendahuluan itu menjelaskan tema yang meninggikan Yesus.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang dia langsung masuk ke inti masalahnya. Soalnya, dosa paling menyolok yang dilakukan seseorang bukanlah berbohong, menipu atau melakukan perzinahan. Dosa terbesar di mana setiap orang berdosa hidup adalah dosa penolakan Yesus Kristus, dan itulah dosa utama yang dinyatakan Roh. Maka Petrus menunjukkan kepada mereka bahwa mereka telah membunuh Mesias dan Juruselamat mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Ketika mereka mendengar ini, hati mereka tertusuk dan mereka berkata kepada Petrus dan rasul-rasul lainnya, 'Hai saudara-saudara, apakah yang harus kami lakukan?'” Mereka sangat putus asa. Di situlah Roh Allah ingin membawa setiap orang dalam hal hukuman. Ditusuk di hati mereka berarti seperti ditembus jarum. Ketika Mesias sampai di sana, mereka membunuh Dia dengan tangan orang Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka teriris hati karena mereka ada rasa bersalah yang mendalam karena mereka sendiri telah melakukan itu. Memang sangat mengerikan kehilangan Mesias jika orang lain melakukan itu, tetapi mereka sendiri telah melakukannya. Dan kemudian ini, Petrus telah mengumumkan kepada mereka dengan tegas dan ada banyak saksi-saksi untuk membuktikannya, bahwa Yesus yang sama yang telah disalibkan ini sekarang hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka mereka takut murka-Nya. Apakah ada dosa yang lebih buruk di seluruh alam semesta selain itu? Dalam pikiran mereka tidak ada. Orang-orang Yahudi itu yakin bahwa mereka telah melakukan hal terburuk yang bisa dibayangkan. Tentu mereka benar. Dan ada ketakutan akan murka-Nya, mereka takut akan pembalasan-Nya. Dia hidup kembali dan Dia akan menjadikan musuh-musuh-Nya tumpuan kaki-Nya. Mereka semua ketakutan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wah, itu hal yang indah, karena keputusasaan seperti itulah yang dapat diselesaikan Yesus Kristus. Dan selama seseorang berpikir bahwa dia dapat melakukan itu sendiri, dia tidak akan pernah tahu pengalaman keselamatan yang sejati. Selama seseorang membawa salah satu karyanya sendiri atau pikirannya sendiri atau idenya sendiri untuk menambah kepada apa yang dia pikir adalah keselamatan, itu tidak mungkin. Itu semuanya karena anugerah, kata Paulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah keadaan di mana jiwa dipersiapkan untuk menerima Juruselamat. Hanya dalam keadaan itu dia siap untuk menyerah kepada Yesus Kristus. Rasa bersalah mereka terungkap sepenuhnya. Mereka merasakan sakitnya kata-kata para rasul itu. Hati nurani mereka terpukul oleh rasa berdosa dalam menyalibkan Yesus. Mereka dihukum. Jika pertobatan itu asli, haruslah itu datang dari penghakiman itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam pemulihan Israel, pasti akan ada keyakinan dan rasa bersalah atas eksekusi Mesias. Dan rasa sakit dan penderitaan itu akan terasa seperti membunuh anakmu sendiri. Itulah menunjukkan betapa kudusnya Mesias. Dan itulah rasa sakit dan penderitaan yang sama persis yang dirasakan orang-orang itu pada hari Pentakosta. Sama buruknya dengan jika mereka telah mengeksekusi putra sulung mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Zakharia 13:1 dikatakan, “Pada waktu itu akan ada mata air yang terbuka bagi rumah Daud.” Dengan kata lain, begitu keyakinan datang, itu diikuti dengan pembersihan. Keyakinan adalah kunci di tangan Roh yang membuka hati untuk keselamatan dan untuk semua orang yang Anda khotbahkan. Anda perlu menyadari bahwa Anda adalah orang berdosa bukan hanya karena Anda berbuat dosa, tetapi Anda adalah orang berdosa karena Anda hidup dalam pemberontakan melawan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda memberontak melawan Allah karena Anda belum menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus. Itu perintah Allah agar Anda melakukan itu, dan Anda belum melakukannya. Anda hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Karena itu Anda adalah orang berdosa yang paling buruk, dan keadaan saya juga sama sebelum saya datang kepada Yesus Kristus. Orang-orang tidak menyadari itu. Dan saya menunjukkan kepada mereka dari kitab suci bahwa dia yang tidak bersama Kristus melawan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Janganlah berasumsi, "Yah, saya telah berkhotbah dengan kuasa besar dan saya telah meninggikan pesan pertobatan, dan oleh karena itu, semua orang akan percaya." Memang Anda akan mendapatkan reaksi. Ada yang akan datang kepada Yesus Kristus, dan ada yang akan mengertakkan gigi dan marah kepada Anda, dan ada yang lain yang ingin membunuh Anda. Tetapi apakah itu berarti Anda tidak lagi berkhotbah seperti itu? Apakah itu berarti Anda mengurangi pesanmu dan tidak menberitakannya seperti dulu? Tentu saja tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alat keyakinan itu bukanlah bercerita kisah. Alat keyakinan adalah Firman Allah. Ibrani 4:12 mengatakan, “Sebab Firman Allah itu hidup dan kuat, lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun, yang menusuk hingga membelah jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, dan yang membedakan pikiran dan niat hati." Itu adalah Firman Allah yang merupakan agen penghukuman di dalam tangan Roh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Anda bersaksi, bersaksilah dengan keyakinan besar akan dosa. Dan Petrus ada dalam posisi yang baik. Apakah yang harus kami lakukan? Dan dia menjawab dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Bertobatlah dan hendaklah kalian masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kalian akan menerima karunia Roh Kudus.” Tetapi pesannya ini didasarkan pada fakta bahwa mereka tidak ada hak untuk hidup karena mereka itu pemberontak melawan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah apakah artinya bertobat? Itu berarti berbalik dan pergi ke arah lain. Nah 2 Korintus 7:10 mengatakan bahwa dunia memiliki jenis dukacita yang bukan dukacita menurut Allah. Inilah kesedihan karena Anda ditangkap. Itu bukan jenis kesedihan yang dia bicarakan di sini. Petrus berkata, saya tidak ingin Anda hanya menyesal karena Anda melakukan ini pada Yesus. Saya ingin Anda begitu menyesal sehingga Anda berpaling dari yang sifat lama dan Anda menuju kepada Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertobatan itu lebih dari sekadar takut akan konsekuensinya. Pertobatan sejati takut akan dosa itu sendiri. Itulah penghinaan terhadap Allah. Dan fakta bahwa dosa itu jahat dan bahwa Allah membencinya adalah alasan yang cukup besar mengapa hati yang benar-benar bertobat membenci dosa dan meninggalkannya. Nah orang-orang Yahudi ini takut akan hukuman, tetapi mereka harus bersedia untuk berbalik dari dosa dan datang kepada Kristus. Dan apa yang Petrus katakan di sini sangat mendesak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus berkata bertobatlah. Keselamatan bukanlah masalah pendidikan, itu bukan suatu proses. Ada lebih banyak hal dengan keselamatan daripada itu. Inilah suatu tindakan yang terjadi dalam sekejap. Itulah sebabnya ada begitu banyak lalang di antara gandum. Di dalam KPR 17:30 Allah memerintahkan semua orang di mana pun untuk bertobat. Tidak ada keselamatan selain ada pertobatan. Potonglah tali kehidupan masa lalu Anda dan rangkullah Yesus Kristus sebagai Mesias Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Petrus memanggil mereka untuk berubah dan dibaptis. Dan banyak dari mereka di dalam hati mereka telah percaya Mesias dan mereka telah menerima kenyataan bahwa Yesus adalah Mesias. Dan godaan mereka adalah untuk mengatakan, “Saya percaya ini, tetapi saya tidak yakin saya akan membuka mulut saya tentang hal itu. Tetapi Anda tidak bisa menjadi murid rahasia. Petrus ingin ada sesuatu yang menunjukkan penolakan mereka terhadap Yudaisme.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah </span><span class="cf1"><b>ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Kalian masing-masing perlu dibaptis dalam nama Yesus Kristus.” Dan itu berarti bahwa keluarga mereka dan seluruh dunia mereka akan menganggap mereka sebagai orang mati. Hal yang paling tercela yang bisa dilakukan seorang Yahudi adalah datang kepada Yesus Kristus, yang mereka memutuskan adalah seorang penghujat, yang hanya layak dihukum mati. Tetapi Petrus berkata, saya ingin kalian menunjukkan di depan umum bahwa kalian percaya Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Firman Allah tidak mengajarkan bahwa Anda harus dibaptis untuk diselamatkan. Air itu tidak sanggup menyelamatkan siapa pun. Tetapi sekarang perhatikanlah poin kunci ini. “Bertobatlah dan hendaklah kalian masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa.” Artinya, “Bertobatlah dan hendaklah kalian masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus karena kalian telah menerima pengampunan dosa.” Inilah tanda didepan umum dari apa yang telah terjadi di dalam hati mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikan di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 38</b></span><span class="cf1"> dia berkata, “Dan kalian akan menerima karunia Roh Kudus.” Inilah yang dikatakan Yoel, bahwa Allah akan mencurahkan Roh-Nya ke dalam hati kalian. Apakah persyaratan untuk menerima Roh Kudus? Pertobatan. Ada beberapa orang yang telah menjadi orang Kristen untuk waktu lama yang belum pernah mengikuti pembaptisan dan dengan demikian tidak menyatakan secara terbuka persatuan mereka dengan Yesus Kristus. Inilah sesuatu yang salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Sebab bagi kalian dan bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh ada janji itu yang mengatakan, sebanyak orang yang akan dipanggil oleh Tuhan, Allah kita.” Nah itulah sisi berdaulat dari keselamatan. Tetapi jika Anda kembali ke ayat 21 dimana dikatakan, “Dan akan terjadi bahwa setiap orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Itulah sisi manusia. Jadi Anda memiliki kedua sisi dari paradoks ilahi itu disana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Dan dengan banyak perkataan lain Petrus bersaksi dan menasihati mereka, katanya, “Biar kalian diselamatkan dari generasi yang sesat ini.” Yesus menyebut generasi itu generasi yang tidak setia, sesat dan jahat. Dan pada tahun 70 M. Allah datang kepada generasi itu dan memusnahkannya. Biarlah seseorang tahu persis apa yang dia lakukan ketika dia datang kepada Yesus Kristus dari awal sampai akhir. Demikianlah kita lihat pendahuluan, tema khotbah, dan permohonan Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, berapa banyak orang menjadi percaya? </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Maka mereka yang dengan senang hati menerima firman-Nya dibaptis; dan pada hari itu kira-kira tiga ribu jiwa ditambahkan kepada mereka.” Di sini ada tiga ribu orang yang telah dibaptis. Itu berarti tiga ribu orang itu benar-benar percaya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka tetap teguh dalam ajaran dan persekutuan para rasul, dalam makan roti bersama, dan di dalam doa-doa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka lahirlah gereja itu. Itu kelihatan dan pada saat yang sama tidak kelihatan. Jika penginjilan Anda benar, Anda akan dapat melihat bagaimana orang Kristen itu berubah di dalam gereja. Pastikanlah supaya penginjilan Anda jelas. Petrus berkhotbah sebagaimana Roh memberinya ilham. Dan pada hari pertama gereja kecil itu memiliki lebih dari 3.000 orang di dalam jemaatnya. Dan mereka hidup bersama dan mereka nyata dan mereka akan mengubah seluruh dunia, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jul 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220717</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001DB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Meninggikan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001DA"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:22-36" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:22-36</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melanjutkan pelajaran kita tentang khotbah Petrus, yang dikhotbahkan pada hari Pentakosta, hari kelahiran gereja. Ini sangat dasar karena Anda harus mengerti bahwa Petrus sedang berkhotbah kepada sekelompok orang yang tidak tahu banyak tentang teologi yang tidak mereka pahami karena mereka tidak memiliki sesuatu teladan. Kita akan mendengar kisah kekal tentang Kristus dan penyediaan keselamatan-Nya bagi kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kita semua tentu perlu tahu cara yang lebih baik untuk memberitakan Yesus Kristus. Jadi saat kita tiba malam ini ke bagian khotbah yang merupakan tema utama yang terbentang dari ayat 22 sampai ayat 36, dan dalam konteks itu, kita berurusan dengan kebangkitan dan kenaikan Kristus. Kebangkitan Yesus Kristus adalah batu penjuru Kekristenan dan merupakan titik paling mendalam dalam seluruh sejarah penebusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan itu menjadi bukti puncak bukan hanya tentang keilahian Yesus tetapi juga adalah jaminan kebangkitan kita sendiri. Jadi bukan terutama ajaran-Nya, mukjizat-Nya, atau kematian-Nya yang menjadi kuncinya, melainkan kebangkitan-Nya, itulah yang utama. Ketika Dia bangkit dari kubur dan gereja lahir, ini menjadi dasar dari semua khotbah, dan itu masih merupakan darah hidup Kekristenan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan itulah kunci dari khotbah Petrus. Dia menjelaskan dengan ayat 22 tentang kehidupan Kristus, ayat 23 tentang kematian Kristus, dan kemudian dia menggunakan ayat 24 -i 32 tentang kebangkitan itu. Roh Allah memberi hal-hal pengantar untuk khotbah ini. Semua peristiwa hari Pentakosta itu adalah ilustrasi hidup untuk menarik perhatian semua orang. Itulah 50 hari setelah kebangkitan dan ratusan ribu orang Yahudi ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Baik orang Yahudi yang tinggal di sana maupun mereka yang adalah peziarah dari negeri lain ada di sana untuk merayakan hari raya itu. Roh Allah itu datang dengan suara seperti angin kencang, dan suara itu mengumpulkan semua orang ini. Roh Allah membaptis orang-orang percaya ke dalam tubuh Kristus, dan kemudian memenuhi mereka dengan kuasa. Mereka berbicara tentang pekerjaan Allah yang besar dalam bahasa-bahasa yang mereka tidak tahu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Petrus berdiri di ayat 14 dan mulai berkhotbah. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan Pentakosta. Dia menunjukkan kepada mereka apa yang sedang terjadi dan pada dasarnya dia berkata, “Apa yang telah kalian lihat adalah tanda bahwa zaman Mesianik itu telah dimulai.” Dan dalam ayat 17, "Itu akan terjadi pada hari-hari terakhir," mengutip dari Yoel, "kata Allah, Aku akan mencurahkan Roh-Ku." Dan Allah mengumumkan kelahiran Zaman Mesianik itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">'Hari-hari terakhir' ini sekarang telah berlangsung selama lebih dari 2.000 tahun. Jadi Petrus berkata bahwa inilah awal dari hari-hari terakhir. Ini akan digenapi dalam masa tribulasi ketika semua nubuatan yang dijelaskan sampai ayat 20 akan digenapi. Semua tanda-tanda yang kita lihat di bumi dan di langit ditunjukkan dalam ayat 17 - 18. Dia berkata, “Mengingat fakta itu,” ayat 21, “sudah waktunya untuk percaya kepada Dia dan diselamatkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa yang dia katakan adalah inilah waktu Mesias, inilah hari-hari terakhir, dan Anda tahu bahwa hari-hari terakhir selalu berhubungan dengan penghakiman, jadi sebaiknya Anda menjadi benar dengan Allah sehingga Anda akan dibebaskan dari penghakiman. Mesias telah tiba, yang didoakan dan dirindukan oleh orang-orang Yahudi selama bertahun-tahun dan selama berabad-abad. Nah, izinkan saya memberi tahu Anda siapakah Mesias itu.” Dan Petrus pindah ke bagian utama khotbahnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Petrus memberi waktunya untuk meninggikan Yesus. Dia mengumumkan kepada mereka fakta yang luar biasa bahwa Yesus dari Nazaret yang telah mereka hina dan memandang rendah adalah Mesias yang dipilih dan disetujui Allah. Dan ini berdiri bukan hanya sebagai informasi, tetapi sebagai suatu dakwaan yang besar, karena mereka telah menyalibkan Mesias mereka sendiri, bersama dengan tangan orang-orang Romawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, ia memulai dengan kehidupan Yesus dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Hai orang Israel, dengarlah kata-kata ini: Yesus dari Nazaret, seorang Manusia yang disaksikan oleh Allah kepadamu dengan mujizat, keajaiban, dan tanda-tanda yang dilakukan Allah melalui Dia di tengah-tengah kalian, seperti kalian sendiri juga tahu.” Mukjizat adalah perbuatan yang luar biasa, keajaiban itu berkaitan dengan efek yang ditimbulkannya, dan tanda berkaitan dengan maksudnya. Yesus melakukan perbuatan-perbuatan besar yang menghasilkan efek-efek yang menakjubkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tujuan bertindak sebagai tanda menunjuk pada suatu kebenaran spiritual. Mukjizat Yesus tidak pernah berakhir dengan sendirinya, mereka menciptakan keajaiban supaya manusia dapat berpaling untuk melihat kebenaran rohani. “Maka Allah, melalui Yesus, menyetujui karakter Mesianik-Nya, mengakreditasi Kristus sebagai Mesias melalui mukjizat, keajaiban, dan tanda-tanda yang dilakukan Allah oleh-Nya di tengah-tengah kalian seperti yang kalian sendiri juga tahu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah melihat Dia menyembuhkan orang berkali-kali. Maka Allah telah mengakui Yesus Kristus dalam pandangan seluruh dunia dan menetapkan fakta melalui mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya bahwa Dia adalah Mesias. Kehidupan Yesus adalah bukti hidup dan proklamasi hidup oleh Allah sendiri bahwa Yesus adalah Mesias, Tuhan. Kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Dia, yang kalian telah tangkap oleh tangan-tangan yang durhaka, telah kalian salibkan dan matikan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, di sini Anda ada dua sisi paradoks ilahi, kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia. Mereka dengan tindakan kehendak mereka sendiri, sifat jahat mereka sendiri, menyalibkan Yesus Kristus dengan menggunakan tangan-tangan Romawi untuk melakukannya. Tetapi ini tidak mengejutkan bagi Yesus. Dia bukan korban. Itu semua telah direncanakan oleh nasihat dan nubuatan yang pasti, yang berarti pentahbisan Allah sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita mempelajari penyaliban di Yohanes 19. Apakah Anda masih ingat bahwa setiap hal yang terjadi di kayu salib adalah suatu penggenapan Perjanjian Lama? Ketika Yesus mati, Dia menggenapkan setiap detail nubuatan Perjanjian Lama. Allah dalam nasihat-Nya sendiri telah merencanakan ini semuanya. Maka Petrus berkata bukan hanya dalam kehidupan-Nya Yesus Kristus diakui sebagai Mesias, tetapi juga dalam kematian-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Yang dibangkitkan Allah, setelah melepaskan rasa sakit maut itu, karena tidak mungkin Ia ditahan olehnya.” Allahlah yang melakukan mujizat itu. Allahlah yang membangkitkan Dia di ayat 24, dan ini diulangi berkali-kali di sini. Allah di ayat 33 yang meninggikan Dia. Allah di dalam ayat 36 yang menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan dan Kristus. Allahlah yang melakukan semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ada pada jadwal ilahi yang telah direncanakan sebelumnya oleh Allah alam semesta dan Allah sendiri yang mengaktifkan rencana itu melalui Yesus Kristus. Jadi kita melihat bahwa itu mulai dengan “Yang dibangkitkan Allah.” Nah ini memperkenalkan kebangkitan itu. Yesus telah mati, tetapi Allah membangkitkan-Nya. Pengakuan terbesar Yesus sebagai Tuhan dan Mesias adalah kebangkitan-Nya. Dan ini menjadi tema utama pengkhotbahan para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, sepanjang khotbah ini, ada pembelahan dua yang adalah sisipan di antara orang-orang Yahudi sebagaimana mereka pikir dan orang-orang Yahudi sebagaimana mereka merasa karena mereka terus-menerus merasa bahwa mereka terhubung dengan Allah dan Petrus menunjukkan bahwa mereka tidak terhubung. Apakah Anda melihat kontrasnya? "Kalian membunuh Dia, Allah membangkitkan Dia." Nah, ini adalah tema yang diulang terus di seluruh khotbah para rasul dalam kitab KPR.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menempatkan orang-orang Yahudi di ujung dunia yang berlawanan dengan Allah. Dalam penginjilan jenis apa pun, kita harus mulai dengan menempatkan manusia di ujung dunia dari Allah. Mereka harus tahu bahwa mereka adalah para pemberontak melawan Allah. Nikodemus datang kepada Yesus dan dialah orang yang terpelajar. Dia berhasil sampai ke tempat terkemuka di Sanhedrin. Tetapi kata Yesus, “Nikodemus, kembalilah dan lahirlah kembali secara rohani.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apa yang dilakukan Petrus di sini, benar-benar memisahkan orang-orang Yahudi ini dari Allah. "Kalian membunuh Dia, Allah membangkitkan Dia." Orang Yahudi itu selalu membanggakan dirinya atas kedekatannya dengan Allah. Dan mereka selalu bersandar pada pengetahuan tentang kehendak Allah. Orang Yahudi itu terus berkata, “Baiklah, saya baik-baik saja, saya memiliki hukum Taurat. Mereka tidak pernah mengikutinya, tetapi mereka memilikinya.” Orang Yahudi itu menyombongkan dirinya dalam kepemilikan, bukan dalam ketaatan, dan itu semua kosong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus memulai dengan memisahkan orang Yahudi dan Allah dan berkata, "Kalian tidak tahu kehendak Allah sama sekali." "Yang kalian bunuh, Allah bangkitkan." Kalian bahkan tidak tahu di mana kalian berada. Dan tidakkah kalian melihat di sinilah setiap orang harus mulai? Dia harus mulai dengan menyadari bahwa dia benar-benar terpisah dari pikiran dan kehendak Allah. Hanya di dalam Yesus Kristus seseorang dapat diperdamaikan dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 8, Yesus berbicara dengan orang-orang Farisi, para pemimpin agama, yang biasa disebut “orang Yahudi.” Dia berdebat tentang fakta bahwa mereka benar-benar tidak tahu yang kebenaran sebenarnya dan mereka tidak bebas sementara mereka mengatakan bahwa mereka bebas. Ayat 37, “Aku tahu bahwa kalian adalah keturunan Abraham secara fisik, tetapi kalian berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak ada tempat di dalam kalian. Tetapi Aku mengatakan apa yang telah Aku lihat dengan Bapa-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kalian mengatakan kalian adalah keturunan Abraham,” dan mereka bukan hanya bermaksud secara fisik tetapi juga secara rohani, Dan Dia berkata, “Yang aneh adalah kalian mengaku sebagai keturunan Abraham, tetapi kalian ingin membunuh-Ku.” Dia berkata, “Aku mengatakan apa yang telah Kulihat dengan Bapa-Ku dan kalian melakukan apa yang telah kalian lihat dengan bapa kalian.” Dia berkata, "Kita memiliki bapa yang berbeda." Mereka menjawab dalam ayat 39, “Abraham adalah bapa kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata kepada mereka, “Jika kalian adalah anak-anak Abraham, kalian akan melakukan pekerjaan Abraham. Tetapi sekarang kalian berusaha membunuh-Ku, ini bukan sesuatu yang akan dilakukan Abraham." Kemudian kata Dia di ayat 41, “Kalian melakukan perbuatan bapa kalian.” Kemudian mereka jawab, kita tidak dilahirkan dari percabulan. Kita memiliki satu Bapa, Allah.” Yesus berkata, “Jika Allah adalah Bapamu, kalian akan mengasihi Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berkata kepada Yesus, “Kami tidak dilahirkan dari percabulan.” Murid-murid awal Yesus menyatakan bahwa Dia lahir dari seorang perawan, tetapi orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Yesus dikandung oleh seorang prajurit Romawi bernama Panthera yang menghamili Maria ketika dia tidak setia kepada Yusuf. Orang Yahudi di sini berkata, “Kami bukan anak-anak dari perzinahan mana pun,” maksud mereka adalah kami tidak pernah menyembah berhala.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata dalam ayat 44, “Kalian berasal dari bapamu, si iblis.” Ayat 47, “Dia yang berasal dari Allah mendengar firman Allah. Karena itu kalian tidak mendengarnya karena kalian bukan milik Allah.” Mereka mulai mengutuk nama-Nya. Petrus memisahkan Allah dari orang-orang ini karena mereka harus tahu bahwa mereka berada di ujung kehendak Allah yang lain. Mereka religius, tetapi mereka sangat jauh dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25-28</b></span><span class="cf1">, “Sebab Daud pernah berkata tentang Yesus: ‘Aku melihat Tuhan selalu di depan wajahku, karena Dia ada di sebelah tangan kananku, supaya aku tidak goyah. 26 Oleh karena itu hatiku bersukacita, dan lidahku bersukacita, apalagi dagingku juga akan beristirahat dalam harapan. 27 Karena Engkau tidak akan membiarkan jiwaku di neraka, dan Engkau tidak akan membiarkan Yang Kudus-Mu melihat kehancuran. 28 Engkau telah memberi tahu aku cara hidup; Engkau akan membuatku penuh sukacita di hadirat-Mu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Daud berbicara tentang Yesus dari Nazaret? Orang-orang Yahudi percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah seorang penghujat. Tetapi Mazmur 16 mengatakan hal yang berbeda dan Petrus mulai mengutipnya. Seringkali, nabi yang berbicara sebagai orang pertama sebenarnya adalah suara Mesias. Contohnya, di Mazmur 22, Daud berkata, “Ya Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku.” Itulah perkataan Yesus Kristus di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 25 mengatakan “Aku terus-menerus melihat Tuhan di depan wajahku.” Yesus tidak pernah memiliki masalah dengan apapun yang Dia lakukan karena fokus-Nya adalah pada Allah. Kemudian di akhir ayat 25, “Karena Dia ada di sebelah kananku, supaya Aku tidak goyah.” Ayat 26, “Karena itu hati-Ku gembira dan lidah-Ku bersorak-sorai.” Ibrani 12:2 mengatakan, Dia pergi ke kayu salib untuk sukacita yang disediakan di hadapan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian datanglah indikasi kebangkitan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Lagipula dagingku juga akan beristirahat dengan harapan.” Dengan kata lain, “Saya percaya Allah. Saya tidak takut apapun. Aku bisa langsung mati dan Aku percaya Allah untuk keluar dari sisi lain.” Itulah yang Dia maksudkan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1"> ketika Dia berkata, “Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku di Hades. Engkau juga tidak akan membiarkan Yang Kudus-Mu melihat kerusakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, "Engkau tidak akan pergi," dan kata "pergi" adalah "meninggalkan." "Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku di tempat orang mati." </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Engkau telah memberitahu kepada-Ku jalan kehidupan.” "Aku akan bangkit." Dan ketika Aku sudah bangkit, Engkau akan membuat Aku penuh sukacita dengan kehadiran-Mu. Aku akan pergi ke kuburan itu, keluar dari sisi lain dan langsung ke hadirat Engkau dan Aku akan melihat Engkau muka ke muka, ya Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Hai saudara-saudara, izinkan saya bicara bebas kepada kalian tentang leluhur Daud, bahwa dia telah mati dan dikuburkan, dan makamnya ada bersama kita sampai hari ini.” Daud tidak menggenapi nubuat itu. Daud berbicara secara nubuatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, sebagai seorang nabi, dan mengetahui bahwa Allah telah bersumpah dengan sumpah bahwa buah tubuhnya menurut daging, Dia akan membangkitkan Kristus untuk duduk di atas takhta-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Dia, berbicara tentang kebangkitan Kristus bahwa jiwa-Nya tidak ditinggalkan di alam maut, dan daging-Nya tidak melihat kerusakan.” Petrus menerapkannya dengan sempurna kepada Mesias. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32-33</b></span><span class="cf1">, “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksinya. 33 karena itu Dia ditinggikan di sebelah kanan Allah, dan setelah menerima janji Roh Kudus dari Bapa, Dia mencurahkan ini yang kalian lihat dan dengar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Petrus mengutip Mazmur Daud lain untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias dengan kenaikan-Nya di </span><span class="cf1"><b>ayat 34 - 35</b></span><span class="cf1">, "Sebab Daud tidak naik ke surga, tetapi dia berkata sendiri: 'TUHAN berkata kepada Tuhanku, "Duduklah di sebelah kanan-Ku, 35 Sampai Aku menjadikan musuh-musuh-Mu tumpuan kaki-Mu." Nah, ketika Daud mengatakan itu, dia tidak membicarakan dirinya sendiri. Nah, inilah Yesus di dalam Mazmur 110:1 di mana Dia mengatakan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada suatu hari nanti semua musuh-Nya akan dibuat tunduk. Dan pada saat itu, setiap lutut akan bertelut di hadapan-Nya. Dan Petrus mencapai klimaks yang luar biasa dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Sebab itu hendaklah seluruh kaum Israel mengetahui dengan pasti, bahwa Allah telah menjadikan Yesus, yang kalian salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Apakah Anda melihat seberapa jauhnya mereka dari Allah? Orang yang mereka bunuh, Allah nyatakan sebagai Mesias. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></b></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jul 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220710</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001DA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D9"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:5-21" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:5-21</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita berada di KPR 2, pada hari Pentakosta ketika Roh Kudus datang dan gereja lahir. Masih ingat Yesus berjanji, “Aku akan membangun gereja-Ku,” di Matius 16. Dia juga janji berulang kali bahwa Dia akan mengirim Roh Kudus-Nya, dan Dia melakukan keduanya pada hari yang sama, hari Pentakosta. Dan Roh Kudus di dalam hati orang percaya menyatukan umat tebusan-Nya menjadi satu tubuh yang pada dasarnya adalah gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Yesus Roh Kudus telah menyertai kalian tetapi sekarang akan ada di dalam kalian. Gereja itu baru. Itu diidentifikasikan di Perjanjian Baru sebagai misteri, yang berarti itu tersembunyi di masa lalu. Umat Allah yang baru yang akan menjadi saksi-saksi-Nya di dunia. Bukan lagi sebuah kelompok etnis seperti dalam Perjanjian Lama, orang-orang Yahudi, tetapi sebuah tubuh. Tubuh Kristus terdiri dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita belajar bahwa inilah acara satu-kali saja. Setelah ini, setiap orang percaya pada titik keselamatan dibaptis Roh Kudus ke dalam tubuh Kristus dan diberikan Roh Kudus untuk mengambil tempat dalam kehidupan orang percaya itu. Roma 8:9 mengatakan, "Jika ada orang yang tidak memiliki Roh Kristus atau Roh Kudus, dia bukan milik-Nya." 1 Korintus 12 secara eksplisit menjelaskan bahwa setiap orang percaya dibaptis Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 6:19 mengatakan, “Tidak tahukah kalian, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus?” Sudah jelas bagi orang Yahudi bahwa orang Samaria berada di dalam satu tubuh dengan mereka. Di dalam Kristus, semua orang Yahudi dan non-Yahudi dan Samaria termasuk. Dalam KPR 10:44, karunia Roh Kudus telah dicurahkan kepada orang-orang non-Yahudi. Karena mereka mendengar mereka berbicara dengan bahasa lain dan meninggikan Allah, persis sama seperti yang terjadi pada hari Pentakosta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita kembali ke KPR 2 dengan mengingat penjelasan itu. Orang-orang Yahudi membutuhkan bukti bahwa semua orang ikut serta, dan itulah dia. Jadi itulah poin pertama dalam melihat kelahiran gereja. Jadi poin pertama adalah bukti kedatangan Roh itu. Sekarang marilah kita ke poin dua, efek dari kedatangan Roh Kudus. Akibat dari peristiwa ini adalah kelahiran gereja, yang dimulai di ayat 5.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5 - 6</b></span><span class="cf1">, “Dan di Yerusalem berdiamlah orang-orang Yahudi, orang-orang saleh, dari segala bangsa di bawah langit. 6 Dan ketika suara ini terjadi, banyak orang berkumpul, dan bingung, karena semua orang mendengar mereka berbicara dalam bahasa mereka sendiri.” Di sini, di Yerusalem ada para peziarah yang telah menjadi bagian dari Diaspora, yaitu penyebaran orang-orang Yahudi di abad-abad sebelumnya, dan mereka kembali untuk berada di acara ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika suara ini, masih ingat ayat 2, datang dari surga suara seperti angin ribut yang kencang. Dan itu memenuhi seluruh rumah tempat dimana 120 orang percaya itu berada. Tetapi suara itu juga terdengar diluar rumah. Orang lain juga tertarik oleh suara besar ini. Dan ayat 6 mengatakan, “Ketika suara itu terjadi, orang banyak berkumpul. Dan mereka tercengang dan bingung. Mengapa mereka bingung?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena masing-masing dari mereka mendengar mereka berbicara dalam bahasa aslinya sendiri. Nah, itulah hal pertama yang perlu Anda pahami tentang apa pun fenomena yang disebut bahasa lidah ini. Inilah bahasa yang benar-benar bahasa. Dan dalam ayat 7, mereka heran dan takjub. Dan mereka berkata, "Bukankah semua orang ini yang berbicara bahasa-bahasa lain, orang Galilea?" Mereka adalah orang-orang yang dianggap tidak penting, dan tidak berpendidikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang tahu bahwa orang Galilea itu dianggap kurang cerdas. Dan lingkaran dalam murid-murid Kristus itu telah dikenal sebagai orang Galilea. Mereka telah disebut sebagai orang Galilea di Matius 26 dan Markus 14. Oleh karena itu, orang-orang heran bahwa mereka dapat berbicara dalam semua bahasa ini. Nah inilah penggenapan nubuatan Yesaya yang mengatakan, Aku akan berbicara dalam bahasa yang kalian tidak dapat mengerti sebagai tanda penghakiman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanda penghakiman atas Israel ini pada dasarnya adalah pada waktu gereja didirikan karena gereja sekarang menggantikan Israel, bangsa yang tidak setia itu. Penghakiman itu datang pada tahun 70 M ketika orang-orang Romawi menghancurkan dan membantai mereka. Semua ini adalah orang-orang Yahudi atau para penganut agama Yahudi. Dan mereka belum pernah mendengar Allah dipuji dalam bahasa non-Yahudi selain dari bahasa Ibrani, atau turunannya, yaitu bahasa Aram.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sekarang mereka mendengar Allah dipuji dalam bahasa tempat mereka dilahirkan, yang dikatakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 8 -9</b></span><span class="cf1">. Ada orang Partia di sana yang adalah Iran sekarang.. Ada orang Media, yang adalah bagian dari Kekaisaran Persia yang besar. Lalu ada orang Elam, yang akan menjadi wilayah Babel. Kemudian ada orang-orang Mesopotamia yang dari daerah di antara sungai Tigress dan Efrata, tempat Taman Eden dulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada Kapadokia, yang ada di Asia Kecil, tepat di utara Israel. Dan Pontus, di utara Kapadokia. Lalu ada Turki modern. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, lalu ada Frigia di sebelah barat Galatia. Lalu ada Pamfilia, pantai kecil di Asia Kecil. Kemudian kita menyeberangi Laut Tengah di Mesir dan juga Libia dan Kirene, dan sekarang kita berada di Afrika. Lalu ada pengunjung dari Roma, baik Yahudi maupun kaum Proselit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ada orang Kretin dari Yunani. Dan kemudian ada orang Arab di dekat Damsyik. Semua orang ini mendengar kebenaran dari pekerjaan Allah yang ajaib dalam bahasa mereka sendiri, kata </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">. Kata 'lidah' itu cenderung membingungkan orang. Seharusnya tidak, tetapi karena ada penyalahgunaan kata itu untuk menggambarkan pekerjaan Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, mereka semua takjub dan terpesona, sambil bertanya, apakah artinya ini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sudah lima kali di waktu yang berbeda-beda ada sebuah kata digunakan untuk menggambarkan kebingungan mereka. Mukjizat Pentakosta adalah bahwa ada para rasul dan para murid Yesus, 120 orang percaya di ruangan atas ketika Roh Kudus datang, yang dimampukan untuk berbicara bahasa-bahasa asing yang mereka tidak tahu. Dan dengan bahasa-bahasa asing itu menyatakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Apa yang mereka nyatakan? Sifat-sifat Allah dan karya-karya-Nya yang perkasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua bahasa-bahasa ini muncul karena penghakiman Allah. Isi pidato mereka adalah perbuatan-perbuatan Allah yang besar dalam bahasa-bahasa non-Yahudi. Dan orang-orang Yahudi seharusnya tahu bahwa inilah penghakiman. Apa yang akan Anda lakukan ketika populasi orang-orang dari semua tempat ini yang berbicara semua bahasa-bahasa ini, akan diwakili bukan hanya oleh satu orang, tetapi oleh banyak orang dari Galilea.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya ini? </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, "Yang lain mengejek dan berkata, "Mereka penuh dengan anggur baru." Ini menunjukkan bahwa mereka tidak ada jawaban. Bagaimana dengan penuh anggur memungkinkan Anda untuk melakukan itu? Ini mungkin menyebabkan kata-kata Anda kurang jelas, tetapi itu tidak membantu bahasa Anda sendiri yang Anda gunakan, apalagi memberi Anda bahasa yang lain. Tetapi semuanya tidak masuk akal bagi mereka. Jadi Petrus mulai berbicara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sesuatu terjadi pada orang-orang yang adalah kelompok kecil yang terdiri dari 120 orang itu. Mereka, sampai saat ini, ragu-ragu, dan tidak berdaya, penuh ketakutan dan keraguan. Dan kemudian, tiba-tiba pada hari Pentakosta, ada ledakan zaman baru ini. Mereka keluar di jalan, dan mereka keluar di siang hari, dan mereka ada di seluruh bait suci, dan mereka menyatakan Kristus ke mana pun mereka pergi</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Transformasi mereka membuktikan bahwa Roh Kudus Allah telah datang, dan zaman baru telah lahir. Dan hal pertama yang dilakukan gereja pada peluncuran zaman Mesianik ini adalah berkhotbah. Dan Petrus berkata kepada mereka, “Dia adalah Yesus dari Nazaret, yang baru saja mereka salibkan.” Tuhan telah memberinya pengenalan yang luar biasa, dengan semua fenomena yang telah terjadi. Jadi, Petrus berhubungan dengan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah khotbah Kristen pertama yang pernah dikhotbahkan, dan itu menetapkan bagi kita pola khotbah, khotbah para rasul, dan pola yang diterapkan bahkan untuk khotbah kita sendiri hari ini. Namun di banyak gereja, pola pergerakan Roh Kudus di gereja terhambat karena manusia tersesat dalam segala macam kebodohan yang sekunder dibanding kuasa memberitakan Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prioritas Yesus Kristus dan nubuatan Yesaya adalah bahwa Dia datang untuk berkhotbah. Johanes, yang menulis bertahun-tahun setelah itu, melihat ke belakang dan berkata, “Yesus menangis di Bait Allah, mengajar dan berkhotbah.” Yesus berkhotbah penuh keberanian. Khotbahnya sangat kuat. Khotbahnya mendesak, tetapi khotbah-Nya pada saat yang sama penuh belas kasihan. Khotbah itu melibatkan proklamasi Injil dan pengajaran teologis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semangat Roh Allah muncul dengan sendirinya dalam kelahiran gereja dalam pemberitaan Firman. Ketika Roh Kudus telah datang, kita melihat bagaimana Roh Allah mengatur tempat untuk khotbah itu. Dengan suara angin yang mereka semua dengar, orang banyak berkumpul. Dan kemudian ketika para murid mulai berbicara dalam semua bahasa lain ini, mereka heran dan terkejut, mereka tercengang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 2:41 mengatakan, "Setidaknya 3.000 orang Yahudi diselamatkan." Petrus berkhotbah kepada mereka. Jadi ada beberapa orang yang pikirannya terbuka. Dan di bawah khotbah besar Petrus, mereka bertobat dan diselamatkan. Dan tidak lama kemudian, ada ribuan orang lagi. Keheranan mereka dan pertanyaan jujur mereka terjawab dalam khotbah, dan mereka percaya. Tetapi ada juga orang-orang Yahudi yang hanya ingin mengejek dan mencemooh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kita tahu dari mana mereka berasal? Mereka adalah hasil dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dan para rabi yang adalah musuh-musuh Yesus yang nyata dan kejam. Petrus ingin memberikan penjelasan yang benar, dan mulai dari ayat 14, kita bertemu dengan Petrus yang baru, Petrus yang sudah memiliki Roh Kudus, dan dia benar-benar luar biasa. Jadi Petrus, berdiri dengan dengan kesebelas murid itu, dan mengangkat suaranya dan mulai berkhotbah kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14-17</b></span><span class="cf1">, “Hai orang-orang Yudea dan semua orang yang tinggal di Yerusalem, biarlah semua ini diketahui oleh kalian, dan dengarkanlah perkataan-perkataan-Ku. 15 Karena orang-orang ini tidak mabuk, seperti yang kalian sangka, karena ini baru pukul sembilan pagi. 16 Tetapi inilah yang dikatakan oleh nabi Yoel:17 ‘Allah berkata, pada akhir zaman Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua orang,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Putra-putramu dan putri-putrimu akan bernubuat, para pemudamu akan melihat penglihatan, orang-orang tuamu akan memimpikan mimpi-mimpi.” Bagaimana mereka dapat memahami Perjanjian Lama dalam KPR 1, bahkan sebelum Roh Kudus itu datang? Lukas 24 memberitahu kita bahwa karena Yesus bertemu dua orang dari mereka di jalan ke Emaus, dan kemudian di ruangan atas, Yesus menerangkan Perjanjian Lama, hukum Taurat, buku-buku para nabi dan tulisan-tulisan suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengajar mereka tentang penafsiran Perjanjian Lama yang berlangsung selama 40 hari. Dari hari kebangkitan-Nya sampai hari kenaikan-Nya, Dia mengajari mereka penggenapan Perjanjian Lama di dalam Dia. Jadi Petrus berdiri dan meluncurkan penjelasan langsung dari Yoel 2:28-32 dengan berani. Dia sekarang adalah anak Allah, yang diberdayakan oleh Roh Allah dengan pesan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemungkinan besar dia berbicara dalam bahasa Aram, dia menjelaskan Pentakosta, dan itulah penjelasan yang sangat bagus. Setiap orang yang adalah seorang pengkhotbah ingin ada kata pengantar yang dramatis. Pengenalannya direncanakan oleh Allah dengan suara yang terdengar menakjubkan, efek visual dan bahasa-bahasa yang ajaib. Petrus mulai setelah Allah memberinya pengantar yang sempurna dan berkata, “Inilah artinya. Dia berkata, "Pertama-tama, mereka tidak mabuk."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Dan ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan ke atas hamba-hamba-Ku perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada waktu itu; dan mereka akan bernubuat.” Joel membicarakan kedatangan Mesias. Ketika Mesias datang, akan ada bukti kedatangan-Nya, hal-hal yang ajaib. Akan ada banyak penglihatan, nubuatan, dan mimpi-mimpi pewahyuan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Aku akan mengadakan keajaiban-keajaiban di langit di atas dan tanda-tanda di bumi di bawah, darah, api, dan uap asap.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20-21</b></span><span class="cf1">, “Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan akan menjadi darah, sebelum kedatangan hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. 21 Dan akan terjadi bahwa siapa pun yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Waduh, itu nubuatan besar. Bagaimana kita dapat mengerti bahwa Joel menghubungkan kedatangan Roh Kudus itu dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena di dalam Perjanjian Lama, zaman gereja itu adalah sebuah misteri. Mereka melihat kedatangan Mesias, dan bersama-Nya Roh, dan pewahyuan ilahi yang berkembang, dan kemudian penghakiman terakhir. Apa yang mereka tidak lihat adalah selang gereja karena itu tersembunyi. Dan perhatikan, Petrus hanya berkata, “Inilah yang dikatakan Yoel.” Dan itu dimulai dengan hari-hari terakhir, ayat 17 ketika Mesias datang kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya Kitab Suci mengatakan Kristus muncul sekali di akhir zaman. Ungkapan Perjanjian Lama yang umum untuk zaman Mesianik digunakan dalam Yesaya 2, Yeremia 23, dan Yehezkiel 38, dan digunakan oleh Yosia, digunakan oleh Mikha, dan digunakan oleh Yoel. Apa yang tidak diketahui orang Yahudi adalah bahwa Yesus akan datang, dan ditolak, Dia membeli penebusan kita, dan meluncurkan gereja untuk membawa Injil ke seluruh dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Israel gagal melakukan itu, dan ketika itu sudah selesai, maka Dia akan mendirikan kerajaan-Nya. Tetapi itulah zaman misteri yang tersembunyi di masa lalu. Sejauh ini, kita telah menunggu 2.000 tahun hingga tanda kurung itu ditutup dan kerajaan itu akan datang. Tetapi hari-hari terakhir Israel, dan hari-hari terakhir bagi dunia, benar-benar dimulai ketika Kristus datang. Dan kalian dapat melihat bukti bahwa kita telah masuk ke dalam hari-hari terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hari-hari terakhir dalam ayat 21 ditandai dengan pemberitaan Injil, dengan memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat, dan itulah pelayanan dan misi gereja. Itulah sebabnya kita melakukan apa yang kita lakukan. Bagaimana dengan nubuatan, banyak penglihatan, mimpi-mimpi, mujizat-mujizat di langit, tanda-tanda di bumi di bawah, darah, api, uap dan asap? Matahari berubah menjadi gelap, bulan menjadi darah? Nah, semua itu ada di dalam zaman yang besar itu ketika Yesus menghakimi orang dan mendirikan kerajaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita masih berada di hari-hari terakhir. Awalnya adalah pada hari Pentakosta; akhirnya adalah di penghakiman ilahi terakhir. Saat ini, di zaman Mesianik ini, setiap orang yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan. Ini adalah zaman keselamatan. Jadi, Petrus, dibimbing dalam setiap kata oleh Roh Kudus, mulai dengan menjelaskan itu kepada orang-orang bahwa apa yang mereka lihat dan dengar adalah Roh Kudus yang meresmikan zaman keselamatan Mesianik. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jul 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220703</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bahasa yang Berbeda]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D8"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:4-5" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:4-5</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dua janji besar yang Yesus berikan, untuk membangun gereja-Nya dan untuk mengutus Roh Kudus-Nya. Kedua janji itu menjadi kenyataan pada saat yang sama. Gereja lahir, dan Roh datang pada hari Pentakosta. Baptisan Roh didefinisikan dalam Kitab Suci sebagai peristiwa rohani yang menempatkan orang-orang percaya ke dalam gereja, ke dalam tubuh Kristus. Jadi pada hari Pentakosta, Roh itu datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus itu ditempatkan di dalam diri orang percaya, yang kemudian menjadi norma sepanjang sisa sejarah gereja. Dan Roh yang ada di dalam diri orang percaya juga menyatukan orang percaya ke dalam gereja, yang bersatu dengan Kristus sehingga gereja menjadi tubuh Kristus. Catatan dari peristiwa besar ini ada di KPR 2. Dan itu sangat jelas tentang apa yang sedang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kelahiran gereja melalui Tuhan sendiri. Saya ingin membagi peristiwa ini ke dalam tiga bagian: bukti kedatangan Roh, pengaruh kedatangan Roh, dan penjelasan kedatangan Roh. Kita telah membahas bukti kedatangan Roh itu pada hari Minggu yang lalu. Ada 120 orang percaya berkumpul di satu tempat. Mereka telah diberitahu untuk menunggu di Yerusalem sampai Roh datang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada hari Pentakosta Roh itu datang. Lima puluh hari setelah Pelewatan adalah Hari Raya Panen. Itulah hari raya buah pertama karena panen penuh masih belum datang. Jadi ini adalah cicipan dari panen penuh. Ini hanyalah cicipan awal dari semua yang akan dilakukan Roh sepanjang sisa sejarah. Dan bagi orang-orang percaya, itulah rasa pendahuluan apa yang akan dilakukan Roh ketika Dia membawa umat-Nya ke dalam kemuliaan kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sanalah mereka ada bersama-sama di satu tempat pada hari Pentakosta. Dan tiba-tiba datang dari Surga suatu pekerjaan Allah yang berdaulat pada jadwal Allah pada hari Pentakosta. Dan datanglah dari Surga suatu suara, hembusan nafas Allah, suara seperti angin kencang yang berhembus kencang. Dan itulah Roh Kudus itu sendiri. Suara itu memenuhi seluruh rumah dan kemungkinan besar terdengar di luar juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian tampaklah bagi mereka lidah-lidah seperti api. Jadi itu juga kejadian yang kelihatan. Dan lidah-lidah kecil itu berada di atas semua 120 orang, dan ada satu lidah pada setiap orang. Inilah indikasi dari manifestasi ini bahwa angin kencang Roh Kudus itu tidak datang secara umum, tetapi telah datang secara pribadi, dan berada pada setiap orang percaya dengan cara yang sama pada waktu Roh Kudus datang dalam bentuk burung merpati ke atas Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kejadian luar biasa ini meluncurkan gereja. Ketika Roh Kudus yang telah menyertai mereka berdiam di dalam mereka, memenuhi mereka dalam kesatuan dengan Kristus, memberi mereka hidup yang sama dan kekal, yang dimiliki oleh semua orang percaya, dan oleh karena itu, menjadikan mereka satu dengan yang lain. Setiap orang percaya bergabung dengan Tuhan dalam satu roh. Dan tubuh Kristus telah dibentuk pada saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah pertama kalinya. Setiap kali orang percaya diselamatkan setelah itu, realitas non-eksperiensial yang sama terjadi, di mana Roh Kudus berdiam dan memenuhi kehidupan orang percaya itu, memberikannya kehidupan kekal yang sama seperti yang dimiliki semua orang percaya lainnya, dan oleh karena itu, membuat orang percaya itu menjadi satu dengan semua orang percaya lainnya di dalam tubuh Kristus. Ditambah itu, mereka dipenuhi Roh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dipenuhi Roh adalah ketika Roh bergerak di dalam kita untuk menghasilkan sikap benar dan tindakan benar. Tetapi Paulus dalam Efesus 5 mengatakan, “Tetaplah dipenuhi dengan Roh.” Itulah pemenuhan yang bergerak, seperti mengisi angin di layar. Idenya adalah kendali penuh, berserahlah kepada Roh Kudus. Ini didefinisikan lebih lanjut dalam Kolose 3:16 sebagai membiarkan firman Kristus berdiam di dalam Anda dengan kaya, berjalan dalam ketaatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti yang kita lihat dalam kitab KPR berulang kali, “Mereka dipenuhi Roh.” Itu kenyataan sehari-hari. Ada hasil yang sangat menarik segera. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Mereka mulai berbicara dengan bahasa lain seperti yang diberikan Roh kepada mereka untuk diucapkan.” Anda mungkin melihat kata 'bahasa lidah' muncul di Alkitab Anda, dan itu benar-benar terjemahan yang tidak baik dan itu terus bertahan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya ini tidak masalah, karena ini adalah sinonim untuk bahasa-bahasa, kecuali itu secara budaya diartikan dengan beberapa prasangka yang membingungkan. Gerakan Karismatik dan Gerakan Pantekosta terutama mendefinisikan itu dengan kutipan/tanda kutip “berbahasa lidah.” Dan menurut pengakuan mereka sendiri, itu bukan bahasa. Ini bahasa ngawur. Dan ini kembali ke awal sejarah gerakan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada tahun 1890-an, ada sekelompok orang di Topeka, Kansas, dipimpin oleh Parham, yang memutuskan bahwa baptisan Roh Kudus untuk setiap orang percaya, jika Anda ingin dibaptis, harus disertai dengan pembicaraan dalam suatu jenis bahasa. Akhirnya, ketika menjadi jelas bahwa mereka tidak bisa berbicara bahasa asing, diadakan sebuah retret untuk mendefinisikan apakah artinya bahasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menentukan dengan gagasan bahwa itulah semacam pembicaraan luar biasa. Ini tidak pernah menjadi bagian dari Kekristenan ortodoks. Itu tidak pernah menjadi bagian dari gereja yang benar. Itu tidak pernah menjadi bagian dari doktrin yang benar. Itu tidak pernah dihubungkan dengan baptisan Roh Kudus dalam sejarah gereja, sampai ke para rasul. Pembicaraan aneh selama berabad-abad terhubung dengan kultus dan agama-agama palsu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada pembicaraan aneh yang terkait dengan perilaku setan, beberapa agama yang bukan Kristen, tetapi tidak pernah dalam agama Kristen. Namun mulai tahun 1900-an, terjadi perkembangan besar di gereja Pantekosta, yang akhirnya menjadi gereja Karismatik. Dan mereka adalah pendukung gagasan bahwa baptisan Roh Kudus adalah peristiwa yang berulang, dan jika itu benar-benar terjadi, Anda akan dapat berbicara dalam bahasa lidah yang bukan bahasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mulai berbicara bahasa lain. Apakah itu bahasa asli? Iya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7-11</b></span><span class="cf1">, Lalu mereka semua heran dan kagum, sambil berkata satu sama lain, “Lihat, bukankah semua orang ini berbahasa Galilea? 8 Dan bagaimana kita dapat mendengar mereka bicara dalam bahasa kita sendiri masing-masing di mana kita dilahirkan? 9 Orang-orang Partia, Media dan Elam, mereka yang tinggal di Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan bagian-bagian Libia yang berbatasan dengan Kirene, pengunjung dari Roma, baik orang Yahudi maupun dari bangsa lain yang telah masuk agama Yahudi, 11 Kreta dan Arab, kami mendengar mereka berbicara dalam bahasa kami sendiri tentang karya-karya Allah yang luar biasa.” Dan mereka semua melanjutkan dengan takjub. Nah, orang-orang ini semua adalah orang Yahudi. Inilah orang-orang Yahudi yang datang ke Yerusalem dari Diaspora, yang telah tersebar di seluruh Mediterania.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi ini telah belajar berbicara bahasa-bahasa itu karena mereka tinggal di tempat-tempat itu, tetapi inilah sangat mengejutkan. Belum pernah mereka mendengar puji-pujian kepada Allah dalam bahasa non-Yahudi, karena ketika mereka pergi ke Bait Suci mereka, semua kebaktian dilakukan dalam bahasa Ibrani atau Aram. Ini menjadi pengalaman yang aneh karena mereka percaya bahwa bahasa Ibrani itulah bahasa Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sekarang untuk pertama kalinya, mereka mendengar pekerjaan Allah yang luar biasa dalam bahasa non-Yahudi mereka sendiri. Apakah artinya ini? Mereka mendengar sifat-sifat Allah dan pekerjaan Allah dibicarakan kepada mereka oleh orang-orang percaya Yahudi ini dalam bahasa non-Yahudi. Belum pernah mereka membacakan Perjanjian Lama dalam bahasa lain selain dari bahasa mereka sendiri. Ini benar-benar mengejutkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah tanda yang sangat penting. Ini adalah kejadian yang berlangsung untuk sementara waktu. Di 55 M, 25 tahun kemudian, itu masih ada. Karunia ini masih dilakukan oleh beberapa orang percaya, karena itu disebut dalam 1 Korintus, yang ditulis sekitar tahun 55 M. Tetapi setelah itu, Anda tidak pernah mendengarnya di buku lain mana pun, sampai tahun 90-an waktu Yohanes menulis kitab-kitab Perjanjian Baru yang terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita bisa mengatakan bahasa lidah itu berlangsung sekitar 25 tahun. Itu disalahgunakan oleh jemaat Korintus, dan dalam 1 Korintus 12:13-14, kita melihat Paulus mencoba mengatur hal ini. Ada orang lain di Korintus yang memalsukannya dan berdiri dan mengaku berbicara dalam bahasa lain dan mengutuk Yesus Kristus, mungkin di bawah pengaruh setan. Jadi Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus untuk mengatur hal ini dan membatasinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi 1 Korintus 13:8 mengatakan, “Kalau ada bahasa lain atau karunia bahasa, mereka akan berhenti.” Jadi jika Anda melihat sejarah Perjanjian Baru, semua itu berhenti. Itu bukan bagian dari surat-surat yang menggembalakan pendeta. Nubuatan juga, akan berhenti pada waktu lain, karena di masa depan, akan ada nubuatan di Kerajaan Seribu Tahun. Tapi dia membandingkan hal-hal yang akan berhenti dengan hal-hal yang akan berlangsung selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti kasih dan harapan; dan yang terbesar adalah kasih. Kebajikan itu tidak pernah berhenti. Dia hanya mengatakan ada hal-hal yang berhenti, dan ada hal-hal yang tidak berhenti. Nubuatan terus berlanjut, tetapi itu akan berhenti, karena ketika Anda sampai di Surga, Anda akan tahu sebagaimana Anda dikenal. Yang harus kita lakukan adalah melihat. Apakah mereka melakukan itu? Jawabannya iya. Untuk apa ada bahasa lain? “Yah, dikatakan, 'Mereka membicarakan pekerjaan Allah yang luar biasa.'”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena karya-karya Allah yang luar biasa semuanya ditulis dalam Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani, dan semua orang Yahudi akan memahaminya. Ketika kita sampai pada 1 Korintus 14:20, Paulus berkata, “Kalian harus bertumbuh dalam pikiranmu.” Ayat 21, “Dalam hukum Taurat ada tertulis, “Dengan orang-orang yang berbahasa asing, dan oleh bibir orang asing, Aku akan berbicara kepada orang-orang ini, dan meskipun demikian mereka tidak mau mendengar Aku,” kata Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bahasa lain adalah tanda bagi orang-orang yang tidak percaya. Dalam Perjanjian Lama, sebuah tanda adalah tujuan ilahi untuk mengatakan sesuatu kepada orang-orang yang tidak percaya. Di ayat 21, ada kutipan dari Yesaya 28 yang adalah nubuat tentang penghakiman. Para pemimpin Israel ditegur karena keburukan hidup mereka. Allah, yang berbicara kepada mereka melalui para nabi yang setia, memperingatkan mereka dalam bahasa yang mereka pahami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Allah ketika belas kasihan-Nya dan kesabaran-Nya habis, kemudian akan mulai berbicara kepada mereka dalam bahasa yang mereka tidak tahu. Dan itu menandakan kedatangan orang Babilonia. Di Ulangan 28, Musa menubuatkan invasi Israel yang akan datang jika mereka tidak setia kepada Allah. Dan Musa dalam Ulangan 28:49 mengatakan bahwa ketika penyerangan itu datang, mereka akan datang kepada kalian dengan berbicara bahasa asing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Musa memperingatkan mereka hal ini. Yesaya mengatakan itu akan datang. Yeremia mengatakan itu akan datang. Dan itu datang dalam bentuk serbuan orang Babilonia yang datang dan membantai orang-orang kerajaan selatan Yehuda, menghancurkan bait suci, menghancurkan Yerusalem dan menyeret orang-orang menjadi tawanan. Mereka ditangkap orang-orang yang bahasanya mereka tidak kenal dan dibawa ke negara yang bahasanya mereka tidak mengerti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dipelajari Israel tentang bahasa yang mereka tidak mengerti? Bahwa ini adalah tanda penghakiman dari Allah bahwa penghakiman itu datang karena ketidakbenaran, karena dosa, karena ketidakpercayaan dan karena kemurtadan. Apakah artinya pada hari Pentakosta ketika tiba-tiba semua orang percaya ini menjadi seperti seorang nabi dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah hukuman itu atas Israel? Israel pada titik ini telah dikesampingkan, dan gereja lahir untuk menggantikannya. Pada hari kelahiran gereja, Pentakosta, dan waktu Paulus menulis 1 Korintus, dan 25 tahun di antaranya, Allah melanjutkan penggunaan tanda ini untuk menyatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa mereka akan diasingkan sebagai suatu umat karena ketidakpercayaan dan kemurtadan mereka. Inilah tanda penghakiman atas Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul memperingatkan mereka, dan Roh Kudus memberikan beberapa orang karunia yang akan terus menjadi peringatan, dan pada tahun 70 M, penghakiman itu datang. Yesus menubuatkannya. Lukas 13:35, “Rumahmu akan menjadi sunyi” di dalam ceramah Zaitun, bangsa ini akan dihancurkan. Prinsipnya jelas. Bahasa lain digunakan dalam Perjanjian Lama sebagai tanda penghakiman. Dan mereka juga digunakan dalam Perjanjian Baru sebagai tanda penghakiman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kota itu penuh dengan orang-orang Yahudi, yang mendengar berita penghakiman itu, ketika Allah sedang mengesampingkan Israel dan membentuk suatu umat baru. Dan di dalam Kristus, tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, budak atau bebas, laki-laki atau perempuan. Tidak ada lagi satu bangsa melainkan suatu umat dari setiap bangsa, dan itulah gereja. Apakah Allah mengesampingkan Israel untuk selamanya? Tidak. Roma 11:5 mengatakan, “Pada suatu hari nanti Allah akan menyelamatkan sebuah sisa bangsa Israel.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bahkan sekarang, orang-orang Yahudi sedang diselamatkan setiap hari bersama dengan orang-orang non-Yahudi, tetapi tembok tengah telah runtuh. Bukan lagi ada satu suku bangsa secara etnis. Bukan lagi ada satu bangsa tersendiri. Inilah hari yang penting waktu gereja lahir. Bagi Israel berbicara dalam bahasa asing ini adalah tanda penghakiman, namun bagi seluruh dunia, itulah tanda berkat. Yang dikatakannya adalah, “Allah akan menjadikan segala bahasa, suku dan bangsa menjadi umat-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya Paulus, di dalam Roma 11:12 berkata, “Kejatuhan Israel adalah kekayaan bagi dunia.” Marilah kita kembali ke KPR 2:5, “Dan di Yerusalem berdiamlah orang-orang Yahudi, orang-orang saleh, dari segala bangsa di bawah langit.” Itulah tanda penghakiman bagi orang-orang ini, tetapi itu juga merupakan tanda bagi orang-orang Yahudi bahwa pekerjaan Allah yang luar biasa sekarang akan diberikan kepada orang-orang non-Yahudi, dan itulah jemaat gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 8:14-17 mengatakan, “Nah, ketika rasul-rasul yang ada di Yerusalem mendengar, bahwa Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes kepada mereka, 15 yang ketika mereka datang, berdoa untuk mereka, supaya mereka dapat menerima Roh Kudus. 16 Karena sampai sekarang Dia tidak diberi kepada seorang pun dari mereka. Mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian mereka meletakkan tangan di atas mereka, dan mereka menerima Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang percaya Yahudi yang datang bersama Petrus takjub. Mengapa? Karena karunia Roh Kudus telah dicurahkan kepada orang-orang non-Yahudi. Bagaimana mereka tahu itu? Karena mereka mendengar mereka berbicara dengan bahasa lain dan meninggikan Allah, persis seperti yang dilakukan orang Yahudi pada hari Pentakosta. Jadi ada pengulangan kejadian Pentakosta, di rumah Kornelius dengan para rasul dan orang percaya Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi membutuhkan bukti semua orang ikut serta, dan itulah terjadi. Sejak saat itu, kita semua menerima Roh Kudus dan semua dibaptis dengan Roh Kudus ke dalam tubuh Kristus pada saat kita diselamatkan. Roh Kudus datang dan memberikan kita kehidupan kekal, dan itulah kehidupan bersama yang mengalir melalui semua orang percaya dan membuat kita menjadi satu dengan semua orang percaya lain. Itulah kelahiran gereja. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jun 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220626</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembaptisan Roh Kudus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D7"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:1-4</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alangkah indahnya jika semua orang memahami betapa pentingnya bagian Alkitab ini. Hal ini penting di pihak Allah untuk apa yang diakukan-Nya yang dijelaskan di sini. Ini penting bagi kita untuk memahami bahwa kita adalah sebagian dari gereja Yesus Kristus. </span><span class="cf1"><b>KPR 2:1-4</b></span><span class="cf1">, “Ketika Hari Pentakosta telah datang sepenuhnya, mereka semua ada bersama-sama di satu tempat. 2 Dan tiba-tiba terdengar suara dari surga,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">seperti hembusan angin kencang, dan itu memenuhi seluruh rumah tempat mereka ada. 3 Kemudian tampaknya bagi mereka lidah-lidah yang terbelah, seperti api, dan ada satu yang ada di atas mereka masing-masing. 4 Dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus dan mereka mulai berbicara dengan bahasa lain, seperti yang diberikan Roh kepada mereka untuk diucapkan.” Pada hari Pentakosta, datanglah dari surga suara seperti hembusan angin kencang. Dan tampaknya bagi mereka ada lidah api yang ada pada mereka masing-masing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah kejadian yang dirancang Allah untuk meresmikan kelahiran gereja. Kita adalah jemaat gereja. Inilah sejarah kita. Ingatlah, di KPR 1, kita lihat persiapan untuk kelahiran gereja. Sekarang dalam KPR 2, kita akan mengalami permulaan gereja yang sebenarnya. Dalam KPR 1, para murid sedang menunggu kedatangan Roh Kudus. Dalam KPR 2, Dia sudah datang dengan kuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di KPR 1, para murid sedang diperlengkapi. Dalam KPR 2, mereka diberi kuasa untuk pelayanan mereka. Dalam KPR 1, orang-orang percaya masih belum mulai menginjili. Dalam KPR 2, mereka diutus dengan penuh sumber daya untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Inilah KPR 1:8, “Tetapi kalian akan menerima kuasa, pada saat Roh Kudus turun ke atas kalian, dan kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, datanglah wahyu Perjanjian Lama. Allah berbicara dalam banyak cara kepada nenek moyang oleh para nabi, mendirikan kebenaran, pemahaman tentang siapakah Dia dan tujuan penebusan-Nya. Kemudian setelah Perjanjian Lama ada kedatangan Allah yang berinkarnasi, Tuhan Yesus Kristus, yang menjadi manusia dan diam di antara kita. Dan 30 tahun kemudian, kematian-Nya mengesahkan Perjanjian baru itu dengan pengorbanan diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ada kebangkitan-Nya dari kematian dimana Allah menegaskan bahwa Dia puas dengan pengorbanan Kristus. Empat puluh hari setelah itu, ada kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus saat Dia kembali ke surga untuk duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Peristiwa besar berikutnya adalah di KPR 2, dimana Roh Kudus diutus untuk menyatukan orang-orang percaya dan untuk mendirikan gereja itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di KPR 2, Yesus telah naik. Sekarang Dia kirim Roh Kudus yang merupakan awal dari suatu zaman baru. Ada sesuatu yang baru yang telah datang yang belum pernah diketahui sebelumnya. Sesuatu yang tidak pernah terlihat dalam Perjanjian Lama. Sesuatu yang dijanjikan dalam Perjanjian Baru, dan bahkan dijelaskan oleh Tuhan sendiri yang berbicara tentang gereja dalam Matius 16. Tetapi sampai saat ini, itulah sesuatu yang tersembunyi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah waktunya gereja diresmikan, dan ada penjelasan apakah gereja itu dan bagaimana gereja itu berkembang, kemudian terungkap melalui tulisan-tulisan Perjanjian Baru lainnya, bahkan sampai penyempurnaan penebusan dan peran gereja itu akan main dalam penebusan akhir dan pendirian kerajaan Kristus dalam Kitab Wahyu. Jadi di sini, kita bertemu dengan pengantin Kristus, yaitu jemaat gereja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini kita bertemu dengan cabang-cabang yang terhubung dengan Kristus ilahi. Di sini kita bertemu dengan mereka yang merupakan bagian dari kerajaan keselamatan, yang diperintah oleh Anak Allah. Gereja disebut rumah tangga, keluarga anak-anak yang telah diadopsi. Itu juga disebut bait rohani dengan Yesus dan para rasul sebagai fondasinya. Itu juga disebut tubuh Kristus. Inilah identifikasi unik dari gereja dalam Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan satu bangsa secara etnis, tetapi orang-orang Yahudi dan non-Yahudi semuanya bersatu di dalam Kristus. Tembok telah dirubuh. Semua orang telah ditempatkan ke dalam tubuh Kristus oleh Kristus melalui kuasa Roh Kudus. Inilah yang dijanjikan Tuhan kita dalam KPR 1:5, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Kata Yesus, “Inilah baptisan Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus diangkat 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Kita sekarang sepuluh hari kemudian ketika kita membaca dalam KPR 2:1, “Ketika hari Pentakosta telah tiba, mereka semua berkumpul di satu tempat.” Itulah pola dari waktu kebangkitan Tuhan kita ketika Dia menampakkan diri kepada para murid di jalan menuju Emaus dan sekali lagi menampakkan diri pada malam yang sama kepada mereka sejak waktu penampakan pertama itu sampai kenaikan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat di KPR 1:13, bahwa ketika mereka kembali ke Yerusalem, mereka pergi ke ruangan atas tempat mereka menginap, jadi sepertinya mereka menyewa ruangan atas itu saja. Itulah ruang atas yang sama di mana mereka mengadakan perjamuan Pelewatan pada malam Yesus dikhianati. Ada 120 orang disitu, jadi itu pasti tempat yang cukup luas. Di mana pun letaknya itu, Lukas memberikan kita sejarah menurut kebijaksanaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Dan tiba-tiba terdengar suara dari langit, seperti bunyi angin kencang yang menderu, dan itu memenuhi seluruh rumah dimana mereka berdiam.” Baptisan Roh Kudus itu adalah tindakan Allah yang berdaulat berdasarkan waktu Allah, bukan berdasarkan apa pun yang mereka lakukan. Itu terjadi pada hari Pentakosta, yang berarti hari ke-50 setelah kebangkitan. Bagi orang Yahudi, itu hanyalah nama pesta 50 hari setelah Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang memperingati buah pertama dari panen gandum. Tetapi itu juga mengingat beberapa karakteristik lain. Setelah pengeluaran, itu menjadi perayaan tradisional untuk mengingat pemberian Hukum Musa, hari kelahiran Hukum Taurat. Karena kira-kira 50 hari setelah Eksodus dari Mesir, Allah memberi Hukum itu kepada Musa, jadi orang-orang Yahudi hanya menambahkan perayaan ke-50 itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sini pada hari ini, di mana mereka merayakan buah pertama dari panen yang akan datang, mereka juga merayakan dan mengingat pemberian hukum Musa. Waktu Roh Kudus pada saat Pentakosta itu sangat penting. Roh datang karena Allah menentukan bahwa inilah saatnya Roh akan datang untuk menggenapi nubuatan Perjanjian Lama yang sangat penting. Inilah jadwal kedaulatan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Imamat 23, kita belajar tentang hari-hari raya Tuhan yang diberikan kepada Israel untuk dirayakan. Perayaan-perayaan kunci ini benar-benar merupakan gambaran dari karya Kristus. Yang pertama adalah Pelewatan di musim semi pada tanggal 14 Nisan, dan itu merupakan gambaran kematian Kristus. Yesus adalah domba Pelewatan yang terakhir, satu-satunya korban yang benar untuk dosa. Dan Allah membawa penggenapan Pelewatan itu dengan kematian anak-Nya pada Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya 1 Korintus 5:7 mengatakan, “Kristus, Pelewatan kami.” Pesta kedua dalam Imamat 23 adalah hari berikutnya setelah Pelewatan. Dan itu adalah buah pertama. Inilah perayaan yang melambangkan panen penuh yang akan datang. Ini adalah gambaran kebangkitan Kristus, yang datang segera setelah kematian-Nya, dan 1 Korintus 15:20 mengatakan, “Kristus adalah buah pertama dari mereka yang tidur.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena Dia hidup, kita juga akan hidup. Lima puluh hari kemudian tibalah hari raya ketiga yang dibahas dalam Imamat 23:15-16. Inilah Hari Raya Panen, yaitu Pentakosta. Panen belum sepenuhnya masuk, tetapi ini mengantisipasi panen penuh. Apakah hubungannya dengan Kristus? Pada hari Pentakosta Tuhan mengutus Roh Kudus yang menjadi jaminan dari warisan lengkap kita di masa depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus itu datang sebagai buah pertama. Dia datang sebagai ‘uang muka’ warisan lengkap terakhir. Kesungguhan dari panen penuh dilambangkan dalam pesta lain, Pesta Terompet. Sekarang Hari Raya Pentakosta itu terkait dengan kelahiran gereja juga. Di dalam perayaan buah pertama sehari setelah prayaan Pelewatan mereka membawa roti tanpa ragi, yang menggambarkan kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ragi itu melambangkan apa? Dosa. Itu merayakan kebangkitan Kristus, jadi tidak ada ragi karena di dalam Kristus, tidak ada dosa. Namun, ketika mereka membawa roti mereka pada hari Pentakosta, roti itu mengandung ragi. Mengapa? Karena sementara tidak ada dosa di dalam Kristus, ada dosa di dalam gereja. Itulah pesan spesifik dari gambar-gambar ini dalam Kitab Suci. Seluruh Imamat 23 melihat peristiwa penting ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tiba-tiba, tanpa diduga, gereja itu lahir. Tiba-tiba, Roh Kudus datang sebagai hadiah ilahi yang instan, tak terduga, ajaib dari surga.” Marilah kita lihat kejadian itu. Ada suara seperti hembusan angin kencang yang datang dari surga. Ini bukan angin tetapi metafora untuk menggambarkan jenis suara yang mereka dengar. Hanya ada suara seperti badai. Kata yang dipakai di sini adalah kata 'pneuma', yang berarti ledakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi gereja itu lahir. Inilah suatu realitas yang tidak dialami, sama seperti keselamatan. Anda tidak merasakan keselamatan itu. Ada orang yang mengatakan mereka merasa kehadiran Allah. Mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Anda tidak dapat merasakan kehadiran Allah. Anda tidak dapat merasakan dengan keberadaan fisik sesuatu yang merupakan realitas spiritual. Ada juga fenomena yang kelihatan dalam api atau lidah-lidah yang kelihatannya seperti api.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 12:13, memberi kita penjelasan penting, “Sebab oleh satu Roh, kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh, baik orang Yahudi atau orang Yunani, baik hamba maupun orang merdeka, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Secara harfiah kita dipenuhi dengan Roh, dibenamkan dengan Roh, dan kita sebagai orang percaya semua menerima Roh Kudus. Inilah transformasi dari surga. Inilah mujizat ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini berlaku untuk setiap orang percaya. Jadi Dia berdiam di hati kita pada saat kita diselamatkan mulai saat itu, dan kita semua dibaptis ke dalam tubuh Kristus dengan Roh Kudus yang sama. Jadi ini bukanlah suatu pengalaman yang Anda cari. Ada regenerasi yang memberi Anda kehidupan baru, dan kemudian setiap orang percaya disatukan dengan semua orang percaya lainnya di dalam tubuh Kristus dengan membagikan Roh Kudus yang berdiam di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh itu berasal dari Allah sebagai hadiah dari Allah. Anda bukan milik Anda sendiri. Anda dibeli dengan harga mahal. Dia membayar harganya. Anda adalah milik-Nya. Dia menempatkan Roh-Nya ke dalam Anda. Nah di Yohanes 17 ketika Yesus berdoa untuk semua orang percaya, sangat penting bagi-Nya untuk berdoa bagi kesatuan umat-Nya sendiri. Jadi dalam ayat 11, Dia berdoa, “Peliharalah mereka dalam nama-Mu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Empat kali dalam satu doa Yesus berkata, “Aku ingin mereka menjadi satu.” Kesatuan yang didoakan Kristus digenapi pada hari Pentakosta dalam KPR 2. Doa itu dijawab. Kita adalah satu. Kita mungkin tidak semua bertindak seperti itu, tetapi kita adalah satu. Kita adalah satu karena kita semua telah didiami Roh Kudus dan sepenuhnya dipenuhi Roh Kudus sehingga kita mengambil bagian dari hidup yang sama sebagai satu tubuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kemudian tampak bagi mereka lidah-lidah yang terbagi-bagi, seperti api, dan satu lidah ada di atas mereka masing-masing.” Itu bukan angin sungguhan, dan itu bukan api sungguhan. Itulah penampilan seperti api. Inilah kejadian supranatural. Lidah-lidah kecil itu muncul di atas mereka masing-masing untuk menjelaskan bahwa setiap orang tanpa ada yang terkecuali, telah menerima Roh Kudus. Baptisan rohani mereka telah terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukanlah baptisan api dari Matius 3:11, yang adalah penghakiman. Ini adalah manifestasi nyata dari turunnya Roh Kudus. Karena tidak mungkin bagi mereka untuk tahu apa yang telah terjadi jika tidak ada cara yang melaluinya mereka dapat tahu bahwa Allah telah turun dan melakukan ini, lidah individu atas setiap orang akan menunjukkan bahwa itu terjadi pada mereka semua.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat waktu Roh Kudus datang pada saat pembaptisan Yesus untuk memberi kuasa kepada Yesus untuk pelayanan-Nya dan Roh Kudus itu turun ke atas-Nya dalam bentuk burung merpati? Di sini, Roh Kudus itu turun, dan itu tampaknya seperti lidah-lidah kecil, dan sesuatu seperti nyala api ada di atas kepala para murid, yang melambangkan turunnya Roh Kudus dan baptisan yang dijanjikan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena ada kuasa di dalam diri Anda yang mengendalikan Anda dari surga. Itulah sebabnya Anda mengasihi orang percaya lain. Itulah sebabnya Anda ingin melayani mereka. Itulah sebabnya Anda ingin merawat mereka. Anda telah dibeli dengan harga mahal. Anda adalah milik Allah. Inilah apa yang telah Dia berikan padamu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus.” Mereka semua disatukan dengan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak akan pernah kehilangan Roh Kudus karena Roh Kudus itu sendiri adalah seperti uang muka untuk warisan yang akan datang. Jadi Dia adalah jaminan Allah, uang muka Allah, angsuran pertama Allah, buah pertama Allah. Anda tidak mungkin kehilangan Roh Kudus. Itulah permanen. Tetapi Alkitab mengatakan di Efesus 5:18, “Hendaklah kalian dipenuhi Roh Allah.” Artinya, biarlah hadirat Roh Kudus itu menguasai kalian. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka sepenuhnya dikendalikan oleh Roh Kudus, dipenuhi bukan dalam arti bahwa kalian mengisi gelas dengan air secara statis, tetapi dipenuhi dalam arti bahwa angin akan memenuhi layar dan menggerakkannya seperti, dalam kata-kata Petrus, orang-orang kudus Allah itu digerakkan. Pada saat keselamatan itu, setiap orang percaya dibaptis dan dipenuhi. Namun tantangannya bagi kita sebagai orang percaya adalah untuk mempertahankan ‘dipenuhi Roh Kudus’ itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini berarti terus-menerus menyerah pada kuasa dan kendali Roh Kudus sehingga Dia menggerakkan kita. Anda tidak akan mengalami pembaptisan Roh Kudus itu. Tetapi Anda akan merasakan kejadian ‘dipenuhi Roh’ itu. Karena jika Anda dipenuhi, Anda memiliki buah Roh itu, yaitu: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kelemah-lembutan, kebaikan, iman, kerendahan hati dan penguasaan diri. Ketika semua itu telah menjadi sikap Anda, Anda sedang dipenuhi Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, Anda jangan bergerak dalam energi Anda sendiri, Anda jangan bergerak dalam kedagingan Anda sendiri, Anda jangan bergerak dengan ide-ide Anda sendiri, Anda jamgan melakukan kehendak Anda sendiri, Anda tertiup angin dari Roh Allah. Anda dibawa di jalan yang Dia ingin Anda lalui. Ini dalam arti nyata hampir sama dengan mereka yang menulis Alkitab sambil digerakkan atau diilhami oleh Roh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dipenuhi Roh Kudus itu adalah suatu pengalaman berkelanjutan yang ingin kita pertahankan. Pembaptisan itu adalah posisional. Waktu dipenuhi itulah praktis. Pembaptisan itu menganugerahkan Roh Kudus. Waktu Anda dipenuhi Roh, Anda berserah kepada-Nya. Jika Anda dipenuhi Roh Kudus, semua hubungan itu menjadi sejalan untuk kehormatan Allah.” Dipenuhi Roh itu berarti Anda berada di bawah kendali Allah sepenuh-Nya, dan itu berarti taat pada kehendak-Nya sebagaimana dinyatakan dalam Firman-Nya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jun 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220619</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menggantikan Yudas]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D6"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+1:12-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 1:12-26</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita mempelajari KPR 1:12 sampai akhir. Tujuan Allah dan sejarah penebusan adalah tepat sesuai jadwal. Penebusan sejauh ini memiliki tiga elemen besar. Yesus telah menggenapi semua janji Perjanjian Lama. Berikutnya ada empat Injil yang menceritakan kedatangan Yesus dan pencapaian-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan pulang-Nya kembali ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul adalah sejarah penebusan, pekerjaan Allah yang berkelanjutan waktu para rasul memberitakan Injil dan mendirikan gereja-gereja untuk mengumpulkan orang-orang percaya dan memperlengkapi mereka untuk terus memenuhi Amanat Agung. Dan bagian ini terus ditulis sepanjang sejarah manusia sampai kedatangan Kristus kembali. Lukas menunjukkan kepada kita bahwa rencana Allah selalu berlanjut, seperti yang dijanjikan di Perjanjian Lama. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kita sampai pada ayat 12 - 26 kita tiba pada situasi mengenai Yudas. Bahkan kemurtadan yang paling mengerikan oleh salah satu dari ke-12 rasul Yesus Kristus tidak dapat menunda atau menggagalkan kemajuan rencana Allah yang berkelanjutan. Itu dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, dinubuatkan oleh Yesus, dan itu memang terjadi. Dan itu tidak merusak tujuan Allah. Tujuan Allah terungkap persis seperti yang Allah rencanakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada mulanya Yudaslah yang menyerahkan Kristus ke tangan musuh-musuh Yahudi-Nya. Tetapi kemudian Yesus diserahkan oleh orang-orang Yahudi ke orang Romawi dan Dia mati sebagai bagian dari rencana Allah. Setiap orang yang berperan menangkap Yesus, mengadili Yesus, dan mengeksekusi Yesus sedang menggenapi rencana Allah yang telah ditentukan sebelumnya. Semua orang yang mengutuk Yesus menggenapi nubuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu sama sekali tidak mengurangi kesalahan Yudas sama seperti mengurangi kesalahan orang-orang Yahudi, dan itu juga tidak mengurangi kesalahan orang-orang non-Yahudi yang semuanya terlibat dalam kematian-Nya. Nah dalam mempersiapkan para rasul untuk peran mereka dalam sejarah penebusan; Allah memberi kita Efesus 2:20, di mana para rasul dan nabi adalah fondasi gereja. Yesus memberi waktu selama 40 hari dalam ayat 9 - 11 untuk mempersiapkan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Dia menetapkan misi itu untuk menjadi saksi-saksi. Kita hidup di masa yang lebih mirip dengan pengalaman gereja mula-mula. Dunia di mana orang Kristen pertama hidup adalah kejam, penuh ketidakpercayaan dan anti-Kristen secara terbuka. Tidak ada moralitas dari budaya kekristenan. Jadi penganiayaan terjadi pada mereka di mana-mana. Untuk mengikuti Kristus itu sering berarti menandatangani surat kematian kita sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang dilakukan gereja yang menyebabkan perlakuan dan penganiayaan yang bermusuhan seperti itu? Mereka mengkhotbahkan firman Yesus tentang Allah yang berinkarnasi. Pesannya sederhana dan jelas: jika Anda tidak bertobat dan percaya kepada-Nya, Anda akan masuk neraka untuk selamanya. Mereka menghadapi dosa dan memanggil orang untuk menyangkal diri. Mereka mengkhotbahkan Injil yang menyakiti hati baik orang Yahudi maupun orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dimana kita berada hari ini? Tidak ada lagi budaya kekristenan. Tidak ada persetujuan Kristen kolektif yang memiliki kekuatan signifikan di negara ini. Semakin banyak orang Kristen hidup benar secara alkitabiah dan semakin mereka berbicara seperti itu, semakin mereka akan dicap sebagai orang ekstremis, homofobik, yang tidak toleran dan kita disalahkan atas kejahatan kebencian. Kita sekarang seperti orang asing di setiap negara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat budaya Kekristenan kelihatannnya runtuh, Kekristenan sejati mulai menonjol dengan cara yang belum pernah terlihat dalam hidup kita. Kitab Suci mengajarkan dan sejarah gereja menegaskan bahwa tubuh Kristus itu paling kuat dan paling efektif ketika itu hanya berbicara dan menjalankan Injil tanpa ada permintaan maaf. Dengan lenyapnya topeng Kekristenan yang dangkal itu, Injil berkembang melalui kesaksian pribadi satu jiwa pada satu waktu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi para rasul dan para nabi adalah generasi pengkhotbah pertama. Mereka adalah fondasi gereja. Selanjutnya, para penginjil dan para pendeta pengajar mengambil tempat mereka. Inilah panggilan unik dari Allah. Hanya ada 12 rasul dengan tambahan rasul Paulus di kemudian hari. Allah menganugerahkan mereka dengan karunia ajaib, tanda-tanda, mujizat dan karunia seorang rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Korintus 12:12 mengatakan, “Mengapa mereka ada kemampuan untuk melakukan tanda-tanda dan mujizat?” Supaya mereka dapat membuktikan bahwa mereka adalah wakil-wakil Allah yang sejati dengan tanda-tanda yang mereka lakukan. Anda lihat bahwa Yudas tidak terdaftar di sana dalam nama-nama yang diberikan dalam ayat 13. Kedoknya sudah dibukakan. Dia sudah dikeluarkan. Tetapi Allah telah merancang 12 rasul, dan peringkat itu perlu diisi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas mengakhirinya seperti ini, “Setelah menyembah Dia, mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita besar dan terus-menerus memuji Allah di Bait Suci.” Jadi mereka sedang menunggu di Yerusalem. </span><span class="cf1"><b>KPR 1:12</b></span><span class="cf1"> mulai cerita itu di sini, “Mereka kembali ke Yerusalem dari gunung yang disebut Zaitun,” di mana Yesus naik ke surga. Dan begitulah Kisah Para Rasul dimulai, “yang dekat Yerusalem, satu perjalanan hari Sabat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu perjalanan hari Sabat itu adalah suatu ukuran. Ini dimulai sebagai jarak seorang Yahudi diizinkan untuk berjalan pada hari Sabat. Anda seharusnya tidak boleh melakukan sesuatu yang dianggap pekerjaan. Jadi mereka membatasi seberapa jauh orang itu bisa berjalan. Ini sekitar 2.000 hasta, yang adalah sekitar 3.000 kaki, yang jaraknya kira-kira 0,9 kilometer. Itulah sejauh Anda bisa berjalan menurut para rabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak ada di dalam Hukum Musa. Tetapi para rabi membikin-bikin itu saja. Kemah Allah selalu ditempatkan di tengah perkemahan. Dan pada hari Sabat mereka harus berjalan kesitu untuk beribadah. Karena jarak terjauh yang mereka harus jalan untuk sampai ke tabernakel pada hari Sabat, berjalan sekitar satu kilometer dapat diterima. Jadi Bukit Zaitun itu kira-kira satu kilometer dari pintu gerbang kota Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah mereka masuk, mereka naik ke ruang atas tempat mereka tinggal: Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Andreas, Filipus, Tomas, Bartolomeus, Matius, Yakobus anak Alfeus, Simon orang Zelot dan Yudas anak Yakobus. Ini adalah ruang atas yang sama di mana mereka bertemu untuk perajaan Pelewatan. Dan itu juga ruangan yang sama di mana mereka semua ketakutan, ketika Yesus muncul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu tempat yang sama di mana delapan hari kemudian Yesus muncul lagi. Ada beberapa hal menarik yang terjadi di ruang atas itu. Yudas, yang disebut sebagai anak Yakobus, adalah Yudas yang berbeda. Apakah yang mereka lakukan di sana? Yah, mereka tunggu karena mereka disuruh menunggu. Jadi "mereka memusatkan diri untuk berdoa, bersama dengan para wanita, Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara lelaki-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan apa yang kita tahu tentang saudara-saudara-Nya? Dalam Yohanes 7:5, mereka tidak percaya, benar? Saudara-saudaranya adalah Yakobus, Yusuf, Simeon dan Yudas. Dia bukan seorang rasul; inilah Yakobus, saudara laki-laki Tuhan kita. 1 Korintus 15:7 mengatakan, “Ia menampakkan diri kepada lebih dari 500 saudara sekaligus, dan Ia menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul.” Yakobus diberi penampilan pribadi Yesus, yang jarang terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya kepada Yakobus adalah yang menyebabkan Yakobus menjadi percaya kepada Yesus, saudara tirinya. Dan pertobatan Yakobus itu menyebabkan saudara-saudara lainnya juga bertobat. Yakobus menjadi kepala gereja Yerusalem, dan dia menulis surat Yakobus yang luar biasa. Dan saudara tiri-Nya yang lain, Yudas, menulis surat Yudas. Inilah permulaan keselamatan saudara-saudaranya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Mereka semua berlanjut dengan kompak dalam doa dan permohonan, dengan wanita dan Maria ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara-Nya.” Sekarang saudara-saudara Yesus yang sebelumnya tidak percaya dan semua wanita itu sedang menunggu kedatangan Roh Kudus. Tidak ada yang menyembah Maria, ibu Yesus. Dia tidak diidentifikasikan memiliki kedudukan superioritas. Mereka semua berlutut, karena ayat 15 mengatakan bahwa Petrus mulai berdiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria berlutut sama seperti semua yang lain, yang menunjukkan kebutuhan yang sama besarnya dengan kebutuhan mereka. Di dalam Magnificat-nya dalam Lukas 1:47, dia memuji Allah, sebagai Juruselamatnya. Dia membutuhkan penyelamat. Dan inilah terakhir kali Maria disebut di dalam Alkitab. Ketika Roh Kudus dicurahkan dalam KPR 2, dia juga ditempatkan ke dalam tubuh Kristus sebagai orang Kristen yang telah ditebus, seperti orang percaya lainnya. Maria tidak ada bagian dalam penebusan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka berdoa untuk apa? Mereka ada bersama-sama dalam doa yang teguh dan satu hati. Yesus berkata, “Tunggu sampai Aku mengutus Roh Kudus itu.” Itulah fakta. Tetapi orang-orang Pentakosta dan gerakan karismatik itu mendasarkan baptisan Roh Kudus itu pada gagasan bahwa itu hanya diberikan kepada orang percaya yang memintanya. Itu salah. Roh Kudus itu datang kepada setiap orang percaya berdasarkan kehendak Allah Bapa yang berdaulat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15 - 17</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu itu Petrus mulai berdiri di tengah-tengah murid-murid (jumlah nama seluruhnya kira-kira seratus dua puluh), dan berkata, 16 “Hai saudara-saudara, Kitab Suci ini harus digenapkan, yang telah dibicarakan Roh Kudus sebelumnya melalui mulut Daud tentang Yudas, yang adalah panduan bagi mereka yang menangkap Yesus; 17 karena dia terhitung bersama kita dan mendapat bagian dalam pelayanan ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini kita diberitahu ada 120 orang disitu. Itulah awal yang kecil untuk menjangkau seluruh dunia, benar? Jadi kelompok kecil murid-murud ini tunduk kepada Tuhan. Mereka melakukan persis apa yang Dia perintahkan mereka harus lakukan. Hal kedua yang kita lihat di sini adalah pembunuhan diri seorang murid, yaitu Yudas. Petrus berkata, “Saudara-saudara, Kitab Suci itu harus digenapi.” Inilah pertama kalinya para murid melihat sesuatu dari sudut pandangan Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi begitu mereka di ajar selama 40 hari yang benar-benar mulai pada hari Dia bangkit dan pergi ke jalan Emaus dan membuka Perjanjian Lama, Musa, dan Hukum dan para nabi dan tulisan-tulisan suci dan menjelaskan semua hal tentang diri-Nya kepada mereka.di jalan menuju Emaus, dalam Lukas 24. Kemudian, pada malam yang sama, Dia pergi ke ruang atas dan melakukannya lagi. Mereka mengerti. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus menunjukkan kepada kita bahwa mereka sekarang mengerti semua koneksi. “Saudara-saudara, Kitab Suci harus digenapi yang telah dinubuatkan Roh Kudus melalui mulut Daud tentang Yudas.” Wow, bahkan ada nubuatan raja Daud, si pemazmur itu, tentang Yudas. Mazmur 41:9, “Bahkan sahabat karibku, yang kupercaya, yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya melawan Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daud membicarakan pengkhianatan. Yesus tahu Yudas itu adalah teman akrab. Yudas menjadikan Yudas sendiri apa adanya. Tetapi Allah merencanakan Yudas ke dalam skema penebusan. Dia diizinkan menjadi rasul untuk memainkan peran. Semua orang dalam situasi itu adalah pemain yang ditahbiskan Allah, apakah itu Hanas atau Kayafas atau Pilatus atau Herodes, mereka semua memiliki bagian. Mereka semua adalah bagian dari rencana itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudas melakukan persis seperti apa yang dikatakan Perjanjian Lama dia akan lakukan. Dia melakukan persis apa yang hatinya yang jahat ingin lakukan. Sungguh menakjubkan bagaimana orang berdosa berpikir bahwa dengan tidak datang kepada Allah, mereka entah bagaimana dapat hidup bebas. Kebebasan setiap orang berada dalam kekuasaan, tujuan, dan providensi Allah yang berdaulat. Jadi ketika Yudas melakukan apa yang dia lakukan, Perjanjian Lama itu disahkan Roh Kudus sebagai pencipta-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah terjadi dengan Yudas? </span><span class="cf1"><b>Ayat 18 - 19</b></span><span class="cf1">, “(Orang ini membeli sebidang tanah dengan upah kejahatan; dan dengan jatuh tertelungkup, dia meledak pecah di tengahnya dan semua isi perutnya keluar. 19 Dan itu diketahui oleh semua orang yang tinggal di Yerusalem; sehingga lapangan itu disebut dalam bahasa mereka, Akel Dama, yaitu, Ladang Darah) Dia dapat 30 keping peraknya, tetapi Matius 27 mengatakan, dia kembali dan melemparkannya ke tanah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Uang darah itu membakar tangannya seperti bara panas. Para pemimpin mengambil uang itu dan membeli sebidang tanah dengannya. Dan ternyata dia pergi ke tempat itu, dan mencoba menggantungkan diri. Tali itu putus dan dia jatuh dan semua ususnya keluar. Di sana Yudas mati. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Karena ada tertulis di Kitab Mazmur, “Biarlah tempat kediamannya gersang dan janganlah ada orang yang mendiaminya dan biar orang lain mengambil alih jabatannya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21 - 22</b></span><span class="cf1">, “Sebab itu dari antara orang-orang yang menyertai kita sepanjang waktu, ketika Tuhan Yesus keluar masuk di antara kita, 22 mulai dari baptisan Yohanes sampai hari ketika Ia diangkat dari kita, salah satunya harus menjadi saksi bersama kita tentang kebangkitan-Nya.” Harus ada saksi mata yang menemani kita sepanjang waktu Tuhan Yesus keluar masuk di antara kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang memberitahu kita bahwa Yesus bepergian bukan hanya dengan 12 orang tetapi dengan orang lain yang percaya kepada-Nya. Seseorang yang ada di sana pada mulanya ketika Yohanes Pembaptis membaptis Yesus di sungai Yordan sampai hari kenaikan-Nya, orang yang menjadi saksi dari semuanya termasuk kebangkitan-Nya. Dia harus menjadi saksi mata dari kehidupan dan pelayanan Yesus. Tetapi dia juga harus dipilih oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23 - 25</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka mengusulkan dua orang: Yusuf bernama Barsabas, yang bermarga Justus, dan Matias. 24 Dan mereka berdoa dan berkata, “Engkau, ya Tuhan, yang tahu isi hati semua orang, tunjukkanlah yang mana di antara keduanya yang telah Engkau pilih 25 untuk ambil bagian dalam pelayanan dan kerasulan ini, yang darinya Yudas jatuh karena pelanggaran, supaya ia dapat pergi ke tempatnya sendiri.” Bagaimana caranya Allah akan melakukan itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Dan mereka membuang undi, dan undian itu jatuh atas Matias. Dan dia terhitung dengan kesebelas rasul itu” Orang yang lain menyetujui pilihan ilahi itu. Ini adalah salah satu cara Allah mengungkapkan kehendak-Nya. Inilah cara terakhir dari Perjanjian Lama dalam mengambil keputusan karena sejak hari Pentakosta tidak ada lagi undian di dalam Alkitab. Matias berarti “pemberian Tuhan.” Sekarang semua sudah lengkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana dengan Matias? Nah, catatan sejarahnya adalah dia berkhotbah di Yudea, dan dia berkhotbah di Colkis, yang sekarang adalah Republik Georgia di Laut Hitam yang dulu menjadi bagian dari Russia. Dan dia berkhotbah dengan begitu kuat dan efektif sehingga dia dibunuh dengan batu. Jadi akhir hidupnya hampir sama dengan semua rasul lainnya. Dan jika Anda pergi ke daerah itu Anda dapat menemukan tempat kuburannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apapun yang Allah putuskan akan terjadi bukan hanya di dalam Alkitab tetapi juga di dalam hidup kita. Karena Allah itu Mahatahu Dia tahu apa yang akan terjadi bertahun-tahun dari sekarang. Mazmur 139:16 berkata, “Mata-Mu melihat keadaanku, yang masih belum terbentuk, dan di dalam kitab-Mu semuanya sudah tertulis, hari-hari yang dibuat untukku, ketika belum ada satupun dari mereka.” Jangan takut dan jangan khawatir, Allah itu berkuasa. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jun 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220612</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Diangkat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D5"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+1:4-11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 1:4-11</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat KPR 1, dan bacalah </span><span class="cf1"><b>ayat 4-11</b></span><span class="cf1">, “Dan waktu sedang berkumpul dengan mereka, Dia memerintahkan mereka untuk tidak keluar dari Yerusalem, tetapi untuk menunggu Janji Bapa, “yang,” Dia berkata, “kalian telah mendengar dari-Ku; 5 karena Yohanes benar-benar membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus tidak lama lagi.” 6 Karena itu, ketika mereka berkumpul,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bertanya kepada-Nya, "Tuhan, maukah Engkau pada saat ini memulihkan kerajaan Israel?" 7 Dan Dia berkata kepada mereka, “Kalian tidak perlu tahu waktu atau musim yang telah Bapa berikan dalam otoritas-Nya sendiri. 8 Tetapi kalian akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kalian; dan kalian akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. 9 Sekarang, setelah Dia mengatakan hal-hal ini,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sementara mereka melihat, Dia diangkat, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka. 10 Dan sementara mereka memandang ke arah surga ketika Dia naik, ada dua orang berdiri di dekat mereka dengan pakaian putih, 11 yang berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapa kalian berdiri menatap ke langit? Yesus yang sama ini, yang diangkat darimu ke surga, akan datang dengan cara yang sama seperti kalian melihat Dia masuk ke surga.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR menunjukkan kepada kita bahwa pekerjaan penebusan Tuhan, pekerjaan salib-Nya telah selesai. Dia telah memberikan persembahan yang menguduskan untuk selama-lamanya mereka yang percaya. Dia telah menyediakan penebusan untuk memuaskan murka Allah. Dia telah menderita di dalam tubuh-Nya dosa-dosa kita dalam kematian-Nya, dan kita telah mati dan bangkit di dalam Dia. Jadi pekerjaan penebusan telah selesai di kayu salib sejauh itu menyangkut pengorbanan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, pekerjaan mengumpulkan orang-orang yang ditebus terus berlanjut, dan itu berlangsung dalam generasi pertama melalui para rasul, dan kemudian melalui gereja ketika para rasul mendirikan gereja. Jadi tanggung jawab untuk pemberitaan Injil dan pendirian gereja-gereja pertama-tama diserahkan kepada 12 orang ini. Mereka sebenarnya terdiri dati 11 orang saja sampai beberapa saat kemudian dalam pasal ini ketika yang ke-12 dipilih, yang bernama Matias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sejarah ini berlangsung sampai orang terakhir ditebus dalam rencana Allah, dan kemudian jemaat gereja akan diangkat dari dunia, dan zaman yang mulia itu sampai pada penggenapannya. Jadi kita melihat Tuhan kemudian menyerahkan kewajiban itu dalam ayat-ayat yang saya bacakan kepada murid-murid-Nya. Anda dapat melihat di sana bahwa Dia sedang membicarakan kerajaan itu, menurut ayat 2, dengan para rasul yang telah Dia pilih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi entah bagaimana, orang-orang ini akan mengubah arah sejarah manusia. Jadi para rasul menjadi fokus Tuhan kita di bagian ini sebelum Dia pergi. Ayat-ayat pembuka ini memberitahu kita bagaimana Dia telah mencoba untuk mempersiapkan mereka. Tuhan kita harus menyediakan alat-alat penting bagi mereka untuk memberitakan Injil dan merintis gereja. Ketentuan ini tercantum di dalam delapan ayat pertama ini dan dengan tambahan ayat 9 - 11.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi pertama-tama, Anda perlu </span><span class="cf1"><b>ada pesan yang tepat</b></span><span class="cf1">. Kami sudah membicarakan fakta bahwa Yesus mulai, dan Dia akan melanjutkan pekerjaan ini melalui para rasul-Nya dan melalui gereja-Nya dan melalui umat-Nya sampai Dia datang kembali. Jadi dalam ayat 3, Yesus menghabiskan 40 hari membicarakan hal-hal tentang kerajaan Allah. Setiap kali Allah menyatakan diri-Nya, Dia ungkapkan diri-Nya dalam kata-kata wahyu ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab mengklaim untuk dirinya bahwa setiap firman Allah adalah murni, seperti perak yang dimurnikan tujuh kali dalam tungku. Ada serangan besar-besaran terhadap doktrin ineransi, tetapi itu tidak mengejutkan karena Setan selalu ingin menyerang firman Allah sejak Kejadian. Ketika Allah mengungkapkan diri-Nya, Dia tidak mengungkapkan diri-Nya dalam kesan-kesan. Dia menyatakan diri-Nya dalam kata-kata yang ditulis dengan akurat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak pernah menjadi pertanyaan tentang kata-kata itu. Itu adalah pertanyaan tentang penterjemahannya. Yesus mengajar supaya mereka memahami sifat kerajaan, dan bagaimana caranya masuk ke dalam kerajaan, yang melalui Injil dan apakah Injil itu. Dan mereka bukan hanya mengajarkannya, tetapi melakukan pelayanan Injil itu. Sebagian dari itu adalah menjalani kehidupan yang baik untuk mendukung apa yang mereka khotbahkan, yaitu klaim Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, kami melihat </span><span class="cf1"><b>kepercayaan diri yang tepat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Dia menampilkan dirinya hidup-hidup setelah penderitaan-Nya dengan banyak bukti yang meyakinkan, sambil menampakkan diri kepada mereka selama 40 hari itu dan Dia membicarakan hal-hal kerajaan Allah.” Mereka perlu tahu bahwa itu benar-benar Dia, dan Dia membuktikannya dengan banyak bukti yang tidak mungkin salah. Dan Dia berbicara tentang kerajaan Allah seperti yang Dia lakukan sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka juga membutuhkan </span><span class="cf1"><b>kuasa yang tepat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Dengan mengumpulkan mereka, Dia memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan Yerusalem.” Mengapa? Menunggukan apa yang telah dijanjikan Bapa, yang Dia katakan, “Kalian telah dengar dari Aku.” Lihatlah Yehezkiel 36:25, “Aku akan memercikkan air bersih ke atasmu, dan kalian akan menjadi bersih; Aku akan membersihkan kalian dari semua kenajisanmu dan dari semua berhalamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 26-27, “Aku akan memberi kalian hati yang baru dan roh yang baru; Aku akan mengambil hati batu dari dagingmu dan memberi kalian hati daging. 27 Aku akan menaruh Roh-Ku di dalam diri kalian dan membuat kalian berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku, dan kalian akan menuruti keputusan-Ku dan melakukannya.” Dia menjanjikan kedatangan Roh Kudus yang akan datang dan berdiam di dalam mereka. Itu adalah janji Allah Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada awal pelayanan Yesus pada saat pembaptisan-Nya, Roh Kudus turun ke atas-Nya. Ketika Yesus mulai pelayanan-Nya di kota Nazaret, Dia berkata, “Aku ada di sini untuk menggenapi nubuatan Perjanjian Lama tentang Mesias. Roh Tuhan ada pada Aku untuk mengkhotbahkan Injil.” Jadi dalam arti sebenarnya, Yesus adalah bentuk dasar dari kepenuhan Roh Kudus, yaitu kuasa Roh Kudus untuk pelayanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa yang dijanjikan dalam Yoel dan Yehezkiel, yaitu kedatangan Roh Kudus atas umat Allah terjadi pertama-tama pada Yesus Kristus yang adalah bentuk aslinya. Kita tahu bahwa seluruh pelayanan-Nya pada dasarnya bekerja dalam kuasa Roh Kudus. Jadi Yesus mulai berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan memiliki hal yang sama, yaitu Roh Kudus akan turun juga ke atas mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Dia berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Yohanes benar-benar membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus tidak lama lagi dari sekarang.” Itulah pernyataan fakta bagi setiap orang percaya. 1 Korintus 12:13, “Sebab oleh satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka, dan semuanya telah dibuat minum menjadi satu Roh.” Kita benar-benar diselimuti oleh Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Kalian akan menerima kuasa, waktu Roh Kudus turun ke atas kalian.” Pekerjaan itu terlalu besar, terlalu menuntut untuk dilakukan dengan kuasa manusia saja. Paulus berkata dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, “Senjata perang kita bukanlah senjata daging, tetapi yang perkasa bagi Allah.” Setiap orang percaya setelah Pentakosta menerima Roh Kudus, yang berdiam di dalam hati. Secara harfiah itulah kuasa yang mendominasi hidup kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 3:16-19 mengatakan, “Allah akan mengaruniakan kamu menurut kekayaan kemuliaan-Nya untuk dikuatkan dengan kuasa melalui roh-Nya di dalam batin manusia. 17 supaya Kristus dapat berdiam di dalam hatimu melalui iman; supaya kamu, yang berakar dan berdasar dalam kasih, 18 dapat memahami dengan semua orang kudus betapa lebarnya dan panjangnya dan dalamnya dan tingginya itu 19 untuk mengetahui kasih Kristus yang melampaui pengetahuan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika itu terjadi, Dia dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada apa yang kita dapat doakan atau pikirkan, menurut kuasa yang bekerja di dalam diri kita.” Doa Paulus adalah supaya kalian dapat mengambil untung dari kuasa Roh Kudus yang ada di dalam kalian. Bagaimana kita dapat melakukan itu? Efesus 5:18 mengatakan, “Dengan dipenuhi Roh Kudus.” Biarlah Anda dikuasai firman Allah karena di situlah kuasa Roh Kudus itu dilepaskan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, </span><span class="cf1"><b>misteri yang tepat</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6 -7</b></span><span class="cf1">, “Saat mereka berkumpul, mereka tanya kepada-Nya, 'Tuhan, apakah pada saat ini Engkau akan memulihkan kerajaan Israel? 7 Dia berkata kepada mereka, 'Kalian tidak perlu tahu waktu atau musim, yang telah ditetapkan Bapa dengan otoritas-Nya sendiri.'” Para nabi yang menulis Perjanjian Lama juga tidak tahu musim apa atau jam berapa. Ada sebuah misteri yang diperlukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Zaman Perjanjian Lama sudah berakhir. Mesias ada di sini. Dia melakukan pekerjaan penebusan itu. Dan Dia hidup. Sekarang Dia mengatakan Roh Kudus akan datang, dan Joel dan Yehezkiel 36 menghubungkan kedatangan Roh Kudus itu dengan hari-hari terakhir. Dan Petrus, Yakobus, dan Yohanes telah melihat Kristus berubah rupa di atas gunung dan sudah melihat sekilas kemuliaan kerajaan-Nya. Jadi pertanyaan mereka wajar: Kapan kerajaan itu akan datang?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengharapkan kerajaan yang dijanjikan kepada Abraham, pada Daud, dengan semua janji-janji yang diulangi para nabi. Mereka mengharapkan bahwa Israel akan diselamatkan dan dipulihkan. Mereka akan menjadi bangsa yang dominan di dunia. Dan itu termasuk memiliki Roh Kudus. Dengan kata lain, mereka percaya akan sebuah kerajaan nyata untuk seluruh Israel dengan Yesus sebagai rajanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jika Anda ingin membatalkan kerajaan, Anda harus menjelaskan mengapa Yesus tidak melakukan itu. Dia berkata, “Anda tidak dapat tahu waktunya. Itu akan datang pada saat Anda tidak mengharapkannya.” Di sini kita berada beberapa ribu tahun kemudian, dan kita tidak punya informasi lebih banyak tentang itu daripada yang mereka miliki. Itulah hal yang baik untuk tidak mengetahuinya sehingga setiap generasi hidup seolah-olah Dia dapat datang kapan saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita bekerja seolah-olah setiap hari adalah hari terakhir kita, dan kita merencanakan hal-hal seolah-olah kedatangan-Nya masih jauh, dan kita menyerahkan tanggalnya kepada-Nya, dan itu memberi kita tanggung jawab yang luar biasa untuk setiap saat. Saya tidak tahu kapan saya mati, dan bagaimana saya akan mati dan saya tidak perlu tahu itu. Nah semua itu membawa kita pada kesimpulan sederhana malam ini. Kita membutuhkan </span><span class="cf1"><b>misi yang tepat.</b></span><span class="cf1"> Dan apakah misi itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8 melanjutkan</b></span><span class="cf1">, “Kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kata saksi akhirnya menjadi kata martir karena begitu banyak saksi Injil itu mati. Ingatlah ketika Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya. Pikullah salibmu.” Anda harus rela mempertaruhkan nyawa Anda sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagian besar dari kalian orang yang sudah tua bertumbuh dalam periode waktu di Amerika ketika ada budaya Kristen. Mereka mengerti bahwa moralitas berasal dari Alkitab. Jadi ada semacam moralitas budaya yang bertahan lama di Amerika. Kita ingat mayoritas moral, bagian kanan yang beragama. Nah, itu semua sudah hilang. Bahkan, semakin jelas kita adalah orang Kristen, semakin kita dianggap sebagai orang ekstremis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang sekarang memilih di Amerika samasekali tidak peduli. Mereka ingin melepaskan diri dari ekstremisme budaya Kristen seperti yang mereka lihat. Tetapi orang-orang Kristen harus melihat orang-orang yang menentang mereka secara politik, secara moral dan sosial sebagai ladang misi daripada musuh. Mereka telah mengubah ladang misi mereka menjadi musuh-musuh politik. Injil itu maju melalui kesaksian pribadi tentang Kristus satu jiwa satu per satu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidup kita sepertinya lebih dekat dengan kondisi orang-orang yang hidup di dalam Kisah Para Rasul. Kita seperti orang asing di dalam budaya yang semakin anti-Kristen. Kesaksian kita adalah untuk bersaksi tentang Kristus, untuk berbicara tentang Kristus, untuk memberitakan Injil. Jika Anda seorang Kristen, Anda telah menerima Roh Kudus, dan Anda adalah seorang saksi. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Anda setia atau tidak setia. Janganlah marah pada orang non-Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan saja kita tidak mau mati untuk Yesus, kebanyakan dari kita bahkan tidak mau hidup untuk Dia. Kita belum belajar apakah artinya pengorbanan hidup itu. Allah ingin supaya Anda hidup bagi-Nya seolah-olah Anda tidak peduli apa pun, mengorbankan segalanya yang Anda miliki untuk kemuliaan-Nya: untuk menjadi saksi yang hidup, korban yang hidup. Anda tidak memilih apakah Anda menjadi saksi atau tidak, Anda sudah menjadi saksi. Tetapi apakah Anda adalah saksi yang baik?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9 -11</b></span><span class="cf1">, “Setelah Yesus mengatakan hal-hal ini, sementara mereka melihat, Dia diangkat, ada awan yang menutupi Dia dari pandangan mereka. 10 Dan waktu mereka melihat Dia naik, ada dua orang berdiri di dekat mereka dengan pakaian putih, 11 yang berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapa kalian berdiri menatap ke langit? Yesus yang sama ini, yang diangkat dari kalian ke surga, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kalian melihat Dia naik ke surga.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu harus menjadi motivasi hebat. Yesus akan datang kembali. Bacalah apa yang Yohanes tulis di akhir Kitab Wahyu. “Dia yang bersaksi tentang hal-hal ini berkata, ‘Ya, Aku akan datang segera.’” Yohanes berkata, “Amin. Datanglah Tuhan Yesus.” Hadiah-Ku ada bersama Aku untuk memberikannya kepada setiap orang. Dia akan datang tiba-tiba, dengan tak terduga, dan itu terbagi menjadi dua kenyataan, yaitu pertemuan pribadi dan hadiah abadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah hadiah abadi itu? Anda akan diberi harta disurga sesuai dengan apa yang ada di bumi, yaitu emas, perak, dan batu-batu mulia. Pertemuan pribadi itu mengatakan, pekerjaanmu baik, hamba yang baik dan setia, yaitu mahkota hadiah abadi yang Dia berikan kepada hamba-hamba yang setia. Jadi ada dua motivasi pada waktu saya melihat Dia secara langsung, saya ingin mendengar, "Pekerjaanmu baik, hamba yang baik dan setia," dan saya ingin menerima hadiah abadi itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pesannya. Kepada generasi pertama dari 12 rasul itu, dan di sinilah kita berada 2.000 tahun kemudian, dan dengan kuasa Roh Kudus, mereka dapat memulainya dengan benar. Dan sekarang Kekristenan di generasi Anda mengelilingi dunia dengan cara yang tidak akan pernah mereka bayangkan di hari di mana Anda hidup. Bayangkan saja, ada orang-orang di Asia yang mendengar khotbah yang sama dalam bahasa mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil sedang mengelilingi dunia. Kita hidup dalam kebangkitan rohani terbesar dari kebenaran Alkitab dalam sejarah dunia hanya karena ada kemampuan elektronik yang mengelilingi dunia. Kita juga lebih dekat dengan kedatangan kedua itu daripada sebelumnya saat Injil itu menyebar ke ujung bumi. Banyak ayat dalam Perjanjian Baru mendorong kita untuk tetap setia sampai Dia datang kembali untuk kedua kalinya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jun 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220605</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Meneruskan Pekerjaan-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D4"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+1:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 1:1-3</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 1, “Aku membuat catatan sebelumnya, hai Teofilus, tentang semua yang mulai dilakukan dan diajarkan Yesus.” Lukas adalah seorang penulis, sejarawan. Dia mengacu pada Injilnya, yaitu Injil Lukas. Jilid pertama sejarah adalah tentang semua yang Yesus mulai lakukan dan ajarkan. Kitab Kisah Para Rasul adalah Jilid 2 tentang perbuatan dan ajaran Yesus yang berkelanjutan. Semua penulis Injil lainnya memberi tahu kita tentang karya Kristus yang telah selesai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ia mempersembahkan korban yang telah lama ditunggu-tunggu untuk dosa-dosa umat-Nya yang memuaskan Allah sepenuhnya. Dia menyelamatkan orang-orang percaya untuk selamanya, dan Dia menjamin penebusan mereka dengan kebangkitan-Nya dari kematian. Itu memuaskan Allah, dan Allah membangkitkan Dia dari kematian untuk mengesahkan kepuasan-Nya, dan kemudian Allah memberi-Nya nama di atas segala nama, dan meninggikan-Nya di sebelah tangan kanan-Nya, dan memulihkan-Nya kepada kemuliaan surgawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan menambahkan dimensi baru sekarang sebagai Juruselamat karena Dia secara pribadi telah mempersembahkan korban itu. Maka kemudian Dia membeli dengan pekerjaan itu semua orang yang ditebus sepanjang sejarah manusia yang akan untuk selamanya memuji, menghormati dan memuliakan Dia. Inilah pekerjaan yang Yesus selesaikan, tetapi ada juga pekerjaan yang Yesus mulai. Pekerjaan yang melakukan dan mengajar Injil itu baru saja dimulai oleh-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Kisah Para Rasul, sebagaimana Lukas terus tulis, adalah kisah tentang apa yang terus dilakukan dan diajarkan Yesus. Kisah Para Rasul melanjutkan kisah penyelesaian pekerjaan penebusan Allah melalui Kristus. Perjanjian Lama memberikan kita nubuatan tentang kedatangan Mesias, dan Injil memberikan kita catatan bagamana nubuatan itu terjadi. Marilah kembali ke Lukas 1 sebentar, dan marilah saya baca empat ayat pertama itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 1-4, “Karena banyak orang telah berusaha menulis suatu cerita tentang nubuatan-nuhuatan yang telah digenapi di antara kita, 2 sama seperti mereka yang sejak semula adalah saksi-saksi mata dan pelayan-pelayan firman yang menyampaikannya kepada kita. 3 tampaknya baik bagi saya juga, setelah memiliki pemahaman sempurna tentang segala sesuatu sejak permulaan, untuk menulis kepada kalian catatan yang teratur, Theophilus yang terhormat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“4 supaya kalian tahu bahwa hal-hal yang telah diajarkan kepada kalian itu memang benar.” Luke adalah sejarawan yang teliti. Dan dia diilhami oleh Roh Kudus, dan dia mulai menulis, dan dia tidak tahu tulisan ini akan disebut Lukas. Saat Lukas menyelesaikannya, Yesus berkata, “Demikianlah ada tertulis bahwa pertobatan untuk pengampunan dosa akan diberitakan dalam nama-Nya kepada semua bangsa mulai dari Yerusalem.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti dalam Perjanjian Lama, semua yang terjadi dalam Lukas dan Kisah Para Rasul sedang dilakukan oleh Allah. Allah adalah kuasa berdaulat di balik semua sejarah penebusan, dan Roh Kudus melakukan kehendak Bapa, dan Anak melakukan kehendak Bapa. Allah sedang bekerja untuk menebus umat-Nya dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Lukas mencatat ini dalam Injilnya karena nabi Perjanjian Lama itu mengatakannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah buku ini? Ada orang yang mengatakan itu sebaiknya disebut Perbuatan Bapa karena jika ada yang sedang bekerja untuk membuka rencana penebusan-Nya, itulah Allah, sang Bapa. Ada orang lain yang menyebutnya Perbuatan Roh Kudus karena Ia sedang bekerja untuk memisahkan orang-orang ini untuk mengirim mereka dalam perjalanan misionaris keluar dari Antiokhia. Tetapi judul terbaik adalah Perbuatan Tuhan yang Bangkit karena tema khotbah itu adalah kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda mulai melihat itu dalam Kisah Para Rasul 2:47, “Dan hari demi hari Tuhan menambahkan kepada mereka, orang-orang yang diselamatkan.” Dialah yang adalah Tuhan gereja, Dia masih bekerja. Dia terus menambahkan orang ke gereja. Di Kisah Para Rasul 11, ada orang Cypress dan Kirene, yang datang ke Antiokhia dan mulai berkhotbah tentang Tuhan Yesus, dan sejumlah besar orang menjadi percaya kepada Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda melihat Kisah Para Rasul 8, Anda lihat Paulus menganiaya gereja. Siapakah yang menghentikan Paulus? Yesus melakukan itu di Jalan ke Damsyik di Kisah Para Rasul 9. Yesus terlibat baik dalam pertumbuhan gereja-Nya maupun dalam menghentikan penghancuran gereja-Nya. Yesus muncul dalam Kisah Para Rasul 18 dalam sebuah penglihatan kepada Paulus dan berkata, “Jangan takut. Teruslah berbicara, dan jangan diam, karena Aku tinggal bersamamu, tidak ada orang yang akan menyerangmu, karena Aku memiliki banyak orang di kota ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus, kepala gereja itu, berkata, “Aku akan menjangkau orang-orang di kota ini yang menjadi milik-Ku, dan Aku akan melindungi Anda. Berkhotbahlah terus.” Di Kisah Para Rasul 23 suasananya sangat sulit bagi Paulus. Penganiayaan telah meningkat dengan konspirasi untuk membunuhnya. Ayat 11, Tuhan menampakan diri di sisinya dan berkata, “Jangan kuatir, karena seperti yang engkau telah bersaksi tentang pekerjaan-Ku di Yerusalem, demikian juga engkau harus bersaksi di Roma.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Tuhan Yesus memerintah atas kerajaan-Nya dari surga. Tuhan Yesus terlibat dalam membangun gereja-Nya dengan menambahkan orang-orang ke dalam daftar jiwa-jiwa yang diselamatkan dan ditebus. Dia menggenapi rencana Bapa-Nya, dan Dia melakukannya dengan memberitakan Injil dan kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui khotbah. Tetapi jangan salah paham, inilah Tuhan yang melanjutkan pekerjaan-Nya yang Dia mulai di bumi ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Lukas itu bukan seorang rasul, tetapi dia adalah rekan dekat para rasul selama 30 tahun dari 30 M - 60 M. Dan dia tahu sejarahnya, sejak kematian Kristus. Dia adalah bagian dari itu. Jadi dia tahu apa yang terjadi di Yerusalem, Yudea dan Samaria dan di sekitarnya karena dia ada di sana. Kitab Kisah Para Rasul adalah sejarah yang menggambarkan hal-hal demi informasi, dan itulah juga teologi demi kemajuan rohani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi yakin bahwa janji-janji Allah adalah milik mereka saja, tetapi Kitab Kisah Para Rasul menghancurkan pendapat itu. Dalam Perjanjian Lama ada bagian-bagian di mana janji-janji mesianis berhubungan dengan seluruh dunia dan semua bangsa. Entah bagaimana orang-orang Yahudi tidak ingat itu. Di dalam Kitab KPR Anda menyadari bahwa Filipus sedang berkhotbah kepada orang-orang non-Yahudi, dan ada orang sida-sida non-Yahudi yang bertobat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada pesan penting untuk diberitakan kepada orang-orang Yahudi melalui Kitab Kisah Para Rasul, dan itu dimulai dalam KPR 1:8, “Pergilah berkhotbah di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan seluruh dunia, bahwa Kekristenan itu bersifat global.” Kita dapat membagi Kitab KPR menjadi enam bagian. Bagian 1 berakhir pada KPR 6:7 yang menceritakan kisah gereja di Yerusalem dan khotbah Petrus yang sangat meningkatkan jumlah murid.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari KPR 6:8 sampai KPR 9:31, Injil itu menyebar ke seluruh Israel, Yudea, terus sampai saatnya Stefanus dimartir, dan sampai kepada pemberitaah Injil di Samaria oleh Filipus. Jadi gereja di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria menikmati kedamaian, sambil dibangun, dan berkembang terus dalam ketakutan akan Tuhan dan dalam penghiburan oleh Roh Kudus. Itu terus memperbesar gereja secara luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu terjadi dari KPR 9:32 sampai KPR 12:24. Bagian itu mencakup perluasan gereja ke pada orang-orang non-Yahudi, Antiokhia, dan itu berakhir dengan kata-kata ini. “Biarlah firman Tuhan terus bertumbuh dan berlipat ganda.” Inilah kisah perkembangan gereja, penambahan gereja dari awal di Yerusalem kemudian ke Yudea dan Samaria, dan kemudian ke dunia non-Yahudi sampai sejauh Antiokia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian berikutnya adalah KPR 12:25 sampai KPR 16:5, dan ini menceritakan kisah tentang gereja yang tersebar jauh melampaui Antiokhia, dan melompat ke Asia Kecil, dan ada perjalanan khotbah melalui Galatia oleh Rasul Paulus. Dan bagian itu berakhir di mana gereja-gereja dikuatkan dalam iman dan bertambah banyak jumlahnya setiap hari. Semua bagian ini diakhiri dengan ringkasan yang sama tentang perkembangan gereja yang bertumbuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">KPR 16:6 mulai menceritakan kisah Paulus mencapai kota-kota besar non-Yahudi, seperti Efesus dan di luar Asia Kecil bahkan sampai ke Korintus, dan pelayanan ini berlanjut sampai ke KPR 19:20. Jadi firman Tuhan bertumbuh dengan kuat. dan dominan. Bagian terakhir adalah KPR 10:21, sampai akhir. Ini menceritakan kisah tahun-tahun terakhir pelayanan Paulus sebelum pemenjaraannya di Roma.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus melanjutkan pekerjaannya yang ditentukan oleh Bapa, dan diberi kuasa oleh Roh Kudus, yang membuahkan hasil melalui pemberitaan Injil apostolik Marilah kita kembali ke KPR 1 di mana kita diberi beberapa elemen dasar penting karena rencana Bapa itu memiliki persyaratan. Mari kita membaca </span><span class="cf1"><b>ayat 1-11</b></span><span class="cf1">, “Aku telah membuat catatan sebelumnya, hai Teofilus, tentang semua yang Yesus mulai lakukan dan ajarkan,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 sampai pada hari di mana Ia diangkat ke surga, setelah Ia melalui Roh Kudus memberikan perintah-perintah kepada para rasul yang telah Ia pilih, 3 kepada siapa Ia juga menunjukkan diri-Nya dengan hidup nyata setelah penderitaan-Nya dengan banyak bukti-bukti yang benar, yang dilihat oleh mereka selama empat puluh hari dan Dia berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan kerajaan Allah. 4 Dan waktu berkumpul bersama mereka,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem, dan tunggu disitu kedatangan Janji Bapa, “yang,” Dia katakan, “telah kalian dengar dari Aku; 5 Karena Yohanes benar-benar membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus tidak lama lagi dari sekarang. 6 Karena itu, ketika mereka berkumpul bersama, mereka tanya kepada-Nya, "Tuhan, maukah Engkau pada saat ini memulihkan kerajaan itu kepada Israel?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">7 Dan Dia berkata kepada mereka, “Kalian tidak perlu tahu waktunya atau musimnya yang telah Bapa tentukan dalam otoritas-Nya sendiri. 8 Tetapi kalian akan menerima kuasa, pada saat Roh Kudus turun ke atas kalian; dan kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” 9 Nah setelah Dia mengatakan hal-hal ini, di depan mata mereka Dia diangkat, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Dan sementara mereka memandang ke langit ketika Dia naik, lihatlah ada dua orang berdiri di dekat mereka dengan pakaian putih, 11 yang juga berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapa kalian berdiri menatap ke surga? Yesus yang sama ini, yang diangkat darimu ke surga, akan datang dengan cara yang sama seperti kalian melihat Dia naik ke surga.” Ada enam hal yang muncul di 11 ayat yang baru saya bacakan untuk kalian. Dia mengingatkan mereka tentang semua hal penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 1 mengatakan Anda harus memiliki pesan yang tepat. Kedua, Anda juga harus memiliki kepercayaan diri yang tepat. Ketiga, Anda harus memiliki kuasa yang tepat. Dan kemudian, yang cukup menarik, Anda harus memiliki misi yang tepat, dan Anda harus memiliki motivasi yang tepat. Pesan itu harus benar. Semuanya mulai dengan kata-kata Yesus. Banyak orang mengkhotbahkan pesan yang salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda mendengar khotbah yang kuat dari Injil Yesus Kristus, Anda tahu satu hal dengan pasti: inilah seorang pengkhotbah yang percaya pada kitab suci karena dia dengan berani memberitakannya. Di situlah pelayanan harus dimulai. Iman itu timbul dengan mendengarkan kebenaran tentang Kristus, yaitu firman Kristus, Roma 10. Tetapi pendeta itu harus mengkhotbahkan berita tentang Kristus. Jika ada orang yang mengkhotbahkan Injil yang lain, biarlah mereka semua terkutuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cukup sulit untuk membuat Injil dapat dipercaya kecuali jika itu dapat dipercaya ketika orang melihat Anda. Itu tidak berarti Anda harus hidup sempurna, tetapi Anda harus benar-benar berkomitmen pada kebenaran yang Anda ajarkan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, Yesus terus menerus hidup sesuai dengan pesan-Nya dan Dia mengajarkan pesan itu sampai kenaikan-Nya. Dia adalah personifikasi, inkarnasi dari semua yang Dia khotbahkan dan ajarkan. Inilah prioritas-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan bahwa selama 40 hari, Jesus berbicara tentang hal-hal kerajaan Allah. Dan di sinilah semua pekerjaan kita harus dimulai dengan pesan yang tepat. Kita perlu memahami kebenaran Injil, dan menunjukkannya saat kita mengkhotbahkannya. Jadi sejak Yesus bangkit selama 40 hari berikutnya, Dia berada bersama rasul-rasul pilihan itu, dan Dia mengajar mereka tentang hal-hal kerajaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan mengajarkan orang lain. Ketika 40 hari itu berlalu, semuanya berakhir. Bahkan dengan pesan yang tepat, mereka masih belum siap untuk pergi. Itulah sebabnya Dia sebelumnya berkata, “Tetaplah di Yerusalem sampai kalian diberdayakan dari Yang tinggi.” Kata Spurgeon, “Kita mungkin berkhotbah sampai kita kehabisan paru-paru kita, tetapi tidak ada satu jiwa pun yang akan bertobat kecuali Roh Kudus mempertobatkan jiwa itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Poin kedua, Anda harus memiliki kepercayaan diri yang tepat. Mereka tahu itu sekarang karena mereka memiliki Injil bahwa nubuat-nubuat Perjanjian Lama telah digenapi. Dan khotbah apostolik awal dalam KPR adalah Perjanjian Lama. Mereka dulu tidak tahu bahwa Perjanjian Lama sedang digenapi sampai saat itu. Jadi mereka yakin sekarang untuk pertama kalinya bahwa Alkitab telah digenapi di dalam Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepercayaan diri mereka itu datang dari mana? Dari kebangkitan. Selama 40 hari Yesus menampakkan diri kepada mereka. Dia menampakkan diri kepada mereka secara hidup nyata setelah penderitaan-Nya dengan banyak bukti luka-luka yang meyakinkan. Itu adalah kenyataan kritis. Itu juga memberi Anda kepercayaan diri yang sama karena ada catatan bukti-bukti dan penampakan yang diberikan di dalam Alkitab kudus yang sempurna itu. Jadi Anda dapat mengalami hal yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Anda belum pernah melihat Yesus. Apakah ada banyak bukti dalam Perjanjian Baru untuk kebangkitan itu? Iya. Bukti kebangkitan itu semuanya dicatat dalam Injil-injil, dan ditulis untuk kita. Itulah yang memisahkan mereka dari keputusasaan dan ketakutan dan keraguan dan pertanyaan dan semua keheranan tentang apakah Yesus adalah benar-benar Mesias yang mereka tunggukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jika Anda ingin menjadi efektif dalam menjalankan pekerjaan yang Yesus mulai sendirian dan kemudian memberikan itu ke generasi pertama dan setiap generasi berikutnya sampai ke abad duapuluh satu, Anda harus mulai dengan pengetahuan pesan yang benar, yaitu firman Allah dan Injil, dan ada keyakinan benar bahwa Kristus itu hidup. Dan Dia sedang membangun gerejanya, dan Dia ingin menggunakan Anda untuk melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitulah sejarah itu berjalan. Nah, itu membawa kita ke poin berikutnya yang benar-benar paling menarik. Anda harus memiliki kuasa yang tepat. Kami akan menyimpan diskusi itu untuk Minggu depan. Kami sangat diberkati untuk menjadi bagian dari apa yang Engkau terus lakukan dari pekerjaan-Mu yang belum selesai. Kami berterima kasih kepada-Mu bahwa Engkau telah menyelesaikan pekerjaan penebusan itu, tetapi Engkau belum selesai dengan pekerjaan penebusan-Mu. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 May 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220529</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Petrus Dipulihkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D3"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+21:15-25" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 21:15-25</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam ini kita akan menyelesaikan pelajaran kita tentang Injil luar biasa ini. Jadi, dengan perasaan sedih kita sampai pada akhir Injil Yohanes, tetapi ini akan menjadi penyempurnaan yang bermanfaat pada saat kita melihatnya. Bagian terakhir dari Yohanes 21 difokuskan hanya pada Petrus. Dia telah bertindak tidak patuh; dan karena dialah pemimpin, dia menyebabkan para rasul lain juga ikut ketidaktaatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka seharusnya berada di gunung untuk menunggu Tuhan, tetapi Petrus memutuskan bahwa dia akan memancing lagi. Dia telah menyangkal Tuhan pada tiga kejadian yang terpisah. Dia merasa tidak mampu dan bersalah. Dia juga adalah orang yang tidak sabar. Dia, bersama para rasul, belum menerima Roh Kudus. Mereka meragukan kekuatan mereka sendiri untuk meneruskan pelayanan mereka ke depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan telah berkali-kali menegurnya; para rasul lain tidak yakin tentang masa depan meskipun mereka telah melihat Kristus yang bangkit untuk ketiga kalinya dalam Yohanes 21. Jadi kami bersyukur untuk ayat 15 dan selanjutnya, karena inilah pemulihan dan penarikan kembali Petrus, dan memberinya kembali tugas pelayanan yang telah diberikan Allah kepadanya melalui Kristus pada awal pelayanan Tuhan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Matius 4:19 Yesus bertemu dengan para nelayan ini, termasuk Petrus; dan menyuruh mereka untuk menjatuhkan jala mereka, meninggalkan semuanya dan Dia akan menjadikan mereka penjala manusia. Mereka semua meninggalkan segalanya, dan mengikuti Dia. Inilah tiga tahun kemudian, dan Petrus telah memimpin teman-temannya kembali memancing. Itu bukan rencana Tuhan bagi mereka. Petrus adalah pemimpinnya; dia perlu dipulihkan, dan di belakangnya akan datang murid yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat kita sampai di sini, meskipun Petrus telah melihat Kristus yang bangkit, dia benar-benar orang yang hatinya hancur. Para murid masih belum menerima Roh Kudus, sehingga mereka tidak memiliki kuasa, dan mereka tahu ketidakberdayaan mereka sendiri. Sangat mudah untuk kembali memancing, yang telah dilakukan kelompok ini, kecuali Tomas. Tetapi Tuhan akan memanggil mereka kembali ke dalam pelayanan yang penting.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi setiap orang percaya, ada panggilan untuk mengasihi, panggilan untuk berkorban, dan panggilan untuk menaati. Itulah arti pemuridan. Yang keluar dari ketiga hal itulah mudah dijelaskan, kasih, pengorbanan dan ketaatan. Tetapi mengikuti Kristus tidaklah mudah. Mengasihi dengan cara itu tidak mudah, mengorbankan dengan cara itu tidak mudah, dan mematuhi cara itu juga tidak mudah. Keselamatan itu tidak murah, itu membutuhkan segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan, “Jika engkau ingin mengikut Aku, engkau harus menyangkal dirimu sendiri, dan memikul salibmu.” Biayanya adalah hidup Anda, dan mungkin kematian Anda. Apakah keinginan kuat yang akan menyebabkan saya atau Anda atau orang lain mengorbankan hidup saya bagi Kristus, menghabiskan hidup saya untuk menaati Dia? Motivasinya adalah kasih. Itulah satu-satunya kuasa yang dapat memotivasi pengabdian macam ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang sangat mengasihi akan berkorban banyak. Kasih adalah motivasi yang kuat. Itulah cinta yang menyebabkan orang mengorbankan segalanya untuk hidup dengan satu orang selama sisa hidup mereka. Itulah cinta yang begitu kuat sehingga itu dapat menghancurkan keluarga. Itu bisa menghancurkan pernikahan. Itu bisa menghancurkan hidup. Ini dapat menyebabkan alkoholisme, narkoba, bunuh diri, dan pembunuhan. Ada orang yang cintanya begitu besar sehingga mereka memberi hidup mereka untuk bangsa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sejauh itu menyangkut orang Kristen, menurut 2 Korintus 5:14, kasih yang kita miliki untuk Tuhan, itulah yang mengendalikan kita. Cinta itulah yang mengendalikan kita. Beberapa terjemahan dari 2 Korintus 5:14 mengatakan: itu membatasi kita dan memotivasikan kita. Anda benar-benar mengikuti hal-hal yang Anda kasihi; apapun juga itu, bahkan objek-obyek yang Anda kasihi, pengalaman yang Anda cintai, serta orang-orang yang Anda kasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Perjanjian Lama, apa yang kita dengar adalah tanggung jawab kita. Hal ini ditegaskan kembali di Matius 22:37 oleh Tuhan kita, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu, dan kekuatanmu.” Itu dengan sendirinya meringkaskan hukum Allah. Anda dapat menyingkatnya menjadi bagian pertama dari Dekalog, yang berkait dengan bagaimana kita menyembah Allah. Itulah caranya Anda harus hidup penuh kasih kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian kedua dari perintah utama itu adalah, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Itu memenuhi bagian kedua dari Dekalog dan semua hukum lain yang diberikan Allah tentang hubungan manusia. Kasih adalah kuasa pendorong dalam hidup dan di kerajaan juga. Ulangan 6:6 mengatakan, “Dan perkataan yang Aku sampaikan kepadamu hari ini harus ada di dalam hatimu.’ Itulah yang kamu harus ajarkan kepada anak-anakmu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita menjelaskannya dalam Yohanes 14:15. Dia berkata kepada para murid dan kita semua, "Jika kalian mengasihi Aku, kalian akan menuruti perintah-perintah-Ku." Ayat 21, “Barangsiapa memegang perintah-perintah-Ku dan memeliharanya, dialah yang mengasihi Aku; dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan menyatakan Diri-Ku kepadanya.” Ayat 28, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes menekankan hal ini ketika dia menulis surat-suratnya. Surat-suratnya adalah tentang mengasihi Allah dan mengasihi saudara-saudara. Cinta adalah kuasa ketaatan. Kasih adalah kuasa kewajiban. Cinta adalah kuasa pelayanan. Kasih adalah kuasa pengorbanan. Cinta adalah kuasa ibadah. Kasih adalah kuasa persekutuan. Jadi itu terlihat di ayat 15 sampai 17, dan pembicaraan Tuhan kita dengan rasul Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia harus menjalani terapi berminggu-minggu untuk membawanya ke tempat yang dia inginkan.” Tidak. Tuhan menanyakan satu pertanyaan saja tiga kali: "Apakah Anda mengasihi Aku?" Anda akan mengikuti apa yang Anda kasihi. Anda akan melayani apa yang Anda kasihi. Anda akan berkorban untuk apa yang Anda cintai, siapa yang Anda kasihi. Jadi untuk memahami komitmen yang Tuhan kita jelaskan di sini kepada Petrus, adalah bahwa orang Kristen menjalani kehidupannya yang terdorong oleh kasih kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami telah turun dari ketinggian yang luar biasa dari penampilan setelah kebangkitan ini, dan sekarang kami berada dengan orang-orang yang tersandung dan bingung. Tetapi Anda harus mengerti bahwa kemuliaan Kristus akan ditempatkan di tangan orang-orang yang tersandung ini; bahwa harta ini ada di dalam bejana tanah liat. Jadi kita perlu belajar bahwa Allah bergantung pada kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 13:33 Yesus sedang membicarakan fakta bahwa Dia akan pergi, “Anak-anak-Ku, Aku bersamamu hanya sebentar lagi. Aku memberi perintah baru kepada kalian, supaya kalian saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kalian. Dengan ini semua orang akan tahu bahwa kalian adalah murid-murid-Ku.” Itu bukan hanya inti dari hubungan kita dengan Allah, itulah inti dari hubungan kita satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Petrus perlu dipulihkan. Inilah restorasi di depan umum, karena dia tidak sendirian di sini. Dalam ayat 2 ada daftar murid-murid lain yang bersamanya: Tomas, Natanael, Yakobus dan Yohanes, dan kemungkinan besar Filipus dan Andreas. Dan Tuhan kita telah menyiapkan sarapan untuk mereka setelah penangkapan ikan yang ajaib itu, dan sekarang saatnya untuk menetapkan standar pemuridan itu dan Dia akan mulai dengan Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Jadi setelah mereka selesai sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari ini?' Dia berkata kepada-Nya, 'Ya, Tuhan; Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu.’ Dan Dia berkata kepadanya, ‘Gembalakanlah domba-domba-Ku.’ Petrus dikasihi karena dia sama seperti kita. Dia mengalami semua kegagalan yang kita kenal dalam hidup kita. Dia melebih-lebihkan kemampuan dirinya sendiri dan meremehkan godaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes selalu menyebutnya sebagai Simon Petrus, yang memberi kita gambaran lengkap sebelum dan sesudahnya. "Tetapi Yesus berkata kepadanya, 'Simon, anak Yohanes.'" Itulah namanya sebelum dia bertemu dengan Tuhan, dan Tuhan telah memberinya nama lain. "Dulu kamu adalah Simon, sekarang kamu adalah Petrus." Tetapi Petrus telah jatuh begitu banyak sehingga Tuhan menggunakan nama mulanya, karena dia bertindak seperti dirinya yang semula.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Dia berkata kepadanya lagi untuk kedua kalinya, “Simon, anak Yunus, apakah kamu mengasihi Aku? Petrus berkata, “Ya, Tuhan; Engkau tahu bahwa aku mencintai-Mu." Dia berkata, “Peliharalah domba-domba-Ku.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Dia berkata kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yunus, apakah kamu mengasihi Aku?” Petrus terluka karena Dia mengatakan itu untuk ketiga kalinya, “Apakah kamu mengasihi Aku?” Dan dia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu; Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu." Yesus berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus tidak mau ditunjuk, dia ingin berbaur ke dalam kelompok itu. Tetapi Tuhan memanggilnya keluar, dan tiga kali bertanya apakah dia mengasihi Dia, satu kali untuk setiap kejadian penyangkalan. Untuk setiap kali dia menyangkal Dia, dia mendapat kesempatan untuk dipulihkan. Dan inilah restorasinya, sederhananya, “Simon, anak Jonas, apakah kamu mengasihi Aku?” Itu selalu menjadi pertanyaannya bagi orang percaya yang tidak taat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda bertindak tidak patuh, Anda menyatakan kasihmu untuk sesuatu yang bukan Kristus. Jadi Dia berkata, "Apakah kamu mengasihi Aku lebih dari ini?" Maksudnya apa, orang-orang ini? Tidak, Maksud-Nya adalah jala, perahu dan ikan-ikan. “Apakah Anda mencintai-Ku lebih dari hal-hal yang menyertai kehidupanmu yang dulu itu? Apakah Anda siap untuk meninggalkan karir pilihan Anda? Apakah Anda bersedia menyerahkan semuanya itu? Apakah Anda cukup mengasihi Aku untuk melakukan itu?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kata yang digunakan Yesus adalah agape. Itulah kasih yang tinggi yang merupakan kasih kehendak yang paling mulia dan paling murni. Inilah cinta dalam arti yang paling penuh, kasih dalam arti yang paling dalam, cinta dalam arti terbesarnya, kasih dalam bentuknya yang paling murni – kasih ilahi. "Apakah Anda benar-benar mencintai Aku, Petrus, pada tingkat tertinggi?" Dan itulah kunci komitmen itu. John Calvin berkata, “Tidak seorang pun akan bertekun dalam pelayanan itu kecuali kasih Kristus memerintah di dalam hatinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus menjawab, “Ya, Tuhan; Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau." Tetapi dia mengubah kata itu. Yesus menggunakan kata agape, Petrus menggunakan kata phileó, dia turun satu tingkat. Phileo adalah sejenis kasih persaudaraan. Petrus tidak dapat berkata, "Engkau tahu bahwa aku mencintaimu pada tingkat kasih tertinggi." Dia tidak berani mengklaim agape, tetapi dia mengklaim phileó. Tetapi bahkan dengan itu, dia harus bersandar pada kemahatahuan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan hati yang hancur dan penuh penyesalan dia menolak untuk mengakui kasih pada tingkat yang Tuhan kita berikan. Tetapi dia berkata, “Saya ada kasih sayang besar untuk Engkau. Ini bukanlah apa yang seharusnya, tetapi itu nyata." Yesus berkata kepadanya, “berilah makan ke domba-domba-Ku.” Luar biasa. Dengan kasih yang kurang sempurna, dengan cinta yang kurang baik, dengan kasih yang kurang mulia, dengan cinta yang kurang tinggi, Tuhan menerima dia dan berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kata ganti orang itu sangat penting, karena siapa pun yang kita gembalakan bukanlah milik kita. Inilah panggilan yang Petrus ingatkan kepada kita semua dalam 1 Petrus 5 ketika dia menulis dan berkata, “Kita semua adalah gembala-gembala bawahan dan Kristus adalah Gembala Utama.” Tidak ada jemaat yang dimiliki pendeta. Tidak ada kelas Sekolah Minggu yang dimiliki guru. Tidak ada orang percaya dalam keluarga yang dimiliki orang tuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah artinya pelayanan pastoral. Ini bukan tentang bagaimana Anda menangani budaya ini, ini tentang bagaimana Anda memelihara domba-domba-Nya. “Jika Anda mengasihi Aku, maka berikanlah hidupmu untuk menggembalakan domba-domba-Ku, yang paling rentan, dan yang paling lemah.” Tuhan harus memakai kita yang memiliki kasih yang mutunya rendah. Kata 1 Tesalonika 4:10, “Tetapi kalian harus menjadi lebih unggul lagi.” Kami diberitahu bahwa kasih kami harus berlimpah-limpah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, kehidupan yang berkomitmen dicirikan oleh pengorbanan bagi Kristus. Dan itulah yang Petrus dengar di </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ketika engkau masih muda, engkau sendiri mengikat pinggangmu dan berjalan ke mana pun engkau mau; tetapi ketika engkau tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat engkau tidak mau pergi.” Kristus berkata, “Di masa depan, engkau akan ditawan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Dia berkata, “engkau akan mengulurkan tanganmu,” itu adalah kata lain untuk penyaliban. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1"> mengatakan: “Dengan kata-kata itu Yesus menandakan bagaimana caranya Petrus akan mati untuk memuliakan Allah.” Dan tradisi Yahudi memberi kita, bahwa ketika tiba saatnya untuk disalibkan, dia merasa tidak layak untuk disalibkan seperti Tuhan, jadi dia minta untuk disalibkan secara terbalik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia hidup sepanjang hidupnya dengan keyakinan baru yang mengatasi keraguan dirinya, karena dia telah gagal pada waktu sidang Kristus. Ini menempatkan kuasa ke dalam hidupnya dan harapan ke dalam hatinya. Ini benar-benar menambah kepercayaan dirinya dan keberaniannya. Inilah hadiah besar untuk orang ini: “Engkau akan ditangkap dan disalibkan. Engkau akan mati, tetapi di dalamnya, engkau akan memuliakan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Sesudah Yesus membicarakan kematian Petrus, Dia mengatakan kepadanya, 'Ikutlah Aku!'” Dengan gerakan yang baik, Tuhan berbalik dan mulai pergi, dan Petrus mengikuti Dia, setidaknya untuk dua langkah, karena dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1"> dikatakan, “Waktu Petrus menoleh, dia melihat di belakangnya murid yang dikasihi Yesus, yang juga bersandar pada dada Yesus pada waktu makan, dan bertanya, “Tuhan, siapakah yang akan mengkhianati Engkau? ”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia melihat Yohanes, yang mengajukan pertanyaan, "Tuhan, siapakah yang akan mengkhianati Engkau?" </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Petrus melihat Yohanes bertanya kepada Yesus, ‘Tuhan, bagaimana dengan dia ini?” </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, itu sarkasme, “Andaikata Aku ingin dia tetap tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu! Engkau ikutilah Aku!” Tuhan ingin fokus kita, “Ikutlah Aku! Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Engkau ikuti Aku saja ke mana pun itu pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Maka beredarlah kabar di kalangan pengikut Yesus bahwa murid ini tidak akan mati. Namun Yesus tidak mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan mati, tetapi, “Jika Aku menghendaki dia tetap tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu!” Itu gosip untuk kalian; mereka tidak pernah mengertinya benar-benar. Dan, Yohanes tidak hidup sampai kedatangan kedua, dia meninggal di Pulau Patmos pada akhir abad pertama di pengasingan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Inilah murid yang bersaksi tentang semuanya ini dan yang menulis semuanya ini; dan kami tahu bahwa kesaksiannya benar.” kata Yohanes, "Sayalah yang menulis semua ini dan apa yang saya katakan itu benar." </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang Yesus lakukan, yang jika itu ditulis satu per satu, saya rasa tidak ada cukup tempat di seluruh dunia untuk memuat buku-buku yang akan ditulis itu. Amin." Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 May 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220522</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketidaktaatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D2"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+21:1-14" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 21:1-14</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesimpulan dalam Yohanes 21 menunjukkan siapakah Kristus itu setelah pekerjaan penebusan-Nya selesai dan saat Dia bersiap untuk kembali kepada Bapa. Di sini ada kesaksian jelas bahwa Yesus hidup. Di akhir bagian pertama, di ayat 14, dikatakan bahwa inilah ketiga kalinya Yesus dinyatakan kepada para murid setelah Dia dibangkitkan dari antara orang mati. Fokus pasal ini membuatnya sangat jelas bahwa itulah Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah bukti terakhir yang diberikan Yohanes bahwa Yesus sudah hidup kembali setelah kematian-Nya. Jika Injil Yohanes berakhir di pasal 20, kita akan memiliki beberapa pertanyaan penting yang belum terjawab. Pertanyaan pertama adalah seperti apa hubungan Tuhan Yesus dengan para murid itu setelah kebangkitan-Nya? Dan apakah yang mereka pelajari tentang itu? Itu terjawab dalam 14 ayat pembuka malam ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada pertanyaan kedua yang penting: Apakah akan terjadi pada Petrus yang menyangkal dan melarikan diri dan kemudian bertanya-tanya tentang kebangkitan? Dan kemudian ada pertanyaan: Apakah dapat diharapkan para murid di masa depan? Apakah yang harus mereka nantikan? Dan kemudian ada pertanyaan bahwa Yohanes tidak akan pernah mati, tetapi dia akan hidup sampai Yesus kembali. Pertanyaan itu dijawab dalam ayat 20 sampai 23.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yohanes menjawab beberapa pertanyaan untuk melengkapi cerita ini dan untuk menjelaskan beberapa hal, dan pada saat yang sama, dia menunjukkan kepada kita Kristus yang bangkit dalam beberapa posisi dan hubungan yang indah dengan murid-murid-Nya. Nah kita akan mempelajari hanya ayat 1 sampai 14. Sebelum kebangkitan, Dia menyediakan semua yang mereka butuhkan pada setiap tingkat. Di ruang atas Dia berjanji Dia akan terus melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia telah berjanji kepada mereka bahwa apa pun yang mereka minta akan Dia sediakan, semua sumber daya surga akan tersedia bagi mereka. Mereka kuatir tentang hubungan yang mereka miliki dengan Dia di masa depan. Jawaban atas pertanyaan itu ada di 14 ayat ini. Bahkan setelah kebangkitan-Nya, setelah Dia dimuliakan, Dia masih memiliki kepentingan praktis yang sangat pribadi dalam memenuhi kebutuhan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini memberi kita ilustrasi setelah kebangkitan itu yang kita butuhkan untuk janji-janji yang juga disampaikan melalui mereka kepada kita. Namun di balik layar, ada pelajaran spiritual yang terjadi yang tak terhindarkan. Anda tidak perlu menggali lebih dalam untuk melihat perbedaan antara apa yang terjadi ketika Anda tidak menaati Tuhan dan apa yang terjadi jika Anda menaati-Nya. Kita lihat ketidaktaatan itu dalam lima ayat pembukaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat ketaatan mulai dari ayat 6 sampai 14. Ketidaktaatan itu akan menghasilkan kegagalan. Dan itu mengakibatkan hilangnya persekutuan. Dan kemudian dalam ayat-ayat penutup kita lihat ketaatan, yang menghasilkan sukses, yang menghasilkan persekutuan yang intim dengan Tuhan. Inilah kenyataan yang tak terhindarkan yang ada di sana supaya kita lihat itu dalam kisah yang luar biasa ini. Jadi marilah kita perhatikan itu saat kita mendengar cerita itu sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Setelah semuanya itu, Yesus menampakkan diri-Nya kembali kepada murid-murid-Nya di Danau Tiberias, dan demikianlah Ia menyatakan diri-Nya.” "Setelah hal-hal ini" menunjukkan bahwa ini sebenarnya adalah kesimpulan. Tetapi kapan ini terjadi, kami tidak tahu. Pada suatu saat antara hari kedelapan ketika Yesus menampakkan diri kepada para rasul, dan hari keempat puluh ketika Dia naik ke surga, penampakan ketiga ini terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul 1:3 mengatakan bahwa Dia ada bersama mereka selama empat puluh hari. Itu tidak berarti bahwa Dia bersama mereka selama seluruh empat puluh hari itu, karena hanya ada tiga kali Dia menampakkan diri kepada mereka di Galilea. Mereka harus pergi dari Yudea ke Galilea, yang makan waktu cukup lama. Mereka telah menunggu beberapa saat untuk Dia; dan akhirnya Dia muncul. Pahamilah bahwa ini adalah penampakan Kristus yang supranatural dan tiba-tiba.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan cara yang sama, Dia menampakkan diri kepada mereka yang berada di jalan menuju Emaus, dengan cara yang sama Dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan yang lainnya, dengan cara yang sama Dia menampakkan diri kepada para rasul di ruang atas, Dia masuk ke kamar itu dan muncul tiba-tiba waktu pintu terkunci. Dia sekarang dalam bentuk kebangkitan-Nya yang dimuliakan. Walaupun secara fisik Ia dapat dilihat hidup, Ia tidak dikenal, karena tubuh-Nya berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria Magdalena pikir Dia adalah tukang kebun. Para murid di jalan menuju ke Emaus juga tidak tahu siapakah Dia, dan bukan melihat sekilas, melainkan percakapan panjang yang berlarut-larut dengan Dia di siang hari, dan kemudian di tempat nginap itu dan di waktu di meja, mereka masih belum tahu siapakah Dia. Dan lagi, Dia muncul, dan mereka tidak tahu siapakah Dia, karena Dia berada dalam badan yang dimuliakan, yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena itu, Dia harus mengidentifikasikan diri-Nya, dan Dia melakukan itu pada kesempatan ini. Tubuhnya adalah tubuh surga, bukan tubuh untuk dunia ini. Jadi kali ini Dia memanifestasikan diri-Nya di Galilea di tepi Laut Tiberias, yang juga disebut Laut Galilea. Yesus telah memberi tahu para murid untuk pergi ke Galilea dalam Matius 28:10 setelah Dia menampakkan diri-Nya kepada mereka sejak kebangkitan-Nya. Dia berkata, “Pergilah ke Galilea dan di sana kalian akan melihat Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka disuruh pergi ke Galilea ke sebuah gunung yang ditunjuk oleh Yesus. Tetapi masalahnya mereka tidak ada di gunung itu, mereka ada di danau. Di </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> kita diperkenalkan kepada murid-murid yang ada di sana: Simon Petrus; Thomas yang dipanggil si Kembar; Natanael; anak-anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes; dan kemudian dua orang lain, kemungkinan besar itu Filipus dan Andreas. Jadi tujuh dari mereka ada di sana tanpa empat yang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kelompok yang pertama kali dipanggil Yesus sebagai murid-murid-Nya dalam Yohanes 1. Mereka disebut sebagai ilustrasi anugerah: Simon Petrus si penyangkal dan Tomas si peragu. Mereka berada di atas gunung untuk sementara waktu, ketika di </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Simon Petrus berkata kepada mereka, 'Aku akan pergi memancing,' mereka berkata kepadanya, "Kami juga akan pergi bersamamu." Mereka keluar dan segera naik ke perahu, dan malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus adalah orang yang bertindak, tetapi dia penuh keraguan diri karena kegagalannya. Kepada dialah Yesus berkata, “Pergilah ke belakangku, Setan.” Dia adalah rasul yang cepat mengatakan sesuatu yang salah dari hatinya. Dalam Yohanes 20:21, “Tuhan berfirman kepada para murid, 'Damai sejahtera bagi kalian; sama seperti Bapa mengutus Aku, Aku juga mengutus kalian.” Aku mengirim kalian menjadi pengkhotbah, untuk menjadi nelayan manusia.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Petrus merasa keraguan diri. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tak satu pun dari mereka telah menerima Roh Kudus untuk memberi mereka kuasa. Mereka tidak yakin apa yang akan terjadi. Petrus mengusul untuk kembali ke karirnya ketika dia berkata, "Saya akan pergi mancing," maksudnya, "Saya akan kembali ke apa yang dulu saya lakukan." Jadi dia tidak taat, dan dia adalah pemimpin; jadi mereka semua mengikutinya, "Kami juga akan ikut denganmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka seharusnya berhenti menjadi nelayan ikan dan mulai menjadi nelayan orang. Lukas 5 mengatakan, “Orang banyak menekan Yesus, Dia ada di tepi danau. Dia melihat dua perahu ada di tepi danau. Jadi Dia naik ke salah satu perahu milik Simon, dan Dia minta kepadanya untuk menjauh sedikit dari darat.” Dan sesudah dia selesai berbicara, Dia berkata kepada Simon, 'Luncurkan perahumu ke air yang dalam dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan.'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 5:5-8, “Tetapi Simon menjawab Dia dan berkata, 'Guru, kami bekerja keras sepanjang malam dan tidak menangkap apa pun, tetapi atas perkataan-Mu aku akan menebarkan jala. 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap banyak sekali ikan, dan jala mereka mulai putus. 8 Ketika Simon Petrus melihatnya, dia bersungkur di depan Yesus, dan berkata, "Pergilah dariku, karena aku orang berdosa, ya Tuhan!" Dia tahu dia berurusan dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 10, “Jangan takut. Mulai sekarang kalian akan menangkap orang.” Jika Anda menjauh dari panggilan yang ditempatkan pada hidup Anda dan pergi ke arah yang berlawanan, jika Anda menempuh jalan keinginan diri dan usaha diri sendiri, Anda mungkin berpikir Anda dapat mencapai banyak hal, tetapi Anda akan berakhir dengan kegagalan. Ketika Allah mengaruniakan Anda dan mempersiapkan Anda dan menempatkan Anda ke dalam pelayanan di kerajaan-Nya, dan Anda meninggalkan itu</span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">, Anda akan gagal.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 4 - 5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika harinya sudah pagi, Yesus berdiri di pantai; namun para murid tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. 5 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Anak-anak, apakah kalian punya makanan?” Mereka menjawab Dia, “Tidak.” Mereka telah berusaha membuktikan bahwa mereka bisa menangkap ikan sepanjang malam; sampai saat Yesus berdiri di pantai,” muncul entah dari mana, “namun murid-murid tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang terjadi di sini adalah ketidaktaatan mereka telah menyebabkan ada kegagalan, dan itu mempengaruhi hubungan. Tuhan kita berkata dua kali dalam Yohanes 14:21, 23, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan memeliharanya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan menyatakan Diri-Ku kepadanya.” Ayat 23, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Yesus berkata, 'Teman-teman, apakah kalian ada ikan?'” Inilah komentar yang menjengkelkan setelah mereka coba sepanjang malam. Memang baik bahwa Tuhan menyediakan hal dengan murah hati, bahwa kita dibuat sadar akan kegagalan kita, dan menjelaskannya, dan mengakuinya. Yesus ingin mendengar mereka berkata, “Tidak, kami telah gagal. Di sinilah ketidaksabaran kita, keraguan diri kita, dan ketidaktaatan kita telah membawa kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak tahu siapakah Dia, dan Dia berbicara seolah-olah mereka hanya sekelompok orang yang sedang memancing. Jadi murid-murid Yesus bahkan di hari ini, bahkan di dalam jemaat ini, Anda telah diberi karunia, Anda telah dipanggil, Anda telah diberi kesempatan rohani; tetapi daripada melakukannya, daripada mengikuti dengan patuh apa yang telah Tuhan taruh di hadapan Anda untuk dilakukan, Anda berpaling darinya, dan Anda kembali ke hal-hal lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat Anda melangkah ke dalam pekerjaan kerajaan dan hal-hal yang Dia tempatkan dihadapan Anda untuk dilakukan, pelayanan apa pun juga, saat Anda melakukannya, Anda menemukan bahwa Dia memberdayakan dan menyediakan kesuksesan Anda, dan Anda menikmati keintiman persekutuan yang manis . Bisa saja Anda membuang seluruh energi Anda untuk hal-hal duniawi, yang tidak memiliki kegunaan abadi sama sekali. Sudah waktunya bagi Anda untuk terlibat dalam hal-hal memancing manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin keadaan Anda terlalu sibuk untuk mengajar kelas Sekolah Minggu, terlalu sibuk untuk menjadi bagian dari Minggu malam di gereja, terlalu sibuk untuk berdoa, terlalu sibuk untuk berbagi dalam kehidupan orang lain, terlalu sibuk untuk menggunakan karunia rohani Anda. Anda akan menemukan diri Anda mengalami kegagalan dan kehilangan sukacita keintiman Anda dengan Tuhan. Jadi marilah kita beralih ke bagian kedua dari cerita ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita beralih dari usaha diri kepada penyediaan ilahi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Dan Dia berkata kepada mereka, “Tebarkan jala di sisi kanan perahu, dan kalian akan mendapat beberapa.” Nah reaksi mereka mungkin seperti, “Itu perintah konyol. Apakah dia pikir ikan itu tahu bedanya?” Tetapi perintah itu sama daya paksaannya bagi mereka seperti halnya bagi ikan-ikan itu. “Jadi mereka melemparkan jala itu, dan sekarang mereka tidak dapat menariknya karena banyaknya ikan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sini, bertentangan dengan apa yang tampaknya rasional bagi mereka, mereka dipaksa untuk menaati Tuhan dan langsung ada sukses. Ini hanyalah ilustrasi sederhana dari fakta bahwa ketika Anda menaati Tuhan, Tuhan memberdayakan kesuksesan itu. Tuhan memberkati, menyediakan dan memperkaya. Allah melakukan pekerjaan-Nya dengan kuasa-Nya tetapi melalui umat-Nya. Allah selalu memilih caranya, tetapi Dia melakukannya melalui pekerjaan kita yang setia.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada begitu banyak ikan sehingga mereka langsung tahu siapakah Dia. Ini adalah Kristus yang sama, yang bangkit dari kematian, yang melakukan mujizat yang sama seperti pada awal hubungan-Nya dengan mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Karena itu murid yang dikasihi Yesus itu” yaitu Yohanes “mengatakan kepada Petrus, 'Itulah Tuhan.” Yesus adalah yang memerintah ikan, dan melalui tubuh supranatural Kristus, Dia dapat melakukan apa saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7 melanjutkan</b></span><span class="cf1">, “Nah ketika Simon Petrus mendengar, bahwa itulah Tuhan, dia mengenakan pakaian luarnya (karena dia telah melepaskannya), dan menceburkan diri ke dalam laut.” Petrus adalah kepribadian yang menarik. Dia mengatakan apa pun yang muncul di benaknya, dan dia melakukan dorongan apa pun yang mendorongnya untuk melakukannya. Dia meninggalkan orang lain di sana dengan semua ikan ini untuk memutuskan apa yang mereka harus lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Tetapi murid-murid yang lain datang dengan perahu kecil (karena mereka tidak jauh dari daratan, kira-kira dua ratus hasta), sambil menyeret jala dengan ikan.” Petrus tidak peduli tentang apa pun selain berada bersama Tuhan dan dia dipulihkan, dan meyakinkan Tuhan bahwa dia benar-benar mengasihi Dia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Segera setelah mereka tiba di darat, mereka melihat api arang di sana, dan di atasnya ada ikan dan roti.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus telah membuat sarapan. Dia berada di sana untuk menyediakan. Dia berada di sana untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bahkan kebutuhan paling sederhana yaitu kelaparan mereka, Dia memelihara mereka; itu tidak akan berubah. Meskipun keadaannya beda setelah kebangkitan, meskipun Dia berada dalam bentuk mulia, Dia memiliki belas kasih dan perhatian yang sama, dan memenuhi kebutuhan yang sama untuk mereka seperti yang sudah biasa mereka terima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia buat sarapan yang luar biasa untuk mereka, dengan menciptakannya dari ketiadaan, saat Dia muncul entah dari mana. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus, “Bawalah beberapa ikan yang baru saja kalian tangkap.” Ada hal-hal yang Dia lakukan, dan ada hal-hal yang perlu kita lakukan. Kata Filipi 2:12-13, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar, 13 karena Tuhanlah yang bekerja di dalam kamu untuk kemauan dan untuk melakukannya menurut kerelaan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Simon Petrus datang dan menyeret jala itu ke darat, penuh dengan ikan besar, seratus lima puluh tiga; dan meskipun ada begitu banyak, jaringnya tidak patah.” Inilah sesuatu yang sering dilakukan Kitab Suci untuk memberi tahu Anda realitasnya. Memang ada 153 ikan, di jala basah. Petrus dari sini dinamakan "nelayan besar," karena dia menarik jala itu ke darat sendirian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jalanya tidak robek, yang adalah mujizat lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus kepada mereka, “Mari dan makanlah.” Dia akan berada di sana untuk memenuhi kebutuhan kita. “Namun tidak ada murid yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” mereka tahu itu adalah Tuhan.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Lalu datanglah Yesus mengambil roti itu dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikannya.” Mereka sedang duduk makan dan Yesus sedang memelihara mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 14 menyelesaikannya dengan mengatakan, "Inilah ketiga kalinya Yesus dinyatakan kepada murid-murid, setelah Dia dibangkitkan dari antara orang mati." Dan apa yang mereka pelajari kali ini? Taatilah, Allah menyediakan, dan Anda memiliki persekutuan yang intim dengan-Nya. Itulah contoh di sini. Tuhan kita akan memenuhi semua kebutuhan Anda jika Anda setia menaati Firman-Nya, dan Anda akan menikmati persekutuan indah dengan-Nya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 May 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220515</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanda-tanda Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D1"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:30-31" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:30-31</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sampai pada akhir Yohanes 20. Jadi dengan mengingat hal itu, saya akan mengarahkan perhatian kita pada sebuah tema yang muncul dalam ayat-ayat penutup ini. Yohanes 20:30 – 31 mengatakan, “Dan sesungguhnya Yesus telah melakukan banyak tanda lain di hadapan murid-murid-Nya, yang tidak tertulis dalam kitab ini; 31 tetapi ini semua tertulis, supaya kalian percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan supaya kalian dengan kepercayaan itu memiliki hidup dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes memiliki dua tujuan yang dinyatakan untuk Injil ini. Satu didasarkan pada bukti dan yang lainnya adalah penginjilan. Yang pertama berdasar akal, yang kedua berdasar iman. Yang pertama adalah supaya Anda percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, berdasarkan bukti. Yang kedua adalah bahwa Anda, dalam kepercayaan, memiliki hidup dalam nama-Nya; itulah penginjilan. Yohanes memberikan kita bukti bahwa Yesus adalah Mesias yang diurapi Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 8:24, Tuhan kita pada dasarnya menyatakan identitas-Nya eksklusif dengan mengatakan ini: “Kamu akan mati dalam dosamu, kecuali jika kamu percaya bahwa Akulah Dia.” Jika Anda tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anda akan mati dalam dosa-dosa Anda. Yang positif ada di Yohanes 14:6, “Yesus berkata, 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup; tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa selain melalui Aku.’” Yohanes mengidentifikasikan kebenaran yang mendasar ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes memperkenalkan Kristus itu eksklusif dengan mengatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Sebab itu banyak juga tanda-tanda lain yang Yesus lakukan di depan murid-murid, yang tidak tertulis dalam kitab ini.” Jika Anda mengambil semua mukjizat yang dicatat Yohanes dan menambahkan semua mukjizat yang dicatat oleh Matius, Markus, dan Lukas, Anda memiliki daftar sekitar empat puluh mukjizat terpisah yang dilakukan Yesus. Secara khusus, hanya ada tujuh mukjizat khusus di Injil Yohanes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi bukan itu jumlah dari semua yang dilakukan Yesus. Ada banyak hari dimana Dia melakukan empat puluh atau lebih mujizat dalam satu hari. Selama tiga tahun hidup-Nya dipenuhi mujizat demi mujizat kuasa ilahi yang menghilangkan penyakit dari Israel selama pelayanan-Nya. Para penulis Injil mencatat hanya beberapa dari mereka sebagai bukti siapakah Dia. Penting sekali bagi Anda untuk percaya, supaya Anda terhindar dari konsekuensi dosa-dosamu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 21:25 mengatakan, “Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang dilakukan Yesus, yang jika semuanya itu dituliskan secara rinci, saya kira bahkan dunia ini sendiri tidak akan memuat kitab-kitab yang akan ditulis itu.” Nah ketika kita berbicara tentang tanda-tanda, kita hanya mendefinisikan tujuan keajaiban. Apakah tujuan sebuah tanda? Saat Anda berada di tanda, Anda menyadari bahwa Anda menuju ke arah yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda berada di tanda/mukjizat, Anda berada pada titik di mana Yesus mengarahkan Anda untuk melihat ke Dia dan melihat bahwa ini menunjuk pada siapakah Dia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tanda-tanda yang telah ditulis oleh Yohanes dalam Injil ini telah ditulis, supaya kamu percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah; dan dengan kepercayaan itu Anda memiliki hidup dalam nama-Nya.” Kehidupan kekal hanya tersedia bagi mereka yang percaya kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi tanda apakah yang dia bicarakan? Ada orang yang menyarankan bahwa ada banyak tanda yang mengacu kepada Dia sebagai Mesias dalam pengertian umum. Salah satunya adalah tindakan-Nya waktu membersihkan bait suci di awal pelayanan-Nya, yang dicatat di Yohanes 2. Dia sendirian mengusir ribuan orang keluar dari bait suci itu. Itulah pernyataan bahwa Dia melakukan pekerjaan Allah, yang pasti akan dilakukan Mesias itu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang lain yang berpikir itu ketika Dia berkata, "Seperti ular ditinggikan di padang gurun, demikian pula Anak Manusia akan ditinggikan," di Yohanes 3 bahwa Dia mengacu kepada diri-Nya sendiri sebagai Pribadi yang menggenapi gambaran Perjanjian Lama yang menunjukkan kuasa Allah untuk menyembuhkan dan memulihkan mereka yang telah digigit. Ada orang lain yang mengatakan bahwa urapan-Nya di Betania adalah semacam tanda bahwa Dia adalah Yang Diurapi, sang Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang yang mengatakan bahwa catatan penyaliban di dalam Injil Yohanes itu adalah serangkaian tanda yang menunjuk kepada-Nya karena penggenapan nubuatan yang dicatat pada saat kematian-Nya. Semua hal ini memang menunjuk kepada Dia sebagai Mesias. Begitu juga saat Dia berkata, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup, Akulah air hidup, Akulah roti, Akulah Gembala yang Baik." Semua pernyataan "Aku adalah" menyatakan Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi jika kita bertanya, “Apakah sebenarnya yang Yohanes katakan tentang tanda-tanda ini?” Ini mempersempitnya menjadi tujuh mukjizat yang terjadi dalam Injil Yohanes saja termasuk kebangkitan itu. Di Yohanes 21 Tuhan menunjukkan kendali-Nya atas ikan, yang menunjukkan kedaulatan-Nya dan kuasa-Nya atas kerajaan binatang dan membuat binatang melakukan apa pun yang Dia ingin mereka lakukan. Tetapi sekarang di ayat 30 - 31, ini kelihatannya adalah tanda-tanda itu saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa perlu ada tanda? Ingatlah kata Yesus, "Jika mereka tidak percaya Firman itu, mereka tidak akan percaya meskipun seseorang telah dibangkitkan dari antara orang mati," Ada tiga orang yang Yesus bangkitkan dari kematian, yang ketiga adalah Lazarus. Kemudian Dia sendiri dibangkitkan dari kematian dan mereka tidak percaya, jadi itu semua benar. Tetapi tetap saja mereka ingin ada tanda. Mereka ingin ada mujizat supranatural.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Yohanes memikirkan tujuh mujizat besar. Tanda pertama datang dalam Yohanes 2 di mana Yesus melakukan mujizat-Nya yang pertama dalam pelayanan publik-Nya di Kana. Sampai saat ini di dalam hidup-Nya, setidaknya 30 tahun, Dia tidak pernah melakukan mujizat. Inilah mujizat pertama, dan Dia mengubah air menjadi anggur. Inilah mujizat yang sangat kreatif. Itulah tanda publik yang menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 4, ada mujizat kedua. Ayat 47 menunjukkan kesembuhan seorang anak bangsawan, yang sakit hampir mati, dan di sinilah Yesus berkata, "Kalian melihat tanda-tanda, tetapi kalian tetap tidak percaya." Dia menyembuhkan anak itu, dan di ayat 54 kita baca, “Inilah tanda kedua lagi yang dilakukan Yesus ketika Dia keluar dari Yudea ke Galilea.” Jadi sekarang kita tahu tanda-tanda itu adalah mujizat terperinci yang spesifik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang ketiga terjadi dalam Yohanes 5, yaitu penyembuhan orang lumpuh di kolam Betesda. Dia sudah lumpuh selama 38 tahun, dan ada takhayul bahwa orang yang pertama masuk ke dalam air ketika malaikat mengaduk air, akan menjadi sembuh. Yesus datang, dan menyembuhkannya seketika itu dan menyuruhnya untuk berdiri, mengambil tempat tidurnya dan berjalan. Inilah mujizat pemulihan dan rehabilitasi total.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 6, kita lihat tanda keempat, dan di sini kita melihat kuasa Yesus atas alam. Dia menciptakan makanan untuk memberi makan 5.000 pria. Pada mulanya Dia hanya ada dua ikan dan lima roti kecil, tetapi Dia memberi makan 20.000 orang, dan memberi mereka semua sebanyak yang mereka bisa makan, dan sisanya adalah dua belas keranjang makanan untuk kedua belas rasul itu. Kemudian setelah itu, Dia berjalan di atas air dan menghentikan badai di Danau Galilea.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di Yohanes 9 kita melihat tanda berikutnya, Dia menyembuhkan seseorang yang buta sejak lahir. Dan kemudian tanda berikutnya ada di Yohanes 11, yang adalah membangkitkan Lazarus dari kematian, dan dia telah mati selama empat hari, tubuhnya sudah membusuk, namun Yesus tetap membangkitkannya dari kematian. Kuasa atas kematian, kuasa atas kebutaan, kuasa atas alam, kuasa atas kelainan bentuk, kuasa atas penyakit, dan kuasa untuk mencipta. Inilah bukti bahwa Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanda terakhir datang di Yohanes 20 dan itu adalah kebangkitan. Tetapi untuk melihat itu sebagai kita perlu ke Yohanes 2:18-19, “Orang-orang Yahudi berkata kepada-Nya, 'Tanda apakah yang Engkau tunjukkan kepada kami sebagai kuasa-Mu untuk melakukan hal-hal ini?' 19, “Jawab Yesus kepada mereka, 'Hancurkanlah bait suci ini, dan dalam tiga hari saya akan membangunnya kembali. Jadi ketika Dia dibangkitkan dari kematian, murid-murid-Nya ingat itu; dan mereka percaya.’”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus memiliki kuasa diri untuk bangkit dari kematian dan menaklukkan maut. Itulah tanda-tanda yang dinamakan Yohanes sebagai bukti bahwa inilah Mesias, Anak Allah. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemuliaan Allah dalam pribadi Yesus Kristus. Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman (Kristus) itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya. Itulah kemuliaan Anak Tunggal, penuh anugerah dan kebenaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 9, ada orang buta sejak lahir, “Dan para murid berkata, 'Rabi,' kepada Tuhan, siapakah yang berbuat dosa, orang ini atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?' Jawab Yesus, 'Bukan juga orang ini berdosa, atau orang tuanya; tetapi itu terjadi supaya pekerjaan Allah dapat ditampilkan di dalam dia.'” Pria ini disembuhkan, untuk menampilkan Allah, untuk menyatakan kemuliaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sama halnya dengan Lazarus dalam Yohanes 11:4, “Penyakit ini tidak berakhir dengan kematian, tetapi untuk kemuliaan Allah, supaya Anak Allah dimuliakan olehnya.” Semua tanda ini adalah untuk menunjukkan kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam Anak Allah yang adalah Allah. Mereka adalah pertunjukan publik dari kuasa ilahi yang tidak bisa dijelaskan manusia untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah, Yesus adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah apakah tanggapannya? Apakah orang-orang yang melihat itu percaya? Memang ada beberapa. Pada mulanya ada orang-orang yang percaya, Yohanes 1:41, murid-murid mula-mula yang menjadi rasul-Nya. Andreas berkata, "Kami telah menemukan Mesias." Dan di dalam Yohanes 1:49 Natanael berkata, “Engkau adalah Anak Allah.” Engkau adalah Raja Israel. Engkaulah Yang Diurapi, sang Mesias.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian di Yohanes 4 Tuhan kita mengungkapkan siapakah Dia kepada wanita Samaria, ayat 25, “Perempuan itu berkata, 'Aku tahu bahwa Mesias akan datang (yang disebut Kristus); ketika Dia datang, Dia akan menyatakan segala sesuatu kepada kita.' Yesus berkata kepadanya, 'Aku yang berbicara kepadamu adalah Dia.' Perempuan itu langsung meninggalkan panci airnya, pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang, 'Marilah, lihatlah ada orang yang memberi tahu saya semua hal yang telah saya lakukan; bukankah ini Kristus?’</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 39-42, “Dan banyak orang Samaria percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan yang bersaksi itu, “Dia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang pernah aku lakukan.” 40 Jadi, ketika orang Samaria datang kepada-Nya, mereka mendesak Dia untuk tinggal; dan Dia tinggal di sana selama dua hari. 41 Dan banyak lagi orang percaya karena perkataan-Nya sendiri. 42 Lalu mereka berkata, "Sekarang kami percaya, karena kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa inilah benar-benar Kristus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pengikut awal Yesus di Yudea percaya. Orang Samaria itu percaya. Bangsawan yang putranya disembuhkan Yesus itu percaya. Di akhir Yohanes 4, “Ayah tahu bahwa itu adalah jam di mana Yesus berkata kepadanya, 'Anakmu hidup'; dan dia tahu bahwa Jesus telah menyembuhkannya tepat pada saat pelayan itu memberi tahu dia bahwa anaknya sembuh. Dan dia, sang bangsawan itu, percaya bersama seluruh keluarganya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 7:40 ada beberapa orang yang percaya. “Ada orang yang mengatakan ini adalah Nabi.” Kata orang lain, 'Tentunya Kristus tidak akan datang dari Galilea, benar? Bukankah Dia seharusnya datang dari Betlehem?’ Maka terjadilah perpecahan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang menjadi percaya; tapi ada beberapa orang yang ingin menangkap Dia lagi. Ada beberapa orang di antara kerumunan itu yang tampaknya benar-benar percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah tanggapan orang buta itu setelah dia disembuhkan di Yohanes 9:35, “Yesus mendengar, bahwa mereka telah mengusirnya; dan ketika Dia menemukannya, Dia berkata kepadanya, "Apakah kamu percaya kepada Anak Allah?" 36 Dia menjawab, "Siapakah Dia, Tuhan, supaya aku dapat percaya kepada-Nya?" 37 Yesus berkata kepadanya, "Kamu telah melihat Dia dan Dialah yang berbicara dengan Anda." 38 Lalu dia berkata, "Tuhan, aku percaya!" Dan dia menyembah Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marta, saudara perempuan Lazarus benar-benar percaya. Kata Yohanes 11:25 – 27, “Kata Yesus kepadanya, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, sekalipun ia mati, ia akan hidup. 26 Dan barangsiapa hidup dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati untuk selama-lamanya. Apakah kamu percaya ini?” 27 Marta berkata kepada-Nya, "Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkau adalah Mesias, Anak Allah, yang datang ke dunia."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan ada beberapa penguasa yang juga percaya. Yohanes 12:42, “Banyak penguasa percaya kepada-Nya, tetapi karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakui Dia, karena mereka takut dikeluarkan dari rumah ibadat.” Setidaknya dua dari orang percaya yang diam ini muncul untuk menguburkan Tuhan dan menyatakan diri mereka sebagai pengikut sejati-Nya: Yusuf dari Arimatea, yang makamnya dipakai dimana Dia dikuburkan; dan Nikodemus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang banyak perayaan Pelewatan itu tidak benar-benar percaya. Yohanes 2:23 25, “Ketika Ia berada di Yerusalem pada hari raya Pelewatan, pada hari raya itu banyak orang percaya kepada nama-Nya, ketika mereka melihat tanda-tanda yang dibuat-Nya. 24 Tetapi Yesus tidak menyerahkan diri-Nya kepada mereka, karena Dia mengenal semua orang, 25 dan tidak perlu ada orang yang bersaksi tentang manusia, karena Dia tahu apa yang ada dalam diri manusia.” Yesus tahu bahwa iman mereka adalah iman dangkal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi beberapa orang beriman dangkal, Tuhan kita membicarakan orang-orang seperti itu. Dan Yohanes mencatat perkataan-Nya di Yohanes 8:31, “Lalu Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, “Jikalau kalian menetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar adalah murid-Ku. 32 Dan kalian akan tahu kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kalian.” Kata Yakobus, “Kalian percaya sampai tingkat tertentu, tetapi imanmu hanya akan menunjukkan kebenarannya jika kalian terus percaya firman-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seperti yang dikatakan Yesaya 6, “Allah telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka sehingga mereka tidak dapat melihat dengan mata mereka dan mengerti dengan hati mereka dan bertobat dan Aku menyembuhkan mereka.” Keadaannya masih seperti itu. Kata Yohanes, “Saya telah menulis Injil ini; inilah tanda-tanda supaya kamu percaya bahwa Yesus adalah Kristus.” Bagi kami, kami mendukung Andreas: “Kami telah menemukan Mesias.” Kami berdiri bersama Natanael: “Kami telah menemukan Anak Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 4:1, “Jangan percaya setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu untuk melihat apakah mereka berasal dari Allah; karena banyak nabi palsu telah keluar ke dunia. 2 Dengan ini kamu mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, 3 dan setiap roh yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, bukan dari Allah. Dan inilah roh Antikristus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesimpulannya secara sederhana diungkapkan di Yohanes 12:37, “Meskipun Yesus telah melakukan begitu banyak tanda di depan mereka, tetapi mereka tidak percaya kepada-Nya.” Dia memberi mereka apa yang mereka minta, tetapi mereka tetap tidak percaya. Ini menggenapi perkataan nabi di Yesaya 53:1, “Tuhan, siapakah yang percaya laporan kami?” Mereka tidak akan percaya dan karena alasan ini mereka tidak sanggup percaya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 May 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220508</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bukti Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001D0"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:19-29" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:19-29</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan tubuh fisik Tuhan Yesus Kristus dari kematian sangat penting bagi Injil Kristen sehingga keempat penulis Injil memberi kita penjelasan tentang kebangkitan dan memberi kita banyak bukti tentang realitasnya. Kebangkitan adalah fakta sejarah, Tuhan Yesus adalah pribadi sejarah, yang mati secara fisik dan bangkit dari kematian dalam tubuh fisik surgawi yang dimuliakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul yang menggambarkan para rasul yang memberitakan Injil, Anda menemukan bahwa mereka mengkhotbahkan kebangkitan Kristus. Kebangkitan berarti bahwa Allah telah dipuaskan dengan pengorbanan untuk dosa yang dikorbankan Kristus. Itu berarti bahwa Dia menaklukkan kematian, bukan hanya untuk diri-Nya sendiri, tetapi untuk kita semua yang menaruh iman kita kepada-Nya. Jadi di dalam kebangkitan-Nya ada kebangkitan kita, seperti di salib-Nya ada pengampunan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan dituliskan oleh para penulis Perjanjian Lama dalam beberapa cara. Tuhan kita Yesus sendiri berbicara tentang kebangkitan-Nya kepada para rasul-Nya. Tetapi terlepas dari apa yang dikatakan Kitab Suci, terlepas dari apa yang Tuhan kita katakan kepada mereka dalam banyak kesempatan, dan khususnya bahwa Dia akan mati dan Dia akan bangkit kembali pada hari ketiga, meskipun begitu para pengikut-Nya tidak percaya bahwa Dia akan bangkit. .</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ketika Dia menampakkan diri-Nya kepada mereka, semua keraguan hilang, dan mereka maju dengan keyakinan bahwa Kristus telah hidup dari antara orang mati, dan memberitakan Kristus yang bangkit dan memberitakan kebangkitan. Sebelum mereka melihat Dia, para murid ketakutan dan takut akan konsekuensi yang mungkin menimpa mereka. Mereka tidak percaya adanya kebangkitan. Mereka malah tidak percaya kesaksian para saksi mata perempuan dari kelompok mereka. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah penampakan Tuhan kepada para murid. Hanya sebelas tersisa. Dia muncul pertama kali hanya kepada sepuluh murid, karena Tomas itu tidak ada. Apakah yang terjadi pada hari kebangkitan? Lihatlah Lukas 24. Tuhan kita keluar dari kuburan pagi-pagi pada saat fajar, dan para wanita tiba di kuburan. Mereka lihat makam itu kosong, batunya terguling, dan kain kafan terletak disana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 24:4 – 11, “Dan terjadilah, ketika mereka sangat bingung tentang hal ini, lihatlah, dua orang berdiri di dekat mereka dengan pakaian yang berkilauan. 5 Kemudian, karena mereka takut dan menundukkan wajah mereka ke bawah, malaikat berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mencari yang hidup di antara yang mati? 6 Dia tidak ada di sini, tetapi telah bangkit! Ingatlah bagaimana Dia berbicara kepada kalian ketika Dia masih di Galilea, 7 dan mengatakan, 'Anak Manusia harus diberikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ke tangan orang-orang berdosa, dan disalibkan, dan pada hari ketiga bangkit kembali. 8 Dan mereka mengingat kata-kata-Nya. 9 Kemudian mereka kembali dari kuburan dan menceritakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua yang lain. 10 Maria Magdalena, Joanna, Maria ibu Yakobus, dan wanita-wanita lain yang bersama mereka, yang menceritakan hal-hal ini kepada para rasul. 11 Dan kata-kata mereka dianggap seperti dongeng belaka, dan para murid tidak percaya mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para wanita ini adalah saksi-saksi yang dapat dipercaya, para pengikut Yesus. Tetapi para rasul tidak percaya mereka. Mereka begitu menolak gagasan tentang kebangkitan itu sehingga mereka tidak percaya orang-orang yang paling dapat dipercaya dalam lingkaran hubungan mereka. Petrus bangkit dan berlari ke kubur; membungkuk dan melihat ke dalam, hanya melihat bungkusan kain kafan, dan pulang ke rumahnya sambil bertanya-tanya apa yang telah terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akan tetapi, kita tahu nanti dalam pasal ini, dan kita juga tahu itu dari 1 Korintus 15 bahwa Tuhan menampakkan diri-Nya secara pribadi kepada Petrus, untuk meyakinkan dia sebagai pemimpin. Jadi para wanita telah pergi ke kuburan, dan kuburan itu kosong, dan pakaian kuburan terletak di sana. Para wanita diberitahu oleh dua malaikat bahwa Dia telah bangkit. Malaikat-malaikat yang memberikan kesaksian ini adalah utusan dari surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para wanita percaya, mereka cepat pergi ke sebelas rasul itu, dan mereka diberitahu dengan gagasan bahwa berita mereka itu omong kosong. Sementara itu, kita tahu Tuhan menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Beberapa saat kemudian pada hari itu kita membaca dalam Lukas 24. Ada dua murid, bukan rasul, pengikut Yesus sedang dalam perjalanan ke Emaus. Mereka sedang berbicara satu sama lain, ketika Yesus sendiri mendekat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah Kristus yang bangkit yang berjalan bersama mereka. Mata mereka terhalang untuk mengenal-Nya. Itu selalu terjadi setelah kebangkitan itu sampai saat Dia mengidentifikasi diri-Nya. Dia berada dalam bentuk fisik, tetapi itu adalah bentuk transenden yang bisa tinggal untuk selamanya di surga. Akhirnya, mereka mengatakan betapa sedihnya mereka, karena Mesias yang mereka harapkan sudah mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Tuhan kita menjelaskan kepada mereka bahwa inilah yang dijanjikan Perjanjian Lama. “Hai orang-orang bodoh” – ayat 25 – “yang lambat hati untuk percaya kepada semua nabi yang telah berbicara! Apakah Mesias tidak perlu menderita hal-hal ini untuk menjadi pembawa dosa, dan kemudian bangkit dan masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Dimulai pada Musa dengan semua nabi, Yesus menjelaskan kepada mereka hal-hal tentang diri-Nya dalam seluruh Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mendekati desa bersama mereka. Mereka mendesak Dia, di ayat 29, untuk tinggal bersama mereka, hari itu sudah menjelang malam. Maka Ia masuk untuk tinggal bersama mereka. Ketika Dia telah berbaring di meja bersama mereka, Dia mengambil roti dan memberkati, dan memecahkannya, Dia mulai memberikan itu kepada mereka. Kemudian mata mereka terbuka dan mereka mengenal Dia; dan Dia langsung menghilang dari pandangan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sekarang Maria Magdalena telah melihat Dia, dan para wanita telah mendengar dari para malaikat. Mungkin Petrus telah melihat Dia. Dua orang di jalan menuju Emaus telah melihat Dia. Kedua orang ini memiliki hati yang berkobar, ayat 32: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Dia berbicara kepada kita di jalan dan ketika Dia menjelaskan Kitab Suci kepada kita.” Hati mereka berkobar karena sekarang Perjanjian Lama itu masuk akal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 33, “Pada saat itu juga mereka bangun dan kembali ke Yerusalem, dan mendapat kesebelas orang berkumpul dan orang-orang yang ada bersama mereka, dan berkata, 'Tuhan benar-benar telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon. Dan mereka mulai menceritakan pengalaman mereka di jalan dan bagaimana Yesus dikenali saat memecahkan roti.” Ini mengesahkan kesaksian para wanita dan kesaksian saksi mata Maria Magdalena.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang keduanya bergegas ke sana pada malam hari kebangkitan itu untuk menyatakan bahwa mereka telah meluangkan waktu bersama Tuhan. Dan mereka mengalami jenis ketidakpercayaan yang sama. Tetapi Lukas 24:36 mengatakan, “Sementara mereka menceritakan hal-hal ini, Yesus sendiri berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, 'Damai sejahtera bagi kalian.' Tetapi mereka ketakutan dan mengira bahwa mereka melihat hantu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus berkata kepada mereka, 'Mengapa kalian gelisah, dan mengapa timbul keragu-raguan dalam hatimu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku, bahwa Aku adalah Diri-Ku; sentuhlah Aku dan lihatlah, karena roh tidak memiliki daging dan tulang seperti yang kalian lihat padaKu.’ Dan ketika Dia mengatakan ini, Dia menunjukkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dia berkata kepada mereka, 'Apakah kalian ada sesuatu untuk dimakan?' Mereka memberi-Nya sepotong ikan panggang. Dia mengambilnya dan memakannya di depan mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah marilah kita lihat lagi Yohanes 20. Yesus telah menampakkan diri kepada Maria, para malaikat telah menyatakan kebangkitan-Nya kepada para wanita lain, Dia telah menampakkan diri kepada Simon, Dia telah menampakkan diri kepada para murid di jalan; sekarang saatnya untuk menampakkan diri kepada kesebelas itu, ayat </span><span class="cf1"><b>Yohanes 20:19</b></span><span class="cf1">, “Pada saat itu sore hari, hari pertama minggu itu dan ketika pintu-pintu tempat murid-murid berada itu dikunci, karena takut akan orang-orang Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam situasi itu teks hanya mengatakan, "Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, 'Damai sejahtera bagi kalian.'" Bagaimana itu bisa terjadi? Nah, Dia mengatur ulang tubuh kebangkitan-Nya untuk menembus dinding dengan cara yang sama Dia telah mengatur ulang tubuh kebangkitan-Nya di dalam kubur untuk menembus pakaian linen dan kain linen yang membungkus kepala-Nya dan keluar dari kubur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah saya tahu bahwa orang-orang yang skeptis tidak percaya akan hal itu. Dia bukan roh. Tetapi untuk memastikan itu ayat 20 mengatakan, “Ketika Dia mengatakan ini, Dia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Maka bersukacitalah murid-murid itu ketika mereka melihat Tuhan.” Ini bukan halusinasi. Inilah kebangkitan fisik. Dan untuk menunjukkan itu Dia menunjukkan mereka bekas luka-Nya, seperti di Lukas 24, dan Dia makan ikan panggang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di surga dalam Wahyu 5, di mana Anda melihat takhta Allah dan ada seruan, “Siapakah yang dapat mengambil kembali bumi dari si perampas Setan? Siapakah yang layak untuk datang dan menghancurkan Setan dan semua iblis dan semua orang fasik, dan mengambil kembali dunia? Siapakah yang memiliki akta kepemilikan dan kuasa?” Dan tidak ada yang datang. Dan Yohanes mulai menangis karena tidak ada yang dapat melakukan itu. Akhirnya, Yesus muncul sebagai Anak Domba, sebagai korban penuh bekas luka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan di surgapun Dia akan memiliki bekas luka itu. Dan di akhir ayat 20: “Maka bersukacitalah murid-murid itu, ketika mereka melihat Tuhan.” Saya bahkan tidak bisa mulai menggambarkan seperti apa kejadian itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21-22</b></span><span class="cf1">, “Maka kata Yesus kepada mereka lagi, “Damai sejahtera bagi kalian! Seperti Bapa mengutus Aku, Aku juga mengutus kalian.” 22 Dan setelah Dia mengatakan ini, Dia mengembusi mereka, dan berkata, "Terimalah Roh Kudus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata kepada mereka lagi, 'Damai sejahtera bagi kalian.' Dia menenangkan mereka lagi. Itu ‘syalom’, tetapi lebih dari itu. Bahkan delapan hari kemudian mereka masih terguncang oleh keadaan ini, dan mereka masih tidak tahu ke arah mana semua ini. Tetapi Tuhan kita memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada mereka, dan apa yang Dia katakan sangat dalam dan sederhana. Inilah pernyataan pertama Amanat Agung. Kita semua dalam arus untuk memenuhi perintah itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disini ada tiga bagian. Nomor Satu, </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kalian.” Inilah fase pertama dari amanat Tuhan. Mengapa Bapa mengutus Yesus ke dunia? Yesus itu datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang. Tujuan-Nya adalah untuk menyelamatkan semua umat pilihan Allah sepanjang seluruh sejarah penebusan. Kalian ada di sini untuk memenuhi tugas yang mula-mula diberikan kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua yang kita lakukan dalam hidup kita, adalah membiarkan terang kita bersinar supaya manusia dapat melihat perbuatan baik itu, dan memuliakan Allah di surga yang mengubah kita menjadi perbuatan baik seperti itu, dan kemudian mengambilnya sebagai kesempatan untuk menyinari cahaya-Nya ke dalam dunia untuk memberitakan Injil terang. Aspek kedua, </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Setelah Ia berkata demikian, Ia menghembus mereka dan berkata, ‘Terimalah Roh Kudus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 1:8 Dia berkata, “Apabila Roh itu turun ke atas kalian, kalian akan menerima kuasa, dan kalian akan menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan di ujung bumi.” Kalian tidak dapat melakukan ini tanpa Roh Kudus. Dia menghembuskan nafas pada mereka. Di Kejadian 2, ketika Allah menciptakan Adam dikatakan, “Dia menghembuskan nafas kehidupan ke dalam dia, dan Adam menjadi jiwa hidup.” Itulah ekspresi dari kuasa kreatif Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di lembah tulang-tulang kering di Yehezkiel 37, yang adalah gambar mayat Israel yang terbaring seperti tulang-tulang kering di padang pasir, Allah muncul dan berkata kepada nabi, “Bernafaslah pada mereka.” Dan nafas Allah datang dan semua tulang kering itu menjadi hidup, dan itu adalah keselamatan dan kebangkitan orang-orang percaya di masa depan Israel. Roma 8:9 mengatakan, “Tidak ada orang percaya yang dibiarkan tanpa Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian elemen ketiga yang sangat penting. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Jikalau Anda mengampuni dosa seseorang, maka dosa mereka diampuni; jika Anda menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Ayat itu telah disalahtafsirkan dan ditetapkan dalam agama Roma Katolik. Mereka telah membuatnya berlaku untuk Paus, para kardinal, para uskup dan para imam. Tetapi itu bukan terjemahan akurat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana itu mungkin? Markus 2:7, “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah?” Atau Daniel 9:9, “Pada Tuhan Allah kami ada belas kasihan dan pengampunan.” Kita tidak bisa seenaknya mengampuni dosa-dosa orang, itulah yang menurut para imam bisa mereka lakukan, dan mereka tidak bisa melakukannya. Anda berkata, "Kalau begitu, bagaimana cara kerjanya seharusnya?" Yang harus Anda lakukan adalah mengikuti pelayanan para rasul dan Anda akan melihat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 10:42, kita ada kesaksian Petrus, "Allah memerintahkan kita untuk memberitakan Injil kepada orang-orang, dan dengan sungguh-sungguh bersaksi, bahwa Dialah yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai Hakim atas orang-orang yang hidup dan yang mati." Dia membicarakan Kristus. “Tentang Dia semua nabi bersaksi bahwa melalui nama-Nya setiap orang yang percaya kepada-Nya menerima pengampunan dosa.” Jadi jika Anda percaya kepada Kristus, saya dapat mengatakan, 'Dosa Anda telah diampuni.'</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika kamu menolak Tuhan Yesus Kristus, aku dapat berkata kepadamu, 'Kamu masih berdosa, dosamu tetap ada.'” Hal yang sama dikatakan Paulus dalam Kisah Para Rasul 13:38, “Karena itu, ketahuilah, saudara-saudaraku, bahwa melalui Dia pengampunan dosa diberitakan kepadamu, dan melalui Dia setiap orang yang percaya dibebaskan dari segala sesuatu, yang darinya kalian tidak dapat dibebaskan oleh hukum Musa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24 – 25</b></span><span class="cf1">, “Tomas, yang disebut si Kembar, salah satu dari dua belas, tidak ada bersama mereka ketika Yesus datang. 25 Murid-murid yang lain berkata kepadanya, "Kami telah melihat Tuhan." Dia berkata kepada mereka, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Ini mengatakan bahwa para murid tidak akan memalsukan kebangkitan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tomas berkata, "Saya tidak akan percaya kecuali Kristus benar-benar hidup." </span><span class="cf1"><b>Ayat 26-27</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah delapan hari murid-murid-Nya ada lagi di dalam, dan Tomas ada bersama mereka. Yesus datang, walaupun pintu ditutup, dan berdiri di tengah-tengah, dan berkata, “Damai sejahtera bagimu!” 27 Kemudian Dia berkata kepada Tomas, “Ulurkan jarimu ke sini, dan lihatlah tangan-Ku; dan raih tanganmu di sini, dan taruh di sisi-Ku. Jangan tidak percaya, tetapi percayalah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28-29</b></span><span class="cf1">, “Dan Tomas menjawab dan berkata kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” 29 Yesus berkata kepadanya, “Thomas, karena kamu telah melihat Aku, kamu telah percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” Dan itu, teman-teman terkasih, meliputi kita semua. Kita belum melihat Kristus yang bangkit, tetapi kita telah mengalami Kristus yang bangkit dalam kuasa dan hadirat-Nya. Kami mencintai Dia. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 May 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220501</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001D0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Melihat dan Percaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001CF"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:11-18" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:11-18</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita mulai melihat penampakan Tuhan kita setelah kebangkitan-Nya. Kita telah melihat kubur kosong yang merupakan bukti pertama kebangkitan Tuhan kita. Kami juga mencatat penampakan para malaikat, yang merupakan bukti kedua kebangkitan Tuhan kita. Dan yang ketiga adalah saksi-saksi mata, dan kita akan mulai melihat mereka hari ini, dan khususnya Maria Magdalena.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para wanita, Petrus, Yohanes, dan Maria Magdalena telah melihat kubur yang kosong. Sungguh menakjubkan bahwa Yesus pertama kali menampakkan diri-Nya kepada wanita bernama Maria Magdalena ini. Kita tahu dia adalah pengikut lama Tuhan kita. Kita juga tahu bahwa hidupnya sangat sukar sebelum dia bertemu Juruselamat, dan jelas dosanya banyak. Tidak ada yang mengatakan dia adalah seorang pelacur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sungguh luar biasa bahwa wanita tanpa peran dalam agama ini telah menjadi orang pertama yang melihat Kristus yang bangkit, bukan para rasul. Tetapi di Yohanes 4, ada juga seorang wanita Samaria; yang telah menikah berkali-kali dan, pada saat dia bertemu Yesus, tinggal dengan seorang pria yang bukan suaminya. Tetapi kepada wanita yang diasingkan dari masyarakat itulah Yesus pertama kali menyatakan bahwa Dia adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Agama-agama palsu di dunia sepanjang sejarah pada umumnya memperlakukan wanita dengan buruk. Kekristenan itu sama sekali berbeda. Kita tahu dari Galatia 3:28 bahwa di dalam Kristus tidak ada laki-laki atau perempuan. Kita tahu bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang. Allah telah meninggikan wanita dengan cara yang paling benar dan paling murni dengan memberi mereka tempat yang signifikan, bahkan dalam pelayanan Tuhan kita Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 1, Perjanjian Baru dimulai dengan silsilah Yesus. Kita tahu Dia datang melalui garis keturunan Abraham dan Daud. Dia adalah seorang Yahudi dan Dia memiliki darah raja. Silsilah seperti ini biasanya daftar pria dan anak laki-laki mereka, tetapi yang ini cukup menarik ada empat wanita. Tamar melacurkan dirinya untuk merayu Yehuda dalam tindakan amoral yang buruk. Dan ada Rahab, seorang pelacur Kanaan yang tinggal di Yerikho.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ada Rut yang adalah orang Moab yang menyembah berhala, dan orang Moab dikutuk oleh Allah. Dan kemudian ada di ayat 6 bahwa Batsyeba, wanita terkenal yang telah menjadi istri Uria, yang melakukan perzinahan dengan Daud, dan oleh mereka lahirlah Salomo yang berada di garis keturunan Mesias. Menempatkan empat wanita dalam silsilah adalah satu hal, memasukkan keempat itu adalah hal lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang Allah katakan kepada kita? Dia memberi kita, sejak permulaan Perjanjian Baru, pesan anugerah yang disampaikan kepada semua pria dan wanita, dan khususnya mengangkat wanita, karena di dunia mereka begitu ditekan. Kekristenan adalah satu-satunya gerakan pembebasan wanita yang sah, dan di sini kita menemukan saksi mata kebangkitan pertama itu adalah seorang wanita dengan masa lalu buruk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan itu bukanlah peristiwa kecil, sampai Anda bisa membiarkan seorang wanita menjadi saksi mata. Kebangkitan itu adalah peristiwa yang tanpa hal itu tidak ada Kekristenan, yang tanpa hal itu tidak ada keselamatan, yang tanpa hal itu tidak ada pengampunan dosa, dan yang tanpa hal itu tidak ada surga. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus itu adalah penegasan ilahi akan karya penebusan-Nya di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Allah membangkitkan Yesus dari kematian, Dia menyatakan bahwa Dia dipuaskan oleh pengorbanan Yesus yang sempurna, Dia telah menerimanya sebagai pembayaran penuh untuk dosa-dosa umat-Nya. Kebangkitan kemudian menunjukkan bahwa dosa telah ditebus, kematian telah ditaklukkan, dan kehidupan kekal tersedia bagi mereka yang percaya. Dan tidak mungkin menjadi seorang Kristen yang tidak percaya pada kebangkitan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan adalah peristiwa di mana Allah mengesahkan pengorbanan Kristus. Semua korban binatang selama berabad-abad itu tidak akan pernah dapat menghapus dosa; tetapi satu pengorbanan Kristus menghapus dosa di pihak umat Allah yang percaya untuk selamanya. Dan Allah menunjukkan bahwa dengan kebangkitan, dengan merobek tabir di bait suci, Dia mengakhiri sistem upacara dan sistem pengorbanan pada saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menulis, “Jika tidak ada kebangkitan orang mati, jika Kristus tidak dibangkitkan, maka khotbah kita sia-sia; imanmu juga sia-sia. Kami adalah saksi palsu Allah, karena kami bersaksi atas nama Allah bahwa Dia membangkitkan Kristus yang Dia tidak bangkitkan, jika sebenarnya orang mati itu tidak dibangkitkan. Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Jika Kristus tidak dibangkitkan, iman Anda tidak ada artinya; kalian masih berada di dalam dosamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi teori kebangkitan yang paling bertahan lama, terlepas dari kebenarannya, adalah bahwa para murid mencuri tubuh itu; dan itu pada dasarnya dimulai oleh para pemimpin Yahudi. Ketika tentara Romawi kembali dan mereka menceritakan kisah mereka, kalian ingat ada gempa bumi, dan ada malaikat yang mengguling batu itu, bahkan ada malaikat yang duduk di atas batu itu. Para tentara itu telah benar-benar ditidurkan oleh anestesi ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal berikutnya adalah kejadian gempa bumi, batu itu terguling, dan mayatnya hilang, dan para prajurit datang kepada para pemimpin Yahudi di Matius, dan mereka memberikan laporan ini dalam Matius 28, “Gempa bumi datang. Kami semua tertidur, dan kami tidak tahu bagaimana menjelaskannya.” Maka para pemimpin Israel berkata, "Katakanlah ini, 'Ketika kami sedang tidur mereka mencuri tubuh,'" Jika kalian sedang tidur, bagaimana kalian tahu mereka mencuri tubuh itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus telah menampakan diri-Nya sepuluh kali setelah kebangkitan-Nya. Dia menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dia muncul di depan wanita lain. Dia menampakkan diri-Nya kepada dua murid di jalan menuju ke Emaus. Dia menampakkan diri-Nya kepada Petrus, dan menampakkan diri-Nya kepada Yohanes, Dia menampakkan diri-Nya kepada sepuluh murid tanpa Tomas, kemudian kepada sepuluh murid bersama Tomas. Dia menampakkan diri-Nya kepada tujuh rasul di pantai Galilea, kemudian kepada 500 saudara di sebuah gunung di Galilea.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menampilkan diri dengan mereka lebih dari sebulan. Kisah Para Rasul 1 mengatakan Dia bersama mereka selama 40 hari mengajarkan hal-hal tentang kerajaan, dan ada penampakan terakhir dalam Kisah Para Rasul 1 sebelum Dia naik ke surga. Jadi ada banyak sekali kesaksian saksi mata. Dan semua penampakan-Nya adalah untuk orang-orang percaya. Ada satu orang tidak percaya yang kepadanya Dia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya, dan itulah rasul Paulus dalam perjalanannya ke Damsjik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Metode-Nya untuk menjangkau orang terhilang dan meyakinkan mereka tentang kebangkitan-Nya bukanlah dengan penampakkan diri. Cara untuk mewartakan Injil yang menyelamatkan adalah melalui pemberitaan Injil itu oleh para rasul dan para pengkhotbah sepanjang sejarah penebusan. Dalam Yohanes 12:37 Yohanes mengatakan tentang Yesus, "Meskipun Dia telah melakukan begitu banyak tanda, begitu banyak mukjizat di hadapan mereka, mereka tidak percaya kepada-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus sendiri berkata dalam Lukas 16:31, “Jika mereka tidak mendengar Musa dan para nabi, mereka tidak akan diyakinkan jika seseorang bahkan bangkit dari kematian.” Tidak lama sebelum kematian-Nya sendiri Dia telah membangkitkan Lazarus dari kematian, dan semua orang tahu hal itu. Dan Dia telah membangkitkan beberapa orang lain yang tercatat dalam Injil, dan mungkin lebih banyak lagi yang tidak tercatat. Tetapi itu tidak meyakinkan siapa pun juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus, Yohanes dan para wanita telah melihat kubur kosong itu, dan mereka masih tidak percaya ada kebangkitan.. Tuhan kita menentukan bahwa Dia akan membuat beberapa penampakan diri selama 40 hari, dan para saksi mata akan memberi catatan, dan mereka akan mengkhotbahkan kebangkitan itu dari kesaksian mata, dan setiap generasi selanjutnya akan mengkhotbahkan Injil kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dengan pemberitaan Injil itu dan iman kepada Injil itu, Roh Kudus akan membawa orang-orang ke dalam kerajaan-Nya, yang adalah orang-orang percaya. Tidak perlu untuk menampakkan diri kepada Israel, Dia telah menyatakan hukuman atas mereka. Hanya kesaksian saksi mata di tangan para pengkhotbah adalah metode-Nya. Jadi di sini kita bertemu dengan saksi mata pertama. Marilah kita lihat teksnya, ini adalah narasi sederhana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Maria berdiri di luar dekat kubur sambil menangis, dan sambil menangis dia membungkuk dia melihat ke dalam kubur itu.” Dia pergi ke sana untuk memastikan semuanya baik-baik saja, dan mungkin beberapa orang bisa menggulingkan batu itu. Dia berbicara dengan wanita yang bersamanya, tetapi dia tiba di sana lebih dulu. Mungkin para murid bisa menggulingkan batu itu sehingga mereka bisa membubuhkan lebih banyak rempah pada tubuh Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria tiba di sana, dan dia menemukan makam itu kosong. Dia menangis karena Yesus tidak ada. Air matanya tidak perlu. Cintanya dimanifestasikan. Ada air mata karena dia patah hati, frustasi, kesepian, tidak mengerti apa yang telah terjadi, dan kehilangan objek kasihnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Dan dia melihat dua malaikat berpakaian putih yang duduk, yang satu di kepala dan yang lain di kaki, di mana mayat Yesus dulu dibaringkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 28 mengatakan bahwa malaikat itu adalah seorang pemuda. Dan Lukas 24:4 mengatakan ada dua pemuda. Jadi ini adalah malaikat, yang adalah roh, yang telah mengambil semacam bentuk laki-laki, yang memang dilakukan malaikat. Maria tidak tahu bahwa mereka adalah malaikat. Selanjutnya, dia terisak. Matanya kabur oleh air mata. Jadi dia melihat kedua pria ini, dan dia tidak benar-benar tahu siapakah mereka dan apakah mereka lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa kehadiran para malaikat itu adalah bukti lain yang positif bahwa kuburan itu tidak dirubah oleh tangan manusia, bahwa tubuh tidak dicuri, melainkan bahwa surga memiliki kepentingan penting dalam kebangkitan Kristus. Maria melihat ke dalam dan ada tempat di mana tubuh itu berbaring dan seorang malaikat di setiap ujungnya. Allah mengatakan, “Aku akan menemu kalian di kubur yang kosong ini. Di sini Aku akan berbicara dengan kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Wanita, mengapa kamu menangis?” Maria berkata kepada mereka, "Karena mereka telah mengambil Tuhanku, dan saya tidak tahu di mana mereka meletakkan Dia." Sekali lagi, tidak ada pemikiran tentang kebangkitan. Meskipun Tuhan kita telah mengatakan bahwa Dia akan bangkit, mereka tidak percaya kepada-Nya. Wanita yang diselamatkan dari tujuh setan ini telah berada dalam persekutuan yang manis dengan Anak Allah, Anak yang penuh kasih itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Setelah mengatakan hal itu, dia berbalik dan melihat Yesus berdiri di sana, tetapi dia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus.” Dia tinggal lama karena ada kasih untuk-Nya; Yesus tinggal lama karena kasih-Nya kepada dia, saksi mata yang pertama ini. Air matanya membutakannya. Dia tidak ada alasan untuk percaya pada kebangkitan itu. Dan setiap kali Yesus muncul setelah kebangkitan-Nya Dia harus mengidentifikasikan diri-Nya, karena Dia berada dalam bentuk yang berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus memiliki tubuh kebangkitan yang mulia. Dan walaupun akan ada unsur-unsur yang terkenal dengan tubuh itu, ini bukanlah tubuh yang pergi ke salib, ini adalah tubuh kekal. Itulah sebabnya di jalan menuju ke Emaus, dalam Lukas 24, ketika Yesus berjalan bersama dengan murid-murid pada hari kebangkitan itu, dikatakan dalam Lukas 24:16, “Mata mereka terhalang untuk mengenal Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia bukanlah seperti cara mereka mengenal Dia. Dan kemudian dalam Lukas 24:30-31 dikatakan, “Dan terjadilah, ketika Yesus duduk di meja bersama mereka, bahwa Dia mengambil roti, memberkati dan memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. 31 Kemudian terbukalah mata mereka dan mereka mengenal Dia; dan Dia lenyap dari pandangan mereka.” Bahkan ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid, mereka tidak mengenali Dia karena kemuliaan kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang mengenal-Nya kecuali Dia mengungkapkan diri-Nya kepada mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus kepadanya, “Wanita, mengapa kamu menangis? Siapa yang kamu cari?” Maria kira Dia adalah tukang kebun, dan berkata kepada-Nya, "Tuan, jika Engkau telah membawa-Nya pergi, beri tahu saya di mana Engkau telah meletakkan Dia, dan saya akan membawanya pergi." Maria yakin Dia sudah mati, dan ada orang yang telah mengambil mayatnya. Dia pikir Yesus adalah tukang kebun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, Yesus berkata kepadanya, "Maria!" Dia berbalik dan berkata kepada-Nya, “Rabboni!” (Artinya, Guru). Inilah cara tegas untuk mengatakan rabi, atau guru. Yang Dia katakan hanyalah, “Maria!” Masih ingat apa yang Tuhan kita katakan di Yohanes 10:3, “Domba-domba-Nya mendengar suara-Nya, Dia memanggil domba-dombanya dengan namanya. Karena mereka mengenal suaranya, mereka mengikutinya.” Maria tahu cara Dia menyebut nama itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kita tahu dia jatuh di kaki-Nya, karena itulah yang dilakukan semua wanita. Matius 28 mengatakan bahwa ketika para wanita bertemu Yesus mereka datang dan memegang kaki-Nya dan menyembah Dia. Dan itulah yang Maria lakukan. Itulah kejutan dari suka cita yang paling menggembirakan yang pernah dipahami, dan yang ada di benaknya adalah, "Saya tidak ingin Dia kehilangan lagi." Jadi dia menetap, inilah cinta murni.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku, karena Aku belum naik kepada Bapa-Ku; tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakan kepada mereka, ‘Aku akan naik ke Bapa-Ku dan Bapamu, dan kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Sebelum Dia sampai ke salib, Dia melihat melampaui salib untuk pergi kepada Bapa. Itu adalah sukacita yang ditaruh di hadapan-Nya yang memungkinkan Dia menanggung salib itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Maria, Aku tidak bisa tinggal, kamu tidak akan dapat menahan Aku di sini, karena rencananya adalah Aku naik ke surga. Dan ketika Aku sampai di sana Aku akan kirim Roh Kudus yang adalah Roh Kristus yang akan ada di dalam kalian. Dan kalian akan memiliki semua yang Aku miliki di dalam kalian: semua kedamaian, semua sukacita dan semua kekuatan. Tetapi untuk sekarang pergilah kepada saudara-saudaraKu.” Itulah pertama kalinya orang percaya itu disebut saudara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana kita bisa menjadi saudara yang dulu adalah teman dan kita pernah menjadi budak? Salib itulah yang memungkinkan kita menjadi anak-anak Allah, saudara dan saudari. Ibrani 2:9 mengatakan bahwa, “Yesus menderita kematian, supaya Ia dapat membawa umat-Nya ke dalam kemuliaan karena Ia tidak malu menyebut mereka saudara.” Mengatakan kalian adalah saudara laki-laki atau perempuan Allah sebenarnya merupakan penghujatan, tetapi itulah kebenarannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Maria Magdalena datang dan memberi tahu murid-murid itu bahwa dia telah melihat Tuhan, dan bahwa Dia telah mengatakan hal-hal ini kepadanya.” Tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah, mereka tidak mempercayainya. Akhirnya wanita-wanita lain muncul. “Mereka juga berbicara dengan para rasul,” Lukas 24:10, “tetapi kata-kata ini tampaknya bagi mereka sebagai omong kosong, dan mereka tidak percaya para wanita.” Mereka tidak percaya ada kebangkitan. Tetapi giliran mereka untuk percaya akan datang. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220424</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001CF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus Bangkit]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001CE"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:1-10</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita datang dalam Yohanes 20 pada kebangkitan Tuhan kita Yesus. Jadi segala sesuatu dari sini sampai akhir adalah tentang Kristus yang bangkit. Kalian perlu memahami bahwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus bukan hanya ciri Kekristenan, itulah peristiwa utama. Seluruh tujuan Allah dalam menciptakan dan menebus umat-Nya adalah untuk mengangkat mereka kepada kemuliaan kekal supaya mereka dapat menyembah Dia untuk selama-lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah membangkitkan Dia dari kematian, membenarkan pekerjaan-Nya di kayu salib. Dia berkata, "Sudah selesai!" Dan Allah berkata, "Aku puas," dan membangkitkan-Nya, dan Dia naik ke kemuliaan kekal, dan duduk di sebelah kanan Allah untuk bersyafaat bagi umat-Nya dan membawa mereka semua ke dalam kemuliaan kekal secara rohani dan dalam bentuk kebangkitan. Jadi kebangkitan itu adalah peristiwa terbesar dalam sejarah. Itu adalah dasar dari janji Injil itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu perlu untuk keselamatan. Itulah sebabnya rasul Paulus, dalam 1 Korintus 15 berkata, “Inilah kebenaran tentang kebangkitan, yang kalian dengar, dan yang kalian terima, dan yang kalian percaya, dan yang didalamnya kalian berdiri.” Dan untuk menandakan bahwa itu berlangsung secara terus-menerus, hari Minggu, hari pertama dalam minggu itu, menjadi hari pertemuan gereja untuk beribadah. Kita bertemu pada hari Minggu, yaitu hari kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja telah melakukan itu sejak awal. Sejak para rasul pada hari kebangkitan, hari pertama minggu itu, bertemu dengan Yesus malam itu, gereja selalu bertemu pada hari pertama minggu itu untuk merayakan kebangkitan itu. Keempat penulis Injil, mencatat sejarah kebangkitan yang benar. Gabungan dari keempatnya adalah keseluruhan cerita tentang peristiwa kebangkitan itu yang diwahyukan dan diilhami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita berbicara tentang kebangkitan itu, kita menyanyikannya dan kita merayakannya. Ada beberapa hal yang menarik tentangnya untuk dicatat. Tidak ada orang yang melihat itu terjadi. Tidak ada yang melihat kebangkitan itu. Tetapi itu bukan peristiwa yang perlu dilihat. Yang perlu kalian lihat hanyalah Orang yang telah mati, dan sekarang hidup, dan ada banyak saksi-saksi. Dan kita juga adalah saksi, karena Kristus hidup di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya itu tidak masalah bahwa Alkitab tidak menjelaskan kebangkitan, karena itulah peristiwa kreatif. Ini adalah mukjizat supranatural seperti semua mukjizat lain yang dilakukan Tuhan kita. Kita melihat seluruh kisah penciptaan alam semesta di dalam Kejadian 1, di mana kita pergi dari ketiadaan ke seluruh alam semesta menjadi ada dan kemudian umat manusia muncul dalam enam hari, tetapi tidak ada penjelasan tentang bagaimana hal itu terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah keajaiban kreatif. Itulah mengapa itu bodoh bagi para ilmuwan untuk mempelajari penciptaan. Kalian hanya dapat menerima pernyataan ajaib yang diberikan Sang Pencipta kepada kita di Kejadian 1. Kita tidak tahu bagaimana keajaiban itu terjadi sejauh aspek teknisnya. Kita tidak tahu apa-apa tentang bagaimana Allah menciptakan; tetapi kita tahu itu ada di sini, dan Dia memberi tahu kita bahwa Dia melakukannya. Dan Dia adalah Allah; dan kita tidak mempersoalkan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian dapat tahu bahwa itu terjadi tanpa mengetahui bagaimana hal itu terjadi. Ada beberapa garis bukti yang diberikan di dalam Alkitab. Ada makam kosong yang merupakan indikasi yang cukup besar. Ada kesaksian malaikat, langsung dari surga; dan ada saksi-saksi mata. Semua itu diuraikan dalam Yohanes 20. Dan kita akan menambahkan sedikit dari Matius, Markus, dan Lukas untuk membantu kalian memahaminya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes ingin kita melihat kemuliaan Kristus dalam kematian-Nya, karena Dia menunjukkan kepada kita bahwa Yesus benar-benar berkuasa atas kematian-Nya sendiri. Dan kemudian Dia berkuasa atas penguburan-Nya sendiri. Dan sekarang Dia berkuasa atas kebangkitan-Nya sendiri. Ini untuk menunjukkan kepada kita “bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah,” sehingga kita dapat percaya itu, dan dengan kepercayaan itu “memiliki hidup kekal dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama berjanji bahwa Mesias akan bangkit dalam Mazmur 16: “Dia tidak akan membiarkan Yang Kudus-Nya melihat kerusakan, tetapi menunjukkan kepada-Nya jalan kehidupan. Dia tidak akan rusak di dalam kubur, tetapi akan melalui kubur keluar ke dalam kehidupan.” Yesaya 53: “Dia akan dilenyapkan,” tetapi “Dia akan melihat keturunan-Nya,” dan Dia akan dimuliakan dan ditinggikan untuk selamanya. Yesus berkata Dia akan bangkit: "Hancurkanlah tubuh ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangkitkannya kembali."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat </span><span class="cf1"><b>Yohanes 20:1 – 10</b></span><span class="cf1">, “Pada hari pertama minggu itu, Maria Magdalena pergi ke kubur pagi-pagi, ketika hari masih gelap, dan melihat bahwa batu penutup itu telah digeser dari kubur itu. 2 Maka dia berlari dan datang kepada Simon Petrus, dan kepada murid yang lain, yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, "Mereka telah mengambil Tuhan dari kubur, dan saya tidak tahu di mana mereka meletakkan Dia."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“3 Maka keluarlah Petrus, bersama murid yang lain, dan pergi ke kubur. 4 Jadi mereka berdua berlari bersama-sama, dan murid yang lain itu lebih cepat dari Petrus dan ia sampai lebih dulu ke kuburan. 5 Dan dia, membungkuk dan melihat ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di situ; namun dia tidak masuk. 6 Kemudian datanglah Simon Petrus dari belakang, dan langsung masuk ke dalam kuburan itu; dan dia melihat kain kafan terletak di situ.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“7 dan kain yang diikat pada kepala Yesus, tidak ada di dekatnya, tetapi itu tergulung di suatu tempat tersendiri. 8 Kemudian murid yang lain, yang datang ke kubur lebih dulu, masuk juga; dan dia melihat dan percaya. 9 Karena sampai sekarang mereka belum mengerti Kitab Suci, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 10 Kemudian murid-murid itu pergi lagi ke rumah mereka masing-masing.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes ingin kita mengerti bahwa Yesus bangkit dari kematian, dan buktinya adalah, pertama, kubur yang kosong. Ini hari pertama dalam seminggu, hari Minggu. Ini masih pagi, dan masih gelap. Orang-orang Yahudi memberi nomor pada hari-hari mereka. Sabat adalah hari ketujuh, karena itu memperingati hari ketujuh ketika Allah beristirahat dari penciptaan, dan mereka selalu beribadah pada hari Sabat. Jadi hari Minggu adalah hari pertama setelah hari Sabat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Dia telah dimakamkan pada hari Jumat. Dia berada di kuburan beberapa jam pada hari Jumat sebelum matahari terbenam. Dia ada di sana selama 24 jam pada hari Sabtu. Dan Dia akan berada di sana sekitar 12 jam pada hari Minggu, karena hari-hari Yahudi mulai dari matahari terbenam ke matahari terbenam daripada matahari terbit ke matahari terbit. Sabtu berakhir saat matahari terbenam. Yesus sudah berada di dalam kubur sekitar 12 jam pada hari Minggu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes berkata “hari masih gelap” ketika Maria Magdalena datang ke kubur. Dia adalah yang pertama di sana. Dia tidak mulai sendirian. Menurut Matius 27, Maria ibu Yakobus dan Yoses, ada bersamanya. Dia terburu-buru untuk sampai ke sana, dan dia sampai di sana sebelum Maria yang lain. Di Matius 28:1 dikatakan kedua Maria menuju ke kubuan. Tetapi sekarang kita tahu Maria Magdalena sampai di sana lebih dulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ada wanita lain yang datang juga. Ada tiga wanita di kaki salib. Wanita yang sama ada di sana pada hari Jumat ketika Yusuf dan Nikodemus sedang menguburkan tubuh Yesus. Dikatakan dalam Lukas 23:55, “Perempuan-perempuan yang datang bersama Tuhan dari Galilea melihat kuburan itu dan tempat mayat itu dibaringkan.” Dan mereka tidak bisa pergi ke mana-mana pada hari Sabat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka sebenarnya berniat untuk kembali untuk memberikan urapan lagi ke tubuh Yesus. Nah hal pertama dari bukti kebangkitan adalah kubur yang kosong. Batu itu tidak digulingkan untuk membiarkan Yesus keluar. Itu digulingkan untuk membiarkan para saksi itu masuk. Yesus tidak membutuhkan batu untuk digeserkan. Malam itu ketika Dia menampakkan diri-Nya kepada para rasul, Dia datang langsung menembus pintu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria Magdalena melihat bahwa batu itu digulingkan dari kubur. Dia takut yang terburuk itu terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, jadi "dia lari." Dia berasumsi bahwa Yesus masih mati, tetapi diambil orang. Dan itulah tepat yang dia katakan. Dia berlari “kepada Simon Petrus dan murid yang lain, yang dikasihi Yesus,” yaitu Yohanes, dan berkata kepada mereka, “Mereka telah mengambil Tuhan dari kuburan, dan kami tidak tahu di mana mereka meletakkan Dia.'"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah bukti jelas bahwa mereka tidak berencana untuk mencuri tubuh Yesus. Maria tidak mengharapkan kebangkitan. Dia bukan bagian dari rencana untuk memalsukan kebangkitan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Petrus dan murid yang lain pergi ke kubur. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Keduanya berlari bersama-sama.” Maria Magdalena berlari ke Petrus dan Yohanes. Sementara itu, wanita-wanita lain datang dan para malaikat itu menampakkan diri kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak bertemu dengan malaikat itu. Dia ada pengalaman indah nanti. Nah tidak ada seorangpun dari mereka yang tahu apa yang telah terjadi pada hari Sabtu. Mereka tidak tahu bahwa Sanhedrin mengirim banyak penjaga Romawi untuk menjaga makam, dan mereka kemudian menempelkan meterai Romawi di batu itu sehingga tidak ada yang dapat datang untuk memalsukan kebangkitan itu. Jika Anda membuka meterai Romawi itu, Anda akan dihukum. Dan mereka menempatkan banyak tentara Romawi di situ.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak tahu itu. Mereka juga tidak tahu bahwa pada malam Minggu yang gelap, Allah mengirim suatu gempa bumi lokal. Tetapi sebelum Dia mengirim gempa itu, Dia menempatkan semua prajurit itu di bawah anestesi ilahi, jadi mereka semua langsung tertidur. Dan gempa bumi menyebabkan batu itu terguling. Matius 28:1- 4 menjelaskan itu. Para prajurit tidak tahu apa yang terjadi. Dan para prajurit melarikan diri dari makam itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka memeriksanya dan Yesus sudah hilang. Mereka tidak tahu mengapa mereka tertidur, karena mereka adalah tentara profesional, dan itulah pelanggaran tugas yang berakibat parah. Mereka tidak tahu dari mana gempa itu berasal. Mereka tidak tahu bagaimana batu itu digulingkan. Mereka tidak tahu mengapa tubuh itu tidak ada di situ, dan memang itu tidak ada. Jadi tidak ada alasan untuk tinggal, jadi mereka pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu mereka sudah pergi, karena Maria Magdalena tidak pernah menyebut mereka ketika dia sampai di sana. Wanita lain tidak pernah mengacu tentang tentara itu ketika mereka sampai di sana. Petrus dan Yohanes tidak pernah menyebut mereka ketika mereka sampai di sana. Mereka telah pergi, mereka tahu bahwa mereka telah gagal dalam tugas mereka, jadi mereka segera kembali ke Sanhedrin. Dan mereka adalah kesaksian kolektif bahwa tubuh Yesus itu tidak ada di situ. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sementara Maria Magdalena berasumsi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, “bahwa mereka telah mencuri tubuh Yesus.” Dia berlari ke Petrus dan Yohanes; mereka juga tidak memikirkan ada kebangkitan. Keduanya di </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1"> “berlari bersama-sama.” Yohanes lebih cepat dari Petrus, dia datang ke kuburan itu lebih dulu. Dia dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “memandang ke dalam, dan melihat kain lenan terbungkus di sana, namun ia tidak masuk.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Simon Petrus juga datang dan langsung masuk ke kuburan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keduanya melihat dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “kain-kain kafan terletak di sana, dan kain kafan yang ada di kepala-Nya, tidak ada bersama dengan kain lenan itu, tetapi tergulung tersendiri pada tempatnya.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Maka murid yang lain, yang pertama kali datang ke kubur itu, masuk juga, lalu ia melihat dan percaya.” Saya tidak tahu apa yang dia percaya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sampai sekarang mereka masih belum mengerti Alkitab bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dia mungkin seperti orang yang berkata, “Tuhan, saya percaya; tolonglah ketidakpercayaan saya.” Perhatikanlah bahwa mereka tidak mengharapkan Yesus itu bangkit: para wanita tidak, dan pemimpin para rasul tidak. Inilah bukti ada makam yang kosong: penjaga yang tidak ada, batu itu disingkirkan; tubuh yang hilang; dan kemudian pakaian kubur terletak rapih di tempatnya. Meskipun badan-Nya dibungkus, dan kepala-Nya dibungkus terpisah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah seandainya ada orang yang mencuri tubuh itu, jauh lebih mudah untuk membawa tubuh itu semua terbungkus dan setidaknya itu berbau wajar daripada membuka mayat dan menyentuh mayat itu sendiri? Tidak ada orang yang akan melakukan itu. Tetapi kain lenan itu terletak di sana di tempat mayat itu dulu berada, dan kain kafan itu letak di tempat kepala dulu berada, karena Yesus keluar saja menembus semua itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan perampokan kuburan. Para murid tidak mau melakukan itu, karena mereka bahkan tidak mengharapkan ada kebangkitan. Semua orang tahu Dia ada di dalam kubur. Makam itu ditutupi oleh penggulingan batu besar di depan pintu masuk, disegel dengan segel Romawi, dan dijaga oleh tentara Romawi. Semua rasul, kecuali Yohanes, mati sebagai martir. Dan mereka mati karena mereka memberitakan Yesus disalibkan dan kemudian bangkit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pemimpin Yahudi lebih takut Yesus akan bangkit daripada para murid percaya Dia bangkit. Mereka tahu Dia membangkitkan Lazarus dari kematian, dan mereka tidak berurusan dengan bencana Mesianik yang dihadapi orang-orang Yahudi yang percaya. Mereka melihat Dia sebagai seorang penghujat. Tetapi mereka takut akan kuasa-Nya, dan mereka sebenarnya mengakui bahwa Dia ada kuasa, tetapi mereka berkata bahwa kuasa-Nya berasal dari neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 28:11 - 15 para prajurit kembali ke Mahkamah Agung Yahudi untuk mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Sementara itu Tuhan sedang berbicara dengan para pengikut-Nya, Dia suruh mereka pergi ke Galilea, dan Dia akan bertemu dengan mereka di sana. Tetapi menurut Anda apakah yang dapat dikatakan tentara ini? “Kami tidak tahu apa yang terjadi. Kami semua tertidur. Ada gempa bumi, batu itu terguling, dan mayat hilang. Hanya itulah yang kami tahu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Maka mereka berkumpul," di ayat 12, "dengan para penatua dan berunding bersama." Dan Sanhedrin itu, “memberikan kepada para prajurit sejumlah uang besar.” Inilah penyuapan. Apa pun yang dikatakan tentara itu tidak dapat diterima. Jadi beri tahulah orang-orang di ayat 13, “murid-murid-Nya datang pada malam hari dan mencuri Dia ketika kami sedang tertidur.” Tetapi bagaimana mereka tahu itu pada saat mereka sedang tertidur? Sungguh rencana yang bodoh sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Maka mereka mengambil uang itu,” ayat 15, “dan melakukan seperti yang diperintahkan kepada mereka.” Mereka pergi ke mana-mana dan berkata, “Para murid datang dan mencuri tubuh-Nya ketika kami sedang tertidur.” “Dan kisah ini tersebar luas di antara orang-orang Yahudi sampai hari ini.” Yohanes menulis ini enam puluh tahun kemudian, dan itu masih menjadi cerita di antara orang-orang Yahudi. Jadi Sanhedrin juga bersaksi tentang kuburan yang kosong itu. Tidak ada yang pernah menyangkal ada makam kosong.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang lihatlah </span><span class="cf1"><b>Yohanes 20:9</b></span><span class="cf1">. Ketika para wanita akhirnya mulai mengerti, dan Petrus dan Yohanes mulai menyadarinya juga, dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1"> bahwa Yohanes “percaya.” Gagasan bodoh dari para kritikus sepanjang sejarah adalah bahwa para murid begitu berkomitmen pada kebangkitan Yesus sehingga mereka mengarang itu, sepenuhnya bertentangan dengan kesaksian Kitab Suci. Mereka tidak benar-benar percaya kebangkitan itu sampai mereka melihat Yesus dan menyentuh-Nya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Apr 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220417</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001CE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Dikuburkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001CD"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+19:31-42" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 19:31-42</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kematian, tentu saja, adalah fakta paling pasti tentang kehidupan. Dan kematian menakutkan orang lebih dari apa pun. Itulah sebabnya, dalam kitab Ibrani, penulis memberitahu kita bahwa ketakutan akan kematianlah yang telah mengikat manusia sepanjang hidup mereka. Alkitab memberitahu kita bahwa kematian menghasilkan ketakutan di setiap hati, ketakutan yang tampaknya tidak ada jalan keluarnya, kecuali kebangkitan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang Kristen yang mengatakan, “Mati adalah keuntungan”; yang berkata, “Hai maut, di manakah sengatmu?” Dan ada beberapa orang yang mungkin bertanya apakah itu perspektif realistis, apakah itu semacam permainan pikiran untuk mengatasi kecemasan ini ketika kita berpikir tentang kematian, tetapi ternyata tidak. Itulah rasional, masuk akal dan benar untuk menantikan kematian dengan antisipasi. Kematian seharusnya tidak membuat kita takut karena ada sang penakluk kematian itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 14:19 Yesus berkata, "Karena Aku hidup, kalian juga akan hidup," itulah yang menghilangkan sengat kematian. Itulah Tuhan Yesus Kristus yang menyelamatkan kita dari ketakutan akan kuburan. Dialah yang dalam kematian-Nya menghancurkan kematian. Dia telah menghilangkan sengat maut, menaklukkan terornya, dan membuat kita memandang kematian bukan sebagai bencana tetapi sebagai teman yang mengantar kita ke hadirat Allah dan ke dalam kemuliaan abadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukti kuasa-Nya atas kematian diberikan dalam Alkitab. Ada nubuatan tentang kematian-Nya dalam Perjanjian Lama. Keempat Injil semuanya membicarakan kematian-Nya. Para penulis surat-surat dan Wahyu mengacu pada kematian-Nya. Tetapi ada juga nubuatan tentang kebangkitan-Nya dalam Perjanjian Lama. Injil semua berfokus pada kebangkitan. Surat-surat Alkitab itu merayakan makna kebangkitan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian Firman malam ini cukup panjang, dan marilah kita lihat dua fitur dalam teks ini. Kematian-Nya dan penguburan-Nya. Dan saya ingin kalian melihat bagaimana masing-masing menunjukkan kuasa-Nya atas hidup dan mati, dan mereka menunjukkan bahwa Dia memang Mesias yang dijanjikan karena mereka menggenapi semua nubuatan spesifik. Dan pada kebangkitan-Nya minggu depan kita akan melihat kesaksian yang paling jelas bahwa Dia adalah Allah dalam daging manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Mesias; Dia adalah keagungan. Itu juga membuktikan kepada kita bahwa Dia memiliki kuasa kehidupan di dalam diri-Nya, kuasa yang telah Dia janjikan kepada kita. Dalam penderitaan Kristus selama Minggu Sengsara dan kematian-Nya, setidaknya 28 nubuatan Perjanjian Lama telah digenapi. Mereka ditulis di mana saja dari seribu hingga lima ratus tahun sebelum Kristus datang, dan Dia menggenapi semuanya dengan sempurna.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hampir semuanya digenapi dalam periode 24 jam menjelang penyaliban-Nya, sekali lagi mengingatkan kita bahwa Dia adalah Anak Domba yang disembelih sejak sebelum dunia dijadikan, yang disiapkan oleh Allah, diutus oleh Allah, yang secara khusus menggenapi nubuatan yang telah ditetapkan Allah dalam Perjanjian Lama. Kita hanya akan melihat beberapa saja di antaranya, cukup untuk meyakinkan kita siapakah Yesus ini sebenarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat dulu kematian-Nya mulai dari ayat 30 sampai ayat 37. Alasan kita takut kematian adalah karena kejutan dalam hal kapan itu akan datang, dan kejutan dalam hal apa yang akan terjadi. Karena orang tidak mati dan hidup kembali, kita tidak tahu apa yang terjadi selain wahyu ilahi dari Alkitab. Umat manusia tidak dapat melihat melampaui kehidupan ini dan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi kematian seperti itu tidak terjadi pada Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 10:17 Yesus berkata, “Itulah sebabnya Bapa mengasihi Aku, karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk mengambilnya kembali. Tidak ada seorang pun yang mengambilnya dari-Ku, tetapi Aku meletakkannya atas inisiatif-Ku sendiri. Aku memiliki wewenang untuk meletakkannya, dan Aku memiliki wewenang untuk mengambilnya kembali. Perintah ini Aku terima dari Bapa-Ku.” Tidak ada yang dapat mengambil nyawa-Nya dari Dia, bahkan Allah. Allah minta Dia untuk memberikan hidup-Nya, dan Dia setuju.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tentunya bukan Setan yang memegang kuasa maut dan akibatnya manusia ketakutan. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 30,</b></span><span class="cf1"> “Karena itu, ketika Yesus menerima anggur asam, Dia berkata, ‘Sudah selesai!’ Dan Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan roh-Nya.” Dia meneriakkan kata-kata itu, "Sudah selesai." supaya semua orang dapat mendengar bahwa pekerjaan penebusan itu telah dilakukan, upah dosa telah dibayar, dan keadilan Allah telah dipuaskan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan dimenangkan, Setan dikalahkan, dan dosa dihancurkan. Yesus tahu penuh tentang semua itu. Dia tahu bahwa setiap detail spesifik dari rencana Allah telah digenapi. Setiap nubuatan telah diselesaikan. Dia telah mengatakan apa yang perlu dikatakan; Dia telah melakukan apa yang perlu dilakukan dan kemudian dengan sengaja Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan roh-Nya. Ini bukanlah kematian korban; itulah kematian pemenang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Fakta bahwa Dia mati ketika Dia mati adalah strategis bagi banyak nubuatan, dan sangat strategis untuk mengidentifikasi Dia sebagai Raja kehidupan yang berkuasa atas kematian. Yesus mati sekitar pukul 15:00, dan itu sangat cepat bagi seseorang yang telah disalibkan. Tahukah Anda bahwa banyak orang yang disalibkan bertahan selama tiga hari di kayu salib? Dan Yesus hanya ada di salib selama beberapa jam saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pencuri-pencuri itu, yang kurang kuat dibanding Yesus dan tidak terlalu dicambuk, hidup lebih lama dari Dia. Mereka menderita lebih banyak rasa sakit fisik. Tetapi tampaknya ada pembencian khusus terhadap Yesus yang membuat cambukan itu lebih parah. Tetapi penjelasannya adalah bahwa Yesus sendiri memutuskan untuk menyerahkan nyawa-Nya. Dia memerintah kematian untuk mengambil nyawa-Nya karena Dia berada di jadwal ilahi, dan Dia harus menggenapi beberapa nubuatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Oleh karena itu, orang-orang Yahudi memutuskan, karena hari itu adalah hari persiapan, supaya mayat-mayat janganlah dibiarkan di kayu salib pada hari Sabat (karena hari Sabat adalah hari raya). Mereka minta Pilatus agar kaki mereka dipatahkan, dan mereka dibawa pergi.” Itulah harinya sebelum hari Pelewatan, sebelum Sabat. Itu adalah hari penting, artinya itulah hari Sabat Pelewatan, yang lebih suci dari semua Sabat lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang-orang Yahudi ingin supaya mayat-mayat itu dipindahkan sebelum hari Sabat dimulai. Prioritas inilah tanda kemunafikan. Jelas baunya sangat menyengat. Inilah orang-orang bodoh yang telah membunuh Anak Allah yang hidup. Mereka telah menolak realitas Mesias mereka sendiri. Mereka telah menyangkal Allah. Mereka adalah penghujat terburuk, tetapi mereka ingin memastikan bahwa mereka mempertahankan bentuk agama mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengingat sebuah bagian firman di Ulangan 21:22 - 23, “Jika ada orang yang telah melakukan dosa yang patut dihukum mati dan dia dibunuh dan kalian menggantungnya di pohon, mayatnya janganlah digantung sepanjang malam, tetapi kalian harus menguburnya pada hari yang sama supaya kalian tidak menajiskan tanahmu.” Dan mungkin mereka menerapkannya pada saat ini, dan mereka tidak ingin tanah itu dinajiskan pada hari Sabat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hari sudah semakin sore. Dan hari Sabat dimulai saat matahari terbenam. Jadi, mereka pergi ke Pilatus, dan minta izin Romawi untuk mempercepat kematian orang-orang itu di kayu salib dengan mematahkan kaki-kaki mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Maka para prajurit itu datang dan mematahkan kaki orang kriminal pertama dan yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Dia.” Alasannya adalah karena orang itu mati dalam penyaliban karena mereka tidak bisa bernapas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang bergantung di kayu salib akan mendorong dirinya ke atas dengan menggunakan kakinya, mendorong dirinya ke atas agar dapat bernapas. Jadi, tubuh itu naik ke atas dan ke bawah salib hanya untuk sanggup bernapas. Untuk mencegah korban itu hidup, para prajurit datang dan mematahkan kakinya. Karena tidak mampu mendorong keatas, tubuh itu jatuh, dan dia tidak bisa bernapas dan langsung dia mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika mereka datang kepada Yesus, secara menakjubkan, Dia sudah mati. Dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika mereka datang kepada Yesus, ketika mereka melihat bahwa Dia sudah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.” Yesus menyerahkan roh-Nya sendiri karena itulah rencana Allah: untuk menggenapi nubuatan dan untuk membuktikan bahwa Dia adalah Allah. Dalam Bilangan 9:12, dikatakan bahwa tulang domba Pelewatan tidak akan dipatahkan. Dan Yesus adalah Anak Domba Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada nubuatan khusus dalam Mazmur 34:20, “Dia melindungi semua tulang-Nya, dan tidak satupun yang patah.” Jadi, Yesus dalam kematian-Nya menggenapi nubuatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Sebab semuanya itu terjadi, supaya genaplah Alkitab itu.” Para prajurit Romawi yang datang untuk mematahkan kaki para korban sangat ahli dalam menentukan kematian. Mereka tidak ada untungnya untuk mengarang fakta bahwa Yesus sudah mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah bukti utama bahwa Yesus benar-benar mati dan itu mengesampingkan teori-teori yang mengatakan bahwa Yesus tidak benar-benar mati; Dia hanya mengalami semacam koma dan Dia hidup kembali oleh rempah-rempah dan kesejukan makam itu. Dan jika tidak ada kematian, maka tidak ada kebangkitan. Para prajurit ini benar tahu kalau orang itu mati ketika mereka melihatnya, dan mereka bersaksi bahwa Dia sudah mati. Jadi supaya tidak ada keraguan, bacalah ayat berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Satu orang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan langsung keluar darah dan air.” Ini juga menggenapi nubuatan. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Dan lagi ada ayat lain yang mengatakan, 'Mereka akan memandang kepada Dia yang mereka tikam.'” Zakharia 12:10 mengatakan bahwa Mesias akan ditikam, tetapi pada suatu hari nanti orang-orang Yahudi akan melihat Yang ditusuk itu dan percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes mengatakan, bahwa dia melihat darah dan air langsung keluar. Inilah bukti lain bahwa Dia benar-benar mati. Penjelasan fisiologisnya adalah bahwa Yesus mati karena patah hati sebagai akibat dari penderitaan mental yang hebat. Kematian seperti itu akan terjadi secara instan, dan darah yang mengalir ke perikardium akan menggumpal menjadi gumpalan darah merah dan air serum jernih yang disebut air di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Dan dia yang melihat telah bersaksi, dan kesaksiannya itu benar; dan dia tahu bahwa dia mengatakan kebenaran, supaya kalian juga percaya.” Yohanes berkata, “Saya menulis apa yang benar. Saya bersaksi tentang apa yang benar. Aku mengatakan kebenaran kepada kalian, supaya kalian percaya.” Yohanes 20:31, “Ini semua tertulis supaya kalian dapat percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah; dan dengan kepercayaan itu, kalian memiliki hidup dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Sebab demikianlah itu dilakukan supaya Kitab Suci digenapi, “Tidak satupun dari tulang-tulang-Nya akan dipatahkan.” Dan Yesus tidak dibunuh oleh tombak itu; itu hanya mengungkapkan bahwa Dia sudah mati, karena Dia memberikan hidup-Nya tepat pada jadwal ilahi. Jadi, kalian melihat keilahian Kristus. Bahkan kalian melihat kuasa-Nya yang diekspresikan dalam kematian-Nya. Dan Yohanes mengatakan bahwa segala sesuatu itu terjadi seperti yang diceritakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Yesus menunjukkan kuasa atas kematian bahkan ketika mati. Dalam Yesaya 53:9, sang nabi berkata tentang Mesias, “Kuburannya ditetapkan bersama orang-orang fasik, tetapi Ia bersama orang kaya dalam kematian-Nya.” Mesias seharusnya dimakamkan di tempat yang disiapkan untuk penjahat biasa. Bahkan, orang Romawi tidak mengubur mereka; mereka hanya dibuang untuk dimakan burung pemakan bangkai dan anjing pemulung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ternyata Dia di kuburkan di tempat orang kaya dalam kematian-Nya. Tetapi bagaimana itu mungkin? </span><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Dan sesudah semuanya itu, Yusuf dari Arimatea yang adalah seorang murid rahasia, karena dia takut akan orang-orang Yahudi, minta Pilatus supaya ia dapat mengambil mayat Yesus; dan Pilatus memberi izin kepadanya. Oleh karena itu, dia datang dan mengambil tubuh Yesus.” Yesus bergerak di dalam hati orang kaya itu untuk menggenapi Alkitab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya, dia itu seorang pengecut. Mengapa tiba-tiba, pada periode waktu yang paling eksplosif, yang berpotensi mematikan dalam sejarah kehidupan Yesus, ia akan mengekspos dirinya sendiri? Dan bukan hanya memperlihatkan dirinya sebagai murid Yesus kepada orang-orang di sekitarnya, tetapi juga kepada Pilatus yang, dari semua orang, memegang kuasa hidup dan mati. Tetapi dia melakukan itu karena Kristus menggerakkan hati-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat Injil memberitahu kita tentang Yusuf dari Arimatea. Dia orang kaya, saleh, dan benar. Dia adalah anggota Sanhedrin. Dia hadir waktu Yesus diadili, tetapi karena takut kepada para pemimpin Yahudi, dia tidak menyatakan imannya. Tetapi ketika Yesus menggerakkan hatinya untuk menggenapi nubuatan, dia pergi ke Pilatus dan minta tubuh Yesus. Dan dia harus bertindak cepat, karena tubuh ini harus berada di kuburan sebelum matahari terbenam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Karena di Matius 12:40, dikatakan bahwa Yesus harus berada di dalam kuburan tiga hari tiga malam. Itu bukan berarti tiga periode 24 jam. Bagi orang Yahudi, siang dan malam adalah istilah yang menunjukkan satu bagian dari hari 24 jam dalam hal gelap dan terang. Dan orang-orang Yahudi berbicara tentang hari sebagai siang dan malam. Dia harus berada di kuburan itu sebelum matahari terbenam sehingga hari Jumat itu dapat dihitung sebagai salah satu dari tiga hari itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Dan Nikodemus, yang pada dulu datang pada malam hari kepada Yesus, juga datang membawa campuran mur dan gaharu, yang kira-kira beratnya seratus pon.” Dalam Yohanes 3, Nikodemus juga, selain Yusuf dari Arimatea, telah menjadi pengikut Yesus Kristus. Bumbu itu banyak sekali. Dan itulah jumlah yang biasanya digunakan untuk mengurapi tubuh seorang raja atau orang kaya yang hebat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Mereka mengambil mayat Yesus, dan membungkus-Nya dengan kain lenan dengan rempah-rempah, seperti kebiasaan penguburan orang Yahudi.” Dan kita juga tahu, bahwa beberapa wanita membantu mereka dalam membungkus tubuh-Nya. Dan mereka hanya menaburkan campuran mur dan gaharu ini. Itu adalah wewangian. Itu mengurangi bau busuk dari tubuh yang membusuk itu. Mereka tidak membalsem. Mereka tidak mengeluarkan darah; mereka hanya menggunakan campuran ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Nah di tempat Dia disalibkan ada sebuah taman, dan di dalam taman itu ada kuburan baru yang belum pernah dipakai.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, oleh karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, dan karena kuburan itu dekat, mereka membaringkan Yesus di sana.” Setiap detail diatur untuk mencapai tujuan Allah. Semuanya dilakukan dengan cepat supaya Yesus dikuburkan sebelum matahari terbenam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, mereka menganggap hari Jumat itu sebagai hari pertama, meskipun Dia berada di dalam kuburan itu hanya beberapa jam sebelum matahari terbenam. Hari Sabat itu adalah hari kedua; dan meskipun Dia bangun pagi-pagi pada hari Minggu pagi, Dia sudah berada di kuburan 12 jam pada hari ketiga. Ini sangat penting bahwa Yesus berada di dalam kuburan itu pada hari Jumat karena nubuatan dari bibir-Nya sendiri, perlu digenapi sepenuhnya bahwa Dia akan berada di dalam kuburan selama tiga hari dan tiga malam. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Apr 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220410</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001CD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Raja di Kayu Salib]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001CC"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+19:16-30" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 19:16-30</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Peristiwa salib di sini diberikan oleh Yohanes dan keempat penulis Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes memberikan laporan tentang salib itu. Kita perlu mempelajari semua laporan untuk mendapat gambaran lengkap. Tetapi maksud Yohanes dinyatakan di Yohanes 20:31, “Inilah yang tertulis, supaya kalian percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, sang Mesias.” Yohanes menulis supaya dengan kepercayaan kita dapat memperoleh hidup kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita baca </span><span class="cf1"><b>Yohanes 19:16 – 30</b></span><span class="cf1">, “Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Kemudian mereka mengambil Dia dan membawa-Nya pergi. 17 Sambil memikul salib-Nya, Dia pergi ke suatu tempat yang disebut Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota, 18 Dan disitu mereka menyalibkan Dia, dan bersama-sama dengan Dia, ada dua orang lain bersama Dia, sebelah-menyebelah, dan Yesus di tengah-tengah. 19 Nah Pilatus menulis sebuah judul dan memasangnya di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan tulisannya adalah: 'Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi.' 20 Kemudian banyak orang Yahudi membaca judul ini, karena tempat di mana Yesus disalibkan letaknya di dekat kota; dan itu ditulis dalam bahasa Ibrani, Yunani, dan Latin. 21 Karena itu, kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus, "Jangan menulis, 'Raja orang Yahudi', tetapi, 'Dia berkata, 'Akulah Raja orang Yahudi'." 22 Jawab Pilatus, "Apa yang telah saya tulis, saya telah menulis."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">23 Kemudian para prajurit, setelah mereka menyalibkan Yesus, mengambil pakaian-Nya, dan membuat empat bagian, untuk setiap prajurit satu bagian, dan juga jubah. Nah jubah itu tanpa jahitan, ditenun dari atas kebawah dalam keadaan utuh. 24 Karena itu mereka berkata di antara mereka sendiri, “Janganlah kita merobeknya, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya,” supaya Alkitab digenapkan yang mengatakan: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka membuang undi untuk jubah-Ku.” Oleh karena itu para prajurit melakukan hal-hal ini.” 25 Sekarang di dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya, dan saudara perempuan ibu-Nya, Maria istri Klopas, dan Maria Magdalena. 26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya, dan murid yang dikasihi-Nya berdiri di dekat-Nya, Dia berkata kepada ibu-Nya, "Ibu, lihatlah anakmu!" 27 Lalu Dia berkata kepada murid itu, “Lihatlah ibumu!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sejak saat itu murid itu membawanya ke rumahnya sendiri. 28 Setelah itu, Yesus, tahu bahwa segala sesuatu sekarang telah tercapai, berkatalah,Dia supaya genaplah yang tertulis di Alkitab, "Aku haus!" 29 Di situ ada bejana berisi anggur asam; dan mereka menaruh bunga karang yang penuh anggur asam itu pada sebatang hisop dan membawanya ke mulut-Nya.30 Jadi setelah Yesus menerima anggur asam itu, berkatalah Dia, "Sudah selesai!" Dan sambil menundukkan kepala-Nya, Dia menyerahkan nyawa-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyaliban Tuhan Yesus Kristus adalah tindakan kasih dan keadilan ilahi yang paling memberkati yang pernah ada. Dan walaupun orang-orang Yahudi terlibat dalam penolakan Kristus dan ingin Dia dibunuh, dan sebenarnya orang-orang Romawi melakukan pembunuhan itu, tetapi Allahlah yang menggenapi rencana-Nya. Allah menjamin keselamatan kekal bagi jutaan jiwa-jiwa dan membuka surga bagi mereka, tanpa mengkompromi keadilan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah harus menghukum dosa dan karena itu Ia menghukumnya di dalam Kristus; ini melindungi kekudusan-Nya. Tetapi Dia juga ingin mengampuni orang-orang berdosa, karena itulah kasih-Nya. Kasih dan kekudusan jadi bertemu di kayu salib. Tuhan kita Yesus bukan hanya korban dari orang-orang yang tidak adil dan jahat. Dia mati dengan rela dan tunduk pada kehendak Bapa yang telah mengutus Dia menjadi korban untuk menebus dosa-dosa seluruh umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di permukaan mungkin kalian berpikir bahwa tidak ada kemuliaan dalam kematian Kristus, di mana Anak Allah dipakukan di kayu salib, digantung telanjang, karena pakaian-Nya diperjudikan di kaki salib. Tetapi Yohanes ingin kita melihat kemuliaan Kristus, dalam empat cara: dengan mengacu pada Alkitab, dengan mengacu pada judul, dengan mengacu pada simpati Tuhan kita dan dengan mengacu pada keunggulan-Nya atas kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama yang kita lihat dalam penyaliban Kristus di tulisan Yohanes adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi menggenapi Alkitab. Inilah bukti yang sangat besar, karena orang-orang yang melakukan semua ini kepada Yesus adalah orang-orang penyembah berhala yang tidak ada hubungannya dengan Alkitab. Tidak ada upaya di pihak mereka untuk memenuhi apa pun. Mereka hanya melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Mereka melakukan apa yang selalu mereka lakukan di penyaliban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Sambil memikul salib-Nya, Yesus pergi ke tempat yang disebut Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” Biasanya para korban penyaliban sangat ketakutan, tetapi Yesus pergi dengan rela. Kata "Keluar" berarti keluar dari kota yang diwajibkan dalam Imamat 16 dan juga dalam Ibrani 13:11. Golgota adalah sebuah bukit yang berbentuk tengkorak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, Dan disitu mereka menyalibkan Dia, dan bersama-sama dengan Dia, ada dua orang lain sebelah-menyebelah, dan Yesus di tengah-tengah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita diberi gambaran Kristus ini dalam Bilangan 21, di mana orang-orang Israel diselamatkan ketika mereka memandang keatas ke arah ular, seperti yang dijelaskan dalam Yohanes 3:14. Yesus sendiri mengatakan ini dalam Yohanes 8:28 dan lagi dalam Yohanes 12:32. Penyaliban itu sendiri dijelaskan dalam Mazmur 22. Mazmur 22:18 dan dikutip langsung dalam ayat 24. "Mereka menyalibkan Dia di antara dua orang lain," yang dijelaskan dalam Yesaya 53:9, "Dia terhitung di antara orang-orang jahat."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Lihatlah ayat 23 - 24</b></span><span class="cf1">, para prajurit membagi pakaian luar menjadi empat, tetapi ada 'jubah' yang mulus. Hanya imam besar saja memakai pakaian tanpa jahitan. Mereka memutuskan untuk tidak merobeknya tetapi untuk membuang undi. Itu menggenapi Mazmur 22:18 dengan tepat. Semua yang dilakukan tentara adalah menggenapi nubuatan, menggenapi Alkitab hingga ke detail terkecilpun. Dan di sinilah terdapat kemuliaan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Nah Pilatus menulis sebuah judul dan memasangnya di kayu salib. Dan tulisannya adalah: 'Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi.' </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1"> berkata judul itu ditulis dalam tiga bahasa, Ibrani, Latin dan Yunani. Itulah bahasa-bahasa yang dipilih Pilatus supaya semua orang bisa membacanya. Tetapi dalam sarkasmenya, dia menyatakan kebenaran mutlak, karena inilah Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Dia adalah Mesias; Yang Diurapi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21 - 22</b></span><span class="cf1">, “Karena itu, imam-imam kepala orang Yahudi berkata kepada Pilatus, “Jangan menulis, ‘Raja orang Yahudi,’ tetapi, ‘Dia berkata, ‘Akulah Raja orang Yahudi.” </span><span class="cf1"><b>22</b></span><span class="cf1"> Pilatus menjawab, "Apa yang telah saya tulis, saya telah menulis." Dia telah diperas oleh orang-orang Yahudi untuk mengeksekusi Yesus, dan inilah caranya untuk membalas dendam. Tetapi inilah ironi yang pertama kali muncul di bagian yang menakjubkan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sungguh suatu ironi bahwa orang-orang jahat, yang tidak bertuhan dan bodoh melakukan hal terburuk yang dapat mereka lakukan, sedang menggenapi Kitab Suci. Sungguh ironis bahwa gubernur Romawi Pilatus, yang ingin membalas dendam dan mencemooh orang-orang Yahudi, akhirnya menempatkan pernyataan di atas kepala Yesus yang sepenuhnya benar. Orang-orang Yahudi, imam-imam kepala, Sanhedrin, Pilatus, dan tentara Romawi semuanya bodoh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Raja bukan hanya atas Israel, tetapi Dia akan menjadi Raja seluruh dunia, dan Filipi 2:10 mengatakan, “Setiap lutut akan bertekuk.” Dan Allah menggunakan tanda itu untuk menyelamatkan seorang pencuri yang sekarat di samping Yesus. Marilah kita lanjutkan cerita di </span><span class="cf1"><b>ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Tetapi berdiri di dekat salib Yesus adalah ibu-Nya, dan saudara perempuan ibu-Nya, Maria istri Klopas, dan Maria Magdalena.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26 - 27</b></span><span class="cf1">, Ketika Yesus melihat ibu-Nya, dan murid yang dikasihi-Nya berdiri di dekatnya, Dia berkata kepada ibu-Nya, 'Wanita, lihatlah, anakmu!' </span><span class="cf1"><b>27</b></span><span class="cf1"> Lalu Dia berkata kepada murid itu, 'Lihat, ibumu!' Dan sejak saat itu murid itu membawanya ke rumahnya sendiri.” Disini terlihat tindakan simpati terhadap Maria, ibu-Nya. Di kaki salib hanya ada empat pengikut Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul telah melarikan diri, kecuali satu pria, dan itu adalah Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, dan tiga wanita. Itu memang hal yang berani untuk dilakukan, karena mereka mengidentifikasikan dengan seorang penjahat yang sedang dieksekusi. Itu membutuh keberanian untuk muncul, itu membutuh kasih yang luar biasa. Ibu Yesus hanya diidentifikasikan oleh Yohanes sebagai ibu-Nya tanpa menyebut namanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini konsisten dengan profil rendah yang dimiliki Maria dalam Perjanjian Baru. Sudah jelas dia dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu duniawi dari Tuhan Yesus Kristus, tetapi dia tidak ada tempat khusus dalam penebusan di luar itu. Maria dikasihi oleh Dia dengan kasih yang tidak seperti kasih lain yang pernah dikenal manusia lain, dan akibatnya Maria mencintai Yesus dengan cara khusus yang tidak dapat dibandingkan dengan mencintai orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di sini itu berakhir di salib, seperti sebuah pedang menembus jiwanya. Yusuf telah menghilang jauh sebelum ini; tentu saja dia sudah mati. Maria telah diurus oleh Yesus, dan saudara-saudari; tetapi pada titik ini, tidak seorang pun dari mereka percaya kepada-Nya. Jadi sekarang ibu-Nya membutuhkan seseorang untuk merawatnya, seseorang yang sangat percaya kepada Yesus, dan orang itu adalah murid yang dikasihi Yesus; yaitu Yohanes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes telah mengalami kasih Kristus dan itu telah mengubahnya, sampai dia dikenal sebagai rasul kasih, dan jika ada sesuatu yang mengidentifikasikan Injilnya adalah bahwa dia memahami kasih Allah, dan kasih Kristus. Karena ia telah dikasihi oleh Tuhan maka ia pun mengasihi untuk membalasnya. Jadi Yesus melihat ke bawah dan melihat saudara perempuan ibu-Nya, Salome, istri Zebedeus, yang adalah bapa Yakobus dan Yohanes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ada Maria, istri Clopas. Dia adalah ibu dari rasul Yakobus putra Alfeus, dan Maria Magdalena, wanita yang Lukas 8 katakan telah dibebaskan dari delapan setan-setan oleh Tuhan. Tiga dari wanita ini bernama Maria, yang berarti kepahitan. Ini adalah nama populer, karena itulah nama Miryam, saudara perempuan Musa. Banyak ibu-ibu Yahudi memilih itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria bukanlah makhluk supranatural; dia adalah seorang janda yang telah kehilangan cintanya yang terbesar, yaitu Putra sulungnya; dan anak-anaknya yang lain tidak percaya kepada-Nya. Maka Yesus melihat ke bawah ke arahnya dan berkata, "Wanita, lihatlah, anakmu!" dan Dia mengarahkannya kepada rasul Yohanes, karena Dia melihat kepada Yohanes di </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1">, dan berkata, “Lihatlah, ibumu!” Sejak saat itu murid itu membawanya ke rumahnya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, "Wanita." Dan Anda mungkin berpikir itu kurang sopan. Mengapa Dia tidak memanggilnya ibu? Nah, panggilan itu sudah hilang tiga tahun sebelum ini ketika Dia mulai pelayanan-Nya. Mukjizat pertama yang Dia lakukan adalah dalam Yohanes 2 pada pernikahan di Kana. Mereka kehabisan anggur, dan Maria datang kepada Yesus dan berkata, "Mereka kehabisan anggur," dan Yesus menjawab, "Wanita." 'Wanita' adalah istilah martabat dan rasa hormat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu membawa kita kepada supremasi Kristus dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 28 - 30</b></span><span class="cf1">, “Sesudah itu Yesus, yang tahu, bahwa sekarang segala sesuatu telah diselesaikan, supaya Alkitab digenapi, berkata: “Aku haus!” </span><span class="cf1"><b>29</b></span><span class="cf1"> Di situ ada bejana berisi anggur asam; dan mereka menaruh bunga karang yang penuh anggur asam itu pada sebatang hisop dan membawanya ke mulut-Nya.” </span><span class="cf1"><b>30</b></span><span class="cf1"> Jadi, setelah Yesus menerima anggur asam itu, Dia berkata, "Sudah selesai!" Dan sambil Dia menundukkan kepala-Nya, Dia menyerahkan nyawa-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Dia mengendalikan kematian-Nya. Pertama-tama kalian melihat kemahatahuan-Nya. Dikatakan, "Yesus, yang tahu bahwa segala sesuatu telah diselesaikan." Sebelumnya di dalam doa Yohanes 17:4, Dia berkata, "Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk dilakukan." Itu mengantisipasi saat ini beberapa jam kemudian pada hari berikutnya. Tetapi ada satu nubuatan yang belum digenapi, jadi Dia berkata, “Aku haus.” Dia memikirkan Mazmur 69:21.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 69:21 mengatakan, "Mereka memberi saya empedu, tetapi untuk kehausan saya, mereka memberi saya anggur asam untuk diminum." Nubuatan itu harus digenapi, jadi ayat 29 mengatakan, “Disitu ada sebuah bejana berisi anggur asam; dan mereka menaruh bunga karang yang penuh anggur asam itu pada sebatang hisop dan membawanya ke mulut-Nya.” Mereka telah mencoba memberi Dia empedu, tetapi Dia tidak mau mengambilnya, karena empedu adalah obat penenang untuk mencoba mengurangi rasa sakit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian perlu tahu Dia mati jauh lebih cepat dari jadwal untuk orang-orang yang disalibkan. Jika pernah ada seorang pria yang sekuat itu, Dia adalah pria itu. Tidak ada dosa, tidak ada korupsi, dan penting bagi kalian untuk mengetahui bahwa ketika Dia mati, Dia mati karena Dia menghendaki diri-Nya mati, dan Dia menyerahkan roh-Nya. Dikatakan dalam Matius 27:50 dan Markus 15:37 bahwa ketika Dia berkata, "Sudah selesai," Dia berteriak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 10:17-18 Yesus berkata, “Tidak seorang pun dapat mengambil nyawa-Ku dari pada-Ku; Aku meletakkannya dari Diri-Ku sendiri. Aku memiliki kuasa untuk meletakkannya; Aku punya kuasa untuk mengambilnya lagi.” Dan Dia akan melakukan itu pada hari Minggu pagi: “Sudah selesai!” Apakah yang Dia selesaikan? Dia menyelesaikan penebusan dengan substitusi. Dia selesai menanggung murka Allah atas dosa-dosa umat-Nya. Semua inilah kesaksian kuat tentang keilahian Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekali lagi, ada ironi luar biasa lain di Kalvari, Matius dan Markus memberi tahu kita bahwa pencuri ini, seperti yang lain, mulai “melecehkan Yesus.” Inilah transformasi seseorang melalui apa yang dia lihat dalam kematian Yesus; dia ditransformasikan di kayu salib. Dia menjadi takut akan Allah. "Apakah kamu bahkan tidak takut Allah?" katanya kepada sesama kriminalnya. Orang berdosa ini berubah dari menghujat Yesus menjadi penegur pencuri lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia bukan saja takut akan Allah, tetapi dia memahami keberdosaannya sendiri. Dia mengatakan kepada pencuri lain, “Dan kami benar-benar menderita secara adil, karena kami menerima apa yang pantas kami terima untuk perbuatan kami.” Dia tahu dia membutuhkan belas kasihan, anugerah, dan pengampunan dosa untuk menghindari penghakiman, dan dia dengar apa yang Yesus katakan di ayat 34, "Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," jadi dia tahu ada pengampunan, bahkan untuk orang kriminal yang terburukpun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian dia tahu bahwa Yesus tidak berdosa. Dia berkata, "Orang ini tidak melakukan apa-apa." Dan dia berkata, “Ingatlah aku ketika Engkau datang dalam kerajaan-Mu!” Dia tahu tidak ada yang selamat dari penyaliban. Jadi dia tahu bahwa Yesus bukan hanya akan bangkit, tetapi Yesus juga dapat membangkitkan dia. Teologinya terbentuk saat dia melihat Yesus dalam kematian-Nya. Ketika Yesus hidup kembali, dia ingin hidup juga.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yesus, “Sesungguhnya hari ini kamu akan bersama-Ku di surga.” Dia melihat kuasa salib itu, dan dia tidak sendirian. Di dalam Lukas 23:47, “Ketika perwira itu melihat apa yang terjadi, ia mulai memuji Allah.” Jadi orang-orang Romawi ini memutuskan dengan melihat caranya Yesus meninggal bahwa Dia adalah Allah. Mereka melihat ada gelap gulita pada siang hari, ada gempa bumi besar, dan mereka melihat cara Dia mati, sampai mereka yakin akan kemuliaan-Nya. Apakah Anda juga yakin? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Apr 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220403</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001CC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keputusan Pilatus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001CB"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+19:1-15" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 19:1-15</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 19 kita melihat kembali pengadilan Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Pilatus, gubernur Romawi. Tuhan Yesus direndahkan dalam setiap aspek kehidupan-Nya. Pribadi yang adalah Allah yang tak terbatas dan abadi menjadikan diri-Nya sendiri sebagai hamba Allah yang menderita dan dihina dalam menjadi manusia sepenuhnya. Marilah kita melihat hidup-Nya dan beberapa ciri hidup-Nya yang menunjukkan Dia menanggung salib itu seumur hidup-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam hidup-Nya Dia menanggung semacam salib selama tiga dekade hidup-Nya dalam penghinaan-Nya dan ketidakjelasan-Nya. Tetapi khususnya dalam tiga tahun pelayanan publik Dia hidup tanpa reputasi, tanpa kehormatan, tanpa kekaguman. Ini adalah orang yang dipuja oleh Bapa dengan pemujaan dan kasih yang sempurna, dan adalah Yang disembah oleh semua malaikat suci, dan yang ditakuti semua setan-setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam penangkapan-Nya Dia ditangkap dan Dia diikat. Yang tak terbatas itu diikat oleh orang jahat. Pribadi yang sanggup mengalahkan mereka dan membunuh mereka dalam satu detik saja, lebih suka membiarkan diri-Nya menjadi tawanan mereka sehingga mereka bisa membawa-Nya kepada kematian. Dia diikat oleh agen-agen Setan, dan pada suatu hari para malaikat akan mengikat Setan dan melemparkannya untuk selamanya ke dalam lautan api.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengkhianatannya adalah semacam penyaliban. Setelah tiga tahun hak istimewa penuh belas kasihan itu diberikan kepada Yudas, pengkhianat itu memilih Setan daripada Anak Allah. Dalam pengadilan-Nya di hadapan hakim-hakim duniawi yang korup yang secara salah mengutuk Dia, satu-satunya Hakim yang benar yang kepadanya semua penghakiman terakhir diberikan, ternyata disalahkan atas hal-hal yang tidak Dia lakukan. Dia adalah Hakim dimana dihadapannya semua orang akan dihakimi pada suatu hari nanti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam pencambukan-Nya Dia menderita rasa sakit yang nyata, dirobek dan dicabik-cabik daging-Nya: rasa malu, penghinaan, rasa sakit, ketelanjangan, dan ejekan. Ini adalah orang yang tidak pernah memiliki tubuh sampai saat itu, dan ketika Dia memiliki tubuh, tubuh itu dilukai untuk selama-lamanya, bekas luka karena pelanggaran orang-orang berdosa. Dan bahkan dalam hukuman-Nya, ada semacam salib, karena Dia dikutuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia yang adalah Raja di atas segala Raja, yang mengangkat dan menurunkan semua penguasa, yang akan menaklukkan semua raja-raja ketika Dia mendirikan kerajaan duniawi-Nya dan memerintah sebagai Raja di atas segala Raja dan Tuhan di atas segala Tuhan. Dia mengalami penolakan oleh para penguasa dan orang-orang, dihina, dan bahkan dimatikan. Dan kemudian Dia datang ke kayu salib itu untuk disalibkan. Seluruh hidupnya adalah seperti penyaliban.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang di Yohanes 19 kita berada di titik penyaliban-Nya yang sebenarnya. Faktanya, dalam Yohanes 19:16 Anda akan melihat bahwa bagian ini diakhiri dengan kata-kata yang datang dari Pilatus, “Maka ia menyerahkan Dia kepada para algojo Romawi untuk disalibkan.” Ini membawa kita kepada penyaliban-Nya yang sebenarnya. Marilah kita baca </span><span class="cf1"><b>ayat 1-15</b></span><span class="cf1">, “Maka Pilatus mengambil Yesus dan menyesah Dia. 2 Dan para prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan meletakkannya di atas kepala-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya. 3 Lalu mereka berkata, "Salam, Raja orang Yahudi!" Dan mereka memukul Dia dengan tangan mereka. 4 Pilatus kemudian keluar lagi dan berkata kepada mereka, "Lihatlah, aku membawa Dia keluar kepadamu, supaya kalian tahu, bahwa aku tidak menemukan kesalahan apapun pada-Nya." 5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Dan Pilatus berkata kepada mereka, “Lihatlah Manusia itu!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">6 Karena itu, ketika imam-imam kepala dan pejabat-pejabat melihat Dia, mereka berseru, “Salibkan Dia, salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka, “Kalian ambillah Dia dan salibkan Dia, karena aku tidak menemukan kesalahan pada-Nya.” 7 Orang-orang Yahudi menjawab dia, “Kami mempunyai hukum, dan menurut hukum itu Dia harus mati, karena Dia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.” 8 Karena itu, ketika Pilatus mendengar perkataan itu, bertambah takutlah ia,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">9 lalu ia masuk lagi kedalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus, "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. 10 Maka kata Pilatus kepada-Nya, “Tidakkah Engkau mau berbicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu bahwa aku berkuasa untuk menyalibkan-Mu, dan kuasa untuk membebaskan-Mu?” 11 Yesus menjawab, “Engkau tidak memiliki kuasa apapun terhadap Aku, kecuali jika kuasa itu diberikan kepadamu dari atas. Karena itu orang yang menyerahkan Aku kepadamu lebih besar dosanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">12 Sejak saat itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak, “Jika engkau membebaskan Orang ini, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Siapa pun yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.” 13 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, dia membawa Yesus keluar dan ia duduk di kursi pengadilan di tempat yang disebut Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata. 14 Sekarang adalah Hari Persiapan Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kira-kira jam keenam (jam duabelas). Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi, “Lihatlah Rajamu!” 15 Tetapi mereka berteriak, “Enyahkan Dia, enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka, "Haruskah aku menyalibkan Rajamu?" Para imam kepala menjawab, "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!" 16 Kemudian Dia menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Kemudian mereka ambil Yesus dan membawa-Nya pergi.” Inilah sejarah nyata, dengan orang-orang nyata dalam peristiwa nyata.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab itu bukanlah buku mistik, inilah buku sejarah. Ini adalah fase terakhir dari pengadilan Yesus. Orang-orang Yahudi tidak mau membunuh-Nya karena mereka takut orang banyak. Jadi mereka memutuskan bahwa orang Romawilah yang harus mengeksekusi Dia. Ini sesuai dengan rencana Allah karena dalam Perjanjian Lama gambaran ular yang diangkat di padang gurun adalah gambaran tentang Kristus yang ditinggikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi menurut Yohanes 18:32, mereka memaksa ada eksekusi Romawi untuk menggenapi perkataan Yesus. Allah mengarahkan bahkan hati kriminal mereka. Mereka menyerahkan Dia kepada Pilatus dan berkata, “Bunuhlah Dia. Jangan mempertanyakan kami, eksekusi saja Dia.” Tetapi Pilatus membutuhkan ada kejahatan, sebuah dakwaan. Dia membutuhkan bukti dan beberapa saksi. Dia adalah seorang gubernur dan seorang hakim. Dia membutuhkan alasan untuk membunuh orang ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tercatat dalam Injil enam kali bahwa Pilatus berkata, "Tidak bersalah." Dia tahu tidak ada tuduhan yang sah. Dia tahu Yesus tidak memimpin pemberontakan. Dia tahu Yesus bukanlah ancaman bagi Kaisar. “Dia juga tahu,” kata Matius 27:18, “bahwa karena iri hati mereka menangkap Dia.” Jadi Pilatus bertanya kepada Yesus, 'Apakah Engkau seorang raja?' Yesus menjawab, "Aku adalah raja kebenaran. Ini bukanlah kerajaan duniawi, inilah kerajaan transenden.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Pilatus telah memimpin ratusan pengadilan. Semua penjahat, yang tidak bersalah dan yang bersalah, dengan penuh semangat memprotes penangkapan mereka, berargumentasi bahwa mereka tidak bersalah. Tetapi di sini ada seseorang, yang tahu tidak bersalah, yang tidak memprotes. Dalam pikirannya dia bertanya-tanya, “Mengapa Yesus tidak menjawab? Mengapa dia tidak membela diri? Tetapi seperti yang dikatakan Yesaya 53:7, “Dia digiring seperti domba ke pembantaian dan Dia tidak membuka mulut-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus sekarang terjebak oleh kesalahan sebelumnya yang menyebabkan ada kerusuhan Yahudi di mana ia dilaporkan ke Kaisar beberapa kali dan harus ditegur. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan Yesus. Hati nuraninya mengganggunya. Istrinya mengatakan kepadanya bahwa dia janganlah ada hubungan dengan orang ini; dia dapat semacam mimpi. Pilatus tidak ingin menyerah pada orang-orang yang membuat hidupnya begitu sengsara, jadi dia menyerahkan Yesus kepada Herodes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Herodes adalah seorang raja yang memiliki otoritas kecil yang diberikan kepadanya oleh Roma di daerah itu. Lukas 23 memberi tahu kita sedikit. Yesus diutus kepada Herodes yang ada di dekatnya, jelas dia ada disana untuk Pelewatan juga. Dan itu lelucon bagi Herodes. Apakah Dia seorang raja? Inilah ejekan. Herodes tidak pernah bertemu Yesus sepanjang pelayanan-Nya. Dia melihat Yesus dan dia pikir itulah bahan tertawaan untuk menganggap Yesus sebagai ancaman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi setelah mengolok-olok Yesus, menimbun cemoohan pada-Nya, membuat orang-orang di keliling Herodes mengejek-Nya, dia mengirim Yesus kembali ke Pilatus. Jadi ketika kita sampai pada Yohanes 18:39 Pilatus mendapatkan Dia kembali, dan inilah fase terakhir dari pengadilan. Pilatus telah membentuk sikap niat baik. Pada setiap Pelewatan dia membebaskan seorang penjahat. Namun, mereka tidak ingin Yesus dibebaskan, mereka menginginkan Barabas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Barabas adalah seorang pemberontak, pembunuh dan perampok. Anda tidak ingin orang seperti itu berkeliaran dibanding seorang penyembuh, pembuat mukjizat, dan guru kebenaran. Tetapi mereka tetap memilih Barabas. Barabas berarti “Bar Abba, putra ayah.” Jadi mereka memilih putra bapa itu daripada Anak Bapa yang sebenarnya. Mereka memilih Barabas. Jadi usul pertama Pilatus itu gagal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Usul kedua ada di Yohanes 19. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Ia mengambil Yesus dan menyesah Dia.” Pilatus berpikir kalau Dia cukup dipukuli, dalam kondisi berdarah dan babak belur itu mereka akan mengasihani Dia. Tidak ada batas pencambukan Romawi. Tiga puluh sembilan cambukan adalah batasnya yang bisa dilakukan orang Yahudi, karena mereka ingin berhenti sebelum empat puluh, yang merupakan persyaratan Perjanjian Lama sebagai maksimum. Orang Romawi tidak memiliki batas maksimal seperti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka Pilatus menyeret Dia ke luar kepada orang banyak di luar sambil mengenakan mahkota duri, </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, dan berkata, “Lihatlah, Manusia itu!” "Apakah ini cukup? Lihatlah." </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Ketika imam-imam kepala dan pejabat-pejabat melihat Dia, mereka berseru, “Salibkan Dia, salibkan Dia!” Pilatus berkata kepada mereka, “Kalian ambillah Dia dan salibkan Dia, karena aku tidak menemukan kesalahan apapun pada-Nya.” Inilah kedua kalinya dia berkata, "Aku memberi kalian izin untuk membunuh-Nya."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus sudah mengalami semacam trauma. Istrinya telah memperingatkannya. Dia tahu bahwa dia berada di ambang kerusuhan. Hati nuraninya memarahinya. Dia khawatir tentang karir masa depannya. Tetapi itu bukan yang terburuk; itu benar-benar menjadi serius di sini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang Yahudi menjawab dia, “Kami memiliki hukum, dan menurut hukum kami Dia harus mati, karena Dia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akhirnya sampai pada tuduhan itu: “Bunuhlah Dia karena penghujatan.” Itulah penolakan penuh terakhir terhadap kepemimpinan Mesias Israel, dan tidak ada alasan. Mereka benar-benar tidak tahu apa-apa. Tetapi mereka membunuh Yesus karena Dia mengatakan siapakah Dia sebenarnya. Tidak ada misteri dalam apa klaim-Nya. Mereka tahu Dia mengaku diri-Nya sebagai Anak Allah, yang berarti memiliki sifat yang sama dengan Allah; Dia mengklaim Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8 - 9</b></span><span class="cf1">, “Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, bertambah takutlah ia, 9 dan masuk lagi ke dalam gedung pengadilan, dan berkata kepada Yesus, “Dari manakah asal-Mu?” Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.” Apakah dia lebih takut daripada hati nuraninya yang bersalah? Apa lagi yang harus ditakuti? Nah mengapa dia panik atas pernyataan tentang Yesus ini, yang mengaku diri-Nya sebagai Anak Allah? Karena setiap orang Romawi percaya pada banyak dewa-dewa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi menurut perspektif penyembah berhala, Pilatus berpikir, “Ini bisa-bisa lebih buruk dari sekadar orang Yahudi, lebih buruk dari sekadar Kaisar. Para dewa mungkin telah turun dan mengejarku.” Dia hiruk pikuk. Ditambah lagi, ada peringatan dari istrinya karena dia mengalami semacam mimpi aneh yang disebut di Matius 27. Pertanyaan Pilatus sebenarnya adalah, “Apakah Engkau turun dari para dewa?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus mengeraskan hatinya sampai Allah mengeraskan hati-Nya, Yesus tidak memberi jawaban kepadanya. Pada saat itu Pilatus masuk malam abadi di dalam jiwanya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Maka kata Pilatus kepada-Nya, “Tidakkah Engkau mau berbicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu bahwa aku berkuasa untuk menyalibkan-Mu, dan kuasa untuk membebaskan-Mu?” Kebenaran masalah ini adalah dia tidak mempunyai otoritas dan dia tahu itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yah, secara teknis dia ada kuasa, tetapi itu semua telah dibatalkan. Dia diperas oleh orang-orang Yahudi dan takut oleh Yesus ini yang mungkin adalah dewa di hadapannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab, “Engkau sama sekali tidak ada kuasa atas Aku, kecuali jika itu diberikan kepadamu dari atas. Karena itu orang yang menyerahkan Aku kepadamu lebih besar dosanya.” Di kepercayaan Romawi, tidak ada dewa anugerah, mereka semua pendendam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Yesus, “Dia yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.” Kayafas imam besar itu dan Sanhedrin, Mahkamah Agung Yahudi memiliki kesalahan yang lebih besar. Dalam kekekalan ada hukuman, dan hukuman yang lebih besar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Sejak saat itu Pilatus berusaha melepaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak, mengatakan, “Jika engkau membiarkan Orang ini pergi, engkau bukan sahabat Kaisar. Siapa pun yang menganggap diri-Nya raja menentang Kaisar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang Yahudi harus beralih kembali ke, “Inilah orang yang mengaku diri-Nya sebagai raja. Dia adalah saingan Kaisar. Jika engkau melepaskan Orang ini, engkau bukan sahabat Kaisar. ” Tahukah Anda apa yang Pilatus dengar saat itu? “Jika saya membiarkan Orang ini pergi, pasti ada kerusuhan. Mereka akan mengirim kabar kembali ke Kaisar; dan aku dipecat." Dan dalam tindakan perlindungan diri, dia harus menyerah. Itu adalah kesempatan terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia membawa Yesus keluar dan duduk di kursi pengadilan di tempat yang disebut Litostrotos, tetapi dalam bahasa Ibrani, itulah Gabata.” Dia mendirikan pengadilan, dan mengambil tempatnya sebagai hakim. Ini masih pagi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Sekarang itu adalah Hari Persiapan Pelewatan, dan kira-kira jam duabelas. Dan dia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Lihatlah Rajamu!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus tidak mengambil keputusan, orang-orang yang menentukannya; mereka berkuasa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Tetapi mereka berseru, “Enyahkan Dia, enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka, "Haruskah aku menyalibkan Rajamu?" Para imam kepala menjawab, "Kami tidak memiliki raja selain Kaisar!" Ketika Yesus berkata Dia adalah Anak Allah itu benar. Ketika mereka berkata, "Kami tidak memiliki raja selain Kaisar," itu bohong. Mereka menghujat Allah untuk membunuh Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata mereka, “Biarlah darah-Nya tercurah atas kami dan atas anak-anak kami. Kami akan bertanggung jawab penuh." </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Kemudian ia menyerahkan Dia kepada mereka untuk disalibkan. Kemudian mereka mengambil Yesus dan membawa-Nya pergi.” Pilatus muncul di tempat kejadian itu dengan cara yang dramatis; dia pergi dari tempat peristiwa itu, seperti di samping Yudas, tragedi terbesar dalam Perjanjian Baru. Pilatus bertanya, “Apakah yang harus saya lakukan dengan Yesus yang disebut Kristus?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap orang, dan jawabannya akan menentukan nasib kekal Anda. Jika Anda tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, Anda mungkin seperti orang yang tidak peduli, atau Anda mungkin adalah orang-orang yang berteriak-teriak, “Salibkan Dia, salibkan Dia!” atau siapapun di antaranya. Akuilah Dia sebagai Tuhan. Pilihlah hidup; pilihlah pengampunan; pilihlah surga; pilihlah sukacita; pilihlah berkat untuk selamanya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Mar 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220327</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001CB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus di hadapan Pilatus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001CA"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+18:28-38" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 18:28-38</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 18 kita berada di tengah serangkaian pengadilan yang dilalui Tuhan kita: tiga dari para pemimpin Yahudi dan tiga dari para pemimpin non-Yahudi. Semuanya ada enam bagian dari keadilan palsu ini, dan kita sudah berada di tahap satu dari pengadilan non-Yahudi dalam Yohanes 18:28. Marilah kita membaca teks sekarang kepada kalian mulai ayat 28 - 38, “Kemudian mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan, dan hari sudah pagi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Tetapi mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan, supaya mereka tidak dicemarkan, tetapi agar mereka dapat makan Pelewatan itu. 29 Pilatus kemudian pergi menemui mereka dan berkata, "Tuduhan apa yang kalian ajukan terhadap Orang ini?" 30 Mereka menjawab dan berkata kepadanya, “Jika Dia bukan seorang penjahat, kami tidak akan menyerahkan Dia kepadamu.” 31 Lalu Pilatus berkata, "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum kalian."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Oleh karena itu, orang-orang Yahudi berkata kepadanya, “Tidak sah bagi kami untuk membunuh seseorang,” 32 supaya genaplah perkataan Yesus yang diucapkan-Nya, yang menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. 33 Kemudian Pilatus masuk lagi ke gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus, dan berkata kepada-Nya, "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?" 34 Yesus menjawab dia, "Apakah engkau berbicara sendiri tentang ini, atau apakah orang lain mengatakannya kepadamu tentang Aku?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">35 Pilatus menjawab, “Apakah aku orang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan para imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah yang telah Engkau perbuat?" 36 Jawab Yesus, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Jika kerajaan-Ku berasal dari dunia ini, hamba-hamba-Ku akan berperang, supaya Aku tidak diserahkan kepada orang-orang Yahudi; akan tetapi kerajaan-Ku bukan dari sini.” 37 Karena itu, Pilatus berkata kepada-Nya, “Jadi Engkau adalah raja?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menjawab, “Benar katamu bahwa Aku adalah raja. Untuk alasan inilah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dunia, bahwa Aku harus bersaksi tentang kebenaran. Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” 38 Kata Pilatus kepada-Nya, "Apakah kebenaran itu?" Dan setelah dia mengatakan ini, dia pergi lagi kepada orang-orang Yahudi, dan berkata kepada mereka, "Aku tidak menemukan kesalahan apapun pada-Nya." Inilah tahap pertama dari pengadilan-Nya non-Yahudi di hadapan Pontius Pilatus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada tiga fase pengadilan itu: yang pertama di hadapan Pilatus, yang kedua di hadapan Herodes, dan akhirnya kembali ke Pilatus. Ketika kita sampai pada </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1"> kita membaca bahwa mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan, yang adalah ruang pengadilan Romawi. Nah disini ada bentrokan kepribadian, yang semuanya penuh dosa, karena semuanya bersalah dalam beberapa hal atas keadilan palsu ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu-satunya orang yang bersinar sebagai orang benar, suci dan murni adalah Tuhan Yesus Kristus, yang dituduh melakukan kejahatan. Orang-orang yang menjadi pelaku keadilan semuanya jahat. Yesus adalah korbannya. Dia diejek; Dia dihina; Dia ditertawakan. Dia dijatuhi hukuman mati, namun kemurnian-Nya dan keagungan-Nya mendominasi kejadian itu dengan latar belakang semua dosa-dosa mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah mereka? Ada Annas, imam besar kepala keluarga. Ada Kayafas, imam besar yang sedang memerintah. Ada Sanhedrin, yang harus menegakkan hukum para rabi dan hukum Musa. Ada Pontius Pilatus, gubernur Romawi itu. Ada Herodes Antipas, seorang raja yang memerintah di daerah itu. Ada saksi-saksi palsu. Dan ada orang banyak yang minta darah Yesus dan berteriak-teriak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada juga tentara Romawi dan algojo Romawi. Semua orang jahat itu menentang Yesus untuk melakukan kerusakan mematikan kepada Anak Allah. Di tengah-tengah semua itu ada Dia, Anak Allah yang tidak bersalah. Dia disebut Anak kudus di dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru mengatakan dalam Lukas 23:4, "Dia tidak melakukan kesalahan apa pun." Paulus berkata, “Dia tidak mengenal dosa.” Petrus berkata dalam 1 Petrus, “Dia tidak berbuat dosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah kesaksian akan kesempurnaan-Nya yang kudus dari awal inkarnasi kehidupan-Nya hingga akhir-Nya. Dan semakin keras mereka bekerja untuk menuduh Dia sebagai penghujat dan pelawan dan pemberontak, yang adalah ancaman bagi orang Yahudi dan non-Yahudi, bagi kuasa Romawi, dan kuasa Allah sendiri, semakin agung Dia kelihatan-Nya. Kemuliaan Kristus terlihat sebagai kontras dibanding semua karakter lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bangsa Romawi memang mengizinkan negara-negara mereka yang telah ditaklukkan memiliki pemerintahan sendiri dalam cara tertentu, dan mereka mengizinkannya di Israel. Tetapi mereka tidak mengizinkan orang-orang Yahudi untuk melakukan hukuman mati. Hukum Perjanjian Lama telah menetapkan hukuman mati. Kejadian 9, menetapkan hukuman mati; dan tulisan-tulisan Musa mulai memperluas hukuman mati untuk kejahatan selain pembunuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukuman mati itu dirancang oleh Allah untuk menjadi pencegah, dan ketika itu digunakan dengan cepat, itu memang pencegah. Tetapi di bawah peraturan Romawi, hak untuk hukuman mati telah dicabut dari orang-orang Yahudi. Meskipun itu benar, tampaknya itu tidak mengganggu orang Yahudi ketika mereka membunuh Stefanus dengan batu. Dalam Kisah Para Rasul 7, mereka menghancurkan hidupnya dengan batu. Tidak ada diskusi tentang, "Kami tidak boleh melakukan ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mengapa tiba-tiba mereka begitu khawatir untuk membuat orang-orang Romawi mengeksekusi Yesus? Nah, saat itu perayaan Pelewatan dan ada ribuan orang Yahudi di sana, banyak dari mereka tahu tentang mujizat-mujizat dan ajaran Yesus. Ini mungkin akan menyebabkan semacam pemberontakan.” Tetapi itu bukan alasan sebenarnya. Talmud Yahudi mengatakan, “Penghakiman dalam masalah hidup dan mati telah diambil dari Israel pada tahun 30 M.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda bahwa orang Romawi membuat hukum ini pada saat kematian Kristus? Di sini kita melihat Allah berkuasa lagi. Jika Yesus harus mati, itu harus dilakukan menurut hukum Romawi yang baru, jadi orang Romawi harus menjadi algojo. Pada saat mereka melewati tiga fase pengadilan sipil ini, banyak orang menjadi haus darah, dan berteriak sekeras-kerasnya, “Salibkanlah Dia. Salibkanlah Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebencian dapat menyebabkan itu. Jadi orang-orang Yahudi memainkan peran penting dalam drama ini. Mereka menyebabkan seluruh peristiwa ini. Mereka membawa Yesus ke kayu salib. Mereka tidak dapat dilepaskan dari kematian Mesias mereka; mereka mendorong seluruh eksekusi, melalui pengadilan Yahudi, dan melalui pengadilan non-Yahudi. Dalam kebutaan mereka yang bodoh, mereka yakin bahwa mereka menghormati Allah dengan membunuh Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan yang mulia itu diperlakukan seperti penjahat keji. Yang Kudus itu dikutuk sebagai penghujat. Para pembohong memberi kesaksian palsu melawan kebenaran yang hidup, dan Yesus yang adalah kebangkitan dan hidup itu akan mati. Yohanes membawa kita ke ruang pengadilan, Praetorium itu. Yohanes mulai di </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Kemudian mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan, dan hari sudah pagi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Tetapi mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu karena mereka takut dicemarkan, supaya mereka dapat makan Pelewatan itu.” Pengadilan Romawi awal dimulai saat fajar dan berakhir saat matahari terbenam, sama seperti pengadilan Yahudi. Jadi orang-orang Yahudi membuat hukuman mereka layak saat fajar menyingsing dengan menjatuhkan hukuman terakhir, dan kemudian cepat-cepat membawa tawanan mereka untuk menjadi yang pertama di pengadilan Romawi saat fajar menyingsing.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi tidak ada peraturan hukum Perjanjian Lama tentang upacara seperti itu. Para rabi telah menciptakan hal-hal ini untuk lebih lagi memisahkan orang-orang non-Yahudi. Menurut Misnah, yaitu kodifikasi hukum Yahudi, "Tempat tinggal orang non-Yahudi itu adalah najis." Penafsiran yang salah ini mengisolasi orang-orang Yahudi. Apa yang ada dalam hukum Allah adalah bahwa jika Anda menyentuh mayat ada kenajisan upacara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah tingkat kemunafikan yang luar biasa; mereka tidak ingin dicemarkan, tetapi mereka akan membunuh Anak Allah. Mereka dengan senang hati menuruti hukum duniawi yang mereka ciptakan sendiri sambil membunuh Yang datang untuk memenuhinya dan adalah Yang pada mulanya menulisnya. Jadi, inilah penghinaan dan rasa jijik yang tak tertahankan terhadap Allah dan Anak Allah yang membuat mereka bertindak munafik seperti biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang pengadilan secara resmi dimulai di </span><span class="cf1"><b>ayat 29</b></span><span class="cf1">, “Lalu Pilatus pergi menemui mereka dan berkata, “Tuduhan apa yang kalian ajukan terhadap orang ini?” Di sini kita melihat tahap pertama persidangan, tuduhan, atau dakwaan. Mereka tidak dapat menjalani sidang itu sampai ada tuduhan. Pilatus keluar, dia ingin ada tuduhan. Dialah hakimnya. "Siapakah Dia? Apakah yang telah Dia lakukan?" Dan Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus adalah seorang hakim, dan dia memiliki tanggung jawab untuk menegakkan hukum Romawi, dan dia tidak ingin menghukum mati Yesus. Tetapi dia melakukannya. Dia tahu Yesus tidak bersalah, dia berulang kali mengatakan Dia tidak bersalah, dan dia tetap mengeksekusi-Nya. Dia mencoba beberapa kali untuk keluar dari itu, istrinya mencoba untuk mengeluarkannya dari hal itu; tetapi dia tidak pernah bisa. Mengapa Pilatus menyerah pada orang-orang Yahudi ini dan mengeksekusi seseorang yang dia tahu tidak melakukan kejahatan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Israel sering memiliki gubernur yang bertanggung jawab atas kuasa militer Romawi yang ada di sana, dan juga memiliki tanggung jawab hukum di daerah tersebut dan gubernur ini tidak boleh menerima suap atau menaikkan pajak. Dan mereka dapat disingkirkan jika orang-orang melaporkannya kepada kaisar dan mereka ternyata tidak layak. Jadi Pilatus berada di bawah ancaman terus-menerus dari orang-orang Yahudi yang dapat melaporkannya kepada Kaisar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 19:12, orang-orang Yahudi berkata kepada Pilatus, “Jika kamu melepaskan orang ini, kamu bukan teman Kaisar. Kami akan memberitahunya lagi." Mengapa Pilatus bahkan melepaskan Yesus ketika dia tahu Dia tidak bersalah? Karena ada pemerasan! Dia tidak berani karena dia membunuh Yesus untuk mempertahankan pekerjaannya. Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 30</b></span><span class="cf1">, "Mereka menjawab dan berkata kepadanya, "Jika Dia bukan seorang pelaku kejahatan, kami tidak akan menyerahkan Dia kepadamu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pilatus minta tuduhan, tetapi mereka menuduhnya mempertanyakan integritas mereka. Tidak ada tuduhan. Mereka tidak dapat menemukan satu kejahatan pun, dan mereka telah mencoba. Di sini kita melihat lagi kemurnian-Nya. Jika mereka tidak ingin ada pengadilan, mengapa mereka datang? </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, Lalu Pilatus berkata kepada mereka, "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum kalian." Apakah Anda mengerti apa yang baru saja dia katakan kepada mereka? "Bunuhlah Dia sendiri."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah hukum mereka adalah Hukum Musa, yang memberi mereka hak hukuman mati, terutama dengan penghujat. Imamat 24:16 mengatakan bahwa penghujat harus dibunuh dengan batu. Tetapi orang-orang Yahudi berkata kepadanya, </span><span class="cf1"><b>ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Tidak sah bagi kami untuk membunuh seseorang,” Jadi sekarang mereka mengutip hukum Romawi. Mengapa mereka memaksakan masalah ini melalui Pilatus, melalui Herodes, dan kembali ke Pilatus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1"> memberikan kita jawaban, “supaya genaplah perkataan Yesus yang diucapkan-Nya, yang menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.” Mengapa semua ini? Karena Yesus mengatakan ini dalam Yohanes 12:32, “Dan Aku, jika Aku ditinggikan dari bumi, akan menarik semua orang kepada-Ku.” Dia akan mati dengan diangkat. Begitulah cara orang Romawi mengeksekusi penjahat, mereka mengangkat mereka di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menubuatkan penyaliban-Nya sendiri. Kegilaan kejadian ini semua di bawah kendali Allah yang berdaulat untuk memenuhi kata-kata spesifik yang dikatakan Yesus. Anda berkata, "Sepertinya detail yang sangat kecil." Tidak. Jika Dia pernah mengatakan dusta, Dia bukanlah seperti apa yang Dia klaim. Jadi tidak ada tuduhan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Pilatus masuk lagi ke gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus, dan berkata kepada-Nya, "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab dia, "Apakah engkau berbicara sendiri tentang ini, atau ada orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" Nah orang-orang Yahudi telah mengatakan Dia melarang penghormatan kepada Kaisar. Yesus mengatakan Dialah seorang raja, tapi tidak ada sesuatu yang naik ke tingkat masalah apapun untuk Roma. Ini bukanlah orang yang mulai revolusi. Yesus membayar pajak-Nya; dan Dia menyuruh para murid untuk membayar pajak mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Pilatus menjawab, “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsamu sendiri dan para imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah yang Engkau telah perbuat?" Inilah semacam masalah Yahudi yang tidak ada hubungannya dengan militer. </span><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, Yesus menjawab, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Jika kerajaan-Ku berasal dari dunia ini, hamba-hamba-Ku akan berperang, supaya Aku tidak diserahkan kepada orang-orang Yahudi; tetapi kerajaan-Ku bukan dari sini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah raja secara alam, dan Dia adalah raja atas kekuasaan rohani. Dia memerintah sebuah kerajaan di mana Dia menciptakan dan kemudian melahirkan kembali umat-Nya sendiri. Kerajaan Yesus ada di dalam suatu wilayah tersendiri. Dunia manusia menghasilkan banyak raja, banyak penguasa. Raja Yesus adalah surgawi, kekal, dan supranatural. Tidak ada apapun tentang Yesus yang menyerupai raja duniawi. Dia adalah Raja di atas segala Raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu 11 menunjuk pada suatu hari ketika kerajaan-kerajaan dunia ini akan menjadi kerajaan Tuhan kita. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, Pilatus berkata kepada-Nya, “Apakah Engkau seorang raja?” Yesus menjawab, “Benar katamu bahwa Aku adalah seorang raja. Untuk alasan inilah Aku dilahirkan, dan untuk alasan inilah Aku datang ke dunia, supaya Aku dapat bersaksi tentang kebenaran. Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengar suara-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada dua hal di sana: “Untuk inilah Aku dilahirkan,” itulah kemanusiaan-Nya. “Untuk inilah Aku datang ke dunia,” itulah keilahian-Nya. Dia berada sebelum Dia lahir. Dia berada di surga sebelum Dia datang ke dunia. Dan mengapa? “Untuk bersaksi tentang kebenaran.” Dia adalah raja kebenaran; Kerajaan-Nya adalah kebenaran; Dia adalah kebenaran. Yesus berkata, “Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengar suara-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda menolak Kristus, Anda tidak tahu kebenaran itu. Dia adalah kebenaran abadi dan kebenaran keselamatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, Pilatus berkata kepada-Nya, “Apakah kebenaran itu?” Dan setelah dia mengatakan ini, dia pergi lagi kepada orang-orang Yahudi, dan berkata kepada mereka, "Aku sama sekali tidak menemukan kesalahan pada-Nya." Itulah postmodernisme. "Tidak ada kebenaran mutlak." Yesus mengatakan ini, “Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengar suara-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus itu tanpa cacat; Dia sempurna; Dia benar. Dialah anak domba tanpa cacat. Dia adalah raja kebenaran, yang difitnah, dituduh, dibenci, dianiaya, dieksekusi; dan apa yang Anda lihat dalam keseluruhannya adalah kesempurnaan-Nya yang mulia. Inilah pandangan sekilas tentang Kristus yang seharusnya memunculkan kasih di dalam hati Anda. Dalam Perjanjian Baru, Allah telah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya. Apakah yang akan Anda lakukan dengan kebenaran itu? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Mar 2022 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220320</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001CA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengadilan Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C9"><div class="imTAJustify"><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+18:12-27" target="_blank" class="imCssLink">John 18:12-27</a></span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukalah Alkitab Anda sekarang ke Yohanes 18 untuk mempelajari drama Tuhan kita pada hari eksekusi-Nya. Kita dapat membahas jumlah teks itu karena ini adalah narasi terus terang. Saya tidak ingin memperluas teks ini. Saya ingin memberikannya kepada kalian sebagaimana Tuhan telah merancangnya, karena ini adalah format yang tidak biasa. Di sini kita melihat pengadilan Yesus dan penyangkalan Petrus dibandingkan satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah dua peristiwa penting, yang terjadi pada waktu yang sama persis. Jadi kita melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya dan Petrus dalam kejahatan-Nya. Itu adalah sebuah teks, yang menunjukkan kemuliaan Kristus seperti biasa, dan memang itulah maksud Yohanes. Tetapi itu bersinar dengan latar belakang kegagalan total dari pengikutnya Petrus yang paling mulia dan percaya diri. Sebenarnya, ini menunjukkan kepada kita jenis dosa yang Tuhan kita menanggung di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 18 Dia bergerak langsung ke penangkapan-Nya. Yohanes 18:4 mengatakan, “Karena Dia tahu segala sesuatu yang akan menimpa-Nya, Yesus pergi.” Dia langsung pergi ke taman Getsemani di mana Dia sering pergi. Yudas tahu Dia akan ada di sana, dan Yesus tahu Yudas tahu Dia akan ada di sana, dan Yesus tahu bahwa Yudas akan memimpin pasukan yang akan datang untuk menangkap Dia; itulah tempatnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tentara Romawi, ada polisi bait suci dan ada para ahli Taurat, imam-imam kepala, dan pejabat tinggi. Bahkan ada beberapa pelayan di sana, seperti yang bernama Malchus, yang telinganya dipotong Petrus waktu membela Tuhannya. Tuhan kita melakukan mukjizat-Nya terakhir di sana, dengan menciptakan telinga baru untuk orang itu. Namun terlepas dari kuasa ilahi dalam kejatuhan mereka semua, mereka menangkap Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan mati pada perayaan Pelewatan itu sebagai Anak Domba Pelewatan Allah yang sejati. Ini adalah pasukan tentara kecil yang menghadapi Yesus, dan Dia mengambil kesempatan itu untuk menunjukkan kemuliaan-Nya kepada mereka, kepada sebelas murid, dan kepada semua orang yang pernah membaca kisah kedatangan-Nya di taman dan penangkapan-Nya. Dia mengubah rencana mereka yang baik menjadi pertunjukan kemuliaan-Nya sendiri. Dia menyebabkan mereka semua jatuh ke tanah oleh perkataan dari mulut-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menunjukkan bahwa Dia mengamankan para murid dengan permintaan dimana mereka mengatakan bahwa mereka hanya memiliki hak untuk mengambil Dia; sehingga mereka tidak dapat menangkap para murid. Itu lebih dari yang bisa ditanggung oleh iman mereka. Dia menciptakan telinga, dan kemudian Dia menyelamatkan Petrus dari tindakan bodoh yang bisa membuat Petrus kehilangan nyawanya. Dan Yesus menegakkan hukuman mati yang ditetapkan oleh Allah dalam Kejadian 9:6.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Masukkan pedangmu, Petrus. Jika Anda hidup dengan pedang, Anda akan mati oleh pedang.” Jika Anda mengambil nyawa, mereka berhak mencabut nyawa Anda. Dia sekarang berada di taman sambil diperhadapkan oleh orang banyak yang akan menangkap Dia. Matius menambahkan bahwa Yesus berkata, “Tidakkah kalian berpikir bahwa Aku tidak dapat minta kepada Bapa-Ku dan Dia bahkan sekarang juga akan mengirim Aku lebih dari dua belas legiun malaikat?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> memberitahu kita, “Kemudian pasukan tentara dan kapten dan para petugas orang Yahudi menangkap Yesus dan mengikat-Nya.” John Calvin berkata, “Tubuh Anak Allah diikat agar jiwa kita dilepaskan dari tali dosa dan Setan.” Dan kemudian saat bagian firman itu dimulai, kita melihat empat kejadian yang menyatukan dua drama yang berbeda ini, drama pengadilan dan drama penyangkalan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Inilah apa yang terjadi. Mereka terjadi bersamaan. Yohanes menunjukkan kepada kita, pada saat Tuhan kita akan mati, Dia membayar dosa-dosa yang dilakukan oleh orang yang dianggap sebagai pengikut terbaik yang Dia miliki. Itu melukiskan gambaran gelap untuk menampilkan terang dan kemuliaan anugerah Tuhan. Yesus dalam perjalanan ke kayu salib itu akan mati untuk dosa-dosa Petrus dan dosa kita semua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan inilah mengapa ini harus menjadi waktu-Nya, dan mengapa Dia harus mati untuk membayar dosa-dosa ini dan semua dosa serupa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Setelah Dia diikat, mereka mulai membawa Dia kepada Hanas; karena dia adalah mertua Kayafas, yang adalah imam besar tahun itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, Kayafas adalah orangnya yang telah menasihati orang-orang Yahudi bahwa lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka senang karena ini malam hari dan mereka di luar kota. Mereka berada di Bukit Zaitun di taman terpencil yang tidak terkenal. Jadi di sinilah mereka, dibutakan oleh Setan terhadap kemuliaan Allah yang bersinar di wajah Yesus Kristus. Maka panglima itu dan orang-orang yang bersamanya, tangkaplah Yesus. Pada saat ini, Matius memberitahu kita, para murid itu melarikan diri. Mereka menggenapi nubuat Perjanjian Lama bahwa domba-domba itu akan tercerai-berai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah Kristus, Anak Domba Allah, yang diikat dan dipersiapkan untuk persembahan terakhir dari diri-Nya. Jadi mereka membawa-Nya ke Hanas pada permulaannya. Dan ini penting karena kalian perlu tahu bahwa ada enam aspek pengadilan-Nya. Ada tiga pengadilan agama dan tiga pengadilan sipil. Tiga sidang agama pertama itu adalah ke Hanas, dan itulah pendahuluan. Itu tidak berhasil, jadi Hanas mengirim Dia ke Kayafas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ke Sanhedrin, yang merupakan Mahkamah Agung Yahudi. Mereka mengadakan pengadilan tiruan di kegelapan malam, yang tidak legal, dan mereka sudah mengambil keputusan. Untuk memberikan kesan legalitas, mereka bertemu dengan Kayafas setelah fajar, dan tahap ketiga terakhir adalah panggung umum di hadapan Sanhedrin. Jadi dari Hanas ke Kayafas ke Sanhedrin, tiga bagian dari pengadilan agama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah itu, ada tiga bagian dari pengadilan sipil. Mereka mengirim Dia ke Pilatus, Pilatus mengirim Dia ke Herodes, dan Herodes mengirim Dia kembali ke Pilatus, jadi enam sidang yang berbeda. Nah, ini adalah pengadilan pertama di depan Hanas yang, dalam ayat 19, adalah imam besar. Tetapi di ayat 13, dikatakan Kayafas adalah imam besar tahun itu. Ini bukan masalah di dunia Yahudi, karena menurut Bilangan 35, seorang imam besar adalah imam besar seumur hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka akan selalu menganggap Hanas sebagai imam besar. Namun, orang Romawi tidak suka hal itu, karena itu memberi satu orang terlalu banyak kuasa. Jadi mereka selalu ingin menyingkirkan imam besar itu dan menggantikannya. Namun, imam besar berikutnya setelah Hanas adalah kelima putranya dan satu cucunya, yang berarti bahwa dia, sebagai ayah dan kakek, selalu adalah imam besar di belakang layar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah orang Romawi mengangkat Kayafas yang adalah menantu Hanas. Orang-orang Yahudi takut orang Romawi itu akan menjadi musuh mereka; jadi untuk menenangkan orang Romawi, keluarga imam itu pada dasarnya melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka mengizinkan pembentukan sistem pajak Romawi. Mereka merusak ibadah. Sehingga Tuhan kita, pada awal dan akhir pelayanan-Nya, membersihkannya dan menyebutnya sarang pencuri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kayafas, yang adalah imam besar tahun itu berkata kepada mereka, 'Kalian tidak tahu apa-apa, kalian juga tidak memperhitungkan bahwa ini adalah masalah yang sederhana. Adalah bijaksana bagi kalian bahwa satu orang mati untuk orang-orang, daripada seluruh bangsa binasa. Yang harus kita lakukan saja adalah membunuh satu orang. Dia tidak percaya pada doktrin penebusan pengganti. Dia tidak percaya pada doktrin kebenaran yang diperhitungkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kayafas tidak mengerti apa yang dia katakan. Yohanes 11:51 mengatakan, "Nah dia tidak mengatakan ini atas inisiatifnya sendiri, tetapi sebagai imam besar tahun itu, dia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu." Allah menubuatkan bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan ayat 52, “dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi agar Ia dapat mengumpulkan anak-anak Allah yang tercerai-berai di dunia menjadi satu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernyataan itu dibuat oleh seorang imam besar yang bodoh, tetapi dia menubuatkan kebenaran. Tetapi dari sudut pandangnya adalah ayat 53, “Sejak hari itu mereka berencana untuk membunuh Dia.” Mereka sangat kaya, kejam, dan serakah dan mereka takut kehilangan kuasa mereka. Hanas sangat marah kepada Yesus ketika Dia masuk dan mengusir semua orang keluar dari Bait Allah lagi; dan Kayafas juga marah kepada Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita beralih dari pengadilan ke penyangkalan Petrus. Matius 26:56 mengatakan, "Semua murid melarikan diri." </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Tetapi Simon Petrus dan murid lainnya kembali. Mereka tidak dapat menerima pemisahan itu dan kita melihat Petrus mengikuti Yesus. Markus 14:54 mengatakan, "Ia mengikuti dari jauh." Dia mengikuti Yesus, tetapi dia tidak ingin ada yang mengetahui hal itu. Dia mengikuti dengan cara pengecut, jadi dia bersembunyi untuk menyaksikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat ketika Yesus berbicara tentang kematian-Nya Petrus berkata, “Aku akan mati untuk Engkau dalam Yohanes 13:37. Semua kepercayaan diri itu sekarang dipertanyakan saat dia menyelinap di dalam kegelapan. Dia tidak sendirian. Ayat 15 mengatakan ada murid lain. Siapakah itu? Itu Yohannes, meskipun dia muncul di seluruh Injilnya, dia tidak pernah menyebut namanya sendiri. Dia menyebut dirinya ‘murid yang dikasihi Yesus’.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes dikenal oleh imam besar dan dia masuk bersama Yesus ke pengadilan imam besar. Dia langsung masuk bersama Yesus, karena imam besar itu mengenal Yohanes. Petrus ada di luar, jadi dia keluar, dan berbicara dengan penjaga pintu itu, dan membawa Petrus masuk. Kemudian pelayan perempuan yang menjaga pintu itu bukanlah seseorang yang perlu ditakuti, benar? Dia berkata, "Bukankah kamu juga salah satu murid orang itu?" "Tidak" jawab Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah kebohongan pertama terhadap seorang gadis pelayan. Kejutan dari pertanyaan itu meluncurkan jawaban tentang pelestarian dirinya. Itu biasa saja dan tidak penting, tetapi dia sudah siap untuk berbohong untuk menyelamatkan dirinya. Dan begitulah godaan muncul, benar? Ketika kita tidak mengharapkan itu, itu membuat kita lengah. Pukulan tiba-tiba yang menghantam kita secara sisi buta, itulah yang menarik keluar kelemahan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Sekarang para pelayan dan para perwira itu berdiri di sana, membuat api arang, karena dingin dan mereka menghangatkan diri; dan Petrus juga ada bersama mereka, berdiri dan menghangatkan diri.” Ini menunjukkan bahwa hari sudah larut malam, karena pengadilan Yahudi tidak diperbolehkan pada malam hari. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1"> Imam Besar itu kemudian menanyakan Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini seharusnya adalah dakwaan hukum. Tetapi tidak ada sesuatupun yang menurut hukum disitu. Mereka telah memutuskan bahwa mereka ingin Dia mati. Hukum Yahudi mengatakan bahwa seorang tahanan tidak boleh ditanyakan sesuatu dimana dengan menjawabnya itu menjadi pengakuan bersalah. Jika seseorang ditentukan bersalah, harus ada bukti. Hukum Amandemen Kelima USA diambil dari pola pengadilan Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka imam besar, yang adalah hakim, berkata kepada Yesus, “Ceritakan kepadaku tentang murid-murid-Mu dan ajaran-Mu.” Dia tidak punya hak untuk menanyakan pertanyaan apa pun kepada-Nya. Jadi dia bertanya kepada Yesus, "Di mana murid-murid-Mu?" Dia mencoba untuk mengumpulkan informasi seberapa luas pemberontakan ini. “Dan bagaimana dengan ajaran-Mu? Apakah yang engkau ajarkan? Apakah ajaran sesat-Mu?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, Yesus menjawab dia, “Aku telah berbicara secara terbuka kepada dunia. Aku selalu mengajar di sinagoga dan di bait suci tempat semua orang Yahudi berkumpul, dan Aku tidak berbicara apa pun secara rahasia. </span><span class="cf1"><b>21</b></span><span class="cf1"> Mengapa kamu mempertanyakan Aku? Tanyakanlah mereka yang telah mendengar apa yang Aku katakan kepada mereka; mereka tahu apa yang Aku katakan.” Bawalah saksi-saksi. Lakukan ini secara legal. Kalian dapat menentukan siapakah murid-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata dalam Yohanes 15:25, “Mereka membenci Aku tanpa alasan.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah Dia mengatakan hal-hal ini, salah seorang perwira yang berdiri di dekatnya memukul wajah Yesus, dengan mengatakan, “Apakah Engkau menjawab imam besar seperti itu?” Ini adalah pukulan pertama yang ditimpakan pada tubuh-Nya, yang diterima dari seorang Yahudi. Itu menggenapi Mikha 5:1, “Mereka akan memukul hakim Israel dengan tongkat di pipi-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan dalam hal ini, Kristus membuktikan Dia adalah hakim Israel. Di sini Dia ada di pengadilan dan ada seorang hakim, tetapi Dia adalah hakim Israel yang sejati yang wajahnya dipukul dengan tongkat. Dia sedang menggenapi nubuatan. Dengan tenang Yesus menjawab dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Jika Aku berkata jahat, bersaksilah tentang kejahatan itu; tetapi jika itu baik, mengapa kamu memukul Aku?” Kalian bertanya kepada-Ku tentang murid-murid-Ku dan ajaran-Ku. Di mana kesaksian kalian di sini?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keadilan sejati harus membebaskan-Nya, karena tidak ada saksi, tidak ada dakwaan. Tetapi sebaliknya, </span><span class="cf1"><b>ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Lalu Hanas mengirim Dia terikat kepada Kayafas, imam besar.” Nah, Sanhedrin berkumpul dengan Kayafas di tengah malam. Ini tidak legal. Mereka membawa saksi-saksi palsu. Mereka menuduh Dia menghujat, dan kemudian mereka mengatakan Dia mencoba untuk menggulingkan Kaisar karena Dia mengaku sebagai raja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika kejadian itu selesai dengan Dia diserahkan kepada Kayafas, kita beralih kembali ke penyangkalan Petrus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Simon Petrus masih menghangatkan dirinya. Karena itu mereka berkata kepadanya, “bukankah engkau juga salah seorang pengikut orang itu?” Dia menyangkalnya dan berkata, "Tidak!" </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Seorang hamba imam agung, yaitu keluarga dari orang yang telinganya dipotong Petrus, berkata, "Bukankah saya melihat engkau di taman itu bersama-sama dengan Dia?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>27</b></span><span class="cf1"> “Lalu Petrus menyangkalnya lagi, "Tidak," dan tepat pada saat itu ayam berkokok.” Penulis lain memberi tahu kita "dan dia bersumpah, mengutuk, dan segera ayam berkokok." Ayam jantan berkokok pada pukul 3 pagi. Dalam kegelapan hitam, dia terus menyangkal, walaupun tidak ada yang mengancam hidupnya. Bukalah Lukas 22:60, "Petrus berkata, 'Hai, saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan.'" Kemudian ada momen yang kuat ini, "Tuhan berbalik dan memandang Petrus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah fase kedua dari pengadilan agama-Nya. Berikutnya akan datang setelah fajar. Perbedaanya Petrus dan Yudas, Yudas keluar dan menggantungkan diri. Tidak ada penyesalan yang berubah menjadi pertobatan, hanya penyesalan yang berubah menjadi pembunuhan diri. Dengan Petrus itulah penyesalan yang berubah menjadi pertobatan. Dia menangis tersedu-sedu. Yudas membenci Yesus Kristus, Petrus mengasihi Dia. Dan berdasarkan itu, Tuhan memulihkan Petrus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Realitas dari bagian ini adalah, di sini ada seorang murid yang sangat berdosa. Dan dosa ini, dalam segala hal, adalah cukup untuk mengatakan bahwa Petrus sama saja dengan Yudas yang lain. Sebaliknya, ia menjadi pengkhotbah Injil yang agung pada Hari Pentakosta dan melalui bagian pertama kitab Kisah Para Rasul. Inilah orang-orang yang untuk mereka Kristus mati. Dan sementara Dia benar-benar disalibkan, mereka masih berdosa terhadap Dia. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Mar 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220313</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus Melindungi Umat-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C8"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+18:1-11" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 18:1-11</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita telah menyelesaikan doa Tuhan kita, contoh syafaat-Nya yang konstan untuk umat-Nya. Melalui pelayanan mediasi dan syafaat-Nya, Dia membawa semua anak-anak-Nya ke dalam kemuliaan; dan kita aman dalam perantaraan-Nya bagi kita di takhta Bapa, Di Yohanes 18 ada ilustrasi perlindungan orang percaya, karena kasih pribadi-Nya bagi mereka. Yohanes 18 menunjukkan tindakan yang Dia ambil untuk melindungi kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengamankan milik-Nya pada saat yang dapat menghancurkan mereka, sementara Dia sendiri sedang dikhianati dan ditangkap. </span><span class="cf1"><b>Yohanes 18:1 – 11</b></span><span class="cf1">, “Setelah Yesus mengucapkan kata-kata ini, Dia pergi bersama murid-murid-Nya ke atas Sungai Kidron, di mana ada sebuah taman, yang dimasuki Dia dan murid-murid-Nya. 2 Dan Yudas, yang mengkhianati Dia, juga tahu tempat itu; karena Yesus sering bertemu di sana dengan murid-murid-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">3 Kemudian Yudas, setelah menerima satu pasukan, dan para perwira dari imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, datang ke sana dengan lentera, obor, dan senjata. 4 Karena Yesus, tahu segala sesuatu yang akan menimpa-Nya, Dia maju ke depan dan berkata kepada mereka, “Siapakah yang kalian cari?” 5 Mereka menjawab Dia, “Yesus dari Nazaret.” Yesus berkata kepada mereka, "Akulah Dia." Dan Yudas, yang mengkhianati Dia, juga berdiri bersama mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">6 Sekarang ketika Dia berkata kepada mereka, "Akulah Dia," mereka mundur dan jatuh ke tanah. 7 Kemudian Dia bertanya lagi kepada mereka, “Siapakah yang kalian cari?” Dan mereka berkata, “Yesus dari Nazaret.” 8 Yesus menjawab, “Aku telah mengatakan kepadamu bahwa Akulah Dia. Oleh karena itu, jika kalian cari Aku, biarkan yang lain pergi,” 9 supaya genaplah perkataan yang diucapkan-Nya, “Dari mereka yang Engkau berikan kepada-Ku, Aku tidak kehilangan seorang pun.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Kemudian Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunusnya dan menyerang hamba imam besar itu, dan memotong telinga kanannya. Nama pelayan itu adalah Malchus. 11 Maka Yesus berkata kepada Petrus, “Masukkan pedangmu ke dalam sarungnya. Tidakkah Aku akan meminum cawan yang telah diberikan Bapa-Ku kepada-Ku?” Kata Yohanes, Kristus tahu saat-Nya telah tiba. Jam seperti apa ini? Inilah jamnya Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah waktunya yang mulai dengan salib, dan kemudian kebangkitan, dan setelah itu empat puluh hari pengajaran, dan kemudian kenaikan, dan kemudian pemuliaan, dan kemudian mulai pelayanan syafaat-Nya; dan semua itu akan terjadi dalam enam minggu ke depan. Kita sekarang sampai pada bagian tragis hidup-Nya yang gelap.. Dia telah dikritik secara verbal, tetapi Dia tidak pernah disentuh secara fisik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus akan mati pada Pelewatan ini sebagai Anak Domba Pelewatan Allah yang sejati. Jadi kita akan melihat kengerian, penderitaan, keringat darah, penderitaan, kesepian, pengkhianatan, penangkapan, ketidakadilan, penyiksaan, eksekusi dengan dipakukan di kayu salib. Tetapi Yesus bukanlah korban. Yohanes 20:31 mengatakan, “Inilah yang tertulis, supaya kalian percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah; dan dengan kepercayaan itu Anda memiliki hidup dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang di permukaan mungkin tampak seolah-olah itu adalah waktu yang tergelap sepanjang masa, pada kenyataannya itu menempatkan kemuliaan Kristus pada tampilan agung. Dia selalu menunjukkan kontrol total atas semua orang dan semua keadaan. Dan itu berlanjut dalam penangkapan-Nya, dalam penganiayaan-Nya, dalam pengadilan-Nya yang tidak adil, dalam eksekusi-Nya, dalam penguburan-Nya, dalam kebangkitan-Nya, dan dalam pemuliaan-Nya. Inilah waktu setan. Namun sebenarnya, inilah waktu Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dalam sebelas ayat ini, Yohanes ingin supaya kita melihat kemuliaan Kristus dalam pengkhianatan-Nya dan penangkapan-Nya. Yang kelihatan adalah Yudas, pengkhianat diatas semua pengkhianat. Saat itu adalah tengah malam, semuanya gelap, dan yang paling gelap dari semuanya adalah hati orang-orang yang mengelilingi Yesus dan para murid untuk menangkap mereka. Tetapi di tengah-tengah ini Yohanes menunjukkan kepada kita kemuliaan Tuhan kita. Kita melihat ketetapan ilahi-Nya dan kuasa ilahi-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu bukan hanya rencana Setan untuk membunuh Yesus, seperti yang kita dengar Petrus katakan dalam Kisah Para Rasul 2:23, itulah rencana Allah yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi di sini, Allah dan Iblis datang bersama-sama pada orang yang sama untuk dua alasan yang berbeda, dan Allah menang. Daripada merendahkan Kristus, seperti yang dimaksudkan iblis, Dia malah ditinggikan dalam kejadian ini ke surga tertinggi. Keagungan-Nya yang tak terbatas ditunjukkan kepada kita dalam semua kejadian ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 1 - 5</b></span><span class="cf1">, “Setelah Yesus mengucapkan kata-kata ini, Dia pergi dengan murid-murid-Nya menyeberang Sungai Kidron, di mana ada sebuah taman, yang dimasuki Dia dan murid-murid-Nya. 2 Dan Yudas, yang mengkhianati Dia, juga tahu tempat itu; karena Yesus sering berkumpul di sana dengan murid-murid-Nya. 3 Kemudian Yudas, setelah menerima satu pasukan tentara, dan pengawal imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, datang ke sana dengan lentera, obor, dan senjata.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“4 Karena itu Yesus, yang tahu segala sesuatu yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka, “Kalian mencari siapa?” 5 Mereka menjawab Dia, “Yesus dari Nazaret.” Yesus berkata kepada mereka, "Akulah Dia." Ini adalah ketetapan ilahi-Nya. Dia bergerak menuju kematian-Nya sendiri di mana Dia akan menanggung semua murka Allah bagi semua orang yang pernah percaya kepada-Nya sepanjang sejarah manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Allah akan melepaskan murka besar itu dalam jangka waktu tiga jam di mana Kristus akan ditinggalkan oleh Allah. Untuk menjalani kejadian itu, Dia sebagai Anak Allah yang tanpa dosa selama-lamanya, melakukannya dengan tekad yang menunjukkan tingkat ilahi keberanian itu. Dia tahu persis apa yang sedang menunggu-Nya. Dia tahu persis apa yang akan terjadi, ayat 4 mengatakan, “Yesus, tahu segala sesuatu yang akan menimpa-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebuah realitas simbolis pasti telah dihadapi Tuhan kita karena di tanah bait suci, selama hari itu dan hari berikutnya, ada pembunuhan masal anak-anak domba. Semua domba Pelewatan itu disembelih, dan darah mereka mengalir dari mezbah seperti sungai, dan itu akan mengalir ke saluran yang akan membawa darah itu keluar dari belakang bait suci, dan menurun ke lereng bait suci, ke sungai Kidron yang sama itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus akan mendaki lereng Bukit Zaitun itu ke “taman Getsemani.” Getsemani itu berarti "perasan minyak." Memang, ini adalah Bukit Zaitun, dan buah zaitun itu diperas untuk membuat minyak zaitun. Yesus dan murid-murid-Nya sudah seringkali berkumpul di sana. Yesus tahu taman itu dengan baik, dan Yudas juga tahu tempatnya. Yesus kemudian dikatakan, “Ia masuk ke dalamnya,” di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “bersama murid-murid-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Dia pergi ke Taman Getsemani? Yah, itu seperti semacam rumah bagi-Nya. Ada komentar menarik di dalam Yohanes 7. Dikatakan di akhir percakapan Tuhan kita dengan orang banyak, “Semua orang pulang ke rumah mereka masing-masing.” Dan kemudian Yohanes 8:1 berkata, “Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa.” Dia sudah berdoa di Taman Getsemani baru-baru ini sampai Dia berkeringat tetesan darah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, Dan Yudas, yang mengkhianati Dia, juga tahu tempat itu; karena Yesus sering berkumpul di sana dengan murid-murid-Nya.” Alasan Kristus pergi ke sana adalah karena Dia tahu tempat itu adalah tempat Yudas akan datang, Lukas 21:37 mengatakan, “Pada siang hari, Dia mengajar di Bait Allah, tetapi pada malam hari Dia pergi dan bermalam di gunung yang disebut Zaitun.” Yesus tahu bahwa Yudas akan tahu di mana Dia akan berada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bukanlah korban. Dia bergerak ke pengkhianatan-Nya dengan tegas. Dia bergerak ke penangkapan-Nya. Dia bergerak ke eksekusi-Nya sendiri. Dia tidak tertipu dan Dia tidak terkejut. Para pemimpin Israel ingin menangkap Dia lebih cepat, tetapi mereka takut orang-orang. Matius 26:4-5 mengatakan: "Mereka ingin menangkap Dia, tetapi mereka takut jika mereka melakukannya, itu akan memulai kerusuhan, karena Yesus Kristus sangat populer."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus menyebabkan itu mudah bagi mereka. Yudas memberi tahu pihak berwenang bahwa Dia akan berada di sana, dan itulah sebabnya Yesus pergi ke sana. Dia membawa kesebelas itu bersama-Nya, agar mereka tahu bahwa Dia tidak ditangkap sebagai korban yang tak berdaya. Tetapi mereka dapat melihat bahwa Dia dengan sukarela menyerahkan hidup-Nya. Yesus berkata dalam Yohanes 10:17-18, “Tidak seorang pun dapat mengambil nyawa-Ku dari pada-Ku; Aku meletakkannya dari Diri-Ku sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Yudas, setelah menerima pasukan tentara, dan para petugas dari imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, datang ke sana dengan lentera, obor dan senjata.” Tetapi, seperti yang Dia katakan dalam Lukas 22:53, kepada imam-imam kepala dan para pejabat dan penatua, orang-orang yang datang setelah Dia, ketika mereka akhirnya tiba di taman. Dia berkata, “Aku ada bersama kalian setiap hari di Bait Suci; tetapi kalian tidak menangkap Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Romawi dan polisi Bait Suci Yahudi telah dikumpulkan bersama dengan para penatua dan imam-imam kepala, yang dipimpin Yudas. Matius 26:47 mengatakan, "Banyak orang dengan pedang dan tombak dan pentung." Biasanya orang Romawi ditempatkan di Fort Antonia selama ada pesta. Di sini mereka ada di tengah malam, dan semua berkumpul untuk menangkap Yesus. Mereka ada disitu dengan penuh kuasa di bawah komando lengkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pengakuan dari pihak mereka akan kuasa Yesus. Mereka telah melihatnya di Bait Suci. Mereka tahu bahwa Dia telah membangkitkan Lazarus dari kematian. Mereka tahu Dia adalah pembuat mukjizat. Mereka sangat menyadari kuasa-Nya. Itulah kebodohan dari ketidakpercayaan. Mereka mengirim satu pasukan untuk menangkap seorang tukang kayu Galilea dan guru yang tidak bersenjata. Mereka semua menyadari popularitas-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka membawa "obor"? Mereka berasumsi bahwa Dia akan melarikan diri dan mereka harus menangkap-Nya. Hanya nama ”Yudas” disebut, kecuali ”Malkhus”. Dia ada di sana supaya Yesus dapat melakukan satu mukjizat lagi, hanya untuk memperburuk kejahatan mereka, dengan menciptakan telinga baru untuknya. Mengapa Yudas tidak datang dan berkata, 'Itulah Yesus, di situ'?" Dia ingin memberi tahu Yesus bahwa dia telah kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanda bahwa inilah Yesus adalah ciuman; seperti yang dikatakan Matius, Markus dan Lukas kepada kita. Dia maju dan mencium Yesus yang merupakan ciuman kasih sayang tradisional. Kelicikannya menjadi kemunafikan. Orang bawahan mencium tangan, budak mencium kaki, tetapi mencium wajah adalah tanda kasih, keintiman dan kasih sayang antara sesama manusia. Dia hanya ingin membuat Yesus berpikir bahwa Dia tidak perlu takut, supaya mereka dapat menangkap Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah ciuman yang tak terlupakan. Yesus segera membuka kedoknya. Yesus berkata kepadanya dalam Lukas 22:48, "Apakah kamu mengkhianati Anak Allah dengan ciuman?" </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Karena Yesus mengetahui segala sesuatu yang akan menimpa-Nya, Dia maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kalian cari?” Dia telah tahu itu sejak Dia memberi tahu mereka di dalam Kejadian 3, Kejadian 22, Yesaya 53, dan Zakharia 10-12.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagai Anak Allah Dia telah tahu itu. Dia adalah Anak Domba yang dibunuh sejak sebelum dunia dijadikan. Dia tahu persis setiap detail yang akan terjadi karena kemahatahuan-Nya. Dia tahu Dia sedang berjalan menuju ke rasa sakit fisik, dan ke dalam tungku murka Allah, Bapa-Nya. Ini adalah ketetapan ilahi. Dan segala kemuliaan diberi untuk Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Mereka menjawab Dia, “Yesus dari Nazaret.” Yesus berkata kepada mereka, "Akulah Dia." Dan Yudas, yang mengkhianati Dia, juga berdiri bersama mereka.” Yudas berada di bawah kendali Setan sepemuhnya. Yesus tidak menunggu siapa pun untuk mengatakan apa pun. Kemudian Dia menghadap mereka dan berkata, “Siapakah yang kamu cari?” </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Nah, ketika Dia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mereka semua mundur dan mereka jatuh ke tanah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang banyak itu ambruk di tanah, para prajurit yang kuat ini; polisi bait suci yang bermusuhan, para pemimpin agama dan para imam kepala, mereka semua jatuh seperti domino. Ini adalah kekuatan ilahi. Semua otoritas dan yang berkuasn secara harfiah jatuh ke belakang karena kuasa nama-Nya, satu orang tunggal yang tidak bersenjata. Dan mereka itu bersenjata lengkap dan siap berperang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada kuasa dalam firman-Nya. Dia menciptakan melalui kata-kata; dan Dia bisa menghancurkan dengan satu kata. Dia bukan korban. Dia memiliki kendali penuh atas mereka; satu kata saja cukup. Dia adalah yang Yesaya katakan, “Dia akan memukul dunia dengan tongkat mulut-Nya” (Yesaya 11:4). Dia adalah Pribadi yang Paulus katakan, “Dia akan membunuh pelanggar hukum itu dengan nafas mulut-Nya.” Dia berbicara dan semuanya langsung menjadi ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tekad ilahi dan kuasa ilahi. Ketiga, kasih ilahi. Dan di sinilah kita melihat ilustrasi doa-Nya dalam Yohanes 17. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Karena itu Ia berkata lagi kepada mereka: 'Siapakah yang kamu cari?' Dan mereka berkata, “Yesus dari Nazaret.” pada waktu mereka bangun dari tanah, Dia menanyakan pertanyaan yang sama kepada mereka dua kali untuk memastikan tugas mereka. Kalian tidak memiliki surat perintah resmi untuk menangkap murid-murid-Ku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8 – 9</b></span><span class="cf1">, Yesus menjawab, “Aku telah mengatakan kepada kalian bahwa Akulah Dia. Karena itu, jika kalian mencari Aku, biarkanlah mereka pergi,” 9 supaya genaplah perkataan yang diucapkan-Nya, “Dari mereka yang Engkau berikan kepada-Ku, Aku tidak kehilangan seorang pun.” Dia tidak membiarkan murid-muridnya ditangkap, sehingga Dia akan menggenapi Kitab Suci supaya mereka tidak tersesat. Mereka tersebar. Iman bisa saja gagal, kecuali Tuhan tidak membiarkannya gagal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang diajarkan hal ini kepada kita adalah, tidak peduli seberapa lemah, seberapa bimbang, seberapa cepat kita berlari dan tercerai-berai, kita tidak akan pernah mengalami sesuatu yang akan merusak iman kita. Karena Yesus akan mendoakan kalian ke surga, dan Dia akan melindungi kalian. "Simon Petrus kemudian," </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, "memiliki pedang." Jadi dia menyerang kepala Malchus, yang adalah seorang budak imam besar. Dia sempat tunduk dan hanya kehilangan telinga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita telah melihat ketetapan ilahi-Nya dan kuasa ilahi-Nya serta kasih ilahi-Nya. Kebenaran ilahi-Nya dinyatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">. Yesus berkata kepada Petrus, “Masukkanlah pedang ke dalam sarungnya.” Dia berkata dalam Matius 26:52, "Semua orang yang mengambil pedang akan binasa oleh pedang." Tuhan kita menegakkan hukuman mati itu, “Petrus, kalau kamu mengambil nyawa seseorang, maka mereka berhak mengambil nyawamu, dan itulah memang benar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Yesus berkata di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Cawan yang diberikan Allah Bapa kepada-Ku, tidakkah Aku akan meminumnya?” Dia ini bukan korban. Ini adalah Anak Allah yang mahamulia, yang dengan penuh kemauan, dengan sukarela - dalam tindakan ketaatan tertinggi dengan senang hati Dia setuju untuk menyerahkan diri-Nya untuk menggantikan kita. “Bapa telah memberi-Ku cawan untuk diminum demi semua orang yang telah Dia berikan kepada-Ku supaya mereka dikasihi umtuk selama-lamanya.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220306</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Doa Terbesar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C7"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+17:24-26" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 17:24-26</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pandangan terakhir kita pada Yohanes 17. Marilah kita lihat tiga ayat terakhir, 24, “Bapa, Aku ingin agar mereka juga, yang Engkau berikan kepada-Ku, ada bersama-sama dengan Aku di mana Aku berada, supaya mereka dapat melihat kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku; karena Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 25 O Bapa yang benar! Dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau; dan mereka ini tahu, bahwa Engkau mengutus Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">26 Dan Aku telah menyatakan kepada mereka nama-Mu, dan Aku akan menyatakannya, agar kasih yang dengannya Engkau mengasihi Aku, ada di dalam mereka, dan Aku di dalam mereka.” Bagian terakhir dari doa ini, diberikan dalam ayat 24: “Bapa, Aku ingin mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, ada bersama-sama dengan Aku.” Itulah janji kepada setiap orang yang ditebus, setiap orang yang dibenarkan, dan setiap orang yang adalah pengikut Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada suatu hari kita akan berada di surga bersama Dia. Itulah akhir yang mulia, akhir yang tak terlukiskan yang kita semua cari dan dambakan. Tetapi pada kenyataannya kita menjalani hidup kita di bumi, sehingga sulit bagi kita untuk mengalami antisipasi nyata untuk surga. Seberapa sering Anda berpikir tentang surga? Seberapa sering Anda berpikir tentang bebas dari dosa? Seberapa sering Anda berpikir tentang menjadi kudus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda berpikir tentang berada di hadirat Tuhan Yesus Kristus? Daud dalam Mazmur 16:11 mengatakan, “Di hadapan-Mu ada sukacita penuh; di tangan kanan-Mu ada kesenangan untuk selama-lamanya.” Apakah Anda mengerti apa yang Paulus maksud ketika dia menulis, “Keinginan saya adalah untuk berangkat dan tinggal bersama Kristus, karena itu jauh lebih baik”? Apakah Anda memahami kerinduan hatinya untuk absen dari tubuh dan ada bersama Tuhan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagai orang percaya di Kolose 3:1 kita telah diberitahu untuk, “teruslah mencari hal-hal yang di atas, di mana ada Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah.” Tetapi saya khawatir kita benar-benar tidak memahami realitas apakah surga itu. Memang, itulah tempat yang nyata, tetapi itu tidak didefinisikan sebagai tempat tetapi sebagai pribadi. Daud berkata, "Di hadirat-Mu, di tangan kanan-Mu, di situlah letak sukacita, di situlah kesenangan disimpan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu sesuatu tentang surga. Tetapi mudah untuk terjebak dalam deskripsi itu suatu tempat dan tidak mengerti bahwa hati surga adalah pribadi Tuhan Yesus Kristus. Kita tidak akan pernah melihat Allah karena Allah tidak kelihatan. Kita tidak akan pernah melihat Roh Kudus karena Dia tidak kelihatan. Tetapi kita akan melihat Kristus. Kita akan masuk ke dalam kasih, suka cita, kepuasan dan pemenuhan yang ada di luar pemahaman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sebenarnya harus hidup sepanjang waktu dalam penantian penuh akan surga. Bapa kami ada di sana, begitulah cara kami berdoa: “Bapa kami yang ada di surga.” Rekan-rekan seiman kita yang telah meninggal ada di sana, generasi dari mereka yang terdaftar di surga, “roh orang-orang benar yang disempurnakan.” Nama-nama kita ada di sana, yang berarti ada tempat yang adalah milik kita, kita ada hak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Lukas 10:20 Yesus berkata, “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepada kalian, tetapi bersukacitalah karena namamu tercatat di surga.” Kewarganegaraan kita ada di sana. Warisan kita ada di sana - warisan yang “tidak dapat binasa, tidak tercemar, tidak akan pudar, disimpan di surga bagi kita.” Kekudusan kita ada di sana. Kesempurnaan kita ada di sana. Kita tidak berdosa di sana. Dan upah kekal kita ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berkata dalam Matius 5:12, “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.” Tetapi yang paling penting, Juruselamat kita ada di sana, yang berdiri di sebelah kanan Allah. Menurut Kisah Para Rasul 7:56, ketika Stefanus melihat ke atas, dia melihat Juruselamat berdiri di sebelah kanan Allah. Dia pergi ke sana untuk mempersiapkan tempat bagi kita di rumah Bapa. Surga itu semuanya tentang berada bersama Dia; Juruselamat kita ada di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan Allah dalam keselamatan adalah untuk membawa kita ke surga. Dari kekekalan yang lalu, ketika Dia memilih siapa yang akan berada di surga, hingga kekekalan di masa depan, ketika semua yang Dia pilih akan berada di surga, Allah sedang menggenapi rencana-Nya. Ibrani 2:10 mengatakan, “Sebab sudah sepatutnya bagi Allah yang memiliki segala sesuatu, dan melalui Dia segala sesuatu terjadi, untuk membawa banyak anak kepada kemuliaan, untuk menyempurnakan pencipta keselamatan mereka melalui penderitaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dipuaskan, digenapi dan dimuliakan dalam kasih. Allah ingin lebih banyak anak untuk dikasihi. Jadi Bapa memutuskan untuk menciptakan alam semesta itu. Dia mengizinkan ada dosa dan Kejatuhan untuk menunjukkan belas kasihan-Nya, anugerah-Nya, dan keselamatan-Nya. Dia mengutus Anak-Nya sendiri untuk mati dan menggantikan anak-anak, untuk menebus mereka dari penghakiman, supaya keadilan-Nya dapat dipuaskan dan Dia mengampuni dosa mereka serta membawa mereka kepada kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan Yesus juga adalah Imam Besar Agung yang mendoakan kita ke dalam kemuliaan, dan itulah yang terjadi dalam Yohanes 17. Dia bukan hanya hidup bagi kita kehidupan sempurna yang dapat diperhitungkan kepada rekening kita; Dia bukan hanya mati bagi kita untuk menjadi korban bagi dosa kita; Dia bukan hanya bangkit bagi kita untuk memberi kita kehidupan; tetapi Dia selalu hidup, untuk membuat syafaat bagi kita, untuk mendoakan kita ke dalam kemuliaan melawan semua serangan dan semua dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa atas nama kita, sebagai pengacara pembelaan kita, untuk mendoakan kita ke dalam kemuliaan. Itulah yang disebut Paulus dalam Roma 5 sebagai pekerjaannya yang "lebih banyak lagi". Kematian-Nya hanya berlangsung beberapa jam di kayu salib, kebangkitan-Nya selesai setelah beberapa hari. Tetapi syafaat-Nya berlangsung terus sepanjang waktu. Dalam Yohanes 17, kita melihat satu-satunya contoh doa syafaat-Nya untuk membawa anak-anak kepada kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita ada dua permintaan akhir dari Allah Bapa. Yang pertama adalah doa untuk pembaruan orang percaya, bahwa kita akan menjadi satu di dunia, dan itu adalah ayat 21-23. Yang berarti bahwa mereka adalah satu dalam arti bahwa mereka memiliki hidup kekal, bahwa mereka dapat menjadi satu dalam arti, mereka lahir kembali dalam hidup yang dimiliki bersama oleh Bapa dan Anak. Inilah doa untuk kehidupan internal, kehidupan Allah bagi semua orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sedang berbicara tentang menjadikan mereka satu, dalam arti bahwa Kita adalah satu: "Aku di dalam mereka, Engkau di dalam Aku, supaya mereka disempurnakan dalam kesatuan." Teks aslinya di sini adalah apa yang kita sebut sebagai ‘perfect passive participle’, “telah disempurnakan,” suatu tindakan yang sudah tercapai. “Saya berdoa supaya mereka telah disempurnakan pada saat mereka ada di dunia.” Dia membicarakan kita yang ditebus; yang dibaharui, yang memiliki kesatuan hidup kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dunia dapat melihat transformasi itu, apa yang terjadi oleh kuasa Allah melalui Injil. Kita kemudian diutus ke seluruh dunia untuk menunjukkannya saat kita memberitakan Injil. Dia berdoa untuk keselamatan orang-orang yang percaya, dan bahwa mereka akan diberikan kehidupan kekal yang sepenuhnya milik Allah Tritunggal itu. Seperti 1 Korintus 6:17, “Barangsiapa mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu akan muncul dalam pekerjaan baik yang telah ditetapkan untuk kita sebelumnya (Efesus 2:10). Itu akan muncul dalam buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kelembutan, kebaikan, iman, kelemahlembutan, penguasaan diri. Nah ada satu permintaan akhir. Yang kedua adalah, doa untuk pemuliaan dan supaya kita menjadi satu di surga. Inilah yang terpenting: Anak berdoa kepada Bapa untuk membawa semua anak pilihan-Nya kepada kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah Paulus dalam Kolose 1:3-5, “Kami mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang selalu berdoa untuk kalian, 4 karena kami telah mendengar tentang imanmu kepada Yesus Kristus dan kasih yang kalian miliki untuk semua orang kudus; 5 karena harapan yang disediakan bagimu di surga.” Paulus berkata, saya seperti Kristus; saya telah mendengar tentang iman kalian. Dan sekarang saya berdoa berdasarkan harapan kalian agar kalian masuk surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Bapa, Aku ingin supaya mereka juga, yang Engkau berikan kepada-Ku, ada bersama-sama dengan Aku di mana Aku berada, supaya mereka dapat melihat kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Dia ingin berada bersama kita. Dia tidak ingin bersama semua orang; Dia hanya ingin “mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Apa yang memberi kita nilai bukanlah intrinsik kita. Itu terjadi karena kita adalah hadiah kasih pilihan Bapa kepada Anak, yang adalah semuanya yang terikat dalam kasih itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu terjadi karena Bapa memilih kita sebagai hadiah kasih Bapa. Itu adalah Bapa yang mencintai Anak dan Anak mencintai Bapa, dan kita terjebak di tengah-tengah mereka. Efesus 1:3 mengatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah memberkati kita dengan segala berkat rohani di sorga di dalam Kristus, sama seperti Dia memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia pasti tidak membicarakan Yerusalem di mana Dia berada ketika Dia berdoa itu. Dia tidak membicarakan Getsemani di mana Dia berada beberapa saat setelah doa ini. Dia membicarakan surga. Itu ada di pikiran-Nya, kembali di ayat 11: “Aku tidak lagi di dunia; namun mereka sendiri ada di dunia, dan Aku akan datang kepada kalian.” Ayat 13: “Sekarang Aku datang kepada-Mu.” Keinginan-Nya adalah untuk persekutuan abadi dengan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mau memberi lebih banyak kasih daripada apa yang Dia berikan kepada Anak-Nya. Dia ingin lebih banyak anak-anak. Itulah sebabnya Efesus 1:5 mengatakan, “Allah memilih kita untuk mengadopsi kita sebagai anak.” Kita adalah anak-anak Allah, yang diberikan sebagai pengantin kolektif bagi Kristus. Kita menuju ke surga untuk berada bersama Dia.” Mazmur 23, “Kita akan diam di rumah Tuhan untuk selama-lamanya.” Dia ingin berada bersama kita, karena kita adalah hadiah kasih Bapa kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Yohanes 3:1 kita membaca, “Lihatlah betapa besar kasih yang telah dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah.” Kita sangat dikasihi oleh Bapa. Kita tidak pantas mendapatkannya. Hanya atas dasar pilihan dan kedaulatan Allah, kita telah diberikan kepada Kristus, kita telah menjadi anak-anak Allah. Dunia tidak tahu hal ini. Mengapa? Yohannes berkata, “Karena itu tidak tampak seperti apa keadaan kita nantinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kita tahu bahwa ketika Dia muncul, kita akan menjadi seperti Dia karena kita akan melihat Dia apa adanya.” Surga itu sama dengan melihat Kristus, berada bersama-Nya. Nah, jika Anda orang percaya, Anda tidak sepenuhnya mencintai dunia. “Jika kalian mencintai dunia,” kata 1 Yohanes 2, “kasih Bapa tidak ada di dalam kalian.” Salah satu keinginanku adalah untuk mengisi hidup kalian dengan realitas Kristus, sehingga Dia menarik keluar semua kasih sayang kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jika Anda sangat mencintai Kristus, maka surga itu menjadi pemenuhan. Mengapa Dia ingin kita ada bersama-Nya? Dua alasan. Alasan pertama, ayat 24: “Supaya mereka melihat kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Ketika Dia turun ke bumi, kemuliaan-Nya terselubung. Yohanes 1:14 mengatakan, “Kami telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Kami melihat kemuliaan-Nya dinyatakan dalam kasih karunia dan kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemuliaan-Nya yang sejati terselubung, tetapi sifat-sifat-Nya bersinar keluar. Hanya ada satu saat dimana mereka melihat kemuliaan-Nya sekilas di Gunung Perubahan Rupa, dalam Matius 17, dan mereka semua benar-benar jatuh waktu melihat sekejap dari kemuliaan-Nya yang tidak terselubung. Tetapi sekarang kita hanya tahu itu oleh iman. Paulus diberi beberapa penglihatan, tetapi penglihatan itu membutakan di Jalan Damsyik. Tetapi ketika kita sampai ke surga, kita akan melihat Dia apa adanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menurut Anda apakah yang akan Anda lihat? Lupakanlah omong kosong di semua buku yang ditulis oleh orang-orang yang tidak masuk surga tetapi yang mengatakan mereka masuk. Ketika Anda melihat Dia sebagaimana adanya, Anda akan melihat Dia seperti apa yang digambarkan di Wahyu 21. Sekarang kita hanya dapat melihat sebagian dari surga. Bahannya itu jasper. Kota ini emas murni seperti kaca bening. Ada batu mulia yang menghiasi fondasi di ayat 19-20.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ada mutiara cemerlang yang memantulkan warna pelangi. Dan semua jalanan adalah kaca transparan. Anda sedang melihat Yerusalem Baru, ibu kota surga tanpa batas. Tidak ada batas, tidak ada akhir. “Dan tidak ada bait suci,” ayat 22, “karena Tuhan Allah Yang Mahakuasa dan Anak Domba itu adalah bait-sucinya. Dan kota itu tidak membutuhkan matahari atau bulan untuk menyinarinya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak perlu ada cahaya apa pun, “karena kemuliaan Allah telah meneranginya, dan lampunya adalah Anak Domba itu.” Ada satu cahaya di surga yang tak terbatas dan itu adalah Kristus. Semua orang akan berjalan dalam cahaya-Nya. Dan tidak akan ada malam.” Dalam Wahyu 22:3, “Tidak akan ada lagi kutukan; takhta Allah dan Anak Domba akan ada di dalamnya... hamba-hamba-Nya akan melayani Dia; dan mereka akan melihat wajah-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Dia ingin kita melihat kemuliaan ini? Karena Aku ingin mereka melihat bahwa Engkau mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Bagaimana itu terhubung? Semua kemuliaan yang diberikan kepada-Ku untuk menjadi Lampu surga tanpa batas adalah ekspresi kasih Bapa kepada-Ku.” Ketika Anda masuk surga dan Anda melihat kemuliaan Kristus, Anda akan tahu betapa besarnya Bapa mengasihi Anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita akan melihat kemuliaan yang memancar dari Kristus dimana Dia adalah satu-satunya cahaya di surga abadi yang tak terbatas untuk selamanya. Kita dikasihi ke surga, supaya kita bisa melihat betapa banyak Bapa mengasihi Anak. Kita akan meluangkan waktu untuk selamanya memuji dan menghormati Juruselamat dan Penebus kita saat kita melihat kemuliaan-Nya. Dan, kedua, untuk mengetahui kasih-Nya, bukan hanya untuk melihat bahwa Dia adalah kasih, tetapi untuk mengalami kasih-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 25 dan 26</b></span><span class="cf1">, “Ya Bapa yang saleh! Dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau; dan mereka ini tahu bahwa Engkau mengutus Aku. 26 Dan Aku telah menyatakan nama-Mu kepada mereka, dan akan menyatakan itu, supaya kasih yang dengannya Engkau mengasihi Aku ada di dalam mereka, dan Aku ada di dalam mereka.” Kata Kristus, “Aku akan terus membuat nama-Mu terkenal, dan Aku akan mengumpulkan semua anak-anak-Mu yang terkasih.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Inilah tujuan kedua, “supaya kasih yang dengannya Engkau mengasihi Aku ada di dalam mereka, dan Aku ada di dalam mereka.” Aku ingin mereka ada bersama-Ku untuk mengetahui cinta-Ku, cinta yang dengannya Engkau mencintai Aku.” Aku ingin mereka di sini untuk mengalami kasih-Ku. Dan, itu termasuk bahwa kita akan mengasihi Dia kembali. Pekerjaan perantara-Nya, untuk membawa kita kepada kemuliaan, adalah untuk membawa kita ke dalam kasih yang tak terpahami itu; dan Dia akan membawa kita ke sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dalam esensi-Nya yang luar biasa tidak terlihat oleh mata kita, dan itu akan demikian untuk selama-lamanya; kita tidak pernah akan melihat Dia. Juga Dia tidak dapat dipahami oleh pikiran kita, karena tidak ada yang dapat memahami dengan sempurna apa yang tidak terbatas. Pemandangan yang diberkati dan kita yang diberkati akan selalu melihat Allah di dalam wajah Kristus. Kita akan mencerminkan kemuliaan itu di seluruh surga. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Feb 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220227</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berdoa untuk Semua Orang Percaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C6"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+17:20-23" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 17:20-23</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah satu-satunya tempat di mana kita miliki pekerjaan syafaat dari Tuhan kita Yesus Kristus sebelum Bapa meletakkannya bagi kita kata demi kata. Kita tahu Tuhan kita selalu hidup untuk berdoa syafaat bagi kita, dan inilah syafaat yang Dia doakan. Hal ini berlangsung sepanjang waktu sejak kenaikan-Nya sampai akhir zaman. Dan inilah Tuhan Yesus sendiri yang berdoa untuk kita, di hadapan Bapa-Nya yang penuh kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semuanya mulai pada Kamis malam, selama Minggu Sengsara, ketika ada perayaan Pelewatan. Pelewatan itu adalah hari raya yang Allah tetapkan di Keluaran 13 dan 14 untuk memperingati pembebasan Israel yang ajaib. Setelah perbudakan 400 tahun di Mesir, Dia membebaskan mereka, dan itu terjadi 1.500 tahun yang lalu. Peristiwa itu adalah pembebasan paling hebat yang pernah Allah lakukan bagi umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada pembebasan yang lebih hebat lagi, pembebasan dari Allah kepada umat-Nya melalui kematian Anak-Nya, pembebasan yang bukan fisik, tetapi rohani. Sehingga itu mengakibatkan Pelewatan resmi terakhir diadakan. Tuhan mengubah pesta itu menjadi Perjamuan Kudus, Perjamuan yang mengingat kembali ke salib, yang merupakan tindakan pembebasan Allah terbesar bagi orang-orang berdosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berkumpul malam itu dengan kedua belas murid-Nya. Setan memasuki Yudas, yang adalah putra kebinasaan yang tidak pernah menjadi anak Allah; dan dia keluar untuk melakukan pengkhianatan itu yang akan terjadi. Dalam Yohanes 12, jiwa Tuhan kita Yesus sangat gelisah. Dia menyadari sepenuhnya bahwa hari Jumat ini akan datang, di mana Dia akan mati sebagai kurban pilihan Allah untuk dosa-dosa seluruh umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kengerian bagi-Nya bukanlah tentang apa yang akan dilakukan manusia kepada-Nya, tetapi apa yang akan dilakukan Allah kepada-Nya, untuk meletakkan pada-Nya dosa-dosa kita semua, dan kemudian menghukum-Nya untuk semua dosa semua orang yang pernah percaya sepanjang sejarah manusia. Di Yohanes 13 Dia masih mengingat betapa dalamnya Dia mengasihi milik-Nya. Kasih tak terbatas kepada sebelas orang yang tidak layak itu diungkapkan sepanjang malam itu dan pada hari Jumat pagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus memberi mereka janji-jamji kasih ilahi: janji ada surga dimana Dia akan menyediakan tempat bagi mereka di rumah Bapa; janji akan kuasa untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada yang Dia lakukan, bukan dalam bentuk yang lebih besar, tetapi yang lebih besar luasnya; mereka akan menjangkau seluruh dunia pada akhirnya. Janji bahwa apa pun yang mereka butuhkan akan Dia sediakan dari surga dan janji bahwa Roh Kudus akan datang dan ada di dalam mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia juga memberi mereka kedamaian,,yaitu kedamaian-Nya. Dia menjanjikan mereka pengampunan dosa, tetapi Dia juga menjanji mereka akan berbuah, bahwa mereka akan menghasilkan banyak buah. Dia juga memperingatkan mereka tentang penganiayaan, kebencian, dan bahkan kematian. Tetapi pada akhirnya, Dia berjanji kepada mereka bahwa Dia akan mengatasi dunia yang bermusuhan, dan Dia menjanjikan kepada sekelompok orang yang lemah dan bergumul, sukacita yang tidak dapat diambil oleh siapa pun. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah janji-janji kasih, tetapi itu juga janji-janji anugerah. Dalam Yohanes 15, Tuhan kita berkata, “Pada saat Penghibur datang yang akan Ku-utus dari Bapa, Dia akan bersaksi tentang Aku, dan kalian juga akan bersaksi.” Kalian adalah generasi pertama pengkhotbah Injil. Kalian akan bersaksi. Roh Allah akan mengilhami kalian, bersama dengan rekan-rekan kalian, untuk menulis Perjanjian Baru itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malam itu juga saat Yesus ditangkap, mereka akan terlihat lemah. Bahkan, sebelum penangkapan Yesus di taman, Tuhan kita mengajak mereka untuk berdoa bersama-Nya, dan kelemahan mereka terlihat sepenuhnya karena mereka tertidur karena ketakutan; dan kemudian ketika penangkapan itu datang, mereka tersebar. Sesuatu yang dramatis harus terjadi. Perbedaannya ada pada dua hal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Satu, Roh Kudus akan turun ke atas mereka, Kisah Para Rasul 1:8, “Dan ketika Roh itu turun ke atas kalian, kalian akan menjadi saksi-saksi.” Roh akan memberdayakan mereka untuk bersaksi. Roh Kudus bukan hanya datang untuk memberdayakan mereka untuk bersaksi, tetapi Kristus sendiri akan berdoa bagi mereka. Memang, kedatangan Roh Kudus berperan, tetapi kedua, begitu juga pelayanan syafaat Tuhan kita Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dalam Yohanes 17 kita telah melihat di dalam lima ayat pertama bahwa Yesus berdoa agar Dia dimuliakan. Dan ketika Dia dimuliakan, Dia akan terus berdoa syafaat untuk membawa semua anak-anak-Nya ke dalam kemuliaan. Dan kita telah belajar bahwa Dia berdoa bukan hanya untuk murid-murid itu, tetapi ayat 20 mengatakan, “untuk semua orang yang percaya di masa depan.” Jadi Dia berdoa untuk semua orang percaya sepanjang sejarah manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah semua ini adalah doa-Nya untuk kita selama kita berada di dunia. Jadi sebagai hasil dari doa-doa-Nya dan kuasa Roh Kudus, para murid akan ditransformasikan. Mereka akan mengatasi kelemahan mereka dalam kegunaan yang diberikan Tuhan yang tidak ada bandingannya. Mereka akan menjadi sebelas orang yang menjungkirbalikkan dunia, dan mereka akan menjadi fondasi bagi bait suci spiritual orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah marilah kita lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Aku berdoa bukan untuk mereka saja, tetapi juga untuk mereka yang percaya kepada-Ku oleh perkataan mereka.” Jadi Yesus berdoa kepada Bapa bukan hanya untuk sebelas murid itu, tetapi untuk semua orang yang akan percaya melalui perkataan mereka. Dia mengatakan bahwa “mereka yang akan percaya Aku di masa depan akan percaya oleh perkataan mereka,” yaitu perkataan para rasul. Perjanjian Baru itu, dalam arti sebenarnya, adalah kata-kata mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Banyak orang percaya melalui kata-kata mereka, bahkan ketika kata-kata mereka belum tertulis, itu hanya dikhotbahkan. Itulah yang diberikan kitab Kisah Para Rasul kepada kita. Sementara mereka berkhotbah melalui kitab Kisah Para Rasul, rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya sedang menulis surat-surat itu. Jadi orang-orang, pada generasi pertama itu, percaya melalui khotbah mereka; dan di semua generasi berikutnya, percaya melalui tulisan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudas 17 berkata, “Kalian, kekasih-kekasih, harus mengingat kata-kata yang diucapkan sebelumnya oleh para rasul Tuhan kita Yesus Kristus.” Jika kalian ingin menetapkan tujuan yang benar tentang kebenaran melawan doktrin palsu, yang merupakan pokok bahasan Yudas, kalian sebaiknya mengingat kata-kata yang diucapkan oleh para rasul. Bukan hanya yang diucapkan, tetapi yang tertulis dalam Perjanjian Baru. Jadi doa-doa Kristus, memberi mereka pemahaman jelas tentang Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sementara mereka berkhotbah, mereka diilhami oleh Roh Kudus untuk menulis kitab-kitab Perjanjian Baru sehingga ketika mereka meninggal dunia dan zaman para rasul itu berakhir, teologi yang telah Allah berikan kepada mereka akan ada di dalam Kitab Suci untuk setiap generasi di setiap negara dalam setiap bahasa sepanjang sejarah manusia. Orang-orang perlu memahami apa yang ada di dalam Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi firman yang dikhotbahkan itu berdasarkan pada wahyu ilahi, dan firman yang tertulis adalah sarana keselamatan. Orang-orang tidak diselamatkan selain dari pesan. “Siapa pun dapat memanggil Tuhan,” kata Roma 10, “tetapi bagaimana mereka akan memanggil yang tidak mereka kenal?” Bagaimana mereka akan tahu kalau mereka tidak punya guru? Bagaimana mereka akan memiliki seorang guru kecuali ada seseorang yang diutus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan untuk apa Yesus berdoa? Dua hal: karena kita adalah orang-orang yang percaya kepada-Nya melalui perkataan para rasul. Pertama, </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">: “Supaya mereka menjadi satu di dunia ini.” Kedua: “Supaya mereka akan menjadi satu di dunia berikutnya.” Dia berdoa untuk kesatuan mereka, kesatuan di dunia ini dan kesatuan di surga. Yang pertama, “kesatuan di dunia ini” ada di ayat 21 - 23. Yang kedua, “kesatuan di surga” ada di ayat 24 - 26.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah sesuatu yang internal, bukan eksternal. Dia tidak bisa berdoa untuk kesatuan setiap orang yang akan pernah percaya, karena setiap orang yang pernah percaya tidak hidup pada waktu yang sama. Jenis kesatuan yang Dia doakan dalam ayat 21 adalah “sama seperti Engkau, Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya mereka juga ada di dalam Kami.” Ini adalah kesatuan internal. Apa yang Dia doakan adalah keselamatan masa depan orang-orang pilihan yang belum lahir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berdoa agar kita memiliki hidup kekal, yaitu hidup Allah. Kehidupan Allah ini berarti mereka memiliki satu kehendak, satu motivasi, satu misi, satu kebenaran, satu kekudusan, satu tujuan, karena mereka memiliki satu kehidupan. Segala sesuatu di antara Bapa dan Anak adalah satu kesatuan hidup yang sempurna. Allah yang benar haruslah suatu trinitas. Jika Allah bukan trinitas, maka kalian memiliki makhluk abadi yang tidak memiliki atribut kasih itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan adalah tentang Allah yang adalah tiga-dalam-satu, yang ditandai oleh hubungan kasih. Dan kehidupan bersama di antara Bapa, Anak, dan Roh mengungkapkan dirinya dalam hubungan itu. Allah didefinisikan dalam hubungan, dan kita diciptakan menurut gambar-Nya untuk berhubungan dengan orang lain dan dengan-Nya. Itu adalah ketika Anda datang kepada Kristus, Anda diampuni. Tetapi Anda telah ditransformasikan; Anda bukanlah Anda yang dulu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes memahami hal ini. 1 Yohanes 1:3 mengatakan, “Apa yang telah kami lihat dan dengar, kami beritakan juga kepada kalian, supaya kalian juga bersekutu dengan kami, dan sesungguhnya persekutuan kami adalah dengan Bapa dan dengan Anak-Nya Yesus Kristus.” Diselamatkan berarti masuk ke dalam kesatuan hidup dengan Tritunggal itu. Anda ditarik ke dalam Trinitas, ditarik keluar dari kerajaan Setan, keluar dari kematian, keluar dari kegelapan ke dalam Tritunggal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak menjadi Allah, tetapi kita dibagikan hidup-Nya. Kita tidak memiliki kehidupan itu untuk selamanya, tetapi Dia menciptakan kehidupan itu di dalam kita, dan itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa kita adalah ciptaan baru dan hal lama telah berlalu. Allah menjadi satu dengan manusia dalam pribadi Yesus Kristus sehingga manusia dapat dipersatukan dengan Allah dalam pribadi Yesus Kristus. Dia menjadi satu dengan kita supaya kita bisa menjadi satu dengan Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sebagai orang percaya, kita mengenal Allah, bukan dari jauh, tapi dekat. Kita mengenal Allah, tidak secara samar-samar, tetapi secara jelas tanpa kebingungan. Kita mengenal Allah, bukan ragu-ragu tetapi dengan penuh keyakinan. Dan bagaimana kita dapat mengenal Allah dengan baik? Karena Dia tinggal di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia. Dia telah memberi kita pemahaman tentang penyataan diri-Nya dalam Kitab Suci dimana Allah berada di dalam Bapa dan di dalam Anak dan mereka berada di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang percaya yang adalah kita, kemuliaan yang kita miliki, kehidupan yang kita miliki masih belum terwujud. Tetapi menjadi satu dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus jauh lebih menyenangkan dan diberkati daripada semua kenyamanan dan kekayaan duniawi. Mengapa? Karena di surga tidak akan ada matahari, tidak ada bulan; tidak ada makhluk yang menghibur kita; tidak ada matahari terbit, tidak ada matahari terbenam, tidak ada malam berbintang, dan tidak ada kesenangan duniawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal praktis lain dengan kenyataan menjadi satu dengan Allah di dalam Allah dan Allah di dalam kita, dosa itu pasti lebih buruk. Dosa tidak dapat dilakukan oleh Allah, tetapi itu dilakukan sepanjang waktu oleh orang-orang yang ada di dalam Allah. Rasul Paulus berkata, “Tahukah kalian, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Haruskah saya mengambil anggota-anggota Kristus dan menjadikan mereka anggota-anggota pelacur? Tubuh Anda adalah bait Roh Kudus yang ada di dalam Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Tuhan kita memiliki alasan untuk kesatuan kita dalam hidup ini. Dia mengatakannya di akhir ayat 21, “supaya dunia percaya, bahwa Engkau yang mengutus Aku.” Jika kita menjalani kehidupan yang seharusnya kita jalani sesuai dengan apa yang telah Tuhan lakukan untuk kita dan di dalam kita, dunia akan melihat transformasi besar-besaran. Jika dunia akan melihat kesatuan internal ini, akan ada daya tarik terhadap Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berdoa lebih lanjut di dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “supaya mereka menjadi satu, sama seperti KITA adalah satu.” Sekali lagi, kesatuan yang ada di pikiran-Nya: kesatuan rohani, kesatuan yang berasal dari memiliki kehidupan Allah yang diberikan kepada kita untuk menjadikan kita satu. Tetapi Dia bahkan memperkayanya, “Kemuliaan yang telah Engkau berikan kepada-Ku, telah Kuberikan kepada mereka.” Nah, kemuliaan apa ini? Ketika Dia menjadi manusia, Dia diberikan kemuliaan oleh Allah Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Korintus 4:4 mengatakan, “Itulah kemuliaan Allah yang bersinar di Yesus Kristus. Dan Anak itu langsung berbalik dan memberikan kemuliaan itu kepada kita sehingga kita, di 2 Korintus 3:18, ketika kita memandang kemuliaan-Nya mulai memantulkannya, dan Roh menggerakkan kita dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat berikutnya. Kemuliaan itu terselubung dan hanya terlihat sekilas pada waktu transfigurasi dalam hidup-Nya di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu terselubung di dalam kita, tetapi itu ada di situ. Kita adalah ciptaan baru; kita memiliki karakteristik Allah dalam beberapa ukuran dan tingkat tertentu. Ini luar biasa karena Kitab Suci berkata dua kali dalam Yesaya 42 dan 48, waktu mengutip Allah, “Kemuliaan-Ku tidak akan Kuberikan kepada orang lain. Kemuliaan saya tidak akan saya berikan kepada orang lain.” Tetapi Dia memberikannya kepada Anak-Nya yang layak menerimanya, dan Anak-Nya memberikannya kepada kita yang tidak layak mendapatkannya, karena kita ada di dalam Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bahkan ketika kita berada di surga dan memancarkan kemuliaan-Nya dan kita semulia mungkin, kita tidak akan menerima kemuliaan itu, tetapi kita akan berbalik dan memberikan semuanya kepada Dia yang layak menerima semua kemuliaan itu. Dia adalah kemuliaan, kita hanya reflector saja. Tetapi Tuhan kita berdoa untuk memperluas pemahaman kita tentang keselamatan. Kita memiliki kemuliaan Allah yang dapat dikomunikasikan kepada kita di dalam kita; dan kita akan mencerminkan kemuliaan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, Dia mengulangi permintaan persatuan lagi: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka disempurhakan dalam kesatuan, supaya dunia tahu, bahwa Engkau mengutus Aku.” Kesatuan kita adalah menjadi kesatuan yang nyata, kehidupan Allah dinyatakan di bumi melalui orang-orang percaya supaya dunia tahu bahwa Yesus datang dari surga. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Bapa, Aku ingin dunia tahu bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau telah mengasihi Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan adalah semua tentang kasih ilahi. Di balik semua pekerjaan keselamatan ini, di balik doa untuk persatuan ini, di balik doa untuk kemuliaan adalah kasih. Semua janji dari Yohanes 13 sampai 16 ini adalah karena kasih. Jadi bagaimana Bapa mengasihi Anak? Dia mengasihi Anak tanpa batas dan untuk selamanya. Dia berkata, “Dia adalah Anak-Ku yang terkasih yang kepada-Nya Aku berkenan.” Tetapi Dia mengasihi kita juga sama karena kita berada di dalam Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, bukankah Bapa sakit hati oleh karena dosa-dosa kita? Dia terpengaruh. Tetapi inilah kabar baiknya; kemarahan-Nya sudah berakhir. Kasih telah menggantikan kemarahan-Nya. Kemarahan-Nya singkat; tetapi kasih-Nya untuk selamanya. Ibrani 12:6, "Mereka yang dikasihi Tuhan, Dia hajar dan cambuk." Bukan karena marah lagi, ini karena kasih. Kita tidak pernah bisa lepas dari kasih-Nya. Dia mengasihi kita sedemikian rupa sehingga Dia tidak bisa lebih mengasihi kita. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Feb 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220220</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Para Murid Dikasihi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C5"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+17:11-19" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 17:11-19</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah hari Jumat pagi di Minggu Sengsara. Tuhan kita ada sebelas murid di keliling-Nya. Yudas sudah pergi. Tuhan kita telah sepanjang malam memberikan janji-janji yang dicatat dalam Yohanes 13, 14, 15, dan 16. Tetapi janji terbesar dari semuanya adalah bahwa Dia akan mengirim Roh Kudus untuk memberi pemenuhan semua janji-Nya, dan untuk menjadi kuasa yang mereka butuhkan untuk melayani Dia dan bersaksi bagi Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini sebenarnya adalah Doa Bapa Kami. Dia berhenti di jalan menuju taman Getsemani, masih dikelilingi oleh sebelas murid, dan Dia berdoa dalam doa ini di mana Dia minta Allah Bapa atas nama para murid dan semua orang yang akan pernah percaya, untuk membawa mereka kepada kepenuhan penyelamatan yang dijanjikan. Inilah satu-satunya pandangan sekilas tentang karya syafaat Kristus, di mana Dia menjadi perantara bagi milik-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah contoh dari apa yang Tuhan kita sedang lakukan sekarang. Paulus berkata dalam Roma 8:27 dan 34, “Kristus telah mati untuk kita, dengan menyediakan pengorbanan untuk dosa di mana Dia membayar hukuman atas dosa-dosa kita. Tetapi lebih dari itu, Dia hidup untuk kita. Dia hidup di hadapan Bapa, hidup selamanya untuk menjadi syafaat bagi kita, sehingga tidak ada yang dapat mengalahkan kita, mengatasi kita, dan kita semua dibawa kepada kemuliaan kekal menurut kehendak Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disini ada pandangan sekilas tentang pekerjaan Kristus. Kita dibawa ke Ruang Mahakudus surgawi di mana Anak itu datang ke hadapan Bapa-Nya atas nama umat-Nya. Marilah saya jelaskan ini. Ingatlah perjalanan keluar dari Mesir dalam sejarah Israel, di mana mereka keluar dan tinggal di padang gurun selama empat puluh tahun? Mereka membangun tenda-tenda yang mengelilingi tenda besar yang adalah tenda Allah. Itu melambangkan kehadiran Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di tengah tenda itu, yang juga disebut tabernakel, ada sebuah tenda kecil yang merupakan Ruang Mahakudus. Dan di dalamnya ada tabut perjanjian; dan di atasnya, ada kursi belas kasihan. Itu tidak dapat diakses, kecuali setahun sekali, pada Hari Pendamaian, Yom Kippur; di mana imam besar bisa masuk. Ia akan mengambil darah binatang korban untuk dicurahkan di atas mezbah, dan kemenyan yang melambangkan doa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tanggung jawabnya adalah untuk menyediakan korban penebusan dosa, dan mempersembahkan kemenyan itu sebagai doa pengampunan bagi kedua belas suku Israel. Inilah gambaran dari apa yang kita temukan dalam Yohanes 17. Di sini kita ada Imam Besar agung yang masuk ke Ruang Mahakudus di hadirat Allah, dan Dia seolah-olah menaruh semua umat-Nya di pundak-Nya. Dia telah mempersembahkan darah-Nya sendiri di kursi pendamaian sebagai penebusan dosa yang sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dosa itu telah ditebus, dan sekarang doa dipanjatkan. Imam besar itu telah masuk, dan melakukan ini, dan berbalik dan keluar. Ketika Yesus naik ke surga, Dia pergi ke Ruang Mahakudus dan Dia masih ada di sana. Dia akan berada di sana sampai semua orang percaya akhirnya dikumpulkan ke dalam kemuliaan kekal. Ibrani mengatakan, “Dia selalu hidup untuk menjadi syafaat bagi kita.” Sebagai Imam Besar kita yang agung, Dia membawa kita ke hadirat Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang ada di hati-Nya? Kasih Dia. Yohanes 13:1 mengatakan, “Karena Dia mengasihi milik-Nya yang ada di dunia, Ia mengasihi mereka sepenuhnya.” Mengapa Dia menawarkan darah penebusan-Nya bagi kita? Mengapa Dia hidup untuk bersyafaat bagi kita di hadirat Allah? Karena Dia mengasihi kita tanpa batas. Dia mengasihi kita sama seperti Allah mengasihi siapa pun. Ketika Dia ada di hadirat Bapa, kita ada di dalam Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita dikasihi oleh Bapa sebagaimana Bapa mengasihi Anak. Lihatlah ayat 23 dari doa ini, “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka disempurnakan menjadi satu, supaya dunia tahu, bahwa Engkau mengutus Aku dan mengasihi mereka sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Dan dalam ayat 26, “supaya kasih-Mu terhadap Aku ada di dalam mereka.” Kita dikasihi sebagai Anak karena kita ada di dalam Anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kita ada di dalam Kristus.” Itu artinya persis seperti apa yang dikatakannya. Kita berada di dalam Dia dan dikasihi sebagaimana Dia dikasihi. Kita di dalam Dia adalah benar sebagaimana Dia adalah benar. Kita di dalam Dia diberkati sebagaimana Dia diberkati dengan semua berkat rohani di surga di dalam Kristus. Bapa mengasihi Anak tanpa batas dan untuk selamanya; dan karena kita ada di dalam Anak, Dia mengasihi kita tanpa batas dan untuk selama-lamanya. Kita diterima sebagaimana Anak diterima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pembenaran kita, itulah sanktifikasi kita, dan itulah pemuliaan kita. Betapa menakjubkannya dikasihi oleh Allah seperti Dia mengasihi Anak Kudus-Nya sendiri. Dan saya mau mengatakan sesuatu tentang Kekristenan. Trinitas itu adalah dasar mutlak bagi segala sesuatu yang benar tentang Allah. 1 Yohanes 4:8 berkata, “Allah adalah kasih.” Jika Allah hanya pribadi yang menyendiri, itu tidak mungkin benar, karena tidak akan ada yang dapat dikasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada perbedaan besar antara Allah Bapa dan Allah Muslim. Allah mereka adalah ilah tunggal, yang diciptakan oleh manusia dan setan, yang selalu mementingkan penghakiman, ketakutan, dan teror. Dan begitu juga ilah tunggal mana pun, dan orang-orang hanya berada untuk melakukan apa yang dia ingin mereka lakukan. Tetapi Allah Tritunggal adalah kasih kekal, dan telah mengasihi secara kekal di dalam Trinitas itu. Yesus adalah Anak yang kekal, dan Allah mengasihi kita seperti Dia mengasihi Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kasih yang melampaui apa pun yang pernah dialami makhluk mana pun. Inilah berkat dan kemuliaan. Jadi ketika Kristus masuk ke Ruang Mahakudus surgawi dan datang ke hadapan Allah Bapa, seperti yang dilakukan-Nya terus-menerus, kita berada di ruang takhta bersama-Nya. Ibrani 4:14-16 mengatakan, “Kita memiliki seorang Imam Besar Agung yang telah melewati surga, Yesus Anak Allah, marilah kita berpegang teguh pada pengakuan kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">15 Kita tidak memiliki Imam Besar yang tidak dapat bersimpati dengan kelemahan kita, tetapi Dia yang telah dicobai dalam segala hal seperti kita, namun tanpa dosa. 16 Karena itu, marilah kita mendekat dengan penuh keyakinan ke takhta anugerah, supaya kita dapat menerima belas kasihan dan anugerah untuk mendapat pertolongan pada waktunya.” Kita memiliki seorang imam besar yang hebat, yang bukan hanya mengasihi kita sebagaimana hanya Allah yang dapat mengasihi, tetapi sebagai manusia, yang memahami kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mengasihi Anak-Nya. Allah mengasihi karena sifat-Nya itu mengasihi. Dan kasih Allah begitu tak terbatas sehingga Allah memutuskan untuk mendapat lebih banyak anak untuk dikasihi. Jadi Dia melakukan penciptaan, dan mengisi ciptaan itu dengan alam semesta yang menakjubkan, sehingga mereka yang ada di bumi dapat melihat dan membaca kasih-Nya melalui apa yang telah Dia sediakan, meskipun dengan cara sementara. Karena kasih ini, Dia memilih banyak anak dan menempatkan mereka di dalam Anak-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pekerjaan syafaat Tuhan kita. Itu membawa banyak anak kepada kemuliaan untuk memuaskan hati Allah yang penuh kasih. Dia menjadi perantara bagi para murid. Tetapi bukan hanya untuk mereka, karena di ayat 20 Dia berkata, “Aku tidak minta untuk kesebelas orang ini saja, tetapi untuk mereka yang juga percaya kepada-Ku melalui perkataan mereka.” Dan Dia berdoa untuk kita oleh karena kasih-Nya yang tak terbatas dan tak terpahami.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b><br></b></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, “Sekarang Aku tidak lagi di dunia, tetapi mereka ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Bapa yang Kudus, demi nama-Mu, peliharalah orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka menjadi satu seperti Kami. 12 Selama Aku bersama mereka di dunia, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu. Mereka yang Engkau berikan kepada-Ku telah Aku simpan; dan tidak ada seorang pun dari mereka yang terhilang, kecuali putra kebinasaan itu, supaya Firman itu digenapi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sedang mengantisipasi kepergian-Nya. Dia akan naik ke surga dalam beberapa jam saja, Dia akan berada di bawah murka Allah. “Aku keluar dari dunia ini; mereka masih di dalamnya.” Dunia adalah sistem dosa yang mendominasi alam ini. Inilah korupsi, kuasa iblis, kuasa dosa manusia yang secara harfiah mengendalikan dunia, di bawah kepemimpinan Iblis dan setan-setannya. Itulah dunia ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sudah mengatakan kepada mereka dalam Yohanes 15:18, bahwa dunia akan membenci mereka karena mereka benci Dia. Dia mengatakan kepada mereka dalam ayat 20, bahwa dunia akan menganiaya mereka. Dia mengatakan kepada mereka dalam ayat 23 bahwa mereka akan dibenci karena dunia benci Dia dan benci Bapa. Dalam Yohanes 16:2 mereka akan menjadi orang buangan dan mereka akan menjadi martir; mereka akan kehilangan nyawa mereka. Mereka tidak dapat bertahan tanpa dukungan ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Tuhan kita kemudian, mulai dari </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, mulai minta beberapa hal khusus untuk perlindungan kita. Satu, jaminan rohani. “Mereka ada di dunia dan Aku datang kepada-Mu.” Dan Dia berbicara tentang kenaikan-Nya. Inilah Anak Kudus yang berdoa kepada Bapa Kudus. Inilah keinginan Anak Kudus dan keinginan Bapa Kudus untuk melindungi orang-orang berdosa yang tidak suci. Itulah yang terjadi di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Bapa Kudus itu peduli dengan orang-orang berdosa yang tidak suci? Jawaban: Karena mereka ada di dalam Anak-Nya. Ketika Kristus datang ke hadirat-Nya, kita datang di dalam Dia. Dia berkata, “Bapa, Bapa yang Kudus, pertahankanlah mereka dalam nama-Mu, konsisten dengan siapakah Diri-Mu, dan bahkan lebih dari itu, bukan karena mereka pantas mendapatkannya, tetapi karena mereka itu milik-Mu. Mereka adalah milik-Mu. Mereka adalah putra-putra-Mu dan putri-putri-Mu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 10:27, ada pengingat akan hal ini dalam kata-kata yang terkenal dari Tuhan kita: “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku; dan Aku memberi hidup kekal kepada mereka, dan mereka tidak akan pernah binasa; dan tidak ada yang sanggup merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang telah memberikannya kepada-Ku, lebih besar dari semua, tidak ada yang sanggup merebut mereka dari tangan Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita akan melihat ilustrasi tentang itu dalam Yohanes 18 yang mungkin merupakan ilustrasi paling luar biasa dari janji itu atau tujuan Kristus di dalam seluruh Injil. Ketika mereka datang untuk menangkap Yesus, mereka juga ingin menangkap para murid. Tuhan tidak pernah membiarkan itu terjadi; Dia melindungi mereka dari itu, karena itu bisa menghancurkan iman mereka. Dia tidak akan pernah membiarkan apa pun yang bisa melakukan itu terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan menderita. Dia akan berada di bawah timpaan dan beban dosa, dan mengambil tangan-Nya dari murid-murid-Nya; dan Bapa perlu menjaga mereka selama jam-jam itu. Dan kemudian ketika Dia kembali ke surga, Bapa perlu terus menjaga mereka, yang Dia janji untuk melakukan itu melalui Roh Kudus, yang Dia berikan kepada setiap orang percaya. “Aku menjaga mereka,” kata-Nya di dalam ayat 12.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, jika kalimat itu berakhir di sana, kita ada masalah: “Tidak ada dari mereka yang binasa.” Kita semua akan berkata, “Tunggu dulu, hanya ada sebelas orang di sini. Bagaimana dengan Yudas? Bukankah Yudas membuktikan bahwa seorang murid, rekan Yesus yang terlihat, seorang pengkhotbah Allah, dapat menghilang? Bukankah Yudas itu contoh orang percaya yang bisa kehilangan keselamatan karena dia berbalik dan menolak Tuhan yang pernah dia akui?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Tuhan kita tidak mengatakan apa pun di sini tentang Yudas, kita akan menghadapi dilema yang serius. Jadi untuk memastikan itu tidak pernah terjadi, Dia memasukkan ke dalam doa yang luar biasa ini, satu catatan gelap ini, “Aku menjaga mereka, dan tidak satu pun dari mereka yang hilang, kecuali putra kebinasaan, supaya Alkitab digenapi.” Yudas tidak pernah menjadi anak Allah, dia selalu adalah anak kebinasaan. Kata kebinasaan adalah kata lain untuk "kehancuran, kemusnahan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dulu di Yohanes 6, Yesus bersama para murid, dan Petrus mengatakan, “'Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Engkau memiliki kata-kata hidup yang kekal. Kami telah percaya dan telah mengetahui bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Yesus menjawab mereka, “Bukankah Aku sendiri yang memilih kalian, kedua belas, dan salah satu dari kalian adalah iblis?” Maksud-Nya adalah Yudas, anak Simon Iskariot, karena dia adalah satu-satunya dari kedua belas orang yang akan mengkhianati Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada malam yang sama di ruangan atas, Iblis masuk ke dalam Yudas. Yudas tetap diperlakukan dengan kasih oleh Tuhan pada malam yang sama. Dalam Yohanes 13 Yudas diperlakukan sebagai tamu terhormat, yang diberi potongan roti pertama untuk dicelupkan ke dalam sop, sebagaimana mereka menyebutnya, yaitu makanan. Fakta bahwa Alkitab menubuatkan dia akan melakukan ini bukanlah suatu determinisme, dia melakukan apa yang dia pilih untuk dilakukan. Yudas bersalah atas dirinya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 26:24 mengatakan, “Anak Manusia akan pergi, seperti ada tertulis tentang Dia; tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia dikhianati! Lebih baik bagi orang itu jika ia tidak dilahirkan.' Dan Yudas, yang mengkhianati Dia berkata, 'Tentunya bukan aku, Rabi?' Yesus berkata kepadanya, 'Anda sendiri yang mengatakannya.'” Kata Yesus, “Tidak seorang pun di antara mereka yang hilang, hanya anak kebinasaan, supaya genaplah Kitab Suci itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Bapa mendengar doa itu untuk menjaga dan memelihara milik-Nya? Dia melakukannya, dan kita ada kesaksian untuk itu. Dalam Roma 8:38 dikatakan, “Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang tinggi, maupun yang di bawah, atau makhluk lain apa pun, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah akan membawa kita ke surga, karena kita ada di dalam Anak-Nya, dan Dia mengasihi Anak-Nya dengan sempurna. 1 Petrus 1:3-4 mengatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali kepada suatu pengharapan yang hidup, melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. 4 untuk memperoleh warisan yang tidak dapat binasa dan tidak tercemar yang tidak akan pudar, yang disediakan di surga bagimu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berdoa untuk jaminan rohani kita. Itu hal yang menakjubkan untuk menyadari bahwa apa yang menjamin keselamatan kita adalah kasih kekal itu, yang berada di balik pemilihan kekal, di balik pembenaran kekal dan pemuliaan kekal. Kedua, Dia berdoa untuk kesatuan rohani kita. Hal ini dinyatakan dalam ayat 11, “Peliharalah mereka dalam nama-Mu, nama yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah supaya kita bisa menjadi satu sama seperti Trinitas adalah satu. Keselamatan itu bukan hanya pengampunan dosa. Bukan sekedar lolos dari hukuman. Itu adalah Allah, yang menarik kita ke dalam hidup Tritunggal yang kekal. Kita semua yang dibenarkan secara harfiah ditarik ke dalam kehidupan Tritunggal. Kita ada di dalam Bapa; kita ada di dalam Anak dan kita ada di dalam Roh. Bapa ada di dalam kita; Anak ada di dalam kita dan Roh ada di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya menjadi orang percaya? Itu berarti bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang tak terbatas, bahwa Ia mengasihi kita sama seperti Ia mengasihi Anak-Nya sendiri, dan dengan kasih itu menarik kita ke dalam Tritunggal. Paulus menulis dalam Filipi dan Efesus tentang kesatuan praktis. Inilah doa dari Kristus untuk kesatuan yang tak terlihat, supaya realitas kehidupan Allah ditopang dalam jiwa kita untuk selamanya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Feb 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220213</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Doa untuk Murid-murid-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C4"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+17:6-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 17:6-10</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang kita sebut Doa Bapa Kami dalam Matius 6 adalah doa yang Yesus tidak pernah bisa berdoa, karena itu adalah doa yang minta pengampunan atas pelanggaran dan dosa. Itu tidak berlaku bagi-Nya. Tetapi Yohanes 17 adalah Doa Bapa Kami yang sejati, karena Dia yang mendoakan-Nya; dan inilah doa yang tidak pernah bisa didoakan oleh manusia. Itu dikuatkan kepada kita ketika kita mempelajari setiap ayat dari doa-Nya kepada Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah jam-jam terakhir sebelum salib. Dia telah mengatakan sebagian besar dari apa yang ingin Dia katakan kepada para murid di ruang atas pada Kamis malam ketika mereka merayakan Pelewatan dan ketika Dia menetapkan Perjamuan Kudus. Dan Dia mengatakan lebih banyak hal ketika mereka meninggalkan ruang atas dan berjalan melalui Yerusalem, menuju ke taman Getsemani. Dan Dia sekarang selesai dengan apa yang telah Dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Warisan Yesus telah diberikan kepada murid-murid-Nya dan kepada kita dalam Yohanes 13 sampai 16. Dan sekarang dalam Yohanes 17, Dia berdoa supaya Allah Bapa akan memenuhi semua janji ini, dan menggenapinya dengan cara yang paling utama dengan membawa umat-Nya ke surga. Ini adalah firman Tuhan kepada kesebelas orang sebelum kematian-Nya, dan apa yang kita miliki di sini adalah gambaran dari pelayanan surgawi-Nya yang baru yang akan segera dimulai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu tidak akan dimulai sampai Yesus naik ke surga, 40 hari setelah kebangkitan. Dan kemudian Dia akan mulai pelayanan-Nya yang baru, dan itu adalah pelayanan syafaat. Dia tidak akan menjadi Anak Domba yang dikorbankan, Dia akan menjadi Imam Besar yang agung. Dia akan menjadi pengacara di antara umat-Nya dan Allah, Dia akan menjadi perantara bagi mereka. Saat ini adalah saat yang kritis dalam sejarah penebusan dan dalam kehidupan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karya syafaat-Nya sering diabaikan. Dia berdoa, dalam lima ayat pertama, supaya Dia dimuliakan; dan kemudian dalam ayat 6 sampai 19, bahwa para murid akan dimuliakan; dan kemudian dalam ayat 20 sampai 26, supaya semua orang percaya sepanjang masa akan dimuliakan. Dengan kata lain, Dia berdoa agar Dia dimuliakan; dan melalui kemuliaan-Nya, kita semua dimuliakan; dan melalui itu, Allah dimuliakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 7:25, “Ia selalu hidup untuk menjadi perantara bagi umat-Nya.” Roma 5:8, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih orang berdosa. 9 Terlebih lagi, karena sekarang kita telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita akan diselamatkan dari murka melalui Dia.” Apa yang lebih dari kematian-Nya? Hidup-Nya. Dia selalu hidup untuk menjadi perantara bagi kita untuk membawa kita kepada kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Tuhan berkata di kayu salib, “Sudah selesai,” pekerjaan pengorbanan telah selesai, pekerjaan penebusan telah selesai, hukuman dosa telah dibayar lunas. Tetapi pekerjaan-Nya atas nama orang-orang berdosa pilihan itu belum selesai. Bahkan ini berlangsung sekarang juga. Itu mulai ketika Dia kembali ke surga dan mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Allah untuk bersyafaat bagi kita, orang-orang percaya. Roma 5 mengatakan Dia menjadi pembela kita. Dia menjadi perantara kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menjadi Imam Besar kita yang agung di sebelah kanan Allah Bapa di Ruang Mahakudus surgawi. Dia selalu melakukan pekerjaan syafaat supranatural bagi umat tebusan-Nya yang masih berjuang di bumi. Dan karena Dia dalam segala hal dicobai seperti kita, sepenuhnya menjadi manusia, pada saat yang sama sepenuhnya adalah Allah, Dia tahu kelemahan kita, Dia tahu pencobaan kita dan Dia tahu strategi si iblis itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Syafaat-Nya adalah untuk memastikan bahwa kita sampai pada kemuliaan pada akhirnya. Saya percaya jika Anda diselamatkan Anda akan masuk surga.” Tetapi alasan Anda akan pergi ke surga, adalah karena Kristus menjadi perantara bagi Anda. Ada cara tertentu yang dengannya Allah membawa kita kepada kemuliaan. Yesus itu berbeda banyak dibanding para imam lainnya, karena mereka semua mati. Tetapi Dia adalah Imam Besar agung yang hidup ubruk selamanya untuk bersyafaat bagi kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia terus menerus menyucikan kita dari segala dosa dalam 1 Yohanes 1. Dia terus menjadi pengacara bagi tempat kita di hadapan takhta Allah. 1 Yohanes 2:1 mengatakan, “Jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai Pembela pada Bapa, yaitu Yesus Kristus Yang Benar.” Itu disertai dengan pelayanan Roh Kudus sekarang di dalam kita, karena Roma 8:26 mengatakan “Roh Kudus itu berdoa bagi kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kita memiliki seorang pembela di surga di sebelah kanan Bapa. Dan kita memiliki seorang pengacara yang hidup di dalam kita, Roh Kudus. Baik Roh Kudus dan Anak Allah itu sedang bersyafaat atas nama kita untuk membawa kita kepada kemuliaan. Yesus sedang melakukan pelayanan perantara-Nya bagi kita. Ini adalah doa murni untuk kemuliaan-Nya, kemuliaan para murid, kemuliaan kita, dan kemuliaan Allah Bapa. Dan ini adalah suatu prapertunjukan dari pelayanan syafaat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita memperhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 6-10</b></span><span class="cf1"> saja, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka adalah milik-Mu, Engkau memberikannya kepada-Ku, dan mereka menepati firman-Mu. 7 Sekarang mereka telah mengetahui bahwa segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, berasal dari Engkau. 8 Karena Aku telah memberikan kepada mereka firman yang telah Engkau berikan kepada-Ku; dan mereka telah menerimanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dan mereka telah tahu dengan pasti bahwa Aku datang dari-Mu; dan mereka percaya bahwa Engkau mengutus Aku. 9 “Aku berdoa untuk mereka. Aku tidak berdoa untuk dunia tetapi untuk mereka yang Engkau telah berikan kepada-Ku, karena mereka adalah milik-Mu. 10 Dan semua milik-Ku adalah milik-Mu, dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku dimuliakan di dalamnya.” Tujuan penyelamatan Allah selalu menjadi perhatian utama Yesus, ketika Dia berada di bumi, dan juga sekarang di surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita semua tahu apa yang akan terjadi dengan sebelas murid itu. Ketika Yesus ditangkap, mereka akan berhamburan karena ketakutan. Iman mereka akan goyah. Hati mereka akan menjadi lebih sedih daripada sebelumnya. Tetapi meskipun penderitaan-Nya jauh lebih besar daripada penderitaan mereka,dan meskipun kesakitan-Nya jauh lebih pahit daripada kesakitan mereka, kasih-Nya untuk mereka menyebabkan Dia mendoakan doa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meskipun mereka lemah, meskipun mereka tersandung, meskipun iman mereka goyah, meskipun mereka meninggalkan Dia, Dia tetap berdoa untuk kemuliaan abadi mereka. Mengapa? Karena dikatakan di Yohanes 13:1, “Karena mengasihi milik-Nya yang ada di dunia, Ia mengasihi mereka sampai batas kasih ilahi.” Dengan kata lain, Dia mengasihi mereka sebanyak Allah dapat mengasihi, dan kasih itulah yang membawa mereka kepada kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam ayat 6-10, Dia mengidentifikasi mereka dari sisi ilahi dan dari sisi manusia. Di sini kita menghadapi misteri besar kedaulatan ilahi dan tanggung jawab manusia. Ayat 6 mengatakan, “Saya berdoa untuk kelompok yang terdiri dari sebelas orang ini. Inilah orang-orang yang Aku telah memanifestasikan nama-Mu, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka adalah milik-Mu dan Engkau memberikannya kepada-Ku, dan mereka menepati firman-Mu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berdoa bagi mereka yang ditandai di sisi manusia dengan iman yang percaya dan ketaatan. Mereka berdua selalu terjadi bersama. Jadi marilah kita lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Aku telah menyatakan nama-Mu.” Dia mengatakan pada dasarnya hal yang sama dalam ayat 4, “Aku telah memuliakan Engkau di bumi, setelah menyelesaikan pekerjaan yang telah Engkau berikan kepada-Ku untuk dilakukan.” “Jika kalian telah melihat Aku, kalian telah melihat Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebenaran tentang Allah melalui Kristus disembunyikan dari orang bijak dan religius, dari orang elit, para pemimpin Israel; tetapi itu diungkapkan kepada bayi-bayi, kepada orang-orang yang rendah hati ini. Sebanyak tujuh dari mereka itu mungkin adalah nelayan. Tak satu pun dari mereka adalah bagian dari para pemimpin agama. “Jadi, Bapa, waktunya telah tiba. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada mereka, semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Istilah 'Engkau memberi kepada-Ku' muncul misalnya lagi di dalam Yohanes 17:24, "Aku ingin mereka juga, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, ada bersama-sama dengan Aku di mana Aku berada," dan Dia mengatakannya lagi dalam ayat yang sama. Kembali ke ayat 6 dan lihatlah frase ini, “Mereka adalah milik-Mu.” Sebelum mereka bertobat, sebelum mereka dipanggil, sebelum mereka mengetahui sesuatu, sebelum mereka percaya, mereka adalah milik-Mu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bentuk lampau, mereka itu sudah milik-Mu. Mereka berada di dunia, dan Engkau memberikannya kepada-Ku dari dunia, tetapi mereka adalah milik-Mu walaupun mereka ada di dunia. Dunia itu jahat dan anti-Allah, anti-Kristus, dan merekalah sistem kejahatan dan dosa yang diatur oleh iblis, yang terdiri dari setan-setan dan semua manusia yang tidak percaya yang menentang Allah, dan adalah milik Iblis, dan yang hidup di kerajaan kegelapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi di dalam alam kegelapan ini, ada beberapa orang berdosa yang adalah milik Allah. Di Yohanes 15:18-19, Tuhan kita Yesus Kristus berkata sebelumnya di malam itu, “Jika dunia membenci kalian, kalian tahu bahwa ia telah membenci Aku sebelum ia membenci kalian. 19 Jika kalian berasal dari dunia, dunia akan mencintai miliknya sendiri; namun karena kalian bukan dari dunia, tetapi Aku memilih kalian dari dunia, oleh karena itu dunia benci kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada ilustrasi tentang hal ini dalam Kisah Para Rasul 13:48, “Ketika orang-orang bukan Yahudi mendengar dari Yesaya bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, mereka mulai bersukacita dan memuliakan firman Tuhan dan sebanyak yang telah ditentukan untuk hidup kekal menjadi percaya. ” Tuhan berbicara kepada Paulus dalam Kisah Para Rasul 18:10, melalui suatu penglihatan, “sebab Aku menyertai Anda, dan tidak seorangpun akan menyerang Anda untuk menyakiti Anda; karena Aku memiliki banyak orang di kota ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang-orang di kota Korintus yang menjadi milik Kristus, dan adalah milik Allah. Mereka masih berada di dunia, dalam kegelapan, dalam ketidaktahuan akan dosa, tetapi mereka adalah milik Allah. Bagaimana? Efesus 1:4 itu mengatakan, “Dia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.” Kolose 3:12 mengatakan, “Kita adalah orang-orang yang dipilih Allah, kudus dan yang dikasihi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 1:5-6 menjelaskan hal ini, “Ia menetapkan kita sebelumnya untuk diadopsi sebagai anak-anak melalui Yesus Kristus bagi diri-Nya sendiri, menurut niat baik dari kehendak-Nya, untuk memuji kemuliaan anugerah-Nya, yang dengan cuma-cuma diberikan-Nya kepada kita di dalam Yang dikasihi-Nya ." Ayat 11, “Ditetapkan sebelumnya sesuai dengan tujuan-Nya yang mengerjakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya sendiri, untuk memuji kemuliaan-Nya sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka yang percaya kepada Anak Allah, mereka yang menerima pelayanan Yesus dan percaya kepada-Nya, melakukannya karena mereka adalah milik Allah. Mereka selalu adalah milik Allah. Mereka adalah milik Allah sebelum ada penciptaan. Wahyu 13:8, Wahyu 17:8, “Nama mereka telah tertulis dalam Kitab Kehidupan sebelum dunia dijadikan.” Allah memilih mereka sebelum Dia menciptakan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Wahyu 20:15 mengatakan, “Jika seseorang tidak ditemukan namanya dalam Kitab Kehidupan, ia dibuang ke dalam lautan api.” Jauh sebelumnya dalam pelayanan Tuhan kita, Dia menjelaskan kepada para murid bahwa siapa pun yang datang untuk diselamatkan adalah hadiah dari Bapa. Dengarkanlah Yohanes 6:37, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku, akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, tidak akan Kubuang atau tolak.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang-orang sepanjang sejarah manusia yang lahir berdosa di dunia, yang tenggelam dalam dosa, yang mati secara rohani dan buta dan bodoh, tetapi mereka adalah milik Allah dan pada waktu Allah, Dia mencabut mereka dari dunia, kemudian mereka menjadi hadiah kasih kepada Anak-Nya. Bapa memilih, Bapa memberi; Anak menerima, Anak memelihara, dan Anak membangkitkan mereka pada hari terakhir, dan tidak ada seorang pun yang terhilang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 17, Bapa memberikan kita kepada Anak sebagai mempelai-Nya, yang dibeli dengan harga tak terbatas dari hidup-Nya sendiri. Itulah mengapa Yerusalem Baru itu dalam Wahyu 21, adalah kota pengantin; itulah sebabnya Wahyu berbicara tentang perjamuan kawin. Semua orang yang ditebus dari segala zaman menjadi pengantin Kristus sehingga mereka dapat menghormati Dia, mengasihi Dia, melayani Dia, menyembah Dia, memuja Dia, dan mencerminkan kemuliaan-Nya untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karunia Bapa berupa jiwa-jiwa yang ditebus itu begitu berharga, Dia rela mati di bawah penghakiman ilahi untuk semua dosa semua orang pilihan. Yesus berkata, “Aku berdoa bagi mereka yang menjadi milik-Ku karena Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku.” Inilah realitas ilahi dalam keselamatan. Tetapi ada aspek manusia juga. Ayat 6 mengatakan “Mereka menuruti firman-Mu.” Itulah sisi yang menunjukkan ketaatan orang percaya kepada Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil itu adalah perintah. Kita membicarakannya sebagai hadiah dalam arti bahwa kita tidak perlu membayarnya. Ketaatan pada perintah Injil itu sangat penting, dan Tuhan kita berkata bahwa mereka itu taat. Itu pada dasarnya adalah sama dengan iman. Ketaatan dan iman adalah satu dalam Yohanes 3:36. Yesus berkata, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia memiliki hidup kekal; dia yang tidak menaati Anak itu tidak akan melihat kehidupan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iman yang taat adalah kasih dalam Yohanes 14 dan 15, “Jikalau kalian mengasihi Aku, kalian menaati Aku. Barangsiapa menaati Aku, dia mengasihi Aku.” Inilah sisi manusia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7 - 8</b></span><span class="cf1">, “Sekarang mereka tahu bahwa segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, berasal dari-Mu; karena kata-kata yang Engkau berikan kepada-Ku telah Aku berikan kepada mereka; dan mereka menerimanya dan benar-benar mengerti bahwa Aku datang dari-Mu, dan mereka percaya bahwa Engkau mengutus Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada dasarnya itulah yang dimaksud dengan pelayanan. Itu adalah Tuhan kita yang memberi kita model pelayanan. Dia datang supaya mereka tahu kebenaran, sehingga mereka akan menerima kebenaran, supaya mereka memahami kebenaran dan percaya kebenaran itu. Mereka percaya bahwa Yesus bekerja dengan kuasa Allah. Mereka percaya bahwa Yesus datang dari Allah. Mereka berkata, “Kami tahu Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang ke sisi ilahi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 9 – 10</b></span><span class="cf1">, “Aku berdoa untuk mereka. Aku tidak berdoa untuk dunia tetapi untuk mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, karena mereka adalah milik-Mu. 10 Dan semua milik-Ku adalah milik-Mu, dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku dimuliakan di dalamnya.” Itu adalah pernyataan yang sangat signifikan. Martin Luther menulis ini: "Setiap orang mungkin mengatakan ini: 'Semua yang saya miliki adalah milik Allah.' Itu jauh berbeda dari mengatakan, 'Semua milik Allah adalah milik Aku.'"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Petrus 4:11 mengatakan, “Jika ada orang yang berbicara, hendaklah ia berbicara sebagai sabda Allah. Jika ada yang melayani, biarlah dia melakukannya dengan kemampuan yang disediakan Allah, supaya dalam segala hal Allah dimuliakan melalui Yesus Kristus, yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan sampai selama-lamanya, Amin.” Anda telah melihat sekilas bagaimana Dia berdoa bagi murid-murid-Nya. Doa itu diperluas dari mereka kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Feb 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220206</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Doa Yesus untuk Diri-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C3"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+17:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 17:1-5</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini unik di antara semua bagian Alkitab karena ini adalah doa Tuhan kita, kepada Bapa. Kebenarannya begitu luas, begitu tinggi, sehingga hampir tidak mungkin untuk menarik diri Anda dari bab ini. Kata-kata-Nya cukup sederhana dan langsung, tetapi kebenarannya benar-benar di luar pemahaman. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah menyentuh pinggirnya realitas besar yang ada di bab ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah batu penjuru dari empat bab lainnya: Yohanes 13, 14, 15, dan 16. Bab-bab itu mencatat firman Tuhan kita kepada murid-murid-Nya pada malam Pelewatan pada Kamis malam Minggu Sengsara itu, malam sebelum penyaliban-Nya. Dia menghabiskan waktu berjam-jam dengan murid-murid-Nya. Pertama perjamuan Pelewatan, lalu Yudas disingkirkan. Dia menetapkan Perjamuan Kudus pada saat itu. Dan Dia terus mengajar mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka meninggalkan ruangan atas. Mereka berjalan melalui kota Yerusalem. Dan saat mereka berjalan, Yesus melanjutkan instruksi-Nya kepada mereka, penuh janji, dan penuh peringatan. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Dia akan pergi, Dia akan mati, Dia akan bangkit, dan Dia akan kembali kepada Bapa. Dia menjanjikan mereka semua yang mereka butuhkan. Mereka akan tahu itu benar karena Dia akan mengirim Roh Kudus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi semua instruksi itu, semua janji-janji itu, semua peringatan itu sekarang sudah lewat, dan Yohanes 17 adalah doa yang Dia doakan kepada Bapa. Apa yang Dia doakan kepada Bapa adalah supaya Bapa menggenapi semua pekerjaan yang telah Dia lakukan. Inilah doa yang menunjukkan kerendahan hati Kristus dengan cara yang unik. Menurut Ibrani 1, Dia adalah Allah yang menopang seluruh alam semesta dengan kuasa firman-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Allah yang akan datang untuk memerintah dan menegakkan pemerintahan-Nya di bumi, dan kemudian di langit baru dan bumi baru untuk selamanya. Tetapi dalam inkarnasi-Nya Dia mengesampingkan hak-hak istimewa-Nya, dan menyerahkan diri-Nya kepada Bapa. Maka dalam tindakan penyerahan itu, Dia berdoa agar Bapa memenuhi semua yang telah Dia janjikan. Karena itu, Dia memberikan kita contoh yang paling luar biasa tentang perlunya kita berdoa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab berbicara tentang para rasul dalam Kisah Para Rasul 6:4, mereka berdoa dan melayani Firman, karena kita dapat melayani Firman, dan kita dapat setia pada pemberitaan Firman. Tetapi jika Bapa tidak mengaktifkan Firman itu dalam kehidupan orang-orang yang mendengarnya, itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Jadi kita dipanggil untuk mengajar dan berkhotbah seumur hidup, didukung oleh doa seumur hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Yesus, dalam kesempurnaan-Nya, dalam kebenaran-Nya yang mutlak, tetapi dalam kerendahan-Nya bergantung pada Bapa untuk menggenapi Firman-Nya, kita yang rapuh, lemah dan berdosa, jauh lebih bergantung pada Bapa. Jadi di sini kita ada model doa dari seseorang yang tampaknya tidak perlu berdoa; tapi Dia berdoa. Bahkan, Dia berdoa sepanjang hidup-Nya di bumi. Dia berdoa setiap hari saat demi saat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Allah yang selalu dalam persekutuan penuh dengan Allah. Di kuburan Lazarus, Dia berdoa kepada Bapa, dan setelah itu Dia berkata, “Lazarus, keluarlah.” Di Getsemani, Dia berdoa kepada Bapa dan berkata, “Jika itu kehendak-Mu, biarkan cawan ini berlalu dari pada-Ku.” Di salib Dia berkata, “Ke dalam tangan-Mu Aku menyerahkan roh-Ku.” Itulah doa seluasnya yang kita miliki, hanya beberapa ayat singkat, sampai kita melihat Yohanes 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang kita memiliki doa yang panjang ini dalam 26 ayat. Setiap kata berasal dari bibir Tuhan Yesus Kristus dan merupakan bagian dari doa kepada Bapa. Bab ini telah disebut Yang Mahakudus dari Alkitab. Tentu saja, ini adalah doa di atas semua doa. Tetapi itu juga merupakan bab di atas semua bab, karena hanya di sinilah kita melihat komunikasi antara Anak Allah dan Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita mendekati persekutuan batin Trinitas. Tempat rahasia Allah yang Mahatinggi terbuka bagi kita. Di sini, kita perlu melepaskan sepatu kita dan mendengarkan, dan merendahkan diri dengan hati yang penuh hormat karena kita berada di tanah suci. Tidak pernah ada suara yang terdengar lebih suci, lebih berbuah, dan lebih agung, daripada doa yang dipanjatkan oleh Anak Allah itu sendiri. Itu sederhana namun mendalam.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Doa ini benar-benar menandai akhir pelayanan Yesus di dunia, tetapi juga menantikan apa yang mengikuti pelayanan duniawi-Nya, dan itu adalah pelayanan surgawi-Nya yang diantara yang lain adalah pelayanan syafaat bagi umat-Nya di takhta Allah. Yesus berdoa secara terbuka, dan kita percaya bahwa para murid mendengar doa ini, dan itu semua dicatat oleh Roh Allah melalui rasul Yohanes.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita memiliki empat Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, untuk memberi tahu kita apa yang Dia lakukan selama 33 tahun itu. Tetapi kita hanya memiliki satu bab untuk memberitahu kita apa yang Dia sedang lakukan sekarang, dan telah dilakukan selama 2.000 tahun terakhir, dan akan dilakukan sampai penebusan itu selesai. Inilah satu-satunya pandangan sekilas tentang Kristus yang telah dimuliakan dan selalu hidup untuk menjadi perantara bagi kita. Inilah yang Yesus lakukan sekarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada juga waktu-waktu khusus untuk berdoa. Pada saat pembaptisan-Nya, Dia berdoa. Ketika Dia memulai pelayanan publik-Nya dalam Markus 1, Dia bangun sebelum fajar dan berdoa. Ketika Dia memilih kedua belas rasul, Lukas berkata bahwa Dia pergi untuk berdoa. Dan dalam doa, Dia ditransfigurasi, dalam Lukas 9. Dan Dia mati dengan doa di bibir-Nya. Tetapi sekali lagi, kebanyakannya kita tidak tahu apa yang Dia katakan, sampai kita membaca Yohanes 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah cara Dia sekarang berdoa di surga. Inilah pekerjaan perantaraan-Nya, sebagai perantara antara Allah dan manusia. Nah, doa-Nya dibagi dalam tiga bagian. Di lima ayat pertama, Yesus berdoa untuk diri-Nya sendiri. Kemudian mulai dari ayat 6, Dia berdoa untuk para rasul yang bersama-Nya pada malam itu juga. Dan setelah itu Dia menutup bab ini dengan berdoa untuk semua orang percaya sepanjang masa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita lihat </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Setelah mengatakan semuanya itu, Yesus menengadah ke langit dan berkata, “Bapa, waktunya telah tiba. Muliakan Anak-Mu sehingga Dia dapat mengembalikan kemuliaan kepada-Mu.” 'Setelah mengatakan semua itu.' hanya merujuk kembali ke Yohanes 13, 14, 15, dan 16. Kemudian dikatakan, "Yesus menengadah ke surga." Ini adalah sikap yang luar biasa melihat ke arah Allah yang Dia doakan, Allah dan Bapa-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Yesus, “Bapa, waktunya telah tiba; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak pun memuliakan Engkau, 2 Karena Engkau telah memberi kuasa kepada-Nya atas semua orang. Dia memberikan hidup kekal kepada setiap orang yang telah Engkau berikan kepada-Nya. 3 Dan inilah cara untuk memiliki hidup kekal—untuk mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus, yang Engkau utus ke bumi. 4 Aku membawa kemuliaan bagi Engkau di bumi ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk dilakukan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">5 Nah, Bapa, bawalah Aku ke dalam kemuliaan yang Kumiliki bersama Bapa sebelum dunia dimulai.” Itulah doa, pertama-tama, untuk kemuliaan-Nya sendiri. Supaya, setelah dimuliakan, Dia dapat membawa banyak anak-anak ke dalam kemuliaan. Mungkin ada orang yang berkata bahwa Yesus berdoa untuk diri-Nya sendiri dan tampaknya mencari kepentingan diri sendiri. Karena kita adalah ciptaan yang jatuh yang tidak memiliki hak untuk minta kemuliaan atas jasa kita sendiri. Tetapi Kristus minta sesuatu yang layak diterima-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, "Bapa, muliakanlah Anak-Mu." Ayat 5 dikatakan, “Muliakanlah Aku dengan kemuliaan yang Kumiliki bersama-Mu sebelum dunia dimulai. Bawalah Aku kembali ke kemuliaan abadi, yang selalu menjadi hak-Ku. Inilah doa untuk kemuliaan yang memang adalah milik-Nya. Allah bisa saja menggunakan analogi manusia apapun untuk menggambarkan hubungan Tuhan Yesus Kristus dengan Allah Bapa. Tetapi Allah memilih Bapa dan Anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa? Tentu saja karena itulah cara untuk menekankan sifat mereka yang sama. Tetapi lebih dari itu. Inilah keakraban yang intim. Ini membicarakan bukan hanya bahwa Dia adalah satu dalam kodrat dengan Allah, tetapi bahwa Dia memiliki hubungan dengan Allah yang digambarkan sebagai perhatian yang penuh kasih. Ketika Yesus berkata Bapa dan orang Kristen berdiri di sisi-Nya dan mendengar itu, Dia tahu bahwa Allah yang kekal dan tertinggi itu adalah kepribadian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang berdosa, menemukan dengan iman nyata, bukan kodrat yang dipersonifikasikan dan diilahkan oleh keinginan; tetapi Yang tahu, Yang berkehendak, dan Yang mengasihi tak terkatakan, dengan kelembutan dari seorang Bapa. Sebagai seorang Bapa, Dia adalah pemelihara yang kudus secara pribadi, yang setia secara pribadi, yang ramah secara pribadi. Dia adalah Bapa, karena Dia adalah Penulis Hidup dari kehidupan pribadi kita. Dia adalah Bapa, dan kita bagi Dia melebihi karya tangan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita adalah milik-Nya yang terkasih dan berharga. Kesenangan-Nya ada pada anak-anak manusia. Sebagai seorang Bapa, Dia mengasihani anak dari keluarga fana ini dengan belas kasihan yang hanya dapat diketahui oleh hati ilahi. Tuhan kita berkata, “Bapa, Bapa yang Suci, Bapa yang adil, Bapa yang pengasih.” Dan kita juga merangkul kebapaan itu. Kita telah menjadi anak-anak Allah, dan Dia adalah Bapa kita juga, dengan segala arti sepenuhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka dengan kata pengantar Bapak itu, Yesus kemudian berkata,”Waktunya telah tiba.” Dalam Yohanes 12, yang merupakan awal dari Minggu Sengsara ini, Dia mulai berkata, “Waktunya telah tiba.” Ini adalah pernyataan yang luar biasa. Setiap peristiwa, setiap hari, setiap jam dalam sejarah drama penebusan ilahi yang sedang berlangsung ini direncanakan oleh Allah. Semuanya berada di bawah jadwal ilahi dan oleh janji ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada ketepatan berdaulat yang dengannya Allah menjalankan drama penebusan-Nya. Dan pekerjaan-Nya dalam kehidupan Anak-Nya, dan pekerjaan-Nya dalam hidup kalian dan hidup saya, semuanya berjalan menurut jadwal ilahi. Tidak ada yang diatur secara acak-acak. Sejarah dan pencapaian penebusan adalah masalah ilahi saat demi saat, yang mewujudkan rencana ilahi Allah yang berdaulat. Jika Anda adalah milik-Nya, Anda berada pada suatu jadwal ilahi yang tepat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jam berapa waktunya pada jam penebusan? Jam itu adalah inti sejarah; inti </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">keabadian. Itulah peristiwa zaman-zaman. Dua keabadian akan bertemu, yaitu kekekalan masa lalu dan kekekalan masa depan, dan mereka akan bertemu di kayu salib. Saatnya telah tiba di mana Anak Manusia, Anak Allah, akan mengakhiri penghinaan-Nya, dan akan mengakhiri pekerjaan-Nya; dan Dia akan melakukannya dengan menjadi korban dosa.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pengorbanan itu akan terus berlanjut sepanjang sejarah manusia kepada setiap orang yang pernah percaya, dan itu diteruskan melalui sejarah kepada setiap orang yang akan pernah percaya. Dia akan, pada saat itu, menjadi dosa bagi kita, supaya kita dapat menjadi kebenaran Allah di dalam Dia. Itulah rancangan ilahi yang digenapi, ketika Allah menetapkan bahwa Kristus harus disalibkan sebelum dunia dijadikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah menentukan nama orang-orang yang menjadi sasaran penyaliban-Nya, suatu pengorbanan yang efektif untuk keselamatan mereka. Itu adalah saat ketika semua pra-penciptaan, tujuan ilahi Allah mencapai puncaknya. Itu adalah saat ketika semua nubuatan keselamatan digenapi, ketika semua nubuatan khusus tentang Mesias digenapi, ketika semua tipe dan semua lambang digenapi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah saat kemenangan atas penguasa angkasa raya ini. Itu adalah waktu untuk mengabaikan yang lama dan memulai yang baru. Itu adalah saat keselamatan, ketika semua yang telah dijanjikan Allah dalam keselamatan menjadi mungkin, dan menjadi nyata. Kristus benar-benar mati untuk semua orang yang percaya sepanjang sejarah umat manusia, dulu dan di masa depan. Itulah waktu salib di mana hal ini tercapai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 12:23 Yesus berkata, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” Dalam ayat 27 - 28 Dia berkata, “Sekarang jiwaku sangat gelisah. Haruskah Aku berdoa, 'Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini'? Tetapi inilah alasan Aku datang! 28 Bapa, muliakan nama-Mu.” Kemudian terdengar suara dari surga, mengatakan, “Aku telah membawa kemuliaan bagi nama-Ku, dan Aku akan melakukan-Nya lagi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah waktu kayu salib itu. Dia merasa ngeri oleh prospek mengalami murka Allah itu: yaitu menanggung dosa, dan dihukum untuk semua dosa semua orang sepanjang sejarah manusia yang akan pernah ditebus. Itu sangat mengganggu-Nya dan itu melebihi apa pun yang dapat kita bayangkan. Tetapi apa yang akan Dia katakan, “Selamatkanlah Aku dari saat ini”? Tentu saja tidak. “Untuk saat ini Aku datang ke dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah, klimaksnya, saat kemuliaan; untuk menghapus kuasa kutukan itu, dan untuk mendamaikan orang berdosa dengan Allah, untuk menerangi kerajaan rohani yang masih kabur. Inilah waktu yang Allah rencanakan dari kekekalan. Petrus mengatakan bahwa pada Hari Pentakosta: “Ini semua telah terjadi oleh nasihat yang telah ditentukan sebelumnya dan pengetahuan sebelumnya dari Allah.” Inilah rencana Allah dari permulaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Yesaya 53, maksudnya salib; kebangkitan; kenaikan dan penobatan itu. Saat Dia dipakukan di kayu salib, Dia menjadi dosa bagi umat-Nya, dan menanggung murka Allah. Pada saat itu matahari menolak untuk bersinar dan kegelapan merajalela. Pada saat itu bumi berguncang dan kuburan terbuka dan orang-orang mati keluar. Tidak pernah ada waktu seperti itu, dan tidak pernah akan ada lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi para murid, kematian Tuhan tampaknya seperti mimpi buruk. Tetapi bagi Kristus, itu berarti kemuliaan penuh. Saatnya telah tiba untuk memuliakan Anak-Mu sebagai Dia yang menggenapi semua nubuatan. Sebagai Perantara, sang Pengganti, Yang Diurapi sebagai Anak Domba Allah. Yesus melihat kemuliaan di salib dan begitu juga kita. Dia berdoa, “Bapa, berilah melalui peristiwa di salib ini, supaya Aku dimuliakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemuliaan itu adalah milik-Nya, seperti yang dikatakan ayat 5. Itu adalah kemuliaan yang Dia miliki sebelum penciptaan. Dia inginkan kemuliaan penuh, kemuliaan yang datang kepada yang telah taat sepenuhnya kepada Bapa sepanjang hidup-Nya, kemuliaan menjadi Anak Domba Allah yang sempurna dan yang melakukan kehendak Allah. Dia berdoa supaya Bapa sekarang membawa Dia melalui kayu salib itu, keluar dari kuburan dan bawa Dia ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang dapat memisahkan Anda dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus. Pekerjaan penebusan Yesus Kristus menyelesaikan keselamatan Anda untuk selamanya. Dia telah memberi Anda hidup kekal yang tidak dapat binasa. Roh Kudus ada di dalam Anda, sebagai meterai keamanan terakhir Allah. Imam Besar yang agung itu selalu hidup untuk menjadi syafaat bagi kita, untuk membawa kita kepada kemuliaan. Begitulah doa-Nya dimulai. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Jan 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220130</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Doa Terbesar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C2"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+17" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 17</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 17 tidak ada bandingannya, Yesus Tuhan kita sedang bersyafaat untuk milik-Nya di hadapan Bapa. Ini terjadi pada hari Tuhan kita disalibkan ketika Dia berdoa doa ini, tentang pelayanan syafaat-Nya yang berkelanjutan bagi semua yang menjadi milik-Nya sepanjang sejarah. Apakah doktrin yang paling membesarkan hati bagi orang Kristen? Bahwa mereka yang percaya kepada Yesus Kristus akan diangkat ke surga, dan bahwa Tuhan tidak akan kehilangan siapa pun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang yang mengajar bahwa keselamatan itu bisa hilang, itu bisa dikorbankan. Tetapi bukan itu yang diajarkan Alkitab. Begitulah kesaksian Kitab Suci. Bahkan kita menemukan hal itu di Perjanjian Lama ketika Allah mendefinisikan keselamatan-Nya sebagai sesuatu yang kekal. Mazmur 37:28 mengatakan, “Sebab Tuhan mengasihi keadilan dan Dia tidak meninggalkan orang-orang saleh-Nya; mereka dipertahankan untuk selamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nabi Yesaya berbicara banyak tentang sifat, dan luasnya keselamatan itu. Di Yesaya 43:1-7 dikatakan, “Tetapi sekarang, beginilah firman Tuhan, Penciptamu, hai Yakub, dan Dia yang membentuk kalian hai Israel, jangan takut, karena Aku telah menebus kalian; Aku telah memanggilmu dengan nama-Ku; kau milik-Ku! Ketika Anda melewati air, Aku akan bersama kalian; dan melalui sungai-sungai, mereka tidak akan membanjiri kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda berjalan ditengah api, Anda tidak akan hangus, dan nyala api tidak akan membakar Anda. 3 Karena Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Kudus dari Israel, Juruselamat kalian. 4 Karena kalian berharga di mata-Ku, karena kalian dihormati dan Aku mengasihimu, Aku akan memberikan orang lain sebagai ganti nyawamu. 5 Jangan takut, karena Aku menyertai kalian. Aku akan membawa keturunan kalian dari timur dan mengumpulkan kalian dari barat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">6 Dan Aku akan berkata ke utara, 'Lepaskan mereka!' dan ke selatan, 'Jangan menahan mereka.' Bawalah putra-putra-Ku dari jauh dan putri-putri-Ku dari ujung bumi, 7 setiap orang yang dipanggil dengan nama-Ku, dan yang telah Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang telah Kubentuk, bahkan yang telah Kujadikan.” Itulah janji Allah untuk mengumpulkan semua kekasih-kekasih-Nya sendiri ke dalam kemuliaan surga terakhir. Keselamatan-Ku adalah untuk selamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa mendengar firman-Ku dan percaya Dia yang mengutus Aku, ia memiliki hidup kekal, dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan telah pindah dari maut kepada hidup.” Yohanes 6:37, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku, akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, tidak akan Kubuang.” Ayat 39, “Inilah kehendak Dia yang mengutus Aku, bahwa dari semua yang Dia berikan kepada-Ku, tidak ada yang hilang, melainkan mereka dibangkitkan pada hari terakhir.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kita memiliki Roma 8 di mana rasul Paulus di bawah pengilhaman Roh Kudus berkata, “Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada di dalam Kristus.” Dia mulai dengan mengatakan, “Tidak akan pernah ada penghukuman bagi mereka yang menjadi milik Kristus.” Filipi 1:6, “Dia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kalian, akan menyelesaikannya sampai pada hari Kristus,” ketika kita melihat Kristus muka ke muka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 7:25, “Tuhan Yesus selalu hidup untuk memberi perantaraan bagi kita.” Dia berdoa bagi kita dengan tujuan untuk membawa banyak orang kepada kemuliaan. Dan itulah tepat yang kita dengar di Yohanes 17. Inilah ilustrasi alkitabiah tentang Tuhan Yesus dan pelayanan syafaat-Nya sebagai Imam Besar Agung kita, yang berdoa untuk kita di surga. Syafaat itu berlangsung sepanjang waktu sampai semua anak Allah dibawa kepada kemuliaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dalam Roma 5 mengatakan perlu ada lebih banyak pekerjaan daripada salib dan kebangkitan saja. Kristus membayar hukuman atas dosa-dosa kita dalam waktu singkat di kayu salib. Selama beberapa jam, Dia menderita murka Allah. Kristus keluar dari kubur dalam sekejap mata dan Dia langsung hidup dari kematian. Tetapi sekarang ada lebih banyak pekerjaan yang terus berlanjut yang adalah pekerjaan yang menghasilkan kita kemuliaan kekal, untuk membawa kita pulang kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 17 adalah contoh pra-permuliaan dari pelayanan syafaat Tuhan kita sebagai Imam Besar. Imam Besar Agung kita telah pergi ke Ruang Mahakudus surgawi, dan memercikkan darah-Nya sendiri sebagai penebusan atas dosa-dosa kita, dan telah duduk di hadirat Bapa untuk terus-menerus memohon agar umat-Nya membawa mereka ke kemuliaan kekal melawan semua kegagalan kami, kesalahan kami, pelanggaran kami, dan semua dosa-dosa kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melawan semua tuduhan yang dibawa oleh manusia, iblis-iblis dan Setan sendiri, Tuhan mendoakan kita ke surga. Tidak ada yang hilang. Ini adalah doa-Nya. Jadi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 1 sampai 5</b></span><span class="cf1">, Dia berdoa kepada Bapa untuk memuliakan Dia sekarang setelah pekerjaan-Nya selesai. Ini terjadi dalam kegelapan Jumat pagi. Dia menuju ke salib. Dan, pada hari Minggu, Dia akan keluar dari kuburan. Empat puluh hari setelah itu, Dia akan naik ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Dia berkata, “Saatnya telah tiba,” maksud-Nya saat kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, pemuliaan-Nya, dan awal syafaat-Nya; dan inilah contoh syafaat itu. Dia mulai, dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 6 dan selanjutnya</b></span><span class="cf1">, berdoa untuk para murid yang telah diberikan Tuhan, Allah Bapa kepada-Nya. “Dia berdoa untuk orang-orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi apa yang Dia doakan tidak terbatas hanya untuk mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Aku meminta bukan untuk mereka saja, tetapi juga untuk mereka yang percaya kepada-Ku oleh perkataan mereka.” Dan itu membentang ke depan dan ke belakang. Dia berdoa untuk semua orang yang adalah anak-anak Allah, semua yang akan diberikan kepada-Nya sepanjang sejarah penebusan. Dia seolah-olah berdoa mereka semua ke surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Permintaan khusus dalam doa-Nya diberikan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 11 - 19</b></span><span class="cf1">. Dia membuat pernyataan bahwa Dia akan pergi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Dia tidak ada lagi di dunia; namun mereka sendiri ada di dunia, dan Aku datang kepada kalian.” Pengaturan itulah yang membentuk karakter doa-Nya. Kita harus berada di sini di dunia yang bermusuhan, yang mematikan, dan berbahaya ini; dunia ini penuh dengan dosa sementara Dia ada di dalam kita sebagai Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 16 diakhiri oleh-Nya dengan mengatakan, “Di dunia, kalian akan mengalami tribulasi.” Kami ditinggal di sini; Dia pergi. Mengingat itu, Dia berdoa untuk kita dalam ketidakhadiran-Nya. Dia telah berjanji kepada kita bahwa Dia akan mengirim Roh Kudus. Dan bahwa Roh akan datang dan mengambil tempat-Nya, dan itulah lebih baik bagi mereka karena Dia telah bersama mereka di dalam Kristus; dan sekarang Dia akan tinggal di dalam mereka secara pribadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia telah mengisi bab-bab sebelumnya pada Kamis malam dan Jumat pagi itu dengan segala macam janji. Namun sekarang muncul doa yang menyatukan semuanya: “Bapa, penuhi semua janji ini. Kirimkan Roh Kudus-Mu dan, Bapa, ini adalah permintaan khusus yang Aku minta dari-Mu mengenai umat-Ku.” Mulai dari ayat 11 sampai 19 adalah bagian pertama dari itu. “Dia berdoa untuk keamanan rohani kita.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Simpan mereka di dalam nama-Mu.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Aku menjaga mereka; sampai tidak salah satu dari mereka binasa selain dari putra kebinasaan itu.” Dia berkata, "Bapa, Aku berdoa untuk keamanan rohani mereka, supaya mereka terjamin sampai ke kemuliaan." “Dia berdoa untuk kesatuan rohani kita,” di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, “supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.” Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">, Dia berdoa untuk sukacita rohani kita. “Hal-hal ini Aku bicarakan supaya mereka memperoleh sukacita-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan sedang berdoa untuk kesatuan kita; bukan kesatuan yang hanya berusaha membuat kita semua saling menyukai, tetapi kesatuan internal hidup kekal yang kita miliki. Ini adalah kesatuan sejati untuk menjadi satu dengan Kristus, dan karena itu, bersatu dengan yang lain. Dia berdoa agar realitas tubuh Kristus memiliki kehidupan ilahi. Sebelumnya, Dia berkata bahwa Dia akan memberi kita damai sejahtera-Nya. Sekarang Dia berdoa agar kita memiliki roh-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Yesus berdoa untuk kekebalan rohani kita, agar kita dilindungi,” </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1"> mengatakan “dari si jahat.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 14, 15, dan 16</b></span><span class="cf1"> berbicara tentang fakta bahwa kita berada di dunia yang membenci kita. Kita bukan dari dunia, sama seperti Tuhan kita bukan dari dunia. Kita berada di tempat yang berbahaya, dan Dia berdoa untuk perlindungan kita, kekebalan kita dari kuasa si jahat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, semua doa ini untuk stabilitas spiritual, kesatuan spiritual, sukacita spiritual, keamanan spiritual, sampai kepada imunitas spiritual, semua ini dimotivasi oleh kasih. “Setelah mengasihi milik-Nya yang ada di dunia, Dia mengasihi mereka secara maksimal.” Kita telah dikasihi oleh Allah sejak awal dunia. Bukan karena kita pantas mendapatkan kasih itu, itu adalah hadiah dari anugerah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada satu doa terakhir yang Tuhan kita. Dia berdoa untuk kemurnian rohani kita. Dia berdoa untuk proses pengudusan kita. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Kata-kata Engkau adalah kebenaran. Sebagaimana Engkau mengutus Aku ke dalam dunia, Aku juga telah mengutus mereka ke dalam dunia. Demi mereka, Aku menguduskan Diri-Ku, supaya mereka sendiri juga disucikan dalam kebenaran.” Titik fokus yang mendalam langsung sedang diberikan di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menguduskan disebutkan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1"> dan dua kali dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">. Tiga kali kita melihat kata kerja itu. Dia berdoa untuk kekudusan kita. Nah, pengudusan pada dasarnya berarti “pemisahan,” kita dipisahkan dari dosa. Dia berdoa untuk kemurnian kita dan meningkatkan kesalehan. Kita akan menjadi semakin kudus dalam latihan saat kita berada dalam posisi. Dia berdoa menurut kehendak Bapa dan menurut pekerjaan Roh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Doa ini berhubungan dengan daging manusia kita. Kita memiliki tiga musuh: dunia, iblis, dan kedagingan. Yesus berdoa agar kita dilindungi dari dunia. Kita telah mendengar tentang iblis, si jahat; dan Yesus berdoa supaya kita dilindungi dari si jahat. Di sini Dia berdoa agar kita menang atas kedagingan kita. Kemanusiaan itu di mana kita masih terpenjara meskipun kita adalah orang yang beriman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul dan semua orang percaya telah dipisahkan dari hukuman dosa. Yesus membayar hukuman itu; kita tidak akan pernah melihat hukuman itu. Kebangkitan-Nya memisahkan kita dari kehadiran dosa di surga; dan di tengah-tengah, kita sekarang perlu dipisahkan dari kuasa dosa. Di sini pekerjaan pemisahan dari kuasa dosa adalah pekerjaan Allah yang progresif seumur hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia sedang membicarakan para pengikut Tuhan Yesus Kristus yang sudah dilahirkan kembali, yang sudah dibenarkan, yang sudah bertobat, yang terus-menerus dikuduskan. Dia menerima kita dalam ketidaksempurnaan kita dan berdoa supaya kita menjadi lebih kudus. Di mana kebenaran itu ditemukan? Itu adalah wahyu Allah; itulah Alkitab. Jika kita mempelajari Firman Allah, kita berada di tempat di mana proses pengudusan itu bekerja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah proses pengudusan progresif, pemisahan dari dosa saat kita melihat Firman Allah; dan saat kita membacanya, memahaminya, menerimanya, dan mengasihinya. 2 Korintus 3:18 mengatakan, “Tetapi kita semua, dengan wajah yang tidak terselubung, dimana sepertinya kita memantulkan kecemerlangan Tuhan, kita sedang diubah menjadi gambar yang sama dari kemuliaan ke kemuliaan, sama seperti oleh Roh Tuhan.” Roh Allah itu membuat kita serupa dengan gambar Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 119:11, “Firman-Mu kusembunyikan dalam hatiku, supaya aku jangan berbuat dosa.” Petrus berkata, “Seperti bayi menginginkan susu murni dari Firman supaya Anda dapat bertumbuh dengannya.” Firman Allah itu bekerja melawan dosa yang masih ada di dalam kita. Firman Allah menyatakan kemuliaan Kristus dalam segala keindahan-Nya; dan saat kita terperangkap dalam kemuliaan itu, dan mempercayainya dan mengasihinya, Roh menggunakan itu untuk membuat kita semakin serupa dengan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah tujuannya, untuk menjadi seperti Kristus. Dan sekarang sebelum kita mencapai kenyataan itu, kita mengejar itu, bahkan dalam kehidupan ini. Mengapa ini penting? </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Sama seperti Engkau mengutus Aku ke dalam dunia, Aku juga telah mengutus mereka ke dalam dunia.” Itu penting karena kita memiliki misi untuk diselesaikan, dan kekudusan itu sangat penting untuk misi itu: “Biarlah terangmu bersinar di hadapan manusia, agar mereka dapat melihat pekerjaanmu, dan memuliakan Bapamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda harus menampilkan Injil dan kuasa Allah. Jika kita berkata, “Tuhan mengubah hidup; Tuhan mengubah orang berdosa; Tuhan mengambil orang jahat dan menjadikan mereka baik,” Anda harus menjadi ilustrasi tentang itu. Amanat Agung mengatakan, “Kita diutus ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil kepada semua orang, untuk menjadikan murid, untuk membaptis, untuk mengajar mereka semua hal yang telah Aku perintahkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berkata, “Bapa mengutus Aku ke dunia dalam kuasa Roh. Aku mengirim kalian ke dunia dalam kuasa Roh. Bapa mengutus Aku untuk memanifestasikan kehidupan suci untuk menunjukkan kemuliaan-Nya supaya pesan-Nya dapat dipercaya. Aku mengutus kalian dalam kuasa Roh Kudus untuk menjalani kehidupan yang kudus, dan juga untuk memamerkan kemuliaan-Nya melalui Injil.” Jadi tujuan pengudusan itu adalah menjadi serupa dengan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1"> Tuhan kita berkata, “Demi mereka, Aku menguduskan Diri-Ku.” Mengapa Dia perlu menguduskan diri-Nya? Dua alasan, secara teologis. Dia perlu menjalani kehidupan kudus yang sempurna. Karena setidaknya harus ada satu kehidupan suci yang sempurna yang dijalani oleh seseorang dalam sejarah dunia, dan Dia adalah satu-satunya. Karena ketika kalian menaruh kepercayaan kalian kepada Yesus Kristus, kehidupan yang sempurna itu diperhitungkan ke dalam rekening Anda; seolah-olah Anda menjalani hidup-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah doktrin imputasi dalam 2 Korintus 5:21. Begitulah caranya kita menjadi kebenaran Allah di dalam Kristus, secara harfiah. Tetapi, Dia juga harus menjalani kehidupan yang sangat kudus, bukan hanya agar itu dapat diperhitungkan kepada kita, tetapi juga sebagai contoh bagi kita. Hidup-Nya juga merupakan contoh pengudusan bagi saya. Dalam pembenaran, posisi saya telah diurus. Dalam proses pengudusan itu, praktik saya sehari-hari harus diurus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Proses Pengudusan akhirnya adalah ketaatan sempurna, dimotivasi oleh kasih yang sempurna. Tuhan Yesus sangat taat kepada Bapa karena kasih yang sempurna. Kristus tidak melakukan apa pun terlepas dari Allah, Dia tidak bisa. Jadi bagaimana dengan kita? Perjanjian Baru dipenuhi dengan kata “berjalan” yang menggambarkan kehidupan Kristen. Yohanes berkata, “Berjalanlah seperti Yesus. Jika Anda mengatakan Anda ada di dalam Dia, dan itu benar, maka berjalanlah seperti Yesus berjalan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kolose 2:6, “Karena itu sama seperti kalian telah menerima Tuhan Yesus Kristus, demikianlah berjalan di dalam Dia.” Ikutilah pola-Nya; ikutilah kehidupan-Nya. Taatilah Tuhan dalam segala hal: semua yang Anda lakukan, semua yang Anda katakan, semua yang Anda pikirkan. Jadilah menyenangkan bagi-Nya. Dia adalah teladan kebenaran Anda, sebuah pola yang harus diikuti dalam praktik Anda dan dalam proses pengudusan Anda. Berjalanlah di dalam Roh, dan Anda akan berjalan seperti Kristus berjalan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jan 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220123</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus telah Mengatasi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C1"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+16:23-33" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 16:23-33</a></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum kita melihat teks itu sendiri, mari kita lihat secara singkat dunia ini tempat kita hidup. Itu suram dan penuh dengan orang-orang ketakutan yang berjuang untuk memahami kehidupan ini. Ketakutan mereka bersifat swasta dan pribadi, tetapi berkat media, kami memiliki masalah orang lain juga untuk ditanggung. Pada saat yang sama, kita sendiri berjuang untuk menghadapi itu semua karena kita tidak begitu baik dalam hal hubungan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semakin materialistis budayanya, semakin itu menjadi kenyataan. Semakin banyak hal yang kita miliki, semakin banyak hal yang menempati pikiran kita, semakin tidak signifikan hubungan-hubungan kita. Bahkan di tengah semua kemakmuran materi ini, dalam semua kebebasan yang seharusnya kita miliki, kita diliputi ketakutan, kecemasan, dan pertanyaan. Orang-orang mencari hal-hal yang memberi mereka makna, sementara mereka dikuasai keegoisan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mendapat diri mereka tidak dapat dipuaskan, tidak merasa damai, dan tidak memiliki sukacita yang langgeng. Ada tiga hal yang dibutuhkan manusia. <b>Pertama</b>, mereka perlu memberi kasih dan mereka perlu dikasihi. Mereka perlu dicintai tanpa syarat. Mereka perlu dikasihi dengan mewah. Mereka perlu dicintai dengan murah hati, dan mereka perlu dikasihi oleh seseorang yang tahu semua kesalahan mereka dan tetap mengasihi mereka.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, mereka membutuhkan seseorang untuk dipercaya. Seseorang yang bisa dipercaya. Seseorang yang mementingkan kesejahteraan mereka. Seseorang yang cukup kuat dimana mereka dapat menempatkan hidup mereka ke dalam tangannya, dan yang cukup murah hati, dan yang memiliki sumber daya untuk mengamankan mereka di tengah dunia yang tidak aman ini. Mereka butuh seseorang untuk mengasihi dan memelihara mereka, yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan mereka dari semua masalah mereka.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, manusia membutuhkan harapan. Mereka harus dapat melihat cahaya di ujung terowongan, untuk mengetahui bahwa ada rencana, dan ada tujuan. Dan di suatu tempat di masa depan, ada sesuatu yang baik yang akan terjadi, dan itu akan jauh lebih baik daripada pengalaman buruk mana pun yang memenuhi hidup kita ini. Kasih, iman, dan harapan, itulah yang ditawarkan kepada setiap orang di dalam Injil Yesus Kristus.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dalam 1 Korintus 13:13 mengatakan ada tiga hal ini, "Iman, harapan, dan kasih, dan yang terbesar dari semuanya itu adalah kasih." Seringkali, rasul Paulus mengacu pada tiga rangkai itu. Beberapa kali dalam 1 Tesalonika; dan lagi di Kolose dan di tempat lain. Ketiga bekal ilahi yang datang kepada kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus pada dasarnya adalah apa yang kita butuhkan untuk menjalani hidup dengan damai sejahtera dan sukacita.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, dalam teks ini, Tuhan kita akan mengucapkan beberapa kata akhir kepada kesebelas murid-Nya pada Kamis malam Minggu Sengsara itu, yaitu malam sebelum penyaliban-Nya dan kematian-Nya. Sementara Dia ada bersama mereka, mereka memiliki seseorang untuk mengasihi mereka, seseorang yang dapat dipercaya, dan yang telah membebaskan mereka dari setiap masalah dan yang menyediakan semua yang mereka butuhkan. Tetapi sekarang, Dia akan pergi dan Dia akan mati.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain itu, Dia telah memberi tahu mereka, “Kalian akan dianiaya dengan cara yang sama seperti Aku dianiaya.” Jadi, sekarang adalah hari Jumat pagi, yaitu hari penyaliban-Nya. Mereka menuju ke Taman Getsemani. Doa terakhir Yesus ada di dalam Yohanes 17. Kemudian datanglah penangkapan, dan pengadilan di dalam kegelapan malam, dan kemudian eksekusi-Nya di pagi hari di kayu salib.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25 - 33</b>, “Inilah yang Kukatakan kepadamu dalam bahasa kiasan; tetapi akan tiba waktunya Aku tidak akan memakai bahasa kiasan lagi, tetapi Aku akan memberi tahu kalian dengan jelas tentang Bapa. 26 Pada hari itu kalian akan minta dalam nama-Ku, dan Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa Aku akan berdoa kepada Bapa untuk kalian; 27 karena Bapa sendiri mengasihi kalian, karena kalian mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">28 Memang Aku berasal dari Bapa dan telah datang ke dunia. Sekali lagi, Aku meninggalkan dunia untuk kembali kepada Bapa.” 29 Murid-murid-Nya berkata kepada-Nya, “Lihatlah, sekarang Engkau berbicara terus terang, dan tidak memakai kiasan! 30 Sekarang kami yakin bahwa Engkau tahu segala sesuatu, dan tidak perlu ada orang yang menanyakan-Mu. Dengan ini kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.” 31 Yesus menjawab mereka, "Jadi percayakah kalian sekarang?"</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">32 Sesungguhnya saatnya akan datang, malah telah tiba, kalian akan diceraiberaikan, masing-masing ke miliknya sendiri, dan meninggalkan Aku sendirian. Namun Aku tidak sendirian, karena Bapa ada bersama Aku. 33 Hal-hal ini telah Aku katakan kepadamu, supaya kalian mendapat damai sejahtera di dalam Aku. Di dunia kalian akan mengalami tribulasi; tetapi bersukacitalah, Aku telah mengalahkan dunia.” Bagaimana kalian dapat memiliki damai sejahtera dalam menghadapi kematian, kepergian, penganiayaan dan eksekusi Yesus?</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita mulai dari <b>ayat 33</b>, “Di dunia kalian akan mengalami tribulasi; tetapi bersukacitalah.”Apa yang dimaksud dengan "dunia"? "Dunia" tidak berarti planet fisik; itu berarti sistem kejahatan yang mendominasi alam semesta. Itu dikerjakan oleh setan, itu kerasukan setan. Kompleks kejahatan itulah yang mendominasi kehidupan manusia. Dan bukan hanya mendominasi kehidupan manusia, tetapi mengutuk seluruh alam semesta.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam menghadapi dunia kesengsaraan ini, bagaimana mereka dapat bertahan? Nah, Tuhan kita berkata dalam <b>ayat 33</b>, “Bersukacitalah.” Tetapi manusia itu tidak memiliki kuasa atas keadaan. Tetapi ketika Yesus berkata, “Bersukacitalah,” itu jauh berbeda. Ini adalah sebuah perintah. Bersemangatlah. Teguhkan hatimu. Jika Tuhan Yesus, yang mengendalikan segalanya secara mutlak, berkata, “Bersukacitalah,” itu berbeda, ini adalah janji ilahi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang dibutuhkan setiap orang di dunia ini. Mengapa orang-orang tidak langsung lari kepada-Nya? Jawaban sederhana: mereka mengasihi dosa mereka. Tetapi bagi mereka yang datang kepada-Nya, Dia menyediakan semua yang kita butuhkan. Dan untuk tahu bahwa Dia memiliki harapan untuk Anda, dan Dia mengendalikan semua hal di alam semesta - itu menghilangkan semua kecemasan dari kehidupan. Kedamaian jiwa Anda hanya datang dari kasih, iman, dan harapan kepada Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah menyatakan Allah. Tetapi semua itu dalam bahasa kiasan. Yesus berbicara tentang Dia adalah terang, tentang Dia adalah air, tentang Dia adalah roti. Dia berbicara tentang bait suci dan tubuh-Nya. Dia berbicara tentang memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya. Dan meskipun ada kebenaran dalam semua ini, itu terselubung. Tetapi sekarang, ada cukup kebenaran untuk menghilangkan alasan apapun untuk tidak percaya kepada-Nya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengajar bahwa Dia adalah Allah, Dia adalah Juruselamat, Dia adalah Mesias, dan mengapa Dia datang. Tetapi, ada hal-hal yang belum terjadi yang tidak dapat Ia jelaskan sepenuhnya, yaitu salib, kebangkitan, kenaikan, dan pengiriman Roh Kudus. Dia telah mengatakan banyak hal tentang Bapa, tetapi masih ada selubung. Itu bukan penjelasan lengkap. Mereka mengalami kesulitan untuk mengerti apa yang Dia katakan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berada dalam situasi mereka, tanpa Perjanjian Baru, dan salib itu belum terjadi, dan kebangkitan belum terjadi, dan Roh Kudus belum datang, dan Anda mencoba menafsirkan semua hal yang dikatakan Yesus, itu memang sulit. Tetapi, sekarang Dia berkata dalam <b>ayat 25</b>, “Akan tiba saatnya ketika Aku tidak lagi berbicara kepadamu dalam bahasa kiasan, tetapi akan memberi tahu kalian dengan terus terang tentang Bapa.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan itu? Ketika Roh Kudus datang dan hidup dalam kehidupan orang percaya itu, semua selubung disingkirkan. Kita memiliki kitab Kisah Para Rasul sampai kitab Wahyu untuk menjelaskan segala sesuatu yang Yesus perkenalkan dalam Injil. Kristus datang kembali di dalam Roh Kudus. Inilah misteri Tritunggal. Sekarang 27 buku dalam Perjanjian Baru ini menghilangkan semua misteri dan membuat semuanya menjadi jelas.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pada hari itu,” <b>ayat 26</b>, “kalian akan minta dalam nama-Ku, dan Aku tidak berkata kepadamu, bahwa Aku akan berdoa kepada Bapa untuk kalian.” Pada hari itu kalian dapat berbicara langsung dengan Bapa secara pribadi. Yah, begitulah hubungan mereka hingga sekarang. Apa pun yang mereka butuhkan, mereka pergi kepada Yesus. Tetapi ketika Roh Kudus datang, dan berdiam dalam hidup Anda, Anda akan dapat langsung berdoa kepada Bapa.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sudah mengatakan ini dalam <b>ayat 23-24</b>, “Dan pada hari itu kalian tidak akan minta apa-apa kepada-Ku. Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, apa pun yang kalian minta kepada Bapa dalam nama-Ku, Dia akan memberi kepada kalian. 24 Sampai sekarang kalian tidak minta apa-apa atas nama-Ku. Mintalah, dan kalian akan menerima, supaya penuh sukacitamu.” Ketika Roh datang, kalian akan memiliki akses langsung kepada Bapa. Ini benar-benar hal yang menakjubkan bagi orang-orang Yahudi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah mereka jauh dan terselubung. Allah secara simbolis berada di Ruangan Mahakudus di mana hanya seorang imam besar bisa masuk ke sana sekali,setahun dan dia harus masuk dan keluar dengan cepat, atau penghakiman akan menimpanya. Dia tidak memiliki akses kepada Allah. Tetapi pada penyaliban tirai itu dirobek dari atas ke bawah sehingga Ruangan Mahakudus sekarang terbuka, dan Allah berkata, “Semua orang sekarang memiliki akses gratis kepada-Ku.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yudaisme, Allah itu jauh. Anda tidak berbicara tentang Allah sebagai Bapa Anda. Anda tidak memiliki hubungan intim dengan Allah. Dan Anda tentu saja tidak pergi kepada Allah dan berkata, “Abba, Bapa.” Tetapi sekarang, Paulus dalam Roma dan Galatia berkata, “Ketika Anda berdoa kepada Allah, katakanlah ‘Papa.’” Anda akan memiliki akses langsung kepada Allah. Nah, itu tidak berarti bahwa Yesus tidak menjadi perantara bagi kita.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus menjadi perantara bagi kita dalam hal-hal yang kita tidak memiliki wawasan, pengetahuan atau hikmat. Tetapi apa yang kita inginkan dari Allah, kita kita boleh langsung minta kepada-Nya. Dan jika itu konsisten dengan kehendak Yesus dan tujuan Yesus, Bapa akan merespon. Itu membedakan Kekristenan dari Yudaisme secara signifikan. Ini juga membedakan Kekristenan dari agama Katolik secara signifikan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agama Katolik adalah semacam bentuk Yudaisme Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Anda tidak memiliki akses kepada Allah. Anda membutuhkan orang lain untuk memberi Anda akses itu, seperti seorang imam. Itulah perspektif Perjanjian Lama. Tetapi dalam agama Roma Katolik, inilah yang diajarkan Gereja Katolik. Mereka mengajar dan telah mengajar selama berabad-abad bahwa akses kepada Bapa hanya datang melalui perantaraan Bunda Maria.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana akses itu bisa diberikan kepada kami?” Dengarkanlah <b>ayat 27</b>, “Sebab Bapa sendiri mengasihi kalian, karena kalian telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.” Mengapa semua ini datang kepada kita? Karena Allah mengasihi kita sehingga kita dapat langsung berdoa kepada-Nya dan minta apapun yang sesuai dengan tujuan Yesus, dan tahu bahwa kita akan menerimanya. Sungguh sebuah kebenaran yang ajaib.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah cinta keluarga. Ini berbicara tentang kasih sayang pribadi. Memang senang mengetahui bahwa Allah mengasihi Anda, tetapi betapa lebih indahnya untuk tahu bahwa Dia benar-benar suka Anda? Dia suka padamu, Dia tertarik padamu. Kasih sayang-Nya terpusat ke arah Anda. Dia ingin melimpahi Anda dengan semua manfaat dan berkat yang dapat ditarik oleh kasih sayang-Nya untuk Anda. Dan itu masih terjadi saat ini. Dia terus mengasihimu dengan kasih sayang yang mendalam.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengasihi kita seperti itu meskipun Dia tahu segalanya tentang kita. Semua ketidaksetiaan kita, semua semangat kritis kita, semua kepahitan kita, semua dosa kita. Di Yohanes 14:21 Yesus berkata, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan memeliharanya, dialah yang mengasihi Aku.” Bagaimana Anda tahu jika Anda mengasihi Kristus? ‘Jika kalian menaati-Nya. “Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku.” Maka kasihilah Anak-Nya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi tidak percaya itu. Orang-orang Yahudi mengatakan Yesus berasal dari Setan. <b>Ayat 28</b> mengatakan, “Aku berasal dari Bapa dan telah datang ke dalam dunia. Sekali lagi, Aku meninggalkan dunia dan pergi kepada Bapa.” Ini adalah dasar dari apa yang kita yakini. Dengarkanlah tanggapan dalam <b>ayat 29</b>, “Kata murid-murid-Nya kepada-Nya, “Lihatlah, sekarang Engkau berbicara terus terang dan tidak menggunakan kiasan!” Mereka bilang. “Sekarang kita mengerti.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka belum mau mengakui bahwa pelayanan di sini termasuk kematian dan kebangkitan-Nya. Tetapi mereka percaya bahwa Dia adalah Allah dalam daging manusia. Dan mereka membuat pengakuan itu dalam <b>ayat 30</b>, “Sekarang kami yakin bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu, dan tidak perlu ada orang yang menanyakan Engkau. Dengan ini kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.” Siapa yang tahu segalanya? Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam <b>ayat 31</b>, “Yesus menjawab mereka, “Sekarang percayakah kalian? Dia menegaskan iman mereka. Kalian percaya sekarang. Kemudian dalam <b>ayat 32</b>, “Sesungguhnya waktunya akan datang, dan sekarang telah datang, bahwa kalian akan diceraiberaikan, masing-masing ke miliknya sendiri, dan meninggalkan Aku sendirian. Namun Aku tidak sendirian, karena Bapa menyertai Aku.” Ada satu jam lagi dimana mereka lari. Mereka masuk ke taman, Yesus ditangkap, dan mereka melarikan diri.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Zakharia 13:7 mengatakan, “Pukullah gembala, dan domba-domba itu tercerai-berai.” Matius 26:56 menggambarkan mereka berlari. Apakah iman mereka palsu? Tidak. Itu adalah iman lemah. Sangat penting bagi Yesus untuk mengatakan itu, supaya ketika mereka melakukan itu, mereka akan ingat, "Oh, itulah tepat yang Dia katakan kita akan lakukan." Yang sekali lagi menegaskan kemahatahuan-Nya, dan juga menegaskan bahwa Dia tahu bahwa mereka adalah orang-orang percaya sejati.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman mereka nyata, dan itu diuji. Dan ketika diuji, mereka melarikan diri. Tetapi pada Minggu malam, mereka semua kembali bersama, dan iman mereka kuat sekali. Dan ketika Roh Kudus datang pada Hari Pentakosta, mereka kemudian menjungkirbalikkan dunia. Itulah proses pendewasaan. Dan karena mereka percaya, Allah memelihara mereka, dan Allah menggunakan mereka secara luar biasa ketika iman mereka dikuatkan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 33</b>, “Inilah yang Kukatakan kepadamu, supaya di dalam Aku kalian mendapat damai sejahtera. Di dunia Anda akan mengalami kesengsaraan; tetapi bersukacitalah, Aku telah mengalahkan dunia.” Apa yang memberi Anda kedamaian? 1, Pengetahuan bahwa Allah mengasihi Anda dengan kasih yang berdaulat dan ilahi. 2, Pengetahuan bahwa iman Anda nyata dan Allah adalah Penebus dan Juruselamat Anda. 3, dan pernyataan ini, “Dalam dunia kalian memiliki kesengsaraan, jangan takut; Aku telah mengalahkan dunia."</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah mengalahkan dunia. Waktu lampau. Itu belum berhasil pada waktu itu, tetapi semuanya telah direncanakan dalam kekekalan. Inilah kemenangan akhir. Dunia akan menganiaya Anda. Dunia mungkin membunuh Anda, dunia berbalik melawan Anda, “tetapi Aku telah mengatasi sistem dunia itu. Aku telah mengatasi dosa. Aku telah mengalahkan Setan. Aku telah mengalahkan iblis. Aku telah mengatasi kompleksnya orang-orang berdosa. Aku sudah mengatasi semuanya.” Marilah kita berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jan 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220116</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesedihan menjadi Sukacita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001C0"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+16:16-22" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 16:16-22</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keinginan Yesus, tujuan-Nya dan pelayanan-Nya adalah untuk menghibur kita. Dan ketika Dia mengirim Roh Kudus, Dia mengirim Penghibur itu. Allah adalah Allah segala penghiburan; Roh Kudus adalah Penghibur; dan Kristus adalah Imam Besar kita yang simpatik dan penuh belas kasihan. Kita memahami itu secara teologis dan doktrinal. Dan ketika kita mengikuti kehidupan Kristus, kita melihat salah satu karakteristik-Nya secara dramatis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita semua hidup dengan tantangan yang tampaknya tidak dapat diatasi. Kita selalu mencari cahaya di ujung terowongan. Orang-orang sebenarnya dapat menanggung hampir semua cobaan jika mereka dapat melihat ada akhir yang baik. Amsal mengatakan begini, “Harapan yang tertunda membuat hati sakit.” Kehilangan harapan itu membuat kita sakit hati dalam penderitaan. Namun Tuhan kita, mencari sukacita kita, dan karena itu selalu memberi kita harapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagian Kitab Suci malam ini harus menjadi sumber harapan karena di sini kita menemukan Tuhan Yesus Kristus yang dengan segenap hati ingin memberikan kepada murid-murid-Nya harapan, dan bahkan sukacita, di tengah-tengah pencobaan yang mengerikan. Dan yang sangat menakjubkan tentang perhatian Tuhan kita di sini, adalah bahwa Dia tahu kesebelas murid itu putus asa. Mereka tidak dapat melihat cahaya di ujung terowongan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Dia telah berbicara lama tentang kematian-Nya. Lihatlah pada waktu satu tahun dalam pelayanan-Nya ketika mereka berada di Galilea dalam Markus 9, ketika Yesus berkata Dia akan mati, dan Dia akan bangkit. Dan walaupun begitu, mereka tidak mengerti," kata Markus 9, "dan mereka tidak ingin menanyakan-Nya." Mereka tidak ingin diberi informasi lebih lanjut karena itu bertentangan dengan harapan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semakin dekat mereka ke salib itu, semakin dalam kesedihan mereka. Inilah Kamis malam dari minggu terakhir Tuhan kita ada di Yerusalem, karena pada hari Jumat Dia akan disalibkan. Bekali-kali di ruangan atas itu, di Yohanes 13-16, Dia berkata kepada mereka, “Janganlah gelisah.” Di lain waktu Dia berkata, “Aku ingin kalian ada damai.” Dia bukan hanya mengatakan bahwa Dia akan mati, tetapi Dia telah mengatakan bahwa Dia akan bangkit dari kematian itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ingin memberikan sukacita kepada mereka ini di tengah kesedihan mereka. Pada Minggu malam, sukacita mereka akan kembali. Pada Minggu malam, Dia akan muncul di ruang atas, dan Dia akan datang menembus pintu, dan mereka akan bersukacita. Tetapi simpati Kristus untuk anak-anak-Nya sendiri begitu besar sehingga Ia ingin melenyapkan bahkan beberapa jam kesedihan itu. Dan teks ini dimaksudkan untuk memberi mereka harapan dan sukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 16:16-22</b></span><span class="cf1">, “Sebentar lagi, dan kalian tidak akan melihat Aku; dan juga sebentar lagi, kalian akan melihat Aku lagi, karena Aku pergi kepada Bapa.” 17 Kemudian beberapa murid-Nya mulai berkata satu sama lain, “Apakah ini yang dikatakan-Nya kepada kita, 'Sebentar lagi, dan kalian tidak akan melihat Aku; dan juga sebentar lagi, dan kalian akan melihat Aku', 'karena Aku pergi kepada Bapa'?” 18 Sebab itu kata mereka, "Apakah artinya ini yang dikatakan-Nya, 'Sebentar lagi'?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kita tidak mengerti apa yang Dia katakan. 19 Nah Yesus tahu apa mereka ingin bertanya kepada-Nya, dan Dia berkata kepada mereka, “Apakah kalian bertanya satu sama lain apa yang Aku katakan, 'Sebentar lagi, kalian tidak akan melihat Aku; dan juga sebentar lagi, kalian akan melihat Aku’? 20 Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu bahwa kalian akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bersukacita; dan kalian akan berdukacita, tetapi kesedihanmu akan berubah menjadi sukacita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“21 Seorang wanita, ketika dia bersalin, memiliki kesedihan karena waktunya telah tiba; tetapi begitu dia melahirkan anak itu, dia tidak lagi mengingat penderitaannya, karena ada sukacita bahwa seorang bayi telah lahir ke dalam dunia. 22 Karena itu, sekarang kalian menderita; tetapi Aku akan melihatmu lagi dan hatimu akan bersukacita, dan sukacitamu itu tidak dapat diambil oleh siapa pun.” Maksud dari kata-kata ini adalah untuk mengubah kesedihan mereka menjadi sukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Dia mengkhawatirkan hal itu dalam waktu dekat, karena semua kesedihan itu akan hilang pada Minggu malam. Dia bernubuat dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Sebentar lagi, dan kalian tidak akan melihat Aku lagi; dan setelah beberapa saat lagi, kalian akan melihat Aku.” Di sini Tuhan kita yang simpatik mulai memakai kesempatan ini untuk memberi harapan dan sukacita kepada murid-murid yang berduka ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah apakah maksud Yesus, “Sebentar lagi kalian tidak akan melihat Aku lagi; dan juga sebentar lagi dan kalian akan melihat Aku’”? Beberapa orang mengatakan Dia sedang berbicara tentang kebangkitan. Itu tidak benar. Dia berbicara tentang fakta bahwa, dalam beberapa jam dari saat itu, Dia akan dibawa ke pengadilan, Dia akan pergi dari hadapan mereka. Mereka benar-benar melarikan diri. Hanya Petrus yang tinggal untuk melihat banyak hal, dan Yohanes ada di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi apa yang Dia bicarakan tentang "'kalian akan melihat Aku'"? Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Kemudian beberapa murid-Nya berkata satu sama lain, “Apakah ini yang dikatakan-Nya kepada kita, 'Sebentar lagi, dan kalian tidak akan melihat Aku; dan juga sebentar lagi, dan kalian akan melihat Aku'; dan, 'karena Aku pergi kepada Bapa'?” Tetapi ketika Engkau pergi kepada Bapa, Engkau tidak terlihat lagi, itulah kenaikan Engkau.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihat lagi Yohanes 16:5, “Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang mengutus Aku. Aku pergi kepada Bapa.'” Dan kemudian di ayat 7, “Tetapi Aku berkata kepada kalian kebenaran, inilah untuk keuntungan kalian jika Aku pergi; karena jika Aku tidak pergi, Penolong – Roh Kudus, Penghibur – tidak akan datang kepada kalian; tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengirim Dia kepada kalian.’” Apakah kalian mengerti itu? “Jika Aku pergi, Aku akan mengirim Roh Kudus kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi yang Dia maksud di sini adalah, “Sebentar lagi kalian tidak akan melihat Aku lagi, karena Aku akan naik kepada Bapa-Ku. Dan beberapa saat setelah itu kalian akan melihat Aku lagi, karena Aku akan datang dalam rupa Roh Kudus yang akan tinggal di dalam kalian, sebagai orang percaya, untuk selama-lamanya.” Itulah satu-satunya interpretasi yang mungkin, karena firman-Nya di akhir ayat 17 mengatakan, “karena Aku pergi kepada Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 14:17 menjelaskannya, “Roh kebenaran, yang tidak dapat diterima dunia, karena dunia tidak melihat Dia atau mengenal Dia, tetapi kalian mengenal Dia karena Dia tinggal bersamamu dan akan ada di dalam kalian.'” Kemudian di ayat 18-19, “Aku tidak akan meninggalkan kalian sebagai yatim piatu; Aku akan datang padamu. 19 Setelah beberapa saat dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kalian akan melihat Aku; karena Aku hidup di dalam kalian, kalian juga akan hidup.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maksud Yesus, Aku akan datang kepada kalian dalam rupa Roh Kudus, Roh Kebenaran. Aku tidak akan meninggalkan kalian sebagai yatim piatu. Tujuan Roh Kudus adalah untuk membuat Kristus hadir dan berdiam dalam kehidupan setiap orang percaya. Ini adalah pernyataan Tritunggal yang agung: Anak, Bapa, dan Roh - tiga dalam satu. Jadi Dia berbicara tentang pemberian Roh Kudus yang akan menampilkan janji-janji dan kemuliaan Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Roh Kudus menunjukkan kepada kita Kristus, bukan hanya secara rohani dan batin, tetapi Ia juga menunjukkan kepada kita Kristus secara lahiriah melalui Firman yang tertulis. Roh Kudus berkata, “Aku datang untuk menyatakan Kristus.” Jadi Tuhan kita berkata dalam ayat 16, “Sebentar lagi, kalian tidak akan melihat Aku.” Tetapi beberapa saat setelah itu, pada Hari Pentakosta - Aku datang kembali dalam bentuk Roh Kudus.” Jadi itulah janji-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita mengerti itu sekarang, tetapi mereka tidak memahaminya saat itu. Yesus berkata, Penyaliban, ya; kebangkitan, ya. Tetapi, Aku bercerita tentang kedatangan Roh Kudus, yang terjadi ketika Aku kembali kepada Bapa. Jika Aku tidak pergi kepada Bapa, Roh itu tidak dapat datang. Jika Aku pergi, Dia akan datang. Aku akan diambil dari kalian. Kalian tidak akan melihat Aku, tetapi Aku akan kembali dalam bentuk Roh Kudus, yang akan tinggal di dalam kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nubuatan yang luar biasa ini digenapi pada Hari Pentakosta, sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 2. Sekarang mereka dibiarkan bingung. Marilah kita lihat di </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">. Mereka tidak bisa mengerti semuanya. Jadi mereka mengatakan, bukan hanya berpikir dan berkata satu sama lain, tetapi juga berbicara tentang apakah arti semua ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Apakah artinya ini yang dikatakan-Nya, 'Sebentar lagi'? Kita tidak mengerti apa yang Dia katakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Nah Yesus tahu apa mereka ingin bertanya kepada-Nya, dan Dia berkata kepada mereka, “Apakah kalian bertanya satu sama lain apa yang Aku katakan, 'Sebentar lagi, kalian tidak akan melihat Aku; dan juga sebentar lagi, kalian akan melihat Aku’? Dia tahu apa yang mereka inginkan. Dia tahu pikiran mereka. Untuk pertama kalinya sejak Yohanes 14:22, keheningan murid-murid yang berduka itu pecah, dan mereka mulai berbicara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, pada Minggu malam mereka akan penuh dengan sukacita ketika mereka bertemu dengan Kristus yang bangkit, dan kemudian mereka akan memiliki empat puluh hari pengajaran tentang kerajaan bersama Dia sebelum Dia naik ke surga dan Roh Kudus itu datang. Tetapi bahkan saat kesedihan yang singkat ini Tuhan kita lihat sebagai beban, dan karena itu Dia ingin memberi mereka alasan untuk berharap, dan harapan itu akan menghasilkan sukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mahatahu - Dia tahu pikiran mereka; Dia tahu rasa sakit mereka. Dan meskipun sukacita mereka akan datang pada Minggu malam, kesedihan mereka pada saat itu menjadi beban di hati-Nya. Itu adalah belas kasihan ilahi. Kalian tidak akan menemukan belas kasih ilahi macam itu yang terkait dengan ilah lain mana pun di semua agama. Mereka berkata, “Bagaimana Engkau bisa pergi dan kembali? Bagaimana Engkau bisa mati dan bangkit?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Lazarus mati dan dibangkitkan. Dan ada orang lain yang dibangkitkan Yesus yang mati sebentar saja. Apakah yang dibicarakan Kristus?” Jadi Dia mulai menghibur mereka. Jadi Dia beralih dari nubuatan kepergian-Nya, namun mereka akan melihat-Nya nanti, yang mengacu pada kedatangan Roh Kudus. Orang-orang ini bingung mencoba menyelesaikan masalah ini yang berlawanan dengan harapan mereka sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Tuhan kita memberi sebuah ilustrasi untuk membantu mereka, di </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kalian akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bersukacita; kalian akan bersedih hati, tetapi kesedihanmu akan berubah menjadi sukacita.’” Ini sangat penting bahwa Dia mengatakan ini, karena itu benar. Itulah tepat yang akan terjadi dalam beberapa jam. Ketika Dia ditangkap, mereka melarikan diri pada tingkat ketakutan tertinggi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka benar menangis; mereka benar meratap. Bahkan Maria, di Yohanes 20:11, di kubur menangisi air mata yang sama yang telah dicurahkan oleh murid-murid Tuhan kita. Kesedihan itu kelihatan di Lukas 24 pada jalan menuju Emaus, ketika Tuhan kita bertemu dengan beberapa murid yang benar-benar hancur dalam kesedihan dan duka cita karena mereka pikir Yesus adalah Mesias sebelum Dia disalibkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan merasa sedih. Tubuh Yesus akan menjadi mayat berdarah. Dunia telah melakukan kehendaknya yang membunuh-Nya dan mereka bersukacita dalam kegembiraan yang tidak suci. Dan para murid menangis, hancur dan patah hati, dan Tuhan kita tahu itu akan terjadi. “Tetapi,” Dia berkata, di akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “kesedihan kalian akan berubah menjadi sukacita.” Sukacita adalah tujuan mereka, dan sukacita adalah tujuan hidup kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitulah seharusnya setiap orang Kristen menjalani kehidupan mereka setiap hari. Sukacita harus menandai hidup kita. Hal yang menjerumuskan mereka ke dalam kesedihan akan menyebabkan mereka bersukacita. Peristiwa yang membawa kesedihan itu akan menjadi peristiwa yang membawa kegembiraan; dan itulah benar, terus maju, dalam semua sejarah penebusan. Setelah kebangkitan itu, ketika mereka melihat ke belakang, itu akan menjadi sumber sukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak memiliki himne kesedihan tanpa harapan dan buntu; tetapi kita memiliki nyanyian sukacita tanpa akhir yang kembali ke salib itu. Penyebab kesedihan terbesar bagi para murid menjadi sumber sukacita tertinggi. Kebangkitan Kristus, peninggian Kristus di sebelah kanan Allah Bapa dalam kenaikan, pengiriman Roh Kudus, semua itu terjadi karena ada salib yang merupakan titik pusat sukacita Kristen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sukacita yang mulai pada saat kebangkitan. Satu Tesalonika 1:6 mengatakan, "Kalian menerima firman itu dalam banyak kesusahan dengan sukacita Roh Kudus." Roh Kudus itu datang untuk memberi kita sukacita. Buah Roh sekali lagi adalah sukacita. Jadi Tuhan kita berkata, “Lihatlah, kalian akan melalui masa kesedihan yang singkat, tetapi kalian akan keluar dari sisi lain, dan kesedihanmu akan berubah menjadi sukacita.” Itu adalah janji-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk menjelaskannya, Dia memberi mereka sebuah ilustrasi di </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Setiap kali seorang wanita bersalin, dia kesakitan, karena waktunya telah tiba.” Dan itu adalah bagian dari kutukan itu. “Tetapi ketika dia melahirkan anak itu, dia tidak lagi mengingat kesedihan karena ada sukacita seorang anak telah lahir ke dunia.” Hasil dari penderitaan itu adalah kebahagiaan manusia terbesar. Tuhan kita selalu menggunakan ilustrasi yang terbaik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Peristiwa yang akan menyebabkan kesedihan terdalam pada kalian akan menjadi peristiwa yang memberi kalian sukacita terbesar; karena itu akan menyebabkan keselamatanmu.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Karena itu sekarang kalian menderita; tetapi Aku akan melihat kalian lagi dan hatimu akan bersukacita, dan sukacitamu tidak akan diambil oleh siapa pun darimu.” 'Aku akan melihatmu lagi', yang berarti bahwa Roh Kristus yang datang ke dalam kita memiliki persekutuan dengan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus mengatakan dalam Galatia 2:20, “Aku telah disalibkan bersama Kristus; sekarang bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya.” Kalian akan melihat Aku di dalam Roh Kudus, dalam pekerjaan Roh dalam hidupmu secara subyektif. Dan Roh itu akan mengungkapkan Aku secara internal. Roh Kudus di dalam kita menjadi guru dan penafsir Alkitab, yang mengajar kita apakah artinya Kitab Suci itu. Dan itu adalah pelayanan subjektif dari Roh, dan itu adalah Kristus di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Aku akan bertanggung jawab atas hidup Anda, mengawasi Anda, seolah-olah dari dalam. Itulah karakteristik kunci dari keselamatan Kristen, yaitu sukacita. “Hatimu akan bersukacita dengan sukacita yang tidak akan diambil oleh siapa pun darimu.” Anda aman di dalam Kristus dan Allah Bapa, Dengarkanlah: “Oleh karena itu, tidak ada yang dapat mengambil sukacita Anda, karena sukacita permanen Anda terhubung dengan harapan yang Anda miliki di dalam janji terakhir tentang hidup yang kekal itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Tuhan berkata, “Aku ingin sukacitamu menjadi penuh sama seperti kesedihan mendominasimu. Sukacita yang terkait dengan fakta bahwa Aku ada di sana; Aku bersamamu; Aku tinggal di dalam kamu; Aku terungkap di halaman-halaman Kitab Suci secara eksternal; dan Aku berdiam di dalam dirimu secara internal; dan Aku punya tempat untukmu di surga; dan Anda akan berada di sana; dan tidak ada yang bisa mengubah itu. Dan apakah itu surga? Itulah sukacita abadi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Memang, saya tidak bisa bersukacita dalam segala hal yang terjadi di sekitar saya dalam hidup ini. Tetapi saya dapat bersukacita dalam keselamatan kekal saya yang tidak akan pernah diambil. Saya dapat bersukacita di hadirat Kristus yang tidak akan pernah meninggalkan saya. Sukacita tidak ada hubungannya dengan keadaan fisik saya, dan itu semuanya berkaitan dengan keadaan rohani saya, yang tidak akan berubah dan abadi. Tuhan kita peduli dengan sukacita mereka dan sukacita kita untuk selamanya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Jan 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220109</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001C0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Firman Terbukti]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2022"><![CDATA[2022]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001BF"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+16:12-15" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 16:12-15</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari Yohanes 13 sampai Yohanes 16, pada dasarnya, ada segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan Kristen. Ini adalah sumber daya dan harta yang luar biasa. Jadi kita akhirnya sampai pada </span><span class="cf1"><b>Yohanes 16:12 – 15</b></span><span class="cf1">, “Ada begitu banyak lagi yang ingin Aku katakan kepada kalian, tetapi kalian belum sanggup menerimanya sekarang. 13 Ketika Roh kebenaran itu datang, Dia akan membimbing kalian ke dalam seluruh kebenaran. Dia tidak akan berbicara dari diri-Nya tetapi akan memberi tahu kalian apa yang telah didengar-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dia akan memberitahumu tentang masa depan. 14 Dia akan membawa kemuliaan bagi-Ku dengan memberitahumu apa pun yang Dia terima daripada-Ku. 15 Semua milik Bapa adalah milik-Ku; inilah mengapa Aku berkata, 'Roh akan memberi tahu kalian apa pun yang diterima-Nya dari Aku.'” Kita mempelajari Alkitab di setiap buku, setiap pasal, setiap paragraf, setiap kalimat, dan setiap kata, karena setiap kata berasal dari Allah. Inilah wahyu Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah tepat yang dibicarakan oleh teks kita yang baru saja saya bacakan kepada kalian. Itulah Tuhan kita Yesus yang berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus bahwa Dia memberikan kepada kita, khususnya, Perjanjian Baru itu. Tuhan kita sering mengutip Perjanjian Lama, dan Dia menjelaskannya, dan Dia menterjemahkannya, dan Dia memanggil orang-orang untuk mempelajarinya karena itulah Firman Allah dan itu mengungkapkan kebenaran Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita sebenarnya berkata dalam Khotbah di Bukit dalam Matius 5:18, “bahwa tidak satu huruf atau satu goresan pun (dalam huruf Ibrani) akan pernah dihapus dari Firman Tuhan sampai semuanya digenapi.” Dan kemudian dalam Yohanes 10 Yesus berkata, “Kitab Suci tidak dapat dipatahkan.” Itulah satu wahyu yang terus menerus dari awal sampai akhir, dari Kejadian sampai Wahyu yang tidak dapat dipatahkan. Itulah rantai yang tidak mungkin putus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sebagai seorang anak, Dia bertumbuh dalam hikmat dan pengetahuan dengan pikiran-Nya yang sempurna, Dia sampai pada pemahaman yang sempurna tentang Perjanjian Lama. Dan karena Dia dengan sempurna memahami Perjanjian Lama, dari wahyu Allah dalam Perjanjian Lama, Dia tahu apa yang ada di depan-Nya, karena Perjanjian Lama telah merinci karir-Nya, merinci kehidupan-Nya, merinci kematian-Nya, dan merinci kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para penulis Perjanjian Baru berkata tentang Perjanjian Lama, “Setiap firman dihembuskan oleh Allah. Setiap kata berasal dari Roh Kudus.” Dan di sini Tuhan Yesus yang menegaskan Perjanjian Lama sekarang menyatakan penegasan-Nya atas Perjanjian Baru yang akan datang, yang juga akan ditulis oleh Roh Kudus. Di sinilah Tuhan kita pada Kamis malam, Minggu Sengsara, memberi mereka janji-janji terakhir-Nya, dan peringatan-peringatan terakhir-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada awalnya, ini semua tentang kasih dan semua hadiah yang akan dicurahkan dari surga karena kasih Allah. Dan kemudian dalam Yohanes 15:18, itu berubah dari malam kasih menjadi malam di mana dunia akan mencurahkan kebenciannya. Dan Yesus menjelaskan kepada mereka mengapa mereka benci para murid dan semua orang percaya, dan mengapa mereka akan terus membenci orang Kristen sejati bahkan sampai sekarang, dan itu akan berlangsung terus sampai Yesus datang kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu terjadi karena kita bukan dari dunia, kita bukan bagian dari sistem itu, dan sistem itu adalah sistem Setan, sementara kita adalah orang asing. Itu terjadi karena mereka benci Yesus Kristus; dan kita memakai nama-Nya, sehingga mereka benci kita juga. Dan akhirnya itu terjadi, karena mereka tidak mengenal Allah. Mereka terputus dari kehidupan Allah; karena itu, terputus dari realitas spiritual. Kemudian Yesus berkata, “Aku pergi. Aku akan mati."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka berada di tengah kebingungan yang menakutkan ini. “Engkau bilang Engkau akan menyiapkan tempat untuk kami. Engkau berkata Engkau akan memberi kami kedamaian, kegembiraan, kasih; kami tidak merasakannya. Kami tidak memiliki damai sejahtera, kami tidak merasakan sukacita. Engkau ingin supaya kami mewakili Engkau dan memproklamasikan Injil-Mu kepada dunia, dan kemudian Engkau memberi tahu kami bahwa dunia akan membenci kami, mereka akan mengusir kami dari sinagoga, dan mereka akan membunuh kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada dasarnya, semua rasul dibunuh kecuali Yohanes yang diasingkan ke Patmos. Bagaimana itu mungkin jika Engkau tidak ada di sini?” karena Dia adalah sumber dari segalanya. Jadi Yesus menjawab, "Aku akan pergi, tetapi Aku akan mengirim orang lain." Yohanes 14:16, “Aku akan bertanya kepada Bapa. Dia akan memberi kalian Penolong lain untuk berada bersama dan menolong kalian, yang akan bersama kalian untuk selamanya.” Itulah Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah janji yang digenapi pada Hari Pentakosta ketika Roh Kudus datang. Dan sejak itu, setiap orang Kristen adalah bait Roh Kudus. Inilah misteri Trinitas: Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus. Yesus berkata, “Aku pergi, tetapi Roh itu akan datang, dan Dia sama seperti Aku. Roh akan memberi kalian semua kebenaran yang kalian butuhkan supaya kalian dapat menuntut dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian mendakwa dunia dengan mengukur orang-orang dibanding wahyu Allah. Dan Perjanjian Baru mengutuk dunia karena kegagalan untuk percaya kepada Yesus Kristus. 1 Korintus 16 mengatakan, “Jika kalian tidak mengasihi Tuhan Yesus Kristus, kalian terkutuk,” Perjanjian Baru mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya yang dengan kekudusan-Nya sendiri dapat masuk ke hadirat Allah, satu-satunya. Tidak ada yang lain yang sanggup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kami mengutuk dunia sebagai yang tidak kudus dan yang tidak dapat diterima Allah. Dan jika kalian berpikir kalian dapat lolos dari penghakiman, kalian, itu benar salah, karena Perjanjian Baru menunjukkan kepada kita bahwa penguasa dunia ini, si Setan, telah diadili dan dihukum. Dan jika kuasa kejahatan yang paling kuat di alam semesta telah dihukum, kalian sebagai orang yang lebih rendah tidak akan dapat melarikan diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini kita menemukan pendapat Yesus Kristus mengenai Perjanjian Baru, bahwa itu semua adalah hasil dari Roh Kudus. Paulus berkata, “Segala Kitab Suci diberikan oleh ilham Allah, dan itu dinafaskan Allah.” Petrus berkata, “Orang-orang yang digerakkan oleh Roh Kudus menulis.” Itu adalah pandangan Tuhan kita yang tercantum dalam ayat 12 sampai 15. Apakah Anda memperhatikan bahwa itu mengacu pada Bapa di ayat 15, itu mengacu pada Roh dalam ayat 13, dan pembicaraan Yesus mengacu pada Aku dan MilikKu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, dalam beberapa ayat ini, seluruh Trinitas terlibat dalam wahyu Perjanjian Baru. Disinilah Tuhan Yesus kita menyediakan pra-otentikasi dari Perjanjian Baru yang masih belum tertulis. Yesus Kristus bahkan membicarakan hal itu di akhir ayat 13, “Roh Kudus akan menyatakan kepadamu apa yang akan datang.” Tidak semua wahyu dilakukan dalam Perjanjian Lama, masih ada lebih lagi nanti di Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada hal-hal yang perlu dipikirkan. Pertama, kebutuhan akan wahyu Roh Kudus. Tanpa Perjanjian Baru kita akan berada dalam situasi yang buruk sekali. Kita akan tersesat jika kita tidak tahu kebenaran yang dinyatakan di dalam Kitab Suci. Ada segala macam dusta dan representasi palsu, dan kita mengukur semua itu dengan Alkitab. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi kalian tidak dapat menerimanya sekarang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, banyak hal apa lagi? Semuanya yang terkandung dalam Perjanjian Baru yang jauh lebih banyak. Tetapi Yesus berkata, “Kalian tidak dapat menerima itu sekarang.” Ada beberapa alasan mengapa mereka tidak bisa menerimanya. Dalam ayat 6, pikiran mereka sepenuhnya diselimuti oleh kesedihan. Mereka mengira Dia akan datang, dan menaklukkan orang Romawi, mengusir mereka, dan menegakkan supremasi dunia Israel. Tetapi semua itu tidak terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus akan mati. Di Yohanes 2:19, “Dia berkata, 'Hancurkanlah bait suci ini; dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali.’ Orang-orang Yahudi berkata, ‘Itu membutuhkan 46 tahun untuk membangun bait ini dan Engkau akan membangunnya dalam tiga hari?’ Tetapi Dia berbicara tentang bait tubuh-Nya.” Jadi Dia berbicara tentang kematian dan kebangkitan dari kematian itu. Dalam ayat berikutnya dikatakan, “Jadi ketika Dia dibangkitkan dari antara orang mati, murid-murid-Nya ingat bahwa Dia mengatakan ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 12:16, “Hal-hal ini pada mulanya tidak dimengerti oleh murid-murid-Nya. Tetapi ketika Yesus dimuliakan setelah kebangkitan, barulah mereka ingat, bahwa hal-hal ini telah tertulis tentang Dia, dan bahwa mereka telah melakukan hal-hal itu kepada Dia.” Intinya, sampai saat kematian Kristus dan kebangkitan Kristus, mereka masih belum mengerti. Masih banyak lagi yang Yesus ingin katakan kepada mereka, tetapi mereka masih belum dapat menerimanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat ini bahkan setelah Kristus mati. Dalam Yohanes 20:6, Simon Petrus datang ke kubur dan masuk, dia melihat bahwa Tuhan tidak ada di sana. Ayat 8, “Murid yang lain, Yohanes, yang pertama kali datang ke kubur juga masuk. Karena sampai sekarang ketika Yohanes melihat bahwa tubuh itu tidak ada di sana, mereka belum mengerti Kitab Suci, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Itu tidak ada dalam pemikiran mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Peristiwa penting lainnya adalah transfigurasi Tuhan. Setelah transfigurasi itu, mereka turun dari gunung dalam Markus 9:9 dan “Kristus memberi mereka perintah untuk tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat sampai Anak Manusia bangkit dari kematian. Mereka membahas apa artinya bangkit dari kematian.” Mereka benar-benar tidak mau percaya bahwa Yesus itu akan mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Intinya adalah dalam Yohanes 16 bahwa Yesus tidak dapat memberitahu mereka lagi tentang apa yang akan terjadi karena mereka tidak mengerti apa yang telah Dia katakan sampai saat itu. Baru setelah kebangkitan, mereka mulai sadar. Itu menjadi jelas pada saat Yohanes muncul di kubur dan Tuhan tidak ada di sana. Dan itu butuh waktu lama untuk yang lainnya. Ada beberapa murid di jalan ke Emaus yang juga tidak mengerti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat apa yang dilakukan Yesus? Dia menerangkan bagian-bagian Perjanjian Lama, dan berbicara tentang semua hal yang berhubungan dengan penderitaan dan kemuliaan Mesias, dan hal itu menyadarkan mereka. Dan kemudian pada malam kebangkitan itu, Minggu malam, Dia pergi ke ruangan tempat semua murid berada, dan di Lukas 24, menjelaskan bahwa ini semua ada dalam Perjanjian Lama, dan bahwa Dia telah menggenapi Firman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Kisah Para Rasul 1 mengatakan, “Dan selama 40 hari Dia membicarakan hal-hal tentang kerajaan kepada mereka.” Dan setelah Yesus bangkit barulah Roh Kudus itu datang dan benar-benar menerangi pikiran mereka. Jadi Dia berkata, “Lihatlah, Aku ada lebih banyak hal untuk dibicarakan, yang ada di seluruh Perjanjian Baru. Tetapi kalian tidak dapat menerimanya. Aku bahkan tidak bisa membuat kalian mengerti di mana kalian seharusnya ada, apalagi hal-hal yang melampaui itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Apabila Dia, Roh kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun kalian ke dalam seluruh kebenaran.” Ulangan 12:32 mengatakan, "Jangan menambahkan apa pun pada firman ini dan jangan mengurangi apa pun." Wahyu 22:18-19 mengatakan, “Siapa yang menambahkan pada semuanya itu, Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka yang tertulis dalam kitab ini; 19 dan jika ada orang yang mengambil kata-kata dari kitab nubuat ini, Allah akan mengambil bagiannya dari Kitab Kehidupan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh kebenaran akan memungkinkan Anda secara supranatural untuk mengingat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Yesus katakan untuk menuliskannya dalam keempat Injil.” Dan kemudian Dia akan mengilhami kisah gereja dalam kitab Kisah Para Rasul, dan Dia akan mengilhami teologi Injil dalam Surat-surat, dan kemudian Dia akan mengilhami kitab Wahyu yang agung. Semua kebenaran, dari kelahiran perawan sampai keadaan kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab adalah kesaksian Allah. 1 Korintus 2:4 mengatakan, “Jadi khotbah saya, bukanlah kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi itulah demonstrasi Roh dan kuasa, supaya iman Anda tidak bersandar pada hikmat manusia, tetapi pada kuasa Allah.” Ayat 7, “hikmat Allah di dalam misteri, kebijaksanaan tersembunyi yang Allah tetapkan sebelum dunia dijadikan demi kemuliaan kita, 8 yang tidak dipahami oleh para penguasa zaman ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 10-12, “Tetapi Allah telah menyatakan semua kepada kita melalui Roh-Nya. Karena Roh menyelidiki segala sesuatu, iya, hal-hal yang dalam dari Allah. 11 Karena apakah manusia tahu apa yang dimiliki manusia selain dari roh manusia yang ada di dalam dirinya? Meskipun begitu tidak ada yang tahu hal-hal Allah kecuali Roh Allah. 12 Sekarang kami telah menerima, Roh yang berasal dari Allah, supaya kami tahu hal-hal yang telah diberikan Allah dengan cuma-cuma kepada kami.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Alkitab itu? Pikiran spiritual dalam kata-kata spiritual. Roh Kudus akan memberi kalian kata-kata itu. Jadi ayat 16 mengatakan, “Kalian memiliki pikiran Kristus.” Kalian tahu bagaimana Kristus berpikir, dan begitulah Allah berpikir, karena itulah yang telah diungkapkan oleh Roh Kudus. Jadi Alkitab kalian pada dasarnya mengungkapkan pikiran Kristus, pikiran Allah. Ini adalah Firman Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus tidak berbicara atas inisiatif-Nya sendiri. Nah, mereka akan mengerti hal itu karena itulah yang Yesus katakan kepada mereka terus-menerus. Di Yohanes 5:30, “Aku tidak dapat melakukan apa pun atas inisiatif–Ku sendiri. Sesuai dengan apa yang Kudengar, Aku menghakimi; dan penghakiman-Ku adil, karena Aku tidak mencari kehendak-Ku sendiri, tetapi kehendak Dia yang mengutus Aku. Jika Aku sendiri yang bersaksi tentang Diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku itu tidak benar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maksud dari wahyu di </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Dia akan memuliakan Aku.” Memang benar untuk mengatakan bahwa di dalam Perjanjian Lama ada banyak hal tentang Kristus karena itulah yang Yesus katakan: “Selidikilah Kitab Suci, sebab mereka berbicara tentang Aku.” Dan di Jalan ke Emaus Dia membicarakan semua firman di Perjanjian Lama yang berbicara tentang Dia dan menjelaskan kepada mereka nubuatan-nubuatan tentang penderitaan-Nya dan kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah tokoh utama dalam keempat Injil? Yesus Kristus. Siapakah tokoh utama di dalam Kisah Para Rasul dimana para rasul memberitakan Injil untuk mendirikan gereja dan menjadi kepala gereja? Kristus. Siapakah orang utama dalam semua Surat yang menjelaskan arti Injil? Kristus. Siapa tokoh utama dalam Wahyu? Kristus. “Inilah yang tertulis tentang Kristus, supaya kalian percaya dan memiliki hidup dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, jika Anda ingin menunjukkan melalui Kitab Suci bahwa Yesus adalah Kristus, Anda harus memiliki catatan tentang Yesus dan membandingkannya dengan Perjanjian Lama, benar? Kita membandingkan nubuatan Perjanjian Lama tentang Kristus dengan wahyu Perjanjian Baru tentang Kristus untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Jadi inilah yang akan dilakukan Roh Kudus dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Ia akan bersaksi tentang Aku dan menyatakannya kepadamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kita memiliki semua yang kita butuhkan, karena semua janji-janji Kristus ada di sini, dan Roh Kudus menyimpannya dalam hidup kita. Semua teologi Kristus ada di sini dan Roh itu mengajar kita tentang realitasnya. Semua kebenaran yang diperlukan untuk menuntut dunia dan kemudian memberitakan Injil yang menyelamatkan, ada di sini. Jadi Tuhan kita berjanji kepada para murid sesuatu yang sangat penting: kita membutuhkan Roh Kudus untuk menulis Perjanjian Baru. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Jan 2022 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20220102</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001BF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran Yesus Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001BE"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:1-16</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dua ribu tahun yang lalu Pencipta alam semesta, Allah yang kekal, masuk ke dalam masyarakat manusia sebagai bayi. Pada malam seperti setiap malam lainnya di Israel, seorang anak lahir. Anak ini adalah Tuhan Yesus Kristus, Allah dan manusia menyatu dalam kesatuan yang tak terpisahkan. Kelahiran ini menjadi puncak sejarah. Semua sejarah sebelum kelahiran ini adalah SM, Sebelum Kristus. Semua sejarah sejak itu adalah M, bahasa Latin untuk "tahun Tuhan kita."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Lukas 2:1-16</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu itu kaisar Romawi, Augustus, memutuskan bahwa semua warga Kekaisaran Romawi harus mendaftarkan diri untuk sensus. 2 (Ini adalah sensus pertama yang dilakukan ketika Kirenius menjadi gubernur Suria.) 3 Semua orang kembali ke kota leluhur mereka sendiri untuk mendaftar sensus ini. 4 Dan karena Yusuf adalah keturunan Raja Daud, dia harus pergi ke Betlehem di Yudea, tempat lahir Daud.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dia berjalan ke sana dari desa Nazaret di Galilea. 5 Dia membawa bersamanya Maria, yang bertunangan dengannya, yang sekarang sedang hamil. 6 Dan waktu mereka berada di sana, tiba saatnya bayinya lahir. 7 Ia melahirkan anak laki-lakinya yang sulung. Dia membungkus-Nya dengan potongan kain dan membaringkannya di palungan, karena mereka tidak mendapat tempat untuk menginap. 8 Pada malam itu ada gembala-gembala yang sedang menjaga domba-domba,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“mereka di padang rumpat di daerah itu. 9 Tiba-tiba, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka, dan pancaran kemuliaan Tuhan bersinar mengelilingi mereka. Mereka sangat ketakutan, 10 tetapi malaikat itu berkata kepada mereka. “Jangan takut! Saya membawa kalian kabar baik yang akan membawa sukacita besar bagi semua orang. 11 Hari ini di Betlehem, kota Daud telah lahir Juruselamat—yaitu, Mesias, Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“12 Dan inilah tandanya dimana kalian akan mengenali-Nya: Kalian akan menemukan seorang bayi terbungkus rapi dengan potongan-potongan kain, dan berbaring di dalam palungan.” 13 Tiba-tiba, malaikat itu bergabung dengan sejumlah besar malaikat lainnya—pasukan surga—yang memuji Allah dan berkata, 14 “Terpujilah Allah di surga yang tertinggi, dan di bumi damai sejahtera bagi mereka yang berkenan kepada Allah.” 15 Setelah para malaikat meninggalkan mereka dan kembali ke surga, para gembala berkata satu sama lain,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Mari kita pergi ke Betlehem! Marilah kita lihat peristiwa yang telah terjadi itu, yang telah diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Mereka segera pergi ke desa itu dan menjumpai Maria dan Yusuf. Dan di sanalah ada bayi itu, terbaring di palungan.” Ini ditulis oleh Lukas di bawah pengilhaman Allah di mana kelahiran Yesus Kristus diumumkan kepada para gembala ini pada masa itu tetapi juga kepada kita di sini malam ini. Terimalah itu sebagai kabar baik Injil itu. Marilah kita berdoa sebentar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama yang kita pelajari ditemukan dalam kata-kata pembuka. Mereka adalah orang-orang nyata di tempat-tempat nyata dalam sejarah nyata yang mengumumkan kedatangan Juruselamat kita. Kisah ini tentang dua raja, yang satu duduk di atas takhta Kekaisaran Romawi, kuasa duniawi yang terbesar. Dan raja kedua dibungkus dengan kain dan berbaring di palungan. Raja kecil ini adalah Raja segala Raja. Dan Dia memerintah diatas raja di Roma.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dialah Raja kekal, Tuhan yang mahakuasa, yang memerintah dari saat karya penciptaan-Nya hingga saat karya penebusan-Nya. Raja duniawi itu memerintahkan sebuah peraturan supaya setiap orang mendaftarkan diri untuk membayar pajak, tetapi perintah ini terjadi karena itu menaati sebuah perintah yang Allah perintahkan dalam kekekalan, supaya Anak-Nya akan lahir pada waktu dan tempat tertentu di Betlehem untuk misi tertentu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah sedang bekerja. Sama seperti Dia telah bekerja dalam keputusan Kores yang membebaskan Israel, untuk mengirim mereka kembali untuk membangun kembali bangsa mereka setelah penawanan, sama seperti Dia sedang bekerja dalam kasus Nebukadnezar yang akhirnya melakukan persis apa yang Allah ingin dia lakukan untuk tujuan-Nya sendiri. Allah mengambil raja-raja kafir, penguasa kafir dan menggunakan mereka sebagai hamba-hamba Nya sendiri untuk tujuan-Nya sendiri. Allah itu berdaulat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Misi Yesus adalah untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Dalam ketaatan Yusuf bersama Maria pergi ke Kota Daud, Betlehem. Dia melakukan ini karena dia adalah keturunan Daud. Hukum Romawi tidak mengharuskan dia untuk membawa istrinya, tetapi dia tahu bahwa sudah waktunya bagi Maria untuk melahirkan bayinya. Tetapi alasan utamanya adalah bahwa ini juga telah dinubuatkan sejak kekekalan bahwa bayi itu akan lahir di Betlehem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria melahirkan anak laki-lakinya yang sulung dan membaringkan-Nya di dalam palungan karena tidak ada tempat di penginapan. Kelahiran Yesus itu sangat merendahkan diri. Namun pada saat itu juga Allah menentukan bahwa kelahiran-Nya juga harus mencakup pemuliaan. Rasa malu itu harus diimbangi dengan kemuliaan di pinggiran desa. Orang-orang terendah di negeri itu, yaitu para gembala, mengalami malam yang sunyi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tiba-tiba entah dari mana muncul seorang malaikat disertai kemuliaan Allah. Kemuliaan cahaya Shekinah yang membutakan ini membuat orang kewalahan karena tidak ada apa pun di alam ini yang dapat dibandingkan dengan itu. Semua gembala segera bangun dan mereka sangat ketakutan. Dan malaikat itu berkata, "Jangan takut," kata yang paling sering diucapkan di Perjanjian Baru. Para orang berdosa ketakutan di hadapan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Malaikat itu berkata, "Aku membawa kalian kabar baik yang akan membawa sukacita besar bagi semua orang." Jangan takut karena telah lahir bagi kalian, di kota Daud, sang Juruselamat. Ini adalah hari kelahiran Dia yang akan menyelamatkan kalian. Dia adalah Kristus, Tuhan. Kristus adalah terjemahan Perjanjian Baru untuk Mesias. Dan inilah tanda, kalian akan menemukan seorang bayi terbungkus dalam kain di dalam palungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seketika itu, di samping malaikat tunggal ini, ada seluruh penghuni surga, bala tentara malaikat yang membawa paduan suara dari surga, berkata, “Muliakanlah Allah di surga yang tertinggi, dan damai di bumi bagi mereka yang disenangi Allah.” Dan ketika para malaikat selesai, para gembala berbicara satu sama lain. "Apakah kalian melihat itu?" Mari kita pergi sekarang ke Betlehem. Mari kita lihat tanda yang baru saja diumumkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka bergegas dan mereka menemukan Maria dan Yusuf dan mereka datang untuk melihat bayi itu. Mereka memberi tahu semua orang apa yang mereka dengar dan lihat. Dan mereka kagum. Berapa lama kegembiraan itu berlangsung? Mungkin mereka merasa seperti itu setiap tahun. Tetapi bukan Maria, dia menyimpan segalanya untuk dirinya sendiri dan merenungkannya di dalam hatinya. Delapan hari kemudian ketika dia membawa anak itu untuk disunat, dia tetap merenungkannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dua belas tahun kemudian dia merenungkan hal itu ketika putranya mengherankan orang-orang di bait suci, dan setiap kali dia menidurkan putranya ke tempat tidur, dia merenungkan hal-hal ini. Dan pada hari dia berdiri di kaki kayu salib itu, dan menyaksikan Dia mati, dia merenungkan hal itu. Sampai Minggu pagi tiba, dan Dia bangkit, bukan dalam kerendahan hati, bukan dalam rasa malu, bukan dalam aib, tetapi dalam kemuliaan, dalam kemenangan, dan dalam kegembiraan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para gembala pergi memuji Allah dan memuliakan Dia untuk semua yang mereka dengar dan semua yang mereka lihat. Itulah yang kita orang Kristen perlu lakukan, untuk memberikan kemuliaan, dan kekuasaan, dan pujian, dan mengikuti para malaikat yang berkata, layak adalah anak domba Allah yang disembelih, untuk menerima kepenuhan kemuliaan Allah. Itulah makna Natal yang sebenarnya! Sedihnya, dunia dan Israel kebanyakan telah menolak Dia, Marilah kita berdoa…</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211226</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001BE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nabi, Imam dan Raja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001BD"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+1:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 1:1-3</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Janji Allah dalam Perjanjian Lama adalah bahwa akan datang Yang Diurapi, Juruselamat, Penebus dan Pembebas. Tetapi Dia juga akan menjadi Nabi tertinggi, Imam tertinggi, dan Raja tertinggi. Yesaya 42:1 mengatakan, “Lihatlah, Hamba-Ku,” Allah membicarakan “Mesias” yang Kupegang; Yang adalah pilihan-Ku yang disenangi jiwa-Ku. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mesias itu akan menjadi ketiganya. Menurut Ulangan 18, Dia akan menjadi seorang nabi seperti Musa. Menurut Mazmur 1:10, Dia akan menjadi seorang imam; dan itu diulangi lagi dalam Zakharia 6. Menurut Mazmur 2, Dia akan menjadi imam yang unik, dan sekali lagi dalam 2 Samuel 7, Dia akan menjadi Raja. Dia akan menjadi Raja di garis keturunan Daud. Mazmur 2 mengatakan Dia akan memerintah bangsa-bangsa di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah rencana dan janji Allah. Itu tidak terjadi; berabad-abad berlalu, sampai seperti yang dikatakan Paulus dalam Galatia 4:4, kegenapan waktu telah tiba. Dan kemudian Dia lahir; dan itulah yang membuat Anda melihat dalam Lukas 2:11, “Hari ini di kota Daud telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Mesias, Yang Diurapi, dan Tuhan.” Sekarang di Betlehem, Mesias telah tiba, Nabi, Imam, dan Raja di atas segalanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para murid tahu bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Dia menyatakan itu diri-Nya sendiri; lihatlah Lukas 4:16, “Ia datang ke Nazaret dan masuk ke rumah ibadat, dan berdiri untuk membaca. Dia mengambil kitab nabi Yesaya yang diserahkan kepada-Nya. Dia membuka buku itu dan menemukan tempat di mana ada tertulis, 'Roh Tuhan ada pada-Ku,' dan itulah yang baru saja kita baca di Yesaya 61.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">‘Karena Dia mengurapi Aku untuk memberitakan Injil kepada orang miskin. Dia mengutus Aku untuk mengumumkan pembebasan bagi para tawanan, dan pemulihan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan mereka yang tertindas, untuk mengumumkan tahun Tuhan yang baik.’ Dia menutup buku itu, mengembalikannya dan duduk; dan mata semua orang di rumah ibadat tertuju kepada-Nya. Dan Dia mulai berkata kepada mereka, ‘Pada hari ini genaplah firman ini dalam pendengaranmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 11:25, “Yesus berkata kepada Marta, 'Akulah kebangkitan dan hidup; orang yang percaya kepada-Ku akan hidup walaupun dia mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati.’ Apakah Anda percaya ini?' Dia berkata kepada-Nya, 'Ya, Tuhan; Saya percaya bahwa Engkau adalah Kristus, Anak Allah.’” Dia menyatakan bahwa Dia adalah Penebus, Juruselamat, Pembebas, Mesias, Nabi, Imam, dan Raja yang dijanjikan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiganya dibicarakan bersama-sama dalam </span><span class="cf1"><b>Ibrani 1:1-3</b></span><span class="cf1">, “Pada zaman dahulu banyak kali Allah berbicara kepada nenek moyang kita melalui nabi-nabi dengan memakai bermacam-macam cara. 2 Tetapi pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Melalui Anak-Nya inilah Allah menciptakan alam semesta. Dan Allah sudah menentukan bahwa Anak-Nya inilah juga yang berhak memiliki segala sesuatu. 3 Dialah yang memancarkan keagungan Allah yang gilang-gemilang; Dialah gambar yang nyata dari diri Allah sendiri. Dialah juga yang menopang alam semesta ini dengan firman-Nya yang sangat berkuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kita tahu bahwa manusia duniawi tidak dapat memahami hal-hal dari Allah, 1 Korintus 2:14 – “hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” Orang yang tidak percaya itu sudah mati dan buta; dia tidak bisa mengerti. “Illah dunia ini telah membutakan pikirannya, kecuali terang Injil menyinari dia,” kata Paulus kepada jemaat di Korintus. Kita tahu bahwa manusia tidak dapat memahami Allah atau Injil dengan pengertian alami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Lama kita diingatkan di sini bahwa Allah telah berbicara sejak dahulu, kepada nenek moyang melalui para nabi dalam banyak cara. Banyak cara seperti wahyu langsung, wahyu tidak langsung, tulisan yang diilhami, penglihatan, mimpi, tipe dan lambang-lambang. Sebagian dari Perjanjian Lama adalah sejarah, sebagian lagi puisi, sebagian lagi hukum, sebagian lagi nubuatan, tetapi semuanya adalah Allah yang berbicara. Itulah sebabnya ini disebut Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah itu harus berbicara. Kita tidak dapat mengenal Dia jika Dia tidak berbicara; dan Dia melakukan itu. Ini hanya mengatakan, "Allah telah berbicara," Allah yang benar, bukan suatu berhala, bukan sepotong kayu atau batu yang bodoh, bukan kuasa umum, bukan kuasa yang tidak peduli; tetapi Allah telah berbicara, yang berarti Dia adalah suatu pribadi, dan Dia telah berbicara. Dan itulah mengapa Alkitab itu disebut Firman Allah. Tetapi 39 kitab Perjanjian Lama itu dalam arti tertentu, tidak lengkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama adalah kitab-kitab yang terpisah, terbentang lebih dari satu milenium, yang ditulis oleh banyak penulis yang berbeda; dan itu progresif, tetapi tidak lengkap. Allah meningkatkan pemahaman kita saat wahyu berlanjut. Tidak ada nabi yang mendapat pewahyuan penuh dari Allah, tidak sampai kita melihat di ayat 2 bahwa Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya. Tidak ada nabi yang pernah memahami kebenaran Allah sepenuhnya, sampai Yesus mengungkapkan kebenaran penuh itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bukanlah wahyu yang tidak lengkap. Di dalam Dia, Allah bukan hanya menampilkan beberapa segi dari diri-Nya atau beberapa segi dari kebenaran-Nya, tetapi Allah sepenuhnya menyatakan diri-Nya. Tidak lagi dalam berbagai cara dan cara yang beragam, tetapi secara tunggal melalui Kristus. Yohanes 1, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, Firman itu adalah Allah,” Ini berbicara tentang Anak Allah. Jadi kita tahu Firman itu, Yesus adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Kebenaran penuh dinyatakan di dalam Dia. Ayat 18: “Tidak seorang pun pernah melihat Allah; satu-satunya Allah yang diperanakkan yang ada di pangkuan Bapa, Dia telah menjelaskan Dia.” Di dalam Yesus, Allah sepenuhnya dinyatakan, dan Perjanjian Baru ditulis tentang pernyataan penuh ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat Injil menggambarkan kedatangan dan pelayanan Yesus. Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan khotbah para rasul tentang Yesus. Surat-surat itu memaparkan pentingnya hidup dan kematian-Nya dan kebangkitan dan implikasinya di dunia. Dan Perjanjian Baru memuncak dalam kitab Wahyu dengan kedatangan-Nya kembali yang mulia. Perjanjian Baru semuanya adalah tentang Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah berbicara melalui Anak-Nya. Dan tentang kata-kata Yesus, mereka berkata bahwa mereka belum pernah mendengar orang berbicara seperti orang itu berbicara. Sudah jelas bahkan bagi Nikodemus, guru di Israel, bahwa Yesus adalah guru yang diutus Allah. Dia berbicara untuk Allah. Faktanya, Dia berkata Dia hanya berbicara apa yang Allah ingin Dia katakan. Dalam Yohanes 5, Anda melihat betapa kuatnya kata-kata-Nya, ekspresi paling kuat dari kata-kata-Nya sejak penciptaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 5:25, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, akan datang waktunya--malah sudah sampai waktunya--orang mati akan mendengar suara Anak Allah. Dan orang yang mendengarnya akan hidup.” Kata-kata-Nya begitu kuat sehingga mereka bukan hanya menciptakan seluruh alam semesta, mereka bukan hanya menopang alam semesta itu, tetapi juga begitu kuat sehingga Dia dapat membangkitkan semua orang mati pada akhirnya. “Sama seperti Bapa memiliki hidup di dalam diri-Nya, demikian pula Dia menjadikan Anak-Nya sumber hidup juga di dalam diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">27 Dan Allah telah memberikan kepada Anak-Nya hak untuk menghakimi, sebab Ialah Anak Manusia. 28 Jangan kalian heran mendengar hal ini, sebab waktunya akan datang bahwa semua orang yang sudah mati mendengar suara-Nya, 29 lalu keluar dari kuburan. Orang yang telah berbuat baik akan bangkit untuk hidup. Tetapi orang yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum." Dia berbicara, dan alam semesta menjadi ada.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus berbicara, dan orang mati dikeluarkan dari kuburannya, dan diberikan tubuh yang cocok untuk surga atau tubuh yang cocok untuk neraka. Itulah betapa kuatnya kata-kata-Nya. Dia adalah wahyu Allah sepenuhnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1"> dimulai dengan mengatakan, “Pada hari-hari terakhir ini.” Itu adalah ungkapan yang akrab bagi orang-orang Yahudi. Itu berarti inilah zaman mesianik. Dia telah tiba pada waktu Allah untuk menjadi Mesias, dan Dia adalah suara Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 14:24, “Dan firman yang kalian dengar itu bukan dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” Dia adalah Nabi yang sempurna; Dia hanya mengucapkan kata-kata yang Allah tetapkan untuk diucapkan-Nya. Dalam Lukas 13:33 Dia berkata, “Meskipun begitu Aku harus meneruskan juga perjalanan-Ku hari ini, besok dan besok lusa, sebab tidak baik seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.” Jadi Dia mengakui diri-Nya sebagai seorang nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Lukas 24:19, “Mereka berkata kepada-Nya, 'Hal-hal tentang Yesus orang Nazaret itu, yang adalah seorang nabi yang perkasa dalam perbuatan dan perkataan di hadapan Allah dan semua orang.” Dia menyatakan diri-Nya sebagai seorang nabi, dan mereka yang mengikuti Dia menyatakan bahwa Dia memang benar adalah seorang nabi. Tidak pernah ada nabi seperti Dia. Kata-kata-Nya penuh anugerah dan kebenaran, dan cukup kuat untuk membangkitkan orang mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul 3:17-21 mengatakan, “Aku tahu, bahwa kalian melakukannya dalam ketidaktahuan, seperti juga para penguasa kalian. 18 Tetapi hal-hal yang dinubuatkan Allah melalui mulut semua nabi-Nya, bahwa Kristus akan menderita, telah digenapi-Nya. 19 Karena itu, bertobatlah dan percayalah…, 20 supaya Ia mengutus Yesus Kristus, yang telah diberitakan kepada kalian sebelumnya ..… </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">21…yang telah Allah katakan melalui mulut semua nabi-Nya yang kudus sejak dunia dimulai.” Yesus adalah suara Allah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama telah menunjukkan wahyu ini. Di dalam Abraham, kita menemukan bangsa Mesias. Di Yakub, kita menemukan suku Mesias. Dalam Daud dan Yesaya, kita menemukan keluarga Mesias. Di Mikha, kita menemukan kota Mesias. Dalam Daniel, kita menemukan waktu Mesias. Di Maleakhi, kita menemukan pelopor Mesias. Dalam Yesaya, kita menemukan kematian dan kebangkitan Mesias. Tetapi setiap penulis hanya tahu sebagian saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika Kristus datang, Dia adalah wahyu penuh dari Allah. Dan kitab Ibrani memberitahu kita, "Dialah berbicara untuk Allah." Penulis itu mendefinisikan Kristus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Dia adalah Anak Allah. Dia adalah pewaris segala sesuatu. Dialah yang menciptakan dunia. Dia adalah pancaran kemuliaan Allah. Dia adalah representasi yang tepat dari sifat-Nya, dan menopang segala sesuatu dengan kuasa firman-Nya.” Tidak ada nabi yang pernah memiliki kata-kata yang begitu kuat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus juga adalah pewaris segala sesuatu. Dia memiliki hak benar-benar untuk segalanya yang ada. Dalam Wahyu 5, ini diilustrasikan ketika Anak Domba Allah keluar dari takhta dan mengambil gulumgan yang dimeteraikan, yang merupakan akta kepemilikan alam semesta. Dan kemudian seluruh surga sujud menyembah Dia saat Dia membuka gulungan akta kepemilikan alam semesta itu dan mulai mengambilnya kembali dari perampas itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 1:3 mengatakan, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah dijadikan.” Kolose 1:16 mengatakan Dia menciptakan segala sesuatu secara mutlak dengan firman-Nya. Dia mengucapkannya menjadi ada. Dia berbicara dengan kuasa seperti itu sehingga Dia bisa menciptakan alam semesta. Yohanes 5 mengatakan, Dia dapat membangkitkan orang mati dan membawa mereka ke bentuk akhir yang cocok untuk surga dan cocok untuk neraka oleh perkataan dari mulut-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dia pancaran kemuliaan Allah.” Dia adalah Terang dari semuanya. Ketika dikatakan, "Dia adalah pancaran," sebenarnya itu adalah kata "kecerahan". “Dia adalah pancaran kemuliaan Allah,” Kita melihat kemuliaan Allah bersinar di wajah Yesus. Sama seperti pancaran matahari mencapai bumi dan menerangi dan menghangatkan, memberi kehidupan dan bertumbuh, demikian pula Kristus adalah Terang Allah yang mulia bersinar ke dalam hati manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan hanya itu, Dia adalah penguasa segalanya: “Dia menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya.” Ini berbicara tentang kuasa-Nya untuk menopang segala sesuatu yang ada. Segala sesuatu di alam semesta harus ditopang, dan itu ditopang oleh firman kuasa-Nya. Perhatikanlah, “firman kuasa-Nya.” Dia berbicara, dan alam semesta diciptakan. Dia berbicara terus-menerus, dan alam semesta ditopang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan, kedua, Dia bukan hanya Nabi yang mengungkapkan Allah, tetapi Dia adalah Imam yang mendamaikan orang kepada Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Ketika Ia menyucikan dosa-dosa.” Ini memperkenalkan kita pada pekerjaan imamat-Nya. Itulah yang dilakukan para imam. Itulah yang Yesus lakukan. Dia mempersembahkan satu-satunya korban yang dapat menghapus dosa. Dan penulis Ibrani itu ingin kita memahami bahwa tidak pernah ada imam seperti ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 2:17, “Ia menjadi imam besar yang bermurah hati dan setia dalam hal-hal yang berkaitan dengan Allah, untuk mendamaikan dosa-dosa orang.” Ia mempersembahkan korban yang memuaskan Allah. Tidak ada imam yang pernah melakukan itu. Ibrani 4:14, “Kita memiliki Imam Besar yang agung, yaitu Yesus Kristus Anak Allah yang dapat bersimpati dengan kelemahan kita, Dia adalah Yang telah dicobai dalam segala hal seperti kita, tetapi tanpa dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 5:5, “Demikian juga Kristus tidak memuliakan diri-Nya untuk menjadi imam besar, tetapi Allah berkata kepada-Nya, 'Engkau adalah Anak-Ku, pada hari ini Aku memperanakkan-Mu,' seperti yang juga dikatakan-Nya dalam bagian firman lain, ' Engkau adalah seorang imam untuk selamanya menurut keturunan Melkisedek. Ayat 9 mengatakan, “Setelah disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan yang kekal bagi semua orang yang menaati-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 9, “Ketika Kristus muncul sebagai imam besar dari hal-hal baik yang akan datang, Dia masuk melalui tabernakel yang lebih besar dan lebih sempurna, bukan dari ciptaan ini; dan bukan melalui darah kambing dan anak sapi, tetapi melalui darah-Nya sendiri, Dia memasuki Tempat Kudus itu sekali untuk selamanya, setelah memperoleh penebusan kekal. Dan dengan demikian Dia adalah perantara dari perjanjian yang lebih baik, di mana penebusan tercapai.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, kita bertemu Dia sebagai Raja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Ketika Dia telah menyucikan dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat yang tinggi.” Imam tidak pernah duduk karena pekerjaannya tidak pernah selesai. Tetapi Yesus duduk karena Dia adalah seorang raja. Dia duduk di sisi kekuasaan Yang Mulia di tempat yang tinggi; Dia mengambil tempat-Nya yang seharusnya. Seperti yang dikatakan kitab Wahyu, Dia menjadi Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Samuel 7:12 berkata, “Aku, Allah, akan mendirikan benihmu setelah engkau, Daud, yang akan keluar dari tubuhmu, dan Aku akan mendirikan kerajaannya. 13 Dia akan membangun rumah bagi nama-Ku, dan Aku akan mendirikan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. 14 Aku akan menjadi Bapanya, dan dia akan menjadi anak-Ku. 16 Dan rumahmu dan kerajaanmu akan ditegakkan selamanya di hadapanmu. Tahtamu akan ditegakkan selamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi penulis Ibrani memperkenalkan kita kepada Kristus: Nabi yang menyatakan Allah; Imam yang mendamaikan kita dengan Allah; dan Raja yang memerintah bersama Allah. Bukti kerajaan-Nya yang berdaulat adalah ayat 4, “Memiliki nama yang lebih mulia dari pada para malaikat. Allah berkata, 'Aku akan menjadi Bapa bagi-Nya dan Dia akan menjadi Anak-Ku. Dan Dia berkata, 'biarlah semua malaikat Allah menyembah Dia.'” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Dec 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211219</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001BD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jaksa Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001BC"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+16:8-11" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 16:8-11</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah bagian dari Kitab Suci yang harus dipahami oleh setiap pengkhotbah, setiap penatua dan setiap orang Kristen harus mengerti juga. Teks ini adalah dasar untuk misi kita dan tujuan kita di dunia. Itulah dasar dari semua pemberitaan Injil dan kesaksian. Dan karena gereja dan Anda secara pribadi berada di dunia untuk mengabarkan Injil, kita perlu mengetahui apa yang diajarkan di bagian ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tidak melakukan apa pun untuk mengalahkan orang-orang Yahudi, dan juga tidak melakukan apa pun untuk mengalahkan orang-orang Romawi yang menduduki Israel, dan sekarang Dia mengatakan bahwa mereka akan membunuh-Nya. Tetapi itulah rencana Allah bagi-Nya sehingga Dia dapat menjadi satu-satunya korban yang dapat diterima untuk dosa: mati bagi orang berdosa, bangkit dari kematian, karena Allah mengesahkan kecukupan kematian-Nya, dan memberikan hidup kekal bagi semua orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bukan hanya meninggalkan mereka, tetapi Dia memberi tahu mereka di Yohanes 15, bahwa dunia yang membenci Dia akan membenci mereka, bahwa dunia yang menganiaya Dia akan menganiaya mereka, dan bahwa dunia yang membunuh Dia akan membunuh mereka. Bagaimana kita dapat tetap setia di dunia yang penuh dengan godaan, kebencian dan permusuhan ini? Dari mana kekuatan akan datang? Di mana sumber daya itu yang kita butuhkan untuk bertahan hidup?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 14:16 mengatakan, “Aku akan memberikan kepadamu kuasa lain dari jenis yang sama, persis seperti DiriKu sendiri, yang akan menyertai kalian selama-lamanya,” dan Dia mengidentifikasi-Nya dalam ayat 17 sebagai Roh kebenaran. Sangat penting bagi mereka untuk memahami bahwa peran dan pelayanan Roh Kudus terutama adalah untuk memberikan kebenaran kepada kalian. Ayat 26, Dia akan mengajarimu segala sesuatu dan mengingatkanmu akan semua yang telah Kufirmankan kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pelayanan Roh Kudus kepada para rasul, adalah untuk memberi mereka semua berkat surgawi, semua yang mereka butuhkan untuk menulis Perjanjian Baru. Dan Dia akan mengajarimu tentang Aku. Itu benar-benar meringkas apa yang dilakukan Roh Kudus dalam mengungkapkan Kitab Suci, ajaran ilahi. Ini adalah catatan dari semua yang Yesus lakukan dan katakan, dan semua surat yang memberitahu kita apakah arti hidup dan pelayanan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pelayanan internal Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya untuk mengabulkan setiap janji yang pernah diberikan Kristus, untuk menurunkan harta surga dan untuk diberikannya ke dalam hidup kita. Tetapi juga akan ada penyediaan eksternal oleh Roh Kudus, dan Dia akan mewujudkannya melalui para rasul dan kita semua. Seluruh Kitab Suci adalah nafas Allah, dan Roh Kudus juga adalah nafas Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita lihat </span><span class="cf1"><b>Yohanes 16:8-11</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Dia datang, Dia akan menghakimi dunia akan dosanya, dan akan kebenaran Allah, dan akan penghukuman yang akan datang. 9 Dan dosa dunia itu adalah, karena mereka menolak untuk percaya kepada-Ku. 10 Dan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa, dan kalian tidak akan melihat Aku lagi. 11 Dan penghakiman, karena penguasa dunia ini sudah diadili.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Timotius 2:25 mengatakan, “Allah, oleh Roh Kudus, yang menganugerahkan pertobatan.” Roh Kudus itu memberi hidup dan terang. Dia memberikan pertobatan. Dia memberikan iman untuk percaya Injil: itulah pekerjaan Allah, melalui Roh Kudus di dalam orang berdosa. Mereka disadarkan akan kesalahan mereka, mereka disadarkan akan teror penghakiman, mereka disadarkan akan kebenaran Injil dan mereka diberikan iman untuk percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi bukan itu yang Yesus bicarakan. Marilah kita mulai dengan kata "terhukum" di ayat 8. Inilah kata legal, dan pada dasarnya itu dilakukan di pengadilan. Ini berarti "menuntut dengan bukti." Itulah kata yang bisa diterjemahkan “menuntut.” Dan itu bahkan dapat diterjemahkan "untuk membuktikan bersalah." Dalam pengertian non-legal, Anda mungkin berkata, “Wah, saya merasa dihukum.” Dan maksud Anda, "Saya merasa bersalah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kata "dihukum" di ruang sidang memiliki arti yang sama sekali berbeda. Jika Anda mengatakan, "Seseorang dihukum," itu berarti persidangan telah berakhir. Anda tidak berbicara tentang perasaan emosional di dalam hati. Anda berkata, “Dia diukur melawan hukum dan dinyatakan bersalah. Buktinya sudah masuk; dan keputusannya adalah bersalah.” Itulah hukuman. Roh Kudus di sini berkata, “Aku akan memberi keputusan terakhir.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita yang mengkhotbahkan Firman Allah adalah penuntut dunia. Kita adalah jaksa pilihan Allah. Kita melakukannya dengan berkhotbah; kita melakukannya dalam kesaksian. Dan melalui wahyu Roh Kudus, kita akan dapat mendakwa dan menuntut serta menghukum dunia di hadapan Allah. Kabar baik itu tidak masuk akal jika itu bukan pembebasan dari hukuman berat atas pelanggaran hukum berat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Perjanjian Lama di setiap generasi sejarah, Allah memiliki jaksa-jaksa-Nya. Itu diharapkan, benar? Allah itu benar-benar kudus dan manusia telah jatuh dan penuh dosa. Jadi, Alkitab penuh dengan tuntutan, penuh dakwaan, penuh dengan bukti, dan penuh dengan hukuman, penuh dengan vonis bersalah dan penuh dengan penghakiman. Contohnya, lihatlah Henokh dalam Kejadian. Bagaimana kita tahu apa yang dia katakan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu ada di Yudas 1:14-15, “Pada generasi ketujuh dari Adam, Henokh berkhotbah.” Dan apakah pesan Henokh? Dia berkata, “Lihatlah, Tuhan datang dengan ribuan orang-orang kudus-Nya, 15 untuk menghakimi semua orang, dan untuk menghukum semua orang fasik karena semua perbuatan fasik mereka, yang telah mereka lakukan dengan cara yang fasik, dan semua hal yang fasik. yang telah diucapkan oleh orang-orang berdosa yang fasik terhadap Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah orang pertama yang diidentifikasi sebagai pengkhotbah. Henokh adalah seorang pengkhotbah dan dia adalah seorang jaksa. Begitu juga semua nabi-nabi lainnya. Musa adalah seorang jaksa. Semua nabi yang kalian baca dalam kitab-kitab kenabian adalah jaksa. Elia adalah seorang jaksa. Mereka adalah nabi-nabi Israel. Mereka mendakwa Israel; mereka mendakwa Yehuda; mereka mendakwa bangsa-bangsa. Mereka mendakwa mereka atas pelanggaran hukum Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nabi-nabi menuntut mereka atas perbuatan amoral dan penyembahan berhala mereka yang membuat mereka bersalah di hadapan Allah, sehingga kita dapat mengatakan bahwa semua nabi adalah penuntut Allah selama seluruh periode Perjanjian Lama. Peran mereka terutama adalah untuk membawa tuduhan, dan untuk membawa bukti, dan untuk memberikan vonis bersalah pada mereka yang melanggar hukum Allah. Hal ini menyebabkan ada hukuman bersalah dan penghakiman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus di dalam mereka adalah alasan mereka melakukannya. Yehezkiel dibawa ke rumah Tuhan. Yehezkiel 11:5-10, “Lalu Roh Tuhan turun ke atasku, dan dia menyuruhku berkata, “Inilah yang dikatakan Tuhan kepada orang Israel: Aku tahu apa yang kalian katakan, karena Aku tahu setiap pikiran yang datang ke pikiran kalian. 6 Kalian telah membunuh banyak orang di kota ini dan memenuhi jalan-jalannya dengan orang mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“7 Karena itu, Tuhan berfirman: Kota ini adalah periuk besi, tetapi potongan-potongan daging adalah korban ketidakadilan kalian. Dan kalian, Aku akan segera menyeret kalian dari periuk ini. 8 Aku akan membawakan kepada kalian pedang perang yang sangat kalian takuti. 9 Aku akan mengusir kalian dari Yerusalem dan menyerahkan kalian kepada orang asing, yang akan melaksanakan penghakiman-Ku terhadap kalian. 10 Kalian akan dibantai sampai ke perbatasan Israel. Kalian akan tahu bahwa Akulah Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah tuntutan. Itulah dakwaan, tuduhan, bukti, vonis, dan hukuman. Selama 400 tahun tidak ada nabi di Israel. Tidak ada jaksa. Dan kemudian muncullah seseorang bernama Yohanes Pembaptis. Dia dipenuhi dengan Roh karena Roh Kudus itu memberdayakan dia sebagai jaksa. Dan Yohanes berkata, “Kalian adalah ular. Kalian ular berbisa. Siapakah yang memperingatkan kalian untuk melarikan diri dari murka yang akan datang?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita mendengar Yohanes mengatakan hal-hal macam itu yang dimaksud untuk menakut-nakuti orang berdosa dan untuk mendakwa mereka. Kita mendengar dia berkata, “Ketika Yang akan datang itu datang, Dia akan membaptis kalian dengan Roh Kudus dan dengan api. Dan ayat berikutnya mengatakan, “Dan dia menghukum Herodes karena percabulannya.” Yohanes dengan Roh Kudus menuntut orang-orang karena mereka melanggar Firman Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian datanglah penuntut yang lain, penuntut yang sempurna: Anak Allah, Tuhan Yesus Kristus. Masih ingat pembaptisan-Nya? Roh Tuhan memampukan Dia untuk pelayanan. Dia kembali ke sinagoga-Nya di Nazaret, di Lukas 4, dan Dia menuntut mereka karena kemunafikan dan agama palsu mereka dan berkata, “Kalian sama seperti bapamu sebelum kalian.” dan mereka mencoba melemparkan Dia dari tebing dan membunuh-Nya dengan batu sampai mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah segalanya nabi Perjanjian Lama itu memiliki dan lebih banyak lagi. Dia adalah jaksa Allah. Yesus berkata di Yohanes 3:19, “Inilah penghakiman; Terang telah datang ke dunia, dan manusia lebih suka kegelapan daripada Terang, karena perbuatan mereka jahat. Karena setiap orang yang melakukan kejahatan membenci Terang, dan tidak datang kepada Terang karena takut perbuatan mereka itu terbongkar.” Dia menuntut dan mendakwa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah apa yang Tuhan kita katakan kepada para murid, “Mulai sekarang, Roh Kudus akan memberi kebenaran di tangan kalian, yang dengannya kalian akan mengukur setiap orang, dan kalian akan menjadi penuntut Allah.” Ingat di Yohanes 16, Yesus pergi ke Bukit Zaitun, melihat Bait Allah dan berkata, “Tidak akan ada satu batu pun yang tertinggal di atas batu yang lain.” Tuhan adalah penuntut Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian datanglah Yohanes Pembaptis, penuntut Allah, dan mereka membunuhnya. Setelah itu datang Anak Allah, Jaksa Agung yang menuntut dunia atas dosa dan penghakiman, dan mereka juga membunuh Dia. Dalam setiap kasus, yang dituntut malah menjadi jaksa dunia. Dan Tuhan kita berkata kepada para murid dan kepada kita bahwa dunia akan menuntut kita di setiap generasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita diadili di pengadilan dunia. Sepuluh dari sebelas murid, kecuali Yohanes, semua dibunuh. Jadi Roh Kuduslah yang menghakimi. Tetapi ini tidak membicarakan pekerjaan yang Dia lakukan di dalam hati, ini membicarakan pekerjaan yang kita lakukan, yang diberdayakan oleh-Nya bersama dengan Kitab Suci. Roh Kudus memberi kita senjata perang, yaitu pedang Roh, yang adalah Firman Allah untuk menghakimi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua pelayanan Injil mulai di sini. Anda tidak bisa memahami kabar baik itu sampai Anda mengerti kabar buruk. Inilah saatnya dimana banyak gereja mencoba membuat dunia merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Jika Anda pernah dengar seorang pengkhotbah yang bukan bertindak sebagai jaksa, Anda mendengarkan seseorang yang melalaikan tugasnya. Apa gunanya ada Injil kalau tidak ada dosa dan penghakiman?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, inilah cara kita harus memberitakan Injil. Pertama, kita cari di dalam Kitab Suci segala sesuatu yang perlu kita ketahui tentang dosa. Tetapi ada satu dosa khusus yang harus kita nyatakan. Dosa ketidakpercayaan terhadap Yesus. Setiap orang memiliki pengertian moral umum, perasaan berdosa dan melanggar aturan, tetapi setiap orang cenderung berpikir bahwa meskipun melanggar aturan, mereka tetap cukup baik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang pasti berpikir bahwa perbuatan baik mereka melebihi dosa itu. Jadi Anda harus berkata, “Apakah Anda mengakui Yesus Kristus sebagai Allah dan Tuhan dan Juruselamat?” Semua agama lain yang ada di luar Kristus tidak berarti jika Anda menolak Kristus. Yohanes 3:18 mengatakan, “Tidak ada penghakiman atas siapa pun yang percaya kepada-Nya. Tetapi siapa pun yang tidak percaya kepada-Nya telah dihakimi karena tidak percaya Anak Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada satu orang yang pernah berjalan di bumi ini yang memiliki hak di akhir hidup-Nya untuk pergi langsung ke hadirat Allah atas jasa-Nya sendiri, hanya satu. Jadi kecuali Anda memiliki kebenaran Yesus Kristus, Anda tidak akan pernah dapat melihat Allah. Allah sangat meninggikan kebenaran yang telah ditunjukkan Yesus itu, Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya, dan memberi Dia nama Tuhan, yaitu nama di atas segala nama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda ingin berada bersama Allah, Anda harus memiliki kebenaran yang dimiliki Yesus Kristus. Ketika Anda percaya kepada Kristus, Dia memberi Anda kebenaran-Nya. Anda menjadi kebenaran Allah di dalam Dia. Kebenaran kita adalah kain kotor. Tetapi kebenaran Kristus mengizinkan Dia untuk pergi ke hadirat Allah. Satu-satunya cara Anda akan pernah sampai kepada Allah, adalah untuk diberikan kebenaran-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena di kayu salib, Kristus mengambil keberdosaan Anda. Satu-satunya cara Anda akan pernah sampai ke surga adalah menjadi kudus sempurna. Kebenaranmu harus melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi; kalian harus kudus seperti Bapamu yang di surga adalah kudus. Anda tidak bisa menjadi itu sendiri, dan karenanya itu harus menjadi sesuatu yang diberikan kepada Anda, suatu kebenaran yang asing bagi Anda. Satu-satunya kebenaran yang diterima Allah adalah kebenaran Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana kita membuktikan penghakiman? Karena penguasa dunia ini telah dihukum. Kejadian 3:15, “Kepalanya diremukkan.” Kolose 2, “Kuasa Setan dan neraka semuanya dikalahkan di kayu salib.” Ibrani 2, "Dia yang memiliki kuasa maut dihancurkan oleh Kristus." Coba lihat Wahyu 20 di mana Setan diikat, dan dilemparkan ke dalam lautan api bersama semua iblis untuk selama-lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kisah Para Rasul 2:22-24, “Allah secara terbuka mendukung Yesus orang Nazaret itu dengan melakukan mujizat-mujizat, keajaiban-keajaiban, dan tanda-tanda melalui Dia. 23 Tetapi Allah tahu apa yang akan terjadi, dan rencana-Nya yang telah diatur sebelumnya dilaksanakan ketika Yesus dikhianati. Dengan bantuan orang-orang non-Yahudi yang melanggar hukum, kalian memaku Dia di kayu salib dan membunuh-Nya. 24 Tetapi Allah melepaskan Dia dari kengerian kematian dan membangkitkan-Nya kembali.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus adalah seorang jaksa pada Hari Pentakosta. Ayat 33, “Karena itu Ia ditinggikan ke sebelah kanan Allah dan setelah menerima janji Roh Kudus dari Bapa, mencurahkan ini yang sekarang kamu lihat dan dengar.” Petrus mengkhotbahkan penghakiman di ayat 34-35, “Sebab Daud sendiri tidak pernah naik ke surga, tetapi ia berkata, ‘Tuhan berfirman kepada Tuhanku, “Duduklah di tempat kehormatan di sebelah kananku,</span><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">35, sampai Aku merendahkan musuh-musuh-Mu, menjadikan mereka tumpuan kaki di bawah kaki-Mu. 36 “Sebab itu hendaklah seluruh kaum Israel tahu dengan pasti, bahwa Allah telah menjadikan Yesus, yang kalian salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” 37 Nah ketika mereka mendengar ini, hati mereka teriris, dan berkata kepada Petrus dan rasul-rasul lainnya, “Hai saudara-saudara, apakah yang harus kita lakukan?” 38 Lalu Petrus berkata kepada mereka, “Bertobatlah,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan biarlah kamu masing-masing dibaptis di dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa; dan kalian akan menerima karunia Roh Kudus. 40 Dan dengan banyak kata lain dia bersaksi dan menasihati mereka, dengan mengatakan, “Selamatkanlah mereka dari angkatan sesat ini.” 41 Mereka yang percaya apa yang Petrus katakan dibaptis dan ditambahkan ke dalam gereja pada hari itu—semuanya sekitar 3.000 orang. Dan itulah karena mereka dihakimi. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Dec 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211212</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001BC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Manfaat Kristus Pergi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001BB"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+16:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 16:1-7</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Injil Yohanes adalah sejarah kehidupan Tuhan kita dan presentasi keilahian-Nya sebagai Allah dalam daging manusia. Ini adalah hari Kamis malam sebelum penyaliban-Nya pada hari Jumat. Yudas diberhentikan untuk melakukan pengkhianatannya, dan kesebelas murid tetap bersama Yesus dan Dia berbicara kepada mereka, dan apa yang Dia katakan kepada mereka terkandung dalam Yohanes 13, 14, 15, dan 16. Itulah warisan Kristus, bukan hanya untuk kesebelas murid-Nya, tetapi untuk semua orang percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala sesuatu yang Yesus katakan adalah tentang kasih yang Tuhan miliki untuk umat-Nya. Dan kemudian semua janji, berkat dan karunia kasih-Nya dijelaskan dan dijanjikan satu demi satu. Tetapi tiba-tiba, Tuhan kita beralih dari membicarakan berkat kasih surgawi ke realitas kebencian duniawi. Yohanes 16:1-7, “Hal-hal ini telah Kukatakan kepadamu, supaya kalian tidak meninggalkan imanmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“2 Karena kalian akan diusir dari rumah-rumah ibadat, dan akan tiba saatnya orang-orang yang membunuh kalian akan mengira bahwa mereka sedang melayani Allah. 3 Ini terjadi karena mereka tidak pernah mengenal Allah Bapa atau Aku. 4 Ya, Aku memberi tahu kalian hal-hal ini sekarang, supaya ketika itu terjadi, kalian akan mengingat peringatan-Ku. Aku tidak memberitahu kalian sebelumnya karena Aku akan bersama kalian lebih lama lagi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“5 Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang mengutus Aku, dan tidak seorang pun di antara kalian bertanya ke mana Aku pergi. 6 Sebaliknya, kalian berduka cita karena apa yang Ku-katakan kepada kalian. 7 Tetapi faktanya adalah, lebih baik bagi kalian bahwa Aku pergi, karena jika tidak, Penolong itu tidak akan datang. Jika Aku benar pergi, maka Aku akan mengirim Dia kepada kalian.” Jadi inilah dunia bagi orang-orang beriman yang dikasihi dan diberkati oleh Allah dan dibenci oleh dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata martir adalah kata Yunani untuk "saksi." Ini telah menjadi kata untuk orang-orang yang mati di bawah penganiayaan. Ketika Anda mengatakan seseorang adalah "martir," Anda mengatakan dia itu meninggal. Petrus, Yakobus, dan Andreas semua disalibkan. Bartholomew dicambuk dan kemudian disalibkan. Yakobus, anak Zebedeus, dipenggal. Mark diseret melalui jalan-jalan Alexandria sampai dia mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakobus, saudara tiri Tuhan kita, dilempari batu sampai mati atas perintah Sanhedrin. Filipus dilempari batu sampai mati. Stefanus dilempari batu sampai mati. Matius, Simon orang Zelot, Tadeus, dan Timotius menjadi martir; dan Paulus dipenggal kepalanya. Para rasul di zaman Perjanjian Baru menderita persis seperti yang telah dinubuatkan. Melalui kecemburuan, tiang-tiang yang paling benar telah dianiaya sampai mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pemimpin Kekaisaran Romawi menganiaya dan membunuh orang Kristen selama tiga abad pertama. Ini mencapai titik tertinggi selama Reformasi Protestan. Para Reformator dikejutkan oleh kerusakan moral, etika, dan doktrin gereja Roma Katolik, dan mereka berbicara menentangnya. Dan tanggapan gereja Roma Katolik keras sekali dengan penganiayaan besar-besaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebuah artikel tahun 1997 di New York Times melaporkan bahwa lebih banyak orang Kristen mati di bawah penganiayaan pada abad kedua puluh daripada sembilan belas abad pertama setelah kelahiran Kristus. Dan sekarang di abad kedua puluh satu 100 juta orang Kristen berada di bawah penganiayaan. Inilah yang Tuhan kita katakan akan terjadi. Kita lebih terkejut bahwa orang-orang di Amerika dapat lolos dari penganiayaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka sekarang ada di kedua sisi berkat dan penganiayaan yang dijanjikan. Dan kebenaran tentang kedua hal ini dan alasan Yesus berbicara tentang penganiayaan setelah janji-janji itu adalah karena keduanya berbaur menjadi satu. Mereka berbaur menjadi satu karena janji adalah harapan kita di tengah penganiayaan kita. Dengan janji-janji yang telah kami terima dan kuasa Roh Kudus, kami memiliki semua yang kami butuhkan di tengah penganiayaan kami.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia akan membencimu,” kata Yesus, “tetapi Aku akan mengasihimu. Dunia akan menjadi musuhmu, tetapi Aku akan menjadi temanmu, kata Tuhan kita. Dunia akan menganiaya dan membunuhmu; tetapi Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu, menjawab semua doamu, dan memberimu hidup yang kekal. Dunia akan memberimu masalah, tetapi Aku akan memberimu kedamaian. Dunia akan memberimu kesedihan, tetapi Aku akan memberimu sukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lihat </span><span class="cf1"><b>Yohanes 16:1-3</b></span><span class="cf1">, “Hal-hal ini telah Kukatakan kepada kalian, supaya kalian tidak meninggalkan imanmu. 2 Karena kalian akan diusir dari rumah-rumah ibadat, dan akan tiba saatnya orang-orang yang membunuh kalian akan mengira bahwa mereka sedang melayani Allah. 3 Ini terjadi karena mereka tidak pernah mengenal Allah Bapa atau Aku.” Aku sudah mengatakan ini kepada kalian supaya kalian tidak terkejut. Inilah artinya menjadi seorang murid.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana jika mereka tidak tahu hal ini? Mereka bergabung dengan Yesus dengan harapan muluk. Mereka tahu bahwa Perjanjian Lama telah menjanjikan Mesias, sebuah kerajaan, bahwa Dia akan menegakkan takhta-Nya di dunia di Yerusalem. Mereka memikir mereka adalah lingkaran dalam untuk pendirian kerajaan duniawi ini. Mereka bahkan berdebat tentang siapa di antara mereka yang akan duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tidak pernah menggunakan kuasa-Nya melawan pembentukan Yahudi atau membebaskan mereka dari pendudukan Romawi. Dan kemudian Dia mulai berbicara tentang kematian-Nya, dan bahwa Dia akan dikhianati, dan bahwa Dia akan ditangkap, dan bahwa Dia akan dipukuli dan diludahi dan disalibkan, dan ini mulai menakutikan mereka. Dan Yudas begitu ketakutan, sampai dia keluar dan mendapatkan uang yang dia bisa dapatkan dengan mengkhianati Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seandainya Yesus tidak pernah mengatakan apapun tentang penganiayaan, jika Dia tidak pernah memperingatkan mereka tentang hal itu secara spesifik, dan ketika Dia kembali ke surga dan Roh Kudus datang, dan tiba-tiba para rasul mulai dieksekusi, dan para penulis Kitab Suci mulai dibunuh, dan penganiayaan terjadi di mana-mana, mereka mungkin mulai menanyakan diri apakah Yesus benar-benar adalah Mesias.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi untuk memastikan bahwa mereka tahu itu yang akan datang, Tuhan kita memberi tahu mereka semua hal ini. Meskipun demikian, lewat tengah malam di taman Getsemane, Matius 26 mengatakan, “Setelah mereka menyanyikan lagu pujian di ruang atas, mereka pergi ke Bukit Zaitun. Yesus berkata, 'Kalian semua akan meninggalkan Aku malam ini, karena ada tertulis dalam Zakharia, "Aku akan menjatuhkan gembala itu, dan domba-domba dari kawanan itu akan tercerai-berai."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 26:55, Yesus berkata kepada orang banyak yang datang untuk menangkap-Nya, “Apakah kalian datang dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku seperti kalian melawan seorang perampok? Setiap hari Aku biasa duduk di Bait Suci mengajar dan kalian tidak menangkap Aku. Tetapi semua ini terjadi untuk menggenapi Kitab para nabi.” Meskipun mereka diperingatkan sebelumnya, mereka terjebak dalam jebakan. “Kemudian semua murid meninggalkan Dia dan melarikan diri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitulah kita juga kadang-kadang. Tuhan memberi kita semua janji dan peringatan, namun kita tetap terjebak dan tersinggung, kita ketakutan dan keraguan, dan berdosa dan tersandung, dan kita menjadi bingung. Kita memiliki semua janji, dan kita memiliki Roh Kudus yang tujuannya adalah untuk memenuhi semua janji-janji itu. Itulah Yohanes 16:14, “Dia akan mengambil milik-Ku dan akan menyerahkan semua janji-janji itu kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kebencian yang dipusatkan oleh para pemimpin Yahudi kepada Kristus akan diteruskan kepada para pengikut Kristus. Masih ingat orang buta dalam Yohanes 9? Tuhan kita menyembuhkannya. “Orang tuanya,” ayat 22, “takut kepada orang Yahudi, karena orang Yahudi telah sepakat bahwa jika ada orang yang mengaku Yesus Kristus sebagai Mesias Kristus, ia harus dikeluarkan dari rumah ibadat.” Itu dilakukan untuk memisahkan seseorang dari komunitasnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yudaisme abad pertama, jika Anda diusir dari sinagoga, Anda akan diusir dari bangsa itu. Tidak ada pemisahan antara yang sekuler dan yang kudus. Anda diusir dari keluarga Anda; Anda kehilangan pekerjaan Anda; Anda kehilangan temanmu. Anda menjadi penderita kusta secara rohani. Dikeluarkan dari sinagoga, secara harfiah berarti disingkirkan dari harapan dan hak prerogatif menjadi orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di zaman modern, penganiaya kekristenan di seluruh dunia adalah orang Islam, dan mereka pikir mereka sedang melayani allah mereka. Agama itu selalu merupakan penganiaya utama kebenaran karena Setan adalah religius. Dia menyamar sebagai malaikat cahaya; dia bekerja dalam semua agama palsu. Dalam Yohanes 10, ketika para pemimpin Yahudi mendengar Yesus berkata bahwa Dia dan Allah adalah setara, mereka siap untuk membunuh-Nya dengan batu sebagai penghujat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan alasan mereka akhirnya membunuh Dia di kayu salib adalah karena mereka melihat Dia sebagai penghujat yang dengan mengatakan Dia adalah Allah, menghancurkan realitas satu Allah. Mereka tidak mengerti konsep Allah sebagai Trinitas, tiga pribadi di dalam kesatuan. Dan jika Yesus mengatakan Dia setara dengan Allah, maka Dia telah menciptakan Allah palsu, dan mereka harus melindungi 'Allah yang benar'. Saulus berkata, “Semakin banyak orang Kristen di bunuh, semakin saya maju dalam agama saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Oprah memiliki program baru yang disebut “Kepercayaan”, dan setiap kepercayaan yang mungkin, yang dapat dibayangkan, dan yang tidak dapat dibayangkan, semuanya ditempatkan pada tingkat yang sama. Tetapi satu-satunya orang yang mengenal Allah adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang mengenal Allah dan Bapa Tuhan Yesus Kristus, yang bersatu dengan Kristus. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Kristus kecuali oleh Bapa, dan satu-satunya jalan kepada Bapa adalah melalui Anak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana kita dapat memiliki kesaksian yang efektif? Dalam Yohanes 15:26-27, Yesus berkata, “Roh Kuduslah yang akan memberi kuasa kepada kalian untuk memberikan kesaksian itu.” Dia mengatakan sesuatu yang serupa dalam Yohanes 16:12-15. Jadi ini adalah kejutan bagi murid-murid ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Hal-hal ini telah mereka lakukan karena mereka tidak mengenal Bapa atau Aku.” Penganiayaan terhadap Kekristenan selalu datang dari agama-agama palsu lainnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua agama lain di dunia dikuasai setan, dan mereka semua membenci Allah. Mereka tidak mengenal Allah. Itulah penipuan Setan yang besar. Orang-orang Yahudi dan orang Romawi telah menciptakan allah mereka sendiri, allah fiktif yang tidak berada, yang adalah Setan yang menyamar sebagai ilah, dan mereka menganiaya orang Kristen. Jadi Tuhan kita memanggil mereka yang mau melihat keadaan sebenarnya dengan menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 14:29, Yesus berkata, “Aku telah memberitahu kalian sebelum itu terjadi, supaya ketika itu terjadi, kalian percaya.” Kita percaya kepada Kristus karena Dia tahu masa depan, dan itu adalah ilahi. Akhirnya Petrus berkata dalam 1 Petrus 4:12-13, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah heran dengan siksaan yang menyala-nyala di antara kalian, yang menimpa kalian sebagai ujian, seolah-olah sesuatu yang aneh terjadi pada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Yesus berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Aku tidak memberitahu kalian sebelumnya karena Aku akan bersama kalian lebih lama lagi.” Apa artinya? Yah, Dia sudah membuat beberapa referensi umum dalam Matius 5, 10 dan Lukas 9, “Berbahagialah kamu ketika kamu dianiaya. Dan jika mereka menganiaya Tuhannya, mereka akan menganiaya hambanya.” Tetapi tidak pernah secara khusus seperti ini. Mengapa? “Karena Aku masih bersama kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sekarang Dia tidak akan berada di sana lagi, dan semua permusuhan itu akan datang kepada mereka yang memiliki nama-Nya. Itulah sebabnya Paulus berkata, “Dalam tubuhku ada tanda-tanda Kristus: semua cambukan, semua pukulan dengan tongkat, semua pukulan dengan cambuk, semua bekas luka akibat batu.” Semua sisa penderitaan yang dia derita, dalam 2 Korintus, adalah tanda-tanda Kristus. Mereka memukul orang yang memakai nama-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukalah Wahyu 12, dan lihatlah ke depan pada masa tribulasi besar di masa depan sebelum Tuhan mendirikan kerajaan-Nya. Naga itu yang adalah Setan yang mengamuk. Dan akan "berperang dengan sisa anak-anak lainnya" dari wanita (inilah keturunan Israel) yang percaya kepada Mesias mereka, "yang menuruti perintah-perintah Allah dan memegang pada kesaksian Yesus."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi penganiayaan ini akan meningkat sepanjang sejarah manusia ke dalam masa tribulasi. Seperti itulah keadaannya sampai Yesus datang untuk menghakimi orang fasik dan mendirikan kerajaan-Nya. Dan selalu umat-Nya menjadi sasaran. Marilah kita lihat bekal bagi para murid oleh Tuhan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang mengutus Aku, dan tidak seorang pun di antara kalian yang menanyakan ke mana Aku pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Sebaliknya, kalian sedih karena apa yang telah Kukatakan kepada kalian.” Kalian tidak bisa mengalihkan pandanganmu dari dirimu sendiri untuk mengarahkan itu kepadaKu. Mereka tidak bertanya kepada-Nya tentang kematian-Nya, penguburan-Nya, dan kebangkitan-Nya. Kemudian Dia mengulangi janji yang terbesar dari semua janji dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Tetapi sebenarnya, lebih baik bagi kalian jika Aku pergi, karena jika tidak, Penolong itu tidak akan datang. Jika Aku pergi, maka Aku akan mengirim Dia kepada kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pelayanan Roh Kudus. Karunia Roh Kudus itu adalah karunia yang dikirimkan dari surga sebagai upah atas pekerjaan Kristus yang telah diselesaikan. Roh Kudus itu tidak bisa datang sampai pekerjaan-Ku selesai. Petrus mengatakan pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2:33, “Sebab itu, setelah ditinggikan di sebelah kanan Allah dan setelah menerima janji Roh Kudus dari Bapa, Ia telah mencurahkan apa yang kalian lihat dan dengar sekarang ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karunia Roh kemudian adalah upah yang dijanjikan untuk pekerjaan Kristus yang telah diselesaikan. Roh Kudus itu datang sebagai tanggapan atas karya Kristus yang telah selesai. Bagaimana sekelompok murid yang teraniaya dan berduka cita sanggup menghadapi dunia yang membenci dan menganiaya mereka? Tidak mungkin, kecuali dalam kuasa Roh Kudus. Ingatlah Yohanes 15:26, “Roh kebenaran... Ia akan bersaksi tentang Aku, dan kalian juga akan bersaksi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus itu akan memberdayakan kalian untuk memberi kesaksian yang efektif melawan musuh-musuh Allah. Jadi apakah pelayanan Roh Kudus itu bagi orang percaya? Dia datang untuk membuat semua janji-janji Kristus menjadi nyata. Inilah kebenaran yang ditinggikan, yang diagungkan, yang ilahi, tentang Roh Kudus, dan jika kita menganggap Roh Kudus itu lebih rendah daripada seharusnya, ini berarti kita melanggar perintah, “Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kuduslah yang mengilhami orang-orang yang menulis Firman Allah. Roh Kuduslah yang membuat kita hidup sehingga kita dapat percaya. Roh Kuduslah yang memberi kita iman, yang membuat Injil menjadi jelas. Roh Kuduslah yang memberi kita kehidupan rohani. Roh Kuduslah yang sekarang menguduskan kita. Bagaimana? Dengan menerangi Firman Allah dan memberikan kepada kita semua janji-janji surga. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211205</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001BB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Janji-janji Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001BA"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:26-27" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:26-27</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya yakin bahwa pribadi yang paling diabaikan, yang paling disalahpahami, dan yang paling tidak dihormati dalam Tritunggal adalah Roh Kudus. Itu adalah bentuk penyebutan nama Tuhan secara sia-sia, yang merupakan pelanggaran terhadap salah satu dari Sepuluh Perintah Allah. Roh Kudus biasanya dibicarakan dengan ketidaksopanan dan kebodohan. Semua itu menunjukkan kepada kita ada kekurangan ibadah, dan kekurangan ibadah adalah dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sungguh berat untuk melanggar hukum Allah, Allah memperingatkan umat-Nya dalam Ulangan 28, apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka tidak beribadah menurut kebenaran. Gereja evangelis modern tidak begitu mementingkan kemuliaan Roh Kudus, anggota ketiga dari Trinitas. Kemuliaan sejati dari Roh Kudus seringkali tidak diketahui. Teks ini membuka pemahaman kita tentang pelayanan Roh Kudus yang sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 13 sampai Yohanes 16, memberikan kita wahyu dari Roh Kudus tentang apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya pada malam terakhir sebelum penangkapan-Nya dan penyaliban-Nya. Inilah perayaan Pelewatan pada minggu terakhir dari kehidupan dan pelayanan Tuhan kita. Tuhan kita meluangkan waktu berjam-jam dengan sebelas murid yang tersisa itu. Apa yang kita dapat dalam Yohanes 15 dan 16 adalah ajaran yang Dia berikan kepada mereka saat mereka berjalan di Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua ini adalah kebenaran yang mendalam. Itulah warisan Yesus bagi murid-murid-Nya, dan lebih dari itu bagi kita semua. Kita tahu itu karena semua janji ini melampaui kesebelas orang itu kepada semua orang percaya. Dalam Yohanes 17, kita memiliki doa Tuhan kepada Bapa dan dalam doa itu, Dia menyatakan bahwa Dia ingin Allah Bapa menggenapi semua yang telah Dia janjikan, bukan hanya untuk kesebelas orang itu, tetapi untuk semua orang yang akan percaya di masa depan, yaitu kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah janji-janji yang Tuhan telah berikan kepada semua orang percaya sepanjang masa. Itu mulai sebagai malam penuh kasih. Dia mengasihi mereka tanpa batas yang hanya Allah bisa lakukan. Dan pada permulaan, penekanannya adalah pada hadiah dan janji-janji yang dihasilkan oleh kasih itu. Janji-janji menakjubkan itu diberi kepada kita sepanjang hidup dan di surga di mana Dia telah menyiapkan tempat bagi kita. Itulah malam penuh kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, kita melihat dalam Yohanes 15:18 kata "benci", yang digunakan berkali-kali sampai ayat 25. Kasih adalah ekspresi Allah terhadap milik-Nya. Kebencian adalah ekspresi dunia terhadap mereka yang menjadi milik Allah. Pada saat yang sama kita dikasihi oleh Allah, kita dibenci oleh dunia karena kita bukan dari dunia. Dunia ini milik Setan. Kita dibenci karena mereka tidak mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mencurahkan semua berkat kepada kita; sementara dunia mencurahkan semua kemarahan dan penganiayaannya kepada kita, bahkan sampai pada tingkat di mana orang-orang percaya sepanjang sejarah dibunuh. Ada sekitar 100 juta orang yang mengaku Kristus di dunia saat ini yang mengalami berbagai bentuk penganiayaan; dari sebagian besar dari 41 negara Islam. Ini tidak mengejutkan; ini bukan hal baru. Dan kita tidak terkejut kalau penganiayaan mulai berkembang di sini juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Si jahat membenci Allah, Kristus, benci Alkitab, benci Injil dan membenci orang-orang percaya. Sekarang Tuhan kita berkata kepada para rasul dan kita, “Aku memperingatkan kalian tentang permusuhan dan penganiayaan itu.” Bagaimana janji-janji itu akan dipenuhi? Dan bagaimana kita dapat menjangkau dunia yang bermusuhan, membenci, menganiaya ini dengan Injil, yang merupakan misi kita? Jawaban yang diberikan Tuhan kita adalah Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 14:16, “Aku akan minta kepada Bapa, Dia akan memberi kalian Penolong yang lain agar Dia menyertai kalian selama-lamanya. Itu adalah Roh kebenaran, yang tidak dapat diterima dunia karena mereka tidak melihat Dia atau mengenal Dia. Tetapi kalian mengenal Dia karena Dia tinggal bersama kalian dan akan ada di dalam kalian.” Roh Kuduslah yang akan menggenapi semua janji-janji itu. Roh Allah itu akan menyertai kalian dan ada di dalam kalian untuk selama-lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Yohanes 16:7, “Tetapi Aku berkata kepada kalian yang benar, itulah untuk keuntungan kalian jika Aku pergi. Jika Aku tidak pergi, Penolong tidak akan datang kepada kalian; tetapi jika Aku pergi, Aku akan kirim Dia kepada kalian.” Apa yang Yesus katakan adalah, lebih baik memiliki Roh Kudus di dalam diri kalian daripada memiliki Aku bersama kalian. Dan apakah akan menjadi pelayanan Roh Kudus? Yohanes 16:13 mengatakan, “Tetapi jika Dia, Roh kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun kalian ke dalam seluruh kebenaran.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pelayanan Roh Kudus adalah untuk mengingatkan kalian segala sesuatu yang telah dijanjikan surga. Sebagai contoh, dalam Yohanes 14, Tuhan berkata bahwa Dia akan pergi ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita. Bagaimana kita bisa yakin bahwa kita akan masuk surga? Rasul Paulus menulis di 2 Korintus 5:5, “Karena Ia telah mengaruniakan kepada kita Roh Kudus itu sebagai jaminan, Roh sebagai janji.” Roh Kudus akan mengulangi semua ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 14:12, Tuhan kita menjanjikan pekerjaan yang lebih besar, bukan macam yang lebih besar, tetapi yang lebih luas, yang akan dilakukan umat-Nya daripada yang Dia lakukan dalam tiga tahun yang singkat di tanah Israel. “Tetapi siapa yang akan memberdayakan kita untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar itu sejak Tuhan pergi?” Di Efesus 3:16, Yesus berkata bahwa Dia akan memenuhi kita dengan Roh-Nya, dan di ayat 20, supaya kita dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita doakan atau pikirkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 14:13 -14, Tuhan kita berjanji bahwa ketika kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah, semua kebutuhan kita akan terpenuhi. Bagaimana semua itu akan terjadi? Roma 8:26-28 mengatakan, “Roh Kudus bersyafaat bagi kita dengan keluhan yang tidak dapat diucapkan, untuk orang-orang kudus menurut kehendak Allah. Supaya segala sesuatunya bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah dan terpanggil sesuai dengan tujuan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 14 Tuhan menjanjikan kehadiran ilahi. Yesus berkata, "Aku akan menyertai kalian." “Bapa akan bersama kalian.” Bagaimana itu akan terjadi? Itu menjadi kenyataan karena Roh Kudus akan datang untuk tinggal di dalam kita: yaitu Roh Kristus, Roh Allah. Dia membawa Tritunggal kepada kita. 1 Korintus 6:19 mengatakan, “Kalian adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kalian, yang kalian peroleh dari Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus akan mengambil semua janji Tuhan dan menjadikannya milik yang nyata yang bekerja dalam kehidupan orang percaya. Galatia 5:16 mengatakan untuk berjalan dalam Roh. Jalanilah hidup kita sehari-hari dalam kepekaan terhadap Roh Tuhan. Galatia 5:22, “Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kelembutan, kebaikan, iman, kelemahlembutan dan penguasaan diri.” Roh Kuduslah yang menyampaikan semua janji Allah dan janji Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari mana datangnya kekuatan agar kita bisa taat? 1 Yohanes 3:23-24, “Inilah perintah-Nya, supaya kita percaya dalam nama Anak-Nya Yesus Kristus, dan saling mengasihi, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita. 24 Dengan ini kita tahu, bahwa Ia tinggal di dalam kita, oleh Roh yang telah diberikan-Nya kepada kita.” Kita adalah orang percaya karena kita menuruti perintah-Nya, karena Roh Kudus ada di dalam kita, yang memberi kuasa kepada kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bagian kesaksian kita: bagaimana dengan itu? Kisah Para Rasul 1:8, “Tetapi sesudah itu Roh Kudus turun ke atas kalian. Kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan seluruh dunia.” Itulah Roh Kudus yang memberi keyakinan dosa di dalam hati orang berdosa, dan Roh Kuduslah yang melakukan pemberdayaan pesan di dalam kita. Roh Kudus itu turun dan bekerja atas nama orang percaya dan orang yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Roh Kudus membawa janji-janji itu kepada kita, dan Roh Kudus menguatkan kesaksian kita, dan Roh Kudus melakukan semua hal yang menggenapi janji-janji Allah. Tetapi Dia, pada saat yang sama, membuat kita menjadi lebih seperti Yesus Kristus.” 2 Korintus 3:18 mengatakan, “Kita semua diubahkan ke dalam kemuliaan Tuhan, dari kemuliaan ke kemuliaan, oleh Roh Tuhan.” Inilah pekerjaan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dengan itu sebagai latar belakang, marilah kita lihat teks kita. </span><span class="cf1"><b>Yohanes 15:26-27</b></span><span class="cf1">, “Tetapi jikalau Penolong yang akan Ku-utus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang berasal dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Dan kalian juga akan bersaksi, karena kalian telah berada bersama-Ku sejak semula.” Ini semua tentang kesaksian. Jadi pertanyaannya di ayat 26 adalah: “Bagaimana kita berharap untuk berhasil?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jawabannya adalah, “Karena Penolong itu datang, dan kalian akan bersaksi, dan diberdayakan oleh Roh Kudus.” Janji yang kuat ini adalah bahwa semuanya yang surga turunkan kepada kita tersebar kepada kita, diungkapkan kepada kita, diberdayakan di dalam kita oleh Roh Kudus. Semua kesaksian dan kesaksian Kristen adalah untuk dunia. Dunia yang bermusuhan, yang tidak bertuhan, yang menolak Kristus, dan yang benci orang Kristen. Itu adalah subjeknya di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada dasarnya dunia adalah kerajaan kegelapan. Mereka berada di bawah kekuasaan pangeran udara. Mereka adalah anak-anak Setan. Tetapi tanggung jawab kita adalah untuk “pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil.” Jika ada orang yang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada di dalam Dia. Yakobus berkata, "Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan terhadap Allah." Jadi kita adalah orang asing di dunia ini. Kita tidak mengasihi dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita adalah hati nurani dunia. Kita asing bagi dunia. Kita menuntut dunia. Kita berbicara tentang dosa kepada dunia, dan kita berbicara tentang kebenaran kepada dunia, dan kita berbicara tentang penghakiman kepada dunia. Dan tidak ada harapan bagi kita untuk melakukan itu jika kita tidak diberdayakan oleh Roh Kudus yang menegaskan hal itu di dalam hati orang berdosa. Dunia adalah ladang misi kita, dan dunia sedang berlalu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kita akan dihukum karena kesaksian kita di dunia? Banyak orang telah dihukum sepanjang sejarah. Kita bisa dihukum secara relasional, kita bisa dihukum secara ekonomi, kita bahkan bisa dihukum dalam hal keberadaan kita sendiri. Akankah dunia membalas dengan kemarahan? Pasti. Tetapi kita tidak bisa mundur dengan mengasihani diri sendiri dan menarik diri ke dalam keamanan komunitas orang percaya saja.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 10 mengatakan, “Siapa pun yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka akan memanggil salah satu dari mereka yang belum mereka dengar? Dan bagaimana mereka akan mendengar kecuali seseorang memberi tahu mereka?” Allah menyelamatkan melalui kuasa Roh Kudus, tetapi pesannya harus diberitakan. Kisah Para Rasul 1:8, “Kalian akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang dilakukan gereja secara korporat. Tetapi sebagai individu, alasan kalian tidak ada di surga sekarang adalah supaya kalian dapat menjadi saksi di sini. Tuhan menunda kesempurnaan Anda dan mentolerir Anda dan saya, hanya supaya kami dapat melakukan apa yang perlu kami lakukan di sini, yang tidak dapat dilakukan di surga, yaitu beri tahu dunia tentang Injil. Jadi kesaksian kita adalah kepada dunia. Kita tahu bahwa mereka tidak dapat diselamatkan tanpa kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesaksian Kristen dan pernyataan Kristen adalah tentang Anak. Kata Yesus, “Aku akan mengutus Penolong kepada kalian, Roh Kudus Kebenaran, yang berasal dari Bapa. Dia akan bersaksi tentang Aku, dan kalian juga akan bersaksi karena kalian telah bersama-Ku sejak semula.” Mulai dengan para rasul dan melampaui para rasul hingga hari ini, pesan dari Yesus Kristus adalah, “Kalian akan bersaksi tentang Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kesaksian orang Kristen tentang Anak adalah bagi dunia. Kebencian dunia terfokus pada Kristus, namun Dia adalah pesan kita. “Mereka benci Dia tanpa alasan,” katanya di ayat 25. Dunia sendiri tidak tertarik pada Kristus. “Mereka lebih suka kegelapan daripada terang, itulah sebabnya mereka tidak percaya,” tertulis di Yohanes 3. Mereka tidak percaya Injil karena mereka mengasihi dosa mereka, mereka mengasihi kegelapan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kita tidak akan mengubah apapun. Kita tidak dapat mengalihkannya dari Kristus. Ini bukan pesan sosial tentang menjalani kehidupan yang lebih baik, atau membantu orang miskin, atau memberi makan orang yang kelaparan, atau menghentikan perdagangan seks, atau hal-hal lain apa pun yang dibicarakan oleh semua jenis orang, yang berpikir bahwa mereka memenuhi Amanat Agung, tetapi tidak. Semua hal itu bukan panggilan kita. Pesan kita adalah Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kalian harus tahu tentang keilahian-Nya yang kekal. Kalian harus tahu tentang kemanusiaan-Nya. Kalian harus tahu tentang kelahiran-Nya dari perawan, kehidupan-Nya yang tanpa dosa, kematian-Nya yang menebus kita di kayu salib, kebangkitan tubuh-Nya, kenaikan-Nya, pemuliaan-Nya, penobatan-Nya, dan kedatangan-Nya kembali dengan penuh kemenangan. Kita memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia dan satu-satunya harapan yang ada untuk surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di akhir Kitab Suci, di kitab Wahyu, kalian diingatkan saat Wahyu dimulai, tentang pokok kesaksian kita. Dengarkanlah bagaimana Yohanes mulai, “Wahyu Yesus Kristus, yang diberikan Allah kepada-Nya untuk ditunjukkan kepada budak-budak-Nya, hal-hal yang harus segera terjadi,” dan Dia mengutus dan menyampaikannya melalui malaikat-Nya kepada Yohanes, yang bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes berakhir sebagai orang yang diasingkan di pulau Patmos. Dalam Wahyu 1:9 dikatakan, “Karena firman Allah dan kesaksian Yesus.” Kesaksiannya tentang Yesuslah yang membuatnya diasingkan. Kesaksian rasul-rasul lain tentang Yesuslah yang menyebabkan mereka menjadi martir. Wahyu 12:17 mengatakan, “Setan akan berperang dengan mereka yang menuruti perintah-perintah Allah dan berpegang pada kesaksian Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu 19:10 diakhiri dengan ini: “Kesaksian Yesus adalah roh nubuatan.” Dengan kata lain, “Kesaksian Yesus adalah isi khotbah.” Pesan kita bukan politis, tidak sosial, bukan relasional, bukan moral: itu adalah Yesus Kristus dan Dia yang disalibkan dan bangkit kembali. Dan dalam Kisah Para Rasul 1:8, “Kalian akan menjadi saksi-saksi-Ku.” Kesaksian orang Kristen tentang Anak adalah bagi dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bapa memberikan kesaksian lisan: “Inilah Anak-Ku yang terkasih; dengarkanlah Dia. Inilah Anak-Ku yang terkasih, yang kepada-Nya Aku berkenan”, pada saat pembaptisan-Nya dan pada saat transfigurasi-Nya itu. Jadi ketika kalian memberikan kesaksian tentang Anak, kalian mengulangi kesaksian Allah Bapa. Tidak ada yang lebih memuliakan Allah daripada kalian memproklamasikan Yesus Kristus sebagai Anak-Nya, Bapa berkata, "Inilah Anak-Ku." Kalian itu menghormati Allah Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Dan kalian juga akan bersaksi.” Mereka yang telah bersama-Nya sejak awal, kesebelas itu, sebenarnya adalah orang-orang yang menulis Firman oleh pengilhaman Roh Kudus. Bersama rekan-rekan mereka, mereka menulis Perjanjian Baru. Tetapi kita semua sesudah mereka dipanggil untuk menjadi orang-orang yang bersaksi tentang Kristus. Dengarkanlah 1 Yohanes 4:14, “Kita telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak untuk menjadi Juruselamat dunia.” Marilah kita semua melakukan itu, marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Nov 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211128</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001BA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebencian Dunia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B9"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:18-25" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:18-25</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 15:18-25</b></span><span class="cf1">, “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa dunia telah membenci Aku sebelum ia membenci kalian. 19 Sekiranya kalian milik dunia, kalian akan dikasihi dunia sebagai miliknya. Tetapi Aku telah memilih kalian dari dunia, jadi kalian bukan dari dunia ini, oleh karena itu dunia membenci kalian. 20 Ingatlah apa yang sudah Kukatakan kepadamu, 'Seorang hamba tidak lebih besar dari tuannya.' Jika mereka menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kalian. Jika mereka menepati firman-Ku, mereka juga akan menepati firmanmu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kalian oleh karena nama-Ku, karena mereka tidak mengenal Dia yang mengutus Aku. 22 Sekiranya Aku tidak datang dan berbicara kepada mereka, mereka tidak berdosa, tetapi sekarang mereka tidak punya alasan untuk dosa mereka. 23 Barangsiapa membenci Aku, juga membenci Bapa-Ku. 24 Jika di antara mereka Aku tidak melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan orang lain, mereka tidak akan berdosa; tetapi sekarang mereka telah melihat itu dan juga membenci Aku dan Bapa-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"25 Tetapi ini terjadi, supaya digenapi firman yang tertulis dalam hukum mereka, 'Mereka membenci Aku tanpa alasan." Ini adalah Kamis malam, di mana Tuhan kita sedang mengajar murid-murid-Nya tentang kasih. Kata Yohanes, “setelah mengasihi milik-Nya yang ada di dunia, Dia mengasihi mereka sempurna.” Tetapi sekarang tiba-tiba kasih itu berubah menjadi kebencian. Dan kata "benci" digunakan berulang kali dalam bagian firman ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita menjanjikan mereka penganiayaan sebagai akibat dari kebencian itu. Dia memberi tahu mereka, dan semua orang yang akan mengikuti nama Kristus, bahwa mereka akan dibenci oleh dunia. Sudah jelas, ini dimulai dengan kebencian terhadap Kristus sendiri. Mereka sangat membenci Dia sehingga mereka membunuh Dia. Dan tidak lama bagi kebencian itu untuk pindah kepada para pengikut-Nya. Jadi marilah kita lihat apa yang terjadi. Gereja itu lahir dalam Kisah Para Rasul 2.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 3, Petrus menyampaikan khotbah; dan di Kisah Para Rasul 4, para rasul ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara oleh otoritas Yahudi. Dalam Kisah Para Rasul 5, mereka dimasukkan ke dalam penjara lagi. Dan di Kisah Para Rasul 6, kita bertemu dengan beberapa orang percaya di gereja mula-mula, dan salah satunya adalah Stefanus. Dan dalam Kisah Para Rasul 7, dia dilempari batu sampai mati oleh massa setelah pengadilan palsu di hadapan Sanhedrin. Dengan Kisah Para Rasul 8, penganiayaan itu dimulai terhadap semua orang percaya dan itu dipimpin oleh Saulus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Kisah Para Rasul 12, rasul pertama dibunuh. Itulah Yakobus, saudara Yohanes, dan dia dibunuh oleh Herodes. Dalam pasal yang sama, Herodes memenjarakan Petrus, menahannya sampai dia menemukan waktu yang tepat untuk mengeksekusi Petrus; tetapi Petrus dibebaskan oleh seorang malaikat. Penganiayaan berlanjut sehingga kita tahu dari sejarah bahwa semua rasul mati syahid, kecuali Yohanes yang diasingkan ke Patmos.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul 9 kita melihat pertobatan Saulus menjadi Paulus, dan segera dia menghadapi ancaman dan penganiayaan dari orang-orang Yahudi di Damsyik di mana dia bertobat. Jadi dia menghadapi penganiayaan, dan itu berlanjut sampai akhir Kisah Para Rasul 28. Inilah tentang Paulus memberitakan Injil, menanam gereja-gereja, mendirikan para pemimpin, dan ia terus dianiaya. Hidupnya terancam setiap hari, dari orang Yahudi dan dari orang non-Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Kristen pada mulanya dianiaya oleh orang Yahudi yang melihat orang Kristen sebagai orang bidaah; dan dalam Yohanes 16:2, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya untuk mengharapkan hal ini. “Mereka akan membuat kalian terbuang dari sinagoga. Akan datang waktunya bagi setiap orang yang membunuh kalian untuk berpikir bahwa dia sedang melayani Allah.” Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang membunuh Kristus dan mereka meneruskan penganiayaan itu terhadap para pengikut-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Kisah Para Rasul, Injil mulai menyebar ke dunia Mediterania; dan di sanalah orang-orang non-Yahudi memegang kendali. Dan segera orang-orang non-Yahudi itu mulai menganiaya orang-orang Kristen ini. Bangsa Romawi meneruskan penganiayaan itu selama hampir 300 tahun. Mereka berpikir mereka punya alasan politik untuk membantai orang-orang Kristen ini. Orang Kristen mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan tidak mau mengatakan bahwa Kaisar adalah Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Kristen dipandang sebagai pengkhianat. Mereka juga dianggap revolusioner karena mereka terus membicarakan Raja lain dan kerajaan lain. Raja mereka adalah Yesus dan kerajaan-Nya adalah kerajaan Allah. Kemudian orang Kristen mengkhotbahkan satu Allah, sementara orang Romawi percaya ada banyak allah; sehingga orang Romawi menganggap orang Kristen sebagai kelompok orang ateis yang menyangkal allah. Pada waktu itu tidak ada pemisahan di antara gereja dan negara.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin yang paling kejam dari semua penganiayaan itu terjadi di bawah Diocletian yang mulai pada tahun 303. Gereja-gereja dihancurkan, gulungan Kitab Suci dibakar, dan orang-orang Kristen dibantai. Ini terus berlangsung sampai 324 ketika Konstantinus mengambil alih kekuasaan dan menetapkan agama Kristen sebagai agama negara; dan itulah permulaan gereja Roma Katolik, yang terus menerus menjadi penganiaya gereja sejati itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama seribu tahun setelah itu, Gereja Roma Katolik menganiaya orang-orang Kristen sejati di mana-mana. Gereja Roma Katolik berkembang dan bertumbuh sampai Abad Pertengahan dan merupakan penganiaya utama orang percaya sejati. Reformasi datang, dan kita semua tahu bahwa para reformis dianiaya. Ada sumber Roma Katolik yang mengatakan, “Dalam semua sejarah gereja, sekitar 70 juta orang Kristen telah dibunuh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua sejarah itu persis seperti yang Yesus katakan dalam bagian firman yang sedang kita pelajari. “Mereka membenci kita. Dan karena mereka membenci kita, mereka akan menganiaya kita.” Ini adalah nubuatan yang benar-benar akurat. Yesus mengatakan itu dan itulah tepat apa yang telah terjadi. Ini memberitahu kita apa yang akan datang, dan itulah yang dicatat sejarah. Dan Tuhan mengatakan semua ini pada malam sebelum kematian-Nya saat Dia berjalan ke taman Getsemani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan permusuhan itu masih berlangsung, bahkan sampai sekarang. Pembunuh massal orang Kristen saat ini adalah orang Islam, dan tampaknya itu tidak berkurang terhadap orang Kristen sejati. Sekarang kata-kata Yesus sampai saat ini adalah kata-kata janji, penghiburan, dorongan dan harapan. Mereka adalah kata-kata kasih. Tetapi sekarang ada kata-kata bukan tentang berkat surgawi, tetapi tentang penganiayaan duniawi yang terus menerus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dianiaya adalah biaya pemuridan. “Pikullah salibmu dan ikutlah Aku.” bagi sebagian orang, ada kematian dalam hal ini. Untuk semua orang, ada ukuran penganiayaan. Ukuran penganiayaan itu terkait dengan kesetiaan Anda. Ketika orang berkata, “Menurut Anda apakah yang harus kita lakukan tentang penganiayaan terhadap orang Kristen di seluruh dunia? Kata saya "Terimalah." Jika kita lebih setia, akan ada lebih banyak penganiayaan, bukan lebih sedikit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Aku memerintahkan kalian untuk saling mengasihi.” Tetaplah saling mencintai. Anda akan membutuhkannya. Seolah-olah Dia berkata, Saling mengasihi secara mendalam, saling mencintai dengan rendah hati, saling mengasihi dengan setia, saling mencintai sebanyak mungkin, saling mengasihi dengan khusyuk, saling mencintai dengan penuh pengorbanan seperti Aku mengasihi kalian, karena kalian hanyalah ada satu sama lain. Kalian tidak akan mendapatkan kasih itu dari dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa dunia benci kita begitu banyak? Nah, dalam bagian firman ini, Tuhan kita setidaknya memberikan kita tiga alasan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18-19</b></span><span class="cf1">, “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa dunia telah membenci Aku sebelum ia membenci kalian. 19 Sekiranya kalian milik dunia, kalian akan dikasihi dunia sebagai miliknya. Tetapi Aku telah memilih kalian dari dunia, jadi kalian bukan dari dunia ini, oleh karena itu dunia membenci kalian.” Jadi kita bukan bagian dari sistem mereka. Kita adalah masalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Anda dipilih oleh Allah untuk keluar dari dunia. “Kamu bukan dari dunia,” </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">. Mengapa? Karena Aku memilihmu dari dunia. Kamu sekarang adalah teguran yang hidup bagi dunia.” Kita menjadi hati nurani dunia; mereka membenci kita karena itu. Dan, mereka senang melihat orang yang disebut orang Kristen hancur dan terbakar dalam bencana moral. Mereka senang melihat itu. Mereka semakin tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Korintus 4:2 Paulus mengatakan bahwa “dengan pernyataan kebenaran yang terbuka, kami menyerahkan diri kami kepada hati nurani setiap orang.” Ada hukum Allah yang tertulis di dalam hati setiap orang, baik yang belum lahir baru maupun kita. Hukum Allah ada di dalam hati; dan ketika kita memberitakan kebenaran, itu menerangi hati nurani mereka, dan menuduh atau memaafkan mereka. Kita adalah hati nurani dunia dan karena itu mereka membenci kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah saya memberi tahu Anda bagaimana Anda dapat meningkatkan permusuhan itu: mulailah mengidentifikasikan kejahatan sebagai kejahatan. Siapapun yang mengatakan bahwa orang ateis akan masuk ke surga adalah antikristus. Homoseksualitas itu jahat. Merubah identitas jenis kelamin adalah jahat. Perzinahan itu jahat. Percabulan itu jahat. Berbohong itu jahat. Keegoisan itu jahat. Pembenaran diri itu jahat. Itulah sebabnya mereka membunuh Yesus karena Dia mengatakan agama mereka itu jahat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Ingatlah Matius 10:24, ‘seorang hamba tidak lebih besar dari pada tuannya.’ Jika mereka menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kalian; jika mereka menuruti firman-Ku, mereka juga akan menepati janjimu.” Mereka akan memperlakukan kita sama seperti mereka memperlakukan Kristus. Setan yang sama, iblis yang sama, kerajaan kegelapan yang sama, kebencian yang sama terhadap Allah. Keadilan, kebaikan dan kebenaran itu ada. Mereka membenci Dia; dan mereka akan membenci kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 5, Yesus berkata, “Kalian akan dianiaya; tetapi berbahagialah kalian ketika kalian dianiaya demi Aku.” Jika Dia, yang sempurna, diperlakukan seperti itu, bagaimana kita, yang tidak sempurna, berharap diperlakukan berbeda? Dan jika kita adalah orang Kristen yang diidentifikasikan dengan Kristus, kita akan mengharapkan dunia yang dijalankan oleh Setan memiliki sikap yang persis sama terhadap kita seperti yang mereka miliki terhadap Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan jika kalian belum pernah mengalami semua itu, mungkin kalian perlu menjadi ebih berani tentang apa yang kalian katakan; realitas kematian, dan penghakiman, dan neraka, hukuman kekal dan dosa. Hal-hal itu perlu diproklamirkan. Dan kita perlu mengatakan, “Perbuatan kalian itu jahat, dan kejahatan ada konsekuensinya, dan itu ilahi, dan itu kekal, kecuali kalian diampuni melalui Injil Yesus Kristus.” Kamu tidak lebih besar dari pada Tuanmu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasan lain untuk membenci dunia adalah karena mereka </span><span class="cf1"><b>tidak mengenal Allah</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa membenci Aku, juga membenci Bapa-Ku.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Mereka telah membenci Aku dan juga Bapa-Ku.” Itu adalah tuduhan terhadap seluruh sistem agama Israel. Dalam Yohanes 8:41 mereka berkata, "Kita memiliki satu Bapa: Allah adalah Bapa kita." Yesus berkata, “Jika Allah adalah Bapamu, kalian akan mengasihi Aku, karena Aku keluar dan datang dari Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?” Ayat 47: “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengar firman Allah; untuk alasan ini, kalian tidak dapat mendengarnya karena kalian bukan dari Allah. Kalian tidak mengenal Allah. Bukan saja kalian tidak mengenal Allah, kalian malah membenci Allah.” Ayat 55, Yesus berkata, “Kalian tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Sekiranya Aku mengatakan Aku tidak mengenal-Nya, maka Aku seorang pendusta seperti kalian.” Jika Anda tidak datang kepada Kristus untuk keselamatan, Anda tidak mengenal Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 1:21 mengatakan, “Pikiran manusia menjadi gelap, dengan mengaku dirinya bijaksana mereka malah menjadi bodoh. Mereka menukar kebenaran Allah dengan kebohongan.” Roma 1:28 mengatakan, "Mereka tidak mau mengakui Allah lagi." Dan ayat 30, “Mereka menjadi pembenci Allah,” Mengapa mereka benci Dia? Mereka benci Allah yang benar, karena mereka mengasihi dosa mereka, dan Dia duduk mengadili mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebanyakan orang tidak memahami sifat manusia yang berdosa. Jika orang itu buta dan mati secara rohani dan dibutakan dua kali oleh Iblis, dan terputus dari Allah, dan dalam kedagingannya dia tidak dapat melakukan hal yang baik, dan semua kebenarannya adalah seperti kain kotor, dan tidak ada yang mencari Allah, dan mereka 'semua diracuni dan dirusak, jika manusia tidak dapat berbuat apa-apa, maka Anda harus menjadi seorang Calvinis, karena Allah harus bertindak masuk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda hanya dapat mengenal Allah dengan mengenal Kristus. Dia adalah satu-satunya jalan menuju ke Allah: “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa selain melalui Aku,” kata-Nya. Anda tidak dapat mengenal Allah kecuali Anda datang kepada Kristus, dan Anda tidak dapat datang kepada Kristus dan mengakui Dia sebagai Tuhan kecuali jika Roh Kudus memampukan Anda untuk melakukan itu. 1 Korintus 12:3, “Tidak ada seorang pun yang mengaku Yesus sebagai Tuhan selain oleh Roh Kudus.” Ini adalah suatu mujizat ilahi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Yah, apa yang bisa saya lakukan tentang itu?" Berteriaklah kepada Allah untuk berbelas kasih dan memberi Anda kehidupan rohani. Anda mungkin suka ilahi ciptaan Anda sendiri yang mentolerir Anda apa adanya, tetapi itu bukanlah Allah yang benar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22-23</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sekiranya Aku tidak datang dan berbicara kepada mereka, mereka tidak berdosa, tetapi sekarang mereka tidak punya alasan untuk dosa mereka. 23 Barangsiapa membenci Aku, juga membenci Bapa-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Jika di antara mereka Aku tidak melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan orang lain, mereka tidak akan berdosa; tetapi sekarang mereka telah melihat itu dan juga membenci Aku dan Bapa-Ku.” Yesus berkata, “Jika Aku tidak datang dan berbicara kepada mereka, jika Aku tidak melakukan mujizat di antara mereka yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tidak akan berdosa.” Mereka tidak akan memiliki dosa di sebuah bidang tertentu. Itu tidak berarti dosa umum.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dosa terbesar adalah penolakan wahyu terbesar yaitu Kristus. Itulah sebabnya Kisah Para Rasul 17 mengatakan bahwa itu adalah waktu di masa lalu sebelum Kristus datang di mana Allah mengabaikan dosa. Itu berarti ada toleransi dari Allah karena Kristus belum datang. “Tetapi sekarang” kata Paulus di Bukit Mars dalam Kisah Para Rasul 17, “Allah memerintahkan semua orang untuk bertobat karena Dia telah mengungkapkan Kristus.” Membenci Allah itu berarti terkutuk ke neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat bangsa di sini dari orang-orang yang telah diberitahu kisah Tuhan Yesus Kristus, dan ada penolakan besar-besaran terhadap Yesus Kristus, dan itulah dosa paling serius yang dapat dilakukan manusia. Jadi ada nubuatan dari Juruselamat kita, bahwa sebagaimana dunia membenci Allah, dunia membenci Dia dan membenci kita karena kita adalah milik-Nya. Kebencian itu tidak bisa dimaafkan. Tapi mereka telah melakukannya, dan mereka terus melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi yang lebih penting, mereka membenci kita </span><span class="cf1"><b>untuk memenuhi Firman</b></span><span class="cf1">. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Hal itu mereka lakukan untuk menggenapi firman yang tertulis dalam hukum mereka.” Mazmur 69:4, “Mereka membenci Aku tanpa alasan.” Yesus berkata kepada para rasul, “Inilah rencananya, mereka akan membenci Aku tanpa alasan.” Bagaimana mereka akan mengatasi penganiayaan dan kebencian? Dengan kuasa Roh Kudus. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Nov 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211121</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sahabat Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B8"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:12-17" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:12-17</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 15 penuh dengan instruksi penting bagi kita. Ketika kita memikirkan persahabatan, kita memikirkan kesetaraan. Kita tidak memikirkan hierarki. Kita tidak memikirkan tuntutan dan perintah, dan ketundukan dan otoritas. Tetapi itulah kenyataan aneh dari "kalian bisa menjadi teman-Ku jika kalian melakukan semua yang Aku katakan kepadamu" persis seperti yang Yesus katakan dalam bagian firman ini. Marilah kita lihat teks yang dimulai di ayat 12.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 15:12-17</b></span><span class="cf1">, “Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain seperti Aku telah mengasihi kalian. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya. 14 Kalian adalah sahabat-Ku jika kalian melakukan apa yang Aku perintahkan. 15 Aku tidak lagi menyebut kalian budak, karena Tuhan tidak mempercayai budak-Nya. Sekarang kalian adalah teman-Ku, karena Aku telah memberitahumu semua yang dikatakan Bapa kepada-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“16 Bukan kalian yang memilih Aku. Aku memilih kalian. Aku menetapkan kalian untuk pergi dan menghasilkan buah yang kekal, sehingga Bapa akan memberikan apa pun yang kalian minta,atas nama-Ku. 17 Inilah perintah-Ku, kasihilah satu sama lain.” Tampaknya aneh memanggil orang menjadi teman dan terus mengulangi perintah-perintah kepada mereka, tetapi itulah yang dilakukan Tuhan kita. Sekarang mereka telah meninggalkan ruang atas dan berjalan di dalam kegelapan menuju ke taman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat mereka berjalan, Tuhan memberi mereka janji luar biasa lain, “Jika kalian melakukan apa yang Aku katakan, kalian dapat menjadi sahabat-Ku.” Yang benar-benar mendominasi malam ini adalah kasih. Ini benar-benar malam kasih yang tak tertandingi yang berpuncak pada hari berikutnya dalam tindakan kasih terbesar, Tuhan menyerahkan nyawa-Nya untuk milik-Nya sendiri. Dan Dia mengatakan itu dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sinilah kasih Allah dijanjikan melalui Kristus kepada semua orang yang menjadi milik-Nya. Ada kasih di balik semua janji. Dalam paragraf ini, Tuhan mennyatakan kasih-Nya dan memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengasihi Dia dan mengasihi sesama, untuk hidup dalam kasih. Bapa mengasihi Anak, Anak mengasihi Bapa. Bapa dan Anak mengasihi kita. Kita harus mengasihi mereka dan saling mengasihi orang lain. Kasih mendefinisikan semua hubungan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itulah jenis kasih yang sangat unik. Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, dikatakan, “Aku tidak lagi hanya menyebut kalian budak, karena budak itu tidak tahu apa yang dilakukan tuannya. Tetapi Aku menyebut kalian sahabat, karena segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku telah Kuberitahukan kepadamu.” Dia mengidentifikasi para murid sebagai budak yang juga adalah teman. Nah kita tidak ada perbudakan di Amerika. Tapi inilah kenyataan baru: budak yang juga teman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab tidak mengutuk perbudakan sebagai struktur sosial. Tetapi perbudakan itu sendiri, bukan saja tidak dikutuk, tetapi malah diangkat sebagai struktur spiritual untuk memahami hubungan kita dengan Tuhan. Kata "sahabat" dalam bahasa Yunani adalah philos yang berarti "mencintai, memiliki kasih sayang." Yesus berkata, “Kalian adalah sahabat-Ku, hamba-hamba yang dikasihi. Kalian adalah budak yang mengenal Aku secara intim.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kembalilah ke </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Aku menyebut kalian sahabat karena segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku telah Kuberitahukan kepadamu.” Tidak ada rahasia. Aku akan memberitahumu segala sesuatu yang telah diwahyukan Bapa kepada-Ku. Kalian mengenal Aku lebih baik daripada siapa pun yang mengenal Aku. Inilah gambaran dari orang percaya yang adalah seorang budak, tetapi diangkat ke tingkat intim yang secara unik dikasihi dan dipercaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah tidak ada rahasia? Tidak. Kalian memiliki pikiran Kristus; Dia telah mengungkapkan semuanya di sini. Betapa diberkatinya saya untuk dapat mengatakan, "Saya adalah teman Raja di atas segala Raja dan Tuhan di atas segala Tuhan, dan tidak ada rahasia yang Dia sembunyikan dari saya." Betapa istimewanya saya: ini adalah persahabatan sejati. Sekarang, ketika kita berbicara tentang budak yang berteman, kita masuk ke dalam sebuah konsep asing bagi dunia evangelis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, marilah saya menjelaskan ini. Jika Yesus adalah Tuhan, maka Anda adalah hamba-Nya. Kita semua mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Itu adalah pengakuan dasar yang substansial dari Kekristenan. Itulah yang membedakan seorang Kristen. Dan di dunia kuno, semua orang mengaku “Kaisar adalah Tuhan.” Maka datanglah orang-orang percaya yang berkata, “Tidak, Kaisar bukanlah Tuhan. Yesus adalah Tuhan, dan kita adalah hamba Yesus dan sahabat karib.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 10:9-10 mengatakan, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu Yesus sebagai Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan.” Dan Anda tidak dapat melakukan itu sendirian.. 1 Korintus 12:3 mengatakan, "Tidak ada orang yang dapat mengaku 'Yesus adalah Tuhan' kecuali dengan kuasa Roh Kudus." Itulah realitas mutlak. Inilah pengakuan dan kepercayaan yang diperlukan, dan itu menuntut penyerahan hati Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Realitas sejati ketuhanan Kristus itu telah dikaburkan dan disamarkan selama berabad-abad oleh para penerjemah Perjanjian Lama dan Baru, yang telah menggantikan kata “budak.” Kata "tuhan" berarti "orang yang memiliki kekuasaan, kepemilikan, dan otoritas mutlak." Ini digunakan 750 kali dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru terutama menyebut Yesus sebagai Kurios, yaitu Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah kurios, penguasa berdaulat. Dia despot, penguasa mutlak. Jadi ketika Anda berkata, "Yesus adalah Tuhan," Anda tidak mengidentifikasi Dia hanya sebagai ilahi, dan mengidentifikasi Dia dalam beberapa cara abstrak sebagai tokoh agama yang paling penting. Ketika Anda mengatakan "Tuhan," itu adalah pembicaraan seorang budak. Anda berkata, “Dia adalah Tuhan dengan kuasa mutlak dan pemilik mutlak.” Kata itu menggambarkan seorang pemilik budak: “Dia adalah Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang gereja kurang tertarik pada teologi; dan secara praktis penginjilan. Ini semuanya benar-benar tentang kepentingan saya. Mereka sangat dipengaruhi oleh budaya. Gereja sering kali merupakan kumpulan orang-orang yang berpikir bahwa mereka ada di sana untuk memberi tahu Allah apa yang perlu Dia lakukan untuk mereka. Inilah pengingkaran praktis terhadap Kristus sebagai Tuhan yang berdaulat mutlak. Yesus berkata demikian: “Mengapa kalian memanggil Aku Tuhan dan tidak melakukan apa yang Aku katakan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 9:23 mengatakan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya.” Anda tidak berkuasa lagi. Ambisi Anda, skema Anda, keinginan Anda, tujuan Anda, sasaran Anda, milik Anda, dan hubungan Anda semua harus dikesampingkan. Anda harus menyangkal dirimu sendiri. Ini mungkin berarti meninggalkan segalanya. Jika Anda berkata, “Engkau adalah Tuhan. Itu berarti Engkau adalah penguasa mutlak dalam hidup saya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Kristen itu adalah budak. Kita berada dalam hubungan terbaik dari semua kemungkinan karena Anda dibeli dan dimiliki, dan dirawat, dan dilindungi, dan dipelihara, dan dihargai, dan dikasihi. Ada keamanan di dalamnya yang tidak ada di luar itu. Tetapi dalam kasus realitas spiritual, Yesus adalah Tuhan Kurios. Sebagai orang Kristen kita adalah budak, ‘doulos’. Itu tercantum 130 kali dalam Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi saya ingin memperingatkan kalian, kalian tidak akan menemukannya. Mengapa? Karena hampir semuanya diterjemahkan dengan kata-kata yang berbeda. Mereka diterjemahkan sebagai "hamba" atau "pelayan belian". Budak adalah seseorang yang dibeli dan dimiliki, yang tidak memiliki hak pribadi, tidak memiliki kedudukan hukum, tidak dapat memiliki properti dan tanpa kebebasan. Itu sangat berbeda dengan menjadi pelayan. Pelayan itu adalah seseorang yang melayani.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak bebas di bawah Kristus. Kebebasan saya ditentukan oleh-Nya. Tugas saya ditentukan oleh-Nya. Keyakinan saya ditentukan oleh-Nya. Kata-kata saya ditentukan oleh-Nya. Tindakan saya ditentukan oleh-Nya. Hubungan saya ditentukan oleh-Nya. Segala sesuatu dalam hidup saya ditentukan oleh-Nya. Ketika saya berkata, “Yesus adalah Tuhan,” saya telah menyerahkan ketundukan tanpa syarat pada kendali dan perintah Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang pelayan bekerja untuk seseorang, seorang budak dimiliki; dan saya dimiliki, dan begitu juga Anda jika Anda seorang Kristen. Anda dimiliki karena Anda dipilih dari pasar budak dosa, dan kemudian Anda dibeli dengan harga darah-Nya yang sangat tinggi. Itulah artinya mengikuti Kristus. Dan Anda harus melihatnya seperti itu. Apa pun yang kurang dari itu memberi Anda terlalu banyak kebebasan untuk mengendalikan hidup Anda sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Korintus 6:19-20, Paulus berkata, “Kamu bukan milikmu sendiri, kamu dibeli dengan harga tinggi.” Di Kisah Para Rasul 20:28, dia berkata lagi, “jemaat Allah telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri.” Semuanya ada sepanjang Kitab Suci. 2 Petrus 2:1 mengacu pada “Tuhan yang membeli mereka.” Wahyu 5:9 mengatakan, “Kamu telah dibunuh dan dibeli untuk Allah dengan darah-Mu, orang-orang dari segala suku, bahasa, negara dan bangsa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa artinya menjadi orang Kristen? Apakah Yesus ingin datang ke dalam hidup Anda, memperbaiki segalanya, membuat Anda bahagia, dan memberikan apa yang Anda inginkan? Itulah kebohongan mutlak. Itulah yang iblis janjikan kepada manusia. Pesan salib adalah, “Yesus adalah Tuhan dan Raja; dan jika Anda ingin menerima pengampunan dosa dan keselamatan, Anda mengakui Dia sebagai Tuhan dan Anda menjadi budak-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda adalah seorang budak yang menjadi seorang Anak; Dia adalah Anak yang menjadi seorang budak. Dia adalah budak Allah dalam inkarnasi-Nya. Dia menunjukkan kepada kita seperti apa perbudakan itu: “Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu jadilah, sampai kepada salib; jika itu berarti kematian.” Kristus menunjukkan kepada kita seperti apa perbudakan itu, dan sebagai hasilnya Filipi 2:9 mengatakan: “Allah sangat meninggikan Dia, serta mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Bukan kalian yang memilih Aku,” itulah kalimat negatif tanpa keraguan. Jika Anda adalah budak Tuhan Yesus Kristus yang diangkat menjadi sahabat karib, itu bukan karena Anda memilih-Nya, itu karena Dia memilihnya. Dia berbicara kepada murid-murid-Nya, para rasul-Nya. Beberapa dari mereka mengikuti pelayanan Yohanes Pembaptis. Tetapi Yesus memilih mereka. Dan Anda dapat membaca sejarah bagaimana Dia memilih mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ini termasuk semua orang yang adalah budak Kristus yang telah menjadi sahabat. Setiap janji, setiap identifikasi di sini diberikan kepada setiap orang percaya sepanjang sejarah manusia. Secara khusus, dalam Yohanes 17:1-2. Nah doa-Nya pada dasarnya adalah, "Aku berdoa ini, Bapa, untuk semua orang yang akan diberikan kepada-Ku untuk menerima hidup kekal." Kita membicarakan semua orang percaya sepanjang sejarah penebusan, “Kepada semua yang akan diberikan oleh Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 6:37, kita membaca kata-kata yang penuh kuasa ini. Tuhan kita berkata, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku.” Kemudian Yohanes 6:44, “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku jika tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” Bapa sedang menarik mereka. Mereka datang, mereka datang sepanjang seluruh sejarah penebusan. “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku.” Itulah sebutan untuk setiap orang percaya sejati di masa lalu, sekarang dan di masa depan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita semua adalah hadiah kasih dari Bapa kepada Anak, saat Allah Bapa mengumpulkan pengantin itu bagi Anak-Nya untuk pernikahan besar di surga, pengantin yang akan menghormati, memuliakan, melayani Dia dan menyatakan pujian bagi-Nya selama-lamanya. Jadi Tuhan kita berdoa dalam Yohanes 17:21, untuk semua orang yang akan percaya melalui kesaksian mereka di dalam Perjanjian Baru. “Aku minta untuk semua orang yang akan percaya kepada-Ku melalui perkataan mereka agar mereka semua menjadi satu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia melihat secara kolektif semua orang yang ditebus dari segala zaman sebagai satu. Dia berdoa doa yang melihat ke depan dan merangkul semua orang yang akan diberikan Bapa kepada-Nya untuk keselamatan saat Bapa mengumpulkan pengantin untuk Anak-Nya. Anda dipilih untuk menjadi budak dan harga telah dibayar. Anda bukan hanya menjadi budak; namun, Anda telah diangkat menjadi teman, dan Anda secara khas saling mengasihi satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita adalah budak yang mematuhi Raja kita dengan sukacita dan rasa syukur. Kita adalah teman yang mengasihi Raja kita; dan juga secara khas mematuhi Raja kita, kita saling mengasihi. Itulah </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">. Kita dikenal karena kasih kita. Kita patuh dan kita mencintai; itulah yang kita lakukan. Begitulah cara Anda mendefinisikan siapakah kita. Kita mematuhi Allah kita yang kita kasihi, dan kita mencintai orang lain yang adalah teman budak kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah persahabatan yang ekstrim. Lihatlah ayat 13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya.” Anda berkata, “Saya teman Anda? Betulkah? Apakah kamu rela mati untukku? Inilah perbudakan ekstrim di mana kita melakukan semua yang diperintahkan komandan kita; dan kita melakukannya dengan senang hati. Inilah jenis persahabatan yang ekstrem di mana kita benar-benar rela memberikan hidup kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya di ayat 16 Anda membaca, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Itulah doktrin pemilihan. Tetapi itu tidak berakhir di sana. Kemudian Dia berkata, “Aku menetapkan kamu untuk pergi dan menghasilkan buah kekal, supaya Bapa akan memberikan apa pun yang kalian minta, atas nama-Ku.” Ini adalah tugas. Dengan kata lain, Anda dipilih untuk memenuhi tugas; dan itulah tugas untuk pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidup Anda lebih penting daripada orang yang tidak percaya mana pun di dunia, tidak peduli apa posisinya atau pencapaiannya; karena apapun yang dilakukan orang lain itu semua sementara. Hidupmu itu penting untuk selamanya. Anda menghasilkan buah yang kekal. Kita adalah orang berdosa yang tidak layak, tetapi kita telah dipilih untuk pengaruh kekal itu. Anda rela karena Dia membuat Anda rela. Anda dihidupkan secara rohani karena Dialah yang memberi Anda hidup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Korintus 1:27-29, “Allah memilih hal-hal yang dianggap bodoh oleh dunia untuk mempermalukan mereka yang menganggap dirinya bijaksana. Dan Dia memilih hal-hal yang tidak berdaya untuk mempermalukan mereka yang berkuasa. 28 Allah memilih hal-hal yang dibenci oleh dunia, hal-hal yang dianggap tidak berguna sama sekali, dan menggunakannya untuk mengabaikan apa yang dianggap penting oleh dunia. 29 Akibatnya, tidak seorang pun dapat bermegah diri di hadirat Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Allahlah yang memilih? Yah, karena tidak ada manusia yang sendirian mencari Allah. Kita tidak bisa melakukannya. Dan yang lebih penting, Dia melakukannya karena Dia adalah Allah, dan itu untuk kemuliaan-Nya. Ketika Anda ingin seseorang diselamatkan, Anda pergi ke Allah dan Anda berdoa terus menerus, “Tuhan, berikanlah kehidupan, berikanlah iman, berikanlah pertobatan; berikanlah keselamatan kepada orang ini. Tuhan, kami mohon kemurahan hati-Mu; selamatkanlah orang ini.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi dari mana datangnya tuduhan 'tidak adil' itu? Jika Alah memilih, maka tuduhan itu pasti akan muncul. Keselamatan adalah pilihan-Nya dalam segala kepenuhannya. Dan itu tidak terlepas dari iman kita. Itu tidak terlepas dari tanggapan kita. Tetapi Dia memilih untuk membuat kita rela, dan kemudian menjadikan kita milik-Nya. Inilah doktrin yang paling menghancurkan kesombongan, yang meninggikan Allah, yang menghasilkan sukacita, dan yang memberi harapan dalam Alkitab. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Nov 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211114</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Manfaat Menetap]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B7"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:7-11" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:7-11</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cukup populer untuk menyebut hubungan seseorang dengan Yesus sebagai hubungan pribadi. Sebenarnya, mungkin itulah cara Anda memandang perbedaan di antara seorang Kristen nominal dan seorang Kristen sejati. Tetapi setiap orang memiliki hubungan pribadi dengan Yesus Kristus, dan bagi kebanyakan dari mereka itu bukan hubungan yang baik. Inilah hubungan di antara orang yang dihakimi dan Hakim.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengenal setiap orang secara pribadi dan intim, setiap pikiran yang pernah mereka miliki, setiap kata yang pernah mereka ucapkan, setiap perbuatan yang pernah mereka lakukan, dan setiap hubungan yang pernah mereka jalani. Semua itu tercatat di surga, dan atas dasar itu akan datang penghakiman kekal. Setiap orang akan diadili secara individual oleh Hakim, yang adalah Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab itu membantu kita dengan memberikan kita serangkaian analogi. Nah, hari ini dalam Yohanes 15 adalah salah satu dari metafora yang sangat instruktif sehingga kita dapat mendefinisikan hubungan kita dengan Yesus Kristus dalam terminologi alkitabiah; dan itulah hubungan antara cabang dan pokok anggur. Dalam </span><span class="cf1"><b>Yohanes 15:7-11</b></span><span class="cf1"> Yesus berkata, “Jikalau kalian tetap tinggal di dalam Aku dan firman-Ku menetap di dalam kalian, mintalah apa yang kalian kehendaki, dan kalian akan menerimanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“8 Dengan inilah Bapa-Ku dimuliakan, bahwa kalian menghasilkan banyak buah; jadi kalian betul-betul menjadi murid-Ku. 9 “Sama seperti Bapa mengasihi Aku, demikianlah Aku juga mengasihi kalian; menetaplah di dalam kasih-Ku. 10 Jikalau kalian menaati perintah-Ku, kalian tetap setia kepada kasih-Ku, sama seperti Aku menaati perintah Bapa-Ku dan tetap setia pada kasih-Nya. 11 "Hal-hal ini telah Aku katakan kepadamu, supaya sukacita-Ku menetap di dalam kalian, dan agar sukacitamu menjadi penuh.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sepuluh kali dalam ayat-ayat itu, sebenarnya itu mulai di ayat 4, Anda melihat kata “menetap.” Jadi kita berbicara tentang apa artinya untuk menetap di dalam Kristus. Ada ranting yang menetap dan menghasilkan buah, dan ada ranting yang tidak menetap, yang idak menghasilkan buah, yang dipotong, dikeringkan dan dibakar. Yudas adalah cabang yang tidak menetap. Yudas tampaknya melekat pada Yesus, tetapi itu hanyalah keterikatan yang dangkal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan adalah kenyataan di dunia ini yang dipenuhi dengan berbagai macam orang, banyak dari mereka tidak memiliki kekuatan untuk menghasilkan buah. Ada banyak pengikut Yesus yang dangkal, yang terikat dari luar saja. Dalam Yohanes 8:30, Saat Dia berbicara, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Yesus berkata, jika kalian menetap dalam firman-Ku, maka kalian benar-benar murid-Ku. Dan kalian akan tahu kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskan kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka belum mengenal kebenaran itu. Mereka belum dibebaskan dari pencarian kebenaran itu dan dari belenggu dosa. Dalam Yohanes 12, sebuah kelompok yang menarik disebutkan dalam ayat 42, “Banyak penguasa percaya kepada-Nya, tetapi karena orang-orang Farisi, mereka tidak berani mengakui Dia, karena mereka takut akan dikeluarkan dari sinagoga; karena mereka lebih suka persetujuan manusia daripada persetujuan Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 2:19 mengatakan, “Mereka keluar dari kita, tetapi mereka tidak benar-benar dari kita.” Yohanes tahu hal ini sekarang dari apa yang dia pelajari tentang firman Tuhan kita dalam Yohanes 15 dan pengalaman Yudas dan yang lainnya. Inilah janji yang Yesus sendiri buat kepada kita: hidup kekal. “Kalian menetap di dalam Aku, dan Aku akan menetap di dalam kalian.” Yohanes mengulangi apa yang dia dengar pada Kamis malam itu dan mencatatnya untuk kita di dalam Yohanes 15.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menetaplah. Mengapa? Mulai dari ayat 4, ada penyingkapan berkat-berkat dari menetap. Berkat yang luar biasa datang kepada mereka yang menetap. </span><span class="cf1"><b>Berkat nomor satu</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>keselamatan abadi</b></span><span class="cf1">. Allah Tritunggal Mahakudus tinggal di dalam Anda. Itulah inti dari apa artinya memiliki hubungan dengan Allah dalam keselamatan. Dan itu mungkin cara terbaik untuk menjelaskan kehidupan dan identitas kita sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kehadiran Tritunggal. Tetapi dunia tidak melihat kita. Penting untuk mengetahui siapakah kita, jadi saya secara harfiah adalah tubuh di mana Allah tinggal. Dalam Yohanes 14:23, Dia berkata, “Jika seseorang mengasihi Aku, jika kasihmu itu nyata, kalian akan taat.” Kasih dan ketaatan berjalan bersama. Dan seberapa besar Dia akan mengasihinya? Supaya, “Kami akan datang kepadanya dan membuat rumah Kami bersamanya.” "Ini benar-benar siapakah Kami ini."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sungguh menakjubkan dan Tuhan kita menegaskan hal ini dalam Doa Imam Besar-Nya dalam Yohanes 17:23, “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna dalam kesatuan, supaya dunia tahu, bahwa Engkau yang mengutus Aku, dan mengasihi mereka, sama seperti Engkau telah mengasihi Aku.” Apa yang memanifestasikan transformasi kita kepada dunia adalah kehadiran Allah di dalam kita. Jika kalian menetap, itulah bukti bahwa iman kalian nyata, Allah hidup di dalam kalian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 6:19-20, “Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus, yang ada di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dengan harga tinggi.” 2 Korintus 6:16, “Kami adalah bait Allah yang hidup.” Galatia 2:20, “Aku telah disalibkan bersama Kristus; dan bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalamku.” Kolose 1:27, “Kristus di dalam kamu, itulah pengharapan kemuliaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 4:4, "dan telah mengatasi mereka, karena Dia yang ada di dalam kamu lebih besar daripada dia yang ada di dalam dunia." Jangan kuatir tentang Setan di dunia. Ayat 13, “Dengan demikian kita tahu, bahwa kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita.” Ayat 16, “Kami telah mengenal dan percaya akan kasih Allah kepada kami. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tinggal di dalam kasih, ia menetap di dalam Allah, dan Allah menetap di dalam dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda menetap, jika Anda tinggal, Dia menetap di dalam Anda. Inilah kenyataan yang luar biasa. Coba pikir, Tuhan kita merendahkan diri-Nya untuk mengambil tubuh manusia, tetapi Dia mengambil tubuh manusia yang tidak berdosa. Kerendahan hati macam apa itu bagi Allah Tritunggal untuk mengambil tubuh yang berdosa, dan tinggal di dalam kita? 1 Petrus 1:4, “Kami telah memperoleh warisan yang tidak dapat binasa, tidak tercemar, yang tidak akan pudar, yang telah disediakan di surga bagimu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di satu sisi, kita bertahan dan menetap. Di sisi lain, Allah memelihara kita. Hal terbaik yang bisa terjadi dalam hidup Anda sebagai orang percaya adalah iman Anda diuji, karena ketika diuji dan bertahan, ini membuktikan realitasnya. Iman palsu tidak dapat bertahan; itu runtuh. Tetapi ketika kalian tertekan, yang memiliki iman yang benar, iman Anda terbukti, “Lebih berharga daripada emas yang fana.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Manfaat </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>berbuah</b></span><span class="cf1">. Ayat 4, “Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu. Sebagaimana ranting tidak dapat menghasilkan buah dari dirinya sendiri, jika ia tidak menetap pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak dapat menghasilkan buah jika kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur, kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia menghasilkan banyak buah, karena di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Bapa dimuliakan jika kamu menghasilkan banyak buah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apakah buktinya bahwa Anda adalah cabang sejati? Buah itu adalah buah dari ketekunan, kesabaran melalui pencobaan. “Terpisah dari Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Karena Anda tidak dapat melakukan pekerjaan Allah dengan kekuatan manusia. Senjata perang kita bukan bersifat daging. Filipi 1:11 mengatakan, “Kita dipenuhi buah kebenaran yang dihasilkan oleh Yesus Kristus.” Jadi buah itu adalah kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebenaran akan memanifestasikan dirinya karena kebenaran telah mengambil alih hati kita. Hosea 14:8 berkata, Allah berfirman, “Dari Akulah terdapat buahmu.” Lukas 6:43-44, Tuhan kita berkata bahwa pohon yang baik tidak menghasilkan buah yang buruk. “Dari buahnya, kamu mengenal mereka.” Dan semakin Anda menetap di hadirat-Nya dan di pengetahuan-Nya dan kasih serta ketaatan kepada Kristus, semakin Anda berbuah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana? Dengan menetap di dalam Kristus. Semakin Anda berfokus pada Kristus, semakin Anda berbuah. Ada kemajuan dalam hidup kita yang terkait dengan mematuhi dan menetap. Dalam Kolose 1:9 Paulus berkata, “Kami tidak henti-hentinya berdoa untuk kalian dan minta supaya kalian dipenuhi dengan pengetahuan tentang kehendak-Nya, sehingga kalian berkenan kepada-Nya, menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan baik dan bertambah pengetahuan tentang Allah."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sangat penting bahwa buah itu bertambah banyak. Kembalilah ke Kolose 1:5, “Harapan yang ada bagi kamu di surga, yang ada hubungannya dengan kebenaran, Injil telah datang kepadamu – ” ayat 6, “sama seperti juga di seluruh dunia, itu selalu berbuah dan bertambah, seperti yang telah dilakukan di dalam kamu sejak kamu mendengarnya.” Itu hanya berhubungan dengan gagasan bahwa ada buah yang semakin banyak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu datang dengan usaha. Paulus berkata di Kolose 1:28 - 29, “Maka kita memberitahu orang lain tentang Kristus, memperingatkan dan mengajar setiap orang dengan segala hikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Kita ingin mempersembahkan mereka kepada Allah, sempurna dalam hubungan mereka dengan Kristus. 29 Itulah sebabnya saya bekerja dan berjuang begitu keras, sambil bergantung pada kuasa Kristus yang bekerja di dalam diri saya.” Itulah kuasa Allah, tetapi Paulus bekerja sekuat mungkin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, diterapkan pada </span><span class="cf1"><b>pertobatan</b></span><span class="cf1">, itu berarti pertobatan kita datang saat kita bertumbuh dalam anugerah dan pengetahuan akan Kristus. Ini adalah tanda kedewasaan rohani untuk menjadi orang yang siap bertobat. 1 Yohanes 1:9 mengatakan, “Jika kita memberikan bukti bahwa kita bertobat dengan mengakui dosa-dosa kita, kita menunjukkan bahwa Dia setia dan adil untuk mengampuni dosa-dosa kita.” Jadi buahnya adalah sikap kebencian terhadap dosa yang ada pada diri kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>sikap rohani</b></span><span class="cf1">. Galatia 5:22, “Buah Roh yang diam di dalam kita adalah manifestasi dari kehidupan Trinitas di dalam kita, yaitu “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan hati, kesetiaan, kelembutan dan penguasaan diri.” Dan, semuanya dinyatakan dengan sempurna di dalam Yesus Kristus. Jadi itulah buah di dalam diri kita untuk memanifestasikan karakteristik Kristus, bukan dalam kesempurnaan, tetapi dalam pengejaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, buah yang lain terus-menerus </span><span class="cf1"><b>mempersembahkan pujian</b></span><span class="cf1"> kepada Allah, yaitu buah bibir yang mengucap syukur kepada nama-Nya.” Itulah ibadah. Hosea 14 berkata, “Kembalilah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, karena kalian telah tersandung karena kesalahanmu. Bawalah kata-kata bersamamu dan kembalilah kepada Tuhan.” Dan dengan melakukan itu, kalian “menyampaikan buah bibir kita.” Terimalah kita dengan murah hati, itulah persembahan pujian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak dapat menyembah sampai Anda telah ditebus. Anda tidak dapat menyembah sampai Anda bertobat dan diselamatkan. Itulah yang dikatakan Hosea. Pada suatu waktu di masa depan. Israel akan bertobat. Mereka akan mengambil kata-kata kembali kepada Allah. Allah tidak ingin mendengar kata-kata pujian, penyembahan dan pemujaan itu kecuali ada pertobatan sejati dan keselamatan sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam penyembahan kita memberikan kembali kepada Allah hal-hal yang sama yang telah Dia nyatakan kepada kita tentang diri-Nya. Anda membaca Kitab Suci dan sifat-sifat Allah yang tersebar di seluruh firman. Jadi Anda dapat mengatakan tentang sifat-sifat-Nya, “Allah, Engkau adalah Pencipta, Pemelihara dan Penebus. Engkau maha bijaksana, maha tahu, maha berkecukupan, maha kuasa, dan tidak berubah. Engkau adil, kudus dan murni.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>keempat</b></span><span class="cf1">, Filipi 4:17, “Bukan karena aku mencari hadiah itu sendiri, tetapi aku mencari </span><span class="cf1"><b>keuntungan</b></span><span class="cf1"> yang bertambah pada rekeningmu.” Kata "keuntungan" itu hanyalah kata Yunani untuk "buah". “Terima kasih atas hadiahnya, tapi aku ingin ada buah yang bertambah ke rekeningmu.” Dia melihat karunia itu, ekspresi kasih itu, sebagai buah rohani yang dihasilkan melalui mereka oleh Allah yang berdiam di dalam dirinya. Jadi buah rohani adalah sumbangan bagi mereka yang membutuhkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian </span><span class="cf1"><b>kelima</b></span><span class="cf1">, di 1 Korintus 14, </span><span class="cf1"><b>katakanlah hal-hal yang membangun</b></span><span class="cf1">. Itulah komunikasi yang memberkati, dan komunikasi yang mengajar. Mungkin itu terjadi dalam doa, mungkin dalam pengajaran, mungkin dalam percakapan, mungkin dalam konseling atau dalam pemuridan. Ketika kalian memberitakan kebenaran kepada seseorang, itulah buahnya. Ketika saya berkhotbah kepada Anda, mengajari Anda, itulah buah kehidupan dari dalam diri saya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan </span><span class="cf1"><b>keenam</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>perilaku yang benar</b></span><span class="cf1">. Kolose 1:9-10, “supaya kamu hidup menurut cara yang layak bagi Tuhan, untuk menyenangkan Dia dalam segala hal, dan menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan yang baik.” Jadi sekarang kita telah berbicara tentang pertobatan, kita telah berbicara tentang memanifestasikan kebajikan seperti Kristus di dalam, penyembahan, kontribusi kasih kepada orang yang membutuhkannya, komunikasi yang memberkati orang lain, dan perilaku hidup yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kehidupan Anda sehari-hari yang Anda jalani di antara orang-orang yang tidak mengenal Allah atau tidak peduli untuk mengetahui apakah Allah itu ada. Orang yang lebih tertarik pada uang dan menonton pertandingan sepak bola atau bersenang-senang di pegunungan. Dan orang-orang yang membenci orang Kristen dan standar mereka. Hanya Allah dapat mengubah hati mereka dan terkadang Dia memberi Anda kesempatan untuk berdoa bagi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketujuh</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>membawa orang kepada Kristus</b></span><span class="cf1"> – itulah buahnya. Yohanes 4, ketika Yesus sedang berbicara dengan wanita di sumur di Samaria, Dia berbicara kepada para murid sambil orang-orang Samaria keluar dari desa ke arah-Nya. Dalam ayat 34, Dia berkata, “Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 1 Korintus, “Yang satu menabur, yang satu menyiram, dan Allah yang memberi hasil.” Ini adalah buah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semakin banyak Anda patuh, semakin banyak Anda dilimpahi </span><span class="cf1"><b>kasih ilahi</b></span><span class="cf1">. Dan siapakah contoh ketaatan itu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Sama seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” Yesus dengan sempurna menaati Allah Bapa, dan Bapa mencurahkan kasih ilahi yang sempurna kepada-Nya. Semakin kita serupa dengan Kristus, semakin banyak kasih Allah yang kita alami. Semakin kita menaati Kristus, semakin banyak kasih Allah datang kepada kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah hal yang luar biasa untuk dipahami bahwa saya adalah cabang sejati yang tinggal di pokok anggur yang benar, bahwa Tritunggal hidup di dalam saya karena ada buahnya; dan kemudian tahu bahwa saya telah hidup bertahun-tahun dalam kasih Allah yang dilimpahkan kepada saya. Jadi inilah cabang yang benar. Ini adalah orang percaya sejati, yang telah diselamatkan, dikuduskan, yang ada hubungan langsung dengan Allah untuk apa yang ada di hati-Nya, dengan jaminan kekal dan dilimpahi kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berkat manfaat terakhir adalah </span><span class="cf1"><b>sukacita</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Inilah yang Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Jika ada sukacita dalam diri saya, itu adalah sukacita-Nya. Kehidupan Kristen bukanlah kehidupan yang dibatasi dan kekurangan. Ini hidup, “dengan sukacita yang tak terkatakan,” Dia berkata dalam Yohanes 16:22, “Kamu memiliki kesedihan sekarang, tetapi Aku akan melihatmu lagi dan tidak ada yang akan mengambil sukacitamu.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Nov 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211107</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pokok Anggur yang Benar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B6"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:1-6</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi saat kita sampai pada Yohanes 15, kita sedang mendengarkan Allah. Penulisnya adalah rasul Yohanes, tetapi sebenarnya penulis itu adalah Allah. Karena Roh Kudus mengilhami setiap kata yang ditulis Yohanes. Karena itu, Alkitab itu tanpa kesalahan, akurat, dan berwibawa. Ketika Alkitab berbicara, Allah berbicara. Dan ketika Allah berbicara, kita harus mendengar, karena Allah mengatakan kepada kita apa yang harus kita ketahui.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab harus mendominasi setiap kehidupan dan semua masyarakat manusia, karena di dalamnya terkandung semua kebenaran yang diperlukan untuk kehidupan. Dan ketika seseorang menolak Alkitab, mereka telah menolak Allah, dan konsekuensinya mengerikan. Mereka yang mendengarkan Allah melalui Firman-Nya diberi hidup dan berkat, sekarang dan selama-lamanya. Dan kita sedang mempelajari apa yang terjadi pada Kamis malam Minggu Sengsara, minggu terakhir pelayanan Tuhan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bertemu bersama di ruang atas, dan Tuhan kita meluangkan malam itu dengan memberi mereka banyak janji. Saat malam itu berlalu, Tuhan kita mengungkap Yudas sebagai pengkhianat, dan memecatnya. Dan Yudas pergi menemui para pemimpin Israel untuk mengatur penangkapan dan penyaliban Tuhan Yesus. Pada saat kita sampai pada Yohanes 15, Yudas sudah pergi, dan hanya tinggal 11 murid sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi di Yohanes 15, mereka tidak berada lagi di ruang atas. Yesus dan kesebelas itu mulai perjalanan mereka melalui Yerusalem, menuju ke sisi timur kota itu ke sebuah taman di mana Tuhan kita akan berdoa. Itu begitu menyakitkan sehingga Dia berkeringat seperti tetesan darah. Dan ketika Dia sedang berdoa, mereka akan tertidur. Dan ke taman itu kemudian akan datang Yudas dan tentara Romawi, dan para pemimpin Yahudi untuk menangkap Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat mereka berjalan melalui Yerusalem, Tuhan kita terus berbicara kepada mereka, dan apa yang Dia katakan kepada mereka dicatat dalam Yohanes 15 dan 16. </span><span class="cf1"><b>Yohanes 15:1-6</b></span><span class="cf1">, “Akulah pokok anggur yang benar, dan Bapa-Ku adalah pemilik kebun anggur. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya; dan setiap ranting yang menghasilkan buah dipangkasnya, supaya lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“4 Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu. Sebagaimana ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, jika ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak dapat berbuah, jika kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 “Akulah pokok anggur, kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak; karena tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar sebagai ranting dan menjadi kering; dan mereka dikumpulkan orang dan dilemparkan ke dalam api, lalu dibakar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebelum kita melihat sifat keselamatan itu, marilah kita melihat </span><span class="cf1"><b>sifat Kristus</b></span><span class="cf1">. Sifat ilahi Tuhan Yesus Kristus dinyatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Akulah pokok anggur yang benar,” kata-Nya. Bagaimana ini klaim ilahi? Karena kata kerja “Akulah.” Dulu di Keluaran 3, ketika Musa datang ke hadapan Allah di padang gurun dan menanyakan nama-Nya, Allah berkata, “Namaku adalah Akulah Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia yang ada selamanya; yang selalu ada, dan selalu telah ada, dan akan selalu ada. Para teolog menyebutnya sebagai keberadaan Allah yang abadi. Dia adalah ‘Akulah Aku’. Sepanjang khotbah, pengajaran, penyembuhan dan pelayanan-Nya, Yesus terus-menerus menyatakan bahwa Dia adalah Allah. Dia mengatakan hal-hal seperti, "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, dan Aku sendiri bekerja." Dalam Yohanes 10, Dia mengatakannya dengan singkat: "Aku dan Bapa adalah satu, satu dalam sifat dan esensi."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang Yahudi yang mendengar-Nya benar mengerti klaim tersebut. Faktanya, dalam Yohanes 5:18, dikatakan, “Untuk alasan ini, orang-orang Yahudi semakin berusaha untuk membunuh Dia, karena Dia bukan hanya melanggar peraturan hari Sabat, tetapi juga menyebut Allah itu Bapa-Nya sendiri, yang berarti diri-Nya setara dengan Allah." Dan salah satu cara yang Dia lakukan adalah dengan mengambil nama Tuhan “Akulah Aku” dan menerapkan itu pada diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada serangkaian klaim tersebut di Injil Yohanes. Yesus berkata, “Akulah Roti Hidup. Akulah Roti Hidup yang turun dari surga. Aku adalah Terang Dunia. Aku adalah Pintu, Aku adalah Gembala yang Baik. Akulah Kebangkitan dan Hidup. Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Dan kemudian Dia membuat klaim ini dalam Yohanes 8:58, “Sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada untuk selama-lamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi mengerti apa yang Dia katakan. Teologi mereka telah menyimpang dari Kitab Suci, Perjanjian Lama. Dan Yesus menyerang teologi itu. Dia menyerang pemahaman mereka tentang Allah, Dia menyerang pemahaman mereka tentang hukum. Dia menyerang pemahaman mereka tentang kebenaran, Dia menyerang perspektif mereka tentang pekerjaan dan iman dan anugerah. Dia menyerang semua elemen teologi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Dia mengaku diri-Nya sebagai Allah, yang mereka lihat sebagai penghujatan tertinggi, dan itu menjadi alasan mereka ingin Dia mati. Jadi di sinilah Dia pada malam terakhir bersama murid-murid-Nya, dan Dia mengungkapkan pernyataan kuat yang lain tentang sifat ilahi-Nya dan berkata, “Akulah pokok anggur yang benar.” Setelah melihat itu, saya ingin membawa kalian ke bagian terpenting dari bagian ini, yaitu sifat keselamatan ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Drama yang terbentang dalam analogi ini sederhana: ada pokok anggur, ada tukang kebun, dan ada dua macam cabang. Cabang-cabang yang menghasilkan buah dan dipangkas untuk menghasilkan lebih banyak buah; dan ranting-ranting yang tidak berbuah, dipotong, dikeringkan dan dibakar. Seperti yang kalian ketahui dengan baik, Tuhan kita dapat mengatakan hal-hal yang mendalam dengan cara yang sederhana; dan itulah yang kita lihat di sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu dua karakter pertama, Yesus berkata, "Akulah pokok anggur," di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, dan Dia berkata, "Bapa-Ku adalah pemilik kebun anggur itu." Tetapi pertanyaannya di sini adalah, siapakah cabangnya? Semua cabang terikat. Tetapi yang tidak berbuah itu dipotong, dikeringkan, dan dibakar. Jadi siapakah mereka? Saya berpikir tidak ada banyak misteri tentang kedua cabang ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang jelas dalam perilaku Yudas yang akan membedakannya sebagai murid palsu. Dia tampaknya terikat, dan tampaknya sama seperti orang lain, dan dia melakukan apa yang dilakukan orang lain. Tetapi, ada dua jenis orang di ruangan malam itu. Ada yang berbuah dan ada yang tidak. Ada orang-orang yang terikat pada pokok anggur; dan ada satu yang diputuskan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 6, Yesus berkata, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku dan Aku tidak akan kehilangan satupun dari mereka.” Ini tidak membicarakan orang-orang percaya, cabang-cabang yang berbuah yang tiba-tiba dipotong dan dibuang ke neraka. Yudas malam itu ada hanya beberapa jam sebelum dia akhirnya meninggalkan Yesus. Dia adalah apa yang disebut Alkitab sebagai seorang murtad, seorang pembelot besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Yesus perlu menjelaskan masalah Yudas kepada orang-orang ini. Dia berkata, “Ada cabang-cabang yang tampaknya terikat, tetapi tidak menghasilkan buah. Mereka diambil dan dibakar.” Dan Dia sedang memikirkan Yudas. Yudas telah pergi, dan sedang dalam perjalanan menuju ke neraka abadi. Dan Alkitab mengatakan dia pergi ke tempatnya sendiri. Markus 14 mengatakan lebih baik baginya jika dia tidak pernah dilahirkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Tuhan kita membantu kita untuk memahami unsur-unsur perumpamaan ini. Dia adalah pokok anggur, Bapa adalah pemilik kebun anggur; dan ada ranting-ranting yang menghasilkan buah yang adalah murid-murid sejati; dan ada ranting yang tidak berbuah, yang dipotong dan dibakar, yaitu murid palsu. Begitulah cara kita memahami firman-Nya. Di dalam kerajaan Allah, ada orang yang memiliki hidup kekal dan ada orang yang hanya mengaku memiliki hidup kekal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kita melihat metafora ini, ada banyak kebenaran yang perlu kita pertimbangkan. Mari kita mulai dengan pokok anggur, Kristus Sendiri: “Akulah pokok anggur yang benar.” Dia memilih untuk menampilkan dirinya sebagai pokok anggur. Dia sebelumnya, dalam Yohanes 10, menampilkan diri-Nya sebagai seorang gembala dengan kawanan domba. Dan sebelum itu Dia menampilkan diri-Nya sebagai terang. Dan sebelum itu Dia menampilkan diri-Nya sebagai air. Jadi Dia menarik itu dari analogi akrab.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah metafora yang baik untuk berbicara tentang kerendahan-Nya. Ini juga merupakan metafora persatuan yang baik, ini berbicara tentang kedekatan dan persekutuan mereka yang adalah milik Kristus dengan Dia, kehidupan yang sama mengalir melalui pokok anggur, mengalir melalui cabang-cabang. Orang lain mungkin mengatakan itu adalah gambaran kata yang baik karena berbicara tentang berbuah, hasil yang berada di dalam Kristus adalah nyata. Ini juga menggambarkan ketergantungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini juga menekankan kepemilikan. Tetapi ada alasan yang lebih penting mengapa Dia berkata, “Akulah pokok anggur yang benar,” karena ada pokok anggur yang cacat dan tidak berbuah. Siapakah itu? Israel. Umat perjanjian Allah, orang-orang Yahudi. Dalam Yesaya 5:1-7, Israel digambarkan sebagai pokok anggur. Allah berkata, "Aku menanam pokok anggur-Ku, kebun anggur-Ku di bukit yang sangat subur," Ini membicarakan semua hal yang Allah telah lakukan bagi mereka untuk menghasilkan buah anggur.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Israel telah ditanam oleh Allah. Tetapi Israel tidak setia, penyembah berhala, tidak bermoral, dan Allah menghakimi mereka. Itulah yang Perjanjian Lama berikan kepada kita. Para murid berpikir, "Saya orang Yahudi yang terhubung dengan Allah." Israel adalah sumber berkat ilahi. Tidak begitu. Tuhan kita datang dan berkata, “Jika kalian ingin ada hubungan dengan Allah, kalian harus berhubungan, bukan dengan Israel, tetapi dengan Aku. Akulah pokok anggur yang sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penting bagi kita untuk memahami bahwa sumber berkat itu bukanlah Israel. “Tidak semua Israel adalah Israel,” kata Paulus. Kristus adalah pokok anggur yang benar seperti yang Dia katakan dalam Yohanes 1, Dia adalah terang yang benar. Dan dalam Yohanes 6, roti yang benar. Siapa pun yang ingin tahu kehidupan Allah harus berhubungan dengan Kristus, dan harus ada hubungan dengan Dia secara tulus sebagai Allah, sebagai 'Akulah Aku'. Semua pokok anggur lainnya adalah pokok anggur palsu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah karakter kedua dalam gambar ini adalah pemilik kebun anggur di </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Bapa-Ku adalah pemilik kebun anggur.” Kristus menggambarkan diri-Nya sebagai Yang telah ditanam oleh Allah, dan itu benar. Bapa berada di balik semua yang Yesus lakukan. Yesus berkata, “Aku hanya melakukan kehendak Bapa-Ku. Aku hanya melakukan apa yang Bapa mengatakan kepada-Ku, menunjukkan kepada-Ku untuk dilakukan, memerintahkan Aku untuk melakukannya. Aku hanya melakukan apa yang menyenangkan Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1"> kemudian memperkenalkan </span><span class="cf1"><b>cabang-cabangnya</b></span><span class="cf1">. Dan ada dua macam cabang. “Mereka semua muncul di dalam Aku.” Mereka semua terikat, sama seperti banyak orang yang terikat pada Israel di masa lalu. Tetapi tidak semua Israel adalah Israel, dan tidak semua orang Yahudi benar-benar terhubung dengan berkat. Ada cabang yang tidak berbuah. Dan Dia memotongnya, Bapa itu adalah hakimnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah Bapa sedang melakukan dua pekerjaan ilahi. Dia menghakimi cabang-cabang palsu, memotongnya, dan mengirimnya ke neraka. Itulah penghakiman drastis oleh Allah atas orang percaya palsu yang tidak menghasilkan buah. Dan ada cabang-cabang yang menghasilkan buah, dan Dia memangkasnya sehingga mereka akan menghasilkan lebih banyak buah. Ya, setiap orang Kristen memiliki buah. Apa itu buah? Sikap yang benar, keinginan yang benar, kebajikan yang benar dan perilaku yang benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah manifestasi kehidupan, di mana kehidupan Allah ada buahnya pasti ada di sana. Itulah sebabnya Efesus 2:10 mengatakan bahwa kita telah diselamatkan oleh kasih karunia oleh iman, supaya ada perbuatan baik, yang Allah telah tetapkan sebelumnya supaya kalian jalan di dalamnya. Yakobus berkata, "Iman tanpa perbuatan adalah mati," itulah klaim yang tidak berguna. Satu-satunya cara kalian tahu bahwa iman itu nyata, keselamatan itu nyata, adalah melalui buktinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cara Anda tahu seseorang telah diubahkan dan dilahirkan kembali adalah karena ada buah kebenaran yang dinyatakan dalam kehidupan itu. Itu bukan hal sempurna, tetapi itu adalah arah yang mendominasi. Lihatlah, bangsa Israel terlihat dalam Roma 11 sebagai cabang yang terikat pada Allah. Tetapi mereka diputuskan karena ketidakpercayaan dan dosa, dan ada cabang baru, yaitu gereja, yang dicangkokkan. Jika diberi cukup waktu, kebenaran itu akan terungkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bapa itu datang dalam hidup kita dengan pisau dan Dia memotong dosa. Pemangkasan terbaik adalah melalui masalah dan cobaan. 2 Korintus 12 mengatakan, “Ketika aku lemah maka aku kuat.” Saya lebih suka puas dengan kesengsaraan, kelemahan dan cobaan, karena dalam kelemahan saya kekuatan Allah disempurnakan. Yakobus 1, “Anggaplah semuanya sebagai suatu kebahagiaan, apabila kalian jatuh ke dalam berbagai pencobaan, karena ujian terhadap imanmu itu menghasilkan kesabaran yang melakukan pekerjaan penyempurnaan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cara lain untuk melihat itu adalah dalam Ibrani 12:6-11, “Hai anakku, janganlah memandang rendah hajaran Allah, dan jangan berkecil hati ketika kamu ditegur oleh-Nya, karena mereka yang dikasihi Allah, Dia didik, dan Dia cambuk. setiap anak yang Dia terima. 7 Karena untuk disiplinlah kamu bertahan. Allah memperlakukan kamu seperti anak, karena anak apakah yang tidak didisiplin oleh bapaknya?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“8 Tetapi jika kalian tidak dihajar, yang mana semua orang telah mengambil bagian, maka kalian tidak sah dan bukan anak. 9 Selain itu, kami memiliki ayah manusia yang mengoreksi kami, dan kami menghormati mereka. Tidakkah kita harus lebih siap untuk tunduk kepada Bapa segala roh dan hidup? 10 Karena mereka memang selama beberapa hari menghajar kita seperti yang tampak terbaik bagi mereka, tetapi Dia melakukan itu demi keuntungan kita, agar kita dapat mengambil bagian dalam kekudusan-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“11 Memang tidak ada teguran yang menyenangkan untuk saat ini, tetapi menyakitkan; namun demikian, setelah itu ia menghasilkan buah kebenaran yang membawa damai bagi mereka yang telah dilatih olehnya.” Lebih banyak buah, lebih banyak kebenaran adalah produk dari disiplin ilahi – pencobaan, kesengsaraan dan masalah. Orang percaya itu seharusnya berbuah. Penderitaan itu sendiri bukan pisaunya, melainkan Firman Tuhan yang adalah pisaunya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibrani 4:12 mengatakan, “Firman Allah lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun, yang memisahkan jiwa dan roh, sendi dan sumsum, dan yang membedakan pikiran dan niat hati.” Itu adalah pisau bermata dua yang memotong ke segala arah, Firman Allah itu melakukannya, itulah kebenaran Allah. Firman menghukum kita. Firman memotong rasa tidak hormat kita terhadap tujuan Allah. Firman itu memotong permusuhan kita. Tetapi akhirnya kita lebih saleh, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Oct 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211031</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Arti Kayu Salib]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B5"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+14:28-31" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 14:28-31</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita buka Firman Tuhan di Yohanes 14:28-31; dan itu adalah paragraf kecil terakhir. Tetapi nomor pasal tidak relevan, karena ini adalah satu malam, satu monolog oleh Yesus dengan murid-murid-Nya pada hari Kamis malam Minggu Sengsara, semalam sebelum penyaliban-Nya. Dia ada di ruang atas dan kemudian Dia masih bersama mereka saat mereka menuju ke taman. Jadi kita sampai pada transisi geografis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28-30</b></span><span class="cf1">, “Kalian telah mendengar, bahwa Aku berkata: 'Aku akan pergi, dan Aku akan datang kepadamu.' Jika kalian mengasihi Aku, kalian akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, karena Bapa lebih besar dari pada Aku. 29 Sekarang Aku telah mengatakan kepadamu sebelum itu terjadi, supaya ketika itu terjadi, kalian boleh percaya. 30 Aku tidak akan berbicara banyak lagi dengan kalian, karena penguasa dunia akan datang, tetapi dia tidak memiliki apa-apa pada-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, Aku melakukan persis seperti yang Bapa perintahkan kepada-Ku. Bangun, marilah kita pergi dari sini.” Di sisi kita dari salib, kita semua tahu apa arti kematian Yesus bagi-Nya. Kita tahu kepenuhan kebenaran keselamatan yang berhubungan dengan salib dan kebangkitan. Kita memiliki empat Injil untuk memberi kita narasi tentang salib dan semua firman Tuhan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kita memiliki kitab Kisah Para Rasul yang mencatat khotbah para rasul dan rekan-rekan mereka di gereja mula-mula; saat mereka mengkhotbah-kan salib, dan kebangkitan, dan teologi kebangkitan. Kemudian kita memiliki surat-surat Perjanjian Baru. Dari tulisan Paulus, Petrus, Yohanes dan Yudas, kita mendapatkan lebih banyak teologi salib dan kebangkitan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Wahyu, visi apokaliptik Yohanes di Pulau Patmos, kita memiliki lebih banyak lagi teologi salib. Kita mengerti apa artinya bagi Kristus, dan apa artinya bagi Allah, dan apa artinya bagi Roh Kudus, dan apa artinya bagi tujuan penebusan, dan apa artinya bagi kita. Kita penuh pujian sepanjang waktu untuk pekerjaan Tuhan melalui kematian dan kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita mengerti bahwa Kristus disalibkan untuk menggantikan kita. Kita memahami penebusan. Kita memahami rekonsiliasi. Kita memahami pembenaran dan imputasi dosa kepada-Nya dan kebenaran kepada kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dia membebaskan kita dari perbudakan dosa. Dia membebaskan kita dari ketakutan akan kematian. Dia membebaskan kita dari neraka abadi. Dia menempatkan kita di jalan menuju surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah pandangan kita di sisi ini dari salib, dan inilah yang mendasarkan penyembahan kita, pelayanan kita, dan rasa syukur kita. Tetapi tempatkanlah diri Anda di tempat 11 murid itu, di sisi lain dari salib tanpa Perjanjian Baru, tanpa teologi, dan tanpa khotbah para rasul. Mereka berada di sisi lain dari salib. Mereka memiliki iman kenabian. Mereka harus memahami sesuatu yang belum terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan gagasan bahwa Yesus akan mati tidak masuk akal bagi mereka. “Bagaimana mungkin si pemenang, Yang Diurapi, Mesias, Hamba Tuhan yang akan datang, seperti yang kita baca dalam Yesaya 42, yang membawa keadilan ke dunia dan menegakkan kerajaan kebenaran-Nya, bagaimana Dia bisa menjadi korban dari dunia yang penuh dosa dan celaka ini? Jadi kita ingin memberi mereka kredit karena mereka hanya melihat semuanya dari sisi kenabian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Yohanes 12:33 Dia mengatakan kepada mereka bagaimana Dia akan mati dengan diangkat. Nah, ketika orang Yahudi mengeksekusi seseorang, mereka melempari mereka dengan batu sampai mati. Inilah bentuk penyaliban Romawi. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Dia akan ditangkap, Dia akan dicambuk, Dia akan diludahi, Dia akan dianiaya, dan Dia akan dibunuh. Ini membuat mereka takut karena itu di luar pemahaman mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saatnya tiba untuk berhenti takut dan mulai bersukacita. Itulah kunci dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Jika kalian mengasihi Aku, kalian akan bersukacita.” Pada saat itu, yang dapat mereka lihat hanyalah, “Hal ini akan segera berakhir dan kami telah menempatkan segalanya di dalamnya – hidup kami, harapan kami, ambisi kami, impian kami, kasih kami, sumber daya kami, semuanya. Dan sekarang Dia akan pergi, Dia pergi kepada Bapa dan Dia akan mati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Yesus telah membuat janji-janji yang luar biasa kepada mereka. Dia menjanjikan mereka surga. Dia berjanji kepada mereka bahwa Dia akan datang dan membawa mereka ke sana. Dia berjanji mereka bahwa mereka akan memiliki semua sumber daya surga yang mereka miliki. Dia berjanji kepada mereka bahwa Dia akan mengirimkan Roh Kudus, Roh kebenaran yang akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran. Dia berjanji bahwa Dia akan datang kepada mereka, bahwa Bapa akan tinggal di dalam mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah warisan Juruselamat kita untuk para kekasih-Nya saat Dia pergi, tetapi mereka mengalami kesulitan besar dengan ini. Itu karena satu alasan sederhana, mereka itu egois. Yang dapat mereka pikirkan hanyalah artinya kepergian Yesus bagi mereka, bagaimana hal itu akan mempengaruhi mereka. Mereka ingin Yesus tinggal dan terus melakukan persis apa yang telah Dia lakukan dalam hidup mereka. Bagi para murid itu adalah kesedihan egois.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah sebabnya Yesus mengatakan ini kepada mereka: “Jika kalian mengasihi Aku.” Nah, bukankah mereka mencintai-Nya? Ya, sampai taraf tertentu. Tetapi marilah kita ambil definisi yang paling lengkap, “Jika kalian mengasihi Aku seperti Kristus memahami kasih, jika kalian benar-benar mengasihi Aku, kalian akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, jika kalian benar-benar mengasihi Aku.” Apakah mereka mengasihi Dia? Tentu, tapi tidak sepenuhnya, dan tidak benar-benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih yang paling murni dan paling sejati sama sekali tidak mementingkan diri sendiri. Begitulah cara Yesus mengasihi. Dia mengasihi milik-Nya yang ada di dunia dengan cara yang sepenuhnya tanpa pamrih sehingga Dia rela menyerahkan nyawa-Nya untuk mereka. Kasih sejati selalu mencari kebahagiaan orang yang dikasihinya. “Jika kalian mengasihi Aku tanpa pamrih, kalian akan bersukacita karena kalian akan melihat apa artinya kepergian-Ku bagi-Ku. Aku pergi ke Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita kembali ke </span><span class="cf1"><b>ayat 28</b></span><span class="cf1">, untuk pengantar lebih lanjut: “Kalian telah mendengar, bahwa Aku berkata kepadamu, ya, Aku pergi dan Aku akan datang.” Dan Dia berkata, “Kalian juga telah mendengar bahwa Aku akan datang kembali. Yohanes 14:3 berkata, “Aku akan datang kembali setelah Aku menyediakan tempat bagimu dan menerima kalian bagi-Ku.” Ayat 23: “Kami akan datang kepada orang-orang yang beriman dan Kami akan diam bersama orang-orang yang beriman.” Itulah Trinitas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">'Aku akan datang kepadamu.' Apakah yang Dia maksudkan?” Pertama, “Aku akan datang kepada kalian dalam tiga hari karena akan ada kebangkitan, dan Aku akan keluar dari kubur dan Aku akan menemui kalian, dan beberapa dari kalian di Jalan ke Emaus, dan kalian semua di ruangan atas kecuali dengan Tomas. Dan Dia kembali pada hari ketiga, setelah bangkit dari kematian, dan Dia ada bersama mereka selama 40 hari. Jadi Dia membicarakan kebangkitan-Nya dengan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kedua, dalam Yohanes 14:18, “Aku tidak akan meninggalkan kalian sebagai yatim piatu, Aku akan datang kepadamu,” Nomor dua, Dia membicarakan kedatangan Roh Kudus, “Sehingga Aku akan datang kepadamu dalam bentuk Roh Kudus,” dan itu terjadi pada Hari Pentakosta. Dia kembali setelah tiga hari; dan kemudian setelah 40 hari, Dia naik ke surga; dan segera setelah itu, Roh Kudus datang pada Hari Pentakosta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian nomor tiga, Yohanes 14:3, “Aku akan datang kembali dan menerima kalian bagi-Ku.” Di sana, Dia membicarakan pemuliaan tertinggi orang percaya pada kedatangan-Nya yang kedua kali: “Aku akan menemui kalian dalam kemuliaan dan membawa kalian ke dalam kemuliaan.” Itu terjadi ketika seorang individu percaya meninggal, dan itu akan terjadi suatu hari pada pengangkatan gereja. Jadi ketika Dia berkata, “Aku pergi dan akan datang kepadamu,” Jadi kalimat itu memiliki tiga arti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam bagian sederhana ini, ada </span><span class="cf1"><b>empat realitas besar</b></span><span class="cf1"> yang memberi tahu kita apa artinya kematian Yesus bagi-Nya. Anak Allah telah turun ke bumi, dilahirkan di palungan bagi Maria. Dia telah menderita selama 33 tahun, dan bukan karena dosa. Dia itu kudus, tidak tercemar, dan terpisah dari orang berdosa. Dia telah menderita karena orang-orang berdosa. Dia datang dari hadirat kudus surga itu ke bawah untuk menderita dari orang-orang berdosa di dunia ini sepanjang hidup-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi saya memberi kalian empat hal yang Dia katakan. </span><span class="cf1"><b>Nomor satu</b></span><span class="cf1">: itu berarti bahwa </span><span class="cf1"><b>pribadi-Nya akan ditinggikan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Aku pergi kepada Bapa, karena Bapa lebih besar dari pada Aku.” Ini adalah referensi untuk permuliaan-Nya, “Aku pergi kepada Bapa.” Dan kita tahu itu terjadi dalam Kisah Para Rasul 1:8 ketika Dia naik ke surga. Dia meninggalkan dunia. Dia telah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya untuk dilakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di Yohanes 17:4-5, “Aku telah memuliakan Engkau di bumi. Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang telah Engkau tugaskan kepada-Ku. 5 Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku bersama-sama dengan Diri-Mu, dengan kemuliaan yang Aku miliki bersama-Mu sebelum dunia dijadikan.” Penghinaannya sangat berat dan pahit. Dia menderita kebencian dari orang-orang yang Dia kasihi. Tapi Dia bertahan sampai akhir murka Allah selesai dan sekarang Dia akan kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan kembali ke Allah Bapa. Dan Dia membuat pernyataan ini, “Sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” Apakah artinya itu? Yah, kita tahu itu bukan dalam esensinya. Kita tahu itu bukan secara alami, karena di alam, yaitu di dalam keberadaan-Nya, Dia sama dengan Bapa. Dia setara dengan Bapa; Dia adalah satu dengan Bapa di alam. Kristus sama dengan Allah dalam hal Ketuhanan-Nya, tetapi lebih rendah dari Allah dalam hal kemanusiaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipi 2 adalah penjelasannya. Dikatakan bahwa Dia berada sebagai Allah, tetapi Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah, sesuatu yang harus dipegang. Dia rela menyerahkan kesetaraan muka dengan muka, penuh mulia dengan Allah, dan Dia mengosongkan diri-Nya, Dia melepaskan diri-Nya dari itu dan mengambil rupa seorang budak dan dijadikan serupa dengan manusia. Oleh karena itu mengenai kemanusiaan-Nya, Dia lebih rendah, Dia tunduk.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka seharusnya bersukacita bahwa Dia pergi kepada Bapa dari siapa Dia datang. Pakaian kerendahan akan segera ditanggalkan dari bahu-Nya, dan mengasihi-Nya berarti bersukacita karena-Nya. Jadi pertama-tama, mereka harus bergembira karena pribadi-Nya akan ditinggikan. Kedua, </span><span class="cf1"><b>kebenaran-Nya akan disahkan</b></span><span class="cf1">. Apa yang akan terjadi akan membenarkan apa yang telah Dia katakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Dia memberi tahu mereka bahwa Dia akan mati dan bangkit, murid-muridnya tidak percaya. Tetapi ketika itu terjadi, mereka percaya. Itu mengesahkan Dia sebagai Pribadi yang telah mengatakan kebenaran kepada mereka sebelum hal itu terjadi; dan hanya Allah yang bisa melakukan itu. Dan kemudian di Yohanes 16:4, “Hal-hal ini telah Kukatakan kepadamu supaya ketika saatnya tiba, kalian akan ingat bahwa Aku telah memberi tahu kalian tentang itu,” dan Dia membicarakan penganiayaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah, jika Dia tidak pernah memberi tahu mereka bahwa Dia akan mati, tidak pernah memberi tahu mereka semua detailnya, dan itu terjadi; mereka akan tercerai-berai, sampai tidak akan pernah bisa ditemukan kembali. Tetapi tiba-tiba, ketika hal-hal ini mulai terungkap, kematian, kebangkitan, mereka mulai mengingat bahwa Dia telah mengatakan hal-hal ini secara khusus, dan mereka dikumpulkan kembali dan disusun kembali, bahkan sebelum Roh Kudus datang dalam Kisah Para Rasul 2.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah yang memberdayakan mereka untuk memberikan hidup mereka untuk memberitakan Injil. Itulah mengapa mereka menjungkirbalikkan dunia karena mereka tahu siapakah Dia. Dia berkata Dia akan mati; Dia melakukannya. Dia berkata Dia akan diangkat dalam kematian; Itu benar. Dia berkata Dia akan bangkit; Dia melakukannya. Dia berkata Dia akan naik kepada Bapa; Dia melakukannya. Dan Dia berkata Dia akan kirim Roh Kudus itu; dan Dia melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkata Dia akan memberikan kehidupan supranatural; Dia melakukannya. Semua yang Dia katakan telah Dia lakukan. Dia mengatakan mereka akan dianiaya; dan itu terjadi. Setiap nubuatan, setiap janji digenapi dengan tepat, itu menggenapkan firman-Nya. Kristus tahu bahwa pesan Injil itu harus diberitakan. Harus ada kitab Kisah Para Rasul untuk mencatat dan mendokumentasi apa yang telah terjadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada </span><span class="cf1"><b>realitas ketiga</b></span><span class="cf1">: </span><span class="cf1"><b>musuh-Nya akan dikalahkan</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Karena penguasa dunia dan penguasa udara ini akan datang.” Setan datang kepada-Nya dengan seluruh kuasanya. Setan telah mencoba membunuh-Nya ketika Dia masih bayi melalui keputusan Herodes bahwa semua anak laki-laki berusia dua tahun akan dieksekusi. Dia terus menerus menghadapi Yesus. Yesus diperhadapkan setan ke mana pun Dia pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Setan akan mencapai puncak serangannya. Inilah jam kuasa kegelapan. Ini adalah saat Setan akan meremukkan tumitnya, Kejadian 3:15. Yesus telah berjuang melawan Setan sepanjang hidup-Nya. Sekarang Dia akan mengakhiri itu. Sementara Setan meremukkan tumit-Nya di kayu salib, Yesus meremukkan kepala Setan. Mengapa dikatakan, "Dia tidak memiliki apa-apa pada-Ku"? Karena tidak ada titik lemah; tidak ada kerentanan pada Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 3:8 mengatakan, "Anak Allah muncul untuk tujuan ini, untuk menghancurkan pekerjaan iblis." Jadi Setan, di kayu salib, dihancurkan dan dikalahkan, dan sudah menjadi musuh yang dikalahkan, hanya menunggu hukumannya. Semua yang Dia katakan akan dicatatkan, dan Dia akan dipandang sebagai Anak Allah yang tahu masa depan secara rinci, dan itu akan memberdayakan mereka untuk pelayanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian </span><span class="cf1"><b>fitur keempat</b></span><span class="cf1"> dari apakah arti salib bagi Kristus: </span><span class="cf1"><b>kasih-Nya akan ditunjukkan</b></span><span class="cf1">. Dan Dia mengatakan ini di </span><span class="cf1"><b>ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Allah Bapa.” Inilah satu-satunya tempat dalam Perjanjian Baru di mana Tuhan secara eksplisit berkata, “Aku mengasihi Bapa.” Bapa memerintahkan Anak untuk datang ke dunia dan menjadi korban untuk dosa. Dia patuh, dan itu menunjukkan kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah modelnya. “Aku menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Aku mengasihi Bapa dengan melakukan persis apa yang Bapa telah perintahkan kepada-Ku.” Jika kalian benar-benar mengasihi-Ku ” Dia berkata “ kalian akan dipenuhi kegembiraan karena Aku akan dimuliakan, kebenaran-Ku akan disahkan, Setan akan dikalahkan, dan Aku akan memamerkan kasih-Ku kepada Bapa untuk seluruh dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Baiklah, saya akan menutup dengan kata-kata Yesus: “Bangunlah; mari kita pergi dari sini.” Dan, tampaknya, mereka bangkit dari meja tempat mereka makan perjamuan Pelewatan dan mereka mulai bergerak melalui Yerusalem, Tuhan kita bersama ke-11 murid-murid, dalam perjalanan ke taman Getsemani, dan Dia masih mengajarkan kebenaran di Yohanes 15 dan 16, yang akan kita lihat nanti. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Oct 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211024</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Roh Kudus Menerangi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B4"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+14:25-27" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 14:25-27</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah </span><span class="cf1"><b>Yohanes 14:25-27</b></span><span class="cf1">, “Hal-hal ini telah Kukatakan kepadamu selama Aku masih bersama kalian. 26 Tetapi Roh Kudus, Penolong yang akan diutus oleh Bapa atas nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan semua yang telah Aku beritahukan kepadamu. 27 Damai sejahtera Kutinggalkan kepada kalian, damai sejahtera-Ku sendiri Kuberikan kepadamu; bukan seperti yang diberikan dunia, yang Kuberikan kepada kalian. Jangan gelisah hatimu, jangan pula takut.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Dia berjanji kepada murid-murid-Nya dan semua yang akan datang setelah mereka: bahwa Dia akan datang dan membawa mereka ke surga. Tetapi sementara itu, semua sumber daya surga tersedia melalui doa. Kemudian Tuhan kita berjanji bahwa sepanjang hidup kita, dan dalam kekekalan, kita akan menikmati kehadiran Trinitas. Bapa dan Anak dan Roh Kudus bersama-sama akan tinggal di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada janji lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Roh Kudus, Penolong yang akan diutus oleh Bapa atas nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan semua yang telah Aku beritahukan kepadamu.” Karunia terbesar yang Allah pernah berikan kepada dunia adalah kebenaran. Kebenaran tentang diri-Nya, tentang kita, tentang waktu dan kekekalan, tentang hidup dan mati, tentang asal usul, tentang penghakiman, tentang keselamatan, tentang surga, dan tentang neraka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dunia penuh dengan pembohong, dan kebohongan, di dunia di mana penipuan berlimpah karena seluruh dunia dikendalikan oleh si jahat yang merupakan penipu ulung, dan yang menerapkan penipuannya melalui sekelompok malaikat yang jatuh yang diidentifikasikan sebagai setan-setan, dan telah memegang menawan seluruh umat manusia. Di tengah segala tipu daya Iblis dan manusia yang tertipu; Allah itu memberi kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan dalam Keluaran 34:6, “Tuhan Allah yang berlimpah-limpah dalam kebenaran.” Dan itu memberitahu kita dalam Mazmur 119:142 dan 151 bahwa Firman-Nya adalah kebenaran. Nabi Zakharia menulis bahwa pada suatu hari, Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya di dunia. Dan Yerusalem akan diberi nama baru. Dalam Zakharia 8:3 nama baru Yerusalem akan menjadi Kota Kebenaran. Sementara itu, gereja adalah tiang kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Zakharia juga memberitahu kita bahwa umat-Nya akan mengasihi kebenaran. Karena Allah adalah benar, Kristus adalah benar dan Roh Kudus adalah benar. Yesus selalu mengatakan yang benar. Dan di sini, Dia menjanjikan Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang akan mengilhami para penulis Alkitab untuk menulis kebenaran, yang akan dimuat dalam Firman Tuhan dan diserahkan kepada gereja, yang menjadi tiang dan landasan kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, semua murid tahu bahwa Yesus akan pergi kepada Bapa. Ini adalah Kamis malam Minggu Sengsara. Ini menciptakan kengerian di benak murid-murid. Dia telah menjadi surga mereka di bumi. Dia telah menjadi harapan mereka, sumber daya mereka untuk menopang mereka selama tiga tahun ini. Dia telah menjadi kebenaran dalam banyak hal sehingga Dia menjelaskan Perjanjian Lama menjadi hidup. Dalam perjalanan ke Emaus, Dia mengajarkan maknanya Firman itu kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudaisme penuh dengan kebohongan. Para pemimpin Yudaisme, orang Farisi dan orang Saduki adalah pembohong. Mereka adalah bagian dari kerajaan kegelapan. Di Yohanes 8:41, Yesus berkata kepada para pemimpin Israel, "Kalian hanya melakukan perbuatan bapamu." Dan kemudian pada akhirnya, mereka berkata, “Kami hanya ada satu Bapa, Allah.” Dan Yesus berkata kepada mereka, ‘Jika Allah adalah Bapakmu, kalian akan mengasihi Aku, karena Aku datang dari Allah, Dia mengutus Aku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 44, “Kalian dari bapakmu Iblis, dan kalian ingin melakukan keinginan bapakmu. Sejak awal Dia itu seorang pembunuh, dan tidak pernah memihak kebenaran karena tidak ada kebenaran di dalam dirinya. Setiap kali dia berbohong, dia berbicara dari sifatnya sendiri, karena dia adalah pembohong dan bapak kebohongan.” Ayat 47, “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengar firman Allah; tetapi kalian bukan dari Allah, itulah sebabnya kalian tidak dapat mendengar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bisakah orang menemukan kebenaran itu sendiri? Tidak, Alkitab mengatakan "dunia dengan hikmat tidak mengenal Allah" dalam 1 Korintus 1:21. Ambillah orang-orang yang paling bijaksana, paling elit, paling cerdas, dan paling cemerlang. Dan secara individu, atau kolektif, atau bahkan dalam kontinuitas sepanjang sejarah, mereka tidak dapat menemukan kebenaran. Mengapa? Mereka mati dalam pelanggaran dan dosa, jiwa mereka hitam dengan kegelapan Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada hal-hal yang Yesus katakan yang tidak dimengerti oleh para murid. Dalam Yohanes 2:22, ketika “Ia dibangkitkan dari antara orang mati, ingatlah murid-murid-Nya, bahwa Ia telah berkata demikian; dan mereka percaya kepada Kitab Suci dan perkataan yang telah diucapkan Yesus.” Mereka tidak memahami Dia sampai setelah kebangkitan, sampai setelah jalan ke Emaus. Dan kemudian, ketika Roh Kudus datang, terjadilah ledakan pemahaman.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang menggerakkan ingatan mereka? Apakah yang memberi mereka pengertian? Itu adalah kedatangan Roh yang menerangi mereka. Itulah sebabnya Tuhan kita berkata dalam Yohanes 16:7, lebih baik Aku pergi dan Penolong datang, karena Dia akan mengajari kalian segala sesuatu. Ada hal-hal yang Aku ajarkan kepada kalian, yang tidak dimengerti. Ada beberapa hal yang hanya akan dimengerti setelah kebangkitan. Ada beberapa hal kalian akan mengerti setelah Aku bangkit.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengetahui semua hal yang Aku ingin nyatakan kepada kalian, itu membutuhkan kedatangan Roh Kudus. Ini terutama merupakan janji bahwa Roh Kudus akan memungkinkan para rasul dan rekan-rekan mereka untuk menulis Perjanjian Baru. Dan Tuhan akan memberi kita semua hal yang tidak dapat Ia katakan, karena para murid tidak dapat menanganiinya. Itulah terutama tentang janji ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, memang ada pelayanan Roh Kudus yang menerangkan yang sangat baik bagi saya, dan bagi kalian juga. 1 Yohanes 2:19, “Mereka sebenarnya bukan dari kami, karena mereka keluar dari kami, tetapi kalian,” adalah orang-orang percaya sejati, “kalian memiliki urapan dari Yang Kudus, dan kalian semua tahu.” Kehadiran-Nya kemudian menghasilkan fakta bahwa kita tidak membutuhkan guru-guru manusia. Itulah yang dia maksud dengan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kita memiliki urapan yang “mengajarkan kalian tentang segala hal.” Itu hampir kutipan langsung dari Yohanes 14. “Dia akan datang dan mengajari kalian segala sesuatu.” Dan kemudian dalam 1 Yohanes, dia berkata, dan Dia telah datang dan Dia akan “mengajarkan kalian segala sesuatu, dan itu benar, dan bukan dusta, dan sama seperti urapan itu mengajar kalian, kalian tinggal di dalam Dia.” Jadi, itulah Dia. Inilah seseorang. Itu tidak lain dari Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anda adalah bait Roh Kudus. Dia tinggal di dalam kamu. Tubuh Anda, pada kenyataannya, mengandung Trinitas sebagai kehadiran spiritual. Dan Anda memiliki seorang guru kebenaran di dalam kamu. Apakah diajarkan Roh Kudus kepada saya? Dia melakukan persis sama seperti yang dilakukan Yesus. Dia adalah Penolong lain dari jenis yang sama. Dia adalah penafsir Kitab Suci bagi siswa yang setia. Itulah pelayanan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus menunjuk kepada Kristus. Kristus adalah objek pelayanan Roh karena Kristus adalah tema Kitab Suci. Ketika kita memberitakan Kristus melalui Perjanjian Lama; dan pada waktu para rasul memberitakan Kristus melalui Perjanjian Baru, kita mengikuti pimpinan Roh Kudus supaya kita belajar semua hal yang Allah ingin nyatakan dalam Perjanjian Lama. Ibrani 1:1, “Allah berbicara melalui para nabi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 2 Petrus 1:21, orang-orang kudus “digerakkan oleh Roh Allah,” dan mereka menulis. Dengan cara yang sama Allah berbicara kepada para nabi yang menulis Perjanjian Lama, Dia berjanji bahwa Dia akan mengirimkan Roh Kudus untuk melakukan hal yang sama dengan para rasul yang menulis Perjanjian Baru ini. Tetapi, sebelum Dia dapat menerangi kebenaran bagi kita, Dia harus mengilhami kebenaran dalam diri para rasul dan penulis Alkitab lainnya, benar?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apakah maksudmu adalah setiap kata dalam Kitab Suci itu diilhami? Itulah yang diklaimnya untuk dirinya sendiri. Ini adalah janji pengilhaman ilahi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Dialah yang akan mengajar kalian segala sesuatu, dan mengingatkan kalian akan semua yang telah Kufirmankan kepadamu.” Bagaimana para rasul ini dan mereka yang berhubungan dengan mereka dapat menulis keempat Injil dengan begitu benar sehingga kita dapat mengambil keempat Injil dan menyatukannya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana mereka bisa mengingat semua itu? Ada kejadian menarik yang terjadi di Kisah Para Rasul 11:15. Petrus mulai berbicara, “dan Roh Kudus turun ke atas mereka.” Ayat 16 berikutnya berkata, “Dan aku teringat akan firman Tuhan, bagaimana Dia dulu berkata, 'Yohanes membaptis dengan air, tetapi kita akan dibaptis dengan Roh Kudus.'” Tiba-tiba, Petrus mengingat sebuah pernyataan bahwa Tuhan membuat ketika “Roh Kudus turun ke atas mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini seperti mikrokosmos kecil tentang bagaimana Roh Kudus bekerja. Secara manusia tidak mungkin untuk mereproduksi Matius, Markus, Lukas, Yohanes; bahkan merekam kitab Kisah Para Rasul, untuk menarik kutipan dari Yesus dari udara, dan yang ada di Kisah Para Rasul 20, “Memberi lebih diberkati daripada menerima,” yang tidak ada dalam Injil. Mereka tidak dapat menyusun teologi surat-surat itu maupun penglihatan-penglihatan dari kitab Wahyu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Secara manusiawi tidak mungkin mereproduksi dengan benar semua kata-kata manusia, semua kata-kata ilahi, semua insiden, semua percakapan, semua pertemuan, semua urutan yang akurat. Itu bahkan lebih tidak mungkin karena mereka tidak memahami semuanya. Mereka tidak akan pernah bisa menulis Perjanjian Baru jika mereka dibiarkan memakai ingatan mereka saja. Mereka dipimpin oleh Roh Kudus. Setiap kata dihembuskan oleh Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dapatkah Allah juga menggunakan manusia untuk melakukan hal lain yang Dia inginkan? Tentu saja Dia bisa. Dia sanggup membuat keledai berbicara, dan menegur seorang nabi. Jika Dia dapat memasukkan kata-kata ke dalam mulut keledai, dapatkah Dia memasukkan kata-kata ke dalam mulut seorang rasul? Dia menggunakan tangan tanpa tubuh dan pikiran untuk menulis: MENE, MENE, TEKEL, UPHARSIN dalam Daniel 5:25. Tidak bisakah Dia membimbing pikiran seorang rasul untuk menulis kata-kata-Nya?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan bagaimana dengan Kayafas? Yang jahat, penuh kepahitan dan kebencian, yang menyerahkan dirinya pada kekejaman hatinya sendiri, dan tidak pernah bermimpi bahwa dia mengucapkan kata-kata yang tepat dari Allah. Dia berseru kepada dewan Yahudi di Yohanes 11:49-50 kata-kata ini, kutipan, “Kalian tidak tahu apa-apa, apakah kalian tidak menyadari bahwa lebih baik satu orang mati daripada orang-orang.” akhir kutipan. Itulah Kayafas. Dia mengucapkan kata-kata berbisa itu yang ditujukan kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Allah memilih setiap kata. Karena dalam Yohanes 11:51 dikatakan, “Ini bukan diucapkannya oleh dirinya sendiri.” Dia menubuatkan bahwa Yesus harus mati “supaya Dia dapat menyatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.” Kayafas yang jahat itu mengucapkan kata-kata dari Allah. Jika Allah dapat memilih kata-kata yang tepat dari musuh yang jahat dan membuat mereka berbicara untuk-Nya, tidak bisakah Dia memilih kata-kata oleh Roh Kudus-Nya bagi seorang kudus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah melakukan ini sepanjang waktu. Pikirkanlah kerumitan penciptaan. Ini memang kompleksitas yang tidak dapat dipahami di mana Dia menggunakan segala sesuatu bersama-sama untuk mencapai tujuan kreatif-Nya. Dan kemudian melangkah lebih jauh ke dalam kerumitan providensi, dimana Allah dapat menyelesaikan pengembangan semua rencana dan tujuan-Nya melalui persetujuan yang tak terduga dari seribu juta tindakan kehendak manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Allah tidak dapat mengirim Roh Kudus-Nya ke salah satu orang kudus-Nya, dan menyebabkan dia menulis firman-Nya? Tentu saja Dia bisa. Ke mana pun Anda pergi dalam Alkitab, ada keseragaman ini. Siapa pun yang memegang pena. Itu mungkin seorang gembala. Itu mungkin seorang raja. Itu mungkin seorang petani. Itu mungkin seorang nabi. Itu mungkin seorang juru tulis. Itu mungkin seorang nelayan. Itu mungkin seorang imam. Atau mungkin itu pemungut cukai.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda terus mendapatkan pesan yang sama. Ratusan tahun berlalu. Para penulis ini terisolasi satu sama lain. Tetapi Allah yang sama ada di balik itu semua karena manusia digambarkan sama, bangsa-bangsa digambarkan sama, sejarah digambarkan sama. Malaikat itu sama, masa lalu yang sama, masa kini yang sama, masa depan yang sama, surga yang sama, neraka yang sama, penghakiman yang sama. Allah yang sama berbicara tentang dosa yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelimpahan umat manusia yang ditemukan dalam Kitab Suci tidak menentang ilham; itu berbicara untuk itu. Musa merasa takut dengan panggilan yang harus dia lakukan, jadi dia berkata kepada Tuhan dalam Keluaran 4:10, “Tuhan, aku tidak pernah fasih berbicara, karena aku bicara lambat dan lambat lidah.” Tuhan berkata, “Siapakah yang membuat mulut manusia? Nah pergilah, dan Aku akan bersama mulutmu dan mengajarimu apa yang harus kau katakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Damai sejahtera Kutinggalkan kepada kalian, damai sejahtera-Ku sendiri Kuberikan kepadamu; bukan seperti yang diberikan dunia, yang Kuberikan kepada kalian. Jangan gelisah hatimu, jangan pula takut.” Kata damai muncul dua kali dalam ayat itu. Ini adalah kenyataan yang hampir mustahil. Kekacauan ada di dalam kita, di dekat kita, di sekitar kita, dan di luar kita, dan mendominasi dunia yang jatuh. Tidak ada damai pribadi, damai di keluarga, damai lokal dan damai internasional.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sekarang menghadapi kerusuhan jalanan, pembunuhan tipe eksekusi, dan ancaman terorisme di lingkungan kita. Disintegrasi keluarga sudah umum. Anak-anak lahir tanpa ibu dan ayah yang sudah menikah, dan perceraian ada di mana-mana. Orang-orang mengejar kedamaian mereka dengan pengalihan, dengan narkoba, dengan rekreasi, dengan hiburan, dengan berbelanja. Kata orang, damai itu akan datang jika ada perubahan sosial atau perubahan ekonomi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Shalom adalah kata yang merupakan kata yang mencakup segalanya, dan pada intinya berarti: keinginan untuk kelengkapan; atau keinginan untuk kesenangan; atau keinginan untuk pemenuhan, atau kepuasan, atau berkat; atau mungkin kesejahteraan bekerja; keinginan untuk kemakmuran di semua tingkat. Dan itulah yang masih dimaksudkan orang. Sebaliknya kata Perjanjian Baru untuk itu adalah eirn yang menggambarkan jiwa yang puas, yaitu damai sejahtera.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi bukan itu caranya Alkitab memandang damai. Pernyataan paling definitif tentang damai adalah Yohanes 14:27. Ini berbicara tentang sesuatu yang sama sekali berbeda; Yesus berkata, "Aku memberimu damai-Ku." Dia juga tahu bahwa murid-murid-Nya sangat tertekan. Tetapi inilah damai supranatural. Itu hanya milik mereka yang menjadi milik Kristus. Ini adalah damai objektif yang ada di luar Anda. Inilah hadiah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah tentang damai dengan Allah karena Injil membawa damai di antara orang berdosa dan Allah. Anda dibenarkan oleh iman di dalam Kristus dan oleh pekerjaan yang Dia lakukan di kayu salib. Kita disambut ke dalam keluarga Allah dan di hadirat Allah untuk selamanya. Tetapi damai objektif itu juga memberi kita damai subjektif, kedamaian internal, rasa kebaikan, kepercayaan, kepuasan, ketenangan, kepercayaan diri, dan kesejahteraan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Oct 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211017</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Roh Kudus di dalam Anda]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B3"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+14:19-24" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 14:19-24</a></span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di dalam Yohanes 14 ada deskripsi panjang dari janji-janji yang Tuhan kita berikan kepada anak-anak-Nya yaitu setiap orang percaya. Tidak ada bagian lain seperti ini di dalam Alkitab. Inilah bagian terkaya dari Kitab Suci yang merangkum apa yang Tuhan janjikan kepada mereka yang menjadi milik-Nya. Tetapi sebelum kita melihat bagian itu, ada beberapa komentar. Saya tahu ini: Allah selalu bergabung dengan umat-Nya dalam suatu persatuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap orang percaya ada di dalam persekutuan abadi yang konstan dengan Tritunggal. Dan saya tidak membicarakan waktu Anda ada di gereja, saya membicarakan waktu Anda keluar dari sini. Saya membicarakan waktu Anda sendirian dan sedang mengemudi di dalam mobil Anda sendiri, Anda tetap berada di hadirat Tritunggal – Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus – dalam persatuan yang penuh dan lengkap. Ini entah bagaimana tidak terpikirkan oleh banyak orang evangelis. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak ide-ide bodoh di gereja bahwa entah bagaimana gagasan tentang persekutuan dengan Allah ini harus didorong oleh suatu cara mekanis. Nah mengapa saya mengatakan itu? Karena itulah yang benar-benar dibicarakan oleh Yohanes 14:19-24. Tuhan kita berdoa dan minta kepada Bapa untuk melakukan apa yang telah Dia doakan dan di sini dalam ayat-ayat ini adalah inti dari semuanya, “Ketika Aku pergi, kalian akan menerima Tritunggal itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap orang Kristen pada setiap saat, untuk selamanya, berada di dalam kesatuan hidup dengan Tritunggal. Coba saya mengatakannya dengan cara lain: Kehidupan rohani Anda adalah kehidupan Allah. Faktanya bahwa Anda hidup secara rohani, bahwa Anda telah mati bersama Kristus – seperti yang Anda baca di Kolose – dan Anda sekarang hidup adalah karena kehidupan Allah ada di dalam jiwa Anda. Anda tidak dapat memiliki hidup yang kekal sebagai sesuatu yang Allah berikan tanpa memiliki Allah, karena itu adalah kehidupan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketahuilah bahwa memahami Tritunggal itu sangat sulit. Kekekalan itu benar-benar di luar jangkauan kita, dan sifat ilahi itu juga melampaui kita. Tetapi kita dapat cukup memahami apa yang dikatakan Yohanes untuk bertanggung jawab atasnya dan melihat implikasinya. Kebenaran yang mendalam dari Trinitas melampaui kemampuan kita untuk memahaminya, dan itulah sebabnya Ulangan 29:29 mengatakan, "Hal-hal rahasia adalah milik Tuhan."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada beberapa hal yang hanya dimengerti Allah. “Oh, alangkah dalamnya kekayaan, baik hikmat maupun pengetahuan Allah, hal-hal ini tidak terselidiki.” Namun, kita memiliki wahyu tentang Trinitas ini karena dampak itu sangat penting bagi kita. Pada awalnya, demi kenyamanan untuk mengetahui bahwa Anda berada dalam penyatuan yang konstan dengan Allah Tritunggal itu, Allah alam semesta, dalam ketiga pribadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menyangkal Trinitas adalah dosa dan penghujatan karena Anda menyangkal sifat Allah. Tidaklah cukup untuk mengatakan, “Saya percaya Allah adalah Tritunggal. Saya percaya kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus; Saya percaya pada Tritunggal ilahi; dan saya percaya bahwa Dia ada di surga.” Anda perlu memahami bahwa Dia berada di dalam Anda jika Anda adalah orang percaya. Dan itulah yang Tuhan kita tunjukkan kepada kita dalam bagian Alkitab yang luar biasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 14:19-24</b></span><span class="cf1">, “Tinggal sebentar lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kalian akan melihat Aku. Karena Aku hidup, kalian juga akan hidup. 20 Pada hari itu kalian akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku, dan kalian di dalam Aku, dan Aku di dalam kalian. 21 Barangsiapa memegang perintah-perintah-Ku dan menaatinya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan menyatakan Diri-Ku kepadanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“22 Yudas (bukan Iskariot) berkata kepada-Nya, “Tuhan, bagaimana mungkin Engkau menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” 23 Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menaati firman-Ku; dan Bapa-Ku akan mengasihinya, dan Kami akan datang kepadanya dan membuat rumah Kami bersamanya. 24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menaati firman-Ku; dan firman yang kalian dengar bukanlah dari-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada bagian Firman yang lebih jelas membicarakan Trinitas daripada ini. Anda memiliki Tuhan kita berbicara tentang diri-Nya, tentang Bapa-Nya, dan tentang Roh Kudus. Dia berbicara tentang kesatuan Trinitas, dan Dia berbicara tentang keragaman Trinitas, satu dalam esensi, satu di sifat, namun tiga secara pribadi. Iya, saya mengerti bahwa ini adalah realitas yang sangat mendalam, tetapi mereka sangat penting bagi kehidupan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Biar saya mengingatkan Anda mengapa. Pertama-tama, keadaannya adalah Kamis malam ketika ajaran ini diberikan oleh Tuhan kita, wahyu ini yang dicatat oleh Yohanes. Kamis malam Minggu Sengsara dan pada hari Jumat, Dia akan mati. Dia telah memberi tahu mereka berulang kali, “Saya akan ditangkap; saya akan dibunuh; tapi Aku akan bangkit dari kematian.” Tetapi mereka sulit menanganinya. Mereka tidak suka gagasan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menyebabkan kepanikan di hati mereka. Ingatah, mereka telah meninggalkan semuanya untuk mengikuti Dia. Mereka sepertinya telah menjatuhkan jala mereka. Mereka telah meninggalkan perusahaan mereka. Mereka telah mengikuti Yesus selama tiga tahun, dari kota ke kota dan desa ke desa. Dia telah menjadi sumber segalanya bagi mereka, dan sekarang Dia akan pergi. Di manakah penggenapan semua janji yang diberikan kepada para nabi?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini sangat luar biasa sehingga mereka bingung. Yohanes 14:1, berkata, “Berhentilah gelisah hatimu.” Hanya ada 11 murid yang tersisa di ruang atas sekarang pada perjamuan Pelewatan Kamis malam itu. Yudas sudah pergi untuk merencanakan penangkapan Yesus di tengah malam di taman. Dan kemudian di pagi hari, ada pengadilan palsu. Dan kemudian pada hari Jumat, Dia disalibkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Tuhan kita menghibur mereka dengan janji-janji yang ada di seluruh bagian ini. Tetapi janji utamanya adalah, “Saya menjamin kalian bahwa kalian akan memiliki kehadiran penuh dari Allah Tritunggal, setiap saat, setiap hari, untuk selama-lamanya. Itu jaminan-Nya.” Segala sesuatu yang lain berasal dari janji itu. Inilah janji untuk 11, tetapi juga untuk semua orang yang pernah akan percaya kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah janji yang diberikan kepada kita. Kalian tidak perlu melakukan apa pun. Jika kalian memiliki hidup kekal, hidup yang kekal itu adalah Allah sepenuhnya – Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kalian tidak pernah terpisah dari Allah – Bapa, Anak atau Roh Kudus. Dunia ini tidak melihat siapakah kita sebenarnya. Mereka pikir kita hanya orang-orang yang sama seperti orang lain. Tidak. Kita adalah makhluk asing dalam arti sebenarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi karena sifat itu bersifat rohani dan bukan jasmani, itu tidak kelihatan oleh orang-orang yang tidak percaya. Apakah Anda ingat apa yang rasul Paulus katakan dalam 2 Korintus 5, “Kami tidak mengenal manusia menurut daging.” Apa artinya? Artinya, kita tidak menilai orang berdasarkan penampilan fisiknya. Apa yang membuat saya khawatir tentang orang yang tidak percaya bukanlah fisik mereka, tetapi secara rohani orang itu adalah anak Setan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak melihat orang hanya pada tingkat manusia. Kita tidak melihat orang berdasarkan status sosial mereka atau pendidikan mereka atau pakaian mereka atau selera gaya mereka. Kita tidak melihat orang berdasarkan hubungan keluarga mereka, atau berdasarkan sejarah mereka. Kita melihat dengan mata rohani, karena kita memahami keadaan sebenarnya dari mereka yang menjadi milik Kristus dan mereka yang menjadi milik Setan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kita terselubung dengan cara yang sama seperti Kristus terselubung. Dalam inkarnasi-Nya, kemuliaan-Nya terselubung. Ada pandangan sekilas yang diberikan pada saat ada transfigurasi. Jadi di sini kita hidup di dunia ini, dan kita secara harfiah adalah bait Trinitas, tetapi itu terselubung dalam daging manusia kita. Tetapi kita perlu memahami realitas kehadiran itu, dan itulah yang dicatat oleh Yohanes bagi kita dari bibir Tuhan kita yang berharga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepada siapa janji-janji ini diberikan? Yah, itu hanya diberikan kepada orang percaya. Itu diberikan kepada para murid dan semua orang yang akan datang setelah mereka yang percaya kepada Yesus. Tetapi itu harus didefinisikan lebih lanjut karena ada banyak orang yang percaya kepada Yesus. Jadi bagaimana kita tahu siapa penerima sebenarnya dari janji-janji ini? Nah, itu di ayat 15, “Jikalau kalian mengasihi Aku, kalian akan menaati perintah-perintah-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah orang yang benar-benar beriman?” Bukan seseorang yang percaya fakta tentang Injil, bukan seseorang yang percaya fakta tentang Yesus, tetapi seseorang yang mengasihi Tuhan dan yang kasihnya dinyatakan dalam kehidupan yang taat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa memegang perintah-perintah-Ku dan menaatinya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan menyatakan Diri-Ku kepadanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah marilah kita melihat ini dari sudut lain. Ketika kita masuk surga, apakah yang kita akan terima? Inilah tentang pertemuan dengan Allah, bersekutu dengan Allah, mengenal Allah, mengasihi Allah dengan sempurna, dan menaati Allah. Tidak ada dosa yang akan mengganggu ketaatan itu dan yang akan mengganggu kasih itu atau menguranginya. Tetapi surga adalah tempat Allah Tritunggal. Dalam Wahyu 2:7, surga disebut firdaus Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah sebagai orang percaya, kita menuju ke firdaus Allah. Kita menuju ke surga. Melalui surat-surat ini, orang-orang percaya diidentifikasikan dengan sebuah frase: “Dia yang mengatasi.” Dan Yohanes dalam surat-suratnya, berbicara tentang realitas iman yang mengatasi, iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Dengan iman kita mengatasi. Yang mengatasi itu adalah orang yang menaruh kepercayaannya kepada Kristus. Jadi kita adalah yang mengatasinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang kita terima ketika kita masuk surga? Lihatlah Wahyu 2:17, “Barangsiapa mengatasi, yaitu orang percaya, Aku akan berikan manna yang tersembunyi.” Apakah manna yang tersembunyi itu? Itu adalah Kristus sendiri. Allah memberi mereka manna dan semua orang Israel diberi makan di padang gurun. Tetapi dalam Yohanes 6:35 Yesus berkata, “Akulah roti yang memberi hidup. Siapa pun yang makan roti ini tidak akan pernah lapar lagi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak semua pergi ke surga dan berada dalam paduan suara besar-besaran dari orang-orang yang kita tidak kenal. Tidak. Kita akan memiliki persekutuan pribadi dengan Trinitas, seperti janji-janji di Wahyu 2:17 yang mengatakan, “Dan Aku akan memberinya batu putih, dan di atas batu itu tertulis nama baru yang tidak seorangpun tahu kecuali dia yang menerimanya.” Ini untuk mengidentifikasikan Anda secara pribadi dalam hubungan dengan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Surga itu bukanlah pengalaman kelompok, itu adalah persekutuan pribadi dengan Kristus. Pada akhir Wahyu 2, Dia berbicara tentang apa yang akan terjadi pada orang yang mengatasi. Lihatlah ayat 28, “Barangsiapa mengatasi, Aku akan memberinya bintang timur.” Apakah itu? Dalam Wahyu 22:16 dikatakan, “Aku, Yesus, adalah bintang timur yang terang.” Apakah akan terjadi pada orang percaya itu di surga? Dia akan menerima Yesus, secara pribadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu 3:12 mengatakan, “Barangsiapa yang mengatasi dosa, Aku akan menjadikannya tiang di bait Allah-Ku, dan dia tidak akan keluar lagi. Aku akan menuliskan padanya nama Allah-Ku dan nama kota Allah-Ku, Yerusalem Baru, yang turun dari surga dari Allah-Ku. Dan Aku akan menulis padanya nama baru-Ku.” Jadi kita akan memiliki nama yang diberikan Kristus kepada kita, dan kemudian kita diidentifikasikan dengan ibu kota kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang akan kalian dapatkan di surga? kalian akan mendapat Allah. Ayat 21, “Barangsiapa mengatasi, Aku akan mengaruniakannya untuk duduk bersama Aku di atas takhta-Ku, sama seperti Aku juga telah mengalahkan dan duduk bersama Bapa-Ku di atas takhta-Nya.” Ini berarti bahwa di mana Allah berada, di mana Kristus berada, di situlah Anda akan berada, dalam persekutuan yang konstan, intim, dan secara pribadi dengan Bapa, Anak dan juga Roh. Itu adalah surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Minggu lalu, kita melihat kehadiran Roh Kudus di ayat 16 dan 17, saya tidak akan membahas itu. Dan bagian penting di akhir ayat 17, Yesus berkata, “Dia tinggal bersamamu dan akan diam di dalam kamu.” Dia baru mengatakan Dia akan mengirim Roh Kudus. Sekarang Dia berkata dalam ayat 18, “Aku akan datang.” Itulah Anak Allah yang berbicara. Dia berkata, “Aku akan kembali. Aku mengirim Roh, tetapi Aku juga akan kembali kepada Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebenarnya, apakah yang Dia katakan dalam Matius 28:20 di Amanat Agung? “Aku tidak pernah akan meninggalkan kalian atau mengabaikan kalian.” Aku tidak akan meninggalkan kalian sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali. Ya, setelah tiga hari dari kebangkitan. Apa yang Dia bicarakan adalah, “Aku akan kembali untuk tinggal di dalam kalian untuk selamanya. Dan pada hari itu ketika Roh Kudus datang dan Aku datang, kalian akan lebih memahami Tritunggal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan memahami </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Pada hari itu kalian akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku, dan kalian di dalam Aku, dan Aku di dalam kalian.” Dan mengingatkan mereka lagi dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa memegang perintah-perintah-Ku dan menaatinya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan menyatakan Diri-Ku kepadanya.” Menjadi seorang Kristen berarti pada intinya berada dalam kesatuan hidup dengan Allah Tritunggal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda perlu mengaku setiap pribadi Trinitas. Anda dapat berkomunikasi dengan setiap anggota Trinitas. Berkomunikasi dengan Allah Tritunggal. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, Yudas (bukan Iskariot) berkata kepada-Nya, “Tuhan, bagaimana mungkin Engkau menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Kenapa dia menanyakan pertanyaan itu? Karena mereka masih berpegang pada gagasan bahwa Dia akan mewujudkan kerajaan itu sekarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya memiliki hidup kekal? Artinya memiliki Allah sendiri di dalam kamu, yang kemudian membawa kita ke anggota ketiga Trinitas, dan kita akan melihat </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menaati firman-Ku; dan Bapa-Ku akan mengasihinya, dan Kami akan datang kepadanya dan membuat rumah Kami bersamanya. Nah inilah anggota ketiga dari Trinitas, Allah Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sisi lain, </span><span class="cf1"><b>ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menaati firman-Ku.” Dengan kata lain, jika Anda tidak menaati Firman Allah, Anda tidak mengasihi Allah apa pun yang Anda katakan. “Dan firman yang kalian dengar bukanlah dari-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” Sekali lagi, kualifikasi untuk menjadi orang percaya sejati yang Yesus berikan di sini, Dia terima dari Bapa. Mereka semua setuju.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak perlu pergi ke suatu tempat untuk menyembah Allah, Anda adalah bait sucinya. Paulus berkata dalam 1 Korintus 6, “Barangsiapa mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh.” 10 "Kalian ingin hidup sebagai orang yang menurut gambar Dia yang menciptakan kalian." 12, “Anda harus dicirikan oleh belas kasih, kebaikan, kerendahan hati, kelembutan, kesabaran, pengampunan, dan tentu saja, kasih, ikatan persatuan yang sempurna.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Oct 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211010</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penolong Lain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+14:15-19" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 14:15-19</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini merupakan tantangan karena memberitakan kepada kita misteri ilahi yang paling sulit, yaitu sifat Trinitas: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, tiga-dalam-satu. Selama berabad-abad, ada upaya dilakukan oleh para pengkhotbah untuk mencoba menjelaskan Trinitas dengan ilustrasi. Tetapi semuanya tidak berguna karena Trinitas tidak dapat diilustrasikan dengan apa pun yang ada di dalam dunia ciptaan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini melampaui pemahaman manusia. Ada misteri-misteri ilahi yang tidak pernah dapat kita pahami yang semuanya berkaitan dengan sifat Allah. Yang adalah yang paling menantang dari semuanya, bahwa Allah adalah satu, namun terdiri dari tiga pribadi yang berbeda pada saat yang sama. Pertama-tama, sadarilah bahwa Anda tidak akan pernah sepenuhnya memahaminya. Walaupun di surga, mungkin ada unsur-unsur sifat Tritunggal Allah yang tidak dapat dipahamani manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena kita tidak pernah akan menjadi Allah. Jika Anda mulai dengan memahami bahwa Anda tidak akan memahami kepenuhan Trinitas pada akhirnya, dan kemudian bergerak untuk memahami apa yang Alkitab katakan tentang Trinitas, Anda akan menemukan dengan tepat apa yang Allah ingin Anda ketahui. Kita dapat memahami Tritunggal sejauh Kitab Suci telah menyatakannya kepada kita; dan itulah kesempatan yang ada di hadapan kita hari ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagai orang percaya, kita memiliki warisan surgawi yang dijanjikan kepada kita. Kita bukan orang Kristen hanya untuk hidup ini saja, tetapi kita orang Kristen karena kita mengantisipasi janji-janji yang Allah berikan kepada mereka yang percaya kepada Anak-Nya dan datang kepada-Nya untuk keselamatan, janji-janji yang pada dasarnya berada di surga untuk kita. Itulah keinginan kita, dan itulah janji Allah kepada kita, untuk meluangkan waktu untuk selamanya di tempat yang damai dan penuh sukacita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sebagai orang percaya, kita berpegang, bukan hanya pada gagasan umum tentang surga, tetapi juga pada realitas spesifik tentang apakah surga itu. Itu adalah janji yang adalah warisan bagi kita. Kita adalah ahli waris bersama dengan Kristus. Dan Petrus mengatakan itu adalah janji yang pasti yang tidak dapat dibatalkan atau diubah. Ini adalah warisan di luar pemahaman. Paulus berdoa supaya pemahaman kita diterangkan sehingga kita dapat memahami kemuliaannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kita memakai Efesus 1:18 dengan mengatakan, “Tuhan, setidaknya berilah kami pemahaman tentang warisan yang Engkau miliki untuk kami ini.” Ketika kebanyakan orang berpikir tentang surga, bahkan orang Kristen juga, mereka berpikir tentang suatu tempat; dan itu memang sebuah tempat. Inilah tempat yang didefinisikan dan dijelaskan mengenai karakternya, sifatnya, komponennya, dan bahkan ukurannya dalam kitab Wahyu. Ini memang suatu tempat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebanyakan orang, ketika mereka berpikir tentang surga, mereka menganggap itu sebagai tempat di mana ada kegiatan-kegiatan tertentu; dan itu benar. Pasti ada kegiatan di takhta Allah di surga. Salah satunya adalah pujian, penyembahan dan pemujaan. Dan itu akan berlangsung sepanjang waktu. Tetapi di surga akan ada kegiatan lain juga. Kita akan melayani sepanjang kekekalan dengan cara yang tidak terbayangkan bagi kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi jika hanya itu yang Anda pikirkan tentang surga, maka Anda kehilangan poin utamanya. Surga pada dasarnya adalah hubungan yang terpenuhi. Ketika Anda berpikir tentang surga, pikirkanlah seperti itu. Itu adalah kehadiran penuh dari Allah Tritunggal; kehadiran penuh dan mulia dari Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kita akan berada dalam hubungan yang penuh, lengkap, transenden dengan Tritunggal. Itu akan menentukan keberadaan kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa saya membahas ini? Karena dalam Yohanes 14, Tuhan kita berjanji untuk memberikan kepada kita gambaran tentang kehadiran penuh ini. Kita sekarang, sebagai orang percaya, memiliki ‘uang muka’ atas kehadiran penuh Tritunggal yang akan kita alami di surga. Tetapi kita dalam bentuk tubuh kita saat ini tidak sanggup untuk hubungan penuh semacam itu. Kita membutuhkan tubuh yang berbeda karena yang sekarang ini bukan untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidup ini benar-benar hanya gerakan yang konstan dan tak terhindarkan untuk meninggalkan dunia ini. Inilah tubuh yang akan mati; dan sepanjang jalan itu, selalu ada masalah, kita sakit, dan terluka, dan tidak kompeten, dan tidak mampu, dan cacat, dan lain-lain. Kita berjuang bukan hanya dengan bagian fisik dari tubuh kita, tetapi juga dengan bagian mental. Kita memiliki keterbatasan dalam kapasitas kita untuk memahami hal-hal surgawi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita bergumul secara emosional dan kita bergumul dengan dosa dan pencobaan. Jadi kita bukan hanya membutuhkan bagian luar yang berbeda, kita juga membutuhkan bagian dalam yang berbeda. Jika kita ingin berada dalam hadirat Allah Tritunggal sepenuhnya untuk selamanya, dalam kebenaran, sukacita, dan kedamaian yang sempurna, kita harus menukar tubuh ini dengan yang lain. Janji Kitab Suci adalah bahwa ketika seorang percaya mati, roh orang percaya itu berubah dan akan masuk surga tanpa dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pada suatu hari, akan ada kebangkitan tubuh baru yang dimuliakan seperti tubuh kebangkitan Kristus, untuk bergabung dengan roh itu dan menjadi makhluk abadi untuk menikmati kehadiran penuh dari Allah Tritunggal itu. Jadi ketika Anda berpikir tentang surga, pikirkanlah tentang hubungan yang sempurna dan memuaskan dengan Allah Bapa dan dengan Allah Anak dan dengan Allah Roh Kudus itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah semua itu ada di teks di depan Anda, Tuhan kita berjanji untuk memberikan murid-murid-Nya, termasuk kita, suatu prapertunjukan kehadiran penuh ini pada persekutuan surgawi abadi dengan Allah, dan memberikannya kepada kita di sini sekarang, supaya sebagai orang percaya saat ini, Anda berada dalam persekutuan, sejauh mungkin dalam bentuk kita ini, Anda berada dalam persekutuan pribadi dengan Tritunggal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salah satu cara untuk mendefinisikan seorang Kristen adalah sebagai seseorang yang memiliki hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Rasul Paulus berbicara tentang berada di dalam Kristus dan Kristus berada di dalam kita. Dan, tentu saja, Anda menyadari bahwa Roh Kudus tinggal di dalam Anda, benar? Anda adalah bait Roh Allah. Dan Anda dipimpin oleh Roh Kudus dan dipenuhi dengan Roh dan dimampukan oleh Roh dan dikaruniai oleh Roh.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari saya mulai dari </span><span class="cf1"><b>Yohanes 14:15 - 18</b></span><span class="cf1">, “Jikalau kalian mengasihi Aku, taatilah perintah-perintah-Ku. 16 Dan Aku akan berdoa kepada Bapa, dan Dia akan memberi kepadamu Penolong lain, yang akan tinggal bersama kalian untuk selamanya, 17 Dia itu Roh kebenaran, yang tidak dapat diterima dunia, karena dunia tidak melihat Dia atau mengenal Dia; tetapi kalian mengenal Dia, karena Dia tinggal bersama kalian dan akan ada di dalam kalian. 18 Aku tidak akan meninggalkan kalian sebagai yatim piatu; Aku akan datang kepadamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu benar-benar bagian Kitab Suci paling dalam yang kalian pernah baca karena itu membawa kalian ke dalam unsur-unsur kehidupan Tritunggal yang sangat komprehensif dan kompleks. “Aku ada di dalam Bapa, Bapa ada di dalam Aku. Aku akan mengirimkan Roh Kudus. Itu diringkas di dalam ayat 23, “Kami akan datang.” Kalian adalah bait Allah; dan tempat tinggal Allah Anak, dan tempat perlindungan Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ketahuilah bahwa Tuhan kita sedang berbicara kepada murid-murid-Nya pada hari Kamis malam Minggu Sengsara itu, dan mereka tahu Dia akan mati. Dia telah memberi tahu mereka bahwa Dia akan ditangkap; Dia akan dipukuli, dianiaya; Dia akan mengalami sidang, dan Dia akan disalibkan; Dia akan bangkit kembali; dan kemudian Dia akan naik ke surga, kepada Bapa. Mereka mengalami banyak masalah dengan menerima hal itu. Faktanya, Yohanes 14 dimulai dengan, “Berhentilah gelisah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang di Yohanes 14 mulai ada janji pertama di ayat 15. Dia telah berjanji bahwa mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang Dia lakukan, lebih luas, bukan lebih besar dalam bentuk. Dia sudah berjanji kepada mereka bahwa Dia akan menjawab doa-doa mereka dan menyediakan segala sesuatu yang mereka butuhkan jika itu diminta dalam nama-Nya untuk kemuliaan-Nya dan untuk tujuan-Nya. Dia juga telah berjanji bahwa mereka akan bekerja terus untuk meneruskan pelayanan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka akan terus memiliki akses ke persediaan yang Dia miliki di surga untuk menyediakan pelayanan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Jikalau kalian mengasihi Aku, kalian akan menaati segala perintah-Ku.” Semua janji pekerjaan yang lebih besar itu, dan dari apa pun yang kalian minta dalam nama-Ku, itu akan Aku lakukan, dan tentang Tritunggal datang ke dalam kalian, kepada siapa Dia membuat janji-janji itu? Jawab, kepada “Mereka yang mengasihi Aku dan menaati perintah-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Kristen sejati mengasihi dan menaati. Ini bukan tentang mengatakan bahwa Anda seorang Kristen. “Banyak yang akan berkata kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, aku melakukan ini; aku melakukan itu; aku melakukan hal yang lain.’ Aku akan berkata kepada mereka, ‘Pergilah dari Aku, Aku tidak pernah mengenal Anda.’” Kasih adalah motivasinya dan ketaatan adalah tindakannya. Yohanes 15:10 mengatakan, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, sama seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat tindakan orang dan mencoba untuk mengerti hati mereka karena hanya itu yang bisa kita lakukan. Tetapi itu mungkin menipu kita karena orang bisa saja melakukan tindakan tanpa memakai hati. Allah tidak memandang orang seperti itu. Dia melihat hati dulu dan menafsirkan tindakan itu. Kita melihat tindakan dan menafsirkan hati. Dan apa yang dicari Allah? Bukan hanya ketaatan saja, melainkan ketaatan yang dimotivasi oleh kasih kepada-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Dan Aku akan berdoa kepada Bapa, dan Dia akan memberi kalian Penolong yang lain, supaya Dia tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya.” Itulah Roh Kudus. Disini kita lihat Trinitas dalam ayat itu: “Aku,” yaitu Anak; “Bapa,” Allah Bapa dan “Penolong,” Roh Kudus. Nah kehidupan Kristen itu juga terutama adalah hubungan kasih yang menghasilkan perilaku yang taat; tetapi pada dasarnya itu sebuah hubungan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berkata, Aku akan minta kepada Bapa dan Dia akan memberi kalian Penolong.” Itu adalah kata Paraclete, yang berarti 'memanggil orang untuk mendampingi'. Dipanggil untuk apa? Untuk semua hal yang kalian butuhkan. Itu bisa untuk pendoa syafaat, pengacara, bisa menjadi penghibur, pemberi semangat dan bisa menjadi guru. Seseorang dengan lebih banyak kebijaksanaan, kebenaran, kekuatan, dan pengetahuan daripada apa yang Anda miliki.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam banyak Alkitab dikatakan Penghibur, tetapi itu adalah pemahaman sempit tentang peran Roh Kudus itu. Tentu saja Dia ada untuk menghibur. Tetapi jauh di luar itu, untuk membantu di setiap tingkat di mana kita membutuhkan bantuan. Perhatikan ini, “Aku akan minta kepada Bapa dan Dia akan memberimu yang lain.” Dalam bahasa Yunani, ada dua kata untuk 'lain'. Ada yang lain dari jenis yang berbeda, dan yang lain dari jenis yang sama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menggunakan 'yang lain' dari jenis yang sama persis; dan itu mendefinisikan bagi kalian pelayanan Roh Kudus. Apakah yang Yesus lakukan bagi mereka? Dia melakukan segalanya untuk mereka. Dia menjawab setiap pertanyaan yang pernah mereka miliki. Dia menyediakan semua yang mereka butuhkan. Dia menyediakan semua perlindungan mereka, semua persediaan mereka, semua instruksi mereka, semua kebijaksanaan mereka, semua pengetahuan mereka. Dia menterjemahkan semua pengalaman mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bukan hanya memberi tahu mereka arti dari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi. Dia memberi tahu mereka apa yang akan datang dan apa yang akan terjadi. Dia menjelaskan kepada mereka pentingnya wahyu ilahi. Dia benar-benar menjadi segalanya bagi mereka, dan Dia berkata, “Aku akan pergi, tetapi Aku akan memberimu Penolong, Paraclete, yang persis sama seperti Aku. Dan Dia akan datang supaya Dia ada bersamamu untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan menyertai kalian sepanjang hidup kalian di sini dan sepanjang hidup kalian di surga. Itulah sebabnya dalam Yohanes 16:7 Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu yang sebenarnya, itu demi keuntunganmu Aku pergi. Karena jika Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengirim Dia.” Dan, ketika kalian masuk ke surga, hubungan kalian dengan Dia akan menjadi segala sesuatu yang bisa dan seharusnya ada di dalam kesempurnaannya untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Dia adalah Roh kebenaran yang tidak dapat diterima dunia karena dunia tidak melihat-Nya atau mengenal-Nya. Tetapi kalian mengenal Dia karena Dia tinggal bersamamu dan akan ada di dalam kalian.” Tentu saja Dia benar, karena Allah adalah kebenaran. Dan Yesus berkata sebelumnya di ayat 6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Dia akan menjadi seperti Aku bagi kalian; dan Aku adalah kebenaran, dan Dia adalah kebenaran; dan semua yang Dia katakan kepada kalian adalah kebenaran.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dunia tidak mengenal Dia, tetapi kalian mengenal Dia karena Dia tinggal bersama kalian.” Bagaimana Roh Kudus tinggal bersama mereka? Dengarkanlah, itu terjadi di dalam pribadi Kristus. Itu adalah poin utama dari pernyataan itu. Siapakah yang memberi kehidupan di dalam rahim Maria? Itulah Roh Kudus. Itulah Roh Kudus yang ada pada saat pembaptisan Yesus, yang turun dari surga, dan berdiam di dalam-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Roh Kudus itu memimpin Dia ke dalam pelayanan, dan Roh Kudus itu juga membimbing Dia ke padang gurun untuk dicobai, dan Roh Kudus menguatkan Dia dan memampukan Dia; dan Yesus menyerahkan semua pujian untuk pelayanan-Nya kepada Roh Kudus. Ingat dalam Matius 12, orang-orang Farisi dan para pemimpin Yahudi berkata Dia melakukan apa yang Dia lakukan dengan kuasa iblis. Itu adalah bukti bahwa dunia tidak dapat menerima Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitu butanya dunia ini. Roh Kudus telah ada di sini, melakukan pekerjaan-Nya di dalam Aku. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada mereka yang mengatakan Dia melakukan mujizat dengan kuasa Setan, “Kalian telah menghujat Roh Kudus.” Mengapa Dia disebut Roh kebenaran? Karena, “Dia akan mengajarimu segala sesuatu, dan mengingatkanmu akan semua yang Aku katakan kepadamu.” Dia disebut Roh kebenaran karena Dia akan membawa kebenaran kepada mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Biarlah saya meringkaskan semua ini. Wahyu itu berasal dari Allah. Allah mengungkapkan wahyu itu melalui Kristus. Kristus hidup dan mengajar dan melayani, dan kemudian Roh Kudus datang, dan mengambil semua itu dan menyatakannya kepada para rasul, yang kemudian menuliskannya. Bahkan, itulah yang dikatakan Petrus, “Orang digerakkan oleh Roh Kudus untuk berbicara dari Allah.” Tidak pernah ada nubuatan yang dibuat oleh tindakan kehendak manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jika kalian menyerang kebenaran Alkitab, kalian telah menyerang Trinitas. Jadi sebagai orang percaya, Anda berkata, “Bagaimana hal ini berlaku bagi kita?” Apa yang terjamin adalah bahwa buku ini benar. Saya tidak memerlukan bukti lain. Saya tahu buku ini benar-benar akurat. 1 Korintus 2:16, “Di sini kita memiliki pikiran Kristus.” Dan di sini kelihatan bahwa Tritunggal itu terlibat dalam penulisan Alkitab. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah dunia tidak mengerti ini. Jadi yang pertama dari janji-janji menakjubkan akan kehadiran ilahi adalah bahwa, “Roh telah menyertai kalian di dalam Aku, dan Dia sekarang akan ada di dalam kalian untuk selamanya.” Dan tugas pertama adalah mengingatkan kalian akan wahyu penuh dari Bapa, kepada Anak, melalui Roh, yang dapat Anda tuliskan. Orang-orang kudus Allah menulis ketika mereka digerakkan oleh Roh Allah, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20211003</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah Bapa Terungkap]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B1"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+14:7-14" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 14:7-14</a></span></span><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 13 sampai 16 disebut Ceramah Ruang Atas. Ini unik dalam Injil. Tidak ada orang lain yang mencatat ini. Tetapi Yohanes melakukannya dan dia melakukannya secara rinci. Ini Kamis malam. Inilah malam Yudas pergi, di mana Yesus berkumpul dengan para murid; dan setelah mereka berkumpul dan menyanyikan sebuah himne, mereka pergi ke Bukit Zaitun, dan Dia pergi untuk berdoa. Dan kemudian Dia ditangkap; dan pada hari Jumat, Dia disalibkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah adalah malam terakhir-Nya bersama murid-murid-Nya, dan Dia menyediakan bagi mereka perintah, peringatan, janji, komitmen yang paling menakjubkan yang pernah diberikan. Inilah kehendak dan kesaksian terakhir-Nya kepada para rasul-Nya. Ada aplikasi langsung untuk 11 orang ini dan ada penerapan yang diperluas kepada semua murid-Nya sepanjang sejarah. Dia memeteraikan semua janji ini dalam Yohanes 13 sampai 16 dengan sebuah doa dalam Yohanes 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada malam yang sama, ketika Dia mengucapkan doa agung itu, Dia berkata, “Aku berdoa bukan hanya untuk mereka ini, tetapi juga untuk semua orang yang percaya kepada-Ku,” yang berarti Dia menyampaikan janji-janji ini kepada kita semua. Ini adalah bagian yang tak tertandingi dari Kitab Suci. Kita ingin mendengarkan kata-kata terakhir orang sebelum mereka mati. Itu adalah hal-hal penting yang ada di pikiran mereka pada akhirnya. Nah, inilah pembicaraan duniawi terakhir dari Tuhan kita dengan orang-orang yang Dia kasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat Yohanes 13, dan ini tentang kasih, betapa Yesus mengasihi mereka, dan betapa Dia ingin mereka saling mengasihi. Di tengah bab itu, ada dua momen gelap. Pertama, Dia mengekspos dan menghadapi Yudas yang akan mengkhianati-Nya. Yang kedua datang ketika Petrus diberitahu bahwa dia akan menyangkal Kristus tiga kali. Yudas menggantungkan diri dan Petrus dipulihkan dan dia mulai mendirikan gereja pada Hari Pentakosta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika kita sampai pada Yohanes 14, inilah waktunya untuk menghibur para murid ini. Mereka sekarang tahu Dia akan pergi. Dia akan mati. Dia telah mengatakan itu kepada mereka berulang kali, meskipun mereka sulit memprosesnya. Ia menjelaskan kepada mereka secara rinci,”Aku akan ditangkap oleh imam-imam kepala dan orang-orang yang bertanggung jawab di Israel. Aku akan dipukuli; Aku akan diludahi; Aku akan dilecehkan. Aku bahkan akan diangkat. Aku akan disalibkan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Dia melanjutkan memberi tahu mereka bahwa dalam tiga hari Dia akan bangkit dari kematian. Dan hanya beberapa jam sebelum ini, Dia telah memberi tahu mereka bahwa sistem bait suci itu akan dihancurkan sepenuhnya; tidak satu batu pun akan tertinggal di atas batu lainnya. Penghakiman ilahi akan datang atas Israel atas Yudaisme. Mereka pikir Mesias akan membawa penghakiman ilahi ke seluruh dunia. Tetapi Yesus berkata bahwa hal itu akan menimpa orang-orang Yahudi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan ada transisi yang akan terjadi. "Aku menyerahkan kalian kepada Allah. Aku akan pergi." “Aku pergi kepada Bapa-Ku.” Mereka memahami Allah sebagai Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus. Mereka tahu Dia adalah Anak Allah, dan sekarang Dia berkata, “Aku pergi kepada Bapa,” dan mereka sangat terganggu oleh ini. Dan Dia berkata, "Kalian harus percaya kepada-Ku dan Allah Bapa."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tak seorang pun dalam Perjanjian Lama dapat mengatakan, “Kita hidup di hadirat Allah secara fisik.” Ada orang-orang dalam Perjanjian Lama yang memiliki penglihatan tentang Allah. Ada Yakub yang, dalam Kejadian 32, bergulat dengan seorang malaikat. Musa dalam Keluaran 33 dan 34 diberi pandangan sekilas tentang kemuliaan Allah. Manoah, ayah Samson melihat Allah. Musa dan Harun dan Nadab dan Abihu juga melihat kemuliaan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi selain dari penglihatan Allah yang langka dan unik dan tidak jelas itu, tidak ada kehadiran fisik dengan Allahj yang benar-benar. Iya, ada awan saat mereka berkeliaran di padang gurun, awan di siang hari dan tiang api di malam hari, tetapi tidak ada yang seperti Allah dalam daging manusia. Jadi inilah pengalaman yang luar biasa bagi keduabelas orang dan para wanita yang ada bersama mereka dan sering berjalan bersama Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal itu menjadi alasan untuk ayat 7 sampai 14, karena di sini Tuhan kita ingin meyakinkan mereka bahwa diserahkan kepada Allah itu lebih baik. Lihatlah Yohanes 16:7, Ruangan Atas yang sama, malam yang sama, beberapa saat kemudian, “Aku berkata sesungguhnya, itu adalah untuk keuntunganmu jika Aku pergi.” Dia ingin mereka mengerti bahwa diserahkan kepada Bapa itu lebih baik bagi mereka karena Kristus dalam inkarnasi-Nya terbatas secara fisik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi untuk menghibur mereka, Tuhan kita mengungkapkan tiga hal. Dia mengungkapkan pribadi-Nya, kekuasaan-Nya, dan persediaan-Nya. Dan ini semua tentang gagasan untuk membuat mereka mampu menghadapi transisi ke perawatan Allah Bapa. Marilah kita lihat dulu wahyu pribadi-Nya yang dimulai di </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Seandainya kalian mengenal Aku, pasti kalian juga mengenal Bapa-Ku; dan mulai sekarang kalian mengenal Dia dan telah melihat Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apa yang mereka tidak benar-benar mengerti adalah bahwa Dia adalah Allah yang berinkarnasi. Apakah Dia juga Allah? Iya. Tetapi apakah artinya itu? Apakah yang mereka tidak pahami adalah apa yang saya bacakan kepada Anda dalam Kolose 1:15, bahwa Dia adalah kepenuhan tubuh Keallahan, bahwa Dia adalah, “Representasi yang tepat dari Allah.” Dalam Ibrani 1:3 dikatakan, bahwa Yesus adalah gambar yang kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan, yaitu Allah Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, Kristologi mereka akurat, tetapi tidak lengkap. Dan, lebih jauh lagi, mereka tidak memahami hubungan antara Dia dan Roh Kudus. Dia telah mengatakan kepada mereka bahwa Dia melakukan segala sesuatu dengan kuasa Roh Kudus, dan menghujat Dia berarti menghujat Roh Kudus itu yang melakukan pekerjaan melalui Dia. Tetapi mereka tidak mengerti itu. Teologi Trinitas mereka tidak lengkap.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata kepada mereka, “Aku pergi ke Bapa-Ku dan Aku pergi ke rumah Bapa-Ku, dan di rumah Bapa-Ku ada banyak ruangan. Jadi Aku akan mulai menyiapkan kamar-kamar untuk kalian, dan Aku akan kembali dan membawa kalian ke sana. Dan Aku adalah jalan ke sana; kalian tidak perlu khawatir tentang itu. Akulah jalannya; tidak ada jalan lain. Hanya melalui Aku, kalian akan sampai di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Mulai sekarang, kalian mengenal Dia dan telah melihat Dia,” tensa sekarang. Apakah yang dimaksud-Nya? Mulai saat ini dan seterusnya, pengetahuan kalian tentang Bapa dan hubungan-Ku dengan Bapa itu akan bertumbuh melalui kematian-Ku dan kebangkitan-Ku secara khusus. Apakah kalian ingat apa yang terjadi ketika Tomas masuk ke dalam ruangan dan melihat Yesus? Di Yohanes 20:28. "Tomas menjawab, 'Tuhanku dan Allahku."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan itulah yang mengesahkan klaim-Nya Dia adalah satu dengan Allah Bapa. Jadi setelah mereka mengerti bahwa Dia dan Allah adalah satu, mereka kemudian dapat percaya bahwa perhatian yang sama yang Dia berikan kepada mereka akan menjadi apa yang Allah sediakan bagi mereka karena mereka adalah satu. Tetapi ada lebih dari itu. Yohanes 14:16, “Aku akan minta kepada Bapa dan Dia akan memberi kalian Penolong yang lain, yang akan menyertai kalian untuk selama-lamanya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah penolong yang lain itu? Ayat 17, “Dia itu Roh kebenaran, yang tidak dapat diterima dunia, karena dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia; tetapi kalian mengenal Dia, karena Dia diam bersama kalian dan akan diam di dalam kalian.” Dia akan memberi kalian Roh Kudus. Bapa akan memberimu Roh itu untuk mengambil tempat-Ku, dan Dia adalah Roh Kudus. Kalian akan memiliki Roh kebenaran sebagai guru kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Disinilah Tuhan kita mengajar mereka tentang esensi Trinitas, tentang sifat Trinitas. Dengan kepergian Yesus tidak ada kerugian “Itulah Allah yang sama yang ada di dalam Kristus yang memenuhi kebutuhan kalian, yang akan kembali memenuhi kebutuhan kalian melalui pengiriman Roh Kudus yang datang dari Bapa sama seperti Aku datang dari Bapa, yang bersatu dengan Bapa sama seperti Aku bersatu dengan Bapa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di Yohanes 16:13, “Apabila Roh kebenaran itu datang, Ia akan menuntun kalian ke dalam semua kebenaran.” Sekali lagi, penekanan di sini adalah pada pengajaran kebenaran itu. “Dia tidak akan berbicara atas inisiatif-Nya sendiri, tetapi apa pun yang Dia dengar, Dia akan katakan.” Dia berbicara untuk Trinitas. Dia berbicara untuk Bapa, Dia berbicara untuk Anak, dan Dia akan mengungkapkan kepada kalian apa yang akan datang. Dan Dia akan memuliakan Aku dan Bapa. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia memberi janji ini. Dan mereka belum mendengar semua yang baru saja saya bacakan untuk kalian karena itu akan datang sebentar lagi. Tetapi Dia berkata, “Jika kalian benar-benar mengenal Aku, kalian akan mengenal Bapa-Ku juga. Mulai sekarang kalian mengenal Dia dan telah melihat Dia. Kalian mulai dari sekarang akan mengenal Dia,” meskipun pengetahuan itu tidak datang sampai setelah kebangkitan itu ketika Tomas mengatakan untuk semua orang, “Tuhanku dan Allahku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Roh Kudus datang pada hari Pentakosta dan semua yang adalah milik Bapa dan semua yang datang melalui Anak, sekarang datang melalui Roh Kudus, dan mereka memiliki kepenuhan segalanya. Dan kemudian itu menjadi sangat jelas bagi mereka, dan mereka meluncurkannya pada Hari Pentakosta; mereka mulai dengan teologi Tritunggal penuh. Dan sekarang, Yesus berkata, "Mulai sekarang, ini akan menjadi pengetahuan bagi kalian."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Filipus menunjukkan pada saat itu bahwa mereka masih bodoh. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Filipus berkata kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah kepada kami Allah Bapa dan itu cukup bagi kami.” Ini mengecewakan. Dia berbicara untuk orang-orang lain yang memiliki masalah yang sama. Mungkin dia berpikir tentang Allah mengunjungi Abraham di awal Kejadian. Mungkin dia memikirkan penglihatan Musa tentang Allah, atau Yehezkiel, atau Yesaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus kepadanya, “Sudah begitu lama Aku bersama kalian, dan belum juga kalian tidak mengenal Aku, Filipus? Orang yang telah melihat Aku, telah melihat Bapa; jadi bagaimana engkau bisa mengatakan, 'Tunjukkanlah Bapa kepada kami? </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, Tidakkah engkau percaya, bahwa Aku ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Kukatakan kepadamu, tidak Kukatakan dari diri-Ku sendiri; tetapi Bapa yang berdiam di dalam Aku, Dialah yang mengerjakan semuanya itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, atau percayalah kepada-Ku demi pekerjaan itu sendiri.” Tidak ada manusia yang pernah melihat Allah dalam kepenuhan-Nya. Allah adalah Allah yang tidak kelihatan. Kadang-kadang Dia memanifestasikan diri-Nya dalam awan, atau tiang api, atau suatu penglihatan; tetapi Dia tidak pernah memanifestasikan diri-Nya dengan kejelasan seperti yang Dia lakukan dalam pribadi Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda datang ke sini untuk melihat Allah dalam suatu penglihatan atau suatu bentuk; itu tidak akan terjadi. Jika Anda datang untuk mengalami suatu wahyu supranatural atau beberapa fenomena; maaf, itu tidak tersedia. Jika Anda datang ke sini untuk dikelilingi oleh malaikat atau untuk berbicara dengan paman Anda yang sudah meninggal; itu tidak akan terjadi. Anda sebaiknya pergi ke pemanggilan arwah karena Setan dapat memalsukan semua itu. Di sini, kita hidup dalam iman. Saya belum pernah melihat Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi saya percaya dengan segenap hati saya bahwa Allah itu ada, Kristus ada, dan Roh Kudus ada. Mengapa saya percaya? Saya memiliki Alkitab ini dan itu adalah semua bukti yang saya butuhkan. Ini jelas merupakan wahyu Allah dan itu satu-satunya yang saya butuhkan. Saya melihat Allah dinyatakan di semua halaman buku ini. Dan buku ini telah bertahan dalam pemeriksaan dan ujian dari semua orang percaya sejati dan semua orang pembenci dan skeptis sepanjang sejarah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kita tidak hidup melalui penglihatan, kita hidup oleh iman. Kita adalah orang-orang yang diberkati yang tidak melihat, namun percaya. Jadi doa saya bukanlah, “Tunjukkan kepada saya Allah; tunjukkan kepadaku Yesus; tunjukkan padaku para malaikat; lakukanlah sebuah keajaiban; berilah aku pengalaman mistis.” Doa saya adalah doa para rasul dalam Lukas 17:5, “Tuhan, tambahkanlah imanku.” Dan iman Anda akan meningkat secara proporsional dengan pemahaman Anda tentang Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ini adalah wahyu dari pribadi-Nya yang dimaksudkan untuk menghibur mereka untuk mengetahui bahwa Dia adalah satu dengan Bapa, dan itu akan memiliki kenyataan yang pada akhirnya akan mempengaruhi hati mereka dan menjangkarkan mereka. Ada wahyu kedua tentang kuasa-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa percaya kepada-Ku, pekerjaan yang Kulakukan akan dilakukannya juga; dan ia akan melakukan yang lebih besar lagi daripada yang telah dilakukan, karena Aku pergi kepada Bapa-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya itu? "Kalian akan melakukan mujizat." Bacalah pembukaan Kisah Para Rasul. Para rasul dan rekan para rasul itu diberi kekuatan ajaib itu. Mereka menggunakan kuasa mukjizat mereka itu untuk melakukan mukjizat yang sama seperti yang Yesus lakukan – mukjizat atas penyakit, mukjizat atas setan-setan dan mukjizat atas kematian. Kuasa itu melampaui Yesus, jadi dalam arti tertentu, itu lebih luas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kuasa mukjizat itu berlipat ganda melalui kalian semua mulai pada Hari Pentakosta.” Dalam Kisah Para Rasul 2, inilah kuasa yang diberikan kepada para rasul. Ini dijelaskan bagi kita dalam 2 Korintus 12:12, yaitu tanda-tanda dan keajaiban, dan mujizat-mujizat seorang rasul. Dan ada juga di dalam Ibrani 2:4 di mana dikatakan bahwa pesan yang diberitakan para rasul ditegaskan oleh tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban dan perbuatan-perbuatan besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi setelah zaman Kerasulan itu berakhir, masih ada perasaan di mana pekerjaan yang lebih besar sedang dilakukan. Bandingkanlah bahwa seluruh pelayanan Yesus berada di sebuah negara kecil yang panjangnya kira-kira 60 mil lebih dan lebarnya beberapa mil. Dan sekarang lihatlah apa yang terjadi. Melalui murid-murid Yesus, Injil itu telah mengelilingi seluruh dunia. Itu hidup sekarang di udara, di internet, melalui radio, media dan cetakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Salah satu alasan mengapa Aku lebih baik pergi adalah karena ketika Aku pergi, kalian akan memiliki Roh Kudus. Roh Kudus itu akan datang dan memenuhi pemahaman Trinitasmu tentang Aku. Dan kalian akan melakukan pekerjaan yang lebih besar, dan pekerjaan itu akan keluar dari negara kecil ini dan meliputi dunia. Dan kalian akan melakukan lebih banyak mujizat daripada yang Aku lakukan karena Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Tuhan kita mengungkapkan kepada mereka penyediaan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13 – 14</b></span><span class="cf1">, “Dan apa saja yang kalian minta atas nama-Ku, itu akan Kulakukan, supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak. 14 Jika kalian minta sesuatu dalam nama-Ku, itu akan Kulakukan.” Kalian akan memiliki wahyu yang lebih jelas tentang pribadi-Ku, dan ekspresi kuasa-Ku yang lebih besar, dan kalian akan memiliki kesempatan yang tak tertandingi dalam penyediaan-Ku, apa pun yang kalian minta dalam nama-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apakah artinya itu? Apakah itu berarti jika kalian menanyakan sesuatu dan berkata, “Dalam nama Yesus,” itu akan terjadi? Tidak. Jadi, 'Jika kalian minta sesuatu dalam nama-Ku,' itu berarti itu harus sesuai dengan kehendak-Ku.” Di </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 5:14, kita memiliki keyakinan bahwa jika kita minta sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya, kita tahu bahwa Dia mendengarnya, dan jika itu konsisten dengan pribadi-Nya, tujuan-Nya, kesempurnaan-Nya dan kemuliaan-Nya itu akan terjadi, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Sep 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210926</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Janji Surgawi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001B0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+14:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 14:1-6</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita telah menjalani hidup-Nya sepenuhnya, tiga tahun pelayanan, dan sekarang Dia berada di minggu terakhir hidup-Nya. Dia akan menjadi Anak Domba Kurban yang menghapus dosa dunia, yang dibunuh pada saat orang-orang Yahudi membunuh domba-domba kurban pada hari Pelewatan di hari Jumat itu. Inilah malam terakhir-Nya bersama murid-murid-Nya di ruang atas pada hari Kamis malam. Di sinilah Dia memberikan kata-kata terakhir-Nya kepada orang-orang-Nya sendiri, yaitu para rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah bersama-Nya setiap hari selama tiga tahun penuh. Mereka mengasihi Dia, mereka percaya kepada-Nya, tetapi mereka sangat bingung. Seluruh perasaan mereka tentang apa yang seharusnya terjadi telah menghilang dan memudar. Harapan dan ambisi mereka mulai runtuh, hancur di sekitar mereka. Mengapa? Karena Tuhan terus memberi tahu mereka bahwa Dia akan meninggalkan mereka, Dia akan pergi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan, apa yang terjadi pada malam terakhir ini mengisi Yohanes 13, 14, 15, dan 16, dan juga mencakup doa di dalam Yohanes 17. Begitulah sebenarnya malam itu dimulai, Yohanes 13:1, sebelum Hari Raya Pelewatan, Yesus tahu bahwa saat-Nya telah tiba, bahwa Dia akan pergi dari dunia ini dan kembali kepada Bapa setelah mengasihi milik-Nya yang ada di dunia, Dia mengasihi mereka sampai akhir. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menurut teologi murid-murid, ketika Tuhan telah mendirikan kerajaan-Nya, mereka akan berada di tempat utama. Mudah-mudahan beberapa dari mereka bisa duduk di sebelah kanan dan kiri-Nya; dan mereka masih berdebat tentang hal itu pada kesempatan ini. Dan sekarang Yesus berbicara tentang, “Aku akan pergi; dan kalian tidak akan ikut. Aku pergi ke Bapa dan kalian tidak. Dan salah satu dari kalian adalah pengkhianat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengatakan, “Dan kalian semua akan terpencar.” Mereka terkejut dan kekecewaan mereka diperbesar oleh keburukan sikap mereka sendiri. Mereka telah bertengkar tentang keunggulan. Tak satu pun dari mereka mau membasuh kaki orang lain, jadi Tuhan harus melakukan itu. Mereka telah menjadi pengikut selama tiga tahun, dan mereka berharap bahwa itu akan berakhir dengan kemuliaan bagi Tuhan dan bagi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak memperhatikan penderitaan-Nya. Tidak ada yang menawarkan kata-kata penghiburan kepada-Nya. Tidak ada yang mendekati Dia untuk menunjukkan kasih mereka yang setia. Mereka tampaknya tidak peduli terhadap apa yang Dia katakan akan terjadi dalam penderitaan-Nya. Mereka mementingkan diri, mereka bingung, mereka ketakutan, dan harapan mesianis mereka itu runtuh. Walaupun mereka tidak menunjukkan kasih sejati kepada-Nya, Yesus tetap mengasihi mereka tanpa batas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Dia harus menghibur mereka karena mereka tidak menghibur-Nya. </span><span class="cf1"><b>Yohanes 14:1-3</b></span><span class="cf1">, “Janganlah hatimu gelisah; percayalah kepada Allah, dan percayalah kepada-Ku juga. 2 Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Aku pergi kesana untuk menyediakan tempat bagi kalian. Aku tidak akan berkata begitu kepadamu, sekiranya itu tidak demikian. 3 Sesudah Aku pergi menyediakan tempat untuk kalian, Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 4-6</b></span><span class="cf1">, “Dan ke tempat Aku pergi, kalian tahu jalannya.” Lalu Tomas berkata kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalannya?” 6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku.” Dia sadar sepenuhnya akan semua yang akan diderita dalam beberapa jam, tetapi Ia masih dapat merasakan ketakutan dan kesedihan para rasul seolah-olah Ia sendiri bukan penderita itu sama sekali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesedihan hati merekalah yang mendorong Yesus untuk mengatakan semua yang Dia katakan dalam pasal-pasal ini kepada mereka dan kepada kita. Dan enam ayat pembuka itu benar-benar hanya fondasi kenyamanan. Nanti Dia akan memberi mereka sang Penghibur, Roh Kudus, yang akan diam di dalam mereka. Jadi kita dihibur oleh janji-janji-Nya, dan kekuatan penghiburan itu ditingkatkan oleh kehadiran Penghibur itu yang berdiam di dalam kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang pertama-tama ada “permohonan,” dalam ayat 1, “Janganlah hatimu gelisah; percayalah kepada Allah, dan percayalah kepada-Ku juga.” Yesus tahu semuanya yang ada di hati manusia. Dan hati mereka dipenuhi dengan emosi yang berbeda-beda saat mereka melihat harapan mereka itu berakhir. Keinginan mereka lenyap oleh kematian dan kepergian-Nya, dan mereka tidak bisa pergi. Mereka bingung, suram dan sedih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sikap orang-orang Yahudi yang akan membunuh Yesus akan sama terhadap mereka. Dan kita tahu sejarah para rasul karena hampir semuanya mati sebagai martir. Dan mereka telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Dia, dan sekarang Dia tampaknya meninggalkan mereka di tengah musuh yang setelah mereka membunuh Dia akan ingin melakukan hal yang sama kepada mereka. Itu semua sangat menakutkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ditambah itu, mereka harus berurusan dengan kesombongan dan keegoisan mereka sendiri, dan kebingungan tentang adanya pengkhianat, dan kemudian pemimpin mereka menjadi penyangkal. Kebenaran dari masalah ini adalah penderitaan-Nya tidak dapat diringankan. Dia harus menderita apa yang Dia derita sendirian, benar? Dia harus minum cawan pahit murka ilahi itu sendirian. Dia harus berjalan ke Kalvari itu sendirian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang Dia rasakan; karena mereka manusia, dan Dia adalah Allah. Tetapi kebalikannya tidak benar karena Dia dalam segala hal dicobai seperti kita tetapi tidak pernah berdosa, sampai Dia menjadi Imam Besar yang bermurah hati dan setia. Dia sanggup merasakan rasa sakit mereka, Dia merasakan penderitaan mereka tentang kehilangan Dia untuk sementara waktu. Jelas, ada tempat di hati-Nya untuk kesedihan mereka, walaupun kesedihan-Nya sendiri tidak terbatas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesaya berkata, “Dalam semua penderitaan mereka, Dia menderita.” Yesaya 50:6 mengatakan, “Aku memberikan punggung-Ku kepada orang-orang yang memukul Aku, dan pipi-Ku kepada orang-orang yang mencabut janggut.” Dan dalam Yesaya 50:4 dikatakan, “Tuhan Allah telah mengaruniakan kepada-Ku lidah orang terpelajar, sehingga Aku tahu bagaimana mengucapkan sepatah kata pada waktunya kepada orang yang letih lesu.” Yesus tahu keletihan mereka, Dia tahu kesedihan mereka, dan Dia berkata, “Berhentilah gelisah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Kalian percaya Allah, jadi percayalah pada-Ku." Sekali lagi, inilah klaim bahwa Dialah Allah. Yohanes sepanjang Injilnya membuktikan bahwa Yesus adalah Allah, mereka bersifat satu secara alami. Yohanes 20:31 mengatakan, “Inti dari seluruh Injil ini adalah supaya kalian percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.” Yohanes mulai dengan mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tak satu pun dari mereka pernah melihat Allah, tetapi mereka percaya Allah. Dalam arti tertentu, Yesus menyatakan bahwa mereka adalah orang percaya sejati. Mereka percaya kepada Allah dan mereka percaya pada wahyu Allah di dalam Anak Allah, dan itulah sebabnya mereka berkata, “Engkau adalah Kristus, Anak dari Allah yang hidup.” Dan itulah mengapa mereka berkata, “Kami tahu bahwa Engkau adalah Yang Kudus dan Engkau memiliki firman kehidupan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah diciptakan kembali oleh Allah dan menjadi orang yang percaya kepada Allah yang benar. Mungkin jauh sebelum itu, mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Allah yang belum pernah mereka lihat yang diwahyukan dalam Perjanjian Lama. Ingat Mazmur 27 di mana pemazmur berkata tentang Daud, “Aku pingsan di bawah tekanan untuk melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup.” Dan kemudian dia mengikutinya di ayat berikut dan berkata, “Tunggulah pada Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul telah mengakui bahwa Yesus adalah pribadi yang datang dari Allah melalui penciptaan kembali dan penerangan ilahi. Mereka telah melihat dan mendengar Dia, dan menyaksikan Dia melakukan mujizat-mujizat-Nya. Mereka memang percaya kepada Allah yang tidak kelihatan, dan sekarang mereka juga percaya kepada Kristus yang kelihatan. Tetapi mereka perlu percaya kepada-Nya ketika Dia pergi dengan cara yang sama seperti mereka percaya pada Allah yang tidak kelihatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus akan diambil dari mereka. Jadi Dia berkata, "Kalian harus percaya kepada-Ku ketika Aku tidak kelihatan seperti kalian percaya kepada Allah yang tidak kelihatan." Ulangan 31:6 mengatakan, “Hendaklah kalian kuat dan penuh keberanian, jangan takut atau takut kepada mereka; sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan bersama kalian. Dia tidak akan meninggalkan kalian.” Yesus berkata kemudian, “Aku akan datang kepadamu dan Aku tidak pernah akan meninggalkan dan mengabaikan kalian.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Allah Bapa dan Aku akan tinggal bersama kalian sebelum kalian tinggal bersama Kami. Aku akan menaruh Roh Kudus-Ku di dalam kalian.” Kita semua hidup dan bergerak dalam penyembahan kepada Dia yang belum pernah kita lihat. Petrus memahami hal itu. 1 Petrus 1:8-9 mengatakan, “Kalian mengasihi-Nya, meskipun kalian tidak melihat-Nya, kalian percaya kepada-Nya meskipun sekarang kalian tidak melihat-Nya. Itu sebabnya kalian bergembira, dan merasakan sukacita yang agung dan tak terkatakan. 9 Sebab tujuan imanmu tercapai, yakni keselamatan jiwamu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan kekal, datang kepada mereka yang percaya kepada Kristus yang belum pernah mereka lihat. Dan dalam Yohanes 16:7, Dia berkata, “Namun demikian, Aku mengatakan yang benar kepadamu: Lebih baik untuk kalian, kalau Aku pergi; sebab kalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi kalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Itulah Roh Kudus. Tahukah Anda apa yang lebih baik daripada memiliki Yesus Kristus bersama Anda? Jawabnya, memiliki Roh Kudus di dalam Anda selalu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi permohonannya adalah untuk percaya kepada-Nya, dan itu diikuti dengan sebuah janji, karena ada banyak janji lain. Inilah yang pertama dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 2 - 3</b></span><span class="cf1">, “Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Aku pergi kesana untuk menyediakan tempat bagi kalian. Aku tidak akan berkata begitu kepadamu, sekiranya itu tidak demikian. 3 Sesudah Aku pergi menyediakan tempat untuk kalian, Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, apakah itu “Rumah Bapa-Ku”? Ibrani 9:23-24 mengatakan, “Dengan cara seperti itulah barang-barang yang melambangkan hal-hal yang di surga, perlu disucikan. Tetapi untuk hal-hal yang di surga itu sendiri diperlukan kurban yang jauh lebih baik. 24 Sebab Kristus tidak masuk ke Bait Suci buatan manusia, yang hanya melambangkan Bait Suci yang sebenarnya. Kristus masuk ke surga sendiri; di sana Ia sekarang menampakkan diri di hadirat Allah untuk kepentingan kita.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bait suci adalah rumah Bapa dalam arti bahwa itu adalah salinan dari rumah Bapa sebenarnya yang ada di surga. Kristus datang dan membersihkan rumah Bapa yang telah diubah, seperti kata Lukas, menjadi sarang perampok. Dia membersihkan rumah Bapa di bumi dan kemudian Dia menghancurkan salinannya sehingga Dia dapat mengumpulkan umat-Nya dan membawa mereka ke tempat yang disiapkan bagi mereka yang adalah kenyataan di surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak perlu peta di surga, hanya ada satu rumah. Kata ‘mansion’ itu benar-benar membingungkan banyak orang. Ini adalah kata untuk "kamar-kamar". Nah, orang-orang di surga adalah orang-orang dari semua bangsa di seluruh bumi yang telah dikumpulkan Allah. Wahyu 21:16 mengatakan bahwa ibu kota surga itu saja adalah 1.500 mil kubik, itu bukan surga, karena surga kekal itu tidak terbatas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Singkatnya, itu adalah kota berlian emas. Di tengah-tengah berlian emas besar, yang berbentuk kubus, yang mulia dan transparan, adalah kemuliaan Allah dan kemuliaan Anak Domba yang berkobar-kobar. Dan di sekitar kota ada permata besar sekali yang menghasilkan warna pelangi. Kota ini memiliki dua belas gerbang dan masing-masing gerbang itu terdiri dari satu mutiara besar dari mana cahaya itu memantul dan menambah transendensinya. Ini adalah surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Sesudah Aku pergi menyediakan tempat untuk kalian, Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada.” Mengapa Dia menempatkan pernyataan kedua itu setelah ayat 2? "Aku tidak akan berkata begitu kepadamu, sekiranya itu tidak demikian.” Itulah karena mereka sulit percaya bahwa Yesus akan meninggalkan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ketika Dia berkata di ayat 3, “Aku akan datang kembali. Saya akan menyiapkan tempat untuk kalian, dan Aku akan kembali,” itu eskatologis. Dia berbicara tentang kedatangan-Nya yang kedua kali. Kisah Para Rasul 1:10 mengatakan, “Yesus yang sama ini, yang diangkat dari kalian ke surga, akan datang dengan cara yang sama seperti kalian melihat Dia naik ke surga.” Sementara itu, ketika ada orang percaya yang meninggal, “keluar dari tubuh itu berarti hadir bersama Tuhan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika orang percaya meninggal dunia, mereka langsung masuk ke hadirat Tuhan. Stefanus akan dilempar batu sampai mati. Dan dalam Kisah Para Rasul 7:55, “ia memandang ke surga; dia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.” Mengapa Dia berdiri? Ayat 59, Stefanus terus dilempari batu sambil dia berseru kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Yesus itu berdiri untuk menyambut Stefanus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, Dia akan datang kembali dan mengangkat jemaat, di 1 Tesalonika 4, dan 1 Korintus 15. Iya, pengangkatan jemaat gereja adalah peristiwa nubuatan eskatologis berikutnya. Kita tidak tahu kapan itu akan terjadi. Tetapi setiap kali ada orang percaya meninggal, Tuhan itu berdiri untuk menerima orang percaya itu. Dan Dia berkata, “Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan kepada mereka di </span><span class="cf1"><b>ayat 4 – 5, </b></span><span class="cf1">Dan ke tempat Aku pergi, kalian tahu jalannya.” Lalu Tomas berkata kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalannya?” Ini membawa kita ke poin ketiga. Pertama, ada permohonan, lalu ada janji, sekarang ada persediaan. </span><span class="cf1"><b>Verse 6</b></span><span class="cf1">, Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah "Akulah Aku" yang keenam di dalam Injil Yohanes. Dia berkata, "Akulah satu-satunya jalan menuju Allah." Dalam Yohanes 10:9 Yesus berkata, “Akulah pintu ke padang rumput yang kekal itu. Tidak ada pintu lain.” Semua orang adalah pencuri dan perampok. "Aku adalah kebenaran tentang Allah." Yohanes berkata dalam Yohanes 1:14, Dia penuh kasih karunia dan kebenaran. “Aku adalah kehidupan Allah. Di dalam Dia ada hidup,” tulis Yohanes dalam Yohanes 1:4.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja modern telah menciptakan gelombang berhala baru yang terkait dengan kebenaran mendasar ini bahwa orang-orang entah bagaimana dapat diselamatkan bahkan jika mereka tidak pernah memiliki Alkitab, tidak pernah mendengar tentang Allah yang benar, tidak pernah mendengar tentang Yesus Kristus. Mereka menyebutnya "cahaya nanti" atau "teologi alam". Itulah teologi Roma Katolik, Vatikan Satu. Dan kemudian ada yang disebut "rahmat yang lebih luas." Orang bisa diselamatkan di dalam agama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akal manusia begitu bejat sehingga dia menekan kebenaran dalam perasaan kebenaran. Agama manusia begitu rusak sehingga dia memuja setan yang disebut dewa. Manusia begitu bejat akalnya sehingga dengan hikmat dia tidak dapat mengenal Allah. Manusia duniawi bahkan tidak dapat memahami hal-hal tentang Allah. Dia begitu bejat sehingga hanya ada keselamatan melalui Kristus dan Kristus saja, dan itu melalui mukjizat ilahi. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210919</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001B0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penolakan Petrus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001AF"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+13:34-38" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 13:34-38</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kita sampai pada Yohanes 13, kita berada di Pekan Sengsara, minggu dimana Tuhan kita mati dan bangkit kembali. Dan sepanjang Yohanes 16, kita mendengar janji-janji Juruselamat yang diberikan kepada murid-murid-Nya dan semua orang yang akan percaya setelah mereka, termasuk kita, warisan Kristus untuk milik-Nya. Ini adalah janji-janji mulia dari semua berkat-berkat rohani. Dan kemudian Dia menegaskan hal ini dalam doa untuk semua orang percaya dalam Yohanes 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua janji ini datang pada Kamis malam ketika Dia berkumpul di Ruang Atas untuk Pelewatan, yang Dia ubah menjadi Perjamuan Kudus, dan kemudian pada hari berikutnya Dia disalibkan sebagai Anak Domba Allah. Jadi inilah waktu terakhir dengan milik-Nya saat Dia mencurahkan kasih-Nya kepada mereka. Dan saat kita sampai pada ayat 31, Yudas sudah pergi. Tuhan kita tahu bahwa Setan telah masuk ke dalam dirinya untuk pengkhianatan terhadap Yesus. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 30 mengatakan, “Kemudian Yudas segera keluar dan hari sudah malam.” Itu adalah malam dalam arti spiritual, dan itu akan menjadi malam dalam arti kekal karena dia akan bunuh diri dan jatuh ke bebatuan hanya dalam beberapa jam. Yudas sudah pergi sekarang. Jadi Yesus mulai dari ayat 31, berpaling kepada murid-murid sejati dan merangkul semua orang yang akan mengikuti sampai ke zaman ini sampai Dia datang kembali dan memberi janji-janji yang luar biasa ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 32, “Dan karena Allah diagungkan melalui Anak, Iapun akan diagungkan Allah melalui diri-Nya, dan Allah akan mengagungkan-Nya dengan segera. 33 Anak-anak-Ku yang terkasih, Aku tidak akan tinggal lama bersama kalian. Dan seperti yang Aku katakan kepada para pemimpin Yahudi, Kalian akan mencari Aku, tetapi ke tempat Aku pergi, kalian tidak dapat datang. </span><span class="cf1"><b>34</b></span><span class="cf1"> Jadi sekarang Aku memberi kalian perintah baru: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku mengasihi kalian, begitu juga kalian harus saling mengasihi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">35 Kalau kalian saling mengasihi, itu akan membuktikan kepada dunia bahwa kalian adalah murid-murid-Ku.” 36 Petrus bertanya, "Tuhan, Engkau mau pergi ke mana?" Jawab Yesus, “Ke mana Aku pergi, kalian tak dapat ikut sekarang, tetapi kalian akan mengikuti Aku nanti.” 37 “Tuhan, mengapa saya tidak dapat datang sekarang?” tanya Petrus lagi. "Aku rela mati untuk Engkau." 38 Yesus menjawab, “Rela mati untuk Aku? Aku mengatakan kebenaran, Petrus, sebelum ayam berkokok besok pagi, engkau akan menyangkal bahwa engkau mengenal Aku tiga kali.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alkitab jelas bahwa dunia ini penuh dengan orang Kristen palsu. Kita tahu bahwa Setan akan menabur lalang di antara gandum. Kerajaan Allah akan dipenuhi seperti yang diceritakan oleh perumpamaan Matius 13 kepada kita, “Banyak yang akan berkata kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan,’ dan Aku akan berkata kepada mereka, ‘Enjahlah dari-Ku, Aku tidak pernah mengenalmu.’” Ada orang yang secara terbuka mengaku Yesus sebagai Tuhan mereka, tetapi mereka tidak ada hubungan dengan Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Strategi setan adalah menjadi malaikat terang. Para iblisnya juga menyamar sebagai malaikat terang. Memalsukan Kekristenan adalah usaha yang sangat penting. Agama palsu tidak perlu memalsukan diri. Tidak perlu ada orang Muslim sesat atau Budha sesat atau Hindu sesat. Mereka sudah sesat dari permulaan. Itu sudah agama tipuan, jadi itu tidak perlu menjadi representasi yang tidak sanggup menyelamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Kekristenan memiliki banyak bentuk Kekristenan yang palsu. Kita hampir tidak dapat mengenali mereka semua, karena Setan terus menerus memalsukan Kekristenan itu. Kalian mendengar diskusi macam ini sepanjang waktu. Nah, ada orang Kristen seribu tahun yang lalu yang membantai orang Muslim. Tetapi mereka bukan orang Kristen, mereka adalah orang Kristen palsu yang termasuk dalam sistem Kristen palsu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan tampaknya yang paling dipalsukan dari semuanya. Jadi bagaimana kita tahu siapa orang Kristen sejati itu? Siapakah pengikut Kristus yang sejati? Yah, itu bukan dengan apa yang mereka katakan. Bukan dengan menjadi anggota organisasi keagamaan tertentu yang menyebut dirinya Kristen. Itu bukan karena kita menjalankan etika atau moralitas Kristen tertentu. Ini bukan tentang simbol luar atau perilaku lahiriah atau pengakuan iman yang diucapkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian tahu seseorang adalah orang Kristen dari hati mereka. Yehezkiel 36:25-27 berkata, “Aku akan memercikkan air bersih ke atasmu, supaya kalian menjadi bersih. Segala berhalamu akan dicuci bersih. 26 Dan Aku akan memberimu hati yang baru, dan roh yang baru di dalam kalian. Aku akan mengambil hatimu yang sekeras batu dan memberimu hati yang lembut dan taat. 27 Dan Aku akan menaruh Roh-Ku di dalam kalian sehingga kalian akan mengikuti hukum-hukum-Ku dan menaati perintah-perintah-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah definisi diciptakan kembali, lahir baru, dilahirkan kembali, pertobatan. Itu berarti diberikan hati yang baru, roh yang baru; dan itulah rumah Roh Kudus yang menyebabkan kita berjalan menurut hukum-hukum Allah dan menaati perintah-perintah-Nya. Dalam Yohanes 3, Yesus berbicara dengan Nikodemus dan Dia berkata bahwa hidup kekal dan jalan masuk ke dalam kerajaan itu datang kepada mereka yang, “Dilahirkan dari atas.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kelahiran spiritual yang bersifat internal. Inilah pekerjaan Allah. Roh Kudus bergerak dan melakukan ini kepada siapa yang Dia kehendaki ketika Dia ingin. Paulus berkata demikian, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Hal-hal lama telah berlalu. Hal-hal baru telah datang.” Paulus dalam Titus 3 menyebutnya, “Pembersihan penciptaan kembali.” Dan itu adalah Yehezkiel 36. Itu adalah penyucian dari dosa. Ini adalah pembersihan dari kotoran dan berhala.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah hati itu? Hati itu adalah orang batiniah. Dari kehidupan baru ini datang semua anugerah spiritual: kasih, sukacita, damai, kesabaran, kebaikan, iman, kelembutan dan pengendalian diri. Dari kehidupan baru ini muncul semua kemuliaan rohani yang tersimpan di dalam diri kita, tetapi bukti dari transformasi ini dapat disimpulkan dalam satu kata, kasih. Kasih itu menunjukkan hati yang baru. Kasih dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan hukum Taurat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kasih dalam teks kita ini berjalan dalam tiga arah. Kasih itu menuju ke Tuhan kita. Kasih itu menuju ke orang lain, dan ada juga komponen pribadi. Semua janji-janji Yohanes 13 sampai Yohanes 16 dan doa Yohanes 17 hanya penuh kasih. Semua janji Tuhan mengalir dari kasih-Nya kepada kita dan menghasilkan dalam diri kita kasih sebagai balasan. Dia mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati kita, Roma 5:5, dan kita dikenal melalui kasih kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, marilah kita pelajari ketiga aspek kasih ini. Nomor satu, orang percaya sejati diidentifikasikan oleh kasih terhadap kemuliaan Tuhannya. Kita melihat itu dalam ayat 31-32. Kita telah melihat itu secara detail. Tuhan melihat murid-murid yang berdebat ini. Siapa yang akan menjadi yang terbesar di kerajaan? Mereka hanya penuh dengan kebanggaan egois dan ambisi promosi pribadi, dan itu sudah berlangsung lama.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita ingin memberi mereka sebuah pernyataan di ayat 31, “Sekarang, Anak Manusia dimuliakan, dan Allah dimuliakan di dalam Dia; jika Allah dimuliakan di dalam Dia, Allah juga akan memuliakan Dia di dalam diri-Nya, dan Dia akan segera dimuliakan.” Ubahlah fokusmu dari posisimu di kerajaan ini menuju kemuliaan-Ku. “Sekarang Anak Manusia dimuliakan,” itu berarti salib. Dia dimuliakan di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dimuliakan di kayu salib karena Allah menunjukkan semua atribut-Nya. Segala sesuatu mulai dari kasih Allah hingga keadilan Allah; segala sesuatu mulai dari kemurahan-Nya dan anugerah-Nya hingga kebenaran Allah; segala sesuatu mulai dari pengampunan-Nya sampai ke murka-Nya, semuanya ada di sana. Selanjutnya, hal lain, Allah akan segera memuliakan Yesus dengan kebangkitan, kenaikan, peninggian, pemuliaan dan penobatan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34 – 35</b></span><span class="cf1">, “Perintah baru Kuberikan sekarang kepadamu: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku telah mengasihi kalian, begitu juga kalian harus saling mengasihi. 35 Kalau kalian saling mengasihi, itu akan membuktikan kepada dunia bahwa kalian adalah murid-muridku.” Bukankah ada perintah untuk saling mengasihi dalam Pentateukh itu? “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatanmu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa ini perintah baru? Pertama, orang Yahudi tidak melakukannya. Mereka penuh permusuhan, kepahitan, kecemburuan dan persaingan. Kedua, para murid tidak menunjukkannya. Mereka berdebat tentang siapa di antara mereka yang akan menjadi yang terbesar di kerajaan. Ketiga, Tuhan baru saja memberikan contoh baru yang menunjukkan jenis kasih yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya dan “Tidak ada orang yang mengasihi lebih dari itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka dapat memiliki kapasitas baru untuk mengasihi karena Roh Kudus akan datang dan mencurahkan kasih itu ke dalam hati mereka. Inilah baru untuk semua alasan itu, Jadi Dia berkata, “Aku memberi kalian apa yang pada dasarnya adalah perintah baru supaya kalian saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kalian, bahwa kalian juga saling mengasihi. Dengan ini, semua orang akan tahu bahwa kalian adalah murid-murid-Ku, jika kalian saling mengasihi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda ingin menunjukkan bahwa Anda benar-benar lahir baru, jiwa yang ditebus, dan kasih Anda akan menjelaskan kesaksian itu. Begitulah dunia akan tahu. Kita berbicara tentang Juruselamat. Kita berbicara tentang transformasi. Kita berbicara tentang kelahiran baru. Kita berbicara tentang benar-benar diberi kehidupan baru. Kita berbicara tentang bagaimana Tuhan mengubah kita secara total. Bagaimana kita menunjukkan itu? Kita menunjukkannya dengan mengasihi satu sama lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, kita mengasihi musuh-musuh kita, Matius 5. Hanya orang yang rendah hati dapat mengasihi. Hanya orang patah hati yang mengasihi. Dunia ini penuh kebencian. Orang yang belum lahir baru penuh dengan keegoisan, mementingkan diri, dan itu mengarah pada kebencian, permusuhan, kemarahan, pembalasan dendam dan kekerasan. Orang yang rendah hati itu adalah yang lemah lembut, mereka yang bangkrut secara rohani, yang berseru kepada Allah untuk keselamatan penuh belas kasihan yang tidak layak mereka terima.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Pertama</b></span><span class="cf1">, kita harus mengasihi untuk melayani. Tetapi </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1">, kita juga cukup mengasihi untuk menguduskan. Apakah artinya itu? Kita semua harus menjadi pengaruh yang menguduskan, bukan sumber godaan. Bagaimana saya dapat menyebabkan orang Kristen lain itu tersandung? Jika Anda menuntun mereka ke dalam dosa atau membiarkan gosip mereka, atau menggoda mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak benar. Anda juga bisa melakukannya dengan menetapkan pola yang jika diikuti, mereka akan jatuh ke dalam dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda bisa melakukan itu dengan tidak mengajar mereka ke jalan yang benar. Anda bisa melakukannya dengan tidak memperingatkan dan menegur mereka. Dunia kita penuh dengan orang-orang yang menggoda orang untuk berbuat dosa, menciptakan dusta, penipuan, korupsi, amoralitas di setiap tingkat yang ada. Kita tidak mengharapkan itu di gereja. Kita harus ada pengaruh yang menguduskan. Kita harus melawan budaya. Anda sebaiknya mengambil tindakan drastis terhadap dosa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kita harus cukup mengasihi untuk menderita. Dengan menderita, saya tidak bermaksud cambuk di punggung Anda atau rantai di dunia kita, tetapi ada beberapa harga yang cukup mengerikan yang harus dibayar untuk menjadi kekasih umat Allah yang setia. Di 2 Korintus 12:15 Paulus berkata, “Karena itu, dengan senang hati saya rela mengurbankan segala-galanya untuk jiwa kalian, bahkan diri saya sendiri pun.” Dia berbicara tentang bagaimana kelemahan gereja itu menyakiti hatinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasihnya membuat dia menderita banyak, secara fisik, secara emosional, dan bahkan secara spiritual. Ada duri di dalam dagingnya, utusan setan, dalam ayat 7, untuk merendahkan dia, untuk mencegahnya meninggikan diri karena dia diberi begitu banyak wahyu. Dia memohon Tuhan tiga kali untuk menghilangkan itu. Dan Tuhan berkata, “Anugerah-Ku cukup bagimu, karena kuasa menjadi sempurna dalam kelemahan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada </span><span class="cf1"><b>poin ketiga</b></span><span class="cf1"> dengan jenis kasih ini, dan itu bersifat pribadi. Ini cinta seperti yang didefinisikan oleh kesetiaan saya sendiri. Kembali ke </span><span class="cf1"><b>Yohanes 13:36-37</b></span><span class="cf1">, “Tuhan, Tuhan mau pergi ke mana?" tanya Simon Petrus kepada Yesus. Jawab Yesus, "Ke mana Aku pergi, engkau tak dapat ikut sekarang. Engkau akan mengikuti Aku nanti." 37 "Tuhan, mengapa saya tidak dapat mengikuti Tuhan sekarang?" tanya Petrus lagi. "Saya rela mati untuk Tuhan!" Pemuridan itu lebih dari kesetiaan yang dijanjikan. Inilah kesetiaan yang dipraktikkan secara permanen.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Petrus menjanjikan ini berulang kali. Bahkan, dia menjanjikan yang sama beberapa kali lagi malam ini seperti yang dicatat oleh Lukas dan Matius. Dia yakin akan kesetiaannya yang tak tergoyahkan. "Aku siap mati untuk Engkau sekarang." </span><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab, “Sungguhkah engkau rela mati untuk-Ku? Ketahuilah, sebelum ayam berkokok besok pagi, engkau akan menyangkal Aku tiga kali bahwa engkau tidak mengenal Aku!"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang dimaksud dengan ayam jantan berkokok itu? Mereka tidak memiliki jam tangan jadi mereka membagi waktu malam itu. Matahari terbenam hingga tiga jam atau lebih, mungkin jam 9 malam disebut malam. Kemudian sejak saat itu, katakanlah sampai tengah malam, itu disebut tengah malam. Kemudian dari tengah malam hingga pukul 3 pagi itu disebut ayam berkokok karena sekitar pukul 3 pagi, ayam itu mulai berkokok. Kemudian dari jam 3 sampai jam 6 pagi itu disebut pagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebelum jam 3 besok pagi, kamu akan menyangkal Aku tiga kali, dan dia benar melakukan itu, bukan? Di tiga lokasi terpisah, berkali-kali itu dilakukan. Lukas menunjukkan bahwa Petrus membual terlalu banyak, berdoa terlalu sedikit, bertindak terlalu cepat, mengikuti terlalu jauh, dan akhirnya menyangkal Tuhannya. Ketika dia menyadari apa yang telah terjadi, Lukas 22:62 berkata, “Maka keluarlah Petrus dari situ sambil menangis tersedu-sedu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan menemukannya di Galilea di Yohanes 21:15, dan apakah yang dikatakan Tuhan kepadanya? "Petrus, apakah engkau mengasihi-Ku?" “Ya, Tuhan, aku mengasihmu.” "Petrus, apakah engkau mengasihi-Ku?" "Ya, Tuhan, aku mengasihimu." "Petrus, apakah engkau mengasihi-Ku?" "Tuhan, kau tahu aku mengasihimu." “Kalau begitu beri makan domba-domba-Ku.” Petrus tidak pernah ragu-ragu setelah itu. Dia mengkhotbahkan khotbah Pentakosta yang agung itu. Dan dia akhirnya mati di kayu salib di mana dia disalibkan terbalik.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah perbedaannya? Roh Kudus itu datang, dan mencurahkan kasih itu ke dalam hatinya, untuk memberinya kekuatan untuk mengasihi dan kasih itu tidak pernah padam. Itulah kasih yang setia. Bagaimana Anda tahu seseorang adalah orang Kristen sejati? Fokus kasih mereka adalah pada kemuliaan Tuhan mereka, pada kesejahteraan saudara dan saudari mereka di dalam Kristus, dan itu membuktikan dirinya dalam kesetiaan yang abadi dan loyalitas penuh kasih kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, hati kita mungkin saja menghukum kita. Keraguan dan ketidakamanan mungkin datang kepada kita sebagai godaan dan kegagalan kita sendiri dapat menyebabkan keraguan itu semakin meningkat. Tetapi kasih nyata di semua arah ini menghilangkan kutukan itu dan memberi kita, "keyakinan di hadapan Allah." Ini adalah anugerah kasih yang sederhana dan indah. Anugerah dari hati yang rendah hati, yang melihat ke surga, dan menjangkau satu sama lain, dan memantapkan kesetiaan kita kepada Kristus, Amin? Marilah kita semua berdoa kepada Allah.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Sep 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210912</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001AF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Muliakanlah Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001AE"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+13:31-33" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 13:31-33</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita telah sampai pada bagian yang menarik dalam Perjanjian Baru. Dalam Yohanes 13 sampai Yohanes 17, kita sampai pada sebuah teks yang unik karena seluruh bagian itu terjadi dalam satu malam. Ini adalah Kamis malam di Minggu Sengsara. Inilah malam di mana Tuhan kita merayakan Pelewatan, yang kemudian diubah menjadi Perjamuan Suci. Inilah malam di mana Dia pergi ke taman dan Yudas mengkhianati Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keunikannya adalah bahwa Dia memberikan warisan-Nya kepada umat-Nya. Bukan hanya kepada murid-murid-Nya yang sejati, orang-orang percaya sejati yang mengelilingi Dia malam itu di ruang atas, tetapi juga kepada semua orang percaya yang akan datang sesudah mereka. Itulah semua orang percaya sepanjang masa. Kita tahu itu karena segala sesuatu yang Dia janjikan kepada mereka dalam Yohanes 13 sampai 16, kemudian didoakan dalam Yohanes 17, dan Dia memberikannya kepada semua orang yang akan pernah percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, apapun yang Kristus berikan kepada mereka malam itu, Dia berikan kepada kita, dan kepada semua orang percaya sebelum dan sesudah kita. Itu adalah kehendak-Nya dan kesaksian-Nya terakhir untuk umat-Nya sendiri. Dan itu semua diaktifkan oleh kepergian Yudas. Setelah Tuhan mengidentifikasikan Yudas sebagai pengkhianat, Setan masuk ke dalam dirinya. Sekarang saatnya untuk mengaktifkan pengkhianatan yang akan menyebabkan penyaliban tepat pada saat domba-domba Pelewatan itu disembelih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang Yudas cari hanyalah waktu dan tempat yang jauh dari kerumunan orang untuk menunjukkan Yesus supaya para pemimpin Yahudi dapat menangkap-Nya. Dia harus melakukan tindakan pengkhianatan terakhir, dan membawa kuasa yang ingin menangkap Yesus ke tempat di mana Dia berada. Begitu Yudas pergi, hanya murid-murid sejati yang masih ada. Dan kemudian di ayat 31 Tuhan kita mulai firman-Nya secara eksklusif untuk umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31 - 33</b></span><span class="cf1">, “Segera setelah Yudas meninggalkan ruangan, Yesus berkata, “Sudah tiba waktunya Anak Manusia masuk ke dalam kemuliaan-Nya, dan Allah akan dimuliakan karena Dia. 32 Dan karena Allah menerima kemuliaan karena Anak itu, Dia akan memberikan kemuliaan-Nya sendiri kepada Anak, dan Dia akan melakukannya cepat. 33 Anak-anakku yang terkasih, Aku akan bersama kalian sedikit lebih lama. Kalian akan mencari Aku, tetapi kalian tidak dapat datang ke tempat Aku pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang menandai orang percaya sejati adalah sesuatu yang terjadi di dalam hati, karena orang percaya sejati telah dilahirkan kembali, diperbaharui, dan yang mengalami metamorfosis seluruhnya. Kita dikenal melalui karakter kita, oleh kasih sayang kita, oleh hal-hal yang penting bagi kita, yang berharga bagi kita. Singkatnya, kita dikenal dengan apa yang kita kasihi. Itulah buah Roh dalam Galatia 5, yaitu bukti kehadiran Roh Kudus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kelembutan, penderitaan panjang, kesabaran dan pengendalian diri. Itu semua adalah sikap dominan yang mengalir dari kasih. Setelah Yudas pergi, Yesus ada di sana untuk berbicara kepada murid-murid sejati. Dan hal pertama yang Dia lakukan adalah berbicara dengan mereka mengenai realitas keselamatan mereka. Dan bagi mereka yang benar-benar milik-Nya, Dia membuat janji pribadi kepada mereka semua.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 13:1 mengatakan di akhir ayat 1 bahwa Dia mengasihi milik-Nya yang ada di dunia, dan Dia mengasihi mereka sampai kepenuhan kapasitas ilahi-Nya. Jadi itu adalah kasih yang tidak mengenal batas kualitatif dan tidak mengenal batas kuantitatif. Dan karena Dia abadi, dan kita abadi, kasih-Nya itu abadi. Ini adalah pernyataan yang paling murah hati dan tak terbatas tentang kasih-Nya di dalam Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada kata-kata yang dapat mendekati janji-janji yang Tuhan kita berikan. Pikiran paling murni, hati paling murni, kapasitas teragung untuk mengasihi, kasih ilahi mencurahkan kasih sayangnya dalam serangkaian janji kepada setiap orang percaya. Mereka sekaligus manis dan kuat. Mereka dipenuhi dengan hasrat ilahi namun lembut dengan perhatian, dan semuanya diliputi dalam ekspresi kasih ilahi ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita dapat dikenal karena doktrin kita. Kita dapat dikenal karena teologi kita. Tetapi apa yang kita percaya seharusnya mentransformasikan hidup kita sehingga ujian terakhir adalah siapakah kita ini, bagaimana kita hidup. Orang yang tidak percaya memiliki tingkat kasih sayang tertentu dalam pernikahan dan dalam keluarga, dan tingkat cinta romantis tertentu. Tetapi ada jenis kasih yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kehidupan yang telah lahir baru dan di transformasikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita lihat arah yang diambil kasih ini. Ada tiga arah yang diuraikan di sini secara eksplisit atau implisit. Pertama-tama, kita ditandai oleh kasih yang mencari kemuliaan-Nya. Kedua, kita ditandai oleh kasih satu sama lain. Dan ketiga, kita ditandai dengan kesetiaan yang penuh kasih, untuk membuktikan kasih-Nya secara pribadi dengan menjadi loyal dan setia. Ini dikembangkan dalam beberapa ayat ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita berkata bahwa seorang murid sejati mengasihi kemuliaan Tuhannya. Dengan kata lain, dia mengasihi Tuhan. Itulah yang dikejar kasih. Itulah yang diinginkan kasih. Tuhan kita bahkan disebut Tuhan Kemuliaan karena kemuliaan itu konsisten dengan siapakah Dia. Doksologi dalam Efesus 3 dan di akhir Yudas, menunjukkan apa yang ada di dalam hati mereka. Inilah semuanya tentang kemuliaan Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini baru bagi para murid. Memang, mereka semua telah menegaskan: Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup. Tetapi hidup mereka tidak diarahkan kepada kemuliaan Tuhan mereka. Tiga murid telah pergi ke Gunung Transfigurasi dan melihat kemuliaan-Nya, tetapi tetap saja, mereka sibuk dengan diri mereka sendiri. Dan argumen itu telah berlangsung selama berbulan-bulan, dan itu masih berlangsung hingga saat ini selama Minggu Sengsara itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Segera setelah Yudas meninggalkan ruangan, Yesus berkata, “Sudah tiba waktunya Anak Manusia masuk ke dalam kemuliaan-Nya, dan Allah akan dimuliakan karena Dia.” Karena Allah dimuliakan di dalam Dia, Allah juga akan segera memuliakan Dia di dalam diri-Nya sendiri.’” Sekarang setelah Yudas pergi, semuanya mulai bergerak, pengkhianatan akan dilakukan, dan penangkapan akan terjadi, dan ada eksekusi pada hari berikutnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan hal pertama yang Yesus ingin mereka ketahui adalah bahwa ini semua tentang kemuliaan-Nya. Mengapa itu begitu penting? Karena mereka dipenuhi oleh kemuliaan mereka sendiri dan mereka sulit menghadapi hal ini. Setiap kali Tuhan kita berkata, “Aku akan mati,” mereka berkata, “Tidak Tuhan. Itu tidak mungkin.” Suatu kali Yesus berkata kepada Petrus, “Pergilah ke belakangku, Setan.” Dan di sini Petrus berkata, “Tuhan, mengapa aku tidak dapat ikut dengan Engkau sekarang?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama 33 tahun, Yesus direndahkan untuk di inkarnasi dalam daging manusia, hidup sebagai seorang anak, sebagai remaja dan sebagai seorang pria. Dia telah merendahkan diri-Nya, membatasi manifestasi penuh kemuliaan-Nya, dan Dia telah menerima banyak pelecehan. Waktu singkat di tengah-tengah kekekalan itu sekarang telah berakhir dan Dia tahu hal itu. Jadi, Dia berkata sekarang tiba akhirnya, Aku ada di sini. Dia berada di ambang pemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada tiga pernyataan khusus yang berkaitan dengan kemuliaan-Nya. Nomor satu: “Sekarang Anak Manusia akan masuk ke dalam kemuliaan-Nya.” Mengapa Dia mengatakan sekarang? Pernyataan ini berkaitan dengan salib dan kematian-Nya dan semua peristiwa berikutnya, seperti kebangkitan, kenaikan, pemuliaan, dan penobatan-Nya. Tetapi itu semua mulai dengan kematian-Nya, dan tindakan Yudas, si pengkhianat itu, yang keluar untuk melakukan pengkhianatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tidak mengatakan itu ketika Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan ada firman Allah Bapa yang datang dari surga. Dia tidak mengatakan itu ketika Dia berada di Gunung Transfigurasi ketika Musa dan Elia muncul dan Tuhan berubah rupa di hadapan mereka. Tuhan kita mengacu kepada kematian-Nya dimana Dia akan dimuliakan melaluinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tapi di sini sebelum lubang kehinaan-Nya, saat Dia berdiri di ambang tuduhan palsu, saksi-saksi dusta, penghinaan tanpa henti, fitnahan, ejekan, rasa malu dan ketelanjangan, dikelilingi oleh orang-orang jahat yang bejat, di tengah-tengah kematian yang menyiksa, sekarang Anak Manusia akan dimuliakan. Dan Dia berkata kepada para murid: inilah untuk kemuliaan-Ku. Bagaimana kematian Kristus di kayu salib dapat memuliakan Kristus?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus dimuliakan karena Allah telah memilih Dia menjadi anak domba korban yang menghapus dosa-dosa dunia. Dia adalah yang di pilih Allah. Dia adalah satu-satunya yang Allah bisa minta untuk melakukan pekerjaan itu. Dialah yang paling benar, yang paling kudus, yang paling tidak bercacat, yang paling bersih, paling murni, dan itulah menunjuk kemuliaan-Nya. Dia akan menyediakan keselamatan di atas kayu salib bagi semua orang yang pernah percaya sepanjang sejarah manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan mengesahkan perjanjian Allah, dan Dia akan memberikan keselamatan bagi orang-orang berdosa yang terkutuk itu. Itu layak mendapatkan kemuliaan. Dia akan menghancurkan kuasa dosa dan kuasa maut, dan itu layak dimuliakan. Dia akan menghancurkan iblis yang memiliki kuasa maut dan Dia akan menghukumnya di neraka untuk selamanya, dan itu layak mendapat kemuliaan. Dia akan memuaskan Allah, mendamaikan Allah dengan membayar harga yang Allah anggap perlu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia akan menanggung di dalam tubuh-Nya semua dosa-dosa semua orang pilihan Allah sepanjang sejarah manusia, dan Dia akan mempersembahkan diri-Nya sebagai aroma harum kepada Allah, lebih baik daripada pengorbanan apa pun yang pernah dipersembahkan. Dia akan sepenuhnya memuaskan keadilan ilahi dan hukum Allah yang dilanggar. Dia berkata, "Sudah selesai," dan itu layak mendapat kemuliaan. Jadi tidak ada tindakan yang begitu layak untuk dimuliakan sepenuhnya seperti tindakan Yesus Kristus di kayu salib ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat yang sama salib memuliakan Kristus, itu juga memuliakan Allah Bapa. Allah dipermuliakan ketika sifat-sifat-Nya dipertunjukkan. Lihatlah Keluaran 33 dan 34. Musa mengatakan, “Tunjukkanlah kepadaku kemuliaan-Mu.” Allah berkata, “Aku akan membiarkan anugerah-Ku, belas kasihan-Ku, cinta kasih-Ku, kebenaran dan keadilan-Ku lewat di hadapanmu.” Kemuliaan Allah adalah realitas dari sifat-Nya. Allah memiliki kemuliaan intrinsik. Sifat-sifat-Nya adalah kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi tidak pernah ada sepanjang sejarah itu, dimana atribut-atribut Allah bersatu dengan cara yang lebih jelas, lebih berani, dan lebih agung daripada di kayu salib. Kuasa Allah terlihat ditampilkan di salib, Di sana di kayu salib, Yesaya 53 mengatakan bahwa raja-raja di bumi dan para penguasa mengambil keputusan bersama untuk melawan Allah dan melawan yang diurapi-Nya. Dan di sanalah Allah menghancurkan mereka dan mengalahkan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sanalah semua kebencian, permusuhan, kebejatan hati manusia yang malang itu melakukan yang terburuk yang mampu dilakukan oleh hati manusia, dan Allah mengalahkan hal terburuk yang dapat mereka lakukan dan mencapai yang terbaik yang dapat dilakukan darinya. Di sanalah Setan dan kuasa-kuasa neraka datang dan melepaskan kegelapan itu melawan-Nya dalam ledakan kebencian, dan Yesus menangani itu semuanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengalahkan kejahatan hati manusia. Dia mengalahkan Setan. Dia mengalahkan iblis-iblis. Dia mengalahkan kuasa dosa. Yesus sanggup bertahan dari semuanya itu, dan keluar dari sisi lain penuh kemenangan. Umat manusia kalah, bangsa-bangsa kalah, iblis-iblis kalah, Setan kalah dan Kristus menang. Dia menang, dan itu memuliakan Allah. Allah menang di kayu salib dengan menunjukkan kuasa-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan keadilan-Nya ditunjukkan di kayu salib. Allahlah yang mengatakan bahwa jiwa yang berdosa harus mati. Allahlah yang mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Dan keadilan menang di kayu salib. Allah begitu adil sehingga Dia bahkan akan mengambil nyawa Anak-Nya yang terkasih-Nya. Jika dosa-dosa dunia diletakkan ke pada Anak-Nya, maka Anak-Nya harus menerima kematian yang seharusnya mereka terima. Tidak ada ilustrasi yang lebih besar tentang keadilan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah melihat dalam Kejadian bahwa hanya ada kejahatan terus-menerus di dunia. Dan sebagai Allah yang adil, Dia memutuskan untuk menenggelamkan seluruh umat manusia kecuali delapan orang yang telah ditetapkan sebagai orang yang benar-benar beriman kepada-Nya, dan kepada siapa Dia memperhitungkan kebenaran. Tetapi keadilan Allah mengambil dimensi lain di kayu salib karena Allah menghancurkan kehidupan orang yang tidak berdosa untuk melakukan keadilan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keadilan itu dipuaskan dalam pengorbanan Kristus. Keadilan macam itu memuliakan Allah. Di salib, Allah tidak bisa melihat kejahatan, kata Habakuk, sang nabi. Dan ketika Kristus dijadikan kutukan, Allah berpaling dari-Nya. Kita mendengar Yesus berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Tidak pernah Allah menyatakan kebencian-Nya terhadap dosa itu seperti ketika Dia menyebabkan Anak-Nya yang tunggal itu menderita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang dapat dibandingkan dengan persembahan Kristus sendiri sebagai persyaratan yang diperlukan untuk kekudusan Allah. Di salib, kita melihat kesetiaan Allah. Dia menjanjikan seorang Juruselamat. Dia menjanjikan dalam Kejadian 3 benih kepada wanita di mana Dia akan meremukkan kepala ular, sementara ular akan meremukkan tumit-Nya. Dia menjanjikan pengganti yang akan menjadi korban, dalam seekor domba jantan yang disediakan dalam Kejadian 22.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berjanji dalam Yesaya 53, sebuah pengorbanan. Setiap domba korban dalam Perjanjian Lama menunjuk pada satu domba terakhir yang akan menghapus dosa. Dan ketika Kristus datang, Dia mempersembahkan hidup-Nya sebagai pengorbanan terakhir yang penuh untuk dosa-dosa itu. Allah menunjukkan kepada semua makhluk bahwa Dia lebih suka menumpahkan darah Anak-Nya daripada tidak memenuhi janji-Nya. Dia adalah Allah yang setia. Dan melihat kesetiaan-Nya adalah melihat kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sebenarnya, kasih-Nya terlihat di kayu salib karena Allah melakukan semuanya untuk kita. Allah begitu mengasihi dunia sehingga Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal. Inilah kasih. Bukan karena kita mengasihi Allah, kata Yohanes, tetapi karena Dia mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya untuk menjadi pelunasan dosa-dosa kita. Pada saat kita masih bermusuhan, Dia mengasihi kita. Kita bisa mengatakan anugerah-Nya dan belas kasihan-Nya ditampilkan di sana. Dan kebijaksanaan-Nya ditampilkan di sana.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ada pernyataan lain dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 32</b></span><span class="cf1">, “dan Dia akan melakukannya langsung.” Allah akan segera memuliakan Dia. Apakah artinya itu? Dia akan dimuliakan di kayu salib. Jadi apa yang akan terjadi setelah salib itu? Kebangkitan, kenaikan, peninggian dan penobatan. Filipi 2:10, “Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang percaya sejati sepenuhnya diliputi oleh kemuliaan Tuhan. Apapun yang terjadi pada saya, apakah saya hidup atau mati, semoga Kristus itu dimuliakan. Kasih yang bergairah dan menghanguskan untuk kemuliaan-Nya itu, tidak ada dalam pikiran mereka. Apakah mereka mengasihi Dia? Tentu. Apakah mereka percaya kepada-Nya? Tentu saja. Tetapi mereka tidak dipenuhi kemuliaan-Nya. Dia harus dimuliakan. Dan ketika Dia datang kembali, Dia akan datang kembali penuh kemuliaan-Nya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210905</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001AE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Si Pengkhianat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001AD"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+13:18-30" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 13:18-30</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 13:18-30 adalah tentang Yudas Iskariot. Ada literatur dari para teolog liberal yang mengatakan Yudas adalah orang baik dan dia melakukan apa yang dia lakukan untuk mencoba mendorong Yesus mendirikan kerajaan-Nya dan dia memiliki alasan yang mulia. Ada juga ajaran gnostik tentang Yudas sebagai orang yang mulia. Tetapi sulit untuk memahami bagaimana pria ini bisa ada bersama Yesus selama 3 tahun dan melakukan apa yang dia lakukan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudas Iskariot mengkhianati Anak Allah dengan ciuman. Nama Yudas adalah nama yang terkenal di Yehuda. Iskariot berarti dia berasal dari kota Kerioth. Dia adalah satu-satunya dari dua belas orang yang bukan orang Galilea. Dia dikenal karena dia mengkhianati Anak Allah, dan melakukannya dalam bentuk yang paling hina, dengan ciuman. Dia adalah pengkhianat yang paling dibenci dalam sejarah manusia. Kepribadiannya harus sama gelapnya dengan gelapnya manusia mana pun juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nama Yudas itu bernoda besar sampai tidak ada orang yang mau menggunakannya. Bahkan dalam daftar rasul di Perjanjian Baru, dia selalu disebut terakhir dan selalu dengan pernyataan yang menjelaskan: yaitu pengkhianat. Yudas dianggap sebagai orang yang paling hina sepenuhnya yang pernah hidup. Yudas muncul dari latar belakang cerita Injil dimana dia mengkhianati Yesus demi 30 mata uang perak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sebelum penyaliban itu dimulai, bahkan sebelum ada pengadilan Yesus di hadapan Pilatus, Yudas sudah mati terdorong oleh rasa bersalah untuk bunuh diri. Dia munafik, tetapi dia tidak pandai menangani pembunuhan diri sendiri. Dia bahkan tidak bisa menggantungkan diri secara efektif. Entah talinya putus atau rantingnya patah, Kisah Para Rasul 1:18 mengatakan bahwa dia jatuh ke batu-batu di bawah singkapan tempat dia gantung diri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita berjam-jam sebelum pembunuhan diri yang mengerikan itu. Itu akan terjadi sebelum fajar menyingsing. Kita masih ada di Kamis malam di Pelewatan. Dan di Yohanes 13:18 - 30, Yudas dan Yesus berhadapan muka dan Yesus membuka kedok si pengkhianat itu. Sampai saat ini, Yesus mengacu pada Yudas, tetapi tidak secara langsung. Dia telah mengatakan hal-hal seperti, dalam Yohanes 6, “Salah satu dari kalian adalah iblis,” tanpa mengidentifikasikan siapakah dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika mereka berkumpul pada Kamis malam Minggu Sengsara itu, para murid dan Yesus ada di ruang atas, Yesus tahu dalam Yohanes 13:1, “bahwa telah tiba waktunya Ia akan mninggalkan dunia ini.” Dia tahu bahwa hari berikutnya Dia akan disalibkan sebagai domba Pelewatan sejati. Kematian-Nya akan terjadi pada saat hari Pelewatan dirayakan dan domba-domba itu disembelih, dan Dia akan mati sebagai Domba Allah sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tahu apa yang sedang terjadi. Dalam ayat 2, iblis telah masuk “ke dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.” Yudas memprotes di awal minggu ini tentang minyak wangi yang mahal itu yang terbuang sia-sia untuk Yesus. Dia mengatakan bahwa itu bisa saja dijual, dan uangnya diberikan kepada orang miskin. Tetapi Yudas adalah bendahara yang memegang kotak uang, dan dia selalu mencuri darinya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudas ingin mendapat lebih dari apa yang bisa dicuri dari kotak uang, dan karena itu dia menyusun rencana untuk menjual Yesus, untuk mengkhianati kehadiran-Nya, kepada orang-orang Farisi yang ingin Dia mati. Dan Yudas akan menjual-Nya dengan harga seorang budak, yaitu 30 keping perak. Tuhan kita tahu semua ini. Dia tahu bahwa iblis merencanakan semua itu melalui Yudas. Yohanes 13:11 mengatakan, “Ia mengenal orang yang mengkhianati Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudas tidak hidup sampai hari lain. Yesus dan Yudas sangat berlawanan. Yang benar-benar suci dan yang benar-benar celaka. Anak Allah yang tidak berdosa, dan anak Simon yang berdosa. Yang mengasihi orang berdosa, dan orang berdosa yang membenci Tuhan. Yudas adalah contoh terbesar dari kesempatan yang hilang. Motivasinya adalah keserakahan, ambisi, kedudukan, kekayaan materi dan uang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemurnian Yesus pasti tak tertahankan bagi jiwa Yudas yang malang itu. Dan tentu saja, Yudas pasti tahu bahwa Yesus tahu segalanya tentang dirinya. Karena, dalam tiga tahun, dia telah melihat Yesus membaca hati dan pikiran manusia. Dia tahu bahwa Yesus berkata pada awal pelayanan di Yohanes 2, bahwa Dia tahu apa yang ada di hati manusia, dan tidak ada yang perlu memberi tahu-Nya apapun tentang itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi sekarang kita berada di ruang atas, pada Pelewatan terakhir bersama para murid. Yudas telah berkomitmen untuk mengkhianati Yesus demi 30 keping perak. Dia mungkin dapat melakukannya pada Kamis malam, tetapi dia tidak tahu di mana Pelewatan itu akan dirayakan. Yesus menyembunyikan hal itu dari dia dan yang lainnya. Yesus hanya mengirim dua murid untuk menemukan ruangan itu. Mereka tidak tahu di mana tempatnya sampai mereka tiba disana malam itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yudas tidak bisa mengaturnya sebelumnya karena dia tidak tahu di mana itu. Yesus sengaja mengaturnya sehingga malam ini hanya untuk murid-murid-Nya dan Dia. Yudas perlu mencari tempat lain. Dan memang, dia akhirnya menemukan tempat itu di Taman Getsemani. Tetapi pada Kamis malam ini, Yesus membuka kedok Yudas si pengkhianat itu dan benar-benar mulai langkah pertama dalam mengaktifkan kematian-Nya sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi saat kita melihat keadaan dalam teks kita, Yudas masih duduk di antara kedua belas, tanpa ada yang tahu. Tetapi dia akan mati sebelum fajar menyingsing. Dia akan membunuh dirinya pada malam hari itu, bahkan sebelum Yesus diadili oleh Pilatus. Yesus telah memberikan contoh kepada murid-murid-Nya tentang kerendahan hati-Nya dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka perlu merendahkan diri dan menawarkan pelayanan tanpa pamrih kepada satu sama lain dan orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Yesus berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Apa yang Kukatakan ini bukanlah mengenai kalian semua. Aku tahu mereka yang sudah Kupilih. Tetapi ini menggenapkan apa yang tertulis dalam Alkitab, yaitu 'Orang yang makan bersama Aku, akan melawan Aku.'” Jadi pengkhianatan ini sudah diantisipasi. Yesus mengatakan kepada mereka bahwa ada seorang pengkhianat di antara mereka yang akan menyerahkan Dia kepada musuh. Jadi, ini penting supaya apa yang akan terjadi tidak menjadi kejutan bagi mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita mengendalikan segalanya dan rencana itu sedang berjalan baik. Kata Yesus, “Aku tahu orang-orang yang telah Kupilih.” Aku tidak pernah salah. Aku mengenal kalian masing-masing, dan Aku telah memilih kalian masing-masing. Dia membicarakan bahwa mereka telah dipilih sebagai rasul. Dan itu divalidasi oleh Yohanes 6:70 di mana Yesus berkata, “Bukankah Aku sendiri telah memilih kalian, kedua belas, tetapi salah satu dari kalian adalah iblis?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan maksud-Nya adalah Yudas. Aku bukan korban salah satu dari kalian. Tidak ada seorang pun yang berada di luar tujuan yang Allah telah tetapkan. Bahkan dalam pengkhianatan ini, Aku mengenal pria ini. Aku tahu tujuannya. Aku tahu alasannya. Aku tahu waktunya. Dan selanjutnya, “supaya Alkitab digenapi.” Ketika Yudas melakukan apa yang dia lakukan, itu tidak akan menyebabkan ada penyimpangan dalam rencana-Nya. Tujuan Allah tidak mungkin terhalang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengutip Mazmur 41:9, “Barangsiapa makan roti-Ku, ia mengangkat tumitnya melawan Aku.” Dia tahu Yudas adalah pengkhianat itu. Dia selalu tahu hal itu. Dia memilih dia supaya ketika dia melakukan apa yang dia pilih, itu akan menggenapi Kitab Suci. Yohanes 17:12, “Sewaktu Aku ada di sini, Aku melindungi mereka dengan kuasa nama yang kalian berikan kepada-Ku. Aku menjaga mereka supaya tak seorangpun dari mereka tersesat, kecuali dia yang menuju kebinasaan, Yudas.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dia juga digambarkan dengan jelas dalam Zakharia 11:12-13, “Lalu aku berkata kepada mereka, “Jika kalian berkenan, berikanlah upahku; dan jika tidak, tidak usah.” Lalu mereka memberi kepadaku tiga puluh uang perak. 13 Dan Tuhan berkata kepadaku, “Lemparkanlah itu ke tukang periuk”—harga yang mereka tetapkan untuk-Ku. Jadi aku mengambil tiga puluh uang perak itu dan melemparkannya ke dalam rumah Tuhan untuk tukang periuk itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah tepat yang dilakukan Yudas. Dia mengkhianati Kristus untuk 30 uang perak. Di bawah rasa bersalah, dia memberi kembali 30 uang perak itu, dan melemparkannya ke lantai Bait Suci, kemudian dia keluar dan menggantungkan dirinya. Orang-orang Yahudi mengambil uang itu, dan membeli ladang tukang periuk, yang menggenapi nubuatan Zakharia secara rinci. Yudas bukanlah kejutan bagi Yesus. Ini tidak melemahkan otoritas-Nya. Ini malah memvalidasi Kitab Suci.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini sangat penting supaya para murid tahu hal ini, karena Yesus berkata kepada mereka dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Hal ini Kuberitahukan kepadamu sekarang, supaya apabila hal itu terjadi, kalian tetap percaya, bahwa Akulah Mesias.” Aku tidak mau kalian memiliki keraguan bahwa ketika kalian melihat ini terjadi, tiba-tiba kalian mempertanyakan apakah Aku benar-benar Allah. Kebalikannya malah benar, karena Aku memberi tahu kalian setiap detailnya. Itu semuanya ada di dalam rencana Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengumumkannya di </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Sungguh benar kata-Ku ini, siapa saja yang menyambut utusan-Ku, ia menyambut Aku, dan siapa pun yang menyambut Aku, ia menyambut Bapa yang mengutus Aku.” Inilah pengumuman itu. Jadi Yesus berkata, ingatlah siapa pun yang menerima mereka, menerima Kristus dan Bapa. Dia mengatakan ini karena Dia ingin supaya para murid tahu bahwa biarpun ada pembelotan ini, integritas tugas mereka tidak terganggu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah, kapanpun dunia dapat menemukan orang Kristen palsu, mereka akan menonjolkan mereka sejauh mungkin. Kapan pun pendeta yang mengaku Kristus tetapi membawa celaan atas nama Kristus dan membuat skandal gereja – ketika misionaris melakukan itu, para pemimpin Kristen melakukan itu – dunia suka hal itu karena mereka suka pembenaran atas ketidakpercayaan mereka sendiri. Tetapi itu tidak mengubah amanat orang-orang yang setia dan benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Nah Yesus sangat gelisah, dan Dia mengatakan, “Sungguh benar kata-Ku ini, salah satu dari kalian akan mengkhianati Aku!” Dia merasa gelisah dalam jiwa-Nya sendiri tentang kutukan abadi Yudas. Bermasalah karena Dia tahu Dia sedang menuju ke salib untuk terlibat dalam kebejatan dosa pada tingkat pribadi dan akan merasakan murka Allah dan keterasingan dari Bapa-Nya. Inilah beberapa alasan roh Tuhan itu gelisah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, para murid itu tercengang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Para murid itu memandang satu sama lain dengan sangat heran karena tidak tahu siapa yang dimaksud.” Semua berdiam. Saya tidak tahu berapa lama mereka itu diam saja, tetapi mereka benar-benar terkejut. Matius berkata bahwa mereka semua mulai menanyakan, “Apakah itu aku? Apakah itu aku?” Yudas memang adalah orang munafik yang licik, yang dibantu oleh penguasa segala tipu daya, yaitu yang menyamar sebagai malaikat terang, Setan sendiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selalu akan ada orang munafik di dalam gereja. Ada orang munafik di dalam pelayanan. Ada orang munafik di ladang misi. Setan memastikan hal itu. Tetapi Kristus tahu, dan itu semua ada dalam rencana, dan Allah akan menghakimi. Jadi mereka condong ke arah satu sama lain dan Yesus, pada saat Anda merekonstruksi keadaan itu, mereka ada di satu tempat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Murid yang dikasihi Yesus sedang duduk di sebelah Yesus di meja.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes ada di sebelah kanan dekat dengan Yesus, dan Yudas ada di sebelah kiri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Simon Petrus memberi isyarat kepadanya untuk bertanya, “Siapakah orang yang Dia bicarakan itu?” Dan selagi ada percakapan, dan ada makanan, semua ini terjadi. Jadi mereka tidak semua mendengar ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Jadi murid itu yang ada didekat Yesus bertanya, “Tuhan, siapakah itu?” Mereka tidak tahu sama sekali. Dan lagi, inilah kemunafikan Yudas yang luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang pengkhianat itu disebut. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab, “Orang yang Kuberikan roti yang Aku celupkan ke dalam mangkok, dialah orangnya.” Dan setelah Dia mencelupkannya, Dia memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.” Inilah pembukaan kedok pengkhianat itu. Tapi mungkin hanya Petrus dan Yohanes yang tahu. Sisanya sepertinya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka sedang makan roti tidak beragi yang mereka celupkan dan memberikannya kepada orang di sebelah kiri.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yudas telah diizinkan oleh Tuhan kita untuk berada di sisi kiri-Nya di mana tamu terhormat biasanya duduk, dan Tuhan kita, sebagai penghormatan kepada Yudas, memberinya sepotong roti, seolah-olah dia adalah tamu terhormat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27-28</b></span><span class="cf1">, “Setelah Yudas makan roti itu, Setan masuk ke dalam hatinya. Kemudian Yesus berkata kepadanya, “Lakukanlah cepat apa yang mau kaulakukan. 28 Tidak seorangpun dari mereka yang makan di situ mengerti apa yang dimaksud Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya Yesus yang tahu itu. "Apakah yang mau kaulakukan, lakukanlah cepat." Sekarang lakukanlah apa yang harus kaulakukan, karena waktunya singkat. Yudas tidak akan pernah melihat hari lain. Dan menjelang fajar keesokan harinya, pengadilan Yesus pada dasarnya sudah berakhir, dan Dia akan menuju ke salib-Nya. Yesus akan keluar dari kubur di sisi lain menuju kepada kemuliaan kekal. Dan Yudas akan terkutuk di neraka untuk selamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 29-30</b></span><span class="cf1">, “Ada yang menyangka Yesus menyuruh Yudas membeli sesuatu yang diperlukan untuk pesta itu, atau memberi sedikit uang kepada orang miskin--sebab Yudas adalah pemegang uang kas mereka. 30 Jadi Yudas lansung keluar, hari sudah malam.” Yesus ingin dia pergi. Dia membutuhkan jam-jam ini untuk memberi janji-janji yang akan mulai terungkap segera di ayat 31, dan sepanjang sisa waktu itu bersama-sama, dan akan dipersembahkan sebagai doa dalam Yohanes 17.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setan telah masuk ke Yudas untuk melakukan upaya neraka yang terbesar. Tetapi sebenarnya dia akan melakukan upaya surga yang terbesar yang pernah dilakukan untuk menyelamatkan orang berdosa. Yudas bertindak dalam ayat 30. Dia senang bisa keluar, sekarang setelah dia terbuka. Jadi setelah menerima sepotong roti, dia segera keluar, dan hari sudah malam. Yudas tidak akan pernah melihat siang hari lagi, dan sejak itu tidak pernah akan melihat cahaya lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidupnya di dunia ini sudah berakhir. Tetapi itu tidak pernah akan berakhir di dunia yang dia tuju. Tangisan, ratapan dan kertakan gigi untuk selamanya. Jika ada orang di neraka yang sangat menyesal, itu pastilah dia. Neraka adalah tempat penyesalan, dan semakin Anda menyesal, semakin besar siksaan itu. Apakah pelajaran dari cerita ini? Yah, bisa dibilang itu tragedi kehilangan kesempatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah bahayanya mencintai uang, kekuasaan, ambisi, dan semua hal-hal duniawi. Itulah kekejian pengkhianatan, sambil melihat kesabaran dan belas kasihan Kristus yang penuh kasih. Ketika massa itu datang untuk menangkap Yesus, dan Yudas datang untuk mencium-Nya, apakah Anda ingat bagaimana Yesus menyapa Yudas? Dia berkata kepadanya, "Teman." Itulah terakhir kalinya Yudas melihat wajah Anak Allah. Yudas akan terpisah dari-Nya untuk selama-lamanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menunjukkan bagaimana caranya iblis bisa terlibat dalam kemunafikan spiritual, bagaimana orang-orang bisa benar-benar turun ke dalam kendali Setan. Tetapi saya ingin kalian mempelajari pelajaran yang terpenting yang Tuhan kita ingin para murid dan kita juga pelajari, yaitu, tidak ada sesuatupun yang dilakukan manusia berdosa yang dapat menggagalkan tujuan Allah. Sama sekali tidak ada. Yang tampaknya sebagai tragedi salib sebenarnya adalah kemenangan penebusan terbesar. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Aug 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210829</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001AD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus yang Rendah Hati]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001AC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+13:1-17" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 13:1-17</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita berada pada Kamis malam dari minggu terakhir sebelum kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Yesus akan ditangkap pagi-pagi sekali. Dia akan mengalami persidangan palsu pada permulaan hari Jumat. Dan Dia akan dieksekusi pada hari Jumat. Dia akan mati sebagai Anak Domba Allah yang sejati, Anak Domba Pelewatan. Ini adalah Kamis malam, ketika orang-orang Yahudi utara di bagian utara Israel merayakan hari Pelewatan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi selatan merayakannya pada hari Jumat. Kamis malam itulah Dia bertemu untuk merayakan Pelewatan, yang merupakan makan malam peringatan yang memperingati Allah membebaskan anak-anak Israel dari Mesir ketika malaikat maut melewati rumah-rumah yang ada darah anak domba di pintu. Allah ingin diperingatkan dalam pesta ini sebagai Juruselamat dan Pembebas umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kamis malam itu adalah saat Yesus ada sendirian bersama kedua belas murid. Orang-orang Yahudi mengejar Dia, dan Dia harus mengadakan pesta ini bersama mereka secara diam-diam sebelum Dia ditangkap sesudahnya di taman pada malam yang sama. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Sebelum perayaan Pelewatan, Yesus tahu bahwa sudah waktunya untuk meninggalkan dunia ini dan kembali kepada Bapa-Nya. Dia mengasihi murid-murid-Nya selama pelayanan-Nya di dunia, dan Dia tetap mengasihi mereka sampai akhir.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah malam ketika Juruselamat karena kasih menitipkan semua kekayaan surga kepada para rasul dan semua orang yang akan percaya, Lima bab seluruhnya didedikasikan untuk Anak Allah mengungkapkan kasih-Nya bagi umat-Nya sendiri ketika dinyatakan Dia mengasihi kita sampai akhir, secara maksimal, untuk selamanya tanpa batas. Sebanyak Allah yang tak terbatas dan kekal dapat mengasihi, sebesar itulah kasih-Nya kepada kita. Ini semuanya tentang kasih.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kerendahan hati tanpa pamrih adalah jiwa kasih. Kapasitas Anda untuk mengasihi berhubungan langsung dengan kapasitas Anda untuk merendahkan diri. Itulah kebenaran dan prinsip alkitabiah yang sederhana. Semakin rendah hati Anda, semakin Anda tidak tertarik pada diri sendiri, semakin besar kapasitas Anda untuk menginvestasikan diri Anda pada orang lain. Mereka terkait satu sama lain secara proporsional. Semakin Anda mengorbankan diri Anda, semakin besar Anda akan berkorban untuk orang lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih manusia tidak seperti itu. Ada realitas timbal balik disana yang akan memuaskan orang yang mencintai. Kasih alkitabiah itu tidak mempedulikan keuntungan pribadi. Itu tidak memperhatikan kepuasan atau pemenuhan pribadi. Itulah jenis kasih yang dimana dipanggil untuk mempertunjukkannya. Nah, Paulus menyimpulkan semua itu dengan pernyataan, “Kasih tidak mementingkan diri.” Itu tidak mencari apa yang akan memuaskan orang yang mengasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, kita membutuhkan contoh tentang itu, dan itulah Tuhan sendiri. Filipi 2:5-8 mengatakan, “Kristus Yesus, yang dalam rupa Allah, tidak merasa baha keadaan-Nya yang setara dengan Allah harus dipertahankan-Nya, 7 tetapi Ia melepaskan semuanya, lalu menjadi sama seperti seorang hamba, dan menjadi seperti manusia. 8 Ia nampak hidup seperti manusia, Dia merendahkan diri-Nya dan hidup taat sampai mati, yaitu mati di kayu salib.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, cobalah pikirkan ini. Yesus membuat pengorbanan terbesar, dan Dia mengasihi terbesar. Dia paling merendahkan diri-Nya dan karena kasih itu berhubungan langsung dengan kerendahan hati, Dia yang paling merendahkan diri-Nya telah menunjukkan kasih yang paling besar bagi orang lain. Kasih-Nya tak tertandingi, itu melampaui pemahaman. Tingginya, dalamnya, panjangnya dan lebarnya adalah di luar kemampuan kita untuk dimengerti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Matius 11:29 Yesus berkata tentang diri-Nya, "Aku lemah lembut dan rendah hati." Dia datang dari jauh kepada kematian seorang penjahat yang tidak pantas Dia terima. Dia datang dari jauh untuk menebus kematian kita supaya Dia bisa naik ke atas dan mengungkapkan kasih-Nya yang kekal kepada kita. Dalam Yohanes 15:13 Yesus menggambarkannya demikian, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang memberi nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jika Anda memberi hidup Anda seperti rasul Paulus yang mencoba menjangkau orang-orang dengan Injil, dan Anda berakhir di penjara, dan Anda mati dipenggal, Anda mengatakan ini adalah jenis kasih manusia yang luar biasa. Tetapi Anda hanya dapat melakukannya sekali, tetapi kemudian Anda tidak dapat melakukannya lagi karena Anda berada di surga. Meledakkan diri dengan bom yang diikatkan ke tubuh Anda mengirim Anda langsung ke neraka jika itu kepercayaan Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak akan masuk surga dengan pengorbanan diri apa pun. Bukan itu yang sedang kita bicarakan. Apa yang kita katakan adalah bahwa jika Anda adalah orang percaya, Anda telah ditransformasikan, dan sekarang Anda memiliki kapasitas untuk mengasihi semua orang dengan cara yang tidak dimengerti dunia. Inilah kasih yang memisahkan kita dari masyarakat lainnya. Itu adalah kasih yang rela memikul salib, benar? Berani mati jika diperlukan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi seperti apa contoh itu? Nah, itulah Yesus di sini di bagian ini. Ketika Anda mengasihi, itu menghilangkan rasa takut dalam menghadapi penghakiman. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kalian tahu itu karena kalian memiliki kasih yang adalah titipan Allah, yang artinya kalian adalah milik-Nya. Allah adalah kasih dan mereka yang mengasihi adalah milik Allah. Jadi, jika Anda mengatakan bahwa Anda adalah orang percaya dan Anda mengasihi saudara Anda, maka Anda tahu kebenaran ada di dalam diri Anda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ini sangat pribadi. Kita saling mengasihi dan itu menjadi kesaksian bagi dunia. Seperti yang dikatakan dalam Yohanes 13:34-35, “Aku memberikan perintah baru kepada kalian, supaya kalian saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kalian, demikian juga kalian harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian, semua orang akan tahu, bahwa kalian adalah murid-murid-Ku, jika kalian saling mengasihi.” Inilah cara kita menampilkan kekristenan. Kita mengasihi dunia seperti Allah mengasihi dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di Israel, cuci kaki adalah suatu keperluan. Ada manfaat tertentu untuk menjaga supaya kakimu selalu bersih untuk Anda dan semua orang yang berhubungan dengan Anda. Nah, di zaman itu, sandal itu tidak dapat menjaga kebersihan Anda, sehingga kaki itu sering kotor dan berdebu. Di depan setiap rumah, ada panci air di luar untuk mencuci kaki Anda. Biasanya pelayan yang terrendah melakukan cuci kaki itu karena itu adalah tugas yang paling rendah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada zaman Alkitab, makanan di hari Pelewatan itu berlangsung berjam-jam. Mereka tidak duduk di kursi, tetapi mereka itu berbaring. Jadi kepala Anda ada di sini dan kaki orang di sebelah ada di dekatmu. Yesus akan kembali kepada kemuliaan yang Dia miliki bersama Allah Bapa sebelum dunia dimulai. Mungkin setelah penghinaan 33 tahun ini, ada orang yang mengenal keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, dan ada orang akan maju dan membasuh kaki-Nya. Tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masih ingat, menurut Lukas 22 mereka sedang berdebat tentang siapakah di antara mereka yang terbesar di kerajaan. Jadi mereka semua sedang memikirkan martabat dan kehormatan mereka sendiri. Jadi tidak ada yang ingin mengambil peran sebagai budak. Itu suatu indikasi lain dari kelemahan rohani mereka, tetapi Yesus tetap mengasihi mereka. Ini membuat kasih-Nya begitu luar biasa karena mereka berlaku sangat buruk pada saat itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lalu ada si Yudas. Seberapa jeleknya dia? Tetapi begitulah caranya kita dapat memahami artinya Dia mengasihi mereka secara maksimal, walaupun ada keburukan itu. Jadi Dia menunjukkan kasih-Nya kepada murid-murid yang tidak layak, lemah dan egois. Inilah waktunya Dia dapat menegur mereka seperti yang Dia lakukan kepada orang-orang Farisi pada minggu itu, tetapi Dia tidak melakukannya. Dia hanya mengasihi mereka, dan Dia memberi mereka contoh bagaimana mereka harus mengasihi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Di ayat 2 </b></span><span class="cf1">kita lihat</span><span class="cf1"><b> </b></span><span class="cf1">kasih yang ditolak, “Dan setelah makan malam itu berakhir, iblis telah memasukkan niat ke dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.” Apakah artinya ini? Inilah malapetaka bagi Yudas. Bagaimana dia bisa berada bersama Kristus selama tiga tahun, sambil melihat segalanya, mendengar segalanya, menyaksikan setiap tindakan yang Yesus lakukan, mengetahui kesempurnaan mutlak hidup-Nya, dan masih menyerahkan dirinya kepada Setan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tahu ketika Setan muncul. Dia tahu apa yang ada di hati seseorang. Dia bisa membaca pikiran. Setan itu muncul tepat pada waktunya, tepat sesuai jadwalnya, dan Yesus berkata kepada Yudas, “Apa yang Anda ingin lakukan, lakukanlah cepat.” Pergilah dan mengatur pengkhianatan itu karena kita waktu sekarang terbatas. Jam itu terus berdetak untuk memastikan bahwa Aku dibunuh ketika domba Pelewatan itu dibunuh besok.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa menyebut ini disini? Karena kontras itu instruktif. Kontrasnya membuat segala sesuatu dalam ekspresi kasih itu menonjol dalam cara yang berani. Kebencian yang paling hitam dikontras dengan kasih yang paling murni. Yang Yudas cari hanyalah posisi yang akan dia dapatkan. Yudas adalah seorang pembenci, dan semakin Yesus gagal memenuhi ambisi dan keserakahan Yudas, semakin dia benci Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata-kata kasih yang Yesus berikan dalam ayat-ayat ini memikat hati kita, menarik kita untuk lebih mengasihi-Nya sementara kata-kata itu membuat Yudas lebih membenci-Nya. Seorang penulis berkata, “Saya berharap bahwa ciuman pengkhianat yang diberikan Yudas adalah satu-satunya, tetapi dalam arti rohani, Yesus masih harus menderitanya jutaan kali hingga saat ini. Karena secara munafik mengakui Yesus dengan mulut sementara mengkhianati Dia dengan perbuatannya. .</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhirnya, kasih itu ditunjukkan. Bagaimana Dia mengasihi, dan bagaimana kasih itu terwujud? Hakikat kasih ini sepenuhnya dipenuhi dengan objek kasih, dan itu akan merendahkan diri-Nya sendiri, dan itulah yang dilakukan Yesus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Yesus tahu, bahwa Allah Bapa telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya, dan bahwa Dia datang dari Allah dan akan pulang ke Allah.” Inilah pernyataan tentang keberadaan-Nya dan keilahian-Nya yang mutlak dan kekal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah makna dari kerendahan hati-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4-5</b></span><span class="cf1">, “Sebab itu Ia bangun dari makan malam dan menanggalkan pakaian-Nya, dan mengikat anduk pada diri-Nya. 5 Setelah itu, Ia menuang air ke sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, dan menyekanya dengan anduk yang terikat pada pinggang-Nya.” Ingatlah, ayat 2 mengatakan, “Selama makan malam.” Mereka sudah mulai makan. Dan mereka sedang makan perjamuan Pelewatan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagi seorang nelayan membasuh kaki orang lain adalah tindakan kerendahan hati kecil tetapi bagi Sang Pencipta Alam Semesta membasuh kaki orang sombong memang luar biasa. Kalian mungkin berpikir bahwa Dia mungkin akan membasuh kaki mereka yang entah bagaimana kudus atau mereka yang mulia. Tidak, Dia membasuh kaki orang-orang yang sombong yang mementingkan diri dan penuh ambisi. Memang itulah sifat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka itu ingatannya begitu singkat. Pada minggu itu Yesus berkata kepada mereka, “Siapa pun yang mau menjadi yang terbesar di antara kalian, biarlah dia menjadi pelayanmu.” Mereka benar-benar lupa itu. Jadi dengan tenang, Yesus bangkit, menanggalkan jubah luar-Nya, mengenakan handuk ini dan mulai membasuh kaki mereka. Kita melihat bahwa ini menghancurkan orang-orang itu. Itulah informasi yang diungkapkan oleh Petrus, “Ini tidak benar.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6-9</b></span><span class="cf1">, “Lalu Ia datang kepada Simon Petrus yang berkata kepada-Nya, “Tuhan, masakan Engkau yang membasuh kakiku?” 7 Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Sekarang engkau tidak mengerti apa yang Aku lakukan, tetapi nanti engkau akan mengerti." 8 Petrus berkata kepada-Nya, “Jangan sekali-kali Tuhan membasuh kakiku!” Yesus menjawabnya, “Jika Aku tidak membasuhmu, engkau tidak ada hubungan dengan Aku.” 9 Simon Petrus berkata kepada-Nya, "Kalau begitu Tuhan, jangan hanya kakiku, tetapi tangan dan kepalaku juga!"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Sekarang engkau tidak mengerti apa yang Aku lakukan, tetapi nanti engkau akan mengerti." Dia tidak membicarakan soal cuci kaki. Dia berkata, "Petrus, kamu masih tidak mengerti penderitaan-Ku." Pandangan mereka tentang Mesias adalah bahwa Dia datang penuh kemenangan untuk mendirikan kerajaan itu. Dia mengusir musuh. Dia akan memerintah atas Yerusalem dan atas dunia, segala sesuatu yang dijanjikan kepada Abraham dan Daud, yang ditegaskan kembali di para nabi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak bisa menerima penderitaan Yesus. Jadi Tuhan kita berkata kepadanya, "Petrus, engkau tidak melihat semua itu, tetapi nanti kau akan mengerti itu." Dan dia benar mengerti. Dalam 1 Petrus, dia sepenuhnya memahami kerendahan hati Kristus. “Kalian ditebus bukan dengan hal-hal yang fana seperti perak dan emas, tetapi dengan darah Yesus Kristus yang sangat berharga, sebagai Anak Domba tanpa cela dan tanpa cacat.” Dia benar-benar mengerti kematian Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata kepadanya, “Jika Aku tidak membasuh kamu, kamu tidak ada hubungan dengan Aku.” Kemudian Petrus menjawab di ayat 9, “Kalau begitu Tuhan, basuhlah bukan hanya kakiku, tetapi tangan dan kepalaku juga.” Dia pergi dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya. Dia ingin ada hubungan dengan Yesus Kristus lebih dari apa pun juga. Tuhan, jika begini caranya saya mempertahankan hubungan dengan Engkau, mandilah aku! Basuhlah seluruh tubuhku, seluruh diriku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah maksud Yesus ketika Dia berkata, “Jika Aku tidak membasuh kamu, kamu tidak ada hubungan dengan Aku.” Dia membicarakan keperluan Petrus untuk dibersihkan secara rohani. Dia butuh apa yang dijanjikan Yehezkiel dalam Perjanjian Baru yaitu pembasuhan. Dia butuh apa yang Paulus tulis kepada Titus tentang; pencucian regenerasi. Dia membutuhkan pembersihan rohani, dan Kristus pergi ke salib untuk menyediakan pembersihan rohani itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus melanjuti pembicaraan tentang kebenaran rohani ini dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa yang sudah dimandikan hanya perlu membasuh kakinya, dan engkau sudah bersih seluruhnya.” Maksud-Nya, “Petrus, engkau tidak butuh keselamatan. Anda hanya perlu pembersihan sedikit. Anda sudah bersih.” Yesus baru mengatakan kepadanya, "Engkau telah diselamatkan.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Tetapi tidak semua dari kalian, karena Dia tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya. Karena itu Dia berkata, 'Tidak semua dari kalian bersih.'”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Maka setelah Yesus membasuh kaki mereka, Ia mengambil pakaian-Nya, dan duduk kembali, Ia berkata kepada mereka, “Tahukah kalian apa yang baru saja Kuperbuat kepadamu?” Dan Dia kembali ke penerapan kasih secara praktis. Tentu saja. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13-14</b></span><span class="cf1">, “Kalian menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan kalian berkata benar, karena Aku memang demikian. 14 Jika Aku, sebagai Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kalian juga harus saling membasuh kaki.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasihilah seperti ini. Cintailah tanpa pamrih, dengan rendah hati, dalam kebutuhan hidup yang paling sederhana dan paling rendah. Mulailah disitu, dan semua hal-hal yang lebih tinggi akan datang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Sebab Aku memberi teladan ini kepada kalian, supaya kalian juga melakukan apa yang telah Kulakukan kepadamu.” Itulah panggilan dari Tuhan kepada para pengikut-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang hamba tidak lebih besar dari tuannya; dan seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutusnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Aku, orang yang paling agung dan tinggi di alam semesta dapat membungkuk, apakah Anda, yang jauh lebih rendah dari saya, sanggup merendahkan diri Anda sendiri?” </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Jika kalian sudah tahu hal-hal ini, berbahagialah kalian jika kalian melakukannya.” Bagaimana Anda dapat melepaskan berkat surga? Dengan mengasihi tanpa pamrih, dengan rendah hati, tanpa memikirkan keuntungan pribadi, tetapi sepenuhnya berkomitmen pada kesejahteraan, pemenuhan, dan kebutuhan orang lain. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210822</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001AC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesabaran Allah Berakhir]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001AB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+12:42-50" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 12:42-50</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah hari dimana Terang padam karena Tuhan kita mulai di ayat 35 dengan mengatakan, "Hanya untuk sebentar saja Terang itu ada di antara kalian,” yang mengacu pada diri-Nya. “Berjalanlah selama Terang itu masih ada, supaya kalian jangan ditimpa kegelapan. Orang yang berjalan di dalam gelap tidak tahu ke mana ia pergi. Percayalah kepada Terang itu selama Terang itu masih ada, supaya kalian dapat menjadi anak-anak Terang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Minggu lalu kita melihat undangan terakhir yang diberikan Tuhan kita kepada Israel. Ini adalah pertengahan dari Minggu Sengsara. Yesus tiba pada hari Senin, dan dipuji sebagai Mesias. Pada hari Selasa, Dia menyerang bait suci. Di hari Rabu dan Kamis, Dia memberi undangan dan mengajar. Sebelum hari Jumat Dia diperhadapkan pengadilan palsu dan Dia disalibkan, dan dalam minggu itulah, Tuhan kita memberi undangan terakhir ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus mengatakan ‘hanya sebentar saja’, Dia sungguh bermaksud itu karena ayat 36 melanjutkan, “Sesudah Yesus mengatakan ini Dia pergi dan menyembunyikan diri-Nya dari mereka.” Ini benar-benar undangan terakhir dan Terang itu akan segera padam. Kali berikutnya Dia muncul di depan umum adalah ketika Dia dibawa ke hadapan Pilatus, ketika Dia dibawa ke hadapan Herodes, dan di hadapan Sanhedrin dan ketika Dia disalibkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setelah kebangkitan-Nya, Yesus hanya menampakkan diri kepada orang-orang percaya. Inilah penghakiman Allah, seperti yang kita lihat minggu lalu. Nah, perlu dikatakan bahwa di seluruh Kitab Suci Allah membuktikan diri-Nya penuh belas kasih, penuh anugerah, penuh kasih, lambat marah, dan sangat sabar terhadap orang-orang berdosa. “Dia sabar, tidak ingin ada yang binasa,” kata Firman Allah, “kesabaran-Nya adalah keselamatan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi penghakiman itu pasti datang. Itu akan datang pada setiap bangsa. Itu selalu datang, tetapi itu tidak datang tanpa peringatan, dan tanpa saksi. Dalam Kisah Para Rasul 14, kesaksian awal adalah bahwa Allah membagikan kepada setiap bangsa anugerah umum, melalui penyediaan hujan, matahari dan makanan, saat Dia menunjukkan kekuatan kreatif-Nya untuk kebaikan manusia. Tetapi Allah ada batasnya dalam kesabaran-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah telah menunjukkan kesabaran dengan Israel. Karena semua bangsa lain telah punah. Tetapi Israel itu tidak pernah hilang. Kita belum pernah bertemu dengan orang Amori, Het atau Yebus, karena semua bangsa lain itu telah punah. Tetapi ada orang Israel di mana-mana disini, mereka semua ada di sekitar kita. Allah masih bersabar dengan Israel karena di masa depan Israel itu akan diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 11:26 mengatakan, “Seluruh Israel akan diselamatkan.” Ada keselamatan yang akan datang kepada orang Yahudi, tetapi sepanjang sejarah mereka, Allah telah kehabisan kesabaran pada generasi-generasi tertentu dan membawa penghakiman. Kita tahu penghakiman yang mengerikan yang menimpa Israel, pada zaman para hakim. Kita tahu penghakiman Allah yang mengerikan ketika Allah menyerahkan mereka kepada kebejatan hati dan kemurtadan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi bahkan itu tidak menghabiskan kesabaran Allah karena penghakiman Romawi tidak datang selama 40 tahun. Apakah terjadi selama itu? Pada Hari Pentakosta, 3.000 orang Yahudi bertobat. Beberapa hari kemudian, 5.000 orang bertobat dan gereja itu meledak di bulan-bulan setelah kenaikan Tuhan kita dan kedatangan Roh Kudus. Puluhan ribu orang Yahudi datang kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada periode diantara penghakiman dijatuhkan dan hukuman dilaksanakan, waktu 40 tahun itu, gereja berkembang dan bertumbuh dan mengutus rasul-rasul untuk mendirikan gereja non-Yahudi itu. Orang-orang Yahudi memulai panggilan Kisah Para Rasul 1:8 untuk pergi ke dunia dan menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan seluruh bagian bumi. Allah sabar dengan Paulus, seorang Yahudi yang murtad dan mengubahnya menjadi rasul agung.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Yesus datang ke kota pada hari Senin minggu ini, mereka memuji Dia sebagai Anak Daud, “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Inilah Mesias kami,” mereka melemparkan daun palem ke jalan dan ratusan ribu orang mengucapkan puji-pujian kepada-Nya, “Inilah Mesias.” Pada hari Selasa, Dia menyerang bait suci mereka. Dan hari Rabu, Dia mengajarkan kebenaran di bait suci mereka. Kemudian Dia mengumumkan bahwa Dia akan mati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata, “Jika biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap sendiri saja. Tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah.” Kemudian Dia berkata, “Anak Manusia harus ditinggikan,” suatu kata lain untuk penyaliban. Ketika orang-orang mendengar itu, mereka berubah pikiran. Jadi orang banyak itu berkata, 'Siapakah Anak Manusia ini?'” Itulah cemoohan dan ejekan. Kita menolak Engkau. Sekarang kita tahu Engkau bukan Mesias karena Engkau membicarakan kematian.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kami percaya hukum Allah mengatakan bahwa Mesias itu akan hidup untuk selamanya.” Memang, itu benar. Hukum memang mengatakan bahwa Mesias akan memiliki kerajaan kekal, tetapi Perjanjian Lama juga mengatakan Dia akan mati, Dia akan dilenyapkan, dan Dia akan dilukai karena dosa-dosa kita. Tetapi mereka tidak dapat menerima itu, jadi mereka menyalahkan Dia di tengah minggu, dan pada hari Jumat, mereka semua berteriak, “Salibkanlah Dia!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus memberi panggilan terakhir kepada mereka yang masih tidak percaya pada ayat 36, “Percayalah pada Terang selama masih ada waktu; maka kalian akan menjadi anak-anak Terang.” Setelah mengatakan ini, Yesus pergi dan menyembunyikan diri dari mereka. Israel menjadi gelap ketika Yesus menghilang. Kedatangan hari Anak Allah masih belum muncul di dunia ini dan tidak akan muncul sampai Dia datang kembali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 35 dan 36, adalah panggilan terakhir bagi orang-orang yang tidak percaya. Ada dua komponen yang mematikan bagi ketidakpercayaan, yang mengunci orang berdosa ke dalam penghakiman. Nomor satu, ayat 37, “Tetapi meskipun semua mujizat telah dilakukan Yesus, kebanyakan orang masih tidak percaya kepada-Nya.” Itu adalah komponen pertama dari ketidakpercayaan. Kehendak manusia yang keras kepala, dan penolakan keras kepala yang terus-menerus meskipun mereka menyaksikan mujizat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Aspek kedua yang kita lihat minggu lalu adalah kehendak Allah yang berdaulat. Kita melihat dari ayat 38 sampai 41 bahwa mereka tidak mau percaya, dan karena itu mereka tidak dapat percaya. Rencana Allah tidak mungkin digagalkan. Kita melihat di ayat 38 bahwa Yesaya berkata ini akan terjadi ketika dia berbicara untuk generasi orang Yahudi yang hidup pada zaman Kristus, “Tuhan, siapakah yang percaya akan berita yang diberikan kepada kami?” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dan kepada siapakah kuasa Tuhan dinyatakan?” Kita tidak percaya laporan yang Dia bawa. Kita menolak apa yang dikatakan Mesias. Mereka tidak mau percaya. Ayat 39, “Karena itu mereka tidak dapat percaya.” Yesaya 6 mengatakan dalam ayat 40, “Dia telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka, sehingga mereka tidak melihat dengan mata mereka dan tidak memahami dengan hati mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, mereka tidak mau percaya sehingga mereka tidak dapat percaya. Ayat 41 mengatakan ketika Yesaya melihat penglihatan itu di Yesaya 6, Kristuslah yang dia lihat di atas takhta itu. Jadi di sini rasul Yohanes menghubungkan seluruh penglihatan itu dengan caranya orang Yahudi telah memperlakukan Kristus. Pertama, ketidakpercayaan yang keras kepala di pihak kehendak manusia. Kedua, penghakiman yang berdaulat dari kehendak Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada ilustrasi ketidakpercayaan ini dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 42 dan 43</b></span><span class="cf1">, “Namun, banyak orang percaya kepada-Nya, termasuk beberapa pemimpin Yahudi. Tetapi mereka tidak mau mengakuinya karena takut orang-orang Farisi akan mengusir mereka dari sinagoga. 43 Karena mereka lebih suka pujian manusia daripada penghargaan Allah.” Kedengarannya ada harapan di sana, karena banyak penguasa itu adalah imam kepala, orang Farisi, ahli Taurat dan anggota Sanhedrin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka percaya bahwa Yesus adalah seperti yang Dia nyatakan. Mereka percaya bahwa Dia adalah seorang guru yang diutus Allah. Salah satunya adalah Nikodemus yang berkata, “Kami tahu Engkau adalah guru yang diutus Allah karena tidak ada orang yang bisa melakukan apa yang Engkau lakukan kecuali Allah mengutus Dia.” Tetapi apa pun iman ini, itu tidak cukup karena Yesus di pihak-Nya mengatakan bahwa Dia, “tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka karena Dia mengenal semua orang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Yesus ketahui adalah, itu adalah iman yang dangkal. Mereka percaya bahwa Dia adalah yang Dia klaim, sejauh mereka pahami, tetapi iman seperti itu tidak cukup untuk menyelamatkan, dan Yesus tahu hati mereka. Selalu akan ada dan selalu telah ada orang-orang yang percaya beberapa fakta tentang Kristus. Contoh ketidakpercayaan di sini adalah para penguasa Israel, yaitu para anggota Sanhedrin.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yakobus 2:19 mengatakan, "Setan-setan itu percaya." Tahukah Anda bahwa setan itu memiliki teologi yang lebih baik daripada kita karena mereka pada awalnya diciptakan sebagai malaikat suci? Mereka tahu kebenaran tentang trinitas dan kebenaran tentang Allah dan wahyu-Nya. Tetapi mereka sedang dalam perjalanan ke neraka. Mengapa? Karena mereka benci kebenaran itu, mencintai dosa, dan tidak mau mengaku Yesus sebagai Tuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi tidak mengakui Dia karena takut bahwa mereka akan dikeluarkan dari bait suci, karena mereka lebih suka penerimaan manusia daripada persetujuan Allah. Mereka tidak mau disingkirkan dari pendirian agama mereka. Berapa banyak orang yang kalian kenal yang mungkin Roma Katolik yang percaya fakta-fakta tentang Yesus, tetapi tidak mau mengaku dosa mereka dan ketidakbergunaan usaha mereka dan berseru untuk keselamatan?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena mereka tidak bisa melepaskan sistem itu karena itu memberi mereka penegasan? Apakah sifat iman sejati? Pertama, ada komponen objektif, dan kemudian ada komponen subjektif. Jadi apakah komponen objektif dari iman yang menyelamatkan? Kalian harus mengaku Yesus sebagai Tuhan dan percaya dalam hati kalian bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian, Roma 10:9-10. Kalian harus percaya pada Allah yang benar dan hidup, Allah Tritunggal itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi iman yang menyelamatkan juga memiliki sisi subjektif. Inilah pertanyaan tentang bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri? Para penguasa Yahudi ini ingin mempertahankan semua yang telah mereka capai, semua yang mereka percaya. Pandangan mereka itu salah tentang diri mereka. Dalam Yakobus 4:6, Yakobus berkata bahwa Allah memberikan anugerah yang lebih besar. Semua berkat Allah datang kepada kita karena anugerah. Allah menentang orang yang sombong, tetapi memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, kalian harus rendah hati, yang berarti kalian tidak yakin dan percaya pada dirimu sendiri, dan itu secara jelas didefinisikan dalam banyak perintah: “Karena itu tunduklah kepada Allah.” Itulah mengaku Yesus sebagai Tuhan. “Lawanlah iblis, jauhilah dia dan dia akan lari darimu. Dekatkan dirimu kepada Allah dengan aspirasi suci, kasih sayang yang kudus. Dan Dia akan mendekati Anda. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Panggilan untuk perubahan dalam perilaku Anda. “Kuduskanlah hatimu.” Panggilan untuk berubah dalam kehidupan dan maksud motivasi Anda, dan memiliki sikap yang tepat terhadap dirimu sendiri. Apa yang harus menjadi sikap Anda? Yakobus 4:9-10, “Berdukalah dan menangislah; hendaklah tertawamu berubah menjadi tangisan dan kegembiraanmu menjadi kesedihan. 10 Hendaklah kalian merendahkan dirimu di hadapan Tuhan, maka Dia akan mengangkat kalian.” Yang berarti Dia akan memberi kalian anugerah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itu tidak terlihat dari para penguasa di ayat 42 dan 43. Jadi itu adalah komponen fatal dari ketidakpercayaan. Pertama, kehendak manusia yang keras kepala. Kedua, kehendak Allah yang berdaulat. Kalau orang terus tidak mau percaya, maka Allah akan menghakimi mereka dengan ketidakpercayaan lebih lanjut. Keraskanlah hatimu maka Allah akan mengeraskan hatimu. Penghakiman itu terjadi, dan kalian tidak akan dapat bertobat. Anda tidak mau, menyebabkan Anda tidak sanggup.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes memberi kita beberapa perkataan Yesus sebelum Dia menyembunyikan diri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 44-46</b></span><span class="cf1">, “Lalu Yesus berseru kepada orang banyak, “Orang yang percaya kepada-Ku, bukan saja percaya kepada-Ku, tetapi kepada Allah yang mengutus Aku. 45 Karena orang yang melihat Aku, melihat Dia yang mengutus Aku. 46 Aku datang sebagai terang untuk menyinari dunia yang gelap ini, supaya semua orang yang percaya kepada-Ku tidak lagi tinggal dalam kegelapan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah konsekuensi pertama dari ketidakpercayaan: Anda tidak mengenal Allah. Banyak orang berpikir mereka mengenal Allah. “Yah, saya orang yang sangat spiritual. Saya percaya pada Allah dalam Alkitab.” Jika Anda tidak percaya kepada Yesus Kristus dan mengakui Dia sebagai Tuhan dan mengakui kebangkitan-Nya dan memberikan seluruh hati Anda kepada-Nya, Anda tidak percaya kepada-Nya, maka Anda juga tidak percaya kepada Allah Bapa, yang mengutus Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan itu perlu diberikan kepada orang-orang Yahudi terus-menerus, bahkan di generasi ini. Mengenal Kristus berarti mengenal Allah Bapa. Mengasihi Kristus berarti mengasihi Allah Bapa. Menerima Kristus berarti menerima Allah Bapa, dan kebalikannya juga benar. Menolak Kristus berarti menolak Allah Bapa. Ini terus-menerus diartikulasikan di seluruh Injil Yohanes, dan kita telah melihatnya berkali-kali.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 47-48</b></span><span class="cf1">, menambahkan konsekuensi lain, “Aku tidak akan menghakimi mereka yang mendengarkan Aku, tetapi tidak menuruti Aku, karena Aku datang untuk menyelamatkan dunia dan bukan untuk menghakiminya. 48 Tetapi semua orang yang menolak Aku dan pesan-Ku akan dihakimi pada Hari Kiamat dengan kebenaran yang telah Aku katakan.” Jadi Anda sekarang berada di bawah hukuman mati. Itu akan benar-benar dilaksanakan pada penghakiman terakhir dalam Wahyu 20:11, takhta putih yang besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum itu bersaksi melawan kalian. Ini adalah bagaimana Anda berperilaku. Kalian berdosa. Itu akan terjadi di takhta putih yang besar. Buku-buku akan dibuka, dan catatan hukum yang akan menjadi saksi atas perilaku kalian akan membawa hukuman kalian, tetapi masih ada banyak lagi. Injil itu akan menjadi saksi melawan kalian karena kalian bukan hanya melanggar hukum Allah, tetapi kalian juga melanggar Injil.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang dikutuk pada hari terakhir karena melanggar hukum Allah dan menolak satu-satunya obat, yaitu Injil. Jadi Injil juga memberikan kesaksian melawan Anda dalam penghakiman. Semakin banyak Anda mendengar Injil, semakin besar pelanggaran Anda terhadapnya. Yesus tidak dapat dipisahkan dari ajaran-Nya, dari Injil itu. Itu benar untuk Israel, tetapi juga berlaku untuk kita semua. Dan itu berlaku untuk setiap generasi. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 49 - 50</b></span><span class="cf1">, “Aku tidak berbicara atas otoritas-Ku sendiri. Allah Bapa yang mengutus Aku, Dialah telah memerintahkan Aku apa yang harus Kukatakan dan bagaimana mengatakannya. 50 Dan Aku tahu perintah-perintah-Nya memberi kehidupan sejati dan kekal; jadi Aku menyampaikan apa pun yang dikatakan Allah Bapa kepada-Ku.” Injil Allah, datang dari Allah melalui Kristus kepada kita oleh Roh Kudus, melalui para pengkhotbah dan melalui Kitab Suci, untuk membawa hidup kekal. Saya harap kalian semua percaya itu. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210815</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001AB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketidakpercayaan Orang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001AA"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+12:35-41" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 12:35-41</a></span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita berada di minggu Tuhan kita disalibkan. Mari kita baca ayat 35 sampai ayat 43, “Yesus menjawab, “Hanya sebentar saja terang-Ku akan ada diantara kalian. Jadi berjalanlah selama terang itu masih ada, supaya kalian tidak ditimpa kegelapan. Mereka yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu kemana mereka pergi. 36 Percayalah kepada terang itu selama masih ada waktu; supaya kalian akan menjadi anak-anak terang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Setelah Yesus mengatakan hal-hal ini, Ia pergi dan menyembunyikan diri dari mereka. 37 Tetapi walaupun sudah banyak mujizat telah dilakukan Yesus, kebanyakan orang masih tidak percaya kepada-Nya. 38 Ini persis seperti yang dinubuatkan nabi Yesaya: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada berita kami? Kepada siapakah kuasa Tuhan telah diperlihatkan?” 39 Itulah sebabnya mereka tidak dapat percaya, karena Yesaya juga telah mengatakan,</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">40 “Tuhan telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka, sehingga mata mereka tidak dapat melihat, dan hati mereka tidak dapat memahami, dan mereka tidak dapat berpaling kepada-Ku dan minta Aku menyembuhkan mereka.” 41 Yesaya mengacu kepada Yesus ketika dia mengatakan ini, karena dia dapat melihat masa depan dan berbicara tentang kemuliaan Mesias. 42 Namun, banyak orang percaya kepada-Nya, termasuk beberapa pemimpin Yahudi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Tetapi mereka tidak berani mengakui itu karena mereka takut orang-orang Farisi akan mengusir mereka dari sinagoga. 43 Karena mereka lebih suka mendapat pujian manusia daripada penghargaan Allah.” Kita hidup di dunia yang aneh di mana semuanya terbalik. Ini adalah dunia yang terbalik di mana dosa telah menjadi hak, kesalahan telah menjadi kebajikan. Kejahatan dianggap sebagai kebebasan pribadi. Namun, ada satu penyimpangan yang harus kita pertimbangkan dalam bagian firman ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam budaya kita dan di zaman ini, kemarahan itu ditinggikan. Kemarahan entah bagaimana telah menjadi suatu kebajikan. Kemarahan telah dibenarkan, dan kemarahan itu mengarah pada pembalasan dendam dan kekerasan. Kebencian, dan semacam permusuhan dan pembalasan kejam selalu diekspresikan. Dan itulah ekspresi dari kondisi hati manusia. Tetapi sebenarnya kemarahan itu adalah reaksi dari kesombongan sifat dosa kita.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang dalam budaya kita tidak memiliki belas kasihan pada mereka yang telah menyinggung mereka. Pengampunan itu datang sulit sekali seandainya itu pernah datang. Ketika orang itu tersinggung, mereka tidak dapat menunjukkan anugerah dan belas kasihan. Mereka tidak bisa lambat dalam amarah mereka, dan mereka tidak sabar. Itu justru kebalikan dari Allah. Allah itu pengasih, pemaaf, penuh anugerah, penyayang, penderita panjang, lambat marah, dan luar biasa sabar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah adalah yang tersinggung oleh setiap dosa. Allah, yang benar-benar kudus, terhina oleh setiap pelanggaran terhadap Firman-Nya, hukum-Nya, alam-Nya dan nama-Nya. Itulah sebabnya kesabaran-Nya begitu luar biasa. Allah berkata, "Aku akan menghancurkan dunia dengan air bah." Tetapi sebelum kehancuran itu datang, Allah menetapkan Nuh, yang adalah seorang pengkhotbah kebenaran, dan dia mengkhotbahkan penghakiman dan memanggil orang untuk bertobat selama 120 tahun.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Wahyu di masa depan yang disebut Tribulasi Besar ketika penghakiman mulai dilakukan oleh Allah di dunia, ada beberapa orang martir yang berseru kepada Allah, “Berapa lama? Berapa lama?" Kelihatannya selalu bahwa penghakiman itu tertunda dengan Allah. Tentu saja, Paulus berkata dalam Roma 2 bahwa penahanan dan kesabaran Allah dimaksudkan untuk menuntun kalian kepada pertobatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada akhirnya Allah kehabisan kesabaran, dan di situlah kita berada dalam Yohanes 12. Kemurtadan, ketidaktaatan, penyembahan berhala, penghinaan nama-Nya, penghujatan-Nya sudah menjadi cara hidup, dan akhirnya itu akan berakhir. 2 Tawarikh 36:16 mengatakan, “Mereka terus-menerus mengolok-olok utusan-utusan Allah, meremehkan firman-Nya dan mengejek nabi-nabi-Nya sampai murka Tuhan bangkit terhadap umat-Nya sampai tidak ada obatnya.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Akhirnya datang dengan orang-orang Babilonia yang datang dan membantai puluhan ribu orang Yahudi. Teks dalam Yohanes 12 sama seperti yang ada di dalam 2 Tawarikh. Allah sudah habis kesabaran. Inilah Minggu Sengsara. </span><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab, “Hanya sebentar saja terang-Ku akan ada diantara kalian. Jadi berjalanlah selama terang itu masih ada, supaya kalian tidak ditimpa kegelapan. Mereka yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu kemana mereka akan pergi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Percayalah kepada terang itu selama masih ada waktu; supaya kalian akan menjadi anak-anak terang. Setelah Yesus mengatakan hal-hal ini, Ia pergi dan menyembunyikan diri dari mereka.” Itulah panggilan terakhir untuk orang-orang yang tidak percaya. Mereka telah memiliki ratusan tahun sejak mereka dibebaskan dari penawanan mereka dan dibawa kembali ke tanah mereka untuk membangunnya kembali, untuk menunjukkan kasih mereka dan ketaatan mereka kepada Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka tidak taat. Mereka terus membunuh para nabi. Orang-orang telah memberikan keputusan mereka. Jadi, pada hari Senin mereka mengatakan Dia adalah Anak Daud, “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Mereka semua tahu mujizat-mujizat yang telah Dia lakukan dan mengakhirinya dengan kebangkitan Lazarus dari kematian. Pada saat Yesus datang ke kota, ribuan orang memuji Dia sebagai “Mesias.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi pada hari Selasa, Yesus menyerang bait suci. Dia menyerang sistem agama mereka, bukan orang Romawi, dan menciptakan keraguan dalam pikiran mereka. Kemudian Dia berkata Dia akan mati, dan itulah pukulan terakhir bagi mereka. Mereka beralih dari melihat Dia sebagai Mesias sampai melihat Dia sebagai penipu. “Siapakah Anak Manusia yang akan disalibkan ini?” Dan dalam beberapa jam kemudian, mereka berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Hanya sebentar saja terang-Ku akan ada diantara kalian.” Nabi Yesaya memanggil orang untuk bertobat. Nabi Yeremia memanggil orang untuk bertobat dan beriman di ambang penghakiman sebelum semua menjadi gelap. Itulah gambar yang sama di sini. Untuk beberapa saat lagi, terang ada di antara kalian. Mereka yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu kemana mereka akan pergi. Itulah menggambarkan penghakiman yang akan datang ketika Anak kebenaran itu dibunuh di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berjalan itu berarti percaya. Lakukanlah perjalanan iman, yaitu kepercayaan, dan pada waktu terang dunia tidak ada lagi, dunia yang tidak percaya itu akan menjadi gelap. Dalam Yohanes 8:21 Yesus berkata, “Aku pergi dan kalian akan mencari Aku dan akan mati di dalam dosamu. Ke mana Aku pergi, kalian tidak dapat datang.” Ayat 24, “Itulah sebabnya Aku berkata bahwa kalian akan mati dalam dosamu; karena kecuali kalian percaya bahwa Aku adalah siapa yang Aku klaim, kalian akan mati dalam dosa-dosamu.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana itu berhubungan dengan kita? Saya tidak tahu kapan kegelapan itu menimpa Anda sebagai individu. Saya tidak tahu kapan kegelapan menimpa kita dalam kebudayaan, sebagai bangsa. Saya tidak tahu kapan kegelapan terakhir jatuh dalam penghakiman, yaitu penghakiman ilahi atas dunia, tetapi saya tahu bahwa belas kasihan Allah itu tidak bertahan untuk selamanya. Itu peringatan yang mengerikan. Terimalah Dia selagi Anda masih hidup dan mampu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah Allah yang penuh anugerah dan penyayang, tetapi Dia ada batas-Nya. Kejadian 6 sesaat sebelum air bah, Allah mengatakan ini, “Roh-Ku tidak akan selalu berjuang dengan manusia. Mereka adalah mahluk fana.” Dan kemudian Dia menenggelamkan seluruh dunia kecuali delapan orang. Yesus memperingatkan Israel, dan melalui ini Allah masih memperingatkan kita, memperingatkan siapa pun yang mendengar ini supaya janganlah kita melampaui batas kesabaran Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika hati Anda masih peka terhadap Injil, jika Anda merasakan tarikan Allah untuk percaya kepada Yesus Kristus, akuilah Dia sebagai Tuhan, berbaliklah dari dosa Anda, bertobat dari dosa Anda, dan ikutilah Dia. Jika Anda merasakannya, maka sekarang adalah hari keselamatanmu, 2 Korintus 6:2. Sekarang adalah saatnya untuk percaya. Jangan tunda keputusanmu, tunda itu sama saja dengan penolakan, kalian tidak tahu apa yang akan terjadi besok.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sementara Injil itu masih menarik bagi Anda, sementara Anda masih dapat mendengar, percaya, dan menjadi, “Anak-anak Terang”, yaitu cahaya-cahaya kecil. Allah menyatakan diri-Nya dalam Perjanjian Lama sebagai Terang, Kemuliaan Shekina. Allah menyinari terang-Nya melalui Yesus Kristus, 2 Korintus 4. Yesus Kristus adalah Allah yang berinkarnasi. Siapapun yang datang kepada Kristus kemudian memiliki terang Allah melalui Kristus yang bersinar di dalam diri mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seberapa singkat waktu itu? Kembalilah ke ayat 36, “Setelah Yesus mengatakan hal-hal ini, Ia pergi dan menyembunyikan diri dari mereka.” Lukas 21:38 memberi tahu kita bahwa pada pagi hari orang-orang berkumpul di bait suci dan mengharapkan kedatangan-Nya, tetapi Dia tidak ada di sana. Dia telah datang kepada umat kepunyaan-Nya, tetapi mereka tidak menerima Dia. Nubuatan-Nya digenapi. “Kalian akan mencari Aku dan tidak akan menemukan Aku, dan ke mana Aku pergi, kalian tidak dapat datang.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menyembunyikan diri-Nya secara fisik adalah suatu penghakiman. Israel telah melihat semua bukti, mereka telah mendengar semua ajaran dan melihat mujizat-mujizat. Dalam Yohanes 15:24, Tuhan kita berkata pada waktu Kamis malam itu bersama murid-murid-Nya di Ruang Atas, “Jika Aku tidak melakukan tanda-tanda ajaib di antara mereka yang tidak dapat dilakukan orang lain, mereka tidak akan bersalah. Tetapi sekarang, mereka telah melihat semua yang Aku lakukan, namun mereka tetap membenci Aku dan Bapa-Ku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sisa injil Yohanes meringkaskan wawasannya yang diilhami oleh Roh Kudus, dan dia membantu kita memahami hari yang gelap ini. Kita melihat panggilan terakhir untuk percaya, dan inilah bagian-bagian fatal. Ini sangat penting untuk dipahami. Ada beberapa orang komentator Yahudi, yang merasa bahwa penolakan Yesus Kristus oleh orang-orang Yahudi, oleh bangsa Israel itu, menimbulkan kecurigaan mereka atas kehidupan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wawasan mereka adalah; mereka pikir mereka tahu Firman Allah. Mereka adalah umat Allah. Mereka memiliki Kitab Suci di tangan mereka. Jika Yesus adalah Mesias, mereka pasti akan mengenali-Nya. Jadi, mungkin, buktinya tidak sehebat yang diklaim oleh Kekristenan. Jika memang bukti dan misi ilahi-Nya begitu jelas, maka Israel pasti percaya. Israel tidak akan begitu marah jika Dia benar-benar telah memberi bukti itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yohanes ingin memastikan bahwa argumen mereka itu salah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Tetapi walaupun sudah banyak mujizat telah dilakukan Yesus, kebanyakan orang masih tidak percaya kepada-Nya.” Mungkin Anda berkata, itu hanya kata-kata Yohanes saja. Tidak. Yohanes 11:47 mengatakan, “Kemudian imam-imam terkemuka dan orang-orang Farisi memanggil majelis tinggi, "Apakah yang dapat kita lakukan?" mereka bertanya satu sama lain, “Orang ini benar-benar melakukan banyak mujizat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada seorangpun yang pernah menyangkal mujizat-mujizat Yesus. Musuh-musuh-Nya tidak pernah menyangkal mujizat-Nya. Ada banyak bukti, kesaksian besar yang diakui bukan hanya oleh Yohanes, tetapi juga oleh Sanhedrin, mahkamah agung Israel. Mereka itu semua mujizat publik yang dilihat semua orang. Banyak dari mereka dilakukan di tempat paling umum, di dalam dan di sekitar bait suci, dan tetap saja mereka tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38-40</b></span><span class="cf1">, “Inilah persis seperti yang dinubuatkan nabi Yesaya: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada berita kami? Kepada siapakah kuasa Tuhan telah diperlihatkan?” 39 Itulah sebabnya mereka tidak dapat percaya, karena Yesaya juga telah mengatakan, 40 “Tuhan telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka, sehingga mata mereka tidak dapat melihat, dan hati mereka tidak dapat memahami, dan mereka tidak dapat berpaling kepada-Ku dan minta Aku menyembuhkan mereka.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 37 dan 38 mengatakan mereka tidak mau percaya. Ayat 39 mengatakan mereka, oleh karena itu, tidak dapat percaya. Sekarang, ada dua komponen fatal dari ketidakpercayaan. Nomor satu, keberdaulatan Allah. Di sinilah Yohanes mulai, dengan keberdaulatan Allah. Itulah tepatnya yang dikatakan Yesaya 53:1 yang akan terjadi, “Tuhan, siapakah yang percaya akan laporan kami? Dan kepada siapa tangan Tuhan itu dinyatakan?”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesaya 53:1, ditulis dalam bentuk lampau. Ini aneh untuk sebuah nubuatan karena itu menantikan Kristus di masa depan. Ini menggambarkan Dia menanggung kesedihan kita, membawa kesedihan kita dalam ayat 4. Ditimpa oleh Allah, menderita, ditikam karena pelanggaran kita, diremukkan karena kesalahan kita, didera karena kesejahteraan kita, dicambuk untuk kesembuhan kita. Ayat 7, ditindas, Ia tidak membuka mulut-Nya. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini membicarakan kebangkitan-Nya. Ini berbicara tentang peninggian-Nya, tetapi yang menarik adalah itu semua ditulis dalam kata kerja lampau. “Mereka tidak akan percaya pesan kami. Kami tidak akan melihat tangan Tuhan dinyatakan.” Mengapa itu di masa lalu? Itu di masa lalu karena ini adalah pengakuan Israel ketika di masa depan mereka percaya. Pada suatu saat di masa depan, Israel akan percaya dan seluruh Israel akan diselamatkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal pertama yang mereka akan katakan adalah dalam ayat 1, “Siapakah percaya berita yang diberikan kepada kita? Kepada siapa tangan Tuhan itu dinyatakan?” Apakah artinya? Sekarang kembalilah ke Yohanes 12. Apa yang mereka katakan adalah kita tidak mau percaya ketika Yesus datang dan memberi kita pesan Injil. Apakah tangan Tuhan itu? Kuasa ilahi. Dia datang dengan kuasa mujizat ilahi dalam semua mujizat-mujizat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak melihat wahyu itu. Ini adalah pengakuan mereka yang tulus dan memilukan pada suatu saat di masa depan ketika Israel melihat ke belakang dan mereka melihat bahwa Yesus adalah Mesias mereka, Dia diremukkan karena dosa-dosa mereka. Dia dihancurkan karena pelanggaran mereka. Mereka akan melihat itu, tetapi hal pertama yang akan mereka akui adalah kami tidak mau percaya. Kami tidak melihatnya sebagai tangan Tuhan, kuasa Allah. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak, ini tidak mengejutkan Allah. Yesaya mengatakan ini adalah alasannya, mereka tidak dapat percaya.” Dan ini juga paralel dengan Yesaya 6, “Ia telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka sehingga mereka tidak dapat melihat dengan mata mereka dan melihat dengan hati mereka dan bertobat, dan Aku menyembuhkan mereka.” Kemudian Allah berkata, “Siapakah yang harus Aku utus?” Siapa yang akan pergi ke bangsa Israel ini dan memberitakan penghakiman ini?” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesaya mengatakan, "Inilah aku. Utuslah aku." Karena mereka tidak mau percaya begitu lama, selama berabad-abad dan saatnya tiba ketika mereka tidak dapat percaya. Dalam Yesaya 6:13 Allah berkata, “Ada sisa.” Itu memang benar di saat Yohanes 12, benar? Ada 500 orang percaya di Galilea, dan 120 orang di Yerusalem. Mereka adalah murid-muridnya. Allah selalu memiliki sisa. Tetapi bagi bangsa Israel, itu sudah terlambat.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Yesaya mengacu pada Yesus ketika dia mengatakan ini, karena dia melihat masa depan dan berbicara tentang kemuliaan Mesias.” Kita belajar di sini bahwa visi Allah dalam Yesaya 6 itu adalah Kristus sendiri. Jadi di dalam Yesaya 6, Kristus berkata, “Mereka tidak mau, dan sekarang mereka tidak bisa.” Saat itu Yesus mengumumkan penghakiman. Dan itu adalah Yesus yang memberikan undangan terakhir kepada beberapa orang yang akan percaya pada saat itu. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210808</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001AA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Makna Salib]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A9"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+12:27-34" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 12:27-34</a></span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 12:27–34</b></span><span class="cf1">, “Jiwaku cemas. Haruskah Aku berdoa, 'Bapa, luputkan Aku dari saat ini'? Tetapi justru untuk alasan ini Aku datang! 28 Bapa, muliakanlah nama-Mu! Maka terdengar suara dari surga, yang mengatakan, “Aku telah mengagungkan nama-Ku, dan Aku akan melakukannya lagi.” 29 Ketika orang banyak itu mendengar suara itu, beberapa orang mengira itu guntur, sementara orang lain mengatakan bahwa seorang malaikat telah berbicara kepada-Nya. 30 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Suara itu terdengar bukan untuk kepentingan-Ku, tetapi untuk kepentinganmu."</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“31 Sekarang sudah waktunya dunia dihakimi, ketika Setan, penguasa dunia ini, akan diusir. 32 Dan ketika Aku ditinggikan di atas bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.” 33 Dia berkata demikian untuk menunjukkan bagaimana caranya Ia akan mati. 34 Orang banyak itu menjawab, “Menurut Buku Hukum kami, Raja Penyelamat itu akan hidup selama-lamanya. Bagaimana Engkau dapat berkata bahwa Anak Manusia harus ditinggikan di atas bumi? Siapa sebenarnya Anak Manusia itu?"</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus sedang berbicara tentang penyaliban-Nya. Mereka mengerti hal itu karena dalam ayat 34 mereka berkata, “Anak Manusia macam apakah yang harus ditinggikan,” untuk mati? Bukankah Mesias akan hidup selamanya? Ditinggikan itu telah menjadi sinonim untuk penyaliban karena orang Romawi telah melakukan itu pada puluhan ribu orang. Bagian ini menjelaskan salib dan dampaknya, pengaruhnya dan kekuatannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib itu belum terjadi, tetapi inilah teologi salib dari bibir Yesus sebelum Dia disalibkan. Dia akan dimuliakan melalui kematian. Dia mengatakan itu melalui analogi, yang adalah sebuah ilustrasi, tetapi sekarang Dia menggambarkannya tanpa analogi dalam kata-kata yang dipahami semua orang. Dia benar-benar akan ditinggikan, yang adalah kata lain untuk disalibkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kematian Tuhan Yesus Kristus memerintah atas semua masalah lain dalam Kitab Suci. Ketika kita baca Perjanjian Lama, kita melihat realitas pengorbanan itu. Itu terjadi di awal Kejadian 3. Pengorbanan terjadi di seluruh Perjanjian Lama. Dan itu berlanjut ke dalam Perjanjian Baru sampai tahun 70 M. Tak satu pun dari jutaan binatang itu dapat menghapus dosa, tetapi mereka semua membayangkan seseorang yang akan melakukannya: yaitu Anak Domba Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nubuatan Perjanjian Lama secara khusus membicarakan kematian-Nya. Daniel 9 mengatakan, “Dia akan dilenyapkan,” sebuah istilah untuk menggambarkan kematian. Zakharia 12:10 mengatakan, “Dia akan mati karena ditikam.” Yesaya 53 menjelaskan secara rinci kematian-Nya sebagai pengganti. Mazmur 22 menggambarkan pengalaman-Nya di kayu salib. Jadi, kematian-Nya adalah tema Perjanjian Lama dan penggenapan nubuatan kuno Perjanjian Lama. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda masuk ke dalam Perjanjian Baru, kematian-Nya adalah tema utama dari semua Injil. Ketika Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes mencatat kehidupan Tuhan kita sejak kelahiran-Nya, Dia membicarakan kematian-Nya sekali-kali, tetapi kebanyakan pekerjaan mereka berfokus pada kematian-Nya lebih daripada kategori penting lainnya. Seperlima dari keempat Injil diarahkan pada penyaliban-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala sesuatu dalam Matius, Markus, Lukas dan Yohanes bergerak menuju peristiwa yang terbesar dari semua peristiwa, yang paling banyak menempatinya dan itulah kematian-Nya. Nah, kematian-Nya menggenapi nubuatan dan pola Perjanjian Lama kuno. Kematian-Nya adalah tema dari Injil Perjanjian Baru. Dan kita dapat mengatakan bahwa kematian-Nya adalah alasan untuk inkarnasi. Yesus datang untuk menyelamatkan para pengikut-Nya, umat-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kita menyelesaikan keempat Injil, dan kita masuk ke dalam kitab Kisah Para Rasul, para rasul segera mulai memberitakan bahwa Mesias harus menderita dan mati, bahwa Yesus disalibkan, mati dan bangkit kembali. Itu adalah khotbah para rasul. Paulus berkata atas nama mereka semua, “Aku bertekad untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus dan Dia disalibkan. Kita memberitakan Kristus yang disalibkan.” </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah panggilan para rasul. Ketika kita sampai pada surat-surat Perjanjian Baru, yang mulai setelah kitab Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru itu dipenuhi dengan surat-surat sampai ke kitab Wahyu. Kematian Tuhan kita Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya berikutnya adalah tema dari surat-surat itu. Kadang-kadang eksplisit. Terkadang surat-surat itu berbicara secara khusus tentang kematian-Nya dan tentang salib-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi para penulis surat-surat melihat salib secara eksplisit dan menggambarkan makna dan kepentinganya. Bahkan, semua implikasi dari ketaatan, perilaku, kehidupan di gereja, kesalehan, kebajikan, kehidupan spiritual, semuanya adalah implikasi dari salib. Jika Dia mati untuk kita, bagaimana mungkin kita tidak hidup untuk Dia? Jadi Anda akan menyadari bahwa Anda diperhadapkan salib dan implikasi kematian Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kematiannya juga menjadi tema penyembahan di gereja. Ada dua tata cara yang Tuhan berikan kepada gereja. Salah satunya adalah baptisan. Yang lainnya adalah Perjamuan Kudus. Dalam Pembaptisan, kita mengidentifikasikan diri dengan kematian Kristus dan kebangkitan-Nya secara simbolis. Di Perjamuan Kudus, kita berkumpul untuk makan roti dan cawan, yang mewakili tubuh dan darah-Nya yang diberikan untuk kita. Kedua tata cara ini sama-sama menunjuk pada kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya di gereja ada salib karena dari salib itu terpancar esensi dari semua penekanan alkitabiah. Jika Anda pergi ke surga, Anda akan menemukan bahwa kematian Yesus Kristus juga merupakan tema surga. Kita melihat sekilas hal itu dalam Wahyu 5:6 yang membawa kita ke surga, “Anak Domba Allah, Kristus, keluar dari takhta dan Dia adalah Anak Domba yang telah disembelih.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 8-9, “Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, sujudlah keempat makhluk dan kedua puluh empat penatua itu di hadapan Anak Domba, masing-masing memegang kecapi, dan cawan emas penuh kemenyan, yaitu doa-doa orang-orang kudus. 9 Dan mereka menyanyikan sebuah lagu baru,”Engkau layak mengambil gulungan itu, dan membuka segel-segelnya; karena Engkau telah dibunuh, dan dengan darah-Mu, orang-orang dari setiap suku, bahasa, umat dan bangsa telah ditebus olehmu untuk Allah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib adalah tema sejarah penebusan. Ini adalah tema ibadah surgawi. Nah, semua itu membawa kita ke teks kita mulai dari ayat 27 - 34. Tahun itu adalah 30 M. Tuhan telah masuk ke kota Yerusalem. Orang-orang telah mendengar Lazarus dibangkitan-Nya, seorang pria yang telah mati selama empat hari. Mereka tahu apa yang telah Dia lakukan, penyembuhan di seluruh negeri, pengusiran setan dan mujizat-mujizat yang luar biasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka memberi Dia semua atribut Mesianik, dan mereka berharap bahwa Dia akan menyerang penduduk Romawi yang menghina Allah dengan penyembahan berhala mereka. Tetapi Dia datang kembali pada hari Selasa dan bukannya menyerang orang Romawi, tetapi Yesus menyerang bait suci Yahudi, puncak agama mereka. Serangannya begitu besar dan kuat sehingga orang-orang melarikan diri dari seluruh bait suci itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah teologi Yesus tentang kematian-Nya sendiri sebelum itu terjadi. Dia membuka misteri bagi kita. Nomor satu, saat Tuhan kita melihat salib, ada teka-teki penderitaan Anak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27-28</b></span><span class="cf1">, “Jiwaku cemas. Haruskah Aku berdoa, 'Bapa, luputkan Aku dari saat ini'? Tetapi justru untuk alasan ini Aku datang! 28 Allah Bapa, agungkanlah nama-Mu!” Bagaimana jiwa-Nya dapat terganggu? Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah arti kata "bermasalah"? Ini adalah kata Yunani tarasso, yang berarti ”mengguncang atau mengaduk”. Dalam arti kiasan, itu bisa diterjemahkan sebagai kesedihan mendalam. Dia merasa sedih. Ini bukan derita dari penderitaan fisik yang dinantikan, tetapi antisipasi murka ilahi, penderitaan rohani. Bahwa Dia akan dihukum karena dosa-dosa yang tidak dilakukan-Nya, yaitu dosa semua orang yang percaya. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anak Allah memang harus merasa terganggu oleh murka ilahi dan keterasingan dari Bapa-Nya yang kekal. Ya, Dia sedih, tetapi bukan bagian fisik itu yang mengganggu Dia. Dengarkanlah Dia dalam Lukas 22, Dia berkata dalam ayat 42, "Bapa, jika Engkau mengizinkannya, angkatlah cawan ini dari pada-Ku." Dan kemudian pada Kamis malam, “Jika Engkau rela, jauhkanlah cawan ini dari pada-Ku.” Apakah cawan itu?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah konsep yang berasal dari Perjanjian Lama. Cawan murka Allah. Dia berkata, “Bapa, yang membuat-Ku sedih adalah cawan murka itu. Namun bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu jadilah.” Dengarkan betapa ganasnya pertempuran itu. “Seorang malaikat dari surga menampakkan diri kepada-Nya, untuk menguatkan-Nya.” Lukas 22:44 mengatakan, “Dan keringat-Nya menjadi seperti darah yang menetes ke tanah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28 melanjutkan</b></span><span class="cf1">, “Bapa, muliakanlah nama-Mu.” Yesus berkata Dia datang untuk memuliakan Bapa. Bagaimana? Pertama, salib menampilkan semua atribut Allah. Kita melihat kasih Allah dalam tindakan, kasih karunia-Nya dalam tindakan, belas kasihan-Nya dalam tindakan, keadilan-Nya, murka-Nya, dan penghakiman-Nya. Anda melihat kebijaksanaan-Nya. Anda melihat nubuatan digenapi. Firman-Nya ditegaskan. Kita melihat kebenaran dinyatakan. Kita melihat kekuatan dinyatakan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dimuliakan pada waktu Kristus dijadikan pengganti yang menanggung hukuman kita, murka kita orang berdosa, yang menggantikan kita waktu ada pembalasan Allah. Tetapi kemuliaan Allah lebih lanjut ditampilkan di Kalvari dengan kematian Kristus, dimana Allah sanggup menebus manusia dari seluruh sejarah manusia, dan membawa mereka ke surga untuk memuliakan Dia selamanya. Kematian Yesus Kristuslah yang menyebabkan ada pembentukan paduan suara haleluya di surga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kita melihat keanehan dari jawaban Bapa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28 -30</b></span><span class="cf1">, “Maka terdengar suara dari surga, yang mengatakan, “Aku telah mengagungkan nama-Ku, dan Aku akan melakukannya lagi.” 29 Ketika orang banyak itu mendengar suara itu, beberapa orang mengira itu guntur, sementara orang lain mengatakan bahwa seorang malaikat telah berbicara kepada-Nya. 30 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Suara itu terdengar bukan untuk kepentingan-Ku, tetapi untuk kepentinganmu." Yesus menjelaskan misteri jawaban Bapa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika Bapa berkata di ayat 28, “Aku telah memuliakan nama-Ku,” maksud-Nya, memuliakan selama seluruh pelayanan-Mu, Aku telah menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Ku melalui Engkau. “Dan Aku akan melakukannya lagi,” itu berarti bahwa Aku akan memuliakan nama-Ku melalui kematian-Mu. Nah, ayat 30 mengatakan, "Yesus berkata, 'Suara ini terdengar untuk kepentinganmu.'" Dia sedang berbicara kepada para murid-Nya. Inilah penegasan surgawi ilahi tentang kematian Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Suara ini adalah bagi mereka yang memiliki ‘telinga untuk mendengar’. Di sisi lain, ada orang banyak, ayat 29. “Ketika orang banyak itu mendengar suara itu, beberapa orang mengira itu guntur, sementara orang lain mengatakan bahwa seorang malaikat telah berbicara kepada-Nya.” Mungkin mereka adalah pemimpin Yahudi, tetapi mereka tidak akan mengakui itu suara Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kita melihat penderitaan Anak, jawaban Bapa, dan kemudian teka-teki salib sebagai pencapaian. Suara Bapa-Nya telah mengingatkan-Nya bahwa kemuliaan akan datang kepada Bapa dan Dia karena mereka berbagi kemuliaan itu secara setara. Dia berfokus pada keselamatan melalui penderitaan itu. Dia beralih ke kata-kata yang penuh kemenangan di </span><span class="cf1"><b>ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Sekarang sudah waktunya dunia dihakimi, ketika Setan, penguasa dunia ini, akan diusir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32-33</b></span><span class="cf1">, “Dan ketika Aku ditinggikan di atas bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.” 33 Dia berkata demikian untuk menunjukkan bagaimana caranya Ia akan mati.” Ada tiga pencapaian yang diantisipasi di kayu salib. Nomor satu, dunia itu dihakimi. Kerajaan dosa dihakimi. Sistem dosa itu dihakimi. Malapetaka itu dimeteraikan oleh penolakan dan pembunuhan Anak Allah. Ini membalikkan seluruh peristiwa salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi berpikir mereka telah menghakimi Dia. Pada kenyataannya, Dia bukan hanya menghakimi mereka, tetapi Dia telah menghakimi seluruh dunia. Mereka mengira bahwa mereka telah membawa-Nya ke pengadilan mereka dan memberikan keputusan mereka kepada-Nya. Pada kenyataannya, Dia telah membawa mereka ke pengadilan-Nya dan memberikan keputusan-Nya atas mereka. Salib akan mengutuk dan menghakimi dunia, terutama orang-orang Yahudi yang menolak Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Termasuk juga para pemimpin mereka yang mengutuk Dia, Yudas yang mengkhianati Dia, tentara Romawi yang mengejek dan mengeksekusi Dia, Pilatus yang menghukum Dia dan seluruh masyarakat dari orang-orang jahat yang terasing dari Allah yang menyalibkan Dia. Dan melampaui itu, juga semua orang yang tidak percaya di seluruh dunia yang terperangkap sebagai anak-anak Setan dalam sikap anti-Allah dan anti-Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang tampak seperti penghakiman Kristus, pada kenyataannya, adalah penghakiman dunia karena di kayu salib, Dia memenangkan kemenangan dan naik ke sebelah kanan Allah Bapa, dan Dia menjadi Tuhan dan Hakim dari semua orang. Setiap kali ada orang mati, hukuman itu dieksekusi, tetapi untuk seluruh dunia, hukuman itu akan dilaksanakan sepenuhnya pada hari ketika Yesus muncul untuk kedua kalinya untuk menghakimi semua orang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal kedua, penguasa dunia ini akan diusir. Siapakah itu? Setan, pangeran kekuatan udara, penguasa dunia ini. Setan diturunkan dari takhtanya di Kalvari. Sekali lagi, ini adalah kebalikan dari apa yang mungkin Anda pikirkan. Kelihatannya Setan menang. Setan telah menaklukkan Kristus di Kalvari, tetapi kenyataannya, Kristus telah meremukkan kepalanya, memberikan pukulan maut kepadanya. Sekarang, Setan adalah musuh yang telah ditaklukkan dan dikalahkan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menghancurkan yang memiliki kuasa maut. Kematian, bagi kita, tidak menakutkan karena di dalam Kristus kita langsung melewati kematian menuju ke hidup yang kekal. Ini tidak berarti Setan tidak ada di sekitar kita megap-megap seperti binatang yang kepalanya terpenggal. Dia adalah musuh yang dikalahkan, yang dikalahkan pada titik di mana kelihatannya dia telah menang. Dunia mengira mereka menang atas Kristus. Mereka tersesat. Setan berpikir dia menang. Dia kalah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dan ketika Aku ditinggikan di atas bumi,” ketika Aku disalibkan. Dia berkata, "Ketika Aku disalibkan, Aku akan menarik semua orang kepada diri-Ku sendiri." Semua orang, yang berarti semua orang Yahudi, orang bukan Yahudi, dan orang-orang dari setiap bahasa, suku, dan bangsa di bumi ini. Yesus, di kayu salib, menyediakan pekerjaan yang melaluinya semua orang dapat diselamatkan. Anak-anak Allah dari seluruh dunia. Dalam kematian itulah Dia memberi hidup. Kebenaran adalah Dia menang di kayu salib.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bagaimana reaksi orang-orang? </span><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Menurut Buku Hukum kami, Mesias itu akan hidup untuk selama-lamanya. Bagaimana Engkau dapat berkata bahwa Anak Manusia harus ditinggikan di atas bumi? Siapa sebenarnya Anak Manusia itu?" Karena mereka tidak mengerti Yesaya 53, mereka tidak percaya Yesaya 52. Mereka tidak mengerti Daniel 9 bahwa Dia akan dilenyapkan, Zakharia 12:10, bahwa Dia akan ditikam. Jadi salib bagi orang Yahudi adalah batu sandungan. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Aug 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210801</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus menubuatkan Kematian-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+12:17-26" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 12:17-26</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sedang mempelajari biografi Yohanes tentang Yesus. Kita telah sampai pada minggu terakhir kehidupan-Nya di Yerusalem, di lingkungan bait suci menuju ke salib pada hari Jumat. Kita telah melihat masuknya Yesus ke Yerusalem. Kita melihat bagaimana Yesus datang sebenarnya pada hari Senin. Sebelum itu Dia makan malam dengan Maria, Marta, dan Lazarus, di rumah seorang penderita kusta bernama Simon yang telah disembuhkan Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian pada hari Senin Dia meninggalkan Betania, dan Dia menuju ke kota Yerusalem dengan menunggangi seekor anak keledai. Ada ratusan ribu orang di Yerusalem yang siap untuk acara-acara minggu menjelang hari Pelewatan. Tahun itu adalah 30 M. Inilah Pelewatan terakhir-Nya. Inilah waktu yang telah direncanakan Allah untuk Yesus mati. Dia akan dibunuh sebagai Anak Domba Pelewatan sejati yang menghapus dosa dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada hari Jumat, Dia akan disalibkan dan mati ketika semua domba Pelewatan lainnya disembelih di bait suci. Tetapi Dia saja adalah Anak Domba Pelewatan yang telah dipilih Allah. Semua domba-domba yang telah mati sejak pembentukan korban dulu pada zaman Musa; semua korban-korban yang pernah disembelih selama tahun-tahun itu tidak sanggup menghapus dosa. Itu hanya merujuk kepada satu-satunya pengorbanan sejati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, orang-orang Yahudi telah menunggu Mesias mereka selama berabad-abad. Mesias dan harapan mereka bertumbuh dalam beberapa hal setiap tahun. Tetapi mereka juga semakin putus asa setiap tahun. Mereka ditakluk negara-negara lain. Mereka telah dianiaya sepanjang sejarah mereka karena mereka terus-menerus berada di bawah penghakiman Allah karena ketidakpercayaan dan kemurtadan mereka, yang telah berlangsung selama banyak generasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah bertumbuh untuk membenci orang-orang di sekitar mereka. Mereka berprasangka dan mereka rasis. Mereka meremehkan bangsa-bangsa di sekitar mereka. Jika mereka keluar dari Israel dan kembali, mereka mengibaskan debu non-Yahudi itu dari sepatu mereka sehingga mereka tidak akan membawa debu non-Yahudi ke negara mereka. Mereka tidak mau memasuki rumah non-Yahudi. Mungkin Anda berpikir ini memelihara mereka, tetapi sebenarnya itu malah mengembangkan teologi yang salah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Allah pada awalnya memanggil Israel, Dia tidak memanggil Israel untuk menjadi tujuan dan akhir dari tujuan keselamatan-Nya, tetapi untuk menjadi sarana. Allah selalu menentukan bahwa Dia akan menyelamatkan manusia dari setiap bahasa, suku dan bangsa di dunia. Faktanya, dalam Kejadian 12, Allah menetapkan Abraham sebagai bapak bangsa itu; Dia berkata kepada Abraham dalam Kejadian 12:3, “Di dalam kamu semua keluarga di bumi akan diberkati.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daripada melakukan itu, mereka menjadi lebih terisolasi, lebih berprasangka dan lebih sempit. Dan mereka malah membenci orang-orang yang seharusnya mereka jangkau. Kita dapat melihat ini, misalnya, dalam kasus Yunus, misionaris yang enggan, yang ketika disuruh pergi ke Niniwe dan berkhotbah, lari ke arah lain. Inilah semacam refleksi simbolis tentang perasaan bangsa Israel terhadap bangsa-bangsa lain yang mengenal Allah mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prasangka sempit ini telah menjadi pola pikir bangsa itu. Mereka tidak peduli memikirkan orang lain. Mereka adalah umat Allah, dan berkat berhenti pada mereka. Jadi, ketika mereka berpikir tentang kedatangan Mesias mereka, Dia jelas adalah Mesias mereka. Mereka memandang Dia sebagai raja mereka, pemimpin mereka, penebus mereka dan penakluk mereka. Dan bangsa-bangsa lain yang telah menolak Allah harus diadili.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun Yesus telah menempatkan klimaks pada kuasa mujizat-Nya selama tiga tahun dengan membangkitkan Lazarus dari kematian di sebuah desa, dua mil jauhnya dari bait suci di Yerusalem. Semua orang tahu tentang itu. Itulah tempat yang sangat umum. Inilah mujizat publik besar terakhir-Nya. Sekali lagi, inilah puncak dari percakapan yang telah berlangsung selama tiga tahun tentang kuasa Yesus yang luar biasa itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia berkuasa atas iblis, berkuasa atas kematian, berkuasa atas penyakit, dan berkuasa atas alam. Jadi ketika Dia datang ke kota Yerusalem pada kesempatan ini, tampilan kekuatan-Nya tidak dapat digugat lagi dengan menghidupkan orang mati. Jadi Dia datang ke pujian, "Hosana, terpujilah Anak Daud," gelar Mesianik mereka. Mereka sangat senang. Tetapi mereka salah mengerti alasan keberadaan mereka. Allah tidak pernah memilih mereka untuk menjadi tujuan, hanya sarana untuk mencapai tujuan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus dalam Roma mengatakan bahwa mereka telah diberi janji. Mereka diberi para nabi. Mereka diberi hukum, yaitu Kitab Suci. Mereka bahkan diberi Mesias, tetapi semua itu bukanlah akhir tujuan. Jika mereka benar-benar ingin menerima Mesias dan kerajaan itu, harus ada pertobatan dari para pemimpin Israel. Tetapi, mereka tidak mau meninggalkan agama mereka dimana melalui pekerjaan mereka dapat menyelamatkan diri. Mereka tidak mau berbalik dari kemurtadan mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat Yesus mengakhiri pelayanan-Nya selama tiga tahun kepada ratusan ribu orang di seluruh Galilea, hanya ada 120 orang percaya di Yerusalem dan 500 di Galilea. Yesus telah datang untuk mempersembahkan diri-Nya. Ya, Dia memang datang untuk memanggil orang-orang yang telah dipilih untuk benar-benar taat untuk menjadi bangsa saksi itu. Tetapi ketika kita sampai pada Yohanes 12, kita melihat ada satu tawaran terakhir, dan itulah panggilan untuk menerima Dia sebagai Juruselamat dari Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu bagaimana mereka menanggapi panggilan itu. Mereka menolaknya. Kelihatannya mereka ingin menerima-Nya dalam Yohanes 12 dengan semua panggilan, “Hosana-Hosana” itu. Itu juga dicatat di dalam tiga Injil lainnya. Tetapi kebenaran masalah ini terlihat pada hari Jumat, di Yohanes 19:14-15 dimana mereka berseru, “Salibkan Dia! Salibkan Dia! Kita tidak memiliki raja selain dari Kaisar." Kerumunan yang berubah-ubah itu berbalik untuk menyerukan kematian-Nya. Inilah tawaran Allah terakhir kepada Israel.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertanyaannya sekarang adalah siapakah akan menjadi umat Allah baru dan bangsa saksi? Siapakah akan membawa kebenaran tentang Allah dan sekarang tentang Kristus dan Injil kepada dunia? Lihatlah Paulus dalam Kisah Para Rasul 13:44-48, “Minggu berikutnya hampir seluruh kota mendengar mereka memberitakan firman Tuhan. 45 Tetapi ketika beberapa orang Yahudi melihat orang banyak itu, mereka menjadi iri; jadi mereka memfitnah Paulus dan menentang apa pun yang dia katakan.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“46 Kemudian Paulus dan Barnabas berbicara dengan berani dan menyatakan, “Kita harus terlebih dahulu memberitakan firman Allah kepada kalian orang-orang Yahudi. Tetapi karena kalian telah menolaknya dan menilai dirimu tidak layak untuk hidup kekal, kami akan mempersembahkannya kepada orang-orang bukan Yahudi. 47 Karena Tuhan memberi kami perintah ini ketika Dia berkata, 'Aku telah menjadikan kamu terang bagi orang-orang non-Yahudi, untuk membawa keselamatan ke sudut-sudut terjauh di bumi.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“48 Ketika orang-orang non-Yahudi mendengar hal itu, mereka sangat gembira dan berterima kasih kepada Tuhan atas pesan-Nya; dan semua orang yang dipilih untuk hidup kekal itu menjadi orang percaya.” Orang-orang Yahudi tidak mau percaya. Tapi orang-orang non-Yahudi percaya. Orang-orang saksi Allah bergeser dari bangsa Israel ke orang non-Yahudi. Ini adalah transformasi besar. Masih ada orang-orang Yahudi yang percaya kepada Kristus. Ada 3.000 orang pada Hari Pentakosta, dan ribuan lagi di Kisah Para Rasul.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Allah sedang mengidentifikasikan orang-orang baru yang non-Yahudi. Orang Yahudi dapat ikut ke dalam gereja karena, "Di dalam Kristus," Galatia 3:28, "tidak ada orang Yahudi atau non-Yahudi." Tetapi itu bukan lagi untuk satu bangsa tetapi untuk semua bangsa. Roma 15:8-9, “Kristus datang sebagai hamba kepada orang-orang Yahudi untuk menunjukkan bahwa Allah adalah benar dalam janji-janji yang dibuat-Nya kepada nenek moyang mereka. 9 Dia juga datang supaya orang-orang non-Yahudi dapat memuliakan Allah karena belas kasihan-Nya kepada mereka.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Paulus mengutip Ulangan 32, yang adalah hukum, Yesaya 11, yaitu para nabi, dan Mazmur 18 dan 117, yang adalah tulisan-tulisan lain, ketiga bagian dari Perjanjian Lama. Dia mengutip semua firman tentang penyelamatan orang non-Yahudi. “Aku akan memuji kalian di antara orang-orang non-Yahudi. Bersukacitalah dengan umat-Nya, hai orang-orang bukan Yahudi. Pujilah Tuhan, semua orang non-Yahudi. Mereka akan berharap kepada-Nya.” Itu semuanya ada di dalam firman hukum, para nabi dan tulisan-tulisan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 12:17-26</b></span><span class="cf1">, “Banyak orang telah melihat Yesus memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati, dan mereka terus memberi kesaksian tentang itu kepada orang lain. 18 Itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang pergi kepada Yesus—karena mereka telah mendengar tentang mujizat ini. 19 Maka orang-orang Farisi itu berkata satu sama lain, “Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lihatlah, semua orang pergi mengikuti-Nya! 20 Ada beberapa orang Yunani yang datang ke Yerusalem untuk merayakan hari Pelewatan itu.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“21 Yang mengunjungi Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea. Mereka berkata, “Saudara, kami ingin bertemu dengan Yesus.” 22 Maka Filipus memberi tahu hal itu kepada Andreas, dan kemudian mereka berdua menyampaikannya kepada Yesus. 23 Yesus menjawab mereka, “Sudah waktunya Anak Manusia diagungkan. 24 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika biji gandum ini tidak ditanam di tanah dan mati, ia tetap tinggal sebiji. Tetapi kematiannya akan menghasilkan banyak gandum, yaitu panen kehidupan baru yang berlimpah.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“25 Orang yang mencintai hidupnya di dunia ini akan kehilangan nyawanya. Mereka yang tidak peduli dengan kehidupan mereka di dunia ini akan memeliharanya untuk selama-lamanya. 26 Siapa pun yang ingin melayani Aku harus mengikuti Aku, karena hamba-hamba-Ku harus berada di tempat Aku berada. Dan Bapa-Ku akan menghormati siapa pun yang melayani Aku.” Inilah transisi. Ini adalah pratinjau pergeseran dari Israel ke dunia, dari orang Israel ke orang non-Yahudi, yaitu umat Allah yang bersaksi di dunia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi transisi besar adalah transisi dari orang Israel ke orang non-Yahudi. Kita adalah bagian dari itu. Kita adalah umat Allah yang adalah saksi-saksi di dunia dan kita terdiri dari semua bangsa, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, tanpa memihak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> memberitahu kita bahwa orang-orang sedang membicarakan kebangkitan Lazarus. Orang-orang yang telah bersama-Nya ketika Dia memanggil Lazarus keluar dari kuburan, terus memberi kesaksian tentang hal itu. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menyebabkan effekyang luar biasa, </span><span class="cf1"><b>ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Itulah sebabnya begitu banyak orang pergi kepada Yesus—karena mereka telah mendengar tentang mujizat yang ajaib ini.” Ada ratusan ribu orang di kota yang telah mendengar kabar tentang ini. Kedua kelompok orang banyak itu berkumpul, dan itulah kejadian Dia masuk sambil dipuji. Tetapi semua tindakan ini dangkal, tidak dalam, fana dan sama sekali tidak berarti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Lalu orang-orang Farisi berkata satu sama lain, “Kita tidak dapat berbuat apa-apa. Lihatlah, semua orang mengikuti Dia!” Cara mereka adalah dengan datang kepada-Nya selama minggu itu, mengajukan pertanyaan demi pertanyaan untuk mencoba menjebak-Nya, mencoba menangkap-Nya, mencoba mempermalukan-Nya dan mencoba mendakwa-Nya. Sepanjang minggu, apa pun yang mereka coba itu semua gagal. Inilah orang-orang Farisi yang baru saja memberikan penolakan resmi secara nasional.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka tidak bisa menghentikan rencana Allah. Apa pun strategi mereka, apa pun pertanyaan mereka, apa pun konfrontasi mereka, apa pun juga yang mereka coba. Sekarang waktu-Nya, dan sekarang Allah akan bergerak melalui penolakan mereka untuk membawa Injil ke dunia dan membawa dunia kepada Kristus. Allah tidak menjangkau dunia melalui ketaatan orang Yahudi. Allah menjangkau dunia melalui ketidaktaatan orang Yahudi, dan Dialah yang berkuasa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Untuk mengesahkan transisi itu, perhatikanlah apa yang terjadi segera dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 20-22</b></span><span class="cf1">, “Beberapa orang Yunani yang datang ke Yerusalem untuk perayaan Pelewatan itu 21 mengunjungi Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea. Mereka berkata, “Saudara, kami ingin bertemu Yesus.” 22 Filipus memberi tahu Andreas tentang hal itu, dan mereka berdua pergi menyampaikannya kepada Yesus.” Ada beberapa orang non-Yahudi di antara mereka yang naik untuk beribadah di pesta itu, yaitu para proselit. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang ingin kita lihat di sini adalah persediaan universal. Orang-orang bukan Yahudi ini menjadi semacam buah pertama dari panen global yang akan datang. Mereka adalah dunia yang mengejar Dia, tetapi saya ingin Anda melihat apa yang Tuhan kita katakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Sekarang waktunya telah tiba bagi Anak Manusia untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.” Berhenti sebentar. Itu seharusnya menyalakan penolakan badai api, karena "Anak Manusia" adalah istilah Mesianik yang ditemukan dalam Daniel 7.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Yesus kemudian memberi mereka sebuah analogi di dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika benih gandum tidak ditanam di dalam tanah dan mati, ia tetap benih sendirian. Tetapi kematiannya akan menghasilkan banyak gandum, yaitu panen kehidupan baru yang berlimpah.” Tidak akan ada kerajaan penakluk kecuali Aku mati. Jadwal ilahi telah tiba, tetapi Dia akan dimuliakan bukan dalam penaklukkan duniawi jaya, tetapi di dalam kematian sebagai pengganti.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menjelaskannya dengan cara yang begitu jelas. Selama benih itu tetap berada di lumbung, benih itu dilindungi oleh kulit luarnya. Hanya ketika benih itu dimasukkan ke dalam tanah, benih itu mulai membusuk dan berubah, dan ketika kulitnya membusuk dan berubah, baru kehidupan di dalamnya mulai berkembang. Ini memberi kehidupan pada tanaman besar, yang menghasilkan lebih banyak benih dan lebih banyak benih dan begitulah itu berlangsung terus menerus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Yesus tidak mati, tidak akan ada orang yang dapat masuk surga. Tidak akan ada seseorangpun di sana. Selain kematian-Nya, tidak ada panen rohani. Itulah sebabnya dalam Lukas 24:25-27 Dia memberi tahu para murid di jalan menuju Emaus, bahwa Mesias itu harus menderita dan mati. Kuasa pemberi hidup-Nya hanya dimungkinkan melalui kematian-Nya. Dia dapat menghapus dosa itu hanya dengan pengorbanan diri-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejarah Kekristenan adalah sejarah dari satu panen yang panjang dan ajaib yang semuanya telah dihasilkan dari satu benih yang mati di salib Kalvari. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25-26</b></span><span class="cf1">, “Siapa yang mencintai nyawanya di dunia ini, akan kehilangan nyawanya. Mereka yang tidak peduli dengan kehidupan mereka di dunia ini akan menyimpannya untuk selama-lamanya. 26 Siapa pun yang ingin melayani Aku harus mengikuti Aku, karena hamba-hamba-Ku harus berada di tempat Aku berada. Dan Bapa-Ku akan menghormati siapa pun yang melayani Aku.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kami tidak lagi membicarakan Israel. Ini adalah undangan umum. Jika Anda membenci kehidupan di dunia ini, yang penuh dengan dosa dan kedurhakaan dan Anda ingin meninggalkannya, Anda akan menerima hidup kekal. Cara Anda melihat diri Anda sendirilah yang membuat perbedaan, dan inilah mengapa ada begitu banyak orang petobat palsu. Prinsip khusus ini ada di seluruh Injil. Jika ada orang yang mau mengikut Aku, biarkan dia menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keselamatan itu bukan hanya datang kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, tetapi orang-orang yang berbalik dari dosa-dosa mereka, yang bertobat dari semua yang telah mereka lakukan. Apakah manfaat dari ini? Akhir dari ayat 25, “hidup dalam segala kepenuhannya untuk selama-lamanya”. Dimana? Ayat 26, “Di mana Aku berada, di sanalah hamba-Ku berada.” Dimana Dia? Dia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa dalam kemuliaan kekal yang telah Allah siapkan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Jul 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210725</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dipuji Waktu Masuk]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+12:12-17" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 12:12-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah waktu penting dalam sejarah Tuhan kita. Matius 21, Markus 11, Lukas 19, dan Yohanes 12 semuanya mencatat peristiwa ini. Kita menyebutnya masuk dalam pujian atau Minggu Palem. Ini secara tradisional dikenal dari Tuhan kita ketika Dia masuk ke Yerusalem dengan banyak pujian dan hosanna dari orang-orang yang mengakui Dia sebagai Raja dan Mesias. Itu bagian dari tradisi Kristen dan wahyu Kitab Suci.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya beberapa hari kemudian pada hari Jumat, orang-orang itu berteriak supaya Barabas dibebaskan dan orang yang mereka klaim sebagai Raja itu disalibkan, Marilah kita baca cerita dari <b>Yohanes 12:12 - 17</b>, “Keesokan harinya, berita bahwa Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem terdengar di kota itu. Kerumunan besar pengunjung Pelewatan itu 13 mengambil cabang daun palem dan pergi ke jalan untuk menyambut-Nya.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sambil bersorak, “Pujilah Allah! Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan! Diberkatilah Raja Israel!” 14 Yesus mendapat seekor keledai muda dan menungganginya. Maka terjadilah nubuatan yang mengatakan: 15 “Jangan takut, orang-orang Yerusalem. Lihatlah, Rajamu datang, menunggangi seekor keledai muda.” 16 Pada waktu itu murid-murid-Nya tidak mengerti bahwa inilah penggenapan nubuatan.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi setelah Yesus diagungkan dengan kematian-Nya, barulah mereka teringat bahwa apa yang telah terjadi terhadap-Nya sudah tertulis dalam Alkitab mengenai Dia. 17 Banyak orang yang hadir pada waktu Yesus memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkan dia dari kematian, terus memberi kesaksian tentang hal itu kepada orang lain. 18 Itulah sebabnya mengapa orang banyak itu pergi kepada Yesus sebab mereka mendengar bahwa Dialah yang telah membuat mujizat itu.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka dengan itu kita mulai Pekan Sengsara Tuhan kita. Mereka memuji Dia sebagai Raja. Dia datang ke kota untuk hosana dan haleluya dan pujian orang Israel. “Raja Yesus,” kata mereka, “telah tiba untuk mengambil takhta-Nya.” Hati mereka cerah dengan harapan, antisipasi bahwa Mesias yang telah lama ditunggu-tunggu memang adalah yang bernama Yesus dari Nazaret, orang Galilea ini. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah mengumpulkan reputasi yang hebat dengan melakukan mujizat-mujizat selama tiga tahun dengan pelayanan-Nya; yang telah dibicarakan di seluruh negeri dan pada dasarnya dilakukan di setiap desa di seluruh Israel. Semuanya memuncak dalam kebangkitan Lazarus dari kematian yang menakjubkan itu. Tuhan kita memilih untuk melakukan ini di Betania, dua mil di sebelah timur tembok bait suci di Yerusalem di mana kebangkitan ini dapat diverifikasi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu menempatkan Yesus di Betania, dan kemudian Dia meluangkan hari Minggu itu bersama teman-temannya: Maria, Marta, dan Lazarus. Ada perjamuan besar yang dibuat untuk Dia di sana di rumah seorang penderita kusta yang telah Dia sembuhkan bernama Simon. Simon pasti memiliki rumah besar untuk menampung Tuhan kita, keluarga Simon, Maria, Marta, Lazarus dan semua murid yang bepergian bersama-Nya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada makan malam itu banyak kasih diberikan kepada Yesus dari dua saudara perempuan Lazarus. Ada Marta, yang melayani dengan penuh kasih. Dan ada Maria yang mengambil satu pon minyak narwastu murni yang sangat mahal. Narwastu itu adalah ramuan yang aromanya luar biasa yang berasal dari Himalaya. Itu harus datang dengan unta, jadi itu langka dan mahal. Yudas menunjukkan bahwa harganya sama dengan penghasilan satu tahun.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ekspresi kasih yang besar, Maria memecahkan pualam narwastu itu dan menuangkannya ke seluruh tubuh Yesus, dari kepala sampai ke kaki. Kemudian dia mengendurkan rambutnya dan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Segera setelah wangi itu mengisi seluruh ruangan, kita melihat kebencian dalam diri Yudas yang berkata, “Mengapa parfum ini tidak dijual dan diberikan kepada orang miskin?” Sebenarnya dia tidak peduli orang miskin, karena dialah seorang pencuri yang mencuri dari uang kotak."</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka sekelompok besar orang Yahudi tahu bahwa Dia ada di sana, “Dan mereka datang bukan hanya untuk Yesus, tetapi mereka juga datang untuk melihat Lazarus, yang dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.” Nah, ada 2 kebangkitan lain, tetapi tidak ada kebangkitan di mana empat hari telah berlalu dari kematian sampai ke kebangkitan itu. Semua orang yang menjadi peziarah dari seluruh dunia akan mengetahuinya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi para pemimpin Yahudi berencana untuk membunuh Lazarus juga. Mereka ingin mengeksekusi Lazarus karena kesaksiannya begitu efektif sehingga orang-orang Yahudi meninggalkan agama bait suci itu dan menuju kepada kepercayaan kepada Yesus. Mujizat ini memiliki dampak besar pada saat terakhir pelayanan publik Tuhan kita. Kemudian dalam minggu itu, Dia akan memulihkan sebuah telinga, tetapi itu adalah mujizat pribadi di taman.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua terjadi pada hari Minggu. Sekarang kita sampai pada hari Senin, ayat 12 pada hari berikutnya, “Orang banyak yang datang ke pesta itu, ketika mereka mendengar, bahwa Yesus akan datang ke Yerusalem.” Sekarang, ada perubahan dramatis. Ada kalanya orang-orang Yahudi ingin menobatkan Yesus sebagai raja, tetapi Dia tidak mengizinkannya. Lihatlah sekarang di Yohanes 12:23, Yesus menjawab mereka dengan mengatakan, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang adalah waktu-Nya karena inilah jam Allah. Yesus mengaturnya dengan menyembuhkan Lazarus, membangkitkannya dari kematian. Dia menetap di sana untuk menarik orang banyak itu untuk melihat Dia, untuk melihat Lazarus, untuk memperkuat kesaksian dari kuasa mujizat itu. Dia sengaja menempatkan diri-Nya dalam situasi untuk menarik sebanyak mungkin orang, dan mereka itu datang pada hari Minggu ke Betania. Kemudian ada kerumunan lain yang sedang memenuhi kota Yerusalem.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ingin supaya ada antusiasme massa. Tetapi Dia juga ingin meningkatkan kemarahan para pemimpin Israel sehingga mereka akan melawan rencana mereka sendiri dan akhirnya menyalibkan Dia pada hari yang telah Allah tetapkan pada hari Pelewatan itu. Dia memaksa Sanhedrin mengubah rencana mereka untuk menyelaraskannya dengan tujuan Allah. Sanhedrin itu tidak ingin membunuh-Nya pada saat kota itu penuh dengan peziarah.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itulah saatnya mereka menyalibkan Dia karena saat itulah telah direncanakan Allah untuk penyaliban-Nya. Nah, marilah kita lihat ceritanya lebih mendalam. Pertama, kita dapat mengatakan bahwa ada pertunjukkan yang Tuhan buat tentang diri-Nya sendiri. Dia datang ke Yerusalem dan ketika Dia datang, orang banyak itu mengambil cabang-cabang pohon-pohon palem dan mulai berseru, “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan, yaitu Raja Israel.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mulai perjalanan-Nya, Dia minta dua murid-Nya pergi ke desa terdekat, dan Dia berkata, “Pergilah ke tempat ini, dan kalian akan menemukan sebuah tiang, dan seekor keledai dan seekor anak keledai yang diikat ke tiang itu. Aku ingin kalian membawa binatang-binatang itu kepada-Ku. Bawalah keledai dan bawalah anak keledai itu.” Dan ketika para murid sampai di desa, mereka menemukan rumah yang tepat dan kedua binatang itu diikat ke sebuah tiang.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mulai melepaskan binatang-binatang itu untuk membawanya bersama mereka, dan pemiliknya keluar dan berkata, “Apakah kalian lakukan? Mengapa kalian mengambil binatang-binatang ini?” Ingatlah jawaban singkat mereka, “Tuhan membutuhkan mereka.” Ini mungkin adalah pengikut Yesus yang ingin menyediakan bagi-Nya apa pun yang Dia minta. Para murid menempatkan pakaian luar ke atas keledai dan induknya dan membawa mereka kepada Yesus.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memilih keledai muda untuk ditunggangi dan bukan ibunya. Mengapa dua? Yesus ingin datang ke kota dengan kerendahan hati. Dia menunggang keledai yang lebih muda dan lebih lemah. Keledai dewasa dibawa untuk memimpin keledai muda itu karena keledai itu akan selalu mengikuti ibunya. Inilah cara Yesus dapat menunjukkan kerendahan hati yang akan digambarkan-Nya selama Pekan Sengsara itu di mana Dia melakukan apa yang diinginkan Allah Bapa. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-13</b>, “Keesokan harinya, berita bahwa Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem terdengar di kota itu. Kerumunan besar pengunjung Pelewatan itu 13 mengambil cabang daun palem dan pergi ke jalan untuk menyambut-Nya sambil bersorak, “Pujilah Allah! Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan! Diberkatilah Raja Israel!” Mereka menghubungkan cabang-cabang pohon palem itu dengan perayaan-perayaan dalam Perjanjian Lama.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cabang itu adalah simbol kekuatan dan keindahan, kekuatan karena mereka bertumbuh subur di padang pasir; dan cantik karena selalu hijau. Tidak ada orang yang pernah membangkitkan orang mati. Yesus datang ke Yerusalem dan antusiasme orang banyak itu meningkat. Yesus adalah Mesias dan Raja. Dia tidak akan menyangkal hosana mereka. Di Lukas 19:40, Dia sebenarnya berkata, “Jika orang-orang ini tidak berteriak, batu-batu ini akan berteriak.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyebut Yesus Juru Selamat mereka. Matius menambahkan bahwa mereka juga menyebut Dia “Anak Daud.” Mesias itu menurut 2 Samuel 7 adalah anak Daud, yang memiliki kerajaan abadi. Kemudian mereka berkata, “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,” dari Mazmur 118. Harapan dan keyakinan mereka adalah bahwa ada kemungkinan kuasa atas kematian ini yang Dia tunjukkan, akan digunakan untuk melawan Roma.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-15</b>, “Yesus mendapat seekor keledai muda dan menungganginya, maka genaplah nubuatan yang mengatakan, 15 “Jangan takut, orang-orang di Yerusalem. Lihatlah Rajamu datang menunggang seekor keledai muda.” Itu menggenapkan nubuatan dari Zakharia 9:9, “Jangan takut, putri Sion; lihatlah, Rajamu datang dengan menunggang keledai muda.” Bukan hanya ada presentasi yang menentukan. Ada juga nubuatan yang digenapkan.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Yesus datang persis pada waktu yang dikatakan para nabi bahwa Dia akan datang. Ada nubuatan lain yang sedang digenapi dalam Daniel 9:24. Daniel berdoa kepada Allah, dan Dia menjawab doanya. Dia berdoa untuk pembebasan Israel dari Babel. Dia tahu bahwa Allah menjanjikan penawanan selama 70 tahun. Dia berdoa agar Allah memenuhi janji-Nya dan membebaskan Israel dari Babel.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan jawaban doa itu, Allah memberinya janji yang jauh lebih besar, bukan hanya janji pembebasan dari Babel. Allah memenuhi hal itu. Cyrus bikin hukum yang mengirim semua orang Yahudi kembali di bawah pimpinan Nehemia dan mereka membangun kembali kota itu. Sekarang lihatlah Daniel 9:24, “Tujuh kali tujuh puluh tahun ialah masa yang ditetapkan Allah untuk umatmu dan kotamu yang kudus.” Itulah tujuh puluh kali tujuh, yaitu 490 tahun.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah rencana Allah bagi Israel dalam kedatangan kerajaan itu. Nah, ada enam elemen. Tiga yang pertama digenapi pada kedatangan Kristus yang pertama: untuk menyelesaikan pelanggaran, untuk mengakhiri dosa dan untuk menebus semua kesalahan. Kedua kalinya Dia datang: untuk membawa kebenaran abadi, untuk menggenapi semua penglihatan dan nubuatan, dan untuk mengurapi tempat kudus, untuk menempatkan diri-Nya di atas takhta.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25 mengatakan, “Akan ada jangka waktu tujuh minggu ditambah enam puluh dua minggu,” yaitu 69. Keputusan untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem sampai Mesias tiba adalah 69 minggu. Itulah 483 tahun. Ketetapan itu diberikan oleh Artahsasta pada tahun 445 S.M. Jika ditambah 483 tahun, yaitu 69 minggu yang telah disebut, itulah tepat pada tahun 30 di bulan Nisan. Dan itulah tepat waktunya Yesus masuk ke kota Yerusalem.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 26 mengatakan, “Dan setelah enam puluh dua minggu ketika Mesias datang, Dia akan dilenyapkan dan tidak memiliki apa-apa.” Itu juga yang terjadi. "Dan orang-orang pangeran akan datang." Siapakah pangeran yang akan datang itu? Itulah anti-Kristus. Daniel mengatakan, "Orang-orang anti-Kristus akan datang dan akan menghancurkan kota dan tempat kudus." Hal itu dilakukan oleh orang Romawi dalam kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita masih ada waktu satu minggu. Jadi apakah terjadi pada minggu ketujuh puluh itu? Itu akan terjadi di masa depan ketika antikristus akan membuat perjanjian dengan banyak orang di Israel selama satu minggu (Ayat 27). Di tengah minggu itu, dia akan melanggar perjanjian. Inilah 'kekejian yang membinasakan' yang dikomentari Yesus di tengah-tengah kesengsaraan. Ini membawa kehancuran di mana setelah itu Tuhan kita akan mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti pentingnya adalah itu semua menunjuk pada tahun 30 M, pada hari Jumat, tanggal sembilan bulan Nisan Yahudi, sebagai waktu Yesus datang ke kota itu. Tetapi orang-orang Yahudi tidak mengerti nubuatan itu dalam narasi Pekan Sengsara, tetapi nubuatan itu ada dan itu digenapi. Bukalah Lukas 19, dimana ada catatan tentang Dia dipuji waktu masuk. Ayat 37, “Semua orang banyak memuji Allah dengan sukacita atas segala mujizat yang telah mereka lihat.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 39-45, “Beberapa orang Farisi di antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, 'Guru, suruhlah murid-murid-Mu diam.' 40 Yesus menjawab, 'Aku berkata kepadamu, kalau mereka diam, batu-batu ini akan berteriak!' 41 Ketika Yesus melihat kota itu. Dia menangisinya dan berkata, 43 'Karena hari-harinya akan datang kepadamu dimana musuhmu membuat rintangan di sekelilingmu, dan mengepungmu dan mendesakmu dari segala sudut, 44 dan mereka akan menghancurkan engkau bersama pendudukmu.”</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tidak satu batu pun akan mereka biarkan tinggal tersusun pada tempatnya, sebab engkau tidak memperhatikan saat ketika Allah datang untuk menyelamat-kan engkau!" 45 Yesus masuk ke Rumah Tuhan dan mulai mengusir pedagang-pedagang di situ.” Dia menyerang orang-orang Yahudi di tempat ibadah mereka, yaitu agama mereka. Dia layak untuk semua pujian ini, tetapi itu sangat singkat dan Dia tahu itu. Jadi kita melihat nubuatan yang digenapi dari Yesus tentang apa yang akan terjadi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat kebingungan para murid itu. <b>Ayat 16</b>, “Pada waktu itu murid-murid-Nya tidak mengerti bahwa ini adalah penggenapan nubuatan. Tetapi setelah Yesus masuk ke dalam kemuliaan-Nya, barulah mereka teringat apa yang telah terjadi dan menyadari bahwa hal-hal ini telah ditulis dalam Alkitab tentang Dia.” Johanes melihat ke belakang dan dia mengatakan tentang dirinya sendiri dan yang lainnya, kami tidak mengerti apa yang sedang terjadi. </span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17</b>, “Orang-orang yang hadir pada waktu Yesus memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari kematian, terus memberi kesaksian tentang hal itu.” Mereka tertarik oleh mujizat itu, mereka adalah pengikut palsu, yang pada hari Jumat memilih Barabas, seorang penjahat terkenal untuk dibebaskan; dan Yesus menjadi tawanan, dan kemudian mereka berteriak supaya Dia disalibkan. Penolakan dari Israel menyebabkan Allah berpaling dari orang-orang Yahudi kepada orang-orang non-Yahudi.</span></div><br><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sebenarnya adalah pratinjau gereja. Yesus berkata dalam Yohanes 6:37, “Barangsiapa datang kepada-Ku, Aku tidak akan menolak.” Jadi apa yang kita lihat di sini adalah awal dari semua orang percaya, gereja Tuhan kita Yesus Kristus, orang-orang yang benar-benar ingin melihat Yesus dan percaya kepada-Nya. Semoga kita semua mengikuti Dia setiap hari, dan belajar untuk mengasihi orang lain dan memberi tahu orang-orang siapakah Yesus itu. Marilah kita berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Jul 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210718</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Diurapi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+12:1-11" target="_blank" class="imCssLink">John 12:1-11</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sampai pada Yohanes 12 dan kita melihat kembali sejarah Yesus tepat pada saat Pekan Sengsara itu mulai. Sebelas pasal pertama menggambarkan seluruh pelayanan Tuhan kita Yesus Kristus dari sudut pandang Yohanes, itu mencakup waktu tiga tahun. Tetapi paruh kedua dari buku Yohanes 12 sampai akhirnya mencakup satu minggu saja, jadi segala sesuatu yang terjadi menjadi sangat intens mulai dari sini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus datang bukan untuk membawa damai, tetapi pedang. Tidak ada orang lain seperti Dia yang membangkitkan kasih dan kebencian yang ekstrem, pengabdian dan penolakan, penyembahan dan penghujatan, iman dan ketidakpercayaan. Dia memisahkan orang percaya dari orang yang tidak percaya, domba dari kambing, dan anak-anak Tuhan dari anak-anak iblis. Kalian baik untuk-Nya atau melawan-Nya, dan orang-orang yang percaya kepada-Nya adalah ekstrim dan mereka yang melawan-Nya juga ekstrim.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua ekstrem ini menjadi jelas melalui dua karakter. Yang satu adalah Maria dan yang lainnya adalah Yudas. Mereka adalah simbol dari dua hal yang berlawanan itu. </span><span class="cf1"><b>Yohanes 12:1-11</b></span><span class="cf1">, “Enam hari sebelum hari Raya Pelewatan itu dimulai, Yesus tiba di Betania, di rumah Lazarus, orang yang telah dibangkitkan-Nya dari kematian. 2 Makan malam disiapkan untuk menghormati Yesus. Marta melayani, dan Lazarus termasuk di antara mereka yang makan bersama-Nya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“3 Kemudian Maria mengambil kendi setengah liter berisi minyak wangi narwastu yang mahal sekali, dan dia mengurapi kaki Yesus, lalu menyekan kaki-Nya dengan rambutnya. Rumah itu menjadi harum karena minyak wangi itu. 4 Tetapi Yudas Iskariot, murid yang akan segera mengkhianati-Nya, berkata, 5 “Parfum itu seharga upah satu tahun. Seharusnya itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“6 Bukannya dia memperhatikan orang miskin, dialah seorang pencuri, dan karena dia bertanggung jawab atas uang para murid, dia sering mencuri untuk dirinya sendiri. 7 Yesus menjawab, “Biarkanlah dia. Dia melakukan ini sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. 8 Kalian akan selalu ada orang miskin di antara kalian, tetapi Aku tidak akan selalu ada. 9 Ketika semua orang mendengar tentang kedatangan Yesus, mereka pergi untuk melihat Dia dan juga untuk melihat Lazarus,”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Pria yang telah dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 10 Kemudian imam-imam terkemuka itu memutuskan untuk membunuh Lazarus juga, 11 karena dia menyebabkan banyak orang meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” Ini adalah narasi yang menakjubkan yang mempersiapkan kita untuk peristiwa minggu terakhir kehidupan Tuhan kita. Lazarus telah menjadi penduduk paling terkenal di desa kecil Betania, di sebelah timur Yerusalem.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal ini sangat menggelisahkan para pemimpin agama Israel. Mereka tidak pernah menyangkalnya. Itu adalah fakta. Tetapi mereka ingin melakukan semua pengendalian kerusakan yang dapat mereka lakukan, jadi mereka berencana dalam percakapan yang Yesus ketahui, dalam Yohanes 11:53, untuk membunuh-Nya. Nah, berita ini telah diketahui Dia sudah lama. Yesus tahu segalanya, dan rencana mereka itu telah meningkat oleh kebangkitan Lazarus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus tidak bisa lagi berjalan di depan umum di antara orang-orang Yahudi. Maka Dia pergi dari sana, ayat 54 mengatakan, ke sebuah tempat kecil bernama Efraim dan tinggal bersama murid-murid-Nya disitu. Ada beberapa orang yang berpikir bahwa Dia sebenarnya pergi ke Samaria dan Galilea. Itu dicatat dalam Lukas 17, 18, dan 19. Jadi kelihatannya ada beberapa minggu di antara kebangkitan Lazarus dan kedatangan-Nya di perayaan Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi walaupun ada rencana untuk mengeksekusi Dia, Dia datang kembali. Sampai sekarang, ketika orang-orang Yahudi ingin membunuh-Nya, mereka tidak sanggup, karena bukan waktu Allah. Itu belum waktu-Nya, tetapi sekarang waktunya tepat dan Dia akan mati pada perayaan Pelewatan pada hari Jumat, tepat pada waktu orang-orang Yahudi menyembelih domba-domba Pelewatan itu. Dia akan mati sebagai domba Pelewatan pilihan Allah untuk menjadi korban bagi dosa-dosa umat pilihan-Nya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yohanes 12 terjadi enam hari sebelum Pelewatan. Inilah hari Sabtu dan ini adalah hari Sabat terakhir yang sah dalam Perjanjian Lama karena pada hari Jumat, Yesus akan mati dan mengesahkan Perjanjian Baru. Dan ketika Perjanjian Baru itu dinyatakan, tidak ada lagi hari Sabat itu. Jadi gereja beribadah pada hari Minggu karena itulah waktunya Yesus dibangkitkan dari kematian, dan itu terus dilakukan setiap hari Minggu sampai sekarang.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lambang Perjanjian Baru bukanlah Pelewatan di Mesir. Simbol Perjanjian Baru adalah kebangkitan Yesus Kristus pada hari pertama minggu itu. Apa yang kita lihat dalam ayat 1 sampai 11 adalah pemisahan yang jelas yang terjadi oleh kehadiran dan pelayanan Yesus Kristus. Yesus Kristus menyebabkan ada iman dalam Marta, Maria, Lazarus. Dan Yesus menyebabkan ada ketidakpercayaan paling parah di dalam diri Yudas.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita pelajari ayat-ayat ini. Kita akan melihat sikap mereka, tetapi marilah kita mulai dengan keadaannya. Ayat 1, “Enam hari sebelum perayaan Pelewatan dimulai, Yesus tiba di Betania, di rumah Lazarus, orang yang dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.” Orang banyak ingin tahu apa lagi akan dilakukan Yesus. Para pemimpin mencari Dia untuk membunuh-Nya. Oleh karena itu, waktu Allah itu tepat, Dia tiba enam hari sebelum Pelewatan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sudah waktunya bagi Yesus untuk datang ke Pelewatan untuk menjadi anak domba Pelewatan, yang darah korban itu dipercikkan di tiang pintu dan ambang pintu dulu di Mesir untuk menandakan bahwa sudah ada pengorbanan dan malaikat maut itu harus lewat. Kemudian keluarga itu terhindar. Nah, Kristus ini adalah domba Pelewatan sejati yang memuaskan Allah sekali untuk selamanya untuk dosa-dosa umat-Nya sepanjang sejarah manusia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada hari Sabat terakhir itu, yaitu Sabat terakhir yang sah sebelum Dia disalibkan dan menanggung dosa dunia, Dia memilih untuk berbagi waktu-Nya dengan teman-teman terkasih-Nya di Betania. Yesus mengenal dan mengasihi orang-orang ini. Dia telah meluangkan waktu bersama Maria, Marta dan Lazarus. Kita tahu itu dari catatan Injil sebelumnya. Enam hari terpisah dari kebencian, penanggungan dosa dan kesepian karena ditinggalkan Allah.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Enam hari ke depan, tetapi jelas dalam pikiran-Nya, Yesus mencari kehangatan dan kasih sayang dari teman-teman terkasih. Namun sayangnya, di tengah-tengah beberapa jam di mana Dia ada bersama orang-orang yang mengasihi Dia, Yudas yang murtad itu bangkit untuk melakukan perbuatan untuk merusak kejadian itu. Nah, saat kita melihat ceritanya, marilah kita lihat karakter mereka. Marilah kita mulai dengan pelayanan Marta yang datang dari hati.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marta melayani dengan baik dan pelayanan itu dianggap mulia dalam kitab suci. Bahkan, kata "melayani" adalah kata 'diakon', dari mana kita mendapatkan kata "diaken" dan pelayanan di gereja. Ada referensi di Kisah Para Rasul tentang orang-orang yang melayani. Jadi kita tidak ingin meremehkan pelayanan yang diberikan Marta ini. Tapi marilah kita lihat peristiwa itu sendiri. Ketika Yesus datang ke Betania, mereka menyiapkan makan malam untuk Dia. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Makan malam disiapkan untuk menghormati Yesus. Marta melayani, dan Lazarus termasuk di antara mereka yang makan bersama-Nya.” Sekarang peristiwa itu bukan terjadi di rumah Maria, Marta, dan Lazarus, melainkan di rumah Simon si bekas penderita kusta. Jadi bagaimana orang menjadi bekas penderita kusta? Tidak ada jalan lain kecuali Anda disembuhkan oleh Yesus, Sang Pencipta itu sendiri, yang kemudian memberi kita alasan mengapa Simon menjadi tuan rumah acara ini.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada dua orang khusus yang sedang berbaring di meja. Yang satu adalah bekas penderita kusta dan yang lainnya adalah seseorang yang pernah meninggal. Kemudian Tuhan Yesus berada di tengahnya. Coba membayangkan mereka berbicara tentang apa yang terjadi pada mereka ketika mereka menerima kuasa-Nya yang memberi mereka kesehatan dan kehidupan? Ini adalah makanan yang luar biasa, tetapi itu bukan untuk menghormati Lazarus atau Simon. Itu semuanya untuk menghormati Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, Marta sedang melayani. Itu adalah pelayanan yang memuliakan Allah. Kata Matius 20:26, “Barangsiapa ingin menjadi pemimpin di antara kalian, ia harus menjadi pelayanmu.” Tuhan kita berkata dalam Lukas 12:37, “Berbahagialah hamba-hamba yang akan ditemukan oleh Tuannya dalam keadaan waspada ketika Dia datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa ketika Dia datang, Dia akan mengenakan celemek seorang budak, dan melayani mereka saat mereka duduk dan makan.” Begitulah pelayanan itu ditinggikan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah artinya semangat pelayanan itu? Kisah Para Rasul 20:19, “Melayanilah Tuhan dengan segala kerendahan hati.” Seberapa luas pelayanan itu? Galatia 5:13, “Dengan kasih, melayanilah satu sama lain.” Kita semua dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan dan hamba satu sama lain. Marta melakukan itu karena dia mengasihi Tuhannya dan dia mengasihi orang-orang yang dia layani. Tuhan menegurnya karena Marta perlu menyadari bahwa mendengarkan Tuhan itu adalah panggilan yang lebih tinggi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kita melihat pengorbanan Maria yang rendah hati dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Maria mengambil kendi setengah liter berisi minyak wangi narwastu yang mahal sekali, dan dia mengurapi kaki Yesus, lalu menyekan kaki-Nya dengan rambutnya. Rumah itu seluruhnya harum karena minyak wangi itu.” Itu tidak memberi kita wawasan apa pun tentang doktrin, namun detail ini diletakkan di sini untuk menggambarkan sifat kasih sayangnya yang besar kepada Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah sebuah ilustrasi yang bagus untuk mengingatkan kita akan kasih pengorbanan yang tak terkendali. Narwastu itu adalah ramuan langka yang bertumbuh di padang rumput tinggi di Cina dan India. Itu dibawa ke sana oleh unta dari India atau Cina. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4-5</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Yudas Iskariot, murid yang akan segera mengkhianati-Nya, berkata, 5 “Parfum itu seharga upah satu tahun. Seharusnya itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Matius 26:7 kita membaca bahwa narwastu itu berada di dalam kendi pualam. Pualam itu adalah semacam batu putih yang tembus cahaya yang diukir untuk menampung narwastu ini. Minyak wangi jenis ini sering digunakan pada pemakaman. Itu juga digunakan untuk wanita-wanita yang menikmati aromanya. Hati Maria dipenuhi kasih dan rasa syukur. Menurut Markus 14:3, dia memecahkan kendi pualam itu dan membukanya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius dan Markus memberi tahu kita bahwa itu mula-mula ditempatkan di atas kepala-Nya dan di sini kita menemukan di Yohanes bahwa itu turun sampai ke kaki-Nya. Kemudian dia mengendurkan rambutnya, yang merupakan hal radikal bagi seorang wanita untuk dilakukan di hadapan orang-orang, dan menggunakan rambutnya untuk menyeka kaki Yesus. Kaki yang kotor itu tidak pantas untuk orang yang duduk dalam posisi berbaring untuk makan malam lama. Ini adalah ekspresi kasih yang luar biasa dan royal.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keadaan itu disela oleh seseorang yang diidentifikasikan oleh Yesus dalam Yohanes 6:70 sebagai, "Salah satu dari kamu adalah iblis," dan maksud-Nya adalah Yudas, anak Simon Iskariot, "Karena dia, salah satu dari kedua belas, yang akan mengkhianati Dia.” Yudas pikir bahwa dia akan menjadi kaya, dan akan diangkat ke suatu posisi kekuasaan dan otoritas. Selagi orang lain semakin mengasihi Kristus, dia semakin benci Dia.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gagasan tentang kerajaan itu menjadi mustahil baginya. Ketika hal-hal itu mulai melawan keinginannya, dia mulai mencuri uang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Yudas berkata begitu bukan karena dia memperhatikan orang miskin, tetapi karena dia adalah seorang pencuri. Dia sering mengambil uang dari kas bersama yang disimpan padanya.” Yesus mengatakan bahwa Dia akan mati. Mereka akan mengambil nyawa-Nya. Dia tahu permusuhan dan kebencian mereka.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 26:8 mengatakan bahwa murid-murid lain setuju dengan ini. Sebenarnya dikatakan para murid itu memprotes. Suatu tempat di mana kehormatan sejati ditawarkan kepada Yesus Kristus akan selalu menimbulkan permusuhan dari mereka yang adalah milik Setan. Sebenarnya dikatakan bahwa pada Kamis malam minggu itu, iblis sendiri masuk ke dalam diri Yudas. Parfum yang digunakan Maria bernilai tiga kali lipat dari apa yang dia jual Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semakin dekat kalian itu dengan kebenaran dan menolaknya, semakin berat hukuman kekal kalian. Tempat paling aman adalah di gereja jika Anda percaya. Tempat paling berbahaya adalah di gereja jika Anda tidak percaya karena jika Anda akhirnya menolak Kristus, Anda akan bertanggungjawab atas pengetahuan yang Anda miliki yang tidak menghasilkan apa-apa selain dari penolakan. Jadi semakin besar hukuman itu.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Kepada siapa banyak diberi, juga banyak dituntut.” Yudas bukanlah orang yang tersendiri. Kita hidup di dunia yang penuh dengan orang-orang murtad. Apakah orang murtad itu? Itulah seseorang yang membelot dari kebenaran walaupun tahu kebenaran itu. Kalian pasti kecewa ada banyak orang filsuf yang mengubah dunia menjadi ateis dan percaya evolusi, yang berasal dari latar belakang Kristen, yang dibesarkan di gereja dan yang memiliki orang tua Kristen tetapi tetap membelot.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan merespon dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 7-8</b></span><span class="cf1">, “Jangan mengganggu dia. Dia melakukan ini sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. 8 Kalian akan selalu ada orang miskin di antara kalian, tetapi Aku tidak akan selalu ada.” Tuhan kita menghubungkan disini apa yang Maria lakukan sebagai ungkapan kasih dengan penguburan-Nya. Apakah Maria tahu itu? Yesus mengatakan bahwa Dia akan mati. Apakah Maria itu siap ketika Yesus mati, apakah dia percaya bahwa Yesus itu sanggup membangkitkan diri-Nya sendiri?</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 26:12, "Ketika Maria menuangkan minyak wangi ini ke tubuh-Ku, dia melakukannya untuk mempersiapkan Aku untuk penguburan." Markus 14:8, “Yesus berkata, 'Maria telah melakukan apa yang dia bisa. Dia telah mengurapi tubuh-Ku sebelumnya ada penguburan.'” Dalam Markus 14:9 Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di mana pun Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang telah dilakukan wanita ini juga akan dibicarakan sebagai kenangan tentang dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tepat pada saat Yesus berkata demikian, Markus berkata, “Kemudian Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas itu pergi kepada imam-imam kepala untuk menyerahkan Dia kepada mereka.” Yudas tahu semuanya sudah berakhir. Dia pikir dia bisa dapat uang waktu dia keluar. Jadi dia pergi dan berlari menemui para pemimpin, dan berkata, “Saya ingin membuat kesepakatan. Saya akan memberi tahu kalian kapan dan di mana kalian bisa menangkap-Nya.” Dia menawarkan itu menjadi 30 keping perak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Ketika semua orang mendengar tentang kedatangan Yesus, mereka berbondong-bondong untuk melihat Dia dan juga untuk melihat Lazarus, orang yang telah dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.” Nah bagian ini berakhir di </span><span class="cf1"><b>ayat 10 – 11</b></span><span class="cf1">, “Kemudian imam-imam terkemuka memutuskan untuk membunuh Lazarus juga, 11 karena dialah menyebabkan banyak orang meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” Anda dapat bayangkan betapa besar benci mereka itu terhadap Yesus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak pernah tentang bukti. Mereka tidak pernah menyangkal mujizat-mujizat-Nya. Mereka tidak menyangkal kebangkitan Lazarus. Mereka ingin membunuh Dia karena banyak orang Yahudi meninggalkan Bait Allah, meninggalkan Yudaisme, dan meninggalkan mereka dan percaya Yesus. Melawan semua itu, tetap ada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Selalu ada sisa yang percaya. Itulah sebabnya kita terus memberitakan Injil. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Jul 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210711</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rencana Membunuh Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+11:45-57" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 11:45-57</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 11 adalah tentang satu peristiwa, dan itulah kebangkitan Lazarus dari kematian. Kita hanya tahu tiga anggota keluarga; Lazarus dan dua saudara perempuannya. Kita tidak tahu banyak tentang mereka kecuali bahwa mereka adalah satu keluarga bagi Yesus dan Dia sudah kenal mereka dengan baik sampai Dia hanya hanya mengasihi mereka dengan kasih rohani dan ilahi, tetapi Dia mengasihi mereka secara pribadi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka adalah sekelompok orang percaya yang yakin bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Maria dan Marta berduka cita atas kehilangan saudara laki-laki mereka yang tersayang. Yesus datang ke kerumunan besar orang berkabung di sana. Memang selalu ada orang ratapan profesional, tetapi juga akan ada pelayat yang sah yang merupakan teman-teman dan kenalan. Dan mereka datang dari semua tempat di sekitarnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam tradisi Yahudi kesedihan khusus ini berlangsung selama tujuh hari, dan kemudian mereka akan kembali ke rumah mereka sendiri, dan berkomitmen untuk menghibur mereka selama 30 hari. Jadi ini adalah acara komunitas yang sedang berlangsung. Lazarus telah berada di kubur selama empat hari, dan dalam 72 jam telah terjadi pembusukan lengkap, seperti yang aku jelaskan untuk kalian dalam khotbah kita terakhir.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus datang ke kuburan itu. Dia berduka cita dan sedih. Bukan hanya Dia menangis karena kehilangan seorang teman. Bukan hanya Dia menangis karena Dia melihat rasa sakit kedua wanita ini karena kehilangan saudara laki-laki mereka. Dia itu mampu memproses dengan segera kesedihan dari setiap kematian dalam setiap hubungan manusia dalam setiap keluarga manusia. Dan bukan hanya itu, Dia dikelilingi oleh seluruh bangsa yang tidak percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia juga memahami realitas kematian dan penghakiman abadi dan hukuman abadi. Jadi ini adalah saat Yesus tersiksa, yang hanya dapat disamakan dengan penderitaan-Nya di taman di mana Ia berhadapan muka dengan dosa itu, yang Ia sendiri akan tanggung. Inilah penderitaan terbesar dalam kehidupan Yesus sampai saat ini ketika Dia menghadapi konsekuensi kekal dari kematian dan betapa jauh jangkauannya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam penderitaan ini, Yesus datang ke kubur dan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 43-44</b></span><span class="cf1"> Dia berseru keras, 'Lazarus, keluarlah.' 44 Maka keluarlah orang yang sudah mati itu, tangan dan kakinya masih terbungkus kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain penutup muka. Kata Yesus kepada mereka, "Lepaskanlah kain kafannya supaya dia bebas berjalan!" Dan mujizat itu selesai. Kita tidak tahu apa-apa lagi tentang apa yang diberitahukan. Tradisi mengatakan Lazarus itu hidup 30 tahun lagi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak tahu apa-apa tentang kejutan dan kekaguman yang pasti sangat mempengaruhi para pelayat. Kita tidak tahu apa-apa tentang apa yang dikatakan Lazarus setelah kebangkitan ini. Kita bisa membayangkan pertanyaannya. “Lazarus, apakah yang Anda rasakan? Bisakah Anda memberi tahu kita di mana Anda berada dan bagaimana keadaannya?” Mungkin dia memiliki pengalaman yang sama seperti yang dialami Paulus ketika dia pergi ke surga dalam 2 Korintus 12.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus diangkat ke surga ketiga, tetapi dia berkata, "Saya mendengar hal-hal yang begitu mencengangkan sehingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, hal-hal yang tidak boleh diceritakan oleh manusia." Kenapa tidak? Karena ini bukan tentang sisa hidup Lazarus. Ini bukan tentang keinginan tahu kita tentang surga. Ayat 4 mengatakan, “Penyakit ini tidak akan berakhir dengan kematian, tetapi untuk kemuliaan Allah supaya Anak Allah dimuliakan olehnya.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ketika mujizat itu terjadi pada hari Minggu lalu bagi kita di akhir ayat 44, kejadian itu berakhir. Berikutnya ada dua hasil. </span><span class="cf1"><b>Ayat 45</b></span><span class="cf1">, “Banyak dari orang-orang Yahudi yang datang mengunjungi Maria menjadi percaya kepada Yesus waktu mereka melihat hal itu terjadi.” Sudah lama para pemimpin agama dan semua yang mengikuti jejak mereka ingin membunuh Yesus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 46</b></span><span class="cf1">, “Tetapi beberapa diantara mereka pergi kepada orang Farisi dan melaporkan apa yang telah dilakukan Yesus.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang itu mencapai titik di mana mereka tidak dapat membiarkan Dia hidup lebih lama lagi. Mujizat ini adalah titik puncak terakhir. Jadi kebangkitan Lazarus ini, seminggu sebelum Pelewatan memicu keinginan mereka untuk membunuh Dia sekarang tanpa menunggu. Ini sesuai dengan rencana keselamatan Allah Bapa; karena Allah ingin Yesus menjadi Anak Domba Allah yang dikorbankan minggu depan pada hari Jumat di perayaan Pelewatan. </span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak melakukan ini berdasarkan jadwal mereka. Mereka melakukan itu sesuai dengan jadwal Allah. Mereka telah mencoba membunuh-Nya berkali-kali sebelumnya, tetapi mereka tidak berhasil, tetapi sekarang setelah mujizat ini, mereka tidak dapat menunggu lagi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 47</b></span><span class="cf1">, “Karena itu imam-imam terkemuka dan orang-orang Farisi mengadakan rapat dengan Mahkamah Agama. Kata mereka, “Apakah harus kita lakukan? Orang ini melakukan banyak mujizat.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 48</b></span><span class="cf1">, “Jika kita membiarkan Dia terus seperti ini, segera semua orang akan percaya kepada-Nya. Kemudian tentara Romawi akan datang dan menghancur-kan Bait Suci kita dan bangsa kita.” Mereka tidak menyadari fakta bahwa Yesus sudah membangkitkan orang mati di atas segalanya. Yesus berkata Dia adalah Allah, dan kemudian Dia menunjukkan kebenaran klaim itu. Nah, kalian ada dua pilihan. Kalian bisa percaya atau tidak.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus berkata Dia adalah Allah, Dia mengatakan kebenaran. Ada banyak bukti bahwa apa yang Dia klaim itu benar, dan tidak ada indikasi bahwa apa yang Dia katakan itu salah. Anda dapat melihat buktinya, tetapi Anda hanya ada dua pilihan. Anda percaya atau tidak percaya. Tidak ada kemungkinan ketiga. Di Lukas 11:23 kata Yesus, "Barangsiapa tidak memihak Aku, sesungguhnya melawan Aku." Dan bukti itu menuntut kepercayaan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka menuduh Yesus berada di bawah kuasa Setan. Mereka mengatakan Dia adalah pelanggar Hukum Allah dan pelanggar tradisi agama mereka. Mereka mengatakan Dia adalah seorang penghujat. Mereka berkata Dia adalah teman orang berdosa, orang-orang rendahan yang terbuang. Mereka mengatakan bahwa ajaran-Nya tidak dapat diterima. Segala sesuatu yang mereka pikir tentang Dia, menuntun mereka untuk membunuh-Nya. Itulah ketidakpercayaan yang bermusuhan.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada ketidakpercayaan jenis lain. Ada banyak orang yang mengikuti Dia karena mujizat-mujizat-Nya dan mereka penasaran dan terpesona, dan mereka tertarik, dan mereka bahkan disembuhkan dan diberi makan, tetapi semua itu dangkal. Ada ketidakpercayaan jenis lain yang tidak peduli. Kalian telah melihat cukup banyak hal untuk memiliki tingkat pertanggungjawaban yang tinggi kepada Allah. Kalian memiliki masalah serius.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ada orang-orang yang percaya. Mereka adalah orang-orang yang Yesus sebut, “kawanan kecil.” Mereka adalah 12 murid dikurangi Yudas. Mereka adalah orang-orang seperti Marta, Maria dan Lazarus yang mengaku bahwa Dia adalah Anak Allah, sang Mesias. Ada orang yang bertobat seperti orang Samaria di desa Sikhar, seperti pejabat kerajaan dan keluarganya di Yohanes 4. Seperti orang buta di Yohanes 9 yang percaya dan yang lain-lain.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kebangkitan itu telah terjadi, dan para pelayat masih ada di sana. Mereka mengenal keluarga itu dan Lazarus. Mereka tahu dia telah berada di dalam kubur selama empat hari. Tiba-tiba dia keluar dari kuburan dan mujizat itu begitu jelas dan tak terbantahkan. Hati mereka terbuka pada kenyataan bahwa inilah yang dikatakan Marta. Yesus adalah Mesias, Anak Allah, yang turun dari surga, Allah yang berinkarnasi.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah melihat kemuliaan Allah bersinar di wajah Yesus Kristus. Mereka percaya dan mereka diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah. Dosa-dosa mereka diampuni. Mereka ditebus. Mereka berhenti menjadi anak-anak iblis. Mereka itu banyak orang yang percaya. Banyak dari jumlah yang ada di sana; bukan banyak dari bangsa mereka. Banyak dari jumlah orang yang ada di sana. Mereka percaya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita mungkin seminggu sebelum kematian Kristus, dan ada banyak hal yang terjadi pada jiwa orang-orang. Jadi di minggu-minggu terakhir kehidupan-Nya, saat Dia memberitakan Injil dan menunjukkan kuasa kedaulatan-Nya, banyak orang percaya. Dan sebenarnya ada pertobatan dan regenerasi yang hebat di pemakaman Lazarus. Tuhan itu akan menarik mereka keluar dari setiap bahasa, suku, umat dan bangsa.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang yang tidak percaya, orang-orang Farisi pada dasarnya adalah mereka yang membangun Yudaisme, agama sinagoga. Mereka memiliki kendali atas rakyat. Mereka mendominasi orang-orang dengan hukum-hukum dan aturan mereka dan pembatasan hari Sabat. Jika kalian tidak melakukan itu, kalian akan diusir dari sinagoga, dan jika kalian diusir dari sinagoga, kalian menjadi seorang paria. Kalian terputus dari semua kontak sosial. Kalian diperlakukan sebagai seorang penderita kusta.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa dari pendukung Farisi itu sedang berduka cita di peristiwa ini. Ketika mereka melihat apa yang terjadi, mereka memutuskan untuk melaporkan itu kepada orang-orang Farisi di ayat 46. Apakah yang mereka dapat katakan kepada mereka? Dia membangkitkan orang mati. Itulah yang Dia lakukan. Yesus pergi ke kuburan. Mereka menceritakan semuanya, Dia panggil Lazarus yang telah mati selama empat hari. Dan Yesus membangkitkan dia dari antara orang mati. Mereka melaporkan seluruhnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka lebih memperhatikan orang-orang Farisi daripada jiwa mereka sendiri. Inilah yang dilakukan oleh agama palsu. Agama palsu memungkinkan kalian untuk menyerahkan jiwa kalian sendiri untuk menyenangkan seseorang yang adalah perusak jiwa kalian. Mereka menggambarkan mujizat itu. Mereka tahu betapa banyak Yesus dibenci oleh orang Farisi, dan mereka tahu hal ini akan membuat mereka semakin marah, tetapi mereka telah menjual jiwa-jiwa mereka kepada iblis.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa ada orang-orang liberal yang hidup sekarang yang menyangkal mukjizat-mukjizat ini sedangkan musuh-musuh Yesus yang ada di sana pada waktu itu bahkan tidak menyangkalnya? Dia melakukan banyak perbuatan ajaib. “Jika kita membiarkan Dia terus seperti ini, segera semua orang akan percaya kepada-Nya.” Kita akan kehilangan posisi kita, kita akan kehilangan kekuatan kita dan kita akan kehilangan bangsa kita. Ini akan menjadi akhir dari segalanya. Kita harus menghentikan Dia sekarang juga.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Kayafas mulai berbicara. Dia adalah menantu Annas, yang sebelumnya adalah imam besar. Dalam Hukum Musa Perjanjian Lama tentang imam besar dinyatakan bahwa pada dasarnya bahwa itulah jabatan seumur hidup. Tetapi itu tidak selalu dilakukan seperti itu, tetapi itulah yang ideal. Bandingkan hal itu dengan apa yang dikatakan Josefus kepada kita. Diantara Herodes Agung dan 70 M ketika Yerusalem dihancurkan, ada 28 imam-imam besar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 49-50</b></span><span class="cf1">, “Kata Kayafas, yang adalah imam besar pada waktu itu, “Kalian tidak tahu apa yang kalian bicarakan! 50 Apakah kalian tidak menyadari bahwa lebih baik bagimu satu orang mati untuk rakyat daripada seluruh bangsa dihancurkan.” Dengan samara sebagai seorang politisi bangsawan, pria ini berusaha menyingkirkan hambatan terbesar bagi kekuasaan, popularitas, dan teologinya sendiri. Dan itulah Yesus Kristus.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Betapa anehnya pernyataan itu benar? Kata-kata Kayafas memiliki realitas kebenaran yang menggema dalam yang bahkan dia tidak pernah pahami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 51-52</b></span><span class="cf1">, “Dia tidak mengatakan ini berdasarkan pikirannya sendiri; sebagai imam besar pada waktu itu, ia dituntun untuk bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa. 52 Dan bukan hanya untuk bangsa itu, tetapi untuk menyatukan dan mempersatukan semua anak-anak Allah yang tersebar di seluruh dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tahukah Anda apa yang dilakukan oleh orang yang sombong, dan korup ini? Dia memberikan pernyataan yang jelas tentang kurban penebusan pengganti Yesus Kristus. Dia tidak mengerti apa yang dia katakan. Allah menggunakan mulut Cyrus untuk memberikan nubuatan. Allah menggunakan mulut seorang nabi palsu Bileam. Tidak ada batas untuk apa yang Allah dapat lakukan. Kayafas bermaksud satu hal, tetapi Allah bermaksud sesuatu yang sama sekali berbeda.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">”Ada banyak rencana,” kata Amsal 19:21, “di dalam hati seseorang, tetapi hanya keputusan Tuhan yang terlaksana.” Ini adalah ironi ilahi. Tidak ada yang mengatakan dalam Kitab Suci bahwa imam besar itu memiliki karunia nubuatan. Ini bukan sebuah ramalan benar yang dia berikan. Yang terjadi adalah Allah memerintahkan setiap kata yang Kayafas katakan dan memberinya arti yang sama sekali berbeda, tetapi setiap kata itu benar.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi melalui kata-kata Kayafas, Allah menyatakan dampak sebenarnya dari kematian Kristus. Dia akan mati untuk menyelamatkan bangsa, tetapi tidak secara fisik. Pada tahun 70 M, mereka semua akan binasa dalam bencana Romawi. Tetapi secara rohani, Dia akan mati demi keselamatan bangsa itu, dan bukan hanya bangsa itu, “Tetapi supaya Dia dapat menyatukan dan mempersatukan semua anak-anak Allah yang tersebar di seluruh dunia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata-kata Kayafas yang bodoh dan penuh kebencian itu memang semuanya benar. Ini memberi kita gambaran awal tentang apa yang akan terjadi ketika kita melewati sisa Minggu Sengsara, bagaimana setiap detail tidak peduli siapa yang melakukannya dan untuk alasan apapun, semua sesuai dengan tujuan Allah. Dia hanyalah mata rantai yang dimulai oleh ketetapan ilahi sampai Allah memenuhi tujuan-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 53</b></span><span class="cf1">, “Mulai hari itu, para penguasa Yahudi berencana untuk membunuh Dia.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 54</b></span><span class="cf1">, “Karena itu Yesus menghentikan pelayanan di muka umum dan meninggalkan Yerusalem. Ia pergi ke suatu kota bernama Efraim dekat padang gurun, dan tinggal di sana bersama murid-murid-Nya.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 55</b></span><span class="cf1">, “Sekarang hampir waktunya untuk perayaan Pelewatan Yahudi, dan banyak orang dari seluruh negeri tiba di Yerusalem beberapa hari sebelumnya supaya mereka dapat menjalankan upacara penyucian diri sebelum perayaan Pelewatan itu dimulai.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum Lewi yang tercantum dalam 2 Tawarikh 30 mensyaratkan semua jenis upacara pembersihan sebelum mereka dapat merayakan Pelewatan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 56</b></span><span class="cf1">, “Mereka terus mencari Yesus, dan ketika mereka berkumpul di Bait Suci, mereka berkata satu sama lain, “Bagaimana pendapatmu? Mungkinkah Dia tidak akan datang untuk Pelewatan, benar?” Mengapa mereka mengatakan itu? Karena Dia adalah titik fokus dari kedua Pelewatan sebelumnya.</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 57</b></span><span class="cf1">, “Sementara itu, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memerintah bahwa siapa pun yang melihat Yesus harus segera melaporkan itu supaya mereka dapat menangkap-Nya.” Tetapi apakah yang terjadi ketika Dia datang? Dalam Yohanes 12:13 mereka bersorak-sorak, “Hosana! Berbahagialah Dia yang datang atas nama Tuhan. Jangan takut, lihatlah Rajamu datang, menunggang seekor keledai muda.”</span></span></div><br><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada hari Jumat, apakah yang mereka teriak? “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Pujian dan penolakan itu adalah satu-satunya pilihan berkaitan dengan Kristus. Kalian percaya dan semua bukti mendukung bahwa kalian percaya atau kalian menolak. Apakah kalian menolak Yesus dengan kebencian atau menolak Dia dengan perasaan sentimental, kalian akan berakhir di neraka yang sama. Pertanyaannya adalah pertanyaan yang sama yang Yesus tanyakan kepada Marta, “Apakah kamu percaya?” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Jul 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210704</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Akulah Kebangkitan dan Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A4"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+11:17-36" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 11:17-36</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita lanjutkan kisah Lazarus dalam Yohanes 11. Ini adalah mujizat publik terakhir yang Yesus lakukan, dan ini adalah puncak dari semua mujizat-Nya karena sifat situasinya. Mujizat yang luar biasa ini dilakukan pada waktu yang strategis, tepat sebelum Pelewatan di sebuah tempat bernama Betania, yang berjarak dua mil di sebelah timur Yerusalem di jalan dari Yerikho yang benar-benar dipenuhi oleh para peziarah yang menuju perayaan Pelewatan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi setiap orang yang datang ke sana pasti sudah mendengar cerita tentang Lazarus. Itu beredar di seluruh kota. Kebangkitan Lazarus itu menguatkan iman para murid. Tetapi itu tidak cukup untuk membuat mereka percaya pada kebangkitan Tuhan kita. Kebangkitan Lazarus memberi peninjauan tentang kebangkitan Kristus, yang membantu mereka untuk percaya bahwa itu bisa terjadi karena mereka telah melihat kuasa-Nya di Lazarus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan Lazarus juga merupakan bukti monumental keilahian-Nya. Dan kebangkitan Lazarus itu begitu terkenal sehingga memaksa para pemimpin Yudaisme untuk menekan masalah eksekusi Yesus karena pengaruh Dia itu terlalu banyak. Dan seluruh bab adalah tentang mujizat ini dan hasilnya. Jadi kita akan mempelajari itu selama beberapa minggu lagi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita fokus di awal khotbah kita pada dua ayat ini dalam Yohanes 11. Ini benar-benar hal yang paling penting. Inilah inti dari apa yang disampaikan dalam mujizat ini. Tercantum di Yohanes 11:25-26, “Kata Yesus kepadanya, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku tidak akan mati untuk selama-lamanya. Apakah engkau percaya hal ini?"</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kepercayaan bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup itu didukung oleh mujizat yang luar biasa ini, dan itulah mengapa ada begitu banyak detail di sini dan semua detail itu penting. Ada banyak hal lain yang telah kami pelajari dan akan terus kami pelajari. Tetapi fokus utamanya adalah untuk menunjukkan bahwa Kristus adalah kebangkitan dan hidup. Dia adalah Anak Allah, dan bahwa kepercayaan pada nama-Nya akan membawa kehidupan kekal di surga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah pesan Yohanes. “Ada tertulis supaya kalian percaya dan menerima hidup kekal.” Pesan yang perlu Anda dapatkan adalah bahwa Anda akan mati dan Anda tidak dapat mengatur kapan. Anda tidak berkuasa di mana itu terjadi dan Anda tidak berkuasa bagaimana itu terjadi. Bahkan jika Anda memutuskan untuk bunuh diri, Anda tidak berkuasa atas keadaan itu. Anda tidak berkuasa atas kematian Anda, tetapi Anda sebaiknya siap untuk kejadian itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengkhotbah 8:8 mengatakan demikian, "Tidak ada orang yang berkuasa menahan angin, demikian juga tidak ada orang yang berkuasa atas hari kematian itu." Ayub 18:14 berkata, "Ketika hari itu tiba, manusia diambil dari keamanan kemahnya, dan dia akan dibawa ke hadapan raja kengerian itu." Raja teror itu adalah kematian. 1 Timotius 6, "Kami tidak membawa apa pun ke dalam dunia, dan kami juga tidak dapat mengambil apa pun darinya." </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayub 14:1-2 berkata, “Betapa rapuhnya umat manusia! Betapa singkatnya hidup, betapa penuh masalah! 2 Kita mekar seperti bunga dan kemudian layu. Seperti bayangan yang lenyap, kita cepat menghilang.” Dan Musa berkata dalam Mazmur 90:10, “Tujuh puluh tahun telah diberikan kepada kita! Beberapa orang bahkan hidup sampai delapan puluh. Tetapi tahun-tahun terbaik pun dipenuhi dengan rasa sakit dan kesulitan; segera mereka menghilang, dan kemudian kita lenyap.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah evolusi telah membawa kita setelah miliaran tahun, kepada non-eksistensi yang disebut kematian? Masalahnya itu dusta. Anda lebih dari sekadar protoplasma yang menunggu untuk menjadi pupuk. Setiap manusia akan hidup untuk selamanya. Itulah firman Allah, Sang Pencipta. Dan Anda bukan hanya hidup selamanya dalam roh, tetapi Anda akan hidup selamanya dalam tubuh yang dibangkitkan lagi, baik di surga maupun di neraka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di neraka, tubuh akan menyerap hukuman abadi. Di surga, tubuh akan menikmati kebahagiaan abadi. Anda akan hidup selamanya. Ingatlah Yohanes 5:28-29, Tuhan kita mengatakan ini, “Jangan heran akan hal ini; karena saatnya akan tiba, di mana semua orang yang ada di dalam kubur akan mendengar suara-Ku 29 dan akan keluar; mereka yang telah berbuat baik untuk kebangkitan hidup dan mereka yang telah berbuat jahat untuk kebangkitan penghakiman.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Tuhan kita bukan hanya mengatakan Dia akan menjadi hakim dan Dialah yang membangkitkan orang mati, tetapi Dia, pada kenyataannya, adalah kebangkitan dan hidup itu. Ini bukan hanya sesuatu yang Dia lakukan untuk memberi kehidupan. Inilah siapakah Dia. Yohanes 1:1-3, “Pada mulanya ada Firman dan Firman ada bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Tuhan kita pada mulanya ada bersama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah sumber dari segala sesuatu yang hidup. Dia adalah kebangkitan dan hidup karena Dia adalah kehidupan. Dia memiliki kuasa untuk menciptakan dari ketiadaan, dan Dia memiliki kuasa untuk membangkitkan orang mati karena Dia adalah hidup. Dia ciptakan segala sesuatu yang ada, segala sesuatu yang ada di dunia jasmani dan rohani. Dia memberi kehidupan kepada segala sesuatu yang hidup dari sel terkecil hingga manusia yang paling kompleks, </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini, dalam kebangkitan Lazarus, Tuhan kita Yesus memperlihatkan kuasa hidup yang Dia miliki. Nah, Dia telah membangkitkan dua orang, yang satu adalah putri Yairus, seorang gadis muda yang sakit parah di rumah. Pada saat Yesus tiba di sana, dia sudah mati. Beberapa orang mungkin berkata, "Yah, mungkin saja dia hanya pingsan, karena mujizat kebangkitan itu terjadi tidak lama setelah dia meninggal.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian ada kasus seorang janda yang sedang membawa anaknya untuk dikuburkan bersama prosesi orang-orang yang sedang berduka. Yesus menghentikan prosesi itu dan membangkitkan pemuda yang sudah mati itu. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa ini hanya kebangkitan seseorang yang dianggap sudah mati. Tetapi dalam kasus Lazarus, itu tidak mungkin karena ini adalah seseorang yang telah mati empat hari.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi tidak membalsem untuk menghentikan pembusukan. Mereka membungkus tubuh itu dan menaburkan rempah-rempah di atasnya untuk mengurangi bau busuk itu. Inilah yang terjadi dalam empat hari, ketika jantung berhenti berdetak, sel-sel tubuh kekurangan oksigen dan mereka mulai mati. Darah mengalir dari seluruh sistem peredaran darah dan menggenang di tempat yang rendah. Otot mulai menegang dalam kekakuan. Itu terjadi setelah tiga jam.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 24 jam, tubuh telah kehilangan semua panasnya. Otot-otot kemudian kehilangan kekakuan mereka dalam 36 jam, dan dalam 72 jam kekakuan itu telah hilang. Semua kekakuan itu hilang dan tubuh menjadi lembut. Saat sel mulai mati, bakteri mulai bekerja. Bakteri dalam tubuh orang mati mulai memecah sel-sel. Daging yang membusuk itu kelihatan dan baunya mengerikan dan mengeluarkan cairan hijau pada jam ke-72.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daging itu melepaskan hidrogen sulfida dan metana serta gas-gas lainnya. Serangga dan binatang akan makan bagian tubuh itu jika mereka bisa mendapatkannya. Itulah kondisi Lazarus saat Yesus datang. Semua orang tahu dia sudah mati. Seperti yang dikatakan Martha dalam ayat 39, "Tuhan, pada waktu itu akan ada bau busuk." Karena dia sudah mati empat hari. Orang-orang Yahudi itu hidup dengan kengerian kematian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Juga sangat penting untuk dimengerti pemakaman itu seperti apa pada waktu itu. Ketika seseorang meninggal, keluarga, teman, tetangga, dan bahkan orang asing yang terhubung semua datang ke dalam hidup mereka. Dalam kasus Maria, Marta dan Lazarus, mereka pastilah keluarga yang terpandang. Marilah kita baca </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Maka ketika Yesus tiba di Betania, diberitahukan kepada-Nya bahwa Lazarus sudah empat hari berada di dalam kuburnya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18-19</b></span><span class="cf1">, “Betania hanya beberapa mil dari Yerusalem, 19 dan banyak orang datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudara-nya.” Yesus datang karena Dia bersimpati. Tapi ini bukan hanya belas kasihan untuk mereka. Tujuan Allah adalah bahwa Dia akan membangkitkan orang ini dari kematian di tempat umum di jalan dari Yerikho ke Yerusalem karena pemakaman ini telah menarik banyak orang. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua orang di sana menjadi saksi mata kebangkitan, dan mereka akan menceritakan kisah mereka ini jauh dan luas. Dan akan ada ratusan saksi mata untuk mujizat ini. Ini penting untuk memperkuat iman para murid, dan untuk mengadakan klimaks dari semua mujizat yang menunjukkan keilahian Yesus Kristus. Dan juga untuk memaksa orang-orang Yahudi untuk membunuh-Nya cepat, karena pengaruh Dia itu terlalu besar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus datang ke tempat yang sangat ramai dan semua orang ada di sana, dan ratusan orang itu semuanya sedang dipersiapkan. Mereka semua akan menjadi saksi mata kebangkitan itu. Yesus datang kembali ke tempat kematian, dan mengumumkan bahwa Dia adalah kehidupan, dan yang memberi hidup. Jadi Yesus membuat klaim besar yang dimulai pada </span><span class="cf1"><b>ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, dia pergi menemui-Nya. Tetapi Maria tetap tinggal di rumah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria adalah tipe kepribadian yang termenung, bijaksana, dan batiniah dan Marta adalah orang yang sibuk, yang aktif, yang agresif. Dia mendapat kabar bahwa Juruselamat sedang dalam perjalanan, dan segera setelah dia mendapat kabar bahwa Dia sedang dalam perjalanan, dia menuju ke arah itu. Maria tetap di rumah. Dia patah hati. Dia sedih. Dia bahkan tidak tahu Yesus akan datang. Dia hanya berduka cita karena kehilangan saudara laki-lakinya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika Marta bertemu Yesus, pemikirannya adalah bahwa Yesus seharusnya ada di sana; dan seandainya Yesus tidak pergi, ini tidak mungkin terjadi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati.” Apakah dia tahu Yesus memiliki kekuatan penyembuhan? Tentu. Dia tidak mempertanyakan kemampuan-Nya untuk menyembuhkan orang sakit karena Yesus telah melakukan itu selama seluruh pelayanan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tahu bahwa Yesus mampu menyembuhkan penyakit Lazarus, tetapi imannya tidak cukup untuk percaya bahwa Dia dapat membangkitkannya dari kematian. Ada keraguan, tetapi ada juga harapan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Tetapi sekarangpun aku tahu bahwa Allah akan memberikan segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Dia juga mengerti melalui kesaksiannya bahwa Yesus dalam inkarnasi-Nya telah menyerahkan diri-Nya kepada kehendak Allah Bapa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wanita ini memiliki Kristologi yang kuat. Dia mengerti. Dan tentu Yesus tinggal di rumah mereka berkali-kali, tetapi entah bagaimana dengan semua yang dia tahu, ada rasa sakit yang bersaksi tentang iman yang masih kurang untuk mempercayai kuasa-Nya untuk membangkitkan orang mati. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23-24</b></span><span class="cf1">, Kata Yesus kepadanya, “Saudaramu akan bangkit.” 24 Kata Marta, “Aku tahu bahwa dia akan bangkit pada waktu semua orang bangkit pada akhir zaman.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marta tahu ada kebangkitan di masa depan. Bagaimana dia tahu itu? Dia tahu kitab Ayub. Apa yang dikatakan dalam Ayub 19:25-27, “Tetapi aku tahu bahwa Penebusku hidup, dan akhirnya dia akan berdiri di atas bumi. 26 Dan setelah tubuhku membusuk, namun di dalam tubuhku aku akan melihat Allah! 27 Aku akan melihatnya sendiri. Ya, saya akan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.” Ayub yakin ada kebangkitan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marta tahu Daniel 12:2, “Banyak dari mereka yang tubuhnya terbaring mati dan dikuburkan akan dibangkitkan, beberapa untuk hidup kekal dan beberapa untuk malu dan neraka kekal.” Dia mendengar Tuhan di Yohanes 5:28-29, “Sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Ku 29 dan keluar. Mereka yang telah berbuat baik, akan bangkit untuk hidup kekal, dan mereka yang telah berbuat jahat, akan bangkit untuk dihukum.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati.” Inilah yang kelima dari tujuh 'Akulah Aku' dalam Injil Yohanes. Itulah Tetragramaton, yaitu nama Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Setiap orang yang hidup di dalam Aku dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Apakah kamu percaya ini, Marta?” Jadi inilah klaim besar untuk 'Akulah Aku', yang adalah sumber kehidupan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, Jawab Marta, "Ya, Tuhan, Aku selalu percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang telah datang ke dunia dari Allah.” Itulah jalan keselamatan. Dia bahkan belum tahu tentang salib karena Yesus belum mati. Dia belum tahu tentang kebangkitan-Nya karena itu belum terjadi, tetapi dia percaya semua yang telah diungkapkan sampai saat itu. Dia adalah orang percaya Perjanjian Lama.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buktinya sangat besar. Setelah kebangkitan-Nya, Dia menampakkan diri kepada para rasul. Dia menampakkan diri kepada 500 saudara sekaligus di satu tempat. Ada begitu banyak bukti. Apakah kalian percaya? Jika kalian tidak percaya, itu bukan karena buktinya tidak cukup. Seluruh Injil ini tertulis, "Supaya kalian percaya, bahwa Yesus adalah Kristus dan supaya dengan kepercayaan itu kalian memperoleh hidup kekal dalam nama-Nya."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28-31</b></span><span class="cf1">, “Kemudian dia kembali kepada Maria. Dia memanggil Maria dan berbisik kepadanya, "Guru ada di sini dan ingin bertemu denganmu." 29 Maka segeralah Maria pergi kepada-Nya. 30 Yesus masih ada di luar desa, di tempat Marta bertemu dengan-Nya.” 31, Ketika orang-orang yang ada bersama Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi keluar, mereka menyangka dia pergi ke kuburan Lazarus untuk menangis. Jadi mereka mengikutinya ke sana.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 32-35</b></span><span class="cf1">, Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati.” 33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang lain yang datang bersamanya, Dia mengerang dalam Roh, dan dia sangat sedih. 34 “Dia berkata, di manakah kalian membaringkannya?” Jawab mereka, “Tuhan, datanglah dan lihatlah.” 35 Maka menangislah Yesus.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kata yang menunjukkan segalanya. Ada kesedihan, kesengsaraan dan penderitaan. Setiap emosi mencengkeram Dia dalam roh-Nya, di dalam pribadi-Nya, dan Dia gelisah. Dia membiarkan diri-Nya merasakan segalanya. Ini seperti yang dikatakan kitab Ibrani, "Dia dicobai dalam segala hal seperti kita." Dia telah disentuh dengan perasaan kelemahan kita sebagai Imam Besar kita.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengerti rasa sakit dan penderitaan seluruh umat manusia yang menghadapi saat-saat yang tak terhindarkan waktu ada kehilangan manusia. Dia mengerti apa yang telah dilakukan dosa terhadap dunia dan apa yang telah dilakukan ketidakpercayaan terhadap orang-orang yang ada di keliling-Nya. Dia merasakan rasa sakit yang akan dikenakan setiap keluarga manusia yang belum hidup di planet ini yang menghadapi kenyataan yang sama. Dan lebih buruk lagi, rasa sakit karena ketidakpercayaan dan akibatnya yang mengerikan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Lalu kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah betapa Dia mengasihi dia!” Itu memang benar. Tapi mereka tidak melihat keseluruhan gambar. Mereka tidak tahu bahwa apa yang menyebabkan itu jauh lebih besar daripada kasih sayang-Nya kepada Lazarus. Itu semua adalah kenyataan dosa dan kematian dan ketidak-percayaan dan penghakiman di neraka yang ada di balik kejadian itu, dan di sana Dia berdiri di tepi kubur, sambil menangis. Apa yang terjadi selanjutnya kalian akan mendengar minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Jun 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210620</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lazarus Dibangkitkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+11:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 11:1-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita telah melihat kebenaran mendalam yang diungkapkan melalui sejarah Yohanes tentang Tuhan kita Yesus Kristus, tetapi ketika kita sampai pada Yohanes 11, kita sampai pada sebuah narasi. Ini benar-benar kisah mujizat, dan ini mencakup seluruh bab. Saya tidak bisa menceritakan keseluruhan cerita dalam satu khotbah. Saya harus memecahnya menjadi beberapa bagian. Kita perlu mengambil ini perlahan-lahan sehingga kita dapat menyerap semua kebenaran yang luar biasa ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kisah tentang mujizat Tuhan kita waktu membangkitkan Lazarus dari kematian. Dan sementara ceritanya sangat akrab bagi kita, detailnya jauh lebih kaya. Jadi kita ingin memastikan bahwa kita mencakup semua detailnya. Ini adalah klimaks, tanda puncak untuk mengakhiri daftar tanda Yohanes dalam Injil ini yang menunjuk pada keilahian Kristus. Yohanes memiliki tujuan apologetik supaya kalian percaya bahwa Yesus adalah Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada tempat lain dalam kisah mujizat-Nya yang kita lihat yang secara lebih megah menyatukan kemanusiaan-Nya dan keilahian-Nya. Kita melihat kemanusiaan-Nya dan simpati-Nya serta hubungan-Nya dengan sebuah keluarga duniawi. Kita melihat kedaulatan-Nya dalam kuasa-Nya dan pertunjukan kemuliaan-Nya dalam kematian yang luar biasa. Mujizat ini adalah mujizat puncak dalam pelayanan publik-Nya dan mujizat ini hanya terjadi pada injil Yohanes saja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Yohanes menulis itu di bawah ilham Roh Kudus dengan sangat hati-hati. Pertama-tama, untuk menyatakan satu lagi bukti yang tak tertandingi dan tidak dapat disangkal dari klaim Yesus, yang ditegaskan oleh banyak saksi mata bahwa Dia adalah Allah. Inilah kebangkitan seorang pria yang telah mati selama empat hari. Pembusukan telah terjadi karena orang Yahudi tidak membalsem. Waktu seseorang meninggal, mereka dikuburkan secepat mungkin.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan dari mujizat ini adalah untuk menunjukkan kuasa dan kedaulatan, sifat ilahi Tuhan Yesus Kristus, tetapi bukan hanya itu. Ini juga demi meningkatkan iman orang-orang yang ingin percaya. Dalam ayat 15 Yesus berkata tentang tidak berada di sana ketika dia mati, “Aku bersukacita untuk kalian, Aku tidak ada di sana supaya kalian percaya.” Mujizat ini menghasilkan iman yang lebih besar kepada para murid.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada juga tujuan ketiga dari mujizat ini dan itu adalah untuk mempercepat isu pembunuhan Yesus karena waktu Allah sudah dekat. Ini terjadi tepat sebelum Pelewatan-Nya yang terakhir. Dia harus mati oleh rencana Allah pada hari Pelewatan sebagai Anak Domba Pelewatan yang sejati. Dan sementara orang-orang Yahudi telah mencoba bekali-kali untuk membunuh-Nya, mereka tidak pernah berhasil melakukan itu karena belum waktu-Nya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi sekarang dengan mujizat yang tak terbantahkan ini, yang disaksikan oleh banyak saksi mata dalam ribuan orang yang tahu tentang mujizat ini, ketidakpercayaan orang-orang Yahudi yang tetap, permanen, dan tidak dapat dirubahkan mencapai tingkat permusuhan yang mengarah pada eksekusi-Nya. Dan itulah tepat rencana Allah. Jadi mujizat besar ini mempercepat kematian-Nya dan memberikan bukti keilahian-Nya. Inilah hal yang monumental.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita hidup dalam budaya yang tak henti-hentinya dipenuhi dengan hiburan yang ditinggikan, dan dijenuhkan dengan fantasi dan hal-hal yang tidak nyata. Film dan televisi dipenuhi dengan hal-hal tidak nyata yang ditawarkan seolah-olah itu kenyataan, dunia fantasi. Dan sulit bagi orang untuk melihat kebangkitan seorang pria yang sudah meninggal 4 hari yang sanggup berjalan keluar dari kuburannya di sebuah desa kecil di Yudea 2.000 tahun yang lalu, sebagai sesuatu yang luar biasa penting.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana kalian membandingkan itu dengan Harry Potter, penyihir terbang, malaikat, vampir, orang asing yang terus-menerus menentang hukum alam? Jadi, apa hebatnya kebangkitan di sebuah desa di Israel 2.000 tahun yang lalu? Inilah upaya Setan yang berhasil membingungkan orang tentang keajaiban itu dan membingungkan mereka tentang kenyataan. Yesus mengarang cerita, dan itu disebut perumpamaan. Tetapi tidak satu perumpamaan yang pernah Yesus ciptakan yang adalah fantasi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua kisah-Nya ada di dunia nyata, orang-orang nyata, masalah nyata dan hubungan nyata. Dia tidak pernah menggunakan fantasi untuk mengartikulasikan kebenaran spiritual. Yesus tidak pernah membicarakan dunia fantasi, tetapi yang paling dekat Dia datang sebagai penggambaran-Nya tentang dunia nyata ketika Dia berbicara tentang orang kaya dalam siksaan dan Lazarus di hadirat Allah. Tetapi Yesus tidak menggunakan fantasi. Dia menggunakan realitas untuk mengkomunikasikan realitas.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, mujizat ini mengungkapkan skeptisisme. Ingatkah dalam Lukas 16, kisah tentang orang kaya yang masuk neraka dan Lazarus yang ada di pangkuan Abraham? Dan orang kaya itu berkata kepada Abraham, "Kirimlah Lazarus kembali dari kematian untuk memperingatkan saudara-saudaraku," dan Yesus berkata dalam cerita itu, "Jika mereka tidak percaya Musa dan para nabi, mereka tidak akan percaya meskipun ada orang yang bangkit dari kematian." </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan mujizat ini adalah untuk mempertunjukkan kemuliaan-Nya supaya orang-orang percaya, dan mereka yang sudah percaya dikuatkan imannya. Ini adalah mujizat ketujuh dalam Injil Yohanes. Enam lainnya: mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan putra bangsawan, memulihkan orang lumpuh, memperbanyak roti dan ikan, berjalan di atas air dan memberikan penglihatan kepada orang buta, dan sekarang nomor tujuh, menghidupkan orang mati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Yesus telah membangkitkan orang lain dari kematian? Iya, Dia pernah. Kita ada dua kejadian lain yang ditunjukkan dalam Injil Perjanjian Baru. Di Markus, Yesus membangkitkan putri Yairus, yang ketika Dia mulai berbicara dengan Yairus hanya sakit, tetapi dia meninggal, dan dia segera dibangkitkan-Nya. Kemudian di Lukas ada prosesi pemakaman putra janda Nain. Yesus menghentikan prosesi itu dan membangkitkan anak yang sudah mati itu. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi dalam kedua kasus, itu adalah kematian yang baru terjadi. Tidak ada waktu untuk pembusukan, tetapi dalam kasus Lazarus, pada saat Yesus datang ke kuburan untuk menemukan Lazarus di sana, ayat 17 mengatakan bahwa dia telah mati selama empat hari. Ini membedakan kebangkitan Lazarus dari semua mujizat lainnya. Dan orang-orang Yahudi percaya bahwa roh seseorang itu melayang di atas tubuh selama beberapa hari pertama dan kemudian pergi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bahkan dalam tradisi mereka, akan ada perasaan bahwa ini adalah kematian yang nyata, dan bahwa roh apa pun yang mungkin ada telah hilang lama. Sekarang, mari kita membaca Yohanes 11:1-16, “Seorang bernama Lazarus sedang sakit. Dia tinggal di Betania bersama saudara perempuannya Maria dan Marta. 2 Inilah Maria yang kemudian menuangkan minyak wangi yang mahal ke kaki Tuhan dan menyekanya dengan rambutnya. Kakaknya, Lazarus, sedang sakit keras.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“3 Jadi, kedua saudara perempuan itu mengirim pesan kepada Yesus yang mengatakan kepadanya, “Tuhan, saudara kami yang Tuhan kasihi itu sakit parah.” 4 Tetapi ketika Yesus mendengarnya, dia berkata, “Penyakit Lazarus tidak akan berakhir dengan kematian. Tidak, itu terjadi untuk kemuliaan Allah supaya Anak Allah juga menerima kemuliaan.” 5 Jadi, meskipun Yesus mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus, 6 Ia sengaja tinggal di tempat-Nya dua hari lagi.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"7 Akhirnya, dia berkata kepada murid-murid-Nya, "Mari kita kembali ke Yudea." 8 Tetapi murid-murid-Nya keberatan. “Rabi,” kata mereka, “hanya beberapa hari yang lalu orang-orang di Yudea mencoba melempari Engkau dengan batu. Apakah Engkau mau kembali kesana lagi?” 9 Yesus menjawab, “Ada dua belas jam siang hari setiap hari. Pada siang hari orang dapat berjalan dengan aman. Mereka dapat melihat karena mereka memiliki terang dunia ini. 10 Tetapi pada malam hari ada bahaya tersandung karena tidak ada penerangan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">11 Lalu Dia berkata lagi, “Sahabat kita, Lazarus sudah tertidur, tetapi sekarang Aku akan pergi dan membangunkan dia.” 12 Murid-murid Yesus berkata, "Tuhan, kalau dia tidur, dia akan segera sembuh!" 13 Mereka menyangka maksud Yesus adalah bahwa Lazarus tidur biasa, tetapi maksud Yesus adalah bahwa Lazarus sudah mati. 14 Jadi Dia memberi tahu mereka dengan jelas, “Lazarus sudah mati. 15 Dan demi kalian, Aku senang Aku tidak ada di sana, supaya sekarang kalian dapat benar percaya. Marilah kita pergi ke Lazarus.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“16 Thomas, yang disebut si Kembar, berkata kepada teman-teman pengikut-pengikut Yesus, "Mari kita ikut, biar kita mati bersama Dia." Nah, saat kita melihat bagian awal ini, kita hanya melihat karakter Lazarus, adik-adiknya dan para murid. </span><span class="cf1"><b>Ayat 1</b></span><span class="cf1">, "Seorang pria." Kita tahu dialah orang yang percaya kepada Kristus karena saudara perempuannya menegaskan hal itu di ayat 27. “Tuhan,” kata Marta, “saya percaya bahwa Engkau adalah Kristus, Anak Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sinilah datang seorang kurir kepada Yesus dengan berita tentang orang ini, Lazarus. Ini juga memberitahu kita bahwa Betania adalah desa Maria dan saudara perempuannya Marta. Maria adalah nama umum karena itu merupakan variasi dari nama Miriam, saudara perempuan Musa. Miriam adalah orang yang menyelamatkan nyawa pahlawan terbesar Israel, Musa. Jadi banyak orang tua memilih untuk menamakan putri-putri mereka Maria.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Maria adalah wanita yang kemudian menuangkan minyak wangi yang mahal ke kaki Tuhan dan menyekanya dengan rambutnya. Kakaknya, Lazarus, jatuh sakit.” Tetapi cerita itu tidak ada sampai Yohanes 12. Tetapi itu tidak masalah karena cerita itu sudah diceritakan secara rinci dalam Matius dan Markus dan sudah beredar sangat lama pada waktu tahun 90 di abad pertama ketika Yohanes menulis Injil ini. .</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yang kita tahu tentang Lazarus adalah bahwa dia sakit. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Maka kedua saudara perempuan itu mengirim pesan kepada Yesus dengan mengatakan kepada-Nya, “Tuhan, saudara kami yang Tuhan kasihi itu sakit parah.” Kita tidak tahu mengapa dia sakit, tetapi kita tahu bahwa dia sakit. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ketika Yesus mendengar kabar itu, Dia berkata, “Penyakit Lazarus tidak akan menyebabkan kematian. Ini terjadi untuk kemuliaan Allah dan supaya Anak Allah akan dimuliakan dari ini.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Siapakah yang berdosa? Pria ini atau orang tuanya?” Yesus berkata, “Tidak ada yang berbuat dosa, tetapi ini terjadi untuk kemuliaan Allah.” Aku akan memamerkan kemuliaan ilahi-Ku. Itu hanya datang karena kita hidup di dunia yang jatuh. Ada penyakit yang merupakan disiplin dari Allah atas umat-Nya sendiri. “Beberapa dari kalian,” kata Paulus, “menjadi lemah dan sakit, dan beberapa dari kalian mati karena melanggar kekudusan Perjamuan Kudus.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada penyakit yang adalah penghakiman ilahi. Dan ada penyakit untuk menunjukkan kemuliaan Allah. Saudara perempuan itu tidak memberi Yesus instruksi apa pun. Mereka hanya membicarakan kasih Yesus kepada Lazarus. Yesus mengasihi dia secara pribadi. Sudah jelas bahwa sebagai Allah, Dia mengasihi dunia, bahwa sebagai Allah Dia mengasihi umat-Nya yang ada di dunia, dan Dia mengasihi mereka dengan sempurna. Tetapi bukan itu yang dibicarakan di sini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah wawasan tentang kemanusiaan penuh Yesus. Dia adalah seorang pria dan Ia seperti semua orang. Seorang pria sempurna dengan semua kebutuhan seorang pria. Inilah bagian dari apa yang membuat Dia menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia, yang dapat dipengaruhi dengan semua perasaan kelemahan kita. Karena ada beberapa kelemahan kita tidak ada hubungannya dengan kesejahteraan fisik. Mereka itu berhubungan dengan hubungan intim.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi saudara perempuan itu mengirim pesan, dan mereka tahu hanya itu saja perlu dikatakan. Kurir itu tiba setelah perjalanan satu hari. Dan Yesus berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Penyakit ini tidak akan menyebabkan kematian.” Tetapi sudah ada kematian karena pada saat kurir itu sampai di sana, Lazarus sudah mati. Mereka menyadari kondisi kritis Lazarus dan mengirim kurir itu, dan dia meninggal tepat setelah itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu bukan akhir cerita. “Tidak, itu terjadi untuk kemuliaan Allah supaya Anak Allah dapat menerima kemuliaan dari ini.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 5-6</b></span><span class="cf1">, “Jadi meskipun Yesus mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus, 6 Ia sengaja tinggal di tempat itu selama dua hari lagi.” Lazarus telah mati satu hari sementara kurir itu telah sampai di sana. Dia menunggu dua hari lagi, dan kemudian setelah dua hari, </span><span class="cf1"><b>ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Akhirnya, Dia berkata kepada murid-muridnya, “Mari kita kembali ke Yudea.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi selama dua hari mereka terus berkhotbah dan melayani, dan orang-orang percaya dan mereka bersenang-senang. Tetapi sekarang ketakutan terburuk mereka terwujud. </span><span class="cf1"><b>Ayat 8</b></span><span class="cf1">, “Tetapi murid-murid-Nya keberatan. “Rabi,” kata mereka, “hanya beberapa hari yang lalu orang-orang di Yudea mencoba membunuh-Mu dengan batu. Apakah Engkau akan kesana lagi?” Di sisi lain para saudari benar-benar ingin Yesus datang lebih cepat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menjawab dengan pepatah yang menarik. </span><span class="cf1"><b>Ayat 9 -10</b></span><span class="cf1">, “Bukankah ada dua belas jam pada siang hari setiap hari?” kata Yesus. “Pada siang hari orang dapat berjalan dengan aman. Mereka dapat melihat karena mereka melihat terang dunia ini. 10 Tetapi pada malam hari ada bahaya tersandung karena tidak ada penerangan.” Apakah artinya ini? Kita sekarang bergerak dari orang yang kritis dan para saudari yang peduli kepada para murid.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jawabannya adalah pepatah sederhana. Tidak ada yang bisa dilakukan teman mana pun untuk memperpanjang siang hari itu. Tidak ada yang bisa dilakukan musuh yang dapat mempersingkat siang hari. Semuanya sudah diatur oleh Allah, begitu juga hidup-Ku. Dan dalam terang kehidupan yang telah Allah tetapkan bagi Aku, Aku tidak akan tersandung. Artinya, tidak ada sesuatu yang akan terjadi pada Aku di luar rencana. Aku pergi dalam terang hari ilahi Allah. Sebuah hari tidak dapat diselesaikan sebelum akhir yang telah ditentukan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Waktu yang diberikan kepada-Ku untuk menyelesaikan pelayanan duniawi Aku ditentukan oleh Allah. Itu tidak dapat diperpanjang dengan tindakan pencegahan apa pun. Kalian tidak perlu lari dari musuh kalian, dan kalian bisa menjadi berani dan kalian bisa langsung menghadapi musuh kalian karena mereka tidak dapat mempersingkatnya. Hari-Ku adalah apa yang telah Allah tetapkan, dan di dalamnya Aku maju dengan keyakinan dan keberanian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Lalu Dia berkata lagi, “Sahabat kita, Lazarus, sudah tidur, tetapi sekarang Aku akan pergi membangunkannya.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 12-14</b></span><span class="cf1">, “Kata murid-murid itu, “Tuhan, jika dia tidur, dia akan segera sembuh!” 13 Mereka pikir yang dimaksud Yesus adalah Lazarus hanya tidur biasa, tetapi yang dimaksud Yesus adalah Lazarus sudah mati. 14 Jadi Dia memberi tahu mereka dengan jelas, "Lazarus sudah mati." Mereka perlu tahu bahwa yang dimaksud Yesus adalah Aku akan membangkitkan dia dari kematian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1"> Dia berkata, “Dan demi kalian, Aku senang Aku tidak ada di sana, karena sekarang kalian akan benar-benar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepada Lazarus.” Memang, mereka percaya kepada-Nya. Iya, mereka telah menegaskan bahwa Dia adalah Kristus, Anak Allah, tetapi mereka membutuhkan iman yang dikuatkan. Bukan hanya mereka percaya, tetapi Maria dan Marta juga akan dikuatkan imannya. Ini adalah pertunjukan kemuliaan yang akan menghasilkan iman.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Thomas, yang disebut ‘si Kembar’, berkata kepada rekan-rekan muridnya, “Marilah kita pergi juga—biar kita mati bersama Yesus.” Dia mendapat banyak kritik negatif untuk itu, tetapi pikirkan saja ini. Inilah seorang pesimis yang berani. Dia berkata, “Marilah kita pergi dan mati bersama Dia.” Orang ini tahu apa artinya Lukas 9:23, “Jika kalian ingin mengikut Aku, sangkallah dirimu dan pikullah salibmu.” Dan itu berarti bahwa itu mungkin menyebabkan kita akan mati. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Jun 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210613</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus, Anak Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A1"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+10:31-42" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 10:31-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi tidak salah
mengerti klaim-Nya. Mereka tahu Yesus mengklaim keilahian. Mereka tahu Dia
sedang mengklaim dirinya setara dengan Allah. Jadi segera, kita beralih dari
klaim-Nya ke akhir </span><span class="cf1"><b>ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Mereka
mengambil batu.” Kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 32</b></span><span class="cf1">,
“Tetapi Yesus berkata, “Kalian sudah melihat Aku melakukan banyak pekerjaan
baik, yang ditugaskan Bapa kepada-Ku. Dari semua pekerjaan itu, manakah yang
menyebabkan kalian mau membunuh Aku?” Yesus menghentikan mereka dengan batu di
tangan mereka. </span></span></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketenangan agung Yesus di sini
sungguh menakjubkan. Dia dapat menghentikan mereka di jalur kekerasan mereka.
Itu tidak mengherankan karena Dia sanggup mengevakuasi bait suci pada awal
pelayanan-Nya; dan Dia akan melakukan itu lagi pada akhirnya dan tempat itu penuh
dengan puluhan ribu orang yang melarikan diri secepat mungkin hanya karena
kuasa yang Dia miliki. Ketika mereka datang untuk menangkap Dia, polisi bait
suci kembali tanpa Dia.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata mereka, “Nah, mengapa kalian
tidak membawa Dia?” Dan mereka berkata, “Tidak pernah ada orang yang berbicara
seperti orang ini.” Hanya kata-kata-Nya saja sanggup menghentikan tindakan
mereka. Dan Dia menghentikan mereka dengan kata-kata-Nya walaupun orang-orang
Yahudi ini tidak terkendali dengan kemarahan mereka. Tampaknya tangan mereka
diturunkan, dalam </span><b class="fs12lh1-5 cf1">ayat 33</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, “Mereka
menjawab, “Bukan karena pekerjaan-pekerjaan-Mu yang baik itu kami mau melempari
Engkau dengan batu, tetapi karena Engkau menghujat Allah. Engkau seorang
manusia biasa, mau menjadikan diri-Mu Allah.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketenangan penuh Yesus ini
menaklukkan kekerasan. Pernyataan-Nya masuk akal, pantas dan rasional. “Atas
arahan Bapa-Ku, Aku telah melakukan banyak pekerjaan baik. Untuk yang mana
kalian akan melempari-Ku dengan batu?” “Atas arahan Bapa-Ku” itu adalah frasa
kuncinya. Nikodemus telah berkata dalam Yohanes 3, “Tidak ada yang dapat
melakukan hal-hal yang Engkau lakukan kecuali Allah bersama-Nya.” Nikodemus
tahu ini tidak mungkin berasal dari setan. Itu pasti ilahi.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu itu supranatural. Itu
harus datang dari Allah. Itu adalah kesimpulan yang jelas karena kesempurnaan
moral Kristus, keagungan dan keindahan pekerjaan yang Dia lakukan. Yesus tidak
melakukan perbuatan jahat, hal-hal yang datang dari neraka. Dia berkata,
"Aku menunjukkan kalian banyak pekerjaan baik." Luar biasa dan mulia.
Bukan hanya baik secara moral, tetapi juga karya yang luas dan indah.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat-mujizat-Nya adalah
keajaiban sukacita, yang memberikan penglihatan kepada orang buta, dan
pendengaran kepada orang tuli, dan suara kepada orang bisu. Yesus memberikan
anggota tubuh baru kepada orang lumpuh, dan organ baru kepada orang sakit, dan
kehidupan baru kepada orang mati. Mereka itu mujiat-mujizat keindahan yang tak
tertandingi. Jadi untuk pekerjaan baik mana dari Bapa kalian ingin membunuh
Aku? Ini langsung menghentikan mereka.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata mereka, “Kami melempari Engkau
dengan batu bukan karena perbuatan baik, tetapi karena penghujatan! Engkau,
manusia biasa, mengaku sebagai Allah.” Kami melempari Engkau dengan batu karena
penghujatan. Dan berdasarkan Hukum Musa, seorang penghujat harus dibunuh.
Mereka berpikir bahwa mereka sedang melakukan tugas mereka yang benar. Memang
ada orang yang tidak mengakui kemanusiaan Kristus, yang mengatakan bahwa Dialah
semacam hantu.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dalam pikiran pemimpin
Yahudi, jelas Dia adalah seorang laki-laki. Ini tidak bisa diperdebatkan. Ini
tidak terbuka untuk dipertanyakan. Semua orang tahu Dia adalah seorang pria.
Satu Yohanes mengatakan jika Anda menyangkal bahwa Anak Allah, sang Mesias,
telah datang sebagai manusia, Anda dihakimi oleh Allah. Dia seorang pria. Ia
dilahirkan sebagaimana manusia dilahirkan. Dia hidup sebagai seorang anak dan
sebagai seorang pemuda, dan Dia sepenuhnya manusia dalam segala hal.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Engkau adalah penghujat
karena Engkau sebagai seorang pria, menjadikan Diri Anda sebagai Allah, yang
dalam pikiran mereka adalah penghujatan yang paling tinggi dan ekstrem. Jadi,
mereka merasa itu adalah kewajiban agama mereka untuk membunuh-Nya pada saat
itu juga. Batu-batu itu mungkin masih ada di tangan mereka. Tapi, entah kenapa,
tidak ada batu yang dilempar. Pasti itu pengekangan ilahi yang dipaksakan
kepada mereka oleh Anak Allah sendiri.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia menyebabkan mereka harus
berpikir. Lihatlah </span><b class="fs12lh1-5 cf1">ayat 34-36</b><span class="fs12lh1-5 cf1">,
“Yesus menjawab, “Bukankah di dalam Buku Hukummu sendiri tertulis: Allah
berkata, 'Kalian adalah ilah'? </span><b class="fs12lh1-5 cf1">35 </b><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita
tahu bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab berlaku untuk selamanya. Jadi, kalau
Allah memberi sebutan 'ilah' kepada orang-orang yang menerima perkataan-Nya, </span><b class="fs12lh1-5 cf1">36 </b><span class="fs12lh1-5 cf1">mengapa kalian mengatakan
Aku menghujat Allah karena berkata Aku adalah Anak Allah? Padahal Aku dipilih
oleh Allah Bapa dan diutus ke dunia.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yesus, “Bisakah kalian
bersikap objektif sebentar? Bisakah kalian berpikir dengan Aku sebentar?
Bisakah kalian mengesampingkan amarah, emosi, dan kebencian kalian? Berhentilah
dan pertimbangkanlah Perjanjian Lama. Mengapa kalian begitu marah karena Aku
menyebut diri-Ku Allah? Ketika dalam Kitab Suci kalian sendiri, manusia disebut
ilah. Ini menunjukkan kemampuan mental Yesus, yang mampu menemukan dalam
sekejap mata di Perjanjian Lama dan memetik sebuah mazmur tertentu.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Mazmur 82, karena itulah
yang Dia kutip. Mazmur 82 itu penghakiman atas para pemimpin Israel. Ayat 1,
“Allah meminpin sidang ilahi di surga, lalu Ia memberi keputusan-Nya pada para
penguasa.” Dan para penguasa itu adalah para hakim yang memutuskan masalah dan
menyelesaikan perkara. Ayat 2 mengatakan, “Berapa lama lagi kalian mengadili
dengan curang dan memihak kepada orang fasik? Kalian semua adalah orang korup.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalian seharusnya menjadi pelindung
mereka. Ayat 3, “Berilah keadilan kepada orang miskin dan anak yatim;
junjunglah tinggi hak-hak kaum tertindas dan miskin.” Ayat 4, “Selamatkanlah
yang lemah dan tak berdaya; bebaskanlah mereka dari cengkeraman orang-orang
jahat.” Ayat 5, Tetapi para penindas ini tidak tahu apa-apa; mereka sangat
bodoh! Mereka berkeliaran dalam kegelapan, sementara seluruh dunia terguncang
sampai berantakan.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang menyatukan
masyarakat menjadi longgar karena tidak ada keadilan. Ayat 6, “Aku berkata,
‘Kalian adalah ilah; kalian semua adalah anak-anak Allah Yang Mahatinggi.”
Apakah maksud-Nya? Kalian adalah perwakilan dari satu-satunya Allah yang benar.
Kalian adalah agen Allah di dunia. Kalian adalah anak-anak Yang Maha Tinggi.
Dia mendelegasikan otoritas itu kepada kalian, dan kalian menerima Firman-Nya.
Itu juga yang ada di Yohanes 10.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah menyebut mereka
ilah-ilah kepada siapa Firman Allah itu datang, merekalah yang harus mengajar,
menerapkan dan menjunjung tinggi Firman Tuhan. Ayat 7-8, “Tetapi kamu akan mati
seperti manusia biasa dan tewas seperti setiap penguasa lainnya.’ Dan kamu
pikir kamu lebih dari yang sebenarnya. “Tapi kamu akan mati seperti manusia
biasa, dan tewas seperti setiap penguasa lainnya. 8 Bangkitlah, ya Allah,
hakimilah dunia! Karena semua bangsa-bangsa adalah milik-Mu.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, "Dalam
Perjanjian Lama, hakim yang korup itu disebut ilah." Tetapi kata itu
digunakan untuk mereka karena mereka menerima Firman Allah, dan mereka adalah
agen-agen Allah. Nah, jika Allah sendiri dalam Kitab Suci menyebut mereka ilah,
kepada siapa Firman Allah itu datang. Apakah kalian mengatakan tentang Dia,
yang diutus Bapa ke dunia, “Engkau menghujat karena Aku berkata, 'Aku adalah
Anak Allah?'”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pertemuan ini, Yesus membuat
suatu pernyataan yang luar biasa dalam ayat 35. Dia berkata, “Kepada siapa
Firman Allah datang,” dan, “Alkitab itu tidak dapat dibatalkan.” Firman Allah
dan Kitab Suci adalah sinonim. Roh Kudus di sini, mengilhami Yohanes untuk
menulis kata-kata Tuhan kita Yesus secara akurat, dan Tuhan Yesus menyamakan
Firman Allah itu dengan Kitab Suci, dan Kitab Suci dengan Firman Allah.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kalimat itu sangat penting. Apa
yang Dia maksud? Alkitab itu tidak dapat dipatahkan untuk selamanya? Kata
patah, itu bukan kata seperti rusak dalam bahasa Inggris. Kata itu luō dalam
bahasa Yunani, yang berarti disingkirkan, dihilangkan. Jadi apa yang Tuhan kita
katakan? Kitab Suci itu tidak dapat diubah. Bagian ini adalah pandangan Kristus
tentang Kitab Suci, bahwa itu adalah rantai yang sempurna, dan tidak ada satu
pun mata rantai yang dapat ditarik keluar. Tidak satupun.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian itu sendiri dalam Mazmur 82
tidak ada hubungan dengan keilahian-Nya, tetapi Dia menggunakan kata itu,
“ilah-ilah,” di sana untuk menjelaskan dari yang lebih kecil kepada yang lebih
besar. Tetapi Dia berhenti di tengah-tengah itu dan membuat pernyataan yang
kuat dan menyeluruh bahwa Kitab Suci itu tidak dapat dipatahkan. Dan sementara
Dia sangat sibuk membuktikan bahwa klaim keilahian-Nya adalah sah melalui
karya-karya-Nya, Dia tidak mencoba untuk membuktikan pernyataan ini. Kitab Suci
itu tidak dapat dipatahkan.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus tidak membuktikannya?
Karena mereka tidak mempersoalkan itu. Mereka mengerti itu. Ini adalah sebuah
rantai. Semua tautan harus ada. Kitab Suci adalah kata terakhir. Kalian tidak
dapat mengubah Kitab Suci. Bahkan, Dia membuat seluruh argumen-Nya pada satu
kata dalam satu ayat yang tidak jelas dalam sebuah Mazmur. Kalian tidak dapat
melepaskan sepatah kata pun dan menariknya keluar. Itu benar karena seluruh
Kitab Suci itu diilhamkan Allah.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, setiap kali kita
mendiskusikan otoritas, ineransi, akurasi, pengilhaman Kitab Suci itu, kita harus
mulai dengan: apa yang Yesus pikirkan tentang Kitab Suci? Karena pandangan-Nya
adalah pandangan Allah. Kalian tidak bisa menghilangkan sepatah kata pun. Dan
Tuhan kita, dalam sebuah diskusi tentang klaim paling serius yang pernah Dia
buat, mengalihkan argumen-Nya pada satu kata. Hanya pada satu kata saja. Ini
adalah pandangan-Nya tentang Alkitab.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat ilustrasi lain.
Matius 22:23-33, “Pada hari itu juga, beberapa orang Saduki datang kepada
Yesus. Mereka adalah golongan yang berpendapat bahwa orang mati tidak akan
bangkit kembali.” Mengapa mereka mengatakan itu? Karena mereka percaya bahwa
lima buku pertama dari Musa, Pentateuk itu, ditulis oleh Allah, dan seluruh
Perjanjian Lama lainnya adalah komentar manusia atas lima buku pertama itu.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Musa tidak menulis tentang
kebangkitan. Mereka melihat diri mereka sebagai pemelihara agama yang benar,
dengan menolak semua tradisi lisan, semua tradisi tertulis dan semua tradisi
para rabi. Jadi mereka ingin mengacaukan Yesus tentang kebangkitan. Jadi mereka
menceritakan kisah ini tentang tujuh orang bersaudara. Ada hukum dalam
Perjanjian Lama bahwa jika seorang pria meninggal, saudaranya, jika dia belum
menikah, akan menikahi istrinya dan merawatnya.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam situasi tujuh bersaudara
ini, yang pertama menikah dan mati, tanpa memiliki anak. Yang kedua menikah dan
mati. Dan seterusnya hingga saudara ketujuh. Maka mereka bertanya, istri
siapakah wanita itu? Ayat 29, “Yesus menjawab, “Kalian keliru sekali, sebab
kalian tidak mengerti Alkitab, maupun kuasa Allah. 30 Sebab apabila orang mati
nanti bangkit kembali, mereka tidak akan kawin lagi, melainkan mereka akan
hidup seperti malaikat di surga.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membicarakan lagi
kebangkitan itu. Ayat 31-32, “Belum pernahkah kalian membaca apa yang dikatakan
Allah tentang orang mati dibangkitkan kembali?” Apakah kalian tidak pernah
membaca Alkitab? Sudah lama setelah Abraham, Ishak, dan Yakub meninggal, dan
Dia mengutip Keluaran 3:6 di mana, Allah berkata, 32 'Akulah Allah Abraham,
Allah Ishak dan Allah Yakub.' Allah itu bukan Allah orang mati. Ia adalah Allah
orang hidup!"</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seandainya tidak ada kebangkitan,
Allah seharusnya berkata, “Aku dulu adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.”
Tetapi ketika Dia berkata, “Aku adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub,” itu
berarti bahwa mereka sekarang hidup, dan seluruh argumen tidak hanya beralih
pada sebuah kata, tetapi juga pada suatu tensa, yaitu waktu sekarang. Apakah
pandangan Yesus tentang Kitab Suci? Kalian tidak dapat menghilangkan sepatah
kata pun. Dan kalian tidak dapat menyentuh tensa atau mengubah apa pun juga.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali ke </span><b class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 10:36-38</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, “Mengapa kalian
menyebutnya penghujatan ketika Aku mengatakan, 'Aku adalah Anak Allah'? Padahal,
Aku dipilih oleh Allah Bapa dan Aku diutus ke dunia.” 37, “Kalau Aku tidak
melakukan pekerjaan yang ditugaskan Bapa, jangan percaya kepada-Ku.” 38,
“Tetapi jika Aku melakukannya, percayalah pada bukti dari mujizat yang telah
Kulakukan, meskipun kalian tidak mau percaya kepada-Ku. Maka kalian tahu dan
mengerti, bahwa Bapa ada di dalam Aku, dan Aku ada di dalam Bapa.”</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Yesus dapat membuktikan
bahwa Dia adalah Allah? Percaya karya-karya-Nya, agar kalian tahu dan mengerti.
Satu-satunya jalan menuju hidup kekal adalah kepercayaan kepada Tuhan Yesus
Kristus, percaya bahwa Dia adalah Allah dalam daging manusia. Kalian tidak
mungkin menyebut Aku penghujat jika kalian melihat pekerjaan-Ku. Dan gagasan
bahwa Aku melakukan apa yang Aku lakukan dengan kuasa neraka hanyalah
pengungkapan dari kerusakan hati kalian sendiri.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1">Ayat
39</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, “Mereka
berusaha lagi menangkap Yesus, tetapi Ia lolos dari mereka.” Tidak peduli apa
yang Dia katakan. Mereka terpaku pada ketidakpercayaan mereka. Dan mereka akan
berteriak minta darah-Nya sepanjang jalan sampai mereka melihat orang-orang Romawi
memakukan Dia di kayu salib. Dia menghilang. Mereka tidak sanggup membunuh-Nya,
karena saat-Nya belum tiba. Mereka tidak mampu selama tiga bulan, sampai waktu
Allah itu sempurna di perayaan Pelewatan terakhir.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi ada akhir yang menyenangkan.
Bukan hanya ada yang menolak; ada juga orang yang menerima kebenaran. </span><b class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, “Dia pergi ke seberang Sungai
Yordan dekat tempat Yohanes pertama kali membaptis dan tinggal di sana
sebentar.” Dia pergi selama tiga bulan ke sebuah tempat bernama Betania. Ini berbeda
dengan Betania yang ada disebelahnya Yerusalem di mana Maria, Marta dan Lazarus
tinggal.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sinilah Yohanes memulai
pelayanannya. Jadi, di mana Yohanes mulai pelayanannya adalah di mana Yesus
mengakhiri pelayanan-Nya. Jadi Dia tinggal di sana sampai Yohanes 11 dimana Dia
kembali selama waktu Pelewatan, untuk masuk ke Yerusalem untuk mati. </span><b class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 41</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, “Dan banyak orang mengikuti
Dia dan mereka mengatakan, "Yohanes tidak melakukan tanda-tanda ajaib,
tetapi semua yang dia katakan tentang Orang ini adalah benar."</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah inilah amanat untuk seorang
pengkhotbah. Kami tidak melakukan mujizat. Yohanes Pembaptis tidak menunjukkan
tanda-tanda. Tetapi semua yang Yohanes katakan tentang Yesus Kristus adalah
benar. Itulah pelayanan. Yohanes kepalanya dipenggal. Tetapi mereka ingat apa
yang dia katakan. Mungkin saja ada komunitas di sana. Dan Yohanes menunjukkan
dari Perjanjian Lama bagaimana Yesus itu adalah Mesias.</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah orang-orang yang melihat
mukjizat dan percaya bahwa itu berasal dari Allah, dan pelayanan Yohanes
membuahkan hasil lama setelah dia meninggal. Ada gema dari apa yang dia katakan
tentang Yesus yang terbukti benar melalui karya Kristus. Dan sebagai hasilnya, </span><b class="fs12lh1-5 cf1">ayat 42</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, “Dan banyak orang di sana
menjadi percaya kepada Yesus.” Apakah Anda percaya pekerjaan Yesus itu sesuatu
yang supranatural?</span><br></div>

<div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Dia adalah Allah, maka
kalian harus percaya bahwa Dia adalah yang Dia klaim. Jika kalian percaya,
kalian menerima keselamatan, kehidupan kekal, pengampunan dosa, tempat dalam
keluarga Allah, karunia Roh Kudus, janji kemuliaan surgawi, kebahagiaan abadi
dan sukacita. Itulah Injil. Itulah pesan Kristen, dan itu berasal dari Kitab
Suci, dan Kitab Suci itu selalu mengatakan kebenaran. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Jun 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210606</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Aku dan Bapa-Ku adalah satu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+10:22-42" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 10:22-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 10 diakhiri dengan Yesus meninggalkan Yerusalem selama tiga bulan. Di Yohanes 11, Dia datang kembali dan membangkitkan Lazarus dari kematian, dan di Yohanes 12 Dia masuk ke Yerusalem, awal Minggu Sengsara. Kemudian Yohanes 13, 14, 15, dan 16 semuanya membicarakan satu malam di ruang atas. Yohanes 17 adalah doa-Nya kepada Bapa. Di Yohanes 18, Dia ditangkap. Di Yohanes 19 - 20, Dia mati dan bangkit kembali. Yohanes 21 adalah mengutus para murid dan memulihkan Petrus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi saat Yohanes menjelaskan realitas kehidupan Kristus, kita hanya tinggal beberapa bulan dari akhir. Di dalam Yohanes 11, kita mulai melihat drama pada puncak tertinggi saat kita bergerak menuju kayu salib dan kebangkitan. Yohanes 10 adalah gambaran Yohanes terakhir tentang pelayanan publik Yesus. Yesus memulai pelayanan publik-Nya dengan memanggil murid-murid-Nya. Kita melihat mujizat-mujizat di mana Dia menunjukkan keilahian-Nya, dengan kata-kata di mana Dia mengaku diri-Nya Allah, dengan 'Akulah Aku.’</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes menutup Injilnya dengan mengatakan, “Jika dia menuliskan segala sesuatu yang Yesus lakukan, buku-buku dunia tidak dapat memuatnya.” Jadi inilah sekilas kehidupan Kristus dengan tujuan tertentu. Dan tujuan itu diberikan dalam Yohanes 20:31, “Tetapi semuanya ini ditulis, supaya kalian percaya bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat, Anak Allah, dan karena percaya kepada-Nya, kalian memperoleh hidup.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini sudah cukup informasi untuk mengetahui bahwa Dia adalah Allah dalam daging manusia. Cukup banyak di sini untuk percaya itu, dan memiliki hidup kekal. Jadi, 10 pasal pertama dari Yohanes menguraikan terutama klaim-klaim Yesus. Yohanes 1 mulai dengan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu menjadi daging.” Dan kita memiliki kesaksian dari Yohanes Pembaptis tentang Mesias, sang Penebus, Anak Domba Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian di Yohanes 10, ada pernyataan yang paling jelas dan paling eksplisit tentang keilahian Kristus. Yohanes 10:30 berkata, “Aku dan Bapa-Ku adalah satu.” Kesatuan yang diklaim Yesus bukanlah kesatuan dalam tujuan atau misi atau teologi. Kesatuan yang Dia bicarakan adalah kesatuan di alam, kesatuan dalam esensi, kesatuan dalam keberadaan. Yohanes 1:14, “Firman itu menjadi manusia, dan diam di antara kita. Kita sudah melihat kemuliaan-Nya.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemuliaan yang utama, dari Bapa, penuh anugerah dan kebenaran. Dalam Yohanes 5:17 Dia berkata, “Bapa-Ku terus bekerja sampai sekarang, dan Aku pun bekerja.” Mereka mengerti apa yang Dia katakan. Ayat 18, “Kata-kata itu membuat para penguasa Yahudi semakin berusaha untuk membunuh-Nya. Mereka berbuat itu, bukan hanya karena Ia melanggar peraturan agama mengenai hari Sabat, tetapi juga karena Ia berkata bahwa Allah itu Bapa-Nya; berarti Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang Yahudi memberi tahu kita apa yang Dia maksudkan ketika Dia menyebut diri-Nya Anak Allah. Ia mengaku memiliki esensi yang sama dengan Allah karena seorang anak memiliki esensi yang sama dengan bapanya. Ayat 23, “Supaya semua orang menghormati Anak seperti mereka menghormati Bapa. Orang yang tidak menghormati Anak tidak juga menghormati Bapa yang mengutus Anak.” Ayat 26, “Seperti Bapa sendiri sumber hidup, Ia menjadikan Anak-Nya sumber hidup juga.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia memiliki kehidupan yang sama, melakukan pekerjaan yang sama, memiliki otoritas yang sama, dan memiliki kuasa yang sama, karena Dia setara. Nah, klaim ini tentang keilahian membuat orang-orang Yahudi itu marah sekali. Dan pada saat kita sampai di bagian akhir Yohanes 10, untuk keempat kalinya, mereka akan mencoba untuk membunuh-Nya, dan Dia harus melarikan diri. Inilah keinginan tetap di pihak mereka untuk mencapai suatu saat ketika, di mata orang banyak, mereka akan dibenarkan dalam mengeksekusi Dia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yesus mengatakan Dia adalah Anak Allah, mereka tahu Dia mengklaim esensi yang sama dengan Allah. Begitulah cara mereka menggunakan ungkapan, "anak dari." Jika seseorang disebut anak Belial, dia akan memanifestasikan sifat jahat yang sama seperti Setan. Jika orang dipanggil, anak guntur, itu berarti mereka cenderung berkelahi. Mengatakan Dia adalah Anak Allah berarti mengklaim memiliki esensi yang sama dengan Allah itu sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 30, Yesus membuat pernyataan paling jelas, "Aku dan Bapa-Ku adalah satu." Ayat 31, “Lalu orang-orang Yahudi mengambil batu lagi untuk membunuh-Nya dengan batu.” Yesus menghentikan mereka. 32 Dia menjawab dan berkata, “Kalian sudah melihat Aku melakukan banyak pekerjaan baik, yang ditugaskan Bapa kepada-Ku. Dari semua pekerjaan itu, manakah yang menyebabkan kalian mau membunuh Aku?" 33 Orang Yahudi itu menjawab, “Bukan karena pekerjaan-pekerjaan-Mu yang baik itu kami mau membunuh Engkau dengan batu, tetapi karena Engkau menghujat Allah. Engkau seorang manusia, mau menjadikan diri-Mu Allah."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Identifikasi Yesus oleh siapa pun, kapan pun, yang membuat Dia lebih rendah dari Allah adalah penghujatan. Para pemimpin Israel telah menjungkirbalikkan penghujatan itu. Mereka telah menuduh Yesus menjadi penghujat ketika mereka sendiri menjadi penghujat karena menyangkal keilahian-Nya. Mereka menuduh Dia melakukan penghujatan, dan mereka tahu dari Imamat 24:16, bahwa penghujatan yang tulus itu perlu ada hukuman mati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di Yohanes 10, Yesus bukanlah penghujat; tetapi mereka adalah penghujat. Inilah adegan Yohanes terakhir dalam pelayanan publik Tuhan kita. Yesus telah menunjukkan keilahian-Nya melalui perkataan dan pekerjaan-Nya. Nikodemus menyimpulkannya ketika dia berkata, "Tidak ada yang sanggup melakukan hal-hal yang Engkau lakukan kecuali Allah menyertai Dia." Tetapi bangsa Israel yang dipimpin oleh anak-anak Setan yang murtad itu telah merancang bentuk Yudaisme yang terkutuk, yang menghasilkan anak-anak neraka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penolakan terus-menerus dari para pemimpin dan orang-orang itu telah dicatat dalam setiap pasal Yohanes. Itu juga ada di Matius, Markus, dan Lukas. Mereka suka menentang-Nya dengan sebuah pertanyaan. Tetapi mereka ada alasan yang benar-benar korup. Mereka hanya ingin menempatkan Dia dalam situasi publik di mana Dia akan mengatakan sesuatu yang sangat menghujat, sehingga mereka akan dibenarkan untuk mengambil nyawa-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita lihat keadaannya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Di Yerusalem orang-orang sedang merayakan Pesta Peresmian. Pada waktu itu musim dingin.” Ini bukan pesta Perjanjian Lama. Sekarang waktunya dua bulan setelah Pesta Pondok, yang merayakan pengembaraan mereka di padang gurun. Dan ini adalah Pesta Peresmian. Itu juga disebut Pesta Cahaya, dan kata Yahudi kontemporer untuk itu adalah Hanukkah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka menyebutnya Pesta Cahaya? Karena cara mereka merayakan-nya adalah dengan menyalakan lilin-lilin dan lampu-lampu di semua rumah mereka sebagai simbol perayaan mereka. Meskipun ini bukan pesta Perjanjian Lama, namun ada tradisi yang cukup menarik yang mendahului Perjanjian Baru. Di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, ada waktu 400 tahun yang disebut periode diantara perjanjian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah 400 tahun yang sangat sulit bagi orang Yahudi. Mereka telah menolak Allah, mengalami banyak penghakiman, banyak penderitaan. Tetapi itu mencapai klimaksnya sekitar 170 tahun sebelum Masehi. Seorang raja Suriah yang kuat datang yang bernama Antiokhus. Dia orang gila yang hanya mempromosikan diri sendiri, dan dia ingin menguasai Israel. Jadi dia itu raja pertama yang tidak percaya yang menganiaya orang Yahudi karena agama mereka. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di 167 S M dia membuat undang-undang, di mana dia ingin supaya semua orang dijadikan orang Junani. Jadi dia masuk Yerusalem dengan kekuatan yang sangat besar pada tahun 170 S M, dan dia langsung masuk ke dalam bait suci dan menyembelih babi di tempat maha suci. Kemudian, dia mendirikan patung Zeus di sana. Itulah awal dari upaya sistematis untuk menghapus agama Yudaisme. Penindasannya kejam terhadap orang-orang Yahudi, di mana banyak orang Yahudi dibantai.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka dilarang untuk menghormati hari Sabat. Mereka dilarang untuk menyunat anak-anak mereka. Penganiayaan kejam menyebabkan orang-orang Yahudi itu memberontak dan itu dipimpin oleh seorang imam bernama Mattatias. Dan salah satu putranya bernama Yudas Maccabeus memimpin orang-orang Yahudi untuk merebut kembali Yerusalem. Dan pada tanggal 25 Kislev mereka mendirikan Pesta Persembahan itu untuk memperingati pembebasan bait suci itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Pesta Peresmian itu dirayakan di Yerusalem, untuk memperingati pembebasan besar ini dengan Pesta Cahaya, Hanukkah. Kemudian </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Pada waktu itu musim dingin.” Itu musim dingin bukan hanya di kalender, November, Desember, tetapi juga musim dingin secara spiritual. Anak kebenaran yang bangkit dengan kesembuhan dalam Terang-Nya telah menjalankan orbit-Nya dan memudar kembali ke kegelapan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Dan Yesus berjalan di Bait Suci, di serambi Salomo.” Ketika orang Babilonia menghancurkan Yerusalem pada tahun 586, mereka menghancurkan bait suci itu. Tetapi mereka tidak menghancurkan tembok belakang di sisi timur yaitu tembok penahan sepanjang 600 kaki itu. Itu disebut serambi Salomo. Mereka membangun serambi teras besar dan atap, dan ke sanalah orang-orang harus pergi ketika mereka datang ke bait suci di musim dingin.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Kemudian orang-orang Yahudi mengelilingi Yesus dan berkata kepada-Nya, “Sampai kapan Engkau membiarkan kami ragu-ragu? Katakanlah terus terang, kalau Engkau sungguh-sungguh adalah Kristus itu.” Itu sangat munafik. Mereka sudah mencoba membunuh Dia tiga kali. Ketika Dia berkata, ‘sebelum Abraham Akulah Aku’, mereka mengambil batu untuk menyerang-Nya. Mereka tahu persis siapakah yang Dia klaim. Tetapi ini semua adalah tipuan untuk mendengar hujatan supaya mereka ada alasan untuk membunuh-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab mereka, “Sudah Kukatakan kepadamu, tetapi kalian tidak percaya. Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku, memberi bukti tentang Aku.” Mengapa orang-orang itu tidak percaya? Karena terang itu membuka dosa mereka. Mengapa orang menganiaya orang Kristen? Untuk alasan yang sama mereka menganiaya Yesus. Yesus mengatakan ini dalam Yohanes 7:7, "Aku dibenci dunia karena Aku selalu bersaksi bahwa perbuatan mereka itu jahat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pezina tidak mau mendengarnya. Kaum homoseksual tidak mau mendengarnya. Para pembohong dan pencuri tidak ingin mendengarnya. Orang korup tidak mau mendengarnya. Mengapa? Karena mereka suka kegelapan. Perbuatan mereka itu jahat. Mereka mengasihi dosa-dosa mereka. Kasih dosa-dosa itulah yang menghasilkan ketidakpercayaan. Dan walaupun mereka diberi banyak bukti, tidak akan ada iman apa pun, kecuali hati itu ditransformasikan untuk membenci dosa, </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi ini, sama seperti semua orang, mengasihi dosa. Namun Yesus mengatakan di dalam Yohanes 7:17, “Orang yang mau menuruti kehendak Allah, dia akan tahu apakah ajaran-Ku itu datang dari Allah, atau dari Aku sendiri.” Jika Anda mengasihi dosa Anda, Anda akan membenci Injil. Jika Anda ingin melakukan kehendak Allah, yang berarti Anda lapar akan kebenaran, Anda akan tahu kebenaran dan Anda akan percaya hal itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kekristenan tidak dapat mengubah pesannya dan berhenti bersikap ofensif. Kita memiliki pesan paling ofensif yang pernah diberikan oleh siapa pun. Kita bersaksi kepada orang-orang bahwa perbuatan mereka itu jahat, bahwa mereka mengasihi dosa mereka, dan kegelapan mereka, dan bahwa penghakiman akan membawa mereka ke neraka. Itulah kasih dosa, dan benci kebenaran yang menghasilkan ketidakpercayaan, walaupun semua bukti itu sudah ada.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kalian tidak percaya, sebab kalian bukan tergolong domba-domba-Ku, seperti Aku katakan kepadamu.” Itulah sisi ilahi. Kalian akan menerima hukuman yang adil untuk ketidakpercayaan itu. Kalian bukan milik-Ku. Ini mengacu pada ayat 14, “Akulah gembala yang baik, dan aku tahu milik-Ku, dan milik-Ku mengenal Aku.” Kita telah melihat tujuan kedaulatan Allah dalam keselamatan sejak awal Injil Yohanes.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 3, ketika Yesus berbicara dengan Nikodemus dan Nikodemus bertanya tentang kehidupan kekal dan bagaimana itu akan terjadi. Yesus menjelaskan kepadanya bahwa itu adalah mujizat supranatural, keajaiban surgawi. Itu adalah ciptaan, dan tidak ada yang bisa menciptakan dirinya sendiri. Jadi, pertanyaannya adalah: bagaimana itu bisa terjadi? Dan Yesus berkata ini: Roh Kudus datang dan pergi menurut kehendak-Nya. Ini bukan atas permintaan Anda, tapi atas kebijaksanaan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 6:37 mengatakan, “Semua orang yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku." Bapa telah memilih domba, dan menuliskan nama mereka. Bapa akan memberikan domba-domba itu kepada-Ku pada waktu-Nya sendiri dan mereka akan datang kepada-Ku. Dan Aku pasti tidak akan menolak mereka karena Aku datang untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku. Dan ayat 44 mengatakan, "Tak seorangpun dapat datang kepada-Ku, kecuali Bapa yang mengutus Aku menarik dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi saya percaya sepenuhnya pada tanggung jawab orang berdosa untuk bertobat dan percaya. Saya akui bahwa saya tidak pernah bisa menyelaraskan kedua realitas itu dengan nyaman. Tetapi saya juga tidak akan menghancurkan keduanya dengan menemukan jalan tengah yang dirancang manusia. Orang-orang yang menyalibkan Yesus bertanggung jawab penuh atas kelakuan itu. Mereka diadili karena perbuatan itu, dan dikutuk karena melakukan itu. Begitupun semua orang yang tidak percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27-29</b></span><span class="cf1">, “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, dan Aku kenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. 28 Dan Aku memberi mereka kehidupan kekal, dan mereka tidak akan binasa; juga tidak akan ada seorangpun yang dapat merampas mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang telah memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari segalanya; dan tidak seorangpun dapat merampas mereka dari tangan Bapa-Ku.” Itu mutlak sehingga itu menunjukkan realitas rantai tujuan kedaulatan dan niat ilahi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pada dasarnya peninjauan luas besar tentang keselamatan berdaulat ilahi. Allah memilih, menarik, memegang, mengangkat, dan tidak seorangpun terhilang dalam prosesnya. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Domba sejati ingin mendengar suara gembalanya. Jika seseorang dipilih menjadi domba, dia itu aman dalam pilihan itu, yang kemudian dikerjakan dalam sejarah penebusan. Hidup kekal adalah kekal. Kata Yesus, “Dan mereka tidak akan pernah binasa.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda mengerti bahwa setiap orang yang diselamatkan itu adalah hadiah kasih dari Bapa untuk Anak? Dan itulah alasannya Anda menjadi orang percaya karena Allah memilih Anda sebelum dunia dijadikan, dan menulis nama Anda di dalam kitab kehidupan untuk menjadi hadiah kasih untuk Anak-Nya. Allah Bapa ingin membawa kemuliaan bagi Yesus untuk pesta pernikahan itu, dan kota pengantin itu, untuk hidup selamanya, untuk menghormati dan memuliakan pengantin laki-laki itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di </span><span class="cf1"><b>ayat 30</b></span><span class="cf1">, klaim itu datang dengan kuasa, “Aku dan Bapa adalah satu.” Kesatuan yang dimiliki Kristus dengan Bapa adalah kesatuan esensi yang ilahi, supranatural, kekal, dan kudus. Jangan biarkan profesor atau filsuf mana pun membingungkan Anda. Orang-orang di dunia kita tidak ingin mendengar siapa pun berbicara dengan otoritas, terutama Tuhan Yesus Kristus dengan standar yang Dia miliki.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, "Kemudian orang-orang Yahudi mengambil batu lagi untuk membunuh Dia.” Di sana mereka berada pada tingkat konflik yang terendah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32-33</b></span><span class="cf1">, “Kalian sudah melihat Aku melakukan banyak pekerjaan baik, yang ditugaskan Bapa kepada-Ku. Dari semua pekerjaan itu, manakah yang menyebabkan kalian mau membunuh Aku?” 33 Orang-orang Yahudi itu menjawab, “Bukan karena pekerjaan-pekerjaan-Mu yang baik itu kami mau melempari Engkau dengan batu, tetapi karena Engkau menghujat Allah. Engkau, seorang Manusia, mau menjadikan diri-Mu Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa ada permusuhan sebesar itu? Kata Yesus di Yohanes 7 bahwa tidak ada seorangpun yang percaya kepada-Nya. Jadi kata Yesus, “Waktu-Ku belum tiba di sini, tetapi waktumu selalu tersedia. Dunia tidak bisa membencimu.” Mengapa? Karena mereka bukan orang percaya. “Karena Aku bersaksi tentang itu, bahwa perbuatan mereka itu jahat.” Penkhotbahan halus apa pun untuk memberitakan Yesus akan menghindari penganiayaan. Tetapi ketika Anda memberi tahu orang-orang berdosa itu bahwa perbuatan mereka jahat, Anda akan dianiaya. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 May 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210530</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Akulah Gembala yang Baik]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000019F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+10:11-21" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 10:11-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan kita telah berkonfrontasi dengan para pemimpin Israel. Dan mereka telah menolak Dia, dan mereka telah menyatakan mereka benci Dia, dan mereka telah merencanakan untuk membunuh-Nya. Bahkan, pada saat Anda membaca Yohanes 10, mereka telah mencoba setidaknya tiga kali untuk membunuh Dia. Dalam Yohanes 8, Dia meningkatkan ini dengan mengatakan kepada mereka, “Kalian adalah dari bapamu, iblis. Dia pembohong dan pembunuh, jadi kalian juga pembohong dan pembunuh.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 8 berakhir dengan ini: “Karena itu mereka mengambil batu untuk membunuh-Nya. Yesus menyembunyikan diri-Nya dan keluar dari bait suci itu.” Jadi Dia lolos dari eksekusi massa yang siap. Waktu keluar dari bait suci, Dia melihat seorang pria buta yang sedang mengemis. Orang itu buta sejak lahir dan Yesus berhenti dan menyembuhkannya. Pada saat itu, orang Farisi telah bertemu kembali dengan Dia. Mereka merasa terancam karena Yesus sangat populer.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi telah membuat hukum bahwa siapa pun yang mengakui Yesus sebagai Mesias, dia harus dikeluarkan dari sinagoga. Nah, Yesus menyembuhkan orang buta itu, dan kemudian orang buta itu menjadi percaya kepada Kristus. Jadi, pria itu sembuh secara jasmani dan rohani. Akibatnya, dia melanggar hukum mereka. Dia mengaku Yesus sebagai Mesias, Tuhan dan Juruselamat. Mereka mengusir dia dari sinagoga dan mereka tetap ingin membunuh Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Konteksnya di sini adalah bahwa Yesus melakukan mujizat besar yang tidak bisa dijelaskan. Ini adalah orang yang buta sejak lahir, yang sembuh total secara instan. Tetapi itu tidak mempengaruhi perasaan mereka tentang Yesus. Bahkan permusuhan mereka menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin palsu, yang daripada mengakui Mesias mereka, mereka malah menolak Yesus, dan ingin mengeksekusi Mesias mereka. Mereka adalah gembala palsu Israel.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penggembalaan adalah metafora di dunia kuno yang dipahami orang dalam masyarakat agraris. Itu sangat umum di Perjanjian Lama. Mereka semua mengerti itu karena tanah Israel penuh dengan domba dan gembala. Para gembala itu melambangkan perawatan, memberi makan, dan perlindungan. Orang Yahudi itu adalah orang-orang yang mengangkat diri mereka sendiri sebagai gembala Israel, tetapi mereka adalah gembala palsu. Mereka adalah serigala berbulu domba.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat kita baca Yohanes 10, Yesus menjelaskan bagaimana seorang gembala yang baik menjalankan hidupnya. Kita melihat itu minggu lalu, di ayat 1-10. Seorang gembala mengenal dombanya sendiri. Dia memiliki tanggung jawab untuk memimpin dan memberi makan domba-dombanya. Domba itu tahu suara tuannya, dan mereka mengikutinya. Pada malam hari, pencuri dan perampok mungkin mencoba memanjat tembok dan mencuri atau menyembelih domba-domba itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penggembala itu akan melindungi mereka di malam hari, dan kemudian di pagi hari dia akan memimpin mereka keluar ke padang rumput hijau dan air tenang, dan memanggil mereka dengan namanya, satu per satu. Gembala itu bahkan adalah pintu, karena mereka harus melewatinya untuk dikenali sebagai miliknya. Kenyataan itu menjadi jelas dalam bahasa di ayat 9, “Akulah pintu; jika ada yang datang melalui Aku, dia akan diselamatkan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah gambaran keselamatan yang disediakan oleh gembala sejati. Gembala ilahi itu memiliki domba-dombanya sendiri. Mereka telah diberikan kepada-Nya oleh Allah Bapa. Mereka telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Dia mengenal mereka semua dengan nama masing-masing. Orang pilihan itu ada di kandang dunia. Tetapi suara Gembala memanggil itu terdengar dan mereka mengikuti suara itu. Inilah anugerah yang tak tertahankan; ini adalah panggilan efektif yang menuju kepada keselamatan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gembala itu adalah pintu. Dia berbicara secara metaforis karena dalam ayat yang sama, Dia membicarakan keselamatan. Namun di </span><span class="cf1"><b>ayat 11-12</b></span><span class="cf1">, Dia mengatakan secara spesifik, “Akulah Gembala yang Baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. 12 Tetapi orang upahan, yang bukan gembala, yang tidak memiliki domba-domba itu, akan lari meninggalkan domba-domba itu waktu melihat serigala datang. Maka domba-domba itu akan diterkam dan diceraiberaikan serigala itu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13-16</b></span><span class="cf1">, “Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah. Ia tidak mempedulikan domba-domba itu. 14 Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan merekapun mengenal Aku. 15 Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka. 16 Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengar suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17-20</b></span><span class="cf1">, “Karena itu Bapa mengasihi Aku sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mengambilnya kembali. 18 Tidak seorangpun dapat mengambilnya daripada-Ku. Aku menyerahkannya atas kemauan Aku sendiri. Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali. Itulah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku. 19 Karena Yesus berkata begitu, orang-orang Yahudi mulai bertengkar. 20 Banyak yang berkata, "Ia kerasukan setan! Ia gila! Untuk apa kalian dengarkan Dia?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Tetapi ada juga yang berkata, “Ini bukanlah perkataan orang yang kerasukan setan. Dapatkah iblis membuka mata orang buta?” Jadi di sini, di ayat 11 sampai 21, Tuhan kita menjelaskan bagaimana Dia memenuhi identitas Gembala yang Baik itu. Dialah yang dinubuatkan dalam Yehezkiel 34. Yesus mengatakan ini kepada mereka karena para pemimpin agama Israel dikenal sebagai gembala Israel, tetapi mereka adalah gembala-gembala palsu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah "Akulah Aku" yang keempat dalam Injil Yohanes. “Akulah Aku” adalah suatu Tetragramaton dalam bahasa Ibrani, yang adalah nama Allah. Jadi mereka semua adalah klaim ilahi juga dalam konteks masing-masing. Contohnya: Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Akulah kebangkitan dan hidup. Akulah pintu. Akulah Gembala yang Baik. Semua ini adalah penegasan keilahian-Nya yang ditemukan di dalam pernyataan “Akulah Aku” itu. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, "Akulah Gembala yang Baik." Kemudian Dia segera mengulanginya, “gembala yang baik,” lagi. Penekanannya di sini adalah: “Akulah gembala, yang benar baik.” Seolah-olah ingin berkata, “berbeda dengan semua yang buruk.” Ada dua kata dalam bahasa Yunani yang artinya "baik". Salah satunya adalah agathos, dari situ orang mendapatkan nama “Agatha.” Agathos artinya baik secara moral. Itu kata yang sering dipakai di Perjanjian Baru.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata lainnya adalah ‘kalos’, kebalikan dari ‘kakos’, yang berarti "menjadi buruk." ‘Kalos’ adalah baik bukan hanya dalam arti kualitas moral, tetapi itu berarti adalah cantik, luar biasa, menarik, penuh kasih, unggul di semua tingkat, bukan hanya dalam hal yang tidak terlihat dalam hal karakter, tetapi dalam semua aspek. Akulah gembala yang terbaik, yang sangat berbeda dengan gembala berbahaya dan jelek.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, orang Yahudi itu telah memilih siapakah gembala terbaik. Bagi mereka, secara historis, itu adalah Daud. Daud si anak gembala yang merawat kawanan domba bapanya dan mengalahkan Goliat, dan akhirnya menjadi raja Israel. Namun di dalam Yohanes 5, Yesus mengklaim Dia itu lebih besar dari Musa, dan dalam Yohanes 8, Dia mengklaim lebih besar dari Abraham, "sebelum Abraham adalah Aku." Di sini Dia adalah gembala yang lebih besar dari pada Daud.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah gembala yang paling utama. Dia mengatakan kepada orang-orang Yahudi itu bahwa Dia adalah Allah, karena mereka tahu Mazmur 23, "Tuhan adalah gembalaku." Mereka tahu Mazmur 80, "Gembala Israel". Mereka tahu apa yang dikatakan nabi Yesaya tentang Allah yang menggembalakan umat-Nya. Dia berkata: "Akulah gembala, yang utama." Sekali lagi, ini adalah klaim tambahan bahwa Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebaikan-Nya sebagai seorang gembala terlihat di sini dalam tiga cara. Satu, Dia mati untuk mereka; dua, Dia mengasihi mereka; tiga, Dia mempersatukan mereka. Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 11</b></span><span class="cf1">, gembala, yang baik, </span><span class="cf1"><b>pertama</b></span><span class="cf1"> "</span><span class="cf1"><b>memberikan nyawa-Nya untuk domba-domba itu</b></span><span class="cf1">." Para gembala bertanggung jawab penuh atas dombanya. Itu adalah pekerjaan seorang laki-laki, dan itu berisiko tinggi, dan itu kotor. Amos 3:12 menceritakan tentang seorang gembala yang sempat mengambil dua kaki dan telinga dari mulut singa. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Allah dalam tubuh manusia, dan Dia menyerahkan tubuh-Nya. Tetapi ini lebih dari itu, dan itu terikat dalam kata "hidup.” Dia menyerahkan nyawa-Nya. Itu bukan kata bios atau zoe. Itu adalah dua kata untuk "hidup" dalam bahasa Yunani. Bios adalah kehidupan biologis; dan Zoe, berarti penelitian tentang hidup. Tetapi itu bukanlah kata-kata ilmiah itu. Itu kata psuche, yang adalah kata untuk "jiwa", yang membicarakan pribadi itu seluruhnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Psuche itu ada di dalam. Dia menyerahkan jiwa-Nya, seluruh pribadi-Nya. Dia bukan hanya merasa sakit pada paku di tubuh-Nya, dan sakit duri di tubuh-Nya, dan rasa sakit karena cambukan di tubuh-Nya. Seluruh jiwanya disiksa dengan penderitaan yang menanggung dosa. Di Matius 20:28, Yesus berkata, "Anak Manusia memberikan jiwa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Dia memberikan jiwa-Nya, seluruh pribadi-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Dia dengan sukarela menyerahkan jiwa-Nya? Dia melakukannya untuk domba-dombanya. Itulah khusus yang dikatakan dalam 2 Korintus 5:21 di mana Paulus menjelaskan: “Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa bagi kita.” Ini membicarakan penebusan pengganti dari Kristus, bahwa Dia menggantikan kita, dan bahwa Dia mati untuk kita. Itulah penebusan total bagi domba-domba yang Dia kenal, dan yang akan mengenal Dia, ketika dipanggil.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi apakah gembala ini mati? Tidak. Karena ayat 18 mengatakan Dia memiliki kuasa untuk "mengambil kembali hidup-Nya.” Dan pada hari ketiga, Dia keluar dari kuburan dan mengumpulkan kembali domba-domba-Nya yang tercerai-berai. Apakah mereka tersebar? Iya. Bunuhlah gembala dan domba-dombanya tersebar. Tetapi Dia kembali dari kubur dan mengumpulkan mereka kembali, dan berkata, "Semua orang yang Bapa berikan kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan Aku tidak kehilangan satupun dari mereka.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia benar-benar membayar lunas hukuman untuk domba-domba-Nya yang Dia kenal, dan sepanjang sejarah manusia mereka dipanggil kepada diri-Nya. Sama sekali tidak seperti orang upahan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Orang upahan yang bukan gembala dan bukan juga pemilik domba-domba itu, akan lari meninggalkan domba-domba kalau dia melihat serigala datang. Maka domba-domba itu akan diterkam dan dicerai-beraikan serigala.” Dia melarikan diri karena dia adalah orang upahan dan tidak peduli domba-domba itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan siapakah serigala itu? Siapapun yang menyerang domba. Ada banyak pendeta palsu, guru palsu, seperti yang telah terjadi sepanjang sejarah. Mereka berkata dalam Matius 7:22-23, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat dalam nama-Mu, mengusir setan dalam nama-Mu, dan melakukan banyak keajaiban dalam nama-Mu? 23 Dan kemudian Aku akan menyatakan kepada mereka,' Aku tidak pernah mengenal kalian; pergilah dari-Ku, kalian yang mempraktekkan kejahatan!”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada juga serigala yang berpakaian seperti domba. Yesus berkata dalam Matius 7:15, "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu, yang datang kepadamu dengan pakaian domba, tetapi di dalam hati mereka adalah serigala yang buas.” Ada guru palsu, yang daripada melindungi kawanan, menggunakan kawanan itu untuk keuntungan mereka sendiri dan melarikan diri ketika bahaya datang.” Tetapi Gembala Sejati, Dia memberi nyawanya untuk domba-dombanya, dan Dia dibangkitkan kembali.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua, Dia mengasihi domba-dombanya. Ayat 14-15, </b></span><span class="cf1">“Akulah gembala, yang baik, dan aku tahu milik-Ku dan milik-Ku sendiri mengenal Aku, 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa; dan Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk domba-domba itu.” Kata "mengenal" di sini memiliki pengertian tentang hubungan yang penuh kasih. Itu adalah kata pelembut untuk mengasihi secara intim. Ini berarti hubungan kasih yang intim, semacam hubungan yang terwujud.</span><span class="cf1"><b></b></span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga, Yesus mempersatukan domba</b></span><span class="cf1">. Pertama dengan diri-Nya, dan kemudian dengan satu sama lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” Siapakah mereka? Bangsa non-Yahudi, bangsa-bangsa. Ini tidak dapat diterima oleh orang Yahudi karena mereka percaya orang non-Yahudi berada di luar keselamatan dan janji-janji Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, dalam Yesaya 42:6-7 kita baca, “Akulah Allah. Aku memanggil kalian dalam kebenaran. Aku menugaskan engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, dan cahaya bagi semua bangsa. 7 Untuk membuka mata orang buta, dan membebaskan orang dari penjara bawah tanah, dan mereka yang tinggal dalam kegelapan penjara.” Itu adalah janji mesianis dari Allah bahwa Mesias akan membawa keselamatan untuk semua bangsa bagi mereka yang percaya kepada-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena itu ada Amanat Agung, “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada setiap orang.” Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-murid-Ku. Itulah mengapa Paulus dalam Galatia 3 berkata, "Di dalam Kristus, tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani," Yahudi atau non-Yahudi. Dalam Efesus 2:14, Paulus berkata, “Tembok pemisah telah dirobohkan, dan kita semua bersatu di dalam Kristus.” Dia membawa mereka semua ke dalam kesatuan intim dengan diri-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17 - 18</b></span><span class="cf1">, “Karena itu Bapa-Ku mengasihi Aku, karena Aku menyerahkan nyawa-Ku supaya Aku dapat mengambilnya kembali. 18 Tidak seorangpun dapat mengambilnya daripada-Ku, tetapi Aku menyerahkannya atas kemauan sendiri. Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan Aku berkuasa untuk mengambilnya kembali. Perintah ini Aku terima dari Bapa-Ku.” Itulah sebabnya Bapa mengasihi Aku, karena ketaatan-Ku. Ya memang, Allah Bapa memilih Yesus untuk menjadi Anak Domba, korban yang dapat diterima.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ya, Allah Bapa adalah Yang membunuh Anak dengan nasihat dan pengetahuan Allah yang telah ditentukan dari semula. Dia adalah pengorbanan. Tetapi Yesus mengatakan kepada kita bahwa itu adalah tindakan ketaatan yang sempurna. Itu semua adalah misteri. Yesus tidak memiliki kapasitas untuk berdosa. Namun, ada perjuangan yang nyata. Tetapi itulah yang Bapa ingin Dia lakukan; itu penting untuk rencana keselamatan, untuk mengumpulkan mereka yang telah ditebus ke dalam kemuliaan kekal.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada hubungan akhir dari </span><span class="cf1"><b>Gembala yang Baik dengan dunia. Ayat 19-21</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Oleh karena itu terjadi perpecahan lagi di antara orang-orang Yahudi karena perkataan ini. 20 Dan banyak dari mereka berkata, “Dia kerasukan setan dan gila. Mengapa kalian dengarkan Dia?” 21 Tetapi ada juga yang berkata, “Ini bukanlah perkataan orang yang kerasukan setan. Dapatkah iblis membuka mata orang buta?” Yesus menyebabkan orang banyak itu terbagi. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada perpecahan di antara orang-orang yang tidak percaya dan itulah terjadi di sini. Jadi, salah satu bagian adalah orang-orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah orang gila yang kerasukan setan. Tetapi kemudian ada orang lain di ayat 21 yang berkata, "Ini bukanlah perkataan orang yang dikuasai setan." Orang yang kerasukan setan tidak melakukan mukjizat. Jadi, apa pun yang dilakukan setan-setan palsu itu, mereka tidak sanggup melakukan mukjizat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita tutup dengan merenungkan Ibrani 13:20-21, “Sekarang semoga Allah perdamaian yang membangkitkan Tuhan kita Yesus dari antara orang mati, Gembala yang agung dari domba-domba itu, melalui darah perjanjian kekal itu, 21 melengkapi kalian dalam setiap pekerjaan yang baik untuk melakukan kehendak-Nya. Semoga dengan perantaraan Yesus Kristus, Allah mengerjakan di dalam kita, apa yang diinginkan-Nya melaui Yesus Kristus, yang dimuliakan untuk selama-lamanya, Amin.” Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 May 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210523</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000019F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Akulah Pintu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000019D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+10:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 10:1-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita pelajari Yohanes 10. Inilah salah satu gambar kata yang paling indah di seluruh Perjanjian Baru. Yohanes 10 benar-benar mengacu pada gambaran gembala yang meliputi Alkitab dari awal sampai akhir. Yohanes 9 membicarakan seorang pria yang terlahir buta yang menjadi pengemis, dan Yesus memberinya penglihatan. Pengemis dan Yesus dihadapkan oleh para pemimpin Israel, yang meremehkan pengemis itu dan membenci Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tokoh utama dalam Yohanes 9 adalah para pemimpin Israel. Mereka adalah gembala palsu itu, yang mencuri dari bangsanya sendiri. Berlawanan dengan itu, dalam Yohanes 10, kepada murid-murid yang sama dan orang-orang Farisi yang sama dengan pengemis buta dan orang Yahudi lainnya, Yesus membandingkan diri-Nya dengan mereka dan Dia berkata dalam ayat 11, “Akulah Gembala yang baik yang menyerahkan hidup-Nya untuk domba-domba-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita mempelajari Yohanes 10:1-10, “Sungguh benar kata-Ku ini: Orang yang masuk ke dalam kandang domba lewat pagar, dan tidak melalui pintu, tetapi memanjat lewat jalan lain, orang itu pencuri dan perampok.” Dengan ayat itu, Yesus menggambarkan orang Farisi sebagai gembala palsu. Mereka adalah pencuri dan perampok yang tidak berotoritas dan tidak memiliki hak serta tidak memiliki domba-domba yang mereka gunakan untuk ditipu dan dihancurkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“2 Tetapi orang yang masuk melalui pintu, dialah gembala domba. 3 Penjaga kandang membuka pintu untuk dia, dan domba-domba itu mengenal suaranya pada waktu ia memanggil mereka dengan namanya masing-masing dan menuntun mereka ke luar. 4 Setelah domba-domba itu dibawa ke luar, gembala itu berjalan di depan, dan domba-domba itu mengikuti dia sebab mereka mengenal suaranya. 5 Mereka tidak akan mau mengikuti orang lain, malah akan lari dari orang itu, sebab tidak mengenal suaranya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“6 Yesus menceritakan perumpamaan itu, tetapi mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan-Nya. 7 Maka Yesus menerangkan itu kepada mereka, "Sungguh benar kata-Ku ini: Akulah pintu untuk domba. 8 Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka. 9 Akulah pintu. Siappapun masuk melalui Aku akan selamat. Mereka akan keluar masuk dan mendapat makanan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, untuk membunuh dan untuk merusak. Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup berlimpah-limpah.” Gambar gembala di sini hanyalah gambar kata. Yesus bahkan tidak mengidentifikasi diri-Nya sebagai Gembala sampai ayat 11. Kisah itu berdiri sendiri karena itu sangat dikenal oleh penduduk Yerusalem dan Yudea. Mereka cukup tahu untuk mengetahui bahwa Allah Sendiri adalah Gembala itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka memahami aspek penggembalaan di dunia, tetapi mereka juga memahami bahwa itu adalah ilustrasi kasih Allah terhadap umat-Nya sendiri. Kehidupan seorang gembala itu sulit. Itu berada di luar melawan semua elemen, panas dan dingin. Dan domba itu cenderung berkeliaran. Dan domba mudah terhilang dan binatang lain mudah membunuh mereka. Jadi tugas gembala itu adalah kewaspadaan tanpa henti, karena bahaya ada di mana-mana.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak gembala di Perjanjian Lama yang terkenal di kalangan orang Yahudi. Abraham adalah seorang gembala. Ishak adalah seorang gembala. Yakub adalah seorang gembala. Musa adalah seorang gembala. Dia memelihara kawanan di Midian dari ayah mertuanya. Daud adalah seorang gembala. Keberanian yang tak kenal takut dan kasih yang sabar untuk kawanannya adalah karakteristik yang diperlukan dari seorang gembala yang baik.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Gembala paling terkenal di Perjanjian Lama adalah Allah. Mazmur 23:1 mengatakan, “Tuhan adalah Gembalaku.” Mazmur 77:20 mengatakan, “eperti gembala Engkau menuntun umat-Mu.” Mazmur 79:13 mengatakan, “Maka kami umat-Mu, domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu.” Mazmur 95:7 mengatakan, “Sebab Dialah Allah kita, kita umat yang dipelihara-Nya, seperti domba gembalaan-Nya.” Penggembalaan itu sangat akrab.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi perhatikanlah nabi Yehezkiel 34:2-15, “Hai manusia fana, kecamlah gembala-gembala Israel, dan sampaikanlah apa yang Aku, Tuhan Allah katakan kepada mereka, 'Celakalah kalian, hai gembala-gembala Israel. Kamu hanya memikirkan kepentinganmu sendiri, bukannya kepentingan domba-dombamu. 3 Susunya kamu minum, bulu-bulunya kamu jadikan pakaian, dan domba yang paling gemuk kamu potong dan makan. Namun kamu tak pernah memberi makanan kepada domba-dombamu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“4 Domba-domba yang lemah tidak kamu pelihara, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang sesat dan hilang tidak kamu cari dan bawa kembali. Malahan semua dombamu itu kamu perlakukan dengan kejam. 5 Karena tidak mempunyai gembala, domba-domba itu tercerai berai dan mereka menjadi mangsa semua binatang buas.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“6 Maka domba-domba-Ku jadi mengembara di bukit-bukit yang tinggi dan di gunung-gunung. Mereka tersebar ke seluruh muka bumi, tak seorang pun memperhatikan atau mencari mereka. 7 Nah, gembala-gembala, dengarlah apa yang Aku Tuhan katakan kepadamu: 8 “Demi Aku hidup,” kata Tuhan Allah, “domba-domba-Ku telah diterkam dan dimakan binatang buas, karena tak ada yang menggembalakan mereka.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian gembala-gembala-Ku tidak menghiraukan domba-domba itu. Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri, bukannya kepentingan domba-dombamu. 9 Jadi, dengarlah hai gembala-gembala, 10 Tuhan Allah mengatakan kepadamu, bahwa “Aku ini musuhmu. Domba-domba-Ku itu akan Ku-ambil kembali daripadamu dan tidak lagi Kupercayakan kepadamu; kamu tidak lagi Ku-izinkan memikirkan kepentinganmu sendiri. Domba-domba-Ku akan Kuselamatkan daripadamu sehingga mereka tidak lagi menjadi makananmu.'”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“11 Tuhan Allah berkata, “Aku sendiri akan mencari domba-domba-Ku dan memelihara mereka, 12 seperti seorang gembala mencari dan mengumpulkan domba-dombanya yang tercerai-berai lalu memelihara mereka. Mereka akan Kubawa pulang dari segala tempat mereka tersebar pada hari yang gelap dan naas itu. 13 Mereka akan Ku-keluarkan dari tengah bangsa-bangsa dan negeri-negeri asing, lalu Kukumpulkan dan Kubawa ke negerinya sendiri.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Mereka akan Ku-gembalakan di gunung-gunung dan di lembah-lembah Israel dan Ku-bimbing mereka ke padang-padang rumput yang nyaman. 14 Aku akan menyediakan bagi mereka padang-padang rumput yang subur di pegunungan dan di lembah-lembah tanah Israel. Di sana mereka akan istirahat dan makan rumput dengan aman. 15 “Aku sendiri akan menjadi gembala domba-domba-Ku dan menyediakan tempat istirahat bagi mereka; Aku,” kata Tuhan Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini membicarakan kerajaan 1000 tahun yang akan datang. Bagaimana Tuhan akan melakukan ini? Siapakah yang akan mengambil tanggung jawab ini? Lihatlah ayat 23, “Aku akan menetapkan bagi mereka seorang gembala, hamba-Ku Daud, dan dia akan memberi mereka makan; dia akan memberi makan mereka sendiri dan menjadi gembala mereka. Dan Aku, Tuhan, akan menjadi Allah mereka, dan hamba-Ku Daud akan menjadi raja di antara mereka; Aku Tuhan telah berbicara.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah sedang membicarakan Anak Daud, Mesias itu sendiri ketika Tuhan melalui satu Gembala, Yesus Kristus, mengumpulkan semua umat-Nya. Nubuatan di dalam Yehezkiel 34 ini digenapi oleh Yesus. Dalam Perjanjian Baru, ada beberapa tempat di mana Yesus disebut sebagai Gembala yang satu itu. Dalam Matius 18, Yesus adalah Gembala yang akan menyerahkan nyawanya untuk mencari dan menyelamatkan domba-domba yang tersesat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 9:36, Yesus adalah Gembala yang mengasihani orang-orang karena mereka "seperti domba tanpa gembala.” Dalam Lukas 12:32, Dia menyebut murid-murid-Nya yang sejati sebagai “kawanan kecil” milik-Nya sendiri. Lihatlah panggilan Petrus untuk Dia. Dalam 1 Petrus 2:25, dia menyebut Tuhan Yesus Gembala jiwa-jiwa kita. Dan penulis Ibrani 13:20 dalam doa penutup yang besar itu berkata bahwa Dia adalah Gembala yang Agung dari domba-domba.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus Kristus sama sekali tidak seperti para gembala palsu, orang-orang Farisi itu. Mereka adalah orang-orang yang dikecam dalam Yehezkiel 34. Orang Farisi, para pemimpin Yahudi telah duduk di kursi Musa, kata Yesus dalam Matius 23. Mereka adalah gembala palsu. Mereka adalah gembala yang mematikan. Mereka mencuri dari domba. Mereka mengambil apa yang dimiliki orang-orang dan guru palsu itu menyebabkan mereka tidak percaya, jadi menghancurkan mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang marilah kita lihat ceritanya dan bagaimana itu terungkap. Ini dimulai dengan kata-kata umum yang sering diulangi dalam </span><span class="cf1"><b>Yohanes 10:1</b></span><span class="cf1">, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, orang yang tidak masuk kandang domba melalui pintu, tetapi memanjat dengan cara lain, adalah pencuri dan perampok.” Setiap desa akan memiliki sebuah kandang domba. Kandang itu akan menjadi tempat di mana domba-domba dibawa pada malam hari supaya mereka aman.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada domba di kandang itu yang dimiliki oleh gembala yang berbeda. Dia akan memeriksa domba itu dari depan sampai ke belakang. Dan dia akan membiarkan mereka lewat satu per satu. Dia akan menjatuhkan tongkatnya di atas domba berikutnya, dan kemudian setelah dia memeriksanya, membiarkan itu masuk. Itulah mengapa Yehezkiel 20:37-38 memberitahu kita bahwa pada suatu hari nanti Allah akan memeriksa umat-Nya lewat di bawah tongkat-Nya. Di pagi hari, para gembala itu akan muncul kembali dan memanggil dombanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah kandang domba itu? Dalam hal ini, itu adalah Israel. Itu adalah Yudaisme. Domba-domba itu adalah orang Yahudi. Gembala yang baik datang ke kandang Israel sebagai Mesias sejati dan memanggil domba-dombanya sendiri keluar dari Yudaisme. Yohanes 10:16 juga konsisten dengan Yehezkiel 34, “Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah kandang lain itu? Orang-orang non-Yahudi, bangsa-bangsa di dunia, orang Yahudi dan bukan Yahudi, seperti yang dijanjikan Yehezkiel bahwa Allah akan mengumpulkan kawanannya dari semua bangsa dan semua negara. Siapakah pintu itu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, "Tetapi dia yang masuk melalui pintu adalah gembala domba." Penjaga tidak akan membiarkan masuk siapa pun kecuali gembala. Dan ini untuk menunjukkan kepada kita bahwa Kristus adalah Gembala yang sah dari domba-domba-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Gembala yang sah. Dialah yang diutus dari Allah Bapa untuk menjadi satu-satunya Gembala, untuk memimpin umat pilihan Israel itu keluar dari ikatan Yudaisme. Siapakah pencuri dan perampok yang memanjat dengan cara lain? Dalam kasus ini, orang Farisi, ahli Taurat, gembala palsu yang mengangkat diri mereka sendiri untuk menjadikan orang yang bertobat dua kali lipat anak neraka, korban mereka dengan doktrin palsu mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gembala palsu ada dimana-mana. Mereka ada di mana-mana sepanjang waktu, bukan hanya saat itu dan bukan hanya di zaman Yehezkiel, tetapi sepanjang sejarah manusia. Jadi Yesus, berbeda dengan para gembala palsu di masa lalu dan masa depan, adalah Gembala yang benar dan baik yang tidak mengambil kehidupan, tetapi memberikannya. Dia datang untuk memimpin milik-Nya yang Dia kenal namanya dari Yudaisme ke padang rumput hijau perjanjian baru.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Penjaga kandang membuka pintu untuk dia, dan domba-domba mengikuti suaranya pada waktu ia memanggil mereka dengan namanya masing-masing dan menuntun mereka ke luar.” Domba-domba itu tahu suara tuannya seperti binatang peliharaan. Dan mereka menamai domba mereka. Sang gembala selalu mengenal dombanya sendiri karena dia memeriksanya setiap hari dan dia berada sepanjang hari bersama mereka. Dia tahu setiap tanda pada masing-masing domba itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus, Gembala Agung itu juga mengenal domba-Nya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Setelah domba-domba itu dibawa ke luar, gembala itu berjalan di depan, dan domba-domba itu mengikuti dia sebab mereka mengenal suaranya.” Dia tahu nama-nama mereka karena nama mereka telah ditulis dalam Buku Kehidupan Anak Domba itu sebelum dunia dijadikan. Yesus telah datang untuk memanggil orang-orang Yahudi keluar dari Yudaisme, untuk memanggil orang-orang non-Yahudi keluar dari agama-agama palsu mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Namun mereka tidak akan mau mengikuti orang lain, malah akan lari dari orang itu, sebab mereka tidak mengenal suaranya.” Apakah yang dikatakan Tuhan kita di sini? Dia memberikan kita teologi keselamatan. Gembala yang baik telah memilih domba-domba-Nya. Dia memiliki otoritas tunggal untuk masuk ke dalam Yudaisme dan ke bangsa-bangsa di dunia untuk menemukan domba-domba-Nya. Mereka mengenali suara-Nya dan mereka akan mengikuti-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanah bahwa gembala itu memimpin. Dia berjalan di depan mereka untuk membuat jalan, untuk menghilangkan bahaya, untuk menemukan air dan padang rumput. Inilah keamanan, perlindungan, dan penyediaan yang nyata. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Yesus menceritakan ilustrasi ini, tetapi mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan-Nya. Tapi ini adalah kebenaran yang harus kita tahu semuanya. Mereka yang menjadi milik Allah akan mendengar suara-Nya. Dan tidak ada yang datang kepada-Ku kecuali Allah Bapa menarik orang itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus kemudian menambahkan gambar kata lain. Inilah salah satu "Akulah Aku" dari Injil Yohanes. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7- 9</b></span><span class="cf1">, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Akulah pintu domba itu. 8 Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka. 9 Akulah pintu. Siapapun masuk melalui Aku, akan diselamatkan, dan akan keluar masuk dan menemukan padang rumput.” Dia bukan hanya Gembala yang datang untuk mengambil dombanya. Dia adalah pintu untuk domba.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia satu-satunya jalan keluar. Hanya Dia adalah pintu itu. Dia mengulangi itu lagi di ayat 9. Dia menuntun Anda keluar dan ada kebebasan dari perbudakan. Itulah pertama kalinya Anda beralih dari metafora ke realitas, ke pernyataan fakta teologis. Inilah tentang orang diselamatkan. Inilah gembala yang menyelamatkan. Kita tidak perlu takut, benar? Apakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Kristus? </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 8:38-39, “Sebab saya percaya sekali bahwa di seluruh dunia, baik kematian maupun kehidupan, baik malaikat maupun penguasa, baik ancaman-ancaman sekarang ini maupun ancaman-ancaman di masa yang akan datang atau kekuatan-kekuatan lainnya; 39 baik hal-hal yang di langit, maupun hal-hal yang di dalam bumi atau apa saja yang lain, semuanya tidak dapat mencegah Allah mengasihi kita, seperti yang sudah ditunjukkan-Nya melalui Kristus Yesus, Tuhan kita.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah memberi kita makan dan menopang kita dengan padang rumput hijau melalui seluruh kehidupan rohani kita. Apakah padang rumput itu? Nah, itulah Firman. Yeremia 1:9 berkata, “Lihatlah, Aku telah memasukkan kata-kata-Ku ke dalam mulutmu.” Kontrasnya berakhir di </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan untuk menghancurkan. Tetapi Aku telah datang supaya manusia dapat memiliki kehidupan, dan supaya mereka mendapat hidup berlimpah-limpah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jangan takut, misionaris yang setia. Tuhan telah memilih dan memberi nama mereka. Tuhan Yesus Kristus memanggil mereka keluar dari dunia ini. Mereka semua mengikuti. Dia memimpin mereka dari kawanan dunia menuju ke keselamatan di zaman ini dan kerajaan kekal. Dia berjalan di hadapan mereka untuk memberi mereka perlindungan lengkap. Dan Dia telah memanggil Anda untuk menjadi gembala-Nya dalam pelayanan yang luar biasa ini. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 May 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210516</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000019D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebutaan Rohani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000019C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+9:35-41" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 9:35-41</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ada di Yerusalem. Dia melewati salah satu gerbang bait suci dan Dia bertemu dengan seorang pria buta yang buta sejak lahir. Dia hanya bisa menjadi pengemis di pintu masuk itu. Yesus berjalan mendekatinya dan menciptakan mata baru untuknya. Karena seperti yang dikatakan Yohanes, tidak ada yang diciptakan kecuali apa yang Dia buat. Segala sesuatu yang dibuat, Dia menciptakan, dan Dia masih sang pencipta dan Dia menciptakan mata baru untuk orang buta ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia langsung bisa melihat. Pertama-tama, tetangganya mencoba mencari tahu bagaimana pria buta yang mereka kenal ini sekarang dapat melihat. Jadi, dia di interogasi oleh tetangganya, tetapi dia yakin bahwa yang melakukan ini adalah dari Allah. Dia kemudian dibawa ke orang Farisi, yang seharusnya memberikan semacam penjelasan spiritual tentang bagaimana ini bisa terjadi. Maka, orang Farisi juga menanyainya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka sudah mengambil keputusan sebelum mereka memulai interogasi. Mereka berpendapat bahwa Yesus adalah seorang penipu yang gila dan kerasukan setan. Jadi, mereka menolak kesaksian orang ini, mereka menolak kesaksian para tetangga, dan mereka akhirnya mengusir orang yang sekarang bisa melihat keluar dari gedung, dan sebenarnya, keluar dari kehidupan bangsa itu dan keluar dari kehidupan Israel.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia sudah dikucilkan, karena mereka percaya bahwa siapa pun yang lahir buta telah dikutuk oleh Allah karena dosa. Dia telah dianggap sampah dan asing, dan akibatnya dia menjadi pengemis. Kita tahu dia punya ibu dan bapak. Mereka muncul dalam cerita ini tetapi mereka tidak mau melindunginya, hanya jaga diri mereka sendiri. Seandainya mereka benar-benar mengasihi putra tunanetra mereka, mereka akan merawatnya, seperti yang dilakukan orang tua normal mana pun.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ketika dia bisa melihat, dia berjuang untuk meyakinkan orang untuk menerima apa yang telah terjadi. Mereka yang adalah tetangganya melihat ini, tetapi mereka tidak dapat menjelaskannya. Orang Farisi melihatnya tetapi menolak untuk menerimanya. Orang tuanya sendiri memperlakukannya tanpa kasih. Dan ketika interogasi itu selesai, kata-kata terakhir dari orang-orang Farisi di ayat 34 adalah, "Kamu dilahirkan sepenuhnya dalam dosa, dan sekarang kamu mau mengajar kami?" Mereka menolak Yesus dan mereka menolak mukjizat itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tidak ada di sana pada saat ini. Yesus muncul dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 35-41</b></span><span class="cf1">, “Ketika Yesus mendengar bahwa ia telah diusir, Dia mencari orang itu dan bertanya, 'Apakah kamu percaya kepada Anak Manusia?" 36 Jawabnya, “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.” 37 “Kata Yesus kepadanya, engkau bukan saja telah melihat Dia, tetapi Dia sedang berbicara dengan engkau!" 38 “Katanya, Ya Tuhan, aku percaya!" Lalu dia sujud menyembah Yesus.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">39 Lalu kata Yesus, "Aku datang ke dalam dunia ini untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang adalah buta dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang mengira mereka dapat melihat adalah buta.” 40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berdiri di dekat situ dan mereka bertanya, “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” 41 “Jawab Yesus kepada mereka, “Seandainya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kalian mengklaim kalian melihat, tetaplah dosamu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kita beralih dari kebutaan fisik kepada kebutaan rohani. Penyembuhan orang ini bersifat fisik. Di seluruh Alkitab, kebutaan itu digunakan secara metaforis untuk menunjukkan kebejatan dan kejatuhan manusia, dan ketidakmampuan mereka untuk memahami Allah dan kebenaran ilahi. Di Yesaya 43:8 kita membaca tentang orang-orang yang buta meskipun mereka ada mata. Di Yeremia 5:21, dibicarakan orang-orang yang bodoh, yang memiliki mata tetapi yang tidak dapat melihat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yesaya 56:10, para pemimpin korup Israel digambarkan sebagai penjaga yang buta, mereka semua tidak dapat melihat apa-apa. Yesus menyebut orang-orang Farisi sebagai orang buta, dan kemudian Dia menyebut mereka pemimpin buta. Rasul Paulus, menurut Kisah Para Rasul 26, diutus dengan Injil kepada bangsa-bangsa “untuk membuka mata mereka agar mereka berpaling dari kegelapan menjadi terang.” Itu terjadi padanya di jalan ke Damsyik, pada waktu dia masih buta secara spiritual.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian dia dibutakan secara fisik. Dan kemudian, dia diberi penglihatan kembali secara fisik dan spiritual dalam pengalaman jalan Damsyik itu. Semua orang berdosa, kata rasul Paulus di Efesus 4, menjadi gelap dalam pengertian mereka. Di Yohanes 3, Tuhan kita berkata bahwa orang berdosa lebih suka kegelapan daripada terang karena mereka menghargai perbuatan jahat mereka. Wahyu 3:17 mengatakan bahwa orang berdosa itu telanjang, miskin dan buta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Alkitab berbicara tentang kebutaan sebagai metafora untuk kegelapan rohani, kerusakan spiritual, ketidakmampuan untuk mengenal Allah atau tahu kebenaran. Kebutaan alami itu, karena dosa, ditambahkan kekuatan dan tipu daya Setan, membuat semacam kebutaan ganda, yang dibicarakan dalam 2 Korintus 4: allah dunia ini, Setan, telah membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya sehingga mereka tidak bisa melihat kemuliaan Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika kebutaan ini berlanjut tanpa henti, ada jenis kebutaan ketiga, yaitu kebutaan penghakiman ilahi yang menyebabkan kebutaan terminal. Yesaya 44:18 mengatakan, "Mereka tidak tahu, mereka juga tidak mengerti." Mengapa? Karena Allah "telah menutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat dan menutup hati mereka sehingga mereka tidak dapat memahami." Mereka tidak akan percaya, karena hati mereka telah dikeraskan sebagai penghakiman Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus menulis tentang penghakiman seperti itu dalam Roma 11:8, “Allah menyebabkan mereka tidur nyenyak, mata ditutup supaya tidak dapat melihat dan telinga ditutup supaya tidak dapat mendengar, sampai hari ini.” Kebutaan terminal itu adalah penghakiman Allah dan kehilangan semua harapan. Menurut Efesus 5:11, seluruh dunia ini penuh dengan orang-orang yang mengikuti pekerjaan kegelapan, karena seperti yang dikatakan di Kolose 1:13, mereka adalah bagian dari wilayah kegelapan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara tentang Mesias yang akan datang untuk membawa terang dalam Yesaya 9, Yesaya 29, Yesaya 42 dan Yesaya 60. Mesias itu dipandang sebagai Yang membawa terang rohani ke dalam dunia di tengah-tengah kegelapan. Dan saat Perjanjian Baru terbuka dalam Yohanes 1:3–4, kita mendengar bahwa “Segala sesuatu yang dijadikan, dijadikan oleh-Nya. 4 Dan di dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah Terang manusia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah, dalam tujuan ilahi-Nya, telah merancang untuk menggunakan kebutaan dan kegelapan sebagai metafora untuk kondisi spiritual manusia. Dalam Yohanes 9:1-34 ayat-ayatnya itu tentang terang fisik dan penglihatan fisik. Tetapi juga tentang kebutaan spiritual dan kegelapan spiritual yang dimanifestasikan oleh orang-orang Farisi. Dalam ayat 35 - 41, subjeknya berubah dari penglihatan fisik dan terang, menjadi penglihatan rohani dan terang dan kebutaan rohani dan kegelapan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita membagi ini menjadi dua: penglihatan spiritual di ayat 35 - 38, yakni si pengemis. Dan kebutaan rohani di ayat 39 - 41, yakni orang-orang Farisi. Perbandingan ini dibangun atas mukjizat ini di antara penglihatan rohani yang diterima si pengemis, dan kegelapan rohani, di mana orang-orang Farisi itu tetap tinggal. Si pengemis itu adalah ilustrasi tentang seseorang yang bukan hanya melihat secara fisik untuk pertama kalinya, tetapi yang dapat melihat secara rohani untuk pertama kalinya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada empat elemen. Elemen </span><span class="cf1"><b>pertama</b></span><span class="cf1">: penglihatan spiritual itu membutuhkan </span><span class="cf1"><b>inisiatif ilahi</b></span><span class="cf1">. Dia tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu dirinya sendiri. Secara manusiawi, itu tidak dapat terjadi pada tingkat sementara, fisik dan alami. </span><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Yesus mendengar bahwa mereka sudah mengucilkan orang itu. Ia mencari orang itu lalu berkata kepadanya, "Apakah engkau percaya kepada Anak Manusia?” Yesuslah yang menemukannya. Beginilah caranya orang menerima penglihatan spiritual.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semuanya mulai dengan tujuan kedaulatan dalam pikiran Allah. Lukas 19:10, "Yesus berkata Anak Manusia itu datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.” Roma 3 mengatakan tidak ada orang yang mencari Allah. Kita tidak tahu ke mana kita harus pergi atau siapa yang harus dicari. Yesus berkata kepada para rasul-Nya dalam Yohanes 15:16, “Kamu tidak memilih Aku. Aku telah memilih kalian.” Itulah mengapa Dia datang. Dialah yang mencari kita. Dialah yang menemukan kita.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan mencari pria ini untuk tujuan-Nya sendiri, maksud kerajaan kedaulatan-Nya sendiri. Dia mencari dia sementara orang ini tidak akan bisa menemukan Dia. Kristus selalu mengambil inisiatif untuk keselamatan, selalu Juruselamat yang mencari. Sekali lagi, orang buta ini tidak memiliki kekuatan untuk memberi dirinya penglihatan fisik; orang berdosa juga tidak memiliki kekuatan untuk memberikan dirinya penglihatan rohani. Itu harus dimulai di surga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cerita-cerita ini dalam Perjanjian Baru diringkaskan. Kita pikir percakapan itu lebih luas daripada ini, tetapi inilah esensi yang telah Allah ungkapkan kepada kami. Kata Yesus, “Apakah kamu percaya pada Anak Manusia?" Itu sangat penting. Orang ini tahu Perjanjian Lama, meskipun dia tidak pernah masuk sinagoga. Kita tidak tahu bagaimana caranya, tetapi dia tahu bahwa tidak ada orang yang pernah disembuhkan dari kebutaan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tahu apa yang menjadi ciri seorang nabi. Dia berkata tentang Yesus, "Dia dari Allah." Dia berkata, "Dia orang yang melakukan kehendak Allah. Dia adalah orang yang didengar Allah. Dia adalah seorang nabi.” Dia juga tahu judulnya, Anak Manusia. Dia kenal Daniel 7:13 yang mengatakan, "Lihatlah datang dengan awan-awan dari langit, seorang seperti Anak Manusia.” Ini memperkenalkan kedatangan Mesias untuk mendirikan kerajaan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi ini memahami gelar Mesianik, Anak Manusia. Dan itu muncul 13 kali dalam Injil Yohanes karena mereka tahu Daniel 7 mengacu kepada Mesias. Jadi, Tuhan kita berkata kepadanya, "Apakah kamu percaya pada Anak Manusia?" Apakah Anda percaya pada Mesias? Apakah Anda percaya pada teologi Mesianik? Apakah Anda percaya Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya? Apakah Anda percaya itu?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hal </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> adalah bahwa penglihatan spiritual </span><span class="cf1"><b>membutuhkan iman</b></span><span class="cf1">. </span><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Orang itu menjawab, “Siapakah dia, Tuhan? Saya ingin percaya kepada-Nya.” Yang Anda melihat di sini adalah inti dari doktrin kelahiran baru yang sedang bekerja. Itu terjadi karena apa yang Allah telah lakukan untuk membuat mereka percaya supaya mereka menanggapi apa yang kita katakan. Ini adalah pria yang berkata, "Aku siap untuk percaya. Tunjukkanlah padaku siapa yang harus dipercaya.” Itu adalah hati yang dipersiapkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada sesuatu yang telah terjadi di dalam hatinya. Inisiatif ilahi ini bukan hanya Yesus menemukan orang itu, tetapi Allah, dengan kuasa Roh Kudus membuka hatinya untuk percaya, dan hanya itulah yang dia butuhkan. Ini bukan tindakan rasional di mana Anda telah meyakinkan orang ini bahwa dia perlu percaya berdasarkan fakta. Roh Kudus telah memampukannya untuk percaya, bahkan sebelum fakta-fakta menjadi jelas.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ketiga</b></span><span class="cf1">, penglihatan spiritual </span><span class="cf1"><b>mengakui Yesus sebagai Tuhan</b></span><span class="cf1">. Perhatikan </span><span class="cf1"><b>ayat 37</b></span><span class="cf1">, “Kata Yesus kepadanya, Engkau bukan saja melihat Dia, tetapi Dia yang sedang berbicara dengan engkau!" Saya tidak tahu seberapa banyak pria ini telah mendengar ajaran Yesus. Pasti dia belum pernah melihat mujizat apa pun. Tetapi Allah mengatasi kegelapan rohaninya dengan memberinya iman. Dan apa yang dia ingin tahu adalah pada siapa dia harus menaruh iman itu. Kata Yesus, “Inilah Aku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1">, "Ya, Tuhan, aku percaya!" kata pria itu. Lalu dia sujud menyembah Yesus.” Dia tidak berkata, "Bisakah Anda memberi saya beberapa bukti mengapa saya harus percaya itu?" Cukup baginya bahwa Yesus membuatnya melihat, dan dia telah menyatakan tentang Yesus semua hal itu. Dia dari Tuhan. Dan jika seorang nabi berkata, “Aku Anak Manusia. Aku adalah Mesias yang telah ditunggu lama,” itu sudah cukup bagi pria ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah Bapa mencari penyembah sejati yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Bagaimana Anda tahu jika seseorang adalah orang percaya? Karena dia menjadi seorang penyembah. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda adalah orang Kristen? Bukan karena Anda tergerak secara emosional dalam suatu pertemuan dan merasa tersentuh tentang Yesus. Tanyakanlah pada diri Anda apakah Anda mengasihi Allah, apakah Anda mengasihi Roh Kudus, apakah Anda ingin menjadi taat, apakah Anda ingin menyenangkan Tuhan dan apakah Anda seorang penyembah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pria ini berlutut dalam pemujaan. Dia buta secara jasmani dan rohani. Dia dicari oleh Tuhan, secara jasmani dan rohani. Dan dia telah diberi penglihatan fisik dan penglihatan spiritual. Dia diberi kesempatan untuk bersaksi tentang Tuhan. Dia ditinggalkan oleh keluarganya. Dia diusir dari sistem zamannya karena pergaulannya dengan Kristus. Tetapi dia menjadi seorang penyembah seperti yang dilakukan semua orang percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berlawanan dengan itu, orang-orang Farisi yang buta spiritual. </span><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1">, “Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku datang ke dalam dunia ini untuk menghakimi — supaya orang buta diberi penglihatan dan supaya mereka yang mengira mereka melihat, ditunjukkan bahwa mereka buta.” Untuk memberikan penglihatan kepada orang-orang berdosa yang bertobat dan percaya dan “untuk menunjukkan kepada mereka yang mengira mereka melihat” seperti orang Farisi, bahwa sebenarnya mereka buta secara rohani.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada penghakiman langsung yang terjadi pada saat Kristus diperkenalkan. Ada pembagian yang terjadi di antara orang percaya dan orang yang tidak percaya. Dalam Yohanes 3, Dia berkata, "Jika kamu menolak Dia, kamu menghakimi dirimu sendiri." Anda sudah diadili. Jika seseorang melihat di dalam Yesus tidak ada yang diinginkan, tidak ada yang orang itu mau, itulah penghakiman atas orang itu. Itulah penghukuman diri sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah orang Farisi. Mereka tidak membutuhkan apapun. Mereka mengira mereka mengenal Allah. Mereka pikir mereka tahu kebenaran. Mereka mengira bahwa Yesus adalah orang berdosa, dipengaruhi setan, dan orang gila. Karena mereka mengira bisa melihat, mereka buta total. Kebutaan rohani itu keras kepala, </span><span class="cf1"><b>ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Beberapa orang Farisi yang berdiri di dekatnya mendengar dia dan bertanya, “Apakah Engkau katakan kami buta?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang buta spiritual menolak penglihatan saat itu ditawarkan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, "Jika Anda buta, Anda tidak akan bersalah," jawab Yesus. "Tapi Anda tetap bersalah karena Anda mengaku bisa melihat." Anda buta, dalam arti Anda tidak melihat dosa Anda. “Jika Anda buta, Anda tidak akan berdosa.” Jika Anda tidak memiliki pengetahuan tentang Kitab Suci, tidak memiliki Aku, tidak memiliki semua demonstrasi tentang siapakah Aku, dosa Anda tidak begitu parah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kalian tidak buta dalam arti bahwa kalian telah diperhadapkan pada kebenaran. Kalian memiliki hukum Taurat, para nabi, janji-janji dan Perjanjian Lama. Kalian telah melihat Aku, kalian telah mendengar kata-kata-Ku, kalian telah melihat mujizat-mujizat. Memang, kalian buta terhadap dosa kalian sendiri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, “Tetapi karena kalian berkata, 'Kami melihat,' dosa kalian tetap ada.” Pemimpin agama itu berada dalam kegelapan. Dan si pengemis buta ini dapat melihat secara fisik dan secara rohani. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 May 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210509</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000019C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Ketidakpercayaan melihat Mujizat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000199"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+9:13-34" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 9:13-34</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dari Yohanes 1 terus sampai akhir, ini membicarakan kepercayaan. Namun kita juga tahu selama ini, bahwa ada banyak ketidakpercayaan. Dan itu juga mencatat penolakan terhadap Yesus Kristus. Kita belajar bahwa di awal Yohanes 1:11, “Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima Dia.” Jadi Yohanes menulis bahwa Kristus diperhadapkan pada ketidakpercayaan terus menerus, dan itu masih berlaku sampai sekarang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah sendiri memanggil semua orang untuk percaya pada Anak-Nya. Tetapi, sebagian besar tidak mau, dan sebagian besar tidak menerima-Nya ketika Dia berjalan di tengah-tengah mereka. Kita telah melihat ketidakpercayaan dalam berbagai bentuk. Kita melihat ketidakpercayaan Nikodemus yang heran, kepada siapa Yesus berkata, “Jika Aku telah memberi tahu Anda hal-hal duniawi, dan Anda tidak percaya, bagaimana Anda akan percaya jika Aku memberi tahu Anda hal-hal surgawi?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan ada ketidakpercayaan misterius dari saudara-saudara Yesus, dimana dikatakan, "Saudara-saudara-Nya juga tidak percaya kepada-Nya." Tetapi yang menonjol adalah ketidakpercayaan berhati keras orang-orang Farisi, para ahli Taurat, imam kepala dan penguasa agama Israel yang menolak kebenaran. Dan khususnya di Yohanes 9, ada wawasan tentang karakter ketidakpercayaan yang disengaja dan keras kepala. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mulai dari ayat 13 kita mulai melihat para pemimpin agama, khususnya orang-orang Farisi, menyelidiki mujizat. Tetapi saat kita mempelajari cerita ini, kita melihat karakter ketidakpercayaan itu. Nah ketidakpercayaan itu datang dalam berbagai bentuk. Tetapi itu sering mendemonstrasikan komponen macam ini. Dan itu penting, karena tanggung jawab kita adalah melanjutkan pelayanan Injil, untuk memberitakan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda akan menghadapi ketidakpercayaan. Kebanyakan orang yang Anda memberi Injil itu akan menolaknya. Dan Anda perlu tahu bagaimana ketidakpercayaan itu berfungsi. Dan dalam situasi ini, kita melihat dalam demonstrasi grafis ini, perpecahan di antara Kekristenan dan Yudaisme. Antara gereja dengan orang percaya dan sinagoga. Di satu sisi, orang Yahudi menegaskan Musa. Di sisi lain, orang percaya menegaskan Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan perpecahan itu telah ada sejak saat itu, bahkan hingga saat ini. Jadi, kita akan melihat perpecahan itu, yang telah melanggengkan dirinya melalui sejarah dan akan terus begitu sampai Israel berbalik untuk melihat Kristus yang mereka tolak, dan memeluk Dia sebagai Allah. Dan itu akan terjadi pada suatu saat nanti. Kita akan lihat bagaimana ketidakpercayaan membuat kesimpulan sebelum memeriksa situasinya. Ketidakpercayaan itu menetapkan standar yang salah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketidakpercayaan itu menuntut semakin banyak bukti, tetapi ketika bukti itu diterima, respon mereka itu tidak seperti yang dilakukan orang berpikir. Jadi, ada yang tidak rasional dalam ketidakpercayaan itu. Ketidakpercayaan itu mengambil penelitian yang berat sebelah. Itu bisa melihat fakta tetapi tetap mengambil kesimpulan yang salah. Ketidakpercayaan itu egois dan hanya mementingkan diri. Semua ini adalah bagian dari ketidakpercayaan itu, tetapi kita akan mencoba menjelaskannya dengan kata-kata yang bermakna.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama-tama, ketidakpercayaan itu bermusuhan. Bahkan itu bisa berbahaya. Itulah mengapa orang-orang yang tidak percaya yang akhirnya menganiaya orang Kristen. Orang-orang yang tidak percaya itulah yang menganiaya para rasul dan hampir semuanya dimartir oleh mereka. Nah orang-orang Farisi telah memutuskan bahwa Yesus itu kerasukan setan dan gila. Dan meskipun tidak semua orang yang tidak percaya bermusuhan seperti itu, ketidakpercayaan itu melawan kebenaran, dan itu bisa saja terjadi dalam berbagai bentuk.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Lalu mereka membawa orang yang sebelumnya buta kepada orang-orang Farisi.” Siapakah mereka itu? Lihatlah ayat 8. Para tetangga dan mereka yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, orang-orang itu membawa orang ini kepada orang-orang Farisi. Nah, Sanhedrin itu telah menetapkan undang-undang bahwa jika seseorang mengaku Yesus sebagai Mesias, mereka akan dikeluarkan dari sinagog. Jadi, mereka ingin mencari tahu bagaimana Yesus dapat menyembuhkan orang buta ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, "Nah waktunya adalah hari Sabat ketika Yesus membuat tanah liat dan membuka matanya.” Mereka tahu bahwa penyembuhan tidak diperbolehkan pada hari Sabat. Itu bukan berarti penyembuhan mujizat, tetapi penyembuhan dengan obat. Menurut hukum rabi, jika ada orang sakit, Anda tidak dapat melakukan apa pun untuk menyembuhkannya pada hari Sabat. Tetapi jika seseorang sedang mau mati, Anda boleh mencegah dia mati, tetapi tidak boleh menyembuhkannya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi di sini, Yesus menyembuhkan seseorang pada hari Sabat. Selain dari itu, Dia telah mengambil tanah liat, meludahi tanah liat, dan menaruhnya di mata orang itu, dan itu tidak diizinkan karena itulah bekerja pada hari Sabat. Jadi, Yesus telah melanggar hari Sabat. Dan mereka kembali dan memberi tahu orang-orang Farisi bahwa itu terjadi pada hari Sabat. Mereka ada hukum yang bodoh ini. Anda tidak boleh mengisi lampu dengan minyak pada hari Sabat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tidak boleh menyalakan sumbu pada hari Sabat. Jika seseorang mematikan pelita pada hari Sabat untuk menyayangkan pelita untuk menghemat minyak dan menghemat sumbu, dia bersalah karena melanggar hari Sabat. Jadi Anda tidak bisa menyalakannya, dan Anda tidak bisa memadamkannya. Ada undang-undang yang mengatakan bahwa seseorang tidak boleh keluar pada hari Sabat dengan sandal berpaku karena paku itu merupakan beban, dan dia membawa beban pada hari Sabat, yang merupakan sebuah pelanggaran.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seorang pria tidak diperbolehkan memotong kuku jarinya atau mencabut rambut dari kepala atau janggutnya. Itu benar-benar bodoh, dan menambah beban demi beban pada hari Sabat. Dan sebagian darinya, bukan saja larangan untuk menyembuhkan; tetapi jika Anda sakit gigi, Anda tidak dapat mencabut gigi itu pada hari Sabat, tetapi Anda dapat mengisap cuka untuk mengurangi rasa sakit itu. Saya tidak tahu apakah itu menolong; jadi jangan coba itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi kenyataan yang paling penting adalah pertanyaan: apakah yang kita harus lakukan terhadap pelanggaran hari Sabat? Tahukah Anda bahwa Tuhan melakukan apa pun yang Dia inginkan pada hari Sabat, karena Dia berkata dalam Markus 2:28, "Akulah Tuhan atas hari Sabat." Dalam Yohanes 5:16-18 ketika Dia menyembuhkan orang di kolam pada hari Sabat, Dia berkata, “Bapa-Ku bekerja pada hari Sabat, dan Aku bekerja pada hari Sabat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Dia dengan sengaja melanggar hari Sabat mereka, dan hukum-hukum manusia yang diciptakan orang-orang Farisi ini, yang bukan hukum Allah. Matius 15:9 mengatakan, “Kalian telah menggantikan perintah-perintah Allah dengan tradisi manusia.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Karena itu orang-orang Farisipun bertanya lagi bagaimana dia bisa melihat. Dia berkata kepada mereka, "Dia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan aku dapat melihat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jawaban itu terus terang dan sederhana. Orang-orang Farisi tidak mau terima perkataan para tetangga, mereka ingin melihat kesaksian orang pertama, jadi mereka bertanya kepada pria itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, "Maka kata beberapa orang Farisi itu, “Orang ini bukan dari Allah, karena Dia tidak memelihara hari Sabat.” Nah ini seharusnya adalah sebuah investigasi, yang berarti kesimpulan itu seharusnya diambil pada akhirnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang ini, maksud mereka Yesus. Mereka tidak mau menyebut-Nya "Yesus.” Mereka tidak mau menyebut nama-Nya, tetapi mereka sudah mengambil kesimpulan. Dan kesimpulan mereka adalah: orang ini bukan dari Allah, karena Dia tidak memelihara hari Sabat. Pendapat utama mereka adalah: semua orang yang berasal dari Allah memelihara hari Sabat. Itu adalah karena Dia tidak menaati peraturan kecil mereka yang bodoh dan remeh pada hari Sabat. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ini terbalik, karena ketidakpercayaan itu akan selalu menampakkan dirinya. Marilah kita mulai dengan kesimpulan, dan kemudian kita cari alasan. Namun, ada kelompok orang Farisi yang tidak dapat dibujuk dengan mudah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16 melanjutkan</b></span><span class="cf1">, “Sebagian pula berkata, “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka.” Alasan mereka benar bahwa hanya Allah sanggup membuka mata buta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, dalam ayat 17 sampai 24, ketidakpercayaan itu tidak akan berubah dan tidak dapat diyakinkan. Orang buta ini memberi kesaksiannya. Dan ada banyak orang di sekitar itu yang menegaskan kenyataan. Tetapi sifat ketidakpercayaan itu yang diinginkannya adalah lebih banyak bukti. Sebenarnya mereka mencari alasan untuk mendiskreditkan. Mereka terus menyelidiki, bukan karena mencari kebenaran, tetapi karena mereka mencari pembenaran untuk kesimpulan mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, "Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu, “Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Dia membuka matamu?” Jawabnya, “Dia adalah seorang nabi.” Pria ini tidak memiliki otoritas, tetapi biasanya dia tidak pernah diizinkan masuk ke sinagog karena dia buta. Karena kebutaannya ini berhubungan dengan keberdosaannya. Namun, pikirannya cukup baik untuk mengetahui bahwa Yesus ini memang benar-benar adalah seorang nabi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia memberi mereka jawaban yang jujur dan masuk akal, yang seharusnya mengakhiri penyelidikan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya tentang dia, bahwa dia dulu buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya.” Demikian pula kebanyakan orang akan menolak apa yang Anda ceritakan mereka tentang Injil, sepanjang hidup Anda dalam pelayanan dan penginjilan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengatakan, kita akan menyelidiki ini lebih dalam, karena mereka tidak akan melepaskan gagasan bahwa Orang ini adalah orang berdosa dan Dia bukan dari Allah. Jadi, pasti ada semacam penyembunyian di sini. Jadi, mereka memanggil orang tuanya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Dan bertanya kepada mereka, “Apakah ini anakmu? Apakah dia lahir buta? Jika demikian, bagaimana dia sekarang bisa melihat? ” </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Jawab orang tuanya, “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa dia lahir buta.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasusnya sudah selesai. Orang ini dari Allah. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Tetapi bagaimana dia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang menyembuhkannya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, dia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.” Mereka berbohong untuk menyelamatkan diri mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, "Orang tuanya berkata demikian karena mereka takut pada para pemimpin Yahudi, yang telah mengumumkan bahwa siapa pun yang mengaku Yesus sebagai Mesias akan dikucilkan dari sinagog.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hukum itulah yang menetapkan antagonisme secara permanen di antara gereja dan sinagog, di antara orang Yahudi dan orang Kristen. Jadi, orang tuanya takut pada orang Yahudi. Mereka tidak bisa mengusirnya dari sinagog karena dia memang tidak boleh masuk sinagog. Nah jika Anda berada di masyarakat Yahudi dan Anda tidak berada di sinagog, Anda itu seperti seorang penderita kusta. Ada tiga macam ekskomunikasi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menurut Talmud, yang pertama adalah Shamatha, yang berarti kehancuran, terpisah dari Allah. Lalu ada Nezifah, Anda harus keluar dari sinagog 7 sampai 30 hari, tergantung kejahatanmu. Jika Anda meninggal di bawah larangan itu, Anda tidak diberi pemakaman. Yang terburuk adalah Herem, yang merupakan larangan permanen yang tidak terbatas. Pelarangan itu jauh lebih buruk karena ada implikasi secara sosial, ekonomi dan agama.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak mau diperlakukan seperti itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 23-25</b></span><span class="cf1">, “Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata, “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.” 24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang dulunya buta dan berkata kepadanya, “Katakanlah kebenaran dihadapan Allah; kami tahu bahwa Yesus itu adalah orang berdosa.” 25 Jawabnya, “apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu, tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku dulu buta dan sekarang aku dapat melihat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka tetap menuntut hal itu? Membicarakan Yesus. Apa maksud mereka dengan memuliakan Allah? Itu kutipan langsung dari Yosua 7:19. Ketika anak-anak Israel datang ke negeri itu, mereka diperintahkan untuk tidak mengambil apa-apa. Joshua diberi tahu bahwa Akhan dan seluruh keluarganya telah berkomplotan bersama untuk mengambil barang-barang ini sebagai rampasan dan menguburnya di dalam tenda. Joshua menghadapi kejahatan ini yang menyebabkan Akhan dan keluarganya mati.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah dipermuliakan ketika Anda mengatakan kebenaran. Orang-orang Yahudi itu tidak percaya kesaksiannya maupun kesaksian orang tuanya dan tetangganya. Itu menunjukkan betapa sulitnya ketidakpercayaan mereka itu tergoyahkan. Kata mereka, “Kita tahu bahwa orang ini adalah orang berdosa karena Dia melanggar hari Sabat.” Kita tahu. Jadi, dia juga menggunakan kata "tahu". Saya tidak tahu apakah Dia orang berdosa; tetapi saya tahu ini, bahwa saya dulu buta, dan sekarang saya bisa melihat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka tidak mau tahu apapun yang berhubungan dengan kebenaran. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, "Tetapi apakah yang diperbuat-Nya padamu?" mereka bertanya, "Bagaimana Dia membuka mata Anda?" Ini penting, karena sekarang mereka benar mengaku bahwa dia sudah sembuh. Dengan fakta yang benar, jika Anda tetap sampai pada kesimpulan yang salah, kalian dan ketidakpercayaan itu tidak rasional. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, "Jawabnya: “Aku telah memberitahu kalian. Dan kalian tidak mau mendengar. Mengapa kalian ingin mendengarnya lagi? Apakah kalian mau menjadi murid-Nya juga?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia hanya membalas sarkasme mereka, kemunafikan mereka. Dan seiring berjalannya cerita ini, dia menjadi percaya sepenuhnya kepada Yesus untuk keselamatannya, yang akan kita lihat minggu depan. Jadi mereka turun ke tingkat konflik ketiga itu, yaitu mencaci makinya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28-29</b></span><span class="cf1">, “Sambil mengejek mereka berkata kepadanya, “engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. 29 Kami tahu bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30-33</b></span><span class="cf1">, “Jawab orang itu kepada mereka, “Aneh juga bahwa kalian tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah membuka mataku. 31 Kita tahu bahwa Allah tidak mendengar orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang menyembah-Nya dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar bahwa ada orang yang membuka mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang ini tidak datang dari Allah, ia tidak dapat berbuat apa-apa.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang buta yang disembuhkan ini sekarang menjadi pengkhotbah. Pertama, dia sarkastik, dan sekarang dia spesifik dan berpikiran jernih, dan setia kepada Perjanjian Lama. Dia memberi mereka penjelasan tentang realitas, penjelasan logis yang masuk akal. Yang mereka menjawab di </span><span class="cf1"><b>ayat 34</b></span><span class="cf1">, "Engkau ini lahir penuh dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia keluar dari sinagog.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, itu mulai bersifat fisik. Bersiaplah menghadapi ini ketika ketidakpercayaan menyelidiki mujizat. Ini akan menjadi kekecewaan besar selama bertahun-tahun bagi siapa pun di antara kita yang berjalan bersama Kristus untuk waktu lama. Bagaimana itu bisa berubah? Satu-satunya jawaban datang dari Allah, ketika Yesus berkata tiga kali dalam Yohanes 6, “Semua orang yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku. Tidak ada orang yang datang kepada-Ku kecuali Bapa menariknya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah dapat kita lakukan? Kita memohon orang berdosa itu untuk percaya, dan kita memohon kepada Allah agar Dia murah hati. Karena manusia alami tidak sanggup memahami hal-hal tentang Allah. Baginya, itu adalah kebodohan, karena mereka mati secara rohani. Jadi, jangan menginjili dengan harapan bahwa kita memiliki kekuatan dalam nalar kita atau dalam kebenaran kita untuk menghancurkan kebutaan ketidakpercayaan itu. Kita hanya harus berseru kepada Allah untuk menarik orang berdosa itu keluar dari ketidakpercayaan ini. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 May 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210502</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000199</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Menyembuhkan Orang Buta]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000017F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+9:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 9:1-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat Yesus menjalani hidup-Nya, Dia terus menunjukkan keilahian-Nya. Pada saat yang sama, orang-orang dari bangsa-Nya, Israel, terus meningkatkan penolakan mereka terhadap-Nya. Saat kita sampai pada Yohanes 9, ada sesuatu yang ditambahkan. Dan itu adalah di ayat 2, dimana kita akan melihat murid-murid-Nya disebut. Inilah pertama kalinya murid-murid-Nya disebut dalam pelayanan-Nya di Yerusalem.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus telah bekerja dengan orang-orang dan dengan para pemimpin. Dan sekarang kita melihat Dia mulai bergeser kepada murid-murid-Nya di bulan-bulan terakhir seperti yang kita lihat juga dalam Injil lainnya, untuk memastikan bahwa Dia menjawab pertanyaan mereka dan memperlengkapi mereka untuk apa yang menunggu mereka. Itu tidak berarti bahwa bagian tertentu ini dari Kitab Suci tidak berdampak pada orang-orang dan para pemimpinnya, karena pada dasarnya, memang ada pengaruh.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyakit, cacat dan kematian, telah mendominasi kehidupan di dunia sejak kejatuhan Adam, yang pada dasarnya adalah seluruh sejarah manusia. Itu menyentuh kita semua; kita semua sedang dalam proses kematian. Kita semua ketularan kerusakan yang disebabkan oleh dosa. Kita sudah biasa melihat penyakit, dan orang cacat. Semua itulah bagian dari kehidupan. Dan itu telah mendominasi kehidupan sejak Kejatuhan dalam Kejadian 3.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Perjanjian Lama, penyembuhan ajaib itu jarang terjadi. Ada penyembuhan Naaman, penderita kusta itu, yang adalah seorang teroris yang menyerang orang-orang Yahudi dalam 1 Raja-raja. Dan kemudian, ada Raja Hizkia yang menderita penyakit mematikan, dan Allah menyembuhkannya dari penyakit itu dalam 2 Raja-raja. Dan dalam Bilangan 21, Allah mengirimkan ular yang menggigit orang Israel dengan racun yang mematikan. Di sini Tuhan memberikan kesembuhan supranatural.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam Perjanjian Lama, ada tiga kebangkitan dalam 1 Raja-raja 17, 2 Raja-raja 4 dan 2 Raja-raja 13. Di Perjanjian Baru ada beberapa mujizat fisik lainnya. Salah satunya terjadi pada Elizabeth supaya dia diizinkan untuk mendapat seorang bayi Yohanes Pembaptis, padahal dia mandul sepanjang hidupnya. Dan kemudian Maria, di mana dia diberi hak dan kekuatan untuk melahirkan seorang anak tanpa ada bapak manusia, kelahiran perawan itu. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sampai saat Yesus muncul. Dan ketika Yesus muncul, mujizat-mujizat itu terjadi ke segala arah selama tiga tahun pelayanan-Nya. Yesus tidak melakukan mujizat selama 30 tahun pertama dalam kehidupan-Nya. Tidak ada. Karena ketika Dia mencapai usia 30 dan pergi ke pesta pernikahan di Kana, Dia mengubah air menjadi anggur, dan Alkitab mengatakan inilah mukjizat pertama yang Yesus lakukan. Ada injil-injil palsu yang mengatakan Dia melakukan mujizat sebelum umur 30, tetapi itu semua salah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi selama hidup dan pelayanan Kristus, penyembuhan itu terjadi setiap hari. Ini adalah ledakan mujizat yang dimaksud untuk menunjukkan bahwa Mesias, Anak Allah, yaitu Allah dalam daging manusia, telah tiba di dunia. Matius 12:15 mengatakan Dia menyembuhkan semua orang di semua tempat. Itulah mengapa Dia menghilangkan semua penyakit selama tiga tahun Dia melayani orang-orang itu di tanah Israel.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan menurut Kisah Para Rasul 2:22 dalam kata-kata Petrus: Allah bersaksi tentang Yesus sebagai Mesias melalui mujizat-mujizat ini. Inilah penyembuhan supranatural. Ini adalah mujizat kreatif. Orang dengan anggota tubuh cacat diberi anggota tubuh baru. Orang dengan organ yang cacat dan sakit diberi organ baru. Orang dengan mata buta diberi mata baru. Orang yang tidak bisa mendengar diberi telinga baru.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada penjelasan alami atau penjelasan medis atau psikologis untuk mereka. Ini bukanlah penyakit psikosomatis seperti yang dibayangkan orang, dan kemudian dikesampingkan oleh kuasa Yesus sebagai psikolog. Tidak ada obat yang Dia gunakan. Tidak ada rumus yang diterapkan untuk penyakit-penyakit ini. Ini adalah mujizat ilahi, supranatural, seketika itu juga yang dilakukan dengan kata atau sentuhan, secara instan dan lengkap.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita memiliki hak istimewa, di sini di Yohanes 9, untuk melihat salah satu dari puluhan ribu mujizat kreatif yang dilakukan Yesus. Mujizat ini saja seharusnya secara substansial mengubah pandangan mereka tentang Yesus. Tetapi daripada menjadi percaya, daripada mengakui bahwa tidak ada penjelasan manusia atas apa yang mereka alami, yang dilakukan itu hanyalah meningkatkan permusuhan dan kemarahan mereka. Kebencian mereka malah meningkat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, Yohanes 9 memusatkan diri pada mujizat ini dan penyelidikannya. Jadi, kita harus memisahkannya di dalam beberapa minggu ke depan. Inilah mujizat yang diikuti dengan diskusi dan dialog. Kita telah melihat hal itu dalam Yohanes 5 dan Yohanes 6. Sekarang, marilah kita memisahkan bagian itu menjadi beberapa bagian, jadi mari kita bahas malam ini, ayat 1 sampai 12. Kita dapat melihat poin-poin sederhana ini: kegelapan, terang, penglihatan, dan kembali ke kegelapan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, marilah kita mulai dengan kegelapan, </span><span class="cf1"><b>ayat 1</b></span><span class="cf1">, “Waktu Yesus sedang lewat, Dia melihat seorang yang buta sejak lahir.” Kita melihat kebutaan di seluruh Perjanjian Baru. Jika kita kembali ke Perjanjian Lama, kita akan menemukan bahwa kebutaan disebutkan berkali-kali. Kebutaan adalah kenyataan di dunia kuno, dan itulah mengapa Yesaya 42:7 mengatakan bahwa ketika Mesias datang, Dia akan membuka mata yang buta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berikut ini ada ilustrasi dari jenis kebutaan ini. Yesus melihat seseorang yang buta seumur hidupnya. Sekarang, saya akan memberi Anda keadaannya pada waktu itu. Yesus baru saja menyatakan, dalam Yohanes 8:58 bahwa Dia adalah 'Akulah Aku', bahwa Dia adalah Allah itu sendiri. Mereka sangat marah atas apa yang mereka lihat sebagai penghujatan sehingga mereka mengambil batu untuk membunuh-Nya, tetapi Yesus menyembunyikan diri dari mereka dan keluar dari bait suci begitu saja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, saat Yesus keluar dari bait suci itu, Dia melihat seorang pria yang buta sejak lahir. Pria ini sedang duduk di salah satu gerbang bait suci, dan mengemis saat Dia lewat. Yesus tidak pernah peduli dengan hidup-Nya sendiri. Dia berhenti, meskipun dia dalam keadaan bahaya karena dia melarikan diri dari pembunuhan dengan batu. Dia berhenti untuk mendemonstrasikan anugerah, kuasa, belas kasihan, kasih sayang dan bahkan keselamatan pada seorang pengemis buta. Inilah yang dilakukan Yesus sepanjang waktu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan, dalam Matius 21:14, dikatakan, “Orang buta datang kepada-Nya di Bait Suci. Orang lumpuh mendatangi-Nya di bait suci. Dan Dia menyembuhkan mereka.” Pengemis selalu pergi ke tempat orang banyak, bahkan sampai hari ini. Mengapa mereka pergi ke bait suci? Sebab, orang yang paling taat pergi kesitu. Orang penuh kasih sayang, orang yang baik hati, dan yang peduli. Dan orang yang merasa bersalah karena dosa itu lebih cenderung bermurah hati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pengemis itu tidak dapat melihat Kristus. Tapi dikatakan, Dia melihat pengemis itu, "saat Dia lewat." Anugerah berdaulat itu mendominasi mujizat ini. Orang buta adalah gambaran dari orang yang buta karena dosa, yang tidak memiliki kapasitas untuk melihat Yesus, yang diliputi oleh kebutaannya dan dia putus asa, dan tidak ada kemampuan untuk melihat Juruselamat. Analoginya ini sangat menarik. Bahkan, Injil juga menggunakan analogi ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebutaan itu menggambarkan kegelapan dan kesesatan rohani manusia. Tak berdaya sejak awal, Dia seperti orang berdosa. Allah harus mengambil inisiatif dengan orang buta melalui Kristus. Allah harus mengambil inisiatif melalui Kristus untuk orang berdosa. Begitulah cara anugerah itu bekerja. Kita terhilang, kita mati dalam dosa, kita buta, kita tidak tahu kebenaran, dan Allah melihat kita. Dia datang dengan belas kasih, rahmat, dan memberi kita penglihatan spiritual.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita melihat cahaya di </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Murid-muridnya bertanya kepada-Nya, ‘Rabi, mengapa orang ini terlahir buta? Apakah itu karena dosanya sendiri atau karena dosa orang tuanya?” Teologi mereka adalah jika ada yang salah dengan Anda, itu masalah dosa. Bukan yang tidak langsung, tapi langsung. Nah, kita semua setuju bahwa penyakit setiap orang terkait dengan kejatuhan Adam. Tetapi Anda tidak dapat membuat hubungan langsung di antara dosa dan penyakit.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rabi itu yakin bahwa dosa-dosa orang tua menimpa anak-anak. Darimana mereka mendapatkannya? Mereka salah menafsirkan Keluaran 20. Ingatlah ilustrasi klasik tentang ini adalah teman-teman Ayub. Ayub tidak melakukan apa pun. Dia sangat menderita. Teman-temannya datang di bab demi bab, untuk mencoba mencari kesalahannya, supaya mereka dapat menemukan dosa dan penyebab langsung dari penderitaannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ada beberapa diskusi yang sangat aneh di antara para rabi tentang hal ini. Seorang rabi akhirnya menjawab dengan Kejadian 4:47, “Dosa ada di depan pintu,” dan dia membuat pintu itu mengacu pada pintu rahim. Jadi, dia menafsirkannya sebagai semacam pemahaman tentang kejahatan sebelum lahir. Dan rabi lain berpendapat bahwa jika bayi itu benar-benar berbuat dosa di dalam rahim, dia akan menendang lebih keras.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Keluaran 20:5 mengatakan, "Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada generasi ketiga dan keempat." Gagasan bahwa Anda membayar dosa orang tua Anda entah bagaimana berhasil bertahan hingga zaman kita bahkan sampai hari ini. Dan di antara orang Yahudi, orang bisa dihukum selama beberapa generasi karena dosa yang dilakukan oleh orang tua mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah penterjemahan yang benar? Pertama, ini adalah pernyataan kolektif: dosa para bapa, para pemimpin, yang mereka lakukan yang menentukan generasi itu begitu terpengaruh sehingga itu tidak dapat dibalik dan disingkirkan selama tiga sampai empat generasi. Itulah prinsipnya. Ini tidak membicarakan dosa individu selama tiga atau empat generasi. Itu benar-benar asing dari apa yang dikatakan Alkitab, dan inilah buktinya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Yehezkiel 18:1-2, “Maka datanglah firman Tuhan kepadaku: 2Ada apa dengan kamu sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel:Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?” Ayat 20 mengatakan, “Orang yang berbuat dosa. itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jawaban Yesus adalah </span><span class="cf1"><b>ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Itu bukan karena dosa-dosanya atau karena dosa orang tuanya,” jawab Yesus, “Ini terjadi supaya kuasa Allah dapat terlihat di dalam dirinya.” Dengan satu pernyataan, Dia melenyapkan seluruh sistem teologis itu sepenuhnya. Dia ini buta untuk kemuliaan Allah, supaya kita bisa melihat kesembuhan ini, dan kuasa Allah, dan pekerjaan Allah yang dimanifestasikan itu, dan supaya Allah dimuliakan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak, ini bukan tentang orang tua pria ini. Ada orang berdosa yang sehat di dunia, dan ada orang percaya yang sakit yang setia kepada Tuhan. Yesus akan melakukan mujizat kreatif sehingga menjadi jelas bagi semua orang bahwa Dialah yang menciptakan segalanya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Kita harus segera mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita oleh Dia yang mengutus kita selama masih siang. Akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tidak membicarakan malam fisik. Di sini Dia menarik murid-murid dengan kata "kita". Kita semua bersama-sama dipanggil untuk "mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus kita selama masih siang." Kematian ada di cakrawala. Yesus hanya ada waktu beberapa bulan. Para murid, waktu mereka juga tidak lama. Mereka akan dimartir. Hanya ada satu hal yang perlu dijalani, dan itulah bekerja dengan Juruselamat dan Allah Bapa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Efesus 5:16, Paulus mengatakan, “Manfaatkanlah waktumu sebaik-baiknya.” Yesus menggunakan kata "kita" di sini. Berhentilah melakukan hal-hal yang tidak ada nilai sama sekali di masa depan, dan lakukanlah ini, bersama dengan Tuhan, dan bersama dengan Allah Bapa. Sungguh luar biasa bekerja dengan Dia yang mampu melakukan jauh lebih banyak dari pada apa yang dapat kita minta atau pikirkan.”(Efesus 3:20) Yesus tahu kematian-Nya akan datang dalam beberapa bulan saja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengatakan di </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” Dia akan selalu menjadi Cahaya, di satu sisi, tetapi di dunia ini tidak akan pernah bersinar secerah dalam tiga tahun itu. Dia akan memberi pria ini cahaya rohani. Di ayat 38, pria itu sendiri berkata, "Tuhan, saya percaya." Dan dia menyembah Dia. Jadi Yesus bukan hanya menyembuhkan orang buta itu; Dia menyelamatkannya secara spiritual.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 6-7</b></span><span class="cf1">, “Kemudian Yesus meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta itu. 7 Dia berkata kepadanya, “Pergilah basuhlah dirimu dalam kolam Siloam. Maka pergilah orang itu dan membasuh dirinya dan kembali bisa melihat!” Mengapa Yesus menggunakan metode ini? Nah, Dia melakukan itu di Markus 7 menggunakan ludah bercampur dengan lumpur untuk ditempelkan ke telinga seseorang. Dalam Markus 8, Dia melakukan hal yang sama dengan orang buta lainnya. Mengapa?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya tidak tahu dan itu tidak masalah. Tetapi ada sesuatu yang saya mengerti. Mungkinkah Yesus hanya menyentuh matanya dan apakah dia akan sembuh seketika itu juga? Iya, Dia sanggup. Mengapa Dia mengirimnya ke suatu tempat? Karena Dia minta kepatuhan di sini. Orang itu belum pernah melihat siapa pun, tapi dia menurut. Kenapa dia patuh? Karena ada paksaan kuasa ilahi yang tak tertahankan yang mulai bekerja pada keinginannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia sedang ditransformasikan. Di sini kita melihat ilustrasi kelahiran baru. Kehidupan baru bertumbuh di jiwanya. Percikan iman menyala di dalam hatinya saat Roh Kudus mulai mengubahnya dari dalam. Inilah pekerjaan pertama dari kuasa Roh Kudus untuk menarik orang ini supaya tunduk kepada Kristus. Mengapa menggunakan kolam Siloam? Ini menunjukkan perbekalan Allah, pembersihan Allah, dengan memberinya air kehidupan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-11</b></span><span class="cf1">, “Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis berkata, ‘Bukankah dia ini yang selalu mengemis?’ 9 Ada yang berkata, ‘Benar, dialah ini.’ Ada pula yang berkata, ‘Bukan, tetapi dia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata, “Benar, akulah itu.” 10 Kata mereka kepadanya, “Siapa yang menyembuhkan Anda? Bagaimana itu terjadi? 11 Jawabnya, "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku, “Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak menjelaskan bagaimana itu terjadi. Itu hanya menjelaskan apa yang dia lakukan. Tidak ada penjelasan bagaimana itu terjadi. Itu mujizat kreatif. </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Lalu mereka berkata kepadanya, “Di manakah Dia sekarang?" Jawabnya, “aku tidak tahu.” Kisah Yesus menyembuhkan orang pria buta ini dengan indah menggambarkan proses keselamatan. Kita duduk-duduk dibutakan oleh dosa, dan mengemis. Kemudian, Allah, dalam belas kasihan-Nya; Kristus, dalam anugerah-Nya, menemukan kita. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah keselamatan. Dan Yesus menjangkau kita dalam kebutaan kita, dan Dia memberi kita penglihatan. Dan yang Dia minta hanyalah tindakan iman yang sederhana, yang Dia berdayakan. Dan kemudian Dia mencuci kita. Dan kita bisa melihat untuk selamanya. Dan itulah yang terjadi pada pria ini. Pertama, datanglah kesembuhan fisik, dan kemudian kebutaan jiwa dihilangkan. Ini juga bisa terjadi pada kita. Tetapi kita akan lihat apa yang terjadi Minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Apr 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210425</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000017F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Musuh Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000017E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+8:48-59" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 8:48-59</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukalah Yohanes 8, itu telah menjadi bab serangan terhadap Yesus. Sepuluh kali dalam bab ini, Yesus diserang dan dilawan oleh para pemimpin Yudaisme. Dan hal yang sama terjadi di bab sebelumnya. Mereka membuat tuduhan penghujatan yang sama dan ancaman yang sama untuk membunuh-Nya. Terus menerus ada konflik selama dua setengah tahun dengan para pemimpin agama Yudaisme itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun, ini adalah salah satu peristiwa paling bermusuhan dalam konflik itu. Yesus dengan sengaja melawan musuh-musuhnya karena itu perlu. Pernahkah Anda memperhatikan bahwa hanya Kekristenan alkitabiah yang dianiaya di dunia dan di masyarakat kita? Orang-orang tidak menganiaya orang-orang Hindu, Buddha atau Muslim. Mereka tidak menganiaya mereka karena semua agama palsu adalah bagian dari kerajaan kegelapan yang sama.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Iblis tidak menganiaya Setan, karena dia memiliki semua agama palsu dan dia cenderung berkontribusi pada kelangsungan hidup dan peningkatan mereka. Serangan selalu datang dari kerajaan kegelapan pada satu kategori kebenaran itu, dan itulah Alkitab dan mereka yang mewakili Kekristenan alkitabiah. Jadi kita tidak heran bahwa Kekristenan sedang dikecilkan, dan bahwa orang-orang Kristen dianiaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan juga benar untuk mengatakan bahwa musuh terbesar kebenaran itu selalu agama karena manusia selalu religius, terus menerus beragama, masih religius, dan karena itu agama palsunya terus-menerus menyerang kebenaran. Jadi itu tidak mengejutkan saya. Itu adalah tanda bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang benar yang menyebabkan kerajaan kegelapan itu menyerang kita. Itulah situasinya di seluruh dunia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Serangan manusia yang paling keras terhadap Yesus tidak datang dari orang-orang. Orang-orang biasanya tidak peduli, tetapi serangan yang paling keras dan agresif terhadap-Nya berasal dari para pemimpin agama dan orang-orang yang paling setia pada pendirian itu. Para pemimpin Yahudi itu yang merasa benar diri yang adalah bagian dari bentuk murtad Yudaisme yang pada dasarnya dimiliki Setan seperti semua agama palsu lainnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua agama lain adalah musuh kebenaran, dan karena itu mereka adalah musuh Kristus, yang adalah kebenaran. Semua agama lain mengklaim mewakili Allah, tetapi mereka mewakili iblis. Ayat 44 itu adalah eskalasi konflik ke tingkat tertinggi. Dia berkata kepada para pemimpin agama ini yang terus-menerus mengatakan bahwa mereka mewakili Allah, “Karena kalian adalah anak-anak bapakmu iblis, dan kalian suka melakukan hal-hal jahat sama dengan apa yang dia lakukan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Sedari permulaan Iblis itu pembunuh. Ia tidak pernah memihak kebenaran, sebab tidak ada kebenaran padanya. Kalau ia berdusta, itu wajar, karena sudah begitu sifatnya. Ia pendusta dan bapak segala dusta.” Kalian berbohong dan kalian ingin membunuh Aku karena Aku berbicara kebenaran dan kalian adalah bagian dari kerajaan kegelapan dan kerajaan kebohongan yang ingin membasmi kebenaran. Itulah Yudaisme dalam bentuk paling saleh, dan itu dari Setan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama dua setengah tahun pelayanan-Nya, konflik ini telah meningkat karena itu perlu karena Dia terus menghadapi kesalahan destruktif mereka itu dengan kebenaran. Itulah yang mengirim orang ke neraka untuk selamanya. Kesalahan itu harus dihadapi dengan kebenaran. Jadi anak-anak Setan ini melihat Yesus sebagai musuh. Mereka melihat-Nya sebagai penghujat dan pelanggar hukum. Mereka itu penuh amarah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Dia memperburuk konflik ini? Mengapa Dia menaikkannya ke tingkat ini? Yah, karena Dia mengasihi mereka, karena ini penuh belas kasihan. Inilah belas kasihan untuk menghancurkan jaminan palsu. Ini adalah belas kasihan untuk melepaskan orang yang terkunci dalam semacam bentuk penipuan agama. Mereka perlu diekspos siapakah mereka sebenarnya. Agama palsu mereka perlu dilawan dalam konfrontasi yang sangat kuat yang berhubungan dengan kebenaran itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah perdebatan itu sering memburuk dengan orang terhilang. Dan ada empat cara bagaimana ini terjadi, dan mungkin Anda pernah mengalaminya. Perdebatan itu mulai pada tingkat intelektual. Seseorang berkata, "Inilah benar." Dan Anda menjawab, "Inilah yang benar." Jadi kalian memiliki perselisihan secara intelektual. Anda berkata, “Inilah buktinya. Inilah mengapa saya percaya ini." Itu adalah tingkat konflik pertama.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gerak maju kemudian naik ke tingkat kedua di mana itu berhenti menjadi intelektual dan menjadi emosional. Di sinilah mereka mulai marah. Mereka tidak bisa menyampaikan maksud mereka. Orang lain tidak suka apa yang Anda katakan karena mereka tidak suka implikasi dari perkataan Anda. Mereka tidak percaya apa yang Anda katakan. Dan ini bisa terjadi di semua jenis konflik.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu kemudian turun ke tingkat ketiga, yaitu pelecehan verbal. Ketika kalian tidak bisa lagi berargumen, kalian mulai memanggil orang dengan nama buruk. Dan itulah yang kita lihat di sini. Dan kemudian langkah terakhir, tentu saja, adalah mereka mulai bertarung. Itulah akhir diskusi Anda. Mereka memukuli orang yang mereka coba yakinkan. Mereka bergumul dan berharap bisa menang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beginilah kebanyakan konflik berlangsung. Dalam Yohanes 10:19, mereka menyebut Yesus gila. Dan kemudian di sini, di akhir bab ini, itu mengarah pada pelecehan fisik dan mereka mengambil batu untuk mencoba membunuh Dia dengan batu. Dan akhirnya itulah mengapa mereka membunuh-Nya karena mereka tidak dapat memenangkan perdebatan dan mereka menjalankan argumen itu sampai ke skala terendah mungkin dan memaku-Nya di kayu salib.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di hadapan Yesus Kristus, Anak Allah, Yang Kekal itu, mereka itu benar-benar tidak mampu. Mereka disingkapkan dan dikutuk, dan kebejatan moral mereka diperlihatkan. Mereka mulai turun ke tingkat-tingkat yang makin rendah sampai akhirnya mereka mengambil batu untuk membunuh Dia. Mereka ada di bawah penghakiman dan kutukan. Mereka menderita kekalahan intelektual dan mereka memulai kekerasan fisik.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kasih sejati menghancurkan jaminan palsu. Kasih tidak membiarkan orang itu sendirian dalam agama palsu mereka. Itulah mengapa kita tidak pernah bisa melihat orang-orang itu sebagai musuh. Mereka adalah ladang misi. Orang-orang dalam agama palsu adalah ladang misi. Mereka mungkin menganiaya Anda di tempat kerja atau di sekolah. Mereka mungkin mengakibatkan apa yang sedang terjadi di negara kita. Mereka mungkin mengubah budaya kita. Tetapi mereka adalah ladang misi kita.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita lihat tiga fase dalam dialog ini yang mengakhiri Yohanes 8. Fase pertama ada di ayat 48-51, penghujatan, kebenaran, anugerah dan undangan. Penghujatan datang di </span><span class="cf1"><b>ayat 48</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang Yahudi itu menjawab Yesus, "Bukankah benar kata kami bahwa Engkau orang Samaria yang kerasukan setan?" Reaksi mereka, daripada menerima pencahayaan dan berkata, “Apakah kekurangan kami? Pimpinlah kami menuju kepada kebenaran,” mereka malah mengeraskan hati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka memasukkan kata "Samaria"? Nah, orang Samaria adalah orang-orang yang dibenci orang Yahudi karena apa yang mereka lakukan dulu di 2 Raja-raja 17, ketika kerajaan utara itu ditawan pada tahun 722, dan semua orang Yahudi kerajaan utara itu pada dasarnya dibawa keluar dari negeri itu. Sisa orang-orang Yahudi yang menetap di sana kawin campur dengan bangsa-bangsa kafir yang datang untuk menduduki kerajaan Israel utara itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin juga ada desas-desus yang telah dikarang orang-orang Yahudi bahwa Maria, karena dia tidak dihamili oleh Yusuf, berselingkuh dengan seorang tentara Romawi dan Yesus adalah anak haram yang lahir dari seorang Yahudi dan seorang non-Yahudi. Dan memang ada jenis kepalsuan di dalam tradisi Talmud Yahudi sebagai penjelasannya. Tetapi apapun yang mereka maksud dengan ini, inilah jelas penghujatan besar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perhatikanlah jawaban-Nya di </span><span class="cf1"><b>ayat 49-50</b></span><span class="cf1">, “Yesus menjawab, "Aku tidak kerasukan setan. Aku menghormati Bapa-Ku, tetapi kalian menghina Aku. 50 Aku tidak mencari kehormatan untuk diri-Ku sendiri. Ada satu yang memberi kehormatan bagi-Ku, dan Dialah hakim yang benar.” Dia tidak menjawab dengan hinaan yang mereka memberi kepada-Nya. Di Yohanes 5:23, Dia mengatakan, “Orang yang tidak menghormati Anak juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Anak.” Jika kalian tidak menghormati Aku, kalian tidak menghormati Allah. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di ayat 50, Dia melangkah lebih jauh. “Aku disini berada dalam penghinaan.” Aku menyerahkan kemuliaan-Ku dalam Filipi 2:6-8, “Pada dasarnya Ia sama dengan Allah, tetapi Ia tidak merasa bahwa keadaan-Nya yang ilahi itu harus dipertahankan-Nya. 7 Sebaliknya, Ia melepaskan semuanya lalu menjadi sama seperti seorang hamba. Ia menjadi seperti manusia, dan nampak hidup seperti manusia. 8 Ia merendahkan diri, dan hidup taat kepada Allah sampai mati--yaitu mati di kayu salib.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah inti dari inkarnasi-Nya. Yesus datang untuk memuliakan Allah. Jika Dia ingin kemuliaan-Nya sendiri, Dia akan tetap tinggal di tempat Dia berada. Itulah mengapa di Yohanes 17, Dia berdoa, “Bapak, Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku. Sekarang kembalikanlah kepada-Ku kemuliaan yang Kumiliki bersama Engkau sebelum dunia dijadikan.” Dia datang untuk menerima penghinaan. Dia datang untuk mengasihi orang-orang berdosa, untuk menyingkapkan kejahatan mereka, menanggung dosa mereka, merasakan rasa malu mereka, dan mati kematian mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bacalah dalam Yesaya 52:13-15, bagaimana Allah telah merancang untuk meninggikan Yesus dan meninggikan Dia. Di seluruh Kitab Suci, Mesias akan dimuliakan, ditinggikan dan dihormati. Dan dalam Filipi 2:9-10, diberikan “nama di atas segala nama, bahwa dalam nama Yesus setiap lutut harus bertelut” di mana-mana di alam semesta. Jadi di sini Allah Bapa telah menyatakan kemuliaan dan supremasi Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada sesuatu yang melebihi itu. Ada Dia yang mencari dan menilai dan akan memberikan penghakiman akhir untuk kalian. Aku di sini bukan untuk mencari kehormatan dari manusia. Allah akan memberi-Ku kemuliaan pada waktunya. Tetapi Allah juga akan menghakimi kalian. Dan Kristus juga akan menghakimi kalian. Kalian perlu menghormati Dia sekarang atau kalian akan menghadapi Dia dalam penghakiman. Itulah kebenaran. Yesus menanggapi kemarahan dan makian mereka dengan kebenaran mutlak.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian tibalah fase ketiga, sebuah undangan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 51</b></span><span class="cf1">, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang menepati janji-Ku, dia selama-lamanya tidak akan mati.” Itu adalah undangan yang ramah untuk para pemimpin yang menghujat, marah, kasar dan munafik. Inilah contoh bagaimana kita harus hidup. Penghujatan itu pasti akan datang. Jadi bagaimana kita harus menanggapinya? Dengan kebenaran dan dengan undangan yang ramah. Coba perhatikanlah kata "siapa saja". </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kematian apa yang Yesus bicarakan? Dia tidak membicarakan kematian fisik, karena Dia sendiri akan mati. Dia membicarakan kematian kedua, yang disebut di Wahyu 20 dan 21 sebagai “kematian kedua,” yaitu kematian kekal. Apakah yang akan Anda katakan kepada orang-orang ketika mereka menyerang Injil? Anda akan memberi mereka kebenaran dan kemudian Anda akan berkata, "Anda akan dihakimi untuk sikap ini.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 52 - 53</b></span><span class="cf1">, “Lalu orang-orang Yahudi itu berkata kepada-Nya, “Sekarang kami tahu Engkau ini benar-benar kerasukan setan! Abraham sendiri sudah mati, begitu juga para nabi. Tetapi Engkau berkata, 'Jika ada yang menepati janji-Ku, dia tidak akan mati.’ 53 Apakah Engkau lebih besar dari bapak kami Abraham, yang sudah mati? Dan para nabi yang sudah mati. Engkau ini siapa?” Itulah yang akan dilakukan agama palsu kepada Anda, memutar balik segalanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus membicarakan kebenaran spiritual dan mereka hanya membicarakan tingkat fisik yang dangkal. Dia menjawab dengan kebenaran. </span><span class="cf1"><b>Ayat 54</b></span><span class="cf1">, “Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata bahwa: Dia adalah Allahmu.” Kalian terus mengklaim Allah itu adalah Allah kalian dan kalian tidak menghormati Dia jikalau kalian tidak menghormati Aku. Ada banyak bukti bahwa Allah telah menegaskan Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nubuatan Perjanjian Lama itu digenapi melalui Yohanes Pembaptis dalam perkataan-Nya dan dalam mukjizat-Nya. Kalian tidak mewakili Allah jikalau kalian menolak Yesus Kristus. Karena Allah telah menegaskan Kristus sebagai Anak-Nya dan satu-satunya Juruselamat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 55</b></span><span class="cf1">, “Padahal kalian tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata, 'Aku tidak mengenal Dia,' maka Aku adalah pendusta seperti kalian; tetapi Aku benar-benar mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian ada undangan yang ramah, </span><span class="cf1"><b>ayat 56</b></span><span class="cf1">, “Abraham bapamu bersukacita bahwa Ia akan melihat hari-Ku, dan Dia telah melihatnya dan ia senang." Nah, apakah maksudnya? Abraham diberi janji Mesianik. Di Kejadian 12, dia diberitahu bahwa melalui keluarganya, Allah akan memberkati dunia, membawa keselamatan dan berkat bagi dunia. Inilah perjanjian Abraham. Abraham percaya bahwa melalui dia akan datang sang Penebus dan Juruselamat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita sampai pada fase ketiga. </span><span class="cf1"><b>Ayat 57</b></span><span class="cf1">, “Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Itu penuh sarkasme. Yesus menjawab dengan kebenaran yang paling mengejutkan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 58,</b></span><span class="cf1"> “Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Karena Dia makhluk kekal, tidak ada "dulu". Dia selalu berada. “Akulah Aku” adalah nama Allah, Yahweh.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini lebih dari yang bisa mereka tangani. Satu hal adalah menyebut mereka anak-anak Setan, tetapi mengatakan Dia adalah 'Akulah Aku'? Mereka sangat marah. Mereka baru saja diberitahu kebenaran itu. Mereka bisa saja mengatakan, “Bagaimana mungkin? Pak, bagaimana kita bisa mengerti hal itu?” Sebaliknya, mereka pikir mereka mengaktifkan Imamat 24:16, yang mengatakan bahwa seorang penghujat harus dilempari batu, mereka mengambil batu untuk membunuh-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 59</b></span><span class="cf1">, “Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan keluar dari bait suci, melewati tengah-tengah mereka, dan keluar begitu saja.” Ada waktunya ketika bahkan orang yang terbaik pun harus melarikan diri. Yesus tidak menganjurkan berdiri di sana dan membiarkan orang membunuh Anda. Anda dapat menjangkau orang lain di lain hari. Allah tetap memegang kendali dan rencana-Nya untuk menjangkau orang-orang itu tidak dapat dihentikan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika Stefanus sedang berkhotbah, masih ingat di Kisah Para Rasul 7:54, orang-orang, “sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. 57 Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. 58 Mereka menyeretnya dia ke luar kota, lalu membunuh dia dengan batu. Dan salah satunya adalah "seorang pemuda bernama Saulus." Ketidakpercayaan ini mencapai titik di mana Anda akan dibunuh dengan batu atau Anda melarikan diri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda akan mematuhi pesan-Nya, Injil keselamatan, pertobatan, dan percaya kepada Dia yang telah mati dan bangkit kembali untuk memberikan keselamatan, Anda tidak akan pernah melihat kematian kedua. Anda akan mengalami kematian fisik itu tanpa pemahaman tentang realitas itu sendiri dan bangun di dalam kemuliaan surga. Itu tetap janji Injil. Sementara janji itu diberikan, Anda perlu menanggapinya sekarang. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210418</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000017E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jaminan Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000015A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+8:37-47" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 8:37-47</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang punya keluarga. Begitulah cara dunia terbagi. Kita semua juga suka sedikit sejarah tentang orang-orang kita. Dan orang bisa belajar banyak dari nenek moyang Anda. Tetapi Anda dapat mengurangi keseluruhan diskusi itu menjadi hanya dua keluarga. Semua orang ada di salah satu dari dua keluarga. Anda bisa berada di keluarga Allah atau di keluarga iblis. Dan itulah tepat yang dikatakan Yesus dalam teks ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Yohanes 8:37-47</b>, “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak ada di dalam kamu. 38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat apa yang kamu dengar dari bapamu." 39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka, "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku karena Aku, mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka, "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." 42 Kata Yesus: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan atas Dia yang mengutus Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. 46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? 47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.” Hampir semua orang di dunia, jika mereka percaya pada Allah, akan melihat diri mereka sebagai anak-anak Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi melihat diri mereka sendiri sebagai teladan kebajikan religius, dan penjaga gerbang kerajaan Allah. Jika diberitahu bahwa mereka adalah anak-anak iblis, itulah sesuatu yang belum pernah mereka dengar. Faktanya, jika saya mengatakan semua ini di suatu tempat umum di mana itu bisa disiarkan, pasti ada keributan yang akan berkembang sebagai akibat dari perkataanku bahwa orang-orang itu adalah anak-anak iblis.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itulah yang Yesus katakan. Mengapa Dia begitu terus terang? Nah, jawabannya adalah bahwa Yesus sekarang enam bulan dari akhir hidup-Nya. Dia telah berkhotbah selama dua setengah tahun. Dan Dia telah berkonfrontasi langsung dengan para pemimpin Yahudi sepanjang waktu pelayanan-Nya, yang dimulai ketika Dia menyerang bait suci untuk memulai pelayanan-Nya pada awalnya. Dia telah melihat kebencian para pemimpin Yahudi itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika antagonisme dari para pemimpin ini bertumbuh, maka kelangsungan dan kekerasan pernyataan Yesus meningkat juga. Semakin mereka menunjukkan kebencian kepada-Nya, semakin Ia menyerang kemunafikan mereka. Dalam Yohanes 8:21, Yesus berkata, "Kamu akan mati di dalam dosa-dosamu, dan ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Artinya, saya akan pergi ke surga; dan kamu tidak. Dia juga mengatakan bahwa Dia datang dari surga, dan akan kembali ke surga.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, sangat penting bahwa dosa itu diperhadapkan. Dan tergantung pada perlawanan orang berdosa itu, konfrontasi harus dinaikkan seperti apa yang akan Anda harus lakukan dengan siapa pun yang berada di ambang bahaya parah. Dan jika mereka tidak mau dengar panggilan pertama dan panggilan kedua, Anda harus meninggikan kepentingan panggilan itu, dan tingkat keparahan panggilan itu, karena realitas bahaya neraka itu sudah dekat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah tepat yang dilakukan Tuhan kita, dan itulah teladan baik bagi kita. Memang sulit untuk melakukan itu, tetapi inilah juga dilakukan Alkitab. Rasul Paulus dalam Roma 1, 2, dan 3 membicarakan betapa berdosanya manusia. Dan dalam Roma 1, tentang orang non-Yahudi, meskipun mereka mengenal Allah, mereka memuliakan Dia bukan sebagai Allah, tetapi mereka menyembah berhala, dan mengikuti jalan yang mengarah pada percabulan, homoseksualitas, pikiran terkutuk, dan semua jenis kemalangan lain. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun Paulus berkata dalam Roma 2:15, bahwa hukum Allah tertulis di dalam hati mereka. Tetapi mereka tidak mau mengikuti hukum itu. Kemudian dia juga berbicara tentang orang Yahudi di Roma, dan dia berkata, “Itu bukan orang Yahudi yang hanya Yahudi dari luar saja.” Kemudian dia berkata, “Anda mengatakan kita memiliki hukum. Kita adalah pengikut hukum. Kita adalah penjaga hukum.” Tetapi Paulus berkata, “Karena kamu, nama Allah itu dihujat di antara bangsa-bangsa.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tidak ada gunanya bagi Anda untuk memiliki hukum. Itu tidak berarti apa-apa. Anda bukan orang Yahudi sejati. Seorang Yahudi sejati adalah orang yang percaya dalam hatinya. Dan dalam Roma 3:23, Dia hanya memberitahu kita tentang kondisi setiap orang, “Tidak ada orang yang benar. Tidak, satu pun tidak.” Dan Dia berkata dalam Roma 3:19, bahwa "seluruh dunia bersalah." Dan Kristus membuktikan itu dengan keyakinan dan kuasa yang sedemikian rupa sehingga orang berdosa tidak dapat menghindarinya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan bahwa dengan perbuatan hukum, tidak ada orang yang akan dibenarkan. Jadi, Anda tidak dapat memperbaiki dirimu sendiri. Tidak ada keamanan dalam agama. Tidak ada keselamatan dalam pekerjaan baik. Tidak ada keamanan dalam warisan Anda seperti yang diyakini orang Yahudi. Hanya di dalam Kristus dosa itu bisa diampuni dan Anda lolos dari neraka. Hanya dengan kepercayaan kepada Kristus. Dan itulah yang telah Yesus katakan selama ini: percayalah, percayalah! </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan bahwa perlu untuk percaya kepada-Nya. Mereka tidak mau mendengarnya. Dia memberi tahu mereka bahwa mereka perlu diampuni. Mereka membantahnya. Dia memberi tahu mereka bahwa mereka perlu bertobat. Mereka menolak itu. Dia mengatakan bahwa mereka tidak mengenal Allah. Mereka tidak percaya hal itu. Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan mati dalam dosa mereka, dan mereka mengejek Dia. Orang-orang beragama palsu tidak pernah melihat diri mereka sendiri sebagaimana adanya mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang rabi mengatakan seperti ini dalam literatur Yahudi, “Abraham sendiri duduk di samping gerbang neraka dan tidak mengizinkan orang Israel yang jahat untuk masuk.” Betulkah itu? Apakah tugas Abraham memang mencegah Anda masuk neraka? Rabi Yahudi lain berkata, “Mereka yang adalah keturunan Abraham menurut daging, meskipun mereka adalah orang berdosa dan tidak percaya dan tidak taat kepada Allah, akan masuk ke dalam kerajaan kekal.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, menjadi orang Yahudi bagi mereka adalah izin bebas untuk melakukan apa pun juga. Ketika Yesus berkata 'kamu akan mati dalam dosa-dosamu, dan ke mana Aku pergi, kamu tidak dapat datang', Dia mengatakan terlepas dari apa yang kamu percaya dan telah diajarkan, kamu tidak akan masuk ke surga ke mana Aku pergi; kamu akan masuk ke neraka. Yesus memberikan pukulan maut pada jaminan palsu ini. Menghancurkan jaminan palsu itu adalah bagian dari kejujuran dalam pengabaran Injil.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, sekarang kita sampai pada ayat-ayat hari ini. Orang Yahudi itu memiliki tiga klaim dan klaim itu progresif. Pertama, mereka mengklaim dirinya sebagai keturunan fisik Abraham, yang memang benar. Kedua, mereka mengklaim dirinya sebagai benih rohani Abraham, yang tidak benar. Dan ketiga, mereka mengaku diri mereka sebagai anak-anak Allah, yang tidak benar. Yesus setuju dengan yang pertama, dan kemudian menghancurkan dua klaim palsu yang terakhir.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, itulah yang dilakukan Tuhan kita. Nomor satu, mereka mengaku sebagai anak fisik Abraham. Dalam percakapan sebelumnya dengan orang yang sama, Tuhan kita sedang berbicara kepada mereka tentang kebenaran dan kebebasan, ingat? “Kebenaran akan membebaskan Anda. Jika Anda melanjutkan menaati Firman-Ku, Anda adalah murid-Ku yang sejati.” Jadi, mereka berkata di ayat 33, "Kami adalah keturunan Abraham." Itu mengakhiri diskusi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan, kami tidak membutuhkan Engkau dan pesan Engkau. Kami adalah keturunan Abraham. Jadi, Yesus menanggapi klaim yang mereka buat di ayat 33 di <b>ayat 37</b>, “Memang Aku tahu kalian ini keturunan Abraham.” Dan memang luar biasa, bahwa saat ini sebagian besar garis ras mereka sangat murni. Seperti yang dijanjikan pada Abraham dalam Kejadian 12:2, Dia akan memiliki bangsa yang besar. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus berkata ada sesuatu yang salah di sini. <b>Ayat 37-39</b> melanjutkan, “Namun kalian mencoba membunuh Aku, karena kalian tidak mau menerima pengajaran-Ku. 38 “Apa yang Kulihat pada Bapa-Ku, itulah yang Kukatakan. Sedangkan kalian melakukan apa yang diajarkan bapamu.” 39 Mereka menjawab, “Bapak kami ialah Abraham.” Kata Yesus, “Sekiranya kalian betul-betul anak Abraham, pastilah kalian melakukan apa yang dilakukan Abraham.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekarang akan mengalihkan mereka dari pikiran Abraham adalah bapa mereka, menjadi pikiran bahwa orang lain adalah bapa mereka. Memang itu benar, dan Paulus berkata dalam Roma 9, Anda memiliki hukum, para nabi dan perjanjian-perjanjian. Anda memiliki semua hak istimewa menjadi orang Yahudi yang merupakan keturunan Abraham. Tetapi itu tidak ada gunanya karena tidak ada orang yang bisa dibenarkan oleh perbuatan hukum Taurat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingat dalam Kejadian 18 ketika Abraham dan Sarah berada di rumah pada suatu malam, dan beberapa malaikat muncul? Dan salah satu malaikat itu ternyata adalah Allah. Itu adalah suatu Kristofani, yaitu penampakan Kristus sebelum Dia di inkarnasi. Dan apakah yang Abraham lakukan ketika Kristus muncul? Dia menerima-Nya dan memeluk-Nya. Mereka menyiapkan makan malam dan bersekutu bersama.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kalian telah menolak Aku, Allah yang turun ke bumi. Kalian bukan anak-anak rohani Abraham. Abraham hanya melihat bayangan terbatas dari kejadian itu, sebuah pratinjau. Kalian sudah memiliki cerita lengkap selama tiga tahun, pada saat kalian menyalibkan Dia. Lebih lanjut dalam Kejadian 15:6, "Abraham percaya kepada Allah dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” Jadi siapakah anak-anak rohani Abraham? Orang-orang yang percaya Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sinilah mereka membuat klaim terakhir: "Kami memiliki satu Bapa yang benar: Allah." Kita bukan hanya anak-anak jasmani Abraham, anak-anak rohani Abraham, tetapi kami adalah anak-anak rohani Allah. Mengapa? Karena kita tidak lahir dari percabulan yang merupakan penyembahan berhala. Dan terkait dengan penyembahan berhala adalah amoralitas. Kami tidak terlibat dalam amoralitas penyembah berhala. Kami menyembah Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, “Aku mengucapkan firman Allah. Tetapi kalian tidak percaya. Kalian bukan anak-anak rohani Abraham.” <b>Ayat 40</b>, “Aku menyampaikan kepadamu kebenaran yang Kudengar dari Allah, tetapi kalian mau membunuh Aku. Abraham tidak berbuat seperti itu!” <b>Ayat 41</b>, Kalian melakukan apa yang dilakukan bapakmu sendiri.” Jawab mereka, “Kami bukan anak-anak haram. Bapa kami hanya satu, yaitu Allah sendiri.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami adalah anak-anak rohani Abraham karena kami percaya pada apa yang diyakini Abraham. Dan kemudian Yesus berkata, “Tidak, kamu bukan anak rohani Abraham. Kalian tidak percaya ketika Allah berbicara karena Aku telah menyampaikan Firman Allah kepada kalian. Lalu kata Yesus, <b>ayat 42</b>, “Sekiranya Allah itu Bapamu, kalian akan mengasihi Aku, sebab Aku datang dari Allah. Aku tidak datang dengan kemauan sendiri, tetapi Dialah yang mengutus Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bukanlah Bapa kalian, karena tidak seperti Abraham, kalian ingin membunuh utusan dari surga itu. Ini benar-benar menghancurkan semua kepercayaan mereka pada agama mereka. Karena selama mereka percaya pada harapan palsu mereka, mereka tersesat dan terkutuk. Kalian tidak menerima firman Allah, dan kalian benci Anak Allah. Kalian bukan milik Allah. Itu ber-hubungan dengan mengasihi kebenaran dan mengasihi Yesus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 43</b>, “Apakah sebabnya kalian tidak mengerti apa yang Kukatakan? Sebab kalian tidak tahan mendengar ajaran-Ku.” Manusia jasmani tidak memahami hal-hal tentang Allah karena baginya hal-hal itu adalah kebodohan. Kalian tidak mengerti karena kalian tidak mau percaya. Begitu kalian itu percaya, maka semuanya menjadi jelas, benar? Jadi, kalian tidak mengerti apa yang Aku katakan karena kalian tidak dapat memahami kata-kata-Ku.” </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus menjatuhkan bom itu. <b>Ayat 44</b>, “Iblislah bapakmu, dan kalian hanya mau menuruti kemauan bapakmu. Sedari permulaan Iblis itu pembunuh. Ia tidak pernah memihak kebenaran, sebab tidak ada kebenaran padanya. Kalau ia berdusta, itu wajar, karena sudah begitu sifatnya. Ia pendusta dan bapa segala dusta.” 1 Yohanes 3:1-10 membedakan anak-anak Allah dengan anak-anak iblis melalui hal-hal yang mereka lakukan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seberapa luaskah kuasa Setan itu? Ibrani mengatakan dia memiliki kekuatan maut, dan dia melakukannya dalam satu tindakan yang benar-benar membunuh umat manusia di taman itu. Ada sesuatu dalam diri kita yang merusak kita, dan kita tidak dapat mempertahankan kesempurnaan tubuh asli itu. Dan iblis adalah pendusta dan kebohongannya masih berlangsung sampai sekarang. Dan salah satu dusta besarnya adalah bahwa setiap orang adalah anak Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 45</b>, “Tetapi Aku mengatakan kebenaran, dan karena itulah kalian tidak percaya kepada-Ku.” Kalian tidak percaya kebenaran. Kalian adalah anak-anak iblis. Berikut ini caranya untuk mendiagnosis anak iblis: orang itu tidak percaya kebenaran dan tidak mengasihi Kristus. Inilah cara untuk tahu siapakah anak Allah, orang itu mengasihi kebenaran dan percaya semua yang Kristus katakan kepada kita di dalam Alkitab dan mengasihi-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 46</b>, “Siapa di antara kalian dapat membuktikan bahwa ada dosa pada-Ku? Kalau Aku mengatakan kebenaran, mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?” Tidak ada yang percaya, atau mereka akan membantah itu kepada-Nya. Dan ketika tiba waktunya untuk mencoba mendapatkan alasan untuk membunuh Dia pada akhirnya, mereka mengadakan semua pengadilan palsu itu dan tidak ada yang bisa memberi alasan apa pun. Akhirnya, mereka perlu menyuap beberapa saksi palsu untuk mengarang tuduhan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 47</b>, “Orang yang berasal dari Allah, mendengar perkataan Allah. Tetapi kalian bukan dari Allah, itulah sebabnya kalian tidak mau mendengar." Setiap orang yang Anda temui adalah dari Allah atau dari iblis. Dan dunia Setan, kerajaan kegelapan, sebagaimana Paulus menyebutnya, terpengaruh oleh kebencian, yang merupakan manifestasi dari keegoisan, penipuan, dusta dan ketidakbenaran. Inilah universal. Ini bukan hanya orang Yahudi saja.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak iblis itu memiliki pola dosa yang tidak terputus, dan itu menunjukkan dirinya dalam kesombongan, yang memanifestasikan dirinya dalam kebencian dan pembunuhan. Anak-anak Allah mempraktikkan kebenaran. Itu menunjukkan dirinya dalam kasih, kebenaran, dalam kasih ke Juruselamat, dan dalam kasih satu sama lain. Jadi, ketika Anda berpikir untuk memeriksa leluhur Anda, yang penting bukanlah keluarga kita di masa lalu, tetapi keluarga kita di masa kini, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Apr 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210411</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000015A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000159"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:1-10</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tiba di Yohanes 20 pada kebangkitan Tuhan Yesus kita. Kalian perlu memahami bahwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sebuah ciri Kekristenan, itu adalah peristiwa dan tujuan utama. Kebangkitan adalah tujuan penebusan. Seluruh tujuan Allah dalam menciptakan dan menebus umat-Nya adalah untuk mengangkat mereka menuju kepada kemuliaan kekal di surga sehingga mereka dapat menyembah-Nya untuk selamanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan kebangkitan kepada kemuliaan kekal itu bukan hanya untuk memiliki roh yang mulia, tetapi untuk memiliki tubuh yang mulia. Kebangkitan kita dijamin oleh kuasa Allah, dan kuasa Kristus yang ditunjukkan dalam kebangkitan-Nya. Karena Dia hidup, kita juga akan hidup. Kebangkitan juga merupakan pengesahan dari persembahan-Nya, karena Allah Bapa sudah puas dengan pengorbanan yang dipersembahkan Kristus untuk dosa-dosa umat-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus berkata, "Sudah selesai!" Dan Allah berkata, "Aku puas." Jadi Allah membangkitkan Dia, dan Dia naik ke kemuliaan kekal, dan duduk di sebelah kanan Allah untuk menjadi perantara bagi umat-Nya dan membawa mereka semua ke dalam kemuliaan kekal secara rohani dalam bentuk kebangkitan itu. Jadi kebangkitan itu adalah peristiwa terbesar di dalam sejarah. Itu adalah ekspresi paling signifikan dari kuasa Allah atas nama orang-orang percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah batu penjuru janji Injil. Kita diselamatkan untuk dibangkitkan dari kematian, dan kita pergi ke surga untuk selamanya dalam bentuk kebangkitan itu. Tujuan keselamatan adalah orang-orang yang dibangkitkan. Karena Kristus mengalahkan dosa, kita akan dibangkitkan untuk tinggal bersama Dia untuk selamanya. Roma 10:9 mengatakan, “Sebab kalau saudara mengaku dengan mulutmu bahwa ‘Yesus itu Tuhan’, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah sudah menghidupkan Yesus dari kematian, maka saudara akan diselamatkan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya rasul Paulus, dalam 1 Korintus 15 berkata, “Aku menyatakan kepadamu kebenaran kebangkitan yang telah Aku beritakan kepadamu, yang juga kamu terima dan di mana kamu berdiri.” Itu adalah makna Injil. Dan untuk menandakan itu secara berkelanjutan, hari Minggu, yaitu hari pertama dalam minggu itu, menjadi hari dimana gereja bertemu untuk beribadah. Karena hari Minggu adalah hari kebangkitan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja telah melakukan itu sejak awal. Sejak para rasul pada hari kebangkitan, di hari pertama minggu itu, bertemu malam itu dengan Yesus. Gereja selalu bertemu pada hari pertama minggu itu untuk merayakan kebangkitan. Keempat penulis Injil mencatat sejarah kebangkitan yang benar-benar terjadi. Kesaksian gabungan dari Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah gambaran lengkap dari kebangkitan yang diilhami itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah sekarang kita merayakan kebangkitan itu. Kita membicarakannya; kita bernyanyi tentang itu dan kita mengingatnya. Ada beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan tentang hal itu. Tidak ada yang melihat kebangkitan itu sebenarnya. Tetapi ini bukan kejadian yang perlu disaksikan. Yang perlu Anda lihat hanyalah Yesus yang telah mati dan sekarang hidup. Dan saksi-saksinya banyak sekali. Dan kita juga adalah saksi, karena Kristus hidup di dalam kita. Tetapi tidak ada orang yang menyaksikan kebangkitan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada penulis Alkitab yang mencoba menjelaskan kebangkitan itu, karena tidak ada penjelasan yang rasional. Namun tidak masalah jika Alkitab tidak menjelaskan kebangkitan itu, karena itu adalah penciptaan kreatif. Itu adalah mukjizat supranatural seperti semua mukjizat lain yang dilakukan Tuhan kita. Coba lihatlah seluruh kisah penciptaan alam semesta dalam Kejadian 1, di mana dari ketiadaan mutlak tercipta seluruh alam semesta yang ada.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hasilnya jelas, tetapi Alkitab tidak memberi tahu kita bagaimana itu terjadi. Itulah mengapa mustahil bagi para ilmuwan untuk mempelajari penciptaan. Anda tidak dapat mempelajari penciptaan dari perspektif rasional, yang dapat diamati secara pragmatis dan ilmiah; Anda hanya dapat menerima pernyataan ajaib itu yang diberikan Sang Pencipta kepada kita dalam Kejadian 1. Kita tidak tahu bagaimana semua mukjizat itu terjadi secara teknis.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak perlu tahu bagaimana itu terjadi. Itu terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi, dan dengan kuasa supranatural-Nya hal itu terjadi. Dan kita benar-benar tidak perlu tahu bagaimana mujizat itu terjadi, tetapi ada saksi-saksi. Anda dapat tahu bahwa itu terjadi tanpa mengetahui bagaimana itu terjadi. Bagaimana kita tahu bahwa itu benar terjadi? Oh, ada beberapa bukti yang diberikan kepada kita di dalam Alkitab.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada kuburan kosong, yang adalah indikasi yang cukup bagus. Ada kesaksian malaikat, langsung dari surga; dan ada saksi-saksi mata. Semua itu akan dijelaskan dalam Yohanes 20 untuk kita. Saat kita sampai pada kisahnya dan saat kita membahas ini, kita akan mengambil sedikit dari Matius, Markus dan Lukas pada poin-poin strategis untuk membantu Anda mendapat pemahaman yang lebih baik tentang kejadian itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes ingin kita melihat kemuliaan Kristus, bahkan dalam kematian-Nya. Dan dia menunjukkan kepada kita kemuliaan Kristus, karena Dia menunjukkan kepada kita bahwa Yesus bertanggung jawab atas kematian-Nya sendiri. Dan Dia juga bertanggung jawab atas penguburan-Nya sendiri. Sekarang Dia bertanggung jawab atas kebangkitan-Nya sendiri. Ini menunjukkan kepada kita "bahwa Yesus adalah Kristus," sehingga kita dapat mempercayai-Nya, dan dengan kepercayaan itu "memiliki hidup kekal dalam nama-Nya."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perjanjian Lama itu menjanjikan bahwa Mesias itu akan bangkit. Itu dijanjikan dalam Mazmur 16:10, “Sebab Engkau tidak membiarkan Aku mati, tetapi menunjukkan jalan kehidupan kepada-Nya.” Yesus menubuatkan bahwa Dia akan bangkit dalam Matius 12:40, “Yunus tinggal tiga hari tiga malam di dalam perut ikan besar. Begitu juga Anak Manusia akan tinggal tiga hari tiga malam di dalam kuburan di bumi.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para rasul juga memberitakan kebangkitan di Kisah Para Rasul dengan khotbah pertama oleh Petrus. Mereka memberitakan kebangkitan itu di seluruh Kisah Para Rasul. Topiknya adalah kematian dan kebangkitan Kristus untuk menunjukkan bahwa Mesias itu harus menderita dan kemudian bangkit untuk mendirikan kerajaan-Nya. Dan gereja mula-mula mulai beribadah pada hari Minggu, hari pertama, untuk memperingati kebangkitan itu. Itulah mengapa kita ada ibadah gereja pada hari Minggu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 20:1</b></span><span class="cf1">, “Pada hari Minggu pagi, waktu masih gelap, Maria Magdalena pergi ke kuburan. Ia melihat batu penutupnya sudah digeser dari lubang kubur itu.” Yesus berkata bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Dia berada di kuburan beberapa jam pada hari Jumat sebelum matahari terbenam. Dia ada di sana selama 24 jam pada hari Sabtu. Dan Dia ada di sana sekitar 12 jam pada hari Minggu, karena hari Yahudi itu mulai waktu matahari terbenam sampai matahari terbenam. Jadi ini tiga hari, karena bagian apapun dari hari itu dihitung sebagai satu hari.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes mengatakan "waktu masih gelap" ketika Maria Magdalena datang ke kuburan. Dia yang pertama-tama ada disana. Tetapi dia tidak mulai sendirian. Menurut Matius 27, Maria, ibu Yakobus dan Yusuf ada bersamanya. Matius 28:1 memberi tahu kita bahwa kedua Maria sedang menuju ke kuburan. Wanita yang ada di kaki kayu salib juga ada disana pada hari Jumat ketika Yusuf dan Nikodemus menguburkan tubuh Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan di Lukas 23:55, “Wanita-wanita yang datang dengan Yesus dari Galilea melihat kuburan itu. Mereka melihat juga bagaimana jenazah Yesus itu diletakkan. Dan mereka tidak pergi ke mana-mana pada hari Sabat. Setelah hari Sabat selesai, hal pertama yang mereka pikirkan adalah untuk kembali ke kuburan. Mereka ingin mengurapi tubuh Yesus lebih banyak. Maria Magdalena melihat bahwa batu itu telah "digeser dari lubang kubur.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita ada bukti pertama kebangkitan itu, </span><span class="cf1"><b>yaitu kubur kosong</b></span><span class="cf1">. Batu itu tidak digulingkan untuk membiarkan Yesus keluar. Batu itu digulingkan untuk membiarkan para saksi itu masuk. Yesus yang telah bangkit dan tidak membutuhkan batu itu disingkirkan. Maria takut ada yang terburuk. </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Maka ia lari mencari Simon Petrus dan pengikut yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, "Tubuh Tuhan itu telah diambil dari kuburan, dan saya tidak tahu di mana mereka menaruh Dia."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah bukti bahwa mereka tidak berencana untuk mencuri tubuh Yesus. Maria tidak mengharapkan ada kebangkitan. Dia bukan bagian dari komplotan yang berencana untuk memalsukan kebangkitan. Mereka tidak pernah akan melakukan itu dan kemudian pergi dan berkhotbah dan mati sebagai martir untuk sesuatu yang mereka palsukan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3-4</b></span><span class="cf1">, “Petrus dan murid yang lain itu pergi ke kuburan. 4 Mereka berdua lari, tetapi murid yang lain itu lebih cepat dari Petrus dan mencapai kuburan itu lebih dulu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sementara itu, ketika wanita lain tiba, para malaikat menampakkan diri kepada mereka. Maria tidak bertemu malaikat itu. Dia ada pengalaman luar biasa nanti. Tapi dia sedang dalam perjalanan ke Petrus dan Yohanes. Nah dari orang-orang ini tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada hari Sabtu itu. Mereka tidak tahu bahwa Sanhedrin minta supaya ada penjaga Romawi untuk menjaga makam itu, dan mereka memasang meterai Romawi di batu itu sehingga tidak ada yang dapat memalsukan kebangkitan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Meterai Romawi berarti jika Anda membuka segel Romawi itu, itu akan menjadi kejahatan besar, dan mereka juga menempatkan sejumlah besar tentara Romawi di sana. Mereka tidak tahu itu. Mereka juga tidak tahu bahwa pada malam Minggu gelap itu, Allah mengirim sebuah gempa bumi lokal. Tetapi sebelum Dia mengirim gempa bumi itu, Dia membuat semua prajurit itu tertidur. Dan kemudian dengan gempa bumi itu, batu itu terguling.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 28:1-4 menjelaskannya. Tentara itu tidak tahu apa yang terjadi dan mereka melarikan diri dari kuburan. Mereka memeriksa kuburan itu dan Yesus tidak ada disitu. Mereka tidak tahu mengapa mereka ketiduran, karena mereka adalah tentara profesional, dan itulah pelanggaran yang berakibat parah. Mereka tidak tahu dari mana asalnya gempa itu. Mereka tidak tahu bagaimana batu itu terguling. Jadi tidak ada alasan untuk tinggal disitu, jadi mereka pergi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu mereka sudah pergi, karena Maria Magdalena tidak pernah menyebut mereka ketika dia kembali kesana. Wanita lain juga tidak pernah menyebut mereka ketika mereka sampai disana. Petrus dan Yohanes tidak pernah menyebut mereka ketika mereka sampai disana. Para prajurit itu sudah pergi, mereka terguncang oleh gempa bumi itu sampai mereka bangun dari koma mereka yang diinduksi secara ilahi. Mereka tahu bahwa mereka telah gagal dalam tugas mereka, jadi mereka langsung kembali ke Sanhedrin.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itulah kesaksian kolektif bahwa tubuh itu tidak ada. Sementara di kuburan, Maria Magdalena berasumsi bahwa orang-orang telah mencuri jenazah Yesus. Dia tidak memikirkan ada kebangkitan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 5-6</b></span><span class="cf1">, “Yohanes menengok ke dalam kuburan dan melihat kain kafan terletak di situ, tetapi ia tidak masuk. 6 Simon Petrus menyusul dari belakang, lalu langsung masuk ke dalam kuburan itu. Ia juga melihat kain kafan terletak di situ.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 7-8</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kain yang diikat pada kepala Yesus itu tidak ada di dekatnya melainkan tergulung tersendiri. 8 Kemudian murid yang lebih dahulu sampai di kuburan itu, masuk juga. Ia melihat dan percaya.” Saya tidak tahu apa yang dia percaya karena </span><span class="cf1"><b>ayat 9</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Sampai pada waktu itu mereka belum mengerti apa yang tertulis dalam Alkitab bahwa Ia harus bangkit dari kematian.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah bukti dari </span><span class="cf1"><b>kuburan yang kosong: penjaga yang tidak ada, batunya dipindahkan, mayatnya hilang; dan kemudian kain kafan dengan rapih letak di tempatnya</b></span><span class="cf1">. Nah marilah kita kembali ke penguburan dan ingatlah bahwa mereka tidak membalsem tubuh-Nya. Mereka memiliki sekitar seratus pon rempah-rempah. Jadi mereka membungkus-Nya sedikit dan kemudian memasukkan bumbu-bumbu, dan melakukan itu berkali-kali. Rempah-rempah itu gunanya untuk mencoba menghilangkan bau busuk itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah jika seseorang mencuri tubuh-Nya, mereka tidak akan membukanya. Tetapi seandainya mereka melakukan itu, pasti tidak akan terlihat pembungkus linen itu rapih di satu tempat dan pembungkus kepala itu rapih di tempat lain. Tetapi pembungkus kain linen itu letak disana di mana jenazah-Nya dulu berada, dan pembungkus wajah adalah tempat di mana kepala itu dulu berada, karena Dia keluar begitu saja dari mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan perampokan kuburan. Jika para murid melakukan ini, mereka tidak akan membuka pembungkus itu. Namun para murid tidak melakukannya, karena mereka bahkan tidak mengharapkan ada kebangkitan. Lihatlah, mayat-Nya ada di sana pada hari Jumat, semua orang tahu itu. Semua orang menyaksikan penyaliban-Nya dan tahu bahwa Dia sudah mati. Bahkan para algojo Romawi juga tahu Dia sudah mati; itulah mengapa mereka tidak mematahkan kaki-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian lambung Yesus ditusuk dengan tombak oleh seorang dari prajurit-prajurit itu; dan segera keluarlah darah dan air, tanda bahwa Ia sudah mati. Beberapa jam berlalu sampai saat mereka membungkus-Nya dan meletakkan-Nya di kuburan. Semua orang tahu Dia ada di kuburan. Makam itu ditutup dengan batu besar yang digulingkan di depan pintu masuk, disegel dengan meterai Romawi, dan dijaga oleh tentara Romawi. Tidak ada orang yang dapat datang dan mencuri tubuh Yesus itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para penjaga ada di Sanhedrin Yahudi untuk mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Sementara itu Tuhan menyuruh para pengikut-Nya untuk pergi ke Galilea. Matius 28:11 mengatakan, “Beberapa dari tentara pengawal yang menjaga kuburan itu kembali ke kota, dan melaporkan kepada imam-imam kepala semua yang sudah terjadi.” Apakah yang mereka bisa katakan? “Kami tidak tahu apa yang terjadi. Kami semua ketiduran. Ada gempa bumi, batunya terguling dan tubuh-Nya hilang.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 12-13, “Imam-imam kepala itu berunding dengan pemimpin-pemimpin Yahudi, lalu memberi sejumlah besar uang kepada tentara pengawal itu, 13 dan berkata, "Kalian harus mengatakan bahwa pengikut-pengikut Yesus datang pada malam hari, dan mencuri mayat-Nya waktu kalian sedang tidur. Ayat 15, “Maka tentara pengawal itu mengambil uang itu, dan melakukan seperti yang telah dipesankan kepada mereka. Oleh karena itu cerita itu masih tersiar di antara orang-orang Yahudi sampai pada hari ini.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes menulis suratnya enam puluh tahun kemudian, dan itu tetap adalah cerita di antara orang-orang Yahudi bahwa para murid mencuri tubuh-Nya. Jadi kuburan itu kosong. Para wanita bersaksi tentang kuburan kosong. Para prajurit bersaksi tentang kuburan kosong. Petrus dan Yohanes bersaksi tentang kuburan kosong. Kain kafan memberi kesaksian tentang kuburan yang kosong. Sanhedrin bersaksi tentang kuburan kosong, tetapi mereka muncul dengan alasan bodoh untuk menjelaskan kejadian itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Markus 16:5-6, “Lalu mereka masuk ke dalam kuburan itu. Di dalamnya di sebelah kanan, mereka melihat seorang pemuda yang memakai jubah putih sedang duduk, dan mereka terkejut. 6 Malaikat itu berkata, "Jangan takut! Saya tahu kalian mencari Yesus orang Nazaret yang sudah disalibkan. Ia tidak ada di sini. Ia sudah bangkit! Lihat saja, inilah tempat mereka membaringkan Dia.” Lukas mengatakan ada dua malaikat, dan memang ada dua.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 24:46-48, “Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Di dalam Alkitab tertulis bahwa Mesias itu harus menderita, dan akan bangkit kembali dari kematian pada hari yang ketiga. 47 Juga dikatakan bahwa atas nama Mesias itu akan diwartakan kepada segala bangsa, bahwa ada pengampunan dosa bagi semua orang yang bertobat. Dan berita itu harus diwartakan mulai dari Yerusalem. 48 Kalian adalah saksi-saksi dari semuanya itu.” Memang Yesus sekarang hidup! Puji Tuhan! Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210404</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000159</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Supremasi di Kalvari]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000158"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+19:16-30" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 19:16-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita telah mengatakan selama ini dalam Injil Yohanes bahwa tujuan Yohanes dalam setiap paragraf adalah untuk menyatakan kemuliaan Kristus. Dan Anda mungkin berasumsi bahwa akan sulit menemukan kemuliaan apa pun dalam eksekusi Yesus, dalam penyaliban Anak Allah; tetapi tidak bagi Yohanes, ada kemuliaan yang nyata. Itu ditunjukkan dalam ayat-ayat yang akan kita diskusikan dengan Anda dengan empat cara.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Empat ciri kematian Kristus meninggikan Kristus sebagai yang ilahi. Yang pertama berkaitan dengan penggenapan Kitab Suci, dan kita sudah melihat itu; yang kedua berkaitan dengan tanda yang diletakkan di atas kepala-Nya; yang ketiga berkaitan dengan simpati yang Dia tunjukkan saat digantung di kayu salib; dan yang keempat berkaitan dengan supremasi yang Dia ungkapkan saat Dia mengatur kematian-Nya sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sudah jelas di salib itu firman sedang digenapi. Dalam Markus 15:20 dan dalam Lukas 23:26 dikatakan, “Yesus mengikuti mereka.” Ini luar biasa. Dia tidak perlu didorong, Dia pergi dengan rela hati. Dia berkata dalam Yohanes 10, "Tidak ada orang yang mengambil hidup-Ku dari-Ku, Aku menyerahkannya untuk Diriku.” Dia keluar dari Yerusalem. Dia mengikuti mereka. Inilah penggenapan dari Yesaya 53:7 yang mengatakan, "Ia dibawa seperti domba ke pembantaian."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu bukanlah caranya orang Yahudi membunuh orang. Orang Yahudi membunuh orang dengan batu. Tetapi Yesus ditinggikan. Yesus bahkan berkata dalam Yohanes 3, “Anak Manusia akan ditinggikan. Sebagaimana Musa mengangkat ular tembaga di padang gurun, demikian pula Anak Manusia akan ditinggikan.” Kemudian Dia berkata, “Jika Aku ditinggikan, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku,” itu menandakan jenis kematian Dia akan mati. Fakta bahwa Dia tidak dilempari batu oleh orang Yahudi adalah penggenapan nubuatan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ketika seseorang akan disalibkan, mereka dipamerkan ke seluruh kota sambil menyeret salib mereka sendiri di depan seseorang dengan tanda yang memberi</span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">tahu kejahatan tersebut. Ini menakutkan hati semua orang tentang pelanggaran hukum Romawi mana pun. Jadi Yesus pergi langsung dari penghakiman ke eksekusi. Itu juga memenuhi Perjanjian Lama. Yesaya 53:8 mengatakan, "Dia diambil dari penghakiman dan diputuskan dari negeri orang hidup."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu melanggar hukum Yahudi. Seharusnya ada hari-hari di antara bukti-bukti baru yang akan didengar. Itu juga melanggar hukum Romawi. Setidaknya ada dua hari yang dibutuhkan di antara penghakiman dan eksekusi. Yesaya 53 mengatakan Dia akan pergi dari penghakiman ke eksekusi, dan itulah tepat yang mereka lakukan untuk menggenapi nubuatan. Dan dalam membawa-Nya ke tempat Tengkorak, Golgota, sebuah tanda ditempatkan disitu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Pada kayu salib Yesus, Pilatus menyuruh memasang tulisan ini, “Yesus dari Nazaret, Raja Orang Yahudi.” Pilatus enam kali berkata, "Saya tidak menemukan kesalahan pada orang ini." Mengapa dia melanjutkan eksekusi ini? Karena dia telah diperas oleh orang Yahudi. Dia melakukan beberapa hal bodoh pada awalnya yang menyebabkan ada kerusuhan. Dan ada laporan kembali ke Roma bahwa dia buruk sebagai pemimpin yang mewakili Roma.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mengancam Dia dengan hal itu dalam Yohanes 19:12, "Pilatus berusaha untuk melepaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak mengatakan, “Kalau Tuan membebaskan Dia, kami akan melaporkan Anda kepada Kaisar lagi.'" Jadi dia diperas untuk melakukan apa yang dia tahu salah. Tidak dapat menempatkan kejahatan pada tanda itu, jadi sebaliknya dia meletakkan tanda, "Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi," dan memakunya di atas kepala-Nya di kayu salib.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Pilatus tahu bahwa orang Yahudi itu benci Yesus. Ini sempurna bagi Pilatus untuk melontarkan ironi sarkastik dan balas dendam pada mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, “Banyak orang Yahudi membaca tulisan itu, sebab tempat Yesus disalibkan itu tidak jauh dari kota. Tulisan itu dalam bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani.” Jadi dia mengambil bahasa agama, bahasa budaya dan bahasa kekuasaan untuk berkata, "Inilah Raja orang Yahudi."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi dalam kebodohannya dia menyatakan kebenaran mutlak. Dia adalah Mesias dan Yang Diurapi. Ketika Dia lahir, seorang malaikat datang dan menyatakan kepada ibu-Nya Maria bahwa dia akan memiliki seorang anak yang akan menjadi raja, yang akan memerintah di atas takhta kerajaan yang kekal; dan pada masa bayi-Nya, orang-orang majus datang dari timur untuk mencari Dia sebagai Raja Allah. Yohanes 12:13 mengatakan, "Semua orang berteriak, 'Berbahagialah Raja Israel.'”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Kemudian para imam kepala keberatan dan berkata kepada Pilatus, “Jangan menulis 'Raja orang Yahudi' melainkan tulislah 'Dia berkata, Aku Raja orang Yahudi.'” Pilatus tidak mau melakukan itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Pilatus menjawab, ‘Yang telah saya tulis, tetap tertulis.'” Dia dengan senang hati memakai itu untuk pembalasannya sendiri. Dia mengatakan kebenaran untuk diketahui seluruh dunia sepanjang sejarah manusia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang dilakukan orang Yahudi dalam kebodohan, apa yang dilakukan oleh orang Romawi dalam ketidaktahuan, apa yang dilakukan oleh para imam kepala, apa yang dilakukan Pilatus: semua itu bodoh, semua menolak Kristus, namun tanda itu menyatakan kebenaran. Allah mengendalikan kejadian itu untuk menggenapi nubuatan. Allah bahkan mengatur pembuatan tanda itu sehingga akhirnya itu mengatakan kebenaran. Sejarah mencatat Juruselamat yang disalibkan dengan kebenaran di atas kepala-Nya: Raja segala raja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Di dekat salib Yesus berdiri ibu Yesus, saudara perempuan ibu-Nya, Maria istri Klopas, dan Maria Magdalena.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 26-27</b></span><span class="cf1">, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya berdiri di situ, Ia berkata kepadanya, "Wanita baik, inilah anakmu." 27 Kemudian Yesus berkata kepada murid-Nya itu, "Itulah ibumu." Semenjak saat itu murid itu menerima ibu Yesus untuk tinggal di rumahnya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dalam situasi ini ada kerumunan; ada imam-imam kepala, ada para penguasa, Sanhedrin; dan ada otoritas Romawi, ada juga algojo, dan ada tentara Romawi yang melakukan pengendalian massa, dipimpin oleh seorang perwira. Tetapi melawan semua orang bodoh itu yang sangat kontras dengan mereka, ada sekelompok yang terdiri dari lima orang, yang berdiri dekat salib itu. Tidak semua orang telah meninggalkan Dia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada empat wanita dan satu pria. Mengapa yang lain tidak ada? Mereka tidak mau diidentifikasikan dengan orang yang sedang dieksekusi oleh orang Romawi karena menjadi ancaman bagi Kaisar. Jika, pada kenyataannya, Dia adalah orang semacam pemberontak, janganlah ada yang berpikir bahwa Anda adalah bagian dari pemberontakan itu. Tetapi ada empat wanita yang berani dan satu pria yang berani. Dimanakah semua murid lainnya? </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika menurut Anda itu aneh jika Yohanes tidak menggunakan nama Maria, coba pikirkanlah betapa anehnya ini. Bahkan Matius dan Markus tidak menyebutkan bahwa dia ada di sana. Bagaimana mungkin wanita yang tidak disebutkan namanya ini, bisa menjadi ratu alam semesta? Dan dia tidak pernah disebutkan dalam salah satu kitab dari seluruh Perjanjian Baru. Dan dalam Wahyu dimana kita memiliki semua jenis pemandangan surga, dia juga tidak disebut.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maria adalah wanita dengan kebajikan spiritual atau dia tidak mungkin akan dipilih menjadi ibu Tuhan Yesus Kristus, benar? Dan untuk peran itu dia pantas dihargai dan dihormati, dan dia diberikan itu bahkan oleh sepupunya Elizabeth. Tetapi Maria adalah orang berdosa dan dia berkata bahwa ketika dia memuji Tuhan dalam Lukas 1 dan dia mengidentifikasikan Allah sebagai, "Allah Juruselamatku." Dia merendahkan dirinya dan menyebut dirinya budak Allah yang membutuhkan belas kasihan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mendoakannya atau menganggapnya sebagai semacam penebus bersama dengan Kristus berarti melampaui apa pun yang dikatakan Alkitab. Keheningan kitab-kitab yang membentuk inti doktrinal Perjanjian Baru, harus menunjukkan kepada Anda bahwa Maria tidak berperan dalam penebusan siapa pun. Jika dia harus menerima doa sebagai perantara diantara kita dan Kristus, Perjanjian Baru itu pasti menjelaskannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Juga tidak benar adalah ajaran Roma Katolik tentang kelahiran perawan di dalam Alkitab. Ini bukan tentang dia sebagai seorang perawan melahirkan Kristus, tetapi dia juga dilahirkan dari seorang perawan. Dan asumsi tubuhnya, yang berarti dia tidak mati. Teologi Katolik mengatakan dia lahir tanpa ayah manusia, dan dia tidak mati, dia hanya pergi begitu saja ke surga. Itu semua adalah karangan manusia; tidak satupun dari itu ada di dalam Alkitab.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 26</b></span><span class="cf1">, Yesus berkata, "Wanita yang baik, inilah anakmu." Mengapa dia tidak dipanggil ibu? Seandainya saya menghampiri ibu saya ketika dia di sini dan berkata, "Wanita," itu tidak sopan. Tetapi tidak ada rasa tidak hormat di sini, hanya ada pengakuan yang mendalam tentang hubungan yang berbeda. Dan ada juga saudara perempuannya yang menurut kebanyakan sarjana Alkitab adalah wanita bernama Salome, istri Zebedeus, ibu dari Yohanes dan Yakobus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Maria perlu diperhatikan. Dia bukanlah makhluk supranatural; dia adalah seorang janda yang telah kehilangan kasih terbesarnya, Putra sulungnya. Maka Yesus menatapnya dan berkata, "Wanita baik, lihatlah, anakmu!" dan Dia mengarahkannya kepada rasul Yohanes, karena Dia memandang kepada rasul Yohanes, </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1">, dan berkata, “Lihatlah, ibumu!” Sejak saat itu murid itu membawa Maria ke rumahnya sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah hati Allah, meskipun di tengah penderitaan yang paling mengerikan </span><span class="cf1"><b>Dia tetap menunjukkan simpati. </b></span><span class="cf1">Tetapi sesungguhnya sejak awal Kamis malam, dan sekarang kita sampai Jumat ketika Dia disalibkan, sepertinya Dia terus-menerus mencurahkan kasih. Itu dimulai di Yohanes 13 ketika mereka sampai di ruang atas, dan Yohanes menulis, “Setelah mengasihi umat-Nya yang ada di dunia, Dia mengasihi mereka secara maksimal.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Jangan sedih; Aku mengasihimu sampai batas kekekalan. Aku mengasihimu untuk merendahkan diri-Ku dan membasuh kakimu.” Itu pelayanan rendahan. "Aku cukup mengasihimu untuk menyiapkan sebuah kamar untukmu di surga.” Itulah pelayanan yang ditingkatkan. Dalam Yohanes 14:16, pada malam yang sama, Kamis malam di ruang atas, Dia berkata, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Dia akan memberimu Penolong yang lain, dan Dia akan bersamamu untuk selamanya, yaitu Roh kebenaran.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di Yohanes 14:26 Dia mengatakan, “Tetapi Roh Allah, Penolong yang akan diutus Bapa atas nama-Ku, Dialah yang akan mengajar kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan semua yang sudah Kuberitahukan kepadamu.” Aku tidak ingin Anda melupakan apa pun, Aku ingin Anda mengetahui semua kebenaran, jadi Aku mengirimkan Roh Kudus. Ayat 27, “Sejahtera Kutinggalkan kepada kalian. Damai-Ku sendiri yang Kuberikan kepadamu. Yang Kuberikan itu bukan seperti yang diberikan dunia kepadamu. Jangan gelisah, jangan takut.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu membawa kita ke bagian terakhir di </span><span class="cf1"><b>ayat 28 -30</b></span><span class="cf1">, yaitu kedaulatan Kristus, atau </span><span class="cf1"><b>supremasi Kristus</b></span><span class="cf1"> terlihat di sini: “Yesus tahu bahwa misinya sekarang telah selesai, dan untuk menggenapi Alkitab dia berkata, “Aku haus.” 29 Di situ ada sebuah kendi berisi anggur asam, lalu mereka mencelupkan sebuah bunga karang di dalamnya, dan menaruhnya di setangkai hisop, dan mengangkatnya ke bibir-Nya. 30 Ketika Yesus sudah mencicipinya, dia berkata, "Sudah selesai!" Kemudian Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan roh-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Anda melihat kedaulatan ilahi, supremasi ilahi. Dia mengontrol kematian-Nya. Pertama-tama, Anda melihat kemahatahuan. Kemahatahuan itu adalah mengetahui segalanya; kemahakuasaan adalah memiliki semua kuasa. Dikatakan dalam ayat 28, "Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah diselesaikan." Dia tahu segalanya, karena sebagai Allah Dia itu mahatahu. Dia tahu kapan setiap detail telah diselesaikan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kembali dalam doa di Yohanes 17:4, Dia berkata, “Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku." Itu mengantisipasi momen ini beberapa jam kemudian keesokan harinya. Tetapi ada satu nubuatan yang belum digenapi, dan Dia tahu hal itu, jadi Dia berkata, "Aku haus." Apakah yang Dia pikirkan? Dia memikirkan Mazmur 69:21, "Mereka memberi-Ku racun, dan pada waktu Aku haus, mereka memberi Aku minum anggur asam.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah anggur asam itu dibandingkan dengan empedu? Yesus menolak racun itu, tetapi Dia terima anggur asam, dan kehausan-Nya dipadamkan. Itu tidak pernah dimaksud untuk memperpanjang hidup-Nya, itu hanya dimaksud untuk menggenapi Alkitab. Mazmur 69 itu berkata, “Bahkan Aku diberi racun untuk makanan; waktu haus, Aku diberi cuka untuk minuman.” Mereka meletakkan bunga karang di ujung buluh hisop untuk diberikan ke mulut-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah Anak Domba Pelewatan yang sejati, dan hisop sekali lagi berperan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Yesus mengecap air anggur itu lalu berkata, "Sudah selesai!" Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan meninggal.” Dia meninggal jauh lebih cepat dari pada jadwal untuk orang yang disalibkan. Dia mati karena Dia menghendaki dirinya sendiri untuk mati. Dikatakan dalam Matius 27:50 dan Markus 15:37, “Kemudian Yesus berteriak lagi dengan suara keras, lalu menghembuskan napas-Nya terakhir.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang diselesaikan Yesus? Dia menyelesaikan penebusan dengan penggantian. Dia menyelesaikan menanggung murka Allah atas dosa umat-Nya. Semua ini, sekali lagi, berkuasa; dan ironi disini adalah orang yang mau mati itu yang malah mengendalikan kematian-Nya dan kehidupan-Nya. Semua kesaksian kuat tentang keilahian Kristus ini memiliki dampak langsung. Saya ingin Anda melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan orang-orang yang menyaksikan kematian-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Lukas 23:47, “Ketika perwira pasukan melihat apa yang sudah terjadi, ia memuji Allah.” Inilah seorang Romawi yang tidak percaya. “Lalu ia berkata, "Sungguh, Dia tidak bersalah!” Itu istilah Yohanes. Matius 27:54 mengatakan, “Kepala pasukan bersama-sama dengan prajurit-prajurit yang sedang menjaga Yesus menjadi ketakutan sekali waktu melihat gempa bumi, dan semua yang terjadi itu. Mereka berkata, "Sungguh, Dia ini Anak Allah!”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka, para prajurit Romawi ini, mengambil kesimpulan melihat Yesus hampir mati bahwa Dia ilahi. Mereka tahu Dia adalah Allah. Melihat kegelapan itu, kegelapan pekat di tengah hari, dan mengalami gempa bumi dahsyat, melihat orang-orang mati hidup kembali, dan melihat caranya Yesus mati, sambil mengatakan hal-hal yang Dia katakan, itu semua menyebabkan mereka berubah hati. Mereka diyakinkan akan kemuliaan-Nya melalui salib itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian dalam Lukas 23:48, “Orang banyak yang datang di situ untuk menonton, melihat apa yang terjadi. Mereka semua pulang, memukuli dada mereka.” Inilah tanda orang Yahudi dimana mereka mengaku bersalah dan berduka. Mereka ketakutan melihat gempa bumi yang membelah tabir di Bait Suci itu dari atas ke bawah dan membuka Tempat Mahakudus untuk dilihat semua orang. Mereka ketakutan oleh gempa bumi itu yang membuka Ruang Mahakudus itu untuk selamanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buktinya meyakinkan, Yesus adalah Kristus. Pencuri itu melihatnya, tentara melihatnya, orang banyak melihatnya, dan anugerah ditawarkan kepada mereka semua. Petrus juga berkhotbah, “Tidak ada keselamatan dalam nama lain, hanya dalam nama Yesus, satu-satunya keselamatan dari penghakiman dan neraka, satu-satunya jalan ke surga; bukan karena perbuatan, tetapi karena iman kepada-Nya. Bertobatlah dan percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus.” Undangan ini masih ditawarkan kepada siapa pun sekarang. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Mar 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210328</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000158</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nubuatan Digenapi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000157"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+19:16-30" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 19:16-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita sampai pada penyaliban Yesus Kristus. Bagi kita yang beriman, kita yang mengenal dan mengasihi Tuhan, penyaliban itu adalah segalanya. Ini adalah inti dari pesan Injil, itulah mengapa kita fokus pada khotbah yang kita khotbahkan. Semua hal itu pada akhirnya harus berfokus pada salib dan kebangkitan Kristus setelah itu. Jadi marilah kita menyimpulkan pentingnya penyaliban itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua penulis Injil berfokus pada kematian Kristus dan kebangkitan Kristus. Karena, inilah puncak dari tujuan penebusan. Penyaliban Tuhan Yesus adalah klimaks dari sejarah penebusan. Itu adalah titik fokus dari rencana keselamatan. Karena Allah mengasihi kita maka Dia mengutus Anak-Nya untuk menjadi pendamaian bagi dosa-dosa kita. Yesus Kristus pergi ke kayu salib, karena Allah memilih Dia untuk menjadi Anak Domba.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus akan menjadi korban pendamaian bagi dosa-dosa semua umat-Nya sepanjang sejarah. "Yesus datang," kata-Nya kepada kita, "untuk mencurahkan hidup-Nya sebagai persembahan kepada Allah, menjadi korban untuk dosa." Kita memahami tujuan ilahi dalam kematian Kristus. Dia mati sebagai pengganti orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dia mengambil hukuman kita, penghakiman kita, hukuman penuh atas dosa-dosa kita sehingga sekarang kita bisa diampuni.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus "menanggung permusuhan besar oleh orang-orang berdosa terhadap diri-Nya," kata Ibrani 12. Mengapa? Yah, pertama-tama, Dia adalah Allah inkarnasi; dan menjadi Allah itu dengan sendirinya menciptakan permusuhan, karena seperti yang dikatakan rasul Paulus dalam Roma 8, "Pikiran daging memusuhi Allah." Fakta bahwa Dia adalah Allah secara harfiah meluncurkan permusuhan, karena itu adalah realitas universal: semua orang berdosa memusuhi Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukan hanya ada permusuhan dari orang berdosa. Inilah ular yang meremukkan tumit Anak Allah, seperti yang dikatakan dalam Kejadian 3:15. Tetapi itu bukan hanya waktu Setan; itu juga adalah waktu Allah. Di Yesaya 53:10, dikatakan bahwa "Allah berkehendak menghancurkan Tuhan Yesus Kristus, untuk membuat Dia berduka." Jadi, terutama kasih Allah itu yang mengatasi kebencian manusia dan kebencian iblis untuk mencapai tujuan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menggunakan skema jahat manusia sepanjang sejarah penebusan untuk mencapai tujuan-Nya sendiri. Dan Dia menggunakan hal terburuk yang pernah dilakukan manusia untuk mencapai hal terbesar yang pernah Dia lakukan, yaitu keselamatan umat-Nya sendiri. Allah melakukan ini karena Dia penuh belas kasihan, dan Dia mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Jadi, meskipun salib adalah kesaksian kebencian manusia dan kebencian setan, itu adalah terutama bukti kasih ilahi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Salib itu adalah makna Kekristenan. Tema salib itu kemudian ditulis di keempat Injil. Mereka semua bergerak menuju kesimpulan mereka, yaitu di kayu salib, dan itu diikuti oleh kebangkitan. Surat-surat Perjanjian Baru lainnya menjelaskan teologi salib. Kitab Kisah Para Rasul menunjukkan penginjilan salib. Dan kitab Wahyu memberitahu kita tentang kedatangan-Nya yang kedua kali.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus datang untuk menegakkan kerajaan-Nya di bumi, dan kemudian untuk selama-lamanya di surga baru dan bumi baru. Injil Yohanes berkaitan dengan dosa dan kematian - bukan hanya kematian fisik, tetapi kematian rohani dan kematian kekal. Injil Yohanes mementingkan penghakiman, penghakiman kekal, dan kebangkitan kekal menuju pada penghakiman di dalam tubuh yang tidak seperti tubuh ini, tetapi tubuh yang cocok untuk hukuman kekal di neraka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes memastikan kita tahu bahwa Yesus mengatakan ini: "Jika kalian tidak percaya bahwa Aku adalah Dia, kalian akan mati dalam dosa-dosamu, dan ke mana Aku pergi kalian tidak akan pernah datang." Yesus adalah satu-satunya korban penebusan, dan tanpa pencurahan darah-Nya tidak ada pengampunan dosa dan keselamatan. Tuhan kita ingin kita tahu bahwa Dia harus “ditinggikan untuk menarik semua orang kepada diri-Nya,” yang mengacu pada pengangkatan-Nya di kayu salib.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes tidak menggambarkan penderitaan fisik apa pun. Penulis Injil lainnya memberi kita sedikit lebih banyak dari itu, tetapi tidak ada penulis Injil yang benar-benar memperhatikan detail dari penderitaan Kristus, penderitaan fisik Kristus, karena itu sebenarnya bukan masalah utama. Puluhan ribu orang telah disalibkan, dan mereka disalibkan sejak zaman Persia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi apa yang Perjanjian Baru itu ingin kita pahami bukanlah penderitaan fisik Kristus, tetapi penderitaan rohani Kristus, bahwa Dia menderita untuk dosa-dosa kita dan menggantikan kita di bawah murka Allah. Jadi ketika kita mempelajari Perjanjian Baru kita akan selalu dibimbing dengan melihat sekilas penderitaan fisik langsung ke penderitaan rohani Kristus sehingga kita benar-benar memahami teologi salib.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Cicero, penulis Romawi itu, menyatakan itu adalah kematian yang paling kejam dan mengerikan. Tacitus menyebutnya yang paling hina. Itulah pasti cara mati yang paling memalukan, karena pada dasarnya Anda ditelanjangi dan digantung dengan paku di sepanjang jalan untuk dilihat dan dipetik oleh burung dan binatang. Itu adalah kematian yang disediakan bagi budak, penjahat, tawanan perang dan pemberontak.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang Yohanes ingin kita mengerti bukanlah bagian fisik dari semua ini, tetapi bagian spiritual. Hal pertama yang kita lihat dalam penyaliban Kristus dalam catatan Yohanes adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi menggenapi Kitab Suci. Ini adalah bukti yang sangat besar, karena orang-orang yang melakukan semua ini kepada Yesus adalah penyembah berhala yang tidak ada hubungannya dengan Kitab Suci. Prajurit Romawi ini melakukan apa yang biasanya mereka lakukan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rupanya empat tentara Romawi memiliki tugas untuk menyalibkan Yesus. Ini hal rutin bagi mereka, mereka sudah mengejek Yesus dalam memperlakukan Dia seperti mereka memperlakukan Dia dengan cambuk, meludahi Dia, meninju wajah-Nya, memukul-Nya dengan tongkat dan mengejek-Nya. Mereka sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang apapun dalam Perjanjian Lama atau tujuan apapun dari Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun demikian, mereka yang tidak bertuhan, dengan bodohnya memenuhi Kitab Suci, karena semuanya ada di bawah kendali Allah yang berdaulat, yang mengontrol setiap detail. Sekarang ada empat fitur terpisah yang menunjukkan kemuliaan Kristus, bahkan dalam penyaliban-Nya yang mengerikan ini. Marilah kita mulai dengan yang pertama, yaitu </span><span class="cf1"><b>penggenapan Kitab Suci</b></span><span class="cf1">. Kembalilah ke Perjanjian Lama dan ada pernyataan yang telah ditulis. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak detail yang diprediksi, dinubuatkan, dan digambarkan yang digenapi secara eksplisit pada tingkat terkecil. Canon Liddon bertahun-tahun yang lalu mengatakan bahwa ada sekitar 330 nubuatan khusus tentang Kristus dalam kedatangan-Nya yang pertama. Seseorang melakukan perhitungan matematis dan berkata, "Supaya semua 330 nubuatan itu terjadi secara kebetulan, kemungkinan-nya adalah 1 dibanding 84 dengan seratus nol.” Itu tidak mungkin terjadi secara manusiawi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sini Yohanes hanya memberi kita beberapa detail ini. Dalam </span><span class="cf1"><b>Yohanes 19:16</b></span><span class="cf1"> dikatakan, “Maka Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka mengambil Yesus lalu membawa-Nya pergi.” Ada kepanikan dalam kejadian Pilatus ini. Pilatus pada dasarnya telah diperas, seperti yang kita lihat di ayat 12. Jika dia ingin mempertahankan kedudukannya, dia tidak dapat membuat marah orang Yahudi lagi. Dialah yang ketakutan; dan karena itu dia menyerahkan Yesus untuk disalibkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernyataan di ayat 16 itu, berarti "diserahkan ke hukuman." Pada dasarnya itulah yang Allah lakukan, menurut Roma 8:32, “Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua.” Pilatus adalah alat manusia, tetapi Allah adalah tujuan ilahi itu. Manusia itu ada tujuan berdosanya, dan Allah ada tujuan-tujuan-Nya yang kudus dan mereka bertemu pada kesempatan ini. Orang berdosa itu tidak pernah dapat membatasi rencana Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Coba lihat saja lebih dekat pada detailnya. Matius, Markus, dan Lukas mengatakan "Dia dibawa pergi." Korban penyaliban itu selalu sangat ketakutan. Sejarawan memberi tahu kita bahwa mereka harus dipaksa seperti binatang buas. Tetapi apa yang kita baca tentang Yesus adalah "mereka membawa Dia pergi," yang berarti "Dia mengikuti mereka." Mereka menuntun Dia ke eksekusi-Nya sendiri. Tidak ada kepanikan dan pergumulan, tidak ada seretan, "mereka menuntun Dia."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesaya 53:7 mengatakan, "Dia dibawa seperti domba ke pembantaian." Hanya dua setengah jam telah berlalu sejak Yesus pertama kali berdiri di hadapan Pilatus, dan sekarang Dia sedang dalam perjalanan ke Golgota. Orang-orang Yahudi seharusnya menunggu berhari-hari sebelum mengadakan eksekusi atas seseorang yang menurut hukum mereka sendiri terbukti bersalah; dan orang Romawi, mereka juga ada hukum yang mengatakan harus ada dua hari di antara hukuman dan eksekusi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi dalam kasus Tuhan Yesus, Dia langsung pergi dari penghakiman ke eksekusi, langsung ke Golgota, tempat hukuman mati. Yesaya 53:8 mengatakan ini: “Dia diambil dari penjara dan dari penghakiman,” itu berbicara tentang kematian-Nya. Itulah yang sebenarnya terjadi. Bahkan menurut hukum Yahudi seharusnya itu berhari-hari. Kata-kata yang sangat spesifik, "Dia diambil dari penjara dan dari penghakiman sampai mati."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang benar terjadi. Setiap langkah, setiap gerakan, setiap tindakan diprediksi secara akurat dalam Perjanjian Lama. Ini bukan seorang korban. Ini adalah kematian yang direncanakan dan dirancang yang digerakkan oleh Allah. Dan kemudian, di ayat 17, dikatakan “Dia memikul salib-Nya sendiri”. Saya tidak tahu berapa beratnya. Beberapa orang memperkirakan itu 200 hingga 300 pon, Dia menyeretnya dengan konsidi dimana Dia mendaki bukit ke Golgota.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Yesus keluar," yang menunjukkan keluar dari Yerusalem. Dalam Keluaran 29 ada perintah Allah tentang persembahan, “daging lembu jantan dan kulitnya dan sampahnya, kamu harus bakar dengan api di luar perkemahan; itu adalah korban penghapus dosa. “Bakar di luar perkemahan.” Dan di sini Allah memastikan bahwa persembahan terakhir dan satu-satunya yang benar untuk dosa terjadi di luar perkemahan, yaitu di luar kota.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dikatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “ke tempat yang disebut ‘Tempat Tengkorak’, yang disebut dalam bahasa Ibrani, Golgota.” Kata Latinnya adalah calvarias. Di situlah kita mendapatkan kata "Kalvari." Mengapa ini disebut “Tempat Tengkorak”? Inilah bukit yang berbentuk tengkorak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Di mana mereka menyalibkan Dia.” Nah ini bukan cara orang Yahudi untuk mengeksekusi orang. Tetapi Perjanjian Lama mengatakan inilah yang akan terjadi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah Bilangan 21, dimana ular-ular menggigit anak-anak Israel? Dan mereka datang ke Musa dan berkata, "Lihatlah, kita semua akan mati. Engkau harus melakukan sesuatu.” Maka Musa memasang sebuah tiang, dan dia meletakkan ular tembaga di atasnya, dan dia berkata, “Maka setiap orang yang memandang ular itu sebagai simbol pertobatan dan berseru kepada Allah, kamu tidak akan mati, tetapi kamu tetap hidup.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah gambaran Kristus. Dengarkanlah Yohanes 3:14, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan; supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Orang Yahudi tidak mengangkat orang ketika mereka mengeksekusinya, mereka membunuh mereka dengan batu. Faktanya, dalam Perjanjian Lama dikatakan, "Terkutuklah setiap orang yang bergantung di pohon." Tetapi disini Yesus itu ditinggikan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu bukanlah bentuk eksekusi Yahudi, tetapi itulah yang terjadi pada-Nya. Yesus menubuatkan hal itu dalam Yohanes 8:28, "Maka kata Yesus, 'Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari Diriku sendiri.” Dan lagi di Yohanes 12:32-33, "Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penyaliban itu sendiri dijelaskan dalam Mazmur 22. Ini adalah mazmur mesianik, tentang Kristus di kayu salib. Bagaimana Anda tahu ini adalah salib? Ayat 1, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Itulah yang Dia katakan di kayu salib. Ayat 14 mengatakan: “Seperti air Aku tercurah; dan segala tulangku terlepas dari sendinya. 16 Sebab segerombolan penjahat mengepung aku; mereka menusuk tangan dan kakiku. 17 Mereka menonton, mereka memandang Aku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mazmur 22:18 dikutip langsung di </span><span class="cf1"><b>ayat 24</b></span><span class="cf1">, "Mereka membagi pakaian luar-Ku di antara mereka, dan untuk jubah-Ku mereka membuang undi.” Itu memberi tahu Anda bahwa Mazmur 22 adalah gambaran penyaliban, bukan hanya di ayat 18, tetapi sisanya juga di setiap detail. Kembali ke ayat 18, "Mereka menyalibkan Dia dengan dua orang lain." Penulis Injil lainnya menggambarkan mereka sebagai pemberontak. Itu juga adalah penggenapan nubuatan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yesaya 53:12 dikatakan, "Dia terhitung diantara para pemberontak.” Disitulah ada Kristus, dan kemudian ada dua pencuri lainnya, Dia disalibkan bersama orang lain yang adalah pemberontak biasa. Dan itulah tepat yang dilakukan orang Romawi. Dan itu harus terjadi seperti Allah katakan. Dan salah satu dari pencuri itu adalah orang pertama yang diselamatkan oleh anugerah-Nya, dan itulah orang yang bersama-Nya di surga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 19:23-24</b></span><span class="cf1">, “Kemudian tentara-tentara itu, setelah menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya dan dibagi empat, masing-masing prajurit mendapat satu bagian, dan juga jubah-Nya. Nah jubah itu tidak ada jahitannya, ditenun dari atas sampai ke bawah. 24 Mereka berkata satu sama lain, “Janganlah kita memotongnya, tetapi marilah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang boleh mendapatnya,” agar Kitab Suci digenapi yang mengatakan: “Mereka membagi pakaian-Ku di antara mereka. Dan untuk jubah-Ku, mereka membuang undi.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, tetapi mereka sedang menggenapi Mazmur 22:18, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi untuk jubahku.” Dan itulah persis apa yang mereka lakukan. Ada seseorang di Perjanjian Lama yang juga memiliki jubah tanpa jahitan, dan itulah Imam Besar; dan dia memakai jubah tanpa jahitan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu hanya catatan dari Roh Kudus untuk mengingatkan kita bahwa hanya Yesuslah Imam Besar sejati. Bahasa Latin untuk "imam" adalah pontifex. Pontifex berarti "pembangun jembatan". Fungsi seorang imam adalah untuk membangun jembatan antara Allah dan manusia. Di sini Yesus mengenakan jubah yang mulus seperti yang dilakukan Imam Besar, karena Dialah pembangun jembatan yang sejati. Dia adalah Imam Besar Allah yang sempurna. Sebagaimanapun Anda melihat ini, Anda melihat penggenapan nubuatan ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Karena itu para prajurit melakukan hal-hal ini." Semua yang dilakukan tentara itu memenuhi nubuatan. Di sinilah letak kemuliaan Kristus dalam keadaan ngeri ini. Ini adalah penggenapan satu demi satu, hingga ke detail terkecilpun. Allah mengungkapkan tujuan-Nya di dalam Kristus dengan luar biasa. Lebih banyak lagi yang akan datang karena keilahian Tuhan kita didemonstrasikan dengan cara lain. Dan kita akan melihatnya di hari Minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Mar 2021 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210321</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000157</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemuridan Sejati]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000156"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+8:31-36" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 8:31-36</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap ayat dalam Injil Yohanes dipenuhi kebenaran ilahi. Semua bagian dalam Yohanes tampaknya penting sekali, tetapi yang satu ini bahkan melebihi puncak-puncak lainnya dalam kepentingannya. Jadi marilah kita baca Yohanes 8:31-36, “31 Maka kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap setia pada ajaran-ajaran-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. 32 Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"33 Jawab mereka, “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata, 'Kamu akan merdeka?” 34 Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap dalam rumah untuk selama-lamanya. 36 Jadi jika Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” Lihatlah ayat 31, “Jika kamu tetap setia pada firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini mengenai menjadi murid sejati. Banyak orang mengaku Kristus. Banyak orang menyatakan diri mereka percaya kepada Kristus. Banyak orang memberi kesaksian tentang fakta bahwa mereka adalah orang Kristen. Itu cukup umum dalam budaya kita, tetapi siapakah orang Kristen sejati? Siapakah murid sejati? Anda harus bisa menjawabnya sendiri, dan harus bisa menjawabnya untuk orang-orang di sekitar Anda.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah 2 Korintus 13:5, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu. Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” Paulus berkata, "Ujilah dirimu untuk melihat apakah kamu benar-benar di dalam Kristus." Nah, inilah pertanyaan yang sangat penting bagi kita pada saat ini karena kita telah melihat ada indikasi iman dan kepercayaan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang-orang di Yohanes 6 yang menyebut dirinya murid, tetapi mereka berbalik dan meninggalkan Kristus. Prototipe itu adalah Yudas Iscariot. Kata Yesus di Yohanes 6:70-71, "Yudas adalah iblis dan pengkhianat." Dan murid-murid itu menanyakan, "Apakah itu aku? Apakah itu aku? ” Apakah mereka tidak yakin akan keaslian keselamatan mereka sendiri? Seberapa sulitnya untuk tahu hal itu? Memang ada 'orang percaya' yang meninggalkan Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, kita bertemu dengan orang-orang percaya di sini di ayat 30 yang percaya kepada Yesus. Dia mengacu mereka sebagai, "Mereka yang percaya," dalam ayat 31. Namun ini adalah orang-orang yang sama yang dirujuk dalam ayat 44, "Kamu adalah dari bapamu, iblis." Bagaimana orang-orang yang percaya kepada-Nya, pada saat yang sama bisa menjadi anak-anak iblis? Nah, kita sudah tahu bahwa memang ada pemuridan palsu, iman palsu, dan pembelotan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bagaimana kita membedakannya? Kita tahu bahwa Yesus dalam Matius 13 juga menceritakan perumpamaan tentang gandum dan lalang yang bertumbuh bersama, dan bahwa kita tidak dapat membedakannya dalam setiap kasus. Dan dari buahnyalah kita dapat mengenal mereka, tetapi kadang-kadang satu-satunya pekerjaan yang membedakan akan datang pada akhir penghakiman ketika para malaikat melakukan pekerjaan Allah dan memisahkan gandum (orang percaya) dari lalang (orang yang tidak percaya).</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada banyak orang yang percaya, tetapi itu mungkin tidak benar. Penghakiman itu dimulai di rumah Allah. Jadi disini kita bertemu dengan beberapa orang Yahudi yang, menurut ayat 30 dan 31, telah percaya kepada Yesus. Mereka tertarik oleh kerumunan yang terpesona oleh hal-hal supranatural. Dia menyembuhkan orang. Dia mengusir setan. Dia memberi makanan gratis, dan makanannya enak. Dia menjanjikan pengampunan dosa. Dia menjanjikan surga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang masih mencari Yesus berdasarkan itu. Mereka adalah orang-orang yang mencari kepuasan pribadi, orang-orang yang ingin kehidupan yang lebih baik, orang-orang yang ingin ada jawaban, orang-orang yang capai dengan kelemahan mereka, lelah jatuh pada godaan, orang-orang yang takut kebiasaan buruk, yang ingin kehidupan yang lebih baik, orang yang ingin melepaskan diri dari rasa takut, ingin merasa aman, orang yang ingin ada harapan dalam kehidupan yang akan datang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika mereka menuju ke arah itu dan dunia, kedagingan, dan iblis yang sepenuhnya diberdayakan oleh sifat dosa mereka sendiri mulai menarik kuat melawan Kristus; orang yang setengah percaya itu mencintai dosa dan jatuh kembali, karena orang setengah percaya itu masih mencintai dosa mereka, dan tidak mau menyerah pada tuntutan keras dari pertobatan sejati dan penyerahan rendah hati kepada Kristus. Inilah mungkin membutuhkan sedikit waktu dan mungkin juga memakan waktu lama.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang, kembalilah ke keadaan sekarang, Tuhan kita ada di kota Yerusalem. Mereka baru saja merayakan Pesta Pondok. Kita tahu semua hal tentang itu di mana Dia menyatakan diri-Nya sebagai Air Hidup dan Terang Dunia. Dia telah ditolak oleh para pemimpin. Mereka ingin dia mati. Dalam ayat terakhir Yohanes 8 mereka mengambil batu untuk membunuh-Nya, dan ini bukan hanya di Yerusalem, tetapi juga di kampung halaman-Nya Nazaret.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Dia memperlihatkan kemunafikan mereka. Dia menghadapi agama palsu dan menipu mereka. Mereka ingin Dia mati, tetapi sementara permusuhan mereka meningkat dan terus meningkat sampai ke kayu salib, ada orang-orang yang tertarik kepada-Nya dan mereka adalah orang percaya. Mereka percaya kepada-Nya. Dan Tuhan kita secara langsung menentang kepercayaan awal itu, dan Dia berbicara langsung kepada mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah tempat yang paling berbahaya. Lebih baik menjadi seorang penyembah berhala di suatu negeri asing yang tidak pernah mendengar tentang Yesus daripada berada setengah jalan ke Kristus, sudah tahu kebenaran, namun tidak mau melepaskan dunia. Menjangkau Yesus tetapi tidak mau melepaskan kesenangan dan kenyamanan dunia; inilah ‘orang-orang percaya’ yang ternyata hanya menjadi anak-anak iblis. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, saat kita sampai pada teks ini, saya ingin Anda melihat dua kenyataan yang jelas. </span><span class="cf1"><b>Satu, apakah sebenarnya pemuridan sejati. Kedua, manfaat pemuridan sejati itu.</b></span><span class="cf1"> Pengertian mental tentang Yesus tidaklah cukup. Yakobus 2:19 berkata, “Bahkan iblispun percaya dan gemetar.” Apakah patokannya? </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, "Yesus berkata kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya, “Kamu benar-benar murid-Ku jika kamu tetap setia pada ajaran-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda diselamatkan, Anda mengaku Yesus sebagai Tuhan. Dia adalah Majikanku, Tuhanku, dan itu menentukan apakah artinya menaati. Dia adalah Penguasa, yang memberi perintah. Aku, sebagai budak menanggapi dengan ketaatan yang penuh kasih. Ingatlah bagaimana Dia mengakhiri khotbah di Matius 7:24, Dia berkata, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, dapat dibandingkan dengan orang yang bijaksana.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang bijaksana membangun rumahnya di atas batu. Dan turunlah hujan, dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya akan sama dengan orang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Turunlah hujan, dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bertahan bukan hanya pada saat-saat indah, tetapi pada saat ada penganiayaan, kebencian dan kemartiran. Matius 24:13, “Tetapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat.” Yohanes 14:15, “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Yohanes 14:21 berkata, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 14:24 mengatakan, “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” Ketika Anda mematuhi Firman Allah, Anda memberikan bukti ada kasih yang merupakan produk dari regenerasi sejati. Roma 5:5 mengatakan, “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita.” Mereka yang benar-benar percaya dipenuhi dengan kasih.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Buah Roh adalah kasih dalam segala manifestasinya. Dan kasih menunjukkan dirinya dalam ketaatan yang penuh keinginan, kemauan, kegembiraan, bahkan tetap ada di bawah paksaan, penganiayaan, penderitaan, dan kematian. Yohanes 15:10 berkata, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, sama seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Inilah cara kita mengetahui bahwa ada kasih timbal balik di antara Allah Anak dan Allah Bapa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah tanda dari pemuridan sejati? Itu adalah ketekunan dan daya tahan dalam ketaatan yang penuh kasih kepada Firman Allah. Nah, kedua, marilah kita bicara tentang </span><span class="cf1"><b>manfaat pemuridan sejati itu</b></span><span class="cf1">. Manfaatnya dinyatakan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Dan kamu akan tahu kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Hati itu digerakkan ke arah itu. Kenyataan yang sungguh sial adalah orang-orang mencari itu di semua tempat yang salah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">2 Timotius 3:7 mengatakan, "Orang-orang seperti itu walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.” Itulah usaha sia-sia manusia, dan akhirnya mereka ingin memasukkan agama, dan disanalah orang Yahudi itu berada. Mereka pikir mereka telah sampai pada kebenaran dan mereka tahu kebenaran itu. Masalahnya bagi orang-orang yang tidak percaya, walaupun kebenaran itu muncul, mereka tetap menolaknya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 1:18 mengatakan, “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” Pilihlah universitas mana saja. Pergilah dan berbaurlah di antara puluhan ribu mahasiswa yang mencari kebenaran dan tawarkanlah kebenaran kepada mereka, dan lihatlah seberapa baiknya Anda diterima. Pergilah ke departemen filsafat. Katakanlah kepada mereka bahwa Anda ingin memberi ceramah tentang kebenaran, bahwa Anda tahu kebenaran itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda tahu kebenaran itu dari atas sampai ke bawah, dari sisi ke sisi; Anda ada disini untuk mengungkapkan kebenaran sepenuhnya. Lihatlah bagaimana Anda disambut. Bicaralah tentang Yesus Kristus dan kebenaran. Bicaralah tentang Injil dan kebenaran. Bicaralah tentang dosa dan penghakiman. Bicaralah tentang kebenaran dan surga. Anda tidak akan diterima karena itu adalah sifat manusia yang jatuh yang menekan kebenaran itu bahkan ketika kebenaran itu muncul.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ayat 32 mengatakan bahwa manfaat mengetahui kebenaran itu akan membebaskan Anda. Yesus sedang membicarakan kebenaran rohani, kebenaran kekal, dan kebenaran keselamatan. Yesus itu adalah kebenaran dalam Yohanes 14:6, “Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.” Yohanes 16:13, “Roh Kudus adalah sumber kebenaran.” Yohanes 17:17, “Firman-Mu adalah kebenaran.” Jadi Yesus, Roh Kudus dan Firman semuanya mewakili Allah kebenaran itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya orang percaya yang sanggup percaya kebenaran. Semua orang lain menekannya. Dan kata Yesus, “Inilah kebenaran yang akan memerdekakan kamu.” Bebaskan dari apa? Dalam Matius 11:28 Yesus menandai sistem agama mereka dengan mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Apakah beban mereka? Legalisme agama. Dalam Matius 23 para pemimpin memberi beban berat kepada orang-orang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 23:15, kata Yesus, "Kamu menghasilkan anak-anak neraka," dengan sistem hukum Anda. Orang Yahudi itu tidak bebas. Mereka berada dalam perbudakan dosa dan agama palsu yang mengerikan, tetapi mereka tidak menyadari itu. Maka di </span><span class="cf1"><b>ayat 33</b></span><span class="cf1">, Jawab mereka, “Tetapi kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun.” Apakah maksud Engkau, 'Kamu akan dibebaskan'? Apakah mereka sudah lupa perbudakan itu di Mesir?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka tidak membicarakan situasi politik. Kata mereka, “Kami bebas secara rohani karena kami adalah anak-anak Abraham.” Mereka melihat diri mereka bebas. Tetapi mereka tidak bebas. Jadi kebebasan macam apa yang ditawarkan Yesus kepada mereka? Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 34</b></span><span class="cf1">, "Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadmu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Dosa mereka adalah dosa agama melalui agama tradisi buatan manusia yang korup.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebenaran Injil itu akan memberi Anda kebebasan spiritual, yaitu kebebasan dari kuasa dosa total, kontrol total, kebebasan dari kebutaan rohani, penindasan spiritual, kuasa setan, kebebasan dari ketakutan akan kematian, ketakutan akan penghakiman, dan prospek neraka abadi, kebebasan dalam arti yang sebenarnya. Tetapi itu membuat mereka marah. Mereka melakukan hal yang sama di Nazaret, mereka mencoba melemparkan-Nya ke jurang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah tentang keselamatan sejati. Murid sejati itu datang kepada Firman Allah, dengan menyesal, dengan patuh memeluk Firman Allah, dan dengan penuh kasih menaati Firman Allah. Inilah kebenaran teologis, inilah penilaian atas kondisi Anda sendiri. Murid palsu ingin apa yang Yesus tawarkan tanpa melepaskan dosa kedagingannya sendiri. </span><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Hamba itu bukanlah anggota tetap, tetapi anak adalah bagian keluarga untuk selamanya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka pikir, “Kita adalah anak-anak Abraham. Kita adalah umat perjanjian yang terpilih. Kita memiliki hukum, para nabi dan perjanjian. Itu semua milik kita. Kita adalah milik Allah karena kita adalah milik Abraham. Inilah kebanggaan buta. Yesus sedang menyalahkan mereka sebagai orang berdosa dan bukan hanya itu, tetapi budak dosa. Kemudian Yesus melanjutkan dan mengatakan hal yang mengejutkan ini, “Kalian adalah budak, bukan anak.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mungkin berbicara dengan cara yang sama seperti Paulus berbicara dalam Galatia 3 dan 4. Kata Paulus di sini ada dua kemungkinan yang berhubungan dengan Hagar dan Ismael. Masih ingat metafora disitu? Ismael adalah seorang budak tanpa warisan dari Abraham. Sedangkan Ishak menerima warisan itu. Kata Yesus, “Kamu pikir kamu adalah anak-anak Abraham, tetapi jika memang demikian, kenyataannya adalah kamu sama seperti Ismael.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda adalah seorang budak, dan Anda bukan ahli waris. Dengarkanlah Matius 8:11-12, “Aku berkata kepadamu: Banyak orang non-Yahudi akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam pesta Kerajaan Sorga, 12 namun banyak orang Israel, yang untuknya Kerajaan itu disiapkan, akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertakan gigi.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada implikasi nubuatan di sini karena Israel dikesampingkan sebagai bangsa budak, sama seperti Hagar dan Ismael. Dan anak-anak Abraham yang sejati, anak-anak-Nya karena iman yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang non-Yahudi adalah pewaris seluruh milik Allah. Mereka adalah orang-orang yang datang kepada Kristus yang kita pelajari dalam Yohanes 1:12, “Tetapi semua orang yang menerima Dia, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda menjadi anak Allah dengan iman penyelamatan sejati. Lalu apakah manfaatnya? Kemerdekaan dari belenggu dosa, kebebasan dari perbudakan, kebebasan untuk menjadi anak dan ahli waris. Roma 8:1-2 mengatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari kuasa dosa.” Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210314</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000156</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yang Tidak Percaya Diperingatkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000155"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+8:21-30" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 8:21-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuan Injil Yohanes adalah, agar Anda percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah dan percaya bahwa Anda dapat hidup dalam nama-Nya. Itulah Yohanes 20:31. Jadi segala sesuatu dalam Yohanes berfokus pada kepercayaan siapakah Dia. Mari kita membaca </span><span class="cf1"><b>Yohanes 8:21-25</b></span><span class="cf1">, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" 23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." 25 Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus, “Yang selalu Aku klaim.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Kamu akan mati dalam dosa-dosamu." Itulah yang Yesus katakan tiga kali kepada orang-orang yang percaya bahwa mereka adalah wakil Allah, bahwa mereka memiliki hak istimewa dengan harapan surga. Nah apakah menyebabkan ini? Pada saat dialog ini terjadi, semua orang di Israel sudah tahu pelayanan Yesus. Itulah akibat pelayanan sekitar tiga tahun. Pada saat ini hanya ada enam bulan dari penyaliban. Mujizat Yesus itu diketahui semua orang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah membicarakan Yesus sejak pelayanan Yohanes Pembaptis karena Yohanes berbicara tentang Yesus dan seluruh Yerusalem dan Yudea datang kepada Yohanes. Jelas tidak ada orang yang pernah melakukan apa yang Dia lakukan. Sekarang Yohanes memberi kita bukti, tetapi hanya beberapa contoh saja dari pelayanan Yesus. Dalam Yohanes 20:30 kita baca, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mukjizat yang digunakan Yohanes hanyalah ilustrasi. Yohanes 21:25 berkata, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Jadi karena bukti yang sangat banyak itu, ketidakpercayaan kepada Yesus tidak bisa dimaafkan. Dan itulah mengapa Dia berkata, "Kamu akan mati dalam dosa-dosamu karena kamu tidak percaya kepada-Ku.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin Yohanes 5:40 memberi kita penjelasan, “Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” Keinginan manusia harus diaktifkan menuju kepada Kristus untuk keselamatan. Dan itu dikendalikan oleh para rabi yang bahkan sekarang juga sangat menentang Yesus. Di waktu ini mereka lebih percaya pada Talmud mereka, yang merupakan tradisi Yahudi mereka daripada Taurat mereka, yaitu 5 kitab pertama dalam Alkitab.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Talmud itu penuh dengan dusta tentang Yesus. Dan itu telah diajarkan kepada semua orang Yahudi selama 2000 tahun. Tradisi itu bertentangan dengan ajaran Perjanjian Baru tetapi tidak ada orang Yahudi yang akan membaca Perjanjian Baru karena apa yang diajarkan para rabi. Sikap terhadap wanita sangat mirip dengan sikap duniawi pada saat itu ditulis dimana mereka dianggap jauh lebih rendah daripada pria, dan tidak seperti apa yang diajarkan Yesus di mana ada kesetaraan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi orang-orang yang belum pernah mendengar Injil pun tidak dapat dimaafkan. Roma 1:20 mengatakan bahwa ciptaan alam semesta itu sendiri dengan begitu jelas mengungkapkan Allah sehingga manusia yang tidak mengaku Allah dan mengikuti-Nya tidak dapat berdalih. Ibrani 10:26 mengatakan, “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Realitas Allah juga disampaikan kepada kita melalui hati nurani, hukum Allah itu tertulis di dalam hati. Seseorang bahkan lebih tidak bisa dimaafkan dalam ketidakpercayaannya jika dia telah mendengar Injil. Dalam Yohanes 3:16, kita baca, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Allah mengirim Anak itu ke dunia supaya orang percaya dapat diselamatkan melalui Dia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang percaya kepada-Nya tidak akan dihakimi. Orang yang tidak percaya sudah dihakimi. Orang-orang berpikir, iya, saya akan menjalani hidup saya dan Allah akan menggabungkan semua hal baik yang saya lakukan dan hal buruk dan kebaikan itu akan lebih besar daripada keburukan dan saya akan baik-baik saja pada akhirnya. Tidak, penghakiman sudah dibuat pada Anda. Anda berada di bawah penghakiman itu sekarang karena Anda tidak percaya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah cahaya itu bersinar terang di Israel selama tiga tahun? Tentu saja. Apakah cahaya itu nyata? Tentu saja. Dan ajaran-Nya serta mujizat-Nya lebih dari cukup untuk menghasilkan bukti yang diperlukan bahwa pernyataan-Nya benar. Yohanes 7:17 mengatakan, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, atau Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” Jika Anda mau, Anda akan tahu kebenaran itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini kembali kepada kehendak manusia. Kita suka doktrin tentang keberdaulatan Allah dan keselamatan dan itu dengan jelas diajarkan di dalam Alkitab. Dan sejajar dengan kenyataan itu adalah bahwa orang berdosa bertanggung jawab atas kehendaknya sendiri. Siapapun yang melihat, mendengar, dan mengalami realitas Kristus seperti yang mereka miliki dan tetap tidak percaya, menanggung sendiri kesalahan ketidakpercayaan itu. Bukti yang cukup banyak menyebabkan ketidakpercayaan itu tidak bisa dimaafkan. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Harapan mesianis mereka di dalam Dia tidak terpuaskan. Mereka menginginkan seorang pemimpin duniawi, raja duniawi, pembela Israel dan algojo musuh mereka. Mereka mau menerima Yesus ketika Dia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan menciptakan makanan untuk orang banyak. Tetapi ketika Dia menuntut pembersihan rohani, dan menghadapi dosa mereka dan berbicara tentang berkat rohani dan hal-hal surgawi, mereka meninggalkan Dia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika Yesus berbicara tentang kematian-Nya sendiri, dan mereka harus makan daging-Ku dan minum darah-Ku dalam arti mereka harus percaya, bahkan beberapa murid-Nya dalam Yohanes 6:66, meninggalkan Dia secara permanen. Di Yerusalem Dia mendemonstrasikan kuasa-Nya, Dia menarik orang banyak ke mana pun Dia pergi. Tetapi ketika Dia memberitakan kebenaran rohani, yang menuntut pengakuan dosa dan mengutuk agama palsu mereka, banyak orang mulai pergi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini memenuhi pernyataan Yohanes 1:11, "Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Penawaran keselamatan itu jelas, dan buktinya meyakinkan dan mereka memilih. Dan banyak orang menolak-Nya. Ada beberapa yang percaya. Kembali di Yohanes 6:14, “Ketika orang-orang melihat Dia memberi makan mungkin 25.000 orang, mereka berkata, “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengan kata lain, ini adalah Mesias. Dan mereka mengambilnya dari Ulangan 18 yang merupakan nubuatan Mesias di mana Dia akan diidentifikasikan sebagai seorang nabi. Ada orang yang percaya dan ada yang lain berkata, 'Ini adalah Kristus.' 'Jadi di sepanjang jalan ada orang-orang yang percaya, namun tidak banyak karena pada hari Pentakosta hanya berapa orang yang berkumpul di ruangan atas? Seratus dua puluh orang. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Yohanes 8:21</b></span><span class="cf1">, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Perhatikanlah Dia mengatakan itu lagi. Mungkinkah inilah hal yang rutin untuk dikatakan-Nya? Kata Yohanes 7:34 “Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat Aku berada.” Pelayanan-Nya membicarakan keselamatan, tetapi Dia juga memperingatkan orang-orang yang tidak percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini peringatan langsung yang paling keras. “Kamu akan mati dalam dosa-dosamu,” yaitu kamu akan mati tanpa pengampunan dosa. “Dan ke mana Aku pergi, kamu tidak bisa datang." Dia berkata, "Aku turun dari surga." "Aku datang dari Bapa." Dia bahkan berkata, "Aku kembali kepada Bapa.” Dia akan mati, tetapi surga adalah tempat yang tidak akan pernah mereka lihat. Penderitaan di neraka adalah dimana dosa tidak mereda dan karena itu selalu menyakitkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" Pernyataan itu menunjukkan sikap benar-diri orang Yahudi. Itu terutama merujuk kepada para pemimpin, ahli Taurat, dan orang Farisi, tetapi mencakup semua orang yang mengikutinya dalam sistem agama mereka. Ejekan mereka terlihat jelas di sini. Mereka tidak membutuhkan penebus dosa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa mereka mengatakan itu? Josefus, sejarawan Yahudi, memberi tahu kita bahwa di antara orang Yahudi, dosa terburuk adalah bunuh diri. Menurutnya, orang yang bunuh diri bukan hanya pergi ke neraka, tetapi pergi ke titik terendah, titik tergelap dari Hades itu, tempat paling jauh untuk selamanya dari apa yang mereka sebut pangkuan Abraham, atau surga, di mana orang-orang pergi yang diterima Allah. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus memperingatkan mereka, “Kamu akan mati dalam dosa-dosamu.” Mereka tersinggung karena mereka tidak melihat diri mereka sendiri sebagai orang berdosa. Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa untuk bertobat.” Itu selalu masalahnya dengan para pemimpin agama ini. Mereka menolak untuk mengakui kondisi berdosa mereka sehingga mereka mengejek Yesus dan berkata, “Oh, Dia akan bunuh diri dan Dia akan pergi ke neraka untuk selamanya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sungguh menakjubkan betapa orang-orang yang merasa benar-diri itu tuli terhadap peringatan ini, sampai mereka mengejek Anak Allah. Ini benar-benar menakutkan. Mereka ketawa dimana mereka seharusnya menangis. Dan mereka ketawa sampai mati lalu menangis. Dan mereka terus menangis. Mati dalam dosa-dosa kita? Sikap benar-diri ini sungguh mematikan. Itulah jaminan bahwa Anda akan mati dalam dosa-dosa Anda dan masuk neraka untuk selamanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang saya maksud dengan merasa benar-diri? Itulah gagasan bahwa Anda cukup baik untuk surga. Bahwa Anda percaya pada agama, ritual, upacara, moralitas, dan kebaikan Anda sendiri. Para rasul memahami hal ini. Dengarkan khotbah-khotbah dalam Kisah Para Rasul dan Anda mulai membaca dan melihat bahwa mereka mengerti bahwa tidak ada orang yang dapat diselamatkan oleh perbuatan. Keselamatan itu adalah hanya oleh iman saja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Faktanya, Paulus berkata kepada orang-orang Galatia, “Jika Anda melanggar satu hukum satu kali, Anda telah melanggar seluruh hukum dan Anda terkutuk. Dan satu-satunya harapan Anda adalah Yesus Kristus yang menjadi kutukan bagi kita.” Dalam Roma 10 Paulus berkata, "Orang Yahudi telah menegakkan kebenaran mereka sendiri.” Semua agama itu sama, mereka adalah agama pencapaian manusia di mana pekerjaan Anda berkontribusi pada keselamatan Anda. Dan itulah kebohongan iblis.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” Dia berkata, “Dari sanalah asalmu. Ketidakpercayaanmu, kemunafikanmu, agamamu benar dari neraka.” Anda datang dari bawah. Anda berada di bawah kuasa Setan. Efesus 2:2, “Kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja diantara anak-anak durhaka.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sisi lain, Yesus berkata, "Aku dari atas." Itulah tanda pembeda diantara orang Kristen dan orang-orang yang tidak percaya. Rumah kita adalah surga, benar? Kita adalah warga surga, orang asing di dunia ini. Kita diberkati dengan semua berkat rohani di surgawi di dalam Kristus Yesus. Terlepas dari Kristus, Anda berasal dari bawah. Itulah asal mula pandangan dunia Anda dan agama Anda. Dan di akhir ayat, "Kamu dari dunia ini." </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika Anda dipenuhi oleh dunia, hidup di dunia, mengasihi dunia, merangkul dunia, menarik kepuasan dari dunia, Anda akan mati dalam dosa-dosa Anda. Apakah yang dimaksud dengan dunia? Ini tidak membicarakan planet ini secara fisik, geografis, atau geologis. Saya membicarakan sistem, ideologi, sistem dunia, pola pikir, dan sikap. Itulah sistem kejahatan rohani yang tak terlihat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 1:18, “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” Inilah yang dilakukan mereka. Sistem spiritual yang jahat ini. Kita menggunakan istilah 'dunia' seperti itu. Kita berbicara tentang dunia olahraga dan dunia politik dan dunia pendidikan dan yang kita maksud adalah kompleksnya, ideologinya, strukturnya, sistem itu sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada realitas ketiga yang menjamin Anda akan mati dalam dosa Anda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Hanya ada satu hal yang mencegah Anda masuk ke neraka untuk selamanya dan itulah iman kepada Yesus Kristus. Mengapa kita memberitakan Kristus? Karena hanya Dialah satu-satunya yang sanggup. Tidak ada orang yang datang kepada Bapa selain melalui Aku.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus, “Yang selalu Aku klaim.” Mereka adalah orang-orang religius yang paling bangga di planet ini. Sungguh hal yang bodoh untuk dikatakan, dengan semua bukti yang sudah ada. Apakah Anda pikir mereka tahu hati mereka sendiri? Mereka tahu bahwa mereka bersih di sebelah luar, tetapi sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Tetapi mereka tidak mau mengakui itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Banyak yang dapat Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Dan untuk menunjukkan kepada Anda betapa buta mereka itu, </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa-Nya.” Meskipun Dia mengatakan itu berulang kali. “Aku dan Bapa adalah satu, Aku tidak berbicara dari diri-Ku sendiri, apa yang Bapa tunjukkan kepada-Ku, itulah Aku katakan.”</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka memiliki kepuasan diri, ketidaktahuan yang mengejek yang lahir dari kesukaan pada kesombongan mereka sendiri. Mereka telah mendengar siapakah Dia berkali-kali. Mereka melihat banyak bukti tentang hal itu, tetapi dosa itu menghasilkan ketidakpercayaan, dan ketidakpercayaan itu menghasilkan ketidaktahuan yang bandel. </span><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia di kayu salib, barulah kamu mengerti, bahwa Akulah Dia, Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku hanya berbicara tentang hal-hal yang telah diajarkan Bapa kepada-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi mereka menolak untuk tahu karena mereka mencintai dosa. Mereka seharusnya tahu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Anda harusnya melihat Allah dalam diri-Ku. Anda harusnya tahu dari semua bukti yang Anda lihat, Anda harusnya telah mendengar semua hal yang Aku nyatakan, tetapi Anda masih belum mengerti.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.” Kepada mereka Dia berkata, 'Jika kalian menetap dalam kata-kataku, kalian benar-benar adalah murid-Ku.” Itulah doaku hari ini, ketika saya mengatakan hal-hal ini kepada kalian, sebagaimana saya telah mengulangi kata-kata Yesus supaya banyak orang akan percaya kepada-Nya. Memang, ada 120 orang yang setia waktu Pentakosta. Ini adalah pesan peringatan dan ini sangat serius. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Mar 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210307</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000155</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Terang Dunia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000154"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+8:12-21" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 8:12-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-21</b>, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 13 Jawab orang-orang Farisi, “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” 14 Jawab Yesus kepada mereka, "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." 20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba. 21 Maka Yesus berkata pula kepada mereka, "Aku akan pergi.” </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Kita telah melihat konflik ini meningkat, dan itu akan lebih meningkat selama enam bulan terakhir kehidupan Yesus sampai mencapai klimaks kebencian itu dalam Minggu Sengsara yang membawa Dia ke kayu salib pada waktu Allah yang tepat. Tetapi hal-hal yang dikatakan Yesus telah meningkat permusuhan ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mengatakan, "Akulah terang dunia," mereka tahu persis apa yang Dia klaim. Ini adalah salah satu pernyataan 'Akulah Aku' dalam Injil Yohanes, yang ada tujuh pernyataannya. Ini adalah salah satu kenangan yang tak terlupakan dan yang kita semua kenal itu. Tetapi kita mungkin tidak sepenuhnya memahami esensi dari pernyataan ini dan caranya para pemimpin Yahudi itu menerimanya. Marilah kita uraikan narasi kecil ini supaya kita bisa mengertinya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan lokasi yang tepat di mana kata-kata ini diucapkan. Dia mengucapkan kata-kata ini sewaktu Dia mengajar di Bait Suci. Lapangan pertama adalah Lapangan orang non-Yahudi dimana siapa pun dapat datang. Lapangan kedua adalah halaman besar di sana yang memiliki 13 wadah, yang disebut Lapangan Wanita. Tetapi begitu Anda meninggalkan Lapangan non-Yahudi dan masuk kedalam, itu hanya untuk orang-orang Yahudi saja, pria dan wanita.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua tempat persembahan ditempatkan di mana pria dan wanita itu bisa datang. Berikutnya adalah Lapangan Para Imam, dan itu dibatasi. Dan ada 13 tempat yang disediakan untuk memberi uang, yang berbentuk terompet. Dan penggunaannya itu sangat spesifik berdasarkan nomor mereka. Wadah terompet nomor satu dan nomor dua adalah untuk pajak Bait Suci sebesar setengah shekel.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor tiga dan nomor empat adalah di mana para perempuan harus membeli dua merpati untuk menyucikan diri setelah melahirkan anak. Nomor lima dan enam adalah untuk hal-hal yang berhubungan dengan pengorbanan. Nomor tujuh adalah untuk memelihara bejana-bejana emas di Bait Suci. Kemudian nomor delapan sampai nomor 13 adalah untuk dana umum. Dan di situlah Yesus berada. waktu itu di Lapangan Wanita yang paling padat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat yang tepat, di <b>ayat 12</b>, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Dia tidak berkata, "Aku adalah cahaya di dunia," yang mungkin dikatakan oleh beberapa rabi atau guru. Yesus berkata, "Akulah terang." Dia tidak berkata, "Akulah terang di Yerusalem." Dia berkata, “Akulah terang dunia.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah eksklusif. Lebih penting lagi, ini adalah klaim langsung sebagai Mesias, dan mereka tahu hal itu. Mereka benar-benar mengenal janji-janji Mesianik dalam Yesaya 42, 49, 50, dan 53. Di sana ada pasal-pasal Mesianik dari Yesaya di mana Mesias disebut sebagai hamba Yahweh atau hamba Yehuwa. Dan dalam Yesaya 42:1, ada nubuatan berikut ini tentang Mesias.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Lihat, itu hamba-Ku yang Kukuatkan, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas-Nya. Ini adalah nubuatan kedatangan Mesias dan kuasa-Nya melalui Roh Kudus. Ayat 5, “Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menciptakan bumi dengan segala yang ada di dalamnya, yang memberikan nafas kepada semuanya dan nyawa kepada mereka yang hidup di bumi.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Allah sedang berbicara kepada Mesias-Nya di ayat 6-7, “Aku ini, Tuhan, telah memanggil engkau untuk menunjukkan kebenaran-Ku. Aku akan memegang tanganmu dan menjagamu, dan Aku akan memberikanmu kepada umat-Ku, Israel, sebagai simbol perjanjian Aku dengan mereka. Dan engkau akan menjadi <b>terang untuk membimbing bangsa-bangsa</b>. 7 Engkau akan membuka mata orang buta. Engkau akan membebaskan para tawanan dari penjara, membebaskan mereka yang duduk di penjara yang gelap.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi, dalam Yesaya 49:6, “Dia berkata, ‘Engkau akan melakukan lebih dari sekedar memulihkan orang Israel kepada-Ku. Aku akan membuat engkau menjadi <b>terang bagi bangsa-bangsa</b>, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Ini dari Allah. Mesias akan menjadi terang dunia. Ketika Yesus berkata, "Akulah terang dunia,” Dia membuat klaim sebagai Mesias yang dinubuatkan untuk menjadi Anak kebenaran.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohannes mulai Injilnya, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu <b>adalah terang manusia</b>. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Dia berkata, “Akulah terang dunia,” Dia menggunakan tetragram YHWH, 'Aku adalah Aku'. Klaim sebagai Allah dan Mesias. Dengan mengatakan, "Akulah terang dunia," itu berarti mengidentifikasikan diri-Nya sebagai Allah. Mazmur 27:1 mengatakan, “Tuhan adalah terang dan keselamatanku.” Satu Yohanes 1:5 mengatakan, “Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.” Mereka mengerti bahwa Dia mengaku diri-Nya sebagai Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penting untuk mengerti ritual lain di pesta tabernakel itu. Ketika pesta tabernakel dimulai, lilin-lilin besar didirikan di seluruh Lapangan Wanita. Menurut para sejarawan, mereka benar-benar memenuhi Lapangan Wanita itu dengan banyak cahaya. Setiap malam, mereka menyalakan lilin-lilin besar ini, yang akan menyala sepanjang malam. Ini sebenarnya disebut oleh orang-orang Yahudi sebagai penerangan bait suci.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama 40 tahun mereka itu mengembara di padang gurun. Bagaimana mereka tahu ke mana mereka harus pergi di padang gurun? Mereka dipimpin oleh cahaya. Mereka dipimpin oleh tiang api di malam hari dan awan yang menyala di siang hari. Ini adalah cahaya yang menuntun mereka di padang gurun. Untuk memperingati itu, mereka harus mengiluminasi Bait Suci ini, di mana mereka menyalakan semua lilin ini dan membiarkannya menyala sepanjang malam.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini momen yang sangat penting. Yesus berkata, “Akulah terang yang tidak pernah padam. Dan sebagai tiang terang di siang hari dan malam hari menuntun Israel ke Tanah Perjanjian, Akulah terang yang akan menuntunmu Anda ke kerajaan. Aku akan membawamu kepada Allah, ke surga, kepada kehidupan abadi. Ini bukan cahaya untuk dilihat. Ini bukan cahaya untuk dikagumi. Itulah terang yang harus diikuti. Itu bergerak dan Anda harus mengikuti-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi secara dramatis, kuat dan efektif Yesus mempengaruhi orang banyak dan </span><span class="fs12lh1-5 cf1">mengarahkan ritual bait suci itu kepada diri-Nya. Dia berkata. “Aku tahu jalan keluar dari kegelapan ketidaktahuan. Aku tahu jalan keluar dari kegelapan dosa. Aku tahu jalan keluar dari kegelapan kesedihan dan duka cita. Aku tahu jalan keluar dari kegelapan kematian. Ikutilah Aku, dan Aku akan menuntun Anda kepada kehidupan, yaitu kehidupan kekal.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa artinya mengikuti? Cara itu digunakan pada masa itu, digunakan untuk prajurit yang mengikuti komandannya, saat orang percaya mengikuti Kristus sebagai komandan tunggalnya. Ini digunakan untuk budak mengikuti tuannya dan seperti orang percaya melakukan hal yang sama. Itu digunakan untuk seseorang yang mematuhi hukum dengan patuh. Ini digunakan untuk siswa yang mengikuti cara argumen guru. Menjadi pengikut berarti memberikan diri Anda sepenuhnya kepada Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ikutilah Aku,” kata Yesus, “dan Aku akan membawa kalian ke Tanah Perjanjian surgawi. Aku adalah terang sejati.” Para rabi sendiri menyatakan bahwa nama Mesias itu adalah terang. Mereka tahu apa yang dikatakan Yesaya. Jadi Yesus bukan hanya mengklaim sebagai 'Akulah Aku', bukan hanya sebagai Allah, tetapi sebagai Mesias yang telah dinubuatkan. Itulah yang Dia tegaskan. Ini menawan hati orang-orang, dan mereka mengerti.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pemimpin itu pasti mengerti karena langsung antagonisme itu segera muncul. Antagonisme itu muncul di <b>ayat 13</b>, “Kata orang-orang Farisi kepada-Nya, “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” Tidak ada saksi yang memastikan hal ini. Karya penyembuhan-Nya, kuasa atas penyakit, setan, kematian, dan alam adalah bukti-Nya. Tetapi ketidakpercayaan itu tidak pernah memiliki cukup bukti.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah menjadi bodoh karena Anda adalah orang yang tidak percaya sehingga ketika Anda diberi buktinya, ketidakpercayaan Anda mengurung Anda ke dalam kebodohan Anda. Mereka tidak memproses apapun yang Dia katakan. Mereka hanya ingin Dia terperangkap dan mati. Berhati-hatilah jika Anda menolak Yesus Kristus. Lebih baik jika ketidakpercayaan Anda disebabkan karena Anda bodoh daripada jika kebodohan Anda disebabkan oleh ketidakpercayaan Anda.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 7:17, “Jika Anda bersedia, kebenaran itu ada.” Ketika seseorang berkata, "Saya tidak percaya Injil. Saya tidak percaya Yesus adalah Anak Allah. Saya tidak percaya kepada Dia sebagai Juruselamat,” biasanya ada dua hal yang perlu dikatakan. Nomor satu, “Itu adalah kesimpulan yang luar biasa dan cerdik. Anda pasti telah mempelajari Alkitab selama bertahun-tahun secara intensif untuk sampai pada kesimpulan itu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena dunia ini penuh dengan orang-orang yang telah mempelajarinya secara mendalam sepanjang hidup mereka dan yakin bahwa Yesus adalah seperti yang Dia katakan. Jadi jika Anda tidak percaya, Anda pasti telah melakukan upaya ekstensif untuk memahami segala sesuatu di dalam Alkitab. Itu adalah hal yang dapat dikatakan kepada seseorang yang kemungkinan besar belum membaca Perjanjian Baru itu. Hal kedua yang perlu Anda katakan adalah, “Apakah Anda sendiri bersedia?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.” Ulangan 19:15 berbicara tentang dua atau tiga saksi. Itu untuk orang-orang pendusta. Kita semua hidup di dunia kebohongan dan penipuan. Kita harus mengkonfirmasi hal-hal dengan beberapa orang untuk berharap mendapatkan kebenaran.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu tidak berlaku untuk Allah. Kata Yesus, "Aku kekal. Aku transenden. Hukum dibuat untuk manusia, bukan untuk Allah. Hari Sabat dibuat untuk manusia, bukan untuk Allah. Aku berbicara kebenaran karena siapakah Aku.” Jadi, jawaban-Nya adalah, “Pertama-tama, klaim Aku sah karena siapakah Aku dan dari mana Aku berasal dan ke mana Aku akan pergi.” Kata Yesus, "Kalian tidak tahu apapun tentang Aku, bahkan kamu tidak tahu di kota mana Aku lahir.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b>, “Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun.” Penghakiman Anda dangkal. Sebenarnya mereka menghakimi semua orang. Itulah yang disebut Yesus dalam Matius 7:1, Khotbah di Bukit ketika Dia berkata, “Jangan kamu menghakimi orang lain, supaya kamu tidak dihakimi.” Penghakiman terakhir didasarkan pada bagaimana Anda menghakimi orang lain. Itulah dilakukan para pemimpin pada setiap orang, penghakiman menurut kedagingan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus kemudian berkata, “Aku tidak menghakimi siapa pun,” yang berarti “Aku tidak menghakimi secara daging.” Maksudnya, Aku tidak menilai orang secara dangkal. <b>Ayat 16</b>, “Dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar dalam segala hal sebab Aku bukan seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.” Lihatlah Yohanes 5:22, “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia melanjutkan ke poin kedua. <b>Ayat 17</b>, “Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah.” Akulah Dia yang bersaksi tentang diri-Ku, dan Bapa yang mengutus Aku bersaksi tentang Aku. Anda ingin ada dua saksi? Nah memang ada dua, diri-Ku dan Bapa. <b>Ayat 18</b>, “Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.” Dan tanggapan mereka tidak berubah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.” Di Yohanes 5:23 Dia berkata, “Jika Anda tidak menghormati saya, Anda tidak menghormati Bapa. Kemudian Dia berkata kepada para murid, "Jikalau kamu pernah melihat-Ku, kamu telah melihat Bapa." Tetapi inilah kesimpulan-Nya ketika Dia berkata, "kamu tidak mengenal Dia sama sekali."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pernyataan yang menghancurkan. Ini adalah karakterisasi tentang kepemimpinan Yudaisme pada zaman Kristus. Dan ini masih berlaku bagi mereka yang menolak Juruselamat. <b>Ayat 20</b>, “Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang sanggup menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.” Mereka sangat marah sehingga mereka ingin menangkap Dia untuk membunuh-Nya, tetapi mereka tidak bisa.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan terakhir adalah penghakiman di <b>ayat 21</b>, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." Kebodohan mereka dikonfirmasi. Itu disengaja, dan itu adalah produk dari ketidakpercayaan mereka di hadapan wahyu dari Yesus. Kita tahu betapa ekstrimnya penolakan mereka karena mereka menghubungkan apa yang Dia lakukan dengan Setan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya di neraka ada tangisan dan gertakan gigi. Ke mana Aku pergi, kalian tidak bisa datang. Kalian akan mati dalam dosa kalian. Yohanes 12:35, “Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” Nubuatan dalam Yesaya 6 adalah tentang Yesus yang ditolak, dan kemudian Allah menolak mereka yang menolak. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Feb 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210228</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000154</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Wanita Berzinah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000153"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+8:1-11" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 8:1-11</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata, setelah menciptakan manusia, "Tidak baik bagi manusia untuk sendirian." Dan itu masih benar. Orang itu membutuhkan persahabatan. Manusia membutuhkan seorang teman. Karena dunia memuji nilai dan kebajikan persahabatan. Faktanya, filosofi tentang persahabatan terus berlanjut. Kata orang, "Jika Anda benar-benar ingin tahu siapa teman sejati Anda, buatlah kesalahan besar dan lihatlah siapa yang masih menjadi teman Anda, benar?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah terbitan Inggris menawarkan hadiah untuk definisi terbaik tentang seorang teman. Mereka menerima pernyataan ini. "Teman adalah orang yang melipatgandakan kegembiraan dan memisahkan kesedihan." "Seorang teman adalah orang yang memahami kesunyian saya." Aku mencintaimu bukan dengan menutup telingamu pada perpecahan dalam diriku, tetapi yang menambahkan musik dalam diriku dengan mendengarkan aku. Tapi inilah yang terbaik, " Teman itu adalah orang yang malah masuk ketika semua orang telah keluar."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Lama, ada tiga kata untuk teman; dan, meskipun mereka memiliki arti yang hampir serupa, tampaknya ada beberapa perbedaan. Kata Ibrani pertama untuk teman adalah kata "rayah". Artinya seorang kenalan. Amsal 18:24, “Orang yang punya kenalan harus ramah.” Jika Anda terbuka dengan orang lain, Anda akan berteman banyak pada tingkat yang rada dangkal.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah para sosiolog dan psikolog memberi tahu kita bahwa Anda mungkin dapat memiliki sekitar 200 kenalan seperti ini dalam hidup Anda. Orang yang Anda cukup kenal. Anda merasa nyaman dengan mereka. Mungkin Anda bekerja bersama mereka, atau Anda mungkin ingin pergi berlibur dengan mereka, atau tetangga tertentu yang Anda anggap sebagai semacam sahabat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada kata Ibrani lain, "alooth," dan ini berarti akrab, dan ini membawa persahabatan itu lebih dalam. Ini kita sebut teman dekat, orang-orang yang Anda ajak bicara tentang masalah penting, atau pemahaman Alkitab. Dan Anda mungkin memiliki sekitar 25 teman dekat semacam itu dalam hidup Anda. Anda bisa kehilangan mereka selama beberapa tahun, dan ketika Anda melihatnya lagi, Anda dapat melanjutkan percakapan itu tepat di titik terakhirnya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu ada kata "ahave". Artinya teman dekat yang intim; dan dalam Amsal 18:24 dikatakan, “Ada seorang sahabat yang lebih dekat dari pada seorang saudara.” Mungkin Anda akan memiliki dua atau tiga teman yang sangat intim itu pada suatu saat dalam hidup Anda. Keintiman macam itu diungkapkan dalam 1 Samuel 18:3, “Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memiliki kasih yang dalam dan luar biasa. Dalam Amsal 27:6, dikatakan, "Setia adalah luka dari teman dekat.” Teman intim bukan hanya mengasihi Anda secara intim, tetapi seorang teman akrab yang akan mengatakan kebenaran, meskipun itu menyakitkan. Ada unsur lain dalam persahabatan intim ini. Dalam Yohanes 15:13 Tuhan mengatakan, "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk teman-temannya.” Apakah Anda memiliki kasih seperti itu yang membuat Anda rela mati?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut definisi itu, sahabat terbesar yang pernah hidup adalah Yesus Kristus. Karena Yesus Kristus lebih dekat dengan kita daripada hubungan apapun, lebih dekat dari pada seorang saudara, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita. Yesus akan berbicara kepada kita kebenaran, meskipun itu memotong ke hati kita, karena Dia tahu bahwa setelah pembedahan itu selesai kita akan menjadi lebih baik; dan Yesus memberikan hidup-Nya untuk kita. Itulah teman paling sejati yang mungkin ada.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Lukas 4:16-18, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.” Apakah Anda memperhatikan bahwa mereka semua adalah orang terpuruk, yang miskin, yang patah hati, yang tertawan, yang buta, dan yang terluka? Matius 9:10, “Kemudian Matius mengundang Yesus dan murid-muridnya ke rumahnya untuk makan malam, bersama dengan banyak pemungut cukai dan orang-orang berdosa.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemungut cukai pada masa itu adalah orang pemeras dan penjahat. Ayat 11, “Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Ketika Yesus mendengar itu, Dia berkata kepada mereka di ayat 12-13, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti Firman ini, ‘Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Kata Yesus, “Aku tidak dapat menolong orang berdosa yang tidak tahu bahwa mereka orang berdosa. Matius 11:28-29 mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Dan apakah beban yang paling berat? Dosa. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Lukas 15:1-2, “Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa sering datang untuk mendengarkan ajaran Yesus. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Tetapi itu pujian terbaik yang pernah mereka berikan kepada-Nya. Itulah khususnya mengapa Dia datang; dan Dia menjelaskan itu di ayat 3, “Lalu Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada mereka.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil teman-teman dan tetangga-tetangga serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” Sebenarnya sembilan puluh sembilan itu bukanlah pengikut sejati. Perumpamaannya begini: Aku mencari orang yang tahu bahwa mereka terhilang. Aku mencari orang yang ingin bertobat, bukan mereka yang berpikir mereka tidak membutuhkan Aku.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus melanjutkan dengan menceritakan kisah tentang seorang anak hilang yang kembali dan sukacita serta perayaannya. Itulah yang dikatakan Paulus, tetapi pemimpin-pemimpin agama tidak mau mengaku bahwa mereka berdosa. Ini semua menyebabkan kontras sempurna di dalam <b>Yohanes 8:3</b>, “Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah orang banyak.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para ahli Taurat dan orang Farisi selalu ingin mencari kesalahan Yesus dengan pertanyaan teologis yang Dia tidak dapat menjawab; dan karena itu mendiskreditkan diri-Nya di depan orang banyak. Dan mereka benar-benar mengembangkan jebakan akhir kali ini. Mereka menangkap seorang wanita yang sedang berzinah. Mungkin mereka menyuruh seorang pria untuk melakukan itu padanya hanya untuk membuat jebakan itu, karena pria itu tidak dibawa.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menangkap wanita ini dalam hubungan perzinahan, dan mereka mendorongnya di depan Yesus tepat di tengah bait suci dengan semua orang di sekitar-Nya. Dan apakah mereka katakan? <b>Ayat 4-5</b>, "Guru," kata mereka kepada Yesus, “wanita ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dia dengan batu. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka bertindak dengan sikap benar diri. Mereka bertingkah seolah-olah sangat marah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah hukumannya menurut Hukum Taurat? Imamat 20:10 mengatakan, “Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.” Mereka tidak menaati seluruh hukum, karena laki-laki itu tidak ada. Mereka hanya mengikuti bagian yang mereka inginkan. Mereka pakai standar rangkap, yang hanya melecehkan wanita itu saja.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak benar-benar merasa benar diri. <b>Ayat 6</b>, “Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.” Apakah kenyataannya? Mereka sendiri adalah pezinah. Dalam Matius 5:28, Yesus berkata kepada mereka, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia melanjutkan dalam Matius 5:31-32 dengan mengatakan, “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.” Jika mereka benar-benar percaya pada Musa, haruslah mereka mengeksekusi satu sama lain.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, apakah dilemanya? Orang-orang mengikuti Musa dan hukum Allah, dan begitu pula Yesus. Yesus berkata, "Aku datang bukan untuk meniadakan hukum, tetapi untuk menggenapi hukum." Orang-orang telah mendukung Musa dan hukum Allah, dan begitu pula Yesus. Jika Yesus berkata, "Jangan membunuh dia dengan batu," mereka akan berkata, "Dia bukan dari Allah, karena Dia menentang hukum Musa, dan kita tahu bahwa Allah memberi Musa hukum itu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Yesus berkata, "Jangan membunuh dia dengan batu," maka Dia melanggar hukum Allah. Nah jika Dia berkata, "Bunuhlah dia dengan batu," maka Dia juga akan kehilangan reputasi-Nya sebagai teman orang berdosa. Kenapa Anda tidak membunuh semua orang berdosa waktu Anda makan bersama? Kenapa Anda menyamar sebagai pengasih yang hebat penuh belas kasihan, tetapi Anda membunuh wanita itu? Kasih macam apa itu?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda melihat dilema itu? Sebenarnya ini adalah masalah moral yang paling mendalam di seluruh alam semesta. Mereka bikin Yesus dalam dilema yang merupakan puncak dari semua pemikiran teologis. Bagaimana Allah menyelaraskan keadilan-Nya dengan belas kasihan-Nya? Jika Allah adalah Allah yang benar dan Allah yang adil menurut kodrat-Nya yang kudus, perempuan itu harus mati. Jika Allah adalah Allah yang penuh kasih dan anugerah, kebaikan, belas kasihan dan pengampunan, dia harus hidup.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebuah paradoks. Bagaimana Allah bisa menjadi Allah yang adil dan mengampuni dosa itu? Bagaimana Dia bisa menjadi Allah pengasih dan menghukum dosa? Tidak ada jawaban dalam kebijaksanaan manusia. Perhatikanlah bagaimana Yesus menanggapi hal itu. <b>Ayat 6</b>, "Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.” Anda tahu apakah Dia tulis? Tidak, tidak ada orang yang tahu apa yang Dia tulis. Saya telah mendengar banyak macam hal yang menurut orang Dia tulis.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus hanya menggerakkan tangan-Nya di pasir itu. Dia memindahkan momen kepada diri-Nya sendiri. Dia membiarkan semua amarah mereka dilampiaskan. Dia benar-benar tenang. Hanya menggerakkan jari-Nya di pasir itu. <b>Ayat 7</b>, “Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Nah bukan itu pertanyaannya, tetapi itulah jawaban yang benar.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8</b>, “Lalu Dia membungkuk pula dan menulis di tanah.” Mereka mengenal satu sama lain, dan mereka tahu seperti apa mereka itu sebenarnya. Dan tahukah Anda apa perbuatan mereka? <b>Ayat 9</b>, “Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka satu per satu, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda diinsafkan akan dosa oleh hati nurani Anda di hadapan Yesus Kristus, apakah Anda akan lakukan? Maukah Anda lari ke Kristus untuk pengampunan? Pastilah saya akan berbuat itu. Tetapi apa yang mereka lakukan? Mereka lari, justru sebaliknya. Itulah masalahnya dengan orang Farisi. Mereka tidak pernah ingin menghadapi kenyataan dosa mereka. Begitu mereka dinyatakan bersalah, mereka keluar satu per satu, dan dikatakan itu dimulai dengan yang tertua.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang tertua pergi duluan, karena dia tahu dosanya paling banyak. Dan Yesus ditinggal sendirian, dan tebaklah siapa yang tinggal, wanita itu. Tidakkah Anda berpikir bahwa dia akan pergi juga dengan orang lain? Tidak, dia tinggal, dia merasa bersalah karena dosa. <b>Ayat 10</b>, “Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai wanita, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Istilah 'Wanita' itu bukanlah istilah ejekan melainkan istilah penghormatan. Yesus menghormatinya lebih dari semua pemimpin agama itu. Kita semua adalah orang berdosa. Anda tidak mendapat rasa hormat-Nya dengan berpikir bahwa Anda adalah benar. Anda mendapat rasa hormat-Nya dengan mengakui bahwa Anda adalah orang berdosa. Yesus sangat menghormatinya. “Hai wanita, di manakah para penuduhmu? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Apakah Anda tahu apa yang dikatakan Yesus kepada mereka? Dia berkata, "Pertanyaannya bukanlah bagaimana kalian dapat menyelaraskan penghakiman Allah dengan anugerah Allah. Pertanyaannya adalah, hak apa Anda miliki untuk menjadi hakim wanita ini, Anda orang berdosa?" Dengan kata lain, inilah urusan Allah, bukan urusan kalian.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana Yesus dapat melakukan itu? "Bagaimana mungkin Allah yang kudus berkata, “Lanjutkanlah, tapi jangan berdosa lagi.” Bagaimana mungkin Allah membiarkan dia lolos? Seseorang harus mati untuk pengampunan. Memang benar. Tahukah Anda apa yang Yesus tahu saat Dia berdiri di situ? Ketika Dia berkata kepada wanita itu, "Aku tidak menghukum engkau; pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” Tahukah Anda apa yang Dia tahu di dalam hati ilahi-Nya? Dia tahu benar bahwa Dia akan mati di kayu salib untuk perzinahannya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya alasan Dia bisa memberikan pengampunannya adalah karena Dia akan menanggung dalam tubuh-Nya sendiri dosa wanita itu. Itulah mengapa setiap kali Yesus menyembuhkan seseorang, setiap kali Yesus mengampuni seseorang, Dia mengalami kepahitan dari penantian salib itu. Dosa wanita itu tidak akan luput dari hukuman. Itu akan ditempatkan pada Kristus, dan Dia akan mati karena perzinahannya dan perzinahan kita.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya bahwa wanita ini telah ditebus hari itu. Dia tinggal untuk mencari pengampunan dosa. Mereka pergi, dan Yesus memberinya apa yang hukum tidak pernah bisa berikan padanya. Yesus berkata, "Aku tidak menghukum engkau lagi." "Mengapa?" "Dosamu ditutupi. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi." Itulah yang Dia katakan kepada kita, benar? Di dalam Kristus, dosa Anda ditutupi. Aku tidak menghukummu lagi, tapi pergilah dan jangan berbuat dosa lagi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Feb 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210221</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000153</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Air yang hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000152"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+7:37-52" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 7:37-52</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah undangan dalam ayat-ayat di hadapan kita. Akan ada satu lagi dalam Yohanes 8. Dan ada sejumlah undangan sampai akhir pelayanan-Nya di mana Yesus mengundang orang-orang untuk diselamatkan, ke Kerajaan, untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Tetapi ilustrasi ini adalah yang paling dramatis. Marilah kita membaca </span><span class="cf1"><b>Yohanes 7:37-39</b></span><span class="cf1">, “Dan pada hari terakhir, yaitu puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! 38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir sungai-sungai air hidup." 39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh Kudus yang akan diberi kepada mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum diberikan, karena Yesus belum dimuliakan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus masih memberi undangan itu selama enam bulan terakhir itu. Marilah kita lihat dulu undangannya itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 37</b></span><span class="cf1">, "Dan pada hari terakhir, yaitu puncak perayaan itu." Itulah petunjuk waktu yang penting. Pesta Pondok itu adalah salah satu dari tiga pesta utama Yudaisme, bersama dengan Pentakosta dan Pelewatan. Mereka merayakan pengembaraan di padang gurun selama 40 tahun waktu mereka tinggal di tenda-tenda.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama waktu itu, Allah melindungi mereka, memelihara mereka, dan memberi mereka makanan dan minuman. Inilah pesta selama satu minggu dan sekarang adalah hari terakhir. Setiap hari raya, ada upacara yang diulang. Berdasarkan Imamat 23:40, orang-orang itu harus mengambil buah dari pohon-pohon yang baik dan cabang-cabang pohon palem, dan pohon willow dari sungai untuk membangun pondok-pondok itu untuk mengenangkan pengembaraan mereka di padang gurun dan kebaikan Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Farisi memerintahkan orang-orang untuk membawa cabang mereka ke altar utama dan membangun semacam atap atas altar itu. Inilah di daerah bait suci. Selama hari-hari perayaan itu, puluhan ribu orang melakukan itu. Imam besar kemudian pergi ke kolam Siloam dengan kendi emas di tangannya, dan dia mencelupkannya ke dalam air itu. Kemudian dia akan kembali dan menuangkan air itu ke atas altar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini untuk mengingat bahwa Allah menyediakan air bagi orang Israel dari batu karang. Dan sejarawan memberi tahu kita bahwa orang-orang akan membaca Yesaya 12:3 dengan mengatakan, “Maka kita akan menimba air dengan sukacita dari mata air keselamatan.” Jadi seluruh upacara itu adalah simbol keselamatan Allah. Dan kemudian mereka diminta untuk menyanyikan Hallel, yaitu Mazmur 113-118. Itulah yang paling dirayakan dari semua perayaan Yahudi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka juga menambahkan doa untuk lebih banyak air, supaya Allah mengirim hujan. Nah pada hari terakhir, sebelum menuangkan air itu orang-orang berbaris mengelilingi altar itu tujuh kali. Untuk memperingati berbaris mengelilingi kota Yerikho karena saat itulah akhir mereka mengembara di padang gurun. Dan pada saat itulah Yesus berkata, “Barangsiapa haus, biarlah dia datang dan minum. Biarlah dia datang ke pada-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus secara dramatis menangkap momen itu dan mengubahnya untuk dirinya sendiri. Yesus berkata, “Kalian bersyukur kepada Allah atas air di padang gurun, air yang memuaskan dahaga nenek moyangmu. Datanglah pada-Ku untuk air yang memuaskan jiwamu.” Di negeri yang airnya sangat kurang, air itu melambangkan kepuasan. Jadi sekarang Yesus menggunakan analogi itu untuk ketiga kalinya dalam Injil Yohanes.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam kata-kata ini ada tiga tindakan: "haus", "datang", dan "minum". Lihatlah bahwa undangan itu terbuka umum "Barangsiapa yang haus." Undangan Yesus selalu tidak terbatas. Kehausan adalah suatu keinginan sadar. Kerinduan akan pembebasan, kerinduan akan pengharapan, kerinduan akan kedamaian, pengampunan, keselamatan, pembebasan dari kuasa dosa. Orang-orang datang kepada Kristus karena mereka haus, karena jiwa mereka kosong.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tindakan kedua adalah "datang". Itu menandakan pendekatan kepada-Nya. Lukas 9:23 berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku.” Memandang Dia sebagai satu-satunya sumber air hidup yang memuaskan jiwa dan yang bergizi. Jika Dia ada di sini, Anda dapat melakukannya dengan kaki Anda, tetapi Dia tidak ada di sini; jadi Anda harus melakukannya dengan hati dan pikiran Anda. Tinggalkanlah hal-hal duniawi. Tinggalkan dosa Anda. Serahkanlah dirimu kepada anugerah dan kebenaran di dalam Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kualifikasi satu-satunya adalah bahwa Anda haus. Dan seringkali orang yang baik hati, yang pada dasarnya baik, orang religius, orang bermoral tidak merasakan kehausan ini. Itulah mengapa ketika Yesus datang, semua orang yang bermoral dan beragama membenci Dia. Dan orang-orang berdosa dan pemungut pajak serta orang buangan saja yang datang. Orang-orang haus adalah yang datang. Tidak ada tempat lain untuk pergi selain ke Dia. Yesus adalah satu-satunya yang sanggup memuaskan jiwa Anda.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketiga, "minum". Minum berarti mengambil. Sungai yang mengalir melalui lembah yang kering tidak ada gunanya kecuali Anda meminumnya. Minum itu berarti mengambil Yesus, menerima Dia, menjadikan Dia milik Anda dan memeluk Dia. Seperti yang Dia katakan kepada wanita di sumur dalam Yohanes 4:14, “Barangsiapa meminumnya tidak akan haus untuk selamaunya.'” Seperti yang dikatakan di Yohanes 6:56, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 38</b></span><span class="cf1"> meneruskan, “seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir sungai air hidup.” Ini dikumpulkan dari beberapa ayat dalam Yesaya dan beberapa referensi ke Yehezkiel 37. Air yang mengalir itu kedalam Anda ketika Anda datang kepada Kristus, yang datang ke dalam hidup Anda, itu tidak tinggal di dalam Anda. Anda bukan ember. Itu akan melewati Anda. Anda menjadi sumber air yang yang adalah sungai air kehidupan bagi orang lain saat itu mengalir dari kita.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini membicarakan dampak orang percaya di dunia. Kita menerima air spiritual, yang sebenarnya adalah analogi untuk kehidupan rohani, kehidupan kekal, dengan semua komponennya yang berarti konversi, penebusan, pembenaran, proses pengudusan dan adopsi, semuanya. Kita menerima air pembersih kehidupan di dalam kita, yang menguduskan kita, yang membuat kita lebih seperti Kristus. Namun di saat yang sama, kita juga menjadi sungai bagi dunia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penerima anugerah kedaulatan menjadi saluran anugerah kedaulatan. Dan bukan dalam aliran kecil, tapi sungai yang mengalir deras. Oh, saya mengerti bahwa beberapa dari kalian telah menjadi kolam tergenang. Anda mungkin memerlukan satu dosis Drano spiritual untuk memulai ada aliran. Tetapi begitulah kita didefinisikan di sini. Air itu milik kita. Itu ada di dalam kita. Dan itu muncul dalam diri kita dan memancar keluar untuk jiwa-jiwa yang haus di seluruh dunia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini benar-benar pernyataan luar biasa tentang betapa pentingnya hidup Anda. Anda ingin hidup Anda penting, benar? Jadi, jika Anda berpikir tentang siapa yang penting dalam masyarakat, itu bukan orang politisi, itu bukan pemilik perusahaan yang kaya. Pada dasarnya hanya orang Kristen itu penting karena mereka adalah penyelamat hidup bagi kehidupan. Mereka adalah sumber dan sungai air kehidupan yang mengalir ke dunia dan menghasilkan orang-orang diselamatkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Paulus bertanya kepada orang Korintus, “Siapakah yang cukup untuk hal-hal seperti itu?” Ini adalah karena anugerah dan anugrah saja sehingga kita bisa menjadi sangat berguna. Bagaimana itu bisa terjadi? </span><span class="cf1"><b>Ayat 39</b></span><span class="cf1"> menjelaskan, "Yesus membicarakan Roh Kudus, yang akan diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.” Ini terjadi karena kuasa Roh Kudus. Roh Kudus itu tinggal di dalam setiap orang percaya, benar? Setiap orang percaya sejati memiliki Roh Kudus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tubuh Anda adalah bait Roh Kudus. Dia tinggal di dalam kamu. Allah Roh Kudus tinggal di dalam Anda. Dia adalah sungai kehidupan yang mengalir melalui Anda. </span><span class="cf1"><b>Ayat 39 </b></span><span class="cf1">melanjutkan, "Sebab Roh itu belum diberikan, karena Yesus belum dimuliakan.” Jadi ini di ayat 39 adalah nubuatan. Roh Kudus tidak dapat datang sampai Yesus dimuliakan, artinya naik ke Surga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Yesus mengirim Roh Kudus, ketika Roh Kudus datang pada hari Pentakosta dan meluncurkan gereja. Dan kemudian sungai di bagian dalam mulai mengalir ke dunia. Dan itu terjadi secara instan karena segera pada hari Pentakosta, semua orang Galilea yang tidak tahu berbagai bahasa itu mulai berbicara tentang pekerjaan Allah dalam semua jenis bahasa non-Yahudi pada saat sungai mulai mengalir.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama empat puluh hari Yesus mengajar mereka teologi, dan dalam Kisah Para Rasul 1:8, Dia berkata, “'Kalau Roh Kudus telah turun ke atas kamu, kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, and di Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi.” Roh Kudus akan membuka pintu, dan sungai itu akan mengalir. Yohanes 16:7, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus naik ke surga di bab berikutnya dan setelah itu Dia mengirim Roh Kudus dalam KPR 2. Sungai berkat mulai mengalir dari orang-orang percaya itu pada Pentakosta. Petrus berkhotbah, sungai dimulai, dan 3000 orang diselamatkan. Mereka berkhotbah lagi; 4000 orang lain diselamatkan. Puluhan ribu orang diselamatkan. Di Yerusalem dan di Samaria, dan kita masih menjalani sejarah pada hari ini. Hanya Roh Kudus sanggup membuat sungai itu mengalir.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mulai ayat 40, ada empat tanggapan. Tanggapan itu juga adalah respons khas hari ini. Kelompok </span><span class="cf1"><b>pertama</b></span><span class="cf1"> adalah </span><span class="cf1"><b>orang yang yakin</b></span><span class="cf1">, mereka menerima kebenaran itu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 40</b></span><span class="cf1">, “Ketika orang banyak mendengar apa yang Dia katakan, beberapa orang dari mereka menyatakan, Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 41</b></span><span class="cf1">, "Yang lain berkata, “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nabi itu dijanjikan dalam Ulangan 18:15, "Musa melanjutkan, “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” Dalam KPR 3:23, Petrus mengutip Ulangan 18:15 dan mengatakan berikutnya, “Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ada murid yang percaya bahwa Yesus adalah Nabi yang dibicarakan Musa. Dia adalah Mesias. Mereka akan dikumpulkan dengan para rasul dan murid-murid Yesus. Mereka adalah sisa-sisa orang percaya dalam Roma 9 dan Roma 11. Mereka adalah orang-orang yang datang melalui pintu yang sempit, seperti dikatakan Yesus dalam Khotbah di Bukit. Mereka akan menjadi bagian dari 120 orang percaya di ruangan atas.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok </span><span class="cf1"><b>kedua</b></span><span class="cf1"> adalah "</span><span class="cf1"><b>orang yang menolak</b></span><span class="cf1">,” mereka menolak kebenaran di ayat 41. Dan itu adalah ejekan, sarkasme serta cemoohan. Ya, mereka adalah orang-orang skeptis. Merekalah orang-orang yang mengejek Yesus: yaitu orang Farisi, ahli Taurat, para rabi, pemimpin agama, dan orang yang mengikuti mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 42</b></span><span class="cf1">, “Karena Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Mesias berasal dari garis keturunan raja Daud, dan dari kota Betlehem, tempat Raja Daud dahulu tinggal.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus tidak datang dari Nazaret; Dia berasal dari Betlehem tempat Dia dilahirkan. Itulah sebabnya Perjanjian Baru membuat catatan sejarah tentang kelahiran-Nya di Betlehem. Dan baik ayah maupun ibunya berada dalam garis keturunan Daud. Silsilah bapa-Nya mulai dalam Matius di Perjanjian Baru. Silsilah ibu-Nya ada di Lukas. Mereka bisa saja memeriksa catatan dari bait suci.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 43</b></span><span class="cf1">, “Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.” Ada banyak bukti bahwa Dia adalah yang Dia klaim. Dan juga Allah sedang bekerja di dalam hati mereka. Allah Bapa sedang menarik mereka. Bagi beberapa orang, itu adalah iman yang nyata. Mereka seperti Petrus, “Kepada siapakah kami akan pergi? Engkau, dan Engkau saja, memiliki kata-kata kehidupan kekal.” Itu masih berlaku sampai sekarang. Beberapa orang percaya, tetapi kebanyakan orang menolak Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada kelompok </span><span class="cf1"><b>ketiga</b></span><span class="cf1"> yang kita sebut “</span><span class="cf1"><b>orang bingung</b></span><span class="cf1">.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 44</b></span><span class="cf1">, “Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.” Inilah ketiga kalinya dalam bab ini mereka ingin menangkap-Nya, tetapi mereka tidak bisa. Dan mereka bergumul dengan kebenaran. </span><span class="cf1"><b>Ayat 45</b></span><span class="cf1">, "Ketika penjaga Bait Suci kembali tanpa Yesus, para imam kepala dan orang Farisi bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 46</b></span><span class="cf1">, “Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Mereka terbiasa dengan orang berotoritas, tetapi mereka tidak pernah mendengar orang seperti Yesus. Inilah tingkat otoritas yang jauh melampaui kemampuan mereka untuk merespon. Kata Yesus dalam Yohanes 10:18, “Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.” Mereka tidak dapat menyentuh-Nya kecuali Allah mengizinkannya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan, “Ambillah Aku. Terimalah Aku. Percayalah pada-Ku. Dan minumlah air hidup ini.” Pemimpin mereka berkata, "Tangkaplah Dia agar kita bisa membunuh-Nya.” Kata Yesus, “Terimalah Aku, dan Aku akan memberimu hidup.” Kata pemimpin mereka, “Tangkaplah Dia agar kita bisa memberi kematian kepada-Nya.” Orang-orang itu mendapat tekanan dari kedua sisi, jadi mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya bingung, dan dalam kebingungan mereka, orang Farisi itu bergerak.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 47</b></span><span class="cf1">, “Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka, “Adakah kamu juga disesatkan?” Pertanyaan lain yang mengharapkan jawaban negatif. Jadi mereka mempermainkan harga diri mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 48 - 49</b></span><span class="cf1">, Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? 49 Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat. Kutukan Allah ada pada mereka!” Tidak ada satu pun penguasa atau orang Farisi yang percaya pada-Nya. Jadi sekarang inilah tentang kebanggaan dan kesetiaan mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kelompok </span><span class="cf1"><b>keempat</b></span><span class="cf1"> adalah "</span><span class="cf1"><b>orang patuh</b></span><span class="cf1">". Patuh adalah sinonim untuk menuruti. Mereka adalah orang-orang yang sedang dalam proses. Mereka sedang meneliti kebenaran. </span><span class="cf1"><b>Ayat 50 -51</b></span><span class="cf1">, “Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka, 51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Disini ada pencarian yang tulus untuk kebenaran. Jadi dia berani bicara. Dia ingin membela Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia tidak akan menyatakan dirinya orang yang percaya kepada Yesus. Tetapi untuk saat ini, dia akan menahan mereka pada integritas hukum mereka sendiri. Anda tidak dapat menangkap dan mengeksekusi seseorang sampai dia sudah dapat persidangan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 52</b></span><span class="cf1">, “Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Apakah mereka melupakan Yunus, Nahem, dan Yosea? Mereka semuanya berasal dari Galilea.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beberapa orang percaya. Beberapa orang menolak. Beberapa orang masih dalam ketidakpastian. Tetapi beberapa orang sedang dalam proses, benar? Itulah Nikodemus, yang mencari dengan jujur. Dan Allah berkata, "Jika kamu mencari Aku dengan segenap hati, kamu akan menemukan Aku." Apakah Anda akan lakukan dengan Yesus? Apakah Anda lakukan dengan undangan yang luar biasa ini? Jangan menolak, bingung, atau patuh. Terimalah Yesus dan percayalah. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Feb 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210214</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000152</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Yesus adalah Mesias?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000151"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+7:25-36" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 7:25-36</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita datang ke sini pada satu hari dalam hidup Tuhan kita. Ada berbagai bagian besar Injil Yohanes yang berfokus pada satu hari atau satu minggu saja. Inilah satu, pada pertengahan minggu. Nah waktunya sudah enam bulan sebelum Pesta Pelewatan musim semi waktu Yesus akan disalibkan. Jadi kita masuk bagian terakhir dari pelayanan-Nya menuju ke salib. Dan inilah tiga pesta yang harus dirayakan oleh setiap orang Yahudi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesta ini disebut pesta kemah suci di mana mereka mengingat perjalanan mereka di padang gurun dimana mereka tinggal di dalam tenda selama 40 tahun sebelum mereka masuk ke Tanah Perjanjian, setelah dibebaskan dari Mesir. Seperti semua pesta besar lainnya, kota Yerusalem dikunjungi ratusan ribu orang. Jadi ada penduduk Yerusalem asli, dan yang lainnya datang dari sekitar Israel. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di pertengahan minggu itu, Yesus tiba di Yerusalem, karena Dia ingin menunda kedatangan-Nya untuk menghindari kebencian para pemimpin yang berusaha membunuh-Nya. Dan setibanya di sana, Dia segera pergi ke Bait Suci dan mulai mengajar. Di situlah kita menemukan Dia ketika kita membaca Yohanes 7:25 - 36. Apa yang kita lihat di bagian ini adalah kecenderungan ketidakpercayaan yang terus meningkat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penolakan progresif menandai seluruh pelayanan Yesus. Ingatlah Yohanes 1:10-11, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Banyak murid-murid-Nya menolak Dia. Mereka telah memutuskan untuk pergi ketika Dia berbicara tentang hidup-Nya dan kematian-Nya yang akan datang, Dan dalam Yohanes 7:5 Dia ditolak oleh saudara-saudara-Nya sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 7:1 dan 19, Yesus ditolak oleh para pemimpin Israel, dan dalam Yohanes 7:7 dan 20, Dia ditolak oleh orang Yahudi. Jadi semua orang menolak Dia. Para pengikut-Nya hanya sedikit. Faktanya adalah, hanya ada 120 orang di ruangan itu pada hari Pentakosta, jadi ini adalah kisah penolakan progresif terhadap Orang terbesar yang pernah ada, yang menunjukkan kuasa dosa dan kebejatan hati manusia itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Neraka itu sendiri adalah kebenaran yang ditemukan terlambat. Yesus membuat pernyataan yang menembus dan kuat dalam ayat 34, "Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku", yang mengatakan bahwa orang berdosa akan mencari Dia dan tidak dapat menemukan Dia. Sebagian dari neraka adalah penderitaan karena dosa. Neraka juga adalah kebencian. Neraka juga adalah kepahitan yang tidak akan hilang di bawah tangan Allah yang menghancurkan. Tetapi neraka itu juga penyesalan abadi tanpa penyelesaian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Neraka bukanlah tempat Kristus dilupakan. Tapi itulah tempatnya Dia tidak ada. Anda dikeluarkan dari surga untuk selamanya. Pengertian umum adalah bahwa pada dasarnya Allah itu baik, dan setiap orang baik akan masuk surga. Saya orang baik, jadi saya akan masuk ke surga. Begitulah caranya orang berpikir. Tetapi di sini Yesus berkata, “Kamu akan mencari Aku dan kamu tidak akan menemukan Aku, dan kamu tidak dapat datang ke tempat dimana Aku berada.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sudah jelas surga itu bukan untuk semua orang. Jadi ini adalah suatu peringatan, dan mengertilah bahwa pernyataan ini dibuat untuk dua kelompok. Itu dibuat untuk orang-orang, dan dibuat untuk para pemimpin. Mereka berbeda secara khas. Orang-orang menghadapi Yesus dengan satu perspektif. Para pemimpin diperhadapkan pada perspektif berbeda, namun keduanya diberikan hukuman yang sama. Tidak ada hirarki untuk orang-orang terkutuk.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penghakiman akan jatuh pada orang-orang yang hanya bingung tentang Yesus. Dan neraka yang sama akan menjadi tempat kekal bagi orang-orang yang membenci Yesus, apakah Anda seorang penolak atau apakah Anda orang yang bimbang. Jadi, marilah kita memisahkan bagian ini menjadi beberapa bagian dan pertama-tama kita lihat kebingungan orang-orang itu, dan kemudian kita lihat penolakan para penguasa, dan kemudian pengecualian Juruselamat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kita tahu sikap orang-orang di sini. Mereka bingung. Ayat 25, “Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?” Bagaimana mereka dapat berkata, "Siapakah yang berusaha membunuh Engkau?” di ayat 19, dan di ayat 25 berkata, "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?" Pernyataan terakhir ini adalah dari orang-orang yang mengenal para pemimpin mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pendapat itu terkenal bagi mereka, tetapi kerumunan orang dari Galilea dan semua daerah non-Yahudi, tidak tahu hal itu. Mereka berusaha untuk membunuh Dia. Namun mereka membiarkan Dia mengajar, tidak ada yang menghentikan-Nya. Itulah Bait Suci mereka. Itu wilayah mereka. Merekalah yang berkuasa. </span><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa di depan umum dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah pikiran yang muncul di benak mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Tetapi bagaimana Dia bisa? Karena tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.” Kita tahu ini tidak mungkin Mesias. Kita tahu sejarah-Nya. Kita tahu dari mana asalnya. Ya, ini adalah putra seorang tukang kayu, seorang pria bernama Yusuf dan seorang wanita bernama Maria.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak mau menerima Yesus. Bahkan orang-orang tidak terima, karena apapun yang Dia tawarkan, untuk menerima tawaran itu, mereka harus menerima tuduhan-Nya, dan mereka benci tuduhan tersebut. Faktanya, di kota-Nya sendiri, ketika Dia memberi tahu mereka bahwa mereka pada dasarnya adalah tahanan miskin yang buta dan tertindas dan menuju ke penghakiman, mereka mencoba membunuh-Nya. Inilah orang-orang dari Nazaret.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Yohanes 7:41, “Yang lain berkata, “Dia ini Mesias.” Tetapi yang lain berkata, "Ini tidak mungkin! Mesias tidak datang dari Galilea.” Kemudian ada beberapa yang tahu bahwa Kitab Suci mengatakan bahwa Mesias akan datang sebagai keturunan dari Daud dan dari Betlehem, kota Daud itu. Ayat 43-44, “Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. 44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mikha 5:2 mengatakan bahwa Dia akan lahir di Betlehem, dan bukan dari Nazaret. Mereka bisa saja memeriksa catatan di Bait suci bahwa Dia benar-benar dilahirkan di Betlehem. Dan Dia menurut bapa-Nya adalah anak dari garis keturunan Daud dan mereka dapat memeriksa silsilah-Nya bahwa garis keturunan ibunya juga keturunan Daud. Dia benar-benar adalah keturunan Daud berdasarkan silsilah-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka bisa saja memeriksa hal itu, tetapi mereka tidak memeriksanya. Yang mereka cari hanyalah pembenaran atas penolakan mereka karena Yesus tidak sesuai dengan pola yang diajarkan para rabi. Gagasan populer telah berkembang bahwa Mesias itu akan membuat jalan masuk yang megah. Mereka menggunakan beberapa ayat. Salah satunya adalah Maleakhi 3:1, “Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka salah menafsirkan bagian-bagian itu, dan memutuskan gagasan bahwa Mesias akan datang secara supranatural ke bait suci itu, dan bukan secara yang normal. Itulah yang mereka putuskan. Jadi, tidak mungkin ini Mesias. Kita tahu keluarga-Nya, dan kita tahu Dia datang dari Nazaret. Dia tidak datang tiba-tiba dari surga ke bait suci. Ini tidak mungkin Yang diurapi. Ini tidak mungkin Mesias.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua pemimpin tahu bahwa Mesias itu berasal dari Betlehem. Catatan memang menunjukkan bahwa Yesus datang dari Betlehem. Semua pemimpin tahu bahwa Dia akan datang dari garis keturunan Daud. Catatan bait suci menunjukkan bahwa Yesus lahir dari dua keluarga keturunan Daud. Orang-orang tampaknya tidak pernah kekurangan dukungan untuk keyakinan yang mereka inginkan. Mereka selalu bisa saja membenarkan penolakan mereka. Jadi di sanalah mereka dalam kebingungan ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 28</b></span><span class="cf1">, “Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.” Yesus sebenarnya mengatakan, “Gagasan dalam ketidakpercayaan dan kebingunganmu, kamu mengenal Aku adalah bodoh. Kalian tidak mengenal Aku. Kalian tidak tahu dari mana Aku berasal, dan kalian tidak tahu siapakah yang mengirim Aku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 8:19, Dia berkata kepada mereka, “Kalian tidak mengenal Aku atau Bapa-Ku.” Kalian tidak tahu apa-apa tentang Aku. Memang, kalian kenal keluarga-Ku di kota Nazaret, tetapi kalian tidak mengenal Aku. Aku tidak datang sendirian. Aku bukan hasil keluarga atau hasil kota Nazareth. Kalian mungkin tahu perbuatan publik Aku. Kalian mungkin pernah mendengar kata-kata Aku, tetapi kalian tidak tahu siapakah Aku.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Masalahnya dijelaskan dalam Yohanes 8:43-44, “Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengetahui beberapa detail eksternal tentang Yesus berarti tidak tahu apa-apa tentang Dia. Untuk mengetahui sedikit tentang sejarah-Nya, mengetahui sedikit tentang kisah-kisah Kristen yang mungkin pernah Anda dengar berarti Anda tidak tahu apa-apa tentang Dia. Betapa besar tuduhan-Nya terhadap Israel. Kita melihatnya hari ini dalam budaya kita di mana kata Yesus itu sering digunakan. Orang-orang menggunakan nama-Nya dengan sia-sia terus menerus. Dan kebanyakan orang menggunakan nama-Nya sebagai kata sumpah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang bisa bercerita tentang Yesus. Mereka bahkan berbicara tentang Yesus dalam sedikit pemahaman tentang sejarah alkitabiah. Alkitab itu ada di seluruh negara, dan gereja-gereja ada di mana-mana. Tetapi orang-orang tidak mengenal Yesus. </span><span class="cf1"><b>Ayat 29</b></span><span class="cf1">, "Tetapi Aku mengenal Dia karena Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.” Orang Yahudi membanggakan diri bahwa mereka adalah umat Allah yang mengenal Allah, tapi Yesus berkata, “Kalian tidak mengenal Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di negara kita, mungkin di seluruh dunia barat, ini adalah suatu realitas yang mendominasi. Orang-orang bilang mereka kenal Yesus. Mereka tahu nama Yesus. Mereka tahu beberapa hal tentang Yesus. Tetapi mereka tidak mengenal Dia, dan mereka tidak mengenal Allah yang mengutus-Nya. Dan itu adalah posisi yang mengerikan karena akan datang saatnya ketika Anda akan berusaha untuk mengenal-Nya, dan Dia tidak ada.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang bingung dan para penguasa menolak Dia. </span><span class="cf1"><b>Ayat 30</b></span><span class="cf1">, “Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.” Mereka ingin para penguasa melakukan sesuatu. Mereka membutuhkan seseorang untuk memimpin mereka. Jadi para penguasa akhirnya turun tangan, dan mereka ingin menangkap Dia. Tapi tidak ada orang yang dapat menyentuh-Nya. Dari sudut pandang manusia, mereka mungkin berkata, "Dia terlalu kuat."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan mereka benar karena Dia mengosongkan bait suci pada awal pelayanan-Nya. Dia memiliki kekuatan supranatural atas setan-setan. Dan Dia memiliki kekuatan supranatural atas penyakit. Ada juga rasa takut dan rasa hormat. Dia memerintahkan dan menuntut rasa hormat. Jadi dari sudut pandang manusia, mereka sepertinya lumpuh, dan mereka tidak mau mulai kerusuhan di tengah-tengah pesta itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi penjelasan ilahi adalah satu-satunya penjelasan yang diberikan Alkitab kepada kita. Alasannya tidak ada orang yang menyentuh-Nya untuk menangkap-Nya adalah karena saat-Nya belum tiba. Mereka ditahan oleh tangan Allah yang tidak kelihatan. Mereka tidak dapat bertindak karena mereka berada di bawah kendali ilahi. Yang benar adalah bahwa ada realitas luar biasa dari tangan Allah yang tak terlihat yang mengendalikan segala sesuatu di alam semesta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sejarah penebusan direncanakan oleh Allah dengan berdaulat, dan segala sesuatu terjadi sesuai dengan tujuan-Nya, rencana-Nya dan waktu-Nya. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa izin ilahi karena Allah mengendalikan segalanya secara mutlak. </span><span class="cf1"><b>Ayat 31</b></span><span class="cf1">, “Tetapi di antara orang banyak di bait suci itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada sesuatu di sini yang menunjukkan bahwa iman mereka itu adalah iman permanen, asli, dan menyelamatkan, meskipun dalam beberapa kasus, itu mungkin. Tetapi para pemimpin melihat ini, dan mereka sekarang sangat prihatin. </span><span class="cf1"><b>Ayat 32</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu mengenai Dia, dan karena itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap-Nya.” Polisi bait suci dikirim untuk menangkap-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka pergi. Di ayat 45, polisi bait suci itu kembali kepada para imam kepala dan orang Farisi tanpa Dia, dan mereka berkata kepada polisi itu, “Mengapa kamu tidak membawa Dia? Kami mengirim Anda untuk menangkap-Nya. Penjaga itu menjawab, "Belum pernah seorang manusia berbicara seperti orang itu. 47 Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? 48 Tak seorang pun dari para pemimpin atau orang Farisi percaya kepada-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan di </span><span class="cf1"><b>ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Maka kata Yesus: "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.” </span></span><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, ini tidak akan lama. Ini akan berakhir. Aku akan keluar dari hidupmu. Kalian tidak perlu berurusan dengan Aku lagi. Ini membawa kita ke poin terakhir dari kebingungan orang-orang kepada penolakan para pemimpin hingga Juruselamat mengucilkan mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34</b></span><span class="cf1">, “Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada.” Empat puluh tahun kemudian, orang Romawi datang dan menjarah kota itu. Ratusan ribu orang Yahudi dibantai. Apakah mereka ingat bahwa Dia berkata bahwa akan datang waktunya, di mana mereka akan mencari-Nya dan tidak dapat menemukan-Nya? Tentu itu benar untuk orang-orang yang menghadapi kematian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 35</b></span><span class="cf1">, “Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar mereka?” Orang Yahudi adalah orang-orang bodoh yang berdosa dan tidak beriman yang mengejek Anak Allah dengan kata-kata yang menghujat. Itu semua sarkasme yang didasarkan pada ketidaktahuan dan penolakan yang disengaja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Apakah maksud Yesus yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?” Itu bagian dari neraka, dimana mereka cari apa yang tidak akan pernah mereka temukan selamanya. Surga bukan untuk semua orang. Surga itu adalah untuk mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus saja, yang percaya kepada Kristus yang benar dan Injil yang benar dan tidak ada yang lain.” Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Feb 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210207</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000151</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menerima Klaim-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000150"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+7:14-24" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 7:14-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Klaim-klaim Yesus sangat mengherankan. Mereka mengejutkan. Itu benar-benar klaim yang luar biasa. Yesus kelihatannya sama dengan pria Galilea lainnya. Kemungkinan besar Dia memiliki logat Galilea dan keilahian-Nya sama sekali tidak kelihatan. Yang terlihat adalah kemanusiaan-Nya. Tidak ada cara untuk melihat-Nya berbeda dengan cara melihat pria lain. Tetapi tidak ada orang yang membuat klaim yang Dia buat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengatakan bahwa Dia telah turun dari surga, dan bahwa Dia berada secara kekal, dan bahwa Dia diutus ke dunia oleh Allah Bapa. Dia mengaku diri-Nya sebagai Juruselamat dunia dan satu-satunya Juruselamat dunia. Dia mengaku diri-Nya sebagai hakim nasib kekal setiap orang. Dia mengaku diri-Nya sebagai sumber kehidupan abadi, dan satu-satunya sumber. Dan Dia mengaku diri-Nya sebagai satu-satunya jalan untuk masuk ke kerajaan Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi oleh sebagian besar Yesus itu ditolak. Hanya 120 orang muncul di ruang atas pada hari Pentakosta ketika Roh Kudus datang. Ketika Yesus dipanggil ke hadapan Sanhedrin pada sidang-Nya, mereka berkata kepada-Nya, "Jika Engkau adalah Mesias, beri tahulah kami." Dia telah memberi tahu mereka berulang kali tetapi mereka masih tetap tidak percaya. Di Yohanes 8:48, orang Yahudi berkata, “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau adalah orang Samaria dan kerasukan setan?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah pada saat kita mendekati Yohanes 7:14, Yesus meninggalkan Galilea setelah mengajar Keduabelas murid itu selama tujuh bulan. Memang, ada beberapa pelayanan publik, mukjizat dan pengajaran, tetapi penekanan-Nya terutama adalah kepada Keduabelas itu dan Dia tinggal di daerah yang jauh di utara, untuk memberi waktu untuk mempersiapkan mereka. Tetapi sekarang di tengah-tengah pesta Dia pergi ke Yerusalem dan Dia mulai mengajar. Kemudian Dia masuk kembali ke Yerusalem.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah, Dia tidak pergi ketika semua orang pergi ke Pesta Pondok itu. Dia menunggu sampai tengah minggu itu karena Dia tahu para penguasa itu ingin membunuh-Nya. Yohanes 7:1, mereka berusaha untuk membunuhnya. Dan ketika pesta baru saja dimulai, mereka mencari-Nya. Tapi Dia tidak pergi. Nah, Dia menunggu sampai tengah minggu dan baru Dia pergi. Pada saat semua orang ada di sana, Dia muncul.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus melakukan perjalanan rahasia melalui Samaria yang dicatat dalam Lukas. Dia masuk kembali secara diam-diam. Pada saat yang tepat, Dia masuk ke Bait Suci itu. Waktunya adalah 29 M. jika Anda ingin waktu tepat, ini terjadi sekitar tanggal 15 Oktober, pada waktu Pesta Kemah Suci atau Pesta Pondok, yang memperingati perjalanan mereka di padang gurun ketika mereka tinggal di pondok-pondok itu selama 40 tahun.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menghadapi dunia yang membenci Dia. Dia menghadapi Yerusalem, di mana para pemimpin sudah bertekad untuk mengeksekusi-Nya. Yerusalem sekarang dipenuhi dengan banyak orang, peziarah yang datang dari mana-mana. Orang-orang Yahudi dari negara lain semuanya kembali untuk salah satu dari tiga pesta itu setahun. Mereka harus berada di Yerusalem. Nah, di tengah minggu Yesus itu muncul secara tidak terduga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi orang-orang Yahudi tidak bisa berbuat apa-apa karena ada orang banyak dan pengetahuan publik yang telah dimiliki Yesus. Ini adalah waktu-Nya. Waktunya sangat tepat sehingga pada ayat 6, dia tidak akan pergi beberapa hari sebelumnya, karena dia berkata, "Waktu Aku belum sampai sekarang." Dalam ayat 8, "Waktuku belum tiba sepenuhnya." Saat kita berbicara tentang waktu, kita berbicara tentang jam dan hari. Dia berada di jadwal surgawi seperti itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mulai mengajar di situ.” Kembali ke ayat 12, ada yang menggerutu di antara orang banyak, mereka berbisik, sambil mengatakan dimanakah Dia dan apakah Dia dan siapakah Dia? Dia orang baik. Yang lain berkata, tidak, malah sebaliknya Dia menyesatkan orang. Dia adalah topik pembicaraan meskipun Dia tidak ada di sana. Dan sekarang Dia datang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para pemimpin ingin menangkap-Nya, dan mereka berusaha untuk melakukan itu di ayat 32. Tetapi mereka tidak berhasil. Ayat 44-46, “Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya. 45 Maka saat penjaga-penjaga itu pergi tanpa menangkap Yesus, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" 46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berbicara seperti itu!"</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam bagian ini, Yesus memberi </span><span class="cf1"><b>lima alasan untuk percaya klaim-Nya</b></span><span class="cf1">. Jadi, inilah kesempatan lain di mana Dia akan mengajar mereka kebenaran dan memanggil mereka untuk percaya kepada-Nya. Alasan </span><span class="cf1"><b>nomor satu</b></span><span class="cf1">, </span><span class="cf1"><b>ajaran-Nya berasal dari sumber ilahi</b></span><span class="cf1">. Setiap hari ada rabi-rabi di seluruh tempat itu yang mengajar. Dan pada kejadian Pesta itu ada banyak sekali kelas yang berlangsung di halaman terbuka itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan untuk memberikan otoritas kepada apa yang mereka katakan, mereka mengutip para rabi lain. Ini mengesahkan apa yang mereka katakan, sehingga orang tidak berpikir mereka menciptakannya sendiri. Dan kedua, itu membuat mereka menetap dalam tradisi. Tetapi bukan itu yang dilakukan Yesus. Matius 7:28 - 29, “Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti guru-guru hukum agama mereka.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi </span><span class="cf1"><b>ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!” Jadi mereka mengakui pengetahuan-Nya. Itu melampaui siapa pun juga. Bahkan polisi bait Allah, yang sudah biasa mendengar ajaran para rabi, mereka tidak pernah mendengar orang seperti ini. Tidak ada orang yang berbicara seperti Yesus. Itu adalah tingkat kebijaksanaan, tingkat pemahaman yang tiada tara.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang terkejut dengan instruksi yang mendalam dan tanpa kesalahan ini, yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Yesus tidak mengutip para rabi. Dia tidak mengesahkan ajaran-Nya oleh sumber manusia mana pun. Dia tidak terhubung dengan tradisi mereka. Mereka kewalahan dengan kejernihannya, kejelasannya, kebenarannya, dan realitasnya. Jadi bagaimana mereka dapat meragukan Dia?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka menyerang Dia pribadi, bukan ajaran-Nya. Mereka mempertanyakan dari mana Dia belajar ini. Mereka tidak ingin membantah atau memperdebatkan Dia. Jadi mereka mencoba untuk mendiskreditkan Dia dengan mempertanyakan kekurangan pendidikan-Nya. Di lain waktu, mereka berkata, "Apakah mungkin hal baik yang bisa datang dari Nazaret?" Jadi mereka menyerang kampung halaman-Nya. Namun mereka tahu setiap kali mereka berani menyerang Dia, mereka malah dipermalukan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Jawab Yesus kepada mereka, “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetap berasal dari Dia yang telah mengutus Aku.” Aku tidak mengutip para rabi, Aku mengutip Allah Bapa. Inilah tuduhan terhadap para pemimpin Yahudi dan kutipan melingkar yang tak ada habisnya dari para rabi yang mengutip para rabi. Dia berkata, "Kalian benar. Inilah pengetahuan ilahi. Ini adalah kebenaran. Ini berasal dari Allah Bapa." Dan itu berarti bahwa ajaran para rabi itu berasal dari manusia, dan bukan dari Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dengarkanlah Yohanes 17:8 di mana Yesus berbicara dengan Allah Bapa, “segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sumber ilahi ajaran-Nya adalah alasan pertama untuk percaya klaim Yesus. Dan pada saat yang sama, itu tuduhan bagi mereka yang tidak berbicara untuk Allah. Seberapa luas ilmu-Nya? Dia tahu pikiran Allah Bapa!</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Kedua, keinginan untuk melakukan kehendak Allah</b></span><span class="cf1">. Ini penting bagi orang berdosa. Inilah ujiannya. Saya mengatakannya dengan cara lain, janji-Nya adalah jika seseorang ingin melakukan kehendak Allah, dia akan tahu kebenaran. Lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Barangsiapa mau melakukan kehendak Allah, akan tahu apakah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, atau itu hanyalah kata-kata diri-Ku sendiri.” Kedatangan kepada Kristus itu dimotivasikan oleh keinginan Anda untuk melakukan bagi Allah apa yang Dia perintahkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di sinilah keselamatan itu mulai. Roh Kudus yang meyakinkan kita berdosa dan kebenaran itu ditunjukkan dalam penghakiman. Orang berdosa lelah akan dosanya dan kebejatannya, sifatnya dan akibatnya; jadi dia menjadi seorang pencari. Yang dia inginkan adalah melakukan kehendak Allah. Inilah tentang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan keluar dari dominasi dosa, kepada kuasa Tuhan Yesus Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kebenaran Injil tidak diperoleh dengan perdebatan. Anda bahkan tidak akan menang dengan pertahanan rasional, meskipun Anda dapat membela Alkitab secara rasional. Apa yang menarik orang pada Injil dan kepada Kristus adalah keinginan untuk melakukan kehendak Allah. Allah itu ada. Dia berdaulat. Dia adalah hakim dan algojo. Jika saya terasing dari Allah, maka saya adalah musuh Allah. Saya harus tunduk kepada Allah. Saya ingin kemerdekaan. Saya ingin Tuhan yang baru. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Beginilah iman itu bertindak. Apakah iman yang menyelamatkan itu? Itu adalah keinginan untuk menaruh kepercayaan Anda kepada Yesus Kristus untuk melakukan kehendak Allah. Itu membutuhkan kepercayaan. Allah berkata kepada Israel melalui Musa ini, “Jika kamu mencari Tuhan, Allahmu, kamu akan menemukannya jika kamu mencari Dia dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu.” Mazmur 119:2, “Berbahagialah mereka yang mencari Dia dengan segenap hati.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Lukas 9:23 Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Itu sepertinya kebalikan dari mencari dengan segenap hati, tetapi sebenarnya tidak. Bencilah hidup Anda yang penuh dosa. Bersedialah untuk menyerahkan semua yang Anda miliki. Juallah semuanya untuk membeli mutiara dan harta besar itu. Allah tidak memberikan pemahaman tentang kebenaran sampai saatnya orang itu bersedia untuk mematuhi kebenaran itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Alasan ketiga</b></span><span class="cf1"> untuk percaya klaim-Nya adalah </span><span class="cf1"><b>hormat-Nya terhadap kemuliaan Allah Bapa</b></span><span class="cf1">. Semua guru palsu hanya mencari keuntungan pribadi. Mereka melakukan semuanya demi uang. Mereka melakukannya untuk kekuasaan. Mereka melakukannya untuk keunggulan. Guru palsu malah mencuri dari domba. Yesus menjelaskan hal itu, ketika Dia membicarakannya dalam Yohanes 10. Apakah masalahnya dengan orang-orang Farisi, para pemimpin Yahudi ini? Mereka tidak mencari kemuliaan Allah. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Mereka yang berbicara untuk dirinya sendiri menginginkan kemuliaan hanya untuk diri mereka saja, tetapi orang yang berusaha untuk menghormati Yang mengutus-Nya berbicara kebenaran, bukan kebohongan.” Yesus hanya mencari kemuliaan Allah. Dialah yang merendahkan dirinya dalam kasih. Dialah yang menanggung beban orang lain. Dialah orang yang tidak mencari uang, tidak memiliki rumah, tidak mengambil apa-apa, dan memberikan segalanya, bahkan diri-Nya sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Alasan keempat</b></span><span class="cf1"> adalah pernyataan-Nya tentang </span><span class="cf1"><b>keberdosaan manusia</b></span><span class="cf1">. Dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, dia langsung membicarakan inti permasalahan itu. Dia berkata, “Bukankah Musa telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?" 20 Orang banyak itu menjawab: "Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?" Ya, tentu Musa memberi kita Hukum. Matius 23:2 mengatakan, “Mereka mengasihi Musa.” Tetapi tidak ada di antara kalian yang menjalankan Hukum itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah pernyataan yang paling komprehensif dan akurat tentang keberdosaan manusia. Tidak ada dari kalian yang mematuhi Hukum itu. Roma 3:10 mengatakan, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Galatia 3:10, jika Anda melanggar satu hukum, Anda telah melanggar seluruh Hukum dan Anda terkutuk. Semua orang legalis adalah pelanggar hukum. Hukum Musa tidak pernah dimaksudkan untuk menyelamatkan orang. Itu dimaksudkan untuk menghukum.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu dimaksudkan untuk mendorong orang-orang berdosa kepada ketakutan luar biasa akan penghakiman ilahi yang akan menyebabkan mereka bertobat, berseru untuk belas kasihan dan anugerah dari Allah. Dan kemudian menetap kepercayaan mereka pada satu-satunya Juruselamat, Yesus Kristus. Kata Roma 10:4, "Yesus Kristus adalah kegenapan hukum keselamatan.” Dan di sana, di kegenapan hukum itu, ketika hukum telah memberikan keputusannya, berdirilah Kristus untuk memberi keselamatan itu yang tidak tersedia dalam Hukum.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka akan berkata, “Apa maksudmu tidak seorang pun dari kami menjalankan Hukum?" Jadi Yesus lebih spesifik. "Mengapa kalian berusaha membunuh Aku?" Kelakuan mereka yang memalukan terhadap Yesus, dimana mereka berusaha untuk membunuh-Nya, jelas adalah pelanggaran Sepuluh Perintah. Kata Keluaran 20:13, “Jangan membunuh.” Menurut Yohanes 8:44 mereka adalah murid-murid Musa yang menghujat dan tidak layak, yang bapanya adalah iblis.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus menuduh mereka. Kerumunan itu tidak semua menyadari niat pembunuhan ini. Jadi mereka berkata, “Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?" Tetapi Yeremia 17:9 mengatakan, "Hati manusia licik di atas segalanya, dan sangat jahat.” Enam bulan kemudian ketika mereka semua muncul lagi untuk pesta berikutnya, yaitu Pelewatan, menurut Markus 15:11-15, mereka semua berteriak, “Salibkanlah Dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nomor lima, perbuatan kebenaran-Nya. Ayat 21</b></span><span class="cf1">, “Jawab Yesus, “Hanya satu mujizat Kulakukan pada hari Sabat, dan kamu semua takjub.” Dalam Yohanes 5, Dia pergi ke kolam Betesda untuk menyembuhkan orang yang sudah bertahun-tahun berada di sana. Dan para pemimpin Yahudi marah sekali karena Dia melakukannya pada hari Sabat dan mereka menyalahkan itu. Dan dikatakan bahwa mereka berusaha untuk membunuh-Nya karena Dia melanggar hukum Sabat dan mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang menyangkal mukjizat-Nya. Semua orang melihatnya. Para pemimpin tidak pernah menyangkalnya. Untuk menunjukkan betapa salahnya mereka, bagaimana orang bisa menolak mukjizat, dan menunjukkan kebaikan Allah pada hari Sabat? Kemudian Yesus menjelaskannya lebih lanjut dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Tetapi kalian bekerja pada hari Sabat, ketika kalian menyunat orang pada hari Sabat! Tradisi sunat ini dimulai jauh sebelum ada hukum Musa.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini kembali ke Kejadian 17, kembali ke Abraham. Pada hari Sabat, Anda tetap menyunat seorang pria. Mengapa mereka melakukannya pada hari Sabat? Karena itu harus dilakukan pada hari kedelapan. Jadi mereka melanggar tradisi mereka sendiri tentang bekerja pada hari Sabat, karena mereka ada hukum yang harus mereka ikuti. Jadi jika perlu, hari Sabat dapat dikhususkan untuk sesuatu yang lebih penting, suatu tingkat ketaatan lain.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kata Yesus di </span><span class="cf1"><b>ayat 23</b></span><span class="cf1">, “Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seseorang pada hari Sabat?” Betapa salahnya kamu! Dan Anda ingin membunuh Aku walaupun Anda sendiri melanggar hukum Anda sendiri karena menurut Anda sunat itu lebih penting.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Berbuat baik, menunjuk belas kasihan dan kebaikan itu lebih penting daripada pembatasan istirahat Sabat. Jangan melihat kemunafikan para pemimpin ini. Lihatlah kekuatan yang telah Aku tunjukkan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” Mereka telah menilai penampilan seluruh hidup mereka. Itulah yang dilakukan orang munafik. Hentikanlah itu dan putuskanlah yang benar. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210131</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000150</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjaga Jadwal]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000014F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+7:1-13" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 7:1-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita benar-benar melangkah ke bagian baru dari Injil Yohanes. Kita pindah dari Galilea ke Yudea dimana Tuhan kita telah melayani selama lebih dari satu tahun, dimana Dia memulai pelayanan-Nya pada awalnya. Apa yang akan kita lihat di Yohanes 7 dan Yohanes 8 adalah meningkatnya kebencian itu. Bahkan, Anda dapat menyebut kedua pasal ini sebagai kebencian kuat terhadap Tuhan Yesus. Sekarang Yesus telah jauh dari Yudea dan dari Yerusalem.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mungkin itu lebih buruk karena laporan telah datang kembali dari mata-mata di Galilea ke para pemimpin Yudea tentang dampak pelayanan-Nya di sana. Jadi keinginan mereka untuk membunuh-Nya lebih kuat dari sebelumnya. Dan saat Dia berada di Galilea, kebencian itu terus berlanjut. Tetapi Yesus datang kembali secara diam-diam, dan Dia tinggal di luar Yerusalem selama beberapa bulan sampai Dia jalan masuk secara mewah ke Yerusalem.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus dengan banyak orang memuji Dia ‘hosana’, menyatakan kepada orang banyak bahwa Dia adalah Mesias. Dan pada akhir minggu itu, Dia disalibkan dan Dia bangkit. Jadi sekarang Anda tahu di mana kita berada saat kita mulai Yohanes 7. Marilah kita baca </span><span class="cf1"><b>Yohanes 7:1- 13</b></span><span class="cf1">, “Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. 2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">3 Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu dapat melihat mujizat-mujizat-Mu. 4 Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia." 5 Bahkan saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya. 6 Maka jawab Yesus, "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu. 7 Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku menuduh mereka berbuat jahat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“8 Pergilah kamu ke pesta itu. Aku tidak akan pergi ke situ, karena waktu-Ku belum genap." 9 Demikianlah kata-Nya, dan Iapun tinggal di Galilea. 10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. 11 Orang-orang Yahudi mencari Dia di pesta itu dan berkata: "Di manakah Ia?" 12 Dan banyak terdengar bisikan di antara orang banyak tentang Dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Ada yang berkata: "Ia orang baik." Ada pula yang berkata: "Tidak, Ia menyesatkan orang-orang." 13 Tetapi tidak seorangpun yang berani berkata terang-terangan tentang Dia karena takut terhadap pemimpin-pemimpin Yahudi.” Jadi apakah pendapat populernya? Apakah pembahasannya? Beberapa orang mengatakan Dia orang baik. Orang lain mengatakan Dia menyesatkan orang, Dia itu penipu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengatakan, "Dia orang baik," itu tidaklah cukup. Itu jauh di bawah kebenaran. Mengatakan bahwa Dia itu penipu juga tidak benar. Tak satu orangpun memiliki penilaian yang benar tentang Yesus, dan setiap jiwa dituntut untuk mengambil keputusan itu. Anda harus memutuskan siapakah Yesus. Kedua pernyataan ini salah. Penipu tidak mendemonstrasikan kuasa Allah, tidak membangkitkan orang dari kematian, dan tidak berbicara seperti Yesus bicara.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Penaksiran yang benar tentang Yesus adalah penaksiran terpenting yang pernah dibuat oleh setiap manusia. Sekarang kita mulai melihat keputusan akhir yang dibuat orang-orang di bawah pengaruh para pemimpin. Orang-orang Yahudi ini telah membuat keputusan mereka. Dia itu penipu. Dan orang-orang pada akhirnya akan percaya itu dan berseru untuk kematian-Nya. Jadi kita mulai melihat itu sekarang di Yohanes 7:1, kebencian besar di Yudea.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka yang pergi tidak terima kata-kata Yesus. Mereka yang tinggal memeluk kata-kata Yesus. Identifikasi yang membedakan Yesus bukanlah karya-Nya. Murid-murid palsu itu memeluk pekerjaan-Nya, mereka mengikuti orang banyak, mereka suka hal-hal gaib, dan mereka ingin mencari keuntungan dari hal itu. Mereka tertarik pada keajaiban. Mereka bahkan mengajukan banyak tuntutan atas kuasa mujizat Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ketika Yesus mulai berbicara, Dia langsung menyebabkan mereka tersinggung, dan mereka merasa diasingkan. Jadi yang menjadi masalah selalu adalah kata-kata Yesus. Ada banyak hal yang dipakai untuk memandang rendah Yesus seolah-olah dia hanya orang yang baik, yang lebih baik dari pada orang lain, orang yang mulia, pemimpin agama, orang pahlawan, orang moralis yang benar, dan orang penyayang dan berbelas kasihan. Tak satu pun dari itu penting. Semua itu jauh dibawah siapakah Dia sebenarnya, Dia adalah Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata-kata itu selalu penting. Dan kata-kata itu selalu terus dipentingkan, di dalam hidup Anda dan saya. Tidaklah cukup untuk mengagumi kemanusiaan Yesus saja. Dengan mengatakan Dia adalah bunga kemanusiaan. Pria terhebat yang pernah hidup. Pemuda dengan Allah di dalam hati-Nya. Dan saya membicarakan pendapat orang ateis filosofis klasik. Inilah orang-orang yang sama sekali menolak Alkitab dan menolak Allah. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka mau menerima Yesus dari imajinasi mereka sendiri, jenis Yesus yang dapat menerima dosa mereka. Apa yang mereka tidak mau terima adalah apa yang Dia katakan yang dicatat dalam Alkitab, tetapi itulah yang harus diterima karena itulah titik yang memisahkan. Jika Anda akan masuk ke dalam kerajaan Allah, Anda harus percaya apa yang dikatakan Yesus. Nah dalam Yohanes 7:1 - 13, kita akan membahas teks naratif sederhana.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang saya ingin Anda lihat adalah bagaimana Yesus bekerja menurut jadwal ilahi. Karena Anda harus mengerti bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Dia adalah roti yang turun dari surga. Inilah Anak Allah dalam misi ilahi, dan itu dipertunjukkan dengan cara yang sangat luar biasa karena Anda akan melihat kedaulatan Allah bekerja dari sudut pandang waktu dalam setiap aspek kehidupan-Nya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semuanya terjadi sesuai jadwal dalam hidup-Nya. Di Galatia 4:4, dikatakan, “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya lahir dari seorang perempuan.” Waktunya tepat. 1 Timotius 6:15 mengatakan, “Pada saat yang tepat, Kristus akan dinyatakan dari surga oleh Allah yang Maha Kuasa, Raja atas segala raja dan Tuhan atas semua tuhan.” Dan selama Yesus menjalani hidup-Nya, semuanya adalah sesuai jadwal.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Seringkali Yesus berkata, "Waktu-Ku belum tiba." Dia menjalankan jadwal berdaulat ini. Dan itu diperlihatkan sangat kuat di sini. Paulus dalam Roma 5:6 mengatakan, "Kristus mati dan menjadikan hidup-Nya sebagai tebusan pada waktu yang tepat." Satu Timotius 2:6 mengatakan, “Dia menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang. Itulah pesan dari Allah yang diberikan dunia tepat pada waktunya.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di Yohanes 7, Yesus sedang berjalan di Galilea kira-kira tujuh bulan kemudian. Karena di Yohanes 6:4, ada perayaan Pelewatan. Di </span><span class="cf1"><b>Yohanes 7:2</b></span><span class="cf1">, ada perayaan pesta lain, yaitu Pesta Kemah Suci atau Pesta Pondok, dan itu dirayakan tujuh bulan kemudian. Pesta Pelewatan itu adalah acara musim semi, dan Pesta Pondok adalah acara bulan Oktober. Jadi selama tujuh bulan Yesus berjalan di Galilea.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes tidak memberi tahu kita tentang tujuh bulan itu, tetapi itu diberitahu penulis-penulis lain. Para penulis Injil lainnya memberi tahu kita bahwa Dia berada di Galilea, bukan di Yudea. Tetapi sikap orang-orang di Yudea yang ingin membunuh-Nya terus meningkat. Pelayanan-Nya di Galilea melampaui satu tahun. Yesus tidak mau kembali karena Dia mau menunggu sampai waktunya tepat dalam rencana Allah yang sempurna itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama tujuh bulan itu, kita baca bahwa Yesus pada umumnya menghilang dari tempat umum. Daripada tinggal di Kapernaum, Dia pergi ke Tirus dan Sidon, yang berada di sebelah utara dan barat melewati daerah Fenisia menuju ke Mediterania. Kemudian Dia pergi ke sisi timur Laut Galilea, ke selatan ke daerah Dekapolis, yaitu sepuluh kota non-Yahudi itu. Markus 7 memberi tahu kita tentang itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 15 memberi tahu kita tentang Yesus yang pergi ke daerah di perbatasan Fenisia. Dia juga pergi ke yang paling utara, jadi Dia berada di perbatasan sekarang. Banyak hal terjadi selama waktu itu. Ya, Dia melakukan mukjizat di tempat-tempat itu. Tetapi terutama Dia mengajar. Peristiwa besar lainnya terjadi selama tujuh bulan itu, dan itu adalah transfigurasi itu di mana Yesus mengungkapkan kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan selama bulan-bulan itu, Yesus memberi tahu murid-murid-Nya untuk pertama kalinya bahwa Dia akan ditolak dan mati, dan kemudian bangkit dari antara orang mati dalam Matius 16. Sementara pelayanan publik berkurang selama tujuh bulan itu, fokus-Nya terutama adalah pada keduabelas murid. Jadi ini adalah periode paling intensif untuk melatih para murid. Murid-murid palsu sudah pergi. Murid-murid sejati, kecuali satu, tetap tinggal. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus sekarang selama tujuh bulan mengajari mereka tentang kebenaran Kerajaan Allah, dan mempersiapkan mereka untuk apa yang akan datang dan bahkan untuk apa yang akan datang setelah itu, yang merupakan pemenuhan Amanat Agung. Dia mulai berbicara sekarang tentang kematian-Nya dan tentang kebangkitan-Nya. Dia mengatakan Dia akan ditangkap, Dia akan dipukuli, dan Dia akan diludahi. Dia memberi tahu mereka semua hal yang akan datang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Yesus memberi mereka pandangan sekilas tentang kemuliaan-Nya. Petrus, Yakobus dan Yohanes kemudian melaporkan semua itu. Jadi mereka diberitahu tentang kematian-Nya. Itu sulit bagi mereka untuk dimengerti dan mungkin itu menimbulkan keraguan, jadi untuk menyeimbangkan semua itu, Dia menunjukkan kepada mereka kemuliaan-Nya. Sekarang datanglah saatnya untuk pergi ke pesta berikutnya. Nah ada tiga pesta untuk orang-orang Yahudi yang harus dihadiri semua orang, dan Dia telah melakukan itu sepanjang hidup-Nya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dalam Yohanes 6, Yesus memberikan beberapa hari kepada orang banyak itu. Dan di antara Yohanes 6 dan 7, Dia memberikan tujuh bulan kepada para murid. Jelaslah bahwa prioritas Yesus adalah pemuridan. Inilah yang Allah lakukan. Allah mengumpulkan banyak orang untuk menyatakan kebenaran siapakah Dia dan mengapa Dia datang. Yesus memisahkan murid-murid sejati dan murid-murid palsu, dan kemudian mulai melatih murid-murid sejati itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena itulah Amanat Agung berkata, "Pergilah ke seluruh dunia dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku." Itu berarti mengajari mereka untuk mengamati semua hal yang Aku telah perintahkan kepada Anda. Ini adalah panggilan yang luas. Mudah untuk mendapatkan banyak orang. Sangat sulit untuk menjadikan mereka murid. Yesus menjelaskan dengan kata-kata-Nya apa yang perlu mereka percaya, sehingga Dia mengusir mereka yang tidak percaya. Kemudian Dia mencurahkan diri-Nya kepada orang-orang yang percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pemuridan adalah seperti 1 Tesalonika 1:6-7 di mana Paulus berkata kepada gereja, “Jadi kamu menerima pesan dengan sukacita dari Roh Kudus walaupun ada penderitaan berat yang ditimbulkannya. Dengan cara ini, Anda telah menjadi penurut kami dan Tuhan. 7 sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di Yunani.” Jadilah pengikut saya sebagaimana saya menjadi pengikut Kristus. Kita butuh kedalaman, ini adalah masalah hati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, “Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan.” Jadi mereka adalah saudara-saudara-Nya yang disebut di dalam Firman. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4-5</b></span><span class="cf1">, “Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia. 5 Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Imamat 23, Allah mendirikan pesta di mana sekali setiap tahun mereka akan mengingat waktu mereka di padang gurun, ketika mereka tinggal di tenda, pondok, tempat berteduh untuk jangka waktu tertentu itu. Mereka mengadakan perayaan selama seminggu di bulan Oktober. Josephus mengatakan itu adalah yang paling dirayakan dari semua pesta dan perayaan Yahudi. Itu adalah waktu yang paling membahagiakan. Itu terjadi satu minggu setelah Hari Pendamaian.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saudara laki-laki-Nya disebut dalam Matius 13:55, Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas. Mengapa mereka ingin Dia pergi?” Yesus mungkin membuat mereka kesal. Bagaimana perasaan Anda jika Anda bertumbuh dengan orang yang sempurna, yang memberi jawaban yang benar untuk setiap pertanyaan dengan sikap yang benar di setiap kesempatan? Kata Yesus dalam Yohanes 6, "Kamu tidak bisa percaya kecuali Bapa menarikmu.” Bapa belum menarik mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1">, “Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktu-Ku belum genap." 9 Demikianlah kata-Nya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea.” Jika Yesus pergi bersama mereka, Dia akan menjadi bagian dari karavan besar dengan kerabat dan keluarga besar-Nya. Karena dalam Lukas 2:44, ketika Dia berusia 12 tahun, seluruh karavan sudah dalam perjalanan satu hari sebelum mereka menyadari Dia tidak ikut.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian Dia menjelaskan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.” Kapan waktu-Nya? Enam bulan kemudian pada hari Pelewatan berikutnya. Itu akan menjadi waktu-Nya untuk menjadi domba Pelewatan. Setiap jam ditentukan oleh Allah. Bagi Anda, itu tidak masalah. Jika Anda adalah orang yang tidak percaya, Anda memiliki satu pertemuan dengan Allah. Pada saat kematian. Seterusnya, Anda berdiri sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bukannya Allah tidak mengatur perilaku dan hidup Anda. Masalahnya itu tidak relevan. Itu tanpa tujuan. Anda pergi, Anda tinggal. Sebagai orang yang tidak percaya, Anda tidak hidup pada waktu kerajaan. Ini pernyataan yang luar biasa. Anda hanya ada satu pertemuan yang ditentukan dengan Allah pada saat kematian Anda. Tidak demikian halnya dengan Aku. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Dunia tidak akan membenci kamu, tetapi dunia membenci Aku sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaannya jahat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak di depan umum, tapi agak secara rahasia. Yesus melakukan apa yang tidak mereka lakukan. Dia pergi melalui Samaria menurut Lukas 9. Ketika mereka pergi, mereka akan pergi mengelilingi Samaria karena mereka memusuhi orang Samaria. Jadi mereka akan melakukan ziarah kecil mereka tanpa masuk Samaria. Yesus malah pergi kesana di Lukas 9:51-57. Dia tidak mau pergi bersama kerumunan orang yang menuju ke Yerusalem itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi mencari Dia di pesta itu. Tetapi mereka tidak dapat menemukan Dia. Ayat 13, “Tetapi tidak seorangpun yang berani berkata terang-terangan tentang Dia karena takut terhadap orang-orang Yahudi.” Orang-orang takut untuk memberi pendapat. Tetapi mereka semua tahu bahwa pemimpin Yahudi ingin Yesus mati. Dalam bulan-bulan sela itu Dia melayani di Yudea, dan itu semua tercatat dalam Lukas 9 sampai 19. Dia menolak untuk pergi ke Yerusalem dan menyatakan diri-Nya Mesias sampai hari Pelewatan berikutnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan itu akan menjadi hari Pelewatan terakhir bagi-Nya yang mengarah pada pembunuhan-Nya. Tidak ada sesuatu di dalam hidup-Nya yang sembarangan. Tidak ada yang salah. Semuanya tepat sesuai dengan tujuan kekal Allah. Inilah salah satu bukti keilahian-Nya yang besar. Dan Dia menentang orang-orang Yahudi dan mengatakan kepada mereka bahwa perbuatan mereka jahat. Kita sering kali menghindar dari keberanian yang dimiliki Kristus itu. Tetapi Anda akan bertanggungjawab atas apa pun yang Anda lakukan dengan Kristus. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jan 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210124</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000014F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Akulah Roti Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000014E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+6:32-59" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 6:32-59</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin menarik perhatian Anda ke Yohanes 6, dan khususnya ayat 32 sampai 59 di mana Tuhan kita memberikan khotbah yang luar biasa ini, Akulah Roti Hidup. Marilah kita membaca khotbah yang luar biasa ini yang dimulai dari Yohanes 6:32, “Kata Yesus kepada mereka. “Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. 33 Karena roti yang dari Allah ialah yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“34 Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." 35 Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 36 Tetapi walaupun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. 37 Namun, semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan Aku tidak akan menolak mereka. 38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Allah yang telah mengutus Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">39 Dan Inilah kehendak Allah, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan mereka pada akhir zaman. 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkan mereka pada akhir zaman. 41 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi, karena Ia telah mengatakan, "Akulah roti yang telah turun dari sorga."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“42 Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" 43 Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut. 44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajarkan oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar Allah Bapa, datang kepada-Ku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“46 Tidak ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Aku yang diutus Allah Bapa telah melihat Dia. 47 Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. 48 Akulah roti hidup. 49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun, tetapi mereka semua mati. 50: Namun barangsiapa makan roti yang turun dari sorga, ia tidak akan mati. 51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, supaya dunia dapat hidup." 52 Orang-orang Yahudi bertengkar satu sama lain dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?" 53 Maka kata Yesus lagi, "Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak dapat mempunyai hidup kekal di dalam dirimu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah makanan benar dan darah-Ku adalah minuman benar. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">58 Akulah roti sejati yang turun dari surga. Siapapun yang makan roti ini tidak akan mati seperti nenek moyangmu (meskipun mereka makan manna) tetapi akan hidup selamanya.” 59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.” Pernyataan yang paling meyakinkan di mana semua ini dibangun di atasnya adalah pernyataan yang diulang berkali-kali, “Akulah Roti hidup.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah yang pertama dari tujuh "AKULAH AKU" dalam Yohanes, di mana Tuhan kita mengambil Tetragramaton YHWH, kata kerja "menjadi" dalam bahasa Ibrani, nama Allah yang adalah 'AKULAH AKU', dan menerapkannya kepada diri-Nya sendiri dan menambahkan sebuah metafora, “Akulah Roti hidup. Akulah Gembala yang Baik. Akulah Pokok Anggur. Akulah Jalan. Akulah Kebenaran. Akulah Hidup. Akulah Kebangkitan dan Hidup.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberi kita sebuah metafora untuk menjelaskan sesuatu tentang sifat-Nya dan pekerjaan-Nya. Nah, pahamilah betapa besarnya khotbah ini di sinagog Kapernaum. Dia berbicara dengan orang-orang Yahudi, dan Dia menyatakan klaim-Nya yang kuat bahwa Dia telah turun dari surga. Dan bahwa mereka harus “makan daging-Nya dan minum darah-Nya” jika mereka ingin masuk ke Kerajaan dan memiliki hidup kekal.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, "Aku sendiri saja adalah satu-satunya cara supaya Anda memperoleh kehidupan kekal.” Ini adalah bagian yang panjang, tetapi itu dapat dibagi dengan mudah menjadi dua komponen yang sangat akrab. Itu diulang berkali-kali karena mereka sedang mendengar. Dan pengulangan itu bahkan lebih penting bagi mereka yang mendengar itu. Jadi Yohanes mencatat khotbah lengkap yang jarang ada dalam catatan Injil karena klaim ini sangat menakjubkan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dua bagian yang perlu kita perhatikan, adalah persediaan roti oleh Allah, dan pengambilan roti oleh manusia. Ini akan menjadi lebih seperti pemahaman Alkitab daripada khotbah. Mengatakan bahwa Yesus adalah roti berarti menggunakan kiasan untuk makanan bergizi yang memberi kehidupan dan dukungan. Yesus menggunakan kata "roti" untuk merujuk pada hal itu ketika Dia berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi roti adalah kata yang mencakup semua makanan bergizi. Yesus berkata, "Aku adalah makananmu." Pertama-tama, marilah kita lihat persediaan ilahi dari roti. Beberapa ciri ditunjukkan di sini tentang penyediaan roti ini oleh Allah. Pertama-tama, roti ini sudah ada sebelumnya secara ilahi. <b>Ayat 32</b> mengatakan, “Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti benar dari sorga.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 33</b>, "Karena roti Allah adalah yang turun dari surga." <b>Ayat 38</b>, "Aku telah turun dari surga." Sekarang, Dia beralih dari metafora, roti telah turun, dan mengapplikasikan itu pada diri-Nya dan berkata, "Aku telah turun." <b>Ayat 41</b>, Dia berkata, "Akulah roti yang turun dari surga." Di <b>ayat 42</b>, “Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap kali Anda melihat ungkapan "turun dari surga", dan itu diulangi berkali-kali, Anda mendengar pernyataan yang menegaskan inkarnasi orang yang sudah ada sebelumnya. Yesus tidak diciptakan. Dia turun dari surga. Siapapun yang mengaku itu adalah orang gila atau penipu, yang kesulitan untuk meyakinkan orang. Tetapi berulang kali Yesus membicarakan pra-keberadaan-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes memulai Injilnya, “Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah,” Firman itu berarti Kristus. Oleh karena itu, Kristus ada di sana sebelumnya bersama dengan Allah, hidup berdampingan dengan Allah, berada dengan sendirinya bersama Allah untuk selama-lamanya. Dia selalu berada di hadirat Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Yohanes 1:14 berkata, "Kami melihat kemuliaan-Nya dan itu adalah kemuliaan yang sama seperti Allah Bapa.” </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke <b>ayat 46</b>, “Tidak ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Aku yang diutus Allah Bapa telah melihat Dia.” Saya memberi tahu orang-orang yang mengklaim bahwa mereka kembali lagi. Anda tidak pergi ke surga dan Anda tidak melihat Allah, dan Anda tidak memiliki pesan untuk kami. Itu secara eksklusif adalah hak Anak Allah saja, yang sudah ada sebelumnya. Jangan percaya kebohongan tentang orang-orang yang pergi dan kembali dari surga. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya yang telah membawa kita hal-hal surgawi adalah Dia yang turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dalam Yohanes 13:3, “Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.” Malam itu ada ceramah di ruang atas dengan murid-murid-Nya, yang dimulai dengan pernyataan bahwa Yesus telah datang dari surga dan akan kembali ke sana.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 32-33</b>, “Bapa-Kulah yang memberi roti benar dari surga. 33 Karena roti yang dari Allah ialah yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Memang Allah yang kirim roti itu. <b>Ayat 38-40</b>, “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Allah yang telah mengutus Aku.39 Dan Inilah kehendak Allah kepada-Ku 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku.” Allah Bapa itu mengutus Anak-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bukan hanya bermaksud untuk mengirim Anak-Nya, Dia memutuskan juga hasil apa Anak-Nya akan dapat. <b>Ayat 37</b>, "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan mereka yang datang kepada-Ku pasti tidak akan Aku usir." <b>Ayat 39</b>, "Ini adalah kehendak Dia yang mengutus Aku, bahwa dari semua yang telah Dia berikan kepadaku, Aku tidak kehilangan siapapun, tetapi membangkitkan mereka pada hari terakhir." <b>Ayat 44</b>, "Tidak ada yang bisa datang kepada-Ku kecuali Bapa yang mengutus Aku menarik mereka.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah rencana untuk pemuliaan lengkap dari orang-orang yang ditarik Bapa. Yesus menegaskan hal ini dalam pelayanan-Nya, seperti dalam Yohanes 10:29, “Bapa-Ku, yang telah memberikannya kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan tidak ada yang mampu merebut mereka dari tangan Bapa-Ku.” Bapa menarik, Bapa memberi, Anak menerima, Anak memelihara, Anak mengangkat, dan tidak ada yang bisa merebut mereka dari tangan Anak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana mereka menjadi anak-anak Allah? Dengan pemilihan ilahi. Allah memilih mereka sebelum dunia dijadikan, dan menulis nama mereka dalam Buku Kehidupan Anak Domba. Pada waktunya, Dia menarik mereka yang menjadi milik-Nya ke pada Kristus. Kristus menerima mereka, memelihara mereka, dan Kristus membangkitkan mereka. Ini bukan hanya kebangkitan rohani tetapi juga kebangkitan fisik. Tujuan ilahi itu mulai dari pemilihan sampai kepada kebangkitan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 45</b> adalah ayat penting. Ini adalah kutipan dari Yesaya 54:13, “Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajarkan oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar Allah Bapa, datang kepada-Ku.” Satu-satunya cara setiap orang bisa mencapai kebenaran adalah jika Allah adalah gurunya. Panggilan itu ilahi. Allah bapa adalah guru yang benar. Allah Bapa adalah pengajar hati dan pikiran.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan penyediaan Allah itu terdiri dari janji ilahi. Nah, apakah yang dilakukan Kristus untuk kita? Kembali ke <b>ayat 33</b>, “Karena roti yang dari Allah ialah yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Zoe, kehidupan spiritual, bukan bios, kehidupan biologis. Janji yang berhubungan dengan roti adalah kehidupan spiritual. Dan Dia adalah satu-satunya roti Allah, satu-satunya roti kehidupan, satu-satunya sumber kehidupan bagi seluruh dunia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 40</b> mengatakan, “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” <b>Ayat 47</b> mengatakan, “Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” <b>Ayat 51</b> mengatakan, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, supaya dunia dapat hidup.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 53-54, “</b>Maka kata Yesus lagi, "Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak dapat mempunyai hidup kekal di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” Akhir <b>ayat 58</b>, “Siapapun yang makan roti ini akan hidup selamanya.” Bagaimana? Karena <b>ayat 56</b>, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita mendapatkan hidup kekal ke dalam tubuh fana ini? Karena kita benar-benar bersatu dengan Kristus. Galatia 2:20, “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.” Maka hidup kekal-Nya ada di dalam kita, yang memberi kita hidup kekal. Yesus mengulangi berkali-kali tentang persatuan-Nya dengan umat-Nya. Yohanes 14:20, "Ketika Aku dibangkitkan untuk hidup kembali, kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku, dan kamu di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak mengikuti ajaran seorang pemimpin agama. Kita sedang menuju kepada kematian kecuali hidup kekal-Nya mengambil alih. Jadi roti hidup adalah roti surgawi. Tuhan Yesus Kristus datang dari pra-eksistensi ilahi kekal ke dalam waktu dan ruang untuk memenuhi tujuan ilahi Bapa, yaitu untuk memberi keselamatan. Itu tergantung pada persatuan dengan Kristus yang merupakan realitas spiritual sejati dan itulah sebabnya kita hidup untuk selamanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu mencapai puncaknya pada kebangkitan. Berkali-kali Yesus mengatakan, "Aku akan membangkitkan dia di hari terakhir." Itulah persatuan yang bukan hanya menjadi persatuan dalam roh, tetapi itu akan menjadi persatuan dalam tubuh. Filipi 3:21, "Dia akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.” Inilah artinya menjadi seorang Kristen. Itulah hidup-Nya di dalam kita. Ini adalah pekerjaan Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tanggung jawab kita? Kita diperintahkan untuk mengambil roti ini. Dalam <b>ayat 34</b>, orang Yahudi ingin roti yang akan memuaskan rasa lapar mereka yang terus-menerus secara fisik, tetapi Yesus tidak membicarakan itu. Dia membicarakan diri-Nya sebagai roti yang benar-benar mereka butuhkan. <b>Ayat 35</b>, Dia berkata, “Akulah roti hidup. Dia yang datang kepada-Ku.” Kita baru saja membaca, "Tidak ada yang sanggup datang kecuali Bapa menariknya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di sini dikatakan, "Dia yang datang kepada-Ku." Jadi persyaratan pertama adalah untuk datang. <b>Ayat 37</b> menjelaskan, “semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan Aku tidak akan menolak mereka.” Bukan karena orang itu berharga, tetapi karena karunia Allah Bapa itu berharga. Tidak cukup hanya datang dan mendengar. Anda harus percaya Aku. Tetapi percaya pada pribadi Yesus Kristus sebagai roti hidup tidaklah cukup.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda juga harus menerima siapakah Aku dan kematian-Ku. <b>Ayat 55-56</b>, “Sebab daging-Ku adalah makanan benar dan darah-Ku adalah minuman benar. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Nah Imamat 17, Ulangan 12 dan Ulangan 15 melarang orang Yahudi untuk minum darah. Tetapi apa yang Yesus katakan adalah bahwa tanpa kepercayaan pada kematian-Nya dan pengorbanan-Nya, Anda tidak dapat diselamatkan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama menyatakan bahwa Mesias harus menderita dan mati. Kita juga menyembah Dia sebagai korban untuk dosa-dosa kita yang mati untuk menggantikan kita. Anda harus bisa makan daging-Nya dalam arti bahwa Anda menganggap Dia sebagai orang yang menyelamatkan jiwa kita. Dan Anda harus rela meminum darah-Nya dalam arti Anda menerima kematian-Nya sebagai pengorbanan. Ini terlalu berat untuk diterima orang-orang Yahudi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda ingin hidup kekal, makan itu perlu. Anda tidak bisa datang dan hanya mengagumi saja. Anda harus makan, yaitu percaya sepenuhnya. Tetapi makan adalah respon dari rasa lapar. Jadi, orang yang makan adalah orang yang lapar! Inilah sakit hati orang yang tahu dia itu kosong. Itu adalah pekerjaan Roh Kudus untuk membuat hati kita lapar. Di situlah Bapa mulai menarik. Hati yang lapar membutuhkan roti ini, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210117</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000014E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Murid Benar dan Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000014D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+6:22-27" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 6:22-27</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada sejumlah percakapan berbeda yang terjadi di Yohanes 6. Namun saya berpendapat bahwa bab ini benar-benar berfokus pada satu masalah yang sangat penting dan itulah perbedaan di antara murid sejati dan murid palsu, pengikut sejati Kristus dan pengikut Kristus palsu, orang yang bertahan dengan setia, dan orang yang meninggalkan, orang yang percaya dan pada akhirnya orang yang tidak percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sangat penting bagi kita untuk mengerti kenyataan ini. Ada orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus yang mengaku menjadi orang percaya, tetapi berdasarkan apa yang kita pelajari dari Alkitab dan apa yang akhirnya kita lihat dalam hidup mereka, ternyata mereka adalah murid palsu. Orang-orang perlu diperingatkan tentang hal itu karena itu adalah kondisi yang mengerikan, menjadi pengikut palsu Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita mulai dari ayat 60 untuk melihat bagaimana hal ini akan berakhir, supaya kita tahu akhirnya seperti apa. Ayat 60-62, “Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup menerimanya?" 61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, jadi Dia berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menyinggung hatimu? 62 Dan apakah pendapatmu jika kamu melihat Anak Manusia naik ke surga kembali?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Rohlah yang memberi hidup, usaha manusia sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya. Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan mengkhianati Dia. 65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepada-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 66-69, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Lihatlah perbedaannya di antara murid-murid yang tidak percaya dan murid-murid yang percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Murid-murid palsu, menurut ayat 65, sebagai akibat dari perkataan-Nya, menurut ayat 66, mengundurkan diri. Kedua kelompok itu disebut murid. Kedua-duanya adalah pengikut Yesus. Keduanya adalah siswa yang mendengarkan Dia. Ada beberapa yang benar, minoritas kecil dan sebagian besar adalah palsu. Kembali ke ayat 64, "Ada beberapa dari kamu yang tidak percaya,” karena Yesus tahu sejak awal siapakah mereka yang tidak percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Prototipe murid palsu adalah Yudas. Dalam ayat 70, Yesus menutup pasal ini dengan mengatakan, “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis. 71 Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan mengkhianati Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.” Kisah Yudas itu sangat sedih, mengejutkan, tragis, dan mungkin yang paling besar dari semua tragedi manusia karena dia dekat dengan Yesus selama tiga tahun.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi setelah mengatakan itu, Anda akan melihat di ayat 64 bahwa dia hanya dihubungkan dengan orang-orang yang tidak percaya. Dia terhubung dengan mereka yang menolak Kristus. Dalam beberapa hal Yudas benar-benar unik. Dalam hal lain, dia hanya prototipe dari pengikut Yesus yang membelot. Dia salah satu di antara banyak orang yang mengikuti Kristus untuk sementara waktu dan kemudian meninggalkan Yesus Kristus, setelah mendapat wahyu penuh tentang pribadi-Nya dan ajaran-Nya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka kita harus mengingatkan diri kita bahwa siapa pun yang pernah mendengar kebenaran, mengetahui kebenaran, dan meninggalkan kebenaran itu termasuk dalam kategori Yudas. Tuhan kita sendiri berkata bahwa orang-orang akan meninggalkan Dia karena mereka takut penganiayaan. Tuhan kita berkata bahwa ada orang yang akan mendengar dan nerasa tertarik dan ikut sebentar saja tetapi cinta uang itu akan menarik mereka pergi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata ada orang lain yang dibujuk cinta sistem dunia itu dan itulah menyebabkan mereka membelot. Dia berkata bahwa ada orang yang akan mengikuti sebentar atau mulai mengikuti, dan mereka akan meninggalkan Dia karena mereka ingin kenyamanan dan kemudahan. Ada orang lain yang membelot dari Yesus karena mereka tidak mau memutuskan hubungan dengan orang-orang yang dekat dengan mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada alasan yang kompleks mengapa orang meninggalkan Kristus. Tapi itu tidak dibahas di sini dalam bab ini. Yohanes 6 itu lebih langsung. Para pembelot dalam kasus ini membelot karena apa yang dikatakan Yesus. Pada kesempatan ini, kata-kata-Nya itu yang mendorong mereka keluar. Dan kata-kata yang Dia maksud adalah kata-kata dari 'roti hidup' yang dimulai di ayat 32 dan berlangsung terus sampai ke ayat 60.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam khotbah yang luar biasa itu, Yesus membicarakan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Dia mengatakan kepada mereka, “Kamu harus percaya pada kematian-Ku.” Dia juga mengutuk agama palsu mereka dan usaha mereka untuk membenarkan diri. Itulah penghukuman agama mereka dan pernyataan kematian-Nya sendiri yang mereka tidak mau terima. Dia menyatakan bahwa Dia akan mati dan mereka harus percaya itu jika mereka akan diselamatkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pernyataan kuat yang Yesus buat tentang perlunya percaya kepada-Nya sebagai Yang Kudus dari Allah, juga termasuk kepercayaan pada kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Dan kebutuhan mutlak untuk meninggalkan sistem agama Yudaisme mereka, yaitu keselamatan melalui perbuatan. Hal itu menyebabkan pembelotan mereka pada hari itu di sinagog Kapernaum, dimana Yesus menyampaikan pesan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Yahudi ini telah diperingatkan. Percayalah dan Anda akan memiliki hidup. Jika Anda menolak, Anda akan dihukum. Dan sebagian besar orang tampaknya menolak. Mereka mengundurkan diri dari Injil, dan kembali kepada kepuasan yang mereka temukan dalam hal-hal luar agama Yudais mereka. Mereka tidak menjadi agnostik, yaitu tidak percaya Allah, mereka hanya tidak percaya pada Allah Tritunggal, dan mereka kembali ke agama kenyamanan mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah perilaku khas orang Yahudi di zaman Perjanjian Baru. Untuk mengilustrasikan hal itu, bukalah Ibrani 3. Buku Ibrani itu ditulis untuk orang-orang Yahudi yang percaya yang melihat Injil, dan melihat pada Kekristenan. Mereka telah diperkenalkan pada Injil. Mereka memiliki kesaksian saksi mata langsung tentang tanda-tanda dan keajaiban dan mujizat-mujizat, yang menegaskan kebenaran Kristus dan Injil.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang-orang Yahudi ini ada di situ, tetapi mereka tidak berkomitmen. Dan di sepanyang kitab Ibrani itu, ada peringatan keras kepada mereka. Seperti dalam Ibrani 2, "Bagaimana kita bisa lolos jika kita mengabaikan keselamatan yang begitu besar?" Lihatlah Ibrani 3:6, “Tetapi Kristus, sebagai Anak, bertanggung jawab atas seluruh rumah Allah. Dan kita adalah rumah Allah, jika kita tetap berani dan tetap percaya diri dalam pengharapan kita di dalam Kristus.” Beberapa dari antara kalian itu tidak.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 7-11, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan pada waktu pencobaan di padang gurun, 9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, selama empat puluh tahun. 10 Itulah sebabnya Aku murka kepada generasi itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat istirahat-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu membawa kita kembali kepada Keluaran tentang kegagalan anak-anak Israel untuk sampai pada iman yang benar kepada Allah dan oleh karena itu seluruh generasi itu mati di padang gurun. Janganlah seperti generasi yang binasa di padang gurun, yang tidak pernah masuk ke Kanaan, Tanah Perjanjian itu. Itulah gambaran tentang apa yang akan terjadi pada Anda mengenai masuk ke surga dan Kerajaan Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 12 mengatakan, “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.” Ini untuk orang-orang Yahudi yang membaca surat ini dan semua yang pernah membaca surat ini yang tidak mau menentukan, janganlah biarkan hati yang tidak percaya menyebabkan Anda menjauh dari Allah yang hidup. Ibrani 6:5 mengatakan, "Jika dengan wahyu penuh Anda tetap murtad, tak mungkin untuk diperbarui kembali pada pertobatan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini begitu serius, sampai ayat 13 menambahkan, “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.” Dia berkata kepada jemaat yang percaya ini, “Bukan hanya Anda sebagai individu yang harus diperingatkan, tetapi Anda sebagai sebuah gereja, Anda secara kolektif perlu mendorong orang-orang ini untuk menjadi percaya dan tidak mengeraskan hati mereka.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ayat 14, kembali ke prinsipnya, “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.” Itu adalah orang-orang yang tetap setia sampai akhir, jika Anda melanjutkan dalam firman-Ku, Yohanes 8, Anda adalah murid-Ku yang sejati. Sekali lagi peringatan dari Mazmur 95 di dalam ayat 15, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.” Jadi Anda tidak bisa masuk karena ketidakpercayaan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah prinsip ini ada di gereja mula-mula di jemaat Yahudi ini, orang-orang yang duduk di pinggir dan bukan pengikut Yesus Kristus sejati. Dan itu masih ada hari ini dan itu akan ada sampai kepada penghakiman terakhir karena pada hari itu, yang mengacu pada penghakiman terakhir itu, banyak orang akan berkata seperti di dalam Matius 7:22-23, “Tuhan, Tuhan,” dan Aku akan berkata, “Enyahlah dari pada-Ku, Aku tidak pernah mengenal kamu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pemuridan palsu adalah masalah di zaman Yesus, dan itu masalah di masa para Rasul menulis surat-surat itu. Itu telah menjadi masalah sepanjang sejarah gereja. Dan ini akan muncul pada penghakiman akhir sebagai masalah yang sangat serius pada hari itu. Semuanya itu membawa kita kembali ke Yohanes 6, karena Anda membutuhkan konteks itu untuk benar-benar mengerti betapa dalamannya itu. Pembelotan rohani adalah pola sepanjang sejarah gereja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sangat mudah untuk menghakimi seseorang, mempertanyakan kebenaran keselamatan orang itu. Tetapi Alkitab berulang kali memperingatkan kita tentang pentingnya tidak tertipu tentang kondisi rohani kita. Semua itu berada di sekitar kita atas nama Kekristenan, yaitu orang percaya palsu. Dan wajar untuk mengatakan bahwa mereka diusir oleh kebenaran. Pesan Injil itu, seperti di Kapernaum, adalah suatu pelanggaran bagi mereka, itu adalah batu sandungan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 6, murid-murid palsu mengelilingi Yesus dan apa yang menarik mereka? Murid palsu tertarik oleh banyak orang. Kedua, murid palsu tertarik pada hal-hal gaib. Orang-orang mengatakan Dia bisa menyembuhkan orang dan mengusir setan, dan Dia melakukannya. Ketiga, murid palsu hanya memikirkan keuntungan duniawi. Pengikut yang dangkal tidak tertarik pada masalah dosa, kebenaran, pertobatan, kekudusan dan kasih Allah yang sejati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keempat, murid palsu tidak tertarik untuk beribadat. Anda ingat ketika kita membaca Matius 14:33, Yesus berjalan di atas air? Masih ingat pernyataan yang dibuat para murid? “Sesungguhnya Engkau Anak Allah, dan mereka menyembah Dia.” Tetapi murid-murid palsu datang untuk penampilan luar saja. Tidak ada keinginan untuk memuliakan dan menghormati Allah dan memuliakan Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu membawa kita ke tempat kita sekarang. Murid palsu juga mencari </span><span class="cf1"><b>kemakmuran pribadi</b></span><span class="cf1">. Dan orang-orang melakukan itu sepanjang waktu hari ini. Marilah kita membaca </span><span class="cf1"><b>ayat 22</b></span><span class="cf1">, “Pada keesokan harinya orang banyak yang masih tinggal di seberang melihat bahwa para murid telah mengambil satu-satunya perahu, dan mereka menyadari bahwa Yesus tidak pergi bersama mereka.” Betapa baiknya makanan kemarin, mereka perlu sarapan. Tetapi ketika pagi itu tiba, Yesus tidak ada di sana.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 23</b></span><span class="cf1"> mengatakan, "Beberapa perahu dari Tiberias mendarat di dekat tempat di mana Tuhan memberkati roti dan orang-orang itu makan.” Anda tidak tahu perjuangan apa diperlukan untuk mendapat makanan berikutnya. Dan ini adalah harapan besar bagi orang-orang, supaya tidak perlu khawatir tentang makanan selanjutnya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 24</b></span><span class="cf1">, "Jadi ketika orang banyak melihat bahwa baik Yesus maupun murid-muridnya tidak ada di sana, mereka naik ke perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah ini adalah kerumunan besar. Dua puluh lima ribu orang ada di sana tadi malam, mereka tidur nyenyak karena perut mereka kenyang, sambil mengharapkan hal yang sama untuk sarapan. Dan mereka sampai di sana di </span><span class="cf1"><b>ayat 25</b></span><span class="cf1">, “Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka bertanya, “Rabbi, kapan Engkau tiba di sini?” Yesus tidak memberi tahu mereka apa pun tentang mujizat berjalan di atas air.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, "Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Yohanes menekankan pernyataan yang dibuat Tuhan kita. Pemberian makan dan penyembuhan ajaib yang berlangsung dan yang Anda lihat hari demi hari tidak mendorong Anda untuk mengaku siapakah Aku. Anda tidak berada di sini karena Anda percaya tanda-tanda yang menunjuk kepada-Ku sebagai Juruselamat, Mesias, dan Tuhan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah calon Injil kemakmuran. Yesus ingin memberi makan Anda. Yesus ingin memenuhi keinginan Anda. Mereka adalah pencari kepuasan pribadi. Mereka ingin supaya keinginan mereka dipenuhi di tempat itu oleh Yesus. Mereka ingin supaya Yesus memberikan apa pun yang mereka inginkan. Itu masih berlangsung pada waktu sekarang dan Yesus masih ditawarkan oleh guru-guru palsu sebagai jin yang memberikan apapun yang Anda inginkan. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi itu adalah representasi yang salah seperti yang Dia jelaskan di </span><span class="cf1"><b>ayat 27</b></span><span class="cf1">, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang dapat diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Allah Bapa, dengan meterai-Nya.” Janganlah menghabiskan energi dan usaha, uang, dan waktu Anda untuk hal-hal yang akan binasa. Tetapi percayalah makanan yang bertahan sampai ke hidup kekal.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapakah makanan yang bertahan sampai hidup kekal? Itulah Yesus. “Akulah roti hidup,” Dia berkata dalam ayat 35, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Ayat 41, "Akulah roti yang telah turun dari surga." Dialah yang telah dimeteraikan oleh Bapa, apakah artinya itu? Allah telah mengesahkan Yesus. Dan itulah pesan Petrus pada Hari Pentakosta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus berkata, “Kamu mengabaikan tanda-tanda dan apa yang mereka perlihatkan dan kamu datang untuk makan. Dan apa yang akan Dia berikan? Dia berkata di ayat 51, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Barangsiapa makan roti ini akan hidup untuk selamanya.” Percayalah pada-Ku, pada siapakah Aku dan mengapa Aku datang dan bahwa Aku datang untuk mati. Percayalah Injil yang bertahan sampai kehidupan kekal. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210110</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000014D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Jalan di atas Air]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2021"><![CDATA[2021]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000014C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+6:16-21" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 6:16-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, dari awal pelayanan dimanapun juga, sangat penting bagi orang untuk melakukan pemeriksaan hati. 2 Korintus 13:5 mengatakan, ‘ujilah dirimu sendiri apakah Anda tetap tegak di dalam iman’, karena Tuhan kita memperhatikan hal ini. Ada orang yang mengikatkan dirinya pada Yesus dan Kekristenan, yang ke gereja dan kemudian pindah dan meninggalkannya. Mereka tidak bertahan, dan mereka tidak bertekun.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sendiri mengatakan di Markus 13:13, “Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” Ada banyak orang yang tidak percaya lagi dan kita semua tahu orang-orang yang pernah mengalami itu. Rasul Paulus, yang begitu setia dan dikasihi, melihat kembali kehidupannya dalam 2 Timotius dan berkata, "Semua orang di Asia telah meninggalkan aku," dan kemudian dalam 2 Timotius 4:10 berkata, "Demas telah meninggalkan aku.” </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menyadari bahwa akan ada pengkhianat di gereja. Sangat menyakitkan ketika itu terjadi di lingkungan teman-teman kita, ketika kita mengenal orang-orang yang pernah mengaku tertarik kepada Kristus dan tidak lagi melakukannya. Sama menyakitkan ketika itu adalah pasangan yang pernah terlibat di gereja dan mengaku tertarik pada Kristus dan tidak lagi tertarik. Kita bisa membayangkan sakitnya itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu kenyataan dan karena itu dikatakan di 1 Yohanes 2:19, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita.” Pasti akan ada orang yang meninggalkan kita. Kita tidak ingin memudahkan hal itu bagi pengikut palsu Yesus Kristus. Kita ingin memastikan bahwa kita adalah murid sejati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab membuat masalah besar tentang peninggalan rohani. Itulah penderitaan yang menyakitkan para nabi yang berulang kali berteriak kepada Israel yang tidak setia dan Yehuda yang tidak setia. Seperti yang dikatakan di Yesaya 65:11, "Kamu telah meninggalkan Tuhan, dan melupakan tempat ibadah-Nya." Itulah masalah yang berulang kali dibicarakan para nabi dalam Perjanjian Lama. Di Yesaya 16:9, Allah berkata kepada Moab, "Aku mau membasahi engkau dengan air mata-Ku."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yesaya 59:13, orang-orang didakwa oleh nabi itu karena mereka telah meninggalkan Allah kita. Itu adalah Allah yang telah mengungkapkan diri-Nya kepada kita, Allah yang kita kenal. Dan inilah Allah yang berbicara melalui Yeremia 2:13, “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menampung air.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi kita melihat air mata Allah di Yeremia 14 dan Yeremia 31, dan bahkan juga di Ratapan, buku indah yang ditulis Yeremia. Ratapan 2:11 mengatakan, “Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena melihat penderitaan umat-Ku, sebab kanak-kanak dan bayi kecil jatuh pingsan dan mati di lapangan-lapangan kota.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita sampai pada Perjanjian Baru, mungkin ayat yang paling terkenal adalah Lukas 19:41-42 dimana dikatakan, “Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 42 kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga kalian orang Yahudi mengerti apa yang diperlukan untuk damai sejahtera! Tetapi sekarang sudah terlambat, hal itu tersembunyi bagi matamu.” Kemurtadan rohani atau pemuridan palsu itu menghancurkan hati Allah dan hati Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita dapat mempelajari Yohanes 6. Mudah-mudahan Anda dapat memahami ini dengan cara apapun, bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara emosional. Kesedihan itu besar karena Anda tidak tahu mengapa segala sesuatu itu terjadi seperti itu, ketika anak-anak kita sangat mengecewakan Anda, atau cucu-cucu kita mengecewakan Anda, atau ada masalah besar datang, atau ada penyakit atau ancaman kematian. Itulah saatnya Anda belajar untuk bersandar pada kedaulatan Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini, di Yohanes 6, Yesus sendiri bersandar pada kedaulatan Allah Bapa. Yesus memang sepenuhnya Allah dan juga sepenuhnya manusia. Dan Dia dicobai di semua titik sama seperti kita, dan jika Allah menangisi orang yang tidak percaya lagi, Yesus juga melakukan itu. Masalahnya di sini adalah kemurtadan spiritual, penyimpangan spiritual. Yohanes 6:66, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 67, “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Itu adalah pengalaman yang menyakitkan bagi Tuhan kita. Dia sangat sempurna, sangat penyayang, sangat kuat, sepenuhnya Allah, pengasih, penyayang, baik hati, dan Dia setiap hari menyembuhkan orang seperti pada hari-hari lainnya. Kemudian memberi makan besar-besaran bagi duapuluhlima ribu orang, yang menunjukkan belas kasihan dan kekuatan-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu berakhir di Yohanes 7:1 dengan orang-orang Yahudi yang berusaha untuk membunuh Dia, dan peninggalan banyak pengikut-Nya. Ini membuat kita mengerti bahwa ada banyak pengikut palsu Yesus. Saya hanyalah perwakilan Yesus yang tidak penting dan tidak dapat mendekati-Nya dalam arti apa pun. Anda mungkin lihat ada pengikut palsu dari saya atau pendeta lain. Tetapi Yesus? Itu sulit dibayangkan, setelah tahu pribadi-Nya dan kuasa-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yohanes 6 memiliki 71 ayat, dan temanya adalah karakter Pemuridan Palsu. Bab ini ada di sini untuk menunjukkan kepada kita perbedaan di antara pengikut Yesus yang benar dan yang palsu. Saya khawatir banyak orang yang mengaku Kristus tidak mengenal Dia. Matius 7:13-14 mengatakan, “Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 66 mengatakan bahwa ada kemungkinan menjadi murid yang meninggalkan Yesus. Banyak murid-murid-Nya mundur dan tidak berjalan lagi bersama-Nya. Akhirnya, mereka pergi. Itu adalah indikasi bahwa murid adalah kata umum. Dalam bahasa Yunani artinya siswa, pelajar. Tapi tidak ada orang yang pernah memiliki kerumunan besar seperti Yesus. Dan ada beberapa yang menjadi murid dan benar-benar percaya pada Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu juga bisa berarti bahwa Anda hanya tertarik secara dangkal. Seorang murid juga bisa menjadi orang yang belum diselamatkan, pengikut palsu Yesus. Yohanes 6 adalah tentang murid-murid, yang nyata dan yang palsu. Jadi kita akan mempelajari realitas tentang apa yang menjadi ciri murid palsu. Saat kita mempelajari Yohanes 6, kita akan melihat prinsip demi prinsip terungkap. Dan itulah akan menghubungkan semuanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, murid palsu itu <b>tertarik oleh orang banyak</b>. Jadi Yesus, setelah hal-hal ini dalam Yohanes 5, pergi, inilah akhir pelayanan-Nya di Galilea. “Banyak orang mengikuti Dia.” Yesus adalah orang yang paling populer di Israel. Tak seorang pun di keluarga mereka pernah mengenal seorang pembuat mujizat, tidak ada yang pernah melihat mujizat. Dan sekarang Yesus ini melakukan mujizat setiap hari. Popularitas-Nya menarik banyak orang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang banyak menarik orang banyak. Penyembuhan yang meluas, pengusiran setan oleh Kristus telah menyebabkan popularitas-Nya besar sekali. Kami bahkan membaca di beberapa catatan bahwa mereka menginjak satu sama lain, ditindaskan bersama. Mentalitas massa seperti itu adalah hal yang sangat kuat, dan ketika sesuatu hal dramatis terjadi, ketika setan diusir dan orang-orang disembuhkan, kerumunan itu langsung membesar.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, pengikut palsu <b>terpesona oleh hal-hal gaib</b>. Yesus menciptakan makanan dari tangan-Nya. Berapa banyak tenaga dibutuhkan untuk menciptakan makanan semacam itu? Asumsikan makanan setengah pon untuk setiap orang. Jadi ada tim yang melakukan sesuatu penelitian ilmiah. Semua tenaga listrik di bumi berjalan dengan kapasitas seratus persen selama empat tahun. Itulah banyaknya energi yang diperlukan untuk menciptakant makanan itu untuk 25 ribu orang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarlah, ini bukan apa-apa bagi Yesus. Dia menciptakan matahari. Yohanes 1:3, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Matahari itu menghabiskan sekitar enam ratus juta ton materi per detik, yang menghasilkan energi cukup dalam satu detik untuk memenuhi semua kebutuhan energi AS saat ini selama tiga belas miliar tahun. Yesus berkuasa untuk melakukan itu dalam satu bintang saja, dan jumlahnya bintang adalah miliaran.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup ini biasa-biasa saja, bagi banyak orang itu tidak menuju ke mana-mana, hubungan itu sulit, keluarga sering berantakan, kekecewaan berlimpah. Nah, sekarang ada orang bernama Yesus, yang menawarkan kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, kepuasan dan pemenuhan. Mereka tidak perlu mengalami mukjizat penyembuhan itu, hanya memiliki pikiran bahwa itu mungkin akan menarik banyak orang, meskipun apa yang Yesus tawarkan bukanlah hal duniawi, tetapi hal surgawi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, murid palsu hanya <b>memikirkan keuntungan duniawi</b>. Dalam Yohanes 6:14 orang-orang berkata, “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dunia,” itu dari Ulangan 18. Jadi mereka sekarang mulai menghubungkan Yesus dengan nubuatan mesianik Perjanjian Lama. Tetapi apakah yang Dia bicarakan dengan mereka sepanjang hari? Menurut Yohanes 18:36 Yesus berkata, "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sedang membicarakan Kerajaan Allah yang kekal di mana Allah memerintah dalam kehidupan mereka yang ditebus, mereka yang bertobat, percaya dan diselamatkan. Tetapi orang-orang itu ingin menculik Yesus untuk menjadikan Dia seorang Raja. Dia bisa menciptakan kondisi kehidupan sempurna di bumi. Dia memberi kita makan sepanjang waktu, mengalahkan semua musuh kita, menyembuhkan semua penyakit kita, dan mengusir setan. Mereka hanya memikirkan manfaat duniawi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi tidak ada yang bisa menggunakan Allah untuk tujuannya sendiri. Tapi itulah yang begitu banyak ditawarkan kepada orang-orang saat ini. Allah adalah jin Anda, Dia akan muncul dan memperbaiki segalanya. Itulah rumus untuk menarik murid-murid palsu. Jadi sekarang kita sampai di Yohanes 6:16 - 21 dan ada karakteristik <b>keempat</b>, murid palsu <b>tidak ada keinginan untuk beribadah</b>. Dan untuk mengerti seluruh cerita, Anda perlu membaca juga Markus 6, dan Matius 14.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang dikatakan <b>Yohanes 6:16-17</b>, “Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu 17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka.” Sebenarnya penulis lain memberi tahu kami bahwa mereka pergi sedikit ke Betsaida, yang terletak di pantai utara. Mereka tinggal di sana sebentar, dan mengira Yesus akan datang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus tidak datang. Jadi menurut Markus 6 mereka berangkat. Mereka mulai menyeberangi laut ke Kapernaum. <b>Ayat 18</b>, “Segera angin kencang menghantan mereka, dan laut itu bergelora.” Danau itu letaknya sekitar 700 kaki di bawah permukaan laut dan di tiga sisinya dikelilingi oleh pegunungan yang tingginya beberapa ribu kaki. Tabrakan angin di lembah-lembah di antara bukit-bukit itu mengubah daerah itu menjadi badai mengamuk.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, banyak dari murid-murid itu memancing danau itu sebagai rutinitas sehari-hari. Tetapi mereka takut. Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi. Mereka sudah pernah mengalami pengalaman ini sebelumnya di Galilea dan ombaknya sangat besar sehingga itu mengatasi perahu dan Yesus sedang tidur, masih ingat? Dan kemudian Dia bangun dan menenangkan badai, menenangkan angin dan menenangkan air itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini mereka datang lagi dan badai yang lazim itu mulai. <b>Ayat 19</b>, “Sesudah mereka mendayung kira-kira tiga atau empat mil jauhnya, tiba-tiba mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.” Mereka baru menempuh jarak tiga atau empat mil pada waktu jaga keempat malam itu. Anda juga dapat membaca lebih banyak tentang itu di Injil Markus. Matius 14:24 mengatakan, "Tetapi perahu itu sudah jauh dari daratan." </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu jaga keempat malam itu, adalah jam 3 sampai jam 6 pagi, Yesus datang kepada mereka berjalan di atas lautan. Ketika para murid melihat Dia berjalan di atas air, mereka ketakutan dan berkata, “Itu hantu.” <b>Ayat 20</b>, "Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Jangan takut, Aku di sini.” Matius 14:28 berkata, “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadamu berjalan di atas air.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 29-32, “Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin dan besarnya ombak, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah perbedaannya. Terakhir kali ini terjadi, mereka berkata, “Orang apakah Dia ini?” Kali ini di ayat 33, “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Nah inilah pemuridan sesungguhnya, yaitu penyembahan. Lihatlah <b>Yohanes 6:21</b>, “Mereka langsung mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mereka baru saja melihat serangkaian mujizat. Mujizat nomor satu, mereka masih hidup. Mujizat nomor dua, Yesus berjalan di atas air. Mujizat ketiga, Petrus berjalan di atas air. Mujizat keempat, Petrus tenggelam dan dia ditarik kembali untuk berjalan di atas air. Mujizat kelima adalah Yesus menghentikan angin. Mujizat keenam adalah Yesus menenangkan air. Dan mujizat ketujuh, perahu itu langsung ada di tempat yang mereka tuju.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perahu itu pergi dari tempat dimana pun itu berada, langsung ke dermaga di Kapernaum. Sekarang mereka tahu dengan siapa mereka berurusan, ini adalah Anak Allah. Dia mengendalikan alam. Dia mengendalikan ciptaan-Nya. Inilah yang membedakan murid sejati dari murid palsu. Itu semuanya tentang penyembahan. Itu semuanya tentang menyatakan Dia sebagai Anak Allah dan kemudian sujud menyembah Dia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa masalahnya dengan pengikut-pengikut palsu? Yudas adalah bagian dari apa yang telah dilihat dan dialami oleh semua murid ini, bagaimana mungkin dia masih bisa mengkhianati Yesus, meskipun semua yang dia saksikan dan rasakan? Bukankah mujizat-mujizat ini bukti bahwa Yesus adalah Allah? Ya, tetapi Setan telah membutakan matanya dan Allah mengizinkan hal itu. Peperangan rohani terus berjalan di mana kita tidak bisa melihatnya, tetapi kita telah membaca akhirnya dari semua itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh, murid-murid palsu ini tertarik pada orang banyak, terpesona oleh hal-hal supranatural, hanya tertarik pada keuntungan duniawi dan benar-benar tidak ada keinginan untuk beribadah. Penyembahan sejati adalah menundukan diri dan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Para penyembah sejati sujud, mereka meniarapkan diri, dalam penyembahan, dalam penyerahan, dalam pengorbanan dan ketaatan kepada Tuhan dan Allah. Itulah murid sejati. Apakah Anda murid sejati? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jan 2021 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20210103</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000014C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000014B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kisah kelahiran Yesus Kristus, dan Natal berfokus pada kelahiran Kristus. banyak orang tahu sesuatu tentang kelahiran Kristus. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu semua detail kaya yang diberikan Lukas. Lukas adalah sejarawan yang luar biasa. Selektivitasnya di bawah ilham Roh Kudus sangat kaya dan mendalam dan kita semua diperkaya saat kita mempelajarinya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Lukas 2:1-7</b></span><span class="cf1">, “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keturunan Daud.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sekarang sedang mengandung. 6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menyangkut Yusuf dan Maria, keadaan mereka membuat tanda "tidak ada lowongan" itu di Betlehem semakin parah karena Maria sudah mau melahirkan bayi. Pasangan muda ini, Yusuf mungkin berusia enam belas tahun dan Maria empat belas tahun; mereka berdua telah menempuh perjalanan sekitar seratus empat puluh kilometer dari rumah mereka di Nazareth.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan ketika mereka datang ke Betlehem, dikatakan di ayat 7, tidak ada tempat untuk mereka. Hamil sembilan bulan, dan dalam beberapa hari melahirkan bayi, dan tidak ada tempat tinggal. Tidak ada keluarga yang menunggu dengan rumah yang hangat. Saat itu akhir musim gugur atau awal musim dingin. Dan catatan itu melambangkan masa depan Yesus. Menyangkut Yesus, masih ada tanda "tidak ada lowongan" yang bergantung di dunia ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mari kita melihat konteksnya secara singkat, suatu peristiwa mengejutkan terjadi di Lukas 1:26. Pada bulan keenam kehamilan Elizabeth, ibu Yohanes Pembaptis, malaikat Gabriel itu datang ke sebuah kota di Galilea. Itu adalah kota Nazaret. Malaikat itu datang langsung ke seorang perawan, seorang gadis berusia empat belas tahun bernama Maria. Dia bertunangan dengan Yusuf yang adalah keturunan Raja Daud.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Gabriel berkata, "Salam engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Tentu saja, Maria terkejut dan terus merenungkan apakah arti salam itu. Dia takut. Malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang Anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” Yesus berarti Juruselamat dan Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka, seperti yang dicatat Matius.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lukas 1:32-35, "Dia akan menjadi besar, Dia akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya tahta Daud, bapak leluhur-Nya, dan Dia akan menjadi raja atas keturunan Yakub sampai selamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Tentu saja, gadis muda ini Maria, berkata kepada malaikat, “Bagaimana ini bisa terjadi, karena aku masih perawan? Jawab Malaikat itu, ‘Roh Kudus akan turun ke atasmu dan Dia akan disebut Anak Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bayi itu akan secara ajaib dibenihkan oleh Allah. Bayi itu akan menjadi Anak Allah dalam daging manusia. Ketika Maria hamil dan Yusuf tahu tentang hal itu, dia terkejut karena tidak ada penjelasan tentang kehamilannya. Tetapi ada malaikat yang menampakkan diri kepada Yusuf di Matius 1:20, dan berkata, "Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang didalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Dan dia akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yesus dan anak ini akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Dan di ayat 23, “nama-Nya adalah Imanuel yang berarti Allah menyertai kita.” Sekarang dalam Lukas 2, nubuatan ini telah terjadi. Maria kehamilan penuh dan dia di bagian ini melahirkan bayi Yesus. Lukas 2:7, “Dia melahirkan anak laki-laki.” Itu saja, itu seperti semua kelahiran lain. Tetapi anak itu tidak seperti anak lain.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, </span><span class="cf1"><b>keadaan dunia</b></span><span class="cf1">, Lukas 2:1-3, “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah sensus, yang menyuruh mendaftarkan semua orang di kerajaan Romawi. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi gubernur di Suriah. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.” Allah menyatukan semua komponen kelahiran Mesias, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah menggerakkan Kaisar yang tidak percaya ini yang tidak tahu apa-apa tentang Perjanjian Lama, yang tidak tahu apa-apa tentang kedatangan Mesias, untuk memainkan peran penting dalam penggenapan nubuatan kelahiran Allah-Manusia itu, Yesus Kristus. Dan itu karena Kaisar Augustus membuat keputusan untuk mengadakan sensus. Nama aslinya, Gaius Octavius, diubah menjadi Caesar Augustus, yaitu gelar kehormatan yang diberikan kepadanya pada 27 SM. oleh Senat Romawi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah sensus pertama yang diambil saat Quirinius menjadi gubernur Suriah pada 8 SM. Orang-orang Yahudi tidak suka membayar pajak ke Roma dan rupanya Herodes bisa menunda ini selama mungkin. Akhirnya mereka dipaksa menurut. Dan itulah mengapa Yusuf dan Maria yang sangat hamil harus melakukan perjalanan seratus empat puluh kilometer untuk mendaftar dalam sensus ini dan mereka tidak dapat menunda ini lebih lama lagi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan semua itu sesuai dengan tujuan Allah bahwa mereka ada di Betlehem ketika anak itu lahir, karena itulah rencana Allah. Jadi Yesus sebenarnya tidak lahir di nol A.D., melainkan kira-kira di antara 6 - 4 SM. Orang-orang Yahudi memutuskan bahwa setiap orang harus kembali ke tempat catatan itu disimpan. Ketika Israel datang ke Kanaan, tanah itu dibagi dan suku-suku itu diberi bagian tanah tersendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu semua penting untuk tujuan Allah supaya Mesias itu lahir di Betlehem. Jika Ceasar Augustus membuat keputusannya lebih awal, dan jika penolakan Herodes itu lebih pendek atau lebih lama, anak itu akan lahir di Nazaret dan tidak memenuhi nubuatan dan itu menunjukkan bahwa Allah tidak dapat mengendalikan keadaan. Tetapi itu tidak terjadi karena Allah mengendalikan segalanya. Allah secara harfiah menulis sejarah sebagai kisah-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita lihat </span><span class="cf1"><b>keadaan di negara</b></span><span class="cf1">. Lukas 2:4-5, “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga keturunan Daud. 5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.” Allah memberi orang-orang Yahudi Kitab Suci, yang spesifik tentang di mana Mesias itu akan lahir.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Mikha 5:2 kita membaca, "Tetapi engkau, Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak kekekalan.” Ini bukan Daud karena dia lahir 300 tahun sebelumnya. Bagaimana kita tahu bahwa itu adalah Mesias? Karena dikatakan, "Yang permulaan-Nya sejak purbakala, sejak kekekalan."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini menjadi penting karena ketika Kaisar Agustus memulai sensus itu, yang hasil akhirnya adalah pasangan muda ini akan berada di Betlehem, dan karena tanggal yang ditetapkan, mereka akan berada di sana pada bulan kesembilan kehamilannya. Kota Daud tempat dia dilahirkan disebut Betlehem. Seperti yang kita pelajari sebelumnya, baik Yusuf maupun Maria adalah keturunan Daud. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Melalui Maria, Yesus mendapat darah bangsawan; dan melalui bapanya di bumi, Yusuf, Dia menerima hak untuk menjadi penguasa. </span><span class="cf1"><b>Lukas 2:4</b></span><span class="cf1">, “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud.” Dan Allah, dengan providensi, mengatur mereka tepat di tempat yang mereka butuhkan untuk menggenapi nubuatan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.” Benar-benar hal yang menakutkan bagi anak yang kira-kira berusia enam belas dan empat belas tahun untuk melakukan perjalanan seperti itu dalam keadaan seperti itu. Masih ingat, Maria pergi mengunjungi Elizabet untuk berhubungan dengan seseorang yang memahami mujizat pembuahan karena dia mengandung Yohanes melalui Roh Kudus juga di masa tuanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yusuf tahu Maria mengandung Anak Allah. Dia tahu inilah Yesus yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka karena malaikat mengatakan itu kepadanya. Dia tahu apa yang Gabriel katakan pada Maria. Tercatat bahwa Maria bertunangan dengannya. Namun dalam Matius 1:24 dikatakan bahwa mereka telah menikah. Yusuf bangun dari tidurnya setelah malaikat itu datang dan memberi tahu dia bahwa dia masih perawan, dan bahwa dia telah diberi seorang anak oleh Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yusuf bangun dari tidurnya, dia melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya. Dia mengambil Maria sebagai istrinya dan dia tidak bersetubuh sampai Maria melahirkan seorang anak laki-laki. Dia mengambilnya sebagai seorang istri. Hal itu menunjukkan bahwa Yusuf benar-benar menikahinya pada saat itu. Itu adalah hal yang baik untuk dilakukan. Yusuf menutupinya dengan kebaikan dengan melanjutkan upacara. Jadi mereka benar-benar sudah menikah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kita sampai pada </span><span class="cf1"><b>keadaan pribadi. Ayat 6</b></span><span class="cf1">, "Dan ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin." Kita tidak diberi tahu di mana mereka berada. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Dan ia melahirkan seorang laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” Di mana pun mereka berada saat bayi itu lahir, itulah tempat dimana mereka berada selama ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tunawisma. Sama sekali tidak ada berita tentang detailnya. Tidak ada keluarga, hanya dua anak empat belas tahun dan enam belas tahun. melahirkan berjam-jam, hanya ada suami remaja untuk menolong. Dan akhirnya Maria di puncak persalinannya, di saat yang mulia mendorong sekali lagi dan mendorong keluar Anak Allah. Allah mengutus Anak-Nya, lahir dari seorang perawan, Imanuel, Allah abadi itu masuk kedalam ruang dan waktu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tuhan Yang Mahahadir dibatasi pada tubuh yang beratnya sekitar delapan pon dan panjangnya kurang dari dua kaki. Kehidupan kecil itu keluar ke pelukan bapa muda itu. Dan tak satu pun dari mereka dapat memahami apa yang sedang terjadi. Dan mereka telah diberitahu oleh seorang malaikat. Lukas memberi tahu kita bahwa dia melahirkan putra sulungnya. Gereja Roma Katolik mengatakan Maria hanya memiliki satu anak dan dia perawan terus sampai kematiannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak benar. Maria memiliki banyak putra dan putri. Matius 1:24 - 25 mengatakan bahwa Yusuf tidak bersetubuh sampai Yesus lahir. Setelah itu Yusuf dan Maria memiliki hubungan normal seperti suami istri lainnya dan mereka mendapat anak-anak laki-laki dan perempuan. Dalam Matius 12 dan 13 kita diperkenalkan dengan saudara tiri Yesus, yakni Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas. Di ayat 56, saudari-saudari perempuan-Nya disebut juga. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang banyak itu berkata, tahukah Anda, Yesus itu bukanlah orang istimewa. Ini hanya anak seorang tukang kayu. Ibunya adalah Maria, saudara laki-lakinya adalah Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas, dan saudari perempuan-Nya semua bersama kita. Mereka hanya keluarga biasa yang penuh dengan anak-anak. Yesus adalah anak sulung dari Allah yang berarti bahwa Maria itu perawan tetapi Yesus adalah anak sulung yang berarti bahwa Dia memiliki hak utama atas warisan keluarga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yusuf dan Maria tidak memiliki harta untuk meninggalkan itu kepada-Nya. Tapi apa yang mereka miliki adalah hak atas takhta Israel. Sudah lama tidak ada raja di Israel. Dan selalu ada yang memerintah di Israel tetapi mereka tidak dari garis keturunan raja Daud. Tetapi garis keturunan kerajaan ada dalam kehidupan Yusuf dan Maria. Dan apa yang mereka wariskan kepada Yesus adalah hak untuk memerintah di atas takhta Daud.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Maria membungkus Dia dengan kain." Kenapa itu ada disana? Karena itu adalah kelahiran yang sama seperti kelahiran lain. Dan seorang ibu Yahudi biasanya melakukan ini. Kebiasaannya adalah mengambil potongan kain panjang dan membungkus lengan dan kaki lalu membungkus tubuh kecil itu dengan erat. Ini untuk kehangatan dan keamanan. Mereka juga percaya bahwa itu membantu menjaga tulang mereka tetap lurus ketika mereka tumbuh di awal kehidupan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian dikatakan, “Dan dibaringkan-Nya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” Palungan adalah palung makan keledai. Tidak pernah dikatakan bahwa Yesus lahir di kandang keledai. Nah, alat transportasi di zaman kuno itu adalah keledai, jadi mereka membawa barang dengan keledai mereka. Jadi akan ada tempat berdekatan dengan setiap tempat tinggal, tempat untuk keledai dan palung makan juga. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Selama berhari-hari Yusuf dan Maria berkumpul di semacam tempat berteduh. Jadi mungkin tidak ada pengurus penginapan yang menghalangi mereka. Itu hanya sifat dari situasinya. Ketika Yesus datang ke dunia, Dia datang dalam kondisi yang paling buruk, yang berbau dan kotor. Dia merendahkan diri-Nya sampai ke tempat paling hina, untuk menjadi pengganti bagi orang-orang berdosa dan menanggung kesalahan kita di dalam tubuh-Nya sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus datang kepada orang miskin, rendah dan jahat. Dia datang kepada orang biasa untuk membawa keselamatan mulia-Nya. Memang sepantasnya Ia dilahirkan di kandang yang bau. Allah Bapa mengutus Juruselamat itu ke dalam kehidupan orang-orang kecil dan gambar keseluruhan dari pemandangan itu adalah metafora untuk bau dosa yang ditanggung Yesus dalam tubuh-Nya yang tidak berdosa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah mengatur segalanya. Dan Dia menggenapi nubuatan Alkitab dan Dia datang dari jauh kepada orang berdosa yang rendah. Nah, kelahiran Yesus dalam beberapa hal merupakan saat yang menyedihkan karena tidak ada yang tahu. Tetapi itu cepat berubah. Pada saat yang sama ada malaikat yang mulai menceritakan apa yang terjadi pada para gembala, yang memuji Allah dengan mengatakan: Kemuliaan bagi Allah Yang Mahatinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepada-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan dunia. Pencipta dunia tidak dilahirkan di istana untuk dilihat dunia. Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah. Hanya Kristus dapat membuat kita benar di hadapan Allah; Dia membuat kita murni, kudus dan bebas dari dosa. Itulah alasannya kita rayakan itu, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Dec 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201227</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000014B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran Yesus menggenapi Nubuatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000014A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+2" target="_blank" class="imCssLink">Matius 2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada saat kita sampai di Matius 2, kelahiran Kristus telah berakhir. Tetapi makna dari Matius 2 adalah untuk memberitahu kita bahwa Yesus dalam peristiwa sekitar kelahiran-Nya menggenapi nubuatan Perjanjian Lama. Yesaya berkata bahwa Yesus akan lahir dari seorang perawan, dan itu terjadi. Dan nabi itu mengatakannya tujuh ratus tahun sebelum Yesus lahir. Mikha berkata bahwa Yesus akan lahir di Betlehem, dan memang itu terjadi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hosea berkata bahwa Yesus akan dipanggil keluar dari Mesir, dan Dia dipanggil. Dan banyak nabi berkata Dia berasal dari Nazaret, dan itu benar. Dan Matius menyusun nubuat-nubuat khusus itu, untuk membuktikan bahwa anak ini memang Raja yang dijanjikan. Matius 1 menjelaskan bahwa Anak itu memiliki mandat Raja: lahir dari keturunan Abraham dan dari garis keturunan Daud, yaitu garis keturunan raja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian setelah menetapkan bahwa inilah Raja yang dijanjikan berdasarkan silsilah-Nya, Matius kemudian menetapkan bahwa anak ini memang Raja yang dijanjikan berdasarkan kelahiran perawan-Nya. Itu berarti bahwa Dia tidak memiliki bapa duniawi. Roh Kudus-lah yang menempatkan benih itu di dalam telur Maria yang menjadi anak yang bertumbuh di dalam rahimnya, dan lahirlah Yesus, Anak Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian Matius lebih lanjut menetapkan mandat Yesus Kristus sebagai Raja dan Mesias yang dijanjikan dengan melihat penggenapan nubuatan. Satu nubuatan yang jelas dan tepat muncul di akhir Matius 1. Matius mengutip dari Yesaya 7:14, “Sesungguhnya, seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Dia akan dinamakan Immanuel,” yang berarti 'Allah bersama kami'.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi nubuatan pertama adalah Yesaya 7:14, bahwa Mesias akan lahir dari seorang perawan. Tidak ada manusia yang pernah atau akan lahir tanpa sumber manusia untuk sperma yang menghamili sel telur. Hanya Yesus Kristus dapat lahir dari perawan. Dia adalah laki-laki karena Dia datang dari rahim Maria; dan Dia adalah Allah karena Dia dibenihkan oleh Roh Kudus. Dan nubuatan itu digenapi tujuh ratus tahun setelah Yesaya menubuatkannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 2 memberi kita lebih banyak nubuatan. Mereka itu berhubungan dengan lokasi. Nubuatan pertama berkaitan dengan Betlehem. Nubuatan kedua berkaitan dengan Mesir. Nubuat ketiga berkaitan dengan Rama, dan nubuat keempat berkaitan dengan kota bernama Nazareth. Yesus menggenapi semuanya. Inilah kompleks nubuatan yang membuktikan bahwa kelahiran Yesus Kristus, sang Mesias, bukanlah kebetulan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada terlalu banyak komponen yang dinubuatkan. Itu harus diatur oleh Allah, dan fakta bahwa kelahiran Kristus dikaitkan dengan Betlehem, seperti yang dikatakan Mikha; dengan Mesir, seperti yang dikatakan Hosea; dengan Rama, seperti yang dikatakan Yeremia; dan dengan Nazareth, seperti yang dikatakan banyak nabi, adalah bukti cukup bahwa Dia, pada kenyataannya, adalah Mesias yang telah dinubuatkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita mulai dengan </span><span class="cf1"><b>nubuatan pertama</b></span><span class="cf1">: kelahiran di Betlehem. </span><span class="cf1"><b>Matius 2:1-2; 5-6</b></span><span class="cf1">, “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Nah inilah yang pertama dari elemen lokasi ini dalam kelahiran Kristus. Itu berasal dari nabi Mikha, dan dikatakan bahwa Dia akan lahir di Betlehem. Sekarang ingatlah bahwa orang majus adalah pembuat raja berbudaya elit.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka telah dipengaruhi Perjanjian Lama, karena kerajaan selatan Yehuda itu ditawan ke Babilonia. Dan bersama itu datang Perjanjian Lama dan nabi Daniel, dan nabi Yehezkiel yang juga ditangkap waktu itu. Dan itu bertumbuh menjadi harapan bahwa akan datang Raja Agung yang dijanjikan Perjanjian Lama; dan orang-orang majus ini sedang menunggukan hal itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian mereka diberi tanda, sebuah bintang di langit. Mereka mengikuti itu dan datang ke Yerusalem mencari Raja ini. Nah, kemungkinan itu merupakan ancaman besar bagi Raja Herodes. Herodes, adalah orang berpikiran kecil, yang merasa tidak aman dan jahat, yang setelah mendengar bahwa seorang raja orang Yahudi telah lahir akan melakukan segala yang mungkin untuk memastikan bahwa raja ini dibunuh saat masih bayi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan orang majus ini bertanya kepadanya, “Di manakah Raja ini akan lahir? Kami telah melihat bintang-Nya. Kami ingin menemukan Dia.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 7-8</b></span><span class="cf1">, “Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu.” Dan itu mengarah pada penggenapan nubuatan itu, seperti yang tercatat di Mikha 5:2.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pesan Mikha kepada orang-orang Yahudi memberi mereka pengetahuan tentang betapa buruknya kepemimpinan mereka. Itulah konteksnya dalam Mikha 5:2, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda. Dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala.” Di tengah semua korupsi ini Mikha berkata, “Akan datang seorang pemimpin yang dari kekekalan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Mikha sedang membicarakan sang Mesias, Penguasa sejati, dan Raja segala raja. Nah Anda dapat kembali ke Matius 2 dan menemukan bahwa memang itulah tepat yang terjadi. Dan Matius menambahkan dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 6</b></span><span class="cf1">, “yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Yesus lahir di Betlehem, dan dengan demikian ada nubuatan Perjanjian Lama eksplisit yang mengatakan bahwa Yesus akan lahir di Betlehem; dan memang Dia lahir disitu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Nubuatan kedua</b></span><span class="cf1"> dalam Matius 2 adalah tentang kepergian ke Mesir. Pertama, kelahiran di Betlehem; kedua, kepergian ke Mesir. lihatlah </span><span class="cf1"><b>ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Setelah orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.” Nah mengapa Dia harus pergi ke Mesir? Itu perjalanan seratus duapuluh kilometer berjalan kaki untuk sampai ke perbatasan, dan seratus enam puluh kilometer lagi untuk sampai ke pusat tanah Mesir di mana ada orang tinggal. Itulah perjalanan berhari-hari. Dan Maria dan Yusuf harus mengurus anak kecil yang berusia di antara satu dan dua tahun.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah sebabnya Herodes membantai semua bayi berusia dua tahun ke bawah. Dan mengapa itu perlu? </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Nah, inilah satu nubuatan yang maknanya terbatas. Dengan kata lain, tidak ada yang khusus penting untuk pergi ke Mesir.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi Mesir telah menjadi koloni Yahudi, dipenuhi dengan pengungsi Yahudi di mana mereka dapat menemukan orang-orang yang peduli dan mendukung mereka. Selama empat ratus tahun tanpa berita alkitabiah itu, ada beberapa hal serius yang terjadi di Israel, seperti Pemberontakan Makabe. Dan karena aktivitas-aktivitas teroris tersebut, ada orang Yahudi yang mengungsi ke Mesir dan bermigrasi ke sana.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hosea 11:1, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku itu.” Allah telah memilih Israel untuk menjadi anak-Nya ketika mereka masih berada di Mesir, dan menjadikan mereka sebuah bangsa, dan memimpin mereka ke Tanah Perjanjian. Itulah pentingnya Hosea 11:1. Dan yang ada di balik itu adalah kasih Allah yang besar. Ini dikatakan di dalam Ulangan 32 di mana Allah telah memilih Israel karena kasih-Nya yang besar. Itulah kepentingan Hosea 11:1.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hosea mengkhotbahkan penghakiman. Ia berurusan dengan kejahatan Israel, yaitu keterlibatan dalam penyembahan berhala dengan segala dosanya. Jadi pesan Hosea adalah kegagalan dan kemerosotan Israel, dan dia mengkhotbahkan itu tetapi dia melakukan lebih dari sekedar memberitakannya; dia mengilustrasikannya dengan kehidupannya sendiri dalam ilustrasi yang paling grafis. Hosea menikah dengan seorang wanita bernama Gomer. Dan ternyata dia itu seorang pelacur.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia mengejar kekasih lain; dan dalam pelacurannya menghasilkan anak-anak haram. Dan Hosea menamakan salah satunya dengan nama "Bukan Anakku". Namun terlepas dari apa yang isterinya lakukan, dia sangat mengasihinya; dan bukan menolaknya, dia mengikutinya kemana-mana dan memastikan bahwa semua kebutuhannya terpenuhi. Dan akhirnya Hosea membelinya kembali dari pasar. Isterinya benar-benar telanjang bulat, sedang dijual, dan Hosea mengambilnya kembali sebagai istrinya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, itulah ilustrasi grafis hubungan Allah dengan Israel. Dan pesan dari Hosea adalah: sama seperti Hosea menikahi Gomer, Allah telah mengambil Israel sebagai istrinya. Sama seperti Gomer tidak setia kepada Hosea, begitu juga Israel tidak setia kepada Allah. Sama seperti Gomer diperbudak oleh pecinta-pecintanya, begitu pula Israel diperbudak oleh negara-negara penyembah berhala di mana mereka telah menempatkan kasih mereka. Dan, Allah akan memulihkan Israel.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi pesan Hosea adalah pesan patah hati. Dan pada saat itulah Allah berkata, "Apakah kamu mengerti bahwa dari Mesir Aku memanggil Anak-Ku?" Dan Allah kembali kepada kasih yang memulai itu. Kalau Anda membaca Hosea Anda akan mengerti itu, tetapi Anda tidak akan mengerti bahwa ada hubungannya dengan Yesus. Namun pada dasarnya, ini adalah tipe nubuatan bahwa Yesus akan dipanggil keluar dari Mesir.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada sesuatu di dalam Perjanjian Lama yang adalah semacam tipe dari Kristus sampai Perjanjian Baru mengatakan demikian. Jika Perjanjian Baru mengatakan iya, memang demikian. Ini adalah nubuatan tipe yang digenapi dalam Yesus Kristus seperti yang dicatat dalam Perjanjian Baru. Nah sekarang itu masuk akal, karena Israel, pada saat itu, adalah tipe Kristus. Kristus disebut dalam Yesaya sebagai hamba Tuhan, dan begitu pula Israel. Israel adalah anak Allah; begitu juga Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita ke </span><span class="cf1"><b>nubuatan ketiga</b></span><span class="cf1">, tangisan di Rama, sekarang kita sampai di lokasi lain. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.” Dia membantai setiap anak untuk mencegah ada orang yang bertumbuh dan menjadi ancaman bagi tahtanya.</span></span></div><br><div><div class="imTAJustify"><b class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17-18</b><span class="fs12lh1-5 cf1">, Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”</span><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan kengerian di Betlehem itu, ketika Herodes mengirim tentaranya untuk menikam anak-anak kecil itu, atau memenggal kepala mereka. Tetapi ini menggenapi nubuatan Yeremia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 31:15, “Beginilah firman Tuhan: Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.” Yeremia bernubuat sebelum orang Israel itu dibawa ke penahanan. Dan akan ada tangisan yang luar biasa di Rama, sebuah desa di perbatasan utara dan selatan kerajaan, di mana orang-orang diangkut ke tawanan.</span><br></div></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tapi bagaimana Rahel terlibat? Karena, di sini tertulis, "Rahel menangis untuk anak-anaknya." Nah, Rahel adalah ibu dari kedua kerajaan tersebut. Yusuf, melahirkan dua putra, Efraim dan Manasye; dan Efraim selalu diidentifikasikan dengan kerajaan utara. Tetapi Rahel juga adalah ibu dari Benyamin yang adalah bagian dari kerajaan selatan. Jadi Rahel menangisi keduanya, karena dia adalah ibu dari kedua-duanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yeremia melihat ini dalam nubuatannya, tapi dia juga melihat nubuatan lain. Jika Anda mempelajari Alkitab dan jika Anda sedang membacanya, kita menyebut itu sebagai penggenapan yang dekat-jauh. Maksud jauh membawa kita pada kelahiran Kristus. Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih. Satu setengah kilometer di sebelah utara Betlehem ada daerah yang dikenal sebagai Rama. Dan orang selalu berkata, "Itulah makam Rahel."</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan pada masa Kristus, makam Rahel juga ada di sana. Jadi ada Rama yang berbeda, bukan tempat tinggi di utara Yerusalem, tapi Rama baru di sebelah selatan, di mana ada makam Rahel. Betapa tepatnya bahwa Allah mengatur semua itu untuk menyatukan penggenapan yang dekat dan jauh. Maka di Rama yang lain, di daerah makam Rahel, ibu-ibu kembali menangis karena anak-anak mereka dibunuh.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian </span><span class="cf1"><b>nubuatan keempat</b></span><span class="cf1"> tentang Nazaret. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19-20</b></span><span class="cf1">, “Setelah Herodes meninggal, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir. 20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Inilah ketiga kalinya Allah berbicara dalam mimpi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21</b></span><span class="cf1">, "Lalu Yusuf bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.”</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b><br></b></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 22-23</b></span><span class="cf1">, “Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut pergi ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. 23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.” Ini adalah rumah asli Yusuf; dan dia harus kembali ke sana.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di mana di dalam Perjanjian Lama mereka mengatakan ini? Jawaban: Itu tidak ada. Dikatakan bahwa para nabi mengatakannya. Mereka memang mengatakan itu, tetapi itu tidak dicatat di dalam Perjanjian Lama. Itulah salah satu dari banyak nubuatan yang tidak dicatat di dalam Perjanjian Lama. Ada referensi dalam buku Yudas tentang nubuatan Henokh, yang juga tidak dicatat dalam Perjanjian Lama. Tetapi di sini Roh Kudus mengacu kepadanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada nubuatan tertulis; nubuatan tipologis; penggenapan ganda, nubuatan jauh dan dekat; dan ada nubuatan yang tidak tercatat di dalam Perjanjian Lama. Dari setiap bagian dari semua materi nubuatan ini, semuanya berfokus pada Kristus: yang lahir di Betlehem, yang datang dari Mesir, di Rama ada tangisan, dan Dia pergi ke Nazaret dan menjadi orang Nazaret. Semua ini digenapkan di dalam Yesus Kristus oleh kuasa Allah. Kebenaran yang luar biasa untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Dec 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201220</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000014A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memberi makan kepada Ribuan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000149"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+6:1-15" onclick="return x5engine.imShowBox({ media:[{type: 'iframe', url: 'http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+6:1-15', width: 1920, height: 1080, description: ''}]}, 0, this);" class="imCssLink">Yohanes 6:1-15</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita akan mempelajari salah satu cerita yang paling dikenal di dalam Alkitab. Itu disebut memberi makan kepada lima ribu orang. Dari semua mujizat yang pernah Yesus lakukan, inilah mujizat yang paling masif dalam jumlah yang sangat banyak. Jika Anda menambahkan lima ribu pria, ditambah wanita dan anak-anak, jumlahnya dua puluh lima ribu orang dan Dia menciptakan makanan untuk mereka. Dan mereka adalah peserta mujizat karena mereka makan makanannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu unik karena itu adalah mujizat yang menciptakan. Ada mujizat pemulihan di mana Dia memberi penglihatan kembali kepada orang-orang buta, dan pendengaran bagi orang-orang tuli, dan memulihkan orang lumpuh serta menyembuhkan penyakit. Kita dapat menyebutnya restoratif karena jelas ada elemen kreatif karena Anda mendapatkan organ baru dan anggota tubuh baru dan semua itu. Dan ada beberapa mujizat transformatif.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah yang terjadi ketika Dia mengubah air menjadi anggur. Tetapi disini Dia menciptakan makanan dari ketiadaan untuk memberi makan dua puluh lima ribu orang. Itu adalah kesaksian yang mengejutkan tentang identitas Yesus Kristus sebagai Allah dalam daging manusia, dan itulah sebabnya kejadian ini ada di keempat Injil. Dan itu tidak bisa diperdebatkan karena banyaknya peserta saksi mata yang berpartisipasi dalam mujizat besar ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak pernah disangkal sampai zaman yang lebih modern ketika ada kritikus yang memutuskan bahwa itu sebenarnya bukan mujizat. Apa yang sebenarnya terjadi adalah seorang anak laki-laki memberikan makan siangnya jadi semua orang mengambil dari ransel mereka dan mengeluarkan makanan apa pun yang ada. Kita akan melihat bahwa itu adalah kemustahilan mutlak yang hanya akan muncul di benak para skeptis yang menyangkal keilahian Yesus Kristus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah mujizat yang besar sekali dan inilah mukjizat keempat yang dicatat Yohanes dalam Injilnya. Nah Yohanes mulai dengan menetapkan identitas Yesus di Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Jadi Yohanes mulai dengan memberi tahu kita bahwa Yesus adalah Allah. Itu terbukti karena segala sesuatu yang diciptakan diciptakan oleh-Nya dalam Yohanes 1:3.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu terbukti karena Yesus bukanlah penerima kehidupan seperti yang dikatakan ayat 4, tetapi Dia adalah sumber kehidupan. Ayat 14, “Firman,” yaitu Anak Allah yang kekal, “telah menjadi manusia dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Ayat 18 menambahkan, “Tidak ada yang pernah melihat Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Segala sesuatu dalam Injil Yohanes dirancang agar sesuai dengan tema itu untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah yang kekal dalam bentuk manusia. Dan kemudian ada bukti mujizat-mujizat dan mujizat dalam Yohanes 6 ini sangat unik. Bukti keilahian-Nya terikat dalam mujizat yang Dia lakukan. Tidak pernah ada kesaksian yang menolak mujizat itu nyata. Ada terlalu banyak mujizat yang menunjukkan keilahian-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan Nikodemus berkata, "Tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau lakukan jika Allah tidak menyertai Engkau.” Mereka tidak tahu bagaimana memproses hal ini. Ingatlah mereka monoteis, mereka percaya pada satu Allah saja. Mereka belum sepenuhnya mampu memahami Tritunggal bahwa Allah itu satu namun ada tiga pribadi. Mereka tidak dapat memahami hal itu dalam monoteisme mereka. Mereka tidak dapat memproses bagaimana Yesus bisa menjadi Allah dan berada bersama dengan Allah. Jadi mereka menolaknya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah sekarang, kemurtadan bergenerasi itu tertanam dalam sekali dalam pikiran mereka. Dan ketika ada orang datang dan berkata, "Aku adalah Allah," itu terdengar seperti seseorang yang bersaingan dengan Allah. Jadi meskipun semua tanda-tanda membuktikan bahwa Yesus adalah Allah, mereka mengalami kesulitan dengan hal itu. Bahkan mereka menolaknya berdasarkan alasan agama. Mereka menolak Dia karena mereka tidak suka pesan-Nya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, meskipun semua bukti, mereka menolak Yesus. Bahkan, mereka memutuskan bahwa Dia adalah penghujat yang paling ekstrim karena Dia mengaku dirinya Allah dan Dia tidak menurut hukum Sabat mereka, yang pada dasarnya adalah menyerang sistem mereka. Jadi mereka mencoba membunuh Dia. Tidak pernah menyangkal mujizat, mereka menyangkal pembuat mujizat itu. Tidak pernah menolak apa yang Dia lakukan, mereka menolak Dia sendiri. Inilah penipuan agama palsu itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sudah lama sekali, dan Yesus tidak berada lagi di Yudea di sebelah selatan, Dia sekarang berada di Galilea di seberang Laut Galilea. Dia pergi ke sana untuk pelayanan Galilea, tetapi Dia juga pergi ke sana karena Dia sadar bahwa para pemimpin Israel ingin membunuh-Nya. Dan untuk menghindari kematian sebelum waktunya, Dia pergi mencari isolasi di Galilea.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus juga tahu bahwa Yohanes Pembaptis telah dieksekusi. Jadi mereka tahu ancaman itu dan Dia ada di sana di daerah pedesaan jauh dari apa yang terjadi di Yudea. Dan apakah dilakukan-Nya? Kapernaum adalah markas besar-Nya dan Dia berkeliling ke desa-desa di Galilea yang Dia lakukan lebih dari setahun, dan Dia menyembuhkan orang dan mengajar tentang Kerajaan Allah. Dalam proses itu, banyak sekali orang tertarik.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di sebelah timur Laut Galilea ada rute yang paling banyak diambil orang untuk pergi ke Yerusalem, dan perayaan hari Pelewatan sudah dekat, jadi para peziarah juga datang ke sana untuk pergi ke Yerusalem. Jadi sekarang ada arus besar umat manusia yang menuruni jalan di sisi timur Laut Galilea, ditambah kerumunan besar yang sudah ada di sana. Dan itulah keadaannya saat kita tiba di Laut Galilea. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus pergi ke sisi lain. Kita tahu itu karena kita ada catatan tentang ini di dalam Matius, Markus dan Lukas. Dan murid-murid-Nya dan Yesus naik perahu. Mengapa ke sisi lain? Kedua belas murid baru saja kembali dari misi berkhotbah dan mengajar yang dicatat di Markus 6, jadi mereka telah bekerja keras, dan Yesus ingin menarik mereka kembali dan berkumpul serta mengajari mereka lebih banyak tentang apa yang terjadi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ke sanalah mereka pergi untuk retret kecil. Dan seperti biasa Yesus ingin naik ke gunung untuk duduk bersama para murid-Nya. Namun, </span><span class="cf1"><b>ayat 2</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Orang banyak berbondong mengikuti Dia.” Mereka berjalan di pinggir pantai, kata Matius 14, dari semua kota dan desa di mana pun untuk mengikuti-Nya. Dan Markus 6:33 mengatakan mereka datang di sepanjang pantai utara. Jadi banyak orang berkumpul.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang menarik mereka? </span><span class="cf1"><b>Ayat 2</b></span><span class="cf1">, “Karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.” Itu adalah penyembuhan. Itu selalu dilakukan dalam nama Yesus karena Setan selalu ingin mendiskreditkan-Nya. Mereka tidak tahu penyakit mereka itu apa. Tidak ada diagnosis benar tentang masalah penyakit selain hal-hal yang jelas seperti patah tulang. Jadi mereka tidak ada harapan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jika ada seseorang yang bisa menyembuhkan semua penyakit mereka dan memberi mereka makanan gratis, inilah yang terbaik bagi mereka. Jadi orang banyak ini mengikuti Yesus, karena mereka tertarik oleh penyembuhan itu karena semuanya memiliki suatu masalah. Mereka datang untuk mujizat duniawi, bukan kata-kata yang menghasilkan hidup kekal. Ketika Yesus mulai mengucapkan kata-kata kekal pada akhir Yohanes 6, mereka semua lari. Banyak dari murid-Nya pergi begitu saja.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ingin supaya orang-orang memperhatikan perkataan-Nya. Tetapi mereka tidak pernah bisa melewati keinginan daging mereka. </span><span class="cf1"><b>Ayat 3</b></span><span class="cf1">, "Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk disitu dengan murid-murid-Nya." </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Dan hari Pelewatan, hari raya orang Yahudi sudah dekat.” Ini benar menambahkan orang ke kerumunan itu. Itulah orang-orang yang mementingkan hal-hal duniawi, seperti kesejahteraan pribadi, dan kesejahteraan nasional. Mereka ingin apa yang diinginkan oleh semua orang yang belum lahir baru.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kemudian kita bertemu dengan murid-murid yang tidak percaya ini, mulai dari </span><span class="cf1"><b>ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya.” Yesus mungkin ada di sana cukup lama karena Matius 14:14 mengatakan Dia sepanjang hari itu menyembuhkan mereka yang sakit. Lukas 9:11 mengatakan Dia terus berbicara tentang Kerajaan Allah. Dan Markus 6:34 mengatakan Dia tergerak oleh belas kasihan karena mereka seperti domba tanpa gembala.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Menjelang malam, para murid, menurut Matius 14:15, datang kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” </span><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1"> melanjutkan, “Maka berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Mengapa Yesus menanyakan pertanyaan ini kepada Filipus?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah kata pengantar Yesus yang menjelaskan sebuah situasi yang tidak ada jalan keluar. Tidak ada sumber daya disitu. Inilah tempat terpencil dan tidak ada tempat untuk beli roti untuk orang sebanyak itu. Dan Yesus benar-benar tidak mencari bantuan dari Filipus. Dia tidak cari saran orang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah ujiannya? Ujiannya adalah untuk mencari tahu seberapa besar iman Filipus itu. Ceritanya sangat berbeda seandainya Filipus berkata, “Tuhan, mengapa Engkau menanyakan ini padaku? Engkau telah menjadikan segalanya. Engkau adalah sang Pencipta. Kami telah melihat Engkau mencipta.” Kelemahan rohani para murid itu kembali muncul. Mereka melihat mujizat terus menerus, tetapi mereka tidak percaya akan ada mujizat dalam situasi ini. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi ini semua tentang menguji murid-murid dan membangun iman mereka. Yesus tahu persis apa yang akan Dia lakukan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Jadi sekarang kita tahu inilah situasi yang mustahil. Mereka berada di tempat telantar. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak ada roti yang tersedia untuk begitu banyak orang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 8-9</b></span><span class="cf1">, “Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: 9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Nah mengapa dia tiba-tiba muncul entah dari mana? Nah, menurut Markus 6:38, Yesus berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Carilah di kerumunan, lihatlah apa yang ada.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini bukan pelajaran tentang berbagi karena mereka tidak dapat menemukan apa- pun. Lima roti dan dua ikan, tetapi apakah ini di antara begitu banyak orang? Ini sarkastik. Apakah Anda bercanda? Ini jauh melampaui kenyataan, atau solusi yang masuk akal. Dan memang itulah makan siang yang sangat khas. Mereka menanam gandum dan mereka cari ikan di laut dan itu adalah makanan khas, beberapa roti dan beberapa ikan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata Yesus di </span><span class="cf1"><b>ayat 10</b></span><span class="cf1">, “’Suruhlah orang-orang itu duduk.’ Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.” Markus 6:40 mengatakan, “Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.” Tempatkan mereka dalam blok, lima puluh di sini, lima puluh di sini, seratus di sini, seratus di sini, dengan lorong-lorong di antaranya. Itulah yang harus dilakukan jika Anda membagikan mereka, ada ruang di antaranya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Matius 14:21 mengatakan, “Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.” Di mana ada laki-laki, ada perempuan, dan ada anak-anak. Di seluruh lereng bukit yang berumput, orang-orang ini sedang duduk. Bagaimana begitu banyak orang mau nurut saja, ini dijelaskan oleh faktanya bahwa Yesus memiliki begitu banyak otoritas melalui mujizat-mujizat yang telah Dia lakukan, sehingga mereka melakukan apa pun yang Dia perintahkan kepada mereka. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur kepada Allah, dan membagi-bagikannya kepada orang-orang.” Tanpa gembar-gembor, tanpa suara dari surga, tidak ada kilat, tidak ada guntur, Dia membagikan kepada mereka yang duduk. “demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” Yesus menciptakan semua itu. Inilah roti yang tidak pernah berasal dari gandum, itulah ikan yang tidak pernah berenang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu adalah roti terbaik yang pernah dimakan siapa pun, itu adalah roti yang tidak terkutuk. Saya tidak tahu seperti apa roti tak terkutuk itu. Mungkin seperti manna yang datang dari surga. Akibatnya, Yesus membagikan kepada semua orang yang duduk dan mereka dapat mengambil sebanyak mereka mau. Itu bukanlah suatu pelajaran berbagi. Jika ada beberapa orang yang memiliki makanan dan yang lain tidak, dan jika mereka membagi-bagikan makanan itu, semua orang pasti dapat kurang dari apa yang mereka inginkan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Dan setelah mereka semua kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: Kumpulkanlah potongan-potongan yang kelebihan supaya tidak ada yang terbuang.” Berapa banyak dari mereka yang menceritakan kisah kepada anak-anak mereka tentang makanan paling enak yang pernah mereka makan? Dan kemudian masih ada lagi. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13</b></span><span class="cf1">, “Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang kelebihan setelah orang makan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu benar cukup bagi para murid, untuk kedua belas itu. Ini adalah mujizat kreatif yang sangat kuat, tetapi itu juga mujizat kreatif yang tepat. Itulah tepat yang diinginkan semua orang dan juga yang dibutuhkan para Rasul. Ketepatan mujizat ini sama menakjubkan dengan kekuatan mujizat ini. Yesus dapat melakukan ini kapan saja Dia mau. Dan Dia melakukannya lagi beberapa saat kemudian untuk empat ribu orang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana mungkin mereka tidak mengerti siapakah Dia? Sementara para murid mencoba untuk menyatukan iman mereka dalam menghadapi semua ini, kita sampai pada poin terakhir di sini. Penobatan palsu di </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata, “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Ini adalah nabi yang dijanjikan dalam Ulangan 18:15 - 19 yang lebih besar dari Musa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah yang mereka lakukan? Apakah mereka berkata, "Marilah kita dengarkan apa yang Dia katakan?" Tidak. Mereka mencoba menjadikan Dia Raja karena Dia bisa melakukan semua mujizat itu, menyembuhkan semua orang dan memberi makan kepada semua orang. </span><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.” Penulis lain mengatakan Dia mengutus murid-murid-Nya untuk pergi ke seberang danau dengan perahu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ini tidak mau menjadi pemberi nafkah sementara. Dan itulah juga keinginan orang sekarang ini. Yesus sebagai pengkhotbah kemakmuran adalah Yesus palsu karena Yesus yang benar tidak ada disitu. Mereka seharusnya berkata, “Ajarilah kami kebenaran dari Allah.” Dia memanggil orang-orang berdosa untuk berduka atas dosa mereka, untuk merasa patah hati, untuk bertobat, untuk mengakui Dia sebagai Tuhan yang berdaulat, untuk taat kepada-Nya, untuk hidup bagi Dia, untuk melayani Dia sebagai budak-Nya dan yang rela menderita untuk Dia. Apakah Anda rela? Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Dec 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201213</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000149</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Percaya Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000148"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:41-47" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 5:41-47</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan itulah tesis Injil ini. Jadi, Anda harus tahu siapakah Yesus Kristus itu. Oleh karena itu, ini adalah biografi Yesus yang selektif. Ini bukan tentang kesehatan dan kekayaan dalam hidup ini. Ini bukan tentang moralitas. Ini bukan tentang mengubah struktur sosial. Pesannya adalah tentang kehidupan yang akan datang, hidup kekal melalui kepercayaan kepada Yesus Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anak Allah datang kepada bangsa Israel, umat Allah yang akan menjadi bangsa misionaris Allah. Mereka bukanlah akhir, mereka adalah alat untuk mencapai tujuan akhir. Namun, Yohanes 5:11 mengatakan, “Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima Dia.” Sekarang, ketika kita sampai pada Yohanes 5, kita mulai melihat ini dengan jelas karena dalam ayat 16 orang Yahudi menganiaya Yesus. Dan di ayat 18 mereka berusaha untuk membunuh Dia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mulai pergi ke mereka yang mau percaya, itu adalah kelompok kecil. Ada beberapa orang saat kita masuk ke Yohanes 6. Dia memiliki beberapa pengikut tetapi Anda akan melihat ketika kita masuk ke bab itu mereka mulai menghilang. Kemudian Kerajaan itu dibuka melampaui orang Yahudi kepada orang-orang non-Yahudi dan gereja didirikan dan gereja kemudian menjadi agen misi untuk dunia yang menggantikan Israel yang gagal.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes 5 memberi kita deklarasi keilahian Kristus itu. Dalam ayat 17 sampai 24, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Allah dengan mengatakan bahwa Dia setara dengan Allah di segala bidang. Dan di ayat 23 Dia mengatakan Dia harus disembah sama seperti Allah disembah, dihormati seperti Allah dihormati. Jadi Yesus memberikan pernyataan pribadi-Nya tentang keilahian-Nya dan mulai dari ayat 30 Dia memanggil saksi-saksi lain untuk membuktikan hal ini kepada orang-orang Yahudi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia berpaling kepada kesaksian yang diberikan Allah Bapa melalui Yohanes Pembaptis, melalui mujizat-mujizat dan melalui Perjanjian Lama. Dan kita telah melihat semua itu. Jadi itulah pernyataan Anak Allah sendiri tentang siapakah Dia, yang dibuktikan oleh Allah Bapa melalui Yohanes Pembaptis, melalui mujizat yang Yesus lakukan yang dimungkinkan Allah Bapa dan melalui Perjanjian Lama.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40, “Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” Betapa sedihnya Yesus tidak diterima dengan semua bukti pendukung bahwa Dia adalah yang Dia klaim. Dan mereka semua berkata bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi dari Allah. Kita tahu bahwa anak laki-laki itu dipenuhi Roh Kudus dari rahim ibunya. Dia mengkhotbahkan pertobatan sebagai persiapan untuk kedatangan Mesias itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang berdosa akan bertanggung jawab di hadapan Allah atas keengganan mereka, atas ketidakpercayaan mereka. Dalam Yohanes 3:19, inilah penghakiman bahwa terang, yang berarti Tuhan Yesus Kristus, telah datang ke dunia tetapi manusia lebih suka kegelapan daripada terang karena perbuatan mereka jahat. Penghakiman akan terjadi karena orang-orang yang tidak percaya tidak mau meninggalkan dosa dan kegelapan mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda diselamatkan, itu karena kehendak Allah. Kita melihat itu dalam Yohanes 3, Anda harus dilahirkan dari atas. Sesuatu harus terjadi pada Anda yang Anda tidak kerjakan. Jadi kita harus memberi Allah semua pujian atas keselamatan kita. Tetapi orang berdosa tetap bertanggung jawab atas keengganan dan ketidakpercayaan mereka. Kedua kebenaran itu diajarkan di dalam Kitab Suci. Jika Anda merasa sulit menyelaraskannya, ikutilah seluruh umat manusia. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penghakiman orang berdosa tidak pernah karena ada batas dalam karya penebusan Kristus itu. Itu tidak pernah dikaitkan dengan penebusan terbatas karena tidak ada cara untuk menempatkan orang-orang ini karena tidak ada tempat tersedia bagi mereka. Penghakiman tidak pernah dikaitkan dengan kurangnya undangan, karena kita harus membawa undangan Injil ke ujung dunia kepada setiap orang. Ini tidak pernah dikaitkan dengan kurangnya informasi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan kita mengakhiri Yohanes 5 ini dengan beberapa kata tentang keengganan orang berdosa yang sangat instruktif. Dan Dia di sini berbicara dengan para pemimpin Yahudi dan Dia mendiagnosis keengganan mereka untuk percaya. Tetapi itu bukan batasnya karena seluruh bangsa itu termasuk dalam kategori keengganan yang sama dan Anda hidup di abad kedua puluh satu dimana dunia ini terus tidak mau percaya juga.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, prinsip keengganan dan karakter keengganan itu masih sama saja sekarang seperti dulu. Jadi hal ini berbicara kepada kita. Tuhan mengatakan ada tiga elemen dari keengganan mereka: keengganan untuk memuliakan Kristus, keengganan untuk mengasihi Allah, dan keengganan untuk percaya Alkitab. Dan itulah hal-hal yang malah sangat dibanggakan oleh orang-orang Yahudi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menyalahkan mereka karena kesombongan rohani mereka. Mereka mesianis namun mereka tidak memuliakan Mesias. Mereka seharusnya pengasih Allah, tetapi itu adalah tipuan. Mereka memberikan penghormatan dangkal kepada Alkitab tetapi tidak percaya apa yang dikatakannya. Jadi Dia benar-benar menyerang agama palsu mereka yang munafik. Nah Yesus tahu apa yang harus dikatakan karena Dia tahu apa yang mereka pikirkan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, mereka tidak mau memuliakan Dia. <b>Ayat 41</b>, "Aku tidak memerlukan hormat dari manusia." Perhatikan <b>ayat 42</b>, “Tetapi Aku tahu tentang kamu.” Kami hanya mengenal orang itu dari apa yang mereka katakan dan pengalaman kami dengan mereka. Yesus mengenal mereka karena Dia tahu apa yang mereka pikirkan. Dia tahu komponen dari keengganan ini. Kamu tidak mau percaya karena kamu tidak memberi Aku kemuliaan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semuanya tentang Kristus. Maukah Anda menghormati Kristus? Apakah Anda akan menyangkal dirimu sendiri? Angkatlah salib Anda dan ikutilah Kristus. Dan itulah masalah yang Dia buat di sini. Anda tidak memberi Aku kemuliaan. Bahkan, kembali ke ayat 23, masih ingat, Dia berkata, “Kamu tidak dapat menghormati Bapa kecuali kamu menghormati Anak.” Kata Yesus, Anda tidak memberi saya kemuliaan, Anda menyebut Aku penghujat, Anda menganiaya Aku, dan kalian berusaha untuk membunuh Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang dikatakan di Yesaya 53:2-3, “Sebagai taruk Dia tumbuh di hadapan Allah dan sebagai tunas dari tanah kering.” Begitulah caranya mereka memandang-Nya. “Ia tidak tampan dan rupapun tidak, sehingga kita tidak menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang sering menderita kesakitan.” Para pemimpin Yahudi memandang Dia rendah. “Dia dihina, sehingga orang tidak menghargai-Nya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tepat yang dilakukan orang Yahudi kepada Dia dan pada suatu hari mereka harus mengakuinya. Lihatlah <b>ayat 44</b>, "Bagaimana kamu bisa percaya?" Dan Yohanes kembali ke poin yang sama dari ayat 41 ini. Bagaimana Anda bisa percaya ketika Anda menerima kemuliaan dari satu sama lain tetapi Anda tidak mencari kemuliaan yang hanya datang dari Allah? Anda tidak bisa percaya ketika Anda begitu sibuk menerima kemuliaan dari manusia sehingga Anda tidak dapat menghormati Yang dari Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Nomor dua</b>, kalian terlalu sibuk mencari kemuliaan dari orang lain untuk dirimu sendiri. Dan mereka terfokus dalam pengejaran untuk meninggikan diri, promosi diri, dan kemuliaan diri. Itulah masyarakat di antara para pemimpin itu yang saling mengagumi. Dalam Matius 23:4, di akhir pelayanan-Nya, Yesus berbicara kepada para pemimpin Israel ini dan Dia berkata, "Mereka melakukan semua perbuatan mereka untuk diperhatikan oleh manusia."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:43 mengatakan mereka lebih suka pujian manusia dari pada kehormatan Allah. Mereka memperluas phylacteries mereka, yaitu sebuah tas kecil yang mereka bawa dengan tulisan Deuteronomy 6:5, “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan jiwamu dan kekuatanmu.” Tetapi bukannya pakai tas kecil, mereka membuatnya menjadi kotak besar untuk menggambarkan diri mereka sebagai orang yang mulia, saleh dan kudus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 23:6, “mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat.” Ayat 7 mengatakan mereka suka dipanggil Rabi. Ayat 10 mengatakan mereka suka disebut pemimpin. Tetapi mereka sama sekali tidak mau melayani. Yesus mengatakan di ayat 11, “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan.” Inilah ilustrasi dari sikap mereka. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda tidak benar-benar tertarik pada Mesias, Anda hanya tertarik pada diri Anda sendiri. Dan mereka tidak mau mengasihi Allah. <b>Ayat 42</b>, "Tetapi aku tahu kamu, di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.” Kalian tidak mengasihi Allah. Itu sangat mengejutkan karena mereka memiliki kotak kecil itu dengan ayat kehidupan mereka, "Dengarlah, hai Israel, Tuhan adalah Allah kami, Tuhan adalah satu. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kotak itu berarti: terapkanlah itu saat Anda bekerja dan terapkanlah itu saat Anda berpikir. Tetapi karena itu tidak ada di dalam hati mereka, mereka memasukkannya ke dalam kotak dan mengikatnya di pergelangan tangan dan di kepala mereka. Itu bukan intinya. Pikirkanlah seperti ini. Ikatlah ini di lenganmu supaya bertindak seperti itu. Mereka membanggakan diri mereka sebagai pengasih Allah. Tetapi Yesus berkata Aku mengenal kalian, dan kalian sama sekali tidak mengasihi Allah, hanya dirimu sendiri.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 43</b>, “Aku datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.” Jika seorang anak laki-laki datang atas nama ayahnya, Anda menerima ayahnya. Jika Anda mengasihi Bapa, Anda akan menerima Putra. Tetapi Aku datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku.” Kalian tidak mau menghormati Aku, dan kalian juga tidak mengasihi Yang mengutus Aku.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua agama palsu itu tidak jujur, semuanya melekat di luar saja. Itu tidak hidup di dalam hati karena orang-orang dalam agama palsu itu hanya mengasihi diri mereka sendiri dan memuliakan diri mereka sendiri, bukan Allah dan bukan Kristus. “Tetapi jika orang lain datang atas namanya sendiri, Anda menerima dia.” Nah, sejarah Israel adalah sejarah Mesias palsu dan sejarawan telah menghitung sebanyak 70 orang berbeda yang mengaku dirinya sebagai Mesias.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika penghakiman datang, Tuhan kita janji bahwa akan ada Kristus-Kristus palsu. Matius 24:24, “nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat yang dahsyat, sehingga menyesatkan, bahkan orang-orang pilihan juga.” Akan ada persaingan untuk Mesias di masa Tribulasi. Antikristus, Mesias palsu terakhir, seperti yang dijelaskan dalam Daniel 9 adalah yang membuat perjanjian dengan Israel selama tujuh tahun.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Israel selalu ingin mengikuti pembohong dan penipu dan Mesias palsu, itu adalah sejarah mereka di masa lalu dan itu akan terjadi lagi di masa depan. Dan mesias palsu itu akan cukup meyakinkan karena mereka akan melakukan keajaiban setan. Namun, mereka tidak mau mengikuti Mesias sejati yang mereka hina dan menolak. Dan mereka tidak mau percaya Kitab Suci.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian <b>ketiga di ayat 44</b>, "Kamu tidak mencari Kemuliaan yang berasal dari satu-satunya Allah." Gunakanlah huruf besar untuk Kemuliaan karena itu mengacu pada Kristus. Siapakah Kemuliaan yang datang dari Allah? Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita dan kita melihat Kemuliaan-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa.” Disitulah ada Anak Tunggal Kemuliaan Bapa yang terwujud.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 45-47</b>, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. 46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. 47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” Matius 23:1-2, “Maka kata Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya: 2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, mereka memerintah dari Hukum Perjanjian Lama. Dan Musa mengacu bukan hanya pada tulisan-tulisan Musa, tetapi itu adalah istilah singkat untuk seluruh Kitab Perjanjian Lama. Secara formal, ada tiga bagian dalam Perjanjian Lama Yahudi: Musa, yang merupakan lima kitab pertama, para nabi, nabi besar dan nabi minor, dan sisanya yang disebut tulisan kudus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama adalah tentang Yesus. Yesus sendiri mengacu pada dua puluh orang Perjanjian Lama dan mengutip dari sembilan belas kitab Perjanjian Lama. Itu adalah Alkitab para Rasul. Itu adalah Alkitab para pengkhotbah Injil mula-mula. Dan mereka menemukan Kristus di dalamnya. Ketika para Rasul berkhotbah, mereka mengkhotbahkan Perjanjian Lama dalam kitab Kisah Para Rasul. Mereka memberitakan Injil dari Perjanjian Lama.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika mereka menulis Perjanjian Baru, ada 312 bagian dari Perjanjian Lama yang dikutip secara khusus dalam Perjanjian Baru. Ada sekitar lima ratus tiga puluh referensi dari Perjanjian Lama. Lima puluh referensi dalam buku Roma saja. Ayat 46, “Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. 47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan orang Yahudi sekarang ini berada dalam dilema yang sama. Jika mereka tidak mau terima apa yang dikatakan Musa tentang Mesias, tentu mereka tidak akan percaya Yesus. Jadi, melihat masalah ini lebih dalam, keengganan pada dasarnya adalah campuran dari tiga hal ini, keengganan untuk menghormati Kristus, keengganan untuk mengasihi Allah, dan keengganan untuk percaya Alkitab. Dan itu tetap berlaku sampai sekarang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pelayanan pastoral, kita berurusan dengan banyak masalah dalam kehidupan orang-orang saat kita mencoba menolong orang-orang menikmati pengalaman Kristen mereka. Tetapi hal yang paling sulit untuk dihadapi adalah kekurangan jaminan keselamatan, ketakutan bahwa Anda tidak diselamatkan, kekhawatiran tentang dosa. Pikiran, saya terus menerus berbuat dosa dengan cara yang sama. Saya selalu kecewa pada diri saya sendiri. Bagaimana saya tahu bahwa saya benar-benar sudah diselamatkan?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah pertanyaan yang salah. Izinkan saya memberi tahu Anda bagaimana Anda dapat mengetahui apakah Anda seorang Kristen dan saya hanya akan mengubahnya menjadi pertanyaan yang positif. Apakah Anda ingin menghormati Kristus? Apakah Anda berusaha untuk memuliakan Kristus? Apakah kamu mengasihi Allah? Apakah Anda percaya Kitab Suci? Jika Anda melakukan itu, maka Tuhan telah membuat hatimu yang enggan menjadi rela dan itulah mujizat pertobatan. Jadi, ini bukan tentang kurangnya kesempurnaan Anda. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tentang menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan arah. Yang memanifestasikan dirinya dalam keinginan untuk menyembah Dia, menaati Dia, bersukacita di dalam Dia, dan memuji Dia. Apakah Anda percaya Kitab Suci? Kepercayaan seperti itu tidak alami. Jadi ketika merenungkan kondisi spiritual Anda, itulah pertanyaan yang harus Anda ajukan. Dan jika Anda menjawab "Saya bersedia," meskipun Anda kadang gagal, maka Anda telah diselamatkan oleh Allah. Marilah kita berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Dec 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201206</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000148</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesaksian dari Alkitab]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000147"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:37-40" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 5:37-40</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini, di bab ini terungkap kebenaran yang paling penting dan mendasar yang perlu dipahami setiap manusia. Dan itulah kebenaran bahwa Yesus adalah Allah. Jika Anda tidak percaya hal itu, Anda akan masuk neraka untuk selamanya. Tetapi Anda harus percaya bukan hanya pada siapakah Dia tetapi apa yang Dia lakukan dan apa yang Dia beritakan dalam Injil sepenuhnya. Barangsiapa percaya tidak akan binasa tetapi memiliki hidup yang kekal. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagian ini penting karena mulai dari ayat 17 sampai ke akhir pasal ini, temanya adalah keilahian Yesus Kristus, yaitu klaim bahwa Dia adalah Allah yang harus dipercayai. Sampai saat ini, itulah yang menjadi penekanan dari penulis Yohanes. Para murid dan semua orang percaya lainnya yang pada mulanya mengikuti-Nya harus percaya bahwa Yesus adalah Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari ayat 17 sampai ayat 30 adalah kesaksian pribadi Yesus sendiri tentang keilahian-Nya. Ingatlah, kata Dia bahwa Dia setara dengan Allah dalam sifat, setara dengan Allah dalam pekerjaan, setara dengan Allah dalam kuasa, setara dengan Allah dalam kebenaran dan akibatnya Dia setara dengan Allah dalam hal kehormatan dan penyembahan. Inilah klaim besar dari pihak Yesus yang sedang berbicara dengan orang-orang Yahudi yang ingin supaya Yesus mati karena Dia menyerang sistem agama palsu mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita sampai pada ayat 31, ada perubahan. Yesus sekarang pindah dari kesaksian-Nya sendiri kepada kesaksian yang lain. Lihatlah ayat 31, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak sah.” Maksud Yesus bahwa di mata mereka, di dalam pikiran mereka, itu tidak cukup untuk membuktikan itu benar. Itu harus didukung. Ulangan 17:6 mengatakan, harus ada keterangan dua atau tiga saksi. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32, “Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.” Siapakah ini? Jawabannya: Allah Bapa, yang mereka akui sebagai yang benar. Dan Bapa memberikan kesaksian dengan tiga cara, melalui Yohanes Pembaptis, melalui mujizat-mujizat Yesus, dan melalui Perjanjian Lama. Ini adalah bagian penting dari Alkitab.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bapa bekerja dalam ketiga bentuk kesaksian ini. Yang pertama, yaitu Yohanes Pembaptis dan ayat 34 mengatakan, kesaksiannya bukan dari manusia. Artinya itu dari Allah Bapa. Dan di ayat 36, itu mujizat-mujizat Yesus, di mana Dia melakukan pekerjaan yang telah diberikan Bapa kepada-Nya. Dan di ayat 37 - 39 dikatakan, "Tetapi Alkitab yang kamu cari semuanya menunjuk kepada-Ku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun walaupun mereka tegaskan semua itu sebagai sumber ilahi dari pelayanan ini dan bukti-bukti ini, ayat 16 mengatakan mereka tetap menganiaya Yesus. Ayat 18 mengatakan mereka ingin membunuh Yesus. Dan ayat 40 mengatakan mereka tidak mau datang kepada Yesus untuk memiliki hidup kekal. Yang ada adalah penolakan yang dinyatakan dalam Yohanes 1:11, “Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima Dia.” Marilah kita lihat tiga kesaksian itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yohanes mulai pelayanannya, apakah yang mereka katakan? Kata populernya adalah bahwa Yesaya 40 telah digenapi. Itu bahkan dikutip dalam Lukas 3:4, “Ada suara yang berseru-seru di padang gurun, persiapkanlah jalan untuk kedatangan Tuhan!” Jadi semua orang tahu Yohanes adalah seorang nabi. Para pemimpin bahkan menegaskan itu. Tetapi itu menempatkan mereka dalam dilema berat karena seharusnya mereka percaya apa yang dia katakan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Bapa itu yang berbicara dalam mukjizat, ayat 36, “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih besar daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala ajaran-ajaran-Ku dan mujizat-mujizat-Ku, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa mengutus Aku.” Kesaksian kedua yang lebih besar dari pada kesaksian pertama, yaitu melalui mukjizat. Yohanes 12:37, “Meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bersimpati dengan bangsa Israel, kita harus merasa kasihan dan kita harus mengasihi mereka dengan kejujuran Injil. Tetapi bagian dari pesan yang harus Anda berikan kepada orang-orang Yahudi adalah bahwa kalian tidak ada dalam posisi yang baik. Jika Anda menolak Yesus Kristus yang Anda ketahui dan menolak, neraka disediakan untuk Anda. Jika Anda membenci Dia, Anda sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Allah Bapa, dan inilah perkataan Yesus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang ketiga kemudian membawa kita, ke <b>Yohanes 5:37 - 39</b> itu adalah sebuah satuan. Itulah aliran pemikiran atau logika. <b>Ayat 37</b>, “Dan Bapa Sendiri yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Anda tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat.” Inilah kesaksian Allah Bapa karena, <b>ayat 38 </b>mengatakan, “dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu.” Jadi kesaksian Bapa adalah melalui Firman.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulailah dalam ayat 37, ambillah kalimat, "Dialah yang bersaksi tentang Aku," lalu pergi ke <b>ayat 39</b>, yang mengacu pada Alkitab, "dan inilah mereka yang memberi kesaksian tentang Aku.” Jadi yang digunakan Allah Bapa di sini adalah Perjanjian Lama, satu-satunya Alkitab yang pernah dimiliki para murid, satu-satunya Alkitab yang dimiliki oleh orang-orang di Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama. Dan Bapa dalam Perjanjian Lama itu memberi kesaksian tentang Yesus Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 37 juga ditulis dalam tensa sempurna yang berarti berkelanjutan terus, itu terus dipertahankan. Kesaksian Yohanes Pembaptis adalah untuk satu musim dan mujizat-mujizat Yesus juga berakhir. Tetapi Firman Allah itu untuk selamanya. Alkitab itu untuk semua musim dan ditulis dalam bentuk tensa sempurna. Pada masa ini Bapa yang mengutus Aku, telah bersaksi, dalam tensa sempurna, di masa lalu dengan realitas yang berkelanjutan. Jadi kesaksian terbesar adalah Kitab Suci.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam 2 Timotius 3:16, “Seluruh Alkitab diilhamkan Allah.” Ibrani 1:1, “Di masa lalu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi.” Jadi Allah berbicara dalam Perjanjian Lama. Semua orang Yahudi percaya hal itu. Mereka percaya mujizat Yesus harus dilakukan oleh kuasa Allah sampai mereka menghubungkannya dengan Setan. Itulah rumah yang terbagi melawan dirinya sendiri, mengapa Setan mengusir Setan?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yesus di ayat 37, “Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat.” Itulah dua indera yang kita pakai untuk belajar. Yesus hanya berkata, Anda sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang Allah. Inilah kutukan berat yang dikatakan kepada para pemimpin Yahudi ini. Tetapi, di ayat 38, Yesus memberi mereka alasannya, “Firman-Nya tidak menetap di dalam hatimu.” Anda tidak mengerti Alkitab.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu ada di tangan Anda, itu ada di gulungan, tapi tidak ada di dalam hati Anda. Anda tidak memahaminya. Dunia ini penuh dengan banyak Alkitab. Yang penting adalah memiliki Firman dalam Alkitab di dalam hati Anda. Yohanes 8:31-32, “Maka kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Allah mereka ini tuli dan buta. Orang yang memiliki Alkitab dan tidak tahu kebenaran, tidak memiliki kebenaran. Mereka adalah sekte, agama palsu, semua nabi palsu, semua bentuk Kekristenan yang rusak. Bagaimana kita tahu itu? <b>Ayat 39</b>, “Sebab Anda tidak percaya Dia yang diutus-Nya. Anda menyelidiki Kitab-kitab Suci karena Anda menyangka bahwa olehnya Anda mempunyai hidup yang kekal. Tetapi Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, inilah pernyataan yang secara harfiah menunjukkan perilaku mereka. Mereka tidak kenal lelah, dan teliti dalam menangani gulungan Perjanjian Lama itu. Mereka memberinya kehormatan besar. Mereka mengerjakan Kitab Suci dengan karakteristik mereka sendiri, caranya orang rabi. Tetapi mereka ada masalah besar, mereka tidak memiliki Roh Kudus. Mereka adalah manusia berdosa alami yang tidak mengerti hal-hal Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi itu memakai prinsip-prinsip interpretasi yang salah. Mereka mendapat interpretasi yang tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima karena mereka lebih suka deduksi dari pada induksi. Daripada membiarkan teks itu berbicara, mereka memaksakan pada teks itu ide-ide mereka sendiri. Mereka penuh dengan hal-hal alegori dan mistik serta makna tersembunyi. Mereka bisa mengaburkan apapun di dalam Alkitab. Mereka pandai melakukan itu. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang penterjemahan kerabian kuno itu memberikan beberapa penafsiran yang benar, tetapi kebanyakan darinya aneh dan itu adalah sama dengan cara para rabi modern saat ini menterjemahkan Perjanjian Lama. Semua itu tidak perlu, mereka bisa saja mengertinya karena Yesus berkata berkali-kali dalam Perjanjian Baru, "Apakah kamu belum baca?" Jika Anda membacanya, itu cukup jelas bagi Anda untuk memahaminya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Simeon dan Anna memahaminya. Siapakah mereka? Hanya beberapa orang kudus di Bait Suci ketika Yesus datang untuk disunat. Beberapa nelayan di Galilea mengerti-nya. Orang buangan Samaria mengertinya. Orang Yahudi itu menegaskan Perjanjian Lama adalah Firman Tuhan, tapi kemudian mereka mengaburkan maknanya dengan manipulasi mereka karena mereka tidak mau percaya kebenaran itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Lukas 16:19-31, Yesus menceritakan kisah tentang orang kaya yang mati dan pengemis yang meninggal dan dalam kisah ini. Karena orang kaya itu ada di neraka, dia disiksa, dan dia berkata kepada Abraham dalam cerita itu, "Kirimkan seseorang untuk memperingatkan saudara-saudaraku agar mereka jangan masuk ke sini." Dan Tuhan kita menyuruh Abraham berkata dalam Lukas 16:29, "Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi, biarlah mereka mendengarkan kesaksian itu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika mereka mendengar Musa dan para nabi, mereka semua akan datang kepada Kristus. Ayat 30, “Jawab orang itu, “Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 31 Kata Abraham kepadanya: jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” Nah Yesus benar bangkit dari antara orang mati, tetapi mereka berbohong tentang itu dan membuat penjelasan palsu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Lukas 24:25, Yesus bertemu dengan beberapa murid-Nya di perjalanan menuju ke Emaus, dan mereka mengeluh tentang fakta bahwa mereka mengira Yesus adalah Mesias, dan sekarang Dia sudah mati, dan mereka tidak mengerti. Jadi Yesus berkata, "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi.” Anda tidak percaya Alkitab Anda. 26 “Bukankah Kristus harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27, “Lalu Yesus memjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” Dan kemudian di ayat 44, "Dia berkata, “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 46-48, “Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis diwaktu lalu bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi juga tertulis bahwa dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem: ‘Ada pengampunan dosa bagi semua orang yang bertobat.’ 48 Kamu adalah saksi-saksi dari semuanya ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga perincinan tentang kelahiran-Nya, ‘perawan akan mengandung dan melahirkan anak’ dalam Yesaya. Ada detail tentang tempat kelahiran-Nya di Mikha, Dia akan lahir di Betlehem. Ada detail tentang penyaliban-Nya seperti yang dijelaskan dalam Mazmur 22, yang dijelaskan lebih rinci dalam Yesaya 53. Mazmur 16 menunjuk pada kebangkitan-Nya. Semuanya ada di sana. Anda dapat melanjutkan terus menerus semua itu, seperti yang Anda sudah tahu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama itu penuh dengan bagian-bagian tentang pemerintahan-Nya, tentang takhta-Nya, Dia adalah seorang Raja, Dia adalah yang diurapi, Dia akan mengatur dan memerintah dan mewujudkan semua janji-janji kepada Daud dalam Perjanjian Daud, dan semua janji-janji kepada Abraham dalam Perjanjian Abraham. Kerajaan yang mulia akan datang dan Kerajaan itu dijelaskan secara rinci oleh para nabi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Dia tidak langsung akan mendirikan Kerajaan-Nya. Sesuatu yang lain harus terjadi sebelumnya. Lihatlah Kejadian, Allah menciptakan, semuanya baik dalam Kejadian 1 dan 2. Dalam Kejadian 3 manusia berdosa dan pada hari itu juga dia mulai mati. Prinsip kematian itu mengambil alih umat manusia. Dan sejak saat itu semua orang akan mati. Itu jelas karena dalam Kejadian 5 ada silsilah semua orang yang hidup dan mati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 6 Nuh menerima kasih karunia di mata Tuhan, itulah sebabnya dia selamat. Allah adalah Allah penuh anugrah, Keluaran 22:27, Musa menulis firman Allah, "Aku akan mendengarkannya sebab Aku murah hati." Dan dalam Keluaran 33:19, "Aku berbelas kasihan, Aku bermurah hati dan Aku penuh anugerah." Bukan hanya itu, Keluaran 34:6, “Aku memberi pengampunan dosa dan pengampunan atas kesalahan.” Tapi bagaimana dengan Hukum Taurat? Hukum itu meremukkan saya dan membunuh saya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Hati saya licik di atas segalanya dan sangat jahat.” Bagaimana saya bisa menjadi orang benar di hadapan Allah? Bagaimana mereka mendapatkan pengampunan dosa ini? Kita menemukan itu di Kejadian 15:6, "Abraham percaya Allah dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Itulah pembenaran, itulah imputasi. Tetapi bagaimana Allah dapat melakukan itu? Sebab jika Allah memberi kebenaran kepada seseorang yang tidak layak mendapat kebenaran, itulah anugerah. Tetapi bagaimana dengan dosa orang itu?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3, Adam dan Hawa menyadari dosa mereka, apakah yang dilakukan Allah? Dia membunuh binatang yang tidak bersalah, mengambil kulitnya dan meliputi mereka. Kita diberi ilustrasi bahwa ada pengganti yang akan menanggung hukuman untuk memberi perlindungan. Dalam Keluaran 12 ada anak domba Pelewatan yang menggambarkan orang yang tidak bersalah mati untuk menggantikan orang yang bersalah. Dalam Imamat ada semua pengorbanan ini untuk menebus dosa.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pengorbanan itu harus diulang dan diulang karena tidak satupun pernah cukup. Tetapi mereka semua menunjuk pada seseorang yang akan memuaskannya. Dan akhirnya kita bertemu dengan orang itu ketika kita sampai di Yesaya 53 dan coba tebaklah? Dia adalah hamba Tuhan, sebuah gelar Mesianik, dan Dia akan terluka karena pelanggaran kita dan diremukkan karena kesalahan kita. Dan setelah Dia dihancurkan dan dibunuh untuk menggantikan kita, Dia bangkit dari kematian.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu dalam Galatia 3:24, Paulus berkata, “Perjanjian Lama dimaksudkan untuk membawa kita kepada Kristus untuk menjadi guru kita.” Jadi jika orang Yahudi percaya Allah Bapa, mereka akan menerima Kristus, atas dasar kesaksian nabi Yohanes Pembaptis. Mereka akan menerima Kristus atas dasar mujizat-mujizat-Nya, dan mereka akan menerima Yesus karena Dia adalah subjek Perjanjian Lama.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 5:9-10 mengatakan, “Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah itu lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Nov 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201129</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000147</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keilahian Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000146"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:30-37" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 5:30-37</a></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mulai dari ayat 17 sampai ayat 47, ada ceramah panjang di mana Yesus menyatakan keilahian-Nya. Ini sejujurnya inti dari Injil Yohanes. Ini tertulis, kata Yohanes, agar Anda percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah dan bahwa dengan kepercayaan itu Anda dapat memiliki hidup dalam nama-Nya. Itu adalah pernyataan Yohanes sendiri tentang mengapa dia menulis Injil ini di bawah inspirasi Roh Kudus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita juga tahu bahwa sementara Tuhan kita menyatakan keilahian-Nya dan membuktikan keilahian-Nya, dan mendemonstrasikan keilahian-Nya, dan membuat klaim AKU ADALAH, tanggapan terhadap itu adalah ketidakpercayaan sepenuhnya. Sampai akhirnya ketidakpercayaan ini mencapai titik klimaksnya dan mereka mengeksekusi Dia sebagai penipu dan agen Setan. Sejalan dengan demonstrasi keilahian Yesus Kristus ini adalah meningkatnya permusuhan dari orang-orang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada referensi terus menerus tentang ketidakpercayaan mereka, dan alasan ketidakpercayaan mereka. Dan terus terang ketidakpercayaan bukan hanya terjadi pada orang-orang Yahudi, tetapi itu adalah diagnosis umum dari ras manusia dan kondisi manusia. Kita belajar bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan Dia adalah satu-satunya harapan keselamatan. Kita juga belajar bagaimana orang berdosa menanggapi kebenaran itu bahkan ketika itu dibuktikan tanpa keraguan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Alasannya, karena mereka tidak mau menerima kebenaran. Itu keluar di bagian yang akan kita lihat malam ini. Jadi marilah kita mulai dengan </span><span class="cf1"><b>Yohanes 5:30-37</b></span><span class="cf1">, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. 31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak sah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“32 Tetapi ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. 33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; 34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. 35 Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih besar dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. 37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, 38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Aku yang diutus-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah doktrin alkitabiah dalam hal kemanusiaan. Keengganan orang berdosa untuk percaya kebenaran bahkan ketika diperhadapkan padanya. Kita tahu bahwa Alkitab mengatakan bahwa manusia yang belum lahir baru tidak mampu, bahwa dia mati, bahwa dia buta oleh Kejatuhan, bahwa dia buta oleh dosanya, bahwa dia dibutakan oleh Setan dan bahwa dia mungkin dibutakan oleh Allah secara hukum yang tidak mengizinkannya untuk melihat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 8:43-44, Yesus berkata, “Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat mendengar firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan selalu membenci kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka tidak mau percaya, Yesaya 53, jadi mereka tidak sanggup percaya, Yesaya 6. Ini adalah masalahnya dengan semua manusia yang jatuh. Mereka begitu dalam di bawah kuasa pangeran udara, mereka begitu banyak termasuk dalam kerajaan kegelapan, dan begitu tertawan oleh bapa mereka, si iblis, sampai mereka tidak percaya karena mereka tidak mau percaya. Itu prinsip pertama dari teologi Injil.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi bagaimana Allah mengubah keengganan itu? Karena Perjanjian Lama mengatakan bahwa orang berdosa dapat dibuat rela pada hari kuasa-Nya. Mereka bukan hanya tidak mau, mereka juga bermusuhan. Jadi ini bukan jenis keengganan yang tidak peduli, inilah keengganan yang sangat bermusuhan. Ketidakpercayaan tidak pernah terjadi karena kurangnya bukti. Tidak ada sesuatu dalam Alkitab yang menganggap Allah bertanggung jawab atas ketidakpercayaan orang-orang. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi apakah harus dilakukan pendosa itu? Ketika orang berdosa insaf akan dosanya dan diperhadapkan pada kebenaran, orang berdosa itu hanya ada satu pilihan dan itulah berseru kepada Allah untuk memohon diberi iman supaya percaya, yang merupakan pemberian dari Allah, bukan hasil pekerjaan. Satu-satunya harapan orang berdosa adalah untuk berseru kepada Allah dalam pertobatan dan ketakutan dan keinginan untuk kekudusan di surga dan minta kepada Allah untuk memberi keinginan kepada hati yang tidak ingin.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada jalan tengah dengan Yesus, Anda menerima Dia sebagai Anak Allah, sang Juruselamat, Tuhan, atau Anda menolak Dia. Tidak ada jalan tengah. Yesus berkata, "Dia yang tidak bersama-Ku melawan Aku." Anda tidak dapat mengambil posisi netral terhadap Yesus. Anda tidak dapat mengambil sikap tidak peduli terhadap Yesus. Anda mengaku Dia sebagai Allah dan Tuhan, atau Anda melawan Dia dan Dia melawan Anda.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah di Yohanes 5 Yesus pergi ke kolam Betsaida, di mana ada banyak orang yang sakit yang berharap untuk disembuhkan. Pria lumpuh ini telah berada di sana selama 38 tahun, jadi Yesus menyembuhkan pria itu, menyuruhnya menggulung tikar dan pulang. Orang Yahudi sangat marah karena Yesus telah melanggar aturan Sabat mereka. Anda tidak dapat membawa tempat tidur Anda pada hari Sabat. Mungkin Anda tidak bisa disembuhkan pada hari Sabat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Daripada mundur dan mencoba mengurangi permusuhan mereka tentang masalah itu, Yesus mengangkatnya dengan mengatakan, "Aku akan melakukan apa pun yang Aku inginkan pada hari Sabat karena Aku adalah Allah.” Itu dimulai dari ayat 17 dan berlanjut sampai ke ayat 29. Semua itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus bahwa Dia setara dengan Allah dan oleh karena itu adalah Allah dan mereka memahaminya karena dalam ayat 18 mereka mengakui hal itu. Itulah penghujatan terbesar menurut mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengangkat konfrontasi tentang hari Sabat itu ke masalah Kristologis, ke sebuah diskusi tentang identitas-Nya. Dan apa yang Dia katakan dalam ayat 17 hingga ayat 29, adalah bahwa Dia setara dengan Allah dalam esensi atau kodrat, Dia setara dengan Allah dalam pekerjaan, Dia melakukan hal-hal yang sama dengan yang Allah lakukan, dengan cara yang sama seperti Allah melakukannya. Yesus berkata, Aku setara dengan Allah dalam kuasa, Aku memiliki kuasa untuk memberi hidup.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Aku setara dengan Allah dalam otoritas. Aku memberi penghakiman terakhir pada semua orang. Aku setara dengan Allah dalam kebenaran. Aku setara dengan Allah karena semua yang Aku katakan dan semua yang Allah katakan sama benarnya. Dalam segala hal, Yesus mengaku setara dengan Allah. Dan kemudian pernyataan yang luar biasa di ayat 23, “Karena semua itu benar, Aku layak mendapat penyembahan yang sama. Dan jika Anda tidak menghormati Aku, Anda tidak menghormati Allah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah jika ada orang yang mengatakan itu kepada Anda, pasti ada orang yang berkata, "Kami membutuhkan kesaksian dari pihak lain.” Dan itulah yang muncul di ayat 30 dan selanjutnya. Di sini Yesus memanggil saksi lain untuk memberi kesaksian tentang Yesus, yaitu Allah Bapa. Dia adalah satu-satunya yang mereka sembah. Dialah satu-satunya mereka katakan mereka kenal, meskipun mereka tidak mengenal-Nya. Dialah yang mereka nyatakan sebagai Allah mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, marilah kita lihat standar kesaksian yang paling tinggi, satu-satunya Allah yang benar. Dan itulah persis yang Yesus lakukan. Jadi dari ayat 30 sampai ayat 40, Yesus memanggil Allah Bapa untuk mendukung kesaksian-Nya. Yesus mulai dengan memperkenalkan hubungan-Nya dengan Allah Bapa di ayat 30, yang adalah ringkasan dari semua yang Dia katakan dari 17 sampai 29, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang dikatakan Allah kepada-Ku.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekali lagi Yesus mengulangi pernyataan yang membuat mereka sangat marah dan menyebabkan mereka menuduh Dia menghujat. Kata Dia, "Aku setara dengan Allah. Aku tidak melakukan apa pun atas inisiatif saya sendiri. Aku tidak bertindak secara independen dari Allah. Aku hanya melakukan apa yang Allah lakukan dengan cara yang Allah lakukan.” Dan sekali lagi Dia mulai dengan berkata, "Aku adalah satu dengan yang mengutus Aku, yaitu Allah.” Dia selalu memuliakan Allah dan bertindak dalam kesatuan yang sempurna dengan Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, Dia sekarang akan memanggil Allah untuk menjadi kesaksian-Nya. Marilah kita dengar dari Allah, dan kami akan melakukannya. Tetapi sebelum kita melakukan itu, perhatikanlah bahwa Yesus beralih menjadi orang pertama, </span><span class="cf1"><b>Yohanes 5:31-37</b></span><span class="cf1">, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak sah. 32 Tetapi ada yang lain yang bersaksi tentang Aku, dan Aku tahu bahwa kesaksian yang diberikannya tentang Aku adalah benar.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“33 Bahkan, Anda telah mengirim utusan kepada Yohanes Pembaptis, dan kesaksiannya tentang Aku adalah benar. 34 Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian manusia, namun Aku mengatakan hal-hal ini supaya Anda dapat diselamatkan. 35 Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya, dan Anda hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.” Mulai dari ayat 17 Yesus berbicara sebagai orang ketiga, berbicara tentang Anak Manusia, Anak Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia menjaga jarak dengan menggunakan orang ketiga. Sekarang Yesus telah mengangkat proklamasi ini ke tingkat di mana Dia berbicara sebagai orang pertama, yang sama sekali tidak menjauhkan diri-Nya. Hal lain yang perlu dimengerti, "Seperti yang Aku dengar, Aku menghakimi," tidak berarti bahwa Dia memiliki telinga nyata. Itu antropomorfis. Kita memahami bahwa Anda menyerap sesuatu ketika Anda mendengar dan melihat sesuatu. Tetapi Allah adalah Roh untuk selamanya sebelum inkarnasi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semua ini berarti bahwa apa pun kehendak Bapa yang Aku tahu dalam pikiran ilahi-Ku adalah apa yang Aku lakukan. Setiap anggota memiliki pengetahuan penuh tentang semua pengetahuan yang terkandung di dalam Tritunggal. Sekarang </span><span class="cf1"><b>ayat 31</b></span><span class="cf1"> mengatakan, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak sah.” Karena Ulangan 19:15 mengatakan, "Bahwa segala sesuatu harus dikonfirmasi atas keterangan dua atau tiga orang saksi.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Namun dalam Yohanes 8:12, “Yesus berkata lagi, 'Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan memiliki terang hidup. '13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya,' Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu seperti itu tidak sah. '14 Jawab Yesus,' Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi, tetapi Anda tidak tahu hal itu tentang Aku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus memanggil Allah Bapa yang menjadi saksi yang paling murni, paling benar dari semuanya dan Dia memberi kesaksian tiga kali lipat hanya untuk memenuhi persyaratan Perjanjian Lama itu. Yesus memperkenalkan Dia dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 32</b></span><span class="cf1">, "Tetapi ada yang lain yang bersaksi tentang Aku, dan Aku tahu bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.” Apakah kesaksian Bapa? Semua di ayat 33 sampai 39 adalah kesaksian Allah Bapa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tapi itu datang dalam tiga bentuk. Pertama itu datang melalui Yohanes Pembaptis, kemudian itu datang melalui mujizat-mujizat Yesus, kemudian itu datang melalui Kitab Suci. Tapi itu semua adalah kesaksian dari Bapa. Ini berbeda dengan baptisan Yesus oleh Yohanes dan Transfigurasi dimana hanya sedikit orang yang dapat menyaksikannya. Jadi Yesus tidak menunjukkan sesuatu yang diucapkan dengan suara oleh Allah Bapa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kesaksian Bapa itu datang melalui Yohanes Pembaptis, melalui mujizat-mujizat Yesus, dan melalui Kitab Suci. Dan anggaplah ini memiliki dampak yang semakin besar. Kesaksian Yohanes itu besar. Kesaksian tentang mujizat-mujizat itu lebih besar, dan itulah disebut Yesus dalam ayat 36. Tetapi kesaksian Kitab Suci itu adalah yang terbesar. Jadi, Yesus bergerak melalui dimensi-dimensi kesaksian Bapa ini yang semakin besar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 33</b></span><span class="cf1">, “Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran.” Yohanes adalah nabi pertama dalam 400 tahun. Yohanes berkhotbah dan membaptis dan mempersiapkan orang untuk kedatangan Mesias. Dia tidak melakukan mujizat tetapi dia jelas merupakan penggenapan dari Perjanjian Lama, suara yang berseru di padang gurun, buatlah jalan yang lurus bagi Tuhan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 34-35</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. 35 Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.” Dia bukanlah terang, Kristus adalah terang, tetapi Yohanes adalah pelita. Tapi dia adalah lampu yang menyala dan bercahaya. Jadi ini adalah cara Tuhan kita dalam kenyataan bahwa mereka melihat Yohanes sebagai penghargaan unik yang luar biasa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus berkata bahwa kesaksian yang diterima dari Yohanes Pembaptis bukan berasal dari manusia. Yohanes Pembaptis adalah orang pertama yang memberi kesaksian tentang Aku dan dia adalah seorang nabi Allah. Allah Bapa itulah yang mengirim malaikat Gabriel kepada pasangan mandul di usia delapan puluhan, Zacharias dan Elizabeth. Jadi dialah anak ajaib. Allah Bapa menanamkan Roh Kudus itu pada anak di dalam rahim Elizabeth.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kesaksiannya adalah tentang keselamatan. Apakah yang dikatakan Yohanes? “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Keselamatan itu adalah pesannya. Bahkan, Zakharia mengerti hal itu. Lukas 1:76-77, “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi inilah yang pertama dari tiga kesaksian Bapa. Baris kedua dari kesaksian Bapa semuanya terkandung dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 36</b></span><span class="cf1">, “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.” Bukankah sudah jelas bahwa Bapa mengutus Aku? Bukankah Nikodemus berkata tidak ada yang bisa melakukan apa yang Engkau lakukan kecuali Allah menyertai-Nya?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mereka melihat tanda-tanda-Nya, yaitu mujizat-mujizat itu. Di Yohanes 10:25 kata Yesus, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Mengapa? Karena Dia hanya melakukan apa yang Bapa ingin Dia lakukan. Yohanes 14:11, “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sekarang yang terbesar dari semua bukti, kesaksian dari Kitab Suci. Dan itulah temanya mulai dari ayat 37 dan sesudahnya. Begitu parahnya penolakan mereka terhadap Kitab Suci, lihat ayat 45-46, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. 46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.” Marilah kita pelajari bukti Kitab Suci itu pada hari Minggu depan, Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Nov 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201122</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000146</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Mati akan mendengar Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000145"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:25-29" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 5:25-29</a></span></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita sedang melihat salah satu ceramah besar yang pernah diberi Tuhan, presentasi panjang ini tentang fakta bahwa Dia adalah Allah yang dimulai dalam Yohanes 5:17 dan berlanjut sampai ayat 47. Marilah kita baca Yohanes 5:25 - 29 yang merupakan pelajaran kita malam ini, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya saatnya akan tiba, dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah; dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Setiap orang yang telah hidup atau akan hidup di bumi ini akan mengalami kebangkitan. Saya tahu bahwa kita sebagai orang percaya memahami kebangkitan Kristen yang telah direncanakan Allah bagi umat-Nya, tetapi Anda perlu mengerti juga bahwa setiap manusia yang pernah hidup akan dibangkitkan dari kematian dan akan ada kebangkitan literal fisik dari orang-orang fasik sama seperti yang akan terjadi pada orang saleh.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pasti akan ada kebangkitan jasmani yang menuju ke penghakiman sama seperti kebangkitan jasmani yang menuju kepada kehidupan. Semua manusia yang pernah hidup di bumi ini akan dibangkitkan dari kematian. Ketika tubuh masuk ke tanah, itu bukanlah penampilan terakhir orang itu dalam bentuk yang terlihat. Keabadian bukanlah hanya tempat bagi roh-roh, itu adalah tempat untuk badan-badan kebangkitan yang berisi roh.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kebangkitan adalah pokok bahasa bagian ini. Dan di bagian inilah Tuhan kita membuat klaim bahwa Dialah yang membangkitkan orang mati dan kemudian menghakimi mereka semua. Di sini Yesus sedang berbicara dengan para pemimpin Yahudi di Israel. Menurut mereka, Dia adalah guru palsu, meskipun mereka tahu Dia sanggup melakukan mujizat, mereka menjelaskannya sebagai kekuatan yang datang dari Setan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi bagaimana kebangkitan itu berhubungan dengan klaim-Nya bahwa Dia adalah Allah? Nah, karena Tuhan kita mengatakan bahwa Dia membangkitkan orang mati dan Dia menghakimi sama seperti Allah membangkitkan orang mati dan memberi hidup dan menghakimi. Jadi Yesuslah yang memperkenalkan subjek kebangkitan dan penghakiman itu. Jadi itu semua adalah bagian dari pesan yang Yesus sendiri berikan tentang identitas-Nya kepada para pemimpin Yahudi ini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menanggapi tuduhan dari orang Yahudi ini dengan meninggikan klaim-Nya. Kita melihat dalam ayat 17 - 24, bahwa Dia mengklaim setara dengan Allah secara pribadi, setara dengan Allah dalam pekerjaan, setara dengan Allah dalam kekuasaan, setara dengan Allah dalam penghakiman atau otoritas, setara dengan Allah dalam kehormatan, dan setara dengan Allah dalam kebenaran. Apa yang Dia katakan sama benarnya dengan apa yang Allah katakan dan sama seperti Allah harus didengar dan dipercaya, Yesus juga harus didengar dan dipercaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan dalam ayat 21 dan 22, ada dua klaim yang pada dasarnya adalah yang tertinggi dari semua klaim, Yesus memiliki kekuatan untuk memberi kehidupan dan kekuatan untuk menghakimi. Artinya, Dia menciptakan manusia dan kemudian menentukan kemana keberadaan kekal mereka. Dia adalah Allah benar-benar. Dan sekarang Yesus memberi tahu mereka bahwa Dia memiliki kuasa untuk memberi kehidupan dan kuasa serta otoritas untuk menghakimi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Dia membahas dalam ayat 25 sampai 29 dua jenis kebangkitan yang kekal. Ada kebangkitan untuk hidup kekal, dan ada kebangkitan untuk hukuman kekal. Tapi pertama-tama, mari kita lihat di ayat 25 dan 26 tentang kebangkitan rohani. </span><span class="cf1"><b>Ayat 25,</b></span><span class="cf1"> “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya saatnya akan tiba, dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah; dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak membicarakan kebangkitan fisik di masa depan. Kebangkitan yang sudah mulai terjadi adalah kebangkitan rohani. Jadi Yesus berkata dalam ayat 25-26, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga Allah memberi hak kepada Anak untuk mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Waktunya akan tiba dan sudah tiba.” Sesuatu telah tiba namun ada aspek masa depan. Apakah itu? Itu adalah kebangkitan spiritual. Zaman Perjanjian Baru yang dimulai ketika Tuhan kita mulai pelayanan-Nya. Pelayanan Tuhan itu dimulai ketika Dia tiba, yaitu pelayanan penebusan, keselamatan dan pengudusan, dan itu tidak akan berakhir sampai pekerjaan penebusan itu selesai. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini hanyalah cara Tuhan kita mengatakan bahwa regenerasi itu telah dimulai. Ketika Yesus berkata kepada Nikodemus, “Kamu harus dilahirkan kembali,” itu terjadi sekarang dan pada waktu depan. Ini pelayanan yang berkelanjutan, pekerjaan penyelamatan Tuhan Yesus sudah mulai membuat orang hidup secara rohani. Saat Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi pada hari itu, Dia memiliki kuasa pada jam itu untuk memberikan hidup rohani kepada orang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah ayat 24 lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal." Itu semua dalam bentuk sekarang ini. Dan itulah "sudah tiba" dari ayat 25, “Saatnya akan tiba, dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati (secara rohani), akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.” Yesus hanya mengatakan bahwa ‘lahir baru’ itu telah dimulai.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bahkan sebelum salib, Yesus memberi kehidupan. Bahkan sebelum kebangkitan-Nya sendiri, Dia memberi hidup kepada orang-orang. Di akhir Yohanes 3 Yesus mengatakan ini, “Dia yang percaya kepada Anak, memiliki hidup yang kekal.” Ingatlah dalam Yohanes 4:42, mereka berkata kepada wanita Samaria, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka percaya dan mereka diberi hidup yang kekal. Ada beberapa kebingungan antara kebangkitan rohani oleh Yesus Kristus dan waktu kebangkitan Yesus sendiri dan kepenuhan salib itu tercapai. Dalam periode antara kedatangan Kristus dan kematian-Nya sendiri, Dia masih memberikan kehidupan spiritual kepada mereka yang percaya. Mereka telah percaya kepada Allah yang benar dan hidup.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roh Kudus belum datang dalam arti yang sepenuhnya untuk meyakinkan dunia akan dosa dan kebenaran dan penghakiman. Pentakosta belum terjadi dan oleh karena itu Roh Kudus belum datang dan memenuhi gereja dan tinggal di dalam orang-orang percaya untuk menyebabkan mereka memiliki kuasa untuk memberikan kesaksian ke Yerusalem, Yudea, Samaria, dan seluruh dunia, itulah janji mereka dalam Kisah Para Rasul 1:8. Jadi hal-hal itu belum terjadi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saat itulah akan tiba. Jadi ketika kita melihat frase kecil itu, “Saatnya akan tiba,” kita dapat mengatakan tentang saat itu bahwa kepenuhan pewahyuan tentang salib dan kuburan dan kedatangan Roh Kudus dan pekerjaan Roh di gereja dalam membawa Injil ke ujung bumi. Saat itu akan datang dengan kepenuhannya, tetapi ada perasaan bahwa saat itu sudah tiba.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Demikian pula keselamatan akan diberikan kepada orang-orang kudus dari Perjanjian Lama, yang menantikan Juruselamat yang akan datang dan orang-orang percaya mula-mula di Perjanjian Baru. Ini terjadi sebelum salib, sebelum kebangkitan, sebelum kedatangan Roh Kudus, yang semuanya menegaskan siapakah sebenarnya Yesus Kristus, yang telah tiba. Jadi Yesus mengacu pada kebangkitan rohani itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak ada yang lebih berkarakteristik, tidak ada yang lebih penting dalam pelayanan Yesus selain memberi kehidupan rohani kepada mereka yang mati secara rohani. Ini bukan tentang orang yang mengajar etika, atau moralitas, atau kebajikan, atau ideologi agama. Inilah yang memberi hidup kepada orang yang mati secara rohani. Mereka menerima hidup itu karena mereka mendengar suara Anak Allah dan mereka yang mendengarnya akan hidup.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dia adalah satu-satunya suara dengan satu-satunya pesan yang memberikan kehidupan di dunia kematian spiritual. Hanya mereka yang mendengar suara-Nya akan hidup secara rohani. Sekarang ini bukan hanya pendengaran umum, tetapi ini adalah pendengaran yang efektif dari hati. Ini bukan hanya informasi, ini adalah transformasi. Ini adalah Allah yang menjangkau dan memberi hidup dan kemudian berbicara dengan suara yang didengar oleh hati dan jiwa. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 7:22, “Pada suatu hari banyak orang akan berkata kepada-Ku, Tuhan. Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir Setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.” Ini bukan pendengaran fisik. Ini adalah pendengaran yang efektif dari hati dan jiwa yang percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang mati secara spiritual tidak menjadi hidup karena gerakan atau upacara keagamaan. Mereka tidak menjadi hidup karena suatu ritual. Mereka tidak menjadi hidup karena kepintaran seorang guru. Mereka tidak menjadi hidup karena pengembangan diri. Mereka menjadi hidup ketika suara Kristus memanggil. Efesus 5:14 mengatakan, “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Efesus 2:1-6, “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.” Itu menggambarkan keadaan semua orang. “3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 3 melanjutkan, “Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kata Yesus kepada para pemimpin Yahudi ini, "Akulah yang memberikan kehidupan spiritual kepada mereka yang mati secara spiritual." Kristus berkata kepada para pemimpin Yahudi ini dalam Yohanes 5:39-40, “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal. Tetapi inilah yang bersaksi tentang Aku, bahwa Akulah satu-satunya sumber kehidupan kekal, 40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 26</b></span><span class="cf1">, “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.” Sebagaimana Allah adalah sumber kehidupan, demikian pula Kristus adalah sumber kehidupan dan Roh adalah sumber kehidupan. Setiap anggota Tritunggal memiliki kekuatan yang sama dan mereka memiliki atribut yang sama. Tetapi selama Kristus berada di bumi ada batasan terhadap atribut ilahi-Nya, Dia memilih untuk membatasi diri-Nya sesuai dengan apa yang diinginkan Bapa.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hidup adalah satu-satunya milik Tritunggal. Hidup adalah satu-satunya milik Allah yang memberi hidup dan Kristus juga memberi hidup. Kehidupan itu hanya datang kepada mereka yang mendengar suara-Nya, dan melalui suara itu hati mereka bangun. Dan itu adalah pekerjaan ilahi, beserta iman kita kepada Kristus. Bagi kita, itu adalah kebenaran bahwa Dia adalah Anak Allah yang mati dan bangkit kembali dan yang mengirim Roh Kudus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 27-29</b></span><span class="cf1">, “Dan Bapa telah memberi kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran, sebab saatnya akan tiba, dimana semua orang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Sekarang kita membicarakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Dia disebut Anak Manusia dalam penghakiman? Karena sebagai Anak Manusia, Dia adalah Mesias. Tetapi sebagai Anak Manusia Dia juga memahami semua dengan sempurna karena Dia telah hidup sebagai manusia dan dicobai dalam segala hal seperti kita, namun tanpa dosa, Dia memiliki pengetahuan yang sempurna tentang semua pengalaman manusia dan oleh karena itu keadilan-Nya dijamin oleh pengalaman-Nya serta pengetahuan ilahi sebagai hakim yang adil dan akurat dan sempurna.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Allah memberi Yesus otoritas untuk melaksanakan penghakiman karena Dia adalah Anak Manusia. Jangan kaget dengan apa yang akan saya sampaikan kepada Anda, tetapi saatnya akan tiba ketika suara-Nya akan terdengar lagi dan akan mengosongkan semua kuburan di bumi ini. Yang Dia maksudkan adalah bahwa orang mati itu akan mengambil bentuk fisik. Dan ini akan membawa tubuh itu untuk bergabung dengan roh mereka yang sudah keluar dari hadirat Allah atau yang ada di hadirat Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah kekuatan yang menakjubkan. Bagaimana Allah dapat menciptakan kembali setiap manusia yang pernah hidup dan bergabung bentuk tubuh yang diciptakan kembali itu yang cocok untuk surga atau neraka dengan roh orang tersebut itu yang sudah berada di hadirat Allah atau di luar hadirat-Nya? Ini akan dimulai dengan Pengangkatan jemaat gereja ketika orang Kristen percaya yang masih hidup akan diangkat ke udara dan mereka akan diubah dalam perjalanan ke atas itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pasti ada kebangkitan di akhir waktu Tribulasi. Daniel berbicara tentang itu, kebangkitan orang percaya Tribulasi dan orang-orang Yahudi. Kemudian akan ada kerajaan milenial selama seribu tahun dan pada akhirnya itu, orang mati dari seluruh sejarah manusia yang tidak dilahirkan kembali dan tidak saleh akan dibangkitkan dan dibawa ke hadapan Pengadilan Takhta Putih Besar dari Wahyu 20 untuk dihukum.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu tidak akan terjadi dalam satu saat sekaligus. Akan ada kebangkitan orang percaya di masa depan, yaitu orang benar dan itu termasuk Pengangkatan jemaat gereja, dan ada juga kebangkitan orang percaya di akhir masa Tribulasi. Dan juga akan ada kebangkitan orang selama kerajaan seribu tahun itu. Dan kemudian juga akan ada kebangkitan orang-orang yang tidak percaya di akhir seribu tahun itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Seperti apa tubuh kita nanti?” Iya bagi kita sebagai orang percaya, Filipi 3 mengatakan itu akan menjadi seperti tubuh Tuhan Yesus yang mulia. Itu adalah tubuh kebangkitan Yesus. Itu kelihatan, Dia berjalan, Dia berbicara, Dia makan, tetapi pada saat yang sama Dia sanggup berjalan menembus dinding. Hanya itulah yang diberitahukan kepada kita. Ingat saja Yohanes 3:15, "Barangsiapa yang percaya dalam Dia akan memiliki hidup yang kekal.” Berserulah kepada Allah supaya Dia menganugerahkan kepada Anda iman untuk percaya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Nov 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201115</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000145</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus adalah Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000144"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:21-24" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 5:21-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengklaim bahwa Dia sama dengan Allah dan itu menyebabkan kita ada tiga pilihan. Pilihan pertama, itu adalah klaim yang benar dan Dia setara dengan Allah. Pilihan kedua: klaim itu salah dan Dia tahu itu salah. Itu berarti Dia adalah penghujat sengaja karena Dia tahu itu dusta. Pilihan ketiga adalah bahwa klaim tersebut salah, dan Dia tidak tahu itu salah, yang dalam hal ini berarti otaknya tidak berfungsi. Dia orang gila.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah satu-satunya pilihan yang ada. Nah, sampai saat itu Dia telah membuktikan bahwa kedua pilihan terakhir tidak masuk akal karena seorang penipu dan orang gila tidak dapat membangkitkan orang mati. Dan mereka tidak mengendalikan dunia iblis, dan mereka tidak menyembuhkan penyakit, dan mereka tidak menguasai alam. Semuanya itu telah Dia lakukan. Dan mereka tidak dapat berbicara dengan kebijaksanaan ilahi dengan wawasan mahatahu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu kemungkinan. Yesus adalah siapa yang Dia klaim. Mujizat-Nya tidak pernah disangkal. Bacalah keempat Injil, tidak pernah ada satu ayat pun, atau satu baris yang menunjukkan bahwa mukjizat-Nya ditolak. Mereka semua supranatural, mereka dilakukan di mana-mana dan mereka semua dilakukan seperti itu terus menerus. Dia menunjukkan pengetahuan, kebijaksanaan dan wawasan supranatural. Dan pembuat mukjizat itu bukan penipu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melakukan mujizat-mujizat-Nya di hadapan banyak orang hari demi hari, secara harfiah itu jumlahnya sampai ratusan ribu saksi mata. Orang banyak mengikuti Dia kemanapun Dia pergi. Meskipun dengan rasa ingin tahu yang dangkal dan kita langsung tahu hal itu setelah Yohanes 6, ketika mereka mulai meninggalkan-Nya. Dan ini menunjukkan lagi kekuatan agama palsu yang mengikat mereka. Agama palsu itu menawan orang-orang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam 2 Korintus 4:4, “pikiran mereka telah dibutakan oleh ilah zaman ini.” Yang Dia maksud adalah bahwa Setan yang menyamar sebagai malaikat terang menciptakan sistem-sistem agama palsu yang memperbudak dan membutakan orang. Dan sistem Yudaisme yang dikendalikan oleh setan yang murtad itu, begitu kuat sehingga orang-orang tetap lari kembali ke pemimpin palsu mereka walaupun perbuatan Yesus begitu banyak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu diilustrasikan dalam Yohanes 5. Yesus pergi ke kolam Betsaida pada hari Sabat, Dia menemukan seorang pria lumpuh di sana yang telah berada di sana selama 38 tahun. Yesus datang, dan orang lumpuh tidak tahu siapakah Dia, dan Dia berkata, “Angkatlah tempat tidurmu dan berjalanlah.” Dia langsung mengangkat tempat tidurnya dan berjalan, secara instan, seluruh tubuhnya sembuh total. Pria itu berjalan pergi. Dan itu terjadi pada hari Sabat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pemimpin Yahudi menyalahkan Yesus karena Dia bekerja pada hari Sabat. Yesus pergi ke Bait Suci untuk mencari pria itu setelah dia pergi. Yesus menemu-kannya di Bait Suci, dan pada saat itu mengungkapkan diri-Nya kepadanya, dan mengakhiri percakapan itu dengan berkata kepada pria itu, "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi, Anda harus bertobat." Tetapi pria itu tidak mengikuti Yesus, dia kembali ke para pemimpin Yahudi dan menyerahkan Yesus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu miniatur untuk seluruh bangsa. Yesus menyembuhkan orang di mana-mana terus menerus dalam pelayanan-Nya selama tiga tahun, tetapi mereka tetap saja kembali ke sistem agama mereka. Setan menciptakan bentuk Yudaisme itu untuk menahan orang dalam perbudakan. Kenyataannya adalah bahwa Yesus datang untuk membawa keselamatan, pertama ke bangsa Israel, tetapi itu ditolak oleh sistem agama palsu orang-orang Farisi dan ahli Taurat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ceramah-Nya kepada para pemimpin Yahudi ini ada dalam Yohanes 5:17-47. Tetapi hanya dalam ayat-ayat ini, Tuhan kita telah menyatakan kesetaraan-Nya dengan Allah dalam enam cara. Minggu lalu kita hanya melihat beberapa yang pertama. Jawaban singkatnya adalah ini: Aku melakukan apa pun yang Aku pilih, kapan pun Aku ingin melakukannya karena Aku adalah Allah. Aku tidak tunduk pada hukum kalian. Hari Sabat dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, Yesus setara dengan <b>sifat</b> Allah. Ayat 17, “Dia menjawab mereka, 'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang maka Akupun bekerja juga.” Yesus berkata, “Sifat-Ku sama dengan Allah.” Dan kemudian menambahkan, Dia berkata, "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang," dengan kata lain, Allah Bapa tidak memperhatikan hari Sabat, Bapa tidak beristirahat, dan Akupun tidak. Dia sedang bekerja dan Aku bekerja juga.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, dalam ayat 19 dan 20 Yesus menyatakan diri-Nya setara dengan Allah <b>dalam</b> <b>pekerjaan</b>. Yesus dan Bapa-Nya bersifat satu, dan karena itu mereka bersatu dalam fungsi, bersatu dalam tugas dan bersatu dalam pekerjaan. Anak tidak bekerja secara independen dari Bapa. Dia memberi tahu para pemimpin Yahudi bahwa Dia hanya melakukan apa yang Bapa lakukan. Dengan kata lain, kasih Bapa begitu sempurna sehingga Bapa tidak ada rahasia dari Anak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus selalu tahu segalanya, Dia tahu segalanya untuk selamanya, Bapa itu ingin supaya Dia selalu tahu segala sesuatu yang perlu diketahui, tidak ada rahasia dalam Tritunggal. Bapa tidak mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh Anak-Nya, Bapa tidak melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Anak-Nya. Bapa tidak menghendaki sesuatu yang tidak diinginkan oleh Anak karena kasih itu sempurna dalam Tritunggal.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 20, Yesus berkata, “Bapa akan menunjukkan pekerjaan yang lebih besar lagi dari ini sehingga kamu menjadi heran.” Dan apakah pekerjaan yang lebih besar? <b>Ayat 21 dan 22</b>, kebangkitan terakhir dan penghakiman terakhir. Apapun yang orang-orang pikirkan tentang Yesus akan diselesaikan pada akhirnya ketika orang-orang yang menolak Kristus dibangkitkan dari kematian oleh kuasa Kristus dan menghadapi Dia sebagai hakim yang kekal.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, di sinilah kita berakhir Minggu lalu, Yesus mengklaim setara dengan Allah <b>dalam kuasa</b>. Kita menggunakan kata "kuasa" untuk segala macam hal. Tetapi inilah kuasa tertinggi. <b>Ayat 21</b>, “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.” Kekuatan tertinggi di alam semesta adalah kemampuan untuk memberi kehidupan. Dalam Kisah Para Rasul 17, Paulus membicarakan Allah yang memberi hidup dan nafas kepada semuanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah tentang Firman yang adalah Kristus, Yohanes 1:3-4 berkata, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup.” Allah yang kekal memiliki hidup sebagai atribut tanpa ada penyebab. Anda diberi kehidupan oleh orang tua Anda dan semuanya kembali ke suatu titik waktu ketika tidak ada kehidupan, kecuali Allah Tritunggal yang adalah kehidupan kekal dan Dialah yang memberi hidup untuk segalanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu datang dalam berbagai bentuk. Kita berbicara tentang kehidupan biologis. Kita memahami bahwa itu mencakup manusia dan semua makhluk hidup. Bahkan ada kehidupan yang tidak bernyawa. Anda mungkin menganggap bahwa benda itu tidak hidup, tetapi itu bergerak dengan kecepatan dan kerumitan yang tak terhitung karena atom-atomnya bergerak tanpa henti, didorong oleh energi internal yang tak terlihat dan tak terhitung.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga kehidupan lain yang tak terlihat yang merupakan kehidupan spiritual yang tidak dapat kita lihat dari orang tetapi terbukti. Semuanya dari seluruh alam semesta, apakah itu benda mati, atau hidup, terlihat atau tidak terlihat semuanya datang dari Allah yang membuat segalanya, atau dari Kristus yang tanpanya tidak ada yang jadi dari segala yang telah dijadikan. Tidak ada sesuatu pun yang diciptakan tanpa Dia ingin itu berada. Tidak ada sesuatu yang muncul melalui proses evolusi apa pun. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Nomor empat</b>, Yesus setara dengan Allah <b>dalam otoritas</b>. Kejadian 18:25 mengatakan, "Allah Bapa adalah hakim atas seluruh bumi." Orang Yahudi benar-benar percaya itu. Dengarkanlah apa yang Yesus katakan di <b>ayat 22</b>, “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.” Realitas internal dalam Tritunggal ini sangat sulit untuk kita pahami keseluruhnya karena sulit untuk memahami bahwa Dia adalah Allah namun juga bersama Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sulit untuk memahami bahwa Allah adalah hakim, namun Kristuslah yang menghakimi karena kita tidak dapat memahami cara kerja internal Tritunggal. Dan misteri yang mendalam itu sendiri membuktikan kepada Anda bahwa Alkitab itu ditulis oleh Allah, karena manusia akan menyelesaikan jenis paradoks yang tampak seperti itu. Dalam Kejadian 1, Allah menciptakan; dalam Yohanes 1, Anak menciptakan. Dalam Perjanjian Lama, Allah adalah hakim; dalam Perjanjian Baru, Anak adalah hakim. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu mungkin? Karena Anak melakukan segala sesuatu yang dilakukan Bapa dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Bapa. Yesus mengklaim bahwa Dia adalah hakim tertinggi dari semua makhluk. Di Yohanes 3:18, Dia berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, yaitu di dalam Anak, tidak akan dihukum. Barangsiapa tidak percaya, sudah berada dibawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ungkapan dalam ayat itu 'sudah berada dibawah hukuman' berarti bahwa orang tidak menunggu penghakiman di hari depan. Ini adalah ilusi agama, bahwa Anda menjalani hidup Anda dan jika yang baik lebih banyak daripada yang buruk, Allah tahu, pada akhirnya Dia akan menghakimi. Tidak. Semua kebaikan itu tidak berarti apapun juga dalam kekekalan Anda. Anda telah diadili karena Anda tidak percaya Anak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagaimana dengan penghakiman akhir? Itu hanya eksekusi. Keputusan dibuat ketika Anda tiba di dunia ini dan menolak Anak dan itu terus adalah keputusan yang sama sampai saat Anda percaya. Dan jika Anda tidak pernah percaya, keputusan itu telah ditetapkan. Penghakiman terakhir hanyalah eksekusi. Perbuatan baik yang Anda lakukan sepanjang hidup tidak ada artinya. Jadi Anak setara dengan Bapa dalam penghakiman.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.” Karena Anak Allah adalah alasan Anda ada dan Anak itu yang menentukan nasib kekal Anda, karena Anak adalah awal dan akhir, karena Anak adalah alfa dan omega, Anak Allah itu harus dihormati sama seperti Bapa dihormati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah klaim yang luar biasa yang datang dari seorang pria yang berdiri di sana yang sedang berbicara dengan mereka. Ini adalah konsekuensi dari semua klaim sebelumnya, sehingga satu-satunya jawaban yang benar yang mungkin untuk Dia yang menciptakan segalanya dan yang akan membawa segalanya ke penyempurnaannya, dan yang menopang segalanya dengan perkataan kuasa-Nya, satu-satunya tanggapan yang mungkin adalah bahwa Dia harus dihormati dengan cara yang sama seperti Allah Bapa dihormati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 6:28, orang-orang berkata, “Apakah yang harus kami perbuat supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Apakah yang Allah inginkan dari kita? “29 Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Ingatlah pada saat ada pembaptisan, Allah berkata dari surga, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi.” Dengarkanlah Yohanes 15:23, “Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cukup populer saat ini, untuk membayangkan bahwa orang Yahudi pada khususnya tidak perlu percaya kepada Kristus, bahwa entah bagaimana jika mereka hanya orang Yahudi yang baik dan mereka percaya Perjanjian Lama dan percaya pada Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, Allah Pencipta dari Perjanjian Lama itu, bahwa Allah tidak mengharuskan mereka untuk percaya Yesus. Itu adalah pemikiran populer yang ditawarkan oleh beberapa pengkhotbah evangelis yang benar-benar salah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Apa yang dikatakan di sini adalah untuk memiliki hidup kekal, Anda harus mendengar dan percaya Firman-Ku dan Anda harus mendengar dan percaya Firman Dia yang mengutus Aku. Anda lolos dari penghakiman, hanya pada saat Anda percaya apa yang Bapa dan Anak katakan. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua ajaran, semua klaim, semua perintah yang datang dari Kristus dan dari Bapa menunjuk kepada Kristus dan kebutuhan manusia, semua itu harus dipercaya karena mereka setara dalam kebenaran. Dan mengatakan, seperti yang dilakukan orang Mormon, bahwa Yesus adalah ciptaan saudara roh Lucifer yang diciptakan oleh semacam allah, adalah kepalsuan yang mematikan. Ketakutan saya adalah bahwa sama seperti orang Yahudi, Anda akan mendengar semua ini dan tetap kembali ke sistem agama Anda yang rusak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 1:1-3, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. 3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.” </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga adalah pancaran kemuliaan Allah. Dia menampilkan Allah. Jadi di dalam Kristus, terang Allah yang mulia bersinar ke dalam hati manusia, yang menghasilkan terang dan hidup. Menggambarkan lebih jauh siapakah Dia, Kristus adalah representasi yang tepat dari sifat Bapa-Nya, substansi yang tepat dari sifat Allah. Dia adalah esensi Allah. Dialah, menurut ayat 3, yang menopang segala sesuatu dengan Firman kuasa-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menekankan fakta bahwa Yesus bukan hanya menciptakan dunia, yaitu bumi dan sistem kehidupan kompleks yang ada di sini. Ini tidak semata-mata bumi fisik, tetapi ini mengacu pada fakta bahwa Dia telah menciptakan zaman. Artinya, Dia telah menciptakan waktu dan ruang dan kekuatan dan energi dan materi dan segalanya. Dia adalah Pencipta segalanya yang ada.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika bola dunia yang sekarang dimiringkan pada porosnya dengan sudut 23 derajat, jika itu diubah, kita akan kehilangan musim kita. Jika bulan itu tidak berada pada jarak yang tepat dari bumi, pasang laut itu akan menggenangi daratan dua kali sehari. Jika lautan itu berada beberapa meter lebih dalam daripada keadaan sekarang, karbon dioksida dan oksigen di atmosfer bumi akan terserap seluruhnya dan tidak mungkin ada kehidupan tanaman.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika atmosfer itu tidak konstan, tetapi menipis, meteor itu akan menghantam bumi dan kita akan terus dibombardir hingga mati. Siapakah yang memegang semua ini dalam keseimbangan yang rumit? Tukang kayu dari Galilea, Yesus, yang berdiri di sana dan memandangi orang-orang Yahudi itu. Inilah Dia. Ibrani 1:3 melanjutkan, “Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apakah tanggapan orang-orang Yahudi ini terhadap apa yang Yesus katakan? Lihatlah ayat 37, "Dan Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku." Bagaimana? Pada pembaptisan-Nya, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,” melalui mukjizat-Nya, melalui perkataan-Nya, melalui Yohanes Pembaptis. Yesus berkata kepada mereka, "Jika kamu tidak merangkul Anak, kamu sama sekali tidak mengenal Allah Bapa." Marilah kita memeluk Yesus, marilah kita berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Nov 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201108</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000144</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Klaim Yang Dibuat Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000143"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:17-20" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 5:17-20</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh bagian yang disebutkan di atas adalah satu ceramah. Semua ini berasal dari mulut Tuhan Yesus Kristus. Dan Dia berbicara kepada para pemimpin Yahudi di Israel yang oleh Yohanes disebut sebagai orang Yahudi. Mereka ingin Dia mati. Mereka anggap Dia penghujat yang paling buruk. Mereka yakin bahwa Dia adalah ancaman bagi agama mereka, posisi mereka yang terjamin dan kuasa agama mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melihat Dia mengabaikan kebijaksanaan tradisional mereka sebagai tidak menghormati Allah, yang mengancam sistem agama mereka. Mereka telah mendengar Dia berulang kali menyerang kemunafikan agama palsu mereka. Mereka telah menyaksikan Dia hanya menunjukkan penghinaan terhadap tradisi non-alkitabiah mereka yang dengannya mereka berusaha untuk memperindah Kitab Suci. Dia adalah musuh utama mereka dan itu pilihan mereka sendiri.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tujuan dari bagian ini adalah untuk menyatakan kepada mereka bahwa Dia adalah Mesias dan lebih dari itu, Dia adalah Allah. Dia memberikan kesaksian itu tentang kesetaraan-Nya dengan Allah untuk memulai bagian yang panjang ini dan kemudian Dia memanggil saksi-saksi kebenaran dari Yohanes Pembaptis, kesaksian dari mukjizat-Nya, kesaksian dari Allah Bapa dan kesaksian dari Kitab Suci. Dan di sinilah mulailah kesaksian-Nya sendiri atas identitas-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati dan jiwa iman Kristen, hati dan jiwa Injil adalah pandangan yang benar tentang Yesus Kristus. Ada beberapa orang yang melihat Yesus sebagai orang yang baik, orang yang mulia dan mungkin sebagai orang yang sangat peka secara spiritual. Itu tidak benar. Serangan terhadap keilahian-Nya, fakta bahwa Dia adalah Allah, dimulai dengan para pemimpin Yahudi di sini di negara-Nya sendiri selama pelayanan-Nya. Mereka menyerang Dia karena klaim-Nya sebagai Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melihatnya sebagai penghujatan langsung. Generasi berikutnya meneruskan serangan itu, meskipun Yesus sekarang tidak ada, dan Injil sedang diberitakan di Israel dan di seluruh dunia dan mereka terus menyerang Yesus sebagai seorang pelanggar, penghujat, seorang pria yang adalah penipu kuat, yang menyesatkan orang ketika Dia hidup, dan sekarang para murid-Nya terus menerus menyesatkan orang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang sejarah manusia, para sarjana semu dan orang-orang skeptis Israel terus melakukan serangan ini dan itu berlanjut bahkan hingga hari ini. Dan bahkan dalam agama Kristen, beberapa orang melihat Yesus sebagai manusia dan bukan Allah. Kesaksian dari Yohanes 20:31 adalah bahwa Anda dapat percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, karena ketika Anda percaya itu, Anda dapat memiliki hidup dalam nama-Nya. Jika Anda tidak percaya itu, Anda akan binasa di neraka dalam dosa-dosa Anda.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertanyaan tentang siapakah Yesus Kristus itu adalah pertanyaan yang paling penting. Roh Kudus telah menyatakan bahwa Dia adalah Allah dalam Yohanes 1. Murid-murid mula-mula menyatakan bahwa Dia adalah Allah dalam Yohanes 1. Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Dia adalah Anak Domba Allah, Juruselamat di awal Injil Yohanes. Mujizat-Nya adalah bukti bahwa Dia itu ilahi. Kemahatahuan-Nya menunjukkan bahwa Dia adalah Allah. Dan Yohanes telah membahas semua itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yohanes 5 mencatat salah satu mujizat terpenting yang pernah dilakukan Yesus. Tetapi itu tidak membawa keselamatan kepada orang yang Dia sembuhkan, meskipun orang itu disembuhkan di tempat itu, langsung dan lengkap. Dia menyuruh pria itu untuk mengambil tempat tidurnya dan berjalan, dan dia melakukan itu. Mukjizat itu sengaja dilakukan Yesus pada hari Sabat. Dan sekarang Dia menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menabaikan tradisi Yahudi yang telah membebani hari Sabat dengan banyak hukum manusia. Dan kemudian ketika mereka datang kepada-Nya, lihat ayat 16, mereka mulai menganiaya Dia karena Dia melakukan perbuatan baik pada hari Sabat. Kita melihat bahwa Dia sering melakukan penyembuhan pada hari Sabat, yang menurut tradisi mereka telah ditetapkan sebagai perbuatan tidak sah karena itu adalah semacam pekerjaan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus bekerja dan menyebabkan orang lain juga bekerja pada hari Sabat. Pada titik ini Dia bisa saja berdiskusi dengan mereka tentang penggunaan sebenarnya dari hari Sabat itu. Dia bisa saja berdiskusi tentang orang yang membawa tempat tidur dan Dia bisa berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan pada hari Sabat. Namun pada kesempatan kali ini, ini menjadi pembahasan tentang siapakah Dia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan pernyataan terbesar dan terluas tentang keilahian-Nya yang Dia berikan di mana pun. Ini menjawab pertanyaan, "Siapakah Yesus Kristus?" Ingat, para pemimpin Yahudi telah mengambil keputusan. Dalam Yohanes 8 mereka menyebut Dia seorang Samaria yang merupakan pernyataan orang buangan yang murtad. Dalam Yohanes 7 dan Yohanes 8 mereka mengatakan Dia kerasukan setan. Dan dalam Yohanes 8:41 mereka mengatakan Dia adalah anak haram. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:24 memberitahu kita bahwa mereka akhirnya menyatakan bahwa apa yang Dia lakukan adalah dengan kekuatan Setan. Dan pandangan itu telah diabadikan sepanjang sejarah agama Yahudi selama berabad-abad. Maka mereka datang kepada Yesus dengan kesimpulan itu untuk menganiaya Dia sebagai penghujat. Dan itulah tepat yang mereka katakan tentang Dia, waktu Dia menyatakan diri-Nya sebagai Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah jika benar bahwa Dia adalah Allah, itu bukanlah penghujatan. Jadi jika Anda akan menolak Kristus, Anda menolak Alkitab. Jika Anda menolak keilahian Yesus Kristus, Anda baru saja membuang Alkitab Anda. Tidak ada sarjana yang bermaksud baik yang menyangkal keilahian Yesus Kristus. Itu jahat dan itu menghancurkan Kitab Suci. Jika Yesus bukan Allah, tidak ada Kekristenan, dan Alkitab semuanya pemalsuan dari neraka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, setiap studi yang setia tentang kisah hidup-Nya dan perkataan-Nya memastikan bahwa klaim-Nya itu benar. Dia sering memberitakan itu. Dia memberitakannya kepada orang-orang Yahudi yang bermusuhan di sini di Yohanes 5, di Yohanes 6, dan lagi di Yohanes 8 dan di banyak kesempatan lainnya. Dia memberitakannya kepada murid-murid-Nya, terutama dalam Yohanes 16:28, “Aku datang dari Bapa dan Aku telah datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata bahwa Dia memiliki otoritas mutlak atas Hukum ilahi Allah. Dia berkata bahwa Dia memiliki kuasa secara supranatural untuk menjawab doa, bahwa Dia memiliki otoritas untuk mengampuni dosa, bahwa Dia memiliki kendali atas para malaikat, yang kudus dan yang jatuh, dan bahwa Dia memiliki kuasa atas Kerajaan Allah. Dan Dia menyatakan bahwa Dia memiliki hak untuk dihormati, dimuliakan, dipuji, disembah dan ditaati. Itu semua adalah hak istimewa yang hanya dimiliki Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua baris kesaksian ini bersatu dan bertemu dalam satu kebenaran yang tidak dapat dielakkan, Yesus mengaku Dia adalah Allah, bukan Allah lain yang setara dengan Allah, tetapi Dia adalah Allah. Orang-orang Yahudi mungkin berpikir bahwa Dia mengklaim Dia adalah Allah lain yang tidak masuk akal karena hanya ada satu Allah yang benar dan Sepuluh Perintah itu menghakimi siapa pun yang memiliki Allah lain.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 17:21, “Sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita.” Kata Dia di Yohanes 14:9, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Inilah Tritunggal. Mengatakan apa pun selain dari itu tentang Yesus berarti melenyapkan ajaran Kitab Suci. Pengikut Yesus Yahudi yang taat, para rasul-Nya, mereka yang percaya kepada-Nya tidak ada masalah untuk mengakui bahwa klaim-Nya itu benar.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menegaskan bahwa Dia adalah Allah, bukan Allah yang lain, tetapi Satu-satunya Allah yang benar dan itulah keyakinan hati para pengikut awal-Nya dan itu masih menjadi keyakinan di dalam hati para pengikut-Nya yang sejati saat ini. Dan bagi Anda yang beragama Kristen, Anda yang menjadi milik Tuhan Yesus Kristus, Anda percaya bahwa Yesus adalah Allah, Amin? Kalau kita tidak menegaskan itu, itu berarti kita mengabaikan Yesus dari Kitab Suci.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam <b>Yohanes 5:17-24</b>, Tuhan kita mengaku Dia adalah Allah dengan lima cara. Dia setara dengan Allah di sifat, esensi, substansi dari siapakah Dia. Dia setara dengan Allah dalam pekerjaan. Dia setara dengan Allah dalam kuasa. Dia setara dengan Allah dalam otoritas. Dan yang paling mengejutkan, Dia setara dengan Allah dalam hal kehormatan atau penyembahan. Hal ini melampaui penghujatan dalam perkiraan orang-orang kepada siapa Dia berbicara.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Yesus mengklaim setara dengan Allah dalam kodrat atau esensi. <b>Ayat 17</b>, "Tetapi Yesus menjawab mereka, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” Izinkan saya memberi tahu Anda apa yang dipikirkan orang Yahudi itu. Apakah Allah memelihara Hukum? Tentu saja Dia menaati Hukum. Nah jika Anda mengatakan itu, Anda ada masalah. Apakah Allah beristirahat pada hari Sabat? Tentu saja karena dalam Kejadian 2:2 dikatakan bahwa pada hari ketujuh, Allah beristirahat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jika itu diambil terlalu jauh, itu akan menciptakan masalah serius karena jika Allah tidak bekerja, setiap tiba hari Sabtu, seluruh alam semesta itu runtuh. Nah orang Yahudi telah mengembangkan 39 kategori untuk membatasi perilaku orang pada hari Sabat. Mereka tahu bahwa Allah terus melakukan pekerjaan penghakiman dan pekerjaan penebusan-Nya. Jadi mereka mengatakan, Allah masih bekerja pada hari Sabat tetapi Dia hanya melakukan pekerjaan ringan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengkritik seluruh wacana bodoh itu ketika Dia berkata, "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang." Itu mengejutkan pikiran mereka bahwa Dia berkata, "Bapa-Ku," tidak ada orang Yahudi yang akan mengatakan itu. Tidak ada orang Yahudi secara pribadi yang menyebut Allah sebagai Bapa pribadinya karena itu terlalu akrab dan itu adalah penghujatan. Yesus mengatakan kepada mereka bahwa pekerjaan Allah berjalan terus, itu berlanjut terus sepanjang waktu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Einstein tahu ada komponen berkuasa di suatu tempat di tengah-tengah atom yang membuat seluruh alam semesta terus bergerak, tetapi dia tidak pernah bisa mengidentifikasikan apakah itu. Itu adalah Allah. Dia tidak pernah berhenti pemeliharaan dunia fisik itu, Dia tidak pernah berhenti menjalankan segala sesuatu dalam peredaran, semuanya tetap berputar. Dia tidak pernah berhenti dari penghakiman keadilan-Nya. Dia tidak pernah berhenti memberi berkat, belas kasihan, anugerah dan kasih.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 1:1 dikatakan Yesus menciptakan alam semesta. Dalam Ibrani 1 dikatakan bahwa Dia menopang alam semesta. Jadi Yesus berdiri di sana, sambil melihat orang-orang itu, dan berbicara dengan mereka. Dan pada saat yang sama Dia menopang seluruh alam semesta. Allah tidak pernah terkendali. Pekerjaan-Nya tidak pernah berkurang karena ada hari Sabat, begitu pula pekerjaan-Ku. Dia adalah Tuhan atas hari Sabat dan Dia membuat hari Sabat bagi manusia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Dia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.” Jadi, bukan saja Dia telah melanggar Sabat mereka, tetapi Dia memanggil Allah sebagai Bapa-Nya sendiri dan bahkan menjadikan diri-Nya setara dengan Allah dengan mengatakan bahwa Allah dan Dia berfungsi dengan cara yang sama. Dan mereka lebih lagi mencari jalan untuk membunuh Dia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Jadi Yesus malah membangkitkan amarah mereka dalam ayat 19 karena Dia mengaku setara dengan Allah dalam pekerjaan. Apa artinya itu? Yah, itu mengatakan bahwa Dia tidak bertindak secara independen. Dia tidak bisa melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri. Itu sisi negatif.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah sisi positif? Apapun yang dilakukan Bapa, Yesus juga melakukannya. Pernyataan yang luar biasa. Para teolog selama bertahun-tahun telah membahas apakah Yesus bisa berdosa atau tidak. Jawabannya datang dalam beberapa bagian Firman, tapi ini salah satunya. Anak tidak dapat melakukan apa pun selain apa yang Dia lihat yang dilakukan Bapa. Hanya itu saja Dia bisa lakukan. Dia hanya bisa melakukan apa yang Bapa lakukan. Dan Bapa itu tidak bisa berdosa.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang selalu melakukan dan hanya melakukan apa yang dilakukan Allah Bapa adalah sama dengan Allah. Yohanes 8:29, “Dan Ia yang mengutus Aku ada bersama Aku. Dia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Yohanes 14:31, “Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.” Dia hanya bisa melakukan dan hanya melakukan apa yang dilakukan Bapa.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Melihat tindakan Yesus berarti melihat tindakan Allah. Menuduh Yesus berdosa berarti menuduh Allah berdosa. Menuduh Yesus melanggar Sabat berarti menuduh Allah melanggar Sabat. Menuduh Yesus menghujat berarti menyebut Allah sebagai penghujat. Yesus bukanlah Allah lain. Dia bersatu dengan Bapa-Nya dan Dia memberikan kita empat alasan, dan keempatnya diperkenalkan dengan kata depan Yunani.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 20</b>, “Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Dia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.” Dia mengasihi cara Bapa mengasihi. Dia memiliki kuasa kehidupan dengan cara yang sama seperti Bapa. Dan Dia menghakimi dengan cara yang sama Bapa menghakimi. Dia melakukan pekerjaan Bapa, pekerjaan penghakiman, pekerjaan kebangkitan, semuanya berdasarkan kasih kekal yang tak terbatas.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bersatu dalam segala hal dengan Bapa. Jadi dalam ayat 19 Dia mengejutkan mereka lagi dengan mengatakan, “Aku bukan hanya bersatu dengan Bapa dalam esensi dan kodrat-Nya, tetapi Aku melakukan persis apa yang Bapa lakukan, Aku melakukan apa yang ditunjukkan Bapa kepada-Ku, Aku melakukan apa yang diinginkan Bapa untuk Ku-lakukan dan Aku tidak dapat melakukan apa pun selain dari itu.” Kalian menghakimi Aku karena apa yang diinginkan Allah dan apa yang Allah lakukan. Alangkah jauhnya Anda dari Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bapa mengasihi Anak-Nya dan menunjukkan kepada-Nya semua hal yang Dia sendiri lakukan. Allah tidak menyimpan rahasia apapun dari Anak-Nya. Tidak ada yang Bapa tahu tidak diketahui oleh Anak-Nya. Dalam inkarnasi-Nya untuk suatu waktu di bumi, Dia membatasi penggunaan atribut ilahi-Nya. Tetapi Dia tidak meninggalkan sifat-sifat ilahi-Nya atau Dia akan berhenti menjadi Allah. Bapa memberikan kepada-Nya semua harta kebenaran ilahi itu karena kasih.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Kolose 2:3, “Sebab di dalam Kristus tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” Bapa memiliki semua kebijaksanaan, semua pengetahuan. Anak memiliki semua kebijaksanaan, semua pengetahuan. Bapa begitu mengasihi Anak sehingga Dia diberikan kepenuhan segala sesuatu yang Bapa miliki bagi Anak untuk selama-lamanya. Dan itu semua berdasarkan kasih. Persatuan sempurna dari keduanya terjamin oleh kasih timbal balik.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti dari pekerjaan penebusan Allah bukanlah kasih Allah untuk Anda, bukan kasih Allah untuk dunia. Bukan kasih Allah untuk pendosa. Makna penebusan itu adalah kasih Bapa bagi Anak dan kasih Anak bagi Bapa. Seluruh tujuan penebusan, seluruh tujuan sejarah manusia adalah supaya Allah dapat mengumpulkan pengantin untuk diberikan kepada Anak-Nya, pengantin yang merupakan ekspresi kasih-Nya yang terdiri dari semua orang percaya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Nov 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201101</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000143</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Disembuhkan di Kolam]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000142"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+5:1-16" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 5:1-16</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tolong bukalah Alkitab Anda sekarang di Yohanes 5. Inilah cerita yang sangat penting tentang seseorang yang disembuhkan oleh Yesus. Itu sendiri adalah kejadian yang agak umum, tetapi bagi pria itu, tentu saja pengalaman yang luar biasa. Ada beberapa alasan mengapa cerita ini penting. Salah satunya karena namanya, Kolam Betesda. Yang lainnya adalah fakta bahwa pria ini telah lumpuh selama 38 tahun.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi cerita ini maknanya lebih banyak. Ini bukan hanya cerita tentang penyembuhan, inilah cerita tentang kekuatan agama palsu, kuasa kutukan yang diberikan agama palsu pada pikiran dan jiwa orang, walaupun diperhadapkan kebenaran. Penekanan dari cerita ini ditemukan pada kesimpulannya. Lihatlah Yohanes 5:16, “Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tanda-Nya adalah mujizat-Nya, dan Firman-Nya adalah pesan keselamatan yang sejati. Ini adalah karya Yesus dan perkataan Yesus yang membuktikan keaslian-Nya sebagai Mesias dan keilahian-Nya. Matius 7:29, “Takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.” Matius 4:25, “Banyak orang mengikuti Dia dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem dan Yudea dan dari seberang sungai Yordan.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, itu dimotivasi oleh rasa ingin tahu. Itu dangkal. Mengapa? Karena orang-orang ini terperangkap dalam sistem agama palsu. Dan itu adalah cengkeraman pada orang-orang. Penting untuk memahami kekuatan agama palsu. Kita semua menemukannya dalam upaya kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang Roma Katolik, Mormon, Saksi Yehova dan sekte lain, dan orang Muslim, Hindu, Budha atau agama-agama lain.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Paulus dalam 2 Korintus 10:4-5, “Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” Agama-agama palsu memenjarakan orang-orang dalam benteng-benteng ideologis yang sulit dikalahkan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dihadapkan pada pilihan, mengikuti Yesus atau mengikuti sistem Yudaisme. Di belakang sistem ini terutama adalah para ahli Taurat dan orang Farisi. Di dalamnya diliputi para rabi dan yang menampungnya adalah orang Saduki dan bahkan orang Herodian. Sistem itu mencelakakan dan mematikan. Apa yang para pemimpin katakan tentang Yesus? Menurut Yohanes 8:48 mereka mengatakan Dia adalah orang Samaria dan Dia dimiliki setan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 12:24 mereka mengatakan Yesus melakukan apa yang Dia lakukan dengan kekuatan Beelzebub, melakukan apa yang Dia lakukan dengan kuasa Setan. Mereka terus bekerja dengan orang-orang dalam sistem mereka supaya mereka tetap setia pada sistem itu, untuk tidak membiarkan mereka mengikuti Yesus sehingga pada akhir pelayanan-Nya, di Yudea mereka berkumpul di Ruang Atas, dan hanya ada 120 orang percaya setelah tiga tahun pelayanan mujizat ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam 1 Korintus 15, ada pertemuan lima ratus orang percaya di Galilea. Enam ratus orang yang berkomitmen kepada Kristus, berkumpul dalam nama-Nya setelah pelayanan mujizat selama tiga tahun. Ada kenaikan di Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, tetapi itulah perlawanan yang pada dasarnya adalah pengaruh para pemimpin agama yang terus mengatakan bahwa Yesus itu kerasukan setan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin melihat mujizat-mujizat-Nya. Mereka kagum dengan apa yang Dia katakan. Tetapi tetap ada ketidakpedulian umum kepada-Nya sebagai Mesias dan Anak Allah. Yohanes 7:25 mengatakan, “Beberapa orang Yerusalem berkata, 'Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?'” Jadi di sini kita baru pada awal Injil Yohanes, dan orang-orang sudah tahu bahwa para pemimpin mereka menginginkan Dia mati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 8:52, “Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut untuk selama-lamanya.” Anda pasti kerasukan setan. Inilah komentar konstan mereka tentang Yesus. Yohanes 8:59, “Lalu mereka mengambil batu untuk membunuh Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Arus pasang adalah gelombang kebencian. Dan ini dilanjutkan oleh para pemimpin Israel yang adalah penjaga gerbang dari sistem agama murtad dan memberatkan itu. Mereka menghasilkan, kata Yesus sendiri, anak-anak neraka sama seperti mereka sendiri. Mereka sangat efektif sehingga ketika Anda membaca Matius 27:23 -25, semua orang berteriak, "Salibkan Dia, biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, dalam Yohanes 5, 6 dan 7, oposisi terhadap Yesus sekarang menjadi temanya. Dari Yohanes 1 sampai Yohanes 4, itulah keilahian Kristus yang diperlihatkan oleh kemahatahuan-Nya, oleh kuasa mujizat-Nya, oleh otoritas-Nya yang dijalankan di Bait Suci dan bahkan oleh pernyataan Yohanes 1 tentang keilahian-Nya sebagai Pencipta. Keempat pasal pertama berfokus pada pribadi Kristus dan keilahian-Nya dan berfokus pada perkataan-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal dalam cerita ini dan mereka berhubungan dengan kepribadian Yesus, orang Yahudi, dan pria ini, dan tiga realitas yang menakjubkan. Belas kasihan Yesus yang luar biasa, penghinaan besar dari orang-orang Yahudi, dan kepuasan pria itu. Semua ini bersatu untuk memicu penganiayaan itu. Sekarang mari kita mulai dengan belas kasihan Yesus yang luar biasa, begitulah mulai cerita ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 86:15 menggambarkan Allah sebagai penuh belas kasihan. Kita membaca di Matius dan Markus, bahwa Yesus berkali-kali tergerak oleh belas kasihan. Semua pekerjaan-Nya dan semua perkataan-Nya berbelas kasihan. Allah pada dasarnya berbelas kasihan dan sama juga Yesus. Disini ada ilustrasi tentang belas kasihan Yesus kepada seorang pria yang tidak menerima belas kasihan. Yesus menunjukkan belas kasihan yang nyata. Jadi marilah kita baca ceritanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Yohanes 5:1</b>, “Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.” Ini adalah waktu yang tidak diketahui dan merupakan hari raya yang tidak terbatas. Tetapi kita tahu dalam Ulangan 16:16 bahwa ada tiga pesta setiap tahun yang harus dihadiri semua orang. Meskipun sistemnya murtad, itu tetap merupakan perintah untuk merayakan pesta-pesta yang berasal dari Firman Tuhan dan karena itu Yesus setia untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2-4</b>, “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di situ berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bethesda artinya rumah belas kasihan. Itu mungkin sejalan dengan gagasan bahwa ada takhayul tentang malaikat datang untuk mengaduk air dan itu memiliki khasiat penyembuhan. <b>Ayat 5-6</b>, “Di situ ada seorang yang sudah sakit selama tiga puluh delapan tahun. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekali lagi menunjukkan kemahatahuan-Nya yang adalah pernyataan keilahian-Nya. Nah, ada orang yang mengejek pertanyaan itu. Tentu saja dia ingin sembuh. Tetapi, itu adalah pertanyaan yang tepat untuk mendapatkan perhatian pria itu, Dia mengarahkan percakapan-Nya pada kebutuhannya. Jadi Yesus berbicara langsung tentang masalah ini seperti yang Dia lakukan dengan wanita di sumur ketika Dia berbicara tentang kehausan dan langsung menuju ke kehausan rohaninya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah masih ada harapan sisa di dalam diri Anda? Dan itu menunjukkan bahwa Yesus peduli. Seorang asing memulai percakapan baik padanya. Ingatlah bahwa pria ini karena penyakitnya lama sekali dianggap oleh para pemimpin Yahudi orang buangan karena mereka percaya bahwa ini adalah hukuman dari Allah karena dosanya. Tidak ada orang penting yang akan berbicara dengan pria ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7</b>, “Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Dia percaya takhayul itu. Dia tidak menyebut ada malaikat yang mengaduk air. Apapun takhayul itu, dia mempercayainya tetapi itu tidak membuat ada perbedaan dalam hidupnya. Orang ini tidak tahu siapakah Yesus itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8-9</b>, “Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.” Itu benar-benar momen yang menakjubkan yang berarti dia terbaring karena penyakit ini. Dan dia mulai merasakan kekuatan itu datang ke kaki dan lengannya yang tidak berguna. Dan saat dia mulai berdiri, dia memiliki tenaga dan kekuatan untuk berdiri.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus mengerti bahwa penyembuhan-penyembuhan Yesus terjadi secara lengkap dan langsung. Mereka tidak membutuhkan rehabilitasi, tidak ada perkembangan. Dia seperti pria muda dengan kekuatan penuh. Dia berdiri. Ini tidak mengenai iman. Dia tidak perlu percaya supaya ini terjadi. Dia bahkan tidak tahu siapa Yesus itu. <b>Ayat 9</b> melanjutkan, “Tetapi hari itu hari Sabat.” Itulah inti dari seluruh mujizat ini. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bisa saja melakukan hal ini keesokan harinya. Pria ini tidak menderita penyakit yang mematikan. Pria ini memiliki masalah kronis. Orang ini bisa saja disembuhkan tiga hari kemudian atau dua hari sebelumnya. Yesus memilih hari Sabat karena itulah inti dari apa yang terjadi di sini. Dia memilih hari Sabat dengan tujuan untuk memulai konfrontasi dengan para pemimpin Israel.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 10</b>, “Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu. Ini adalah hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tempat tidurmu.” Tentu saja Yesus tahu itu. Orang-orang Yahudi telah menyimpang dari hukum. Allah telah memberikan Hukum Sabat sejak awal dalam Keluaran 20 dan mengulanginya lagi dalam Keluaran dan Ulangan. Allah telah memberikan hari Sabat sebagai waktu istirahat, relaksasi, kenikmatan dan untuk berbuat baik.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang tidak boleh Anda lakukan adalah pekerjaan dan bisnis normal. Dalam Yeremia 17:21, “Jagalah dirimu sendiri dan jangan mengangkut barang-barang pada hari Sabat dan membawanya melalui pintu gerbang Yerusalem.” Tetapi mereka telah menambahkan ratusan perintah mengikat pada Hari Sabat. Dalam Matius 23, beban itu begitu berat karena mereka telah mengubah hari Sabat menjadi hari terburuk dalam minggu itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi ingin Dia mati karena apa yang Dia lakukan pada hari Sabat mereka. Hari Sabat adalah titik fokus dari sistem agama mereka yang murtad, yang benar-diri, dan yang legalistik. Yesus bahkan menyatakan bahwa Dia dapat melakukan apapun yang Dia inginkan pada hari Sabat. Dengarkanlah Markus 2:27-28, “Hari Sabat diadakan untuk manusia,” kata Yesus, “dan bukan manusia untuk hari Sabat. 28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Yesus sengaja mengadakan konfrontasi Sabat dengan para pemimpin. Dan itu menuntun kita untuk memikirkan betapa seriusnya mereka melihat pelanggaran ini dan bagaimana Yesus sama sekali tidak memperhatikan tradisi mereka. Dia menolak untuk mematuhi peraturan Sabat buatan manusia yang legalistik dari tradisi orang rabi, hanya hukum Allah itu penting. Matius menulis tentang itu dan Markus, Lukas dan Yohanes, seperti yang kita lihat di sini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu bahwa mereka telah menggantikan Hukum Allah dengan tradisi manusia. Dia tahu hari Sabat adalah sarana untuk memuliakan dan menghormati Allah. Itu adalah hadiah bagi umat manusia. Orang Yahudi telah mengubahnya menjadi beban dan cara di mana mereka dapat menunjukkan kebenaran palsu mereka. Jadi Dia menyerang mereka di inti sistem mereka dan Dia melakukannya dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang lumpuh pada hari Sabat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11-12</b>, “Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuh-kan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah. 12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Mereka tidak peduli apakah pria itu sudah sembuh dan bisa berjalan. Mereka jelek dan tidak peduli. Mereka tidak merasa apa-apa selain penghinaan terhadap pria itu, karena mereka percaya bahwa dia dalam kondisi itu karena Allah telah menghukumnya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13-14</b>, “Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.” Pria ini diintimidasi. Dan itulah yang membawa kita pada bagian ketiga yang paling penting dari cerita ini, kepuasan pria itu. 14 Kemudian Yesus menemukan dia di Bait Allah, dan berkata kepadanya, “Lihatlah, engkau telah sembuh. Jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menemukan pria itu dalam kerumunan orang banyak yang besar di Bait Suci. Dia menemukan pria itu yang sekarang dapat berjalan dan pasti lagi berbicara dengan semua orang yang menemukan dia tentang apa yang telah terjadi padanya. Orang itu tidak tahu siapakah yang melakukan ini, dan dari mana asalnya kekuatan itu. Apakah implikasinya? Bahwa penyakitnya yang dia menderita selama 38 tahun itu ada hubungannya dengan dosa? Tidak, dalam Yohanes 9 Yesus berkata, kadang-kadang Anda sakit tetapi itu bukan hukuman dosa langsung.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi dalam kasus orang ini, penyakitnya berhubungan dengan dosanya. Dan peringatan serius Yesus kepada pria itu adalah, "Kamu telah sembuh, sekarang kamu harus pergi ke arah yang berbeda, menjauhkan diri dari dosa yang telah menandai hidupmu." Dan Yesus berkata, “Tiga puluh delapan tahun penyakit itu adalah akibat dari dosa, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan murka Allah. Anda telah disembuhkan. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15-16</b>, “Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.” Ya, itu adalah kisah mujizat yang sangat menyedihkan. Bukan cerita tentang seorang pria yang disembuhkan dan kemudian menjadi orang percaya. Tetapi ini tentang orang yang disembuhkan dan yang tetap menjadi penolak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hampir semua orang yang Yesus sembuhkan menolak Dia karena Dia menyembuhkan banyak sekali orang dan hanya ada sedikit orang percaya pada akhirnya. Itu adalah kekuatan agama palsu. Tuhan kita di sini menghadapi legalisme Yahudi pada intinya, yaitu hari Sabat. Dia menantang tradisi dengan otoritas-Nya sebagai Tuhan hari Sabat, sebagai Allah. Dia menyembuhkan seorang pria. Dan Dia mengingatkan dia tentang hidup dalam dosa.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengasihi Kristus? Apakah Anda menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda? Atau apakah Anda menjadi tawanan agama dimana kesetiaan Anda dipimpin oleh guru-guru palsu yang berbohong dan membuat Anda menjadi tawanan penipuan mereka? Hanya ada satu harapan keselamatan dan itu ada di dalam Yesus Kristus. Waspadalah terhadap agama palsu apapun karena kekuatan dan tipuannya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Oct 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201025</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000142</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Putra Bangsawan Disembuhkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000141"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+4:46-54" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 4:46-54</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diberi hak istimewa untuk mendengar suara Allah melalui Firman-Nya. Kita mengakhiri Yohanes 4:46 - 54. Inilah cerita tentang penyembuhan ajaib. Itu dirancang agar sejalan dengan tujuan Yohanes, untuk mendemonstrasikan keilahian Tuhan Yesus Kristus melalui kuasa supernatural-Nya. Tetapi ini juga cerita tentang kepercayaan. Inilah cerita yang terutama tentang artinya kepercayaan sejati itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius, Markus, Lukas dan Yohanes penuh dengan cerita mujizat. Pelayanan Yesus dimulai di bagian selatan, di mana Dia melakukan banyak mujizat di Yudea. Jadi di sekitar Pelewatan, di daerah sekitar Yerusalem, Yesus juga melakukan banyak mujizat. Dan orang-orang Galilea ada di sana sebagaimana mereka selalu berada di acara besar di tahun kalender Israel, dan karena itu mereka melihat banyak mujizat Yesus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ada di Galilea, ayat 45 mengatakan, mereka menerima-Nya dengan cara yang sama seperti orang-orang Yerusalem menerima-Nya. Dikatakan dalam Yohanes 2:23, mereka percaya kepada-Nya sebagai pembuat mukjizat. Tetapi ingatlah di Yohanes 2:24-25 dikatakan, “Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. Mereka semua percaya bahwa Dia hanyalah pembuat mukjizat.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak mungkin menyangkal hal itu. Mujizat-mujizat itu terlalu lengkap, dan ilahi, dan terlalu banyak untuk mereka mempertanyakannya. Yesus datang dan pada dasarnya mengusir penyakit dari Palestina selama masa pelayanan-Nya. Catatannya ada di dalam ke empat Injil, untuk dibaca siapa saja. Ada terlalu banyak saksi mata, terlalu banyak tempat, dan terlalu banyak kejadian unik dan berbeda.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ada banyak catatan tentang mujizat-mujizat Yesus di dalam Injil, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang bisa ditulis dengan semua detail-detailnya yang dapat memenuhi dunia dengan buku-buku. Inilah salah satu dari banyak mujizat yang telah dilakukan Yesus. Ini sesuai dengan tujuan Yohanes karena itu adalah mujizat tentang kepercayaan. Kata Yesus di ayat 48, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak akan percaya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Yohanes itu bertentangan dengan latar belakang Yudaisme yang adalah agama yang sama seperti setiap agama lain di dunia yang percaya Anda bisa masuk surga melalui sesuatu yang Anda lakukan. Memang iman adalah sebagian darinya, tetapi tidak semuanya. Ini berhubungan dengan upacara, ritual dan rutinitas dan perilaku moralitas, ketaatan, kebaikan dan perbuatan baik. Dan kumpulan hasil dari kebaikan itu adalah yang mengizinkan Anda masuk surga menurut mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran bertentangan dengan semua itu. Hanya ada dua jenis agama yang ada. Yang pertama adalah agama pencapaian manusia, dan yang lainnya adalah agama iman, dan hanya itulah Injil yang benar. Segala sesuatu yang lain adalah campuran dari kepercayaan ditambah dengan melakukan sesuatu dan agama macam itu mengisi neraka. Satu-satunya agama yang benar berhubungan dengan iman dan iman saja, sebab oleh anugerah Anda diselamatkan melalui iman di dalam Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda menjadi anak Allah? Dengan menerima Kristus. Apakah artinya itu? “Bagi mereka yang percaya pada nama-Nya.” Apa maksudmu nama-Nya? Semua yang adalah Dia, semua yang benar tentang Dia. Kata Allah, “Nama-Ku AKU ADALAH AKU.” Dan ketika Anda percaya dalam nama Yesus Kristus, itu berarti Anda percaya pada segala sesuatu yang adalah Dia dan apa yang Dia lakukan. Anda percaya sepenuhnya pada seluruh Injil.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 8:24, “Karena itu Aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosa-dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosa-dosamu.” Yohanes 10:24-25, “Maka orang-orang Yahudi berkata kepada-Nya, berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Kristus, katakanlah itu terus terang kepada kami. 25 Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya. Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihatlah sebentar Ibrani 11, pasal iman. Sangat populer sekarang untuk mengatakan saya orang percaya, saya orang yang beriman. Terkadang orang berkata, "Saya sangat spiritual", artinya mereka percaya pada hal-hal tertentu. Dan ketika kita berbicara tentang percaya sesuatu, kita dapat berbicara dalam jenis gagasan yang dirancang sendiri secara intuitif. Tetapi itu bukanlah caranya Alkitab menjelaskan iman yang menyelamatkan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 11:1 mengatakan, "Nah iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat.” Jadi kita langsung tahu bahwa iman itu melibatkan sesuatu yang kita tidak miliki dan iman melibatkan sesuatu yang tidak dapat kita lihat. Jika Anda mengambil itu saja, bisa saja Anda disesatkan karena ada banyak hal dalam hidup ini yang kita yakin, hal-hal yang kita tidak dapat lihat, hal-hal yang kita harapkan, hal-hal yang kita tidak yakini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak membicarakan iman seperti itu. Kita tidak membicarakan jenis iman manusia berdasarkan pengalaman berulang kali. Kita membicarakan sesuatu yang belum pernah Anda alami. Anda meletakkan tujuan kekal Anda di dalam tangan Tuhan Yesus Kristus dan Anda belum pernah melakukan itu sebelumnya. Mengapa? Karena itulah satu-satunya cara untuk masuk ke surga</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak tahu apa-apa tentang surga selain dari apa yang diungkapkan dalam Kitab Suci. Orang-orang tidak pergi ke surga dan kembali. Anda mengambil langkah yang merupakan langkah yang paling serius yang pernah Anda ambil dalam hidup Anda dan itu benar-benar hidup Anda sekarang dan selamanya dan Anda tidak ada pengalaman. Anda perlu tahu bahwa itu tidak akan salah. Dan itulah yang dikatakan di ayat 1, iman adalah jaminan, iman adalah keyakinan itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksud Anda dengan jaminan? Itu membicarakan sebuah fondasi. Itu tidak bergantung pada keinginan. Itu objektif. Jadi kita percaya kepada sesuatu yang benar-benar kokoh dan itulah Firman Allah. Kita percaya janji-janji Allah. Kita percaya pada perintah Allah. Kita percaya kebenaran Allah yang telah diungkapkan di Kitab Suci. Jadi ini bukan jaminan subjektif. Itu adalah kebenaran dari Firman Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang perlu kita ketahui diungkapkan di halaman-halaman Firman Allah yang hidup. Jadi itu adalah jaminan yang kuat yang kita yakini, dan itu menuntun kita pada kata kedua, keyakinan. Keyakinan berjalan seiring dengan jaminan. Itu berarti sesuatu yang kita pegang dengan komitmen mutlak. Itu adalah keyakinan yang mendominasi dan yang menggerakkan hidup kita dan menginformasikan harapan kita.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Injil datang, Yesus mengucapkannya, para Rasul mengucapkannya, dan itu dibuktikan dan ditegaskan melalui mujizat. Yesus bukanlah satu-satunya yang melakukan mujizat. Dia mendelegasikan kuasa itu kepada para Rasul yang dapat menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Bagaimana Anda dapat lolos dari penghakiman Allah jika Anda mengabaikan keselamatan seperti itu yang dikonfirmasi melalui tanda-tanda dan mujizat-mujizat?</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali ke Yohanes 4 dan merenungkan ketidakpercayaan ini berhubungan dengan bangsa Israel: Yehuda, Yudea dan Galilea. Mereka memiliki Perjanjian Lama, jadi mereka memiliki wahyu tentang Allah yang membicarakan Mesias yang akan datang. Mereka juga telah lihat penggenapan wahyu itu. Kata Yohanes Pembaptis, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Semua nubuatan Perjanjian Lama telah digenapi dalam Yesus Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka ada Perjanjian Lama dan mereka melihat penyelesaian dalam Perjanjian Baru tentang Kristus. Selain dari itu, mereka memiliki semua mujizat yang membuktikan keilahian-Nya. Itulah wahyu lengkap. Yesus bertemu dengan beberapa murid Yohanes Pembaptis setelah dia berkata, “Itulah Anak Domba Allah, ikutilah Dia,” sampai mereka ikut. Yesus tidak pernah melakukan mujizat untuk mereka, namun mereka percaya kepada-Nya sebagai Mesias mereka.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Mereka punya pengetahuan tentang Perjanjian Lama. Yang mereka tunggukan hanyalah pemenuhannya. Dan ketika Mesias datang, mereka percaya kepada-Nya. Kemudian kita bertemu wanita itu di sumur dari desa Sikhar, dan semua orang Samaria itu. Tidak ada mujizat, mereka ada ide tentang Mesias. Tetapi Yesus memberi mereka lebih banyak informasi. Dia berada bersama mereka dua hari untuk menjelaskan lebih banyak tentang Perjanjian Lama, dan mereka percaya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang, Dia menunjukkan pengetahuan ilahi, tetapi tidak ada mujizat. Sudah cukup bagi murid-murid pertama untuk melihat bahwa Yesus adalah penggenapan Perjanjian Lama. Cukup bagi orang Samaria untuk mendapatkan pemahaman penuh tentang Perjanjian Lama dan kemudian melihat bahwa Yesus adalah penggenapan Perjanjian Lama dan mereka ditebus, karena mereka adalah orang percaya. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengenai sisa seluruh Israel, mereka sesuai dengan ayat 48, "Jika kamu tidak melihat tanda-tanda dan mujizat, kamu tidak akan percaya." Meskipun jelas bahwa Yesus adalah satu-satunya yang dapat memenuhi Perjanjian Lama secara rinci, Anda malah menuntut lebih banyak tanda dan mujizat. Itu adalah jenis ketidakpercayaan yang paling dalam. Dan ketika ketidakpercayaan itu menolak terang, kegelapan itu semakin mendalam. Itulah keadaan Israel.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam Yohanes 4:46-54, kita diberi ilustrasi yang luar biasa. Ada seseorang yang benar-benar diselamatkan. Pada akhir pelayanan Yesus di Yudea, ada kira-kira 120 orang yang berkumpul di Ruang Atas. Pada akhir pelayanan Yesus di Galilea, menurut 1 Korintus 15:6, ada lima ratus orang. Itulah semua orang percaya dibanding ratusan ribu orang yang hidup di tanah Israel dan Yesus melintasi setiap bagian dari negeri itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat <b>ayat 46</b>, “Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea dimana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana yang putranya sedang sakit.” Ini adalah seseorang yang adalah pejabat raja Herodes dari Galilea dan Perea. Dia adalah raja bawahan yang membunuh Yohanes Pembaptis setelah dia mencelanya karena menikahi istri saudaranya dan terlibat dalam perbuatan sumbang.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bangsawan ini percaya bahwa Yesus adalah pembuat mujizat. Kapernaum adalah markas pelayanan mujizat Yesus di Galilea sehingga dalam Matius 11:24, Yesus berkata tentang kota itu bahwa jika Sodom telah melihat apa yang dilihat Kapernaum, kota itu akan tetap ada. <b>Ayat 47</b>, “Ketika dia mendengar bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan putranya, sebab anaknya itu hampir mati.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi apakah yang menggerakkan seseorang dari semacam pandangan yang tidak benar tentang Yesus sebagai pembuat mujizat, sehingga pada waktu putus asa menjadi lebih dekat dengan realitas siapakah Dia. Dan hal itu masih berlaku sekarang ini. Yesus berkata dalam Matius 9:12, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Keputusasaan itulah yang mendorong orang.” Kata bangsawan itu kepada-Nya di <b>ayat 49</b>, 'Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.' ”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bisa menyebutnya semacam iman yang takut. Dia seperti orang yang berkata dalam Markus 9:24, “Tuhan, saya percaya, tolong ketidakpercayaan saya.” Itulah iman yang tidak lengkap. Dia percaya bahwa Yesus adalah pembuat mujizat karena buktinya banyak. Dan memang kata Yesus dalam <b>ayat 48</b>, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak akan percaya.” Anda yakin saya adalah pembuat mujizat. Tapi itu tidak cukup.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus menerima iman lemah itu karena Dia melakukan mujizat untuk membawa orang ke langkah awal itu. Seseorang mungkin menyarankan, "Mengapa Yesus menerima jenis iman yang dangkal itu?" Karena semua iman harus dimulai dari suatu tempat, benar? Menurut Anda mengapa Dia melakukan mujizat? Supaya orang-orang dapat menerima bahwa Dia adalah pembuat mujizat dan kemudian naik dari sana ke langkah-langkah berikutnya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus kemudian menanggapi permohonan pria itu. <b>Ayat 50</b>, “Kata Yesus kepadanya, “Pergilah; anakmu hidup.” Orang itu percaya perkataan yang diucapkan Yesus kepadanya, lalu pergi.” Sekarang dia percaya pada perkataan-Nya. Seringkali di dalam Injil Yohanes Anda akan mendengar, "Percayalah Aku untuk pekerjaan-Ku, percayalah Aku untuk perkataan-Ku." Yesus adalah pemberi kebenaran. Semua yang Dia katakan menunjukkan keilahian-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tidak pernah seorang pun berbicara seperti orang ini,” kata mereka tentang Yesus. Jadi bangsawan ini pindah dari kepercayaan pada kuasa Yesus kepada kepercayaan pada kebenaran Yesus, dalam perkataan Yesus, kepercayaan kepada apa yang Dia katakan. Ini penting sekali, Anda harus melampaui pekerjaan-Nya sampai kepada perkataan-Nya, benar? Karena kata-kata itu memiliki kuasa penyelamatan dan pria itu percaya kata-kata yang diucapkan Yesus kepadanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 51-53</b>, “Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi imannya telah naik ke tingkat yang lebih tinggi. Dan bukan hanya itu, dia sendiri percaya dan seluruh isi rumahnya. Nah, Anda pernah mendengar bahasa alkitabiah itu sebelumnya, benar? Ingatlah kepala penjara di Filipi, dia percaya dan seluruh rumahnya. Jadi Anda melihat sebuah desa yang diselamatkan di awal Yohanes 4. Sekarang Anda melihat sebuah rumah tangga yang telah diselamatkan. Itu berarti anak-anak, istri, mertua, dan bahkan para pembantu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini untuk mengingatkan kita akan ayat 42 bahwa Dia adalah Juruselamat dunia. Bukan saja negara-negara yang berbeda, seperti bangsa Yahudi dan Samaria yang menggambarkan orang non-Yahudi, tetapi juga pangkat yang berbeda-beda. Dia menyelamatkan beberapa nelayan di Yohanes 1. Dia menyelamatkan seorang wanita tidak bermoral yang keturunan blasteran di Yohanes 4. Akhirnya dia menyelamatkan seorang Farisi Yahudi tingkat tinggi bernama Nikodemus, dan di sini Dia menyelamatkan rumah tangga beberapa orang Herodian Yunani.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita bicarakan ketika kita berkata, “Taruhlah imanmu di dalam Kristus. Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan Anda akan diselamatkan.” Percayalah bahwa pekerjaan-Nya adalah pekerjaan Allah. Percayalah bahwa perkataan-Nya adalah perkataan Allah. Ketika Dia berbicara, Allah berbicara. Dan itulah tujuan Yohanes, “Semua ini tertulis supaya Anda percaya bahwa Yesuslah Kristus, dan supaya Anda oleh imanmu dapat memperoleh hidup dalam nama-Nya.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di mana Anda berada tentang semua ini? Sangat sulit untuk menyangkal bahwa Yesus adalah pembuat mukjizat karena itu bertentangan dengan sejarah. Anda tidak dapat menyangkal bahwa perkataan-Nya adalah ilahi dan supranatural. Tidak ada orang yang pernah mendengar orang berbicara seperti Yesus berbicara. Itu adalah salah satu hal yang Anda temukan ketika Anda mempelajari Injil dan Anda mempelajari kata-kata Yesus. Mereka benar-benar transenden dan ilahi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201018</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000141</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketidakpercayaan di Galilea]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000140"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+4:43-45" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 4:43-45</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Yohanes 4 di mana kita akan berbicara tentang ketidakpercayaan dan iman. Ini adalah topik penting dalam Injil Yohanes. Kita belajar di Yohanes 3 bahwa keselamatan itu pekerjaan Allah. Anda lahir dari atas. Kata Tuhan kita kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan kembali." Anda tidak berbuat apa-apa dalam kelahiran manusia Anda dan Anda tidak dapat berbuat apa-apa dalam kelahiran rohani Anda, itu adalah pekerjaan Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi ada juga sisi manusia dari keselamatan. Pekerjaan Allah itu terjadi melalui iman orang berdosa. Jadi, sementara Injil Yohanes menekankan pekerjaan kedaulatan ilahi Allah dalam keselamatan, Injil juga dengan tepat menekankan perlunya ada iman dan kepercayaan orang berdosa. Dapat dikatakan bahwa Yohanes mengutamakan kepercayaan. Jadi gagasan tentang iman dan kepercayaan disebarkan ke seluruh Injil ini.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang mengenal tujuan Injil dalam Yohanes 20:31, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Jadi Injil Yohanes adalah Injil kepercayaan. Ada banyak bukti untuk percaya kepada Kristus, melalui pekerjaan-Nya, melalui perkataan-Nya, tanda-tanda-Nya dan dengan mujizat-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan hanya mengenai tema Injil Yohanes, tetapi ini adalah inti dari iman Kristen. Semua agama palsu, apakah mereka non-Kristen atau kuasi-Kristen, menawarkan keselamatan melalui beberapa pekerjaan, beberapa perilaku manusia, beberapa upacara keagamaan, dan beberapa pencapaian moral. Rencana Setan adalah untuk meyakinkan orang bahwa mereka dapat lolos dari penghakiman, dan hidup untuk selamanya di surga melalui sesuatu yang mereka lakukan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Abraham percaya Allah dan itu diperhitungkan baginya sebagai kebenaran.” Dan kemudian sejak Kristus datang, itu melalui iman kepada Allah yang dinyatakan di dalam Kristus. Inilah pesan Kristen. Dan pesan itu diulangi di seluruh Perjanjian Baru. Tidak ada keselamatan dalam nama lain. "Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup," kata Yesus di Yohanes 14:6, "tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 12:44, Yesus berseru dan berkata, "Barangsiapa percaya kepada-Ku ia bukan percaya kepada-Ku saja, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku." Kata Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Dan dalam Yohanes 14:12 dikatakan, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu." Itu berarti bahwa kita akan diberi kuasa untuk pelayanan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil Yohanes mengungkapkan bahwa semua aspek keselamatan terhubung dengan kepercayaan. Misalnya, Yohanes 1:12 mengatakan, "Semua orang yang menerima Dia," maksudnya Tuhan Yesus Kristus, "diberi-Nya hak untuk menjadi <b>anak-anak Allah</b>, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Dan itu diulangi dalam Yohanes 12:36, “Percayalah pada terang, artinya Kristus, supaya Anda bisa menjadi anak-anak terang.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, orang berdosa <b>mendapat hidup kekal</b>. Pesan itu lazim bagi kita semua dalam Yohanes 3:16. Di ayat 36 itu diulangi lagi, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada padanya.” Kata Yesus dalam Yohanes 6:40, "Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, orang berdosa <b>lolos dari penghakiman ilahi</b>. Roma 2:3, “Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?” Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari maut ke dalam hidup.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau mereka percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, orang-orang berdosa <b>ikut serta dalam</b> <b>kebangkitan</b>. Yohanes 5:28-29 mengatakan, “saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Ketika Yesus datang ke kuburan Lazarus, Dia berkata dalam Yohanes 11:25, "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku akan hidup walaupun dia sudah mati.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus kita juga <b>memiliki Roh Kudus</b>. Dalam Yohanes 7:38-39, Tuhan kita berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku seperti yang dikatakan Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir sungai-sungai air yang hidup. 39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya.” Roh Kudus tinggal di dalam hati Anda untuk mulai pembaruan proses pengudusan dan pemuliaan itu di dalam orang-orang yang percaya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 3:19 mengatakan, “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih suka kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Tetapi kata Yohanes 8:12, “barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Dan Yohanes 12:46 mengatakan, “Setiap orang yang percaya kepada-Ku <b>tidak akan</b> <b>tinggal di dalam kegelapan</b>.” Jadi orang berdosa yang percaya dibebaskan dari kegelapan rohani. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apakah buktinya yang menyebabkan kita percaya kepada-Nya? Nah, keempat Injil ditulis untuk mengumpulkan bukti-bukti itu dan menunjukkan bahwa Yesus adalah Kristus, Mesias, Anak Allah supaya Anda bisa percaya dan memiliki hidup dalam nama-Nya. Catatan Injil tentang perkataan-Nya dan pekerjaan-Nya menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Tanda-tanda dan mukjizatnya adalah bukti yang cukup banyak.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Yohanes 5:37-40, “Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya dan tidak pernah lihat rupa-Nya, 38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. 39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, 40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah universal adalah ketidakpercayaan. Inti dari penginjilan bukanlah untuk melakukan semacam pelajaran atas keinginan orang berdosa, tetapi untuk mengungkapkan realitas siapakah Kristus itu. Pertanyaannya bukan apakah Anda ingin seseorang, siapa pun juga dia, untuk memperbaiki Anda? Tetapi itulah caranya penginjilan kontemporer berfungsi. Yang dipentingkan adalah apa yang Anda inginkan dan apa yang Anda rasakan dan apa yang tidak Anda rasakan dan apa yang tidak Anda miliki.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada ilustrasi penginjilan seperti itu di manapun dalam Alkitab. Itu sangat jauh dari makna Injil itu sebenarnya dan itu sangat jauh dari arti penginjilan itu. Caranya kita harus menginjili adalah ini. Anda sedang menuju ke neraka abadi. Mengapa? Karena Anda adalah orang berdosa. Apakah semua orang berdosa masuk ke neraka kekal? Tidak, hanya mereka yang tidak diampuni. Bagaimana saya bisa diampuni? Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda perlu mengaku dengan mulut Anda bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya di dalam hati Anda kisah lengkap tentang Kristus itu yang pada akhirnya disahkan oleh kebangkitan. Dan jika Anda percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anda akan diselamatkan untuk selamanya, dari dosa-dosa Anda dan semua konsekuensinya. Ini bukan tentang, "Bukankah kamu ingin ada tujuan dan kebahagiaan? Bukankah kamu ingin merasa damai? ” Itu tidak akan menolong jika mereka tidak percaya Kristus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tujuan penginjilan adalah untuk memperkenalkan Kristus. Itulah mengapa ada empat Injil dan bukan empat buku psikologi. Sekarang ada beberapa tingkat ketidakpercayaan. Ada ketidakpercayaan yang hanya membutuhkan pemenuhan. Jenis <b>ketidakpercayaan pertama bersifat antisipatif</b>, yaitu penuh pengharapan dan hanya menunggu kedatangan sesuatu. Itulah jenis iman yang dimiliki Zakharia dan Elisabet, mereka menunggu kedatangan Mesias.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah juga Hana dan Simeon di Bait Allah. Mereka menunggu kedatangan Mesias dan pada suatu hari Yusuf dan Maria muncul dan Mesias itu ada di sana dan yang mereka butuhkan hanyalah melihat siapakah Dia. Itu adalah murid mula-mula seperti Petrus dan Andreas dalam Yohanes 1, benar? Mereka bertemu dengan Yesus dan berkata, "Kami telah menemukan Mesias." Dan Yohanes Pembaptis berkata kepada kedua muridnya, "Lihatlah Anak Domba Allah, ikutilah Dia." Dan mereka langsung ikut Yesus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Yohanes 4 kita bertemu dengan jenis ketidakpercayaan yang <b>kedua</b>. Ketidakpercayaan yang membutuhkan <b>lebih banyak informasi</b> dan itu akan diilustrasikan oleh wanita Samaria dan orang-orang di desa Sikhar. Mereka menerima Pentatuk dan mereka memiliki beberapa teologi Mesianik yang disampaikan dari generasi ke generasi. Dan wanita di sumur berkata, “Kami tahu bahwa apabila Mesias itu datang, Dia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka menghubungkan Mesias dengan pengetahuan, bahwa Mesias itu akan datang dan Dia memiliki pengetahuan lengkap tentang segalanya. Yesus berbicara dengan wanita itu. Bagaimana Dia menunjukkan kepadanya bahwa Dia adalah Mesias? Karena Dia tahu segalanya tentang dia. Jadi perempuan itu pergi ke desa dan berkata, “Lihatlah, saya baru saja bertemu dengan seorang laki-laki yang menceritakan semuanya tentang aku, segala sesuatu yang Dia tidak mungkin tahu. Apakah ini sang Mesias?”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan seluruh desa datang dan bertobat. Itulah panen yang dibicarakan Yesus. Dan inilah kesenangan-Nya. Kata Dia, “Aku hanya ingin melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan yang Dia berikan pada-Ku, pekerjaan penyelamatan.” Inilah satu-satunya saat dalam keempat Injil dimana seluruh desa bertobat dan menjadi percaya kepada Kristus dan mereka bahkan bukan orang Yahudi. Yang mereka butuhkan hanyalah lebih banyak kebenaran.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada jenis ketidakpercayaan <b>ketiga</b> dan itu adalah jenis <b>ketidakpercayaan yang</b> <b>paling dalam</b>. Ini semacam ketidakpercayaan yang begitu mendalam sehingga tidak ada keyakinan sama sekali pada Mesias, atau bahkan gagasan tentang Mesias. Inilah yang dihadapi Tuhan kita dalam teks Yohanes 4:48, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak akan percaya.” Inilah orang-orang yang memerlukan sesuatu yang melebihi Kitab Suci. Mereka butuh bukti.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus dengan anugerah bertemu dengan orang-orang di manapun mereka berada. Yohanes 10:37-38, “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Mengapa Yesus menyembuhkan dan mengusir setan dan membangkitkan orang mati? Dia ingin mencapai tingkat ketidakpercayaan bandel yang paling rendah itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya bahwa Dia adalah seorang guru dari Allah. Tidak lebih, tidak kurang. Tetapi ketidakpercayaan mereka begitu mendalam di Galilea dan di Yudea sehingga mereka menuntut tanda-tanda dan keajaiban. Dan Yesus memberikan itu kepada mereka. Apakah mereka terpengaruh? Ada beberapa yang menjadi percaya kepada Kristus. Apakah mereka meyakinkan seluruh bangsa? Tidak, mereka menghubungkan mukjizat-Nya dengan Setan. Mereka ingin mengeksekusi Dia dan mereka berhasil.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus datang ke Galilea, kita sekarang harus merenungkan masalah ketidakpercayaan ini. <b>Yohanes 4:43 -45</b>, “Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun pergi ke pesta itu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah komentar Yohanes di ayat 44, “Sebab Yesus sendiri telah bersaksi bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.” Mengapa Yohanes menempatkan ayat itu disitu? Dan lebih spesifik lagi, lihatlah frasa, "Negerinya sendiri?" Nah itu tidak berarti bahwa tidak ada orang yang bertobat di Galilea karena ada beberapa yang bertobat. Dalam 1 Korintus 15:6 setelah kebangkitan-Nya, ketika Ia pergi ke Galilea ada lima ratus orang percaya berkumpul disitu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus <b>bernubuat</b>. Dia tidak diterima di kota-Nya sendiri dan meskipun ada beberapa orang percaya, sebagian besar dari mereka menolak-Nya. Dan ini terjadi walaupun banyak mukjizat dilakukan Yesus setiap hari. Nah Yohanes hanya memberikan kita dua mujizat dalam enam belas bulan di Galilea. Yohanes memberi kita yang satu ini tentang anak bangsawan itu dan memberi makan kepada lima ribu laki-laki ditambah isteri dan anak-anak dalam Yohanes 6.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes sangat selektif. Tetapi ada banyak mujizat lain yang kita baca dalam Matius, Markus dan Lukas yang juga mencatat pelayanan-Nya di Galilea. Ada mujizat hari demi hari dan pada dasarnya mereka tidak percaya. Itulah mengapa kita membaca dalam Matius 11:20-21, “Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: 21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus pergi ke Galilea dan Dia tidak dihormati, dihargai atau dipercaya. Tetapi sambutan awal cukup baik, ayat 45, “Setelah Dia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.” Semua orang pergi ke Yerusalem dan di sanalah mereka melihat mujizat-mujizat itu. Ternyata hal itu iman yang benar dangkal.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sekali-kali ada cerita seperti penyembuhan putra bangsawan itu. Kisah itu ada di ayat 46 - 54. Dan yang penting dalam cerita itu adalah ayat 50, “orang itu percaya perkataan yang dikatakan Yesus kepada-Nya.”. Ayat 53, "Diapun percaya dan seluruh keluarganya." Di tengah-tengah ketidakpercayaan itu ada kisah seorang laki-laki beserta keluarga dan seisi rumahnya yang percaya. Satu-satunya cara mereka dapat diampuni adalah dengan percaya kepada-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah Para Rasul 16, kepala penjara di Filipi hendak membunuh diri karena dia menyangka orang hukuman itu telah melarikan diri karena gempa bumi itu dan dia mendengar dari Paulus dan Silas, "Jangan celakakan dirimu, sebab semuanya ada di sini.” Dia memanggil lampu, berlari masuk, dan tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas dan dia mengajukan pertanyaan yang tepat, "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau serta seisi rumahmu akan selamat.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana seseorang diselamatkan? Dengan percaya kepada Tuhan Yesus, kepada pribadi-Nya, kepada pekerjaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, semua yang ditegaskan Injil tentang Dia adalah benar. Dan mereka menyampaikan firman tentang Tuhan kepada kepala penjara itu bersama semua orang yang ada di rumahnya. Mereka mengambilnya pada jam itu juga, mencuci luka mereka, dan segera dia dibaptis, dia dan seluruh keluarganya. Marilah kita berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Oct 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201011</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000140</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Samaria Diselamatkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000012F"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+4:27-42" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">John 4:27-42</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita membaca tentang pernyataan yang dibuat oleh sekelompok orang yang paling mengherankan dari sebuah desa di Samaria bernama Sikhar. Mereka membuat pernyataan yang paling besar dari semua pernyataan bahwa Juruselamat dunia telah datang dan Dia adalah Yesus Kristus. Ini adalah waktu yang luar biasa dalam sejarah penebusan, dan mereka adalah kelompok pendosa yang paling tidak disangka. Mereka terasing dari Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka terlepas dari wahyu ilahi dan pekerjaan Allah melalui umat-Nya Israel. Jadi mengapa sekelompok penduduk desa Samaria ini, menjadi alat yang dipilih Allah untuk menyatakan bahwa Yesus ini adalah Juruselamat dunia? Ini bukan imam besar Yudaisme, bukan imam kepala, bukan imam, bukan orang Saduki, orang Farisi, ahli Taurat atau rabi dan bukan Sanhedrin Yahudi. Ini disebut providensi atau kuasa pemeliharaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, kisah Yohanes membawa kita ke akhir kejadian di mana seluruh desa menyatakan Yesus adalah Juruselamat dunia. Keselamatan datang melalui orang Yahudi. Yesus mengatakan itu di ayat 22 kepada wanita di sumur. Ini berarti kebenaran tentang keselamatan datang melalui Alkitab dan seluruh Perjanjian Lama. Orang-orang Yahudi adalah penjaga wahyu ilahi dalam Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, mereka tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi akhir; mereka dimaksudkan sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Mereka seharusnya menjadi bangsa misionaris. Mereka harus mengambil kebenaran dari Allah dan mereka harus memproklamasikan Dia sampai ke ujung bumi. Dan ketika Mesias datang, Dialah menjadi Juruselamat seluruh dunia. Mereka seharusnya memeluk itu karena itulah yang dikatakan Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 49:5-6 mengatakan, "Maka sekarang firman Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi Hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dapat dikumpulkan kepada-Nya, 6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa non-Yahudi supaya keselamatan-Ku dapat mencapai ujung bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pernyataan itu bahwa Juruselamat akan menyelamatkan orang-orang dari seluruh dunia. Anda dapat memberikan penekanan pada ini: keselamatan disediakan untuk setiap bahasa, suku, bangsa dan orang. Dia akan menebus orang dari setiap bagian dunia. Dia adalah pendamaian bagi dosa seluruh dunia. Jadi, inilah penekanan pada fakta bahwa Yesus akan menyelamatkan orang-orang dari seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, hanya Injil Yesus Kristus menyelamatkan. Dalam lingkungan politik di Amerika, kita harus memberikan rasa hormat yang sama kepada setiap agama. Kita perlu menghormati setiap orang. Kita perlu mengasihi setiap orang yang terlibat dalam setiap agama, tetapi semua agama lain adalah agama setan. Hanya ada satu jalan keselamatan, dan itu adalah oleh anugerah melalui iman saja kepada Kristus saja, terlepas dari perbuatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kembalilah ke akhir cerita ini. Yesus telah meninggalkan Betania, dan berjalan tiga puluh empat kilometer ke sumur Yakub di daerah Samaria dekat desa Sikhar. Dia duduk dekat sumur, sementara murid-murid-Nya pergi ke desa untuk mencari makanan, yang menunjukkan bahwa mereka senang pergi ke desa, dan berinteraksi dengan orang-orang, membeli dan makan makanan mereka. Yesus tidak mengikuti aturan buatan Yahudi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tiba di sumur dan Dia duduk di sana sendirian. Wanita ini datang pada siang hari. Wanita lain tidak pergi ke sumur pada siang hari; itu terlalu panas. Mungkin karena dia ingin menghindari perempuan lain karena dia dianggap wanita bejat. Dia telah menikahi lima suami. Dan sekarang dia tinggal bersama seorang pria yang bukan suaminya. Dalam masyarakat itu dia pada dasarnya dianggap sebagai pelacur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan waktu dia menyendiri, dia bertemu dengan Yesus dan mereka sendirian. Dengan cara apakah Yesus memulai? Dia mulai dengan memberitahunya ada anugerah Allah, air kehidupan, kehidupan kekal yang Allah sediakan untuknya jika dia hanya memintanya. Anda tidak bisa bekerja untuk itu; Anda hanya dapat memintanya. Dan jika Anda hanya tahu dengan siapa Anda berbicara, dan Anda mengerti bahwa Aku dapat memberi Anda air yang hidup ini, hadiah Allah ini, kehidupan kekal ini jika Anda hanya memintanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitulah caranya Yesus memberitakan Injil. Dan kata perempuan itu, "Saya ingin itu." Dan kemudian Yesus berkata, "Tunggu dulu, marilah kita bicarakan suatu masalah." Dan Dia mengungkapkan dosanya, dan perempuan itu terkejut karena Dia tahu seluruh sejarahnya. Dia adalah Allah yang mahatahu. Dan perempuan itu kemudian tahu bahwa Dia setidaknya adalah seorang nabi dari Allah dan bahwa Dia mengatakan kebenaran. Perempuan itu dibuka sejarahnya; dan dia merasa terbeban oleh penghakiman itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia ingin memperbaiki dirinya. Dia ingin bertobat. Dia ingin berhubungan dengan Allah jadi dia berkata, "Di manakah saya bisa beribadah?" Dan kata Yesus kepadanya, "Engkau harus menghadapi dosamu.” Dan Anda membawa mereka dimana mereka merasa bersalah. Jika orang itu berkata, “Saya ingin menghadapi dosa itu, apakah yang harus saya lakukan? Anda berkata, “Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berpaling dari penyembahan berhala Anda dan bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian pada saat perempuan itu setuju dia berkata, "Baiklah, ketika Mesias datang, Dia akan menunjukkan kepada kita semuanya yang perlu kita ketahui." Yesus berkata, "Akulah Dia yang berbicara kepadamu." Dan wahyu itu lengkap. Perempuan itu berubah dari yang tidak peduli menjadi yang memiliki wahyu tentang Kristus. Kata-kata terakhir yang Yesus katakan kepadanya adalah "Akulah Dia yang berbicara kepadamu” dan pada saat itu para murid datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita tahu bahwa Dia adalah Anak Allah? Bukti <b>pertama</b> datang dari <b>kuasa pemeliharaan. </b>Para murid tidak datang sampai saat Dia mengatakan wahyu terakhir itu. Tidak ada mujizat dalam bagian ini, hanya kemahatahuan-Nya. Kuasa pemeliharaan itu adalah kata teologis yang berarti Allah mengendalikan segala kemungkinan, semua keadaan, semua pilihan, semua peristiwa, dan semua orang sepanjang waktu untuk memenuhi kehendak-Nya secara tepat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menjalani seluruh proses untuk membawa perempuan itu kepada pemahaman siapakah Dia dan keinginan ada hubungan dengan Allah dan ibadat sejati, dan pada saat Yesus telah membawa wahyu itu ke puncaknya, perhatikanlah ayat 27, "Pada waktu itu," dan di bahasa Yunani itu sangat spesifik. Ini adalah titik kritis. Para murid telah menyelesaikan bisnis mereka di Sikhar untuk mendapat makanan dan berjalan kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tepat pada saat Yesus telah menyatakan siapakah Dia, dan wanita itu berpaling dengan pengetahuan itu dalam dirinya dan ingin pulang ke desanya secepat mungkin untuk memberitahu semua orang, pada saat itulah, percakapan itu berakhir, dan para murid datang. Waktunya sempurna. Mereka tidak terlalu awal dan belum terlambat. Mereka tiba tepat pada waktunya untuk melihat Yesus menghilangkan batasan tradisi dan prasangka itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah apa yang Yesus katakan kepada mereka sebelum kenaikan-Nya dalam Kisah Para Rasul 1:8, “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dia menunjukkan kepada mereka apa yang Dia ingin mereka lakukan di Samaria. Memang, Injil itu untuk Israel, dan untuk seluruh dunia. Tetapi Allah menciptakan saluran baru, yaitu gereja-Nya, yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Allah mengatur segalanya sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus pergi melalui Samaria, itu adalah kebutuhan ilahi untuk berada pada titik tertentu pada waktu tertentu. Setiap saat, setiap detail, menyebabkan segala sesuatu itu bertemu persis seperti itu, namun Kristus bergerak dengan mudah melalui percakapan. Itu tidak dipaksakan. Itu sampai pada akhir klimaksnya dengan klaim bahwa Dia adalah Mesias dan perempuan itu menegaskannya. Yesus bertindak dengan jadwal waktu ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Dan pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran bahwa Dia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata, "Apa yang Engkau kehendaki?" atau, "Mengapa Engkau berbicara dengan dia?" Seorang Yahudi berbicara dengan seorang Samaria? Seorang rabi berbicara dengan orang buangan? Mereka tetap diam. Mengapa? Meskipun mereka adalah murid baru, mereka mulai mempelajari apa yang perlu dipelajari semua murid dan itulah kepercayaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ciri orang percaya yang benar-benar dewasa? Kepercayaan penuh. Apakah ciri orang percaya yang belum dewasa? Pertanyaan yang tak berhenti. Kenapa ini? Kenapa harus seperti ini? Mereka telah mengambil beberapa langkah besar dalam pemuridan yang dewasa, karena apa yang pada dasarnya mereka akui bukanlah hal yang perlu kita pertanyakan. Yesus mengontrol segalanya. Hal-hal tidak terjadi begitu saja. Dia yang berkuasa. Prasangka aku tidak penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28-29</b>, “Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 29 “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia itu Kristus?” Mengapa dikatakan dia pergi ke orang-orang? Karena biasanya di gerbang setiap desa para pria duduk dan mengadili masalah-masalah kota. Dia bertemu dengan orang-orang itu dan dia berkata, “Marilah lihat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan itu berkata, "Saya tunduk pada penilaian kalian, saya hanya memberi tahu Anda, datang dan lihatlah." Itu tanggapan yang sangat bijak. Dan dia mengajukan pertanyaan dengan jawaban negatif. "Lihatlah ada pria yang memberi tahu saya semua hal yang telah saya lakukan." Mereka tahu semua hal yang telah dia lakukan. Ini adalah desa kecil; menikah lima kali, hidup dalam perzinahan. Saya bertemu dengan seorang pria yang menceritakan seluruh latar belakang saya, seluruh sejarah buruk saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hai nona, apakah terjadi dengan rasa malumu? Orang Ibrani menyebutnya “hati nurani yang dibersihkan.” Itulah yang terjadi saat Anda dilahirkan kembali; hati nuranimu dibersihkan; dia telah dicuci bersih. Dosanya, yang dulunya merupakan aibnya, sekarang menjadi bagian dari kesaksiannya. Pria ini memberi tahu saya semua yang telah saya lakukan. Dia terpaksa menghadapi dirinya sendiri. Dia kehilangan rasa malunya. Dia ingin membagikan penemuannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tanda keselamatan sejati. Jika Anda berpikir Anda telah menuntun seseorang kepada Kristus, tanyakan pada diri Anda pertanyaan, "Apakah orang itu ingin sekali bertemu dengan orang yang dikasihi dan dipedulikannya secepat mungkin untuk berbagi kegembiraan itu?" Orang yang datang kepada Kristus dan secara total ditransformasikan, diampuni dan dipertobatkan dari neraka ke surga; dia secepat mungkin ingin ke sana untuk memberi tahu teman-temannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang lebih penting, apa yang terjadi di surga ketika orang berdosa bertobat? Surga mengadakan perayaan. Para malaikat Allah bersukacita. Malaikat-malaikat di sekitar takhta bersukacita karena Allah bersukacita, karena inilah pekerjaan besar yang memberi sukacita kepada Allah. Allah itu adalah Allah yang penuh sukacita dan sukacita-Nya terikat pada keselamatan orang berdosa. “Marilah lihat ini. Apakah ini sang Mesias?” Dia tidak ingin memaksakan itu pada mereka. Dan langsung mereka merespon.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 30</b>, “Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada-Nya.” Lihatlah bagaimana Allah mengatur semua detail dari segalanya, bahkan cara wanita itu mengajukan pertanyaannya. Seandainya perempuan itu berkata kepada mereka, "Saya ingin memberi tahu kalian, bahwa saya baru saja bertemu dengan Mesias." Mereka pasti akan mengejeknya. Setiap detail menunjukkan bahwa Allah berkuasa dalam seluruh situasi ini, bekerja melalui providensi itu dengan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, Dia Juruselamat karena <b>prioritas-Nya</b>. <b>Ayat 31</b>, “Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya, “Rabi, makanlah.” Ini sekali lagi menunjukkan kemanusiaan Yesus. Mereka telah bersama-Nya selama berbulan-bulan dan Dia makan sama seperti yang mereka lakukan. <b>Ayat 32-33</b>, “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal. 33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain, “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 34</b>, “Kata Yesus kepada mereka, 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Apakah pekerjaan Allah dalam sejarah manusia? Penebusan dan keselamatan. Itulah mengapa Kristus datang. Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Dalam Yesaya 54:5 Allah menyebut diri-Nya Penebus Israel dan seluruh bumi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, rasa lapar itu menghilang pada saat doa itu kuat. Itu disebut puasa. Anda tidak ada nafsu makan. Tetapi nafsu makan juga menghilang pada saat ada kegembiraan yang tak terbatas. Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dia sedang bekerja dalam pekerjaan Bapa-Nya, dan sukacita pekerjaan itu telah menyegarkan Dia. Mereka perlu mengetahui itu karena mereka akan menerima Amanat Agung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, ada bukti dari <b>nubuatan</b>, Dia tahu masa depan. <b>Ayat 35</b>, “Bukankah kamu mengatakan empat bulan lagi tibalah musim menuai? Lihatlah, Aku berkata kepadamu, lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang, yang sudah matang untuk dituai.” Apa maksudnya itu? Orang Samaria itu mulai datang dan mereka seperti gandum yang siap dipanen. Yesus menubuatkan bahwa orang-orang itu akan diselamatkan hari itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu masa depan desa itu. <b>Ayat 36-37</b>, “Sekarang juga penuai sudah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk kehidupan kekal.” Saat ini, Anda berada di sini dan saat ini juga Anda akan menikmati kegembiraan penuaian dan menerima manfaatnya. Anda akan menjadi bagian dari kebangkitan rohani di sini. “Dan siapa yang menabur dan yang menuai sama-sama bersukacita, 37 sebab dalam hal ini benarlah peribahasa. Yang seorang menabur dan yang lain menuai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang menabur, ada yang menuai, dan Allah memberi pertumbuhan. Siapakah yang menabur kepada orang Samaria ini? Yesus sedang mengajari murid-murid-Nya pelajaran. <b>Ayat 38</b>, “Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan, orang lain telah berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.” Anda telah tiba di akhir pekerjaan untuk menuai panen, dan Anda akan menuai hari ini. <b>Ayat 39</b>, “Dan banyak orang Samaria dari kota itu menjadi percaya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b><br></b></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 41</b>, “Lebih banyak orang menjadi percaya.” Nubuatan itu menjadi kenyataan. Tahukah Anda bahwa hal itu tidak pernah terjadi di desa di Israel? Mereka perlu tahu bahwa ketika mereka pergi ke sana akan ada buah. Mereka akan pergi, mereka akan menanam, mereka akan menyiram, mereka akan berusaha, dan Allah akan memberi pertumbuhan. Jadi inilah pratinjau hal-hal yang akan datang, setelah kenaikan-Nya ketika Roh Kudus itu turun ke atas mereka dan mereka dikirim untuk menginjili dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia tinggal di sana dua hari. Itu adalah satu-satunya waktu dalam pelayanan duniawi-Nya yang pernah terjadi di mana Dia benar-benar tinggal di sebuah kota selama dua hari, untuk mengungkapkan siapakah diri-Nya. <b>Ayat 42</b>, “Dan mereka berkata kepada perempuan itu, 'Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa ini memang Kristus, Juruselamat dunia.”' Marilah kita berdoa.</span></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Oct 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20201004</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000012F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ibadah yang Dapat Diterima]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000128"><div class="imTAJustify"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+4:20-24" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 4:20-24</span></span></a></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Marilah kita berbicara tentang penyembahan yang dapat diterima berdasarkan ayat 24, "Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Inilah pernyataan jelas bahwa Allah mencari penyembah sejati. Jadi ibadah apa yang dapat diterima berdasarkan Sepuluh Perintah? Keluaran 20:7 mengatakan: "Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, karena Tuhan tidak akan membiarkan dia tanpa hukuman yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Siapapun yang melanggar perintah itu akan dihukum. Itu sisi negatifnya. Tapi kemudian dalam kitab Ulangan 6:4-6, “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! 5 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau simpan di hatimu.” Nah, disitulah sisi positifnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mengasihi Tuhan seperti itu akan menghalangi Anda menyebut nama-Nya dengan sia-sia. Inilah dasar dalam hubungan kita dengan Allah. Kita tidak memiliki allah lain selain Allah yang benar. Itulah bagian dari Sepuluh Perintah di mana kita pertama kali diperkenalkan dengan hukum Allah. Kita tidak boleh membuat patung atau gambaran apapun tentang Dia. Dan kita tidak boleh menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Tapi sebenarnya apa artinya itu?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena sejujurnya, kita semua pernah melakukannya. Apakah dikatakan Allah waktu Dia berjanji untuk menghukum mereka yang menyebut nama-Nya sembarangan? Itu benar serius, jadi kita perlu melihatnya. Nama Yahweh muncul tujuh ribu kali dalam Perjanjian Lama. Kita sering mengatakan itu; kita sering menggunakan nama Allah. Tapi apakah kita dalam bahaya ketika nama itu dipakai sembarangan? Berikut ini ada beberapa cara kita telah melakukan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pertama, siapa pun yang </span><span class="cf1"><b>mengutuk Allah atau menghujat nama-Nya</b></span><span class="cf1"> jelas telah melanggar perintah itu. Dengarkanlah Imamat 24:15-16. “Setiap orang yang mengutuk Allahnya, harus menanggung kesalahannya sendiri. 16 Siapa yang menghujat nama Tuhan pastilah ia dihukum mati dan dibunuh dengan batu. Baik orang asing maupun orang asli, bila dia menghujat nama Tuhan, haruslah dihukum mati.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang apakah maksudnya itu? Karena Allah itu kudus, apapun yang menyerang kekudusan Allah, apapun yang dibicarakan tentang Allah yang dalam arti apapun mengasumsikan bahwa Dia jahat adalah mengutuk Allah atau menghujat Allah. Untuk memikirkan Allah sebagai tidak setia, tidak pengasih, tidak bijaksana, kurang belas kasihan, kurang rahmat, tidak memiliki kuasa; apapun yang dikatakan bertentangan dengan kemuliaan Allah, tuduhan apapun bahwa Allah dalam beberapa hal memiliki kekurangan adalah penghujatan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, kita menyebut nama Tuhan dengan sembarangan ketika kita </span><span class="cf1"><b>bersumpah palsu dengan nama-Nya</b></span><span class="cf1">. Dan itu artinya ketika Anda berbohong tetapi Anda ingin orang berpikir Anda mengatakan yang benar, jadi Anda berkata, "Aku bersumpah demi Allah." Itu menggunakan nama kudus Allah untuk tujuan jahat. Imamat 19:12 berkata, “Janganlah bersumpah palsu demi nama-Ku, untuk mencemarkan nama Tuhan; Akulah Tuhan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada cara ketiga dalam memakai nama Allah sembarangan - dan saya hanya memberi Anda beberapa contoh; masih ada banyak lagi. Anda menyebut nama Tuhan dengan sembarangan ketika Anda mengatakan </span><span class="cf1"><b>Anda berbicara untuk Dia dan Anda tidak</b></span><span class="cf1">; ketika Anda mengatakan Anda telah mendengar dari Tuhan dan Anda berbicara untuk Tuhan dan itu tidak benar. Anda benar-benar menggunakan nama kudus Allah untuk mengesahkan penipuan Anda.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yeremia 23 ada nabi-nabi di Israel yang terus-menerus mengaku berbicara atas nama Allah, dan mereka berbohong. Mereka, di ayat 14, diidentifikasikan sebagai “nabi Yerusalem yang telah berzinah, berkelakuan tidak jujur, mereka menguatkan tangan para pelaku kejahatan”. Ayat 15, “Lihatlah, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan membuat mereka minum racun.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 16, “Beginilah firman Tuhan semesta alam, "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut Tuhan.” Ayat 18-19, “Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya? 19 Lihatlah, angin badai Tuhan, yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar, dengan angin puting beliung yang turun menimpa kepala orang-orang fasik.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">20 Murka Tuhan tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu. 21 Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka lari; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat. 22 Sekiranya mereka hadir dan mengikuti nasehat-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, dan membawa mereka kembali dari tingkah laku mereka yang jahat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada cara lain di mana nama Tuhan digunakan sembarangan, dan itu melalui </span><span class="cf1"><b>ibadah yang mengurangi kemuliaan-Nya</b></span><span class="cf1">. Dalam Perjanjian Lama, khususnya kitab Imamat, Tuhan memberikan instruksi bagaimana penyembahan itu harus dilakukan di dalam Kemah Suci bersama umat Allah. Dan Dia menahbiskan para imam, anak-anak Harun, untuk memimpin penyembahan itu. Dan Dia memberikan peraturan tentang apa yang harus menjadi bagian dari ibadah itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda mungkin berpikir bahwa menjadi imam itu hebat, tapi itu sangat serius. Imam secara harfiah dieksekusi oleh Allah di tempat karena mempersembahkan api aneh, sesuatu penyimpangan yang tidak senonoh dari bentuk ibadah yang telah ditentukan. “Peringatkanlah Harun dan anak-anaknya yang akan memimpin ibadat untuk mengikuti keputusan yang diatur dalam Firman untuk berhati-hati dengan hal-hal kudus, agar tidak mencemarkan nama kudus-Ku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yesaya 1, ini juga masalahnya. Yesaya sedang menulis wahyu Allah, seperti yang dia katakan di ayat 4, “Kepada bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kejahatan, keturunan para penjahat, anak-anak yang bertindak korup, yang telah meninggalkan Tuhan, membenci Yang Mahakudus dari Israel dan berpaling dari-Nya.” Ayat 11, “Untuk apa itu korbanmu yang berlipat ganda untuk-Ku?" kata Tuhan, “Aku sudah jemu akan darah lembu jantan, domba-domba atau kambing jantan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sekarang kata Tuhan, "Aku benci semua hal yang kamu lakukan ini," yang Dia sendiri telah tentukan. Ini adalah hal-hal yang diperintahkan Allah untuk dilakukan oleh orang-orang Israel: persembahan, pengorbanan, dan perayaan, dan bulan baru, dan hari Sabat. Tapi kata Allah, "Aku benci semua itu." Ayat 16, kata-Nya, “Berhentilah berbuat jahat, 17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam, belalah anak yatim piatu, dan perjuangkanlah perkara janda-janda.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 18, “Marilah, dan baiklah kita bernalar bersama, 'kata Tuhan,' sekalipun dosa-dosamu merah seperti kirmizi, itu akan menjadi putih seperti salju; sekalipun warnanya merah seperti kain kusumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 19 Jika kamu setuju dan menurut, kamu akan makan hasil terbaik dari tanah; 20 Tetapi jika kamu menolak dan memberontak, kamu akan dimakan oleh pedang. 'Sungguh, mulut Tuhan telah berbicara.” Ini adalah penghakiman yang mengerikan atas penyembahan dengan hati palsu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Anda bisa menyembah Tuhan dengan sia-sia dengan menyimpang dari bentuk ibadah yang ditentukan-Nya. Anda bisa menyembah Tuhan sembarangan dengan </span><span class="cf1"><b>memiliki hati yang najis</b></span><span class="cf1">, hati yang berdosa. Matius 15:8 mengatakan tentang Israel, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” Segala bentuk ibadah yang berasal dari hati yang tidak murni, segala bentuk ibadah egois, dangkal, munafik, menggunakan nama Tuhan dengan sia-sia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jangan berpikir tentang Dia atau berbicara tentang Dia atau bernyanyi tentang Dia dengan cara apa pun </span><span class="cf1"><b>yang mengurangi kemuliaan yang menjadi milik nama-Nya</b></span><span class="cf1">. Amsal 9:10 berkata, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” Supaya Anda takut akan Tuhan, Anda harus mengenal Tuhan. Dan Anda harus menyembah Dia dengan cara yang tidak mengosongkan nama itu dari kemuliaan yang menjadi hak-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibadah bisa menjadi hal yang berbahaya jika Anda tidak datang dengan tangan yang bersih dan hati yang murni. Kita semua sadar di gereja kontemporer ada kesembronoan dan kedangkalan dalam ibadah. Janganlah masuk tergesa-gesa ke hadirat Tuhan kecuali Anda tahu di hadirat manakah Anda berada. Ketika Yesaya berada di hadirat Tuhan, dia berkata dalam Yesaya 6:5, “Aku ini orang yang najis bibir. Celakalah aku.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa yang hilang dalam ibadah kontemporer adalah visi tentang Allah. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kita semua harus tunduk kepada Tuhan. Kita berada di bawah kedaulatan-Nya. Filipi 2:10-11, “Pada suatu hari dalam nama Yesus akan bertekuk lutut semua yang ada 11 dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Kita dipanggil untuk memiliki hati yang bersih, murni dan tangan yang bersih, yang berarti baik kelakuan di hati maupun kelakuan dari luar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Kita datang untuk menghormati dan memuliakan Dia. Dan dalam proses itu, marilah kita jangan menganggap Dia kurang dari siapakah Dia sebenarnya. Orang-orang kurang serius tentang kemuliaan Allah. Siapapun yang merendahkan nama-Nya dengan ekspresi dangkal, tanpa kasih, dan egois menyebut nama-Nya dengan sia-sia. Kita tidak hidup dalam budaya yang menghormati. Dan kita memperlakukan Allah dengan cara yang terlalu sembarangan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Matius 15, Tuhan kita sedang berbicara dengan orang Farisi dan ahli Taurat. Dan di ayat 7 kata Dia kepada mereka, “Hai orang-orang munafik, benarlah nubuat Yesaya tentang kalian," dan kemudian Dia mengutip Yesaya 29:13, “bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” Ibadah itu kosong ketika hatimu jauh dari bibirmu. Jadi jika hati Anda tidak benar, Anda menyebut nama Tuhan dengan sia-sia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itulah ibadahmu yang sejati.” Jadi penyembahan itu menampilkan diri saya sebagai korban yang hidup dan kudus yang diterima Allah. Ayat 2, “Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini.” Ada banyak orang yang ingin merencanakan ibadah itu sesuai dengan dunia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah yang Allah inginkan dalam ibadah? Kita diberi tahu ketika kita berkumpul bersama dalam persekutuan, kita harus mendengar Firman yang dibacakan. Kata Paulus kepada Timotius, "Bacalah Alkitab, lalu jelaskanlah Alkitab itu." “Bicaralah kepadamu sendiri di mazmur dan himne dan lagu-lagu rohani, nyanyikan dan buat melodi di hatimu kepada Tuhan.” Berdoalah, itu bagian lain. Kata Tuhan kita lakukanlah Perjamuan Kudus. Itu semua adalah ekspresi penyembahan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Para Reformator begitu yakin dengan apa yang telah ditetapkan Allah sehingga mereka mengembangkan suatu prinsip pengaturan. Ini berarti bahwa kita harus beribadah dengan cara yang diatur oleh wahyu ilahi. Kata John Calvin, “Allah tidak setujui dengan cara kita beribadah yang tidak secara khusus disetujui dalam Alkitab.” Itu bukanlah pendapatnya; itulah hasil dari pemahamannya tentang Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tidak dapat mempersembahkan korban rohani berupa ibadah menurut kehendak Allah kecuali tubuh kita dipersembahkan sebagai korban yang hidup dan pikiran kita telah diperbarui oleh Firman Allah. Yang kemudian membuat saya mengatakan bahwa khotbah ekspositori adalah kunci untuk ibadah yang efektif, untuk memuliakan Allah, dan untuk melakukan kehendak Allah. Ibadah yang dapat diterima adalah hasil dari pemahaman Firman Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di zaman kita sekarang, gereja mungkin lebih gandrung bukan dengan agama formal, tetapi dengan agama informal, yang hanya merupakan pengalaman psikologis eksternal, emosional dan dangkal yang juga mengosongkan kemuliaan Allah dan tidak ditandai dengan pengetahuan tentang Dia atau kasih untuk Dia. Ada penekanan yang sangat besar pada penyembahan, tetapi saya khawatir sebagian besar darinya adalah penyembahan palsu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah ibadah itu? Ibadah sejati adalah setiap ekspresi ketaatan, pujian, penghormatan, pemujaan, dan rasa syukur yang dipersembahkan kepada Allah yang benar oleh jiwa yang dilahirkan kembali yang mengetahui kebenaran tentang Allah dan mengasihi-Nya. Dan inilah cara hidup sehari-hari. Ini bukan sesuatu yang hanya dilakukan pada hari Minggu. Memang kita melakukannya secara kolektif pada hari Minggu, tetapi begitulah caranya kita secara pribadi menjalani hidup kita sehari-hari, dengan menyembah Tuhan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita adalah mereka, kata Paulus kepada orang Filipi, yang menyembah Allah dalam roh dan yang tidak bergantung kepada daging. Jika Anda seorang Kristen, Anda benar-benar telah diselamatkan untuk beribadah. Bukalah kitab Wahyu, lihatlah pasal 4, 5, 11, 14, 15, 19, 22, dan Anda akan melihat surga sekilas. Dan semua orang sedang melakukan ibadah. Mazmur 45, “Hatiku meluap.” Hatiku meluap dari hati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Lihatlah Roma 11:33-36, “Oh, betapa dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34 Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang pertama kali memberikan sesuatu kepada-Nya sehingga Ia harus menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita perlu mengingatkan gereja bahwa musik itu bukanlah ibadah. Musik hanyalah puisi dengan nada, melodi. Ibadah adalah apa yang dilakukan hati, musik hanyalah satu cara saja. Segala sesuatu yang Anda lakukan dalam hidup Anda haruslah menjadi tindakan penyembahan kepada Tuhan. Ketika kita berkumpul, kita semua sebagai penyembah individu mengendarai gelombang rasa syukur dan kasih jemaat kita kepada Allah dalam ekspresi pujian kolektif yang mulia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang yang memain musik bukanlah pemimpin ibadah. Pemimpin ibadah adalah orang yang mengajarkan Kitab Suci, karena di situlah ibadah itu lahir. Penyembahan dirangsang bukan oleh musik, tetapi oleh pemahaman, dengan membaca Alkitab, pemberitaan Kitab Suci. Tetapi kita diberkati oleh musik, degan membiarkan hati kita meluap dengan kata-kata yang tidak bisa kita pikirkan sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pujian Anda hanya bisa setinggi dalamnya pemahaman Anda. Orang yang memiliki pengetahuan dangkal tentang Allah hanya memiliki kapasitas dangkal untuk memuji-Nya. Ketinggian pujian Anda berbanding lurus dengan kedalaman pemahaman Anda. Ketika Anda memahami hal-hal yang mendalam tentang Allah, ketika Anda memahami kebenaran tentang sifat mulia-Nya dan pekerjaan-Nya, pujian Anda itu berbanding lurus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi jika Anda ingin menyembah Tuhan dengan cara yang lebih besar, itu tidak berarti musik itu harus lebih keras. Jika Anda ingin menyembah Tuhan dengan cara yang lebih besar, perkaya pemahaman Anda tentang Dia dari Firman Allah yang mulia. Kita berterima kasih atas hak istimewa yang kita miliki untuk berkumpul dan duduk di kaki-Mu untuk mendengarkan kebenaran dari Kitab Suci-Mu. Berilah kita pemahaman baru tentang keseriusan ibadah. Marilah kita berdoa.</span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200927</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000128</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perempuan Samaria dan Mesiasnya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000127"><div class="imTAJustify"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+4:16-26" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">John 4:16-26</span></span></a></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes adalah buku yang memberikan bukti bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ini adalah buku penginjilan yang memanggil Anda untuk percaya dan dengan kepercayaan itu memiliki hidup kekal dalam nama-Nya. Keilahian Tuhan Yesus Kristus terungkap dalam kisah perempuan di sumur ketika Dia menceritakan seluruh sejarah amoral perempuan itu. Ini adalah wanita yang belum pernah Dia temui, namun Dia tahu seluruh sejarahnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus adalah Firman kekal telah menjadi manusia, jadi Anda lihat di sini juga wahyu kemanusiaan-Nya, saat Dia duduk di dekat sumur karena Dia sebagai manusia lelah. Sebagai Allah, Dia mahatahu dan keagungan dari kombinasi keilahian dan kemanusiaan di dalam Kristus itu adalah tema yang akan kita selidiki. Nah, inti diskusi di ayat 21-24, adalah tentang penyembahan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Hanya ada dua jenis orang di dunia ini. Mereka yang menyembah Allah dengan baik dan orang yang tidak. Ibadah adalah inti dari artinya orang diselamatkan, untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan, untuk tunduk kepada Allah dan wahyu-Nya tentang Kristus, untuk menaati Allah yang berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Orang tidak sanggup menyembah kecuali dia benar-benar diselamatkan, karena Anda tidak dapat menyembah sampai saat Anda mematuhi Injil Anak-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apa saja komponennya dan bagaimana urutannya saat Yesus menginjili wanita yang tidak peduli dan tidak bermoral ini, yang tidak tahu apa-apa tentang Dia, tidak pernah mendengar Dia mengajar, dan tidak pernah mendengar tentang mukjizat? Dia benar-benar tidak peduli. Perempuan ini pada awalnya tidak memiliki minat spiritual. Seringkali Anda harus mengambil inisiatif. Dan itulah tepat yang dilakukan Yesus di sini.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus meninggalkan Yudea. Para pemimpin Israel sedang berencana untuk membunuh-Nya. Dia tahu kapan waktu-Nya akan tiba. Jadi Dia pergi ke Samaria. Orang Yahudi tidak akan pergi ke sana karena mereka memandang orang Samaria itu terkutuk. Orang Samaria dianggap keturunan blasteran yang meninggalkan Yudaisme mereka dan kawin campur dengan penyembah berhala. Tetapi hal-hal macam itu tidak mengganggu Yesus.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ada rencana dengan seorang wanita di dekat sumur pada siang hari. Allah sudah menempatkannya tepat di mana dia akan bertemu dengan Yesus. Dan kata Dia kepadanya, "Berilah Aku minum." Dan Dia menjelaskan di ayat 8, "Murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan." Itu tidak menjadi masalah bagi mereka untuk makan makanan Samaria. Ini bukanlah sesuatu yang telah ditetapkan Allah. Malah, inilah ladang misi, bukan musuh.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan sementara mereka pergi, hanya mereka berdua berada bersama-sama, Yesus langsung berhubungan. Dia menempatkan dirinya dalam posisi untuk membuat perempuan itu melakukan sesuatu untuk-Nya. Dan dia menanggapinya dengan mengakui itu. Ayat 9, "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepada aku, seorang Samaria?" Tuhan kita melihat ini sebagai kesempatan misi, terlepas dari siapakah dia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kemudian itu beralih kepada belas kasihan yang tidak diminta. Dia tidak minta apapun. "Jawab Yesus kepadanya," dalam ayat 10, "'Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu, berilah Aku minum, niscaya engkau telah minta kepada-Nya dan Dia akan memberikan kepadamu air yang hidup itu.” Dan kemudian Dia membawanya ke tawaran dari Allah ini. "Jika engkau tahu karunia Allah," dan Dia mengakui bahwa dia tidak mungkin tahu. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Saya ingin mengingatkan Anda tentang kata "minta." Hubungkanlah itu dengan kata "hadiah". Inilah yang membedakan Injil Kristen dari setiap agama lain di dunia. Setiap agama lain di dunia mengatakan lakukanlah ini dan Allah akan menerima Anda. Agama Kristen mengatakan minta saja. Hanya itulah yang bisa dilakukan orang berdosa, seperti di Lukas 18:13, pemungut cukai yang berkata, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." Yang bisa dia lakukan hanyalah memohon.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Yesus berkata kepadanya, Anda tidak tahu apa yang saya tawarkan kepada Anda, tetapi itu adalah hadiah dari Allah yang merupakan air yang hidup. Itu artinya air yang memberi kehidupan. Di bagian dunia itu pada zaman kuno, kebutuhan air itu sangat besar dan konstan. Dan Dia berkata, "Aku sanggup memberikannya kepada Anda, tapi yang harus Anda lakukan hanyalah minta." Perempuan itu tetap tidak tahu bahwa Yesus membicarakan keselamatan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Maka perempuan itu bereaksi dengan sarkasme di ayat 11 dan 12. “Kata perempuan itu kepada-Nya, “Tuan, Engkau tidak punya timba dan sumur itu amat dalam.'” Dan di ayat 12 dia berkata, “Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya beserta anak-anaknya dan ternaknya?” Dan Yesus menanggapi cemoohannya dengan belas kasihan dan kesabaran sambil menawarkan berkat yang tak tertandingi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 13, “Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya tidak akan haus untuk selama-lamanya, tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup kekal.'” Air yang memberikan hidup kekal? Dia beralih dari titik kontak ke karunia Allah yang adalah hidup kekal.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Semuanya tidak masuk akal. Tapi perempuan itu setuju saja di ayat 15, "Kata perempuan itu kepada-Nya, 'Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” Dia ikut serta bermain dengan-Nya. Dan kemudian kita tiba pada elemen berikutnya dalam pertemuan ini. </span><span class="cf1"><b>Ayat 16</b></span><span class="cf1">, "Kata Yesus kepadanya, 'Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.'" Itu adalah perintah yang kuat.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 17</b></span><span class="cf1">, “Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Itu membawa kita ke komponen keempat dalam penginjilan-Nya secara pribadi, sebuah hukuman. Ini akan mengubah seluruh persepsinya tentang Yesus dan menghadapi dosanya secara langsung. Penting untuk membawa orang berdosa menghadapi rasa bersalah dosa itu dan merasa beban penghakiman ilahi itu karena iman harus disertai pertobatan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Orang Samaria menerima Pentatuk itu. Dan hukuman untuk perzinahan adalah kematian. Sungguh luar biasa untuk memberikan kepada orang berdosa semua berkat, karunia Allah, air yang hidup, kehidupan kekal itu. Tetapi tidak cukup hanya memberikan kebenaran positif tentang berkat yang memuaskan jiwa dari Allah. Jika hanya itu yang Anda lakukan, Anda akan mendapatkan seseorang yang tertipu tentang kondisi mereka yang sebenarnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Sebab engkau sudah mempunyai lima suami, dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu; dalam hal ini engkau berkata benar.” Tidak ada lagi pembicaraan tentang berkat, tidak ada lagi pembicaraan tentang belas kasihan, tidak ada lagi pembicaraan tentang kepuasan, semuanya berubah sekarang. Orang berdosa yang awalnya tidak tahu apa-apa ini harus dibawa kepada penghakiman dosa dan pertobatan. Karena perempuan itu tidak mau mengatakan yang benar, jadi Yesus mengatakan itu untuknya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita tahu perceraian itu umum di antara orang Yahudi di Israel. Itu juga sama di antara orang-orang Samaria. Dan perempuan ini menjalani kehidupan seperti ini di mana dia menjadi pezina berulang kali dan akibatnya ada perceraian berulang kali dan sekarang dia mengikuti pola yang sama, hidup dengan seorang pria yang bukan suaminya. Dia seorang pezina yang hidup dalam hubungan amoral.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kata Yesus, "Yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu." Ada seorang pria dalam hidup perempuan itu yang tinggal bersamanya tetapi dia bukan suaminya. Hidup bersama itu bukan berarti ada pernikahan, yang biasanya terjadi di zaman ini. Hidup bersama tanpa pernikahan adalah penyembahan berhala dan perzinahan. Pernikahan selalu harus dibatasi pada perjanjian yang mengikat, yang formal, sosial, resmi, dan perjanjian di depan umum.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini mengubah segalanya karena Yesus baru saja menceritakan sejarahnya dan mereka belum pernah bertemu. </span><span class="cf1"><b>Ayat 19</b></span><span class="cf1">, “Kata perempuan itu kepada-Nya, 'Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.'” Sekarang dia mulai merasa bersalah. Tetapi dia ingin tahu lebih banyak. “Engkau berbicara untuk Allah.” Jadi dia mengajukan pertanyaan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 20</b></span><span class="cf1">, "Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, dan kalian orang Yahudi berkata bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">"Di mana saya pergi beribadah?" Dia tahu bahwa menjadi benar di hadapan Allah adalah masalah menyembah. Tetapi dia tidak tahu harus menyembah di mana. </span><span class="cf1"><b>Ayat 21-24</b></span><span class="cf1">, Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, saatnya akan tiba, bahwa Anda akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22 Kalian menyembah apa yang kalian tidak kenal, kita menyembah apa yang kita kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.” </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“</span><span class="cf1"><b>23</b></span><span class="cf1"> Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. </span><span class="cf1"><b>24</b></span><span class="cf1"> Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Ini adalah teks paling definitif dalam Injil tentang masalah ibadah dan itu dimulai dengan pengaduan terhadap bentuk-bentuk ibadah eksternal.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidak lama setelah ini, pada tahun 70 M. orang Romawi mengakhiri pemberontakan Yahudi yang dimulai pada tahun 66 M. dan menghancurkan Yerusalem dan bait suci sampai tidak meninggalkan satu batu di atas batu lainnya. Dan tidak ada lagi penyembahan di bait suci. Kemudian orang Romawi pergi ke Samaria. Mereka membantai ribuan orang Samaria di Gunung Gerizim dan mengakhiri ibadat disitu juga.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus menubuatkan apa yang akan datang dengan cepat, dan itu sudah datang dalam pengertian bahwa Perjanjian Baru sudah hampir ada. Tidak lama kemudian itu disahkan dalam kematian-Nya di kayu salib. Dengarkanlah dengan seksama apa yang Dia katakan, ibadat sejati itu tidak menuntut sebuah tempat. Ini bukan tentang ritual apa pun. Ibadah yang benar selalu tentang mengasihi Allah, menghormati Allah, menaati Allah dan melayani Allah dari hati.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi kata Dia, “Kalian menyembah apa yang kalian tidak ketahui; kita orang Yahudi menyembah apa yang kita tahu, karena keselamatan berasal dari orang Yahudi.” Artinya, Alkitab itu diberikan kepada orang-orang Yahudi, Mesias datang melalui Israel, dan itu datang dari orang-orang Yahudi. Tetapi itu bukan pujian agama Yahudi, karena itu murtad dan Yesus mencela itu berulang kali. Tetapi meskipun demikian Allah menetapkan bahwa melalui mereka Mesias itu akan datang.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah Anda mengerti apa yang terjadi pada kematian Yesus Kristus ketika tabir, yang memisahkan tempat suci dari ruang Mahakudus, itu dirobek Allah dari atas sampai ke bawah? Tahukah Anda bahwa itu adalah tanda dari pengakhiran seluruh sistem Perjanjian Lama yang terdiri dari penyembahan simbolis dan upacara eksternal? Apakah Anda mengerti pada saat itu semuanya sudah berakhir, tidak ada lagi bait suci?</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Imamat sudah tidak ada lagi. Tidak ada lagi pengorbanan, tidak ada lagi pesta, tidak ada hari Sabat lagi, semua itu telah hilang. Allah selalu ingin penyembahan dari hati. Sekarang setiap tempat adalah tempat penyembahan dan setiap orang percaya adalah imam, benar? Kristus memulai masa penyembahan baru, yang tidak berfokus pada hal-hal luar atau lambang, tetapi pada apa yang ada di dalam hati dan apa yang nyata, asli dan benar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah adalah roh, </span><span class="cf1"><b>ayat 24</b></span><span class="cf1">, dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Mereka menyembah Dia sesuai dengan siapa Dia sebenarnya seperti yang diungkapkan dalam Alkitab. Yang Anda butuhkan untuk menyembah adalah kebenaran di dalam Kitab Suci dan hati yang mengasihi Allah dimanapun dan kapanpun. Kebenaran tentang Dia adalah segalanya. Seluruh Firman adalah pengungkapan diri Allah. Orang-orang seperti itu Bapa ingin menjadi penyembah-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ibadah kami dijelaskan oleh pemahaman Anda tentang wahyu. Pengetahuan yang dangkal tentang Allah pasti mengarah pada penyembahan yang dangkal. Dan kemudian orang dimanipulasi. Ibadah itu bukanlah musik. Ibadah adalah mengasihi Allah. Ibadah adalah menghormati Allah. Ibadah adalah mengenal Allah dan siapakah Dia, menyembah-Nya, menaati-Nya, memproklamasikan-Nya dalam hidup sehari-hari. Musik adalah salah satu cara kita memperlihatkan pemujaan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata wanita di </span><span class="cf1"><b>ayat 25</b></span><span class="cf1">, "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang yang disebut juga Kristus, dan apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Perempuan itu ingin kebenaran lengkap. Dan dia mengatakan, “Aku tidak akan memiliki kebenaran sepenuhnya sampai Dia datang,” Dan kemudian di </span><span class="cf1"><b>ayat 26</b></span><span class="cf1"> Kata Yesus kepadanya, "Akulah Dia yang sedang berbicara dengan engkau.” Dalam aslinya tidak ada "Dia"; itu adalah pernyataan AKULAH AKU, nama Allah. “Aku yang berbicara denganmu AKULAH AKU.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tujuh kali Yesus berkata "AKULAH" tentang sesuatu: Roti Hidup, Pintu, Jalan, Kebenaran, Hidup, dll. Semuanya merujuk pada Dia sebagai Allah. Sekarang perempuan itu ingin tahu kebenaran tentang kehidupan Allah yang kekal, yang sangat didambakan hatinya. Dia ingin diampuni atas hidupnya yang bejat. Dan pada saat itu ketika dia percaya dan bertobat, sang Mesias mengungkapkan diri-Nya kepadanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah karya ilahi, benar? Perempuan itu sama sekali tidak tahu tentang Yesus ketika itu mulai. Sekarang dia ingin tahu segalanya tentang Dia yang tersedia supaya dia bisa menjadi penyembah sejati. Tetapi bagaimana saya tahu perempuan itu bertobat? Ayat 39, “Dan banyak orang Samaria dari kota itu percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu yang bersaksi.” Dia harus berasal dari Allah. Dan waktu perempuan itu percaya, mereka juga percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 40-42, “Ketika orang Samaria datang kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya untuk tinggal bersama mereka dan Dia tinggal di sana dua hari lamanya.” Dua hari diajarkan teologi, dua hari pengungkapan wahyu ilahi sehingga mereka dapat memahami Injil sepenuhnya. 41, Dan lebih banyak orang yang menjadi percaya karena firman-Nya. 42 Kata mereka kepada perempuan itu, bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar sendiri Dia dan kami tahu bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda bertemu dengan orang yang tidak percaya dan telah mengambil inisiatif untuk mulai percakapan, dan ketika Anda telah membuka, dan menjelaskan keindahan dari janji karunia Allah yang diberikan kepada mereka yang datang kepada-Nya, dan setelah Anda telah menghadapi dosanya dan dia bertobat, setelah Anda melakukan semua itu, maka Anda dapat menyerahkan itu kepada Allah untuk mengungkapkan kebenaran tentang diri-Nya. Itulah yang harus dilakukan surga. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ingatlah Kisah Para Rasul 16:14, “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Anda mungkin pergi tanpa mengetahui hasilnya. Tetapi tugas kita adalah untuk membawa mereka ke titik itu sehingga Tuhan dapat melakukan wahyu itu dalam tujuan kedaulatan-Nya. Apakah Anda berani mengabarkan injil tentang Yesus kepada orang lain? Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Sep 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200920</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000127</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Air Yang Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000EE"><div class="imTAJustify"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+4:1-15" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 4:1-15</span></span></a></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sebagian besar kisah tentang wanita di sumur itu sudah tidak asing lagi bagi Anda. Inilah kisah sederhana tentang Yesus yang menginjili seorang wanita yang terbuang, tentang kedatangannya pada keselamatan dan kemudian dia digunakan Allah untuk membawa banyak orang di desanya kepada keselamatan. Puncak kisahnya datang dalam ayat 39, “Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah contoh caranya Tuhan kita menginjili orang berdosa. Ini menjadikannya bagian yang sangat instruktif dari Alkitab, yang harus kita kenal baik untuk pelajaran yang diajarkannya kepada kita. Kita akan membahas pelajaran itu tentang bagaimana kita mendekati dunia di sekitar kita yang tidak percaya dan bagaimana kita membawa mereka untuk mendengar Injil dan memahami apa yang ditawarkan dan apa yang dituntutnya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Keilahian-Nya juga dipamerkan karena Dia bertemu dengan seorang wanita yang belum pernah Dia ketemu dan Dia tahu seluruh sejarahnya. Jadi kita melihat kemanusiaan-Nya dan keletihan-Nya. Dan kita melihat keilahian-Nya dan kemahatahuan-Nya. Dan yang membuat ini unik adalah sampai saat ini Injil Yohanes Pembaptis telah menampilkan Kristus sebagai Mesias. Sekarang rasul Yohanes menampilkan kepada kita Kristus sebagai Anak Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah pertama kalinya proklamasi Yesus adalah Mesias keluar dari bibir-Nya sendiri dan itu ditemukan di ayat 25 dan 26 di mana perempuan itu berbicara tentang Kristus, Mesias yang akan datang, dan Yesus berkata kepadanya di ayat 26, “Akulah Dia, yang sedang berbicara dengan engkau.” Sampai saat ini kesaksian datang dari Yohanes Pembaptis dan para pengikut Yesus. Tetapi inilah identitas Mesias dari bibir-Nya sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah pernyataan dari bibir Yesus tentang identitas-Nya tidak diberikan kepada para pemimpin agama yang penting di Israel. Itu diberikan kepada seorang wanita yang terbuang dan seorang Samaria. Orang Samaria pada dasarnya adalah bentuk ras Yahudi yang korup. Ketika orang Asyur datang dan menawan sepuluh suku Yahudi utara pada tahun 722, mereka tetap tinggal. Dan orang-orang Yahudi itu kawin campur dengan negara-negara penyembah berhala.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi mereka telah meninggalkan Yudaisme mereka dan melakukan kejahatan terburuk, dan itu adalah bercampur dengan orang non-Yahudi yang menyembah berhala. Mereka dianggap orang buangan. Jadi tidak ada orang Yahudi yang akan berbicara dengan orang Samaria dan tidak ada yang akan pergi ke Samaria kecuali Yesus. Jadi ini adalah perempuan yang terbuang dan juga perempuan yang tidak bermoral. Dia juga perempuan yang tidak peduli. Dia tidak tahu siapakah orang Yahudi asing itu yang duduk di sumur itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Perempuan ini adalah kebalikan dari Nikodemus, namun kepada wanita inilah Yesus untuk pertama kali dalam Injil Yohanes menyatakan identitas-Nya sendiri. Dan itu adalah kesaksian tentang kemurtadan Israel. Tetapi itu lebih dari sekedar teguran pedas pada Israel, itu adalah pernyataan Yesus bahwa Dia telah datang untuk menyelamatkan orang-orang dari setiap bahasa, suku dan bangsa. Itu adalah kesaksian bahwa keselamatan adalah untuk semua orang yang percaya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah, ini bukan tentang membawa cerita ini ke zaman sekarang, inilah tentang membawa Anda semua kembali ke kejadian itu sendiri, dan membiarkan Anda mengalami kejadian itu. Dan kita akan belajar dari-Nya bagaimana mendekati orang-orang di dunia yang tidak peduli Injil. Dan untuk sebagian besar hidup Anda, Anda juga akan bertemu dengan orang-orang yang tidak peduli tentang Injil itu yang perlu mereka dengar. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah seorang wanita yang tidak mencari Yesus, yang tidak tahu Dia ada, yang tidak tahu siapakah Dia. Dia adalah seorang asing yang tidak dikenal yang dia temui duduk di sumur yang menurut dia rada aneh. Dia mengatakan hal-hal aneh, hal-hal yang wanita itu tidak mengerti. Namun Yesus menolak ketidakpeduliannya dan ketidaktahuannya. Itu bukan penghalang. Dan Dia tidak memperhatikan amoralitasnya, ini penting.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kita cenderung merasa benar-diri saat melihat dunia amoral kita. Dan mudah bagi kita untuk benci orang lain, untuk membenci kaum homoseksual yang mendukung pernikahan sama jenis yang merusak kaum muda kita. Sangat mudah bagi kita untuk membenci kaum muda liberal yang menganggap Amerika itu buruk dan teroris Islam karena kerusakan yang dilakukan mereka. Tetapi itulah ladang misi kita. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itu bukanlah musuh kita, semua orang berdosa berada dalam situasi yang sama menuju ke neraka yang sama karena sifat dosa mereka, walaupun mereka bukan homoseksual atau mereka tidak liberal dan mereka bukan teroris Islam. Mereka terasing dari Allah dan itu merupakan tanggung jawab kita di dunia ini untuk pergi kepada mereka. Mereka adalah orang sakit yang membutuhkan doktor. Mereka adalah orang-orang yang tidak benar, sama seperti kita sebelum lahir baru.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi marilah kita mulai dengan konteksnya di </span><span class="cf1"><b>Yohanes 4:1-3</b></span><span class="cf1">, “Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 2 meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, 3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.” Apakah Dia lakukan di Yudea? Yesus telah berkhotbah tentang pertobatan, memberitakan kerajaan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya.” Ini dicatat untuk mengingatkan Anda bahwa baptisan itu tidak bergantung pada pembaptis. Pembaptis itu tidak menambahkan apapun ke dalam baptisan. Baptisan itu sendiri ditetapkan Allah untuk menandakan bahwa ada perubahan rohani yang telah terjadi dalam diri orang percaya baru itu. Yang terpenting adalah hati orang yang dibaptis, bukan hati pembaptisnya. Allah melihat hatimu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus ingin pergi ke Samaria karena ada pertemuan berdaulat, kebutuhan rohani yang telah ditentukan sebelumnya, yang ditetapkan untuk Dia dengan seorang wanita di dekat sumur dan yang telah ditahbiskan sebelum dunia dijadikan. Dan itu akan mengakibatkan keselamatannya dan keselamatan seluruh kelompok orang dari desa Samaria setempat. </span><span class="cf1"><b>Ayat 4</b></span><span class="cf1">, “Dia harus melintasi Samaria.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah Samaria pada awalnya adalah nama ibu kota kerajaan utara. Ketika kerajaan itu terpecah setelah pemerintahan Salomo, raja terakhir dari kerajaan yang bersatu (Saul, Daud, Salomo, dan dari putra-putra Salomo), kerajaan itu terbelah dua, sepuluh suku pergi ke utara, dua suku tinggal di selatan. Suku-suku selatan dikenal sebagai Yehuda. Suku-suku utara dikenal sebagai Israel. Itulah sejarah mereka.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 5</b></span><span class="cf1">, “Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria yang bernama Sikhar, dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf.” Dan Yusuf kemudian dimakamkan disana setelah tanah itu ditaklukkan Yosua. Inilah lokasi bersejarah, yang ada di dalam Alkitab untuk membuktikan bahwa ini tentang orang sungguhan di tempat nyata. </span><span class="cf1"><b>Ayat 6</b></span><span class="cf1">, “Disitu terdapat sumur Yakub. Yesus lelah oleh perjalanan-Nya, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari saat itu kira-kira jam keenam.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus lelah dan duduk di pinggir sumur. Saat itu sekitar jam keenam yang adalah jam duabelas siang; ini tengah hari. Matahari berada di puncaknya dan Dia telah berjalan sejauh 32 kilometer, yang adalah perjalanan berat. Keadaan telah diatur untuk pertemuan menakjubkan yang akan segera terjadi ini. Dan disitu Anda melihat kemanusiaan Yesus. Dia memahami semua yang kita derita sebagai pria dan wanita karena Dia pernah menjadi salah satu dari kita.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Nah kita sampai pada pertemuan itu dan kita melihat contoh cara penginjilan pribadi. Lihatlah Yesus mengambil inisiatif dan datang ke dunianya. </span><span class="cf1"><b>Ayat 7</b></span><span class="cf1">, “Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, "Berilah Aku minum.” Nah, menimba air memang pekerjaan perempuan. Hal itu didukung oleh data historis. Mereka melakukannya setiap hari karena mereka membutuhkan air setiap hari. Biasanya mereka datang pada saat cuaca lebih sejuk.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi, bagaimana Yesus mulai? Dia mengambil inisiatif, “Berilah Aku minum.” Dalam budaya itu, itulah hal yang mengejutkan bagi-Nya untuk mengatakan itu, karena laki-laki tidak berbicara dengan perempuan di depan umum. Pria Yahudi tidak berbicara dengan wanita. Tahukah Anda bahwa para rabi Yahudi tidak boleh berbicara bahkan dengan perempuan dari keluarganya sendiri di depan umum? Jadi di sini Yesus, seorang rabi, berbicara dengan orang buangan, seorang perempuan yang dihina.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa Yesus tidak menyuruh murid-murid memberi-Nya minum? ” Ya, tidak bisa karena </span><span class="cf1"><b>ayat 8</b></span><span class="cf1"> mengatakan “murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan”; jadi Dia sendirian di sana. Mengapa Dia sendirian di sana? Nah, karena mereka membutuhkan makanan. Berapa banyak murid yang dibutuhkan untuk mendapatkan makanan? Mereka semua? Tidak, tapi menyuruh mereka pergi itu bermanfaat untuk percakapan. Dia ingin berduaan saja dengan perempuan itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan Yesus tidak pernah melakukan mukjizat untuk memuaskan kehausan-Nya sendiri, memuaskan rasa lapar-Nya sendiri, atau menyediakan apa pun untuk diri-Nya. Dia menghormati pekerjaan dan upaya, dan Dia menghormati kepedulian, dan Dia menghormati pengorbanan, dan Dia menghormati memberi dan semua hal yang kita lakukan dalam hidup untuk menopang diri kita sendiri. Ini juga merupakan bagian dari komitmen-Nya pada manusia. Kita mendapatkan apa yang kita butuhkan melalui pekerjaan kita sendiri.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 9</b></span><span class="cf1">, “Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?’ Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.” Dia berkata, "Saya tahu budaya Anda, saya tahu apa yang Anda pikirkan tentang kami." Dan Yesus telah menghancurkannya karena itu adalah tradisi non-alkitabiah. Jenis kebencian macam itu terhadap orang Samaria itu salah, dan tidak sah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ada orang-orang Samaria ini dan daripada mengatakan kepada mereka yang benar, daripada mencoba menarik mereka kepada pengetahuan tentang Allah yang benar melalui Alkitab, mereka memperlakukan mereka dengan cemoohan dan penghinaan. Bagaimana perempuan ini tahu bahwa Jesus adalah seorang Yahudi? Mungkin dari pakaian-Nya. Orang Yahudi memiliki jumbai di tepi pakaian mereka, menurut Bilangan 15. Dan kemungkinan besar seorang rabi akan memilikinya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus mengutus para murid ke kota Samaria untuk membeli makanan dari tangan orang Samaria. Dia sama sekali tidak peduli dengan tradisi, hanya mengungkapkan kebenaran. Orang Yahudi melanggar kehendak Allah dan hati Allah. Allah Bapa harus mengirim Mesias-Nya untuk melakukan apa yang orang-orang dan para pemimpin agama tidak akan pernah lakukan. Mereka bahkan tidak tertarik untuk mentransformasikan orang-orang mereka sendiri, apalagi orang Samaria.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kedua, Yesus menawarkan belas kasihan yang tidak diminta. </span><span class="cf1"><b>Ayat 10</b></span><span class="cf1">, "Jawab Yesus kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah, dan siapakah Dia yang berkata kepadamu, 'Berilah Aku minum,' niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, dan Dia akan memberi kepadamu air hidup.” Ini menggunakan kehausan fisik dan air sebagai titik kontak, tapi Dia membalikkan situasi. Dia memperlakukan perempuan itu sebagai yang haus dan Dia sebagai sumber air.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tapi di sini ada belas kasihan murni karena Dia berkata, “Jikalau engkau tahu karunia Allah,” pemberian gratis dari Allah. Di sinilah penginjilan dimulai. Anda menemukan jalan Anda pada titik kepentingan yang sama, dan kemudian muncul kenyataan bahwa Anda menawarkan orang berdosa itu tanpa memperhatikan moralitas. Itu adalah belas kasihan tanpa memandang agama. Itu anugrah saja. Inilah kemuliaan unik Injil yang bertentangan dengan semua agama lain.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kata semua agama lain, "Lakukanlah ini, lakukanlah itu, dan Allah akan memberi Anda ini." Kata Injil, "Dalam keadaan agama apa pun Anda berada, dan apa pun juga keadaan moral Anda, ini adalah hadiah." Itu adalah anugerah Allah. ‘Dorean’, kata itu di sini, berarti "hadiah gratis". Paulus suka kata itu. Paulus menggunakan kata itu dalam Roma 5, pemberian gratis. Dan di situlah Tuhan kita mulai di mana Dia menawarkan belas kasihan yang tidak diminta.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Regenerasi itu adalah pekerjaan Allah. Anda tidak dapat berpartisipasi dalam kelahiran Anda sendiri. Yang bisa Anda lakukan hanyalah meminta. Itu adalah hadiah dari Allah. Saya ada di sini untuk memberikannya jika Anda hanya minta, dan jika Anda minta kepada-Nya, sambil berbicara sebagai orang ketiga tentang diri-Nya, Dia akan memberikan Anda air hidup. Dan dengan pernyataan tentang air hidup itu, Yesus membawa percakapan itu ke arah yang sangat spiritual.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Apakah air yang hidup itu? Yah, jelas itu keselamatan. Dan segala sesuatu yang ada dalam keselamatan, yaitu belas kasihan, rahmat, pengampunan, pembenaran, yang mengalir terus. Ketika orang-orang berdosa datang ke hadapan penghakiman Allah, Tahta Putih Besar itu, berdasarkan apa yang dikatakan Tuhan kita di sini, mereka akan dikirim ke neraka bukan karena semua daftar dosa. Tetapi mereka akan dikirim ke neraka karena mereka gagal meminta hadiah itu. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Mengapa itu disebut air yang hidup? Yeremia 2:13 mengatakan, “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” Yeremia 17:13 mengatakan, “Semua orang yang meninggalkan Tuhan telah meningalkan sumber air yang hidup.” Mazmur 36:9 mengatakan, “Allah adalah sumber kehidupan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Allah ingin memberi Anda hadiah kehidupan. Inilah air yang mengalir terus. Dalam Yohanes 7:37-38, “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru, “Barangsiapa haus, baiklah dia datang kepada-Ku dan minum.” 38 Dari dalam hatinya akan mengalir sungai air yang hidup.” Dan itulah yang dikatakan Yesus disini. Jika Anda minta, Dia akan memberi Anda air yang hidup itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Begitu Anda menerima air ini, begitu air ini ditempatkan di dalam diri Anda, air itu mengalir untuk selamanya. Itu adalah sumber air, yang muncul untuk selamanya. Inilah Injil. </span><span class="cf1"><b>Ayat 11</b></span><span class="cf1">, “Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?” </span><span class="cf1"><b>Ayat 12</b></span><span class="cf1">, “Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya?”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Inilah skeptisisme, ejekan. Sekali lagi, Yesus menanggapi itu dengan ramah dan sabar. </span><span class="cf1"><b>Ayat 13-14</b></span><span class="cf1">, “Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Itulah keselamatan kekal. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ini adalah sumber awet muda dan kehidupan kekal. Sekarang maksud-Nya itu sudah jelas. Ini adalah rahmat dan berkat yang permanen, konsisten, penuh, memuaskan, kekal dari Allah untuk orang berdosa yang meminta. Yesus menawarkan hidup kekal yang merupakan realitas spiritual — anugerah belas kasihan, anugerah bagi semua yang memintanya. Apakah itu? Itu air yang hidup. Itu adalah kepuasan jiwa untuk selamanya. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” Dan apa yang bisa saya lihat dalam dirinya adalah hanya ketidakpercayaan, siapakah pria ini dan apakah yang Dia bicarakan? Apakah perempuan itu mulai berpikir tentang hal-hal spiritual dan hal-hal yang kekal? Mungkin. Saya tidak tahu di titik mana dia berada, karena Roh Allah sedang bekerja di dalam hatinya melalui perkataan Juruselamat. Tapi semuanya menjadi jelas di minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Sep 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200913</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000EE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus adalah Unggul]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C4"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+3:31-36" target="_blank" class="imCssLink"><span class="fs12lh1-5">Yohanes 3:31-36</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah tentang memudarnya pengenalan pengkhotbah dan peningkatan kemuliaan Yesus Kristus. Dan itulah tepat apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis dan itu hukum pertama untuk semua orang yang melayani dalam pelayanan. Dan model terbesar dari ini adalah Tuhan Yesus Kristus dalam Filipi 2:6-7, “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi taat.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang meninggikan dirinya dalam pelayanan tidak memiliki anugerah. Mengapa saya mengatakan itu? Karena Yakobus 4:6 mencatat bahwa Allah memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati, tetapi menentang orang yang sombong. Jalan kerendahan hati, jalan meninggikan Kristus adalah satu-satunya jalan yang harus dikejar oleh pendeta yang setia. Semua ini menjadi jelas dalam bagian Firman ini yang berfokus pada Yohanes Pembaptis.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes Pembaptis adalah pendahulu Yesus Kristus, nabi Perjanjian Lama yang terakhir. Tidak ada satu pun dalam 400 tahun sebelum Dia. Dalam Matius 11:11 Yesus berkata bahwa dia adalah orang terbesar yang pernah hidup. Dia memiliki panggilan terbesar bukan untuk bernubuat tentang Mesias yang akan datang, tetapi untuk menunjukkan bahwa Mesias itu telah tiba, Tuhan Yesus Kristus. Anak Domba Allah yang datang untuk menghapus dosa dunia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah orang yang paling istimewa dengan pelayanan terbesar dari siapa pun yang pernah hidup dalam sejarah manusia. Dia diberdayakan, dia populer, dia berpengaruh, namun dari pria inilah kita belajar pelajaran besar ini tentang kerendahan hati. “Dia harus semakin besar dan saya harus semakin kecil,” dan kalimat itu, aksioma yang keluar dari mulut Yohanes Pembaptis itu menunjukkan kerendahan hati rohaninya yang sejati.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca <b>Yohanes 3:31-36</b>, “Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, adalah duniawi dan berkata-kata tentang dunia. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak percaya kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." Inilah kumpulan ayat yang sangat penting karena fokusnya adalah pada keunggulan Kristus. Di dalam ayat 31- 36 terdapat Kristologi yang lengkap dan kaya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuasa untuk meyakinkan orang tentang identitas Kristus berasal dari Kitab Suci. Injil Yohanes tertulis agar Anda dapat mengetahui dan percaya bahwa Yesus adalah Kristus, dan dengan kepercayaan itu memiliki hidup dalam nama-Nya. Di sini kesaksiannya bukan dari rasul Yohanes, tetapi dari Yohanes Pembaptis. Sungguh menakjubkan bahwa Yohanes Pembaptis itu memiliki pemahaman penuh tentang siapakah Yesus Kristus itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, alasan untuk meninggikan Kristus adalah karena Dia <b>berasal dari surga</b>. Perjanjian Baru menetapkan ini pada awalnya. Anda mulai dalam Matius 1:20 dan ada mimpi dan seorang malaikat mengatakan, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamakan Dia Yesus.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. 22 Lihatlah, perawan itu akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Immanuel yang berarti ‘Allah bersama kita.’” Dalam Lukas 1:31 hal yang sama terjadi, seorang malaikat muncul dan mengidentifikasikan Anak itu. “Sesungguhnya engkau akan mengandung, Maria, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau menamai Dia Yesus. 32 Dia akan menjadi besar, dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Sekarang lihatlah <b>ayat 31</b>, "Siapa yang datang dari sorga adalah di atas segalanya." Itu tidak memiliki konotasi moral. Dia hanya berkata, setiap manusia duniawi adalah dari bumi, berbicara tentang dunia, tetapi Dia yang datang dari surga berada di atas segalanya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu orang, Kristus, yang berasal dari surga. Inilah Yohanes Pembaptis, manusia terbesar yang pernah hidup yang berkata, “kita manusia adalah semua dari bumi dan kita semua termasuk dalam kategori ini, dan kita berbicara dari sudut pandang manusia. Dan di situlah letak keterbatasan kita. Di situlah letak tujuan dan alasan untuk keperluan kita merendahkan diri.” Di sisi lain, dia berkata, "Kristus yang datang dari atas adalah di atas segalanya."</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes memahami asal ilahi Yesus Kristus. Dia adalah Anak Allah yang tak tercipta yang masuk ke dalam wujud manusia dalam tubuh manusia di inkarnasi-Nya. Dalam Yohanes 17:5 Kristus berdoa dan berkata, “permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” Dalam Yohanes 17:8 dikatakan, “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, alasan meninggikan Kristus, adalah bahwa <b>Kristus mengetahui segalanya</b> dari pengalaman ilahi secara langsung. Dan itu terdapat dalam <b>ayat 32</b>, “Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.” Dan kita tahu Dia tahu segalanya karena dalam Yohanes 2:23-25, Allah berkata bahwa Yesus tahu segalanya. Bahkan Dia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kemahatahuan. Yesus adalah satu-satunya orang yang tidak pernah perlu mengambil informasi dari orang lain. Memang, Dia bertumbuh dalam kebijaksanaan, perawakan, kemurahan hati dengan Allah, kebaikan dengan manusia dan pengetahuan ilahi-Nya bangkit saat Dia bertumbuh secara sah dari seorang bayi. Dia disesuaikan dengan perkembangan manusia. Pada saat Dia berusia dua belas tahun, Dia sudah dapat merasakan misi-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Dia memilih untuk menggunakan semua pengetahuan itu? Tidak, Dia membatasi penggunaan kemahatahuan-Nya sendiri secara independen dalam kerendahan hati-Nya. Itulah mengapa Dia dapat mengatakan hal-hal seperti, "Aku tidak tahu hari atau jamnya Aku kembali untuk mendirikan Kerajaan." Tetapi meskipun Dia bisa membatasi kemahatahuan-Nya, tidak ada yang bisa menambah pengetahuan-Nya. Dia membatasi perkembangan-Nya dan itu adalah rencana Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang kita tahu, harus ada orang yang mengajar kita. Kita membutuhkan informasi surgawi yang diberikan kepada kita dari orang dari surga. Jadi datanglah Yesus. Allah berbicara di masa lalu oleh Roh Kudus melalui para nabi dan kemudian Dia berbicara, menurut Ibrani 1, oleh Anak-Nya. Allah bicara kepada kita melalui Firman atau Dia bicara kepada kita melalui Anak-Nya, karena kita tidak tahu tentang hal-hal surgawi.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 3:11 berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Kami mengucapkan apa yang Kami ketahui dan bersaksi tentang apa yang telah Kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian Kami.” 'Kami' di sini berarti Tritunggal. Ini adalah pengetahuan langsung. Dan Dia menamakan hal-hal ini dalam ayat 12 hal-hal surgawi. Jadi dalam merujuk pada Yesus Kristus, segala sesuatu dimulai dengan pemahaman tentang asal surgawi-Nya dan kemudian pergi ke kemahatahuan-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus membicarakan apa yang dilihat-Nya dan didengar-Nya, itu membicarakan waktu bersama Allah di masa kekal dulu, sebagai Trinitas, mereka berbagi pemahaman kebenaran yang sama. Yohanes 5:30-35 mengatakan, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. 31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32-35, “Ada orang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. 33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes Pembaptis dan kesaksiannya tentang Aku itu benar; 34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. 35 Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja pesannya itu.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata bahwa Yohanes memberi Anda kesaksian yang dia terima dari Allah. Saya memberi Anda kesaksian yang datang dari surga itu sendiri. Bedanya, Yohanes harus diajari tentang ini, Yesus mengetahuinya untuk selamanya. Dia adalah yang mahatahu. Dalam Yohanes 8:26, “Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata bahwa pengetahuan-Ku adalah pengetahuan yang dimiliki Allah, itu adalah pengetahuan yang kita tahu bersama. Ayat 38, “Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan.” Karena Dia berasal dari surga, Dia memiliki semua pengetahuan surgawi. Kita berjuang sebaik mungkin untuk memahami hal-hal surgawi, untuk mengerti hal-hal surgawi, untuk menggambarkan hal-hal surgawi, dan kita hanya dapat melakukan sedikit sekali. </span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, siapa pun yang menegaskan Kristus, juga menegaskan bahwa <b>Allah itu benar</b>. Lihatlah <b>ayat 33</b>, “Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.” Itulah pernyataan singkat untuk mengatakan sesuatu yang sangat dalam. Apakah Allah mengatakan kebenaran? Dia adalah kebenaran terwujud. Jadi, Anda harus percaya kepada Kristus. Mengapa? Karena Allah mengutus malaikat dan mengatakan anak ini adalah Imanuel, yang berarti 'Allah bersama kita.’</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah Yesus yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Karena Allah mengutus malaikat, inilah Anak Allah, karena Allah mengatakan pada pembaptisan-Nya, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada siapa Aku berkenan.” Karena Allah mengatakan pada Transfigurasi, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.” Jika Anda tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, maka Allah pasti telah berdusta. Anda tidak bisa mengatakan, “Saya percaya pada Allah, tetapi saya menolak Kristus.”</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak dapat mengatakan Allah itu benar dan menolak Kristus. Orang-orang Yahudi memikir mereka menegaskan Allah dari Perjanjian Lama. Mereka berbicara tentang Allah Abraham, dan Ishak, dan Yakub, Allah dari Firman Perjanjian Lama, mereka menegaskan bahwa itu adalah Allah mereka yang benar. Tetapi Allah mereka adalah pendusta karena Allah dari Perjanjian Lama itulah yang telah mengungkapkan setiap nubuatan yang diarahkan dan digenapi dalam kedatangan Yesus Kristus yang pertama.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allahlah yang menubuatkan tentang keturunan seorang wanita dalam Kejadian 3, Allah dari Yesaya 53 yang berbicara tentang seseorang yang akan disalibkan, ditusuk, dilukai untuk pelanggaran umat-Nya. Setiap nubuatan dalam Perjanjian Lama yang digenapi di dalam Yesus Kristus adalah titik di mana Anda mengesah-kan Allah sebagai yang mengatakan kebenaran, atau yang berbohong. Anda tidak dapat menolak Kristus dan berkata bahwa Allah mengatakan kebenaran.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Yohanes 5:10, “Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta.” Anda tidak memiliki hak untuk mengatakan saya percaya pada Allah dan bahwa saya percaya Allah itu benar, dan kemudian menolak Kristus. Yohanes 7:16, “Jawab Yesus kepada mereka, “Ajaran-Ku bukanlah milik-Ku, tetapi milik dari Dia yang mengutus Aku.” Jika Anda menolak Aku, Anda menolak Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Keempat</b>, Kristologi Yohanes Pembaptis membicarakan hubungan <b>Tritunggal</b>-Nya. <b>Ayat 34</b>, “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.” Yesus memiliki kehadiran Roh Kudus sepenuhnya. Salah satu pelayanan Roh, tentu saja, adalah membawa firman Bapa melalui Anak-Nya. Semua yang Yesus lakukan adalah pekerjaan Roh Kudus.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena sebagian dari inkarnasi-Nya adalah menjadi manusia, dan sebagian dari inkarnasi-Nya adalah membatasi penggunaan atribut-Nya secara independen. Sebagian dari inkarnasi-Nya adalah untuk menyerahkan kehendak-Nya kepada pekerjaan Roh Kudus dalam penghinaan-Nya. Yohanes Pembaptis dipenuhi dengan Roh Kudus sejak Ia dikandung, jadi Roh Kudus itu memberi perhatian khusus kepada kehidupan Yohanes.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi tidak sejauh yang dimiliki Kristus, karena Kristus diberi Roh tanpa batas. Apakah artinya itu? Tak terbatas ke tingkat keilahian-Nya yang tak terbatas. Jadi apa yang Anda miliki di dalam Yesus Kristus adalah Allah Anak yang setara dengan Allah Bapa dalam kepenuhan-Nya dan setara dengan Allah Roh Kudus dalam kepenuhan-Nya. Itulah arti istilah 'tidak terbatas'. Tanpa batas dan tanpa perbatasan.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Akhirnya</b> Yohanes Pembaptis menunjukkan keunggulan Kristus karena <b>Ia telah menerima semua otoritas </b>dari Bapa. <b>Ayat 35</b>, “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.” Seluruh penebusan dan seluruh ciptaan, semuanya adalah tentang Bapa yang mengasihi Anak dan menciptakan alam semesta di mana Dia dapat menebus umat manusia dan memberikan mempelai perempuan itu kepada Anak-Nya, hadiah kasih untuk Anak-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 1:21-23 mengatakan, “Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Hubungan kasih dari Allah terhadap Anak-Nya menyebabkan Allah memberikan seluruh ciptaan-Nya kepada Anak-Nya.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes Pembaptis menutup dengan undangan di <b>ayat 36</b>, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak percaya kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” Mengapa itu berubah dari percaya menjadi menaati? Karena percaya pada Anak itu adalah suatu perintah. Dia yang percaya kepada Anak telah menaati perintah. Dia yang tidak percaya pada Anak telah melanggar perintah dan akan mengalami murka Allah.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah kata-kata terakhir dari bibir Yohanes Pembaptis yang dicatat dalam Kitab Suci dan dia adalah pengkhotbah Injil. Tidak lama kemudian akhir Yohanes tiba di Matius 14. Herodes menangkapnya karena Yohanes secara terbuka berkhotbah tentang perbuatan amoral Herodes dan pernikahan terlarang dengan Herodias, istri saudaranya Filipus. Dia telah merayu istri saudara laki-lakinya dan menikahinya. Hanya Yohanes berani mengatakan itu.</span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari ulang tahun Herodes, putri Herodias menari di depan mereka dan sangat menyenangkan Herodes sehingga dia berjanji dengan sumpah untuk memberikan apa pun yang dia minta. Didorong oleh ibunya, dia berkata, "Berikanlah saya kepala Yohanes Pembaptis." Jadi Herodes menyuruh supaya Yohanes dipenggal kepalanya di penjara. Murid-muridnya datang dan menguburkannya. Dia hidup singkat di bumi, tetapi hamba yang rendah hati ini hidup untuk selamanya di surga. Marilah kita berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> </span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200906</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerendahan Hati]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000AE"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+3:22-30" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 3:22-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bukalah Alkitab Anda ke Yohanes 3:30. Berikut adalah kata-kata yang diucapkan oleh Yohanes Pembaptis: “Dia” (Kristus) “harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Itu adalah pepatah, aksioma, sesuatu yang benar. Itu adalah hukum pertama dalam pelayanan: Dia harus makin besar; aku harus makin kecil. Kerendahan hati adalah hukum pertama dalam setiap pelayanan yang berhubungan dengan Allah dan sesamamu manusia. Marilah kita lihat contoh lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 5:5-6 berkata, “Tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggi-kan-Nya pada waktunya.” Sekali lagi, kerendahan hati adalah hukum pertama pelayanan. Semua pendeta yang setia dan terhormat meninggikan Kristus dan merendahkan diri mereka sendiri. Inilah yang kita lihat di bagian ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita pelajari Yohanes 3:22-30, “Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. 23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ ada banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, 24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." 27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. 28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Setiap pendeta yang meninggikan posisinya sendiri adalah sesat dalam klaimnya. Hanya ada satu Imam Besar dan satu Perantara antara manusia dan Allah, yaitu Kristus Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap pendeta yang memandang dirinya lebih dari seorang Kristen yang setara dengan setiap orang Kristen lainnya, telah merusak dirinya sendiri. Siapapun yang menyebut dirinya pendeta yang mengaku dirinya sebagai kepala gereja, tidak menghormati Anak Allah yang secara eksklusif memiliki gelar itu. Setiap imam yang mengklaim nama Bapa tidak menghormati Bapa / Allah yang benar yang secara eksklusif memiliki gelar itu. Yesus berkata, "Jangan panggil orang Bapa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua pendeta itu seperti bintang yang hanya kelihata pada malam hari, kedipan cahaya mereka tidak cukup untuk menerangi dunia. Mereka memudar saat matahari terbit. Ketika gereja jatuh dalam kemurtadan, mereka kurang memikirkan Kristus dan mereka lebih mementingkan pelayanan mereka. Bagi gereja yang korup itu, matahari telah padam dan bintang-bintang telah menjadi gelap. Di gereja yang benar-benar kudus, pelayanan itu tidak begitu dipentingkan, yang dipentingkan adalah Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes Pembaptis adalah orang terhebat yang pernah hidup. Oleh karena itu, dia adalah hamba Allah terbesar, nabi terbesar yang pernah hidup. Seperti apa pakaiannya? Rambut unta dan ikat pinggang kulit. Seperti apa pola makannya? Belalang dan madu liar, dan apapun yang bisa dia temukan. Israel berada dalam kegelapan. Tinggal satu bintang dan dia memudar saat Anak Kebenaran itu muncul. Kesukacitaannya adalah berada dalam keadaan tersembunyi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pelajaran yang dia ajarkan kepada kita adalah betapa pentingnya dia menghilang dan Kristus menjadi segalanya. Dia memiliki popularitas nasional. Seluruh Yerusalem dan Yudea pergi untuk menemuinya. Anak Allah itu hidup dimana tidak ada yang mengenal-Nya di Nazaret selama 30 tahun. Dan akhirnya Dia muncul; Dia dibaptis oleh Yohanes. Kemudian Yohanes mengutus beberapa pengikutnya untuk mengikuti Yesus, tetapi Yesus tetap belum dikenal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dalam Yohanes 2, Yesus datang ke Yerusalem pada Hari Pelewatan itu dan Dia pergi ke Bait Suci, masih tanpa ada yang mengenal-Nya. Dan kemudian Dia mengakhiri anonimitas itu ketika Dia mengambil cambuk di Bait Suci dan mengusir semua orang, menyebabkan ada kejadian besar yang tak tertandingi. Tetapi Dia masih memiliki sedikit murid saja. Dan kemudian Dia mulai melakukan mukjizat. Kemudian Dia mulai mengusir keluar setan dan Dia mulai menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang banyak mulai datang kepada Yesus karena Yohanes tidak melakukan mukjizat. Ada orang yang kerasukan setan, dan banyak orang sakit parah. Dan mereka tahu bahwa Yesus dapat menyembuhkan mereka karena kuasa mujizat-Nya. Dia mulai menarik orang dan tidak ada yang pernah mengajar seperti Dia. Ajaran-Nya menarik banyak orang. Dan kemudian Yohanes memberi tahu orang-orang, "Lihatlah, Anak Domba Allah."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia menunjuk pada Kristus dan Dia berkata, "Ikutilah Dia." Kamu itu siapa, Yohanes? Aku hanya suara yang berseru di hutan belantara. Aku hanya menyiap-kan jalan saja untuk Mesias.” Mesias menarik mereka dengan ajaran-Nya dan mukjizat-Nya. Dan Yohanes mulai menghilang. Tapi pelayanan mereka saling meliputi. Dan inilah yang dicatat oleh rasul Yohanes dalam masa transisi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah pelajaran tentang kerendahan hati bagi kita semua. Jadi pelayanan Yohanes terjadi bersamaan dengan Yesus, mungkin sekitar enam bulan, karena dialah yang memperkenalkan Yesus. Jadi dia masih melayani dan memberitakan pertobatan, dan memberitakan bahwa Mesias telah datang dan memberitahu mereka siapakah Dia dan membaptis mereka yang bertobat. Dan Yesus mulai memberitakan pertobatan, memberitakan kerajaan dan menyatakan diri-Nya sebagai Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat konteksnya, ayat 22, “Sesudah itu,” artinya setelah Dia datang ke Yerusalem, pergi ke Bait Suci, dan membersihkan Bait Suci. Dan setelah itu Nikodemus orang Farisi itu datang kepada-Nya, kami telah membahas seluruh kejadian dengan Nikodemus dari Yohanes 3:1-21. Jadi setelah itu, Yesus dan murid-murid-Nya datang ke tanah Yudea. Dan mereka pergi ke daerah luar kota, meninggalkan Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sana Yesus memberi waktu kepada mereka. Berdasarkan apa yang dikatakan dalam Yohanes 4:35, kita pikir ini memakan waktu kira-kira enam bulan. Pada saat yang sama Yesus membaptis, jenis baptisan yang sama yang dilakukan Yohanes, yaitu pembasuhan simbolis dari luar untuk menunjukkan keinginan untuk dibasuh di dalam untuk bersiap-siap menyambut kedatangan Mesias dan kerajaan-Nya. Ini adalah pelatihan awal untuk para murid-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat itu di ayat 23 dengan satu catatan penting. Yohanes juga sedang membaptis di Aenon dekat Salim, karena ada banyak air di sana. Itu adalah tempat yang baik bagi Yohanes, yang artinya masih banyak orang yang datang ke Yohanes. Kita tidak tahu persis di mana tempat itu. Ada dua kemungkinan. Tapi keduanya ada di Samaria. Segera setelah Yesus pergi ke Yerusalem dan Yudea, Yohanes pergi ke tempat lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia meninggalkan Yudea untuk Yesus. Inilah tindakan pertama seorang pria rendah hati yang meninggalkan lokasi kesuksesannya untuk orang lain. Jadi dia melakukan pelayanan pengkhotbahan, pertobatan, pembaptisan sama seperti Yesus. Tak satu pun dari mereka melakukan pembaptisan Kristen, sampai Kisah Para Rasul 2:41, setelah kematian dan kebangkitan Kristus, yang digambarkan oleh baptisan Kristen, dimana orang itu "dikuburkan dengan Dia dalam baptisan dan dibangkitkan dalam hidup baru.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22 mengatakan, “Dia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.” Yohanes 4:1 berkata, “Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes.” Jadi sekarang lebih banyak orang pergi ke Yesus, daripada pergi ke Yohanes. Ayat 2, "Meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat di ayat 1, bahwa popularitas Yesus meningkat dan Yohanes memudar. Dan rupanya murid-murid Yohanes mulai khawatir tentang implikasi dari hal ini pada orang yang mereka kasihi. Ayat 24 mengatakan, "Sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.” Karena dalam Matius dan Markus, pemenjaraan Yohanes dicatat tepat setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes. Jadi Yohanes ingin mengoreksi catatan sejarah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bulan-bulan itu di antara baptisan Yesus dan pemenjaraan Yohanes itulah pelayanan mereka berjalan bersama-sama. Orang-orang datang kepada Yesus karena Yohanes mengutus mereka dan karena Yesus melakukan mujizat. Ayat 25, “Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang pemurnian." Pemurnian itu berkaitan dengan baptisan yang melambangkan pertobatan dan pemurnian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mulai berdiskusi tentang siapakah yang lebih unggul, pembaptisan siapakah yang paling penting, siapakah yang lebih besar. Apakah murid-murid Yohanes Pembaptis itu tidak mengerti perkataan Yohanes? Dia menunjuk pada Kristus dalam Yohanes 1, dan berulang kali berkata, “Aku bukanlah Kristus.” Rasul Yohanes berkata bahwa dia bukanlah Terang; dia datang untuk memberikan kesaksian tentang Terang itu. Yohanes dengan senang hati mengatakan kepada para pemimpin Yahudi, “Saya bukan Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka mengatakan kepadanya di ayat 26, “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Dan itulah yang disebut cemburu berlebihan. Mereka bahkan tidak ingin menyebut nama-Nya, Yesus. Mereka bersemangat dan cemburu untuk Yohanes Pembaptis, dan mereka dipenuhi dengan ketidakpuasan. Jadi mereka mengeluh kepada Yohanes tentang hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka seharusnya sudah tahu itu, tetapi mereka ada masalah dengan itu. Ketika Yohanes akhirnya dipenjarakan dalam Matius 11, murid-muridnya masih mengalami kesulitan untuk pindah ke Kristus. Jadi Yohanes mengirim mereka untuk pergi kepada Kristus dan bertanya apakah Dia adalah Mesias. Dan mereka melakukan itu. Dan dalam Yohanes 11, mereka melihat orang-orang sakit disembuhkan, orang buta dapat melihat, orang tuli mendengar dan Injil diberitakan kepada orang miskin. Bukti apa lagi yang Anda butuhkan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27, “Yohanes menjawab dan berkata, 'Seseorang tidak dapat menerima apa-apa kecuali itu telah diberikan kepadanya dari surga.'” Waduh, itulah penjelasan berkenaan pelayanan. Ini seperti Yohanes 15:5, “Tanpa Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Karunia, posisi, pelayanan dalam kerajaan Allah sepenuhnya bergantung pada anugerah Allah yang gratis dan panggilan kedaulatan Allah. Paulus berkata dalam 2 Korintus 4:1, “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelayanan adalah rahmat. Apakah itu rahmat? Sesuatu yang tidak Anda peroleh, sesuatu yang tidak pantas Anda dapatkan, sesuatu yang diberikan kepada Anda meskipun Anda tidak layak. Paulus berkata kepada Timotius, "Saya adalah seorang penghujat, dan saya adalah seorang pembunuh, tetapi Tuhan menganggap saya setia, memasukkan saya ke dalam pelayanan dan Dia menunjukkan belas kasihan kepada saya." Anda tidak dapat naik ke puncak karena Anda lebih kudus dari pada orang lain. Itu semua rahmat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berbicara banyak tentang pelayanan, Kolose 1:25, “Aku dijadikan pelayan jemaat sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku.” Penatalayanan berarti tanggung jawab dan akuntabilitas. Prinsipnya sangat jelas. Seseorang tidak menerima apa pun dalam hal hak istimewa pelayanan, jika menyangkut buah pelayanan, kecuali itu diberikan kepadanya dari surga. Bahkan apa yang telah dimiliki Kristus diberikan kepada-Nya oleh Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelayanan adalah rahmat yang mengalir kepada seorang Kristen yang tidak layak berdasarkan anugerah Allah yang berdaulat. Anda tidak bisa menghasilkannya. Anda tidak bisa mendapatkannya. Anda tidak bisa mencapainya. Tetapi Anda bisa saja kehilangannya. Anda bisa didiskualifikasi. Inilah tentang surga dan apa yang telah diberikan surga ke tanganku sebagai rahmat. Dan kemudian dia mengilustrasikannya di ayat 28, “Kamu sendiri dapat memberi kesaksian bahwa saya berkata, 'Aku bukan Kristus,' tetapi, ‘aku diutus untuk mendahului-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tahu, setiap pendeta perlu mengatakan itu berulang kali, ini bukan tentang aku; ini semua tentang Dia. Semakin cepat saya terhilang dalam kemuliaan Kristus, semakin baik. Kemudian ilustrasi yang indah di ayat 29, “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Filipi 1, Paulus berada di penjara ketika dia menulis itu dan ada pengkhotbah lain yang berkata, “Ah, ini adalah kesempatan kita untuk bersinar. Jadi mereka mulai melempar panah ke arahnya. Mereka melukainya. Tidaklah cukup kalau saya dirantai. Mereka menambahkan rasa sakit di atas rantai saya dengan mengatakan saya di penjara karena dosa dan karena Tuhan telah menghukum saya dan mereka memberitakan Kristus dari iri hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana sikap Anda, Paulus? Filipi 1:18, “Tidak apa-apa, sebab bagaimanapun juga Kristus diberitakan dan aku akan tetap bersukacita.” Itulah kerendahan hati pendeta; Kristus dimuliakan. Ada yang berkhotbah karena niat baik terhadap saya. Ada yang lain yang berkhotbah karena iri hati terhadap saya. Bagaimanapun, "Kristus diberitakan, dan dalam hal itu aku bersukacita." Yohanes itu seperti sahabat mempelai di sebuah pernikahan, dan itu adalah ilustrasi dari ayat 29. Apakah pekerjaan sahabat mempelai itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, di masa lalu, sahabat mempelai itu memiliki peran penting. Pernikahan itu adalah urusan besar. Mereka direncanakan berbulan-bulan sebelumnya, dan mempelai laki-laki sedang menyiapkan rumahnya, semuanya telah disediakan. Jadi dia memiliki sahabat itu, yang melakukan banyak komunikasi dengan pengantin perempuan. Dia akan memberi tahu pengantin perempuan itu kapan, di mana dan bagaimana bisa bertemu. Dan akhirnya dia akan membawa pengantin perempuan itu ke pengantin laki-laki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes berkata, “Itulah pekerjaanku. Aku bukan pengantin laki-laki. Aku hanya ingin menghubungkan pengantin perempuan itu dengan pengantin pria. Aku hanya ingin membawa orang berdosa kepada Yesus. Dan setelah aku melakukannya, aku senang. Sukacitaku telah dibuat penuh. Kalian cemburu. Kalian kesal karena Yesus memiliki lebih banyak murid daripada aku. Aku bersaksi, inilah alasannya aku hidup. Aku dipanggil untuk ini. Inilah kegembiraanku. Tugasku selesai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika mempelai laki-laki mengambil pengantinnya, sahabat pengatin itu menghilang. Dan dengan demikian di ayat 30 dia berkata, “Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Pelayanan yang besar tidak pernah menghasilkan murid dari pelayanan; itu selalu menghasilkan murid Juruselamat. Dan di akhir tumpang tindih ini Yohanes dipenjarakan. Dan kemudian pada suatu hari mereka memanggilnya. Mereka memenggal kepalanya di bumi tetapi dia dipuji di surga untuk selamanya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200830</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000AE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanggung Jawab Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000AD"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+3:11-21" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 3:11-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita melanjutkan dengan Yohanes 3. Yesus berbicara kepada Nikodemus tentang kelahiran kembali itu, yaitu kelahiran dari atas. Dan kita telah membahas kelahiran baru. Itulah pekerjaan Allah sendiri dimana Dia turun dari surga, dan secara efektif hati orang berdosa itu dipanggil, dan orang berdosa itu ditarik kepada dirinya. Dia menciptakan kembali orang berdosa itu, dan kemudian membenarkan, menguduskan dan memuliakan orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak ikut campur dalam kelahiran fisik Anda, dan Anda tidak ikut campur dalam kelahiran rohani Anda. Itulah mujizat ilahi dari Allah. Tuhan kita terus berbicara kepada Nikodemus tetapi Dia memperluasnya kepada siapa pun yang kebetulan ada di sana dan mendengar itu dan juga yang sekarang membaca ini. Yohanes 3:11-21, “Aky berkata kepadamu, sesungguhnya kami mengucapkan apa yang kami ketahui dan bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? 13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kata "percaya" muncul tujuh kali. Tema di sini adalah iman, kepercayaan. Jadi kita bisa namakan pesan ini "Sola Fide," aspek keselamatan yang menyatakan bahwa seseorang diselamatkan oleh 'iman saja', bukan oleh iman dan perbuatan, karena dengan anugerah Anda diselamatkan melalui iman, itu bukan karena perbuatan. Itulah Efesus 2:8-9. Roma 3:20, “Tidak seorang pun dapat dibenarkan oleh perilaku, oleh perbuatan hukum Taurat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang Yesus katakan dalam ayat 11 sampai 21. “Aku berkata kepada kalian semua,” yaitu kepada siapa pun yang berdiri bersama Nikodemus, termasuk murid-murid-Nya sendiri. Ayat 15, "Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal." Ayat 16, “Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ayat 18, "Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan dihukum." Ini tentang kepercayaan. Ini tentang iman saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yesus, "Dan kebenaran pertama yang Aku ingin Anda mengerti adalah bahwa keselamatan adalah pekerjaan ilahi yang dilakukan Allah dari surga ke bawah, yang tidak bergantung pada Anda." Kemudian tanpa penjelasan apa pun, Tuhan kita meneruskan bagian selanjutnya dan berkata, "Setiap orang yang percaya kepada-Nya dapat diselamatkan." Jadi di satu sisi ada doktrin tentang kedaulatan ilahi. Dan di sisi lain, ada doktrin tentang tanggung jawab manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada peringatan. Jika Anda tidak percaya, Anda akan dikutuk. Jika Anda tidak percaya, Anda akan dihakimi, dan Anda akan dihukum. Inilah tanggung jawab manusia. Anda perlu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, agar Anda tidak binasa; Anda akan memiliki hidup kekal. Jadi inilah tanggung jawab manusia, baik secara negatif maupun positif. Anda akan menanggung beban penghakiman jika Anda menolak untuk percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, jika Anda percaya, kehidupan kekal menunggu Anda, tidak peduli siapakah Anda. Jadi, bagaimana kedua hal itu cocok? Kebanyakan orang dalam penginjilan akan menghindari pertanyaan itu secara langsung. Mereka akan melakukan kebalikan dari apa yang Yesus lakukan. Yesus memberikan kebenaran kembar tentang kedaulatan ilahi dalam keselamatan dan tanggung jawab manusia, dan Dia melakukannya pada awal percakapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran kembar ini selalu berjalan paralel. Mereka tidak akan pernah bersatu. Ketidakmampuan kita untuk menyelaraskan hal-hal itu adalah cerminan dari keberdosaan kita. Dan jawaban saya adalah, "Mereka tidak dapat diselaraskan dalam pikiran manusia." Yang bisa saya katakan kepada Anda adalah bahwa di dalam Firman Tuhan, kebenaran ini berjalan paralel. Dan kedaulatan ilahi akan menyebabkan Anda menyembah dan tanggung jawab manusia akan memotivasikan penginjilan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus merasa nyaman dengan kenyataan bahwa Anda mungkin saja tidak memahami sesuatu. Ketika Alkitab membahas hal-hal ini, ia tidak menjelaskan dirinya sendiri. Hal-hal ini dinyatakan dalam Alkitab sebagai realitas paralel dan tidak pernah benar-benar dijelaskan atau diselaraskan karena keduanya ada. Dan fakta bahwa kita tidak dapat memahami mereka membuat kita hanya ada satu pilihan, dan itulah mempercayai mereka berdua dan puas dengan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan melakukan kehendak-Nya, Dia melakukan apapun yang Dia inginkan. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki di antara manusia dan di dunia. Tetapi ada ilustrasi tentang bagaimana hal itu berkaitan dengan tanggung jawab. Dalam Yesaya 10, Allah memperkenalkan orang-orang Asyur. Kata Yesaya 10:5, “Celakalah Asyur,” penghakiman akan datang atas Asyur dari Allah. Celaka adalah kata kesusahan yang mengerikan yang menandakan kehancuran dan penghakiman. Allah akan menghancurkan Asyur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 meneruskan, “yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku!” Allah mengidentifikasikan Asyur sebagai cambuk murka-Nya dan tongkat amarah-Nya. Terhadap siapa? Ayat 6, “Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku.” Dia membicarakan Israel. Kerajaan utara sepuluh suku pada tahun 722 ditawan dan dibantai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7, “Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya.” Kata Allah, Aku akan menggunakan Asyur untuk melakukan ini, tetapi ini bukan rencana Asyur. Ini bukanlah yang dipilih Asyur, inilah yang Aku pilih untuk dilakukan Asyur. Asyur ada rencananya, tetapi Aku ada rencana-Ku, dan Aku tanpa mereka merencanakannya, atau berniat melakukan-nya, Aku akan mengambil dan menggunakan mereka sebagai senjata-Ku. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini luar biasa. Asyur tidak berniat melakukan ini. Allah langsung, dengan kedaulatan mengambil mereka, mendorong mereka ke Israel untuk mencapai kehendak-Nya, dan kemudian Dia berkata dalam ayat 5, “Celakalah Asyur.” Asyur akan dihancurkan karena melakukan sesuatu yang tidak mereka pilih untuk dilakukan, mereka melakukan sesuatu yang tidak mereka rencanakan, dan melakukan sesuatu yang bukan niat mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Assyria akan dihancurkan. Ayat 12, “Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di Gunung Sion, mewakili Israel dan Yerusalem, Dia akan berkata, 'Aku akan menghukum buah dari hati raja Asyur dan sikap keangkuhan-nya.” Dan kemudian Dia melanjutkan dengan mengutip apa yang dikatakan raja Asyur ketika dia menjadi bangga dan meloncarkan serangan melawan Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16, “Aku akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering. Di bawah kemuliaan-Nya ada api yang menyala-nyala. 17 Maka terang Israel akan menjadi api, Yang Kudus-Nya menjadi nyala api dan membakar dan melahap duri dan semak-semaknya dalam satu hari.” Ini adalah penjajaran yang luar biasa. Allah menghukum suatu bangsa karena mereka melakukan apa yang dipilih Allah dan mereka dipaksa untuk melakukannya. Tapi tanggung jawab penuh atas kesombongan itu jatuh pada raja Asyur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sekali lagi adalah ilustrasi dari realitas paralel itu: tanggung jawab manusia dan kedaulatan ilahi. Dan mereka akan selalu berjalan paralel, dan mereka harus selalu dipahami seperti itu. Orang-orang berdosa memikul tanggung jawab penuh atas tindakan mereka yang menentang Allah, bahkan juga ketika Allah menggunakan mereka untuk mencapai tujuan-Nya. Namun semua hal ditetapkan dan ditentukan oleh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Yohanes 6, Yesus memberi makan orang banyak; kemudian Dia mengajarkan bahwa diri-Nya adalah roti kehidupan. Di ayat 35 kata Yesus, “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi. Dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Apakah artinya itu? Itu berarti kepercayaan. Kemudian Yesus berkata dalam ayat 37, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku.” Dan Yesus dari membicara-kan kegagalan untuk percaya langsung membicarakan kedaulatan ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kata Yesus di ayat 40, “Inilah kehendak Allah, Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Itu bolak-balik dari kedaulatan ilahi kepada tanggung jawab manusia. Itu mulai dari kelahiran baru, penciptaan baru sebagai pekerjaan Allah, Bapa yang memilih, Bapa yang menarik, Bapa memberikannya kepada Anak, Anak menerima, dan Anak memelihara dan tidak kehilangan seorangpun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 44, "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” Namun ayat 45, "Setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Itu menunjukkan bahwa inilah pekerjaan Allah. Faktanya, ayat 46, "Hal itu tidak berarti bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang berasal dari Bapa, Dialah yang telah melihat Bapa.” Namun, ayat 47, “Aku berkata kepada-mu, sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah Para Rasul 2, ada satu lagi ilustrasi di mana Petrus berkhotbah pada Hari Pentakosta, dan dia berkata di Kisah Para Rasul 2:22-23, “Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu, 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan pengetahuan sebelumnya, kamu telah menyalibkan dan membunuh Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tahu dari ajaran Tuhan kita bahwa dari mereka diminta pertanggung-jawaban untuk itu, bahwa rumah mereka dijadikan gersang. Mereka bersalah karena bukan hanya membunuh para nabi, tetapi juga membunuh Anak Allah sendiri dan mereka akan bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Ya, dengan rencana dan pengetahuan sebelumnya dari Allah, namun tetap ada tanggung jawab penuh atas mereka yang mengambil nyawa-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang Yahudi, Romawi, Pilatus, Herodes, semua orang yang terlibat dalam eksekusi Yesus, mereka melakukan apa yang mereka ingin lakukan dalam ketidakpercayaan namun mereka melaksanakan tujuan yang telah ditentukan oleh tangan Allah. Itu kebenaran paralel. Perjanjian Lama menubuatkan Yesus itu dikhianati. Yang dinubuatkan adalah Yudas. Perjanjian Baru mencatat bahwa Yudas adalah yang akan mengangkat tangannya melawan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Telah ditetapkan oleh Allah bahwa Yudas akan menjadi pengkhianat dalam Yohanes 17:12, dimana Yesus berkata, “tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Namun dalam Kisah Para Rasul 1:25 dikatakan ketika Yudas gantung diri, dan jatuh dan isi perutnya pecah, dia “telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Lihatlah bagaimana Alkitab secara konsisten menempatkan hal-hal ini paralel tanpa mengurangi yang satu atau yang lainnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Roma 9 sampai 11, Paulus disitu membuka hatinya atas penerapan kebenaran Injil itu kepada orang-orang berdosa. Dan dia memilih satu kelompok orang berdosa, yang paling dikenalnya, dan yang paling dia pedulikan, yaitu sesama orang Yahudi. Marilah kita menerapkan Injil itu kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Bagaimana perasaan Paulus terhadap bangsanya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Roma 9:1, Paulus memahami Injil. Dia membuka kemuliaan Injil dan dia sedang melihat pada bangsanya sendiri, bangsa Israel. Hatinya hancur sampai-sampai dia hampir menyerahkan keselamatannya sendiri jika Israel bisa diselamatkan. Hal yang sama ada di Roma 10:1 dan di Roma 11:1, “Apakah Allah telah menolak umat-Nya? Tidak, Dia tidak menolaknya. Semoga tidak pernah.” Apakah yang terjadi? Roma 9:6, "Tidak semua Israel itu adalah Israel."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membuat pilihan. Dalam ayat 15 adalah jawaban Allah dari Keluaran 33, "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku akan menaruh belas kasihan, dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Aku memutuskan kepada siapa Aku akan memberikan belas kasihan dan kasih sayang. Itu tidak tergantung pada orang yang mau. Itu tergantung pada Allah yang merasa belas kasihan. Ayat 18, “Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaannya ada di ayat 19, “Jika demikian, kenapa saya masih disalahkan-Nya?”Saya bahkan bukan faktor. Jika Allah membuat semua pilihan, bagaimana Dia bisa menganggap saya bertanggung jawab atas penolakan? Itulah keluhan Anda. Itu tidak adil. Jawaban Allah sederhana, “Diam, kamu tidak berhak menanyakan itu.” Itulah yang dia katakan di ayat 20, “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sampai pada Roma 10, sisi lain, tanggung jawab manusia. Apakah masalahnya? Ayat 1, Doaku kepada Allah adalah supaya mereka diselamatkan. Mengapa mereka tidak diselamatkan? Ayat 2, “Mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.” Tidak tertulis, "Saya rasa Allah tidak memilih mereka." Paulus berkata, "Masalahnya adalah mereka tidak memiliki pengertian." Mereka tidak memahami kebenaran Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak menyadari bahwa mereka tidak pernah bisa mencapai kebenaran Allah, dan oleh karena itu harus berseru kepada Kristus untuk mengakhiri pemerintahan Hukum Taurat dan membawa mereka kepada kebenaran dan bagaimana itu akan terjadi? Itu akan datang kepada setiap orang yang percaya. Ayat 4, mereka tidak memahami bahwa kebenaran yang mengakhiri tirani hukum tersedia bagi setiap orang yang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memberitakan Firman tentang iman. Kita berkhotbah bahwa jika Anda mengaku dengan mulut Anda, "Yesus adalah Tuhan, dan percaya di dalam hati Anda bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, Anda akan diselamatkan, karena dengan hati orang menjadi percaya, dan itu menghasilkan kebenaran.” Dan kemudian Dia berkata dalam ayat 11, "Barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan malu." Siapapun juga yang percaya, itu tidak masalah. Siapapun yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah iman itu, ayat 17, timbul dari pendengaran oleh Firman Kristus. Jadi apakah tanggung jawab kita? Tanggung jawab kita adalah untuk menyadari hal ini. Kita telah diberi perintah dan amanat untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada setiap makhluk karena siapa pun yang percaya bisa diselamatkan. “Siapapun yang datang kepada-Ku,” kata Yesus dalam Yohanes 6:37, “ia tidak akan Kubuang.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Aug 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200823</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000AD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Panggilan Ilahi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000AC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+3:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 3:1-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 3 adalah bab penting dalam Perjanjian Baru. Itu menolong pemahaman kita tentang keselamatan, dan kebenaran itu dibangun di dalam seluruh isi Kitab Suci. Malam ini kita memberi semacam tambahan dari apa yang telah kita bahas dalam ayat-ayat ini. Yohanes 3:3-8 mengatakan, “Yesus menjawab, kata-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, dia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Kita perlu dilahirkan kembali. Artinya, setelah dilahirkan secara fisik, sekarang kita perlu dilahirkan secara rohani. Kelahiran pertama kita adalah ciptaan langsung dari Allah. Begitu pula dengan kelahiran kedua kita yang turun dari atas. Itulah pekerjaan ilahi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah pekerjaan Roh Kudus yang memberi kita kehidupan rohani. Itulah yang dimaksud dengan “dilahirkan kembali.” Dan alasan Tuhan menggunakan analogi ini adalah karena kita tidak berpartisipasi dalam kelahiran ini. Anda tidak ada hubungannya dengan kelahiran fisik Anda. Dan Anda tidak akan ada hubungannya dengan kelahiran spiritual Anda. Tidak ada orang yang lahir baru yang memberikan kontribusi untuk itu. Tidak ada cara untuk mewujudkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat apa yang terjadi dengan Lazarus? Lazarus sudah mati. Dia ada di kuburan. Dia sudah mati empat hari. Tubuhnya dalam keadaan membusuk. Tuhan datang ke kuburannya dan membangkitkan dia dari kematian. Dia melakukan itu melalui panggilan. Dia berkata, "Lazarus, keluarlah!" Dan Lazarus hidup kembali, dia keluar dari kuburan sebagai ciptaan baru. Kain kafan itu dilepaskan darinya, dan dia hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua juga mati secara rohani. Allah memberi kita hidup dan Dia melakukan itu melalui panggilan. Yesus menyatakan kehidupan itu dengan memanggil dia keluar dari kuburan. Begitu pula dengan mereka yang diberi hidup oleh Roh Kudus. Itu adalah panggilan ilahi. Allah berbicara dan hidup datang kepada kita. Ketika kita berbicara tentang panggilan Allah, kita berbicara tentang panggilan untuk datang ke kehidupan spiritual, untuk keluar dari kuburan. Itulah panggilan penebusan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah panggilan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah yang kekal. Itulah panggilan untuk menjadi anak Allah dengan semua hak dan keistimewaannya. Itulah panggilan untuk mengasihi, melayani dan taat kepada Tuhan. Inilah panggilan pelepasan belenggu menuju kepada kebebasan. Itulah panggilan untuk bersukacita dan damai sejahtera. Itu adalah panggilan untuk menjadi kudus. Panggilan Injil itu disebut sebagai panggilan surgawi. Ini jelas merupakan panggilan yang tidak biasa. Inilah panggilan yang tidak bisa disangkal. Dan itulah panggilan yang tidak dapat diubah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:28-30, “Kita tahu sekarang, bahwa segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. 29 Sebab semua orang yang diketahui-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapapun yang Dia benarkan, Dia akan memuliakan. Semuanya dimulai dengan predestinasi, dan diakhiri dengan menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya. Inilah tujuan ilahi. Allah menyebabkan segala sesuatu bekerja sama untuk kebaikan, untuk membawa hasil akhir dari penentuan awal-Nya. Semua yang telah dipilih akan dipanggil; semua yang dipanggil akan dibenarkan; dan semua yang dibenarkan akan dimuliakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Roma 11:29 mengatakan, "Karunia dan panggilan Allah tidak dapat dibatalkan." Sekarang mari kita bicara tentang kata “panggilan.” Kata itu sangat deskriptif sehingga orang percaya diidentifikasikan sebagai yang terpanggil. Malah, itulah gereja yang benar, pertemuan bersama dari mereka yang dipanggil. Kata "gereja" adalah terjemahan dari kata Yunani 'ekklesia' yang berarti “yang dipanggil.” Kita telah dipanggil keluar dari kuburan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 1:5-7 mengatakan, “Dengan perantaraan-Nya kami telah menerima anugerah dan kerasulan untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk mereka yang telah dipanggil Yesus Kristus. 7 Kepada semua yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus.” Di 1 Korintus 1:2, Paulus mengatakan, “kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana hal itu terjadi? 1 Korintus 1:27, “Dipilih Allah.” Ayat 28, “Dipilih Allah.” Dipanggil oleh pilihan Allah yang berdaulat. Dalam Galatia 1, Paulus kembali memperkenalkan dirinya di awal suratnya. Dia prihatin karena ada kompromi serius yang terjadi dalam hidup mereka. Jadi di ayat 6 dia berkata, “Aku heran bahwa kamu begitu cepat berbalik dari pada Dia yang oleh anugerah Kristus telah memanggilmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi, “Dia yang oleh anugerah Kristus telah memanggilmu.” Di Efesus 4:1. Paulus mengatakan, “supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.” Ayat 4, dia menjelaskan lagi, “satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu.” Kolose 3:15, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Tesalonika 2:12, “Hiduplah sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” Itu bahasa untuk menghasilkan ketaatan dan penyembahan. 2 Tesalonika 2:13-14, “Kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 3:1 mengatakan, “Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi.” Bagaimana kita bisa menjadi kudus? Bagaimana kita menyingkirkan korupsi kita, kemalangan kita, kebejatan kita? Bagaimana kita menjadi saudara yang kudus? Kami menerima panggilan surgawi dari Allah. Tritunggal itu memanggil kita keluar dari kematian, dari kegelapan, dari ketidaktahuan, dari kebutaan menuju ke hidup dan terang dan kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 2:9, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Bagaimana kita bisa menjadi imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri? Karena Allah memanggil kita dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, karena 10 dahulu kalian bukan umat Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kalian adalah umat Allah. Anda dahulu tidak terima belas kasihan, tetapi sekarang Anda telah beroleh belas kasihan.” Ini adalah panggilan Allah. Dalam 1 Petrus 3, Petrus menganjurkan kita untuk memberkati orang-orang, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya berkatilah. Mengapa? “Karena Anda dipanggil dengan tujuan utama agar Anda dapat mewarisi berkat.” Allah memanggil Anda untuk memberi Anda berkat kekal, kemuliaan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di 1 Petrus 5:10, “Semoga Allah, sumber segala anugerah, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Karena Anda baru baca bahwa panggilanmu dari Allah itu terjamin untuk selamanya. Dia memilih Anda karena Dia memberikan kasih-Nya pada Anda. Dia memanggil Anda, membenarkan Anda, dan berjanji untuk memuliakan Anda. Ini semuanya tentang anugerah dari Yang memanggilmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 1:1, “Kepada mereka yang telah memperoleh iman yang sama seperti iman kita oleh karena kebenaran Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Darimana Anda mendapatkan iman Anda? Itu ada di dalam paket ketika Dia memanggil Anda. Anda menerima iman karena kebenaran Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Ayat 2, "Anugerah dan damai sejahtera kemudian berlipat ganda bagimu dalam pengetahuan tentang Allah dan Yesus, Tuhan kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian lihatlah ayat 3, “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.” Apakah artinya? Pemilihan, pemanggilan, regenerasi, pembenaran, pengudusan dan pemuliaan, itu termasuk semuanya. Dia memberi kita segalanya, ayat 3 melanjutkan, “Oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kemuliaan-Nya dan kebajikan-Nya sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi, inilah pekerjaan sepihak Allah yang dengannya Dia memanggil kita dan memberi kita segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup dan kesalehan. Nah, beginilah para penulis surat Perjanjian Baru mengacu kepada kita. Nah ini bukan panggilan umum. Ini bukan panggilan eksternal. Ini bukanlah panggilan yang dilakukan oleh seorang pengkhotbah atau penginjil. Ini adalah panggilan batin Allah untuk Anda yang tidak dapat ditolak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada panggilan eksternal. Ketika saya mengkhotbahkan Injil, ketika seorang penginjil memberitakan Injil, ketika Anda memberikan Injil kepada seorang teman, ketika Anda bersaksi kepada seseorang dan memanggil mereka untuk datang kepada Kristus dan untuk menanggapi Dia dan memeluk Dia dan Injil-Nya, itu adalah panggilan eksternal yang dibuat manusia. Dalam Matius 22:14 dan perumpamaan yang Yesus berikan Dia berkata, "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Panggilan Injil eksternal itu diberitakan dan banyak orang menolak panggilan itu. Namun dalam Perjanjian Baru, mulai dengan Roma, setiap kali kata “panggilan” itu muncul, itu berhubungan dengan Injil, itu adalah panggilan batin Allah yang menghidupkan orang berdosa yang sudah mati. Ini adalah panggilan dari Allah untuk datang ke pengadilan-Nya, bukan untuk diadili, tetapi untuk dihidupkan secara rohani, untuk dinyatakan telah diampuni, dibenarkan dan dibebaskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian diadopsi sebagai anak-Nya dan untuk didamaikan sepenuhnya. Itulah kedaulatan Allah, panggilan penyelamatan saat Dia menjalankan kehendak-Nya sendiri dan melalui anugerah-Nya yang luar biasa membawa orang berdosa yang terpilih itu ke hadirat-Nya untuk menyatakan pengampunan-Nya dan memberikan orang berdosa itu kebenaran Kristus yang sejati. Dan kemudian menjadikan orang itu sebagai Anak-Nya dan kemudian menjanjikan dia kekayaan abadi dalam kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah buku populer yang baru-baru ini ditulis oleh seorang teolog berjudul 'Terpilih tetapi Bebas'. Dan itu menyampaikan panggilan Allah itu sebagai doktrin yang tidak dapat diterima. Itu menggambarkan Allah sebagai diktator dengan kekuatan yang menghancurkan kebebasan kita dan menyeret kita ke dalam kerajaan-Nya. Apakah itu yang Anda rasakan ketika Anda diselamatkan? Saya tahu itu salah. Itulah ide asing. Kita sangat bersyukur setiap hari atas keselamatan yang Allah berikan kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemikiran seperti itu tidak alkitabiah, tidak benar, dan bukan gambaran yang adil dari apa yang diajarkan Alkitab. Tidak ada yang pernah diselamatkan di luar keinginan mereka. Siapa pun yang telah bertobat dan percaya Injil selalu ingin bertobat, kata Yesus. Mereka terpaksa melakukan ini. Mereka datang sambil menangis. Mereka datang sambil memukul dada, "Allah, kasihanilah aku, orang berdosa." Mereka putus asa dan rela.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena Allah membuat mereka mau. Mazmur 110:3, “Umatmu akan merelakan diri dengan bebas di hari kekuatanmu.” Ketika Tuhan memanggil, “Keluarlah,” kehidupan rohani itu masuk ke dalam jiwa Anda yang mati, dan hidup itu mengaktifkan keinginan Anda. Kehidupan itu menghasilkan pertobatan. Hidup itu menghasilkan iman. Dan Anda datang bukan sambil menendang dan menjerit, tapi Anda datang dengan keinginan besar, Anda datang sambil menangis dengan sukacita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana orang berdosa menjadi rela? Tidak ada orang berdosa yang memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi rela. Kebejatan manusia membuatnya tidak sanggup menyelamatkan diri dan tidak mau diselamatkan. Tidak sanggup dan tidak mau adalah esensi kebejatan. Roma 3:10-11, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang mencari Allah.” Efesus 2:1, "Mati dalam pelanggaran dan dosa." 2 Korintus 4:4, "Iblis, ilah zaman ini telah membutakan pikiran mereka."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah harus datang dalam kuasa kedaulatan-Nya dan memanggil kita untuk percaya. Dia harus pada hari kuasa-Nya membuat kita rela. Itu adalah regenerasi surgawi yang penuh anugerah, kuat, supranatural, surgawi dari seluruh batin kita yang membuat kita rela pada hari kekuatan itu. Bagaimana dengan kebebasan kehendak kita? Ya, tetapi jika Anda belum dilahirkan kembali, Anda memilih segala sesuatu sesuai dengan sifat dosa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat memilih perilaku apa pun, sikap yang Anda inginkan yang tidak menghormati Allah. Tapi Anda tidak bisa menyenangkan Dia. Anda dapat memilih dosa Anda, Anda bebas. Anda mungkin tertahan karena Anda tidak ingin masuk penjara. Atau Anda mungkin tertahan karena tidak ingin menabrak mobil Anda, jadi Anda membatasi seberapa banyak Anda minum alkohol. Anda mungkin terkendali karena Anda tidak ingin kehilangan keluarga, jadi Anda menyembunyikan amoralitas Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jonathan Edwards menulis, “Apa yang kita pilih tidak benar-benar ditentukan oleh kehendak, itu ditentukan oleh pikiran. Apa yang dipikirkan pikiran itulah yang membuat pilihan dan pikiran kita tidak netral. Pikiran itu korup. Yeremia berkata, “pikiran manusia itu menipu atas segalanya dan sangat jahat.” Pikiran orang berdosa tidak pernah berpikir bahwa mengikuti atau menaati Allah adalah pilihan yang baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Oleh karena itu,” kata Edwards, “kecuali Allah mengubah cara berpikir kita, pikiran kita akan selalu menyuruh kita untuk berpaling dari Allah, dan itulah yang kita lakukan.” Allah harus mengubah pikiran kita. Mengubah apa yang Dia inginkan, apa yang Dia kasihi, apa yang Dia benci, apa yang Dia rindukan. Ini sering disebut 'anugerah yang tak tertahankan'. Anugerah itu lebih dari sesuatu untuk ditolak. Dan itu pada dasarnya adalah pemberian dari Allah yang tidak bisa ditolak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita menyebutnya anugrah yang menyelamatkan, anugrah pemberi hidup; karena orang berdosa tidak dapat mengubah keinginannya karena pikirannya bejat. Dia tidak bisa menggerakkan keinginannya kepada Allah, tidak dengan logika, tidak dengan bujukan, tidak dengan khotbah yang indah, dan tidak dengan musik emosional. Allah harus pergi ke kuburan dan berkata, “Keluarlah,” dan memberinya panggilan supranatural yang berdaulat yang memanggil orang berdosa untuk bangkit dari kematian, di mana pada saat itu semua kemampuan diberikan kepadanya untuk hidup baru. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Aug 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200816</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000AC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran Baru]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000AB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+3:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 3:1-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes menulis, “Ada seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." 9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" 10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lima kali dalam bagian ini ada referensi untuk ‘dilahirkan kembali’, atau dilahirkan dari atas. Intinya adalah bahwa sesuatu harus terjadi pada Anda yang bukan hasil perbuatan Anda. Yesus mengatakan bahwa bagi siapa pun untuk memasuki kerajaan Allah, yaitu kehidupan kekal, pengampunan dosa, orang itu harus dilahirkan dari atas, dilahirkan kembali. Ini adalah doktrin regenerasi, yang terpenting untuk memahami keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak menjelaskan kepadanya bagaimana ia dapat dilahirkan dari atas, bagaimana dilahirkan kembali. Dan dalam ayat 7 Yesus berkata kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan kembali," tetapi itu bukan perintah, itu pernyataan fakta. Kerajaan Allah hanya untuk orang-orang yang telah diberikan kehidupan ilahi. Anda tidak dapat hidup di kerajaan-Nya kecuali jika Anda mengambil bagian dalam kodrat ilahi, kecuali jika Anda adalah ciptaan baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan analoginya adalah kelahiran. Anda tidak berpartisipasi dalam kelahiran Anda sendiri. Anda tidak ada hubungannya dengan itu dan itulah alasan Tuhan kita menggunakan analogi ini. Karena Anda tidak ada peran dalam kelahiran fisik Anda, Anda juga tidak ada peran dalam kelahiran rohani Anda. Itulah titik analoginya. Yesus mengatakan bahwa kerajaan hanya terbuka bagi orang-orang yang tahu itu benar-benar mukjizat ilahi dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, regenerasi ini, kelahiran baru ini, mengalir melalui tiga fitur. Ada kekhawatiran orang berdosa, yang kita melihat di Nikodemus. Ada firman Juruselamat. Dan akhirnya, Roh Kudus bekerja, dan kita akan menyelidiki semua fitur itu. Jadi kerajaan keselamatan, pengampunan dosa, kehidupan kekal, surga itu terbuka hanya bagi mereka yang meninggalkan semua usaha-diri untuk mencapainya. Semua itu adalah karya Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, kekhawatiran orang berdosa. “Ada seorang Farisi bernama Nikodemus, seorang pemimpin orang Yahudi. 2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: 'Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru diutus Allah, sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Nikodemus adalah seorang Farisi yang mencoba untuk mematuhi Hukum Perjanjian Lama serta semua tradisi rabi. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah yang paling setia dari semua orang Yahudi. Mereka tidak ingin ada hubungan dengan orang-orang biasa. Bahkan, dalam Injil Yohanes kita diberitahu bahwa mereka menganggap seluruh populasi itu terkutuk, terpisah dari diri mereka. Mereka bercat putih di bagian luar tetapi penuh tulang-tulang orang mati di bagian dalam. Mereka berpura-pura memimpin orang ke surga tetapi sebenarnya mereka membawa orang ke neraka berlipat ganda di mana-mana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nikodemus digambarkan dalam Matius 23 sebagai salah satu dari mereka yang disebut Yesus dalam serangkaian kutukan. Nikodemus mengatakan bahwa ia bersemangat untuk Hukum, bahwa ia tidak bersalah di hadapan Hukum, dan bahwa ia memelihara setiap tradisi dan ia mengikuti langkah-langkah yang diperlukan oleh orang-orang Farisi dalam setiap detail kecil. Mereka sangat kritis tentang agama mereka, tetapi mereka munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah Nikodemus. Dia salah satu dari orang-orang Farisi yang paling hebat. Ayat 10 mengatakan dia adalah guru di Israel. Dia adalah guru utama. Dan menurut Yohanes 7:50, dia adalah anggota Sanhedrin yang adalah dewan Yahudi tujuh puluh orang itu. Itu adalah Mahkamah Agung Israel. Dia cerdas dan bersukses. Tradisi memberi tahu kita bahwa dia adalah salah satu dari tiga orang terkaya di kota Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebijaksanaannya, kemampuannya untuk melakukan bisnisnya telah membuatnya sukses dan kaya. Dia memiliki semuanya. Dan, tentu saja, dari sudut pandang orang Farisi, mereka suka uang. Di dalam hatinya dia tahu dia munafik. Dia merasa kosong, ketakutan, keraguan; dan kecemasan merobek jiwanya. Kepada siapa dia pergi? Dia guru. Kemudian dia bertemu dengan Yesus yang adalah seorang guru yang tingkat-Nya lebih tinggi daripada dia karena Yesus melakukan mukjizat-mukjizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia datang kepada Yesus dan dia berkata, “Kami tahu Engkau datang dari Allah.” Akhirnya ada seorang guru yang di atas dirinya. Dan hatinya berseru untuk kenyataan. Itulah pernyataan di bibirnya. Tetapi Yesus tahu apa yang ada di hatinya. Yesus mengabaikan apa yang dikatakannya, Ayat 3, “Yesus menjawab kata-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, dia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus mengatakan itu? Jawaban itu tidak ada hubungannya dengan apa yang dikatakan Nikodemus dalam kata pengantarnya. Alasan Yesus mengatakan itu adalah karena Dia tahu apa yang mengkhawatirkan Nikodemus. Bagaimana Dia tahu itu? Karena Dia mahatahu. Dia tahu apa yang dipikirkan manusia. Ini seorang Farisi. Dia telah mencapai puncak Yudaisme tetapi dia tidak ada di kerajaan dan hatinya penuh ketakutan. Yang hanya dia tahu adalah sistem usaha.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan kita berkata kepadanya, “Tidak ada orang yang masuk kedalam kerajaan yang tidak dilahirkan kembali,” yang artinya adalah Anda harus kembali dan mulai lagi dari awal. Semua agama yang ada, semua moralitas yang tercapai, semua kebaikan manusia yang terhasil, semuanya tidak berarti dengan Allah. Anda harus dilahirkan kembali. Anda harus memiliki sifat baru, kehidupan baru, menjadi ciptaan baru, bukan oleh kehendak manusia, tetapi oleh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat melihatnya dalam Yakobus 1, Efesus 2, Titus 3, 1 Petrus 1 dan banyak lagi ayat yang menunjuk fakta bahwa keselamatan itu adalah pekerjaan Allah. Itu adalah mukjizat ilahi yang turun dari surga di mana kita tidak ikut berpartisipasi. Kami tidak ikut bekerja dalam pemilihan kami sebelum dunia dijadikan dan kami tidak ikut bekerja dalam regenerasi kami pada waktunya. Itu semua adalah mukjizat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Nikodemus tidak tahu apa yang dibicarakan Yesus. Dia sangat bingung. Jadi dalam ayat 4 Nikodemus berkata kepada-Nya, “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Dapatkah dia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Dia tahu Yesus baru saja membaca pikirannya. Pria ini hidup di dunia analogi. Dia seluruh hidupnya berbicara dalam diskusi dan dialog teologis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengerti apa yang dikatakan Yesus. Dan dia langsung masuk ke dalam diskusi orang ketiga dan dia berkata, "Bagaimanakah seorang bisa dilahirkan ketika dia sudah tua?" Itu membuktikan bahwa dia benar-benar mengerti apa yang dikatakan Yesus. Dia mengerti bahasa kiasan. Para rabi dan guru menggunakannya setiap saat. Anda berbicara tentang sesuatu yang tidak mungkin bagi saya. Tidak, Nikodemus mengerti hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak memberi tahu dia bagaimana caranya dia bisa dilahirkan kembali. Yesus membicarakan sesuatu yang tidak ada caranya. Dia lebih memahaminya daripada kebanyakan orang evangelis. Mengapa begitu banyak pengkhotbah memberi tahu orang-orang ada langkah-langkah yang mereka dapat ambil untuk menjadi lahir baru? Dia berkata, "Saya telah mementingkan seluruh hidup saya untuk mencoba masuk ke kerajaan, dan sekarang satu-satunya jalan masuk ke kerajaan itu adalah sesuatu di luar kendali saya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah makna Injil anugerah. Yang diajarkannya selalu adalah, kamu harus mendapatkannya, kamu harus mencapainya dengan usaha upacara, ritual, moralitas dan kebaikan manusia. Itulah sebabnya Yesus berkata, Anda telah terperangkap dalam kebohongan Setan yang mencelakakan dimana Anda harus berusaha untuk memperoleh keselamatan Anda. Dia mendengar untuk pertama kalinya bahwa Allah harus melakukan sesuatu dalam jiwanya yang merupakan karya penciptaan yang turun dari atas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam ayat 10 “Jawab Yesus, "Engkau adalah guru di Israel dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?" Tidak dapat dimaafkan bahwa Nikodemus tidak memahami kelahiran baru itu. Tetapi Yesus akan membantunya, jadi Dia akan memberinya dua petunjuk. Petunjuk pertama datang dalam ayat 5; dan petunjuk kedua ada di ayat 6. Inilah caranya guru yang efektif bekerja. Mereka membimbing siswa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Jururselamat. Ayat 5, “Jawab Yesus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Nikodemus baru saja mendengar sesuatu yang belum pernah dia dengar dalam hidupnya. Bisakah Engkau memberi saya petunjuk tentang ini? Kata Yesus, “Aku akan memberimu petunjuk. Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Apakah itu memberi Anda petunjuk, Nikodemus? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nikodemus tahu benar Perjanjian Lama itu. Lihatlah Yehezkiel 36, yang menggambarkan pekerjaan penyelamatan Allah. Perhatikanlah "Aku akan." Yehezkiel 36:25-26, “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Aku akan memberimu hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu.” Air dan Roh itu mengacu kepada penciptaan, yaitu karya regenerasi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berjanji pada suatu hari untuk melakukannya bukan hanya pada orang Yahudi dan non-Yahudi secara individu, tetapi juga untuk seluruh bangsa Israel. Aku akan menaruh hati yang baru di dalam kamu, Roh yang baru di dalam kamu, menghapus hati dari batu dari dagingmu dan memberimu hati dari daging. Aku akan membuatmu berjalan dalam ketetapan-Ku. Dan kemudian "kamu akan berhati-hati untuk mematuhi tata cara-Ku dan kamu akan melakukannya," ayat 28, "kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nikodemus pasti sudah mengenalnya dengan baik. Dan juga Yehezkiel 37 di mana Allah melihat keselamatan Israel di masa depan dan dalam ayat 3 Dia mengatakan kepada Yehezkiel, sambil memanggilnya ‘Anak Manusia’, "Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Ada lembah penuh tulang kering yang menggambarkan kematian rohani Israel. Dan Dia berkata, ‘Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya, “Hai tulang-tulang kering, Aku akan memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu dapat hidup kembali.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging.” Anda tidak bisa beralih dari daging ke Roh. Yesus pada dasarnya mendakwa Nikodemus karena kegagalan untuk memahami doktrin dosa Perjanjian Lama. Nikodemus, bagaimana Anda bisa menjadi guru Israel dan tidak tahu tentang keselamatan Perjanjian Baru dengan dicuci Firman dan pemberian hati baru dan roh baru. Itu semua adalah pekerjaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nikodemus tahu benar Kejadian 6, ketika Allah memberikan alasan-Nya bahwa Ia akan menenggelamkan seluruh dunia. Ayat 3, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging.” Ayat 5, “Lalu Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan terus menerus.” Daging menghasilkan itu karena hanya itulah yang dapat dihasilkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Roma 3 Paulus menuntut seluruh umat manusia, Yahudi dan non-Yahudi, atas dosa mereka. Dan untuk membuktikan maksudnya, mulai dalam Roma 3:10, Paulus mengutip serangkaian ayat dari Perjanjian Lama sampai ke ayat 18. Kata Paulus, Izinkan saya mendefinisikan dosa. “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.” Setiap ayat itu adalah pernyataan Perjanjian Lama tentang dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Perjanjian Lama itu mengajarkan bahwa keselamatan adalah tindakan kedaulatan Allah karena anugerah yang Dia lakukan terlepas dari tindakan apa pun dari pihak manusia. Ini adalah penolakan semua agama selain dari anugerah Allah yang berdaulat. Ini mengarah pada poin terakhir, kekhawatiran orang berdosa dan pekerjaan Roh. Akhir dari ayat 6, “Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Ini adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana cara kerjanya? Ayat 8, “Angin bertiup ke mana ia mau dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang dan ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Ini adalah analogi lain yang mengambil kelahiran rohani itu sepenuhnya dari tangan orang berdosa. Apa yang mengendalikan angin? Tidak ada. Itu berasal dari atas. Ini adalah karya Roh Kudus yaitu anugerah yang tak tertahankan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Nikodemus tidak dapat melakukan apa pun. Jadi apakah yang terjadi pada Nikodemus? Dalam Yohanes 19:38 Yesus mati, “Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. 39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Nikodemus itu berani dan dia datang dan dia mengambil mayat Yesus. Nikodemus memegang tubuh yang sama, yang ia selama malam itu berbicara, dengan tangannya sendiri, dan mengikat tubuh Yesus dengan kain linen dan meletakkan rempah-rempah di antara semua kain sesuai dengan adat penguburan, dan bersama dengan temannya, Yusuf, mereka membaringkan Yesus di taman di dalam sebuah makam baru yang tidak pernah dipakai oleh siapa pun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi pada Nikodemus? Ya Allah memberi Dia kehidupan rohani, memberinya hati yang baru, jiwa yang baru, membasuhnya dan melahirkannya kembali. Tradisi mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya orang yang berdiri di pengadilan Yesus dan membela Yesus. Menurut tradisi, ia dibaptis oleh Petrus dan Yohanes. Tradisi mengatakan pengakuannya kepada Tuhan Yesus begitu berani sehingga ia dikeluarkan dari Sanhedrin dan dia mati dalam kemiskinan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia kehilangan segalanya di dunia ini, tetapi mendapatkan segalanya di dunia yang akan datang. Apa yang bisa kau lakukan? Yohanes 6:37, "Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Anda dapat memohon kepada Allah untuk memberi Anda kehidupan rohani; itu adalah hak pilihan-Nya. Dan Anda dapat berdoa dan Dia tidak akan menolak doa yang jujur. Anda dapat berkata bersama dengan pemungut cukai dalam Lukas 18, “Allah, kasihanilah aku, orang berdosa.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200809</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000AB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah Dipamerkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000AA"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+2:18-22" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 2:18-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil Yohanes adalah catatan kehidupan dan pelayanan Kristus yang berfokus pada satu aspek, dan bahwa Ia adalah Allah sepenuhnya. Dan Yohanes memberikan tujuannya dalam Yohanes 20:31, “Semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Yohanes memiliki tujuan apologetik, dan tujuan penginjilan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah keilahian Yesus itu dinyatakan di seluruh Perjanjian Baru. Yohanes memulai Injil-Nya, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Dia adalah Allah dan juga bersama Allah, dan di sana Anda ada pernyataan mengenai Tritunggal. Ketiga anggota Trinitas adalah Allah namun mereka terpisah. Dia ada bersama Allah, namun berbeda dari Allah, tetapi Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Perjanjian Baru menegaskan keilahian Kristus itu berulang kali. Dalam Matius 16 Ia disebut Anak Allah yang hidup. Dalam Yohanes 1, Yohanes 20, Ibrani 1, Ia disebut Allah Sendiri. Dalam Titus dan Petrus Dia disebut "Allah dan Juru Selamat kita." Dia ada di dalam Wahyu 22:13, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Terakhir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kolose 2:9, Paulus berkata. "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Dia adalah Allah dan manusia. Dia adalah Firman, Allah yang kekal menjadi manusia. Ia adalah 100% Allah dan 100% manusia. Yohanes ingin menunjukkan hal itu, dan ia melakukannya dengan paragraf demi paragraf, peristiwa demi peristiwa, klaim demi klaim, kata demi kata, perbuatan demi peperbuatan, sampai pada kenyataan kebangkitan-Nya, yang membuktikan bahwa Ia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam Yohanes 2:18-22, ada tiga insiden yang terjadi. Mereka terencana; mereka adalah insiden yang diatur secara ilahi. Yang pertama adalah dengan pasukan Bait Suci, massa berkumpul di Bait Suci pada waktu hari Pelewatan. Yesus membuat cambuk dari tali dan mengeluarkan semua orang, termasuk semua binatang, dari Bait Suci itu. Ini adalah ekspresi dari kekuatan supranatural Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasti akan ada perlawanan dari kerumunan besar itu yang susah diatur. Pasti akan ada perlawanan dari polisi Bait Suci itu yang setidaknya tiga ratus orang. Pasti akan ada invasi segera oleh pasukan Romawi yang berada di sebelah Bait Suci itu yang melihat semua ini dan siap untuk memadamkan kerusuhan. Namun, dengan semua kekuatan itu melawan satu orang saja, tidak ada perlawanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menunjukkan kuasa ilahi-Nya. Tidak ada orang yang bisa melakukan itu. Insiden kedua terjadi ketika Yesus dihadapkan oleh para pemimpin Yahudi dan pertanyaan mereka tentang mengapa Dia memiliki hak, atau berpikir Dia memiliki hak untuk melakukan itu. Dan akhirnya konfrontasi ketiga dengan mereka yang percaya kepada-Nya. Dan di setiap konfrontasi ada elemen keilahian-Nya yang harus kita lihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat pengetahuan ilahi Yesus. Dia tahu masa depan hidup-Nya sendiri. Dia tahu tindakan dan perilaku orang-orang di masa depan, Dia tahu pikiran manusia. Dia tahu setiap pikiran dalam pikiran setiap orang. Dia tahu pikiran-pikiran yang bahkan tidak dimengerti oleh mereka yang berpikir. Pengetahuan ilahi-Nya kemudian dipamerkan. Kekudusan ilahi-Nya dipamerkan. Dia marah karena korupsi agama orang Yahudi itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia ingin ada ibadah tepat kepada Allah. Dia bersemangat untuk penghormatan. Dia menolak iman dangkal. Kedaulatan ilahi-Nya dipamerkan. Dia adalah Tuhan atas Bait Suci. Dia memiliki otoritas atas Bait Suci itu, otoritas atas agama, otoritas atas penyembahan. Dia memiliki otoritas atas kematian. Dia memiliki otoritas atas kehidupan dan nasib manusia. Semua hal itu ada di sini di bagian firman singkat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita sudah melihat konfrontasi pertama, tetapi ketika kita sampai pada yang kedua, itu bukan kuasa-Nya yang dipamerkan, tetapi kemahatahuan-Nya. Dia memiliki pengetahuan yang menyeluruhi semua ini. Dia tahu apa yang bisa diketahui orang dan Dia tahu apa yang tidak bisa mereka ketahui. Dia tahu apa yang orang temukan, dan Dia tahu itu tanpa menemukannya. Dia tahu masa depan, dan Dia tahu masa kini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah tahu masa lalu. Inilah yang kita lihat pada Yesus sekarang di sini. Ini adalah kesaksian akan keilahian-Nya. Hanya Allah saja yang tahu masa lalu, masa kini dan masa depan. Hanya Allah yang tahu setiap pikiran, setiap kata, setiap tindakan, dan efek kolektif dari semua pikiran, kata-kata dan tindakan dari semua orang yang pernah hidup. Dan hanya Allah tahu, isi hati kita, menurut 1 Korintus 4:5.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah kedaulatan-Nya. Tidak ada yang mengajarkan apa pun kepada Allah. Dia tahu segala sesuatu yang bisa diketahui. Dia tahu semua motivasi yang tak terhitung, semua efeknya. Dia kenal itu untuk selamanya. Dia mengenal itu dengan sempurna. Dia tidak perlu mendapat pengetahuan dan Dia tidak kehilangan pengetahuan. Kehadiran dan kuasa-Nya sepenuhnya mengendalikan segala hal persis seperti yang mereka butuhkan untuk dikendalikan untuk mewujudkan tujuan dan kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 139 adalah wawasan tentang kemahatahuan Allah. Mazmur 139:1-4, “Ya Tuhan, Engkau menyelidiki aku dan mengenal aku. 2 Engkau tahu, kalau aku duduk dan ketika aku bangkit. Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 3 Engkau memahami kalau aku berjalan dan berbaring, dan segala jalanku Kauketahui, 4 bahkan sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah bisa menubuatkan masa depan. Dan siapa pun yang mengaku sebagai Allah harus bisa menubuatkan masa depan. Marilah kita lihat Yohanes 2:18 - 22, itulah percis apa yang dilakukan Yesus. Ayat 18, “Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,” setelah Dia melakukan apa yang telah Dia lakukan di Bait Suci mereka marah sekali. "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian.” Engkau ini pikir Engkau itu siapa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah tanggapan mereka terhadap serangan Yesus terhadap korupsi Bait Suci. Ini adalah pratinjau dari serangan yang bahkan lebih besar lagi dari Allah yang akan datang pada saat penyaliban-Nya ketika tabir Bait Suci terkoyak dari atas ke bawah dan Mahakudus itu terbuka. Itu menandakan bahwa seluruh sistem pengorbanan telah berakhir. Dan 40 tahun kemudian orang Romawi datang dan membongkar Bait Suci itu dan menghancurkan Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mereka tahu Yesus mengklaim berasal dari Allah karena Dia berkata, “Kalian telah membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat jualan.” Atau seperti yang Dia katakan di waktu kemudian pada akhir pelayanan-Nya di Lukas 19:46, “Kalian menjadikannya sarang penyamun.” Dan Yohanes Pembaptis telah memberitakan kepada penduduk Yudea bahwa Dia adalah Anak Domba Allah. Jika Allah adalah Bapak-Mu dan Kau adalah Anak Allah, berikanlah kami sebuah tanda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi, mereka yang membenci Yesus, percaya bahwa Ia adalah orang tanpa otoritas, dan bahwa Ia telah menodai Bait Suci mereka. Tidak ada yang mengakui bahwa Dia benar, bahwa mereka menodai tempat itu, dan mereka perlu bertobat. Bahkan, mereka benci Allah yang benar dan jalan keselamatan yang sejati hanya oleh iman dan anugerah saja yang telah ditahbiskan sepanjang sejarah Perjanjian Lama. Mereka hanya mengasihi diri sendiri dan uang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">"Bukankah Dia sudah melakukan banyak mukjizat?" Selama masa Pelewatan itu dan hari raya berikutnya, selama dua minggu dan pada hari itu juga, Yesus telah melakukan banyak mukjizat. Apakah artinya ‘Tunjukkan pada kami tanda? Mereka tidak pernah diyakinkan oleh mukjizat karena mujizat yang Yesus lakukan itu tidak sesuai dengan kategori mereka. Ketika Dia menyembuhkan orang, ketika Dia mengusir setan, Dia hanya melakukan mujizat “duniawi” yang tidak cukup bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang mereka cari? Yah, mereka ingin tanda yang bukan “duniawi” tetapi tanda dari surga. Mereka menginginkan sebuah tanda astronomi. Mereka melihat Yesus; Dia kelihatan-Nya seperti pria biasa. Dan mujizat-mujizat yang Dia lakukan adalah hal-hal duniawi seperti berurusan dengan penyakit orang dan harta benda manusia, dan mereka bahkan diberi makanan, jadi mukjizat yang Dia lakukan itu tidak meyakinkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 12:8 Yesus membuat klaim lain yang juga membuat mereka marah. Yesus berkata bahwa Dia adalah ‘Tuhan atas hari Sabat’. Dia telah menyembuhkan orang pada hari Sabat dan mereka mengatakan itu tidak legal. Jadi ini adalah hal yang sama, “Aku adalah Tuhan atas Bait Suci, Aku akan melakukan apa saja yang Aku inginkan; Aku adalah Tuhan atas hari Sabat.” Dan Dia langsung menyembuhkan orang dengan tangan layu itu pada hari Sabat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang tidak percaya menolak tanda-tanda yang dipilihnya untuk ditolak, sebagaimana itu terbukti dengan penyaliban setelah Yesus melakukan banyak mukjizat selama tiga tahun; mereka masih menyalibkan Dia dan menolak Dia. Dan mereka menolak dengan alasan mereka, “Ya, Dia tidak melakukan apa pun secara surgawi. Itu semua secara duniawi saja.” Kata Yesus, "Iya, Aku akan memberimu tanda kepadamu." Ayat 19, “Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini paling baik dipahami sebagai pernyataan fakta di masa depan. Itu bukan perintah. Jika Anda menghancurkan ini, Aku akan mengangkatnya. Dia tidak memerintahkan mereka untuk menghancurkan-Nya; Dia hanya membuat pernyataan tentang fakta di masa depan. Inilah indikasi pertama dari Yohanes dalam catatan bahwa Yesus tahu masa depan. Mereka bahkan tidak tahu bahwa mereka akan membunuh-Nya, inilah awal pelayanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan-Nya kemudian akan menjadi tanda dari surga yang akhirnya mengesahkan klaim-Nya sebagai Anak Allah. Dan mengapa itu dianggapnya sebagai tanda dari surga? Karena Dia akan mati dan Dia benar mati, sebagaimana itu dibuktikan oleh orang Romawi yang menahan mematahkan kaki-Nya karena Dia sudah mati, yang menusuk tombak ke sisinya, dan semuanya ini diketahui oleh para pemimpin Israel. Darah dan air keluar, yang membuktikan Dia benar mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia dimakamkan di kuburan. Tanda dari surga adalah bahwa Ia dibangkitkan. Dan lebih dari itu tanda dari surga adalah bahwa pada kebangkitan-Nya ada malaikat yang duduk di dalam kubur yang telah diutus Allah dari surga. Ada banyak kesaksian tentang adanya malaikat itu. Kalian ingin tanda? Aku akan memberi kalian tanda yang ditunda. "Aku akan mengangkatnya." Kata Yesus, Aku akan membangkitkan Aku sendiri dari antara orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang dikatakan Yesus benar-benar melintasi Yerusalem. Jika itu terjadi hari ini, itu menjalar seperti virus, karena memang viral. Bagaimana Anda tahu hal itu? Karena tiga tahun kemudian ketika Yesus ada di pengadilan-Nya, dalam Markus 14:58, saksi-saksi palsu datang dan berkata, “Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia.” Itulah representasi keliru dari apa yang dikatakan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, mereka tidak mengerti apa yang Dia maksudkan, dan mereka salah gambarkan apa yang Dia katakan. Dia tidak pernah mengatakan, "Aku akan menghancurkannya." Apa yang Dia katakan adalah, "Kamu akan." Ayat 20, “Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya, “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Suci ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Ini juga adalah demonstrasi kebutaan rohani mereka. Inilah khas mereka, dan Anda akan melihat itu ketika kita baca Yohanes terus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka melihat Yesus dengan ketidakpercayaan. Bait Suci ini perlu waktu 46 tahun untuk dibangun dan itu akan dihancurkannya dan dipasangnya kembali dalam tiga hari? Ayat 21, “Tetapi Ia membicarakan Bait Suci tubuh-Nya.” Tidakkah menarik bahwa Ia tidak menjelaskan hal itu kepada mereka? Mengapa? Karena kata Matius 13:11, “Kepadamu telah diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ingin para murid memahami itu; Dia ingin Anda dan saya memahami itu, karena ini adalah bukti keilahian-Nya ketika Dia menubuatkan perincian masa depan. Tetapi Dia tidak pernah mengatakan apapun kepada mereka tentang hal itu. Ayat 22, “Sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan firman yang telah diucapkan Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sifat ilahi Tuhan kita diungkapkan di sini dalam bagian ini dengan cara yang luar biasa. Dia tahu masa depan. Faktanya, Dia menyampaikan rincian kematian-Nya. Bacalah Matius 16, 17, dan 19, dan Dia memberi kita perincian: “Aku akan ditangkap oleh para imam kepala dan para pemimpin Israel. Aku akan dicambuk, Aku akan diludahi. Aku akan dipukuli. Aku akan disalibkan. Aku akan dimakamkan. Aku akan bangkit kembali.” Itulah kemahatahuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Tuhan tahu masa depan, Yesaya dapat mengatakan bahwa Dia akan dilahirkan dari seorang perawan. Nubuatan tidak ada jika Allah tidak tahu masa depan. Tetapi Dia tahu masa depan dan itulah sebabnya ketika kita mendengar dalam Alkitab bahwa akan datang pengangkatan gereja, dan masa tribulasi, dan kerajaan seribu tahun, dan surga baru dan bumi baru, kita benar percaya itu. Kemahatahuan itu memiliki pengetahuan sempurna tentang masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemahatahuan juga tahu rahasia isi hati manusia. Dia tahu peristiwa besar yang akan terjadi secara nyata. Ayat 23, “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Pelewatan, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.” Yesus tetap tinggal disana, Pesta Roti Tidak Beragi mengikuti hari Pelewatan, dan Dia terus melakukan mukjizat-mukjizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 24, “Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua.” Mereka percaya kepada Yesus tetapi Yesus tidak percaya mereka. Kita sekarang diperkenalkan dengan adanya iman palsu dan dangkal yang tidak menyelamatkan. Itulah kenyataan. Setan percaya, iblis percaya dan bergemetar. Ada banyak orang yang mengklaim mereka percaya Yesus tetapi isi hati mereka tidak memiliki iman. Itulah kenyataan yang menakutkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan sejati muncul dalam kehidupan yang ditransformasikan yang mengejar kebenaran. Kalau saya tahu orang selama waktu lama, mungkin saya bisa melihat kehidupan itu dan mengatakan bahwa saya tidak melihat hasrat untuk kebenaran. Tetapi Yesus tahu hal itu secara instan. Ayat 25 mengatakan, "Dia tidak perlu ada orang yang bersaksi tentang manusia, karena Dia tahu apa yang ada di dalam hati manusia." Yesus tahu hati semua orang. Tidak ada yang perlu menasihatkan apa pun kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 3:20 mengatakan, “Karena jika hati kita menuduh kita, Allah lebih besar dari hati kita dan mengetahui segala sesuatu.” Dia membaca hatimu dan hatiku seperti papan iklan. Tuhan, kami memohon agar Roh-Kudus-Mu mengikat semua ini, dan menekankannya ke dalam hati kita. Penuhilah kita dengan sukacita dalam hati yang bersyukur atas semua yang telah dilakukan bagi kita di dalam Kristus. Semoga kita dengan berani memberitakan kebenaran mulia-Nya sampai hari itu ketika kita melihat Dia di surga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Aug 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200802</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000AA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hasrat untuk Rumah Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A9"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+2:12-17" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 2:12-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 2:12-17, “Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja. 13 Ketika hari raya Pelewatan orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. 14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. 15 Ia membuat cambuk dari tali.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. 16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." 17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Hasrat untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang jalan, oleh mukjizat Yesus, oleh karya-karya Yesus dan oleh kata-kata Yesus ada bukti bahwa Jesus adalah Allah. Sekarang ketika kita sampai pada mukjizat yang baru saja kita baca, yang di permukaannya mungkin tidak kelihatan sebagai mukjizat karena tidak ada kejadian yang benar-benar supranatural, seperti dalam penyembuhan, atau pengusiran setan, atau pembuatan anggur seperti yang kita lihat di mukjizat pertama itu, ini tetap mukjizat besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah mukjizat yang digerakkan bukan oleh belas kasihan, tetapi digerakkan oleh kemarahan kudus. Mukjizat pertama yang dicatat oleh Yohanes di awal mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus adalah mukjizat pribadi. Itu terjadi di antara keluarga dan teman-teman di kota kecil Kana, sembilan mil dari Nazaret dengan orang-orang yang mereka kenal dan yang bertumbuh bersama. Maria ada di sana dan keluarga Yesus dan inilah mukjizat-Nya yang pertama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mukjizat kedua itu bukanlah mukjizat pribadi; ini adalah mukjizat di mana puluhan ribu orang berpartisipasi, dan mereka bukan hanya orang-orang yang tidak bersalah. Mereka berada di tengah-tengah drama, kuasa dan energi ilahi dari mukjizat ini. Itu bukan mukjizat kebaikan dan kasih sayang. Tetapi pada awal pelayanan-Nya dan pada akhir pelayanan-Nya, Yesus mengeluarkan seluruh massa orang-orang dari bait suci pada hari Pelewatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua-duanya bukanlah mukjizat belas kasihan, itu mukjizat kemarahan kudus dan mereka adalah peninjauan dari penghakiman di masa depan, penghakiman yang akan datang dalam kehancuran Yerusalem tidak lama setelah itu dan penghakiman terakhir di hadapan takhta Allah di Tahta Putih Besar. Dan apa yang menyebabkan Yesus melakukan apa yang Dia lakukan di sini adalah masalah agama dan yang akan kita bahas juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke Yesaya 1:11, “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman Tuhan.” Josefus mengatakan mungkin ada seperempat juta binatang korban yang dipersembahkan pada hari Pelewatan itu. “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah banteng, dan domba-domba, dan kambing jantan tidak Kusukai. 12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran-Ku?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab dupa itu adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan Sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 18 Marilah, baiklah kita berperkara! firman Tuhan, ‘sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. 20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, Tuhan yang mengucapkannya.” Pesan itulah bisa saja diberikan oleh Yesus pada hari Ia membersihkan Bait Suci itu. Ini masalah kemunafikan di Israel, agama palsu dan ibadah dangkal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu membuat Yesus marah sekali karena itu tidak menghormati dan menghujat. Dalam Amos Tuhan berkata, “Hentikanlah lagu Anda; Aku tidak ingin mendengar lagu-lagu Anda.” Sekarang juga Tuhan merasakan ini di sini dan sama persis seperti yang Dia lakukan di zaman Yesaya dan di hari Minggu kita tentang ibadat palsu, ibadat dangkal dan tentang kemunafikan. Jadi marilah kita perhatikan cerita ini dan bagaimana itu berlaku untuk kita sekarang juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12 mengatakan, “Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudaranya. Kemudian Yohanes memberi tahu kita dalam Yohanes 7:5 bahwa bahkan saudara-saudaranya belum percaya kepada-Nya. Yesus melakukan begitu banyak mukjizat di Kapernaum sehingga ketidakpercayaan mereka lebih buruk daripada Sodom dan Gomora. Yesus berkata dalam Matius 11:23 bahwa jika itu dilakukan di Sodom dan Gomora, mereka pasti bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada kesempatan ini mereka tinggal hanya beberapa hari saja karena mereka menuju ke Yerusalem untuk merayakan Pelewatan. Ayat 13, “Ketika hari raya Pelewatan orang Yahudi sudah dekat, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.” Pelewatan itu adalah pesta tahunan yang diikuti dengan pesta tujuh hari roti tidak beragi yang diamanatkan Allah. Ingatlah ketika Israel dibebaskan dari Mesir dalam Keluaran 12, tulah terakhir adalah kematian anak sulung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat maut itu akan datang dan membunuh semua anak sulung. Dan jika Anda ingin malaikat melewati rumah Anda, Anda perlu memercikkan darahnya di tiang pintu, makan bersama dan makan roti tidak beragi, dan bersiaplah untuk pergi. Itu adalah lambang dari pekerjaan yang akan dilakukan Mesias ketika Dia menaruh darah-Nya di kayu salib dan menyediakan pembebasan dari penghakiman ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Pelewatan itu dimulai dalam Keluaran 12. Dan di dalam Keluaran 23:14 Allah mengamanatkan bahwa mereka memelihara Pelewatan itu setiap tahun bersama dengan beberapa pesta lain juga. Yesus, karena selalu taat kepada Firman Allah untuk melakukan segala sesuatu di dalam Perjanjian Lama, menggenapi semua kebenaran, kata Alkitab. Jadi, seperti yang selalu Dia lakukan, Dia datang ke Pelewatan. Sebenarnya, pelayanan-Nya dimulai pada saat Pelewatan dan berakhir pada saat Pelewatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada kedua Pelewatan, yang pertama dan yang terakhir, Dia melakukan tindakan yang sama terhadap Bait Suci. Pada Pelewatan pertama, Dia membersihkan Bait Suci secara terbuka untuk memulai pelayanan-Nya. Akhirnya, Dia membersihkan Bait Suci untuk mengakhiri pelayanan-Nya secara terbuka; kemudian Yesus menjadi Domba Pelewatan. Saat ini ketika Dia masuk Bait Suci untuk memulai pelayanan-Nya, Dia datang dengan pola pikir yang berbeda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat Yesus datang ke sana, ketika Dia berusia dua belas tahun. Dan pada saat itu Dia hanya mengajukan pertanyaan, berusaha mendapatkan jawaban dari para pemimpin di Bait Suci. Tetapi kali ini Dia telah masuk dalam pelayanan mesianis-Nya dan Dia akan melakukan urusan Bapa-Nya. Dan mereka telah mengubah rumah Bapa-Nya menjadi tempat bisnis duniawi, tetapi Dia akan melakukan bisnis surgawi Bapa-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14, “Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.” Kota Yerusalem biasanya ada beberapa ratus ribu penduduk. Itu berarti bahwa setiap kamar di setiap penginapan diubah menjadi kamar untuk sewaan. Orang-orang berdiam di dalam kamar-kamar berlipat ganda untuk menampung massa sebanyak ini. Populasinya empat kali lipat dari biasanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan titik fokusnya adalah Bait Suci, halaman Bait Suci, dan halaman orang-orang bukan Yahudi di luar. Yosefus menyebutkan ada 250 ribu orang disitu. Penyembelihan binatang itu terjadi antara pukul tiga dan enam sore pada hari Pelewatan itu. Tetapi ternyata sekarang orang-orang yang jual beli di luar Bait Suci itu sudah pindah ke dalam Halaman itu karena Imam Besar sekarang telah mengambil alih bisnis ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Anda masuk ke dalam, Anda bukan saja ada kerumunan orang-orang yang datang dan pergi dan banyak orang datang untuk berbicara dengan Allah, untuk memuji Allah, untuk menyembah Allah, untuk melihat Bait Suci itu seperti yang dilakukan para peziarah dari tempat lain. Di tengah-tengah ini ada orang yang menjual lembu, domba, dan merpati. Alasannya adalah bahwa orang-orang dari jauh harus membeli binatang. Dan ada penukar uang yang duduk di meja-meja mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika mereka membawa seekor binatang sendiri, itu akan ditolak oleh orang-orang yang memeriksa binatang itu dan jika binatang itu ditolak, mereka tetap harus membeli salah satu binatang Bait suci. Mereka menolak binatang yang dibawa sehingga mereka bisa menghasilkan uang dengan harga tinggi dari binatang yang mereka jual. Jadi, setiap orang harus membayar pajak bait suci dan binatang dalam mata uang yang diterima di Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus melihat semua ini, penjualan binatang kurban, penukar uang, dan Dia melihat bahwa mereka telah mencemari rumah Bapa-Nya. Mereka tidak menghormati. Ini seharusnya menjadi tempat pertobatan, tempat penghormatan, tempat ibadah, tempat pujian; malah itu adalah pasar yang kacau di mana terjadi banyak korupsi. Tidak ada yang membuat Yesus lebih marah dengan kemarahan kudus seperti tindakan yang tidak menghormati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus melakukan tindakan-Nya yang paling keras dalam dua kejadian ini. Sisa waktu itu adalah belas kasihan dan anugerah. Dan itu dilakukan terhadap ibadat munafik. Orang-orang Yahudi mengharapkan Mesias itu datang untuk menyerang bangsa-bangsa lain. Sebaliknya, Mesias itu datang dan menyerang mereka. Dan Dia menyerang mereka di tengah-tengah penyembahan munafik mereka, pada hari Pelewatan di Bait Suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tentu saja mengharapkan seorang pejuang, yang akan menaklukkan negara-negara yang telah melecehkan mereka, dan pada saat ini menduduki mereka. Tetapi sebaliknya Dia mengirimkan pesan bahwa penghakiman itu akan datang atas mereka, bukan atas musuh mereka. Di akhir pelayanan-Nya, Yesus memandang Bait Suci itu dan memberi tahu para murid-Nya bahwa bencana akan datang di mana tidak ada satu batu pun akan ditinggalkan di atas yang lain. Dan hal itu terjadi pada 70 S. M.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Dia membuat cambuk dari tali.” Tampaknya ini bukan senjata melawan puluhan ribu orang yang semuanya memiliki banyak alasan untuk menolak apa yang Dia lakukan. Sekarang ingatlah, inilah orang yang tidak dikenal, inilah awal pelayanan-Nya. Mereka tidak tahu siapakah Dia. Dia hanya seorang pria di Hari Pelewatan, mungkin dikenali sebagai seorang Galilea oleh caranya Dia berpakaian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16, “Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Kemudian Yesus menunjukkan kuasa mukjizat-Nya. Sekali lagi kita melihat betapa kecilnya mukjizat dari Kitab Suci itu diperlihatkan. Dia begitu saja mengusir mereka semua. Bagaimana dia sanggup melakukan itu? Nah, kebalikannya terjadi di Galilea ketika orang-orang mencoba membunuh-Nya dan Dia menghilang begitu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ada di tengah kerumunan dan mereka ingin membunuh Dia dengan batu dan Dia pergi begitu saja. Kali ini semua binatang pergi, dan semua orang dengan merpati mengambil peti mereka dan pergi. Dia membalikkan semua meja penukar uang. Mereka berebut untuk mendapatkan apa pun yang mereka bisa dan mereka mengevakuasi tempat itu dengan cara yang tertib sehingga kita bahkan tidak ada catatan bahwa orang Romawi itu perlu turun untuk mengamankan kerumunan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak menyerang orang, Dia menyerang sistem agama mereka. Para pedagang pasti ingin menghentikannya. Polisi Bait Suci pasti merasa bertanggung jawab untuk menghentikannya. Kerumunan itu ingin menghentikan Dia. Tetapi inilah kuasa ajaib. Dia beralih dari mukjizat keluarga pribadi ke dalam mukjizat publik besar-besaran di mana puluhan ribu orang berpartisipasi dan tidak ada satupun yang bisa melakukan apa-apa. Semua orang benar patuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah peninjauan dari kuasa Yesus untuk menghakimi. Dia berkata, "Kalian telah mencemari rumah Bapa-Ku." Inilah Anak Allah yang setia yang berlaku setia terhadap Bapa-Nya. Yesus akan melakukan ini secara besar-besaran pada Kedatangan-Nya yang Kedua. Wahyu mengatakan ada pedang yang keluar dari mulut-Nya dan akan ada pembantaian, yang belum pernah dilihat dunia. Nah hal ini telah terjadi sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam sebuah buku berjudul "Orang-orang Yahudi pada Masa Yesus" ada seorang imam besar di Bait Suci di salah satu peristiwa ini dan orang-orang Yahudi tidak senang dengan imam besar itu. Jadi mereka mulai melemparkan jeruk ke dia. Dia menyerang dengan tentara bayaran-Nya, dan menurut catatan, membantai ribuan orang di halaman itu. Yesus tidak membunuh siapa pun, tetapi Ia menghakimi seluruh sistem agama mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17 lalu berkata, “Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis.” Nah ingatlah, enam orang ini adalah orang-orang sejati yang percaya Perjanjian Lama. Setidaknya mereka telah bersama Dia selama seminggu. Dan ketika mereka melihat Yesus melakukan ini, mereka teringat Mazmur 69:9, “Cinta untuk rumah-Mu akan menghanguskan aku.” Daud memanggil orang-orang untuk beribadat sejati, tetapi orang-orang itu menolak dengan kebencian dan permusuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang pada zaman Yesus berada dalam kondisi yang sama. Anda tahu bahwa Anda dewasa secara rohani; pada saat Allah dihinakan dan Anda merasakan sakitnya. Dan mereka melihat Yesus melakukan hal yang sama. Mazmur itu bersifat mesianik dalam pengertian itu. Dan Yesus merasakan rasa sakit itu jauh lebih daripada Daud. Allah harus dimuliakan. Dan Dia tidak dimuliakan di sana dan Yesus menyatakan bahwa seluruh sistem agama mereka adalah penghujatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah hubungannya dengan kita? Tidak ada Bait Suci lagi. Sekarang kita sebagai orang percaya adalah Bait Suci itu. Lihatlah 1 Petrus 4:17, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.” Efesus 2:19, “Demikianlah kamu kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” Penghakiman itu dimulai dengan rumah Allah. Kita adalah Bait Suci Allah yang hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita menilai diri kita sendiri, kita tidak akan dihakimi. Jika kita tidak menghakimi diri kita dengan benar dan melihat kondisi kita dan datang dengan cara yang murni, maka kita dihadapkan pada penghakiman Allah dalam bentuk disiplin. Apakah akan terjadi jika Tuhan muncul di sini? Apakah Dia akan melakukan sesuatu seperti yang Dia lakukan dulu itu? Yesus ada di sini dan Dia akan menghakimi mereka yang tidak mau memeriksa diri mereka sendiri dan bertobat. Jadi marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jul 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200726</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anugerah dan Kebenaran melalui Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:14-18" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:14-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><br></span></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes 1:14-18 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, yang penuh anugerah dan kebenaran. 15 Yohanes memberikan kesaksian tentang Dia dan berseru katanya, “Inilah Dia yang kumaksudkan, 'Dia yang datang setelah saya jauh lebih besar dari saya, sebab Dia telah ada sebelum aku.' 16 Dan dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima, dan anugerah demi anugerah.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“17 Sebab hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun pernah melihat Allah. Tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan Dia.” Yohanes membuka Injilnya dalam 18 ayat dengan sebuah kata pengantar, dan pernyataannya adalah bahwa Yesus adalah Allah dalam daging manusia, dan Dialah Pencipta alam semesta yang telah menjadi bagian dari ciptaan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus bukanlah manusia yang diciptakan, Dia adalah Allah dalam daging manusia. Dan itulah sebabnya ada dan terus ada begitu banyak ajaran sesat tentang Yesus Kristus, mengenai esensi atau sifat atau pribadi Yesus Kristus. Dan itu adalah doktrin terpenting dalam iman Kristen. Ini harus diketahui, harus dipercaya, bagi orang untuk luput neraka dan masuk surga, Yesus itu Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Gereja Yesus Kristus yang sejati selalu percaya itu. Itu selalu dinyatakan. Itu selalu dituntut. Pandangan lain manapun juga tentang Kristus tidak bisa diterima dan itu terkutuk. Inilah alasannya mengapa Yohanes begitu mementingkan keilahian Yesus Kristus. Yohanes 20:31 mengatakan, "Ini semua tertulis supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi dalam pembukaannya, Yohanes berbicara tentang sifat Yesus Kristus. Dia memperkenalkan Dia sebagai, "Pada mulanya adalah Firman." Dengan kata lain, Dia sudah ada ketika segala sesuatu yang dimulai itu mulai. Dia ada bersama Allah, yang berarti meskipun Dia adalah Allah, pada saat yang sama dia berbeda dari Allah. Itu adalah kenyataan Trinitas. Ada satu Allah dengan tiga pribadi. Yesus adalah Allah, namun Ia bersama Allah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Teologi di sini sangat mendalam. Yesus adalah mahluk murni yang abadi. Untuk membuktikan itu, segala sesuatu yang ada diciptakan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada yang diciptakan, karena Dialah sumber kehidupan. Dia memiliki hidup di dalam diri-Nya. Dan Pencipta, yang makhluk kekalnya, menurut ayat 5, datang ke dalam kegelapan dunia ini seperti cahaya. Terang itu datang ke dunia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Pada abad pertama, Yohanes menulis Injilnya, tiga surat dan Wahyu. Yohanes menulis 1 Yohanes kepada orang-orang percaya untuk mengidentifikasi bagi mereka tanda-tanda keselamatan sejati. 1 Yohanes 1:1 mengatakan, “Apa yang ada sejak semula, yang telah kita dengar, yang telah kita lihat dengan mata kita, yang telah kita saksikan, dan yang telah kita raba dengan tangan kita sendiri, mengenai Firman hidup. 2 Hidup itu telah dinyatakan.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes berkata, kami memberitakan kepadamu Kehidupan Kekal, yang berarti Anak Allah, yang ada bersama Bapa dan dinyatakan kepada kita. Yohanes telah menyentuh Pencipta alam semesta dalam bentuk manusia. Tahukah Anda Yohanes itu tidak pernah melupakan itu. Yohanes menyebut dirinya dalam Injilnya sebagai, “murid yang dikasihi Yesus” karena ia memahami kenyataan bahwa ini adalah Allah Pencipta kekal dalam wujud manusia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam 1 Yohanes 2:22 ia berkata, “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? 23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.” Sekali lagi jika Anda merusak siapakah Kristus, Anda akan menjauhkan diri dari Allah. 1 Yohanes 4:1 mengatakan, “Janganlah percaya setiap klaim, setiap guru, setiap roh di belakang setiap guru.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena ada begitu banyak nabi palsu di dunia. Bagaimana Anda tahu ketika seseorang adalah nabi palsu? 1 Yoh.4:2 mengatakan, “Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah." Mereka yang menegaskan keilahian dan kemanusiaan Yesus Kristus, mereka berasal dari Allah. “3 Setiap roh yang tidak mengaku Yesus, bukan dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus, yang akan datang dan sekarang ini sudah ada di dunia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">1 Yohanes 5:1 mengatakan, "Barangsiapa percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah." Ayat 4 mengatakan, “Siapa pun yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia, dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah?” Dan akhirnya ayat 20 mengatakan, “Kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 20 mengatakan, “Dan kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah memberi kita pengertian, supaya kita mengenal Dia yang benar; dan kita ada di dalam Dia yang benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” 2 Yohanes 1:7 mengatakan, “Sebab banyak penyesat telah muncul ke dunia yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Ini adalah si penyesat dan antikristus.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ayat 9-11, “Siapa pun yang melanggar dan tidak tinggal dalam ajaran Kristus, tidak memiliki Allah. Barangsiapa menetap di dalam doktrin Kristus memiliki Bapa maupun Anak. 10 Jika ada orang yang datang kepada Anda dan tidak membawa doktrin ini, jangan menerima dia di dalam rumah Anda atau menyapanya; 11 Sebab barangsiapa menyambut dia, ia mendapat bagian dari perbuatannya yang jahat.” Dengan Yohanes, itu semuanya tentang Kristus dan siapakah Kristus itu.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Karena itu, tidak mengherankan bahwa dari semua doktrin Kristen, tidak ada doktrin tunggal yang lebih dilawan dan diserang daripada inkarnasi Yesus Kristus. Ada banyak jenis Kristus yang ditawarkan kepada dunia. Dan di masa depan, ketika kita semakin dekat pada kedatangan Kristus, Kristus palsu itu akan berlipat ganda, dan kita harus berhati-hati apakah orang itu membicarakan Kristus yang benar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Percaya kepada Yesus yang salah sama dengan kepercayaan bahwa Anda diselamatkan oleh batu, atau agama animisme. Anda tidak bisa diselamatkan dengan memercayai hal yang salah tentang Kristus. Anda harus percaya pada keilahian-Nya dan kemanusiaan-Nya. Sekarang, dalam ayat 14 sampai 18, kita sampai pada puncaknya, “Dan Firman itu telah menjadi manusia.” Firman, yang berarti Anak Allah yang ada sebelum di inkarnasi itu, adalah makhluk kekal yang menjadi manusia.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Firman kekal itu menjadi manusia, itulah artinya. Jadi, sekarang ada Allah-manusia. Allah yang kekal yang adalah makhluk kekal murni menjadi bagian dari ciptaan-Nya. Allah dan manusia disatukan dalam satu orang, yang tidak pernah dapat dipisahkan. Dengarkanlah itu. Namun tidak pernah kacau dan tidak pernah tercampur. Keduanya sempurna dan berbeda dan tidak dapat dipisahkan namun tidak tercampur dan tidak digabungkan untuk selamanya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Anda melihat Kristus di surga, Ia adalah Allah-manusia yang sama persis seperti waktu Ia berjalan di bumi dalam bentuk tubuh setelah kebangkitan yang disaksikan para murid selama empat puluh hari. Dia adalah Kristus yang sama persis. Dia adalah sama seperti Dia di bumi, sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah dengan cara yang sama Dia berjalan di bumi. Kemanusiaan-Nya bukanlah seperti kemanusiaan Adam sebelum kejatuhannya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yesus itu sepenuhnya manusia dalam arti Ia sama dengan Adam setelah kejatuhan. Karena Dia hidup dan bertumbuh dan mati, dan itu adalah faktor kondisi kejatuhan. Terus, jika Dia tidak berada dalam bentuk manusia setelah kejatuhan, Dia tidak akan memiliki kemampuan untuk memahami kelemahan kita dan kesakitan kita dan dicobai dalam semua hal sama seperti kita dicobai dan akhirnya menjadi imam besar yang murah hati dan simpatik.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Jadi Dia benar-benar manusia dengan satu pengecualian: tidak ada dosa. Ia tanpa dosa, kudus, tidak membahayakan, tidak ternoda, terpisah dari pendosa, tanpa dosa untuk selamanya. Kata 2 Korintus 5:21, “Ia tidak mengenal dosa.” Lalu dikatakan, "dan berdiam di antara kita." Selama tiga puluh tiga tahun, Dia hidup di dunia kita, mengambil rupa manusia, dan menjadi salah satu dari kita. Lukas 2:52 mengatakan, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Bagaimana kita tahu bahwa Dia adalah Allah? Yohanes berkata dalam </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">, “Dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Kita telah menyaksikan kemuliaan-Nya. “Kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Apakah kemuliaan itu? Kemuliaan Allah adalah intrinsik bagi sifat-Nya, itulah siapakah Dia. Itulah jumlah sifat-sifat-Nya. Kemuliaan Allah adalah keseluruhan sifat-sifat-Nya, dan terkadang itu dinyatakan dalam cahaya yang menyala-nyala. </span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tetapi ada juga kemuliaan yang dinyatakan-Nya, sebagai lambang dan dalam kenyataan. Musa dalam Keluaran 33:18 mengatakan, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” 20 Lagi firman-Nya, "Engkau tidak dapat memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.” 21 Berfirmanlah Tuhan, "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; 22 Dan apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam celah batu itu dan Aku akan menutupi engkau dengan tangan-Ku, sementara Aku lewat.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Itulah keagungan dan kemuliaan Allah yang kuat yang dapat menghancurkan kita karena kita adalah orang berdosa. Allah memimpin orang Israel dengan tiang api di malam hari, dan ketika Kemah Suci dibangun dalam Keluaran 40, kemuliaan Allah turun ke Kemah Suci itu. Jadi kemuliaan Allah sering terlihat dalam Perjanjian Lama sebagai cahaya (2 Tawarikh 7:1) Di masa depan, Matius 25:31, ketika Yesus datang dalam kemuliaan-Nya, cahaya Shekina itu akan kembali.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Wahyu 6:16 mengatakan orang-orang akan memanggil batu-batu dan gunung-gunung untuk menyembunyikan mereka dari muka kemuliaan Yesus. Langit akan menjadi gelap, dan bulan dan matahari tidak akan memberikan cahayanya, dan ke dalam kegelapan akan datang Shekina Yesus Kristus yang menyala-nyala ini. Sekali lagi, atribut Allah itu dinyatakan dalam terang. Itu terjadi di masa lalu dan di masa depan itu akan terjadi lagi.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Sementara itu, kemuliaan itu datang ke bumi di dalam bentuk Yesus. Dan pada suatu waktu dalam Matius 17 mereka naik ke gunung, Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dan Tuhan memperlihatkan daging-Nya dan apakah yang mereka lihat? Mereka melihat kemuliaan-Nya, dan itu sangat menyilaukan, mereka jatuh seperti orang mati di bawah kekuatan cahaya yang menyala-nyala ini, meskipun itu terselubung sampai tingkat tertentu supaya mereka tidak terbakar.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Ketika Yohanes berkata, “Kita telah melihat kemuliaan-Nya” maksudnya mungkin bahwa mereka melihat cahaya, cahaya Shekina itu, karena Yohanes ada di atas di gunung itu. Tetapi maksudnya lebih dari itu. Ketika Yohanes berkata, "Kita telah melihat kemuliaan-Nya," ia bukan hanya membicarakan gambaran kemuliaan itu dalam terang, ia juga membicarakan realitas atribut-atribut yang dinyatakan dalam kehidupan Kristus sepanjang pelayanan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes dapat berkata: Kita telah melihat kasih-Nya, kita melihat kemurahan-Nya, kita melihat kebijaksanaan-Nya, kita melihat pengetahuan-Nya, kita telah melihat kuasa-Nya, kita melihat keadilan-Nya, kita melihat kekudusan-Nya, kita telah melihat belas kasih-Nya, kita melihat kemahakuasaan-Nya, kita melihat kemahatahuan-Nya, kita melihat kemarahan-Nya, kita melihat murka-Nya, kita melihat kebaikan-Nya, kita telah melihat kesabaran-Nya, kita melihat semuanya. Kita melihat gambaran kemuliaan-Nya yang terlihat, dan kita telah menyaksikan gambaran yang tidak terlihat dalam kehidupan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dalam Yohanes 2 ketika kita pergi ke pesta pernikahan, Yesus melakukan mukjizat di sana. Yohanes 2:11 mengatakan, “Hal ini dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya.” Dia tidak memperlihatkan daging-Nya seperti yang dilakukan-Nya dalam transfigurasi, tetapi Dia menyatakan kemuliaan kuasa-Nya dengan menciptakan anggur dari air. Yesus adalah Allah, Allah-manusia, Allah dalam daging manusia, Yohanes akan memberi tahu Anda: iya, Dialah Allah karena kita melihat kemuliaan-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Yohanes juga akan memberi tahu Anda bahwa inkarnasi Kristus itu memberikan kita anugerah-Nya. Akhir dari </span><span class="cf1"><b>ayat 14</b></span><span class="cf1">, "Penuh anygerah dan kebenaran." Anugerah dan kebenaran ada bersama dalam bagian ini. Mereka harus bersama karena satu-satunya cara Anda dapat mengalami anugerah adalah dengan percaya kebenaran. Jadi kata Yohanes, "Kita telah mengalami siapakah Dia.” Dia adalah esensi dari Bapa. Itulah wujud esensiil-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"><b>Ayat 15</b></span><span class="cf1">, “Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian tentang Dia dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata, 'Dia yang datang setelah aku lebih besar dari aku, karena Dia telah ada sebelum aku.'” Bagaimana mungkin seseorang yang datang setelah aku, sudah ada sebelum aku? Jawabnya, karena Dia kekal. Yohanes berkata, “Dia lahir setelah aku.” Elizabeth mengandung Yohanes Pembaptis sebelum Maria mengandung Yesus. Yohanes dilahirkan duluan.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Kristus memberikan kita anugerah di </span><span class="cf1"><b>ayat 16-17</b></span><span class="cf1">, “Dan dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. 17 Karena hukum Taurat diberikan melalui Musa, kasih karunia dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus.” Kita sangat senang dibebaskan dari hukum itu, dan diberikan anugerah. Anugerah itu datang melalui Kristus. Jadi Dia menunjukkan kemuliaan dan Dia memberikan anugerah. Ini adalah bukti keilahian-Nya.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">“Anugerah demi anugerah.” Ini merupakan persediaan anugerah yang tiada habisnya dan tidak berkurang, tanpa batas. Tidak pernah ada penurunan anugerah itu. Kepada rasul Paulus yang khawatir ada duri dalam dagingnya, Tuhan kita berkata, "Kasih karunia-Ku itu cukup." Inilah persediaan yang tidak pernah berakhir. Yang kita tahu di bawah hukum Taurat itu hanya ada ancaman dan peringatan, kematian dan penghakiman. Sekarang datanglah Kristus, dan itulah anugerah demi anugerah.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Di akhir ayat 17, “Anugerah dan kebenaran diwujudkan melalui Yesus Kristus.” Apakah itu dijanjikan dalam Perjanjian Lama? Iya. Diaktifkan dalam Perjanjian Lama? Tentu. Nuh menerima anugerah di mata Tuhan. Semua orang yang pernah diselamatkan dalam sejarah dunia telah diselamatkan oleh anugerah Allah. Tetapi anugerah itu tidak sepenuhnya disadari sampai saat Kristus datang dan membayar hukuman-Nya di kayu salib. Kata "sadari" di sini berarti 'wujud'.</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Dan kasih karunia yang diperlihatkan dan dibeli Kristus di kayu salib itu berlaku ke belakang sejauh itu berlaku ke depan. </span><span class="cf1"><b>Ayat 18</b></span><span class="cf1">, “Tidak ada yang pernah melihat Allah.” Mengapa? Karena Dia tidak terlihat. Ada saat-saat ketika Allah muncul sebagai asap dan api, tetapi Dia tidak memiliki bentuk. Tidak ada yang pernah melihat Allah. Namun, “Anak Tunggal, yang ada di pangkuan Bapa”, Yang berada di dalam Bapa, “Ia telah menyatakan Allah Bapa.”</span></span></div><br><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1">Tidakkah Anda ingin Allah itu dijelaskan kepada Anda? Bagaimana Anda dapat menjelaskan Allah? Nah, Anda kembali ke ayat itu dan berkata, "Lihatlah Yesus Kristus, Ia menyatakan Allah Bapa." Jadi, Anda ingin tahu tentang Allah? Yesus mendefinisikan Allah Bapa itu. Dia menunjukkan kemuliaan, Dia memberi anugerah dan Dia mendefinisikan Allah. Dan jika Anda percaya itu dan Anda menerima Dia - Ayat 12, Dia memberi kita hak untuk menjadi anak-anak Allah. Marilah kita berdoa.</span></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><span class="cf1"> </span></span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200719</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Murid-murid Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:38-51" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:38-51</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini di permukaannya merupakan bagian naratif dari Kitab Suci, ketika Yohanes menceritakan kisah Yesus dari sudut pandang-Nya sendiri. Ini adalah kisah sederhana tentang Yesus yang mengumpulkan para pengikut pertama-Nya. Dia mulai dengan kesaksian Yohanes Pembaptis, nabi Perjanjian Lama yang terakhir. Dan Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berkata, “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi yang benar-benar percaya, tahu bahwa mereka adalah orang berdosa. Pelayanan Yohanes adalah pelayanan pertobatan. Baptisannya adalah baptisan pertobatan. Sekarang, dia berhadapan dengan bangsa orang yang sok suci yang tidak berpikir mereka perlu bertobat dan tidak berpikir mereka butuh Juruselamat. Itulah pandangan para pengurus agama. Mereka tidak mencari anak domba, atau pengorbanan, atau penyelamat, mereka mencari raja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka merasa mereka telah mencapai status dan telah diterima Allah melalui sifat agama dan moralitas mereka. Namun pesan Yohanes adalah, kalian tidak lebih baik daripada orang non-Yahudi. Kalian perlu bertobat dan kalian perlu dibaptis sebagai ekspresi lahiriah dari keinginan untuk pembersihan batiniah. Dengan kata lain, kalian juga orang luar, kalian perlu bertobat atau murka Allah akan menimpa kalian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini dalam ayat 38 sampai 51, kita bertemu dengan sekelompok kecil orang Yahudi yang percaya pada Perjanjian Lama dan memiliki penafsiran yang benar tentang Perjanjian Lama yang benar-benar mengubah hidup mereka, diwakili oleh kata-kata Tuhan kita di ayat 47, “ Lihatlah, inilah seorang Israel sejati yang tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Itu orang percaya sejati. Jadi di sini ada kelompok kecil: Andreas, Petrus, Filipus, Natanael dan Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bisa menambahkan Jakobus dan Tomas. Inilah tujuh nelayan Galilea yang memberikan kesaksian. Mereka mulai menjadi inti dari para murid Yesus, yang kemudian menjadi rasul Kristus. Sungguh menakjubkan bagaimana Tuhan memilih orang-orang yang tidak penting ini. Yesus dapat mengambil lima orang yang saling mengenal, yang hidupnya adalah menangkap ikan, dan Dia dapat mentransformasikan mereka menjadi pengubah dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dalam 1 Korintus 1:26 berkata, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.” Tuhan telah memanggil orang-orang rendahan, yang bukan siapa-siapa dan yang tidak penting. Benih yang ditanam itu adalah Yohanes Pembaptis; dia adalah saksi pertama bagi Yesus. Dan kemudian ada kelompok ini yang tidak mengenal pengurus agama itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran Injil tersebar di setiap generasi sejak kepercayaan pertama itu, melalui orang-orang yang lemah lembut dan murah hati. Begitulah perkembangan Kekristenan, orang ke orang ke orang; kerajaan maju satu jiwa per satu jiwa. Memang ada pengkhotbah yang berkhotbah kepada kelompok-kelompok, tetapi cara utama kerajaan itu bertumbuh adalah dari satu orang ke orang lain, dan itulah caranya bagaimana semuanya mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tantangan bagi mereka itu sangat besar. Mereka bukan siapa-siapa ketika mereka memberikan kesaksian tentang fakta bahwa mereka menyatakan Yesus adalah Mesias. Yesus sendiri juga tampaknya seperti bukan siapa-siapa, putra Yusuf dari Nazaret. Dan semua orang Yahudi di Yudea memandang rendah Galilea dan orang-orang di Galilea memandang rendah Nazaret. Jadi Allah mulai ini dengan permulaan yang sangat rendah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Korintus 1, kemajuan Injil tidak dapat dikaitkan dengan kekuatan orang-orang. Itu hanya dapat dikaitkan dengan kuasa Allah. Jadi, jika Anda mau bermegah, bermegahlah dalam Tuhan karena Anda berada di dalam Kristus oleh perbuatan-Nya. Tuhan telah menolak badan pengurus agama Yahudi itu. Mereka semua benci Yesus, dan memberontak terhadap pesan-Nya, yang menyebabkan eksekusi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekarang mulai mengumpulkan para pengikut-Nya, dan Yohanes Pembaptis mulai menghilang dan hanya membuat satu penampilan kecil lagi dalam Yohanes 3. Tetapi sekarang kisah ini beralih ke Kristus dan Dia menjadi pusat perhatian. Saat kita melihat ayat 38 - 51, kita akan membaginya menjadi dua kelompok. Yang pertama berfokus pada Andreas dan Petrus; yang kedua berfokus pada Filipus dan Natanael. Kita masih ada di Betania, di seberang sungai Yordan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari pertama dia berkata, “Mesias itu hadir. Dia telah datang." Pada hari kedua dia berkata, “Itu dia, lihatlah Anak Domba Allah!” Pada hari ketiga dia berkata, "Ikutilah Dia," dan dia mengarahkan murid-muridnya dari dirinya untuk mengikuti Kristus. Jadi dalam ayat 37, kedua murid, yaitu Andreas dan Yohanes, mendengar pembicaraannya dan atas desakan Yohanes Pembaptis, mereka mengikuti Yesus. Dan di sinilah kita melanjutkan kisah ini lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inilah hari ketiga dalam kronologi Yohanes dan dia juga membuat deklarasi di akhir ayat 39 bahwa sudah jam kesepuluh. Ayat 38, “Tetapi Yesus menoleh kebelakang dan Ia melihat bahwa mereka mengikut Dia, lalu berkata kepada mereka, 'Apakah yang kamu cari?' Nah ingatlah bahwa ada dua murid di sini, dan dalam ayat 41, salah satunya adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Yang lainnya tidak disebutkan namanya, tetapi itu indikasi baik bahwa itulah Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus berkata, "Apakah yang kamu cari?" Apakah motivasi Anda? Apakah yang sedang Anda cari? Mereka tahu Yohanes Pembaptis telah mengidentifikasi-kan Yesus sebagai Mesias. Dia telah mengidentifikasi Yesus sebagai Anak Domba Allah dan bukan Raja yang memerintah. Memang Dia adalah seorang raja tetapi pada awalnya Dia datang sebagai anak domba; Ia datang sebagai korban untuk dosa. Jadi mereka percaya pesan penghakiman dan kebutuhan keselamatan dari Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Yohanes telah berkhotbah selama berbulan-bulan. Dia bukan hanya mengatakan "Lihatlah Anak Domba Allah." Dia memberikan penjelasan lengkap tentang identitas Yesus Kristus sebagai Anak Domba, yang dihubungkan dengan sistem pengorbanan Perjanjian Lama, sehingga mereka tahu persis apa arti kedatangan-Nya sebagai Anak Domba. Mereka adalah orang-orang yang percaya akan pesan itu dan telah datang untuk bertobat dan menerima Dia yang akan menjadi korban.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menjawab pertanyaan, "Apakah yang kamu cari?" dengan, "Rabi." Rabi adalah ungkapan umum di mana siswa itu memberi penghormatan kepada guru mereka. "Di manakah Engkau tinggal?" Kami ingin pergi ke tempat Engkau sekarang dan kami ingin duduk bersama Engkau, dan kami ingin berbicara dengan Engkau. Dan sekarang mereka telah beralih dari Yohanes sebagai guru ke Yesus sebagai guru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mereka tidak dibuat murid permanen pada hari itu. Mereka baru mulai mempelajari siapakah Yesus itu. Kemudian mereka akan menjadi pengikut yang permanen dan kemudian setelah itu mereka akan menjadi rasul dan dikirim untuk memberitakan Injil. Undangan Tuhan itu langsung. Ayat 39, Dia berkata kepada mereka, "Marilah datang, dan lihatlah." Ini menunjukkan aksesibilitas dan tersedianya Tuhan Yesus kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka datang dan melihat di mana Dia tinggal. Kita tidak tahu itu di mana, ayat 39 melanjutkan, “Dan mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira jam kesepuluh.” Waktu Yahudi itu adalah jam empat sore ketika mereka akhirnya pergi ke tempat dimana Yesus berada. Jadi mereka berbicara dengan Anak Allah. Ini pasti berlangsung sepanjang malam. Dan ini terjadi pada bulan Januari, ketika hari-harinya singkat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah percakapan yang benar-benar saya ingin ikuti. Ayat 40 hanya mencatat bahwa mereka berdua telah mendengar Yohanes Pembaptis berbicara dan mengikutinya, salah satunya adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Dan pada saat Yohanes menulis Injilnya, itu dilakukan pada akhir abad pertama, Petrus sudah terkenal saat itu tetapi tidak banyak ditulis tentang Andreas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, Andreas adalah murid pertama yang dipanggil. Andreas dipanggil sampai dia yakin bahwa Yesus memang Mesias itu. Ayat 41, “Jadi dia bertemu dengan Simon, saudaranya.” yang berarti bahwa mereka mungkin juga pengikut Yohanes Pembaptis, karena, mereka tidak berada di Galilea, tempat tinggal mereka, mereka ada di sebelah selatan, di seberang Sungai Yordan. Ayat 41 melanjutkan, “Dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kata Mesias dalam bahasa Ibrani itu sangat berarti bagi Yohanes, karena saat itu diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, itu adalah “Kristus.” Itu berarti “Yang Diurapi.” Disini terdapat kesaksian pribadi yang dapat dipercaya. "Kami telah menemukan Mesias." Tanpa kebimbangan, tanpa keraguan, dengan kepastian mutlak: "Kami telah menemukan Mesias." Ayat 42, “Dan dia membawa Simon Petrus kepada Yesus.” Begitulah cara kerajaan Allah itu maju, dengan satu orang membawa yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, disini Andreas membawa Petrus ke Yesus. Yesus memandang Petrus dan melanjutkan dalam ayat 42, "Engkau Simon, anak Yunus.” Itu pasti mengejutkan Petrus. Lebih dari itu, Yesus tahu siapakah dia akan menjadi nanti. Dia melanjutkan dalam ayat 42, “engkau akan dinamakan Kefas” (artinya: Petrus).” “Kefas” adalah kata bahasa Aram, "Petrus" adalah kata bahasa Yunani untuk kata batu karang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita menubuatkan apa Petrus akan menjadi nanti. Dan batu karang itu adalah pengakuan Petrus dalam Matius 16:16, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup!” di atas batu karang itu Aku akan membangun gereja-Ku.” Tuhan berkata, “Aku bukan saja mengenal engkau, tetapi secara nubuatan Aku tahu bahwa engkau akan menjadi batu karang. Dan memang mulai dari hari ketika Roh Kudus itu datang, pada Hari Pentakosta, dia berkhotbah tentang Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 43 hingga 51 menggambarkan kelompok kedua. Ayat 43, “Pada keesokan harinya.” Inilah hari keempat, “Yesus ingin pergi ke Galilea.” Anda bisa berjalan sebagian besar hari itu, mungkin kurang lebih tiga puluh km. "Dan Dia bertemu dengan Filipus dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Ayat 44, "Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.” Bethsaida adalah sebuah desa nelayan kecil di Laut Galilea.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka semua berasal dari desa yang sama. Belakangan, kita tahu bahwa Petrus pindah ke Kapernaum karena itulah yang dikatakan dalam Markus 1:21 - 29. Jadi, kita bertemu dua pria yang mengenal Petrus dan Andreas. Maka Yesus datang kepada Filipus dan berkata, "Ikutlah Aku." Itu pernyataan yang Yesus buat berulang kali. Dan apa pun yang terjadi antara waktu Filipus mengikuti dan ayat 45 itu pasti menakjubkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena dalam ayat 45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata, "Kami menemukan Dia, yang dituliskan oleh Musa dan Hukum Taurat dan juga para nabi, Yesus dari Nazaret, putra Yusuf.” Kita tidak diberi tahu percakapan seperti apa terjadi, tetapi kesimpulannya sudah cukup. Pertama Andreas berkata bahwa kami menemukan Mesias. Sekarang Filipus berkata, "Kami telah menemukan Dia, yang dibicarakan Musa dalam Hukum Taurat dan juga para nabi, Yesus dari Nazaret, putra Yusuf.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menjelaskan kepada mereka bagaimana Dia adalah Mesias, penggenapan dari semua yang dikatakan di Perjanjian Lama. Jadi inilah kesaksian kedua dari Andreas, “Kami telah menemukan Mesias,” berdasarkan waktu saksi matanya bersama Tuhan Yesus. Juga ada kesaksian Filipus, yang telah meluangkan waktu bersama Yesus dan membandingkan-Nya dengan Hukum Taurat dan Para Nabi. Dan yang luar biasa, itulah "Yesus dari Nazaret, putra Yusuf."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nazareth adalah kota yang diabaikan, dan Jusuf benar bukan siapa-siapa. Dia adalah putra Yusuf oleh identitas keluarga, meskipun Dia adalah Anak Allah sejak lahir, benar? Lahir dari perawan, Matius 1:23; Anak Allah Yang Mahatinggi, Lukas 1:32. Dan Dia berasal dari Nazaret. Sepertinya itu tidak baik. Kita tidak terkejut ketika Natanael mengatakan dalam ayat 46, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus berkata kepadanya, "Marilah dan lihatlah." Yohanes memberi kita kesaksian para saksi mata yang bertemu dengan Yesus, dan yang menanyakan semua pertanyaan mereka berdasarkan janji-janji Perjanjian Lama, dan mereka menyimpulkan bahwa Dia adalah Mesias, Dia adalah Anak Allah, Dia adalah Yang dinubuatkan. Ayat 47 meneruskan, “Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya lalu berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel, yang tidak ada kepalsuan didalamnya!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam Roma 2:29, seorang Yahudi sejati adalah orang yang secara batin adalah orang Yahudi, orang yang benar-benar percaya kepada Allah yang benar, orang yang diselamatkan dalam persyaratan Perjanjian Lama, orang yang bertobat yang beriman kepada Allah yang benar di mana tidak ada penipuan, tidak ada kemunafikan, dan tidak ada kepalsuan. Apakah itu berarti dia sempurna? Tidak, tetapi ia telah diterima oleh Allah melalui imannya. Dan dia benar asli. Di sini Yesus sedang membaca kondisi rohaninya secara supranatural.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggapan Natanael itu jelas dalam ayat 48, "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Aku bukan hanya mengenal Anda dari dalam, Aku tahu Anda dari luar. Aku bukan hanya tahu siapakah Anda, Aku tahu di mana Anda berada. Aku bisa melihat hatimu dan Aku bisa melihat tubuhmu. Waduh! Yesus melihatnya di sana tanpa melihatnya secara fisik. Itulah kemahatahuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat mereka menuju ke Yesus, penjelasan lebih lanjut datang, yang ditegaskan oleh kemahatahuan Kristus yang tahu siapakah dia dan tahu di mana dia berada. Ayat 49, Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah. Engkau adalah Raja orang Israel.” Anak Allah itu berarti memiliki sifat yang sama dengan Allah. Itulah bahasa Ibrani. Apa yang dia katakan adalah Engkau adalah Allah, dan Anak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 50 mengatakan, “Yesus menjawab kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu, 'Aku meliha engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Jadi apakah yang dimaksud Tuhan dengan hal itu? Sisa waktu dimana Anda mengikuti Aku, Aku akan menunjukkan kepada Anda keajaiban demi keajaiban. Ayat 51, “Lalu kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan para malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka pasti tahu Kejadian 28:12 di mana Yakub bermimpi bahwa sebuah tangga didirikan di bumi, dan ujungnya sampai di langit, dan tampaklah para malaikat Allah turun naik di tangga itu. Yesus menjalani hidup-Nya menurut kehendak Allah Bapa oleh Roh Kudus, yang ditengahi para malaikat. Memang malaikat yang mengumumkan kepada Zakharia bahwa pelopor itu akan dilahirkan. Dan malaikat yang berbicara kepada Maria dan Yusuf.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada paduan suara malaikat yang mengumumkan kelahiran Kristus kepada para gembala. Dan para malaikat di dalam Matius 4:11 yang melayani Yesus pada akhir pencobaan-Nya. Malaikat-malaikat itu ada di makam. Dan malaikat-malaikat juga mengelilingi-Nya pada kenaikan-Nya. Yesus melakukan apa yang Dia lakukan semuanya sesuai kehendak Allah Bapa melalui kuasa Roh Kudus oleh para malaikat. Dan itu masih terjadi hari ini juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200712</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Domba Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:29-37" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:29-37</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Injil Yohanes adalah untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, supaya Anda dapat percaya dan dengan kepercayaan itu memiliki hidup kekal di dalam nama-Nya. Jadi dalam pembukaan delapan belas ayat itu kita melihat deklarasi keilahian Kristus. Dan kemudian mulai dalam ayat 19, ada bukti-bukti bahwa pernyataan itu benar. Yohanes membuka Injil dan berbicara tentang Tuhan Yesus sebagai Firman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mengidentifikasikan Yesus sebagai Firman bersama Allah dan Firman itu adalah Allah, yang merupakan pemahaman Tritunggal. Anggota Tritunggal itu sepenuhnya Allah tetapi pribadi yang terpisah. Dia kemudian diperkenalkan-Nya bukan hanya sebagai Firman, tetapi sebagai Kehidupan, yaitu sumber kehidupan dari semua yang hidup, dan kemudian sebagai Cahaya. Dengan kata lain Dia adalah Allah yang menembus kegelapan dunia yang jatuh, baik secara fisik maupun secara spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yohanes Pembaptis diperkenalkan dalam ayat 15, dan rasul Yohanes menggunakan dia sebagai kesaksiannya yang pertama untuk keilahian Kristus. Dan kesaksian pertama tentang keilahian Kristus itu, diperkenalkan dalam ayat 15 dengan namanya. Mengapa ini sangat penting? Karena Yohanes bukan saja pelopor tetapi juga seorang nabi. Dan tidak ada nabi di Israel selama 400 tahun. Dan semua orang Yahudi mengerti bahwa Yohanes adalah seorang nabi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, jika Anda akan memberi kesaksian manusia tentang Mesias, itu harus berasal dari sumber yang paling dapat dipercaya. Dan saksi yang paling dapat dipercaya, tentang pribadi Kristus adalah orang yang dipanggil oleh Allah untuk menjadi seorang nabi dan karena dia memberitakan firman Allah, dan itu adalah Yohanes Pembaptis. Dia berasal dari keluarga imam, yang memberinya kepercayaan ekstra karena para imam itu semua dihormati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kelahirannya sungguh ajaib karena orang tuanya sudah berusia lanjut dan tidak dapat melahirkan anak. Ibunya Elizabet melahirkan putra ini di usia tuanya. Dan kelahirannya dinubuatkan oleh seorang malaikat yang muncul ke Zakharia, sang ayah, ketika dia melakukan pekerjaan pengorbanannya di Yerusalem. Malaikat itu memberi tahu dia bahwa mereka akan memiliki anak yang akan menjadi pendahulu Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia akan dipenuhi Roh Kudus mulai dari rahim ibunya, dan dia akan datang dalam roh dan kuasa Elia untuk mengembalikan hati orang-orang kepada Allah dan mempersiapkan mereka untuk kedatangan Mesias. Yohanes hidup sepenuhnya terpisah dari sistem keagamaan Israel. Selama tiga puluh tahun dia hidup seperti seorang pertapa di tengah padang gurun dan makan apa saja yang dia dapat temukan dan pakaiannya dibikin dari rambut unta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah orang yang digunakan Yohanes untuk kesaksian awal. Dia bukan produk sistem agama mereka. Dia bukan sekadar produk kehidupan manusia. Dia adalah anak yang dipersiapkan secara ilahi. Dia bukan orang yang menemukan karier karena dia ada bakat untuk itu. Dia ditahbiskan oleh Allah dan dinubuatkan untuk melakukan apa yang dia lakukan. Dan di hadapan semua orang dia adalah seorang nabi sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bangsa Israel mengakui Yohanes Pembaptis sebagai juru bicara Allah dan dengan demikian Yohanes menggunakan kesaksiannya dan itulah benar. Ini adalah suara yang paling kredibel, yang dapat dipercaya di Israel. Dan orang-orang telah mengetahuinya dan mereka berbondong datang ke lokasi padang gurunnya, puluhan ribu orang dari seluruh Yerusalem, Yudea, dan tempat-tempat di sekitarnya untuk mendengarkannya dan dibaptis olehnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah untuk mendapat kesaksian ini, dalam ayat 19 - 37 rasul Yohanes berfokus pada tiga hari pelayanan dari Yohanes Pembaptis itu. Maka rasul Yohanes memberi kita gambaran tentang pelayanan Yohanes Pembaptis. Ada tiga hal di sini dan Yohanes memberikan kita tiga pesan. Dia memberi satu pesan pada hari pertama, yang lain pada hari kedua, dan yang lain lagi pada hari ketiga; dan mereka adalah kesaksian berurutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari pertama dia berkata, "Dia ada di sini." Pada hari kedua dia berkata, "Lihatlah Dia." Dan pada hari ketiga dia berkata, "Ikutilah Dia." Dan itu harus menjadi pesan yang harus disampaikan oleh pengkhotbah mana pun juga tentang Kristus. Dan ketiga pesan itu diberikan kepada tiga kelompok yang berbeda. Pada hari pertama itu adalah delegasi yang bermusuhan dari Sanhedrin. Pada hari kedua itu adalah massa orang yang ada di sana. Dan pada hari ketiga itu adalah murid Yohanes sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah melihat pada hari pertama itu Minggu lalu. Hari pertama adalah waktu delegasi Yahudi yang datang dari Yerusalem itu menghadapi Yohanes dan menanyakannya pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab oleh para pemimpin agama. Orang-orang yang berkuasa di Sanhedrin adalah dewan tujuh puluh itu plus imam besar yang menjalankan Yudaisme. Dewan itu sebagian besar terdiri dari orang Saduki, kaum religius liberal yang tidak percaya mukjizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bersama mereka ada orang-orang Farisi yang sangat mengabdi pada hukum. Mereka kurang bersifat politis. Mereka adalah orang-orang yang mempelajari hukum, yang menerapkan hukum, yang mengajarkan hukum kepada orang-orang. Delegasi dari Sanhedrin ini tercampur oleh keduanya. Yohanes menggunakan ungkapan "orang-orang Yahudi" tujuh puluh kali dalam Injilnya. Dia tidak menggunakannya secara etnis, atau rasial, dia menggunakannya untuk mengidentifikasikan orang-orang yang adalah musuh Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19, “Siapakah engkau?” Yang tersirat dalam pertanyaan itu adalah, "Apakah engkau Mesias?" Ayat 20, "Dia mengaku dan tidak menyangkal, tetapi mengaku," Aku bukan Kristus.” Kalau begitu? Ayat 21, “Apakah engkau Elia?” Dan jawabannya sama. "Aku bukan Elia.” Ini bukan Elia yang memakai nama lain. Dalam Lukas 1:17 malaikat berkata kepada Zakharia dia akan datang "dalam roh dan kuasa Elia."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi akan ada dua kedatangan Elia. Pada kedatangan Kristus yang pertama akan ada satu dalam roh dan kuasa Elia. Dan pada Kedatangan Kristus yang Kedua akan ada kedatangan Elia yang sebenarnya. Jadi Yohanes berkata bahwa saya bukan Elia yang kembali sebelum kedatangan Kristus. Ingatlah, Elia itu tidak mati; dia diangkat ke surga oleh Allah dengan kereta berapi. Dan dia akan kembali di masa depan, sebelum Kedatangan Kristus yang Kedua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada pertanyaan lain, "Apakah engkau Nabi?" Dalam Ulangan 18, Musa membicarakan seorang nabi yang akan datang dan memberitakan firman Tuhan. Dan orang Yahudi itu tahu dia membicarakan Mesias. Anda dapat baca khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 3:22-23 dan khotbah Stefanus dalam Kisah Para Rasul 7:37, di mana kedua-duanya mengatakan bahwa Ulangan 18 mengacu pada Mesias. Jadi itu adalah pemahaman Yahudi umum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pertanyaan sebenarnya adalah, "Apakah yang memberikan Anda otoritas untuk membaptis orang-orang ini?" Masalah mereka selalu tentang kekuasaan dan otoritas. Mereka memusuhi Yesus karena Dia berotoritas dalam apa yang Dia katakan dan apa yang Dia lakukan. Dia tidak datang melalui sistem ajaran agama mereka. Yesus selalu bertindak atas otoritas-Nya sendiri. Dia berkata di Matius 28:18, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengambil otoritas atas hari Sabat. Dia mengambil otoritas atas kematian. Dia mengambil otoritas atas iblis. Dia mengambil otoritas atas penciptaan, alam. Dia mengambil otoritas atas penyakit. Dan masalah otoritas ini khususnya membuat mereka jengkel ketika Dia mengambil otoritas untuk menterjemahkan Firman Allah dan menyatakan bagi Allah apakah akan dikatakan Allah. Itulah semuanya mengenai otoritas karena Yesus adalah ancaman besar bagi otoritas keagamaan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Yohanes juga sama. Puluhan ribu orang pergi melihat Yohanes. Biasanya dalam sejarah mereka, memang ada baptisan yang mereka buat untuk orang-orang non-Yahudi yang ingin menjadi orang Yahudi dan menjadi bagian dari agama mereka. Mereka bisa mengikuti baptisan pengikut baru. Dengan kata lain, mereka ingin dibersihkan dari penyembahan berhala mereka dan ingin masuk ke dalam agama Allah Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22, “Kata mereka kepadanya,‘ Kalau begitu, siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami.” Dan setelah mengatakan, “Aku tidak,”dia akhirnya berkata di ayat 23, "Akulah suara." Dia sangat rendah hati. Dia mengatakan tentang Kristus, "Dia datang setelah aku tetapi Dia jauh lebih tinggi daripada aku, karena Dia ada sebelum aku." Ayat 27, “Dia datang setelah aku, dan membuka tali sandal-Nya aku tidak layak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 30 dia berkata lagi, "Dia datang setelah aku, tetapi Dia jauh lebih tinggi daripada aku, karena Dia ada sebelum aku.” Yohanes tidak mementingkan dirinya; dia tidak inginkan gelar, tidak mau ada kehormatan, tidak mau uang, tidak mau kenyamanan, tidak ingin ada pengikut dan tidak mau ada murid. Dia hanya ingin mengarahkan kita kepada Kristus. Jadi dia berkata, “Akulah suara orang yang berseru di padang gurun,” dari Yesaya 40:3. Aku adalah penggenapan nubuatan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berbicara tentang padang gurun Israel dalam arti spiritual, kebangkrutan mereka, padang gurun di hati mereka, bahwa Israel telah menjadi padang gurun tanpa hidup spiritual. Saya datang ke padang gurun seperti itu. Saya adalah suara yang berseru kepada Anda untuk membuat hati Anda jalan yang siap untuk Raja. Raja ini sedang dalam perjalanan; Saya memberitahu Anda untuk bersiap sedia. Yohanes adalah seorang pengkhotbah sejati, tetapi dia hanya bersuara, dan dia mengarahkan kita kepada Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia memberi tahu orang-orang Yahudi, "Luruskanlah jalanmu." Tempat-tempat rendah, tempat-tempat dasar dalam hidup Anda perlu diangkat. Tempat-tempat tinggi, tempat-tempat yang sombong perlu direndahkan, bagian kehidupanmu yang bengkok, tempat-tempat mesum perlu diluruskan. Tempat-tempat yang berantakan perlu dibersihkan untuk menyiapkan diri bagi Yang akan datang. Saya hanya suara saja. Saya hanya pendahulu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 25, menjelaskan apa yang memotivasikan mereka, "Mengapa engkau membaptis?" Anda bukan Kristus. Anda bukan Elia. Anda bukan nabi dari Ulangan 18. Dari mana Anda mendapatkan otoritas ini? Ayat 26, “Yohanes menjawab mereka, katanya, “Aku membaptis dengan air, tetapi di antara kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal. 27 Dialah yang datang setelah saya, membuka tali sandal-Nyapun aku tidak layak.'"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes melakukan apa yang dia selalu lakukan, dia mengalihkan perhatian semua orang ke arah Kristus. Dialah yang berurusan dengan hati. Mesias itu ada di sini. Pada saat dia mengatakan ini, Yesus sedang berjalan ke tempat dimana Yohanes berada dan Dia akan tiba pada hari berikutnya. Itulah pesan luar biasa pertama yang diberikan Yohanes. Di situlah semua pemberitaan Injil dimulai, benar? Dia ada di sini; Dia sudah tiba.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan itu pasti segera kembali ke Yerusalem dan akan memberitahu hal ini kepada orang-orang Yahudi di Sanhedrin. Orang-orang Yahudi tidak punya alasan seperti, "Oh, kami terkejut bahwa Yesus telah muncul dan mengaku diri-Nya sebagai Mesias." Mereka diberitahu sebelum Yesus mulai pelayanan-Nya secara resmi bahwa Mesias itu telah tiba. Dan dari laporan itu, permusuhan mereka berlanjut sampai ke salib.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari kedua memulai cerita ini dalam ayat 29, Yohanes melihat Yesus menuju kepadanya dan berkata, “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” Ini adalah kelompok dua, semua orang yang berkumpul, dan pesannya adalah, "Lihatlah Dia." Pesan pertama: Dia ada di sini. Pesan kedua: Lihatlah Dia, Dia adalah Anak Domba Allah. Hari pertama adalah semacam delegasi pribadi. Hari kedua adalah proklamasi publik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama berabad-abad Israel tahu tentang domba kurban, dari Abraham dan Ishak. Dan Allah memberi pengorbanan untuk Abraham sehingga ia tidak perlu membunuh putranya sendiri. Dan kemudian dalam Keluaran, Domba Pelewatan dan setiap Pelewatan setelah itu, dan setiap pagi dan setiap malam, ada pengorbanan pagi dan sore, dan domba-domba itu disembelih sebagai korban penghapus dosa berulang-ulang kali, abad demi abad.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu tentang pengorbanan. Tetapi mereka tidak tahu bagaimana itu berfungsi, karena mereka tidak pernah melihat diri mereka sebagai orang yang membutuhkan pengorbanan itu. Mereka berasumsi bahwa kombinasi antara kebenaran dan ketaatan mereka dalam mempersembahkan seekor binatang sudah cukup. Tetapi binatang-binatang itu tidak sanggup menghapus dosa; mereka hanya dapat mengarahkan kepada satu pengorbanan itu, yang akan menghapus dosa, dan yang masih belum datang sampai saat ada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena mereka tidak mengenal keberdosaan mereka sendiri, mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang dihakimi, di bawah murka Allah, dan mereka membutuhkan pengorbanan. Dan bahwa Mesias mereka itu harus menjadi korban yang dibicarakan di Yesaya 53. Mereka tidak mengerti bahwa Mesias itu adalah Anak domba. Setiap keluarga memilih domba-dombanya. Inilah anak domba yang telah dipilih Allah. Dia datang untuk berurusan dengan dosa, untuk dilukai karena pelanggaran dosa kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia mempersembahkan diri-Nya sebagai korban di kayu salib. Dia menanggung dosa kita di dalam tubuh-Nya sendiri. Allah menjadikan Dia yang tidak mengenal dosa, menjadi dosa bagi kita. Orang-orang Yahudi menginginkan seorang nabi. Orang-orang Yahudi ingin seorang raja. Mereka mendapatkan Anak Domba. Mereka ingin seorang pemimpin. Mereka mendapat pengganti. Mereka menginginkan Mesias agung. Mereka menerima korban yang dipermalukan. Mereka ingin seseorang yang dapat membunuh semua musuh mereka, dan mereka mendapatkan Seseorang yang dibunuh oleh musuh-musuh mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes mengatakan dalam ayat 31, “Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia.” Jadi Yohanes baru saja mengakui bahwa dia tidak mengenal-Nya sepenuhnya. Dan Yohanes bersaksi kemudian di ayat 32, katanya, "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti burung merpati, dan Dia tinggal di atas-Nya.” “Saya mula-mula tidak mengenali Dia.” Itu adalah pernyataan jelas bahwa kemanusiaan Yesus adalah kemanusiaan sejati. Tidak ada apa pun tentang Yesus yang akan memberi tahu orang bahwa Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 33, “Akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia (Allah) yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.” Yohanes pada saat itu tahu. Ayat 34, “Dan aku sendiri telah melihat-Nya, dan memberi kesaksian bahwa inilah Anak Allah.” Inilah suara yang paling dapat dipercaya dan kredibel di Israel yang menegaskan bahwa ini adalah Anak Domba Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang inilah hari ketiga. Ayat 35, “Pada keesokan harinya Yohanes berdiri disitu pula dengan dua orang muridnya. Ayat 36, Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah.” Ayat 37, Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikuti Yesus.” Siapakah mereka? Kedua murid Yohanes itu. Kita tahu siapakah keduanya. Menurut ayat 40, salah satunya adalah Andreas. Siapakah yang lainnya? Itulah Yohanes, rasul itu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 38, “Tetapi Yesus menoleh kebelakang. Ia melihat bahwa mereka mengikuti Dia, lalu berkata kepada mereka, 'Apakah yang kamu cari?'” Kata mereka, “Rabi, dimanakah Engkau tinggal?” Dengan kata lain, ini bukan kepentingan jangka pendek. Ke mana pun Engkau pergi dan ke mana pun Engkau akan tinggal, di situlah kami akan tinggal juga. Itulah pelayanan Injil yang murni, yang dicontohkan bagi kita oleh orang yang lemah lembut dan tanpa pamrih ini, yaitu Yohanes Pembaptis. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jul 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200705</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Suara di Padang Gurun]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A5"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><span class="fs12lh1-5"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:19-28" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:19-28</a></span><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sampai pada bagian historis dari Yohanes 1. Ayat 1 sampai 18 bersifat teologis, ini menunjukkan sifat Kristus yang terutama sebagai Allah bersama Allah. Yesus adalah Allah namun Ia berbeda dari Allah Bapa. Kristus adalah sang Pencipta; Dia adalah Firman, Dia adalah ekspresi Allah; Dia adalah Hidup; Dia adalah sumber segalanya yang hidup; Dia adalah Terang, Dia adalah sifat Allah yang bersinar dalam kegelapan dunia ini.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes telah memperkenalkan kita kepada sifat Kristus secara teologis. Itu adalah bagian dari Kitab Suci yang tidak ada di tempat lain. Tetapi Yohanes memiliki tujuan tunggal dalam Injil-Nya dan itu lebih jelas daripada tujuan Matius, Markus, dan Lukas. Tujuannya spesifik, dengan memberi Anda bukti supaya Anda bisa percaya, dan itu adalah buku penginjilan supaya kepercayaan Anda itu bisa menyelamatkan Anda dan Anda menerima hidup kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi semua yang dikatakan Yohanes adalah untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Kristus yang dijanjikan, Yang Diurapi, Raja yang dijanjikan, dan Anak Allah. Keilahian-Nya dan kemanusiaan-Nya dan Dia adalah Tuhan dan Juruselamat adalah fokus Yohanes. Jadi Yohanes tidak memberi banyak waktu pada latar belakang sejarah. Dia tidak seperti Matius, Markus, dan Lukas. Mereka disebut Injil Sinoptik karena mereka bersama-sama menceritakan kisah yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa tiga? Karena, Ulangan mengatakan bahwa kebenaran itu harus dipastikan melalui mulut dua atau tiga saksi, dan karena itu kita memiliki tiga saksi yang diilhami ini untuk menceritakan kepada kita kisah lengkap tentang Tuhan Yesus kita. Dan ada banyak teologi di Sinoptik; tetapi Yohanes di sini hanya memberi tahu kita apa yang penting bagi pembuktiannya bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa kepercayaan kepada nama-Nya akan menuntun kita pada kehidupan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesaksian pertama Yohanes adalah dari Yohanes Pembaptis. Ayat 19 dimulai, “Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">22 Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“26 Yohanes menjawab mereka, katanya, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang kamu tidak kenal. 27 Dialah yang, datang setelah aku, yang jauh lebih tinggi dari padaku, yang tali kasut-Nyapun aku tidak layak buka. 28 Hal-hal ini terjadi di Betabara di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.” Yesus berkata dalam Matius 11:11 bahwa Yohanes Pembaptis adalah manusia terbesar yang pernah hidup sampai Dia datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah Yohanes Pembaptis diceritakan dalam Lukas 1:1 sampai ke ayat 80. Dia adalah anak ajaib yang dijanjikan oleh Allah melalui malaikat yang datang kepada ayahnya, dan bagaimana itu dinyatakan kepada ayahnya bahwa dia akan datang di dalam roh dan kuasa Elia, dan dia akan mengarahkan hati orang-orang kepada Allah dan mempersiapkan mereka untuk Mesias. Sejarah itu sangat penting dan sangat kaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yohanes Pembaptis itu adalah sepupu Yesus karena para ibu, Maria dan Elisabet, berhubungan keluarga. Dan Yohanes Pembaptis dilahirkan enam bulan sebelum Yesus. Maka dalam tiga puluh tahun yang sama ketika Yohanes sedang menunggu untuk mulai pelayanannya, Yesus juga sedang menunggu untuk mulai pelayanan-Nya. Yesus menunggu di Nazareth, di rumah Yusuf dan Maria. Dan Yusuf mungkin meninggal di dalam periode waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes Pembaptis itu adalah pengembara di padang gurun. Namun, setelah tahun-tahun itu berlalu, Lukas 3:1 mengatakan, “Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius," yang menyatakannya sekitar 27 M. Pontius Pilatus sekarang menjadi gubernur. Herodes adalah raja wilayah. Saudaranya, Filipus, adalah raja wilayah. Hanas dan Kayafas adalah dua imam besar dan mereka memiliki hubungan pernikahan. Dan mereka akhirnya merencanakan eksekusi Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Yohanes berusia 30 tahun dan Yesus berusia 30 tahun, kita membaca dalam Lukas 3:2-6, “Datanglah Firman Allah datang kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. 3 Maka datanglah dia ke seluruh daerah Yordan, memberitakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa; 4 seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya, ‘Ada suara orang yang berseru di padang gurun, “Persiapkanlah jalan Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“5 Setiap lembah akan ditimbun. Setiap gunung dan bukit akan direndahkan; setiap tempat yang berliku-liku diluruslan, jalan yang kasar diratakan; 6 dan semua orang akan melihat keselamatan Allah.’” Yohanes Pembaptis itu dipanggil ke dalam pelayanan dengan perkataan dari Allah. Yohanes itu tahu sejarahnya. Dia tahu kunjungan malaikat ke bapanya, meskipun bapanya tidak bisa bicara karena dia ragu-ragu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 3:5, banyak orang dari Yerusalem dan Yudea datang untuk mendengar Yohanes. Dia begitu luar biasa, begitu kuat, begitu unik, dan sangat efektif sebagai seorang pengkhotbah. Dalam kisah-kisah Injil Sinoptik tentang Yohanes, ia digambarkan sebagai pemberani, tegas dan kuat. Dia berkata kepada para pemimpin Israel ketika mereka muncul, "Kamu keturunan ular beludak, siapakah yang memperingatkan kamu untuk melarikan diri dari murka yang akan datang?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, dalam Yohanes 5:35 kita membaca bahwa dari orang-orang dikatakan, “Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahaya-Nya itu.” Dia adalah seorang pengkhotbah populer. Bukan hanya karena kekuatan khotbahnya, tetapi karena ia memberitakan kedatangan Mesias dan itulah pesan yang ingin didengar orang. Mereka lelah dengan nubuatan Alkitab tentang Mesias selama berabad-abad yang tidak pernah terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes berkhotbah tentang pertobatan yang terkait dengan kedatangan Mesias. Maka orang-orang datang dan berkata, “Setuju, kami bertobat.” Dan Yohanes berkata, "Jika Anda ingin bertobat dan dibersihkan oleh Allah dari dalam, maka tunjukkanlah itu melalui tindakan baptisan di depan umum," yang merupakan simbol eksternal untuk pembersihan internal. Jadi dia adalah saksi pertama yang kuat untuk keilahian Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah karakter dari pengkhotbah setia ini? Kerendahan hati; dia tidak mencari kehormatan. Dia tidak mencari uang, tidak ada penghargaan, tidak ada gelar; tidak ada kata-kata yang menyanjung. Dia tidak mencari murid karena dalam ayat 35 dikatakan, “Dia berdiri bersama dua muridnya,” dan dia memandang Yesus ketika dia berjalan dan dia berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah!" Dan apa yang dia katakan kepada mereka adalah, “Ikutilah Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Anda melihat karakter orang yang tidak beriman. Dalam ayat 19, dikatakan, "Orang-orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepada-Nya beberapa imam dan orang-orang Lewi." Istilah "orang-orang Yahudi," adalah istilah yang akan Anda lihat tujuh puluh kali dalam Injil Yohanes. Itu tidak pernah digunakan secara etnis atau rasial. Itu selalu digunakan untuk mengidentifikasikan musuh-musuh Yesus. Ini istilah pilihan Yohanes. Itu tidak ada di Injil-Injil lain, hanya dalam Injil Yohanes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kelompok ketiga adalah orang-orang yang setia. Dan Anda bisa melihat mereka dalam ayat 37 ketika kedua murid itu mendengar apa yang dikatakan Yohanes tentang Anak Domba Allah dan mereka mengikuti Yesus. Begitulah cara Injil ini diceritakan. Melalui Injil ini Anda akan melihat orang-orang yang tidak beriman yang terkait dengan para pemimpin Israel, dan beberapa orang beriman yang mengikuti Kristus. Itu adalah ceritanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes Pembaptis telah memberi tahu orang-orang bahwa setelah ia membaptis Kristus, bahwa Kristus itu adalah Mesias, karena Allah Bapa telah berkata, “Inilah Anak-Ku yang terkasih yang dengan-Nya Aku berkenan.” Itu adalah Allah Bapa yang sama yang telah menugaskan Dia untuk melayani. Roh Kudus itu telah turun seperti burung merpati; dan Yesus baru saja datang kembali penuh kemenangan dari pencobaan Setan ini. Yohanes memberikan semua kesaksian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan bergabung dengannya pada 'Hari pertama' karena Yohanes telah memberi kita catatan tiga hari khusus ini, yang memberi kita kesaksian berurutan dari Yohanes Pembaptis terhadap Tuhan Yesus Kristus. Yohanes menerima berita dari Allah di padang gurun untuk mulai berkhotbah di Matius 3. Dan pada waktu yang sama, Tuhan Yesus meninggalkan Nazareth setelah bekerja selama 30 tahun sebagai tukang kayu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekarang pergi ke Lembah Yordan ke tempat Yohanes berada karena Ia akan dibaptis oleh Yohanes, karena itu bagian dari-Nya untuk menggenapi semua kebenaran. Dengan kata lain, Dia melakukan semua yang diminta Allah. Jadi Dia pergi ke suatu tempat yang diidentifikasikan bagi kita dalam ayat 28, "Hal-hal ini terjadi di Betania di seberang Yordan, dimana Yohanes membaptis." Ini adalah Betania yang berbeda dari yang kita tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus pergi, dan berjalan kira-kira empat puluh dua km ke selatan dan timur dari Nazareth, dan Dia turun ke tempat dimana Yohanes membaptis. Ini semua terjadi sebelum catatan ini, karena dalam catatan ini Yohanes mengingat pada saat pembaptisan Yesus itu. Dia ingat baptisan itu, di ayat 32 dan 33, jadi itu sudah terjadi. Dan di sinilah Yesus dibaptis dan diluncurkan ke dalam pelayanan-Nya di bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yohanes sedang berkhotbah pertobatan. Bersiaplah untuk sang Mesias. Yesus itu datang. Yohanes benar-benar tidak tahu siapakah Dia. Ayat 31, “Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia,” katanya. Itu memberi tahu Anda bahwa ada ribuan orang yang datang, dan di sini datanglah seorang pria Yahudi yang berpakaian seperti orang lain, yang sudah berjalan empat puluh dua km dari rumah-Nya. Dan Dia muncul dan memperkenalkan diri-Nya, tetapi Yohanes tidak mau membaptiskan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata dalam Matius 3:15, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Jadi kata-Nya, “Segala sesuatu yang Allah minta dari umat-Nya, saya akan lakukan untuk menunjukkan kepada mereka jalan kepatuhan.” Maka Yohanes membaptis Dia, dan Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan bersandar pada-Nya. Dia mungkin saja dimanifestasikan dalam terang atau dalam api.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Allah Bapa berbicara dari surga, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada –Nyalah Aku berkenan,” dan Yohanes membaptis Dia. Kemudian Yesus menghilang. Kemana Dia pergi? Dia dipimpin oleh Roh Kudus, menurut Lukas 4 dan Matius 4 ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Selama empat puluh hari Dia digoda di padang belantara. Sementara itu, Yohanes terus mengabarkan injil; dan orang-orang dibaptis sebagai pengikut baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi datanglah wakil-wakil orang Yahudi yang adalah musuh keadilan dan kebenaran, dan Yohanes dan pertobatan dan Yesus, dan mereka adalah delegasi; ayat 24, perhatikan bahwa, mereka datang “dari orang-orang Farisi.” Jadi mereka berkata dalam ayat 19, “Siapakah engkau?” Ini cara hormat untuk mengajukan pertanyaan. Dalam ayat 20, "dia mengaku dan tidak bnerdusta, tetapi mengaku," Aku bukan Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 21, mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu? Apakah engkau Elia?” Mereka menanyakan hal itu karena Maleakhi 4:5-6 mengatakan ini tentang kedatangan Mesias: “Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang kedatangan hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. 6 Maka ia akan membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang dan memukul bumi dengan kutukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenapa dia tidak bilang “Bukan aku?” Karena memang dia bukan Elia ciptaan baru. Namun, malaikat itu berkata bahwa dia akan datang "dalam roh dan kuasa Elia"; dengan kekuatan dan efek kenabian semacam itu, mengembalikan hati manusia kepada Allah. Jadi mereka berkata, "Apakah engkau Nabi?" Mereka berbicara tentang nubuatan tertentu di Ulangan 18:15, “Seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu; kamu harus dengarkan dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22-23, “Kemudian kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau, sebab kami harus memberi jawaban kepada mereka yang mengutus kami? Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” 23 Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru di padang gurun: "Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” Yohanes hanyalah sebuah suara. Inilah esensi kebesaran sejati, yaitu kerendahan hati. Tetapi saya adalah suara yang menggenapi nubuatan Perjanjian Lama dalam Yesaya 40:3-5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya berkata bahwa sebelum Mesias akan datang, Dia akan didahului oleh suara yang berseru: “Persiapkanlah jalan Tuhan; jadikan halus jalan raya bagi Allah kita di padang pasir. Biarlah setiap lembah ditimbun, setiap gunung dan bukit dibuat rendah; biarkan tanah yang kasar menjadi datar, dan daerah yang terjal menjadi lembah yang luas; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan semua orang akan melihatnya bersama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah ini, dia berada di padang gurun fisik dan geografis. Tetapi itu bukan artinya dari kata "padang gurun" dalam nubuatan Yesaya. Dia berbicara tentang padang gurun rohani yang ada di hati para pemimpin dan orang-orang Israel. Dia mengatakan dalam ayat 23, "Luruskanlah jalan Tuhan.” Ciptakanlah jalan raya di hati kalian yang terbuka bagi Tuhan, itulah yang diinginkan Yohanes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal-hal yang tinggi adalah hal-hal yang membenarkan diri sendiri, yang sombong, yang munafik yang perlu direndahkan. Hal-hal yang bengkok, hal-hal yang menyimpang harus diluruskan. Kekacauan kehidupan perlu dibersihkan sehingga jalan itu bersih. Ini semua adalah bagian dari pesan pertobatan. Atasilah masalah-masalah hati, yang sama-sama bejat dalam hal peningkatan diri dan hal itu menghinakan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jadi mereka berkata kepadanya dalam ayat 25," Mengapakah engkau membaptis jikalau engkau bukan Kristus, dan bukan Elia, dan bukan Nabi yang akan datang?” Apakah yang sedang engkau lakukan? Siapakah engkau? '"Ayat 26-27," Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kalian berdiri Dia yang kamu tidak kenal. 27 yaitu Dialah yang, datang setelah aku, lebih tinggi dari padaku, yang tali kasut-Nyapun aku tidak layak buka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi Yohanes tahu tempatnya, ia menyadari bahwa Yesus adalah Allah yang Mahakuasa dan dia hanyalah seorang utusan untuk memberi tahu orang lain bahwa Yesus adalah sang Mesias, yang tidak hanya membaptis dengan air tetapi dengan Roh-Nya. Marilah kita pelajari apa yang Yohanes Pembaptis itu lakukan dan bagaimana dia ingin supaya para pengikutnya menjadi murid Yesus. Marilah kita melihat Anak Domba Allah minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200628</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anugerah dan Kebenaran melalui Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A4"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><span class="fs12lh1-5"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:14-18" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:14-18</a></span><br></span></div><div class="imTAJustify"><span times="" new="" roman",="" serif;="" font-size:="" 12pt;"="" class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:14-18 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, yang penuh anugerah dan kebenaran. 15 Yohanes memberikan kesaksian tentang Dia dan berseru katanya, “Inilah Dia yang kumaksudkan, 'Dia yang datang setelah saya jauh lebih besar dari saya, sebab Dia telah ada sebelum aku.' 16 Dan dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima, dan anugerah demi anugerah.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“17 Sebab hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun pernah melihat Allah. Tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan Dia.” Yohanes membuka Injilnya dalam 18 ayat dengan sebuah kata pengantar, dan pernyataannya adalah bahwa Yesus adalah Allah dalam daging manusia, dan Dialah Pencipta alam semesta yang telah menjadi bagian dari ciptaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukanlah manusia yang diciptakan, Dia adalah Allah dalam daging manusia. Dan itulah sebabnya ada dan terus ada begitu banyak ajaran sesat tentang Yesus Kristus, mengenai esensi atau sifat atau pribadi Yesus Kristus. Dan itu adalah doktrin terpenting dalam iman Kristen. Ini harus diketahui, harus dipercaya, bagi orang untuk luput neraka dan masuk surga, Yesus itu Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja Yesus Kristus yang sejati selalu percaya itu. Itu selalu dinyatakan. Itu selalu dituntut. Pandangan lain manapun juga tentang Kristus tidak bisa diterima dan itu terkutuk. Inilah alasannya mengapa Yohanes begitu mementingkan keilahian Yesus Kristus. Yohanes 20:31 mengatakan, "Ini semua tertulis supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam pembukaannya, Yohanes berbicara tentang sifat Yesus Kristus. Dia memperkenalkan Dia sebagai, "Pada mulanya adalah Firman." Dengan kata lain, Dia sudah ada ketika segala sesuatu yang dimulai itu mulai. Dia ada bersama Allah, yang berarti meskipun Dia adalah Allah, pada saat yang sama dia berbeda dari Allah. Itu adalah kenyataan Trinitas. Ada satu Allah dengan tiga pribadi. Yesus adalah Allah, namun Ia bersama Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teologi di sini sangat mendalam. Yesus adalah mahluk murni yang abadi. Untuk membuktikan itu, segala sesuatu yang ada diciptakan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada yang diciptakan, karena Dialah sumber kehidupan. Dia memiliki hidup di dalam diri-Nya. Dan Pencipta, yang makhluk kekalnya, menurut ayat 5, datang ke dalam kegelapan dunia ini seperti cahaya. Terang itu datang ke dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada abad pertama, Yohanes menulis Injilnya, tiga surat dan Wahyu. Yohanes menulis 1 Yohanes kepada orang-orang percaya untuk mengidentifikasi bagi mereka tanda-tanda keselamatan sejati. 1 Yohanes 1:1 mengatakan, “Apa yang ada sejak semula, yang telah kita dengar, yang telah kita lihat dengan mata kita, yang telah kita saksikan, dan yang telah kita raba dengan tangan kita sendiri, mengenai Firman hidup. 2 Hidup itu telah dinyatakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes berkata, kami memberitakan kepadamu Kehidupan Kekal, yang berarti Anak Allah, yang ada bersama Bapa dan dinyatakan kepada kita. Yohanes telah menyentuh Pencipta alam semesta dalam bentuk manusia. Tahukah Anda Yohanes itu tidak pernah melupakan itu. Yohanes menyebut dirinya dalam Injilnya sebagai, “murid yang dikasihi Yesus” karena ia memahami kenyataan bahwa ini adalah Allah Pencipta kekal dalam wujud manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Yohanes 2:22 ia berkata, “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? 23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.” Sekali lagi jika Anda merusak siapakah Kristus, Anda akan menjauhkan diri dari Allah. 1 Yohanes 4:1 mengatakan, “Janganlah percaya setiap klaim, setiap guru, setiap roh di belakang setiap guru.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ada begitu banyak nabi palsu di dunia. Bagaimana Anda tahu ketika seseorang adalah nabi palsu? 1 Yoh.4:2 mengatakan, “Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah." Mereka yang menegaskan keilahian dan kemanusiaan Yesus Kristus, mereka berasal dari Allah. “3 Setiap roh yang tidak mengaku Yesus, bukan dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus, yang akan datang dan sekarang ini sudah ada di dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 5:1 mengatakan, "Barangsiapa percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah." Ayat 4 mengatakan, “Siapa pun yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia, dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah?” Dan akhirnya ayat 20 mengatakan, “Kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20 mengatakan, “Dan kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah memberi kita pengertian, supaya kita mengenal Dia yang benar; dan kita ada di dalam Dia yang benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” 2 Yohanes 1:7 mengatakan, “Sebab banyak penyesat telah muncul ke dunia yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Ini adalah si penyesat dan antikristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9-11, “Siapa pun yang melanggar dan tidak tinggal dalam ajaran Kristus, tidak memiliki Allah. Barangsiapa menetap di dalam doktrin Kristus memiliki Bapa maupun Anak. 10 Jika ada orang yang datang kepada Anda dan tidak membawa doktrin ini, jangan menerima dia di dalam rumah Anda atau menyapanya; 11 Sebab barangsiapa menyambut dia, ia mendapat bagian dari perbuatannya yang jahat.” Dengan Yohanes, itu semuanya tentang Kristus dan siapakah Kristus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu, tidak mengherankan bahwa dari semua doktrin Kristen, tidak ada doktrin tunggal yang lebih dilawan dan diserang daripada inkarnasi Yesus Kristus. Ada banyak jenis Kristus yang ditawarkan kepada dunia. Dan di masa depan, ketika kita semakin dekat pada kedatangan Kristus, Kristus palsu itu akan berlipat ganda, dan kita harus berhati-hati apakah orang itu membicarakan Kristus yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Percaya kepada Yesus yang salah sama dengan kepercayaan bahwa Anda diselamatkan oleh batu, atau agama animisme. Anda tidak bisa diselamatkan dengan memercayai hal yang salah tentang Kristus. Anda harus percaya pada keilahian-Nya dan kemanusiaan-Nya. Sekarang, dalam ayat 14 sampai 18, kita sampai pada puncaknya, “Dan Firman itu telah menjadi manusia.” Firman, yang berarti Anak Allah yang ada sebelum di inkarnasi itu, adalah makhluk kekal yang menjadi manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman kekal itu menjadi manusia, itulah artinya. Jadi, sekarang ada Allah-manusia. Allah yang kekal yang adalah makhluk kekal murni menjadi bagian dari ciptaan-Nya. Allah dan manusia disatukan dalam satu orang, yang tidak pernah dapat dipisahkan. Dengarkanlah itu. Namun tidak pernah kacau dan tidak pernah tercampur. Keduanya sempurna dan berbeda dan tidak dapat dipisahkan namun tidak tercampur dan tidak digabungkan untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda melihat Kristus di surga, Ia adalah Allah-manusia yang sama persis seperti waktu Ia berjalan di bumi dalam bentuk tubuh setelah kebangkitan yang disaksikan para murid selama empat puluh hari. Dia adalah Kristus yang sama persis. Dia adalah sama seperti Dia di bumi, sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah dengan cara yang sama Dia berjalan di bumi. Kemanusiaan-Nya bukanlah seperti kemanusiaan Adam sebelum kejatuhannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus itu sepenuhnya manusia dalam arti Ia sama dengan Adam setelah kejatuhan. Karena Dia hidup dan bertumbuh dan mati, dan itu adalah faktor kondisi kejatuhan. Terus, jika Dia tidak berada dalam bentuk manusia setelah kejatuhan, Dia tidak akan memiliki kemampuan untuk memahami kelemahan kita dan kesakitan kita dan dicobai dalam semua hal sama seperti kita dicobai dan akhirnya menjadi imam besar yang murah hati dan simpatik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia benar-benar manusia dengan satu pengecualian: tidak ada dosa. Ia tanpa dosa, kudus, tidak membahayakan, tidak ternoda, terpisah dari pendosa, tanpa dosa untuk selamanya. Kata 2 Korintus 5:21, “Ia tidak mengenal dosa.” Lalu dikatakan, "dan berdiam di antara kita." Selama tiga puluh tiga tahun, Dia hidup di dunia kita, mengambil rupa manusia, dan menjadi salah satu dari kita. Lukas 2:52 mengatakan, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita tahu bahwa Dia adalah Allah? Yohanes berkata dalam ayat 14, “Dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Kita telah menyaksikan kemuliaan-Nya. “Kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Apakah kemuliaan itu? Kemuliaan Allah adalah intrinsik bagi sifat-Nya, itulah siapakah Dia. Itulah jumlah sifat-sifat-Nya. Kemuliaan Allah adalah keseluruhan sifat-sifat-Nya, dan terkadang itu dinyatakan dalam cahaya yang menyala-nyala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada juga kemuliaan yang dinyatakan-Nya, sebagai lambang dan dalam kenyataan. Musa dalam Keluaran 33:18 mengatakan, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” 20 Lagi firman-Nya, "Engkau tidak dapat memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.” 21 Berfirmanlah Tuhan, "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; 22 Dan apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam celah batu itu dan Aku akan menutupi engkau dengan tangan-Ku, sementara Aku lewat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah keagungan dan kemuliaan Allah yang kuat yang dapat menghancurkan kita karena kita adalah orang berdosa. Allah memimpin orang Israel dengan tiang api di malam hari, dan ketika Kemah Suci dibangun dalam Keluaran 40, kemuliaan Allah turun ke Kemah Suci itu. Jadi kemuliaan Allah sering terlihat dalam Perjanjian Lama sebagai cahaya (2 Tawarikh 7:1) Di masa depan, Matius 25:31, ketika Yesus datang dalam kemuliaan-Nya, cahaya Shekina itu akan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu 6:16 mengatakan orang-orang akan memanggil batu-batu dan gunung-gunung untuk menyembunyikan mereka dari muka kemuliaan Yesus. Langit akan menjadi gelap, dan bulan dan matahari tidak akan memberikan cahayanya, dan ke dalam kegelapan akan datang Shekina Yesus Kristus yang menyala-nyala ini. Sekali lagi, atribut Allah itu dinyatakan dalam terang. Itu terjadi di masa lalu dan di masa depan itu akan terjadi lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu, kemuliaan itu datang ke bumi di dalam bentuk Yesus. Dan pada suatu waktu dalam Matius 17 mereka naik ke gunung, Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dan Tuhan memperlihatkan daging-Nya dan apakah yang mereka lihat? Mereka melihat kemuliaan-Nya, dan itu sangat menyilaukan, mereka jatuh seperti orang mati di bawah kekuatan cahaya yang menyala-nyala ini, meskipun itu terselubung sampai tingkat tertentu supaya mereka tidak terbakar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yohanes berkata, “Kita telah melihat kemuliaan-Nya” maksudnya mungkin bahwa mereka melihat cahaya, cahaya Shekina itu, karena Yohanes ada di atas di gunung itu. Tetapi maksudnya lebih dari itu. Ketika Yohanes berkata, "Kita telah melihat kemuliaan-Nya," ia bukan hanya membicarakan gambaran kemuliaan itu dalam terang, ia juga membicarakan realitas atribut-atribut yang dinyatakan dalam kehidupan Kristus sepanjang pelayanan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes dapat berkata: Kita telah melihat kasih-Nya, kita melihat kemurahan-Nya, kita melihat kebijaksanaan-Nya, kita melihat pengetahuan-Nya, kita telah melihat kuasa-Nya, kita melihat keadilan-Nya, kita melihat kekudusan-Nya, kita telah melihat belas kasih-Nya, kita melihat kemahakuasaan-Nya, kita melihat kemahatahuan-Nya, kita melihat kemarahan-Nya, kita melihat murka-Nya, kita melihat kebaikan-Nya, kita telah melihat kesabaran-Nya, kita melihat semuanya. Kita melihat gambaran kemuliaan-Nya yang terlihat, dan kita telah menyaksikan gambaran yang tidak terlihat dalam kehidupan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 2 ketika kita pergi ke pesta pernikahan, Yesus melakukan mukjizat di sana. Yohanes 2:11 mengatakan, “Hal ini dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya.” Dia tidak memperlihatkan daging-Nya seperti yang dilakukan-Nya dalam transfigurasi, tetapi Dia menyatakan kemuliaan kuasa-Nya dengan menciptakan anggur dari air. Yesus adalah Allah, Allah-manusia, Allah dalam daging manusia, Yohanes akan memberi tahu Anda: iya, Dialah Allah karena kita melihat kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes juga akan memberi tahu Anda bahwa inkarnasi Kristus itu memberikan kita anugerah-Nya. Akhir dari ayat 14, "Penuh anygerah dan kebenaran." Anugerah dan kebenaran ada bersama dalam bagian ini. Mereka harus bersama karena satu-satunya cara Anda dapat mengalami anugerah adalah dengan percaya kebenaran. Jadi kata Yohanes, "Kita telah mengalami siapakah Dia.” Dia adalah esensi dari Bapa. Itulah wujud esensiil-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian tentang Dia dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata, 'Dia yang datang setelah aku lebih besar dari aku, karena Dia telah ada sebelum aku.'” Bagaimana mungkin seseorang yang datang setelah aku, sudah ada sebelum aku? Jawabnya, karena Dia kekal. Yohanes berkata, “Dia lahir setelah aku.” Elizabeth mengandung Yohanes Pembaptis sebelum Maria mengandung Yesus. Yohanes dilahirkan duluan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus memberikan kita anugerah di ayat 16-17, “Dan dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. 17 Karena hukum Taurat diberikan melalui Musa, kasih karunia dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus.” Kita sangat senang dibebaskan dari hukum itu, dan diberikan anugerah. Anugerah itu datang melalui Kristus. Jadi Dia menunjukkan kemuliaan dan Dia memberikan anugerah. Ini adalah bukti keilahian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Anugerah demi anugerah.” Ini merupakan persediaan anugerah yang tiada habisnya dan tidak berkurang, tanpa batas. Tidak pernah ada penurunan anugerah itu. Kepada rasul Paulus yang khawatir ada duri dalam dagingnya, Tuhan kita berkata, "Kasih karunia-Ku itu cukup." Inilah persediaan yang tidak pernah berakhir. Yang kita tahu di bawah hukum Taurat itu hanya ada ancaman dan peringatan, kematian dan penghakiman. Sekarang datanglah Kristus, dan itulah anugerah demi anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir ayat 17, “Anugerah dan kebenaran diwujudkan melalui Yesus Kristus.” Apakah itu dijanjikan dalam Perjanjian Lama? Iya. Diaktifkan dalam Perjanjian Lama? Tentu. Nuh menerima anugerah di mata Tuhan. Semua orang yang pernah diselamatkan dalam sejarah dunia telah diselamatkan oleh anugerah Allah. Tetapi anugerah itu tidak sepenuhnya disadari sampai saat Kristus datang dan membayar hukuman-Nya di kayu salib. Kata "sadari" di sini berarti 'wujud'.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kasih karunia yang diperlihatkan dan dibeli Kristus di kayu salib itu berlaku ke belakang sejauh itu berlaku ke depan. Ayat 18, “Tidak ada yang pernah melihat Allah.” Mengapa? Karena Dia tidak terlihat. Ada saat-saat ketika Allah muncul sebagai asap dan api, tetapi Dia tidak memiliki bentuk. Tidak ada yang pernah melihat Allah. Namun, “Anak Tunggal, yang ada di pangkuan Bapa”, Yang berada di dalam Bapa, “Ia telah menyatakan Allah Bapa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidakkah Anda ingin Allah itu dijelaskan kepada Anda? Bagaimana Anda dapat menjelaskan Allah? Nah, Anda kembali ke ayat itu dan berkata, "Lihatlah Yesus Kristus, Ia menyatakan Allah Bapa." Jadi, Anda ingin tahu tentang Allah? Yesus mendefinisikan Allah Bapa itu. Dia menunjukkan kemuliaan, Dia memberi anugerah dan Dia mendefinisikan Allah. Dan jika Anda percaya itu dan Anda menerima Dia - Ayat 12, Dia memberi kita hak untuk menjadi anak-anak Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200621</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cahaya Ilahi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A3"><div class="imTAJustify"><span class="cf1"><span class="fs12lh1-5"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:6-13" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:6-13</a></span><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus disampaikan kepada kita, pada waktu Yohanes membuka Firman, sebagai Hidup dan sebagai Terang. Masing-masing adalah cara untuk berbicara tentang keillahian-Nya. Dia adalah Firman karena Dia adalah komunikasi dari Allah. Dia adalah Hidup karena Dia adalah Kehidupan yang abadi itu sendiri yang memberikan kehidupan untuk semua yang hidup. Dan Dia adalah Terang karena Dia satu-satunya sumber terang sejati yang menerangi semua realitas spiritual.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:6-13 mengatakan, “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang Terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang Terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang lahir bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan manusia, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Injil Yohanes, kita telah diajarkan bahwa Yesus adalah Firman dan Kehidupan. Dan malam ini kita belajar bahwa Dia adalah Terang. Dalam ayat 4, dikatakan tentang Dia, "Hidup itu adalah Terang manusia." Dan kemudian lima kali berikutnya Dia disebut sebagai Cahaya. Mari kita memahami mengapa gagasan tentang cahaya ini dilekatkan pada Tuhan Yesus Kristus. Kami biasanya mengalami cahaya itu secara statis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cahaya sebenarnya adalah energi. Ilmu pengetahuan mendefinisikan cahaya sebagai energi bersinar, sebagai energi radiasi, sebagai energi elektromagnetik, dan cahaya itu bergerak dengan kecepatan 186.282 mil per detik. Itu tidak statis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah Matius 17:2, “Dan Yesus berubah rupa di depan mereka. Wajahnya bersinar seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi seputih cahaya. ” Cahaya dianggap sebagai fenomena kuantum yang tidak dapat dipahami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika cahaya rohani Kristus, menyinari jiwa hidup, dalam dunia rohani itu semuanya diterangi. Terang itu, menurut Yohanes, adalah kehidupan kekal yang adalah Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Firman yang berasal dari Allah. Dia adalah Terang karena oleh-Nya segala sesuatu di dunia spiritual disinari. Tanpa Dia, tidak ada Firman dari Tuhan, tidak ada kehidupan dan tidak ada pengertian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes telah menangkap beberapa hal dasar, yang sederhana di permukaannya namun sangat mendalam untuk diungkapkan, tentang siapakah orang ini yang kita sebut Tuhan Yesus Kristus. Firman itu adalah Hidup, yang adalah Terang yang mengalahkan kegelapan. Kegelapan, kata ayat 5, tidak bisa mengalahkan Cahaya. Tuhan kita Yesus Kristus membuat semua hal rohani itu dapat dipahami dan dilihat. Dunia spiritual itu hanya terlihat dalam terang Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cahaya itu akan bersinar dan mengungkapkan sifat Juruselamat Sendiri. Cahaya itu akan bersinar dan juga mengungkapkan sifat pendosa. Itu akan bersinar dan mengungkapkan sifat orang percaya. Yohanes ada tujuan Injil di sini. Dia mengatakan bahwa dia telah menulis semua hal ini supaya kamu dapat percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan dengan kepercayaan itu, memiliki hidup dalam nama-Nya. Jadi ini adalah upaya Injil, inilah buku penginjilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita telah membicarakan Anak Allah yang kekal, anggota kedua dari Trinitas. Ayat 14 mengatakan, yang “telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Jadi kita sedang membicarakan Allah yang menjadi manusia. Sekarang ada perubahan dalam ayat 6, “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.” Kita beralih dari Yang tidak diciptakan, Sang Pencipta, kepada manusia biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mulai dengan mengarahkan kita ke arah kesaksian yang berasal dari seorang pria bernama Yohanes Pembaptis. Di sini, ia merujuk pada Yohanes yang bukan dia. Dia berbicara tentang Yohanes yang pelayanannya adalah membaptis orang-orang yang perlu bertobat dan memperbaiki hati mereka. Yohanes menarik orang-orang dari Yerusalem dan Yudea untuk mempersiapkan mereka bagi Mesias, pada tingkat dangkal, dan ia membaptiskan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pelayanannya dijelaskan secara sederhana dalam ayat 7, “Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang Terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.” Melihat ayat 6, kita diberitahu bahwa Allah mengutus seorang pria bernama Yohanes. Yohanes ini dinubuatkan untuk datang dalam Yesaya 40:3, ia adalah suara yang berteriak di padang belantara, "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, dan luruskanlah jalan raya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, orang tuanya mandul. Usia mereka delapan puluhan. Mereka tidak pernah bisa punya anak. Yohanes dikandung secara ajaib, yang menambahkan komponen lain pada fakta bahwa ia pasti dikirim oleh Tuhan. Dalam Lukas 1 kedatangannya diumumkan kepada ayahnya oleh seorang malaikat yang datang dari surga. Jadi inilah seorang pria yang diutus Tuhan dengan cara yang sangat luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan waktunya juga ajaib. Lukas 1:80 mengatakan, “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.” Ada satu hari untuk kedatangannya di depan umum, dan Allah telah mentahbiskan hari itu juga. Dan, dalam Matius 14 dan Matius 21, kita membaca bahwa semua orang tahu dia adalah seorang nabi karena sifat pelayanannya dan sifat khotbahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes datang untuk memberi pesan; dia datang untuk memberikan kesaksian. Dia datang sebagai seorang pria yang memiliki bukti nyata dari surga mengenai Cahaya. Dia memiliki fakta yang digunakan untuk menyampaikan pesan itu, kesaksian kepada pengadilan dunia, sehingga mereka dapat memahami kebenaran tentang Cahaya itu. Dia memberikan fakta, bukti tentang siapakah Kristus itu, mengapa Dia datang, dan apa yang Dia telah lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8 mengatakan, "Dia bukan Terang itu, tetapi ia diutus untuk memberikan kesaksian tentang Terang itu.”Di Yohanes 3:25, timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan orang-orang Yahudi tentang penyucian. 26 Mereka berkata kepada Yohanes, "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab Yohanes di ayat 27, “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” Itu berarti, “Saya menerima dari Allah sebuah perintah dan saya telah memenuhinya.” 28 Kamu sendiri adalah saksiku, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.” Karena itu di ayat 30 Yohanes mengatakan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika mereka tidak mendengar Injil, mereka tidak bisa diselamatkan. Dalam Roma 10:13 dikatakan, “Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Lalu ayat 14, “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 15 Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17, “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Jadi Yohanes adalah contoh. Yohanes datang untuk memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus Kristus, supaya semua orang dapat percaya melalui pelayanannya. Itulah sebabnya Paulus berkata di Roma 1:16, “Aku tidak malu akan Injil Kristus. Itu adalah kekuatan Allah untuk keselamatan bagi setiap orang yang percaya.” 1 Korintus 1:24 mengatakan, “untuk mereka yang dipanggil, Kristus adalah kuasa Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi cahaya itu bersinar, pertama pada sifat pelayanan sejati. Kedua, cahaya menerangi sifat sejati Anak Allah. Kita tahu Tritunggal itu karena kita telah melihat ketiga pribadi Tritunggal itu terlibat di Perjanjian Lama. Kita melihat bahwa ada percakapan di antara para anggota Tritunggal itu. Dalam Mazmur 110:1, “Tuhan berfirman kepada Tuhanku, ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kaki-Mu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan tahu sedikit tentang sifat Allah karena sifat-sifat-Nya diungkapkan dalam Perjanjian Lama. Tetapi ada ukuran kegelapan sampai terang itu muncul, dan terang itu menerangi diri-Nya sendiri. Terang itu bersinar untuk mengungkapkan Terang itu sendiri, yaitu esensi Kristus. Dan apa yang kita pelajari dalam ayat 9 adalah “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, datang ke dalam dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang anggota kedua dari Tritunggal dijelaskan bagi kita. Ketika Kristus datang, kita dapat melihat siapakah Dia. Kita tahu bahwa Dia bekerja di Perjanjian Lama. Dia adalah Panglima Balatentara Tuhan di Yosua 5 sebelum Yerikho itu jatuh. Kita tahu bahwa Dia adalah Yang ada di atas takhta dalam Yesaya 6 dimana para malaikat berseru, "Kudus, kudus, kudus.” Kita tahu bahwa Dia adalah Juruselamat di Yesaya 52 dan 53.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita sampai pada Perjanjian Baru dan Cahaya itu datang menerangi diri-Nya sendiri, baru kita melihat cahaya kemuliaan Allah yang belum pernah ada sebelumnya, yang menyinari wajah Yesus Kristus. Dialah ekspresi kemuliaan Bapa, gambar dari pribadi-Nya, kata Ibrani 1. Dia adalah Pribadi yang di dalamnya Tubuh Ketuhanan berdiam secara jasmani. Dia adalah yang di dalam-Nya kemuliaan Allah dinyatakan, penuh anugerah dan kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya, “Yang menerangi setiap orang”? Ini tidak tersedia dalam Perjanjian Lama. Tidak ada yang benar-benar dapat melihat kemuliaan Kristus sepenuhnya sampai Dia datang ke dunia. Dia adalah satu-satunya Cahaya bagi setiap orang. Setiap orang yang mengalami keselamatan dan mengalami peran-Nya sebagai Juruselamat, semua orang yang memahami itu, memahaminya karena mereka melihat siapakah Yesus Kristus itu sebenarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang yang melihat dan memahami realitas spiritual, yang melihat dunia supranatural sebagaimana adanya, diterangi karena ia telah melihat cahaya Kristus. Anda tidak dapat diselamatkan selain dari Kristus. Dia berkata dalam Yohanes 8:12, “Akulah Terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan.” Satu-satunya terang yang dimiliki dunia adalah Kristus. Dia adalah satu-satunya cahaya yang dapat menerangi siapa pun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cahaya keselamatan itu hanya bersinar di dalam Yesus Kristus. Kristus adalah bagi jiwa manusia sama seperti matahari bagi dunia. Dia adalah pusat dan sumber dari semua cahaya rohani. Dia bersinar untuk kepentingan bersama seluruh umat manusia, untuk yang kaya dan yang miskin, untuk orang Yahudi dan untuk orang Yunani. Kristus itu gratis untuk semua orang. Jika manusia di dunia ini cukup gila untuk menolak berita kabar baik itu secara langsung, kegelapan mereka adalah kesalahan mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia menyatakan dirinya? Ayat 10, “Dia telah ada di dalam dunia dan dunia diciptakan oleh-Nya.” Dia ada di dunia selama tiga puluh tiga tahun. Dia masuk ke dalam ciptaan-Nya. Selama tiga puluh tahun di Nazareth, orang-orang mengenal-Nya, tetapi pertama kali Ia kembali untuk berkhotbah, mereka mencoba membunuh-Nya. Selama tiga tahun, Dia melayani di Israel, menghilangkan penyakit, mengusir setan dan menunjukkan kuasa-Nya atas alam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia memperlihatkan kuasa penciptaan-Nya. Dia memberi orang anggota badan, memberi orang organ, memberi orang mata, dan pendengaran baru. Dia memberi manusia kehidupan dari kematian, badai dikendalikan dan berjalan di atas air. Dia menunjukkan kekuatan kreatif-Nya. Dia menunjukkan diri-Nya dengan berada di dunia. Ini adalah manifestasi terbesar dari Juruselamat, anggota kedua dari Trinitas, yang akan menjadi pengorbanan bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga - Kristus menerangi sifat sejati orang berdosa. Ayat 10 melanjutkan, “Dan dunia tidak mengenal-Nya.” Dia datang ke milik-Nya, dan mereka yang milik-Nya tidak menerima-Nya. Kita memahami bahwa manusia adalah pendosa dan bahwa hati adalah licik di atas segala hal dan sangat jahat di Yeremia 17:9. Kita memahami kejatuhan itu di dalam Kejadian 3. Kita tahu betapa bejatnya sifat manusia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sifat mendalam kegelapan itu tidak pernah terlihat lebih daripada saat orang-orang menolak Cahaya itu. Menolak Tuhan Yesus Kristus Sendiri adalah indikasi paling mendalam dari kebejatan dosa manusia. Terlibat dalam kematian rohani dan kebutaan, mereka mengasihi dosa mereka. Manusia lebih suka kegelapan daripada terang. Mereka tidak mengenal Anak Allah dalam Yohanes 1. Dan itu masih berlaku sampai sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam ayat 11, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Ya, itu berarti tempat-Nya sendiri, umat-Nya sendiri dan bangsa-Nya sendiri. Bukan hanya dunia orang non-Yahudi yang tidak mengenal-Nya. Bahkan hari ini juga, justru orang-orang Yahudi itulah yang mengaku kepercayaan kepada Allah Israel yang sejati, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah Perjanjian Lama, mereka tidak menerima-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus datang kepada umat-Nya sendiri, dan mereka yang adalah umat-Nya sendiri tidak menerima-Nya. Seberapa dalam kebejatan itu? Ilustrasi terbesar kebejatan manusia dalam sejarah adalah penolakan orang Yahudi terhadap Kristus ketika Dia ada di sini. "Dia datang ke milik-Nya, tetapi milik-Nya tidak menerima-Nya." Yohanes akan menunjukkan kepada kita sejarah melalui Injil penolakan Yahudi terhadap Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat. Cahaya menerangi sifat sejati orang percaya. Kita diberi tahu bahwa rencana itu tidak digagalkan meskipun ada penolakan dunia dan penolakan Israel. Ayat 12, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Itulah sifat sejati orang percaya. Kita berseru “Abba, Bapa,” kita berbicara kepada Allah sebagai Bapa pribadi kita karena kita adalah anak-anak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah ciptaan kedua. Itulah sebabnya itu disebut "kelahiran baru" atau "dilahirkan kembali." Dia yang menciptakan kita secara fisik, akan menciptakan kita secara rohani. Ayat 13, “Orang-orang yang lahir, bukan dari darah, bukan dari keinginan daging, bukan dari keinginan manusia, melainkan dari Allah.” Jadi sifat sejati orang percaya adalah bahwa dia adalah ciptaan baru, anak Allah untuk selamanya. Cahaya yang datang ke dunia juga menerangi sifat sejati Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menjadi seorang anak, Anda harus dilahirkan kembali, "yang dilahirkan bukan dari darah." Anda tidak menjadi anak Allah, karena orang tua atau keturunan Anda. "Juga bukan dari keinginan daging." Bukan karena upaya moral pribadi, upaya spiritual pribadi atau aktivitas keagamaan pribadi. "Bukan dari kehendak manusia." Anda tidak akan menjadi anak Tuhan oleh pilihan Anda sendiri atau oleh sistem buatan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya Allah sanggup melakukan keajaiban ini. Allah pada dasarnya adalah sang Juru Selamat. Dia adalah Juruselamat yang oleh kuasa besarnya menyebabkan kita menerima Anak-Nya dan percaya kepada nama-Nya. Pada dasarnya kita perlu tahu bahwa dalam pelayanan penginjilan dan presentasi Injil ini dan memberikan kesaksian dan kesaksian kepada Kristus, Allah akan bekerja untuk memberikan kehidupan kepada orang berdosa yang mati. Itulah sifat-Nya untuk melakukan itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div class="imTAJustify"><i class="fs12lh1-5 cf1"> </i></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jun 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200614</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Firman Ilahi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:1-5</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mulai hari ini mempelajari Injil Yohanes. Yohanes sendiri tidak pernah menyebut dirinya dalam Injilnya. Sejarah Gereja memberi tahu kita siapakah penulisnya. Dan meskipun Yohanes disebut dua puluh kali dalam injil-injil lain, ia sama sekali tidak pernah menyebut namanya di dalam Injil ini. Dia menyebut dirinya "murid yang dikasihi Yesus.” Yohanes banyak berubah, sedemikian rupa sehingga ia dikenal sebagai rasul kasih.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes juga mementingkan kebenaran. Dia menyebut kebenaran itu dua puluh lima kali dalam Injilnya dan dua puluh kali dalam surat-suratnya. Tetapi seratus kali dalam Injil ini, dia menggunakan kata percaya. Dia ingin kita percaya kebenaran sehingga kita bisa masuk ke dalam hubungan kasih dengan Tuhan. Bapa Yohanes bernama Zebedeus. Mereka menjalankan bisnis memancing di Galilea. Nama ibunya adalah Salome.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil Yohanes diidentifikasikan oleh banyak orang sebagai yang paling kudus di Perjanjian Baru. Jika ada pasal yang paling mulia di dalam Alkitab, itu adalah Yohanes 17, di mana Tuhan Yesus kita berdoa kepada Allah Bapa dalam doa antar-Tritunggal itu, yang seperti itu tidak ada di tempat lain dalam Alkitab. Dan Yohanes sering disebut injil Mahakudus karena dalam Injil ini, kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus ditampilkan sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Yohanes adalah ini: Allah yang kekal sendiri telah menjadi manusia. Sang Pencipta telah menjadi bagian dari ciptaan-Nya, Ia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Mengapa? Supaya Dia dapat menyelamatkan orang berdosa dari dosa mereka, dari kematian, penghakiman, dan neraka kekal. Allah yang kekal, yang tak terbatas, yang transenden, maha tahu, maha kuasa, serba hadir, tidak berubah, Allah yang benar dan hidup itu telah menjadi manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada empat Injil yang menceritakan kisah itu. Tiga dari mereka (Matius, Markus, dan Lukas) memberi kita sejarah duniawi, kelahiran dan kehidupan dan pengalaman. Dan panggilan Yesus pada para pengikut-Nya dan pengajaran dan perumpamaan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup-Nya, termasuk penangkapan-Nya, pencobaan-Nya, eksekusi-Nya dan kebangkitan-Nya. Mereka disebut Injil sinoptik, karena mereka adalah ringkasan dari kehidupan duniawi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes tidak memberikan kita kisah duniawi, dia memberi kita kisah surgawi. Dia memberi kita pandangan supranatural tentang Kristus. Sembilan puluh persen dari apa yang ada di dalam Yohanes tidak ada di dalam Matius, Markus, atau Lukas. Sembilan puluh persen dari ini adalah milik Yohanes sendiri untuk dinyatakan di bawah ilham Roh Kudus. Yohanes tidak berfokus pada sejarah hidup-Nya. Tidak ada perumpamaan karena itu adalah kisah duniawi. Ini adalah buku surgawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Yohanes adalah untuk meyakinkan orang berdosa tentang pribadi Kristus yang sejati. Yohanes 20:31 berkata, “Supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah; dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Ini adalah buku keselamatan. Ini adalah buku penginjilan. Dan untuk memperoleh keselamatan, Anda harus percaya kepada Kristus yang sejati, bukan Kristus palsu, bukan Kristus yang dibikin-bikin manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus sebagai Allah sedang diserang dan selalu diserang. Orang-orang ingin berbicara tentang Yesus tetapi mereka tidak mau mendefinisikan siapakah Dia. Pesan dari Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, seperti yang kita lihat dari Yesaya 53, adalah bahwa Yesus adalah Allah. Dia adalah Allah, tidak lain dari Allah. Dia bukan diciptakan menjadi saudara roh Lucifer dan Adam, seperti yang dikatakan orang Mormon.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru penuh bukti bahwa Dia adalah Allah. Filipi 2:6 adalah contoh yang baik, “walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan 7 melainkan telah mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Kita baca dari Ibrani 1:8 bahwa Allah berfirman kepada Yesus, "Ya Allah, takhta-Mu tetap umtuk selamanya di surga.” Alkitab itu penuh dengan bukti bahwa Dia adalah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat saja gelar yang diberikan kepada Yesus dan kepada Allah. Allah dan Yesus sama-sama disebut Gembala, keduanya disebut hakim, keduanya disebut Yang Kudus dalam Alkitab, keduanya disebut pertama dan terakhir, keduanya disebut Cahaya, keduanya disebut Tuhan atas hari Sabat, keduanya disebut Juru Selamat, keduanya disebut Allah Perkasa, keduanya disebut Tuhan semesta alam, keduanya disebut Alpha dan Omega, keduanya disebut Tuhan Mulia, keduanya disebut Penebus dan terus-menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gelar yang diberikan kepada Yesus hanya milik Allah. Tuhan Yesus kita digambarkan sebagai abadi, mahahadir, mahatahu, mahakuasa, tetap, tidak berubah, berdaulat dan mulia seluruhnya. Yesus melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan Allah, Dia menciptakan, Dia membangkitkan orang mati, Dia mengalahkan kerajaan kegelapan, Dia mengampuni dosa dan Dia menerima penyembahan pada banyak kesempatan selama hidup dan pelayanan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti dari apa yang ditunjukkan Yohanes kepada kita adalah dalam ayat 14, “Dan Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Itu adalah pernyataan paling ringkas dalam Alkitab tentang inkarnasi. "Firman" itu adalah Kristus. Tetapi Firman itu, adalah Yesus Kristus, adalah Allah yang menjadi manusia. Yang tak terbatas menjadi terbatas. Yang kekal memasuki waktu. Yang tidak terlihat telah menjadi terlihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes tidak menjelaskan itu. Dia mengatakan "Firman" karena itu adalah istilah yang begitu sempurna untuk mengidentifikasi Kristus dari sisi supranatural. Ada pemahaman filosofis tentang kata itu, itulah istilah Yunani ‘logos’. Para ahli filsafat membicarakan logos itu sebagai realitas yang terlihat dalam penciptaan. Tetapi mereka percaya itu adalah realitas tanpa pribadi atau sebenarnya, realitas non-pribadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bahkan orang biasapun melihat logos itu, sebagai identifikasi filosofis dari kuasa non-pribadi yang sangat kuat di alam semesta ini yang bertanggung jawab atas keadaan dunia sekarang. Sekarang Yohanes datang dan berkata, “Marilah saya memperkenalkan Anda dengan fakta bahwa logos itu bukanlah kuasa yang tidak bersifat pribadi; logos itu adalah seseorang. Logos itu adalah Allah pribadi yang datang ke dunia sebagai pria bernama Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagi orang-orang Yahudi, mereka memahami itu karena frasa “Firman Tuhan” sudah muncul berkali-kali dalam Perjanjian Lama, dan Firman Tuhan itu adalah wahyu dari Allah. Anda akan tahu sesuatu tentang Allah waktu Dia bicara. Ibrani 1:1-2 mengatakan, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Firman Tuhan adalah Firman Allah untuk manusia. Tidak ada manifestasi yang lebih besar dari itu, selain Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang berbicara kepada kita. Jika Anda ingin mendengar dari Allah, Anda dapat membaca Perjanjian Lama dan Anda akan mendengar apa yang Allah katakan kepada nenek moyang dan para nabi yang menulis itu. Tetapi jika Anda ingin wahyu Allah sepenuhnya, Anda harus baca Perjanjian Baru karena Allah berbicara kepada kita di dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes mengatakan kepada kita bahwa Yesus adalah perwakilan tepat dari sifat Allah. Jadi “Firman itu menjadi manusia.” Meskipun Allah adalah makhluk yang tidak dapat berubah, abadi, murni, dan tidak berkembang dan bertumbuh, namun Dia masuk ke dalam ciptaan dan menjadi manusia, yang sedang dalam proses menjadi dewasa. Dan Dia mulai dalam rahim dan menjadi anak. Dan Ia bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang Esa yang murni menjadi manusia, menjadi daging dan berdiam di antara kita. Kemanusiaan-Nya bukanlah hanya penampakan. Dia bukan hanya tampak seperti manusia atau menjadi sebuah penampakan manusia atau ilusi manusia, Dia benar-benar menjadi daging dan berdiam di antara kita. Kata Filipi 2:7, Ia dibuat sama dengan manusia. Kata Ibrani 2:14, “Ia dari darah dan daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama tiga puluh tiga tahun, Kolose 2:9, “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,” Dia Allah sepenuhnya dan Dia manusia sepenuhnya. Itulah pesan Yohanes sepanjang buku ini. Anda harus benar mengerti tentang Kristus. Setiap serangan pada keilahian-Nya terkutuk; dan setiap serangan terhadap kemanusiaan-Nya juga terkutuk. Nah, untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sepenuhnya Allah dalam daging manusia, Yohanes membawa kita kepada tiga kebenaran penting ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal yang menunjukkan keilahian Kristus: yaitu keberadaan-Nya sebelumnya dengan Allah, hidup bersama-Nya dengan Allah, dan eksistensi diri-Nya dengan Allah. "Pada mulanya adalah Firman." Awal apa? Di awal Kejadian 1:1, “Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi.” Firman itu, yang adalah Anak Allah, Yesus Kristus, sudah ada ketika Allah menciptakan segalanya yang ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, jika Anda bukan bagian dari penciptaan, Anda bukan bagian dari waktu dan angkasa. Jika Anda bukan bagian dari angkasa dan waktu, maka Anda adalah abadi. Yohanes menegaskan keberadaan-Nya sebelumnya. Dia ada sebelum permulaan segala sesuatu yang ada. Dia sudah ada. Itu dijelaskan dalam bentuk kata kerja yang tidak sempurna “menjadi”. Bentuk imperfek itu berarti terus menerus. Dia terus ada ketika awal itu dimulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu itu mulai dengan penciptaan. Waktu itu dimulai pada hari pertama ketika Allah menciptakan dan hari kedua dan ketiga, dan waktu itu maju terus sampai pada suatu hari, waktu itu akan berakhir, dan kita akan hidup dalam kekekalan tanpa waktu. Itulah sebabnya Yesus memakai gelar yang digunakan Allah Bapa untuk menggambarkan keabadian-Nya sendiri. Ketika Musa ingin tahu nama Allah, Allah berkata, “Namaku AKU ADALAH AKU.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 8:58 Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, "Sebelum Abraham ada, AKULAH AKU." Dia hanya berbicara tentang diri-Nya dalam bentuk waktu ini karena tidak pernah ada waktu Dia tidak ada. Ini diperkuat dalam ayat 1, “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah.” Firman itu bersama Allah diulangi dalam ayat 2, “Dia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.” Ini adalah penekanan untuk memastikan kita tidak kehilangan maknanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bukan hanya ada sebagai Allah kekal, dikatakan seterusnya dalam ayat 1, “Firman itu adalah Allah,” jadi Dia ada secara kekal bersama Allah. Ini sangat penting karena apa yang dikatakannya kepada kita adalah bahwa Dia bukan hanya Allah kekal, tetapi Dia juga berbeda dari Allah kekal itu. Dan disinilah kita memahami bahwa ada satu Allah namun ada tiga pribadi. Di sini kita temukan dua pribadi. Firman itu adalah Allah, tetapi Firman itu juga bersama Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya dengan cara Tritunggal itu dapat dijelaskan, untuk menjadi Allah secara alami dan menjadi pribadi yang berbeda, yang berada bersama Allah. Kita tahu dari Kejadian 1 bahwa Roh Kudus itu juga ada di sana, melayang di atas permukaan air dan membawa bentuk ke dalam penciptaan. Seluruh Tritunggal itu terlibat dalam karya penciptaan ini. Ya, Allah Bapa adalah Pencipta, dan Roh Kudus adalah Dia yang bergerak di atas ciptaan dan menghidupkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bersamaan dengan kebenaran pra-keberadaan datanglah kebenaran kedua yaitu eksistensi-bersama. Jika Dia sudah ada sebelumnya ada angkasa dan waktu, yaitu penciptaan, maka Dia harus sudah berada. Jika Dia tidak diciptakan, Dia haruslah Allah. Semua malaikat diciptakan. Semua malaikat jatuh dikeluarkan dari surga di mana Allah telah membuat mereka kudus, dan mereka memberontak dan dijatuhkan. Setiap orang di alam semesta adalah makhluk ciptaan kecuali Sang Pencipta Sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 2:9, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Dia adalah Allah sepenuhnya. Allah adalah Firman. Kata-kata ini dalam bahasa Yunani, mendeklarasikan keilahian Tuhan Yesus Kristus yang paling jelas dan paling langsung dalam keempat Injil. Jadi Dia sudah berada sebelumnya, di luar waktu dan angkasa, sebelum apa pun yang diciptakan dibuat. Dan Dia hidup berdampingan, Dia sepenuhnya Allah. Inilah penting untuk iman keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Dia berada atas kuasa-Nya sendiri. Jika Anda tidak diciptakan, maka Anda sudah berada di luar ciptaan. Pra-keberadaan, berada bersama dan berada atas kuasa sendiri. Bagaimana kita memastikan itu? Ayat 3, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia; dan tanpa Dia, tidak ada sesuatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Inilah pengulangan pada dasarnya dari apa yang ada di Ibrani, bahwa Allah menciptakan segala sesuatu melalui Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah 1 Korintus 8:6, “Hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan kita hidup karena Dia.” Allah adalah Sang Pencipta. Roh Kudus adalah agen dalam penciptaan. Tetapi pada akhirnya, Allah melakukan semua ciptaan-Nya melalui Firman, Tuhan Yesus Kristus. Ini tidak menyangkal Allah sebagai Pencipta. Tetapi dikatakan bahwa Anak Allah adalah agen yang melaluinya penciptaan itu dilakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ini juga mengarahkan pada kesimpulan lain dalam ayat 4, "Dalam Dia ada hidup." Tidak ada yang memberi Dia kehidupan. Dia hidup dan adalah sumber kehidupan. Dan kata yang digunakan bukanlah ‘bios’, karena kita tidak membicarakan kehidupan biologis, yang merupakan salah satu bentuk kehidupan. Tetapi kata itu adalah ‘zōē’, yang berhubungan dengan kehidupan spiritual, realitas kehidupan itu. Seorang bayi memiliki kehidupan biologis, tetapi ia juga memiliki kehidupan rohani yang berasal dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah di dalam diri-Nya memiliki kuasa untuk semua jenis kehidupan itu. Dan kehidupan spiritual itu berlangsung untuk selamanya. Tuhan Yesus Kristus adalah hidup dalam diri-Nya sendiri. Dia mengatakan itu, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.” Dia adalah realitas dasar dari segala sesuatu yang ada. Dia bukan Yesus dari sekte-sekte; Dia bukan Yesus dari Liberalisme. Dia adalah Yesus yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, yang adalah caranya segala sesuatu yang ada itu berada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bukan saja Dia adalah alasannya keberadaan itu ada, tetapi Ibrani 1:3 berkata, "Dengan kuasa-Nya, Ia menopang segala yang ada." Dia bukan hanya memberi hidup, tetapi Dia menopang hidup. Dia bukan saja menciptakan, tetapi Dia menopang penciptaan itu. Dan kemudian dalam ayat 4 Yohanes melanjutkan, "Hidup itu adalah Terang manusia." Itulah sebabnya Dia datang ke dunia, untuk menerangi kegelapan, untuk mengungkapkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus adalah sumber kehidupan kekal, terwujud di dunia sebagai cahaya yang bersinar dalam kegelapan. Dan Terang itu, ayat 5 mengatakan, bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan tidak memahaminya.” Cahaya selalu mengalahkan kegelapan. Apakah kegelapan itu? Nah, di dalam Lukas 22:53, Yesus datang ke salib, dan Dia berkata, "Ini adalah kuasa kegelapan itu.” Kegelapan itu mengacu pada Setan dan iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pembukaan Injil Yohanes ini adalah pernyataan yang sangat kuat tentang pribadi Kristus dan dampak-Nya bagi dunia. Kegelapan iblis tidak sanggup memadam-kan Cahaya itu. Cahaya bersinar di dunia, dan itu telah bersinar di dunia untuk waktu lama. Ini telah tersedia bagi siapa saja yang mau mendengar. Apakah Anda percaya bahwa Yesus adalah Allah dalam daging manusia? Itulah dasar iman yang menyelamatkan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200607</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keajaiban Salib]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A1"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+6:11-18" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 6:11-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Silahkan buka Alkitab Anda di Galatia 6:11-18. Paulus mengumpulkan beberapa pemikiran dari berbagai aspek penekanannya dalam buku ini. Marilah kita baca ini, “Lihatlah betapa besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri! 12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah. 14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. 15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. 17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. 18 Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kalian, saudara-saudara! Amin.” Salib itu telah menjadi lambang Kekristenan sejak kematian Tuhan kita. Itu berdiri di atas gereja-gereja di seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyaliban pada awalnya dirancang oleh Persia. Tetapi itu benar-benar disempurnakan oleh orang-orang Romawi, yang menyalibkan puluhan ribu orang. Beberapa sejarawan memberi tahu kita bahwa sekitar zaman Tuhan kita sebanyak tiga puluh ribu orang disalibkan oleh orang-orang Romawi di dalam dan di sekitar tanah Israel. Jadi orang-orang Yahudi sudah biasa melihat orang digantung di salib, berdarahan dan mati lemas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bukan hanya alat penyiksaan fisik, tetapi juga sebuah alat degradasi. Ditangguhkan di tempat tinggi sepanjang jalan raya umum telanjang total, dipaku di tangan dan kaki, dan dibiarkan disinari matahari, sementara kerumunan itu melongo ke atas, dan diserang oleh burung dan serangga dan akhirnya mati, itu merendahkannya serendah mungkin untuk manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarawan Romawi kuno Suetonius dan Tacitus kedua-duanya menulis bahwa orang-orang yang disebut "Kristen" adalah pengikut penjahat yang disalibkan oleh Pontius Pilatus, itu memberikan penegasan sekuler pada catatan Alkitab. Itu menghina orang Yahudi karena dalam teologi mesianis mereka, sang Mesias mereka tidak mungkin mati di kayu salib, karena disalibkan oleh orang-orang non-Yahudi yang najis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun ada Yesaya 53 dan Mazmur 22, orang-orang Yahudi tidak menyangka Mesias akan disalibkan. Akibatnya, salib itu bagi mereka merupakan sebuah batu sandungan, penghalang untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Bagi orang non-Yahudi, salib itu hanyalah kebodohan, hanya orang Yahudi yang disalibkan, yang ditolak oleh para pemimpin dan bangsa-Nya. Padahal sebenarnya Dia adalah Allah Pencipta kekal alam semesta dan satu-satunya Juruselamat dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus menulis dalam 1 Korintus 1 bahwa salib adalah bagi orang non-Yahudi kebodohan; dan bagi orang Yahudi itu adalah batu sandungan. Ayat 18, “Tetapi bagi mereka yang diselamatkan, pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” Karena kita melihat di salib kuasa Allah untuk menghancurkan Anak-Nya sendiri untuk dosa-dosa kita, supaya kita sebagai orang percaya diselamatkan dari murka ilahi, sebegitu rupa sehingga itu tidak menghancurkan Yesus; melainkan Ia hidup kembali setelah tiga hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat kebijaksanaan kasih Allah di salib, dalam menghukum Juruselamat yang menderita itu. Jika Allah ingin memiliki orang-orang di surga, jika Allah menginginkan pengantin bagi Anak-Nya, jika Allah ingin memuliakan umat manusia yang telah ditebus yang akan untuk selamanya memuji Dia, Dia harus membawa mereka ke surga. Dosa-dosa mereka harus ditebus, dan karena itu Ia menghukum Anak-Nya bagi mereka, dan kemudian memperhitungkan kebenaran Anak-Nya kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kayu salib, Yesus mati untuk kita, agar kita dapat kehidupan kekal-Nya. Filipi 3:17-18 mengatakan, “Saudara-saudara, ikutilah teladan saya, dan perhatikan-lah mereka yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai musuh salib Kristus.” Anda merangkul dan memuliakan salib, atau Anda adalah musuh salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak musuh salib menyebabkan Paulus menangis. Mengapa? Karena Filipi 3:19 mengatakan, “Kesudahan mereka adalah kebinasaan.” Sikap Anda terhadap salib menentukan nasib kekal Anda. Sekarang di Galatia kita telah belajar banyak tentang salib. Di Galatia 3:1, kami diberitahu bahwa Yesus disalibkan di sana. Dalam Galatia 2:20, Paulus mengatakan bahwa orang-orang percaya disalibkan bersama Dia di situ.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Aku disalibkan bersama Kristus; namun saya hidup.” Ketika Yesus mati, kita mati. Ketika Dia hidup kembali, kita hidup kembali karena kita ada di dalam Dia. Dan kemudian dalam Galatia 5:24, kita diberi tahu bahwa kedagingan kita disalibkan di situ. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Kedagingan kita telah disalibkan di situ. Dengan kata lain, kekuatan dominan dari kedagingan itu dipatahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya terjadi di kayu salib itu. Itu berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh beberapa guru Yahudi yang mengatakan bahwa mereka percaya kepada Mesias Yesus, dan mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari gereja. Tetapi mereka berkata, “Kalian bukan orang percaya sejati. Dosamu tidak diampuni. Anda tidak akan masuk surga. “Mengapa?” Karena Yesus Kristus tidak cukup, Anda harus disunat dan mengikuti hukum upacara Musa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, bahkan orang-orang non-Yahudi pun harus disunat dan mematuhi Hukum Musa. Itulah Injil palsu. Kata Paulus di Galatia 1:8, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Anda dapat menerima Kristus dan menambahkan karya, dan Anda berakhir dengan pesan yang sama juga terkutuk. Hukum itu tidak sanggup menyelamatkan Anda, itu hanya mengutuk Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang berpikir bahwa ada dua jalan menuju ke surga Allah. Salah satu adalah agama pencapaian manusia di mana Anda dapat bekerja untuk masuk surga melalui moralitas Anda, oleh kebaikan Anda, oleh religiusitas Anda, dengan upacara dan adat. Inilah kategori yang mencakup semua agama palsu di dunia ini. Mereka semua hanyalah bentuk berbeda dari agama pencapaian manusia di mana tidak ada harapan bagi orang-orang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang lain adalah agama sejati dari pencapaian ilahi, di mana segala sesuatu dilakukan oleh Allah, dan itu ditawarkan kepada kita dengan anugerah dan diterima hanya oleh iman, dan bukan pekerjaan. Itulah yang dihadapi Paulus sepanjang surat ini. Dalam ayat 11 - 13, kita melihat membanggakan daging; dan dalam ayat 14 - 16, kita melihat membanggakan salib. Dan Anda akan melihat perbedaannya di sini dalam beberapa cara menarik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 11, “Lihatlah, betapa besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri.” Jarang sekali bagi Paulus untuk menulis surat dengan tangannya sendiri. Biasanya surat-suratnya ditulis oleh seorang juru tulis yang mencatat apa yang dikatakan. Seringkali di akhir surat Paulus akan menandatangani namanya, seperti dalam 1 Korintus, Kolose, dan 2 Tesalonika. Tetapi surat Galatia adalah surat pertamanya dan dia hanya menyerang mereka dengan amarah karena Injil palsu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada alasan lain mengapa ia menulis dengan huruf besar. Di Galatia 4:13, dia berkata, “Tetapi kamu tahu, bahwa itu adalah karena penyakit tubuh, maka aku memberitakan Injil kepada kamu untuk pertama kalinya.” Apakah itu? Ayat 15, “Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.” Nah, di dunia kuno, ketika mata Anda memburuk, tidak ada obatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus melihat suratnya dan berkata, “Karena penglihatanku buruk, Anda tahu betapa sulitnya bagiku untuk menulis dengan tangan sendiri. Tetapi apa yang harus saya katakan adalah sangat penting sehingga saya tidak bisa menunggu, jadi saya melanjutkan dan menulis ini. Saya tidak pernah mencoba mengesankan Anda dengan keterampilan pribadi saya. Dan surat ini tidak ditulis dengan cara yang menarik, tetapi itu adalah kebenaran, dan itulah Injil Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan cara itu ia memperkenalkan lagi kaum Yudais yang bermegah dalam daging. Ayat 12, “Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri.” Ini mengingatkan saya pada mereka yang memberitakan Injil palsu. Ini merupakan satu pukulan bagi kaum Yudais. Dia benci doktrin mereka. Dia telah menghan-curkan doktrin mereka, dan sekarang dia ingin mengatakan sesuatu tentang motivasi mereka: Apakah alasannya mereka mengabarkan injil palsu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan pertama adalah kebanggaan, "untuk menunjukkan yang baik dalam daging." Itulah yang dilakukan orang legalis, mereka memamerkan diri. Tampaknya semakin banyak perhiasan yang mereka kenakan, semakin banyak mereka menyatakan kemunafikan mereka. Semakin banyak mereka memamerkan pertunjukan, semakin kecil itulah kenyataan. Mereka mempertunjukkan kebaikan di dalam kedagingan. Mereka ingin membuat kesan lahiriah menjadi suci dan berbudi luhur bagi orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah cara hidup bagi orang Yahudi legalistik. Lukas 16:14 menceritakan orang-orang Farisi, yang adalah pecinta uang, mencemoohkan Dia. Kata Yesus kepada mereka, ‘Kamu membenarkan diri di hadapan orang." Semakin besar kebanggaan rohani Anda, semakin besar pula penghukuman kekal Anda. Yesus meneruskan, “Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua adalah ketakutan, ayat 12, “Merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.” Ini adalah orang-orang Yahudi yang akan membiarkan Anda jika Anda percaya pada Yesus tetapi berpegang pada Yudaisme. Kita semua tahu orang-orang Yahudi di Yerusalem dan Israel menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus; dan banyak dari mereka akhirnya dibantai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang menyakiti hati mereka adalah salib itu. Tetapi yang mungkin lebih menhina mereka adalah bahwa salib itu menyatakan bahwa Anda adalah pendosa. Salib itu menyatakan bahwa Anda tidak dapat menyenangkan Allah, siapa pun juga Anda. Salib itu menyatakan bahwa Anda harus dihukum, tetapi Allah telah menghakimi Kristus untuk menggantikan Anda. Salib itu menyatakan bahwa Anda adalah orang berdosa yang tidak mau dan tidak mampu menyenangkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang Romawi sebenarnya telah mensahkan Yudaisme. Jadi orang-orang Romawi melihat Kekristenan itu sebagai ancaman terhadap Kaisar, karena semua orang Romawi tahu bahwa hanya Kaisar adalah tuhan. Dan jika Anda mengatakan Yesus adalah Tuhan, Anda adalah pemberontak. Orang-orang Kristen dibakar dalam pesta-pesta kebun untuk Kaisar. Kaum Yudais bertahan untuk menghindari penganiayaan yang datang kepada mereka yang percaya kepada Injil salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada karakteristik ketiga yang muncul dalam kesombongan mereka dalam daging, dan itulah kemunafikan mereka, ayat 13, “Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaan dagingmu.” Mereka ingin memamerkan Anda seperti orang yang bertobat pada saat mereka sendiri bahkan tidak sanggup menaati hukum itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada yang sanggup menaati hukum. Itulah sebabnya Tuhan kita dalam Matius 23:27 mengatakan orang Farisi itu seperti kuburan dilabur putih dari luar; tetapi di dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Dalam Roma 2:21-23, kata Paulus, “Engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar, jangan mencuri, apakah engkau sendiri mencuri? Engkau yang berkata jangan berzinah, mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau menghujat Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus hanya akan memegahkan diri di salib, ayat 14, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.” Inilah agama anugerah. Salib itu berkata, "Anda tidak sanggup menyelamatkan dirimu sendiri.” Salib itu berkata, "Allah menyelamatkan Anda dengan mempersembah-kan Anak-Nya sendiri, menempatkan dosa-dosa Anda kepada-Nya, dan menghukum-Nya di tempat Anda.” Anda pantas menerima neraka; Allah Bapa memberikan neraka itu kepada Kristus dalam kegelapan tiga jam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Dia menyerah pada salib? Alasan Nomor Satu: Salib membebaskan kita dari perbudakan dunia, ayat 14, "sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku, dan aku bagi dunia.” Yudaisme, yang dimulai sebagai wahyu dari Allah, dalam Perjanjian Lama telah menjadi agama palsu. Dewa dunia ini bukan lagi Allahku. Paulus berkata, "Aku telah dibebaskan dari dunia oleh salib."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Karena di dalam Kristus Yesus disunat atau tidak disunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru.” Saya terpisah dari sistem yang binasa. Bukan hanya itu, saya adalah ciptaan baru. 2 Korintus 5:17, “Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Rasa frustrasi atas usaha dan kerja keagamaan rohani hilang. Dalam bahasa Yohanes, “Saya telah dilahirkan kembali. Saya memiliki hati baru, dan saya memiliki roh baru.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuasa salib memberi saya berkat keselamatan. ” Makna itu tersirat dalam kata-kata ayat 16, “Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh aturan ini, prinsip ini," - yang berarti atas anugerah dan iman yang diperlihatkan dalam penyaliban dan kebangkitan Kristus - “damai sejahtera dan belas kasihan ada pada mereka." Ketika Anda meninggalkan hukum dan datang ke salib, hidup Anda dipenuhi damai sejahtera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai adalah Allah memberi Anda apa yang tidak pantas Anda dapatkan. Belas kasihan adalah menahan Anda dari apa yang pantas Anda dapatkan. Paulus melanjutkan, “dan atas Israel milik Allah.” Ini adalah pukulan langsung pada para guru palsu kaum Yudais ini; mereka adalah Israel milik Israel, tetapi mereka bukan Israel milik Allah. Maksudnya orang Yahudi yang adalah orang percaya sejati yang adalah milik Allah. Roma 2:28 -29, "Satu-satunya orang Yahudi sejati adalah mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian kata-kata terakhirnya, ayat 17, “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.” Dia membicarakan orang-orang di gereja yang membuat hidupnya sengsara karena mereka mendengarkan guru-guru palsu. Dan dia membicarakan guru-guru palsu yang menyerangnya. Kata Paulus, "Saya dipukul bukan karena apa yang telah saya lakukan, tetapi karena siapa yang saya wakili."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Paulus, “Aku semua itu. Aku seorang hamba Kristus, seorang prajurit Kristus, yang berbakti kepada-Nya. Aku seorang penjahat menurut dunia, dan aku dibenci karena aku dicap Yesus.” Setiap bekas luka yang dia dapatkan adalah sebuah cap, merek untuk Kristus. “Ini semua adalah bekas luka Yesus.” Dan kemudian pamitan dalam ayat 18, “Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara. Amin." Dia memberi berkat itu kepada kita juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 May 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200531</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menabur dan Menuai]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000A0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+6:7-10" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 6:7-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 6:7-10 adalah salah satu bagian penting dari Alkitab yang harus diketahui oleh setiap orang percaya. “7 Jangan tertipu, Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan; karena apa yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal. 9 Dan janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai jika kita tidak berkecil hati.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“10 Karena itu, selama kita ada kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama bagi mereka dari keluarga seiman.” Alam semesta fisik dibangun atas hukum-hukum absolut. Ada hukum fisik, dan hukum itu konsisten; mereka tidak berubah. Sama seperti ada hukum yang mengendalikan semua itu, demikian pula ada hukum moral. Di dunia rohani juga ada hukum yang sama-sama tetap dan absolut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini terdapat satu hukum Allah yang mutlak dan tetap; itu dinyatakan dalam ayat 7, "Apa pun yang ditabur orang, itu juga akan dituainya.” Nah itu benar dalam pertanian, dalam perkebunan, dan dalam menanam apa pun juga. Itu juga benar secara fisik di dunia ini: apa pun yang Anda tabur, Anda akan menuai. Tetapi Paulus memberitakan hal ini secara spiritual, bahwa realitas di dunia alami juga terjadi di dunia rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7 mengatakan, “Jangan tertipu, Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan; karena apa yang ditabur orang, itu juga akan dituainya.” Jangan berpikir Anda bisa mengabaikan Allah; hukum ini tidak pernah akan berubah - sebuah prinsip yang tidak dapat disangkal siapa pun. Paulus berkata kepada orang percaya di Galatia dan kepada kita semua, “Sekarang Anda ada di dalam Kristus, dan Roh Kudus ada di dalam Anda, dan Anda dipimpin oleh Roh Kudus. Jika Anda hidup oleh Roh, Anda akan menyadari buah Roh itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 5:22, “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahbutan, penguasaan diri.” Jika Anda berjalan dalam Roh itu adalah buahnya.” Di sisi lain, dalam Galatia 5:19, jika Anda menanam benih-benih kedagingan, Anda akan menuai: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di Galatia 5 dan 6 dia memberi tahu kita bagaimana caranya menjalani kehidupan Kristen. Ayat 7 dimulai dengan, "Jangan tertipu." Itu peringatan penting. Kebanyakan orang Kristen agak tertipu tentang konsekuensi perilaku berdosa mereka. Kita cenderung percaya bahwa karena kita di bawah anugerah, karena kita telah diampuni dan itu untuk selamanya, kita tidak dapat kehilangan keselamatan kita karena Allah itu murah hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi rasul Paulus berkata, "Janganlah menipu dirimu sendiri." "Menipu" adalah kata penting, yang berasal dari ‘planao’, yang berarti "disesatkan." Itulah tipuan. 1 Korintus 3:18 berkata, "Jangan biarkan seorang pun menipu dirinya sendiri." Jadi kita tidak hanya bisa disesatkan dan ditipu oleh orang lain, kita cukup pandai menipu diri kita sendiri. Yeremia 17:9 mengatakan, "Hatimu licik melebihi segala hal."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Obaja 1:3, nabi berkata, “Keangkuhan hatimu telah menyesatkanmu.” Hati Anda sombong, melindungi diri, mempromosikan diri, memuaskan diri, dan membela diri. Kesombongan itu adalah dosa utama, keegoisan. Anda memiliki hati yang egois yang ingin memutar hidup Anda dengan cara terbaik supaya Anda merasakan perilaku Anda itulah yang terbaik. Jadi hatimu dapat menipu Anda. Selama Anda berada di dunia ini, Anda memiliki hati yang menipu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penipuan diri adalah masalah bagi kita semua, dan itu cenderung berjalan seperti ini: Anda diselamatkan, Anda berada di jalan ke surga, Anda berada di bawah kasih karunia, Tuhan tidak akan pernah membiarkan kamu pergi, jadi tidak mungkin ada konsekuensi yang terlalu serius jika aku hidup dalam kedagingan. Anda dapat menambahkan kepada fakta itu bahwa ada penyesat di dunia. Wahyu 20:3 mengatakan, Setan adalah penipu yang menyesatkan seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda bukan hanya memiliki penipu internal, Anda juga memiliki penipu eksternal. Dengarkanlah 1 Korintus 15:33, “Janganlah tertipu: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.'” Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang buruk, mereka akan merusak moral Anda. Dengarkanlah Roma 16:17, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, yang menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini bukan tentang pekerjaan, inilah tentang kekuatan Roh. Jadi orang-orang berkata: pekerjaan saya tidak menyumbang pada keselamatan saya, jadi mereka tidak dapat membatalkan keselamatan saya. Ini adalah antinomianisme, yaitu hidup menurut keinginan daging atas nama anugerah. Yudas 1:17-18, “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh Tuhan kita, Yesus Kristus, “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." Nah, kita sekarang berada di 'akhir zaman’ itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, setelah mengatakan itu, inilah hukum-Nya, "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Itu terus terang dan benar sehingga tidak perlu ada penjelasan. Paulus ingin kita mengerti bahwa Anda memiliki pilihan sebagai orang percaya: Anda dapat hidup oleh Roh, atau Anda dapat hidup menurut keinginan daging. Jangan berpikir bahwa Anda dapat hidup menurut keinginan daging dan tidak membayar konsekuensinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Nebukadnezar yang mengejek Allah dalam kitab Daniel? Apakah yang terjadi padanya? Dia dirubahkan menjadi binatang. Masih ingat Belsyazar dalam Daniel 5 yang mengejek Allah? Dan apa terjadi padanya? Seluruh kerajaannya hancur. Lihatlah Roma 1:18, di mana "murka Allah dinyatakan dari surga atas segala kefasikan dan ketidakbenaran manusia yang menindas kebenaran dengan kelaliman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Murka dalam Roma adalah murka Allah menyerahkan mereka kepada dosa mereka sendiri, kepada amoralitas, kepada homoseksualitas, dan pikiran terkutuk. Nah murka Allah itu memiliki berbagai bentuk. Marilah kita mulai dengan bentuk terakhir: murka kekal adalah neraka, di mana semua orang yang tidak percaya akan menderita hukuman untuk selamanya. Alkitab juga berbicara tentang murka eskatologis; itulah murka pada akhir sejarah manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Murka itu dijelaskan oleh para nabi dan dijelaskan oleh Tuhan kita dalam Ceramah Olivet di akhir pelayanan-Nya di Yerusalem, dan itu dijelaskan secara khusus dalam kitab Wahyu. Ada juga murka bencana alam. Murka bencana alam adalah apa yang kita lihat dalam bencana alam dan malapetaka sepanjang sejarah manusia, di mana dalam beberapa kejadian di masa lalu, jutaan orang meninggal karena wabah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di zaman modern, puluhan ribu orang mati dalam tsunami, dan banyak orang meninggal dalam badai, dsb. Dunia yang jatuh, dunia yang terkutuk memang terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa dahsyat ini, yang merupakan suatu bentuk murka ilahi. Tetapi murka eskatologis adalah sebuah periode waktu di masa depan. Murka kekal terjadi setelah waktu berakhir, dan murka bencana alam itu datang dan pergi pada titik waktu dan tempat tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada jenis murka lain yang berjalan sepanjang waktu. Itu adalah siklus, dan itu murka menabur dan menuai: apa yang Anda tabur, Anda menuai. Dan itu terjadi setiap saat. "Apa pun yang ditabur orang, ini juga yang akan dituainya." Setiap kali dia menabur, dia akan menggerakkan murka Allah. Seringkali orang sekarang menyebutnya 'karma'. Jika Anda pikir Anda bisa melanggarnya Anda mengolok-olok Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Identifikasi ateistik manusia adalah penghinaan Allah; dan Anda tidak dapat melakukan itu tanpa ada konsekuensi. Tetapi itu bukan hanya mengenai ateisme. Orang-orang yang percaya Allah dan menolak Anak-Nya juga mengejek Allah; atau orang-orang yang telah menerima Anak-Nya, tetapi berpikir mereka dapat berdosa terus tanpa konsekuensi. Itu juga mengejek Allah, dan itu berhubungan dengan kita. Dengarkanlah Ayub 4:8, “Mereka yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, juga menuainya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 1:31, “Mereka akan memakan buah perbuatan mereka yang mereka rencanakan sendiri.” Amsal 11:18, “Orang fasik mendapat upah tipuan; tetapi siapa yang menabur kebenaran, mendapat upah yang benar.” Atau Hosea 8:7, “Mereka yang menabur angin, akan menuai angin puyuh.” Panen ditentukan oleh apa yang ditanam, dan apa yang ditanam, akan dituai. Buah kehidupan itu ditentukan oleh apa yang telah ditanam dalam kehidupan itu. Karakter seseorang adalah hasil kebiasaannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saksikanlah misalnya, frustrasi absolut dan keputusasaan psikiatri dan psikologi untuk membangun orang kembali. Mengapa? Karena hukum ini. Satu-satunya cara supaya Anda dapat keluar dari perbudakan hukum ini adalah menjadi orang percaya dan ditransformasikan; dan bahkan sesudahnya hukum itu tetap berlaku. Tetapi bagi orang yang tidak percaya, mereka hanya bisa menabur dosa, dan mereka hanya bisa menuai korupsi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bilangan 32:23 mengatakan, "Pasti dosa-dosamu itu akan menimpamu." Yesaya 3:11, “Celakalah orang fasik! Hal itu akan buruk baginya, karena apa yang pantas diterimanya akan diberikan kepadanya. ” Yesaya 59:12, “Dosa-dosa kita bersaksi melawan kita.” Roma 2:9, “Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup berbuat jahat.” Jadi hukum Allah itu tidak berubah, kekal, dan tidak berhenti, karena sifat Allah memang abadi dan tidak berkesudahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah, pada titik keselamatan, memotong hukum yang berfungsi itu, memotong dan memberikan hidup baru, supaya sekarang Anda memiliki kemampuan untuk menghormati Allah sejak pembebasan dari hukum itu, untuk berjalan dalam Roh melalui mukjizat penebusan itu. Anda sekarang dapat menuai apa yang telah ditaburkan Kristus. Jadi dalam kehidupan Anda sehari-hari, jika Anda hidup menurut keinginan daging, Anda akan memperoleh daging. Jika Anda hidup oleh Roh, Anda akan menuai berkat-berkat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan itu tidak mencegah orang yang minum, merokok dan menyalah-gunakan tubuh mereka dari kesakitan atau kanker. Orang yang berkelahi itu mungkin orang Kristen, tetapi itu tidak akan mencegahnya mendapat luka. Jika Anda mengemudi ceroboh dan mengalami kecelakaan, menjadi orang Kristen itu tidak akan melindungi Anda dari berakhir di rumah sakit. Jika Anda berbuat dosa secara tidak bermoral, itu tidak akan melindungi Anda dari penyakit kelamin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada raja Daud, seorang pria yang berkenan di hati Allah. Dia menulis banyak mazmur indah itu; seorang penyembah sejati, yang hidupnya ditandai oleh dosa besar; dan selalu ada konsekuensinya. Di ayat 8, hukum itu dijelaskan: "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal.” Kedagingan selalu menjadi titik awal perbuatan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 1:14-16, “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia dibujuk olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia menghasilkan kematian. 16 Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah tertipu.” Dari keinginan daging Anda akan menuai korupsi, yang berarti, pembusukan, disintegrasi, degenerasi, atau bahkan korupsi terakhir, yaitu kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">John Stott menulis, “Setiap kali kita membiarkan pikiran kita menyimpan dendam, merawat duka, menghibur fantasi yang tidak murni, atau berkubang dalam mengasihani diri, kita menabur pada kedagingan. Setiap kali kita bergaul dengan teman buruk, setiap kali kita ketiduran ketika kita seharusnya bangun dan berdoa, setiap kali kita membaca literatur pornografi, setiap kali kita mengambil risiko yang melelahkan penguasaan diri kita, kita menabur kepada keinginan daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8, “Barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Apa maksudmu, 'menuai hidup yang kekal'? Bukankah kita sudah memiliki hidup kekal?" Memang, ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita telah diberikan hidup kekal. Tetapi ini membicarakan keadaan di sini dan sekarang. Di sinilah hukum ini berlaku. Hukum ini tidak ada di surga. Hasilnya ditampilkan di dunia ini saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, apakah yang dimaksud dengan, "menuai kehidupan kekal?" Maksud Paulus adalah bahwa kita akan menuai berkat penuh yang terkandung dalam kehidupan yang sudah menjadi milik kita di dalam Kristus. Seperti: kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, dan berkat-berkat lainnya. Orang Kristen itu menuai semua kepuasan dan semua kesenangan hidup yang kekal. Jadi hukumnya dijelaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum ilahi ini telah dinyatakan dan dijelaskan, dan sekarang dipenuhi dalam ayat 9, “Dan janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai jika kita tidak berkecil hati.” Pada titik ini, beberapa orang Galatia, dan mungkin beberapa dari Anda berpikir, saya telah menabur banyak hal baik; saya sudah hidup dalam Roh. Kapan panen itu tiba? Itulah yang dibicarakan ayat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik,” karena Anda dapat mencurahkan hidup Anda untuk berjalan dalam Roh dan bertanya-tanya mengapa ini hal sulit dalam hidup Anda. "Jangan jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai jika kita tidak berkecil hati.” Batas waktu itu adalah waktu Allah. Orang Kristen sering bertindak seperti anak-anak. Mereka ingin menabur dan menuai pada hari yang sama. Inilah nasehat untuk kita: “Janganlah berkecil hati. Jangan menjadi lelah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan berdosa dengan menjadi kecil hati. Dalam 1 Korintus 15:58, Paulus berkata, “Saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Terus lakukan itu, ketahuilah kerjamu tidak sia-sia. Tidak ada tempat untuk kelelahan, tidak ada tempat untuk kemalasan rohani. Allah telah setia kepada kita, jadi kita harus setia untuk menabur benih kebenaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, prinsip tersebut telah dinyatakan dan pemenuhannya dijanjikan. Hukum ilahi diterapkan dalam ayat 10, “Karena itu, selama kita ada kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama bagi mereka dari keluarga seiman. Kesempatan itu adalah periode waktu antara keselamatan kita dan pemuliaan kita.” Marilah kita berbuat baik kepada semua orang. “Yang baik” yang dia bicarakan adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, semua yang bajik, mulia, dan terhormat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru itu penuh dengan panggilan pada kita untuk melakukan yang baik, untuk membungkam para kritikus, untuk menyatakan transformasi yang telah dilakukan Kristus dalam hidup kita, untuk menjadi terang dunia. Inilah makna kesaksian Kristen kita. Jadi selagi kita berada dalam musim kehidupan ini, marilah kita berbuat baik kepada semua orang; marilah kita dikenal oleh kebaikan kita. "Khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga seiman,” khususnya kepada rekan yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 2:19, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dengan orang-orang kudus dan anggota keluarga Allah.” Anda adalah bagian dari keluarga-Nya dari setiap keluarga di surga dan bumi yang mendapat namanya. Inilah harus menjadi motivasi untuk menjalani hidup Anda, untuk hidup oleh Roh, supaya Anda dapat menuai buah Roh itu. Kekudusan adalah tuaian taburan yang benar. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 May 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200524</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000A0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memulihkan Saudaramu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000009F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+6:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 6:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang kembali ke Galatia setelah Paskah. Paulus telah mempertahankan kerasulannya, dia telah membela Injil, dan dia telah mendefinisikan apa artinya menjalani kehidupan Kristen, kebebasan dalam Kristus daripada legalisme. Dalam Galatia 1 dan 2 Paulus membela kerasulannya, dalam Galatia 3 dan 4 ia membela Injil. Dan dalam Galatia 4 dan 5 ia membahas masalah-masalah kehidupan Kristen.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis tentang kehidupan rohani dan bagaimana berjalan dalam Roh Kudus, bagaimana menjalani kehidupan bebas di dalam Kristus yang masih tetap taat. Galatia 5:16, “Tetapi Aku berkata: hiduplah oleh Roh, dan kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Karena keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh melawan keinginan daging, karena ini bertentangan satu sama lain, sehingga kamu tidak boleh melakukan hal-hal yang kamu inginkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jika Anda dipimpin Roh, Anda tidak berada di bawah hukum Taurat. Nah perbuatan daging terbukti, yaitu: amoralitas, kenajisan, sensualitas, penyembahan berhala, sihir, permusuhan, perselisihan, kecemburuan, ledakan kemarahan, perselisihan, pertikaian, fraksi, iri hati, kemabukan, berpesta-pora, dan hal-hal seperti ini, dari yang aku peringatkan kepadamu, sama seperti aku telah memperingatkan kamu, bahwa mereka yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan mewarisi kerajaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 6:1-6, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, pulihkanlah orang itu ke jalan yang benar secara lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Saling menanggung beban, dan dengan demikian memenuhi hukum Kristus. 3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap orang menguji pekerjaannya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6 Dan baiklah dia, yang diajari dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” Gereja harus menghadapi kenyataan ini. Seperti halnya kita menginginkan kesatuan, kemurnian, kebajikan, dan kekudusan, gereja akan selalu terbagi antara mereka yang hidup dalam Roh dan mereka yang hidup dalam kedagingan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada setiap saat dalam kehidupan gereja, kita memiliki keduanya secara berdampingan. Kita berjuang dalam diri kita sendiri dengan konflik ini. Lihatlah Roma 7:14-25, “Kita tahu bahwa hukum Taurat adalah rohani; tetapi aku bersifat daging, terjual sebagai budak dosa. 15 Saya tidak mengerti apa yang aku lakukan. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. 16 Dan jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui bahwa hukum Taurat itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“17 Kalau demikian bukan aku sendiri yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. 18 Karena aku tahu, bahwa di dalam aku, tidak ada sesuatu yang baik, yaitu di dalam sifat dosaku. Sebab kehendak berbuat baik memang ada di dalam aku, tetapi aku tidak dapat melakukannya. 19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. 20 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku yang memperbuatnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“21 Demikianlah aku dapati hukum ini: Meskipun aku ingin berbuat baik, kejahatan itu ada padaku. 22 Karena di dalam hatiku aku suka akan hukum Allah; 23 tetapi aku melihat hukum lain sedang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang bekerja di dalam diriku. 24 Aku manusia celaka! Siapakah yang akan menyelamatkan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada Allah, yang membebaskan aku melalui Yesus Kristus!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi itu benar dalam kehidupan setiap orang percaya. Ada pertempuran yang terjadi antara kuasa Roh yang memberi kekuatan pada ciptaan baru dan kuasa kedagingan dalam tubuh tersisa. Karena ada perjuangan pada setiap orang Kristen, juga ada perjuangan di dalam setiap gereja. Selalu ada beberapa orang yang pada suatu saat berjalan oleh Roh, dan yang orang lain yang berjalan dalam kedagingan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagaimana hubungannya proses pengudusan itu dengan ini? Sanktifikasi atau proses pengudusan kita ini adalah berkurangnya seringnya dosa. Ini adalah intensitas yang menurun dari kejadian-kejadian di mana kita berjalan dalam daging. Apa yang terjadi adalah, ketika Anda dikuduskan dan menjadi semakin dekat dengan pribadi Yesus Kristus, Anda akan mengurangi waktu Anda hidup di dalam daging, dan kejadian daging itu tidak sekuat dulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru mengatakan banyak tentang ini. Dalam 1 Korintus 5, Paulus menulis kepada sebuah gereja yang sama seperti gereja lain berjuang melawan dosa. Ada orang-orang yang berjalan dalam Roh dan mereka tampaknya tidak melakukan apa-apa tentang mereka yang berjalan dalam daging. Paulus memberi tahu mereka, “Anda harus berurusan dengan orang yang tidak bermoral ini secara terbuka, dan Anda harus menyerahkannya, jika perlu, kepada Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada kehancuran duniawi, tetapi jiwanya akan diselamatkan,” yang menunjukkan bahwa ini adalah orang percaya yang hidup dalam daging. Mereka tidak melakukan itu. "Tidak tahukah kalian, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?” Buanglah ragi lama sehingga Anda bisa menjadi adonan baru. Karena Kristus menawarkan pengorbanan untuk menebus dosa, jadi Anda perlu menghadapi dosa itu dan mengurusnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berbicara tentang suatu peristiwa di mana dosa diperhadapkan, dan ada tanggapan positif dalam kehidupan individu ini. Jadi dalam 2 Korintus 2:6-8 Paulus berkata, “Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu menegaskan kembali kasihmu kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9-11, “Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab siapapun yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, seandainya ada yang harus kuampuni, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.” Setan itu ingin ada perpecahan di gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah orang yang telah bertobat, dia kembali untuk pemulihan. Anda perlu mengampuni orang ini, Anda perlu mengasihi orang ini, Anda perlu menghibur orang ini, Anda harus merangkul orang ini sepenuhnya sehingga Setan tidak dapat menggunakan situasi ini untuk meneruskan perpecahan di dalam gereja. Paulus prihatin bahwa orang-orang di sana dituntun untuk menjauh dari kemurnian dan pengabdian kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kembali ke Galatia, apakah harus dilakukan gereja dalam menghadapi dosa semacam ini? Di mana ada dosa di dalam gereja, apakah tujuan kita? Galatia 6:1 mengatakan, "Pulihkan orang seperti itu." Sekarang inilah makna bagian ini. Tujuan disiplin rohani dan disiplin gereja bukanlah untuk mengeluarkan orang; itu pilihan terakhir bagi orang yang tidak mau bertobat. Inti dari semua konfrontasi dosa ini adalah pemulihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apa pola yang harus kita gunakan dalam mendekati dosa, menanganinya, sampai pada titik pemulihan itu? Dalam Matius 18 kita memiliki instruksi pertama yang pernah diberikan kepada gereja oleh Tuhan kita dalam Perjanjian Baru. Ayat 15, “Apabila saudaramu berbuat dosa terhadap kamu, tegorlah dia dibawah empat mata. Jika dia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16-18, “Tetapi jika dia tidak mau mendengar, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu ditetapkan. 17 Dan jika dia menolak untuk mendengarkan mereka, sampaikan soalnya kepada jemaat. Tetapi jika dia bahkan menolak untuk mendengar jemaat, pangdanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau pemungut cukai. 18 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya apapun yang kamu ikat di bumi akan terikat di surga, dan apapun yang kamu lepaskan di bumi akan dilepas di surga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, keluarkanlah dia dari gereja jika dia tidak mau bertobat. Anda telah pergi ke orang itu, Anda telah membawa dua atau tiga saksi, seluruh jemaat diberi tahu dan ia masih belum mau bertobat, perlakukanlah dia sebagai orang luar, karena, seperti yang telah kita baca di 1 Korintus 5:6, “Sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan.” Anda tidak bisa membiarkan mereka di sana dalam keadaan dosa terus menerus, ia akan mempengaruhi orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang jika mereka bertobat, lihatlah Matius 18:21, “Datanglah Petrus dan berkata, ‘Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berdosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Peter tahu polanya. “Ya, jika kamu melakukan ini, orang itu akan berbuat dosa lagi. Seberapa sering Anda terus melakukan itu? Apakah kita harus mengampuninya tujuh kali?” Para rabi mengatakan tiga kali. Petrus berpikir dia akan menggandakannya dan menambah satu karena dia merasa agung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22, “Yesus berkata kepadanya, ‘Bukan! Aku berkata kepadamu, bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Anda perlu memaafkan dan memaafkannya terus menerus. Pada akhir segalanya, pengampunan itu adalah apa yang menopang dan memulihkan semua hubungan. Jadi di mana ada dosa dan pertobatan, bagaimana caranya kita berurusan dengan proses pemulihan itu; karena Galatia 6:1 mengatakan, "Pulihkanlah orang seperti itu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang harus dilakukan gereja? Galatia 5:26 mengatakan, “Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang, dan saling mendengki.” Menantang secara harfiah berarti "menciptakan konflik." Jadi ada potensi di sini untuk konflik besar di antara yang sombong dan yang iri. Orang yang sombong biasanya adalah orang-orang spiritual, yang "berpikir memiliki klaim yang sah untuk dihormati." Itulah keangkuhan, kesombongan kosong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Galatia 5:13, Paulus berkata, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam kedagingan, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Tetapi jika Anda saling menggigit dan menelan satu sama lain, awaslah jangan Anda saling membinasakan.” Dan kemudian dia berkata, “Hiduplah oleh Roh dan bukan daging. Jika kalian tidak rukun, pasti akan ada konflik di gereja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Galatia 6:1-2 kita melihat penyelesaian untuk ini, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah saling menanggung beban! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Ada tiga langkah ketika Anda menemukan seseorang berjalan dalam daging. Nomor Satu: Angkatlah mereka. "Saudara-saudara, jika ada yang terjebak dalam pelanggaran."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sikap Anda harus "dalam semangat kelemahlembutan." Inilah kerendahan hati. Itu adalah jenis kepedulian yang rendah hati, lembut, berjiwa manis, dan penuh kasih sayang terhadap orang yang tersandung itu; dan Anda di situ harus mengangkat orang itu. Jadi pada dasarnya Anda mengikuti pola kelemah-lembutan dan kebaikan Kristus. Yakobus 4 memberitahu kita supaya jangan menghakimi. Itu berarti “berbicara melawan seseorang dengan cara yang merendahkan, dengan cara menuduh dan memfitnah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kadang-kadang mereka tidak menginginkan itu dan mereka tidak menanggapi. 2 Tesalonika 3:6, “Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang menjalani kehidupan yang sulit diatur.” Anda ingin menjauhkan diri, karena ‘sedikit ragi sangat merusak.’ Di akhir ayat 1, “sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” Dengan kata lain, Anda tidak lebih baik dari pada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, dukunglah mereka. Sekarang Anda mendapat tanggung jawab, ayat 2 mengatakan, untuk saling menanggung beban, dan dengan demikian memenuhi hukum Kristus.” Anda coba memikul beban ketika mereka mencoba keluar dari bawah dosa yang telah menimpa mereka; Anda memikul beban bersama mereka. Apapun yang menekan orang percaya itu, apapun yang telah mengalahkan orang percaya itu, Anda ikut berkorban, dan ikut menanggung beban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Anda melakukan itu, ketiga, Anda memenuhi hukum Kristus. Apakah hukum Kristus itu? Hukum Kristus adalah hukum kasih. Yakobus 2:8 mengatakan itulah hukum kerajaan. Apakah hukum yang sempurna dan hukum kerajaan? “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Anda memenuhi hukum kasih dengan ikut menanggung beban orang percaya yang tersandung. Anda berdiri bersama mereka, Anda berjalan bersama mereka, Anda peduli pada mereka, dan Anda berdoa bersama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, “Jika ada yang menyangka dia hebat, padahal dia tidak berarti, dia menipu dirinya sendiri.” Jika Anda merasa Anda terlalu baik untuk melakukan ini, Anda tidak tahu kebenaran tentang diri Anda. Jika Anda pikir ini di bawah Anda, Anda menipu diri sendiri. Kesombongan adalah kemuliaan sia-sia. Anda bukan apa-apa pada saat Anda berpikir Anda sesuatu. Lalu bagaimana Anda menipu dirimu sendiri? Dengan membandingkan dirimu dengan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang percaya itu tidak diperbolehkan. Ayat 4 menjelaskan itu. Daripada membandingkan diri Anda dengan orang lain, "Baiklah tiap orang menguji karyanya sendiri,” dengan cara absolut, jangan dibandingkan dengan orang lain. Anda harus menyelidiki hidup Anda sendiri. Apakah aku seperti apa yang Kristus inginkan dari aku? Anda perlu melakukan itu, karena, ayat 5 mengatakan, “Sebab tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.” Itulah bagasi kita sendiri. Bandingkanlah itu dengan Firman Tuhan dan Kristus sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 5:10, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya, dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” Baik itu emas, perak, batu permata atau kayu, rumput kering atau jerami; Anda harus menghadap di pengadilan bema, pengadilan orang-orang percaya di hadapan Tuhan. Anda akan dihakimi berdasarkan bagasi Anda sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu, terakhir, ada tugas terakhir dalam ayat 6, “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” Maksudnya adalah Anda sekarang memiliki hubungan pengajaran dengan orang percaya ini yang akan menanggapi instruksi Anda dengan membagikan hal-hal baik kembali kepada Anda, jadi itu bukan usaha jangka pendek. Sekarang Anda telah menjadi instruktur, "Orang yang mengajarkan kita untuk berbagi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah kata “persekutuan,” Untuk berbagi dengan guru dalam semua hal yang baik. Dan itu akan terjadi jika Anda membangun orang percaya itu ke dalam Firman, ia akan berbagi kembali dengan Anda semua hal baik. Paulus berkata, Anda akan menerima semua manfaat rohani yang mengalir dari investasi Anda dalam kehidupan orang itu. Inilah caranya gereja menopang dan mempertahankan kesatuan kasihnya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 May 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200517</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000009F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Efek Mengasihi Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000009E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+21" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, kita telah menyelidiki kemuliaan Yesus Kristus. Kita melihat keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya. Dan seperti para rasul, kita telah meyembah Dia dengan takjub. Yohanes mencatat kata-kata-Nya yang luar biasa, mujizat ajaib-Nya, yang memuncak pada kematian-Nya dan kebangkitan tubuh-Nya, diikuti oleh berbagai penampilan-Nya. Dan Yohanes membawa Injil Yohanes ke puncaknya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil Yohanes menyediakan bukti keilahian dan kemesiasan Yesus Kristus, bukti yang menuntun Anda untuk percaya dan memiliki hidup kekal. Itulah makna tertinggi dari Injil Yohanes. Mengapa kita harus kembali ke Petrus? Tidak bisakah kita langsung ke kitab Kisah Para Rasul, dan ke kenaikan-Nya, dan ke Hari Pentakosta dan melihat Petrus? Mengapa kita memerlukan bab ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebab dengan semua kemuliaan yang telah datang sampai akhir Yohanes 20, akhirnya kemuliaan itu berakhir pada manusia, dalam ‘periuk tanah liat.’ Inilah untuk kita. Ketika Tuhan kita naik ke surga dan Roh Kudus datang, pekerjaan itu diserahkan kepada kita, periuk-periuk tanah liat yang lemah, dan jelek, yang dapat pecah, dan ternoda, dan dapat diganti. Kita harus membawa maju Injil yang mulia itu, bahkan dalam kerapuhan dan kelemahan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus melakukan cukup banyak hal buruk sehingga kehilangan pentahbisan kerasulannya. Kadang-kadang dia berbicara untuk iblis, kadang-kadang dia menarik Yesus ke samping dan mengatakan kepada-Nya apa yang harus dilakukan-Nya; dan ketika keadaan sulit, dia menyangkal tiga kali bahwa dia mengenal Tuhan, dan kemudian dia bersumpah. Yohanes 21:1, “Kemudian Yesus menampakkan diri-Nya lagi kepada murid-murid di Laut Tiberias, dan Ia menyatakan diri-Nya sebagai berikut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2, “Disitu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut si kembar, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus (Yakobus dan Yohanes) dan dua murid-Nya yang lain (Filipus dan Andreas). Inilah semua murid yang pekerjaannya nelayan. Mereka semua dari Galilea; dan termasuk Tomas itu. 3 Simon Petrus berkata kepada mereka, "Aku mau mancing." Jangan salah mengerti, ini bukan rekreasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan telah memberi tahu mereka dalam Matius 28:16, “Pergilah ke Galilea, ke sebuah bukit yang Aku katakan kepadamu, dan tunggu di sana untuk perintah selanjutnya.” Aku akan datang kesana; kalian tunggu saja. Secara impulsif, Petrus memutuskan untuk kembali ke pekerjaannya sebelumnya. Dan dia adalah seorang pemimpin, dan seperti sekelompok pengikut, semua nelayan lain pergi bersamanya. Mereka kembali ke daerah mereka sendiri dan mungkin kembali ke perahu Petrus sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah perahu yang cukup besar untuk mereka semua dan mereka membawa jala. Mengapa Peter mengatakan, "Aku mau mancing"? Bukankah dia telah melihat Kristus yang bangkit? Iya. Tapi dia sama sekali tidak percaya diri. Dia terbukti gagal. Dia telah melebih-lebihkan kebijaksanaannya, dia membual tentang kekuatannya. Dia secara terbuka menyatakan bahwa dia dapat menangani ancaman apa pun dan kesombongan itulah menyebabkan dia mengkhianati Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sisa ayat 3 mengatakan, "Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa pun." Ayat 4, “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi para murid tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk? Jawab mereka, "Tidak." Ini pernah terjadi sebelumnya di Lukas 5. Dan masih ingat apa yang dilakukan Petrus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memancing sepanjang malam tanpa hasil. Tetapi ketika mereka menaati Yesus, mereka mendapatkan begitu banyak ikan sehingga jala mereka mulai rusak. Dan Petrus merasa tidak layak. Di sinilah dia kembali, manusia berdosa yang sama di hadapan Anak Allah yang sama. Ayat 6, Yesus berkata kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka kamu akan peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada ikan di tempat itu. Tetapi ketika Tuhan berkata kepada mereka, "Cobalah sisi kanan perahu," otoritas suara-Nya menyebabkan ikan melakukan apa yang mereka lakukan, meskipun para murid tidak tahu siapakah orang di pantai itu. 7 Oleh karena itu murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, 'Inilah Tuhan.' Tangkapan besar ini mengingatkan mereka apa yang telah terjadi sebelumnya, dan inilah mukjizat terakhir dalam Yohanes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ketika Simon Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, dia mengenakan pakaian luarnya (sebab dia telanjang untuk pekerjaan itu), dan terjun ke laut." Inilah cara Petrus, sangat impulsif. Ayat 8, “Tetapi murid-murid lain datang dengan perahu kecil (karena mereka tidak jauh dari darat, sekitar seratus meter) menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan diatasnya ikan dan roti.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sudah membuat sarapan. 10 Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap itu. 11 Simon Petrus naik ke perahu dan menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar, seratus lima puluh tiga ekor banyaknya.” Itulah kesaksian saksi mata dari suatu angka, mereka menghitung-nya; dan ini adalah bukti bahwa ini adalah mujizat nyata. “Dan sungguhpun ikan sebanyak itu, jala itu tidak koyak.” Ada satu mujizat lagi; tangkapan besar tanpa jala terkoyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang setelah Petrus dan murid lainnya tahu bahwa Yesus ada di sana, mereka tidak dapat memancing lagi. Itulah pelajaran-Nya: Anda tidak bisa memancing; Saya mengendalikan ikan. Anda tidak bisa memancing ikan pada saat Anda dipanggil untuk memancing manusia (Matius 4:19). Kemudian Tuhan melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia mulai memulihkan Petrus dan murid lainnya. Ayat 12, “Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.' Tidak ada diantara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13, “Yesus maju kedepan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.” Saya tidak tahu seperti apa percakapan itu, tetapi pasti intens. Pasti ada banyak permintaan maaf. Kita semua bersalah melarikan diri. Dan kita semua lemah, dan kita semua tidak berguna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Tuhan mulai pemulihan itu. Mungkin Anda berpikir bahwa Dia akan cari kelompok pengganti. Tetapi disinilah ada kabar baik. Bagaimana caranya Yesus akan memuridkan seorang murid? Bagaimana caranya Yesus mengembali-kan seorang murid yang tidak taat? Bagaimana Yesus akan melakukan konseling Alkitabiah? Bagaimana Dia memulihkan mereka supaya berguna? Apakah Anda mau tahu? Dia mengajukan kepadanya satu pertanyaan saja, tiga kali: “Apakah kau mengasihi Aku?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mendengar banyak tentang konseling Alkitabiah, pemuridan. Saya telah membaca banyak buku tentang ini. Jadi bagaimana Yesus memuridkan murid yang tidak taat dan lemah? Dengan bertanya padanya tiga kali, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Ini mengejutkan karena kesederhanaannya. Tidak ada ketidakpastian dalam hal itu, benar? "Apakah engkau mengasihi Aku?" Inti dari apa yang diminta Tuhan kita untuk memulihkan murid yang paling kritis bagi gereja mula-mula adalah kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya selalu tahu bahwa saya perlu percaya kepada-Nya, melayani Dia dan bersaksi bagi-Nya. Saya tidak banyak berpikir tentang mengasihi-Nya. Tetapi saya seharusnya tahu hal itu, karena itu adalah perintah pertama dan terbesar. Ulangan 6:5, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu.” Matius 22:37, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang Allah inginkan dari saya? Allah ingin saya mengasihi Kristus dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan saya. Itulah kehidupan Kristen. 1 Korintus 16:22 mengatakan, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia.” Motivasi untuk proses pengudusan Anda dan motivasi untuk semua pelayanan Anda sangat sederhana: "Apakah Anda mengasihi Yesus?" Jadi marilah kita lihat percakapan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus, 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada hal-hal ini?'” Yesus selalu memanggilnya dengan nama lama ketika dia bertingkah seperti dirinya yang dulu, sebagai orang percaya yang tidak taat.” Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari ini?" Maksud-Mu lebih dari murid-murid ini? Itu tidak cocok. Mereka bersalahnya sama dengan dia. Mereka sama-sama tidak taat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak. Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada perahu, jala, memancing dan semua ini dari kehidupanmu sebelumnya? Ini seperti di Matius 16:24, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya.” Lepaskanlah semua yang dulu membentuk hidup Anda. Yesus memakai kata ‘agape’, kasih yang tertinggi dan yang paling mulia. “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari apa pun yang engkau kasihi di dunia ini?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus pasti sangat sedih. Dia berkata kepada Yesu di ayat 15, “Ya, Tuhan; Engkau tahu bahwa aku mengasih-Mu." Tapi dia mengubah kata itu. Dia tidak menggunakan agape, kasih tertinggi, yang paling mulia dari keinginan. Dia berkata, "Aku mengasihi-Mu," tetapi dia menggunakan ‘phileo’, yang hanya berarti kasih sayang yang hangat. "Aku sangat menyukai-Mu." Mengapa? Karena dia merasa bersalah, patah hati dan rendah hati. Dia tidak sanggup mengatakan, "Aku mengasihi-Mu pada tingkat tertinggi, yang paling mulia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Petrus, "Aku harus memanggil kemahatahuan-Mu, dimana Engkau tahu bahwa aku memiliki kasih sayang yang mendalam kepada-Mu." Memang berkat besar bahwa Tuhan tahu segalanya dan Dia tahu bahwa kita mengasihi Dia, bahkan pada saat itu tidak jelas. Dia tahu saya benar-benar mengasihi-Nya. Saya tidak mengasihi-Nya seperti seharusnya. Kasihku bukan segalanya seperti seharusnya, tetapi kasih tu nyata. Itulah kata Petrus. Kata Tuhan kepadanya, "Berilah makan kepada domba-domba-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah pentahbisannya, "Kau diterima." Setelah semua hal bodoh yang dilakukan Petrus, Yesus menempatkannya kembali dalam pelayanan: "Berilah makan domba-domba-Ku." Yesus berkata bahwa anak-anak domba itu adalah milik-Ku.” Bahkan dengan kasih yang jauh kekurangan daripada kasih yang layak dan yang diinginkan Tuhan, Petrus dipulihkan kembali ke dalam pelayanan dengan kasih yang hanya Tuhan tahu dalam kemahatahuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Beri makan domba-domba-Ku: Anak-anakku yang lemah, rentan dan cenderung tersesat. Saya melmberikan semuanya ke dalam tangan Anda.” Ingatlah Yohanes 17, di mana Tuhan kita berdoa kepada Bapa-Nya, “Aku akan pergi ke kayu salib. Bapa, ketika Aku pergi ke salib, Aku memberikannya kepada Engkau untuk dijaga.” Ketika Dia tidak bisa merawat mereka lagi, Dia menyerahkan mereka kepada Bapa-Nya, dan tidak ada yang bisa mengambil mereka dari tangan Bapa-Nya. Tetapi di sini Yesus menyerahkan mereka kepada Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16, “Kata Yesus kepadanya untuk yang kedua kalinya, “Simon, putra Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku (agape)? Jawab Petrus kepada-Nya, ‘Benar Tuhan; Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. "Kata Yesus kepadanya, “Peliharalah domba-domba-Ku. 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Dan kali ini Yesus menggunakan kata ‘phileo.’ Petrus, 'apakah engkau benar-benar memiliki kasih sayang yang kuat kepada-Ku?' ”Ini benar-benar menyakitkan. Ini menyelidiki hati Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus merasa sedih, bukan karena ini pertanyaan yang ketiga kalinya. Dia membutuhkan itu tiga kali. Karena dia telah menyangkal Tuhan tiga kali. Dia sedih sebab untuk ketiga kalinya Tuhan masih mempertanyakan kasih ‘phileo’ yang Petrus pikir dia bisa lakukan. Dan sekali-lagi dia panggil kemahatahuan-Nya. “Jawab Petrus kepada-Nya, ‘Tuhan, Engkau tahu segala hal; Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu. Kata Yesus kepadanya, ‘Berilah makan domba-domba-Ku.’”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan segala kekurangan kita dan semua kegagalan kita, permintaan Yesus dari kita hanyalah kasih sejati. Nah kasih ini ada biayanya, ayat 18, “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Apakah artinya itu? Itu adalah kata pengganti untuk penyaliban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ayat 19 mengatakan, “Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” Ini adalah berita terbaik yang pernah Petrus dengar dalam hidupnya. Ya, karena itu memberi tahu Petrus, "Lain kali engkau menghadapi maut bagi-Ku, kau tidak akan menyangkal Aku." Dan ketika waktunya tiba, Petrus berkata dia tidak layak disalibkan seperti Tuhannya, jadi dia minta untuk disalibkan terbalik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yesus, "Ikutlah Aku!" Kasih yang berkorban dalam menghadapi kematian adalah kasih yang taat dalam hidup. Tetapi bagi Petrus semuanya sulit. Ayat 20, “Ketika Petrus, berpaling, ia melihat murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang bersandar pada dada-Nya waktu makan, dan berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan mengkhianati Engkau?” Petrus tidak tahan ketika hak istimewa diberikan kepada Yohanes untuk berada di sebelahnya Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21, “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah akan terjadi dengan dia ini?” Yesus tidak banyak bicara, tetapi ini lucu. Ayat 22, “Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Jikalau dia hidup sampai Aku datang untuk kedua kalinya, itu bukan urusanmu. Itu sarkasme. Kata Yesus, "Itu bukan urusanmu jika Aku ingin dia hidup sampai kedatangan-Ku yang kedua.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kabar angin itu keluar. Ayat 23, “Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid ini tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” Ketika Yohanes akhirnya membuka mulutnya, ia menghasilkan Injil Yohanes, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes dan kitab Wahyu. Yohanes meninggal 30 tahun setelah Petrus disalibkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus belajar pelajarannya. Dalam 1 Petrus 5, Petrus berbicara kepada kita sebagai gembala yang setia. Ayat 2, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu.” Dia mengulangi apa yang Yesus katakan kepadanya tiga kali, “jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 24, “Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.” Petrus telah berubah dari seorang murid yang perlu didisiplinkan menjadi guru kita yang diilhami Allah, yang memberi tahu kita untuk menggembalakan kawanan domba Allah. Seperti yang telah kita baca sebelumnya, “meskipun kalian belum melihat Yesus, kalian mengasihi Dia.” Petrus menutup suratnya dengan, “Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 May 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200510</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000009E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanda-tanda Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000009D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:30-31" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:30-31</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita sampai pada dua ayat terakhir dalam Yohanes 20, kita sampai pada pernyataan tujuan Yohanes. Inilah sebabnya dia menulis Injil ini. Dia menulis dalam ayat 30-31, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Kristus, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes memiliki dua tujuan yang dinyatakan, yang satu adalah bukti dan yang lainnya adalah penginjilan. Yang pertama berdasarkan akal budi, yang kedua berdasarkan iman. Yang pertama adalah supaya Anda percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, berdasarkan bukti. Yang kedua adalah supaya Anda, oleh kepercayaan, memiliki kehidupan dalam nama-Nya; itu penginjilan. Buktinya ada di sini sehingga kita dapat percaya, dan dengan kepercayaan itu memiliki hidup kekal dalam nama-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 8:24, Tuhan kita pada dasarnya menyatakan identitas-Nya eksklusif. “Jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." Yang positif adalah di Yohanes 14:6, “Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup; tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Tidak ada orang lain yang sanggup mendamaikan kita dengan Allah, hanya Yesus. Dialah satu-satunya Juruselamat, satu-satunya cara menuju kepada kehidupan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu Allah, hanya satu Juru Selamat dan hanya satu Injil. Selain dari iman kepada Kristus tidak ada jalan keluar dari penghukuman kekal; oleh karena itu, sangat penting bahwa Allah memberi kita bukti bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Dan bahwa bukti itu bisa dimengerti supaya kita dapat menyimpulkan bahwa Dia benar satu-satunya Mesias, Anak Allah, Penebus dan Juru Selamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian karena akal budi kita telah membawa kita kepada keyakinan itu; iman kita membawa kita kepada Kristus sendiri; dan kita percaya dan menerima hidup kekal. Anda dapat mengabaikan semua agama lain di dunia, tidak ada yang menawarkan keselamatan. Mereka semua adalah tipuan. Tidak ada Juruselamat lain. Tidak ada Injil lain. Tidak ada Allah lain selain Allah di Kitab Suci. Tidak ada buku lain selain dari Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes menyatakan eksklusivitas Kristus dengan mengatakan dalam ayat 30, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini.” Jika Anda mengambil semua mujizat yang dicatat Yohanes dan menambahkan semua mujizat lain yang ada dalam Injil-Injil, ada terdaftar sekitar empat puluh mujizat yang dilakukan Yesus. Dan khususnya, ada tujuh tanda mujizat istimewa dalam Injil Yohanes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu sama sekali bukan jumlah semua mujizat yang pernah dilakukan Yesus. Bahkan, ada banyak hari dimana Dia melakukan empat puluh mujizat atau lebih dalam satu hari. Ada banyak jam dimana Dia melakukan tujuh mujizat atau lebih. Selama tiga tahun, hidup-Nya ditandai oleh mujizat demi mujizat, dalam ledakan kuasa ilahi yang pada dasarnya menghilangkan penyakit dari tanah Israel selama masa pelayanan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para penulis Injil, dan khususnya Yohanes, mencatat hanya beberapa mujizat saja sebagai bukti siapakah Dia, dan penting bagi Anda untuk memahami siapakah Dia supaya Anda percaya bahwa Dia itu Juruselamat. Yohanes 21:25 mengatakan, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, saya kira dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika kita berbicara tentang tanda-tanda kita menjelaskan tujuan mujizat itu. Apakah tujuan sebuah tanda? Tanda itu menunjuk kepada sesuatu. Saat Anda berada di tanda itu, Anda menyadari bahwa Anda menuju ke arah yang benar. Ayat 31 mengatakan, “Tanda-tanda ini telah ditulis oleh Yohanes supaya Anda percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah; dan supaya kepercayaan itu mengakibatkan Anda memiliki kehidupan dalam nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang tanda-tanda apakah yang dimaksud Yohanes? Ada yang mengatakan bahwa ketika Yesus berkata, “Sama seperti ular diangkat di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus diangkat,” dalam Yohanes 3:14 Dia membicarakan diri-Nya sendiri sebagai Yang menunjukkan kuasa Allah untuk menyembuhkan dan memulihkan mereka yang digigit. Orang lain mengatakan bahwa perjalanan-Nya ke Yerusalem dengan keledai, yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama oleh Zakharia, adalah tanda lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang lain mengatakan bahwa Dia menubuatkan kematian-Nya sendiri, bahkan perincian mengenai kematian, penangkapan, penderitaan, dan penyaliban-Nya sendiri, seperti yang tercatat dalam Yesaya 53 adalah indikasi bahwa Yesus adalah Mesias. Dan tentu saja, semua hal ini menunjuk kepada-Nya sebagai Mesias, dan begitu juga berkali-kali yang Dia katakan sepanjang Injil Yohanes, “Aku adalah air hidup. Akulah roti kehidupan, Akulah Gembala yang Baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah sebenarnya yang dimaksud Yohanes dengan "tanda-tanda ini?" Dia berbicara tentang tujuh mujizat itu di dalam Injil Yohanes. Yohanes mencatat tujuh mujizat khusus sampai dan termasuk kebangkitan Yesus. Ada mujizat lain setelah kebangkitan dalam Yohanes 21 di mana Tuhan menunjukkan kendali-Nya atas ikan, kuasa atas kerajaan binatang dan membuat binatang melakukan apa pun yang Dia ingin mereka lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengarah kemana kita ada sekarang di ayat 30-31, ada tujuh mujizat. Ini adalah tanda-tanda yang ada dalam pikiran Yohanes. Tiga orang selama pelayanan Yesus dibangkitkan dari kematian, yang ketiga adalah Lazarus. Kemudian Yesus sendiri dibangkitkan dan mereka tetap tidak percaya. Yesus berkata sebelumnya, "Jika mereka tidak percaya Kitab Suci, mereka tidak akan percaya meskipun orang dibangkitkan dari antara orang mati."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi menginginkan mujizat supranatural. Jadi dalam Yohanes 4:48, Yesus berkata, "Jika kamu tidak melihat tanda-tanda dan mujizat, kamu tidak akan percaya." Dalam Yohanes 5:36 Tuhan kita berkata, “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes Pembaptis, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa telah mengutus Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 6:26, “Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Itu terjadi setelah Dia telah memberi makan sebanyak 20.000 orang. Kalian ingin makanan itu. Kalian ingin kesembuhan. Kalian ingin dibebaskan dari setan. Kalian ingin dibebaskan dari kematian. Kalian sekarang hanya mengejar tanda-tanda untuk kepuasan kalian sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tanda-tanda sepanjang pelayanan-Nya di Galilea, mujizat sepanjang tahun terakhir kembali-Nya ke Yudea, tapi mereka masih ingin lebih banyak tanda; itu tidak pernah cukup. Di Yohanes 10:17-18 Yesus berkata, “Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. 18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 10:37-38 mengatakan, “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada di dalam Aku dan Aku di dalam Dia.” Inilah akhir pelayanan-Nya, ketika Dia mengklaim Dia adalah yang dinatakan tanda-tanda itu, mereka menuduh Dia menghujat. Ayat 39, “Sekali lagi mereka mencoba untuk menangkap Dia, untuk menahan Dia, untuk membunuh Dia, tetapi Dia menghindari mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda pertama datang di Yohanes 2 di mana Yesus berada di pesta pernikahan dan mereka kehabisan anggur pada hari ketiga dari perayaan tujuh hari itu. Jadi Yesus, atas permintaan ibunya, mengubah enam tempayan berisi air, masing-masing isinya tiga puluh galon, menjadi anggur terbaik yang pernah ada. Ayat 11, “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 4, untuk mujizat kedua yang dinyatakan sebagai tanda. Ini adalah penyembuhan putra bangsawan, ayat 47 mengatakan, yang sakit hampir mati, dan inilah di mana Yesus berkata dalam ayat 48, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” Yesus menyembuhkan anak itu yang hampir mati, dan ayat 54 mengatakan, “Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.” Jadi sekarang kita tahu bahwa tanda-tanda itu adalah mukjizat khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang ketiga terjadi di Yohanes 5, yang merupakan penyembuhan orang lumpuh di kolam Betesda. Dia lumpuh selama 38 tahun, dan ada takhyul bahwa yang pertama masuk ke dalam air itu akan disembuhkan. Yesus datang dan menyembuhkannya secara instan. Dan berkata kepadanya untuk berdiri, mengambil tilamnya dan berjalan, setelah tidak berjalan selama 38 tahun. Inilah mujizat pemulihan dan rehabilitasi total yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah tanda keempat, dimana Yesus berkuasa atas hukum alam, karena dalam Yohanes 6:1-14, Ia menciptakan makanan untuk memberi makan 5.000 orang lelaki. Dia mulai dengan dua ikan dan lima roti jelai, dan Dia memberi makan sampai 20.000 orang, memberi mereka semua makanan sampai kenyang, dan masih ada dua belas bakul sisa untuk kedua belas rasul. Setelah itu, Dia berjalan di atas air dan menenangkan badai di Laut Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam Yohanes 9 kita melihat tanda kelima, Yesus menyembuhkan seorang pria yang adalah buta sejak lahir. “Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi itu terjadi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Pria ini disembuhkan untuk memamerkan Allah, untuk memanifestasikan kemuliaan Allah bagi orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian tanda keenam adalah di Yohanes 11, dimana Lazarus dibangkitkan dari kematian, dan ia telah mati selama empat hari, tubuhnya dalam keadaan busuk, namun Yesus membangkitkannya dari kematian. Ayat 4, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Semua tanda ini menunjukkan kemuliaan Allah yang terwujud dalam Anak Allah yang adalah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda ketujuh yang terakhir ada di Yohanes 20 dan itu adalah kebangkitan Yesus. Di Yohanes 2:18-21, “Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" 19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." 20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" 21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22, “Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.” Yohanes 20 mencatat tanda itu. Dia memiliki kekuatan untuk bangkit dari kematian dan menaklukkan maut. Itu adalah tanda-tanda yang dikatakan Yohanes adalah bukti bahwa ini adalah Mesias, Anak Allah. Itu terjadi untuk menunjukkan kemuliaan Allah di dalam Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah maksud yang Yohanes tegaskan dalam Yohanes 20:31, "Tanda-tanda ini diberikan supaya Anda dapat melihat kemuliaan-Nya sebagai Mesias, Anak Allah, dan percaya kepada-Nya." Dalam Yohanes 1:14, kita membaca, "Firman itu telah menjadi manusia," yang berarti Kristus “diam di antara kita, dan kita melihat kemuliaan-Nya." Dan kemuliaan apa itu? "Itu adalah kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tujuan dari tanda-tanda itu? Untuk memamerkan kemuliaan Allah di dalam Kristus. Sekarang apakah tanggapan mereka? Apakah ada orang yang percaya? Ada beberapa. Bahkan, dalam Yohanes 1:41, para murid yang menjadi rasul-Nya percaya. Andreas berkata, "Kami telah menemukan Mesias." Dan dalam Yohanes 1:49, Natanael berkata, "Engkau adalah Anak Allah." Itulah dua istilah yang digunakan orang percaya: Mesias dan Anak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian orang Samaria itu dalam Yohanes 4. Tuhan kita mengungkapkan siapakah Dia kepada wanita Samaria itu, ayat 25, “Jawab perempuan itu kepada-Nya,“ Aku tahu bahwa Mesias akan datang (yang disebut Kristus); apabila Ia datang, Dia akan menyatakan segala sesuatu kepada kita. '26 Kata Yesus kepadanya, "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." 28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya, lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang disitu, 29‘Mari lihat, di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 39, “Dan banyak orang Samaria telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi, ‘Dia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.’ Maka Dia tinggal di sana dua hari. 41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena firman-Nya; 42 dan mereka berkata kepada perempuan itu, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pria yang buta di Yohanes 9, apakah tanggapannya setelah ia disembuhkan? Dia tidak disembuhkan oleh iman, Yesus menyembuhkannya secara berdaulat. Yohanes 9:35, “Kemudian Yesus bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?' 36 Jawabnya, 'Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.' 37 Kata Yesus kepadanya, "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 38 Katanya,' Aku percaya Tuhan! Lalu dia sujud menyembah-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan ada beberapa penguasa yang percaya, Yohanes 12:42, “Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakui-Nya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan dari sinagog.” Setidaknya dua orang percaya yang diam ini muncul untuk menguburkan Tuhan dan menyatakan diri mereka sebagai pengikut sejati-Nya: Yusuf dari Arimatea, yang di makamnya Dia telah dikuburkan dan Nikodemus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang banyak di hari Pelewatan itu berubah-ubah dalam iman mereka. Yohanes 2:23, “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Pelewatan, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.” Tetapi Yesus tahu itu bukan iman yang benar. Itu adalah iman yang dangkal dan salah. Dalam Yohanes 8:31, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat mengecewakan; ada orang yang percaya secara dangkal pada Kristus, tetapi itu bukan iman yang menyelamatkan. Kesimpulannya dinyatakan dalam Yohanes 12:37, "Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak meujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya.” Seperti yang dikatakan di Yesaya 6, Allah telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka sehingga mereka tidak dapat melihat dengan mata mereka dan mengerti dengan hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak mau percaya, Allah menghakimi mereka, sampai mereka tidak bisa percaya. Sayangnya masih banyak orang seperti ini sekarang. Apakah Anda benar percaya? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 May 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200503</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000009D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Melihat dan Percaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000009C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:19-29" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:19-29</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah melihat kubur kosong yang merupakan bukti pertama kebangkitan Tuhan kita. Kita juga mencatat penampakan dua malaikat, yang merupakan bukti kedua dari Allah. Dan yang ketiga adalah banyak saksi mata, dan khususnya Maria Magdalena. Sungguh luar biasa bahwa seorang wanita dengan masa lalu seperti itu tanpa peran yang signifikan menjadi orang pertama yang melihat Kristus yang bangkit, dan bukan para rasul.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, sebelum mereka melihat Yesus, para murid penuh ketakutan dan keraguan. Kebangkitan itu adalah hal terakhir yang mereka harapkan. Bahkan mereka tidak percaya kesaksian saksi mata yang dikenal dan dapat dipercaya. Mengapa mereka berani mengkhotbahkan Kristus yang bangkit itu melawan kebencian, pertentangan, dan akhirnya menyerahkan nyawa mereka sebagai martir bagi Injil kebangkitan itu? Pasti ada peristiwa yang mengubah mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi pada hari kebangkitan itu? Tuhan kita keluar dari kubur pagi-pagi sekali, sebelum para wanita tiba di kubur. Makam itu kosong, batu digulingkan malaikat dan pakaian kubur terbaring di sana. Lukas 24:4, “Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka berpakaian berkilau-kilauan.” Kita tahu mereka malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5-8, “Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kalian, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari ketiga." 8 Maka mereka ingat akan perkataan Yesus itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus dan perempuan lain juga yang memberitahukan itu kepada rasul-rasul.” Semua itu saksi yang dapat dipercaya, pengikut Yesus yang terkenal. Ayat 11, “Tetapi bagi para rasul perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya perempuan-perempuan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"12 Tetapi Petrus bangkit dan lari ke kubur itu; dan sambil menjenguk kedalam, dia melihat kain kapan saja; lalu dia pergi, dan bertanya-tanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.” Sekali lagi, dia tidak yakin ada kebangkitan. Para wanita diberitahu oleh dua malaikat bahwa Dia telah bangkit. Mereka yang memberikan kesaksian itu adalah utusan dari surga. Inilah firman Allah tentang apa yang telah terjadi pada Tuhan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu, kita tahu Tuhan telah menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Beberapa hari kemudian kita baca dalam Lukas 24:13-35 tentang dua pengikut Yesus yang sedang dalam perjalanan ke kota Emaus. Mereka sedang berjalan dan berbicara. Dalam ayat 15, “Datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.16 Tetapi mata mereka terhalang untuk mengenali-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berada dalam tubuh fisik, tetapi dalam bentuk transenden. Ini adalah tubuh fisik yang cocok untuk dimensi lain, dunia lain. Jadi mereka berjalan dan berbicara dengan-Nya. Akhirnya mereka mengatakan betapa sedihnya mereka, karena yang mereka harapkan adalah Mesias yang sudah mati. Dan akhirnya, Tuhan kita menjelaskan kepada mereka bahwa inilah telah dijanjikan di Perjanjian Lama. Ayat 25, “Hai kamu orang bodoh, betapa lamban hatimu sehingga kalian tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26, "Bukankah Kristus harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” Dia memberi mereka interpretasi mesianik dari Perjanjian Lama yang berlaku bagi-Nya. Mereka masih belum tahu siapakah Dia. 28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Dia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">29 Tetapi mereka mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama mereka. 30 Waktu Ia duduk dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka satu sama lain, "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu berkumpul dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu, "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri-Nya kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itu menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan.” Jadi sekarang Maria Magdalena telah melihat Dia. Para wanita telah mendengar dari para malaikat. Dan dua pengikut di jalan menuju Emaus telah melihat Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 24:36, “Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kalian!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka mereka melihat hantu. 38 Dan Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya ada keragu-raguan di dalam hati kalian? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulang, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan bakar dan sarang madu. 43 Ia mengambil-nya dan memakannya di depan mata mereka.” Sekarang marilah kita kembali lihat Yohannes 20:19, “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu terkunci karena mereka takut sama orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kalian!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.” Ketika dikatakan pintu-pintu itu ditutup, kata Yunani sebenarnya berarti dipalang atau digembok dari dalam. Mereka tahu, karena Tuhan mereka telah dieksekusi sebagai penjahat, bisa jadi mereka berikutnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu bisa terjadi? Ya, Yesus di dalam tubuh-Nya yang telah dibangkitkan mampu menembus tembok dengan cara yang sama tubuh-Nya yang telah dibangkitkan di kubur itu dapat menembus kain pembungkus lenan. Dia tidak mengatakan, "keraguanmu itu memalukan." Dia berkata, "Damai sejahtera bagi kalian." Itu adalah hal yang tepat untuk dikatakan, karena semua murid dan pengikut ini pasti masih trauma dan itu pasti mengejutkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bukan roh, dia bukan hantu. Ini bukan halusinasi. Dan untuk menunjukkan itu Dia memperlihatkan kepada mereka bekas luka-Nya, dan seperti yang kita baca dalam Lukas 24:42-43, Dia makan ikan bakar. Ini benar-benar Yesus dalam tubuh kebangkitan yang dimuliakan. Di surga dalam Wahyu 5, Anda melihat takhta Allah dan seruannya adalah, “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" Siapakah yang memiliki hak milik dunia dan kekuasaan itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya, seseorang muncul dan itu adalah Yesus, Anak Allah, tetapi Ia tampaknya seolah-olah telah dibunuh, korban yang ada bekas luka. Bahkan di surga Yesus akan memiliki bekas luka itu. Bahkan di surgapun Dia adalah Yang memiliki bukti Ia telah dibunuh. Dan, pada akhir ayat 20, “Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.” Semuanya jelas sekarang; mereka bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21, “Kata Yesus sekali lagi kepada mereka, “Damai sejahtera bagi kalian!” Dia menenangkan mereka lagi. Pertama kali Dia menenangkan mereka karena mereka trauma, sekarang Dia menenangkan mereka karena mereka sangat bersukacita. Saya tahu ini adalah momen yang menggembirakan yang tak pernah dialami manusia, tetapi tenanglah. Mengapa?“Saya ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada kalian,” dan apa yang Dia katakan itu dalam tetapi sederhana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah perintah pertama yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya setelah Ia bangkit dari kematian? Ini pasti kritis, benar? Dia memberi satu pesan sederhana. Itu polos dan hanya terdiri dari tiga ayat kecil, namun demikian adalah khotbah yang mendalam, "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kalian." Ini adalah khotbah pertama setelah kebangkitan-Nya, dan ini adalah perintah. Ini adalah penjelasan pertama Amanat Agung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nantinya ketika Dia naik ke surga, Dia mengulangi Amanat Agung itu sebagaimana dicatat di Matius 28:18-20. Dia berbicara tentang Amanat Agung itu di akhir Lukas juga. Inilah Amanat Agung, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Amanat Agung itu memiliki tiga bagian. Nomor satu, ayat 21, "Sama seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu." Ini adalah fase pertama. Allah Bapa tidak mengirim Yesus untuk mewujudkan keadilan sosial. Dia tidak mengirim Yesus untuk memperbaiki ekonomi orang. Dia tidak mengirim Yesus untuk mengangkat moral orang. Alasan utamanya adalah, “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bapa mengutus Anak untuk memberikan pengorbanan yang diperlukan dalam kematian-Nya, dan kemenangan yang diperlukan dalam kebangkitan-Nya, untuk membawa keselamatan bagi seluruh umat pilihan Allah sepanjang sejarah penebusan. Itulah sebabnya Anda ada di sini. Anda ada di sini untuk memenuhi tugas yang pada mulanya diberikan kepada Kristus. Lukas mulai Kisah Para Rasul dengan, "Pelayanan Yesus sekarang diteruskan oleh para rasul.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu harus diteruskan oleh kita. Yohanes 17:18-19, “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.” Aku mengutus mereka sebagai umat yang disucikan dalam kebenaran untuk melakukan hal yang Engkau utus Aku untuk melakukannya. Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan orang berdosa yang terhilang, dan itulah sebabnya semua orang percaya berada di dunia saat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang kita lakukan, apakah itu pelayanan kita, ibadah kita, atau kesaksian rohani kita, semua itu bertujuan untuk menampilkan hidup yang telah berubah. Itu ditransformasikan oleh Allah melalui Injil sehingga Alkitab memiliki kredibilitas ketika kita menyatakan kebenarannya. Yang harus kita lakukan adalah memperlihatkan kepada orang perbuatan baik itu, dan memuliakan Allah yang mengubah kita untuk perbuatan baik itu, dan kemudian memberitakan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Aspek kedua adalah, ayat 22, “Dan sesudah Yesus berkata demikian, Dia menghembusi mereka dan berkata, 'Terimalah Roh Kudus.'” Inilah tugas berat. Ketika Kristus mulai pelayanan-Nya, Roh Kudus turun ke atas-Nya saat pembaptisan-Nya dan meluncurkan-Nya ke dalam pelayanan-Nya. Sama seperti Bapa memberi kuasa kepada Yesus dengan Roh Kudus, Yesus memberi kuasa kepada kita dengan Roh Kudus. Dia adalah teladan kita yang dipenuhi Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 14, 15, dan 16, Yesus terus berkata kepada para murid, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Tanpa Roh Kudus Anda tidak dapat melakukan ini. Bagaimana caranya? Yesus menghembusi mereka. Dalam Kejadian 2, Allah menciptakan Adam ketika, "Dia menghembuskan nafas kehidupan kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus itu adalah nafas Allah. Roh Kudus adalah sumber kekuatan: "Kamu akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atasmu." Itu belum terjadi karena Yesus belum naik. Itu terjadi di Kisah Para Rasul 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Dia turun ke atas semua orang percaya, dan mereka berubah menjadi pengkhotbah yang berani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama-tama, Anda diberi tugas untuk pergi ke dunia untuk mengkhotbahkan Injil. Kedua, "Anda tidak dapat melakukan ini dengan kekuatan Anda sendiri, jadi Saya memberi Anda Roh Kudus." Roma 8:9 mengatakan, "Dia yang tidak memiliki Roh bukan milik Allah." Kemudian, ketiga dalam ayat 23, “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosa mereka diampuni; dan jikalau Anda memyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat itu telah banyak disalahtafsirkan. Tuhan kita sedang berbicara kepada para rasul, dan kepada orang lain di sana yang adalah pengikut Kristus, dan Dia mengatakan ini kepada mereka semua. Markus 2:7, "Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?" Kisah Para Rasul 10:42 mengatakan, “Allah telah menugaskan kami untuk berkhotbah kepada orang-orang, dan untuk bersaksi bahwa Dialah yang telah ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang hidup dan mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berbicara tentang Kristus. "43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya." Dan apa yang harus kita beritakan adalah bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus menerima pengampunan dosa. Jadi jika Anda percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, maka saya dapat mengatakan kepada Anda, dosa-dosamu diampuni. ’Jika Anda menolak Tuhan Yesus Kristus, ‘Anda masih berada dalam dosa-dosa Anda.’</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berhak untuk mengatakan kepada seseorang apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 8:24, "Jika kamu tidak percaya kepada Yesus, kamu akan mati dalam dosa-dosamu, dan ke mana Yesus pergi kamu tidak pernah dapat datang." Kembali ke Yohanes 20:25, “Maka murid-murid lain berkata kepadanya, 'Kami telah melihat Tuhan!' Tetapi Tomas berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku tidak akan percaya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“26 Delapan hari kemudian”, yaitu hari Minggu berikutnya, “murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">28 Dia berkata, Lord Tuhanku dan Allahku! ’” Itu adalah bukti terakhir dari kebangkitan harfiah Yesus.” 29 Yesus berkata kepadanya, “Karena kamu telah melihat Aku, kamu telah percaya. Diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kita belum pernah melihat Kristus yang bangkit, tetapi kita telah mengalami Kristus yang bangkit dalam kuasa-Nya dan hadirat-Nya. KIta mengasihi-Nya. Kita percaya pada sesuatu yang belum pernah kita lihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Kita percaya Alkitab, karena Roh Allah telah memberi kita bukan hanya iman di dalam Kristus, tetapi juga iman di dalam Alkitab. "Dan kita berjalan," kata Paulus dalam 2 Korintus 5:7, "dengan iman, bukan karena melihat." Kita memiliki Kristus yang bangkit, yang kita kasihi dan yang kita percayai, yang kita alami dalam hidup kita secara teratur, yang telah mentransformasikan kita sehingga hidup kita berbeda, dan kita bisa menyaksikan itu kepada orang lain. Puji Tuhan! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Apr 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200426</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000009C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menyaksikan Kristus yang Bangkit]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000009B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:11-18" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:11-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita mulai melihat penampilan Tuhan kita setelah kebangkitan-Nya. Kita telah melihat makam kosong, yang merupakan bukti pertama kebangkitan Tuhan kita. Kita juga mencatat penampilan malaikat-malaikat yang merupakan bukti kedua kebangkitan Tuhan kita. Dan yang ketiga adalah saksi mata, khususnya Mary Magdalene yang adalah yang dibicarakan dalam ayat 11 - 18.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para wanita, Petrus dan Yohanes, termasuk Maria Magdalena, telah melihat kubur kosong itu; tetapi ini adalah penampilan pertama Yesus. Dan secara luar biasa Ia menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena dari kota Magdala. Kita tahu Maria sudah lama menjadi pengikut Tuhan kita. Kita juga tahu bahwa hidupnya kerasukan setan sebelum dia bertemu Juruselamat. Dalam Lukas 8, kita diberitahu bahwa dia dirasuki tujuh setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa dia itu pelacur. Namun yang pasti adalah dia wanita berdosa dimana setan itu memperburuk kondisinya. Sungguh luar biasa bahwa wanita seperti itu dengan masa lalu seperti itu, tanpa peran signifikan dalam agama menjadi orang pertama yang melihat Kristus yang bangkit, dan bukan para rasul. Galatia 3:28 berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada perbedaan diantara lelaki atau perempuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa Allah tidak membedakan orang. Dan pada masa itu, perempuan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Tetapi Allah telah meninggikan wanita dengan cara yang paling benar dan paling murni dengan memberi mereka tempat-tempat penting, seperti dalam pelayanan Yesus Kristus. Bahkan dalam silsilah Yesus di Matius 1, kita tahu Dia datang melalui garis kerajaan Abraham dan Daud, tetapi ada juga empat wanita dalam garis kerajaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 1:3, “Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar." Tamar melacurkan dirinya untuk merayu Yehuda dalam tindakan amoral. Dan kemudian dalam ayat 5 Rahab adalah seorang pelacur Kanaan yang tinggal di Yerikho. Dan kemudian ada Rut, wanita Moab yang menyembah berhala, dan orang Moab dulu dikutuk Allah. Dan kemudian di ayat 6 wanita terkenal Batsyeba itu yang dulu adalah istri Uria, yang berzinah dengan Daud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dikatakan Allah kepada kita? Sejak pembukaan Perjanjian Baru, Dia memberikan kita sebuah pesan anugerah kepada pria dan itu terutama meninggikan wanita, karena di dunia ini mereka begitu tertekan. Kekristenan adalah satu-satunya gerakan pembebasan wanita yang sah, dan di sini kita bertemu dengan saksi mata pertama kebangkitan itu, yakni seorang wanita yang sejarahnya cukup buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanpa kebangkitan tidak ada Kekristenan, tanpa itu tidak ada keselamatan, tanpa itu tidak ada pengampunan dan tanpa itu tidak ada surga. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah penegasan ilahi atas karya penebusan-Nya di kayu salib. Allah menyatakan bahwa Dia puas dengan pengorbanan Yesus yang sempurna, dan telah menerimanya sebagai pembayaran penuh untuk dosa-dosa umat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan kemudian menunjukkan bahwa dosa telah ditebus, kematian telah ditaklukkan, dan kehidupan kekal itu tersedia bagi mereka yang percaya. Anda bukan orang Kristen jika Anda tidak percaya kebangkitan. Roma 1:4 berkata, “Allah menyatakan Yesus sebagai Anak Allah yang berkuasa oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati.” Roma 10:9-10 mengatakan bahwa, "jika kamu mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua pengorbanan binatang itu selama berabad-abad tidak pernah bisa menghapus dosa; tetapi pengorbanan Kristus yang satu ini untuk selamanya menghilangkan dosa dari umat Allah yang percaya. Dan Allah menunjukkan bahwa dengan kebangkitan itu, dan dengan merobek tirai di bait suci, Dia telah mengakhiri sistem upacara dan sistem pengorbanan pada saat itu. Kristus adalah satu-satunya persembahan yang lengkap dan memuaskan untuk dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Korintus 15:14 Paulus menulis, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata itu benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah imanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kebangkitan itu selalu diserang. Ada orang yang percaya bahwa Kristus memang bangkit, tetapi hanya dalam cara spiritual, bukan dalam cara fisik literal. Dan ada guru-guru, pendeta, dan orang teolog "Kristen" liberal lain yang mengatakan bahwa Dia tidak benar-benar bangkit, tetapi itu tidak masalah. Dia telah memberikan kita contoh indah tentang pengorbanan diri untuk tujuan besar bagi Allah. Kebangkitan itu bagi banyak orang terlalu sulit untuk dipercaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menjadi favorit di abad kesembilan belas masih ada; itu disebut teori pingsan. Dikatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib, Dia mengalami semacam koma, dan Dia dikubur hidup-hidup. Dan kemudian selagi berbaring di kuburan, rempah-rempah yang dibungkus bersama-Nya, membangkitkan Dia. Maka Ia bangun, dan menggulingkan batu itu, mengalahkan serdadu Romawi, dan pergi ke para murid dan memberi tahu mereka bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teori ini adalah ilustrasi Roma 1:22, “Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.” Pertama, tentara Romawi yang menyalibkan Yesus itu adalah algojo yang berpengalaman. Itulah pekerjaan mereka. Itulah sebabnya mereka tidak mematahkan kaki-Nya, mereka tahu Dia sudah mati. Mereka tahu Dia sudah mati karena mereka menusuk sisi-Nya dan keluarlah darah dan air, yang menandakan jantung-Nya pecah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi di samping itu, bagaimana Yesus, yang telah dilemahkan oleh penyaliban, dan kemudian hidup tiga hari tanpa makan dan minum, dapat membebaskan diri dari pakaian pemakaman, sesuatu yang Lazarus tidak dapat lakukan. Teori pingsan ini tidak menjelaskan bagaimana seseorang yang setengah mati dapat meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Dia telah mati dan bangkit kembali, sedemikian rupa sehingga mereka rela mati untuk kepercayaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pandangan kedua yang disebut teori halusinasi. Orang-orang ini berpendapat bahwa para pengikut Yesus begitu diliputi kesedihan dan duka cita, dan mereka sangat ingin Dia dibangkitkan sehingga mereka membayangkannya. Mereka benar-benar berhalusinasi di hati nurani mereka sendiri. Masalahnya halusinasi itu adalah pengalaman pribadi. Tidak ada halusinasi kelompok.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus tercatat telah muncul sepuluh kali. Jadi, apakah semua orang ini dalam berbagai kelompok, termasuk 500 orang pada satu waktu, semua orang mengalami halusinasi bersama-sama? Tidak mungkin! Dan kemudian harus dijelaskan bagaimana sebuah halusinasi dapat makan ikan, dan menunjukkan dimana jala harus ditebarkan untuk menangkap ikan, dan membuat sarapan. Dan kemudian bagaimana menjelaskan makam kosong dan tubuh yang hilang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi teori kebangkitan yang masih ada sekarang, adalah bahwa para murid mencuri tubuh-Nya; dan itu pada dasarnya dimulai oleh para pemimpin Yahudi. Ketika tentara Romawi kembali dan mereka menceritakan kisah mereka, ingatlah ada gempa bumi, dan seorang malaikat menggulingkan batu itu, dan dia bahkan duduk di atas batu itu. Matius 28:4, “Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu mereka akan dapat masalah dengan Pilatus, karena penjaga Romawi itu harus melakukan tugasnya. Jadi para pemimpin Yahudi berkata, "Kami akan bicara dengan Pilatus untuk kalian. Pergi saja dan beri tahu semua orang bahwa para murid mencuri tubuh itu, dan kami akan memberi kalian uang ini.” Jadi mereka disuap dengan uang, dan itu adalah teori dominan kebangkitan itu. Orang Yahudi itu akan melakukan apa saja untuk menyangkal kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya mengapa para murid tidak mencuri tubuh itu adalah karena mereka tidak mengharapkan ada kebangkitan. Para murid bahkan tidak percaya bahwa Dia akan bangkit dari kematian. Dan para murid tidak mengalahkan orang-orang Romawi atau orang-orang Romawi akan mengatakan itu. Jika para murid mencuri tubuh itu untuk memalsukan kebangkitan, otoritas Yahudi pasti berusaha sekuat mungkin untuk menemukan tubuh itu untuk menyangkal kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih penting lagi, Yesus menampilkan diri sepuluh kali setelah kebangkitan-Nya. Dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Dia menampakkan diri kepada wanita-wanita lain. Dia menampakkan diri kepada dua murid di jalan menuju ke Emaus. Ia menampakkan diri kepada Petrus dan kepada Yohanes, Dia menampakkan diri kepada kesepuluh tanpa Tomas, kemudian kepada kesepuluh dengan Tomas. Dia menampakkan diri-Nya kepada tujuh rasul di pantai Galilea, kemudian kepada 500 saudara-saudara di sebuah gunung di Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka selama 40 hari. Kisah Para Rasul 1 mengatakan bahwa Ia bersama mereka selama 40 hari mengajarkan hal-hal mengenai kerajaan, dan ada penampilan akhir dalam Kisah 1 sebelum Ia naik ke surga. Itu kesaksian saksi mata besar-besaran. Semua penampilan-Nya adalah untuk orang percaya. Dia tidak terlihat oleh orang-orang yang tidak percaya, dengan satu pengecualian. Dia menampakkan diri kepada Saulus di jalan menuju ke Damsyik, untuk menjadikannya rasul Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:37 mengatakan, “Meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mukjizat di depan mata mereka, namun mereka tetap tidak percaya kepada-Nya.” Dan Yesus berkata di Lukas 16:31, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka juga tidak mau diyakinkan, sekalipun oleh orang yang bangkit dari antara orang mati.” Tidak lama sebelum kematian-Nya sendiri, Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, dan Ia telah membangkitkan beberapa orang lain sebagaimana dicatat dalam kitab-kitab Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita memutuskan bahwa Dia akan menampakan diri-Nya selama 40 hari, dan para saksi mata akan memberi kesaksian, dan mereka akan mengkhotbahkan kebangkitan itu, dan setiap generasi selanjutnya akan mengkhotbahkan Injil kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dan dengan pemberitaan Injil itu dan iman dalam Injil itu, Roh Kudus hanya akan membawa orang-orang percaya ke dalam kerajaan-Nya. Mari kita lihat apa yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 11-12, “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis,” Dia pergi ke sana karena dia mengasihi-Nya. Kemudian dia menemukan makam itu kosong. Air matanya adalah air mata dari patah hati yang sedih, frustrasi setelah kehilangan objek kasihnya yang murni. “Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat tubuh Yesus dulu terbaring.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 16 mengatakan bahwa malaikat itu adalah seorang muda. Dan Lukas 24:4 mengatakan ada dua orang. Matius 28 mengatakan seorang malaikat Tuhan menggulingkan batu itu lalu duduk di atasnya. Jadi ini adalah malaikat yang telah mengambil bentuk laki-laki. Maria tidak tahu mereka itu malaikat. Dan kehadiran malaikat adalah bukti bahwa tubuh Yesus itu tidak dicuri, tetapi bahwa surga sangat mementingkan kebangkitan Kristus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria melihat ke dalam dan ada tempat di mana tubuh itu dulu berbaring dan malaikat di setiap ujungnya. Ingatlah Keluaran 25 ketika Tuhan memberi instruksi untuk membangun Tempat Mahakudus itu di Kemah Suci. Dia mengidentifikasikan tempat yang disebut kursi anugerah. Itu adalah tempat di mana Allah bertemu manusia dalam belas kasihan. Dan di setiap ujung kursi anugerah itu ada dua kerub emas, satu di setiap ujung kursi rahmat itu. Ayat 22, "Di sanalah Aku akan bertemu denganmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini dalam ayat 12, sekali lagi ada dua malaikat, dan analogi yang indah: Allah berkata, "Aku akan bertemu engkau di kubur kosong." Dulu Allah bertemu manusia di kemah, dan juga bertemu di gedung di atas kursi rahmat emas bersama dua malaikat. Sekarang Allah bertemu manusia di kubur yang kosong. Ayat 13, Lalu mereka berkata kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14, “Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.” Air matanya masih membutakannya. Dia tidak ada alasan untuk percaya pada kebangkitan. Setiap kali Yesus muncul setelah kebangkitan-Nya, Dia harus mengidentifikasi diri-Nya, karena Dia berada dalam bentuk yang berbeda; Dia memiliki tubuh kebangkitan yang mulia, ini bukan tubuh yang mati di kayu salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah tubuh kebangkitan kekal yang tidak akan pernah mati dan tidak pernah membusuk. Itulah sebabnya di jalan menuju Emaus, dalam Lukas 24, ketika Yesus bergabung dengan murid-murid itu dan berjalan bersama mereka, “mata mereka dicegah untuk mengenali-Nya.” Ayat 30-31, “Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan ketika Dia menampakkan diri-Nya kepada para murid, mereka ketakutan karena caranya Dia masuk dan karena kemuliaan-Nya. Tubuh kebangkitan-Nya berbeda. Bahkan Maria tidak mengenali-Nya. Ayat 15, “Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah tukang kebun, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan-Nya, supaya aku dapat mengambil-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria pikir Yesus adalah tukang kebun. Ayat 16, “Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Dan Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!” artinya Guru. Dia tahu suara itu. Matius 28 mengatakan bahwa ketika para wanita itu bertemu Yesus, mereka datang dan memegangi kaki-Nya dan menyembah-Nya. Dan Maria juga memegangi kaki-Nya dan menyembah Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Transisinya terlalu mendalam, dan satu-satunya pikiran yang ada di benaknya adalah, "Saya tidak ingin kehilangan Dia lagi." Jadi Dia berkata kepada Maria dalam ayat 17, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum naik kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan naik kepada Bapa-Ku dan Bapamu, dan kepada Allah-Ku dan Allahmu." Dia sudah mengatakan itu kepada mereka berkali-kali bahwa Dia akan kembali kepada Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah pertama kalinya orang percaya dipanggil sebagai saudara. Mereka telah dipanggil, teman atau budak, tetapi tidak pernah saudara. Bagaimana kita menjadi saudara? Salib membuat kita bersaudara. Salib memungkinkan kita menjadi anak-anak Allah, saudara dan saudari. Ibrani 2:11, “Yesus yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dikatakan kita saudara dan saudari Kristus itu berarti kita berbagi dalam warisan-Nya. Ayat 18, “Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan bahwa Dia telah mengatakan hal-hal itu kepadanya.” Lukas 24:11, “Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.” Tapi giliran mereka akan datang malam itu juga. Baiklah, kita akan bahas itu minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Apr 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200419</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000009B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus telah Bangkit]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000009A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:1-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini kita sampai pada kebangkitan Tuhan Yesus kita. Ini bukan hanya fitur agama Kristen, inilah yang terutama. Kebangkitan itu adalah tujuan penebusan. Seluruh tujuan Allah dalam menciptakan dan menebus umat-Nya adalah untuk membangkitkan mereka kepada kemuliaan kekal sehingga mereka dapat menyembah Dia untuk selamanya dalam tubuh yang telah dimuliakan. Kebangkitan kita dijamin oleh kuasa Allah.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan bukan hanya mendemonstrasikan kuasa, itu juga merupakan suatu pengesahan persembahan kematian Kristus. Allah puas dengan pengorbanan yang di tawarkan Kristus untuk dosa-dosa umat-Nya. Dia berkata, "Sudah selesai!" Allah berkata, “Aku puas,” dan membangkitkan Yesus, dan Dia naik kepada kemuliaan kekal, dan duduk di sebelah kanan Allah untuk menengahi umat-Nya yang masuk ke dalam kemuliaan kekal dalam tubuh yang dimuliakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebangkitan itu adalah peristiwa terbesar dalam sejarah. Itu adalah landasan dari janji Injil. Karena Kristus mengalahkan maut, dan karena Ia mengalahkan dosa, kita akan dibangkitkan untuk tinggal bersama-Nya untuk selamanya. Seberapa pentingkah hal ini? Roma 10:9-10, “Sebab jika kamu mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Itu perlu untuk keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah intisari Injil. Dan untuk menyatakan itu terus menerus, hari Minggu, hari pertama dalam minggu itu, menjadi hari di mana gereja bertemu untuk beribadah. Gereja telah melakukan itu sejak kebangkitan. Sejak para rasul pada hari kebangkitan, yaitu hari pertama minggu itu, bertemu dengan Yesus pada malam itu, gereja selalu bertemu pada hari pertama minggu itu untuk merayakan kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat penulis Injil, mencatat kebenaran sejarah kebangkitan itu. Gabungan dari keempat Injil itu adalah kisah kebangkitan total. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Tidak ada seorangpun yang melihat kebangkitan itu. Tetapi tidak perlu ada yang melihatnya. Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa Kristus yang sudah mati sekarang hidup. Dan ada banyak saksi-saksi. Dan kita juga adalah saksi, karena Kristus hidup di dalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebenarnya tidak perlu tahu bagaimana keajaiban itu terjadi, karena ada banyak bukti. Ada banyak tanda yang diberikan dalam Alkitab. Ada makam kosong, ada kesaksian malaikat langsung dari surga, dan ada banyak saksi mata. Ketika kita sampai pada laporan Yohanes, kita akan mencampurkan sedikit dari Matius, Markus, dan Lukas pada titik-titik strategis untuk menolong kita mendapat gambaran yang lebih baik dari keseluruhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes ingin supaya kita melihat kuasa Kristus, bahkan dalam kematian-Nya. Dan dia menunjukkan kepada kita kemuliaan Kristus, karena Dia menunjukkan kepada kita bahwa Yesus mengatur kematian-Nya sendiri. Dan kemudian Dia mengatur penguburan-Nya sendiri. Dan sekarang Dia mengatur kebangkitan-Nya sendiri. Ini semua untuk menunjukkan kepada kita “bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah,” supaya kita dapat percaya itu, dan dengan kepercayaan “memiliki hidup kekal dalam nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama menjanjikan bahwa Mesias itu akan bangkit dalam Mazmur 16:10-11, "Ia tidak akan membiarkan Yang Kudus melihat korupsi, tetapi menunjukkan jalan kehidupan kepada-Nya." Yesaya 53:10, “Ia akan dihidupkan kembali “Ia akan melihat keturunan-Nya,” dan Ia akan dimuliakan dan ditinggikan untuk selamanya. Yesus berjanji di Yohannes 2:19, “Rombak Bait Allah (tubuh) ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 20:1-10, “Pada awal hari pertama minggu itu, ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. 2 Maka ia berlari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur itu dan kami tidak tahu di mana mereka meletakkan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga sampai lebih dahulu di kubur. 5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi sudah tergulung tersendiri di tempat lain. 8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.” Yohannes ingin supaya kita mengerti bahwa Yesus bangkit dari kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti pertama adalah makam kosong itu. Inilah hari Minggu, hari pertama minggu itu. Waktunya sangat awal dan masih gelap. Orang Yahudi itu menghitung hari-hari mereka. Hari Sabat adalah hari ketujuh, karena itu mengenangkan hari ketujuh ketika Allah beristirahat dari penciptaan, dan mereka selalu menyembah pada hari Sabat. Tetapi inilah hari pertama setelah hari Sabat. Ini adalah hari Minggu kita dimana kita menyembah kebangkitan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga. Dia telah dimakamkan pada hari Jumat. Dia berada di kuburan beberapa jam pada hari Jumat sebelum matahari terbenam. Dia ada di sana selama 24 jam pada hari Sabtu. Dan Dia ada di sana sekitar 12 jam pada hari Minggu, karena hari-hari Yahudi dihitung dari matahari terbenam sampai matahari terbenam daripada matahari terbit sampai matahari terbit. Markus mengatakan itu "sangat awal." Lukas berkata itu adalah "awal fajar." Matius berkata itu “mulai fajar." Yohanes berkata, "Saat masih gelap."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita diberitahu, dan apa yang kita tahu dari penulis Injil lain adalah bahwa Maria Magdalena adalah perempuan pertama yang tiba disana. Nah, dia tidak mulai sendirian. Menurut Matius 27 ada Maria yang lain, Maria ibu Yakobus dan Yoses, ada bersamanya. Dia sedang terburu-buru untuk sampai di sana sebelum Maria yang lain itu. Matius 28:1 mengatakan bahwa kedua Maria pergi ke kubur. Tapi sekarang kita tahu Maria Magdalene datang duluan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada perempuan lain yang ikut juga. Perempuan yang sama yang berada di kaki kayu salib ada di sana pada hari Jumat ketika Yusuf dan Nikodemus menguburkan tubuh Yesus. Dalam Lukas 23:55 dikatakan, “Dan perempuan-perempuan yang datang bersama Tuhan dari Galilea melihat kuburan itu dan di mana mayat itu diletakkan.” Setelah hari Sabat berakhir, mereka ingin kembali ke kuburan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria Magdalena melihat bahwa batu itu sudah digulingkan dari kuburan. Dia takut kejadian terburuk, ayat 2, jadi “dia berbalik dan berlari-lari.” Asumsinya adalah bahwa seseorang telah mengambil Dia. Dia berlari "ke Simon Petrus dan murid yang lain," yang adalah Yohanes, "yang dikasihi Yesus," dan berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Batu itu tidak terguling untuk membiarkan Yesus keluar. Itu digulingkan untuk membiarkan para saksi masuk. Yesus tidak perlu batu itu digeserkan. Dia tidak membutuhkan pintu terbuka malam itu ketika Dia muncul diantara para rasul dan langsung masuk melalui pintu terkunci. Ini bukti nyata bahwa mereka tidak berencana untuk mencuri tubuh Yesus. Maria bukan bagian dari komplotan untuk memalsukan kebangkitan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, “Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 4 Keduanya berlari bersama-sama.” Maria Magdalene berlari ke Petrus dan Yohanes. Sementara itu, para wanita lainnya tiba, dan saat itulah para malaikat menampakkan dirinya kepada mereka. Maria Magdalena tidak bertemu dengan malaikat itu. Dia mengalami suatu hal yang luar biasa nanti. Nah tidak ada orang yang tahu apa yang sudah terjadi pada hari Sabtu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak tahu bahwa Sanhedrin itu menyediakan serdadu Romawi untuk menjaga makam itu, dan kemudian menempelkan meterai Romawi di atas batu sehingga tidak ada yang dapat memalsukan kebangkitan itu. Segel Romawi berarti jika Anda memecahkan segel itu, itu kejahatan besar. Dan mereka menempatkan banyak tentara Romawi di sana. Mereka juga tidak tahu bahwa di malam hari Minggu itu, Allah mengirim suatu gempa bumi lokal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sebelum ada gempa bumi itu, Allah menyebabkan semua prajurit itu kena obat bius ilahi, sampai mereka semua tertidur. Kemudian datanglah gempa bumi itu dan melalui gempa bumi itu, batu besar itu terguling di Matius 28:1-4. Para prajurit tidak tahu apa yang terjadi. Para prajurit melarikan diri dari kubur karena ketika mereka memeriksanya, Yesus sudah keluar. Sebagai tentara profesional, sedang tertidur itu akibatnya parah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak tahu dari mana datangnya gempa itu dan bagaimana batu itu digulingkan. Mereka tidak tahu mengapa mayat itu tidak ada di sana, jadi mereka pergi. Mereka tidak ada, karena Maria Magdalene tidak pernah mengacu mereka. Wanita lain tidak pernah mengacu mereka ketika sampai di sana. Dan Petrus dan Yohannes juga tidak pernah mengacu mereka. Jadi para prajurit inilah menjadi kesaksian kolektif bahwa Yesus sudah tidak ada di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu Petrus dan Yohannes "berlari bersama." Yohannes itu lebih cepat daripada Petrus. Dia juga kurang berani dibanding Petrus, dia “membungkuk, melihat ke dalam, melihat kain linen yang terbaring di sana, tetapi dia tidak masuk. Maka Simon Petrus juga datang, dan dia langsung masuk makam itu. Kedua-duanya melihat kain linen itu terbaring di sana, dan kain penutup muka yang dulu ada di kepala-Nya, tergulung tersendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka murid yang lain (Yohanes) juga masuk, dan dia melihat dan percaya. Kita tidak tahu apa yang dia percaya, karena ayat berikutnya mengatakan, "9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Alkitab, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati." Yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka tidak mengharapkan Yesus akan bangkit, para wanita juga tidak dan para rasul juga tidak. Ingatlah juga penguburan itu dan mereka tidak sempat membalsem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bersama Yesus, mereka juga menempatkan sekitar delapan puluh pon rempah-rempah yang digunakan untuk mengalahkan bau daging busuk. Jadi jika ada orang yang mencuri tubuhnya, mereka tentu tidak akan membukanya. Tetapi jika ada orang yang melakukan itu, pasti tidak akan terlihat pembungkus linen dan pembungkus kepala itu tergeletak di satu tempat. Tetapi pembungkus linen itu terbaring di sana, karena Yesus telah keluar menembus semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada yang bisa datang dan mencuri mayat itu. Mereka hampir semua, kecuali Yohanes, mati sebagai martir karena mereka berkhotbah bahwa Yesus disalibkan dan bangkit kembali. Bagaimana mereka dapat mempertahankan itu sepanjang hidup mereka, dan mati sebagai martir untuk suatu tipuan? Para pemimpin Yahudi takut kepada Yesus. Mereka tahu Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. Mereka sebenarnya mengakui bahwa Dia memiliki kuasa, tetapi mereka mengatakan kuasa-Nya datang dari neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat apa yang terjadi dengan para prajurit di Matius 28. Mereka kembali ke Sanhedrin Yahudi untuk mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Dalam ayat 11, “Beberapa orang dari penjaga itu pergi ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.” Menurut Anda apa yang mereka katakan? “Kami tidak tahu apa yang terjadi. Kami semua tertidur. Lalu ada gempa bumi, dan batu itu terguling dan mayatnya hilang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, “Dan sesudah berunding dengan penatua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu.” Mereka itulah Sanhedrin, penatua Yahudi. Bukankah ini suapan? Apa pun yang dikatakan tentara itu tidak pantas. Jadi mereka berkata dalam ayat 13, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.” Sementara itu Tuhan Yesus memberi tahu para pengikut-Nya untuk pergi ke Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana mereka tahu itu kalau mereka tertidur? Nah, implikasinya adalah mereka gagal melakukan tugas mereka dan ada hukuman untuk itu. Ayat 14, “Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Dan kebenarannya adalah bahwa para pemimpin Yahudi itu memiliki Pilatus. Itulah sebabnya mereka dapat memaksanya untuk menyalibkan Yesus, meskipun ia menyatakan lima kali Dia tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan kisah ini masih tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.” Yohanes menulis ini enam puluh tahun kemudian, tetapi itu masih merupakan kisah di antara orang-orang Yahudi: para murid mencuri tubuh-Nya. Meskipun tidak ada yang pernah menyangkal makam kosong itu. Para wanita itu terkejut dan ketakutan. Lihatlah Markus 16, untuk memberi Anda gambaran tentang apa yang dilakukan para wanita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 16:3-4, “Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" 4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.” Ini penting, karena itu menunjukkan bahwa para wanita itu tidak sanggup melakukannya. Ayat 5, “Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas mengatakan ada dua di sana. Yohanes berkata ada dua dan mereka adalah dua malaikat. Pertama, mereka berada di dekat para wanita, dan kemudian mereka berada di kepala dan kaki tempat tubuh itu dimana kain linen itu terbaring. Mengapa dua? Karena Ulangan 19:15 mengatakan, "Semua yang ditawarkan dan semua yang dinyatakan benar harus disangsikan atas keterangan dua orang saksi.” Para wanita itu lihat malaikat dan mereka “termangu-mangu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 16:6, “tetapi malaikat itu berkata, “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” Itu memang benar. “7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya.’ 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohannes 20:9, “Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 10 Lalu pulanglah murid-murid itu ke rumah mereka masing-masing.” Gagasan yang tidak masuk akal dari para kritikus sepanjang sejarah bahwa para murid begitu berkomitmen untuk kebangkitan Yesus sehingga mereka memalsukannya, itu sama sekali bertentangan dengan kesaksian Alkitab. Mereka tidak benar-benar percaya kebangkitan itu sampai mereka sendiri melihat-Nya dan menyentuh-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Lukas 24:44, Yesus muncul kembali malam itu kepada para rasul lainnya. Dia makan bersama mereka dan berkata, “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” Ketidakpercayaan mereka itulah menjadi bukti kebangkitan, dan itu diikuti oleh kepercayaan mereka setelah mereka melihat-Nya sesudah Kristus bangkit. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Apr 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200412</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000009A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Yesus atas Kematian-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000099"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+19:30-42" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 19:30-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup di dunia ini di mana Injil Kristen dikritik tanpa henti, orang akan berpikir bahwa kebenaran hidup, kematian, kebangkitan dan pelayanan Tuhan kita Yesus Kristus entah bagaimana itu masih dipertanyakan. Ada semacam kebingungan tentang kenyataan. Ada orang yang berpikir bahwa Alkitab adalah beberapa buku mistis tentang orang-orang religius yang berusaha menjelaskan pengalaman keagamaan mereka.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang benar adalah bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah yang tinggal dan hidup; dan setiap kata itu murni, dan diilhami oleh Allah. Itu adalah catatan yang benar dan akurat dari kehendak Allah, ekspresi pikiran Allah, dan catatan sejarah yang benar. Beberapa orang memberi tahu kita bahwa mereka percaya pada pesan Alkitab tetapi tidak pada kata-katanya. Mereka percaya Alkitab secara rohani, tetapi bukan faktanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kuasa Firman Allah ditemukan dalam perinciannya. Dan itu memang benar ketika sampai pada catatan sejarah dan kebenaran tentang kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus. Marilah kita sekarang memyelidiki buku Yohanes itu sebagai catatan langsung, akurat dan historis dari apa yang memang terjadi waktu itu. Yohanes 19:35 mengatakan, “Dan dia (Yohanes) yang telah melihat, telah menjadi saksi, dan dia mengatakan yang benar supaya kamu juga dapat percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 10:15 Yesus berkata, "Aku memberikan nyawa-Ku untuk domba-domba-Ku.” Dan lagi dalam ayat 17, “Aku memberikan nyawa-Ku dan Aku dapat mengambilnya kembali.” Ayat 18, “Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.” Kata-kata seperti itu luar biasa. Ayat 19, “Maka timbulah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20, “Dan banyak di antara mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?" Tidak ada yang memiliki kekuatan untuk memberikan hidupnya, untuk memerintahkan supaya dia mati. Tidak ada yang memiliki kekuatan untuk memerintahkan hidup itu kembali lagi. Ayat 21, “Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?" Kebenarannya adalah bahwa Yesus berkuasa atas kematian-Nya sendiri!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menghendaki diri-Nya mati. Dan pada waktu yang tepat, Dia menghendaki diri-Nya hidup kembali. Dalam Yohanes 12:23-24 Yesus berkata, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Maksud-Nya, “Waktu-Ku untuk mati telah tiba untuk menghasilkan banyak buah keselamatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:27, “Jiwa-Ku menjadi gelisah; dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini'? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.” Inilah waktu Aku, inilah tujuan Aku untuk datang dan mati untuk memberi hidup kepada orang lain. Dia sudah siap. Di Yohanes 17:1, “Yesus. menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 18:1-3, “Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. 3 Maka datanglah Yudas dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4-5, 7-8, “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?" 5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." 7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret. 8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena tahu itulah saatnya-Nya, Dia pergi ke tempat pengkhianatan, tempat penangkapan, dan mengumumkan kepada mereka siapakah Dia; Dialah yang mereka cari. Dia pergi dengan sukarela ke salib untuk menyerahkan nyawa-Nya, dan ketika Dia telah menyelesaikan pekerjaan menanggung dosa dan beban penghakiman Bapa terhadap dosa itu, Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan roh-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan telah mencoba untuk membunuh-Nya. Ada saat-saat lain dimana orang-orang Farisi ingin membunuh-Nya. Bahkan orang-orang di desa-Nya sendiri, Nazareth, ingin melemparkan-Nya ke dalam jurang. Tidaklah sampai saat-Nya dan tempat-Nya setelah semuanya selesai, Dia baru setuju. Dia mengendalikan kematian-Nya. Waktunya jam 6:00 pagi ketika Pilatus menjatuhkan hukuman Yesus, “Salibkanlah Dia,” setelah pengadilan palsu yang melawan hukum Yahudi itu selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktunya jam 9:00 pagi. ketika mereka memakukan-Nya ke kayu salib, menurut Markus 15:25. Pada jam 3:00 sore, enam jam kemudian, Dia sudah mati. Itu sangat mengejutkan hingga Pilatus tidak percaya. Dan di Markus 15:44 dikatakan bahwa "Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.” Orang-orang tidak mati dalam enam jam setelah disalibkan; itu biasanya makan waktu berhari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi kita kekuatan fisik Yesus itu tidak terbayangkan. Kenapa begitu cepat? Karena pekerjaan itu sudah selesai. Tetapi masih ada alasan lain. Yohanes 19:31, “Karena hari itu Hari Persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar. Maka datanglah orang Yahudi kepada Pilatus dan minta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayat mereka diturunkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka itu bukan orang percaya; mereka adalah para pemimpin Yahudi, para pembenci Kristus, mereka mencari kematian-Nya, mereka mengancam dan mengintimidasi Pilatus agar menandatangani eksekusi-Nya. Dan ini bukan sembarang Paskah; ini adalah Sabat Paskah dengan kekudusan di atas semua hari lainnya di tahun itu. Dan mereka tahu Hukum Allah, mereka tahu dalam Ulangan apa yang dikatakan Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ulangan 21:22-23, “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah pohon, 23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada pohon itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu sebagai warisan." Maka, orang-orang Yahudi datang ke Pilatus, dan mereka minta Pilatus untuk mematahkan kaki mereka sehingga mereka mati cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 19:32 berkata, “Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.” Luar biasa, orang Yahudi ini membunuh Mesias mereka sendiri tetapi mereka ingin memastikan bahwa mereka mematuhi Hukum. Hari Sabat akan datang saat matahari terbenam jam 6:00 sore. Sekarang sudah jam 3:00 sore; hanya ada beberapa jam lagi sampai matahari terbenam. Iya, Silahkan bunuhlah Tuhan, tetapi lindungilah pengabdianmu pada hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 33, "Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus, dan melihat bahwa Dia sudah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya." Nah, tentara Romawi itu adalah algojo, mereka benar ahli tentang siapa sudah mati. Mereka tahu kematian ketika mereka melihatnya. Itulah sebabnya Pilatus mengirim pesan, "Apakah Dia benar-benar mati? Bagaimana Dia bisa sudah mati sekarang? Laporkan kembali kepada saya bahwa Dia benar-benar mati.” Dan mengapa Dia mati? Karena pekerjaan-Nya telah selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada alasan lain mengapa Dia mati cepat. Ayat 36, “Hal itu terjadi supaya genaplah yang tertulis dalam Firman, “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.” Mazmur 34:20 mengatakan, “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.” Ini dinyatakan juga dalam Keluaran 12:46 dan Bilangan 9:12 bahwa satu tulangpun domba Pelewatan tidak boleh dipatahkan. Dan 1 Korintus 5:7 berkata bahwa Yesus Kristus adalah anak domba Pelewatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan melakukan ini orang-orang Yahudi tidak berusaha untuk memenuhi nubuatan. Itulah hal terakhir yang mereka ingin lakukan. Mereka ingin Yesus mati, dan mereka ingin supaya orang melihat bahwa Dia sama sekali tidak layak menjadi Mesias. Di sini Dia menggenapi nubuatan di dalam tindakan yang mereka lakukan untuk mencemarkan-Nya. Yesus mengendalikan kematian-Nya. Yesus mati pada saat yang tepat ketika Ia telah menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan kepada-Nya untuk dilakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi karena kematian-Nya begitu cepat, ayat 34 mengatakan, “Salah seorang prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak.” Mereka kagum bahwa Dia sudah mati. “Dan segera darah dan air mengalir keluar.” Ayat 37 mengatakan, “Dan ada pula nas yang mengatakan, 'Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.'” Kematian cepat berarti kaki-Nya tidak patah. Mati lebih cepat berarti sisi-Nya ditikam, dan nubuatan itu digenapi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes mengatakan prajurit itu melihat darah dan air keluar, bukti jelas bahwa Dia sudah mati. Ada yang bilang jantungnya pecah. Itu bisa saja terjadi, tetapi jarang. Tetapi mungkin itu adalah konsekuensi dari kesedihan mental, duka cita, dan penderitaan hebat dalam menanggung dosa. Kematian seperti meledaknya otot jantung adalah instan. Darah akan menggumpal dan serum akan terlihat sebagai cairan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang di katakan Mazmur 69:20-21 tentang Dia secara nubuatan, “Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa. Aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia; menantikan penghibur, tetapi tidak kudapati. 21 Mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku cuka untuk diminum.” Ayat 21 secara literal digenapi, dapatkah ayat 20, yang mengatakan, “Cela itu telah mematahkan hatiku,” digenapi secara literal?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Yesus tidak mati saat Ia mati, mereka akan mematahkan kaki-Nya dan nubuatan itu gagal. Jika Dia tidak mati saat itu, mereka tidak akan menikam sisi-Nya, dan nubuatan itu gagal, dan para nabi berbohong. Tetapi semuanya terjadi persis sampai detail terkecilpun. Itulah sebabnya Yohanes mengatakan dalam ayat 35, "Aku telah melihat hal itu sendiri, dan kesaksianku benar, supaya kamu juga percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukan saja mengendalikan kematian-Nya, tetapi kedua, Ia juga berkuasa mengatur penguburan-Nya. Ayat 38 mengatakan, “Sesudah itu Yusuf dari Arimatea, yang adalah murid Yesus, tetapi murid rahasia karena takut kepada orang-orang Yahudi, meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan mengambil mayat Yesus. Dan Pilatus memberi izin. Lalu datanglah ia dan mengambil mayat-Nya.” Ini benar luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, keempat Injil memberi tahu kita banyak tentang Yusuf dari Arimatea. Jika Anda menyatukan semua kisah Injil, ternyata dia sangat kaya. Dia adalah orang yang benar. Dia adalah penasihat orang lain. Dia adalah anggota Sanhedrin, Dewan Yahudi yang berkuasa. Karena itu, ia ikut di pengadilan Yesus. Tetapi Yusuf dari Arimatea adalah orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, tetapi dia diam-diam saja karena takut rekan-rekannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yusuf tidak jujur dan terbuka ketika Yesus masih hidup, dan sekarang setelah Dia mati, sungguh menakjubkan bahwa Dia tiba-tiba terbuka. Dan nyatanya, bukan hanya terbuka tetapi benar-benar berani. Markus 15:43 mengatakan, "Ia memberanikan diri." Dia langsung menghadap Pilatus dan meminta tubuh Yesus untuk memberikan-Nya penguburan yang layak. “Pilatus mengizinkan itu. Karena itu dia datang, dan mengambil mayat-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sudah mati, tetapi Ia masih mengendalikan penguburan-Nya. Yesaya 53: 9 mengatakan tentang Mesias, “Makamnya ditugaskan bersama orang fasik.” Apa yang dilakukan orang Romawi dengan tubuh adalah membuangnya dan biarkan burung nasar memakannya. Atau mungkin membuangnya di lembah Hinom, tempat pembuangan sampah kota di mana api terus menyala. Itulah yang mereka lakukan dengan penjahat. Tetapi Yesaya 53:9 melanjutkan, “Matinya Ia ada bersama orang kaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu bisa terjadi? Tidak ada murid kaya. Bagaimana nubuatan ini akan digenapi karena tubuh Yesus sudah mati? Tetapi Yesus sendiri hidup terus dalam Roh-Nya, dan Dia menggerakan hati orang kaya, yang adalah murid-Nya, untuk menggenapi nubuatan itu. Yusuf mengambil mayat itu untuk menguburkannya dan dia tidak sendirian. Ayat 39, mengatakan, “Nikodemus juga datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru Yahudi terkemuka ini sekarang keluar, mengakui kasih-Nya bagi Kristus. Ayat 39 melanjutkan, "dia membawa campuran minyak mur," yang merupakan cairan "dan gaharu," itu bubuk, “sekitar 70 - 75 pon menurut ukuran kita, yang akan menjadi volume yang digunakan untuk mengurapi tubuh seorang raja. Kita sekarang tahu bahwa Dia menanggapi pertemuan dengan Yesus itu dalam Yohanes 3 dengan dilahirkan kembali. Mereka menanggapi panggilan itu dan mereka menjadi orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 41-42 mengatakan, “Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. 42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu letaknya tidak jauh, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.” Mereka perlu bergegas. Karena Hukum Taurat mengatakan jangan membiarkan mayat terpapar pada hari Sabat. Sekarang masih hari Jumat tapi mulai jam enam adalah hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenapa terburu-buru? Dari sudut pandang mereka, mereka tidak ingin melanggar Hukum. Tapi bukan itu masalah sebenarnya. Masalah sebenarnya adalah bahwa Yesus harus di dalam kubur selama tiga hari. Yesus berkata bahwa Ia akan dikuburkan tiga hari tiga malam dan kemudian bangkit, seperti Yunus berada di dalam perut ikan. Setiap bagian dari siang dan malam merupakan satu hari. Jadi penguburan harus diselesaikan sebelum tiba hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, mereka memperhitungkan hari Jumat, meskipun Dia berada di kuburan itu hanya beberapa jam sebelum matahari terbenam, sebagai hari pertama; hari Sabat itu adalah hari kedua; dan meskipun Dia bangun hari Minggu pagi, Dia juga berada di tanah sebagian dari hari ketiga itu. Memang sangat penting Yesus sudah dikubur pada hari Jumat karena nubuatan dari bibir-Nya sendiri perlu digenapi secara eksplisit bahwa Ia berada di kuburan itu selama tiga hari dan tiga malam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Allah menggerakkan Yusuf dan Nikodemus untuk menyelesaikan pemakaman ini pada hari Jumat. Injil lainnya memberi tahu kita, bahwa pada hari Minggu pagi, ketika para wanita bergegas ke kuburan, mereka bergegas ke kuburan dengan rempah-rempah. Tujuan mereka adalah untuk menyelesaikan pekerjaan itu, karena masih belum lengkap pada hari Jumat karena terburu-buru memasukkan-Nya ke kuburan ketika masih hari Jumat. Jadi, mereka datang pada hari Minggu pagi, tetapi Yesus sudah bangkit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yesaya 53, di mana Yesaya menggambarkan kematian Kristus, itu bukanlah akhir. Ayat 10, “Tuhan berkenan untuk menghancurkan-Nya dan membuat-Nya sedih, tetapi Dia akan melihat keturunan-Nya, Dia akan memperpanjang hari-Nya, dan kehendak Tuhan akan berhasil di tangan-Nya. 12 Aku akan membagikan kepada-Nya orang-orang besar sebagai rampasan, dan Ia memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.” Mesias akan dibangkitkan, dihormati dan dimuliakan, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200405</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000099</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Buah Roh Kudus - 4]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000098"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:16-26" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:16-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami sedang melihat Galatia 5 dan ayat 16 - 25. Ketika saya memikirkan ayat-ayat ini, saya mulai melihat budaya kita sendiri bukan dalam arti materi, tetapi dalam arti moral. Kehidupan di masyarakat kita adalah yang terburuk yang pernah saya lihat. Dosa terbuka mengalir bebas di jalan-jalan masyarakat kita melalui setiap tingkat wacana. Kotoran moral yang dulu terkandung di bawah tanah sekarang dijalankan secara terbuka oleh semua orang di mana pun.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bukan hanya masyarakat kita didefinisikan oleh hal-hal itu, ada kenyataan tambahan yang dijelaskan dalam Roma 1, di mana kita membaca tentang penghakiman Allah atas orang-orang yang menolak Dia. Mereka yang tahu tentang Allah tetapi tidak memuliakan Dia sebagai Allah, mereka yang mengabaikan pengetahuan Allah itu akan mengalami murka Allah. Dan itu dinyatakan terhadap orang-orang yang menindas kebenaran dengan kelaliman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti apa itu ketika Allah melakukan penghakiman itu? Roma 1:24, “Karena itu Allah juga menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.” Ketika Allah menghakimi suatu bangsa, hal pertama yang akan terjadi adalah nafsu hati terhadap kenajisan akan mendominasi, dan kemudian tubuh mereka akan dicemarkan. Anda akan mengalami revolusi seksual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua terjadi dalam ayat 26-27, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab wanita mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar. 27 Demikian juga para lelaki, meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan wanita mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka satu sama lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, lelaki dengan lelaki, dan karena itu menerima dalam diri mereka balasan yang setumpal untuk kesesatan mereka.” Inilah homoseksualitas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan penghakiman ketiga adalah dalam ayat 28, “Allah menyerahkan mereka kepada pikiran yang bejat.” Itu berarti pikiran hanya berfokus pada dosa. Saat itulah semacam kegilaan terjadi, yang ditunjukkan dengan jelas dalam kenyataan bahwa sekarang kita tidak diizinkan untuk mengatakan pria adalah pria dan wanita adalah wanita. “Sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas; 29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, amoralitas seksual, kejahatan dan keserakahan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, penipuan dan kefasikan; 30 mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, sombong, bangga, penemu hal-hal jahat, tidak taat kepada orang tua, 31 tidak peduli, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengampuni, tidak berperasaan; 32 Sebab walaupun mereka mengetahui hukuman Allah yang benar, yaitu bahwa mereka yang melakukan hal-hal demikian patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga menyetujui mereka yang mempraktikkannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua itu adalah keinginan daging yang kita baca di Galatia 5:19-21. Jadi kita harus mengajukan pertanyaan, “Bagaimana kita sebagai orang Kristen, sebagai hamba Tuhan, bagaimana kita sebagai orang kudus terhindar dari polusi ini? Bisakah kita hidup di atas selokan moral yang ada di sekitar kita? Dan, tentu saja jawabannya adalah ya. Ini bukan masyarakat pertama yang mengalami siklus kebejatan seperti ini dan penghakiman macam ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka perlu menjadi orang yang lebih baik, dan itu berarti menaati hukum Allah. Mereka tidak bisa menjadi orang yang lebih baik di dalam diri mereka sendiri, jadi mereka berusaha menyenangkan Allah dari luar. Tugas-tugas seremonial seperti sunatan, kepatuhan terhadap ritual dalam Yudaisme, itu adalah hal-hal yang bisa mereka lakukan yang terlihat dari luar; dan mereka percaya mereka menjadi lebih baik dan Allah akan menerima mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis surat Galatia ini untuk membatalkan semua yang diajarkan orang-orang Yudiazer ini. Dan dalam empat bab pembukaan dia berbicara tentang keselamatan hanya oleh iman, dan dia berkata dalam Galatia 1:6 bahwa jika Anda menambahkan pekerjaan padanya, Anda telah mengikuti suatu Injil lain, "yang sebenarnya bukan Injil." Ayat 7, “ada orang yang mengacaukan kalian dan ingin memutarbalikkan Injil Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia kemudian menyatakan penghakiman berlipat ganda dalam ayat 8, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Paulus melanjutkan dengan mengatakan, “Keselamatan hanya terjadi oleh iman dan iman saja. Siapa pun yang memberitakan Injil lain itu, terkutuklah dia.” Jadi dia menggunakan empat bab pertama pada dasarnya untuk menjawab gagasan tentang karya yang ditambahkan kepada iman dan keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dalam Galatia 5 ia membahas masalah peran pekerjaan, perbuatan daging berhubungan dengan proses pengudusan. Dia berkata dalam Galatia 3:3, “Apakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang disempurnakan di dalam daging?” Para Judiazer ini berkata, “Lihatah, kalian harus melakukan semua hal eksternal ini untuk diselamatkan, dan untuk dikuduskan. Anda harus mematuhi hukum eksternal Musa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pesan Paulus adalah bahwa Anda telah dibebaskan dari semua itu. Galatia 5:1, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah membebaskan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan perhambaan.” Jangan kembali ke hukum. Anda bebas di dalam Kristus. Di dalam Kristus Anda bebas dari hati nurani yang menuduh, bebas dari penghukuman, bebas dari tekanan dan frustrasi dalam mencoba melakukan hal-hal yang mustahil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru Yahudi ini sangat prihatin dengan kebutuhan untuk mematuhi hukum. Mereka telah meluangkan seluruh hidup mereka mencari jalan ke Allah dengan mematuhi hukum, dan sekarang kebebasan dalam Kristus adalah batu sandungan bagi mereka. Mereka percaya bahwa hukum Taurat itu adalah sarana ilahi untuk mengendalikan dosa, menghasilkan kebenaran, untuk menghormati Allah dan untuk lolos dari penghakiman. Bagi mereka, Paulus itu murtad.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi akan berkata, “Bagaimana kamu akan melakukan apa yang menghormati Allah? Bagaimana Anda akan lolos dari penghakiman jika Anda tidak mematuhi hukum?” Jawabannya di ayat 16, “Hiduplah oleh Roh.” Ayat 18, "Jika kamu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak berada di bawah hukum Taurat." Ayat 25, “Jika kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga dipimpin oleh Roh.” Inilah jawaban Paulus: inilah proses pengudusan, berjalan dengan Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga melihat ada konflik; karena daging manusia kita yang tersisa berperang melawan Roh Kudus. Roh berjuang melawan daging untuk mencegah kita melakukan apa yang diinginkan daging kita. Namun ada perbedaan yang mencolok antara apa yang diinginkan dan dilakukan oleh daging, dan apa yang diinginkan dan dilakukan oleh Roh; dan kita melihatnya dalam ayat 19 - 23. Daging hanya dapat menghasilkan apa yang terdaftar di situ.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita sebagai orang percaya didiami oleh Roh Kudus, dan ayat 22-23 mengatakan, “Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.” Ini sangat berbeda dengan dunia. Inilah bagaimana gereja harus memperlihatkan kuasa Injil di dunia. Sementara seluruh dunia hidup dari perbuatan daging, kita harus hidup menunjukkan bahwa Roh ada di dalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tantangannya adalah bagaimana Anda menemukan orang Kristen sejati? Nah perhatikanlah itu buah tunggal yang memiliki banyak kualitas. Jika Anda berjalan dalam Roh, yang berarti Anda berjalan di bawah kuasa-Nya dalam ketaatan kepada Firman Allah, seperti inilah hidup Anda. Ketika Anda berjalan dalam Roh, inilah gambarannya. Semua buah ada bersama Anda ketika Roh memenuhi Anda dan Anda berjalan di dalam Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara untuk memahami sifat mereka adalah bahwa mereka semua adalah atribut Allah, mereka semua memiliki sifat surgawi, dan mereka semua kebajikan ilahi. Sekarang Anda mungkin berpendapat bahwa, kelemahlembutan atau kerendahan hati itu bukanlah kebajikan ilahi; tetapi kata ini disini digunakan untuk "kelemahlembutan" yang memiliki gagasan kelembutan. Dan tentu saja kelembutan itu adalah ciri khas Allah; yang muncul dalam belas kasihan-Nya dan anugerah-Nya terhadap kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita telah mempelajari kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan kebaikan. Sekarang marilah saya melanjutkan dengan tiga berkat terakhir. Yang pertama untuk hari ini adalah yang terakhir di ayat 22, kesetiaan. Jika Anda berjalan dalam Roh, Anda akan mewujudkan kesetiaan. Apakah artinya itu? Loyalitas atau kesetiaan pada kata-kata Anda. Sifat kita sebenarnya, kita dapat dipercaya dan jujur, itulah yang sedang kita bicarakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ratapan 3:22 - 23, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” Allah itu setia, dalam 1 Korintus 1:9 dan 1 Korintus 10:13. Mazmur 36:5, “Kesetiaan Allah sampai ke awan.” Mazmur 89:33, “Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah kebenaran, kepercayaan, kejujuran dan integritas. Ini penting sebagai kebajikan dalam kehidupan yang dipenuhi Roh sehingga Anda mengatakan kebenaran. Bahwa Anda setia pada kata-kata Anda, setia kepada janji Anda. Ini adalah integritas dasar. Seorang percaya yang dipenuhi Roh berbicara benar, menghayati kebenaran, dapat dipercaya, jujur, tabah, dan tidak tergoyahkan dalam kesetiaan terhadap apa yang benar dan baik. Bagaimana dengan janji-janji Anda? Apakah mereka ditepati?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah sifat Allah, Allah yang adalah kebenaran dan Allah yang tidak bisa berbohong. Dan contohnya adalah Kristus, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup." 2 Tesalonika 3:3 mengatakan, “Tuhan adalah setia.” Dalam Wahyu 1:5, 3:14 dan 19:11, Tuhan Yesus Kristus tampil sebagai Pribadi yang setia dan benar. Itulah sifat Allah yang benar dan tidak bisa berbohong. Itu nyata dalam Kristus yang adalah Yang setia dan sejati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu diperintahkan kepada kita, 1 Korintus 4:2, "Dituntut dari penatalayan bahwa mereka harus setia.” Kita berbicara kebenaran, kita hidup kebenaran, kita menjunjung tinggi kebenaran, dikatakan dalam Titus 2:10, “hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.” Kita ingin orang-orang menghiasi doktrin Allah, kita ingin orang berpikir baik tentang Allah dan setia kepada kebenaran-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah 2 Timotius 2:22, “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Kita diperintahkan untuk setia. Itu berarti kesetiaan pada kebenaran Allah, kebenaran hal-hal yang kita nyatakan dalam kehidupan kita sendiri. Dari mana datangnya kekuatan? Itu dari Roh Kudus. Kesetiaan dan Roh Kudus itu berjalan bersama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kedua dimulai pada ayat 23. Ini diterjemahkan sebagai "kelembutan." Ini sebenarnya lebih baik diterjemahkan "kelembutan hati." Ini kerendahan hati dengan semacam kelembutan. Namun di sini kebajikannya adalah kerendahan hati. Itu muncul dengan kerendahan hati dan menjadi rendah hati serta menjadi lembut. Dan kerendahan hati pada dasarnya lembut. Kerendahan hati tidak merusak orang, bahkan orang yang bergumul dengan dosa; itu memperlakukan mereka dengan cara yang lembut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari sudut pandang Alkitab, kata ini digunakan untuk merujuk pada mengikuti kehendak Allah. "Rendahkan dirimu, dan Allah akan mengangkatmu." Ini juga digunakan untuk merujuk pada ketundukan pada Firman Tuhan. Dalam Yakobus 1:21, dikatakan, “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman.” Tetapi lebih dari itu bagi orang-orang di sekitar kita. Di Titus 3:2 dikatakan, “bersikaplah lemah lembut terhadap semua orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 10:1 membicarakan kelemahlembutan dan keramahan Kristus. Dia berkata dalam Matius 11:29, “Aku lemah lembut dan rendah hati.” Efesus 4 mengatakan, "Hiduplah sebagai orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu, 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati dan lemah lembut.” Jadi Allahlah yang mendefinisikan ini. Ini adalah bagian dari sifat-Nya, karena Ia sebagai Allah merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia di Filipi 2.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 3:15 mengatakan, “Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan, dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada semua orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, namun haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Kita bahkan harus memberitakan Injil dengan lemah lembut dan ramah. Inilah pekerjaan Roh Kudus di dalam kita; Allah adalah sumbernya, Allah mendefinisikannya dan Kristus adalah modelnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian buah Roh terakhir adalah penguasaan diri. Artinya, “kuasa untuk mengendalikan dosa Anda, kekuatan untuk menahan dosa Anda dalam pikiran, dalam kata dan dalam perbuatan.” Allah memiliki penguasaan diri yang sempurna, Dia adalah definisi kontrol diri itu. Maleakhi 3: 6, “Aku adalah Tuhan, Aku tidak berubah.” Dia tidak pernah berdosa. Dia adalah kesempurnaan kudus abadi yang absolut. Penguasaan diri adalah sifat Allah. Dan itulah kata yang jarang ada di Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 1:5 mengatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri.” Kendalikanlah diri Anda. Paulus berkata dalam 1 Korintus 9:27, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Itu adalah kekuatan untuk konsisten dan berbudi luhur. Itulah kekuatan atas korupsi Anda yang masih ada di dalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contohnya adalah Kristus: kudus, tidak berbahaya, tidak tercemar, terpisah dari pendosa, murni dan tanpa dosa. Yesus Kristus adalah sama kemarin, hari ini dan untuk selamanya. Titus 1:8, “Karena seorang penatua harus menjadi pencinta hal-hal baik, berpikiran baik, adil, kudus, dan dapat menguasai diri, 9 dan memegang teguh firman yang setia.” Titus 2:6, “Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal.” Kita diperintahkan untuk melakukan ini dalam hidup sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 23 diakhiri dengan pernyataan ini: “Tidak ada hukum yang menetang hal-hal itu.” Hukum Taurat tidak menentang kebajikan seperti itu. Anda sangat khawatir dengan hukum, tetapi tidak ada hukum yang menentang kebajikan. Selanjutnya, hukum tidak dapat menghasilkan kebajikan macam itu. Hukum tidak dapat menahan perbuatan daging. Kebajikan tidak dapat diproduksi oleh hukum. Dan tentu saja Tuhan tidak akan melarang hal-hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesimpulan dalam ayat 24, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Itu adalah pernyataan kuat dari tindakan masa lalu. Anda telah disalibkan dengan Kristus, Anda mati di dalam Dia, dan dengan kematian itu mematikan hawa nafsu, berahi dan kerinduan yang benar-benar mendominasi hidup Anda. Iya, itu memang masih ada sampai keselamatan kita selesai, tetapi itu tidak berkuasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Kamu sekarang adalah ciptaan baru; hal-hal lama telah berlalu, dan semua hal baru telah datang.” Allah telah melakukan bagian-Nya. Anda dapat berjalan oleh Roh sekarang. Anda bisa mengatasi kedagingan. Anda dapat, dan Anda harus, ayat 25, “Jikalau kita hidup oleh Roh, marilah kita juga dipimpin oleh Roh.” Sekarang Anda secara konsisten harus melakukan bagian Anda dan berjalan dengan Roh menurut kehendak dan kuasa-Nya sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Mar 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200329</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000098</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Buah Roh Kudus - 3]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000097"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:16-26" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:16-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berada di Galatia 5:16-25 yang diberi judul, "Berjalan oleh Roh." Kita membicarakan Roh Kudus yang hidup dalam setiap orang percaya dan yang memimpin langkah-langkah kita baik melalui kuasa internal maupun kebenaran Alkitab. Berjalan adalah gambaran hidup langkah demi langkah, meletakkan satu kaki rohani di depan yang lain, saat kita berjalan di jalan kepatuhan kepada Kitab Suci, dan diberdayakan oleh Roh Kudus.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah perintah yang tidak mudah dipenuhi karena ada konflik langsung, seperti yang kita lihat dalam ayat 17. Daging sisa manusia, yaitu sifat manusia kita yang tersisa yang masih bersama kita sampai saat kita dimuliakan, menetapkan keinginannya melawan Roh, dan Roh itu melawan daging. Mereka bertentangan satu sama lain. Dan Roh Kudus itu bekerja untuk mencegah kita melakukan hal-hal keinginan daging.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita akui bahwa berjalan oleh Roh itu adalah medan pertempuran. Supaya kita setia berjalan oleh Roh, kita harus mengapplikasikan anugerah yang telah Tuhan berikan itu kepada kita: Firman-Nya, doa, persekutuan Kristen, semua hal itu akan menguatkan kita melawan daging. Kita melihat perbedaan besar di antara apa yang dihasilkan keinginan daging dalam Galatia 5:19-21 dan apa yang dihasilkan Roh dalam ayat 22-23.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buah rohani adalah kata tunggal, dan kombinasi dari kebajikan. Jika Anda berjalan dalam Roh, Anda akan mendapatkan semuanya; mereka datang sebagai satu kelompok. Dan saat Anda dewasa dalam Kristus, karangan buah ini menjadi semakin besar saat bunga-bunga dari kebajikan ini berkembang sepenuhnya. Inilah yang disebut proses pengudusan. Kehadiran kebajikan-kebajikan ini dalam dimensi yang terus meningkat ketika Anda berjalan dalam Roh sebagai orang percaya baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini semua adalah sikap, dan bukan tindakan. Jika sikap ini ada di dalam hidup Anda, tindakan itu akan datang secara otomatis. Allah ingin melihat sikap-sikap ini terwujud dalam tindakan. Jika hidup Anda dipenuhi dengan kasih, kegembiraan, kedamaian, kesabaran, kebaikan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, tindakan Anda akan mencerminkan hal-hal itu. Alkitab mengatakan bahwa, "Seperti orang yang berpikir dalam hatinya, demikian juga dia bertindak."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa pun yang ada di hati Anda akan muncul dalam ucapan dan tindakan Anda. Jadi sebagai seorang Kristen, Anda harus lebih peduli tentang sikap ini daripada tindakan itu sendiri. Itulah yang sebenarnya membebaskan kita dari legalisme. Legalisme hanya mementingkan tindakan eksternal, tidak peduli sikapnya apa. Spiritualitas sejati mementingkan sikap dan tindakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang menunjukkan kebajikan-kebajikan ini melalui kuasa Roh Kudus akan menghasilkan tindakan yang akan memberikan kemuliaan dan kehormatan bagi Allah. Hukum tidak dapat melakukan ini dan Anda tidak dapat melakukannya dengan kekuatan Anda sendiri, itu hanya datang melalui Roh dan dalam sifat baru Anda, yang diberdayakan oleh Allah. Jadi kita telah membahas beberapa buah Roh, yaitu tiga yang pertama: cinta, sukacita and damai sejahtera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita melihat kebajikan-kebajikan ini, kita telah memperhatikan sesuatu dari sifat kebajikan ini. Dan kemudian kita telah melihat contoh kebajikan-kebajikan ini, dan kemudian perintah kepada kita untuk melakukan dan mengembangkan kebajikan-kebajikan ini, dan akhirnya sumber dari kebajikan-kebajikan ini: yaitu Roh Kudus. Ayat 23 berakhir dengan, “tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Ini adalah kebajikan ilahi yang diberikan dengan banyak hal yang saling melengkapi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang nomor empat dalam daftar kami adalah kesabaran. Ada dua kata dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan untuk "kesabaran." Satu kata adalah hupomonē. Jenis kesabaran yang ditunjukkan saat Anda menderita semacam cobaan. Ini membicarakan keadaan hidup yang berbeda-beda. Itu berarti bisa menerima apa yang datang sambil mempertahankan sukacita dan harapan Anda, dan dengan sabar menunggu sampai Tuhan membebaskan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu bukan kata yang digunakan di sini. Kata ini membicarakan bersabar dengan orang-orang. Itu kata makrothumia. Ini adalah orang yang meredakan kemarahannya sampai hilang. Itulah jenis kesabaran terhadap orang-orang yang biasanya akan membuat Anda marah. Beberapa orang menyebut ini "penderitaan panjang" untuk menggambarkan gagasan yang panjang. Ini benar-benar ide dari Kitab Suci yang mengatakan, "panjang sabar."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Definisi yang lebih jelas adalah: Kesabaran adalah pengekangan yang tidak membalas. Apa pun yang dikatakan kepada Anda, apa pun yang dilakukan pada Anda, apa pun yang tidak dilakukan yang seharusnya dilakukan; apa pun pelanggaran yang dilakukan terhadap Anda, tidak peduli seberapa parah atau serius, jika Anda berjalan dalam Roh, amarah Anda itu jauh. Anda terbatas dalam amarah Anda, terkendali dari pembalasan apapun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini didefinisikan untuk kita oleh Allah sendiri. Bacalah Bilangan 14:18, “Tuhan itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah,” dan itulah kata Perjanjian Lama untuk "anugerah" di dalam "mengampuni kesalahan dan pelanggaran." Jadi kesabaran itu adalah jawaban terhadap pelanggaran yang panjang sabar, penuh anugerah, yang mengampuni dosa dan pelanggaran. Inilah satu kebajikan yang paling dekat hubungannya dengan pengampunan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak indikasi bahwa ini benar tentang Allah dalam Perjanjian Lama. Lihatlah Mazmur 86:15, “Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.” Ada "panjang sabar" lagi terhubung dengan anugerah, belas kasihan, dan pengampunan. Kita membicarakan kesabaran dengan mereka yang telah menghina kami; dan itu paling jelas ditunjukkan oleh Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 2:4, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, penghindaran-Nya, dan kesabaran-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” Kita akan melihat bahwa kemurahan itu terhubung dengan kesabaran; dan kesabaran Allahlah yang membiarkan kita, sampai kita bertobat. Buah Roh itu adalah kebalikan dari perbuatan daging, yaitu kebencian, perselisihan, iri hati dll.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebajikan kesabaran ini menghasilkan pengampunan. 1 Petrus 3:20 mengatakan, “Allah tetap menanti dengan sabar di waktu Nuh.” Allah begitu sabar pada waktu itu dengan dunia berdosa. Seberapa sabar-Nya? Nuh perlu seratus dua puluh tahun untuk membangun bahtera itu; dan selama seratus dua puluh tahun dia adalah pengkhotbah kebenaran; jadi Allah itu panjang sabar sebelum Dia menghakimi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 1:15-16 mengatakan, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, bahwa Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan diantara mereka akulah yang paling berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan kesabaran-Nya sepenuhnya.” Di sini bukan saja seorang Farisi, seorang Yahudi legalistik yang diperlakukan Allah dengan panjang sabar, tetapi seorang pembunuh orang Kristen diberi kesabaran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memang sabar dengan orang berdosa. 2 Petrus 3:9, “Tuhan tidak lalai menepati janjinya, sekalipun ada orang yang menganggapnya lalai, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia ingin jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang bertobat.” Alasan Tuhan menunda kedatangan-Nya itu bukan karena janji-Nya lambat, tapi karena Dia panjang sabar. Dia sifat-Nya sabar; karena Dia ramah, penuh belas kasihan dan ingin mengampuni.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah teladan kita. Efesus 4:1-2, “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan dalam Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” Kolose 3:12, “kenakanlah hati yang penuh belas kasihan, kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran, saling menanggung satu sama lain, dan saling mengampuni.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda menganggap kesabaran itu sebagai karya Roh Allah yang sekunder dalam hidup Anda; tetapi itu utama. Jika Anda tidak memiliki kesabaran dengan mereka yang menyinggung Anda dan mereka yang mengganggu dan menyerang hidup Anda, yang menciptakan kerusakan dan kekacauan untuk Anda, jika Anda tidak memiliki kesabaran dengan mereka, Anda tidak seperti Kristus, dan Anda tidak menunjukkan buah Roh. Hidup Anda harus mewujudkan kesabaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, kita belajar bahwa itu berasal dari Roh Kudus. Dan kita membaca dalam Kolose 1:9-12 di mana Paulus berkata, “Sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti berdoa untuk kamu dan meminta agar kamu dipenuhi… untuk menanggung segala sesuatu dengan sabar dan berterima kasih kepada Bapa.” Allah adalah sumber dari kesabaran ini; Kristus adalah contoh dari kesabaran ini dan Roh Kudus adalah penyampai kesabaran ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata berikutnya dalam Buah Roh yang sifatnya dekat adalah "kemurahan." Kata ini terkadang diterjemahkan sebagai "kelembutan." Ini pada dasarnya berarti "kebaikan hati." Itu adalah kebajikan mulia tingkat tinggi yang selalu berusaha untuk melakukan kebaikan. Ingatlah Roma 3:12 di mana Paulus berkata, "Tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak." Sebenarnya dalam bahasa Yunani dikatakan, "Tidak ada yang memiliki kemurahan hati."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di mana kemurahan hati ini di antara orang-orang yang tidak percaya? Inilah kebalikan dari perbuatan daging yang kita lihat sebelumnya. Lihatlah Titus 3:4-5, “Tetapi ketika kemurahan dan kasih sayang Allah, Juruselamat kita, muncul 5 Dia menyelamatkan kita.” Efesus 2:5-7 mengatakan, “Oleh kasih karunia kamu telah diselamatkan…7 supaya pada masa yang akan datang Dia dapat menunjukkan kekayaan anugerah-Nya yang tak terukur dalam kemurahan hati kepada kita di dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada kemarahan benar atas dosa. Dalam Bilangan 14:18 bagian kedua dari ayat itu dikatakan, "Allah sekali-kali tidak akan membebaskan orang yang bersalah." Dan itu pada akhirnya mengarah ke kayu salib karena Allah itu baik, Allah itu pengasih; tetapi pada saat yang sama, Dia tidak akan mengabaikan kesalahan itu. Itu mengarah ke salib, di mana Anak-Nya dihukum untuk memuaskan keadilan-Nya, sehingga kebaikan dan belas kasihan-Nya dapat diberikan kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh kemurahan itu adalah Tuhan kita Yesus Kristus. 2 Korintus 10:1 membicarakan kelemahlembutan dan kemurahan Kristus. Dalam kehidupan-Nya ditunjukkan banyak kebaikan ilahi dasar seperti memberi makan kepada orang lapar, memberkati anak-anak kecil dan apa yang Dia katakan kepada orang banyak di Matius 11:28-29, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita diperintahkan untuk menunjukkan ini. Roma 11:22 mengatakan, “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh.” Anda bukan orang percaya jika kebaikan tidak menandai hidup Anda. 2 Timotius 2:24 berkata, "Hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang, sabar ketika disalahkan, dan dengan lemah lembut menuntun orang yang suka melawan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kebajikan ketiga yaitu "kebaikan" dalam Galatia 5:22. Kebaikan adalah kebajikan dari kemanisan moral, keunggulan moral. Ini biasanya dibandingkan dengan kebenaran; dan itu sangat membantu untuk mendapatkan makna dari itu. Dalam Efesus 5:9, “Buah Terang itu terdiri dari segala kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Jadi di sini "kebaikan" juga terhubung dengan "kebenaran."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Roma 15:14, “Saudara-saudaraku, aku sendiri juga yakin bahwa kamu sendiri penuh dengan kebaikan.” Anda memiliki keyakinan yang kuat, Anda tahu apa yang benar, Anda percaya apa yang benar, Anda menjalankan keyakinan itu, dan Anda menyatakan keyakinan itu. Tapi ada sisi baik dari keyakinan Anda, "bahwa Anda dipenuhi dengan semua kebaikan." Bahwa Anda memiliki kelembutan yang terhubung dengan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud berkata dalam Mazmur 23:6, “Kebaikan dan belas kasihan akan mengikuti aku seumur hidupku, dan aku akan tinggal di rumah Tuhan untuk selamanya.” Kebaikan Tuhan akan berlangsung sepanjang masa. Dan sekali lagi Daud berkata dalam Mazmur 27:13, “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!” Hidup akan terlalu berat bagi saya jika saya tidak percaya pada kebaikan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebaikan Allah adalah apa yang menghasilkan belas kasihan. Inilah jenis kebaikan yang dimiliki Joseph. Dalam Matius 1:19, dia adalah orang benar, dan ia mendapati bahwa calon istrinya, Maria, sedang mengandung anak, dan ia sangat terpukul karena ia tahu karakternya. Dia tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi, karena ia belum tahu bahwa itu dilakukan oleh Roh Kudus. Dia harus melakukan yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bisa saja secara terbuka mempermalukannya; yang akan didukung oleh Perjanjian Lama. Tetapi daripada itu, dia berencana untuk membatalkan pertunangan itu secara pribadi, meskipun mereka belum pernah bersetubuh. Ini terjadi karena kebenarannya dikendalikan oleh kebaikannya. Dan begitu juga halnya dengan Allah. Kita bersyukur bersyukur bahwa Dia benar-benar sempurna, tetapi kebenaran-Nya dikendalikan oleh kebaikan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yesaya 42 yang dikutip oleh Tuhan kita dalam Matius 12:18-20, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih; yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh Roh-Ku ke atas-Nya, dan Dia akan menyatakan keadilan kepada bangsa-bangsa lain. 19 Dia tidak akan berbantah, atau berteriak; tidak seorang pun akan mendengar suara-Nya. 20 “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar tidak akan dipadamkan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia datang sebagai penakluk. Dia datang untuk memimpin keadilan kepada kemenangan. Dia datang untuk mengambil alih dunia. Dia adalah Tuhan segala tuhan, Raja segala raja, Tetapi dikatakan, “Buluh yang payah terkulai tidak akan diputuskan-Nya.” Jadi, Anda bisa mematahkan buluh dan mematahkan seruling kecil dan membuangnya. Dan sumbu akhirnya apinya akan menjadi kecil dan tidak berguna, dan ketika mereka masih berkedip-kedip itu langsung dibuang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mesias, ketika Dia datang, tidak akan mengambil buluh yang memar itu dan mematahkannya dan membuangnya. Dia tidak akan mengambil cahaya yang berkedip-kedip itu dan memadamkan dan membuangnya. Ada kebaikan tentang Dia, dan Yesus membicarakan diri-Nya. Kebaikan itu datang bersama dengan kebenaran dan melunakkan keyakinan. Dan kita semua diperintahkan untuk memperlihatkan kebaikan ini. Ini bukan pilihan, kita diperintahkan untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 6:10, “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Bagi kita sebagai gereja dan bagi semua orang di luar, kita harus dikenal oleh kebaikan kita, hati kita yang besar, kelembutan kita, kemurahan kita dan kesabaran kita. Ini adalah kebajikan yang indah dan kebajikan luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tujuannya kemana semua ini? 2 Tesalonika 1:12, “supaya nama Yesus Kristus, Tuhan kita dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut anugerah Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.” Anda menunjukkan kehidupan yang ditransformasikan. Dan itulah alasannya Dia memanggil kita untuk hidup oleh Roh supaya nama Yesus, Tuhan kita akan dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200322</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000097</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Buah Roh Kudus - 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000096"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:22-26" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:22-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berada di Galatia 5 berjudul "Hiduplah oleh Roh." dan itu adalah perintah untuk berjalan oleh Roh. Itu adalah perintah dalam ayat 16; itu adalah perintah yang diulangi dalam ayat 25. Kita juga tahu ada konflik yang terlibat dalam upaya mematuhi perintah ini. Dalam ayat 17, daging manusia kita yang belum ditebus bekerja melawan Roh, dan Roh melawan daging. Itulah sebabnya menjalani kehidupan Kristen adalah sebuah pertempuran.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daginglah yang berperang melawan Roh Kudus yang ada di dalam kita. Dan kemudian setelah konflik di ayat 17 - 18 muncul kontras antara perbuatan daging, ayat 19 - 21, dan buah Roh, ayat 22 - 23. Untuk hidup saleh tidak perlu Anda mengembangkan kekuatan manusiawi Anda. untuk membuat Anda lebih bermoral dalam hidup. Tetapi jika Anda ingin menghormati dan memuaskan Tuhan, satu-satunya cara yang mungkin adalah berjalan dengan Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus diberdayakan oleh Roh Kudus. Tidak ada yang Anda dapat lakukan dalam daging Anda yang menyenangkan Allah. Semua upaya terbaik Anda dalam daging hanya menghasilkan dosa. Roh saja menghasilkan buah yang benar yang terdaftar dalam ayat 22 - 23. “Berjalan” berarti hidup langkah demi langkah ke arah yang telah dinyatakan oleh Roh Allah dalam Firman Allah; dan Dia janji untuk memberi kita kekuatan untuk hidup dalam kepatuhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Baru kita disebut orang Kristen, karena kita seperti Kristus. "Kristen" adalah kata kunci untuk mengidentifikasi kita. Itu adalah sebuah kata yang pada dasarnya pertama kali digunakan oleh para penyembah berhala yang menamakan pengikut Kristus, “orang Kristen.” Mereka pikir itu adalah cara untuk mencemooh orang; tetapi sebenarnya itu adalah pujian yang cukup mulia untuk mengatakan bahwa mereka adalah seperti Kristus kecil. Kita mengikuti Kristus, kita mencoba untuk menjadi gambar-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata lain bagi kita dalam Perjanjian Baru adalah kata "murid." Ini juga menggambarkan kita, dan kata yang diterjemahkan “murid-murid” adalah ‘mathetes’ dalam bahasa Yunani. Itu berarti “pelajar” atau “mahasiswa.” Kita adalah siswa Yesus Kristus; kita duduk di kaki-Nya, kita belajar dari-Nya. Dia adalah Tuhan dan Penguasa kita. Dia adalah Guru kita, pengajar kita. Jadi kita disebut murid, yang berarti kita adalah pelajar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga di Perjanjian Baru kita disebut "saudara," dan "saudara perempuan," yang berarti bahwa kita berada dalam sebuah keluarga. Kita bukan saja Kristus kecil, kita bukan saja murid Kristus, kita juga anggota keluarga-Nya. Kita telah dimasukkan ke dalam keluarga Allah. Kita telah dilahirkan ke dalam keluarga Allah melalui kelahiran baru, dan kita telah diadopsi ke dalam keluarga Allah oleh pilihan Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada istilah lain yang harus kita ketahui. Apakah artinya menjadi pengikut Kristus; kita disebut "budak." Kata itu adalah doulos. Itu tercatat sekitar seratus dua puluh lima kali dalam Perjanjian Baru; dan ketika digunakan untuk merujuk kepada orang percaya itu sering diterjemahkan sebagai "hamba." Tetapi kita sebenarnya budak. Yang berarti bahwa kita memberikan ketaatan yang rela, penuh kasih, dan setia kepada Yang memiliki kita, Yang membeli kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada kata lain, dan itu adalah “orang kudus.” Kata itu berarti "kudus." Kita adalah orang kudus; dan itu digunakan lebih dari dua ratus kali. Ini hanyalah sebutan sederhana dan polos untuk setiap orang percaya. Saya tahu memang sulit untuk memikirkan diri sendiri seperti itu. Kenyataannya adalah bahwa Anda tidak selalu bertindak seperti itu, benar? Tetapi ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan kita di dalam Alkitab, dan ini terus digunakan untuk menggambarkan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tiba di Surat-Surat dan Anda di akhir buku Wahyu ditunjuk sebagai orang-orang kudus. Saya ingin Anda mengerti hal ini. Jadi biarkan saya menunjukkan kepada Anda beberapa ayat yang akan membantu Anda melihatnya. Paulus menulis di Roma 1:1, “Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul, dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah,” dan kemudian di ayat 7 tertulis, “kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dijadikan orang-orang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalian semua adalah orang kudus. Mereka adalah orang-orang percaya muda di Roma, dan mereka semua ditunjuk sebagai orang-orang kudus. Ini adalah gelar yang menjadi milik kita semua. Dalam Roma 8:26-27, ini membicarakan pelayanan Roh Kudus, “Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, menengahi orang-orang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus berdoa untuk kita, dan dalam doa-Nya Dia mengidentifikasikan kita sebagai orang-orang kudus, Allah tidak ragu menyebut kita orang-orang kudus dan Roh Kudus tidak bimbang untuk berdoa bagi kita sebagai orang-orang kudus. Dalam Efesus 1, Paulus berkata, “Paulus, rasul Kristus Yesus karena kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus.” Dalam Filipi 1, "Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus adalah surat yang panjang karena ada banyak kesalahan di Korintus. Tetapi terlepas dari semua hal-hal yang mengerikan ini seperti pembelahan, pertentangan, perpecahan, pertempuran, perselisihan, kesombongan, kepahitan, amoralitas dan banyak dosa lainnya. Namun, dikatakan dalam 1 Kor. 1:1-2, “Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Yesus Kristus, dan dari Sostenes saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan (dijadikan orang-orang kudus) dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dipanggil menjadi orang kudus. Bukan perilaku Anda yang memberi Anda hak untuk menjadi orang kudus. Anda dipanggil untuk menjadi orang kudus, dan itulah panggilan yang efektif. Anda adalah orang kudus terlepas dari kelemahan Anda. 1 Korintus 3:16-17, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang mencemari bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam 1 Korintus 6:1-2 dikatakan, “Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? 2 Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?” Inilah panggilan surgawi. Anda telah dipanggil untuk menjadi kudus. Anda telah dikuduskan. Anda telah menjadi orang kudus. Inilah nama orang percaya di Korintus. Mereka adalah orang-orang kudus, walaupun mereka berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 14:33, “Sebab Allah bukanlah Allah yang membingungkan tetapi yang damai sejahtera, sama seperti dalam semua jemaat orang-orang kudus.” Di sini, Paulus membicarakan penyalahgunaan bahasa roh; dan dia mengingatkan mereka bahwa mereka orang kudus. Gereja ini harusnya disebut Orang Kudus Indonesia Riverside, karena itulah kita semua, dan penting bagi kita untuk memahaminya. Itu mengidentifikasikan kita sebagai mereka yang telah ditransformasikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kesimpulannya, keselamatan mengakibatkan proses pengudusan. Jika Anda diselamatkan, Anda adalah orang kudus. Ibrani 10:10 mengatakan, “Dan karena kehendak-Nya inilah, kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.” Dalam Kisah Para Rasul 26:18, Paulus mengatakan bahwa Allah mengutusnya untuk membuka mata orang-orang non-Yahudi agar mereka dapat beralih dari kuasa Setan kepada Allah, agar mereka menerima warisan dengan mereka yang dikuduskan oleh iman kepada-Ku.” Iman membuat Anda kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah pekerjaan Roh Kudus, untuk menerangi Kitab Suci dan memberdayakan orang percaya untuk ketaatan. Anda adalah orang kudus, dan ketika Anda mempelajari Firman Tuhan, dan Roh menerangi Firman Allah, dan kemudian memberdayakan aplikasi Firman Tuhan dalam pola kepatuhan. Sekarang tingkat kemajuan Anda mungkin kurang dalam beberapa hal. Kita tidak mungkin bekerja sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tingkat di mana kekudusan Anda berkembang terhubung ke tingkat di mana Anda membaca dan merenungkan Firman Tuhan, dan berjalan di jalan kepatuhan. Ketika Anda memenuhi keinginan daging, kemajuan Anda berhenti. Kedewasaan rohani adalah proses yang lambat. Anda bisa melakukan sesuatu secara daging atau sesuatu yang taat. Pada saat itu Anda berjalan dalam Roh atau berjalan dalam keinginan daging.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedewasaan adalah hasil akhir dari pengalaman hidup dalam Roh yang dominan. Jadi ketika Anda melihat orang percaya dewasa yang memanifestasikan keserupaan dengan Kristus dan buah Roh, Anda tahu bahwa ia telah dipenuhi Roh, dan hidup oleh Roh selama waktu panjang untuk mencapai kedewasaan nyata. Jadi pekerjaan proses pengudusan dimulai ketika Anda diselamatkan; Anda menjadi orang kudus. Sekarang Anda perlu menjalani kehidupan kudusmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 5:18-20 mengatakan, “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Pertama-tama, Anda akan menyembah, “19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” Orang-orang percaya dipenuhi Roh akan menyembah dan bersyukur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ditandai oleh kerendahan hati, Kristus adalah teladan mereka. Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita pelajari buah Roh lagi. Buah Roh adalah bukti kekristenan sejati. Kekudusan nyata dari pola hidup muncul dalam kebajikan-kebajikan ini dalam ayat 22 dan 23, cinta, sukacita, kedamaian, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelembutan dan penguasaan diri. Dan jika Anda berjalan oleh Roh, Anda mendapatkan semuanya itu. Jika Anda dipenuhi Roh, Anda akan menyembah, Anda akan bersyukur dan Anda akan rendah hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah membicarakan kasih dan suka cita, jadi marilah kita pelajari yang ketiga, yaitu damai sejahtera. Damai sejahtera adalah ketenangan di dalam jiwa. Ini adalah pengalaman seorang Kristen yang hidup dalam Roh. Allah sering diidentifikasikan sebagai Allah damai sejahtera. Ini berarti bahwa Dia di dalam diri-Nya memiliki kedamaian sempurna, tidak ada kegelisahan di dalam Allah, tidak ada rasa takut dalam Allah, tidak ada kengerian pada Allah, tidak ada kekhawatiran pada Allah, hanya damai sejahtera sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ada dalam kendali penuh, dan Dia adalah sumber ketenangan ini. Hanya Allah sanggup memberikan kita damai sejahtera sejati. Sekarang marilah kita membicarakannya secara objektif dan subyektif. Damai sejahtera objektif mengacu pada hubungan orang Kristen dengan Allah. Dulu Allah adalah musuh kita. Kita berada di bawah penghakiman, kita berada di bawah murka; tetapi kita telah diperdamaikan dengan Allah. Sekarang kita memiliki damai sejahtera dengan Allah; itu obyektif dan fakta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara subyektif, karena kita memiliki damai sejahtera dengan Allah, kita mengalami damai dalam semua badai dan cobaan hidup. Sekarang Alah adalah Bapa saya, Allah adalah pelindung saya; Kristus adalah Tuhanku; Roh Allah adalah guru saya, dan jaminan saya, dan keamanan saya untuk masa depan. Allah akan menepati semua janji-Nya. Saya adalah anak-Nya untuk selamanya. Karena ada kedamaian dengan Allah, saya sekarang memiliki damai sejahtera Allah yang memenuhi jiwaku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 5 mengatakan, damai sejahtera dengan Allah, datang oleh Kristus yang mendamaikan kita semua melalui kematian-Nya. Dari situ muncullah damai sejahtera Allah secara subyektif. Itulah sebabnya dalam Efesus 6:15, Injil itu disebut Injil damai sejahtera. Damai sejahtera Allah ditemukan dalam beberapa doa berkat dari Perjanjian Baru. 2 Tesalonika 3:16, “Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 15:13, "Semoga Allah sumber pengharapan memenuhi Anda dengan segala damai sejahtera.”Itu adalah ketenangan jiwa. Damai sejahtera adalah keyakinan yang menghilangkan semua ketakutan, keraguan, kekhawatiran dan kecemasan. Yesus berkata kepada para murid dalam Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu. Percayalah juga kepada-Ku. Aku telah menyediakan tempat bagimu, untuk datang dan membawa Anda ke tempat-Ku.” Sekali lagi, seperti kasih dan sukacita, damai sejahtera itu tidak terkait keadaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mari kita lihat contoh dalam Markus 4:35-41. Tuhan kita bersama para murid-Nya keluar di Laut Galilea, dan badai datang, "Dia berkata kepada mereka, 'Marilah kita pergi ke seberang.' 36 Mereka meninggalkan orang banyak, membawa Yesus berserta mereka dalam perahu, dimana Dia duduk; dan perahu-perahu lain juga menyertai-Nya. 37 Lalu timbullah angin kencang yang dahsyat, ombak menyembur perahu. 38 Waktu itu Yesus ada di buritan, sedang tidur di bantal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, 'Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? 39 Iapun bangun, menghardik angin itu, dan berkata kepada laut, ‘Diam, tenanglah!” Dan angin itu reda dan menjadi sangat tenang. 40 Ia berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu takut? Mengapa kamu tidak percaya? '41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata satu sama lain,' Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan laut pun menuruti Dia? '”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepercayaan pada Allah menghilangkan rasa takut. Filipi 4:9 mengatakan, “Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Ayat 7, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Tidak ada penjelasan manusiawi untuk itu, tidak ada penjelasan psikologis untuk itu. Damai sejahtera ini hanya datang dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di luar itu, ada perintah untuk mengejar damai sejahtera itu. Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Berikanlah permintaan Anda kepada Allah, dan jiwa Anda akan dipenuhi dengan damai sejahtera Allah yang akan menjaga hati dan pikiran Anda. Itulah perintah untuk tidak kuatir, tetapi untuk berdoa, berdoa dalam kepercayaan bahwa Allah akan menyediakan damai sejahtera itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata dalam Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai." Apakah Anda seorang pembawa damai? Apakah hati Anda sendiri damai sejahtera selalu dalam situasi apa pun? Itulah caranya kita harus diidentifikasikan. Dan jika Anda hidup di dalam Roh, Anda tidak akan menyebabkan masalah, Anda tidak akan menyebabkan kekuatiran; Anda akan bawa damai sejahtera. Banyak sekali orang yang menyebut nama Kristus yang tidak melakukan apa-apa selain menimbulkan masalah di mana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, "Siapakah sumbernya?" Iya, itu adalah buah Roh. Tetapi sekali lagi, dalam Yohanes 14:27 Yesus berkata, “Damai sejahtera, Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu.” Bagaimana damai sejahtera itu datang kepadaku? Ayat 26: “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Mar 2020 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200315</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000096</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Buah Roh Kudus - 1]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000095"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:22-26" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:22-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada perintah dalam ayat 16 yang diulangi di ayat 25, "Berjalan oleh Roh." Itu adalah perintah. Artinya kita harus menyerahkan kendali hidup kita kepada Roh Kudus. Perintah ini diikuti oleh pengakuan atas konflik di ayat 17, "Kedagingan" yang masih tersisa karena kita belum dimuliakan; kita masih manusia. Jadi kita memiliki daging yang tersisa walaupun kita telah bertobat dan ditransformasikan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17, “Karena keinginan daging melawan Roh, dan Roh melawan keinginan daging; dan ini bertentangan satu sama lain, sehingga Anda tidak melakukan hal-hal yang Anda inginkan.” Itulah konfliknya; kita sudah memrbicarakan itu. Kita pada saat yang sama benar dan berdosa. Kita memiliki sifat baru, adalah ciptaan baru dalam Kristus Yesus untuk pekerjaan baik; tetapi itu dipenjarakan di sisa kemanusiaan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada pertempuran besar. Paulus bermaksud bahwa keinginan daging kita dikendalikan oleh Roh Kudus. Jadi kita memiliki perintah untuk berjalan oleh Roh. Dalam memenuhi perintah itu, kita memiliki pertentangan antara daging kita yang masih berdosa dan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Itu berhubungan dengan sikap dan tindakan hidup kita. Ketika kedagingan berkuasa, Anda akan berbuat keinginan daging dalam ayat 19 hingga 21.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah perbuatan daging. Dan semuanya ada: 19 perzinahan, percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, kebencian, pertengkaran, iri hati, ledakan amarah, ambisi egois, pertikaian, ajaran sesat, 21 kecemburuan, pembunuhan, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. Barangsiapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Inilah perilaku orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita masih cenderung melakukan hal-hal itu dalam kedagingan kita yang tidak ditebus. Dan kedagingan kita tidak akan hilang sampai kita menerima rumah surgawi kita dan tubuh yang dimuliakan. Setelah itu kita tidak akan berurusan dengan daging untuk selamanya. Tetapi sekarang kita diperhadapkan dengan pemenuhan perintah ini dan langsung berperang, yang terjadi di dalam kita. Paulus membicarakan itu dalam Roma 7, seperti yang sudah kita bicarakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu kita berbicara tentang perbuatan daging itu. Inilah daftar buruk dari hal-hal yang menghancurkan kehidupan dan hubungan kita dengan orang lain dengan cara yang mengerikan. Itulah hal-hal yang pada dasarnya mendominasi kehidupan orang yang belum percaya. Mungkin ada beberapa kebaikan manusia yang dilakukannya, tetapi pada dasarnya daging hanya dapat menghasilkan hal-hal buruk. Itu menghasilkan pikiran bejat dan masih banyak lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 5:22-26 mengatakan, “Tetapi buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kebaikan, kemurahan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda melihat orang percaya, Anda mungkin melihat kadang-kadang masih ada dosa; tetapi Anda pasti akan melihat kebajikannya juga. Dan saat proses pengudusan itu terjadi, dan ketika Anda bertumbuh dalam anugerah dan pengetahuan tentang Kristus dan menjadi lebih seperti Kristus, Anda melihat lebih banyak buah Roh daripada melakukan perbuatan kedagingan. Proses pengudusan itu mengurangi hal-hal terdaftar di ayat 19 - 21, dan menambahkan hal-hal yang terdaftar di ayat 22 – 23 ke dalam hidupmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup dalam Roh menghasilkan kebajikan di ayat 22-23; dan kita sekarang berada di sisi kebajikan. Dan berjalan oleh Roh memiliki dampak negatif dan positif. Secara negatif, itu mengekang daging. Itu dikatakan di ayat 17, bahwa Roh yang ada di dalam mengekang kita dalam melakukan hal-hal keinginan daging secara alami. Dan efek positifnya adalah menghasilkan buah yang terdaftar di ayat 22-23.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perbuatan daging itu jamak. Tidak selalu semua orang melakukan semua itu. Orang berdosa memiliki kebebasan untuk memilih dosa mereka. Ada beberapa orang yang tidak pernah mabuk, itu bukan bagian dari dosa mereka. Jadi ada banyak dosa yang dapat ditambahkan ke dalam daftar itu. Di sisi lain, buah Roh itu tunggal. Saat Anda berjalan dalam Roh, semuanya datang dalam satu paket.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buah Roh itu berada dalam bentuk tunggal karena kebajikan bukanlah sebuah daftar yang Anda pilih. Buah Roh itu adalah kombinasi dari semua kebajikan ini, dan lebih banyak lagi, karena juga dikatakan di akhir ayat 23, “menentang hal-hal seperti itu,” yang berarti ada lebih banyak kebajikan. Dan itu tidak dicatat dalam sebuah urutan tertentu seperti kasih, sukacita, damai sejahtera yang mengikuti satu sama lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buah itu adalah buket indah kebajikan dan keindahannya adalah keindahan gabungan. Itulah yang dihasilkan Roh Kudus dalam diri seseorang yang berjalan oleh Roh. Dan pada akhirnya Anda akan mengalami semuanya. Allah adalah sumber segala kebajikan; buah itu dipandang sebagai metafora untuk kebajikan. Dan kehidupan Allah di dalam orang percaya akan menghasilkan buah rohani tergantung pada seberapa banyak Anda bertumbuh secara rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah ingin kita berbuah. Lihatlah Yohanes 15, Tuhan kita di sini membicarakan diri-Nya sendiri sebagai pokok anggur, dan Bapa-Nya sebagai yang memelihara pokok anggur itu. Dia berkata, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dipangkas-Nya supaya ia lebih banyak berbuah.” Jadi ketika Anda berbuah, Tuhan akan membawa ke dalam hidup Anda pengalaman pemangkasan yang membuat Anda lebih berbuah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita ada di dalam Kristus, dan Kristus ada di dalam kita, dan dalam persatuan itu ranting mulai berbuah. “Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kecuali ia tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, kecuali kamu tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Jika Anda terhubung dengan Kristus pasti akan ada banyak buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada beberapa perilaku yang ditunjukkan dalam Alkitab sebagai buah. Ibrani 13:15 mengatakan, “senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu buah bibir yang memuliakan nama-Nya.” Ibadah adalah buah. Saat Anda beribadah, saat Anda memuji Tuhan, Anda berbuah. Di Roma 15:28 Paulus berterima kasih kepada orang-orang atas hadiah keuangan untuk mendukungnya; dan hadiah itu adalah “buah yang melimpah ke rekeningmu.” Jadi memberi juga dinyatakan sebagai buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 3:8, Yesus berkata, “Jadi hasilkanlah buah yang terhubung dengan pertobatan.” Bertobat dari dosa juga adalah buah. Roma 1:13, Paulus berkata, “Aku ingin datang kepadamu supaya aku menemukan buah di antara kamu.” Membawa seseorang kepada Kristus juga adalah buah. Dan ada lebih banyak ilustrasi buah tunggal. Jadi ibadah adalah buah, memberi adalah buah, pertobatan adalah buah, membawa orang kepada Kristus juga adalah buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat yang sama, kita adalah orang benar dan berdosa sampai kita dimuliakan. Tetapi kita akan ditandai oleh banyak buah. Buah itu akan ada karena itulah yang dilakukan Roh Kudus di dalam kita. Buah adalah bukti bahwa Roh Kudus ada di dalam kita. Dengarkanlah kata-kata Tuhan kita di Matius 7:20, “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Yohanes 15:8, "Dalam ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buah Roh tidak dihasilkan oleh daging; dan kesembilan dari buah itu berulang kali diperintahkan kepada kita. Sepanjang Alkitab kita diperintahkan untuk mengasihi, diperintahkan untuk bersukacita, diperintahkan untuk mengalami damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Itu adalah perintah bagi kita, tetapi itu semua karya Roh. Ingatlah, itu benar dari setiap aspek keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktanya Anda dilahirkan kembali, adalah pekerjaan Allah; namun kamu diperintahkan untuk dilahirkan kembali. Faktanya Anda percaya adalah pekerjaan Allah, tetapi Anda diperintahkan untuk percaya. Faktanya Anda mengaku Kristus adalah karya Allah, tetapi Anda diperintahkan untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan. Faktanya Anda dikuduskan adalah pekerjaan Roh Allah, tetapi Anda diperintahkan untuk hidup taat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buah terbagi dalam dua kategori. Kita telah belajar bahwa perbuatan baik, menyembah, memberi, dan membawa orang kepada Kristus; semuanya adalah buah. Tetapi Anda tidak melihat salah satu dari perbuatan itu di sini di Galatia, semua yang Anda miliki di sini adalah sikap. Kasih adalah sikap, sukacita adalah sikap, damai sejahtera adalah sikap, kesabaran adalah sikap; semua ini adalah sikap. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa ini adalah buah sikap, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang telah kita lihat adalah ada buah tindakan, itulah buah dari perilaku: perbuatan baik, tindakan benar. Jadi buah sikap ada pada mulanya; dan di mana sikap itu mendominasi, datanglah tindakan yang terkait dengan sikap-sikap ini. Anda tidak bisa mengasihi tanpa ada tindakan kasih. Anda tidak bisa bersukacita tanpa ada ekspresi sukacita itu. Semua ini diberdayakan di dalam kita oleh Roh Kudus secara kolektif. Jadi, jika Anda berjalan oleh Roh, seluruh buah itu adalah milik Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Bagaimana saya tahu Anda seorang Kristen?" Jadi, jika Anda ingin tahu bahwa saya seorang Kristen menetaplah di sekitar saya untuk sementara waktu, dan apa yang akan Anda lihat sebagian besarnya adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Itu adalah bukti bahwa saya kebanyakannya tidak hidup dalam daging saya, karena semua yang dihasilkan daging adalah kejahatan. Inilah caranya kita menampilkan keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mulai dengan kasih dan sukacita. Kasih adalah yang pertama dalam daftar karena kasih adalah yang terbesar menurut 1 Korintus 13. Itu adalah kata agapē, itu adalah “kasih pada tingkat tertinggi.” Inilah kata kasih yang paling mulia. Ada kata-kata lain untuk kasih yang membicarakan persahabatan, dan kasih perkawinan, bahkan jenis kasih seksual. Tetapi ini adalah kata yang memberbicarakan jenis kasih yang adalah ciri kasih Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita periksa pola empat kali lipat dari kata-kata ini. Pertama, sifat masing-masing, lalu contoh, lalu perintah dan kemudian kekuatannya. Jadi marilah kita lihat kasih agapé, jenis kasih paling mulia itu. Apakah sifatnya? Kebanyakan kasih dalam budaya kita ditentukan oleh berbagai jenis rangsangan emosional. Tetapi kasih ini didefinisikan untuk kita semua dalam 1 Korintus 13, yang sering disebut bab kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti apa kasih itu? “Kasih itu sabar,” ayat 4 “kasih itu murah hati, tidak cemburu; kasih tidak mementingkan diri, tidak sombong, 5 tidak melakukan yang tidak sopan; itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan yang diderita, 6 tidak bersukacita atas ketidakbenaran, tetapi bersukacita atas kebenaran,” lalu “7 kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak pernah gagal.” Itulah sifat kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata di Yohannes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Inilah kasih yang paling mulia dari semua kasih. Itu berarti Anda hanya mencari yang terbaik untuk semua orang di sekitar Anda. Anda menanggung apapun dan segalanya. Anda percaya yang terbaik tentang semua orang. Anda membicarakan yang terbaik tentang semua orang. Anda mengorbankan diri Anda bahkan untuk menyerahkan hidup Anda untuk orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan contohnya? Iya, Yesus berkata dalam Yohanes 15:12, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Bagaimana Dia mengasihi mereka? Dengan membasuh kaki mereka yang kotor di Yohanes 13:4-5, “Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bahkan melampaui itu. Kasih dengan cara yang membuat Anda rela menyerahkan hidup Anda untuk teman-teman Anda. Itulah polanya, kasih Tuhan kita yang rela berkorban. Dan kemudian di ayat 35, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Di Efesus 5:1-2 Paulus menulis, “Jadilah penurut Allah, seperti anak-anak yang terkasih; 2 dan hiduplah dalam kasih, sebagaimana Kristus juga mengasihi Anda dan menyerahkan diri-Nya untuk kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari mana asalnya kasih ini? Dari mana kita dapat kekuatan semacam ini untuk mengashi? Dengarkanlah Roma 5:5, “Kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Jika Anda berjalan dalam Roh, Anda akan mengasihi. Anda akan mengasihi semua orang. Anda akan mengasihi orang asing dan Anda akan mengasihi musuh. Iya, satu-satunya cara kita dapat mengasihi adalah dengan kuasa Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan Anda memiliki kasih ilahi di dalam diri Anda adalah karena Anda memiliki Kristus di dalam Anda, Anda memiliki Roh di dalam Anda. Dan jika Anda berjalan dalam Roh, berjalan dalam kepatuhan kepada Kristus, Anda akan memancarkan kasih di mana-mana. Apakah Anda diketahui oleh itu? Dan kasih akan ada di situ, tetapi tidak sendirian; semua buah lain akan ada di situ juga, tetapi kasih akan terlihat nyata ketika Anda berjalan oleh Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya beberapa komentar tentang kata kedua "sukacita." Bagaimana dengan sifatnya? Itu tidak terkait dengan keadaan. Itu adalah sukacita yang tidak ada hubungannya dengan apakah Anda sehat atau sakit, tidak ada hubungannya dengan apakah Anda sendirian atau di tengah orang banyak, tidak ada hubungannya dengan apakah Anda dibayar cukup atau tidak cukup, dan tidak terkait sama sekali dengan apakah keadaan Anda positif atau negatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sukacita itu bukan "bahagia." Kebahagiaan itu terkait dengan kata "terjadi," yang terkait dengan keadaan Anda. Dan ini bisa berubah cepat. Sukacita itu tidak berubah, ini adalah sukacita yang menetap dan mendalam. Ini adalah ketenangan jiwa Anda. Itu tidak bisa bergerak. Sukacita memberi Anda kepuasan konstan. Sukacita tidak dapat berubah sama seperti Tuhanmu. Itu selalu berdasarkan pada realitas ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sukacita ini terhubung kepada apa? Keselamatan akhir. Tidak peduli apa yang terjadi dalam hidupku, tidak ada sesuatu yang dapat mengambil keselamatan kekal yang telah diberikan kepadaku. Ada sebuah warisan yang telah disiapkan bagiku tanpa noda, yang tidak memudar, yang menetap di surga, yang menunggu kedatanganku. Itulah sukacita berdasarkan janji dan kuasa Allah yang takkan berubah. Yesus berkata bahwa Anda akan sedih pada hari Jumat Agung, tetapi Anda akan bersukacita pada hari Minggu Paskah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak seorang pun akan dapat mengambil sukacita Anda dari Anda, karena Kristus telah bangkit. Itulah yang memberi kesenangan abadi. Kristus hidup, dan Dia telah membeli penebusan kita dan warisan tanpa noda itu, dicadangkan di surga bagi kita. Yesus berkata dalam Yohanes 15:11, “Sukacita-Ku ada di dalam Anda; dan sukacitamu menjadi penuh.” Sukacita yang dimiliki Anak dalam janji Allah Bapa, kita miliki dalam janji Allah Anak. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200308</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000095</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perbuatan Kedagingan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000094"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:16-21" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:16-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Maksudku ialah, biarlah Roh Kudus membimbing hidupmu. Maka kamu tidak akan menuruti keinginan dagingmu. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“18 Tetapi ketika kamu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup dibawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa terus melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Sekarang kita sedang belajar esensi proses pengudusan itu, yaitu inti kehidupan Kristen. Dan tanggung jawab kita diringkaskan dalam ayat 16, “biarlah Roh Kudus membimbing hidupmu. Maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” Ada alasan dasar mengapa ini penting sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita menghadapi tantangan besar, karena meskipun kita dibenarkan, dan meskipun kita telah dilahirkan kembali, dan meskipun kita adalah ciptaan baru dan kita memiliki kehidupan baru dan kasih sayang baru dan kerinduan baru dan keinginan baru, daging tetap masih ada di dalam kita. Kami belum mencapai pemuliaan kita, baru pada saat itu kita akan bebas dari pengaruh dosa yang tetap ada dalam kemanusiaan kita yang jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kita perlu memahami dengan jelas apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Dan yang kita pelajari adalah bahwa ada standar yang telah ditetapkan bagi kita oleh Allah tentang bagaimana kita harus hidup sebagai orang percaya. Dan pada saat yang sama, kita berjuang melawan kedagingan kita yang masih ada untuk mencoba mendekati standar itu. Dalam Matius 5 Tuhan kita berkata, "Jadilah sempurna, seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu akan menegaskan standar kekudusan absolut sebagai satu-satunya standar-Nya yang dapat diterima. Itulah sebabnya kita harus menerima kebenaran penuh itu dari kebenaran Yesus. Bahkan dalam proses pengudusan kita, dalam menjalani kehidupan Kristen kita, standar itu tidak turun. Setelah Anda menjadi seorang Kristen, Allah masih memerintah. Tetapi ada anugerah bagi kita, ada belas kasihan bagi kita. Pada saat itu dibutuhkan, kita pergi ke takhta anugerah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dari 1 Petrus 1:13, Allah memanggil kita untuk hidup kudus, “Jadi siapkanlah akal budimu untuk bertindak dan lakukan penguasaan diri. Letakkan pengharapanmu seluruhnya atas keselamatan anugerah yang akan datang kepada Anda ketika Yesus Kristus dinyatakan kepada dunia.” Hiduplah sesuai dengan prioritas ilahi, dan haraplah hari ketika kita meninggalkan dunia ini dan masuk ke hadirat Kristus. Ayat 14, "Jadi kamu harus hidup sebagai anak-anak yang taat kepada Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan kembali ke cara hidup lama Anda untuk memuaskan hawa nafsu Anda sendiri. Dulu Anda tidak tahu yang lebih baik dari itu. 15 Tetapi sekarang hendaklah kamu kudus di dalam seluruh hidupmu, sama seperti Allah yang telah memilih kamu adalah kudus. 16 Karena Alkitab berkata, "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." Dan itu diambil dari kitab Imamat. Allah tidak dapat menetapkan standar yang lebih rendah dari standar kekudusan-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17 mengatakan, “Dan ingatlah bahwa Bapa surgawi yang kamu doakan tidak memandang muka. Dia akan menghakimi atau menghadiahi setiap orang menurut perbuatannya. Maka hendaklah Anda hidup dalam ketakutan penuh hormat padanya selama kamu ada di sini sebagai "penduduk sementara." Kita harus hidup takut akan Allah. Takut akan Tuhan adalah awal kebijaksanaan. Kita harus mengejar kekudusan pada tingkat ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam ayat 22 kita membaca, “Kamu telah disucikan dari dosa-dosamu ketika kamu menaati kebenaran, jadi sekarang kamu harus menunjukkan kasih yang tulus satu sama lain sebagai saudara. Saling mengasihi dengan sepenuh hati.” Nah kedua hal ini merangkum perintah bagi orang Kristen: kasih yang sempurna dan kekudusan yang sempurna. Kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita, dan kita harus mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kuasa sendiri, kita tidak bisa mencapai standar itu. Kita tahu itu, karena dalam kedagingan, kita lemah dan hanya memiliki ketidaktaatan dan kematian. Namun standar ini ditetapkan sebagai standar yang dengannya kita harus hidup. Dan satu-satunya harapan kita untuk mendekati standar itu adalah hidup dalam Roh, dan itulah yang kami pelajari dalam Galatia 5. Hukum tidak memberikan pertolongan. Hukum itu tidak memberdayakan siapa pun juga, itu lemah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:3-4, “Jadi Allah melakukan apa yang tidak dapat dilakukan hukum Taurat. Dia mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dimiliki pendosa. Dan di dalam tubuh itu Allah menyatakan akhir kendali dosa atas kita dengan memberikan Anak-Nya sebagai korban untuk dosa-dosa kita. 4 Dia melakukan ini supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak lagi hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menerima Roh Kudus terjadi pada saat keselamatan. 1 Korintus 12 berbicara tentang fakta bahwa ketika Anda diselamatkan, Kristus membawa Anda dengan kuasa Roh Kudus, dan menempatkan Anda ke dalam tubuh, dan kemudian menempatkan Roh Kudus di dalam Anda untuk hidup di dalam Anda. Seperti yang kita pelajari di Galatia, jika Roh Kudus ada di dalam kamu, maka Allah Bapa ada di dalam kamu, dan Allah Anak ada di dalam kamu juga, karena Allah adalah satu dan tak terpisahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misteri Tritunggal adalah bahwa Allah Sendiri dalam kepenuhan-Nya berdiam di dalam setiap orang percaya. Inilah satu-satunya cara kita dapat menjalani kehidupan Kristen. Galatia 5:16, “Biarlah Roh Kudus membimbing hidupmu. Maka Anda tidak akan melakukan apa yang diinginkan sifat berdosa Anda.” Satu-satunya cara Anda mengatasi keinginan daging Anda adalah dengan berjalan dalam kuasa Roh. Hiduplah selangkah demi selangkah mengikuti jalan yang ditetapkan Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita lihat dalam pelayanan Roh Kudus adalah ini: Anda berjalan di dalam Roh ketika Anda berjalan dimana Roh itu bergerak. Dan jalan dimana Roh bergerak adalah jalan wahyu ilahi, itu adalah kehendak Allah. Jadi itulah sebabnya kita membaca dalam Efesus 5:18, “Hendaklah kamu penuh dengan Roh,” Dan bagian paralelnya di Kolose 3:16, “Hendaklah firman Kristus diam di dalam kamu dengan segala kekayaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Firman mengalir ke dalam hidup Anda dan mulai mengendalikan perilaku Anda, di bawah kuasa Firman dan oleh kuasa Roh Kudus, Anda berjalan di jalan Roh Kudus. Itu bukan sesuatu yang Anda rasakan. Saya tidak pernah merasakan kehadiran Allah. Tetapi yang saya tahu adalah bahwa Roh itu berdiam di dalam saya karena saya mengasihi Tuhan. Saya mengasihi Allah Bapa, saya mengasihi Allah Anak dan saya mengasihi Roh Kudus, dan itu asing bagi kedaginganku yang telah jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan hanya itu, saya ingin menyembah Allah, dan ignin menyenangkan Allah, menghormati Allah dan melayani Allah. Saya suka Injil, saya ingin memberitakan Injil. Saya ingin melihat orang-orang diselamatkan oleh Injil. Saya rindu untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan saya, dan untuk mengasihi orang lain sama seperti saya mengasihi diriku sendiri. Itulah dorongan hati yang menunjukkan bahwa Roh Allah berdiam di dalam saya. Dan itulah inti kehidupan Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda tidak tahu apa yang diajarkan Firman Allah, Anda sangat terbatas, karena Anda tidak tahu jalan yang telah ditetapkan oleh Roh. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Kamu dikuduskan oleh kebenaran; dan FirmanMu adalah kebenaran.” Jikalau Anda mengerti Firman, dan selagi Firman itu mendominasi hidup Anda, maka Roh Allah mendorong Anda untuk bergerak ke arah sesuai dengan apa yang dikatakan Alkitab. Jadi membaca dan merenungkan Firman itu sangat penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda melakukan ini selama waktu panjang, reaksi tidak sadar Anda menjadi alkitabiah. Anda dikuasai oleh Firman Tuhan sampai pada titik Anda berpikir secara alkitabiah, yang berarti Anda memiliki pikiran Kristus; dan Roh Allah menuntun Anda ke jalan kepatuhan kepada-Nya. Pikiran Anda dipengaruhi oleh bagian-bagian Alkitab yang berbicara kepada Anda. Jadi inilah artinya berjalan dengan Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, inilah masalahnya. Standar Allah itu tinggi, dan kita masih ada kedagingan. Kita belum menerima penebusan tubuh, kita masih memiliki daging kita yang telah jatuh. Jadi tantangannya adalah, “Bagaimana kita menjalani kehidupan yang mengatasinya? Bagaimana kita menjalani kehidupan yang penuh kemenangan? Bagaimana kita menjalani kehidupan yang penuh sukacita? Bagaimana kita bisa keluar dari keinginan daging, di ayat 19 - 21, dan masuk ke dalam buah Roh?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17 dan 18 mengatakan, “Sifat berdosa ingin melakukan kejahatan, yang merupakan kebalikan dari apa yang diinginkan Roh. Dan Roh memberi kita keinginan yang bertentangan dengan keinginan sifat dosa. Keduanya ini terus-menerus bertentangan, sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup dibawah Hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah memberi penghakiman-Nya atas budaya atau masyarakat, salah satu hal pertama yang akan Anda lihat adalah revolusi seksual. Allah menyerahkan mereka kepada nafsu hati mereka, untuk kenajisan untuk menghina tubuh mereka. Di mana pun Anda melihat budaya dengan revolusi seksual, Roma 1:25 telah diikuti, “Mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta, dan menyembah serta melayani ciptaan Allah daripada Sang Pencipta sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26-27, “Itulah sebabnya Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu mereka yang memalukan. Bahkan para wanita berbalik melawan cara alami untuk melakukan hubungan seks dan sebaliknya melakukan hubungan seks satu sama lain. 27 Dan laki-laki, daripada berhubungan seksual yang normal dengan perempuan, menyala-nyala dalam nafsu berahi mereka seorang terhadap yang lain. Laki-laki melakukan hal-hal yang memalukan dengan laki-laki lain, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah perbedaannya di antara perbuatan daging dan buah Roh? Ayat 19-21, “Ketika kamu mengikuti keinginan sifat dosamu, hasilnya sangat jelas: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, permusuhan, pertengkaran, iri hati, amarah, mementingkan diri, pertikaian, pembelahan, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan dosa-dosa lain seperti ini.” Ini hanya daftar teladan saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus membagi dosa menjadi empat kategori. Kategori pertama adalah dosa yang mencemarkan orang itu, dosa seksual. Dan ia mulai dengan pelanggaran susila, kenajisan, dan sensualitas. Ini adalah ciri keinginan jahat setiap orang. Dan ketika suatu masyarakat mengizinkan mereka untuk berkembang tanpa batas dan menolak Allah, itu berlipat ganda secara eksponensial. Penghakiman Allah adalah untuk menghilangkan pengekangan ilahi dan membiarkan masyarakat itu menjadi apa yang diinginkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata pertama adalah "amoralitas," atau 'porneia' dari mana kata "pornografi" itu berasal. Kata ini berarti perilaku seksual terlarang. Ini akan mencakup perzinahan, aktivitas seksual pranikah, homoseksualitas, kebinatangan, perbuatan sumbang, prostitusi dan kekerasan anak-anak. Setiap dan semua perilaku yang menyimpang secara seksual tercakup dalam kata "amoralitas" ini. Ini adalah pekerjaan daging, bukan pekerjaan Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kedua adalah "kenajisan," atau "kekotoran." Ini mendefinisikan amoralitas dengan kata lain tetapi artinya sama. Kemudian kata "sensualitas." Itu berarti tanpa pengekangan, tanpa batas. Inilah yang dihasilkan oleh daging. Ini akan mencemarkan orang itu dari dalam, dan khususnya itu secara seksual. Ada banyak kata lagi di sini yang lebih berkaitan dengan mengabaikan Allah dan mementingkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam ayat 20, "penyembahan berhala." Daging itu akan mengembangkan dewa-dewa. Kedagingan itu akan membuat Anda menyembah sesuatu, seseorang, suatu peristiwa, suatu tindakan, suatu pengalaman, suatu hobi, suatu bentuk hiburan, lebih dari cara Anda menyembah Allah. Tindakan amoral terbesar adalah menolak Allah yang benar. Ini mencakup segala jenis agama palsu atau idola lain yang mungkin Anda ciptakan dalam hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada kata lain yaitu "sihir." Obat-obatan dikaitkan dengan agama kuno. Ada bermacam jenis dukun dan penyihir yang selalu mengeluarkan ramuan dari satu jenis atau yang lain. Kedagingan akan mengejar Anda ke jalan agama gaib palsu di mana malaikat yang jatuh dapat membuat Anda berpikir bahwa Anda berhubungan pada tingkat transenden, dan mulai menyembah setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daging itu bukan hanya merusak hidup Anda sendiri, tetapi juga merusak semua hubungan dengan manusia lain. Contoh: Permusuhan dan pertengkaran. Jadi yang alami bagi kedagingan itu adalah supaya Anda benci secara alami. Itu kebalikannya dari kasih; dan kata ini ide-nya adalah permusuhan. Ini semacam kebencian yang bermusuhan. Dan ini menggunakan kata jamak, kita ditandai oleh berbagai jenis kebencian. Ada kebencian di setiap tingkat untuk hampir setiap kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga ditandai oleh “iri hati,” ini sebenarnya adalah amarah. Ini adalah kemarahan yang ditimbulkan oleh kebencian, kemarahan yang diperburuk oleh perkelahian dan pertengkaran. Dan, akhirnya, "ledakan kemarahan." Keempat contoh itu ada hubungannya dengan amarah. Dan ledakan kemarahan berarti kemarahan yang meletus. Ambisi egois juga merupakan bagian dari kedagingan kita. Dan yang terjadi adalah kehidupan dicirikan oleh pertentangan dan perpecahan. Itulah yang dihasilkan kedagingan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kedagingan juga akan menodai hubungan dengan alkohol. Ayat 21, "kemabukan." Ini terhubung dengan pesta pora publik, seperti yang ada di Kuil Bacchus. Anda tahu, manusia itu bejat. Dan tanpa Injil dan tanpa kuasa Roh Kudus, di sinilah orang hidup. Tidak heran mereka membenci Alkitab. Perkelahian, kemarahan, kebencian, dan iri hati sudah biasa dalam budaya kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21 berakhir dengan, "Siapa pun yang hidup dalam kehidupan semacam itu tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.” Bukan apa yang Anda akui, melainkan bagaimana caranya Anda bersikap. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa manusia akan dihakimi atas pekerjaan mereka, karena perbuatan mereka adalah bukti dari sifat mereka, jika itulah yang Anda lakukan. Perhatikanlah akhir ayat 21, “mereka yang hidup dalam kehidupan semacam itu,” yang berarti pola hidup yang tidak terputus. Orang-orang yang berperilaku seperti itu terus-menerus akan mati kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membiarkan kedagingan Anda sendiri, Anda tidak bisa menyenangkan Allah, biarpun Dia memberikan Anda hukum itu. Seseorang yang sepenuhnya berada di bawah keinginan daging itu, tidak memiliki kuasa untuk menaati salah satu dari hukum itu, karena daging memang lemah, dan hukum Taurat tidak memberikan kita kuasa. Di sisi lain, Roh Kudus menahan kedagingan itu sehingga kita ingin melakukan kehendak Allah. Dan kita akan mempelajari buah Roh itu pada hari Minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Mar 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200301</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000094</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Kebebasan Kristen Berfungsi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000093"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:13-16" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:13-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang Kristen yang mengatakan begitu Anda datang kepada Kristus, begitu Anda memeluk Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Anda, dosa-dosa Anda diampuni. Anda benar-benar tidak perlu kuatir tentang hukum Allah; kamu bebas dari hukum. Pelanggaran hukum apa pun yang mungkin kita buat, Kristus telah bayar dosa itu dalam kematian-Nya; dan selanjutnya, hidup-Nya telah diperhitungkan ke dalam rekening kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah kepalsuan yang sangat besar, meskipun itu populer saat ini. Jadi, saat kita mempelajari Galatia, kita ingin mengerti seperti apa kehidupan Kristen itu seharusnya dan apakah yang harus menjadi ciri orang percaya. Marilah kita baca <b>Galatia 5:13-16</b>, “Memang kamu telah dipanggil untuk hidup merdeka, saudara-saudariku. Tetapi janganlah mempergunakan kemerdekaan itu untuk memuaskan sifat dosa Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebaliknya, gunakan kebebasanmu untuk saling melayani dalam kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat dapat dicakup dalam satu perintah ini: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” 15 Tetapi jika kamu selalu saling menggigit dan menggasak satu sama lain, hati-hati! Janganlah kamu saling membinasakan. 16 Maksudku ialah, biarlah Roh Kudus itu membimbing hidup Anda. Maka Anda tidak akan menuruti apa yang diinginkan sifat dosa Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sederhana, terus terang dan praktis. Alkitab itu jelas tentang satu hal, bahwa jika seseorang mengasihi Allah, ia menaati perintah-perintah-Nya. Bahkan, jika seseorang mencintai Allah, dia menaati Allah dengan penuh semangat. Kasih memotivasikan dia untuk mematuhi Allah. Dia ingin menghormati Allah, untuk menyembah Tuhan, dan untuk memuliakan Allah. Dia rindu melihat kehendak Allah dan Firman Allah digenapi. Orang Kristen sejati mengasihi Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, jika seseorang tidak menaati perintah-perintah-Nya atau tidak mengindahkan perintah-perintah-Nya, dan tampaknya tidak peduli untuk menghormati Allah atau mematuhi firman dan kehendak Allah, orang itu benci Allah. Nah itu kedengarannya ekstrem, tetapi hanya ada dua kemungkinan: Anda mengasihi Allah atau Anda benci Allah. Tidak ada jalan tengah. Mengatakan bahwa Anda tidak peduli berarti Anda benci Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 14:15 mencatat kata-kata Yesus sendiri, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-Ku.” Jadi kemerdekaan Kristen bukanlah kebebasan untuk tidak peduli kehendak Allah atau tidak taat kepada Allah. Kebebasan Kristen itu harus diungkapkan dalam kenyataan bahwa saya telah dibalikkan untuk mengasihi Allah, dan kemerdekaan saya terdiri dari semua cara dimana saya dapat tunjukkan kasih itu kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada jenis Kekristenan palsu baru yang menjadi populer, dan ide itu adalah untuk mengakomodasi budaya dosa saat ini. Ini adalah budaya yang merayakan dosa. Orang berdosa menginginkan kebebasan untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Mereka menolak otoritas, mereka percaya bahwa mereka memiliki hak untuk perilaku apa pun yang mereka pilih, dan mereka memiliki hak untuk mengutuk orang-orang yang menentang mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata dalam Yohanes 8:34, "Setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Mereka pikir mereka bebas dalam dosa, kebenarannya adalah mereka terikat pada dosa, mereka tidak dapat melakukan hal lain. Nah, mereka akan menerima Allah dan Yesus, dan gereja dalam suatu bentuk Kekristenan jika itu mengizinkan mereka berbuat apapun yang mereka inginkan. Dan selalu akan ada pengkhotbah yang korup yang mau menerima orang berdasarkan persyaratan mereka, dan bukan persyaratan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat Anda melihat seseorang seperti itu, yang menganjurkan kebebasan macam itu, Anda tahu Anda berurusan dengan guru palsu. Dalam 2 Petrus 2:12-18, kita memiliki guru-guru palsu yang digambarkan dengan cara sangat grafis. “Mereka seperti binatang yang tidak berakal untuk ditangkap dan dibunuh. Mereka memiliki mata yang penuh nafsu zinah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka mengucapkan kata-kata sombong dan hampa dan memikat orang oleh keinginan daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah, untuk menjadi orang Kristen sejati Anda harus mengikuti Yesus Kristus dengan menyangkal dirimu sendiri dan memikul salib Anda. Itu berarti Anda menyangkal diri Anda sedemikian rupa sehingga Anda berani mengorbankan nyawa Anda. Menjadi orang Kristen pada dasarnya adalah menjadi seorang budak. Namun ini adalah perbudakan yang paling kaya, diberkati, memuaskan, menyenangkan, berbuah dan penuh damai, karena itulah perbudakan kasih. Kita mengasihi Juruselamat itu yang pada mulanya mengasihi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen setia tidak begitu tertarik pada nafsu dan keinginan mereka sendiri sehingga mereka akan mendesak sampai batasnya sampai saatnya celaan Allah menjadi begitu jelas sehingga mereka sendiri terserang penyakit. Orang Kristen sejati tidak melakukan itu, mereka melakukan sebaliknya: mereka berlari ke arah Kristus, mereka berjuang untuk kebenaran, mereka berjuang untuk kemurnian, mereka berusaha untuk kesalehan, dan mereka berusaha untuk mendapatkan kebajikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tugas gereja sejati adalah untuk mengejar sekuat mungkin, kekudusan, kebajikan, kesalehan dan proses pengudusan itu untuk menghadapi dosa dan keegoisan orang berdosa. Dan memanggil pendosa itu untuk menyangkal semua itu, bahkan sampai ke titik kematian, dan mengikuti Kristus tanpa ingat biaya. Roh dan Kitab Suci bekerja dalam diri Anda melalui pembacaan Kitab Suci; di mana orang mengejar pengudusan daripada pemenuhan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Kristus kita telah dibebaskan dari perbudakan itu untuk mengasihi apa yang benar, dan untuk memenuhi apa yang kita kasihi sekarang. Kita juga telah dibebaskan dari kutukan hukum, "Terkutuklah orang yang melanggar hukum Allah." Kristus menghilangkan kutukan dengan kematian-Nya dan Dia membayar hukuman itu. Tetapi sebagai orang Kristen, kita tidak bebas dari hukum moral. Kita tidak bebas dari hukum itu yang adalah pernyataan dari sifat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah jumlah dari semua kebajikan-Nya yang benar yang dinyatakan dalam hukum moral-Nya. Mustahil untuk mengasihi Allah dan melawan hukum-Nya. Sama juga tidak mungkin untuk menolak hukum-Nya sambil mengatakan Anda mengasihi Allah. Kita adalah orang-orang yang bebas. Di Yohanes 8:36, Yesus berkata, “Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” Jadi marilah kita lihat teks kita sekarang. <b>Ayat 13</b>, “Saudara-saudariku, memang kamu telah dipanggil untuk hidup merdeka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dipanggil keluar dari bawah kutukan hukum Taurat, keluar dari bawah penalty hukum; dan selain itu, keluar dari simbol-simbol hukum eksternal yang merupakan peraturan ritual upacara yang diberikan kepada Musa untuk memisahkan kalian dari suku tetangga kalian: termasuk sunat dan semua pesta, semua hal eksternal, semua bayang-bayang dari hal-hal yang akan datang. Kalian tidak perlu kembali ke semua itu setelah Yesus datang..</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi apakah arti kebebasan itu? Panggilan untuk kemerdekaan di sini terlihat dalam banyak cara praktis. <b>Pertama</b>, kita bebas <b>menentang kedagingan</b>. Karena Anda telah datang kepada Kristus, Anda sekarang bebas untuk melawan kedagingan. <b>Ayat 13 melanjutkan</b>, "Tetapi janganlah gunakan kebebasanmu untuk memuaskan sifat dosamu.” Kedagingan adalah kemanusiaan kita yang belum ditebus, dosa yang tetap ada dalam diri kita sampai saat kita dimuliakan. Janganlah biarkan dagingmu menjadi dasar perbuatanmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memberi tahu kita bagaimana kedagingan itu berfungsi: “Daging itu keinginannya melawan Roh." Nah sekarang Anda adalah orang percaya, Roh Kudus tinggal di dalam Anda, dan kedagingan itu berperang melawan Roh Kudus, dan Roh itu melawan daging. "Mereka bertentangan satu sama lain, sehingga kamu tidak dapat melakukan hal-hal yang kamu inginkan.” Itu memang perjuangan untuk kebenaran, menuju kemurnian, menuju kebajikan, menuju kesalehan; dan itu diberdayakan oleh Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah melakukan hal-hal berdasarkan kedaginganmu yang melibatkan keinginan daging, keinginan mata, dan kesombongan hidup. Ini adalah pertempuran hebat. Dan ini mulai di Kejadian 3:6, “Hawa melihat bahwa pohon itu indah dan buahnya sedap kelihatannya, dan pohon itu menaruk hati karena memberi pengertian. Lalu dia mengambil buahnya dan memakannya.” Dosa itu masuk ke dalam pengalaman manusia berdasarkan apa yang Hawa lihat. Dan bagaimana dengan Raja Daud dan Batsyeba?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Samuel 11:2-4, “Daud melihat seorang wanita cantik yang sedang mandi. 3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba putri Eliam dan isteri Uria orang Het itu. 4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia.” Kalau saja Daud tahu hasil tragis dari "keinginan matanya" saat ia berjalan-jalan di atas sotoh istana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di generasi kita, kecanduan kenajisan seksual dan ketamakan yang tidak terkendali adalah dosa-dosa umum. Kita tidak akan bertumbuh dalam anugerah jika kita tidak dapat mengatakan ‘tidak’ kepada banyak suara yang memanggil kita untuk mengkompromikan hati nurani kita. Dalam mengejar kekudusan kita, ini pasti akan berarti bagi kita semua untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu untuk "Kebebasan Kristen" kita. Hanya pertobatan sejati sanggup mematahkan kuasa dosa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata bahwa orang yang mempraktikkan perbuatan kedagingan sebagai pola hidup mereka tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan Allah. Jadi kebebasan kita terbatas. Itu adalah perjuangan untuk kasih, sukacita, kedamaian, kelembutan, kebaikan, iman, kelemahlembutan dan penguasaan diri - semua itu Buah Roh. Anda sebagai orang percaya bertempur melawan kedagingan supaya Anda dapat dipenuhi dengan Roh, dan agar hidup Anda ditandai oleh buah Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan ada lebih banyak batasan pada kebebasan kita, dan itu menyangkut hal-hal yang tidak dilarang dan hal-hal yang tidak diharuskan oleh Allah. Ada banyak hal yang tidak diajarkan dalam Alkitab, kan? Kami berbicara tentang kebiasaan tertentu yang tidak ada dalam Alkitab, perilaku tertentu yang tidak ada dalam Alkitab. Alkitab tidak membicarakan secara spesifik tentang bentuk hiburan tertentu. Namun hidup kita penuh dengan keputusan seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang harus kita lakukan? Saya telah menanyakan pertanyaan ini sepanjang hidup saya ketika ada sesuatu yang tidak dilarang dalam Alkitab. <b>Pertanyaan pertama</b> yang saya tanyakan adalah ini: Apakah ini akan menguntungkan secara spiritual? Di 1 Korintus 6:12, Paulus mengatakan ini, "Semua hal yang tidak dilarang oleh Allah adalah halal bagi saya, tetapi tidak semua hal itu menguntungkan.” Tidak semua hal menguntungkan kerohanian saya. Apakah ini bermanfaat bagi saya secara spiritual?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertanyaan kedua</b>: Apakah ini akan membangun saya? Apakah ini akan memperbaiki saya? “Apakah itu benar-benar akan membuat saya lebih kuat sebagai orang percaya? Ada pernyataan yang kita baca dalam Ibrani 12:1, “Karena kita dikelilingi begitu banyak saksi kehidupan iman, marilah kita menanggalkan semua beban yang merintangi kita, terutama dosa yang dengan mudah membuat kita tersandung. Dan marilah kita berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan Allah bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi <b>pertanyaan ketiga</b> adalah, jika saya melakukan ini, akankah hal itu menghalangi saya menjalankan perombaan iman itu? Apakah ini akan membebani saya? Apakah saya perlu membawa ini? Tidak mungkin seorang atlet untuk lari maraton membawa sebuah koper. Itu bagian yang tidak perlu. Apakah itu sesuatu yang merubah prioritas saya? Apakah itu sesuatu yang memakan energi saya tanpa guna? Apakah itu sesuatu yang memenuhi pikiran saya dengan hal-hal yang tidak berarti?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertanyaan keempat</b>, jika saya melakukan ini, apakah itu akan memulai kebiasaan buruk? 1 Korintus 6:12 mengatakan, “Segala sesuatu diizinkan bagiku, tetapi aku tidak boleh diperhamba oleh suatu apapun.” Janganlah memulai kebiasaan yang membutuhkan seluruh perhatian, energi, dan fokus saya. Saya tidak ingin menjadi budak dari apa pun kecuali Tuhanku dan kebenaran. Apakah baik memulai kebiasaan buruk yang mencelakakan saya secara finansial, secara waktu, secara energi dan secara fokus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertanyaan kelima</b>, apakah itu sesuai dengan menjadi serupa dengan Kristus? 1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Allah, ia wajib hidup sama seperti Yesus.” Akankah Yesus melakukan ini? Apakah Yesus akan terlibat dalam hal ini? Itu standar yang cukup tinggi, bukan? Akankah saya menghormati Kristus jika saya melakukan ini? Dan dalam Galatia 4:19, Paulus berkata, "Aku merasa seolah-olah aku mengalami sakit bersalin lagi untukmu, dan itu akan berlanjut sampai Kristus sepenuhnya berkembang dalam hidupmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertanyaan keenam</b>, “Apakah itu akan memuliakan Allah? 1 Korintus 10:31, “Apa pun yang kamu lakukan, apakah kamu makan atau minum, atau apapun juga yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah.” Orang Kristen harus berkata, “Seberapa keras saya dapat berlari menuju kebenaran? Bagaimana saya bisa berbakti kepada kesalehan, kemurnian, dan kekudusan? Dan bagaimana saya bisa menghilangkan hal-hal yang memiliki kekuatan untuk menarik saya ke arah yang salah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah jenis kasih yang diperlihatkan Tuhan kita dalam Filipi 2:5-8 di mana dikatakan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13</b>, “Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Jadi sekarang saya harus menanyakan semua pertanyaan itu kepada orang-orang di sekitar saya. Akankah perilaku ini membangun mereka? Apakah ini akan menguntungkan mereka, atau ini akan menghambat mereka dalam perlombaan? Apakah ini akan menjadi penghalang bagi mereka? Apakah ini akan menjadi contoh bagi mereka untuk menjadi serupa dengan Kristus dan memuliakan Allah? Kata "melayani" di sini, berarti Anda adalah budak orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berhati-hatilah agar kebebasan Anda ini tidak menjadi batu sandungan bagi yang lemah. Karena itu, jika daging menyebabkan saudara saya tersandung, jangan makan daging dengan dia,” kata Paulus, “Sebagai orang percaya saya peduli untuk menjalani hidup saya sedemikian rupa sehingga itu bermanfaat bagi orang lain.” Yohanes 13:35 mengatakan, “Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Tunjukkan kasih itu kepada semua orang, dan lakukanlah pengorbanan apa pun yang perlu Anda lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Karena seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu, ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!’ Dalam Roma 13 rasul Paulus pada dasarnya mengatakan bahwa kasih itu memenuhi hukum. Dikatakan dalam Roma 13:8, “Janganlah kamu berutang apa pun kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, telah memenuhi hukum Taurat.” Jika Anda ingin memenuhi hukum, kasihilah sesamamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bebas menentang kedagingan, melayani orang lain, dan memenuhi hukum pada tingkat tertinggi dengan kasih, dan untuk menghindari konflik yang merusak. Paulus berkata dalam <b>ayat 15</b>, “Jikalau kamu saling menggigit dan menggasak satu sama lain, berhati-hatilah supaya jangan kamu saling membinasakan.” Di mana ada kasih dan di mana ada pelayanan pengorbanan, konflik itu menghilang. <b>Ayat 16</b>, “Maksudku ialah, biarlah Roh Kudus itu membimbing hidup Anda. Maka Anda tidak akan menuruti apa yang diinginkan sifat dosa Anda.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Feb 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200223</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000093</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Guru Palsu Jahat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000092"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:7-12" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:7-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua belas ayat pembuka dari Galatia 5 dirancang untuk menjelaskan bagaimana perasaan rasul Paulus dan Allah tentang doktrin palsu dan guru-guru palsu. Nah saya tidak membicarakan agama-agama lain, masalahnya di sini adalah tentang bentuk-bentuk kekristenan yang menyimpang. Dan apa yang diserang Paulus dalam surat ini adalah gagasan bahwa orang dapat mengubah Injil keselamatan. Keselamatan itu datang oleh iman saja di dalam Kristus saja, tanpa ada pekerjaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh kemuliaan itu adalah untuk Allah. Hasilnya hidup itu ditransformasikan, yang kemudian menghasilkan pekerjaan yang benar. Dan tidak ada pekerjaan benar atau pekerjaan keagamaan apa pun yang dapat menolong untuk memperoleh keselamatan. Injil itu diberitakan supaya orang-orang percaya. Dan hidup mereka berubah. Mereka dibenarkan oleh Allah, dosa-dosa mereka diampuni, mereka diberikan Roh Kudus, dan mereka mulai melihat Roh Allah bekerja dalam kehidupan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka berkembang, sampai saatnya ada beberapa guru Yahudi muncul, yang pada dasarnya mengikuti Paulus ke mana-mana, untuk mengacaukan Injil. Mereka seperti Setan yang menyamar sebagai pendeta cahaya, tetapi mereka adalah pendeta kegelapan yang mewakili Setan dan kerajaan kegelapan. Mereka memiliki pesan sesat, yang kedengarannya seperti Kristen; dan itulah yang membuat mereka begitu bersifat menipu dalam pesan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengajarkan, “Kalian tidak bisa diselamatkan dengan kepercayaan kepada Kristus saja; itu tidak cukup untuk menyelamatkanmu. Anda harus mengikuti aturan dan ritual eksternal dari Hukum Musa; dan itu berarti Anda harus hidup melalui Yudaisme. Paulus menyatakan bahwa ini adalah Injil yang berbeda. Ini adalah bentuk kekristenan yang menyimpang yang mengatakan bahwa keselamatan datang oleh iman kepada Kristus ditambah perbuatan Anda. Tetapi mereka mengatakan kombinasi itulah yang membawa keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, “Sekalipun kami atau malaikat dari sorga, memberitakan kepadamu suatu injil yang bertentangan dengan apa yang telah kami beritakan kepadamu, ia terkutuk.” Ada tempat untuk kemarahan yang benar atas doktrin-doktrin palsu yang telah masuk ke dalam kekristenan dan penipuan orang. Dalam enam ayat pertama di minggu lalu, kita melihat bagaimana dia menghadapi doktrin palsu mereka. Sekarang Paulus mulai menentang guru-guru palsu ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai ayat 7 sampai 12 Paulus membicarakan karakter guru-guru palsu itu, pekerjaan yang menandai mereka. Mereka menyatakan bahwa mereka adalah pengikut Allah yang benar, dan mereka mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, tetapi mereka menambahkan pekerjaan pada iman. Bahkan, jenis keselamatan campuran ini, terdiri dari orang yang jumlahnya terbesar yang menyebut dirinya Kristen di dunia, dan itu termasuk Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Roma Katolik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 5:7-12</b>, “Dulu kamu berlari dengan baik. Siapakah yang merintangi Anda menaati kebenaran? 8 Bujukan ini tidak datang dari Dia yang telah memanggilmu. 9 Sedikit ragi mempengaruhi seluruh adonan. 10 Saya percaya Tuhan untuk menjaga Anda supaya tidak percaya ajaran palsu; tetapi barangsiapa yang menyusahkan kamu, akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia. 11 Dan saya, saudara-saudara, jika saya masih mengkhotbahkan sunat, mengapa saya masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 12 Aku berharap, bahwa mereka yang menyusahkan kamu, akan merusak diri mereka sendiri!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7</b>, “Dulu kamu berlari dengan baik; siapakah yang merintangi kamu menaati kebenaran?” Paulus suka menggunakan metafora perlombaan, yang sangat populer di dunia kuno. Secara kolektif dia melihat ke arah jemaat dan melihat bahwa segala sesuatu tampaknya berjalan benar. Dia mengatakan "kalian," yang berarti orang-orang di jemaat, yang di antaranya ada beberapa orang yang tergoda oleh guru-guru Yahudiazer ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Siapakah yang merintangimu?" Itu pertanyaan retoris. “Anda harus mengerti siapakah menghalangi Anda.” Guru-guru palsu itu bertindak sebagai sarjana Perjanjian Lama. Mereka membiarkan Anda berpikir bahwa mereka memiliki otoritas Yakobus, yang adalah pemimpin gereja Yerusalem. Di masa kini mereka mungkin pemimpin agama, mungkin pendeta, dan mungkin juga guru palsu. Tapi siapakah mereka sebenarnya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama, mereka menghalangi kebenaran</b>. Mereka menyerang otoritas kerasulan Paulus, mereka menyerang Perjanjian Lama, dan mereka tentu saja menyerang kuasa Roh Kudus. Mereka memberikan legalisme pada orang-orang ini, dan membingungkan mereka. Paulus bertanya, "Siapakah yang menghalangi kamu untuk menaati kebenaran?" Apa artinya? Menaati kebenaran dalam Perjanjian Baru berarti “percaya Injil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil itu adalah perintah. Itu bukan saran, itu adalah perintah Alah. Sebagai orang percaya, ketika kita menyampaikan Injil, lebih baik jangan mengatakan kita membagikan Injil, tetapi berbicaralah tentang Allah memerintahkan orang untuk percaya. Karena itulah yang dilakukan Injil: itu memanggil untuk ketaatan. Kisah Para Rasul 6:7 mengatakan, “Firman Allah makin tersebar; dan jumlah murid bertambah banyak. Dan banyak imam menjadi taat pada iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dalam Roma 15:18 mengatakan, “Saya tidak akan berani berbicara tentang apa pun kecuali apa yang telah dicapai Kristus melalui saya, yang menghasilkan kepatuhan orang-orang non-Yahudi, kepatuhan pada perintah Injil.” Roma 16:26 mengatakan, “Sekarang Injil, pemberitaan Kristus, misteri pewahyuan Kristus telah dimanifestasikan, oleh Kitab Suci para nabi, sesuai dengan perintah Allah yang kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Tesalonika 1:7-9 mengatakan, “Allah akan mengutus Tuhan Yesus dari surga dengan malaikat-malaikat-Nya yang perkasa dalam api yang menyala-nyala, untuk menghakimi mereka yang tidak mau mengenal Allah dan mereka yang menolak menaati Kabar Baik Tuhan Yesus kita. 9 Mereka akan dihukum dengan kebinasaan kekal, dan dipisahkan untuk selamanya dari Tuhan dan dari kuasa-Nya yang mulia.” Mereka yang tidak mematuhi Injil akan dihancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa orang dari jemaat Galatia ini hampir datang dengan iman penuh kepada Kristus, tetapi sama seperti orang-orang Ibrani, mereka ragu-ragu. Dan sekarang para legalis ini datang untuk mendorong mereka ke dalam legalisme dan menjauhkan mereka dari Injil. Mengapa? Galatia 6:12, “Mereka berhasrat untuk menonjolkan diri dalam kedagingan, dan karena itu mereka mencoba supaya Anda disunat, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu ayat 13, “Dan bahkan mereka yang menganjurkan sunat itu tidak menaati seluruh hukum sendiri. Mereka hanya ingin Anda disunat supaya mereka dapat menyombongkan diri dan mengklaim Anda sebagai murid mereka.” Mereka ingin mengatakan kepada komunitas Yahudi mereka, "Tidak, kami mendukung Yudaisme. Kekristenan hanyalah cabang dari Yudaisme, dan kami tetap percaya bahwa hukum itu terpenting.” Mereka melakukan itu untuk kepentingan sosial mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam <b>ayat 8</b>, "Bujukan ini tidak datang dari Dia yang telah memanggilmu." Ini adalah Injil palsu. Jika Anda melakukan itu, Kristus tidak bermanfaat bagi Anda. Anda berada di bawah hukum untuk menaati seluruh hukum dengan sempurna jika Anda pikir Anda diselamatkan oleh hukum. Anda dipisahkan dari Kristus, Anda jatuh dari anugerah, dan Anda tidak akan pernah mendapatkan kebenaran yang Anda kejar.” Guru-guru palsu itu menghalangi kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 Petrus 2:1, 3, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dulu di Israel, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka dengan cerdik akan mengajarkan ajaran sesat yang merusak dan bahkan menyangkal Penguasa yang yang telah menebus mereka. Dengan jalan demikian, mereka segera mendatang-kan kebinasaan atas diri mereka. 3 Karena keserakahan mereka, mereka akan berusaha mencari untung untuk mendapatkan uang Anda. Tetapi Allah telah mengutuk mereka sejak lama, dan kebinasaan mereka tidak akan tertunda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua, mereka tidak mewakili Allah</b>. Ini adalah pekerjaan Setan, meskipun mereka menamakan diri sebagai orang Kristen. Mereka akan mengklaim hak-hak ilahi, otoritas ilahi, dan kuasa ilahi. Bahkan mereka mengatakan mereka berbicara untuk Allah. Guru-guru palsu bicaranya halus, tetapi mereka berdusta sama seperti ayah mereka si Iblis berdusta. 1 Korintus 7: 5, “berjaga-jagalah supaya Iblis tidak mencobai kamu karena kamu tidak dapat mengendalikan diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap kali kita melihat frasa terakhir dalam ayat 8, “Dia yang memanggilmu,” itu selalu merupakan panggilan penyelamatan yang efektif. Itu adalah panggilan yang disebut di dalam Roma 8, “yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.” Itu adalah panggilan yang membangkitkan orang yang telah mati dalam dosa, yang melahirkannya kembali dan memberikannya kehidupan rohani. Itu adalah panggilan dari Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. “Bujukan ini tidak datang dari Dia yang memanggilmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Baru-baru ini ada sarapan doa presiden, yang merupakan pertemuan bersama dari orang murtad dan anak-anak Allah. Dan orang-orang berkata, "Tetapi mereka semua berbicara tentang Allah, dan mereka membicarakan Yesus.” Kami memuji orang-orang yang berkumpul untuk suatu tujuan mulia untuk memberi manfaat bagi umat manusia. Tetapi ada banyak kebingungan tentang siapakah yang diwakili orang-orang itu. Ada beberapa orang yang mewakili Allah dan beberapa orang mewakili Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga, mereka mencemari gereja. Ayat 9</b>, “Sedikit ragi menyebar ke seluruh adonan.” Ragi dalam Kitab Suci adalah gambar pengaruh peresapan kejahatan. Orang-orang Yahudi sebelum perayaan roti tidak beragi akan membuang semua ragi saat itu. Pesta itu adalah untuk mengakui bahwa mereka perlu membuang pengaruh dosa itu. Masalahnya, mereka hanya memandang dosa dari luar dan bukan dari dalam hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus dalam Matius 16:6 berkata, “Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Apakah maksud-Nya? Ayat 12 menjawabnya, "Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Dia tidak membicarakan ragi dalam roti, tetapi tentang ajaran bersifat menipu dari orang-orang Farisi dan Saduki." Ajaran orang-orang Farisi dan Saduki itu berbahaya. Dan di sini rasul Paulus menjelaskannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat begitu banyak “penginjil” yang merangkul jemaat-jemaat ini seolah-olah mereka bagian dari kerajaan Allah, padahal kenyataannya mereka berasal dari kerajaan kegelapan, dan mereka adalah pengaruh jahat yang merusak. Yudas 1:11, “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian mereka digambarkan dalam Yudas 1:12-13, “Mereka seperti awan yang bertiup di atas tanah tanpa hujan. Mereka seperti pohon-pohon di musim gugur yang mati dua kali lipat, karena mereka tidak menghasilkan buah dan akarnya telah ditarik. 13 Mereka bagaikan ombak laut yang liar, mengaduk-aduk busa dari perbuatan mereka yang memalukan. Mereka seperti bintang-bintang yang mengembara, disediakan selamanya untuk kegelapan pekat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tiba pada karakteristik keempat dalam <b>ayat 10</b>, “Saya percaya Tuhan untuk menjaga Anda supaya tidak percaya ajaran palsu, tetapi barangsiapa yang menyusahkan kamu, akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.” Saya yakin bahwa Tuhan akan membawa Anda kepada kebenaran, dan bahwa Anda tidak akan memilih pandangan lain. Tetapi sehubungan dengan guru-guru palsu ini, mereka akan menanggung hukuman dari Allah, tidak peduli siapakah mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua surat penghakiman di Wahyu 2. Yang pertama ke gereja di Pergamus dalam Wahyu 2:13-15, “Aku tahu bahwa kalian tinggal di kota tempat Iblis berkuasa, namun kalian tetap berpegang kepada nama-Ku. Anda menolak untuk menyangkal-Ku bahkan ketika Antipas, saksi saya yang setia, mati syahid di antara kalian di kota Setan itu. 14 “Tetapi Aku punya beberapa keluhan terhadapmu. Di antara kamu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam yang dibiarkan begitu saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran Bileam mementingkan uang dalam bisnis agama, yang adalah apa yang dilakukan guru-guru palsu. Ayat 14 melanjutkan, “Yang menasehatkan Balak bagaimana menjebak orang Israel. Dia mengajar mereka untuk berbuat dosa dengan makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.” Ini adalah doktrin palsu lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 16 mengatakan, “Bertobatlah dari dosamu, atau Aku akan segera datang kepadamu dan berperang melawan mereka dengan pedang dari mulut-Ku ini.” Surat untuk Tiatira, ayat 19, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu semakin baik dalam semua hal ini. 20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21, “Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, dan dia tidak mau bertobat dari zinahnya. 22 Karena itu, Aku akan melemparkan dia ke ranjang penderitaan, dan mereka yang berbuat zinah dengannya akan sangat menderita kecuali mereka bertobat dan berbalik dari perbuatan jahatnya. 23 Aku akan membunuh anak-anaknya. Maka semua jemaat akan tahu bahwa Akulah yang menguji batin dan hati setiap orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Keempat, Allah akan menghakimi mereka</b>. Mereka menghalangi kebenaran, mereka tidak datang dari Allah, mereka mencemari gereja, dan keempat, mereka akan dihakimi Allah. Kemudian Paulus berkata, mereka menganiaya guru-guru sejati. Ayat 11, “Saudara-saudari yang terkasih, jikalau aku masih memberitakan sunat, seperti yang dikatakan beberapa orang, mengapakah aku masih dianiaya juga? Jika aku berhenti memberitakan keselamatan melalui salib Kristus, tidak akan ada yang tersinggung.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bertemu dengan Timotius, dan ia terkesan oleh kehidupan benar Timotius, dan kesalehannya sebagai orang yang percaya Kristus. Bapanya orang non-Yahudi, tetapi ibunya adalah seorang Yahudi. Timotius tidak pernah disunat. Jadi Paulus urus dia disunat. Ada orang yang memberi tahu orang-orang Yudaizer dan mereka berkata, "Lihatlah, kamu bahkan mengkhotbahkan sunat." Dan Paulus berkata, “Jika kalian pikir aku memberitakan sunat, lalu mengapa kalian tetap menganiaya aku?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja mereka tidak memikirkan itu. Mereka menganiaya dia karena dia tidak berkhotbah tentang itu. Mengapa? Timothy sudah menjadi orang percaya; itu tidak ada hubungannya dengan keselamatan. Tetapi dia dilarang masuk ke sinagog. Ini akan mempersulit Timotius untuk melayani bersama Paulus. Jadi, Paulus mengikuti harapan orang Yahudi dengan mengatur sunatan Timotius supaya mereka bersama-sama dapat melayani orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi memiliki dua keberatan dengan khotbah kerasulan. Nomor satu adalah Mesias yang disalibkan. Itu adalah batu sandungan bagi mereka, karena mereka memikir Mesias akan datang untuk menjadi raja, bukan korban yang disalibkan oleh bangsa Romawi. Masalah yang lebih besar adalah bahwa orang percaya lain tidak harus mematuhi semua tata cara Musa. Itulah sebabnya mereka sangat menentangnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan, saya berharap bahwa implikasi penuh dari Injil akan menguasai hati para pengkhotbah, guru, dan orang-orang percaya di mana saja, bahwa mereka akan memberitakan Injil yang benar dengan keberanian untuk melawan penggambaran Injil palsu itu yang berasal dari Iblis sendiri. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Feb 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200216</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000092</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Injil Palsu Berbahaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000090"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita bersama baca Galatia 5:1-6, “Kristus telah memerdekakan kita, karena itu berdirilah teguh dalam kemerdekaan itu, dan jangan mau lagi dikenakan kuk perbudakan. 2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu” jikalau kamu disunat, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3 Dan aku bersaksi lagi kepada setiap orang yang disunat bahwa dia wajib untuk mematuhi seluruh hukum Taurat. 4 Kamu telah lepas dari Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Kamu berusaha dibenarkan oleh hukum; kamu telah jatuh dari anugerah. 5 Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. 6 Karena bagi orang di dalam Kristus Yesus hal disunat atau tidak disunat tidak berarti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.” Kita tahu bahwa Paulus telah pergi ke daerah Galatia dan dia telah memberitakan Injil; dan Injil itu adalah bahwa keselamatan datang oleh iman saja, tanpa ada perbuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang berdosa yang bisa menyumbang apa pun untuk keselamatannya, semuanya itu adalah pekerjaan Allah. Yang hanya dilakukan orang berdosa itu adalah mengulurkan tangan kosong untuk menerima hadiah dengan iman. Injil anugerah, Injil iman itu adalah Injil yang benar, dan Paulus berkata bahwa semua Injil lain terkutuk. Hanya Injil keselamatan karena anugerah saja melalui iman saja di dalam Kristus saja dapat menyelamatkan. Jadi Paulus menanam gereja dan mereka berkembang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang ini telah mendengar Injil dan mempercayainya. Mereka telah dibenarkan, dinyatakan benar oleh Allah. Dan di samping itu, mereka telah diubah. Mereka memiliki sifat baru, dan Roh Kudus hidup dalam hati mereka. Jadi mereka bergerak dalam kuasa Roh Kudus, sampai saatnya kedatangan beberapa orang Yahudi yang disebut Yudiazer dari Yerusalem. Mereka ingin orang-orang non-Yahudi ini menjadi orang Yahudi secara upacara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memberi tahu orang-orang bahwa kepercayaan kepada Kristus hanya oleh iman saja tidak cukup untuk keselamatan. Mereka harus datang melalui Yudaisme, dan itu mengharuskan mereka disunat dan mengikuti ritual, upacara dan tata cara Musa. Masalah ini bukan tentang hukum moral internal, tetapi ini tentang hukum eksternal yang memisahkan Israel dari semua bangsa di sekitarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka pada dasarnya memberitakan keselamatan melalui iman dan perbuatan, dan mengatakan bahwa kecuali Anda mengakui pekerjaan ini dan melakukan hal-hal ini, Anda tidak dapat masuk kerajaan Allah. Ini adalah serangan habis-habisan terhadap Injil anugerah dan iman. Dan Paulus menyatakan lagi bahwa keselamatan itu hanya diperoleh dengan iman, terpisah dari perbuatan. Dalam dua bab pertama ia memberikan argumen historis dari pengalaman pribadinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menjalani seluruh hidupnya dalam sistem karya Yudaisme; dan hanya ketika dia beralih dari situ ke iman, dia dibenarkan dan diubah. Galatia 3 dan 4, adalah kesaksian, di mana ia membela pembenaran dengan iman dengan ayat-ayat Perjanjian Lama dan argumen teologis dari Firman Allah. Sekarang dalam Galatia 5 dan 6, ia menunjukkan bahwa pembenaran itu memang benar dimana itu dibuktikan oleh pengalaman orang-orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada transformasi moral. Ada transformasi batiniah yang memberi orang keinginan baru dan kasih baru. Inilah bukti pembenaran oleh iman dalam kehidupan orang-orang percaya yang benar-benar telah berubah. Seharusnya mereka jangan mendengarkan guru-guru palsu ini karena mereka telah mengalami kuasa Allah. Jadi di bagian ini, karena beberapa dari mereka disesatkan, Paulus merujuk kepada pelayanan Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasannya adalah karena pekerjaan Roh itu adalah bukti ada jiwa yang dibenarkan. Ini kemudian menjadi bukti praktis untuk doktrin pembenaran oleh iman. Buktinya adalah karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Ayat 1 mengatakan, “Kristus telah memerdekakan kita”, implikasinya adalah bahwa Dia membebaskan kita supaya tetap bebas. “Dan jangan mau lagi dikenakan kuk perbudakan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus menjalani hidup tanpa dosa yang telah diperhitungkan kepada Anda. Kehidupan sempurna Kristus telah dikreditkan kepada Anda seolah-olah Anda menjalaninya. Anda sudah diampuni dari segala dosa Anda, dan hidup-Nya sekarang menggantikan hidup Anda. Pandangan salah dari seorang antinomian adalah, jangan khawatir tentang apa yang Anda lakukan. Kami bebas, kami di bawah kasih karunia. Anda tidak perlu hidup di bawah beban tugas, tanggung jawab, dan kepatuhan ini. Tetapi gagasan itu bertentangan sekali dengan apa yang diajarkan Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang, untuk kemerdekaan, Kristus telah membebaskan kita; tetapi itu tidak berarti kita tidak memiliki kewajiban kepada Allah untuk menghormati-Nya dan mematuhi perintah-perintah moral dan spiritual-Nya. Kehidupan kita sebelumnya sebagai orang non-Yahudi berada di bawah perbudakan dosa; dan kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi di bawah perbudakan hukum Allah, hukum moral Allah tetap berlaku, dan berdasarkan hukum itu kita semua terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang kita dibebaskan dari beban dosa, kebebasan dari rasa bersalah yang tiada henti, kebebasan dari hati nurani yang menuduh, kebebasan dari pelanggaran kita, kebebasan dari tekanan dan frustrasi karena usaha untuk membebaskan diri dari “dominasi dosa.” Tetapi Titus 2:12 mengatakan, “Karena kasih karunia Allah mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan nafsu duniawi, dan kita harus hidup bijaksana, adil dan saleh di zaman ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang berada di bawah hukum, hukum itu memerintahkan mereka secara eksternal untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak mungkin lakukan. Sekarang anugerah Allah dalam bentuk Roh Kudus yang telah masuk ke dalam diri mereka dan mulai mengajar mereka untuk menyangkal kefasikan dan keinginan duniawi. Anugerah Allah itu sekarang instruktur yang mendisiplinkan kita dan menghukum kita. Dalam 2 Timotius 2:25 itu diterjemahkan sebagai "mengoreksi kita."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 12:5 mengatakan, “Anakku, janganlah anggap enteng disiplin Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau ditegur oleh-Nya.” Jadi, disiplinlah dengan teguran. Ayat 6, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Itu adalah disiplin dengan hajaran; itu semacam hukuman. Dan semua ayah mendisiplinkan anak-anak mereka; dan jika Anda tidak disiplin, Anda bukan anak yang sah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 12:10 mengatakan, “Kita didisiplinkan untuk waktu yang singkat, tetapi kita didisiplinkan demi kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya,” didisiplinkan untuk tujuan kekudusan. Ayat 11 mengakui, “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Itulah disiplin untuk kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kemerdekaan bukan hanya pembebasan dari penindasan legalisme atau hukum atau dosa, itu adalah kuasa dan kehadiran Roh Kudus sehingga Anda sekarang dapat melakukan hal yang benar. Dan karena Anda telah diubah, Anda berhasrat untuk melakukan hal yang benar. Dan semua instruksi pengudusan dan disiplin dan koreksi dan hukuman sedang berlangsung secara internal oleh Roh Kudus itu sepanjang hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka kemerdekaan itu sekarang adalah kemampuan untuk berjalan dalam Roh, hidup dalam Roh, melihat buah Roh itu dihasilkan, hidup dengan sukacita dan syukur, melakukan kehendak Allah dari hati. Kristus melakukannya. Bagaimana Dia melakukan itu? Galatia 3:13, “Dia telah dibuat kutuk bagi kita.” Dia melakukannya dengan mengambil tempat kita dan menerima kutukan ilahi yang pantas kita terima. Dengan menjadi kutukan, Dia membebaskan kita. Harganya memang setinggi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada banyak upaya oleh orang Yahudi yang mengaku sebagai orang Kristen. Mereka ingin menegaskan sunatan dan mematuhi semua peraturan Hukum Musa. Dan ada begitu banyak konflik sehingga mereka mengadakan pertemuan dewan di Yerusalem. Kisah Para Rasul 15:5, “Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus berkata di ayat 10-11, “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Keselamatan terjadi karena anugerah oleh iman. Mereka telah diselamatkan dari penyembahan berhala, mereka tidak membutuhkan Yudaisme eksternal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang terjadi. Ada orang-orang di jemaat non-Yahudi ini yang kelihatannya telah memahami Injil, dan sampai tingkat tertentu telah menerima kebenarannya. Tetapi mereka ada dalam bahaya berpaling, dan menuju ke arah aturan hukum. Beberapa dari mereka sudah memilihnya. Doktrin palsu itu mengatakan Anda harus disunat supaya Anda bisa diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Paulus mengatakan ini, “Kalian yang merenungkannya, jika kalian melakukan ini, inilah hasilnya. <b>Ayat 2</b>, “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: “jikalau kamu disunat, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” Itu pernyataan yang menakjubkan. Itulah mengapa dikatakan, “sesungguhnya,” karena ini mengejutkan. Dilemanya adalah: keselamatan adalah Kristus atau pekerjaan, itu semua Kristus atau tidak ada Kristus, itu semua iman atau tidak ada keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada keselamatan campuran. Roma 11:6, “Jika hal itu terjadi karena anugerah, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian anugerah itu bukan lagi anugerah.” Tetapi ada begitu banyak orang yang mengaku Kristus, mengklaim Kristus, menyatakan Kristus, dan berpikir bahwa pekerjaan mereka membantu keselamatan mereka. Iman dan perbuatan tidak bisa berjalan bersama. Kau harus memilih. Jika Anda menambahkan sesuatu pada Kristus, malah Anda kehilangan Kristus. Kolose 3:11, “Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang Yahudi didiskualifikasi karena alasan ini. Mereka sebenarnya percaya beberapa hal tentang Kristus. Kita membaca tentang mereka di Roma 9. Israel tidak sampai kepada hukum kebenaran itu. Karena mereka tidak mengejar itu oleh iman, tetapi melalui perbuatan. Banyak orang Yahudi memiliki penegasan tentang Kristus, tetapi itu selalu adalah Kristus plus agama mereka, Kristus ditambah sunatan, ditambah kepatuhan Musa, dan sebab itu Kristus tidak berguna bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Galatia 3:10, “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” Dan Yakobus 2:10, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” <b>Ayat 3</b>, “Dan aku bersaksi lagi kepada setiap orang yang disunat bahwa dia wajib untuk mematuhi seluruh hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4</b>, “Kamu telah lepas dari Kristus, jikalau kamu berusaha dibenarkan oleh hukum Taurat; kamu telah jatuh dari anugerah.” Ini diulangi dalam Ibrani 6:4-6, “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun jika mereka jatuh, tidak mungkin untuk memperbaharui mereka kembali ke pertobatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada efek lain. Jika Anda mengikuti jalan agama campuran, Kristus tidak akan bermanfaat bagi Anda. Anda telah berhutang kepada setiap bagian dari seluruh hukum. Dan Anda jatuh dari anugerah. Jika Anda mencoba untuk menciptakan Injil campuran, Kristus tidak memberi keuntungan apa pun kepada Anda, Dan akhirnya, Anda dikecualikan dari kebenaran yang hanya datang dari Kristus. Hal yang Anda cari tidak akan pernah menjadi milik Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b>, “Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.” Sekarang Paulus berbicara kepada orang-orang percaya, termasuk dirinya sendiri. Kita harus menunggu harapan kebenaran itu, karena itu adalah hadiah dari Allah. Itu terjadi melalui Roh, oleh iman, kita dengan penuh semangat menunggu harapan akan kebenaran itu. Kita tidak berusaha untuk bekerja untuk itu, kita menunggu saja. Dan dalam proses pengudusan kita, Tuhan memberikannya kepada kita sebagai hadiah anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menggunakan kata kerja "menunggu." Ini adalah sesuatu yang harus dilakukan Allah bagi kita dan di dalam kita, dan itu dilakukan dengan Roh Kudus-Nya. Itu datang hanya dengan menunggu, dengan iman, pada pekerjaan Roh Kudus. Kesimpulan, <b>ayat 6</b>, “Karena bagi orang di dalam Kristus Yesus hal disunat atau tidak disunat tidak berarti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.” Hanya itu saja yang penting. Seluruh hukum telah dipenuhi oleh kepercayaan kepada Tuhan dan mengasihi Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya internal. Itulah iman yang bekerja melalui kasih. Hati kita benar-benar ditarik kepada Tuhan dalam kepercayaan; itulah arti iman. Kita hidup dengan penuh kepercayaan kepada Allah, dan kita hidup mengasihi Tuhan, dan hasilnya adalah, kita mengasihi orang-orang di sekitar kita juga. Itulah iman yang bekerja. Itulah iman yang hidup. Itulah iman yang bertumbuh. Itulah kasih yang bertumbuh. Itulah kasih yang berlipat ganda, saat kita menunggu dan Roh dalam anugerah melakukan pekerjaan-Nya di dalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya baca tentang seorang seniman yang ingin membangun mahakarya hidupnya, dan dia mengerjakannya selama bertahun-tahun, dan itu adalah semacam kombinasi unsur-unsur alam, batu, dan bermacam benda. Dan dia membawa semua itu ke dalam studionya, dan dia terus menerus membangun, dan menambahkan berkali-kali, sampai mencapai titik di mana itu selesai. Kemudian dia menyadari bahwa itu terlalu besar untuk dikeluarkannya dari ruangan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada dasarnya itulah yang terjadi pada orang-orang yang berusaha dengan pekerjaan mereka masuk ke surga; semua yang mereka bangun itu tidak dapat dibawa keluar dari ruangan. Jika Anda menghabiskan seluruh hidup Anda dengan usaha menuju ke surga, itulah satu-satunya tempat Anda tidak pernah akan masuk. Orang Kristen menunggu dalam iman dan kasih, mereka hidup dalam Roh, dan membiarkan Dia melakukan pekerjaan-Nya. Anugerah Allah telah melakukan segala yang kita butuhkan melalui Kristus, dan yang harus kita lakukan hanyalah percaya dan hidup mengikuti Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu adalah niat dimana begitu banyak orang yang disebut Kristen ingin membuat siapa pun dan agama apa pun merasa baik, terutama orang-orang yang berada dalam bentuk kekristenan yang menyimpang. Mereka mentolerir tanggapan campuran ini bahwa keselamatan adalah masalah iman dan perbuatan. Semoga tidak ada orang yang keluar dari ruangan ini dengan kepercayaan bahwa Kristus tidak bermanfaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua datang dengan tangan kosong untuk menerima hadiah keselamatan-Mu. Agar Engkau, Tuhan akan menerima semua kemuliaan selamanya. Tak satu pun dari kita bisa menyombongkan diri. Engkau telah melakukan semuanya. Karena anugerah, Engkau bahkan memberi kita iman untuk percaya. Kita hanya harus membuka tangan dan menerima hadiah itu. Bapa, kita sangat bersyukur memiliki Allah seperti Engkau. Ampunilah kita karena kita sering gagal memberi Engkau semua kemuliaan itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Feb 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200209</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000090</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kemerdekaan Kristen]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000008F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+5" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amerika telah menjadi istilah di dunia yang hampir sama dengan kemerdekaan. Itu adalah penghargaan tertinggi yang kita pegang dan yang terpuji dari semua berkat. Dan kita bersyukur kepada Allah atas kebebasan yang kita miliki. Tetapi kebebasan yang kita nikmati saat ini sering disalahgunakan. Dan kita berada dalam bahaya kehilangan kemerdekaan yang kita rayakan ini karena penyalahgunaan kebebasan itu dapat menyebabkan kematian kebebasan cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat hal-hal yang menyalahgunakan kebebasan kita, misalnya, ada banyak kejahatan, narkoba dan alkohol yang menghancurkan kita. Dan daripada melawan hal-hal itu, kita terus ingin membuat undang-undang yang memberikan penjahat itu lebih banyak hak dan kebebasan yang pada akhirnya lebih merusak. Media melalui televisi, internet, film dan buku, benar-benar menenggelamkan kita dalam limbah yang kotor.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada masyarakat yang tidak memiliki kebebasan tetapi kita dapat berjalan-jalan di tengah malam di kota besar disitu dan tidak takut diserang orang. Atas nama kebebasan dalam masyarakat kita sendiri pada saat ini, para wanita sekarang dapat membunuh anak-anak mereka yang belum lahir. Atas nama kebebasan, wartawan dapat menyerang pemimpin kita, menyerang prinsip-prinsip negara kita, dan mendorong ada revolusi melawan semua otoritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia memiliki karakteristik dalam masyarakat bebas itu untuk menyalah-gunakan kebebasan itu karena manusia pada dasarnya bersifat dosa. Manusia pada dasarnya bejat. Memang sifat kebebasan itu dapat disalahgunakan sampai tujuan kemerdekaan itu hilang. Dan apa yang terjadi di dunia politik dan sosiologis juga terjadi di dalam dunia rohani. Dan marilah kita fokus pada hal itu sekarang, pada kebebasan Kristen dan potensi penyalahgunaannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Galatia 5. Kita memahami kebebasan di negara ini karena kita hidup di dalamnya. Kita memahami kebebasan dalam arti rohani sampai batas tertentu karena itu adalah kebenaran Alkitabiah. Tetapi kebebasan rohani kita itu bisa disalahgunakan. Dan Firman Allah memberikan kita beberapa faktor pengendali untuk mencegah penyalahgunaan seperti itu. Saya melihat di gereja sekarang suatu jenis penyalahgunaan kebebasan Kristen yang sama dengan apa yang saya lihat di negara kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan gereja tidak begitu memperhatikan kekudusan. Banyak pemimpin Kristen jatuh ke dalam amoralitas dan itu terjadi dimana-mana. Ada orang yang berpikir karena mereka bebas di dalam Kristus, mereka dapat meninggalkan suami atau istri mereka dan berselingkuh dengan lelaki atau perempuan lain dan semuanya baik-baik saja. Kita telah dilunakkan ke dalam toleransi sedemikian rupa sehingga banyak gereja ingin supaya pemimpin jatuh itu segera kembali ke tempat terkemuka seperti dulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dikatakan Paulus tentang faktor kontrol itu pada kebebasan Kristen? Itu hal yang penting. Di Galatia dia telah memberitakan Injil kebebasan dari hukum, dan kebebasan dari dosa. Dan ada beberapa orang Yahudi yang merasa terancam oleh hal itu. Jadi mereka datang membuntuti Paulus dan ke mana pun dia pergi, mereka memberi tahu orang-orang bahwa mereka harus mematuhi hukum, harus disunat dan mengikuti setiap tradisi Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada peperangan besar tentang artinya kebebasan Kristen itu dan Paulus menulis mengenai masalah itu dalam Galatia 5:1, “Karena itu berdirilah teguh dalam kebebasan dimana Kristus memerdekakan kita, dan jangan mau lagi dikenakan kuk perbudakan.” Ayat 13 meringkaskannya, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk keinginan daging, melainkan layanilah satu sama lain oleh kasih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sungguh luar biasa untuk menjadi bebas di dalam Kristus, tetapi apakah arti tepat kebebasan Kristen kita? Bagaimanakah kita dapat menikmati kemerdekaan Kristen kita tanpa menyalahgunakannya? Bagaimana kita dapat mengendalikannya? Nah itulah yang Paulus ingin urus di sini. Dia sangat prihatin bahwa orang-orang mengerti artinya kebebasan itu dan bagaimana kebebasan itu dapat dikendalikan. Sebab kemerdekaan di luar kendali kita pasti akan hilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita mengekspresikan kebebasan itu dengan cara yang menyenangkan Allah? Tahukah Anda, gereja itu tidak pernah akan menjadi gereja yang seperti seharusnya sampai jemaat itu berkomitmen secara rohani untuk taat kepada Firman Tuhan. Itu adalah komitmen untuk hidup berintegritas dan berjalan dengan kemurnian dan kekudusan. Dan itu harus dimulai dari pendetanya sampai turun ke jemaatnya. Dan memang ini tidak terlalu baru atau mendalam, saya hanya ingin menyegarkan pikiran Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menjelaskan ini, Paulus memberi kita tiga hal yang bukan kebebasan. <b>Pertama-tama</b>, katanya, kebebasan Kristen itu bukanlah kebebasan untuk menuruti kedagingan. Paulus berkata di 1 Korintus 9:27, “Aku melatih tubuhku untuk menguasainya, supaya sesudah mengabarkan Injil kepada orang lain, janganlah aku ditolak.” Apakah mungkin kamu dapat membatalkan dirimu dalam pelayanan? Tentu saja, jika Anda sendiri tidak melakukan apa yang Anda khotbahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah kedagingan itu? Dagingmu adalah sifat manusia yang telah jatuh. Itulah tubuh jasmani, jasmani Anda yang fana. Itu adalah kemanusiaan Anda yang penuh dengan egoisme dan cenderung dosa. Roma 6, 7 dan 8, memberi tahu kita bahwa waktu Anda diselamatkan, manusia batiniahmu diciptakan kembali. Waktu Anda percaya Yesus Kristus, hal-hal lama telah berlalu dan lihatlah segala sesuatu menjadi baru. Dan Anda telah bangkit untuk berjalan dalam hidup yang baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan Allah sekarang tinggal di dalam jiwa Anda. Dan Anda memiliki sifat ilahi yang tidak fana. Bagian terdalam dari diri Anda adalah bagian yang ditebus, yang benar-benar berubah dan sangat terkait dengan Yesus Kristus sehingga tidak ada cara untuk menyadari di mana Anda berhenti dan Dia mulai. Dan itulah sebabnya dalam Galatia 2:20 dikatakan, "Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang Paulus katakan adalah manusia lama itu sudah mati, manusia baru itu hidup di dalam kamu, tetapi juga Kristus, dan saya tidak tahu di mana saya berakhir dan Dia mulai karena saya sekarang memiliki sifat ilahi. 1 Korintus 6:17, "Siapa yang mengikat dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Bagian yang paling sejati dari Anda adalah apa yang ditebus dan layak untuk surga. Itulah dirimu yang kudus. Itu ciptaan baru di mana tinggal kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalahnya adalah bahwa bagian Anda yang telah ditransformasikan, yang telah dibuat seperti Kristus, yang benar, yang mengasihi hukum Allah, yang mengasihi kemurnian dan kekudusan dan berusaha melakukan yang benar, dikurung dalam kedagingan Anda. Itu dipenjarakan dalam kemanusiaan Anda. Dan masalah Anda selalu tetap ada karena diri Anda yang baru senang dengan hukum Allah, namun dosaku itu terus menerus menghalangi, Roma 7.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus berkata bahwa dosa yang ada dalam dagingku membuatku jatuh. Dan dia konsisten setiap kali dia berbicara tentang ini; dia selalu menaruh dosa di dalam kedagingan. Itu tidak ada dalam ciptaan baru Anda. Anda telah ditebus di dalam manusia batiniah. Yang ditunggu-tunggu, kata Roma 8, adalah penebusan tubuh Anda. Kita membutuhkan keselamatan luar itu, penebusan tubuh, di mana kita mendapatkan tubuh seperti tubuh kekal Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 3:21 mengatakan bahwa Kristus “akan mengubah tubuh kita yang hina ini, menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.” Itulah sebabnya siapakah kita itu belum terwujud kepada dunia. Itu akan terjadi pada apa yang disebut Paulus sebagai pembebasan mulia anak-anak Allah. Itulah pembebasan penuh ketika kita diselamatkan dari manusia lahiriah dan tubuh hina kita itu ditukar menjadi tubuh yang dimuliakan seperti yang dimiliki Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sampai saat itu kita memiliki masalah dimana manusia baru itu berjuang melawan kedagingan ini. Dosa itu tidak berkuasa lagi, tetapi masih ada dosa sisa dalam kedagingan kita. Jadi Paulus mengatakan kecenderungan dalam kebebasan Kristen adalah bahwa kedagingan itu ingin menggunakan kebebasannya untuk berdosa berdasarkan pengampunan yang telah dijanjikan. Memang benar. Allah akan mengampuni kamu. Tetapi itu penyalahgunaan kebebasan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebebasan kita dikendalikan karena kita tidak diizinkan untuk memuaskan kedagingan kita. Kemerdekaan Kristen adalah kebebasan dari dosa, bukan kebebasan untuk berbuat dosa. Ambisi tertinggi Kristus adalah untuk menyenangkan Bapa, "Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendakMu yang terjadi.” Dan dalam Roma 15:3, Paulus memberi tahu kita bahwa makna kebebasan Kristen adalah untuk mementingkan orang lain. Dalam Roma 15:3 ia berkata, "Kristus tidak menyenangkan diri-Nya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebebasan Kristen tidak berarti kita dapat melakukan apa pun yang kita inginkan. Seperti prajurit Kristen dalam 2 Timotius 2:4, “dia melakukan apa yang dia lakukan supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” Masih ada kewajiban untuk menyenangkan Tuhan. Kita perlu diingatkan akan hal itu karena oleh para teolog itu disebut antinomianisme. Anti nomos adalah kata Yunani untuk “melawan hukum.” Itu adalah sikap yang menentang hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, saya bebas dari hukum, katanya di dalam Roma 6. Saya tidak lagi di bawah kuasa dosa dan saya bebas untuk melakukan apa yang ingin saya lakukan. Dan di situlah letak pembenaran manusia bagi kebebasan untuk melakukan kejahatan. Banyak orang berpikir bahwa mereka bebas untuk melakukan apa yang sudah jelas dilarang di dalam Firman Tuhan, di bawah gagasan bahwa mereka menuruti keinginan daging mereka dan Allah akan memaafkan dan memberi anugerah. Ini adalah antinomianisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, bagian penting pertama untuk mengendalikan dan membatasi kebebasan kita yang ditentukan Allah itu adalah pengendalian diri, bukan memuaskan kedagingan. Untuk pertama kalinya dalam hidup Anda, setelah Anda menjadi orang Kristen, Anda memiliki kapasitas untuk melakukan apa yang sungguh benar, apa yang sungguh baik, apa yang sungguh adil, apa yang sungguh jujur, dan benar. Anda tidak bebas untuk melakukan apa saja yang Anda inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, itu tidak berarti bahwa kita bebas untuk melukai orang lain. Ada juga gagasan ini bahwa kebebasan kita berarti kita dapat melakukan apa saja yang kita inginkan tidak peduli bagaimana itu mempengaruhi orang lain. Masyarakat kita berpikir bahwa kebebasan di Amerika berarti kebebasan untuk menjadi orang sesat. Saya adalah allah kecil dan saya akan melakukan apa yang ingin saya lakukan dan saya benar-benar tidak peduli bagaimana itu mempengaruhi Anda. Bahkan orang-orang di gerejapun lebih peduli tentang diri mereka daripada orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka mereka, atas nama kebebasan, berpikir bahwa mereka dapat melakukan apa saja yang mereka ingin lakukan dan mereka benar-benar tidak peduli bagaimana itu mempengaruhi orang lain, yang adalah sebaliknya dari apa yang dikatakan Paulus. Lihatlah akhir <b>ayat 13</b>, “Gunakan kebebasanmu sebagai kesempatan untuk saling mengasihi dan melayani.” Ayat 15, “Jika kalian saling menggigit dan menelan satu sama lain, waspadalah, jangan sampai kalian saling membinasakan!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebebasan Anda adalah untuk melayani orang. Anda tidak pernah diberi kebebasan untuk menyakiti orang lain, tidak peduli seberapa lemah orang itu. Kata "kasih" di sini, adalah agape. Itu berarti "kasih ilahi," dan bagian yang paling khas adalah pengorbanan diri. Jika ada sesuatu yang benar tentang kata itu maka arti kata itu adalah pengorbanan diri. Kalian harus saling melayani dalam kasih yang rela berkorban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah saling melukai. Kita bebas, tetapi arti kebebasan kita, melibatkan perbudakan terhadap kebutuhan orang lain. Dan makna dari kebebasan Kristen sejati adalah paradoks kebebasan dan perbudakan di mana saya bebas melakukan apa yang benar, saya bebas untuk melayani Tuhan, tetapi kebebasan saya dibatasi oleh kenyataan bahwa saya tidak bebas melakukan sesuatu yang melukai kamu. Allah mengatakan, kemerdekaanmu dikendalikan oleh kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Roma 14 Paulus berurusan dengan sebuah gereja di mana ada beberapa orang yang kuat dan benar-benar memahami kebebasan mereka, dan beberapa orang yang lemah dan tidak mengerti. Sebagai seorang non-Yahudi yang tinggal di Roma, Anda telah menyembah berhala sepanjang hidup Anda. Setelah Anda percaya kepada Kristus, hidup Anda ditransformasikan secara total. Kemudian seseorang mengundang Anda untuk makan malam dan mereka orang Kristen dan berkata, "Ajo, mari kita makan babi panggang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bagi dia itu menjijikkan. Tetapi Anda tetap melakukannya dan melanggar hati nuraninya dan memaksa dia untuk melanggar hati nuraninya. Dia lemah dalam hal memahami kebebasannya. Jadi dalam ayat 1 Paulus berkata, "Terimalah orang yang imannya lemah, dan jangan berselisih dengan dia tentang hal-hal yang meragukan.” Jangan bertengkar dalam hal-hal yang bukan masalah moral, terima-lah dia dengan iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jangan menghakiminya. Allah telah menerimanya ke dalam kerajaan; berilah dia ruang untuk bertumbuh. Ayat 4 mengatakan, “Tuhan akan membuatnya tetap berdiri.” Belajarlah untuk mengesampingkan kebebasan Anda demi pertumbuhan mereka dan demi menunjukkan kasih kepada mereka. Dalam ayat 13, ia berkata, "Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung.” Jangan menghancur-kannya demi makanan Anda, dan janganlah membiarkan kebebasan Anda menjadi cobaan baginya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, dan yang terakhir yang Paulus kemukakan adalah bahwa kemerdekaan Kristen bukanlah kebebasan untuk mengabaikan hukum Allah. Ada orang yang berpikir ketika dikatakan dalam Alkitab, kita bebas dari hukum dalam Roma 6 dan Roma 7, bahwa kita tidak lagi bertanggung jawab untuk mematuhi perintah-perintah moral Allah. Itu salah. Bebas dari hukum berarti bebas dari usaha kita untuk memperoleh keselamatan melalui mematuhi hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bebas dari penalti hukum. Kita bebas dari upaya untuk menaati hukum yang tidak berhasil dan karena itu kita dibunuh hukum untuk selamanya. Kita mati dalam Kristus supaya bangkit dan hidup dalam hidup yang baru. Anda bebas dari perjuangan pencapaian manusia untuk menyenangkan Allah dalam kedagingan. <b>Galatia 5:14</b> mengatakan, "Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu bisa dilakukan? <b>Ayat 16</b>, “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” Ketika Anda menjadi seorang Kristen, daripada memelihara daftar aturan eksternal, Anda harus memiliki kehadiran internal yang menuntun Anda ke dalam kebenaran. Roh Allah di dalam diri Anda menyanggupkan Anda memenuhi hukum. Jadi kemerdekaan Kristen adalah kebebasan untuk menaati hukum dengan kekuatan Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya berjalan di dalam Roh? Berjalan itu adalah gagasan perilaku sehari-hari. Di mana Roh memberi kita arahan-Nya? Dalam Firman Tuhan, benar? Berjalan dalam Roh berarti hidup dalam kepatuhan pada pikiran dan kehendak Roh Allah. Dan itu berarti dipenuhi dengan Firman Allah sehingga Firman itu tinggal di dalam Anda sepenuhnya dan firman itu kemudian menjadi faktor yang digunakan Roh Allah untuk menuntun Anda ke dalam kepatuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika kita dipenuhi dengan Firman Tuhan, dan dikendalikan oleh Roh Allah, berjalan dalam ketaatan kepada kehendak Allah yang dinyatakan, kita tidak akan memenuhi keinginan daging, tetapi kita akan memenuhi hukum dengan saling mengasihi. Karena Roh tidak tahu apa-apa tentang penyataan diri kecuali apa yang dinyatakan dalam Firman. Dan Dia mengambil Firman dan bergerak serta membentuk dan menyalurkan hidup Anda, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Feb 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200202</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000008F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gambar Iman yang Menyelamatkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000008E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:21-31" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:21-31</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 4:21-31</b>, “Katakanlah padaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum itu? 22 Karena ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua putra, satu dari wanita hambanya dan satu lagi dari wanita merdeka. 23 Putra oleh hamba perempuan itu dilahirkan menurut daging, dan anak dari perempuan merdeka itu melalui janji. 24 Ini adalah suatu kiasan, karena para wanita ini adalah dua perjanjian: yang satu dari Gunung Sinai melahirkan anak-anak perhambaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">25 “Hagar ialah seperti Gunung Sinai di Arab dan ia sama dengan Yerusalem sekarang ini, karena ia hidup dalam perbudakan dengan anak-anaknya. 26 Tetapi Yerusalem di atas adalah merdeka; dan ialah ibu kita 27 Karena ada tertulis: Bersukacitalah, perempuan mandul yang tidak dapat melahirkan; bersoraklah, engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin; karena lebih banyak anak-anak dari yang tanpa suami daripada yang memiliki suami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">28 Dan kamu, saudara-saudara, seperti Ishak, adalah anak-anak yang dijanjikan. 29 Tetapi pada waktu itu, dia yang dilahirkan menurut daging, menganiaya yang dilahirkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 30 “Tetapi apakah yang dikatakan Alkitab? ‘Usirlah hamba perempuan hamba itu dan putranya, karena putra hamba perempuan itu tidak akan menjadi pewaris bersama dengan anak perempuan merdeka itu. '31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari rasul Paulus yang pergi melalui wilayah Galatia dan memberitakan Injil; dan orang-orang yang dipertobatkan kepada Kristus. Ada gereja-gereja yang didirikan dan mereka berkembang. Orang-orang telah diampuni dan mereka menerima hidup kekal. Mereka memiliki Roh Kudus yang mengubah hati mereka. Dan mereka menikmati buah Roh itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sampai saatnya beberapa orang Yahudi datang dari Yerusalem, yang mengatakan bahwa mereka juga percaya kepada Yesus sebagai Mesias. Namun, mereka berkata kepada orang-orang non-Yahudi ini, “Tidak cukup bagi kalian bahwa kalian telah diselamatkan hanya oleh iman. Supaya benar-benar diselamatkan, kalian harus mematuhi hukum Musa. Dan mereka tidak membicarakan hukum moral; yang dibicarakan adalah upacara, tata cara sipil, seperti sunatan, dan pesta-pesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi guru-guru palsu ini salah, karena orang percaya non-Yahudi ini tidak kekurangan apa pun. Ketika Kristus datang, hukum Taurat tidak berlaku lagi. Sekarang tidak ada orang Yahudi atau non-Yahudi, tetapi semua adalah satu di dalam Kristus. Sekarang kita beralih dari bayangan ke substansi. Dari sekolah dasar, kami lulus ke sekolah pemuridan bersama Kristus. Dari perbudakan hukum-hukum Musa kuno itu kita naik kepada kebebasan dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan Injil itu datang melalui anugerah Allah oleh iman saja di dalam Kristus, terlepas dari pekerjaan. Tetapi ada orang Galatia yang menerima ajaran palsu itu. Jadi, di Galatia 3:1, Paulus berkata, "Kamu orang Galatia yang bodoh, kamu telah disihir." Jadi dia menulis surat ini untuk mempertahankan Injil yang benar. Dia berkata, “Injil sejati ini saya terima dari Kristus sendiri.” Kemudian dia berkata dalam Galatia 3:6, “Abraham percaya kepada Allah, dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini Paulus memberi kita sebuah ilustrasi. Ini tentang Abraham, Sarah, Hagar, Ismael, dan Ishak. Dan ini tentang Gunung Sinai di Arab, dan Yerusalem saat ini, dan Yerusalem yang ada di surga. Dan ini juga tentang dua perjanjian. Tetapi semua itu adalah sejarah, dan dalam sejarah itu adalah kebenaran yang diungkapkan. Ini hanya ilustrasi sejarah yang kuat. Maka dengan pemahaman itu, marilah kita melihat ayat 21.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, "Katakan padaku, kamu yang ingin berada di bawah hukum Taurat, apakah kamu tidak mendengarkan hukum Taurat?" Dia berbicara kepada orang-orang Yudiazer dan di samping itu juga kepada orang-orang percaya Galatia yang telah disesatkan karena mereka sekarang hidup kembali di bawah Hukum Musa. Mereka akan kembali ke sunatan, kembali ke semua tata cara, dan ke bulan-bulan dan hari-hari, dan semua hal-hal eksternal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidakkah Anda menyadari bahwa hukum eksternal, yang mengidentifikasi Israel sebagai umat Allah yang unik itu, telah hilang? Petrus diberi tahu, "Bangunlah, Petrus, bunuhlah dan makanlah," tidak ada lagi hukum diet. Paulus berkata di Kolose 2:16-17, “janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Mereka adalah orang-orang non-Yahudi yang tidak dibesarkan dengan hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda benar-benar mengerti apa yang dikatakan hukum? Galatia 3:10, “Semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada di bawah kutuk.” Ingatlah Ulangan 27:26, “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” Dalam ayat 12, “Barangsiapa yang mempraktikkan hukum Taurat itu akan hidup karenanya.” Tetapi kenyataannya adalah bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menaati hukum dengan sempurna, kecuali Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang satu-satunya Alkitab yang pernah di khotbahkan Paulus adalah Perjanjian Lama. Karena Perjanjian Baru sedang ditulis dalam proses. Itulah sebabnya dalam Galatia 3, ia berbicara tentang pembenaran oleh iman, dan ia mendapatkan buktinya dari Perjanjian Lama. Jadi orang-orang non-Yahudi ini telah dididik tentang Perjanjian Lama; dan sekarang dia dapat menceritakan kisah itu lagi dan menggunakannya sebagai ilustrasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai orang percaya, kita menggambarkan kehidupan Kristen kita bukan melalui hubungan kita dengan hukum, tetapi kita menggambarkan kehidupan Kristen kita melalui hubungan kita dengan Kristus, benar? Kita berada di dalam Kristus, dan Kristus berada di dalam kita. Dan kita terus mematuhi hukum moral, karena itu mencerminkan sifat Allah. Dan kita taat karena ada kasih, bukan karena rasa takut. Tidak perlu kembali hidup seperti orang Yahudi Perjanjian Lama, itu semua sudah berlalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, Paulus akan menggambarkan ini dengan cara yang kuat dari kehidupan Abraham. Demikian kata Paulus, “Hukum hanya akan membuatmu terikat lagi. Tidak perlu lagi.” Dan inilah ilustrasinya, “22 Karena ada tertulis bahwa Abraham memiliki dua putra, satu oleh hamba perempuan dan satu oleh perempuan merdeka. 23 Putra dari hamba perempuan itu dilahirkan menurut daging, dan putra oleh perempuan merdeka itu melalui janji.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yudiazer membual bahwa mereka adalah anak-anak Abraham, yang menjadikan mereka umat Allah unik. Tetapi Paulus berkata, hanya karena Anda Yahudi dan Abraham adalah leluhur Anda, hal-hal itu tidak secara otomatis menyelamatkan Anda. Di Galatia 3: 7 Paulus berkata, “Hanya orang yang beriman, adalah anak-anak Abraham.” Ayat 14, “Di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih lanjut di Galatia 3:29 dikatakan, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah itu.” Dan Roma 9:6 mengatakan, “Tidak semua Israel adalah Israel. Tidak setiap orang Yahudi adalah orang Yahudi sejati di dalam hati.” Orang Yahudi berkata, “Abraham adalah bapa kita.” Tetapi Yesus berkata dalam Yohanes 8:44, Tidak, bapamu bukan Abraham, “Iblis adalah bapamu, yang di dalamnya tidak ada kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Allah menggambarkan secara historis dua perjanjian ini yang memisahkan karya dari iman. Abraham memiliki dua putra: Ismael pertama dan Ishak kedua. Yang satunya oleh hamba perempuan, yang namanya Hagar; dan putra lainnya oleh wanita merdeka, yaitu istrinya Sarah. Putra dari hamba perempuan Hagar, Ismael, dilahirkan menurut daging. Tetapi putra Sarah, wanita merdeka itu, adalah Ishak yang lahir melalui janji.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran oleh perbuatan adalah usaha perbuatan pribadi yang berdosa untuk mencapai kehendak Allah. Di sisi lain, Ishak adalah hasil dari kuasa Allah, mukjizat supranatural untuk memberikan hidup yang memenuhi janji-Nya, dan hanyalah percaya yang harus dilakukan Abraham. Usaha manusia, perbuatan, pembenaran diri, legalisme dan kedagingan hanya menghasilkan perbudakan. Anda mulai diperbudak agama palsu itu, dan Anda hanya dapat memperpanjang perbudakan Anda itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, iman pada janji Allah, keyakinan bahwa Allah akan melakukan apa yang Dia katakan dengan kekuatan-Nya sendiri menghasilkan kemerdekaan. Hagar dan Sarah adalah seperti dua perjanjian, “yang satu datang dari Gunung Sinai yang melahirkan anak-anak yang akan menjadi budak; dia adalah Hagar, pembantu Sarah. Dan Hagar ini seperti Gunung Sinai di Arab di mana Allah memberikan hukum Taurat itu dan sekarang ada di Yerusalem,” artinya dia itu seperti perjanjian lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dua ibu yang berbeda menghasilkan anak yang berbeda. Budak perempuan bernama Hagar melahirkan dengan Abraham, Ismael yang adalah seorang budak, dan semua keluarganya adalah budak secara rohani dan mereka adalah orang-orang Arab. Perempuan merdeka, Sarah, istrinya, melahirkan dengan Abraham, Ishak yang bebas. Dan anak-anaknya adalah orang Yahudi. Mereka dilahirkan dengan cara yang berbeda, tidak secara biologis tetapi secara supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di sini adalah <b>ilustrasi bersejarah</b>. Ismael lahir dari Hagar, pembantu Sarah. Ismael adalah ilustrasi daging. Janji itu jelas: Allah akan memberi Abraham seorang putra. Itu harus secara supranatural. Tetapi mereka tidak mau menunggu pada Allah, mereka ingin melakukannya dengan cara mereka sendiri; jadi daging itu menolak janji dari Allah dan mencoba untuk mendapat anak dengan kekuatannya sendiri daripada apa yang Allah rencanakan dan berikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Ismail adalah anak kedagingan, tetapi Ishak adalah anak yang dijanjikan. Pada saat ia lahir, Abraham berusia 100 tahun, dan Sarah sudah 90 tahun, jadi mereka sudah terlalu tua. Tetapi Allah secara supranatural menciptakan anak itu di dalam rahimnya. Ismael dilahirkan menurut daging; mereka melakukannya dengan cara mereka yang berdaging. Ishak dilahirkan melalui janji Allah. Ismael dilahirkan secara alami, tetapi Ishak dilahirkan secara supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua putra ini adalah ilustrasi kebenaran rohani. Ismael adalah seorang anak yang lahir dalam daging dengan cara yang berdosa, seolah-olah mereka dapat memenuhi kehendak Allah dengan cara mereka sendiri yang berdosa. Ismael adalah ilustrasi dari orang-orang yang ingin mendapatkan keselamatan melalui karya-karya mereka. Dan Ismael lahir dari seorang budak, dan menghasilkan seluruh garis keturunan budak. Mencapai apa yang Allah inginkan dengan dagingmu sendiri akhirnya mengikat Anda dalam dosa dan penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah <b>terjemahan ilahi</b>. Ismael dan Ishak lahir dari dua ibu: Hagar dan Sarah. Mereka mewakili dua perjanjian: yang lama dan yang baru. Dan kita melihat dua Yerusalem; yaitu Yerusalem yang ada di bumi dan Yerusalem yang ada di atas. Hagar mewakili hukum dan perbudakan dan kematian. Sarah mewakili amugerah, iman, dan kemerdekaan. Bukan masahnya Abraham adalah bapa Anda; yang menjadi ibumu itulah yang penting secara spiritual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Yerusalem sekarang,” kata Paulus, darimana orang-orang Yudiazer ini datang dengan sistem Farisi legalistik mereka, terhubung ke Sinai, yang terhubung ke Ismael dan Hagar. Orang-orang Yahudi membanggakan diri sebagai anak-anak Abraham melalui Ishak. Namun Paulus berkata, “Itu mungkin benar secara fisik, tetapi secara rohani Anda adalah anak-anak Ismael. Dan Yerusalem yang sekarang terhubung dengan Sinai. ”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gunung Sinai berada di Saudi, yang adalah padang gurun dan bukan Tanah Perjanjian. Jadi Sinai, Ismael, dan Yerusalem saat ini semuanya berada dalam jalur yang sama untuk menghasilkan perbudakan dan keterikatan. Dan orang berdosa yang mencari keselamatan oleh hukum Taurat ada di jalan legalistik ini seumur hidupnya. Tetapi Perjanjian Baru melalui Yesus adalah kemerdekaan. Yohanes 3:3 mengatakan, "Kamu harus dilahirkan dari atas." Yerusalem rohani adalah Yerusalem di atas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 4:26</b> mengatakan, “Tetapi Yerusalem sorgawi adalah merdeka; dia adalah ibu kita.” Bebas dari ikatan hukum, bebas dari semua tata cara yang ditentukan pada Israel di masa lalu. Sekarang Anda terikat surga. <b>Ayat 27</b>, “Sebab ada tertulis: Bersukacitalah, perempuan mandul yang tidak pernah melahirkan; bergembira dan bersoraklah, Hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin; karena lebih banyak anak-anak dari yang tanpa suami daripada yang memiliki suami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini dari Yesaya 54:1. Itu adalah janji bagi Israel, yang telah ditawan di Babel bahwa mereka akan dibebaskan dan akan kembali ke Tanah Perjanjian itu. Dan ketika mereka kembali ke tanah mereka, para perempuan mulai berkembang, dan bangsa Israel mulai berkembang biak dan bertumbuh. Allah mengatakan itu kepada orang-orang buangan di Babel, dan Dia menggenapinya. Allah mengatakan itu kepada Sarah, dan Dia menggenapinya oleh kuasa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Poin terakhir, <b>nasihat pribadi</b>. Kita melihat ilustrasi sejarah, terjemahan ilahi, dan sekarang nasihat pribadi. <b>Ayat 28</b>, “Dan kamu, saudara-saudara, sama seperti Ishak adalah anak-anak yang dijanjikan.” Kita telah dilahirkan secara rohani oleh mukjizat. Kita telah diselamatkan oleh anugerah yang berdaulat. Bukan dengan pekerjaan apa pun yang kita lakukan; kita tidak menyelesaikannya dengan cara kami sendiri seperti Sarah memerintahkan Abraham untuk melakukannya dengan Hagar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap tindakan ada konsekuensinya. <b>Ayat 29</b>, “Tetapi pada waktu itu ia (Ismael) yang dilahirkan menurut daging menganiayanya (Ishak) yang dilahirkan menurut Roh, demikian juga sekarang.” Hagar membenci Sarah dan Ishak. Kemudian dalam Kejadian 21: 8 dan 9, kita melihat Ismael membenci Ishak. Selama bertahun-tahun Ismael berpikir bahwa dia akan menjadi pewaris kekayaan itu. Tetapi kemudian datanglah pewaris sejati itu, dan dia dikeluarkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Putra-putra Hagar, Sinai, pekerjaan, kedagingan dan agama palsu selalu merupakan para penganiaya kebenaran. Mereka akan terus menganiaya anak-anak Ishak dan Sarah, yaitu anak-anak perjanjian. Penganiaya terhebat terhadap gereja benar adalah agama palsu, yaitu sistem pekerjaan Setan. Tetapi Paulus berkata, "Semua orang yang hidup saleh di zaman sekarang ini akan menderita penganiayaan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan apa yang dikatakan Kitab Suci?” <b>Ayat 30</b>, “Usirlah hamba perempuan itu dan putranya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan yang merdeka itu.” Ini adalah pesan dari Allah. Ada peperangan rohani yang sedang terjadi. Kita tidak bisa menjadi satu dengan orang-orang yang ada di bawah perbudakan. Dan kita melihat hal itu terjadi sekarang semakin banyak di negara kita dan di seluruh dunia. Setan itu cerdas, pengajaran perbudakan itu dimulai di sekolah-sekolah dan kemudian bertumbuh di masyarakat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang keluar dari hati manusia? Apakah yang keluar dari kedagingan? Penyembahan berhala. Itu memelintir dan memutarbalikkan hubungan seseorang dengan Allah yang benar. Ini mencakup segala jenis agama palsu atau idola lain yang mungkin Anda temukan dalam hidup Anda, apakah itu idola material, apakah itu semacam pencapaian, atau semacam objek. Marilah kita ikuti saja apa yang Allah katakan karena hanya Dialah yang layak kita ikuti, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200126</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000008E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus terbentuk di dalam Anda]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000008D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:19-20" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:19-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam ayat 19, “Anak-anakku,” ia berbicara dengan orang percaya di gereja-gereja di Galatia, “karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Ini adalah inti dari pendeta Paulus ini. Dan pada bulan-bulan sejak gereja-gereja itu didirikan oleh Injil di dalam Kristus, dan berkembang dalam Roh Kudus, sudah menjadi jelas baginya bahwa ada beberapa masalah yang serius.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksudnya adalah, “Lihatlah, saya sudah menderita sakit bersalin membuat Anda percaya Injil dan menjadi Kristen. Apalagi sekarang, sesudah Anda menjadi orang percaya, saudara-saudara, Anda adalah anak-anak saya dalam iman, saya mengalami sakit bersalin lagi sampai Anda menjadi seperti Kristus.” Menjadi seperti Kristus adalah yang terpenting di sini. Itulah tanggung jawab utama setiap pendeta dan setiap pemimpin rohani. Dan itu adalah keinginan saya bagi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang percaya di sana sedang dalam proses disihir oleh guru-guru palsu itu. Mereka bertindak dengan cara yang bodoh, sedemikian rupa sehingga Paulus berkata dalam <b>ayat 20</b>, “Saya rindu untuk berada di antara kamu sekarang dan mengubah nada suara saya; karena aku ragu-ragu tentang kalian.” Mengapa, setelah memulai dalam Roh, mereka sekarang berpikir bahwa mereka harus disempurnakan oleh daging, yang diajarkan oleh para guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pendeta janganlah hanya mengkhawatirkan apakah gereja itu penuh. Mereka tidak bisa hanya khawatir bahwa orang-orang tampaknya bahagia dan puas dengan apa yang sedang terjadi, dan mereka menyukai lingkungan gereja, mereka senang dengan musik dan mereka suka gayanya. Rasa sakit pendeta selalu berhubungan dengan betapa sedikitnya orang itu seperti Kristus. Paulus juga mengatakan ini, “sampai kamu dipenuhi dengan kepenuhan Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dulu ada banyak percakapan tentang kekudusan dan kesalehan di gereja. Kesalehan adalah kata yang jarang terdengar sekarang. Namun itu telah menjadi hasrat Paulus sepanjang seluruh pelayanannya. Bandingkanlah itu dengan bahasa yang diungkapkannya dalam 2 Korintus 11: 2-4, “Karena aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu dengan satu suami supaya aku dapat membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"3 Tetapi aku kuatir, jangan-jangan, pikiranmu disesatkan dari kesetiaanmu yang ada di dalam Kristus, sama seperti ular menipu Hawa oleh kelicikannya. 4 Sebab kamu sebaiknya sabar saja, jika ada seseorang datang memberitakan Yesus yang lain daripada yang telah kami khotbahkan, atau jika kamu menerima roh yang berbeda yang belum kamu terima, atau Injil yang berbeda yang belum kamu terima!” Paulus mementingkan hati mereka dan dia mulai bersaksi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menggambarkan penderitaannya dalam 2 Korintus 11:24 - 29, “Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang non-Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu kekuatiranku untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pikir bahwa pelayanan pastoral itu mudah? Seorang pendeta yang setia menjalani kehidupan yang penuh kesakitan dan penderitaan. Itulah beban mendalam seumur hidup bagi umatnya dan kesucian mereka. Ketika dia mengatakan "kepedulian terhadap gereja" dalam ayat 28, dia mendefinisikannya sebagai "kepedulian yang kuat terhadap dosa mereka." Itu semuanya tentang proses pengudusan umatnya. "Pengudusan" adalah kata yang berasal dari kata kerja Yunani hagiazō, yaitu "menjadi suci."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Korintus 1:2 Paulus berkata, “Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus.” Ada bentuk pengudusan masa lalu yang terjadi pada saat keselamatan. Dan ada bentuk pengudusan masa depan yang terjadi pada saat pemuliaan. Tetapi bentuk tengah proses pengudusan sedang berlangsung sepanjang hidup kita. Itulah yang harus dipentingkan seorang pendeta setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengalaman keselamatan itu memiliki empat definisi teologis. <b>Pemilihan</b>: Anda dipilih sebelum dunia dijadikan, sebelum ada waktu. Dalam kekekalan lalu Allah memilihmu. Itu benar ilahi, Anda tidak berperan dalam hal itu. Berikutnya adalah <b>pembenaran</b> orang percaya itu. Itu juga merupakan mukjizat ilahi dari Allah, di mana Roh Kudus membangunkan orang mati, dan menghidupkan mayat itu yang adalah orang tidak percaya yang mati dalam dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Elemen berikutnya adalah <b>pemuliaan</b>, yang direncanakan Allah dalam pemilihan, dan yang diaktifkan Allah dalam pembenaran, dan yang akan diselesaikan ketika Anda meninggal dunia ini dan Anda masuk ke dalam kemuliaan kekal yang sempurna. Dan antara pembenaran Anda dan pemuliaan Anda hanya ada satu hal, yaitu <b>proses pengudusan</b> Anda. Pemilihan bukanlah suatu proses, pembenaran bukanlah suatu proses, pemuliaan bukanlah suatu proses, tetapi pengudusan itu memang proses.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk inilah Paulus hidup; semua itu tidak pernah tentang dia. Itu tidak pernah tentang kesuksesan baginya, atau uang dan atau penghargaan. Dia rela dipukuli di badan luar dengan semua cara yang tercantum dalam 2 Korintus 11 demi menambahkan satu suara lagi untuk paduan suara haleluya yang membawa kemuliaan. Tetapi penderitaan hidupnya adalah dosa-dosa jemaatnya dan masalah proses pengudusan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah <b>ayat 20</b>, “Karena aku takut.” Ini adalah seorang pria, sesukses siapa pun yang pernah ada dalam pekerjaan Allah, dan dia dalam ketakutan. Apa yang Anda takutkan, Paul? “Saya takut bahwa ketika saya datang saya mungkin menemukan Anda tidak seperti yang saya inginkan.” Wah. Dan yang saya inginkan adalah agar Anda menjadi seperti Kristus. Saya khawatir ketika saya kembali, saya tidak akan menemukan Anda dekat dengan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dipenuhi dengan kekudusan umatnya, dan takut akan apa yang akan dilakukan dosa bagi kehidupan mereka. Inilah hati seorang pendeta sejati. Karya Allah dalam setiap orang percaya seumur hidup adalah karya pengudusan itu, karya kekudusan, karya kesalehan, karya menjadi serupa dengan Kristus, dan itu terjadi dalam kehidupan setiap orang percaya. 1 Korintus 1:2 mengatakan, “mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mengalami penderitaan yang sama untuk dirinya sendiri. Dia berkata dalam Filipi 3:12, “Aku mengejar hadiah panggilan Allah yang tinggi di dalam Kristus Yesus.” Dia mengejar sasaran itu. Apakah sasarannya? Sasaran itu adalah hadiah. Apakah hadiahnya? Hadiah itu adalah ketika Anda masuk surga, Anda menjadi seperti Kristus; itulah hadiahnya di surga, dan itulah sasaran dalam hidup. "Aku mengejar sasaran itu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam Roma 7:19-20, “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. 20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang berdiam di dalam diriku.” Aku mengerti aku bejat dalam diriku. Memang proses pengudusannya sendiri merupakan beban besar, dan juga proses pengudusan orang lain. Inilah yang harus dipentingkan para pendeta dan gereja-gereja dan semua orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 1:30 mengatakan, “Tetapi oleh rancangan Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita, dan kebenaran dan kekudusan kita.” Ada: <b>hikmat</b> dari Allah, yang menunjukkan kamu adalah pilihan Allah yang bijaksana; <b>kebenaran</b> yang diperhitungkan kepada Anda; yaitu <b>pembenaran</b>; dan kemudian <b>pengudusan</b>. Anda berada di dalam Kristus berdasarkan kebijaksanaan abadi Allah dan pilihan-Nya, dan Kristus sekarang adalah pengudusan bagi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu tujuan hidup Anda, untuk menyempurnakan kekudusan? 1 Petrus 1:16, “Jadilah kamu kudus, sebab Aku kudus." 1 Tesalonika 4:3-5, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil isterimu sendiri dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah 1 Tesalonika 3:12-13, “Semoga Tuhan membuatmu bertambah dan berlimpah dalam kasih, sehingga Dia dapat menegakkan hatimu tanpa cacat dalam kekudusan di hadapan Allah dan Bapa kita.” Sekali lagi, tujuan Roh Allah bekerja dalam hidup Anda adalah bahwa Tuhan akan menyebabkan Anda bertambah dan berlimpah dalam kasih kepada-Nya, supaya Anda berhasil dalam proses pengudusan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Tesalonika 2:13 mengatakannya demikian, “Allah sejak semula telah memilih Anda untuk diselamatkan melalui pengudusan oleh Roh dan percaya kepada kebenaran.” Seluruh hidup Anda pada dasarnya adalah pemenuhan satu doktrin besar. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita antara pembenaran kita dan pemuliaan kita adalah pekerjaan pengudusan. Ini adalah realitas yang berkembang dari kemajuan orang Kristen, yaitu menuju menjadi seperti Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Titus 2:14, berbicara tentang Kristus, “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.” Roma 6:19, “Sebab sama seperti kamu menyerahkan anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang menyebabkan lebih banyak kedurhakaan, maka sekarang serahkanlah anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran untuk kekudusan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh hidup Anda adalah proses dimana Allah Roh Kudus membuat Anda menjadi seperti Kristus. Dan itu terjadi tanpa dapat dihindari sama seperti pemilihan itu terjadi, karena Allah menghendaki itu. Pembenaran terjadi karena Allah menghendaki itu. Pemuliaan akan terjadi karena Allah menghendakinya. Proses pengudusan sedang terjadi. Allah sedang bekerja di dalam Anda demi kemauan-Nya dan kesenangan-Nya sendiri, tetapi Anda sendiri harus menyelesaikannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi di sebagian besar orang percaya, seperti yang diakui Paulus, itu tidak terjadi secepat itu seharusnya terjadi. Jadi, dia berada dalam kesakitan, karena Kristus belum terbentuk di dalam mereka. Saya juga adalah alat Allah, seperti juga setiap pendeta, yang digunakan oleh Allah untuk tujuan Allah bekerja di gereja-Nya; yaitu untuk menguduskan mereka. Dan untuk memberi saya kekuatiran atas proses pengudusan saya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang percaya dikuduskan, godaan dunia, keinginan daging dan keinginan mata, digantikan oleh kasih yang terus meningkat, untuk kepatuhan pada Tuhan. Ini menyebabkan ada kerinduan akan kekudusan, yang mengarah pada keinginan yang lebih kuat untuk kehormatan Tuhan kita. Itu tidak dapat terjadi dengan cepat. Kebanyakan pendeta tidak akan pernah melihat ini karena mereka tidak tinggal cukup lama untuk melihatnya. Itu terlihat dalam rahmat manis orang tua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya? Yesus mengatakannya dengan sederhana, “Kamu harus menaati Perintah-perintah-Ku ketika kamu mengasihi Aku.” Ini bukan tentang kamu, ini tentang Dia. Proses pengudusan, kekudusan, kemurnian, sikap benar, kata-kata benar dan tindakan benar adalah hasil dari melihat kemuliaan Kristus, dan semakin mengasihi-Nya, sampai Kristus benar-benar mendominasi hidup Anda dan terbentuk di dalam Anda. Ini adalah proses pengudusan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus berkata bahwa proses pengudusan itu datang dari Firman, dari mempelajari Firman dan melihat di dalamnya kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus. Realitas pengudusan itu dulu dominan dalam kehidupan gereja sebagai pekerjaan utama Roh Kudus di dalam gereja. Itu tidak benar lagi sekarang. Kebenaran pengudusan, kekudusan dan kesalehan hampir tidak ada di Kekristenan populer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebaliknya, pesan dari bentuk baru penginjilan populer adalah bahwa semua kerinduan hati Anda itu adalah sah, dan Allah ada di sini untuk memberikan apa saja yang Anda inginkan. Hal-hal duniawi kemudian dimasukkan ke dalam kehidupan gereja sebagai keperluan untuk menarik orang-orang yang tidak tertarik pada Allah dan tidak tertarik pada pengudusan. Kekristenan Injili sekarang mengimpor budaya saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat sulit untuk memiliki doktrin pengudusan yang alkitabiah jika Anda mencoba membuat gereja terasa baik bagi orang yang tidak percaya. Gereja-gereja yang setia dipimpin oleh para gembala saleh yang memimpin kawanan domba mereka untuk menjauh dari dunia, untuk menuju pemenuhan kehendak Allah saja, terlepas dari keinginan mereka. Gereja yang setia hanya bertanya, “Apakah yang diinginkan Allah? Apakah yang diminta Allah?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita sampai disini? Gereja dulu selalu mengutamakan Allah. Mereka sedang mengajarkan tentang Allah, surga dan transendensi. Gereja dulu adalah gereja yang memuliakan Kristus, dan gereja setia percaya pada pekerjaan Roh Kudus untuk pertumbuhan. Pertumbuhan gereja bukanlah berdasarkan rencana atau strategi. Dan gereja-gereja percaya bahwa Tuhan akan mendirikan gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (Matius 16:18).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibadah itu dulu berpusat kepada Allah dengan penuh hormat. Orang-orang itu rendah hati, tidak egois dan menyangkal diri. Semua itu telah berubah. Gereja-gereja sekarang mementingkan pikiran psikologis, sosiologis dan berpusat pada manusia. Mereka menggunakan nama Yesus sebagai simbol saja, dan mereka percaya pada strategi mereka untuk pertumbuhan. Dan seringkali pesannya adalah, “Yesus ingin memberikan Anda apa pun yang kau inginkan.” Itulah yang dikatakan Joel Osteen setiap kali dia berbicara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita bisa sampai di sini? Freud, bapak psikologi dan psikoanalisis mengatakan, “Setiap orang harus bebas dari segala pengekangan dan kendala untuk menjadi asli. Keaslian Anda adalah 'Anda' yang ada di dalam. Anda memiliki hak untuk memenuhi keinginan hati Anda sendiri. Bebaskanlah nafsu kedagingan, nafsu mata, dan kebanggaan hidup Anda yang mementingkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kaum muda adalah yang paling mungkin melakukan ini karena hidup mereka belum cukup lama untuk melihat konsekuensi dari perilaku semacam itu. Orang yang liberal itu adalah kaum muda karena mereka belum belajar pengekangan. Dan remaja gerakan zaman baru itu dianggap dewasa pada umur 24. Sampai saat itu mereka masih tinggal di ruang bawah ibu mereka. Mereka belum tahu pelajaran mengenai tugas, tanggung jawab, moralitas, dan kegagalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keaslian orang muda telah menangkap budaya kita. Meskipun uang mereka lebih sedikit daripada orang lain, karena orang-orang yang memiliki uang paling banyak adalah di antara umur 50 dan 65. Satu-satunya tempat Anda pernah melihat iklan yang ditujukan pada orang-orang berumur 50 sampai 65 adalah di Fox News. Setiap orang percaya perlu tahu bahwa hanya ada satu hal yang Allah inginkan dalam hidup Anda, dan itu adalah proses pengudusan Anda, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200119</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000008D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Peganglah Injil]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000008C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:12-19" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:12-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia adalah buku untuk menyatakan bahwa keselamatan itu hanya oleh iman dalam Yesus Kristus; bahwa keselamatan tidak datang kepada mereka yang baik atau yang melakukan pekerjaan baik, atau religius, atau terlibat dalam upacara keagamaan dan ritual. Mereka tidak dapat mencapai keselamatan, juga tidak mencapai sebagian dari keselamatan itu, seolah-olah ada kombinasi di antara iman dan perbuatan. Perbuatan itu adalah hasil dari keselamatan, bukan alasan untuk mendapatkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang dalam ayat 12, Paulus mengesampingkan argumennya, dan ini adalah bagian dari Firman yang berbeda. Kita telah melihat Paulus sebagai seorang teolog. Kami telah melihatnya sebagai sarjana Alkitab yang memanfaatkan teks-teks Perjanjian Lama. Dan dia melakukan semua ini untuk membuat alasan rasional dan alkitabiah untuk keselamatan hanya oleh iman. Pada titik ini, kami menemukan perubahan dalam pendekatannya; biarkan saya mulai dengan membaca dari ayat 12.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 4:12-18</b>, “Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab aku telah menjadi seperti kamu. Aku tidak pernah mengalami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Anda tahu bahwa aku mula-mula telah memberitakan Injil kepadamu karena aku sakit pada tubuhku. 14 Dan biarpun demikian tubuhku, adalah,pencobaan bagimu, namun kamu tidak menganggap itu hina atau jijik, tetapi kamu menerimaku sebagai malaikat Allah, sama seperti Kristus Yesus. 15 Jadi, apakah berkat yang Anda nikmati?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 17 Mereka dengan rajin berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak untuk kebaikan, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan semangat mengikuti mereka. 18 Memang baik kalau orang selalu bersemangat berusaha dalam hal yang baik, dan bukan hanya bila aku ada di antaramu.19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hingga saat ini, belum ada komentar pribadi apapun. Paulus biasanya memberikan sentuhan pribadi dalam kata pengatarnya, kecuali dalam Galatia. Dia telah terlibat dalam pertempuran untuk memelihara kebenaran Injil yang ditahbiskan oleh Allah. Dia lebih suka kebenaran daripada persahabatan. Dia lebih suka fakta daripada persekutuan. Dia lebih suka prinsip-prinsip daripada manusia. Tetapi semua itu berubah sekarang dalam ayat 12 hingga 18.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu deklarasi teologis yang dalam yang sangat penting untuk dipahami. Bagian ini adalah tempat dimana hatinya mengambil alih. Sekarang dia turun dari mimbar doktrinal kepada hubungan pribadi. Kata-katanya adalah kata-kata kasih sayang pribadi. Di sini kita melihat sisi lembut Paulus, dan itu adalah wawasan yang jarang kita lihat. Dia menyebut mereka "anak-anakku." Dia menyamakan dirinya di sini dengan seorang ibu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah ilustrasi yang baik ada dalam 1 Tesalonika 2:7, di mana dia berkata, “Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri, karena kamu telah menjadi sangat berharga bagi kami.” Kata-kata indah dari kasih sayang, perhatian, dan perasaan belas kasihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada empat ciri di sini, <b>permohonannya</b> kepada mereka, dan <b>kenangannya </b>dari mereka, dan kemudian <b>peringatannya</b> kepada mereka, dan kemudian <b>keinginan-nya</b> bagi mereka. <b>Pertama</b>, kita lihat <b>permohonannya</b>. <b>Ayat 12</b>, “Saudara-saudara, saya mendorong Anda untuk menjadi sama seperti saya, karena akupun telah menjadi seperti Anda.” Ini bukan memerintah seperti Bapa, tetapi ini seperti ibu yang memohon. Namun ada sikap kuat di balik permohonan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengidentifikasikan mereka pertama kali sebagai saudara, dan kemudian di dalam ayat 19 sebagai anak-anak, “jadilah seperti aku.” Nah apakah maksudnya? Lihatlah Galatia 2:19, “Sebab aku telah mati oleh hukum untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus.” Dia telah dibebaskan dari adat-adat dan ritual Musa: sunat dan upacara. Bukan dari moralitas, dan bukan dari kebenaran yang adalah abadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika saya datang kepada Anda sebagai orang non-Yahudi, saya melangkah ke dalam budaya dan dunia Anda tanpa membawa tradisi-tradisi Yahudi. Saya tidak memiliki kendala itu dalam hidup saya sendiri. Saya datang kepada Anda seperti orang non-Yahudi. Sebagai seorang Yahudi, saya memiliki semua beban hukum yang mengikat saya. Saya hidup di bawahnya, sampai saya bertemu dengan Kristus. Dan Kristus mengampuni dosa saya, memberikan saya kebenaran-Nya, dan membebaskan saya dari ikatan hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat melihat kehidupan Paulus sebelum Kristus di dalam Filipi 3. Dia berkata, “Sebagai seorang Yahudi, saya memiliki kepercayaan pada daging saya, pada pekerjaan saya sendiri, pada kebenaran saya sendiri. Saya adalah seorang Farisi. Saya mengikuti semua tradisi rabi. Sejauh yang dapat dilihat orang, saya tidak pernah melanggar hukum Musa sampai saya bertemu Kristus.” Lalu ayat 7, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya melepaskan semua perilaku yang membenarkan diri sendiri untuk kebenaran sejati dalam Kristus Yesus. Bukan hukum moral yang abadi, yang telah dia sisihkan; tetapi struktur keagamaan itulah, hal-hal eksternal yang telah dia lepaskan. Dia telah meninggalkan tradisi nenek moyang. Dan sekarang orang Galatia yang non-Yahudi diberitahu bahwa mereka hanya diselamatkan jika mereka mengikuti agama Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda benar-benar ingin mengikuti sesuatu yang tidak pernah menjadi bagian dari hidup Anda? Tidak, jadilah seperti saya, karena saya telah menjadi seperti Anda.” Saya telah menjadi seperti orang non-Yahudi, bebas dari semuanya itu. Jangan kembali ke tempat asal saya, katanya di dalam Galatia 3:28, “Di dalam Kristus tidak ada orang Yahudi maupun non-Yahudi.” Hukum itu hanyalah ilustrasi dari apa yang akan datang. Sekarang kenyataan telah datang dan itu adalah Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua, kenangannya</b>. Akhir <b>ayat 12</b>, “Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu.” Dia menoleh ke belakang ketika dia pertama kali datang ke Galatia pada perjalanan misionaris pertama itu. Dia berkata, “Kamu tidak memperlakukan aku dengan tidak baik. Anda tidak menganiaya saya.” Itu tercatat dalam Kisah Para Rasul 13 dan 14. “Saya datang dan tinggal bersama Anda seolah-olah saya adalah orang non-Yahudi, mengesampingkan semua tradisi Musa itu; dan kamu menerimaku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 13:44-45, “Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. 45 Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.” Jadi bangsa-bangsa lain tahu bahwa Injil yang diberitakan Paulus itu dibenci oleh orang-orang Yahudi, karena orang-orang Yahudi secara terbuka menentang apa yang dikatakan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 46, “Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk hidup kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” Kemudian Yesaya dikutip di ayat 47, “Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tanggapan awal orang non-Yahudi terhadap pemberitaan Injil oleh Paulus sambil orang-orang Yahudi menyebutnya penghujat. Ayat 50 mengatakan, “Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.” Kalian tahu orang Yahudi itu membenci Injil, tetapi Anda percaya dan menerimanya dengan sukacita. Kalian tidak menyalahkan aku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah <b>ayat 13</b>, “Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepada kamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.” Daerah Galatia itu, tidak ada dalam rencana Paulus untuk perjalanan misi pertama. Paulus ada di sana karena dia sakit; itulah yang dikatakannya. Entah bagaimana dalam providensi Allah, Paulus kena semacam penyakit. Seandainya saya tidak sakit, Anda tidak dapat mendengar Injil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Allah memberikannya cukup kekuatan untuk melakukan pelayanan itu selama dia berada di sana. Lihatlah <b>ayat 14</b>, “Dan pencobaanku yang ada dalam dagingku.” Secara harfiah, dia berkata, “Penyakitku itu adalah pencobaan bagimu.” Mengapa demikian? Masalah ini bukan masalah fisik tetapi teologis, karena jika Anda mengaku Anda adalah nabi Allah, suatu masalah fisik tentu akan mendiskreditkan klaim Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14 melanjutkan</b>, “namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan.” dan itu berarti, “kamu tidak mengabaikanku.” Itulah teologi Yahudi, “Kamu sakit karena kamu berdosa, dan Allah menghukum kamu.” Dan bangsa-bangsa lain juga memiliki teologi yang sama. Dalam Kisah Para Rasul 28:3, setelah Paulus lolos dari kapal karam di pulau Malta, dikatakan, “Ketika Paulus mengumpulkan beberapa ranting, seekor ular beludak keluar dan mengigit tangannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “Ketika penduduk asli melihat ular itu terpaut di tangannya, mereka mulai berkata satu sama lain, 'Tentunya orang ini adalah seorang pembunuh, dan meskipun ia telah luput dari laut, keadilan tidak membiarkannya hidup.'" Tapi Paulus tidak terluka. Itu adalah teologi yang sama dari teman-teman Ayub. Karena manusia menderita, mereka pikir pastilah mereka berada di bawah penghakiman Allah. Tetapi itu adalah teologi yang salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus <b>teruskan di ayat 14</b>, “Meskipun penyakit itu merupakan godaan bagimu untuk membenci atau menganggap aku hina, karena menurut teologi Anda itulah tanda bahwa saya berada di bawah penghakiman ilahi, tetapi Anda tidak melakukan itu. Justru sebaliknya, <b>ayat 14, </b>“Anda menyambut saya sebagai malaikat Allah, malahan sama seperti Kristus Yesus Sendiri.” Ini sungguh pernyataan yang luar biasa. Dan itu menunjukkan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b>, “Jadi dimanakah perasaan berkat yang Anda miliki itu?” Apakah yang terjadi? Kalian bersukacita, dan murid-murid bertambah banyak ketika Anda memberitakan Injil. Anda mengalami pekerjaan Roh Kudus. Di manakah rasa kepuasan yang Anda miliki itu? Bagaimana Anda bisa berubah? Orang-orang yang mungkin Anda investasikan paling banyak, pada suatu saat kehilangan kepuasan itu dan mereka mulai menyalahkan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15 melanjutkan</b>, “Aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.” Memang masuk akal untuk menganggap bahwa ia memiliki masalah mata. Galatia 6:11, mengatakan, “Lihatlah, bagaimana besarnya huruf–huruf yang kutulis dengan tanganku sendiri.” Mengapa? Mungkin karena hanya huruf-huruf besar itulah yang bisa dilihatnya. Paulus sering menulis beberapa kata sendiri supaya orang tahu itu bukan pemalsuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?” Itu bukan karena kepribadianku atau karena penampilanku, tetapi kamu mengasihiku karena yang saya berikan kepadamu adalah kebenaran. Bagaimana Anda sekarang bisa percaya orang Yudiazer ini?” <b>Ketiga</b>, sekarang <b>peringatannya</b> kepada mereka. <b>Ayat 17</b>, “Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi itu bukan untuk kebaikan; karena mereka ingin mengucilkan kamu, supaya kamu bersemangat mengikuti mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat itu berlaku untuk semua agama palsu dan semua guru palsu. Mereka agresif. Mereka ingin mengecualikan Anda dari manfaat keselamatan sejati, dan berjalan bersama Kristus, dan hidup dalam kuasa Kristus. Mereka ingin mengeluarkan Anda dari kebebasan di dalam Kristus. Setan ingin membawa sebanyak mungkin orang bersamanya ke hukuman kekal di neraka. Agama palsu itu menyebar seperti api di dunia saat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 2:1-3, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dulu tampil di tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan ajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena keserakahan, mereka itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan kata-kata palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun begitu tidak ada salahnya jika dicari orang. Lihatlah <b>ayat 18</b>, “Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain selalu dalam perkara-perkara yang baik, dan bukan hanya bila aku ada di antaramu.” Ada sarkasme dalam hal itu. Guru-guru palsu ingin ada uang. Mereka ingin supaya orang yang percaya mereka mengesahkan mereka dan ajaran palsu mereka, mereka ingin menjadikan mereka putra neraka dua kali lipat. Mereka ingin ditemani dan mereka ingin mendapatkan harta benda mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebaliknya, Paulus mencari orang Galatia, bukan untuk kemajuannya sendiri, tetapi untuk memastikan mereka untuk Kristus. Selama dia ada di sana, dia melakukan itu. Meskipun ada musuh masuk, ia masih tetap mencari mereka untuk Kristus dan bukan untuk dirinya sendiri. Disinilah poin terakhir. Kita membicarakan <b>permohonan</b> dan <b>kenangan</b> serta <b>peringatan</b>; itu berakhir dengan <b>keinginannya</b> bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” <b>Keempat</b>, itulah <b>keinginannya</b>. Itu adalah kunci untuk memahami proses pengudusan. Kata itu berarti "dipisahkan." Ini adalah pekerjaan Allah seumur hidup di setiap orang percaya untuk memisahkan kita dari dosa. Itulah yang dilakukan Roh Kudus dalam hidup kita sekarang. Namun kebenaran proses pengudusan itu seringkali tidak dipentingkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekudusan adalah sebuah sinonim untuk proses pengudusan itu. Itu mendefinisikan kehidupan duniawi kita di dalam Kristus. Ketika orang percaya dikuduskan, godaan dunia, keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup digantikan oleh kasih kepada Allah, kasih untuk Kristus, dan kasih akan Firman Tuhan. Sekarang kita ada kasih untuk kepatuhan, merindukan kekudusan, dan ada cita-cita untuk memuliakan dan menhormati hanya Tuhan di dalam hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan tentang tugas, ini bukan tentang disiplin, meskipun ada tugas dan ada disiplin; inilah tentang kasih. Jadi jika Anda ingin menjadi lebih taat, Anda harus lebih mengasihi Kristus. Budaya kini menentang kita. Panggilan untuk kekudusan, dan untuk mempisahkan diri dari dunia bagi banyak orang terlalu absolut dan terlalu berat. Tetapi mengikuti Kristus berarti harus ada usaha untuk menggantikan dosa dengan pikiran, perkataan dan tindakan kekudusan seumur hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Legalisme merusak Injil dengan menegaskan bahwa orang percaya harus menambahkan perbuatan benar kepada iman agar dapat dibenarkan. Orang antinomian memutarbalikkan Injil dengan mengatakan, “Anda tidak perlu mematuhi; Anda bebas untuk berbuat dosa terus, karena dosa Anda sudah dibayar.” Legalisme dan antinomianisme tidak bertentangan. Orang antinomian itu mungkin orang legalis terburuk, karena dia adalah seorang legalis pemberontak. Dan dia tidak mengerti kasih dan anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, apakah Anda seorang legalis atau seorang antinomian, kalian semua bersalah. Anda tidak ditransformasikan; Anda tidak diselamatkan, karena hukum itu masih mendefinisikan hidup Anda. Mereka berdua menentang anugerah; kedua-duanya menentang kasih. Hanya ketika Anda mendefinisikan hidup Anda oleh hubungan pribadi Anda dengan Kristus, Anda akan mengasihi-Nya, dan Anda akan mengasihi apa yang Dia kasihi. Dan Dia selalu mengasihi hal yang kudus, adil dan baik, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200112</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000008C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Warisan yang Tidak mungkin Hilang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2020"><![CDATA[2020]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000008B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:7-11" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:7-11</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang melihat surat yang luar biasa ini, yang menekankan keselamatan hanya oleh iman. Itu adalah pesan Kristen. Itulah sebabnya ada Reformasi Protestan. Keselamatan itu bukan oleh iman plus perbuatan. Itu bukan upaya kerja sama di antara orang berdosa dan Allah. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa keselamatan adalah pekerjaan Allah sepenuhnya, dan kita hanya perlu menerima karunia itu dengan krpercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua agama palsu, termasuk bentuk-bentuk kekristenan palsu, ingin menjadikan keselamatan itu sebagai kombinasi dari karya Allah dan kita, iman dan pekerjaan kita. Allah melakukan sebagian, dan kita melakukan sebagian, dan dalam sinergisme macam itu Allah membawa kepada kita keselamatan. Itulah ajaran palsu tertentu dalam semua agama palsu, di mana Anda dapat berbuat sesuatu dengan usaha Anda sendiri untuk diselamatkan dari penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus dalam Galatia memberikan argumen menentang keselamatan dengan iman dan perbuatan. Dan yang kita lihat sebelumnya dalam Galatia 4:1-11 adalah argumen adopsi yang kuat. “Anda telah diadopsi sebagai putra Allah, dengan semua hak dan hak istimewa yang datang bersama dengan menjadi seorang putra. <b>Galatia 4:7-11</b>, “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak, dan jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris Allah oleh Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu melayani allah-allah yang pada dasarnya bukan Allah. 9 Tetapi sekarang setelah kamu mengenal Allah, atau lebih tepat, kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada unsur-unsur yang lemah dan miskin, dan kamu ingin lagi diperbudak olehnya? 10 Kamu mengamati hari-hari dan bulan-bulan dan musim dan tahun-tahun. 11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menegaskan kenyataan keselamatan mereka dalam ayat 9. Anda sekarang adalah orang percaya, Anda telah mengalami kuasa Roh, dan hidup Anda telah diubah. Sekarang mengapa Anda kembali ke sistem perilaku eksternal? Ketika Kristus datang, kita ditebus. Kita menjadi dewasa dalam Kristus, dan menerima adopsi sebagai anak. Dan Paulus adalah satu-satunya yang menggunakan kata "adopsi" dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adopsi sebagaimana Paulus menggunakannya, adalah Allah menempatkan kita sebagai putra-Nya dalam keluarga-Nya. Sekarang ketika kita berbicara tentang adopsi, kita berbicara tentang sesuatu yang berbeda dari apa yang ada dalam pikiran orang Romawi-Yunani pada zaman Perjanjian Baru. Dan seperti semua penafsiran Alkitab, kita harus kembali dan menciptakan kembali struktur sosial, struktur budaya, supaya kita tahu apa artinya sesuatu pada hari itu, karena itulah masih tetap artinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita perlu memisahkan diri dari konsep adopsi kontemporer. Orang Yahudi mengadopsi karena dua alasan. Satu, karena mereka tidak memiliki anak. Kedua, ketika orang tua sudah lanjut usianya dan membutuhkan seseorang untuk merawat mereka; sebagai pemelihara. Paulus tidak membicarakan hal itu. Adopsi khas di dunia Barat adalah adopsi bayi atau anak kecil dari panti asuhan. Orang tidak mengadopsi orang dewasa; mereka mengadopsi anak-anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dunia Romawi kuno mereka tidak mengadopsi anak-anak. Mereka mengadopsi pria dewasa. Sangat jarang seorang wanita diadopsi. Itulah sebabnya ketika Paulus berbicara tentang adopsi dia berbicara tentang anak laki-laki, karena adopsi romawi hampir selalu merupakan pria dewasa berusia 20 tahun ke atas. Mereka diadopsi ke dalam keluarga kaya, keluarga yang menonjol, dan hampir semua keluarga seperti itu melakukan adopsi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun mereka memiliki putra, mereka akan mengadopsi. Jika mereka tidak memiliki anak laki-laki, mereka akan mengadopsi untuk memiliki ahli waris. Tetapi jika mereka memiliki anak laki-laki yang mereka pikir tidak cocok untuk masa depan, mereka akan mengadopsi anak laki-laki lain. Ada kekuatan di Roma kuno yang disebut patria potestas, yang berarti "kekuatan ayah." Seorang ayah dapat memungkiri putra atau putrinya. Dia juga bisa menjual seorang putra untuk diadopsi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali mereka menunggu sampai anak-anak mereka berusia dua puluhan sehingga mereka dapat melihat potensi kepemimpinan mereka, kekuatan fisik dan kebijaksanaan mereka. Mereka mencari seseorang yang akan menjadi keluarga patria berikutnya, "ayah dari keluarga." Tujuannya adalah untuk benar-benar membawa pewaris keluarga yang layak untuk warisan ini dan dapat menjamin masa depan warisan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kelas elit ningrat di dunia Romawi yang tidak dapat didekati dan tidak tersedia bagi masyarakat lainnya. Dan itu bukan rahasia. Itu sangat umum dan resmi. Bahkan, itu memerlukan konfirmasi senat. Ini melibatkan keluarga-keluarga kaya dengan perkebunan dan reputasi. Itu benar dalam adopsi. Tetapi keluarga sebelumnya di masa depan akan dapat menikmati sesuatu dari kesuksesan putra adopsi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, ia akan mengambil nama ayah baru itu seumur hidupnya. Dia akan mendapatkan semua hak dan hak istimewa keluarga itu. Adopsi Romawi berarti memiliki seorang putra berdasarkan pilihan, dan memberinya hak penuh dan warisan segalanya.” Ada empat hasil adopsi. Satu: Anda punya ayah baru. Dua: Anda adalah pewaris tanah miliknya. Tiga: semua hutang Anda sebelumnya dihapuskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Empat: ia harus dibeli dengan harga tinggi, yang merupakan salah satu alasan mengapa keluarga miskin akan membuat tawaran anak laki-laki yang diinginkan oleh keluarga kaya. Satu hal lagi, "Seorang pria tidak bisa memungkiri anak yang diadopsi." Setelah Anda diadopsi, itu permanen. Jadi putra yang diadopsi lebih aman dalam warisannya daripada putra yang dilahirkan. Anak lelaki yang dilahirkan bisa saja tidak diakui, dijual atau bahkan dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sembilan dari Kaisar-kaisar itu diadopsi. Julius Caesar tidak punya anak, jadi dia mengadopsi Augustus. Augustus tidak memiliki putra, jadi ia mengadopsi Tiberius. Sembilan kaisar diadopsi dari keluarga lain ke dalam garis kerajaan. Jadi ini adalah gambaran yang sangat kaya tentang apa yang dialami oleh orang percaya Kristen ketika dia diadopsi ke dalam keluarga Allah. Paulus ingin supaya orang-orang percaya mengerti apa yang terjadi ketika Allah mengadopsi kita ke dalam keluarga-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memiliki Bapa baru, dan kita sangat dekat dengan-Nya sehingga kita boleh mengatakan, "Abba, Ayah." Itu adalah hubungan yang intensif. Dan kita memiliki semua hak dan hak istimewa, sehingga Yesus berkata dalam Yohanes 1:12, kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya, Dia memberi "otoritas untuk disebut anak-anak Allah." Dalam kerajaan seribu tahun kita akan memerintah atas dunia bersama dengan Kristus. Di surga kita akan duduk bersama-Nya di atas takhta-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam upacara adopsi selalu ada tujuh saksi. Mengapa? Untuk menetapkan legalitas dan bersaksi tentang hal itu, jika nanti anak-anak lain dari keluarga kaya itu akan menentang adopsi itu. Lihatlah ayat 6, “karena kamu adalah anak-anak, Allah telah mengirimkan Roh Anak-Nya ke dalam hati kita.” Untuk apa? Roma 8 mengatakan, "Untuk bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan menurut Yesaya 11:2, Roh Kudus itu adalah roh tujuh kali lipat. Dalam Yesaya 11:2 ada tujuh ciri Roh Kudus. Mereka ditunjukkan dalam menora dengan nyalanya tujuh api. Kepenuhan Roh adalah kepenuhan tujuh kali lipat. Maka kepenuhan Roh yang berlipat tujuh adalah saksi Allah akan legalitas adopsi kita yang tidak pernah dapat diganggu gugat, karena kesaksian Roh Kudus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita pelajari penyelasan dari adopsi itu dalam <b>ayat 7</b>, “Karena itu kamu bukan lagi budak.” Dan omong-omong, budak itu dapat diadopsi; baik budak dan orang bebas bisa diadopsi. Dan seorang budak bukan jenis budak yang mungkin Anda pikirkan. Banyak dari mereka berpendidikan tinggi; banyak dari mereka adalah orang-orang yang terampil secara profesional. Itu hanya status sosial mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan, <b>ayat 7 melanjutkan</b>, “jikalau kamu anak, maka kamu juga ahli-ahli waris Allah melalui Kristus.” Tujuan adopsi adalah untuk memberikan warisan kepada anak adopsi itu. Dia adalah pewaris melalui Allah, Dia memilih ahli waris itu. Allah memilih Anda sebelum dunia dijadikan untuk menjadi pewaris segala sesuatu yang Dia miliki. Inilah sifat anugerah dan kasih Allah. Ini benar-benar sangat mentakjubkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda dipanggil ke dalam keluarga-Nya sebagai seorang anak, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda bekerja sama untuk kebaikan. Dan apakah kebaikan itu? Itu adalah warisan kekal Anda. Tidak ada yang akan diganti. Tidak ada yang akan disangkal, karena Roma 8:29 mengatakan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, supaya Ia menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Anda memiliki segalanya oleh iman di dalam Kristus," kata Paulus kepada orang Galatia. “Kamu memiliki semua yang dimiliki Allah. Anda adalah seorang putra, karena Kristus adalah seorang putra, Anda pewaris bersama. Segala sesuatu di surga kemuliaan Allah adalah milik Anda. Kita belum memilikinya. Itulah sebabnya Roma 8:23 mengatakan, “Kita juga mengeluh dalam hati kita, sambil menantikan dengan penuh semangat adopsi, yaitu penebusan tubuh kita.” Tetapi kita yakin bahwa ada warisan yang disediakan untuk kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 8, karena di sini terdapat tanggung jawab menjadi seorang putra. Adopsi membawa tanggung jawab di dunia kuno. Anda perlu menunjukkan rasa terima kasih dan kesetiaan untuk kasihnya, terima kasih atas anugerahnya. Anda perlu menunjukkan penghargaan atas warisan yang Anda terima. Sebelum Anda mengenal Kristus, Anda tidak mengenal Allah, <b>ayat 8</b>, “Anda melayani allah-allah yang pada dasarnya bukan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu Allah sejati di alam semesta. Dan satu-satunya cara untuk mengenal Allah adalah melalui Kristus, Yohanes 14:6, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” Orang-orang berbicara tentang Allah; tetapi mereka tidak mengenal Allah. Mereka menciptakan allah mereka sendiri atau mereka memiliki agama yang telah menciptakan allah untuk mereka, dan setan itu berperan sebagai allah. Tetapi seluruh dunia orang beragama, selain dari orang Kristen, tidak mengenal Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 1 mengatakan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah, "Kamu tidak mungkin dapat menemukan Allah dengan hikmat manusia." Allah itu senang bahwa Dia tidak dapat ditemukan oleh hikmat manusia. Di mana orang bijak itu? Mereka melihat Injil sebagai kebodohan; tapi merekalah yang benar-benar bodoh. Roma 1 mengatakan ketika mereka memiliki pengetahuan tentang Allah, mereka memuliakan Dia bukan sebagai Allah; tetapi mereka menciptakan dewa-dewa dan menyembah berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Tetapi sekarang," <b>ayat 9</b>, "sesudah kamu mengenal Allah." Apakah arti kata "mengenal"? "Ketahuilah dalam arti yang dalam dan intim." Anda memiliki hubungan kasih yang intim dengan Allah, sehingga Anda dapat berseru kepada Allah, "Abba, Bapa!" Di situlah Anda pergi dalam pergumulan hidupmu. Dan alasannya adalah bahwa Anda mengenal Allah "<b>ayat 9</b>," atau lebih tepat Anda dikenal Allah.” Disitulah semuanya mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak dapat mengenal Dia sampai Dia pada mulanya menetapkan kasih-Nya kepada Anda. Dia memulai hubungan itu. Kita mengasihi-Nya karena Dia pertama-tama mengasihi kita. Kita mengenal Dia karena Dia pertama kali mengenal kita. Allah mengenal Anda sebelum Anda mengenal Dia. Allah mengasihi Anda sebelum Anda mengasihi-Nya. Allah memanggilmu sebelum Anda memanggil Allah. 1 Tesalonika 1:9 mengatakan bahwa kita diselamatkan dari berhala-berhala, dan berbalik untuk melayani Allah yang hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda dikenal oleh Allah karena, "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku," kata Yesus, "kecuali jika ia ditarik oleh Bapa” (Yohanes 6:44). <b>Ayat 9 melanjutkan</b>, “Bagaimanakah kamu kembali lagi ke hal-hal unsur yang lemah dan tidak berharga?” Segala bentuk agama palsu, termasuk Hukum Musa dari pihak orang Yahudi, adalah unsur-unsur yang lemah dan tidak berharga dibanding dengan Injil sejati dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Legalisme adalah agama palsu. Kembali ke hukum diet, kembali ke ketaatan pada hari Sabat, kembali ke pesta-pesta dan perayaan Pelewatan. “Apakah Anda akan kembali ke tempat darimana Anda dibebaskan? Apakah Anda akan kembali ke keluarga lama Anda, perbudakan lama Anda? Bukankah menjadi anak itu cukup bagi Anda? Apakah Anda mengalami kemunduran?” Paulus berkata di <b>akhir ayat 9</b>, “apakah Anda ingin menjadi seperti Israel?” Sejarah Israel mungkin merupakan peringatan yang baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Israel dibawa keluar dari Mesir. Mereka melihat tangan Allah dalam tulah, dan perlindungan mereka. Di Keluaran 14, Firaun mulai mengejar mereka. Maka mereka sangat takut dan menyalahkan Musa. Dan kemudian Musa berkata, "Jangan takut! Lihatlah keselamatan Tuhan.” Dan Laut Merah berpisah, dan mereka berjalan melewatinya. Dan mereka sampai di sisi lain. "Waduh!" Saya berharap mereka belajar dari pelajaran mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah melihat mujizat demi mujizat, perpisahan Laut Merah; penciptaan air dan makanan; namun mereka tergoda untuk kembali ke Mesir. Itulah yang dicoba oleh kaum Yudiazer agar orang-orang percaya di Galatia melakukannya. <b>Ayat 10</b>, “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, musim dan tahun-tahun.” Mereka mulai menyerap ritual dan upacara eksternal lagi. Tetapi tidak satu pun dari mereka terikat pada gereja di mana pun juga dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 2:16-17, “Janganlah kamu biarkan siapa pun bertindak sebagai hakim Anda berhubungan dengan makanan atau minuman atau mengenai hari raya atau bulan baru atau Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang akan datang; sedang wujudnya ialah Kristus.” Keadaan mereka lebih buruk dari itu. “Kalian yang kembali ke hal itu," <b>ayat 11</b>, "Aku kuatir, kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.” Itulah gagasannya, bahwa kamu mencari keselamatanmu melalui kepatuhanmu pada upacara keagamaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang menghilang itu, apakah mereka benar-benar orang percaya? Tidak. 1 Yohanes 2:19 mengatakan, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua orang sungguh-sungguh termasuk pada kita.” Di Yohanes 8:31, Yesus berkata, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Ingatlah, Yesus menyatukan diri-Nya dengan Anda dalam kasih dan Dialah yang membangunkan hatimu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia datang kepada Anda, sebelum Anda datang kepada-Nya. Dia mengenal Anda, sebelum Anda mengenal-Nya. Dia mencintaimu, sebelum kau juga mengasihi-Nya. Dan sekarang setelah keselamatanmu, Anda menunggu terbukanya warisan Anda. Ini adalah Injil. Inilah tentang apa yang Allah telah mempersiapkan bagi mereka yang mengasihi Dia di surga. Semua hutang Anda masa lalu dibatalkan ketika Anda datang kepada Kristus. Seluruh kehidupan Anda sebelumnya telah terhapus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan kuasa Roh melalui pemberitaan dan pendengaran Injil, Dia membangun hubungan dengan Anda, dan Anda dengan Dia. Dia mengenal Anda, dan Anda mengenal Dia. Dia mengasihi Anda, dan Anda mengasihi-Nya. Anda telah dibebaskan dari belenggu. Semuanya ini oleh iman dalam Kristus saja. Semua ini karena darah Yesus Kristus yang berharga itu digunakan sebagai bayaran supaya Anda bisa menjadi anak. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20200105</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000008B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Menggenapi Nubuat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000008A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+2" target="_blank" class="imCssLink">Matius 2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Makna Matius 2 adalah untuk memberi tahu kita bahwa Yesus dalam peristiwa-peristiwa sekeliling kelahiran-Nya menggenapi nubuat Perjanjian Lama. Nabi Yesaya berkata bahwa Yesus akan dilahirkan dari seorang perawan, dan itu terjadi, dan nabi menubuatkan itu tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Mikha berkata bahwa Yesus akan lahir di Betlehem, dan itu terjadi. Hosea berkata bahwa Dia akan dipanggil keluar dari Mesir, dan itu terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak nabi mengatakan bahwa Dia berasal dari Nazareth, dan memang begitu. Dan Matius mengumpulkan nubuat-nubuat khusus itu, mulai dari akhir Matius 1 dan sepanjang Matius 2, untuk meyakinkan kita bahwa anak ini memang Raja yang dijanjikan. Dalam Matius 1 ia menunjukkan bahwa Anak itu memiliki mandat Raja: yaitu, Ia adalah keturunan Abraham dan keturunan Raja Daud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya silsilah Yesus diberikan dalam Matius 1 supaya kita dapat mengerti bahwa Dia adalah putra Daud yang dijanjikan. Yesus Kristus adalah benar-benar Raja dari garis keturunan Daud, karena Dia dari garis kerajaan itu. Setelah itu Matius beralih ke kelahiran dari perawan dan menetapkan bahwa Dia memang adalah Raja yang dijanjikan berdasarkan kelahiran perawan-Nya. Dia tidak memiliki bapa duniawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah Allah-manusia. Roh Kudus telah menempatkan benih itu di dalam telur Maria yang menjadi anak yang bertumbuh dalam rahimnya, dan dilahirkan sebagai Yesus, Anak Allah. Satu nubuat agung muncul dalam Matius 1, di mana ia mengutip Yesaya 7:14, “Lihatlah, perawan itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel,” yang berarti 'Allah beserta kita'.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita periksa kelahiran itu di Bethlehem. <b>Matius 2:1-6</b>, “Setelah Yesus dilahirkan di Betlehem di Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah, orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem, 2 dan bertanya, “Di manakah Dia, Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu, terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Kristus akan dilahirkan. 5 Maka mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di Yudea, karena demikianlah ada tertulis oleh nabi, 6 Tetapi engkau, Betlehem, di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara para penguasa Yehuda; karena dari padamulah akan bangkit seorang Penguasa yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di sini lokasi kelahiran Kristus pertama kali disebut. Itu berasal dari nabi Mikha, dan dia mengatakan bahwa Dia akan dilahirkan di Betlehem. Nah orang majus itu dalah para pemimpin elit dan berbudaya dari Timur Tengah. Mereka adalah para filsuf dan orang bijak Persia, yang dipengaruhi oleh Perjanjian Lama, karena kerajaan selatan Yehuda telah ditawan ke Babel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan penawanan kerajaan selatan itu datanglah nabi Daniel dan nabi Yehezkiel yang ditawan juga pada waktu itu. Maka mereka diajarkan tentang nubuatan Perjanjian Lama mengenai Mesias itu, dan itu menyebabkan ada harapan bahwa Raja besar ini yang dijanjikan Perjanjian Lama akan datang; dan orang-orang majus ini sedang menunggukan peristiwa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka diberi tanda, ada bintang di surga yang bergerak menuju ke Betlehem. Mereka mengikuti itu sampai ke Yerusalem untuk mencari Raja ini. Kemungkinan itu merupakan ancaman besar bagi Herodes. Setelah mendengar bahwa seorang raja orang Yahudi telah lahir, ia melakukan segala yang mungkin untuk mengeksekusi raja itu pada waktu masih baji. Dan Mikha 5:2 memberi tahu para imam dan ahli Taurat bahwa Kristus akan lahir di Betlehem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang terjadi. Penguasa akan memiliki karakter seorang gembala, jenis penguasa yang lemah lembut, yang sangat berbeda dari Herodes yang dikenal sebagai serigala, musuh domba mutlak. Jadi Anak itu lahir di Betlehem, seperti yang dinubuatkan di Perjanjian Lama. Yesus Kristus memang lahir di sana. Orang-orang majus pergi ke rumah itu dan mereka menyembah Anak itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memberi Yesus kemenyan, emas dan mur sebagai hadiah, sesuai untuk seorang raja. Setelah itu mereka akan kembali untuk memberi tahu Herodes di mana Anak itu berada. Tetapi ayat 12 mengatakan, “Mereka diperingatkan oleh Tuhan dalam mimpi supaya jangan kembali ke Herodes. Maka pulanglah mereka ke negarinya melalui jalan lain.” Di sini Allah memberi wahyu langsung kepada orang yang tidur mengenai kehendak dan tujuan-Nya. Dan bukan hanya di sini, tetapi juga kepada Jusuf dan Maria yang diperingatkan dalam mimpi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Nubuat kedua</b> dalam Matius 2 berkaitan dengan eksodus ke Mesir. Bacalah ayat 13, “Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu dan ibu-Nya, larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu; karena Herodes akan mencari Anak kecil itu untuk membunuh-Nya.” Nah mengapa mereka harus pergi ke Mesir?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabannya ada di ayat 15, “supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir kupanggil Anak-Ku.” Mereka pergi dan tinggal di sana sampai Herodes itu mati. Mesir telah menjadi koloni Yahudi. Selama periode intertestamental 400 tahun, ada pemberontakan yang sangat serius di Israel, seperti Pemberontakan Makabe. Jadi orang Yahudi telah berlindung di Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hosea 11:1 mengatakan, "Dari Mesir kupanggil Anak-Ku." Nah ini tidak merujuk pada Yesus Kristus, itu merujuk kepada Israel ketika Allah membawa Israel keluar dari Mesir. Jadi pesan ini menunjukkan kasih Allah yang besar. Hosea mengilustrasikannya dengan hidupnya sendiri dengan cara yang jelas sekali. Hosea menikahi seorang wanita bernama Gomer, seorang pelacur. Dia punya kekasih lain dan anak-anak tidak sah. Tetapi walaupun dia melakukan itu, Hosea tetap mengasihinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada menolaknya, dia membelikannya kembali dari pasar. Gomer dijual; dan dia membelinya, dan membawanya kembali, dan menghormatinya sebagai istrinya. Itulah ilustrasi grafis tentang hubungan Allah dengan Israel. Dan pesan Hosea adalah ini: sama seperti Hosea menikahi Gomer, Allah telah mengambil Israel sebagai istrinya. Sama seperti Gomer tidak setia kepada Hosea, Israel juga tidak setia kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada titik itulah Allah berkata, “Apakah kamu mengerti bahwa dari Mesir-lah aku memanggil Putra-Ku?” Jadi Allah kembali ke kasih itu. Ini adalah nubuatan dalam pengertian ini, itu disebut tipe. Ada nubuatan verbal dan ada nubuatan tipe. Dalam Perjanjian Lama, ada sejumlah tipe Kristus. Domba korban itu adalah tipe yang paling terkenal, benar? Israel di sini pada saat itu adalah tipe Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat <b>nubuatan ketiga</b>, pembinasaan Rama, ayat 16 dan selanjutnya. Ketika Herodes melihat bahwa ia telah ditipu oleh orang-orang majus, ia menjadi sangat marah, dan membunuh semua anak laki-laki yang berada di Betlehem sejak berusia dua tahun ke bawah sesuai dengan waktu yang ia terima dari orang majus. Dia membantai setiap anak untuk mencegah ada satu anak yang bertumbuh dan menjadi ancaman bagi tahtanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nubuat Yeremia terpenuhi. Yeremia 31:15, “Beginilah firman Tuhan: “Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.” Rama adalah sebuah desa kecil sekitar delapan kilometer di sebelah utara Yerusalem. Itu adalah tempat di mana para penakluk memerintahkan orang banyak yang dikalahkan untuk dikumpulkan dan dideportasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana Rahel terlibat? Yah, Rahel adalah seperti ibu dari kedua kerajaan Yahudi. Salah satu putranya, Yusuf, melahirkan dua putra, Efraim dan Manasye; dan Efraim selalu yang paling sering diidentifikasikan dengan kerajaan utara. Tetapi Rahel juga adalah ibu dari Benyamin yang merupakan bagian dari kerajaan selatan. Jadi Rahel menangis ketika Israel ditawan, dan Rahel menangis ketika Yehuda ditawan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada <b>nubuatan keempat</b>, ayat 19-23, “Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, 20 katanya, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” 21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, dan pergi ke tanah Israel.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus memerintah atas Yudea dan bukan Herodes, ayahnya, dia takut pergi ke sana. Karena diperingatkan oleh Tuhan dalam mimpi, ia berbalik ke daerah Galilea. 23 Dan dia datang dan tinggal di sebuah kota bernama Nazaret, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh para nabi, “Dia akan disebut orang Nazaret.” Inilah rumah Yusuf; dan dia harus kembali ke sana karena itulah yang dinubuatkan para nabi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita kewalahan untuk merenungkan bahwa Yesus lahir pada hari Natal, Dia yang datang ke dunia di Betlehem dua ribu tahun yang lalu, yang memenuhi nubuat khusus yang diperlukan untuk menjadi Mesias. Dia datang untuk memberikan hidup-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang. Dia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka dan untuk mendirikan kerajaan kedamaian dan keselamatan bagi semua yang percaya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Dec 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191222</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000008A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Saksi Mata untuk Natal]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000089"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=1+John+1:1-4" target="_blank" class="imCssLink">1 Yohanes 1:1-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup di waktu dimana kepastian dan keyakinan tentang apa yang benar tidak diterima. Sikap yang benar secara politis adalah sikap yang tidak pasti dan tidak ada hal absolut. Pendapat dan perasaan itu cenderung mengatur suasana hati kita pada saat ini. Dan gereja juga mengikuti pikiran inclusif macam ini yang ingin merangkul apa yang dipikirkan orang adalah kebenaran. Jadi gereja telah kehilangan fondasinya dan marilah kita berpaling kepada Yohanes, karena dia adalah rasul kepastian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 4 ayat pertama dari 1 Yohanes 1 ini Anda akan menemukan 36 kali beberapa bentuk kata "tahu." Tidak ada pengelakan atau ketidakjelasan. Yohanes tahu apa yang dia bicarakan, dan dia yakin. Dia benar percaya apa yang ditulisnya. Dan dia ingin supaya kita merasa keyakinan yang sama. Inilah sangat bertentangan dengan suasana hati pada saat ini yang tampaknya hampir tidak peka, tidak mengasihi, dan tidak tahu kebiasaan masa kini. Tetapi inilah khususnya yang diangkat dan ditinggikan oleh Yohanes dalam suratnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes mengatakan ada kepastian teologis dari Injil. Ayat 20, “Kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan ini adalah Allah yang benar dan hidup kekal.” Yohanes juga ingin agar kita mengerti bahwa ada kepastian moral. Allah telah memberikan Hukum Taurat dan kita harus mengikuti hukum itu. Dan Yohanes ingin menegaskan bahwa ada kepastian dalam hubungan kasih. Ayat 7, “Saudara-saudariku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi karena kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah bidangnya di mana kondisi spiritual setiap orang diuji. Dan siapa pun yang gagal ujian dalam salah satu kategori tersebut akan dinyatakan sebagai penipu dan pendusta. Jadi Allah melalui Yohanes memberikan kita beberapa hal mutlak dalam tiga kategori tersebut. Allah memberikan kita sebuah ujian dimana kondisi rohani sebenarnya dari kehidupan seseorang dapat diukur. Anda bisa tahu bagaimana Allah melihat hidup Anda. Jadi marilah kita baca teksnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 1:1-4, “Apa yang ada sejak awal, yang telah kita dengar, yang telah kita lihat dengan mata kita, yang kita saksikan, dan yang telah kita raba dengan tangan kita tentang Firman hidup, 2 hidup yang telah dinyatakan, dan kita telah melihatnya dan sekarang kita bersaksi, dan menyatakan kepadamu tentang hidup kekal, yang ada bersama Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kita, 3 apa yang telah kita lihat dan dengar kita beritakan kepada Anda, supaya Anda juga dapat bersekutu dengan kita."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan sesungguhnya persekutuan kita adalah dengan Bapa dan dengan Putra-Nya Yesus Kristus. 4 Dan semuanya ini kita tuliskan untuk Anda agar sukacita Anda menjadi sempurna.” Yohanes berkata, “Saya tidak memrbicarakan pengalaman transendental. Saya tidak membicarakan hal mistis. Saya tidak membicarakan suatu rumus rahasia. Tidak, saya memberi tahu Anda Firman hidup ini, karena saya mengalaminya. Saya mendengar Yesus. Saya melihat Dia dan menyentuh Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:14 mengatakan, “Dan Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Kebenaran itu nyata dan Dia ada di sana. Natal adalah tentang kata <b>inkarnasi</b>. Kita menyanyikannya setiap tahun dalam lagu-lagu Natal kita. Jika Anda memahami kata inkarnasi, Anda akan mulai memahami apa artinya Natal. Di mana kita pergi untuk memahami makna Natal itu? Dua ayat terakhir dari teks kita ini memberi kita tujuan Natal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yohanes menunjukkan kepada kita melalui surat ini bahwa memang ini semua dari Allah. Allahlah yang telah memberi kita Injil. Allahlah yang telah memberi kita perintah-perintah-Nya, yang harus kita taati. Dan Allahlah yang telah memberi kita kasih dan teladan kasih. Setelah pertama kali mengasihi kita, kita harus mengasihi Dia dan orang lain juga. Jadi kita dapat yakin akan iman Kristen, yang dinyatakan dalam sejarah, yang disaksikan oleh para rasul dan ditegaskan oleh Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita melihat kedua ayat pertama untuk mengerti pengajaran Natal. Pertama, apa yang telah kita dengar. Apakah yang mereka dengar? Mereka mendengar Yesus berbicara. Nah Yohanes ada di situ ketika Yesus mengucapkan kata-kata yang keluar dari mulut-Nya, perumpamaan, cerita dan khotbah. Dia ada di situ bersama Yesus selama masa pelayanan-Nya dari awal sampai akhir. Dia ada di situ sesudah kebangkitan-Nya selama empat puluh hari, dan kadang-kadang dia bertemu dengan Tuhan dan mendengarkan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mendengar Dia secara lengkap dan terus-menerus. Untuk Yohanes itu enam puluh tahun yang lalu, tetapi itu masih merupakan kebenaran hidup di dalam hatinya. Kita melihat Dia dengan mata kita sendiri. Dia ada di situ ketika Yesus berkali-kali mengusir roh-roh jahat itu. Dia ada di situ ketika Yesus menyentuh mata orang buta dan mereka melihat. Dia ada di situ ketika Dia menutupi telinganya orang tuli sampai mereka bisa mendengar. Dia ada di situ ketika Yesus membangkitkan orang mati sampai mereka hidup kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes berkata bahwa kita dapat yakin tentang Yesus Kristus. Dan itu dapat dibuktikan, yang hanya harus dilakukan adalah membaca kembali catatan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Yohanes berkata, “Dan kita telah memegang-Nya.” Yesus mengatakan di Lukas 24:39, “rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Dan kita sudah tahu cukup banyak tentang Yohanes sampai dia bahkan bersandar di dada-Nya, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melihat jauh ke dalam realitas tentang siapakah Kristus itu, kuasa-Nya untuk mengampuni, kuasa-Nya atas iblis, kuasa-Nya atas penyakit, kuasa-Nya atas kematian. Jadi Yohanes berkata saya bukan hanya melihat kejadian-kejadian itu, saya melihat maknanya. Saya melihat bahwa itu adalah Allah dalam daging manusia. Dia adalah saksi mata langsung. <b>Ayat 2</b>, “dan kita telah melihatnya dan sekarang kita bersaksi, dan menyatakan kepadamu tentang hidup kekal, yang ada bersama Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggung jawab saya, kata Yohanes, adalah untuk memberi kesaksian dan menyatakan kepada Anda hidup yang kekal. Sebagai saksi, sebagai orang yang telah melihat-Nya, saya harus memberikan kesaksian pribadi dari sudut pandang pengalaman. Manifestasi itu kemudian menjadi proklamasi. Kristus menyatakan diri-Nya kepada para rasul untuk menjadikan mereka saksi mata langsung sehingga mereka dapat menyampaikan Injil itu kepada orang lain. Dan sesudah diterima, itu akan dapat diteruskan lagi ke generasi berikutnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus berkata bahwa ia adalah saksi mata atas kemuliaan Kristus pada saat ada transfigurasi. Semua kitab Perjanjian Baru yang ditulis oleh para rasul atau mereka yang dikaitkan dengan para rasul, memberi kita catatan saksi mata apostolik. Kitab Kisah Para Rasul mengatakan bahwa doktrin para rasul adalah isi khotbah dan ajaran serta pelajaran gereja. Jadi Kristus menyatakan diri-Nya kepada mereka, supaya sebagai saksi mata mereka dapat menulisnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang itu hal yang buruk bagi orang-orang yang datang, walaupun mereka menyebut diri mereka sarjana alkitab, dan menyerang firman Allah dan menyerang kejujuran dan integritas bukan saja dari Allah, Roh Kudus tetapi juga dari para saksi mata, yaitu para rasul. Yohanes mengatakan bahwa sudah pasti ini adalah pesan yang benar dan manifestasi yang benar dan pernyataan yang benar. Dan ada kepastian lain yang menarik. Yaitu kepastian persekutuan sejati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kita menyatakan semua ini adalah <b>ayat 3</b>, “Supaya Anda juga dapat bersekutu dengan kita dan sesungguhnya persekutuan kita adalah dengan Allah Bapa dan Putra-Nya Yesus Kristus.” Persekutuan adalah kata koinōnia, yang berarti kemitraan. Natal itu bukan tentang hubungan relasional, itu bukan sosialisasi. Natal itu berarti bahwa kita harus bersekutu dengan Allah pada mulanya, dan kedua kita perlu hidup bersama-sama dengan semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pertama-tama melihat apa artinya persekutuan dengan Allah. Yohanes 1:4 mengatakan, “Dan di dalam Dia (Kristus) ada hidup.” Yohanes 5:26, “Sama seperti Bapa memiliki hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian pula Ia memberikan kepada Anak untuk memiliki hidup dalam diri-Nya.” Itu berarti Dia memiliki hidup setara dengan Allah Bapa. Dia pada dasarnya sama. Dan kemudian dia berkata dalam Yohanes 5:40, “Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” Kristus adalah hidup; Dia membawa hidup dan Dia memberi hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 1:9 mengatakan, “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. Ketika Anda diselamatkan, Anda dipanggil untuk bermitra dengan Kristus. “Dia yang bersatu dengan Tuhan adalah satu roh.” Artinya ada hubungan bersama dalam kehidupan sehari-hari. Pemberitaan Injil itu menghasilkan iman, dan seseorang yang beriman kepada Kristus dapat masuk ke dalam kemitraan nyata dengan orang-orang percaya lain. Itulah artinya berbagi hidup yang nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan itu unik. Itu tidak mengatakan inkarnasi itu biasa, tetapi Kekristenan mengatakan itu mungkin. Dikatakan bahwa Allah begitu dekat sehingga hal itu mungkin, tetapi ia begitu sukar dipahami sehingga inkarnasi Allah dalam pribadi Yesus Kristus adalah suatu peristiwa tersendiri. Kekristenan memiliki pandangan unik tentang hal ini yang membedakannya dari agama lain. Natal juga bersejarah. Lihatlah apa yang dikatakan Yohanes: Kami melihatnya. Kami mendengarnya dengan mata kami sendiri, telinga kami sendiri. Kami merasakannya, kehidupan abadi ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita memberi Anda kisah tentang Yesus yang berjalan di atas air, tentang Yesus yang bangkit dari kematian, tentang Yesus yang mengucapkan kata-kata ini, ini bukan legenda. Ini bukan hal-hal yang kita buat. Ini bukan perumpamaan rohani yang luar biasa. Ini adalah hal-hal yang kami lihat. Kami melihat-Nya melakukan ini. Kami mendengar-Nya. Dengan kata lain, doktrin Natal adalah bahwa Allah menjadi historis. Palungan, kebangkitan dan kisah Yesus benar-benar terjadi dalam sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar-benar bertentangan dengan apa yang diyakini kebanyakan orang. Rata-rata orang mengatakan ini adalah kisah yang luar biasa, tetapi itu adalah perumpamaan, legenda. Itu semua tidak benar-benar terjadi. 1 Yohanes 1:1-2 mengatakan: Ini adalah dusta yang Anda baca dalam Perjanjian Baru atau mereka adalah saksi mata, tetapi itu tidak mungkin legenda. Saksi mata itu memberi tahu kita apa yang benar terjadi. Dan Alkitab menyertakan detail yang realistis, tetapi legenda itu tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yohanes berkata, “Aku melihat-Nya, aku merasakan-Nya, aku mendengar-Nya dengan telingaku sendiri, aku melihat-Nya dengan mataku sendiri," semua orang akan langsung tahu bahwa dia adalah saksi mata. Oleh karena itu, para pembaca Perjanjian Baru tahu apakah ini adalah dusta bikinan atau mereka adalah saksi mata yang benar. Jika mereka bohong, itu adalah dusta paling bodoh yang pernah dibuat, karena kisah-kisah ini ditulis waktu orang-orang yang terlibat masih hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda menulis bahwa 500 orang melihat Yesus bangkit dari kematian di Lembah Kidron, Anda tidak akan menulisnya 40 tahun kemudian sesuai dengan waktu Injil ditulis. Anda akan menulisnya 100 tahun kemudian, waktu semua orang di Lembah Kidron pada saat itu sudah mati. Jika Anda berbohong bahwa 500 orang melihat Yesus di Lembah Kidron, dan orang-orang itu masih hidup di Lembah Kidron yang berada di sana pada waktu itu, Anda tidak pernah akan dipercaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi orang-orang percaya itu semuanya, karena pada saat mereka menulis kisah itu, mereka tidak dibantah. Makna Natal adalah bahwa Yesus Kristus benar-benar hidup, dan dia benar-benar mati. Itu terjadi dalam sejarah. Apa masalahnya? Orang-orang berkata, "Saya suka ajaran Yesus. Saya suka arti dari kisah-kisah ini. Arti dari kisah-kisah ini adalah untuk saling mengasihi, saling melayani. Tetapi tidak masalah jika hal-hal itu benar-benar terjadi. Yang penting adalah bahwa Anda orang baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ironi yang hebat adalah bahwa itu adalah doktrin pembenaran oleh perbuatan. Ketika seseorang mengatakan itu, mereka mengatakan tidak masalah bahwa Yesus benar-benar menjalani kehidupan yang seharusnya kita jalani dan mati dengan kematian dimana seharusnya kita mati; yang penting adalah kita bisa mengikuti ajarannya. Itu adalah sebuah doktrin yang mengatakan: Saya tidak terlalu bejat sehingga saya membutuhkan orang untuk datang dan menjadi baik bagi saya. Saya bisa menjadi baik sendiri. Allah tidak begitu suci sehingga harus ada hukuman untuk dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil bukanlah bahwa Yesus Kristus datang ke bumi untuk memberi tahu bagaimana kita harus hidup. Kita kemudian hidup baik, dan kemudian Allah berutang berkat bagi kita. Tidak. Injil itu adalah bahwa Yesus Kristus datang ke bumi, menjalani kehidupan yang seharusnya kita jalani, dan mati dengan kematian dimana seharusnya kita mati. Jadi ketika kita percaya kepadanya, kita diterima dan menjalani hidup yang bersyukur untuk-Nya. Dengan kata lain, jika hal-hal ini tidak terjadi, kita tidak bisa diselamatkan oleh anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika hal-hal ini tidak terjadi, jika itu hanya perumpamaan, apa yang Anda katakan adalah Anda percaya doktrin keselamatan oleh perbuatan, bahwa jika Anda berusaha cukup keras dan melakukan hal-hal baik, Allah akan menerima Anda. Doktrin Natal adalah bahwa Yesus datang. Jika Yesus tidak datang, saya tidak ingin berada di sekitar kisah-kisah Natal ini yang mengatakan kita perlu berkorban, kita harus rendah hati dan kita perlu penuh kasih agar bisa diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua itu hanya akan menghancurkan kita ke tanah, karena dengan usaha kita sendiri kita pasti gagal total, kita tidak sanggup menjalani hidup suci, sehingga Natal menjadi sesuatu yang menyedihkan. Setiap tahun saya melihat cerita di internet yang mengatakan Natal untuk beberapa orang adalah waktu depresi. Tetapi tidak seperti itu, jika Anda percaya kedua ayat pertama ini, Natal bukan hanya kisah inspiratif yang dapat kita jalani, tetapi itu juga doktrinal dan historis, tentang Allah yang memberikan kita jalan untuk diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3 dan 4</b> memberi tahu kita bahwa Yesus Kristus telah datang ke bumi, Allah telah menjadi manusia dan menjalani hidup yang seharusnya kita jalani, dan mati kematian dimana seharusnya kita mati, sebagai sang Juru Selamat, bukan hanya sebagai guru atau teladan. Maka Natal akan melakukan beberapa hal untuk Anda. Itu akan membuat Anda sangat bersyukur, dan bahagia memiliki hubungan pribadi dengan Allah, dan bebas untuk bersekutu dengan orang lain. 1 Yohanes 1:3 mengatakan, "Persekutuan kita adalah dengan Allah Bapa dan Putra-Nya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata persekutuan ini, berarti bahwa jika Yesus Kristus telah datang, dan jika Natal itu benar, maka kita memiliki dasar untuk berhubungan pribadi dengan Allah. Allah bukan lagi ide yang jauh, tetapi kita dapat mengenal-Nya secara pribadi. Jika Yesus Kristus benar-benar adalah Allah dalam daging, kita akan tahu lebih banyak tentang Allah. Dia akan menjadi seseorang yang bisa kita hubungkan. Jika Yesus adalah apa yang dia katakan, kita memiliki 500 otobiografi dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang telah Allah lakukan untuk membuat Anda mengenalnya secara pribadi. Natal adalah undangan untuk mengenal Kristus secara pribadi. Dia berkata, “Saya tidak ingin menjadi sebuah konsep; Saya ingin menjadi teman Anda.” Orang Yunani dan Romawi dan bahkan orang yang beragama ini percaya bahwa yang ilahi itu tidak akan turun ke bumi. Tetapi makna Injil Natal adalah bahwa keselamatan dalam kerajaan Allah telah datang ke dunia ini. Dunia ini begitu penting sehingga Dia menjadi daging fisik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan Allah itu ada di sini untuk mentransformasikan dunia ini, dan untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri. Masa depan Injil itu adalah surga baru dan bumi baru. Inkarnasi itu memberi kita hubungan dengan Allah. Yesus berkata di Matius 20:28, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Kita ditrans-formasikan dari selalu memikirkan diri kita sendiri, menjadi lebih memikirkan orang lain dan mendekati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mengapa kita perlu lebih memikirkan orang lain? Karena pada Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala otoritas di surga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu; dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Natal memberikan kita sukacita. Tidak peduli seberapa buruk keadaannya, sukacita itu berarti mengetahui bahwa Allah telah menyediakan tempat bagi Anda. Kebanyakan orang takut melibatkan diri kita dalam kehidupan orang lain. Tetapi inkarnasi berarti bahwa Yesus Kristus, Allah sendiri, telah melibatkan diri dalam kehancuran kita. Dia terlibat secara besar-besaran. Dia membayar harga supaya kita diselamatkan, dan dia mati di kayu salib. Jadi, Anda juga harus melibatkan diri dengan orang lain, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Dec 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191215</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000089</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jaminan Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000088"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agama palsu biasanya tidak pasti, Injil itu tidak. Injil itu jelas dan terus terang. Injil itu memberi tahu kebenaran dengan kata-kata polos yang jelas yang begitu langsung dan juga menyinggung secara terang-terangan. Injil Kristen itu mengatakan bahwa setiap manusia berdosa, karena setiap orang memiliki sifat yang korup. Dan semua manusia telah memberontak melawan Allah dengan pelanggaran terhadap hukum-Nya yang kudus itu terus menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum itu adalah cerminan dari sifat Allah yang suci. Akibatnya, semua orang berdosa berada di bawah penghakiman ilahi atas pemberontakan mereka. Hukuman dari Allah atas semua umat manusia adalah hukuman neraka kekal. Ada orang yang ingin menghapus bagian Injil itu. Tetapi kita belajar dalam buku Galatia, bahwa jika ada orang yang memberitakan Injil lain, biarlah dia terkutuk. Nah itu menyebabkan saya mengajukan beberapa pertanyaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Bagaimana kita tahu bahwa kita semua adalah orang berdosa?” Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka pada dasarnya baik. "Apakah buktinya kita semua orang berdosa?" Sangat sederhana: Semua orang mati. Perjanjian Lama mengatakan, “Jiwa yang berbuat dosa, itu akan mati.” Perjanjian Baru mengatakan, “Upah dosa adalah maut.” Jika Anda mengatakan Anda bukan orang berdosa, maka Anda harus menjelaskan mengapa Anda mati. Berita Injil itu jelas dan benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi setelah penegasan pertama itu ada penegasan kedua di dalam Injil, dan ini adalah, Allah mengasihi dunia, dan menawarkan kepada orang-orang pengampunan dosa dan keselamatan. Dan itu menjawab pertanyaan kedua, "Apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan tentang kondisi saya?" Iya. Allah memberikan pembebasan dari dosa, dari penghakiman, dari kematian, dari neraka bagi mereka yang memiliki iman kepada Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita tahu bahwa kabar baik itu benar? Jawabannya: Alkitab memberikan kita buktinya. Alkitab adalah buku yang ditulis oleh Allah, dengan menggunakan orang-orang biasa, yang memberi tahu kita tentang kasih dan pengampunan Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus. Allah ingin menyelamatkan orang-orang karena Dia mengasihi orang berdosa, dan Allah telah mengutus Juruselamat yang menyediakan pengorbanan untuk dosa itu yang memberikan keselamatan kepada mereka yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab adalah buktinya, dan Alkitab berdiri atas kemampuan internalnya sendiri sebagai yang tidak salah dan mutlak benar. “Bagaimana saya dapat memastikan bahwa Kristus adalah Juruselamat? Jika saya akan berbalik kepada-Nya, beriman kepada-Nya, bagaimana saya bisa yakin bahwa Kristus mampu menyelamatkan saya?” Inilah buktinya: Dia mati dan bangkit dari kematian. Dia mati sebagai kematian yang pada dasarnya memenuhi murka Allah atas Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Murka Allah itu bukan atas dosa yang telah dilakukan Kristus, karena Ia tidak pernah berdosa. Tetapi Allah Bapa memperhitungkan kepada Kristus semua dosa dari semua orang yang pernah percaya sepanjang sejarah manusia dan menghukum-Nya karena semua dosa mereka itu. Dia mati untuk dosa semua orang yang percaya. Bagaimana kita tahu bahwa kematian-Nya memuaskan Allah? Karena Allah membangkitkan Dia dari kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu puas, murka-Nya didamaikan, dan Allah membangkitkan Kristus dari kematian sebagai penegasan ilahi akan kepuasan pengorbanan-Nya sendiri. Itu adalah kebenaran objektif Injil. Anda adalah orang Kristen karena Anda percaya itu. Semua orang Kristen sejati memahami itu, dan merangkul hal itu serta mempercayainya. Tetapi bagaimana saya bisa yakin bahwa saya benar-benar percaya dan menerima keselamatan itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaan ini adalah pertanyaan pribadi. Dan ini membahas perbedaan antara iman dan kepastian bahwa Tuhan Yesus Kristus memiliki kekuatan untuk menyelamatkan; dan jaminan dan keyakinan bahwa saya benar-benar telah diselamatkan oleh kekuatan itu. Sekarang sebagai orang Kristen, ada saat-saat dimana kita berjuang dalam jaminan keselamatan kita. Salah satu hal sebagai pendeta adalah untuk berurusan dengan orang-orang yang tidak memiliki jaminan keselamatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak meragukan bahwa mereka orang berdosa, mereka tidak meragukan bahwa Allah mengasihi dan telah menyediakan pengorbanan di dalam Kristus, mereka tidak meragukan bahwa Kristus memiliki kuasa untuk menyelamatkan, mereka tidak meragukan kebangkitan, tetapi mereka ragu-ragu mereka telah diselamatkan. “Saya mencoba melakukan beberapa hal untuk melayani Tuhan; tapi saya tidak melihat banyak hasil.” Orang seperti itu berkecil hati dan bertanya-tanya apakah mereka benar-benar telah diberi kehidupan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenyataan lain yang mencuri jaminan Anda adalah ketidaktaatan. Anda terjebak dalam dosa dan pelanggaran. Dan karena ketidaktaatan sengaja Anda, Anda akan bertanya, "Apakah saya benar-benar orang percaya?" Saya tidak membicarakan kejatuhan dalam dosa kadang-kadang. Saya membicarakan fakta bahwa Anda menyadari bahwa ada sesuatu di dalam diri Anda yang terus tidak taat. Dan Anda bertanya-tanya, "Apakah saya benar-benar diselamatkan?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada semacam kebiasaan dosa yang ada di dalam diri Anda. Inilah Anda, Anda telah menjadi orang percaya cukup lama dan Anda masih bergumul dengan dosa-dosa yang sama persis yang telah mengepung Anda selama bertahun-tahun, dan Anda bertanya-tanya, "Jika saya benar-benar orang percaya, mengapa saya tidak bisa mengalahkan dosa-dosa yang menimpa saya terus?” Dan Setan menggoda kita untuk merasa ragu-ragu. Dan keraguan itu adalah godaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada hal-hal lain. Mengabaikan ibadah: Anda datang kadang-kadang, dan kemudian Anda bertanya-tanya mengapa Anda tidak yakin akan keselamatan Anda. Anda hanya kadang menyembah bersama umat Allah; ada kelalaian persekutuan, ada kelalaian doa, ada kelalaian keberanian dalam memberitakan Injil. Semua ini adalah pencuri yang mencuri jaminanmu. Keselamatan Anda sudah tetap sebagai orang percaya sejati. Tetapi jaminan kekal Anda masih goyah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak hal tidak pernah berjalan seperti yang Anda pikir, dan Anda mulai bertanya-tanya apakah Anda adalah anak Allah. Jadi mengapa Allah tidak memperhatikan Anda? Dan mengapa Anda menderita begitu banyak? Inilah hal-hal yang melemahkan dan mencuri jaminan kekal Anda. Dan pada suatu titik tertentu, semua orang Kristen akan mengalami waktu di mana mereka akan berkata, "Apakah saya benar-benar diselamatkan?"Marilah kita lihat Firman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 4:1-5</b>, “Ahli waris, selama ia masih anak-anak, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, meskipun ia adalah penguasa segala sesuatu, 2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai waktu yang ditentukan oleh bapanya. 3 Demikian pula kita, selama kita masih anak-anak, kita takluk kepada unsur-unsur dunia. 4 Tetapi setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan, yang lahir di bawah hukum Taurat, 5 untuk menebus mereka yang ada di bawah hukum Taurat, supaya kita dapat diadopsi sebagai anak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Efesus 1:3-5, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga dalam Kristus, sama seperti Allah memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya dalam kasih, 5 Ia telah menentukan kita dari semula untuk diadopsi sebagai anak-anak oleh Yesus Kristus kepada diri-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian, 10 sehingga dalam persiapan kegenapan waktu Dia dapat mempersatukan kita di dalam Kristus. 11 Di dalam Dialah kita juga telah memperoleh warisan, yang ditentukan dari semula sesuai dengan tujuan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah doktrin adopsi, salah satu realitas luar biasa di dalam kompleks keselamatan kita yang mulia. Kita telah diadopsi ke dalam keluarga Allah, dan adalah anak-anak Allah. Dia memilih kita, Dia menentukan kita untuk diadopsi sebagai anak. Adopsi adalah ketika Anda mengambil anak yang lahir dari keluarga lain dan membawa anak itu ke dalam keluarga Anda untuk selamanya. Itulah yang dilakukan Allah dengan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dulu adalah bagian dari keluarga Setan; tetapi Allah telah mengadopsi kita ketika kita menjadi orang percaya. 1 Yohanes 3:1, “Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita diesbut anak-anak Allah.” Dia cukup mengasihi kita bukan hanya untuk melakukan yang negatif, yaitu menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, tetapi melakukan yang positif, yaitu mengadopsi kita ke dalam keluarga-Nya sendiri, ke dalam Anak-Nya yang kekal, untuk membagikan seluruh warisan-Nya, yaitu seluruh alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana saya bisa yakin bahwa saya benar-benar percaya kepada Kristus sehingga saya diselamatkan? Dan bagaimana saya tahu bahwa saya benar-benar di dalam Kristus dan telah diadopsi? Konfirmasi itu datang dalam <b>ayat 6, </b>“Dan karena kita adalah anak, maka Allah telah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “ya Abba, ya Bapa!” Kalian sekarang adalah anak Allah, dan karena hal itu, Allah telah mengutus Roh Kudus ke dalam hati kita.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Anak-Nya adalah Roh Kristus dan Roh Allah. Efesus 1:13-14, “Di dalam Dia kamu juga percaya, setelah kamu mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu; di dalam Dia juga, setelah percaya, kamu dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan itu, 14 yang adalah jaminan warisan kita sampai ada penebusan kepemilikan yang dibeli itu, untuk pujian kemuliaan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda dibenarkan, ketika Anda lahir baru, ketika Anda diselamatkan, Anda dimeteraikan dengan Roh Perjanjian. Roh perjanjian itu membikin hati Anda tempat tinggal-Nya; yang diberikan kepada Anda sebagai jaminan warisan kita, yang akan datang nanti pada saat kita dapat tubuh surgawi saat kita masuk ke hadirat Tuhan. Anda ada warisan yang telah dipersiapkan Tuhan untuk Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:4, “Kita memiliki warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga untukmu.” Yesus berkata dalam Yohanes 14:3, “Dan apabila Aku pergi dan menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan menerima kamu untuk diri-Ku sendiri; supaya di mana Aku berada, kamupun berada.” Kita sudah punya tempat tinggal. Kita memiliki warisan penuh yang tidak dapat binasa, tidak ternoda, tidak memudar, dan yang telah dipesan bagi kita saja di surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian 1 Petrus 1:5 berkata, “Kalian yang dipelihara oleh kuasa Allah karena iman untuk keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan di akhir zaman.” Jadi sekarang kita memiliki warisan masa depan ini, dan kita memiliki perlindungan itu pada saat ini, dan perlindungan itu adalah kuasa Allah; dan itulah Roh Kudus. Roh Kudus yang ada di dalam kita itu adalah kuasa perlindungan Allah yang melindungi kita sampai kita menerima warisan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 1:4 juga mengatakan, “Kamu telah mengambil bagian dalam kodrat ilahi.” Itu artinya kodrat Allah itu telah menjadi bagian dari dirimu. Sekali lagi, itu mengacu kepada Roh Kudus yang tinggal di dalam kita yang menyediakan bagi kita kehidupan dan transformasi ilahi ini. Jadi jika Anda adalah anak Allah yang sejati, Anda memiliki Roh Kudus itu. Faktanya, itu sangat pribadi sehingga ayat 6 mengatakan, “Allah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 6:19-20, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah, dan kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas.” Roma 8: 9, “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Tetapi kamu adalah milik-Nya, dan karena itu kamu memiliki Roh Kudus. Allah menempatkan Roh-Nya sendiri di dalam kita. 1 Korintus 12:13, “Kita semua diberi minum dari satu Roh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelahiran Anda dalam keluarga Allah menentukan sifat Anda. Anda telah mati untuk manusia lama itu, Anda telah mati untuk kehidupan lama Anda; Anda sekarang ada di dalam Kristus, suatu ciptaan baru. Kelahiran rohani kita, lahir baru kita berhubungan dengan kodrat kita. Ini adalah pekerjaan Allah untuk mentransformasikan sifat kita, dengan memberikan kita kehidupan rohani. Di sisi lain, adopsi tidak berhubungan dengan sifat hidup baru, tetapi itu berhubungan dengan warisan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya ini penting adalah bahwa ada banyak anak-anak yang telah kehilangan hak waris mereka. Kita lahir baru ke dalam keluarga Allah dan kita juga akan menerima warisan penuh sebagai anak yang diadopsi. Adopsi itu berhubungan dengan pemilihan. Adopsi itu berhubungan dengan penentuan dari semula dalam Efesus 1:4-5, “Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, Ia telah menentukan kita dari semula untuk diadopsi sebagai anak-anak-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:11, “Roh-Nya diam di dalam kamu.” Roma 8:14, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak-anak Allah.” 1 Yohanes 3:24, “Kita tahu bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” Atau Roma 5:5, “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita melalui Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Jadi kita diberitahu Roh Kudus itu diberikan kepada kita. Dia ada di dalam diri kita di hati kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana saya tahu Roh Kudus ada di dalam saya? Memang, ada banyak pelayanan yang dilakukan Roh Kudus. Dia mengajar kita. Roh Kudus itu menunjukkan kepada kita semua berkat yang telah diberikan Allah kepada kita. 1 Yohanes 2:27, “Roh Kudus itu adalah pengurapan yang mengajarkan kita semua hal.” Mungkin Anda telah mengalami Lukas 24:32, “Bukankah hati kita berkobar-kobar ketika Dia berbicara dengan kita dari Firman Allah?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus itu juga memimpin kita. Anda melihat ke belakang dan Anda melihat providensi demi providensi Tuhan yang mengarahkan setiap langkah hidupku sepanjang jalan. Tidak ada penjelasan untuk ini kecuali dari Roh Kudus. Anda telah melalui banyak cobaan hidup, kesulitan hidup, dan Anda telah menemukan kedamaian dan kenyamanan. Anda telah mengalami pekerjaan Roh Kudus yang menghibur hati Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada hal khusus lain yang dikatakan Paulus. Anda diselamatkan karena Anda memiliki Roh Allah di dalam hati Anda. Ayat 6, “Karena Dia dalam hatimu berseru, ‘ya Abba! ya Bapa!’” Roh Kudus di dalam Anda berseru. Anda tahu Anda sudah diselamatkan ketika Anda pada saat titik penderitaan, Anda berseru, "ya Abba", "ya Papa!" Inilah bukti bahwa Anda adalah anak Allah yang sejati; karena saat teranacam Anda berlari ke dalam pelukan Bapamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang tidak percaya tidak melakukan itu. Inilah yang dilakukan orang percaya. Dan perhatikan dalam ayat 6, Roh Anak-Nya yang di dalam kamu berseru, “ya Abba, ya Bapa.” Roh Kudus di dalam kamu itu yang mengirim kamu bergegas ke hadirat Allah. Jadi kenyataannya adalah, di saat-saat tergelap, realitas keselamatan Anda itulah yang menunjukkan bukti yang paling kuat. Itulah sesuatu yang ada di dalam diri kita. Itulah Roh Kudus yang berseru dan kita yang menangis, "ya Abba, ya Bapa," Keduanya tidak bisa dibedakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 10:9 mengatakan, “Jika kamu mengaku Yesus adalah Tuhan, maka kamu akan diselamatkan.” Tetapi dengarkanlah 1 Korintus 12:3, “Tidak ada orang yang dapat mengaku, 'Yesus adalah Tuhan,' selain oleh Roh Kudus.” Jadi itu adalah Anda mengatakan, "Yesus adalah Tuhan," dalam Roma 10; dan Roh Kudus itulah yang memberdayakan iman kita. Itu sama seperti semua tindakan iman lainnya. Menangis dari lubuk hati kita yang terdalam kepada Tuhan bukanlah sesuatu yang kita lakukan sendiri, itu adalah suatu persekutuan dengan Roh Kudus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Dec 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191208</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000088</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Percaya yang Diadopsi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000087"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+4:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 4:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca Galatia 4, dan kita akan mulai memeriksa subjek "Anak-anak Allah," doktrin adopsi yang luar biasa. Semua agama lain, serta bentuk-bentuk kekristenan yang palsu, mengajarkan bahwa orang-orang dibebaskan dari hukuman ilahi oleh perbuatan mereka sendiri: karya moralitas dan karya agama. Dan itu adalah dusta Setan yang besar, dan itu telah disebarkan ke dunia sepanjang sejarah manusia sejak kejatuhan dalam dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini kita berada lima ratus tahun setelah Reformasi dan gereja Yesus Kristus masih berusaha untuk memahami Injil. Ini tidak mengejutkan karena Setan selalu bekerja sangat keras untuk menempatkan kepalsuan di mana kebenaran telah dihilangkan. Jadi kita dalam setiap generasi selalu berjuang untuk Injil yang benar karena mayoritas orang Protestan evangelis berpikir bahwa keselamatan terdapat oleh iman dan perbuatan. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan sampai hari ini orang-orang terus memberitakan Injil palsu itu, dan karena itu kita sekarang memiliki pada kitab Galatia yang adalah buku yang dibaca Luther setelah dia menempatkan tesisnya di pintu gereja di Wittenberg. Dia sedang membaca Galatia dan juga Roma ketika dia bertobat beberapa tahun setelah dia memasang tesis protesnya. Dia tahu sistem agama mereka itu salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi dia lahir baru ketika kuasa kitab Roma dan Galatia menyapu jiwanya kedalam tangan Roh Kudus. Jadi kita semua harus kembali dan memastikan bahwa kita sendiri benar-benar memahami Injil. Jadi kitab Galatia itu adalah buku untuk semua orang percaya di semua tempat dan sepanjang masa dalam sejarah gereja untuk memastikan bahwa kita berpegang teguh pada kebenaran dan memberitakan bahwa iman saja menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah agen klarifikasi itu. Allah memilih dia untuk menulis tiga belas surat dalam Perjanjian Baru dan menguraikan esensi Injil, yang intinya adalah bahwa keselamatan adalah oleh iman saja terpisah dari perbuatan. Galatia 2:16 mengatakan, “Tidak seorangpun dibenarkan karena perbuatan hukum Taurat, tetapi hanya karena iman dalam Kristus Yesus, sebab tidak ada manusia yang dibenarkan oleh perbuatan Taurat.” Bukan oleh Hukum Taurat, itu terjadi oleh iman saja kepada Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bukan sesuatu yang Anda hasilkan, itu adalah hadiah yang Anda terima dengan kepercayaan. Kita dibenarkan oleh iman. Dibenarkan berarti bahwa Allah menyatakan orang berdosa benar di mata-Nya karena orang berdosa itu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Allah menganggap orang berdosa yang beriman seperti itu adalah penerima kebenaran-Nya sendiri. Ini adalah kenyataan yang luar biasa bahwa Allah membenarkan orang percaya yang tidak saleh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus telah membandingkan apa yang dilakukan hukum Taurat dan apa yang dilakukan iman, dan mereka tidak dapat dicampur. Ketika kaum Yudiazer datang dan mengatakan keselamatan itu adalah iman plus perbuatan, mereka mencampurkan hal-hal yang tidak dapat dicampur. Hukum memiliki tujuan dalam Galatia 3:19, "Itu ditambahkan karena pelanggaran." Ada empat alasan untuk hukum. Pertama, untuk mendefinisikan dosa pada tingkat terluasnya. Ada juga hukum yang tertulis di hati setiap orang, kita semua memiliki hati nurani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu bukan hukum lengkap; dan karena itu Allah menyatakan hukum-Nya kepada Musa dengan segala kelengkapannya untuk mendefinisikan dosa pada tingkat seluas mungkin. Kedua, Dia mengungkapkan hukum-Nya untuk menunjukkan bahwa dosa adalah pelanggaran hukum Allah dan itu adalah pemberontakan terbuka terhadap Allah. Ketiga, karena kita telah melanggar hukum dan memberontak melawan Allah, kita patut di hukum mati. Upah dosa adalah maut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keempat, Allah mengirim hukum untuk menunjukkan bahwa hukum itu tidak bisa menyelamatkan. Disana itu diberikan kepada orang-orang Yahudi yang memiliki kesempatan terbaik untuk memenuhi hukum, untuk menaati hukum. Dan mereka bersumpah untuk melakukannya. Mereka ambil sumpah darah, di Keluaran 24, bahwa mereka akan mematuhi hukum. Tetapi mereka tidak mematuhi hukum. Bahkan, mereka melanggar perintah yang pertama, yaitu untuk tidak menyembah allah-allah lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka melanggar hukum Allah itu di setiap titik; dan akhirnya mereka dihukum, mereka ditawan, dan mereka diambil dari tanah mereka. Tetapi Israel dalam pengertian kolektif, masih tetap berada dalam ketidaktaatan, kemurtadan dan pemberontakan terhadap Allah. Satu-satunya hal yang menyelamatkan adalah iman, iman kepada Allah dan iman kepada Yesus Kristus. Jadi, Paulus membedakan hukum bersama pekerjaannya, dengan iman saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 4:1-7</b>, “Sekarang aku berkata bahwa ahli waris, selama ia masih anak-anak, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang budak, meskipun ia adalah penguasa dari semuanya, 2 tetapi ia berada di bawah penjaga dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapaknya. 3 Meskipun demikian kita, selama kita masih anak-anak, kita berada dalam perbudakan di bawah unsur-unsur dunia. 4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan, dan takluk kepada hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“5 untuk menebus mereka yang berada di bawah hukum Taurat, supaya kita diadopsi sebagai anak. 6 Dan karena kamu adalah anak, Allah telah mengirim Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; dan jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris Allah melalui Kristus.” Apakah artinya ketika dia berkata, “Aku adalah seorang budak”? Maksudnya, dia adalah budak hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum adalah pengawas itu yang bertanggung jawab untuk memimpin kita kepada Kristus, sehingga kita dapat dibenarkan oleh iman. Hukum menunjukkan kepada Anda neraka sebagai kenyataan yang tak terhindarkan di akhir hidup Anda, dan dengan keputusasaan Anda, mengarahkan Anda kepada Kristus, yang Anda terima oleh iman saja. Dan dalam Galatia 4, Paulus melanjutkan kondisinya di dalam Kristus, bagaimana ia beralih dari perbudakan di hukum Taurat kepada kebebasan dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Subjeknya masih dibenarkan oleh iman saja di dalam Kristus saja; tetapi cara-caranya begitu kaya, selagi kita mulai memahami doktrin adopsi itu: apakah artinya tidak lagi menjadi budak, tetapi menjadi anak. Doktrin adopsi adalah salah satu doktrin Kristen yang paling berharga. Dikeliling realitas keselamatan dan kelahiran kembali, ada juga doktrin adopsi yang hebat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan doktrin pemilihan itu adalah untuk doktrin adopsi. Allah memilih kita supaya Dia bisa mengadopsi kita; dan itulah artinya adopsi. Itulah saatnya Anda memilih seseorang untuk menjadi anak Anda. Itu tidak terjadi pada saat lahir, Anda mendapat anak yang ada saat itu. Adopsi adalah saat Anda mengambil seseorang yang pada dasarnya berasal dari keluarga lain. Kebenaran agung itu adalah bagian dari kemuliaan keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami dipilih oleh Allah dari dunia orang berdosa untuk menjadi anak angkat-Nya. Sekarang dalam tujuh ayat ini kita belajar banyak tentang keajaiban pekerjaan Allah yang disebut adopsi ini. Paulus berkata, “Marilah kita gunakan ilustrasi alami untuk menjelaskan maksudnya.” Seorang anak adalah pewaris, tetapi dia tidak berbeda dengan seorang budak, karena sebagai bayi dia berada di bawah kuasa pengawas sampai waktunya dia mewarisi segala sesuatu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dunia Yahudi, seorang anak lelaki pada hari ulang tahunnya yang kedua belas ditetapkan untuk datang ke Sabat pertama setelah ulang tahunnya, dan ayahnya akan membawanya ke rumah ibadat; dan dia akan dibawa kepada rabi, dan diberi tahu bahwa dia sekarang 'bar mitzvah', yaitu ‘putra hukum’. Dia sekarang dilepaskan dari tangan ayahnya dan dia sekarang bertanggung jawab kepada Allah atas kepatuhannya pada seluruh Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sang ayah akan mengucapkan berkat. Dan ayah Yahudi itu akan berkata, “Terpujilah Engkau, ya Allah, yang telah mengambil dari saya tanggung jawab anak lelaki ini.” Nah, jika Anda berpikir tidak ada perubahan di dunia, bayangkan melepaskan anak Anda yang baru berumur dua belas tahun, dan melepaskan tanganmu dari tanggung jawabmu. Tidak. Apa yang dimaksud ayah itu adalah, "Dia sekarang tunduk kepada Engkau, Allah dan hukum-Mu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian anak itu berdoa seperti berikut, “Ya Allahku, dan Allah nenek moyangku, pada hari yang kudus dan sakral ini yang menandai peralihanku dari masa kanak-kanak ke kedewasaan, dengan rendah hati aku mengangkat mataku kepada-Mu dan menyatakan dengan tulus hati dan jujur bahwa sejak saat ini, saya akan menaati perintah-Mu dan berjanji untuk memikul tanggung jawab tindakan saya di hadapan-Mu.” Itulah arti bar mitzvah yang benar dan kuno.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berlaku bagi orang Yahudi yang tulus, meskipun sekarang banyak yang hanya memberikan uang saja. Mereka diberi janji yang datang kepada Abraham; dan melalui dia janji itu akan diberi ke Israel dan ke dunia. Itu diulangi melalui Daud, melalui para nabi dan Perjanjian Baru. Janji keselamatan itu sudah diberikan. Warisan itu menunggu, tetapi tidak tersedia bagi mereka yang masih bayi, masih anak-anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang Yahudi, perbudakannya pada dasarnya ditentukan oleh hukum Allah yang tertulis. Bagi orang non-Yahudi, perbudakannya juga oleh hukum Allah, tetapi hukum Allah tertulis di dalam hatinya, karena ia tidak memiliki hukum tertulis. Hukum yang tertulis di hati orang non-Yahudi, dan hukum yang tertulis dalam Alkitab untuk orang Yahudi, menciptakan perbudakan ini. Dan kita tidak pernah dilepaskan dari ikatan itu sampai kita menjadi anak yang dewasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ungkapan dalam <b>ayat 3</b>,“unsur-unsur dunia.” Apakah itu? Lihatlah Kolose 2:8, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut tradisi orang turun-temurun dan prinsip unsur-unsur dunia, yang tidak menurut Kristus.” Jadi “unsur-unsur dunia” itu adalah ikatan apa pun juga yang Anda miliki dulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang non-Yahudi itu adalah filosofi, penipuan, dan tradisi manusia mereka. Atau mungkin yang ada di dalam ayat 21, aturan tertentu, seperti jangan sentuh dan jangan kecap. Atau di ayat 23, “Nampaknya penuh hikmat dalam agama buatan sendiri, seperti merendahkan diri dan menyiksa diri.” Ada agama-agama yang berpikir kekudusan tercapai dengan memukul diri dan menimbulkan rasa sakit pada dirimu. Itu semua adalah bagian dari prinsip unsur dasar dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita berbicara tentang orang-orang Yahudi, dikatakan dalam <b>ayat 3</b>, “Kita adalah anak-anak yang berada dalam perbudakan di bawah unsur-unsur dunia.” Bahkan hukum itupun adalah hal dasar. Semua agama, bahkan Yudaisme masih benar-benar dasar. Tidak ada kedewasaan nyata dalam agama dasar apa pun, jika Anda tinggal di sana, Anda pasti musnah. Intinya adalah untuk pindah dari sana ke Kristus. Hanya di dalam Kristus saja ada kedewasaan penuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filsafat manapun juga adalah dasar. 2 Korintus 10:5, “setiap siasat orang yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah.” Tradisi adalah pola masa lalu yang diteruskan sampai saat ini. <b>Ayat 4–5,</b> “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang ada dibawah hukum Taurat, supaya kita diadopsi menjadi anak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum itu diketahui oleh orang-orang Yahudi, dan setelah penawanan Babel ketika mereka kembali ke negeri mereka, tidak pernah lagi mereka menyembah berhala. Penyembahan berhala telah diambil secara harfiah dari mereka dalam penawanan mereka. Dalam hal agama, penawanan di Babilonia telah mengakibatkan Israel berbalik dari berhala dan berfokus pada satu Allah yang benar. Itulah yang membuka jalan bagi kedatangan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara budaya Alexander Agung telah menjadikan dunia Yunani, yang berarti ada bahasa yang sama di semua kelompok etnis itu, yang kemudian memungkinkan buku-buku Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa yang dapat dibaca semua orang. Secara politis, Kekaisaran Romawi telah membangun jalan di mana-mana sehingga Injil dapat dibawa ke dunia. Jadi itu secara manusiawi adalah waktu yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih penting lagi, itu adalah waktu yang sempurna bagi Allah. Dia mengutus Putra-Nya, yang sudah ada. “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Tetapi Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu menjadi manusia.” Anak yang kekal menjadi manusia. Tuhan mengutus Anak-Nya. Dia adalah Tuhan dalam daging manusia. Yohanes berkata, “Kami melihat kemuliaan-Nya sebagai satu-satunya Allah yang diperanakkan, penuh anugerah dan kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengutus Anak-Nya. Dia adalah Allah. Tapi bukan hanya Allah, dikatakan Ia lahir dari seorang perempuan, jadi manusia sepenuhnya. Dia harus menjadi Allah untuk mencapai keilahian pribadi, untuk mengalahkan dosa dan maut; tetapi Dia harus menjadi manusia untuk menjadi pengganti bagi kita. Ia harus menjadi Allah untuk memiliki kuasa kehidupan yang kekal dan abadi. Dia harus menjadi Tuhan untuk mengalahkan dosa. Tetapi Dia harus menjadi manusia untuk mengambil tempat orang berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih lanjut, dikatakan bahwa Ia dilahirkan di bawah hukum Taurat. Dan Dia mematuhi Hukum Musa dalam setiap detail. Dia disunat pada hari kedelapan ketika dia masih bayi. Dia setia pada hukum. Dia suci, tidak merugikan, tidak ternoda dan terpisah dari orang berdosa. Seperti halnya degan setiap orang Yahudi, Dia bertanggung jawab atas wahyu tertulis dari hukum Allah, dan Dia menaatinya dengan sempurna. Dan kemudian Dia menjadi kutukan bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:3, “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri.” Apakah yang tidak dapat dilakukan hukum Taurat? Hukum itu tidak bisa menyelamatkan. Itu bukan kesalahan hukum, itu suci dan baik; tetapi daging itu lemah. Dan sebagai persembahan untuk dosa, Allah mengutuk dosa dalam daging agar persyaratan hukum dapat digenapi di dalam kita. Kristus menggenapi hukum Taurat itu bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengutus Anak-Nya. Mengapa? <b>Ayat 5</b>, “supaya Ia dapat menebus mereka yang berada di bawah Hukum Taurat, supaya kita dapat diadopsi sebagai anak.” Dia ingin menebus kita, dan membayar harganya. Tuhan kita mematuhi hukum dengan sempurna. Itulah kepatuhan aktif-Nya. Dan kemudian Dia mati menggantikan kita, itu adalah ketaatan kebenaran-Nya yang pasif.” Dan Dia melakukannya untuk menebus kita agar kita dapat diadopsi sebagai anak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tunggu, bukankah kita sudah dilahirkan kembali? Kita lahir kembali, dan sekarang dikatakan kita diadopsi. Bagaimana keduanya bisa benar? Karena keduanya adalah simbol dari realitas keselamatan. Mereka menjelaskan dua aspek yang berbeda dari keselamatan kita. Kita dilahirkan kembali, kita diberi kehidupan, dan kita juga dipilih dan diadopsi; kedua-duanya benar. Kita adalah penerima regenerasi, pembenaran, pertobatan, persatuan, proses pengudusan dan adopsi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah keluarga kita sebelumnya? "Kamu milik iblis ayahmu," kata Johannes 8. Anak-anak durhaka. Rumah kita adalah sistem dunia. Kita dulu berada dalam ikatan dosa, maut dan neraka. Ini adalah kondisi manusia universal. Tetapi Allah menunjukkan kemuliaan-Nya melalui kasih dan anugerah kepada kita. Dan Galatia 3:26 mengatakan, “Kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:17 sekali lagi berbicara tentang kebenaran yang luar biasa ini, “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus.” Inilah artinya menjadi anak Allah. Anda bukan lagi seorang budak, anak yang belum dewasa, tidak lebih baik dari seorang budak. Anda telah dibebaskan dari perbudakan itu; dan sekarang Anda sepenuhnya diadopsi sebagai seorang anak. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Dec 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191201</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000087</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembebasan dari Hukum]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000086"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:23-29" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3:23-29</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebesaran berkat dan kebaikan yang diperoleh Tuhan Yesus Kristus dalam kematian-Nya adalah kekal dan surgawi. Dia tidak menyerahkan diri-Nya di salib dalam kematian untuk menyelamatkan kita dari penyakit, untuk menyelamatkan kita dari kesedihan, untuk menyelamatkan kita dari kesepian, untuk menyelamatkan kita dari kekurangan tujuan, untuk menyelamatkan kita dari kemiskinan, untuk menyelamatkan kita dari masalah, tetapi untuk menyelamatkan kita dari neraka kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah pekerjaan Allah yang paling menakjubkan dan perlu bahwa Dia mempersiapkan cara bagi orang berdosa untuk diselamatkan dari neraka dan dibawa ke surga kekal. Di situlah letaknya karya Allah yang terbesar. Faktanya, Dia menciptakan seluruh alam semesta, dunia tempat dimana kita hidup, sebagai panggung untuk tujuan penebusan itu. Dia mengutus banyak nabi untuk mengumumkan dan menjanjikan keselamatan. Dia merancang banyak upacara untuk menggambarkan keselamatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mendirikan pelayanan imamat untuk memberikan pengorbanan dan persembahan yang menggambarkan keselamatan. Dia melakukan banyak tindakan providensial untuk mempersiapkan jalan bagi Penebus, sang Juruselamat. Dia mengilhami Kitab Suci yang menceritakan kedatangan Juruselamat dan tujuan kedatangan itu. Dia merancang setiap buku dalam Alkitab untuk meneruskan kisah penebusan hingga puncaknya adalah kemuliaan Kristus dalam kitab Wahyu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia merancang Injil itu. Dia merancang inkarnasi, kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus. Dia memanggil para rasul dan bekerja melalui mereka untuk mengkhotbahkan kemuliaan Injil. Dia memberi mereka dan para pengkhotbah lainnya kekuatan oleh Roh Kudus untuk menyebarkan kabar baik itu ke seluruh dunia. Allah menjadikan semua karya ciptaan-Nya, semua karya providensial-Nya dibawah pekerjaan penebusan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan surga sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang ditebus. Dia menciptakan para malaikat untuk melayani baik Juruselamat dan orang-orang yang diselamatkan. Dia merancang dan memimpin seluruh sejarah dunia dari awal hingga akhir untuk menjalankan rencana penyelamatan orang berdosa dan membawa mereka ke surga. Anda hanya dapat memahami besarnya karya Allah jika Anda memahami kesengsaraan neraka dan kebesaran surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena pekerjaan Allah - Bapa, Anak, dan Roh Kudus - untuk membawa keselamatan yang begitu besar, begitu tak terbayangkan, upaya yang tidak ada bandingannya di seluruh alam semesta, itu menuntut agar kita memikirkan dan mempertimbangkan kesengsaraan neraka dan kebesaran surga. Akhir zaman itu harus sesuai dengan sarana. Allah melakukan hal-hal yang sangat menakjubkan, termasuk inkarnasi dan kematian Anak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penulis Ibrani kemudian bertanya dalam Ibrani 2:3, “Bagaimana kita akan luput, jika kita mengabaikan keselamatan yang begitu besar?” Bagaimana orang-orang berdosa menerima keselamatan sebesar itu? Bagaimana Allah telah merancang bagi kita untuk lolos dari neraka dan masuk surga? Dengan cara apa kita dapat melakukan itu? Agama-agama palsu mengatakan, "Ya, itu masalah melakukan hal-hal moral: menjadi orang baik, pergi ke gereja dan menghadiri sakramen. Inilah masalah iman dan pekerjaan. Namun itu palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah ilustrasi Injil palsu adalah Gereja Roma Katolik yang pada Dewan Trent, mengatakan, “Jika ada orang yang mengatakan keselamatan itu hanya oleh iman saja, biarlah dia terkutuk.” Bandingkan itu dengan apa yang dikatakan tentang Tuhan kita dalam Injil Yohanes. Yohanes 1:12 berkata, “Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Semuanya ini tentang kepercayaan pada nama-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dalam Roma 3:21 dikatakan, “Terlepas dari Hukum Taurat. kebenaran Allah telah dinyatakan, yaitu kebenaran Allah oleh iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.” Lagi dalam ayat 25, “Kristus adalah kepuasan Allah dalam darah-Nya yang diterima oleh iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26: “Maka Allah adalah adil dan juga membenarkan orang yang beriman kepada Yesus.” Ayat 28, “Manusia dibenarkan oleh iman, dan bukan oleh perbuatan hukum Taurat.” Efesus 2:8-9, “Karena dengan anugerah Anda diselamatkan oleh iman; bukan hasil usahamu, tetapi itu pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya jangan ada orang yang memegahkan diri.” Dalam Kisah Para Rasul 16:31 ada pertanyaan, “Bagaimana saya bisa diselamatkan? Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus,” kata Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah Injil Kristus, dan itulah yang ditemukan kembali dalam Reformasi: keselamatan oleh iman saja; sola fide. Bukan iman ditambah perbuatan, tetapi iman saja. Nah, Galatia menjelaskan kebenaran ini. Dan dalam kitab Galatia, seluruh maksud Paulus adalah untuk menjelaskan bahwa keselamatan terjadi oleh iman saja. Mengapa? Paulus telah menanam banyak gereja di Galatia, dan Injil telah diberitakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang-orang mulai percaya. Dan gereja-gereja ini didasarkan pada kebenaran ini. Tetapi beberapa orang Yahudi datang dari Yerusalem yang mengaku sebagai orang yang percaya Kristus, yang mengatakan kepada orang percaya di Galatia bahwa keselamatan mereka tidak sah karena itu membutuhkan lebih dari iman, itu membutuhkan pekerjaan. Yaitu sunatan menurut Hukum Musa, dan kepatuhan terhadap Hukum Musa, sehingga keselamatan mereka adalah oleh iman dan perbuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan inilah Injil palsu. Dia berkata di Galatia 1:6-8, “Jika kamu percaya ini, kamu meninggalkan Dia yang memanggil kamu, untuk Injil yang berbeda; yang sebenarnya bukan Injil. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!” Terkutuklah mereka yang memutarbalikkan Injil. Dan itulah yang sedang dilakukan kaum Yudiazer dengan menambahkan pekerjaan kepada Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Galatia 3:11, Paulus berkata, “Sudah jelas bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Galatia 2:16 mengatakan, “Tidak seorangpun dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab, “tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Allah memberikan kita hukum Taurat jika kita tidak dapat diselamatkan oleh hukum? Jawabannya, “Itu ditambahkan karena pelanggaran.” Semua orang sekarang tahu apa yang benar dan salah; itu dibangun ke dalam pemikiran manusia oleh Allah. Hukum itu menggambarkan dosa bukan hanya sebagai sesuatu yang salah, tetapi sebagai pemberontakan terhadap Allah. Hukum itu juga diberikan untuk menyatakan kepada kita bahwa jika Allah tidak dimuliakan, hasilnya adalah kematian. “Upah dosa adalah maut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang tujuan hukum Taurat adalah supaya itu menjadi contoh bagi dunia bahwa hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan orang. Itu diberikan kepada orang-orang yang memiliki kesempatan terbaik untuk mengikutinya, yaitu umat Allah. Jika ada orang yang dapat diselamatkan oleh hukum, yah mereka memiliki kesempatan yang terbaik. Tetapi lihatlah Israel sejak hukum itu diberikan sampai pada zaman Kristus, mereka terus-menerus melanggar setiap hukum dan karena itu diberi hukuman ilahi terus menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Kristus datang, bangsa Israel itu benar-benar murtad, dan mereka telah benar-benar merusak hukum itu dan meyakinkan diri mereka bahwa walaupun mereka terus-menerus melanggarnya, Allah entah bagaimana tetap akan menerima mereka, karena mereka mengikuti sebagian saja secara dangkal. Jadi ketika Yesus datang pertama kali, hal pertama yang Dia lakukan dalam Khotbah di Bukit di Matius 5 adalah menyerang orang-orang Yahudi karena kebajikan palsu mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menghancurkan kepercayaan religius mereka yang membenarkan diri. Hukum itu menyatakan dosa, secara pribadi dan historis. Janganlah mencoba datang kepada Allah melalui pekerjaan; itu tidak mungkin, karena jika Anda telah melanggar hukum itu satu kali saja, Anda telah melanggar semuanya. Anda harus datang oleh iman saja. Persetujuan janji yang semula diberikan kepada Abraham adalah satu-satunya perjanjian yang menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 3:23-29</b> mengatakan, “Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. 24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan oleh iman. 25 Setelah iman itu datang, kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 26 Sebab kalian semua adalah anak-anak Allah oleh iman pada Yesus Kristus. 27 Karena kalian semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">28 Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Anda dapat melihat dalam ayat-ayat itu istilah dominan disitu adalah Kristus. Kita tidak lagi ada di bawah hukum Taurat, kita berada di dalam Kristus. Kontrasnya ada di dalam ayat 23-24, apa yang dilakukan hukum terhadap kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam ayat 25 dan selanjutnya, kita melihat apa yang dilakukan iman bagi kita. Ketika kami berada di bawah hukum Taurat, seperti dalam Roma 8, kami berada dalam kedagingan, memusuhi Allah, kami tidak dapat menaati Allah, dan tidak bisa menyenangkan Allah. Sekarang kita berada di dalam Kristus, kita bisa taat, diberdayakan oleh Roh Kudus, dan kita rindu untuk patuh; dan itulah pola hidup kita. Hukum itu menghukum kita dengan rasa bersalah dan keputusasaan, dan menunjukkan bahwa kita memerlukan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan bahwa hukum itu dua hal: itu adalah penjara dan itu adalah guru. Lihatlah ayat 23, “Sebelum iman datang.” Maksud Paulus bukan saja secara historis ketika Kristus datang, tetapi ia juga mempersonifikasikan iman dalam pribadi Kristus dan Injil Kristus. “Sebelum Kristus, sebelum Injil, sebelum iman itu datang, kita ada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini juga berlaku untuk orang-orang Yahudi, karena orang-orang Yahudi dipenjarakan oleh hukum; dan bagi kebanyakan dari mereka, mereka tidak pernah dibebaskan. "Kita semua terikat pada hukum Allah." Apakah artinya itu? “Kita melanggarnya, kita dikutuk olehnya dan dihukum mati.” Perhatikan dalam ayat 23, “Kita ditahan di bawah pengawalan hukum.” Ini berarti, “Kita berada dalam ikatan dengan hukum. Kita dipenjarakan oleh hukum.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bahkan menggambarkan mereka sebagai tahanan miskin, buta dan tertindas, dalam Injil Lukas. Itulah kondisi semua orang sebelum iman datang. Roma 2:14-15, “Bangsa lain tanpa hukum Taurat masih memiliki hukum Taurat bagi diri mereka sendiri; dan itu ditunjukkan, karena mereka secara naluri melakukan hal-hal hukum.” Setiap bangsa, setiap kelompok etnis dalam sejarah dunia memiliki hukum moral yang serupa. Itu tertulis di dalam hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” Orang-orang Yahudi dan semua orang legalis agama lain berusaha menutupi kenyataan itu dengan menciptakan perilaku eksternal yang dangkal dan eksternal, upacara dan ritual yang meyakinkan mereka bahwa mereka baik-baik saja. Tetapi sebenarnya seluruh umat manusia terkutuk dan menuju ke neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24-25</b>, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan oleh iman. 25 Tetapi sekarang setelah iman itu datang, kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.” Sekarang apakah artinya “penuntun" ini? Ini adalah wali pribadi, seorang mentor. Biasanya seorang penuntun adalah seorang pendisiplin, seseorang yang akan mendisiplinkan orang tersebut jika ia tidak taat. Itulah yang dilakukan hukum. Hukum itu mendisiplinkan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum itu adalah pendisiplin hebat yang mengganggu hati nurani kita, yang memotong kebebasan kita, yang mengurung kita; karena dengan membebaskan kita dalam permusuhan dan kedagingan kita, itu akan mengakibatkan lebih banyak kerusakan lagi. Hukum berfungsi seperti itu secara umum. Dan meskipun begitu, manusia terus melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Kita juga memiliki undang-undang di negara kita untuk mencegah orang melakukan apa yang mereka ingin lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya berada di dalam Kristus? Apakah manfaat keselamatan itu? Apakah yang kita terima? Nah, pertama-tama, hukuman mati kita dibalikkan, dan kita sekarang memiliki janji hidup kekal di surga. Kedua, kita dibebaskan dari perbudakan eksternal dan ketakutan dan kita sekarang memiliki di dalam hati kita keinginan untuk menaati Allah karena ada kasih dan rasa bersyukur. Jadi kita sekarang bebas. Anda sekarang adalah ciptaan baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah berkat-berkat yang ada di dalam Kristus. Lihatlah <b>ayat 26</b>, “Kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman dalam Kristus Yesus.” Bukan hanya putra Abraham, tetapi juga putra Allah; siapa pun yang percaya Allah, dalam arti tertentu, memiliki koneksi ke Abraham; dan sekarang adalah putra Allah yang sejati. Dan "kita" di sini menjadi "Anda." Anda dulu adalah putra Setan. Sekarang Anda telah menjadi anak Allah, yang taat karena ada kasih dan keinginan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang Yahudi yang pernah mengatakan, "Ayah," apalagi, "Abba." "Tetapi kalian sebagai anak-anak Allah bukan hanya dapat mengatakan, 'Ayah,' tetapi juga, 'Abba." Itulah kata-kata yang biasanya digunakan Tuhan kita Yesus Kristus untuk berbicara dengan Bapa-Nya. Kita adalah anak-anak Allah dengan semua hak, semua otoritas dan semua hak istimewa. Kita memiliki Roh Kudus; kita memiliki warisan; dan pada suatu hari kita akan dimuliakan. Kita memiliki segalanya sebagai ahli waris bersama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b> mengatakan, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” Apakah artinya orang dibaptis? Itu bukan baptisan air. “Kalian terbenam ke dalam Kristus,” seperti Roma 6:5, “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan rupa kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan rupa kebangkitan-Nya.” Menjadi anak laki-laki berarti tidak perlu lagi ada sunatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28</b>, “Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan; kalian semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Di dalam Kristus, perbedaan itu tidak ada artinya, karena di dalam Kristus kita adalah satu. Orang yang disatukan dengan Tuhan adalah satu roh.” Ini tidak mengatakan bahwa wanita harus sama dengan pria dalam semua fungsi dan peran mereka. Istri, tunduklah pada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah istrimu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, kita adalah pewaris dari janji, <b>ayat 29</b>, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah benih Abraham, dan berhak menerima janji Allah itu.” Benih Abraham adalah Kristus, kamu berada di dalam Kristus yang adalah satu-satunya Benih yang benar, dan karena itu Anda akan menerima janji-janji milik Kristus. Jangan tetap tinggal di penjara dan disiplin hukum itu pada saat Anda bisa mencapai kebebasan dan sukacita dan surga di dalam Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191124</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000086</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Konsep Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000085"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:15-19" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3:15-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami telah mempelajari Galatia, dan sekarang kita berada di Galatia 3:14. Tetapi waktu kita mulai ayat 15, kita tahu bahwa ini adalah salah satu bagian Alkitab yang sukar dimengerti, dan itu akan minta perhatian Anda sepenuhnya. Injil Kristen adalah bahwa setiap orang melanggar hukum Allah, yaitu setiap manusia yang pernah hidup, kecuali Yesus Kristus; dan karena itu, kita semua berada di bawah penghakiman ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah bukan hanya seorang hakim, Dia juga penuh anugerah, dan Dia bersedia dan Dia ingin mengampuni orang. Dan dengan demikian kita dapat menghindari konsekuensi dosa kita dengan menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus Kristus, yang mengambil tempat kita di kayu salib dan menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Itulah Injil Kristen. Kristus telah bayar penuh hukuman untuk dosa-dosa kita sehingga keadilan Allah dipuaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya ada Reformasi dari agama Katolik sekitar 500 tahun yang lalu adalah karena Gereja Katolik telah mengajarkan bahwa keselamatan adalah kombinasi antara iman dan perbuatan. Dan para Reformator memahami bahwa Alkitab mengatakan, "Orang benar akan hidup oleh iman saja." Itu adalah oleh iman, itu terjadi karena anugerah, dan bukan oleh perbuatan. Dan itulah alasannya mengapa ada Reformasi Protestan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus menghadapi serangan tentang ini. Dia telah pergi ke suatu daerah yang disebut Galatia, dan dia telah berkhotbah di banyak kota, dan dia mulai bangun sebuah gereja di Galatia. Itu adalah dunia non-Yahudi / Kafir, bagian dari Kekaisaran Romawi. Mereka kebanyakan adalah gereja-gereja yang terdiri dari orang-orang non-Yahudi yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Hukum Musa. Yang mereka dengar hanyalah Injil Yesus Kristus; dan mereka telah diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa orang Yahudi dari Yerusalem datang ke Galatia yang ingin mengoreksi ajaran Paulus. Dan mereka berkata, “Tidak, keselamatan bukan hanya oleh iman, keselamatan adalah oleh iman ditambah dengan Anda harus mematuhi hukum dan aturan Musa, dan itu termasuk sunatan fisik, upacara dan aturan lainnya.” Mereka berkata kepada orang-orang percaya ini bahwa mereka belum benar-benar lahir kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak benar-benar akan masuk surga. Mereka belum benar-benar menerima Roh Kudus, dan mereka tidak akan menerimanya sampai mereka mulai mematuhi Hukum Musa. Paulus sangat terganggu dengan kejadian ini. Jadi dia menulis surat ini untuk menerangkan bahwa keselamatan terjadi hanya oleh iman dan bukan oleh perbuatan. Keselamatan menghasilkan pekerjaan, tetapi pekerjaan bukanlah persyaratan untuk keselamatan. Perbuatan itu bukan penyebab keselamatan, perbuatan itu adalah efek keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam Galatia 3 dan 4, Paulus mulai argumennya untuk keselamatan oleh iman saja, dan ia mengingatkan mereka tentang pengalaman mereka sendiri. “Kalian sudah selamat,” katanya. "Kalian sudah ditransformasikan. Anda sudah melihat keajaiban kelahiran kembali yang terjadi pada orang-orang di sekitar Anda dan dalam kehidupan Anda sendiri. Anda telah menerima dan mengalami kuasa Roh Kudus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda bisa percaya bahwa Anda belum diselamatkan setelah Anda mengalami semua ini? Mengapa Anda percaya orang Yudiazer ini yang mengatakan kepada Anda bahwa keselamatan Anda tidak sah, kecuali jika Anda mematuhi Hukum Musa yang ketat itu? Mengapa Anda percaya hal itu karena Anda sudah mengalami berkat keselamatan dan kuasa Roh Kudus? Itu bodoh untuk menyangkal pengalaman Anda sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, dalam ayat 6 Paulus mengatakan bahwa keselamatan itu adalah oleh iman saja, dan itu memang terjadi selalu seperti itu. Dan dia memakai Abraham sebagai contoh. Kejadian 15:6 mengatakan, “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Anda tidak bisa berusaha untuk mendapatkannya; Allah memberikannya sebagai hadiah anugerah bagi orang yang percaya kepada-Nya. Jadi dengan Abraham, keselamatan adalah oleh iman. Dia dibenarkan oleh iman saja dan kita juga dibenarkan dengan cara yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya, ia tidak dibenarkan dengan mematuhi hukum, karena Hukum itu datang 430 tahun sesudah Abraham. Jadi Abraham tidak mungkin bisa dibenarkan oleh karena kepatuhan pada Hukum Musa dengan sunat, peringatan hari Sabat dll. Orang Yahudi atau bukan Yahudi, dari dulu sampai ke waktu Abraham, semua diselamatkan oleh iman saja; dan itu dijadikan efektif, karena Yesus Kristus menanggung kutuk itu bagi semua orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang tidak ada persyaratan dalam perjanjian asli di Kejadian 15 itu. Itulah perjanjian sepihak. Dan ketika Allah mengesahkan perjanjian itu dengan Abraham, Dia menyebabkan Abraham tertidur, karena itu bukanlah perjanjian bersama. Dan sebelum dia tidur, Allah menyuruhnya memotong sekumpulan binatang, dan meletakkannya di tanah, dan Allah, dalam awan kegelapan, lewat diantara binatang-binatang itu. Begitulah caranya perjanjian itu disahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu adalah perjanjian sepihak dengan Allah sendiri, “Aku akan memberkati kamu, dan melalui kamu dan melalui benihmu, sang Mesias, aku akan memberkati dunia.” Dan guru-guru palsu Yahudi ini menyatakan di sini bahwa mereka percaya kepada Kristus sebagai Mesias mereka. Tetapi para Yudiazer ini sekarang mengatakan bahwa iman saja itu digantikan oleh hukum, sehingga dengan cara baru ini Anda diselamatkan oleh iman dan perbuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka menanyakan, "Jadi mengapa Allah memberikan hukum itu jika kepercayaan kita itu tidak benar?" Jawaban Paulus untuk itu terdiri dari sisa Galatia 3. Kita juga tahu bahwa keselamatan itu adalah oleh iman sesudah waktunya Abraham. Galatia 3:11 mengatakan, “Sudah jelas tidak seorang pun dibenarkan oleh Hukum Taurat dihadapan Allah; karena 'orang benar akan hidup oleh iman.' ”Kalimat itu dikutip dari Habakuk 2:4, yang hidup ratusan tahun setelah Hukum Taurat itu datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sebelum Musa dan setelah Musa, semua orang benar hidup oleh iman saja. Musa dihubungkan dengan hukum Taurat ini, karena dialah orangmya yang diberi hukum Taurat oleh Allah. Tetapi hukum itu tidak mengubahkan sesuatupun. Para nabi tetap berkata, "Orang benar akan hidup oleh iman." Ketika Allah memberikan hukum itu, Dia mengadakan suatu pertunjukan istimewa yang melibatkan keagungan, guntur, kilat, gempa bumi, dan api yang menyala-nyala di Gunung Sinai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah menempatkan hukum itu selama 1.500 tahun sampai saatnya Kristus datang. Mengapa? Jika keselamatan oleh iman sudah ada, mengapa Allah membawa hukum Taurat itu? Jawabannya jelas. Lihatlah <b>ayat 19</b>, “Itu ditambahkan karena pelanggaran.” <b>Ayat 24</b>, “Jadi Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita untuk membawa kita kepada Kristus, sehingga kita dapat dibenarkan oleh iman.” Di sini kita belajar apakah tujuan hukum itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan hukum Taurat adalah untuk memperlihatkan dosa-dosa kita. Dan bukan saja untuk mengungkapkan dosa, tetapi juga untuk mengungkapkan rasa bersalah kita. Dan itu kemudian mendorong orang ke arah Allah dalam pertobatan untuk berteriak dalam iman karena tindakan pertobatan itu akan menghasilkan ada pembenaran anugerah Allah. Hukum diberikan untuk membuat orang tahu betapa besar dosanya. Jadi kita berbicara tentang bagian hukum moral itu. Dan bagian hukum seremonial diberikan untuk memisahkan Israel dari negara-negara lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memiliki hukum diet, hukum masak, hukum pakaian dan hukum Sabat. Mereka memiliki segala macam aturan yang tercantum dalam Perjanjian Lama untuk memisahkan mereka dari bangsa-bangsa di sekitar mereka, karena mereka memang ancaman besar. Jadi hukum eksternal dan fisik ini adalah untuk perlindungan mereka. Allah ingin mempertahankan dan melindungi mereka, supaya mereka bisa menjadi bangsa saksi bagi satu-satunya Allah yang benar, di tengah-tengah bangsa-bangsa politeistis ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Abraham telah menerima janji itu, tetapi janji itu tidak jelas tentang dosa. Faktanya, dalam janji Abraham itu tidak dikatakan apa-apa tentang dosa. Tetapi hukum itu ditambahkan 430 tahun setelah Abraham, sehingga pelanggaran itu sekarang jelas. Dan hukum itu mengarahkan kita kepada Kristus. Bagaimana? Seluruh sistem pengorbanan dalam hukum Taurat itu menunjukkan kepada kita bahwa harus ada suatu pengorbanan akhir, suatu pendamaian terakhir oleh Anak Domba Allah, Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal yang perlu diketahui tentang hukum ini. Nomor satu: hukum Taurat adalah sebuah tambahan, Hukum Taurat tidak mengesampingkan perjanjian dengan Abraham itu. Dalam <b>ayat 15</b> Paulus berkata, "Meskipun itu hanya perjanjian manusia, namun jika itu dikonfirmasi, tidak ada yang dapat membatalkan atau menambahkannya." Kemudian dalam <b>ayat 16</b>, "Sekarang kepada Abraham dan Benih-nya janji ini dibuat." tidak dikatakan, "Dan kepada benih-benih," (banyak orang), tetapi pada satu, "Dan kepada Benihmu," yang adalah Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi membantai jutaan domba dan kambing, terus-menerus sepanjang sejarah mereka sejak Musa, karena Allah berkata, "Darah diperlukan untuk korban penghapus dosa sementara." Dan semua ini menunjuk kepada Kristus. Jadi hukum pengorbanan Perjanjian Lama itu menunjuk mereka ke Penebus. Tetapi hukum moral Perjanjian Lama menetapkan sifat Allah yang tidak berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama 500 tahun dari Abraham hingga Musa, tidak ada banyak informasi atau wahyu tentang pertobatan. Tetapi ketika hukum datang, pertobatan ditambahkan dengan kekuatan. Selama 2.000 tahun Allah telah menentukan keselamatan oleh iman yang mengarah kepada Mesias; dan selama 1.500 dari tahun-tahun itu Dia meneguhkan perlu ada pertobatan. Hukum Musa secara moral memberi kita bukti bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk menebus dirinya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia terus-menerus saja melanggar hukum Allah, dan karena itu mereka terus-menerus harus mempersembahkan korban. Dan karena tidak ada yang bisa mematuhi Hukum dengan sempurna, seluruh dunia dinyatakan bersalah. Dan itulah tujuan hukum itu. Abraham menerima persetujuan perjanjian, Musa menerima perjanjian hukum. Abraham membawa janji dan berkat; dan Musa memikul kewajiban untuk mengikuti perintah dan kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang berdosa perlu mengerti, bahwa kita semua telah melanggar hukum Allah, dan kita semua patut dihukum. Tetapi Allah adalah Allah penuh anugerah yang menjanjikan pengampunan dosa dan kehidupan kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya oleh iman saja. Dan oleh iman di dalam Kristus itu, Dia memperhitungkan kebenaran-Nya kepada kita, dan menutupi dosa kita, karena Kristus telah membayar hukuman itu dengan kematian-Nya di kayu salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian dengan Abraham itu menjanjikan kehidupan. Dalam ayat 11, Paulus berbicara tentang fakta bahwa kita hidup oleh iman. Perjanjian dengan Musa menjanjikan kematian, "Jiwa yang berbuat dosa itu akan mati." "Upah dosa adalah maut." Itulah sebabnya Paulus dalam 2 Korintus 3 mengatakan bahwa perjanjian Musa membunuh. Perjanjian Musa mencapai puncaknya di kayu salib dalam kematian Kristus, yang mati di bawah kutukan Hukum Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Abraham mencapai puncaknya pada kebangkitan, ketika Kristus yang bangkit itu menyediakan hidup bagi umat-Nya oleh iman. Ketika Anda datang ke Injil, apakah Anda dengar apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis? “Bertobatlah dan percaya.” Anda harus menyadari bahwa Anda berada di bawah kutukan Hukum Musa, untuk datang kepada Kristus oleh iman, untuk menerima berkat-berkat dari janji Abraham itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum itu juga merupakan <b>tambahan sementara</b>. Ketika Allah berjanji kepada Abraham dan Benih-Nya, Dia sedang berbicara tentang Kristus, bukan hanya keturunan Abraham, tetapi benih akhir terakhir yang adalah Kristus. Dia mengatakan itu dalam <b>ayat 16</b>. Jadi ketika Kristus datang, hukum Taurat telah melakukan tujuan besarnya. Hukum itu ditahbiskan sampai Benih itu datang. Itu tambahan saja; artinya itu bersifat sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b> mengatakan, "Sampai Benih itu datang" yang menunjukkan bahwa hukum itu bersifat sementara dalam unsur-unsur eksternalnya, tetapi tidak dalam karakter moral Allah yang adalah kekal. Paulus berkata di Kolose 2:16-17, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman, mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yeremia mengatakan ada perjanjian lain yang datang dalam Yeremia 31, “Lihatlah, Aku akan membuat perjanjian baru dengan kaum Israel. Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka; Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka tidak akan mengajar lagi, dimana masing-masing orang berkata, 'Kenali Tuhan,' karena mereka semua akan mengenal Aku, dari yang terkecil sampai yang terbesar di antara mereka. Karena Aku akan mengampuni kesalahan mereka, dan dosa-dosa mereka Aku tidak akan mengingat lagi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka tahu ada sesuatu yang akan menggantikan perjanjian Musa. Yesus berkata dalam Matius 5, “Aku datang bukan untuk melanggar hukum, Aku datang untuk menggenapi hukum.” Ia datang dan menjalankan hukum itu dengan sempurna. Roma 10:4 mengatakan, “Kristus adalah akhir dari hukum untuk kebenaran bagi semua orang yang percaya.” Karena Injil itu adalah perjanjian oleh iman, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan kamu akan diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud tahu bahwa ketika Mesias datang, bukan saja ada perjanjian baru dan kerajaan baru, tetapi akan ada <b>imamat baru</b>. Ketika Mesias datang, imamat Lewi tidak ada lagi. Kristus akan menjadi seorang imam menurut aturan Melkisedek yang hidup dulu di dalam Kejadian sebelum Musa. Jika Anda ada imamat yang berbeda, Anda juga harus memiliki perjanjian yang berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Kristus datang, Anda ada perjanjian baru dengan seseorang yang mengesahkan perjanjian itu dengan darah-Nya, yang adalah Raja dari kerajaan baru, dan yang adalah Imam dari imamat baru dan seorang imam kekal. Sekarang kita datang ke masa kini sejak Kristus: hukum itu adalah <b>instruksi</b>. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan dalam hati mereka kerinduan akan Penebus. Tugas utamanya sekarang adalah untuk menunjukkan kepada semua orang kebutuhan besar mereka akan sang Penebus, yakni Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada satu bagian besar hukum yang masih ada dan itulah <b>hukum moral</b>. Dan hukum moral itu mencerminkan karakter Allah. Apakah hubungannya orang percaya Kristen dengan hukum itu sekarang? Itu adalah instruksi untuk kekudusan. Ada kebohongan lama yang populer bahwa kebebasan itu berarti bahwa kita tidak ada kewajiban terhadap hukum moral Allah. "Kami tidak di bawah hukum, kami berada di bawah anugerah." Tetapi itulah antinomianisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dimaksud Paulus dalam 1 Korintus 9:27, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Pertentangan terhadap hukum melumpuhkan jiwa orang Kristen, karena ia menyangkal kebutuhannya untuk kepatuhan, dan dengan demikian itu menghentikan proses pengudusan itu. Legalisme memisahkan hukum Allah dari kasih-Nya dan anugerah-Nya. Dan antinomianisme memisahkan hukum Allah dari kekudusan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan itu adalah hubungan dengan Allah. Proses pengudusan itu adalah hubungan dengan Allah. Saya tidak bisa diselamatkan dengan mematuhi hukum, dan saya tidak akan dikuduskan dengan mengabaikan hukum. Jika saya benar mengasihi Allah, saya mengasihi-Nya karena anugerah-Nya dan saya mengasihi-Nya karena kekudusan-Nya. Legalisme itu hilang ketika kita melihat kebenaran tentang anugerah Allah, dan kita menikmati-Nya untuk itu. Antinomianisme itu hilang ketika kita melihat kebenaran tentang kekudusan Allah dan kita menikmati Dia karena itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Nov 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191117</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000085</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kutukan yang ditanggung Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000084"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:13" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3:13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya bahwa pemahaman kita tentang salib, penyembahan kita terhadap Kristus yang disalibkan, perayaan salib kita, dan tingkat gairah atau emosi yang kita bawa ke salib benar-benar adalah hasil dari pemahaman kita tentang salib itu. Sesungguhnya, fondasi teologis untuk salib itu adalah yang menuntun kita untuk beribadah. Tidak cukup hanya mengetahui bahwa Yesus tidak bersalah dan bahwa Yesus dikhianati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja itu tragis. Tetapi tidaklah cukup untuk mengetahui bahwa Yesus dibenci oleh umat-Nya sendiri. Tidaklah cukup untuk mengetahui bahwa Dia dipukul, disesah, diejek, dihina dan dipakukan di kayu salib. Semua hal itu benar dan mendatangkan sejumlah emosi tertentu, tetapi itu tidak cukup untuk apa yang sesungguhnya merupakan pemahaman sejati tentang salib. Banyak orang telah dianiaya, dikhianati, dihina dan dieksekusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sesuatu yang jauh lebih signifikan tentang salib itu. Lihatlah Galatia 3 lagi yang akan membantu kita malam ini untuk mendapatkan perspektif baru tentang salib untuk membawa kita ke tingkat ibadah yang lebih tinggi. Galatia 3:10 dimulai dengan, “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berlanjut dengan ayat 11-13, “Nah tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk bagi kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung di pohon!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk memahami salib, kita harus mengerti apakah artinya bahwa Kristus menjadi kutuk bagi kita. Sebenarnya Alkitab itu penuh dengan kutukan dari awal sampai akhir dan keseluruhannya. Jadi apakah kutukan itu? Itu adalah pengucapan kehancuran, malapetaka, kutukan atas seseorang. Di zaman kuno, banyak upaya dilakukan untuk mengutuk orang-orang yang dibenci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Lama, ada seorang nabi untuk disewa bernama Bileam, seorang peramal dan seorang peramal. Bilangan 22:6 mengatakan, “Karena siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.” Tampaknya dia bisa memberi kutukan yang benar terjadi. Ketika daerah di seberang sungai Yordan diancam oleh orang Israel yang menyerbu, Balak, raja Moab itu, memanggil Bileam, untuk datang dan mengutuk Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, Allah mengambil alih dan Bileam akhirnya mengucapkan berkat bagi Israel daripada kutukan. Goliat mengutuk, dengan memakai dewa jahat dalam 1 Samuel 17, melawan Daud. Simei dari keturunan Saulus mengutuk Daud waktu dia lari dari Absalom. Kedua-duanya sia-sia sama dengan upaya Bileam untuk mengutuk. Jauh lebih penting adalah banyaknya kutukan dalam Alkitab yang dikatakan oleh Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ulangan 27 dan 28, kutukan disebutkan tetapi berkat tidak disebut. Dan itu semua adalah hasil pelanggaran Hukum Allah. Ini untuk mendramatisasikan dan melambangkan bukan hanya bagi Israel tetapi bagi semua orang yang melanggar Hukum Taurat, yaitu Anda ada di bawah kutukan. Dan itulah yang kita baca dalam Galatia 3:10. Bukan hanya Israel, tetapi siapa pun juga yang melanggar Hukum Allah terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa menyatakan kepada Israel dalam Ulangan 27:9, “Hai orang Israel! Pada hari ini engkau telah menjadi umat Tuhan!” 10 Sebab itu, engkau harus taat.” Jika engkau patuh, engkau akan diberkati. Tetapi jika engkau tidak menurut, engkau akan dikutuk. Nah, inilah konsep kutukan ilahi yang jelas. Sekarang untuk mendramatisasikan pentingnya perjanjian ini, Musa mengadakan suatu upacara yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa pergi ke Sikhem di Israel utara, di mana ada dua gunung. Di satu sisi adalah Gunung Gerizim dan dia minta enam suku untuk pergi ke puncak gunung itu. Yang lainnya adalah Gunung Ebal, dan dia minta enam suku untuk pergi ke puncak gunung itu. Enam suku di Gerizim melambangkan berkat. Dan keenam suku di Ebal melambangkan kutukan. Sekarang ada pilihan. Jadi apakah Anda pilih untuk menerima dari Allah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah pilihan yang ditawarkan Allah kepada orang Israel. Dan tahukah Anda sesuatu yang luar biasa? Apakah Israel berkumpul di Gerizim dalam sejarah mereka? Gunung berkat? Tidak. Mereka berkumpul di Ebal, gunung kutukan. Dan semua hal yang dinubuatkan itu terjadi. Semua itu terpenuhi dalam sejarah Israel. Tetapi mereka diperingatkan sebelumnya. Ketika Allah mengutuk, Dia benar mengutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ulangan 28 ada beberapa bagian di mana kutukan itu dinyatakan. Jika engkau tidak menaati Aku, jika engkau melanggar Hukum-Ku, “Tuhan akan mendatangkan kepadamu kutukan, kebingungan, dan frustrasi dalam semua hal yang engkau lakukan, sampai engkau dihancurkan dan binasa cepat, karena jahat perbuatanmu, karena engkau telah meninggalkan Aku. Tuhan akan memukulmu dengan demam, kekeringan dan jamur.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">25 Tuhan akan membiarkan engkau dikalahkan oleh musuhmu. Bersatu jalan engkau akan keluar menyerang mereka, tetapi bertujuh jalan engkau akan lari dari depan mereka, sehingga engkau menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi. 26 Mayatmu akan menjadi makanan segala burung di udara dan binatang-binatang di bumi. 28 Tuhan akan menghajar engkau dengan kegilaan, kebutaan dan kehilangan akal. 29 Engkau akan meraba-raba pada tengah hari, seperti orang buta meraba-raba dalam kegelapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">30 Engkau akan bertunangan dengan isteri, tetapi orang lain akan menidurinya. 32 Anak-anakmu laki-laki dan anak-anakmu perempuan akan diserahkan kepada bangsa lain, dan tidak ada kekuatan di tanganmu untuk mencegahnya. 45 Segala kutuk itu akan menimpa ke atasmu dan mengejar dan menyusulmu sampai engkau dihancurkan, karena engkau tidak mematuhi suara Tuhan, Allahmu, untuk mematuhi perintah-perintah dan ketetapan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">58 Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut akan nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan Tuhan, Allahmu, 59 maka Tuhan akan menimpakan pukulan-pukulan yang ajaib kepadamu, dan kepada keturunanmu, yakni pukulan-pukulan yang keras lagi lama dan penyakit-penyakit yang jahat lagi lama. 60 Ia akan mendatangkan pula segala wabah Mesir yang kautakuti itu kepadamu, sehingga semua penyakit itu melekat padamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">61 Juga berbagai-bagai penyakit dan pukulan, yang tidak tertulis dalam kitab Taurat ini, akan ditimbulkan Tuhan menimpa engkau, sampai engkau punah. 64 Tuhan akan menyerakkan engkau ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi; di sanalah engkau akan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, yakni kepada kayu dan batu. 68 kalian akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Shimei mencoba membunuh Daud, Abisai datang kepada Daud dan berkata, "Raja Daud, penggallah kepalanya!" Tetapi Daud menolak karena Daud bukan orang yang berdendam. Dengarkanlah, setiap kali Daud memohon kutukan Allah terhadap siapa pun, itu tidak ada hubungannya dengan apa yang telah dilakukan orang itu terhadap Daud. Hubungannya adalah karena semangat Daud ingin menyatakan kebenaran dan kekudusan dan keagungan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam Mazmur 69:9 Daud berkata, “Semangat untuk rumah-Mu telah menghanguskan aku dan celaan yang mencela Engkau telah menimpa aku.” Dan ketika Daud berseru kepada Allah untuk bertindak sebagai pembalasan terhadap musuh-musuhnya, itu adalah untuk menyelamatkan nama Allah dari nodaan, bukan untuk menyelamatkan Daud. Tidak ada keegoisan atau dendam pribadi. Daud sangat mengasihi Allah sehingga dia tidak tahan nama Allah dicela.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kutukan buruk ini karena melanggar Hukum Allah, adalah untuk siapa saja yang melanggar Hukum Taurat. Mazmur yang kita baca, yang sangat menghibur dan membesarkan hati kita, juga penuh dengan kutukan. Orang benar akan bersuka-cita ketika dia melihat pembalasan itu. Dia akan membasuh kakinya dengan darah orang fasik. Mazmur 79:12, “Dan balikkanlah ke atas pangkuan tetangga kami tujuh kali lipat cela yang telah didatangkan kepada-Mu, ya Tuhan!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi Nahum mengucapkan kutukan mengerikan pada Niniwe, “2 Tuhan adalah Allah yang cemburu dan pembalas dendam. Tuhan membalas dendam pada musuh-musuh-Nya dan menetapkan murka terhadap musuh-musuh-Nya. 3 Tuhan itu panjang sabar dan kekuatan-Nya besar dan Tuhan tidak akan membebaskan orang yang bersalah. 6 Siapakah yang tahan panas kemarahan-Nya? Murka-Nya dicurahkan seperti api dan batu-batu itu hancur oleh-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Tuhan itu baik, sebuah benteng di hari kesusahan. Dia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya. 8 Tetapi dengan banjir yang meluap, Dia akan mengakhiri musuh-musuh-Nya dan musuh-Nya dihalau ke dalam kegelapan. Celakalah kota yang berdarah itu.” Yesaya 13:9 mengucapkan kutukan serupa kepada Babel, “Lihatlah, hari Tuhan datang kejam dengan murka dan amarah yang ganas untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk menghancurkan dari padanya orang-orang berdosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kutukan bukan hanya ada di Perjanjian Lama. Roma 1:18 mengatakan, “Murka Allah dinyatakan dari surga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia.” Siapa pun yang memberitakan Injil palsu, Paulus berkata dalam Galatia 1, “Biarlah dia terkutuk.” Wahyu 16:6 berakhir dengan ini baris, "Hal itu wajar bagi mereka." Dalam Wahyu 19, haleluya terdengar di seluruh alam semesta waktu kehancuran datang dan Allah dipertahankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus menggambarkan hari ketika Dia menghakimi dan berkata, "Enyahlah dari pada-Ku, kamu yang terkutuk, ke dalam api abadi." Di seluruh Alkitab, kutukan semacam itu diberikan. Di Lukas 11, Ia mengutuk orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Dalam Lukas 17, Ia mengutuk mereka yang menyebabkan milik-Nya tersandung. Dalam Lukas 22, Dia mengutuk Yudas, si pengkhianat. Paulus mengutip Tuhan, “Pembalasan adalah milikku, aku akan membalas.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di salah satu pernyataan yang paling sulit dalam Alkitab, Wahyu 16:5, "Aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air berkata, “Engkau benar, ya Tuhan, Engkau yang ada dan yang dulu ada dan yang akan ada, karena Engkau telah menghakimi hal-hal ini.” Dengan kata lain, Allah harus menghakimi untuk berlaku benar. Bagaimana? “6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau telah memberi mereka minum darah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dapatkan apa yang pantas mereka dapatkan. Penghakiman akhir itu akan datang, kata Wahyu 18:20. Allah akan datang dan memusnahkan seluruh masyarakat manusia dan ketika Dia melakukannya, "Bersukacitalah atas dia," atas jatuhnya sistem dunia akhir Babel, "Bersukacitalah atas dia, hai surga, dan kalian para rasul dan nabi-nabi kudus, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas mereka karena engkau!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak mengejutkan jika Anda memahami kekudusan Allah. Ia kudus dan adil, benci dosa dan menghukum orang berdosa. Siapa pun yang melanggar Hukum-Nya adalah orang berdosa dan jatuh di bawah kutukan macam ini. 1 Korintus 16:22 mengatakan, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia.” Mungkin Anda berkata, mengapa semua hal ini dibawa-bawa? Karena kita semua harus mengerti apakah artinya kutukan Allah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke Galatia 3:13 ketika dikatakan, “Kristus menebus kita dari kutuk Hukum Taurat.” Itulah arti penebusan kita. Dan itulah sebabnya saya katakan, ini bukan tentang emosi seorang pria yang dicambuk. Ini bukan tentang simpati yang kita miliki terhadap orang yang dikhianati dan dibenci dan ditolak dan disalahpahami. Bahkan kita tidak merasa kasihan dengan paku dan mahkota duri dan penghinaan umum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang sebenarnya terjadi di sini adalah bahwa Yesus membebaskan kita dari kutukan ilahi yang jatuh pada semua orang yang melanggar Hukum Allah dengan menjadi kutuk bagi kita. Memahami salib berarti memahami bahwa kutukan yang pantas kita tanggung jatuh kepada Kristus. Dia merasakan kekuatan penuh kehancuran yang seharusnya menimpa kita. Dia menerima kutukan itu. Ini adalah realitas luar biasa. Jika Anda tidak tahu apa artinya kutukan Allah itu, memang sulit untuk memahami apa yang Dia lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengambil akibat penuh dari murka Allah yang kudus untuk semua pelanggaran kita terhadap Hukum-Nya. Dia merasakan kutukan sepenuhnya itu dalam waktu singkat. Dan pertanyaannya selalu muncul, bagaimana bisa Dia merasakan kutukan penuh dalam waktu singkat itu? Karena Dia adalah orang yang tidak terbatas. Seolah-olah semua kutukan yang seharusnya jatuh pada semua orang yang akan percaya dan diselamatkan, semuanya menghantam Yesus pada saat yang sama, dan Dia menanggung kutukan itu sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Anda datang ke salib dan Anda memikirkan betapa pentingnya salib itu, Anda harus memikirkan kutukan itu. Allah menyatakan berbagai hukuman yang mengerikan dan, tentu saja, pada akhirnya penghakiman neraka kekal bagi semua orang yang melanggar Hukum-Nya. Dan Kristus menebus kita dari kutukan Hukum itu, dan membebaskan kita dari murka Allah dan Dia sendiri menanggung murka itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah Dia berhasil menanggung murka itu? Iya. Itulah sebabnya sepanjang seluruh Perjanjian Baru, dikatakan berulang kali, Allah membangkitkan Dia dari kematian. Allah membunuh Dia di bawah beban kutukan. Dan ketika amarah-Nya terpuaskan dan kutukan itu sudah dibayar, Dia membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Apa yang harus kita pahami tentang salib itu, bukanlah hanya fitur fisiknya saja, tetapi realitas rohani yang menanggung semua dosa untuk memuaskan kutukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merupakan hal yang luar biasa untuk direnungkan, yang jauh melampaui pikiran kita yang terbatas. Ketika kita memikirkan semua dosa-dosa yang telah kita lakukan, semua pelanggaran Hukum-Mu dan bagaimana setiap kali kita berbuat dosa sepanjang hidup kita, kita menambahkan murka terus menerus sampai kepada hari murka itu, dan mengumpulkan penghakiman besar yang terkumpul, dimana setiap dosa menambahkan lebih banyak berat lagi kepada massa rasa bersalah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Demikian juga dengan semua orang, namun atas nama mereka yang telah diselamatkan, Yesus Kristus menanggung kutukan penuh untuk semua dosa-dosa kami. Betapa menakjubkan ini? Seberapa kayakah kasih-Mu, anugerah-Mu, dan rahmat-Mu untuk memberikan pengorbanan seperti itu bagi kami? Dan pengorbanan seperti itu hanya dapat ditanggung oleh seseorang yang supranatural, seseorang yang tidak terbatas untuk menanggung kutukan begitu besar bagi semua orang dalam beberapa jam saja dan menebus mereka semua dari segala kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah waktunya, Tuhan, dimana Engkau melihat ke dalam hati kami, dan menyelidiki kami dengan Roh Kudus-Mu, dan mengungkapkan segala dosa yang ada yang perlu kami akui, segala dosa yang telah kami tempelkan, segala dosa yang sering terjadi tanpa henti yang kami hargai dan bahkan mungkin tidak diketahui oleh orang-orang yang terdekat kami. Basmilah dosa-dosa itu dari hati kami dan bukalah mereka kepada kami dan bersihkanlah kami dari mereka. Oh Tuhan, kami putus asa tanpa Engkau. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191110</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000084</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ditebus dari Kutukan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000083"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:10-14" onclick="return x5engine.imShowBox({ media:[{type: 'iframe', url: 'https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:10-14', width: 1920, height: 1080, description: ''}]}, 0, this);" class="imCssLink">Galatia 3:10-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita berbicara tentang doktrin penebusan ilahi. Jika Anda membaca Mazmur 19, pernyataan terakhir dari Mazmur 19 adalah, “Ya Tuhan, batu karang kami dan Penebus kami.” Banyak tempat dalam Mazmur, Allah disebut sebagai Penebus. Mazmur 78:35 menyebut-Nya Tuhan Yang Mahakuasa yang adalah penakluk dan Penebus Israel. Ayublah yang, di tengah-tengah situasi yang mengerikan itu, berkata, "Saya tahu bahwa Penebus saya hidup."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di akhir Lukas, penebusan kembali adalah tema yang sangat penting. Rasul Paulus menulis tentang Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus memberikan diri-Nya bagi kita agar Ia dapat menebus kita. Petrus berkata bahwa kita tidak ditebus dengan perak, emas, dan batu permata, tetapi dengan darah Yesus Kristus yang berharga, Anak Domba yang tidak bercela. Dan di dalam Wahyu 5, kita menemukan di sekitar takhta Allah semua orang-orang kudus yang menyanyikan lagu penebusan baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi doktrin penebusan adalah inti dari apa sebenarnya keselamatan itu. Kita mulai dengan ketekunan orang-orang kudus; yang berarti bahwa jika Anda diselamatkan, itu berlaku untuk selamanya. Dan keselamatan kekal kita didasarkan kepada pemilihan kekal, yaitu pilihan Allah yang berdaulat dan kekal di masa lalu. Kita melihat bahwa pemilihan yang berdaulat dan anugerah yang tak tertahankan itu diperlukan untuk keselamatan karena kebejatan manusia total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, manusia tidak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri atau memberikan kontribusi apa pun untuk keselamatannya sendiri. Kemudian kita melihat, bahwa jika Allah telah menentukan siapa yang akan Dia selamatkan, jika Allah telah memilih untuk membangkitkan orang-orang berdosa untuk diselamatkan, itu bagi mereka yang Dia sediakan, suatu penebusan benar-benar sehingga Yesus benar-benar mati untuk membayar penuh harga untuk dosa-dosa mereka yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami juga melihat doktrin kasih ilahi. Di balik itu semua, Allah begitu mengasihi kita. Kasih ilahi itulah yang menyebabkan ada pemilihan ilahi itu. Pemilihan ilahi itu menyebabkan ada ketidakmampuan mutlak untuk menyelamatkan diri kita sendiri. Pemilihan ilahi itu menyebabkan ada penyediaan pendamaian benar-benar, yang harus dipahami sebagai penebusan orang berdosa. Ketika kita diselamatkan, kita telah ditebus oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dari Efesus 1:4 dikatakan, “5 Dalam kasih Allah telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah diselamatkan dari kerajaan kegelapan. Dalam Perjanjian Lama penebusan itu disebut berkali-kali. Dalam Perjanjian Baru, itu berada di mana-mana. Itu adalah doktrin kritis untuk dipahami dan itu membawa kita kepada inti Injil. Jika kita ingin membahas tentang hidup mengenal Allah, penyelamatan dari dosa, penyelamatan dari penghakiman, menjadi orang percaya sejati dan pengalaman kasih Allah, kita harus benar-benar memahami penebusan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan penebusan seluruhnya didasarkan pada pemahaman tentang kondisi manusia. Kita perlu memahami bahwa manusia bersalah di hadapan Allah. Manusia berada di bawah penghukuman, di bawah penghakiman yang adil, karena ia telah berhutang kepada Allah dengan melanggar hukum-Nya dan ia tidak memiliki kemampuan untuk membayar itu sendiri. Satu-satunya harapan adalah kita ditebus, supaya harga yang dibayar orang lain membebaskan kita dari penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika kita tidak mengerti penebusan, maka ini akan menghujat Allah dengan mencuri kemuliaan milik-Nya sebagai Penebus kita. Keselamatan telah menjadi semacam terapi, semacam pengalaman spiritual di mana Yesus membuat orang-orang baik menjadi lebih baik dan orang-orang yang tidak terpenuhi menjadi terpenuhi dan orang-orang tidak puas menjadi merasa puas. Itu adalah pandangan terapeutik tentang keselamatan, tetapi itu bukanlah pandangan Alkitabiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bukanlah terapis, Allah adalah sang Penebus. Orang bukan hanya tidak terpenuhi, mereka bukan hanya kurang tujuan. Mereka berada di bawah hukuman yang adil dari Allah. Mereka sedang di hukum mati, menuju ke penghakiman yang layak bagi mereka tanpa ada kemampuan untuk mengubahnya. Dan kemuliaan Injil adalah bahwa Allah adalah Sang Penebus yang telah menyediakan penebusan, pembayaran penuh, supaya kita dapat dibeli kembali dari penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Galatia 3. Ini adalah bagian Alkitab yang paling sederhana dan paling polos. Saya khawatir dengan banyak hal yang terjadi atas nama Kekristenan. Dan salah satunya adalah kesalahpahaman tentang doktrin penebusan karena kita tidak terima penilaian kondisi manusia secara akurat sebagai orang berdosa yang membutuhkan Juru Selamat, karena budaya kita sama sekali tidak menyadari hal itu dan benci gagasan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita takut untuk mengatakan kebenaran kepada orang-orang tentang kondisi mereka di hadapan Allah, keselamatan itu menjadi hal dangkal. Intinya kita tidak bisa berbicara tentang penebusan jika kita tidak berbicara tentang keputusasaan mereka yang perlu ditebus. Dalam Lukas, orang-orang tidak membenci Yesus dan membunuh-Nya karena mereka benci surga. Itu terjadi karena mereka tidak mau menerima diagnosa kondisi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi menyombongkan diri pada kenyataan bahwa mereka orang benar di hadapan Allah, kemudian Yesus datang dan memberi tahu mereka malah hal sebaliknya tentang keadaan mereka, dan itulah sebabnya mereka membunuh Dia. Dan itu tetap merupakan pesan yang tidak populer. Satu-satunya orang yang tidak berdosa yang pernah hidup, yang adalah komunikator terhebat yang pernah hidup, Pribadi dengan wawasan terbesar tentang kebutuhan manusia, yaitu Yesus Kristus, tidak dapat meyakinkan mereka karena itu tidak dapat diterima.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika orang ingin memahami kebenaran Injil, mereka harus menerima diagnose itu, sehingga mereka mengerti apakah artinya penebusan. Kemudian mereka dapat memuliakan Allah yang patut bagi-Nya sebagai Sang Penebus. Galatia 3:10 mengatakan, “Terkutuklah orang yang tidak mematuhi segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat untuk dilakukannya. 12 Namun, dasar hukum Taurat bukanlah iman; melainkan siapa yang melakukannya akan hidup karenanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum itu bertindak atas nama Allah untuk setiap jiwa, dan semua orang harus bertanggungjawab. Kebanyakan orang berpikir bahwa hukum Allah itu hanya suatu kode etik yang mulia, yang diringkas dalam Sepuluh Perintah. Itu standar hidup yang lebih tinggi yang Allah ingin orang capai. Dan itulah yang diyakini oleh orang-orang Yahudi. Mereka berpikir bahwa mereka telah mencapai setidaknya cukup minat dalam hukum Taurat dan cukup pencapaian dalam mengikuti hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya bahwa Allah akan puas dengan mereka dan bahwa mereka berkenan kepada Allah dan bahwa mereka telah memiliki kebenaran sendiri telah dicapainya melalui upaya mereka untuk mempertahankan mayoritas Hukum Musa. Rabi Yahudi yang khas pada zaman Yesus percaya bahwa hanya orang-orang biasa yang tidak memiliki pengetahuan atau minat pada hukum yang sebenarnya terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membatasi kutukan itu hanya untuk orang yang tidak peduli terhadap hukum. Bahkan, dalam Yohanes 7:49 para pemimpin berkata secara mengejek, "Kebanyakan orang yang tidak tahu hukum ini terkutuk.” Bagi mereka, pengetahuan hukum dan kemampuan untuk mengerti nuansa hukum dan tambahan hukum dengan semua ciri-ciri hukum itu, dalam pikiran mereka sama artinya dengan memenuhi kewajiban mereka terhadap hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hanya mereka yang tidak tahu hukum atau yang tidak peduli, berada di bawah kutukan. Yesus datang dan menghukum mereka semua dengan hukum Taurat, dan mereka karena itu membunuh-Nya. Roma 4:15 mengatakan, “Hukum Taurat membangkitkan murka; karena di mana tidak ada hukum, tidak ada pelanggaran.” Setiap orang di dunia ini dilahirkan dengan sifat dosa dan karena itu berdosa, melanggar hukum, dan karena itu semua orang patut dihukum kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberi tahu Anda beberapa hal tentang hukum Taurat, karena kita tidak dapat memahami penebusan jika kita tidak memahami kutukan itu. Pertama, hukum menuntut perilaku <b>yang bertentangan dengan sifat Anda</b>. Hukum Allah itu minta supaya Anda melakukan persis apa yang Anda tidak mau lakukan. Hukum itu berlawanan dengan keinginan Anda, nafsu dan hasrat Anda. Hukum itu minta supaya Anda mencintai apa yang Anda benci dan membenci apa yang Anda ingin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, hukum mengharuskan perilaku yang <b>mustahil</b>. Ini bukan hanya bertentangan dengan keinginan Anda, tetapi juga bertentangan dengan kemampuan Anda. Anda tidak dapat melakukan hal-hal suci. Perbuatan terbaik Anda hanyalah seperti kain kotor. Anda tidak dapat memikirkan pikiran kudus dan berbicara kata-kata suci. Tidak ada orang di antara kita yang baik, tidak ada sesuatu di dalam diri kita yang baik. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan dan sesamamu seperti dirimu sendiri” dan kita tidak dapat melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, hukum menuntut <b>kesempurnaan</b>. Itu bukan yang kita inginkan, itu mustahil, dan standarnya terlalu tinggi. Matius 5:28, “Jadilah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna,” itulah standarnya. Dan itu tidak pernah berubah. Kita mencoba melakukan apa yang kita tidak ingin lakukan, kita mencoba melakukan apa yang kita tidak sanggup lakukan, dan kita diperintahkan untuk melakukannya secara sempurna, dan semua itu adalah di luar kemampuan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, hukum <b>tidak menerima</b> <b>niat dan upaya baik</b> sebagai kompensasi. Inilah sebabnya mengapa orang-orang Yahudi salah mengerti. Mereka berpikir bahwa kerinduan kecil mereka terhadap kebaikan, bahwa kegiatan keagamaan mereka, bahwa upaya mereka semua diperhitungkan. Yah memang, mencoba itu ada gunanya di beberapa bidang duniawi, tetapi tidak dalam menjalankan hukum Taurat. Upaya tidak berarti sama sekali. Niat baik tidak ada artinya. Tidak ada tempat kedua dalam hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor lima, hukum Taurat itu tidak menerima <b>rencana bayar nanti</b>. Nah, ada banyak orang yang berpikir, “Iya, saya tahu di masa lalu saya orang jahat, tetapi sekarang saya akan menjadi orang baik. Saya tahu saya telah melakukan banyak hal buruk, tetapi sekarang saya akan melakukan banyak hal baik dan mungkin karena saya melakukan hal-hal baik, mereka akan mengimbangkan hal-hal buruk itu.” Tidak, hutang itu tidak pernah dinegosiasikan. Hutang semua dosa Anda tidak pernah akan lunas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekalipun Anda melanggar hukum Allah sekali saja dalam hidup Anda dan tidak pernah dilakukan lagi, sisa hidup Anda melakukan apa yang benar tidak akan membatalkan apa yang salah, dan apa yang salah itu cukup untuk mengutuk Anda. Atau jika Anda menjalani seluruh hidup Anda dan mematuhi hukum Allah dan melanggarnya sebelum Anda mati, semua pahala yang terakumulasi tidak akan berarti apa-apa. Tidak ada pengembalian uang dan tidak ada pembayaran muka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor enam, hukum adalah <b>pengawas yang tak henti-hentinya</b>. Tidak pernah dikatakan silahkan libur pekan dan lakukanlah apa yang Anda inginkan. Itu tidak pernah berhenti. Itu tidak pernah meringankan beban. Hukum itu tidak pernah melonggarkan persyaratannya. Itu tidak pernah memberi orang berdosa istirahat sejenak. Itu ketat, tidak berubah dan tak ada henti-hentinya. Itu berlangsung setiap detik, setiap menit, setiap hari sepanjang masa hidup Anda, karena Hukum itu sebenarnya adalah refleksi dari sifat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor tujuh, hukum <b>menghancurkan kebahagiaan</b>. Ketika Anda benar-benar berada di bawah hukum Taurat, itu menghasilkan rasa malu, rasa bersalah, penyesalan, kesedihan, ketakutan, sakit, keputusasaan, kecemasan dan depresi. Itulah sebabnya orang berdosa di sinagoge itu memukul dadanya sambil berkata, "Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa." Dia tidak memiliki sukacita, tidak ada kedamaian dan tidak ada kebahagiaan. Dia tidak dapat menemukan kelegaan dan karena itu dia memukul dirinya dalam tindakan penyesalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor delapan, hukum menuntut <b>hukuman terberat</b>. Hukum hanya memiliki satu hukuman, neraka untuk selamanya. Tidak ada pembebasan bersyarat. Tidak ada waktu istirahat karena perilaku baik. Dan tidak ada orang yang mendapat hukuman lebih dikurangi. Jika Anda melanggar hukum, Anda mendapatkan penilaian kekal. Nomor sembilan, hukum menuntut <b>tetapi tidak membantu</b>. Ini tidak menawarkan apa pun untuk membantu Anda. Itu tidak menolong Anda berubah dan tidak bisa menyelamatkan Anda. Keselamatan adalah oleh iman saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor sepuluh, hukum <b>tidak menghiraukan pertobatan orang</b>. Tidak peduli bahwa Anda penuh dengan rasa malu, rasa bersalah, dan penyesalan. Tidak peduli bahwa Anda telah kehilangan sukacita dan kehilangan kedamaian Anda. Tidak peduli seberapa Anda menyesal, betapa hancurnya, betapa menyesalnya, betapa sedihnya Anda, itu tidak dipedulikan. Semua pertobatan tidak dipedulikan. Sepanjang sejarah umat manusia, orang melakukan apa saja yang menurut mereka akan menghilangkan tekanan mengerikan itu yang mereka rasakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor sebelas, hukum <b>tidak menawarkan pengampunan</b>. Tidak ada belas kasihan dalam hukum itu dan tidak ada anugerah, itulah sebabnya itu adalah hukum. Karena itu, tidak ada harapan. Tidak ada janji bahwa keadaan akan menjadi lebih baik. Bahwa masa depan akan membaik. Tidak, masa depan akan menjadi lebih buruk. Masa depan itu mengerikan dan itu berlangsung untuk selamanya. Saya berpikir Anda tidak ingin bekerja untuk menuju ke neraka sambil berpikir Anda sedang menuju ke surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang membawa kita ke <b>ayat 13</b>, “Kristus menebus kita dari kutuk hukum Taurat, dengan menjadi kutuk bagi kita.” Sekarang baru Anda mengerti makna kematian Kristus. Dia mati di kayu salib dan membayar hutang Anda dan hutang saya. Itu adalah inti dari Injil Kristen, ini masalah penebusan. Dia menjadi kutukan bagi kita. Dia mengambil hukuman kita. Itu adalah Injil. Dalam Roma 5:6, "Pada waktu yang tepat, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penjahat yang dijatuhi hukuman mati di bawah hukum Musa biasanya dieksekusi. Orang-orang Yahudi tidak menyalibkan. Jadi ketika mereka telah mengeksekusi seseorang, mereka akan mengikat mayat itu ke tiang dan mereka akan membiarkan mayat itu dilihat orang lain, untuk menimbulkan ketakutan. Sesuai dengan pola Perjanjian Lama itu Kristus diletakkan di atas kaju, dikutuk oleh Allah untuk kita. Dia menjadi dosa bagi kita. Dia mengambil tempat kita agar kita menjadi kebenaran Allah di dalam Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 3:24, “Hukum Taurat menjadi penuntun bagi kita untuk membawa kita kepada Kristus, supaya kita dibenarkan karena iman.” Pekerjaan hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi juga mendorong orang berdosa kepada Kristus sehingga ia dapat menempatkan imannya kepada Kristus dan dibenarkan oleh iman itu. <b>Ayat 14</b>, “supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkat apakah yang datang kepada Abraham? Roma 4 memberi tahu kita berkat besar yang Allah berikan kepada Abraham, “Abraham percaya kepada Allah dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran,” dalam Kejadian 15. Apakah karunia besar yang diberikan kepada Abraham oleh Allah? Kebenaran. Dia menghapus kutukan itu. Bukan melalui karya Abraham, tetapi melalui iman Abraham. Jadi tujuan pertama adalah pembenaran oleh iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bebas dari hukuman hukum Taurat, tetapi kita tidak bebas dari kewajiban untuk menaati Allah. Kristus menjadi kutuk bagi kita supaya kita diperhitungkan sebagai orang yang benar dan kudus dan kemudian menempatkan Roh-Nya di dalam kita untuk secara progresif membuat kita menjadi orang benar dan kudus dalam praktik kehidupan. Inilah kemuliaan penebusan. Marilah kita bersukacita dalam menyembah Allah kita, Yang Mahakudus, kekuatan kita dan Penebus kita. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191103</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000083</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hukum Taurat membawa Kutukan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000082"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:10-14" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3:10-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“10 Karena semua orang yang hidup dari perbuatan hukum ada di bawah kutukan; sebab ada tertulis, “Terkutuklah semua orang yang tidak melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” 11 Tetapi sudah jelas bahwa tidak ada orang yang dibenarkan oleh hukum Taurat di hadapan Allah, karena "Orang benar akan hidup oleh iman." 12 Namun hukum Taurat bukanlah iman, tetapi "orang yang melakukannya, harus hidup mengikutinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat, dengan jalan menjadi kutuk bagi kita (karena ada tertulis, “Terkutuklah semua orang yang digantung di pohon”), 14 agar di dalam Kristus Yesus berkat Abraham dapat disampaikan kepada bangsa-bangsa lain, agar kita dapat menerima janji Roh oleh iman.” Ayat 10 mengatakan, “Terkutuklah semua orang," sebuah pernyataan universal. Ini adalah pernyataan yang sangat sulit untuk didengar orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pengkhotbah ingin memberi tahu dunia bahwa Allah mengasihi mereka. Dan pesan itu ramah dan dapat diterima. Dan para pengkhotbah juga ingin memberi tahu dunia bahwa Allah ingin memberkati mereka; bahkan, bahwa Dia memiliki berkat yang tak berkesudahan yang hanya menunggu untuk diterima. Dia ingin membuat mereka bahagia, dan sehat, dan bebas masalah, dan sukses, dan terpenuhi, dan penuh dengan tujuan pribadi. Itulah pesan dari para pengkhotbah injili kontemporer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi yang tidak diberitahukan oleh pengkhotbah kepada orang-orang adalah bahwa mereka semua ada di bawah kutukan Allah jika mereka percaya bahwa dengan mengikuti Hukum Taurat mereka dapat diselamatkan. Setiap manusia yang pernah hidup terkutuk, dan kutukan itu kekal dan abadi. Itulah kebenaran yang kita lihat dalam ayat 10. Dan karena itu mereka tidak setia dengan menghilangkan kebenaran yang pada dasarnya membuat Injil itu begitu indah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya dikutuk? Diberkati berarti diberikan semua yang baik; dikutuk berarti diberikan semua yang buruk. Terkutuk berarti dihina dan celaka, dan dikhususkan untuk kehancuran; itulah istilah Perjanjian Baru. Perjanjian Lama menggunakan tiga kata, dan mereka pada dasarnya adalah sinonim; maksud mereka persis sama. Dikutuk itu berarti divonis untuk kecelakaan, penghancuran dan kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Alkitab sering membicarakan kutukan. Kita tahu bahwa ada kutukan yang ditujukan orang kepada orang lain, dan sebenarnya mereka ingin supaya Iblis dan setan-setan mencelakakan orang. Orang-orang primitif telah memohon kutukan semacam itu dengan mantra sihir dan ucapan, dan mencoba untuk membawa setan yang mereka sembah ke atas kepala musuh-musuh mereka untuk membunuh mereka atau melukai mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kutukan adalah bagian dari kerajaan kegelapan. Dalam Perjanjian Lama kita lihat Bileam yang adalah raja kutukan. Dikatakan tentang Bileam dalam Bilangan 22:6, bahwa siapa pun yang dikutuknya terkutuk. Jadi dia adalah seorang peramal, seorang penyihir, dukun yang secara harfiah mengirim kutukan setan dan iblis kepada orang lain. Jadi kutukan memang ada di kerajaan Setan, orang jahat mengucapkannya kepada satu sama lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita tidak membicarakan hal itu. Yang kita bicarakan adalah kutukan dari Allah; dan kutukan itu diucapkan kepada seluruh umat manusia. Dan Yesus mengatakan tentang kutukan itu di Matius 10:28, “Jangan takut kepada mereka yang membinasakan tubuh, tetapi takutlah akan Dia yang dapat menghancurkan tubuh dan jiwa di neraka,” Takutlah akan kutukan Allah. Setiap orang berada di bawah kutukan, yang berarti bahkan di masa kini mereka semua berada di bawah kutukan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita tahu semua orang terkutuk? Kembalilah ke <b>ayat 10</b>, "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." Kitab hukum Taurat itu adalah Firman Allah. Setiap pelanggaran terhadap hukum Taurat, Firman Tuhan, akan membawa kutukan. Jadi setiap orang terkutuk, karena setiap orang telah melanggar hukum Allah. Bacalah Ulangan 27: 9-26 di mana semua kutukan itu tercantum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang menegaskan kutukan itu kalau melanggar perintah Allah. Dan mereka itu hanya perintah yang representatif, ada banyak perintah lagi; itulah sebabnya di ayat 26 dikatakan, “Terkutuklah orang yang tidak mengesahkan semua perkataan hukum ini dengan melakukannya. Jika Anda melanggar hukum ini sedikit saja, Anda terkutuk. Dan semua orang berkata, 'Amin,' yang berarti mereka menegaskan kutukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Jika tidak mematuhi Aku, kamu akan dikutuk." Kita tahu sisa sejarah itu. Orang-orang pada hari itu semua berkata, "Amin, amin, amin," yang menegaskan ketaatan mereka, sama seperti yang mereka lakukan di Keluaran 24. Tetapi setelah berabad-abad berlalu, mereka berpaling dari Allah. Mereka mengabaikan Allah. Mereka tidak murni secara seksual. Mereka membuat berhala dan menyembah berhala itu. Mereka melanggar setiap hukum yang diberikan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setiap generasi dikutuk dengan penderitaan karena dosa-dosa mereka. Delapan ratus tahun kemudian mereka ditawan oleh orang Babilonia. Inilah hukuman Allah atas bangsa yang tidak taat itu. Yeremia 11:3-4, “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Terkutuklah orang yang tidak mengindahkan kata-kata perjanjian ini, 4 yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu pada waktu mereka Kubawa keluar dari tanah Mesir, dari perapian besi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kutukan itu datang dari Allah ketika orang Babilonia menyerbu kota Yerusalem, dan membantai orang-orang Yahudi, dan menawan mereka. Kerajaan utara sudah menjadi tawanan; dan sekarang kerajaan selatan, Yehuda dan Yerusalem, ditawan oleh orang Babilonia. Alasannya adalah ayat 8, “Mereka tidak menaati atau memperhatikannya. Mereka masing-masing berjalan dalam kedegilan hatinya yang jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9-10, “Berfirmanlah Tuhan kepadaku, “Telah terdapat persekongkolan jahat di antara orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. 10 Mereka sudah jatuh kembali kepada kedurhakaan nenek moyang mereka yang dahulu telah menolak mendengarkan firman-Ku. Mereka mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Kaum Israel dan kaum Yehuda telah melanggar perjanjian-Ku yang telah Kubuat dengan nenek moyang mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 17:5,7 memberi tahu kita dasarnya, “Beginilah firman Tuhan, 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan menjadikan kedagingan kekuatannya, dan yang hatinya berpaling dari Tuhan.'” Di sisi lain, ayat 7 mengatakan, “Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan yang menaruh harapannya pada Tuhan.” Jika Anda telah percaya kepada Tuhan, Anda akan diberkati; tetapi engkau tidak menaati Tuhan dan karena itu terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kutukan itu diberikan dalam Pentateukh di kitab Ulangan; tetapi ada kutukan di seluruh Perjanjian Lama. Itulah pengulangan kutukan Allah kepada orang berdosa. Ada tiga puluh sembilan Mazmur yang mengucapkan kutukan. Tetapi mazmur-mazmur itu ditulis secara ilahi dan dibenarkan. Mereka dibenarkan sama seperti mazmur yang memberikan penghiburan, karena Allah ingin supaya mereka tahu bahwa mereka dikutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Allah merasa senang dalam hal ini? Tidak. Yehezkiel 33:11, “Aku tidak berkenan atas kematian orang fasik.” Allah menangis melalui mata Yesus, yang setelah mengucapkan kutukan atas Yerusalem menangisi Yerusalem. Yang benar adalah bahwa semua orang dikutuk. Roma 1:18, “Karena murka Allah dinyatakan dari surga terhadap segala kefasikan dan ketidakbenaran manusia yang menindas kebenaran dengan ketidakbenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran telah diberikan kepada kita, hukum Allah telah tertulis di hati kita; tetapi semua orang menekan kebenaran itu dan berperilaku dengan cara yang tidak benar; dan murka Allah dinyatakan dari surga terhadap mereka semua. Para martir dalam Wahyu berseru kepada Tuhan, "Ya Tuhan, suci dan benar, berapa lama Engkau akan menahan diri untuk menghakimi dan membalas darah kami pada mereka yang diam di bumi?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam Wahyu 18:18 kita melihat asap dari kerajaan Antikristus terakhir, Babel terakhir.” Mereka berseru sambil menangis dan meratap, katanya, 'Celaka, celaka, kota besar, di mana semua yang memiliki kapal di laut menjadi kaya oleh kekayaannya, karena dalam satu jam dia telah dibinasakan!'" Itulah kehancuran pada waktu Kristus datang kembali, dimana ada penghancuran ibukota sistem Antikristus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Wahyu 19:1,3, kita melihat surga sekilas, “Banyak orang di sorga setelah melihat itu berseru, “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan serta kekuasaan ada pada Allah kita, 2 karena hukuman-Nya adalah benar dan adil. 3 Haleluya, karena asap naik keatas untuk selama-lamanya.” Mengapa? Karena kita sebagai orang yang ditebus di bumi dan di surga ingin supaya Allah dihormati, dan supaya orang berdosa tidak terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus kita tidak berbeda. Dalam Matius 25:41, Dia berkata, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang terkutuk, ke dalam api kekal yang telah disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Dalam Lukas 11, Ia mengutuk orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, para pemimpin agama Israel. Dalam Lukas 17, Ia mengutuk orang-orang yang membuat anak-anak-Nya tersandung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dipanggil untuk menghadapi orang-orang dengan berkat Injil terhadap latar belakang realitas kutukan ilahi. Kita harus patah hati atas kondisi dunia. Allah tidak berkenan pada kematian orang fasik, demikian pula Tuhan kita. Yesus mengucapkan kutukan atas Yerusalem dan mengatakan itu akan dihancurkan, dan kemudian Ia menangis. Tetapi karena Allah itu kudus dan adil, Ia harus menghukum dosa; dan itulah sebabnya kutukan itu ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali ke Galatia. Ada dua kutukan dalam bagian ini. Yang pertama adalah kutukan ilahi pada semua manusia. Yang kedua adalah kutukan ilahi pada satu orang. Kita akan melihat yang pertama dulu: kutukan ilahi pada semua orang. Dikatakan, "Terkutuklah semua orang yang tidak melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” Seluruh umat manusia dikutuk. Mengapa? Karena mereka semua berada di bawah hukum pekerjaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, mereka memiliki kewajiban seumur hidup untuk mematuhi Allah, sama seperti Israel. Dan Israel tidak sanggup memenuhinya. Mereka perlu bertobat dan percaya Allah untuk diperhitungkan kebenaran seperti Abraham. Tetapi apa yang terjadi? Orang-orang menempuh jalan kerja. Di bawah hukum, mereka berpikir jika mereka menaati sebagian hukum saja dan melakukan beberapa hal baik, itu cukup untuk memuaskan Allah. Masalahnya, mereka tidak sanggup: mereka berdosa, mereka mati, dan mereka terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semakin rumit, karena agama-agama lain mengatakan, “Anda dapat melakukan perbuatan baik dan tetap menyenangkan Allah," sehingga mereka percaya agama palsu, dan mereka terkutuk dua kali lipat. Mereka kemudian mengikuti agama yang mengatakan mereka bisa melakukan pekerjaan moral, pekerjaan keagamaan, sakramen, dll. Dan itu tidak mungkin, jadi mereka terkutuk. Itu benar-benar mematikan ketika orang berkata, "Keselamatan adalah dengan iman di dalam Kristus ditambah perbuatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Biarkan saya membuatnya lebih praktis. Siapa pun yang percaya bahwa pekerjaan itu diperlukan untuk keselamatan telah percaya Injil terkutuk. Siapa pun yang berkhotbah itu memberitakan Injil yang terkutuk. Dan orang-orang yang mempercayainya dan mengabarkannya sendiri terkutuk: dikutuk oleh dosa mereka, dikutuk berlipat ganda oleh sistem pekerjaan mereka, dan terkutuk tiga kali dengan mengkhotbahkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah survei baru keluar oleh Pew Research Center. Sebuah pertanyaan diajukan kepada ribuan orang di seluruh Amerika yang adalah Protestan evangelis, dan pertanyaannya seperti ini, "Apakah keselamatan itu hanya oleh iman, atau oleh iman dan perbuatan baik?" Lima puluh dua persen orang Protestan evangelis mengatakan iman ditambah perbuatan baik. Dan delapan puluh dua persen umat Roma Katolik mengatakan bahwa keselamatan adalah oleh iman dan perbuatan baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kami mulai mempelajari Galatia 3, saya mengatakan bahwa sebagian besar gereja dan kebanyakan orang yang berada di gereja-gereja injili di seluruh negeri ini tersihir. Mirip dengan orang Galatia yang telah tersihir, meskipun mereka adalah orang-orang yang benar-benar percaya. Mereka percaya bahwa pekerjaan itu diperlukan. Jadi, Paulus berkata dalam ayat 10, “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 5:48, Yesus berkata, "Jadilah sempurna," Seberapa sempurna? “Sempurna seperti Bapamu di surga.” Dengarkan Yakobus 2:10, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Jadi jika Anda hidup menurut ayat 10, di dalam pola pekerjaan hukum, dan Anda pernah melanggar satu hukum satu kali saja, Anda sudah terkutuk. Dan itulah kesaksian dari Ulangan 27:26, “Kalian terkutuk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pemimpin Yahudi berpikir bahwa mereka adalah orang spiritual, mereka adalah orang benar. Tuhan kita dan Paulus juga berkata kepada mereka, "Kalian bukan hanya terkutuk karena dosa universal, kalian terkutuk karena kalian percaya pada pekerjaan, dan kalian terkutuk lebih dari itu karena kalian memberitakan pesan terkutuk.” Roma 4:15 mengatakan, "Hukum Taurat membangkitkan murka.” Jika Anda ingin hidup oleh hukum Taurat, Anda hanya akan mengenal murka Allah sekarang dan untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian <b>ayat 11</b>, “Bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Terkutuklah semua orang karena apa yang dikatakan Alkitab. Tidak seorang pun dibenarkan oleh Hukum Taurat di hadapan Allah, lagi, karena apa yang dikatakan Alkitab, "Orang benar akan hidup oleh iman." Dan itu diambil dari nabi Habakuk 2:4, "Orang benar akan hidup oleh iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam ayat 6, Paulus mengutip Kejadian 15:6. Dalam ayat 10, ia mengutip Ulangan 27:26. Dalam ayat 11, ia mengutip Habakuk 2:4, "Orang benar hidup oleh iman." Dan mungkin ada orang yang berkata, "Iya, iman dan perbuatan berjalan bersama." Tidak. Coba lihat <b>ayat 12</b>, “Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman.” Mereka saling eksklusif. Roma 4:14 mengatakan, "Pada saat kalian menggunakan pekerjaan, maka sia-sialah iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah sebaliknya, <b>ayat 12 melanjutkan</b>, "Melainkan siapa yang melakukannya akan hidup karenanya.” Dan itu diambil dari Imamat 18:5, "Jika Anda ingin hidup oleh Hukum Taurat, maka Anda harus menetap padanya.” Maka Anda harus hidup oleh hukum itu, dan Anda harus sempurna.” Tetapi Roma 3:20 mengatakan, “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat.” Setiap orang dikutuk oleh perbuatan mereka, dan tidak ada orang yang dibenarkan oleh karya mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita menutup, saya akan berkomentar sedikit pada <b>ayat 13</b>, “Kristus telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat, dengan jalan menjadi kutuk bagi kita.” Itu adalah Injil, itu adalah kabar baik itu. Dia membeli kita, membebaskan kita, dan menebus kita. Dan kabar baik itu hanya memiliki nilai nyata terhadap latar belakang realitas mengerikan itu bahwa seluruh umat manusia terkutuk untuk selamanya tanpa Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191027</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000082</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pekerjaan atau Anugerah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000081"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:6-9" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3:6-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita kembali ke surat Paulus yang luar biasa ini yang ditulis pada permulaan pelayanannya untuk menghadapi masalah dari orang yang merusak Injil itu terus-menerus. Orang melakukan itu karena Setan melakukannya. Injil sajalah yang menyelamatkan, dan karena itu Setan ingin membingungkan orang tentang Injil itu. Seluruh dunia bingung ketika membicarakan Injil, tentang hal keselamatan dan kebenaran dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan gereja Yesus Kristus, termasuk para pemimpin dan umatnya, sebagian besar telah tersihir, oleh doktrin palsu yang sama yang mempengaruhi dunia. Hari ini kita hidup di dunia yang sama seperti yang dijalani Paulus; tetapi ini adalah dunia di mana ada kebenaran tunggal. yaitu Injil Yesus Kristus dalam Kitab Suci: rencana keselamatan Allah oleh iman saja, tanpa perbuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pada masa kini kita hidup, kebanyakan orang memiliki korupsi mereka sendiri tentang Injil, dimana mereka berpikir bahwa Allah berutang surga kepada mereka karena mereka adalah orang baik, orang yang beragama, orang yang bermoral, orang filantropis, atau mereka bukan penjahat. Dan walaupun mereka jahat, Allah masih berutang surga kepada mereka karena ada penjahat lain yang jauh lebih buruk daripada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujatan hanya bisa terjadi waktu Injil dikorupsi. Jadi sebagian dari tanggung jawab orang percaya adalah untuk memastikan bahwa kita mengerti Injil dengan jelas. Karena kalau tidak, seperti yang kita lihat minggu lalu dalam Galatia 3:1, orang Galatia bodoh itu adalah orang percaya sejati, tetapi mereka telah disihir. Mereka benar-benar disihir, seolah-olah mereka berada di bawah semacam mantra, sampai rela menerima Injil palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, “Aku bahkan tidak bisa percaya seberapa cepat kamu pindah dari kebenaran ke Injil yang lain, yang bukan injil lain, padahal kamu seharusnya tahu Injil yang benar. Siapa pun yang memberitakan Injil lain kepada Anda, biarlah dia terkutuk.” Dan dia mengatakan itu dua kali. Namun demikian, orang-orang Galatia yang adalah orang-orang percaya sejati yang percaya kepada Injil, mereka disihir karena kebodohan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat itu dalam pesan saya dari lima ayat pertama itu di minggu lalu. Dan Paulus menanyakan mereka, “Ingatlah pengalamanmu. Anda telah bertemu dengan Kristus. Anda telah melihat kematian-Nya dengan jelas dan betapa pentingnya kematian dan kebangkitan-Nya; Anda percaya itu. Anda telah dilahirkan kembali oleh mukjizat Allah Bapa, dan Anda telah menjadi bait suci Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kalian telah menerima Tritunggal sepenuhnya oleh iman, bukan oleh perbuatan. Mengapa Anda sekarang bodoh karena disihir oleh orang-orang yang mengatakan bahwa keselamatan kalian memerlukan perbuatan? Kalian sudah memiliki keselamatan penuh: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Orang Yudiazer ini datang dari Yerusalem dan mereka mengajar kepalsuan: "Kecuali kamu disunat dan mengikuti adat istiadat Musa, kalian tidak bisa diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah ini dibawa kepada para pemimpin gereja di Yerusalem untuk mencari tahu pendapat para rasul. Mereka mengadakan pertemuan yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 15. Para rasul, para penatua berkumpul dan mereka membicarakan hal-hal ini, dan mereka berkata dalam ayat 11, “Kami percaya bahwa kami diselamatkan melalui anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan mereka juga memperoleh hal yang sama.” Keselamatan adalah karena anugerah oleh iman, tanpa ada perbuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran Alkitab tentang hal ini jelas. Dalam Kisah Para Rasul 16:30-31, Paulus berbicara kepada kepala penjara di Filipi yang menanyakannya, “Apakah yang harus saya lakukan untuk diselamatkan?” Paulus menjawab, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan Anda akan diselamatkan.” Di Yohanes 1:12, rasul Yohanes berkata, “Mereka yang percaya pada nama-Nya adalah anak-anak Allah.” Yesus berkata di Yohanes 3:16, “Siapa pun yang percaya kepada Anak Manusia, akan beroleh hidup kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sudah jelas dari Alkitab bahwa tidak ada pekerjaan dimana kita dapat memperoleh kebenaran kita. Yesaya 64:6 mengatakan, “Segala kesalehan kita seperti kain kotor.” Kita benar bejat sampai ke intinya, sampai ke tulang. Tidak ada sesuatu dalam diri kita yang dapat menyenangkan Allah. Tidak ada sesuatu di dalam diri kita yang dapat melakukan apa pun untuk memuliakan Dia dengan cara dimana Dia layak dihormati oleh kebenaran sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 3 adalah surat Paulus bagian doktrinal. Di sini Paulus menerangkan keselamatan oleh iman itu. Dia menulis dengan hati yang diilhamkan oleh Allah melawan orang-orang Yudiazer. Mereka membawa injil palsu yang mengutukkan, karena siapa pun yang menyebarkan injil palsu itu dikutuk. Dan kepalsuan itu adalah bahwa mereka mengajarkan bahwa keselamatan bukan oleh iman saja, tetapi oleh iman ditambah sesuatu yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya benar, tetapi mereka tetap disihir. Jadi di sini, khususnya dalam Galatia 3, dan di Galatia 4, Paulus akan membuktikan bahwa keselamatan terjadi hanya oleh iman. Pertama, ia membuktikannya dari <b>pengalaman</b> mereka dalam Galatia 3:1-5. Kemudian dia membuktikannya lebih jauh dari itu di Galatia 3:6, dengan <b>Firman</b> yang adalah sumber sisa pembahasannya tentang topik penting ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagi Paulus, Firman itu adalah Perjanjian Lama. Paulus menunjukkan kepada kita bahwa keselamatan itu selalu diberikan oleh iman saja. Karena manusia selalu berdosa, ia tidak mampu mencapai standar kebenaran Allah. Dan supaya mereka menjadi orang benar, Allah harus memberikan itu kepada mereka, dan Dia mengabulkannya hanya ketika mereka percaya kepada-Nya, dan mengakui Dia sebagai Yang dapat dipercaya. Nah pahlawan orang Yudiazer ini adalah Abraham, bapak Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham sangat berarti bagi mereka. Berulang kali dalam kisah Injil, orang-orang Yahudi bersandar kepada Abraham sebagai bapa mereka. Dan sebagai bapa mereka, dia mewariskan kepada mereka silsilah Yahudi mereka, dan asumsi sepanjang sejarah Israel adalah jika Anda orang Yahudi, Anda baik-baik saja dengan Allah. Itulah yang diyakini oleh orang-orang Yahudi pada zaman Tuhan kita; dan bahkan pada hari ini banyak orang percaya hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya mulai dalam Kejadian 12:2-3, “Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: 2 Aku akan menjadikan engkau bangsa yang besar; Aku akan memberkati engkau dan menjadikan namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan Aku akan mengutuk orang yang mengutuk engkau; dan olehmu semua keluarga di muka bumi akan diberkati.” Allah akan memanggil orang-orang kepada siapa Dia akan memberikan wahyu ilahi-Nya, yakni orang-orang yang akan menjadi bangsa saksi-Nya di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tujuan mereka. Bukannya Ia merancang untuk menyelamatkan bangsa itu secara rohani. Bahkan sebagian besar orang Yahudi sepanjang sejarah manusia sekarang ada di neraka. Mereka tidak diselamatkan oleh janji melalui Abraham, Allah akan membangun bangsa itu. Ini jelas dalam Roma 2:28-29, karena dikatakan di sana, "Dia bukanlah orang Yahudi secara lahiriah, tetapi dia adalah orang Yahudi yang di sunat hatinya.” Dan lagi dalam Roma 9:6, "Tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bangsa Israel berada di bawah perlindungan Allah sebagai bangsa untuk menjadi saksi bagi-Nya, tetapi itu tidak memberi mereka hak keselamatan pribadi. Dan keselamatan itu selalu bersifat pribadi, selalu internal dan selalu spiritual. Itu tidak pernah nasional; tidak pernah eksternal; tidak pernah secara fisik. Allah akan memanggil umat yang akan diberikan wahyu-Nya, untuk menjadi saksi-saksi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham berusia 75 tahun ketika dia mengikuti perintah Allah dan meninggalkan Haran bersama istrinya, Sara. Allah berfirman, “Aku akan memanggilmu, dan dari keturunanmu Aku akan menghasilkan bangsa yang besar yang akan memberkati seluruh dunia.” Abram sekarang adalah seorang yang beriman kepada Allah yang benar. Dalam Kejadian 14:22 dia mengatakan, “Aku bersumpah kepada Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, pemilik langit dan bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abram telah meninggalkan semua dewa-dewa dari keluarganya sebelum itu. Allah datang lagi kepadanya dalam Kejadian 15:1, dan mengatakan kepadanya supaya jangan takut, “Aku adalah perisaimu. Pahalamu akan sangat besar.” Dia diberitahu bahwa dia akan menjadi bapak bangsa-bangsa; tetapi dia belum memiliki satu anakpun. Ayat 2, “Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku tidak mempunyai anak, dan pewaris rumahku adalah Eliezer dari Damsyik itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah pelayan utamanya; jika tidak ada putra, warisan itu akan diberikan kepada putra pelayan utama itu. Ayat 4-5, “Maka datanglah firman Tuhan kepadanya, “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu; melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu. 5 Lalu Dia membawa Abram ke luar serta berfirman, "Coba hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya, “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, “Lalu percayalah Abram kepada Tuhan - inilah ayat kunci - “maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Iman Abramlah yang menyebabkan Allah memperhitungkannya dengan kebenaran ilahi. Itulah keselamatan oleh iman. Abram adalah prototipe iman. Abram bukan hanya secara fisik menjadi bapa orang Yahudi, tetapi secara rohani ia adalah prototipe, bapa dari semua orang yang percaya Allah sepanjang sejarah manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah memberinya sebuah bangsa secara fisik, tetapi juga melalui bangsa itu datang sang Mesias, dan melalui Mesias itu datang satu keluarga dunia oleh iman. Itu melekat pada janji Kejadian 12. Sekarang orang-orang Yahudi berkata, “Benar, Abraham adalah polanya. Ya, dia percaya Allah.” Tetapi bagaimana Allah akan menyediakan benih ini? Maka Sara menyarankan agar dia membuat hamil salah satu pelayan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia hamil dan melahirkan Ismael, yang adalah bapa dari orang-orang Arab. Itu adalah masalah yang terus terjadi sepanjang sejarah manusia, karena konflik Arab-Israel berasal dari Hagar dan Ismael. Sepuluh tahun telah berlalu dan masih belum ada anak. Kemudian anak itu lahir dan Abraham berusia sembilan puluh sembilan tahun. Kejadian 17:2, “Aku akan membuat perjanjian-Ku antara Aku dan engkau, dan Aku akan berlimpah melipatgandakan engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 17:9-11, “Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus mengikuti perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setidaknya empat belas tahun setelah Kejadian 15:6, ia percaya Allah dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran, Abraham disunat pada waktu ia orang tua. Keselamatan itu tidak datang kepadanya karena sunatan. Hukum baru diberikan ratusan tahun setelah Abraham, jadi ia tidak diselamatkan karena mematuhi hukum dan upacara Musa. Tidak ada upacara sunatan ketika Abraham diperhitungkan benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 3:3, “Kita adalah sunatan yang menyembah Kristus dalam Roh.” Yang terjadi pada kita adalah pembersihan rohani. Mengapa dipilih simbol khusus itu? Sunatan adalah lambang pembersihan, dan juga perlindungan. Abraham dinyatakan benar oleh Allah, waktu ia belum disunat, dan juga sebelumnya tahu Hukum Musa atau upacara apa pun. Dari sudut pandang manusia Allah itu memberi Abraham janji yang sangat luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 22, Ishak ada bersama Abraham. Mereka naik Gunung Moriah, untuk mempersembahkan korban. Dan Allah berkata kepada Abraham, “Ishak adalah korban itu. Letakkanlah dia di atas mezbah dan bunuhlah dia.” Dan Abraham mengangkat pisaunya. Ibrani 11:19 mengatakan: ia percaya bahwa jika Ishak mati, Allah akan membangkitkannya dari kematian. Abraham percaya bahwa dia dan Sarah akan memiliki keluarga besar yang akan memenuhi bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah gambar pengorbanan Kristus yang akan datang. Roma 4:3, Apa yang dikatakan Alkitab? “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” Nah untuk orang yang tidak bekerja, tetapi percaya kepada-Nya yang membenarkan orang fasik, imannya diperhitungkan sebagai kebenaran.” Kebenaran datang kepada Abraham dari Allah karena dia percaya. Apakah dia orang benar? Tidak, dia tidak benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Paulus mengutip di Roma 4:6 dari Mazmur 32 bahwa Allah mengampuni orang-orang durhaka, menutupi dosa orang berdosa; dan Dia melakukannya oleh iman. Dan kemudian Paulus menanyakan, dalam Roma 4:9, “Apakah dia disunat atau tidak disunat?” Ya, dia tidak disunat. Apakah dia mematuhi hukum?” Tidak. Belum ada hukum Taurat.” Ini adalah argumen alkitabiah bahwa Anda tidak dapat menambahkan pekerjaan untuk keselamatan, itu hanya oleh iman saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang Yahudi berpikir mengikuti Abraham sudah cukup. Dalam Matius 3, Yohanes Pembaptis datang dan berkhotbah kepada orang Yahudi. Dan pada dasarnya ia memberi tahu mereka bahwa mereka sama seperti orang-orang kafir, karena ia berkata, “Kalian harus dibaptis; Saya ada di sini untuk membaptis kalian.” Dan hanya orang non Yahudi yang ingin menjadi penganut agama Yahudi dibaptis di dunia mereka. Jadi itu adalah baptisan pengikut baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu Yohanes Pembaptis mengatakan ini: “Dan jangan mengira bahwa kamu dapat berkata kepada dirimu sendiri, ‘Kami memiliki Abraham untuk bapa kami. Karena aku berkata kepadamu, bahwa dari batu-batu ini Allah dapat mengangkat anak-anak kepada Abraham. Kapak sudah diletakkan di akar pohon; dan Anda akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” Ini adalah kenyataan. Mereka bersalah dengan mempercayai leluhur Abraham mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 8:32, Yesus berbicara dengan orang Yahudi, dan Dia berkata kepada mereka bahwa mereka tidak tahu kebenaran tentang Allah, mereka tidak tahu kebenaran tentang keselamatan. Dia berkata, "Jika kamu mendengarkan Aku, kamu akan tahu kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskanmu. 33 Lalu mereka menjawab, "Kami adalah keturunan Abraham, yang tidak pernah diperbudak siapa pun. 34 Kata Yesus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 38-39,44, “Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan; dan demikian juga kamu berbuat apa yang kamu dengar dari bapamu. 39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus, "Jikalau kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 3:7-9, “Karena itu, yakinlah bahwa orang-orang yang beriman adalah anak-anak rohani Abraham. 8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: ‘Olehmu segala bangsa akan diberkati.’ 9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.” Itu menjadi kata Perjanjian Baru untuk mengidentifikasikan semua orang Kristen. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20191006</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000081</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dirusak Doktrin Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000080"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah satu-satunya wahyu langsung dan tertulis dari Allah yang kita miliki. Semuanya terkandung dalam enam puluh enam buku dalam Alkitab: 39 dalam Perjanjian Lama, 27 dalam Perjanjian Baru. Janganlah ada orang yang menghilangkan apa pun darinya atau menambahkan apa pun padanya, atau "mereka akan ditambahkan tulah yang tertulis di dalamnya." Dan itulah yang terjadi di gereja Galatia. Galatia adalah sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis surat ini kepada semua gereja di Galatia karena guru-guru palsu telah mengunjungi mereka dan memberitakan Injil palsu. Dia langsung tahu bahwa jemaat akan diserang, dan ada beberapa yang akan tergoda oleh guru-guru palsu ini. Jadi Paulus menulis surat ini untuk menghadapi apa yang sedang terjadi. Dalam dua bab pertama, ia membela otoritas kerasulannya sebagai rasul yang dipanggil oleh Kristus, yang diajar oleh Kristus, dan yang diutus oleh Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Galatia 3 dan 4 dia menjelaskan kebenaran Injil itu. Nah apa yang dikatakan oleh para guru palsu ini pada dasarnya adalah: kasih karunia tidak cukup, salib tidak cukup, Roh Kudus tidak cukup. Anda tidak dapat masuk ke kerajaan Allah kecuali Anda disunat dulu dan mematuhi Hukum Musa. Mereka menambahkan karya kepada anugerah dan karya kepada iman. Paulus terkejut sekali dengan pembelotan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 1:6-8, “Aku heran, bahwa kamu begitu cepat berbalik dari pada Dia, yang telah memanggil kamu oleh anugerah Kristus, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Memang ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Paulus mulai dengan mengutuk siapa saja yang memberitakan Injil palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah bagian Alkitab yang kuat karena Paulus merangkul Tritunggal - Anak, Roh, dan Allah Bapa - dan pada dasarnya mengatakan, “Karena disihir oleh Injil palsu, atau tambahan palsu pada Injil, Anda telah mempertanyakan karya Anak Allah, Roh Kudus dan Allah Bapa.” Dengan kata lain, “Anda telah menyerang surga yang paling tinggi.” Ini adalah serangan habis-habisan terhadap Allah Tritunggal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang ada banyak orang percaya sejati di gereja-gereja di Galatia yang disihir. Mereka adalah orang-orang percaya sejati menurut Galatia 3:26-29, “Sebab kalian semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus. 27 Dan kalian semua yang dibaptis dalam Kristus secara rohani telah mengenakan Kristus.” Dan ayat 29, “Karena kalian adalah milik Kristus, maka kalian juga adalah keturunan Abraham, ahli waris menurut janji itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan kepada mereka, dalam <b>ayat 3</b>, “Setelah memulai dalam Roh.” Itulah pekerjaan Roh Kudus, karya regenerasi. Pertama, karya keyakinan; kemudian karya pemberian kehidupan baru, regenerasi, kelahiran baru. Kamu mulai dengan kelahiran baru. Anda mulai dalam kuasa Roh. “Apakah Anda sekarang disempurnakan oleh daging?” Apakah Anda begitu tersihir sehingga Anda berpikir bahwa pekerjaan Roh itu tidak lengkap?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yudaizer mengatakan, “Keselamatan ada di dalam Kristus, keselamatan itu adalah oleh anugerah dan oleh iman, tetapi juga dengan perbuatan. Anda harus disunat seperti yang ditentukan dalam Hukum Musa. Anda harus memelihara upacara dan hukum Musa.” Dan itu selalu suatu dusta yang mengganggu gereja dan orang percaya sejati. Sekarang masalahnya bukan para Judiazer, tetapi agama-agama palsu, sekte-sekte palsu dan guru-guru palsu yang menyihir Injil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda tidak pernah berpikir bahwa orang percaya sejati dapat disihir. Tetapi setiap peringatan dalam Perjanjian Baru, setiap peringatan tentang guru-guru palsu dan doktrin palsu adalah asumsi bahwa orang percaya dapat disihir. Setiap perintah untuk berpegang pada kebenaran, menjaga kebenaran, memberitakan kebenaran dengan benar juga didasarkan pada asumsi kita bisa saja disihir. Iya, orang percaya bisa saja tergoda untuk percaya dusta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sihir itu berasal dari mereka yang mengakui Injil, menerima Injil, dan kemudian menambahkan pekerjaan pada Injil. Paulus mengantisipasi hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:29-30, “Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kalian dan akan menyerang jemaat. 30 Bahkan dari antara kalian sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu akan berusaha menarik murid-murid untuk mengikuti mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua peringatan itu, semua perintah untuk kesetiaan menganggap bahwa kita dapat disihir. Dan saya hanya akan mengatakan, bahwa sebagian besar gereja di masyarakat kita telah disihir. Sebagian besar pemimpin gereja disihir. Pada intinya, mereka mungkin percaya kepada Injil yang benar, tetapi mereka telah membiarkan begitu banyak hal ditambahkan ke dalam Injil untuk merusak Injil sehingga mereka disihir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan hanya masalah di jemaat. Ini adalah masalah pendeta. Terlalu umum bagi para pemimpin dan pendeta Kristen di tempat-tempat yang memiliki pengaruh besar dimana mereka sendiri tersihir tentang Injil, bahkan Injil yang menyelamatkan mereka. Tugas pendeta adalah untuk menjaga kebenaran, untuk memberitakan kebenaran, untuk memperjuangkan kebenaran, dan untuk melindungi jemaatnya dari kesalahan doktrin yang disihir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah sebentar kata "disihir". Apa artinya itu dalam bahasa Yunani? Kata itu berarti "mempesona dengan cara yang menyesatkan." Kata itu selalu memiliki arti tambahan yang buruk. Itu berarti “berusaha untuk menyakiti seseorang dengan kebohongan atau penipuan atau janji palsu.” Itu bahkan terkait dengan mantra sihir dan sihir, dan mata jahat, dan kuasa iblis. Itu datang dari Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah kata yang sangat serius, dan Roh Kudus hanya menggunakannya sekali untuk menggambarkan bukan apa yang terjadi pada orang yang tidak percaya, tetapi apa yang terjadi pada orang percaya. Seolah-olah mereka telah disihir, bukan oleh mantra sihir, tetapi oleh doktrin palsu. Mengapa mereka rentan terhadap hal itu? Ini adalah pertempuran yang tidak pernah berakhir, karena Setan berlanjut. Dan menyihir selalu merupakan penyimpangan dari Injil yang benar, keselamatan oleh perbuatanmu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Setan hanya memiliki dua jenis serangan. Kita melihat mereka dalam Matius 13 dalam kata-kata Tuhan kita sendiri. Pertama-tama, dia dapat merebut benih Injil sebelum benih itu bisa masuk ke tanah dan menjadi produktif. Dan kita melihat hal itu di dalam perumpamaan Tuhan kita tentang tanah. Setan datang dan mengambil benih itu sebelum ada yang bisa memahaminya. Itu merusak Injil di ujung depan di mana tidak ada waktu untuk bertumbuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang Setan lakukan adalah begitu Injil telah berakar dan kepercayaan orang mulai tumbuh dan berkembang, maka serangan kedua Setan adalah menabur benih di antara gandum: yaitu orang percaya palsu dengan Injil palsu disatukan dengan orang percaya sejati. Dan itu merusak Injil di bagian belakang dengan membawa ke dalam gereja pesan-pesan korup yang menghasilkan lalang rusak di antara gandum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, orang percaya dapat disihir. Lihatlah secara sederhana: sama seperti orang percaya dapat berdosa melawan kekudusan Allah - dan memang kita lakukan itu - mereka dapat berdosa melawan kebenaran Allah. Sama seperti orang percaya berdosa melawan kekudusan Allah, mereka juga berdosa terhadap kebenaran Allah. Ada begitu banyak kebingungan di gereja yang disihir ini sehingga itu keterlaluan. Guru-guru palsu ada di mana-mana, terutama di TV.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paul sedih atas sihir itu dan itu selalu terjadi. Seandainya Anda dapat mengunjungi Oprah, seperti yang dilakukan oleh seorang evangelis, dan Oprah berkata kepadanya, "Apakah seseorang harus percaya kepada Yesus Kristus untuk masuk surga?" Dan dia menjawab, "Tidak," nah, Anda telah disihir. Pada suatu hari Larry King berkata, "Saya akan baik-baik saja karena ada seorang penginjil terkenal yang memberi tahu saya, oleh karena saya adalah seorang Yahudi, Allah akan memelihara saya dengan baik."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Kalian orang Galatia bodoh," di ayat 3. Itu berarti "bebal, kecerdasan mati dan impoten. Anda tidak menggunakan pikiranmu yang dikuduskan. Kalian telah disihir. Berkali-kali Paulus menulis tentang pikiran yang dibaharui: Roma 12, Kolose 3 dan Efesus 4:23, “supaya kamu dibaharui dalam roh dan pikiranmu.” Terjemahan J. B. Phillips mengatakan, "Hai kalian orang-orang idiot, bagaimana kalian bisa begitu tolol?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang mengacaukan kamu tentang Injil? ”Yah, tentu saja orang-orang Yudiazer melakukannya, dengan kata-kata mereka dan ajaran palsu mereka. Dan saya mengerti mengapa; karena disihir itu artinya sama dengan tidak menaati kebenaran. Dan kita melihat itu di Galatia 5: 7, “Kamu berlari dengan baik; siapakah yang merintangi kamu sehingga tidak menaati kebenaran?” Itulah yang sebenarnya terjadi. Jika Anda telah disihir, maka Anda tidak menaati kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecuali jika akan ada gerakan kembali kepada Firman Tuhan di mimbar dan di jemaat, penyihir itu akan terus berlanjut, karena kebodohan akan terus berlanjut. Lalu Paulus melihatnya dari sudut pandang Trinitas: “Bagaimana kalian sampai ke titik ini? Ayat 1-5 membahas pembelaan Injil dengan pengalaman mereka. Kemudian dari ayat 6 hingga akhir Galatia 4, itu adalah pembelaan Injil anugerah dari Kitab Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, peran Kristus. Pengalaman Anda mulai ketika Kristus diberitakan kepada Anda dalam ayat 1, “Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depan umum?” Injil itu datang kepada Anda secara terbuka, dengan jelas, kuat dan itu terjadi di depan umum. Apakah yang dikatakan Paulus? 1 Korintus 2:2, "Aku bertekad untuk tidak tahu apa-apa di antara kalian selain Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." Apakah artinya itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkhotbah bukan hanya tentang penyaliban fisik Kristus, tetapi juga tentang teologi kematian Kristus. Supaya Anda mengerti bahwa itu adalah pengorbanan pengganti untuk Anda. Anda mengerti bahwa Dia mati demi menggantikan Anda, bahwa dosa-dosa Anda diperhitungkan kepada-Nya, sehingga kebenaran-Nya dapat diperhitungkan kepada Anda. Saya memberitakan Kristus yang disalibkan kepada Anda, dan juga Kristus yang bangkit kembali. Dan kenyataannya adalah Anda percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan secara ajaib Anda telah ditransformasikan. Sekarang bagaimana Anda dapat kembali ke Hukum Taurat, setelah Anda melihat Yesus Kristus yang secara terbuka disalibkan di depan umum, Apakah Anda mengatakan bahwa salib itu tidak perlu dan Anda harus menyelamatkan diri Anda, atau apakah Anda mengatakan bahwa salib itu tidak mencukupi, atau bahwa kematian Kristus adalah penyediaan sebagian saja, dan Anda harus menambahkannya dengan pekerjaan Anda?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mengatakan itu, Anda menghujat Kristus di kayu salib. Kata kerja "disalibkan" pada akhir ayat 1 adalah kata kerja pasif lengkap dalam bahasa Yunani, yang berarti itu memiliki realitas yang berkelanjutan. Itu bukan hanya disalibkan pada saat itu di masa lalu; itu penyaliban terus menerus. Mengapa? Pengaruh dan kuasa salib itu terus berlangsung. 1 Yohanes 1:9 mengatakan, “Ia masih tetap benar untuk terus menerus mengampuni dosa-dosa kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerjaan di salib itu tidak pernah selesai; tidak pernah berhenti. Bukannya Kristus melakukan sesuatu yang perlu bagi kita dan kemudian Dia selesai, dan sekarang kita harus meneruskan pekerjaan itu. Itu menghina Kristus. Ibrani 10:14 mengatakan, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Salib itu tidak kekurangan apa pun. Keselamatan adalah hanya oleh anugerah, oleh iman saja, dan bukan oleh perbuatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka tahu dari pengalaman pribadi, bahwa ketika mereka percaya pada Kristus yang disalibkan dan bangkit, mereka ditransformasikan. Mereka tahu itu. Mereka tahu pembenaran adalah oleh anugerah oleh iman kepada Kristus yang disalibkan, karena mereka telah melakukannya dan menerimanya. Mereka mengalami itu. Apakah pengalaman itu sia-sia? Apakah yang bisa ditambahkan orang Yudiazer atau ditambahkan orang lain kepada karya Kristus di kayu salib? Jawabnya: tidak ada sesuatupun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, mereka bukan saja memiliki pengalaman pribadi dengan iman kepada Kristus yang disalibkan, mereka juga memiliki pengalaman pribadi dengan Roh Kudus. <b>Ayat 2</b>, “Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?” Iya, karena setiap orang yang percaya menerima Roh Kudus, benar? Roma 8: 9, Roh Kudus hidup dalam setiap orang percaya; Anda adalah bait suci Roh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi jika ada orang yang tidak memiliki Roh, ia bukan milik Kristus.” Roh Kudus telah tinggal dalam kehidupan kita. Dia adalah kehidupan Allah di dalam kita. Dia masuk, mentransformasikan kita; dan kita menjadi ciptaan baru. Kita memiliki kasih baru, kasih sayang baru, dan keinginan baru. Ada hal-hal yang dulu kita sukai yang kita benci, dan hal-hal yang dulu kita benci yang kita sukai. Dan sekarang kita mengasihi saudara-saudari, kita mengasihi kebenaran, dan kita mengasihi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda menerima Roh melalui perbuatan Hukum atau dengan mendengar dengan iman? "Apakah jawabannya? Dengan iman. Tidak ada persyaratan yang mengatakan Anda tidak akan mendapatkan Roh Kudus sampai Anda melakukan hal-hal tertentu. Itu adalah dusta lain yang mengatakan bahwa Anda bisa menjadi orang Kristen tanpa Roh Kudus sampai Anda mencapai suatu tingkat kerohanian tertentu. Setiap orang percaya memiliki Roh Kudus. Jadi pekerjaan Kristus adalah pekerjaan yang sudah selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang disempurnakan oleh daging?” Dengan kata lain, apakah pekerjaan Kristus hanya sebagian saja dan kamu harus menambahkan bagian yang penting? Dan apakah kehadiran Roh Kudus hanya sebagian saja dan Anda harus menambahkan sesuatu; dan dalam kedua kasus, bagian penting adalah sesuatu yang dihasilkan oleh dagingmu? Pekerjaan Kristus sudah lengkap, dan kehadiran Roh Kudus lengkap juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Taurat tidak menambahkan apa pun pada pekerjaan Kristus, Hukum tidak menambahkan apa pun pada pekerjaan Roh Kudus.” Ayat 5, “Apakah Anda mengalami Kristus tanpa hasil? Apakah Anda mengalami Roh Kudus tanpa hasil? ”Dan bagaimana dengan Alah Bapa? <b>Ayat 5</b>, “Jadi apakah Ia, yang menganugerahkan Roh kepada kamu dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena mendengarkan dengan iman?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berbicara tentang Allah Bapa. Karena dalam Lukas 11:13 dan dalam Yohanes 14:16 dan 26, dua kali, Yesus berkata, "Ketika aku pergi, Allah Bapa akan mengutus Roh." Jadi di ayat 5, “apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu” - itu adalah Allah Bapa. Bapa adalah yang memberi Anda Roh itu. Anak Allah melakukan pekerjaan yang lengkap untuk Anda, demikian pula Roh Kudus dan Allah Bapa melakukan pekerjaan yang lengkap untuk Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda telah mengalami kuasa Injil dan mengalami kuasa Roh Kudus dalam kehidupan Anda. Anda telah mengalami kuasa Allah Bapa dan Anda telah hidup dalam kekuatan Trinitas itu. Dengan mengatakan bahwa semua ini tidak cukup adalah penghujatan. Itu mengurangi pekerjaan Kristus dan Roh Kudus dan pekerjaan Allah Bapa dalam mujizat kelahiran baru ini. Mereka melakukan semuanya dengan sempurna. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Sep 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190929</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000080</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tujuan Hukum Taurat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000007F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+3" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita malam ini berbicara secara teologis. Saya ingin membahas bab ketiga dari Galatia ini, yang sangat penting secara doktrinal. Mari kita melihat itu dalam kerangka budaya tempat kita hidup. Kita berada di sini untuk menjangkau masyarakat dan budaya ini. Kita di sini sebagai penginjil, sebagai saksi, sebagai duta besar bagi Kristus untuk memberitakan Injil. Kita berada dalam masyarakat yang dilanda secara filosofis, dalam postmodernisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, mereka percaya bahwa tidak ada kebenaran absolut. Segala sesuatu adalah relatif dan segala sesuatu yang dapat kita cari dalam hidup ini tidak lebih dari pengalaman eksistensial dari tekad dan definisi pribadi kita. <b>Kedua</b>, masyarakat kita dicirikan oleh "relativisme moral." Bukannya tidak ada kebenaran, tidak ada otoritas. Artinya, tidak ada standar. Tidak ada hukum absolut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap individu adalah otoritas pribadinya sendiri dan penentu apa yang benar atau salah baginya. <b>Ketiga</b>, masyarakat kita terjebak dalam kebebasan pribadi. Dan kita dapat mengatakan bahwa itu berarti tidak ada aturan. Postmodernisme mengatakan tidak ada kebenaran. Relativisme moral mengatakan tidak ada otoritas. Dan kebebasan pribadi mengatakan tidak ada aturan. Tidak ada pedoman kecuali apa yang Anda pilih sendiri untuk diterapkan bagi kehidupan Anda sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>keempat</b>, masyarakat kita percaya pada ateisme humanistik, yang berarti tidak ada hakim. Tidak ada kebenaran, tidak ada otoritas, tidak ada aturan dan tidak ada hakim. Intinya: Anda tidak memiliki tanggung jawab apa pun. Tidak ada konsekuensi untuk perilaku Anda kecuali yang ada di dalamnya, dan Anda dapat memilih untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan. Anda bertanggung jawab atas nasib Anda sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, kita perlu memberi tahu masyarakat ini bahwa ada kebenaran, ada otoritas, ada aturan, dan ada hakim, dan kita masing-masing harus menjawab kepada-Nya. Pesan Kristen secara langsung bertentangan dengan filosofi yang berkuasa saat ini. Mereka menolak gagasan tentang Allah dan karena itu gagasan tentang pertanggungjawaban atau penilaian, bagaimana caranya kita dapat mendekati mereka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan adalah dan selalu ada oleh iman. Kita tahu itu karena Alkitab menjelaskannya. Habakuk 2 berkata di Perjanjian Lama, "Orang benar akan hidup oleh iman," Roma 4 memberi tahu kita bahwa Abraham diselamatkan oleh iman. Ini dikatakan di ayat 6. Dia percaya Tuhan. "Dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran." Allah memperhitungkan kebenaran kepada Abraham karena ia percaya kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika benar bahwa keselamatan adalah oleh iman, bukan dengan menaati hukum Taurat, lalu mengapa Allah memberikan hukum Taurat itu? <b>Galatia 3:19</b>, "Kalau begitu, mengapa ada hukum Taurat?" Mengapa Abraham membutuhkan hukum luar? Ketika Allah memberikan hukum, Dia memberikannya dengan cara yang sangat luar biasa dengan serangkaian kejadian yang sangat besar yang untuk selamanya menandai pentingnya. Di Gunung Sinai ada guntur dan kilat, dan para malaikat Allah membawa Hukum Taurat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang bahkan diberitahu untuk tidak mendekati gunung yang mereka lihat terbakar dengan api dan asap. Ini adalah Perjanjian Musa. Itu adalah perjanjian serius yang dihadiri oleh banyak fenomena untuk menunjukkan kepentingannya. Allah memberikannya 430 tahun setelah Perjanjian Abraham dan melaksanakan-nya di sana selama seribu lima ratus tahun sementara manusia harus hidup di bawah kuasa dan kutukan hukum yang mengesankan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b> mengatakan, “Itu ditambahkan oleh karena pelanggaran, sampai Benih itu datang kepada siapa janji itu dibuat; dan itu disampaikan melalui para malaikat ke dalam tangan seorang perantara.” Ini dilakukan untuk mengembangkan suatu kebutuhan untuk sang Penebus dengan mengungkapkan keberdosaan manusia sampai pada tingkat dimana itu menciptakan keputusasaan pada manusia yang mendorong mereka kepada Juruselamat. Itulah alasannya ada Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Abraham memiliki iman, tetapi Abraham hanya satu orang dan ada orang lain yang memiliki iman, tetapi tidak ada entitas besar yang mendominasi dalam dirinya yang akan mendorong manusia secara umum untuk kebutuhan seorang Juru Selamat. Tidak ada standar luas yang dapat mendorong orang untuk beriman kepada Allah dan mendorong mereka kepada kebutuhan seorang Penebus. Itu melampaui intervensi pribadi Allah dalam kehidupan seseorang seperti Abraham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, ketika kita melihat Galatia 3 dan sampai pada pemahaman yang lebih baik dan lebih kaya tentang alasan ada hukum, perhatikanlah tiga aspek: masa lalu, masa depan, dan sekarang. Hukum dilihat dari perspektif masa lalu, hukum dilihat dari perspektif masa depan, dan hukum dilihat dari perspektif sekarang. Nah ini akan menjadi sebuah studi teologis tetapi itu akan menghasilkan buah praktis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan <b>masa lalu</b>. Kembalilah ke ayat 19. Ada kata kunci di sini yang menunjukkan masa lalu bagi kita. “Apakah maksudnya hukum Tairat itu? Itu ditambahkan dan itu disampaikan melalui para malaikat ke dalam tangan seorang perantara.” Itu ditambahkan. Hukum Taurat adalah tambahan. Hukum Musa melengkapkan perjanjian dengan Abraham. Ayat 17 mengatakan itu, "ditambahkan 430 tahun kemudian."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>ayat 17</b> mengatakan, "Itu tidak membatalkan perjanjian yang sebelumnya telah disahkan Allah sehingga janji itu hilang kekuatannya.” Ketika Anda mempelajari Alkitab, Anda mungkin bertanya-tanya, Perjanjian Abraham datang dalam Kejadian 12 dan ketika Anda sampai di Keluaran 20, datanglah Perjanjian Musa 430 tahun kemudian. Apakah itu menghilangkan Perjanjian Abraham? Apakah itu membatalkannya? Tidak. Sekarang ada dua perjanjian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian dengan Abraham itu mendasar. Allah berjanji untuk memberkati. Allah berkata, "Aku akan memberkati Benih-mu dan melalui Dia, Aku akan memberkati bangsa-bangsa di bumi.” Itulah sebabnya ketika Paulus mengajarkan doktrin pembenaran atau keselamatan, ia tidak pernah kembali ke Perjanjian Musa, dia selalu kembali ke Perjanjian Abraham. Dia selalu kembali bukan ke Musa, tetapi ke Abraham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 6</b>, “Abraham percaya kepada Allah. Itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran." <b>Ayat 7</b>, "Karena itu, pastikanlah bahwa mereka yang beriman itu yang adalah anak-anak Abraham.” Ketika kita dibenarkan oleh iman, kita datang, seolah-olah, secara rohani sejalan dengan Abraham yang diselamatkan juga oleh iman. <b>Ayat 9</b>, "Jadi, mereka yang beriman diberkati bersama dengan Abraham.” Abraham membawa berkat. Musa membawa kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Abraham mengatakan, "Aku akan memberkati." Perjanjian Mosaik berkata, "Aku akan mengutuk." Ini adalah Hukum Taurat-Ku dan Anda tidak dapat mengikutinya dan Aku akan mengutuk Anda karenanya. Itu tidak mengubahnya. Bahkan, <b>ayat 14</b> mengatakan, bahwa "mereka yang ada di dalam Kristus Yesus menerima berkat dari Abraham.” Ketika Anda datang kepada Kristus untuk menerima keselamatan, Anda menerima apa yang Allah janjikan kepada Abraham. Itulah sebabnya dalam silsilah Yesus di Matius 1 dikatakan anak Abraham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Allah memberikan Perjanjian Musa itu. Sederhananya, karena Perjanjian Abraham itu tidak memiliki penekanan universal yang cukup pada keberdosaan manusia. Sebenarnya tidak ada yang memotivasi orang untuk bertobat. Di manakah hukum universal itu yang memanggil seluruh dunia pada kenyataan bahwa mereka terkutuk oleh pelanggaran hukum Allah dan mereka sangat membutuhkan seorang Penebus dan keselamatan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Abraham, Anda ada janji; di dalam Perjanjian Musa, Anda ada ancaman. Tidak ada sesuatu yang secara teliti menyeluruh dalam Perjanjian Abraham untuk menjelaskan kondisi manusia yang terhilang dan ketidakmampuan-nya untuk penebusan diri. Tidak ada sesuatu dalam perjanjian yang membawa kutukan kepada manusia sehingga dia mengerti bahwa dia terkutuk. Dan itulah pengetahuan yang penting untuk mengerti makna pengorbanan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk memahami pentingnya Kristus menanggung kutukan bagi orang berdosa dan memberikan kebenaran kepada orang berdosa, kita harus memahami kutukan itu. Orang berdosa sangat membutuhkan pengampunan, sangat membutuhkan seseorang untuk mati menggantikan mereka, dan seseorang untuk menyediakan bagi mereka suatu kebenaran yang mereka tidak miliki sendiri. Dan itu semua adalah hal-hal yang disediakan Kristus, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Perjanjian Abraham harus dilengkapi dengan Perjanjian Musa agar manusia dapat mengerti, bahwa ada kombinasi hal-hal yang diperlukan dalam keselamatan; iman dan pertobatan. Ada banyak orang Yahudi yang percaya kepada Allah Perjanjian Lama. Pertanyaannya adalah apakah mereka telah bertobat atau tidak dari dosa mereka. Dan itulah elemen pengimbangan dari iman penyelamatan sejati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pertobatan itu sekarang dihubungkan dengan pemahaman tentang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Jadi, wahyu Perjanjian Lama tentang keselamatan itu dibagi menjadi Perjanjian Janji dengan Abraham dan Perjanjian Hukum dengan Musa. Itu adalah berkat dan kutukan, berkat dan kutukan. Ketika Anda datang kepada Kristus, Anda datang dengan iman kepada-Nya sebagai Tuhan dan Allah dan Penebus dan Juru Selamat. Itu positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda datang dengan kehancuran yang mengerikan dan hati yang menyesal serta rasa bersalah dan kejahatan serta dosa dalam pertobatan. Itu hal negatif. "Hukum," kata ayat 21, "tidak bisa memberimu hidup." 2 Korintus 3:6-7 berkata, "Hukum itu membunuh." Perjanjian Musa kemudian mencapai puncaknya dalam penyaliban. "Seperti Kristus," <b>ayat 13</b>, "menjadi kutukan bagi kita," ketika Dia di salibkan dan menanggung murka Allah sepenuhnya atas dosa kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Puncak Perjanjian Musa adalah penyaliban Yesus Kristus ketika Dia menjadi kutukan bagi kita, mati di kayu salib, merasakan murka Allah atas dosa kita. Puncak Perjanjian Abraham datang dalam kebangkitan, karena kita akan diberkati, dan kita akan menerima kehidupan. Kita terima kematian dalam Kristus di kayu salib. Kita terima hidup, bangkit untuk berjalan bersama-Nya dalam hidup baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, lihat hukum dengan <b>perspektif masa depan</b>. Hukum mengingat masa depan adalah sisipan. <b>Ayat 19</b>, Anda lihat di sana di awal ayat, ditambahkan. Di akhir ayat ada kata sampai. Hukum sebagai "ditambahkan" dan hukum sebagai "sampai." Itu ditambahkan berhubungan dengan masa lalu. Melihat ke dengan masa depan, itu dimasukkan. Kata "sampai" berarti ada batasnya. Itu tidak permanen, ini hanya sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu hanya ditambahkan, "sampai Benih itu datang." Benih itu adalah Kristus. Seluruh Hukum Musa dengan semua upacara dan ritualnya serta imamatnya dan pengorbanannya dan yang lainnya, dimasukkan hanya ‘sampai.’ Paul menyebutnya sebagai "bayangan." Dan Kristus adalah bahannya. "Sampai" menunjukkan bahwa Hukum Taurat itu bersifat sementara. Hukum itu melihat ke arah Kristus dan menunjuk ke arah Dia dan penggenapannya ada di dalam Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya berbicara tentang aspek hukum upacara; semua sistem pengorbanan, semua imamat, semua hari Sabat, semua bulan baru, semua hari raya, semua perayaan, semua hal itu menunjuk ke arah Kristus. Dia adalah penggenapan dari semua gambar dan tipe serta lambang itu. Itulah sebabnya Roma 10:4 mengatakan, "Kristus adalah akhir dari hukum Taurat." Kristus berkata bahwa Ia datang untuk menggenapi Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Perjanjian Lama juga melihat imamat baru. Imamat telah dipindahkan dari suku Lewi ke Yehuda, menurut 1 Tawarikh 5. Imamat dipindahkan dari Harun ke orang-orang Lewi ke Yehuda, dan pada akhirnya akan ada transfer imamat sepenuhnya kepada Yang akan datang yang adalah seorang imam menurut aturan Melkisedek, seorang imam bagi diri-Nya, yaitu, Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mendapatkan seorang imam baru, Anda mendapatkan hukum yang sama sekali baru. Jadi sistem upacara eksternal termasuk imamat dan semuanya telah berakhir ketika Kristus datang dan mati. Itulah sebabnya pada saat kematian Kristus, tabir di Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah. Dan tempat Mahakudus terbuka lebar. Sistem pengorbanan telah berakhir. Akses ke Allah sudah tersedia bagi siapa saja yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Pendamaian itu tidak perlu, tidak perlu lagi ada perayaan Pelewatan. Anda dapat mengubahnya menjadi Perjamuan Kudus untuk mengenang salib itu. Imamat lama hilang. Kristus adalah imam imamat baru. Dan untuk aspek seremonialnya Hukum Taurat hilang, yaitu aspek eksternalnya. Jadi, hukum Hukum Musa itu, tentang masa lalu adalah tambahan. Untuk masa depan, ini bersifat sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu digenapi pada saat Kristus datang. Dan itu jelas dalam "sampai," <b>ayat 19</b>, "Benih itu akan datang." Dan pada tahun 70 M, bangsa-bangsa lain datang dan menghancurkan kota Yerusalem dan sejak itu tidak pernah ada sistem pengorbanan atau imamat di Israel lagi dan tidak perlu ada karena itu tidak ada dalam rencana Allah. Itu, sehubungan dengan masa depan, hanya adalah penyisipan sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang itu membawa kita ke <b>masa kini</b>. Bagaimana kita memandang Hukum itu sekarang? Di masa lalu, itu adalah tambahan. Dan di masa depan, itu adalah penyisipan. Nah sekarang, ini adalah instruksi. Yang tersisa adalah standar moral Allah, mereka tidak berubah. Mereka itu benar sebelum Abraham, mereka itu benar dalam empat ratus tiga puluh tahun di antara Abraham dan Musa, dan mereka masih benar sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita mendapat manfaat dari semuanya yang dituliskan untuk kita, bukan hanya di halaman-halaman Perjanjian Lama di mana hukum moral Allah secara jelas ditunjukkan, tetapi berulang kali di halaman Perjanjian Baru. Dan Hukum sekarang diberikan kepada kita untuk beberapa alasan yang sangat penting. Lihatlah <b>ayat 21</b>, apakah hukum itu bertentangan dengan janji-janji Allah? Tidak. Ini hal pertama yang dilakukan Hukum itu. Itu mengajarkan kita bahwa kita orang berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, Kitab Suci telah membungkam semua orang di bawah dosa. Ketika Anda membaca Firman Tuhan, Anda menemukan ada standar di sana dan Anda melihat kehidupan Anda, dan Anda menyadari bahwa Anda gagal. Roma 3 mengatakan bahwa, "Itu menghentikan setiap mulut dan membuat seluruh dunia bersalah." Bagian moral, yang merupakan wahyu dari karakter Allah selalu benar dalam semua zaman sejarah penebusan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semakin kita tahu tentang Hukum Taurat, semakin kita melanggarnya, yang menghasilkan rasa bersalah dan rasa malu, yang dapat diubah oleh Roh Allah menjadi keyakinan dan pertobatan dan mengarahkan kita kepada Juruselamat, <b>ayat 24</b>, "supaya kita dibenarkan oleh iman." Dan bagaimana itu bisa terjadi? <b>Ayat 13</b> mengatakan, "Kristus menebus kita dari kutuk Hukum Taurat dengan menjadi kutuk bagi kita." Kristus dikutuk karena dosa-dosa Anda dan dosa-dosa saya dan Ia membayar hukuman itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Abraham diselamatkan oleh pengorbanan Kristus. Kristus mati untuk dosa-dosa Abraham lama setelah Abraham hidup dan mati. Kristus mati untuk dosa semua orang yang, di bawah sistem Musa, bertobat dan percaya. Kristus mati untuk dosa-dosa mereka sejak itu dan juga yang berdosa sebelumnya. Penutupan di Perjanjian Lama adalah lambang penghapusan dosa yang terjadi di Kalvari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 29</b> mengakhiri semuanya. "Jika Anda menjadi milik Kristus, maka Anda adalah keturunan Abraham, ahli waris sesuai dengan janji.” Perjanjian Abraham tidak pernah dikesampingkan. Itu adalah janji keselamatan. Dan ketika Anda datang kepada Kristus, Anda masuk ke dalam janji keselamatan berkat yang Allah berikan kepada Abraham. Jadi ada kebenaran absolut. Ada otoritas. Dan otoritas itu adalah Allah yang berdaulat abadi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190922</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000007F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tidak kembali kepada Hukum]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000007E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+2:11-21" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 2:11-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa agama ada di dunia? Kaum materialis memberi tahu kita bahwa tidak ada yang lain selain dunia material, tidak ada dunia supranatural. Tetapi tetap saja, agama itu ada. Mengapa? Dan mengapa ini sangat universal? Dan mengapa ini sangat pribadi? Dan mengapa itu ada di setiap periode waktu, di setiap lokasi, dan di setiap budaya, setiap masyarakat, dan setiap kelompok etnis yang pernah hidup? Mengapa agama juga memiliki banyak bentuk?<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agama adalah hubungan antara manusia dan makhluk gaib. Itu adalah jembatan menuju yang supranatural. Mengapa ini bersifat universal? Ini universal karena semua orang diciptakan oleh Allah dan menurut gambar Allah. Semua orang dalam beberapa cara merupakan cerminan dari Allah yang ilahi. Roma 1 mendelaskannya seperti ini, “Pengetahuan tentang Allah ada di dalam mereka.” Roma 2 yang memberi tahu kita “hukum Allah itu tertulis di dalam hati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Setan merancang begitu banyak agama palsu? Dia adalah musuh utama Allah. Dia, bersama dengan sepertiga dari malaikat kudus memberontak dan jatuh, dan menyusun kuasa iblis. Kuasa iblis itu melakukan semua kejahatan yang dapat mereka lakukan terhadap tujuan-tujuan Allah. Mereka menyamar di dalam dan di antara umat Allah, dan di gereja, dan secara halus menyatakan kesalahan. Dan setiap penyimpangan dari Injil adalah hal terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa orang Yahudi percaya pada diri mereka sendiri sepanjang sejarah mereka. Mereka melanjutkan itu pada zaman Tuhan kita, dan para rasul. Mereka telah mengembangkan Yudaisme yang murtad, yang didefinisikan oleh tradisi rabi yang telah menggantikan Firman Tuhan. Menjadi orang benar di hadapan Allah dilakukan dengan kepatuhan ketat terhadap aturan dan upacara Musa, yang dilambangkan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 2:11-13</b>, “Waktu Petrus datang ke Antiokhia, aku menentangnya di depan mukanya, karena ia salah; 12 Karena sebelumnya beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan bersama dengan orang-orang non-Yahudi; tetapi setelah mereka datang, dia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang disunat itu. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun juga turut berlaku munafik dengannya, sehingga Barnabas pun terbawa oleh kemunafikan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Paulus menentangnya muka ke muka? Bagaimana Anda dapat melakukan itu kepada seseorang seperti Petrus? Dari mana Paulus mendapat keberanian ini? Tidak. Petrus telah melakukan sesuatu yang dilihat Paulus sebagai serangan terhadap Injil: Injil kasih karunia saja, iman saja, yang terpisah dari perbuatan. Maka dia mengutuknya. Sebelum kaum Yudaizer datang, Petrus makan bersama dengan orang non-Yahudi. tetapi setelah mereka datang, dia memisahkan diri karena takut akan kritik mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus juga tahu bahwa mereka adalah saudara dan saudari di dalam Kristus. Dan ketika dia makan bersama mereka, itu bukan hanya makanan; ini adalah pesta kasih. Dia baru tahu apa artinya makan semua makanan yang orang Yahudi dilarang makan. Dia telah dibebaskan. Tetapi setelah orang-orang Yahudi Yerusalem datang, dia berubah karena dia takut akan mereka. Dan dalam <b>ayat 13</b>, sisa orang Yahudi itu bergabung dalam kemunafikan mereka, dan bahkan Barnabas juga ikut melakukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah rasul Injil. Jika Anda menyimpang dari Injil dalam cara Anda bertindak, Anda melanggar kemurnian Injil. Tetapi sulit untuk bertindak tegas bagi Injil ketika Anda bersama orang-orang yang mengkompromikan Injil tetapi juga berbicara tentang Kristus. Paulus berkata kepada gereja di Galatia, “Kita harus memiliki Injil yang jelas; itu sebabnya kita ada di dunia untuk memberi tahu orang lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di sini ada bukti puncak tentang kerasulan Paulus yang sejati; dia benar-benar menyalahkan rasul yang terkemuka. Tidak ada yang mempertanyakan kerasulan Petrus. Tetapi Paulus menyalahkannya muka ke muka. Ini adalah pengalaman menyedihkan dari pembelotan Petrus. Dia tidak ada masalah dengan bersekutu dengan orang-orang non-Yahudi sampai saatnya orang-orang tertentu datang dari Yakobus, saudara Yesus dan kepala gereja Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dua kali kata "kemunafikan" digunakan dalam ayat ketiga belas yang sangat pendek itu. Penyerahan mereka kepada kaum Yudaizer merupakan suatu serangan terhadap doktrin keselamatan. Tanpa mengatakan apa-apa, Petrus berpihak pada mereka yang mengajarkan keselamatan dengan iman dan perbuatan. Dia menyebabkan gereja itu pecah. Langsung gereja itu berada dalam kekacauan karena pembelotannya kembali ke pada Yudaisme, seolah-olah para Yudiazer itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Tetapi ketika aku melihat bahwa mereka tidak berterus terang tentang kebenaran Injil, aku berkata kepada Petrus di depan mereka semua, “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara orang non-Yahudi dan bukan sebagai orang Yahudi, mengapa engkau memaksa orang non-Yahudi untuk hidup sebagai orang Yahudi?” Mereka tidak berjalan sesuai dengan kebenaran Injil. Mereka berlaku munafik dan memberi pesan bahwa kaum Yudiazer itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus percaya bahwa dia dapat makan dan bersekutu dengan orang non-Yahudi; dia telah melakukan itu. Dia tahu hal itu sejak Kisah 10 dan pengalamannya dengan Kornelius. Dia tidak lagi hidup sesuai dengan adat Yahudi. Tetapi sekarang dia kembali ke hal itu dengan cara munafik dan mengarahkan orang lain ke kemunafikan yang sama. Dia mengubah persepsi orang tentang kebenaran dengan perilakunya. Itu benar dakwaan. Paulus sangat marah.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sesuai dengan apa yang ditulis Paulus dalam 1 Timotius 5:20, “Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut.” Ia menghadapi Petrus di depan umum. Agustinus berkata, "Tidak baik untuk mengoreksi secara rahasia kesalahan yang terjadi di depan umum.” Anda harus menunjukkan kecaman publik atas dosa publik; jadi Paulus melakukan itu. Petrus perlu dikonfrontasi di depan umum, karena di situlah dia membuat orang menjadi bingung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak mengatakan, "Saya tidak percaya pada Injil yang benar." Dia hanya bertindak seperti apa yang diajarkan kaum Yudiazer itu benar. Ini adalah kompromi yang berbahaya. Kapan pun mereka yang memberitakan Injil yang benar menegaskan atau memeluk siapa pun yang mengajarkan Injil palsu, kebingungan akan berkuasa. 2 Korintus 6:14 mengatakan, “Keluarlah dari antara mereka dan pisahkanlah dirimu. Bagaimanakah terang dapat bersatu dengan kegelapan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan lebih lanjut dalam <b>ayat 15 - 16</b>, “Kita pada dasarnya adalah orang Yahudi, dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain, 16 kalian tahu bahwa tidak seorangpun dibenarkan oleh perbuatan hukum Taurat, tetapi hanya oleh iman kepada Yesus Kristus. Sebab itu kita telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kita dibenarkan karena iman dalam Kristus dan bukan oleh perbuatan hukum Taurat. Sebab tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. Di sini kita melihat kata 'dibenarkan’ tiga kali dalam ayat 16, dan sekali dalam ayat 17.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus di sini akan membuat sebuah pernyataan tentang doktrin pembenaran, yang menjelaskan pandangan Injil yang benar tentang iman dan hukum. Paulus membentangkan doktrin inti pembenaran ini oleh iman saja. Ini adalah artikel iman yang Luther katakan, "Jika itu hilang, semua doktrin yang benar hilang, dan gereja hilang." Anda dibenarkan berarti Anda adalah benar. Ini adalah kebalikan dari kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penghukuman mengatakan Anda bersalah, pembenaran mengatakan Anda tidak bersalah. Penghukuman mengatakan Anda jahat, pembenaran mengatakan Anda benar. Penghukuman mengatakan Anda buruk, pembenaran mengatakan Anda baik. Mengecam seseorang berarti menyatakan mereka bersalah, membenarkan seseorang berarti menyatakan mereka tidak bersalah. Dan pembenaran adalah tindakan Allah yang bebas dan penuh anygerah, dan dengannya Dia menyatakan orang berdosa itu tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah mengampuni orang berdosa itu, dan menerimanya dalam persekutuan. Itu adalah dasar agama yang benar, yang adalah Kekristenan. Jadi bagaimana manusia bisa menjadi benar di hadapan Allah? Bagaimana orang berdosa yang dihukum dapat dinyatakan adil? Paulus menjawab, “Dengan iman. Hanya dengan iman di dalam Kristus saja. Bukan dengan perbuatan.” Jadi di sini ada pernyataan tentang pembenaran oleh iman saja. Ini sangat jelas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, "Kami pada dasarnya adalah orang Yahudi, kami semua yang adalah anak-anak Abraham." Kami menjalani semua kehidupan kami di bawah hukum. Kami telah menjalani seluruh hidup kami dengan Alkitab. Kami tahu sistemnya dengan baik. Sistem agama Yahudi mendominasi budaya Yahudi. Tidak ada banyak agama di Israel seperti di dunia non-Yahudi. Kami hidup di bawah itu, dan karenanya kami bukan orang berdosa seperti orang non-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Apa maksudmu kalian bukan orang berdosa?" Maksudnya, "Dalam pengertian yang terlihat di bumi, Yudaisme kita menentukan hidup kita. Yudaisme kita menahan kita. Orang kafir disebut orang berdosa karena mereka hidup tanpa pengekangan. Dewa mereka buruk dan tidak bermoral. Kuil mereka penuh dengan pelacur. Kita tahu apa artinya hidup di bawah Hukum Taurat, dan kita berusaha mematuhi perintah-perintah-Nya; kita berpuasa, berdoa, dan memberi sedekah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa yang kita pelajari dengan hidup di bawah Hukum Taurat? <b>Ayat 16</b>, “Inilah yang kita pelajari: meskipun demikian, kita belajar bahwa seseorang tidak dibenarkan oleh perbuatan Hukum Taurat. Kita sudah ada di sana.” Paulus dalam kesaksiannya di Filipi 3 berkata, “Dan kita mengerti bahwa seseorang tidak dibenarkan oleh perbuatan hukum Taurat. Itu sebabnya kita melarikan diri kepada Kristus. Itu sebabnya kita orang Kristen.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepatuhan orang Yahudi pada Hukum adalah eksternal. Yesus menunjukkan hal itu dalam Khotbah di Bukit: “Kalian tidak membunuh siapa pun, tetapi kalian membenci orang; jadi kalian adalah pembunuh di hatimu. Anda tidak melakukan perzinaan, tetapi Anda bernafsu; jadi Anda adalah seorang pezinah di hati Anda.” Kita tahu bahwa Hukum Taurat tidak dapat mengubah hati orang. Yang dilakukan Hukum itu adalah menuntun kita pada penghukuman dan kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa berusaha hidup dengan Hukum itu sia-sia dengan kekuatan kita sendiri. Manusia tidak dibenarkan oleh perbuatan hukum Taurat, tetapi melalui iman kepada Kristus Yesus. Di kayu salib, Dia mati untuk kita yang melanggar hukum. Dia membayar denda penuh atas pelanggaran kita terhadap Hukum. Dia menanggung dosa kita di dalam tubuhNya sendiri di kayu salib. Dia menjadi dosa bagi kita. Dan yang dituntut bagi kita adalah untuk percaya sepenuhnya kepada pekerjaan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita percaya bahwa kita dibenarkan, dan kita diberi Roh Kudus; dan kita hidup dalam kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Ketika kita lari ke Kristus sebagai perlindungan kita, kita memeluk Dia yang sepenuhnya memenuhi hukum Allah, dan Dia yang menanggung hukuman untuk semua dosa kita melalui tindakan hukum Allah, karena dosa-dosa kita dibayar dalam Kristus. Allah kemudian menyatakan kita benar oleh iman saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nikodemus adalah anggota partai yang berkuasa, orang-orang Farisi, bagian dari para pemimpin elit Yerusalem. Dia adalah seorang Farisi, dan tidak ada pertobatan dari orang-orang Farisi sampai kita bertemu dengannya. Dia datang kepada Yesus di tengah-tengah semua legalismenya, dan dia telah mengikatkan diri pada semua peraturan Musa. Dan pertanyaan dalam hatinya adalah, "Bagaimana saya bisa masuk ke dalam kerajaan surga, yaitu kerajaan Allah?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini ada seorang Yahudi yang telah menaati Hukum sebanyak mungkin secara manusiawi, dan dia tahu dia belum masuk kerajaan. Dan Yesus berkata, “Anda harus dilahirkan kembali.” Seluruh hidupmu dari pekerjaan yang dikumpulkan itu tidak berarti. "Bagaimana mungkin?" kata Nikodemus. Yesus berkata, “Kamu harus lahir baru dari atas. Anda tidak bisa melakukan itu; Allah harus melakukannya.” Yang hanya bisa dilakukan orang berdosa adalah berseru kepada Allah untuk memberinya iman kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah <b>ayat 17-21</b>, Paulus membela pembenaran hanya oleh iman. Dan di sini Anda melihat bahwa Alkitab itu bukan banyak pikiran sentimental tentang agama. Alkitab itu penuh dengan argumen yang kuat, yang disusun dengan hati-hati tentang pikiran cemerlang yang diilhami oleh Allah. Ayat 17, “Tetapi jika kita, sementara kita berusaha untuk dibenarkan oleh Kristus, kita juga ternyata adalah orang berdosa, apakah hal itu berarti Kristus adalah pelayan dosa? Tentu tidak!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, Paulus sedang berbicara dengan Petrus dan Barnabas. "Apa yang kalian sedang lakukan? Kalian mengutuk Kristus.” Ketika kalian makan dan bersekutu dengan orang-orang non-Yahudi, dan menerimanya dengan cara yang ramah sebagai saudara dan saudari di dalam Kristus hanya oleh iman, kalian itu benar. Tetapi jika kalian, Petrus dan Barnabas, mengikuti orang legalis Yudiazer, maka kalian mengatakan bahwa kebebasan kita sebelumnya adalah dosa; dan karena itu Kristus membebaskan kalian ke dalam dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan mengatakan itu, Kristus membuat Anda menjadi pendosa yang lebih buruk dari sebelumnya. <b>Ayat 18</b>, “Karena, jika aku membangun kembali hal-hal yang telah kuhancurkan, aku menjadikan diriku seorang pelanggar.” Kristus bukan pelanggar dengan membebaskan kita dari Hukum, kalian adalah pelanggar dengan membawa kita kembali ke Hukum. Daripada melakukan dosa dengan meninggalkan hukum kasih karunia, Anda menjadi orang berdosa dengan kembali ke Hukum yang Anda tinggalkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenapa Paulus? <b>Ayat 19</b>, “Karena oleh hukum Taurat aku mati dalam hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah.” Dia berkata, ini adalah fakta sejarah. Saya mati dalam Hukum. Sebagai seorang Kristen, Anda tidak mendefinisikan hidup Anda dengan Hukum. Orang legalis melakukan itu, dan orang bebas melakukannya. Kita mendefinisikan hidup kita melalui hubungan dengan Yesus Kristus. Pada saat saya percaya kepada Kristus, saya tidak memiliki hubungan lagi dengan Hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya memiliki guru baru: Kristus. Saya menaati-Nya karena kasih, bukan Hukum karena takut. Paulus berkata - “Kasih memenuhi seluruh Hukum. Bahkan, ketika saya hidup di bawah Hukum, saya tidak bisa menaati Hukum, dan saya penuh dengan tulang-tulang orang mati. Tetapi di dalam Kristus, saya dapat menggenapi Hukum.” Roma 8:1, “dari hati.” Mengapa? Karena dengan pembenaran, datanglah regenerasi; dan dengan regenerasi, muncullah hati yang baru, roh baru dan sifat baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda beralih dari itu menjadi hanya hidup untuk Allah? <b>Ayat 20</b> menjelaskannya, “Aku telah disalibkan dengan Kristus. Tetapi bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah, yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Apakah Anda melihat hukum apapun dalam ayat itu? Tidak. Inilah ayat yang mendefinisikan apakah artinya menjadi seorang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, “Lihatlah, kalian tidak bisa melepaskan ini.” <b>Ayat 21</b>, “Aku tidak mengesampingkan kasih karunia Allah; karena jika kebenaran datang melalui hukum, maka Kristus mati dengan sia-sia.” Jika Anda menambahkan perbuatan, maka kasih karunia bukan lagi kasih karunia. Jika itu datang melalui pekerjaan saya, maka Kristus mati sia-sia.” Fondasi iman Kristen adalah anugerah Allah, iman kepada Kristus, dan kematian dan kebangkitan Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190915</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000007E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertahankan Injil]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000007D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+2:6-10" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 2:6-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kitab Galatia adalah surat pertama yang ditulis Paulus, dan itu adalah pembelaan Injil. Pada awal pelayanannya, ia menulis untuk membela Injil di bawah pimpinan Roh Kudus: Injil yang diungkapkan Yesus melalui para rasul, dan juga melaluinya; Injil satu-satunya yang benar. Dia adalah pembela yang hebat. Begitulah caranya dia mulai pelayanan penulisan dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari semua rasul, tidak ada yang lebih bertekad menjaga Injil daripada Paulus: menjaga keakuratan Injil, menjaga kejelasan Injil, dan menjaga prioritas Injil. Apakah Injil itu? Ini adalah kabar baik bahwa satu-satunya Allah yang hidup dan kudus dan berdaulat yang akan mengampuni orang berdosa dan memberi mereka rekonsiliasi dengan diri-Nya sendiri dan kehidupan kekal jika mereka percaya kepada Putra-Nya Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dipanggil oleh Allah dalam Filipi 1: 7 untuk membela dan meneguhkan Injil. Kita tahu bahwa sangat penting bagi kita untuk memberitakan Injil dengan benar, karena inilah alasan gereja ada di dunia, untuk mengkhotbahkan Injil kepada setiap orang. Jadi orang bisa mendengar, percaya, dan diselamatkan dan dibawa ke kemuliaan kekal. Setiap pengkhotbah seperti rasul Paulus sudah ditetapkan untuk membela Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus benar-benar yakin akan satu hal, yaitu bahwa Injil turun dari surga. Cara penyelamatan berasal dari Allah, yang tersinggung oleh semua pelanggar hukum di dunia-Nya. Injil adalah seperti apa adanya karena Allah telah berfirman demikian. Itu tidak dipengaruhi perubahan manusia atau penggantian. Siapa pun yang merubah Injil adalah terkutuk (Galatia 1:8) dan akan dihukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis buku Roma, enam belas pasal, yang terpanjang dari surat-suratnya. Roma adalah presentasi sistematis Injil dalam urutan logis yang merangkul semua doktrin yang terkandung dalam Injil. Dan dalam 1 Korintus, Paulus membela Injil melawan korupsi yang dibawa oleh hikmat manusia dan pikiran duniawi. Dan dalam 2 Korintus, Paulus menyerang para guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Efesus, Paulus secara khusus menekankan bahwa Injil sepenuhnya adalah pekerjaan Allah, dan bahwa keselamatan dalam setiap kasus individu juga adalah pekerjaan Allah. Di Filipi, dia memberikan kontras di antara para koruptor Injil dan kesaksian sejati yang dia sendiri berikan. Dia, pengkhotbah Injil yang sejati telah menerima kebenaran Allah sebagai anugerah, bukan melalui perbuatan, tetapi hanya dengan iman di dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kolose, dia membahas semua usaha sia-sia untuk menambahkan elemen manusia ke dalam Injil. Dalam 1 Tesalonika, ia berbicara tentang kuasa dan kepastian Injil dalam kehidupan orang percaya. Dalam 2 Tesalonika, ia berbicara tentang penyempurnaan Injil pada kedatangan Yesus Kristus. Dalam Timotius 1 dan 2, ia memberikan instruksi kepada para pendeta, untuk menjaga pembacaan dan pemberitaan Injil dengan setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang ditulis Paulus adalah tentang Injil. Di Roma, dia mengatakan, “Saya harus mengkhotbahkan Injil; itu adalah kekuatan Allah untuk keselamatan. Saya tidak malu dengan Injil.” Kepada jemaat Korintus dia berkata, “Kepentingan diberikan kepada saya. Ya, celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil.” Dia berkata, “Aku memberitakan Yesus Kristus saja dan Yesus Kristus disalibkan. Saya bertekad untuk tidak tahu apa-apa selain Yesus Kristus dan Dia disalibkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah seorang pejuang sampai akhir. Itu selalu merupakan peperangan melawan musuh spiritual, kekuatan Setan dan iblis-iblis. Itu selalu merupakan pertempuran melawan para penipu. Itu selalu merupakan pertempuran melawan saudara-saudara palsu, guru palsu, nabi palsu, dan Injil palsu. Sekarang apakah yang dikatakan Paulus tentang Injil dalam Galatia? Terutama ini: bahwa keselamatan oleh kasih karunia diterima hanya oleh iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena orang-orang Yahudi telah memutarbalikkan agama Yahudi yang sejati dari memercayai Allah, dan menerima kebenaran-Nya yang diperhitungkan kepada Anda oleh iman, yang berlaku untuk Abraham dan semua orang suci sejati dalam Perjanjian Lama. Mereka telah merubahnya menjadi sistem kebenaran berdasarkan perbuatan yang benar-benar disebarkan oleh kerajaan kegelapan, dan bangsa Israel telah murtad jauh dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Yesus datang, mereka tidak mau menerima Mesias yang benar atau Injil-Nya yang sejati; dan penghukuman datang kepada mereka dengan kekuatan besar oleh orang Romawi dalam kehancuran Yerusalem. Penghakiman itu berlanjut pada orang-orang Yahudi sampai hari ini yang akan menolak Kristus dan keselamatan hanya karena anugerah saja melalui iman saja. Ada satu Allah, yang mengatakan hanya ada satu cara untuk diselamatkan, dan itu adalah melalui iman kepada Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang ingin dilakukan Setan? Ya, pertama-tama, dia ingin mencegah orang-orang mendengarkan Injil yang benar dan diselamatkan. Kedua, dia ingin membawa orang percaya yang sudah percaya kepada Injil dan diselamatkan, dan meyakinkan mereka bahwa mereka terlalu ketat pada Injil. Banyak orang "Kristen", ingin meringankannya, karena mereka tidak ingin mengalami penolakan yang menyertainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis surat ini untuk membawa mereka ke titik di mana mereka sangat jelas tentang Injil hanya oleh iman, terlepas dari pekerjaan apa pun. Jadi disini datanglah guru-guru palsu ke Galatia; dan mereka masuk ke gereja-gereja, dan mereka mulai membingungkan orang-orang percaya, yang telah dibimbing Paulus. Mengapa mereka harus percaya padanya? Karena dia adalah seorang rasul, dan dia telah menerimanya dari mulut Yesus dan dia menyatakan hal itu kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bertobat di jalan menuju ke Damaskus ketika Yesus menjumpainya di sana: dia dijadikan buta, sampai dia jatuh. Tiga hari kemudian ia menerima kembali penglihatannya, dan ia segera dikirim ke Arab selama tiga tahun. Dia pergi ke Arab Nabatea, dan berada di sana selama tiga tahun dan diajarkan oleh Yesus. Dia tidak melihat rasul dan tidak bertemu dengan rasul. Dia mendapat bimbingan pribadi dari Yesus selama tiga tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia kembali setelah tiga tahun, pergi ke Yerusalem selama beberapa minggu; karena ingin bertemu Petrus. Dia bertemu dengan Barnabas, yang menjadi pendampingnya di masa depan. Diutus keluar karena ada penganiayaan. Dia kembali dan selama empat belas tahun menanam gereja-gereja di Suriah, Kilikia dan di Galatia pada perjalanan misinya yang pertama. Selama empat belas tahun itu dia melakukan satu kunjungan ke Yerusalem, ketika dia membawa mereka uang dari gereja di Antiokhia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sampai di Galatia 2, dia datang ke Yerusalem setelah tujuh belas tahun, dan pergi ke Yerusalem dengan Barnabas dan juga Titus. Kita melihat temannya Titus; itu sangat penting. Dia memberi tahu orang-orang Galatia, “Aku membawa Titus. Kami pergi ke Yerusalem. Ketika kami tiba di Yerusalem, kami berada di gereja induk bersama para rasul. Kami sebenarnya bertemu dengan Dewan Yerusalem.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini dicatat dalam Kisah Para Rasul 15 ketika para rasul berkumpul - tidak satu pun dari mereka memaksa Titus untuk disunat. Itu adalah penegasan pertama dari para rasul tentang otoritas Paulus dan Injil Paulus. Paulus mengatakan ini adalah masalah karena saudara-saudara palsu yang secara diam-diam dibawa oleh Setan, untuk memata-matai kebebasan kita, yang kita miliki dalam Kristus Yesus, untuk membawa kita kembali ke dalam perbudakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dewan Yerusalem memutuskan untuk mendukung Injil yang benar. Mereka melakukannya dengan tidak memaksa Titus untuk disunat. Mereka melakukannya secara resmi dengan menyusun dokumen yang menyatakan bahwa keselamatan orang non-Yahudi tidak diperoleh melalui tindakan, ritual, hak, upacara dan tradisi. Kita telah dibebaskan di dalam Kristus. Jangan membiarkan siapa pun memaksa Anda kembali ke dalam perbudakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Kristus mati, Anda mati di dalam Kristus. Ketika Kristus bangkit, Anda bangkit di dalam Kristus. Kristus dengan sempurna menggenapi hukum Taurat. Dia telah memenuhi hukum atas nama Anda. Dia mati atas nama Anda; Dia bangkit atas nama Anda. Dia hidup dalam kesesuaian lengkap dan sempurna dengan hukum Allah atas nama Anda sebagai orang percaya. Galatia 5: 1, “Berdirilah teguh. Jangan mau lagi dikenakan kuk perbudakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 6</b>, “Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu--bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka--bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.” Paulus berkata bahwa saya bertemu dengan para rasul itu, Petrus dan Yohanes, dan saya bertemu dengan saudara Tuhan, Yakobus, yang adalah kepala dari Gereja Yerusalem. Mereka pada dasarnya tidak membuat perbedaan bagi saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, saya hanyalah seorang pengkhotbah, tidak lebih dari itu. Saya sama sekali tidak memiliki otoritas di dunia. Pendidikan saya tidak memberi saya otoritas. Pikiran saya tidak memberi saya otoritas. Pengalaman saya tidak memberi saya otoritas. Saya tidak memiliki otoritas sebagai pemimpin gereja. Posisi saya tidak memberi saya otoritas. Satu-satunya otoritas adalah otoritas yang datang dari Allah melalui Firman-Nya; dan aku hanya menyampaikan itu kepadamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mustahil untuk percaya bahwa Anda harus melakukan sesuatu yang berkontribusi pada keselamatan Anda, dan pada saat yang sama, menjadi seorang Kristen. Jika Anda berpikir moralitas Anda, agama Anda, baptisan Anda berkontribusi untuk keselamatan Anda atau dalam bagian apa pun yang diperlukan, Anda tidak bisa menjadi orang Kristen; Anda telah jatuh dari anugerah. Inilah tentang kebenaran Injil yang masih ada bersama Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan tentang siapakah saya. Ini bukan tentang siapakah Pettus, siapakah Yakobus, siapakah Johanes, atau siapa pun. Ini tentang Injil. Dan mereka melihat-nya. “Itu adalah Injil yang sama, dan saya telah dipanggil untuk memberikannya kepada yang tidak disunat, dan Petrus telah dipanggil untuk memberikannya kepada yang disunat.” Dua dunia: dunia Yahudi, dan dunia non-Yahudi. Tindakannya adalah: Injil itu berlaku bagi yang tidak disunat dan yang disunat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8</b> membawanya selangkah lebih maju. "Karena Dia," (itulah Roh Kudus) "yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang non-Yahudi.” Roh Kudus yang sama yang memberi kekuatan kepada Petrus sejak Hari Pentakosta, ketika ia berkhotbah, dan ribuan orang bertobat, “Kekuatan yang sama dalam diri Petrus sebagai seorang rasul adalah kekuatan di dalam saya. Kami memiliki Injil dan Roh Kudus yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka berdua memiliki Injil yang sama, diberdayakan oleh Roh Kudus yang sama. Tidak ada perbedaan dalam pesan, tidak ada perbedaan dalam kekuatan antara Petrus dan Paulus, dan keputusan ini ditegaskan secara resmi. <b>Ayat 9</b>, “Yakobus, saudara Tuhan kita, kepala gereja Yerusalem dan Kefas (Petrus) dan Yohanes, para pemimpin utama gereja, berjabat tangan dengan aku dan Barnabas sebagai tanda persekutuan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Mereka telah melihat kasih karunia yang telah dianugerahkan kepadaku.” Ini adalah pukulan terakhir bagi kaum Yudaizer. Mereka ingin Titus disunat; tetapi itu tidak diperlukan. Paulus berkata dalam 1 Korintus 9:17, “Penatalayanan telah ditugaskan kepadaku.” Ia juga mengatakan bahwa dituntut dari penatalayan agar ia dianggap setia. Dan Paulus setia sampai akhir: berjuang demi kebaikan dan mempertahankan iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah frasa itu dalam <b>ayat 9</b>, “telah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku.” Itulah anugerah dari panggilan itu, panggilan yang menyelamatkan di Jalan Damaskus. Itu semua anugerah, benar? Anugerah Allah yang memanggilnya untuk menjadi rasul. Anugerahlah yang mengajarnya selama tiga tahun. Anugerahlah yang memberdayakannya. Anugerahlah yang membuahkan hasil. Itu semua adalah anugerah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika sesuatu terjadi sebagai hasil dari apa yang pernah saya katakan di manapun, kapan saja sepanjang hidup saya, itu bukan karena saya, itu karena anugerah yang telah diberikan kepada saya. Anugerah saja yang menyentuh jiwa orang. Hanya anugerah Allah yang menghasilkan penyebaran Injil. Hanya anugerah Allah yang menyebabkan ada pertumbuhan gereja dan kekuatan Firman Allah untuk mentransformasikan kehidupan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang terakhir dalam <b>ayat 9</b> pujiannya. "Mereka berjabat tangan dengan saya dan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kita pergi ke orang non-Yahudi dan mereka ke orang-orang yang disunat.” Mereka menegaskan dengan tepat apa yang Allah mengutus mereka lakukan. Paulus akan berkhotbah kepada bangsa-bangsa lain, dia diutus oleh Tuhan untuk melakukan hal itu. Dia mulai menyatakan Yesus sambil berkata, "Dia adalah Anak Allah." Itulah sebabnya Tuhan memanggilnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka akhirnya memintanya untuk melakukan satu hal. Ini adalah pukulan terakhir melawan kaum Yudaizer. Satu-satunya hal yang mereka tanyakan adalah untuk mengingat orang miskin. <b>Ayat 10</b>, “Ingatlah orang-orang miskin, dan memang itulah yang saya juga ingin lakukan.” Dan jika Anda mempelajari kehidupan Paulus, ia melakukan itu terus-menerus dalam pelayanannya. Di gereja mula-mula, mereka memiliki semua hal bersamaan, dan mereka akan membagikan itu kepada mereka yang membutuhkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa ada begitu banyak orang kudus miskin di Yerusalem? Pada Hari Pentakosta, ada ratusan ribu orang Yahudi yang datang dari seluruh dunia kembali ke Yerusalem untuk perayaan Paskah. Mereka bertobat di sana. Mereka akhirnya tinggal disitu karena tidak ada gereja lain di mana pun. Mereka harus dirawat oleh orang-orang di Yerusalem. Sulit untuk menjadi seorang Kristen; Anda tidak memiliki sumber daya apa pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ke mana pun dia pergi, Paulus mengumpulkan uang untuk dibawa ke Yerusalem. 2 Korintus 9:6, “Berilah dengan murah hati. Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” 1 Korintus 16:2-3, “hendaklah kamu masing-masing menyisihkan sesuatu setiap minggu dan menyimpannya sesuai kekayaanmu, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan saat aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan menyampaikan pemberianmu ke Yerusalem.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang Kristen adalah seseorang yang mengasihi Allah, dan yang ingin mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatannya. Hukum moral itu hanyalah refleksi dari sifat Allah. Jika Anda mengasihi seseorang, Anda ingin menyenangkan orang itu, benar? Jika Anda mencintai seseorang, Anda melakukan apa saja untuk menyenangkan orang itu. Anda tidak diharuskan untuk melakukan itu, tetapi hati Anda ingin melakukan itu. Seperti itulah rasanya menjadi seorang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak marah seperti kakak lelaki dalam kisah anak terhilang karena seseorang melanggar hukum. Dia sangat marah karena saudaranya yang melanggar hukum itu diampuni, dan dia sangat marah karena ayahnya memaafkannya. Jadi dia benar-benar seorang Farisi; seorang Judaizer dan seorang legalis. Lihatlah, kami mengasihi Allah dan kami mencintai hukum-Nya. Dan kami saling mencintai. Anda tidak perlu memaksa kami untuk memenuhi kebutuhan orang miskin; itulah yang ingin kami lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, apakah kita pelanggar hukum sekarang karena kita adalah orang percaya? Tidak. Kami tidak memperhatikan sunat, hukum eksternal, dan tradisi leluhur. Tetapi hukum moral adalah refleksi dari Allah yang kita kasihi, dan oleh karena itu kita mengasihi segala sesuatu tentang Allah yang adalah refleksi dari kemuliaan-Nya. Mungkin ada metode yang berbeda, tetapi hanya ada satu Injil, satu teologi. Dan kebenaran Injil harus dipertahankan dan diberitakan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Sep 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190908</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000007D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Injil Paulus Dikonfirmasi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000007C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+2:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 2:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan lebih memperhatikan sejarah dan latar belakangnya. Marilah saya mulai dengan lima ayat pertama, “Kemudian setelah empat belas tahun saya pergi lagi ke Yerusalem bersama Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Dan aku pergi berdasarkan wahyu, dan menyampaikan kepada mereka Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa lain, tetapi secara pribadi kepada mereka yang terpandang, supaya jangan dengan percumah aku berusaha, atau telah berusaha sia-sia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“3 Tetapi bahkan Titus yang bersamaku, yang adalah orang Yunani, tidak dipaksa untuk disunat. 4 Dan ini terjadi karena saudara-saudara palsu (yang secara diam-diam masuk untuk mengintai kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperbudak kita kembali), 5 Tetapi sesaatpun kita tidak tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap bersamamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan terakhir itulah yang menjadi alasan Paulus menulis buku ini: “Supaya kebenaran Injil tetap dapat berlanjut bersamamu.” Ia berperang melawan mereka yang memberitakan Injil palsu. Mereka disebut kaum Yudaizer. Mereka adalah orang-orang Yahudi dari Yerusalem yang datang ke Galatia dengan tujuan untuk mengikuti Paulus dari belakang ke gereja-gereja yang didirikannya di wilayah Galatia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sejumlah kota di mana dia menanam gereja. Orang-orang Yudaizer mengikutinya, dan mereka datang ke gereja-gereja itu untuk memberitakan injil yang berbeda, injil palsu. Paulus terkejut bahwa orang-orang percaya di Galatia bahkan mendengarkan mereka. Galatia 1:8, “Tetapi jika kami, atau seorang malaikat dari surga, memberitakan kepadamu suatu injil yang bertentangan dengan apa yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini terus terjadi sepanjang seluruh pelayanan Paulus. Dia memberitakan Injil anugerah dan iman yang sejati, dan kemudian datanglah orang Yudaizer itu dan berkata, “Orang-orang non-Yahudi tidak dapat diselamatkan kecuali mereka datang melalui sunatan, hukum Musa, upacara-upacara dan tradisi leluhur.” Mereka mengatakan itu adalah pekerjaan pra-keselamatan yang diperlukan, dan mereka ingin memaksakannya kepada orang non-Yahudi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Paulus harus membela Injil keselamatan karena anugerah saja melalui iman saja, dan itulah sebabnya dia menulis kitab Galatia. Dia membenarkan pengertian Injil itu. Dan tujuan dari buku ini diringkaskan dalam <b>ayat 5</b>, “agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap bersamamu,” sehingga Anda tidak akan mundur ke arah Injil yang berbeda, Injil palsu yang hanya merupakan pesan yang membawa kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di permukaan kehidupan di dunia ini, ada peperangan konstan. Kita lebih menyadarinya hari ini daripada peradaban yang pernah ada sebelumnya karena ada media. Dunia ini berada dalam konflik tanpa akhir. Itu ada dalam hubungan manusia. Itu ada di keluarga dan di antara anggota keluarga. Itu ada dalam komunitas, di kota, di negara bagian, di negara, dan di antara negara. Ini adalah dunia yang sulit untuk dihidupi; dan kutukan itu jelas bagi semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada peperangan spiritual yang jauh lebih besar yang sedang terjadi di tingkat yang lebih luas dan konsekuensial daripada apa pun yang Anda lihat; dan itu adalah peperangan antara Allah dan Setan, antara kebenaran Allah dan dusta Setan. Itu berlangsung sepanjang waktu. Inilah pertempuran tanpa akhir. Dan siapa pun yang datang ke Kerajaan didefinisikan oleh Allah sebagai seorang prajurit yang harus membela Injil dan membela kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita memperingatkan para murid-Nya dalam Matius 13, di mana Dia menggambarkan kehidupan di kerajaan: bagaimana jadinya, seperti apa rasanya menginjili Injil di kerajaan. Setan bukan hanya merancang agama lain yang merupakan alternatif bagi agama Kristen, yang anti-Kristen. Tetapi Setan akan berusaha sekuatnya dalam membentuk kekristenan palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita berkata, “Akan ada lalang yang ditaburkan oleh Setan di dalam kerajaan, dan Anda tidak akan dapat membedakan mereka. Jadi Anda tidak boleh menuduh orang, karena Anda tidak mengenal hati orang percaya sejati itu. Serahkanlah itu pada Aku di akhir zaman.” Itulah Tuhan kita yang mengatakan bahwa gereja akan dipenuhi oleh orang percaya sejati dan orang percaya palsu. Kita semua tahu ini; dan kita semua harus menerima ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di mana-mana akan ada guru palsu; untuk setiap pengkhotbah di setiap zaman, di setiap tempat di dunia. Karena Setan selalu berusaha, bukan hanya dalam agama-agama di luar agama Kristen, tetapi juga dalam bentuk agama Kristen; dan di situlah dia melakukan kerusakan terbesarnya. Jadi, Paulus berkata kepada gereja-gereja Galatia, “Berhentilah mempercayai guru-guru palsu itu. Kembalilah ke Injil yang benar yang saya beritakan kepada Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya adalah, jika Anda bingung tentang Injil, meskipun Anda adalah orang percaya, Anda tidak bisa memberitakan Injil yang benar. Pertama-tama kita harus memahami Injil yang benar. Ini telah menjadi beban utama Paulus, bahwa ada ketidaktahuan tentang Injil yang benar. Akibatnya, mereka tidak dapat memberitakan Injil yang benar itu; dan gereja kemudian tidak dapat memberi tahu dunia tentang tujuan pemberitaan kabar baik itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata orang-orang Yudaizer, “Paulus tidak memberimu kebenaran. Paulus bukan rasul. Paulus tidak berbicara untuk Kristus. Kita adalah perwakilan dari gereja di Yerusalem. Kita datang dari Yerusalem,” kata mereka. "Kita adalah saudara-saudaramu orang Yahudi. Kita memahami Injil yang benar. Kita mewakili kebenaran, bukan Paulus.” Dengan melakukan ini mereka berusaha menjadi penabur lalang setan di gereja-gereja di Galatia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus menulis kepada Timotius, sebagai seorang pendeta muda, ia memperingatkannya tentang guru-guru palsu. Ketika dia menulis kepada Titus, dia memperingatkannya tentang guru-guru palsu. Semua pendeta dan semua pemimpin harus dapat menyangkal doktrin yang salah; itu adalah suatu kualifikasi. Mereka bukank hanya harus sanggup melakukannya, tetapi mereka juga harus melakukannya. Setan dan para utusannya menyamar sebagai malaikat terang, tetapi mereka berasal dari neraka. Mereka adalah malaikat kegelapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus harus membela bukan saja Injil, tetapi pertama-tama kerasulannya sendiri. Dia mulai dengan mengatakan, “Saya tidak menerima kerasulan saya dari manusia, atau melalui hak pilihan manusia.” Dalam ayat 12, waktu membicarakan Injil, dia berkata, “Saya tidak menerimanya dari manusia, saya juga tidak diajarkannya. Saya menerimanya melalui wahyu Yesus Kristus. Saya menerima Injil dengan cara yang sama seperti yang diterima oleh kedua belas rasul, dari bibir Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah pertobatannya ia pergi ke Arab Nabatea selama tiga tahun. Paulus diberi waktu tiga tahun untuk belajar langsung dari Kristus. “Saya menerima pesan saya bukan dari manusia, bukan dari para rasul, bukan dari para pemimpin gereja Yerusalem, bukan dari orang-orang Kristen di Damaskus di mana saya direndahkan ketika Kristus memanggil saya; Saya menerimanya dari surga. Ini adalah Injil yang datang kepada saya secara langsung dari Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kaum Yudaizer mengatakan, “Iya, Anda menerima Injilmu tiga tahun di padang belantara. Mungkin itu yang Anda pikir Tuhan berikan kepada Anda. Tapi itu tidak setuju dengan para pemimpin Yerusalem. Kita tahu bahwa mereka takut akan Anda karena Anda pernah meneror gereja. Akhirnya Barnabas bersedia membawa Anda, dan memperkenalkan Anda kepada para rasul. Dan mereka menerima Anda, dan mereka mengasihi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebenarnya mengirim Anda keluar supaya Anda tidak terluka. Anda kembali ke tempat asal Anda, daerah Tarsus tempat Anda dibesarkan. Jadi mungkin karena Anda belum memiliki cukup waktu bersama para rasul, Anda datang dengan Injil anarki. Anda telah mengembangkan Injil sektarian Anda sendiri, dan itu berbeda dari Injil Petrus, Yakobus dan Yohanes, ketiga rasul terkemuka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menjawabnya dalam Galatia 2:1, “Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi lagi ke Yerusalem bersama Barnabas dan Titus kubawa juga.” Kenapa Anda kembali kali ini? Saya kembali supaya para rasul mendengar Injil saya, mendengar kisah-kisah Injil saya, dan memberi tahu saya apakah ini benar-benar adalah Injil tulen. Saya telah mempelajari Injil itu selama tiga tahun di Arab Nabatea di mana saya dibimbing langsung oleh Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya berkhotbah selama empat belas tahun di Suriah dan Kilikia, dan saya melihat Injil itu bekerja selama tujuh belas tahun. Saya bersama para rasul hanya lima belas hari, dan kemudian pada waktu lain saya bersama mereka untuk waktu yang sangat singkat. Selain itu, saya sendirian dengan Tuhan dalam pelayanan saya selama tujuh belas tahun. Tetapi saya datang ke Yerusalem setelah tiga tahun di tanah Arab dan empat belas tahun pelayanan dan membawa Barnabas, teman saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mendirikan gereja-gereja di Suriah dan Kilikia. Dia bekerja dengan Barnabas. Sebuah gereja dimulai di Antiokhia di Suriah. Itu terjadi di sekitar waktu kematian Herodes Agrippa 44 M atau lebih waktunya dia menemani Barnabas dalam misi bantuan ke Yerusalem. Kisah Para Rasul 11 dan 12 memberi tahu kita tentang hal itu. Mereka membawa bantuan kepada orang-orang percaya yang yang kelaparan di sana dan di Yudea. Dia kemudian dia langsung kembali ke Antiokhia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Paulus melanjutkan perjalanan misi pertamanya. Kembali dari perjalanan misi pertama itu, dia menetap di Antiokhia, dan akhirnya melakukan perjalanan ke Yerusalem empat belas tahun setelah itu dengan hanya satu pengiriman barang yang singkat untuk membantu orang-orang kudus di sana. Itu adalah perjalanan yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 15. Sementara itu beberapa orang Yudaizer datang dari Yudea dan mulai mengajarkan kepada saudara-saudara Injil yang palsu ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dan Barnabas menentang mereka dengan keras. Kemudian diputuskan bahwa Paulus dan Barnabas harus pergi ke Yerusalem untuk bertemu dengan para rasul dan penatua mengenai masalah ini. Ketika mereka tiba di Yerusalem, mereka diterima oleh gereja, dan semua yang telah dilakukan Allah itu dilaporkan kepada mereka. Tetapi ada beberapa orang Farisi yang berkata, "Mereka perlu disunat dan diarahkan untuk mematuhi Hukum Musa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang dikatakan dalam <b>ayat 2</b>, “Aku naik berdasarkan suatu wahyu.” Paulus masih mendapatkan wahyu langsung dari Allah. Dia mendapat wahyu langsung di jalan menuju Damaskus. Dia mendapat wahyu langsung di rumah Ananias. Dia menerima wahyu langsung tiga tahun di Arab. Dia telah mendapatkan wahyu langsung dari Tuhan selama pelayanannya empat belas tahun. Dan itulah alasannya dia naik ke Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu sangat penting untuk dinyatakan, karena Paulus tidak mempertanyakan Injilnya, ia dikirim ke sana oleh Allah. Wahyu ini mungkin datang lebih dulu kepada Paulus. Itu mungkin datang kepada para pemimpin gereja dengan Paulus secara kolektif. Tetapi mereka semua setuju bahwa dia perlu pergi ke Yerusalem. Inilah bagaimana gereja mula-mula dan para rasul berfungsi, dengan wahyu langsung. <b>Ayat 2</b>, “Aku menyerahkan kepada mereka Injil yang aku beritakan di antara bangsa-bangsa lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2</b> melanjutkan, “tetapi juga secara pribadi kepada mereka yang terpandang.” Itu adalah para rasul yang disebut di ayat 9: Yakobus, Petrus dan Yohanes. Orang-orang Yudaizer, meskipun mereka percaya kepada Kristus, berpegang pada Yudaisme mereka, dan karena itu berpegang pada kesombongan rohani mereka, dan mereka bahkan memandang rendah para rasul. <b>Ayat 2</b> melanjutkan, "supaya jangan dengan percumah aku berusaha sia-sia.” Itu adalah kejujuran yang tulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paul ingin penegasan mereka. Dia berkata, “Saya tidak pernah meragukan kebenaran yang Tuhan berikan kepada saya. Saya mendengarnya dari bibir-Nya. Saya tidak pernah meragukan kekuatannya. Saya sudah menyaksikan itu selama tujuh belas tahun. Saya sudah melihatnya dalam hidup saya sendiri. Bagaimana lagi Anda bisa menjelaskan itu kepada saya?” Saya tahu kebenarannya, tetapi saya ingin penegasan kerasulan. Dan konfirmasi itu datang cepat. Itu datang hampir secara instan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Tetapi kendatipun Titus yang bersama saya, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan diri.” Itulah jawabannya. Jangan bicara tentang hal-hal teoritis, marilah kita bicara tentang kepraktisan. Dia membawa Titus, seorang non-Yahudi, sebagai ilustrasi hidup. Paulus memanggilnya “anak saya yang benar dalam iman yang sama.” Titus, seorang percaya yang ditransformasikan, yang memiliki Roh Kudus, dan adalah teman Paulus dan Barnabas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini ada orang non-Yahudi yang hidup, yang ditebus, yang memiliki Roh dan yang belum disunat, dan yang belum dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan tradisi leluhur atau upacara Musa. Apakah akan dilakukan para rasul dengannya? Karena apa pun yang akan mereka lakukan adalah tanggapan mereka terhadap masalah tersebut. Tetapi, “Meskipun dia orang Yunani, dia tidak dipaksa untuk disunat ketika berada di Yerusalem di hadapan para rasul.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yudaizer itu mencari dukungan yang menguatkan pendapat mereka dan mereka gagal mendapatkannya. Jika rasul-rasul Yahudi di Yerusalem tidak memaksa orang non-Yahudi ini untuk disunat, bagaimana mungkin kaum Yudaizer bisa mewajibkannya di seluruh dunia non-Yahudi? Tetapi bukankah Timotius disunat setelah pertobatannya? "Iya dalam Kisah Para Rasul 16. Tetapi ibu Timotius adalah orang Yahudi. Dan Timotius perlu masuk ke sinagog yang akan dikunjungi Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu tidak menambahkan apa pun dalam hidupnya secara spiritual, itu tidak menambahkan apa pun pada hidupnya dalam arti penyelamatan. Itu hanya cara untuk memberinya akses ke orang-orang Yahudi bersama dengan Paulus. Tetapi Titus adalah orang non-Yahudi. Sejak permulaan rasul Yakobus, Petrus dan Yohanes setuju dengan posisi Paulus dan Barnabas. Tidak perlu orang disunat untuk keselamatan, tidak ada ritual dan tidak ada upacara eksternal. Saya juga menambahkan bahwa tidak ada baptisan dan belum ada sakramen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 15:6-8, “Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita dalam kemampuan bicara bahasa lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Barnabas dan Paulus menceritakan tentang tanda-tanda dan keajaiban yang telah Allah lakukan melalui mereka di antara bangsa-bangsa lain. Dewan di Yerusalem berkata, “Sunatan tidak diperlukan. Tidak ada usaha, upacara atau tradisi yang diperlukan untuk keselamatan. Orang non-Yahudi diselamatkan sama seperti orang Yahudi melalui iman tanpa pekerjaan.” Mereka menyusun surat yang mengatakan, “Berhati-hatilah supaya jangan menyinggung orang-orang Yahudi, tetapi beritakanlah Injil berdasarkan iman saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yudaizer telah menyuarakan pendapat mereka, dan mereka dinyatakan salah oleh para rasul. <b>Ayat 4</b> mengatakan, "Ini karena saudara-saudara palsu yang dibawa masuk secara diam-diam," (oleh Setan) "Mereka datang untuk memata-matai kebebasan kita yang kita miliki dalam Kristus Yesus, dan untuk membawa kita ke dalam perbudakan." Orang Kristen bebas dalam Kristus; bebas dari upacara dan ritual eksternal. "Di mana Roh Tuhan berada, ada kebebasan." Marilah kita berdoa.</span></div></div><div class="imTAJustify"><i class="fs12lh1-5 cf1"> </i></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190825</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000007C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Membela Kerasulannya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000007B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+1:16-24" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 1:16-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus telah menanam banyak gereja di wilayah Galatia. Dia pergi ke sana dalam ketiga perjalanan misinya. Dia telah melihat banyak orang datang untuk beriman kepada Kristus, dan dia juga telah melihat guru-guru palsu datang di belakangnya setelah dia pergi dan berusaha mengacaukan gereja dan menjadikan diri mereka guru yang benar sehingga mereka dapat menyebarkan Injil palsu. Ada kebenaran dan ada kepalsuan yang mencoba menyangkal kebenaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu ada pertempuran, karena Setan terus-menerus berperang melawan Allah. Dan Setan adalah pencipta dusta dan tipu daya, dan ia menyusup ke gereja sampai hari ini untuk membingungkan dan menyesatkan orang. Ia berkembang terutama di bidang agama-agama palsu, dan bentuk-bentuk kekristenan yang palsu. Setan adalah penguasa kerajaan angkasa, yang memimpin kerajaan kegelapan; dan dia berhasil banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang Setan selalu ingin melakukan adalah membingungkan orang-orang tentang jalan keselamatan yang akan menuntun mereka ke neraka. Setan selalu berusaha untuk memutarbalikkan Injil, kadang-kadang secara terang-terangan dan kadang-kadang secara halus. Tuhan mengilhami Paulus untuk menulis surat ini dan surat ini adalah firman Allah. Paulus menulisnya menggunakan kosa kata dan pengalamannya sendiri; tetapi setiap kata berasal dari Allah. Dan hal itu berlaku untuk setiap buku di dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis untuk menegakkan Injil kasih karunia dan iman. Tuhan kita telah mengajarkan kita Injil anugerah, Injil kasih dalam hidup-Nya dalam pelayanan. Para rasul memberitakan Injil kasih karunia, Injil kasih dan pengampunan dalam kitab Kisah Para Rasul. Kita mengikuti cara khotbah mereka. Kemudian datanglah rasul Paulus yang menulis semua surat ini yang menjelaskan inti Injil anugerah yang mulia ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita benar-benar perlu kembali ke pemikiran kita tentang apa yang diajarkan Yesus, “Apakah jalan keselamatan itu?” Apakah hanya karena anugerah saja melalui iman, atau adakah pekerjaan yang diperlukan? Apakah ada perilaku moral atau perilaku keagamaan yang diperlukan untuk membuat Anda memenuhi syarat untuk menerima keselamatan? Atau bisakah Anda datang sebagai orang berdosa yang telanjang, yang tidak melakukan apa pun yang menguntungkan Allah dan tetap diselamatkan dalam kondisi putus asa itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat dua bagian dalam Injil Lukas. Yang pertama adalah dalam Lukas 15, kisah tentang Anak Terhilang. Ini menggambarkan pendosa terburuk yang bisa dibayangkan yang tidak menghormati ayahnya dan mengambil warisannya dan menyia-nyiakannya untuk pelacur dan hidup liar di negara asing. Ketika dia telah menghabiskan semuanya, dia juga berada di tengah-tengah kelaparan. Jadi dia putus asa, tidak ada masa depan, dan tidak ada sumber daya yang tersisa. Dia memutuskan untuk kembali ke ayahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayah yang mewakili Tuhan Yesus Kristus dalam perumpamaan ini melihat dia dari jauh, dan berlari ke arahnya, memeluknya, menciumnya di seluruh kepala, memeluknya sebagai putranya; dan kenakan jubah padanya, kenakan cincin otoritas kepadanya; menempatkan sandal padanya yang dipakai oleh anak; budak tanpa sandal. Di sini Kristus telah sepenuhnya memeluk orang berdosa itu sebelum orang berdosa itu dapat melakukan apa pun untuk bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah Injil anugerah. Seorang pendosa yang menyesal yang datang kepada Bapa (Kristus) akan menerima kasih karunia seperti itu. Tuhan kita menceritakan kisah lain dalam Lukas 18 tentang dua pria di bait suci yang sedang berdoa: Yang satu adalah seorang Farisi yang mengatakan, “Saya berterima kasih kepada Engkau bahwa saya tidak seperti pria lain, pendosa pemungut cukai ini di sini. Saya memberikan perpuluhan, saya berdoa, saya berpuasa, saya melakukan semua hal yang benar ini.” Dia sedang merayakan betapa hebat moralitasnya dan keagamaannya di hadapan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang lain itu, si pendosa yang tidak berani memandang ke langit, dia terus menatap ke bawah, dan dia memukul dadanya sebagai tanda kesedihan, dan yang hanya bisa diucapkan adalah, “Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa.” Yesus berkata, “Orang inilah pulang dan dibenarkan daripada orang lain itu.” Di sini Tuhan mengatakan, “Keselamatan itu datang kepada orang yang bertobat sebagai karunia anugerah, tanpa jasa, dan tanpa perbuatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menyatakan itu ketika dia berkata, “Allah adalah yang membenarkan orang berdosa." Itulah keselamatan. Itulah hadiah yang tidak diperoleh, itu hanya diterima. Itu adalah karunia anugerah yang tidak pantas diterima, itu diterima oleh iman yang sederhana di mana orang berdosa itu mengatakan, “Saya percaya kepada Yesus; selamatkanlah aku.” Itulah karunia yang diberikan Allah. Paulus menjelaskan hal itu dalam Roma 3 dan 4. Dalam bagian itu berulang kali dikatakan keselamatan adalah oleh iman, bukan oleh perbuatan,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyimpulkannya dalam Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Itulah hadiah Allah yang tidak patut bagi kita. Itu adalah hadiah anugerah. Seperti yang kita baca dalam Roma 3, kita semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Kita tanpa harapan dalam merencanakan keselamatan kita sendiri; yang harus kita lakukan adalah menerimanya dengan kepercayaan kepada Anak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, itu adalah perubahan dramatis dari apa yang orang Yahudi percaya pada zaman Tuhan kita dan zaman Paulus. Apa yang dipercayai dan masih dipercayai oleh orang-orang Yahudi sekarang adalah bahwa Allah itu ramah, dan Allah akan mengampuni; tetapi Anda harus menyumbang. Ada beberapa pekerjaan yang harus Anda lakukan. Mereka berkata, "Kalian harus disunat, kalian harus mematuhi tradisi Musa, dan jika kalian memenuhi syarat itu, Allah akan membawamu ke jalan selanjutnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan, itulah yang diajarkan oleh setiap agama di dunia dengan satu atau lain cara, dan itulah yang diajarkan setiap bentuk kekristenan palsu. Pada zaman Paulus, orang-orang Yahudi benci agama Kristen. Mereka membenci gagasan bahwa seorang Yahudi yang disalibkan oleh orang Romawi ditunjuk sebagai Mesias mereka; orang yang bukan saja tidak menaklukkan Roma dan musuh-musuh mereka, tetapi malah dibunuh oleh orang Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka benci Kekristenan bukan hanya karena Kristus adalah Mesias mereka, tetapi mereka benci Kekristenan karena itu melucuti mereka dari semua usaha dan perbuatan mereka sendiri yang benar, yang telah mereka kumpulkan, dan itulah caranya mereka menghiasi diri mereka dengan sejenis kesombongan rohani. Ketika Yesus mengkhotbahkan Injil anugerah oleh iman, Ia menanggalkan semua kebenaran-diri mereka. Dan karena itu mereka benci Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudaisme legalistik berperang melawan Injil. Dengan cara yang menakjubkan, Setan mulai menarik masuk orang-orang Yahudi “yang bertobat” ke dalam gereja, yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, yang percaya bahwa Ia mati dan bangkit kembali, yang percaya bahwa Ia adalah Juruselamat. Tetapi mereka juga menyatakan bahwa itu tidak cukup untuk keselamatan. Kalian harus mematuhi Perjanjian Lama dari Musa dan hukum tradisional untuk diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemana pun Paulus pergi, mereka mengikuti langkahnya, dan mereka datang ke jemaat-jemaat dan menyatakan diri mereka sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus dan mereka mengatakan, “Paulus telah menciptakan pesan ini; ini bukan Injil yang benar. Dan kalian harus tahu bahwa kalian tidak dapat diselamatkan kecuali Anda disunat dan mengikuti tradisi leluhur Perjanjian Lama.” Mereka pergi kemana-mana memberitakan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka datang dengan Injil palsu yang menegaskan anugerah dan iman, tetapi kemudian menambahkan pekerjaan. Apakah itu benar-benar berbahaya? Paulus menjawab hal itu di awal Galatia 1:9. Dia berkata, "Jika kita atau seorang malaikat dari surga, memberitakan kepadamu suatu injil yang bertentangan dengan apa yang kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!” Dia dikutuk, dikhususkan untuk kehancuran ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 4:9, “Sekarang setelah kamu mengenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi ke roh-roh dunia yang lemah dan tidak berharga, dan mau diperbudak lagi kepadanya? Aku kuatir bagimu, kalau-kalau susah payahku untukmu telah sia-sia.” Kristus membebaskan kita supaya kita dimerdekakan dari ritual-ritual lama itu. Aku bersaksi lagi kepada setiap orang yang disunat bahwa dia berkewajiban untuk menaati keseluruhan Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 5:4 mengatakan, “Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.” Ini adalah masalah yang sangat serius. Kalian dapat berbicara tentang anugerah, kalian dapat berbicara tentang iman; tetapi jika kalian menambahkan hukum ke dalam Injil keselamatan, kalian telah membatalkan Injil, Kalian telah memisahkan diri dari Kristus, dan kalian telah mendatangkan kutukan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa legalisme tidak dapat diterima oleh Allah? Pertama-tama karena Allah itu kudus secara sempurna, dan karena itu apa yang dituntut-Nya adalah kebenaran sempurna. Dan Anda tidak bisa mencapainya; dan apa pun yang kurang dari itu juga mengurangi kemuliaan-Nya. Jadi, hukum bukanlah alat keselamatan, karena tidak ada yang bisa memenuhinya. Hukum tidak diberikan untuk menyelamatkan kita, itu diberikan untuk menghakimi kita sehingga kita akan lari ke Allah untuk diselamatkan melalui anugerah oleh iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Aspek terburuk dari legalisme adalah bahwa itu adalah kebohongan terbesar tentang Allah. Itulah penghujatan terhadap Allah, itu adalah pandangan yang salah tentang Allah. Realitas legalisme yang menghancurkan itu adalah bahwa itu mengurangi kemuliaan-Nya. Itu adalah serangan terhadap Allah, dan itu adalah hal terburuk yang bisa dilakukan oleh orang berdosa. Legalisme itu tidak mengakui bahwa Allah itu benar-benar pengasih dan penuh anugerah dengan sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah inti dari agama Roma Katolik. Itulah definisi Allah dari orang Katolik. Jadi, lebih baik Anda melakukan beberapa perbuatan. Dan jangan langsung menghadap Allah, Dia keras. Yesus juga sulit, jadi pergilah ke Maria, ibu-Nya. Itu memfitnah sifat-Nya sebagai Allah, pengasih semua orang, anugerah untuk semua dan penyayang bagi semua orang. Itulah sebabnya Allah membenci legalisme, karena itu gagal mengakui keagungan anugerah-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus, dalam Galatia, membela Injil. Dan dia juga harus membela dirinya, karena masih belum ada Perjanjian Baru, dan dia saja yang memberitakan Injil yang benar. Dan guru-guru palsu datang dengan Injil palsu. Paulus harus membela Injil, yang ia lakukan dalam bab 3 dan 4; tetapi untuk melakukan itu, ia harus mempertahankan kerasulannya. Mereka harus percaya ke padanya. Jadi itulah yang dia lakukan dalam Galatia 1 dan 2.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 1:1, “Paulus, seorang rasul bukan karena manusia atau melalui hak pilihan manusia, tetapi melalui Yesus Kristus dan Allah Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Seorang rasul adalah seorang pria yang telah ditahbiskan oleh Allah, dipanggil secara pribadi oleh Kristus, dan yang telah melihat Kristus yang bangkit. Kedua belas rasul bisa mengatakan itu. Yudas didiskualifikasi dalam Kisah Para Rasul 1; dan Matias adalah penggantinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja mula-mula mengenal para rasul yang telah bersama Kristus selama tiga tahun. Mereka telah menerima wahyu ilahi dari bibir-Nya. Tak satu pun dari mereka yang keluar dari sistem pelatihan rabi di Israel. Mereka bukan orang Farisi atau orang Saduki, tidak ada dari mereka yang menjadi guru. Mereka semua adalah pekerja laki-laki, jadi apa yang mereka ketahui tidak berasal dari sumber Yahudi. Apa yang mereka ketahui datang langsung dari pelayanan Yesus kepada mereka selama tiga tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yudaizer menuduh Paulus sebagai berikut, “Ya, Anda telah memutuskan untuk menyenangkan orang. Anda berkeliaran di dunia orang non-Yahudi dan Anda memberitakan Injil yang tidak lengkap yang tidak memasukan sunatan dan Hukum Musa. Anda memberitakan Injil yang menyimpang, dan Anda telah menciptakannya sendiri,” Jadi orang-orang di gereja-gereja mengatakan, “Bisakah kita percaya Paulus?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berkata, “Lihat, kembalilah ke hari-hari pra-konversi saya. Kembali dan sadarilah dua hal: Dulu saya adalah seorang legalis. Saya mendalami legalisme sedalam mungkin. Saya lebih bersemangat daripada semua orang di sekitar saya. Saya begitu mendalaminya sehingga tidak ada orang yang bisa mengubah apa yang saya yakini. Saya begitu bertekun, sehingga saya bahkan berusaha membunuh orang-orang yang memberi saya pesan alternatif.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah satu-satunya penjelasan, <b>ayat 15-16</b>, “Tetapi waktu Allah, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku - ketika Allah berkenan dan memanggil saya oleh anugerah-Nya.” Saat itulah terjadi perubahan. Bukan karena manusia, hanya Allah sanggup merubahkan saya seperti itu. "Dia memanggil saya melalui kasih karunia-Nya, dan berkenan menyatakan Anak-Nya kepada aku supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang terjadi setelah pertobatannya? Jadi dia berkata dalam <b>ayat 16</b>, "Saya tidak segera berkonsultasi dengan manusia.” Saya tidak berbicara dengan orang-orang di Damaskus. <b>Ayat 17</b>, “Aku juga tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku.” Injil kasih karunia tanpa sunat dan tanpa hukum, datang langsung kepadaku dari Allah. Itulah sebabnya pesan ini benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda pergi kemana? <b>Ayat 17</b>, “Aku berangkat ke tanah Arab.” Itu disebut Arab Nabatea. Jika pergi ke sebelah utara Israel ke daerah di sekitar Libanon dan pergi ke timur, Anda datang ke Damaskus. Dan dari situ ke timur dan selatan ke bagian bawah Semenanjung Sinai, itulah Arab Nabatea. Paulus pergi ke hutan belantara di suatu tempat yang mungkin dekat Damaskus. Dia pergi ke sana sendirian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dia lakukan di tanah Arab itu? Dia duduk di kaki Yesus. Dia sedang belajar. <b>Ayat 18</b> mengatakan, “Lalu tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem.” Kenapa tiga tahun? Berapa tahun kedua belas murid itu bersama Yesus? Tiga tahun. Ini adalah pelajaran pribadinya dengan Yesus selama tiga tahun. Dan Anda mungkin heran mengapa teologinya membutuhkan tiga belas buku untuk ditulis dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan aku pergi ke sana untuk berkenalan dengan Petrus. Dia adalah pengkhotbah besar di gereja mula-mula. Sekarang kembali ke <b>Galatia 1:18</b>, “Aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Petrus selama lima belas hari.” Dan kemudian di <b>ayat 19</b>, “Tetapi aku tidak melihat rasul-rasul lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.” Mengapa? Kemungkinan besar mereka berkhotbah di berbagai tempat. Tetapi dia melihat Yakobus, pemimpin gereja Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus meluangkan waktu dua minggu singkat dengan Petrus. Namun para murid lain bahkan tidak mau menerima dia pada awalnya. Aku memang memberi waktu untuk berkhotbah, dan aku begitu banyak berkhotbah dan dengan efek yang bagus, sehingga mereka mengusir aku ke luar kota (Kis. 9:23-25). Dan dia memberikan sumpah Yahudi umum pada <b>ayat 20</b>, “Sekarang dalam apa yang aku tuliskan kepadamu, aku berjanji di hadapan Allah bahwa aku tidak berbohong.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Setelah itu aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.” Dan dalam <b>ayat 22</b> dia berkata, “Tidak ada yang mengenal aku di gereja-gereja Yudea yang ada di dalam Kristus.” Di luar Yerusalem, tidak ada yang mengenal saya. . <b>Ayat 23</b>, “mereka terus mendengar, “Dia yang pernah menganiaya kita sekarang memberitakan iman kepada mereka yang pernah dia coba hancurkan.” Dalam <b>ayat 24</b>, “Dan mereka memuliakan Allah karena aku.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Aug 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190818</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000007B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerasulan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000007A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+1:10-15" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 1:10-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita hidup di zaman ini dimana kebudayaan tidak mentolerir kebenaran mutlak. Mereka menyangkalnya di semua tingkat, dan mereka menyangkalnya bahkan pada tingkat kegilaan. Bukti khas dari kegilaan budaya kita adalah untuk mengatakan bahwa jenis kelamin seseorang itu bisa berubah dari hari ke hari. Itulah definisi kegilaan. Dan bukan saja kebudayaan kita membenci kebenaran mutlak, tetapi akibatnya mereka juga menolak otoritas absolut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sinilah kita sebagai gereja Yesus Kristus memberitakan kebenaran mutlak dengan otoritas absolut di dunia di sekitar kita. Konfrontasi tidak pernah lebih keras, dan Injil tidak pernah ditolak lebih mudah sekarang ini. Generasi yang berkembang dalam budaya kita tidak mau menerima realitas yang tetap dan mutlak. Namun justru itulah yang dinyatakan di agama Kristen oleh Allah di dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberi Anda sebuah pernyataan yang adalah klaim paling dibenci di bidang agama. Hanya ada satu Allah, satu Juru Selamat, satu agama yang benar, satu Kitab Suci, satu Injil dan hanya ada satu jalan keselamatan. Semua klaim agama lainnya adalah kebohongan, penipuan, dan doktrin-doktrin Iblis dan setan-setannya yang membawa orang ke neraka abadi, bersama dengan semua orang yang tidak bermoral, tidak beragama, ateistik, dan orang naturalis yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kebenaran eksklusif tentang kekristenan. Bahkan di dalam gereja, setiap penyimpangan dari Injil anugerah yang sejati adalah kebohongan untuk dikutuk. Kita mengerti mengapa dunia menolak ini. Namun, ini hari yang menyedihkan ketika orang-orang di dalam gereja evangelis mulai menolak kebenaran ini. Gereja Ortodoks Timur mengatakan, “Kita tidak percaya bahwa seseorang dibenarkan oleh iman saja, tetapi melalui iman dan karya kasih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja saudara di Barat adalah Gereja Roma Katolik yang memiliki doktrin yang sama persis, dan ada 1.3 miliar orang di Gereja Katolik di seluruh dunia. Itu adalah sistem kepercayaan yang salah di dalam Kekristenan sejati. Itu adalah Kekristenan palsu yang mengajarkan Injil palsu. Janganlah kita bergabung, itu harus dikutuk. Dan kenyataan terpenting di dunia adalah bahwa Injil yang benar adalah satu-satunya jalan keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak heran bahwa Injil yang benar diserang terus. Tidak lama setelah para rasul memberitakan Injil yang benar, mereka diserang dari dalam gereja. Mereka diserang oleh orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, yang percaya pada kematian dan kebangkitan-Nya dan menyebut diri mereka orang Kristen, tetapi yang menambahkan pekerjaan kepada keselamatan. Mereka mengikuti rasul Paulus dan menambahkan pekerjaan pada Injil yang ia khotbahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengajarkan Injil anugerah saja melalui iman saja di dalam Kristus saja. Apa yang mereka tambahkan adalah karya-karya Yudaisme. Mereka mengatakan bahwa seseorang tidak dapat diselamatkan kecuali orang itu disunat dan menaati tradisi Musa. Itu terjadi begitu cepat sehingga Paulus menulis surat Galatia, yang pertama dari tiga belas suratnya secara kronologis. Dan dalam surat ini, ia menyerang orang-orang yang merusak Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah invasi kaum Yudaizer, orang-orang Yahudi yang menamakan dirinya Kristen yang datang dari Yerusalem, tetapi yang percaya bahwa Hukum Taurat harus dipatuhi untuk menerima keselamatan. Mereka mengikuti Paulus ke Galatia, dan mereka mulai membawa Injil iblis dan palsu. Mereka sekarang mengaku dirinya sebagai orang Kristen sejati dan malah menuduh Paulus sebagai guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka bukan hanya menyerang Injil, mereka juga mencela orang yang memberitakannya. Orang-orang di Galatia percaya bahwa Paulus adalah rasul Yesus Kristus. Guru-guru palsu ini tahu bahwa jika orang-orang terus percaya bahwa dia adalah rasul sejati, mereka akan berpegang pada pesannya. Jadi, penting untuk mencela bukan saja pesan yang ia khotbahkan, tetapi juga otoritasnya yang diklaim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan bahwa Paulus datang ke dunia orang non-Yahudi untuk menyenangkan hati orang. Dia ingin menjadi populer dan diterima. Maka ia menanggalkan Injil dari karya-karya yang diperlukan agar itu tidak menyulitkan bangsa-bangsa lain. Dia seharusnya, menurut mereka, menuntut agar orang-orang non-Yahudi disunat dan mematuhi tradisi-tradisi Musa. Tetapi dia menanggalkan itu untuk membuat Injil mudah bagi bangsa-bangsa lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang benar adalah kebalikannya, kaum Yudaizer adalah yang ingin menyenangkan orang. Mereka telah menambahkan sunat dan tradisi Musa supaya mereka tidak dianiaya oleh orang Yahudi. Itulah yang dikatakan Paulus dalam Galatia 6: 12. Tetapi mereka menuduh Paulus akan hal itu. Dalam Galatia 3 dan 4, ia membela Injilnya; tetapi dalam Galatia 1 dan 2, ia membela kerasulannya. Kredensial kerasulannya sangat penting bagi otoritasnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah argumen yang mereka gunakan untuk mendiskreditkan Paulus. Kita semua tahu siapakah kedua belas rasul itu, dan kita semua tahu bahwa Yudas adalah pembelot dan pengkhianat, dan dia bunuh diri dan kemudian pergi ke tempatnya sendiri. Dan kita juga tahu bahwa dalam Kisah Para Rasul 1, dicatat bahwa Matias dipilih oleh Allah untuk menggantikannya. Kita tahu siapakah kedua belas itu dan hanya merekalah yang adalah rasul benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi orang ini, si Saulus ini yang sekarang bernama Paulus, ketika para rasul lain dengan jelas diidentifikasikan, dan ketika gereja lahir dan ketika mereka memberitakan Injil di mana-mana, si Saulus ini masih orang yang tidak percaya. Dia adalah seorang Farisi yang bersemangat; dan dia adalah seorang penganiaya Kristus dan orang Kristen. Jadi bagaimanakah dia bisa mengklaim dirinya sebagai rasul kalau kita tahu siapakah kedua belas rasul itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mulai di Galatia 1:10, dan sepanjang Galatia 2, Paulus memberikan salah satu bagian Alkitab Perjanjian Baru yang paling luar biasa dan kuat untuk membela otoritasnya. Dan karena dia menulis ini di bawah ilham Roh Kudus, sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa dia berbicara dan menulis di bawah otoritas Allah dan karena itu kita dapat mempercayainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 1:10-16</b>, “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Apakah kucoba menyenangkan manusia? Sekiranya aku masih mau menyenangkan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. 11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil dari manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Karena kamu telah mendengar tentang hidupku dulu dalam Yudaisme, bagaimana aku menganiaya gereja Allah tanpa batas dan berusaha untuk membinasakannya. 14 Dan di dalam Yudaisme aku lebih maju dari teman sebaya dengan aku diantara bangsaku, sebagai orang yang rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 15 Tetapi ketika itu menyenangkan Allah, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh anugerah-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 untuk menyatakan Anak-Nya di dalam diriku, agar aku dapat berkhotbah di antara orang-orang non-Yahudi, aku tidak segera berunding dengan darah dan daging.” Inilah pertahanan otoritas kerasulannya sehingga pesannya dapat dipercaya karena ia adalah rasul Yesus Kristus. Para Yudiazer ini bertanya-tanya dari mana dia mendapatkan kabar ini. Apakah dia benar-benar memiliki hak untuk berbicara untuk Allah; atau itu dibikinnya sendiri? Dia harus membela dirinya, itu sangat penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para rasul adalah orang pilihan yang menerima kebenaran Allah. Sekarang kita memiliki doktrin para rasul yang telah ditulis, tetapi sebelum waktu itu, semuanya dinyatakan secara lisan. Roh Kudus kemudian mengilhami para rasul dan rekan-rekan mereka untuk menuliskan kebenaran Allah dalam buku-buku Perjanjian Baru. Tetapi pada Hari Pentakosta belum ada buku, dan mereka sedang mempelajari doktrin para rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 10</b>, “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Apakah kucoba menyenangkan manusia?” Jawabannya dalam ayat 8-9, “Tetapi sekalipun kami, atau seorang malaikat dari surga, memberitakan Injil lain kepada Anda selain dari apa yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 9 Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, sekarang saya katakan lagi, jika ada orang yang memberitakan Injil lain kepada Anda daripada apa yang telah Anda terima, terkutuklah dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah baru saja mengucapkan dua kutukan, dia berkata, “Jadi apakah saya sekarang mencari kesenangan manusia? Apakah itu terdengar seperti saya seorang yang hanya ingin menyenangkan orang? Apakah orang seperti itu memberi kutukan kepada orang lain? Dia berkata, “Jika saya tidak melakukan itu, jika saya masih berusaha menyenangkan orang, saya tidak mungkin bisa menjadi hamba Kristus. Untuk menjadi hamba Kristus yang setia, itu mengharuskan Anda menyatakan kutukan atas Injil palsu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak mencari kehormatan manusia, dan dia memiliki memar untuk membuktikannya. Dalam Galatia 6:17, ia berkata, "Mulai sekarang jangan ada yang mengganggu saya, karena di tubuh saya ada tanda-tanda Tuhan Yesus.” Itu bekas luka yang saya terima ketika saya berada di Galatia di kota Listra, dimana saya dilempar batu dan dibiarkan mati. Dia membicarakan lagi otoritasnya. Jadi, Paulus menjawab yang memfitnahnya. "Aku tidak bertindak seperti seseorang yang ingin menyenangkan manusia, aku adalah budak Kristus."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 2 Korintus 5: 9 Paulus berkata, "Ambisiku adalah untuk menyenangkan Kristus, bukan menyenangkan manusia." <b>Ayat 11-12</b>, “Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil dari manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” Paulus berkata, “Aku seorang rasul sejati, berdasar-kan kenyataan bahwa aku menerima kebenaran Injil dari Yesus Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua belas rasul menerima Injil selama tiga tahun dari bibir Yesus. Itu unik bagi para rasul. Bahkan, Yesus berkata bahwa mereka menegaskan kemesiasan-Nya dalam Matius 16:17, “Daging dan darah tidak menyatakan hal itu kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang ada di surga.” Anda tidak belajar ini dari orang-orang di sekitar Anda. Ini datang langsung dari Allah Bapa melalui Aku kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kita harus percaya bahwa Paulus adalah seorang rasul? Karena dia menerima Injil itu dengan cara yang persis sama dengan cara kedua belas rasul itu menerimanya dari mulut Yesus sendiri. Dia tidak mendapatkannya di Yerusalem. Ini datang kepadanya dari Yesus Kristus sendiri. Ayat 12: “Aku juga tidak menerimanya dari manusia.” Pernyataan yang luar biasa: wahyu ilahi persis seperti para rasul lainnya telah menerima Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu, dia tahu fakta-fakta kehidupan Yesus. Dia tahu apa yang diklaim Yesus. Tetapi itu hanya pengetahuan dasar di tengah-tengah ketidaktahuan. Dia tidak memiliki pemahaman supranatural tentang Injil. Tetapi di jalan ke Damaskus, ketika cahaya dari surga tiba-tiba turun, membantingnya ke tanah, dan membutakannya, dia mendengar, "Akulah Yesus yang sedang kamu aniaya," semuanya berubah. Dia melihat Kristus yang bangkit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia melihat-Nya lima kali lagi dalam hidupnya. Dia melihat Kristus yang bangkit dan dia tahu bahwa Dia penuh belas kasihan dan penuh anugerah. Dan selubung di matanya itu hilang, dan dia membuang seluruh agama tradisional-nya. Dan dia berkata kepada orang Filipi, “Itu adalah kotoran.” Dia menerima Injil melalui wahyu langsung dari Yesus sendiri. Tiga hari kebutaan dan Yesus mengajarinya melalui Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah teguran terbuka pada kaum Yudaizer, karena semua pesan mereka berasal dari manusia. Yudaisme, pada zaman Paulus dan Perjanjian Baru dan seperti yang diikuti hari ini, hanya memberikan sedikit perhatian kepada Alkitab. Kitab Suci adalah peninggalan zaman dulu seperti di dalam agama Katolik dan Ortodoksi Timur. Bagi Yudaisme, Perjanjian Lama itu adalah peninggalan yang telah dipelintir dan disimpangkan oleh para rabi dengan tradisi-tradisi tambahan mereka yang banyak sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua dikembangkan oleh manusia. Seperti di Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur, orang-orang yang mengenakan pakaian religius duduk menghakimi Kitab Suci. Demikian juga dalam Yudaisme. Dalam Matius 15: 6 Yesus berkata, "Jadi kamu telah membuat perintah Allah tidak berpengaruh dengan tradisimu." Sekarang Paulus akan mendukung kerasulannya. Mulai dari ayat 13, dia akan mendukungnya dengan tiga cara: pra-konversi, konversi dan pasca-konversi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, pra-konversi Paulus. Perhatikanlah <b>ayat 13-14</b>, “Karena kamu telah mendengar tentang hidupku dulu dalam Yudaisme, bagaimana aku menganiaya gereja Allah tanpa batas dan berusaha untuk membinasakannya. 14 Dan di dalam Yudaisme aku lebih maju dari teman sebaya dengan aku diantara bangsaku, sebagai orang yang rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.” Paulus menggambarkan keadaannya dalam Yudaisme. Dia sangat fanatik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, dia mendengar Injil dari bibir orang-orang yang dipenjarakan dan yang dibawa kepada kematian. Alasan dia menjadi seorang penganiaya adalah karena dia mendengar Injil, tetapi dia mendengar itu sebagai penghujatan. Dia begitu ekstrem dalam Yudaisme tradisional sehingga dia melampaui orang-orang sezamannya. Dalam Kisah Para Rasul 22: 4 ia berkata, “Aku menganiaya pengikut Jalan Tuhan,” - Kristus adalah Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan; Kekristenan jadi terkenal sebagai Jalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika saya lebih bersemangat untuk tradisi leluhur saya daripada orang lain, bagaimana mungkin dalam waktu singkat itu, saya bisa berubah dan menjadi pengkhotbah Yesus Kristus dan Injil? Saya dulu pembenci fanatik Yesus dan Injil. Bagaimana saya bisa berubah sehingga dalam tiga hari, saya berkhotbah tentang Yesus? <b>Ayat 15</b>, “Tetapi ketika itu menyenangkan Allah, yang memisahkan saya dari rahim ibu saya dan memanggil saya melalui anugerah-Nya.” Allah sudah memastikan keselamatan orang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Allah menentukan sebelumnya keselamatan setiap orang. Allah mentransfor-masikan hidupnya. Inilah mujizat pertobatannya, yang dimulai oleh Allah karena ia dipilih oleh Allah. Allah melahirkannya kembali melalui panggilan efektif oleh anugerah. Dan kemudian dia menjadi pengkhotbah orang-orang yang pernah dia aniaya. Allah melakukan itu kepada kita secara internal. Dia menghentikan kita mati di jalur dosa kita dan membalikkan kita, benar? Itulah artinya keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 9:4-5, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 5 Dan jawabnya, “Siapakah Engkau, Tuhan? Kemudian Tuhan mengatakan, “Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.” Dan sekarang Aku memanggilmu untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain. Karena itu dia berkata dalam 1 Korintus 1: 1, "Paulus, rasul Yesus Kristus atas kehendak Allah.” Allah pada waktu-Nya sendiri memanggil umat pilihan-Nya untuk diri-Nya dengan panggilan yang efektif dan itu terjadi oleh anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama tiga hari kebutaan ia menerima wahyu tentang Kristus dari Yesus Kristus. Selama tiga hari Yesus membimbingnya; dan kemudian dia keluar dan berkhotbah bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan membuktikannya. Bagaimana dia bisa membuktikannya begitu cepat? Karena dia adalah orang yang pengetahuannya besar tentang Perjanjian Lama, dan semua bukti ada di sana. Pertobatan Paulus adalah mujizat Allah yang dramatis. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Aug 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190811</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000007A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertobatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000079"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecuali kita belajar apa artinya bertobat, kita tidak akan melihat gerakan ajaib Allah di dalam gereja. Secara pribadi kita harus belajar mempraktikkan pengakuan yang pada akhirnya membawa kita pada pertobatan. Jadi marilah kita hari ini fokus pada pertobatan itu. Pesan Yohanes Pembaptis berfokus pada pertobatan. Yang dia khotbahkan adalah bertobat, bertobat dan bertobat! Dan dalam musim itu dia juga membaptiskan Yesus. Ingatlah, Yesus waktu itu berada di padang belantara selama 40 hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mulai menunjukkan kepada kita bagaimana caranya Yesus menghadapi pencobaan. Allah menunjukkan kepada kita di mana otoritas itu dan dari mana kekuatan kita berasal. Dan Yesus keluar dari itu dan mengkhotbahkan khotbah umum-Nya yang pertama di Markus 1:15, “Yesus datang ke Galilea, memberitakan Injil Kerajaan Allah, 15 dan berkata, “Waktunya telah genap, dan Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah Injil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata 'bertobat' adalah kata yang digunakan saat itu meskipun itu adalah istilah militer. Kata itu berarti perubahan total dalam hidup atau kesalahan. Dan orang itu tidak bisa percaya Injil kecuali ada pertobatan. Itu adalah langkah iman. Itu tidak berarti Anda melakukannya dengan benar, dan itu tidak berarti bahwa Anda adalah orang percaya yang sempurna. Bahkan itu tidak pernah terjadi. Tetapi itu berarti dimana ada pertobatan ada langkah menuju kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan ini sendiri, dan jika Anda tidak percaya kepada Kristus dari Alkitab, Anda tidak bisa percaya pada Injil. Pertobatan dalam militer itu berarti berbalik total. Bayangkan seorang pria atau wanita militer berbaris ke satu arah dan berbalik dan kembali ke arah berlawanan. Itulah arti kata bertobat itu. Pertobatan adalah langkah pertama menuju Injil, tetapi itu jauh lebih dari itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertobatan dirancang untuk menjadi bagian alami dalam kehidupan orang percaya</b>. Itulah hubungan dengan Allah di mana ketika kita mengaku dosa dalam hidup kita, kita berbalik dan kita bergerak ke arah yang berlawanan. Itu adalah pertobatan dan itu menunjukkan bahwa kita memiliki hubungan yang sehat dengan Allah. Ada banyak orang yang memiliki pengalaman keagamaan yang pahit. Jadi kita tidak ingin ada hubungan dengan Allah karena kita tidak pernah sungguh-sungguh bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bangsa Israel telah memutuskan bahwa kehendak Allah bagi mereka adalah kebenaran yang dihasilkan sendiri. Semua yang Allah inginkan adalah hal yang legalistik, di mana Anda menunjukkan sikap kasih dari luar ini, tetapi bukan apa yang ada di dalam hati Anda. Dan dengan cara itu Anda menghasilkan jenis kebenaran diri sendiri. Dan seluruh sistem legalisme itu dipertahankan oleh orang-orang yang dikenal sebagai orang Farisi. Tetapi Allah mementingkan pertobatan batin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, apakah Anda pikir Anda akan menyenangkan Allah dengan mematuhi semua aturan ini? Bahkan jika Anda telah memikirkan hal-hal ini di dalam hati Anda, Anda sudah melakukannya dan berdosa. Anda tidak sanggup mematuhi hukum-hukum Allah. Roma 3:20 mengatakan, “Tidak seorangpun dapat dibenarkan oleh karena perbuatan kedagingan atau perbuatan hukum,” Anda tidak mungkin dibenarkan oleh perbuatan. Efesus 2:9 berkata, "Itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena setelah Anda bertobat, hati Anda berubah, pikiran Anda berubah, dan hidup Anda berubah. Dan kita mulai melihat hal-hal Allah dalam cahaya yang sama sekali berbeda. Pernahkah ada waktu dalam hidup Anda di mana Anda bertobat? Anda berbalik dari gereja tetapi sekarang setelah pertobatan segalanya berubah. 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu; semua hal telah menjadi baru.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah keselamatan sejati! Apa pun yang kurang dari itu hanya membuat Anda merasa kosong dan tidak terpenuhi. Itu membuat Anda benci hal-hal dari Allah, itu membuat Anda membenci gereja dan membenci pendeta. Dengarkanlah apa yang dikatakan Dietrich Bonhoeffer, “Kurangnya pertobatan adalah akar penyebab tidak ada kuasa di gereja di zaman materialistis dan memanjakan diri ini. Tidak mungkin ada kekuatan spiritual di gereja yang tidak bertobat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat relevan, karena pertobatan tidak pernah menjadi tua. Pertobatan tidak pernah menjadi sia-sia, karena pertobatan tidak pernah menjadi sesuatu yang bisa kita singkirkan. Itu selalu akan menjadi salah satu kebutuhan terdalam dari setiap orang dan dari gereja dan dari dunia kita. Dan selama kita hidup kita perlu terus menerus bertobat karena kita terus berbuat dosa. Jadi kunci dasar untuk benar-benar memeluk Injil adalah pertobatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika itu ada di dalam khotbah pertama Yesus Kristus, itu benar-benar penting bagi gereja, benar? Jadi marilah kita menjelaskan sesuatu. Untuk memahami dengan lebih baik apa itu pertobatan, marilah kita pelajari apa yang bukan pertobatan. Mengakui beberapa hal yang telah Anda lakukan salah selama hidup Anda dan mengaku hal itu kepada seorang imam bukanlah pertobatan. Jadi marilah kita lihat beberapa contoh. <b>Pertobatan itu bukanlah rasa bersalah.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan telah menipu sebagian besar gereja dengan membiarkan mereka berpikir bahwa jika ada rasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan dalam hidup mereka itu adalah pertobatan dan mereka baik-baik saja dalam hubungan mereka dengan Allah. Itu benar-benar salah. Rasa bersalah mengatakan saya menyesal atas konsekuensi tindakan saya, tetapi saya tidak menyesal atas dosa itu sendiri. Itulah kesedihan duniawi, yang menghasilkan kematian. (2 Korintus 7:10)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasa penyesalan seperti itu hanya membawa kematian bagi kita, kematian bagi jiwa kita, dan kematian bagi roh kita, tetapi Allah ingin Anda mempunyai kehidupan. Yesus berkata dalam Yohanes 10:10, “Aku datang, supaya mereka memiliki hidup, dan memilikinya dalam segala kelimpahan.” Allah ingin Anda memiliki gairah dalam hidup Anda. Allah ingin supaya hatimu berkobar-kobar untuk hal-hal Allah. Allah ingin Anda mengasihi hal-hal yang Dia kasihi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya Anda berjalan bersama-Nya dengan sukacita, kedamaian, dan kepuasan yang luar biasa. Bukan karena Anda akan melakukan apa yang ingin Anda lakukan, tetapi karena Anda tahu bahwa Anda telah berada di hadirat Allah. Lihatlah anak yang hilang, dia menyesal, tetapi jika dia tidak meninggalkan kandang babi itu, tidak akan terjadi apa-apa. Jika tidak ada perubahan dalam hidupnya, ia akan tinggal bersama babi-babi itu dengan penyesalannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia harus keluar dari kandang babi itu dan pulang ke rumah ayahnya. Penyesalan tidak cukup untuk menjadi pertobatan. Penyesalan adalah fokus pada diri Anda sendiri, tetapi pertobatan adalah berfokus kepada Allah. Dengan pertobatan kita mengakui kekudusan Allah. Kita mengakui betapa kita bersikap duniawi dan kita melihat diri kita sendiri dalam terang Allah yang indah dan mengagumkan ini yang mengarahkan kita kepada pertobatan yang kudus dan alkitabiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertobatan bukanlah penyesalan</b>. Saya pikir sebagian besar dari kita memiliki penyesalan dalam hidup kita. Kita tahu ada hal-hal yang seharusnya kita lakukan lebih baik. Sebagai orang tua saya tahu ada hal-hal yang saya harap dapat saya tangani dengan lebih baik. Tetapi pertobatan bukanlah penyesalan. Bukannya aku berharap aku bisa menjalani hidupku kembali, atau aku berharap aku tidak melakukan itu. Dengarkanlah, apa yang sudah dilakukan sudah selesai dan kita tidak bisa mengambilnya kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas menyesal, tetapi dia tidak memiliki pertobatan. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa Yudas gantung dirinya, tetapi apakah itu pertobatan? Saya tahu itu tidak. Beberapa orang berdebat apakah Yudas bertobat atau tidak. Tapi di sini ada orang yang menunjukkan pada akhir hidupnya bahwa dia hanya menyesal. Dan tanpa pertobatan sejati tidak ada tempat di surga baginya. Dan melalui pertobatan sejati selalu akan ada pengampunan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertobatan bukanlah reformasi</b>. Reformasi mengatakan saya akan hidup lebih baik. Saya akan hidup benar. Saya akan memperbaiki beberapa hal dalam hidup saya. Saya akan mengubah hal-hal yang akan saya lakukan. Apakah kamu tahu apa itu? Itu adalah berusaha dengan perbuatan untuk memperoleh keselamatan. Itu mengatakan bahwa saya akan memperbaiki hidup saya, saya akan mencoba melakukan beberapa hal yang akan menyenangkan Allah dengan kekuatan saya sendiri dengan cara saya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda dapat mereformasi hidup Anda, mengapa perlu ada salib? Mengapa Yesus harus mati di kayu salib? Mengapa Yesus Kristus harus dipukuli sampai tidak bisa dikenali dan menderita serta diejek oleh dunia di salib itu sampai Ia mati? Mengapa Dia harus dimakamkan di kuburan itu dan kemudian Allah harus membangkitkan Dia dalam 3 hari, jika Anda bisa mereformasi diri Anda sendiri? Apakah artinya memiliki hubungan yang benar dengan Allah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertobatan bukanlah agama</b>. Dunia ini penuh dengan agama. Ada orang di seluruh dunia saat ini yang berkumpul untuk menjadi religius. Dan mereka mempraktikkan agama yang mungkin termasuk rasa bersalah, penyesalan dan reformasi. Jika mempraktikkan agama dapat menyelamatkan kita, mengapa salib diperlukan untuk keselamatan? Mengapa Yesus harus menderita begitu banyak? Bangunan di seluruh dipenuhi orang-orang yang hatinya kosong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih penting bahwa orang-orang ini diisi dengan sesuatu daripada kosong. Yang dilakukan oleh semua agama adalah mendorong Anda lebih dalam ke dalam lubang. Di sisi lain, hubungan dengan Yesus Kristus akan menyebabkan jiwa Anda berkobar-kobar. Itu akan membawa sukacita bagi hidup Anda, hasrat, dan tujuan hidup Anda. Dan Anda tidak perlu mengikuti tren budaya minggu depan. Jika Anda mengarahkan mata Anda kepada Yesus Anda akan tahu bahwa Dialah satu-satunya harapan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>Mazmur 51:1-12</b>, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih sayang-Mu; hapuskanlah pelanggaran-pelanggaranku sesuai dengan anugerah-Mu yang besar. 2 Basuhlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan bersihkanlah aku dari dosaku. 3 Karena aku mengakui pelanggaranku, dan aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 4 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa,”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam keputusan-Mu, dan tidak bercela dalam penghakiman-Mu. 5 Lihatlah, aku dilahirkan dalam kedurhakaan, dan dalam dosa aku dikandung ibuku. 6 Lihatlah, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan di bagian tersembunyi Engkau membuat saya mengetahui kebijaksanaan. 7 Bersihkanlah aku dengan hisop, dan aku menjadi tahir; basuh aku, dan aku menjadi lebih putih dari salju.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“8 Buatlah aku mendengar sukacita dan kegembiraan, biarlah tulang-tulang yang telah Kauremukkan dapat bersukacita kembali. 9 Sembunyikan wajah-Mu dari dosa-dosaku, dan hapuskanlah semua kesalahanku. 10 Ciptakan di dalam diriku hati yang bersih, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh. 11 Janganlah membuang aku dari hadirat-Mu, dan jangan mengambil Roh Kudus-Mu dari saya. 12 Kembalikanlah padaku sukacita keselamatan dari pada-Mu, dan topanglah aku dengan Roh-Mu yang murah hati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah merubah saya dan semakin tua usiaku, saya menyadari bahwa pengakuan dosa saya masih kurang. Saya tidak bisa menyamaratakannya, saya harus lebih spesifik tentang dosa-dosa saya. Seringkali kita memperlakukan pertobatan seolah-olah kita hanya perlu mengakui bahwa kita telah gagal meringankan rasa bersalah kita. Tetapi jika kita memperhatikan Mazmur 51, apakah yang dikatakan Alkitab tentang pertobatan itu? <b>Pertobatan adalah berbalik menjauhkan diri dari dosa dan berpaling menuju ke arah Allah.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bukakanlah hatimu, apakah itu pengalamanmu ketika Anda memikirkan pertobatan? Apakah Anda berbalik menjauhkan diri dari dosa dan berbalik menuju kepada Allah? Apakah Anda tahu bahwa pertobatan membina sukacita yang dalam? Mengapa? Karena Roh Kudus menginsafkan kita akan dosa. Allah tidak mengizinkan saya berada terlalu lama dalam dosa. Dia berurusan dengan saya secara teratur. Karena setiap pagi waktu saya membuka Alkitab, Allah mulai berbicara kepada saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu sering menyadari saya bahwa saya butuh pertobatan. Jadi bagaimana kita bertumbuh dalam sukacita itu? Bagaimana kita bisa dapat pola pertobatan itu? <b>Nomor satu: miliki dosamu</b>. Di sinilah siklus pertobatan dimulai. Dalam tiga ayat pertama Mazmur 51, Daud mengakui dosanya. David mengaku bahwa ini semua adalah kesalahannya, perbuatannya, perkataannya dan ketika itu tidak sesuai dengan Firman Allah, dia bersalah. Saya harap bahwa gereja modern juga dapat menerima itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak peduli gairah apa yang kumiliki, jika itu tidak setuju dengan Firman Allah, saya bersalah. Pelanggaran berarti pemberontakan yang disengaja melawan Allah. Kita semua tahu apakah dosa itu, tetapi kebanyakan kita memilih untuk tidak mengakuinya, benar? Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 1:8, bahwa jika kita berkata kita tidak memiliki dosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Orang seperti apa kamu? Apakah Anda jujur atau banyak berbohong?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud menggunakan kata ‘kesalahan’ yang adalah suatu perubahan dari apa yang seharusnya dilakukan. Dia mengatakan bahwa ini adalah dosa pilihannya. Orang-orang suka menyimpangkan kebenaran, mereka katakan itu tidak sengaja dilakukan. Dan orang seringkali merubah beberapa hal sehingga mereka tidak terlihat terlalu buruk. Dan kemudian ada kata dosa yang berarti tidak mengenai sasaran yang ditetapkan Allah. Contohnya adalah lalai melakukan apa yang diperintahkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah sasaran itu? Itu adalah rencana Allah, itu rancangan Allah. Itu bukan disain kita, itu adalah milik Allah. Kita tidak bisa memperkecil atau memaafkan tindakan kita, Daud mengakunya. Jadi apakah yang kita harus lakukan? Kita harus menyadari bahwa proses pengudusan kita sedang berlangsung dan kita perlu bertobat. <b>Nomor dua: akuilah dosamu</b>. Ingatlah 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil untuk mengampuni segala dosa kita dan untuk menyucikan kita dari segala kejahatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita membutuhkan rutinitas pengakuan dosa yang sehat dan teratur. Anda tidak perlu datang ke gereja dan duduk di belakang layar dan mengaku dosamu kepada seorang imam. Alkitab mengatakan bahwa ada satu penengah di antara Allah dan manusia dan itu adalah Yesus Kristus. Dan jika Anda memiliki hubungan dengan Kristus Yesus, apa yang Anda perlu lakukan hanyalah curhat dan berbicara kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus selalu rela mendengar. Dia sudah tahu persis apa masalah Anda. Jangan merasa malu, Dia menyaksikan Anda melakukan dosa apa pun yang Anda ingin akui. Malah, ketika Dia disalibkan dengan paku-paku yang dipukul ke dalam tubuh-Nya, Dia melihat apa yang Anda lakukan. Dan Dia tetap mengasihimu. Dia mengasihi Anda bukan karena Anda terlihat hebat di media sosial, di mana Anda menciptakan gambar duniawi keren tentang dirimu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu segalanya. Dan meskipun begitu, Dia tetap mengasihimu. Dan Anda tidak perlu mengantri untuk memberi pengakuan. Pada saat Roh Kudus berurusan dengan hati Anda, saat Anda menyadari bahwa Anda telah berdosa, beritahukanlah semuanya kepada Yesus. Pertobatan selalu sulit dan kesulitan bertumbuh semakin besar dengan penundaan. Tahukah Anda mengapa beberapa dari kalian jarang bertobat?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Anda memiliki segudang penuh dosa yang belum diakui yang belum pernah Anda tangani. Dan Anda pikir jika Anda memulainya, itu akan menjadi hari yang sangat panjang. Kalau Anda mulai, perhatikanlah Allah mengangkat beban itu dari pundak Anda, perhatikanlah Dia meringankan beban Anda, dan lihatlah bagaimana Allah akan menyatukan hati Anda dengan hati-Nya. <b>Nomor tiga, percayalah anugerah-Nya</b>. Jangan takut. Kita dapat bersandar pada anugerah-Nya. Kasih karunia itu adalah salah satu kata terindah dalam bahasa apa pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 51 dimulai dengan Daud memohon ampun kepada Allah berdasarkan apa yang dia tahu tentang karakter Allah. Bahwa Dia penuh belas kasihan, dan penuh kasih sayang. Ketika kita datang dengan penuh pertobatan di hadapan Allah, kita melakukan itu berdasarkan perjanjian-Nya dengan kita melalui Kristus. Allah tidak berubah, Dia menyelamatkan Anda dan Dia akan mengampuni Anda.<b> Nomor empat: tolaklah godaan untuk membenarkan diri atau merasionalisasi.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya bertanggung jawab kepada Anda tetapi saya tidak bertanggung jawab untuk Anda. Pada suatu hari akan datang waktunya di mana saya akan berdiri di hadapan Tuhan dan saya bertanggungjawab atas semua yang saya katakan atau tidak katakan kepada gereja sebagai pendeta Anda. Dan itulah yang mendorong saya untuk bertobat sejati secara alkitabiah berulang kali. Saya ingin tetap sedekat mungkin dengan kemuliaan Tuhan. Karena semua dosa pada akhirnya adalah melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Nomor lima: Izinkanlah Allah untuk menghancurkan Anda, kemudian memulihkan Anda.</b> Di sinilah orang bergumul paling banyak. Kebanyakan orang berusaha sekuat mungkin untuk menghindari kehancuran dengan cara apa pun. Pelestarian diri tampaknya menjadi dewa pilihan di dunia modern ini. Tetapi apakah itu alkitabiah? Daud berkata dalam ayat 8, “Buatlah aku mendengar sukacita dan kegembiraan, biarlah tulang-tulang yang telah Kauremukkan dapat bersukacita kembali.” Perhatikanlah apa yang dikatakan Daud,” tulang-tulang yang telah Kauremukkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud mengerti bahwa kasih Allah cukup untuk menghancurkannya. Dan dalam kehancuran itulah Daud menengadah dan berseru kepada Allah. Jika Anda sepanjang hidup Anda hanya membangun kerajaan Anda dan melindungi diri Anda di mana Anda merasa nyaman dan bahagia dan tidak membiarkan apa pun menghancurkannya, Anda tidak akan pernah mengalami sukacita dan kegembiraan dari kasih Allah. Dengarkanlah, ketika Allah memperhadapkan kita dengan dosa-dosa kita, itu selalu menyakitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang sangat menyakitkan untuk mengakui bahwa hati kita hancur, tetapi itulah pertobatan. Anda sendiri tidak dapat memperbaikinya. Tetapi pertobatan pada akhirnya akan menguntungkan Anda lebih dari yang pernah Anda pikirkan. Daud menulis dalam ayat 7, “bersihkanlah aku dengan hisop dan aku akan bersih, lebih putih dari salju.” Dia tahu bahwa darah saja bisa membuatnya bersih. Yang dia tidak tahu adalah bagaimana hal ini akan dilakukan. Tapi kita tahu, benar? Kita memiliki wahyu penuh dari Yesus, dan itu adalah Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 9:26 mengatakan, “Yesus ini, hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh pengorbanan diri-Nya.” Dengarkanlah, Yesus akan menyembuhkan Anda dan Yesus akan memulihkan Anda. Jika dosa itu tidak pahit, Kristus tidak manis. Mungkin perjuangan Anda adalah bahwa Anda tidak melihat dosamu sebagai kepahitan. Untuk menjadi gereja Allah kita semua harus bertobat setiap saat, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Aug 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190804</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000079</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tidak Ada Injil Lain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000078"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+1:6-9" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 1:6-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Aku heran bahwa kalian begitu cepat berpaling dari Dia, yang memanggil kalian dalam anugerah Kristus, untuk mengikuti injil yang berbeda, 7 yang sebenarnya bukan injil; tetapi ada beberapa orang yang mengacaukan kalian dan ingin memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami, atau seorang malaikat dari surga, yang memberitakan kepada kalian injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepada kalian, terkutuklah dia. 9 Jikalau ada orang yang memberitakan injil lain kepadamu, terkutuklah dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil adalah kabar baik tentang keselamatan. Siapa pun yang memutarbalikkan kabar baik tentang keselamatan itu terkutuk. Itulah Firman Allah yang paling keras, dengan memberikan kutukan berlipat ganda kepada siapa saja yang mengubah Injil. Injil itu adalah kabar baik tentang keselamatan di dalam Kristus, oleh anugerah saja melalui iman saja di dalam Kristus saja. Dan itulah satu-satunya cara bagi orang berdosa untuk lolos dari neraka dan masuk ke surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah jelas Setan ingin membingungkan dan menipu dan memutarbalikkan Injil. Inilah yang menjadi urusan utama Setan, memutarbalikkan Injil, sypaya orang-orang percaya sesuatu yang tidak benar, yang tidak menyelamatkan, dan karena itu mereka akan masuk ke neraka. Mereka berkata, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan melakukan banyak mujizat demi nama-Mu,” hanya untuk mendengar, “Enyahlah dari pada-Ku, Aku tidak pernah mengenal kamu, kalian pembuat kejahatan! (Matius 7:22-23)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus di sini tidak ragu-ragu menyatakan deklarasi hukuman ilahi yang besar ini. Ini sangat konfrontatif, inilah jenis kutukan keras yang jarang kita dengar dari para pengkhotbah zaman ini. Inilah hari-hari toleransi sekarang. Orang liberal mengatakan, inilah hari di mana Anda dapat percaya apa pun juga, dimana tidak ada kebenaran mutlak: Janganlah ada orang yang mengutuk siapapun untuk apapun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini sangat mengganggu dunia toleran di tempat kita hidup. Tetapi ini sangat diperlukan, karena keselamatan sedang dipertaruhkan, dan itu hanya terdapat melalui kepercayaan kepada Injil yang benar. Nah dalam Perjanjian Lama ada Allah yang mengutuk orang-orang yang berbalik melawan Dia. Sama juga di Perjanjian Baru, Yesus dalam Markus 11 mengutuk pohon ara itu; dan ketika para murid kembali keesokan harinya pohon itu sudah mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah lambang kutukan ilahi atas bangsa Israel karena penolakan mereka terhadap Allah dan Mesias. Yesus menyerang sistem keagamaan Yahudi pada awal pelayanan-Nya ketika Ia menyerang bait suci, dan pada akhir pelayanan-Nya ketika Ia melakukan itu lagi. Kutukan yang keluar dari mulut Yesus datang langsung dari surga. Inilah kutukan yang parah dan abadi dari Allah ketika Allah tidak diikuti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana keadaannya hari ini? Apakah Allah masih mengutuk, dan memberikan hukuman? Apakah Allah masih mengumumkan penghancuran dan pengrusakan kepada manusia saat ini? Dan jawabannya adalah di dalam 1 Korintus 16:22, “Siapakah yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah dia,” dengan kata yang sama, terkutuklah. Penghakiman diucapkan kepada siapa pun yang tidak mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Apapun juga agamamu, jika kalian tidak mengasihi Tuhan Yesus Kristus, terkutuklah kalian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya terkutuk? Dalam Roma 9:3, Paulus berkata, "Bahjab aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku.” Dia ingin supaya orang Yahudi datang kepada Kristus, dan dia ingin sekali hal itu terjadi sehingga ia mengatakan, “Aku hampir berharap diriku sendiri terkutuk,” dan kemudian dia menjelaskan apakah artinya: terpisah dari Kristus dan karena itu terpisah dari hadirat Allah untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan masih ada lagi. Dalam Matius 25:41 dikatakan, “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Mereka yang dikutuk dalam Perjanjian Lama ada di sana sekarang. Mereka yang dikutuk oleh Yesus di Israel pada waktu mereka menolak Dia ada di sana sekarang. Mereka yang mengabarkan Injil palsu selama waktu kerasulan yang Paulus bicarakan di sini sekarang berada di dalam siksaan api kekal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terus menerus sepanjang seluruh sejarah manusia, mereka yang tidak datang dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus untuk mengasihi Dia, mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat dikutuk dan dikirim ke api kekal yang disiapkan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Kutukan Paulus sangat parah, dan itu berlaku bagi siapa saja yang memutarbalikkan Injil. Orang-orang yang memalukan Allah dalam Perjanjian Lama dan orang-orang yang menolak Yesus Kristus semuanya terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, serangan terhadap Injil tidak pernah berhenti. Iblis dan para pengikut-nya selalu ada sejak awal mula. Di sini kita lihat itu pada awal kehidupan para rasul. Galatia kemungkinan besar adalah buku Perjanjian Baru kedua yang ditulis. Pada awal pelayanan para rasul, sudah ada penyimpangan luas dari Injil, yang disebarkan oleh Setan, iblis-iblisnya dan agen-agen manusianya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 2 Korintus 11:3 Paulus berkata, “Tetapi aku kuatir, jangan-jangan entah bagaimana, pikiranmu mungkin disesatkan dari kesetiaanmu pada kesederhanaan yang ada di dalam Kristus, sama seperti ular menipu Hawa oleh kelicikannya.” Aku takut apa yang dilakukan Setan terhadapnya, sama dengan apa yang ia lakukan kepadamu, dan pikiranmu disesatkan dari kesederhanaan dan kemurnian kesetiaanmu kepada Kristus. Injil adalah Kristus - bukan Kristus ditambah apapun, tetapi hanya Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 13-15, Paulus berkata, “Ada rasul-rasul palsu,” yang menyebarkan kristus palsu dan injil-injil palsu ini, “para pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 14 Jangan heran! Sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat terang. 15 Jadi itu, bukanlah hal yang ganjil, jika para pelayannya juga menyamar sebagai hamba-hamba kebenaran, dimana kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 2 memperingatkan dengan jenis kecaman terkuat bahwa para nabi palsu sudah sedang bekerja. Yudas mengulangi hal itu dalam suratnya yang singkat. Paulus berulang kali memperingatkan kita tentang guru-guru palsu. Tuhan telah memberikan surat kepada gereja-gereja dalam Wahyu 2 dan 3 yang menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan penghancuran guru-guru palsu itu. Dan di sini, di Galatia, Paulus menyatakan hukuman kekal terhadap orang-orang itu yang menyesatkan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini kita membicarakan kaum Yudaizer. Kepercayaan mereka adalah bahwa Yesus adalah Juruselamat, dan Anda perlu percaya kepada Yesus, tetapi untuk menerima keselamatan Anda harus datang melalui Yudaisme. Anda perlu disunat secara fisik. Anda harus mematuhi Sabat Musa dan upacara serta hukum dan ritual serta standar-standar. Sekarang kaum Yudaizer ini datang dari Yakobus di Yerusalem sebagaimana dicatat dalam Galatia 2:12.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka bukan anti-Kristus, mereka menyatakan dirinya sebagai orang Kristen yang mewakili Allah Perjanjian Lama dan mereka percaya kepada Yesus sebagai Mesias. Dan mereka berasal dari Yerusalem sebagai gereja induk, dari Yakobus yang adalah pemimpin gereja itu. Dan mereka telah memutuskan bahwa keselamatan tidak dapat terjadi kecuali mereka mematuhi kebiasaan, ritual dan upacara Yudaisme dari Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus tidak melihatnya sebagai detail kecil. Ada bahaya yang mematikan, karena jika Anda menambahkan pekerjaan apa pun pada Injil, Anda meniadakan anugerah. Paulus tidak menulis tentang pelanggaran pribadi dalam Galatia, dia menulis tentang penyimpangani Injil, yang memotong orang dari kebenaran, satu-satunya kebenaran yang menyelamatkan. Mereka secara harfiah menyerang Allah dan menyerang rencana penebusan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah masalah penambahan perbuatan pada Injil telah diselesaikan. Lihatlah Kisah Para Rasul 15 di mana para pemimpin gereja di Yerusalem dan para rasul semuanya bersama-sama mengambil keputusan tentang esensi Injil. Ayat 7, “Petrus berdiri dan berkata kepada mereka, “Saudara-saudara, kalian tahu bahwa sejak semula Allah memilih aku dari antara kalian, supaya melalui mulutku bangsa-bangsa lain dapat mendengar firman Injil dan percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8-11, “Maka Allah, yang mengenal hati manusia, mengakui mereka dengan memberikan mereka Roh Kudus, 9 dan tidak membuat perbedaan di antara kita dan mereka, dengan menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kalian mencobai Allah dengan meletakkan kuk pada leher murid-murid, yang tidak dapat dipikul oleh nenek moyang kita maupun kita sendiri? 11 Sebaliknya kita percaya, bahwa oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus kita akan diselamatkan dengan cara yang sama seperti mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan dalam Titus 1:10-11, “Karena ada banyak orang yang durhaka, baik yang suka berbicara maupun yang menipu, khususnya mereka yang pegang hukum sunat. 11 yang mulutnya harus ditutup, yang mengacaukan banyak rumah tangga dengan mengajarkan yang tidak-tidak demi keuntungan yang tidak jujur.” Hanya ada satu jalan menuju Allah, dan itu tidak melibatkan upacara, atau ritual, atau upacara, dan tidak ada perbuatan agama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah diberitahu apakah Injil itu. Paulus menyimpulkannya dalam <b>ayat 4-5</b>, Tuhan Yesus Kristus, “yang telah menyerahkan diri-Nya untuk dosa-dosa kita sehingga Ia dapat menyelamatkan kita dari zaman yang jahat saat ini, sesuai dengan kehendak Allah Bapa, 5 Bagi-Nyalah kemuliaan untuk selama-lamanya, Amin.” Pekerjaan Anda tidak disebutkan di sini, karena itu semua adalah pekerjaan Allah dan pekerjaan Yesus Kristus, dan untuk itu semua kemuliaan adalah kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Makna Injil bukanlah apa yang Anda lakukan, itu adalah apa yang telah dilakukan Kristus. Allah membuktikan apa yang Dia lakukan dengan membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan meninggikan Dia di sebelah kanan-Nya. Injil adalah Injil anugerah; oleh iman, dan bukan pekerjaan. Pertama-tama, Anda melihat keheranan Paulus, lalu kebijaksanaannya, lalu peringatannya. <b>Keheranan-Nya, ayat 6</b>, “Saya heran karena Anda begitu cepat meninggalkan Dia yang telah memanggil Anda dengan anugerah Kristus, untuk Injil yang berbeda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keheranannya adalah atas peninggalan orang-orang Galatia. Dan, tidak ada yang lebih dramatis daripada tidak adanya pujian dan kasih yang normal, yang begitu jelas dalam setiap suratnya yang lain. Paulus heran akan Setan yang menyamar sebagai malaikat terang. Dia takjub atas kemuliaan Kristus, dia kagum pada strategi Setan, dan dia heran ada orang-orang Galatia ini yang telah meninggalkan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah proses orang Galatia belum lengkap, tetapi mereka sudah mulai menuju ke arah yang salah. Jika beberapa dari mereka melakukan itu, 1 Yohanes 2:18-19 mengatakan, “Mereka keluar dari kita, karena mereka bukan dari kita. Jika mereka benar berasal dari kita, mereka akan tetap bersama kita. Tetapi mereka pergi dari kita supaya kita tahu bahwa mereka tidak pernah berasal dari kita.” Orang percaya palsu akan keluar, karena mereka tidak pernah menjadi bagian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana dengan orang percaya sejati? Lihatlah Galatia 3:2, “Hanya ini yang ingin kupelajari darimu: Apakah Anda menerima Roh karena perbuatan hukum Taurat, atau oleh pendengaran karena iman?” Apakah terjadi ketika seseorang diselamatkan, ketika seseorang percaya Injil dan ia dibenarkan dan dipertobatkan? Allah memberi orang percaya itu Roh Kudus-Nya, benar? Jadi Paulus berbicara tentang orang-orang yang telah menerima Roh Kudus itu. Dia menulis kepada orang-orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda menerima Roh Kudus karena Anda disunat? Apakah Anda menerima Roh Kudus karena Anda menjalani beberapa ritual, suatu upacara dengan memelihara Sabat, diikuti dengan beberapa pesta Perjanjian Lama?” Tidak, Anda tahu Anda menerima Dia, karena roh Anda bersaksi dengan Roh Allah bahwa Anda adalah anak Allah. Jadi, Anda tahu Anda telah menerima Roh itu melalui pendengaran iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, “Anda diselamatkan oleh iman, Anda menerima Roh oleh iman, dan sekarang Anda akan beralih kepada pekerjaan, seolah-olah itu akan menyempurnakan Anda?" Mereka adalah orang percaya. Bahayanya adalah mereka akan mengikuti penafsiran kembali Setan akan Injil, dan akibatnya, mereka akan menjadi seperti Efesus 4:14, "Mereka akan menjadi seperti anak-anak yang diombang-ambingkan, dan dibawa oleh rupa-rupa angin doktrin palsu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sanalah tepat gereja evangelis hari ini. Bukannya orang-orang di gereja-gereja itu tidak diselamatkan, karena mereka diselamatkan oleh anugerah dan hanya melalui iman. Tetapi mereka telah dituntun untuk menoleransi Injil palsu yang menambahkan kata-kata pada iman, yang menambahkan perbuatan pada iman, yang menambahkan baptisan pada iman, yang menambahkan ritual tertentu pada iman, dan yang menambahkan moralitas pada iman supaya mereka layak diberi anugerah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak bisakah kita bersatu dengan Gereja Katolik Roma? Tidak, itu adalah Injil palsu yang mengatakan bahwa Anda dapat diselamatkan dengan baptisan saat masih bayi, dan Anda dapat diselamatkan dengan upacara atau dengan menjadi anggota gereja, atau melalui doa-doa seorang imam atau orang suci. Itu adalah Injil palsu. Kepercayaan Roma Katolik saat ini dan ortodoksi Yunani adalah seperti orang Farisi dan Yudaizer modern dari jenis yang berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman adalah kenyataan suatu panggilan efektif. Itu adalah panggilan untuk keselamatan. Itulah panggilan dari Roma 8:30 bahwa “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, juga dipanggil-Nya. Dan yang dipanggil-Nya, juga dibenarkan-Nya. Dan yang dibenarkan-Nya, juga dimuliakan-Nya.” Itu bukan hanya panggilan terbuka yang dapat Anda ambil atau tinggalkan. Itu adalah panggilan penyelamatan. 2 Tesalonika 2 mengatakan, "Kita dipanggil oleh iman." 2 Timotius 1:8-9, "Kita dipanggil bukan oleh perbuatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, <b>kebijaksanaan</b> Paulus tentang penipuan guru-guru palsu. <b>Ayat 7</b>, “Injil yang berbeda itu, sebenarnya bukan Injil.” Orang-orang Galatia diajarkan keselamatan melalui anugerah plus perbuatan, dengan iman ditambah perbuatan. Jika Anda menambahkan sesuatu ke dalamnya, Anda telah mengubahnya. Paulus berkata dalam Galatia 5:2, “jika Anda disunat, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” Anda baru saja membatalkan keselamatanmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 5:3, “Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.” Bisakah Anda mematuhi seluruh hukum dengan sempurna, karena jika Anda tidak mematuhi seluruh hukum dengan sempurna, Anda terkutuk. Jika Anda menambahkan sesuatu, Kristus menjadi tidak berpengaruh bagi Anda. Anda telah mengambil tanggung jawab untuk keselamatan Anda sendiri melalui perbuatan Anda sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, <b>peringatan</b> Paulus tentang amarah Allah. Dalam <b>Ayat 8-9</b> Paulus menggunakan situasi hipotetis untuk menjelaskan maksudnya. Mengapa orang mau percaya Injil yang salah? Karena penampilan orang-orang yang menyebarkannya. Mereka terlihat religius, mereka terdengar religius, dan mereka bertindak religius. Paulus berkata, “Siapa pun yang memutarbalikkan Injil terkutuk.” Jika pesan itu menyimpang dari Injil anugerah itu, maka mereka terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah pelajarannya bagi kita? Jangan meniadakan pekerjaan Kristus. Janganlah membuat kematian Kristus itu tidak berpengaruh. Jangan berpikir bahwa seseorang akan diselamatkan oleh karya. Anda memasukkan perbuatan apa pun ke dalam Injil anugerah dan Anda telah membatalkannya. Pekerjaan Kristus sudah cukup; Dia melakukan itu semuanya. Kita tidak bisa membiarkan kebenaran dikurangi dan kita tidak bisa membiarkannya ditambahkan, benar? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jul 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190728</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000078</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebebasan dalam Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000077"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Galatians+1:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Galatia 1:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang yang telah lama berada di sini dan kita belum mempelajari sebuah surat Alkitab dalam beberapa tahun. Kitab Galatia disebut Magna Carta kebebasan spiritual. Itu disebut Deklarasi Kemerdekaan Kristen. Itu telah diidentifikasi sebagai seruan perang Reformasi. Dan, dua tahun yang lalu adalah tahun dimana kita merayakan peringatan 500 tahun Reformasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan, tentu saja, tokoh kunci dalam Reformasi itu adalah seseorang bernama Martin Luther, yang adalah seorang biarawan Katolik. Ketika dia mempelajari kitab Galatia, dia menemukan Injil yang benar, Injil keselamatan melalui anugerah melalui iman, dan dia berkata, “Surat kepada orang-orang Galatia adalah surat saya.” Itu adalah kutipan dari Luther. Ini buku yang luar biasa, dan kita akan mempelajarinya ini berbulan-bulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Komentar Luther keluar dari pengajarannya tentang orang Galatia, keluar dari pengalaman keselamatannya. Dia diselamatkan pada saat mengajar dari Surat Galatia. Tetapi komentar Luther tentang Galatia itu menjadi dasar dan manifesto Reformasi Protestan, dan Reformasi Protestan menemukan pesannya dari kitab Galatia; dan juga dari kitab Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kitab Galatia berurusan dengan masalah-masalah penting: hukum, anugerah, perbuatan, Injil, Yesus Kristus, Roh Kudus dan kematian Tuhan kita, kebangkitan-Nya, keselamatan, pengudusan - semua realitas kritis yang berhubungan dengan Injil ini adalah bagian dari kitab Galatia. Tetapi pesan utama dari kitab Galatia adalah kebebasan. Kebebasan dari dosa, kebebasan dari penghakiman, dan kebebasan dari perbudakan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat penting dalam Reformasi untuk membebaskan orang bukan hanya dari belenggu dosa, tetapi juga belenggu agama palsu, yang telah menawan dunia Barat selama sekitar seribu tahun. Ada seribu tahun kegelapan dan perbudakan spiritual di mana sistem Roma Katolik menawan gereja. Dan Reformasi dan kitab Galatia itulah yang membawa Injil yang membebaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pria dan wanita kontemporer dalam budaya kita bangga akan kebebasan pribadi. Kebebasan pribadi adalah hal besar. Bahkan, kita terus-menerus diberi tahu bahwa kita tidak memiliki hak untuk mengganggu siapa pun tentang apa pun jika mereka menyangkal kesempatan itu. Mereka milik kebebasan penuh untuk mengendalikan pikiran mereka sendiri tentang apa yang mereka pikirkan, dan apa yang mereka mungkin tidak mau dengar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Belum pernah ada begitu banyak pengertian yang membingungkan tentang kebebasan itu. Orang bebas berpikir kebebasan itu berasal dari kebebasan untuk melakukan apa pun yang mereka ingin lakukan, dan tidak ada yang memaksakan apa pun yang tidak diinginkan. Tidak ada yang absolut di dunia moral; dan karena itu seharusnya tidak ada batasan moral. Tidak ada pengakuan akan tanggung jawab atau penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mereka tidak bebas. Tidak ada kebebasan bagi jiwa yang belum lahir baru, karena jiwa itu terikat pada dosa. Satu-satunya kebebasan yang mereka miliki adalah kebebasan untuk memilih dosa mana yang paling menarik bagi mereka. Tidak ada kebebasan dari dosa dan perasaan bersalah. Karena itu tidak ada kebebasan dari rasa takut. Tidak ada kebebasan dari penghakiman. Tidak ada kebebasan dari hukuman abadi. Itu adalah kebohongan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan bahwa kita adalah hamba dosa, bebas memilih tuan mana yang mereka pilih, tetapi tetap kita menjadi hamba. Orang-orang terikat dalam rantai pelanggaran dan kejahatan, menuju pada hukuman Allah yang akan menetapkan mereka untuk hukuman kekal. Yesus berkata dalam Yohanes 8:32, “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Dan Dia membicarakan kebenaran Injil, yaitu kebenaran Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan dari Galatia adalah pesan tentang kebebasan sejati. Agama datang dan ingin membantu manusia untuk menemukan kebebasan dari apa yang memegangnya, apa yang menyusahkannya, apa yang menakutkannya. Dan agama itu terdiri dari semua bentuk dalam spektrum yang luas. Ada beberapa bentuk agama legalistik di mana Anda harus mematuhi peraturan tertentu. Dan di situlah Martin Luther waktu itu berada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di situlah tempatnya para biarawan, dan itulah yang telah dilakukan biara-biara, dan itulah yang telah dilakukan para biarawati, dan banyak bentuk pengorbanan religius lainnya, seperti penyangkalan diri, penolakan terhadap kehidupan sosial, pernikahan, mereka mengunci diri ke dalam bentuk yang ditentukan dari jenis kehidupan yang dirampas, yang melekat pada hukum dan ritual tertentu yang hanya berkaitan dengan perilaku eksternal, karena mereka tidak dapat mengubah isi hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap agama menawarkan kebebasannya sendiri: kebebasan dari apa yang mengganggu Anda, kebebasan dari apa yang mengecewakan Anda, apa yang menyebabkan Anda cemas. Dan itu mungkin kebebasan yang ditawarkan oleh ritualisme. Jika Anda melakukan ritual ini, itu adalah jalan menuju kebebasan yang diinginkan jiwa Anda. Bagi sebagian orang, itu adalah pertapaan yang keras dan penyangkalan diri, dan kadang bahkan menyakitkan diri sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang lain itu mengembangkan semacam pendekatan yang membenarkan diri terhadap kehidupan dan menjadi orang baik, yang memiliki semacam moralitas yang secara umum dapat diterima. Bagi sebagian orang, kebebasan datang dalam kepercayaan diri. Kebebasan itu datang karena tidak berhubungan dengan harapan orang lain, atau kecenderungan orang lain atau gangguan ke dalam hidup Anda. Itu semakin populer waktu orang tetap single lebih lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Alkitab seluruh umat manusia diperbudak oleh dosa di dalam kerajaan kegelapan yang dikuasai Setan, yang adalah penguasa kerajaan angkasa (yang berarti dunia ini) yang mendominasi mereka. Mereka adalah anak-anak iblis, dan tidak ada kebebasan. Kebebasan yang mereka pikir mereka nikmati hanyalah ilusi dalam perjalanan mereka menuju kepada perbudakan abadi dalam neraka hukuman. Tidak ada kebebasan benar sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda dapat membebaskan diri dari siapakah Anda sebenarnya? Masalahmu bukan di luar dirimu, itu ada di dalam dirimu. Dan itu dibantu oleh orang-orang di sekitar Anda, dan budaya yang mendefinisikan korupsi dan menstandarkannya. Tetapi Anda sendiri adalah masalahnya, dan Anda tidak akan pernah bebas sampai Anda diubah untuk menjadi Anda yang berbeda. Dan satu-satunya hal yang dapat melakukan itu, kata Paulus kepada kita di Galatia, adalah Injil Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Galatia 5:1, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.” Itulah kesimpulan dari kitab Galatia. Kebebasan itu hanya datang di dalam Kristus dan tidak di tempat lain. Di satu sisi tidak ada kebebasan dalam legalisme, di sisi lain tigak ada di dalam kebebasan, atau apa pun di antaranya. Dengarkan: selama Anda berada dalam ikatan dosa Anda tidak bebas; tetapi segera setelah Anda berada dalam perbudakan dengan Kristus, Anda malah dibebaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ikatan Anda kepada Kristus adalah kebebasan dari dosa, dari kekuatannya, dari konsekuensinya, dan pada suatu hari nanti dari kehadirannya. Orang-orang Kristen berbicara tentang sukacita, kedamaian, kasih, kepuasan, harapan dan pemenuhan, karena mereka telah dibebaskan dari perbudakan yang mendominasi semua orang: yaitu perbudakan sifat dosa. Kita bebas untuk selamanya: bebas dari kuasa, hukuman, dan pada suatu hari kehadiran dosa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah pesan Paulus. Ini benar-benar pesan yang sangat penting, karena setiap manusia di dunia terus-menerus mengalami ikatan dosa itu, ketakutan akan kematian dan penghakiman yang ada di setiap hati. Nah ini bukan risalah keren yang bersifat akademis. Ini adalah presentasi yang panas, tidak terduga dan benar. Rasul Paulus menulis ini di bawah tekanan yang luar biasa. Dia benar-benar marah secara rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang dia pertahankan? Dia membela Injil yang sedang diserang; dan orang-orang di gereja yang telah didirikannya yang terpengaruh kebohongan dan legalisme ini. Jadi dia menulis sebagai orang yang marah. Anda melihat itu di awal surat. <b>Ayat 1</b>, “Paulus, seorang rasul, bukan dari manusia maupun oleh manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa yang membangkitkan Dia dari antara orang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2-6</b>, “dan semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: 3 Kasih karunia menyertai kalian dan damai sejahtera dari Allah, Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus, 4 yang telah menyerahkan diri-Nya untuk dosa-dosa kita, supaya Ia membebaskan kita. dari zaman yang jahat ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita, 5 Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya. Amin. 6 Aku heran bahwa kalian begitu cepat berpaling dari pada Dia, yang oleh anugerah Kristus memanggil kalian, dan mengikuti suatu Injil lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7-9</b>, “yang sebenarnya bukan Injil; tetapi ada beberapa orang yang mengacaukan kalian dan yang ingin memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami, atau seorang malaikat dari surga, memberitakan kepada kalian suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang kalian telah terima, terkutuklah dia. 9 Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, sekarang kukatakan lagi, jikalau ada orang yang memberitakan Injil lain kepada kalian yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah, di sini tidak ada pujian. Dia menulis 13 surat dalam Perjanjian Baru; inilah satu-satunya yang tidak ada pujian. Ada amarah besar di dalam hatinya, karena Injil itu sedang diserang; dan karena itu orang-orang yang kepadanya dia telah memberitakan Injil berada dalam bahaya. Dia menulis sebagai orang yang berjuang melawan intrusi guru-guru palsu, dan untuk membela orang-orang yang dia kasihi. Dan dia marah sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bersama dengan Barnabas, telah memulai gereja-gereja ini di Galatia selatan pada perjalanan misi pertama. Mereka memulai perjalanan misionaris pertama mereka dalam Kisah Para Rasul 13 dan 14. Mereka pergi ke wilayah ini yang disebut Galatia. Galatia bukanlah kota, tidak seperti Efesus, Filipi, Kolose, dan lainnya yang diberi nama surat-surat lainnya. Ini adalah sebuah wilayah, dan ada sejumlah kota di wilayah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kota-kota ini yang disebut Antiokhia, Ikonium, Listra dan Derbe. Dan pada perjalanan misionaris pertama, Paulus pergi ke semua tempat itu untuk memberitakan Injil dan mendirikan gereja. Inilah orang-orang yang dia sayangi. Dia kembali pada perjalanan misionarisnya yang kedua ke Galatia. Dan dia kembali pada perjalanan misinya yang ketiga lagi ke Galatia. Dia berinvestasi besar pada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Kisah Para Rasul 14:19, ketika dia datang ke kota Listra, orang-orang Yahudi sangat marah kepadanya sehingga mereka ingin membunuh dia dengan batu. Jadi oposisi-nya luar biasa besar. Ketika dia masuk ke kota non-Yahudi dia selalu pertama kali pergi ke sinagog, karena sebagai seorang Yahudi dia ada koneksi; dan karena Injil datang pertama kepada orang Yahudi dan kemudian orang non-Yahudi. Dia pergi ke sana untuk melihat apakah Tuhan akan menyelamatkan beberapa orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang Yahudi yang menjadi percaya; tetapi sisanya akan menganiaya dia dan siapa pun yang ada bersamanya, dan kemudian mereka menganiaya gereja yang dia dirikan. Jadi di Antiokhia, Ikonium, Listra dan Derbe, ada gereja-gereja kecil baru ini. Paulus sekarang telah pulang setelah perjalanan pertama, pulang setelah perjalanan kedua dan ketiga, dan melalui semua itu, mereka selalu dianiaya oleh orang-orang Yahudi yang menolak Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan eksternal adalah satu hal; tetapi ketika Paulus diberi tahu ada guru-guru palsu di sana yang mengaku mereka orang Kristen yang telah masuk ke dalam gereja dan memutarbalikkan Injil, ia sangat marah. Mereka menyamar sebagai malaikat terang; itulah caranya Setan menyamar. Jadi di gereja-gereja ini yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi. Orang-orang Yahudi yang percaya bersama dengan orang-orang non-Yahudi dianiaya oleh orang-orang Yahudi setempat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada orang Yahudi lain yang mengklaim mereka orang Kristen yang disebut orang Yudiazer. Mereka percaya bahwa orang hanya dapat diselamatkan melalui sunatan dan kepatuhan pada upacara Musa, merayakan hari Sabat, dll. Jadi mereka berusaha untuk merubahkan orang-orang Kristen, baik Yahudi maupun non-Yahudi. Mereka datang dengan Injil palsu mereka, dan Paulus langsung membicarakan pokok permasalahan itu. Dia heran mengapa mereka mendengar orang Yudiazer itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berkata dalam <b>ayat 8</b>, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kalian suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Nah, khotbah seperti itu tidak akan pernah kalian dengar hari ini di gereja injili. Guru-guru palsu mencari jiwa-jiwa untuk meyakinkan mereka bahwa mereka dikucilkan dari kerajaan Allah, tetapi hanya mereka memiliki jalan masuk. Itulah yang dilakukan oleh semua agama palsu dan kultus Kristen palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 5: 10, “Dalam Tuhan aku yakin kepadamu, bahwa kalian tidak memiliki pikiran lain; tetapi barangsiapa yang mengacaukan Anda, akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.” Tentu saja bujukan ini tidak datang dari Dia yang memanggil Anda. Inilah ragi kecil yang akan meragikan seluruh adonan. Ayat 13: “Saudara-saudara, memang kalian dipanggil untuk merdeka, Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 4: 9, “Tetapi sekarang setelah kamu mengenal Allah,” katanya kepada mereka, “atau lebih tepat, kau dikekenal Allah, bagaimana kamu berbalik lagi ke hal-hal yang lemah dan tidak berharga, dan mau diperbudak lagi kepadanya?” Anda akan mundur lagi. Semua aturan dan ritual itu adalah bayangan saja. Dan sekarang setelah Kristus datang, bayang-bayangan itu tidak berguna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 3:1, “Hai orang Galatia bodoh, siapakah yang telah mempesonamu?” Siapakah yang telah menipumu, siapakah yang telah merayumu, siapakah yang telah menggodamu? “Bukankah Yesus Kristus secara terbuka disalibkan didepan orang? Anda telah melihat salib. Anda sudah tahu Injil. Anda sudah tahu di mana keselamatan Anda itu berada. Ayat 3, “Apakah kamu sebodoh itu? Setelah mulai dalam Roh, apakah Anda akan disempurnakan oleh kedagingan?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Galatia Paulus ada tiga tugas. Tugas pertama adalah mempertahankan kerasulannya, karena mereka harus percaya padanya. Bukannya ada orang lain yang memberitakan apa yang dia khotbahkan. Paulus pergi ke dunia orang non-Yahudi dan pada dasarnya dia adalah satu-satunya pengkhotbah, pembicara. Mereka bahkan mengakui dia di tempat-tempat kafir sebagai ketua pembicara. Tidak ada orang lain yang memberitakan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah sebabnya pada awal surat ini, dia menekankan: pertama namanya dan yang lain adalah gelarnya, "rasul Paulus," “Bukan karena manusia atau melalui agen manusia. Jadi Galatia 1 dan 2 adalah pembelaan kerasulannya. Galatia 3 dan 4, adalah peneguhan keselamatan karena anugerah saja; Galatia 5 dan 6, menunjukkan orang Kristen bahwa perjalanan mereka adalah jalan dalam anugerah, bukan dalam hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ajaran sesat telah masuk ke gereja-gereja ini, dan setiap jemaat kecil merasa terganggu, dan bahkan mulai memercayainya, sehingga mereka mulai meninggalkan Injil anugerah untuk legalisme, untuk meninggalkan zaman baru dalam Kristus dan Perjanjian Baru untuk kembali ke masa tua. Dan Paulus ingin mereka tahu bahwa anugerah sajalah yang menyelamatkan. Anugerah membebaskan dan memberdayakan kehidupan kudus. Kebebasan sejati datang melalui anugerah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jul 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190721</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000077</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paganisme melawan Janji]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000076"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+11:10-32" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 11:10-32</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pelajari Kejadian 11, dalam studi kita terus menerus tentang asal mula hal-hal. Berikut ini adalah catatan akurat tentang sejarah manusia. Dalam Kejadian 1 sampai Kejadian 9, kita pelajari Adam sampai ke Nuh, dengan silsilah yang disusun sangat hati-hati. Kemudian, dalam Kejadian 10 dan 11, kita baca dari Nuh ke Abraham. Dari Abraham, kita lihat para leluhur, ke Ishak, ke Yakub, yang namanya diganti menjadi Israel, ke Jusuf sampai ke-12 suku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Umat perjanjian Allah ditetapkan sebagai bangsa saksi-Nya, dan itu kita lihat dari Kejadian 12 sampai ke Kejadian 50. Keluaran dimulai dengan kematian Yusuf, sekitar tahun 1800 SM. Israel ada di Mesir saat itu. Keluaran 2 adalah kelahiran Musa, yang kemudian memimpin Israel keluar. Empat puluh tahun mereka berkeliaran di padang pasir, dan mereka akhirnya tiba di tanah Kanaan, yang ditetapkan sebagai Tanah Perjanjian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sisa Perjanjian Lama adalah kisah Israel. Ini adalah kisah tentang berkat dan kutukan. Perjanjian Lama berhenti sekitar 400 tahun sebelum kelahiran Kristus. Keheningan itu dipecahkan oleh kelahiran Tuhan Yesus Kristus, sekitar dua ribu tahun yang lalu. Seluruh kisah umat manusia hingga sekarang, adalah sekitar enam ribu tahun. Yah, inilah yang dikatakan Alkitab. Siapa pun yang membaca Kejadian dapat mengetahui hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat dalam Kejadian 10 bahwa bangsa-bangsa tersebar ke seluruh dunia. Dan dalam Kejadian 11:1- 9 kita diberitahu bagaimana mereka disebarkan oleh mukjizat ilahi berlipat ganda. Allah mengubah bahasa mereka sehingga mereka tidak bisa mengerti satu sama lain. Oleh karena itu, mereka terpisah menjadi kelompok-kelompok yang dapat memahami satu sama lain. Dan Allah bukan saja mengubah bahasa mereka, tetapi juga secara ajaib mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam Kejadian 10, ada daftar umum tentang silsilah yang mengalir dari anak-anak Nuh. Tetapi ketika kita sampai pada Kejadian 11:10, fokusnya adalah pada Sem. Di sini silsilah itu mempersempit fokusnya pada satu garis keturunan, garis Sem yang langsung ke Abram, yang adalah bapak Israel, dan di samping Yesus, orang yang paling penting dalam sejarah penebusan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah air bah, ada kontras paganisme melawan janji. Alkitab dari Kejadian sampai ke Wahyu mendiagnosis manusia dan memasukkannya ke dalam kategori-kategori itu. Sejak kejatuhan, yang dicatat dalam Kejadian 3, semua manusia berdosa, bejat dan terus menerus memberontak melawan Allah. Manusia menentang Allah. Manusia itu mati dalam dosa, terikat dalam cengkeraman paganisme dalam sifatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 3:10-18, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 13 Tenggorokan mereka seperti kuburan yang terbuka, lidah mereka melakukan tipu-daya, bibir mereka mengandung bisa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">14 Mulut mereka penuh dengan kutukan dan kepahitan, 15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. 16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, 17 dan jalan damai mereka tidak kenal; 18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.” Perhatikanlah bahwa itu semua dalam tanda kutip, karena setiap pernyataan itu diambil dari Perjanjian Lama. Itu adalah diagnosis universal tentang sifat bejat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kisah manusia adalah kisah paganisme dan pemberontakan. Tapi itu juga kisah janji. Dalam Kejadian 3:15, di tengah-tengah kutukan ular, kutukan tanah dan kutukan lingkungan di sekitar mereka, ayat 15 memberikan janji ilahi, "Dan Aku akan membuat permusuhan antara Anda dan wanita, dan antara benih Anda dan Benihnya; Dia akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan meremukkan tumitnya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar, manusia memilih kata-kata Setan daripada kata-kata Allah, pandangan dunia Setan daripada pandangan Allah. Tetapi juga benar bahwa manusia tidak ditetapkan untuk selamanya dalam kondisi parah itu. Berbeda dengan malaikat yang jatuh yang tidak pernah dapat ditebus, manusia diberikan janji bahwa Seseorang akan datang yang akan menghancurkan kepala Setan. Setan berpikir bahwa setelah kejatuhan manusia, manusia juga tidak dapat ditebus sama seperti iblis-iblisnya. Dia benar-benar salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berfirman di Kejadian 2:16-17, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kenyataannya adalah bahwa kematian rohani memang terjadi, tetapi tentu saja bukan kematian fisik dan bukan kematian abadi. Sebaliknya, mereka memang makan, tetapi kehidupan tetap dihasilkan oleh anugerah-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam begitu yakin bahwa mereka akan hidup, sehingga ia memanggil nama istrinya Hawa, karena dia adalah ibu dari semua orang hidup. Dia percaya pada janji bahwa Hawa akan menghasilkan kehidupan, dan memang itu terjadi. Jadi di tengah kutukan, bencana, pemberontakan, dosa dan kejatuhan, ada janji Allah. Paganisme berkembang terus, tetapi Allah selalu menepati janji-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan demikianlah melalui Nuh benih itu akan datang untuk meremukkan kepala ular itu. Dan dari putra-putra Nuh, itu akan terjadi melalui Sem. Dan dari keturunan Sem, melalui Abram, Ishak, Yakub, Yusuf, atau Yehuda, Mesias akan datang. Dan dengan demikian catatan itu terus bergerak menuju kepada kedatangan Mesias. Dan selalu ada kontras terus menerus di antara paganisme dan janji Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agama kafir formal ini dimulai di Babel. Kemudian agama ini diresmikan di Babel dalam ziggurat, yang merupakan suatu bentuk penyembahan berhala. Dan ketika orang-orang tersebar ke seluruh dunia, mereka membawa agama mereka. Sebagian dari kebenaran Allah yang benar diselewengkan oleh bentuk paganisme apa pun yang telah berkembang di Babel yang mengalir ke seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam Kejadian 11, kita lihat dari Sem, dalam <b>ayat 10</b>, sampai ke Abram, yang muncul menjelang akhir silsilah ini untuk pertama kalinya dalam <b>ayat 26</b>. Keluarga Abram adalah kafir dan penyembah berhala. Mereka mungkin menyembah dewa-dewa astrologi yang telah ditemukan di Babel. Penyembahan dewa bulan, adalah pemujaan yang benar-benar berkembang di Mesopotamia kuno itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk memahami keluarga Abram, bukalah sebentar Yosua 24. Bahkan setelah banjir, perkembangan semua keluarga dan bangsa setelah Babel, adalah kafir. Terlepas dari kenyataan bahwa air bah telah terjadi dan mereka memiliki kesaksian saksi mata bahwa itu telah terjadi, karena mereka yang selamat dari banjir itu masih hidup, namun mereka terus menurun ke paganisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yosua 24:2, “Berkatalah Yosua kepada semua orang itu,” sambil mengumpulkan suku-suku ke Sikhem di sana dalam ayat 2, “Beginilah firman Tuhan Allah Israel: “Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.” Bapanya Abraham adalah seorang penyembah berhala. Ia melayani para dewa lain. Ia seorang penyembah berhala dalam arti sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini tidak mengembangkan agama yang lebih tinggi. Itu malah turun dari kebenaran Allah, turun dari realitas iman kepada Allah yang benar dan hidup yang adalah Pencipta, itu turun dari keselamatan oleh kasih karunia, pertobatan, iman, dan turun dari menyembah dan mengasihi Allah, sampai turun ke penyembahan berhala. Roma 1, dari ketinggian menyembah Allah yang benar mereka turun ke dosa penyembahan berhala dan iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat Abraham, seluruh dunia menyembah berhala. Yah, mereka sudah berlaku begitu sebelum mereka tersebar, dan mereka sama juga menyembah berhala setelah tersebar. Dan mereka masih berlaku seperti itu sekarang. Tetapi setidaknya ada satu penyembah yang benar. Lihatlah Kisah Para Rasul 7. Dan ini adalah khotbah besar Stefanus, yang adalah pembacaan dari sejarah pekerjaan Allah melalui Abraham dengan Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 7:2-4, “Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhar kita kami Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 3 dan berfirman kepadanya, 'Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu, dan pergilah ke sebuah negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. '4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim lalu tinggal di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah memindahkannya ke tanah ini, tempat Anda tinggal sekarang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini ada seorang lelaki seperti Nuh yang adalah orang percaya sejati, dan melalui orang itu, Allah akan membentuk suatu bangsa untuk memberi tahu dunia penyembah berhala tentang Dia. Maka Abram menjadi penting sekali sebagai bapak bangsa ini. Di tengah-tengah lautan paganisme, bahkan keluarga penyembah berhala di mana dia tinggal, dia menjadi percaya kepada Allah yang benar. Jadi Abram akan menjadi bapa bangsa dan leluhur sang Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang berlaku sebelum air bah itu adalah kematian, penghakiman. Apa yang berlaku setelah banjir adalah janji itu. Silsilah ini berkembang dari Sem sampai ke Abram. Silsilah dalam Kejadian 11 mengikuti anak Eber yang berbeda, bernama Peleg, karena ia adalah garis keturunan Abram. Ini adalah garis keturunan pilihan, garis perjanjian. Allah secara berdaulat mengendalikan sejarah, manusia, dan kejadian-kejadian untuk memenuhi kehendak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup itu tumpang tindih. Terah, misalnya, ayah Abram berusia 128 tahun ketika Nuh meninggal. Jadi Nuh hidup selama 128 tahun waktu Terah hidup. Dia punya saksi mata langsung yang selamat dari banjir. Garis keturunan Mesias dalam Injil Matius dan Lukas adalah: Adam ke Nuh ke Sem ke Peleg ke Abraham ke Ishak ke Yakub ke Yehuda ke Daud ke Salomo ke Hizkia, ke Yosia, ke Yusuf kemudian ke Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah <b>Kejadian 11:10-11</b>, “Inilah silsilah Sem: Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpaksad, dua tahun setelah air bah itu. 11 Sem hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpaksad, dan ia memperanakkan putra dan putri.” Sem adalah garis keturunan pilihan. Dia hidup seratus tahun, dan dia dapat anak lelaki. Itu menarik, karena Abraham juga berusia seratus tahun ketika dia dapat anak lelaki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh berusia 500 ketika putra pertamanya, Yafet, lahir. Sem kemungkinan besar lahir dua tahun kemudian. Jadi Sem akan berusia 100 tahun dua tahun setelah banjir 40 hari itu dan dia hidup 500 tahun setelah menjadi ayah Arpaksad, dan memiliki putra dan putri lainnya, totalnya 600 tahun. Ayahnya hidup 950 tahun. Di sini kita melihat bahwa masa hidup manusia semakin singkat. Kemudian datanglah Arpaksad, yang hidupnya 438 tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-13</b>, “Pada usia 35, ia menjadi ayah Selah, setelah itu ia hidup 403 tahun lagi. Jadi, sekali lagi, rentang hidup orang menurun. Dia memiliki putra dan putri lainnya. Selah adalah nama seorang pria, yang dalam <b>ayat 14</b> pada umur 30 tahun, menjadi ayah Eber. Eber adalah istilah dari mana kita mendapatkan "Ibrani." Kemudian, di ayat <b>16-17</b>, "Eber pada tiga puluh empat tahun, menjadi ayah Peleg; dan Eber hidup empat ratus tiga puluh tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Peleg berarti terbelah dan pada zamannya, bumi terbelah, yang menandakan bahwa ia dilahirkan pada saat penghamburan di Babel. Putra Eber yang khusus ini adalah garis keturunan yang dipilih. Saudaranya, Joktan, adalah bapa dari suku-suku Arab. Tapi Peleg menjadi bapa bagi umat Allah. <b>Ayat 20-21</b>, “Dia hidup 239 tahun dan menjadi bapak Reu, dan dia memiliki putra dan putri lainnya." Dan waktu hidup mereka terus berkurang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bahwa anak mereka sekarang lebih muda. Nahor, dalam <b>ayat 24,</b> yang "hidup dua puluh sembilan tahun, dan menjadi ayah Terah." Nahor adalah kakek Abram. Dia hidup satu 119 tahun setelah dia menjadi ayah Terah, dia memiliki putra dan putri lainnya.” Jadi Nahor hidup hanya 148 tahun. Dan Abram hanya hidup 175 tahun, sehingga Anda dapat melihat, kehidupan mereka mulai semakin pendek.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dampak dosa, dan dampak banjir terhadap lingkungan, memperpendek umur orang. Nah, dalam <b>ayat 26</b> Terah baru menjadi ayah waktu ia berusia 70 tahun. Tetapi saat dikatakan bahwa anaknya tiga putra ketika ia berusia 70 tahun, itu berarti bahwa ia mulai punya anak-anak pada usia 70 tahun. Dan dalam <b>Kejadian 11:32</b>, dikatakan bahwa hari-hari Terah adalah 205 tahun dan dia meninggal. Jadi setelah ayahnya meninggal, baru Abram pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Terah bukan orang yang percaya Allah. Yosua 24:2 mengatakan dia melayani dewa-dewa lain. Jadi ketiga anak lelaki ini, Abram, Nahor dan Haran, yang disebut dalam ayat 26, dilahirkan dalam keluarga kafir. Juga tempat kelahiran Abram, kota Ur itu, dikenal oleh arkeolog sebagai pusat utama penyembahan dewa bulan di Mesopotamia kuno. Dan dalam <b>ayat 27</b> kita diberi tahu bahwa putra Haran adalah Lot.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abram menjadi Abraham dalam Kejadian 17:5, yang berarti "bapak banyak bangsa." Nahor dinamai menurut nama kakeknya. Salah satu putra saudaranya adalah Bethuel, ayah Rebecca, yang menikah dengan putra Abraham, Ishak, dan menjadi ibu dari Yakub dan Esau. Menikah dengan sepupu kedua saat itu diperbolehkan saja. Putra ketiga adalah Haran. Nah, ketiga nama ini terkenal dalam sejarah Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 29</b>, "Abram dan Nahor kedua-duanya kawin. Nama istri Abram adalah Sarai; dan nama istri Nahor adalah Milka.” Nama istri Abram kemudian diubah menjadi Sarah, dalam Kejadian 17:15. Sarai berarti “puteri raja saya.” Sara berarti “Puteri Raja” tanpa “saya”. Kenapa? Karena dia akan benar-benar menjadi ibu dari semua bangsa-bangsa. Jadi namanya diubah dari Sarai menjadi Sara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 30</b>, kita membaca, “Sarai itu mandul; dia tidak punya anak." Itu situasi terburuk yang mungkin terjadi tetapi sangat penting bagi iman Abraham. Karena di sini ada contoh iman bagi semua yang pernah percaya. Allah datang ke Abram dan berfirman, “Aku akan menjadikan engkau bangsa yang hebat," Abraham percaya pada janji Allah, Allah membenarkannya melalui iman itu, dan menjadikannya orang prototipe iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 31</b>, "Dan Terah mengambil Abram putranya, serta cucunya, Lot putra Haran, dan Sarai menantunya, istri Abram, putranya; dan mereka pergi bersama-sama dari Ur-Kasdim untuk masuk ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana.” Kenapa mereka meninggalkan tempat itu? Jawabannya datang dalam Kisah Para Rasul 7, "Allah yang Mahamulia menampakkan diri kepada ayah kami Abraham.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 15:5-6 Allah berfirman, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya,' Maka firman-Nya kepadanya, 'Demikianlah banyaknya keturunanmu.” 6 Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Dia memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Pembenaran benar dijelaskan di sini. Umat manusia, yang percaya kepada Firman Allah, lolos dari paganisme dan dia dikirim ke alam kekal janji dan keselamatan ilahi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jul 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190714</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000076</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemberontakan di Babel]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000074"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+11:1-9" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 11:1-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita beralih ke Kejadian 11 yang berkaitan dengan Menara Babel. Allah memberi kita wahyu kritis melalui Musa tentang asal-mula segala sesuatu. Inilah alam semesta, tindakan, ruang dan materi dari asal mula waktu. Ada asal mula tata surya; ada asal mula atmosfer dan asal mula hidrosfer. Ada asal mula semua kehidupan dan ada asal mula manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada asal mula pernikahan. Ada asal mula keluarga. Ada asal mula dosa dan asal mula rasa bersalah dan asal mula penebusan dan asal mula pengampunan. Ada asal-mula budaya, peradaban, peternakan, metalurgi dan usaha lain. Ada asal mula puisi, asal mula musik. Dan ada juga asal mula bangsa-bangsa dan asal mula bahasa-bahasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua itu mengalir melalui Kejadian 11 sehingga ketika kita tiba di Kejadian 12 ada asal mula orang-orang yang terpilih dan melalui mereka akan datang Firman Allah dan Sang Penyelamat dunia. Mulai dari Kejadian 12, seluruh Perjanjian Lama berfokus pada Israel, yaitu umat pilihan Allah. Segala sesuatu terjadi di dalam dan di sekitar negara itu dan itu diberikan kepada kita supaya kita dapat belajar dari mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Baru, Israel gagal memenuhi tanggung jawabnya kepada Allah karena mereka dipanggil untuk menjadi saksi dunia. Untuk sementara waktu tujuan mereka disisihkan dan sebagai gantinya Allah menetapkan orang-orang pilihan baru. Mereka terdiri dari orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi yang disebut Gereja. Dan segala sesuatu yang kemudian terjadi dalam Perjanjian Baru mulai terfokus pada dan melalui Gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mulai Kejadian 12 dan seterusnya, karya penebusan Allah di dunia dilakukan melalui Israel dan melalui gereja. Nah dalam Kejadian 11 kita miliki satu-satunya catatan benar tentang asal mula bangsa-bangsa dan asal-mula bahasa melalui satu tindakan Allah saja. Alkitab mengajarkan bahwa alam semesta dan bangsa-bangsa dan bahasa semua diciptakan oleh Allah. Dunia kita tidak berubah sendirian secara evolusi melalui periode waktu yang lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab adalah satu-satunya catatan akurat dari semua ini. Satu-satunya catatan untuk penciptaan, satu-satunya catatan untuk air bah yang akurat. Nah, ini bukan sejarah yang lengkap. Ini singkat dan selektif, tetapi semua itu benar dan cukup untuk memahami aliran umum dan peristiwa-peristiwa monumental yang menandai kehidupan manusia purba dari Adam hingga Abraham. Maka Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera di Kejadian 9 dan mereka mulai beranakcucu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 10 kemudian menggambarkan perkembangan keluarga. Nuh memiliki tiga putra dan dari putra-putra itu datang berbagai putra dan cucu lelaki dan kemudian keluarga dan klan dan orang-orang dan bangsa-bangsa. Kita melacak dalam Kejadian 10 keturunan Yafet, garis Ham dan garis Sem menjadi bangsa-bangsa di bumi. Sekarang kita akan fokus pada garis keturunan Sem yang langsung menuju kepada Abram karena dia adalah orang pilihan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 11:1-9</b>, “Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi. 5 Lalu turunlah Tuhan untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. 8 Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah penjelasan yang sederhana dan langsung tentang bagaimana negara-negara berkembang di seluruh dunia dan bagaimana bahasa-bahasa itu berkembang; Allah melakukan itu dalam satu tindakan tunggal. Ini boleh dibilang merupakan suatu tragedi besar ketika umat manusia dipisahkan dan disebarkan satu sama lain setelah mereka memberontak melawan Allah. Dan kemungkinan besar kejadian Menara Babel itu terjadi tidak lebih dari 100 tahun setelah air Bah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat mengenali waktu itu, dengan mengidentifikasikan anak tertentu yang dilahirkan. Anak itu dinamai untuk tindakan pemisahan yang hebat ini. Kejadian 10:25, “Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi.” Dan kita tahu bahwa Peleg lahir sekitar 100 tahun setelah air Bah. Dalam waktu 100 tahun populasi itu benar-benar dipenuhi pemberontakan dan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka patut dihukum. Dalam banjir itu kita lihat penghakiman dengan penghancuran. Tetapi di Babel ada penghakiman dengan dispersi. Allah memiliki banyak alasan untuk menenggelamkan seluruh peradaban ini, kecuali beberapa orang yang benar, tetapi Dia tidak melakukannya. Daripada itu Allah mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi dan mengubah bahasa mereka. Allah sangat bersabar dengan manusia menyangkut kehancuran dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika mereka disebarkan, anak-anak Yafet pergi ke suatu daerah tertentu dan mereka dibagi menjadi berbagai kelompok orang. Putra-putra Ham pergi ke daerah-daerah lain dan mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok lain dan putra Sem melakukan hal yang sama. Ingatlah anak-anak Yafet menjadi bangsa Indo-Eropa dari Eropa Barat melintasi Rusia, dan seterusnya melintasi Baring Straight ke Amerika Utara dan Amerika Selatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Putra-putra Yafet akhirnya menduduki wilayah terbesar di bumi, tetapi mereka kehilangan jiwa mereka. Putra-putra Ham yang tercatat pada Kejadian 10:6-20, mendiami Afrika dan Asia hingga Timur Jauh dan beberapa dari mereka menetap di daerah sekitar Kanaan. Putra-putra Sem menetap di utara dan timur Kanaan dan dari putra Sem itulah datang Abram dan dari Abram datanglah orang-orang Yahudi dan bangsa Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan mereka Hukum Taurat, para nabi, perjanjian-perjanjian, janji-janji, adopsi, Kitab Suci dan Sang Mesias. Allah telah memilih mereka untuk menjadi pemberita dari semua kebenaran itu ke seluruh dunia. Mereka dipilih sebagai bangsa misionaris dan cucu lelaki Sem, Eber, seperti kita lihat sebelumnya, memberikan nama Ibrani kepada orang-orang terpilih itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 11: 1-4 manusia membangun apa yang diinginkannya. Ayat 5, Allah masuk dan di ayat 6-8 Allah menghancurkan apa yang dibangun manusia. Dan ayat 9 adalah ringkasan dari Musa. Perbedaannya adalah antara apa yang diinginkan manusia untuk mencapai kemuliaan diri dan pemenuhan diri, dan apa yang dilakukan Allah untuk menunjukkan impotensi dan kekosongan manusia tanpa Dia. Itulah sikap pemberontakan terhadap Allah yang digerakkan oleh ambisi dan kesombongan pribadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang menarik adalah bahwa lokasinya hampir sama. Sinear, dataran tempat mereka membangun Babel, sangat dekat dengan lokasi Taman Eden. Keduanya berada di lembah Mesopotamia, lembah Efrat yang lebih rendah antara Sungai Tigress dan Sungai Efrat. Jadi manusia itu kemudian dibuang dua kali dari tempat yang paling indah di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dulu hanya Adam dan Hawa yang dibuang dari Eden, sekarang seluruh populasi dunia terlempar dari dataran Sinear. Nah ingatlah bahtera itu mendarat di pegunungan Ararat, di sebelah utara lembah Mesopotamia. Dan mereka bermigrasi ke arah selatan dan timur ke daerah subur di tanah Sinear dan mereka menetap di sana. Tetapi perintah Allah adalah untuk memenuhi seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bukan itu yang ingin dilakukan manusia. Ayat 1 mengatakan, “Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan kata-katanya sama.” Mereka semua berbicara bahasa yang sama dengan apa yang diucapkan oleh Nuh. Nah ini terjadi sekitar 1.756 tahun setelah penciptaan yang ditandai dengan kelahiran Peleg. Tetapi karena mereka berdosa dan memberontak, persatuan itu memungkinkan ada konsentrasi kejahatan yang tidak dapat diterima oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 6 Allah berfirman, “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya, dan inilah yang mereka mulai lakukan; sekarang tidak ada apa pun yang mereka rencanakan untuk dilakukan yang akan ditahan dari mereka.” Sistem pemeriksaan dan keseimbangan di dunia adalah bagian dari anugerah umum yang diberikan Allah untuk mengendalikan kejahatan. Jadi ada orang-orang yang berani mati untuk menghentikan upaya Hitler, Stalin dan orang-orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Setan mulai mengarahkan dunia ini kembali kepada satu dunia, satu agama dengan satu penguasa yang diidentifikasi dalam Alkitab sebagai si Anti-Kristus. Dan ketika itu terjadi, Kitab Wahyu akan memberi tahu kita bahwa akan ada pembantaian massal dan kematian massal. Para sosiolog dan antropolog berpendapat bahwa manusia pada dasarnya adalah baik dan ketika manusia membantai enam juta orang Yahudi, itu karena mereka dicuci otak benar-benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kota di Polandia bernama Jedwabne di mana orang-orang Yahudi dan non-Yahudi hidup bersama secara damai selama 300 tahun. Nah pada tanggal 22 Juni 1941, Hitler ingin mengalahkan Rusia sehingga ia mengalahkan Polandia dan menduduki kota Jedwabne itu. Dan pada 10 Juli, penduduk kota non-Yahudi itu membantai 1.600 orang Yahudi di sana dalam satu hari. Yang tidak bisa mereka bunuh, mereka giring ke gudang dan menuangkan bensin ke atas mereka dan membakar mereka semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian ini tidak bisa dijelaskan oleh para sosiolog. Catatan sejarah menunjukkan tidak ada satu pun dari orang-orang itu dibunuh oleh tentara Jerman atau oleh tentara Nazi. Setiap orang Yahudi itu dibunuh oleh salah satu tetangganya. Dan pertanyaan yang diajukan sosiolog adalah bagaimana orang-orang dalam periode dua minggu dapat membantai tetangga mereka yang telah mereka hidup bersama secara damai selama 300 tahun dalam pembantaian seperti itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Jerman itu hanya memberi izin kepada mereka. Orang-orang Polandia melakukannya karena mereka menginginkan pertanian mereka, peralatan pertanian mereka, perabotan mereka, uang mereka, perhiasan mereka dan semua yang mereka miliki. Itu adalah hati manusia dan itu adalah sifat dosa mereka. Tidak perlu ada cuci otak. Roma 3:15 mengatakan, "Kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.” Peristiwa Jedwabne ini adalah kesaksian tentang kebejatan hati manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tepat yang akan diulangi di seluruh muka bumi pada masa pemerintahan Anti-Kristus. Yang hanya harus dia katakan adalah, "Kalian boleh melakukan-nya.” Ketika orang berdosa terkonsentrasi di bawah satu kuasa di satu tempat, kejahatan itu melimpah. Allah tahu hati manusia. Roma 3:15 mengatakan, "manusia cepat menumpahkan darah." Berilah dia izin saja. Allah tahu bahwa dosa orang-orang sesudah banjir itu sama dengan dosa orang-orang sebelum banjir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka Allah mencerai-beraikan orang-orang ini ke mana-mana dan ketika mereka keluar dari bahasa yang sama, mereka mulai mengembangkan bahasa yang berbeda yang diberikan Allah kepada mereka karena Dia mengacaukan komunikasi mereka. Dan mereka berpisah dari orang-orang yang tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Mereka bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi karena sebelumnya hanya ada satu bahasa dan satu jenis kata-kata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat kita bergerak menuju kepada kerajaan Anti-Kristus, bahasa itu mulai menghilang. Setengah dari orang di dunia berbicara dengan satu dari 15 bahasa, atau lebih dari satu dari 15 bahasa. Sembilan puluh persen manusia memakai 100 bahasa. Kita sekarang memiliki sekitar 6.800 bahasa, dan setengah dari mereka dituturkan hanya oleh 2.500 orang atau kurang. Para ahli bahasa memperkirakan bahwa pada akhir abad ini, setengah dari bahasa-bahasa sekarang akan hilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Nah Kush," yang adalah putra Ham, "memperanakkan Nimrod (Kej. 10:8);” Nama Nimrod berarti pemberontak. "dan dialah yang mula-mula berkuasa di bumi." Nah inilah seorang pemimpin. Dari semua orang yang ada di catatan Kejadian 10, dia hanya satu-satunya yang diberi gelar itu, orang yang perkasa di bumi. Dia menonjol karena perannya penting sekali di antara negara-negara yang sedang berkembang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Nimrod bangkit untuk memimpin ribuan orang itu yang datang dari garis keturunan Nuh dan keluarganya. Dia memiliki kerajaan besar yang berpusat di tempat ini bernama Babel yang merupakan ibu kota kerajaannya di lembah Mesopotamia. Dia membangun kerajaan kejahatan, kerajaan pemberontakan, penyembahan berhala dan kesombongan, sangat mirip dengan raja Babilonia nanti yang bernama Nebukadnezar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kemudian di kekaisaran Babel, Nebukadnezar, raja agung di zaman Daniel, masih berada di Sinear dan Babel itu hanyalah versi Babel yang lebih baru, kekaisaran dunia yang didirikan oleh Nimrod di daerah yang sama tempatnya dengan Taman Eden ini yang diciptakan oleh Allah sendiri. Dalam Kejadian 11: 3-4 kita melihat keberdosaan mereka, tindakan mereka sebagai manusia. Mereka sombong dan pemberontak, tetapi mereka juga berbakat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat empat</b>, "Dan mereka berkata, “Marilah kita bangun bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke surga dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Rencana mereka terdiri dari tiga fase: sebuah kota, sebuah menara dan sebuah nama. Pertama-tama mereka berkata, "Marilah bangun kota," itu tujuan sosial mereka. Menara adalah tujuan agama mereka, dan nama itu adalah tujuan psikologis mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kota manusia pertama, setelah banjir. Kota oleh manusia, dari manusia dan untuk manusia tanpa Allah. Kita mau memiliki satu bangsa dan satu penguasa. Kekuatan jahat itu lebih besar ketika tidak ada hambatan dan tidak terkendali tanpa pemeriksaan dan keseimbangan. Kedua, mereka membangun menara. Untuk apa menara itu? Inilah hubungan mereka dengan para dewa mereka, yang menunjukkan bahwa mereka sudah mulai menyembah berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan menyamar sebagai malaikat terang, dan para menterinya juga menyamar sebagai malaikat terang. Agama palsu adalah urusannya untuk menggantikan ibadat kepada Allah yang benar. Anda mungkin pernah mendengar kata ziggurat ini, yang ditemukan di kota-kota kuno. Itu adalah bangunan seperti tangga dimana para dewa dapat naik turun dan dapat berhubungan dengan manusia. Bahkan Wahyu 17:5 menjelaskan bahwa semua agama palsu berasal dari Babel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan bentuk agama yang mencirikan si Anti-Kristus pada akhir zaman dalam Wahyu 18, disebut Babel. Dewa-dewa Roma, para dewa dan para dewi Yunani, India, Mesir, Pantheon asli Babel, semuanya berasal dari Babel. Mereka membangun menara bukan untuk mencapai surga tetapi untuk menyembah dewa-dewa mereka. Elemen ketiga, adalah psikologis, mereka ingin membuat nama, itu kebanggaan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jul 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190707</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000074</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sejarah Dunia Baru]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000073"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+10:1-32" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 10:1-32</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, dalam Kejadian 10 Anda akan melihat apakah Anda ingin masuk Seminari. Silsilah sangat populer pada saat ini. Sekarang Anda dapat menemukan sejumlah situs web di Internet di mana Anda dapat melacak silsilah Anda. Sumber informasi silsilah yang paling terkenal tentu saja adalah dari Gereja Mormon, tetapi orang-orang tampaknya terdorong untuk menemukan asal mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ya, satu hal sudah pasti, Anda berasal dari keluarga Nuh. Jadi Anda bisa katakan, "Keluarga saya selamat dari air bah besar itu.” Karena di dalam Kejadian 9:18 - 19, dikatakan bahwa anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera adalah Sem, Ham dan Yafet, dan dikatakan sesudah itu, "Ketiganya adalah anak-anak Nuh dan dari mereka inilah seluruh bumi dihuni.” Nuh ada di pohon keluarga Anda melalui salah satu dari ketiga putra ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab memberi tahu kita lebih banyak tentang ketiga putra ini dalam Kejadian 10 dan 11, kita memiliki garis keturunan dari ketiga putra ini. Dalam Kejadian 10: 2, anak-anak Yafet, dan seterusnya, ayat 6, anak-anak Ham dan seterusnya ada daftar mereka, dan kemudian dalam ayat 21 juga untuk Sem dan selanjutnya ada daftar mereka. Bab ini disebut Daftar Bangsa-Bangsa, atau Keluarga Bangsa-Bangsa. Itu menelusuri keturunan manusia melalui ketiga putra Nuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada lebih banyak pelacakan silsilah ini ditemukan dalam Kejadian 11, yang kita akan pelajari di masa depan. Tetapi itu hanya mempertimbangkan anak-anak Sem, karena merekalah orang-orang yang dominan dalam kisah penebusan Alkitab. Jadi inilah Nuh dan ketiga putranya, titik awal kedua bagi sejarah manusia. Ini adalah sejarah di dunia baru dan kita semua dapat mengklaim Nuh sebagai kerabat jauh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang penting berikutnya dalam daftar silsilah sejarah penebusan adalah Abraham. Dan Abraham diperkenalkan dalam Kejadian 12. Kami benar-benar akan melihat betapa pentingnya Abraham, tujuan Tuhan untuk Abraham, meskipun namanya muncul dalam silsilah di akhir Kejadian 11. Nuh, sudah jelas adalah orang yang sangat penting, tetapi orang penting berikutnya adalah Abraham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan antara Nuh dan Abraham, kita memiliki catatan silsilah ini yang mencakup anak-anak Yafet, anak-anak Ham, tetapi yang paling khusus anak-anak Sem karena Abraham berasal dari garis keturunan Sem. Dan dari Abraham datanglah ras Yahudi, orang Ibrani, orang-orang Israel. Dari Abraham datanglah orang-orang Yahudi, kepada siapa Allah memberikan perjanjian, janji-janji, adopsi, hukum, Kitab Suci dan sang Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi untuk sampai kepada Abraham, kita harus membicarakan silsilah anak-anak Nuh ini. Ini adalah satu-satunya catatan tertulis yang ada, ditulis oleh Musa dan diilhami oleh Allah. Itulah sebabnya Sem adalah yang terdaftar terakhir di sini. Seolah-olah Tuhan berbicara tentang Yafet, berbicara tentang Ham, memberikan sesuatu tentang sejarah mereka, dan itu membuka jalan untuk membicarakan Sem. Karena dari Sem datanglah Abraham, dan garis penebusan bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada 70 orang, suku-suku, dan keluarga dan bangsa-bangsa terdaftar disini, untuk menjadikan ini sejarah awal yang komprehensif, dan untuk menetapkan aliran sejarah ke Abraham. Inilah yang dijanjikan Allah dan inilah yang diperintahkan Allah, dan itu semua digenapi. Dan ini menunjukkan bagaimana mereka tersebar dari titik awal di Timur Tengah, yang masih merupakan teater sejarah penebusan dan itu tetap begitu sampai akhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita akan belajar banyak tentang Babel ketika kita sampai kepada Kejadian 11. Putra Ham adalah Kus, dan putra Kus adalah Nimrod, yang adalah cucu Nuh yang memimpin pemberontakan seluruh dunia melawan Allah yang hidup, yang adalah Pencipta dan Hakim. Jadi ini adalah kisah sedih, baik dalam ilustrasi khusus dan ketika kita belajar tentang orang-orang, suku-suku dan bangsa yang semuanya adalah penyembah berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah meninggalkan Allah yang benar dan hidup. Apa yang kelihatan di sini adalah keputusasaan manusia tanpa Allah. Peringatan akan air Bah yang menenggelamkan seluruh dunia tampaknya tidak ada hasilnya terhadap orang-orang ini karena mereka cepat lupa. Mereka lebih tertarik kepada diri mereka sendiri dan apa yang ditawarkan dunia. Mereka ingin membangun menara yang akan mencapai surga dan kita melihat banyak usaha seperti itu sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh hidup selama 350 tahun setelah banjir itu; jadi mereka memiliki kesaksian langsung yang diberikan kepada anak-anak dan cucunya tentang air Bah yang luar biasa itu. Ayah Nimrod, Kush, cicit buyut Nuh, pasti sudah mendengar cerita tentang air Bah itu. Dan apa yang terlihat di sini adalah kebejatan manusia, walaupun mereka sudah tahu itu dari sejarah kakek mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah mendirikan suatu negara saksi. Itu mengalami penurunan selama 600 tahun, dan Allah memanggil Abraham dan berfirman bahwa dari Anda, Aku akan menciptakan orang-orang hebat, dan kepada mereka ini Aku akan memberikan Hukum-Ku, Perjanjian-Ku dan berkat-berkat-Ku, dan mereka akan menjadi negara saksi bagi dunia. Itulah tujuan Allah bagi Israel. Negara saksi kepada dunia yang musyrik dan animis bahwa hanya ada satu Allah yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini kita berada di awal sejarah dunia kedua. Dan kita akan melihat hubungan bangsa-bangsa ini dengan Israel, yang mendengar kisah Kejadian untuk pertama kalinya ketika mereka akan masuk ke Tanah Perjanjian. Marilah kita periksa catatan silsilah ini. Ada anak-anak Yafet, diikuti oleh putra-putra Ham, dan diikuti oleh putra-putra Sem. Masing-masing bagian ini memiliki tiga kategori.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, para putra terdaftar, Yafet, Ham dan Sem; kedua, keturunan putra itu terdaftar; dan ketiga, ringkasan diberikan tentang keturunan ini. Ingatlah dalam Kejadian 9:25 Nuh mengutuk Kanaan. Kanaan akhirnya menjadi pelayan bagi Sem dan Yafet keduanya. Sem diberkati dan dilayani oleh Kanaan, yang adalah putra Ham. Japheth diperbesar, dan memiliki kemitraan yang damai dengan Sem, dan juga dilayani oleh Kanaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kanaan sudah pasti bukan penyembah Allah, dan karena itu ia dapat dikutuk. Allah tidak mengutuk mereka yang menjadi miliknya. Bacalah dengan teliti Kejadian 3: 14-17, Allah sebenarnya mengutuk ular dan Allah sebenarnya mengutuk tanah, tetapi Allah tidak mengutuk Adam atau Hawa. Mereka berada di bawah kutukan pada Setan karena itu mempengaruhi umat manusia. Begitu juga kutukan tanah itu mempengaruhi umat manusia, tetapi kutukan itu hanya disediakan bagi orang-orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kutukan Allah jatuh pada Kanaan. Dan kutukannya adalah bahwa dia akan menjadi hamba pelayan; bahwa ia akan diperbudak di bawah kekuasaan dominan orang lain. Semua bangsa di dunia berasal dari Yafet, Ham, atau Sem. Dan di sini kita menemukan bahwa dalam tujuan Allah, anak-anak Ham melalui Kanaan akan menjadi pelayan bagi keturunan Yafet dan Sem. Dan kita akan melihat sebentar lagi bahwa itu memang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 9:26, Sem diberkati dan Kanaan adalah pelayannya, dan Yafet diberkati dengan perluasan dan kedamaian dengan Sem, dan Kanaan adalah pelayannya. Sekarang pada akhirnya itu terpenuhi ketika anak-anak Sem, orang Semit, orang-orang Yahudi, menaklukkan orang Kanaan dan mengambil alih Tanah Perjanjian itu, tetapi masih ada yang lebih dari itu. Itu tidak sepenuhnya menjelaskan bagaimana Kanaan menjadi hamba Yafet. Kita sebentar lagi akan melihat hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita lihat Kejadian 9:27 - Semoga Allah memperbesar kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi pelayan baginya. Ini benar-benar terjadi. Kanaan memang menjadi hamba Yafet, Kejadian 14 berbicara tentang raja Tidal, Raja Guine (orang bukan Yahudi). Itu berarti bangsa dan orang-orang. Jadi keturunan Yafet di bawah Raja ini memperbudak kota-kota Kanaan di Yehuda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan garis keturunan Yafet, “2 putra-putranya adalah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras; 3 dan putra-putra Gomer adalah Askenas, Rifat dan Togarma; 4 putra-putra Yawan adalah Elisa, Tarsis, Kitim dan Dodanim; 5 dari sini tanah dipisahkan, setiap orang menurut bahasanya, menurut keluarga mereka, ke dalam bangsa mereka.” Ini mengasumsikan kejadian Menara Babel telah terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yafet adalah bapa bangsa-bangsa Indo-Eropa. Pada abad ke-19, sudah menjadi jelas bahwa bahasa-bahasa Timur dan Barat saling berhubungan. Dan salah satu bahasa paling awal yang ada di dasar bahasa timur dan barat adalah bahasa yang punah yang disebut Sanskrit. Kamus Webster menyatakan bahwa bahasa Indo-Eropa "adalah keluarga linguistik paling penting di dunia."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 2</b>, kita bertemu dengan Gomer. Informasi dari para sejarawan menunjukkan bahwa orang-orang Gomer menetap di sebelah utara Laut Hitam di daerah yang disebut Krymia, dan bahkan di luarnya juga. Kemudian mereka berkembang ke Eropa, menetap di Perancis dengan nama Gall, di Spanyol mereka disebut Galacia, dan di Inggris mereka disebut orang Celt. Semua itu diciptakan dari tiga konsonan di dalam kata Gomer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Enam putra lainnya juga disebut; Magog disebut tetapi sulit untuk diidentifikasikan. Magog juga ada di dalam Yehezkiel 35. Magog adalah simbol dari konfederasi akhir zaman yang datang untuk berperang melawan Mesias di hari-hari terakhir, tetapi sulit untuk menentukan di mana Magog berada. Yosefus mengidentifikasikan Magog sebagai tempat di mana orang-orang Gogh tinggal, di sekitar Laut Kaspia. Itu wilayah Rusia selatan, Ukraina.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di <b>ayat 3</b>, kita bertemu beberapa putra Gomer. Putra-putra Gomer adalah Askenas, Rifat, dan Togarma. Mereka kemudian pindah ke Jerman sehingga orang-orang Yahudi mengidentifikasikan orang Yahudi Jerman sebagai orang Yahudi Askenasi. Togarma kita kenal, dia adalah leluhur langsung orang Armenia. Istilah seperti Turki, Turkistan, Targum semua berasal dari Togarma, leluhur mereka. Sekarang marilah kita mempelajari bagian Indo itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Putra ketiga yang disebutkan dalam <b>ayat 2</b>, adalah Madai, yang merupakan akar dari orang Meads kuno yang tinggal di Persia (Iran), dan kemudian tinggal di India dan merupakan bagian dari sebuah kerajaan yang disebut Kekaisaran Meado-Persia. Orang-orang kuno di timur hanya dikenal dengan satu nama: Yahban. Istilah ini berasal dari Yeban. Istilah kita yang paling inklusif adalah Hellas, yang darinya kita dapatkan kata Hellenist, yang adalah kata lain untuk orang Yunani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita yang berasal dari Eropa kemungkinan besar berasal dari Yafet. Bahkan juga mereka yang berasal dari Rusia, Iran dan India. Dan diyakini bahwa orang-orang yang bermigrasi melintasi Rusia, datang jauh ke Selat Bearing, terus turun ke Alaska, sampai ke benua Amerika Utara, terus turun ke benua Amerika Selatan - dan mereka menjadi penduduk Asli Amerika.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menjadi penjajah besar di dunia. Jadi berdasarkan ini, sebagian besar populasi dunia adalah orang Yafet. Dan Allah berkata mereka akan diperbesar. Para siswa sejarah akan memberi tahu kita bahwa mereka menempati sebagian besar dunia ini, Eropa, Eropa Timur dan Eropa Barat. Mereka pergi ke barat dan timur sampai ke India, ke seberang Rusia, sampai ke benua Amerika. Sebagian besar bumi ini diduduki keturunan Jafet, yang diperbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang marilah kita lihat seluruh suku orang Ham. “6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan. 8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi.” Tujuh nama yang terkait dalam ayat 13 dan 14 adalah keluarga, bukan individu. Kemudian dari nama Misraim datanglah semua orang yang berakhir dengan ‘im’ disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kush adalah nama Alkitab untuk Etiopia. Ada juga Kush di Arab, dan Nimrod, putra Kush, membangun kerajaan dunianya di Lembah Mesopotamia, tepat di sebelah timur Israel, yang dikenal sebagai Bulan Sabit Subur, dan Lembah Tigris Eufrat. Mizraim adalah Mesir, <b>ayat 13</b>, Put adalah Libia di Afrika Utara, dan Kanaan, putra keempat, adalah leluhur dari berbagai suku yang menetap di Tanah Perjanjian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa bukti menghubungkan keturunan orang Asia dengan keturunan dari orang Hewi dari Ham. Kemungkinan lain tentang asal orang Asia adalah dari orang Sini di akhir <b>ayat 17.</b> Apakah Anda tahu bahwa hubungan Cina-Amerika disebut hubungan Sino-Amerika? Studi tentang Cina disebut Sinologi. Tetapi yang pasti mereka semua berasal dari keluarga Nuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat <b>ayat 8-12</b> yang memperkenalkan kita kepada anak Kush ini bernama Nimrod. “9Dia menjadi pemburu yang perkasa di hadapan Tuhan.” Dengan kata lain, jika Anda ingin mengatakan seseorang benar-benar kuat, Anda akan mengatakan dia seperti Nimrod. “10 Dan mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel.” Ini adalah pertama kalinya dalam Alkitab bahwa kata kerajaan digunakan. Dia adalah raja pertama di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dikatakan bahwa dia adalah pemburu yang perkasa, itu bukan berarti dia adalah pemburu binatang, dia adalah pembunuh manusia. Dia adalah seorang prajurit yang perkasa dan dia memerintah dengan kejam tepat di tengah-tengah Lembah Efrata. Besar kekuatannya, besar dosanya, besar dalam penyembahan berhala, hebat dalam menentang Allah. Ini adalah kota manusia yang pertama di dunia baru, yang dibangun untuk kemuliaan manusia. Itu adalah pratinjau kota yang kemudian disebut Babel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat yang utama. <b>Ayat 21</b>, "Sem, bapa dari semua anak-anak Eber, dan abang Yafet.” Dia terdaftar terakhir karena itu memberikan jalan bagi silsilah dan kisah yang mengarah kepada Abraham. Dan di sini terdapat referensi pertama untuk kata Ibrani. Dari Sem inilah yang menghasilkan semua putra Eber, dan memberikan nama Ibrani kepada orang-orang pilihan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b> dan selanjutnya mendaftarkan putra-putra Sem. Kelompok ini membentang melintasi Timur Tengah dari utara ke selatan. Elam, ayah dari orang Elam, kita membaca tentang dia di Kejadian 14. Mereka memiliki seorang raja bernama Kedarlaomer, yang menyerbu Kanaan, sehingga anak-anak Kanaan melayani anak-anak Sem. Dan di antara sekutunya adalah Raja Goem ini, Havaheim, orang-orang pantai dari Yafet.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka dalam Pertempuran Kedarlaomer, Kanaan ditundukkan oleh putra-putra Yafet dan putra-putra Sem. Orang Elam hidup di sebelah timur Mesopotamia dan bercampur dengan orang Meads mereka membentuk Kekaisaran Persia. Perhatikanlah bahwa Asher, ayah dari Asyur, ditaklukkan oleh Nimrod, sehingga mereka menjadi ras campuran. Dan orang Aramlah yang mengembangkan bahasa Aram. Daniel dan Ezra dari Alkitab ditulis dalam bahasa Aram.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Ham menetap di bagian selatan, dari Afrika ke Asia. Yafet menetap di utara, Eropa dan ke timur laut Persia dan India. Dan Sem tinggal di Timur Tengah. Ayat 31 mengatakan, "Inilah anak-anak Sem menurut keluarga mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka." Dua puluh enam keluarga terdaftar dari Sem, 30 dari Ham dan 14 dari Yafet, berjumlah 70 keluarga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lain kali kita akan melihat bagaimana Allah mencerai-beraikan orang-orang dari Babel di salah satu bagian paling menarik dari Kejadian. Allah mengendalikan segala sesuatu dan kita akan melihat bagaimana Dia membubarkan semua orang dan memberikannya bahasa dan budaya mereka sendiri, namun mereka semua berasal dari manusia yang sama. Puji Tuhan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Jun 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190630</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000073</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengaruh Kutukan Kanaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000072"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+9:24-29" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 9:24-29</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dari Kejadian 6 kisah penting tentang air Bah universal dimulai di mana Allah menenggelamkan seluruh dunia, seluruh umat manusia dan semua kehidupan yang bernafas di bumi ini. Kejadian itu ada implikasi besar terhadap kita pada hari ini. Alasan penghakiman Allah adalah karena ketika Allah memandang dunia, yang dilihat-Nya hanyalah dosa dan satu-satunya perkecualian adalah Nuh, istrinya, ketiga putranya dan ketiga istri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bersama dengan semua pasangan binatang dan tujuh pasang binatang bersih yang akan digunakan untuk pengorbanan kepada Allah, bahtera diisi penuh, dan jumlah kehidupan itu terlindung. Setelah banjir, mereka keluar dari bahtera, dan mulai hidup lagi di dunia baru. “18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera adalah Sem, Ham dan Yafet, dan Ham adalah bapa Kanaan. 19 Dan dari mereka ini tersebar penduduk seluruh bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“20 Lalu Nuh menanam kebun anggur, dan 21 setelah ia minum anggur, mabuklah ia, dan ia telanjang dalam kemahnya. 22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat ketelanjangan ayahnya dan memberi tahu kedua saudaranya di luar. 23 Tetapi Sem dan Yafet mengambil sehelai kain di pundak mereka dan berjalan mundur dan menutupi ketelanjangan ayahnya, sambil berpaling muka sehingga mereka tidak melihat ketelanjangan ayah mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“24 Ketika Nuh sadar dari mabuknya, dia tahu apa yang telah dilakukan anak bungsunya kepadanya. 25 Maka berkatalah ia, “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi paling hina bagi saudara-saudaranya.” 26 Dia juga berkata, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem, dan hendaklah Kanaan menjadi hambanya, 27 semoga Allah memperbesar Yafet dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem dan hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya." 28 Dan Nuh hidup 350 tahun setelah air Bah. 29 Nuh mencapai umur 950 tahun, lalu ia meninggal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua hal yang jelas, yang pertama adalah dosa, dan yang terakhir adalah kematian. Dosa tidak terpengaruh air bah, demikian juga kematian. Dan peristiwa pertama setelah banjir yang dicatat adalah kisah dosa dalam keluarga Nuh. Hanya ada delapan orang di dunia ini. Dan catatan pertama tentang kehidupan mereka dalam dosa memberi tahu kita bahwa betapa pun kerasnya mereka berusaha untuk mengendalikan hidup mereka, mereka tetap orang-orang yang jatuh di bawah kutukan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan dosa pertama, ini hanya dosa yang Allah pilih untuk dicatat. Dia bisa saja memilih salah satu dari ribuan dosa di antara mereka. "Dalam Adam", Alkitab berkata, "seluruh umat manusia berdosa dan mati." Dan "kematian menimpa semua orang", kata Kitab Roma. Jadi, setiap orang kemudian, ditandai dosa Adam dalam sifat yang jatuh, dan mengalami kematian. Dan hati manusia masih bejat dan sangat jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Kejadian 10 ada catatan generasi Sem, Ham dan Yafet, dan putra-putra yang lahir dari mereka setelah air Bah. Mereka tidak punya anak sebelum air Bah itu; jadi mereka mulai punya anak setelah banjir itu. Dan ada catatan semua anak mereka dalam Kejadian 10. Dari semua anak dan cucu yang tercatat, tidak ada yang disebut kecuali satu anak Ham ini bernama Kanaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Kanaan dikutuk, dan kenapa hal itu penting? Kejadian itu ditulis setelah mereka keluar dari Mesir. Orang-orang Yahudi, ditawan di Mesir selama 430 tahun. Mereka diperbudak oleh Firaun. Dan Allah membebaskan mereka melalui Musa. Allah mengirim serangkaian sepuluh wabah, dan terjadilah eksodus dari Mesir. Allah memisahkan Laut Merah, supaya anak-anak Israel, setidaknya dua juta orang, dapat berjalan ke sisi lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu saat dalam periode 40 tahun berkeliaran, Allah mengilhamkan Musa untuk menulis Pentateukh, kelima buku pertama Perjanjian Lama. Pembacaan pertama Kejadian terjadi beberapa saat sebelum orang-orang Yahudi menyeberangi Sungai Yordan untuk masuk ke dalam Tanah Perjanjian. Setelah 40 tahun berkeliaran, mereka telah dibersihkan, generasi pertama yang keluar dari Mesir telah mati semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa adalah pemimpin mereka sampai tiba waktunya untuk masuk ke tanah itu, dan kemudian jubah pemimpin itu diserahkan kepada Yosua. Nah pada waktu itu, tanah itu disebut tanah Kanaan. Karena itu ditempati oleh keturunan Ham melalui Kanaan. Dan sekarang orang-orang Yahudi sudah siap untuk mengambil tanah ini. Dan Allah telah memerintah mereka untuk masuk, dan membunuh orang-orang yang tinggal di sana. Kalian bertindak sebagai alat penghakiman ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kanaan adalah orang yang benar-benar jahat dan mereka penyembah berhala. Dan seperti kita tahu sejarahnya, orang-orang Yahudi tidak membunuh mereka semua dan mereka menderita korupsinya. Karena tidak melakukan itu, pada akhirnya mereka ditawan lagi di Babel, dan mereka kehilangan kemuliaan tanah mereka. Lihatlah Kejadian 15. Nama Yakub diubah menjadi Israel, dan itulah garis keturunan yang akhirnya menjadi orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi di sini ada janji asli kepada Abraham yang kita kenal sebagai <b>Perjanjian Abraham</b>. Allah menjanjikan kepada Abraham dan keturunannya tanah ini. Lihatlah Kejadian 15: 7-18, “Lalu firman Allah kepadanya, “Akulah Tuhan yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberimu tanah ini untuk mewarisinya." 8 Kata Abram, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memiliknya?’ Ini pertanyaan penting bagi Abram.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah janji-Nya: “9 Maka berfirman Dia kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berusia 3 tahun, seekor kambing betina berusia 3 tahun, seekor domba jantan berunur 3 tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Di zaman kuno, ketika perjanjian dibuat; perlu ada sesuatu untuk menegaskan kekuatan komitmen dalam perjanjian itu. “10 Lalu dia membawa semuanya, dipotong menjadi dua dan masing-masing ditempatkan setengah berlawanan, tetapi burung-burung tidak dipotong menjadi dua.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada koridor sempit di antara bagian binatang-binatang ini dan dua burung yang telah dibunuh. “12. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak.” Allah memberinya obat bius ilahi, sampai pingsan. “13 Dan berfirman Allah kepada Abram, “Ketahuilah dengan pasti bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing di tanah yang bukan milik mereka, di mana mereka akan diperbudak dan ditindas selama 400 tahun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“14 Dan bangsa yang memperbudak mereka akan Kuhukum; dan setelah itu mereka akan keluar dengan harta yang besar.” Itulah percis yang dilakukan Allah. Orang Israel menjadi kaya ketika dibebaskan dari Mesir. “15 Tetapi engkau, Abram, akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera, engkau akan dikuburkan pada usia tua yang baik. 16 Dan generasi keempat setelah penawanan 400 tahun, mereka akan kembali ke sini karena kedurhakaan orang Amori itu belum lengkap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"18 Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini, mulai dari sungai Mesir ke sungai besar, sungai Efrat.” Berfirmanlah Allah: Aku membuat perjanjian ini, dan untuk membuktikannya, engkau akan melihat sebuah perapian berasap dan suluh yang berapi lewat di antara potongan daging ini, untuk menandakan perjanjian ini serius, seolah-olah mengatakan Aku mati jika Aku tidak menepati janji ini. Tetapi sementara ini akan ada periode perbudakan selama 400 tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amori adalah kata lain untuk orang Kanaan. Dan semua orang Kanaan ada dalam ayat 19-21, “orang-orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, 20 orang Het, orang Feris, orang Refaim, 21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi, dan orang Yebus itu.” Jadi, semua orang ini adalah bagian dari seluruh budaya Kanaan. Tetapi Allah berkata Aku tidak bisa memberikan tanah ini kepadamu sampai kejahatan orang-orang ini penuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya ketika ada perjanjian, beberapa binatang dipotong, dan kedua belah pihak berjalan menandakan dengan berjalan di antara potongan-potongan berdarah, itu dapat terjadi pada saya jika saya tidak mematuhi perjanjian. Tetapi Abram pingsan. Ayat 17, “maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.” Itulah Allah sendiri yang mengesahkan janji-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika mereka berdiri di tepi Sungai Yordan dan siap untuk mengambil tanah itu, pertanyaannya adalah: Apakah hak kita atas tanah ini? Jawabannya: janji Allah kepada Abram, ini adalah tanah perjanjianmu. Tetapi mengapa kita harus membunuh orang Kanaan? Karena ketidakadilan mereka lengkap. Dan kalian akan menjadi alat penghakiman. Tetapi mengapa orang Kanaan? Karena Kanaan adalah orang yang dikutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah masih ingat hal pertama yang Adam dan Hawa lakukan ketika mereka jatuh adalah menjahit daun ara untuk menutupi diri mereka? Orang beradab selalu mengenakan pakaian untuk melindungi, sebisa mungkin, apa yang merupakan hubungan murni. Pakaian itu menutupi rasa malu dan melindungi kemurnian. Dan semakin mereka mengekspos diri mereka sendiri; semakin jelas godaannya. Allah melarang hal itu dalam Keluaran 20:26, Keluaran 28:42 dan melalui Kitab Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ham adalah orang yang beriman. Ham telah menerima kebenaran Allah yang diperhitungkan kepadanya dengan iman kepada Allah. Ham adalah seorang pria yang mencintai Allah dan menyembah Allah serta melayani Allah, dan itulah sebabnya dia lolos dari hukuman banjir. Dia adalah seorang pria yang dilindungi Allah dalam penghakiman melalui anugerah, karena dia milik Allah. Tetapi dia berbuat sesuatu yang adalah dosa di sini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melihat ketelanjangan ayahnya. Idenya di sini adalah pemandangan yang entah bagaimana membuatnya senang. Dia senang dalam penghinaan ayahnya. Itu adalah sikap anak pemberontak. Kemudian dia pergi ke luar, dan memberi tahu kedua saudaranya, itu adalah dosa penghinaan. Itu malah menjadi dosa tidak hormat. Seharusnya dia menutupi bapanya dan melindungi bapanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah kontrasnya dengan putra-putra lainnya, <b>ayat 23</b>, "Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan meletakkannya di atas kedua bahu mereka dan berjalan mundur, dan menutupi ketelanjangan ayah mereka sambil berpaling muka sehingga mereka tidak lihat ketelanjangan ayah mereka.” Mereka tidak menemukan kesenangan dalam ketelanjangan ayah mereka. Ini menunjukkan seperti apa putra itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah teguran keras bagi Ham dengan perilaku mereka, "Kau salah.” Dan ini adalah pengingat kuat bagi kita bahwa ada batasnya yang menghormati Allah. Mereka menunjukkan isi hati yang dijelaskan dalam Habakuk 1:13, “Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman.” Betapa besar teladan mereka bagi kita dalam dunia ketelanjangan, yang dirancang untuk menghilangkan semua rasa malu dan menormalkan nafsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu mengarah kepada inti masalah<b>, polarisasi</b>. Yang saya maksud adalah bagaimana kehidupan sekarang di dunia. Pertama dimulai dengan beranakcucu, kalian akan menghasilkan anak-anak, mereka pasti berdosa; itu adalah polusi, dosa akan ada di sekitar kita, dan akibatnya adalah polarisasi. Di satu sisi, bagi mereka yang mengikuti Allah dan menghormati-Nya, akan ada berkat; bagi mereka yang tidak, akan ada kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu menjadi pola di seluruh sejarah penebusan. Bahkan Yesus juga berbicara tentang pemberkatan dan kutukan. Ini adalah dua kehidupan ekstrem; dan begitulah kehidupan hari ini. Anda berada di antara mereka yang diberkati atau di antara yang terkutuk, benar? Tidak ada orang di tengah-tengah. Ada orang-orang yang diberkati, yang tahu dan melayani Allah yang benar dan hidup, dan semua orang lain terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b> mengajarkan ini kepada kita, ketika Nuh bangun dari anggurnya, ketika dia telah bangun dari kemabukannya, dia tahu apa yang telah dilakukan putra bungsunya kepadanya. Kita tidak diberi tahu bagaimana dia tahu, tetapi dia tahu. Dia tahu bahwa Ham telah menghinanya, bahwa dia telah menunjukkan rasa tidak hormat kepadanya, dan bahwa dia telah memberi tahu saudara-saudaranya dan menyebarkan penghinaan itu kepada mereka. Dan Nuh menjawab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kejadian ini, Nuh tahu sikap hati anak-anaknya terhadapnya. Dan dia merespon. Dengan kutukan di satu sisi, dan berkat di sisi lain. Dan itulah bagaimana semua orang di dunia ini hidup; Anda hidup di bawah berkat Allah atau kutukan Allah. Tetapi Allah di sini tidak berbicara. Tetapi kita diberikan kata-kata pertama dan kata-kata satu-satunya dari Nuh dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh adalah pengkhotbah kebenaran, kata Perjanjian Baru. Dia berkhotbah selama 120 tahun ketika dia sedang membangun bahtera. Tetapi inilah hal pertama dan satu-satunya yang pernah dia katakan di halaman Alkitab. Jadi dia berkata dalam <b>ayat 25</b>, "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba paling hina bagi saudara-saudaranya." Mengapa tidak Ham, kan dia berdosa? Kanaan adalah putra keempat Ham. Mengapa kedaulatan Allah melampirkan kutukan ini pada putra yang satu ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak mengutuk Ham karena dialah orang benar dan diberikan anugerah. Tetapi kutukan itu adalah nubuatan ketidakpercayaan Kanaan dan mereka akhirnya menjadi orang Kanaan yang jahat, bangsa itu menajiskan dan menghujat semua hal yang ilahi dan suci. Orang Kanaan menjadi musuh umat Allah sepanjang Kejadian. Dosa orang-orang Kanaan begitu besar, sehingga menajiskan tanah dalam Imamat 18:28 dan Yosua 23.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mempelajari wilayah Kanaan yang berasal dari Ham - itu termasuk Sodom dan Gomora. Seluruh wilayah itu adalah daerah keturunan Kanaan. Dan mereka adalah orang-orang yang gaya hidupnya dicirikan oleh ketelanjangan yang berarti memiliki kegiatan di luar batas-batas Allah. Kebencian Allah terhadap dosa-dosa ini khususnya menyebabkan Dia mempersiapkan anak-anak Israel untuk mengambil tanah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam <b>ayat 26 -27</b> ia juga berkata, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem, dan hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. 27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.” Kita mendapatkan kata Semit dari garis keturunan Sem, dan itu langsung menembus Abraham sampai kepada Yesus Kristus, dan Sem itu menjadi Israel, yang menundukkan dan menaklukkan orang Kanaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28 - 29</b>, “Dan Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air Bah. 29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun; lalu dia mati.” Dan janji kepada Abraham tentang tanah bagi umat Allah masih berlaku sampai sekarang. Allah akan memastikan bahwa mereka tetap menerimanya. Keturunan Yafet adalah kelompok orang-orang Indo-Eropa. Mereka akan tinggal di kemah-kemah Sem, yang berarti mereka akan memiliki hubungan damai dengan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua permusuhan terhadap Israel datang dari Kanaan dari Timur Tengah. Jadi seluruh sejarah manusia terbentang oleh Adam, Henokh, Metusalah, dan Nuh. Dan ini hanya 2.000 tahun setelah penciptaan. Tapi Nuh meninggal. Karena bahkan bagi orang percaya, upah dosa masih berupa kematian fisik. Kita tidak akan mati secara rohani, karena dosa-dosa kita ditutupi dan kematian yang seharusnya kita alami sudah dibayar oleh Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jun 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190623</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000072</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dosa Nuh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000071"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+9:18-24" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 9:18-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari Kejadian dengan hati-hati dan perlahan. <b>Kejadian 9: 18-21</b>, “Sekarang putra-putra Nuh yang keluar dari bahtera adalah Sem, Ham, dan Yafet. Dan Ham adalah ayah Kanaan. 19 Ketiganya adalah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. 20 Dan Nuh mulai menjadi petani, dan dia menanam kebun anggur. 21 Kemudian dia minum anggur dan mabuklah ia, dan ia telanjang dalam kemahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22-24</b>, “Maka Ham, bapa Kanaan melihat ketelanjangan ayahnya, dan memberi tahu kedua saudaranya di luar. 23 Tetapi Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan menaruhnya di atas bahu mereka berdua, dan berjalan mundur dan menutupi ketelanjangan ayah mereka sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat ketelanjangan ayah mereka. 24 Maka Nuh bangun dari mabuknya, dan tahu apa yang telah dilakukan putra bungsunya kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan bagian ini kehidupan manusia setelah banjir di bumi dimulai. Air Bah besar yang menenggelamkan seluruh umat manusia kecuali delapan jiwa sudah berakhir. Itu menenggelamkan semua binatang yang bernafas udara di dunia ini kecuali yang ada di bahtera. Airnya sudah surut, tanahnya kering, dan semua kehidupan telah keluar dari bahtera. Semua orang berdosa yang menolak Allah telah disapu ke penghakiman kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang ada awal baru; hari baru mulai bagi delapan orang yang membentuk seluruh umat manusia. Segar dalam pikiran mereka, dan tentu terlihat di sekitar mereka, adalah pengetahuan tentang dampak dosa yang menghancurkan. Bentuk muka bumi sudah benar-benar berubah. Itu mengubah hidup secara fisik dan material. Dan ada banyak bukti kematian. Jadi mereka datang kedalam dunia baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi satu hal tidak tenggelam dalam air bah, dan itu adalah dosa. Dosa berada dalam sifat Nuh, istrinya, Sem, Ham dan Yafet dan ketiga istri mereka. Bumi itu baru, tetapi kemanusiaan lama yang sama tetap ada. Nuh, yang sekarang berumur 601 tahun, dalam bagian berikut ini berdosa. Usia bukanlah jaminan melawan dosa dan di sini ada seorang tua yang masih berdosa. Dan ada seorang pria 'muda' berusia kira-kira 100 tahun yang juga berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita belajar bahwa apa yang dikatakan Alkitab itu benar: dosa berkuasa dari Adam. Begitu Adam berdosa, dosa menjadi pengaruh yang berdaulat atas kehidupan manusia. Itu menjadi raja umat manusia, dan membawa racun manjur ke semua orang dan keluarga di seluruh dunia. Dan itu dihakimi Allah ketika Dia menenggelamkan seluruh umat manusia di bumi kecuali mereka yang Dia tunjukkan belas kasihan.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bahwa putra Ham bernama Kanaan disebut empat kali. Nah Ham memiliki empat putra, dan mungkin Anda bertanya-tanya mengapa Kanaan tiba-tiba adalah orang yang penting. Menurut Kejadian 10: 6, Ham memiliki empat putra bernama Kush, Misraim, Put dan Kanaan. Tetapi mengapa Kanaan disebut? Mengapa ada kutukan terhadap Kanaan ini? Anda tahu bahwa penulis Pentateukh, kelima buku pertama dalam Alkitab itu, adalah Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Kejadian ditulis setelah mereka keluar dari Mesir, yang terjadi disekitar 1445 SM. Itu ditulis setelah Israel keluar dari Mesir dan setelah mereka berkeliaran 40 tahun di padang pasir, dan sebelum Musa meninggal pada tahun 1405. Dan inilah pertama kalinya Allah memberi tahu Israel bahwa mereka sekarang akan masuk ke Tanah Perjanjian. Dan tanah yang telah dijanjikan kepada mereka itu adalah tanah Kanaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini telah dijanjikan enam ratus tahun sebelum mereka berdiri di tepi sungai Yordan siap untuk masuk ke tanah itu. Mereka telah mengalami penahanan 400 tahun di Mesir dan ada banyak tahun lain yang ikut campur, setelah janji itu dibuat untuk Abraham. Tetapi ketika Kejadian pertama kali dibaca, yang ditulis Musa di bawah ilham Roh Kudus, sangat penting bagi Israel rohani mereka menjadi lebih kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah mencapai titik kepatuhan kepada Allah di mana Dia bersedia untuk membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian yang telah dijanjikan-Nya. Dan Tuhan telah memberi tahu mereka, ketika kalian masuk untuk mengambil tanah itu, Aku ingin kalian menghancurkan orang Kanaan. Sifat alami manusia akan menyebabkan ada kejijikan terhadap perintah semacam itu. Inilah umat Allah yang telah diajarkan kepatuhan kepada Allah, untuk hidup sesuai dengan Hukum Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pasti merupakan tantangan berat bagi pemikiran mereka, untuk masuk ke Tanah Perjanjian dan membantai orang-orang Kanaan. Memang wajar untuk mengajukan pertanyaan "apakah ini benar?" Tetapi di sini kita membaca bahwa Kanaan dan keturunannya dikutuk. Jadi Kanaan adalah objek murka Allah, dan Israel dipilih untuk melakukan penghakiman ini. Air adalah yang mematikan dunia orang berdosa; dan Israel adalah yang menghancurkan orang-orang Kanaan yang jahat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga ada suatu kejadian yang kelihatannya tidak begitu parah untuk menghasilkan kutukan untuk membantai sebuah negara. Seorang anak laki-laki masuk dan melihat ayahnya telanjang, dan keluar untuk memberi tahu saudara-saudaranya, dan dia dikutuk. Namun secara konsisten, dalam Kejadian, nasib manusia dan bangsa ditentukan oleh kejadian-kejadian yang tampaknya sepele. Tetapi ketika kita menggali lebih mendalam, itu tidak sepele, dan kita melihat hubungannya dengan putra Ham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa Nuh tidak kecil dan dosa Ham tidak kecil karena tidak ada dosa yang kecil. Di sini Allah menunjukkan bahwa dosa tetap ada walaupun ada air Bah. Allah bisa saja mengambil beberapa dosa lain untuk menggambarkan kejatuhan mereka. Tetapi Dia memilih apa yang tampaknya bagi kita sebagai dosa kecil, untuk menunjukkan kepada kita bahwa bahkan dosa kecil pun adalah dosa. Bahkan kesalahan terkecil pun dapat menghasilkan dampak buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menunjukkan kepada kita dosa-dosa "kecil" yang menghancurkan keluarga dan menghancurkan bangsa. Dia memilih ini untuk mengajarkan kita bahwa bahkan kurangnya penguasaan diri dan sikap tak hormat pun adalah dosa. Dalam bagian ini tiga hal yang muncul sebagai kenyataan yang tak terhindarkan. Beranakcucu, polusi, dan polarisasi. Dan kalian akan mengerti bagaimana kata-kata itu meringkaskan kehidupan di dunia baru, dan kemudian kematian ditunjukkan dalam ayat 28 dan 29.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan <b>beranakcucu</b>. Ketika Allah menciptakan Adam, Dia berkata beranak-cuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi. Dan pada dasarnya, itulah tepat apa yang Dia perintahkan kepada keluarga Nuh untuk dilakukan kembali dalam Kejadian 9: 7, “Dan kalian, beranak-cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dengan berlimpah dan bertambah banyak di dalamnya.” Ini adalah Adam baru, dan ini adalah manusia baru dan ini adalah kesempatan baru untuk beranak-cucu, untuk memenuhi dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi karena penekanan itu, ada pengulangan peran yang kuat untuk Sem, Ham, Yafet dan kehidupan mereka. Ketiga pasangan tersebut bertanggung jawab untuk mengisi kembali bumi. Dalam Kejadian 5:32 ketiga putra Nuh lahir ketika ia berusia 500 tahun. Ini membuat anak-anak itu berusia sekitar 100 tahun ketika banjir datang, dan mereka menikah tetapi belum punya anak. Dan sekarang, Nuh berusia 601 dan mereka usianya 100 tahun, air Bah sudah berakhir, dan sekarang saatnya untuk beranakcucu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hanya satu anak dari anak-anak itu yang disebut, yaitu Kanaan. Sisa proses beranakcucu mereka terungkap dalam Kejadian 10, di mana ada putra-putra Yafet, putra-putra Ham, dan putra-putra Sem semua terdaftar di situ. Tetapi hanya Ham yang diperkenalkan kepada kita di sini sebagai pemilik anak bernama Kanaan. Dan Tanah Perjanjian itu, dinamakan Tanah Kanaan, dan diacu 35 kali dalam Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tindakan mengambil Tanah Kanaan adalah hukuman yang adil dari Allah atas orang-orang jahat yang terkutuk. Ini adalah bangsa pertama yang dikutuk oleh Allah. Dan ketika Israel membaca ini, mereka tahu mereka memiliki leluhur terkutuk. Dan mereka bertindak atas dasar penghakiman ilahi, yang telah ditentukan, yang memberikan mereka pembenaran historis untuk menjadi alat penghakiman atas Kanaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan dalam <b>ayat 19</b> bahwa mereka menghuni seluruh dunia. Tidak ada sumber kehidupan manusia yang lain. Semua kehidupan di dunia ini berasal dari Adam dan Hawa. Kisah Para Rasul 17:26 mengatakan, “Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi.” Banyak orang bingung tentang itu. Semua orang berasal dari Adam dan Hawa dan itu menjadi tiga keluarga Nuh dan kemudian sisa kehidupan manusia keluar dari mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada hominid tanpa roh, tanpa jiwa di dalam Alkitab. Ini adalah teori orang evolusionis. Dengan prinsip keseragaman mereka, mereka meramalkan kembali berkali-kali dan manusia harus berusia dua sampai empat juta tahun. Jadi untuk mengakomodasi mereka, Hugh Ross berpikir ada makhluk seperti manusia tanpa jiwa. Orang evolusionis mengatakan bahwa orang Aborigin dan orang Indian Amerika mulai hidup 40.000 sampai 60.000 tahun lalu. Mereka itu benar salah!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua manusia berasal dari Adam, melalui Nuh. Yang berarti ada kode genetik untuk semua manusia yang berasal dari Adam dan Hawa. Semua kode genetik yang ada di semua ras yang ada saat ini ada di keluarga Nuh. Di dunia ada begitu banyak keragaman; orang berkulit hitam, berkulit putih, dengan berbagai fitur yang dapat diidentifikasi sebagai Kaukasoid dan Negroid, Mongoloid, dll.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun semua perbedaan warna kulit dan penampilan wajah serta desain tubuh ini semuanya berasal dari kode genetik yang ada pada Adam dan Hawa. Dan kode genetik untuk semua umat manusia dalam semua keberagamannya saat ini berlanjut dalam keluarga Nuh. Semua orang dari orang kerdil dan orang aborigine sampai orang Zulu yang tingginya tujuh kaki dua, berasal dari Nuh dan istrinya yang menerima semua kode genetik yang diperlukan dari Adam dan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para ilmuwan memperkirakan bahwa hanya dua orang tua manusia saja dapat menghasilkan lebih banyak anak daripada atom di alam semesta, di mana tidak ada dua orang yang persis sama. Semua ini karena variabilitas yang mengejutkan pada gen kita. Ketika orang-orang kawin, variasi mulai terjadi. Ada jumlah variabel tak terbatas yang hanya ada dalam dua orang yang akhirnya menghasilkan berbagai corak kulit dan fitur manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada akhirnya hanya ada satu ras - umat manusia. Perbedaan genetika di antara dua orang di dunia, tidak peduli seberapa beragamnya mereka, bahkan juga mereka yang berasal dari kelompok yang sama, adalah 0,2. Perbedaan karakteristik ras seperti; warna kulit, fitur wajah, bentuk mata, adalah 0,012, hampir tidak ada perbedaan. Kami benar-benar satu darah, kami semua keturunan dari satu bapa dan satu ibu, Adam dan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama beberapa abad setelah air bah itu, semua orang adalah satu keluarga besar dengan satu bahasa dan satu budaya. Dan semua orang menikah satu sama lain. Banyak yang percaya bahwa itu menyebabkan warna kulit dan fitur fisik pada umumnya yang jauh dari ekstrem. Kulit yang sangat putih terkadang muncul dan kulit yang sangat hitam kadang-kadang muncul dengan berbagai fitur. Tetapi karena orang-orang menikah satu sama lain, rata-rata itu tetap sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian insiden Menara Babel terjadi. Orang-orang diisolasi sehingga mereka mulai didominasi oleh fitur genetik yang ada di dalam kelompok orang-orang itu. Bukan hanya ada perubahan bahasa, itu menghentikan pernikahan di luar kelompok orang-orang itu, karena mereka tidak bisa menikahi seorang gadis yang tidak bisa mengerti bahasanya. Hanya setelah Anda menikahi mereka Anda tidak dapat berbicara dengan mereka atau tidak mau.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Menara Babel menghasilkan banyak hal. Allah memisahkan bahasa-bahasa, dan menyebarkan orang-orang ke seluruh dunia ini, dan mereka terisolasi dan apa pun fitur yang dirancang Allah dalam kedaulatan-Nya dalam kelompok-kelompok genetik itu kemudian menjadi normal. Maka berbagai karakteristik mulai muncul. Setiap kelompok bahasa telah mendominasi dan membatasi fitur genetik yang menjadi bawaan dan menjadi hal normal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah Para Rasul 17:26, Allah menentukan batas-batas bangsa. Jadi Allah memisahkan kumpulan gen persis seperti yang Dia inginkan, sehingga Dia dapat menghasilkan persis apa yang Dia ingin hasilkan, dan kita semua memiliki identitas yang unik, dan identitas nasional kita ditujukan dan diciptakan Allah sejak awal. Tetapi kita semua sebenarnya sama, hanya ada perbedaan 0,2%.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kelompok-kelompok ini bermigrasi jauh dari Babel, mereka menghadapi zona iklim baru yang berbeda. Ini juga mempengaruhi keseimbangan faktor keturunan dalam populasi. Tapi kami semua benar-benar satu keluarga. Janganlah ada rasisme, janganlah ada permusuhan. Kita berasal dari keluarga yang sama. Setiap suku yang baru ditemukan hanyalah sekelompok orang yang memiliki permulaan yang sama dengan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 1 menjelaskan bahwa umat manusia pada mulanya mereka bukan hanya memiliki pengetahuan tentang Allah, tetapi mereka juga memiliki kekuatan otak yang hebat. Tetapi karena mereka tidak memuliakan Allah (ayat 21) mereka menjadi sia-sia dalam pikiran mereka. Dan ayat 19 mengatakan bahwa dari keluarga ini, seluruh bumi dihuni. Jadi seluruh umat manusia telah menurun. Sedih melihat bagaimana manusia bukannya menjadi lebih pintar tetapi malah menjadi kurang pintar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, hal pertama yang kita miliki setelah banjir itu adalah beranakcucu. Nah, yang kedua adalah <b>polusi</b>, dosa di dunia baru. <b>Ayat 20</b>, Nuh mulai bertani, ia menanam kebun anggur, untuk memberi tahu kita bahwa bumi ini mulai berbuah lagi. Dan ada jenis hujan lain, yang berhubungan dengan waktu dan panen benih, dingin dan panas, musim panas dan musim dingin, dll. Ini adalah hujan siklus musim yang menyebabkan bumi ini berhasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada pelangi, sebagai pengingat bahwa Allah telah berjanji bahwa Dia tidak akan menghancurkan dunia dengan air bah lagi. Nuh itu seperti Adam; mereka berdua petani. Mereka berdua berdosa dengan efek negatif yang jangkauannya jauh. Itu mulai ketika Nuh menanam kebun anggur. Allah memberi kita buah untuk menghasilkan minuman yang sehat dan menyenangkan. Tetapi ini juga memiliki kapasitas untuk berfermentasi dan menyebabkan bahaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, "Nuh minum anggur dan menjadi mabuk dan ia telanjang dalam kemahnya.” Apakah artinya ini? Yang kita tahu adalah bahwa dia kehilangan rasa malu, dia kehilangan martabatnya. Kemabukan itu membuatnya malu. Pakaian menutupi rasa malu, dan itu melindungi kemurnian. Ketelanjangan menyebabkan sifat buruk. Ekshibisionis, pornografi, mereka semua menganjurkan ketelanjangan seolah-olah itu suatu kebajikan. Namun semua orang tahu nilainya menutupi diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketelanjangan yang memalukan dari suku-suku primitif, atau ketelanjangan yang dipamerkan para naturalis atau ketelanjangan yang menyimpang dari para pornografi atau penyanyi rock atau aktor film dapat disebut kebebasan dan kembali ke alam dan kepolosan, tetapi kenyataannya, ketelanjangan itu tidak bisa memulihkan kemurnian. Sebaliknya, itu menonjolkan kemenangan orang berdosa atas rasa malu yang wajar.” Dan Allah tahu segala maksud hatimu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22-24</b>, “Maka Ham, bapa Kanaan melihat ketelanjangan ayahnya, dan memberi tahu kedua saudaranya di luar. 23 Tetapi Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan menaruhnya di atas bahu mereka berdua, dan berjalan mundur dan menutupi ketelanjangan ayah mereka sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat ketelanjangan ayah mereka. 24 Maka Nuh bangun dari mabuknya, dan tahu apa yang telah dilakukan putra bungsunya kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efek dari dosa Adam masih berjalan, bahkan di dunia baru. "Dalam Adam,” Alkitab berkata, "seluruh umat manusia berdosa dan mati." Dan "kematian menimpa semua orang", kata Kitab Roma. Jadi setiap orang yang pernah hidup, ditandai dosa Adam dalam sifat bejat, dan mengalami kematian. Tetapi ada harapan karena Allah memberi kita cara untuk diselamatkan melalui Kristus. Kita akan melanjutkan ini di Minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jun 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190616</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000071</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perjanjian Pelangi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000070"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+9:8-17" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 9:8-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu keajaiban alam yang paling luar biasa dan indah adalah pelangi. Dan pelangi telah membuat orang terpesona sepanjang zaman. Pelangi adalah garis melengkung di langit yang terdiri dari tujuh warna: merah, oranye, hijau, biru, nila, dan ungu. Secara ilmiah, pelangi adalah busur pita berwarna konsentris yang terjadi ketika sinar matahari berinteraksi dengan tetesan hujan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan panjang gelombang cahaya yang berbeda memisahkan diri dan menjadi warna yang berbeda. Gelombang cahaya yang lebih panjang, seperti merah, bengkok paling sedikit sedangkan gelombang cahaya yang lebih pendek seperti ungu dan biru adalah yang paling bengkok. Dan tergantung pada sudut di mana matahari melewati tetesan air hujan, itu memantulkan warna tertentu, dan sudut di antara 40 derajat dan 48 derajat menciptakan rentang warna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelangi telah menyibukkan budaya sepanjang sejarah manusia. Bahkan Dorothy dalam Wizard of Oz berkata, "Di suatu tempat di atas pelangi ada tanah di mana mimpi benar-benar menjadi kenyataan." Pada catatan yang jauh lebih sepele, para homoseks telah mengadopsi pelangi sebagai tanda keindahan penyimpangan mereka. Apa artinya pelangi jika ada? Yah di Alkitab itu memiliki makna yang sangat besar</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Alkitab, tidak ada pesan di dalam matahari atau bulan atau di bintang-bintang. Rasi bintang telah menjadi dasar horoskop, tetapi itu hanya ciptaan orang kafir astrologi. Dan ada orang yang menulis buku tentang rasi bintang seolah-olah Injil diberitakan di sana. Hanya ada satu hal yang Allah tempatkan di sana untuk memberikan pesan spiritual, dan itu adalah pelangi dalam <b>Kejadian 9:8-17</b>.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8-11</b>, “Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya dengan dia: 9 “Sesungguhnya Aku, menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang menyertai kamu: burung-burung, ternak, dan segala binatang di bumi bersama Anda, dari semua yang keluar dari bahtera, segala binatang di bumi. 11 Demikianlah Aku menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu: Sejak ini tidak ada daging yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi; tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”</span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-15</b>, “Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu, dan setiap makhluk hidup yang ada bersamamu, untuk generasi abadi: 13 Pelangi-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi, pelangi itu akan terlihat di awan. 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada di antara Aku dan kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15-17</b>, “serta segala makhluk yang hidup dari segala daging; sehingga air tidak akan pernah lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Pelangi itu akan ada di awan, dan Aku akan melihatnya untuk mengingat perjanjian-Ku untuk selamanya antara Allah dan segala makhluk yang hidup dari semua daging yang ada di bumi. "17 Dan Allah berfirman kepada Nuh, “Inilah tanda perjanjian yang Aku telah menetapkan antara Aku dan segala mahluk yang ada di bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pesan penting dari Allah. Sebenarnya ada tiga pesan dari Allah kepada keluarga Nuh, delapan orang yang merupakan seluruh populasi bumi yang ada secara manusia. Jadi apa yang dikatakan Allah dalam tiga pesan itu kepada Nuh, istrinya, tiga putra dan istri mereka pada dasarnya adalah janji Allah untuk seluruh umat manusia karena seluruh umat manusia ada di dalam delapan orang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh keluar dari bahtera. Dia masuk ke dalam dunia baru pada awal Kejadian 9. Dan dalam Kejadian 9:1-7, Nuh dan keluarganya diberitahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka harus beranakcucu dan memenuhi bumi. Mereka diberi kuasa atas ciptaan Allah lainnya. Mereka diizinkan untuk makan semua binatang. Dan mereka akan mengeksekusi mereka yang mengambil nyawa seseorang, ini adalah hukuman mati dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ada instruksi dari Allah kepada Nuh dan keluarganya tentang apa yang mereka harus lakukan dalam ayat 1 sampai 7. Dan dalam ayat 8 sampai 17, Allah mengatakan apa yang Dia akan lakukan. Nasihat kepada Nuh sekarang menjadi janji dari Allah. Allah berfirman, saya akan memberikan Anda sebuah perjanjian, suatu komitmen pribadi yang dibuat oleh Allah dengan manusia. Mulai sekarang, Allah dikenal sebagai Allah yang selalu setia menepati perjanjian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini seperti dokumen legal, dan jangan meremehkan nilai pengulangan itu. Kata "perjanjian," digunakan tujuh kali. Ayat 9, "Aku tetapkan," berarti Aku akan langsung menetapkan ini. Ayat 11, "Aku tegaskan," itu sekarang. Dan kemudian di ayat 17, "Aku telah menetapkan," menyatakan Aku telah selesai melakukannya. Jadi pengulangan itu adalah bagian dari karakter perjanjian ini dan itu untuk kesenangan manusia dari anugerah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah berita penting bagi Nuh. Tidak ada hujan sebelum Air Bah itu. Bumi dilindungi oleh kanopi uap air yang membuat seluruh planet berseragam dalam iklim semi-tropis sehingga manusia hidup hingga hampir seribu tahun dan binatang hidup menjadi sangat tua juga, karena itu reptil yang terus bertumbuh seumur hidup sanggup menjadi dinosaurus. Pada saat Air Bah, hujan itu turun untuk pertama kalinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bumi meledak dengan gunung berapi dan memecahkan kanopi itu, sampai turun sebagai air dan air mancur waduk di dalam bumi juga keluar dan keduanya membanjiri bumi selama 40 hari dan 40 malam sampai benar-benar menutupi 70% dari bumi ini. Sekarang di dunia baru hujan akan turun secara teratur ketika Allah menggerakkan air dalam siklus hidrologi, dari penguapan ke awan, hujan di daratan, dan mengalir kembali ke laut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hujan ini akan turun dari Allah sebagai berkat bagi orang benar dan orang yang tidak benar. Ini akan membuat segalanya bertumbuh. Ini penting untuk kehidupan, dengan memberikan keindahan di dunia dan makanan. Hujan akan menjadi hal biasa. Tetapi Nuh belum tahu itu. Pengalaman hujannya cukup parah. Pikiran tentang itu menakutkan. Jadi ini bukan hanya perjanjian dengan seluruh umat manusia, ini benar kabar baik bagi satu-satunya keluarga yang ada pada saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8</b>, “Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya dengan dia.” Allah berbicara langsung kepada seluruh umat manusia. Sekarang Aku akan memberi tahu kalian apa yang akan Aku lakukan di <b>ayat 9</b>, “Sesungguhnya Aku, mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu.” Ini adalah bahasa yang tepat dan diilhami. Dan setiap frasa, setiap kata, mendefinisikan fitur spesifik dari perjanjian Allah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama, ayat 9</b> mengatakan, “Sesungguhnya Aku”, perjanjian itu bersifat <b>unilateral</b>. Itu berarti ini adalah perjanjian yang dibuat oleh satu, perjanjian bilateral berarti dibuat oleh dua orang. Janji ini secara tunggal dari pihak Allah. Dia melakukannya tanpa pertimbangan manusia dan kehendaknya, Dia melakukannya tanpa konsultasi dengan manusia, Dia melakukannya tanpa negosiasi dengan manusia, Ini bukan perjanjian bersama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak mengatakan jika Anda melakukan ini dan itu maka Aku akan melakukan ini dan itu. Jika Anda tidak melakukan ini dan itu, maka Aku tidak akan melakukan ini dan itu. Bukan begitu. Lihatlah ayat 11, "Aku menetapkan perjanjian-Ku." Ayat 12, "Ini adalah tanda perjanjian yang Kubuat antara Aku dan kamu." Ayat 17, "Ini adalah tanda perjanjian yang telah Aku buat." Tidak pernah kita, selalu Aku. Allah memutuskan untuk membuat janji ini atas kehendak-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, janji itu <b>tanpa syarat</b>. Dia berkata, “Sesungguhnya Aku.” Ayat 11, "Aku menetapkan." Lagi dalam ayat 17, "Aku telah menetapkan." Kata "menetapkan" ‘qumin’ dalam bahasa Ibrani berarti menegakkan, untuk berdiri teguh. Dengan kata lain, saya menetapkan ini dalam beton. Saya menetapkan. Tidak ada kondisi dari pihak manusia untuk mengesahkan atau membatalkannya. Tidak ada sesuatupun yang dilakukan manusia yang dapat menyebabkan Aku melanggarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, janji itu <b>tidak bisa diganggu gugat</b>. Itu tidak bisa diubah, itu sudah ditetapkan. Dan Allah mengulangi hal itu dalam ayat 9, ayat 11, ayat 15, dan di tempat lain, antara Aku dan bumi, antara Aku dan semua mahluk yang ada di bumi. Itu tidak dapat diganggu gugat karena itu adalah perjanjian yang dibuat oleh Allah yang kekal yang tidak dapat berubah dan tidak bisa berdusta. Perjanjian adalah kata yang dipakai, dan itu digunakan di dalam semuanya kecuali di ayat 10. Itu ada diseluruhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gagasan tentang perjanjian ini jarang dikenal sekarang. Hanya satu-satunya tempat dimana masih ada sisa ide perjanjian itu adalah dalam pernikahan. Kebanyakan orang di masyarakat kita tidak mengerti apa artinya itu. Perjanjian adalah sesuatu yang mengikat. Perjanjian pernikahan mengikat seumur hidup. Dan ketika Anda berjanji, segala sesuatu tentang karakter Anda bergantung pada apakah Anda menepati janji Anda, perjanjian Anda itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernikahan sekarang direndahkan menjadi perjanjian sementara dengan persyaratan untuk kepatuhan yang kadang-kadang ditulis ke dalam perjanjian pra-pernikahan. Namun dalam Alkitab, perjanjian itu adalah fondasi masyarakat. Orang-orang tahu apakah perjanjian itu. Ketika Anda membuat perjanjian dengan seseorang, Anda mengikat diri Anda kepada janji itu dan karakter Anda, integritas Anda, hidup Anda dan reputasi Anda dipertaruhkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang di Perjanjian Lama, pada zaman Nuh, dan sepanjang zaman Alkitab, memahami apakah perjanjian itu. Itu adalah janji yang mengikat. Dan kebanyakan perjanjian bersifat bilateral dan sebagian besar perjanjian itu bersifat kondisional. Dan kebanyakan perjanjian memiliki semacam klausula keluar jika ada pelanggaran. Tetapi disini Allah membuat perjanjian unilateral, tanpa syarat, yang tidak dapat diganggu gugat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya ketika Anda membaca Perjanjian Lama, salah satu sifat Allah yang dirayakan berulang kali adalah bahwa Allah setia. Dan atribut kesetiaan itu terkait dengan fakta bahwa Allah selalu mematuhi perjanjian-Nya. Dan itulah caranya seseorang membuktikan kesetiaannya, dia menaati perjanjiannya. Sekarang orang-orang melakukan segala yang mereka bisa untuk melanggar kontrak, untuk melanggar janji, untuk melanggar perjanjian dan itu berlangsung terus menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seseorang membuktikan bahwa dia adalah suami yang setia dengan tidak pernah melanggar sumpah yang dia buat untuk istrinya. Dan caranya seorang istri membuktikan bahwa dia adalah istri yang setia dan setia pada perjanjian adalah dengan tidak pernah melanggar sumpah yang dia buat untuk suaminya. Dan sumpah yang Anda buat di pernikahan Anda adalah bahwa Anda akan menjadi suaminya dan dia istri Anda seumur hidup. Dan pria yang setia menaati perjanjian, dan wanita yang setia menaati perjanjian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian yang Allah buat dengan Nuh masih berlaku. Perjanjian yang Dia buat dengan Abraham masih berlaku, dengan Daud masih berlaku, dengan para imam masih berlaku, dengan Perjanjian Baru yang dia buat untuk pengampunan dosa, Yeremia 31, masih berlaku. Alasan perjanjian Musa dibatalkan adalah karena perjanjian itu bersyarat, karena tidak ada orang yang dapat memenuhi syarat untuk memenuhi Hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua perjanjian adalah perjanjian permanen, Allah itu setia. Bilangan 23:19, “Allah bukanlah manusia sehingga Ia berdusta.” 1 Samuel 15:29, "Sang Mulia dari Israel tidak berdusta.” Mazmur 146: 6, "Dia menjaga kebenaran untuk selamanya." Dan diulangi berkali- kali di seluruh Alkitab, "Tuhan itu setia." Yesaya 49:7, Ratapan 3:23, "Besar kesetiaan-Mu." Mazmur 89, berkali-kali, di Mazmur 119:89 dan 90, dan begitulah seterusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Keempat</b>, janjinya juga <b>universal</b>, ayat 9, “Sesungguhnya Aku, menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu.” itu adalah dengan seluruh umat manusia. Tidak ada perjanjian lain yang berlaku untuk seluruh umat manusia. Perjanjian imam, dan kepada Abraham, dan kepada Raja Daud dan Perjanjian Baru hanya berlaku untuk orang-orang percaya. Perjanjian ini adalah dasar dari anugerah umum untuk seluruh umat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji ini bersifat universal. Lihatlah ayat 10, "Dengan segala makhluk hidup." Ayat 11, "Dengan Anda dan semua daging." Ayat 12, "Antara Aku dan kamu dan setiap makhluk hidup yang ada bersamamu.” Ayat 15, “Diantara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup dari segala daging.” Dan ayat 16, “Antara Allah dan segala makhluk yang hidup dari semua daging yang ada di bumi.” Dan ayat 17, "Antara Aku dan segala mahluk yang ada di bumi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kelima</b>, janji ini <b>abadi</b>. Ayat 12 mengatakan, "Untuk generasi abadi." Dan ayat 16, “perjanjian-Ku untuk selamanya.” Bukan abadi, tetapi dalam arti selama ada waktu. Dan kita tahu berapa lama itu akan bertahan. Kembali dalam Kejadian 8: 22, “Aku tidak akan pernah lagi memusnahkan setiap makhluk hidup seperti yang telah kulakukan selama bumi masih ada.” Itu mendefinisikan ‘untuk selamanya’, itu akan bertahan selama bumi masih ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini ada perjanjian yang unilateral, tanpa syarat, tang tidak dapat diganggu gugat, universal dan abadi. <b>Keenam</b>, perjanjian ini juga <b>fisik</b>. Kita tahu ini bukan perjanjian yang akan berlangsung di dalam surga baru dan bumi baru. Tidak. Lihatlah ayat 10, faktanya bahwa semua binatang ikut dalam perjanjian ini menunjukkan bahwa perjanjian ini adalah perjanjian fisik yang sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Abraham adalah Perjanjian Spiritual. Perjanjian Imam adalah perjanjian spiritual. Perjanjian Daud adalah perjanjian spiritual. Perjanjian Musa adalah perjanjian spiritual yang menunjukkan keberdosaan manusia. Perjanjian Baru adalah perjanjian spiritual. Tetapi ini adalah perjanjian jasmani sementara. Dan ini begitu luas jangkauannya sehingga ini mencakup secara fisik semua makhluk hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah memberi Abraham perjanjian, tandanya adalah sunatan. Ketika Dia memberi Musa sebuah perjanjian, tandanya adalah hari Sabat. Ayat 12-13, “Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu, dan setiap makhluk hidup yang ada bersamamu, untuk generasi abadi: 13 Pelangi-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda melihat pelangi, itulah busur Allah. Dia meletakkannya di sana karena ini bukan waktu penghakiman, ini adalah waktu damai. Jadi Allah menciptakan pelangi-Nya sebagai tanda belas kasihan-Nya terhadap dunia orang berdosa. Ini adalah simbol janji-Nya, untuk tidak pernah menghancurkan dunia lagi seperti yang Dia lakukan selama air Bah itu, sampai saatnya seluruh alam semesta akan dihancurkan oleh api, seperti yang digambarkan 2 Petrus 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya saat ada pelangi adalah setelah badai itu telah berlalu dan matahari bersinar lagi. Pelangi adalah gambar anugerah setelah ada penghakiman. Setiap kali ada pelangi, itu melambangkan kemenangan anugerah atas penghakiman. Apa yang layak untuk dunia ini? Penghakiman. Apa yang didapatnya? Anugerah karena inilah zaman dimana Allah untuk sementara waktu menghentikan penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berfirman kepada Nuh dalam <b>ayat 17</b>, "Ini adalah tanda perjanjian, pelangi ini, yang Aku telah menetapkan antara Aku dan segala mahluk yang ada di bumi.” Kisah Air Bah adalah wahyu dari murka Allah. Tetapi pelangi adalah tanda bahwa Allah juga adalah Allah yang penuh anugerah, rahmat, kesabaran dan kedamaian. Akan ada murka terakhir yang akan datang, tetapi sementara ini Allah mengasihani orang berdosa. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Jun 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190602</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000070</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hidup di Dunia Baru]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000006F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+9:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 9:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segalanya mengering setelah air Bah itu, dan sekarang Nuh dan istrinya serta tiga putra dan tiga istri mereka, total delapan orang, telah keluar dari bahtera. Pada Kejadian 9, mereka keluar dari bahtera, membangun sebuah mezbah, menyembah Tuhan, dan mulai beranakcucu di dunia baru. Dan ayat 1 mengatakan, "Dan Allah memberkati Nuh dan putra-putranya serta berkata kepada mereka, “Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkat Allah adalah kabar baik setelah penghakiman. Mereka tinggal lebih dari setahun di bahtera itu, dibatasi dengan semua binatang di bahtera itu, sambil mengambang di gelombang penghakiman yang telah menenggelamkan semua kehidupan yang bernafas di planet ini dan sebagian besar kehidupan laut juga. Permukaan bumi telah dicipta ulang, dengan cekungan laut dalam dan gunung-gunung tinggi. Dan akhirnya bahtera itu terdampar di pegunungan Ararat atau Turki sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam Kejadian 8:20, hal pertama yang dilakukan Nuh adalah mendirikan mezbah yang menyelesaikan dua hal. Itu adalah tindakan pengorbanan, yang mengekspresikan ibadah kepada Allah serta penyesalan. Persembahan bakaran adalah persembahan penyesalan, persembahan yang mengakui dosa dan perlunya ada pengganti untuk menanggung hukuman dosa. Dan Nuh dan keluarganya menyadari keberdosaan mereka sendiri. Maka mereka mempersembahkan banyak korban bakaran kepada Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggapan Allah dalam Kejadian 8:21-22 mengatakan Tuhan senang dengan persembahan mereka, senang dengan hati mereka, dan karena itu Allah berkata kepada dirinya, “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, meskipun hati mereka masih bejat, Aku takkan menghancurkan semua makhluk hidup seperti yang telah Kulakukan ketika bumi masih ada. 22 Selama bumi masih ada, Aku takkan menghancurkannya dan hidupnya dengan cara ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua itu menunjuk pada satu pengorbanan untuk dosa - yaitu Yesus Kristus di kayu salib. Jadi Nuh adalah imam pertama untuk kemanusiaan baru. Dan dalam Kejadian 9, Allah berkata hidup akan berjalan secara normal dan Allah memberkati Nuh walaupun dosa mereka ada. Kita tahu bahwa tidak lama setelah ini, dunia begitu berdosa sehingga Allah mencerai-beraikan orang-orang ke seluruh dunia dan mengubah bahasa mereka sebagai hukuman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini memperkenalkan kita kepada Zaman Anugerah, dan itu telah berlangsung selama 4.500 tahun sampai sekarang. Manusia akan menghasilkan lebih banyak orang berdosa, dan mengisi dunia lagi dengan orang berdosa, dan di sini kita adalah bukti hidup dari semuanya itu. Tetapi selama periode ini, Allah akan bersabar, Allah akan mengasihani orang berdosa, dan tidak menghancurkan planet ini dalam penghakiman seperti yang dia lakukan dalam banjir global ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari, langit dan bumi akan berlalu dan penghakiman akan datang. Sebenarnya, hari itu sudah ditentukan. Jadi hari kembalinya Kristus dan akhirnya penghancuran langit dan bumi yang kita ketahui sudah ditetapkan, dan sekarang adalah waktunya untuk bertobat. Sama seperti orang-orang pada zaman Nuh memiliki 120 tahun untuk bertobat, kita memiliki lebih dari itu untuk bertobat. Kita sudah memiliki 2.000 tahun sejak hari itu ditetapkan dan wahyu ditulis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pada saat ini, sebelum penghakiman terakhir itu, kita mengalami berkat. Dan berkat yang dijelaskan di sini lima kali lipat. Berkat pertama adalah prokreasi, berkat kedua adalah yang keulungan, berkat ketiga adalah perbekalan, berkat keempat adalah larangan, dan berkat kelima adalah perlindungan. Tiga yang pertama adalah positif, dua yang terakhir adalah negatif. Prokreasi, keunggulan, perbekalan, larangan, dan perlindungan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah berkat ilahi Allah bagi masyarakat manusia setelah banjir itu yang berlanjut hingga hari ini. Inilah berkat universal untuk seluruh umat manusia. Berkat ini tidak terbatas pada orang-orang yang mengasihi Allah; itu hanyalah mandat dan berkat umum yang menjadi kerangka kehidupan manusia di bumi. Berkat itu berurusan dengan keluarga, berurusan dengan makanan, berurusan dengan kesehatan, dan berurusan dengan keadilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat <b>Prokreasi di ayat 1</b>, “Maka Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya dan berfirman kepada mereka, 'Beranakcuculah dan bertambah banyaklah, dan penuhilah bumi.” Dan ini diulangi dengan kata-kata yang sama di ayat 7. Ini menekankan bagian berkat ini di <b>ayat 7</b>, “Dan engkau, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga jumlahmu di atas bumi besar sekali, dan bertambah banyak di dalamnya.” Perhatikan bahwa Allah berfirman kepada mereka, ini adalah wahyu langsung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hak istimewa prokreasi yang diberikan kepada pasangan pertama di Taman Eden diulangi. "Beranakcuculah dan bertambah banyak" adalah ungkapan umum untuk prokreasi. Ini digunakan berkali-kali. Kita akan melihat frasa ini digunakan dalam Kejadian 17, 22, 24, 26, 28, 35, 48 dan 49. Dan inilah pengulangan dari berkat pertama dan utama dari Allah. Manusia diciptakan menurut gambar Allah, yang berarti bahwa manusia itu transenden.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia itu abadi, tidak seperti binatang dan tidak seperti tumbuhan. Manusia memiliki kehidupan spiritual yang tidak terlihat, dan bukan fisik. Manusia memiliki atribut kepribadian, yang tidak dimiliki binatang. Manusia memiliki kesadaran diri, akal budi, pemikiran abstrak. Umat manusia memiliki apresiasi terhadap keindahan, emosi, kesadaran moral. Dan umat manusia memiliki kapasitas untuk berhubungan dengan orang lain dan juga dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan kehidupan yang sama. Binatang dapat menghasilkan kehidupan fisik, tetapi hanya manusia yang memiliki berkat luar biasa karena dapat menghasilkan kehidupan spiritual. Manusia bukan hanya makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual, makhluk rasional, makhluk dengan kesadaran moral. Dan hubungan termanis dan terindah dalam seluruh kehidupan adalah hubungan antara seorang pria dan istrinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan kepada semua orang berkat pernikahan, berkat anak-anak, berkat keluarga. Dan mereka akan menghasilkan miliaran orang yang hidup dalam dosa - kengeriannya akan dimitigasi oleh kasih perkawinan dan keluarga. Dan ketika kita pelajari Kejadian 10 dan 11, putra-putra Nuh menjadi bapak bangsa-bangsa. Mereka sangat produktif. Dan dari keturunan putranya Sem, umat Allah itu datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkat kedua adalah <b>keunggulan</b> <b>di</b> <b>ayat 2</b>, “Segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut akan takut dan akan gentar kepadamu; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.” Kedaulatan manusia diulangi. Dalam Kejadian 1:26, Allah berfirman, "Biarkan mereka berkuasa atas ikan di laut, burung-burung di udara, ternak di seluruh bumi, dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kekuasaan manusia didirikan dalam ciptaan asli. Dan disini keunggulan itu didirikan kembali. Manusia bukan hanya nenek moyang semua kehidupan manusia, tetapi penguasa atas semua bentuk kehidupan yang lebih rendah. Dia benar-benar raja dunia. Dia diberi kuasa untuk menaklukkan alam, untuk menggunakannya, untuk membentuknya ke arah yang akan mencerminkan kegunaan, ketertiban, keindahan dan tujuan Penciptanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah air Bah, ini masih benar, meskipun berbeda. Kali ini Allah berkata, “segala binatang akan takut dan gentar pada kalian.” Ini baru. Sebelumnya ada kesesuaian antara manusia dan binatang, semua binatang berbaris dan bergerak dihadapan Adam saat dia menamai mereka. Tetapi setelah kejatuhan, ada permusuhan antara manusia dan dunia binatang, dan itu ditunjukkan sebagai ketakutan dan gentar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merupakan berkat bahwa binatang yang mungkin membahayakan kita, takut terhadap kita. Allah telah menciptakan binatang pada dasarnya untuk takut pada manusia. Dunia binatang sekarang tidak lagi jinak. Dulu ditundukkan dan dikuasai, dan sekarang berubah menjadi ketakutan dan teror. Dunia binatang yang dikutuk memiliki rasa takut terhadap manusia karena kecerdasannya yang superior. Tetapi singa akan menjadi ancaman bagi manusia, jika Anda berada di wilayahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia diberi kuasa yang lebih mematikan terhadap binatang, dan itulah rancangan Allah. John Calvin berkata, “Kuasa pemeliharaan Allah adalah kekangan rahasia yang ditempatkan pada binatang untuk menahan kekerasan mereka. Allah telah membuat mereka takut kepada manusia.” Rupanya, binatang-binatang di dalam bahtera itu dikendalikan dan ditopang oleh Allah sehingga ada semacam hubungan simbiosis selama masa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhir <b>ayat 2</b> mengatakan, “Kedalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.” Allah memberikan seluruh dunia binatang untuk penggunaan manusia. Perhatikan kebalikannya dalam buku "Pertempuran untuk Awal" yang mengatakan, "Jika evolusi benar, manusia hanyalah satu dari banyak spesies yang berevolusi dari nenek moyang yang sama. Kita tidak lebih baik dari binatang dan kita seharusnya tidak berpikir bahwa kita lebih unggul.” Itulah pandangan evolusionis: Kita tidak lebih unggul daripada semua jenis hidup lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah alasan di balik gerakan hak-hak binatang modern - gerakan yang alasannya adalah degradasi ras manusia. Dan semua pendukung hak-hak binatang radikal adalah orang evolusionis. Seluruh sistem kepercayaan mereka adalah produk sampingan dari teori evolusi. Kita harus memperlakukan binatang sama dengan caranya kita memperlakukan orang-orang karena mereka memang sama seperti kita, dan mereka dapat dilecehkan dengan mudah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">PETA, Orang-orang untuk Perlakuan Etis terhadap Binatang menyatakan bahwa membunuh binatang apa pun untuk dimakan adalah tindakan moral yang setara dengan pembunuhan. Makan daging adalah kanibalisme, dan manusia adalah spesies tiran yang merusak lingkungannya. PETA, kelompok yang sangat populer, menentang pemeliharaan binatang piaraan dan binatang pendamping - termasuk anjing pemandu bagi orang buta. Mereka menyebut itu perbudakan binatang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah organisasi bernama Gereja Euthanasia. Mereka memiliki halaman web yang menganjurkan bunuh diri, aborsi, kanibalisme dan sodomi sebagai cara utama untuk mengurangi populasi manusia. Dan mereka memberikan di situs web instruksi terperinci untuk melakukan pembunuhan diri. Dan 'gereja' ini hanya memiliki satu perintah, "Janganlah beranakcucu.” Tetapi manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya sendiri dengan tujuan dan tempat akhir tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang ketiga adalah <b>perbekalan di ayat 3</b>, “Segala yang bergerak, yang hidup akan menjadi makanan bagimu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu, bahkan juga tumbuh-tumbuhan hijau.” Ada orang yang berpikir bahwa orang Kristen harus berada di bawah semacam hukum makan diet, karena ada hukum diet di Perjanjian Lama. Tetapi hanya orang Isreal ada di bawah hukum diet dengan Hukum Musa supaya mereka belajar untuk memisahkan dari suku-suku tetangga mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di bawah ciptaan asli, tidak ada hukum diet. “Setiap benda bergerak yang hidup akan menjadi makanan untukmu.” Jika Anda merangkak melewati padang pasir, dan Anda tidak dapat menemukan apa pun untuk dimakan, Anda akan memakan apa saja yang bergerak yang bisa Anda tangkap. Dalam ciptaan asli dalam Kejadian 1: 29-30, manusia hanya bisa makan tanaman. Karena belum ada kematian di dunia. Setiap binatang dan manusia hanya makan buah dan sayuran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tak lama setelah kejatuhan, manusia mulai makan binatang. Dalam Kejadian 4:20 dikatakan bahwa mereka mulai mengembangkan ternak. Disini terdapat otoritas resmi Allah untuk melakukan itu pada mereka yang masuk ke dunia baru. 1 Timotius 4:4-5 mengatakan, "Segala sesuatu yang diciptakan Allah adalah baik dan sesuatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur. 5 Sebab semuanya itu dikuduskan oleh Firman Allah dan oleh doa.” Dia sedang membicarakan makanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah menjadi vegetarian karena soal Alkitabiah. Makan daging telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan di dunia baru. Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi makanan adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan orang. Dan Allah berkata, "Inilah seluruh dunia yang dipenuhi barang. Segala sesuatu yang bertumbuh dan segala sesuatu yang bergerak, Anda boleh makan.” Inilah anugerah umum. Inilah Allah yang memberikan anugerah ciptaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada beberapa berkat yang datang untuk menghindari hal-hal tertentu, dan karenanya dua yang terakhir ini adalah negatif. Yang keempat adalah <b>larangan di ayat 4</b>, “Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.”Janganlah makan daging hidup. Ada beberapa orang yang makan daging hidup dalam sejarah dunia, yang menganggap itu sebagai makanan lezat. Yang digambarkan disini adalah daging mentah. Jangan makan binatang hidup, karena Allah tahu itu berbahaya dan Dia sedang melindungi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Alkitab mengatakan janganlah minum darah? Karena semua penyakit dibawa melalui tubuh oleh darah. Konsekuensi kesehatan dari darah itu sangat serius. Dan darah binatang dapat menularkan banyak penyakit yang mematikan. Nuh mungkin bukan pemakan daging, karena ia setia kepada Allah dan Allah tidak pernah mengizinkan hal itu. Sekarang kita memasak makanan kita. Dan untuk memungkinkan itu, Allah memberikan kita api.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya <b>perlindungan</b> <b>di</b> <b>ayat 5-6</b>, “Tentu mengenai darahmu, yakni nyawamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. 6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan ditumpahkan, sebab Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.” Inilah Hukum Allah tentang hukuman mati untuk perlindungan sosial.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ancaman terbesar bagi kehidupan manusia berasal dari manusia dan dari binatang buas. Maka Allah merancang hukum untuk melindungi orang agar tidak dibunuh oleh orang lain. Dan pembunuhan adalah masalah besar di dunia. Apakah dosa pertama yang kita temukan dalam Perjanjian Lama? Kain membunuh saudaranya. Dan Allah memberikan perlindungan yang efektif untuk ini dengan pada dasarnya mengatakan jika seseorang membunuh orang, mereka harus dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah hukuman mati ilahi yang baru. Apakah Anda ingat waktu Kain membunuh Habel? Allah belum mendirikan hukuman mati. Tetapi ingatlah Kain, setelah dia membunuh Habel, dia takut ada orang yang akan mengambil nyawanya. Karena siapa pun dalam keluarganya yang sayang Habel ingin membalas dendam pada Kain. Jadi Allah berbelas kasihan dan memberi tanda kepada Kain agar ia tidak dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan balas dendam pribadi, inilah tanggung jawab masyarakat manusia. Manusia adalah alat pembalasan Allah atas pembunuhan. Yesus menegaskan hal ini. Para prajurit telah datang ke Taman untuk mengambil Yesus, dan Petrus dengan pedangnya memotong telinga pelayan Imam Besar itu. Yesus menyembuhkannya dan berkata di Matius 26:52, "Kembalikan pedangmu ke tempatnya. Sebab semua orang yang memakai pedang akan binasa oleh pedang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapa pun yang membunuh seseorang yang dicipta menurut gambar Allah, yang bersifat pribadi, dan abadi, si pembunuh ini telah melakukan kejahatan terbesar terhadap ciptaan Allah. Kejahatan di dalam masyarakat kita dan pembunuhan di masyarakat kita dibantu oleh kegagalan kita untuk membunuh si pembunuh itu. Ini masih zaman anugerah, dan hari ini adalah hari keselamatan. Bersyukurlah bahwa Allah sabar untuk memberi orang-orang kesempatan untuk bertobat dan untuk diselamatkan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 May 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190526</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000006F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemulihan Umat Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000006E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+8:6-22" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 8:6-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span times="" new="" roman",="" serif;="" font-size:="" 12pt;"="" class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Artikel LA Times 2001 mengatakan, "Kepunahan massal terbesar di bumi. Sebuah bencana alam besar melenyapkan hampir semua kehidupan di planet ini 250 juta tahun yang lalu mungkin dipicu oleh tabrakan meteor besar-besaran seperti yang 65 juta tahun lalu membantu mengakhiri masa kehidupan dinosaurus,” sebuah tim ilmuwan melaporkan pada hari Jumat. Artikel itu meneruskan, kepunahan ini disebut, “Kematian Besar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya itu terkait erat dengan meteor. Tetapi tidak ada jejak meteor yang pernah ditemukan untuk peristiwa kepunahan itu. Dan tim sains yang menghasilkan makalah itu tidak memiliki bukti langsung tentang dampaknya " Artikel itu melanjutkan, “Sejumlah besar ilmuwan setuju dengan teori yang diajukan oleh Dewey M. McLean, bahwa aktivitas vulkanik besar-besaran menyebabkan kematian jenis-jenis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para ilmuwan tahu ada peristiwa kepunahan masif. Catatan fosil membuatnya jelas. Teori evolusi memaksa mereka untuk percaya bahwa 250 juta tahun yang lalu dan 65 juta tahun yang lalu ada kepunahan besar dinosaurus. Dan ini adalah pada model evolusi di mana semuanya terjadi dalam proses perubahan bersama dan mutasi yang lambat tanpa campur tangan ilahi yang dahsyat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ukuran bumi, jarak bumi dari matahari, dan kecepatan rotasi harus tepat supaya alam semesta kita terbentuk. Kita membutuhkan udara di atas, bukan hanya untuk bernapas, tetapi untuk melindungi kita dari sinar kosmik dan meteorit. Kita membutuhkan cahaya, tetapi tidak terlalu banyak ultraviolet. Panas, tapi jangan terlalu banyak. Dan penemu kode DNA, Francis Crick, menghitung kemungkinan kehidupan berpangkal secara spontan itu tidak mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran tentang Penciptaan adalah bahwa Allah menciptakan alam semesta. Dan kebenaran tentang "Kematian Besar" adalah bahwa Allah menenggelamkan dunia-Nya. Jadi kita dapat mempersingkat 540 juta tahun evolusi menjadi enam hari. Dan kita dapat mempersingkat kepunahan massal dari 250 juta tahun yang lalu menjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu. "Kematian Besar" memang terjadi. Permukaan bumi menunjukkan bukti ledakan vulkanik besar-besaran, dan kerusakan pada kerak bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu telah terjadi perubahan iklim yang eksplosif, kehidupan yang lebih singkat, kepunahan dinosaurus dan mammoth secara instan. Mereka mencari penjelasan evolusi, tetapi satu-satunya penjelasan adalah Alkitab. Catatan Kejadian 7 dan 8 menunjukkan bahwa banjir global memiliki dua sumber spesifik. Air mancur dari dalam, dan ada air di atas di kanopi yang menyaring ultraviolet dari matahari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya orang hidup sampai 900 tahun. Itulah sebabnya binatang hidup, dan reptil bertumbuh hingga menjadi dinosaurus. Mereka semua musnah dan ditemukan dalam catatan fosil. Ini adalah letusan besar kerak bumi yang mengubah bentuk planet ini. Itu menciptakan benua, dan itu benar-benar membuat bumi terutama lautan dan mengurangi tanah menjadi bagian yang lebih kecil dari keduanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 104 hanya mengatakan bahwa pada saat banjir besar itu, Allah mendorong gunung dan menurunkan lembah laut. Dan begitulah caranya banjir itu turun. Ketika gunung-gunung mendorong dan cekungan samudra turun, air mulai bergerak berdasarkan gravitasi ke cekungan samudera untuk mengisi lautan seperti yang kita kenal. Bencana dari banjir menjelaskan catatan fosil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menjelaskan stratifikasi, kepunahan semua kehidupan bernafas udara. Ini juga menjelaskan kehancuran besar-besaran kehidupan laut karena pergerakan kerak bumi yang luar biasa di bawah air, dan karena bencana alam yang luar biasa yang terjadi waktu itu. Pemisahan benua terjadi pada saat itu. Jadi kita memiliki bukti kematian besar-besaran kehidupan laut, serta binatang darat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami mempelajari banjir ini dalam Kejadian 6, 7, dan 8. Kita datang malam ini kepada Kejadian 8: 6-22, waktu setelah banjir. Ini adalah banjir global yang menutupi seluruh bumi. Ketika tiba saatnya banjir berakhir, Allah mulai menghilangkan air. Ayat 1, "Dia menyebabkan angin bertiup ke atas bumi," dan angin ini mulai meniupkan air. Dan karena hancurnya kanopi itu menampakkan matahari dan terjadilah penguapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat gunung-gunung didorong ke atas, mereka memaksa air dengan gravitasi turun ke lembah-lembah besar ini. Bumi yang muncul setelah banjir sangat berbeda. Sekarang memiliki pegunungan tinggi besar ini. Dan memiliki cekungan laut yang dalam ini. Gunung yang tingginya mencapai 30.000 kaki, dan lautan yang mencapai kedalaman 35.000 kaki. Semua ini sangat berbeda dibandingkan dengan bumi sebelum banjir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Batu pegunungan terangkat. Dan itu berlaku untuk semua jajaran gunung di dunia. Sebagian besar pegunungan ini terdiri dari batu berapi yang beku, karena ada gerakan vulkanik yang meledak di kerak bumi. Dasar di pegunungan ini biasanya adalah batu berapi beku. Padahal, di permukaan, ada lapisan batuan sedimen. Dan ada penjelasan untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat gunung-gunung didorong ke atas, batuan sedimen terdorong keatas sehingga apa yang ada di puncak gunung adalah batuan sedimen. Itulah sebabnya di hampir setiap jajaran gunung, ada fosil laut di puncak gunung karena di situlah ada batuan sedimen yang dulu berada di dasar. Dan di lapisan stratifikasi besar itulah tanah kuburan ini terbentuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Himalaya, mereka menemukan fosil binatang laut di atas 18.000 kaki. Mungkin Anda berkata, “Apakah itu berarti banjir itu setidaknya setinggi 18.000 kaki?" Tidak, itu berarti bahwa ketika Allah membentuk kembali muka bumi dan mendorong gunung-gunung ke atas, Dia mendorong batu sedimen, yang berada di bawah bumi, sehingga menjadi lapisan atas dari gunung-gunung itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian tertinggi dari jajaran gunung sering kali adalah batu kapur, yaitu batu yang terbentuk oleh endapan kerang secara bertahap. Jadi batu kapur di puncak gunung dulunya di dasar laut. Itu indikasi lain bahwa seluruh bumi berubah secara dramatis dalam banjir. Mengapa para ilmuwan ini mengatakan bahwa meteor melakukannya? Karena mereka tidak akan pernah mengatakan sesuatu yang mungkin membuat Anda berpikir Alkitab itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera itu, mereka melihat dunia yang sangat berbeda. Ada pegunungan besar di mana belum pernah ada gunung sebelumnya. Ada lembah-lembah besar di mana dulu tidak ada lembah. Dan ada kematian di mana-mana. Jadi mereka melangkah keluar ke dunia yang sebagian besar vegetasinya telah dilucuti. Dan air bah itu adalah bukti yang tak terlukiskan tentang penghakiman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, marilah kita mempelajari kisah malam ini. <b>Ayat 6-7</b>, “Jadi sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu. 7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.” Airnya mulai turun. Gunung-gunung terdorong keatas. Empat puluh hari kemudian, Nuh membuka jendela bahtera itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menunggu sampai air, yang telah surut, memperlihatkan puncak-puncak gunung. Dia orangmya sangat sabar. Nuh tidak pergi jauh tanpa mendengar dari Allah. Dia tidak tahu apa-apa tentang dunia baru. Jadi dia kirim seekor burung gagak sebagai burung yang dapat memakan apa saja. Rupanya, gagak menemukan daging bangkai, karena burung itu “Terbang pulang pergi sampai air mengering dari atas bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, Nuh perlu tahu apakah ada kehidupan di luar. Jadi dia kirim seekor merpati yang memakan tumbuh-tumbuhan. Dan merpati itu seekor burung yang bersih. <b>Ayat 8-9</b>, “Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi. 9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh telah menunggu tujuh hari untuk melepaskan burung merpati itu. Sekarang dia menunggu tujuh hari lagi dalam <b>ayat 10</b> untuk melihat apakah air sudah surut sehingga tanaman mulai muncul. Salah satu pohon yang bisa bertahan lama di bawah air adalah pohon zaitun. Bahkan, mereka ada begitu banyak minyak zaitun, jika Anda ingin mengukirnya, Anda harus membiarkannya lama sekali, atau itu tetap hijau dan sangat sulit untuk diukir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Dan lihatlah, sehelai daun zaitun yang baru dipetik ada di mulutnya.” Burung gagak itu menunjukkan kepada Nuh bahwa ada kematian. Burung merpati menunjukkan kepada Nuh bahwa ada kehidupan. Itu berarti bukit-bukit kecil terbuka. Itu berarti lembah sudah kelihatan. Jadi Nuh di akhir ayat 11 tahu bahwa air sudah surut. <b>Ayat 12</b>, “Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13-14</b>, “Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi.” Sekali lagi ada tanggal untuk memberitahu kita bahwa ini adalah sejarah. “kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering. 14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bahtera itu terdampar di pegunungan Ararat. <b>Ayat 15-17</b>, “Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh, 16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama istrimu, serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu. 17 Bawalah segala makhluk hidup yang ada bersama engkau: burung-burung, ternak dan segala binatang melata yang merayap di bumi, supaya semuanya berkeliaran di bumi, serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18-19</b>, “Lalu keluarlah Nuh, bersama anak-anaknya serta isterinya dan isteri anak-anaknya; 19 Segala binatang, segala binatang melata dan segala burung, dan apa pun yang merayap di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluar dari bahtera itu.” Lihatlah Kejadian 9:19, “Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.” Dia seperti Adam dan Hawa baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua adalah keturunan Nuh dan putra-putranya serta istrinya dan istri-istri mereka. Kedengarannya sangat mirip dengan Kejadian 1:20 di mana Allah menciptakan makhluk hidup dan burung dan raksasa laut dan semua binatang yang bergerak dan setiap binatang bersayap menurut jenisnya, dan ayat 22 mengatakan, "Berbuahlah dan berlipat ganda dan isilah lautan. Dan biarlah burung berlipat ganda di bumi.” Itu sama dengan Kejadian 8:17.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:6-7, “Dan oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air Bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.” Ketika mereka keluar dari bahtera, mereka datang ke dunia yang sama sekali berbeda, yang di 2 Petrus 3:7 disebut sebagai surga dan bumi sekarang. Dunia dulu itu sangat berbeda dari apa yang kita tahu sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kehidupan mulai dipersingkat, bukannya hidup selama 900 tahun, Dan Nuh, pada saat ia keluar dari bahtera, berusia 601 tahun, dan kehidupan sejak saat itu mulai dipersingkat terus sampai tiba masanya sebelum Yesus Kristus. Kemudian Alkitab mengatakan bahwa kehidupan manusia pada umumnya 70 tahun. Itu sangat berbeda dengan dunia sebelum banjir. Sekarang ilmu kedokteran telah memperpanjang hidup manusia sedikit lebih panjang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang dilakukan Nuh dalam <b>ayat 20-21</b> adalah “mendirikan mezbah bagi Tuhan, dan mengambil dari segala binatang yang bersih, segala burung yang bersih dan mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. 21 Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya, “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi demi manusia, meskipun yang ditimbulkan dalam hatinya adalah kejahatan sejak masa mudanya; dan Aku takkan menghancurkan lagi setiap makhluk hidup seperti yang telah Kulakukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka keluar dari bahtera itu, dan ada kematian dan kehancuran di mana-mana. Ada tanaman yang hidup, tetapi tidak banyak. Dan itu harus berkembang dan bertumbuh dan mengisi kembali bumi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan binatang dan manusia. Dan kita tidak tahu berapa banyak vegetasi yang dipelihara Allah, tetapi itu tidak seperti Taman Eden. Itu malah kebalikannya. Itu adalah dunia yang hancur saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Persembahan bakaran pada dasarnya adalah pengakuan atas pengabdian total kepada Tuhan. Korban bakaran adalah korban yang sepenuhnya dibakar habis di atas mezbah. Itu adalah simbol pengabdian total, dedikasi total kepada Tuhan. Segalanya diberikan kepada Tuhan. Tidak ada apa pun yang disimpan untuk diri sendiri. Tidak ada apa pun yang diberikan kepada imam. Segalanya hanya diberikan kepada Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ini juga melambangkan pengakuan pertobatan. Pengakuan akan keberdosaan seseorang. Tahukah Anda, bahwa inilah pertama kalinya kata mezbah ini disebut dalam Alkitab? Ini pertama kalinya disebut mezbah untuk tujuan pengorbanan. Nuh atas nama putra-putranya dan istri-istri mereka berkata, "Kami sepenuhnya, secara komprehensif mengabdikan diri kami kepada-Mu." Dan ini juga merupakan sebuah korban penghapusan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh tahu dia bukan manusia sempurna. Dia tahu dia tidak menikah dengan wanita yang sempurna dan tidak memiliki tiga putra yang sempurna dan menantu perempuan yang sempurna. Dia tahu mereka adalah orang berdosa. Dia tahu dosanya sendiri. Dia tahu apa yang pantas dia terima. Dan inilah tindakan penyesalan, dengan mengatakan, "Ya Allah, inilah yang pantas kami terima, dan kami tahu hal itu. Tetapi kami membutuhkan pengganti. Kami menawarkan kepada-Mu korban penebusan dosa, pengorbanan perdamaian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah senang dengan hati penyembah itu. Dan sebagai tanggapan, Allah berfirman, "Aku takkan melakukan ini lagi." Selama 1656 tahun, Allah mentolerir dosa-dosa, dan kemudian datanglah air Bah itu. Dan disinilah kita berada 4500 tahun kemudian, mengapa kita bertahan walaupun Allah menghancurkan mereka? Karena Allah telah berfirman, “Aku takkan melakukan ini lagi." Inilah yang kita sebut anugerah, Amin? Ini bukanlah perjanjian yang Dia buat dengan Nuh. Ini adalah janji yang Dia buat dengan diri-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Roma 2:4 mengatakan, "Maksud kesabaran dan kekayaan kemurahan Allah ialah untuk menuntun orang kepada pertobatan.” 2 Petrus 3: 9, “Dan Tuhan sabar terhadap kalian, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat.” Iya, masih ada banjir, dan masih ada gunung berapi, dan masih ada bencana alam, dan masih ada kematian dan penghakiman ilahi dan neraka, tetapi dunia ini masih terus berjalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bencana air Bah itu, yang menurut para evolusionis membutuhkan 500 miliaran tahun hanya benar-benar memakan waktu 6.000 tahun saja. Penciptaan alam semesta enam hari dan air Bah selama satu tahun. Semua orang mengatakan bahwa semuanya akan terus berlangsung dengan cara yang sama. Tidak ada orang yang percaya akan ada penghakiman, jadi mereka tenggelam. Dan demikianlah api akan datang, tetapi bagi sebagian orang Yesus adalah bahtera kita, benar? Paulus berkata, “Karena Dia kita lolos dari murka Allah yang akan datang.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 May 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190519</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000006E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Allah dalam Penghakiman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000006D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+7:17-8:5" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 7:17-8:5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam ayat-ayat ini ada laporan langsung, terus terang dan sederhana dari air Bah di seluruh dunia ini. Ini bukan banjir lokal di Mesopotamia di Timur Tengah. Dan ada sebuah fenomena di dunia yang menyetujui kisah Kejadian tentang banjir di seluruh dunia ini. Dan ada pengetahuan tentang banjir di seluruh dunia yang benar tersebar luas. Dan buktinya adalah tradisi beragam orang dan beragam budaya tentang banjir itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lebih dari 270 negara, ras, dan suku yang memiliki kisah banjir dalam tradisi mereka. Tradisi banjir ada di dalam sejarah India dan Cina dan Mesir. Delapan puluh delapan persen dari narasi banjir mengatakan bahwa ada keluarga yang disukai yang selamat. Tujuh puluh persen mengatakan mereka bertahan hidup dengan menggunakan perahu. Sembilan puluh lima persen mengatakan bahwa satu-satunya penyebab bencana besar yang menimpa seluruh dunia itu adalah banjir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Enam puluh enam persen dari tradisi-tradisi ini mengatakan bahwa itu datang karena kejahatan manusia. Enam puluh tujuh persen mengatakan bahwa binatang juga diselamatkan. Lima puluh tujuh persen dari cerita-certa itu mengatakan orang-orang diselamatkan di gunung. Banyak dari mereka menggunakan beberapa bentuk nama Nuh, seperti Nu’u di Hawaii. Banyak dari mereka berbicara tentang burung-burung yang dikirim keluar. Banyak dari mereka membicarakan pelangi. Dan banyak dari mereka mengatakan bahwa delapan orang diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Air Bah itu memang menciptakan cerita yang diturunkan dari keluarga pertama itu dan telah menjalin jalan melalui seluruh sejarah manusia. Air Bah itu adalah peristiwa bencana besar yang kedua dalam sejarah dunia. Yang pertama adalah penciptaan dalam enam hari. Dan alam semesta diciptakan dewasa, tanpa proses. Bencana besar kedua adalah air Bah ini. Ciptaan memberi kita bumi pertama. Air Bah memberi kita bumi kedua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemahaman yang benar tentang air Bah, serta pemahaman yang benar tentang Penciptaan, dapat diperoleh dengan memahami Alkitab. Hanya ada satu cara untuk memahami Alkitab, dan itu adalah dengan mendekatinya dengan hermeneutik yang tepat, cara untuk menterjemahkannya. Dan itu disebut metode terjemahan harfiah, historis, dan tata bahasa. Jadi kita mengambil makna literal dengan pemahaman harfiah tentang tata bahasa dan catatan sejarah nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan beberapa pengecualian, semua buku Perjanjian Baru mengacu pada Kejadian 1 sampai 11. Juga, setiap bab dalam Kejadian 1 sampai 11, dirujuk ke suatu tempat dalam Perjanjian Baru. Jadi para penulis Perjanjian Baru menganggap Kejadian 1 sampai 11 sebagai sejarah nyata. Dan Tuhan Yesus Kristus mengacu secara pribadi dalam apa yang Dia katakan kepada ketujuh bab pertama dari Kejadian. Para penulis Perjanjian Baru menerimanya sebagai apa yang dikatakannya. Dan itulah cara kita harus mengertinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, "Apakah Anda tidak membaca?" Tidakkah engkau tahu apa yang dikatakan Alkitab? "Dan Dia berkata kepada mereka dalam Matius 22:29, “Kalian salah, karena kalian tidak memahami Kitab Suci tentang kuasa Allah.” Itulah masalahnya. Jadi saat kita melihat buku Kejadian, pengertian Kejadian itu haruslah sama seperti kita mendekati bagian mana pun dari Alkitab, dan kita bertanggung jawab kepada Allah untuk menterjemahkannya tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Anda mendekati teks Kejadian 6 sampai 9, Anda menemukan bahwa Allah mengirim air bah dan menenggelamkan seluruh dunia. Air bah ini adalah penghukuman Allah terhadap dosa manusia yang telah menjadi begitu bejat sehingga hanya delapan orang diselamatkan. Sisa dari seluruh ras manusia, serta semua binatang lain, kecuali ikan, juga dihancurkan. Allah memelihara delapan orang dan bahtera yang penuh dengan pasangan-pasangan yang akan menghuni kembali bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Air Bah itu mengajarkan kita beberapa pelajaran penting. Pertama, Allah memiliki kebebasan dan kekuasaan mutlak atas ciptaan-Nya. Dia membuatnya dalam enam hari, dan Dia dapat menghancurkannya dalam 40 hari. Kedua, kita belajar dari air bah ini bahwa Allah benci dosa. Allah menghakimi dengan murka yang fatal. Kita juga belajar bahwa penghakiman Allah tidak mengecualikan jiwa yang bersalah. Dan anugerah dan keselamatan Allah memiliki makna yang mendalam berhubungan dengan penghakiman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berikut ada beberapa alasan mengapa air Bah itu untuk seluruh dunia. Yang pertama adalah bahasa yang luas dalam Kejadian 6, 7, 8, dan 9. Berulang kali dikatakan bahwa seluruh dunia tertutup, bahwa gunung-gunung ditutupi, dan bahwa semua di bawah langit lenyap. Kedua, karena konstruksi dan populasi bahtera tidak masuk akal jika banjir itu hanya lokal. Mengapa membangun bahtera besar dan menghabiskan 120 tahun untuk membangunnya untuk banjir lokal saja?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mengapa semua binatang dikumpulkan jika hanya beberapa saja akan tenggelam di Lembah Mesopotamia? Alasan lain adalah bahwa Allah berjanji di Kejadian 8:21, “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi demi manusia, sekalipun yang ditimbulkan di hatinya adalah jahat sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu air Bah itu terjadi di seluruh dunia karena dalam Kejadian semua orang di dunia adalah keturunan Nuh dan keluarganya. Kita akan melihat bahwa dalam Kejadian 9 dan 10 ketika Tuhan mulai menguraikan silsilah, dimulai dalam Kejadian 9:18, mereka semua berasal dari keluarga Nuh. Dan ketika Anda melihat referensi Alkitabiah lainnya tentang air bah, mereka menegaskan tetapi tidak pernah menyangkal universalitasnya. Sekarang marilah kita kembali ke teks:</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kata ‘menang’ itu lima kali. Itu menang, dan kemudian menang, dan kemudian menang, dan terus meningkat. Kata ‘air’ digunakan enam kali. Kata ‘menang’ digunakan lima kali. Kata ‘meningkat’ digunakan dua kali. Kata ‘sangat’ digunakan tiga kali. Jadi air bah itu terjadi. Ini adalah arus teks. Firman Tuhan memberi tahu kita mengapa Allah melakukan ini. Alasannya adalah dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu matilah segala yang hidup yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah semua mahluk hidup yang ada di muka bumi, baik manusia maupun ternak dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab tidak memberi tahu tentang bagaimana air bah itu terjadi. Yang jauh lebih dipentingkan adalah alasannya ada banjir. Dan daripada memikirkan dan mencari tahu geologi banjir atau hidrologi banjir atau efek geofisika dari banjir, Tuhan ingin supaya Anda lebih khawatir tentang pengaruh dosa terhadap kehidupan manusia. Itulah pesannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Hanya Nuh dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu yang tetap hidup. 24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.” Kejadian 8: 1, “Maka Allah mengingat Nuh, dan setiap makhluk hidup, dan semua binatang yang bersamanya di dalam bahtera. Dan Allah membuat angin menghembus di bumi, sehingga air itu surut. 2 Ditutuplah air mancur dalam itu serta tingkap-tingkap surga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan berhentilah hujan lebat dari langit, 3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari. 4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat. 5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkurang air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Air meningkat, dan mengangkat bahtera, sehingga naik di atas bumi. Bahtera melayang di permukaan air, dilindungi oleh Allah, bukan oleh keterampilan teknik dan bukan oleh keterampilan navigasi, karena tidak ada cara untuk menavigasi bahtera itu. Itu hanya sebuah kotak besar yang mengambang, dirawat oleh Allah. Seluruh umat manusia dan seluruh dunia binatang direduksi menjadi apa yang ada di dalam kotak yang terayun-ayun di atas perairan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gunung-gunung seperti yang kita kenal sekarang adalah produk dari air Bah itu. Gunung-gunung sebelum banjir lebih rendah. Ketika Tuhan membawa air bah, Dia mengangkat gunung-gunung itu. Tetapi pada awalnya air menutupi pegunungan rendah itu, yang merupakan karakteristik lingkungan tropis dunia pra-banjir. <b>Ayat 20</b>, "Air terus naik sampai setidaknya lima belas hasta (22 ½ kaki) lebih tinggi dari puncak gunung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita memiliki gunung setinggi hampir 30.000 kaki. Air Bah itu tidak memiliki cukup air untuk menutupi itu, tetapi mereka bangkit dari banjir saat Allah, pada waktu itu, membentuk kembali planet ini. Ledakan gunung berapi sangat dahsyat. Bayangkan saja itu terjadi di seluruh planet ini. Dan ketika Allah memecahkan planet ini dan membentuknya kembali, hasilnya itu akan berlipat ganda berkali-kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Permukaan tanah berubah oleh letusan-letusan, ledakan uap, tanah longsor, gelombang air, abu batu apung panas dan aliran lumpur. Enam ratus kaki strata terbentuk dalam beberapa menit. Strata dibuat oleh suatu kekuatan yang bergerak ketika menumpuk dan bertumpuk. Kemudian itu berguling dan terus menumpuk, sehingga kehidupan terbaru itu ada di bagian bawah, bukan di atas strata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab tidak memberikan kita gambaran tentang gangguan luar biasa itu yang terjadi dalam ayat 24 ketika air ini terus naik terus ketika air mancur dari dalam itu pecah, dan ketika kanopi besar diatas mulai membanjiri bumi untuk seratus lima puluh hari. Dan, ketika Allah mulai menghilangkan air bah itu, Dia mendorong gunung-gunung dan menjatuhkan dasar lautan yang besar untuk menjadi lautan samudera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 104: 6-9 memberi tahu kita, “Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. 7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, 8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka. 9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. Jadi poin pertama adalah air Bah itu benar terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Poin kedua, dan inilah yang Tuhan ingin Anda ketahui. Dia tidak tertarik pada geologi. Tetapi Dia tertarik pada teologi. <b>Ayat 21</b>, “Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia.” <b>Ayat 22</b>, “Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.” Kematian karena mereka tenggelam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Makna dari semua ini adalah untuk mengajarkan kita bahwa masa depan orang berdosa adalah kebinasaan. Mereka semua mati. Tidak ada komentar tentang teror mereka yang terkutuk. Tidak ada nada simpati. Keputusan dari pihak Allah itu tanpa penyesalan dan tanpa obat. Orang berdosa dan lingkungannya yang rusak harus dihancurkan. Orang jahat akan dihancurkan nanti dengan api yang akan membakar seluruh alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Demikianlah dimusnahkan Allah segala mahluk yang ada di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.” Allah sama sekali tidak enggan untuk bertanggung jawab. Dia bertanggung jawab penuh atas semua kehancuran itu. Ini bukan bencana alam. Ini adalah penghakiman supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Nuh itu pria yang sempurna? Apakah dia orang yang tidak berdosa? Sama sekali tidak. Dia adalah orang yang percaya kepada Allah yang benar, yang telah bertobat dari dosanya dan berusaha untuk menaati Allah. Ibrani 11: 7 mengatakan, “Karena iman, maka Nuh--dengan peringatan Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan hormat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya.” Dan dia diselamatkan oleh Allah, sama seperti dalam Kejadian 19, Lot diselamatkan dari api dan belerang yang menghancurkan Sodom dan Gomora.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 8: 1</b>, “Maka Allah mengingat Nuh dan segala mahluk hidup dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus di bumi, sehingga air itu surut.” Tidak ada angin di masa lalu dengan hidrologi yang berbeda sekali dengan lingkungan bumi yang berbeda. Allah menciptakan angin yang mulai menggerakkan air, yang kemudian menggerakkan kanopi atas karena matahari terbuka sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2-3</b>, “Ditutuplah mata-mata air dalam serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit, 3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.” Semua ini penuh kuasa dan penuh kreativitas. Gunung-gunung yang diciptakan Allah tingginya sampai 30.000 kaki. Dia menciptakan kedalaman lautan di mana di beberapa bagian laut itu sedalam 35.000 kaki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4-5</b>, “Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat. 5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.” Bulan ketujuh disebutkan supaya kita tahu ini adalah sejarah. Ada ketelitian di sini untuk memberi tahu kita bahwa ini adalah sejarah yang benar-benar terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang telah mencoba menemukan bahtera itu. Apakah itu penting? Tidak. Sudah cukup bahwa Alkitab mengatakan hal itu, benar? Itu sama dengan Kain Kafan dari Turin. Siapa peduli? Mungkin ada orang yang dapat membuktikan bahwa itu adalah dari orang mati yang disalibkan. Tetapi kita tahu dari Kitab Suci bahwa Yesus mati dan bangkit kembali, Alkitab sajalah adalah otoritas kita, bukan sepotong kain tua atau kayu yang ditemukan di gunung Ararat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita hidup di dunia baru. Lembah-lembah, gunung-gunung, danau-danau, dan aliran-aliran air ada di sini, dan benih-benihnya ada di sini, dan mereka mulai bertumbuh lagi, dan binatang-binatang itu pergi, dan mereka mulai membuat lebih banyak binatang. Dan mereka bergerak di seluruh planet ini dan menyebar, dan manusia melakukan hal yang sama. Tujuh puluh persen dari dunia baru kita sekarang ditutupi oleh air dari air Bah itu yang mengandung air sebanyak 330 juta mil kubik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:10, “Tetapi hari Tuhan akan tiba, dan itu seperti pencuri dimana langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Anda berkata, “Oh, 4.000 tahun telah berlalu, dan itu belum terjadi.” Ingatlah: Bersama Tuhan, seribu tahun adalah seperti sehari. Air Bah ini adalah peringatan terbesar yang pernah diberikan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada bahtera keselamatan, Kristus. Bagi mereka yang percaya kepada-Nya, mereka akan dibawa keluar dari hukuman itu, dan Allah akan mengingat mereka, sama seperti Ia mengingat Nuh. Banyak orang percaya telah mati dan ada bersama Tuhan sekarang. Tetapi orang-orang percaya yang hidup ketika penghakiman itu datang akan dibebaskan dari penghakiman itu seperti Nuh. Karena Allah tahu siapakah yang menjadi milik-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 May 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190512</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000006D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Air Bah Penghakiman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000006C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+7:6-16" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 7:6-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">6. Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isteri-isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang bersih dan yang tidak bersih, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah setiap pasang ke Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala air mancur dalam yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat di bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama dengan dia, ke dalam bahtera itu,”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“14 mereka itu dan segala binatang liar menurut jenisnya dan segala ternak menurut jenisnya dan segala binatang melata yang merayap di bumi menurut jenisnya dan segala burung menurut jenisnya, yakni segala jenis burung; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah setiap pasang ke Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala daging, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya; lalu Tuhan menutup pintu bahtera itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Air Bah Kejadian itu memiliki implikasi masif yang terkait dengan pemahaman eksklusivitas keselamatan itu. Ada gerakan hari ini yang disebut "Gerakan Keterbukaan Allah". Mereka percaya bahwa Allah tidak mengendalikan masa depan, karena Dia tidak tahu masa depan. Namun disini Dia berkata kepada Nuh bahwa, "Aku akan menenggelamkan seluruh dunia 120 tahun dari sekarang," dan Dia melanjutkan untuk melakukan persis seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Air Bah ini diberikan dalam detail yang sederhana, tepat dan berulang kali. Ini untuk memastikan bahwa kita memiliki catatan penilaian sejarah penghakiman yang tidak salah. Supaya tidak ada salah pengertian, itu diulangi. Itu dirancang untuk menunjukkan kepada kita bagaimana Allah berurusan dengan dosa. Dan itu adalah pra-pertunjukan dari penghakiman yang akan datang yang Allah akan lakukan pada akhir zaman ketika Dia menghancurkan dunia dengan api dalam 2 Petrus 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">120 tahun telah berlalu saat mereka siap memasuki bahtera, Jadi dalam Kejadian 7: 2 Allah berkata, "Ambillah tujuh pasang dari setiap binatang yang bersih, jantan dan betina, dan dari binatang yang tidak bersih, dua, jantan dan betinanya.” Binatang bersih itu digunakan untuk pengorbanan. Mereka disebut bersih dalam arti bahwa mereka dipisahkan khusus untuk pengorbanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah berkata, "Hanya kalian adalah yang benar." Kita tahu mereka benar karena Allah menyatakan mereka benar. Mereka benar bukan atas dasar kemampuan mereka sendiri, tetapi berdasarkan ketentuan yang akan dibuat Kristus di kemudian hari di kayu salib. Dan mereka benar karena kepatuhan panjang selama 120 tahun. Dikatakan dalam Kejadian 6: 22, “Nuh melakukan semua tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua binatang ini dibawa secara berurutan, dan alasannya dalam ayat 3, "Supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi,” yang sekali lagi merupakan indikasi itu banjir universal di seluruh dunia. Jadi masa depan manusia dan masa depan binatang ada di bawah satu atap, semua binatang itu dan delapan jiwa itu di bahtera. Dan semua data genetik untuk semua variasi kehidupan berasal dari mereka yang sedikit itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkiraan terbesar adalah bahwa ada kebutuhan untuk 30 hingga 40 ribu jenis binatang untuk mencakup semua spesies. Dan kapasitas bahtera cukup besar untuk menampung 125 ribu binatang sesuai ukurannya. Ada banyak kapasitas genetik di bahtera itu untuk mereproduksikan semua binatang itu. Kita semua pada awalnya berasal dari Adam dan Hawa dan perbedaan genetika di antara dua orang hanya sebesar 0,2%.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam ciptaan asli itu tidak ada hujan. Hanya ada kabut dari mata air yang naik dari tanah dan menyirami permukaan. Sistem penyiraman di bawah tanah itu yang juga menciptakan sungai-sungai yang ada dalam deskripsi Taman Eden. Pola hidrologi itu sangat berbeda dari pola hidrologi sekarang ini di mana air menguap menjadi awan, yang menghujani darat, dan mengalir menjadi sungai, dan kemudian kembali ke laut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah menggunakan hujan di sini untuk menghancurkan seluruh umat manusia. Tetapi sejak itu Dia telah menggunakannya untuk memberkati umat manusia. Kata hujan dalam bahasa Ibrani adalah ‘matar’, hujan normal. Tetapi jika ada hujan selama 40 hari dan 40 malam di seluruh planet ini, itu menjadi sesuatu yang lebih besar dari hujan biasa. Dan hujan dalam ayat 12 dijelaskan dengan menggunakan kata yang berbeda, ‘geshem’, yang berarti hujan deras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujan selama empat puluh hari dan empat puluh malam benar-benar mustahil dalam kondisi saat ini. Itulah sebabnya kita tahu bahwa hidrologi zaman Nuh itu sangat berbeda. Kejadian 1: 6-7, "Jadilah cakrawala di tengah-tengah segala air untuk memisahkan air dari air, 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Haruslah ada selimut air yang luas untuk hujan selama 40 hari dan 40 malam, dan ada jauh lebih banyak air diatas itu daripada apa yang ada sekarang. Jika semua air saat ini dari semua awan yang melingkupi bumi dibuang ke bumi, itu hanya bisa menutupi bumi dengan kedalaman kurang dari satu inci. Allah merancang itu untuk melakukan apa yang Dia inginkan untuk menciptakan lingkungan itu. Pasti itu transparan untuk melihat cahaya melaluinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masuk akal untuk mengasumsikan bahwa uap ini memang menyaring beberapa efek yang membunuh dari sinar ultra-violet karena orang-orang hidup begitu lama. Juga, jika ada semacam efek rumah kaca dari uap ini, tidak akan ada variasi suhu. Dan jika tidak ada variasi suhu, tidak ada angin, jadi ada lingkungan yang sempurna, hangat, tropis dengan kelembaban yang cukup di mana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian semuanya itu berubah. Dalam Kejadian 7: 4, Allah berkata, "Aku akan mengirim hujan." Itu berarti bahwa Allah menahan air itu di sana hanya untuk waktu seperti ini. Di 2 Petrus 3, kita diberi tahu bahwa Allah akan menghancurkan bumi nanti dengan api besar. Sama seperti halnya di dunia sebelum air Bah, alat penghancuran itu sudah ada di dalam jalinan ciptaan itu. Jadi instrumen kehancuran masa depan kita juga sudah ada di dalam jalinan alam semesta ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah berkata: Aku akan menghapus, semua yang memiliki kehidupan, semua yang bertumbuh. Bumi akan dilucuti dari semua binatang, dilucuti dari vegetasi, tanaman, pohon-pohon, seluruh hutan akan tercabut dalam air Bah besar yang akan terjadi. Penghakiman ini akan menandai akhir ciptaan pertama. Ini adalah penghakiman terbesar pada waktu itu. Dan kita tahu bahwa ini adalah pra-pertunjukan dari penghakiman yang lebih besar yang akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh berusia 601 tahun ketika dia keluar dari bahtera, menurut Kejadian 8: 14-16, jadi dia berada di dalam bahtera selama satu tahun dan sepuluh hari. Hujan turun selama 40 hari dan 40 malam, tetapi bagi air untuk surut dan bahtera untuk mendarat dan bagi mereka untuk keluar itu butuh waktu lama. Apakah itu penting bahwa dia berusia 600 tahun? Iya, jika Anda seorang sejarawan, itu penting. Dan Musa, penulis Pentateukh yang terilhami, menetapkan peristiwa ini dalam waktu dan sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 9: 28-29 memberi tahu kita bahwa dia hidup sampai umur 900 tahun, jadi ketika dia keluar dari bahtera dia masih ada 300 tahun lagi dalam hidupnya. Ini bukan mitos atau simbolis. Catatan sejarah kuno diberi tanggal dengan beberapa poin penting dalam kehidupan seseorang. Ini berlaku untuk tulisan kuno dan tulisan modern dan itu juga benar dalam Alkitab. Dan pada saat Air Bah hanya ada satu raja dan itu adalah Nuh. Jadi Nuh melakukan segala yang Allah katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7</b>, “Jadi, Nuh, bersama putra-putranya, istrinya, dan istri putra-putranya, masuk ke dalam bahtera karena banjir.” Mereka naik dan hanya menunggu. <b>Ayat 8-9</b>, “Dari binatang yang bersih, dari binatang yang najis, dari burung, dan segala sesuatu yang merayap di bumi, 9 pasangan demi pasangan, mereka naik ke bahtera ke Nuh, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.” Nuh hanya adalah panitia penyambutan, dan binatang itu muncul terus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya dalam Kejadian 2, Allah membawa kepada Adam semua binatang untuk diberi nama. Demikian juga, Dia pasti sanggup membawa mereka semua ke bahtera. Inilah salah satu mujizat besar di Perjanjian Lama, dan dalam hal volumenya, itu terbesar. Ini adalah ekspresi dari kuasa Allah. Mengapa orang percaya bahwa Allah menciptakan semua binatang, tetapi tidak percaya bahwa Dia juga bisa membuat mereka melakukan apa pun yang Dia inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan membawa mereka tepat pada waktu mereka perlu dibawa. Mereka semua ditempatkan di kompartemen khusus untuk mereka, tentu saja ada ribuan dari mereka di tiga lantai itu. Ada orang yang mengatakan, "Bagaimana kanguru dapat datang dari Australia? Mereka tidak bisa berenang." Tetapi ingatlah, bumi sebelum Air Bah berbeda banyak dari konfigurasi bumi saat ini. Tidak ada lautan besar atau gunung tinggi pada saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu hal yang terjadi setelah Air Bah adalah es, pelajarilah geologi, yang menumpuk di kedua kutub dan terjadilah Zaman Es yang besar. Dan sebelum itu mencair, benua-benua tidak sepenuhnya tenggelam dan ada jembatan tanah yang membentang dari Timur Tengah sampai ke Australia. Jadi binatang yang berbeda dapat bermigrasi ke daerah-daerah yang berbeda. Cukup untuk diketahui bahwa Allah dapat melakukan apa pun yang Allah inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan dinosaurus? Jika mereka ditempatkan di lingkungan pra-banjir dan itu lingkungan yang terlindungi, maka akan ada reptil yang sangat besar sebesar sisa-sisa kerangka yang ditemukan di tanah dari dinosaurus besar yang raksasa itu. Tetapi Allah mengendalikan jenis binatang apa saja yang ada di bahtera, dan Dia hanya mengambil beberapa kadal dan beberapa reptil lain yang kita kenal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang sama dapat dikatakan tentang mammoth. Diperkirakan ada lima juta mammoth yang jasadnya terkubur sepanjang garis pantai Siberia utara dan Alaska yang dibekukan dan dikubur di tanah. Semua keturunan binatang besar menjadi kecil saat lingkungannya berubah. Dan hukum termodinamika kedua, hukum entropi itu menyatakan bahwa materi itu rusak, dan kehidupan binatang itu semakin pendek.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian datanglah Air Bah itu. <b>Ayat 10</b>, “Dan terjadilah setelah tujuh hari bahwa air bah itu meliputi bumi.” Di sini Allah mengatakan sesuatu akan terjadi dalam 120 tahun dan itu terjadi persis seperti apa yang Dia katakan. Allah menetapkan kronologi ini: Seratus dua puluh tahun, tujuh hari, tahun ke enam ratus, anak-anak berusia seratus tahun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11-12</b>, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala air mancur yang dalam dan dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya. Jadi bagi kita, kita tidak tahu bulan kedua itu apa. Maksudnya di sini adalah untuk menjelaskan bahwa ini sejarah dan ini benar-benar terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujan itu 40 hari, 40 malam, dan air membanjiri bumi selama 150 hari. Air kemudian surut ke titik bahtera itu bersandar di gunung Ararat pada tahun keenam ratus Nuh, bulan ketujuh dan hari ketujuh belas. Empat puluh hari kemudian, di tahun keenam ratus satu, dia keluar, dan dia menunggu 26 hari sebelumnya turun di bulan kedua, hari kedua puluh tujuh. Ini menunjukkan bahwa kejadian ini adalah sejarah nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah sebenarnya artinya "air mancur yang dalam"? Kejadian 1 memberi tahu kita ada air di bawah bumi dan air di atas bumi. Air di bawah bumi di sini digambarkan sebagai ait mancur di waduk yang besar dibawah tanah. Kita tidak tahu bagaimana jumlah air yang sangat besar itu mengalir di dalam bumi. Tetapi kita diberitahukan bahwa itu meledak yang mungkin disebabkan oleh letusan gunung berapi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan pada hari yang sama jendela-jendela surga juga dibuka. Dan itu membutuhkan enam minggu untuk air dari sana dibuang ke bumi. Dan semua air memenuhi tempat-tempat cekung yang dikenal sekarang sebagai samudera, dan air itu naik cukup tinggi sampai menutupi Gunung Ararat dan gunung-gunung lain yang tingginya hampir 20,000 kaki. Gunung-gunung naik, lembah-lembah berjatuhan, lapisan es kutub diciptakan yang membekukan binatang cepat sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Nuh naik ke bahtera, ia meninggalkan satu jenis planet. Ketika dia turun dari bahtera, planet itu sama sekali berbeda. Lihatlah Yesaya 24:1, "Lihatlah, Tuhan merubahkan dunia menjadi sampah, menghancurkannya, dan merusak permukaannya dan mencerai-beraikan penghuninya." Yesaya menggambarkan Air Bah itu. Ayat 18, “Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 36:6, “Kebenaran-Mu seperti gunung-gunung besar; Penghakiman-Mu sangat dalam; Ya Tuhan, Kau selamatkan manusia dan binatang.” Allah yang sama yang membawa kehancuran juga mendatangkan kenyamanan. <b>Kejadian 7:13-16</b> mengingatkan kita akan hal itu, “Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham, dan Yafet, dan istri Nuh serta ketiga istri anak-anaknya bersama dengna dia ke dalam bahtera itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah sejarah, “14 mereka itu dan setiap binatang menurut jenisnya, semua ternak menurut jenisnya, setiap binatang melata yang merayap di bumi menurut jenisnya, dan setiap burung menurut jenisnya, setiap jenis burung apapun. 15 Dan mereka masuk ke bahtera ke Nuh, setiap pasang, dari semua daging yang didalamnya ada nafas kehidupan. 16 Maka masuklah semua, laki-laki dan perempuan dari semua daging, masuk seperti yang diperintahkan Allah kepadanya; dan Tuhan menutup pintu itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhanlah yang membawa binatang-binatang itu dan Tuhan menutup pintu itu. Ingatlah, hanya ada satu pintu di samping dalam instruksi aslinya. Allah menutup pintu itu dan Dia menutupinya dari luar secara ajaib, tanpa tangan manusia. Seluruh dunia ada di belakang mereka, tidak pernah terlihat lagi seperti yang mereka ketahui. Dunia segera berada di bawah mereka dan mereka memulai perjalanan iman yang paling luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang yang pernah atau sebelumnya atau sejak itu melakukan perjalanan yang luar biasa seperti ini. Petualangan yang luar biasa. Struktur terapung terbesar yang pernah dibangun hingga saat itu, hujan yang belum pernah mereka lihat, dan penghancuran seluruh planet. Mereka mengambang dengan kebun binatang, hanya dibimbing oleh Allah dan hidup dengan harapan ada dunia yang lebih baik dan ada kehidupan baru. Dan seluruh masa depan dunia meringkuk di bawah satu atap itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam 1 Petrus 3:20-21, Petrus melihat bahtera itu adalah gambar Yesus. Karena ketika kita datang kepada Kristus kita naik di atas air penghakiman, benar? Ketika kedelapan orang itu dibawa dengan aman melalui air penghakiman dengan dimeteraikan dalam bahtera, demikian pula orang-orang percaya dibawa dengan aman melalui penghakiman dengan dimeteraikan oleh Roh di dalam bahtera yang adalah Yesus Kristus. Orang berdosa, datanglah kepada bahtera keselamatan ini. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 May 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190505</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000006C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keheranan di Makam Kosong]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000006B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Mark+16:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Markus 16:1-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum kita melihat akhir Markus, silahkan baca 1 Korintus 15:1-7, “Saudara-saudara, aku menyatakan kepada kalian Injil yang telah aku beritakan kepadamu, dan yang kalian terima dan di dalamnya kalian berdiri teguh, 2 di mana kalian juga diselamatkan, jika kalian berpegang teguh kepada Firman yang saya khotbahkan kepada kalian, kecuali jika kalian percaya dengan sia-sia. 3 Sebab aku memberitakan apa yang juga aku terima bahwa Kristus mati untuk dosa kita, sesuai dengan Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 dan bahwa Ia dikuburkan, dan bahwa Ia bangkit kembali pada hari ketiga sesuai Kitab Suci, 5 dan bahwa Ia dilihat oleh Kefas, kemudian oleh ke dua belas murid-Nya. 6 Setelah itu Dia terlihat oleh lebih dari lima ratus saudara sekaligus, yang sebagian besar masih ada sampai sekarang, tetapi beberapa telah tertidur. 7 Setelah itu Dia terlihat oleh Yakobus, lalu oleh semua rasul. 8 Lalu yang terakhir, Dia juga terlihat oleh saya. ”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah dengan kata-kata di sini dari rasul Paulus bahwa kebangkitan itu menempati sebagian besar dari bagian Alkitab ini. Dia mengacu kepada kematian Kristus, dia merujuk kepada penguburan Kristus, tetapi penekanan utama adalah pada bukti-bukti kebangkitan-Nya. Alasannya adalah kebangkitan itu bukan hanya komponen Injil, itu bukan hanya fitur Injil, itu adalah peristiwa utamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah peristiwa terbesar dalam kehidupan Tuhan Yesus. Dan karena hidup-Nya adalah kehidupan terbesar, itu adalah peristiwa terbesar dalam seluruh sejarah manusia. Itu adalah peristiwa puncak dalam penebusan ilahi. Itu adalah dasar dari janji Injil. Kebangkitan adalah sumber kehidupan kekal bagi kita yang percaya. Tanpa kebangkitan itu, kayu salib itu tidak berarti sama sekali dan ajaran Yesus juga tidak ada artinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerjaan Yesus tidak berarti karena tanpa kebangkitan itu, tidak ada keselamatan. Kebangkitan bukanlah tambahan, itu adalah puncak dari kehidupan Kristus dan pekerjaan-Nya. Gereja belum pernah dan tidak akan bertemu pada hari Jumat, walaupun kayu salib itu sangat penting. Gereja selalu bertemu pada hari Minggu karena gereja selalu memahami prioritas kebangkitan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kebangkitan Kristus juga merupakan kunci kebangkitan kita sendiri. Dan apa yang unik bagi Kekristenan adalah kita, yang percaya kepada Kristus, dijanjikan untuk dibangkitkan dari kematian secara fisik, secara harfiah, dengan tubuh yang sama seperti Dia berada dalam tubuh kebangkitan-Nya, di mana kita akan hidup untuk selamanya. Tidak ada janji seperti itu dalam agama Islam, atau agama Hindu, agama Budha atau agama dunia yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Korintus 15:14-17, kita membaca ini, “Dan andaikata Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah pemberitaan kami dan imanmu juga kosong. 15 Ya, dan kita ternyata berdusta terhadap Allah, karena kita telah bersaksi tentang Allah bahwa Dia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Karena jika orang mati tidak bangkit, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak bangkit, imanmu sia-sia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selagi kita kembali ke Injil Markus, marilah kita menetapkan latar belakangnya. Keempat penulis Injil menceritakan kisah kebangkitan itu. Ketika keempatnya menceritakan kisah penyaliban-Nya, keempatnya meneruskannya dengan kebangkitan-Nya. Masing-masing penulis (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) membawa pada kisah itu unsur-unsur dan fitur unik. Hasilnya adalah campuran dari semua laporan yang diilhami ini untuk memberi kita wahyu penuh dari kejadian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tengah-tengah harmoni yang kaya dari kisah kebangkitan Yesus Kristus ini, ada satu hal yang tidak ada. Itu adalah kebangkitan itu sendiri. Tidak ada deskripsi tentang apa yang terjadi. Fenomena itu tidak dijelaskan. Tidak ada yang melihatnya, dan tidak ada yang bisa menjelaskannya. Bagaimana itu terjadi adalah sesuatu yang supranatural. Masalah kritis adalah bahwa itu memang terjadi dan fakta itu sepenuhnya ditegaskan oleh keempat penulis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah <b>Markus 16: 1-3</b>, “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan mengurapi Dia. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, ketika matahari terbit mereka datang ke kubur. 3 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain, "Siapa yang akan menggulingkan batu itu untuk kita dari pintu kubur?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4-8</b>, “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah bahwa batu yang memang sangat besar, telah digulingkan. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang pria muda yang memakai jubah putih panjang duduk di sebelah kanan; dan mereka terkejut. 6 Tetapi dia berkata kepada mereka, “Jangan khawatir. Kalian mencari Yesus dari Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit! Dia tidak ada disini. Lihat, inilah tempat mereka membaringkan Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Tetapi pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan Petrus bahwa Dia akan mendahului kalian ke Galilea; di sana kalian akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepadamu.” 8 Maka mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, karena mereka gemetar dan heran. Dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.” Dan itulah akhir kisah kebangkitan di Markus. Ini berakhir dengan tiba-tiba, tetapi secara klimaks, dengan takjub dan heran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 9 hingga 20, Anda akan melihat dalam Alkitab catatan kecil yang menjelaskan bahwa ayat-ayat ini tidak ada dalam manuskrip yang paling kuno. Markus mengakhiri Injilnya dengan realitas yang menyala-nyala tentang kebangkitan Yesus Kristus, yang menggenggam jiwa-jiwa wanita ini dengan heran dan takjub. Keempat Injil ini masing-masing memberikan perincian yang berbeda tentang kebangkitan itu. Matius mengatakan banyak hal melampaui dimana Markus berhenti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas dan Yohanes juga mengatakan banyak hal di luar tempat dimana Markus menghentikan narasinya. Dan ini menunjukkan fakta bahwa penulisan Injil bukanlah semacam pekerjaan yang dibuat-buat oleh sebuah panitia orang. Mereka adalah penulis yang terinspirasi secara pribadi, dan mereka menulis dari pengalaman mereka sendiri. Markus duduk di kaki Petrus dan mencerminkan sebagian besar pandangan Petrus tentang berbagai hal. Kisah-kisah itu nyata, alami dan pribadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun semuanya menyatu dengan sempurna. Itu membuktikan kepengarangan ilahi dari Kitab Suci. Ada beberapa variasi dalam apa yang dialami orang-orang, tetapi semua orang ini muncul pada hari Minggu pagi dan mengalami kuburan yang kosong, malaikat, konfrontasi dengan Kristus, dan berada dalam keadaan syok. Keempat penulis Injil mencatat bahwa Yesus benar-benar mati. Dia meninggal di kayu salib pada hari Jumat sore.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia dimakamkan pada hari Jumat sore, dan Dia ditempatkan di sebuah makam, dan makam itu disegel dengan batu. Dan mereka semua mencatat bahwa pada hari Minggu pagi, Dia bangkit dari kematian, kubur itu kosong, malaikat menjelaskan bahwa Dia telah bangkit, dan Kristus mulai menampakkan diri-Nya kepada para pengikut-Nya. Mereka semua mencatat semuanya itu. Sekarang, ketika kita membaca Markus, kita menambahkan Yohanes, Lukas dan Matius untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda akan membaca satu kisah tentang Kristus di mana unsur-unsur keempat penulis itu akan disatukan. Tetapi untuk sekarang, marilah kita melihat Injil Markus dulu. Ingatlah, Yesus berkata bahwa Ia akan bangkit dalam Yohanes 2:19, “Hancurkanlah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Dia selalu mengatakan tiga hari. Kita telah melihat itu di Markus 8:31, Markus 9: 31 dan Markus 10: 33-34. Dia berkata kepada mereka berulang kali, “Aku akan mati dan Aku akan bangkit.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita akan melihat bukti kebangkitan ini dalam tiga hal: kesaksian makam kosong, kesaksian para malaikat surgawi, dan kesaksian para saksi mata. <b>Markus 16: 1</b>, “Setelah lewat hari Sabat,” Sabtu berakhir pada pukul enam, mereka mengakhiri hari mereka waktu matahari terbenam. Kita sekarang berada dua belas jam dalam hari setelah Sabat dan sekarang itulah Minggu pagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Minggu adalah hari ketiga. Dia dimasukkan ke dalam kuburan pada hari Jumat sore sebelum pukul enam. Dia berada di kuburan pada hari Sabtu. Dia berada di kuburan hampir dua belas jam pada hari Minggu. Itu mencakup tiga hari di kuburan. Setiap bagian dari hari itu merupakan satu hari. Hari terpenting bagi orang Yahudi selalu adalah hari Sabtu. Hari terpenting sejak saat ini bagi umat Allah sekarang adalah hari Minggu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak akhir pekan itu, tidak ada hari Sabat yang wajib dirayakan atau bahkan sah. Pelewatan terakhir terjadi pada akhir minggu itu, dan Yesus memulai Perjamuan Kudus sebagai pesta peringatan baru untuk memperingati kematian-Nya. Dan tidak ada Pelewatan yang sah sejak saat itu. Semuanya berubah pada hari pertama minggu itu. Dan itulah sebabnya gereja bertemu secara teratur pada hari Minggu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah kebangkitan-Nya, Yesus bertemu dengan murid-muridnya pada hari Minggu. Kisah Para Rasul 20: 7, “Gereja selalu bertemu pada hari pertama.” 1 Korintus 16: 2, “Gereja berkumpul pada hari pertama.” Itu didirikan dan dibakukan sehingga dalam Wahyu 1:10 dikatakan, “Yohanes ada di dalam Roh pada Hari Tuhan.” Jadi itu bukan hari pertama lagi, sekarang itu menjadi Hari Tuhan, dan sampai sekarang. itu masih seperti itu pada hari Minggu pagi sesuai jadwal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang pada hari Minggu mereka kembali. <b>Ayat 1</b>, “Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome membeli rempah-rempah, agar mereka bisa datang dan mengurapi- Nya.” Mereka adalah wanita yang telah bersama Yesus selama beberapa tahun. Mereka mencintai dan memuja-Nya. Mereka melayani dan menyembah Dia. Mereka terperangkap dalam kesedihan yang menyiksa. Mereka percaya keselamatan mereka itu tinggal bersama Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah tindakan kasih dari pihak mereka. <b>Ayat 2</b>, “Pagi-pagi sekali, pada hari pertama minggu itu, mereka datang ke kubur setelah matahari terbit.” Lukas berkata, “Pada waktu subuh.” Matius berkata, “Ketika hari mulai subuh.” Tetapi Yohanes berkata, “Ketika hari masih gelap.” Yohanes 20:1, “Maria Magdalena datang lebih awal ke kubur sementara masih gelap.” Dan para wanita itu tiba ketika matahari sudah terbit. Jadi para wanita itu datang kemudian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria Magdalene melihat batu itu terguling, kata Yohanes, jadi dia berbalik dan menuju ke Petrus dan Yohanes. Apakah pesannya? Yohanes 20: 2, “Mereka telah mencuri mayat itu.” Itulah kesimpulannya. Itu memberi tahu kita bahwa dia tidak percaya pada kebangkitan. Bahkan dengan semua mukjizat, mereka tetap tidak percaya. Maria hanya membuat asumsi tubuh-Nya telah dicuri, dan bahkan tidak melihat perempuan-perempuan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Dan mereka berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”<b>Ayat 4</b>, “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu yang sangat besar itu telah digulingkan.” Mereka berharap untuk mengurapi mayat untuk mengurangi bau busuk itu. Tetapi sebelum itu di Matius 27: 62 para imam kepala dan orang Farisi bertemu dengan Pilatus untuk memeterai makam itu dan menjaganya, agar murid-muridnya tidak mencuri Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sesuatu yang lain yang terjadi pada hari Minggu pagi itu. Matius 28: 2-4, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari surga dan datang ke batu itu dan menggulingkannya dari pintu, lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” Para prajurit begitu ketakutan, sampai mereka mengalami koma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Batu itu digulingkan bukan untuk membiarkan Yesus keluar tetapi untuk membiarkan para wanita itu masuk. Pada saat para wanita tiba disana, tidak ada tentara. <b>Ayat 5</b>, “Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih panjang duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut.” Pada suatu waktu para prajurit itu terbangun dan mereka tahu mereka gagal dalam tugas mereka. Dan mereka harus melaporkan itu ke Sanhedrin. Kita akan kembali kepada mereka nanti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejauh ini semuanya menunjukkan satu hal saja: makam itu kosong. Itulah yang dikatakan Markus, Yohanes, Lukas, dan Matius. Dan kita tahu para murid tidak mencuri tubuh itu karena mereka tidak percaya pada kebangkitan. Tentara Romawi tahu bahwa mereka tidak mencuri mayat. Para wanita tahu mereka tidak mencuri tubuh. Dan Petrus dan Yohanes tahu mereka tidak mencuri mayat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 28: 11-13, “Ketika mereka di tengah jalan, lihatlah, datanglah beberapa penjaga ke kota dan melaporkan segala yang telah terjadi kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan para penatua, mereka memberikan sejumlah besar uang kepada para prajurit itu 13 dan berkata: "Katakan kepada mereka, bahwa murid-murid-Nya datang pada malam hari dan mencuri-Nya ketika kita tidur.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentara dilarang tidur, mereka harus memenuhi tugas mereka. Dan bagaimana mereka tahu apa yang terjadi jika mereka tidur? Tetapi, mereka tidak ada pilihan lain, jadi dalam ayat 15 mereka mengambil uang itu dan melakukan apa yang telah diperintahkan. Para prajurit pergi ke mana-mana mengatakan, "Para murid mencuri tubuh itu," Dan kisah ini tersebar sebegitu luas di kalangan orang Yahudi hingga itu masih ada ketika Matius menulis ini dua puluh lima tahun kemudian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, para wanita sekarang dalam keadaan syok. Mereka melihat seorang pria muda duduk di sebelah kanan mengenakan jubah putih yang menyala! Lukas mengatakan sebenarnya ada dua malaikat yang tiba-tiba berdiri di dekat mereka dengan pakaian yang menyilaukan. Yohanes 20:12, “Dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat tubuh Yesus pernah terbaring.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin mereka berbicara dan mengatakan hal yang berbeda. Faktanya adalah, oleh Markus dan penulis lain ada beberapa hal berbeda yang dicatat di sini. Salah satu malaikat berkata kepada mereka di <b>ayat 6</b>, “Jangan takut. Kalian mencari Yesus dari Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit! Dia tidak ada disini. Lihat, inilah tempat mereka membaringkan-Nya.” Di Lukas 24:5 satu malaikat juga berkata, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah wahyu bersejarah dari malaikat surgawi. Mereka berbicara untuk Allah. Ada juga bukti ketiga untuk membuktikan kebangkitan, dari kesaksian para saksi mata dalam <b>ayat 7 - 8</b>, “Tetapi pergilah, beritahulah para murid-Nya, dan kepada Petrus bahwa Dia akan mendahului kalian ke Galilea; di sana kalian akan melihat Dia, seperti yang Dia katakan kepadamu.” 8 Maka mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, karena mereka gemetar dan takjub. Dan mereka tidak mengatakan apa-apa, karena mereka takut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 28:8-10 mengatakan, “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita besar dan berlari cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Selagi mereka pergi, tiba-tiba Yesus bertemu mereka dan berkata: "Bersukacitalah.” Jadi mereka datang dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, untuk pergi ke Galilea, dan di sana mereka akan melihat Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebangkitan ini dengan demikian ditetapkan sebagai fakta sejarah, sebagai fakta teologi oleh kesaksian malaikat. Ini adalah peristiwa paling penting dalam kehidupan Kristus. Ini adalah peristiwa terpenting dalam sejarah dunia. Ini adalah peristiwa terpenting dalam hidup Anda dan saya karena dengan kebangkitan-Nya kita dibenarkan dan kita akan hidup selamanya. Menyangkal kebangkitan sama dengan menyangkal fakta. Puji Tuhan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Apr 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190421</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000006B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah mengunjungi Kalvari]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000006A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Mark+15:33-41" target="_blank" class="imCssLink">Markus 15:33-41</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Markus 15:31, “Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! 32 Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga. 33 Pada jam enam, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam sembilan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“34 Dan pada jam sembilan berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?" yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." 36 Maka datanglah seorang dengan sepon, penuh anggur asam lalu memberi Yesus minum serta berkata: "Biarkan Dia, mari kita lihat apakah Elia datang untuk menurunkan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. 38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. 39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat kematian-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" 40 Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.” Segala sesuatu tentang hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada Yesus cemoohan dan penghinaan dan ejekan dan mengolok-olok gagasan bahwa Ia adalah raja jenis apa pun juga. Tetapi Allah tidak turun untuk menghancurkan para penghujat, dan Ia tidak turun untuk melindungi Anak-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Allah tidak ada di sana? Allah ada di sana dan Dia ada di sana bukan untuk melindungi Anak-Nya, tetapi untuk menghukum Anak-Nya. Marilah kita lihat bagian itu. Tiga hal keluar dari cerita ini. Pertama, kita melihat Juruselamat dan pengorbanan-Nya. Kemudian kita melihat perwira dan pengakuan imannya. Dan kemudian kita melihat para wanita dan kebingungan dalam pikiran mereka. Pertama-tama, Juruselamat dan kematian-Nya dalam ayat 33 hingga 38.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah titik tertinggi dari sejarah keselamatan. Ini adalah Anak Domba Allah yang telah lama dinanti-nantikan, yang mati karena dosa-dosa dunia. Kata-kata tidak cukup untuk menangkap realitas supernatural dari apa yang terjadi di kayu salib. <b>Ayat 33</b>, “Ketika jam enam datang, kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam sembilan.” Jam enam bagi orang Yahudi adalah jam duabelas bagi kita. Hari Yahudi mulai pukul 6 pagi, saat matahari terbit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan pada saat ini sudah berbicara tiga kali. Dia berkata, "Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," kepada pencuri di salib bahwa pengampunan tersedia jika dia memintanya, yang memang dia lakukan. Kemudian Dia berkata kepada Yohanes, "Lihatlah ibumu," untuk merawat Maria. Dan Yesus berkata kepada ibu-Nya, "Lihatlah anakmu," yang adalah Yohanes. Hal ketiga yang Dia katakan kepada pencuri, "Hari ini kamu akan bersama-Ku di surga."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan matahari jam duabelas siang, justru itulah saatnya kegelapan itu menyelimuti seluruh daerah sampai jam tiga sore. Apakah ini? Ada orang yang mengatakan bahwa ini gerhana alami. Tidak mungkin. Orang lain berpendapat bahwa ini adalah kegelapan setan. Tetapi kebenarannya adalah bahwa Allah tiba. Jika kalian baca Perjanjian Lama, kalian tahu bahwa Allah sering dibicarakan di banyak tempat sebagai cahaya: di Mazmur 27:1, Mazmur 18, Mazmur 26, Yesaya 2, dan Yesaya 60.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cahaya dalam arti kebenaran, kebijaksanaan, kekudusan dan kebenaran. Kehadiran-Nya adalah dalam cahaya Shekinah. Namun, ada kalanya Allah menyatakan diri-Nya sebagai kegelapan. Dan itu terlihat di Kejadian 15:12-15, dan Keluaran 10:21-22, dan Keluaran 19:16-18 di Gunung Sinai, dan Yesaya 5, dan Yesaya 8 ketika Allah muncul dalam kegelapan. Kehadiran Allah bisa berupa cahaya yang nyata atau kegelapan yang nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kegelapan melambangkan murka ilahi. Kegelapan melambangkan murka benar. Kegelapan kemudian, adalah bentuk kehadiran Allah dalam penghakiman. Itulah sebabnya neraka adalah tempat yang Yesus katakan tiga kali dalam Matius, yang adalah kegelapan luar, di mana ada tangisan dan ratapan dan gertakan gigi. Dan itu adalah kegelapan kehadiran Allah. Dia adalah yang hadir disitu dalam penghakiman dari jam duabelas hingga jam tiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama waktu itu neraka datang ke Yerusalem. Selama tiga jam, neraka datang ke Golgota ketika Allah melepaskan hukuman kekal sepenuhnya pada Anak-Nya. Murka, dalam Yesaya 13:9, berarti kemarahan yang berlimpah. Karena Allah adalah kuasa nyata di balik pengalaman hukuman neraka, Allah adalah kekuatan sejati di balik kegelapan Kalvari karena di sini Ia melepaskan penghakiman bagi orang-orang percaya kepada Anak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah cawan murka yang diantisipasi Yesus di Taman itu. Inilah sebabnya mengapa itu adalah antisipasi yang menjijikkan yang membuat Dia berkeringat darah dalam tiga jam itu, Yesus menderita neraka abadi untuk semua orang sepanjang sejarah manusia yang akan diselamatkan. Dia menanggung semua hukuman kekal mereka bersama dan melakukan itu dalam tiga jam. Yesus dapat menerima murka yang tak terbatas karena Ia sendiri tak terbatas dan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kegelapan ini bukanlah ketiadaan Allah atau kehadiran Setan. Kegelapan ini adalah Allah dalam pembalasan penuh penghakiman, Allah penuh dengan murka penghakiman. Itu adalah murka yang tak terbatas yang digerakkan oleh keadilan yang tak terbatas, yang memberikan hukuman yang tak terbatas pada Anak yang tak terbatas, yang dapat menanggung semua siksaan abadi neraka dan itu dilakukan dalam tiga jam. Dalam tiga jam itu Kristus menanggung kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada jam sembilan, itu berakhir. Itu jam tiga sore waktu kita. Dan Markus mencatat pernyataan keempat Tuhan kita, "Eloi, Eloi, lama sabachthani?" yang diterjemahkan, "Ya Allah, ya Allah, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Ini adalah hal pertama yang Dia katakan setelah kegelapan itu berakhir. Apa artinya? Tuhan kita menyatakan bahwa penghakiman telah berakhir, dan Dia memerlukan penghiburan. Dia mengalami pemisahan dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kata-kata-Nya dinubuatkan dalam Mazmur 22:1, "Ya Allah, ya Allah, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Allah berada disitu dalam penghakiman, namun sekarang Kristus mengatakan, “Dimanakah Engkau dalam penghiburan?” Ini mengingatkan kita bahwa neraka adalah murka penuh dari hukuman pribadi Allah dan Dia tidak pernah akan menghibur. Neraka adalah hukuman tanpa kelegaan. Jadi ini juga harus diderita Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku," ini adalah satu-satunya waktu dalam Perjanjian Baru Dia pernah mengacu kepada Allah dengan cara lain selain "Bapa." Tetapi sekarang Dia merasa ketidakhadiran-Nya. Ekspresi rangkap ini adalah cara untuk mengidentifikasikan orang yang Anda menyapa dengan kasih sayang. Misalnya, malaikat itu berkata, "Abraham, Abraham," di Kejadian 22. Di Keluaran 3, Allah berkata, "Musa, Musa." Daud di 2 Samuel 18 - 19 mengatakan, "Absalom, Absalom."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seruan-Nya tidak menimbulkan pertanyaan kepada orang-orang di <b>ayat 35</b>. Ketika beberapa orang mendengarnya, mereka berkata, “Lihatlah, Ia memanggil Elia.” Di sini sekali lagi terulangnya ada sarkasme. Mereka mendengar apa yang Dia katakan dalam bahasa Aram, "Eloi, Eloi" adalah "Ya Allah, ya Allah." Tetapi dalam ejekan mereka berkata, "Oh, Dia memanggil Elia." Mengapa mereka mengatakan itu? Karena Maleakhi 4: 5-6 mengatakan bahwa ketika Mesias datang, Elia juga akan ada di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemungkinan besar kegelapan total selama tiga jam akan memberhentikan ejekan itu. Namun penistaan ini terus berlanjut. <b>Ayat 36</b>, “Kemudian ada orang yang lari dan mengisi sepon penuh anggur asam, menaruhnya di atas buluh, dan menawarkan itu kepada-Nya untuk diminum, dengan mengatakan, “Biarkanlah Dia; mari kita lihat apakah Elia akan datang untuk menurunkan-Nya.” Itu hanya pelecehan yang sama, cemoohan lagi dan penistaan yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah melihat mukjizat-Nya, mereka telah melihat pengusiran setan. Mereka telah melihat Dia membangkitkan orang mati. Mereka semua tahu Lazarus dibangkitkan dari kematian karena keluarga itu terkenal diantara orang-orang di kota. Mereka telah mendengar ajaran Yesus. Itu semua tidak ada pengaruhnya. Mereka telah melihat belas kasihan-Nya dan kebaikan-Nya. Dan sekarang mereka telah melihat bagaimana Dia mati. Itu tidak menggerakkan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 37</b>, “Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan mengyerahkan nyawa-Nya.” Mengapa ada seruan keras? Karena Dia telah berkata di Yohanes 10:18, “Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, karena Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri dan Aku berkuasa mengambilnya kembali.” Dia tidak mati karena Dia tidak bisa bernapas. Dia tidak mati karena dia habis kekuatan. Di Yohanes 19:30, "Setelah Yesus menerima anggur asam itu, berteriaklah Dia, 'Sudah selesai.'"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Lukas 23:46 Yesus berkata, "Ke tanganmu, aku menyerahkan Rohku." Dia mengatakan tiga hal sebelum kegelapan, tidak ada selama kegelapan, dan empat pernyataan setelah kegelapan, "Dan menghembuskan nafas terakhir-Nya." Dalam Markus langsung ada dua peristiwa. <b>Ayat 38</b>, “Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.” Ini adalah tirai paling penting yang memisahkan Tempat Mahakudus dari Tempat Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini melambangkan pemisahan orang berdosa dari Allah. Tetapi pada saat Yesus mati, Perjanjian Baru tentang keselamatan itu disahkan. Dia telah membayar penuh hukuman itu secara adil untuk semua orang yang pernah percaya. Dan pada jam 3:00 sore pada hari Jumat pada bulan April tahun 30 M., Perjanjian Lama itu dihapuskan. Semua pengorbanan itu menjadi sia-sia karena satu-satunya korban yang menyelamatkan telah dipersembahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika tabir itu terbelah dari atas ke bawah, itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia, itu dilakukan oleh Allah. Itu adalah tanda seruan Allah atas kematian Anak-Nya. Dan apa yang dikatakannya itu adalah jalan menuju hadirat Allah sekarang terbuka lebar bagi siapa pun. Apakah hasil kematian Tuhan Yesus? Itu melenyapkan simbol dan upacara-upacara dan membawa keselamatan bagi semua orang yang memilih untuk masuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jalan menuju Allah telah dibuka oleh kematian Kristus. Itu adalah akhir dari imamat dan sistem pengorbanan. Itu adalah akhir dari Bait Suci dan Tempat Mahakudus. Pada saat itu, para imam mulai menyembelih puluhan ribu domba Pelewatan sehingga orang-orang bisa makan makanan Pelewatan malam itu. Pada saat yang sama, Domba Pelewatan itu sendiri telah dibunuh Allah. Jadi semua pengorbanan lain itu tidak ada gunanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus tidak memberi tahu kita, tetapi Matius memberi tahu, bahwa ada mukjizat lain yang terjadi pada saat tabir itu robek. Matius 27:51 mengatakan, “Terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah.” Dan gempa bumi dalam Alkitab sering kali seperti kegelapan. Hari Tuhan dikaitkan bukan saja dengan kegelapan tetapi juga dengan gempa bumi besar. Nahum 1:5, “Gunung-gunung gemetar di hadapan-Nya. Bumi terangkat di hadirat-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada mujizat lain terjadi menurut Matius 27:52-53, “Kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah tertidur dibangkitkan, dan keluar dari kubur setelah kebangkitan Yesus, mereka pergi ke kota suci dan menampakkan diri kepada banyak orang.” Tabir itu robek. Gempa bumi terjadi. Kuburan terbuka. Orang mati hidup kembali dan memberitakan kebenaran setelah kebangkitan Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah gambaran sebelumnya dari kebangkitan. Jadi Allah benar muncul di Kalvari. Selanjutnya kita membaca pengakuan kepala pasukan. <b>Ayat 39</b>, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” Kepala pasukan ini terlibat dalam eksekusi. Dia adalah prajurit yang berjuang keras dalam pertempuran dan yang seringkali melihat kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah menjaga Yesus sejak awal. Dia adalah saksi mata dari segala sesuatu, kemungkinan besar dari penangkapan Yesus pada jam-jam awal Jumat di Taman sampai saat terakhir ini. Dia melihat semuanya, pengadilan tiruan, siksaan, pelecehan, peludahan, pukulan, tamparan, penghinaan, cemoohan dan ejekan. Dia melihat Yesus menerima semuanya tanpa pembalasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mendengar apa yang Yesus katakan, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Mungkin dia mendengar karena dia dekat kayu salib, “Hari ini engkau akan bersama-Ku di surga.” Dia mendengar segalanya. Dia mendengar Pilatus berulang kali menyatakan bahwa Yesus tidak bersalah. Dan dia menyimpulkan, “Ini bukan manusia biasa.” Dan sekarang dia mengambil kesimpulan yang tepat bahwa Dia adalah Anak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak tahu bagaimana dia dapat semua informasi ini, tetapi Paulus, di jalan menuju Damaskus, oleh campur tangan Allah yang berdaulat dan ilahi, dilahirkan kembali dan bertobat secara instan. Dan pencuri di kayu salib diberikan kehidupan oleh roh yang berdaulat di tengah ejekan orang. Dan inilah prajurit non-Yahudi ini, orang pertama yang bertobat kepada Kristus setelah penyaliban-Nya. Dan dia tidak sendirian, ada prajurit lain bersamanya yang memiliki tanggapan yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa hal yang luar biasa terjadi di Kalvari. Seorang penghujat Yahudi diselamatkan, si pencuri itu. Beberapa orang bukan Yahudi, prajurit-prajurit penghujat itu diampuni dan diselamatkan, dan pesannya adalah bahwa anugerah Allah dalam pengampunan dan keselamatan disampaikan ke penghujat terburuk juga. Di sisi lain, Lukas 23:48 mengatakan, “Orang-orang banyak, ketika mereka melihat apa yang telah terjadi, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak dikatakan apa-apa tentang apakah mereka percaya, tetapi beberapa dari mereka memang percaya. Dalam Kisah Para Rasul 2, beberapa dari mereka pasti ada di sana pada Hari Pentakosta, dimana tiga ribu orang bertobat, percaya, dan diselamatkan. Dan dalam beberapa minggu, ribuan orang dan ribuan orang lain juga diselamatkan. Pada saat kematian Kristus, tujuan kematian-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa yang bertobat itu direalisasikan, pertama-tama pada orang Yahudi dan kemudian pada orang bukan Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Poin ketiga adalah <b>ayat 40 dan 41</b>, “Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan dari Yoses, serta Salome, 41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.” Maria Magdalene adalah saksi mata pertama yang meliat Yesus setelah kebangkitan-Nya. Maria adalah ibu Yakobus dan Yoses.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada wanita lain bernama Salome. Dia adalah ibu dari Yakobus dan Yohanes, dan istri Zebedeus. Mereka adalah saksi mata dari seluruh pelayanan-Nya di Galilea dan kemudian di Yudea selama tahun terakhir kehidupan-Nya. Dan mereka adalah saksi mata kebangkitan-Nya. Dan di Markus, hanya dua kelompok yang telah melayani Kristus. Wanita-wanita ini dan para malaikat suci. Jadi mereka berfungsi sebagai semacam malaikat duniawi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Apr 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190414</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000006A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penderitaan Cawan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000069"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Mark+14:32-42" target="_blank" class="imCssLink">Markus 14:32-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berada dalam sejarah Minggu Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus, minggu penyaliban dan kebangkitan-Nya. Di sini kita melihat penderitaan Tuhan kita di taman Getsemani ketika Dia bergumul dengan kayu salib. Ini terjadi pada hari Jumat pagi, di tengah malam, pada harinya Dia disalibkan dan mati. Ingatlah Yesaya 53 di mana Allah berbicara melalui nabi-Nya bagaimana Kristus akan menderita menggantikan kita?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu dampak dosa, penyakit, ketidakpercayaan, ketidaktahuan, penolakan, ketidaktaatan, penderitaan, kemiskinan, kehilangan, dan tentu saja kematian. Dia bahkan memberikan pertolongan sementara kepada mereka, menunjukkan belas kasihan-Nya ketika Dia menyembuhkan orang, mengusir setan dari mereka, membangkitkan orang mati, dan memberi makan orang banyak yang lapar. Ini adalah penangguhan hukuman fisik sementara dari kesengsaraan hidup pelayanan-Nya selama tiga tahun singkat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu juga merupakan pratinjau kerajaan-Nya. Dia akan kembali untuk mendirikan kerajaan duniawi, dan di kerajaan itu, penderitaan akan dikurangi. Hidup akan diperpanjang. Kesehatan akan meningkat. Tetapi itu akan, bahkan dalam kondisi terbaiknya, hanya menjadi gambaran surga, di mana tidak ada penyakit, tidak ada kesedihan, tidak ada tangisan, tidak ada air mata, dan tidak ada kematian. Tetapi Tuhan kita melihat semuanya dan merasakan semuanya. Dan Dia tergerak dengan belas kasihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi tidak ada kesedihan dalam hidup-Nya seperti pengalaman yang dicatat dalam ayat-ayat ini. Ini pernah disebut pencobaan terakhir-Nya. Pengalaman duka dan kesedihan ini begitu parah, sehingga hampir membunuh-Nya, Dia benar-benar berkeringat darah. Ini adalah pengalaman sangat penting dalam kehidupan Tuhan kita, di tengah malam, pada hari Jumat itu. Biar saya membacakannya mulai dari ayat 32.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan pergilah mereka ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Dan Yesus berkata kepada murid-muridnya, “Duduklah di sini sementara Aku berdoa.” 33 Dan Dia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya, dan mulai merasa sangat tertekan dan gelisah. 34 Dan Dia berkata kepada mereka, “Jiwaku sangat sedih, seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” 35 Selagi maju sedikit, Dia jatuh ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, jam itu berlalu dari pada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“36 Kata-Nya, “Ya Abba, Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Ambillah cawan ini dari pada-Ku. Tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” 37 Dan Dia datang kembali dan mendapati mereka sedang tidur, dan Dia berkata kepada Petrus, “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga satu jam? 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah agar kalian tidak jatuh ke dalam pencobaan. Roh memang mau nurut, tetapi daging itu lemah. 39 Lalu Dia pergi lagi dan berdoa mengucapkan kata-kata yang sama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“40 Dan waktu Dia datang kembali Dia mendapati mereka sedang tidur, karena mata mereka sangat berat, dan mereka tidak tahu harus menjawab apa. 41 Kemudian Dia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka, “Apakah kalian masih tidur dan beristirahat? Cukuplah; saatnya telah tiba. Anak Manusia dikhianati ke tangan orang berdosa. 42 Bangunlah, marilah kita pergi; lihatlah, pengkhianat-Ku sudah dekat.” Yesus tahu Yudas sudah datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pertempuran hebat. Yesus berkata, “Jiwaku sangat sedih sampai mati.” <b>Ayat 32</b>, “Mereka datang” - “mereka” berarti Yesus dan ke-11 murid, Yudas sudah pergi untuk merencanakan penangkapan Yesus beberapa saat kemudian. Yesus dan ke-11 murid meninggalkan tempat di mana mereka merayakan Pelewatan dan Perjamuan Kudus. Ayat 26 mengatakan pada akhir Kamis malam, sekitar tengah malam, “Mereka menyanyikan sebuah nyanyian rohani, dan pergilah mereka ke Bukit Zaitun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tengah jalan Yesus berkata, "Kalian semua akan jatuh; kalian semua akan tersandung; kalian semua akan tersebar; kalian semua akan menyangkal Aku pada akhirnya.” Mereka tidak percaya. Ayat 31, “Petrus berkata, “Sekalipun aku harus mati, aku takkan melakukan itu. Dan semua yang lain berkata demikian juga.” Yesus memperingatkan mereka tentang kelemahan mereka, tentang bahaya, dan tentang pencobaan yang akan datang. Itu adalah percakapan mereka saat mereka menuju ke Bukit Zaitun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tiba di taman ini. Itu bernama Getsemani, yang berarti pers zaitun. Itu adalah Bukit Zaitun. Mereka menanam zaitun di sana bahkan sampai hari ini. Ketika mereka tiba di sana, "Dia berkata kepada murid-murid-Nya, Duduklah di sini sampai Aku berdoa.” Tetapi bukan itu saja yang Dia katakan. Menurut Lukas 22:40 Dia juga berkata, "Berdoalah agar kalian tidak jatuh ke dalam pencobaan.” Gunakan doa sebagai sarana untuk mengatasinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 33</b>, “Ia membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes serta-Nya.” Mengapa? Dia meninggalkan delapan dari mereka di pintu masuk, dan membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes lebih dalam ke taman, yang berarti itu adalah taman besar. Mereka adalah para pemimpin. Yakobus dan Yohanes, merasa bahwa mereka dekat dengan Yesus. Dan Petrus adalah pemimpin yang diakui. Dan mereka perlu belajar suatu pelajaran. Jadi, Yesus memanggil mereka untuk pergi bersama-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Kristus sendiri perlu berdoa waktu ada pencobaan, betapa banyak lagi kita perlu berdoa? Karena Dia dicobai dalam semua hal sama seperti kita, namun tanpa dosa, Dia menggunakan kuasa dan perlindungan Alah Bapa. Berapa banyak lagi kita membutuhkan itu? Dalam perjalanan, ayat 33 mengatakan, "Dia mulai merasa sangat tertekan dan bermasalah." Apakah yang menekan-Nya? Apakah ada sesuatu yang tidak diketahui-Nya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, ada pengalaman yang tidak pernah Dia alami, dan Dia akan mengalaminya. Apakah yang menyebabkan perasaan penderitaan seperti ini? Nah, kesedihan yang mempengaruhi Dia sekarang adalah sesuatu yang melampaui itu. Itu adalah antisipasi mengalami murka Bapa dan merangkul peran menjadi korban untuk dosa. Dia tidak pernah tahu murka Allah. Dia tidak pernah tahu keterasingan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dicobai oleh keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup yang dikatakan Alkitab. Dia tidak memiliki itu. Dia sepenuhnya manusia tetapi tidak memiliki keberdosaan manusia. Tidak ada sesuatu dalam sifat-Nya yang tertarik pada dosa. Karena itu, pencobaan-Nya tidak menyerang-Nya pada titik dosa sebagai kelemahan-Nya, seperti halnya bagi kita. Itu menyerang-Nya pada titik kekudusan. Dalam pencobaan ini, Setan berada di sisi kekudusan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bergumul karena kuasa kejahatan dalam sifat kita begitu kuat. Kami bertempur melawan dorongan internal yang selalu ada dan tidak suci. Dan kita berjuang untuk melakukan apa yang benar, untuk memahami kebenaran. Tidak demikian halnya dengan Yesus. Dia berjuang dengan cara yang berlawanan karena sifat kudus-Nya, kemurnian-Nya tanpa dosa, karena kebenaran-Nya dan ketaatan-Nya yang total kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan jelas ditunjukkan dalam Kitab Suci bahwa kebenaran itulah adalah motif tunggal dan dorongan hati kudus-Nya, dan apa yang Allah minta untuk dilakukan adalah merangkul dosa sebagai pembawa dosa - bukan sebagai pendosa, tetapi sebagai pembawa dosa untuk mengalami murka Allah karena dosa, untuk menerima hukuman ilahi. Yesus bergumul karena kuasa kekudusan-Nya menolak Dia menjadi pembawa dosa dan menerima murka Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tingkat murka ilahi itu sangat mengejutkan karena Tuhan kita akan menerima murka keabadian. Hukuman ilahi abadi. Dia menerima murka kekal itu untuk setiap orang berdosa yang baginya Dia mengorbankan diri-Nya, Bagi berjutaan orang berdosa yang untuknya Ia mati, Ia menerima jutaan murka keabadian. Dan Dia benar-benar tak ternoda dan terpisah dari orang berdosa, dan bagaimana ini bisa terjadi? Itulah mengapa perjuangan-Nya besar sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 34</b> mengatakan, "Jiwaku sangat sedih," secara harfiah dikelilingi kesedihan. Dia dilanda kesedihan ini sampai mati. Dia tidak pernah mengatakan iya terhadap perasaan bersalah. Dia tidak pernah mengatakan iya untuk menanggung dosa. Dia tidak pernah mengatakan iya untuk hukuman. Kenyataannya, penderitaan-Nya begitu besar dalam pergulatan sifat-Nya sendiri dan meningkat dalam beberapa hal oleh Setan, yang berusaha mempengaruhi-Nya untuk menghindari salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 22:43 mengatakan, “Allah mengutus malaikat untuk menguatkan Dia.” Seberapa parahkah itu? Lukas 22:44 mengatakan perjuangannya sangat besar, tekanan pada bentuk fisik-Nya begitu besar sehingga Ia mulai berkeringat tetesan darah. Di bawah tekanan yang luar biasa, kapiler mengembang, dan meledak, dan kemudian darah keluar dari kelenjar keringat. Dan ini adalah titik maksimal dari stres manusia. Dan malaikat harus menguatkan nyawa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Tinggallah di sini," kata-Nya di <b>ayat 34</b> "dan berjaga-jaga." Dan Dia meninggalkan ketiganya di taman. Dan <b>ayat 35</b>, “Dia sedikit lebih jauh dari mereka.” Dan Lukas 22: 41 mengatakan, “Dia pergi selempar batu jaraknya. Dan Dia jatuh ke tanah dan Dia mulai berdoa agar jika mungkin, jamnya berlalu.” Itulah saatnya kuasa kegelapan, mulai dari semua penderitaan itu yang menuju dan termasuk kayu salib-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang berkata, “Bukankah ini menunjukkan keengganan untuk mematuhi Bapa-Nya?" Nah seandainya Dia tidak bereaksi seperti ini, kita akan bertanya-tanya apakah Dia kudus, benar? Inilah satu-satunya yang mungkin dari orang suci tentang pemikiran menanggung dosa, rasa bersalah dan penghakiman. Kami tidak memiliki kebencian sempurna untuk dosa; Yesus memiliknya. Permohonan-Nya sangat konsisten dengan sifat-Nya sebagai Tuhan. Tidak heran Ia hampir mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan kata-katanya diberikan di sini. Ini adalah doa-Nya yang sebenarnya, itu permohonan yang penuh semangat. Dia berkata dalam <b>ayat 36</b>, “Abba! Bapa! ”Tidak ada orang Yahudi yang akan memanggil Allah itu Bapa, apalagi memanggilnya Abba. “Semua hal mungkin bagi Engkau," kata-Nya. Itu adalah fakta absolut. Tidak ada sesuatu yang Allah tidak berkuasa melakukannya dan memiliki hak istimewa untuk melakukannya. Dia dapat melakukan apa saja yang Dia inginkan di seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, Allah tidak dapat membiarkan Kristus kehilangan kayu salib. Jika Yesus tidak pergi ke kayu salib, maka kita memiliki masalah besar. Setan menang; dan tidak ada orang yang diselamatkan dan surga kosong; neraka penuh; Alkitab tidak benar; janji-janji Allah adalah dusta dan tidak ada keselamatan. Allah berkata sendiri bahwa tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa. Allah tidak bisa menyangkal firman-Nya. Dia selalu memenuhi janji-janji-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Permintaan itu tetap jelas. Kita tahu apa yang ada di hati Yesus, "Ambillah cawan ini dari-Ku." Cawan itu adalah simbol murka ilahi dari Perjanjian Lama. Kalian dapat melihat itu dalam Mazmur 11, Mazmur 75, Yesaya 51, Yeremia 25, Yeremia 49, Ratapan 4, dan tempat-tempat lain. "Biarlah cawan murka ini diambil dari Aku." Tuhan kita mengacu pada hal itu dalam Matius 20:22 ketika Dia berkata, "Dapatkah kalian minum cawan yang harus Kuminum?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya, dalam Yohanes 12, masalah tentang kematian-Nya itu muncul. Dia berkata, "Aku akan mati." Bahkan Dia memberikan ilustrasi tentang itu di ayat 24, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, itu tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah.” Maksudnya, “Aku harus mati untuk menghasilkan buah yang telah Allah tetapkan.” Kemudian Dia berkata di Yohanes 12:27, “Sekarang jiwa-Ku penuh kesukaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Sebab untuk tujuan ini Aku datang ke jam ini.” Dia tahu hal itu. Jadi, inilah resolusi kemenangannya, “tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Pada akhirnya, itulah yang selalu dikatakan Yesus, “Aku hanya melakukan apa yang dikatakan Bapa kepada-Ku, yang ditunjukkan kepada-Ku, yang diinginkan dari-Ku, dan apa yang saya lihat Bapa lakukan. Aku hanya mengikuti arahan-Nya.” Bahkan ketika Dia baru 12 tahun, “Aku harus melakukan urusan Bapa-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, dalam kengerian perjuangan yang menyiksa itu, Dia mulai berpikir tentang para murid. Kita melihat nasihat yang penuh kasih sayang itu. <b>Ayat 37</b>, “Dia datang dan mendapati mereka sedang tidur.” Petrus, Yakobus, dan Yohanes. "Dia berkata kepada Petrus, 'Simon,' sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga selama satu jam?” Lukas sebenarnya menambahkan sesuatu yang membantu, “Mereka tertidur karena kesedihan.” Di manakah kerajaan itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita memperingatkan mereka dalam <b>ayat 38</b>, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, agar kalian tidak jatuh ke dalam pencobaan.” Intinya adalah ini, di tengah-tengah penderitaan yang paling berat dari seluruh keberadaan-Nya, Ia memperhatikan kita. Nah, itu jenis Imam Besar yang kita semua butuhkan, benar? Seorang Imam Besar yang penuh kasih, yang di tengah-tengah perjuangan supranatural, kembali karena Dia peduli dengan kerohanian para murid-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 39</b>, “Lalu Dia pergi, dan Dia berdoa, mengucapkan kata-kata yang sama.” Seperti dalam ayat 36, "Abba! Bapa! Semua hal mungkin bagi Engkau; ambillah cawan ini dari Aku; tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”Dia tidak berdoa selama enam detik. Dia mengulangi kata-kata itu yang menyakitkan selama mungkin beberapa jam. Tetapi Dia kembali ke doa yang sama. Dia hanya memotong doa itu karena Dia khawatir tentang kerohanian mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 40</b>, “Dan ketika Yesus kembali lagi, dan masih kuatir. Dia berhenti berdoa lagi dan keluar dari perjuangan besar ini. Dan Dia mendapati mereka tidur lagi, karena mata mereka sangat berat; dan mereka tidak tahu harus menjawab apa.” Dan kemudian Dia kembali untuk berdoa lagi. Dan Dia mengatakan hal yang sama lagi. Tiga kali Dia mencurahkan isi hati-Nya, dan memohon, "Ambillah cawan ini dari-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 41</b>, “Ketiga kalinya Dia datang, dan berkata kepada mereka, 'Apakah kalian masih tidur dan beristirahat?'” Jadi, kita telah melihat penderitaan dan permohonan itu. Ada ucapan terakhir yang muncul dalam beberapa ayat terakhir, pengajuan kemenangan. Dia tunduk pada kehendak Allah Bapa dalam ketiga siklus doa itu. Namun akhirnya Dia keluar dengan penuh kemenangan. Godaan terakhir sudah selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tengah ayat 41 Yesus berkata, "Sudah cukup." Godaan berakhir, perjuangan sudah selesai, doa selesai, jawabannya jelas. “Saatnya sudah tiba.” Maksudnya tibalah waktunya sekarang. Dia berkata, “Lihatlah, Anak Manusia dikhianati ke tangan orang-orang berdosa.” Ada rombongan yang datang yang terdiri dari Sanhedrin Israel, dan juga tentara. Ada sebanyak 600 tentara Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana bisa Allah membiarkan Kristus diserahkan kepada orang berdosa yang akan membunuh-Nya? Itulah tepat masalah yang Dia perjuangkan. Tetapi Dia melangkah dengan kemenangan dalam <b>ayat 42</b>, "Bangunlah, marilah kita pergi." Dia berdarah namun Dia tidak takut dan Dia memerintah. “Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.” Yudas datang ke atas bukit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 43</b> menggambarkan rombongan itu dengan pedang - mengapa? Karena mereka semua takut jika orang banyak di Yerusalem tahu, mungkin ada revolusi besar untuk melindungi Yesus, dan mereka membutuhkan kekuatan ini untuk memadamkan kerusuhan. Yesus menghadapi mereka. Menurut Yohanes 18 Yesus maju, "Siapakah yang kamu cari?" Mereka berkata, "Yesus dari Nazaret." Dia berkata, "Akulah Dia." Dan mereka semua langsung jatuh ke tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang menyebabkan Yesus keluar dengan penyerahan kemenangan itu? Jawabannya adalah dalam Ibrani 5:7, “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.” Yesus mempercayakan diri-Nya kepada Allah, yang mampu menyelamatkan-Nya dari maut dan akan melakukan itu karena Ia kudus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Apr 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190407</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000069</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bahtera Nuh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000068"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+6:13-22" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 6:13-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita mempelajari Kejadian 6:13-22. Kita sudah tahu bahwa Allah akan menghancurkan dunia. Pesan dalam 12 ayat pertama memberi tahu kita bahwa penghakiman itu akan datang. Berulangkali Allah, pencipta yang abadi dan kudus serta pendukung alam semesta, bertindak dalam sejarah dengan dua cara: satu, orang berdosa dihakimi, dan dua, Ia menyelamatkan orang berdosa yang telah ditebus dari penghakiman. Inilah kisah penebusan alkitabiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Kejadian 6 - 9 menggambarkan air Bah itu. Ini adalah hukuman malapetaka atas seluruh dunia yang menghancurkan seluruh umat manusia dan pada dasarnya adalah peninjauan sebelumnya dari penghakiman akhir sejarah. Dalam Perjanjian Baru, Yesus dalam Matius 24:37-39, dan Lukas 17:26-30, menggambarkan penghakiman yang akan datang pada kedatangan Anak Manusia itu sebagai suatu kejadian seperti penghakiman pada zaman Nuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti yang telah kita pelajari, sekitar 1650 tahun dalam sejarah manusia, air bah itu datang. Allah menghancurkan seluruh umat manusia, menenggelamkan mereka semua dan itu adalah contoh dari apa yang akan Dia lakukan pada akhir zaman dengan api. Kita sekarang lebih dari 4.500 tahun setelah air bah dan penghakiman itu belum datang tetapi itu pasti akan terjadi. Dan ada banyak orang Kristen yang menolak catatan Alkitab tentang air Bah seluruh dunia dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada jenis teologi baru ini yang pada dasarnya mengatakan bahwa orang-orang di seluruh dunia yang tidak pernah membaca Alkitab atau yang tidak pernah mendengar Injil akan diselamatkan karena Allah itu terlalu baik. Dia terlalu berbelas kasihan untuk menghancurkan semua orang ini. Nah, jika Anda berpikir itu benar, maka Anda pasti kesulitan untuk menjelaskan bagaimana Allah menenggelamkan seluruh dunia pada zaman Nuh dan menyelamatkan hanya delapan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi memang benar bahwa dalam penghakiman Allah selalu membedakan antara orang jahat dan orang benar. Dia melakukan itu di Mesir. Allah memberikan instruksi tentang meletakkan darah dari domba Pelewatan itu di tiang pintu, dan jika orang-orang itu menunjukkan kepatuhan mereka dengan menaruh darah itu di sana, malaikat maut akan melewati rumah mereka sementara anak-anak sulung di rumah-rumah lain dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Tuhan Yesus berbicara tentang pembedaan ini dalam penghakiman. Dia mengatakan bahwa Allah Bapa telah menugaskan semua penghakiman kepada-Nya dalam Yohanes 5:28-29, “saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Allah selalu membedakan kita yang adalah milik-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kalian datang ke kehidupan Nuh, umat manusia itu benar-benar dan terus-menerus jahat. Allah memutuskan untuk menghancurkan semua umat manusia tetapi ada perbedaan. Jadi setelah menentukan bahwa Dia akan menghancurkan, Dia memberi tahu Nuh tentang fakta bahwa Dia akan menghancurkan seluruh dunia tetapi menyelamatkan Nuh, istrinya, ketiga putranya dan istri-istri mereka. Dan melalui itu, Allah tetap memelihara janji asli-Nya kepada Adam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bagaimana Allah akan melindungi Nuh dan keluarganya dalam bencana ini? Jawabannya adalah kisah sejarah yang nyata tetapi kalian juga memiliki gambaran yang indah tentang bagaimana Allah menyelamatkan milik-Nya di tengah-tengah penghakiman. Dalam kisah ini Nuh tidak pernah mengatakan apa pun juga. Dia tidak berbicara dalam Kejadian enam, tujuh, delapan dan sembilan sampai air Bah itu datang dan menghilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika pada akhirnya dia berbicara, kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya, itu adalah kutukan pada cucunya, Kanaan. Dan apa yang kita pelajari melalui pasal-pasal ini adalah bahwa ini semuanya tentang Allah, dan bukan tentang Nuh. Ini semua tentang tujuan berdaulat. Ini semua tentang Allah yang mahakuasa dan kudus yang bertindak, menghakimi dan menyelamatkan. Nuh tidak pernah mengatakan apa-apa tetapi dia melakukan semua yang diperintahkan Allah kepadanya. Dan disini terdapat bukti kebenaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk pertama kalinya Allah berbicara dalam <b>ayat 13</b>, “Dan Allah berfirman kepada Nuh, “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri segala mahluk, karena bumi dipenuhi kekerasan melalui mereka. Lihatlah, Aku akan membinasakan mereka dengan bumi.” Allah secara pribadi memberi tahu Nuh tentang kedatangan penghakiman ilahi. Dan satu-satunya tanggapan dari Nuh selama seluruh laporan ini adalah untuk melakukan persis apa yang diperintahkan Allah kepadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita lihat penyelamatan itu dalam ayat 14-16. Allah tahu hati Nuh. Dia tahu bahwa Nuh dan keluarganya benar. Dia tahu tujuan-Nya sendiri bagi mereka dan karena itu Ia menyuruh Nuh untuk melakukan sesuatu. Ingatlah, Dia belum mengatakan apa pun tentang air Bah itu. Dia belum mengatakan apa-apa tentang air. Dan Nuh membangun sebuah bahtera di tengah-tengah daerah itu, di tempat dimana tidak ada lautan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-16</b>, “Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir," ini bukan perahu. “Buatlah kamar-kamar di bahtera itu, dan tutupilah itu dengan pakal dari dalam dan dari luar. 15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: 300 hasta panjangnya, 50 hasta lebarnya, dan 30 hasta tingginya. 16 Buatlah jendela untuk bahtera itu dan selesaikannya sampai setengah hasta dari atas; dan pasanglah pintu di sisinya; dan buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah mulai memberi tahukannya cara membangun bahtera itu. Itu kata 'tebahin' dalam bahasa Ibrani. Itu artinya sebuah kotak besar. Nuh tahu seperti apa perahu itu, tetapi bukan itu permintaan Allah untuk dibangun. Dia mengatakan bangunlah sebuah kotak kayu persegi panjang yang besar. Itu tidak dirancang untuk berlayar dan tidak dirancang untuk digerakkan. Itu hanya dirancang untuk mengambang. Tidak ada dayung, tidak ada layar, dan tidak ada muallim. Itu hanya sebuah kotak yang sangat besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kata ‘bahtera’ ini jarang digunakan dalam Perjanjian Lama. Hanya satu kali digunakan dalam Keluaran 2. Ini adalah kisah Musa. Untuk melindungi Musa, ibunya dalam Keluaran 2: 3-4 mengatakan, "Jadi dia memberinya bahtera pandan," kata yang sama. "Sebuah kotak kecil terbuat dari alang-alang dan dipakalnya dengan gala-gala dan ter. “4 Dan kakaknya perempuan berdiri di tempat agak jauh untuk melihat apakah yang akan terjadi padanya.” Mereka tidak tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sistem bimbingan di dalamnya, itu hanya ada di sungai saja. Dan ingat ceritanya; putri Firaun turun untuk mandi di sungai Nil bersama para dayangnya yang sedang berjalan di tepi. Dia melihat bahtera itu, kata yang sama, di antara alang-alang, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya dan Anda tahu ceritanya dari situ. Allah mengendalikan keranjang buluh kecil itu yang mengambang Musa diatas air.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kedua kasus itu Allah melindungi bahtera-bahtera ini dari kematian dengan tenggelam. Dan Dia menyediakan itu untuk dua pria yang luar biasa. Nuh, yang akan menjadi ayah dari kemanusiaan baru dan Musa yang menjadi ayah dari bangsa baru. Nuh yang akan memimpin umatnya ke dunia baru dan Musa yang akan memimpin umatnya ke tanah baru. Dua pengkhotbah, dua pemimpin umat baru yang dilindungi dari kematian tenggelam oleh bahtera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Materi yang dipakai, kembali ke Kejadian 6, adalah kayu gofir. Kita tidak tahu apa itu. Sekarang membangun sebuah kotak adalah satu hal. Membangun kapal adalah hal lain. Dan tidak ada orang yang pernah membangun kapal sebesar itu. Ini sangat besar. Dan Nuh bukan pembuat kapal. Tapi ini bukan kapal. Rencananya sederhana; buatlah itu panjanglah 300 hasta, lebarnya 50 hasta dan tingginya 30 hasta. Tidak ada sudut, tidak ada lengkungan, hanya sebuah kotak saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah tugas yang sangat besar. Itu adalah persegi panjang besar yang terbuat dari kayu. Tidak mungkin keluarga itu sendiri dapat membangun sesuatu sebesar itu sehingga dia mungkin menggunakan sekelompok orang yang ahli dalam pembangunan. Dan kemudian Tuhan menjadikannya sedikit lebih rumit, Aku ingin Anda membuat ribuan kamar-kamar dan kompartemen disana. Dan kamar-kamar itu berada di tiga tingkat. Dan kemudian Anda harus menutupinya dengan pakal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita lihat ukuran bahtera itu. Itu harus panjangnya 300 hasta, lebarnya 50 hasta dan tingginya 30 hasta. Satu hasta adalah sekitar 18 inci. Jadi panjangnya 450 kaki, lebarnya 75 kaki dan tingginya 45 kaki. Ini adalah persegi panjang dengan bagian bawah yang rata, sisi yang rata dan ujung yang rata. Bahtera ini adalah kapal terapung terbesar yang pernah dibangun hingga abad ke-19. Itu tidak pernah terdengar. Tidak ada yang bisa membayangkan atau berharap membangun bahtera sebegitu besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang dipelajari pembuat kapal setelah membangun banyak kapal sepanjang sejarah manusia adalah bahwa sangat penting bagi sebuah kapal untuk memiliki perbandingan tertentu supaya stabil di dalam air. Ini masih standar untuk kapal-kapal besar. Dan perbandingan itu haruslah 6:1 sampai 8:1 panjang ke lebar. Tahukah Anda bahwa perbandingan bahtera itu adalah 6:1? Nuh bukan pembuat kapal dan tidak ada yang pernah melihat kapal sebesar itu, tetapi Allah tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Henry Morris, yang adalah seorang insinyur dan ilmuwan, menyimpulkan bahwa bahtera itu sangat stabil sehingga itu akan terbalik hanya saat itu hampir vertikal. Juga bahtera itu memberikan kapasitas kargo sepertiga lebih besar dari kapal sejenis yang lambungnya miring. Dan tonase kotor bahtera itu adalah 14.000 ton. Ruang internalnya adalah 100.000 kaki persegi. Dan volumenya total adalah 1,5 juta kaki kubik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahtera itu cukup besar untuk membawa dua dari setiap jenis binatang yang bernafas udara di dunia. Dan Anda bisa melakukan itu memakai setengah ketiga tingkat itu. Dan sisanya digunakan Nuh dan keluarganya. Dan ada lima pasang binatang tambahan, kita akan temukan nanti, yang dirancang untuk pengorbanan. Hanya Allah memiliki konsep pembangunan sesuatu yang sangat besar yang mampu mengapung. Dan waktunya 120 tahun sebelum air bah itu datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi saya ini adalah bukti integritas karakter ilahi Alkitab. Seandainya Musa mengarang kisah air Bah itu, mereka tidak mungkin dapat membayangkan atau merancang sebuah kapal sebesar itu di dunia kuno. Mereka tidak mungkin bisa merancang ini dari pengalaman mereka. Tetapi Allah menyuruh Nuh untuk membangun bahtera dengan dasar rata tanpa kemudi; Tuhan sendiri akan menjadi kemudinya. Dan semua orang di keluarga itu pergi naik kapal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelayaran tanpa pelabuhan dan itu akan berlangsung selama 371 hari. <b>Ayat 16</b> mengatakan, “Buatlah jendela untuk bahtera itu, apakah itu? Kata 'soharis' digunakan di sini dan digunakan juga dalam Kejadian 8: 6 pada akhir 40 hari ketika jendela bahtera itu dibuka. Hujan turun selama 40 hari dan kemudian hujan berhenti. Pada saat itu bumi sudah begitu banjir sehingga mereka berada di sana selama setahun sebelum banjir itu surut seluruhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tampaknya ini berhubungan dengan beberapa sumber kuno itu berarti cahaya. Beberapa orang telah menerjemahkannya sebagai atap. Tapi lebih baik dilihat sebagai jendela atau lebih baik pembukaan. <b>Ayat 16</b>, “selesaikanlah sampai satu hasta dari atas." Jadi atapnya miring dan di mana atap melampaui dan melewati sisi bahtera ada celah sebesar 18 inci. Ventilasi yang mengelilingi mungkin adalah cara terbaik untuk memahaminya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu ada di bawah serambi dan bisa ditutupi dengan bahan tertentu saat hujan. Dan bahan itu kemudian bisa digulung atau dihilangkan ketika hujan sudah berhenti. Jadi benar-benar ada pembukaan 18 inci, satu setengah kaki, di sekeliling bahtera itu supaya ada cahaya dan ventilasi, dan itu hanya terputus-putus oleh tiang-tiang yang menopang atap itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Nuh diperintahkan untuk membuat pintu. Di tengah <b>ayat 16</b>, "Pasanglah pintu bahtera, hanya satu pintu, di sisinya.” Banyak orang mengartikan bahtera ini sebagai analogi dengan Tuhan Yesus Kristus dimana di dalamnya ada keselamatan. Memang benar bahwa Dia adalah satu-satunya pintu yang tersedia tetapi Dia sebenarnya adalah bahtera keselamatan dan penghakiman itu. Dan mereka hanya membutuhkan satu pintu dan begitu mereka menutupnya, tidak ada yang dapat masuk ke kapal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Nuh belum tahu tentang binatang-binatang itu; dia belum mendengar hal itu, tetapi kita tahu. Dan Tuhan kemudian memberi dia alasannya. <b>Ayat 17</b>, “Dan lihatlah, Aku sendiri akan membawa air Bah itu ke bumi, untuk menghancurkan semua mahluk yang di dalamnya ada nafas kehidupan di bawah langit; segala sesuatu yang ada di bumi akan mati.” Disinilah disebut kata air Bah, 'mabule'. Ini adalah istilah yang hanya digunakan dalam Kejadian 6-9 untuk menggambarkan air Bah besar ini di seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merujuk secara eksklusif pada air Bah di Kejadian. Ini hanya digunakan satu kali lagi di seluruh Perjanjian Lama. Allah mencadangkan kata ini dan hanya satu kali lagi digunakan dalam Mazmur 29:10, "Tuhan duduk sebagai Raja di saat air Bah." dan ini mengacu kembali kepada kejadian ini. Jadi ini adalah kata unik, kata terisolasi yang hanya digunakan untuk air Bah ini. Ini adalah air Bah yamg melebihi semua banjir, air Bah yang tidak dapat dibandingkan dengan bencana air jenis apa pun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan mengatakan bahwa Dia membawa Air Bah ini ke bumi untuk menghancurkan semua mahluk yang ada nafas kehidupan. Sekali lagi Alkitab itu sangat spesifik. Kejadian 7: 21-22, “Lalu binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi. Burung-burung, ternak dan binatang dan segala binatang merayap yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini terbatas untuk semua makhluk yang bernafas udara, tapi tidak termasuk mereka yang ada di dalam air. Dan Dia mengatakannya lagi di akhir ayat 17, "Segala sesuatu yang ada di bumi akan binasa.” Nah bagaimana orang bisa menyimpulkan bahwa hanya terjadi banjir lokal? Ada sekitar 75 referensi dalam empat bab ini yang membuatnya tidak mungkin untuk menyimpulkan apa pun selain ini adalah air Bah global. Ini membicarakan kematian umat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan lain itu adalah air Bah seluruh dunia karena kedalaman banjir itu. Air Bah itu setidaknya berada di atas gunung Ararat yang tingginya 17.000 kaki. Di seluruh dunia Anda dapat menemukan bukti banjir. Tuhan berkata dalam 1 Petrus 3:20, "Allah menenggelamkan seluruh dunia dan menyelamatkan delapan jiwa," Yesus berkata ketika Anak Manusia datang itu keadaannya adalah ketika air Bah datang. Dia akan menghancurkan seluruh dunia orang fasik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan berkata dalam <b>ayat 18-19</b>, “Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.” Allah tahu persis siapa yang akan diadili dan siapa yang tidak. Nuh dibenarkan dalam ayat 9, "Dia benar." “19 Dan dari segala makhluk yang hidup, haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama kalian; mereka adalah jantan dan betina</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahasa dalam ayat 19 sangat mirip dengan bahasa penciptaan Kejadian 1. Nah ingatlah binatang-binatang, “Haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera.” Anda tidak perlu mencari mereka karena Tuhan akan mengumpulkannya untuk Anda. <b>Ayat 20</b>, “Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di <b>ayat 21-22</b>, “Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka. 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.” Dan mereka semua masih vegetarian. Dan Allah berbicara kepada Nuh dalam bagian ini tujuh kali. Orang percaya sejati ditandai oleh kehidupan kepatuhan, benar? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Mar 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190331</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000068</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penghancuran Manusia dalam Air Bah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000067"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+6:5-12" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 6:5-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita membicarakan alasan penghakiman Allah atas seluruh dunia, Air Bah yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi. Masyarakat kita bekerja keras untuk melestarikan masa depannya, melestarikan lingkungan, melestarikan ras manusia, dan melestarikan binatang. Orang-orang berusaha untuk menaklukkan penyakit, berusaha mencari jalan untuk memperpanjang hidup manusia. Tapi itu semua tidak akan berhasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada kekuatan manusia untuk menghentikan kehancuran yang tak terhindarkan dari umat manusia dan bumi serta alam semesta seperti yang kita kenal. Alkitab memberi tahu kita bagaimana sejarah akan berakhir. Itu akan berakhir ketika Tuhan Yesus kembali, menghancurkan semua orang fasik, dan membangun Kerajaan-Nya. Pada akhir Kerajaan itu, seluruh surga dan bumi seperti yang kita tahu akan lenyap dan digantikan dengan keadaan abadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu seluruh umat manusia akan dihancurkan. Hanya mereka yang adalah milik Allah akan lolos dari kehancuran itu. Dunia seperti yang kita tahu ini belum berumur milyaran tahun, dan tidak akan berlanjut hingga miliaran tahun lagi. Ini bukan alam semesta yang secara seragam mempertahankan dirinya sendiri selamanya tanpa bencana dan gangguan. Alam semesta seperti yang kita tahu hanya berumur sekitar 4.500 tahun setelah Air Bah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian ini mengubah karakter langit dan bumi secara dramatis. Itu juga menghancurkan seluruh umat manusia, kecuali delapan orang sehingga seluruh umat manusia dimulai lagi dari delapan orang itu. Dan kehancuran itu terjadi sekitar 1650 tahun setelah penciptaan asli, jadi seluruh alam semestsa berusia sekitar 6500 tahun. Di sini kita berada 4.500 tahun sesudahnya di tepi bencana lain yang akan membunuh seluruh umat manusia yang tidak saleh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebohongan besar dari evolusi adalah bahwa semuanya selalu berlanjut dengan cara yang sama. Itulah kebohongan yang meluas dalam filsafat manusia. Lihatlah 2 Petrus 3: 1-2, “Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2 supaya kalian mengingat akan perkataan yang dulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat oleh rasul-rasulmu kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus berkata, saya ingin membawa kalian kembali ke wahyu ilahi, dan di sana kalian akan menemukan bagaimana sejarah akan berakhir. Dalam ayat 3 ia berkata, “Yang terutama harus kalian ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.” Ayat 4, “Di manakah janji kedatangan-Nya itu? Karena sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap berlanjut seperti sejak awal penciptaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 mengatakan, “Mereka sengaja mengabaikan fakta ini, bahwa langit telah ada sejak dulu, dan bumi terbentuk dari air dan melalui air oleh firman Allah.” Mereka sengaja mengabaikan Firman Tuhan. Mereka lupa bahwa ada air bah besar di seluruh dunia yang menenggelamkan bumi. Mereka sengaja mengabaikan hal itu, itu ada di dalam Alkitab, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan, seperti yang kita akan lihat waktu kita mempelajari Air Bah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan menciptakan planet bumi di antara dua massa berair. Yang satu berada di atas bumi, dan yang lain di bawah bumi di lokasi dibawah tanah. Dan dengan air yang mengelilingi bumi di atmosfer, dan air yang berada di bagian bawah bumi dikatakan di ayat 6, “Dan melalui hal-hal ini dunia pada waktu itu dibanjiri air bah dan binasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal tidak berlanjut dari awal sebagaimana adanya. Dunia sebelum Air Bah, dunia dari Adam hingga Nuh, dunia itu binasa, dunia itu dihakimi dan dihancurkan melalui air bah itu. Ada juga bukti untuk air bah di seluruh dunia dalam geologi bumi, dalam stratifikasi bumi dan dalam fosil-fosil yang ditemukan. Grand Canyon adalah salah satu bukti dari banjir universal yang menutupi bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi manusia berdosa sengaja mengabaikan apa yang dikatakan Alkitab dan apa yang ditunjukkan oleh bukti untuk menipu diri mereka dengan berpikir bahwa tidak akan pernah ada penghakiman. Ayat 7 mengatakan, “Tetapi oleh firman-Nya yang sama, langit dan bumi yang sekarang ada disimpan untuk api, disimpan sampai pada Hari Pengadilan dan penghancuran orang-orang fasik.” Di masa depan, penghakiman adalah api yang menghancurkan semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang Allah lakukan di masa lalu pada dasarnya adalah apa yang Dia akan lakukan di masa depan. Satu-satunya perbedaan adalah Dia tidak akan menggunakan air, akan tetapi api. Jadi marilah kita kembali ke Kejadian 6. Mengapa Allah menghancurkan dunia waktu itu? Bukankah itu memberikan kita wawasan mengapa Dia akan menghancurkannya sekarang? Jawabannya adalah iya. Sebenarnya, inilah sebabnya Allah akan menghancurkan dunia dan mengapa Ia akan melakukan itu lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 6:5-7</b>, “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan terus-menerus, 6 maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu menyedihkan hati-Nya. 7 Berfirmanlah Tuhan: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia dan binatang dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal telah menjadikan mereka."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8-12</b>, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan. 9 Ini adalah generasi Nuh. Nuh adalah orang yang benar, dan tidak bercela di antara orang sesamanya. Nuh hidup berjalan dengan Allah. 10 Dan Nuh memiliki tiga putra, Sem, Ham, dan Yafet. 11 Adapun bumi sudah rusak benar di hadapan Allah, dan penuh dengan kekerasan. 12 Dan Allah melihat bumi itu, dan sungguhlah itu rusak benar, sebab semua orang menjalankan hidup yang rusak di bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti bagian ini sangat jelas. Penghakiman Allah jatuh pada manusia yang berdosa karena pemerosotan umat manusia itu semakin mengerikan. Allah sudah merencanakan untuk memusnahkan umat manusia, karena mereka semua melakukannya dan itu tidak dapat diperbaiki. Orang-orang pada waktu itu begitu jahat sehingga telah melibatkan diri dalam ikatan sesat dengan setan-setan. Iblis-iblis yang tinggal di dalam pria disambut oleh wanita yang merangkul setan-setan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan-setan masuk ke dalam pernikahan mereka, ke dalam keluarga mereka, dan membawa kejahatan ke dalam hidup mereka. Baik orang tua maupun anak-anak itu berada di bawah pengaruh dan kendali iblis. Mereka mungkin berpikir bahwa mereka telah lolos dari hukuman Allah, tetapi mereka tidak lolos. Yang terjadi pada mereka adalah ada pria perkasa, pria dengan reputasi. Setan dapat membuat prajurit yang ganas dari mereka, tetapi pada akhirnya mereka hanya manusia biasa saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terlepas dari kesaksian Adam, yang bisa memberi tahu mereka seperti apa keadaan firdaus itu sebelum mereka bertemu malaikat yang jatuh itu, Iblis, yang memberi tahu mereka betapa besarnya pengorbanan yang mereka harus bayar karena dosa mereka. Bahkan kesaksian Adampun tidak dapat menjauhkan mereka dari iblis. Kebohongan setan yang sama diberitahukan lagi, "Kalian tidak akan mati, dan kalian akan menjadi seperti Allah," dan mereka menyebabkan kehancuran diri mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan abadi dan makhluk yang lebih tinggi, itulah yang selalu dijanjikan oleh semua agama-agama palsu di dunia. Mitologi Yunani, orang yang hidup bersama dengan para dewa untuk menghasilkan pahlawan super seperti Herkules, semua pahlawan super ini dalam masyarakat kita dari Spiderman hingga Darth Vader. Setan selalu berusaha membuat kita hidup di dunia fantasi sehingga kita bisa mengatasi kemanusiaan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dapat dilakukan Setan itu hanyalah memperburuk dosa kita, menyebabkan keterasingan kita dari Allah itu lebih parah dan memperbesar penghakiman kita. Buku Kejadian tidak mengatakan apa-apa tentang penghakiman atas malaikat yang jatuh yang tinggal bersama dengan orang-orang ini karena Kejadian adalah kisah tentang manusia. Catatan tentang apa yang terjadi pada para malaikat jatuh itu, kita pelajari terakhir kali dalam 2 Petrus 2 dan Yudas 1: 6 -7, serta dalam 1 Petrus 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi di sini kita membicarakan kisah manusia. Di sini manusia begitu buruk sehingga ia mengikuti setan. Kita mendapatkan deskripsi lebih lanjut tentang keberdosaannya dalam ayat 5. Di sini kita sampai pada deskripsi utama pertama tentang kebejatan manusia. Ingatlah, bahwa sementara bagian itu menuduh manusia, itu juga meninggikan Allah. Sudah menjadi jelas bahwa Allah tidak dapat membiarkan dosa karena Ia benar-benar kudus dan adil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia akan bertindak secara konsisten dengan sifat kudus-Nya. Dalam ayat 5 - 12 bumi disebutkan delapan kali. Bumi akan dibersihkan Allah dari umat manusia yang buruk ini. Korupsi telah melampaui titik pemulihan atau toleransi. Dan Allah akan menenggelamkan bumi. Pertama-tama kita melihat apa yang dilihat Tuhan. Kemudian kita melihat apa yang dirasakan Tuhan. Kemudian kita melihat apa yang dikatakan Tuhan. Dan kemudian kita melihat apa yang Tuhan berikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu mahatahu. Segala sesuatu yang ada Dia tahu sepenuhnya dan selengkapnya. Ibrani 4:13 mengatakan, "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, tetapi segala sesuatu terbuka dan diletakkan di depan mata-Nya.” Tidak ada yang lolos dari pandangan-Nya, atau pengetahuan-Nya. Ini bukan melihat persepsi yang tiba-tiba. Ini adalah penglihatan dari kesadaran yang konstan. Jadi Tuhan sadar dan tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang mungkin berpikir bahwa roh-roh iblis itu dapat membantu mereka menghasilkan orang-orang masyhur. Tapi mereka bukan makhluk super, mereka hanya lebih banyak daging jahat saja. Sebelumnya mereka datang, ada orang-orang hebat lain yang disebut Nefilim, orang-orang kuat lainnya, dan mereka hanya menambahkan kepada mereka. Dan yang Allah tahu ketika Dia melihat orang-orang jahat ini, bukan hanya perilaku mereka, tetapi juga hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Definisi alkitabiah tentang apa yang salah dengan manusia sebenarnya bukan hanya perilakunya, itu hanya gejala. Apa yang salah dengannya adalah sifatnya. Dan Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia sangat besar di dunia. Dan di sini Dia langsung menuju inti masalahnya, ayat 5, "Bahwa kecenderungan hatinya hanya kejahatan terus-menerus.” Itu sampai ke dasar sifat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya ketika Allah menenggelamkan dunia, Dia hanya menyelamatkan delapan orang. Sisanya tidak memiliki kapasitas untuk mengubah sifat jahat mereka sendiri dan mereka menolak untuk mendengarkan Firman Tuhan, yaitu pesan dari Allah. Mereka dibiarkan dalam kondisi bejat. Ini kronis. Dan Air Bah tidak mengubah hal itu. Di Kejadian 8:21, sesudah Air Bah, Allah berkata, “maksud hatinya tetap jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah menenggelamkan seluruh umat manusia? Karena mereka bejat dan jahat keseluruhannya. Dalam ayat 11 - 12 dikatakan, “Bumi itu rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.” Apakah terjadi ketika semua perencanaan dalam hati hanya jahat terus menerus? Perilaku itu menjadi korup dan kekerasan terjadi di mana-mana. Pelanggaran hukum secara umum membuat orang-orang saling membenci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bahasa di sini benar-benar luar biasa: Semua manusia telah rusak dalam jalan mereka, setiap niat dari pikiran hati mereka hanyalah jahat terus menerus. Semua kata sifat, semua kata keterangan membicarakan kebejatan yang benar-benar inklusif. Dan itu termasuk setiap orang dan itu ada di dalam hati setiap orang sepanjang waktu. Dan kemudian kalian dapat menambahkan bahwa itu diperburuk oleh penyatuan bersama setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang masih dilihat Allah, dan tidak ada bedanya di masa kini. Satu-satunya orang yang tidak seperti itu adalah orang-orang yang telah ditransformasikan Allah. Dan kita harus bersyukur kepada Allah bahwa dengan anugerah-Nya sekarang ada lebih dari delapan orang. Ayat 6, “Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan Dia bersedih hati.” Allah tidak apatis terhadap dosa manusia. Dia tidak pernah tidak peduli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yehezkiel berkata bahwa Allah tidak senang dalam kematian orang fasik. Yeremia menangisi air mata Allah atas penghakiman yang akan datang. Yesus menangisi penghakiman atas Yerusalem dan Israel. Tuhan menyesal, katanya. Ada realitas dalam kesedihan Allah. Dalam 1 Samuel 15:11 Allah berkata, "Aku menyesal karena Aku telah menjadikan Saul raja, karena dia berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan perintah-perintah-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah menyesalinya? Karena Dia harus bertindak dalam keadilan kudus terhadap Saulus dan itu menyebabkan Allah sedih. Dia menyesal tentang apa yang telah dilakukan Saulus, penghakiman orang itu membuat-Nya sedih. Dan sebagian dari kesedihan itu bukan hanya kondisi orang itu, tetapi juga atas fakta bahwa Allah harus melakukan apa yang harus Dia lakukan. Allah bukan manusia sehingga Dia dapat mengubah pikirannya. Penghakiman itu harus dilakukan dan itu menyedihkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, justru karena Allah tidak mengubah pikiran-Nya, itulah sebabnya Dia sedih. Allah benar-benar berduka karena dosa dan benar-benar berduka oleh konsekuensi abadi yang diperlukan yang dibawa oleh pendosa itu kepada diri mereka sendiri. Inilah antropomorfis dalam arti kata bahwa Allah berbicara dalam istilah manusia dan itu adalah cara pamungkas kesedihan manusia untuk mengatakan, "Saya berharap orang itu tidak pernah tercipta.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Allah berdaulat dan iya, manusia bertanggung jawab. Allah tidak memaksa dia berdosa. Allah tidak ingin dia berdosa. Tetapi Allah tidak akan menerima alasan untuk dosanya, dan Dia juga tidak menyalahkan lingkungannya. Dan jika dia menolak Allah, maka neraka adalah satu-satunya penyelesaian dari Allah. Dan itulah sebabnya dikatakan di akhir ayat 6, "Dan Dia bersedih hati." Hati manusia hanya terus merencanakan kejahatan. Dan hati Allah itu sedih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan dunia dengan miliaran orang dan tidak ada satupun yang mau mengakui Dia, tidak ada yang berbalik dari dosa dan memeluk Allah yang benar. Kita belajar di ayat 3, Tuhan memberi mereka 120 tahun sebelum Air Bah itu datang. Dan selama waktu itu Nuh berkhotbah, dan dia berkhotbah bagaimana orang berdosa bisa menjadi orang benar dengan cara yang sama dengan orang berdosa di segala zaman menjadi orang benar, melalui pengakuan dosa, pertobatan dan pengampunan dosa dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama 120 tahun, tidak ada yang mendengar, hanya istrinya, tiga putra dan tiga istri mereka, delapan orang yang percaya. Nuh berkata akan datang banjir, dan mereka berkata apa itu banjir? Nuh berkata akan turun hujan dan air akan keluar dari tanah, dan mereka berkata air apa. Tidak ada yang pernah melihat banyak air. Nuh membangun bahtera yang sangat besar, dan mereka belum pernah melihat perahu. Tetapi Allah selalu mengatakan kebenaran dan Dia tidak pernah berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia seperti yang kita kenal adalah dunia setelah-Air Bah. Dan jika Allah bersabar dulu, apa yang akan Dia lakukan sekarang? Dulu itu 1650 tahun, sekarang sudah 4.500 tahun. Manusia masih seperti ini dan walaupun berabad-abad telah berlalu, dia hanya lebih pintar dalam membentuk niat hatinya menjadi kejahatan. Satu-satunya jalan keluar hari ini adalah datang kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus, yang Dia tetapkan untuk menjadi Juruselamat semua orang yang bertobat. Saya harap banyak orang akan melakukan itu. Marilah kita berdoa!</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Mar 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190324</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000067</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Invasi Setan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000066"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+6:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 6:1-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah bagian yang singkat tetapi ada banyak interpretasi dari bagian yang khusus ini. Kejadian 6: 1-4, “Ketika manusia itu mulai bertambah banyak di muka bumi dan anak-anak perempuan lahir dari mereka, 2 anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik. Dan mereka mengambil istri siapa saja yang disukai mereka. 3 Kemudian berfirmanlah Tuhan, "Roh-Ku tidak akan selamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, umurnya hanya tinggal 120 tahun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 Pada waktu itu orang Nefilim ada di bumi, dan juga sesudahnya, ketika anak-anak Allah bersetubuh dengan anak-anak perempuan manusia dan mereka melahirkan anak-anak kepada mereka. Mereka adalah orang-orang perkasa di zaman purbakala, orang-orang terkenal.” Sekarang kita membicarakan periode waktu dalam Kejadian sebelum Air Bah. Kita telah menyaksikan kemajuan peradaban manusia dalam Kejadian 4 dan 5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Allah mengilhami Musa, penulis lima kitab Musa, untuk mencatat ini? Apakah pentingnya ini? Sekarang ketika kita membaca teks ini ada ungkapan yang muncul dalam ayat 2, “anak-anak Allah.” Dan itu disebutkan lagi dalam ayat 4. Jadi siapakah anak-anak Allah itu? Saya yakin bahwa ini adalah setan dan saya akan membuktikan itu nanti dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa menurut Wahyu 12 ketika Setan jatuh, dia membawa serta sepertiga dari malaikat kudus. Pemberontakan Setan dijelaskan dalam Yesaya 14 dan Yehezkiel 28. Dan kita membaca tentang ular di Taman dalam Kejadian 3. Kita tidak heran saat setan muncul di masyarakat manusia. Kita adalah penghuni dunia material. Malaikat, baik yang kudus maupun yang jatuh, adalah penghuni dunia spiritual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ciptaan Allah yang supranatural ini dibuat untuk melayani dan menyembah Allah. Dan mereka hadir ketika Allah menciptakan alam semesta seperti dijelaskan di dalam Ayub 38:7. Beberapa waktu kemudian setelah penciptaan awal itu ada pemberontakan di antara para malaikat yang menghancurkan dan itu mengakibatkan sepertiga dari mereka diusir dari surga. Pemimpin pemberontakan itu adalah Lucifer, pemimpin penyembah surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemungkinan besar dia adalah malaikat tertinggi, pemimpin pemujaan surga itu. Dan dia diusir dari surga bersama dengan iblis lainnya. Dia turun ke bumi dan muncul di Taman dalam bentuk ular. Rupanya dia bisa masuk kedalam bentuk binatang dan dalam bentuk itu dia menggoda Hawa. Hawa dan kemudian Adam jatuh dan seluruh umat manusia juga jatuh dan sekarang menjadi korban korupsi dan kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menunjukkan peran iblis ketika mereka menunjukkan tipu daya dan kebohongan mereka, terutama melalui agama-agama palsu. Kita juga tahu dari Alkitab bahwa Setan itu aktif di dunia dalam masyarakat manusia di semua tingkat. Aktivitas Setan dan iblisnya terlihat dalam teks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Hakim-hakim 9, 1 Samuel 16, 18, 19 mereka digambarkan sebagai roh-roh jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kalian datang ke Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dan Yesus Kristus datang, setan-setan itu meningkatkan kegiatan mereka sehingga ada ledakan aktivitas iblis yang terjadi selama kehidupan Kristus. Yesus secara konsisten, terus menerus diperhadapkan dengan kuasa iblis. Ketika kita pelajari surat-surat di Perjanjian Baru, operasi setan di dunia itu dijelaskan kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam teks khusus ini tercatat bagi kita invasi iblis pertama ke dalam kehidupan manusia. Ini adalah anak-anak Allah, yang turun untuk mengambil istri dari anak-anak perempuan manusia dan itu adalah deskripsi pertama dari invasi setan massal. Teks ini dirancang untuk menunjukkan betapa jahatnya manusia telah menjadi. Keadaannya menjadi begitu buruk sehingga mereka tidak dapat ditebus lagi di mata Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini menyebabkan penghakiman Allah dalam Air Bah seluruh dunia dimana Allah menenggelamkan seluruh dunia kecuali delapan orang, yakni Nuh, istrinya, tiga putra dan istri mereka, seperti dikatakan Alkitab. Jadi apa yang kita pelajari dalam tujuh ayat pertama dari Kejadian 6 adalah mengapa Allah menenggelam-kan dunia setelah peradaban selama 1656 tahun. Inilah penghakiman Allah dan hanya delapan orang selamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apa yang menyebabkan Allah menghancurkan seluruh umat manusia? Umat manusia telah menjadi begitu berdosa sehingga mereka terlibat dalam hubungan iblis. Bukan saja mereka tidak mencari Allah, tetapi mereka malah mengejar setan. Dan itulah yang kita temukan dalam empat ayat pertama dalam Kejadian 6. Pada awalnya kita melihat berkat ilahi dalam <b>ayat 1-2</b>, "Ketika manusia mulai bertambah banyak di muka bumi dan anak-anak perempuan dilahirkan untuk mereka."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“2 Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik. Lalu mereka mengambil istri yang mana saja mereka sukai.” Pernikahan adalah hadiah terbaik yang dapat diberikan Allah. Ini adalah yang paling memuaskan, yang paling memenuhi dan yang paling produktif. Tetapi meskipun manusia dapat berkembang biak oleh anugerah dan kebaikan Allah, itu tidak menjamin masa depan, karena mereka semua tenggelam dalam Air Bah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat ini kita juga melihat korupsi iblis. <b>Ayat 2</b> mengatakan, "Anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik lalu mereka mengambil istri yang mana saja mereka sukai.” Dan disini kita melihat salah satu cara jahat dimana mereka merusak masyarakat mula-mula itu. Apapun hubungna itu, itu bukan pernikahan. Kita melihat perbedaan di antara makhluk Allah (anak-anak Allah) dan makhluk manusia (anak-anak perempuan manusia).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak Allah bukanlah anak-anak manusia. Anak-anak Allah juga tidak dapat merujuk kepada orang-orang saleh atau kepada keturunan orang saleh karena tidak ada garis keturunan orang yang saleh. Dan tidak pernah ada orang-orang dalam Perjanjian Lama yang disebut anak-anak Allah. Penterjemahan tertua untuk bagian ini, adalah dari Yahudi tradisional, yang adalah pandangan para bapa-bapa gereja juga, yang adalah bahwa anak-anak Allah mengacu kepada iblis, para malaikat yang jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka mengatakan itu? Karena setiap kali ada referensi Perjanjian Lama tentang anak-anak Allah, itu merujuk kepada para malaikat. Ayub 1: 6 mengatakan, "Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan di antara mereka datanglah juga Setan.” Jadi itulah Iblis di tengah-tengah setan-setan yang menghadap takhta Allah. Ayub 2:1, "Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan diantara mereka datang juga Iblis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ayub 38: 7, para malaikat suci juga disebut anak-anak Allah. Dan itu berarti mereka adalah ciptaan Allah langsung. Dan dalam Perjanjian Lama istilah itu, anak-anak Allah, diberikan kepada mereka yang bukan produk dari persatuan manusia, tetapi adalah ciptaan Allah. Mereka disebut juga ‘yang perkasa’ dalam Mazmur 29: 1. Dalam Mazmur 89: 6 ada indikasi yang sama, ‘anak-anak dari yang perkasa’, yang menggambarkan para malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi yang mengherankan di sini adalah bahwa anak-anak Allah ini, malaikat-malaikat yang jatuh ini yang berada di alam mereka sendiri, melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik dan mereka mengambil istri yang mana saja mereka sukai. Nah disinilah terjadi kesesatan dari roh-roh jahat ini yang melampaui batas-batas wilayah mereka. Mereka menentang Allah dengan meninggalkan dunia roh mereka dan menyeberang masuk ke dunia manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah melihat mereka melakukan itu ketika Setan memasuki dunia binatang dan muncul di dalam ular di Taman. Sekarang, setan-setan ini termotivasi karena mereka melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik. Roh-roh jahat tertarik pada anak-anak perempuan itu, roh-roh jahat yang sesat bahkan dapat menghargai keindahan yang Allah telah tempatkan di wanita dengan cara cabul dan sesat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merujuk bukan kepada pemerkosaan karena kata dalam bahasa Ibrani "mengambil istri" itu menggambarkan transaksi perkawinan. Setidaknya ada enam, mungkin tujuh kali dalam Kejadian dimana kata ini digunakan untuk benar-benar mengacu pada transaksi pernikahan. Pertanyaan kemudian muncul, bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin makhluk spiritual, yaitu setan menikahi seorang wanita? Bagaimana mereka dapat memilih seorang istri dan mengadakan upacara resmi?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya dengan satu cara, mereka harus memakai tubuh seorang pria. Dalam Kejadian 18 dan 19 ada beberapa malaikat yang menampakkan diri kepada Abraham. Dan mereka kelihatan sebagai pria. Dan kemudian ada Yakub yang bergulat dengan seorang malaikat dalam bentuk fisik orang pria dan upayanya begitu besar sehingga ia terluka olehnya secara permanen. Dan di Ibrani 13 kita diingatkan bahwa ada orang yang telah menghibur malaikat tanpa menyadarinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena bagi kita untuk melihat malaikat, mereka selalu muncul dalam bentuk laki-laki menurut Matius 22:30. Tidak ada cara untuk menjelaskan hal ini. Tetapi kita tahu bahwa malaikat kudus kadang-kadang muncul dalam wujud manusia khususnya ketika Yesus bangkit dari kematian. Kita juga tahu bahwa setan-setan itu bisa masuk ke tubuh manusia yang belum dipenuhi Roh Kudus. Peradaban itu telah menjadi begitu korup sehingga setan-setan itu memang melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah <b>ayat 3</b>, “Berfirmanlah Tuhan, Roh-Ku tidak akan selalu berjuang dengan manusia, karena dia memang daging," dan <b>ayat 4</b>, "Anak-anak Allah masuk kedalam anak-anak perempuan manusia itu dan mereka melahirkan anak bagi mereka dan mereka adalah orang-orang gagah perkasa dan orang-orang terkenal.” Semuanya menunjukkan bahwa anak yang dilahirkan dari persatuan ini adalah manusia. Jadi, inilah anak-anak yang lahir dari hubungan-hubungan ini dan anak-anak itu hanyalah manusia biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah menjadi persatuan yang didominasi iblis dan keluarga yang didominasi setan. Dan dalam ayat 3 ketika Tuhan berkata, "Roh-Ku tidak akan selalu berjuang dengan manusia," Tuhan berkata, "Aku tidak akan terus membiarkan manusia melakukan ini." Kejahatan masyarakat di masa sebelum Air Bah begitu besar sehingga ada orang-orang yang benar-benar minta kendali iblis dan roh-roh jahat akan dengan semangat mematuhi itu. Tujuan mereka adalah untuk membuat umat manusia sejahat mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pertanyaannya adalah, mengapa mereka ingin melakukan ini? Apakah kalian ingat apa yang Setan katakan, jika kalian melakukan apa yang saya katakan, kalian tidak akan mati dan kalian akan menjadi seperti Allah. Ini adalah dusta setan asli. Sekarang pada saat masa itu selama 1600-tahunan ini, hukuman mati sudah dikenal karena Adam masih hidup. Dan di zaman ini keadaannya tidak berbeda. Bergabunglah dengan Gereja Mormon dan mereka memberitakan bahwa kalian dapat menjadi allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 6, datanglah si musuh ini dan berkata, "Hai, jangan percaya kepada Allah. Bahkan, Setan bukan hanya akan memberimu hidup kekal, tetapi dia juga akan membuatmu seperti Allah." Jadi orang-orang menerima dusta iblis itu. Setan tidak pernah menjual sistemnya dengan mengatakan ini adalah garis lurus ke arah neraka. Itu selalu merupakan janji ada hidup kekal untuk menjadi sesuatu yang lebih besar dari keadaanmu sekarang. Jika kau mengikuti arwah-arwah itu, kalian dapat menghindari penghakiman, dan kematian dan akan menjadi seperti Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukuman ini benar-benar digambarkan dalam Kejadian karena begitu Air Bah datang, semua orang tenggelam, kecuali Nuh dan keluarganya. Segera populasi dunia bertumbuh lagi, benar? Saat kita datang ke Kejadian 11, apakah terjadi? Pernahkah Anda mendengar tentang Menara Babel? Apa itu? Manusia mencoba untuk membangun menara ke surga. Jadi inilah bentuk pertama dari agama palsu yang secara harfiah membangun jalan sendiri untuk masuk ke surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ikut campur dan kali ini Dia tidak menenggelamkan mereka semua, Dia mencerai-beraikan mereka semua, dan mengubah semua bahasa mereka. Dari agama-agama misteri Babel yang keluar dari Menara Babel, itu disebarkan ke seluruh dunia, termasuk ritual kesuburan orang kafir hingga hubungan seks surgawi. Tetapi sekarang izinkan saya memberi Anda bukti dari Perjanjian Baru bahwa anak-anak Allah itu memang benar-benar malaikat yang jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 3: 18-20, “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Yang benar untuk orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah, dihukum sampai mati dalam daging, tetapi dibangkitkan dalam roh, 19 di mana Ia pergi dan memberitakan kepada roh-roh di penjara, 20 karena mereka dulu pada zaman Nuh tidak taat, ketika Allah menanti dengan sabar waktu Nuh membangun bahtera, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, diselamatkan melalui air bah itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keadaannya di sini adalah Kristus setelah Ia mati. Perhatikan ayat 18 mengatakan, "Dia dihukum mati dalam daging." Dia mati secara fisik, tetapi Dia hidup dalam Roh. Karena Dia adalah Roh yang kekal yang adalah Allah yang kekal. Ayat 19, "Di mana Dia pergi dan memberitakan kepada roh-roh di penjara." Ini adalah roh-roh yang tidak taat yang melebihi batas yang telah Allah tetapkan bagi mereka pada zaman Nuh dalam Kejadian 6.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi dalam 2 Petrus 2:4-5, “Sebab jikalau Allah tidak membiarkan malaikat-malaikat ketika mereka berdosa, tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan menyerahkan mereka dirantai dalam kegelapan yang suram untuk disimpan sampai hari penghakiman; 5 jika Ia tidak mengampuni dunia kuno, tetapi memelihara Nuh, pemberita kebenaran, bersama tujuh orang lainnya, ketika ia membawa air bah ke dunia orang fasik.” Dan Dia mengatakan di ayat 1, “dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi 2 Petrus 2: 4-5 menghubungkan penghakiman para malaikat yang dikirim ke lubang kegelapan dengan Nuh. Satu ayat lain, Yudas 1: 6, “Dan Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar itu.” Jadi sekali lagi ada malaikat-malaikat ini yang dihakimi dengan dimasukkan ke dalam rantai kekal menunggu hukuman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada invasi kejahatan. <b>Ayat 3</b> adalah respons ilahi, “Berfirmanlah Tuhan, Roh-Ku tidak akan selamanya tinggal di dalam manusia.” Ini adalah hukuman Allah, Dia sudah tunggu lebih dari 1500 tahun, karena hanya ada sisa 120 tahun, dan kesabaran-Nya telah mencapai batas-Nya. Dan Nuh, kata Perjanjian Baru, adalah seorang pengkhotbah kebenaran. Selama 120 tahun, Nuh membangun bahtera itu dan berkhotbah kepada orang-orang. Dan Allah menunggu terus selama 120 tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu akhirnya, kesabaran sudah tidak ada lagi dan datanglah penghakiman itu. Sayangnya, tidak ada orang lain yang percaya Nuh, hanya anak-anaknya. Kemudian <b>ayat 4</b>, menggambarkan manusia yang bejat, “Pada masa itu orang Nefilim ada di bumi, dan juga sesudahnya ketika anak-anak Allah itu masuk kedalam anak-anak perempuan manusia dan melahirkan anak bagi mereka. Mereka adalah orang-orang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang terkenal.” Mereka semua hanyalah manusia biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan tidak dapat mengubah Anda menjadi orang lain selain siapakah Anda sebenarnya. Iblis tidak dapat memberi Anda berkat abadi. Setan tidak dapat membebaskan Anda dari hukuman mati. Kalian semua adalah daging. Dan semua kedagingan itu adalah fana dan semua akan dihakimi Allah. Jadi kisah kehidupan manusia yang sedih setelah Kejatuhan itu adalah bahwa seluruh umat manusia rusak. Dan Allah sedih Dia pernah menciptakan manusia. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Mar 2019 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190317</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000066</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Generasi Adam]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000065"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+5" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita pelajari seluruh Kejadian 5 malam ini. Ini penting karena ini menggambarkan silsilah. Saat kalian mempelajari Alkitab, kalian memahami mengapa silsilah itu sangat penting. Kejadian 4 dan 5 adalah penting karena mereka menyediakan silsilah Mesianik itu. Tetapi ini juga penting karena Kejadian 4 dan 5 adalah satu-satunya sejarah otentik waktu penciptaan itu dimulai sampai ke air bah dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Periode waktu dari penciptaan Adam hingga air bah adalah 1656 tahun. Dan perhitungan angka-angka yang disebut di Kejadian 5 membawa kita kepada jumlah yang disebut diatas. Dari penciptaan Adam hingga air bah, yang menenggelamkan seluruh umat manusia kecuali Nuh, istrinya, ketiga putranya dan istri-isteri mereka. Itu mengungkapkan usia alam semesta dan zaman manusia dengan jelas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Henokh mendapat seorang putra pada usia 65, dan Nuh memiliki tiga putra pada usia 500. Itu adalah waktu yang sangat besar untuk menghasilkan anak-anak, dan itu menjelaskan peningkatan besar dalam populasi dunia. Kita juga belajar dari silsilah ini bahwa orang yang hidup berusia sekitar 900 tahun. Dan tidak banyak orang mati, yang berarti bahwa populasi itu meningkat sangat cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi silsilah ini juga diberikan kepada kita untuk memberi harapan bahwa kita dapat menghindari kematian. Ada seorang pria dalam silsilah ini, yang tidak mati - yang dibebaskan dari kematian dan lolos dari hukuman ilahi. Dan silsilah itu sendiri adalah bagian dari keturunan Mesias. Sehingga ketika Yesus dinyatakan sebagai Mesias, kalian dapat melacak garis keturunan-Nya kembali melalui orang-orang ini sampai kepada Adam dan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini juga memberikan hubungan jelas dengan Nuh. Allah memilih keturunan Set sampai ke Nuh, sehingga ketika air bah itu datang, satu-satunya orang yang berada di garis keturunan yang dipilih Allah untuk Mesias diselamatkan bersama dengan anak-anaknya. Dan salah satu dari mereka, Sem, dipilih untuk melanjutkan garis keturunan itu. Inilah garis keturunan benih yang dijanjikan dalam Kejadian 3:15, benih yang akan datang untuk meremukkan kepala ular itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada alasan untuk menganggap ini tidak harfiah. Ini harfiah karena jumlah angkanya sangat spesifik. Jika Allah berbicara secara umum, tidak akan ada angka-angka khusus yang ada sepanjang Kejadian, yang mengidentifikasikan usia orang-orang ini. Ada beberapa orang yang percaya bahwa ini tidak mungkin benar karena ada miliaran tahun dan evolusi, mutasi, dan seleksi alam sebelum dunia menjadi seperti sekarang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ketika kita sampai pada Kejadian 5, angka-angka secara khusus menunjukkan itu hanya 1656 tahun; dan bahwa orang-orang diantara Adam dan Nuh adalah orang-orang yang disebutkan di sini. Mereka adalah yang dijelaskan secara spesifik. Mereka adalah anak-anak sulung sepanjang bab ini. Ada anak-anak lain yang lahir, seperti yang akan kita lihat, bagi orang-orang ini; tetapi mereka yang melanjutkan generasi itu adalah orang-orang sulung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita percaya ini adalah silsilah harfiah. Untuk menunjukkan begaimana tepatnya hal ini, bukalah 1 Tawarikh 1 dalam Perjanjian Lama, di mana ada pengulangan silsilah ini. 1 Tawarikh 1: 1-4 dibuka dengan kata-kata ini: "Adam, Set, Enos, Kenan, Mahalaleel, Yared, Henokh, Metusalah, Lamekh, Nuh, Sem, Ham dan Yafet." Tidak ada variasi; tidak ada penyimpangan dari Kejadian 5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bukalah sebentar Lukas 3, karena itu akan menunjukkan silsilah yang sama juga; hanya kita melihatnya terbalik karena itu sebenarnya berakhir di mana itu dimulai. Jika kalian memperhatikan Lukas 3:38; ini adalah silsilah Yesus. Dan pada akhir ayat 38 dikatakan bahwa Dia adalah putra Allah, dan kemudian dikatakan bahwa ia adalah putra Adam, Set, Enos, Kainan, Mahalaleel, Henokh, Metusalah, Lamekh, Nuh dan Sem. Itu sama lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Yudas 14 - surat kecil di sebelah Kitab Wahyu. Dikatakan, “Henokh adalah generasi ketujuh dari Adam.” Dan ketika kalian kembali ke Kejadian 5, atau ketika kalian kembali ke 1 Tawarikh 1, atau ketika kalian kembali ke Lukas 3, memang Henokh itu adalah nama ketujuh setelah Adam dalam semua silsiah itu. Tidak ada kesalahan di dalam silsilah ini. Bahkan ini silsilah yang sangat tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda bekerja dengan angka-angka ini sedikit, itu menjadi sangat menarik. Kita belajar bahwa Adam tumpang tindih Methuselah selama 200 tahun. Jadi Adam masih hidup 200 tahun dalam hidup Methuselah. Jadi dia bisa bertemu dengan Adam. Methuselah sebenarnya tumpang tindih dengan Nuh selama 600 tahun. Jadi hanya satu orang menjembatani Adam ke Nuh. Mengapa itu penting? Ini sangat penting karena tidak ada wahyu tertulis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda mencoba untuk menyampaikan informasi kepada sekelompok orang dan itu membingungkan setelah diberitatkan ulang berkali-kali? Itulah sebabnya Allah memastikan ada orang-orang yang membentang sepanjang rentang waktu itu - sehingga Metuselah tahu secara langsung tentang Adam dan dapat meneruskan hal itu kepada Nuh. Nuh tumpang tindih Sem selama 400 tahun. Dan Abraham meninggal sebelum Sem!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sem bisa memberi tahu Abraham secara langsung tentang air bah itu. Kemungkinan besar Sem masih hidup waktu masa hidup Abraham, Ishak dan Yakub. Sampai ke dalam kehidupan bangsa Israel; sampai ke Yakub. Hanya diperlukan empat orang untuk menghubungkan Adam dengan Abraham. Hanya perlu ada Adam, Metusalah, Sem dan Abraham, karena Allah sedang mewariskan kebenaran ilahi ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagi Abraham saat itu, kisah penciptaan sepertinya merujuk pada catatan kakek buyutnya. Kebenaran yang akurat disampaikan. Jika kalian memperhatikan ini dengan teliti, penciptaan terjadi sekitar 4.000 SM. Dan di sini kita berada 2.000 tahun setelah Kristus. Itulah sebabnya kita mengatakan kita percaya penciptaan dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu. Silsilah ini memberikan kita wawasan seperti ini tentang waktu sebenarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketepatan pada saat ini tidak bergantung pada tradisi lisan, meskipun tradisi lisan dapat dipercaya karena kehidupan orang yang tumpang tindih. Mereka tahu persis siapakah orang itu. Kita hanya membicarakan sepuluh generasi, dan sepuluh generasi yang tumpang tindih. Mereka benar-benar tahu siapakah mengikuti siapa dalam hal garis keturunan putra sulung. Jadi unit serba lengkap ini cocok dengan Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kalian ingin mendapat pandangan yang baik tentang Kejadian, bagian pertama dari Kejadian adalah generasi dari langit dan bumi di Kejadian 2: 4. Dalam Kejadian 5: "Ini adalah kitab generasi Adam." Lihatlah Kejadian 6: 9, "Inilah catatan generasi Nuh." Dalam Kejadian 10, dan kalian memiliki generasi putra-putra Nuh. Dalam Kejadian 11:10, generasi Sem. Kejadian 11:27, generasi Terah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 25:12, generasi Ismael; Kejadian 25:19, generasi Ishak; Kejadian 36, generasi Esau; Kejadian 37, generasi Yakub. Jadi, <b>Kejadian 5: 1</b> dimulai dengan, “Ketika Allah menciptakan manusia, ia membuatnya dalam rupa Allah. 2 Laki-laki dan perempuan dia menciptakan mereka, dan dia memberkati mereka dan menamainya Manusia ketika mereka diciptakan.” Itu terjadi pada hari keenam dalam Kejadian 1:27.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari keenam itu Allah menciptakan manusia. "Dia menamakan mereka Manusia," karena ini bukan hanya kisah seorang lelaki dan istrinya. Ini adalah kisah kita semua. Kita semua adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam bertindak atas nama seluruh umat manusia. Dan ketika dia jatuh, seluruh umat manusia jatuh bersamanya. Dan di situlah silsilah dimulai. Apakah Anda masih ingat apa yang terjadi pada Habel?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah putra yang benar, yang dibunuh kakaknya Kain yang tidak benar. Jadi garis Kain tidak bisa menjadi keturunan yang dipilih, karena Kain adalah orang yang tidak percaya dan murtad yang berusaha untuk hidup di luar hadirat Allah. Dan Allah memberi mereka seorang putra lagi. Dan kemudian dia memiliki seorang putra. Cucu dari Kain dan Habel. Namanya Enos, dan dia pasti anak yang saleh karena pada waktu itu, orang mulai memanggil nama Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di keturunan Set kalian mulai diperkenalkan dengan ibadah. Garis Kain adalah murtad; garis keturunan Set melakukan penyembahan. Dan mereka kemudian menjadi jalur yang dipilih. Dan dari keturunan Set itu akan keluar benih yang dijanjikan itu - bahwa penakluk akan datang - orang yang akan menghancurkan Setan dan mengembalikan firdaus. Sekarang pola silsilah ini sangat konsisten.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sepuluh nama dari Adam hingga Nuh, dengan pola yang sama. Usia ayah saat anak sulung itu lahir; nama anak sulung; kemudian nama masa hidup ayah setelah melanjutkan generasi anak sulung itu; referensi ke anak-anak lain, dan kemudian kematian. Pola itu konsisten dari <b>ayat 1 sampai ayat 32. Ayat 3</b>, "Ketika Adam hidup seratus tiga puluh tahun, dia menjadi ayah seorang anak laki-laki menurut rupa sendiri, sesuai dengan gambarnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, itu catatan yang menyedihkan. Adam diciptakan menurut gambar Allah. Sayangnya, Set dibuat menurut gambar manusia. Walaupun masih ada sesuatu dari gambar Allah di dalam dirinya, ia kebanyakan didominasi dan ditandai oleh gambar manusia. Inilah gambar orang yang jatuh, yang memiliki sifat dosa. Jadi Adam menjadi ayah dari seorang putra yang tidak menurut gambar Allah tetapi menurut gambarnya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian diceritakan kepada kita zaman Adam setelah dia menjadi ayah Set, "adalah delapan ratus tahun, dan dia memiliki putra dan putri lainnya." Kemudian itu memberitahukan kita "semua hari Adam adalah sembilan ratus tiga puluh tahun, dan dia meninggal." Perhatikanlah <b>ayat 4</b>, "ia memiliki putra dan putri lainnya." Dan Adam mewariskan energi dosa yang sama kepada mereka; kuasa dosa yang sama, yang dominan dalam daging manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah memberi tahu Adam bahwa dia akan mati, tetapi itu membutuhkan 930 tahun. Bukankah ini menunjukkan bahwa Allah penuh anugerah? Itu adalah kematian alami pertama yang tercatat dalam Alkitab. Hanya ada satu kematian lain. Habel - dan dia dibunuh. Allah berkata, "Jika kalian makan buah itu, kalian akan mati." Namun dia hidup 930 tahun; dan itu mencerminkan lagi sifat Allah, yang adalah Allah yang menyelamatkan, yang menahan apa yang patut diterima orang berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua pria dalam silsilah ini lahir sebelum Adam meninggal. Dia melihat semuanya. Dia melihat keturunan benar, dan dia melihat kejahatan menang. Pada akhirnya, dia melihat bahkan mereka yang berada di keturunan Set memburuk sehingga pada saat air bah itu datang Allah hanya menyelamatkan delapan orang. Jika Anda hanya hidup selama 70 tahun, Anda tahu betapa kuatnya dosa itu. Bayangkan jika Anda tahu selama 930 tahun bahwa Anda sendiri telah membawa dosa itu ke seluruh umat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita diperkenalkan dengan Henokh yang berarti, "berbakti" kepada Allah. <b>Ayat 21-24</b>, “Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, dia menjadi ayah Metusalah. 22 Henokh berjalan dengan Allah setelah dia menjadi ayah Metusalah selama tiga ratus tahun dan dia memiliki putra dan putri lainnya. 23 Jadi, semua hari Henokh adalah 365 tahun. 24 Henokh berjalan dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, karena ia telah diangkat Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiba-tiba, sekali dalam ayat 22, dan sekali dalam ayat 24 dikatakan bahwa Henokh berjalan dengan Allah. Tidak ada komentar seperti itu di tempat-tempat lain. Kita menemukan lebih banyak tentang Henokh dalam Yudas ayat 14 dan 15. Yudas menulis tentang guru-guru palsu di sini yang "telah pergi ke jalan Kain," dan ia menyebut beberapa nabi palsu. Dan ayat 14, "Dan tentang ini juga Henokh, dalam generasi ketujuh dari Adam, bernubuat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Henokh bernubuat melawan para nabi palsu. Mereka memberontak terhadap kebenaran yang Adam tahu secara langsung dan yang telah dinyatakan. Apakah yang dinubuatkan Henokh? "Lihatlah, Tuhan datang bersama ribuan orang-orang kudus-Nya, untuk menghukum semua orang.” Di sini ada seorang pengkhotbah yang berdiri dan berkata, "Allah akan menghakimi kalian." Henokh melihat, melalui ilham Roh Kudus, melalui sejarah pada kedatangan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus menyebut para penyihir Mesir, sebagai Jannes dan Jambres, dan mereka tidak disebut demikian dalam Keluaran. Petrus berkata, "Nuh adalah pengkhotbah kebenaran," dan kalian juga tidak akan menemukan itu dalam Kejadian. Para penulis yang diilhami Perjanjian Baru diberikan informasi ini secara langsung oleh Allah. Dan disini Yudas, yang menulis surat ini, diberi tahu persis apa yang dikatakan Henokh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat komentar di Kejadian 5:21, “Henokh hidup enam puluh lima tahun, dan menjadi ayah Methusalah." Dalam bahasa Ibrani ini berarti, "Orang yang dikirim maju." Jadi namanya menandakan bahwa dia tidak akan mati sampai penghakiman itu tiba. Hampir setiap komentar dengan jelas menunjukkan bahwa Metusalah meninggal pada tahun air bah itu. Dia adalah orang yang terus hidup sampai terjadi penghakiman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah Metuselah meninggal, dalam ayat 27, setelah 969 tahun, air bah itu datang menenggelamkan dunia. Dan dia hidup lebih lama dari semua orang lain. Di sini dikatakan dua kali bahwa Henokh berjalan dengan Allah. Bisakah Anda bayangkan berjalan bersama Allah selama 300 tahun? Pria ini setia selama 300 tahun. Tiga ratus tahun didalam lingkungan yang maju secara budaya tetapi sangat jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah melakukan ini? Karena Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa ada kemenangan atas maut. Dengarkanlah Ibrani 11: 5, "Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak melihat kematian." Dia adalah ilustrasi bahwa jika kalian berjalan dengan Allah, kalian akan mengalahkan maut. Kita juga memiliki harapan itu, pengangkatan gereja dalam 1 Tesalonika 4. Beberapa dari kita akan diangkat. Tetapi bahkan orang-orang percaya yang matipun akan mengalahkan maut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa artinya berjalan dengan Allah? Itu berarti ada damai dengan Allah melalui iman. Itu berarti kita telah datang kepada Allah dan memohon pengampunan dosa kalian supaya hubungan antara kalian dan Allah dapat dibangun. Itu berarti setuju dengan Allah, itu berarti bersekutu dengan Allah, dan mengasihi Allah. Itu selalu adalah hubungan rohani keintiman. Henokh berjalan dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26-29</b> mengatakan, “Metusalah masih hidup setelah dia menjadi ayah Lamekh 782 tahun dan memiliki putra dan putri lainnya. 27 Jadi, semua hari Metuselah adalah 969 tahun, dan dia mati. 28 Setelah Lamekh hidup 182 tahun, dia menjadi ayah bagi seorang putra, 29 dan dia memanggil namanya Nuh, katanya, “Dari tanah yang dikutuk Tuhan, anak ini akan membawakan kita kelegaan dari pekerjaan kita dan dari susah payah tangan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh berarti, "istirahat," atau "kenyamanan." Dalam bahasa Ibrani itu berarti, "bernafas lagi." Nuh membawa angin segar di dunia kejahatan berlipat ganda di mana garis keturunan Set menjadi korup. Kejadian 6: 9 mengatakan bahwa Nuh adalah orang benar yang berjalan bersama Allah. Ayat 8 mengatakan dia "dianggap baik di mata Tuhan." Dan karena itu, dia membawa ke dunia ini hirupan udara yang segar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>ayat 32</b> mengatakan, "Nuh berumur lima ratus tahun, dan dia menjadi ayah Sem, Ham, dan Yafet." Sem disebutkan pertama karena dia adalah garis keturunan Mesias. Sem berarti, "sebuah nama," dan dari dirinya datanglah nama yang di atas setiap nama. Air Bah datang ketika Nuh berusia 600 tahun. Putranya menikah dan diselamatkan bersama istri mereka. Inilah sejarah penebusan yang digambarkan dalam silsilah itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Mar 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190310</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000065</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keluarga Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000064"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+4:23-26" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 4:23-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dan selalu ada hanya dua keluarga manusia. Dua masyarakat, dua budaya di bumi – yakni keluarga Allah dan keluarga Setan. Anak-anak Allah, demikian mereka disebut, dan anak-anak Setan. Dan setiap bentrokan budaya sepanjang sejarah manusia sebenarnya merupakan bentrokan antara kedua masyarakat itu - dua keluarga itu. Ini terjadi di negara kita sendiri. Masalah moralitas dan agama ada dalam peperangan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah keluarga Allah yang sejati dikuasai Alkitab. Bagi keluarga Setan, buku ini adalah masalah besar. Faktanya, Alkitab merupakan akar dari konflik budaya. Pornografi tidak menjadi masalah seandainya tidak ada Alkitab. Perzinahan, inses, homoseksualitas, pedofilia, transseksualisme, eutanasia, aborsi, pemberontakan feminis, perceraian dan agama-agama palsu tidak akan menjadi masalah seandainya tidak ada Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi banyak orang, Alkitab adalah masalah parah. Tidak ada buku lain yang mendefinisikan dengan jelas kebenaran moral dan agama. Budaya sekuler tidak keberatan dengan Alkitab, selama kalian menyimpannya di dalam gereja saja. Mereka tidak menginginkannya dalam wacana publik seolah-olah itu adalah dokumen resmi. Ini sebenarnya bukan pemisahan diantara gereja dan negara; itu adalah pemisahan manusia dari Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu dimulai dalam Kejadian 4, sebagai keluarga Kain dan keluarga Set. Ada Kain dan budaya sekuler; dan Seth dan budaya kudus. Ada Kain dan masyarakat material; Seth dan masyarakat spiritual. Kain dan mereka yang memberontak melawan Allah dan mencintai dosa; dan Seth dan mereka yang menyembah Allah dan mencintai kebenaran. Kain diilustrasikan oleh Lamekh, dan Set diilustrasikan oleh Enosh, Henokh, anak-anak Nuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya pada awalnya keturunan Set itu benar. Pada saat kita membicarakan Nuh, hanya ada delapan jiwa yang saleh di seluruh dunia ini; dan mereka berasal dari keluarga Set. Semua keluarga Set dan Kain yang lain tenggelam dalam banjir itu karena mereka jahat. Kami berasumsi bahwa pada saat air bah itu Set sudah mati, jika tidak dia juga pasti diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang lain dalam keturunan Set yang juga menyembah Allah pasti mati sebelum air bah itu datang. Dan Henokh, yang kita akan pelajari dalam Kejadian 5 dari keturunan Set, memiliki pengangkatan pribadinya sendiri di mana ia langsung dibawa ke surga; dan dia juga orang yang benar. Tetapi pada saat kalian sampai ke air bah itu, hanya ada delapan orang benar dari keturunan Set yang ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita lihat sebentar Kain dan budaya sekuler itu. <b>Ayat 19-22</b>, “Dan Lamekh mengambil istri dua orang. Yang satu namanya Ada, yang lain Zila. 20 Ada itu melahirkan Yabal; diaalah menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. 21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa dari semua orang yang memainkan kecapi dan suling. 22 Zila juga melahirkan Tubal-kain; bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkembangan budaya material sekuler dan masyarakat dengan sendirinya merupakan persediaan yang kita sebut "anugerah umum". Ini adalah persediaan dari Allah untuk kesenangan hidup manusia. Allah telah memenuhi dunia ini dengan kekayaan yang luar biasa. Kekayaan itu menolong banyak dalam kehidupan kita. Hal-hal yang kita lihat dengan mata kita, hal-hal yang kita rasakan dengan tubuh, sensasi, petualangan; hal-hal yang kita makan. Dan kenyamanan makhluk, semua itu adalah hadiah dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Adik perempuan Tubal-kain adalah Naama. <b>23</b> Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya, “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku; hai isteri-isteri Lamekh, dengarkanlah apa yang saya katakan: aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku. <b>24</b> Jika Kain harus dibalas tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” Allah telah menyediakan supaya ada perkembangan masyarakat sekuler dan budaya supaya manusia dapat berterima kasih kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, manusia menggunakan dunia ini dan semua kekayaannya namun tidak pernah bersyukur kepada Allah. Dan dalam budaya sekuler semua kenikmatan anugerah umum itu tidak memiliki nilai penebusan. Betapa menakjubkan ciptaan itu, akan ada penciptaan baru dari semuanya. Semuanya akan terbakar, menurut 2 Petrus 2 dan 3. Tuhan akan datang, dan semuanya digantikan dengan surga baru dan bumi baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami sangat awal dalam sejarah manusia. Ada keluarga awal dalam Kejadian. Tetapi jelas tidak ada evolusi. Tidak ada evolusi di sisi fisik; tidak ada evolusi di sisi sosial; tidak ada evolusi di sisi budaya; tidak ada evolusi di sisi agama. Tidak ada evolusi ke atas sama sekali. Sejak awal, manusia sepenuhnya mampu pada tingkat tinggi, tetapi semuanya sudah turun sejak Kejatuhan itu, tidak naik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya kesaksian yang kita miliki tentang kehidupan di dunia ini sebelum air bah universal adalah dari Alkitab tentang manusia asli, yang diciptakan menurut gambar Allah; dan yang sangat cerdas. Dia luar biasa kreatif, banyak akal, sehat, dan dia memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, dia terampil karena pikirannya jauh melampaui kita, dan seiring waktu dia memperoleh pengetahuan, kebijaksanaan, dan perbaikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak awal Kain terlibat dengan putranya dalam pembangunan kota. Dan setelah kedua istri Lamekh memberinya putra; yang satu mengembangkan peternakan, dan yang lain mengembangkan bentuk hiburan yang paling mendominasi dalam masyarakat kita, yaitu musik. Dan kemudian ada ilmu metalurgi yang sangat teknis berurusan dengan perunggu dan besi. Dan semua itu dikembangkan di keluarga pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditambah lagi dengan perkembangan masyarakat agraris. Adam sendiri mengerjakan tanah itu. Dan di dunia sebelum air bah itu, dengan iklim yang jinak tanpa cuaca, tanpa angin, tanpa hujan dan tanpa salju, dan karena itu tidak ada panas ekstrem atau dingin ekstrem, jadi bumi itu subur sekali. Dan mereka mengembangkan keterampilan luar biasa selama periode waktu panjang dalam hidup mereka itu. Kita belajar semua itu hari Minggu yang lalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada produktivitas yang tinggi; dan ada banyak hal untuk semua orang dalam masyarakat seperti itu. Itu adalah waktu yang menakjubkan di dunia yang luar biasa. Banyak orang jenius - mengembangkan semua keterampilan peternakan untuk keperluan susu, daging dan kulit termasuk pembiakan, memberi makan, membunuh dan menguliti. Sebenarnya Allah mengizinkan makan daging setelah air bah dalam Kejadian 9: 3, tetapi karena mereka tahu pengorbanan binatang, mereka makan daging.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian datanglah berkat canggih dari musik, nada dan skala. Dan dalam Ayub 28: 1-2 Allah berfirman, “Memang ada orang menambang perak, dan tempat orang melimbang emas. 2 Besi digali dari tanah, dan dari batu dilelehkan tembaga.” Mereka telah mengembangkan budaya yang sangat canggih, dengan kota-kota, pertanian, peternakan dan bisnis ada di kota; dan pertambangan dan hiburan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Allah tidak disebutkan. Ini adalah masyarakat sekuler yang terbaik, dan ini tidak menawarkan penebusan; dan itu pada akhirnya akan dihancurkan. Bahkan orang terpintar sekarang, tidak memiliki kecerdasan yang mereka miliki. Kita tidak memiliki stamina fisik yang mereka miliki; tidak memiliki kekuatan yang mereka miliki; dan tidak memiliki keterampilan yang dimiliki keluarga pertama. Namun selama berabad-abad, kita telah mampu membangun dunia yang cukup menakjubkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Lamech memberi tahu kita sedikit tentang kecanggihan budaya itu. Perhatikan apa yang dikatakan Lamekh kepada istrinya. Ini dikenal sebagai puisi Ibrani. Allah menyatakan kepada Musa, sebagai penulis, bahwa itu adalah puisi. Maka Musa menerjemahkan dan menyebutnya, "Nyanyian Pedang." Mereka memiliki puisi yang sudah maju. Puisi nyata adalah tingkat bahasa tertinggi. Lamech bukanlah orang Neanderthal yang terbelakang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Puisi sungguhan memiliki komponen. Yang pertama adalah irama, yang merupakan naik turunnya. Puisi memiliki konsonan yang berarti ada suara serupa di akhir kata dan frasa. Ketiga, puisi memiliki paralelisme, kalimat yang cocok yang paralel. Dan Lamech adalah seorang penyair. Tapi dia jahat, egois, sombong, tidak peka, pendendam dan pembunuh. Dia adalah orang biadab yang sopan. Sama seperti keadaannya hari ini, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah puisinya di <b>ayat 23</b>. Dan sebenarnya, garis pertama adalah bagian dari puisi itu. “Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya, “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku; hai isteri-isteri Lamekh, dengarkanlah apa yang saya katakan.” Apakah kelihatan paralelisme itu? “Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku.” Ada paralelisme kedua. Dan ada yang ketiga. “24 Jika Kain harus dibalas tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang kalian miliki dalam masyarakat pra-banjir itu adalah kejahatan yang meliputi segalanya. Dan apakah akan dilakukan kejahatan itu? Itu akan memanifestasikan dirinya dengan cara yang sama seperti pada saat ini. Dan salah satu caranya adalah pemerkosaan dan penjarahan perempuan, serta perampokan dan pembunuhan. Dan ada masalah keamanan berat di dunia kuno itu; karena orang jahat terus saja melakukan hal-hal yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka, Lamekh berkata kepada istrinya, “Dengarkanlah aku; Aku berkata kepadamu, aku telah membunuh seorang pria karena melukaiku, dan seorang anak lelaki karena memukulku. Dan jika Kain dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” Kalian tidak perlu khawatir. Dia berkata, “Karena aku memiliki kekuatan untuk membunuh, dan aku telah melakukannya. Aku setidaknya 10 kali lebih besar dari Kain.” Dia membual kepada istrinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang dalam sejarah manusia setelah air bah itu yang adalah keturunan Kain. Inilah yang Yudas sebut "jalan Kain." Tetapi meskipun mereka semua tenggelam, jalan Kain kembali, benar? Budaya sekuler. Beradab, ya; mencapai banyak dalam kerajinan agraria, urban, industri; seniman, penyair, musisi yang luar biasa; tetapi manusia masih merupakan pembunuh yang kejam, yang tidak bermoral, dan calon pembunuh yang mengangkat dirinya di atas Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang melihat Set dan budaya kudus. - <b>Kejadian 4:25-26</b>, “Dan Adam mengenal istrinya lagi, dan dia melahirkan seorang putra dan memanggil namanya Set, sebab katanya, “Allah telah mengaruniakan bagiku anak yang lain daripada Habel, karena Kain membunuhnya.” 26 Lahirlah seorang putra bagi Set juga, dan anak itu dinamakan Enos. Waktu itu orang-orang mulai memanggil nama Tuhan.” Inilah pertama kalinya budaya kudus disebut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keturunan Set ada dalam Kejadian 5. Apa yang dipentingkan adalah Henokh, yang begitu kudus sehingga pada suatu hari dia langsung masuk surga dan tidak pernah mati. Nuh juga penuh kebenaran dan karena itu dalam Kejadian 6: 8 dikatakan, "Ia mendapat kasih karunia di mata Tuhan." Putra-putranya menyembah Allah yang benar dan karena itu tidak dihakimi. Tidak ada yang dikatakan tentang pencapaian manusia tetapi kita diperkenalkan kepada ibadah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Silsilah itu diberikan kepada kita karena itu penting. Mengapa? Karena semua generasi dari Set dipertahankan melalui Nuh, dan karena itu melalui Set dan Nuh dan seterusnya datanglah Mesias, yang merupakan penggenapan dari janji Kejadian 3:15. Adam hidup selama 930 tahun, dan kemungkinan besar meninggal pada generasi kesepuluh melalui Set, dan itu terjadi tepat sebelum kelahiran Nuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktanya, Nuh adalah orang pertama yang lahir setelah kematian Adam. Sungguh kehidupan yang menarik. Dari kesempurnaan, tidak berdosa di Taman, sepuluh generasi dalam sejarah manusia, kita dapat melihat akibat dosa di dunia ini. Semua orang ini jahat kecuali delapan orang saja. Adam dan Hawa adalah umat Allah. Mereka percaya kepada Allah yang benar dan hidup; mereka percaya pada Firman-Nya; mereka bertobat dari dosa mereka; dan mereka telah diampuni Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sini ada Adam, yang hidup melalui semua ini. Dia melihat putranya Kain, membunuh adiknya Habel. Dia melihat Kain pergi dari hadirat Allah ke tanah Nod. Dia melihat Kain mengembangkan budaya sekuler. Dia melihat Lamekh memecahkan pola pernikahan ilahi dengan menjadi orang yang beristri dua. Dia melihat kerusakan seluruh dunia ketika dunia mulai bertumbuh dan berkembang. Dia pasti menunggu penyelamat yang dijanjikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam <b>ayat 26</b> Set dapat seorang putra juga. Dia menikahi salah satu dari putri-putri Adam dan Hawa, seperti yang dilakukan Kain. Dan putranya, dia panggil "Enos," yang adalah sinonim untuk "Adam." Artinya, "Manusia." Dan kuncinya adalah, "Waktu itu orang-orang mulai memanggil nama Tuhan.” Ada sesuatu yang indah terjadi dalam kehidupan Set; kebangkitan rohani terjadi yang disampaikan kepada putranya, Enos.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan keturunan Set ada orang aliran baru. Dan kita tidak tahu berapa banyak dari keturunan Set tersentuh olehnya, tetapi kita melihat Henokh dalam Kejadian 5: 22, dia “berjalan bersama Allah tiga ratus tahun setelah dia menjadi ayah Metuselah.” Dan dia berjalan bersama Allah selama total 365 tahun. Dan di ayat 24, dia "berjalan bersama Allah lalu tidak ada lagi, karena dia diangkat Allah.” Pada suatu hari dia langsung masuk surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26</b>, "Lalu orang-orang mulai memanggil nama Tuhan," adalah referensi tertua untuk menyembah Yehuwa. Dan tidak ada evolusi agama. Manusia tidak mulai dengan suatu agama primitif dan berevolusi menjadi bentuk agama yang lebih tinggi dan canggih. Manusia mulai dengan ibadat sejati dan murni kepada Allah. Lihatlah, orang-orang itu tahu siapakah Allah karena Adam ada disitu. Dan Adam telah berjalan dan berbicara dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyembah pertama di dunia ini adalah penyembah Allah yang benar dan hidup. Dan setelah Kejatuhan dalam dosa semuanya menurun. Mereka tahu siapakah Allah yang benar dan hidup itu; dan mereka menyampaikan itu. Dan Nuh mengambilnya dan memberitahukannya kepada putra-putranya. Dan setelah mereka keluar dari bahtera, mereka terus menyebarkannya. Dan akhirnya, Allah memanggil Abraham dan memberinya pesan dari Allah yang benar dan hidup; dan dari dia keluarlah orang-orang Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya "memanggil"? Ini bisa berarti, "berdoa kepada"; "menyatakan" atau, "menyebutkan nama." Mereka mulai menyembah melalui doa, pemberitaan dan pujian. Dan nama Tuhan berarti siapakah Dia. Allah dikenal oleh mereka sebagai Pencipta, Yang mengampuni dosa, Allah yang akan mengalahkan Setan. Tetapi Dia juga dikenal sebagai Tuhan penuh anugerah, dan Tuhan yang mengampuni dan Tuhan yang penuh belas kasihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sudah terlibat dalam pengorbanan yang menggambarkan pengorbanan satu-satunya yang sejati, Yesus Kristus. Nah ibadah dimulai oleh Adam dan Hawa. Habel ikut bersama mereka. Tetapi di keturunan Kain itu lenyap. Set sajalah yang digunakan Allah untuk memulihkan ibadat. Itulah sebabnya dalam Lukas 3:38 dalam silsilah Yesus dikatakan, "Yesus, putra Yusuf .......... putra Enos, putra Set, putra Adam, putra Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tengah-tengah budaya sekuler yang tidak percaya, dengan semua kemajuannya secara materi, tidak ada nilai penebusan untuknya, dan itu semua akan terbakar. Tetapi terhadap budaya itu, Allah telah menempatkan umat-Nya, umat-Nya yang tersisa - keluarga Allah yang benar-benar percaya. Di tengah kemajuan dosa dalam budaya yang canggih, ada orang-orang yang benar-benar menyembah Yehuwa, Allah pribadi, Allah perjanjian dan Penyelamat. Itulah panggilan bagi kita juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Mar 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190303</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000064</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Asal Mula Masyarakat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000063"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+4:17-22" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 4:17-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lanjutkan dalam Kejadian 4. Yang saya khawatirkan disini adalah mendapatkan artinya dan menggali kekayaan dari apa yang tersedia dalam teks ini. Ketika kita sampai pada Kejadian 4:17-22, kita sampai pada suatu tema, yaitu asal usul masyarakat. Dan walaupun di permukaan, teks ini mungkin tampaknya terisolasi, itu hanya informasi saja. Ini adalah kisah peradaban, kisah masyarakat, kisah manusia dalam perkembangannya dalam sejarah manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan zaman sejarah manusia unik itu disebut "pra-banjir". Atau seperti yang disebut oleh para sarjana, masyarakat "antedeluvian", yaitu peradaban di dunia sebelum air bah. Sekarang ketika kita pelajari Kejadian 6, 7, dan 8, kita akan melihat banjir universal itu. Allah mengirim banjir yang menutupi seluruh bumi, dan itu menenggelamkan seluruh umat manusia kecuali delapan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Oleh karena itu, satu-satunya sejarah yang kita miliki tentang bumi sebelum banjir, ada di dalam Kejadian 4. Karena itu, itu merupakan bagian penting dari Alkitab. Jika kita ingin memahami bagian ini dari kisah manusia ini - maka kita harus memahami Kejadian 4, karena ini adalah satu-satunya catatan masyarakat antedeluvian atau peradaban pra-banjir. Inilah Firman Allah, satu-satunya kisah peradaban pertama yang ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, sebelum banjir, dunia ini berbeda sekali dibanding sekarang. Dan kita akan belajar lebih banyak tentang hal itu ketika kita mempelajari banjir, tetapi pada dasarnya tidak ada pola cuaca. Tidak ada angin, tidak ada hujan dan tidak ada salju. Daerahnya memiliki permukaan tanah yang lebih rata. Iklimnya ringan dan hangat. Ada banyak tanaman dan binatang yang ada di bumi, dan itu adalah lingkungan yang rata tanpa bencana alam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga tahu tentang zaman pra-banjir ini karena kita memiliki silsilah Kejadian 5 dari Adam hingga Nuh mulai dari ayat 1 sampai ayat 32. Itu adalah silsilah pra-banjir dari keturunan Set. Kita belajar dari silsilah itu bahwa manusia berumur panjang selama 1600 tahun. Adam sendiri hidup 930 tahun, dan Metusela hidup selama 969 tahun. Allah merencanakan orang hidup sangat lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu karena itu diulangi dalam silsilah Kejadian 5, bahwa mereka memiliki putra dan putri. Kita tidak tahu berapa banyak putra dan putri yang bisa dimiliki orang berusia 900 tahun. Tetapi mereka pasti dapat mempunyai banyak anak. Tebakan yang bagus untuk umur Kain, yang hidup 800 tahun bahwa bumi didiami jutaan orang. Dalam 1600 tahun, kemungkinan besar ada kira-kira 7 miliar orang di bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bumi itu berbeda dengan lingkungan yang ringan. Pada generasi awal, semua pernikahan pada awalnya adalah pernikahan kakak beradik. Sebelum banjir, ada kemurnian dalam sistem genetika manusia. Dan sangat sedikit gen mutan di dalam aliran darahnya. Itulah salah satu alasan mengapa mereka hidup begitu lama. Mikroorganisme yang pertama diciptakan bermanfaat untuk membantu kehidupan dalam rentang usia pertama yang panjang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang saat itu lebih kuat dari apa yang bisa kita bayangkan. Anda haruslah sangat kuat untuk hidup selama 900 tahun. Mereka pasti sangat sehat dengan perlawanan terhadap penyakit dan penuaan. Mereka sangat cerdas dan terampil. Bisakah Anda bayangkan melakukan sesuatu selama 600 tahun? Jadi, inilah masyarakat yang sangat kreatif, produktif, kuat, sehat, dan sangat cerdas. Tetapi karena kutukan itu ada penurunan dalam setiap aspek kehidupan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara fisik kita semakin lemah. Kita sekarang didukung oleh penemuan ilmiah tertentu di bidang kedokteran; tetapi pada umumnya, hukum entropi bekerja, dan materi semakin rusak. Orang-orang pada saat itu lebih cerdas dan lebih kuat dan mereka hidup di dalam lingkungan yang jauh lebih jinak dan aman. Masa pra-banjir ini adalah zaman emas yang menakjubkan di mana Allah menyediakan banyak berkat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun dunia dapat didiami oleh jutaan orang, pada saat banjir datang dan menghancurkan mereka semua, Roh Kudus memilih untuk membangun sejarah yang terpusat pada dua keluarga. Keluarga Kain dan keluarga Set. Kedua-duanya adalah putra Adam. Jadi kita membicarkan keluarga pertama sekarang dalam Kejadian 4:16-24, kita melihat kisah keluarga Kain; dan dalam ayat 25-26, kita melihat keluarga Set.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kontrasnya di sini adalah di antara dua keluarga. Sekarang Allah mengajarkan itu kepada kita karena sebenarnya hanya ada dua keluarga di dunia saat ini. Ada keluarga sekuler, dan ada keluarga kudus. Dan itulah yang selalu terjadi. Hanya ada dua keluarga dari perspektif ilahi di planet ini. Dan Kain dan Set memamerkan bagi kita keluarga sekuler dan keluarga kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keturunan Kain itu jahat. Dan keturunan itu diilustrasikan oleh Lamekh. Keturunan Set itu baik. Dan keturunan itu diilustrasikan oleh Enosh dalam Kejadian 4 dan Henokh dalam Kejadian 5. Dan dengan demikian kita melihat Allah membagi semua umat manusia. Ada budaya sekuler, material, pemberontak, dan jahat; dan ada budaya kudus, spiritual, yang menyembah dan benar. Dan mereka hidup berdampingan sampai akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Budaya sekuler adalah persediaan dari Allah untuk kehidupan manusia. Itulah anugerah umum. Allah telah memberi manusia segala sesuatu berkelimpahan untuk dinikmati di planet yang luar biasa kaya ini. Bumi itu sendiri sangat kaya sehingga kekaguman kita tidak pernah berhenti. Kita dapat menarik keluar dari bumi ini semua bahan yang kita perlukan untuk membangun sesuatu dan memproduksi kain, dari berbagai produk alami hingga logam dan batu permata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 4 kalian berada sebelum ada banjir dan seluruh bentuk bumi telah berubah secara dramatis setelah kejadian itu sehingga manusia dalam upaya arkeologis terbaikpun tidak dapat benar-benar merekonstruksi kehidupan saat itu seperti apa. Tetapi kreativitasnya akan melampaui apa pun yang dapat kita bayangkan; dan mereka mengembangkan budaya canggih dalam 1600 tahun. Dan tidak ada manusia gua yang mengunyah daging mentah. Dan tidak pernah ada evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16, “Lalu Kain pergi dari hadapan Tuhan dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” Kain menolak Allah. Dia menolak untuk percaya pada Allah yang benar dan hidup sebagai Allahnya. Dia mencintai dosanya; dia tidak ingin pengampunan dosa. Dia tidak mau menaati Allah, dia tidak mau mengakui Allah; dia adalah seorang murtad. Dia adalah manusia terkutuk yang penuh kebenaran diri sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memilih untuk melakukan segala yang dia bisa untuk menghindari Allah. Itulah sebabnya dalam ayat 16 hingga 26, kalian tidak pernah membaca apa pun tentang Allah. Allah tidak punya tempat di keturunan Kain. Allah tidak ada di dalam budaya sekuler. Dia adalah orang berdosa pertama yang menolak pengampunan dari Allah. Pada suatu ketika, Kain menikah. Karena ayat 17 mengatakan dia bersetubuh dengan istrinya. Dan dia menikahi saudara perempuannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perhatikanlah Kejadian 5: 4, “Umur Adam setelah memperanakkan Set adalah 800 tahun, dan ia memiliki putra dan putri lainnya." Jadi anaknya banyak dalam keluarganya - lebih banyak putra, dan lebih banyak putri dari mana Kain dapat memilih isterinya. Jadi Kain menikah. Saya tidak tahu betapa mudahnya untuk meyakinkan salah satu saudara perempuannya untuk menikah dengannya, karena memang ia telah membunuh Habel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi <b>ayat 17</b> mengatakan, “Kain mengenal istrinya, dan dia mengandung dan melahirkan Henokh. Ketika dia membangun sebuah kota, dia menyebut nama kota itu Henokh, menurut nama putranya.” Silsilah ini menunjukkan bagaimana dosa mendiskualifikasikan keturunan Kain sebagai orang-orang yang diberkati. Tetapi bahkan Kain juga memiliki sukacita pernikahan. Kain diberi hak istimewa untuk memiliki anak dan cucu dan cicit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Silsilah Kain di sini terdiri dari sebelas nama hingga tujuh generasi, dari Adam sampai Lamech. Itu berakhir dengan empat anak Lamekh. Dalam Kejadian 5 ada garis keturunan Set yang meliputi 10 generasi - dari Adam hingga Nuh, dan berakhir dengan tiga putra Nuh. Garis Kain dimulai dengan nama Henokh dalam ayat 17. Ini bukan Henokh yang sama dengan Henokh dari Kejadian 5:22. Henokh ini berada di garis keturunan Set.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Kain mendapat istri dan memulai keluarganya. Bahkan sejak awal ada pemahaman tentang legalitas pernikahan. Anak mereka adalah Henokh, atau Hanoch, yang berarti, "persembahan." Ini dapat berarti, "untuk memulai," atau "untuk melantik," sesuatu yang baru; sesuatu yang bersifat perdana. Dan paling sedikit ada tiga orang lain bernama Hanoch, atau Henokh dalam Kitab Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17</b> melanjutkan, “Isterinya mengandung dan melahirkan Henokh, dan dia membangun sebuah kota.” Sebenarnya teks Ibrani lebih baik diterjemahkan, "dia sedang membangun kota." Dan interpretasi terbaik dari "dia" mengacu kepada Kain. Kenapa dia lagi membangun kota? Bukankah Tuhan memberi tahu dia bahwa dia akan mengembara seumur hidup? Beberapa sarjana Ibrani mengatakan bahwa idenya di sini adalah ia mulai membangun sebuah kota.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Kota" adalah kata umum bahasa Ibrani yang berarti, "kompleks tempat tinggal." Itu bisa dibuat dari apa saja; bisa ukuran apa saja, besar atau kecil. Dia sedang berusaha mendirikan tempat tinggal. Indikasi bahasa Ibrani adalah bahwa dia tidak bisa berhasil; karena dia akhirnya menyerah dan memanggil nama kota itu "Henokh," atau nama putranya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sinilah kalian melihat awal urbanisasi. Di sinilah kalian melihat awal perkembangan budaya. Saat putra pertama Kain, Henokh, menyelesaikan sebuah kota. Ini sangat penting. Tidak ada evolusi masyarakat di sini. Ada Adam, Kain putranya, dan cucunya Henokh. Dan Henokh adalah ayah dari kota pertama. Mereka sudah membangun masyarakat di generasi ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat berikutnya mengidentifikasikan empat generasi berikutnya: keempat, kelima, keenam, dan ketujuh - semuanya dalam <b>ayat 18</b>, "Nah bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad menjadi ayah Mehuyael, dan Mehuyael menjadi ayah dari Metusael, dan Metusael menjadi ayah Lamekh.” Disitu hanya anak pertama disebut dalam urutan generasi berikutnya. Pastilah Kain dan istrinya memiliki lebih banyak generasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kita melihat ada kota dan kita melihat ada seorang putra, yang adalah warga kota. Jadi kita ada permulaan bisnis. Masyarakat sudah mulai beroperasi dalam kerangka kota. Ini di luar pertanian Kain dan orang-orang seperti dia. Ini melampaui pemeliharaan domba dari mereka yang mengikuti apa yang dilakukan Habel. Ini tempat tinggal di kota; mereka adalah penduduk kota.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang datanglah klimaks dari silsilah Kain dalam dirinya Lamekh. Dan <b>ayat 19</b> menceritakan kisahnya kepada kita. "Dan Lamech mengambil dua istri untuk dirinya." Manusia tidak berevolusi menjadi monogami. Desain asli Allah adalah monogami - satu pria dan satu wanita seumur hidup. Dalam Kejadian 2:24, seorang pria dan seorang wanita bersatu satu sama lain; mereka meninggalkan orang tua mereka. Itu sudah ada ejak awal, dan itu ditegaskan kembali di seluruh Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lamekh adalah bukti kemunduran, bukan evolusi. Lihatlah generasi ketujuh dari Adam - Kain masih hidup saat ini; dan Adam masih hidup, dia hidup selama 930 tahun. Adam melihat semuanya, bahkan sampai kelahiran Nuh. Adam sebenarnya dapat melihat apa yang terjadi, karena dunia yang berpenduduk padat ini begitu korup dan berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Lamech bukan satu-satunya orang yang beristeri dua. Ini hanya menggambarkan kemana arah masyarakat itu pergi. Dan kemudian komentar lengkap datang dalam Kejadian 6 di mana Allah berkata, "Saya melihat dunia dan semuanya jahat, dan hanya kejahatan terus menerus." Tetapi di sinilah ilustrasi rekaman korupsi pernikahan terjadi. Lamekh mengambil bagi dirinya dua istri, dan Abraham dan Yakub juga melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham tidak bisa menunggu Allah, jadi dia memutuskan untuk mengambil Hagar si pelayan wanita itu dan bersetubuh dengannya. Dan kalian tahu hasilnya jika kalian melakukan sesuatu diluar rencana Allah untuk pernikahan. Dia bersetubuh dengan Hagar; dari itu datanglah Ismail, dan dari Ismail datanglah orang-orang Arab, yang saat ini merupakan masalah besar dalam kehidupan orang Israel, dan keadaannya selalu seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakub juga mengambil dua istri, Lea dan Rahel; dan bencana demi bencana terjadi di keluarganya. David juga mengambil beberapa istri, dan itu semua hanya menghasilkan kekacauan total, bencana, sakit hati, dosa dalam hidupnya. Dan lihatlah Solomon, yang memiliki 700 pernikahan dan selirnya 300. Di mana pun kalian melihat bigami, atau poligami dalam Alkitab, itu membawa konflik, kesedihan, dan kehancuran bagi keluarga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lamekh juga menikahi dua isteri, Ada dan Zila. Kedua istri ini memberi Lamekh setidaknya empat anak, tiga laki-laki dan satu perempuan. Dari pertanian aslinya, dikombinasikan dengan masyarakat kota, itu sekarang berkembang lebih lanjut. <b>Ayat 20-21</b>, “Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa mereka yang tinggal di kemah dan memiliki ternak. 21 Nama saudaranya adalah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yabal adalah peternak sapi asli. Ini termasuk semua binatang yang akan dijinakkan. Jika Anda hidup ratusan tahun dan Anda memiliki orang-orang yang bekerja dengan Anda yang hidup ratusan tahun; dan Anda memelihara jutaan binatang pada tahun-tahun itu. Anda akan belajar tentang susu binatang, kulit binatang, dan juga daging binatang. Yabal adalah pemakan daging asli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yubal adalah bapak musik. Bisakah Anda membayangkan dunia kita tanpa musik? Musik adalah berkat luar biasa bagi dunia kita, bukan? Allah tidak dipaksa untuk menyediakan dunia sekuler dengan keindahan musik, tetapi Dia melakukannya. Yubal diberi hadiah musik. Dan kemudian dia juga menciptakan alat musik untuk memainkannya. Kata "kecapi" adalah jenis harpa kuno; tetapi dalam bahasa Ibrani itu adalah biola.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Zila juga melahirkan Tubal-kain; dialah yang membikin semua alat perunggu dan besi. Saudari Tubal-kain itu adalah Naama.” Dan bagaimana Anda dapat membuat segala macam hal dari perunggu dan besi? Itu memerlukan seorang jenius untuk melakukan itu. Metalurgi adalah keterampilan sains yang hebat. Mengembangkan metalurgi, menggunakan perunggu dan besi adalah ilmu yang sangat tinggi yang benar memerlukan kekuatan dan kebijaksanaan besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi membagi sejarah manusia menjadi Zaman Batu, dari 100.000 SM. - 4000 SM. Kemudian datang Zaman Shalcolific, dari 4.000 SM. - 3.200 SM Kemudian Zaman Perunggu, dari 3.200 SM. - 1.200 SM. Kemudian Zaman Besi dari 1.200 SM. - 330 SM. Tetapi di sini ada orang yang melakukan semuanya. Hanya ada satu periode, yang berlangsung sekitar 1600 tahun, di mana mereka bekerja dengan batu, perunggu, besi dan membuat musik dan mengembangkan kota.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian menunjukkan tidak ada evolusi. Semua elemen peradaban, budaya, masyarakat, dan kehidupan modern - urbanisasi, pertanian, domestikasi binatang, industrialisasi, hiburan - semua berkembang dalam tujuh generasi pertama dari Adam bahkan sebelum Kain mati. Namun, di samping budaya, dosa juga berkembang. Dan disini Allah tidak disebut karena itu adalah budaya sekuler. Minggu depan kita akan pelajari keluarga Set. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Feb 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190224</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000063</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dosa Kain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000062"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+4:6-16" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 4:6-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian adalah buku asal-usul. Ada asal-usul dunia materi di sini dan juga ada juga asal-usul dunia rohani. Dan dalam Kejadian 4 ada kisah Kain dan Habel yang terkenal itu. Kain digambarkan di sini sebagai bentuk asli orang terkutuk yang terhilang. Ketika dihadapi Allah, dengan kesempatan untuk pengampunan dosa dan pembebasan, dia menolak. Dia adalah orang pertama yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam dan Hawa adalah orang percaya dan bagian ini menunjukkan bahwa Habel juga adalah orang percaya. Hanya ada empat orang di planit pada saat itu. Disini terdapat orang pertama yang tidak percaya; orang pertama yang sama sekali tanpa Allah, tanpa harapan dan tanpa berkat. Sejarah Kain adalah kisah tragis yang merupakan awal dari semua agama lain tanpa Allah. Ingatlah hal itu dengan membaca <b>Kejadian 4: 6-16</b> untuk kalian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tuhan berkata kepada Kain, “Mengapa hatimu panas, dan mukamu muram? 7 Jika Anda berbuat baik, bukankah Anda akan diterima? Dan jika Anda tidak berbuat baik, dosa sudah menunggu di pintu. Keinginannya bertentangan dengan kalian, tetapi kalian harus berkuasa mengatasinya.” 8 Kain berbicara dengan Habel, adiknya. Dan ketika mereka ada di padang, Kain bangkit melawan Habel adiknya lalu membunuhnya. 9 Kemudian Tuhan berkata kepada Kain, "Di mana Habel, adikmu itu?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jawabnya, “Saya tidak tahu; apakah aku penjaga adikku?”10 Dan firman Tuhan, “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu berteriak kepada-Ku dari tanah.11 Maka sekarang terkutuklah engkau dari tanah, yang telah membuka mulutnya untuk menerima darah adikmu dari tanganmu. 12 Apabila engkau mengerjakan tanah itu, tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya bagimu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Kata Kain kepada Tuhan, “Hukumanku lebih besar daripada yang dapat kutanggung. 14 Lihatlah, Engkau telah mengusir aku hari ini dari tanah ini, dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu. Aku akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi, dan barangsiapa yang menemukan aku akan membunuhku. 15 Firman Tuhan kepadanya, “Sekali-kali tidak! Jika ada yang membunuh Kain, dia akan dibalaskan tujuh kali lipat.” Dan Tuhan menaruh tanda pada Kain, agar siapa pun yang menemukannya tidak akan menyerangnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Lalu Kain pergi dari hadirat Tuhan dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden." Itulah kisah Kain. Ada beberapa poin ketika kita melihat 10 ayat ini. Kain menunjukkan kepada kita bahwa bahkan yang terhilang dan yang terkutuk memiliki awal yang penuh harapan. Dan dalam kasusnya itu masih ada harapan. Ayat 1, "pria itu berhubungan dengan istrinya." Hawa melahirkan Kain dan berkata, 'Aku telah mendapat anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain dalam bahasa Ibrani berarti, "benda yang terbentuk; ciptaan." Dan Hawa menamakan putranya, "yang dibuat dengan pertolongan Tuhan." Dan dalam ayat 2, dia melahirkan putra lain, yakni Habel. Dan nama Habel, Hebel, berarti, "Nafas belaka." Dan memang hidupnya sangat singkat. Masuk akal untuk berasumsi bahwa dia meninggal di masa remajanya, waktu semua orang lain hidup selama ratusan tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segera kondisi spiritual Kain yang sebenarnya terungkap dalam tindakan ibadah. Dan itu menggambarkan malapetaka ibadah yang tidak dapat diterima. Setiap orang adalah penyembah. Bahkan mereka yang terkutuk dan orang-orang yang menolak Tuhan juga penyembah. Kalian menyembah Allah yang benar dengan cara yang benar, atau kalian menyembah Allah yang benar dengan cara yang salah, atau kalian menyembah dewa-dewa lain, yang adalah setan, atau kalian menyembah dirimu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita baca bahwa, "Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada Tuhan.” Pasti ada perintah Allah untuk menyembah-Nya dengan membawa persembahan. Namun, ia membawa buah dari tanah, seperti yang ditunjukkan teks, yang tidak diterima Allah. Tentu Allah menyatakan bahwa apa yang Dia inginkan adalah pengorbanan seekor binatang yang menjadi pengganti untuk dosa dan kematiannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, inilah contoh pertama penyembahan palsu terhadap Allah yang benar. Inilah contoh pertama tentang pembenaran diri. Rupanya, Kain merasa ia tidak membutuhkan pengganti; dia merasa bahwa tidak perlu ada kematian atas namanya. Ia dapat membawa kepada Allah sesuatu dari prestasinya sendiri. Disitu kita tidak diberi tahu apa pun tentang kualitas dari apa yang dibawa; disitu hanya dikatakan dia membawa sesuatu dari hasil kerja tanahnya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebaliknya, ayat 4 mengatakan Habel membawa, “anak sulung kawanan dombannya dan bagian lemaknya.” Dia membawa binatang yang terbaik, dan dalam bahasa Ibrani itulah artinya “anak sulung kawanan domba dan bagian lemaknya.” Allah menuntut pengorbanan binatang yang terbaik. Dan itu, menggambarkan pengorbanan akhir untuk dosa kita, yakni Yesus Kristus - Anak Domba Allah yang sempurna tanpa dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kasus Kain, Allah tidak menghargai Kain dan persembahannya. Hati Kain penuh kebenaran diri; dan karena itu persembahannya juga tidak benar. Disini tidak dibicarakan perlunya ada pengorbanan; tidak dibicarakan dosanya, dan tidak dibicarakan kematiannya yang pantas. Jadi di sini ada ibadah palsu yang membenarkan diri dan munafik. Kain tidak menyenangkan Allah. Karena itu dia ditempatkan dengan mereka yang dikutuk Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang terkutuk membenci umat Allah yang sejati dan juga Allah sendiri. Dalam ayat 5 dikatakan Kain menjadi sangat marah, dan mukanya muram. Dia membenci berkat yang diberikan kepada adik lelakinya yang saleh. Dia membenci faktanya bahwa Habel adalah orang benar. Dan orang benar selalu menjadi batu sandungan bagi orang yang membenarkan diri. Karena itu mereka yang diberkati oleh Allah selalu dibenci oleh orang yang benar-diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain marah dan mukanya putus asa dan muram. Itulah jalannya bagi orang-orang yang berpegang teguh pada dosa mereka dan kebenaran diri mereka, yang menolak Allah dan mencintai dosa mereka, dan mengasihi diri mereka sendiri. Itu bagian dari sikap mereka untuk marah dengan Alkitab; untuk marah dengan Allah dari Alkitab; dan untuk marah dengan mereka yang percaya Alkitab. Jika kalian membawa sikap seperti itu ke mana saja, kalian pasti akan diusir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita lanjutkan di mana kita berhenti minggu lalu. Orang yang tidak percaya menolak Firman Allah. <b>Ayat 6</b>, “Tuhan berfirman kepada Kain, “Mengapa hatimu panas, dan mukahmu muram?” Allah disini langsung berfirman, dari mulut Allah kepada Kain. Allah memberinya undangan yang jelas untuk pembebasan dari dosanya. Allah masih berbicara dengan jelas. Dan Dia masih berbicara langsung kepada kita melalui halaman-halaman Kitab Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak pernah mencari informasi. Dia sudah tahu semua itu. Allah mendorong supaya ada dialog. Dia mencoba membuat Kain memandang dengan jujur apa yang memotivasikan dirinya – supaya dia melihat hatinya yang berdosa dan kemarahannya terhadap adik lelakinya dan kepada Allah. Di dalam Yakobus 1 dikatakan, nafsu sedang bekerja di dalam dirinya. Dan nafsu, ketika itu muncul, menghasilkan dosa. Dan itulah dosa yang mematikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Allah berkata dengan penuh anugerah, "Ini tidak perlu terjadi seperti ini.” <b>Ayat 7</b>, “Jika Anda berbuat baik, bukankah Anda akan diterima?” Apa maksudnya ini? Allah berkata, "Engkau bisa bertobat dan membersihkan hatimu. Engkau dapat memberi persembahan kepada Allah yang dapat diterima dari hati yang benar. Dan jika engkau melakukan itu, mukamu akan gembira. Engkau tidak perlu marah. Lakukanlah apa yang benar di hatimu di hadapan-Ku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, <b>ayat 7 </b>meneruskan, “Dan jika Anda tidak berbuat baik, dosa sudah menunggu di pintu.” Dan dosa digambarkan seperti singa yang mengaum. “Keinginannya bertentangan dengan kalian, tetapi kalian harus berkuasa atasnya.” Allah berkata, "Kalian punya pilihan. Kalian bisa saja melakukan apa yang benar, dan mengakui dosa kalian, dan menaati saya dan memberi korban yang tepat kepada-Ku. Tetapi jika kalian memberontak, dosa itu akan menghancurkan kalian, dan kalian akan menghabiskan hidup kalian dengan mencoba mengendalikannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama halnya dengan kita, kita dilahirkan sebagai pendosa. Dosa ada di dalam kita; tetapi tidak selalu kita akan dikuasai dosa. Jika kita datang kepada Allah, bertobat karena dosa kita, memeluk pengorbanan Yesus Kristus, maka kita akan mengalahkan dosa. Itu adalah janji-janji indah dari Alkitab. Roma 6:12 mengatakan, "Karena itu janganlah biarkan dosa berkuasa dalam tubuhmu yang fana, supaya jangan lagi engkau menuruti keinginannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah penginjil pertama. Dan Allah memberikan kepada para pendosa dua pilihan: lakukanlah apa yang benar dari hati dan dalam perilaku Anda. Tetapi jika Anda meneruskan apa yang Anda lakukan, maka kehidupan Anda penuh konflik, dan Anda akan kalah. Dan Kain menolak Firman Allah karena <b>ayat 8</b>, “Kain berbicara dengan Habel, adiknya. Dan ketika mereka berada di padang, Kain bangkit melawan adiknya Habel dan membunuhnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 3: 10-15 menggambarkan orang berdosa, "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak; 11 tidak ada yang mengerti, tidak ada yang mencari Allah; 12 Semua telah berpaling, bersama-sama mereka menjadi tidak berguna; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 13 Tenggorokan mereka seperti kuburan terbuka, lidah mereka digunakan untuk menipu, bibir mereka mengandung racun. 14 Mulut mereka penuh kutukan dan kepahitan. 15 Kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak takut Allah, dan jika perlu, mereka akan membunuh. Itulah sebabnya kita harus ada pemerintah. Jika kita hidup dalam anarki tanpa pemerintah dan tanpa polisi, pembunuhan terus akan terjadi. Dan Kain adalah benih ular itu. Hawa pikir Kain mungkin keturunannya, yang akan meremukkan kepala ular. Ternyata Kain sebenarnya adalah benih dari ular itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak heran bahwa melalui sejarah dunia, umat Allah telah dianiaya dan dibantai, dan bahkan hingga hari ini, itu masih terjadi. Kita tahu bahwa sekarang ini di seluruh dunia ada lebih banyak orang Kristen yang mati syahid dalam sejarah. Tetapi kita tahu bahwa kematian bukanlah akhir tetapi awal kehidupan selamanya bersama dengan Yesus Kristus yang telah menyediakan tempat bagi kita semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Lalu Tuhan berkata kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu? Jawabnya, “Aku tidak tahu; apakah aku penjaga adikku?” Orang yang terkutuk mencoba bersembunyi dari dosa mereka, meskipun diperhadapkan dengan kebenaran. Mungkin saja mereka datang ke gereja, namun mereka menolak untuk mengakui dosa mereka. Allah tidak pernah membutuhkan informasi karena Dia mahatahu. Di dalam <b>ayat 10</b> Allah berkata, "Suara darah adikmu berseru kepada-Ku dari tanah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain tidak lagi berada di dekat tubuh itu. Ketika Allah menghadapi Kain, dia telah lari. Ini kebiasaan orang berdosa. Dan dia mengatakan, "'Saya tidak tahu.'" Dia bukan hanya melarikan diri dari tempat kejadian itu, tetapi dia juga berbohong untuk menutupi dosanya. Dan kemudian dia berkata, “Apakah aku penjaga adikku?" Inilah pola pendosa yang tidak mau mengakui dosanya. Inilah seorang pembunuh yang membenci adiknya dan mencintai dosanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa itu semakin memburuk sejak Kejatuhan. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka bersembunyi di Taman karena malu. Dan sekarang ada kebohongan terang-terangan. Dan dosa menyebabkan Kain menjadi pembunuh. Kita mungkin tidak melihatnya; tetapi Allah tahu dan melihatnya. Di masa kini orang tidak mengklasifikasikan itu sebagai dosa; mereka mengatakan itu kebebasan. Ini adalah "moralitas baru”. Manusia sekarang adalah biadab mulia, yang bertindak bebas untuk melakukan keinginannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang terkutuk pada akhirnya dituntut Allah. Sekarang Allah menariknya ke pengadilan; Allah adalah penyelidik yang membawa bukti; dan buktinya adalah darah Habel yang berseru kepada Allah dari tanah, secara metaforis. Allah sekarang bergerak untuk menjadi penuntut. <b>Ayat 11</b>, “Maka sekarang terkutuklah engkau dari tanah, yang telah membuka mulutnya untuk menerima darah adikmu dari tanganmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata, "Engkau melakukan itu. Engkau adalah pembunuh. Setiap kejahatan yang dilakukan, setiap dosa yang dibuat berseru kepada Allah. Semua dosa menyinggung Dia dan dikketahui-Nya. Dan Allah menjawab sebagai pembalas ilahi. Tanah yang sama dari mana dia menarik persembahannya, juga menerima darah adiknya. Jadi sekarang Allah memberi kutukan pada Kain yang juga akan mempengaruhi seluruh umat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b>, “Apabila engkau mengerjakan tanah itu, tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya bagimu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Engkau tidak pernah akan bisa bertani. Jika engkau mencoba, engkau tidak akan berhasil. Dalam kesombonganmu, dan profesi yang kauhargai, tetap engkau tidak akan berhasil. Dan meskipun Allah telah mengutuk Kain, Ia dengan murah hati mengizinkannya hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain menikahi adik perempuannya, yang merupakan rencana awal dan tujuan Allah. Ini bukan masalah seperti sekarang dalam kemunduran kumpulan gen dan perkawinan dalam keluarga. Dari keturunannya datanglah populasi berikut. Adam dan Hawa memiliki anak-anak lain dan mereka menikah dan mereka menghasilkan semakin banyak anak. Realitas yang menyedihkan adalah, pada saat generasi pertama berlalu, segalanya menjadi sangat buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain berkata kepada Tuhan di <b>ayat 13-14</b>, “Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung. 14 Lihatlah, Engkau telah mengusir aku sekarang dari tanah ini, dan aku akan disembunyikan dari wajah-Mu. Saya akan menjadi pelarian dan pengembara di bumi, dan siapa pun yang menemukan aku akan membunuh aku.” Dia hanya berkata, “Engkau tidak adil.” Tidak ada pertobatan, dan tidak ada penyesalan, tidak ada keinginan untuk mengatasi dosa, dan tidak ada keinginan untuk pengampunan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kain berkata siapa pun yang menemukan aku akan membunuh aku. "Mengapa? Karena mereka semua terkait dengan Habel. Populasi semakin berumbuh. Dan Kain akan hidup lama. Dan orang akan dilahirkan; mereka akan tumbuh dan mereka akan memiliki anak. Dan mereka semua akan tahu tentang Kain, pembunuh Habel, karena mereka semua satu keluarga, Dan semua yang mereka tahu adalah balas dendam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b>, “Firman Tuhan kepadanya, “Tidak demikian! Barangsiapa membunuh Kain, itu akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Dan Tuhan memberi tanda pada Kain, agar dia tidak akan diserang oleh siapa pun yang menemukannya.” Orang-orang selalu bertanya, “Tanda seperti apa itu? dan jawabannya, "Tidak ada yang tahu." Tetapi Allah tidak mau ada balasan dendam pribadi sebagai cara untuk menghukum penjahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan berkata dalam Roma 12:19, "'Pembalasan adalah hak-Ku; Akulah yang akan menuntut balasan.” Faktanya, Dia menjadi pelindung Kain. Ini adalah Allah yang penuh anugerah pada orang jahat. Mengapa begitu? Jawaban di Roma 2: 4-5, “Kesabaran dan kemurahan Allah dimaksudkan untuk menuntun engkau pada pertobatan.” Namun Kain sama sekali tidak menghargai hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Lalu Kain pergi dari hadirat Tuhan dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” Itulah komentar yang paling menyedihkan - tidak ada pertobatan. Dia memilih untuk hidup terpisah dari Allah. Dia menetap di dunia. Ia mencintai dunia, sehingga kasih Allah tidak ada di dalam dirinya (1 Yohanes 2). Nod adalah tempat yang tidak diketahui, tetapi itu melambangkan tempat di mana Allah tidak dipertimbangkan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190217</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000062</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kain, pendosa terkutuk]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000061"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+4:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 4:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita sampai pada Kejadian 4 kita melihat kisah Kain. Orang pertama yang lahir di dunia, karena Adam diciptakan secara langsung oleh Allah. Kemudian Hawa diciptakan dengan mengambil materi dari sisi Adam. Kain adalah orang pertama yang lahir di dunia. Maka dengan kelahiran Kain datanglah sejumlah hal-hal pertama. Kelahiran pertama, yang karena itu menjadi keluarga pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelahiran Habel segera diikuti kelahiran saudara pertama dan ada beberapa orang bahkan percaya bahwa mereka kembar, meskipun itu tidak dibuktikan dalam teks. Kita melihat kelahiran pertama, kemudian ada keluarga pertama dan saudara pertama. Kita juga mengalami bencana keluarga pertama. Kisah Kain juga mengungkapkan kepada kita tentang pembentukan masyarakat dan menunjukkan kepada kita kedatangan dosa ke dalam manusia dalam sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Kain adalah kesempatan pertama untuk membalas dendam. Kita memiliki dalam kisah Kain tindakan ibadah pertama setelah kejatuhan. Ungkapan pertama untuk kemunafikan, kesempatan pertama untuk agama palsu dan tindakan pertama dalam pembenaran diri. Dan pengenalan akan anugerah. Tetapi tema utama dalam kisah Kain adalah untuk memperkenalkan kita kepada orang pertama yang tidak percaya yang berdosa terhadap Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kain adalah bentuk asli orang terkutuk. Dia adalah purwa-rupa orang berdosa yang terhilang. Dan Allah selalu memiliki tujuan jelas ketika ia mencatat kisah-kisah dalam Alkitab bagi kita. Dan kisah Kain diberikan di sini secara terperinci agar kita dapat memperoleh gambaran lengkap tentang orang yang tidak percaya yang khas. Jadi kita menamakan Kain ini bentuk asli orang terkutuk. Dan gambar besarnya di sini adalah pesan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Kain ini adalah kisah seseorang yang tidak percaya, seorang pria yang tidak mau bertobat. Ini adalah kisah tentang orang yang menolak keselamatan Allah yang murah hati. Bahkan Perjanjian Baru memberi komentar tentang kisah ini. Dan dalam Yudas 1:11 kita membaca, “Celakalah mereka! Karena mereka berjalan di jalan Kain.” Disini Yudas menghubungkan para guru palsu sebagai mereka yang di bawah hukuman ilahi bersama dengan Kain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Yohanes 3:12, dikatakan, “Janganlah menjadi seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan membunuh adiknya. Dan mengapa dia membunuhnya? Karena perbuatannya sendiri adalah jahat dan perbuatan adiknya benar.” Jadi Perjanjian Baru mengidentifikasi Kain sebagai orang yang berhubungan dengan orang terkutuk di Yudas. Dan orang yang dikaitkan dengan Setan dalam 1 Yohanes 3. Dan Habel disebut benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Habel adalah orang percaya. Dia percaya Allah dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Dan dia percaya pada janji Allah sama seperti bapak dan ibunya, Adam dan Hawa. Kemudian muncullah kontras di dalam Kejadian 4 dengan orang yang tidak percaya bernama Kain. Tidak perlu bagi saya untuk memberi Anda lebih dari itu lagi. Hanya saya mengulangi bahwa inilah bentuk asli orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 4: 1-7</b>, “Nah Adam mengenal Hawa istrinya, dan dia mengandung dan melahirkan Kain, dan mengatakan, “Aku telah mendapat seorang laki-laki dengan pertolongan Allah.” 2 Selanjutnya, dia melahirkan Habel, adiknya. Dan Habel menjadi gembala domba, dan Kain adalah petani. 3 Setelah beberapa waktu Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan, 4 dan Habel juga membawa anak sulung dari kawanan dombanya dan bagian lemaknya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan Tuhan menghargai Habel dan persembahannya, 5 tetapi Kain dan persembahannya tidak dihargai-Nya. Lalu Kain menjadi sangat marah, dan mukanya muram. 6 Tuhan berkata kepada Kain, “Mengapa hatimu panas, dan mukamu muram? 7 Jika engkau berbuat baik, bukankah engkau akan diterima? Dan jika engkau tidak berbuat baik, dosa menunggu di pintu. Keinginannya bertentangan dengan engkau, tetapi engkau harus mengatasinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita melihat ciri-ciri karakter Kain. Semuanya negatif kecuali yang pertama. Pada awalnya ada permulaan penuh harapan dalam Ayat 1, ibunya berkata, "Saya mendapatkan anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.” Ayat terakhir itu tragis; Ayat 16, kemudian Kain pergi dari hadirat Tuhan.” Orang yang tidak percaya memiliki awal penuh harapan. Jadi Adam ada hubungan dengan istrinya, kata Ibrani Yada berarti mengenal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam mengenal istrinya. Itu adalah kata lain untuk hubungan seksual, untuk mengenal secara intim. Itu diulangi lagi saat kita melihat ayat 17 dan "Kain mengenal istrinya”, sekali lagi Yada. Dan jika kalian melihat ayat 25 itu diulangi lagi, "Dan Adam mengenal istrinya lagi dan dia melahirkan seorang putra kali ini nama putranya adalah Set." Dalam setiap kasus, kata ‘Yada’ digunakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata 'kenal' juga digunakan secara metaforis untuk hubungan intim. Dalam Amos 3:2, Allah berkata, "Israel sudah saya kenal." Dan apa yang Dia maksudkan adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang ada hubungan perjanjian dengan Dia yang intim. Dan dalam Yohanes 10, Yesus berkata, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka." Itu berarti dia memiliki hubungan intim. Jadi Hawa menjadi hamil dan melahirkan Kain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah melakukan mujizat penciptaan hidup baru. Dan Hawa tahu itu; dia tahu itu bukan melalui proses evolusi. Dia berkata, “Aku telah mendapat seorang laki-laki dengan pertolongan Allah.” Hawa tahu anak itu dilahirkan oleh kuasa Allah yang bekerja di dalam dirinya dan di dalam anak itu. Kata kerja, ‘cana’, berarti memperoleh sesuatu. Dia mengatakan, "Saya sekarang telah memperoleh sesuatu yang Allah buat bersama saya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cukup menarik bahwa Kain dinamakan "hal yang terbentuk" yang telah dibentuk bersama oleh Hawa dan Allah. Tetapi Habel memiliki nama yang sangat berbeda. Habel adalah kata Ibrani, Hebel, yang berarti nafas saja. Dan itu mengekspresikan singkatnya kehidupan. Dan dalam kasus Habel, itu memang sangat singkat. Mazmur 144: 4 mengatakan, "Manusia sama seperti angin. Hari-harinya seperti bayangan yang lewat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu berapa lama dia benar-benar hidup karena tidak ada waktu yang ditentukan sebelum kejadian ini yang melibatkan pembunuhannya. Tetapi diukur dari panjangnya kehidupan sebelum air bah, Adam sendiri hidup selama 930 tahun dan juga banyak orang hidup selama berabad-abad, kehidupan Habel hanyalah nafas singkat. Bayangkan sukacita itu ketika dua anak adalah dua anak pertama yang pernah lahir dalam sejarah dunia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2</b> melanjutkan, “Dan Habel menjadi gembala domba, dan Kain adalah petani.” Kedua-duanya adalah profesi yang mulia. Ada banyak gembala yang mulia di dalam Perjanjian Lama seperti Yakub, Yusuf, Musa dan Daud. Dan tentu saja gambaran tentang gembala agung diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan menjadi petani bukan profesi kelas dua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Tuhan kita sendiri menampilkan dirinya sebagai petani sejati yang menabur benih yang baik dan menghasilkan panen yang bermanfaat. Dan ada orang lain dalam Alkitab, ada beberapa di antara para nabi, yang adalah petani. Jadi mereka berdua memiliki tanggung jawab yang mulia dan itulah caranya hidup dibagikan. Anda bisa memelihara binatang atau memelihara tanaman. Tetapi di situlah hal positif berakhir untuk orang-orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tampaknya tidak butuh waktu lama dimana karakter Kain dan Habel terungkapkan. Dan yang cukup menarik, pengungkapan karakter mereka diperlihatkan dalam suatu kesempatan ibadah. Ketika kalian masuk ke dalam lingkungan ibadah, maka perbedaan karakter itu menjadi jelas. Dan kita diberi tahu bahwa penyembahan Habel diterima dan persembahan Kain sangat cacat dan tidak diterima.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang tidak percaya menawarkan ibadah yang tidak dapat diterima. Inilah karakteristik dari orang terkutuk. Karena mereka menawarkan ibadat yang tidak dapat diterima. Dan orang yang tidak percaya pada umumnya adalah religius sepanjang sejarah dunia. Faktanya seluruh umat manusia beragama tanpa berhenti. Kalian dapat pergi ke sudut paling gelap di dunia dan kalian akan menemukan orang-orang yang menyembah sesuatu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyembah matahari, bulan, bintang-bintang, binatang, reptil, serangga, batu, pohon, air terjun, sungai, danau, gunung, patung, atau suatu gambar buatan mereka sendiri. Beberapa orang bahkan menyembah diri mereka sendiri. Manusia selalu harus menyembah sesuatu. Dan Kain adalah seorang penyembah. <b>Ayat 3</b> mengatakan, "Setelah beberapa waktu Kain mempersembahkan sebagain dari hasil tanah itu kepada Tuhan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu umur mereka. Mungkin mereka masih muda karena karakter mereka akan kelihatan pada awalnya, di mana mereka dapat memutuskan tanggapan mereka terhadap Firman Allah dan janji-janji Allah. Bagaimana mereka tahu tentang hal itu? Karena, dua penginjil yang paling kuat untuk mempercayai Alah adalah Adam dan Hawa. Siapa lagi yang lebih tahu artinya menjadi korban Setan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah berapa kali mereka memohon kepada anak-anak itu untuk percaya kepada Allah dan bukan Setan? Berapa kali mereka memohon kepada mereka untuk percaya pada janji-janji Allah karena janji-janji Allah mendatangkan sukacita dan berkat dibanding dengan janji-janji Setan yang mendatangkan kematian dan kehancuran? Saya tidak bisa membayangkan ada orang yang lebih cocok untuk menyampaikan pesan itu daripada kedua orang yang telah diusir dari firdaus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hawa pasti memohon anak-anaknya untuk percaya kepada Allah. Dan ayah seperti Adam pasti melakukan hal yang sama. Kain dan Habel bisa menceritakan kisah itu dalam setiap detail tentang bagaimana kejatuhan itu terjadi dan betapa indahnya keadaan di taman dan betapa sedihnya mereka tidak bisa kembali. Dan mereka pasti tahu tentang malaikat dengan pedang menyala ke segala arah untuk mencegah siapa pun juga untuk masuk kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkali-kali mereka diberitahu untuk percaya bahwa Allah akan mengutus seseorang yang akan meremukkan kepala ular itu dan menggulingkan perampas ini dan mengembalikan firdaus. Dan mereka diberitahu bahwa kalian perlu menghormati Allah, menunjukkan rasa hormat, dan perlu menyembah Allah. Kita yakin bahwa Allah telah memerintahkan persembahan itu, karena kalau tidak, bagaimana mereka akan tahu untuk mempersembahkannya kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka keluar dari Eden, tetapi mereka masih bisa beribadah. Karena Allah dapat disembah di mana pun mereka berada. Kita belajar dalam Yohanes 4 bahwa Allah tidak terbatas pada gunung Gerizim, dia tidak terbatas pada Yerusalem, tetapi Allah harus disembah di mana-mana dalam roh dan kebenaran. Allah telah memberi tahu mereka bahwa dia ingin ada pengorbanan, jadi dibangunlah sebuah altar. Dan datanglah Kain dengan hasil buah tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak dikatakan bahwa dia membawa yang pertama dari tanaman, atau bahwa dia membawa yang terbaik. Dan karena itu tidak dikatakan, dia tidak membawa yang pertama atau yang terbaik. Tetapi yang lebih penting, dia tidak membawa korban binatang. Dan saya yakin bahwa Allah telah memerintahkan mereka untuk membawa korban binatang. Masih kalian ingat gambar kematian pengganti dari korban yang tidak bersalah untuk menebus orang berdosa?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini Kain tidak mengakui bahwa dia adalah orang berdosa. Dia membawa apa yang telah dia hasilkan dari tanah. Tampaknya itu adalah persembahan prestasi manusia yang membenarkan diri. Hanya ada dua cara untuk memyembah Allah. Kalian mendekati Allah dengan menawarkan kepada-Nya hasil usaha kalian. Atau kalian mendekati Allah sambil menyadari bahwa kalian patut mati dan dengan mempersembahkan korban sebagai pengganti untuk mati di tempatmu kalian diperbolehkan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rupanya Kain sama sekali tidak menyadari dia berdosa. Jadi inilah contoh pertama pencapaian manusia dan agama palsu. Kemudian dalam Hukum Imamat, kalian dapat melihatnya dalam Ulangan 26 dan Imamat 2, persembahan gandum ditentukan oleh Allah sebagai pengingat bahwa Allah adalah sumber semua makanan mereka. Tetapi persembahan utama dan yang diperlukan adalah pengorbanan binatang untuk kematian sebagai pengganti dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang dari Kain yang membenarkan diri kita datang ke Habel yang benar. <b>Ayat 4</b>, “dan Habel juga membawa anak sulung dari kawanan dombanya dan bagian lemaknya.” Ini sangat berbeda. Dia bukan hanya membawa binatang, persembahannya yang paling gemuk dari anak sulung. Yang terbaik dari yang terbaik. Penekanannya di sini adalah pada kualitas penawaran itu serta karakternya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengorbanan binatang dijelaskan dalam Hukum Musa di kitab Keluaran dan di dalam keseluruhan kitab Imamat. Dan semua pengorbanan binatang itu hanyalah gambaran dari satu-satunya pengorbanan yang benar-benar menghilangkan dosa. Yaitu Pengorbanan Yesus Kristus. Dan Allah pasti memberi mereka instruksi tentang pengorbanan binatang itu. Dan bukan sembarang binatang yang dikorbankan, tetapi binatang yang terbaik tanpa cacat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Domba yang tidak bercela itu menggambarkan Yesus Kristus yang tanpa dosa. Dan <b>akhir ayat 4</b>, inilah hal yang paling penting, "Tuhan telah menghargai Habel dan persembahannya." Tuhan menghargai itu berarti Dia terima Habel dan persembahannya. Pertama-tama Allah menghargai Habel. Itu berarti menghargai hatinya dan rohnya. Itu berarti sikapnya, pria ini memiliki iman di dalam hatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu melihat hati. Dan di sini ada orang yang menyembah Allah dengan hatinya. Di sini ada orang yang beriman kepada Allah. Di sini ada orang dengan hati yang benar. Karena itu dikatakan, “Tuhan menghargai Habel. Dan juga persembahannya.” Itu hal luar, yaitu binatang. Faktanya dia menyembahkan apa yang Allah ingin. 1 Yohanes 3:12 mengatakan, "Tingkah lakunya benar." Itu berarti dia melakukan apa yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b>, “tetapi Kain dan persembahannya tidak dihargai-Nya. Lalu hati Kain sangat panas, dan mukanya muram.” Tuhan tidak menghargai persembahan dan hati Kain. Perjanjian Baru menjelaskan bahwa dia jahat. Ia dihubungkan dalam Yudas 1:13 dengan semua guru palsu yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selamanya. Jadi Kain adalah bentuk asli orang terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang tidak percaya menjadi marah kepada mereka yang mengatakan ini kebenaran dan ini saja adalah kebenaran dan satu-satunya jalan keselamatan. Kain adalah orang yang membenarkan diri dan dia orang yang keras kepala dalam pembenaran dirinya. Dia tidak menyesal perbuatannya sama sekali; dia tidak mau bertobat. Dia tidak menyesal apa yang dipersembahkannya. Dia tidak menyesal akan ketidaktaatannya. Dan dia malah marah dengan adiknya dan dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah orang yang amarahnya telah mencapai titik keputusasaan. Di dunia kita, masih ada masyarakat Kain. Dan mereka bekerja keras dengan penuh amarah untuk melenyapkan Allah dari Alkitab itu. Begitu seseorang terpaku pada ketidakpercayaan seperti Kain, mereka membenci pesan kebenaran. Kisah Kain yang sederhana ini penuh dengan instruksi. Dan itu langsung berhubungan dengan zaman kita. Karena masih banyak orang yang berjalan di jalan Kain pada hari ini. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190210</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000061</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengorbanan Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000060"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:20-24" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:20-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 3:14-24</b>, “Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau lebih dari segala ternak, dan lebih dari segala binatang di ladang; dengan perutmu engkau akan menjalar, dan debu akan kaumakan seumur hidupmu; 15 dan Aku akan membuat permusuhan antara engkau dan perempuan itu, dan antara keturunanmu dan keturunannya; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">16 Firman-Nya kepada perempuan itu, ‘Susah payahmu rasa waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anak-anak; dan keinginan Anda akan bertentangan dengan suami Anda, tetapi dia akan berkuasa atasmu. 17 Lalu firman-Nya kepada Adam, ‘Karena engkau mendengarkan suara istrimu, dan memakan dari pohon yang telah Kuperintahkan kepadamu, “Jangan makan dari padanya”; terkutuklah tanah karena engkau; dengan susah payah engkau akan mencari rezeki dari tanah seumur hidupmu.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">18 semak duri dan rumput duri akan tumbuh untukmu; dan tanaman di ladang akan menjadi makananmu; 19 dengan keringat wajahmu engkau akan makan roti, sampai engkau kembali ke tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu, dan engkau akan kembali menjadi debu.’ 20 “Pria itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah adalah ibu semua yang hidup. 21 Kemudian Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan isterinya, lalu mengenakannya kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">22 Lalu berfirmanlah Tuhan Allah, ‘Lihatlah, manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Nah, jangan sampai dia mengulurkan tangannya, dan mengambil juga dari pohon kehidupan dan memakannya, dan hidup untuk selamanya. 23 Karena itu Tuhan Allah mengusir dia keluar dari Taman Eden, untuk mengerjakan tanah dari mana dia diambil. 24 Dia mengusir orang itu, dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nya kerub dengan pedang yang menyala dan dapat berputar kearah mana saja untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita fokus malam ini pada ayat 20-24 karena ini benar-benar penuh makna kaya. Pada dasarnya kita memiliki unsur-unsur keselamatan - unsur penebusan - supaya pada saat manusia jatuh, Allah mulai menggerakkan cara penebusannya. Dia jatuh pada awal Kejadian 3 dan dia dikutuk di tengah-tengahnya, dan rencana penebusannya diungkapkan pada akhir Kejadian 3 dalam urutan langsung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20 - 24 menunjuk pada Kristus. Ada empat komponen keselamatan yang diperlukan: iman dan harapan dari sisi manusia, dan penebusan dan jaminan dari sisi Allah. Keselamatan orang berdosa, penyelamatan mereka dari dosa dan kematian, dan penghakiman selalu dilakukan dengan iman dan harapan. Pendamaian dan jaminan itu selalu disediakan melalui pekerjaan Allah. Respons kita adalah iman dan harapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tidak semua aspek dari keempat realitas ini diungkapkan sepenuhnya di sini. Jadi kita katakan Alkitab tidak beralih dari kesalahan menjadi kebenaran. Alkitab beralih dari ketidaklengkapan menjadi kelengkapan sehingga ada pemahaman lengkap bahkan tentang hal-hal yang dimulai di dalam kitab Kejadian. Itu memerlukan kepenuhan Firman Allah sampai akhir Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ketika kita mempelajari ayat-ayat ini, marilah kita fokus kepada empat kata yang kita diskusikan. Yang pertama adalah iman. Kita semua tahu bahwa keselamatan adalah karena anugerah melalui iman. Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan; kita diselamatkan oleh iman. Kita semua mengerti itu. Sekarang jika saya mendefinisikan iman dalam arti penyelamatan, dalam arti Alkitabiah, saya mengatakan bahwa iman adalah kepercayaan pada Firman Allah, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan percaya kepada Firman Allah berarti percaya semua yang Allah telah katakan sampai saat itu. Jadi orang-orang yang hidup di zaman Kejadian tidak bisa percaya hal-hal yang belum ditulis. Apapun keseluruhan wahyu ilahi itu, iman menerima dan percaya bahwa, memiliki kepercayaan pada Firman Allah, dan memiliki kepercayaan pada janji-janji Allah bahwa apapun yang dikatakan Allah itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita segera melihat iman macam itu di ayat 20. Ketika Adam dan Hawa pertama kali diciptakan dan ditempatkan di taman, mereka percaya kepada Allah. Kemudian datanglah si ular yang berbohong tentang Allah kepada mereka. Allah tidak ingin mereka tahu yang baik dan jahat karena mereka kemudian akan setara dengan Allah. Setan juga berkata bahwa Allah berdusta dan berkata bahwa Anda tidak akan mati. Setan meyakinkan mereka bahwa Allah menahan sesuatu yang baik dari mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mulai percaya Setan dan tidak percaya Allah. Mereka telah mengalami kesempurnaan dan persekutuan Allah. Tetapi sekarang mereka tidak percaya kepada-Nya. Dan pada saat mereka berhenti percaya perkataan Allah dan mulai percaya perkataan Setan, mereka terlempar ke dalam kebejatan, dosa, kesedihan dan kematian. Akibatnya, mulai ayat 14 perempuan itu dikutuk melalui kesakitan waktu melahirkan dan konflik dalam pernikahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sang suami harus bekerja dengan susah payah untuk mendapat makanan dan mencari nafkah dari tanah beracun dan tanaman yang dalam arti nyata berjuang melawannya. Semua ini terjadi karena mereka tidak percaya Allah. Tetapi dalam ayat 20 sesuatu merubah pemahaman kita tentang Adam dan Hawa. "Sekarang lelaki itu menamakan istrinya Hawa, karena dia adalah ibu dari semua orang yang hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nama Hawa berarti hidup. Ini sangat bertentangan dengan hukuman mati yang baru saja dijatuhkan oleh Allah. Allah memberi tahu mereka jika kalian makan buah itu, kalian akan mati. Dan prinsip kematian itu langsung bekerja atas dosa mereka. Dan sekarang Adam menamakan istrinya Hawa, “karena dia adalah ibu dari semua orang yang hidup.” Nah janji ciptaan dalam Kejadian 1:28, untuk mendapatkan anak dan untuk memenuhi bumi tidak dihapuskan oleh Kejatuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam tahu kehidupan akan datang dari rahim istrinya. Adam tahu hal itu dari ayat 15, Allah berfirman kepada Setan, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini [Hawa], dan antara keturunanmu dan keturunannya.” Berdasarkan janji itu Adam tahu bahwa disitu mulai ada penggenapan dari nubuatan itu, yang akan merentang sampai kepada kedatangan Mesias, keturunan sejati perempuan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga tahu bahwa benih yang akan keluar dari perempuan itu akan menghancurkan kepala Setan. Setan adalah yang telah menghancurkan firdaus. Jadi Adam menamakan istrinya “Hidup,” dan ini adalah respons Adam terhadap hukuman Allah. Dia percaya janji Allah untuk menghancurkan kepala ular melalui benih istrinya yang akan menyelamatkan umat manusia dari iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang terjadi di sini adalah Adam sekarang percaya Allah. Dia berkata, “Saya percaya Engkau; Saya percaya janji Engkau; Saya percaya benih itu akan datang; dan saya percaya benih itu akan menghancurkan ular itu.” Karena sekarang ia telah percaya Allah dan bukan Setan. Ia memiliki iman kepada Kristus yang tidak kelihatan, bukan dengan penjelasan dari Perjanjian Baru. Esensi iman adalah kepercayaan pada segala yang telah diungkapkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi perintah asli untuk beranakcucu, bertambah banyak, memenuhi bumi masih berlaku. Salah satu dari mereka adalah keturunan Hawa akan membawa pembebasan, keselamatan, penebusan, dan menghancurkan kepala musuh, Setan. Adam dan Hawa sekarang benci Setan. Mereka mengalami firdaus yang hilang. Mereka merasakan efek kutukan itu, dan sekarang mereka percaya Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang beriman hanya mempercayai Allah, dan menolak untuk mengikuti ular, musuh Allah - iblis yang berbohong itu. Dan dalam menamakan Hawa, Adam menunjukkan bahwa dia percaya firman Allah dan mengantisipasi pemenuhannya, termasuk penghancuran Setan, mantan pemiliknya. Jadi di sini kalian melihat pertobatan dan iman. Dan Hawa memiliki keyakinan yang sama bahwa Setan adalah pembohong, karena dia menerima namanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena namanya diterima, Hawa juga memeluk harapan penebusan dan penghancuran yang telah membawa malapetaka ini padanya, suaminya dan dunia. Karena dia adalah ibu dari semua orang yang hidup, itu menghilangkan gagasan bahwa ada manusia lain di mana pun. Dia adalah ibu dari semua orang yang hidup. Tempatkanlah kepercayaan kalian pada Allah; rangkullah janji Allah bahwa Dia akan mengutus sang Penebus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, keselamatan juga membutuhkan penebusan. Kita bergerak dari respons manusia kepada persediaan Allah, <b>ayat 21</b>, “Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan istrinya lalu mengenakannya.” Anugerah Allah dinyatakan secara simbolis kepada pasangan yang tidak layak yang pantas mati, karena Allah berkata, "Pada hari kalian makan, kalian akan mati." Tetapi langsung Allah murah hati, dan Dia bukannya membunuh mereka, malah menutupi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membuat pakaian dari kulit untuk Adam dan istrinya dan mengenakannya. Ini hal baru. Di Kejadian 2:25, “Lelaki itu dan istrinya telanjang dan tidak merasa malu.” Dalam Kejadian 3:7, ketika mereka berdosa, “terbukalah mata mereka, dan mereka tahu bahwa mereka telanjang.” Setelah berdosa mereka menjahit daun ara bersama, dan membuat lipatan pinggang sendiri karena mereka memiliki pemikiran yang tidak pernah mereka miliki sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena nafsu dan karena dosa, orang-orang perlu berpakaian. Ketelanjangan dapat diterima oleh Allah, tetapi ketelanjangan tidak dapat diterima oleh manusia, karena ia memahami bahwa ketelanjangan dapat mengundang hal-hal yang memalukan. Mereka merasa malu untuk pertama kalinya. Dan di sini Allah menguatkan hal itu, ayat 21, dengan membuat pakaian permanen dari kulit binatang. Allah menyediakan pakaian fisik manusia dalam gerakan simbolis ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menutupi mereka dengan kulit binatang, yang berarti binatang itu harus mati. Allah mengenakan pakaian kepada orang berdosa yang telanjang, menutupi orang berdosa dengan pengorbanan korban yang tidak bersalah. Dia menyediakan penebusan, kepuasan atas keadilan yang diwajibkan-Nya sendiri dengan seorang pengganti. Untuk pertama kalinya masalah penebusan ini diperkenalkan dalam Alkitab, dengan menutupi pendosa itu melalui kematian seorang pengganti yang tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membunuh binatang itu. Allah mengambil kulit binatang itu dan menutupi orang-orang berdosa. Ini adalah kematian pertama di dunia. Kematian pertama adalah kematian binatang yang dibunuh oleh Allah untuk melindungi orang berdosa. Sungguh gambaran yang indah tentang Tuhan Yesus, yang adalah Anak Domba yang disembelih oleh Allah sebelum dunia dijadikan, untuk menyediakan perlindungan bagi semua orang berdosa yang percaya Allah sebagai Juru Selamat mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat itu Allah mendirikan pengorbanan binatang sebagai gambaran dari kenyataan bahwa kehidupan yang tidak bersalah harus dikorbankan untuk menutupi orang berdosa. Di seluruh Pentateukh: Bilangan, Imamat, Ulangan - ada banyak contoh tentang perlunya korban dipersembahkan. Binatang yang mati dipersembahkan kepada Allah sebagai gambaran bahwa kematian diperlukan dari pengganti yang tidak bersalah di tempat orang berdosa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pengorbanan itu sia-sia jika itu bukan datang dari hati. Sistem pengorbanan itu menggambarkan perlunya ada pengganti untuk menebus orang berdosa yang harus dibunuh untuk menanggung murka Allah. Dan, tentu saja, tidak ada korban binatang yang pernah dipersembahkan di masa lalu yang sanggup melakukan itu; mereka hanya melihat ke depan kepada Yang akan datang, yang adalah Kristus. Yesus adalah Anak Domba Allah yang menjadi korban penebusan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan membutuhkan iman dari pihak laki-laki atau perempuan; keselamatan membutuhkan penebusan dari pihak Allah; dan ketiga, keselamatan membutuhkan jaminan dari Allah. Allah berjanji bahwa benih perempuan itu akan menghancurkan kepala ular, dan itu adalah keselamatan. Itulah Injil pertama. Allah kemudian membuat model penebusan, kematian orang yang tidak bersalah demi penutupan orang berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada lebih banyak lagi. <b>Ayat 22</b>, “Lalu berfirmanlah Tuhan Allah, ‘Lihatlah, manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Nah, jangan sampai dia mengulurkan tangannya, dan mengambil juga dari pohon kehidupan dan memakannya, dan hidup untuk selamanya.” Tuhan Allah sekarang bertindak dengan murah hati untuk melindungi Adam dan Hawa dari kemungkinan yang menghancurkan: “Lihatlah, manusia telah menjadi seperti salah satu dari Kita” - hanya dalam arti mengetahui yang baik dan yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita ada masalah karena sekarang manusia mungkin mengulurkan tangannya dan mengambil dari pohon kehidupan dan makan dan hidup untuk selamanya. Mengapa itu buruk? Karena dia akan jahat selamanya. Kenapa dia memilih untuk melakukan itu? Karena untuk pertama kalinya dia mengerti apa artinya kematian, karena Allah baru saja membunuh seekor binatang. Sekarang dia akan tergoda untuk menghindari kematian dan makan pohon kehidupan itu dan hidup selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, <b>ayat 23</b>, “Karena itu Tuhan Allah, mengusir dia dari Taman Eden.” Seperti kalian tahu, Adam hidup lebih dari 900 tahun, yang berarti bahwa kematiannya sangat lambat. Yang juga berarti bahwa Eden masih merupakan firdaus. Allah tidak hanya menyediakan penebusan, tetapi Ia melindungi umat-Nya dari kejatuhan. Allah mengamankan orang-orang percaya dari kutukan abadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita percaya jaminan Allah untuk orang percaya? Ini diilustrasikan di dalam Perjanjian Lama. Mazmur 97:10 mengatakan, “Dia memelihara jiwa orang-orang yang dikasihi-Nya.” Mazmur 89:33, “Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.” Ratapan 3:23, “Rahmat-Ku selalu baru setiap pagi, sungguh besar kesetiaan-Mu.” Jadi Allah mengusir mereka dari Taman Eden, supaya mereka tidak berakhir dengan kebejatan abadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada unsur terakhir dari Injil yang muncul di tengah-tengah ayat 23 dan ayat 24. Keselamatan membutuhkan harapan, itu membutuhkan iman, dibutuhkan dari penebusan dan jaminan Allah, tetapi itu juga membutuhkan harapan. Adam hidup selama 930 tahun dan bekerja dengan susah payah. Hawa hidup sepanjang waktu sebagai ibu dari semua orang yang hidup, dengan melahirkan anak-anak dalam kesakitan. Orang berdosa kemudian dibiarkan menderita dengan adanya harapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap hari akan mengingatkan mereka tentang apa yang telah hilang dan tidak pernah bisa kembali dalam kehidupan ini. Kerubim, penjaga kekudusan Allah, ditempatkan di depan firdaus. Dan penderitaan hidup mereka semakin banyak. Putra mereka membunuh saudaranya. Keturunan mereka menjadi sangat buruk sehingga dalam Kejadian 6 Allah menenggelamkan seluruh dunia kecuali delapan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mereka hidup dengan harapan bahwa pada suatu hari mereka akan masuk kembali ke surga Allah. Karena harapan adalah kenyataan yang memurnikan. 1 Yohanes 3:3, “Setiap orang yang memiliki harapan di dalam Dia menyucikan dirinya, sama seperti Dia adalah suci.” Harapan adalah tanah penyempurnaan. Kemuliaan surga terbesar disediakan untuk orang-orang yang paling menderita. Adam dan Hawa tidak bisa masuk surga tetapi mereka hidup dengan harapan bahwa pada suatu hari mereka akan masuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga berada di luar surga Allah, tetapi pada suatu hari kita akan masuk. Kita telah datang ke dalam keselamatan dengan iman, karena telah ada penebusan yang disediakan bagi kita. Dan kita hidup dalam pengharapan. Dan jika kalian pernah mempertanyakan kasih karunia Allah, maka tanyakan pada dirimu sendiri, “Bukankah Allah murah hati, yang memberikan anugerah segera setelah ada Kejatuhan dan kutukan?” Allah ingin menyelamatkan kita. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Feb 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190203</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000060</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kutukan pada Laki-laki]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000005F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:17-19" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:17-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita pelajari lagi Kejadian 3, yang terkait dengan asal usul dan dampak dosa. Kita mempelajari malam ini ayat 17 sampai 19, kutukan ilahi kepada pria. Peradaban modern kita memiliki kemajuan ilmiah yang luar biasa dalam waktu hidup kita. Ilmu pengetahuan telah mencapai hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan. Kita telah melihat manusia menemukan cara untuk membuka kunci kode genetik untuk mempelajari DNA dan memperbaiki DNA.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah melihat manusia bekerja secara efektif dalam mengkloning binatang. Apa yang dapat kalian lakukan di ponsel saya masih merupakan keajaiban bagi saya. Bahan kimia telah digunakan dengan segala cara yang dapat dibayangkan untuk memberikan tingkat kehidupan baik dari segi kenyamanan maupun perawatan medis. Semua itu hanya mengatakan kepada kita bahwa kita telah membuat kemajuan yang mengejutkan dalam pemahaman kita tentang unsur-unsur dunia fisik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang sama menakjubkan bagi saya adalah tidak adanya pemahaman tentang realitas spiritual. Meskipun telah ada segala kemajuan fisik yang menakjubkan ini, hampir tidak ada kemajuan spiritual sama sekali. Dan sementara kita telah membuat penemuan-penemuan menakjubkan ini dan sampai pada kemampuan menakjubkan dengan dunia fisik, dunia spiritual sama sekali tidak dikenal manusia modern.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan semua kemajuan ini manusia tidak dapat menyelesaikan masalah hati manusia. Dia tidak mengerti mengapa dia seperti ini dan karena itu dia tidak bisa menjelaskan dan juga tidak bisa memperbaiki masalahnya. Hal-hal di hati orang adalah seadanya bukan karena evolusi, atau pendidikan yang buruk, atau psikologi yang buruk atau kekurangan harga diri. Manusia secara rohani semakin buruk karena dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan manusia tidak akan pernah bisa memecahkan masalah moralnya, masalah rohaninya, masalah kejahatan, masalah kejahatan, masalah ketidakpuasan, kekecewaan, kurangnya pemenuhan, hubungan yang hancur, dll. dll. tanpa pemahaman yang tepat tentang masalah itu. Jika kalian tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, maka kalian tidak dapat memecahkan atau menyembuhkan masalah besar ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu cara yang dapat mengubah manusia jika mereka ingin memahami hal-hal supranatural. Dan untuk memahami kerohanian, orang-orang harus berpaling kepada Firman Tuhan. Namun mereka tidak tertarik melakukan itu. Mereka tidak ingin Alkitab ada di sekolah. Mereka tidak menginginkan informasi dari orang Kristen. Mereka merasa terancam oleh orang-orang yang percaya pada Alkitab dan mereka semua membenci Allah kecuali saat Dia membuka mata hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3 adalah tempat Allah menjelaskannya. Mulai dari Kejadian 1:26 Allah berkata, “Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar kita, sesuai dengan rupa kita dan kemudian membiarkan mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, burung-burung di langit, atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. 27 Dan Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28, “Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan di lautan, burung-burung di udara, dan setiap makhluk hidup yang bergerak di bumi.” 29 Dan Allah berkata, 'Aku telah memberikan kepadamu segala tanaman yang berbiji yang ada di muka bumi, segala pohon yang buahnya berbiji, itulah akan menjadi makananmu. 30 Dan untuk setiap binatang hidup di bumi, saya telah memberikan setiap tanaman hijau untuk makanan dan jadilah demikian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 31, "Dan Allah melihat segala yang telah dijadikan-Nya itu dan memang, itu sangat baik." Tidak ada kejahatan di dunia. Dalam Kejadian 2: 7 kisahnya berlanjut, dengan menjelaskan bagaimana Allah sebenarnya menciptakan manusia.” Tuhan Allah membentuk manusia dari debu, dan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam hidungnya. Manusia menjadi makhluk hidup. Dan Tuhan Allah membuat taman di sebelah timur di Eden, di sana Dia menempatkan orang yang telah Dia bentuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ujian percobaan dalam kesempurnaan di firdaus yang disebut Eden. Allah menempatkan manusia dalam masa percobaan untuk melihat apakah ia akan taat dengan hanya satu larangan, satu hal yang tidak boleh ia lakukan. Ayat 16, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dalam Kejadian 3:6, “Jadi ketika perempuan itu melihat bahwa pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena membuat orang bijak, ia mengambil dari buahnya dan dimakannya, dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan dia memakannya.” Dan dalam tindakan ketidaktaatan itu, dosa masuk ke dunia sampai seluruh umat manusia bersifat jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Adam dan Hawa makan dan tidak menaati Allah, prinsip kematian itu masuk ke dunia. Allah berkata, "Pada hari kalian makan kalian akan mati.” Mereka tidak langsung mati di tempat, tetapi prinsip kematian mulai beroperasi. Dan dunia sedang sekarat. Tubuh bintang sedang sekarat. Segala sesuatu di bumi sedang sekarat. Bumi itu sendiri sedang sekarat. Dan manusia sekarang berada dalam lingkaran kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah konsekuensi dosa. Manusia sekarang adalah orang berdosa yang sedang sekarat. Dia sesat, dia celaka, dia jahat dan itulah sebabnya dia berperilaku seperti itu. Dan dia tidak bisa memperbaiki itu sendiri, masyarakat juga tidak sanggup memperbaikinya. Tetapi di samping itu, ada kutukan khusus dari Allah. Dalam ayat 14 dan 15 Allah mengutuk Setan dan ular. Kemudian dalam ayat 16 kita melihat bahwa Allah mengutuk perempuan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, seorang perempuan merasa kutukan di lingkungan tempat ia hidup dalam melahirkan anak dan dalam hubungan dengan suaminya. Dia ingin berbuat keinginannya sendiri dan mendominasi, tetapi suami mengontrolnya. Setiap perempuan yang bergumul dengan kesakitan melahirkan, dan dengan perjuangan membesarkan anak, dengan pengalaman konflik dengan suaminya, semua itu mengingatkannya akan konsekuensi dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17-19</b>, “Lalu firman-Nya kepada lelaki itu, 'Karena engkau telah mendengarkan suara istrimu dan telah makan dari pohon yang telah Kuperintahkan kepadamu: jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu, 18 baik semak duri dan rumput duri akan dihasilkannya bagimu dan tanaman di ladang akan menjadi makananmu. 19 Dengan keringat di wajahmu; engkau akan makan roti sampai engkau kembali lagi menjadi tanah karena engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lelaki tidak tertipu seperti perempuan itu, dia memilih sengaja untuk tidak menaati Allah, ia memilih untuk melakukan apa yang diinginkan istrinya. Dia memilih istrinya daripada Firman Tuhan. Dan dia, bukan perempuan itu, sebagai pemimpin umat manusia bertanggung jawab atas dosa. Itulah sebabnya kita mati di dalam Adam, bukan di dalam Hawa. Dia adalah kepala persatuan itu, karena itu dia adalah kepala ras. Seluruh umat manusia menjadi berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kutukan itu adalah sesuatu yang melampaui kerusakan dan penyakit, kematian dan kehancuran. Kutukan itu ada berhubungan dengan dunianya. Dunianya adalah ladang, tempat kerja, dan dia dikutuk di tempat kerja. Hawa bergumul dengan realitas dosa di rumah. Adam bergumul dengan realitas dosa ketika ia pergi untuk membajak ladang. Semua dampak alami dari dosa ada di sana tetapi ini adalah efek tambahan khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita pelajari tiga ayat ini, Kejadian 3:17, 18 dan 19 dan pikirkan tentang 1. penyebab kutukan ini, 2.kutukan itu sendiri dan 3.akibatnya. Ayat 17a: "Kepada Adam Dia berkata, ''Karena engkau telah mendengarkan suara istrimu dan telah makan dari pohon yang telah Kuperintahkan kepadamu: jangan makan dari padanya, maka terkutuklah.” Jadi, inilah alasan kutukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan kita pernyataan tentang motivasi Adam yang sederhana, langsung dan lengkap. Nah kita tahu dari 1 Timotius 2 bahwa dia tidak tertipu. Apa yang dikatakannya di sini dalam ayat 17 adalah apa yang tidak dikatakannya di ayat 6, yaitu alasan dia melakukan ini adalah karena dia mendengarkan suara istrinya, bukan suara Allah. Dia mengikutinya daripada mengikuti Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wanita selalu ada sedikit kuasa atas pria. Saya pikir itu baik untuk memenuhi keinginan istri Anda, tetapi tidak ketika dia minta Anda untuk melanggar perintah Allah. Hawa tahu apa yang dikatakan Allah dan Adam tahu apa yang dikatakan Allah. Tetapi Hawa ingin dia makan. Hawa salah pikir bahwa dia sekarang akan tahu yang baik dan yang jahat; bahwa dia akan menjadi seperti Allah. Ini adalah tindakan pemuliaan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pertama kalinya lelaki dinamakan Adam. Dan Allah melanjutkan dalam ayat 17, “jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu, 18 baik semak duri dan rumput duri akan dihasilkannya bagimu dan tanaman di ladang akan menjadi makananmu.” Tidak ada kebingungan dari pihak Adam, dia melakukan apa yang diperintahkan istrinya. Itu adalah tindakan pemberontakan yang direncanakan sebelumnya terhadap Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap pelanggaran terhadap hukum Allah adalah pelanggaran yang mematikan. Rasul Paulus berkata, "Apakah kamu makan atau minum, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah." Dan Adam layak mati. Dia tidak langsung mati secara fisik tetapi secara spiritual. Tetapi benih-benih kematian fisik mulai beroperasi dan pembusukan segera masuk dan kematian akhirnya akan datang. Tetapi sebenarnya dia seharusnya mati di tempat, begitu pula Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah tidak membunuh mereka? Karena Dia adalah Allah penuh anugerah dan belas kasihan. Kaum liberal dan pengkritik Alkitab berkata, "Oh, Allah Perjanjian Lama adalah Allah yang mengerikan.” Dia memusnahkan orang Kanaan. Allah seperti apa yang membuka tanah dan menelan manusia? Allah macam apa yang memerintahkan orang Israel untuk membantai dan membunuh orang? Allah macam apa itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu bukan pertanyaan yang tepat. Pertanyaannya seharusnya adalah Allah seperti apa memungkinkan orang itu hidup? Pembunuhan itu adalah pengecualian. Dan ini adalah hal yang penting bagi Kitab Suci, bahwa Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan. Anda dapat melihatnya dalam kasus Adam dan Hawa. Ketika kita mempelajari ayat 20 - 24, kita akan belajar bahwa penebusan sebenarnya dijanjikan setelah kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaannya seharusnya: mengapa Allah membiarkan begitu banyak orang hidup yang seharusnya mati? "Upah dosa adalah maut." Dan para pengkritik mengatakan, di 2 Samuel 6 ada Uza ketika tabut Allah sedang diangkut, itu mulai jatuh dari kereta, dan lelaki itu memegang tabut itu agar tidak jatuh dari kereta. Dan Allah langsung membunuhnya. Orang-orang berkata, "Allah macam apa akan melakukan itu?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat sebuah ilustrasi dalam Lukas 13:1, “Ada beberapa orang yang hadir pada waktu itu yang membawa kabar tentang orang-orang Galilea yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah pengorbanan mereka.” Ada beberapa orang Yahudi dari Galilea yang datang ke Yerusalem ke rumah Allah untuk mempersembahkan korban. Kemudian Pilatus datang dan mengeksekusi mereka. Bagaimana Allah dapat membiarkan orang Romawi masuk dan membantai mereka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 2, "Dan Yesus menjawab mereka, “Apakah kalian berpikir bahwa orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Yang benar adalah bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang jahat dan mengerikan dan Allah begitu tersinggung oleh dosa mereka karena pengorbanan mereka hanyalah kemunafikan, sampai Dia mengirim pasukan Pilatus ke sana untuk membantai mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, “Tidak, Aku berkata kepadamu; tetapi jika kalian tidak bertobat, kalian semua akan binasa dengan cara demikian.” Mereka mengatakan, apakah orang berdosa ini lebih buruk daripada orang lain? Dan Yesus berkata, "Tidak, mereka tidak, dan jika kalian tidak bertobat, hal yang sama akan terjadi pada kalian.” Pertanyaannya bukan mengapa orang mati, pertanyaannya adalah mengapa ada orang yang dibiarkan hidup? Allah menunjukkan dalam banyak ilustrasi apa yang kita pantas menerima.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikan bahwa kutukan itu tidak hanya pada pria saja, tetapi itu pada lingkungan pria itu, seperti dalam kasus wanita. Lelaki, raja bumi, menjadi lebih rendah dari tanah. Tanah tidak merasakan apa-apa, "terkutuklah tanah." Tapi lelaki itu merasakannya. Kata "tanah" adalah ‘adamah’. Pria itu adalah Adam, pria itu datang dari tanah, debu ke debu. Semua yang kita makan keluar dari tanah, kan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pria itu menderita akibat kutukan di ladang, tempat hidupnya dan tempat kerjanya. Pria itu terlibat dalam pertempuran untuk mendapatkan makanan dan mendukung keluarga. Kehidupan pria itu tidak mudah. Bukan saja dia secara pribadi berdosa, bejat dan menuju kepada kematian, tetapi dia akan menemukan bahwa tanahnya tidak akan tunduk kepadanya begitu saja. Hidup baginya adalah kerja keras. 2 Tes 3:10, “jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanah terkutuk bisa merupakan kekurangan air, masalah dengan tanah, masalah dengan lalang, masalah dengan cuaca, masalah dengan binatang yang merusak, masalah dengan serangga yang merusak. Itu semua adalah masalah yang mengganggu tanah. Bumi akan menghasilkan cukup banyak, tetapi supaya itu terjadi, itu akan memerlukan upaya berat dari pria itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari orang-orang akan melihat bumi di mana kutukan itu telah dihapus. Mulai dari Yesaya 30:13, yang menggambarkan Kerajaan Seribu Tahun yang akan datang, dikatakan, "Maka Tuhan akan memberimu pilihan karunia surga yang terbaik, buah dari matahari yang terpilih, hasil terbaik dari gunung dengan hadiah terbaik dari bumi.” Yesaya 32:15 berbicara tentang padang gurun yang menjadi kebun buah-buahan yang suburnya seperti hutan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, inilah sekilas tentang seperti apa bumi ini setelah kutukan dihilangkan. Begitulah keadaan dunia setelah Kristus menghapus kutukan itu. Itu akan menjadi seperti di Taman Eden. Tetapi sebelum waktu itu, marilah kita kembali ke Kejadian 3, tanah ini dikutuk dan supaya pria itu dapat menghasilkan apa yang dia butuhkan untuk mendukung hidupnya dan memberi makan pada keluarganya, dia harus bekerja keras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengkhotbah 3:13, "Setiap orang yang makan dan minum dan menikmati kesenangan dari segala jerih payahnya, itu adalah pemberian Allah.” Kita harus tetap sibuk atau kita akan tertarik ke hal-hal yang seharusnya kita jangan melakukan. Pepatah "Tangan nganggur adalah mainan iblis" itu realitas. Hukuman tertinggi bagi dosa manusia adalah kematian. Tetapi manusia diberi kehidupan. Namun dalam kehidupan itu ia tidak akan pernah dapat melupakan dampak dosa. Apakah orang-orang di dunia ini memahami prinsip itu? Tidak. Marilah kita berdoa untuk mereka.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Jan 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190127</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000005F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kutukan pada Perempuan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000005E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:16" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membuka Firman Allah dan melihat pemahaman yang benar dan akurat tentang asal-usul. Asal mula dunia fisik serta asal mula dunia spiritual dan dunia moral. Semua elemen itu diungkapkan kepada kita dalam bab-bab awal Kejadian. Sekarang dalam Kejadian 3 kita belajar tentang asal usul dan dampak dosa. Mengapa ada kejahatan di dunia semuanya dijelaskan oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam Kejadian 3:16 kita menemukan kutukan ilahi pada wanita itu. Firman-Nya, “Kepada wanita itu, “Aku pasti akan melipatgandakan rasa sakitmu saat mengandung; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu. Berahimu akan bertentangan dengan suamimu, tetapi dia akan berkuasa atasmu.” Saya telah melihat perjuangan para wanita di seluruh dunia. Sepanjang sejarah manusia, tidak banyak perbedaannya sejak zaman kuno.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara umum, wanita kurang dihargai dari pria. Pria, secara umum, tidak begitu peduli pada kebutuhan pribadi mereka, pada perasaan mereka, emosi mereka, dan penderitaan mereka. Secara umum, pria sepanjang sejarah manusia menggunakan wanita untuk pemenuhan seksual, untuk pekerjaan rumah tangga dan untuk menjaga anak-anak. Dan hingga baru-baru ini, pria masih memegang kuasa atas hidup dan mati wanita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlakuan kasar terhadap perempuan ini bukanlah rancangan asli Allah. Dosa membawanya masuk dan karena itu merusak hubungan asli di antara pria dan wanita, antara wanita dan anak-anaknya dan membuat hidup sangat sulit. Dan kita semua mengalami suatu tingkat penderitaan karena kutukan dosa. Dosa telah membawa kematian dan kerusakan, kemunduran dan disintegrasi dan kita dapat melihat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua hidup dengan kecelakaan, penyakit dan bencana. Memang ada hal-hal umum di dunia yang jatuh ini yang membuat kita semua celaka dan akhirnya mati. Tetapi dengan cara tertentu, penderitaan perempuan terutama terkait dengan melahirkan dan merawat anak-anak mereka dan hubungan mereka dengan suami. Ini adalah beban unik bagi perempuan untuk harus berurusan dengan anak-anak dan dengan suami yang tidak mengerti mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada bahaya yang dikaitkan dengan seorang wanita. Mereka harus mengandung anak selama sembilan bulan dan kemudian mereka harus melepaskan anak itu ke dunia yang penuh permusuhan dan ancaman, apakah itu bahaya fisik atau bahaya moral. Dan karena anak itu pada dasarnya adalah anak berdosa, anak itu akan mencari segala sesuatu yang merusak untuk menghibur dirinya dan karena itu seorang ibu hatinya tidak pernah tenang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita lihat di negara-negara dunia tingkat Tiga saat ini adalah apa yang sebagian besar dunia telah alami sepanjang sejarahnya. Saya telah mengunjungi daerah kumuh yang paling miskin di kota-kota Indonesia dan saya melihat ibu-ibu duduk dengan bayi yang kekurangan gizi di lengan mereka, minum air kotor. Dan tampaknya yang terburuk ditanggung oleh para ibu yang sedang hamil atau menyusui bayi atau mencoba mengontrol anak-anak mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua telah melihat apakah di televisi atau di internet foto-foto tentang kekeringan dan kelaparan mengerikan yang sering terjadi di Afrika. Dan kita melihat ibu-ibu ini menggendong bayi kecil, yang tulang-tulangnya terbuka, dan lalat-lalat yang ada di wajah mereka. Dan saat mereka menggendong bayi yang sekarat, ada bayi lain yang hampir mati. Dan para ibu itu sendiri tahu bahwa mereka akan segera hamil lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan persalinan sepanjang sejarah manusia itu berbahaya. Banyak anak meninggal dan ibu kemudian hidup dengan penderitaan dan kesedihan. Ilmu pengetahuan modern telah mengembangkan obat-obatan, perawatan medis, kontrasepsi dan pendidikan di dunia barat, dan itu mengurangi trauma fisik persalinan. Tetapi ketakutan itu masih ada. Anda tidak takut bayi itu akan mati, tetapi Anda takut bayi itu akan dipengaruhi kejahatan di masyarakat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kepercayaan para rabi tentang Kejadian 3? Apakah Anda percaya bahwa ketika Allah mengutuk wanita, itu hanya tentang rasa sakit saat melahirkan?” Para rabi selalu mengajarkan bahwa kegembiraan tertinggi seorang ibu adalah waktu mengandung bayinya karena bayinya benar-benar terlindung. Jadi para rabi selalu percaya bahwa wanita itu berada di puncak kegembiraannya saat dia hamil, dan kemudian datanglah kelahiran bayi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian setelah kelahiran muncullah kesedihan, ‘post-partum blues’ itu. Dan para rabi mengatakan bahwa wanita itu sedih karena bayinya sudah tidak ada lagi dan ada tingkat keintiman yang hilang. Dan seiring dengan bertambahnya usia anak, pelepasan itu semakin besar karena anak tersebut itu terpapar baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual pada bahaya yang semakin besar. Dan di hati sang ibu ketakutan itu semakin bertumbuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ini maksud asli Allah? Tidak, bukan itu. Itu semua adalah bagian dari kutukan. Itulah yang dikatakan ayat 16. Itu bukan bagian dari desain aslinya. Kepada wanita itu Dia berkata, "Aku akan melipatgandakan rasa sakit dan persalinanmu, dengan rasa sakit kalian akan melahirkan anak-anak." Dan, "Keinginanmu adalah untuk suamimu dan dia akan berkuasa atasmu.” Jadi kutukan itu ada dalam hubungannya dengan anak-anak dan suaminya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagi kalian para wanita, jangan kaget bahwa kalian memiliki masalah dengan anak-anak kalian dan bahwa kalian menderita rasa sakit fisik dan emosional dan kadang-kadang rasa sakit rohani yang mendalam. Dan jika Anda bergumul dengan suami Anda, ketahuilah ini, maksud Allah tidak seperti itu pada awalnya, itu adalah akibat dosa dan Anda menanggung sesuatu dari efek kutukan yang Allah berikan pada Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3:16 menjelaskan hal ini. Dalam Kejadian 2:16 Allah memerintahkan pria itu dengan mengatakan, "Dari semua pohon di taman boleh kaumakan dengan bebas, 17 tetapi dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, janganlah kaumakan buahnya sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kematian adalah hukuman Allah bagi pria dan wanita. Kematian adalah akibat ketidaktaatan mereka. Ini adalah hukuman pengadilan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi meskipun kematian itu akan datang, mereka masih akan memenuhi amanat asli itu. Jadi apakah mandat itu? Kembalilah ke Kejadian 1:27-28, “Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, menurut gambar Allah Ia menciptakan pria dan wanita. 28 Dan Allah memberkati mereka dan Allah berkata kepada mereka, 'Beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi.” Beranaklah, isilah bumi. Itulah maksud aslinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada mulanya Allah menciptakan mereka di taman dengan sempurna dan tanpa dosa, mereka memiliki hidup kekal, mereka tidak pernah akan menjadi tua, mereka tidak pernah akan sakit, mereka tidak pernah akan dilukai dan mereka tidak pernah akan mati. Ini adalah keberadaan abadi pada saat itu di taman dan Allah berkata kepada mereka, "Kalian akan beranakcucu dan bertambah banyak, kalian akan memiliki bayi di dalam lingkungan hidup ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka akan memiliki bayi dan bayi-bayi itu akan bertumbuh, tetapi mereka tidak pernah akan menjadi tua dan menurun. Kita sekarang memiliki bayi dan mereka bertumbuh dan kemudian mereka menjadi tua dan menurun dan mereka semua akan mengalami siklus yang sama. Tetapi di dunia yang sempurna itu mereka akan memiliki bayi yang bertumbuh seperti Yesus, benar? Anak-anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada mereka (Lukas 2:40).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan ada konsepsi, kehamilan yang menghasilkan persalinan. Kalian masih akan beranak. Anda masih akan mengisi planet ini. Jadi pernikahan tidak berubah: satu pria, satu wanita, bersatu seumur hidup. Ingat yang didefinisikan dalam Kejadian 2:24, seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging ini dan menghasilkan anak-anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sekarang setelah Kejatuhan, ada kematian fisik. Dan itu akan membuat semuanya berbeda karena bersama dengan kematian fisik ada penyakit dan kecelakaan, cedera dan kesedihan dan itu akan secara alami menghantam wanita itu dalam kategori di mana dia paling banyak berinvestasi, yaitu dalam hubungannya dengan anak-anak dan hubungannya dengan suami. Umat manusia itu akan bertahan dan akan beranakcucu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya Paulus dalam Titus 2:4 mengatakan, "Kalian wanita yang lebih tua, didiklah perempuan-perempuan muda untuk mengasihi suami dan anak-anaknya.” Itulah yang Allah inginkan dari perempuan itu. Lupakanlah karier kalian, kasihilah suamimu, dan kasihilah anak-anak kalian. Menetaplah dalam kategori di mana ada kutukan dan oleh kuasa Allah dan karya Roh kalian dapat mengubahnya menjadi sesuatu dari firdaus yang diperoleh kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap wanita yang mengalami kesulitan ini mendapatkan pengingat konstan akan dosa Hawa yang berdosa demi memperoleh kesenangan pribadi. Buah itu kelihatannya bagus dan itu akan memuaskan kerinduan yang muncul dalam dirinya. Dia ingin suatu sukacita yang dia pikir ditahan darinya, jadi dia berdosa. Dan sekarang dalam mencari pemenuhan pribadi dengan seorang pria, dia akan menemukan kesengsaraannya yang terbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kutukan pada perempuan itu terbagi dalam dua bidang. Pertama, itu terkait dengan anak-anaknya. “Aku akan melipatgandakan rasa sakitmu” adalah ungkapan Ibrani yang menarik. Idenya adalah intensifikasi. Aku akan mendatangkan kesedihan yang besar kepadamu dan kesedihan itu akan menimpa anak-anakmu. “Dan aku akan melipatgandakan rasa sakitmu saat melahirkan.” Dengan susah payah kalian akan melahirkan anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah konsisten bahwa konsekuensi dosa selalu menjadi masalah. Itu konsisten di seluruh Alkitab. Allah tidak memaksa seseorang berbuat dosa. Allah bukanlah pecipta atau sumber dosa. Lihatlah Ulangan 11: 27-28 di mana Allah berkata kepada Israel, "Taatilah Aku dan Aku akan memberkatimu, jika kalian tidak menaati Aku, Aku akan mengutuk kalian.” Bukannya Allah menciptakan bencana itu, tetapi Allah tidak mencegahnya. Masalah itu selalu terkait dengan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda adalah orang percaya dan Anda tidak taat kepada Tuhan, Allah akan menghukum Anda. Dan semua hal negatif itu terdiri dari hukuman, kehilangan berkat, mungkin penyakit, beberapa trauma dalam hidup Anda. Penghajaran ilahi sebenarnya adalah pemotongan berkat-berkat. 1 Korintus 5:5 mengatakan, “Serahkanlah orang ini kepada Setan untuk kehancuran daging, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan efek dosa itu untuk menghajar orang percaya. Allah memakai malapetaka, yang adalah akibat dosa, untuk menghajar Israel. Semua kategori negatif yang dijanjikan Allah kepada mereka yang tidak taat, berhubungan dengan dosa. Setiap penghakiman sementara yang menjatuhkan hukuman secara inheren terkait dengan efek dosa. Kalian akan diperhadapkan efek dosa dengan cara yang lebih besar karena apa yang kalian telah lakukan, demikian juga semua perempuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Allah berkata, "Aku akan berlipat ganda." Ketika itu diterjemahkan "berlipat ganda," sepertinya dia sudah merasakan sakit dan kesedihan. Tetapi sebelum Kejatuhan tidak ada rasa sakit dan tidak ada kesedihan. Itulah sebabnya penjelasan bahasa Ibrani “Aku akan menyebabkan rasa sakitmu menjadi besar” hanya mengatakan bahwa Aku akan memberimu pengalaman sakit yang berlipat ganda, yang belum pernah kau miliki sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata "sakit", secara harfiah adalah kata yang meliputi pengalaman dan emosi. Kata 'Itstsabon' berarti segala sesuatu yang sulit untuk ditanggung yang dapat mencakup rasa sakit dari kelahiran bayi, dan semua penderitaan yang terjadi karena memiliki anak. Dan "Saya akan melipatgandakan rasa sakit dan pembuahan kalian," kata orang Ibrani. Saya akan memberi kalian pembuahan berlipat ganda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesuburan perempuan dinaikkan. Itu bagian dari kutukan itu. Jadi perempuan itu bisa punya bayi setiap tahun. Dia bisa hamil, melahirkan bayi, merawat bayinya, dan begitu bayinya disapih setelah beberapa bulan, dia bisa menjadi hamil lagi. Dan sebelum Kejatuhan keadaannya tidak seperti itu. Ada banyak keajaiban lain untuk dinikmati. Ingatlah dalam ciptaan asli mereka disuruh beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi setelah Kejatuhan, segalanya dipercepat dan kehidupan seorang perempuan sepenuhnya dikuasai oleh anak-anak dan semuanya jauh lebih cepat dan bumi terisi dengan cepat dan kemudian seluruh dunia di tenggelamkan dan kemudian mulai lagi dari awal. Dan sekarang kita sedang mengisi bumi ini hanya dalam beberapa ribu tahun. Tidak msalah, karena dunia itu akan dihancurkan dalam beberapa ribu tahun lagi, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasa sakit yang akan datang padanya akan mengancam hidupnya. Dia hampir mati sebelum anak-anaknya lahir ke dunia. Tetapi itu tidak begitu menakutkan sehingga menyebabkan seorang perempuan tidak ingin memiliki anak. Hanya sesaat saja. Bukan hanya ada rasa sakit fisik saat melahirkan. Itu sebabnya obat diperlukan. Alkitab sangat mendukung pekerjaan dokter. Ini membicarakan penderitaan oleh anak-anak yang akan timbul di kemudian hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengidentifikasikan diri-Nya sebagai Dokter Agung. Nah apa yang bisa dilakukan seorang perempuan untuk meringankan kesedihan dari kutukan ini? Bukan dengan menggunakan obat bius pada saat melahirkan, bukan itu. Coba lihat 1 Timotius 2:13, di mana Paulus memberikan instruksi kepada Timotius untuk gereja dan dia berbicara tentang bagaimana perempuan harus berpakaian di gereja (ayat 9), dan bagaimana mereka harus hidup saleh (ayat 10).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia berkata dalam ayat 13, “Karena Adam yang pertama diciptakan dan kemudian baru Hawa.” Jadi dalam ciptaan asli perempuan itu adalah pembantu laki-laki. Mereka sama secara spiritual. Mereka sama di hadapan Allah dan tentu saja mereka sama di dalam Kristus. Galatia 3:28 mengatakan, “Di dalam Kristus tidak ada laki-laki atau perempuan,” Tetapi dalam urutan penciptaan dalam keluarga, Adam adalah yang pertama, dan Hawa diciptakan untuk menjadi penolongnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebagai penolong Hawa bukan kepala, dia datang untuk membantu Adam. Dan dia harus menghiasi dirinya dengan cara yang membawa kehormatan bagi Adam dan perhatian kepadanya, bukan kehormatan dan perhatian pada dirinya sendiri. Dia harus diam dan menerima instruksi dan tidak mengatasi otoritas seorang pria. Itu urutan ilahi. Sekarang dia dalam ayat 14 memusatkan diri kepada Kejatuhan dan dia mengatakan perempuan itulah yang tertipu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi, ayat 15 mengatakan, "Perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal mereka bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan pengendalian diri.” Harapan yang luar biasa. Perempuan telah diberi beban yang berat, tetapi itu bisa diubah. Perempuan itu tidak di bawah bayangan ketidaksenangan permanen Allah. Daripada melahirkan anak-anak itu menjadi titik kutukan, malah itu menjadi titik pembebasannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dia sanggup melakukan itu? Ini dia. "Jika mereka bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan pengendalian diri.” Jika seorang perempuan akan menjalani kehidupan yang saleh dan terus hidup dalam iman dan kasih dan pengudusan dan pengendalian diri. Jika dia menjadi apa yang dikatakan ayat 10, seorang perempuan saleh, maka dia akan membesarkan generasi yang saleh dan anak-anaknya akan melanjutkan hidup dengan cara yang sama. Dia akan diberkati. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Jan 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190120</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000005E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Harapan melalui Kutukan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000005D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:14-15" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:14-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 1 dan 2 melukiskan kisah penciptaan. Kejadian 1 memberi kita enam hari penciptaan, dan Kejadian 2 memberi kita perincian tentang penciptaan yang dilakukan Allah pada hari keenam, yaitu menciptakan manusia dan binatang. Dan ketika itu semua diselesaikan, itu semua baik. Segala sesuatu di dunia yang diciptakan Allah adalah baik pada saat itu. Namun dalam Kejadian 3, semuanya menjadi buruk, buruk sampai mati dan buruk secara historis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua orang yang hidup di dunia ini dipengaruhi oleh apa yang terjadi dalam Kejadian 3. Ini adalah penjelasan mengapa hal-hal di dunia ini adalah seperti ini, mengapa ada begitu banyak kejahatan; mengapa ada begitu banyak dosa; mengapa ada begitu banyak korupsi; mengapa ada penyakit, kelainan bentuk, dan kematian; mengapa ada konflik, kebencian, peperangan; dan mengapa ada bermacam jenis bencana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ular, yang adalah iblis itu sendiri, menipu Hawa dengan mengatakan bahwa Allah berbohong kepadanya, bahwa dia tidak akan mati jika dia tidak mematuhi firman Allah. Ular berkata bahwa dengan memakan buah terlarang dia akan menjadi seperti Allah yang tahu kejahatan dan kebaikan. Kemudian ketika Hawa melihat bahwa buah itu sedap, dia mengambilnya dan memakannya. Dan dia juga memberikan buah itu kepada Adam yang juga memakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tiba-tiba mata mereka terbuka, dan mereka tahu bahwa mereka telanjang; dan mereka menjahit daun ara menjadi satu untuk membuat cawat. Ketika mereka mendengar Tuhan Allah, mereka menyembunyikan diri. Kemudian Allah ingin mereka bertanggung jawab atas tindakan mereka. Dan bukannya mengakui dosa mereka, mereka malah menyalahkan ular dan satu sama lain dan akhirnya Allah sendiri. Ini menunjukkan keadaan mereka yang jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihat apa yang Tuhan Allah katakan di dalam <b>Kejadian 3:14-15</b>, “Lalu berfirman Tuhan Allah kepada ular, “Karena engkau telah melakukan ini, terkutuklah engkau di atara segala ternak dan di antara segala binatang di ladang; dengan perutmu engkau akan menjalar dan debu akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan menaruh permusuhan di antara engkau dan perempuan itu, dan antara keturunanmu dan keturunannya; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kepada wanita itu Dia berkata dalam <b>Kejadian 3:16</b>, “Aku pasti akan melipatgandakan susah payahmu saat mengandung, dengan kesakitan engkau akan melahirkan anak-anakmu. Keinginan Anda akan bertentangan dengan suami Anda, tetapi dia akan berkuasa atasmu.” Ini hanya sebagian dari Kejatuhan dalam Kejadian 3. Cukuplah untuk mengatakan bahwa Adam dan Hawa menjadi peragu akan Allah. Mereka jatuh dan bersama mereka seluruh umat manusia jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan, yang memimpin pencobaan itu, pada saat ini dia sendiri telah jatuh dari surga. Dia adalah kerub; direktur paduan suara surgawi; dia adalah salah satu malaikat suci yang ingin menjadi setara dengan Allah, menurut Yesaya 14 dan Yehezkiel 28. Dan Allah mengusirnya dari surga, bersama dengan sepertiga dari malaikat, menurut Wahyu 12, dan mereka sekarang adalah kuasa-kuasa gelap iblis yang melawan Allah dan melawan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah mengusir Setan, dia dikirim ke bumi. Dan dalam bagian ini, dia adalah agen yang menggoda Hawa yang menyebabkan Kejatuhan seluruh umat manusia. 1 Korintus 15:22 mengatakan, “Sebab semua orang mati seperti Adam.” Di sini, setelah menyebabkan dosa ini, Setan akan dikutuk untuk kedua kalinya. Dia dikutuk pertama kali ketika dia diusir dari surga, dan sekarang dia akan dikutuk dan dihakimi untuk kedua kalinya dalam Kejadian 3:14-15.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kutukan kedua yang Allah ucapkan kepada Setan. Ini juga ungkapan pertama dari harapan Injil, harapan keselamatan, pembebasan dari dosa dan Setan. Jadi tertanam dalam kutukan ini adalah harapan umat manusia. Itu adalah catatan Musa, diilhamkan Roh Kudus, karena dunia kita penuh kejahatan. Segala sesuatu dari perilaku manusia sampai ke badai yang menghancurkan adalah buruk dan jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua telah jatuh ke dalam kematian rohani dan juga kematian jasmani, sejak kita dilahirkan kita mulai mati. Kita tidak memiliki harapan hidup jika kita hanya memiliki Kejatuhan. Namun di sini dalam Kejadian 3, kita menemukan di tengah-tengah kutukan janji, Sang Juruselamat, yang akan mematahkan kutukan dengan menghancurkan Setan. Sisa Alkitab adalah catatan tentang anugerah dan belas kasihan Allah terhadap orang berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun banyak orang di dunia menolaknya dan hanya ada sisa orang-orang yang menerimanya. Apa yang kita miliki di sini pada dasarnya adalah sumber kebejatan manusia. Ini adalah kondisi jiwa spiritual di mana tidak ada persekutuan dengan Allah. Ini adalah kondisi jiwa manusia di mana ia tidak akan mengakui keberdosaan dosa itu dan hanya memperhatikan konsekuensi dosa, bukan dosa itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Surga tidak hanya hilang untuk Adam dan Hawa, tetapi untuk semua orang. Kehilangan berkat mendefinisikan dunia; korupsi mendefinisikan ras manusia. Seluruh ras, manusia di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang di masa depan dilahirkan dalam kondisi ini karena apa yang telah dilakukan Adam. Allah bereaksi terhadap ini dengan memberikan keadilan ilahi yang menghasilkan hukuman yang tepat. Ada konsekuensi terhadap dosa; apa pun yang Anda tabur, Anda menuai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berbohong, ada konsekuensi untuk kebohongan Anda. Jika Anda seorang pecandu alkohol, ada konsekuensi bawaan. Jika Anda menggunakan narkoba, perilaku semacam itu memiliki konsekuensi tersendiri. Jika Anda dicirikan oleh permusuhan dan kemarahan, ada konsekuensinya. Jika Anda terlibat dalam homoseksualitas, dosa seksual, jika Anda membunuh orang, apa pun dosa itu, melekat pada dosa-dosa itu adalah hasil sebab dan akibat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada penghakiman ilahi yang jauh lebih besar atas konsekuensi alami ini. Ada urutan bawaan alami yang bahkan bisa kita sebut murka. Namun yang perlu kita pahami adalah ada penghakiman dari Allah atas dosa. Dan di sini Allah memberikan hukuman yang tepat dan adil, pada ular dalam Kejadian 3:14-15, pada pria dalam ayat 17, dan pada wanita dalam ayat 16.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa manusia tidak mengancam atau mengurangi kedaulatan Allah. Dia selalu memerintah. Dan di sini Dia menunjukkan kedaulatannya melalui kutukan ini. Mari kita melihat kutukan yang berhubungan dengan ular dan Setan dalam ayat 14 dan 15, karena dalam kutukan ini kita menemukan presentasi Injil atau kabar baik yang pertama. Allah memberikan dalam kutukan itu Injil, karena Allah pada dasarnya adalah Juru Selamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mari kita lihat kutukan yang diarahkan pada Setan. <b>Kejadian 3:14-15</b>, “Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau telah melakukan ini, terkutuklah engkau di atas semua ternak dan di atas semua binatang di ladang; dengan perutmu engkau akan menjalar dan debu akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan menaruh permusuhan di antara engkau dan perempuan itu, dan antara keturunanmu dan keturunannya; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ular itu tidak bisa bicara. Setan, yang adalah makhluk spiritual, mewujudkan dirinya dalam ular ini dan berbicara melalui ular itu. Jadi Allah di sini mengutuk ular yang merupakan agen pencobaan Setan yang bersifat fisik dan duniawi. Dia berkata, karena engkau telah menjadi alat Setan untuk menghasilkan pencobaan dan dosa, engkau akan makan debu seumur hidup. Dan Allah berkata, mulai sekarang, "dengan perutmu kamu akan menjalar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menunjukkan bahwa jika itu adalah bagian dari kutukan, keadaannya bukan begitu sebelumnya. Jadi setelah kutukan, apapun yang menarik dari ular itu berubah. Kutukan datang pada ular. Dan saya ingin Anda mengerti mengapa Allah melakukan ini. “Terkutuklah engkau lebih dari semua ternak, lebih dari semua binatang di ladang." Biarlah aku menjelaskan frasa "lebih dari."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bahasa Ibrani itu bukan perbandingan, itu adalah kutukan selektif. Dari semua binatang buas - hanya engkau yang terkutuk. Ternak mengacu pada binatang peliharaan. Binatang buas mengacu pada binatang liar. Jadi dari semua binatang, hanya engkau yang terkutuk. Tentu saja - semua binatang: ikan, burung, dan binatang di tanah menderita akibat Kejatuhan itu. Tetapi hanya ular yang dipilih untuk dikutuk, dan hanya pada ular itulah kutukan diucapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah membuat ular itu menjalar dan makan debu? Karena ular kemudian menjadi simbol permanen dari degradasi Setan. Ingatlah bahwa yang pernah menjadi kerub yang diurapi, yang adalah Lusifer di pagi hari telah begitu direndahkan dan terdegradasi sehingga ia menjalar di tanah dan makan debu, secara simbolis. Ular itu telah menjadi gambaran konstan tentang kutukan Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imamat 11:42 mengatakan, “Segala yang merayap dengan perutnya, janganlah kalian makan karena semua itu menjijikkan.” Ular adalah binatang najis. Ular dari semua binatang adalah yang paling dicaci maki, paling dibenci dan paling dicela. Dan lagi, dalam pengajaran rabi, para rabi membuat banyak gagasan bahwa binatang ini pasti pernah tegak dan menjadi bagian yang indah dari ciptaan Allah, sama seperti Setan sebelum dia diusir ke bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menunjukkan betapa teguh Allah itu, lihatlah ilustrasi ini. Dalam Yesaya kita melihat sekilas kerajaan seribu tahun. Yesaya 65:25 mengatakan, “Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput; singa akan makan jerami seperti lembu, dan debu akan menjadi makanan ular.” Bahkan di kerajaan seribu tahun pun, ular itu tidak akan keluar dari debu. Itu adalah smbol permanen degradasi Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah bergerak dari binatang itu ke Setan, <b>ayat 15</b>, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, dan di antara keturunanmu dan keturunannya; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Ini telah disebut proto-evangelium selama berabad-abad. Proto berarti prototipe - evangelium pertama, Injil pertama. Itulah satu-satunya Injil yang dimiliki dunia kuno.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata kepada Setan, “Jika Anda pikir Anda telah memenangkan seluruh umat manusia, Anda keliru. Akan ada permusuhan dari manusia terhadap Anda. Anda tidak akan mendapatkan kontrol penuh.” Allah menolak Setan pada saat ia menganggap dirinya telah menang. Allah akan memampukan manusia dalam kondisinya yang berdosa, untuk diubah secara total sehingga ia akan membenci si ular dan mengasihi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tahu dunia mencintai Setan dan membenci Allah. Mereka mungkin tidak mengatakannya seperti itu, tetapi itulah kebenarannya. Tetapi Allah telah menebus dari umat manusia itu, mulai dari kejadian di taman itu sampai akhir zaman, ummat yang telah sedemikian berubah sehingga mereka benar-benar membenci Setan dan mencintai Allah. Itulah permusuhan yang telah ditempatkan di antara engkau, Setan, dan perempuan itu dan keturunannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agar hal ini terjadi, harus ada transformasi radikal di hati manusia. Ini sangat penting sehingga Perjanjian Baru menyebutnya sebagai kelahiran baru. Ini sangat mendalam sehingga para nabi, Yehezkiel dan Yeremia, berbicara tentang itu sebagai memiliki hati yang baru. Dengan kata lain, Adam yang lama harus mati dan Adam yang baru harus dilahirkan. Allah akan menciptakan pria dan wanita baru yang benci Setan dan mengasihi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah saran pertama tentang regenerasi, transformasi, keselamatan. Jadi di sini Injil, kabar baik itu, masuk pertama kali ke dalam sejarah manusia, di dalam kutukan terhadap Setan. Jadi Injil pertama-tama diberikan bukan dalam janji, tetapi dalam kutukan. Bukan dalam tindakan kebaikan, tetapi dalam tindakan penghakiman. Ini adalah satu-satunya janji akan kekalahan Setan – dan orang berdosa ditransformasikan untuk mengasihi Allah dan membenci Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah janji seorang Juru Selamat. Ini adalah keselamatan yang dijanjikan untuk Hawa. Tapi itu akan melampaui dirinya. Dalam ayat 20, dia dinamakan Hawa karena dia adalah ibu dari seluruh umat manusia. Dari Hawa akan datang ras manusia yang ditebus yang juga akan membenci Setan. Orang-orang yang tidak percaya adalah keturunan Anda, Setan. Orang-orang percaya adalah keturunannya. Benih Anda, Setan, semuanya pembenci Allah; keturunan Hawa adalah semua yang ditransformasikan yang mengasihi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b>, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, dan antara keturunanmu dan keturunannya; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Tetapi ayat 15 menyebut “keturunannya (Hawa).” Kemudian kata ganti “dia (lelaki)”'akan meremukkan kepalamu,” Ini mengacu kepada individu pria, kata ganti tunggal “dia (lelaki).” Keturunannya (Hawa) adalah manusia istimewa. Di sini ada identifikasi yang sangat menarik karena keturunan Hawa adalah "dia" yang adalah pria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini Allah berbicara tentang benih seorang wanita yang akan menjadi Pria. Ini adalah satu-satunya tempat di Alkitab di mana tercatat benih seorang wanita. Ini membicarakan benih laki-laki, karena benih memang hanya ada di dalam laki-laki, bukan di dalam perempuan. Tetapi di sini Yesus dilahirkan tanpa bapak manusia, dan benih itu ada di dalam perempuan itu. Dan inilah Kristus yang dilahirkan dari perawan, Anak Allah. Satu-satunya manusia yang tidak berasal dari benih laki-laki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah jelas itu kesaksian Matius. Sudah jelas itu kesaksian Galatia 4:4, "lahir dari seorang wanita," Dan Yesaya 7:14, lahir dari seorang perawan. Pasti akan datang seorang Pria yang berasal dari keturunan wanita yang akan menjadi perusakmu. Ini menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus. Setan mengerti nubuatan ini; dan itulah sebabnya Setan berusaha untuk menghancurkan garis keturunan Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dikatakan dalam ayat 15, “Dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Dia benar-benar akan menghancurkan kepala Setan. Tumit benih wanita itu akan memar, itu serangan dari belakang, itu bukan kerusakan permanen. Setan terlibat dalam memarkan Anak Allah. Yesaya berkata bahwa Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, dan dalam Lukas 22: 53 Yesus berkata bahwa "inilah saatnya kuasa kegelapan itu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salib adalah pukulan pada tumit-Nya, yang memungkinkan penebusan semua orang berdosa yang mengasihi Allah dan membenci Setan. Tetapi Dia yang tumitnya memar, pada saat yang sama, akan menghancurkan kepala Setan. Itu adalah serangan dari depan, memberikan pukulan yang mematikan ke kepala Setan dengan memberikan penebusan yang membayar penuh dosa-dosa semua orang yang akan dilahirkan kembali oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum Allah menghakimi mereka, mereka diberikan, harapan, belas kasihan, anugerah, keselamatan dan kabar baik. Sebelum Allah mengusir mereka keluar dari taman dan melarang mereka untuk masuk kembali, sebelum hukuman diletakkan di punggung mereka, harapan ditempatkan di hati mereka. Allah pada dasarnya adalah Allah yang murah hati, penyayang, pemaaf dan karena itu Dia menanamkan harapan di tengah-tengah kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Benar-benar tempat yang luar biasa untuk mulai melihat kemuliaan Kristus dalam Perjanjian Lama. Dia adalah benih wanita, Pria yang menghancurkan kepala Setan. Dan karena itu, di akhir kitab Roma, Paulus berkata, “Setan juga telah diletakkan di bawah kakimu.” Karena Dia menaklukkan Dia, kita di dalam Kristus akan menaklukkannya juga. Betapa luar biasa Allah kita, pujilah Dia selalu! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Jan 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190113</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000005D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Konfrontasi di Eden]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2019"><![CDATA[2019]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000005C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:8-13" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:8-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melihat lagi Kejadian 3 dan melihat asal-usul ciptaan. Banyak orang mencoba mencari tahu mengapa dunia seperti ini, bagaimana bisa menjadi seperti ini dan bagaimana selanjutnya. Nah Alkitab memberi tahu semua yang Allah ingin kita tahu tentang asal mula dosa. Dosa menjelaskan semua masalah di dunia. Segala sesuatu yang jahat, semua yang salah, semua yang tidak sempurna dan kematian semuanya berasal dari peristiwa yang terjadi dan dicatat dalam Kejadian 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3 adalah catatan akurat dari Allah tentang bagaimana dosa datang ke dunia. Kita tidak dapat memahami sejarah penebusan dan bagaimana itu berakhir kecuali saat kita memahami awalnya. Mengapa penting untuk memiliki Juruselamat yang mati, mengapa penting bahwa Dia kembali lagi dan memulihkan dunia ini, dan akhirnya menghancurkan seluruh alam semesta dan menciptakan kembali surga baru dan bumi baru?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak dapat memahami mengapa umat manusia adalah sebagaimana adanya kecuali kita memahami Kejadian 3. Ini menjelaskan kondisi universal manusia. Itu menjelaskan mengapa harus ada Juru Selamat dan mengapa alam semesta pada akhirnya harus dihancurkan dan sebuah alam semesta baru ada di tempatnya. Jika Anda tidak percaya Kejadian 1, 2 dan 3, dan jika Anda tidak memahaminya, Anda tidak dapat memiliki pandangan dunia yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan seluruh alam semesta seperti yang sekarang ada dalam enam hari 24 jam. Anda harus memahami tujuan Allah dalam menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, memberikan penolong kepadanya, yaitu wanita. Anda harus memahami dasar alam semesta fisik dan peran manusia di dalamnya. Anda harus memahami Kejatuhan manusia. Manusia jatuh dari kesempurnaan dan kepolosan dalam gambar Allah, ke dalam dosa dan kebejatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia langsung jatuh dari ciptaan aslinya dalam gambar Allah kedalam kondisinya sekarang dalam dosa dan di bawah penghakiman ilahi. Manusia diciptakan dalam satu hari dengan penuh kedewasaan. Ia diciptakan untuk bersekutu dengan Allah dan untuk menikmati dunia yang telah diciptakan Allah. Dan sejak saat itu dia masuk ke dalam kondisi jatuh ini. Dan itu semua terjadi dalam satu peristiwa yang dijelaskan mulai dalam Kejadian 3:1.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Nah ular itu lebih licik daripada segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Dia berkata kepada perempuan itu, "Apakah benar Allah berkata, 'Kalian tidak boleh makan dari semua pohon di taman?" 2 Dan sahut perempuan kepada ular itu, "Kita boleh makan buah dari pohon-pohonan di taman, 3 tetapi Allah berfirman, 'janganlah kalian makan buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman, dan jangan kalian menyentuhnya, nanti kalian mati.' 4 Tetapi ular berkata kepada perempuan itu, “Pasti kalian tidak akan mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"5 Karena Allah tahu bahwa ketika kalian memakannya, matamu akan terbuka, dan kalian akan menjadi seperti Allah, tahu yang baik dan yang jahat." 6 Jadi ketika perempuan itu melihat, bahwa pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, dan membuat orang bijak, dia mengambil buahnya dan dimakannya, dan dia juga memberikan kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan dia juga memakannya. 7 Maka mata mereka berdua terbuka, dan mereka tahu bahwa mereka telanjang. Dan mereka menjahit daun ara menjadi satu dan membuat cawat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita telah mempelajari tujuh ayat itu. Kita bertemu dengan Setan, yang telah jatuh dari surga yang karena pemberontakannya sendiri telah dilemparkan ke bumi, Lucifer yang fasik itu. Iblis itu datang dan membujuk kejahatan dari Hawa, dan melalui Hawa dari Adam. Strateginya adalah berbohong tentang Allah, bahwa Allah tidak baik hati dan penuh kebajikan, bahwa Allah itu keras, dan bahwa Allah menahan sesuatu yang baik dari padanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bahwa kalian tidak dapat percaya Firman Allah, meskipun Dia berkata kalian akan mati, kalian tidak akan mati. Dan melalui strategi penipuan itu datanglah rayuan. Rayuan mulai terjadi, dalam ayat 6, ketika nafsu mulai menimbulkan dosa. Hawa berpikir itu akan membuatnya bijaksana dengan pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dan itu akan menjadikannya seperti Allah. Jadi dia dan suaminya bersama-sama makan dan itu adalah tindakan ketidaktaatan yang menghasilkan rasa malu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mata mereka terbuka, mereka memahami kejahatan itu bukan melalui proses akademis, mereka memahami kejahatan karena itu sekarang ada di dalam mereka dan mereka merasakannya. Dan mereka merasakannya bahkan di bidang seksual sehingga mereka malu dengan apa yang tidak pernah membuat mereka malu sebelumnya, yaitu ketelanjangan mereka dan mereka berusaha menutupi rasa bersalah mereka, mereka menutupi diri mereka dengan daun-daun yang telah mereka jahit menjadi satu untuk menyembunyikan kemaluan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan satu tindakan itu pada hari itu longsoran dosa dilepaskan yang tidak akan berhenti sampai penghancuran terakhir alam semesta ini. Untuk itu kita pelajari Kejadian 3:8-13, “Dan mereka mendengar pada waktu hari sejuk langkah Tuhan Allah berjalan di taman, dan lelaki dan istrinya menyembunyikan diri dari hadirat Tuhan Allah di antara pohon-pohon di taman. 9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berkata kepadanya, "Di manakah engkau?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"10 Dan dia berkata," Aku mendengar suara Engkau di taman, dan aku takut, karena aku telanjang, dan aku bersembunyi.” 11 Dia berfirman, “Siapa yang memberitahumu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari pohon yang Kularang engkau makan itu?” 12 Pria itu berkata, “Wanita yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi buah pohon itu kepadaku, dan aku makan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada wanita itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab wanita itu, “Ular itu menipu aku, dan aku makan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alangkah dramatis perubahan itu. Sikap mereka terhadap Allah berubah seratus delapan puluh derajat. Mereka secara instan dirusak oleh satu dosa itu, sedemikian rupa sehingga mereka bukan hanya merasa malu karena korupsi itu, tetapi mereka juga menentang persekutuan dengan Allah dan mereka menentang pertobatan jujur. Percakapan mereka sekarang bersifat mengelak, menipu dan mengalihkan kesalahan. Itu adalah sifat kebejatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebejatan adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak mau bertobat dengan jujur. Kebejatan bukan hanya dilihat pada ketidakmampuan orang itu untuk berhenti berdosa, tetapi dalam kecenderungannya untuk menghindari pertobatan. Bahkan ketika manusia itu berdosa, dan merasa bersalah dan malu, bahkan ketika diperhadapkan Allah ia akan berusaha sekuat mungkin untuk mengalihkan kesalahan dari dirinya. Dan jika dia akhirnya diperhadapkan Allah, dia tidak akan mengakui dosanya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukannya Adam dan Hawa tidak tahu mereka berdosa, mereka telah mengalami dosa. Mereka telah mengalami pengetahuan tentang kejahatan. Mereka telah mengalami pikiran-pikiran jahat yang entah bagaimana terkait dengan perilaku seksual mereka dan karena itu menutupi diri mereka di bidang itu. Mereka merasa bersalah di hadapan Allah dari hati nurani mereka dan mereka tahu bahwa mereka akan diadili dan bahwa penghakiman itu adalah kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun meskipun ada rasa malu dan rasa bersalah, meskipun hati nurani mereka menuduh, dan meskipun ada penghakiman dari Allah, terlepas dari kematian yang akan datang, daripada bertobat mereka mencoba untuk menyalahkan orang lain. Kebejatan adalah suatu kondisi di mana orang berdosa tidak akan bertobat dan tidak dapat bertobat dari dosanya. Itulah sebabnya Efesus 2: 1 mengatakan, “Kamu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu.” Mereka tidak bisa berhenti berbuat dosa, dan mereka tidak dapat dengan jujur bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena mereka mengerti bahwa ada Allah dan ada penghakiman, satu-satunya yang dapat mereka lakukan adalah bersembunyi. Ateis bersembunyi dari Allah dengan mengatakan tidak ada Tuhan. Orang yang membenarkan diri bersembunyi dari Allah dengan mengatakan bahwa Allah tidak sesuci seperti yang dipikirkan orang dan dia cukup baik untuk memuaskan Allah dengan perbuatannya sendiri. Orang lain bersembunyi dari Allah dengan mendefinisikan-Nya secara lain. Dan orang-orang Yahudi bersembunyi dari Allah dengan menolak Kristus sebagai Juruselamat mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sembilan puluh persen orang di Amerika percaya ada Allah. Tetapi sebagian besar dari 90 persen itu percaya bahwa Allah adalah Allah yang mereka ciptakan dalam pikiran mereka sendiri. Itulah sebabnya di mana Firman Allah diberitakan dan Allah disembah, seperti di gereja kita, dan Allah ditinggikan, orang berdosa merasa tidak nyaman. Itulah tepat yang kita lihat dalam Adam dan Hawa. Mereka sekarang mengalami kejahatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita sampai pada <b>ayat 8</b>, beberapa waktu telah berlalu sejak mereka jatuh, karena mereka menemukan beberapa daun ara dan menjahitnya. Ini waktunya sejuk, pada sore hari ketika matahari mulai terbenam di firdaus itu, pada sore hari ketika angin sepoi-sepoi mulai bergerak. Ayat 8 mengatakan, “Dan mereka mendengar pada waktu hari sejuk langkah Tuhan Allah berjalan di taman.” Tunggu sebentar. Allah adalah roh, benar? Iya, tetapi sekarang Tuhan Yesus ada bersama mereka, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkali-kali dalam Perjanjian Lama, khususnya dalam kitab Kejadian, Allah muncul dalam bentuk fisik yang terlihat sebagai manusia. Dia bisa dilihat dan Dia bisa berbicara kepada Anda. Itu seharusnya tidak mengejutkan kita. Yesaya memiliki visi tentang Allah dalam Yesaya 6: 1, "Aku melihat Tuhan duduk diatas takhta yang tinggi dan menjulang.” Menurut Yohanes 12:41, "Hal-hal ini dikatakan Yesaya karena dia melihat kemuliaan-Nya dan dia berbicara tentang Yesus Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya sebenarnya melihat Yesus ketika dia melihat Allah di atas takhta. Dia melihat Kristus sebelum inkarnasi. Ini disebut teofanies, penampakan Allah, atau kristofanies, penampakan Kristus. Tuhan ilahi merasa nyaman dalam wujud manusia bahkan sebelum inkarnasi di bumi. Bagaimanapun, manusia diciptakan menurut gambar Allah, anggota kedua dari trinitas, Tuhan, yang akhirnya akan menjadi manusia yang dimuliakan untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Hagar dalam Kejadian 16, dan itu disebut utusan Tuhan dan malaikat Tuhan, yang adalah Tuhan sendiri. Dalam Kejadian 17 dan 18 Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Abraham. Dalam Kejadian 26 Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Ishak. Dalam Kejadian 28, Kejadian 32 dan Kejadian 35, pada tiga kesempatan terpisah Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Yakub yang merupakan kristofanie yang terakhir dalam Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah muncul dalam wujud manusia supaya Dia dapat berbicara dengan manusia sebagai sahabat. Jadi, salah satu berkat yang dinikmati Adam dan Hawa di taman adalah percakapan intim dengan Allah Sang Pencipta yang menampakkan diri-Nya kepada mereka dalam bentuk fisik yang kelihatan seperti manusia. Mungkin sesuatu seperti transfigurasi Kristus di Perjanjian Baru. Hingga hari itu kapan pun mereka mendengar Tuhan berjalan di taman, mereka akan berlari mendekati-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sekarang dalam <b>ayat 8</b>, "Dan pria dan istrinya menyembunyikan diri mereka dari hadirat Tuhan Allah di antara pohon-pohon di taman." Manusia masih berusaha untuk melarikan diri dari Allah di taman Allah sendiri. Orang berdosa dapat menyangkal keberadaan-Nya, itu adalah suatu bentuk pelarian. Ia mungkin menolak Allah Kitab Suci yang sejati dan menciptakan allah miliknya sendiri. Bahkan Darwin berkata, "Tentu saja ada Allah, saya percaya Allah tetapi bukan Allah dari Alkitab.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah berkata dalam <b>ayat 9</b>, "Adam, di manakah engkau?" Dia tidak minta informasi. Dia tahu di mana Adam berada, Dia mahatahu. Ketika Dia berkata, "di manakah engkau?" Dia tidak bertanya "di manakah engkau berada di taman?" Dia bertanya, “bagaimana kondisi engkau sekarang?" Kata "dipanggil" dalam bahasa Ibrani, adalah kata yang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk memanggil seseorang untuk memberi pertanggungjawaban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah pertanyaan seperti yang ada dalam Kejadian 4: 9. Kain membunuh Habel dan kemudian Tuhan berkata kepada Kain, "Di manakah Habel, saudaramu?" Tuhan tahu di mana dia berada. Dia mati di tanah. Allah tidak minta informasi karena dalam ayat 10 Dia berkata, “Apakah yang telah kauperbuat ini, darah saudaramu berteriak kepada-Ku dari tanah.” Allah memberi Kain kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah ia lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah jawaban Adam, <b>Ayat 10</b>, “Dia berkata, 'Aku mendengar suara Engkau di taman dan aku takut karena aku telanjang, jadi aku menyembunyikan diriku.'" Lihatlah, pria sekarang itu tidak bisa mengatakan yang benar. Itu adalah tanda kebejatan, itu berusaha bersembunyi dari Allah. Setan telah menjanjikan mereka kebebasan dari kendali Allah yang membatasi. Yah, mereka tidak mendapatkan kebebasan, malah mereka diperbudak dosa, diperbudak rasa malu, diperbudak rasa bersalah dan ketakutan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam tidak mau mengaku dia berdosa. Dia sekarang mengelak. Dia telah jatuh dan dia tidak akan mengakui dosanya. Jadi Allah menanyakan Adam di <b>ayat 11</b>, “Siapakah yang memberitahumu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari pohon yang Kularang engkau makan itu?” Dari mana datangnya rasa malu itu, Adam? Apakah engkau tahu bahwa rasa malu itu adalah akibat langsung dari ketidaktaatan engkau dan Hawa?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b>, “Lelaki itu berkata, 'Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi buah dari pohon itu kepadaku, dan aku makan.” Adam telah berbicara dengan setengah kebenaran dan dia menghindari hal-hal dan sekarang dia mulai menyalahkan orang lain. Yang tersisa hanyalah kata-kata, "O, saya hanyalah korban.” Sifatnya yang jatuh sekarang rusak. Korupsi itu mengelak, itu menipu, itu melindungi diri, itu membenarkan diri, dan menyalahkan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hawa adalah masalahnya dan sebenarnya Engkau adalah masalahnya karena Engkau memberikannya kepada saya. Ini argumen lemah karena sejak awal Hawa adalah penolongnya dan dia adalah pemimpinnya. Hawa diciptakan untuk dipimpin Adam, tetapi dia menjadi penggoda Adam dengan hasil yang mencelakakan. Dan sekarang dia menyalahkan Allah. Ketika seluruh dunia mereka yang berdosa itu runtuh, itu sekarang kesalahan Allah, karena Dia menciptakan dunia seperti ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebejatan itu masuk begitu cepat dan langsung mengubah kekasih Allah menjadi pembenci Allah. Salahkan orang lain saja. Pertahankan status korban Anda. Itulah yang dilakukan oleh orang berdosa. Mereka sekarang membenci Tuhan. Mereka melihat Allah sebagai hakim mereka, bukan sebagai teman mereka. Mereka tidak tertarik kepada kehormatan Allah. Mereka tidak tertarik kepada kemuliaan Allah. Mereka tidak memiliki kekudusan atau kemurnian. Mereka sekarang sudah penuh dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 13</b>, “Lalu Tuhan Allah berfirman kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kaulakukan ini? Jawab perempuan itu, “Ular itu menipu saya, dan saya makan.” Allah mengatakan, “Jelaskan dirimu, Hawa.” Adam tidak membela istrinya, malah dia menyalahkannya dan Allah. Adam tidak berusaha untuk melindungi istrinya, meskipun dia seharusnya menjadi pelindung istrinya. Hubungan itu menjadi begitu buruk sehingga Adam menyalahkan dia dan menyalahkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Apakah jalan keluarnya?” Tak seorang pun dapat diselamatkan kecuali Allah dalam anugerah-Nya yang berdaulat mematahkan ikatan kebejatan itu. Dan itulah yang dilakukan Allah ketika Ia membangunkan orang berdosa, dari kematian dalam dosa, sampai kepada kehidupan abadi. Itulah sebabnya kita merayakan Natal, kelahiran Yesus dan kita merayakan Paskah, kebangkitan-Nya yang agung dan kita menghormati Dia untuk segalanya yang Dia terus lakukan bagi kita sekarang juga di Surga. Apakah Anda percaya hal itu? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Jan 2019 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20190106</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000005C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hadiah kita untuk Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000005B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+12:1-2" target="_blank" class="imCssLink">Roma 12:1-2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingat beberapa waktu lalu bercakap-cakap dengan seorang gadis muda yang sudah menikah yang mengatakan bahwa dia benar-benar mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan Kristen. Dia berkata, “Saya berusaha mendapatkan semua yang bisa saya dapatkan dari Allah.” Dan saya menjawab, “Itulah kebalikannya apa yang seharusnya Anda lakukan. Kehidupan Kristen Anda tidak bergantung pada apa yang Anda dapatkan dari-Nya. Itu bergantung kepada apa yang Anda berikan kepada-Nya setiap hari.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang dilakukan orang majus dalam Matius 2:11, “Dan ketika mereka masuk ke dalam rumah, mereka melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, dan mereka sujud menyembah Dia. Dan ketika mereka membuka harta bendanya, mereka mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” Natal bukanlah tentang apa yang Anda dapatkan dari Kristus. Ini semua tentang apa yang Anda berikan kepada Kristus sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 12: 1-2, “Karena itu saya mohon kalian, saudara-saudaraku, demi belas kasihan Allah, untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai korban hidup dan kudus, yang berkenan kepada Allah, yang adalah pelayanan rohani ibadahmu. 2 Dan janganlah menyesuaikan dirimu dengan dunia ini, tetapi biarlah kalian ditransformasikan oleh pembaharuan budimu, sehingga kalian dapat membuktikan apakah kehendak Allah itu, yang adalah baik, cocok dan sempurna.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 2:5 mengatakan, “Kita adalah imamat yang membawa persembahan kepada Allah.” Dan kemudian dijelaskan bahwa kita harus memberikan “korban yang hidup dan kudus.” Apakah artinya itu? Itu tidak berarti menawarkan hadiah kepada-Nya. Dalam Perjanjian Baru pengorbanan itu disebut pengorbanan hidup. Kita harus menempatkan diri kita di atas mezbah di hadapan Allah sebagai persembahan kepada-Nya. Roma 12 mengajarkan kita untuk bertindak seolah-olah kita adalah imamat yang menempatkan diri kita di atas altar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak menginginkan persembahan kita, Dia menginginkan hati kita. Dan Alkitab menjelaskan bahwa itu terdiri dari jiwa, tubuh, pikiran dan kehendak kita. Memberi <b>jiwa</b> Anda kepada Allah adalah apa yang dinamakan Alkitab “lahir baru secara rohani” dan itu berarti percaya kepada Kristus. Saya percaya bahwa banyak dari kalian telah melakukan itu. Kalian tidak dapat menyenangkan Allah dengan cara apa pun jika kalian tidak menyerahkan jiwa kalian terlebih dahulu, esensi dari siapakah kalian, kepada Dia. Itulah keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan dalam kitab Roma disebut “belas kasihan Allah” dan ini menggabungkan setiap bagian dari keselamatan. Marilah saya sebutkan mereka: Roh Kudus, kasih ilahi, anugerah, damai, iman, penghiburan, kuasa, harapan, kesabaran, kebaikan, kemuliaan, kebenaran, pengampunan, rekonsiliasi, pembenaran, menjadi anak-Nya, kehidupan kekal dan perantaraan berkelanjutan oleh Roh Kudus dan Yesus Kristus bagi Anda dihadapan Allah Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, <b>tubuh Anda</b> harus dipersembahkan kepada Allah, sebagaimana Anda berpikir dan semua yang adalah Anda sebagai manusia. Mempersembahkan berarti menyerah, menawarkan diri, tanpa menahan apa pun juga. Roma 6:12 mengatakan, “Jangan biarkan dosa menguasai tubuhmu yang fana sehingga Anda menuruti keinginannya.” Ini membicarakan hasrat kedagingan Anda dan apa yang Anda inginkan berdasarkan apa yang Anda lihat di dunia ini dari Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah tindakan pada saat Anda mempersembahkan tubuhmu kepada Allah. Itulah tugas Anda, dan itu perlu demi proses pengudusan Anda. Ini sangat sulit. Di 1 Korintus 9:27 Paulus berkata, “Saya mendisiplin tubuh saya sampai saya dapat menguasainya, agar setelah saya memberitakakn Injil kepada orang lain, saya sendiri tidak ditolak.” 1 Tesalonika 5:23, “Sekarang semoga Allah pendamai sendiri menguduskan Anda sepenuhnya.” Itu menggambarkan jiwa Anda dan tubuh Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah hanya terpuaskan ketika jiwa diikuti oleh tubuh yang dipersembahkan kepada-Nya, dan Dia berkata, “Inilah ibadah rohani Anda.” Itu adalah ibadah Perjanjian Lama. Ini digunakan dalam Ibrani 9: 6 oleh para imam yang sedang beribadah melayani Allah, tetapi di sini digunakan untuk orang percaya. Ini adalah tugasmu sebagai orang percaya, sebagai imam di hadapan Allah, untuk mempersembahkan tubuh Anda kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, <b>akal budi</b> harus diberikan kepada Allah. Nah, semuanya saling terhubung. Jika Anda tidak memberikan akal budimu kepada Allah, Anda tidak akan mampu mempertahankan pemberian tubuhmu kepada Allah. “Apa yang dipikirkan manusia di dalam hatinya, begitulah dia sebagai orang.” Jadi pikiran itu sangat penting. Jadi bagaimana kita menghadapi pikiran kita? Janganlah menyesuaikan diri dengan masa kini. Apa artinya? Yohanes menggunakan “masa kini” di mana Ia mengartikan ‘sistem dunia yang jahat’ sekarang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua gagasan yang dipercayai masyarakat, yang mendominasi media sosial yang Anda lihat orang percaya, yang Anda lihat didemonstrasikan di TV dan di bioskop, yang diajarkan di universitas, itulah yang dimaksud Yohanes dengan sistem dunia. Dunia adalah alat yang digunakan Setan untuk mempromosikan tujuannya dan ambisinya, dan dia selalu melakukan itu. Namun semua hal itu hanya sementara dan sangat berbahaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rata-rata siswa SMA menghabiskan secara pribadi sembilan jam di depan layar komputer sementara mereka diprogram dan ditarik oleh roh zaman ini. Orang muda yang tidak peduli mudah menjadi korban dari apa yang dipercayai oleh teman-teman mereka. Itulah sebabnya begitu banyak budaya pop dimiliki oleh anak-anak dari umur 10 sampai 25. Setiap sistem dunia ada di internet yang mencoba mempengaruhi pemikiran Anda, perilaku Anda, dan keinginan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memanggil kita untuk ditransformasikan oleh pembaruan budimu, perubahan pikiran Anda. Bagaimana kalian dapat memperbarui akal budi Anda? Anda memperbarui pikiran Anda melalui Firman Allah. Anda hanya dapat melakukan itu ketika pikiran Anda dipenuhi dengan kebenaran ilahi, dan tidak ada jalan pintas untuk ini. Jadi akal budimu menjadi medan perang di mana roh zaman bertempur dengan sifat baru Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ulangan 6: 5, 7 dikatakan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu 7<b> </b>Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, atau engkau sedang dalam perjalanan, atau engkau berbaring dan bila engkau bangun.” Tubuh yang diberikan kepada Allah hanya dapat dipertahankan sebagai persembahan kepada Allah ketika pikiran terus-menerus diperbaharui oleh kebenaran Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, <b>kehendak</b> harus diberikan kepada Allah. Kita tahu hal-hal, tetapi kita tidak selalu melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Paulus berkata, Sebab bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki yang aku perbuat.” Anda perlu memamerkan kehendak Allah. Tunjukkanlah kepada dunia kehendak Allah dengan melakukannya. Kehidupan Kristen adalah hasrat kuat yang dihasilkan oleh kehendak berdasarkan apa yang diketahui pikiran tentang Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bersyukurlah bahwa Anda memiliki sumber daya yang disediakan untuk Anda sehingga pikiran Anda dapat menjadi pikiran Kristus. Menangkan pertarungan wasiat. Ikutilah hal-hal yang benar, mulia dan baik. Dan semua ini kita lakukan karena kami sangat bersyukur dan terbebani oleh belas kasihan Allah, dan itulah sebabnya kita ada di sini - karena pada dasarnya semua belas kasihan itu datang kepada kita melalui salib Kristus dalam kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ingatlah, mulai dengan memberikan <b>jiwa Anda</b> kepada Allah ketika Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat Anda. Lalu perhatikan apa yang Anda lakukan di dalam <b>tubuh Anda</b>, sambil menyadari bahwa dengan tubuh Anda, Anda menunjukkan kasih kepada tetangga Anda dan jagalah supaya itu tetap suci. Dan karena <b>pikiran Anda</b> mengendalikan apa yang Anda lakukan, penuhilah itu dengan firman Allah dan tolaklah apa yang ditawarkan dunia. Dan kemudian lakukanlah kehendak Allah dan jadikanlah itu <b>keinginan Anda</b>, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181223</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000005B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gambar Allah yang Tak Terlihat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000005A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+1:15-20" target="_blank" class="imCssLink">Kolose 1:15-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita memusatkan perhatian kita pada pribadi Tuhan Yesus Kristus, siapakah Dia, mengapa Dia datang ke dunia dan apa artinya kelahiran Tuhan Yesus itu sebenarnya. Kelahiran Yesus Kristus yang rendah hati tidak pernah dimaksudkan untuk menyembunyikan kenyataan bahwa Allah dilahirkan di dunia. Tetapi ternyata hanya itu saja pikiran orang. Orang-orang dapat menerima kelahiran bayi tetapi tidak dapat menerima kelahiran Allah /manusia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dapat menerima Natal karena tampaknya tidak berbahaya dari sudut pandang palungan, tetapi orang tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam daging manusia. Dan akibatnya untuk sebagian besar dunia, Natal sama sekali tidak berarti. Meskipun para malaikat mengumumkan arti Natal, para gembala mengerti artinya, orang majus tahu itu, tetapi kebanyakan orang tidak mengertinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah pentingnya Natal? Nah ada seorang anak yang lahir yang namanya disebut Imanuel karena itu berarti Allah beserta kita. Anak itu adalah Allah dalam daging manusia. Dalam Yesaya 9:6, janji adalah bahwa seorang Anak akan dilahirkan, dan pemerintah akan ada di atas pundak-Nya, dan nama-Nya adalah Allah Perkasa dan Bapa Kekal. Ini adalah gelar keilahian yang diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:14 mengatakan, “Dan Firman itu menjadi manusia dan tinggal di antara kita dan kita melihat keagungan-Nya sebagai Anak tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Siapakah Anak itu? Siapakah yang menjadi manusia? Dia adalah kepenuhan Allah. Tak satu pun dari kita akan dapat memahami artinya bagi Allah untuk dilahirkan dalam palungan, karena Allah harus merendahkan diri ke sikap rendah terbesar yang pernah dikenal dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun Yesus Kristus kaya tanpa batas, Dia menjadi miskin, dan mengambil sifat manusia kita, masuk ke dalam lingkungan yang tercemar oleh dosa kita dan mengambil kesalahan kita, menanggung kesedihan kita, menanggung kesengsaraan kita, terluka karena pelanggaran kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita, dibangkitkan untuk pembenaran kita, naik ke surga untuk perantaraan kita dan akan kembali suatu hari untuk membawa kita bersama Dia untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Paulus, ini adalah misteri keilahian bahwa Allah terwujud dalam daging. Tidak pernah ada orang seperti Yesus Kristus. Dia unik. Kita dapat melihat itu di dalam Wahyu ketika itu menggambarkan akhir zaman, pada kedatangan Tuhan Yesus Kristus untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Dalam Wahyu 5, Allah duduk di atas takhta dengan titel hak milik atas bumi, gulungan tujuh segel itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam langit dan bumi dicari seseorang yang layak untuk membuka gulungan itu, dan tidak ada yang ditemukan. Dan Yohanes mulai menangis dan kemudian dia mendengar bahwa singa Yehuda layak dan Kristus melangkah maju. Dan seluruh surga mulai memuji Dia karena Dia layak untuk mengambil bumi. Mengapa? Dia tak ada bandingannya. Di seluruh alam semesta Dia adalah satu-satunya yang berhak untuk memiliki penciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kolose 1:15-20</b>, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Anak yang sulung dari segala ciptaan. 16 Sebab melalui Dialah segala sesuatu diciptakan di surga dan yang ada di bumi, yang terlihat dan tidak terlihat, termasuk takhta atau kekuasaan atau pemerintahan atau kekuasaan roh. Segala sesuatu diciptakan melalui Dia dan untuk Dia. 17 Dan Dia ada sebelum segala sesuatu ada, dan oleh Dia segala sesuatu ada.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“18 Dan Dia adalah kepala dari tubuh, yaitu gereja, yang adalah permulaan, Anak sulung dari kematian, bahwa Dia memiliki keunggulan dalam segala hal. 19 Karena itu menyenangkan Allah Bapa bahwa di dalam Dia tinggal semua kepenuhan itu, 20 dan oleh Dia segala sesuatu didamaikan kepada diri-Nya, apakah itu hal-hal di bumi atau hal-hal di surga, semua telah didamaikan melalui darah salib-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, marilah kita lihat Yesus dalam hubungan-Nya dengan Allah. Ada yang mengatakan bahwa Ia lebih rendah dari Allah, Dia adalah mahluk ciptaan, malaikat yang tinggi, guru yang baik, dan seorang nabi. Tetapi marilah kita lihat apa yang Allah sendiri mengatakan dalam <b>ayat 15</b>, "Dia" merujuk kembali ke ayat 13, kerajaan Anak, yang di dalamnya kita memiliki penebusan melalui darah-Nya, pengampunan dosa, orang yang adalah gambar Allah yang tak terlihat, yang sulung dari segala ciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mempelajari Alkitab terbataspun memberi tahu kita bahwa Allah tidak kelihatan. Perjanjian Lama mengatakan bahwa tidak ada manusia yang pernah melihat Allah. Dalam Keluaran, Allah berkata bahwa kalian tidak dapat melihat Aku dan hidup. Dalam Yohanes 1 dikatakan bahwa tidak ada orang yang pernah melihat Allah. Dalam 1 Timotius Paulus menulis tentang Allah dan menyebut Dia Allah yang tidak kelihatan. Yesus berkata di Yoh. 4:24, “Allah adalah roh dan mereka yang menyembah-Nya harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah sekarang kelihatan. Allah tidak kelihatan tetapi Allah telah menjadi nyata dalam Anak-Nya yang adalah Yesus Kristus. Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di Kolose. Kota di Asia Kecil ini dibanjiri oleh ajaran palsu yang disebut Gnostisisme. Itu artinya pengetahuan. Orang-orang tertentu mengangkat diri mereka sendiri sebagai satu-satunya yang benar-benar mengetahui kebenaran. Mereka adalah orang Gnostik, orang yang tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya bahwa penciptaan berasal dari kejahatan dan akibatnya semua materi adalah jahat. Materi adalah jahat dan roh itu baik, yang merupakan dualisme filosofis. Mereka percaya bahwa Allah adalah roh, jadi Allah itu baik dan oleh karena itu tidak bisa menyentuh materi. Mereka menyimpulkan bahwa Allah tidak dapat menciptakan dan Allah tidak bisa menjadi manusia karena jika Allah menciptakan manusia, itu berarti Allah yang baik menciptakan kejahatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya bahwa Yesus hanyalah malaikat yang baik. Jadi Rasul Paulus menulis untuk memberi tahu mereka bahwa Yesus adalah Allah dan Dia adalah sang pencipta. <b>Ayat 16</b>, “oleh Dia segala sesuatu diciptakan.” Apa artinya bahwa Yesus adalah gambar-Nya? Kita diciptakan menurut gambar Allah, tetapi Yesus adalah gambar Allah. Ada perbedaan besar disini. Dia adalah salinan-Nya. Dia adalah reproduksi yang tepat. Yesus berkata, "Jika kalian telah melihat Aku, kalian telah melihat Bapa."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan, "Nah, sebenarnya itu berarti bahwa Yesus hanyalah garis besar yang baik dari Allah. Dia hanya memberi Anda gagasan umum." Itu tidak benar, <b>ayat 19</b> menghilangkan kemungkinan itu, “Karena itu menyenangkan Allah Bapa bahwa di dalam Dia tinggal semua kepenuhan itu.” Dia bukan garis besar Allah, Dia adalah kepenuhan Allah, dan Dia seluruhnya adalah Allah. Lihatlah Kolose 2:3, "Di dalam-Nya tersembunyi semua harta kebijaksanaan dan pengetahuan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tragedinya adalah bahwa banyak orang di dunia pada zaman ketidakpercayaan ini tidak melihat ini, kecuali orang-orang Kristen yang mendapatkan jalan sempit yang ditemukan oleh sedikit orang saja. Dan mereka dikategorikan dalam 2 Korintus 4:4, “dimana pikiran mereka telah dibutakan iblis zaman ini, yang tidak percaya, kecuali cahaya Injil kemuliaan Kristus, yang adalah gambar Allah, bersinar pada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sungguh luar biasa menyadari bahwa anak yang datang ke dunia ini adalah Allah yang menciptakan segalanya. Tidak dapat dibayangkan bahwa kasih seperti itu akan memanifestasikan dirinya, bahwa Yang membuat segalanya akan menyembuhkan orang sakit dan memberi makan kepada yang lapar dan menangisi mereka yang hatinya hancur, bahwa Dia memilih orang-orang biasa untuk menemani Dia dalam waktu hidup-Nya. Tetapi itulah yang dilakukan Allah dan Kristus adalah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah adalah manusia, saya menduga Dia tidak berdosa. Yesus tanpa dosa. Dan jika Allah adalah manusia, saya menyangka kata-kata-Nya menjadi kata-kata terbesar yang pernah diucapkan. Dan itu memang benar. Dan jika Allah adalah manusia, saya berharap bahwa Dia akan menunjukkan pengaruh yang paling mendalam atas kepribadian manusia dari semua yang pernah hidup, dan Dia melakukan itu. Dan Jika Allah menjadi manusia saya kira Dia dapat melakukan mujizat, dan memang Dia melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya harap jika Allah adalah manusia, Dia akan memanifestasikan kasih di luar pemahaman manusia, dan itulah yang Dia lakukan. Paulus mengatakan dalam ayat 15, "Dia adalah Anak sulung dari segala ciptaan.” Sekarang banyak orang telah salah nafsirkan ini dan berpikir bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan sama seperti orang lain. Tetapi ini tidak membicarakan tindakan kelahiran. Yesus berkata dalam Yohanes 8:58, “Sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak pernah diciptakan dan bahkan ketika Dia menjadi manusia, Dia bukan yang pertama diciptakan. Apa artinya bahwa Ia adalah Anak sulung? Ini adalah kata prototokos dalam bahasa Yunani, itu berarti hak untuk memerintah, ahli waris, yang berperingkat, yang berwenang. Itu berhubungan dengan hak waris. Dalam pikiran orang Yahudi, yang sulung adalah yang mewarisi segalanya. Kristus adalah pewaris segala ciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berbicara dalam Mazmur 89:27, “Aku juga akan menjadikan Dia sebagai anak sulungKu, yang tertinggi dari para raja di bumi.” Di Wahyu dikatakan, "Raja segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan." Ibrani 1:1-2 mengatakan, “Allah, pada berbagai waktu dan dalam berbagai cara berbicara di masa lalu kepada leluhur oleh para nabi, 2 telah di zaman akhir ini berbicara kepada kita melalui Putra-Nya, yang telah Dia tunjuk sebagai pewaris segala sesuatu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Yesus adalah Allah di dalam tubuh dan iya, Dia adalah sang pencipta. Klaim yang Dia buat sangat menakjubkan. Dia mengaku memiliki otoritas atas malaikat di Matius 13, atas orang-orang di Matius 25, atas segala sesuatu di Matius 28:18, dan mengaku Dia Allah, yang dapat mengampuni dosa, yang dapat membangkitkan diri-Nya dari kuburan. Dia membuktikan itu semuanya dan Tomas benar ketika dia berkata di Yoh. 20:28, "Ya Tuhanku dan Allahku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini Paulus menujukkan lagi keilahian Kristus, <b>ayat 16</b>, "Karena oleh-Nya semuanya diciptakan." Yesus membuat segalanya. Yohanes 1:3 mengatakan, "Tanpa Dia tidak ada sesuatupun yang dibuat.” Allah menciptakan dunia melalui Kristus, itu aksi tritunggal. Allah menciptakan dalam Kejadian 1. Roh itu bergerak dan membawa kehidupan dalam Kejadian 1. Dan Anak menciptakan di dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dapatkah kalian membayangkan apa yang ada di luar sana? Cahaya bergerak dengan kecepatan 186 ribu mil per detik, jadi cahaya mencapai bulan dalam satu setengah detik. Namun tata surya kita berjarak tiga miliar mil jauhnya. Dan bintang terdekat adalah 20 miliar mil jauhnya, Bintang Utara jauhnya 400 miliar mil. Dan bintang Beetlejuice jauhnya 880 milriliun mil dan memiliki diameter 200 juta mil lebih besar dari orbit bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hubungan-Nya dengan dunia ditunjukkan dalam <b>ayat 17</b>, “Dan Dia ada sebelum segala sesuatu ada, dan oleh Dia segala sesuatu ada.” Yesus hidup sebagai Allah sebelum Dia dikenal sebagai Yesus, sebelum Dia datang ke dunia Dia berada di kekekalan masa lalu. Dalam Yohanes 17:4-5, Dia berkata, "Saya telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau tugaskan kepada-Ku, sekarang kembalikanlah Aku pada kemuliaan yang Aku miliki bersama Engkau sebelum dunia dijadikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa luar biasa bahwa seseorang bisa menjadi pencipta Daud dan putra Daud. Tetapi Dia adalah yang sudah ada sebelumnya. Dia ada sebelum ada segala hal. Semua hal dibuat untuk Dia karena Dia adalah pewaris segala sesuatu. Dan kemudian di <b>ayat 17</b>, "Dan oleh-Nya semua hal dipertahankan." Ini membicarakan penopangan. Dalam Ibrani 1: 3 dikatakan bahwa Yesus Kristus memelihara keutuhan segala sesuatu dengan kuasa firman-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika rotasi bumi melambat sedikit saja, kita akan secara bergantian membeku atau terbakar. Dunia kita miring pada sumbu 23 derajat yang memungkinkan kita memiliki empat musim. Jika tidak miring seperti itu, benua es yang besar akan menumpuk di utara dan selatan. Jika bulan tidak berada pada jarak yang tepat dari bumi, gelombang laut akan benar-benar membanjiri daratan dua kali sehari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa hubungan-Nya dengan dunia gaib? Yesus lah yang membuat para malaikat. Dia adalah Allah. Dia adalah yang menciptakan segalanya yang terlihat dan yang tidak terlihat. Ada juga takhta, kekuasaan, pemerintah, penguasa, dan Perjanjian Baru menambahkan otoritas. Kelima istilah itu menggambarkan lima tingkat malaikat, setidaknya itulah yang telah diungkapkan kepada kita. Kristus ada di atas semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mari kita menuju ke bidang penebusan dalam ayat 18. Di sini Paulus menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah dalam sejarah penebusan. Pertama-tama, Yesus dalam hubungan-Nya dengan gereja, <b>ayat 18</b>, “Dan Dia adalah kepala dari tubuh, yaitu gereja, yang adalah permulaan, yang sulung dari kematian, supaya dalam segala hal Dia memiliki keunggulan.” Dalam sejarah penebusan Yesus Kristus adalah yang terbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Korintus 12 hal ini dikembangkan sepenuhnya dan gagasannya adalah bahwa kita semua adalah bagian dari organisme yang hidup, bahwa gereja bukanlah organisasi tetapi organisme yang hidup. Dan setiap orang punya fungsi. Yesus Kristus memberikan pertumbuhan bagi gereja-Nya melalui kehidupan-Nya sendiri. Dan Dia memberikan arahan dari Firman untuk gereja-Nya. Dia mengatakan dalam Matius 16:18, "Aku akan membangun gereja-Ku dan pintu-pintu neraka tidak akan mengalahkannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga yang sulung dari kematian. Dia memperoleh kemuliaan-Nya melalui kebangkitan-Nya. Dikatakan bahwa Kristus menjadi manusia, merendahkan diri-Nya sendiri dan melalui kebangkitan-Nya, Allah sangat berkenan dan Allah meninggikan Dia dan memberi-Nya nama di atas semua nama sehingga atas nama Yesus setiap lutut harus bertekuk. Di dalam kebangkitan itu datanglah kemuliaan. Ia adalah Anak sulung dari kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Allah senang bahwa di dalam Dia ada segala kepenuhan.” Mengapa Yesus diperlakukan sedemikian buruk? <b>Ayat 13-14</b>, “Allah telah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke kerajaan Putra-Nya yang terkasih, 14 di dalam-Nya kita mendapat penebusan, yaitu pengampunan dosa.” <b>Ayat 20</b>, “dan melalui Dia untuk berdamai dengan diri-Nya sendiri segala sesuatu, baik di bumi atau di surga, yang menghasilkan ada damai melalui darah salib-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa itu dilakukan? Untuk membuat damai di antara Allah dan manusia. Ada peperangan yang berlangsung antara manusia dan Allah dan murka Allah dicurahkan dan diberikan kepada manusia yang berdosa. Manusia membalas kebenciannya dan ketidakpeduliannya terhadap Allah dan seorang bayi saja dapat mendamaikan mereka. Hanya Yesus sanggup mengambil tangan manusia yang berdosa dan tangan Allah yang kudus dan karena korban-Nya sendiri yang tak terbatas di kayu salib, dapat menggabungkan keduanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Ia dilahirkan? Karena tidak ada cara lain untuk membawa kedamaian antara manusia dan Allah. Hanya Dia sendiri sanggup melakukan itu. Dia yang tak tertandingi, yang unik, satu-satunya yang bisa mendamaikan manusia dengan Allah. Dan Dia melakukannya melalui darah salib-Nya. Apakah kalian percaya itu? Jika Anda percaya itu dan Anda berkomitmen terhadap realitas itu, Natal bagi Anda benar-benar adalah keselamatan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Dec 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?2018</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000005A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kejatuhan Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000059"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah membicarakan banyak latar belakang tentang Kejadian 3, tentang masalah dosa, masalah kejahatan di dunia. Semua itu hanya merupakan pendahuluan teks ini sendiri, catatan alkitabiah tentang mengapa dunia adalah seperti ini. Kejatuhan manusia dan kejatuhan alam semesta yang diciptakan diberikan di sini. Ini adalah Firman Allah tentang peristiwa yang paling mempengaruhi umat manusia. Inilah catatan tentang mulainya ada kejahatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memberitahukan kita bagaimana ciptaan Allah yang sempurna dan baik menjadi rusak dan jahat. Perjanjian Baru tidak memperlakukan ini sebagai fiksi, alegori atau mitos. Perjanjian Baru memberi kita sejumlah referensi kepada Adam, salah satunya ada dalam silsilah Yesus di Lukas 3:38. Perjanjian Baru mengacu pada Setan sebagai reptil di Taman, sebagai yang membohongi Hawa. Dan disitu ada Hawa sebagai yang tertipu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Perjanjian Baru memberikan banyak referensi tentang Kejadian 3 dan semuanya diperlakukan sebagai orang yang benar-benar ada, seorang pria bernama Adam, seorang wanita bernama Hawa, di taman dan seekor reptil yang adalah Setan. Ini benar-benar sejarah. Yudas 14 mengatakan Henokh, dalam kronologi manusia, adalah keturunan ketujuh dari Adam. Adam adalah pria pertama dan Hawa adalah wanita pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah. Semua masalah, pribadi dan lingkungan, semua yang salah, jahat, tidak bermoral, tidak lengkap, semua yang membusuk, semua yang inferior, semua kegagalan, semua kekecewaan, semua kelemahan, semua kesedihan, semua rasa sakit, semua masalah, semua ketidaknyamanan, semua penyesalan, semua konflik, semua yang gagal menjadi sesempurna Allah berasal dari peristiwa ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3:1, “Nah reptil itu lebih licik dari segala binatang di padang yang telah dibuat oleh Tuhan Allah.” Penciptaan binatang sudah dibahas dalam Kejadian 1. Reptil khusus ini bijaksana dan alasannya dia bijaksana adalah karena Setan sendiri, malaikat jatuh Lucifer itu, telah masuk kedalam reptil itu dan berbicara melalui reptil itu dengan kebijaksanaan sebagai malaikat yang jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah reptil nyata, kadang-kadang diterjemahkan sebagai naga dan kadang-kadang sebagai ular. Jadi, seekor reptil tegak mendekati Hawa, tetapi sebenarnya itu adalah Setan. Dia telah jatuh, seperti yang kita tahu dari Yesaya 14 dan Yehezkiel 28. Kita juga ingat dari Wahyu 12 bahwa ketika dia jatuh, dia mengambil sepertiga dari malaikat bersamanya. Jadi karena Setan, binatang ini lebih licik dan lebih cerdas daripada binatang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan hanya ingin melakukan satu hal, dia adalah pengacara kejahatan. Dia ingin menarik Hawa dan Adam ke dalam dosa. Dia ingin merusak penciptaan Allah yang baik. Sekarang mari kita pelajari strateginya. Strategi Setan adalah dusta atau penipuan. Ia ingin menciptakan dusta yang dipercayai Hawa. Dan itulah mengapa Yesus dalam Yohanes 8:44 menyebut Setan bapa segala dusta. Di sini dia berbohong tentang karakter Allah dan tentang Firman Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan bergerak untuk menyerang ciptaan Allah yang tertinggi, manusia. Dia belum pernah melihat siapa pun yang bisa punya anak. Tidak ada reproduksi di antara para malaikat. Malaikat semua diciptakan pada saat yang sama, meskipun beberapa sekarang jatuh dan beberapa suci. Manusia adalah ciptaan yang memiliki kapasitas untuk berhubungan dengan Allah yang hidup, dan juga dapat bereproduksi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Strategi Setan itu sederhana. Dia menyamar sebagai malaikat terang, menurut 2 Korintus 11:14. Jika dia dapat membuat Anda percaya bahwa karakter Allah tidak dapat dipercaya dan oleh karena itu Firman Tuhan tidak dapat dipercaya tetapi dia dapat dipercaya, maka dia telah mencapai tujuannya. Setan membuat Hawa meragukan karakter Allah, Firman Tuhan dan percaya kata-katanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan hanya konsisten dalam berbohong. Dalam kerajaan kegelapan ada banyak hal yang tidak konsisten. Setan memang sang pemimpin tetapi dia tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan oleh para setan bawahannya dan karena itu ada banyak hal yang tidak konsisten di dalam kerajaan kegelapan itu. Tetapi mereka konstan dan konsisten dalam dusta mereka. Mereka tidak memiliki kebenaran. Dan segala yang keluar dari kerajaan itu bersifat menipu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan kedengarannya seperti dia benar-benar memperhatikan kesejahteraan Hawa. Dari menjadi pengamat, Iblis meyakinkan Hawa bahwa jika dia mengikutinya, dia akan mencapai tingkat berkat yang tinggi. Dia mengatakan kepada Hawa bahwa dia lebih tahu daripada Allah. Dia membuat Hawa menurunkan pendapatnya tentang Allah dan kemudian meragukan Firman Allah dan mempercayai dia. Yesus berkata bahwa bukan saja dia bapa segala dusta, tetapi dia adalah pembunuh pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Taman. Setan berdusta untuk pertama kalinya dan dia membunuh Adam dan Hawa dan seluruh umat manusia. Marilah kita ikuti strateginya. Di tengah-tengah ayat 1, “Dia berkata kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan dari segala pohon di taman ini?'" Mengapa dia pergi ke Hawa dan tidak kepada Adam? 1 Petrus 3:7 mengatakan bahwa wanita menurut rancangan Allah, dari sudut pandang emosional, adalah kaum yang lebih lemah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak diciptakan untuk menjadi ksatria, pejuang, pembela, pelindung, malah dia yang harus dipertahankan, dan dilindungi. Dia yang perlu diselubungi dan dirawat. Itulah sebabnya dalam Efesus 5 suami harus mengasihi istri dan mereka menjadi penjaga kemurnian dan karakter istri dan mereka harus memelihara dan menghargai mereka. Suami itu adalah penjaga spiritual dan pelindung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ketika seorang wanita tidak memiliki perlindungan itu, dia lebih rentan. Itulah sebabnya di dalam Alkitab normal bagi wanita untuk memiliki suami, karena seorang wanita dirancang oleh Allah untuk menjadi penolong pria. Dia harus dilindungi dan dirawat oleh seorang pria. Dan ketika seorang wanita muda menjadi janda, dia sebaiknya menikah lagi karena dia membutuhkan perawatan dan perlindungan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah apa yang dimaksud Paulus dalam 2 Korintus 11:3, “Tetapi saya kuatir pikiranmu dapat rusak dari kesederhanaan yang ada di dalam Kristus, sama seperti ular menipu Hawa oleh kelicikannya.” Hawa ditemukan oleh Setan dalam kondisi tak terlindung dan itulah yang dia cari. Dia mungkin saja berhasil dengan Adam, tetapi dia percaya dia memiliki kesempatan yang lebih baik dengan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Taman Eden memiliki segala sesuatu yang benar-benar indah dan tiba-tiba seekor reptil yang dapat berbicara bisa saja merupakan hal yang juga luar biasa. Hawa mulai percakapan ini secara murni tetapi strategi reptil itu adalah untuk menipu. Disini datanglah seekor binatang di taman yang berkata, "Apakah benar Allah berkata Anda tidak boleh makan dari pohon apapun di taman?" Ini menyebabkan Hawa mulai mempertanyakan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini rencana cerdik. Semua dosa pada dasarnya mengikuti pola yang sama. Jika Anda mulai mempertanyakan Allah, Anda mulai meragukan Allah, yang dapat menyebabkan ada ketidakpercayaan kepada Allah, yang menyebabkan ada ketidaktaatan. Untuk pertama kalinya, kuasa spiritual yang paling mematikan dilepaskan oleh pertanyaan itu. Asumsinya adalah bahwa apa yang dikatakan Allah boleh dinilai kita. Itulah yang meluncurkan seluruh serangan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua godaan dimulai dengan gagasan bahwa kita dapat mengevaluasi apa yang Allah katakan atau apa yang Dia perintahkan. Kata “Tuhan” adalah apa yang menempatkan penekanan pada kedaulatan-Nya. Dan kata itulah yang ingin dihilangkan Setan karena dia benci kedaulatan Allah. Dan dia tidak mau mengakui-Nya sebagai Yahweh, dia menyebut-Nya Elohim yang merupakan kata umum untuk Allah dan dia menghilangkan istilah “Tuhan” itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi iblis mengacu kepada Tuhan Allah hanya sebagai Allah. "Apakah Allah berkata Anda tidak boleh makan dari pohon manapun di taman?" Nah, Setan mulai dengan mengutip Kitab Suci, benar? Tetapi ia mengubah yang positif menjadi negatif, dengan cara mengatakannya seperti itu dia membalikkan penekanannya. Allah berkata Anda boleh makan dari setiap pohon di taman, kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Setan membalikkannya, apakah Anda dilarang makan dari semua pohon di Taman? Jadi dia memberi nada negatif di atasnya dan membalikkan penekanan untuk tidak makan di mana ketika pada awalnya Allah memberi penekanan untuk makan segalanya, kecuali satu pohon itu. Dengan cara ini ia memfokuskan perhatian Hawa pada larangan itu dan memfokuskan dia untuk mempertanyakan Tuhan dan Firman-Nya. Apakah Allah membatasi Anda dalam beberapa cara?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Implikasi selanjutnya adalah bahwa ada sesuatu dalam karakter Allah, dalam sifat Allah yang membuat Dia ingin membatasi Anda, Ia ingin mencuri sukacita Anda. Dia ingin mengambil kebebasanmu sepenuhnya. Itu putaran negatifnya. Hawa, apakah Allah benar-benar memberitahu bahwa Anda dilarang makan semuanya di sini? Pasti ada sesuatu tentang pohon itu yang Allah tidak ingin Anda nikmati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Fakta bahwa Allah memberi mereka segalanya di Taman untuk dimakan, tidak disebutkan. Hawa bukan saja berbicara dengan reptil, dia tidak menyadari kelicikan iblis. Jadi dia menjawab dalam ayat 2-3, “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini, 3 kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman. Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya; jika kami melakukannya, kami akan mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi Hawa tampaknya makhluk ini ingin supaya dia menikmati semuanya dengan bebas. Tetapi dia tahu bahwa dia dapat menghentikan Setan pada saat itu. Dia tahu Allah. Pada titik itu dia dapat berkata, “Saya tidak tahu siapakah Anda atau dari mana Anda berasal tetapi Anda tidak memahami Allah. Allah itu baik, Allah peduli dan Allah telah memberi kita semua yang kita butuhkan untuk kesenangan dan kepuasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa adalah kegagalan untuk percaya bahwa ketaatan membawa Anda kepuasan yang paling murni dan sejati. Hawa mengenal Allah secara pribadi dan bukan hanya memiliki pengalaman dengan kebaikan-Nya dan melihat kebaikan Allah yang nyata, tetapi dia juga memiliki perintah yang jelas dari Allah. Dia seharusnya curiga dengan reptil yang berbicara. Seharusnya dia harus maksa untuk mencari tahu dengan siapakah dia bicara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengambil buah itu bukanlah kejatuhan dalam dosa. Kejatuhan itu terjadi sebelum tindakan itu. Pengambilan buah itu hanya bukti manusia telah jatuh. Kejatuhan terjadi saat dia percaya Allah tidak baik dan bahwa Allah telah membatasi dia dari sesuatu yang baik. Dusta itu menenggelamkan umat manusia ke dalam kebejatan moral. Hawa berkata, “Allah berkata janganlah makan buah itu atau menyentuhnya supaya jangan Anda mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Anda tidak percaya sepenuhnya dalam kebijaksanaan dan kebaikan Allah, Anda ada masalah, karena Anda telah berdosa. Dan Hawa berdosa, bukan ketika dia makan, dia berdosa ketika dia berhenti percaya bahwa Allah itu baik dan hanya baik. Ketika Anda tidak percaya bahwa perintah-perintah-Nya adalah untuk kebaikan dan sukacita tertinggi Anda, Anda telah jatuh. Semua dosa berasal dari ketidakpercayaan kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Hawa menambahkan ke perintah itu kata-kata "atau menyentuhnya." Itu bukan perintah Allah dalam Kejadian 2:17. Mungkin saja ini adalah peringatan yang diberikan kepadanya oleh Adam. Tetapi kemungkinan besar dia mulai berpikir bahwa Allah itu keras karena dia membuat Allah menjadi lebih keras lagi. Dia tidak membela kebaikan Allah. Dia tidak tersinggung oleh penghinaan terhadap karakter Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Martin Luther berkata, "Setan tahu sekarang bahwa tembok itu sudah mulai roboh, Setan mulai mendorongnya agar itu benar-benar menghancurkan Hawa." Ayat 4, "Dan ular itu berkata kepada wanita itu, 'Kamu pasti tidak akan mati.'" Nah inilah dusta besar. Allah memberi tahu Anda kebenaran dan Setan berdusta. Dan Setan berbohong dan mengatakan Allah itu pembohong. Allah telah dihina dan Setan mulai bergerak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebohongan utama bagi Setan adalah, tidak pernah akan ada penghakiman atas dosa. Hawa bisa saja berkata, "Yah, mungkin Allah tidak peduli dan mungkin Dia membatasi aku dan Dia menahan sebagian kebaikan dariku, tetapi jika aku melakukannya, aku akan mati." Setan ingin menghilangkan rasa takut itu, Dia ingin orang berpikir bahwa mereka akan direinkarnasi. Atau ketika mereka mati mereka akan melalui terowongan panjang yang gelap dan tiba di suatu tempat yang menyenangkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan berkata, "Tidak ada otoritas mutlak. Ini adalah hidup Anda dan Anda dapat melakukan apa saja yang Anda inginkan. Dan tidak ada konsekuensinya. Hawa, Anda tidak akan mati. Itu tidak akan terjadi." Siapakah yang menyatakan kebenaran? Setan berkata, “Tuhan tidak mencintaimu. Akulah yang mencintaimu. Saya hanya mementingkan kebebasan Anda. Saya tidak ingin membatasi Anda.” Itulah cinta neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan mengatakan bahwa karakter Tuhan pada dasarnya cacat. Ayat 5, "Karena Allah tahu bahwa pada hari kamu makan dari buah itu matamu akan terbuka dan Anda akan menjadi seperti Allah." Setan mengatakan bahwa Allah tidak mentolerer orang-orang yang ingin naik ke tingkat-Nya. Dia melindungi diri-Nya sendiri, egois. Dia benci siapa saja yang berusaha menjadi setara dengan Dia.” Setan tahu itu dari pengalaman, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Setan telah berusaha untuk menjadi setara dengan Allah dan itulah alasannya dia duhukum. Yesaya 14: 13-14, "Aku akan bangkit dan menjadi setara dengan Allah," dan kemudian Allah melemparkan dia keluar dari surga. Dalam pikirannya dia telah memutuskan bahwa Allah tidak ingin ada orang yang mendekati kesetaraan-Nya. Itu benar tetapi untuk alasan-alasan suci, bukan yang tidak suci. Setan membenci Allah karena apa yang telah dilakukan Allah kepadanya</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebohongan besar adalah bahwa Allah dalam Alkitab itu bersifat membatasi. Allah Alkitab berbohong kepada kita tentang konsekuensi dari dosa kita karena Dia ingin mencegah kita menjadi seperti Dia. Ketika Anda pergi ke mana Allah mengatakan Anda dilarang pergi, Anda akan naik untuk menjadi Allah. Allah berbohong ketika Dia berkata kita akan mati dan masuk neraka. Allah sangat cacat dalam karakter-Nya untuk membenci saingan. Dan Setan adalah satu-satunya yang peduli kebebasan, kesenangan dan kepuasan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 5 dia berkata kepada Hawa, “Allah tahu hari Anda makan buah itu matamu akan terbuka dan Anda akan menjadi seperti Allah.” Itulah yang dijanjikan umat Buddha, yang dijanjikan umat Mormon, yang banyak agama palsu janji, Anda akan menjadi seperti Allah. Tetapi menjadi seperti Allah, kata Setan dalam ayat 5, berarti mengetahui yang baik dan yang jahat. Hawa akan tahu yang baik dan yang jahat, dengan cara yang tak pernah dia pikirkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengetahui kebaikan dan kejahatan, adalah setengah kebenaran. Ayat 22, "Tuhan Allah berfirman, 'Lihatlah, sekarang manusia itu telah menjadi seperti Kita yang mengetahui yang baik dan yang jahat.'" Itu terjadi. Anda tidak akan menjadi Allah. Tetapi Allah tahu kebaikan dan kejahatan seperti seorang ahli bedah kanker mengetahui kanker, yang sangat berbeda dari cara seorang pasien mengetahuinya. Dia tahu kanker sebagai korban, menahan rasa sakit, bukan sebagai dokter yang berusaha menyembuhkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada buah yang jahat. Allah membuat pohon itu, dan itu baik dan semua buahnya baik. Kejahatan itu ada di dalam hati Hawa. Setan selalu mengatakan kepada orang-orang bahwa buah terlarang adalah pintu menuju pemenuhan. Itu dusta besar. Yakobus 1:15 mengatakan, “Ketika hawa nafsu itu dituruti, maka lahirlah dosa.” Dan kita akan melihat bagaimana itu nanti bergerak dari pikirannya ke emosi dan kehendak serta kelakuannya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div><div> </div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Dec 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181209</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000059</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Asal Kejahatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000058"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia kita benar asyik dengan masalah asal-usul. Allah telah memberi kita kisah penciptaan dalam kitab Kejadian. Kejadian 1 dan 2 adalah asal mula dari alam fisik, yang kita ketahui. Kejadian 3: 1-7 adalah asal mula kejahatan. Setelah enam hari ciptaan Allah, Dia beristirahat. Segala sesuatu yang telah Dia buat, menurut Kejadian 1:31 adalah sangat baik dan Allah beristirahat. Dia telah menciptakan alam semesta yang sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita tidak hidup di alam semesta yang sempurna. Dan ada alasannya. Kejadian 3 menunjukkan kepada kita alasan mengapa dunia adalah sebagaimana adanya. Kita melihat bagaimana ular itu berbohong kepada Hawa dan mengatakan bahwa jika dia makan buah terlarang itu, dia akan menjadi seperti Allah, yang tahu kebaikan dan kejahatan dan bahwa dia tidak akan mati. Jadi Hawa mengambil buah itu dan memakannya dan memberikannya kepada Adam yang juga memakannya. Kemudian mereka menyadari bahwa mereka telanjang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Diagnosis sebenarnya dari kondisi manusia berasal dari peristiwa itu. Allah, pencipta alam semesta, seluruhnya adalah kebaikan dan hanya kebaikan. Dan kebaikan ciptaan-Nya mencerminkan kebaikan sifat-Nya. Allah bukanlah pencipta kejahatan. Jika Allah menciptakan kejahatan, maka Allah adalah baik dan juga jahat. Dan tidak akan ada harapan dimana kebaikan akan akhirnya menang, seperti yang dijanjikan Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini menunjukkan sumber kejahatan itu asalnya dari luar Allah. Hanya jika sumber kejahatan berada di luar, Allah dapat menaklukkan kejahatan dan dapat menyelamatkan para pendosa dari kejahatan. Evolusi bergantung kepada pembusukan dan kematian, semua itu efek atau refleksi dari kejahatan. Dan jika Allah menggunakan suatu bentuk evolusi, maka ciptaan-Nya tidak semua baik karena ada pembusukan dan kematian. Allah kita tidak jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu baik seluruhnya dan hanya ada kebaikan. Jadi dari mana datangnya kejahatan? Kita hanya tahu apa yang kita ketahui dari Alkitab. Benar-benar tidak berguna untuk berspekulasi tentang itu. Tidak ada orang yang akan membantah bahwa ada kejahatan di dunia. Tidak semua orang mengakui bahwa kita sepenuhnya rusak dan bahwa kita memiliki dosa asal dalam diri kita. Tapi semua orang mengaku ada kejahatan di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi Albert Einstein, penghalang intelektual terberat bagi iman Kristen bukanlah masalah Allah yang menciptakan dunia. Dia melihat bahwa alam semesta dirancang sehingga haruslah ada desainer. “Alam semesta mengungkapkan kecerdasan superioritas sehingga itu jauh melebihi semua kecerdasan manusia.” Tetapi Einstein tidak bisa menjelaskan dalam dirinya masalah kejahatan dan penderitaan dengan Allah yang baik dan karena itu dia berpaling dari Allah dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Einstein itu salah. Dia bahkan tidak sepenuhnya memahami Allah sebagai kuasa dalam penciptaan, itulah sebabnya dia tidak pernah puas dan mati tanpa benar-benar mengetahui kekuatan sejati di alam semesta itu. Dan pendapat Einstein salah tentang Allah; Allah adalah Allah yang pribadi. Dan Allah tidak bertanggung jawab atas kejahatan. Dan masalahnya Einstein adalah bahwa dia tidak percaya pada Firman Yudaisme sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika membicarakan asal kejahatan, ada beberapa pilihan. Anda dapat mengambil pilihan Einstein, bahwa ada kekuatan kosmik: semacam kekuatan rasional di luar sana tanpa kepribadian, tanpa hubungan, tanpa kemampuan untuk berhubungan dengan kita, tetapi sesuatu kuasa rasional yang meluncurkan segalanya di alam semesta kita ini. Atau Anda memiliki pandangan bahwa Allah bahkan tidak ada. Itulah pandangan orang ateis intelektual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena tidak ada Allah, sebenarnya tidak ada kejahatan dan tidak ada kebaikan alam. Itu hanyalah penentuan pribadi yang dibuat manusia, tetapi tidak ada kebaikan benar atau kejahatan benar. Atau Anda dapat memiliki pandangan bahwa penderitaan dan kejahatan, dan kematian benar-benar tidak ada. Orang Kristen Science percaya hal itu, dan mereka bukan Kristen dan itu bukan ilmiah. Jadi, Anda bisa saja mengambil pendekatan mistik terhadap realitas kejahatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau, Anda dapat memiliki pandangan, yang semakin populer saat ini, bahwa Allah kekuatan-Nya terbatas. Ini adalah teologi baru di kalangan orang Kristen evangelis dan itu disebut “teologi proses.” Allah sedang dalam proses. Hal-hal buruk terjadi karena Allah tidak sanggup menghentikannya. Rabbi Kushner yang menulis "Ketika Hal Buruk Terjadi pada Orang Baik" percaya bahwa Allah masih belum berdaulat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu pandangan lain adalah bahwa Allah menciptakan kejahatan. Dan ada orang yang mengajarkan bahwa Allah menciptakan kejahatan dengan tujuan baik. Dia ingin mempengaruhi beberapa tujuan baik dan dia perlu kejahatan untuk melakukannya, jadi Dia menciptakan kejahatan dengan tujuan baik. Tak satu pun dari itu benar. Terlepas dari apa yang dipikirkan Einstein, Allah itu pribadi, dan Allah itu relasional, dan Allah itu baik. Allah memang ada, demikian juga dosa, demikian pula penderitaan, dan demikian pula ada kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenarannya adalah bahwa Allah tidak bertanggung jawab atas kejahatan; ciptaan-Nya bertanggung jawab. Segala sesuatu yang diciptakan Allah itu sangat baik. Ini ditegaskan sepanjang Alkitab. Habakuk 1:13 mengatakan, “Mata Allah lebih murni dari pada menyetujui kejahatan atau melihat kejahatan. Dia tidak dapat membiarkan ada kefasikan.” 1 Korintus 14:33 mengatakan, “Allah bukanlah pencipta kebingungan.” 1 Yohanes 1:5 mengatakan, “Allah itu terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 1:13 mengatakan, "Allah tidak dapat dicobai dengan kejahatan, Dia tidak mencobai siapa pun." 1 Yohanes 2:16 mengatakan, "Semua yang ada di dunia," segala kejahatan, “keinginan daging, nafsu dari mata, dan kesombongan hidup bukan dari Bapa.” Mazmur 5:4, “Orang yang senang melakukan kejahatan bukan dari Allah, kejahatan tidak akan berdiam di kalian.” Dan di dalam Yesaya 6 kita mendengar seruan malaikat bahwa Allah itu suci, suci, suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda melihat itu sekilas, ketika Yesus datang ke dunia, Allah dalam daging manusia. Dia kudus, tidak najis, dan terpisah dari para pendosa. Allah tidak jahat. Dia tidak bisa digoda untuk melakukan kejahatan. Allah tidak bertanggung jawab atas kejahatan. Sumber kejahatan, sumber dosa itu ada di luar Allah. Ketika Allah menciptakan para malaikat dan Allah menciptakan manusia, Dia memberi mereka kecerdasan, Dia memberi mereka kemampuan untuk berpikir, dan Dia memberi mereka pilihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecerdasan memberikan mereka kemampuan untuk memahami berbagai hal. Memiliki akal memberi mereka kemampuan untuk memproses pemahaman itu menjadi perilaku. Dan pilihan memberi mereka kebebasan untuk menentukan perilaku itu. Kecerdasan, akal dan pilihan. Dan dengan kemampuan yang mereka miliki untuk memproses informasi itu, mereka akan memilih. Dan apakah itu malaikat atau manusia, mereka memiliki pilihan untuk menaati Allah atau tidak menaati Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tidak menaati Allah adalah permulaan kejahatan. Kejahatan itu bukanlah kehadiran sesuatu, kejahatan adalah ketiadaan kebenaran. Kejahatan itu negatif. Kejahatan adalah ketiadaan kesempurnaan. Itu artinya tidak ada kekudusan. Itu adalah ketiadaan kebenaran. Kejahatan menjadi kenyataan hanya ketika ciptaan memilih untuk tidak taat. Kejahatan muncul pada awalnya malaikat jatuh dan kemudian pada waktu kejatuhan Adam dan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan itu bukanlah makhluk. Kejahatan bukanlah suatu kekuatan. Kejahatan adalah kekurangan kesempurnaan moral. Allah menciptakan kesempurnaan yang mutlak. Di mana pun kekurangan itu ada, ada dosa. Dan itu tidak bisa ada dalam sifat Allah atau dalam segala hal yang diciptakan Allah. Kejahatan muncul ketika ciptaan Allah gagal dalam memenuhi standar kesempurnaan moral. Tetapi Allah memutuskan untuk memakai kejahatan sebagai bagian dari rencana kekal-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah selalu menetapkan rasa bersalah dan tanggung jawab untuk semua dosa kepada ciptaan, tidak pernah kepada Allah. Kita tahu bahwa Allah itu kudus, Dia terlalu murni untuk melihat kejahatan, Dia tidak bisa mentolerir kejahatan. Kita tahu Dia tidak mencobai manusia, dan tidak dicobai siapa pun. Dia adalah terang seluruhnya dan tidak ada kegelapan. Allah bukanlah pencipta kebingungan. Dosa terjadi ketika standar kesempurnaan moral tidak terpenuhi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah mengizinkan dosa? Nomor satu, itu membawa keselamatan kepada orang-orang berdosa. Allah harus mengizinkan ada dosa supaya Dia bisa menyelamatkan orang berdosa. Mengapa Allah ingin menyelamatkan orang berdosa? Untuk menunjukkan ciri-ciri-Nya itu yang kalau tidak, tidak akan terwujud. Bagaimana Allah dapat menunjukkan anugerah-Nya jika tidak ada pendosa? Bagaimana Allah dapat menunjukkan belas kasihan-Nya jika tidak ada pendosa?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah bagian dari sifat Allah yang Dia ingin mempertunjukkan untuk kemuliaan-Nya sendiri sepanjang kekekalan. Dia juga ingin memperlihatkan kasih, kasih yang sanggup menjangkau jauh, yang bahkan dapat menjangkau musuh-musuh-Nya sendiri yang membenci-Nya. Bagaimana Dia akan menunjukkan hal itu jika Dia tidak ada musuh? Jadi, Allah mengizinkan kejahatan agar Dia dapat mempertunjukkan kasih karunia dan belas kasihan dan pengampunan dan keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Dia mengijinkan kejahatan agar Dia bisa memperlihatkan murka-Nya. Bagaimana Allah dapat menyatakan bagian dari sifat kekal-Nya itu, jika tidak ada kesempatan untuk menghakimi orang berdosa? Lihatlah sejarah penebusan dan Anda melihat keselamatan orang berdosa dan kutukan orang berdosa. Dan Anda melihat pada akhirnya tempat yang disiapkan bagi mereka yang terkutuk dan tempat yang disiapkan bagi mereka yang diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Allah mengijinkan dosa agar Dia dapat menghancurkannya untuk selamanya. Selama semua ciptaan-Nya memiliki suatu ukuran kebebasan, selama ciptaan-Nya memiliki kecerdasan, yaitu mereka dapat mengetahui dan berpikir, yaitu mereka dapat memproses pengetahuan itu terhadap perilaku. Selama mereka dapat memilih apa yang harus dilakukan, dan selama mereka memiliki kapasitas itu, ada potensi untuk gagal dalam memenuhi standar Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu berapa lama waktunya sebelum Lucifer memilih yang salah di hadapan Allah. Balkan di Taman kita tidak tahu berapa lama waktunya sebelum Adam dan Hawa memilih yang salah, tetapi itu pasti sebelum mereka mempunyai anak. Jadi ada kemungkinan ada pilihan yang salah di sana. Ukuran kebebasan diberikan kepada semua ciptaan dimana mereka dapat memilih untuk menghormati Allah, atau memilih untuk mencemarkan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lucifer adalah sumber kejahatan pada awalnya di alam malaikat dan seperti yang akan kita lihat, dia mendapat sepertiga dari malaikat lain untuk bergabung dengannya. Sekarang, karena malaikat tidak beranak, Lucifer tidak memberikan dosanya, karena para malaikat tidak menikah dan tidak diberikan dalam pernikahan, seperti dikatakan Yesus. Mereka semua diciptakan sekaligus. Tetapi ketika Setan membuat pilihan yang buruk, ia berhasil merayu sepertiga dari para malaikat lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ada dua kali lebih banyak malaikat kudus daripada setan-setan karena sepertiga jatuh, dan dua pertiga tidak. Tetapi mereka jatuh, karena pilihan mereka. Hal yang sama terjadi pada Adam dan Hawa, tetapi efeknya berbeda. Dengan malaikat mereka semua berdosa dosa mereka sendiri dan dosa mereka tidak disampaikan kepada malaikat lain karena mereka tidak menghasilkan anak. Ketika Adam dan Hawa membuat pilihan yang salah, semua manusia menjadi berdosa karena kita semua adalah keturunan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 3 kita bertemu dengan ular, ‘nachash’ dalam bahasa Ibrani. Kemudian di ayat 14, bagian dari kutukan pada ular ini adalah bahwa dia akan bergerak dengan perutnya dan memakan debu. Jadi, ketika ular pertama kali muncul di Taman, dia belum merayap di perutnya. Ada kata lain di Perjanjian Lama yang digunakan untuk berbicara tentang reptil, ‘tanin’ dan kedua kata digunakan secara bergantian, meskipun ‘tanin’ adalah kata untuk naga atau raksasa laut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Baru, Setan dalam Wahyu 12 dan Wahyu 20, disebut keduanya, ular dan naga. Nah, ini adalah reptil khusus karena reptil ini bisa bicara. Ada keajaiban di Taman, dan Adam dan Hawa masih baru menemukan keajaiban-keajaiban. Hawa tampaknya tidak terkejut ketika reptil ini datang dan memulai percakapan. Ular itu berkata, “Apakah benar Allah berkata bahwa Anda tidak boleh makan dari pohon-pohon di Taman?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Binatang khusus ini tahu tentang Allah dan memiliki pikiran jahat dan berliku-liku. Ini bukan cerita dengan moral. Rabi-rabi Yahudi mengatakan bahwa ular itu tidak benar-benar berbicara kepada Hawa tetapi si penulis, Musa, menggunakan ular itu sebagai simbol dorongan jahat yang naik di dalam hati Hawa. Kemudian, mengapa Allah mengutuk reptil ini? Mengapa orang tidak bisa percaya Alkitab berdasarkan apa yang dikatakannya? Ini persis terjadi seperti itu karena Firman Tuhan dapat dipercaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi licik bukanlah referensi terhadap karakter ular. Dia membandingkan reptil ini dengan semua binatang lain dan mengatakan ini lebih bijak daripada binatang lain. Tapi ini adalah binatang licik dan jahat karena digunakan oleh kecerdasan supra manusia untuk menuntun Hawa dan Adam memilih kejahatan yang telah dipilih kepribadian ini sendiri. Dan iblis di dalam binatang itu tahu efek dari pilihan Adam dan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan pengetahuannya lebih banyak. Dia tahu tentang larangan itu. Dia tahu bahwa Allah berkata, janganlah makan dari pohon itu. Dia mengklaim bahwa dia lebih tahu daripada Hawa. Dalam ayat 4, sang ular berkata kepada Hawa, “Kamu pasti tidak akan mati.” Saya lebih tahu daripada Anda. Tetapi iblis tahu bahwa ketika Anda berusaha untuk menjadi seperti Allah, hasil akhirnya adalah rasa malu, degradasi, kesengsaraan, dan kutukan. Itulah yang dia alami sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 2 Korintus 11:3, Paulus berkata, “Tetapi saya khawatir pikiranmu akan tergoda untuk tidak setia lagi kepada Kristus, sama seperti Hawa dahulu juga tergoda oleh kelicikan si ular.” Ini adalah penegasan Perjanjian Baru pada realitas kisah Kejadian. Ini penting karena ini membuktikan bahwa ini adalah representasi historis yang akurat. Ini mendukung bahwa pria adalah kepala wanita, dan ketika bertindak sendiri, dia lebih rentan terhadap penipuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu juga benar dalam 1 Timotius 2: 13-14, bahwa pola dari apa yang terjadi di Taman didukung Perjanjian Baru. 1 Timotius 2:13, “Bukan Adam yang tertipu,” Kalau Adam tidak tertipu, siapa yang ditipu? Hawa ditipu, dan Adam hanya mengatakan, jika Anda akan melakukan itu saya akan melakukannya juga. Tidak ada penipuan. Itu menegaskan cerita secara tepat apa yang dikabarkan dalam Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis tidak bisa membuat Anda berdosa. Ketika Anda berdosa, Anda bertanggung jawab sendiri. Dan Adam dan Hawa sepenuhnya bersalah atas dosa mereka. Iblis mengira dia bisa menjadi seperti Allah. Tetapi dia tidak mahatahu, dia tidak mahakuasa, dan dia tidak mahahadir. Dan dia tidak abadi atau berdaulat. Dia sebagai ciptaan sama sekali tidak seperti Allah. Ia berfungsi hanya dalam kedaulatan Allah untuk menyelamatkan orang berdosa dan menghancurkan kejahatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nama utama iblis adalah Setan. Ia disebut Setan dalam Wahyu 12: 9 dan Wahyu 20: 2, dan ia juga disebut itu dalam Perjanjian Lama. Tiga kali dalam tiga bagian, ia diidentifikasi dengan nama Setan. Setan adalah kata yang berarti musuh, atau lawan. Dia adalah musuh Allah, dan dia adalah musuh manusia. Dan dia akan terus mencoba memancing kita ke dalam kehancuran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan sendiri dapat mengubah dirinya menjadi malaikat terang. Tetapi menurut Yohanes 8:44, “Dia adalah seorang pembunuh sejak awal, dan tidak berdiri dalam kebenaran, karena tidak ada kebenaran dalam dirinya. Ketika dia berbicara dusta, dia berbicara dari sumbernya sendiri, karena dia adalah pembohong dan adalah bapaknya.” Lakukanlah apa yang dikatakan Efesus 6:11, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, agar Anda dapat melawan tipu muslihat iblis,” terutama waktu sekarang. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div><div> </div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Dec 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181202</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000058</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kedalaman Dosa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000057"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pembukaan Kejadian 3, Anda memiliki catatan tentang ular di Taman yang menggoda Hawa, dan ketidaktaatannya kepada Allah setelah itu, dan kemudian Adam ikut dalam ketidaktaatannya. Dan segera setelah ketidaktaatan itu, mereka berdua dipenuhi dengan rasa malu, seperti yang ditunjukkan oleh kesadaran akan ketelanjangan mereka di ayat 7, dan mereka menyatukan daun ara untuk menutupi diri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Insiden ini memiliki dampak monumental. Hingga titik ini, menurut Kejadian 1:31, Allah melihat semua yang telah Dia buat dalam enam hari, dan itu sangat baik. Kejadian 2, adalah perluasan dari penciptaan manusia pada hari ke enam. Jadi pada akhir Kejadian 2 semuanya masih sangat bagus. Tetapi ketika Anda datang ke Kejadian 3, terjadilah perubahan dramatis dan sejak saat itu segalanya menjadi sangat buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Narasi Kejadian 3:1-7 menggambarkan bagi kita tindakan pertama ketidaktaatan manusia yang membawa kutukan bagi seluruh umat manusia: Kejatuhan. Akibat Kejatuhan itu telah menyentuh setiap bagian alam semesta. Adalah akurat untuk mengatakan bahwa segala sesuatu yang salah di dunia kita adalah karena dosa. Jika tidak ada dosa, semuanya akan sangat baik. Segala sesuatu yang diciptakan di surga dan di bumi akan sangat baik seperti pada hari ke enam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi karena dosa, semuanya menjadi sangat buruk. Dari Perang Dunia, terorisme, pembunuhan massal, pembunuhan berantai, kecelakaan, kebakaran, melumpuhkan dan melukai orang-orang, bencana reaktor nuklir, polusi, kanker, penyakit jantung, semua penyakit untuk semua hubungan yang rusak, semua perceraian, semua anak-anak yatim piatu, semua narkoba, semua kejahatan, semua kelalaian dalam segala bentuk. Singkatnya: semua kejahatan, semua kesedihan, semua kegagalan, semua kematian adalah karena dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Kejadian 3 sebagai titik asal itu sangat penting. Bahkan, ini bisa dibilang bab paling penting dalam Alkitab karena ini menjelaskan mengapa sisa Alkitab menceritakan kisah penebusan. Segala sesuatu di dunia fisik akan mati, dan dosa adalah si pembunuh. Siapa yang mengubah anak-anak yang lembut menjadi pembunuh, ibu yang lembut menjadi pemarah, dan ayah mereka absen terus? Jawabnya adalah dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap pemahaman yang akurat tentang hal-hal di dunia menuntut pemahaman akan dosa. Dengarkanlah Roma 8:20, "Karena penciptaan itu dijadikan sia-sia, atau kehampaan, bukan karena kehendaknya sendiri tetapi karena Dia yang menundukkannya." Dengan kata lain, ini terjadi bukan karena seluruh ciptaan menginginkan keadaan jatuh ini; kondisi itu adalah hukuman Allah atas dosa manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:21 mengatakan, “Penciptaan itu sendiri juga akan dibebaskan dari perbudakannya oleh korupsi.” Saat ini seluruh ciptaan, semua yang diciptakan dalam enam hari penciptaan, diperbudak oleh korupsi. Dan itulah sebabnya mengapa ayat 22 mengatakan, “Seluruh alam semesta mengeluh dan menderita bersama sampai sekarang seperti rasa sakit saat melahirkan.” Karena dosa, tidak ada satu bagian dari penciptaan yang sekarang ada, sesuai dengan apa yang diinginkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bukan seperti apa yang dimaksudkan Allah untuk Anda. Binatang bukan seperti yang Allah maksudkan untuk mereka, dan tanaman bukan seperti apa yang Allah inginkan. Air dan tanah dan gunung dan semua planet dan semua bintang dan semua yang masuk ke dalam ketidakterbatasan bukanlah apa yang diciptakan oleh Allah pada mulanya. Itu semua dikurangi menjadi, lihat ayat 20, kesia-siaan, menjadi kegagalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian, di ayat 21, ada perbudakan oleh korupsi. Perbudakan itu menunjukkan ketidakmampuan untuk membebaskan diri sendiri, sebuah ikatan yang tidak dapat dipatahkan. Di sinilah alam semesta ini tidak berhasil mencapai tujuan yang dimaksudkan. Itu hanya dapat didefinisikan oleh dua kata: kerusakan dan pada akhirnya kematian. Segala sesuatu di alam semesta berjalan ke arah itu, dan mengeluh di bawah rasa sakit yang parah terus-menerus seperti pada saat melahirkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 23 menambahkan, “Dan bukan hanya ini, tetapi juga kita sendiri, memiliki buah sulung Roh, bahkan kita sendiri juga mengeluh.” Paulus di sini berbicara tentang orang-orang percaya. Semua orang mengeluh, bahkan orang percaya juga merasakan beban itu, kita dengan bersemangat menunggu adopsi kita sebagai anak-anak-Nya dan menunggu penebusan tubuh kita. Kita menunggu sampai akhirnya kita dibebaskan dari perbudakan dari korupsi ini untuk diciptakan kembali di dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teologi Yahudi tidak percaya pada kebejatan total; mereka tidak percaya pada dosa asal. Mereka pikir kita semua datang ke dunia dengan hati yang bersih dan kita memiliki hak istimewa untuk membuat keputusan yang hanya berhubungan dengan kita. Dan jika Anda tidak setuju dengan hal itu, bacalah Kejadian 3:7, di mana Adam dan Hawa merasa malu untuk pertama kalinya. Sebelum itu mereka tidak merasa malu karena tidak ada kejahatan dalam pikiran mereka atau dalam tindakan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi tiba-tiba mata mereka terbuka dan mereka tahu mereka telanjang. Tiba-tiba mereka memiliki pikiran yang belum pernah mereka miliki sebelumnya. Tiba-tiba, mereka memikirkan hal-hal yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya, dan realitas kejahatan yang melumpuhkan itu menyebabkan mereka menjadi malu, sehingga mereka harus menutupi diri mereka. Disitulah indikasi pertama dari pikiran jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, hal berikutnya adalah, mereka bersembunyi dari Allah, lari dari Allah sampai Allah harus datang dan menemukan mereka. Dan Allah menghadapi mereka tentang apa yang mereka telah lakukan dan Adam berkata, “Perempuan yang Kau berikan kepada saya, dia yang melakukannya.” Dan kita mendengar ada penyalahan orang lain. Dia sebenarnya tidak menyalahkan Hawa, Adam malah menyalahkan Allah. Dia berkata, "Perempuan yang Engkau berikan kepadaku.” Katanya: Saya tidur sendirian; dan saya bangun bersama dengan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, sekarang Anda memiliki hati nurani yang bersalah, Anda memiliki perasaan malu, Anda bersembunyi dari Allah. Dan kemudian, Anda tidak mau menerima tanggung jawab atas dosa Anda dan sekarang Anda menyalahkan bukan orang lain tetapi Allah sendiri. Dan kemudian, Allah mengutuk mereka dan seluruh alam semesta merasakan kutukan itu. Dan Setan dikutuk lebih dari semua makhluk lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perempuan itu akan dikutuk dengan rasa sakit pada saat melahirkan dan dengan konflik perkawinan. Dan lelaki itu akan dikutuk karena tanah akan dikutuk, dan tanah akan mulai membawa semak dan duri. Dan pada akhir Kejadian 3, kedua-duanya diusir dari Taman karena Allah harus melindungi mereka dari pohon kehidupan, supaya mereka janganlah hidup selamanya dalam kondisi terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu kapan datang kelahiran anak pertama mereka, waktunya di antara hari keenam dan hari ketujuh, Kita tidak tahu kapan Kejatuhan itu terjadi; kita tidak tahu berapa lama mereka hidup dalam kebahagiaan Eden. Namun dalam Kejadian 4, ketika mereka mengandung, anak, mereka telah jatuh. Mereka melahirkan anak-anak yang berdosa yang perlu memberi korban kepada Allah. Itu tidak diperlukan jika Anda bukan pendosa dan belum jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian, dalam Kejadian 4 ada pembunuhan. Kain membunuh saudaranya Abel. Dan dalam Kejadian 4:19, Lamekh mengambil dua istri untuk dirinya sendiri. Sekarang, ada poligami. Dan dalam ayat 23, “Lamekh berkata kepada istri-istrinya, Adah dan Zilah, 'Dengarkan suara saya, perhatikanlah perkataan saya karena saya telah membunuh seorang pria yang melukai saya.'“ Disini terjadi pembunuhan kedua karena pembalasan dendam. Setelah itu ada silsilah generasi Adam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 6:5-7 mengatakan, “Kemudian Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi, dan bahwa setiap maksud dari pikiran hatinya hanya jahat saja terus menerus. 6 Dan Tuhan menyesal bahwa Dia menjadikan manusia di bumi, dan Dia berduka di dalam hati-Nya. 7 Maka Tuhan berkata, “Aku akan membinasakan manusia yang telah Aku ciptakan dari muka bumi, baik manusia dan binatang, binatang melata dan burung-burung di udara, karena Aku menyesal telah menciptakan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nuh adalah orang yang saleh,” kata ayat 9. Rupanya dia bersama dengan istrinya, putra-putranya dan istri-istri mereka satu-satunya orang saleh yang masih ada. Ayat 13 mengatakan, “Akhir dari semua manusia telah datang di hadapan-Ku, karena bumi dipenuhi dengan kekerasan melalui mereka, dan lihatlah, Aku akan memusnahkan mereka beserta bumi.” Dan Allah dengan Air Bah, menghancurkan mereka dan bumi dalam arti bahwa Dia membentuknya menjadi lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Deskripsi Alkitab yang jelas tentang luasnya dosa manusia ditemukan di sini dalam Kejadian 6. Dan manusia tidak menjadi lebih baik. Ini bukan berarti bahwa Allah menciptakan manusia dan dia semakin mulia. Allah menciptakan manusia dan dia langsung setelah Kejatuhan menjadi lebih buruk dan dia terus bertambah buruk. Dosa manusia itu sistemik, itu ada di dalam hati manusia. Ayat 5 mengatakan, “Setiap maksud dari pikiran hatinya hanya jahat terus menerus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah gambaran terperinci tentang kebejatan. Dan kita hanya ada dalam Kejadian 6. Keadaannya begitu buruk sehingga Allah menenggelamkan seluruh dunia, kecuali delapan orang dalam banjir di seluruh dunia. Lihatlah Kejadian 7:23, “Jadi Dia membinasakan semua makhluk hidup yang ada di permukaan bumi: baik manusia dan binatang dan burung di udara. Hanya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera masih hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 7:24 mengatakan bahwa Nuh dan keluarganya akhirnya melihat air itu surut setelah 150 hari. Dan dalam Kejadian 9: 1, Nuh diberikan komisi yang sama yang diberikan Adam dan Hawa, “Beranakcuculah, bertambah banyak dan penuhilah bumi.” Dan dalam ayat 2 dikatakan, Anda berkuasa atas semua binatang. Apa yang Allah katakan di sini adalah bahwa Anda dapat membunuh apa pun yang Anda inginkan. Ayat 3, “Setiap binatang bergerak yang hidup akan menjadi makanan untukmu, bahkan tumbuh-tumbuhan hijau juga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada awalnya sebelum ada Kejatuhan, mereka tidak diizinkan untuk membunuh binatang. Tidak ada kematian karena tidak ada dosa. Sekarang, mereka benar-benar dapat membunuh binatang yang telah disediakan untuk mereka. Beranakcuculah, berkembang biak, dan pada saat Anda mencapai akhir Kejadian 9, ada situasi yang mengerikan. Nuh mabuk dan dia terpapar secara seksual, dan di sini terjadi dosa seksual pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dalam Kejadian 11 terjadi perselisihan dan ada kebingungan bahasa. Dan dalam Kejadian 12: 10-12 terdapat Abram berbohong tentang istrinya, Sarah, dengan mengatakan bahwa dia bukan istrinya, karena dia tidak mempercayai Allah. Kemudian mulai Kejadian 13:7, terjadi perselisihan antara kawanan Abram dan kawanan Lot. Di Kejadian 13:13 dikatakan tentang Sodom, “Orang-orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 14 terjadilah perang pertama. Dalam Kejadian 16:4, terjadi perzinahan, Abram dengan Hagar, yang menghasilkan seorang putra. Dalam Kejadian 18:20 Tuhan berkata lagi, “Teriakan Sodom dan Gomora sungguh hebat dan dosa mereka sangat berat.” Hal-hal menjadi semakin buruk. Itu terus seperti itu. Apa yang berubah dicatat dalam Kejadian 3. Oleh satu orang, dosa masuk kedalam dunia, dan kematian disampaikan kepada semua orang karena semua telah berbuat dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Baru ada kata-kata untuk mendefinisikan dosa, seperti meleset dari sasaran, tersesat, melanggar. Itu berarti melakukan kejahatan, jatuh, tidak taat, keras kepala, menjadi tidak benar, bersalah, tidak tahu, memiliki hutang, menjadi jahat, menentang Allah, semua hal-hal seperti itu. Kita dapat menyimpulkannya dari 1 Yohanes 3:4, “Dosa adalah pelanggaran hukum.” Dosa tidak menaati Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa adalah setiap ketidaksesuaian pribadi dengan karakter moral dan hukum Allah. Apa pun yang kurang dari kekudusan Allah adalah dosa. Jika Anda tidak sesuci Allah, itulah dosa. Dan jika Anda melakukan sesuatu untuk melanggar hukum-Nya, itulah dosa. Setiap pikiran, setiap kata, setiap tindakan, atau kelalaian apa pun yang tidak konsisten dengan karakter Allah yang sempurna dan suci, atau yang melanggar hukum-Nya, adalah dosa. Itu adalah pelanggaran hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti apakah dosa itu? Dosa itu <b>menajiskan</b>, itu adalah keadaan hati yang merusak segala yang kita pikirkan, semua yang kita katakan, semua yang kita lakukan sehingga kita harus mengatakan bahwa hati itu penuh tipu daya dan sangat jahat. Bahkan yang terbaikpun tentang kita hanyalah seperti kain kotor. Itu pencemaran dalam di sifat alam kita yang merusak semua yang kita lakukan. Kedua, dosa juga <b>memberontak</b>. Secara alami itu adalah memandang hina Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa juga <b>tidak berterima kasih</b>. Itu seperti sembilan penderita kusta yang disembuhkan oleh Yesus dan tidak pernah kembali untuk mengucapkan terima kasih. Dosa adalah mengambil segala sesuatu yang telah diberikan Allah kepada kita di dunia ciptaan-Nya dan tidak pernah berterima kasih kepada-Nya. Dosa juga <b>menghabiskan</b> Anda. Ada dorongan untuk melakukan dosa sebanyak mungkin. Amsal 4:16 mengatakan, “Orang tidak dapat tidur sebelum melakukan kejahatan. Mereka tidak mengantuk sebelum mencelakakan orang lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa itu <b>fatal</b>. Yehezkiel 18 mengatakan, “Jiwa yang berdosa akan mati.” Dan Roma 3 mengatakan, “Upah dosa adalah maut.” Dan manusia tidak dapat berbuat apa-apa tentang itu, karena Yeremia 17 mengatakan, “hatinya penuh tipu daya dan sangat jahat.” Seluruh kepala itu sakit, kata Yesaya 1: 4-6. Dia sakit dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Dan dia telah diserang penyakit yang akan membunuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada pengobatan manusiawi. Bahkan di nerakapun orang berdosa itu tidak mungkin dapat menebus dosanya. Itulah sebabnya neraka berlangsung untuk selamanya, itu tidak dapat menghapus dosanya. Tidak ada perbuatan manusia yang sanggup menyembuhkan penyakit yang mematikan ini. Itu akan membunuhnya secara fisik sama seperti itu telah membunuhnya secara rohani, dan pada akhirnya akan membunuhnya secara kekal. Allah menolak mereka karena mereka adalah pendosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa banyak orang yang terpengaruh? 1 Korintus 15:22 mengatakan, “Dalam Adam semua orang mati.” Roma 5:12, “Karena satu orang, dosa masuk ke dalam dunia dan kematian oleh dosa karena semua orang telah berbuat dosa.” Dan setiap orang mati sehingga semua orang menjadi orang berdosa. Roma 3:10 mengatakan, “Seperti ada tertulis,” dan ini diambil dari Mazmur 14, tiga ayat pertama, “tidak ada yang benar, tidak ada satu pun. Tidak ada yang mengerti, tidak ada yang mencari Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 3:23 menyimpulkan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Itulah sebabnya Daud dalam Mazmur 51 berkata, “Ibuku mengandung aku dalam dosa.” Bukan maksudnya bahwa dia bayi yang tidak sah, maksudnya pada titik pembuahan dia sudah pendosa. Tidak semua orang seburuk mungkin. Tetapi semua orang cukup buruk untuk masuk ke neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah pengaruh dosa pada kita? Sewaktu Anda mendengar dengan jelas malam ini, semua ini benar tentang kita, dan ini persis siapakah kita, dan inilah tepat apa yang pantas bagi kita, yaitu hukuman kekal. Tetapi Allah telah menempatkan kesalahan kita kepada Kristus. Ia menanggung dosa kita di dalam tubuh-Nya sendiri. Allah menghukum-Nya di tempat kita. Itu adalah kemuliaan Injil. Mintalah kepada Tuhan untuk mengampuni dosa Anda, Dia akan mendengar doa itu dan menjawabnya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Nov 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181125</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000057</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Dosa itu?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000056"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+3:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 3:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3 berurusan dengan ular di Taman, dan godaan, dan buah terlarang, dan seorang perempuan yang ditipu, dan seorang lelaki yang mengikutinya dalam melanggar Firman Allah dan perintah Allah. Kemudian, kita belajar tentang kutukan dan harga yang harus dibayarkan untuk ketidaktaatan itu. Kejadian 3 adalah catatan historis yang akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Taman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar jika kalian tidak memahami bab ini, kalian tidak akan mengerti bagian lain dari Alkitab. Kalian tidak dapat memahami solusi untuk masalah ini kecuali Anda memahami masalahnya. Kalian tidak pernah bisa memahami cara penyelesaian Allah untuk dunia ini jika kalian tidak memahami penyakit dibawah mana dunia ini hidup dan berfungsi. Ini menjelaskan segalanya tentang alam semesta kita dan tentang kehidupan di alam semesta itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu menjelaskan segala sesuatu tentang mengapa hal-hal itu menjadi seperti apa adanya, mengapa kita adalah seperti apa adanya, dan apa yang Allah lakukan dalam sejarah, dan mengapa Dia menyelamatkan sebagian saja. Kejadian 3 menjelaskan dilema manusia. Semua masalah alam semesta berasal dari peristiwa-peristiwa dalam catatan sejarah ini: masalah fisik, masalah spiritual, masalah moral, masalah sosial, masalah ekonomi, masalah politik, dan semua masalah lain di alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3 adalah fondasi dari pandangan dunia yang benar dan akurat. Dan tanpa fondasi ini, semuanya didiagnosiskan salah dan tidak dapat diperbaiki. Ketika Allah menyelesaikan penciptaan aslinya, semuanya sangat baik. Tetapi sekarang, semua yang ada di dunia kita sangat buruk. Ciptaan Allah yang sempurna sangat baik karena tidak ada kekacauan, tidak ada rasa sakit, tidak ada penyakit, tidak ada kemerosotan, dan tidak ada kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, dunia fisik kita di sekitar kita sedang membusuk dan mulai hancur dan ada kematian. Itu adalah hukum entropi, hukum termodinamika kedua, yang mengatakan bahwa materi cenderung terus merusak ke arah kekacauan. Dunia fisik ini semakin hancur. Ini menakutkan bagi orang-orang ketika kita melihat dunia selestial, dan kemungkinan ada planet lain yang akan menghancurkan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita mengamati dunia nasional, hanya sejarah peradaban, dan kita melihat siklus naik turun dan naik turun. Kita melihat di dunia binatang ada proses perjuangan dan kematian yang tak ada hentinya. Kita melihat di dunia manusia dan dalam setiap hubungan manusia ada pergumulan. Begitu kehidupan dikandung di dalam rahim, dia mulai hidup dan pada saat yang sama dia semakin mendekati kematiannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dunia spiritual dan moral, semua orang lebih mudah berbuat salah. Bahkan, malah tidak mungkin untuk melakukan hal-hal yang benar. Bahkan ketika Anda melakukan hal yang benar secara manusiawi, Anda biasanya melakukannya untuk merasa lebih baik tentang diri Anda, yang merupakan alasan yang kurang patut. Jauh lebih mudah untuk melakukan kejahatan daripada kebaikan. Kebencian dan kejahatan dan peperangan, penyimpangan dan dosa, hal-hal seperti itu terjadi bersama dengan kehidupan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang evolusionis tidak mengerti hal ini, karena mereka hidup di bawah penipuan-diri bahwa manusia itu semakin lama semakin baik. Evolusi percaya bahwa manusia mulai dari kesederhanaan dan bermutasi ke atas menjadi lebih kompleks. Bahwa dia mulai pada tingkat dasar secara moral dan dia bergerak ke tingkat moral yang semakin lama semakin tinggi. Tetapi kebenaran tentang manusia itu adalah penyangkalan teori evolusi ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena manusia tidak menjadi lebih baik; dia malah semakin parah. Jika Anda mempelajari sejarah manusia, pada dasarnya tidak ada perubahan sama sekali. Manusia secara moral tidak lebih baik daripada keadaan mereka di masa lalu. Tetapi kemajuan yang telah datang melalui sains selama berabad-abad, hanya memungkinkan manusia malah meningkatkan korupsinya. Jadi apakah yang terjadi? Marilah kita pelajari apa yang terjadi di Kejadian 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 3: 1-7,</b> “Nah ular itu lebih licik dari segala binatang di padang yang dibuat oleh Tuhan Allah. Dan dia berkata kepada perempuan itu, “Apakah Allah memang berkata, 'Kalian tidak boleh makan dari setiap pohon di taman'?” 2 Dan perempuan itu berkata kepada ular, “Kita boleh makan buah dari pohon-pohon di taman; 3 tetapi dari buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berkata, 'Kalian dilarang untuk memakannya, ataupun menyentuhnya, jika kalian melakukannya kalian akan mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“4 Maka kata ular kepada perempuan itu, “Kalian tidak akan mati. 5 Sebab Allah tahu bahwa pada hari kalian memakannya matamu akan teribuka, dan kalian akan menjadi seperti Allah, dan mengetahui yang baik dan yang jahat.” 6 Jadi ketika perempuan itu melihat bahwa buah itu baik untuk dimakan, itu enak nampaknya, dan pohon yang dapat membuat orang bijak, dia mengambil buah itu dan memakannya. Dia memberi juga kepada suaminya yang berada bersamanya, dan dia memakannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Maka mata mereka berdua terbuka, dan mereka sadar bahwa mereka telanjang; dan mereka menjahit daun pohon ara dan membuat penutup diri.” Apakah kematian itu? Belum ada hal semacam itu. Begitulah cara Kejadian 3 mulai dan kata “dosa” tidak ada di bab ketiga ini. Tetapi di sinilah dosa itu masuk ke dunia kita. Ketika Adam dan Hawa tidak menaati Allah, segalanya berubah dari sangat baik menjadi sangat buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Roma 5:12 dikatakan, “Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang,” itu adalah Adam, “dan kematian melalui dosa dan karena itu kematian menjalar ke seluruh umat manusia karena semua orang telah berdosa.” Inilah komentar Perjanjian Baru tentang peristiwa ini. Ketika Adam berdosa, kita semua ada di sana. Kita semua berasal dari Adam dan Hawa, dan kita mewarisi apa yang oleh para teolog disebut dosa asal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir Kejadian 2, lelaki itu dan istrinya telanjang dan tidak malu. Tidak ada sesuatu yang memalukan karena tidak ada dosa. Tidak ada pikiran jahat. Tetapi ketika sampai pada akhir Kejadian 3: 7, mata mereka berdua terbuka dan mereka tahu mereka telanjang. Dan mereka menjahit daun pohon ara dan membuat penutup diri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiba-tiba, ada rasa malu. Mengapa? Untuk pertama kalinya dalam keberadaan mereka, mereka memiliki pikiran jahat. Ini adalah indikator besar dari sudut pandang mereka bahwa mereka telah berdosa. Dan indikator dari sudut pandang Allah datang ketika Dia berkata dalam ayat 16 kepada wanita itu, “Aku akan melipatgandakan rasa sakitmu saat melahirkan. Dalam kesakitan, Anda akan melahirkan anak-anak. Keinginanmu adalah untuk suamimu, dia akan memerintahmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3: 17-18, “Lalu kata Allah kepada Adam, “Karena kamu telah mendengarkan suara istrimu, dan telah makan dari pohon yang Aku perintahkan kepadamu, dan mengatakan, 'Kamu tidak boleh memakannya': “Terkutuklah tanah untuk kepentinganmu; engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu. 18 Semak dan duri itu akan dihasilkan bagimu, dan engkau akan makan rempah-rempah dari ladang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19, “Engkau akan makan roti dalam keringat di wajahmu sampai engkau kembali ke tanah, karena dari situ kamu diambil; karena engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu.” Nah ketika Allah mengutuk mereka, kutukan itu sebenarnya fisik saja. Ada kutukan pada rasa sakit wanita dalam melahirkan dan konfliknya dalam pernikahan. Kutukan pada Adam adalah bahwa dia harus mengolah tanah, melawan semak dan duri, dan pada akhirnya dia akan mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi hal-hal itu tidak mengatakan apa pun tentang perubahan moral yang terjadi. Pertama-tama, Adam dan Hawa merasa malu dan malu adalah fungsi dari rasa bersalah, dan rasa bersalah adalah fungsi dari dosa, dan entah bagaimana mereka memiliki pikiran kejahatan dan mereka sangat malu sampai mereka menjahit beberapa daun untuk menutupi diri mereka. Mereka melahirkan dua putra dalam Kejadian 4; salah satu dari mereka membunuh yang lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Adam dan Hawa melahirkan Kain, ia dilahirkan sebagai orang berdosa. Kita tidak tahu berapa lama mereka menikmati Eden dalam kemuliaan-Nya. Tetapi begitu mereka jatuh, mereka berubah, dan mereka memberikan dosa mereka kepada setiap manusia yang pernah hidup karena mereka semua berasal dari Adam dan Hawa. Ketika Adam berbuat dosa, dia membawa kematian pada dirinya dan kepada semua orang lain. Kita semua mewarisi kuasa kematian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak hanya mewarisi kematian; kita juga mewarisi dosa karena kita semua ada di sana di dalam Adam. Itulah dosa asal. Kejatuhan bukan hanya mempengaruhi kehidupan moral manusia dan juga karena itu setiap bidang hubungan, tetapi itu juga mempengaruhi tanah itu, dan juga alam semesta fisik. Dan Roma 8 mengatakan bahwa seluruh ciptaan mengeluh di bawah kutukan ini. Disintegrasi, kematian, dan semuanya itu di seluruh alam semesta kembali kepada Kejadian 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang psikolog menolak dosa karena mereka ingin meninggikan manusia, dan mereka ingin menghilangkan Allah. Jadi, karena mereka menolak dosa, mereka tidak memiliki penjelasan mengapa manusia adalah sebagaimana adanya. Mereka mendiagnosisnya salah sepenuhnya, jadi mereka benar-benar tidak menolong. Dan apakah yang kita lakukan? Kita membentuk hukuman yang lebih keras, hukum tiga kali: tiga tindakan pidana berat berturut-turut dan Anda masuk penjara seumur hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Budaya kita telah berperang bukan hanya melawan dosa, tetapi juga segala sesuatu yang didefinisikan sebagai dosa. Semuanya hanya adalah pilihan gaya hidup; tidak ada dosa. Jadi, budaya kita telah berperang terhadap dosa dan akibatnya juga berperang dengan rasa bersalah. Gagasan tentang rasa bersalah dianggap sebagai sesuatu yang kuno, usang, dan tentu tidak sehat. Jika Anda merasa bersalah tentang hal-hal tertentu, lakukanlah saja dan terus lakukan itu sampai Anda tidak merasa bersalah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memiliki banyak hal seperti itu di masyarakat kita, selalu menyalahkan orang atau sesuatu yang lain. Dan ketika anak-anak tidak taat, mereka dianggap hiperaktif atau mereka memiliki sindrom defisit perhatian, atau sindrom apa pun yang dapat mereka temukan sehingga mereka dapat menjual obat yang ingin dijual kepada mereka. Dan ketika seseorang melakukan dosa moral, mereka mengatakan bahwa mereka kecanduan seks, dan kemudian mereka disebut pecandu seks dalam pemulihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka katakan, ingatlah, Anda tidak akan pernah benar-benar pulih, jadi jangan merasa buruk jika Anda jatuh di sana-sini. Segala sesuatu yang salah dengan umat manusia digambarkan sebagai sejenis penyakit. Itulah cara yang dipilih dunia untuk menghindari masalah ini. Semua orang politisi, semua moralis, dan semua orang universitas berusaha untuk memperbaiki masyarakat, dan itu tidak dapat dilakukan oleh orang-orang ini karena mereka tidak pernah berurusan dengan realitas dari apa yang ada di dalam hati orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menarik juga apa yang para sarjana Yahudi dan komentator Yudaisme menyimpulkan tentang Kejadian 3. Yudaisme selalu menolak adanya kebejatan dosa dalam manusia yang diwarisi dari Adam. Mereka percaya bahwa apa yang dilakukan Adam, adalah karena dia memilih untuk melakukannya. Tidak ada kebejatan yang turun temurun. Begitulah cara mereka mempertahankan ada keselamatan melalui perilaku kebenaran karena mereka tidak memiliki doktrin kebejatan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memahami bahwa dosa Adam mempengaruhi Adam, dan kita semua memiliki pilihan yang sama, baik untuk mematuhi Allah atau tidak mematuhi Allah. Memang benar, gagasan bahwa dosa Adam telah mendatangkan kematian pada semua umat manusia itu diketahui dalam ajaran Yahudi, tetapi rujukannya selalu mengarah pada kematian jasmani. Dan ini tidak ada hubungan dengan kematian rohani yang menurut doktrin Kristen mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diselamatkan kecuali melalui iman kepada Juruselamat yang telah bangkit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengerti pesan Kekristenan, tetapi mereka ingin memotongnya di bagian depan. Mereka ingin menyangkal adanya dosa asal sehingga mereka dapat menyangkal bahwa manusia berada dalam kondisi yang mengharuskan Yesus Kristus menjadi Juruselamat mereka. Dan mereka percaya itu, mereka mengajarkan: “Karena itu manusia dapat mencapai penebusannya sendiri dengan penyesalannya sendiri.” Orang Yahudi tidak membutuhkan seorang Juruselamat untuk menyelamatkan mereka. Namun bukan itu yang diajarkan Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab dengan jelas menunjukkan ini adalah tempatnya kejahatan dimulai. Dan Perjanjian Baru itulah yang memberi kepastian itu. Orang Kristen Scientist mengatakan bahwa dosa hanyalah ilusi. Tidak. Kaum liberal mengatakan bahwa dosa hanyalah keterbatasan; menjadi manusia berarti berbuat salah. Dan para filsuf dualistik mengatakan bahwa dosa adalah kedagingan yang bertentangan dengan roh, yang murni. Nah, semuanya salah. Kita akan mendapatkan pemahaman alkitabiah tentang dosa dalam penelitian kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberi Anda definisi tentang dosa pada saat ini. Dosa adalah setiap ketidaksesuaian pribadi dengan karakter moral Allah. Jadi, dosa adalah sifat hati yang bengkok. Ia berpikir jahat, ia berbicara jahat, ia bertindak jahat, dan tidak berbuat baik. Marilah saya memberi Anda keempat cara ini karena itu adalah empat cara di mana Anda berdosa: Anda berdosa dengan berpikir jahat, berbicara jahat, dan bertindak jahat, atau mengabaikan yang baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, sebelum kita melihat tujuh ayat itu, saya ingin supaya Anda memiliki pemahaman tentang teologi dosa, karena ini perlu sekali untuk pemahaman kita. 1 Yohanes 3:4 mengatakan, “Dosa adalah pelanggaran hukum Allah.” Itu hidup seolah-olah tidak ada hukum Allah. Roma 14:23, “Apa pun yang dilakukan tanpa iman adalah dosa.” 1 Yohanes 5:17, “Semua ketidakbenaran adalah dosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ketika Anda melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan sejati dan iman kepada Allah; itu dosa. Ketika Anda tahu untuk melakukan yang benar dan tidak melakukannya, itu dosa. Ketika Anda tahu sesuatu yang menyenangkan Allah, sesuatu yang Allah perintahkan, dan Anda tidak melakukannya; itu juga dosa. Semua ketidakbenaran adalah dosa. Semua dosa adalah pelanggaran hukum. Dan dosa adalah pelanggaran apa pun terhadap karakter moral Allah atau hukum-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di mana hukum Allah diungkapkan? Di dalam Alkitab. Standar kita untuk moralitas ditentukan oleh Alkitab. Pandangan kita tentang kejahatan, pandangan kita tentang keadilan semuanya datang dari Alkitab. Pernah ada perilaku tertentu yang dianggap melanggar hukum. Tetapi itu berubah dengan cepat. Itu berubah dalam dunia seksual, dalam homoseksualitas, di dunia aborsi, dan euthanasia dan banyak bentuk lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masyarakat kita semakin tenggelam dalam dosa, dan menjauhkan diri secara konsisten dan sepenuhnya dari Firman Tuhan. Yang tersisa hanyalah tradisi, dan tradisi dapat digulingkan oleh pemilihan suara, itu akan digulingkan ketika orang-orang ingin menggulingkannya. Bagaimana kita memberitahu masyarakat kita tentang seorang Juruselamat yang akan menyelamatkan mereka dari dosa pada saat definisi mereka tentang dosa pada dasarnya tidak ada?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Roma 1:21, Paulus berkata, “Bahwa murka Allah terungkap dari surga karena ketika mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah. Tidak ada yang bersyukur.” Allah telah memberikan hikmat kepada kita. Itu adalah Allah yang memberi kita kapasitas untuk memelihara satu sama lain dan memiliki hubungan. Allah mengelilingi kita, orang-orang berdosa, dengan belas kasihan, jadi berimanlah kepada-Nya. Marilah kita berdoa…</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181118</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000056</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Wanita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000055"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+2:18-25" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 2:18-25</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 1:26, “Lalu Allah berfirman, “Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar Kita, sesuai dengan rupa Kita. Dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di langit dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas setiap binatang melata yang merayap di bumi.” Rinciannya ada dalam Kejadian 2:4, “Ini adalah generasi dari langit dan bumi ketika mereka diciptakan, pada hari ketika Allah menjadikan langit dan bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28-30, "Beranakcuculah banyak dan penuhilah muka bumi dan kuasailah dan kendalikanlah ikan-ikan di laut dan burung-burung dan atas segala makhluk hidup yang bergerak di bumi. 29 Dan Allah berkata, “Aku telah memberi kepadamu segala jenis tunbuhhan yang menghasilkan benih yang ada di permukaan seluruh bumi, segala jenis pohon yang menghasilkan buah yang menghasilkan biji, untuk menjadi makanan bagi kalian. 30 Dan untuk setiap binatang di bumi, setiap burung di langit dan segala yang memiliki nafas kehidupan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap mahluk adalah ‘vegetarian’ dalam ciptaan mula-mula, termasuk binatang juga. Ayat 31, “Dan Allah melihat semua yang telah Dia buat dan semua itu sangat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.” Jadi penciptaan manusia terjadi pada hari keenam bersama dengan penciptaan binatang-binatang. Jadi pada hari ke enam, ayat 27, “Demikianlah Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan mereka, laki-laki dan perempuan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Kejadian 2 kembali ke hari ke enam itu dan memberi kita detailnya. Jadi apa yang ada di dalam Kejadian 2 adalah perluasan dari penciptaan manusia yang diberitakan pada hari keenam dalam Kejadian 1. Nah, manusia diciptakan menurut gambar Allah. Dia telah diberi kesadaran diri, dia sadar akan keberadaannya sendiri. Dan dia diberikan kepribadian, dan rasionalitas, dan kreativitas dan yang paling penting dia adalah satu-satunya di semua ciptaan yang dapat menikmati hubungan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6 mengatakan bahwa air yang mengairi bumi itu tidak datang dari atas melalui hujan, itu datang dari bawah, dari sumber-sumber di bawah tanah yang keluar melalui mata air dan secara harfiah menyirami seluruh permukaan bumi. Jadi pada awal penciptaan ada persediaan air yang konstan tanpa ada hujan. Ada sistem sempurna yang menyirami lingkungan dunia dan tidak ada ganggang yang mengganggu pertumbuhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang dibutuhkan manusia untuk makanan sudah ada dan sedang bertumbuh baik. Itu tidak memerlukan kerjaan dari pihaknya. Dalam lingkungan yang sempurna itu, Allah menciptakan manusia. Dan di ayat 8 kita belajar tentang lokasi manusia itu. Allah membuat taman yang kemungkinan besar berada di sebelah timur tanah Israel. Dan disitu ada tempat yang disebut Eden yang kita pelajari adalah kata kuno yang mengacu pada tempat yang airnya banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di tempat itu semua pohon kelihatannya indah dan baik untuk makanan. Dan ada juga pohon kehidupan di tengah-tengah taman dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dan dalam Kejadian 2:15 kita akan belajar tentang pekerjaannya. Dan dia diberi tanggung jawab untuk mengawasi kebun dan menjaga keajaibannya dan sumber dayanya. Kemudian kita melihat manusia tergoda oleh pohon terlarang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16-17</b> mengatakan, “Dan Tuhan Allah memerintahkan orang itu, dan berkata, “Kalian boleh makan dari setiap pohon di taman ini, 17 tetapi dari pohon pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan kalian dilarang makan, karena pada hari kalian memakannya, kalian pasti akan mati.” Salah satu karakteristik dominan dari manusia yang diciptakan menurut gambar Allah adalah bahwa ia diciptakan dengan kapasitas untuk memiliki hubungan. Tidak ada makhluk lain yang mampu menjalin hubungan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hubungan itu menyiratkan ada tukar pikiran, ada pembagian emosi, seperti curhat mendalam dengan kepribadian seseorang. <b>Kejadian 2:18</b>, “Kemudian Tuhan Allah berkata, “Tidak baik manusia itu hidup sendirian saja; Saya akan membuatnya penolong yang cocok untuknya.” Ini masih hari ke enam, semua yang ada di taman itu sangat baik. Tetapi tidak baik bagi manusia untuk sendirian saja. Masih hari ke enam pada saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keadaan manusia dalam penciptaan itu belum lengkap. Dan penyelesaian itu membutuhkan seorang perempuan. Kejadian 1:27 mengatakan, “Demikianlah Allah menciptakan manusia menurut gambarnya sendiri, Dia menciptakan mereka, laki-laki dan perempuan.” Adam tidak dapat beranakcucu banyak dan memenuhi bumi sendirian. Dia pasti tidak bisa menundukkan seluruh bumi sendirian. Dan itu berarti seorang perempuan perlu diciptakan untuk memenuhi kekurangan Adam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam penciptaan, semua makhluk yang mereproduksi adalah jantan dan betina. Dalam Kejadian 6:19 dikatakan, "Dari setiap makhluk hidup dari semua daging, Anda akan membawa dua dari setiap jenis ke dalam bahtera agar mereka tetap hidup bersama Anda. Mereka adalah jantan dan betina.” Nah dalam bahasa Ibrani itu berarti seorang penolong seperti dia untuk memampukannya bereproduksi dan berkuasa. Jadi kita diberi beberapa rincian tentang penciptaan seorang perempuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pertama-tama melihat 1 Korintus 11:7-9, “Karena laki-laki adalah gambar dan kemuliaan Allah, tetapi perempuan adalah kemuliaan laki-laki. 8 Karena laki-laki tidak dijadikan dari perempuan, tetapi perempuan dijadikan dari laki-laki. 9 Laki-laki tidak dijadikan untuk kepentingan perempuan, tetapi perempuan untuk laki-laki.” Laki-laki secara unik diciptakan untuk kemuliaan Allah, untuk memerintah dunia, dan untuk memelihara penciptaan sesuai dengan rencana ilahi Allah. Dan Hawa diciptakan dari sisi Adam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu membawa kita kembali ke 1 Kor. 11:3, "Kristus adalah kepala setiap orang laki-laki. Suami adalah kepala isteri dan Allah adalah kepala Kristus.” Bahkan ada tanggung jawab untuk menjadi penguasa dalam trinitas dan juga dalam ciptaan manusia. Perempuan di ayat 7 digambarkan sebagai "kemuliaan laki-laki.” Laki-laki dibuat untuk memanifestasikan otoritas Allah; perempuan dibuat untuk memanifestasikan otoritas laki-laki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengenai anugrah keselamatan, seorang wanita datang sama dalamnya dalam persekutuan dengan Allah dibanding laki-laki. Perempuan dibuat sama dalam gambar Allah dan gambar itu juga dipulihkan melalui iman kepada Yesus Kristus. Dia sama mampunya untuk menjadi seperti Yesus sama seperti laki-laki mampu melakukannya. Dia akan diberi hadiah kekal sama seperti laki-laki mana pun di dunia spiritual, tidak ada perbedaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi di alam manusia, posisi perempuan adalah di bawah otoritas laki-laki, karena itu ia mencerminkan kemuliaan laki-laki yang mencerminkan kemuliaan Allah dalam tanggung jawabnya. Dan itu merupakan pukulan mematikan bagi segala bentuk evolusi. Karena Alkitab mengatakan bahwa laki-laki diciptakan dari debu tanah dan tidak lahir dari seorang perempuan. Dia tidak berasal dari seorang perempuan hominoid yang merupakan bagian dari kelompok orang-orang sebelum ada Adam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 2:19</b>, “Sekarang, dari tanah, Tuhan Allah telah membentuk setiap binatang di ladang dan setiap burung di langit dan membawa mereka kepada laki-laki itu untuk melihat apakah nama yang dia akan menamakan mereka. Dan setiap binatang hidup apapun yang dinamakan laki-laki itu, itulah namanya.” Bagaimana mungkin orang yang setia kepada Alkitab dapat menemukan evolusi dalam pernyataan itu? Allah menciptakan semuanya dari tanah, dari bahan yang sama yang menjadikan debu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam lebih cerdas dari siapapun yang pernah kalian bayangkan, karena pikirannya tidak pernah dipengaruhi dosa. Dalam kondisinya yang tak berdosa, kira-kita 6000 tahun yang lalu, Adam jauh lebih cerdas daripada siapa pun yang selama 6000 tahun telah menjadi korban degenerasi konstan. Dan Adam mampu dalam pikirannya untuk melihat semua makhluk ini dan untuk menentukan beberapa karakteristik tentang mereka dan memberi mereka sebuah nama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu itu sebelum menara Babel, hanya ada satu bahasa yang digunakan untuk memberi mereka sebuah nama. Nah jika Adam dapat menamakan sepuluh binatang setiap menit ketika mereka lewat, dia bisa menamakan 3.000 binatang dalam lima jam. Nah ketika Adam melihat kehidupan itu, segalanya sempurna. Dan dia sadar akan kehadiran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi Allah memberinya pelajaran obyek dan dia mengenali beberapa karakteristik tentang mereka. Dia mencatat tentang binatang-binatang ini bahwa mereka semua berpasangan. <b>Ayat 20</b> mengatakan, “Laki-laki itu memberi nama kepada semua ternak dan burung-burung di langit dan untuk setiap binatang di padang. Tetapi bagi Adam tidak satupun bisa menjadi seorang penolong yang cocok untuknya.” Sudah jelas baginya, bahwa sebagai lelaki dewasa ia diciptakan tanpa seorang penolong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada yang cocok untuknya; tidak ada pasangan baginya. Jika Adam pada dasarnya adalah tubuh kera dengan semacam pikiran manusia, maka tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan kesamaan apa pun dengan apa yang dilihatnya. Jadi Adam menyimpulkan bahwa di dalam seluruh penciptaan, dia sendiri saja. Dan karena di dalam kerajaan binatang tidak ada makhluk yang mampu berhubungan dengan manusia, Allah menciptakan Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21-22</b>, “Jadi Tuhan Allah menyebabkan laki-laki itu tidur yang nyenyak, dan ketika dia tidur Allah mengambil satu tulang rusuknya dan menutup bekasnya dengan daging. 22 Dan tulang rusuk yang telah diambil Tuhan Allah dari laki-laki itu dibuatnya menjadi perempuan dan langsung membawanya kepada laki-laki itu.” Dia tidur waktu Allah mengoperasinya. Dan inilah operasinya, “Allah mengambil satu tulang rusuknya dan menutup bekasnya dengan daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya, kata rusuk itu tidak menjelaskannya cukup baik. Karena ketika kalian memikirkan tulang rusuk, kalian memikirkan tulang, kan? Namun kata ‘tsela’ digunakan sekitar 35 kali dalam Perjanjian Lama. Dan ini adalah satu-satunya saat mereka menerjemahkannya hanya sebagai tulang rusuk. 20 dari 35 kali itu diterjemahkan sebagai sisi. Dan itulah yang harus kita gunakan untuk menerjemahkannya. Allah membuatnya tertidur dan kemudian membelah sisi tubuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Kata lelaki itu, ini adalah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.” Jadi ketika Allah melakukan operasi itu, dia tidak hanya mengambil tulang, dia mengambil daging. Jadi perempuan itu diciptakan dengan bahan dari lelaki itu. Sekarang menurut Kejadian 1:27, “perempuan itu diciptakan menurut gambar Allah.” Itu berarti dia memiliki semua karakteristik yang sama dari kesadaran diri, kognisi, spiritualitas, kepribadian, hubungan, gerak, semua hal itu sama seperti lelaki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Allah menjadikan Adam dari debu tanah dan Allah menciptakan Hawa dari Adam. Allah mengambil materi dari lelaki itu, beberapa tulang, dan daging dan dari itu dia menciptakan perempuan. Semua keindahan dan semua kecantikan dan semua kasih karunia yang tidak pernah dapat dibayangkan lelaki itu sampai saat dia melihatnya. Setelah Allah menutup sisinya, Dia membawa perempuan itu kepada lelaki itu dengan segala kesempurnaannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia pasti adalah perempuan dewasa; Adam adalah seorang lelaki dewasa dengan kemampuan dan kecerdasan manusia ciptaan tanpa dosa yang dapat menamai ribuan binatang dalam waktu sangat singkat. Dan Allah membawa kepada lelaki ini perempuan luar biasa ini yang cocok untuknya dan mereka akan mendapat anak-anak dan bertambah banyak dan memenuhi bumi. Jadi ‘daging dan tulang’ sejak itu menjadi cara untuk mengekspresikan hubungan keluarga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Itulah sebabnya seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan berpegang teguh pada istrinya, dan mereka akan menjadi satu daging.” Itu adalah komentar dari Sang Pencipta. Dan ini menetapkan fondasi untuk pernikahan. Dan itu juga menetapkan fondasi untuk perilaku seksual. Hanya ada satu jenis perilaku seksual yang diakui Allah di alam manusia. Dan itulah satu-satunya konteks di mana Allah telah menetapkan perilaku seksual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kalian bukan hanya tahu ada penciptaan manusia pada hari ke enam, tetapi kalian juga melihat ada pernikahan dalam penciptaan. Dan kalian memiliki definisi perilaku seksual. Satu pria, satu wanita, pergi dan menjadi satu daging seumur hidup. Dan apa yang Allah tegakkan di taman itu tidak pernah berubah. Jadi kalian telah mendapat definisi pernikahan di sini dalam pernyataan klasik Kejadian 2:24.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah satu-satunya definisi alkitabiah untuk pernikahan. Dua perempuan tidak menjadikan pernikahan. Meskipun opini publik mengakui bahwa itu pernikahan, menurut Allah itu bukan pernikahan. Dua lelaki yang menyatukan diri bukanlah pernikahan yang diakui oleh Allah. Keduan-duanya adalah dosa yang dikenali sebagai penyimpangan. Setiap perilaku seksual di luar pernikahan juga merupakan pelanggaran terhadap rancangan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b>, “Dan lelaki dan istrinya itu sama-sama telanjang dan tidak malu.” Yah, mereka tidak malu karena mereka tidak tahu kejahatan. Mereka tidak tahu bahwa hasrat seksual dapat digunakan untuk tujuan jahat. Mereka tidak memiliki pikiran jahat yang berkeliaran di dalam imajinasi mereka, Mereka tidak memiliki kapasitas untuk merasa malu karena mereka tidak tahu ada kejahatan. Rasa malu terjadi oleh kesadaran bahwa kejahatan itu memang ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada awalnya keadaan bukan seperti itu. Pada mulanya di lingkungan yang sempurna ada kasih yang sempurna. Dan kesempurnaan penciptaan dari Allah yang menakjubkan. Itulah cinta yang tidak tahu malu kepada keduanya. Mereka memiliki persatuan yang Allah telah rencanakan menjadi puncak. Petrus bahkan menyebutnya rahmat kehidupan. Seorang lelaki, seorang perempuan yang meninggalkan orang tua mereka; dan menjadi satu daging.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah Allah penuh anugerah dan adalah Allah penuh pengampunan, tetapi itu tidak mengubah ideal itu. Yang ideal adalah satu lelaki dan satu perempuan dalam ikatan yang kuat menjadi satu daging seumur hidup. Tidak ada hubungan di luar itu yang bahkan bisa mendekati kesenangan dan pemenuhan hubungan itu. Perempuan yang diciptakan khusus bagi Adam untuk memenuhi kebutuhannya. Jika kalian ingin dipenuhi sebagai lelaki atau perempuan, disinilah Anda akan menemukan kepuasan Anda yang terbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segera setelah ada kejatuhan itu, di Kejadian 4 Anda terjadi poligami. Dalam Kejadian 9 ada pikiran jahat dan kata-kata jahat. Dalam Kejadian 16 ada perzinahan. Dalam Kejadian 19 ada homoseksualitas. Di Kejadian 34 ada perzinahan dan pemerkosaan. Dalam Kejadian 38 ada incest. Dalam Kejadian 38 ada prostitusi; dalam Kejadian 39 ada rayuan. Segera setelah kejatuhan datang, Iblis berusaha keras untuk mencelakakan hubungan pernikahan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Anda bisa menambahkan perceraian. Tetapi seperti yang Yesus katakan dalam Matius 19, "sejak awal, tidak demikian." Pada awalnya itu sempurna dan itu indah dan tidak ada rasa malu tentang apa pun dalam hubungan itu karena tidak ada kejahatan. Ini adalah keajaiban dari ciptaan asli. Kata-kata berikutnya dalam Kejadian 3: 1 adalah, “Sekarang ular itu lebih licik daripada semua binatang buas lainnya.” Jadi di sini kita melihat kejatuhan manusia yang tragis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Khususnya sekarang pertempuran spiritual ini berkobar di mana-mana dan dapat dilihat terutama di Colorado. Pernikahan sesama jenis dan aborsi telah menjadi hukum dan ekspresi agama Kristen di sekolah-sekolah seperti berdoa sekarang dilarang. Kebebasan beragama di Amerika sedang diserang. Entitas pemerintah dan aktor memperlakukan kebebasan beragama dan ekspresi sebagai hambatan yang perlu diatasi, bukan sebagai nilai yang perlu dilindungi. Tetapi Allah masih tetap berkuasa, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Nov 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181111</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000055</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Manusia di Taman Eden]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000053"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+2:8-17" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 2:8-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Puncak penciptaan itu datang pada hari ke enam. Tidak ada proses evolusi dari jenis ke jenis lain. Bahkan Allah menciptakan alam semesta seperti yang kita ketahui sekarang dengan semua keragaman dan keanekaragamannya dalam enam, 24-jam hari. Tetapi pada hari ke enam, tindakan terakhir dari ciptaan-Nya adalah penciptaan pria dan wanita menurut gambar-Nya sendiri. Dan sisa dunia yang diciptakan-Nya hanyalah panggung di mana pria dan wanita itu adalah peran utama dalam sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan manusia dalam gambar-Nya sendiri berarti dengan adanya kesadaran diri, dengan kepribadian, dengan rasionalitas, dengan kecerdasan, dengan kreativitas dan kemampuan untuk menjalin hubungan. Kemudian Dia memberikan manusia kedaulatan atas seluruh dunia yang diciptakan dan sumber daya yang luas dan kaya itu. Dengan penciptaan manusia, maka kisah nyata itu dimulai. Sejarah bukan tentang materi, itu bukan tentang bintang-bintang dan planet, ini bukan tentang bumi dan binatang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah nyata adalah kisah manusia. Segala sesuatu yang lain adalah latar belakang untuk kisah manusia dan penebusannya. Ini dimulai dari Kejadian 2:4 hingga akhir Kejadian 50:26. Dan inilah kisah manusia. Ayat 4 memulai kisah tentang generasi-generasi langit dan bumi ketika mereka diciptakan pada hari Tuhan Allah menciptakan surga dan bumi. Ini adalah generasi-generasi manusia ketika Allah menciptakan alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada konflik di antara kisah penciptaan dalam Kejadian 1 dan kisah dalam Kejadian 2. Dalam Kejadian 1, kalian memiliki fakta sederhana tentang penciptaan manusia. Dalam Kejadian 2, kalian memiliki rincian dari ciptaan itu. Kejadian 2:4 membawa kita kembali ke hari ke enam dan pandangan yang lebih terperinci tentang penciptaan manusia. Sekarang perhatikan hal berikut: penciptaan manusia, lokasi manusia, panggilan manusia dan hubungan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah terakhir kali kita melihat penciptaan manusia dalam Kejadian 2: 5-7 dan menurut ayat 5 dikatakan, “Ketika benih yang bertunas belum ada di tanah dan tidak ada tanaman kecil di ladang yang telah muncul - karena Tuhan Allah belum menurunkan hujan, dan tidak ada orang yang mengerjakan tanah itu.” Tetapi kita tahu dari Kejadian 1 bahwa pohon-pohon dan tanaman telah diciptakan Allah pada hari ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa pun tanaman baru ini, mereka bukanlah pohon-pohon dan tanaman yang sama yang diciptakan pada hari ketiga. Ketika manusia diciptakan, tidak ada duri, dan tidak ada rumput liar. Kejadian 3:18 mengatakan kepada kita bahwa bagian dari kutukan itu ada semak dan duri atau rumput liar. Jadi karena kutukan, Allah menciptakan rumput liar. Tanaman macam itu tidak ada pada hari ke enam karena tidak ada dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, tidak ada hasil panen. Ini mengacu pada jenis tanaman yang harus ditanam manusia dengan mengolah tanah. Itulah mengapa dikatakan di akhir Kejadian 2: 5, "hal-hal ini tidak ada karena tidak ada hujan di bumi dan tidak ada orang yang mengolah tanah." Ini adalah hal-hal yang terjadi setelah kejatuhan. Musa memberi tahu kita bahwa ketika manusia diciptakan, tidak ada semak dan duri dan tanah yang tidak perlu diolah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak makanan ada di dalam penciptaan asli. Dan mereka bertumbuh oleh ciptaan Allah dengan cara yang sempurna dan sangat baik seperti dikatakan dalam Kejadian 1:31, "Segalanya sangat baik." Tidak perlu menanamkan tanaman ini dengan keringat di alis sambil kerja keras. Tidak perlu melawan semak dan duri yang bertumbuh yang menghambat pertumbuhan panen setelah ada Kejatuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 2:5 mengatakan bahwa tidak ada rumput liar di bumi karena Allah belum menurunkan hujan ke bumi. Nah setelah Kejatuhan, hujan tidak turun sampai ada banjir seluruh dunia. Ketika kejatuhan datang di Taman dan Allah mengutuk bumi, pada waktu itulah menurut Kejadian 3:18, "rumput liar datang." Jadi orang-orang itu harus melindungi tanaman dan menanamnya dan menjaganya dan mengolahnya dan melindunginya dari semak dan duri itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujan adalah penghakiman dari Allah ketika Dia memberhentikan aliran air yang pernah ada, yang terus mengalir ketika air muncul dengan sendirinya dari sumber-sumber di bawah tanah. Seluruh bumi pada awalnya terus-menerus diairi dari bawah. Dan di bumi yang luar biasa itu, Allah menyediakan segalanya untuk kebutuhan dan kesenangan manusia. Segala sesuatu menghasilkan sepenuhnya apa yang dianggap perlu oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sana Dia menempatkan manusia yang telah Dia bentuk. Seluruh bumi sangat baik, Kejadian 1:31 mengatakan. Tetapi Allah memberikan manusia tempat tinggal khusus. Allah menanam sebuah taman ke arah timur dan di sana Ia menempatkan manusia yang telah Ia bentuk. Sekali lagi tidak ada kesaksian di mana pun di halaman Alkitab bahwa manusia berevolusi, selalu Allah yang membentuknya dan yang menciptakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi rumah manusia adalah taman khusus yang Allah buat untuk sukacitanya dan kegembiraannya yang dinamakan Eden. Eden sebenarnya berarti tempat yang seluruhnya diairi dengan baik. Karakter taman itu adalah bahwa seluruhnya disirami dengan baik. Semuanya subur, semuanya berkembang. Bahkan orang Babel menamakan tanah hijau yang subur di mana semuanya disirami dengan baik, Edenu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita belajar sedikit tentang Taman ini dari beberapa bagian lain dari Kitab Suci. Lihatlah Yehezkiel 28:12 di mana kita memiliki deskripsi di sini melawan Raja Tirus, dimana sarjana Alkitab mengaitkannya sebagian besar dengan Setan di mana ia sebenarnya berbicara melalui Raja Tirus yang ada di belakangnya, yaitu Lucifer, malaikat yang jatuh itu, yang adalah Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12-14, “Kamu pernah menjadi lambang kesempurnaan, penuh kebijaksanaan dan sempurna dalam keindahan. 13 Anda berada di Eden, taman Allah; setiap batu mulia adalah penutupmu, sardius, topaz dan intan, batu pirus, batu yakut, ratna, cempaka, batu nilam, zamrud dan batu alkali merah. Perhiasan emasmu pun banyak. Mereka disediakan pada hari engkau diciptakan,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">14 Engkau adalah kerubi pengawal yang diurapi. Saya menempatkan engkau; engkau berada di gunung suci Allah; engkau berjalan di tengah-tengah batu api.” Dia mengatakan dalam ayat 16, “Aku mengusir engkau sebagai hal yang najis dari gunung Allah, dan aku menghancurkanmu, kerubi pengawal.” Sekarang kita belajar bahwa taman ini bukan hanya penuh tanaman dan pohon, tetapi juga penuh batu mulia dan it semua berhubungan dengan keindahan malaikat yang jatuh ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan Yehezkiel 31 juga memberi kita wawasan tentang Eden. Ini adalah penghakiman Firaun. Ayat 3, itu adalah pohon cemara di Libanon dengan cabang-cabang yang indah dan sangat tinggi dan puncaknya berada di antara awan dan dia berbicara tentang keadaan Asyur. Dan kemudian di ayat 8, ada sarkasme, bahkan pohon cemara di taman Allah tidak dapat menandingi mereka. Ini memberitahu kita bahwa Eden memiliki pohon-pohon cemara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kembali ke Kejadian 2:9, manusia menemukan bahwa dari tanah Tuhan Allah menumbuhkan setiap pohon yang menyenangkan bagi penglihatan dan baik untuk dimakan. Sekarang seluruh bumi ditutupi dengan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan. Jenis yang ada di mana-mana dibuat pada hari ketiga. Tetapi Allah mengambil yang terbaik dan yang paling indah dan tukang kebun ilahi itu memutuskan bahwa Anda dapat memilih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi juga ada pohon supranatural disitu. Akhir <b>ayat 9</b>, "Pohon kehidupan juga di tengah-tengah taman." Dan kemudian pohon lain disebut, “Pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.” Sekarang tiba-tiba di tengah-tengah berbagai pohon yang menakjubkan ini yang telah dipilih Allah untuk menjadi rumah khusus manusia, kita diperkenalkan dengan dua pohon yang memiliki sifat yang menunjukkan bahwa mungkin mereka bukan pohon alami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah pasti pohon pertama memiliki properti supranatural. Itu adalah pohon kehidupan di tengah-tengah taman. Apa yang dikatakan kepada kita adalah bahwa ia memiliki sifat-sifat khusus untuk menopang kehidupan kekal dalam diri orang yang memakannya. Ketika orang makan dari pohon itu, mereka akan hidup untuk selamanya. Pohon ini ditempatkan tepat di tengah-tengah taman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pohon ini begitu kuat dalam menopang kehidupan abadi, bahkan setelah Adam dan Hawa jatuh, setelah mereka menjadi manusia berdosa yang fana, jika mereka makan dari pohon itu, mereka akan hidup kekal.” Jadi menurut Kejadian 3:22, "manusia perlu dicegah makan buah pohon yang memberi hidup kekal itu, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup selamanya sebagai orang berdosa adalah nasib yang lebih buruk daripada kematian. Di antara orang Yahudi, pohon kehidupan menjadi ungkapan yang digunakan beberapa kali dalam kitab Amsal. Dan itu digunakan untuk mengekspresikan kesenangan hidup dan kesukaan terbesar. Ketika orang-orang Yahudi mengatakan bahwa sesuatu adalah seperti pohon kehidupan, mereka menyatakannya dengan penghargaan tertinggi. Saat Adam dan Hawa berdosa, mereka harus dipisahkan darinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada pohon lain di taman itu, <b>ayat 9</b>, menyebutnya pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ini benar adalah pohon yang memiliki buah. Dalam gambaran kalian dapat melihat Hawa atau Adam makan buah apel, tetapi kita tidak tahu jenis apa buah ini. Di tengah-tengah taman itu ada pohon kehidupan dan juga ada pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Tetapi jika manusia makan dari pohon itu, dia akan mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di seluruh bumi yang diciptakan, di Taman Eden yang megah itu, hanya ada satu ujian. Dan kita tahu kisah sedih itu. Mereka memiliki segalanya, tetapi itu tidak cukup. Kisah ini akan terungkap bagi kita dalam Kejadian 3. Bagaimana Setan yang adalah malaikat di taman Allah mencobai Hawa sampai dia jatuh. Adam mengikutinya dan mereka tahu kejahatan berdasarkan pengalaman karena mereka tidak menaati Allah dan kematian menjadi ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada hari mereka makan itu, mereka akan kehilangan semua kemurnian. Dan mereka akan sadar akan kejahatan karena mereka baru saja melakukannya. Ketika manusia diciptakan, dia bahagia di taman yang Allah buat bagi mereka. Dan Allah memberinya lingkungan yang paling indah dan memberinya makanan yang paling luar biasa dan memenuhi taman itu dengan banyak permata dan keindahan tempat itu luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari ciptaan aslinya, Adam tahu Allah itu dermawan. Allah tidak membuat bumi ini penuh dengan kekayaan supaya semua orang menjadi miskin. Allah telah menciptakan semua hal untuk dinikmati kita. Allah mengisi planet kecil ini dengan begitu banyak kekayaan dan begitu banyak keajaiban dan begitu banyak keindahan dan memberi manusia, yang dibuat menurut gambar-Nya, kreativitas untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Dari arsitektur yang megah hingga ada kemampuan untuk berkunjung ke bulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah hanya memberinya satu larangan. Janganlah makan dari pohon pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan. Itu ujiannya. Tetapi manusia seperti seorang anak yang tidak mematuhi ayahnya, malah membahayakan dirinya. Dia tidak ingin hanya bergantung kepada Allah. Dia ingin membuat pilihannya sendiri. Jadi dia diusir dari Taman Eden dan kita melihat hasilnya, bahwa seluruh umat manusia dilemparkan ke dalam tragedi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 10-14</b>, "Sebuah sungai mengalir dari Eden untuk mengairi taman itu. Dan dari sana itu terbagi dan menjadi empat sungai. 11 Yang pertama bernama Pison. Dan sungai ini mengalir mengelilingi tanah Hawila, di mana ada emas. 12 Dan emas dari negeri itu baik, dan ada batu permata. 13 Nama sungai kedua adalah Gihon. Airnya mengalir mengelilingi tanah Kus. 14 Dan sungai ketiga bernama Tigris, yang mengalir ke timur Asyur. Dan sungai keempat bernama Efrat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah sungai mengalir keluar dari Eden untuk menyirami taman itu. Itulah cara yang seharusnya ayat 6 diterjemahkan dan bukan kabut. Nah sungai ini pasti sungai yang sangat besar. Ini adalah taman yang sangat besar. Air muncul dan mengairi taman serta permukaan dan dari sana ia membelah dan menjadi empat sungai besar dan panjang. Sulit untuk menemukannya sekarang karena setelah banjir, permukaan bumi sudah berubah secara dramatis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Batu onyx lebih lazim bagi kita; dalam pakaian imam besar itu onyx adalah batu permata yang digunakan. Jadi sungai-sungai itu menuju ke arah timur dan selatan. Sungai Efrat juga sejajar dengan Sungai Tigris dan bermuara di Teluk Persia. Tetapi Anda tidak dapat membandingkan sungai apa pun dengan sungai pra-banjir. Ini adalah kebun yang sangat besar di bagian bumi itu dimana air langsung keluar dari tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dilakukan manusia di taman itu? <b>Ayat 15</b>, "Kemudian Tuhan Allah mengambil manusia itu, menempatkannya di Taman Eden untuk mengerjakannya dan memeliharanya.” Pekerjaan itu selalu bermartabat, bahkan juga sebelum ada kejatuhan itu. Secara harfiah ini berarti melayani dan memelihara. Apakah yang dia lakukan? Dia melakukan apa yang dilakukan tukang kebun, memelihara taman yang luar biasa itu. Saya tidak tahu pasti apakah pekerjaan itu. Tetapi saat kita masuk surga, kita juga akan melayani Tuhan, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah masih terus bekerja dalam keajaiban penebusan. Dia masih menopang seluruh penciptaan melalui kekuatan firman-Nya. Pada suatu hari nanti di surga kita akan memiliki pekerjaan yang mirip dengan pekerjaan Adam. Sebuah pekerjaan yang tidak menghabiskan energi. Sebuah pekerjaan yang tidak pernah membuat kita lelah. Sebuah panggilan yang selalu memberikan kita kesenangan dan berkat. Bahkan sebelum terjadi kejatuhan, pekerjaan adalah bagian yang mulia dari pekerjaan hidup manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16-17</b>, “Tuhan Allah berkata kepada manusia itu, "Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini, 17 kecuali dari pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Buahnya tidak boleh engkau makan; jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati hari itu juga.” Di situ untuk pertama kalinya kita melihat kata “mati” itu di dalam Alkitab. Di tengah kebun ada ujian. Ujian untuk menentukan sampai dimana kasih manusia itu, untuk menentukan kesetiaan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga diuji setiap hari. Allah sangat mengasihi kita dalam keadaan kita sekarang, tetapi Dia tidak mau membiarkan kita dalam kondisi itu. Dia ingin mengubah kita menjadi lebih seperti Yesus. Dan Dia menggunakan cobaan dan kesengsaraan untuk menguji dan mengubah kita. Ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit, jangan marah kepada Allah. Tes adalah salah satu cara Allah menunjukkan kepada kita bahwa Dia peduli dan bahwa Dia menggunakan segalanya untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia ketika dia berdosa benar-benar tidak bisa dimaafkan. Dan dia sudah tahu kebaikan; hanya itulah yang dia tahu karena semuanya sangat baik. Tetapi saat dia tidak taat dia akan tahu kejahatan. Karena kejahatan itu adalah ketidaktaatan. Dan tidak masalah apakah sebenarnya buah itu, itu dari luar kelihatannya buah baik, tindakan ketidaktaatan itulah yang secara eksperimental menunjukkan kepada Anda apakah kejahatan itu. Dan manusia terlempar dalam kematian. Bukan kematian fisik tetapi langsung kematian rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan seluruh Alkitab menunjukkan kepada kita apa yang Bapa Surgawi kita bersama dengan Yesus dan Roh Kudus lakukan selama berabad-abad untuk menebus kita dari nasib yang lebih buruk daripada kematian. Dan untuk menunjukkan kepada kita rencana-Nya untuk menjadikan kita ahli waris dari segala sesuatu yang Dia miliki, yang adalah seluruh alam semesta, melalui iman kepada Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus, Dan Dia terus memanggil kita untuk bertobat dan percaya selama kita hidup. Puji Tuhan! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Nov 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181104</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000053</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000052"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+2:4-7" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 2:4-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi bukanlah penjelasan yang masuk akal untuk alam semesta atau kehidupan di bumi dalam arti apa pun. Secara ilmiah itu tidak mungkin dan itu ditolak secara alkitabiah. Siapa pun yang menolak bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam enam, 24-jam hari menyerang sejarah Kitab Suci, inspirasi Kitab Suci, kebenaran Kitab Suci dan keaslian Kitab Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab itu sendiri berdiri atau jatuh dengan ketepatan historis Kejadian 1. Jika kita tidak dapat mempercayai kisah penciptaan, mengapa kita harus mempercayai hal-hal lain di halaman Alkitab? Tragisnya, salah satu serangan paling parah yang pernah terjadi pada iman Kristen telah ditimbulkan oleh orang-orang Kristen KTP dan apa yang disebut sarjana injili yang menolak secara luas kisah Kejadian, dan mendukung salah satu bentuk evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Andy Macintosh yang menulis, ‘Genesis for Today’ mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir, ada kecenderungan aneh yang berkembang di kalangan orang Kristen. Ada beberapa orang Kristen evangelis yang telah mengembangkan konsep bahwa Allah telah menggunakan evolusi untuk menciptakan dunia, yang disebut evolusi teistik. Ide ini tidak baru tetapi sekarang sering dipakai di kalangan evangelis, dan juga oleh kaum liberal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buku lain yang menolak penciptaan bernama, ‘The Scandal of Evangelical Mind’, ditulis oleh Mark Knoll. "Kaum injili Kristen semakin dituntun untuk percaya bahwa interpretasi harfiah dari Kejadian hanyalah masalah opini dan ini diterangkan di buku, ‘Creation and Evolution’. Dia mengatakan, “Masalah penciptaan adalah masalah sekunder seperti hal-hal pasifisme atau politik dimana orang Kristen memiliki hak untuk tidak menyetujui.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah benar Alkitab itu tidak jelas mengenai penciptaan dimana kita boleh berselisih? Memang, banyak orang evangelis percaya demikian. Bahkan mayoritas kelihatannya percaya hal itu. Ironisnya sementara semakin banyak orang evangelis merangkul semacam bentuk evolusi, sedangkan para penulis sekuler mulai menanjakan diri apakah evolusi itu memang mungkin terjadi. Ketidakpercayaan pada Kejadian pada akhirnya dapat menghancurkan kepercayaan mereka terhadap 65 buku lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh makna dosa dan penebusan itu kabur dan hilang jika kita kehilangan jangkar Kejadian itu. Jika kita percaya kita berasal dari kera, dengan generasi-generasi kekerasan dan pertumpahan darah dan bahwa tidak ada Eden secara harfiah, apakah pendapat kita tentang janji-janji Alkitab mengenai Surga baru dan bumi baru di mana ada kebenaran? Bahkan komentator Alkitab yang terkenal, John Stock, percaya bahwa manusia berevolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah kesedihan dan ketidakpercayaan yang besar terhadap Kitab Suci di bab pertamanya dan ini akhirnya meremehkan semua otoritas alkitabiah dan memberi hak untuk mempertanyakan segala sesuatu yang datang setelah Kejadian 1. Jadi seperti yang telah kita pelajari dari Kejadian, sudah jelas bahwa ini adalah Firman Allah yang sejati mengenai sejarah penciptaan dan kita telah memperlakukannya sedemikian rupa untuk menghormati Allah dan untuk penjelasan pemahaman kita sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Titik tertinggi penciptaan terjadi pada hari ke enam dalam Kejadian 1:26, Allah menciptakan manusia. "Biarlah kita menjadikan manusia menurut gambar kita, menurut rupa kita, biarkan mereka memerintah ikan-ikan di laut dan burung-burung di langit dan atas ternak-ternak dan di atas seluruh bumi dan di atas binatang melata yang merayap di bumi. Dan Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan gambar Allah, Dia menciptakan pria dan wanita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menciptakan mereka dan Allah memberkati mereka dan Allah berkata kepada mereka, 'Jadilah berbuah dan berkembang biak dan penuhi bumi dan tundukkan dan memerintah ikan-ikan di laut dan burung-burung di langit dan atas setiap makhluk hidup yang bergerak di bumi.' Dan Allah berkata, 'Aku telah memberi Anda setiap bibit tanaman yang ada di permukaan seluruh bumi dan setiap pohon yang memiliki biji yang menghasilkan buah. Itu akan menjadi makananmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia diciptakan menurut gambar Allah. Ini berarti bahwa ia memiliki kesadaran diri, kepribadian, pengartian - yaitu kemampuan untuk mengolah informasi secara rasional, ia memiliki kecerdasan, dan ia memiliki kreativitas. Dan ini mengejutkan untuk melihat di seluruh dunia kreativitas manusia yang luar biasa. Arsitektur yang diciptakan manusia itu menakjubkan. Desainnya luar biasa dan kemudian di museum Anda dapat melihat banyak lukisan semua pelukis ulung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tanda-tanda kreativitas dalam diri manusia yang mencerminkan gambar Allah di dalam dirinya dan kemudian ada hubungan-hubungan yang kita sudah bicarakan. Hanya manusia yang membina hubungan. Sekarang dengan penciptaan manusia pada hari ke enam, kisah nyata dimulai. Semua ciptaan lainnya hanyalah panggung bagi manusia untuk memperlihatkan drama penebusan. Semua ciptaan lainnya hanya memberikan latar belakang untuk sejarah manusia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sejarah manusia dimulai dalam Kejadian 2:4 dan berlanjut sampai akhir Kejadian 50:26. Ini bukan cerita kedua tentang penciptaan, seperti yang dikatakan para pengkritik. Kejadian 2 tidak berurusan dengan apa yang terjadi selama minggu penciptaan, kecuali yang berkaitan dengan kisah manusia. Itu sangat penting. Kejadian 2 menggambarkan semua rincian di bawah judul Kejadian 1. Kejadian 2 hanya berurusan dengan manusia saja dengan ciptaan lainnya sebagai latar belakang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana caranya Musa mendapatkan informasi ini? Dia tidak mendapatkannya dari sumber manusia, karena tidak ada orang yang menyaksikannya. Allah mengungkapkan data itu kepadanya. Dengarkanlah Ibrani 11:3, “Oleh iman kita mengerti bahwa alam semesta diciptakan oleh firman Allah, sehingga apa yang dilihat tidak terbuat dari hal-hal yang terlihat.” Satu-satunya cara kita memiliki catatan penciptaan adalah saat Sang Pencipta memberikannya kepada kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 2:4-6</b>, “Inilah generasi-generasi dari langit dan bumi ketika mereka diciptakan, pada hari ketika Tuhan Allah menciptakan bumi dan langit. 5 Ketika semak belukar belum ada di lapangan itu dan tidak ada tanaman kecil di ladang itu yang tumbuh - karena Tuhan Allah belum menurunkan hujan ke atas bumi, dan tidak ada orang yang mengerjakan tanah, 6 dan kabut naik dari daratan dan menyirami seluruh permukaan tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita bisa mengerti bahwa tidak ada semak di ladang, tidak ada tanaman di ladang karena tidak ada hujan, sementara pada hari ketiga, Allah telah menciptakan tanaman dan Dia menciptakan pohon dan tidak ada hujan? Banjir, pada zaman Nuh dalam Kejadian 6 itu, muncul sekitar 1.000 tahun kemudian. Jadi bagaimana kita bisa katakan, saat kita membicarakan manusia, bahwa Allah belum menciptakan tumbuh-tumbuhan dan alasannya Dia tidak menciptakan mereka adalah karena tidak ada hujan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebingungan itu berasal dari pemahaman dangkal teks Ibrani itu. Kiseido, cendekiawan Ibrani yang hebat, mengatakan bahwa “Cara pertama yang dilakukan orang Ibrani dengan sejarah adalah menyatakan proposisi umum dan kemudian memjelaskan rincian dan hal-hal khusus.” Begitulah caranya Kejadian 2 berhubungan dengan Kejadian 1. Dia menegaskan bahwa Kejadian 2 hanya menambahkan detail pada pernyataan asli dalam Kejadian 1 untuk lebih memperjelas tempat manusia sebagai makhluk sentral di alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang tidak katakan di ayat 5 adalah bahwa tidak ada tanaman atau pohon karena mererka sudah diciptakan pada hari ketiga dan mereka tidak membutuhkan hujan dan juga tidak membutuhkan manusia untuk merawatnya. Jadi tanaman dan pohon di hari ketiga adalah karya lain. Tanaman dan pepohonan zaman sekarang belum bertumbuh karena mereka bergantung pada hujan yang tidak datang selama 1000 tahun dan mereka membutuhkan manusia, yang hanya diciptakan-Nya setelah kejatuhan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujan datang setelah kejatuhan ketika Allah menciptakan lingkungan yang berbeda sekali. Buktinya adalah pelangi. Kita dapat menyimpulkan bahwa tanaman yang berbeda muncul setelah kejatuhan, jadi memang tepat untuk mengatakan bahwa mereka tidak ada di bumi. Allah hanya mengatakan kepada kita bahwa saat kita mulai membahas generasi manusia, kita berada dalam lingkungan sebelum kejatuhan. Itu menyebabkan ada hujan, dan ada banjir. Kejatuhan itu membawa tanaman tertentu yang tidak ada di sana sebelum manusia jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak pohon dan tanaman, seperti yang dinyatakan pada hari ketiga. Dan mereka digunakan untuk manusia sebagaimana dikatakan dalam Kejadian 1:29. Ketika manusia diciptakan, mereka sudah ada di sana untuknya tetapi dua macam tanaman ini belum ada. Seperti dinyatakan dalam kata-kata yang diucapkan Allah kepada Adam setelah ia berdosa dalam Kejadian 3:18, “Semak dan duri akan dihasilkan bagimu dan tanaman dari ladang akan menjadi makananmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah untuk pertama kali menciptakan manusia, tidak ada semak dan duri. Karena tidak ada kejatuhan. Ini adalah referensi untuk jenis-jenis tanaman yang merupakan produk dari manusia yang sedang membajak tanah. Spesies ini belum ada sampai waktu setelah pelanggaran Adam. Dikatakan dalam Kejadian 3:23, “Maka Tuhan Allah mengusir manusia dari Taman Eden untuk mengusahakan tanah yang menjadi asalnya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19, “Engkau akan makan roti dengan keringat di wajahmu.” Di dunia sebelum ada kejatuhan, tidak ada ladang yang diolah dan ditanami. Manusia tidak perlu melakukan itu. Di taman asli itu, ada banyak hal yang dapat dimakan manusia dalam varietas yang mungkin di luar pemikiran. Kiseido mengatakan, “Dan ketika hujan datang di tanah Israel, rumput liar mulai bertumbuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika cerita tentang manusia dimulai, tidak ada hujan dan tidak ada rumput liar. Tidak ada manusia dan tidak ada panen. Ketika Allah menanam tanaman dan pohon pada hari ketiga, terjadi dunia penuh penumbuhan. Pohon-pohon dan tanaman secara alami mereproduksi sendiri oleh benih saja. Tetapi tidak ada semak dan duri. <b>Ayat 6</b>, “dan kabut naik dari daratan dan menyirami seluruh permukaan tanah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah gagasan tradisional bahwa ada penguapan yang datang dari tanah dan menyirami bumi. Tetapi ketika kita melihat langsung ke teks Ibrani asli, kita mendapat gambaran yang berbeda. Dalam bahasa Ibrani dikatakan, “Tetapi air dari dalam naik dari bumi dan menyirami seluruh permukaan tanah.” Secara harfiah ini berarti air itu dengan sendirinya memancar keluar dari tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi seluruh bumi disiram, bukan karena ada hujan turun tetapi oleh air yang keluar dari mata air, dan menutupi tanah. Seluruh bumi dengan semua tanaman luar biasa yang dibuat pada hari ketiga, benar-benar jenuh dengan air. Tidak ada penguapan ke awan yang bergerak di atas tanah, dan menjatuhkan air dan mengalir melintasi bumi dan kembali ke sungai dan kembali ke laut dan kemudian menguap kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memang cocok dengan Kejadian 2:10, “Sebuah sungai mengalir dari Eden untuk mengairi taman itu, dan di sana itu terbagi menjadi empat cabang sungai.” Ini adalah sungai air mancur yang secara harfiah memancar dari tanah di Taman Eden, sumber air yang menciptakan sungai yang menutupi seluruh Taman. Kemampuan bumi untuk menghasilkan tanaman dan pohon-pohon yang subur tidak pernah bergantung kepada hujan yang kadang-kadang datang dan kadang tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujan adalah produk dari kejatuhan. Keadaannya tidak seperti itu di taman asli yang berarti tidak ada ketidakpastian. Itu tidak bergantung kepada apapun dan itu bukanlah sesuatu yang Allah harus atur sebagai berkat atau kutukan karena hanya ada kesempurnaan dan ketidakberdosaan di dunia-Nya yang sempurna. Semuanya terus-menerus diairi melalui mata air di bawah tanah, dan air itu ada di mana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 13:10 mengatakan, “Dan Lot mengangkat matanya dan melihat bahwa Lembah Yordan banyak airnya di mana-mana sama seperti Taman Eden. Ini keadaannya sebelum Tuhan menghancurkan Sodom dan Gomorra.” Dan itulah gambaran seperti apa keadaannya di Eden dan seluruh dunia sebelum kejatuhan. Kiseido menulis, "Manusia akan terus menikmati kondisi ini jika dia tetap bebas dari dosa."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiba-tiba, hujan menjadi caranya dimana Allah dapat memberkati atau menghakimi. Jadi siklus hidrologi atau putaran air itu sangat berbeda dengan apa yang kita ketahui setelah kejatuhan, setelah ada banjir besar dan sekarang air datang akibat gerakan udara massa benua global, perubahan suhu musiman tahunan dan itu berada di dalam tangan Allah yang berdaulat untuk memberi hujan, atau menahan hujan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 5:24 mengatakan, "'Marilah kita takut akan Tuhan Allah kita, yang memberi hujan di musimnya, hujan musim gugur dan hujan musim semi, dan menyediakan bagi kita minggu-minggu yang ditentukan untuk panen.” Dan itulah terjadi dalam lingkungan itu,<b> ayat 7</b>, “maka Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dan manusia itu menjadi makhluk hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita tahu bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambarNya sendiri dari Kejadian 1:26, tetapi di sini, kita diberitahu bagaimana Dia melakukannya. Dia membentuk manusia dari debu. Ayub 10:8 mengatakan, "Tangan Engkau membentuk saya dan menciptakan keseluruhan saya.” Apakah Anda melihat evolusi apa pun di ayat tujuh? Apakah Anda melihat leluhur hominoid di sana? Allah benar-benar menciptakan manusia dari debu tanah. Dan setelah dia mati, tubuhnya akan kembali menjadi abu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari unsur-unsur yang ada dalam debu. Dan apa artinya ini? Nah, unsur-unsur kimia dasarnya adalah nitrogen, oksigen, hidrogen, kalsium dan mereka menyusun semuanya. Kami dibuat dari unsur-unsur kimia dasar yang sama. Itulah sebabnya dalam I Korintus 15:47 mengatakan, "Manusia pertama adalah dari bumi." Allah menciptakan manusia dengan cara yang sama Dia membuat debu. Tidak ada evolusi sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah meniup ke dalam lubang hidungnya nafas hidup. Ini untuk menyampaikan pemikiran bahwa meskipun manusia memiliki semua alat fisik, semua organ untuk kehidupan, realitas kehidupan adalah sesuatu yang sebenarnya bukan bagian dari komponen fisik itu. Ada realitas kehidupan yang transenden yang hanya bisa diberikan oleh Allah. Allah kemudian meniup ke dalamnya kehidupan dan semua organ tubuh mulai bergerak dalam kehidupan harmonis simbiotik mereka. Itu adalah nafas hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Allah secara harfiah meniupkan kehidupan ke dalam segala sesuatu yang hidup, semua yang beranimasi. Itu kata yang sama dengan "roh" tetapi itu hanya untuk manusia. Meskipun Dia menghembuskan nafas hidup ke semua makhluk hidup, hanya ke dalam manusia saja Allah meniupkan kehidupan yang ada dalam gambar-Nya sendiri. Kemudian, akhir dari ayat tujuh, “Dan manusia itu menjadi makhluk hidup.” Itu menjadi jiwa. Allah benar-benar mengambil bentuk fisik itu dan menghidupkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi 1 Korintus 15:45 mengatakan, “Manusia pertama, Adam, menjadi makhluk hidup." Tidak ada evolusi di sini. Tidak ada kelangsungan hidup dari yang terkuat. Tidak ada manusia transisi. Dan saya senantiasa heran atas gagasan evolusi yang aneh, yang tidak berdasar, dan membingungkan yang hanya menciptakan skema irasional untuk menjelaskan apa yang dikatakan Allah dalam satu ayat tentang penciptaan manusia. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div class="imTAJustify"><i class="fs12lh1-5 cf1"> </i></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Oct 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181028</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000052</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dosa dan Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000051"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk memahami siapakah kita sebagai manusia dan siapakah Allah sebagai Pencipta kita, kita perlu mengetahui terlebih dahulu siapakah Allah itu dan siapakah kita sebagai bagian dari ciptaan-Nya. Allah menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia dan malaikat. Dan Allah telah memberikan kita Alkitab sehingga kita dapat mengetahui siapakah Dia dan apakah rencana-Nya bagi kita. Dan Allah kita adalah Allah Tritunggal, di mana Allah Bapa adalah roh, Allah Anak Yesus datang ke bumi dalam bentuk manusia dan Allah Roh Kudus adalah roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai bagian dari ciptaan-Nya, Allah kita menciptakan langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya. Kolose 1:15-17 menggambarkan Kristus sebagai, “Gambar nyata dari diri Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari semua ciptaan. 16 Karena melalui Dialah segala sesuatu diciptakan di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, termasuk juga segala roh yang berkuasa dan yang memerintah. Segala sesuatu diciptakan melalui Dia dan untuk Dia. 17 Dan Dia berada sebelum segala sesuatu, dan di dalam Dia segala sesuatu terdiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang “segala roh yang berkuasa dan yang memerintah” adalah malaikat-malaikat yang diciptakan sebelum manusia di surga untuk menyembah Allah dan melakukan pekerjaan-Nya. Di Yehezkiel 28 kita membaca tentang raja Tirus yang jahat dan kesombongannya, tetapi di belakangnya di ayat 12-13 adalah Setan, “Engkau memiliki meterai kesempurnaan penuh kebijaksanaan dan sempurna dalam keindahan. 13 Engkau berada di Eden, Taman Allah; setiap batu berharga adalah penutupmu. Pengerjaan pengaturan engkau dibuat untukmu pada hari engkau diciptakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam ayat 14-16 dikatakan, “Engkau adalah kerub yang diurapi yang meliputi; Saya menetapkan engkau; engkau berada di gunung suci Allah; engkau berjalan di tengah-tengah batu permata yang gemerlapan. 15 Engkau sempurna dalam kelakuanmu sejak engkau diciptakan, sampai kedurhakaan ditemukan di dalam engkau. 16 “Dengan kelimpahan perdagangan engkau, engkau terisi penuh dengan kekerasan dari dalam, dan engkau berdosa; oleh karena itu Saya mengusir engkau sebagai hal yang najis dari gunung Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan, kerub yang diurapi, malaikat khusus ini yang terlibat dalam penyembahan adalah pemimpin pujian surga. Semuanya baik-baik saja sampai ketidakbenaran ditemukan dalam dirinya. Ayat 17, "Rupamu yang tampan membuat engkau sombong.” Begitu Setan mulai berdosa dosa kesombongan itu dan dia mulai gandrung oleh kemegahannya sendiri dan kemuliaannya sendiri dan keajaiban orangnya sendiri, dia kemudian ingin menjadi Allah dan ingin menggulingkan-Nya dengan kekerasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Lukas kita memiliki referensi untuk kejadian itu ketika dia diusir. Yesus berkata, Lukas 10:18, “Aku melihat Iblis jatuh dari langit seperti kilat.” Dan pilihan yang dibuat malaikat ini mengarah pada kutukannya sendiri dan kutukan dari semua malaikat lain yang bergabung dengannya dalam pemberontakannya melawan Allah. Kemudian kutukan itu mempengaruhi seluruh umat manusia ketika Setan terlibat dalam menyebabkan Adam dan Hawa berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 14 memberikan kita keterangan lebih lanjut. Itu adalah "Setan yang ada di belakang Raja Tirus." Itu juga Setan dalam Yesaya 14 “di belakang Raja Babel." Ayat 12, "Bagaimana engkau jatuh dari surga? Oh, bintang pagi yang cemerlang." Wow, dia adalah kerub yang diurapi, dia adalah bintang pagi cemerlang. Yesaya melihat ke depan kepada penguasa masa depan, yaitu anti-Kristus. Dan di belakang anti-Kristus itu ada malaikat yang jatuh ini, Lucifer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika dia jatuh, dia langsung ditakdirkan masuk neraka. Nah ketika Setan diusir, dia tidak pergi sendirian. Di Wahyu 12: 3-4 kami bertemu dengan Setan, naga besar itu. Ayat 4, “Dengan ekornya ia menyeret sepertiga dari bintang-bintang surga dan melemparkannya ke bumi.” Nah ini menunjukkan kepada kita bahwa ketika Setan jatuh, sepertiga dari malaikat-malaikat ikut bersamanya. Tidak diragukan lagi ini adalah kekuatan malaikat yang sangat besar. Malaikat-malaikat ini bersama dengan Setan menjadi semua kuasa gelap dari dunia ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan sekarang dan mulai saat itu tidak mampu untuk bertobat, yang merupakan hadiah bagi manusia saja dari Allah. Karena itu tidak ada sesuatu di dalam Iblis yang menyebabkan dia bertobat atau ingin bertobat. Dia adalah kejahatan yang tidak bisa ditebus. Dia jahat dan keji dan tidak ada yang lain, korupsinya begitu lengkap sehingga kebaikan tidak akan pernah ada dalam dirinya lagi dengan cara apa pun. Dia berpikir dia bisa menjadi Allah, malah dia menjadi sama sekali sebaliknya dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu kekal, tetapi dosa tidak kekal. Dan karena Allah itu kekal, dan dosa tidak kekal, Allah bukan pencipta dosa. Ada saatnya ketika tidak ada dosa. Itu tidak datang dari luar malaikat yang berdosa dan semua malaikat tersisa lainnya, tetapi dari dalam. Setan, makhluk ciptaan, mulai berdosa di alam malaikat, Adam dan Hawa adalah makhluk ciptaan yang mulai berdosa di alam manusia. Allah memberikan malaikat yang jatuh ini akses untuk sementara waktu kepada kesempurnaan Eden.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan menggoda Adam dan Hawa ada dalam tujuan Allah yang berdaulat. Karena Allah merencanakan keselamatan kita sebelum waktu dimulai. Rencana keselamatan itu datang sebelum kejatuhan Setan dan kejatuhan Adam dan Hawa. Semuanya sesuai dengan rencana Allah. Makhluk agung yang dulunya memilih untuk mengambil spekulasi kosmik akhirnya menjadi bumerang. Tindakannya setelah dilakukan akan menggema untuk selama-lamanya. Seluruh alam semesta akan terhanyut oleh kejutan itu, dan bahkan sekarang Anda dan saya masih merasakan efek yang menyakitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Adam dan Hawa tidak tahu bahwa dalam dosa mereka seluruh umat manusia akan binasa. Tetapi juga melalui dosa mereka akan datang keajaiban keselamatan Allah. Roma 5:12 mengatakan, “Karena itu, sama seperti melalui satu orang dosa masuk ke dalam dunia, dan dengan demikian kematian menjalar pada seluruh umat manusia, karena semua orang telah berbuat dosa.” Ayat 15, “Sebab jika dengan satu pelanggaran banyak orang mati, jauh lebih besar kasih karunia Allah dan hadiah anugerah Allah dari satu orang, Yesus Kristus, berlimpah bagi banyak orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih lanjut dikatakan bahwa di dalam Adam semua mati sehingga di dalam Kristus semua akan dihidupkan. Bukankah ini luar biasa bahwa hal kosmik yang hebat ini sedang terjadi? Konflik di surga antara malaikat terurap dan Allah sendiri dan sekarang konflik antara kekuatan iblis jahat dan malaikat-malaikat suci. Dan ia turun ke bumi dan mengotori seluruh alam semesta yang diciptakan di tengah-tengah ledakan kejahatan yang luar biasa ini dengan korupsi yang meluas ke setiap bagian ciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitu masuk ke taman, ke dunia manusia datanglah mahluk supranatural ini, Setan. Dia berhasil menggoda Adam dan Hawa dan seluruh umat manusia dan semua lingkungan di alam semesta dirusak oleh pilihan jahat mereka. Allah melangkah masuk untuk menyelamatkan orang berdosa dengan mempersembahkan Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib demi mereka. Orang-orang berdosa yang seharusnya masuk ke dalam neraka telah diberikan surga dengan murah hati. Kami tidak akan memahami semua alasan tetapi kami mengerti anugerah dan keselamatan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 3, kita belajar bagaimana ciptaan sempurna dari semua kebaikan dan hanya kebaikan oleh Allah menjadi rusak dan jahat. Jika Anda mempelajari Perjanjian Baru, Anda akan menemukan sejumlah referensi tentang Adam, salah satunya ada dalam silsilah Yesus dalam Lukas 3:38, silsilah Yesus dimulai dari Adam melalui putranya sampai kepada Tuhan sendiri. Perjanjian Baru mengacu pada Setan sebagai ular di Taman, sebagai mahluk yang menipu Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3:1, “Nah ular itu lebih licik dari segala binatang di padang yang dibuat oleh Tuhan Allah. Dan dia berkata kepada wanita itu, “Apakah Allah memang berkata, 'Engkau tidak boleh makan setiap pohon di taman'?" Kejadian 3: 6-7, "Jadi ketika wanita itu melihat bahwa pohon itu baik untuk dimakan, bahwa itu kelihatannya indah, dan pohon yang diinginkan itu akan membuat orang bijak, dia mengambil buahnya dan memakannya. Dia memberi juga kepada suaminya, dan dia pun memakannya. 7 Maka mata mereka berdua terbuka, dan mereka sadar bahwa mereka telanjang; dan mereka menjahit daun pohon ara dan membuat penutup mereka sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah peristiwa yang paling menyedihkan di dalam sejarah. Semua masalah, pribadi dan lingkungan, semua yang salah, jahat, tidak bermoral, tidak lengkap, semua yang membusuk, semua kesulitan, semua kebencian, semua kecemburuan, semua iri hati, semua kepahitan, semua pembalasan dendam, semua ketakutan, semua kesalahan, semua intimidasi, semua manipulasi, semua penyimpangan, semua distorsi, semua yang gagal menjadi sesempurna Allah, berasal dari peristiwa yang satu ini. Ini benar-benar mendefinisikan kehidupan di alam semesta kita ini. Itu adalah alasan untuk semua ketidaksempurnaan dan kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan memiliki satu tujuan dalam pikirannya, ia adalah pengacara kejahatan. Strateginya adalah kebohongan, atau penipuan. Itulah sebabnya mengapa Yesus dalam Yohanes 8:44 menyebut Setan bapa segala dusta. Dia berbohong tentang karakter Tuhan, dan dia berbohong tentang Firman Tuhan. Dan dia menargetkan ciptaan Allah tertinggi di dunia alam, yaitu manusia. Manusia adalah makhluk yang dapat mereproduksi, tidak seperti Ketuhanan di mana Trinitas bersifat kekal dan tidak seperti para malaikat, di mana beberapa mahluk sekarang sudah jatuh dan sebagian lagi suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan menurut 2 Korintus 11:14, “Iblis sendiri pun menyamar sebagai malaikat terang.” Ia ingin supaya Anda percaya bahwa ia mengatakan kebenaran dan Allah dari Alkitab adalah pembohong. Itu strateginya. Jika Setan dapat membuat Anda percaya bahwa karakter Allah tidak dapat dipercaya dan oleh karena itu Firman Allah tidak dapat dipercaya tetapi dia dapat dipercaya, maka dia telah mencapai tujuannya. Dan itulah tepat yang dia lakukan di dunia saat ini, bahkan juga dalam hidupmu dan hidupku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak dari kalian memiliki pengalaman dengan malaikat yang jatuh atau setan-setan yang suka menipu kalian dalam membuat kalian berpikir bahwa mereka mengontrol kehidupan. Mereka juga memberi tahu kalian bahwa tradisi manusia lebih penting daripada Firman Allah. Tetapi mereka adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah yang telah jatuh dan akan selalu berbohong dan pada akhirnya akan masuk neraka untuk selamanya. Mereka adalah roh-roh yang ingin disembah yang kemudian memberi Anda sedikit kekuatan. Tetapi kebohongan mereka menyebabkan kematian rohani dan jasmani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan dalam Keluaran 20: 3-5 dalam Sepuluh Perintah, “Jangan menyembah ilah-ilah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagi dirimu patung yang diukir – menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi; 5 Jangan menyembah atau melayani mereka. Karena Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu.” Setan mulai memberi kalian implikasi bahwa Allah tidak ingin memberi kalian sesuatu yang baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segera setelah kita tidak dengan sepenuh hati, percaya ke pada kebijaksanaan dan kebaikan Allah, kalian ada masalah besar, dan kalian telah berdosa. Hawa berdosa, bukan ketika dia memakan buah terlarang, tetapi dia berdosa ketika dia berhenti percaya bahwa Allah itu baik dan hanya baik. Semua dosa itu percaya pada dusta Setan bahwa ada kesenangan, kepuasan, dan kepenuhan di luar. Dan Allah hanya berusaha membatasi kalian karena Allah itu sempit dan bersifat membatasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebohongan utama Setan adalah bahwa tidak akan pernah ada penghakiman atas dosa. Dia ingin memastikan orang-orang berpikir ketika mereka meninggal, mereka hanya akan didaur ulang oleh reinkarnasi. Atau bahwa ketika mereka mati ada cahaya terang dan mereka akan pergi ke suatu tempat indah yang menyenangkan. Atau dia ingin membuat orang berpikir bahwa ketika mereka meninggal, mereka akan menghilang begitu saja. Setan berkata, "Tidak ada otoritas mutlak. Dan tidak ada konsekuensinya. Anda tidak akan mati, Hawa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3:4, “Lalu kata ular itu kepada perempuan itu, “Kalian tidak akan mati.” Nah ini penolakan berani terhadap apa yang dikatakan Allah. Allah memberi tahu kalian kebenaran tetapi Setan selalu berbohong. Ayat 5, “Sebab Allah tahu bahwa pada hari kamu memakannya, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat.” Pesan di sini adalah bahwa Allah membatasi kamu karena Dia tidak mengasihimu. Psikologi modern juga mengatakan bahwa hukum kategoris itu berbahaya. Jiwa haruslah benar-benar bebas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan mengatakan bahwa Allah tidak menginginkan siapa pun pada tingkat-Nya dan Dia tahu bahwa jika kalian melakukan itu, kalian akan menjadi seperti Dia.” Kalian akan mengetahui semua kesenangan yang diketahui Allah. Dan ketika kalian dan saya berdosa, kita percaya kebohongan yang diberitakan Setan kepada Hawa. Dia tidak akan tahu mana yang baik dan yang jahat seperti yang dia pikir. Allah tahu kebaikan dan kejahatan seperti seorang ahli bedah kanker mengetahui kanker, yang sangat berbeda dari cara seorang pasien mengetahuinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kalian miliki di sini dalam Kejadian 3 bukanlah mitos, dan itu bukan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Itu adalah Firman Allah yang tertulis dan diilhami. Dan itu menjelaskan kepada kita mengapa hal-hal adalah seadanya dan bagaimana dosa itu datang ke dunia kita dan bagaimana hal itu mulai mempengaruhi dunia kita. Sekarang kalian harus memahami dosa kalian dan percaya bahwa itu salah. Kalian harus bekerja melalui rasa takut akan penghakiman yang telah ditulis Allah dalam hati kalian dan dalam hati nurani kalian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hawa ditipu oleh ular melalui seluruh proses. Adam baru saja bergabung dalam dosa itu karena alasan yang tidak diketahui. Namun kedua-duanya tidak menaati Allah. Allah memang mengatakan janganlah makan itu, dan mereka tidak menaati Allah. Dan itulah dosa. Dan saat Adam memutuskan untuk ketidaktaatan, segera prinsip pembusukan dan kematian memasuki hidupnya dan pada saat itu seluruh umat manusia jatuh ke dalam kejahatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebagai manusia terus dicobai oleh iblis dengan cara yang sama waktu iblis mencobai Yesus dalam Lukas 4:3, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah batu ini menjadi roti.” Yesus pada saat itu telah berpuasa selama 40 hari, jadi Dia lapar. <b>Itulah nafsu kedagingan</b>. Tetapi dengarkan jawaban Yesus dalam ayat 4, “Ada tertulis, 'Manusia tidak dapat hidup dari roti saja, tetapi oleh setiap kata firman Allah.” Yesus berkata saat Allah siap untuk memberi makan kepada Ku, Dia akan memberi Aku makan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5-7, “Kemudian iblis, membawa Dia ke atas gunung yang tinggi, dan dalam sekejap mata menunjukkan kepada-Nya semua kerajaan di dunia. 6 Dan Iblis berkata kepada-Nya, “Semua otoritas dan kemuliaan mereka ini akan aku berikan kepada-Mu; 7 Semuanya akan menjadi milik-Mu jikalau Engkau sujud menyembah saya.” <b>Itulah nafsu mata</b>. Ayat 8, “Yesus menjawab, “Berdirilah di belakang-Ku, Setan! Sebab ada tertulis: "Sembahlah Tuhan Allahmu, dan layanilah Dia saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9-11, “Kemudian dia membawa-Nya ke Yerusalem, menempatkan Dia di puncak bait suci, dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, lemparkanlah diri-Mu dari sini. 10 Sebab ada tertulis: 'Allah akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya untuk mengawasi Engkau, untuk menjaga Engkau,' 11 dan, 'Di tangan mereka mereka akan menyambut Engkau, supaya kaki-Mu tidak terbentur pada batu.'” <b>Itulah kesombongan hidup</b>. Kita berdosa karena kita mencari nafsu kedagingan, nafsu mata dan kesombongan hidup kita, selalu ketiga yang sama itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 5:12, “Karena itu, sama seperti dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan dari dosa itu timbullah kematian, dengan demikian kematian menyebar pada seluruh umat manusia, sebab semua orang telah berbuat dosa.” Dosa Adam sebagai kepala pasangan adalah bagaimana dosa masuk ke dunia. Dan dengan itu datanglah kematian: kematian rohani, kematian jasmani dan kematian kekal. Apa pun yang Adam lakukan dengan cara korupsi, kita berada di sana dalam gen-gennya dan gen-gen Hawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berulang kali Paulus mengatakan bahwa keberdosaan kita adalah hasil dari dosa Adam. Ketika dia berdosa, dia menjatuhkan seluruh umat manusia yang menjadi keturunan dari pasangan aslinya. Sisi lain dari hal ini adalah ketika Paulus berbicara tentang Yesus sebagai Juruselamat dan Yesus membebaskan kalian dari dosa kalian. Ayat 15, “Karena pelanggaran satu orang menyebabkan banyak orang mati, lebih besar lagi anugerah Allah dan hadiah keselamatan satu orang, yaitu Yesus Kristus, yang diberikan-Nya kepada banyak orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 18-19, “Jadi, sebagaimana pelanggaran satu orang mengakibatkan seluruh umat manusia dihukum, begitu juga perbuatan satu orang yang mengikuti kehendak Allah, mengakibatkan semua orang dibebaskan dari kesalahan dan diberi hidup. 19 Dan sebagaimana banyak orang menjadi orang berdosa karena satu orang tidak taat, begitu juga banyak orang akan dibenarkan karena ketaatan satu Orang kepada Allah.” Mengapa kita bertanggung jawab atas perbuatan Adam? Di sisi lain, bagaimana kalian dapat diselamatkan oleh perbuatan Yesus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitulah cara Allah merancangnya untuk kemuliaan-Nya. Allah mengijinkan ini agar dosa bisa datang, supaya Dia dapat menghancurkannya sehingga itu tidak bisa lagi menjadi kemungkinan. Dan dalam proses itu Dia akan menyelamatkan orang berdosa yang percaya dan menghakimi orang berdosa yang tidak percaya. Dan karena itu Dia akan menempatkan diriNya dihadapan orang untuk menunjukkan kuasa-Nya, dan kasih karunia-Nya dan keadilan-Nya. Jadi Allah mengijinkan itu terjadi. Sama seperti kita jatuh melalui satu manusia, kita bangkit kembali melalui satu manusia, yaitu Adam terakhir, Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, setelah Adam dan Hawa tahu kejahatan pribadi, karena mereka melakukannya, cara berpikir yang baru memasuki pikiran mereka. Mereka jahat. Dan mereka malu. Mereka merasa sadar diri. Mereka merasa bersalah. Mereka merasa takut. Dan mereka dicengkeram oleh emosi baru - keinginan untuk berbuat jahat, penyimpangan, nafsu dan rasa malu. Kesucian mereka rusak. Mereka dikejutkan oleh pikiran yang jahat dan tidak murni.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan pemberian murni pernikahan itu begitu tercemar sehingga mereka merasa bahwa mereka perlu menyembunyikan kemaluan mereka dari Allah dan dari satu sama lain. Bagian tubuh mereka yang merupakan sumber sukacita dan sumber kehidupan menjadi sumber rasa bersalah dan mereka malu dalam keadaan telanjang. Dan mereka melakukan hal yang tepat. Mereka menjahit daun pohon ara dan membuat penutup kemaluan. Ini adalah usaha lemah untuk menutupi rasa malu mereka dan menutupi rasa bersalah mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3:21, “Maka Tuhan Allah membuat tunik dari kulit untuk Adam dan istrinya, dan mengenakan-Nya kepada mereka.” Supaya Allah dapat membikin mereka pakaian dari kulit, apakah yang harus dilakukan Allah? Dia harus membunuh seekor binatang untuk pertama kalinya. Jadi Allah menunjukkan kepada kita bahwa dosa hanya bisa ditutupi oleh Allah melalui pengorbanan. Dari sinilah ceritanya mulai tentang kasih dan anugerah Allah, dan betapa sedikit orang yang menerimanya, dan bagaimana dunia menolaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita miliki di sini pada dasarnya adalah sumber kebejatan manusia. Kerusakan manusia dapat didefinisikan sebagai kondisi jiwa manusia di mana tidak ada yang benar-benar baik, baik secara rohani, di mana tidak ada ketaatan sejati kepada Allah. Ini adalah kondisi jiwa spiritual di mana tidak ada persekutuan dengan Allah. Ini adalah kondisi jiwa manusia di mana ia tidak akan mengakui dosa dan hanya memperhatikan dirinya sendiri dengan konsekuensi dosa, bukan dosa itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kondisi jiwa manusia di mana upaya setiap hari adalah menyalahkan orang lain dan ada upaya konstan untuk membebaskan diri dan meninggikan diri. Ini adalah kondisi jiwa manusia yang sangat dalam dan begitu dalam sehingga orang berdosa bahkan tidak mampu dengan jujur bertobat. Dan kondisi ini berlaku untuk setiap manusia yang lahir di dunia. Surga hilang bukan hanya untuk Adam dan Hawa, tetapi untuk semua orang. Umat manusia, semua orang dilahirkan dalam kondisi ini karena apa yang dilakukan Adam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bereaksi terhadap ini dalam Kejadian 3: 14-15, “Jadi Tuhan Allah berkata kepada ular itu: “Karena engkau telah melakukan ini, engkau dikutuk lebih dari semua ternak, dan lebih dari segala binatang di lapangan; mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu. 15 Dan Aku akan menempatkan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, dan antara keturunanmu dan Benihnya; Dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan memberi memar pada tumit-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah keadilan ilahi yang memberikan hukuman yang sempurna. Jelas ada konsekuensi alami terhadap dosa. Apapun yang ditabur orang, ia menuai. Jika kalian berbohong, ada konsekuensi pada kebohongan kalian. Jika kalian mengonsumsi narkoba, perilaku semacam itu memiliki konsekuensi tersendiri. Jika kalian dicirikan oleh kemarahan, ada konsekuensinya sendiri. Jika kalian terlibat dalam homoseksualitas, dosa seksual, jika kalian membunuh orang - apapun kategori dosa itu, pasti akan ada efeknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada realitas yang lebih besar dari itu, ada penghakiman ilahi di tambah konsekuensi alami. Ada rangkaian bawaan alami yang bahkan bisa kita sebut sebagai murka. Kita perlu memahami bahwa jauh lebih besar dari itu, adalah hukuman yang turun dari Allah pada dosa. Di sini Allah menentukan keadilan ilahi yang pantas dan adil. Penghakiman wanita adalah (ayat 16), rasa sakit waktu melahirkan anak. Penghakiman pria (ayat 17), tanah dikutuk dan dia harus hidup dengan upaya keringatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu berdaulat, Dia selalu memerintah. Dan di sini Dia menunjukkan kedaulatannya melalui kutukan ini. Ular melambangkan iblis yang direndahkan dan dikalahkan. Tetapi di ayat 15 kita juga menemukan presentasi pertama dari kabar baik. Itu telah disebut secara harfiah selama berabad-abad proto evangelium. Proto berarti yang pertama atau prototipe - evangelium pertama, yang berarti Injil pertama. "Dan Aku akan menempatkan permusuhan antara engkau dan wanita itu, dan antara keturunanmu dan Benih-nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata, “Saya akan mengubah umat manusia melawan Anda.” Allah berkata kepada Setan, “Jika Anda berpikir Anda telah memenangkan seluruh umat manusia, Anda salah. Akan ada permusuhan dari manusia terhadap Anda. Anda tidak akan mendapat kontrol penuh. Anda tidak akan memiliki seluruh umat manusia.” Allah akan memungkinkan manusia dalam kondisinya yang penuh dosa, untuk sepenuhnya berubah sehingga ia akan membenci ular dan mengasihi Allah. Itulah permusuhan yang telah ditempatkan di antara Setan, dan wanita serta Benih-nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Harus ada perubahan mendalam dalam hati manusia untuk membalikan manusia kepada Allah. Itu sangat mendalam sehingga Perjanjian Baru membicarakan itu sebagai kelahiran baru. Ini begitu mendalam sehingga para nabi, Yehezkiel dan Yeremia, membicarakan hal itu sebagai memiliki hati yang baru. Ini adalah saran pertama ada regenerasi, saran pertama ada transformasi, saran pertama ada keselamatan, saran pertama dari kabar baik. Jadi Injil pertama kali diberikan, bukan dalam sebuah janji, tetapi dalam sebuah kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, "Karena permusuhan antara kamu dan wanita, dan antara keturunanmu dan keturunannya, akan terjadi karena benih wanita itu akan meremukkan kepalamu ketika engkau akan memar tumit-Nya.” Allah di sini berbicara tentang benih seorang wanita yang adalah seorang Pria. Alkitab berbicara banyak tentang benih laki-laki, karena benih ada di dalam laki-laki, bukan di dalam wanita. Tetapi ada satu yang dilahirkan tanpa benih laki-laki, dan itu adalah Kristus yang dilahirkan dari perawan, Anak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah satu-satunya manusia yang tidak dihasilkan oleh benih manusia. Satu-satunya saat seorang wanita memiliki benihnya sendiri. Dia lahir dari perawan. Jelas itu adalah kesaksian dari Injil Matius. Jelas itu adalah kesaksian dari Galatia 4: 4, “lahir dari seorang wanita.” Yesaya 7:14, “lahir dari seorang perawan.” Akan ada satu Pria yang berasal dari benih seorang wanita yang akan menjadi perusakmu. Ini jelas adalah Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan memahami nubuatan ini. Setan selalu melakukan semua yang dia bisa untuk mencegah kelahiran benih wanita itu, dan menghilangkan nyawa benih itu sebelumnya Dia dapat menghancurkan kepalanya. Jadi dikatakan di ayat 15, “Ia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan memar tumitnya.” Dia akan memukul dan menghancurkan kepala Setan. Tumit benih wanita itu akan memar, yaitu serangan tanpa ada kerusakan permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan memar Anak Allah. Yesaya 53:5 mengatakan, “Dia didera oleh karena kejahatan kita.” Lukas 22: 52-53 mengatakan bahwa Yesus mengakui bahwa “inilah saat kuasa kegelapan.” Setan memberi memar kepada-Nya di kayu salib, yang memungkinkan ada penebusan semua pendosa yang mengasihi Allah dan membenci Setan. Tetapi Dia yang tumitnya sudah dimemarkan, pada saat yang sama, meremukkan kepala Setan. Itu adalah serangan yang menghancurkan kepala Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Yesus mengalahkan Setan di kayu salib? Dengan menyediakan penebusan yang dibayar penuh untuk dosa-dosa semua orang yang dihidupkan Allah secara rohani. Dengan memuaskan keadilan Allah, dengan membayar hutang penuh kepada Allah, dengan menaklukkan maut, dengan membuka surga - semua karya Kristus yang luar biasa di kayu salib, itu adalah pukulan yang menghancurkan kepala Setan. Sebelum Allah mengirim mereka keluar dari Taman Eden dan melarang mereka untuk kembali, harapan ditempatkan di dalam hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari sisi Allah, penebusan dan jaminan diperkenalkan yang meringkaskan keselamatan. Manusia percaya dengan hati yang bertobat dan Allah memberikan penebusan dan menjamin orang berdosa yang percaya itu untuk selama-lamanya. Apakah yang dituntut dari orang itu adalah pertobatan dan kepercayaan. Dan semuanya ada di sini. Keselamatan orang-orang berdosa, pembebasan mereka, dan penyelamatan mereka dari dosa selalu terjadi oleh iman dan pertobatan melalui penebusan dan kuasa Allah untuk menjamin bahwa kita memiliki hidup kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Haruslah ada iman, supaya ada keselamatan bagi pendosa itu, supaya ia dibebaskan dari kuasa dosa dan Setan, dan supaya ia dibebaskan dari maut. Keselamatan sepanjang Firman Allah, dari sini sampai akhir sejarah penebusan, selalu terjadi oleh iman. Tidak pernah ada orang yang diselamatkan oleh karyanya sendiri. Dan apakah yang kami maksud dengan itu? Percaya Allah, saat Dia berbicara. Artinya percaya sepenuhnya apapun yang Allah katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah gambaran keselamatan. Adam dan Hawa berusaha menutupi diri mereka tetapi itu tidak cukup. Disini terdapat gambaran penebusan di mana Allah melalui pengorbanan korban yang tidak bersalah, seekor binatang dibunuh sehingga pakaian dapat dibuat untuk menutupi orang berdosa itu. Allah menutupi orang berdosa dengan jubah kebenaran, melalui korban penebusan dari korban yang tidak bersalah. Kristus mati sebagai Anak Domba Allah yang tanpa dosa dan melalui kematian-Nya ada jubah kebenaran yang disediakan untuk menutupi orang berdosa itu.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181021</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000051</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Imoralitas]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000050"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masyarakat di mana kita hidup saat ini, boleh kita namakan sebagai abad 21 yang seksi. Itu tampaknya menjadi hal yang mendominasi segalanya. Setiap produk yang dijual, dijual dengan bebagai tawaran sensual. Film telah berubah di mana pornografi adalah fakta, rutinitas setiap hari. Kami terus-menerus menerima penyebaran bahwa aktivitas seksual sama saja dengan makan dan minum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami ada masalah besar dengan moralitas dan imoralitas. Mereka telah meninggikan homoseksualitas dan pernikahan sesama jenis dan aborsi dimana sekarang itu dianggap hal-hal biasa saja. Secara historis, apakah Anda membicarakan Israel atau gereja Perjanjian Baru, keadaan ini sangat sulit bagi umat Allah untuk menetap sebagai pulau di dalam lautan penyembahan berhala, tanpa dipengaruhi olehnya. Dan lebih dari itu, dan malah menjadi toleran terhadapnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Media telah mengkomunikasikan penyimpangan seksual melalui musik, radio, televisi, internet, buku dan majalah, dan seterusnya sampai ke tempat di mana hampir dengan sikap tidak peduli kita melihat semua itu. Dan mereka didasarkan pada dosa filosofis dan intelektual, tetapi juga oleh dosa kedagingan dan fisik. Dosa itu tidak terjadi dalam isolasi. Jika orang hidup di dalam kedagingan, itu akan keluar sendiri dengan cara lain juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam 1 Korintus 5 Paulus mulai berurusan dengan amoralitas. Ada situasi di mana imoralitas seksual di gereja benar-benar mengejutkan orang-orang di luar gereja. Dan itu bukan seolah-olah mereka tidak tahu apakah standar Allah. Paulus telah mengajari mereka dan mereka memiliki Apolos dan beberapa ajaran dari Petrus tentang bagaimana Allah memandang imoralitas seksual. Meskipun semua informasi ini ada, mereka terus membiarkan imoralitas berlanjut di gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 5:1 mengatakan, “Sebenarnya dilaporkan bahwa di antaramu ada percabulan seksual, dan percabulan seksual seperti itu bahkan tidak disebutkan di antara orang bukan Yahudi - bahwa seorang pria berzinah dengan istri ayahnya!” Kata untuk ‘tidak bermoral’ adalah 'porneia', yang berarti segala macam keterlibatan seksual. Hari ini itu dinamakan pornografi. Kata dasarnya, porne, berarti pelacur untuk disewa. Bentuk maskulin, pornos, berarti pelacur laki-laki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Korintus dan Athena, menurut sejarawan, adalah dua kota yang paling bejat. Bahkan ibadah mereka pun tidak bermoral. Mereka ada pelacur-pelacur di kuil-kuil mereka di mana orang-orang pergi untuk beribadah. Pandangan Yunani tentang kehidupan adalah gagasan bahwa seks hanyalah dorongan biologis dan seks diperlakukan sama seperti kebutuhan Anda untuk tidur atau olahraga atau makan. Tetapi mereka melarang wanita mana pun untuk melakukannya di luar pernikahannya, sementara seorang pria dapat melakukan apa saja yang di inginkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Pentateukh, yaitu Hukum Musa, Allah menetapkan sikap dasar-Nya. Dalam Ulangan 22 misalnya jika seorang pria menikahi seorang wanita dan ketahuan bahwa dia bukan perawan, orang tuanya itu harus membuktikan dengan bukti fisik kepada para penatua bahwa putri mereka benar-benar adalah seorang perawan. Jika para penatua setuju, denda untuk orang itu adalah 100 syikal perak dan dia harus tetap menikah dengannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain jika perempuan itu tidak perawan, dia akan dilempari batu sampai mati. Jika ada perzinahan, maka keduanya akan mati. Tetapi jika seorang pria memperkosa seorang gadis di ladang di mana tangisannya minta tolong tidak dapat didengar, maka hanya pria yang memperkosanya akan mati. Nah, semua itu hanya untuk menunjukkan kepada kalian bagaimana perasaan Allah terhadap imoralitas. Itu adalah penyebab eksekusi di dalam Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Baru, Tuhan berbicara tentang pelecehan, imoralitas dan perzinahan dan mengatakan bahwa segala jenis amoralitas bertentangan dengan kerajaan Allah. 1 Korintus 6:9-10 mengatakan, “Tahukah kalian, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Allah? Janganlah tertipu. Orang yang berbuat cabul, orang yang berzinah, atau homoseksual, atau sodomi, 10 atau pencuri, atau serakah, atau pemabuk, dan pemeras, semua orang seperti itu tidak akan mewarisi kerajaan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 10: 8-11 mengatakan, “Kami juga tidak boleh melakukan percabulan, seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, dan dua puluh tiga ribu orang mati dalam satu hari; 9 dan janganlah kita mencobai Kristus, seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular; 10 dan janganlah menggerutu, seperti dilakukan sebagian dari mereka, sehingga mereka dihancurkan oleh sang perusak. 11 Nah semua hal ini terjadi pada mereka sebagai contoh, dan itu ditulis untuk peringatan kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua ditulis dan dicatat untuk keuntungan kita, supaya kita tahu bagaimana perasaan Allah terhadap kegiatan macam itu. Tidak boleh ada amoralitas, tidak boleh ada aktivitas seksual, tidak boleh ada pergaulan bebas, yaitu main seks, tidak boleh ada hal-hal seperti itu, seperti menjadi banci, tidak boleh ada masokisme, atau sadisme, atau homoseksualitas, atau lesbianisme, atau seks dengan binatang, semua hal dalam kategori itu dilarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sikap Kristen tentang seks haruslah menjadi tanggung jawab dengan penuh hormat. Janganlah kita bercanda tentang seks, alasannya sama, janganlah kita bercanda tentang Perjamuan Kudus. Bukannya seks itu jahat; itu adalah karena seks itu suci dan bercanda tentang itu tidak senonoh. Seks adalah anugerah yang diberikan Allah untuk dijaga bagi yang dikasihi, kepada seseorang yang dapat menawarkan dirinya dalam persatuan perkawinan seumur hidup yang indah dan bertanggung jawab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 12:1-2 mengatakan, “Saudara-saudara, saya minta supaya kalian mempersembahkan tubuhmu sebagai korban hidup, yang kudus, yang diterima oleh Allah, yang merupakan pelayananmu yang patut. 2 Dan janganlah menyesuaikan dirimu dengan dunia ini, tetapi transformasikan diri kalian oleh pembaharuan pikiran kalian, supaya kalian dapat membuktikan apa yang adalah kehendak Allah yang baik dan dapat diterima dan sempurna.” Tubuh saya adalah milik Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa seksual bukan hanya merugikan, tetapi juga mengontrol. 1 Korintus 6:12 mengatakan, “Saya boleh melakukan segala sesuatu secara sah, tetapi saya tidak akan membiarkan saya dikuasai oleh apa pun.” Semakin banyak kalian dipengaruhinya, semakin itu mengontrol kalian. Salah satu hal yang dilakukan oleh dosa khusus ini, seperti semua dosa lainnya, adalah bahwa itu membuat orang menjadi budak. Tetapi ada hal lain yang dilakukan dosa seksual, itu menyesatkan kita. Pikiran kita dikontrol dan disesatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tubuh kalian tidak diciptakan untuk seks; tubuhmu diciptakan untuk Allah. Dan Allah memiliki desain khusus untuk itu. Itulah sebabnya 1 Korintus 6:14 berkata, “Allah sudah membangkitkan Tuhan, begitu juga Allah akan membangkitkan kita dengan kuasa-Nya sendiri.” 1 Korintus 15:53-54 berkata “Karena yang dapat dikorupsi ini harus diganti dengan yang tidak dapat dikorupsi, dan tubuh fana ini harus diganti dengan tubuh kekal. 54 Maka terjadilah apa yang dikatakan pepatah tertulis, “Kematian ditelan kemenangan.” Kita akan masuk ke dalam eksistensi yang baru dan mulia. Tubuh kita yang penuh dosa akan digantikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda harus menyadari bahwa tubuh Anda dikuduskan sebagai bejana untuk Allah. Itu bukan hanya milik Allah tetapi itu menjadi satu dengan Kristus. 1 Kor. 6:15-16, “Tidak tahukah kalian, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Haruskah saya mengambil anggota Kristus dan menjadikan mereka anggota pelacur? Tentu tidak! 16 Atau tidak tahukah Anda, bahwa siapa yang bersetubuh dengan perempuan sundal adalah satu tubuh dengan dia? Karena Dia berkata, “keduanya akan menjadi satu daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17, “Tetapi dia yang menyatukan dirinya dengan Tuhan adalah satu roh dengan-Nya.” Karena itu sangat serius, perhatikanlah ayat 18-19, “Jauhilah dirimu dari amoralitas seksual. Setiap dosa yang dilakukan manusia terjadi di luar tubuh, tetapi orang yang melakukan pelanggaran seksual berdosa terhadap tubuhnya sendiri. 19 Apakah Anda tidak tahu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang ada di dalam Anda, yang Anda peroleh dari Allah, dan Anda bukan kepunyaanmu sendiri?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap dosa lain mendekati dari luar, tetapi yang satu ini bertumbuh dari dalam. Dosa-dosa lain memiliki stimulus eksternal. Ini tampaknya memiliki stimulus internal. Penyebab dosa lain mungkin dari luar. Penyebab ini datang dari dalam. Ini lebih merusak daripada obat-obatan, lebih merusak daripada alkohol. Sesuatu yang berada di dalam orang itu dipengaruhi oleh dosa ini, sehingga dia berdosa melawan tubuhnya sendiri dengan cara yang sangat serius.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata dalam Matius 5:28, “Barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya.” Jadi janganlah Anda memberi makan apapun yang menyebabkan itu di dalam Anda, meskipun tindakan itu sendiri tidak terwujud. Intinya adalah, kehendak Allah adalah supaya Anda menjauhkan diri dari dosa seksual. Dan itu bukan berarti untuk menghindarinya dengan mendekati sedekat mungkin, melainkan jauhkanlah dirimu sejauh mungkin supaya menjadi terpisah sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua penyakit kelamin adalah reaksi ilahi terhadap dosa. Tetapi tidak semua korban penyakit kelamin atau AIDS atau yang lainnya adalah orang berdosa. Ada banyak orang yang mungkin orang yang tidak bersalah yang memperoleh penyakit itu melalui cara-cara bukan dari dosa seksual. Tetapi memang itu adalah penghakiman Allah atas masyarakat yang berdosa dan orang-orang yang melakukan hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu kesimpulannya ada di ayat 20, "Muliakanlah Allah di dalam tubuh dan rohmu, yang adalah milik Allah, muliakanlah Allah.” Efesus 5:3 berkata, “Janganlah sekali-kali ada percabulan di antara kalian.” Ibrani 13:4 mengatakan, “Pernikahan biar dihormati semua orang, dan tempat tidur jangan tercemar, namun orang cabul dan orang berzinah akan dihukum Allah.” Tidak ada jalan keluar dari konsekuensinya. Dapatkah kalian diperbudak olehnya? Iya. Apakah kalian akan disesatkan olehnya? Iya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan dalam 2 Timotius 2:22, "Larilah dari nafsu orang muda.” Larilah dari sumber pencobaan. Ini sangat penting bagi pasangan muda yang mengasihi Tuhan dan berencana untuk menikah dan berada dalam situasi yang terkompromi karena mereka tidak dapat mengendalikan keinginan fisik mereka. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah memisahkan diri. Perhatikanlah apa yang kalian lihat, perhatikanlah apa yang kalian baca dan perhatikanlah apa yang memenuhi pikiran kalian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Daud, yang telah berdosa amoralitas dengan Batsyeba. Dan hasilnya akibat situasi yang mengerikan itu, di mana Uria, suaminya, terbunuh dan Daud hidup dengan rasa bersalah yang luar biasa ini. Mazmur 51 mengatakan dia menjadi sakit dan lemah, dan dia kesepian, dan dia sedih, dan dia bersalah, dan kerusakan mengerikan yang datang kepada Daud. Ada banyak hal yang membahayakan kita, jadi hindarilah mereka semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Bagaimana Anda dapat menghindari dosa seksual?" Kalian berjalan dalam Roh. Apakah artinya berjalan di dalam Roh? Kunci untuk berjalan di dalam Roh adalah dengan hidup dipenuhi Roh. Efesus 5:17 mengatakan, "Jangan minum anggur berlebihan tetapi jagalah supaya tetap dipenuhi Roh.” Nah, kunci untuk dipenuhi Roh adalah membiarkan Firman Kristus tinggal di dalam Anda sepenuhnya. Efesus 5:18 mengatakan, "Hendaklah kalian dikuasai oleh Roh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dipenuhi oleh Roh, untuk diberi energi oleh Roh berarti diarahkan oleh apa yang telah diungkapkan oleh Roh di dalam Firman Allah. Bukan hanya untuk mengetahui Firman Allah, tetapi untuk membiarkannya tinggal didalam Anda, biarkanlah itu mendominasi Anda dengan segala kekayaannya. Kita semua kembali ke titik membiarkan Firman Allah masuk ke dalam pikiran dan hati kita sebagai faktor pengontrol.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah alat pengudusan yang telah diberikan Allah kepada kita? Itu adalah tubuhmu. Jadi kita berbicara di sini bukan tentang mengendalikan istri Anda, tetapi mengendalikan tubuh Anda. Ini tentang penguasaan diri. Apakah yang harus saya lakukan untuk menguasai diriku? Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 9:27, “Saya memukul tubuhku sampai saya dapat menguasainya." Dalam 1 Korintus 6:12, Paulus berkata, "Saya tidak mau dikuasai oleh apa pun.” Dalam ayat 13 dia berkata, "Tubuh bukan untuk amoralitas, tetapi untuk Tuhan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Belajarlah untuk menguasai diri saja. Belajarlah untuk menciptakan lingkungan yang di disiplin. Orang yang makan terlalu banyak, atau tidur terlalu banyak, atau buang waktu terlalu banyak, atau bicara terlalu banyak, atau belanja terlalu banyak, atau bermain game terlalu banyak, atau menyiakan waktu apapun terlalu banyak, adalah kandidat untuk bencana besar karena mereka tidak memiliki penguasaan diri. Buah Roh terakhir menyebutkan penguasaan diri. Mintalah berkat itu dari Allah!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah juga telah memberi Anda suatu perangkat dan kita semua memilikinya, itu disebut hati nurani. Roma 2 menggambarkan hati nurani sebagai sesuatu yang memberi alasan atau menuduh Anda. Ini adalah perangkat peringatan, itu adalah sistem peringatan yang dibangun di dalam setiap manusia. Nah pada dasarnya Anda memiliki dua sistem peringatan. Yang pertama disebut rasa sakit dan yang kedua disebut hati nurani. Rasa sakit adalah cara Allah untuk melindungi Anda dari penghancuran diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari sudut pandang spiritual, hati nurani juga melakukan hal yang sama. Hati nurani berteriak kepada Anda tentang pelanggaran hukum moral. Hati nurani bukanlah hukum moral. Itu hanya mekanisme, itu hanya alat peringatan. Itu harus diinformasikan oleh kenyataan. Itu bereaksi sebagai alat peringatan yang memberi tahu orang itu apakah mereka mematuhi batasan moral mereka atau tidak. Ada dua hal yang harus terjadi. Satu, dengarkanlah hati nurani Anda. Dua, beri tahukan hati nurani Anda dengan benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak generasi orang sekarang yang hati nuraninya tidak dapat berfungsi karena sangat kurang informasinya. Dunia telah mengubah moralitas sepenuhnya menjadi terbalik. Hati nurani bukanlah Hukum Allah, itu hanya bereaksi terhadap apa pun hukum kalian, apa pun struktur moral kalian yang akan bereaksi dengan hati nurani kalian. Setelah hati nurani diberitahu kebenaran oleh Firman Tuhan, maka hanya itu adalah perangkat peringatan yang diberikan Allah untuk melindungi kalian dari bencana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di 2 Korintus 1:12, “hati nurani kami meyakinkan kami.” Kalian dapat menuduh saya apa pun yang kalian inginkan, tetapi kesaksian hati nurani saya adalah bahwa dalam kesucian dan kesalehan ilahi, bukan dengan kebijaksanaan daging, tetapi dalam anugerah Allah, kami telah hidup di dunia ini dan terutama terhadap kalian.” Kalian dapat menuduh saya apa pun yang Anda inginkan, tetapi hati nurani saya bersih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggapilah dorongan hati nurani pertama itu. Titus 1:15 mengatakan, “Segala sesuatu adalah suci bagi orang-orang yang suci. Tetapi bagi orang-orang yang pikirannya kotor dan yang tidak beriman, tidak ada sesuatu pun yang suci, sebab pikiran dan hati nurani mereka sudah kotor!” Itulah dunia. Mereka akan menyusuri jalan menuju neraka dengan cepat karena sistem kepercayaan mereka korup dan hati nurani mereka juga korup. Dunia memberi informasi salah dan kemudian memberitahu Anda supaya jangan merasa bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, janganlah bertindak seperti orang kafir yang tak bertuhan. 1 Tesalonika 4: 5, “Janganlah hidup mengikuti keinginan hawa nafsu, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.” Kalian adalah lawan dari itu. Kalian tahu, kita dipanggil untuk kekudusan. Ayat 6, “Dalam hal seperti itu, janganlah seorang pun memanfaatkan saudaranya, ataupun menipunya. Karena kami sudah diberi peringatan dan kesaksian, bahwa Tuhan akan membalas kesalahan-kesalahan seperti itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah melampaui batas dan menipu seseorang dalam hal perilaku seksual. Dan masalahnya di sini adalah dosa seksual. Janganlah memanfaatkan orang lain untuk kepuasan seksual Anda sendiri. Wanita-wanita, jika seorang pria datang dan mengatakan kepada Anda bahwa dia mengasihi Anda dan kemudian ingin mencuri kesucian Anda, itu bukan kasih. Itu mengabaikan hukum Allah untuk menipu Anda, untuk mengambil sesuatu yang berharga dari Anda demi keuntungannya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika seorang pria benar-benar mengasihimu, dia akan meninggikan Anda dan melakukan segalanya untuk mempertahankan kesucianmu. Itulah yang dilakukan kasih, kasih tidak menipu, kasih tidak merampok, kasih tidak mencuri, dan kasih tidak menjarah. Orang-orang berkata, "Apa salahnya melakukan seks sedikit, kan kita akan menikah?" Anda tidak memiliki jaminan bahwa dia akan melakukan itu karena dia sudah membuktikan bahwa dia bersedia untuk menipu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 18:6 Yesus berkata, “Siapa pun yang menyebabkan salah seorang dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku untuk berbuat dosa, lebih baik baginya jika batu penggilingan digantung di lehernya, dan dia tenggelam di laut yang dalam.” Itulah pernyataan paling serius yang pernah dikatakan Yesus kepada gereja-Nya. Hati-hati bagaimana Anda memperlakukan anak-anak Saya, Anda akan lebih baik jika Anda tenggelam.” Yesus bukan membicarakan anak-anak kecil, Dia membicarakan orang-orang percaya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Tesalonika 4: 6, “karena Tuhan adalah pembalas semua hal seperti itu.” Saya tidak tahu tentang Anda tetapi saya lebih suka berkat-Nya daripada pembalasan-Nya. Mohon perhatikan, Tuhan adalah pembalas dalam semua hal seperti ini. Itu tidak terhindarkan. Itu artinya adalah bahwa Tuhan adalah yang menuntut penghakiman. Ayat 7, “Karena Allah tidak memanggil kita ke kenajisan.” Ia tidak memanggil Anda untuk hidup cabul, begitulah dosa seksual digambarkan oleh Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8, “Karena itu barang siapa yang menolak ini, bukannya menolak manusia, melainkan menolak Allah, yang telah mengaruniakan Roh Kudus-Nya kepadamu.” Dia memberi Anda Roh Kudus-Nya. Itu berarti Roh Kristus. Itu berarti Roh Allah. Artinya bahwa Yang Kudus Sendiri telah tinggal di dalam hidup Anda. Anda memiliki semua yang Allah bisa berikan, yaitu diri-Nya sendiri. Maukah Anda menggabungkan-Nya dengan pelacur? Akankah Anda mencemarkan Dia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak mengharapkan kita untuk berjuang di sepanjang jalan kedewasaan rohani sendirian saja. Tetapi Dia mengharapkan kita untuk bergerak bersama dengan orang lain. Kita harus berinteraksi. Tidak ada yang bertumbuh dalam ruang hampa. Kami bertumbuh dengan persatuan. Semakin dekat saya dengan lingkaran orang-orang di sekitar saya, semakin mudah bagi saya untuk menjalani hidup yang benar. Dan jika ada yang tidak benar, mereka menunjukkannya, dan itu memaksa saya kembali kepada kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab memberi tahu kita, bahwa kita harus bertumbuh. 2 Petrus 3:18 mengatakan, “Hendaklah kalian bertumbuh dalam kasih karunia dan pengetahuan tentang Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” Itu adalah perintah dan jika kita mengatakan iya, bagaimana caranya kita sampai disana? Alkitab mengatakan, “Hidupilah hidupmu untuk kemuliaan-Ku.” Daud mengatakan di Mazmur 16:8-9, “Aku telah menetapkan Tuhan selalu di hadapan-Ku; karena Dia ada di tangan kanan saya, saya tidak akan goyah. 9 Karena itu hatiku gembira, dan kemuliaanku bersukacita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Belajarlah untuk mengembangkan kasih untuk Tuhan. Jika Anda mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan Anda, Anda tidak akan mencemarkan nama-Nya. Anda menumbuhkan kasih untuk Kristus melalui kehidupan doa Anda, pada waktu Anda berada di dalam Firman dan dengan berfokus untuk mengenal-Nya. Dan janganlah bermain dengan api, jauhilah situasi yang menangkap Anda dan menjerat Anda. Janganlah biarkan tubuh Anda memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan dan janganlah memberinya makan hal-hal yang membangkitkan keinginan jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang telah dilakukan Allah adalah untuk membuat Anda murni. Janganlah tertipu, masalahnya adalah Anda dan itu ada di dalam Anda, itu bukan di luar Anda. Bagaimana saya akan menjalani kehidupan suci? Kendalikan kedagingan Anda dengan memberinya makan apa yang membangun hal spiritual dan tidak membeberkannya pada hal-hal yang menggerogoti kedagingan Anda yang jatuh. Tetapi Anda harus melakukan kedua-duanya. Jadi, Anda memberinya makan apa yang memperkuat bagian spiritual dan Anda melaparkannya dari apa yang memberi makan kedagingan, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Oct 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181014</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000050</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memahami hari Sabat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000004F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+2:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 2:1-3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 2:27-28 mengatakan, “Dan Yesus berkata kepada mereka, “Hari Sabat dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat. 28 Maka Anak Manusia adalah Tuhan bahkan atas hari Sabat.” Hari Sabat bukanlah beban yang harus dipenuhi oleh manusia, tetapi hari Sabat adalah suatu kesenangan yang dapat dinikmati oleh manusia. Orang-orang Yahudi telah mengubahnya menjadi beban yang hampir tak tertahankan. Hal kedua yang bahkan lebih mengejutkan adalah, Yesus menyatakan kedaulatan-Nya atas hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluaran 20: 8-11, “Ingatlah hari Sabat, untuk menjadikannya kudus. 9 Enam hari kalian akan bekerja, dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat bagi Tuhan, Allahmu. Pada hari itu kalian tidak akan melakukan pekerjaan apa pun, baik Anda, atau putra Anda, atau putri Anda, hamba laki-laki Anda, atau hamba perempuan Anda, atau ternak Anda, atau orang asing yang tinggal di dalam tempat Anda. 11 Karena dalam enam hari Tuhan telah membuat langit dan bumi, laut, dan segala yang ada di dalamnya, dan beristirahat pada hari ketujuh. Karena itu Tuhan memberkati hari Sabat dan menjadikannya kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah pasti bahwa sembilan perintah lainnya adalah permanen dan mengikat. Kita tidak boleh memiliki allah lain. Kita tidak boleh membuat idola. Kita harus menyembah hanya Allah yang benar dan hidup. Kita tidak pernah boleh menyebut nama Tuhan dengan sia-sia. Kita tidak boleh mencemarkan ayah atau ibu kita, melainkan harus menghormati mereka. Kita tidak membunuh, melakukan perzinahan, mencuri, berbohong, atau mengingini barang orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua itu adalah perintah moral, dengan pengecualian ayat 8 hingga 11, perintah keempat mengenai hari Sabat. Ada orang yang percaya bahwa semuanya permanen. Salah satu adalah orang Advent Hari Ketujuh. Kita dapat menganggap mereka kultus sesat karena mereka percaya bahwa tulisan Ellen G. White terinspirasi oleh Allah dan sama dengan Alkitab. Kita tahu bahwa hanya Alkitab adalah Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Haruskah kita mengamati hari Sabtu atau mungkin hari Minggu sebagai hari Sabat sebagai pengganti hari yang suci? Kejadian 2: 1-3, “Maka selesailah penciptaan langit dan bumi, dan semua penguasa dari mereka. 2 Dan pada hari ketujuh Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan. 3 Maka Allah memberkati hari ketujuh dan menjadikannya kudus, karena di atasnya Allah beristirahat dari semua pekerjaan-Nya yang telah dilakukan-Nya dalam penciptaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah dalam ayat 3 kata “kudus.” Ini adalah pertama kalinya kata “kudus” digunakan dalam Alkitab. Akarnya berarti "memisahkan," itu adalah pemisahan yang meninggikan atau memuliakan. Allah menunjuk hari yang ketujuh ini sebagai hari yang mulia, hari yang terangkat melebihi semua hari-hari lainnya. Dan Allah menjadikannya kudus, dan menyatakan demikian karena tiga alasan. Tiga alasan terhubung ke tiga kata kerja yang menyusun teks ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama, itu adalah hari yang unik karena langit dan bumi dan semua penguasa mereka telah selesai. Karya penciptaan ini dilakukan dalam enam 24 jam hari oleh Allah, dan sejak penutupan hari keenam itu, tidak pernah ada penciptaan lebih lanjut terkecuali mujizat ilahi di Perjanjian Lama, dan mujizat Tuhan Yesus Kristus, di mana Dia menciptakan kesehatan di dalam ciptaan yang jatuh ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua adalah kata kerja “beristirahat.” Dikatakan di ayat 2 bahwa “pada hari ketujuh Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah Ia lakukan, dan Ia beristirahat.” Dan kemudian di ayat 3 lagi, “Ia beristirahat dari semua pekerjaan-Nya yang Allah telah ciptakan dan membuat.” Ini adalah hari yang unik karena setelah ciptaan selesai, Allah berhenti dan beristirahat. Dia beristirahat hanya dalam arti bahwa Dia berhenti bekerja, bukan bahwa Dia harus mengisi kembali energi-Nya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia beristirahat sebenarnya berarti bahwa Ia puas. Dan itu merujuk kembali ke Kejadian 1:31, “Allah melihat semua yang telah Dia buat, dan lihatlah, itu sangat baik.” Allah tidak bekerja lagi sampai Kejadian 3, ketika Adam dan Hawa jatuh dan Allah melakukan sesuatu. Kejadian 3:21, “Tuhan Allah membuat pakaian kulit untuk Adam dan istrinya, dan mengenakan-Nya kepada mereka.” Dan kemudian Dia mengusir mereka dari Taman Eden.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Allah harus memelihara, seperti yang dikatakan Ibrani 1:3, Dia harus “memelihara keutuhan alam semesta dengan kuasa-Nya” karena sekarang itu mulai merusak karena pengaruh dosa. Maka, Allah mulai bekerja untuk menopang alam semesta yang telah Dia buat, dan Dia juga bekerja untuk memenuhi semua aspek yang diperlukan dalam rencana penebusan ciptaan itu. Tidak ada sesuatu di sini tentang manusia yang perlu beristirahat karena Allah saja yang melakukan semua ciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja tidak ada alasan rasional untuk memilih angka tujuh, lalu menunjuk minggu, dan bulan, dan tahun untuk berkali-kali memakai angka tujuh. Ini benar-benar cara yang aneh untuk menggunakan angka tujuh. Mungkin lebih mudah melakukannya dalam puluhan. Namun itu secara universal telah diadopsi di seluruh dunia, dan dirancang untuk menjadi unik karena setiap hari ketujuh adalah peringatan akan kuasa dan kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam kemegahan penciptaan enam-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menolak Allah sebagai Pencipta alam semesta dalam enam hari adalah sama dengan mengutuk hari ketujuh. Kepercayaan bahwa entah bagaimana Allah menggunakan miliaran tahun tidak menguduskan hari ketujuh. Ada alasan khusus mengapa kita hidup dalam unit tujuh hari, dan manusia selalu melakukan itu, dan itu adalah karena setiap hari ketujuh memberikan kita peringatan bahwa Allah adalah Sang Pencipta yang menciptakan seluruh alam semesta dalam enam hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ketika kalian kembali ke Kejadian 2, hari Sabat menjadi hukum tidak disebutkan, itu menjadi hari ibadah juga tidak disebut. Kali berikutnya kalian menemukan kata itu adalah dalam Keluaran 16. Ratusan tahun telah berlalu. Orang leluhur telah datang dan pergi. Tak satu pun dari mereka menyembah pada hari Sabat. Itu tidak ditentukan bagi mereka. Itu tidak diamanatkan bagi mereka, bukan untuk Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan umat Allah lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kali hari Sabat disebut secara signifikan adalah di dalam Keluaran 16 ketika Allah memberi makan orang-orang manna dari surga ketika mereka berkeliaran di padang gurun, dan manna itu datang setiap hari kecuali pada hari Sabat, dan sehari sebelumnya mereka mendapatkan cukup untuk hari itu agar mereka tidak perlu bekerja pada hari Sabat. Dan itu memberi mereka sedikit gambaran tentang apa yang akan terjadi karena di dalam Keluaran 20 mereka diajarkan Sepuluh Perintah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluaran 31: 12-17, “Dan Tuhan berkata kepada Musa, 13 “Anda harus berbicara kepada orang-orang Israel dan berkata, 'Di atas segalanya kalian harus memelihara hari-hari Sabat-ku, karena ini adalah tanda antara Aku dan kalian sepanjang generasimu, supaya kalian tahu bahwa Aku, Tuhan, menguduskan kalian. 14 Kamu harus memelihara hari Sabat, karena itu kudus. Setiap orang yang tidak menghormatinya harus dihukum mati. Siapa pun yang bekerja pada hari itu, jiwanya itu akan di putuskan dari antara umatnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“15 Enam hari akan digunakan untuk bekerja, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat untuk beristirahat, dan kudus bagi Tuhan. Siapa pun yang melakukan pekerjaan apa pun pada hari Sabat harus dihukum mati. 16 Oleh karena itu orang Israel akan memelihara hari Sabat itu, mengamati hari Sabat sebagai perjanjian selama-lamanya. 17 Ini adalah tanda selamanya antara Aku dan orang-orang Israel bahwa dalam enam hari Tuhan membuat surga dan bumi, dan pada hari ketujuh Dia beristirahat dan disegarkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah membuat perjanjian dengan Nuh, Dia berjanji kepada Nuh bahwa Dia tidak akan pernah menghancurkan dunia lagi dan Allah menetapkan suatu tanda. Pelangi. Ketika Allah membuat perjanjian dengan Abraham, Dia menetapkan tanda Perjanjian Abraham, dan partisipasi di antara orang-orang Israel adalah tanda sunat. Dan di sini kita memiliki tanda lain dalam Perjanjian Musa, dan tanda kali ini adalah hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan pertama dari hari Sabat adalah untuk bersyukur atas keajaiban ciptaan. Yang kedua, untuk menghasilkan pertobatan karena kehilangan firdaus. Maka, ada makna baru untuk hari Sabat. Ya, itu masih menjadi peringatan bahwa Allah menciptakan, tetapi itu adalah peringatan bahwa ciptaan Allah yang pada mulanya sempurna sekarang telah dirusak, dan alam ciptaan-Nya ternoda oleh dosa, dan seluruh alam semesta mengeluh, dan kita mengeluh juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah jelas mereka tidak bisa mengikuti hukum, tetapi umat Israel seharusnya terdorong oleh penyesalan untuk memohon kepada Allah untuk berbelas kasihan kepada mereka sebagai orang berdosa. Ketika Yesus datang, segalanya berubah. Dia bukan saja membersihkan bait suci, Dia juga menghilangkan bait suci itu. Dia bukan hanya ingin melenyapkan para imam jahat dan memelihara para imam yang baik. Dia sebenarnya melenyapkan imamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus melenyapkan sistem pengorbanan itu karena Dia mengakhiri Yudaisme dengan semua upacara, semua ritualnya, semua pengorbanannya, semua hiasan eksternal, bait suci, ruang Mahasuci, semua itu, termasuk hari Sabat. Perjamuan Sabat itu hilang dengan semua sisa yang dimiliki Yudaisme. Bagaimana Yesus memperlakukan hari Sabat itu? Sebagaimana pun yang Ia inginkan. Dia adalah penengah perjanjian baru, Perjanjian Baru yang jauh lebih baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada transisi itu dalam Perjanjian Baru. Ketika Yesus tiba, segala sesuatu yang merupakan bagian dari sistem Yudaisme akan berakhir segera. Lihatlah Lukas 14: 1-3, “Pada suatu hari Sabat, ketika Dia pergi makan di rumah seorang penguasa orang Farisi, mereka mengawasi-Nya dengan teliti. 2 Dan lihatlah, ada seorang pria di hadapannya yang kakinya sakit busung. 3 Dan Yesus menanggapi para pengacara dan orang-orang Farisi, dengan mengatakan, "Apakah itu sah untuk menyembuhkan pada hari Sabat atau tidak?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4-6, “Tetapi mereka tetap diam saja. Kemudian Dia membawanya dan menyembuhkannya dan menyuruh dia pergi. 5 Dan dia berkata kepada mereka, “Siapakah di antara kalian, yang memiliki seorang putra atau seekor lembu yang jatuh ke dalam sumur pada hari Sabat, tidak akan segera menariknya keluar?” 6 Dan mereka tidak dapat menjawab hal-hal ini.” Yesus tampaknya telah memilih hari Sabat untuk penyembuhan-Nya dengan sengaja karena itu menghancurkan simbol ini. Yesus mengumumkan akhirnya hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 5: 5-7, “Seorang pria ada di sana yang telah cacat selama tiga puluh delapan tahun. 6 Ketika Yesus melihat dia terbaring di sana dan tahu bahwa dia sudah lama ada di sana, dia berkata kepadanya, “Apakah Anda ingin disembuhkan?” 7 Orang yang sakit itu menjawabnya, “Bapak, saya tidak punya seorangpun untuk menempatkan saya ke dalam kolam waktu air itu diaduk, dan sementara saya menuju, orang lain sudah masuk lebih dahulu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8-9, “Yesus berkata kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan berjalanlah.” 9 Dan segera orang itu disembuhkan, dan dia mengangkat tempat tidurnya dan berjalan. Nah hari itu adalah hari Sabat. 10 Jadi orang Yahudi berkata kepada orang yang baru disembuhkan, “Ini adalah hari Sabat, dan engkau tidak boleh mengangkat tempat tidurmu.” Yesus tidak perlu menyembuhkan orang itu untuk melakukan sesuatu yang melanggar hari Sabat mereka, tetapi Dia melakukan itu sengaja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15-16 mengatakan, “Orang itu pergi, dan memberi tahu orang Yahudi bahwa Yesus telah menyembuhkannya. 16 Karena alasan inilah orang Yahudi mulai menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal ini pada hari Sabat.” Yesus tidak pernah melanggar Sepuluh Perintah, hukum Allah. Tetapi Yesus melakukan apa saja yang Ia inginkan pada hari Sabat, di hadapan para pemimpin. Dan dalam melakukan itu, Dia menjatuhkan seluruh sistem itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 17, Yesus bahkan melampaui hal itu dan membela apa yang Dia lakukan dengan mengatakan ini, “Bapa-Ku terus bekerja sampai sekarang, dan Aku pun bekerja.” Ini adalah klaim bahwa Dia Allah. Ayat 18 mengatakan, “Inilah sebabnya orang Yahudi semakin berusaha untuk membunuh-Nya, karena bukan saja Dia melanggar hari Sabat, tetapi ia bahkan memanggil Allah sebagai Bapa-Nya sendiri, membuat diri-Nya setara dengan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang-orang Farisi salah mengerti makna hari Sabat. Mereka tidak beristirahat dari upaya kerja mereka untuk memperoleh keselamatan. Mereka tidak bertobat secara jujur. Hukum Sabat itu hanyalah bayangan harapan, pengingat mingguan bahwa surga harus direbut kembali dan itu tercapai melalui kebenaran. Ketika Yesus datang, Dia membawa istirahat tulen. Anak Allah sekarang adalah manusia baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di bawah perjanjian baru kita disembuhkan, dicuci, ditemukan dan diterima. Kita telah beristirahat bersama Sang Pencipta sendiri. Kita telah diberikan kebenaran-Nya. Kita menghentikan semua upaya untuk bekerja untuk keselamatan kita. Yesus benar-benar menghilangkan hari Sabat itu. Istirahat Allah yang sesungguhnya tidak datang melalui Joshua. Istirahat Allah yang sesungguhnya tidak datang melalui Musa. Istirahat Allah sejati hanya datang melalui Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Istirahat yang dipentingkan Perjanjian Baru adalah istirahat yang datang kepada jiwa kita dari mendengar dan memercayai kabar baik yang diberitakan. Ibrani 4:9-10 mengatakan, “Jadi, tetap ada istirahat Sabat bagi umat Allah, 10 karena siapa pun yang telah memasuki istirahat Allah juga beristirahat dari pekerjaan-nya sama seperti Allah.” Hanya ada dua konsep untuk masuk surga. Kalian bekerja untuk masuk atau itu adalah hadiah dari Allah karena kalian percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang Yahudi, mereka bekerja. Tetapi ketika kalian masuk istirahat anugerah dan iman, bekerja itu berhenti. Roma 14:5-6, “Ada orang yang merasa suatu hari lebih baik dari yang lain, sedangkan orang lain menganggap semua hari itu sama. Setiap orang harus yakin sepenuhnya dalam pikirannya sendiri. 6 Orang yang mementingkan hari tertentu, mengamatinya untuk menghormati Tuhan.” Ada orang Yahudi yang telah datang kepada iman dalam Kristus tetapi merasa sulit untuk melepaskan hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika setiap orang sepenuhnya yakin dalam pikirannya sendiri apa yang menurutnya benar, tidak ada masalah. Ayat 8 mengatakan, “Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Karena itu apakah kita hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Jangan membuat masalah tentang hari Sabat. Ada orang yang mementingkan hukum-hukum diet. Hal-hal itu hanyalah bagian dari skema yang sudah lewat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 4: 9-11, “Tetapi sekarang kalian telah mengenal Allah, atau lebih tepat Allah mengenal kalian, mengapa kalian mau kembali lagi kepada prinsip-prinsip dasar dunia yang lemah dan tidak berharga, dimana sekali lagi kalian ingin diperbudak olehnya? 10 Kalian merayakan hari dan bulan dan musim dan tahun! 11 Saya khawatir, jangan-jangan jerih payah saya untuk kalian sia-sia saja.” Anda tidak perlu kembali kepada perayaan, hukum, dan hari Sabat Hukum Musa yang ditentukan dulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 2: 16-17, “Karena itu janganlah ada orang yang menghakimi kalian dalam soal makanan dan minuman, atau mengenai perayaan agama atau bulan baru atau hari Sabat. 17 Semua ini hanya bayangan saja dari hal-hal yang akan datang, tetapi intinya adalah Kristus.” Janganlah membiarkan siapa pun juga memaksa kalian untuk memegang hari Sabat. Dan itu mengacu pada hari Sabat mingguan, karena perayaan hari Sabat lainnya tercakup dalam istilah “perayaan dan bulan baru.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah 15, Dewan Yerusalem memutuskan bahwa orang-orang percaya bukan Yahudi di gereja tidak diwajibkan untuk merayakan hari Sabat. Para rasul tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk merayakan hari Sabat. Itu hilang, dengan satu pengecualian. Dalam Kejadian 2, kita diingatkan bahwa setiap hari ketujuh yang berlalu adalah kesempatan bagi kita untuk mengakui kebesaran Pencipta kita. Dan pada hari pertama minggu itu, hari Minggu, kita merayakan Allah sebagai Penebus kita. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Oct 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20181007</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000004F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sisa Ciptaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000004E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+2:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 2:1-3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita baca Kejadian 2:1-3, “Demikianlah penciptaan langit dan bumi telah selesai, dan semua penghuni mereka. 2 Dan pada hari ketujuh Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah dia lakukan, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan-Nya yang telah dia lakukan. 3 Maka Allah memberkati hari ketujuh dan menjadikannya kudus, karena di dalamnya Allah beristirahat dari semua pekerjaannya yang telah dilakukan-Nya dalam penciptaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang laporan penciptaan awal ditutup. Kisah itu yang diungkapkan dalam Kejadian 1, lebih banyak hal dari penciptaan itu, yaitu penciptaan manusia, diperluas dalam Kejadian 2. Tetapi kisah utama penciptaan itu sendiri berakhir dengan kata-kata itu, referensi ke hari ketujuh. Hari ketujuh disebutkan tiga kali dalam ayat-ayat itu. Ini sangat penting, karena ini adalah pertama kalinya kata "kudus" digunakan dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kekudusan, adalah peninggian, atau permuliaan, lebih dari tingkat biasa. Ini adalah hari yang terpisah dari hari-hari lainnya dan lebih penting. Ini adalah hari yang ditinggikan. Penggunaan bahasa Ibrani artinya adalah Allah menjadikan hari ini kudus. Dan ada tiga alasan mengapa itu unik, berhubung tiga kata kerja dalam bagian ini. Kata kerja "menyelesaikan," Anda melihatnya di ayat 1, Anda melihatnya lagi dalam ayat 2; kata kerja "beristirahat," Anda melihat itu di ayat 2 dan lagi di ayat 3; dan kata kerja "memberkati."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu menjadi hari yang kudus, karena Allah selesai, Allah beristirahat dan Allah memberkati. Juga, ketiga kata kerja tersebut masing-masing berhubungan dengan pekerjaan Allah. Dalam ayat 2, "Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan." Ayat 2 lagi, "Dia beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan." Ayat 3, "Allah memberkati hari ketujuh dan karena di dalamnya Dia beristirahat dari semua pekerjaan-Nya yang telah diciptakan dan dibuat oleh Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah lihatlah kata kerja pertama, "<b>menyelesaikan</b>." Sudah jelas bahwa seluruh karya penciptaan telah di selesaikan, itulah artinya istilah Ibrani ini. Itu lagi menegaskan kembali bahwa penciptaan itu sudah diselesaikan pada akhir hari ke enam, di selesaikan dalam enam 24-jam hari. Sejak saat itu, tidak ada ciptaan lain. Langit telah selesai, bumi telah selesai dan "semua penghuni mereka" berarti segala sesuatu yang ada kuasanya di langit dan di bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang betapa pentingnya mempertimbangkan pilihan kalian ketika kalian mempertimbangkan penyelesaian penciptaan. Pilihan pertama, adalah evolusi materialistik yang merupakan pilihan yang meyakini bahwa tidak ada hal seperti penciptaan dan tidak ada Allah yang adalah pencipta. Evolusi materialistik percaya bahwa seluruh alam semesta seperti sekarang muncul dari nol selama miliaran tahun, dan bermutasi menjadi alam semesta yang rumit, kompleks dan luas pada hari ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilihan kedua adalah evolusi teistik yang percaya bahwa Allah memang ada sebagai perencana awal dan kekuatan awal yang diluncurkan dan diselingi dengan tindakan kreatif dalam proses evolusi. Jadi proses evolusi berlangsung dengan bantuan ilahi. Kemungkinan ketiga adalah ciptaan ilahi yang menegaskan bahwa Allah yang kekal membuat alam semesta sepenuhnya seperti sekarang dalam enam hari, setelah itu semua ciptaan selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kami belajar bahwa pilihan pertama tidak mungkin benar karena evolusi tidak mungkin terjadi. Kesempatan acak tidak dapat menghasilkan apa pun. Ketiadaan dikalikan nol tidak dapat menghasilkan segalanya yang ada. Sistem kehidupan, DNA, informasi yang dikodekan dalam struktur genetika di setiap sel hidup mencegah ada evolusi karena DNA hanya memungkinkan entitas hidup menjadi apa adanya dan tidak lebih dari itu dan ketika ada perubahan, itu malah lebih rendah mutunya dan tidak lebih unggul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilihan kedua juga tidak mungkin karena evolusi tidak mungkin terjadi, evolusi teistik juga tidak mungkin. Kami hanya tinggal pilihan ketiga yaitu alam semesta diciptakan oleh Allah dan itu adalah satu-satunya kepercayaan yang masuk akal. Lebih dari itu, itu adalah kesaksian dari Kitab Suci. Bagaimana terjadinya alam semesta secara jelas diceritakan kepada kita dalam Kejadian 1 dan 2. Tidak ada satu bagianpun dari Kitab Suci yang menunjukkan ada proses evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah menulis Alkitab, Dia memulai wahyu itu dengan catatan sejarah penciptaan. Itu adalah fondasi Injil. Ini adalah dasar bagi semua teologi dan semua sejarah. Penciptaan adalah fondasi dari semua kebenaran dan semua agama yang benar karena masalah asal-usul itu sangat penting untuk setiap pemahaman tentang peran Allah di dalam alam semesta. Kekristenan tidak dimulai dengan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, itu dimulai dengan menerima Allah sebagai Sang Pencipta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat gereja menuntut agar orang-orang mengakui Allah sebagai pencipta dan penopang, mereka akan tahu bahwa Allah bertindak di dunia ini dan mereka bertanggung jawab kepada Allah. Ketika mereka memahami bahwa mereka bertanggung jawab kepada pencipta dan Alkitab adalah benar ketika membicarakan penciptaan dan juga benar saat membicarakan Injil, maka mereka menyadari bahwa mereka berada di bawah otoritas kedaulatan Allah, kemudian mereka akan melihat Alkitab secara berbeda sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita tiba di Kejadian ini dimana kita menegaskan apa yang dikatakannya, bahwa langit dan bumi telah di selesaikan dalam enam 24-jam hari, sekitar enam atau tujuh ribu tahun yang lalu. Jadi, ketika Anda datang kepada hari ketujuh dalam minggu awal itu, semua penciptaan telah berhenti. Jika kalian percaya pada evolusi, kalian harus percaya bahwa semua hal masih terus berkembang dan itu langsung bertentangan dengan pernyataan bahwa langit dan bumi telah diselesaikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita ingat bahwa selama enam hari Allah menciptakan, dalam setiap kasus dalam 24-jam hari seperti yang ditunjukkan oleh frasa, "Ada petang dan ada pagi." Dan pada akhir enam hari itu langit dan bumi telah selesai. Lihatlah Kejadian 1:31, "Allah melihat semua yang telah Dia buat. Lihatlah, itu sangat baik." Itu adalah stempel terakhir dari restu Allah atas ciptaanNya yang telah selesai. Itu sudah selesai dan itu sangat baik yang berarti itu tidak membutuhkan apapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada kata kerja kedua yaitu, "<b>beristirahat</b>". "Dan karena pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan, Dia beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan." Tiga kali dikatakan bahwa Allah telah selesai, menciptakan segala sesuatu yang ada. Bukannya Allah lelah setelah minggu kerja yang berat itu. Yesaya 40:28 mengatakan, "Dia tidak akan pingsan atau menjadi lelah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah bekerja apakah Dia bekerja dalam penciptaan atau apakah Dia menopang ciptaan oleh Firman kuasa-Nya seperti yang kita lihat dalam Ibrani 1, atau apakah Dia melakukan tugas tertentu, tidak ada energi yang hilang, tidak ada kerusakan materi, tidak ada kekurangan dalam kekuatan suci dan murni dari Allah. Mazmur 121: 4 mengatakan Ia tidak pernah ngantuk atau tidur. Dia tidak perlu menyegarkan diri karena Dia tidak pernah lelah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Ibrani untuk beristirahat berarti "tidak melakukan pekerjaan." Dan apa yang dikatakan adalah karena Dia telah menyelesaikan ciptaan, tidak ada yang perlu Dia lakukan berhubungan dengan penciptaan. Dia berhenti mengerjakan karya penciptaan, itulah artinya. Dan kata itu digunakan secara negatif itu bahkan juga dalam teks-teks Hukum Sabat Musa. Allah selesai dengan pekerjaan-Nya dan oleh karena itu Dia tidak melakukan pekerjaan penciptaan lebih lanjut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada sesuatu yang lebih dari itu. Ada juga efek positif dalam kata itu. Keluaran 31:17 mengatakan, "Dalam enam hari Tuhan membuat langit dan bumi," dan sekali lagi mengulanginya persis pada waktu yang sama seperti Kejadian, "dalam waktu enam hari Tuhan membuat langit dan bumi, tetapi pada hari ketujuh”, dikatakan secara harfiah dalam bahasa Ibrani, “Dia berhenti menciptakan dan disegarkan.” Nah tambahan itu adalah sisi positifnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa artinya Ia disegarkan? Ide kata Ibrani "disegarkan" itu adalah gagasan tentang kepuasan atau kesenangan. Ini berarti bahwa Allah menemukan kesenangan karena ada kepuasan. Ini benar-benar respon Allah terhadap apa yang dinyatakan dalam ayat 31 bahwa Dia melihat semua yang Dia buat sangat baik dan karena itu Dia puas. Dia menemukan pemenuhan tertentu, ada kepuasan prestasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda membaca ini, ada kelalaian yang mengejutkan di sini. Komponen apa dari enam hari pertama yang ada setiap hari tetapi tidak pada hari ketujuh? Kalimat kecil yang mengatakan, "Ada pagi dan ada malam," tidak ada di sana. Dalam segala jenis pemeriksaan dari kisah penciptaan, Anda menemukan perhatian besar yang diambil oleh Roh Allah dalam mengilhami Musa untuk menuliskan deskripsi penciptaan yang bersejarah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dikatakan Allah kepada kita dengan tidak mengatakan itu? Alasannya tidak ada “malam dan pagi” adalah karena waktu itu tidak berakhir dalam 24 jam. Bahkan, kegembiraan Allah tidak akan berakhir sampai saat dosa datang. Satu hari itu, hari ketujuh meresmikan periode waktu dimana Allah senang ada dunia yang bersinar dengan kehidupan murni dan dunia yang menikmati kehadiran Allah dan menikmati seorang pria dan istrinya dalam persekutuan terbuka dengan pencipta mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kondisi dan karakteristik pada hari ketujuh itu dirancang oleh Allah untuk dilanjutkan dan mereka akan terus melakukannya kalau tidak ada dosa Adam dan Hawa. Bukan rancangan Allah bahwa mereka akan memakan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yang membawa kutukan itu. Bukan Allah yang mendorong mereka untuk melakukan itu dan menghancurkan firdaus mereka. Mereka sendiri memilih untuk berdosa. Adanya dosa itu menghancurkan kesempurnaan Eden.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 59:2 mengatakan, “Dosamu, kedurhakaanmu telah membuat ada pemisahan di antara kalian dan Allahmu.” Hari ketujuh memiliki malam dan pagi karena siklus hari dimulai dalam penciptaan, tetapi periode 24-jam hari ketujuh meresmikan periode waktu setelah Allah menciptakan di mana Dia senang. Kita tidak tahu berapa lama jangka waktu itu karena kita tidak tahu berapa lama waktunya sampai manusia berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat ringkasan istirahat Allah itu. Dia menikmati persekutuan yang sempurna dengan Adam dan Hawa. Tidak ada perintah bagi manusia untuk beristirahat pada hari ketujuh; itu tidak ada dalam Kejadian. Tidak ada aturan hari Sabat yang diberikan dalam Perjanjian Abraham. Dalam Kejadian 12 dan pasal-pasal berikutnya kalian memiliki ulangan dari Perjanjian Abraham, perjanjian besar Allah yang pertama dengan Israel, dan disitu tidak ada diskusi tentang hari Sabat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kerja ketiga terhubung dengan hari ketujuh di ayat 3 mengatakan, “Allah <b>memberkati</b> hari itu.” Dengan kata lain, Allah mengidentifikasikan itu dengan sesuatu karakter suci yang unik. Apa artinya? Allah mementingkannya sebagai suatu peringatan. Semua ciptaan terjadi dalam enam hari. Kemudian pada hari ketujuh, Allah mengambil hari itu dan berkata bahwa Dia akan memberkati hari itu menjadi hari di mana kalian akan mengakui bahwa penciptaan itu telah diselesaikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada alasan rasional dan tidak ada alasan ilmiah untuk minggu itu. Kenapa ada tujuh hari? Kalian tidak dapat membagi 365 hari dalam tujuh hari, itu tidak mungkin. Itulah sebabnya ada beberapa bulan yang memiliki 30 hari, dan beberapa bulan memiliki 31 hari dan Februari memiliki hari alternatif, tergantung apakah itu Tahun Kabisat. Mengapa semuanya dihitung dalam minggu? Minggu bahkan tidak cocok dengan bulan. Mengapa kita menggunakan tujuh hari?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya alasan adalah karena Allah menetapkan urutan itu dalam penciptaan. Dan setiap minggu dalam hidup kita, kita menjalani siklus yang dimaksudkan oleh Allah untuk mengingatkan kita bahwa Dia menciptakan dunia dalam enam hari dan kemudian beristirahat. Setiap kali hari ketujuh berlalu kita harus mengakui Allah sebagai pencipta kita. Dengan menolak Allah sebagai pencipta dan menolak penciptaan enam hari, itu berarti menyangkal identitas-Nya Allah yang sejati sebagai sang pencipta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita percaya apa yang Alkitab katakan, maka setiap hari ketujuh yang berlalu adalah peringatan bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta dalam enam hari dan itu selesai. Dan untuk pencapaian yang mulia itu, Dia layak mendapat pujian kita. Hari Sabtu adalah hari dimana kita seharusnya menikmati ciptaan Allah. Dan apa yang Allah lakukan memang sangat baik sampai pada tingkat dimana Dia benar-benar senang di dalamnya. Hari Sabtu memberi kesaksian kepada Allah bahwa Dia pencipta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hari Minggu memberikan kita kesaksian bahwa Allah adalah Penebus kita karena kebangkitan itu. Pada hari pertama itu, Kristus bangkit karena Dia telah menyelesaikan penebusan itu. Allah tahu hal itu ketika Dia memberikan kita hari Sabtu dan hari Minggu. Satu hari untuk sang pencipta, dan hari berikutnya untuk Juruselamat. Hari Minggu adalah kesaksian abadi bahwa Allah menyelesaikan penebusan dan Dia adalah Allah yang menyelamatkan. Sayangnya di masyarakat kita, kebanyakan orang tidak peduli apa yang dilakukan Allah bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagi kita yang percaya kepada satu-satunya Allah yang benar ada dan yang hidup, kita percaya pada penciptaan dan tidak ada minggu yang berlalu tanpa peringatan dan tidak ada minggu yang berlalu tanpa ada saksi, dan tidak ada minggu berlalu tanpa ada kesaksian. Tidak ada minggu yang berlalu tanpa ada hari kudus, di situlah kami mendapatkan kata holiday. Tidak ada minggu kehidupan kita yang berlalu tanpa satu hari yang menunjuk bahwa Allah adalah pencipta. Setiap hari ketujuh adalah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lakukanlah beberapa hal praktis pada hari ketujuh. Pergilah dan bersukacita dalam keindahan ciptaan Allah. Pergilah bermain dengan cucu-cucu Anda dan keajaiban hidup manusia. Tidak ada minggu berlalu tanpa ada pengingat bahwa Allah adalah pencipta. Itulah yang ada di dalam hati Allah saat Ia memberkati hari ketujuh itu. Allah telah membentuk pola universal untuk manusia. Manusia bahkan tidak dibahas di sini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah terlibat dalam kondisi kegembiraan permanen atas selesainya ciptaan-Nya sampai saat dosa datang. Ayat ini mengatakan bahwa hari ini adalah rancangan Allah untuk kehidupan manusia. Dan bukankah luar biasa bahwa seluruh dunia berjalan memakai minggu tujuh-hari? Ingatlah di Amerika ketika mereka mencoba mengubah semua ukuran dari inci ke sentimeter, dan dari kaki ke meter dan tidak ada yang mau menggunakannya karena ibu-ibu rumah tangga tidak ingin menyingkirkan peralatan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu benar-benar yang menghentikan semuanya. Para suami mengeluh karena semua resep akan salah jika mereka mulai memasak dengan liter dan semua hal lain itu. Jadi kita terjebak dengan sistem kita sendiri yang melawan seluruh dunia yang memiliki sistem ukuran yang berbeda. Tetapi dalam hal kalender, seluruh dunia yang beradab berjalan memakai minggu dan tidak ada alasan untuk itu kecuali itulah caranya Allah mendesainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Supaya setiap orang yang seringkali dalam rutinitas kehidupan akan menghadapi kenyataan bahwa ada pencipta hebat yang menciptakan semuanya di dalam enam hari dan setiap hari ketujuh Dia memberi kita pengingat bahwa ciptaan-Nya telah selesai. Bukankah menyedihkan bahwa manusia tidak memberikan kemuliaan dan kehormatan yang layak bagi-Nya? Sekarang semuanya membuka ajaran tentang hukum Sabat berdasarkan pada ajaran Musa. Bagaimana itu terhubung dengan itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, aku tidak akan memberitahu kalian malam ini. Saya akan membawa kalian ke dalam hukum Sabat dari ajaran Musa dan menunjukkan kepada kalian apakah dan bagaimana itu terhubungkan dan apakah itu menetapkan preseden untuk apa yang kita lakukan sekarang pada Hari Tuhan. Itu akan menjadi penelitian yang menarik. Tapi sebaiknya kita berhenti di sini. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Sep 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180930</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000004E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Hari 6, Bagian 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000004D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:26-27" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:26-27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 1:26-27, “Kemudian Allah berfirman, 'Marilah kita menciptakan manusia menurut gambar kita, yang menyerupai kita. Dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di langit dan di atas ternak dan di atas seluruh bumi dan di atas segala binatang melata yang merayap di bumi. '27 Maka Allah menciptakan manusia menurut gambarnya sendiri, di dalam gambar Allah diciptakannya; laki-laki dan perempuan, ia menciptakan mereka.” Sebelum teks ini saya mau menyimpulkan sedikit lagi tentang fosil-fosil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah buku ilmiah bernama ‘In the Beginning’ yang ditulis oleh Walter Brown, yang memiliki S-3 dari Massachusetts Institute of Technology. Selama 21 tahun, dia adalah kepala studi sains dan teknologi di Air War College dan profesor di Akademi Angkatan Udara. Dia telah mengekspos, seperti banyak orang lain, kebohongan evolusionis yang mencoba untuk membuat kasus mereka. Dia mengatakan bahwa fosil kera mirip manusia terlalu dibesar-besarkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai contoh, sekarang diakui secara universal bahwa manusia Piltdown itu adalah tipuan total, namun selama lebih dari 40 tahun itu ada dalam buku teks. Sebelum 1978, bukti untuk Ramapithecus terdiri dari beberapa gigi dan potongan rahang, dan Ramapithecus adalah salah satu kategori terbesar kera transisi. Kami sekarang tahu bahwa itu asalnya dari beberapa gigi dan fragmen rahang. Sekarang diketahui bahwa Ramapithecus hanyalah seekor kera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para ilmuwan sekarang percaya, bahwa Ramapithecus mungkin adalah kerabat yang telah punah dari orangutan, tidak lebih dari itu. Anda dapat menemukan beberapa informasi menarik tentang itu dalam sebuah buku oleh Roger Lewin yang disebut ‘Bones of Contention.’ Salah satu bentuk peralihan lain adalah yang disebut ‘manusia Nebraska’. Satu-satunya bukti bagi manusia Nebraska itu ternyata adalah gigi babi. Itu benar pernyataan fakta palsu yang berlebihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tengkorak manusia Peking dianggap oleh banyak ahli sebagai sisa-sisa kera yang secara sistematis dipenggal dan dieksploitasi untuk makanan oleh manusia. Klasifikasi Homo erectus dianggap oleh sebagian besar ahli sebagai kategori yang seharusnya tidak boleh dibuat berkaitan dengan mereka. Mereka tunjukkan bahwa binatang ini tidak boleh diklasifikasikan sebagai Homo atau ‘seperti manusia’.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Australopithecus, yang paling banyak ditemukan di Afrika Selatan, sangat berbeda dari manusia. Beberapa studi komputer dari Australopithecus telah menunjukkan bahwa proporsi tubuh mereka sama sekali tidak berada di antara manusia dan kera hidup. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa tulang telinga bagian dalam mereka yang digunakan untuk menjaga keseimbangan hampir sama dengan simpanse dan gorila tetapi berbeda jauh dibanding dengan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu fosil yang disebut Lucy, adalah manusia dewasa setinggi tiga setengah kaki, yang tangannya panjang, dan berat badannya 27 kg - masih ingat penemuan Lucy - pada awalnya disajikan sebagai bukti bahwa Australopithecus berjalan tegak secara manusia. Namun, penelitian seluruh anatomi Lucy, bukan hanya sendi lutut saja, sekarang menunjukkan itu tidak benar. Lucy, berayun-ayun dari pohon dan adalah kera, bukan wanita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang benar-benar terjadi dicatat untuk kita di dalam Alkitab. Mari kembali ke Kejadian 1. Menurut ayat 24 dan 25, hari ke enam menampilkan penciptaan binatang darat. Ternak, adalah domestik dan jinak. Binatang merayap adalah semua binatang yang rendah ke tanah. Binatang buas adalah binatang berkaki empat yang bukan peliharaan. Dan kemudian di ayat 26 dan 27, kita menemukan penciptaan manusia, secara instan oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menciptakan Adam yang sudah dewasa dan seperti yang ditunjukkan di Kejadian 2, kemudian menciptakan seorang penolong, Hawa, yang adalah dewasa dan berfungsi sepenuhnya juga. Nah segala sesuatu yang diciptakan sebelum manusia diciptakan adalah untuk menyediakan lingkungan di mana manusia akan hidup dan di mana manusia akan menikmati berkat-berkat Allah dan supaya dia dapat bersyukur dan memuji Allah, pencipta semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada komponen lain yang luar biasa misterius dan itu diperkenalkan kepada kita di ayat 26 dengan kata-kata “kemudian Allah berkata, 'Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar kita, yang menyerupai kita.” Dan ayat 27, “Dan Allah menciptakan manusia sesuai gambar-Nya sendiri, menurut gambar Allah.” Dan kemudian, dalam Kejadian 5: 1, “Pada hari ketika Allah menciptakan manusia, Ia menjadikannya serupa dengan Allah.” Ini adalah identitas unik manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada fakta bahwa Allah adalah Trinitas, dan tentu saja itu sudah diisyaratkan karena kata untuk Allah, elohim, memiliki akhir jamak. Sekarang tiba-tiba kita diperkenalkan pada kenyataan besar bahwa ada komite ilahi eksekutif. Dalam Injil Yohanes dalam Perjanjian Baru, kita membaca, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Itu adalah Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan bahasa yang menyatakan bahwa Dia berkomunikasi dengan yang lain. Dia bersekutu dengan yang lain dalam penciptaan ini. Ini adalah rujukan yang jelas dan tepat untuk Trinitas, meskipun klarifikasi sepenuhnya tidak benar-benar terungkap sampai di Perjanjian Baru. Anda tidak dapat sepenuhnya memahami Trinitas sampai pribadi kedua dari Trinitas itu, berinkarnasi dan sampai pribadi ketiga dari Trinitas, yaitu Roh Kudus, datang pada hari Pentakosta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Perjanjian Lama ada bagian-bagian yang menunjukkan ada komunikasi di antara anggota Trinitas. Misalnya, dalam Mazmur 2:7, pemazmur menulis, “Aku akan mengatakan tentang keputusan itu: Allah berkata kepadaku, “Engkau adalah Anak-Ku; hari ini saya telah memahkotai Anda.” Di sana Allah Bapa, berkomunikasi dengan anggota kedua dari Trinitas, Allah Anak. Itu digenapi dalam inkarnasi Kristus dan ditunjukkan dalam Ibrani 1.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Mazmur 45: 7, sekali lagi Allah Bapa berbicara tentang Anak. Dia berkata, “Karena itu Allah, Allahmu, telah mengurapi Anda dengan minyak kesukaan melebihi teman-temanmu.” Ada persekutuan di antara Bapa dan Anak. Lihatlah Mazmur 110: 1, “Allah berkata kepada Tuhanku” - “Allah [yang aalah Bapa] berkata kepada Tuanku [yang adalah Anak]: 'Duduklah di tangan kananku sampai Aku menjadikan musuh-musuhmu tumpuan kakimu.'”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yesaya 48:16. Inilah komunikasi antara para anggota Trinitas. Tetapi sampai Anda datang ke inkarnasi, Anda tidak dapat melihat identitas lengkap dari anggota kedua, dan sampai Anda datang ke kitab Kisah Para Rasul dengan kedatangan Roh Kudus, Anda tidak melihat presentasi lengkap dari anggota ketiga, Roh Kudus. Tetapi di sini Anda memiliki, di dalam Kejadian, petunjuk bahwa Allah, secara alami, ada dalam hubungan dengan diri-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memiliki tujuan ilahi sebelum dunia dimulai dan tujuan ilahi itu adalah untuk mengambil seorang pengantin, sebagaimana adanya, untuk Anak-Nya. Allah Bapa ingin memberikan kepada Putra-Nya suatu ungkapan cinta di dalam mempelai perempuan yang adalah manusia yang ditebus untuk diberikan kepada Putra-Nya untuk mengasihi dan memuja serta memuji dan memuliakan Anak-Nya dan juga untuk melayani-Nya untuk selamanya. Tujuan abadi Allah itu terungkap dalam dewan yaitu Trinitas di dalam Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:20 mengatakan, “Kristus telah diketahui sebelumnya (yang berarti telah ditentukan sebelumnya) sebelum dunia dijadikan, tetapi itu dinyatakan dalam zaman akhir ini untuk kepentingan Anda.” Jadi Yesus, yang telah muncul di zaman akhir ini demi Anda, mati di kayu salib, bangkit kembali, menjadi Juruselamatmu, telah direncanakan sebelum dunia dijadikan. Jadi sebelum hari pertama penciptaan, sebelum Dia menciptakan manusia, penebusan sudah direncanakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tujuan penyelamatan Allah, adalah sesuatu yang dijanjikan Allah sejak lama. Kata orang Yunani sebelum waktu dimulai. Kapan waktu mulai? Pada hari pertama. Jadi sebelum hari pertama, Allah sudah merencanakan Injil. Allah berjanji bahwa Dia akan memilih beberapa, bahwa Dia akan memberi mereka iman, bahwa Dia akan memberi mereka pengetahuan tentang kebenaran, bahwa Dia akan menghasilkan di dalam mereka kesalehan, dan bahwa Dia akan memberi mereka kehidupan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaannya adalah: Kepada siapakah Dia menjanjikan itu? Kita masih belum diciptakan sampai hari keenam. Dia tidak menjanjikannya ke pada malaikat. Kita tidak tahu kapan, tetapi Dia tidak menjanjikan keselamatan kepada malaikat karena malaikat tidak dapat mengalami keselamatan. Para malaikat yang berdosa dan jatuh dari surga jatuh untuk selamanya dan tidak ada keselamatan bagi para malaikat itu. Jadi kepada siapakah Allah berjanji ada keselamatan sebelum waktu dimulai?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat 2 Timotius 1: 9, “yang menyelamatkan kita dan memanggil kita untuk panggilan yang kudus, bukan karena perbuatan kita tetapi karena tujuan dan anugerahnya sendiri, yang diberikan-Nya kepada kita di dalam Kristus sebelum waktu dimulai.” Di sini, dikatakan Allah memiliki tujuan yang melibatkan Yesus Kristus dari sebelum waktu dimulai. Jadi, Dia pasti telah mendiskusikan dengan Kristus perlunya ada inkarnasi, perlunya ada pengorbanan untuk dosa, dan semua yang lain itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum ada penciptaan apa pun, dalam dewan Allah, rencana itu adalah supaya manusia yang ditebus akan membawa kemuliaan melalui inkarnasi dan pengorbanan anggota kedua dari Tritunggal, yaitu Yesus Kristus. Kita tahu dari Perjanjian Baru bahwa mereka akan ditebus oleh pekerjaan anggota ketiga dari Tritunggal, Roh Kudus, yang akan meyakinkan hati mereka tentang dosa dan memperbarui mereka dan memberi mereka kelahiran baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat itu mereka akan dipindahkan dari kematian kepada kehidupan, mereka akan menjadi milik Allah. Efesus 1: 3-4 mengatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah memberkati kita di dalam Kristus dengan setiap berkat rohani di tempat-tempat surgawi, 4 bahkan ketika Dia memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan, bahwa kita harus kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. ”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keputusan ilahi mulai berkembang sebelum ada waktu, sebelum sesuatu diciptakan. Dan ini berasal dari dewan Trinitas. Ayat 4 mengatakan Dia menentukan kita sebelumnya. Dia melakukan itu karena kehendak-Nya sendiri. Bahkan, lihat Yohanes 6:37 dan Yohanes 17:6, berulang kali, Yesus mengatakan bahwa setiap orang percaya adalah orang-orang yang Allah Bapa telah berikan kepada saya. Yesus berkata, "Semua yang Bapa berikan kepada saya akan datang kepada saya dan saya tidak akan kehilangan satupun dari mereka."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 17:24 Yesus berdoa, “Bapa, saya ingin agar mereka juga, yang telah Engkau berikan kepada saya, boleh bersama saya di mana saya berada, untuk melihat kemuliaan saya yang telah Engkau berikan kepada saya karena Engkau mengasihi saya sebelum dunia dijadikan.” Bapa ingin menunjukkan kasih-Nya kepada Anak dan Dia menentukan bahwa cara untuk menyatakan kasih itu adalah untuk menciptakan dan menebus manusia dan kemudian membawa mereka kepada kemuliaan sehingga mereka menjadi seperti Kristus sebelum alam semesta itu diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 3: 20-21 mengatakan, “Tuhan Yesus Kristus, akan mengubah tubuh kita yang rendah itu menjadi seperti tubuh-Nya yang mulia.” 1 Yohanes 3 mengatakan kita akan menjadi seperti Dia karena kita akan melihat Dia sebagaimana adanya. Maka Bapa akan menjadikan kita replika sejati Yesus Kristus, yang akan memancarkan kemuliaan-Nya, dan kita akan memuji-Nya dan menghormati-Nya serta memuliakan Dia dan melayani-Nya juga untuk selama-lamanya. Itu adalah hadiah kasih dari Bapa kepada Anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 15 mengatakan ketika Anak menerima semua manusia yang ditebus dari Bapa, ketika Bapa memberikan Anak umat manusia yang telah ditebus itu, ketika kita semua ada di sana dan waktu tidak ada lagi dan kita semua ada di hadirat Allah dan ketika Bapa memberikan semua manusia yang ditebus untuk Anak, 1 Korintus 15 menunjukkan bahwa Anak langsung memberikan semuanya kembali kepada Bapa sehingga Allah adalah segalanya di dalam segalanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa yang telah tercapai oleh itu adalah umat manusia yang ditebus bersama dengan malaikat-malaikat kudus yang mengisi surga baru dan bumi baru untuk selamanya, tanpa tujuan lain selain untuk melayani dan memuji dan memuliakan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, yang layak dimuliakan. Dalam Wahyu 13: 8 dan 17: 8 di mana dua kali itu mengacu kepada orang percaya sebagai mereka yang namanya telah ditulis dalam kitab kehidupan sebelum dunia dijadikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya satu komponen di alam semesta fisik yang bertahan selamanya dan itu adalah manusia. Karena hanya manusia pada akhirnya yang penting bagi Allah. Segala sesuatu yang lain hanya diciptakan untuk menyediakan dunia bagi manusia yang akan menyebabkan manusia dapat memuji dan bersyukur dan memuliakan Allah. Dan dapat memperlihatkan kekuatan Allah yang luar biasa, kebijaksanaan Allah dan kecerdasan Allah. Hanya manusia yang merupakan produk persekutuan intra-Trinitarian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah gambar Allah itu? Manusia dibentuk serupa dengan Allah. Dia dicipta-kan dengan pola ilahi. Itu berarti kita diciptakan dengan pola kekal, yang tidak berlaku untuk ciptaan lain. Kami bersama-sama memiliki fitur biologis dengan mahluk lainnya. Tetapi kita bukan kera yang berevolusi tinggi. Kita transenden dalam signifikansi kita karena kita telah diciptakan menurut gambar Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di atas semua itu, gambar Allah menunjukkan kemampuan untuk berhubungan secara pribadi dengan orang lain, khususnya dengan Allah sendiri. Mampu mengenal-Nya, mampu mencintai-Nya, mampu menaati-Nya, mampu menyembah-Nya. Gambar Allah dapat disimpulkan dengan kata “pribadi.” Kita hidup dan bergerak berdasarkan hubungan. Kita mengerti kasih. Kita memahami berbagi pikiran, sikap, ide, dan berbagi pengalaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah alasannya ketika Allah menciptakan manusia, Dia segera berkata, “Tidak baik bagi laki-laki untuk sendirian.” Mengapa? Karena gambar Allah adalah kepribadian, dan kepribadian hanya dapat berfungsi dalam hubungan. Allah sendiri tidak pernah ada sebagai individu yang tunggal, kesepian, soliter, terisolasi. Dia selalu ada dalam keluarga. Dia adalah Bapa. Anggota kedua adalah Anak. Anggota ketiga adalah Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah dapat melihat, mendengar, dan mencium sesuai dengan Kejadian 8:21, Dia dapat menyentuh dan Dia dapat berbicara, apakah Dia memiliki mata fisik, telinga, hidung, tangan atau mulut yang sebenarnya atau tidak. Dan seterusnya, ketika Dia merancang untuk menunjukkan diri-Nya kepada manusia, Dia telah melakukan itu dalam bentuk tubuh manusia, seperti dalam Kejadian 18, dan hal yang sama berlaku untuk para malaikat. Mereka adalah roh namun ada saat-saat ketika mereka ada tubuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hubungan dilaksanakan dalam komunikasi, yaitu bahasa. Hanya manusia yang secara khusus dirancang untuk memperoleh berbagai sistem bahasa yang kita lihat terwujud dalam lebih dari 5.000 bahasa di dunia. Kedua, ia dijadikan sebagai raja bumi untuk memerintah dan menundukkan ciptaan. Dan ketiga, dia dijadikan sebagai penyebar ras manusia untuk mengisi bumi, dan keempat, dia adalah penerima berkat yang kaya dan berlimpah di sekelilingnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penelitian Noam Chomsky, tentang keunikan spesies manusia dalam hal bahasa begitu meyakinkan sehingga ia tidak diterima di kalangan orang evolusionis. Kemampuan manusia untuk bahasa adalah pintu masuk alam kekal. Itu menuntut pengakuan bahwa kita telah diciptakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan berkomunikasi dengan Pencipta kita yang membuat kita menurut gambar-Nya. Allah berkomunikasi dan begitu juga kita. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div class="imTAJustify"><i class="fs12lh1-5 cf1"> </i></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180916</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000004D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Hari 6, Bagian 1]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000004C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:24-26" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:24-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan adalah musuh utama Allah. Setan adalah pembohong dan penipu yang tidak dapat berubah, dan Alkitab mengatakan dia adalah bapa segala dusta. Setan membenci kebenaran Allah dan dia mendominasi dunia yang ia kuasai dengan kepalsuan. Roma 1 mengatakan bahwa kebudayaan pada umumnya telah menukar kebenaran Tuhan untuk kebohongan yang meliputi semua pemikiran manusia yang mengatur semua pekerjaan intelektual, semua ilmu pengetahuan, semua filsafat, semua sosiologi, semua psikologi dan semua yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pada khususnya ada dua kebohongan. Kebohongan pertama adalah hidup itu acak. Kehidupan itu terjadi secara kebetulan tanpa ada yang merencanakan-nya dan itu berkembang begitu saja. Tanpa ada tujuan. Tidak ada rencana pembebasan berdaulat yang dilakukan oleh pencipta yang kuat. Dengan kata lain, alam semesta, sebagaimana adanya, tidak diciptakan oleh Allah, dan Allah juga tidak berotoritas atas ciptaan ini. Itu hanya masalah kesempatan acak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebohongan kedua: Kebenaran itu relatif. Alkitab tidak memberi kita kebenaran tentang apa yang benar dan salah, hidup dan mati, moralitas dan imoralitas di masa lalu dan di masa depan. Tidak ada otoritas di luar diri Anda. Kedua dusta itu begitu mapan dalam masyarakat kita sehingga orang-orang membenci pandangan dunia Kristen, yang menentang dusta itu. Kami percaya bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah dan ditopang oleh Allah dan diperintah oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, tidak peduli apa yang dikatakannya, apakah itu berbicara tentang sejarah, moralitas, atau ciptaan. Pandangan yang benar-benar Kristen, adalah bahwa Allah adalah pencipta, Allah adalah pemberi hukum moral, dan alam semesta di sekitar kita adalah karya tangan kreatif-Nya, dan Alkitab adalah wahyu dari hukum moral dan spiritual-Nya. Kami percaya bahwa apa yang dikatakan di Kejadian 1 sama benarnya dengan bagian-bagian lain dari Kitab Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan, setiap ketidakpercayaan atau perusakan atau pengubahan dari Kejadian 1 adalah tindakan pemberontakan terhadap Allah dan Firman-Nya. Siapa pun yang menyerang kebenaran Allah dan Firman Allah mendatangkan ancaman hukuman ilahi. Wahyu 22: 18-19, “jika ada yang menambahkan kepada mereka, Allah akan menambahkan kepadanya tulah-tulah yang dijelaskan dalam buku ini, 19 dan jika ada yang menghilangkan kata-kata dari buku itu, Allah akan mengambil bagiannya di pohon kehidupan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang yang mengaku Kristen akan menyangkal kesaksian Kejadian 1, bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta seperti sekarang dalam 6 - 24 jam hari sekitar 7.000 tahun yang lalu. Setan sangat pintar dan halus, dan ia telah melakukan pekerjaan sukses dalam menjual kebohongan evolusi. Bahkan, ketika kebanyakan orang berpikir tentang evolusi, mereka memikirkan tentang manusia. Mereka berpikir tentang gambar di National Geographic itu dari makhluk mirip monyet yang menjadi manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kata mereka, ada bukti fosil untuk ini. Tapi, faktanya adalah tidak ada bukti. John Ankerberg dan John Weldon menulis dalam ‘Lompatan Iman Darwin’, “Terlepas dari keyakinan luas yang bertentangan, catatan fosil umat manusia sangat tidak memadai untuk membenarkan keyakinan dalam evolusi. Meskipun sudah mencari selama 130 tahun, tidak ada fosil yang mengaitkan manusia dengan spesies lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Duane Gish menulis, “Tidak ada bukti, baik di dunia saat ini atau di dunia masa lalu bahwa manusia telah muncul dari makhluk yang lebih rendah. Dia berdiri sendiri sebagai jenis ciptaan yang terpisah dan berbeda atau desain morfologis dasar, yang diberkahi dengan kualitas yang membuatnya jauh di atas semua makhluk hidup lainnya.” Evolusi manusia telah dibagi menjadi tiga jenis istilah Latin: Ramapithicus, Australopithecus, dan Pithecanthropus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ramapithicus, yang pertama, hanyalah salah satu dari serangkaian panjang makhluk yang telah disarankan pada suatu waktu. Semua jenis tulang yang berbeda telah dimasukkan ke dalam kategori itu dan mereka semua telah disarankan sebagai mata rantai yang hilang, tetapi ternyata semuanya terkait dengan keluarga kera. Lalu ada Australopithecus. Zuckerman memimpin tim peneliti yang mempelajari fitur anatomi fosil kera, manusia, dan Australopithecan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang evolusionis tampaknya mengklasifikasikan Australopithecus sebagai genus hominoid atau keluarga manusia, daripada kera. Tetapi Zuckerman membalas semua dari mereka, “Saya sendiri tetap tidak percaya. Hampir selalu ketika saya mencoba untuk memeriksa klaim anatomi di mana status Australopithecus didasarkan, saya telah berakhir dengan kegagalan.” Dan dia menyimpulkan bahwa ini hanyalah seekor kera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan begitu juga caranya dengan Pithecanthropus. Anda mungkin mengenalnya sebagai lelaki Jawa atau lelaki Peking, penciptaan semacam bentuk peralihan dari beberapa fragmen kerangka kecil. Mereka sekarang percaya itu tidak pernah adalah manusia, tetapi beberapa makhluk terkait dengan owa yang adalah kera. Dan manusia Cro-Magnon, manusia Neanderthal, mereka sekarang tahu itu adalah kerangka manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah beberapa kutipan dari beberapa evolusionis terkemuka. Robert Martin menulis, “Jadi orang dipaksa untuk menyimpulkan bahwa tidak ada gambaran ilmiah yang jelas tentang evolusi manusia." Leaky adalah nama yang sangat terkenal dalam evolusi manusia, seorang paleo-antropolog, yang mengatakan, "Kita tidak mungkin dapat mengatakan dengan tepat apa yang berevolusi menjadi apa.” Itu cukup komprehensif. Menghabiskan seluruh hidupmu untuk datang ke pada kesimpulan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tulang yang mereka pikir usianya 4,5 juta tahun adalah identik dengan manusia saat ini. Itu berarti bahwa tidak ada evolusi dalam 4,5 juta tahun. Para ilmuwan dan mereka yang mengikuti tipuan mereka tentang evolusi sama seperti orang Yahudi yang pada zaman Yesus berkata, “Kita tidak mau orang ini memerintah kita. Kita tidak mau berada di bawah kedaulatan Allah.” Jadi mereka digambarkan dalam Mazmur 14:1, “Orang bebal berkata dalam hatinya, 'Tidak ada Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah penciptaan manusia pada hari keenam. <b>Kejadian 1:24-25</b>, “Hendaklah bumi menghasilkan ciptaan hidup menurut jenis mereka - ternak dan binatang melata dan binatang di bumi menurut jenis mereka.” Dan memang hal itu terjadi. 25 Dan Allah menjadikan binatang-binatang di bumi menurut jenis mereka dan ternak menurut jenis mereka, dan segala yang merayap di tanah menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26-27</b>, “Lalu Allah berkata, “Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar kita, sesuai dengan rupa kita. Dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di langit dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas setiap binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; Dia menciptakan mereka laki-laki dan perempuan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sudah melewati lima hari pertama penciptaan. Lima hari pertama benar-benar melengkapi lingkungan di mana manusia akan hidup. Manusia adalah raja bumi. Manusia adalah puncak ciptaan Allah yang diciptakan menurut gambar Allah. Dan semua ciptaan lainnya hanya menyediakan lingkungannya, persiapan kedatangan manusia. Dan bahkan pada hari keenam, seperti yang baru saya baca, ada sentuhan akhir dalam penciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah penciptaan manusia dengan tujuan penebusannya yang benar-benar sudah direncanakan Allah. Segala sesuatu yang lain di alam semesta akan musnah. Segala sesuatu yang lain di alam semesta akan menghilang. Bintang-bintang akan jatuh - menurut kitab Wahyu - matahari akan padam. Bulan akan berakhir. Seluruh alam semesta akan digulung seperti gulungan. Seluruh ciptaan akan meleleh dengan panas yang kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat teks Kitab Suci memberikan lebih banyak waktu untuk penciptaan manusia daripada elemen lain dari penciptaan, dan semua Kejadian 2 memperluas penciptaan manusia karena itu sangat penting. Jadi, pada hari keenam, ketika penumbuhan dan kehidupan binatang telah sepenuhnya ditetapkan, dan manusia yang memerintah atas semua kehidupan di bumi, diciptakan. Allah mengacu di Alkitab kepada binatang darat dalam tiga kategori: Ternak, binatang melata dan binatang di bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ternak adalah kata yang membicarakan binatang yang dapat dijinakkan untuk digunakan manusia. Umumnya, ini adalah binatang yang menyediakan susu, seperti kambing dan sapi. Dan binatang yang bisa dikendarai seperti kuda dan keledai. Dan kemudian binatang yang menjalar, seperti ular dan kadal. Apa pun yang merayap atau merangkak di tanah, yang akan mencakup semua serangga, serta kelinci dan tupai dan sejenisnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian kategori ketiga, binatang buas di bumi akan menjadi binatang berkaki empat dengan ukuran tertentu yang umumnya tidak dijinakkan. Singa, jerapah, gajah, badak dll yang tidak dijinakkan. Secara umum, ini adalah mamalia besar yang menjelajahi bumi dalam bentuk liar. Nah klasifikasi umum ini tidak memiliki hubungan dengan sistem taksonomi buatan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mungkin orang mengatakan, “Ah, ternak itu datang duluan dan mereka mengembang menjadi binatang yang menjalar, dan dari mereka berevolusi binatang-binatang liar di bumi.” Itu tidak benar karena hal yang sama diulangi dalam ayat 25, hanya dalam urutan terbalik. Binatang-binatang di bumi datang lebih dulu, ternak datang kedua, dan binatang melata datang dalam urutan ketiga. Jadi pencampuran urutan adalah cara yang baik untuk menunjukkan bahwa ini diciptakan secara bersamaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika Allah menciptakan mereka ke di ayat 24, mereka disebut “Mahluk hidup.” Makhluk hidup memiliki kesadaran, tetapi tidak selalu ada kesadaran diri. Mereka sadar akan lingkungan mereka sehingga mereka dapat bereaksi terhadapnya. Mereka berada di dunia hanya sebagai bagian dari lingkungan Manusia, sewaktu Allah menunjukkan kehebatan-Nya kepada raja bumi, ciptaan-Nya, manusia, yang dibuat menurut gambar-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikan lagi di ayat 24 dan 25, itu mengulangi kalimat “menurut jenis mereka.” Itu menjadi lazim bagi kita. Kami melihatnya 10 kali dalam Kejadian 1. Ini menunjukkan keterbatasan variasi. Janganlah kita terlalu teknis dan mengatakan itu berarti spesies atau genus atau keluarga atau fila atau apa pun istilah kategorisasi ilmiahnya. Tetapi yang kita katakan adalah itu artinya ada keterbatasan pada variasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam setiap kasus ada DNA, strip kromosom yang dikodekan dalam setiap sel dari setiap mahluk hidup yang menentukan sifat alami makhluk hidup itu. Dan itu akan sesuai dengan sifatnya. Bisa ada variasi dalam DNA itu, tetapi tidak dapat menjadi sesuatu yang lain dari DNA itu. Itu dikendalikan, seperti yang telah kita pelajari berkali-kali, oleh DNA itu. Dan itu tersirat oleh konsep "menurut jenis mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan pembentukan tanaman terjadi sebelum penciptaan kehidupan binatang apa pun, sebelum ikan dan sebelum burung. Itu bertentangan dengan sistem evolusi tradisional, yang mengatakan bahwa semua kehidupan binatang mulai di laut dan merangkak keluar dari laut selama miliaran tahun, dan begitu sampai di darat, tanaman berevolusi. Tetapi di Kejadian tumbuhan diciptakan duluan, kemudian ada penciptaan mahluk laut, mahluk udara, dan mahluk darat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan semua makhluk sesuai dengan keadaan mereka. Meskipun ada variasi, ada batasan pada variasi itu. Yang satu tidak berevolusi menjadi yang lain. Dan itu diulang sepuluh kali dalam Kejadian 1, seolah-olah Allah tahu ada orang yang datang dan mencoba berbohong tentang satu jenis menjadi jenis lain dan tidak ada batasan pada variasi yang ada. Dikatakan di akhir ayat 24, “Dan hal itu terjadi.” Itu berarti hal itu permanen, dan begitulah caranya itu menetap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat lagi <b>ayat 26 dan 27,</b> puncak ciptaan Allah. “Dan kemudian Allah berkata, 'Mari kita menjadikan manusia sesuai dengan gambar kita, sesuai dengan kemiripan kita. Dan hendaklah mereka menguasai ikan-ikan di laut dan burung-burung di langit dan di atas ternak dan di atas seluruh bumi dan atas setiap binatang melata yang merayap di bumi.' Dan Allah menciptakan manusia menurut gambarnya sendiri, dalam gambar Allah diciptakannya dia; laki-laki dan perempuan Dia menciptakan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berbicara dan menciptakan. Inilah yang disebut “penciptaan fiat.” Fiat karena kata Latin fiat berarti “Hendaklah ada.” Allah membicarakannya menjadi ada. Kami telah mendengar itu berulang-ulang. Tetapi ayat 26 tidak mengatakan, "Hendaklah ada." Dikatakan, "Marilah kita menciptakan manusia." Ini perubahan besar. Karena Allah adalah trinitas ketika dia memperkenalkan dirinya secara pribadi, itu dalam bahasa jamak. Dia membiarkan kita masuk pada rencana Trinitarian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada referensi Trinitas dalam Perjanjian Lama. Tetapi pemahaman penuh tentang trinitas benar-benar mekar dalam Perjanjian Baru. Karena anggota kedua dari trinitas menjadi seorang pria. Pembicaraan mereka itu adalah tentang penebusan manusia karena bumi sudah terbentuk. Dan menurut Wahyu 13: 8, Wahyu 17: 8, nama-nama kita ditulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba sebelum dunia diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sangat mengasihi Sang Putra. Dia ingin menunjukkan kasih-Nya kepada Putra, cinta murni yang dia miliki untuk anggota kedua trinitas. Dan dia memutuskan bahwa dia akan melakukan itu dengan cara yang luar biasa. Artinya, dia akan menyediakan pengantin untuk Putra-Nya. Dan “pengantin wanita” Dia bermaksud Dia akan menyediakan manusia yang ditebus yang akan menghormati Putra-Nya, yang memuja Putra-Nya, mencintai Putra-Nya, menyembah Putra-Nya, dan melayani Anak-Nya yang tunggal untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia akan membawa manusia yang ditebus itu ke tempat di mana tritunggal itu hidup dalam kemuliaan surga dan mereka akan tinggal di sana untuk selamanya. Menciptakan seluruh alam semesta dan segala sesuatu yang ada di dalamnya hanyalah dasar supaya rencana itu terungkap. Karena ciptaan itu membicarakan Allah dan siapakah Dia, dan itu memberi tahu manusia tentang kebesaran dan kemuliaan serta kekuatan-Nya. Langit menyatakan kemuliaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi apa yang menempatkan Allah pada tampilan dengan cara yang luar biasa adalah bahwa Dia cukup murah hati untuk menyelamatkan orang berdosa. Allah itu murah hati, Allah berbelaskasihan, Allah itu pengampun, Allah itu baik, dan itu tidak pernah bisa ditampilkan kecuali ada orang berdosa di luar sana yang Allah bisa memperlakukan dengan murah hati. Malaikat diciptakan untuk kemuliaan Allah. Tetapi tidak ada anugerah yang diperlihatkan kepada malaikat, jadi Allah tidak bisa menampilkan rahmat-Nya dan belas kasih-Nya kepada para malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para malaikat adalah kudus atau mereka jatuh dan terkutuk di lautan api. Allah tidak perlu menciptakan kita semua, sama seperti Dia tidak perlu menciptakan semua yang lain. Tapi Dia menciptakan segalanya untuk menyediakan panggung untuk mengungkapkan diri-Nya kepada kita. Itulah sebabnya Yesus berkata dalam Yohanes 6, “Semua yang Bapa berikan kepada saya akan datang kepada saya.” Dan Dia menuliskan nama mereka di buku sebelum dunia dijadikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami ditentukan lebih dulu sebelum dunia diciptakan. “Mari kita menciptakan manusia.” Allah sangat pribadi di sini karena sekarang Dia menciptakan mereka yang abadi. Dan orang-orang secara kekal akan membawa kemuliaan kepada-Nya baik di surga atau di neraka. Bagaimana Dia melakukannya? Dia menciptakan manusia dari debu tanah. Itu sebabnya tubuh membusuk dan kembali menjadi debu. Tetapi jiwa kita pergi ke surga di mana Allah memberikan kita tubuh yang kekal, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Sep 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180909</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000004C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Hari 5]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000004B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:20-23" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:20-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teks ini mengatakan, “Dan Allah berkata, “Hendaklah di dalam air berkeriapan banyak macam makhluk hidup, dan hendaklah banyak burung terbang di atas bumi melintasi cakrawala langit.” 21 Maka Allah menciptakan makhluk-makhluk raksasa laut dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, di mana air berkerumun, menurut jenisnya, dan setiap burung bersayap menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“22 Dan Allah memberkati mereka, dan mengatakan, “Jadilah berbuah dan berkembang biaklah dan penuhi air di lautan, dan hendaklah burung memperbanyak di bumi.” 23 Dan ada petang dan ada pagi hari, hari kelima.” Kami telah hari demi hari mempelajari minggu Penciptaan dengan beberapa wawasan luar biasa yang diberikan kepada kita oleh firman Allah. Tetapi saya sekarang memperkenalkan kalian kembali kepada keragaman dan kompleksitas yang luar biasa dari urutan yang diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sungguh mengejutkan, ketika mulai melihat Penciptaan dengan jenis pemikiran yang dalam, bagaimana kalian berhadapan dengan besarnya kecerdasan dan kekuatan Allah. Dalam bulan Desember 1996, seorang evolusionis dan astronom yang sangat terkenal di dunia, bernama Carl Sagan meninggal. Dia percaya bahwa hidup hanya terjadi begitu saja dan dia mengakhiri hidupnya dengan keputusasaan mutlak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjelang akhir hidupnya ia diwawancarai oleh Ted Koppel di televisi yang bertanya kepada Sagan, "Apakah Anda memiliki kata-kata bijak untuk orang-orang di dunia?" Sagan menjawab, "Kami tinggal di sebongkah batu dan logam yang mengelilingi bintang yang adalah salah satu dari 400-plus-miliar bintang lain yang membentuk galaksi Bima Sakti, yang merupakan salah satu dari miliaran galaksi lain yang membentuk alam semesta. Itu layak dipertimbang-kan.”akhiri kutipan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya, evolusionis yang brilian ini hanya tahu bahwa alam semesta itu ada. Dia tidak tahu bagaiman caranya, dia tidak tahu mengapa, dan dia tidak tahu siapakah penciptanya. Betapa sedihnya itu. Segala sesuatu di alam semesta menunjuk kepada Allah, Sang Pencipta. Bahkan Albert Einstein berkata, “Tentu saja ada kecerdasan besar di balik alam semesta. Orang yang benar bodoh yang tidak percaya itu,” Orang evolusionis itu menolak untuk bertemu dengan Allah yang ingin supaya orang mengenal-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa burung menavigasi dengan bintang-bintang saat bermigrasi. Bagaimana burung yang dibesarkan dari telur di dalam sebuah bangunan di mana mereka belum pernah melihat langit, dapat mengarahkan diri pulang ke rumah ketika ditunjukkan langit buatan yang mewakili tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Coba lihatlah kumbang Bombardier itu yang memiliki dua bahan kimia di dalam tubuhnya yang dapat bercampur dengan sempurna pada saat yang tepat berkombinasi di luar tubuhnya. Ketika mereka diluncurkan, mereka meledak di muka musuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, dua bahan kimia itu yang menyebabkan ada ledakan di luar tubuh, tidak pernah bergabung secara prematur untuk meledakkan kumbang. Dan bagaimana kumbang itu dapat mengembangkan bahan peledak itu dan menjaga supaya mereka selalu terpisah? Sekarang, lihatlah kuasa Allah. Universitas Alberta, pernah menghitung bahwa dalam iklim itu ada rata-rata 1,800 badai yang beroperasi setiap saat, dan bahwa 1.800 badai itu menghabiskan energi satu miliar tiga ratus juta tenaga kuda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hujan empat inci lebih untuk 25.000 kilometer persegi akan membutuhkan pembakaran 640 juta ton batu bara untuk menguapkan air yang cukup untuk hujan seperti itu. Dan untuk mendinginkan uap dan mengumpulkannya di awan, itu akan membutuhkan 800 juta tenaga kuda pendinginan yang bekerja 24 jam sehari selama 100 hari. Namun Allah, dengan kekuatan matahari yang sangat besar itu menguapkan air, mendinginkannya di langit, dan mengirimkannya kembali lagi sebagai air setiap hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Museum Alam AS mengatakan ada lebih dari 10 juta spesies serangga yang berbeda. Ada 2.500 jenis semut. Satu koloni semut dapat memiliki sebanyak 100 juta semut. Beberapa orang memperkirakan ada lima miliar burung di Amerika. Bebek bisa terbang 60 mil per jam, burung elang bisa terbang 100 mil per jam, dan burung meriam bisa terjun secepat 180 mil per jam. Codfish dapat memiliki sembilan juta telur dan ikan herring hanya 70.000.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirkan apa yang Allah ciptakan. Bumi memiliki keliling 25.000 mil, beratnya 6.586 sextillion ton, dan bergantung di ruang kosong, berputar secepat 1.000 mil per jam dengan keseimbangan sempurna. Dan pada saat yang sama, itu bergerak melalui ruang di sekitar matahari dengan kecepatan 1.000 mil per menit di dalam orbit 580 juta mil. Ia melakukannya dengan sudut yang tepat untuk menciptakan musim, yang menyediakan semua tanaman yang memberi makan penduduknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matahari membakar empat juta ton materi per detik. Pertimbangkan hal-hal yang sangat kecil, seperti atom. Kami tahu mereka ada, tetapi sampai hari ini mereka tidak terlihat. Atom sangat kecil, dibutuhkan tiga atom untuk membentuk satu molekul air. Jika Anda mengambil setiap molekul dalam satu tetes air dan membesarkannya seukuran butiran pasir, Anda akan memiliki cukup pasir untuk membuat jalan setebal satu kaki, selebar satu setengah mil dari L.A. sampai ke New York City.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya berbicara tentang 'roda kehidupan'. Itulah yang disebut para ilmuwan, dan itu ditemukan dalam enzim ATP synthase. Itu menyebabkan kemenangan Hadiah Nobel bersama pada tahun 1997 untuk dua ilmuwan, Paul Boyer dari AS dan John Walker dari Inggris. Roda dalam enzim ini berputar pada sekitar 100 putaran per detik. Mesin miniatur ini 200.000 kali lebih kecil dari kepala peniti. Setiap sel di setiap makhluk hidup memiliki ribuan mesin seperti ini di dalam satu sel saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tugas mesin ATP ini adalah untuk membuat molekul adenosin trifosfat, ATP, dari adenosin difosfat, ADP, dan asam fosfat, suatu sintesis yang membutuhkan pemasukan energi. ATP kemudian dapat memecah menjadi ADP lagi dan menyerahkan energi dengan menggabungkan dirinya dalam proses kimia lain di dalam sel. Jadi energi diarahkan dan produk didaur ulang secara konstan, di mana Anda memiliki 10 kuadriliun mesin yang berfungsi sepanjang waktu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Dr. Walker, “Kami membutuhkan berat badan kami dalam ATP itu setiap hari.” Kami menggunakan ATP sebanyak itu, menggantikan energi itu, untuk memelihara diri kita berpikir dan berjalan-jalan, melakukan apa pun yang kami biasa lakukan. Pada tahun 1993, Profesor Boyer menyimpulkan bagaimana ATP diproduksi, tetapi itu terserah kepada Dr. Walker pada tahun 1994 untuk memberikan gambaran detail pertama tentang bagaimana mesin itu bekerja. Dia menggunakan ronsen dan mikroskop elektron untuk mengambil foto atom.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada orang Jepang yang pada tahun 1997 dengan filamen neon kecil yang melekat pada mikroskop elektron dapat melihat mesin itu berputar di bawah mikroskop. Setiap mesin dibangun dari 31 protein terpisah, dan ingat ini 200.000 kali lebih kecil dari kepala pin dan mereka memiliki 31 komponen protein yang terbuat dari ribuan asam amino yang tersusun dengan tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mesin-mesin kecil ini menghasilkan, dengan setiap putaran roda secepat sekitar 100 putaran per detik, energi yang diperlukan untuk membuat kalian tetap hidup dan membuat kalian tetap berfungsi. “Luar biasa,” kata Dr. Walker, “untuk memikirkan bahwa ada mesin-mesin kehidupan yang berputar di semua sel-sel tubuh kita dan mereka berputar di semua sel-sel dari segala sesuatu yang hidup.” Siapakah yang mendesain dan memberi energi pada mesin roda kecil ini? Hanya Allah dapat melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">R.C. Sproul mengatakan hanya ada empat pilihan untuk asal mula alam semesta. Pilihan pertama, alam semesta adalah ilusi. Itu tidak ada. Pilihan nomor dua, itu menciptakannya sendiri. Pilihan nomor tiga, itu berada secara independen dan abadi. Pilihan nomor empat, itu diciptakan oleh seseorang yang berada dengan sendirinya. Entah itu tidak ada atau ia menciptakan dirinya sendiri, atau selalu ada atau ada seseorang yang menciptakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sproul mengatakan, "Pilihan nomor satu harus dihilangkan karena dua alasan." "Pertama, jika itu adalah ilusi sejati, maka harus ada orang yang memiliki ilusi itu, jadi karena itu tidak semuanya ilusi." Kedua, Anda dapat menghilangkan teori ilusi, karena jika kita menganggap ilusi itu mutlak, maka tidak ada sesuatu yang ada. Tetapi jika sesuatu itu ada, maka apa pun yang ada haruslah diciptakan sendiri, selalu ada, atau diciptakan oleh seseorang yang ada dengan sendirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilihan kedua, bahwa alam semesta menciptakan dirinya sendiri. Nah ini kontradiktif dan secara logis tidak mungkin. Sproul mengatakan, "Pada intinya, kreasi diri membutuhkan keberadaan sesuatu sebelum itu ada." "Untuk sesuatu menciptakan dirinya sendiri, itu harus ada sebelumnya itu ada." Itu tidak mungkin untuk zat padat, cair dan gas. Tidak mungkin untuk atom dan partikel subatom. Tidak mungkin untuk cahaya. Tidak mungkin bagi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sproul menunjukkan bahwa entitas, seperti Allah, dapat berada dengan sendirinya dan tidak melanggar logika, tetapi Dia tidak dapat menciptakan diri-Nya sendiri. Ketika para ilmuwan mengatakan, "Ya, 15 hingga 20 miliar tahun yang lalu alam semesta itu menciptakan dirinya sendiri," apakah yang mereka katakan? Mereka mengatakan ketiadaan meledak menjadi sesuatu. Itu adalah ketidakmungkinan yang logis. Kemudian Anda memiliki pilihan nomor tiga, bahwa alam semesta, sebagaimana adanya, seperti yang kita kenal, selalu ada untuk selamanya.tetapi Anda tidak kekal dan saya juga tidak dan begitu pula untuk bumi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita hanya punya satu kemungkinan. Alam semesta ada karena diciptakan oleh seseorang yang ada sebelum itu ada, yaitu Allah. Materi tidak dapat membuat dirinya sendiri. Hanya Allah yang kekal, yang sudah ada sebelumnya dapat menciptakannya. CNN melaporkan bahwa hanya sembilan persen orang Amerika percaya bahwa kehidupan muncul hanya secara kebetulan. Lebih dari 90 persen orang Amerika percaya bahwa Allah terlibat dalam penciptaan, tetapi bahwa Allah menggunakan evolusi sebagai metode-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang evolusionis berpikir mereka bijaksana, tetapi mereka sebenarnya bodoh. Mereka menjadikan ciptaan itu pencipta dengan mengatakan: Kehidupan menciptakan dirinya sendiri. Mereka melihat ciptaan sebagai kekuatan hidup yang mencipta. Kebenaran asal-usul jelas diberikan di sini dalam enam 24 jam-matahari hari, enam hari yang didefinisikan sebagai memiliki malam, periode kegelapan dan pagi, periode cahaya. Dalam enam hari, Allah menciptakan seluruh alam semesta seperti sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pada hari pertama, Allah menciptakan materi dan cahaya. Hari kedua, lautan dan langit. Hari ketiga, bumi dan tumbuh-tumbuhan dan hari keempat, cahaya dari bulan, bintang dan matahari. Sekarang kita sampai pada hari kelima. Disini Allah menciptakan semua ciptaan yang mengisi lautan dan langit. Ini adalah hari ketika Allah menyelesaikan rumah bagi manusia dan Dia menciptakan ciptaan hidup pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 1:20</b>, “Banyak macam makhluk hidup.” Itu adalah pertama kalinya ada sesuatu yang dikatakan hidup. Tanaman tidak ditentukan begitu. Mereka adalah organisme yang memiliki semacam kehidupan, tetapi itu bukanlah kehidupan yang sadar. Makhluk hidup pertama yang diciptakan oleh Allah datang pada hari kelima. Sekarang, ada dua fase pada hari kelima. Fase pertama, penciptaan kehidupan sadar, kedua penciptaan kehidupan reproduktif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Lalu Allah berkata, “Hendaklah air penuh dengan kawanan makhluk hidup.” Jadi, Dia pertama-tama mengisi air itu. Kawanan adalah kata yang dipilih di sini karena memiliki gagasan gerakan, Tanaman tidak disebut makhluk hidup karena mereka tidak bergerak. Cassuto, komentator Yahudi, menulis, "Makna utamanya adalah gerakan yang banyak dan cepat dari banyak makhluk ketika mereka terus merambah ke semua arah yang mungkin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lautan akan termasuk air tawar juga; semua perairan di bumi. Istilah hidup adalah kata kunci Ibrani yang sangat akrab, yaitu ‘nephesh’ yang berbicara tentang jiwa atau makhluk atau kehidupan. Ini adalah pertama kalinya kami benar-benar memiliki makhluk hidup yang bergerak sendiri. Makhluk hidup itu sadar, meskipun binatang tidak sadar diri. Mereka menanggapi lingkungan mereka sebagai individu, itu adalah mekanisme yang kita sebut naluri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah menciptakan ikan dan semua binatang itu, apakah Anda berbicara tentang ikan atau ikan paus atau dinosaurus laut atau plankton atau apa pun yang ada dalam rangkaian makanan, ketika Allah menciptakan semua itu, tidak ada proses evolusi. Ayat 20 menunjukkan hal yang sama, “Hendaklah burung-burung terbang di atas bumi di langit yang terbuka.” Dan burung-burung yang terbang di seluruh dunia pergi sangat jauh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Maka Allah menciptakan binatang raksasa laut dan segala makhluk hidup yang bergerak, sampai air itu berkerumun, menurut jenis mereka, dan setiap burung bersayap sesuai dengan jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik.” Masih ingat membaca tentang Leviathan, makhluk laut raksasa yang kuat ini? Allah berkata dalam Ayub 41, "Dapatkah kautangkap dengan kait dan mengendalikan Leviathan?" Allah sedang menggambarkan seekor dinosaurus, raksasa yang ada di laut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah melihat bahwa itu baik. Dan itu termasuk raksasa laut itu. Karena itulah dikatakan di Mazmur 148: 7, “Pujilah Tuhan, hai seisi bumi, hai naga-naga laut dan semua samudra dalam.” Allah menciptakan semuanya yang hidup di dalam air dan terbang di udara pada waktu yang sama di hari yang sama, dan Dia menciptakan mereka menurut jenisnya. Kita bisa menyimpulkan pada saat itu bahwa binatang-binatang tidak saling memakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan datang ke dunia setelah kejatuhan manusia. Jadi di hari kelima pertama ada penciptaan kehidupan sadar dan kedua, kehidupan reproduktif. Semakin banyak kalian tahu tentang sistem reproduksi, semakin luar biasa hal itu. Setiap spesies, dari jenis ciptaan paling kecil sampai ke binatang yang terbesar di darat dan di laut serta dinosaurus, semuanya memiliki proses reproduksi yang berbeda, semuanya dikodekan dalam DNA mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dikatakan dalam <b>ayat 22</b>, “Dan Allah memberkati mereka, dan mengatakan, “Jadilah berbuah dan berkembang biaklah dan penuhi air di lautan, dan hendaklah burung berkembang biak di bumi.” ‘Jadilah berbuah dan berkembang biak’ adalah frasa Perjanjian Lama untuk reproduksi. Dalam Kejadian 1:28 ketika Allah menciptakan manusia, dikatakan, “Allah memberkati mereka,” itu adalah laki-laki dan perempuan, “dan Allah berkata kepada mereka, “Jadilah berbuah dan berkembang biak.” Itulah perintah-Nya bagi mereka untuk menghasilkan keturunan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua makhluk hidup adalah seperti mesin-mesin yang rumit. Semua organisme hidup memiliki tiga ciri khas. Mereka dapat mempertahankan diri. Yaitu mereka memiliki kemampuan untuk mempertahankan kehidupan mereka sendiri seperti roda-roda kecil yang berputar di dalam diri Anda. Kedua, mereka dapat memperbaiki diri. Yaitu mereka sanggup memperbaiki diri saat mereka hidup. Dan yang pasti adalah, mereka dapat mereproduksi diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang sangat menyedihkan adalah bahwa manusia menolak untuk melihat Allah dalam penciptaan. Yang paling menyedihkan saya adalah orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah orang Kristen, yang percaya Alkitab, dan kemudian mengklaim adanya evolusi. Mengapa Anda menghujat Allah atau mencemarkan Allah untuk menghormati seorang evolusionis yang tidak percaya Allah; atau untuk membeli kredibilitas ilmiah. Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi saya lebih baik mulai percaya Alkitab mulai Kejadian 1:1. Saya tidak perlu menunggu sampai Kejadian 3. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda percaya Alkitab? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Sep 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180902</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000004B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Hari 4]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000004A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:14-19" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:14-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami datang sekarang pada hari keempat dalam Penciptaan yang dijelaskan dalam Kejadian 1: 14-19, “Dan Allah berkata, “Jadilah terang di cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Dan biarkanlah mereka menjadi tanda-tanda untuk musim, dan untuk hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan biarkanlah mereka menjadi terang di cakrawala langit untuk memberi cahaya ke atas bumi.” Dan memang begitu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Dan Allah membuat dua benda terang yang besar — cahaya yang lebih besar untuk menguasai siang hari dan cahaya yang lebih kecil untuk menguasai malam hari dan bintang-bintang. 17 Dan Allah menempatkan mereka di cakrawala langit untuk memberi cahaya di bumi, 18 untuk menguasai siang dan menguasai malam, dan untuk memisahkan terang dari kegelapan. Dan Allah melihat bahwa itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab menggambarkan penciptaan semua bintang-bintang yang menempati angkasa luas yang tak ada habisnya di sekitar kita. Evolusi telah mencoba untuk menjelaskan semua bintang yang ada di alam semesta, bagaimana mereka bisa berevolusi dari generasi spontan. Semua kapal angkasa yang mengorbit tidak dapat memberikan wawasan tentang bagaimana bintang-bintang di alam semesta dapat berevolusi. Dan itu bisa dimengerti karena mereka memangnya tidak dapat berevolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 1: 14-19 hanya mengatakan, Allah menciptakan semuanya. Ketika dikatakan bahwa Allah menciptakan bintang-bintang bersama dengan matahari dan bulan, itu mengatakan sesuatu tentang kuasa-Nya yang sangat besar. Pernyataan sederhana itu di akhir ayat 16, yang mengatakan, “bintang-bintang.” begitu mengejutkan sampai itu di luar pemahaman. Cahaya harus menempuh 32.000 tahun sebelum itu akan mencapai pusat Milky Way, galaksi kita. Dan setidaknya ada 50 miliar galaksi di alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagian besar bintang-bintang yang terlihat sebenarnya bukan bintang, tetapi lebih merupakan berbagai sistem bintang yang berputar mengelilingi pusat massa. Nah jika cahaya berjalan beberapa juta tahun lagi, ia akan menghadapi ruang terbuka. Diperlukan 20 miliar tahun lagi sebelum mencapai tepi alam semesta yang diketahui. Setelah 20 miliar tahun perjalanan, ia akan melewati 50 miliar galaksi dengan sekitar 100 miliar bintang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana cahaya yang sedemikian jauh itu mencapai bumi dengan begitu cepat dalam ciptaan enam hari? Jika dibutuhkan cahaya ratusan ribu tahun untuk sampai ke sini, bagaimana kita bisa melihatnya secara instan? Ya, Allah tidak hanya membuat bintang di luar sana, dan membuat kita di sini, tetapi dia bisa menciptakan semua cahaya di antaranya juga secara instan. Terang sudah ada, diciptakan pada hari pertama menurut Kejadian 1: 3. Jadi, yang harus Dia lakukan hanyalah meletakkannya di tempat yang diinginkan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap kumpulan bintang-bintang, setiap galaksi ini memiliki sidik jari Allah di atasnya yang berbeda dengan yang lain. George Wald, yang berasal dari Harvard dan merupakan pemenang Hadiah Nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran, mengakui dilema ini. Dia berkata, dan saya mengutip dari Scientific American Journal, “Pandangan yang masuk akal dulu adalah kepercayaan pada generasi spontan. Tetapi satu-satunya alternatif adalah satu tindakan ciptaan supranatural utama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wald melanjutkan dengan menyatakan pandangannya, “Seseorang harus merenungkan besarnya tugas ini untuk mengakui bahwa generasi spontan dari organisme yang hidup tidak mungkin. Namun, di sinilah kita.” Dia tidak percaya bahwa seluruh alam semesta yang terdiri atas miliaran pada milyaran galaksi adalah produk dari generasi spontan acak irasional, yaitu sesuatu yang muncul dari ketiadaan secara kebetulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pergi sebentar dari alam semesta yang sangat besar ini ke kompleksitas kehidupan terkecil, yaitu DeoxyriboNucleic Acid, DNA Anda. Ini berada di setiap sel tunggal. Tubuh Anda memiliki kira-kira 100 triliun sel. Dan setiap sel memiliki potongan DNA aktual. Ini adalah informasi berkode yang digulung. Nah Anda memiliki 46 segmen dalam gulungan kecil itu. Dua puluh tiga berasal dari ayahmu dan 23 berasal dari ibumu untuk menjadikannya 46.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kombinasi DNA ayah dan ibu Anda membentuk 46 untuk menentukan seperti apa rupa Anda, dan menentukan kepribadian dan kemampuan Anda secara tepat dan eksplisit. Gulungan kecil itu menentukan dengan tepat bagaimana setiap sel dalam tubuh Anda berfungsi sepanjang hidup Anda. Jika semua sel Anda memiliki 46 segmen komponen DNA yang sama, marilah kita membukanya. Satu potongan kecil DNA sel itu panjangnya 7 kaki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu begitu tipis sehingga di bawah mikroskop elektronpun kita tidak bisa melihatnya. Itu berada di dalam setiap 100 triliun sel Anda. Namun, jika semua DNA di tubuh Anda direntangkan dan dihubungkan bersama, itu akan membentang dari sini ke bulan setengah juta kali. Jika semua informasi berkode padat ini ditempatkan dalam bentuk tertulis, itu akan mengisi Grand Canyon sebanyak 50 kali. Betapa luar biasa dan dengan keajaiban Anda diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat pergi ke bagian terjauh yang paling kompleks di alam semesta atau Anda dapat melihat ke dalam kerumitan sel terkecil di dalam tubuh manusia, dan semua yang akan Anda lihat adalah tangan pencipta yang cerdas dan kuat. Sekarang marilah kita lihat otak Anda. Otak Anda memiliki sekitar 100.000 miliar sambungan listrik, namun otak Anda bisa masuk ke dalam botol kuart dan beroperasi selama 70 tahun dengan daya 10 watt yang sebagian besar datang dari apa yang Anda makan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya pandangan yang masuk akal adalah bahwa alam semesta di-ciptakan oleh Allah lebih kuat, lebih kompleks, dan lebih cerdas daripada apa yang pernah kita bayangkan. Tetapi kita tidak perlu bertanya bagaimana Dia melakukannya, karena Dia memberi tahu kita bagaimana Dia melakukannya. Kami memiliki kisah. Banyak ilmuwan evolusi mencoba menjelaskan bagaimana alam semesta berevolusi tetapi mereka gagal. Dalam satu hari, Allah memenuhi alam semesta dengan semua bintang, matahari, dan bulan oleh firman-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penciptaan ini diperkenalkan dalam ayat 1 dengan pernyataan ikhtisar, “Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi.” Itu adalah pernyataan ringkasan dan seperti dalam pernyataan itu Anda memiliki semua hal yang dapat dikategorikan. Herbert Spencer yang meninggal pada tahun 1903 mengatakan bahwa semua yang dapat diketahui di alam semesta dapat disimpulkan dalam lima kategori, waktu, kekuatan, tindakan, ruang dan materi. Segala sesuatu yang ada dapat masuk ke dalam itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mulai di ayat 2 itu mulai menggambarkan bagaimana Dia melakukan itu. Dia melakukan itu dalam proses enam hari. Proses itu dijelaskan mulai dari Kejadian 1:2 sampai Kejadian 2:3. Ini adalah generasi dari langit dan bumi. Pada hari pertama Allah membuat materi, Dia menciptakan ruang, waktu dan materi. Dia menciptakan alam semesta yang tidak berbentuk dan tidak dapat didiami dan kemudian Dia menciptakan cahaya sebagaimana itu ditunjukkan kepada kita di ayat 2 hingga 5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari kedua, Ia memisahkan air yang menutupi permukaan bumi dan mengambil air yang ada diatas dan membiarkan air yang di bawah di bumi. Ayat 6 - 8 membicarakan hal itu dan di tengahnya Ia menciptakan angkasa yang kita kenal sebagai surga. Dia mengirim air ke atas ke tempat yang tidak kita ketahui, tetapi air itu berada di tengah surga, yang adalah tempat semua bintang-bintang yang Dia ciptakan pada hari keempat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian pada hari ketiga, dalam ayat 9 sampai 13, Ia memisahkan tanah kering dari air yang ada di bumi kemudian menciptakan laut dan daratan dan kemudian, dua jenis tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon yang menghasilkan buah yang memiliki benih dan tanaman yang memiliki benih didalam diri mereka. Itu membawa kita kepada hari keempat. Sekarang kita kembali dari bumi ke surga dan Dia mengisi angkasa luas surga ini dengan bintang-bintang yang bersinar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari ke empat, seperti <b>ayat 14</b> mengatakan, “Kemudian Allah berfirman, biarlah ada cahaya di cakrawala langit.” Ini bukan proses yang Allah mulai, ini adalah sesuatu yang Allah selesaikan. Dia benar-benar berbicara itu menjadi ada. Dengarkan Mazmur 33: 6-9, “Demi firman Tuhan, langit diciptakan dan oleh nafas mulutnya semua penghuni mereka,” itu semua bintang, bulan, matahari, komet dan segala yang ada di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9 mengatakan, “Karena Dia berbicara itu terjadilah; Dia memerintah dan itu berdiri teguh.” Dengan kata lain, itu tidak berubah, itu tidak berkembang. Dia berbicara dan itu menjadi ada dan tetap berada, persis seperti cara Dia mewujudkannya. Dan kerumitannya benar-benar mengejutkan. Mungkin Anda berpikir bintang-bintang itu berada di tempat yang sama sepanjang waktu. Tetapi mereka bergerak. Kami dapat menentukan perjalanan kami oleh karena mereka tampaknya statis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi matahari kita sendiri mengambil seluruh tata surya kita dan menyeretnya dari satu ujung alam semesta ke ujung lainnya di orbit yang sangat besar. Bahkan seluruh Milky Way Galaxy berada di orbit yang dikalkulasi oleh para ilmuwan membutuhkan waktu 225 juta tahun untuk menyelesaikannya. Dan semua yang lain juga berada di orbit yang sesuai. Semuanya luar biasa. Dan itu semua dilakukan sekarang sesuai dengan apa yang Allah rancangkan untuk dilakukan dan memciptakannya untuk dilakukan melalui kata yang sederhana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan cahaya, cahaya tidak diciptakan oleh bintang-bintang. Cahaya tidak diciptakan oleh matahari. Cahaya hanya diciptakan oleh Allah dan itu dilekatkan kepada benda-benda itu. Jadi kita memiliki ciptaan cahaya dalam ayat 1, yang mengidentifikasikan siang dan malam dan petang dan pagi dan 24 jam matahari pertama, dan sekarang cahaya yang sama untuk tujuan yang sama itu, melekat pada benda-benda langit ini, matahari, bulan dan bintang-bintang yang diidentifikasikan di <b>ayat 16</b>.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ciptaan cahaya pada hari keempat memang adalah masalah penting karena cahaya sudah bersinar. Orang-orang berkata, tidak mungkin ada cahaya di mana-mana tanpa matahari, tanpa bintang, karena cahaya yang kita tahu berasal dari sumber-sumber itu. Bagaimana mungkin Allah menciptakan tanaman pada hari ketiga dan matahari pada hari keempat? Karena fotosintesis yang sangat penting bagi kehidupan tanaman tidak ada selain dari matahari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sudah ada cahaya pada hari pertama. Dan di mana ada cahaya ada panas. Dan di mana ada cahaya dan panas ada fotosintesis. Kondisi yang diperlukan untuk kehidupan tanaman untuk bertahan hidup pada hari ketiga sudah ada karena cahaya sudah ada di sana melakukan apa yang selalu dilakukan cahaya. Sumber itu belum dijelaskan secara khusus. Allah adalah pencipta cahaya. Jadi, Dia mengambil cahaya dan melekatkannya pada benda-benda yang dia buat pada hari keempat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kegelapan sudah ada, kita tahu hal itu dari ayat 1. Cahaya muncul juga pada hari pertama, jadi itu sudah ada. Ini menegaskan bahwa hari itu ada tanpa matahari, dan malam ada tanpa bulan dan tanpa bintang-bintang. Sekali lagi, matahari bukanlah penyebab cahaya siang hari karena sudah ada tiga periode siang hari dan tiga periode malam hari sebelum hari keempat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Allah menciptakan para pemberi cahaya ini dan mereka ditugaskan untuk pemisahan dan sekarang, dari sudut pandang kita, mataharilah yang membawa kita terang di siang hari, dan bulan yang membawa kita cahaya di malam hari, bersama dengan bintang-bintang. Tujuan pertama dari benda-benda ini adalah untuk memisahkan hari dari malam, atau untuk membuat hari seperti yang kita tahu, satu kali 24 jam sehari. Yang kedua adalah untuk mendominasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b> berlanjut, “Dan biarlah itu untuk tanda-tanda dan untuk musim, dan untuk hari dan tahun.” Kata kerja di sini, biarlah mereka, berarti membiarkan mereka melayani. Mereka adalah tanda-tanda yang menunjuk ke musim dan hari dan tahun. Artinya, bintang-bintang ini akan membagi tahun itu menjadi musim dan mereka akan membagi waktu menjadi musim dan menjadi hari dan tahun. Jadi Anda memiliki waktu musiman serta waktu kalender.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah menciptakan matahari dan itu mendominasi kehidupan di bumi. Seiring dengan itu bulan menentukan musim. Ini menentukan tahun kalender. Mereka mendikte kita kapan kita bekerja dan kapan kita beristirahat. Yang menentukan sehari itu 24 jam adalah rotasi bumi pada porosnya. Yang menentukan bulan adalah rotasi orbit bulan mengelilingi bumi. Dan yang menentukan tahun itu adalah rotasi bumi mengelilingi matahari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di seluruh muka bumi, umat manusia hidup memakai minggu-minggu. Dari mana mereka mendapatkannya? Dari Kejadian 1. Itu adalah periode waktu di mana Allah menciptakan alam semesta. Jadi hari-hari dan tahun adalah ukuran waktu terpendek dan terpanjang yang ditentukan oleh gerakan matahari dan bulan. Dan dalam rangka gerakan hari-hari dan bulan-bulan itu, matahari dan bulan juga mempengaruhi musim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang benar-benar terbawa arus dan melihat di bintang-bintang beberapa tanda astrologi. Budaya kita percaya bahwa ada semacam zodiak dan bahwa bintang-bintang ini sebenarnya adalah kuasa yang memiliki dampak besar pada kehidupan orang-orang. Itu adalah penyembahan berhala dan tidak alkitabiah. Paling baik itu kebodohan, paling buruk itu pengaruh setan. Dan bahkan beberapa guru-guru Kristen percaya tanda-tanda ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b> mengatakan, “Dan biarlah mereka menjadi terang di cakrawala langit untuk memberi terang ke atas bumi.” Dan hal itu terjadi.” Ini adalah frasa teknis dan itu berarti, itu dibuat permanen. Itu berarti dalam bahasa Ibrani bahwa penciptaan adalah kondisi yang kokoh, tetap, dan mapan. Lihatlah <b>ayat 16</b>, “Dan Allah membuat dua lampu besar — cahaya yang lebih besar untuk mengatur hari dan cahaya yang lebih kecil untuk mengatur malam — dan bintang-bintang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teori yang paling populer adalah bahwa tata surya kita terbentuk dari awan gas, debu, dan partikel yang berputar-putar. Dan jika itu benar maka planet-planet di tata surya kita dan 63 bulan pasti berevolusi dari bahan dasar yang sama, benar? Tapi, mereka tidak. Sekitar 98 persen dari matahari adalah hidrogen atau helium, tetapi kurang dari 1 persen dari planet-planet ini adalah hidrogen dan helium. Tidak ada proses alami yang bisa membentuk bintang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 8, “Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Engkau telah menetapkan kemuliaan-Mu di atas langit. 2 Dari mulut bayi dan anak-anak, Engkau telah membangun kekuatan karena musuh-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pembalas. 3 Bila kupandang ke langit yang Kaucipatakan, bulan dan bintang-bintang, yang Kaupasang pada tempatnya, 4 apakah manusia itu sehingga Kau ingat dan pelihara dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberi kita kisah penciptaan sehingga kita akan memuji dia seperti yang dilakukan dalam Mazmur 8. Dan apa yang dilakukan orang evolusionis? Mereka merampok kemuliaan-Nya. Mereka seharusnya jatuh di wajah mereka, oh Tuhan, betapa agungnya nama-Mu di seluruh bumi. Dan ajaib dari keajaiban, Engkau peduli tentang kami. Engkau cukup peduli untuk mengasihi kita, mengirim penyelamat untuk mengampuni dosa-dosa kita dan membawa kita kepada kemuliaan kekal. Itu tanggapan yang tepat terhadap Kejadian 1.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengerti segalanya tentang Anda. Sama banyaknya kemuliaan dalam besarnya dan kompleksitas penciptaan tubuh Anda seperti ada dalam kompleksitas dan penciptaan alam semesta. Di manapun Anda melihat, Anda melihat keagungan-Nya yang dipamerkan, apa pun yang kurang dari kehidupan ibadah adalah penghinaan terhadap Allah yang dihukum di neraka untuk selamanya. Tetapi Dia penuh belas kasihan dan pengasih dan Dia membuktikan itu melalui Yesus Kristus yang mati bagi kita. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Aug 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180826</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000004A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Hari 3]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000049"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:9-13" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:9-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lanjutkan mempelajari Kejadian 1:9-13 secara lebih terperinci supaya kita dapat belajar lebih banyak tentang apa yang Allah ingin sampaikan kepada kita, “Kemudian Allah berkata,“ Hendaklah air di bawah langit dikumpulkan ke satu tempat, dan biarkan tanah kering muncul.” Lalu hal itu terjadi. 10 Allah menamakan tanah kering itu Bumi, dan air yang berkumpul itu disebutnya Laut. Dan Allah melihat bahwa itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“11 Dan Allah berfirman, “Hendaklah bumi bertunas segala macam tumbuh-tumbuhan, tanaman yang menghasilkan biji, dan pohon buah yang berbuah di mana benih mereka, masing-masing menurut jenisnya, di atas bumi.” Dan memang benar demikian. 12 Bumi menghasilkan tumbuh-tumbuhan, tanaman yang menghasilkan biji menurut jenisnya masing-masing, dan pohon-pohon menghasilkan buah yang merupakan benih mereka, masing-masing menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari yang ketiga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Kejadian mengatakan bahwa Allah yang kekal menciptakan dari ketiadaan, tanpa materi yang sudah ada sebelumnya, langit dan bumi, yang berarti seluruh alam semesta. Dia menciptakan alam semesta seperti sekarang, dalam urutan enam hari matahari, hari ketiga yang baru kita baca. Dia mengakhiri ciptaan-Nya, pada hari keenam, dengan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri; makhluk cerdas dengan kepribadian, dengan kesadaran diri dan kognisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penciptaan ini terjadi dalam periode satu minggu hari-hari normal, sekitar 6000 tahun yang lalu, dan seluruh ciptaan dewasa dan tua pada saat penciptaannya. Kematian belum ada, tidak ada pengaruh yang merusak; dan ciptaan itu bagus. Kematian dan korupsi masuk ke dalam ciptaan untuk pertama kalinya pada Kejatuhan Adam dan Hawa, yang dicatat di dalam Kejadian 3. Tidak ada proses evolusi karena tidak ada yang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian permukaan bumi itu dibentuk kembali secara drastis oleh Air Bah yang universal, yang digambarkan dalam kitab Kejadian. Banjir yang merubahkan bumi dengan dahsyat, ketika air naik sampai ke atas gunung, yang turun dari atas dan naik keatas dari bawah bumi. Akibat air Bah itu hanya delapan orang selamat: Nuh, istrinya, ketiga putranya dan istri-istri mereka, dan binatang-binatang yang ada di bahtera hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sulit bagi orang untuk mengakui hal ini karena sains telah berkuasa begitu lama dalam pemikiran kontemporer. Evolusi telah menjadi mutlak di masyarakat kita, tetapi itu semua mulai hancur. Hanya berdasarkan argumen ilmiah pro dan kontra, banyak orang terpaksa menyimpulkan bahwa ilmiah kreasionisme bukan hanya teori yang layak, tetapi telah mencapai keunggulan atas teori normatif evolusi biologis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam istilah praktis, aktivitas dekade terakhir yang intensif oleh para ilmiah kreasionis telah membuat sebagian besar profesor evolusionis tidak mau memperdebatkan para profesor kreasionis. Terlalu banyak evolusionis telah dipermalukan di depan umum dalam perdebatan semacam itu oleh kelemahan teori mereka. Evolusionis harus belajar bahwa evolusi tidak dapat melawan kreasionisme dalam situasi perdebatan yang adil dan tidak memihak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengalaman akan membuktikan bahwa hal yang sama berlaku untuk masalah usia juga. Keyakinan evolusionis tentang asal usul dan perkembangan kehidupan tidak dapat bertahan dari pengamatan oposisi yang terinformasi. Dan evolusionis pun tidak dapat mengklaim bahwa alam semesta telah ada selama 10 hingga 20 miliaran tahun, dan bumi selama 4,5 miliar tahun. Untuk menunda jatuhnya penerimaan publik atas klaim macam itu, para ilmuwan evolusionis menghindari perdebatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusionis percaya bahwa selama miliaran tahun, sedimen yang menyebabkan stratifikasi geologis telah meningkat. Sekarang para ilmuwan telah mengukur seberapa sering meteor menghujani bumi. Jika dibutuhkan miliaran tahun, sedimen itu seharusnya ada di dalamnya meteor pada interval tertentu. Tetapi semua literatur gagal menghasilkan satu meteorit di mana saja dalam kolom geologi. "Jam" ini menunjukkan kita memiliki bumi muda karena semua meteor berada di atas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Philip Johnson telah menulis buku, “Darwin on Trial.” Jika Anda tertarik dengan informasi ilmiah lebih lanjut, bacalah buku itu; dia menggambarkan banyak bukti ilmiah yang menentang evolusi, seperti yang dilakukan banyak penulis lainnya. Nah itu hanya sedikit berita tentang sisi ilmu hal-hal. Saya ingin menyebutkan satu hal lain yang merupakan masalah alkitabiah sebelum kita melihat pada hari ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pertanyaan ini, kapan malaikat diciptakan? Mereka tidak disebut dalam Kejadian 1. Yah, tidak ada teks lain di Alkitab yang menyatakan secara khusus kapan makhluk-makhluk malaikat diciptakan. Yang pasti adalah mereka adalah ciptaan, dan mereka memang memiliki permulaan. Mereka juga abadi. Setelah diciptakan mereka akan hidup selamanya, tetapi hanya Allah Tritunggal yang abadi, tanpa awal dan tanpa akhir. Malaikat adalah makhluk yang diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada beberapa orang menyarankan bahwa mereka harus diciptakan pada hari keenam, karena pada hari keenam itu Allah menciptakan manusia, dan para malaikat, menurut Ibrani 1:14, diciptakan untuk menjadi roh pelayanan, yang diutus untuk melayani mereka yang akan menjadi ahli waris keselamatan. Dan karena mereka diciptakan untuk melayani manusia, yang menerima keselamatan, karena itu mereka diciptakan bersama dengan manusia pada hari keenam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi tidak semua malaikat hanya melayani orang-orang kudus. Sebenarnya, jika kalian masuk surga dalam Wahyu 4 dan 5, kalian menemukan bahwa mereka terutama menyembah Allah. Mereka jelas terlihat dalam kitab Wahyu, menyembah Allah pada akhir sejarah, dan mereka bisa saja mulai menyembah Allah pada awal sejarah. Ayub 38: 4-7, memberi tahu kita bahwa para malaikat hadir ketika fondasi bumi diletakkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bisa saja pada hari pertama, jika fondasi bumi berarti bumi awal yang belum berbentuk dan kosong yang belum disempurnakan menjadi bentuk akhirnya. Mazmur 104: 2-5 berbicara tentang cahaya Allah yang bersinar selama proses kreatif asli itu dan menyebutkan para malaikat sebelum merujuk pada peletakan dasar bumi, dan itu berarti bahwa itu terjadi pada pembentukan bumi pada hari ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang penting adalah pengetahuan bahwa mereka diciptakan oleh Allah. Mereka adalah produk dari Pencipta segala sesuatu, yang kelihatan dan tidak kelihatan (yang adalah dunia roh para malaikat). Sekarang mari kita kembali kepada Kejadian 1. Pada hari ke-2, Allah menciptakan hamparan yang kita kenal sebagai ruang, hamparan luas yang kita kenal sebagai surga. Bayangkan saja kecepatan di mana seluruh angkasa yang tak terbatas itu diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sains telah sampai di tempat di mana mereka mengakui ini. Ada petunjuk ilmiah; mereka menyebutnya teori "Ledakan Besar.” Kami suka menyebutnya teori “Allah Besar.” Majalah “World” mencatat ini dalam edisi 1 Mei 1999, "Seluruh alam semesta muncul dari titik tanpa isi dan tidak ada dimensi, pada dasarnya meluas langsung ke ukuran kosmologis." Ini sekarang diajarkan di Stanford dan MIT, dan sekolah sains top lainnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penjelasan mereka tentang awal alam semesta mirip dengan ide teologis tradisional tentang penciptaan ‘ex nihilo’, dari ketiadaan.” Salah satu astronom top dunia, Allan Sandage dari Observatories dari Carnegie Institution mengatakan, “Big Bang’ itu hanya bisa dipahami sebagai keajaiban,” akhir kutipan. Kejadian 1 memberi tahu kita bahwa Hari kedua adalah ‘big bang’ oleh Allah, yang secara instan menciptakan alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari pertama, Allah membagikan terang dari kegelapan. Pada hari kedua, Allah memisahkan air di bawah dari air di atas. Pada hari ketiga, Allah memisahkan tanah dari laut. "Biarkan air di bawah langit ..." Nah, itu adalah air yang masih tersisa di bumi. Air di atas telah masuk ke hamparan surga. Jadi, bumi diselimuti oleh air ini. Di bawah air adalah materi padat yang tersembunyi yang menutupi bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kesaksian yang jelas dari Alkitab, bahwa Allah menciptakan semua ini secara instan. Lihatlah Ayub 38: 4-8, Tuhan berkata, “Di mana engkau ketika saya meletakkan dasar bumi?" Di mana engkau ketika bintang-bintang pagi," para malaikat, "bernyanyi bersama, dan semua putra Allah bersorak bersukacita dalam penciptaan?" Dalam ayat 8, “Atau siapakah membendung laut dengan pintu-pintu, ketika itu meledak keluar dari rahim.” Karya kreatif Allah, pada hari ketiga dalam Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang dimiliki di Kejadian adalah suatu kisah penciptaan yang teliti, terperinci, yang nyata, tanpa puitis, tanpa ada mitos sama sekali. Kembali ke <b>Kejadian 1: 9-10</b>, “Biarlah air di bawah langit dikumpulkan bersama ke satu tempat, dan biarkan tanah kering muncul.” Dan memang benar demikian. 10 Allah menamakant tanah kering itu Bumi, dan air yang berkumpul bersama yang disebutnya Laut. Dan Allah melihat bahwa itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena sekarang sudah layak berhuni. Jadi sekarang ada tiga bagian, bumi, laut, dan surga. <b>Ayat 11</b>, “Dan Allah berfirman, “Biarlah bumi bertunas dengan tumbuh-tumbuhan, tanaman yang menghasilkan biji, dan pohon buah yang berbuah di mana benih mereka, masing-masing menurut jenisnya, di atas bumi.” Dan memang demikian.” Jadi segera setelah bumi siap untuk menopang kehidupan, kehidupan dalam bentuk yang paling sederhana diciptakan dan dimaksudkan untuk menjadi makanan bagi semua kehidupan yang lebih tinggi yang masih belum diciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-13</b>, “Bumi menghasilkan tumbuh-tumbuhan, tanaman yang menghasilkan benih menurut jenisnya masing-masing, dan pohon-pohon menghasilkan buah yang merupakan benih mereka, masing-masing menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari yang ketiga.” Allah mengulangi bahwa tumbuh-tumbuhan sanggup mereproduksi. Salah satu keajaiban dunia adalah ilmu penyebaran benih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanaman dibuat oleh Allah, bukan sebagai biji, tetapi sebagai tanaman dewasa, yang mengandung biji yang kemudian dapat mereproduksi. Itulah caranya seluruh ciptaan dibuat, semua dibuat dewasa. Ketika manusia diciptakan, ia diciptakan sebagai manusia dewasa. Ada tanaman yang dapat dimakan yang menghasilkan benih dan pohon buah yang benihnya ada di dalam buah mereka, yang menghasilkan buah sesuai jenisnya dengan benih di dalam mereka di bumi, dan memang itu demikian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu catatan penting: Kalimat kecil ini diulangi berkali-kali - “menurut jenisnya.” Frasa itu diulang sepuluh kali dalam Kejadian 1. Sebuah tanaman hanya dapat menghasilkan sesuatu yang serupa. Sebuah pohon hanya dapat menghasilkan sesuatu sesuai jenisnya sendiri. Ia hanya memiliki kapasitas untuk berfungsi atas dasar kode genetik yang ada di dalamnya. Ini menghilangkan kemungkinan ada proses evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 15: 35-39 mengatakan, “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dengan tubuh seperti apa mereka datang?” 36 Apa yang kalian tabur tidak hidup kecuali itu mati. 37 Dan apa yang kalian tabur bukanlah tubuh yang akan jadi, tetapi sebuah biji kecil, mungkin gandum atau dari biji-bijian lainnya. 38 Tetapi Allah memberikannya tubuh seperti yang telah dia pilih, dan untuk setiap jenis benih tubuhnya sendiri-sendiri. 39 Karena tidak semua daging itu sama, tetapi ada satu jenis untuk manusia, satu lagi untuk binatang, satu lagi untuk burung, dan satu lagi untuk ikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada desain yang tidak bisa dilampaui organisme hidup mana pun. Setiap jenis organisme memiliki struktur DNA yang unik dan hanya dapat menentukan reproduksi jenis yang sama. Ada sejumlah besar variasi potensial dalam setiap jenis, yang memfasilitasikan pembentukan individu-individu yang berbeda dan bahkan banyak varietas dalam jenis itu, tetapi tetap saja ada yang menghalangi evolusi jenis-jenis baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kejadian 1:11 -12, ada asal usul semua kehidupan sayuran, dan ada kontinuitas tertib yang ditetapkan melalui benih dan jenis tertentu yang melanggengkan kehidupan itu. Tidak pernah ada tanaman yang berevolusi menjadi sesuatu yang lebih tinggi; sebenarnya, jika Anda mempelajari mutasi dan perubahan dalam genetika, itu selalu negatif. Lalat buah memiliki rentang kehidupan yang begitu singkat sehingga mereka dapat diamatinya selama banyak generasi untuk melihat proses evolusi terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya masalah adalah bahwa untuk membuat mereka bermutasi dengan cepat, mereka dibombardir dengan radiasi. Dan paparan panas, bahan kimia dan radiasi memang dapat menciptakan mutasi. Tetapi mutasi tidak menciptakan struktur baru. Anda mungkin memiliki sayap yang kusut, sayap besar, dan sayap yang berukuran kecil, Anda mungkin memiliki dua sayap, tetapi Anda tidak memiliki sayap jenis baru; juga lalat buah itu tidak akan menjadi lebah madu. Dan mutasi tidak bereproduksi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Kejadian 1:1 -12 menunjukkan kepada kita bahwa agen cerdas adalah Allah yang hidup, yang pada hari ketiga penciptaan memisahkan tanah dari laut, menyebabkan kehidupan tanaman bertumbuh dari tanah. Dua kategori, tanaman yang memiliki benih mereka di dalamnya, pohon yang memiliki biji mereka dalam buah yang berasal dari mereka; Oleh karena itu mereka mampu mereplikasi diri sepanjang akhir waktu selama spesies tertentu itu ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah melihat semuanya di ayat 12 dan melihat bahwa itu baik. Dan kemudian Allah berhenti lagi di ayat 13, “Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.” Ada 24 jam sehari; itu sangat jelas. Istilah-istilah itu, malam dan pagi, digunakan lebih dari seratus kali dalam Perjanjian Lama, dan selalu mengacu pada sehari 24 jam. Allah melakukannya pada hari ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Izinkan saya menutup dengan mengutip Ayub 26: 7-14, “Dia membentangkan utara atas kekosongan dan menggantungkan bumi pada ketiadaan. 8 Dia mengikat air di awan berlimpah-limpah, dan awan tidak terbelah karena beratnya. 9 Dia menutupi wajah bulan purnama di balik awan yang dibentangkannya. 10 Dia telah menggambarkan sebuah lingkaran di permukaan air di batas antara terang dan kegelapan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“11 Tiang-tiang surga gemetar dan tercengang karena tegurannya. 12 Dengan kekuatannya Dia menenangkan laut; oleh pemahaman-Nya Dia menghancurkan Rahab. 13 Karena angin, langit dibuat cerah; tangan-Nya menusuk naga yang melarikan diri. 14 Lihatlah, ini hanyalah pinggiran dari jalan-Nya, dan betapa kecilnya bisikan yang kita dengar tentang Dia! Siapakah dapat mengerti tentang Allah dan kehebatan kuasa-Nya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah - Dia berbicara tentang hujan, dan ketika Allah menerobos ke dalam kegelapan dengan cahaya, dan hujan, dan badai, dan kilat, dan kemarahan, dan semua ini, kita hanya dapat mendengar suara samar, indikasi samar-samar dari guntur-Nya yang amat besar yang tidak bisa dimengerti. Kita hanya melihat pada pinggiran cara-cara-Nya. Kedalaman daya kreatif-Nya melampaui semua kemampuan pemahaman kita. Kita hanya bisa mengatakan betapa hebatnya Allah yang kita miliki! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Aug 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180819</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000049</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Hari 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000048"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:6-8" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:6-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita melihat lagi pada Kejadian 1, kita sampai pada ayat yang sudah akrab bagi kita, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi,” dan itu menjawab pertanyaan-pertanyaan asal. Langit dan bumi, adalah frase Yahudi yang menggambarkan alam semesta. Sekarang, mari kita lihat apa yang diajarkan Firman Allah dalam Kejadian tentang asal. Kisah ini di sini dalam Kejadian memberitakan kepada kita asal mula alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan bahwa Allah yang kekal, pada suatu waktu di masa lalu, menciptakan dari ketiadaan, tanpa bahan yang sudah ada sebelumnya, alam semesta seperti sekarang dalam enam hari matahari. Dia mencapai puncak penciptaan pada hari keenam dengan menciptakan manusia dalam gambar-Nya sendiri, dengan kecerdasan, dengan kepribadian, dengan kesadaran diri dan kognisi, yang berarti kemampuan untuk berpikir dan bernalar. Pada hari ketujuh itu semua selesai, dan Allah beristirahat dari penciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini terjadi sekitar 6000 tahun yang lalu, dan seluruh ciptaan itu dewasa dan tua pada saat penciptaannya. Pada saat penciptaan, tidak ada kematian. Malah, tidak ada pengaruh merusak apa pun yang ada. Dan itulah sebabnya Allah melihat ciptaan-Nya dan berkata, “Itu sangat baik.” Tidak ada binatang maupun tumbuhan yang mati. Tidak ada proses seleksi alam yang terjadi. Tidak ada kelangsungan hidup bagi yang bertahan saja, semuanya sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian dan korupsi memasuki ciptaan untuk pertama kalinya ketika Adam dan Hawa berdosa dan tidak menaati Allah. Dan itu dijelaskan dalam Kejadian 3 dan tidak ada hubungannya dengan enam hari penciptaan. Kemudian, setelah kejatuhan, permukaan bumi yang dikutuk ini dibentuk kembali secara drastis oleh banjir di seluruh dunia. Itu begitu dalam hingga menutupi semua gunung-gunung di seluruh muka bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah banjir dunia dahsyat yang juga menyimpan lapisan fosil di seluruh dunia. Banjir itu menghilangkan seluruh umat manusia, terkecuali delapan orang dan binatang-binatang di bahtera Nuh. Mereka saja yang diselamatkan. Jadi seluruh umat manusia adalah keturunan kedelapan orang itu. Nuh, ketiga putranya, istri Nuh dan istri-istri mereka. Itu adalah rekaman Kejadian. Dan Alkitab itu lebih unggul dari sains manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keakuratan teks Kejadian tidak berbeda dengan ketepatan dari bagian lain dari Kitab Suci. Seluruh Alkitab diilhamkan oleh Allah. 2 Petrus 1:21 mengatakan, “Tidak pernah pesan dari Allah dikabarkan hanya atas kemauan manusia. Tetapi Roh Allah menguasai orang untuk menyampaikan pesan dari Allah sendiri.” Alkitab benar apakah itu Wahyu dan nubuatan atau apakah Anda berbicara tentang Kejadian dan asal-usul historis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya, karena asal tidak dapat diulangi, mereka itu berada di luar bidang sains. Karena asal-usul tidak dapat diamati, karena hanya ada satu di sana dan itu adalah Allah, tidak ada yang dapat berkomentar tentang asal-usul kecuali Allah. Dan apa yang Anda miliki dalam Kejadian adalah satu-satunya laporan saksi mata langsung yang akurat tentang asal-usul oleh Sang Pencipta, Sendiri. Nah walaupun itu fakta, banyak orang, termasuk orang Kristen, percaya para ilmuwan yang mengritik Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktanya, ada banyak orang teolog, komentator Alkitab, pendeta-pendeta dan para pengkhotbah terkenal, yang menyangkal catatan Kejadian karena mereka menerima ilmu evolusi sampai suatu tingkat tertentu. Ilmu pengetahuan tidak dapat membuktikan bahwa ada yang meniadakan rekaman Kejadian. Bahkan, catatan Kejadian adalah satu-satunya jawaban misteri sains. Tetapi sayangnya, para teolog Kristen dan orang-orang Kristen membantah kisah Kejadian, karena mereka diintimidasi oleh sains.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada satu buku yang memberi komentar tentang Kejadian. Satu buku yang benar-benar sempurna, yang tidak bisa salah, yang berkomentar secara otoritatif tentnang Kejadian. Dan Kitab itu untuk selamanya menyelesaikan masalah keakuratan Kejadian. Itu adalah Perjanjian Baru. Itu ditulis oleh orang-orang sederhana, yang diberi kata-kata untuk ditulis oleh Allah Sendiri, sehingga penulisnya adalah Sang Pencipta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalian memiliki kisah penciptaan di dalam Kejadian. Dan di Perjanjian Baru, kalian memiliki komentar Sang Pencipta tentang catatan Kejadian. Di sana kalian dapat menemukan penegasan tentang penciptaan enam hari itu. Ada penegasan tentang penciptaan instan itu. Ada penegasan tentang manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, penegasan dari Adam yang diciptakan dan kemudian Hawa. Ada penegasan tentang kejatuhan di sana dalam penjelasan yang sangat spesifik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada penegasan tentang banjir di sana dalam penjelasan yang sangat spesifik. Ada penegasan tentang Nuh dan keluarga Nuh yang dapat hidup. Semua catatan Kejadian sangat khusus disebut dalam Perjanjian Baru yang diilhami. Kalian tidak dapat menemukan apa pun tentang evolusi di Kejadian. Tanpa kecuali, referensi mengenai penciptaan dan khususnya di dalam Kejadian 1 hingga 11 menggambarkan peristiwa historis di masa lalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kutipan dari ciptaan yang diberikan dalam Kejadian 1 hingga 3 dianggap dalam Perjanjian Baru sebagai benar secara harfiah dan historis. Doktrin Perjanjian Baru didasarkan pada kutipan-kutipan ini dalam Kejadian 1 hingga 3, dan tidak ada validitas dan bahkan keliru jika peristiwa Kejadian tidak benar secara historis. Jika Adam bukan kepala dari seluruh umat manusia, maka Yesus Kristus, Adam terakhir, bukanlah kepala ciptaan baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru membuat banyak referensi tentang Kejadian dan penciptaan. Dan itu dilakukan sangat alamiah. Tidak ada upaya untuk mempertahankan, tidak ada upaya untuk menjelaskannya, itu hanya dinyatakan sebagai fakta. Markus 13:19 mengatakan, “Pada hari-hari yang mengerikan itu akan ada suatu kesusahan yang belum pernah terjadi, semenjak Allah menjadikan dunia sampai sekarang.” Yohanes 1:3, “Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 1:20, “Semenjak Allah menciptakan dunia, sifat-sifat Allah yang tidak kelihatan, yaitu keadaan-Nya sebagai Allah dan kuasa-Nya yang abadi, sudah dapat difahami oleh manusia melalui semua yang telah diciptakan.” 2 Korintus 4: 6 mengatakan, “Allah yang berkata, "Hendaklah dari dalam gelap terbit terang," Allah itulah juga yang menerbitkan terang itu di dalam hati kita, supaya pikiran kita menjadi terang untuk memahami kecemerlangan Allah yang bersinar pada wajah Kristus.” Itulah yang Dia lakukan pada hari pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 1:16, “Sebab melalui Dialah Allah menciptakan segala sesuatu di surga dan di atas bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, termasuk juga segala roh yang berkuasa dan yang memerintah. Seluruh alam ini diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus.” Ibrani 1:10, “Allah berkata juga, "Engkau, Tuhan, pada mulanya menciptakan bumi, dan Engkau sendiri membuat langit.” Ibrani 11:3, “Karena beriman, maka kita mengerti bahwa alam semesta ini diciptakan oleh firman Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah 17:26 mengatakan, “Dari satu orang manusia Ia membuat segala bangsa dan menyuruh mereka mendiami seluruh bumi. Ia jugalah yang menentukan sejak semula, kapan dan di mana batas-batas tempat tinggal mereka.” 1 Korintus 11: 8-9, “sebab laki-laki tidak dijadikan dari wanita, wanitalah yang dijadikan dari laki-laki. 9 Laki-laki tidak pula dijadikan untuk wanita, melainkan wanita dijadikan untuk laki-laki.” Sekali lagi Allah menciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam 2 Petrus 3:5, Petrus mengacu kepada air bah dan bahkan juga ke dunia yang telah terbentuk ketika dilanda air, ketika dia berkata, “Karena mereka sengaja tidak mau mengaku bahwa langit sudah ada sejak lama, dan bumi terbentuk dari air dan melalui air oleh firman Allah." Efesus 3: 9, “dan juga supaya melalui saya semua orang tahu bagaimana Allah, Pencipta semesta alam ini, melaksanakan rencana-Nya yang sejak dahulu kala dirahasiakan kepada dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 1:25, “Bukan Pencipta melainkan yang diciptakan itulah justru yang disembah dan dilayani oleh manusia.” Wahyu 4:11, “Ya Tuhan, ya Allah kami! Engkau sajalah yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau-lah pencipta segala sesuatu, dan atas kehendak-Mu juga segala sesuatu itu telah terjadi dan hidup.” Wahyu 14:7, “Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya! Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia. Sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi, lautan dan mata air!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 2:10, “Memang sudah sepatutnya Allah, yang menciptakan segala sesuatu untuk maksud-Nya sendiri, dalam membawa banyak anak kepada kemuliaan, membuat Yesus penyelamat yang sempurna melalui penderitaan.” Evolusi telah diperkenalkan benar-benar sebagai alternatif ateis, sebagai alternatif tak bertuhan. Dan evolusi menuntut iman irasional dalam kejadian kebetulan. Telah dibuktikan oleh sains bahwa itu tidak dapat terjadi, karena DNA, informasi kode genetik itu sudah ditetapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Naturalisme berkata bahwa alam adalah semuanya yang ada. Dan itu memang asumsi yang mendasari semua ilmu alam. Ini mendasari semua filsafat humanistik naturalis. Ini mendasari semua pekerjaan intelektual. Ini mendasari semua moralitas, atau lebih baik dinyatakan yang tidak bermoral. Dengan kata lain, fondasi dari keseluruhan kebudayaan kita adalah gagasan tentang alam ini adalah semuanya yang ada. Jika naturalisme itu benar, maka manusia menciptakan Allah, dan Allah tidak menciptakan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika kepercayaan pada Allah hanyalah takhayul yang tak berdasar, maka kita tidak perlu mendengarkan apa pun yang dinyatakan dalam Alkitab, dan tentu saja tidak Sepuluh Perintah, hukum-hukum moral, dan seterusnya. Jadi, apa yang dipikirkan orang beragama adalah ancaman. Mereka orang non-intelektual dan mereka mengganggu kebebasan moral kita. Faktanya, kita haruslah hanya membicarakan hak-hak dan nilai. Dan hak-hak dan nilai-nilai itu hanya dapat diputuskan oleh setiap individu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah semua pembunuhan masal ini terjadi dimana-mana, tidak ada satu orangpun yang berbicara tentang dosa. Orang-orang tidak berbuat salah karena dosa. Mereka melakukan pelanggaran itu karena entah bagaimana mereka melampaui batas hak-hak mereka. Entah bagaimana mereka memiliki nilai-nilai yang rusak. Mereka diperlakukan sebagai memiliki masalah psikologis daripada masalah teologis. Tidak ada Pencipta, dan tidak ada hakim moral. Tidak ada tujuan hidup. Tidak ada nasib dan tidak ada teologi yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang evolusionis naturalis membenci Allah dan mencintai dosa. Mereka sangat jahat dalam kehidupan pribadi mereka sendiri. Orang evolusionis teistik yang ingin memaksakan evolusi kepada Kejadian dan menyatukannya dengan Allah, akan mengatakan dia mencintai Allah dan dia akan mengatakan bahwa dia membenci dosa, tetapi sebenarnya dia hanya sedikit mengasihi Allah dan dia sangat mencintai reputasi akademisnya. Disiplin yang mengatur di dunia, yang adalah bidang pemahaman yang paling penting, bukanlah sains.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disiplin yang mengatur adalah teologi. Satu-satunya cara Anda akan memahami alam semesta, satu-satunya cara Anda akan memahami sejarah manusia, satu-satunya cara Anda akan memahami perilaku dan mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan, satu-satunya cara Anda akan memahami arus kehidupan dan dari mana kita berasal dan ke mana kita pergi adalah ketika Anda memahami teologi sejati yang berasal dari Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda semua adalah para teolog karena Anda mengenal Allah yang benar dan hidup, dan Anda tahu cara-cara Dia dapat dikenal. Dan di dunia yang berevolusi, sangat sulit untuk memiliki poin tetap. Itulah sebabnya para pendidik saat ini adalah orang relativis dalam segala hal. Dan sampai anak-anak belajar standar dari Allah, hal-hal akan menjadi lebih buruk karena tidak ada jawaban dalam evolusi. Hanya ada standar masyarakat yang berevolusi dan relatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada harapan bagi masyarakat di mana evolusi naturalistik adalah ratu ilmu pengetahuan, di mana segala sesuatu harus menjawab kepadanya. Para siswa diberi klarifikasi nilai oleh guru yang tidak memiliki standar moral apapun. Dan kemudian mereka diberitahu bahwa mereka perlu membangun gaya hidup mereka sendiri di mana tidak ada otoritas, tidak ada dosa, tidak ada hukum ilahi yang tetap, tidak ada rasa malu, tidak ada kesalahan, dan tidak ada konsekuensi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka benar-benar yakin bahwa segala sesuatu yang ada saat ini adalah hasil dari proses yang kebetulan dan acak. Seperti yang dikatakan seorang penulis, “Alam semesta seperti yang kita ketahui hanyalah salah satu hal yang terjadi sewaktu-waktu.” Tetapi bertentangan dengan semua itu, keyakinan yang teguh dalam keakuratan dan kebenaran Alkitab adalah inti dari semua teologi yang benar. Dan itu dimulai dengan mempercayai kisah Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu sangat penting untuk pandangan dunia Kristen. Dari Koalisi Universitas Kristen yang terdiri dari 110 perguruan tinggi Kristen, hanya enam yang menegaskan kisah Kejadian. Jadi kita memiliki lebih dari seratus perguruan tinggi Kristen yang tidak memiliki pandangan dunia Kristen. Saya mencoba melakukan dua hal dalam pesan-pesan ini, memberi Anda beberapa pemikiran rasional, sedikit pemikiran filosofis, dan beberapa hal ilmiah sebelum kita melanjutkan ke teks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang terjadi di hari pertama, adalah Allah menciptakan waktu, ruang dan materi. Dan itu ditutupi dengan air dan kemudian dikelilingi kegelapan. Dan kemudian pada hari pertama, ayat 3, “Allah berfirman, 'Jadilah terang,' lalu ada terang.” Allah menamakan terang itu hari, kegelapan Ia sebut malam, kemudian ada petang dan pagi, itulah satu hari.” Allah kemudian menetapkan siklus terang/gelap dalam rangkaian siang/malam permanen dari 24-jam hari matahari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita melihat Hari kedua. Allah memisahkan surga dari bumi. Kemudian Dia memisahkan air dari tanah kering sehingga ada tempat untuk ikan di laut dan kehidupan darat di tanah kering. Dengan demikian alam semesta disediakan untuk hidup di tiga hari pertama itu, pendekatan yang sangat masuk akal. Cahaya dari kegelapan, surga dari bumi, daratan kering dari air. Dan di antara kedua elemen itu ada sebuah kubah. Kubah itu mendjelaskan gagasan ruang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 8, Allah menamakan kubah yang luas ini surga. Dan, ada air yang naik, dan ada air yang menetap di bawah, dan Dia menciptakan ruang di antaranya. Pemisahan air di atas langit dan di bawah telah menyebabkan banyak diskusi. Ada banyak yang percaya bahwa di sekitar bumi diciptakan sebuah kanopi air. Whitcomb dan Morris percaya bahwa air di atas kubah itu seperti uap yang menyelubungi seluruh bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka menyarankan, itulah sebabnya manusia, binatang dan tumbuhan hidup begitu lama pada awalnya. Ada dinosaurus dan manusia yang hidup lama sekali untuk menjadi seperti Methuselah, yang berusia 900 tahun lebih karena mereka terlindung dari cahaya ultra-ungu karena kanopi air ini. Dan kemudian pada saat banjir, kanopi itu meledak dan menenggelamkan bumi, bersama dengan bencana tektonik yang menghancurkan bumi dan menciptakan lingkungan setelah banjir sekarang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita tidak tahu pasti itu. Tidak ada apa pun di Kejadian tentang kanopi uap di atas bumi. Tapi, sepertinya penjelasan itu masuk akal. Dan saran telah dibuat bahwa uap air memiliki kemampuan untuk menyaring radiasi matahari yang masuk dan untuk membubarkan banyak radiasi yang dipantulkan dari permukaan bumi. Jadi itu akan berfungsi sebagai rumah kaca global, yang dapat mempertahankan suhu hangat di seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kombinasi suhu hangat, kelembapan yang memadai di mana-mana akan menyebabkan ada tumbuh-tumbuhan luas dan pertumbuhan subur di seluruh dunia. Tidak ada padang gurun tandus dan tidak ada topi es. Dan kemudian pada saat banjir ketika Allah menenggelamkan bumi, kita semua terkena cahaya ultra-violet dan hidup dipersingkat dan orang-orang hanya hidup 60 tahun setelah itu. Apakah itu benar terjadi seperti itu? Yah dalam Kejadian itu tidak dikatakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai seorang teolog, kita hanya bisa mengatakan apa yang dikatakan Alkitab. Kita hanya bisa mengatakan bahwa Allah menciptakan jenis kanopi, jenis air di atmosfer yang dikendalikan agar tidak menghasilkan efek buruk yang disebutkan oleh para ilmuwan penciptaan. Ungkapan “Hal itu terjadi” digunakan di dalam ayat 9, ayat 11, ayat 15, dan ayat 24 untuk pemahaman kita tentang sifat yang teguh, tetap dan tidak berubah dari unsur ciptaan itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180812</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000048</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Anda seorang Murid?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000047"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+14:25-33" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 14:25-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita mulai dengan beberapa hal dasar, jika kalian melakukan pelayanan untuk Kristus, pastikanlah bahwa itu memiliki fondasi alkitabiah. Karena Allah tidak akan memberkati Anda di dalamnya. Jika kalian bertindak dalam kedagingan, kalian hanya akan mendapatkan apa yang dapat dihasilkan oleh daging. Selanjutnya kita perlu ingat apa yang dikatakan Yesus tentang murid sejati. Kita tahu bahwa kalian adalah murid-Nya jika kalian saling mengasihi. Dan kita harus mengasihi tubuh Kristus, yaitu jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu terhubung dengan tubuh Kristus, kita perlu terlibat dengan orang-orang di gereja, dan kita perlu menjadi teman dengan semua orang di gereja. Dan jika Anda tidak, Anda bukan seorang murid. Itu adalah kata-kata Yesus dan bukan saya. Yesus juga mengatakan bahwa jika Anda adalah murid saya, Anda melanjutkan pekerjaan saya. Dan itu berarti bahwa kita berkomitmen kepada firman Allah. Yesus berkata dan jika Anda tidak, Anda bukan murid saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga mengatakan bahwa Anda bukan murid-Nya jika Anda tidak menghasilkan buah. Yohanes 15 mengatakan bahwa sebagai murid, Anda akan menghasilkan buah. Yang saya ingin sampaikan adalah bahwa Yesus ingin kita tahu siapakah orang percaya sejati itu. Yesus juga ingin kita tahu bahwa ada banyak buah yang tidak nyata. Demikian pula ada banyak orang yang mengklaim bahwa mereka adalah pengikut Kristus, tetapi apakah mereka benar-benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang Kristen palsu. Dan Alkitab berbicara sangat jelas tentang hal ini. Kita sedang membicarakan kondisi rohani gereja-gereja kita. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah bahwa Yesus sangat mengasihi kita semua. Apa yang Kristus rindukan adalah bahwa Anda memberikan diri Anda sepenuhnya kepada-Nya. Dia tidak akan berhenti mengejarmu dengan menempatkan orang-orang yang akan mendorongmu untuk memiliki hubungan yang otentik dengan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan hubungan yang kita semua miliki. Yesus ingin supaya kita tahu seperti apa hubungan sejati dengan Dia. Apakah Anda benar-benar seorang murid Kristus? Apakah kita tahu rupa murid yang sebenarnya itu seperti apa? Dan apakah kita menghasilkan murid-murid? Jika apa yang kita lakukan di gereja tidak diarahkan untuk menghasilkan murid, maka itu bukan dari Allah! Dan jika itu bukan dari Allah, itu berarti kita berdiri melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak peduli seberapa besar Anda menyukai apa yang Anda lakukan, atau berapa banyak orang menyukai apa yang Anda lakukan, atau berapa lama Anda telah melakukannya. Jika itu tidak menghasilkan murid dalam bentuk apapun, saudara saudari, itu tidak berguna di gereja. Mengapa Yesus mengajar kita untuk menjadi pengikut sejati? Karena Anda tidak mungkin menjadi pengikut Yesus tanpa menjadi pengikut misi-Nya!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan misinya berakar dalam konsep menjadi murid-Nya. Nah melakukan semua hal ini yang baru saja kita sebutkan tidak menjadikan Anda pengikut sejati Kristus. Tetapi ini berfungsi sebagai otentikasi bahwa kita benar-benar seorang murid. Anda tidak bisa mengatakan bahwa saya seharusnya mengasihi tubuh Kristus, saya harus lebih banyak berdoa, saya harus menghasilkan buah, Tidak, hal-hal itu adalah hasil dari apa yang dilakukan oleh orang percaya, itu akan keluar dengan sendirinya kalau Anda memang orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah Roh Kudus di dalam Anda yang membimbing Anda dan mendorong Anda untuk melakukan apa yang dilakukan oleh seorang murid sejati, maka itu akan keluar dengan sendirinya. Dan jika itu tidak ada, kita harus jujur dan menanyakan pertanyaan itu: Apakah yang hilang dalam hidup saya? Apakah saya benar-benar seorang murid dan saya menghasilkan murid? Sekarang marilah kita lanjutkan dengan melihat ayat ini, “Seorang murid akan mempertimbangkan biaya untuk mengikuti Yesus.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu belajar apa bedanya antara apa yang gereja modern melakukan dan apa yang Alkitab katakan harus kita lakukan. Ada gereja-gereja yang benar-benar menentang firman Allah. Mari kita lihat <b>Lukas 14: 25-33</b>, “Sekarang banyak orang turut pergi bersama-Nya. Dan Dia berbalik dan berkata kepada mereka, 26 “Jika seseorang datang kepada-Ku dan tidak membenci ayah dan ibu, istri dan anak-anak, saudara laki-laki dan perempuan, ya, dan juga hidupnya sendiri, dia tidak dapat menjadi murid-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“27 Dan siapa pun yang tidak memikul salibnya dan datang mengikuti Aku tidak dapat menjadi murid-Ku. 28 Karena siapa di antara kamu, yang berniat membangun menara, tidak duduk dulu dan menghitung biayanya, apakah dia uangnya cukup untuk menyelesaikannya 29 jangan-jangan, setelah dia meletakkan fondasi, dan tidak bisa menyelesaikannya, semua yang melihat itu mulai mengejeknya, 30 berkata, 'Orang ini mulai membangun dan tidak bisa menyelesaikannya.'”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"31 Atau raja seperti apa, yang akan berperang melawan raja lain, yang tidak duduk dan mempertimbangkan dahulu apakah dia mampu dengan sepuluh ribu tentara untuk berperang melawannya yang mempunyai dua puluh ribu tentara? 32 Atau, sementara musuhnya masih jauh, ia mengirim utusannya untuk minta persyaratan untuk berdamai. 33 Demikian juga, siapapun dari kalian yang tidak meninggalkan semua yang dia miliki, tidak bisa menjadi murid-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, siapakah mengatakan ‘untuk membenci keluarganya’ kepada jemaat gereja, terutama kepada orang yang belum yakin? Apakah Anda berani mengatakan itu kepada pengunjung pertama kali? Nah, Yesus mengatakan itu karena Dia sangat mengasihi orang-orang dan Dia prihatin dengan kondisi jiwa mereka. Yesus ingin dunia mengetahui kebenaran. Dan Dia ingin kita memahami bahwa mengikuti Kristus tidak mudah. Itu bukan suatu kebaktian di gereja, yang belum mengikuti Kristus, yang belum menjadi murid Yesus.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berbicara langsung, Dia tidak berhati-hati dengan kata-katanya, tetapi Dia sangat sengaja. Yesus ingin kita memahami apa yang Dia ajarkan tentang menjadi murid yang otentik. Dalam ayat 26 Yesus menyebutkan setiap hubungan keluarga yang ada dan Dia mengatakan Anda tidak dapat menjadi murid saya kecuali Anda membenci mereka. Dalam budaya kita itu tidak sopan. Tetapi ingatlah: Anda hanya dapat menjadi pengikut-Nya jika Anda menjadi pengikut misi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan melakukan apa yang diminta dari seorang murid tidak menjadikan kita pengikut Kristus yang sejati tetapi hanya menyatakan kita memang murid-Nya. Anda sekarang memiliki perubahan hati dan perubahan pikiran. Tetapi Anda belum selesai, Anda masih karya dalam proses. Tapi kata 'kebencian' dan Allah itu kelihatannya tidak cocok. Marilah kita lihat arti sebenarnya dari kata kebencian dalam bahasa Aram. Itu tidak berarti kemarahan. Itu berarti kurang mencintai. Hubungan Anda dengan Yesus haruslah diutamakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hubungan Anda dengan orang-orang terdekat Anda harus kurang dari hubungan kasih Anda dengan Kristus. Anda harus mengasihi Tuhan lebih dari Anda mengasihi pasangan Anda, anak-anak Anda atau orang tua Anda. Jadi cara Anda harus mengasihi Tuhan dibandingkan dengan cara Anda mencintai orang lain begitu besar sehingga Anda dalam perbandingan dapat menyebutnya kebencian. Itu tidak berarti menghina orang-orang di keluarga Anda atau mengabaikan mereka. Keluarga itu penting bagi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengajarkan kita untuk mengasihi bahkan musuh kita. Martin Luther King berkata bahwa kasih adalah satu-satunya kekuatan yang sanggup mengubah musuh menjadi teman. Dia bukan hanya membicarakan semua penyebab, dia mementingkan agama Kristen. Hanya Yesus dan kebenaran-Nya dapat mentransformasikan seseorang. Ketika Dia memberitakan Injil untuk perubahan, Injil itu populer dan hak-hak sipil tidak. Tetapi hari ini pesan yang sama digunakan untuk membuat hak-hak sipil menjadi populer dan bukan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengasihi orang-orang terbaik ketika kita mengasihi mereka dengan Injil. Itulah satu-satunya cara kita dapat mencapai perubahan yang berlangsung dan yang terus berlanjut. Yesus memperingatkan semua pengikut potensial bahwa jika Anda mengikuti Yesus, Anda harus seperti membenci orang lain dibandingkan dengan Dia. Pikirkan tentang anggota gereja rata-rata yang menghadiri gereja hanya 1,1 kali sebulan di Amerika. Apakah kita tahu apa artinya sungguh-sungguh mengikut Yesus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga mengatakan bahwa semua anggota keluarga dan teman-teman dekat Anda mungkin tidak menyukai Anda jika Anda menjadi pengikut Kristus. Ini berarti bahwa hubungan saya dengan Kristus jauh lebih penting daripada hubungan lainnya. Tetapi sebagai suami jika Anda ditanya: Apakah Anda ada waktu? Sebagian besar akan ingin menanyakan dulu istri atau keluarga. Berapa banyak dari kita yang akan mengatakan, biar saya tanya Yesus dulu? Karena kita belum sepenuhnya menyerahkan diri kepada Tuhan!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengikuti Yesus haruslah menjadi 'cinta pertama' murid. Pengejaran ini berarti memiliki prioritas atas anggota keluarga apa pun dan bahkan kehidupan kita sendiri, yang berarti bahwa kekhawatiran lainnya haruslah menjadi tempat kedua untuk mengikuti Yesus. Tetapi mungkin itu bukan apa yang Anda lakukan sekarang, tetapi itulah yang dikatakan Yesus tentang para pengikut-Nya. Dan kita semua perlu diingatkan karena dunia mengajarkan kita sebaliknya. Dan banyak orang politik mengejek gagasan untuk mengikuti Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukan hanya mengajarkan ini tetapi Dia memberi teladan bagi kita. Kami sekarang tidak perlu menebak atau berspekulasi seperti apa bentuknya itu. Fokuslah pada tiga kata ini: tujuan, prioritas, dan doa. Ini adalah kunci untuk memahami apa yang Yesus teladani bagi kita. Yesus meletakkan tujuan Allah di atas keluarga-Nya. Yesus tidak pernah peduli tentang apa yang diajarkan oleh kebudayaan manusia. Para murid di Yohanes 4 khawatir bahwa Yesus berbicara kepada wanita Samaria di sumur itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka ingin mengubah pokok pembicaraan dan bertanya apakah Yesus lapar. Tetapi lihatlah apa yang Yesus katakan dalam Yohanes 4:32-34, “Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Aku memiliki makanan untuk dimakan yang tidak kamu ketahui. 33 Oleh karena itu para murid berkata satu sama lain, “Apakah ada yang membawakan makanan untuk Dia? 34 Yesus berkata kepada mereka, “Makanan saya adalah untuk melakukan kehendak-Nya yang mengutus Aku, dan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Yesus mengatakan bahwa tujuan Allah lebih penting daripada makanan atau keluarga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan prioritas waktu-Nya berinvestasi dalam kerajaan Allah. Segalanya yang Yesus lakukan adalah melihat melalui lensa kesempatan kerajaan. Semuanya terstruktur untuk berfokus pada prioritas itu. Dan segala sesuatu dalam hidup Anda juga harus memiliki prioritas waktu dan komitmen pada kerajaan Allah! Anda harus mengatur semuanya agar Anda juga dapat memberitakan kehidupan dan tujuan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengungkapkan melalui doa hubungan-Nya yang paling berharga. Tahukah Anda berapa kali dikatakan di dalam Alkitab bahwa Yesus berdoa? Kita tidak tahu berapa lama Dia berdoa tetapi ada 25 kejadian di mana disebutkan bahwa Yesus berdoa. Tetapi kita juga tahu bahwa Yesus berdoa tanpa berhenti. Kita tahu bahwa Dia selalu berkomunikasi dengan Allah Bapa. Dan itulah doa sebenarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menunjukkan kepada kita bahwa doa adalah hubungan yang konstan antara Dia dan Allah Bapa. Kita tahu bahwa Yesus adalah Allah tetapi kita dapat melihat bahwa ada ikatan konstan antara Dia dan Bapa. Perhatikanlah dalam Yohanes bahwa Dia berurusan dengan semua hal lain yang bersaing dengan prioritas. Jika Anda sudah menikah, Anda tahu bahwa pasangan Anda adalah saingan terbesar dalam menyediakan waktu bersama Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah masalahnya: ada terlalu banyak orang Kristen palsu, orang Kristen KTP. Dengan mengungkapkan apa yang disebut murid sejati, Allah menyatakan kepada kita identitas-Nya yang sejati. Tidak ada KTP palsu yang dapat menipu Allah kita yang tahu hati kita. Allah kita tidak pernah tertipu oleh sifat palsu kita. Allah kita tidak akan pernah ditipu oleh kata-kata dimana kita yang mengakui sesuatu yang kita tidak miliki. Ada perbedaan besar di antara pengakuan dan memiliki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah sangat mengasihi kita sehingga Dia ingin memberi tahu Anda kebenaran bahwa terlalu banyak orang berfungsi sebagai orang Kristen palsu. Ini bukan tempatnya di mana Anda harus berada secara rohani. Jadi apakah tanda-tanda pemuridan palsu? Murid palsu tidak akan mengasihi gerejanya. Murid palsu tidak akan memiliki komitmen kepada Firman Tuhan. Murid palsu tidak akan menghasilkan buah rohani. Dan murid palsu tidak akan menghitung biaya untuk mengikuti Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti apa rupa murid palsu itu? Jika Anda datang kepada Kristus, itu akan berarti Anda mengorbankan hidup Anda. Jika Anda tidak mau menyerahkan hidup Anda, Anda tidak mau datang kepada Kristus. Memang kedengarannya sulit. Dengan anugerah, kita terima dengan iman apa yang telah dilakukan Kristus. Dan kasih karunia yang sama terus mengejar kita melampaui pengalaman keselamatan itu, dan memberikan kita ruang, memberi kita waktu dan memberi kita anugerah untuk terus menumbuhkan kita hari demi hari dalam hubungan kita dengan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya ini adalah proses yang sulit karena kedagingan saya kuat. Saya ingin melakukan apa yang ingin saya lakukan. Saya ingin memberikan apa yang ingin saya berikan. Saya ingin mengorbankan apa yang ingin saya korbankan. Saya tidak mengerti semua yang terlibat. Ajaran terdalam tentang bagaimana orang yang menjadi murid, adalah di bagian Lukas 14 ini. Lihatlah ayat 27 sekali lagi, “Dan siapa pun yang tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, tidak dapat menjadi murid-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah awal dari komitmen, tetapi ayat-ayat berikut mulai dari ayat 28 menggambarkan biaya yang terlibat. Mengikuti Yesus tidak seperti makan bersama, itu tidak seperti pergi melihat suatu peristiwa, dan itu bukan persekutuan di gereja. Itu adalah memberikan hidup Anda kepada Kristus untuk maksud dan tujuan-Nya. Itu berarti menyerahkan semua yang Anda miliki. Saat ini banyak orang berpikir bahwa jika mereka pergi ke gereja beberapa kali sebulan, mereka sudah menjadi pengikut Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membuang apa yang dikatakan Alkitab, Anda mungkin bisa mengatakan itu. Tetapi Allah mengatakan itu jauh lebih banyak. Ini bukan tentang Allah yang mengontrol Anda. Ini tentang Allah yang menuntun Anda pada petualangan keabadian. Petualangan yang akan membawa kepuasan hidup Anda yang semua hasil palsu lain tidak pernah mampu menghasilkan. Namun ada banyak orang yang tidak mengerti prinsip ini. Apakah artinya memikul salibmu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dikatakan Warren Wiersby, “Itu mengidentifikasikan diri dengan Kristus setiap hari dengan rasa malu, penderitaan, dan penyerahan diri kepada kehendak Allah. Itu berarti kematian bagi diri sendiri, bagi rencana dan ambisi kita sendiri, dan kesediaan untuk melayani Dia sebagaimana Dia mengarahkan.” Ketika Anda dibaptiskan sebagai hal pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda menerima Kristus sebagai penyelamat Anda, kami katakan bahwa Anda dikuburkan bersama Kristus dan dibangkitkan untuk hidup yang baru bersama Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu artinya benar-benar menjadi pengikut Yesus Kristus. Orang lama sudah mati dan Anda yang baru telah dihidupkan kembali. Anda telah berubah dan Anda memiliki semangat dan tujuan. Ketika saya taat kepada-Nya, ada sukacita dan kegembiraan yang tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu yang lain. Saya tidak harus mencari kepuasan tinggi berikutnya, petualangan berikutnya, puncak gunung berikutnya, tidak ada yang lebih baik daripada berjalan bersama Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi boleh saya bertanya, apakah Anda palsu atau apakah Anda benar-benar murid nyata? Bagaimana Anda menjawabnya? Ingatlah perumpamaan tentang tanah dari Matius 13? Anda ingat bahwa ada empat jenis tanah yang berbeda? Mari kita baca Matius 13 di mana Yesus menjelaskan hal ini dengan lebih terperinci. Ini adalah kisah tentang gandum dan lalang. Yesus telah memberikan perumpamaan, berbicara tentang benih yang ditabur, dan bagaimana benih itu diterima atau ditolak oleh berbagai macam tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:24-30, “Perumpamaan lain yang Dia sampaikan kepada mereka, mengatakan: “Kerajaan surga adalah seperti orang yang menabur benih yang baik di ladangnya; 25 tetapi ketika semua orang tidur, musuhnya datang dan menabur lalang di antara gandum dan lalu pergi. 26 Tetapi ketika gandum itu bertunas dan menghasilkan panen, lalang itu juga muncul. 27 Maka para hamba pemilik datang dan berkata kepadanya, 'Tuan, bukankah Anda menabur benih yang baik di ladang Anda? Lalu bagaimana jadinya ada lalang?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“28 Dia berkata kepada mereka, 'Itu perbuatan musuh.' Para pelayan berkata kepadanya, 'Apakah Tuan ingin kami pergi dan mencabut mereka?' 29 Namun dia berkata, 'Tidak, jangan sampai saat Anda mencabut lalang nanti gandumnya turut dicabut. 30 Biarkanlah keduanya bertumbuh bersama sampai panen, dan pada saat panen saya akan mengatakan kepada para penuai, Kumpulkanlah dulu lalang itu dan ikatlah mereka untuk dibakarnya, tetapi kumpulkanlah gandum ke lumbung saya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini Yesus dengan jelas menyatakan bahwa ada orang-orang percaya palsu di antara murid-murid sejati. Kapan pun Anda melihat pertentangan melawan Firman Allah dan kapan pun ada kepemimpinan di gereja yang menentang pengkhotbah mereka yang setia, Anda tahu bahwa apa yang dikatakan Yesus itu benar. Ini adalah murid palsu di antara murid sejati yang menyebabkan kerusakan paling besar dalam tubuh Kristus. Karena murid palsu ada di antara orang percaya sejati tetapi mereka tidak menghasilkan buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang percaya sejati dipengaruhi oleh orang-orang palsu sampai mereka percaya bahwa itu adalah perilaku normal. Namun Firman Tuhan sama sekali menyangkal kelakuan seperti itu. Ini adalah orang-orang yang membingungkan seperti apa rupa gambar orang percaya sejati itu. Di zaman modern ini, itu sudah lazim di mana-mana. Lalang berada di samping gandum. Hai orang-orang, janganlah menipu dirimu sendiri bahwa kami tidak memiliki mereka di sini di gereja-gereja Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, saya tidak tahu siapakah mereka itu, ini bukan panggilan saya. Tetapi saya tahu apa yang dikatakan Alkitab tentang hal itu. Saya tahu apa yang Yesus, yang benar-benar mengasihi kita, sedang mencoba mengatakan kepada kita, bahkan kepada para lalang yang berada di gereja Anda. Dia memanggil kita semua. Dan Dia berkata kepada Anda, mengenali tanda-tanda gandum sejati! Lalang itu mengalami semua sumber daya sama seperti gandum, mereka mengalami yang sama, tetapi pada akhirnya semua dipanen oleh para penuai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya hamba-hamba Allah yang diarahkan oleh-Nya tahu siapakah lalang itu dan seberapa dekat mereka dengan gandum. Allah tidak bisa ditipu. Dan dikatakan bahwa orang palsu, lalang itu, dilemparkan ke dalam api. Dan hanya murid-murid sejati tetap ada. Apakah itu benar? Baiklah, marilah kita lihat Matius 13:36, “Lalu Yesus mengirim orang banyak itu pergi dan masuk ke dalam rumah. Dan murid-murid-Nya datang kepada-Nya, berkata, "Jelaskan kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkan Yesus dalam ayat 37-43, “Dia menjawab dan berkata kepada mereka: “Dia yang menabur benih yang baik adalah Anak Manusia. 38 Ladang itu adalah dunia, benih yang baik adalah anak-anak kerajaan, tetapi lalang adalah anak-anak si jahat. 39 Musuh yang menabur mereka adalah Iblis, tuaian adalah akhir zaman, dan para pemanen adalah para malaikat. 40 Oleh karena itu, pada waktu lalang dikumpulkan dan dibakar di dalam api, begitu juga itu akan terjadi pada akhir zaman ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">41 Anak Manusia akan mengutus para malaikat-Nya, dan mereka akan mengumpulkan dari kerajaan-Nya semua rintangan yang bersalah, dan mereka yang melakukan pelanggaran hukum, 42 dan akan melemparkan mereka ke dalam tungku api. Akan ada ratapan dan kertakan gigi.” Wah, ini bukan saya yang berbicara, ini adalah apa yang Tuhan katakan! “43 Maka orang-orang benar akan bersinar seperti matahari di dalam kerajaan Bapa mereka. Dia yang memiliki telinga untuk mendengar, biarlah dia mendengar! "</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah berurusan dengan orang-orang yang hanya mengikuti ketika ada manfaat dan berkat. Hanya ketika waktunya bagus dan tidak ada ujian dan cobaan. Orang-orang yang ingin disembuhkan oleh mukjizat dan ingin hidup bersama Yesus hanya selama masa-masa indah. Ingatlah kembali dalam Lukas, Dia berpaling kepada orang banyak yang mengikuti, karena Dia ingin mereka mengetahui kebenaran. Jangan ikuti saya karena keajaiban, tetapi hitunglah biayanya!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan ini adalah ajaran bagi kita semua. Saya tidak melihat lalang sebagai orang jahat. Tetapi jika mereka tidak sepenuhnya untuk Kristus, mereka akan merusak orang percaya lainnya. Itu tidak selalu sengaja, tetapi adalah kebejatan kondisi mereka. Hati mereka menjadi gelap dan mereka masih diarahkan oleh Setan sendiri. Mereka selalu tersinggung, selalu kecewa, mereka tidak berkomitmen dan mereka ingin melakukannya dengan cara mereka saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kadang-kadang lalang itu melihat sekeliling dan berpikir saya melakukan sama baiknya orang lain, jadi saya baik-baik saja. Mungkin gandum melihat lalang dan berpikir mereka dapat hidup seperti itu dan melakukan hal-hal itu dan mereka dapat tidak berkomitmen dan tampaknya mereka adalah anggota gereja yang baik. Mungkin itu adalah bagian tubuh Kristus yang normal. Tetapi itu salah. Standar kami bukanlah lalang. Standar kami bukanlah gandum lain. Standar kita haruslah Yesus saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Standar kita adalah apa yang Dia ingin kita lakukan. Standar kami adalah menghitung biayanya. Dan untuk memeriksa hati kami untuk memastikan bahwa kami bukan Kristen palsu, kami perlu memastikan bahwa kami otentik. Tujuan dari lalang sudah jelas, mereka hanya mengambil nutrisi dari tanah dan mengambil itu dari gandum. Itulah sebabnya musuh menempatkan mereka di sana. Mereka tidak dapat diambil sampai saat panen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan menunggu sampai panen untuk menyadari bahwa Anda adalah lalang dan bukan gandum. Biarlah Roh Kudus masuk, biarlah Dia membongkar pandangan humanistik yang Anda miliki tentang agama. Biarlah Dia menghancurkan tembok-tembok yang menghalangi Roh Kudus menembus hati Anda. Biarlah Dia menyinari terang kebenaran dalam hidup Anda sedemikian rupa sehingga ketika Anda melihat kata-kata Yesus dan Anda dengan jujur memeriksa kehidupan Anda, Anda menyadari bahwa Anda lebih terlihat sebagai lalang daripada gandum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mungkin saja Anda adalah lalang. “41 Anak Manusia akan mengutus malaikat-Nya, dan mereka akan mengumpulkan dari kerajaan-Nya semua rintangan yang melawan, dan mereka yang melakukan pelanggaran hukum, 42 dan akan melemparkan mereka ke dalam tungku api. Akan ada ratapan dan kertakan gigi.” Apakah benar ada lalang di sini? Yesus sangat mengasihi Anda. Dia memberi kita Alkitab yang mengatakan, saya tidak mengharapkan Anda menjadi sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata bahwa Dia mencari Anda untuk menjadi seperti yang Dia inginkan. Tetapi Yesus berkata kepada kita, saya ingin tahu apakah Anda sudah masuk atau masih belum. Alkitab mengatakan bahwa hal-hal ini tertulis supaya Anda tahu bahwa Anda diselamatkan. Dan berdasarkan kata-kata Yesus, tahukah Anda bahwa Anda adalah gandum? Jangan katakan iya, saya percaya saya gandum, tetapi… Apakah ada bukti konsisten dari buah yang tepat yang membuktikan Anda adalah murid Yesus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengijinkan Anda berada di sini hari ini untuk mendengar kebenaran. Nah apa yang Anda lakukan dengan itu adalah keputusan Anda. Yesus mengasihi Anda dan Dia ingin Anda mengetahui kebenaran hari ini. Dan Dia ingin Anda berubah secara supranatural hari ini. Dan Dia dengan penuh semangat mengejar Anda sekarang. Dia tidak akan berhenti mengejar Anda. Dan hari ini adalah hari bagi Anda untuk mengambil keputusan akhir itu dengan kuasa Roh Kudus. Saya pasti akan menjadi gandum itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup saya tidak seperti seharusnya. Dan hari ini saya akan mengambil keputusan itu bagi Kristus. Jadi bagaimana saya dapat melakukan itu? Allah berkata bahwa keputusan seperti itu dilakukan melalui doa. Biar Allah tahu sekarang bahwa Anda ingin percaya penuh iman kepada-Nya. Keinginan Anda adalah untuk berbalik dari dosa dan hidup hanya dengan kekuatan-Nya, yang disebut pertobatan. Dan Anda ingin hidup bagi-Nya dengan kekuatan-Nya, karena Anda sendiri tidak dapat melakukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika itu adalah keinginan Anda, maka berdoalah bersama saya, “Yesus, saya ingin menjadi murid Engkau, saya ingin mengikuti Engkau, saya datang kepada Engkau pada saat ini, ingin menjadi gandum. Saya minta Engkau ya Yesus, untuk mengampuni saya dari setiap dosa yang pernah saya lakukan, dan saya minta Engkau untuk memaafkan saya dari dosa-dosa yang akan saya lakukan. Yesus rubahlah saya menjadi baru hari ini. Berikanlah saya semua yang saya butuhkan untuk menjalani kehidupan sebagai murid, dan Yesus hari ini dengan iman saya menerima karunia keselamatan Engkau. Di dalam nama Yesus saya berdoa, Amin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berdoa di dalam hati Anda dan sungguh percaya semua yang Anda katakan, maka Anda diselamatkan. Allah memanggil semua orang untuk datang dan diampuni dan hidup bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Dia telah membayar harga itu di atas kayu salib, yang seharusnya Anda bayar, hanya tenerimalah itu dan percaya! Silahkan maju agar saya dapat berbicara dengan Anda dan terus membangun Anda untuk tantangan yang pasti datang. Tetapi yang lebih besar adalah Dia yang menyertai Anda daripada siapa yang ada di dunia.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Aug 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180805</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000047</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lebih banyak tentang Penciptaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000046"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1-2" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1-2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebohongan bahwa alam semesta seperti yang kita kenal sekarang berevolusi adalah kebohongan paling canggih, kompleks dan berpendidikan tinggi. Itu, untuk semua maksud dan tujuan, telah memikat seluruh dunia. Hal ini diyakini oleh massa manusia terbesar, setidaknya di dunia barat. Dan meskipun itu tidak mungkin dan tidak rasional, itu tetap diabadikan dengan kekuatan besar dan dengan usaha akademis yang besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teori evolusi ini menuntut dan menerima penerimaan universal di dunia. Teori bahwa tidak ada yang menciptakan alam semesta sebagaimana adanya, tetapi keberadaannya terjadi secara kebetulan dan berkembang melalui perubahan konstan, mutasi dan transisi ke atas dari kesederhanaan ke kompleksitas sepenuhnya melalui proses acak pada dasarnya mengatur pemikiran manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang-orang yang menolak Allah dan Alkitab, orang-orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus, orang-orang yang mencintai dosa, orang-orang yang tidak menginginkan hakim moral atau hukum moral, kita melihat orang-orang semacam itu menjadi senang dengan penjelasan seperti itu tentang apa yang terjadi. Dan para teolog dan para komentator Alkitab telah memikir perlu untuk mengambil penjelasan sederhana tentang penciptaan dalam Kejadian pasal 1 dan mereka pada dasarnya menolaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya baru-baru ini membaca sebuah komentar yang sangat terkenal dan mapan tentang kitab Kejadian di mana itulah pandangan penulisnya, yang mengatakan bahwa ini sebenarnya tidak berarti apa yang dikatakannya. Allah sebenarnya tidak bermaksud bahwa Ia melakukan ini dalam enam hari; Dia tentu bermaksud sesuatu yang lain karena ilmu pengetahuan telah memberi tahu kita bahwa itu tidak mungkin. Tetapi tidak ada apa pun dalam teks Kejadian 1:1 hingga 2: 3 yang menggambarkan evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kebanyakan orang dan mereka yang mengaku sebagai orang Kristen melakukan itu? Nomor satu, supaya mereka diterima di kalangan akademis. Jika Anda berada di lingkungan akademik, Anda ingin mempertahankan posisi dan pekerjaan Anda. Kedua, orang melakukan itu karena mereka tidak mengetahui sains DNA yang sebenarnya. Dan ketiga, mereka mungkin dipaksa dengan cara yang sama seperti yang mendorong Darwin, dan itu oleh karena ilusi penampilan di suasana lingkungan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, Alkitab tidak mengizinkan ilusi semacam itu. Dalam 2 Petrus 3:4 ini memberitahu kita bahwa para pengejek datang dan berkata, “Sejak nenek moyang tertidur, semua hal terus berlanjut seperti sejak awal penciptaan.” Dan para pengejek itu, yang pada dasarnya menolak Kedatangan Kedua, mengatakan tidak ada yang berubah. Jelas mereka menegaskan penciptaan, tetapi mereka mengatakan sejak penciptaan tidak ada yang melanggar proses uniformitarian, proses perubahan bertahap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi 2 Petrus 3:5-7 mengatakan, “Karena mereka dengan sengaja mengabaikan fakta ini, bahwa langit sudah ada sejak lama, dan bumi terbentuk dari air dan melalui air oleh firman Allah, 6 dan bahwa dengan cara ini dunia yang ada pada waktu itu dibanjiri dengan air dan binasa. 7 Tetapi dengan kata yang sama, langit dan bumi sekarang ini disimpan untuk api, dipelihara sampai Hari Penghakiman dan penghancuran orang fasik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menunjuk pada fakta bahwa semuanya tidak berlanjut melalui proses uniformitarian sejak awal, tetapi ada dua peristiwa bencana alam besar. Yang pertama adalah penciptaan, dan yang lainnya adalah banjir global universal. Uniformitarianisme adalah keyakinan bahwa asal-usul dan pengembangan semua hal dapat dijelaskan dalam kerangka hukum dan proses hukum yang sama yang terlihat berfungsi hari ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menuntut bahwa semua fitur geologi dan formasi yang pernah dikaitkan dengan bencana geologi sekarang dapat dijelaskan oleh proses biasa yang berfungsi dalam jangka waktu yang lama. Kreasionis, Henry Morris dan John Whitcomb, menggunakan bukti dari proses alami untuk membuktikan perlunya ada banjir universal untuk menjelaskan struktur geologis bumi saat ini, yang tidak dapat dijelaskan dari proses yang lambat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ilmu pengetahuan yang sejati sama sekali tidak berada di pihak evolusionis. Fenomena geologi yang tersebar luas seperti dominannya batuan dan struktur sedimen di seluruh permukaan bumi, termasuk kulit kerang di puncak gunung tertinggi, endapan fosil yang cepat, hampir tiba-tiba, dan kuburan fosil yang sangat besar dan dalam, semuanya mengarah ke bencana berair, bukan proses alami yang sangat lambat dari miliaran tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya, ada dataran tinggi Tibet yang terdiri dari endapan sedimen yang tebalnya ribuan kaki, yang terletak saat ini pada ketinggian tiga mil di atas permukaan laut. Pembentukan Karoo di Afrika mengandung sekitar 800 miliar hewan vertebrata. Tempat tidur fosil ikan hering di California mengandung sekitar satu miliar ikan dalam daerah seluas empat mil persegi. Uniformi-tarianisme gagal memberikan penjelasan yang masuk akal tentang hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika reservoir minyak disadap oleh pengeboran, tekanan yang sangat besar di reservoir mendorong minyak melalui semacam geyser semburan. Para ilmuwan bernama Dickey dan orang lain telah mempublikasikan hasil penelitian mereka di Science, “Studi menunjukkan bahwa setiap tekanan yang dibangun harus menghilang, dibuang ke batu-batuan di sekitarnya dalam beberapa ribu tahun. Tekanan yang ditemukan di dalam lapisan minyak berargumentasi untuk penciptaan kurang dari sepuluh ribu tahun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Henry Morris menulis tentang masalah populasi dunia dan kronologi Alkitab. Dan dia menunjukkan bagaimana populasi dunia merupakan indikasi usia bumi. Pertumbuhan populasi rata-rata konservatif adalah satu setengah persen per tahun, yang merupakan seperempat dari tingkat sekarang, yang akan menambah populasi bumi saat ini hanya dalam empat ribu tahun. Dan menurut kronologi Alkitab, empat ribu tahun yang lalu terjadilah Air Bah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan bumi sebagaimana adanya, Dia menciptakannya dengan penampilan dewasa. Pada hari pertama, Dia membuat terang dan kegelapan. Pada hari kedua Ia membuat langit. Pada hari ketiga Dia menciptakan bumi. Pada hari keempat, Dia membuat tubuh surgawi yang memberikan cahaya. Pada hari kelima Dia membuat ikan dan burung. Dan pada hari keenam Dia membuat makhluk darat dan manusia. Dan Dia membuat mereka semua dewasa dan dikembangkan sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Adam diciptakan, dia bukan bayi yang baru lahir; dia adalah laki-laki dewasa. Segalanya sudah dewasa, dikembangkan sepenuhnya. Jika Anda menemukan pohon oak di Taman, dan Anda adalah seorang ahli botani, Anda mungkin mendapatkan gergaji kecil Anda, dan memotong pohon oak kecil itu, dan Anda mungkin mulai menghitung lingkaran, dan Anda mungkin berpendapat bahwa menurut lingkaran di pohon itu, usianya 400 tahun, tetapi sebenarnya itu baru berumur satu hari. Itu diciptakan dewasa sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda melihat pegunungan itu, Anda mungkin berasumsi bahwa pegunungan, dan lembah di samping mereka, dan lembah terbentuk oleh angin bertahun-tahun, dan air, dan letusan, dan gempa bumi, dan faktanya itu semua dibuat di satu hari. Dan jika Anda melihat ke langit seperti yang dilakukan Adam, dan Anda melihat hamparan yang luar biasa di atas Anda, dan Anda bertanya-tanya berapa lama mereka berada di sana, jawabannya adalah 48 jam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu seperti Yesus mengubah air menjadi anggur dan tidak ada proses. Dia hanya langsung mengubah air menjadi anggur, kreasi instan dalam satu detik. Evolusi tidak mungkin terjadi karena tidak ada orang yang dapat dari ketiadaan menghasilkan semuanya yang ada. Perubahan dalam genetika hanya dapat menghasilkan entropi, hukum kedua termodinamika. Setiap makhluk hidup tunduk pada genetika yang dimilikinya dan tidak ada apa pun melampaui itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Allah itu selalu ada. Itulah sebabnya dalam Keluaran 3:14, Dia berkata, “Akulah Aku.” Ia adalah yang abadi. Nah, pertanyaan yang kita tidak bahas terakhir kali adalah mengapa Dia menciptakan. Dan, tentu saja, jawaban pertama adalah karena Dia ingin. Dan pertanyaan berikutnya adalah mengapa Dia ingin? Karena Ia ingin menampilkan kemuliaan-Nya, dan penciptaan memberi-Nya kesempatan lain untuk menunjukkan kemuliaan-Nya kepada para malaikat surgawi dan juga bagi umat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Wahyu 4:11 dikatakan, “Engkau sajalah layak, ya Tuhan, untuk menerima kemuliaan dan hormat dan kuasa; karena Engkau menciptakan segala sesuatu, dan atas kehendak-Mu mereka berada dan diciptakan.” Dan Dia ingin melakukannya sehingga selamanya di hadirat-Nya Dia akan dipuji dan dimuliakan untuk pertunjukan besar kekuatan kreatif ini, yang menunjukkan keagungan dan sifat-Nya. Dalam Yesaya 43: 20 Ia berkata, “Aku melakukannya untuk kemuliaan-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam penciptaan ini Allah menciptakan manusia. Dia tidak hanya melakukannya untuk menampilkan kecerdasan, kekuasaan, kebijaksanaan, cinta keindahan dan kompleksitas-Nya yang agung, tetapi Dia juga menampilkan begitu banyak tentang sifat-Nya dalam ciptaan. Berdasarkan penciptaan manusia, Dia menunjukkan sesuatu yang Dia tidak mungkin bisa tampilkan, dan itu adalah anugerah-Nya dan belas kasih-Nya. Dia melakukan itu untuk menunjukkan kemuliaanNya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah melakukan itu juga untuk menyediakan pengantin bagi Anak-Nya. Pada suatu hari Allah berkata kepada Sang Anak, “Aku sangat mencintaimu, aku ingin memberikan Engkau hadiah, jadi Aku akan mencipta dan Aku akan menebus dari umat manusia pengantin untukmu. Dan pengantin itu akan memiliki gambar-Mu, dan pengantin itu akan memuja Engkau dan mencintai Engkau serta melayani Engkau untuk selama-lamanya. Rencana Allah yang mulia ini untuk diberikan kepada Yang dikasihi-Nya, akan mencerminkan kemuliaan-Nya dan pujian kepada-Nya untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk memberikan pengantin yang indah bagi Anak-Nya, Bapa yang kekal menciptakan seluruh alam semesta, dan di dalamnya dunia yang sebelumnya tidak ada, sebagai tempat perawatan dan rumah di mana pengantin itu akan dibesarkan. Karunia luar biasa seperti itu dari Bapa kepada Anak membutuhkan penciptaan dari ketiadaan. Jadi, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Dengan melakukan itu, Allah meluncurkan realitas yang sebelumnya tidak ada, yaitu waktu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberi kita suatu urutan. Kejadian 1: 2-5, “Bumi tidak berbentuk, dan kosong; dan kegelapan berada di permukaan yang dalam. Dan Roh Allah melayang di atas permukaan air. 3 Kemudian Allah berkata, “Jadilah terang”; dan ada cahaya. 4 Dan Allah melihat terang itu, bahwa itu baik; dan Allah memisahkan cahaya dari kegelapan. 5 Allah memanggil cahaya Hari, dan kegelapan Ia sebut Malam. Maka petang dan pagi hari adalah hari pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika hari pertama dimulai, kita menemukan bumi dalam kondisi yang unik. Itu tidak berbentuk dan hampa, kegelapan berada di atas permukaan yang dalam, dan Roh Allah bergerak di atas permukaan air. Orang Ibrani mungkin menterjemahkannya seperti ini, “Mengenai bumi, itu tidak berbentuk dan kosong.” Apa yang dipikirkan para sarjana Yahudi tentang hal ini? Mereka mengatakan itu hanya kata untuk kehancuran dan kekosongan. Itu adalah tempat sampah dan tidak ada kehidupan di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan mereka, Allah berbicara sampai mereka menjadi ada; tetapi mereka tidak teratur, dan tidak berpenghuni. Allah belum membentuk mereka, dan Allah belum mengisi kosmos. Kedua, ayat 2 mengatakan, “Kegelapan berada di atas permukaan yang dalam,” dan alasannya adalah bahwa Alah belum menciptakan cahaya. Dan sampai titik ini, di sepanjang kekekalan tidak ada cahaya yang diciptakan. Semuanya gelap gulita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa artinya yang dalam itu? ‘Dalam’ adalah sinonim yang digunakan dalam Alkitab untuk laut; bahkan, lihat kemudian di ayat 2, "Kegelapan berada di atas permukaan yang dalam dan Roh Allah juga bergerak di atas permukaan air", dan di sini Allah melalui Roh Kudus mendefinisikan yang dalam itu sebagai air. Jadi bumi ditutupi air. Itu juga disebut dalam Mazmur 104:6, “Engkau menyelubunginya dengan ‘yang dalam’ seperti pakaian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bumi yang belum terbentuk benar-benar ditutupi oleh air. Ini adalah yang dimaksud 2 Petrus 3: 5, "Bumi dijadikan-Nya dari air, dan dengan air.” Amsal 8:27 mengatakan, "Dia menggambarkan sebuah lingkaran di atas permukaan yang dalam itu.” Materi ini menjadi bulat. Komentar ketiga tentang keadaan bumi pada hari pertama adalah, “Roh Allah melayang di atas permukaan air.” Kata “melayang” ini menunjukkan perawatan dan pengawasan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan dunia alkitabiah tentang Allah adalah bahwa Dia terlibat langsung dalam ciptaan-Nya. Tangannya tidak pernah diangkat dari elemen dan pekerjaan dari tatanan material. Ini adalah kebalikan dari filosofis deisme yang mengatakan bahwa Allah itu seperti pemula penciptaan, namun kemudian menjauhkan diri darinya. Melainkan kalian memiliki Allah yang hidup mengawasi, yang melayang di atas air, yang secara langsung bertanggung jawab atas seluruh proses penciptaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Douglas Kelly mengatakan, “Berbicara menjadikan cahaya yang diciptakan adalah yang pertama dari rangkaian tiga pencapaian terpisah oleh sang pencipta yang dibutuhkan untuk membuat kekacauan menjadi kosmos. Pada hari pertama, cahaya memisahkan siang dan malam. Pada hari kedua, cakrawala memisahkan air atas dari bumi, yang membentuk atmosfer. Pada hari ketiga, perairan di bawah langit dikumpulkan menjadi laut, dan dengan demikian itu terpisah dari tanah kering.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan penciptaan cahaya, terjadilah urutan siklus siang dan malam, periode cahaya dan periode kegelapan. Dan kita lihat di sini di ayat 5, Dia menamakan terang itu hari dan Dia menamakan kegelapan itu malam, dan sekarang kalian memiliki siklus malam dan siang. Itu berarti bumi segera mulai berputar pada sumbunya, dan ada sumber cahaya di satu sisi bumi yang sesuai dengan matahari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 4, “Allah melihat bahwa terang itu baik.” Sekarang, pernyataan itu diulangi dalam ayat 10, ayat 12, ayat 18, ayat 21, ayat 25 dan ayat 31. Segala sesuatu yang diciptakan Allah itu baik. Dan akhirnya, di ayat 31, Dia menyimpulkannya, “Dan Allah melihat semua yang telah Dia ciptakan, dan lihatlah, itu sangat baik.” Sekarang, karya Sang Pencipta hanya bisa baik, jadi itu tidak mengejutkan kami. Allah adalah sumber segalanya, dan semua yang Dia ciptakan itu baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 4 mengatakan, “Dan Allah memisahkan terang dari kegelapan.” Ini memulai siklus hari. Dia memisahkan cahaya dari kegelapan. Dan bahwa mereka akan beroperasi secara berurutan untuk periode tertentu dalam urutan siklus yang tidak berubah. Dia membuatnya demikian karena itu cocok dengan rencana kreatif-Nya. Tapi bagaimana bisa ada cahaya sebelum matahari diciptakan? Aku tidak tahu. Tetapi Allah sanggup menciptakan cahaya, dan sanggup menciptakan matahari juga nanti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan mengapa sekarang semua ciptaan terkutuk, bukanlah karena Allah, tetapi karena Kejatuhan dan pemberontakan manusia, korupsi ciptaan-Nya yang sepenuhnya baik. Dalam Kejadian 3: 6-7 kita melihat bagaimana Setan berbohong kepada Hawa dan membujuknya untuk melawan perintah Allah. Dan dalam Kejadian 3:14 Allah mengucapkan kutukan atas umat manusia tetapi juga pada penciptaan, “Karena kamu telah melakukan ini, terkutuklah kamu diatas semua hewan ternak dan diatas semua binatang di padang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 3:16, “Kepada wanita itu dia berkata,“Aku pasti akan melipatgandakan rasa sakitmu dalam melahirkan anak; dalam kesakitan kamu akan melahirkan anak-anak. ”Dan kepada Adam di ayat 17-19, “Terkutuklah tanah karena kamu; dalam kesakitan Anda akan memakannya sepanjang hari hidup Anda; 18 dan semak duri yang dibawanya untukmu; dan Anda akan memakan tanaman di ladang. 19 Dengan keringat di wajahmu, kamu akan makan roti, sampai kamu kembali ke tanah. ”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penciptaan yang mulia ini, yang dirusak oleh Kejatuhan, akan suatu hari nanti dalam korupsinya menemukan Allah menciptakan kembali semuanya, dan kemudian akan menciptakan surga baru dan bumi baru, yang selamanya tidak akan mengenal korupsi. Yesus datang untuk menyiapkan tempat bagi kita semua yang percaya untuk membebaskan kita dari kutukan ini. Dan Dia memberi kita pilihan itu selagi kita masih hidup. Allah memanggil kalian! Kami telah tinggal di sini, dan kami akan tinggal di sana. Pujilah Tuhan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Jul 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180729</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000046</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana, Mengapa dan Kapan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000045"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:1-2:3" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:1-2:3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab dimulai dengan sebuah pernyataan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Dengan pernyataan itu, Firman Allah, Kitab Suci, menegaskan keberadaan alam semesta dan segala isinya sebagai produk dari tindakan kreatif Allah. Kami ditunjukkan bahwa evolusi, teori sains yang dominan, tidak benar. Apa yang ada, ada bukan karena ia berevolusi, tetapi karena Allah menciptakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam beberapa minggu terakhir kami telah menunjukkan bahwa evolusi itu mustahil dan tidak rasional. Tidak pernah ada satu pun bukti bahwa materi pada tingkat apa pun dapat atau akan mengatur dirinya sendiri dengan sendirinya. Sebuah sel tidak dapat meningkatkan kerumitannya sendiri. Sel itu tidak dapat menambahkan informasi yang diperlukan dalam DNA atau kode genetiknya untuk membawa dirinya ke tingkat yang lebih tinggi. Itu tidak mungkin; itu belum pernah dilakukan; tidak ada yang bermutasi ke atas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang benar adalah spesies itu punah. Ada jutaan spesies yang telah mati dan menghilang di dunia ini, dan ada ratusan, menurut banyak ilmuwan, yang punah setiap hari. Ada spesies di masa lalu yang tidak kita miliki saat ini, seperti dinosaurus. Mereka mungkin terlihat seperti hubungan antara berbagai spesies, tetapi itu tidak lain dari hanya spesies kuno yang sudah tidak ada lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi adalah pelanggaran terhadap semua yang diketahui ilmu pengetahuan modern yang adalah kenyataan. Di sisi lain, kita tidak perlu evolusi untuk menjelaskan apa pun, karena kita dapat membaca bagaimana itu terjadi dalam Kejadian 1:1. Materi anorganik tidak dapat mengatur dirinya sendiri ke atas untuk menjadi bahan organik. Materi organik tidak dapat mengatur dirinya sendiri dengan fitur acak untuk menjadi lebih kompleks dan akhirnya mencapai tingkat kecerdasan dan kepribadian manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Allah menciptakan langit dan bumi,” dan mulai di <b>ayat 2</b> kita tahu caranya bagaimana. “Bumi belum berbentuk, dan masih kacau-balau. Samudra menutupi segala sesuatu, diliputi oleh gelap gulita, tetapi roh Allah bergerak di atas permukaan air.” <b>Ayat 3</b>, “Allah berkata, "Jadilah terang!" Lalu ada terang.” <b>Ayat 4</b>, “Allah melihat bahwa terang itu baik. Lalu Allah memisahkan cahaya dari kegelapan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5-7</b>, “Allah menamakan terang itu ‘hari’, dan kegelapan Ia sebut malam. Jadilah petang dan jadilah pagi hari, satu hari. 6 Kemudian Allah berfirman, 'Jadilah cakrawala di tengah-tengah air, dan biarlah itu memisahkan air dari air.' 7 Demikianlah Allah menjadikan cakrawala, dan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atasnya; dan memang itu terjadi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8-10</b>, “Dan Allah menamakan cakrawala itu Surga. Jadi petang dan pagi hari adalah hari kedua. 9 Kemudian Allah berfirman, “Biarlah air di bawah langit dikumpulkan bersama di satu tempat, dan biarkan tanah kering muncul”; dan memang itu terjadi. 10 Dan Allah menyebut tanah kering itu Bumi, dan kumpulan air itu dinamakan Laut. Dan Allah melihat bahwa itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11-13</b>, “Lalu Allah berfirman, “Hendaklah bumi menghasilkan rumput, tanaman yang menghasilkan benih, dan pohon buah yang menghasilkan buah sesuai dengan jenisnya, yang benihnya ada di dalam dirinya, di atas bumi,”; dan memang itu terjadi. 12 Dan bumi menumbuhkan rumput, dan segala macam tumbuh-tumbuhan menurut jenisnya, dan pohon yang menghasilkan buah, yang benih itu ada dalam dirinya menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik. 13 Maka petang dan pagi hari adalah hari ketiga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-16</b>, “Lalu Allah berfirman, “Hendaklah ada terang di cakrawala langit untuk memisahkan siang dari malam; dan biarkan mereka untuk tanda dan musim, dan untuk hari-hari dan tahun-tahun; 15 dan biarlah mereka menjadi terang di cakrawala langit untuk menerangi bumi ”; dan memang itu terjadi. 16 Kemudian Allah membuat dua benda terang yang besar: cahaya yang lebih besar untuk menguasai hari, dan cahaya yang lebih kecil untuk menguasai malam. Dia membuat juga bintang-bintang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17-20</b>, “Allah menempatkan mereka di cakrawala langit untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari kegelapan. Dan Allah melihat bahwa itu baik. 19 Jadilah petang dan pagi hari, itulah hari keempat. 20 Kemudian Allah berfirman, “Biarlah laut berlimpah dengan banyak mahluk-mahluk hidup, dan biarlah burung terbang di atas bumi di permukaan cakrawala langit.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21-23</b>, “Maka Allah menciptakan binatang-binatang raksasa laut dan setiap jenis makhluk yang hidup didalam air sesuai dengan jenisnya, dan setiap burung bersayap sesuai dengan jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik. 22 Dan Allah memberkati mereka, dan mengatakan, "Jadilah berbuah dan berkembang biak, dan memenuhi laut, dan biarlah burung bertambah banyak di bumi.” 23 Maka petang dan pagi hari adalah hari kelima.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24-25</b>, “Lalu Allah berkata, “Hendaklah bumi menghasilkan makhluk hidup menurut jenisnya: ternak dan binatang melata dan binatang buas di bumi, masing-masing menurut jenisnya”; dan memang itu terjadi. 25 Dan Allah menjadikan binatang dunia menurut jenisnya, ternak menurut jenisnya, dan segala yang merayap di bumi menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa itu baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26-27</b>, “Kemudian Allah berfirman,“ Biarlah Kami menjadikan manusia menurut gambar Kami, yang menyerupai Kami; biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, di atas burung-burung di udara, dan atas ternak-ternak, di atas seluruh bumi dan di atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Demikianlah Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri; menurut gambar Allah Dia menciptakannya; diciptakan-Nya laki-laki dan perempuan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28-29</b>, “Maka Allah memberkati mereka, dan Allah berkata kepada mereka, “Jadilah berbuah dan berkembang biak; penuhilah bumi dan menguasainya; berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan atas burung-burung di udara, dan atas setiap binatang yang bergerak di bumi.” 29 Dan Allah berkata, “Lihat, Aku telah memberi kamu setiap ramuan yang menghasilkan benih yang ada di muka seluruh bumi ini, dan setiap pohon yang buahnya menghasilkan biji; bagimu itu untuk makanan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 30-31</b>, “Juga, untuk setiap binatang di bumi, untuk setiap burung di udara, dan untuk segala yang merayap di bumi, di mana ada kehidupan, Aku telah memberikan setiap tanaman hijau untuk makanan”; dan memang itu terjadi. 31 Kemudian Allah melihat segala yang telah dibuat-Nya, dan sungguh itu sangat baik. Jadi petang dan pagi hari adalah hari keenam. Kejadian 2:1, "Demikianlah langit dan bumi, dan semua alam semesta telah selesai."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kejadian 2:2-3</b>, “Dan pada hari ketujuh Allah mengakhiri pekerjaan-Nya yang telah Ia lakukan, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan-Nya yang telah Ia lakukan. 3 Kemudian Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itu Dia beristirahat dari semua pekerjaan-Nya yang telah diciptakan dan dibuat oleh Allah.” Nah disini ada kisah akurat tentang penciptaan alam semesta. Kisah penciptaan diberikan mulai dari Kejadian 1:1 hingga Kejadian 2:3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah bagian pertama dari penciptaan. Bagian kedua disebut generasi. Mulai dari Kejadian 2:4, yang diberitakan berikutnya adalah sejarah manusia. Ini mengatakan bahwa Allah menciptakan segalanya di alam semesta. Segala sesuatu yang ada, galaksi atau lubang hitam atau tata surya, atau apakah itu adalah butiran pasir terkecil atau mikroba bakteri di bumi, semuanya diciptakan oleh Allah. Dia adalah pencipta segala sesuatu yang terlihat dan tidak terlihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini termasuk setiap bentuk energi, setiap bentuk materi, kecepatan cahaya, struktur nuklir, elektromagnetisme, gravitasi, setiap hukum di mana alam beroperasi diciptakan dalam kerangka penciptaan ini. Di balik penciptaan segala sesuatu di alam semesta berdirilah Allah yang hidup yang secara kekal berada sebagai Allah. Mulai dalam Kejadian 2:4, Dia memilih manusia dan kembali kepada penciptaan manusia dan kemudian menceritakan kisah manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inilah satu-satunya laporan saksi mata tentang penciptaan. Kejadian 1:1 hingga 2:3 bukanlah alegori. Tidak ada apa pun dalam teks Ibrani yang menunjukkan bahwa ini adalah gambar alegoris atau puisi mistis, bahwa ini adalah sejenis gaya sastra yang merupakan sesuatu selain daripada sejarah sebenarnya. Ini sejarah yang dinyatakan secara murni dari Allah yang ditulis oleh Musa. Sang Pencipta sendiri memberi Musa catatan sejarah yang akurat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian adalah satu-satunya catatan penciptaan; ini adalah satu-satunya sumber informasi penciptaan. Nah ketika kita melihat ayat pertama ini, marilah kita tanyakan tiga pertanyaan. Bagaimana cara Allah menciptakan, dengan metode apa? Kami telah menyarankan bahwa ia tidak bisa menggunakan evolusi karena dua alasan. Kami menegaskan bahwa, nomor satu, teks Kejadian 1 tidak memberi ruang bagi evolusi, dan kedua, evolusi itu tidak mungkin terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua ciptaan dimulai dan berakhir dalam enam hari. Lihatlah Kejadian 2: 2, “Pada hari ketujuh Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan-Nya yang telah Dia lakukan.” Dia menciptakan seluruh alam semesta dari ketiadaan, dari bahan yang tidak ada sebelumnya, dan Dia melakukannya dalam enam hari. Kita tahu itu dari Kejadian 1:5. Hari pertama ia menciptakan cahaya dan dikatakan ada petang dan ada pagi, satu hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata itu satu hari, dan kemudian hanya untuk memastikan Anda tahu persis apa yang Ia maksudkan, itu adalah jenis hari yang memiliki malam dan pagi. Hari macam apa itu? Itu pada dasarnya yang kami sebut sebagai hari matahari. Itu hanya hari biasa saja. Allah melakukan semua ini dalam enam hari, ayat delapan mengatakan ada malam dan pagi hari pada hari kedua, dan ayat 13 mengatakan ada malam dan pagi hari pada hari ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19, ada malam dan pagi hari pada hari ke-4. Ayat 23, ada petang dan ada pagi hari pada hari ke 5, dan ayat 31, ada petang dan ada pagi hari pada hari keenam. Ia berbicara tentang enam hari yang normal. Seluruh penciptaan diselesaikan pada hari keenam, dan Alkitab selalu berbicara tentang penciptaan sebagai peristiwa yang sudah lalu. Evolusi berbicara tentang penciptaan sebagai sesuatu yang berkelanjutan terus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 4:3 mengatakan, “Pekerjaan-Nya telah selesai semenjak dunia diciptakan.” Ibrani 4:10 mengatakan, “Karena dia yang telah memasuki istirahat-Nya sendiri juga berhenti dari pekerjaan-Nya sama seperti yang di lakukan Allah-Nya.” Allah menyelesaikan penciptaan, dan tidak pernah menambahkan ke penciptaan asli itu. Pada hari ketujuh, Dia beristirahat dari penciptaan, dan Dia terus beristirahat dari ciptaan. Apakah yang sedang Dia lakukan sekarang? Konservasi; Dia menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan Milenium adalah tentang pemulihan; ketika Dia mengembalikan bumi seperti yang kita ketahui dan alam semesta kembali ke karakter aslinya. Jadi Anda memiliki penciptaan, konservasi dan pemulihan. Akhirnya, pemulihan adalah surga baru dan bumi baru. Ketika ‘yom’, dimodifikasi (disertai) oleh satu angka, secara universal, tanpa pengecualian dalam Kitab Suci, ini mengacu pada hari matahari yang normal. Mengapa Allah membutuhkan enam hari untuk penciptaan? Allah mengambil waktu enam hari untuk membentuk suatu pola.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Keluaran 20 Dia memberi kita pola itu, “Enam hari kalian akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan Allahmu; di dalamnya Anda tidak akan melakukan pekerjaan apa pun, Anda atau putra Anda atau putri Anda, pria Anda atau hamba perempuan Anda atau ternak Anda atau pendatang Anda yang tinggal bersama Anda. Karena dalam enam hari Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan semua yang ada di dalamnya, dan beristirahat pada hari ketujuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan ini terjadi? Apakah itu terjadi jutaan dan miliaran tahun yang lalu? Ilmu pengetahuan dulunya mengatakan dua miliar tahun, tetapi sekarang mereka mengubahnya. Mereka cenderung ke 20 miliar tahun dan setiap tahun itu semakin panjang. Bagaimana dengan fosil? Memang benar, ada miliaran bidang fosil di seluruh dunia. Alkitab memberikan informasi yang akurat tentang hal itu. Itu adalah banjir universal di seluruh dunia. Kejadian 6 dan 7.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 24: 37-39, kita membaca tentang banjir di sana, dan itu menggunakan kata Yunani kataklusmos, kata bencana alam. Ini benar-benar menata ulang permukaan bumi dan menelan seluruh bumi dalam air, dan bencana besar hidrolis itu yang menyebabkan kepunahan banyak hewan secara instan yang menghasilkan fosil. 2 Petrus 3 berbicara tentang bagaimana Allah menghancurkan seluruh bumi dengan membanjirinya dengan air.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai di Kejadian 5, disitu ada banjir dan semua tahun hidup orang-orang itu diberikan. Jika kalian menambahkan itu, dari manusia pertama Adam hingga banjir, ada 1,656 tahun. Ayat 10 membicarakan Abraham, dan itu adalah 225 tahun. Jadi itu 2.000 tahun kurang sedikit, dan kalian ada di Abraham. Dan dari Abraham sampai kembalinya dan pembangunan kembali Yerusalem dan pembangunan kembali Israel, kalian memiliki kurang lebih sekitar 1.500 tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah pembangunan kembali dan pemulihan Anda sekarang berada di akhir Perjanjian Lama. Terus tidak ada berita selama 400 tahun. Jadi, ada sekitar 2.000 tahun mulai dari penciptaan sampai Abraham. Dari Abraham sampai ke Perjanjian Baru adalah sekitar 2.000 tahun, dan dari awal Perjanjian Baru sampai sekarang adalah sekitar 2.000 tahun. Nah para evolusionis mengejek bahwa dunia dan alam semesta hanya berumur 6.000 tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para ilmuwan datang dan berkata, bagaimana dengan kecepatan cahaya? Jika Allah menciptakan bintang di luar sana, dan itu berjarak beberapa tahun cahaya, itu akan membutuhkan satu juta tahun untuk sampai di sini. Cahaya tidak bisa sampai di sini dan fakta bahwa kita dapat melihat cahaya dari bintang di luar sana menunjukkan bahwa jutaan tahun pasti telah berlalu. Tetapi Allah tidak hanya menciptakan bintang, Dia menciptakan juga cahaya di antara sana dan di sini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecepatan cahaya umumnya diterima sebagai 300.000 kilometer per detik. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun. Pengukuran pertama dari kecepatan cahaya dibuat oleh seorang astronom Denmark, Rømer, pada tahun 1675 dan kemudian oleh seorang astronom Inggris Bradley pada tahun 1728. Kecepatan cahaya pada 1675 sekitar 2.6 kali lebih cepat daripada saat ini, dan itu terus menurun hingga tahun 1960 ketika jam atom mulai digunakan untuk mengukurnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Barry Setterfield, seorang ilmuwan Australia, mengukur laju penurunan kecepatan sekitar 5,7 kilometer per detik di antara 1675 dan 1728, dan 2,5 kilometer per detik penurunan di antara 1880 dan 1924, dan ia terus mencatat penurunan itu. Jika kecepatan cahaya memang merosot bersama dengan semua yang lain, maka pengukuran empiris usia tata surya akan sesuai tepat dengan kronologi genealogi Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan asumsi itu benar, itu akan menjelaskan mengapa tanggal yang berasal dari berbagai jenis pengukuran radioaktif pada elemen geologi seperti setengah-hidup uranium 238 membusuk menjadi timbal selama jutaan tahun, semua itu salah. Karena kecepatan elektron di orbitnya sebanding dengan kecepatan cahaya. Segalanya berubah dan apa yang tampaknya tua sama sekali tidak tua. Kami akan mendapatkan lebih banyak alasan mengapa di Minggu depan. Marilah kita berdoa bersama.</span></div></div><div class="imTAJustify"><i class="fs12lh1-5 cf1"> </i></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Jul 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180722</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000045</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pencipta dan Penebus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000044"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:1" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:1</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi adalah hal yang mustahil. Dan kami telah memeriksa mengapa dalam beberapa pesan terakhir. Setiap makhluk hidup memiliki kode DNA, kode genetik diprogram dengan informasi yang tepat untuk menghasilkan, melestarikan dan memperbaiki makhluk hidup itu. Ini memiliki tidak kurang dari informasi yang diperlukan dan tidak lebih dari informasi yang diperlukan. Gen di setiap organisme membatasi organisme itu seperti seadanya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada informasi genetis untuk mengubahnya menjadi sesuatu selain dari apa itu. Alkitab berbicara tentang jenis makhluk hidup yang dapat bereproduksi menurut jenis mereka sendiri. Mungkin ada variasi dalam jenis, tetapi tidak ada apa pun di luar itu. Ilmu pengetahuan mengatakan kepada kita bahwa evolusi adalah proses yang disebut mutasi, yang berarti berubah. Tetapi mutasi tidak mengubah sifat atau jenis organisme hidup mana pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika mutasi terjadi, selalu ada kehilangan informasi yang ada. Mutasi tidak pernah menambahkan informasi genetik baru. Mutasi bukanlah mekanisme untuk proses evolusi ke atas. Dr Werner Gitt, seorang direktur dan profesor di Institut Fisika dan Teknologi Federal Jerman, mengatakan, "Mutasi hanya menyebabkan perubahan dalam informasi yang ada dan, secara umum hasil mutasi merugikan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tubuh itu terdiri dari triliunan sel. Jumlah informasi genetik di salah satu sel tersebut diperkirakan telah mengisi setidaknya seribu buku dari 500 halaman. Itu untuk menjalankan satu sel dari triliunan dalam satu tubuh manusia. Dan sebagian besar ilmuwan berpikir bahwa itu masih meremehkan kompleksitas. Dari mana semua informasi ini berasal? Lebih baik lagi, dari siapa semua informasi ini datang?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa para ilmuwan terus menganjurkan teori evolusi yang dimotivasi secara kebetulan? Intinya adalah mereka melakukannya untuk menghindari Allah. Mereka melakukan itu untuk mengeluarkan Allah dari kehidupan mereka, untuk menghindari hukum-Nya, untuk menghindari standar-standar-Nya, untuk menghindari kehendak-Nya, untuk menghindari Firman-Nya dan untuk menghindari penghakiman-Nya atas hidup mereka. Evolusi adalah yang dikatakan Henry Morris dengan tepat, "Perang panjang melawan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama mengatakan orang bodoh berkata di dalam hatinya bahwa tidak ada Allah. Tidak rasional untuk menolak sang Pencipta. Tidaklah rasional untuk memberdayakan kesempatan. Tidaklah rasional untuk berasumsi bahwa satu jenis organisme hidup dapat menjadi jenis lain. Tidak bijaksana untuk menolak hukum Allah dan Firman Allah dan Injil Allah. Jika tidak rasional atau bijaksana, lalu mengapa manusia melakukannya? Jawabannya adalah bahwa manusia melakukannya karena mereka mencintai dosa dan mereka mencintai kegelapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena perbuatan mereka jahat. Mereka mencintai diri mereka sendiri dan mereka mencintai dosa mereka dan mereka menolak untuk menyembah Allah atau tunduk kepada Firman-Nya atau hukum-Nya. Dan Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa apa yang ada di dunia Allah ada di dalam Firman Allah. Yang kita ketahui tentang ciptaan dari ketiadaan adalah apa yang dikatakan Sang Pencipta kepada kita, dan satu-satunya tempat dimana Ia katakan itu kepada kita adalah Alkitab. Evolusi adalah perang panjang dari Setan melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kepercayaan yang hampir universal kepada evolusi yang menembus setiap wilayah pemikiran manusia yang telah mempengaruhi setiap bidang kehidupan manusia. Ini telah mempengaruhi ilmu sosial, telah mempengaruhi ilmu perilaku, telah mempengaruhi psikologi, telah mempengaruhi seni liberal, telah mempengaruhi filsafat dan bahkan telah mempengaruhi agama. Evolusi bertanggung jawab atas perkembangan politik dan kekacauan moral dan disintegrasi sosial di mana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Morris dalam bukunya "The Long War" menunjukkan bagaimana segala sesuatu mulai dari genosida hingga percabulan hingga homoseksualitas hingga aborsi, hingga semua masalah penghancuran martabat manusia, tidak melihat manusia seperti yang diciptakan menurut gambar Allah. Dan segalanya yang lain, semua adalah bagian dari hasil alam semesta materialistis dan manusiawi tanpa Allah. Jadi kata Morris, evolusi itu hanya adalah perang panjang melawan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah tentang sejarah bangsa-bangsa diberikan kepada kita mulai dari Roma 1:18. Apa yang Anda miliki di sini adalah sejarah siklus dari apa yang terjadi di negara-negara di dunia sepanjang sejarah. Ayat 18 mengatakan, “Karena murka Allah telah dinyatakan dari sorga terhadap semua kefasikan dan ketidakbenaran manusia, yang menekan kebenaran dengan ketidakbenaran.” Kebenaran tentang Pencipta sudah jelas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19 mengatakan, "Karena apa yang dapat diketahui tentang Allah sudah nyata di dalam hati mereka, karena Allah telah menyatakan itu kepada mereka.” Dan Dia melakukan itu dengan memberi mereka kemampuan untuk berpikir, yang pada dasarnya adalah pengertian urutan pola sebab dan akibat. Pada saat Anda mulai memahami suatu prinsip, itulah karena ada hubungan sebab dan akibat, ada urutan hal-hal yang mengakibatkan ada suatu kesimpulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut ayat 20, Allah adalah,Pencipta dunia. Anda dapat melihat penciptaan dunia dan mengalami sifat-sifat-Nya yang tidak kelihatan. Kalian dapat melihat ciptaan dan kalian tahu bahwa Allah itu cerdas di luar pemahaman. Anda dapat melihat ciptaan dan Anda dapat tahu bahwa Allah mencintai keindahan dan ketertiban. Anda dapat melihat kebaikan-Nya yang diwujudkan dalam hujan, dan sinar matahari, dan makanan yang kita nikmati, dan keindahan dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keajaiban romansa, dan berkat anak-anak, dan sukacita petualangan yang menggembirakan. Begitu banyak yang dapat diketahui tentang kekuatan kekal-Nya dan sifat ilahi-Nya. Begitu banyak dapat diketahui, ayat 20 mengatakan, bahwa jika kalian tidak melihat Allah dalam hal ini dan kalian tidak mengenali Dia sebagai siapakah Dia, kalian tanpa alasan. Tujuan penciptaan itu adalah untuk mengarahkan Anda kembali kepada Allah, dan untuk menunjukkan kalian sesuatu tentang pikiran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan kreasionis progresif apa pun, atau pandangan evolusioner teistik mana pun, menyerang pada niat Allah dalam Penciptaan, untuk menyatakan kekuatan-Nya yang besar. Allah tidak menciptakan semuanya dan kemudian membiarkan evolusi mengambil alih. Itu tidak memuliakan Allah, itu memuliakan “kelangsungan hidup yang terkuat’, yang diciptakan oleh Charles Darwin dan teman-temannya untuk menjelaskan penampilan, ketika mereka tidak tahu apa yang mereka ketahui hari ini yang bertentangan dengan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21-23 mengatakan, “Karena, meskipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah, dan juga tidak bersyukur, tetapi mereka memikirkan yang bukan-bukan, dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 mereka merasa diri bijaksana, padahal mereka bodoh, 23 dan mereka mengubah kemuliaan Allah yang abadi menjadi gambar yang dibuat seperti manusia yang fana dan burung dan binatang berkaki empat dan binatang melata.” Mereka menyebutnya hikmat, Allah menyebutnya kebodohan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyembah ciptaan daripada Sang Pencipta. Ayat 25 mengatakan, “Mereka menggantikan kebenaran Allah untuk kebohongan, dan bukan Pencipta melainkan yang diciptakan itulah justru yang disembah dan dilayani oleh mereka.” Dan itu dilakukan para evolusionis. Mereka benar-benar percaya bahwa makhluk itu adalah pencipta. Roma mengatakan bahwa mereka membuang kebijaksanaan dan menerima kebodohan karena hati mereka yang bodoh menjadi gelap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26, “Karena alasan inilah Allah membiarkan mereka menuruti hawa nafsu yang hina,” yang adalah dosa-dosa seksual, homoseksualitas, dan setiap jenis dosa lainnya yang dia tuliskan dalam ayat 27 sampai 32. Begitulah mereka jatuh ke kedalam kesalahan yang mengerikan itu. Ini adalah kisah nyata dari mana evolusi itu berasal. Itu bagian dari perang panjang melawan Allah. Dan jika kita ada waktu, saya dapat mengutip banyak kutipan dari para evolusionis yang menghujat dan mengejek Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah Pencipta segalanya. Yohanes 1: 1-3 mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman (Kristus), dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah Allah. 2 Dia pada mulanya bersama Allah. 3 Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.” Segala sesuatu dibuat olehNya. Dalam Ibrani 11: 3, dikatakan, “Karena beriman kita mengerti.” Dengan kata lain, kita harus percaya Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dengan iman kita mengerti bahwa dunia-dunia diciptakan oleh Firman Allah,” bahwa Allah berbicara dan segala sesuatu itu diciptakan. Dengarkanlah ini, "Jadi apa yang dapat dilihat terjadi dari apa yang tidak dapat dilihat.” Nah pernyataan ini benar-benar menghilangkan evolusi. Apa yang Anda lihat di dunia yang diciptakan ini tidak terbuat dari beberapa materi lain, tetapi semua yang Anda lihat di alam semesta yang diciptakan Allah dibuat-Nya dari ketiadaan!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah tepat yang dikatakan di dalam Kejadian. Kolose 1:16 berbicara tentang Kristus sebagai Allah Sang Pencipta, dan mengatakan, “Sebab melalui Dialah segala sesuatu diciptakan yang ada di surga dan yang ada di bumi.” Perhatikanlah berapa kali Alkitab mengulangi kata ‘segalanya’. Apakah artinya? Nah, "di surga," berarti segala sesuatu yang ada di alam semesta. "Dan di bumi," segalanya yang ada di bumi ini. Segala sesuatu di luar bumi ini dan segala sesuatu yang ada di bumi ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengarkan ini, "yang kelihatan dan tak kelihatan." Anda dapat melihat gunung, Dia menciptakannya. Anda tidak dapat melihat angin, tetapi Dia menciptakannya. Anda tidak dapat melihat arus listrik melewati udara tetapi Dia menciptakannya. Dan itu termasuk malaikat-malaikat yang disebut takhta, dominium, penguasa dan otoritas, “segala sesuatu telah diciptakan oleh-Nya dan untuk Dia.” Ini adalah pernyataan mutlak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Alkitab kebenaran ini diulangi berkali-kali. Musa mengatakan dalam Ulangan 4:32, “Selidikilah masa lampau, jauh sebelum kalian lahir, sejak hari Allah menciptakan manusia di bumi.” Ada hari keenam ketika Allah menciptakan manusia di bumi. Itu bukan pemberhentian terakhir dalam proses evolusi selama miliaran tahun. Mazmur 104: 1-2 mengatakan, "Ya Tuhan, Allahku, betapa agung Engkau; yang membentangkan langit seperti tirai.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi hanya mencoba untuk memecahkan pertanyaan tentang bagaimana kehidupan dapat dihasilkan di bumi, tetapi bagaimana mereka berharap untuk menjelaskan ketika ada alam semesta yang tak terbatas? Allah melakukan itu, Dia merentangkannya. Dia membuat lautan, Dia menciptakan bumi. Mazmur terus berbicara seperti itu. Ayat 11-12 mengatakan. Dia membuat binatang liar dan burung-burung. Ayat 14, Dia adalah orang yang menyebabkan rumput tumbuh, Terus ada ayat 24, "Betapa banyak karya-Mu, Ya Tuhan!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semakin pengetahuan kita secara ilmiah bertumbuh, semakin dalam kita menembus misteri penciptaan ini, dan semakin bijak Sang Pencipta itu. Bumi itu penuh dengan mahluk-mahluk-Mu. Ini terus berbicara tentang “lautan, besar dan luas, di mana ada kawanan tanpa nomor, binatang kecil dan besar. Di sana kapal-kapal bergerak dan ada Leviathan, dinosaurus laut, paus besar, dan seterusnya. Ayat 31, “Semoga kemuliaan Tuhan tetap selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yesaya 45:9, Allah memberikan peringatan kepada para evolusionis, “Celakalah orang yang berbantah dengan Penciptanya! Ia seperti periuk yang melawan orang yang membuatnya. Apakah tanah liat bertanya kepada tukang periuk, "Engkau sedang apa?" Apakah periuk mengeluh bahwa pembuatnya tidak mempunyai keahlian?” Ayat 12, “Aku telah menciptakan bumi, dan menciptakan manusia di atasnya. Dengan kuasa-Ku Aku membentangkan langit, dan memerintahkan semua pengurus mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Markus 10: 6 Yesus berkata, "Tetapi sejak awal penciptaan, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan." Dalam Markus 13:19, Yesus berkata, “Karena pada masa itu akan ada tribulasi, yang tidak pernah terjadi sejak awal penciptaan yang diciptakan Allah sampai saat ini.” Efesus 3:9, “Allah yang menciptakan segala sesuatu.” 1 Petrus 4:19, “Biarkan mereka yang menderita mempercayakan jiwa mereka kepada Pencipta yang setia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Wahyu 10: 5 seorang malaikat turun dan membawa sebuah buku kecil yang menggambarkan penghakiman Allah, yang mengidentifikasi Tuhan sebagai, "Dia yang hidup selamanya dan yang menciptakan surga dan benda-benda di dalamnya, dan bumi dan benda-benda di dalamnya, dan laut dan benda-benda di dalamnya.” Sekarang di dalam Wahyu 14 ketika waktu tribulasi datang dan penghakiman datang dari takhta Allah, kalian dapat melihat kedatangan penghakiman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pada waktu ketika Allah mencurahkan penghakiman, periode tujuh tahun itu, khususnya dalam tiga setengah tahun terakhir, pada saat yang sama Injil akan diberitakan. Ini akan dikhotbahkan oleh dua saksi yang disebutkan dalam Wahyu 11, yang akan, “bernubuat seribu dua ratus enam puluh hari.” Itu akan dikhotbahkan juga oleh seratus empat puluh empat ribu orang Yahudi yang disebut di dalam Wahyu 7.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada satu pengkhotbah hebat lainnya dalam Wahyu 14: 6, “Aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah surga yang memiliki Injil kekal untuk dikhotbahkan kepada mereka yang hidup di bumi, dan untuk setiap bangsa dan suku dan bahasa dan orang-orang." Pesannya adalah, "Takutlah Allah, dan muliakanlah Dia, karena saat penghakiman-Nya telah datang; dan sembahlah Dia yang menciptakan langit dan bumi dan laut dan mata air."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat itu akan memberitakan Injil: Sang Pencipta telah menjadi Penebus kita. Allah yang sama yang menciptakan, pada akhirnya akan membawa penghakiman dalam mengantisipasi penciptaan-Nya kembali. Ini adalah pesan konstan dari Kitab Suci, bahwa Sang Pencipta adalah Sang Penebus. Bagaimana? Mazmur 33, "Demi firman Tuhan, langit diciptakan, dan oleh nafas dari mulut-Nya semua pengurus mereka." Dia hanya "berbicara," ayat 9, "dan itu sudah terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu benar-benar mempengaruhi saya untuk mendengar para pengritik menyerang Alkitab. Douglas Kelly, yang telah menulis sebuah buku luar biasa berjudul 'Penciptaan dan Perubahan', mengatakan, “Banyak penafsir alkitabiah telah berusaha untuk menghindari konflik yang jelas antara pembacaan langsung dari teks Kejadian dan teori-teori naturalis tentang asal mula yang menentangnya. Mereka menyarankan bahwa Kejadian 1 hingga 11, adalah tulisan-tulisan puitis dan bukan sejarah kronologis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 1 tidak ditulis menurut hukum puisi Ibrani. Kalian dapat menemukan banyak bagian dalam Perjanjian Lama yang memang puisi. Ini bukan seperti itu. Tidak ada penggunaan jenis paralelisme tradisional yang khas yang terjadi dalam puisi Ibrani. Dan Douglas Kelly mengatakan, "Tidak ada ketegangan eksegetikal yang dapat menemukan pandangan puitis sedikitpun mengenai Kejadian 1 -11 di dalam buku-buku Perjanjian Baru."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Henry Morris mengatakan: "Perjanjian Baru bahkan lebih bergantung pada Kejadian daripada yang Perjanjian Lama. Ada 165 ayat dalam Kejadian yang secara langsung dikutip atau secara jelas dirujuk dalam Perjanjian Baru. Dan ada 200 kutipan dari Kejadian di Perjanjian Baru. Bagian Kejadian yang mendapat serangan ketidakpercayaan terbesar adalah sebelas bab pertama, yang memiliki pengaruh terbesar pada Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang benar-benar mereka ingin perdebatkan berkaitan dengan tiga bab pertama dari Kejadian dan mereka paling memperhatikan adalah penciptaan. Mereka berpikir bahwa ilmu alam telah membuktikan bahwa Alkitab itu salah. Tetapi Kejadian adalah sejarah. Sungguh menggelikan, bahwa ada begitu banyak pernyataan yang jelas bahwa ini adalah sejarah, untuk membuat bagian sejarah yang berkaitan dengan Allah menjadi mitos. Saya percaya keseluruhan Alkitab, bagaimana dengan Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Jul 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180715</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000044</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penciptaan Bagian 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000043"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:1" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:1</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu malam yang lalu kami berbicara tentang masalah asal dan malam ini saya ingin melanjutkan tentang masalah penciptaan dan Injil. Masalah asal ini adalah sangat penting untuk semua pemikiran manusia, perilaku manusia dan kehidupan manusia. Ini adalah dasar dari keberadaan dan tujuan kita. Tanpa pemahaman benar tentang asal, tidak ada cara untuk memahami makna tertinggi dari apa pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada dua pilihan ketika datang ke asal: ada Allah Pencipta, atau tidak ada. Dan persamaan evolusi yang kita bahas adalah "tak seorangpun dikalikan ketiadaan adalah segala sesuatu." Jika di sisi lain ada kecerdasan kreatif, jika ada Allah Pencipta, maka adanya ciptaan bisa dimengerti. Itu masuk akal dan rasional. Dan bahkan para ilmuwan yang berpikir jujur tentang asal mula kita, akan mengatakan bahwa harus ada kecerdasan kreatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika alam semesta ini adalah produk dari Allah Pencipta dengan kecerdasan dan kekuatan yang tak terbatas, bagaimana kita bisa tahu tentang Allah ini? Hanya ada satu jawaban dan itu adalah, kita hanya dapat mengetahui tentang Dia dan bagaimana Dia menciptakan jika Dia memilih untuk memberi tahu kita. Itulah satu-satunya cara dimana kita bisa tahu. Dan memang, Dia melakukan itu. Bahkan, Dia telah memberi kita 66 buku pengungkapan diri pribadi-Nya. Dan Allah telah mengungkapkan bagaimana Dia menciptakan alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Mazmur 19:1-6 Allah berbicara melalui penulis, “Langit menyatakan kemuliaan Allah; dan cakrawala menunjukkan pekerjaan tangan-Nya. 2 Hari sampai hari mengucapkan pidato, dan malam sampai malam mengungkapkan pengetahuan.” Dengan kata lain, siang dan malam, segala sesuatu di alam semesta menunjukkan ada Allah Pencipta. Ayat 3, “Tidak ada ucapan, atau bahasa; di mana suara mereka tidak terdengar.” Dengan kata lain, itu adalah wahyu yang nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, "Garis mereka telah menembus seluruh bumi, dan kata-kata mereka sampai ke ujung dunia.” Setiap orang di dunia dapat melihat bukti kreatif dari Allah Pencipta, "Di dalamnya Dia telah menetapkan tabernakel untuk matahari, 5 yang seperti mempelai laki-laki keluar dari kamarnya. 6 Naiknya dari satu ujung langit, dan sirkitnya ke ujung yang lain, dan tidak ada yang luput dari panasnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengambil satu tubuh surgawi dari hamparan besar alam semesta, satu benda angkasa yang paling mendominasi kehidupan kita, yang paling dekat dengan kita dalam hal bintang, yang memiliki pengaruh terbesar pada kita, yang satu itu yang mempengaruhi kita, yaitu matahari. Dan dia mengatakan tentang matahari itu bahwa matahari menjalankan sirkitnya dari satu ujung langit ke ujung yang lain sehingga tidak ada tempat di dunia dimana panasnya tidak terasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa matahari bergerak di orbit. Kita berbicara tentang matahari sebagai pusat tata surya kita dan segala sesuatu mengorbit di sekitarnya, tetapi matahari itu sendiri memiliki orbit dan orbit ini bergerak dari satu ujung ruang tanpa batas ke ujung lainnya. Jadi, pemazmur mengatakan Anda dapat melihat alam semesta dan itu memberi Anda kesaksian tentang kemuliaan Allah, kepada keagungan kecerdasan-Nya, kepada karakter besar dari kuasa-Nya untuk menciptakan semua ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Timotius 3:16 mengatakan, “Seluruh Alkitab diilhamkan oleh Allah.” Allah menghembuskan Firman-Nya. 2 Petrus 1:20-21 mengatakan, “Hendaklah kalian ingat ini, bahwa tidak ada nubuat dari Kitab Suci boleh ditafsirkan menurut pendapat sendiri, 21 karena tidak pernah ada nubuatan yang dibuat oleh kehendak manusia, tetapi orang-orang kudus digerakkan oleh Roh Kudus untuk berbicara dari Allah.” Alkitab dan bukti eksternal dari Allah dalam penciptaan adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang kita miliki tentang Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat tahu bahwa Allah menciptakan, ketika kita melihat penciptaan di sekitar kita. Tetapi kita tidak akan tahu bagaimana Dia menciptakan kecuali Dia menyatakannya kepada kita. Jadi kita dapat mengetahui beberapa hal melalui apa yang disebut para teolog, wahyu alami. Tetapi untuk benar-benar mengenal Allah, dan bagaimana Dia menciptakannya, dan bagaimana Dia bertindak, dan bagaimana Dia menyelamatkan, kita harus memiliki wahyu khusus, yaitu Alkitab dan Alkitab itu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah memulai Alkitab sebagai wahyu-diri-Nya, Dia memulai dengan sebuah kisah tentang asal. Dia mulai dengan menceritakan bagaimana Dia menciptakan alam semesta. Kejadian 1:1 mengatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Dan kemudian Dia melanjutkan ke Kejadian 2:4 dengan deskripsi tentang bagaimana Dia menciptakan alam semesta. Kejadian dimulai di situ namun tidak berakhir di situ. Kejadian adalah kitab asal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kata kejadian, berarti asal atau permulaan. Pertama-tama, Anda menemukan asal mula alam semesta. Kejadian 1:1 unik dalam semua literatur, semua ilmu pengetahuan, dan semua filsafat. Setiap sistem kosmogoni lainnya yang menjelaskan alam semesta, dimulai dengan materi abadi, atau energi abadi dalam beberapa bentuk. Hanya kitab Kejadian dimulai dengan Allah yang kekal. Kejadian selanjutnya adalah buku tentang asal mula alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, dalam Kejadian kita menemukan asal mula tatanan dan kerumitan. Dunia ini adalah dunia yang teratur. Ini berfungsi pada aturan tetap dan sangat kompleks. Tatanan dan kerumitan tidak muncul secara spontan. Mereka selalu dihasilkan oleh sebab sebelumnya yang diprogram untuk menghasilkan keteraturan dan kompleksitas secara bersamaan. Dan di Kejadian kita bertemu Allah, yang merencanakan tatanan dan kerumitan dalam alam semesta-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami juga menemukan di Kejadian asal-usul tata surya. Bumi, serta matahari, dan bulan, planet-planet, semua bintang surga, diciptakan oleh Allah, Sang Pencipta. Kejadian memberitahu kita tentang asal-usul atmosfer dan hidrosfer. Bumi secara unik dilengkapi dengan badan air cair yang besar dan selimut gas campuran oksigen-nitrogen yang luas, yang keduanya diperlukan untuk kehidupan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak muncul pada bintang-bintang langit atau planet-planet lain dan dicatat hanya oleh ciptaan khusus oleh Allah untuk menyediakan suasana yang cocok untuk kehidupan manusia. Kita juga menemukan dalam Kejadian asal mula kehidupan, keajaiban proses reproduksi. Kerumitan yang hampir tak terbatas yang diprogramkan ke dalam sistem genetika tumbuhan dan binatang tidak dapat dijelaskan selain dari ciptaan khusus oleh kecerdasan yang supranatural, dan kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Kejadian memberitahu kita tentang asal mula manusia. Manusia adalah entitas yang paling terorganisasi dan kompleks di alam semesta. Manusia adalah ilustrasi yang bagus tentang keteraturan dan kerumitan. Ia tidak hanya memiliki struktur yang rumit, fisik, kimia dalam kapasitas kehidupan dan reproduksi, tetapi di luar bagian fisik itu, ada sifat yang dapat merenungkan keindahan abstrak, dan kasih, dan penyembahan, dan pemahaman tentang maknanya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kesadaran diri yang secara khusus mengidentifikasikan dan memisahkan manusia dari sisa ciptaan. Di Kejadian Anda juga menemukan asal mula pernikahan. Lembaga universal perkawinan dan rumah yang luar biasa, budaya sosial yang monogami, patriarkal, digambarkan dalam Kejadian sebagaimana ditetapkan oleh Sang Pencipta. Poligami, pembunuhan bayi, matriarki, pergaulan bebas, perceraian, aborsi dan homoseksualitas semuanya dikembangkan setelah terjadi Kejatuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda juga menemukan dalam Kejadian asal mula kejahatan. Asal mula kejahatan fisik dan moral di alam semesta dijelaskan dalam Kejadian sebagai gangguan ke dunia Allah yang sempurna, yang diizinkan oleh Allah sebagai konsesi kepada prinsip kebebasan dan tanggung jawab manusia dan juga untuk menunjukkan diri-Nya sebagai Penebus orang berdosa serta Pencipta. Anda juga menemukan dalam Kejadian asal mula penghakiman atas kejahatan. Murka Allah mulai bergerak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga, di dalam Kejadian Anda menemukan asal mula keselamatan oleh anugerah melalui pengganti dan belas kasihan Allah. Allah berbelas kasih kepada Adam dan Hawa dan tidak membunuh mereka secara instan, meskipun mereka akan mati untuk dosa mereka. Allah mengembangkan sistem pengorbanan binatang yang menggambarkan seorang pengganti yang akan menggantikan orang-orang berdosa, yang merupakan tindakan belas kasih dan anugerah darii pihak Allah. Rencana penebusan menuju ke Kristus dijadikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian membicarakan benih wanita itu, yang menjadi benih yang ditanam oleh Allah di dalam Maria; yang adalah Mesias, Juruselamat. Dalam Kejadian kita menemukan asal mula bahasa. Sulit bagi evolusi untuk menjelaskan bagaimana Anda mulai dari mendengus dan membuat suara-suara yang tidak dapat dipahami sampai kepada pembicaraan manusia. Jurang di antara naluri binatang dan komunikasi manusia yang cerdas dan abstrak benar-benar tidak dapat dijembatani oleh proses evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian juga memberitahu kita bukan hanya bagaimana manusia diberi oleh Allah kemampuan untuk berkomunikasi tetapi bagaimana begitu banyak bahasa terjadi dari penghakiman Allah di Menara Babel. Anda menemukan dalam Kejadian 12, asal mula dari sistem pemerintahan manusia yang terorganisir untuk pemeliharaan struktur sosial yang teratur melalui sistem hukum dan hukuman. Anda menemukan dalam Kejadian asal mula kebudayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda menemukan di sini hal-hal seperti urbanisasi, perkembangan metalurgi, musik, pertanian, peternakan, tulisan, pendidikan, navigasi, tekstil dan keramik. Anda menemukan dalam Kejadian asal mula bangsa-bangsa yang terkait lagi dengan Menara Babel, karena Allah mengambil satu ras dan menyebarkannya di seluruh dunia. Itulah satu-satunya sumber bagaimana kita memiliki begitu banyak orang yang berbeda dalam bahasa dan budaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam kitab Kejadian ada asal mula agama. Baik agama yang benar maupun agama-agama palsu muncul dalam kitab Kejadian; sistem ibadah dan perilaku yang terorganisasi. Asal mula karakteristik manusia yang unik, kesadaran diri manusia dan kemampuannya untuk mulai memahami Allah dan menyusun sistem tanggapan terhadap Allah yang dia yakini ada. Itu semua ada di kitab Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga signifikan adalah asal mula umat terpilih, Israel, yang merupakan saluran untuk wahyu Allah bagi seluruh dunia. Itu adalah Israel yang adalah umat Allah, melalui siapa Dia memberikan wahyu-Nya dan melalui siapa perjanjian penyelamatan-Nya datang, dalam Kejadian 12, kepada Abraham. Jika Anda tidak percaya kisah Kejadian, maka Anda tidak memiliki harapan untuk mengerti kebenaran. Para ilmuwan yang belum bertobat tidak akan menemukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda percaya Kejadian, Anda percaya tentang asal mula dosa, Anda percaya Kejadian 3. Atau mungkin Anda tidak yakin tentang itu karena Anda tidak benar-benar percaya ada Adam dan Hawa sebenarnya. Dengarkan apa yang dikatakan Yesus dalam 1 Korintus 15:22, "Karena sama seperti semua orang mati dalam Adam, demikian juga di dalam Kristus semua orang akan dihidupkan.” Dan memang ada Kristus yang nyata, sehingga Anda dapat yakin bahwa ada Adam yang nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak akan membuktikan kepada Anda bahwa Kejadian itu benar oleh ilmu pengetahuan. Saya akan mewartakan kepada Anda apa yang dikatakan oleh Kejadian dan membiarkan ilmu pengetahuan menyesuaikan dirinya dengan penjelasan itu. Nah Anda akan lihat, bahwa Kejadian akan melakukan itu. Yang dapat Anda ketahui tentang bagaimana Allah menciptakan adalah melalui apa yang dikatakan-Nya. Hanya itu yang bisa Anda ketahui. Dan jika Anda tidak percaya apa yang dikatakan-Nya tentang ciptaan, preseden macam apa telah Anda tetapkan untuk sisa Alkitab?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bagaimana semua sejarah penebusan itu berakhir? Menurut 2 Petrus 3:10, “langit akan lenyap dengan bunyi gemuruh, dan unsur-unsur akan meleleh dengan panas yang kuat; baik bumi maupun pekerjaan yang ada di dalamnya akan terbakar.” Dan segera setelah itu Wahyu 21:1 mengatakan, “lalu saya melihat langit yang baru dan bumi yang baru.” Apakah Anda percaya Ia dapat melakukan itu? Apakah itu akan memakan waktu miliaran tahun evolusi?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah dapat membubarkan seluruh alam semesta, jika Ia dapat menyebabkan malapetaka pada saat tribulasi, dan membaruinya lagi diwaktu masa kerajaan, dan kemudian secara total menciptakannya kembali di akhir seribu tahun, jika Dia dapat melakukan semua itu, maka saya tidak tahu mengapa Anda ada masalah dengan Dia menciptakan alam semesta dalam enam hari. Jadi, implikasi penolakan terhadap kisah Kejadian itu sangat besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada koalisi 110 perguruan tinggi Kristen di seluruh Amerika, tetapi hanya enam yang kita tahu percaya pada kisah penciptaan dalam Kejadian. Dan sebagian besar pemimpin Kristen dan sebagian besar pendidik Kristen telah mengijinkan pengajaran evolusi ditambahkan ke dalam Alkitab; mereka memasukkan evolusi di antara ayat-ayat dalam Kejadian. Sebagian besar pemimpin Kristen percaya bahwa alam semesta berusia miliaran tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kata-kata Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari secara harfiah. Anda dapat menerjemahkannya dengan cara apa pun yang Anda inginkan, kata ‘yom’ berarti hari dan Anda memiliki enam hari. Tetapi mereka percaya bahwa para ilmuwan telah membuktikan bahwa usia bumi harus miliaran dan miliaran tahun. Dan mereka telah mengijinkan otoritas Alkitab dilemahkan. Sekarang jika Anda tidak dapat mempercayai kata-kata Kejadian, kapan Anda dapat mulai mempercayai Alkitab?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika manusia diciptakan pada akhir proses evolusi, apakah itu proses evolusi alami, atau itu adalah proses evolusi teistik yang diluncurkan oleh Allah, itu adalah proses alami tentang kematian. Ini adalah proses yang dikenal sebagai ‘kelangsungan hidup bagi yang terkuat’ ketika mahluk naik lebih tinggi dan lebih tinggi sampai kepada manusia. Tetapi kematian bahkan tidak masuk ke dalam gambaran sampai saat manusia berdosa. Bagaimana mungkin ada kematian sebelum terjadi Kejatuhan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dosa Adam dan kutukan kematian tidak ada artinya, karena sudah ada kematian selama milyaran tahun; ini bertentangan dengan catatan alkitabiah. Karena apa yang Anda miliki dalam Kejadian adalah dunia yang sempurna sampai manusia diperhadapkan dengan Iblis, dan jatuh ke dalam dosa, dan Allah mengutuk alam semesta dan kemudian datanglah kematian, penyakit, penderitaan, kekerasan, dan pertumpahan darah, dan bukan sebelumnya. Evolusi tidak masuk akal dalam perspektif itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan evolusi tidak mungkin terjadi. Realitas besar itu adalah informasi yang terkodekan dalam DNA semua organisme yang hidup. Dan setiap makhluk hidup yang berbeda memiliki kode yang benar-benar berbeda. DNA organisme biologis yang lebih tinggi, terdiri dari sekitar seribu juta bahan informasi yang menentukan sifat, pertumbuhan, perkembangan dan kematian miliaran sel dalam organisme hidup itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda percaya bahwa mesin-mesin yang sangat kompleks itu, yang merupakan organisme hidup itu, yang menyimpan dan mengambil informasi yang tepat untuk melayani seribu juta sel, mendiagnosis cacat, dan memperbaikinya, dan bereproduksi, semua dikembangkan secara kebetulan dari ketiadaan? Kode itu berasal dari mana? Tidak ada kode untuk mengubahkan monyet menjadi manusia. Tidak ada sesuatu yang dapat melompat keluar dari spesies Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Corinthians 15:39 mengatakan, “Ada jenis tubuh binatang dan ada jenis tubuh burung,” dan “ada jenis tubuh manusia,” Dan itu semua ditentukan oleh kode genetik, dan mereka tidak merambah dan melompati batas-batas itu. Dari mana asalnya? Itu harus datang dari pikiran ilahi yang membuat segalanya. Ketika Allah menciptakan, Dia menciptakan segalanya dan mengkodekan segalanya. Semuanya menunjukkan jejak Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jul 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180708</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000043</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kejadian]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000041"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+1:1" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 1:1</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini saya ingin menyampaikan konsep kejadian. Jika kalian seorang siswa SMA, jika kalian adalah seorang mahasiswa di sekolah lain selain sekolah Kristen yang khas, kalian akan diberikan indoktrinasi tentang evolusi seolah-olah itu fakta. Dan apa yang akan saya katakan kepada kalian bertentangan dengan semua yang kalian telah dengar. Marilah kita masuk ke dalam teks Firman Allah dan melihat bagaimana Kitab Suci itu sendiri membahas teori evolusi populer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini penting bagi kita semua karena memahami asal dalam kitab Kejadian adalah dasar bagi sisa Alkitab. Jika Kejadian 1 dan Kejadian 2 tidak memberi tahu kita kebenaran, mengapa kita harus percaya hal lain dalam Alkitab? Jika dikatakan dalam Perjanjian Baru bahwa Sang Pencipta adalah Penebus kita, tetapi jika Allah bukan Sang Pencipta, maka mungkin Dia bukan Penebus juga. Dan semua yang lain juga palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memiliki implikasi berhubungan dengan kebenaran Alkitab, implikasinya terhadap Injil, dan implikasinya terhadap berakhirnya sejarah manusia, semua didasarkan pada bagaimana kita memahami asal kitab Kejadian. Jadi masalah asal-usul itu sangat penting bagi semua pemikiran manusia. Ini penting untuk bagaimana kita menjalankan hidup kita sebagai manusia. Tanpa pemahaman tentang asal-usul, tidak ada cara untuk memahami diri kita sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada cara untuk memahami kemanusiaan, untuk tujuan keberadaan kita, dan untuk nasib kita. Jika kita tidak percaya apa yang dikatakan oleh Kejadian tentang asal-usul, kita tersesat untuk tujuan kita sendiri dan nasib kita. Apakah dunia yang kita kenal ini berevolusi secara kebetulan tanpa sebab, yang disebut evolusi, atau diciptakan oleh Allah, memiliki implikasi besar sekali bagi seluruh kehidupan dan keberadaan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya hanya ada dua opsi. Kalian dapat percaya apa yang dikatakan Kejadian atau tidak. Dan itu bukan penyederhanaan berlebihan. Percaya pada Allah yang supranatural dan kreatif yang membuat segalanya adalah satu-satunya penjelasan rasional yang mungkin bagi alam semesta, untuk hidup, untuk tujuan dan untuk nasib. Nah persamaan ilahi yang diberikan di dalam Alkitab sangat bertentangan dengan apa yang diklaim oleh evolusi, yang mengatakan "tak seorangpun kali ketiadaan sama dengan segala sesuatu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penjelasan ilahi itu ditemukan dalam Kejadian 1:1, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Saya tidak tahu bagaimana itu bisa dikatakan lebih jelas daripada itu. Entah Anda percaya Allah menciptakan langit dan bumi. atau Anda tidak percaya. Benar-benar hanya ada dua pilihan. Dan jika Anda percaya bahwa Allah memang menciptakan langit dan bumi, maka Anda hanya memiliki satu-satunya catatan penciptaan itu dalam Kejadian 1.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat pertama dari Alkitab, Allah mengatakan dengan jelas apa yang manusia tidak dapat menemukan sampai abad kesembilan belas. Segala sesuatu yang dapat dikatakan tentang segala sesuatu yang ada, dikatakan dalam ayat pertama itu. Nah Anda percaya itu atau tidak. Anda percaya bahwa ayat itu akurat dan Allah adalah kekuatan atau Anda percaya bahwa Allah bukanlah kekuatan yang menciptakan segalanya. Kemudian Anda hanya memiliki bahwa semuanya terjadi secara kebetulan atau keserampangan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dunia diciptakan oleh Allah atau berevolusi secara kebetulan tanpa penyebab sudah lama diperdebatkan. Itu telah diperdebatkan sejak Darwin. Tetapi diskusi itu adalah, apakah Anda percaya Alkitab atau tidak. Entah Anda percaya kitab Kejadian atau tidak. Dan jika Anda tidak percaya kitab Kejadian, lalu apa yang Anda percayai? Pada dasarnya, Anda percaya kepada evolusi naturalistik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa orang evolusionis teistik akan mengatakan bahwa Allah mulai menciptakan semuanya, tetapi kemudian evolusi mengambil alih dan mereka menyangkal bahwa kisah Kejadian adalah akurat yang mengatakan bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam enam, dua puluh empat jam, hari. Para kreasionis progresif mengatakan hal yang sama, bahwa penciptaan tidak terjadi seperti yang dikatakan oleh Kejadian, tetapi itu berlangsung dengan waktu lama dan Allah melakukan berbagai pekerjaan kreatif di samping proses evolusi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan evolusi teistik dan kreasionisme progresif, juga menyangkal teks kitab Kejadian yang terus terang. Jadi Anda percaya Kejadian atau tidak. Dan jika tidak, Anda bisa menjadi evolusionis teistik atau evolusionis naturalistik. Di antara orang-orang Kristen ada beberapa orang yang evolusionis teistik tetapi mereka yang tidak percaya sebagian besar adalah orang evolusionis naturalistik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Douglas Kelly mengatakan, "Tidak ada keraguan bahwa pandangan alkitabiah tentang manusia sebagai makhluk Allah yang Dia ciptakan menurut gambar-Nya sendiri memiliki pengaruh yang paling kuat pada martabat manusia, kebebasan, pada perluasan hak-hak individu, pada sistem politik, pada pengembangan obat-obatan, dan di bidang-bidang budaya lainnya. Betapa berbedanya ini dari sudut pandang manusiawi, yaitu hanya sebagai makhluk yang berevolusi, karena tidak ada Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terlepas dari keyakinan bahwa manusia diciptakan dalam gambaran Allah yang transenden, maka martabat dan kebebasan manusia yang diperoleh secara ilahi sepenuhnya lenyap. Bagi para materialis sejati tidak ada perbedaan dasar, hanya ada perbedaan evolusioner di antara manusia dan binatang. Dan kesimpulan mereka adalah: Masalahnya hanya di antara manusia yang diciptakan menurut gambar Allah dan binatang dalam bentuk manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Entah kita berevolusi keluar dari lendir dan dapat dijelaskan hanya dalam arti materialistis, yang berarti bahwa kita hanya terbuat dari materi, atau kita telah diciptakan oleh Allah dan dibuat menurut gambar-Nya dalam pola surgawi. Dan perdebatan itu bukan hanya biologis, itu moral dan itu spiritual. Perdebatan sampai pada pertanyaan tentang martabat manusia, tentang sifat manusia dalam citra pola surgawi, citra Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu menanyakan pertanyaan seperti siapakah yang berdaulat di alam semesta, siapakah yang memegang kendali? Apakah ada hakim universal? Apakah ada hukum moral universal? Apakah ada pemberi hukum? Apakah orang hidup sesuai dengan standar Allah? Akankah ada penilaian akhir tentang bagaimana pria dan wanita hidup? Apakah ada penilaian terakhir? Evolusi diciptakan untuk menghindari semua pertanyaan seperti itu. Evolusi diciptakan untuk membunuh Allah Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini bukan karena orang evolusionis dan materialis tidak suka Allah sebagai pencipta, tetapi karena mereka tidak suka Allah sebagai hakim. Evolusi diciptakan untuk menghilangkan si pemberi hukum, untuk melenyapkan hukum-Nya yang tidak dapat diganggu-gugat, untuk menghilangkan rasa bersalah, untuk menghilangkan standar bagi pikiran dan perilaku manusia. Evolusi diciptakan untuk menghilangkan moralitas universal dan tanggung jawab universal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan Kristen mengatakan: Manusia diciptakan oleh Allah dalam gambar-Nya dan dicintai oleh Allah. Karena itu semua manusia diberkati dengan nilai dan martabat yang kekal. Nilai mereka pada dasarnya tidak berasal dari diri mereka sendiri, tetapi dari sumber yang melampaui diri mereka sendiri, Allah sendiri. Pandangan materialistik mengatakan: Moralitas didefinisikan oleh setiap individu menurut pandangan dan minatnya sendiri, dan karena itu, semua relatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan Kristen mengatakan: Moralitas didefinisikan oleh Allah dan tidak dapat diubah karena itu didasarkan pada karakter Allah yang tidak berubah dan suci. Pandangan materialistis mengatakan: Akhirat membawa kehancuran abadi, atau kepunahan pribadi. Pandangan Kristen mengatakan: Akhirat melibatkan kehidupan kekal dengan Allah atau keterpisahan kekal dari-Nya; jadi salah satu dari kemuliaan surga, atau teror neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah fondasi dari semua kebenaran. Francis Schaeffer mengatakan jika dia memiliki satu jam untuk berbicara dengan seseorang di pesawat terbang, dia akan menghabiskan lima puluh lima menit pertama membicarakan manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, dan lima menit terakhir pada Injil keselamatan yang dapat mengembalikan manusia kepada gambar yang dimaksudkan pada mulanya. Kekristenan tidak dimulai dengan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Kekristenan dimulai dalam Kejadian 1:1.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan langit dan bumi untuk tujuan dan nasib yang telah diputuskan Dia sendiri. Memahami dan mempercayai doktrin penciptaan dalam kitab Kejadian adalah dasar untuk menerima, bahwa Kitab Suci harus dianggap serius ketika berbicara kepada dunia nyata. Orang-orang berkata, "Yah, Alkitab adalah mitos dan fantasi dan alegori dan tradisi, dan tidak benar-benar berbicara tentang fakta kepada dunia nyata." Tidak, ini semua benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Tuhan harus dianggap serius ketika berbicara kepada dunia nyata tentang setiap subjek. Jika kita menghindari berurusan dengan apa yang dikatakan Alkitab tentang penciptaan alam semesta material, maka ada kecenderungan bagi agama kita untuk terputus dari dunia nyata. Ada kecenderungan untuk menempatkan Kitab Suci ke dalam kategori mistis, untuk memasukkan agama Kristen ke dalam lemari kaca, yang tidak mempengaruhi dunia ruang-waktu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mulai dengan Kejadian, dan merusakkan sifat harfiah dari teks itu, Anda telah menciptakan pendekatan mistis terhadap Kitab Suci pada titik peluncuran. James Denney pada akhir 1890 mengatakan, "Pemisahan agama dan sarana ilmiah, pada akhirnya, adalah pemisahan agama dan kebenaran, dan ini berarti agama mati di antara manusia sejati." Anda tidak bisa mengatakan ini bukan kenyataan, tanpa implikasi yang parah terhadap sisa Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Doktrin penciptaan sebagaimana itu diidentifikasi dalam kitab Kejadian bersifat mendasar. Di sinilah Allah mulai mengungkap kisah-Nya. Dan Anda tidak dapat mengubah permulaan tanpa memengaruhi sisa cerita dan akhirnya. Di dalam Alkitab, Allah berbicara, dan Dia berbicara dalam Kejadian 1:1 dan mengatakan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi. Dia adalah yang berbicara benar di dalam seluruh Alkitab sampai akhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kalian mengubah Kejadian 1 kalian memisahkan Kitab Suci dari kenyataan dan kalian menceraikan agama yang benar dari kenyataan. Evolusi senang melakukan itu dan menghapus Kitab Suci dari kebenarannya. Evolusi ingin menolak Allah sebagai pemberi hukum, hakim dan Juruselamat. Ia ingin menghancurkan martabat manusia sebagaimana diciptakan menurut gambar Allah. Menurut evolusi manusia secara kuantitatif lebih baik daripada binatang, tetapi secara kualitatif dia sama saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">PETA, People for the Ethical Treatment of Animals, direktur nasional mereka, Ingrid Newkirk mengatakan ini, "Seekor tikus adalah babi adalah anjing adalah anak laki-laki." Tidak ada perbedaan. Semua bentuk kehidupan yang lebih tinggi harus dianggap sama. Kami memiliki Gereja Euthanasia, yang percaya bahwa hak-hak binatang lebih unggul daripada hak asasi manusia. Dia mengatakan: "Mari kita bunuh umat manusia terlebih dahulu karena manusia hanyalah spesies minor dalam keseluruhan keragaman alam."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kelompok hak-hak binatang yang berpendapat bahwa makan daging adalah pembunuhan. Manusia adalah spesies tiran. Dan ada satu yang mengatakan bahwa membunuh ayam sama dengan Holocaust yang dilakukan oleh orang Nazi pada orang Yahudi. Orang-orang ini benar-benar percaya bahwa manusia hanyalah akhir dari serangkaian peristiwa kebetulan evolusioner yang tidak memiliki tujuan dan tidak memiliki nasib di luar spesies lain sepanjang garis dalam proses evolusi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika evolusi itu benar, argumen mereka mungkin cukup sah. Ini hanya keberuntungan dari undian bahwa manusia telah mengembangkan otak besar. Jika mutasi tertentu tidak terjadi pada leluhur kita dan malah terjadi pada leluhur monyet kita mungkin berada di tempat mereka berada. Jadi mereka mengatakan, “Kita tidak punya hak etis untuk menggunakan superioritas kita, untuk melanggar hak-hak binatang lain, yang bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak berevolusi dengan kemampuan yang sama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi pada dasarnya mengatakan bahwa dalam waktu yang lama, secara kebetulan, materi berevolusi menjadi seluruh alam semesta. Jacques Monod memenangkan Hadiah Nobel dan dalam bukunya “Chance and Necessity” dia mengatakan, "Manusia sendirian di alam semesta yang tak berperikemanusiaan yang luar biasa dan ia muncul secara kebetulan.” Kebetulan saja adalah sumber dari setiap inovasi. "Kesempatan kebetulan, yang benar-benar bebas tetapi buta, adalah akar dari perkembangan evolusi yang luar biasa."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alam, menurut Darwin, adalah produk dari kesempatan buta dan perjuangan buta dan manusia, mutasi cerdas yang tersendiri, yang berebut dengan biadab untuk makanannya. Sifat Darwin tidak memiliki petunjuk untuk perilaku manusia dan tidak ada jawaban atas dilema moral manusia. Dia adalah protoplasma menunggu untuk menjadi pupuk kandang. Nah itu jauh berbeda dengan orang yang diciptakan menurut gambar Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ide evolusioner ini mematikan. Dan dalam sejarah terakhir kita di peradaban barat, tidak ada yang menunjukkan karakter mematikan ide evolusi ini lebih baik daripada Adolf Hitler dan dia ditindaklanjuti oleh Joseph Stalin dan Mao Tse Tung, semua orang yang membantai massa, jutaan orang, dan melakukan genosida. Di dasar sistem kepercayaan dan filosofi mereka, terdapatlah evolusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Darwin sangat bertekad untuk melarikan dirinya dari Allah pribadi. Sampai akhir kehidupannya dia berada dalam peperangan itu, untuk mencoba melarikan diri dari Allah, tetapi dia tidak berhasil. Dan kehidupan emosinya berhenti berkembang di bawah tekanan pertempuran, perasaan religius semua lenyap dan bersama itu semua hal lain; dunia menjadi dingin dan mati. Dia telah merampas alam semesta Allah dan semua maknanya dan karena itu dia telah mencabut dirinya sendiri dari semua makna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam sains kontemporer, kesempatan kebetulan menjadi makna baru. Mereka tidak mau Allah menjadi penyebabnya, tetapi sesuatu harus menjadi penyebabnya sehingga penyebabnya adalah kesempatan kebetulan. Ada kemungkinan matematis. Itulah arti kesempatan kebetulan pada dasarnya. Tetapi biarkan aku memberitahu kalian tentang kesempatan kebetulan. Itu bukanlah suatu kekuatan. Kesempatan kebetulan itu tidak membuat sesuatu terjadi. Namun dalam evolusi modern, itu telah ditransformasikan menjadi kekuatan penyebab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini telah ditinggikan dari ketiadaan menjadi segalanya. Kesempatan kebetulan itu adalah mitos yang berfungsi untuk melanggengkan pandangan kekacauan realitas. Dan itu kebalikan dari logika. Logika berkata, "Oh, ada alam semesta. Pasti ada yang menciptakannya.” Ada alam semesta, lebih kompleks daripada bangunan, jauh lebih kompleks daripada piano, mahluk yang sangat kuat dan sangat pintar membuatnya.” Mereka berkata, “Tidak, kesempatan kebetulan membuatnya.” Itu merupakan bunuh diri rasional.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah pernyataan: “Ex nihilo, nihil fit”; “dari ketiadaan, tidak ada yang terjadi.” Dan kesempatan kebetulan adalah ketiadaan. Jadi ketika para ilmuwan menghubungkan kekuatan dengan kesempatan kebetulan, mereka telah meninggalkan domain ilmu pengetahuan. Tidak ada penjelasan tentang alam semesta tanpa Allah. Max Planck, pada tahun 1900 mempresentasikan teori bahwa energi datang dalam satuan yang disebut quanta yang bergerak terus menerus. Hanya ada satu hal yang menjelaskannya dan itu adalah kekuatan Allah yang berkelanjutan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ibrani 1:1-2, kita membaca bahwa Allah yang “dengan berbagai cara berbicara di masa lalu kepada nenek moyang melalui para nabi, 2 telah pada zaman akhir ini berbicara kepada kita oleh Anak-Nya, yang telah Dia tetapkan sebagai pewaris segala sesuatu, melalui siapa juga Dia menciptakan dunia-dunia.” Mazmur 19 mengatakan Dia menciptakan alam semesta. Satu-satunya hal yang kita ketahui tentang Allah adalah hal-hal yang telah Dia katakan kepada kita, dan itulah sebabnya Dia memberi kita Alkitab. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Jul 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180701</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000041</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertumbuhan Gereja yang Tidak Berakhir]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000003F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+28:17-31" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 28:17-31</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami sedang melihat akhir Kisah Para Rasul. Nah bagian yang akan kita pelajari adalah akhir dari permulaan sejarah gereja. Dalam Kisah Para Rasul Roh Kudus telah memberikan kita pandangan historis pertama dari gereja mula-mula. Kembali ke awal, kitab itu dimulai ketika Tuhan Yesus Kristus kita mengutus Roh Kudus dan berkata, “Kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria dan bagian paling ujung bumi ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil dimulai di Yerusalem kemudian di seluruh Yudea dan kemudian menyebar ke Samaria dan seluruh dunia sampai ke kota Roma. Sekarang pada titik ini catatan berhenti, tetapi ceritanya tidak berakhir. Dan kisah gereja akan terus berlanjut sepanjang kekekalan karena itu tidak berakhir. Faktanya, sekarang di tahun 2018 kita menulis kelanjutan dari kitab Kisah Para Rasul saat Roh Allah terus membangun gereja Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kitab Kisah Para Rasul, adalah benar-benar sebuah buku yang belum selesai. Bahkan, ketika kalian melihat ayat 30 dan pada akhirnya berakhir begitu tiba-tiba sehingga banyak orang berpikir bahwa ada pasal yang hilang. Ayat 30-31 mengatakan, “Selama dua tahun Paulus tinggal di rumah sewaannya sendiri dan menerima semua orang yang datang kepadanya, 31 memberitakan Kerajaan Allah dan mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan Yesus Kristus dengan penuh keyakinan, tanpa dihalang-halangi orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak tahu apa yang pernah terjadi pada Paulus. Kami tidak mendengar apa yang terjadi dalam pertumbuhan gereja di Roma. Tampaknya sangat tidak lengkap. Dan ini sesuai rancangan Roh Kudus, karena ini cerita yang tidak ada akhirnya. Rekor itu berhenti ditulis, tetapi ceritanya berlanjut terus. Dan ketika kami telah berjalan melalui kitab Kisah Para Rasul, kami pergi dari satu negara ke negara lain dan akhirnya kami tiba di kota Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari tiga ribu orang yang diselamatkan pada hari Pentakosta sampai ke mereka yang akan percaya disini di akhir Kisah Para Rasul 28. Kami melihat kesatuan gereja dimulai di Kisah 2, kami melihat persekutuan gereja di dunia. Kami melihat reaksi para pemimpin Yahudi dan akibatnya yaitu penganiayaan yang menghasilkan ada penyebaran Injil dan pertobatan Rasul Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami melihat bagaimana gereja telah menyebar dan akhirnya mencapai kota Roma. Itu tidak lengkap tetapi cukup banyak telah ditulis untuk mengungkapkan sumber kuasa bagi gereja, yang adalah Roh Kudus. Cukup banyak telah ditulis untuk menyingkapkan pola berkat bagi gereja, yaitu berjalan di dalam Roh. Cukup banyak telah ditulis untuk menunjukkan pendekatan penginjilan bagi gereja, yang menyatakan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang Roma supaya kita mengerti apa yang Paulus hadapi. Secara historis, masa emas dari kota kekaisaran itu sudah lama berlalu. Roma sudah mulai menurun pada saat itu. Para diktator Roma telah mengubahnya menjadi despotisme. Para kaisar telah meraih lebih banyak kekuatan dan kaisar ini mungkin adalah yang terburuk dari semuanya, dan namanya adalah Nero.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus tiba, Nero mungkin berusia tidak lebih dari 25 tahun tetapi tangannya sudah penuh darah dengan pembunuhan ibunya sendiri. Itu mungkin terjadi setahun sebelumnya Paulus tiba. Dan kemungkinan besar, pembunuhan istrinya Octavia juga sudah terjadi. Ketika Paulus memasuki kota, dia pasti melihat kuil Yupiter yang menonjol dan mendominasi kota. Pada zaman Paulus belum ada Koliseum di Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma telah menjadi pusat penyembahan berhala dan pusat pelanggaran susila. Populasi Roma pada saat Paulus tiba adalah sekitar 2 juta orang. Para sejarawan memberi tahu kita bahwa satu juta dari mereka adalah budak. Sisanya adalah warga negara tetapi sebagian besar dari mereka adalah orang miskin. Dan semua dua juta orang itu, baik budak maupun warga melarat sekali. Dan semua uang hanya dikuasai beberapa orang saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagian besar dari orang-orang miskin ini tidak memiliki rumah dan hidup mereka dipenuhi dengan imoralitas, dan ke dalam kemanusiaan yang telah rusak dan miskin ini datanglah Rasul Paulus, utusan Tuhan Yesus Kristus. Dan keinginannya di Roma bukanlah sosiologis, dan bukan ekonomi, dan bukan budaya, itu hanya penginjilan. Yang diinginkannya adalah memenangkan mereka kepada Yesus Kristus dan untuk mendewasakan mereka sebagai orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pendekatan Paulus yang pertama dalam penginjilan dicatat bagi kita mulai dalam <b>ayat 17</b>, “Setelah tiga hari Paulus memanggil para pemimpin orang Yahudi setempat. Jadi sesudah mereka berkumpul, dia berkata kepada mereka, “Saudara-saudara, meskipun saya tidak bersalah terhadap bangsa kita atau adat istiadat nenek moyang kita, namun saya ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Romawi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bahwa Paulus segera mulai bekerja. "Paulus memanggil para pemimpin orang Yahudi setempat," Nah itu adalah semua pemimpin sinagog. Dan para sejarawan telah memberi tahu kami ada 7 sampai 12 sinagog yang digunakan di Roma pada saat ini dalam sejarah. Dan di sini kita melihat lagi bahwa di masa lalu ketika Paulus pergi ke sebuah kota, dia pertama-tama selalu pergi ke orang-orang Yahudi karena di sanalah dia akan menemukan pintu terbuka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun Paulus sepanjang sejarah telah dituduh bersifat anti-Yahudi oleh banyak orang Yahudi, ia tidak memiliki sikap seperti itu. Dan meskipun ia telah difitnah, dianiaya, diancam dan disiksa oleh orang-orang Yahudi selama beberapa tahun terakhir sebelum ia tiba di Roma, ia tidak merasa ada permusuhan dan ia langsung menghampiri mereka pada awalnya. Paulus mengasihi Israel begitu banyak sampai dia berharap dirinya dikutuk untuk keuntungan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Paulus dibelenggu, dia tidak bisa pergi ke sinagog untuk berbicara dengan mereka, jadi dia minta supaya mereka datang kepadanya. Dan mereka semua datang. Mereka tentu telah mendengar tentang dia. Selain itu, dia adalah orang yang sangat dibenci di dunia Romawi dan di dunia Yahudi. Di setiap rumah ibadat yang ia kunjungi, ia memenangkan beberapa orang kepada Yesus Kristus. Dan informasi itu memang telah mencapai orang-orang Yahudi di Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah orang yang berkeliling dengan semua informasi Mesianik ini dan memang masalah Mesianik menarik bagi mereka. Jadi Rasul Paulus menghadapi para pemimpin orang Yahudi. Dia tahu bahwa ini adalah masalah sulit. Dia harus menjelaskan keadaannya sebagai tahanan. Tetapi dia juga harus menunjukkan bahwa dia tidak bersalah atas dakwaan apa pun yang telah dituduhkan kepadanya oleh orang Yahudi dan pada saat yang sama dia tidak boleh mengasingkan orang-orang Yahudi yang hadir ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus memberi pembelaan diri yang singkat di ayat 17. Ini adalah pembelaan yang keenam dan terakhir sejak dia ditangkap di Yerusalem. Mereka menuduh dia berhasut dan bahwa dia adalah seseorang yang ingin melawan pemerintah Romawi. Mereka menuduhnya sektarianisme, sebagai pemimpin dalam sekte orang Nasrani. Dan mereka menuduh dia melakukan penistaan dengan mengatakan bahwa dia menajiskan bait suci dan karena itu menghujat Allah. Tetapi dia sama sekali tidak ada kesalahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah seorang tahanan di Roma bukan karena dia bersalah, tetapi karena orang Roma sedang diperas oleh orang Yahudi. Jika orang-orang Romawi tidak menahannya di penjara, jika mereka tidak menuntutnya, orang-orang Yahudi akan memimpin pemberontakan melawan Roma di Yudea dan itu akan menjadi sangat buruk. Jadi, gubernur Romawi menyerah pada tekanan para pemimpin Yahudi dan menahan Paulus sebagai tahanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “Setelah perkara saya diperiksa, mereka ingin melepaskan saya, karena tidak ada alasan untuk membunuh saya.” Mereka itu adalah orang Romawi, Feliks, Festus dan Agrippa yang menganggap dia tidak bersalah. Paulus mengatakan, ini adalah masalah Yahudi. Jadi akhirnya apakah Paulus melakukan? <b>Ayat 19</b>, “Tetapi karena orang-orang Yahudi menentang, saya terpaksa mengajukan naik banding kepada Kaisar, dan bukan karena saya memiliki sesuatu pengaduan terhadap bangsa saya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, saya tidak menyalahkan orang Yahudi, saya hanya membela diri. Saya tidak menentang mereka. Dia bukan pengkhianat terhadap penyebab alami Yudaisme, dia adalah seorang Yahudi dalam kewarganegaraan dan dia adalah seorang Yahudi yang mementingkan hal-hal Yahudi, dan dia benar-benar adalah seorang Yahudi yang memiliki kasih khusus bagi mereka. Perhatikanlah bahwa dia mengatakan, saya tidak menuduh negara saya. Yang dia katakan adalah, saya orang terdakwa bukannya orang penuduh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 20</b>, “Dan itulah sebabnya maka saya telah memanggil kalian, untuk bercakap-cakap dengan kalian, sebab saya dibelenggu untuk harapan Israel.” Antagonisme itu didasarkan pada poin ini. Siapakah harapan Israel? Siapakah harapan setiap orang Yahudi? Harapan Israel adalah Mesias. Dan bersama dengan Mesias datanglah kebangkitan itu. Dan untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias, dan Dia bangkit dari kematian dan Dia menyediakan kebangkitan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi tahu bahwa Allah telah menjanjikan seorang Mesias dan bahwa Mesias itu akan membawa kerajaan, dan supaya orang-orang Yahudi yang sudah mati akan dibagikan kerajaan itu, harus ada kebangkitan. Yesaya 26:19, “Kalian yang sudah mati akan hidup kembali, bersama dengan mayat-Ku mereka akan bangkit.” Daniel 12: 2, “Banyak di antara mereka yang tidur dalam debu di bumi akan hidup lagi, sebagian untuk menikmati hidup yang kekal, dan sebagian lagi untuk malu dan penghinaan kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21-22</b>, “Lalu mereka berkata kepadanya, “Kami tidak menerima surat dari Yudea mengenai saudara, dan tidak ada satu saudara pun yang melaporkan atau berbicara jahat tentang Anda. 22 Tetapi kami ingin mendengar tentang kepercayaan saudara, karena mengenai sekte ini, kami semua sudah mendengar orang mencela itu di mana-mana.” Mereka berkata, kami terbuka untuk mendengar apa yang Anda katakan. Pemerintah Romawi bersikap kritis terhadap penuntutan kasus tanpa bukti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini Paulus mulai berkhotbah kepada orang Yahudi. <b>Ayat 23</b>, “Jadi, ketika mereka telah menentukan suatu hari, dan banyak orang datang ke tempat tinggalnya. Dari pagi sampai malam dia menjelaskan kepada mereka dengan bersaksi sungguh-sungguh tentang kerajaan Allah, dia membujuk mereka tentang Yesus dari Hukum Musa dan para Nabi bersama.” Perhatikanlah berapa lama pertemuan itu berlangsung, “dari pagi sampai malam.” Itulah awal hari hingga matahari terbenam di malam hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah pola Paulus sepanjang kitab Kisah Para Rasul. Dia bekerja keras untuk membuktikan Injil Yesus Kristus adalah penting dan pemenuhan sejati dari agama Israel, sejarah Perjanjian Lama dan tipologi Musa dan nubuatan Perjanjian Lama sebagaimana itu diucapkan oleh para nabi. Jadi dia mengambil Perjanjian Lama, Kitab Suci Yahudi, dan menafsirkan kedatangan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu bukan hanya sebuah khotbah, itu adalah dialog yang mirip dengan hal-hal lain di mana dia berinteraksi dalam menanggapi pertanyaan mereka. Dan seperti Yesus mengesahkan pengabaran kerajaan-Nya dengan tanda-tanda dan keajaiban. Itulah tepat yang dilakukan para rasul di kitab Kisah Para Rasul. Mereka memberitakan kerajaan kepada Israel dan mengesahkannya dengan tanda-tanda dan keajaiban. Kondisi untuk masuk kerajaan itu adalah bertobat dan beriman kepada Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Ada yang percaya akan apa yang dikatakan, dan ada juga yang tidak percaya.” Sekarang di sini kalian melihat divisi yang selalu datang dalam pemberitaan Injil. Ini mengingatkan kita lagi bahwa tanggapan terhadap Injil Yesus Kristus didasarkan pada iman seseorang. Keduanya ada dalam bentuk bahasa “imperfect tense” yang berarti tindakan berkelanjutan, beberapa orang terus-menerus percaya, dan beberapa orang terus-menerus tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihatnya secara historis, dalam Kisah 14:4, "Penduduk kota itu bertentangan satu sama lain. Ada yang berpihak kepada orang-orang Yahudi, dan ada yang berpihak kepada para rasul.” Lihatlah ke Kisah 17: 4-5, “Beberapa orang menjadi percaya; dan banyak sekali orang-orang Yunani yang takut kepada Allah. 5 Tetapi orang-orang Yahudi tidak percaya.” Dalam Kisah 18:6, “Karena mereka terus menentang dan mencelanya, dia mengebaskan pakaiannya dan berkata, “Mulai sekarang saya akan pergi kepada orang-orang bukan Yahudi.” Dan kita juga melihat hal yang sama di dalam zaman kita sekarang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan telah ditawarkan kepada orang-orang Yahudi, yaitu Israel, dalam kitab-kitab Injil, dan melalui Kisah Para Rasul terus-menerus dimana orang Yahudi diutamakan. Namun tidak pernah ada penerimaan nasional, selalu hanya ada sisa kecil yang percaya. Dan tiba-tiba, itu dibalikkan di sini. Roh Allah berbicara untuk keempat kalinya nubuatan dari Yesaya. Secara historis sepanjang Perjanjian Lama Israel gagal untuk hidup sesuai dengan informasi dan wahyu yang mereka miliki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mendukakan Allah, dan penghakiman datang terus menerus. Satu catatan tragis dalam sejarah Israel adalah ketika seluruh kerajaan utara hancur begitu saja. Apa yang kita miliki saat ini, yang disebut Yudaisme, hanyalah bayangan samar dari Yudaisme waktu itu. Itu dihancurkan pada tahun 70 M. Ini terakhir kalinya Allah pergi kepada orang Yahudi terlebih dahulu, di sini. Paulus mengutip Yesaya 6. Yesaya, Yesus, Yohanes, dan Paulus semuanya mengutip kata-kata yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b>, “Dengan pendirian yang berlawanan mereka meninggalkan tempat itu, setelah Paulus mengatakan yang berikut ini, “Memang tepat sekali apa yang dikatakan oleh Roh Allah melalui Nabi Yesaya kepada nenek moyang kalian!” Itu adalah pengabaian Alkitab yang terakhir kepada Israel. Setelah Paulus mengucapkan kata-kata itu, itulah yang mengusir mereka. Ada catatan tentang ilham dimana Roh Kudus berbicara melalui Yesaya. Allah tahu masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26-27</b>, “Pergilah kepada bangsa ini dan katakanlah, “Kalian akan terus mendengar, tetapi tidak mengerti; dan kalian akan terus melihat, tetapi tidak akan mempersepsikan; 27 Sebab pikiran bangsa ini telah menjadi tumpul. Telinga mereka sudah menjadi tuli, dan mata mereka sudah tertutup, dan kecuali mereka sanggup melihat dengan mata mereka dan mendengar dengan telinga mereka, sampai mereka dapat mengerti dengan hati mereka dan berbalik, Saya akan menyembuhkan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketidakpercayaan yang disengaja berubah menjadi ketidakpercayaan kedaulatan. Tetapi Allah belum selesai dengan Israel. Roma 11:23-24, “Dan kalau mereka berhenti bersikap tidak percaya, maka mereka akan diterima kembali; sebab Allah berkuasa untuk menerima mereka kembali. 24 Saudara yang bukan berasal dari bangsa Yahudi adalah seperti cabang dari pohon zaitun yang liar. Nah, kalau Saudara, bisa dicangkokkan pada pohon zaitun asli, apalagi orang-orang Yahudi, cabang-cabang pohon zaitun asli itu, dapat dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28-31</b>, “Karena itu kalian harus tahu bahwa keselamatan Allah telah dikabarkan kepada bangsa-bangsa lain, dan mereka akan mendengarnya!” 29 Dan setelah dia berkata begitu, orang-orang Yahudi meninggalkan tempat itu sambil bertengkar satu sama lain. 30 Lalu Paulus tinggal dua tahun lamanya di rumah sewaannya sendiri, dan menerima semua orang yang mengunjunginya, 31 memberitakan Kerajaan Allah dan mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan Yesus Kristus dengan penuh keyakinan, tanpa dihalang-halangi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan akhir dari Kisah Para Rasul. Paulus melanjutkan dari sini. Paulus menulis kitab Kolose, dia menulis kitab Filemon, dia menulis kitab Efesus dan dia menulis kitab Filipi dalam empat tahun ini. Yohanes melanjutkan setidaknya tiga puluh tahun lagi. Ini bukan akhir dari kisah gereja, ini adalah permulaannya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jun 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180617</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000003F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kedatangan Paulus di Roma]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000003E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+28:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 28:1-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama berbulan-bulan kami telah mengikuti Paulus ketika ia melakukan perjalanan ke Roma. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam hatinya tetapi itu pasti menarik. Mazmur 107 menyatakan bahwa Allah menciptakan badai dan ketenangan kedua-duanya. Dan kemudian dikatakan bahwa keinginan Allah adalah memenuhi keinginan. Salah satu frustrasi umat manusia terbesar adalah kesadaran bahwa sebagian besar impian dan ambisi mereka tidak terpenuhi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi itu hanya rasa frustrasi umat manusia karena Allah sanggup memenuhi mimpi. Allah mampu memaksimalkan antisipasi sampai menjadi kenyataan. Pemazmur berkata dalam Mazmur 37:4, “Carilah kebahagiaanmu pada Tuhan dan Dia akan memuaskan keinginan hatimu.” Ia akan menanam mimpi dalam kalian dan kemudian Ia akan memenuhinya. Tidak perlu ada frustrasi dalam kehidupan orang percaya. Allah pasti tahu caranya memenuhi keinginan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 145:19 mengatakan, “Dia akan memenuhi keinginan mereka yang takut akan Dia.” Ketika seseorang menempatkan dirinya dalam hubungan yang benar dengan Allah, Allah akan memenuhi keinginan manusia itu. Dan kita melihat itu di bagian firman ini. Kita bisa menyaksikan itu ketika Paulus tiba di Roma dan menerima pemenuhan hasrat yang telah melekat padanya selama bertahun-tahun. Sekarang marilah kita ambil beberapa prinsip dari itu. Pelajaran terakhir kita dari Kisah 27 adalah tentang Paulus sebagai pemimpin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dalam Kisah Para Rasul 28 kita akan melihat berkat Allah pada seorang pemimpin yang setia. Terakhir kali kami melihat sekitar sepuluh kualitas dari seorang pemimpin yang setia yang ditunjukkan oleh Paulus selama perjalanan dan kapal karam. Jadi perjalanan ke Roma adalah narasi yang kaya karena tidak hanya memberikan kita prinsip kepemimpinan tetapi juga prinsip-prinsip dimana Allah memberkati para pemimpin yang setia. Jadi sekarang kita sampai pada tahap terakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bagian ini di Kisah Para Rasul 28: 1-10 menggambarkan perjalanan dari Malta ke Roma. Itu sudah berlangsung selama dua setengah bulan dan selama empat belas hari mereka telah melawan lautan dan angin Yuroklidon, yang adalah badai timur laut. Mereka tidak dapat bernavigasi karena tidak kelihatan bintang dan matahari dalam badai yang mengerikan ini. Tetapi Allah entah bagaimana telah mengendalikan badai dan mendorong mereka sampai ke pulau Malta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat ketika mereka tiba di Malta, mereka menghancurkan haluan kapal di pasir dan buritan mulai hancur. Para prajurit menjadi takut dan memutuskan untuk membunuh semua tahanan karena jika mereka melarikan diri para prajurit akan bertanggung jawab. Tetapi perwira Julius mencegah mereka melakukan itu dan kemudian semua 276 orang itu berhasil mencapai pantai. Segala sesuatu yang Allah katakan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan telah diberi tahu oleh Rasul Paulus apa yang akan terjadi dan kemudian itu menjadi kenyataan. Pikirkanlah tentang kredibilitas Paulus dan Allah yang dia klaim berkuasa di dunia. <b>Kisah 28:1-2</b>, “Setelah mereka mendarat dengan selamat, baru mereka tahu bahwa pulau itu bernama Malta. 2 Dan penduduk asli sangat ramah terhadap kami; karena mereka menyalakan api dan menyambut kami semua dengan baik, karena sudah mulai turun hujan dan udara pun dingin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang kita lihat adalah keramahan orang yang tidak percaya dan ini baik sekali. Menurut 1 Timotius dan Titus keramah tamahan harus menjadi karakteristik orang yang saleh. Dan itu sudah ada sejak Kejadian 18 ketika Abraham dan Sara menyediakan makan malam bagi beberapa orang yang ternyata adalah Allah dan dua malaikat, jadi ramahlah kepada orang asing. Orang Kristen harus memperlakukan semua orang asing dengan kebaikan dan kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus di Matius 10: 40-42 mengatakan, “Dia yang menerima kalian, menerima Aku, dan dia yang menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. 41 Orang yang menerima nabi karena dia nabi akan menerima upah nabi. Dan siapa yang menerima orang benar karena dia orang benar akan menerima upah orang benar. 42 Dan barangsiapa memberi minum, hanya secangkir air dingin dalam nama seorang murid, kepada satu dari anak-anak kecil ini, Aku berkata kepadamu, pastilah dia tidak akan kehilangan upahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ketika kalian melihat kisah ini, seringkali hidup kita ini tidak seramah seperti seharusnya. Malta adalah kata Fenisia untuk "perlindungan" atau "jalan keluar." Jaraknya enam puluh mil dari ujung selatan Sisilia. Dan penduduk asli itu menyalakan api dan menerima kita semuanya. Saat itu pertengahan November dan hawanya dingin dan mereka basah dan terkena angin. Allah selalu mencatat dalam Alkitab kebaikan orang yang tidak percaya terhadap umat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu alasan mengapa begitu banyak hal indah terjadi di Malta adalah karena orang-orang itu begitu baik secara terbuka kepada orang asing itu. Aktivitas orang-orang di Malta adalah ilustrasi klasik dari wahyu internal Allah kepada orang yang belum percaya. Bahkan seorang individu tanpa pengetahuan tentang Yesus Kristus, memiliki pengetahuan di dalam dirinya tentang apa yang benar dan yang salah. Dari mana dia menerima pengetahuan itu? Ia mendapatkannya karena Hukum Allah tertulis di dalam hatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah salah satu bukti besar dari pengetahuan batiniah bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Orang selalu berkata, bagaimana dengan orang yang tidak percaya yang belum pernah mendengar tentang Yesus? Bagaimana mereka akan tahu? Percayalah, Allah telah menulis Hukum-Nya ke dalam hati mereka, mereka memiliki rasa moralitas, mereka memiliki rasa kebaikan dan kasih yang diberikan kepada mereka oleh Allah, mereka tahu yang benar dan yang salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Tetapi ketika Paulus mengumpulkan kayu dan menaruhnya di atas api, seekor ular beludak keluar karena panas, dan memagut tangannya.” Dari posisinya sebagai tahanan di kapal, ia mengumpulkan kayu-kayu itu, tetapi dia telah naik pangkat sampai memerintah kapal. Tetapi sekarang situasinya telah berubah namun Paulus masih tetap pemimpin karena dia adalah sumber daya yang mereka miliki. Sebagai pemimpin, ia bersedia melakukan tugas kasar yang biasanya dilakukan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sesuatu yang penting dalam Roh Kudus memberi tahukan kita bahwa ia sedang mengumpulkan kayu. Seorang pemimpin sejati memiliki sifat pelayanan dan dia tidak pernah melupakan sudut pandangnya. Dia selalu mengorbankan diri. Dengarkanlah, Yesus mengatakan, “Karena Anak Manusia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.” Kerendahan hati diperlukan untuk seorang pemimpin rohani yang sejati. Yesus di Yohanes 13 membasuh kaki para murid.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sayangnya dari salah satu kayu “seekor ular beludak keluar dari hawa panas dan memagut tangannya.” Ular beludak itu adalah ular berbisa. Hal menarik adalah bahwa saat ini tidak ada ular lagi di Malta. Mereka sudah hilang di sana, tetapi waktu itu ular itu pasti ada di sana dalam jumlah cukup banyak karena orang-orang segera mengenali ular itu dan keparahan gigitannya di tangan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4</b>, “Jadi ketika orang pribumi melihat ular itu bergantung di tangannya, mereka berkata satu sama lain, “Orang ini tentulah pembunuh, yang meskipun dia sudah luput dari bahaya laut, namun keadilan tidak membiarkan dia hidup.” Itulah teologi mereka. Kata-kata itu adalah penegasan iman mereka. Ini adalah dewi Dike yang dipersonifikasikan sebagai Keadilan. Dia adalah putri Zeus. Tentu saja ini semua mitologi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka semua menyangka Paulus akan jatuh mati sebagai korban dewi Dike. Orang-orang yang tidak percaya ini memiliki rasa keadilan dan perasaan bahwa dosa akan dihukum. Ada rasa moralitas. Nah mereka tidak mengikuti moralitas itu terlalu banyak, mereka percaya ada dewa yang tidak mengizinkan pembunuhan tetapi mereka tidak keberatan dengan perzinahan. Mereka menciptakan dewa untuk membenarkan teologi mereka, tetapi setidaknya ada sedikit moralitas di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah kontrasnya. Salah satunya adalah rasa kebaikan dan yang lain adalah rasa kejahatan. Kebaikan dan konsekuensinya; dan kejahatan dan konsekuensinya. Jadi kita melihat bahwa orang yang tidak percaya memiliki pemahaman penuh tentang kebaikan dan kejahatan. Nah ini semua dimulai ketika Hawa dan Adam makan buah dan menerima pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan. Dan manusia memiliki kepekaan itu, mereka memiliki kesadaran itu dan karena itulah Allah katakan mereka bertanggung jawab atas kegiatan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika mereka hidup sesuai dengan standar moral Allah, dan mereka percaya serta menerima wahyu sebanyak yang mereka miliki, Allah akan terus menyatakan diri-Nya kepada mereka. <b>Ayat 5</b>, “Tetapi dia mengebaskan ular itu ke dalam api dan tidak menderita sakit sedikit pun.” Nah, ketenangan semacam itu sangat menyolok. Biasanya gigitan ular seperti itu akan menyebabkan kepanikan dan orang itu akan berlarian dengan ngeri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Lukas 10:19, “Lihatlah, Aku memberi kalian otoritas untuk menginjak ular dan kalajengking, dan atas segala kekuatan musuh, dan tidak ada yang akan mencelakakan kalian.” Markus 16:17-18, “Dan tanda-tanda ini akan mengikuti mereka yang percaya: Dalam nama-Ku mereka akan mengusir roh jahat; mereka akan berbicara dengan bahasa baru; 18 mereka akan mengambil ular; dan jika mereka minum racun, itu tidak akan menyakiti mereka.” Ini digenapi dalam diri Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ingatlah, itu bukan untuk zaman ini. Jika kalian bermain dengan ular berbisa, kalian tidak dapat mengklaim Markus 16:18. Ini khususnya untuk zaman para rasul. Allah menggunakan mukjizat untuk meneguhkan rasul-rasul-Nya dan mengkonfirmasi perkataan mereka. <b>Ayat 6</b>, “Namun, mereka menyangka bahwa dia akan membengkak atau tiba-tiba jatuh mati. Tetapi setelah mereka mengamatinya cukup lama dan tidak melihat bahaya terjadi kepadanya, pikiran mereka berubah dan mereka mengatakan bahwa dia adalah dewa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiba-tiba dia bukan seorang pembunuh, dia adalah dewa. Tidak, Paulus tidak suka itu. Dia tidak suka dianggap sebagai Allah, dia ingin dianggap sebagai wakil Allah, bukan sebagai Allah atau dewa. Dia tidak ingin mengikuti penyebaran dewa-dewa, politeisme itu yang mereka ikuti. Tetapi memang baik bahwa mereka mengakui ada kekuatan supranatural, karena itu adalah dasar di mana Injil Paulus dapat dipercaya sebagai wahyu ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu membawa kita ke titik ketiga, penyembuhan umum. <b>Ayat 7</b>, “Di wilayah itu ada sebuah tanah milik warga terkemuka di pulau itu, yang namanya Publius, yang menerima kami dan menghibur kami dengan baik selama tiga hari.” Ingatlah ada 276 orang yang dia pelihara. <b>Ayat 8</b>, “Dan waktu itu ayah Publius sedang sakit, diserang demam dan disentri. Paulus menengok dia dan berdoa, dan dia meletakkan tangan di atasnya sehingga dia sembuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perhatikanlah bahwa Paulus melakukan dua hal, dia berdoa dan dia meletakkan tangannya di atasnya. Kenapa dia berdoa? Karena semua kekuatan berasal dari Allah. Mengapa dia meletakkan tangannya di atasnya? Karena dia ingin orang-orang melihat bahwa melalui dia Allah bergerak dalam kekuasaan. Itu adalah kekuatan Allah, tetapi Paulus hanyalah wakil dari kekuatan itu. Apa yang Paulus lakukan adalah mengidentifikasi kuasa Allah dan faktanya bahwa ia hanya wakil Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentunya Paulus berkhotbah juga. Tuhan Yesus Kristus melakukan mukjizat sambil menunjukkan bahwa mukjizat ini adalah untuk menguatkan kesaksian Injil. Petrus ketika dia melakukan mukjizat dulu di Kisah Para Rasul memberitakan Kristus. Paulus ketika melakukan mukjizat menetapkan bahwa ia mewakili Allah, ia kemudian mengabarkan pesan ilahi. Dan tradisi memberi tahu kita bahwa pada masa inilah.dia mendirikan gereja di Malta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Karena kejadian itu semua orang yang sakit di pulau itu datang kepada Paulus, dan mereka disembuhkan.” Mengapa? Karena Allah menunjukkan kebaikan-Nya kepada orang-orang yang berbaik hati kepada umat-Nya. Lebih dari itu, Allah membangun kredibilitas Paulus sebagai pelayan-Nya. Kami tahu Paulus ada di pulau itu tiga atau empat bulan sehingga dia punya banyak waktu untuk melanjuti konfirmasi itu dengan pesan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang ini benar-benar memiliki sebuah gereja dan banyak datang kepada Kristus. Lihatlah <b>ayat 10</b>, “Mereka juga menghormati kita dalam banyak cara; dan ketika kami berangkat, mereka menyediakan hal-hal yang diperlukan.” Kapan mereka berangkat? <b>Ayat 11</b>, “Setelah tiga bulan kami berlayar di sebuah kapal dari Aleksandria yang lambangnya adalah Saudara Kembar, yang telah bermusim dingin di pulau itu.” Paulus berkhotbah selama 3 bulan, dan sekarang, banyak dari mereka menjadi orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-13</b>, “Dan mendarat di Sirakusa, kami tinggal selama tiga hari. 13 Dari situ kami berputar-putar dan sampai ke Regium. Dan setelah satu hari angin selatan mulai bertiup; dan hari berikutnya kami tiba di Putioli.” Tradisi mengatakan bahwa Paulus mendirikan sebuah gereja di Sirakusa, Sisilia juga, yang merupakan pulau sekitar 65 mil jauhnya dari Malta dengan singgah tiga hari di sana. Kemudian ke Puteoli, pelabuhan indah di teluk Napoli. Sekarang itu dinamakan Pozzuoli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b> mengatakan, “Di mana kami menemukan saudara-saudara seiman, dan diundang untuk tinggal bersama mereka selama tujuh hari. Jadi kami pergi ke Roma.” Ada komunitas perdagangan Yahudi yang besar di Puteoli dan mereka mengalami waktu yang baik selama tujuh hari bersama orang-orang Kristen. Itu bukan gereja yang didirikan oleh Paulus; mereka sudah ada di sana. Akhirnya Paulus hanya 145 mil dari Roma dan di sini ada sekelompok orang Kristen, itu pasti menyenangkan hatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mereka harus pergi dari Puteoli di jalan raya Appian yang terkenal, dinamai Claudius Appius yang adalah pembangunnya di tahun 312. <b>Ayat 15</b>, “Dan dari sana, ketika saudara-saudara seiman itu mendengar tentang kami, mereka datang menemui kami sejauh Appii Forum dan Tiga Penginapan. Ketika Paulus melihat mereka, dia bersyukur kepada Allah dan hatinya tabah.” 33 mil dari kota itu orang-orang Kristen berjalan dan menyambutnya ketika dia datang di karavan sebagai tahanan yang dibelenggu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Sekarang ketika kami tiba di Roma, perwira itu mengirim para tahanan kepada kapten penjaga; tetapi Paulus diijinkan untuk tinggal sendirian dengan prajurit yang mengawalnya.” Dia memiliki rumah sendiri, tetapi dia dirantai sepanjang waktu kepada seorang prajurit Romawi, ayat 20 memberitahu kita tentang hal itu. Tidak pernah bisa lolos dari orang itu memang sangat sulit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat dalam bagian ini kesetiaan Allah kepada orang yang setia. Allah berkata, Saya akan memenuhi keinginan semua orang yang takut akan Saya. Lihatlah apa yang Allah sediakan. Nomor satu, dia dikelilingi dengan kebaikan. Ingatlah Kisah 27: 2-3, ketika mereka pertama kali meninggalkan Kaisarea dia tiba di Sidon dan dia segera dilayani oleh orang-orang Kristen. Dalam Kisah 28: 1-2, kebutuhannya dipenuhi oleh orang-orang Malta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Allah memenuhi kebutuhannya. Ketika dia sakit di Sidon dia dilayani secara medis. Dalam Kisah 28:7 ia dilayani oleh Publius dengan diberi tempat tinggal. Allah terus-menerus melayani kebutuhannya dengan menyediakan khusus apa yang diinginkannya. Ketiga, Allah memberi semangat kepadanya. Dalam Kisah 27 Allah mengutus malaikat kepadanya yang berkata, jangan khawatir, Paulus, Anda akan sampai ke Roma dan semua orang akan selamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, Allah melindungi dia dari bahaya. Allah menyelamatkannya dalam badai. Allah menyelamatkannya dalam kapal karam dan menyelamatkannya dari gigitan ular. Kelima, Tuhan memberkati pengaruhnya. Dan keenam, Tuhan memenuhi keinginannya. Dia ingin pergi ke Roma, dan dia tiba di Roma. Dia ingin dikuatkan untuk mengetahui bahwa orang Kristen mengasihinya. Allah memenuhi keinginan-nya. Allah adalah Allah yang setia. Dia memberkati mereka yang melayani Dia dengan setia, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180610</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000003E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Prinsip Kepemimpinan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000003D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+27" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah sebuah narasi. Tidak ada sesuatu yang langsung membicarakan kepemimpinan, subjek kepemimpinan keluar begitu saja di sini; dan semakin saya mempelajari kisah ini, semakin jelas itu telah menjadi dasar yang baik untuk mendiskusikan kepemimpinan. Dunia menghadapi krisis kepemimpinan dan gereja tidak berbeda. Dan ada banyak masalah yang berkaitan dengan kepemimpinan di gereja, atau kepemimpinan yang salah arah; jadi itu adalah pelajaran kritis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kalian orang Kristen, kalian mungkin memiliki beberapa tanggung jawab kepemimpinan, apakah itu di rumah Anda atau apakah itu dengan kelompok pemahaman Alkitab atau apakah itu di tempat kerja. Masalahnya itu sering berhubungan dengan perebutan kekuasaan untuk kepemimpinan atau kesalahan yang dibuat dalam posisi kepemimpinan. Apa yang kebanyakan orang cari adalah seseorang yang memiliki jenis kepemimpinan yang termasuk kategori pemimpin alami yang kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan biasanya seorang pemimpin seperti itu adalah visioner. Kedua, berorientasi pada tindakan. Ketiga, mereka berani. Keempat, pemimpin alami itu energik. Kelima, pemimpin itu cenderung berorientasi pada tujuan dan berorientasi pada orang. Keenam, pemimpin yang kuat cenderung paternalistik, memastikan semua orang terlindungi. Ketujuh, mereka egosentris. Kedelapan, mereka tidak toleran terhadap ketidakmampuan. Dan, yang kesembilan, tanpa mereka semua gagal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ini benar-benar menyangkal syarat utama kepemimpinan alkitabiah, dan itu adalah bahwa kalian mencapai tujuan Allah melalui umat Allah, bukan dengan melakukannya semua itu sendiri. Jadi, disitu letak bedanya. Dan tidak mudah untuk memimpin dengan baik. Anda harus mengatur dan memimpin orang-orang yang semuanya sukarelawan, tidak ada yang dapat Anda perintah. Dan selalu ada cukup kegagalan untuk membuat Anda selalu berlutut, dan cukup banyak kesuksesan untuk menjaga Anda menetap di dalamnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sulit untuk yakin pada penilaian Anda sendiri. Itulah sebabnya satu-satunya tempat yang saya ingin menjadi seorang pemimpin adalah di gereja Yesus Kristus di bawah kuasa Roh Kudus. Terkadang pemimpin itu memiliki kepercayaan yang rendah terhadap orang. Anda takut orang itu tidak akan melakukannya, karena Anda bertanggung jawab. Pemimpin juga terkadang bersalah karena terlalu otoritatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda adalah pemimpin, pasti ada orang yang selalu marah pada Anda. Masalah lain dalam kepemimpinan adalah sikap defensif. Dan mungkin saja Anda akan gagal, tetapi tidak apa-apa. Dan Anda akan membuat kesalahan dalam penilaian pribadi. Dan Anda akan membuat kesalahan dalam kebijaksanaan Anda sendiri. Dan terkadang Anda harus bersikap defensif, karena memang Anda perlu menjelaskan mengapa Anda melakukan suatu hal tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Standar-standar duniawi bukanlah standar kita, tetapi masalahnya sama, dan Allah telah memberikan kita tanggung jawab ini. Belum pernah ada seorang pemimpin yang sempurna, selain dari Yesus Kristus. Semua orang membuat kesalahan. Anda harus menerima tanggung jawab. Dengan semua kekurangan Anda, majulah terus. Sekarang, dengan itu sebagai kata pengantar, marilah kita lihat prinsip-prinsip kepemimpinan yang mengalir dari Kisah Para Rasul 27.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah Para Rasul 27, Paulus sedang dikirim ke Roma. Selama dua tahun dia telah menjadi tahanan di Kaisarea. Paulus benar-benar ingin mempersatukan gereja Yerusalem dengan gereja-gereja non-Yahudi lainnya. Dia bukan saja membawa uang, tetapi dia membawa bersamanya beberapa orang bukan Yahudi dari berbagai gereja. Tetapi itu tidak berhasil; dan di tengah-tengah kemarahan yang terjadi di Yerusalem, pihak berwenang itu memenjarakan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi ingin membunuhnya tetapi mereka tidak dapat membuktikan kesalahannya melalui beberapa sidang dan akhirnya Paulus berkata, “Lihatlah, kasus ini tidak akan selesai. Saya naik banding kepada Kaisar.” Dan sebagai warga negara Romawi, dia punya hak untuk melakukan itu. Maka dia sekarang dibawa ke Roma agar kasusnya dapat diadili di depan pengadilan Kaisar di Roma. Terus terang, dia tidak bersalah sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sewaktu kita mulai di Kisah 27: 1, dia sudah di kapal siap untuk pergi. Ketika perjalanan dimulai, Paulus adalah orang dengan peringkat terendah di kapal. Dia adalah seorang kriminal dan orang tawanan. Ada seorang perwira Romawi bernama Julius, dan di bawahnya ada perwira lain, dan kemudian ada tentara pasukan Agustus itu sendiri. Kemudian ada juga kapten kapal, dan para pelaut. Jadi ada banyak orang yang berperingkat di atas Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak tahu apa-apa tentang berlayar di Mediterania ke Roma. Dia tidak tahu apa-apa tentang organisasi tentara Romawi. Tapi yang sangat menakjubkan adalah ketika kapal itu keluar dari pelabuhan dan mulai perjalanannya, Paulus mengambil alih seluruh perjalanan. Dan sebelum itu selesai, dia mengatur kehidupan setiap orang di kapal itu. Karena sebagai pemimpin, dia akan naik sampai ke atas. Dan itulah yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 1-2</b>, “Dan setelah diputuskan bahwa kami harus berlayar ke Italia,” - kami adalah Paulus dan Lukas, karena dia adalah penulis Kisah Para Rasul - “mereka menyerahkan Paulus dan beberapa tahanan lainnya kepada seorang bernama Julius, seorang perwira dari pasukan Agustus. 2 Jadi, kami naik kapal dari Adramitium, dan kita berlayar sepanjang pantai Asia. Aristarkhus, orang Makedonia dari Tesalonika, berada bersama kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Dan keesokan harinya kami mendarat di Sidon. Dan Julius memperlakukan Paulus dengan baik dan mengizinkannya untuk mengunjungi teman-temannya dan menerima perawatan.” Nah Paulus adalah tahanan yang sangat dibenci oleh penduduk Yahudi di Yerusalem, tetapi juga seorang warga negara Romawi, yang membutuhkan perlindungan. Tetapi yang luar biasa adalah ketika mereka mendarat di Sidon, Julius mengizinkan Paulus pergi ke kota untuk mengunjungi teman-temannya. Dalam satu hari, Paulus dapat meyakinkan Julius bahwa dia dapat dipercaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi pada seorang prajurit Romawi yang kehilangan seorang tahanan? Dia kehilangan nyawanya, kan? Bagaimana mungkin dia melakukan itu? Hanya satu cara: dia mempercayainya. Teman-temannya juga pasti mempercayainya. Dia telah menjadi tahanan selama lebih dari dua tahun. Tapi mereka tidak pernah kehilangan kepercayaan padanya. Jika Anda akan memimpin, Anda harus memimpin dari sudut pandang seorang pelayan. 1 Korintus 4 mengatakan, “Biarlah dikatakan tentang kita bahwa kita adalah pelayan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 20: 25-28 Yesus berkata, “Kalian tahu bahwa penguasa orang-orang bukan Yahudi menindas rakyatnya, dan pembesar-pembesar mereka menekan mereka. 26 Namun kalian tidak boleh begitu; siapapun yang ingin menjadi besar di antara kalian, haruslah menjadi pelayanmu. 27 Dan siapa pun yang ingin menjadi yang pertama di antara kalian, biarlah dia menjadi hambamu. 28 Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dan untuk memberikan hidup-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip kepemimpinan yang kedua muncul dalam <b>Kisah 27: 4-10</b>, “Ketika kami berlayar dari sana, kami berlayar di bawah naungan Siprus, karena angin berlawanan. 5 Dan ketika kami berlayar mengarungi laut yang berhadapan dengan Kilikia dan Pamfilia, kami sampai di Mira, sebuah kota di Lycia. 6 Di situ perwira itu menemukan kapal dari Alexandria yang berlayar ke Italia, dan dia menempatkan kami di kapal itu.” Mereka harus pindah disini ke kapal yang menuju lebih jauh ke barat ke Italia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Beberapa hari lamanya kami berlayar perlahan-lahan, dan dengan susah payah kami sampai di Knidus, karena angin tidak memungkinkan kami meneruskan, kami berlayar di bawah perlindungan Kreta melewati tanjung Salmone. 8 Dengan susah payah kami melewati, sampai kami tiba di suatu tempat bernama Pelabuhan Baik, dekat kota Lasea. 9 Sekarang setelah kehilangan banyak waktu, dan berlayar sekarang itu berbahaya, Paulus menasihati mereka 10 dan berkata, “Saudara-saudara, saya melihat bahwa pelayaran ini akan berakhir dengan bencana dan banyak kerugian, bukan saja muatan dan kapal, tetapi juga jiwa kita bisa hilang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah waktunya di antara bulan September dan November, yang adalah musim berbahaya untuk berlayar di Mediterania. Sekarang di sini Paulus menegur mereka. Anda mungkin berkata, Paulus sang tahanan memberi saran? Prinsip kedua adalah bahwa pemimpin itu selalu mengambil inisiatif. Dia mengatakan, “Hi kalian, janganlah kami teruskan sekarang. Saya melihat jika kami melakukan itu, kami akan mendapat banyak masalah.” Di dalam ayat 37 tertulis bahwa ada 276 orang di kapal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun dia berada di peringkat bawahan, dia mengambil inisiatif. Dan begitu Paulus mengambil inisiatif dalam perjalanan ini, dia tidak pernah menyerahkan itu lagi. Inilah prinsip pertama dalam mengambil inisiatif: ia mengidentifikasi ada kebutuhan. Kedua, dia menemukan solusi. Hal ketiga yang dilakukan seorang pemimpin adalah dia bertindak. Nomor Empat: Dia mendelegasikan tanggung jawab. Dan, kelima, dia bekerja bersama dengan orang-orang. Pemimpin itu adalah seseorang yang mengambil inisiatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu apa yang kita butuhkan di gereja kita? Mengurangi orang yang kritis dan menambahkan orang pemrakarsa. Itulah jenis orang yang kita cari. Tidak peduli peringkat atau posisinya. Seorang pemimpin juga menggunakan penilaian yang baik. Dalam ayat 9, Paulus berkata bahwa “berlayar sekarang berbahaya.” Seorang pemimpin bukanlah penjudi dalam hal-hal yang penting, dia berhati-hati. Dia mungkin mengambil suatu risiko yang diperhitungkan, tetapi dia tidak percaya nasib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11-12</b>, “Meskipun demikian, perwira itu lebih diyakinkan oleh nakhoda dan pemilik kapal daripada apa yang dikatakan Paulus. 12 Dan karena pelabuhan itu tidak cocok untuk ditinggal di musim dingin, mayoritas menyarankan untuk berlayar dari sana, juga jika dengan cara apa pun mereka dapat mencapai Feniks, sebuah pelabuhan di Kreta yang menghadap ke arah barat daya dan barat laut, dan bermusim dingin di sana.” Jadi perwira itu berkata,“Ayo pergi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada awalnya semuanya berlansung baik, <b>ayat 13</b>, “Ketika angin selatan bertiup lembut, mereka sangka mereka telah memperoleh keinginan mereka, jadi berangkatlah mereka, dan berlayar dekat Kreta.” Tetapi lihatlah <b>ayat 14-16</b>, “Tetapi tidak lama kemudian, angin ribut muncul, yang disebut Uroklidon. 15 Jadi ketika kapal itu tertangkap, dan tidak bisa melawan angin, kami membiarkannya terhanyut. 16 Dan terlindung sedikit di bawah naungan pulau bernama Klauda, kami dengan susah payah mengamankan sekoci itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17</b>, “Ketika mereka menaikkannya ke kapal, mereka menggunakan kabel untuk melingkari kapal itu; dan takut kalau-kalau mereka kandas di Pasir Sirtis, layar dinaikkan oleh mereka dan kapal itu terbawa angin.” Mereka memiliki kabel besar yang melingkari kapal, karena satu-satunya yang menahan kapal itu adalah pasak-pasak. Jadi mereka menarik kabel untuk mengikatnya, supaya itu tidak hancur dalam badai. Jadi, mereka benar-benar dalam keadaan panik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18-21</b>, “Angin terus mengamuk, sehingga keesokan harinya muatan kapal mulai dibuang ke dalam laut.” 19 Pada hari ketiga kami melempar perkakas kapal itu ke laut dengan tangan kami sendiri. 20 Nah ketika matahari dan bintang-bintang tidak muncul selama berhari-hari, dan badai besar terus menimpa kami, akhirnya lenyaplah semua harapan kami untuk diselamatkan. 21 Tetapi setelah berhari-hari mereka tidak makan, maka Paulus berdiri di tengah-tengah dan berkata, “Hai, seharusnya kalian menuruti nasihat saya, dan tidak berlayar dari Kreta dan mengalami bencana dan kerugian ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22-25</b>, “Dan sekarang hendaklah kalian berbesar hati, karena tidak akan ada korban jiwa di antara kalian, tetapi hanya kapal ini saja. 23 Karena tadi malam malaikat dari Allah yang memiliki saya dan yang saya sembah, berdiri di samping saya dan 24 berkata, 'Jangan takut, Paulus; sebab engkau akan menghadap Kaisar; dan memang Allah telah menyelamatkan semua orang yang berlayar bersamamu. ’25 Karena itu, hendaklah kalian berbesar hati, karena saya percaya bahwa semuanya akan terjadi seperti yang dikatakan-Nya kepada saya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26-28</b>, “Namun, kita akan kandas di suatu pulau tertentu. 27 Sekarang, pada malam keempat belas, ketika kami sedang terapung-apung di Laut Adria, sekitar tengah malam para pelaut merasakan bahwa kapal sedang mendekati darat. 28 Dan mereka mengukur dengan bunyi-bunyi dan ternyata dalamnya itu dua puluh depa; dan ketika mereka pergi sedikit lebih jauh, mereka mengukur lagi dan menemukan dalamnya lima belas depa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 29-31</b>, “Mereka takut kapal akan terkandas pada batu karang, mereka menjatuhkan empat jangkar dari buritan, dan berdoa supaya cepat-cepat pagi. 30 Dan ketika para pelaut berusaha melarikan diri dari kapal, dengan menurunkan sekoci ke laut, seolah-olah mereka menurunkan jangkar dari haluan, 31 Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajurit, “Orang-orang itu tidak bisa diselamatkan kecuali mereka tinggal di kapal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 32-34</b>, “Kemudian para prajurit memotong tali-tali sekoci itu dan membiarkannya jatuh. 33 Dan ketika hari menjelang fajar, Paulus memohon kepada mereka semua untuk makan, dan berkata, “Sudah empat belas hari lamanya kalian semua hanya menunggu-nunggu saja dalam keadaan tegang dan tidak makan apa-apa. 34 Saya anjurkan makanlah, karena ini adalah untuk kelangsungan hidup kalian, karena tidak ada satu rambut pun yang akan jatuh dari kepala kalian.” Seorang pemimpin berfokus pada tujuan, bukan hambatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepemimpinan memimpin dengan memberi contoh. <b>Ayat 35-38</b>, “Dan ketika dia mengatakan hal-hal ini, dia mengambil roti dan bersyukur kepada Allah di hadapan mereka semua; dan setelah dia membagikannya, dia mulai makan. 36 Kemudian mereka semua bersemangat lagi, dan mereka turut makan juga. 37 Dan semua yang berada di kapal itu ada dua ratus tujuh puluh enam orang. 38 Maka setelah mereka makan secukupnya, mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 39-41</b>, “Ketika hari sudah siang, mereka tidak mengenal daratan itu; tetapi mereka melihat sebuah teluk dengan pantai, di mana mereka bermaksud mendaratkan kapal itu jika memungkinkan. 40 Dan mereka melepaskan jangkar dan itu dibiarkan tenggelam di laut, sementara melepaskan tali kemudi; dan mereka menaikkan layar utama ke angin supaya menuju ke pantai. 41 Tetapi, ketika mereka mendarat di sebuah tempat di mana dua laut bertemu, kapal mereka terkandas; dan buritannya hancur oleh ombak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 42-44</b>, “Dan para tentara berniat untuk membunuh semua orang tahanan, agar tidak ada dari mereka yang dapat berenang dan melarikan diri. 43 Tetapi perwira itu, yang ingin menyelamatkan Paulus, mencegah mereka dari tujuan itu dan memerintahkan mereka yang bisa berenang untuk terjun ke laut duluan dan berenang ke darat, 44 dan yang lainnya, harus menyusul di atas papan dan beberapa orang diatas bagian-bagian kapal itu. Dan begitulah mereka semua selamat sampai ke darat. ”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus naik dari tempat seorang tahanan ke tempat seorang pemimpin. Dia memanifestasikan kepercayaan, inisiatif, penilaian yang baik, dan otoritas waktu berbicara. Dia menguatkan orang lain dan dia selalu bersikap antusias dan optimis. Dia tidak pernah berkompromi dengan apa yang mutlak baginya. Dia berfokus pada tujuan dan bukan pada hambatan. Dia memimpin dengan memberi teladan. Dia mendelegasikan tanggung jawab dan dia berhasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membutuhkan pemimpin-pemimpin seperti itu di setiap dimensi dalam pekerjaan-Nya dalam pelayanan. Mungkin Anda merasa Anda tidak mampu, tetapi Allah tahu potensi Anda. Semoga Allah membangkitkan lebih banyak pemimpin di gereja kami untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Semoga Tuhan memberi Anda keberanian untuk hanya mencoba dan dengan bantuan Roh Kudus Anda dapat melakukan apa saja untuk kemuliaan-Nya dan bagi keuntungan Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jun 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180603</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000003D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Agripa menolak Keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000003C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+26:19-32" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 26:19-32</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang percaya yang berjalan di dalam Roh harus menjadi reproduktif. Apa yang benar-benar kita inginkan adalah orang percaya yang melalui luapan spiritualitas mereka akan menghasilkan murid-murid. Kita telah belajar dalam Kisah Para Rasul bahwa kita harus mempersembahkan Kristus dengan keberanian dan ketidaktakutan. Paulus ingin, sebagai petunjuk dalam hidupnya, memenangkan orang kepada Kristus dan mendewasakan mereka di dalam iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita mempelajari bagian firman ini kita melihat betapa rasul Paulus berada di bawah segala macam tekanan, dia adalah seorang tahanan sekarang. Sebenarnya orang-orang Romawi menahannya, tetapi di bawah tekanan orang-orang Yahudi. Dia harus bersaksi berkali-kali, dan setiap kali dia memberi kesaksiannya dia selalu menyatakan bahwa dia tidak bersalah. Tetapi meskipun dia tidak bersalah, mereka tidak akan membebaskannya karena tekanan Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setiap kali dia menyatakan kesaksiannya, itu menjadi presentasi dari kebangkitan Yesus Kristus dan itu selalu menyebabkan ada kekacauan. Di Korintus dia melakukan hal yang sama. Dia melakukan hal yang sama di Filipi. Dia masuk kota untuk memberitakan Yesus Kristus, dan sekelompok orang dapat diselamatkan. Dia menemukan seorang gadis yang kerasukan setan dan dia langsung mengusir setan itu. Dia dijebloskan kedalam penjara, dan kemudian dia membawa kepala penjara itu kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapanpun waktunya untuk membela diri ternyata itu merupakan sebuah serangan. Dia tidak pernah membela perilakunya; dia hanya memusatkan perhatiannya kepada siapa pun yang ingin dia jangkau. Mereka mencoba membunuhnya di halaman, tetapi orang-orang Romawi menyelamatkannya, dan menyeretnya menaiki tangga. Dia berputar balik di puncak tangga itu dan memberitakan Yesus kepada orang banyak. Dia tidak pernah membela diri, dia selalu menyerang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen adalah prajurit yang memiliki pedang untuk menyerang. Dan pedang itu adalah Firman, dan dunia adalah tujuannya. Dan kita mungkin harus berjuang melalui setan-setan untuk sampai ke sana, tetapi itulah yang harus kita lakukan. Ini adalah peperangan rohani dan kita harus menyerang. Tidak ada orang yang secara tidak sengaja akan diselamatkan oleh kesaksian kita. Itu hanya terjadi jika kalian menghadapi dan melawan masyarakat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini Paulus menghadapi raja bernama Agripa ini. Ingatlah bahwa Festus mengalami suatu dilema. Karena Paulus tidak bisa mendapatkan keadilan di Kaisarea, ia naik banding ke Roma. Tetapi masalahnya adalah bahwa dia tidak ada tuduhan karena Paulus tidak melakukan pelanggaran apapun. Jadi ketika Agripa datang bersama Bernike untuk menyambut Festus, dia berpikir mungkin orang ini akan membantu saya menjelaskan alasannya dia dipemjarakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mengadakan sidang besar ini. Semua orang penting hadir, dan di sini ada Paulus di tengah-tengah mereka semua. Dan dia ada disini untuk membela dirinya. Dia harus membicarakan masalah pemenjaraannya dan kejahatan apa yang kata mereka dia lakukan. Tetapi bukannya dia bersikap defensif, malah ia menyerang Agripa. Dan setelah dia sudah selesai, Agripa berkata, "Apakah Anda mencoba mengubah saya?" Dan Paulus berkata, "Iya, dan juga semua orang lain di tempat ini."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agripa berkata, "Baiklah Paulus, bicaralah. Aku ingin mendengar apa yang kaukatakan dan kita akan melihat apakah kita bisa menemukan tuduhan dari kekacauan ini." Jadi, Paulus berbicara. Dan dia berkata, "Agripa dan Bernike, saya adalah seorang Yahudi yang rajin dan semua orang Yahudi tahu itu. Saya adalah seorang Farisi. Saya sangat bersemangat sehingga saya melakukan semua hal yang dapat saya lakukan terhadap Yesus dari Nazaret. Pada suatu hari ketika saya sedang berjalan di jalan ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen, ada suatu kejadian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Cahaya yang lebih terang dari matahari menyinari saya dan semua orang di sekitar saya dan kami jatuh ke tanah. Dan saya mendengar suara dalam bahasa Ibrani yang mengatakan, 'Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Sulit bagimu untuk menendang tongkat runcing.' Jadi saya berkata, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Dan Dia berkata, 'Yesus yang engkau aniaya.' Dan tahukah Anda apa yang terjadi? Yesus berkata kepada saya, 'Bangunlah dan berdirilah karena Aku telah mengangkat engkau menjadi pelayan-Ku dan seorang saksi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan saya ingin engkau memberitakan hal-hal yang telah engkau lihat dan apa yang akan saya tunjukkan kepadamu nanti. Aku akan membebaskan engkau dari orang-orang Yahudi dan dari bangsa-bangsa lain untuk mengirim engkau kembali kepada mereka dan inilah pesanmu,” ayat 18, “Untuk membuka mata mereka, supaya mereka keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang, terlepas dari kekuatan Setan, lalu dikuasai Allah, sehingga mereka dapat menerima pengampunan dosa dan warisan di antara mereka yang dikuduskan oleh iman kepada-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, Agripa, saya benar-benar ditransformasikan oleh Yesus. Dia hidup. Saya berusaha untuk menganiaya orang Kristen bahkan di tempat-tempat jauh dan secara berdaulat dari surga Kristus yang hidup ini, yang tidak mati, memusatkan perhatian-Nya pada saya dan berbicara kepada saya dan membutakan saya dan menugaskan saya untuk berkhotbah dan memberi tahu saya apa yang saya harus khotbahkan. Bagaimana mungkin saya bisa menolak?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus ingin supaya Agripa tahu bahwa dia bukan pemberontak, dia bukan pengkhianat, dan dia bukan seseorang yang menentang Yudaisme. Dia telah dipilih oleh Allah yang Mahakuasa dan Mesias yang dibangkitkan itu telah mengubah hidupnya secara instan. Nah itulah tindakan Allah yang berdaulat dalam pertobatan Paulus. Perhatikan bahwa ayat 18 adalah pola luar biasa untuk penginjilan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menimbulkan keyakinan: bukalah mata hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama ketika kalian mencoba untuk membawa seseorang kepada Yesus Kristus, tunjukkanlah kepada mereka siapakah mereka sebenarnya. Kalian tidak dapat menunjukkan seseorang bahwa dia perlu diubah kecuali dia melihat betapa kacau keadaannya pada saat ini. Kalian harus menghilangkan sekuritasnya. Kalian harus mengambil apapun yang dia andalkan. Maka harus ada pembukaan mata mereka. Haruslah ada keyakinan, haruslah ada pengakuan dosa pribadi dan pengakuan ada hukuman dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua, setelah keyakinan itu, adalah penerangan dan memutar mereka dari kegelapan kepada terang. Kalian harus menunjukkan mereka kebenaran. Sekarang setelah ada keyakinan akan dosa dan kesalahan, sekarang saya akan tunjukkan mereka kebenaran. Maka terjadilah konversi. Ketika ada respon, mereka berbalik dari kuasa Setan kepada kuasa Allah. Mereka diambil dari kerajaan Setan, kerajaan kegelapan itu dan mereka dibawa kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan itu datanglah proses pengudusan itu supaya mereka dapat menerima pengampunan dosa, dan mereka dijadikan kudus. Hukuman sudah dibayar, kuasa dosa dipatahkan, dan hidup mereka dimurnikan secara posisional. Ini berarti dari sudut pandang Allah mereka ditutupi oleh kebenaran Yesus. Kemudian kalian memiliki janji itu, yaitu warisan bersama mereka yang telah disucikan. Kalian memberi tahu mereka apa yang ada di masa depan bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuncinya adalah iman kepada Yesus. Efesus 2: 8-9, “Sebab karena kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman bukan karena hasil usahamu sendiri, itu adalah anugerah Allah, supaya janganlah ada orang yang memegahkan diri.” Roma 10: 9-10, “Jika saudara mengaku dengan mulutmu Tuhan Yesus dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka saudara akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya kepada kebenaran, dan dengan mulut pengakuan dosa dibuat untuk keselamatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kalian melihat bahwa keselamatan adalah tindakan iman. Disitu terdapat Injil di ayat 18, Yesus berkata, "Paulus, Anda menjadi pengkhotbah Injil saya. Anda harus pergi dan memberi tahu orang-orang, proklamirkanlah." Maka dia memberi tahu Agripa dan semua orang lain, apakah panggilannya untuk dilakukan dan pada saat yang sama dia memberi mereka Injil. Jadi kita melihat permulaan kesaksian Paulus. "Agripa," katanya, "Allahlah yang melakukan ini kepadaku. Kristus yang bangkit dan hidup itu melakukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah dalam setiap tindakan kedaulatan Allah harus ada kehendak manusia untuk menanggapi. Dan dalam kasus Paulus ada tindakan kehendak di sini. Kita melihat komitmennya dalam <b>ayat 19</b>, “Karena itu raja Agrippa,” setelah saya mendengar dari Mesias yang hidup dan tidak mati, Yesus dari Nazaret yang saya tahu telah disalibkan, dan setelah Dia berbicara kepada saya, “Saya taat kepada visi surgawi itu.” Saya menyerahkan keinginan saya sebagai komitmen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merupakan bagian dari tanggapan yang diperlukan. Harus ada tindakan kehendak. Harus ada ketaatan. Keselamatan adalah tindakan Allah yang berdaulat. Tetapi itu juga melibatkan tindakan tanggapan manusia. Panggilan untuk pelayanan adalah tindakan Allah yang berdaulat. Tetapi itu juga menuntut tanggapan manusia. Dalam Galatia 1:16, Paulus berkata, "Ketika Tuhan memanggil saya ke dalam pelayanan, saya tidak segera membicarakan itu dengan orang lain, tetapi saya melakukan apa yang Allah telah perintahkan saya lakukan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak mencari hikmat manusia. Saya langsung menanggapi Allah dalam ketaatan. Kepatuhan adalah tanggapan yang diminta Allah. Sekarang ini adalah bagian dari paradoks kedaulatan dan tanggung jawab. Allah bertindak secara berdaulat untuk mewujudkan kehendak-Nya, tetapi Ia menuntut dalam kerangka kedaulatan itu tanggapan manusia. Sehingga ketika kalian memberikan kesaksian kalian, jamganlah mengatakan, "Suatu hari saya diserang dan saya diselamatkan sementara saya tidak melakukan apa-apa."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah secara berdaulat bergerak dalam keinginan Anda, tetapi keinginan Anda harus diaktifkan. Nah kalian bisa saja menolak itu. Itu benar, tetapi kalian akan membayar harga tinggi. Coba ingatlah Musa di Keluaran 4. Allah berkata, "Musa, aku memerintah engkau berbicara untuk-Ku." Musa berkata, "Aku lambat bicara dan lambat lidah." Kemudian Allah mengatakan, "Karena ketidak-percayaanmu, Harun akan menjadi mulutmu dan engkau akan menjadi seperti Allah bagi Harun."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ketaatan itu? Nomor satu: ketaatan adalah tanda pertobatan. Roma 6:16 mengatakan, “Tahukah kalian bahwa kalau kalian menyerahkan diri kepada seseorang untuk melakukan kemauannya maka kalian adalah hamba orang yang kalian taati itu--entah hamba dosa yang membawa kalian kepada kematian, atau hamba yang taat kepada Allah, yang menuju kepada kebenaran.” Kedua, itu adalah pengakuan otoritas. Ketika kalian mematuhi kalian mengatakan Engkau mengontrol dan saya tunduk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kalian tidak mematuhi Allah, kalian bertindak sebagai Allah. Jika Allah berkata, "Keinginan Saya untuk kalian adalah untuk melakukan ini," dan kalian berkata, "Tidak, kami akan melakukan ini," kalian telah menggantikan Allah sebagai otoritas pengendali hidup kalian. Ketiga, ketaatan adalah karakteristik iman. Dalam Ibrani 11: 8 dikatakan, "Dan Abraham menaati Allah." Dan ayat berikutnya mengatakan, "Karena iman." Keempat, ketaatan adalah bukti cinta. Jangan bilang pada Allah bahwa kalian mengasihi Dia, kecuali kalian patuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, bahwa harapan utama orang Yahudi adalah kebangkitan. Harapan utama orang Yahudi adalah Mesias yang hidup. Memang Mesias itu hidup. Memang ada kebangkitan. Orang yang dibangkitkan itu berbicara kepada saya. Saya melihat kemuliaan-Nya. Saya mendengar suara-Nya. Saya tidak bisa melakukan apa pun kecuali mentaati. Dia menugaskan saya ke dalam pelayanan-Nya, langsung saya taat. Saya telah berkhotbah tentang pertobatan dan berbalik kepada Allah dan karya-karya yang membuktikan bahwa pertobatan itu nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Maka karena alasan-alasan itu orang-orang Yahudi menangkap saya di bait suci dan berusaha membunuh saya.” Tahukah Anda mengapa mereka menginginkan dia mati? Karena dia menawarkan keselamatan yang sama kepada orang bukan Yahudi. Orang-orang Yahudi tidak bisa mentoleransi kesetaraan dengan orang bukan Yahudi. Maka Paulus berkata, "Mereka menginginkan saya mati karena saya menawarkan keselamatan setara kepada orang bukan Yahudi.” Begitulah caranya dia menjadi tawanan sejak awal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia mengatakan di <b>ayat 22</b>, “Karena itu, setelah mendapat pertolongan dari Allah, sampai hari ini aku berdiri, menyaksikan kepada semua orang, besar maupun kecil, mengatakan tidak ada hal lain selain dari apa yang sudah dinubuatkan oleh para nabi dan Musa.” Paulus mendapat bantuan dari Allah sepanjang waktu. Kita berjuang dan bekerja serta mendisiplinkan diri kita untuk bekerja sekeras mungkin untuk menghasilkan sebanyak mungkin untuk kemuliaan Tuhan dan pada saat yang sama semuanya dilakukan dengan kuasa penopangan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka Paulus berkata, “Saya hanya mengajarkan apa yang diajarkan Perjanjian Lama, yaitu bahwa Mesias harus menderita. <b>Ayat 23</b>, “bahwa Kristus akan menderita, bahwa Ia akan menjadi yang pertama yang bangkit dari kematian, dan akan memberitakan terang kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi.” Di sini dua tahun kemudian, saya mengatakan hal yang sama yang saya katakan saat itu dan dengan keberanian yang sama mengatakan bahwa ada keselamatan setara pada orang Yahudi dan pada orang bukan Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi akibat kesaksiannya? Nah pada mulanya datanglah kritiknya. <b>Ayat 24,</b> “Sekarang, sementara dia mengemukakan pembelaannya, Festus berteriak, “Paulus, engkau sudah gila! Ilmumu yang banyak itu sudah menjadikan engkau gila!” Apakah sebabnya dia mengatakan itu? Paulus hanya mengatakan bahwa Kristus bangkit dari kematian. Festus tidak bisa percaya gagasan kebangkitan itu. Tidak ada orang Roma yang bisa percaya hal itu dengan alasan apapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Paulus menjawab. <b>Ayat 25-27</b>, “Saya tidak gila, Festus yang mulia, kata-kata yang saya ucapkan itu benar dan masuk akal. 26 Karena raja, di hadapan siapa saya juga berbicara dengan bebas, tahu hal-hal ini; karena saya yakin tidak satupun dari hal-hal ini luput dari perhatiannya, sebab semuanya ini tidak terjadi secara tersembunyi. 27 Raja Agrippa, apakah engkau percaya para nabi? Saya tahu bahwa engkau percaya.” Paulus mengatakan: saya tidak gila. Saya berbicara dengan pikiran jernih dan raja tahu hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agripa belum mengucapkan sepatah kata pun, namun Agripa berdiri di sana dengan mulutnya tertutup yang membuktikan bahwa apa yang dikatakan Paulus itu benar. Siapa saja yang percaya para nabi, siapa saja yang percaya Musa, dan siapa saja yang percaya fakta historis harus menyimpulkan bahwa Yesus dari Nazaret adalah sang Mesias. <b>Ayat 28</b>, “Lalu Agripa berkata kepada Paulus, “Kau hampir membujukku untuk menjadi orang Kristen.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 29</b>, “Dan Paulus mengatakan, “saya berdoa kepada Allah supaya Baginda dan Tuan-tuan semuanya yang mendengarkan saya hari ini, dapat menjadi seperti saya--kecuali belenggu ini.” Apakah Anda mencoba dalam waktu singkat ini untuk menyebabkan saya bertobat? Paulus berkata, "Memang, saya mencoba mengubah kalian semua. Paulus mengatakan, “Saya harap kalian semua menjadi seperti saya, secara rohani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 30-31</b>, “Setelah dia mengatakan hal-hal ini, raja, gubernur dan semua orang lain berdiri; 31 dan setelah mereka berada di luar, mereka berkata satu sama lain, “Orang ini tidak melakukan apa pun yang patut dihukum hukuman mati atau dibelenggu.” Roh Kudus menyelipkan ini di sini untuk menunjukkan bahwa raja dan gubernur kedua-duanya setuju bahwa Paulus tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan sejati tidak bersalah atas kematian atau belenggu. <b>Ayat 32</b>, “Lalu Agripa berkata kepada Festus, “Orang ini mungkin dapat dibebaskan seandainya dia tidak mengajukan naik banding kepada Kaisar.” Sekarang, malah tidak ada alasan untuk naik banding kepada Kaisar. Tidak ada surat yang ditulis, tetapi mereka tetap bersembunyi di balik permohonan naik banding Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang menghambat Agripa dan Festus? Satu: egoisme besar. Dua: tidak bermoral. Agripa orangnya keji, egois, dan tidak peduli, hal yang sama yang menghalangi orang-orang lain. Tetapi itu tidak meredakan semangat Paulus. Ketika dia tiba di Roma, hal pertama yang dia lakukan adalah mulai memberitakan Yesus lagi. Itu tidak mengubah Paulus. Marilah kita mengikuti teladannya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 May 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180527</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000003C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesaksian Paulus dihadapan Agripa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000003B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+26:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 26:1-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajaran kita tentang kehidupan Paulus sebagai seorang tahanan mengandung enam kesaksian. Inilah yang kelima. Dia telah dituduh melakukan hasutan. Orang-orang Yahudi menuduhnya mencari masalah melawan Roma. Dia telah dituduh sektarianisme, yaitu menjadikan sekte agama. Dia telah dituduh melakukan penistaan, menghujat Allah dengan menodai Bait Suci. Tetapi dia tidak melakukan semua itu. Semuanya adalah tuduhan palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Feliks, meskipun Paulus tidak bersalah, tidak membiarkannya keluar karena dia tahu itu akan membuat orang-orang Yahudi marah dan itu akan mengganggu situasi politik di Yudea. Kemudian Festus, ketika dia datang untuk mengambil alih jabatan gubernur itu menemukan bahwa Paulus berada dalam tahanan. Dia juga tidak ingin melepaskannya karena dia tidak mau membuat orang Yahudi marah karena mereka menginginkan dia mati. Jadi kedua gubernur ini telah diperas untuk tetap memenjarakan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Festus punya masalah karena rasul Paulus telah naik banding ke Roma. Masalahnya adalah bahwa sekarang Festus harus mengirimnya ke Roma tanpa ada tuduhan tertulis karena dia tidak dapat menemukan apa pun untuk menuduhnya. Pada saat itu Raja Agripa, yang adalah raja bawahan, tiba di tempat untuk memberi panggilan kehormatan kepada Festus. Di sini Festus melihat ada kemungkinan jalan keluar jika Agripa dapat menemukan beberapa tuduhan yang layak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang menonjol adalah bahwa lebih dari kesaksian yang diberikan Paulus untuk membela dirinya adalah kesaksian yang diberikan kepada Agripa untuk mencoba mengubah Agripa menjadi seorang Kristen. Dia benar-benar memfokuskan diri pada Agripa dan mencoba supaya dia menanggapi Injil dan bahkan memberikannya undangan pada akhirnya. Paulus melihat ini sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil. Festus melihat ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan tuduhan. Agripa melihatnya sebagai sebuah keinginan tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak masalah bagi Paulus tentang keselamatannya sendiri, tidak masalah mereka menempatkannya dalam rantai, memasukkannya kedalam penjara atau membunuhnya. Tahukah Anda bahwa keberanian itu lahir dari kesadaran bahwa ia dapat dibunuh kapan saja. Di 2 Korintus 5:17 kita dapat melihat teologinya, "Karena itu, jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Hal-hal lama sudah berlalu, lihatlah semua hal menjadi baru.” Paulus percaya bahwa Injil adalah fakta yang mentransformasikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, Paulus percaya akan kuasa transformasi Injil dan itulah dasar keinginannya untuk memproklamirkannya. 2 Kor. 5:18, "Sekarang segala sesuatu berasal dari Allah, yang telah mendamaikan kita kepada-Nya melalui Yesus Kristus, dan telah memberikan kita pelayanan pendamaian.” Sekarang kata rekonsiliasi berarti membawa kembali ke penyesuaian yang tepat. Perjanjian Baru hanya menggunakan itu untuk manusia, bukan untuk Allah. Allah tidak pernah memerlukan penyesuaian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia tidak perlu disesuaikan. Manusia sajalah yang harus dibawa kembali kepada penyesuaian kepada Allah yang tepat. Itu adalah pelayanan rekonsiliasi. Alkitab di sini memberi tahu kita bahwa kita telah diberi pelayanan supaya menyesuaikan orang untuk menjadi benar dengan Allah. Kita berada dalam bisnis dimana kita membawa orang ke tempat di mana mereka dapat menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, di mana hal-hal lama telah berlalu dan semua hal menjadi baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah memberi kita pesan injil ini, yang merupakan pelayanan rekonsiliasi dan kita harus melaksanakannya. Kami adalah seperti duta besar mewakili pemerintahan Allah di negeri asing. Ini adalah kegiatan yang luar biasa yang harus kita lakukan. Ini memohon orang-orang untuk dipertobatkan. Tidak ada yang salah dengan memohon orang untuk datang kepada Kristus. Paulus berkata, "Kami memohon Anda dalam nama Kristus untuk didamaikan dengan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan 2 Korintus 6:1-2, “Kami kemudian, sebagai pekerja bersama-sama dengan Dia, memohon janganlah kalian menyia-yiakan anugerah Allah 2 Karena Dia berkata, "Pada waktu yang diperkenankan Aku telah mendengar engkau, dan pada hari keselamatan Aku telah menolong engkau." Lihatlah, sekarang inilah waktu yang diperkenankan itu, lihatlah sekarang adalah hari keselamatan.” Paulus mengatakan kita telah diberikan pelayanan rekonsiliasi, injil penyesuaian yang tepat, dan hari ini adalah hari dimana itu harus dilakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Agrippa berkata kepada Paul, "Apakah Anda mencoba untuk mengubah saya?" Dia meletakkan jarinya tepat pada tujuan dan sasaran dari setiap orang percaya yang menghadapi seorang kafir. Kami berada dalam bisnis mengubah orang dalam kekuatan Roh Kudus. Kita bisa menjadi sombong dalam pengudusan kita dan bahagia dalam persekutuan kita, sehingga kita melupakan dunia yang dipenuhi orang-orang yang akan masuk neraka terus-menerus. Dan kita harus selalu mengingat perspektif itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir Injil Markus, Tuhan kita dalam memberikan komisi sederhana mengatakan ini, "Pergilah ke seluruh dunia dan kabarkan Injil kepada setiap makhluk." Di akhir Injil Lukas 24: 46-47 dia berkata kepada mereka, “Demikianlah itu tertulis, bahwa perlu bagi Kristus untuk menderita dan bangkit dari kematian pada hari ketiga, 47 dan pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan dalam nama-Nya kepada semua bangsa, mulai dari Yerusalem.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah komisi Injil. Efesus 6:19-20 mengatakan, "Dan berdoalah untuk saya agar ucapan itu dapat diberikan kepada saya sehingga saya dapat membuka mulut saya dengan berani untuk mengungkapkan misteri Injil itu, 20 di mana saya menjadi duta besar dalam rantai; bahwa di dalamnya saya boleh berbicara dengan berani, sebagaimana saya harus berbicara.” Dia berkata, “Berdoalah bagi saya karena saya harus mengucapkan Injil dengan berani.” Itulah doa yang harus kita doakan kepada satu sama lain sepanjang waktu, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam 2 Timotius 4: 2, “Kabarkanlah Firman! Bersiaplah di dalam musim dan di luar musim. Hendaklah engkau meyakinkan, menegur, memberi dorongan, dan ajarlah orang sesabar mungkin.” Lakukanlah pekerjaan seorang penginjil. Tidak ada yang memiliki karunia penginjilan. Engkau hanya memiliki perintah. Kami memiliki bisnis mengubah kehidupan orang-orang. Seperti orang berkata, "Apakah Anda mencoba mengubah saya?" Tentu saja kami ingin itu, itulah panggilan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah keadaannya seperti apa? Aula itu, dimana Festus berada, dulunya adalah istana Herodes. Itu hanya tampilan mewah dengan semua kemegahan yang terjadi dengan raja dan semua orang penting ada di sana dan sekarang datanglah rasul Paulus. Dan pada saat itu Agripa mengambil alih dan mulai mempertanyakan Paulus dan kita tiba pada awal kesaksian Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kisah 26:1</b>, “Lalu Agripa berkata kepada Paulus, “Engkau diizinkan berbicara untuk membela diri.” Maka Paulus mengangkat tangannya dan menyampaikan pembelaannya sebagai berikut.” <b>Ayat 2-3</b>, “Saya merasa beruntung, Raja Agrippa, karena hari ini saya akan menjawab sendiri dihadapan Engkau mengenai semua pengaduan yang diajukan oleh orang-orang Yahudi, 3 terutama karena Engkau ahli dalam semua adat istiadat dan pertanyaan yang berkaitan dengan orang Yahudi. Karena itu dengarkanlah keterangan saya dengan sabar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini ada Agrippa, seorang Yahudi yang telah dididik di Roma, seorang pria yang setia secara total terhadap Roma, seorang pria yang bermain politik dengan Israel tetapi sebenarnya di lubuk hatinya dia adalah orang Romawi. Dan Paulus merasa bahwa orang ini yang adalah orang Yahudi, akan memahami karakter argumen saya. Dan karena dia orang Roma, dia akan lebih objektif dalam mengevaluasinya. Dia tidak akan terpengaruh oleh kebencian orang Yahudi terhadap Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan utamanya adalah bahwa Kristus adalah Mesias karena itu dibuktikan oleh kebangkitan-Nya. Kebangkitan-Nya terbukti oleh kehidupan saya yang ditransformasikan. Jadi Paulus cerita tentang bagaimana hidupnya ditransformasikan ketika dia bertemu Kristus di perjalan menuju ke Damsjik. Dan pada dasarnya dia berkata, “Saya tidak bisa membantah ketika Tuhan Yesus Kristus sendiri, yang bangkit dari kematian, memukul saya di perjalanan ke Damsyik, mengubah hidupku, dan menugaskanku ke dalam pelayanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus ingin memberikan kesaksiannya karena dia ingin orang-orang melihat perubahan dalam hidupnya yang dibuat oleh Kristus. Bukti Kekristenan adalah bahwa ada kehidupan yang ditransformasikan. 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jika seseorang ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru.” Maka Paulus berkata, “Agripa, saya ingin Engkau tahu apa yang telah dilakukan Yesus.” Agripa perlu mendengar apa yang telah dilakukan Kristus dalam kuasa kebangkitannya dan Paulus ingin memberi tahu dia dan semua orang lain yang bisa dengar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kisah 26: 4-5</b>, “Cara hidup saya sejak masa muda, yang mulai sejak awal di antara bangsa saya sendiri di Yerusalem, semua orang Yahudi tahu hal itu. 5 Mereka tahu saya sejak awal, jika mereka bersedia untuk bersaksi, saya hidup sebagai orang Farisi dengan menuruti segala peraturan yang paling ketat di dalam agama kami.” Sejak kecil Paulus dididik di Yerusalem. Dia adalah orang Farisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah berbicara tentang tingkah laku masa lalunya, dia sekarang masuk ke dalam penghukumannya. <b>Ayat 6-8</b>, “Dan sekarang saya berdiri dan dihakimi karena harapan akan janji yang dibuat oleh Allah kepada leluhur kita. 7 Untuk janji ini, dua belas suku kita, dengan sungguh-sungguh berbakti kepada Allah siang dan malam, untuk mencapai harapan itu. Justru karena saya percaya harapan ini, Raja Agrippa, saya dipersalahkan oleh orang Yahudi. 8 Mengapa itu dianggap luar biasa oleh kalian bahwa Allah membangkitkan orang mati? ”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah harapan orang Yahudi akan janji itu? Harapan orang Yahudi adalah kedatangan Mesias untuk membebaskan Israel. Israel telah berjuang melawan perbudakan dan mereka tidak tahu apa-apa selain berkelahi dan perbudakan. Pertama mereka dikuasai oleh Babel, kemudian Persia dan kemudian orang-orang Yunani dan sekarang oleh orang-orang Romawi. Kebangkitan itu adalah harapan mereka bahwa Mesias akan membebaskan Israel dan mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Paulus berkata, “Aku dihukum karena percaya apa yang dipercayai semua orang Yahudi.” Sekarang di ayat 7 dia berkata, "Lihat, ini bukan sesuatu yang saya temukan. Semua, kedua belas suku setuju dengan ini." Paulus tidak percaya hanya ada dua suku dan sepuluh suku lainnya sudah hilang. Saya dituduh karena saya berharap kepada Mesias. Mengapa engkau merasa dengan bahwa Allah sanggup membangkitkan orang mati ini luar biasa?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agripa mungkin berpikir, "Tentu, tetapi apa yang kita tidak percaya adalah bahwa Yesus adalah Mesias yang dibangkitkan." Dia tahu bahwa orang Yahudi percaya ada kebangkitan, tetapi mereka tidak menerima kebangkitan Yesus. Matius 28: 11-12 mengatakan, "Beberapa dari tentara penjaga kembali ke kota dan melaporkan kepada para imam kepala semua yang telah terjadi. 12 Setelah mereka berkonsultasi dengan para penatua, mereka memberikan banyak uang kepada tentara pengawal itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hanya suap! Mereka berkata di ayat 13, "Katakan kepada mereka: murid-murid Yesus datang pada malam hari dan mencuri mayat-Nya waktu kami sedang tidur.” Sekarang jika mereka tertidur bagaimana mungkin mereka dapat bersaksi bahwa para murid datang dan mencuri mayat itu? Dan jika kalian disalahkan Gubernur Romawi karena tertidur, kami akan mengurus hal itu. Ayat 15, "Maka mereka mengambil uang itu dan melakukan seperti yang dipesankan kepada mereka dan ini adalah cerita yang masih tersiar di antara orang Yahudi sampai pada hari ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9-11</b>, “Memang, saya sendiri pun berpendapat bahwa saya harus melakukan banyak hal yang bertentangan dengan nama Yesus dari Nazaret itu. 10 Dan memang itulah yang sudah saya lakukan di Yerusalem, dan setelah menerima surat kuasa dari imam-imam kepala, banyak orang-orang kudus saya masukkan ke dalam penjara: dan saya malah ikut juga menyetujui hukuman mati mereka. 11 Dan saya sering menyiksa mereka di setiap sinagog dan memaksa mereka untuk menghujat; dan menjadi sangat marah terhadap mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b> melanjutkan, “Bahkan ke kota-kota asing pun saya menganiaya mereka.” Paulus mengacu pada fakta bahwa ia adalah anggota Sanhedrin dan ia benar-benar memilih kematian orang Kristen. Jadi dia berkata, "Saya tahu bagaimana itu karena saya dulu merasa seperti itu tentang Kristus dan saya tidak percaya Dia adalah Mesias dan saya benar-benar kuat. Saya pergi di bawah otoritas orang Yahudi dan saya membantai orang-orang Kristen.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memulai pertobatannya di <b>ayat 12-13</b>, “Dengan maksud itu juga, waktu saya dalam perjalanan ke Damsyik dengan otoritas dan komisi dari imam-imam kepala, 13 pada tengah hari, O Raja mulia, saya melihat cahaya dari surga, yang lebih terang dari matahari, bersinar di sekeliling saya dan orang-orang yang berjalan bersama saya.” Itu benar-benar cerah karena matahari di tengah hari di Timur Tengah benar-benar cerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-15</b>, “Dan ketika kami semua jatuh ke tanah, saya mendengar suara berbicara kepada saya dalam bahasa Ibrani, 'Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sulit bagi engkau untuk menendang tongkat runcing.” Yesus berkata kepada Saul, “menyerahlah, engkau tidak mungkin menang.” Dia menghancurkan kepalanya di dinding batu. “15 Jadi saya berkata, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Dan Dia berkata, “Akulah Yesus, yang engkau aniaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kisah 26: 16-17</b>, “Bangunlah dan berdirilah; karena Aku telah memperlihatkan diri kepadamu dengan maksud, untuk mengangkat engkau menjadi pelayan-Ku dan seorang saksi dari hal-hal yang telah engkau lihat dan tentang apa yang Aku akan nyatakan kepadamu. 17 Aku akan melepaskan engkau dari orang-orang Yahudi, dan juga dari bangsa-bangsa lain, kepada siapa Aku sekarang mengutus engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “Untuk membuka mata mereka, supaya mereka keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang, dan lepas dari kuasa Setan dan dikuasai Allah, agar mereka menerima pengampunan dosa dan warisan di antara mereka yang dikuduskan oleh iman kepada-Ku.” Paulus mengatakan bahwa Tuhan memberi tahu saya bahwa saya telah diberi pelayanan untuk mentransformasikan orang-orang dari kegelapan menjadi terang. Itu adalah komitmen untuk mengubah orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 18, hal pertama yang harus Anda lakukan dengan orang yang belum diselamatkan adalah membuka mata mereka karena mereka buta. Yesus bahkan mengatakan tentang Israel di Matius 15, “Mereka itu pemimpin-pemimpin buta; dan kalau orang buta memimpin orang buta, kedua-duanya akan jatuh ke dalam parit.” Ketika Firman Allah datang kepada manusia, tiba-tiba mereka melihat apa yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, yaitu dosa. Firman Allah di tangan Roh Kudus membuka mata manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap manusia di dunia berada di bawah kuasa Setan atau kekuatan Allah. Dalam Efesus 2:1-2 dikatakan, “Dan engkau Dia hidupkan kembali, yang mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa, 2 di mana engkau pernah berjalan menurut kebiasaan dunia ini, menurut penguasa angkasa raya, roh yang sekarang bekerja di dalam anak-anak ketidaktaatan.” Setiap manusia di dunia selain dari orang Kristen dibimbing oleh roh Setan yang bekerja di dalam dirinya.” Dia memerlukan kelahiran baru total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kata lain Paulus mengatakan, “Pengampunan dosa tersedia, Agripa. Apa pun yang engkau dan Bernike telah lakukan.” Selain dari itu ada masa depan indah. Dia memberikan engkau warisan di antara mereka yang disucikan. Maka Paulus mengutip kata-kata Yesus, ketika itu diberikan kepadanya di Damsyik dan memberikannnya kepada Agripa. Saya berdoa supaya kita juga akan menyentuh kehidupan orang yang belum diselamatkan untuk mengubahnya menjadi anak Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 May 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180520</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000003B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus di hadapan Agripa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000003A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+25:13-27" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 25:13-27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi, ini adalah narasi sejarah, dan kita sedang mempelajari rasul Paulus, dan pola hidupnya. Roh Kudus, karena alasan khusus, memberikan kita narasi sejarah ini, sehingga kita dapat meniru orang ini, sebagaimana dia hidup. Kita perlu mengingat dua hal; pola yang digunakan Paulus dalam penginjilan, dan keberanian orangnya. Inilah contoh seorang pria yang tahu apa yang harus kita lakukan dalam memberitakan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen pasti berusaha untuk mengubah Anda. Ini adalah alasannya kita menjangkau dunia, untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, supaya mereka dapat ditebus. Dan beberapa rabi memperdebatkan bahwa orang Yahudi tidak mencoba untuk mengubah orang Kristen; jadi mengapa orang Kristen mencoba untuk mengubah orang Yahudi? Karena Tuhan kita Yesus Kristus berkata di Matius 28, "Pergilah kepada segala bangsa di seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada setiap makhluk, jadikanlah mereka murid-murid-Ku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah tanggapan disini. Agrippa berkata kepada Paulus, "Anda hampir membujukku untuk menjadi seorang Kristen." Ada banyak khotbah di mana banyak orang hampir siap untuk diselamatkan, hampir ditebus Kristus. Tetapi bukan itu yang dikatakan disini. Pernyataan Yunani itu adalah "Apakah Anda mencoba untuk mengubah saya?" Ini adalah ejekan. Kita tahu apa yang dikatakan Paulus memang benar. Iya, itu benar-benar apa yang kami coba lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus ingin memenangkan hati dan jiwa Agripa. Tujuan dalam bagian ini, adalah supaya Agripa dengan jelas berada di posisi di mana dia memahami Injil dan dapat mengambil keputusan yang benar bagi Kristus. Pada saat ini Rasul Paulus telah terbukti tidak bersalah, dalam empat situasi pengadilan yang berbeda – di hadapan massa, di hadapan Sanhedrin, di hadapan Feliks dan di hadapan Festus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak menghujat Allah dengan menodai Bait Suci, seperti yang dituduhkan kepadanya. Dia tidak menentang Israel dengan tidak menaati Hukum Musa. Dia tidak menentang Roma, dengan menjadi pemberontak dan menciptakan kerusuhan melawan pemerintah. Dia tidak melakukan hal-hal itu, dan semua pengadilan, baik Yahudi maupun Romawi, telah membuktikan faktanya bahwa dia tidak melakukan hal-hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia terus ditahan sebagai tahanan, karena Gubernur Romawi tidak berani untuk membebaskannya karena mereka tahu orang Yahudi ingin dia mati, dan mereka takut pada orang Yahudi. Mereka takut akan terjadi kerusuhan, dan mereka akan mengalami kesulitan untuk mengatasinya, jadi dengan menenangkan orang Yahudi mereka menunda itu. Jadi ini hanya pemerasan. Itu adalah kebiasaan lama dengan para Gubernur Romawi. Orang Yahudi memperlakukan mereka semua seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seharusnya Paulus dibebaskan; empat kali dia telah terbukti tidak bersalah. Tetapi mereka masih tetap memenjarakannya di Kaisarea. Paulus tahu bahwa ini tidak bisa terus berlangsung seperti ini, dan menyadari bahwa hidupnya terancam, dia tahu tidak ada keadilan di Kaisarea. Jadi satu-satunya jalan yang tersisa baginya adalah bahwa sebagai warga negara Romawi, yang diadili di mana pun di dunia, ia dapat mengajukan naik banding ke Kaisar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam Kisah 25: 10-12, Paulus mengajukan naik banding ini kepada Kaisar. Dalam ayat 12, Festus berkata, baiklah, "Kepada Kaisar kamu harus pergi." Nah itu adalah langkah yang berani karena, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Nero itu orang gila, dan menyerahkan dirinya ke pada penilaian Nero belum tentu merupakan jalan keluar yang baik. Tetapi Paulus melakukan itu, karena dia tahu bahwa Tuhan, dalam Kisah 23: 11, telah berjanji bahwa dia akan sampai ke Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menaati kehendak Allah, untuk pergi ke tempat yang Allah rancangkan untuk dia, dan dia benar-benar ingin pergi ke Roma. Jauh di lubuk hatinya, ia memiliki keinginan besar untuk pergi ke sana. Ketika dia menulis surat kepada orang-orang Romawi sebelumnya, di Korintus, dia berkata kepada mereka, “Aku ingin mengunjungi kalian. Aku ingin bertemu dengan kalian, untuk memberikan beberapa karunia rohani.” Roma 15:24 mengatakan, "Dalam perjalananku ke Spanyol."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, di sini ada masalah besar. Dalam naik banding yang diminta Paulus ke Roma, Festus harus menyetujui itu dan mengirimnya ke sana. Tetapi, bersama narapidana itu, harus ada laporan, dan di dalam laporan itu harus ada tuduhan terhadap tahanan ini yang adalah dasar sidang dan kasus itu. Tetapi tidak ada tuduhan yang terbukti, jadi tidak ada sesuatu yang dapat ditulis. Tidak ada tuduhan apapun yang layak untuk diceritakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada saksi-saksi untuk membuktikan apa pun. Dari pihak para pemimpin Yahudi, yang mereka miliki hanyalah keinginan untuk membunuh orang itu. Mereka tahu dia tidak bersalah. Keadaan itu sama seperti Yesus, mereka tidak peduli Dia tidak bersalah. Mereka membenci apa yang Yesus perjuangkan. Mereka membenci kenyataan bahwa Ia menghardik dosa mereka. Mereka membenci kenyataan bahwa Dia membuka kedok kemunafikan mereka, dan mereka membenci Paulus dengan cara yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, untungnya bagi Festus, seorang pria bernama Agripa kebetulan tiba di tempat kejadian itu. Dia membuat panggilan kehormatan pada prokurator baru ini. Festus baru saja dilantik menjadi gubernur Yudea, dan raja bawahannya adalah seorang pria bernama Agripa. Dan Agripa baru saja tiba, untuk menjalin hubungan baik. Dan kedatangan Agripa sangat tepat untuk membantu Festus dalam usahanya untuk menemukan suatu tuduhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Festus tahu bahwa alasannya dia tidak dapat menyelesaikan hal ini, adalah karena itu urusan orang Yahudi. Dan ketika Agripa, Raja Yahudi, tiba, dia pikir ini adalah seorang pria yang mampu menyelesaikan kekacauan ini. <b>Ayat 13</b>, “Tidak beberapa lama kemudian, Raja Agripa dan Bernike datang ke Kaisarea untuk mengucapkan selamat kepada Festus.” Agripa dan Festus mengadakan sesi tukar pikiran ini untuk menentukan apa yang akan mereka lakukan dengan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini hanya panggilan kehormatan saja. Festus adalah atasan Agripa. Meskipun dia adalah Raja, dia hanyalah seorang raja bawahan. Dia adalah seperti Ratu Elizabeth terhadap Inggris. Pemerintah Romawi telah menundukkan semua otoritas Israel sendiri. Jadi, dia sebenarnya berorientasi pada Romawi dengan kesetiaan Romawi, meskipun dia orang Yahudi. Tetapi, sebagai Raja, dia bertanggung jawab atas pengangkatan Imam dan penyembahan Yahudi. Jadi, dia tahu semua hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Agripa adalah anak keluarga Herodes. Keluarga Herodian itu adalah keluarga Raja-raja, dan mereka memerintah pada zaman Perjanjian Baru. Sejak permulaan kita dapat melihat mereka, dari waktu Herodes Agung, terus sampai ke Herodes Agrippa II ini. Dia adalah raja terakhir dari keluarga Herodes. Nah Herodes Agrippa II ini adalah kakaknya Bernike sendiri, dan ini adalah salah satu hubungan yang paling buruk karena mereka hidup sumbang (incest). Bernike juga adalah adik perempuan Drusila, yang adalah istri Feliks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes Agripa II adalah putra Herodes Agripa I, yang memenggal kepala Yakobus dan memenjarakan Petrus. Dia adalah orangnya, dalam Kisah 12 yang memutuskan pada suatu hari bahwa dia mendirikan Hari Agripa di Kaisarea. Dia mengundang semua orang untuk datang dan dia membuat proklamasi. Dan semua orang berkata, oh betapa besar orang ini, ini adalah suara Allah dan bukan suara manusia. Dan dia senang sekali. Dan Malaikat Allah langsung menghukumnya dan dia dimakan cacing dan mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paman Herodes Agripa telah memenggal kepala Yohanes Pembaptis, dan kakek buyutnya, membunuh semua bayi di Betlehem. Jadi, itu benar-benar keluarga yang jahat. Dia hanya ingin membantu Roma. Dia tinggal di Roma, sampai ayahnya meninggal pada 44 AD. Claudius, Kaisar Roma ingin mengangkatnya kepada Kerajaan yang dimiliki ayahnya, tetapi dia terlalu muda - hanya berumur 17 tahun. Jadi, mereka menunggu sampai dia berumur 23, dan kemudian mereka memberinya sebagian dari wilayah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam Perang Yahudi, yang benar-benar membawa kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M, dia berusaha mencegah orang-orang Yahudi memberontak. Dia berusaha menjaga perdamaian. Dan bahkan ketika Vespasianus memindahkan pasukannya melawan Yerusalem, dia bergabung dengan tentara Romawi dan berperang melawan Yerusalem. Jadi, dia sebenarnya pengkhianat Yudaisme. Dia meninggal di Roma, raja terakhir dari Dinasti Herodes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Bernike adalah adiknya. Sejarawan Josephus, memberi tahu kita bahwa mereka hidup sumbang. Dan Bernike sering berselingkuh, dan kadang-kadang dia memiliki kekasih, tetapi dia selalu kembali karena kekasihnya meninggalkannya. Bahkan, putra Vespasianus, Titus, orang yang benar-benar menyebabkan kehancuran Yerusalem, menganggap Bernike itu sebagai kekasihnya. Tapi ketika dia membawanya kembali ke Roma, dia membuangnya, dan Bernike langsung kembali ke hidup incest dengan Agripa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Reputasi Agripa dalam hal-hal Yahudi sangat baik. Rasul Paulus mengakui dia sebagai "ahli" dalam Kisah 26:3. <b>Ayat 14-15</b>, “Setelah mereka berada beberapa hari di situ, Festus menerangkan perkara Paulus kepada Raja Agripa. Festus berkata, "Ada di sini seorang tahanan yang ditinggalkan oleh Feliks. 15 Waktu saya berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi mengajukan pengaduan mereka terhadap orang itu dan minta supaya saya menjatuhkan hukuman kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak menginginkan ada pengadilan. Implikasinya adalah, mereka hanya menginginkan eksekusi. <b>Ayat 16</b>, “Kepada mereka saya jawab, 'Bukan kebiasaan orang-orang Romawi untuk menyerahkan orang mana pun sebelum sang terdakwa bertemu dengan para penuduh muka-ke-muka, dan memiliki kesempatan untuk membela diri mengenai tuduhan terhadapnya.” Dia berkata kepada Agripa, "Saya mengatakan kepada mereka bahwa hukum Romawi melarang orang dieksekusi tanpa pengadilan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencoba memerasnya, tetapi dia tidak membiarkan mereka melakukan itu. Jadi dia berkata, "Kalian turun saja dan kita akan mengadakan persidangan resmi." <b>Ayat 17</b>, “Jadi, ketika mereka datang kemari tanpa penundaan, besoknya saya langsung mengadakan sidang pengadilan dan memerintahkan supaya orang itu dibawa menghadap.” <b>Ayat 18</b>, “Ketika para penuduh berdiri, mereka tidak mengajukan sesuatu kejahatan seperti yang saya duga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Festus mungkin sudah tahu apa yang telah dilakukan orang ini. Claudius Lysias tahu soalnya; masih ingat dia pikir Paulus adalah pemberontak dari Mesir. Tetapi ketika dia selidiki kasusnya dia berkata, "Saya menemukan bahwa tidak ada tuduhan apa pun juga seperti saya bayangkan." Fetus berkata, "Sekarang saya ada masalah. Orang ini tidak bersalah dalam masalah ini. Saya mewarisi dia dari Feliks. Saya tahu orang Yahudi ingin dia mati, tetapi saya tidak tahu apa kesalahannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Nah orang ini minta naik banding kepada Kaisar, dan aku harus mengirimnya ke Roma, tetapi aku tidak punya alasan untuk dilaporkan. Maukah kau membantu aku menyelesaikan masalah ini?" Dia akhirnya menyimpulkan, dalam <b>ayat 19</b>, "Satu-satunya hal yang saya ketahui adalah, mereka hanya berbeda pendapat mengenai agama mereka sendiri." Dia tidak mengerti Yudaisme. Dia mengatakan lebih lanjut, "Dan mengenai seseorang bernama Yesus yang telah mati, tetapi Paulus tegaskan bahwa orang itu hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisakah kamu percaya itu? Orang ini sudah gila. Kenapa mereka mengganggu dia? Saya tidak mengerti hal ini. Setiap orang Romawi yang pandai tahu bahwa orang tidak mungkin bangkit dari kematian. Tapi dia berkeliling menegaskan, 'Yesus hidup.' "Jadi bagaimana? Dia tidak mengerti implikasi dari kebangkitan itu karena dia tidak mengerti implikasi dari eksekusi Mesias. Dia tidak memahami kehidupan dan pekerjaan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan masalahnya selalu adalah kebangkitan itu. <b>Ayat 20</b>, “Dan karena saya bingung akan pertanyaan-pertanyaan macam itu, saya bertanya kepada Paulus apakah dia bersedia pergi ke Yerusalem dan dihakimi tentang hal-hal ini.” Sebenarnya orang-orang Yahudi menekannya untuk mencoba membawanya ke Yerusalem, karena mereka ingin menyergap dia di jalan. Tetapi di sini dia berkata, "Saya memutuskan untuk membawanya ke Yerusalem, supaya ada solusi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Tetapi ketika Paulus mengajukan naik banding untuk keputusan Agustus, saya memerintahkan supaya ia ditahan terus sampai saya ada kesempatan untuk mengirimnya kepada Kaisar.” Sekarang, saya ingin menjelaskan kata Agustus ini. Agustus itu bukan sebuah nama. Augustus sebenarnya adalah kata sifat. Kata dalam bahasa Yunani adalah 'sabastas', yang secara harfiah berasal dari akar kata beribadah. Dan siapakah Yang Terhormat itu? Kaisar Agustus pada waktu itu adalah Nero.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22,</b> "Agripa berkata kepada Festus, “Saya sendiri juga ingin mendengar orang itu. Besok Tuan dapat mendengarnya," jawab Festus. Ini mungkin salah satu adegan paling dramatis di seluruh Perjanjian Baru. <b>Ayat 23</b>, “Besoknya, Agripa dan Bernike datang dengan kemegahan besar. Mereka memasuki ruang sidang bersama-sama dengan para pembesar angkatan perang dan orang-orang terkemuka di kota itu. Atas perintah Festus, Paulus dibawa masuk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Dan Festus berkata, “Raja Agripa dan semua orang yang hadir di sini bersama kami, kalian melihat orang ini yang sudah diadukan kepada saya oleh seluruh bangsa Yahudi, baik di Yerusalem maupun di sini. Mereka menuntut dengan berteriak-teriak bahwa dia tidak patut dibiarkan hidup.” <b>Ayat 25</b>, “Tetapi saya tidak menemukan sesuatu pun yang sudah dilakukannya yang pantas dihukum dengan hukuman mati. Dan oleh sebab ia sendiri telah minta naik banding ke Agustus, saya memutuskan untuk mengirimnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26 -27</b>, “Saya tidak memiliki keterangan yang tegas mengenai dirinya untuk menulis surat kepada Kaisar. Itulah sebabnya saya menghadapkan dia kepada kalain, dan terutama kepadamu, Raja Agrippa, supaya setelah pemeriksaan ini ada tuduhan bagi saya untuk ditulis. 27 Karena menurut saya tidak masuk akal mengirim seorang tahanan tanpa menyatakan tuduhan-tuduhan terhadapnya.” Ini adalah orang yang jujur; dia berkata, "Saya tidak menemukan kesalahan tertentu untuk ditulis kepada Tuanku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Panggung sudah siap untuk Paulus berkhotbah. Segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan orang itu, dia membalikkan kepada penginjilan. Dan seluruh tempat itu penuh dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Dalam Perjanjian Baru saat kita baca tentang pertemuan gereja, mereka berdoa dan makan bersama, bersekutu dan mempelajari firman Allah. Tetapi mereka tidak pernah bertemu untuk menginjili, itu dilakukan saat keluar ke dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya Anda akan melihat betapa dramatis dan dinamisnya presentasi Paulus. Dia langsung membuka kedok dosa orang-orang itu dan dia mengritik Agripa. Dalam Kisah 26:1, kita melihat awal dari kesaksian Paulus. Kami telah melihat konsultasi dan keadaan, dan sekarang di sini dia mulai khotbah itu. Kita perlu memiliki pengetahuan tentang Firman Allah supaya siap memberi jawaban kepada orang-orang yang meminta kita untuk alasan ada harapan di dalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus adalah pelukis ulung dalam mengambil setiap kesempatan dan mengubahnya dimana diri-Nya sendiri adalah pusat. Seorang wanita di sumur membutuhkan air dan dia diberitahu bahwa Yesus adalah air kehidupan. Wanita itu dapat memiliki air sumur yang menjadi hidup yang kekal. Banyak orang membutuhkan makanan, dan Yesus memberi mereka makanan roti dan kemudian berbalik dan mengatakan, “Akulah roti hidup.” Sebuah kandilabra berada di tengah-tengah Bait Suci; Yesus masuk dan berkata, “Akulah terang dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imam Besar membawa kendi air dan menuangkan air dan mereka semua bersyukur kepada Allah untuk air itu dan Yesus berkata, "Aku adalah air kehidupan. Jika ada orang yang haus, biarkan dia datang kepada-Ku dan minum." Nah sekarang, Rasul Paulus berbicara. Sudah dua tahun dia berada di penjara kaisarea, dan semua yang bisa dibicarakannya hanya adalah Yesus Kristus. Bisakah kita menjadi seperti dia? Kembalilah minggu depan untuk mendengar apa yang Paulus katakan tentang Yesus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 May 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180513</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000003A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuatan Hidup yang Berdedikasi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000039"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+25:7-12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 25:7-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Tuhan adalah harta berharga ketika Anda menyadari kekayaan apa yang ada di sana, dan yang dapat ditemukan. Kami telah menemukan bahwa banyak harta terdalam dalam kitab Kisah Para Rasul itu berada di bawah permukaan. Sebagian besar doktrin dan prinsip-prinsip spiritual tersirat atau diilustrasikan. Contoh dari itu adalah bagian firman ini dengan banyak prinsip-prinsip, dan marilah kita belajar bagaimana Allah akan memelihara kita dengan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat dalam bagian ini kebencian orang-orang religius terhadap Kristus dan orang Kristen. Kita juga melihat kekuatan pengikat dari dosa yang diilustrasikan. Kemudian kita melihat bukti kuasa pemeliharaan Allah yang berdaulat; kemudian caranya dunia menganiaya. Kita juga melihat kehidupan Paulus yang tidak bersalah dan pengaruh kehidupan macam itu. Kita juga melihat terhadap Kekristenan ada pembebasan tuduhan dalam hal aktivitas politik atau kriminal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami melihat keberanian dari seorang Kristen yang berkomitmen. Kita lihat, bagaimana seorang Kristen harus bersikap terhadap pemerintahnya, dan juga bersikap terhadap penganiayaan. Akhirnya, kami melihat pengaruh dari satu kehidupan yang benar-benar berdedikasi. Ini adalah prinsip-prinsip yang luar biasa. Tak satu pun dari mereka baru. Semua dari hal-hal itu Roh Kudus hanya menempatkan dalam narasi ini di sini sebagai peringatan. Seperti Petrus berkata, “Aku tidak akan berhenti mengingatkan Anda dalam hal-hal ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti yang kita diskusikan terakhir kali, Kisah 25:1-5 adalah rencana pembunuhan. Rasul Paulus telah dituduh oleh orang-orang Yahudi dengan tiga hal. Pertama hasutan, yaitu, kejahatan terhadap Roma dimana dia adalah pemberontak. Kemudian sektarianisme, yaitu mengajar sekte agama sesat; dan akhirnya penistaan, yaitu menghujat Allah melalui penodaan Bait Suci. Tuduhan-tuduhan ini semuanya palsu dan tanpa bukti, namun mereka tetap menuduhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akibat itu, Paulus diadili di hadapan Feliks, sang gubernur. Feliks tahu bahwa Paulus tidak bersalah, tetapi dia tidak ingin mengecewakan orang-orang Yahudi yang ingin dia mati. Jadi Feliks menahannya di penjara selama dua tahun. Pada akhir dua tahun itu, Feliks diambil dari tugasnya dan ditarik kembali ke Roma. Saat Kisah 25 dibuka, Festus tiba di Kaisarea untuk mengambil alih tanggung jawabnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia datang ke Yerusalem, kemudian di ayat 2 orang-orang Yahudi minta untuk membawa Paulus ke Yerusalem di mana mereka merencanakan untuk menyergap dan membunuhnya. Festus tidak tahu itu tetapi menjawab dalam ayat 4 bahwa Paulus harus menetap di Kaisarea, dan dia sendiri akan berangkat sebentar lagi ke sana. Jika kalian ingin menuduh sesuatu melawan orang itu, lakukanlah itu di Kaisarea. <b>Penganiayaan melawan Kekristenan seringkali berasal dari agama-agama palsu.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan, yang menyamar sebagai malaikat terang dan merancang semua sistem agama palsu, tentu saja bertentangan dengan agama Kristen. Sepanjang kitab Kisah Para Rasul itu adalah orang-orang Yahudi, para agamawan, yang menganiaya Kristus. Dan ketika saya mengatakan Kristus, itu berarti Yesus Kristus ketika Dia hidup, dan mereka yang mengajarkan apa yang Dia ajarkan dan percaya kepada-Nya sebagai Mesias mereka. Semua sistem kepercayaan lain melanjutkan penganiayaan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya saat penganiayaan Romawi terjadi adalah ketika itu adalah masalah agama. Setan membawa semua orang yang tidak percaya ke dalam sistem-sistem agama palsu dan mereka menentang kebenaran. Itulah sebabnya gerakan oikumene benar-benar bodoh. Satu-satunya cara mereka bisa bersatu adalah jika agama Kristen dijalankan oleh Setan, karena ia menjalankan Yudaisme dan Islam. Kekristenan sejati adalah sebuah teguran terhadap semua agama lain di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, "Dia yang tidak bersama saya menentang saya." Jika Kekristenan adalah Yesus Kristus, dan apa pun juga selain Kekristenan bertentangan dengan-Nya, tidak akan ada persekutuan. Sepanjang sejarah, para agamawan itu yang telah menganiaya kebenaran. Kembalilah ke sejarah Israel, dan Anda akan menemukan bahwa masalah terbesar yang pernah dialami Israel adalah masalah para penyembah berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami selalu berdiri terisolasi. Itulah identitas kami, karena semua sistem agama di dunia menentang Kristus. Anda berkata, "Mereka tampaknya tidak." Itulah idenya. Mereka diam-diam membawa ajaran palsu yang merusak. Itu tidak selalu jelas; caranya halus. Beberapa agama sangat anti-Kristus, beberapa agama secara halus anti-Kristus dengan menjadi pro-Yesus secara etis dan tidak lebih dari itu, tentu tidak pro-Yesus sebagai Allah dalam daging manusia, Juruselamat dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip kedua adalah <b>kekuatan mengikat dosa</b>. Sudah dua tahun sejak para pemimpin agama ini harus berurusan dengan Paulus. Kita berpikir bahwa dalam dua tahun, mereka akan melupakan pria ini. Tetapi ketika dua tahun sudah habis, dan Festus, gubernur baru tiba, hal pertama yang mereka katakan kepada orang ini di ayat 2 adalah tentang Paulus. Kebencian benar-benar mendorong mereka sampai dalam sekali, lalu kebencian itu menetap. Itulah karakter dosa: itu mengikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Yohanes 8:30-32, “Sesudah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Kemudian Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, "Kalau kalian hidup menurut ajaran-Ku, kalian sungguh-sungguh pengikut-Ku, 32 maka kalian akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskan kalian.” Yesus berkata, “Aku senang kalian percaya, tetapi bukti dari iman yang benar adalah jika kalian melanjutkan itu. Dan jika kalian melanjutkan dalam Firman saya, kalian benar-benar selamat, dan kebenaran itu akan membebaskan kalian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menyiratkan bahwa mereka tidak bebas. Mereka adalah budak. Tentu saja, mereka tidak suka itu. Mereka berkata, "Kami adalah keturunan Abraham.” Mereka pikir bahwa karena mereka orang Yahudi, itu berarti mereka benar-benar bebas. Mereka mengatakan, "Kami tidak pernah terikat siapa pun juga." Bagaimana dengan orang Mesir, orang Babel? Sudahkah kalian melupakan Media-Persia, Suriah, Yunani, dan Romawi? "Yah, kita membicarakan hal rohani."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menjawab mereka di ayat 34, “Sungguh benar kata-Ku ini, kata Yesus kepada mereka, orang yang berbuat dosa adalah budak dosa.” Mereka adalah budak. Dosa adalah perbudakan. Dosa itu mengikat. Satu-satunya cara kalian bisa berhenti menjadi budak adalah kematian. Kita perlu menyadari bahwa ketika Anda disalibkan bersama Yesus Kristus, seperti yang dikatakan Roma 6, Anda mati di dalam Dia, Anda dibebaskan dari maut, dan menjadi budak Tuhan yang baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip ketiga yang kita lihat dalam bagian ini adalah <b>kuasa pemeliharaan Allah</b>. Terlepas dari apa yang kelihatannya merupakan kejadian biasa saja, Allah sedang mengatur semua hal. "Hay Festus, mengapa kau tidak membawa Paul ke Jerusalem? Kami ingin melanjutkan kasusnya," Katanya, "Tidak." Itu aneh. Daripada mengatakan iya, dia mengatakan tidak, dan tidak ada alasan untuk mengatakan tidak, selain dari fakta bahwa Allah mengontrol segalanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya merasa damai ketika mengetahui bahwa Allah memegang kendali. Ratapan 3: 37-38, “Siapakah Dia yang berbicara dan itu langsung terjadi, ketika Tuhan tidak memerintahkannya? 38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi kesulitan dan kesejahteraan itu berlangsung?” Tidak ada yang terjadi untuk kebaikan atau kejahatan kecuali itu diizinkan oleh Allah. Festus tidak tahu hal itu, tetapi dia hanya bergerak mengikuti jadwal waktu ilahi. Kebenaran adalah bahwa Allah mengontrol nasib setiap orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekarang kita melihat <b>rencana pembunuhan</b>, kemudian cara <b>tuduhan itu disampaikan</b> di <b>ayat 6 -7</b>, “Sesudah dia tinggal di antara mereka lebih dari sepuluh hari, Festus kembali ke Kaisarea. Dan hari berikutnya, sambil duduk di kursi pengadilan, dia memerintahkan supaya Paulus dibawa menghadap. 7 Ketika dia datang, orang Yahudi yang telah turun dari Yerusalem berdiri di sana dan mengajukan banyak tuduhan berat terhadap Paulus, yang tidak dapat mereka buktikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengajukan banyak tuduhan dan keluhan. Kami menemukan di sini prinsip lain yaitu: <b>dunia menganiaya secara keliru</b> dan demi Kristus. Dengarkan kata-kata Yesus dalam Matius 5:11, "Berbahagialah kalau kalian dicela dan dianiaya, dan kalian difitnah demi Aku.” Dengan kata lain, mereka tidak membenci kalian, mereka membenci Kristus. Bukan kalian mereka membenci, Kekristenan itu dibenci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip berikutnya, <b>pengaruh kehidupan yang tidak bersalah itu sangat kuat</b>. 1 Petrus 3:14, “Tetapi sekalipun kalian harus menderita karena melakukan hal-hal demi kebenaran, kalian diberkati! Janganlah takut dengan ancaman mereka, dan jangan khawatir.” Jika Anda menderita karena berdosa, itu adalah hal lain. Tetapi jika kalian menderita demi kebenaran, jika kalian menjalani hidup yang saleh dan tiba-tiba kalian dituduh mengikuti Kristus, kalian diberkati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15-16, “Tetapi sucikanlah Tuhan Allah di dalam hatimu, dan selalu siap untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang menanyakan mengenai harapan yang kalian miliki, dengan lemah lembut dan hormat. 16 Dengan memiliki hati nurani yang baik, supaya kalau kalian difitnah karena kalian hidup dengan baik sebagai pengikut Kristus, maka orang yang memfitnah itu menjadi malu sendiri.” Jagalah dirimu, jagalah perkataan Anda, dan pastikanlah pikiran Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan bukanlah sebuah revolusi, itu bukan ancaman politik, itu adalah hubungan pribadi dengan Allah yang hidup, dan dunia tidak perlu takut kepada Kekristenan. Allah telah menetapkan itu di dalam Firman-Nya. Jadi setiap kali ada pengadilan orang Kristen dalam Kisah Para Rasul, orang Kristen itu dibebaskan. Jadi mengapa orang Romawi mulai menganiaya mereka? Yah, orang-orang Romawi telah bekerja lama dan sulit untuk menemukan suatu faktor pemersatu negara yang sanggup menarik semua orang menjadi satu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang mereka putuskan adalah penyembahan Kaisar. Mereka menetapkan Kaisar sebagai dewa dan menuntut agar semua orang menyembah kaisar itu. Setahun sekali, setiap penduduk Kekaisaran Romawi harus mengambil sedikit dupa, membakarnya untuk Kaisar, dan kemudian secara umum menyatakan, "Kaisar adalah tuhan." Setelah itu, dia bebas menyembah dewa manapun yang diinginkannya, tetapi dia harus percaya dulu pada dewa Kaisar dan menyatakan hal itu secara lisan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa tidak ada orang Kristen yang akan melakukan itu. Keselamatan adalah mengakui Yesus sebagai Tuhan. Itu adalah kesaksian orang percaya. Dan karena itu penganiayaan dimulai. Sekarang ingatlah penganiayaan itu bukan politis, itu agama. Mereka kemudian menganiaya orang-orang Kristen karena ketidaksetiaan agama. Selalu agama palsu yang memimpin penganiayaan terhadap kebenaran. Saat itulah kemartiran dimulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Seorang Kristen adalah warga teladan</b>; orang Kristen itu adalah seseorang yang menyesuaikan dirinya dengan pemerintah demi kepentingan hati nuraninya sendiri, serta demi apa yang akan dilakukan Allah kepadanya jika dia tidak. 1 Petrus 2:12 mengatakan, “Kelakuanmu di antara orang bukan Yahudi haruslah sangat baik, sehingga apabila mereka memfitnah kalian sebagai orang jahat, mereka toh harus mengakui perbuatanmu yang baik, sehingga mereka akan memuji Allah pada hari kedatangan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kisah 25: 8</b> mengatakan, “Dalam pembelaannya, Paulus berkata, "Saya tidak melakukan sesuatu pun yang salah terhadap hukum Musa atau terhadap Rumah Tuhan ataupun terhadap Kaisar Roma.” Dia tidak melakukan hal-hal ini. Itulah akhir dari kasusnya. Anda tidak membawa kasus ke pengadilan dan berkata, "Dia melakukan ini dan itu," dan hakim meminta bukti dan Anda berkata, "Tidak ada bukti. Saya hanya mengatakan dia melakukannya.” Tidak ada kasus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Tetapi Festus mau mengambil hati orang Yahudi. Maka ia bertanya kepada Paulus, "Maukah engkau pergi ke Yerusalem untuk diadili di sana di depan saya mengenai tuduhan-tuduhan itu?” Kedengarannya seperti kompromi. Mereka ingin agar Paulus pergi ke Yerusalem dan mereka sebagai Sanhedrin akan menghakiminya. Tidak, kata Festus, kami akan pergi ke Yerusalem karena mereka menginginkan itu, tetapi saya akan menjadi hakim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat ini, Paul sedikit kesal. Dia menunjukkannya dalam <b>ayat 10</b>, “Jadi Paulus menjawab, "Saya sedang berdiri di hadapan mahkamah Kaisar Roma; dan di tempat itulah saya harus diadili. Tuan sendiri tahu bahwa saya tidak bersalah terhadap orang Yahudi.” Nah Festus tahu dia tidak melakukannya. Dalam ayat 18, ketika Festus berbicara dengan Agrippa, dia berkata, “Ketika para penuduh berdiri, mereka tidak membawa tuduhan terhadapnya seperti yang saya duga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Kalau saya sudah melanggar hukum dan melakukan sesuatu yang patut dihukum dengan hukuman mati, saya rela mati. Tetapi kalau tuduhan-tuduhan mereka tidak benar, tidak seorang pun boleh menyerahkan saya kepada mereka. Saya minta diadili di pengadilan Kaisar!” Dia berkata, “Bukan kematian yang saya hindari; keadilan yang saya inginkan. Saya tahu hukum Romawi, dan jika saya tidak melakukan apa pun, tidak ada alasan untuk menyerahkan saya kepada mereka." Itu keberanian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Saya minta diadili Kaisar” bukan hanya sebuah komentar biasa saja; itu adalah permintaan naik banding resmi. Ini membawa kita kepada naik banding yang diajukan. Faktanya adalah bahwa, naik banding bisa diberikan sebelum atau sesudah keputusan pengadilan yang lebih rendah. Rasul Paulus hanya perlu mengatakan, "Ad Caesar emprovoco" dan kasus itu berakhir di tempat itu dan dipindahkan ke Roma. Ini adalah salah satu hak warga negara Romawi, dan itulah yang dilakukan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minta naik banding kepada Kaisar sebenarnya tidak bagus ketika Anda mempertimbangkan siapakah Kaisar itu. Nero adalah orang yang tidak bermoral. Dia membunuh Brittanicus, putra dan pewaris kaisar Claudius. Dia membunuh ibunya, Agrippina, untuk menyenangkan kekasihnya, Poppaea, yang adalah istri orang lain. Dia membakar Roma dan marah pada Poppaea dan membunuhnya dengan menendang perutnya ketika dia hamil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia ingin menikahi saudari angkatnya, Antonius, tetapi dia menolak permintaannya itu sehingga dia membunuhnya. Dia menikahi Messalina setelah dia membunuh suaminya, dan dia menghabiskan karirnya dengan membunuh semua warga terbaik di Roma karena dia tidak tahan melihat orang baik. Akhirnya, dia melakukan hal yang paling cerdas dan dia membunuh dirinya, yang membebaskan semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam prinsip ini, kita melihat <b>keberanian seorang Kristen yang berkomitmen</b>. Rasul Paulus berdiri dan melakukan dua hal yang berani. Dia menegur langsung gubernur Yudea, Festus. Kemudian dia menempatkan dirinya di tangan seorang maniak. Keberanian itu lahir dari keyakinan pada Allah. Saya tahu bahwa dia percaya bahwa Allah dapat mengesampingkan Festus dan Allah dapat membatalkan Nero, dan atas dasar itu, dia berani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b>, “Sesudah berunding dengan penasihat-penasihatnya, Festus berkata, "Engkau minta diadili di pengadilan Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar.” Dia bisa melakukan ini dua tahun sebelumnya, dia bisa mengajukan naik banding. Tetapi Paulus telah mununjukkan kepada kita di sini pola yang harus diikuti oleh orang percaya. Kita harus menempatkan diri kita di tangan pemerintah, karena pemerintah adalah lembaga Tuhan. Jika Anda melawan pemerintah, Anda melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus, dengan sikapnya, memisahkan Kekristenan dari Yudaisme dengan cara lain juga. Orang-orang Yahudi secara fanatik adalah anti-Romawi; Paulus menjelaskan bahwa kekristenan dan sikap merendahkan diri pada pemerintah dan otoritas berjalan bersamaan. Pemerintah sipil, di tangan siapa pun juga, adalah lembaga ilahi yang harus dipatuhi; meskipun Nero bertahta, ketika Paul mengatakan ini. Marilah kita juga menempatkan diri kita ke dalam tangan Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 May 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180506</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000039</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus diadili Festus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000002B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+25:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 25:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami datang ke Kisah 25, dan kami memeriksa tahun-tahun terakhir kehidupan Paulus, yang diluangkan sebagai seorang tahanan. Pertama di Yerusalem, kemudian di Kaisarea, dan akhirnya di Roma, pada saat mana dia dieksekusi. Sejauh kita tahu dia telah menyelesaikan perjalanan misinya. Meskipun dalam penahanannya di Roma, dia sanggup melakukan sedikit pekerjaan misi. Roh Kudus memberitahu kita, cobaan dan pembelaan rasul Paulus selama periode ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa dari Kisah 21 sampai Kisah 28 kita dipenuhi dengan berbagai pembelaan yang dibuat Paulus di hadapan berbagai pengadilan dan kursi penghakiman manusia? Tidak ada gereja yang didirikan, tidak ada pekerjaan misionaris yang hebat dimulai. Tidak ada doktrin yang diajarkan dalam bagian Firman kita malam ini, atau di seluruh Kisah 25. Tetapi untuk sebagian besar, itu hanyalah narasi historis yang menjadi khas dalam kitab Kisah Para Rasul ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami telah mencapai titik strategis dalam kehidupan Paulus. Pertama, dia dikerumuni di Yerusalem; mereka mencoba membunuhnya. Kemudian orang-orang Romawi menyelamatkannya dan dia memberikan tahap pertama pembelaannya kepada orang Yahudi. Kemudian orang-orang Romawi memutuskan bahwa mereka akan membawanya ke Sanhedrin dan mencobanya di sana. Dia memberikan pembelaannya yang kedua di sana dan membiarkan mereka dalam kekacauan. Setelah itu, orang-orang Romawi membawanya ke Kaisarea dan mengadili dia di hadapan Feliks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sana dia memberikan pembelaan yang ketiga. Dan sekarang Roh Kudus menuntun kita ke dalam Kisah 25. Dan hal yang sama terjadi lagi - Paulus diperhadapkan kepada Festus, gubernur Yudea berikutnya dan dia memberikan pembelaannya yang keempat. Dan dia melakukan hal yang sama lagi dalam Kisah Para Rasul 26 di hadapan raja Agrippa. Berkali-kali rasul terlihat membela diri dalam pengadilannya. Ketika kita melihat bagian firman ini, kita akan melihat beberapa prinsip ilahi yang tersembunyi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melihat beberapa prinsip yang penting yang tersembunyi di bagian ini. Tetapi itu tidak membuat mereka kurang penting. Pertama, <b>kekuatan kesaksian Kristen yang tidak bersalah</b>. Setiap kali Paulus diadili di depan pengadilan dunia, dia selalu ditentukan tidak bersalah. Ketidakbersalahan itu berdiri sebagai teguran yang luar biasa atas dosa mereka sendiri. Dan kita dapat melihat kekuatan dan pengaruh dari kehidupan yang tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kita melihat <b>kebencian orang-orang beragama terhadap agama Kristen</b>. Permusuhan yang paling besar di dunia terhadap Kekristenan datang dari agama-agama lain. Alasannya adalah bahwa Setan adalah penguasa dari semua agama lain ini. Setan sedang berperang melawan Allah Tritunggal kita. Dan kebenarannya adalah bahwa apa yang terjadi sekarang di masyarakat kita di mana peperangan antara konservatisme dan liberalisme sedang berjalan, adalah sebenarnya sama dengan peperangan rohani waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara historis, penganiayaan Kekristenan terbesar datang dari orang beragama. Apakah itu Yudaisme, yang sekarang sama seperti penyembahan berhala apa pun di luar Kristus, atau apakah itu adalah pemujaan Kaisar. Itu selalu seperti topeng pemujaan yang menutupi wajah penganiayaan. Jangan harap orang beragama menjadi toleran; karena Setan adalah kepala agama mereka dan dia selalu berperang melawan Kristus dan Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal lain yang kita lihat di sini adalah <b>kekuatan dosa untuk mengikat</b>. Pernahkah Anda perhatikan bahwa ketika seseorang mulai berbuat dosa dan menjadi tawanan dosa itu, kebiasaan dosa itu hampir tidak bisa dipecahkan? Itulah maksud Paulus ketika dia membicarakan menjadi budak dosa. Dan kita melihat bagaimana <b>orang Kristen yang dipenuhi Roh, selalu menciptakan masalah</b> di dunia, karena dunia selalu bertentangan dengan apa yang Kristus melakukan dalam kehidupan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip lain yang kita lihat di sini adalah <b>keberanian orang Kristen yang berkomitmen</b>. Salah satu kebajikan yang hilang bagi banyak orang Kristen, adalah keberanian itu. Keberanian adalah sisi luar dari iman yang ada di dalam. Keberanian hanyalah menegaskan iman saya; jika saya benar-benar percaya Allah, saya akan maju terus. Keberanian adalah tanggapan iman, dan kita lihat di sini keberanian Paulus yang luar biasa. Maksudku, dia melakukan hal-hal yang menunjukkan keberanian karena dia percaya Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu kritik Kekristenan mula-mula adalah bahwa itu adalah aktivisme politik, dengan orientasi penggulingan politik. Dalam Kisah Para Rasul, Roh Kudus mencatat semua cobaan orang Kristen di hadapan dunia Romawi karena hasilnya mereka selalu tidak bersalah. Gereja tidak bersalah atas aktivitas politik untuk menggulingkan pemerintah mana pun. Sayangnya, sebagian dari Kekristenan telah menjadi politik. Ini adalah pencemaran Yesus Kristus sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip lain adalah <b>kuasa kehidupan yang berkomitmen total</b>. Kami bertanya-tanya, apakah yang bisa dilakukan oleh satu orang. Jika Anda melihat Paulus cukup lama, Anda akan melihat apa yang dapat dilakukan oleh satu orang. Dia mempengaruhi semua orang. Dari manusia sederhana di jalan sampai ke istana Roma, dia menunjukkan dampak dari kehidupan yang benar-benar berdedikasi. Prinsip lain yang akan kita lihat adalah prinsip <b>kuasa pemeliharaan Allah</b>, di mana Allah mengatur semua keadaan untuk mencapai hasil yang Dia inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketika kita melihat teks dalam Kisah 25, dua belas ayat pertama berhubungan dengan Paulus sebelum Festus. Kita akan mempertimbangkan dua belas yang pertama sebagai satu dimana mereka berurusan dengan Paulus sebelum Festus. Nah Feliks telah dipanggil kembali ke Roma. Dia telah terpojok, oleh orang Yahudi. Dia begitu janggal dan telah membuat kekacauan, sampai seluruh Yudea sedang gempar. Kerusuhan terjadi di mana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memutuskan sudah waktunya untuk menyingkirkan Feliks, jadi Roma memanggilnya kembali secara tidak hormat pada tahun 59 S.M. dan menggantikannya dengan seseorang bernama Porcius Festus. Itu diceritakan dalam Kisah 24:27, “Setelah dua tahun,” itu berarti dua tahun Paulus dipenjarakan di sana, “Porcius Festus datang ke istana Feliks.” Feliks meninggalkan Paulus sebagai seorang tahanan, meskipun dia tidak pernah dituduh apa pun, karena ia ingin menenangkan orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Festus mewarisi bukan hanya masalah politik Feliks, tetapi juga tahanan Feliks, yaitu Paulus. Para sejarawan tidak memberi tahu kami banyak tentang Festus selain dari mengatakan, untuk sebagian besar, dia adalah administrator yang baik. Yosefus, yang mungkin adalah sejarawan yang paling tahu tentang periode itu, menyatakan bahwa Festus lebih baik daripada Feliks dan lebih baik daripada Albinus. Albinus adalah gubernur setelah Festus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Festus bukan penunda seperti Feliks. Dia adalah orang yang berurusan dengan hal-hal secepat mungkin, dan kita akan melihat itu di dalam Kisah 25. Yang pertama adalah: pembunuhan direncanakan. Poin kedua adalah tuduhan dikemukakan. Jadi ketika kita sampai pada ayat 1-5, kita melihat rencana pembunuhan terhadap rasul Paulus sedang berlangsung. Karena ketidakmampuan Feliks; dia meninggalkan warisan kebencian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 1</b>, “Tiga hari sesudah Festus sampai di daerah itu, ia pergi dari Kaisarea ke Yerusalem.” Mereka telah mengambil alih istana Herodes dan mengubahnya menjadi markas Romawi, di mana gubernur tinggal dan dari mana ia memerintah. Setelah tiga hari di Kaisarea, dia mengakui kebutuhan untuk pergi ke Yerusalem. Jadi dia pergi ke Yerusalem. Hal pertama yang harus dilakukannya adalah menenangkan penduduk Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia perlu mengenal imam besar, Sanhedrin, dewan Yahudi itu; dan dia harus mempelajari adat istiadat dan politik yang ada dalam situasi ini. Dia tahu kontak-kontak ini penting. Feliks sebelum Festus takut melakukan apa yang benar dengan Paulus, karena jika dia melakukannya, orang-orang Yahudi akan marah. Ini bukan hal baru bagi orang Roma; mereka takut sejarah terulang kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama 400 tahun di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Israel sebagian besar didominasi oleh Yunani. Mereka diperintah oleh Antiokhus Epifanes yang berarti Antiokhus Yang Agung. Dan selama periode itu seseorang bernama Judas Maccabeus memulai sebuah revolusi. Jadi setiap gubernur Romawi khawatir. Jadi Festus pergi ke Yerusalem untuk mengerjakan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2</b>, “Lalu imam-imam besar dan pemimpin-pemimpin Yahudi memberitahukannya tentang Paulus; dan mereka mengajukan petisi kepadanya.” Hal pertama yang mereka katakan kepada gubernur baru ini adalah tentang Paulus. Dua tahun telah berlalu dan tetap, hal pertama yang mereka bicarakan dengan orang ini adalah tentang Paulus. <b>Ayat 3</b>, “supaya atas kebaikan hatinya kepada mereka, ia mau menyuruh orang membawa Paulus ke Yerusalem; sebab mereka sudah sepakat untuk membunuh dia di tengah jalan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak menginginkan keadilan; mereka hanya menginginkan bantuan, "Supaya Festus itu mengirim Paulus ke Yerusalem.” Mereka sebenarnya mencoba memanfaatkan orang baru ini. Dia hanya tahu bahwa Feliks mengacaukan keadaan dan dia ingin menenangkan orang Yahudi. Mereka siap untuk menjebaknya pada permulaannya. Jika dia memang mengeksekusi Paulus, mereka dapat minta agar dia harus diganti karena dia telah mengeksekusi orang yang tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paul telah dipenjarakan selama dua tahun dan dia tidak melakukan apa pun; tetapi mereka benar-benar ketakutan ada orang yang mengkhotbahkan Kristus. Di sini Anda melihat kebencian orang-orang religius. Mereka mengaku mencintai Allah, tetapi mereka memikir pembunuhan di pikiran mereka. Perjuangan sesungguhnya bukanlah antara semua agama palsu. Sistem-sisttem palsu semua berperang melawan kebenaran Kekristenan. Alasan orang-orang benci kebenaran adalah karena mereka berada di dalam sistem Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya mereka membenci Paulus bukan karena dia memang orang seperti itu. Tidak, dia menjalani seluruh hidupnya, sebelum pertobatannya, sebagai orang Yahudi, dan mereka mengasihinya. Tetapi setelah dia diidentifikasikan dengan Yesus Kristus, mereka langsung membencinya, bukan karena dia tetapi demi Kristus. Penganiayaan terbesar terhadap kebenaran berasal dari doktrin palsu dan guru-guru palsu yang memfitnah kita. Kebencian setan berlanjut terus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda melihat dunia sebagai sistem Setan yang jahat, jangan hanya berpikir tentang kejahatan, imoralitas dan peperangan. Ketika Anda memikirkan dunia ini, pikirkanlah terutama tentang agama. Itulah puncak pengembangan sistem Setan, karena dia adalah malaikat terang dan para pelayannya adalah malaikat terang, 2 Korintus memberi tahukan itu kepada kita. Kebencian terhadap Yesus Kristus tidak berasal dari ateisme, itu datang dari Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua sistem agama mengklaim mengenal Allah, tetapi faktanya adalah, mereka tidak mengenal Allah. Itulah sebabnya mengapa mereka membenci Kristus dan semua orang yang mengikuti-Nya. Apakah dosa terbesar? Lihatlah Yohanes 16: 9, "Karena mereka tidak percaya kepada-Ku.” Yesus mengatakan, jika saya tidak pernah datang dan memperhadapkan mereka, saya tidak akan pernah membuka kebenaran bahwa mereka bukan orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang berbahaya untuk menjalani kehidupan saleh dalam sistem yang tidak beriman. Kami adalah hati nurani dunia. Apakah Anda tahu seperti apakah dunia ini tanpa hati nurani? Lihatlah Tribulasi. Hati nurani diambil dalam pengangkatan dan semua yang buruk dari neraka keluar. Prinsip kedua adalah kekuatan dari kehidupan saleh untuk menegur dunia yang tidak bertuhan. Mari saya memberi Anda prinsip ketiga: dosa itu memperbudak. Bayangkan selama dua tahun mereka dipengaruhi kebencian terus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke Kejadian 4 dan lihat bagaimana kebencian mempengaruhi Kain. Lihatlah Esau dan lihatlah kebencian menggerakkan seseorang sepanjang hidupnya. Pergilah kepada putra-putra Yakub dan temukan kebencian apa dilakukan terhadap Yusuf dan hasilnya. Carilah orang bernama Saul dan lihatlah apakah hasilnya. Dia membenci Daud, dan itu mengantarnya ke tempat di mana dia bunuh diri. Bacalah Ester dan temukan bagaimana kebencian menggerakkan seseorang bernama Haman untuk digantung di tiangnya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar ketika Alkitab mengatakan bahwa satu-satunya yang dapat mematahkan kuasa dosa adalah Yesus Kristus. Mereka yang membenci tiba-tiba bisa mencintai. Lihatlah <b>ayat 4-5</b> sekarang, “Tetapi Festus menjawab, "Paulus sedang ditahan di Kaisarea; dan saya sendiri pun tidak lama lagi akan kembali ke sana. 5 Jadi, biarlah orang-orang terkemuka di antara kalian pergi bersama-sama saya ke Kaisarea dan memperkarakan dia di sana, kalau memang ia sudah melakukan sesuatu kesalahan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa dia menolak mereka? Melihat semua faktor manusia, itu semua menyebabkan Festus akan membawa Paulus ke Yerusalem. Jadi mengapa dia tidak melakukannya? Dia tidak melakukannya karena kuasa pemeliharaan Allah. Siapa yang benar-benar menjalankan segalanya? Festus? Tidak, Allah memerintah. Tahukah Anda bahwa Allah menetapkan sikap dan tindakan manusia untuk mewujudkan tujuan-Nya sendiri? Tahukah Anda bahwa, bahkan di pemerintahan, apakah Anda tahu siapakah yang sebenarnya menentukan pemilihan umum terakhir? Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berkata, "Oh, dunia in semakin buruk! Inilah yang mengerikan: politik, kebencian, obat-obatan, semuanya kacau!" Tahukah Anda? Allah selalu bekerja, puji Tuhan! Bukankah menyenangkan melihat Dia pergi ke mana Dia ingin pergi? Saya tidak pernah khawatir tentang hal politik; Saya tidak pernah khawatir tentang ekonomi; Saya tidak pernah khawatir tentang peperangan dan apa yang akan terjadi karena saya percaya Allah, dan Allah sedang menjalankan dan mengendalikan semuanya itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah 2:22-23, dikatakan, “Orang-orang Israel, dengarkanlah apa yang saya katakan ini: Yesus dari Nazaret itu sudah diberi tugas oleh Allah di antara kamu melalui mukjizat dan keajaiban serta tanda-tanda, yang Allah lakukan di tengah-tengah kalian, seperti semuanya saudara sendiri sudah tahu. 23 Dia diadili ….. Pilatus.” Apakah itu yang dikatakan? Tidak. “Dia diadili oleh tujuan dan pengetahuan sebelumnya dari Allah.” Siapakah yang menjalankannya? Allah. Dan Allah selalu memiliki tujuan tertentu!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya menunjukkan kepada Anda ilustrasi dalam Kejadian 45:7-8. Anda ingat saudara-saudara Yusuf menjualnya ke dalam perbudakan? Mereka menjualnya ke kafilah yang pergi ke Mesir, dan ia berakhir dengan Potifar, kemudian Firaun, dan kemudian menjadi seorang penguasa. Saudara-saudaranya datang, dan Yusuf berbicara dengan mereka. Lihatlah apa yang dia katakan. "Allah mengirim saya sebelum kalian untuk memelihara kalian di bumi, dan untuk menyelamatkan hidup kalian dengan pembebasan yang besar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapa yang benar-benar membawa Yusuf ke Mesir? Bukan saudara-saudaranya, tetapi Allah. Tahukah Anda apa yang akan terjadi jika Yusuf tidak pernah ke Mesir? Semua saudara lelakinya pasti mati dalam kelaparan yang datang dan keturunan Mesianik itu lenyap. Jadi Allah melindungi keluarga itu. Jadi Allah mengirim Yusuf, terlebih dahulu, ke Mesir untuk memastikan bahwa ketika kelaparan datang, Yusuf membuat Mesir penuh dengan gandum tambahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah kuasa pemeliharaan-Nya. Itulah Allah menggunakan keadaan alami untuk mempengaruhi keinginan supranatural-Nya. Apakah Anda tahu siapa yang menjalankan politik Amerika Serikat, di belakang layar, untuk mempengaruhi kehendak-Nya sendiri bahkan melalui kejahatan manusia? Allah. "Yang paling tinggi di kerajaan manusia, memberikan itu kepada siapa pun yang Dia mau." Anda mungkin tidak mengerti apa yang dilakukan Allah, tetapi Anda dapat mempercayai-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan itu disampaikan dalam <b>ayat 6-7</b>, “Setelah tinggal delapan atau sepuluh hari bersama mereka, Festus kembali ke Kaisarea. Keesokan harinya dia mengadakan sidang pengadilan dan memerintahkan supaya Paulus dibawa ke hadapannya. 7 Ketika Paulus tiba, orang-orang Yahudi yang telah datang dari Yerusalem berdiri di sekelilingnya. Mereka mengajukan banyak tuduhan serius terhadapnya, tetapi mereka tidak dapat membuktikannya.” Semoga Allah menggunakan prinsip-prinsip ini untuk berbicara kepada hati Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Apr 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180415</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000002B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menunda Komitmen]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000024"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+24:17-27" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 24:17-27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lebih lanjut pada Kisah 24. Feliks adalah seseorang yang memiliki kesempatan besar untuk diselamatkan tetapi menundaannya dan kehilangannya. Kami di gereja kami, mementingkan mempelajari Firman Allah dan memeriksa setiap ayat. Karena 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Seluruh Kitab Suci diberikan oleh ilham Allah dan bermanfaat.” Jadi kita harap Roh Allah akan mengajar hati kita dari bagian Alkitab ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berhubungan dengan lelaki Feliks ini, yang adalah gubernur Romawi yang ditugaskan ke Yudea. Rasul Paulus diadili di hadapannya. Paulus telah dituduh melakukan kejahatan tertentu, namun semuanya adalah tuduhan palsu. Mereka diciptakan oleh beberapa pemimpin Yahudi yang ingin membunuh Paulus karena ia merupakan ancaman terhadap keamanan teologis mereka. Jadi kasus itu akhirnya dibawa ke gubernur Yudea, bernama Feliks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tidak hanya melihat Paulus dan teladan hidupnya, kita juga melihat Allah bekerja. Ini berkaitan dengan aspek hukum dalam persidangan, dan juga aspek pribadi Feliks. Hanya sedikit orang pernah memiliki hak istimewa dimana Rasul Paulus tinggal di rumah mereka selama dua tahun. Dengan semua kecerdasan Paulus, dan semua yang Allah dapat lakukan melalui dia, dan berdasarkan semua yang Feliks dengar dan bisa melihat, seharusnya dia membuat keputusan yang tepat. Tapi dia malah menolaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga bagian dari persidangan: penuntutan, pembelaan, dan keputusan atau vonis. Penuntutan itu dibicarakan dalam Kisah Para Rasul 24: 1-9, orang-orang Yahudi menuduh Paulus tentang tiga hal: Pertama, ia adalah pemberontak yang menggerakkan orang Yahudi melawan Roma, itu tidak benar. Kedua ia dituduh sektarianisme, ia adalah seorang penghujat agama yang menjadi anggota orang Nasrani. Ketiga, dia dituduh mencemari bait suci melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua tuduhan terhadap Paulus itu salah. Tetapi Paulus sudah tahu ini akan terjadi. Sepanjang sejarah gereja, kita belajar bukan hanya secara alkitabiah tetapi secara historis, bahwa orang Kristen yang menjalani kehidupan suci di dunia Iblis ini akan selalu menghadapi tuduhan-tuduhan palsu. Matius 10:16 mengatakan, "Lihatlah, Aku mengutus kamu keluar sebagai domba di tengah-tengah serigala." Yesus berkata ketika kita mulai menghadapi dunia dengan kebenaran, pasti akan ada permusuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10: 17-18 mengatakan juga, "Tetapi waspadalah terhadap manusia." Masalah terbesar Anda adalah manusia. Dia tidak mengatakan, "Waspadalah terhadap Setan." Kita tahu bahwa Setan sedang bekerja di belakang layar. "Waspadalah terhadap pria, karena mereka akan menyerahkan Anda ke dewan dan menyiksa Anda di sinagoga mereka, 18 dan Anda akan dibawa ke hadapan para gubernur dan raja-raja demi Aku, sebagai kesaksian kepada mereka dan orang-orang bukan Yahudi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19-20, “Tetapi ketika mereka membawa kalian untuk diadili, jangan khawatir tentang bagaimana atau apa kalian harus katakan. Sebab apa yang kalian harus katakan itu, akan diberitahukan kepadamu pada waktunya. 20 karena yang berbicara pada waktu itu bukanlah kalian, melainkan Roh Bapamu yang berbicara melalui kalian.” Itu adalah janji ilham ilahi, dan itu adalah milik para rasul. Dengan kata lain, Dia akan mengingatkan para penulis Injil secara akurat, semua yang dikatakan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22, "Kalian akan dibenci semua karena nama-Ku." Perhatikan alasan untuk permusuhan ini bukan karena orang itu adalah orang jahat; itulah karena Yesus Kristus. Jadi karena Setan mengendalikan dunia, dan karena dia sangat menentang Kristus, sistem yang menganiaya orang percaya sebenarnya menganiaya Kristus. "Kamu akan menderita demi nama-Ku. Karena kebencian untuk Aku, mereka juga akan membenci kalian."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, Yesus berkata dalam ayat 26, "Janganlah takut kepada mereka, karena tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan diungkapkan, dan yang dirahasiakan yang tidak akan dibongkar.” Dengan kata lain, jangan takut berita palsu, karena akan ada waktu ketika penghakiman akan terjadi dan penghargaan yang layak akan diberikan dan kita akan tahu kebenaran siapa yang berhak mendapat hadiah dan siapa yang tidak. Jangan takut, Allah akan membuat segalanya benar pada akhirnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27, "Apa pun yang terjadi dalam kegelapan akan terungkap dalam terang, apa pun yang Anda dengar secara rahasia, Anda berbicara dengan berani. Apa yang telah Anda dengar di telinga Anda, Anda berteriak dari atap rumah karena, pada akhirnya, Allah akan membenarkan dan memberi hadiah.” Ayat 28. "Jangan takut kepada mereka yang membunuh tubuhmu, tetapi takutlah akan Allah yang sanggup membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tahu segalanya dengan segera. Apa pun yang ada, Dia tahu. Dia tidak menghitung dan Dia tidak menemukan kebenaran; Dia memiliki pengetahuan instan tentang segala sesuatu bahkan sebelum itu terjadi. Nah, kita harus tahu akan ada masalah dan percaya bahwa Allah tetap akan memelihara kita. Kalian harus bersedia untuk membayar harga itu. Jangan heran jika kalian akan mendapatkan tuduhan palsu. Setan menyerang Kristus melalui orang-orang yang menyebut diri mereka orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 6:22 mengatakan, "Berbahagialah kalian ketika dibenci, dan ketika mereka mengucilkan kalian, dan menghina kalian, dan memfitnah kalian, demi Anak Manusia.” Apakah kalian pernah diasingkan, dikucilkan? “Dan ketika mereka mengkritik kalian, berbicara jahat tentang kalian. Dia berkata, "Ketika semua itu terjadi, kalian diberkati, demi Anak Manusia." Mereka melakukannya karena mereka membenci Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah pembelaan di Kisah 24. Paulus, setelah mendengar tuduhan palsu mereka tentang penghasutan, sektarianisme, dan penistaan terhadapnya, memutuskan untuk menjawabnya ketika dia diminta oleh Feliks dalam ayat 10. Dia menjawab pada mulanya atas tuduhan hasutan. Ayat 11 mengatakan, saya tidak melakukan apa pun untuk menyebabkan revolusi politik. Baru 12 hari sejak saya tiba, dan tujuh hari saya berada di bait suci untuk pemurnian dan lima hari di antaranya saya ada disini di Kaisarea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, ketika saya di Bait Suci, mereka tidak menemukan saya berselisih dengan siapa pun, saya tidak menghasut orang banyak di sinagog atau di kota. 13 Mereka juga tidak dapat membuktikan hal-hal yang sekarang mereka tuduhkan kepada saya.” Perspektif dunia selalu terbalik. Mereka menuduh Paulus, tetapi orang yang seharusnya dituduh adalah Feliks, karena korupsinya. Dan orang-orang Yahudi, pada gilirannya, untuk korupsi mereka juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 14, ia menjawab tuduhan kedua, bahwa ia mempraktekkan agama palsu. Ia berkata, “Tetapi ini aku akui kepadamu, bahwa menurut Jalan yang mereka sebut sekte, maka aku menyembah Allah nenek moyang kami, mempercayai segala hal yang tertulis di dalam Hukum dan di dalam para Nabi.” Saya menyembah menurut ke Kristenan. Namun pada dasarnya, saya menganggap diri saya, seorang Yahudi tulen. Saya menyembah Allah nenek moyang saya, dan percaya Hukum Taurat dan Para Nabi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Aku berharap kepada Allah, sama seperti mereka, bahwa akan ada kebangkitan orang mati, baik orang benar dan yang tidak benar.” Dengan kata lain, “Aku berkomitmen pada fakta-fakta Yudaisme seluruhnya. Merekalah yang agamanya salah.” Implikasinya adalah bahwa mereka tidak menyembah Allah yang benar; mereka tidak percaya semua hal dalam Hukum dan Para Nabi, dan mereka tidak percaya ada kebangkitan. Jadi Paulus mendakwa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan ketiga adalah penghujatan. Mereka menuduh Paulus mencemarkan bait suci dan menghujat Allah. Dia menjawabnya dalam ayat 17 tetapi perhatikanlah ayat 16, “Itulah sebabnya, saya sendiri selalu berusaha supaya hati nurani saya bersih terhadap Allah dan manusia.” Saya memiliki hati nurani yang bersih; Saya tidak menciptakan kerusuhan, saya tidak mengikuti agama palsu, dan saya tidak menghujat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia menjawab dalam <b>ayat 17</b>, “Sekarang setelah bertahun-tahun saya datang membawa bantuan uang dan persembahan kepada bangsa saya.” Dia menjelaskan motivasinya. Itu bukan untuk menghujat Allah. Saya datang hanya untuk membawa sedekah ke bangsaku.” Sedekah berarti uang untuk orang yang membutuhkannya. Ingat bahwa dia telah mengumpulkan uang itu dari semua orang Kristen non Yahudi, dan dia membawanya untuk diberikan kepada orang Kristen Yahudi sebagai tanda kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b> mengatakan, "Ketika itu ada orang Yahudi tertentu dari Asia," Asia Kecil, sebuah provinsi Romawi di mana Paulus telah berkhotbah di Efesus selama tiga tahun, "menemukan saya, sedang dimurnikan di Bait Suci, tanpa ada orang banyak maupun keributan.” Percayalah, jika dia telah melakukan apa yang mereka tuduhkan padanya, yaitu membawa seorang non Yahudi ke dalam bagian dalam, pasti akan terjadi keributan. Jadi mereka menyerang dia dan mencoba membunuhnya di tempat itu. Mereka membenci Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19-20</b> mengatakan, “Merekalah seharusnya ada di sini untuk mengajukan pengaduan mereka kepada Tuan. 20 Atau biarlah orang-orang ini sendiri mengemukakan kejahatan apa yang mereka dapati pada saya ketika saya dihadapkan pada Mahkamah Agama.” Dengan kata lain, “Jika memang ada keributan di sana, kalian harus mendapatkan beberapa orang yang ada dalam kerumitan itu untuk datang ke sini dan memberi kesaksian. Jadi di mana saksi-saksi kalian?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya hal yang dapat mereka temukan, dalam <b>ayat 21</b>, “Mereka dapati hanya kalimat yang satu ini saja yang saya ucapkan di hadapan mereka, yaitu kalimat: Saya diadili hari ini oleh sebab saya percaya bahwa orang-orang mati akan dihidupkan kembali.” Satu-satunya hal yang dapat mereka tuduhkan adalah membuat masalah dari kebangkitan. Tentu saja, ini hanya diskusi teologis, tidak ada masalah untuk pengadilan. Dan Feliks tahu hal ini, karena dia telah menerima surat yang menjelaskannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Claudius Lysias, telah mengirim surat ini yang berkata, "Feliks, orang ini tidak melakukan satu hal pun yang melanggar hukum. Itu hanya masalah teologis di antara orang Yahudi.” Apa yang dikatakan Paulus dalam memberikan kesaksiannya adalah, "Aku memiliki hati nurani yang bersih. Hidupku tidak bercacat." Matius 10:16 mengatakan, “waspadalah seperti ular dan tulus hati seperti burung merpati.” Maka Anda adalah teguran bagi semua orang yang akan menuduh Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi itu adalah penuntutan dan pembelaan. Satu-satunya yang perlu adalah keputusan, atau vonis. Itu bagian ketiga. Apakah satu-satunya keputusan yang mungkin bisa diberikan? Tidak bersalah. Tidak ada saksi-saksi, benar? Sidang pendahuluan yang diadakan di Sanhedrin Yahudi tidak memiliki kesimpulan sama sekali, dan satu-satunya yang terlibat dalam semuanya adalah masalah teologis. Apa akan dilakukan Feliks? Dia tahu bahwa orang Yahudi telah bersumpah palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Feliks takut. Apa yang dia takutkan? Yah, dia sedang memiliki seorang warga negara Romawi, dan warga negara Romawi ini memiliki hak tertentu, tetapi ada masalah lain yang lebih buruk. Banyak orang Yahudi perlu diurus dan mereka sangat marah, yang dapat menyebabkan ada revolusi. Masih ingat Pilatus? Alasan mengapa Pilatus akhirnya mengizinkan Yesus untuk disalibkan adalah karena dia ingin menenangkan orang Yahudi karena dia takut dia akan kehilangan pekerjaan-nya jika dia tidak dapat memerintah dengan baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Tetapi ketika Feliks mendengar hal-hal ini dia menunda proses pengadilan itu, karena dia memiliki pengetahuan yang lebih akurat tentang Jalan, dan berkata, “Ketika Lysias sang komandan kembali, saya akan membuat keputusan atas kasus Anda.” Lysias lebih tahu tentang Kekristenan daripada para penuduh itu. Namun Feliks, sebenarnya memiliki pengetahuan Jalan yang lebih sempurna, dan tahu apa yang seharusnya dia lakukan. Tapi dia menunda keputusannya secara permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Lalu ia memerintahkan perwira yang bertanggung jawab atas Paulus itu supaya tetap menahan Paulus, tetapi dengan memberi sedikit kebebasan kepadanya dan mengizinkan kawan-kawannya memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” Sejarah pengadilan Paulus sebelum Feliks berakhir di situ. Ini adalah catatan persidangan, catatan seorang pria di hadapan seorang hakim kafir, yang dituduh oleh para penuduh Yahudi, tetapi tidak bersalah. Paulus adalah orang kudus, dan mereka tidak dapat menemukan kesalahan apa pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita melihat Allah dalam bagian ini, selain dari Paulus? Kami tidak tahu tentang khotbah apa pun yang dia khotbahkan atau apa pun yang dia tulis disitu. Ini mungkin waktu cuti. Dia sudah lama dikejar habis-habisan. Dia butuh istirahat. Di samping itu, ia telah mencapai banyak hal dalam masa hidupnya dan ia bekerja sangat cepat, ia mungkin hanya akan hidup beberapa tahun lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat Feliks dalam <b>ayat 24</b>, “Dan setelah beberapa hari, ketika Feliks datang dengan istrinya, Drusilla, yang adalah orang Yahudi, dia menyuruh orang mengambil Paulus dan mendengarnya mengenai kepercayaannya kepada Kristus.” Feliks mungkin telah denganr tentang Kekristenan melalui Drusilla. Jika, memang faktanya, dia adalah putri Herodes Agrippa dari Perjanjian Baru, maka dia akan tahu banyak tentang permulaan Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memberinya isi Injil. Dia mengatakan kepadanya bahwa Yesus adalah Allah, yang lahir dari seorang perawan, yang menjalani kehidupan yang ajaib, mati di kayu salib untuk pembebasan dari dosa, dan bangkit pada hari ketiga dari kematian. <b>Ayat 25</b>, “Tetapi ketika Paulus meneruskan pembicaraannya tentang kejujuran dan tahan nafsu dan tentang hukuman pada Hari Kiamat, Feliks menjadi takut lalu berkata, "Engkau boleh pergi sekarang. Saya akan memanggil engkau lagi kalau ada kesempatan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang harus menanggapi. Itu adalah Injil, kalian harus menyesuaikan diri atau dihukum. Paulus berbicara dengan Feliks tentang dosanya, dan bahwa hidupnya tidak sesuai dengan standar Allah. Dan akhirnya penghakiman akan datang. Ini adalah pola umum untuk penginjilan; satu-ke-satu. Kemudian Anda harus berkata, "Tetapi karena Anda tidak dapat hidup sesuai standar itu, Yesus Kristus mengambil hukuman Anda, dan membayar hukuman Anda, dan menawarkan kepada Anda kebenaran-Nya melalui iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi apa yang terjadi? Ketika Anda terus melawan, hatimu menjadi semakin keras. Suatu kebiasaan dimulai sebagai benang perak kecil yang dapat dipecahkan seorang anak, dan segera menjadi tali yang tidak dapat diputuskan oleh raksasa. Paulus berkata di 2 Korintus 6:2, “sekarang inilah waktu yang diperkenankan. Sekarang inilah hari untuk diselamatkan!” Yesaya 55:6, “Kembalilah kepada Tuhan selama masih dapat; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.” Penolakan adalah orang yang mengatakan, "Aku datang nanti," tetapi dia tidak pernah datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26</b>, “Sementara itu Feliks berharap akan mendapat uang dari Paulus. Itu sebabnya ia berkali-kali menyuruh orang mengambil Paulus untuk berbicara dengan dia.” Feliks ingin disuap. 1 Timotius 6:10 mengatakan, “Sebab cinta uang adalah akar segala jenis kejahatan." Dia mungkin berpikir bahwa Paulus membawa banyak uang ke Yerusalem, jadi mungkin dia masih ada uang sisa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Setelah dua tahun, Perkius Festus menggantikan Feliks sebagai gubernur. Dan karena Feliks mau mengambil hati orang-orang Yahudi, ia membiarkan Paulus di dalam penjara.” Feliks digantikan karena ada kerusuhan besar di Kaisarea dan Feliks memakai kekerasan besar sedemikian rupa sehingga orang Yahudi berhasil menggantikannya dari Roma. Dia menyerahkan Paulus kepada Festus, dan kita akan lihat nanti apa yang Festus coba melakukan dengannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada beberapa dari kalian yang berpikir tentang menerima Yesus Kristus tetapi Anda belum pernah melakukannya. Anda telah berkata, "Saya akan melakukannya suatu hari nanti. Ketika saya ada waktu." Tetapi Anda tidak pernah memiliki waktu dan Anda terpengaruh tipu daya dosa untuk berpikir bahwa akan ada waktu nanti. Jangan mengeraskan hatimu. Datanglah selagi Anda masih memiliki kesempatan untuk menerima Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180408</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000024</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus telah Bangkit]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000021"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:1-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 20 adalah tentang kebangkitan Tuhan Yesus kita. Segalanya mulai dari sekarang adalah tentang Kristus yang bangkit. Kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya fitur Kekristenan, itu adalah peristiwa utama, itu adalah titik penebusan. Tujuan Allah dalam menciptakan dan menebus umat-Nya adalah untuk mengangkat mereka ke kemuliaan kekal sehingga mereka dapat menyembah-Nya untuk selamanya. Dan kebangkitan untuk kemuliaan kekal tidak hanya dalam roh yang dimuliakan, tetapi juga di dalam tubuh yang dimuliakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan kita dijamin oleh kuasa Allah, kuasa Kristus yang ditunjukkan dalam kebangkitan-Nya. Karena Dia hidup, kita akan hidup. Karena Allah puas dengan pengorbanan yang diberikan Kristus untuk dosa-dosa umat-Nya, Allah membangkitkan Dia dari kematian, mengesahkan pekerjaan-Nya di kayu salib. Allah mengatakan, “Aku puas,” dan Kristus naik ke kemuliaan kekal, dan duduk di sebelah kanan Allah untuk membawa mereka semua ke dalam kemuliaan kekal dalam tubuh yang dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan itu adalah peristiwa terbesar dalam sejarah penebusan, atau dalam sejarah manusia. Ini adalah ekspresi yang paling signifikan dari kuasa Allah atas nama orang percaya. Itu adalah janji Injil. Kita diselamatkan untuk dibangkitkan dari kematian, dan kita pergi ke surga untuk selamanya dalam bentuk yang dibangkitkan itu. Tujuan keselamatan adalah orang yang dibangkitkan. Karena Kristus menaklukkan maut, karena Ia menaklukkan dosa, kita akan dibangkitkan untuk tinggal bersama-Nya selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat penulis Injil mencatat sejarah kebangkitan sebenarnya. Kesaksian gabungan dari Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah gambaran kebangkitan yang penuh, terungkap dan terilhami. Ada beberapa hal yang menarik untuk diperhatikan. Tidak ada orang yang melihat kebangkitan itu. Yang perlu kita lihat adalah Orang yang sudah mati sekarang hidup dan ada banyak saksi-saksi. Dan kita adalah saksi juga, karena Kristus hidup di dalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada penulis Alkitab yang mencoba menjelaskan kebangkitan, karena tidak ada penjelasan yang masuk akal. Ini adalah mukjizat supranatural seperti semua mukjizat lain yang dilakukan oleh Tuhan kita. Anda memiliki seluruh kisah penciptaan tentang alam semesta dalam satu bab. Dalam Kejadian 1, Anda benar-benar mulai dari kehampaan sampai seluruh alam semesta terbentuk dalam enam hari. Faktanya dinyatakan dan hasilnya jelas, tetapi dalam Alkitab tidak ada penjelasan diberikan untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah keajaiban yang kreatif. Anda tidak dapat mempelajari penciptaan dari perspektif ilmiah yang rasional, yang dapat diamati; Anda hanya dapat menerima pernyataan ajaib yang diberikan Sang Pencipta kepada kita. Kita tidak tahu apapun tentang bagaimana Allah menciptakan seluruhnya; tetapi kita tahu itu memang ada, dan Dia memberi tahu kita bahwa Dia melakukannya dalam enam hari. Dan Dia adalah Allah yang dapat melakukan apa saja, kita tidak mempertanyakan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu bagaimana semua mukjizat Yesus terjadi. Tidak ada cara untuk mendiagnosisnya atau memahaminya secara manusiawi. Dan kita tidak memiliki penjelasan tentang kebangkitan. Itu terjadi seperti semua mukjizat terjadi. Itu terjadi karena Allah menghendaki hal itu terjadi, dan dengan kekuatan supranatural-Nya itu terjadi. Bagaimana itu terjadi tidak masalah; bahwa hal-hal itu terjadi penting sekali dan ada saksi mata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh, ada banyak bukti yang diberikan dalam Alkitab. Ada kuburan kosong, yang merupakan indikasi yang cukup bagus. Ada kesaksian malaikat, langsung dari surga; dan ada saksi mata. Semua itu dijelaskan dalam Yohanes 20 untuk kita. Ketika kita sampai pada catatannya dan ketika kita membahas ini, kita akan menambahkan sedikit dari Matius, Markus, dan Lukas pada titik-titik strategis untuk membantu Anda mendapatkan gambaran keseluruhan yang lebih baik</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes ingin kita melihat kemuliaan Kristus, bahkan di dalam kematian-Nya. Dan dia menunjukkan kepada kita kemuliaan Kristus, karena dia menunjukkan kepada kita bahwa Yesus secara harfiah bertanggung jawab atas kematian-Nya sendiri. Dan kemudian Dia bertanggung jawab atas penguburan-Nya sendiri. Dan Dia bertanggung jawab atas kebangkitan-Nya sendiri. Ini semua menunjukkan kepada kita “bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah,” supaya kita dapat percaya itu, dan dengan percaya “memiliki hidup yang kekal di dalam nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama berjanji bahwa Mesias akan bangkit. Mazmur 16: “Sebab Engkau tidak membiarkan Aku mati, dan Engkau juga tidak akan membiarkan Yang setia melihat pembusukan. Engkau menunjukkan jalan kehidupan kepada Aku.” Yesaya 53: “Ia akan dibunuh,” tetapi Ia akan dihidupkan kembali. “Dia akan melihat keturunan-Nya,” dan Dia akan dimuliakan dan diagungkan untuk selamanya. Yesus berjanji Dia akan bangkit. Matius 26:61 mengatakan, “Hancurkan tubuh ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya lagi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata dalam Roma 10: 9-10, “Jika saudara mengaku bahwa Yesus itu Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian, maka saudara akan diselamatkan.” Itu adalah inti dari Injil. Dan untuk menandakan bahwa secara berkelanjutan itu benar, hari Minggu, hari pertama dalam minggu itu, menjadi hari dimana gereja bertemu untuk beribadat, pada hari kebangkitan. Gereja telah melakukan itu sejak mereka bertemu dengan Yesus malam itu pada hari pertama minggu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah hari pertama, hari Minggu yang kita lihat dalam Yohanes 20: 1-10, “Pada hari pertama minggu itu, Maria Magdalena pergi ke makam lebih awal, ketika hari masih gelap, dan melihat bahwa batu itu telah digeser dari lubang kubur itu. 2 Kemudian dia berlari dan mendatangi Simon Petrus, dan kepada murid yang lain, yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, “Mereka telah mengambil Tuhan dari kubur, dan kita tidak tahu di mana mereka telah membaringkan Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3 Oleh karena itu, Petrus pergi keluar, bersama murid lainnya, dan pergi ke makam. 4 Maka mereka berdua berlari bersama, dan murid yang lain lebih cepat dari Petrus dan sampai lebih dulu di kuburan. 5 Dan dia, membungkuk dan melihat ke dalam, dan melihat kain kafan tergeletak di situ; namun dia tidak masuk. 6 Lalu Simon Petrus menyusul dari belakang, dan langsung masuk ke dalam kuburan itu; dan dia melihat kain kafan terletak di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">7 dan kain yang diikat pada kepala-Nya, tidak terbaring bersama kain lenan, tetapi dilipat di suatu tempat tersendiri. 8 Kemudian murid lainnya, yang lebih dahulu sampai ke kuburan, masuk juga; dan dia melihat dan percaya. 9 Karena sampai sekarang mereka belum mengerti Alkitab bahwa Ia harus bangkit kembali dari kematian. 10 Kemudian para murid itu pulang ke rumah mereka sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata Ia akan bangkit pada hari ketiga. Dia dimakamkan pada hari Jumat. Dia berada di kuburan beberapa jam pada hari Jumat sebelum matahari terbenam. Pada hari Sabtu Dia ada di sana sepanjang 24 jam. Dan pada hari Minggu Dia akan berada di sana sekitar 12 jam, karena hari-hari Yahudi mulai dari matahari terbenam ke matahari terbenam daripada matahari terbit sampai matahari terbit. Yesus berada di kuburan pada hari Jumat, sepanjang hari Sabtu dan sekitar 12 jam pada hari Minggu, yang dihitung oleh orang Yahudi sebagai tiga hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus mengatakan itu “sangat awal,” dan matahari telah terbit. Lukas mengatakan itu adalah “fajar awal.” Matius mengatakan “itu mulai fajar.” Yohanes mengatakan “ketika hari masih gelap.” Keutuhan Kitab Suci dipertahankan dalam kejujuran pernyataan-pernyataan ini. Jelas semuanya menempatkan kedatangan pada saat bersamaan. Matahari mungkin baru saja muncul di gurun timur. Tetapi gurun timur berada di belakang Bukit Zaitun, jadi kota itu masih dalam kegelapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah Yohanes yang mengatakan "itu masih gelap" ketika Maria Magdalena datang ke makam. Itu memberi tahu kita bahwa dia adalah yang pertama yang datang ke sana. Nah dia tidak pergi sendirian. Menurut Matius 27, Maria yang lain, Maria ibu Yakobus dan Yoses, ada bersamanya. Tapi dia tiba di sana lebih dulu, dia terburu-buru ke sana sebelum Mary yang lain itu. Nah bahkan ada wanita lain yang ikut juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wanita yang sama yang berada di kaki salib ada di sana pada hari Jumat ketika Jusuf dan Nikodemus menguburkan tubuh Yesus. Jadi mereka tidak pergi ke mana pun atau melakukan perjalanan ke mana saja pada hari Sabat. Dikatakan dalam Lukas 23:55, “Para wanita yang datang bersama Tuhan dari Galilea melihat kubur dan di mana tubuh itu diletakkan.” Sabat telah berakhir. Mereka sudah bangun pada pagi hari pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang mereka pikirkan adalah untuk kembali ke makam. Mereka mungkin berpikir, “Kami akan kembali dan mengurapi lagi tubuh Yesus.” Jadi Maria Magdalena datang lebih awal ke makam sementara keadaan “masih gelap,” tetapi cukup terang untuk “melihat batu itu sudah digulingkan dari makam.” Sekarang kita melihat makam kosong. Batu itu tidak terguling untuk membiarkan Yesus keluar. Itu digulingkan untuk membiarkan para saksi masuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus yang sudah bangkit tidak membutuhkan batu itu disingkirkan. Dia tidak membutuhkan pintu terbuka malam itu ketika Dia muncul kepada para rasul dan langsung masuk. Maria paling takut, ayat 2, jadi “dia berlari.” Dia berasumsi bahwa Yesus masih mati, tetapi diambil orang. Dan itulah tepat yang dikatakannya. Dia berlari "ke Simon Petrus dan murid lain itu," yang adalah Yohanes, dan berkata kepada mereka, "Mereka telah mengambil Tuhan dari kuburan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejutannya di sini adalah bukti nyata bahwa mereka tidak berencana untuk mencuri tubuh Yesus. Dia tidak mengharapkan ada kebangkitan. Dia bukan bagian dari rencana untuk memalsukan kebangkitan. Mereka tidak akan pernah melakukan itu dan kemudian pergi keluar dan berkhotbah dan mati sebagai martir untuk sesuatu yang mereka palsukan. Petrus dan Yohanes juga lari. “Petrus dan murid lainnya pergi keluar,” ayat 3, “dan datang ke makam. Keduanya berlari bersama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu, para wanita lainnya tiba. Dan pada waktu itu para malaikat menampakkan diri kepada mereka. Maria Magdalena tidak melihat malaikat itu. Sekarang tidak satu pun dari orang-orang ini tahu apa yang telah terjadi. Mereka tidak tahu bahwa Sanhedrin mendapatkan penjaga Romawi untuk menjaga makam, dan kemudian meletakkan segel Romawi di atas batu sehingga tidak ada yang dapat memalsukan kebangkitan itu. Mematahkan segel Romawi adalah pelanggaran hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 16:3-6, “Maria ibu Yakobus, dan Salome berkata satu sama lain, 'Siapa yang akan menggulingkan batu dari lubang kubur?'” Mereka melihat batu itu telah terguling, yang sangat besar. Waktu masuk ke dalam kuburan itu, mereka melihat seorang pria muda memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Malaikat itu berkata, “Jangan takut; kalian mencari Yesus orang Nazaret, yang telah disalibkan. Dia telah bangkit, Dia tidak ada di sini. Lihatlah tempat di mana mereka membaringkan Dia.” Jadi di sini ada kesaksian kedua dari malaikat surgawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga tidak tahu bahwa di malam Minggu, Allah telah mengirim gempa bumi lokal. Tetapi sebelum Dia mengirim gempa bumi, Dia membuat semua tentara itu mendapat semacam anestesi ilahi, sampai mereka semua tertidur. Dan kemudian terjadi gempa bumi, dan dengan gempa itu batu digulingkan. Matius 28: 1-4 menguraikan kejadian itu. Para prajurit tidak tahu apa telah terjadi. Dan para prajurit melarikan diri dari makam itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tahu mereka telah pergi, karena Maria Magdalena tidak pernah menyebut mereka ketika dia tiba di sana. Para wanita lain tidak pernah menyebut mereka ketika mereka sampai di sana. Petrus dan Yohanes tidak pernah menyebut mereka ketika mereka sampai di sana. Mereka terguncang oleh gempa bumi dan keluar dari koma ilahi mereka. Mereka tahu mereka telah gagal dalam tugas mereka, sehingga mereka langsung kembali ke Sanhedrin. Dan mereka adalah kesaksian kolektif bahwa tubuh itu tidak ada di sana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara kembali ke makam, Maria Magdalena berasumsi bahwa mungkin seseorang telah mencuri tubuh Yesus. Dia tidak memikirkan kebangkitan. Dia berlari ke Petrus dan Yohanes; mereka juga tidak memikirkan tentang kebangkitan. Keduanya “berlari bersama.” Yohanes ingin memberitahu bahwa dia lebih cepat daripada Petrus. Karena dia adalah penulis Injil ini dia berkata, “Murid yang lain berlari lebih cepat dari Petrus, dan datang ke kubur lebih dulu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga lebih ragu-ragu daripada Petrus, dan dia “membungkuk, melihat ke dalam, namun tidak masuk. Jadi Simon Petrus juga datang, mengikutinya, memasuki makam.” Petrus tidak malu. Keduanya telah “memasuki makam dan melihat kain lenan yang tergeletak di sana, dan kain pelapis yang ada di kepala-Nya, tidak terbaring dengan kain lenan, tetapi digulung di suatu tempat tersendiri. Jadi murid yang lain juga masuk, dan dia melihat dan percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini terdapat bukti dari sebuah kubur kosong: penjaga yang tidak ada; batu digulingkan; tubuh itu hilang; baju kuburan yang tertata rapi di tempatnya. Sekarang ingatlah bahwa mereka tidak membalsem, mereka membungkus tubuh itu seperti mumi. Dan dalam kasus Yesus, mereka memakai sekitar seratus pon berat bumbu. Dan kemudian mereka membungkus kepala dengan rempah-rempah juga. Jadi tubuhnya dibungkus, dan kepalanya dibungkus secara terpisah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah seandainya seseorang mencuri mayatnya, mereka tidak akan membukanya. Jauh lebih mudah untuk membawa tubuh yang dibungkus dan setidaknya berbau wajar daripada akan membuka mayat dan menyentuh daging itu. Tetapi jika itu terjadi, Anda tidak akan melihat kain lenan tergeletak di satu tempat di mana tubuh berada dan bungkusan kepala tergeletak di tempat lain di mana kepala berada. Yesus baru saja keluar melewati itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para rasul hampir semua, kecuali Yohanes, mati sebagai martir. Dan mereka mati karena mereka memberitakan Yesus yang disalibkan dan bangkit; dan jika mereka memalsukan kebangkitan-Nya, itu benar-benar hal yang paling bodoh yang pernah mereka lakukan. Bagaimana mereka bisa mempertahankan itu seumur hidup, dan mati sebagai martir karena penipuan? Para pemimpin Yahudi lebih takut bahwa Yesus akan bangkit daripada para murid.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 28. Para prajurit kembali ke Mahkamah Agung Yahudi untuk mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Dalam ayat 11, “Beberapa penjaga kembali ke kota Yerusalem dan melaporkan “kepada imam-imam kepala semua yang telah terjadi.” Menurut Anda, apa yang mereka katakan? “Kami tidak tahu apa yang terjadi. Kami semua ketiduran dan kemudian ada gempa bumi, dan batu itu berguling, dan tubuh itu hilang. Hanya itu saja yang kami tahu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12-13, “Ketika para imam kepala bertemu dengan para penatua dan menyusun rencana, mereka memberi para prajurit sejumlah besar uang, 13 memberi tahu mereka, “Kamu harus mengatakan, 'murid-murid-Nya datang pada malam hari dan mencuri mayat-Nya saat kami tertidur.” Bagaimana kalian tahu hal itu bahwa jika kalian tertidur? Ayat 14-15, “Jika laporan ini sampai kepada gubernur, kami akan memuaskannya dan kalian tidak mendapat kesulitan apa-apa.” 15 Maka para prajurit mengambil uang itu dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kisah ini telah banyak beredar di kalangan orang Yahudi sampai hari ini. “Gagasan pengkritik sepanjang sejarah bahwa para murid begitu berkomitmen pada kebangkitan Yesus sampai mereka memalsukannya, sepenuhnya bertentangan dengan kesaksian Alkitab. Mereka tidak sepenuhnya percaya sampai mereka melihat-Nya dan menyentuh-Nya. Kesaksian pertama kebangkitan Kristus adalah kubur yang kosong, yang kedua adalah deklarasi malaikat, dan yang ketiga adalah kesaksian dari para saksi mata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan adalah peristiwa dimana Allah mengesahkan pengorbanan Kristus. Semua pengorbanan hewan selama berabad-abad itu tidak pernah bisa menghapus dosa; tetapi satu korban Kristus menghapus dosa di pihak umat Allah yang percaya untuk selamanya. Dan Allah menunjukkan bahwa dengan kebangkitan Tuhan Yesus, dengan merobek tabir di bait suci, Dia mengakhiri sistem upacara dan sistem korban pada saat itu. Kristus adalah persembahan yang lengkap dan memuaskan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Apr 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180401</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000021</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hamba yang Berdaulat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000019"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Isaiah+53:10-12" target="_blank" class="imCssLink">Yesaya 53:10-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah bagian Alkitab yang tiada habisnya, baik karena kedalamannya maupun luasnya. Ini mungkin merupakan bukti terbesar dari inspirasi dan kepenulisan ilahi dari Kitab Suci. 700 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, itu mencatat rincian yang terjadi dalam inkarnasi-Nya, penghinaan-Nya, dan kemuliaan-Nya. Tema-nya adalah Hamba, yang dijanjikan oleh Allah untuk membawa keselamatan kepada umat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini juga merupakan nubuatan tentang Tuhan Yesus Kristus yang paling komprehensif di dalam Perjanjian Lama. Tetapi saya ingin memulai di Lukas 24 di mana kita menemukan Tuhan Yesus di jalan menuju Emaus. Dia telah disalibkan tetapi sekarang hari Minggu dan Dia hidup. Dia telah mati dan bangkit kembali. Dia sedang berjalan di jalan menuju ke Emaus dengan beberapa murid-Nya yang meratapi kenyataan bahwa Dia telah mati dan tidak memiliki pengetahuan tentang kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berbicara kepada mereka dalam Lukas 24:25, “Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Kalian memang bodoh! Terlalu lamban kalian untuk mempercayai semua yang sudah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Raja Penyelamat harus mengalami dahulu penderitaan itu, baru mencapai kemuliaan-Nya?" 27 Kemudian Yesus menerangkan kepada mereka apa yang tertulis di dalam seluruh Alkitab mengenai diri-Nya, mulai dari buku-buku Musa dan buku para nabi.” Para nabi Perjanjian Lama menyingkapkan bahwa Mesias akan menderita dan kemudian dimuliakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah bagian yang absen dari teologi mesianis Yahudi mereka. Mereka memiliki teologi kemuliaan bagi Mesias; tetapi mereka tidak memiliki teologi penderitaan. Dan ketika Yesus mengatakan ini, Dia telah menderita. Dengan pemeriksaan yang teliti terhadap semua literatur Yahudi dari masa lalu, tidak ada bukti bahwa mereka pernah percaya Mesias akan datang dan menderita, apalagi sebagai pengorbanan untuk dosa-dosa mereka. Mereka tidak tahu bahwa Yesus akan mati untuk dosa-dosa kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah unsur-unsur karya Mesias, dan kedua teologi itu meringkaskan seluruh presentasi Perjanjian Lama tentang Mesias. Anda akan menemukan dalam Perjanjian Lama di dalam Hukum Taurat, para Nabi, dan Tulisan Suci, bahwa ada pernyataan tentang penderitaan Mesias dan tentang penghinaan-Nya. Anda juga akan menemukan di seluruh Perjanjian Lama pernyataan tentang kemuliaan-Nya. Tetapi keduanya bersatu di dalam Yesaya 53:12.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah nubuatan mesianis yang paling lengkap di dalam Perjanjian Lama, 700 tahun sebelum Yesus datang, dan detail-detail itu diverifikasi dengan keakuratan mutlak berdasarkan sejarah. Apa yang kita ketahui dari hal ini adalah bahwa akan ada dua kedatangan Mesias. Kedatangan Pertama memiliki penderitaan, kematian, dan kebangkitan; Kedatangan Kedua memiliki peninggian dan kemuliaan. Pertama-tama Dia datang sebagai korban untuk dosa, dan kedua kalinya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keduanya disampaikan oleh nubuatan Perjanjian Lama. Mereka dijadikan satu di dalam Yesaya 53 dengan cara yang hampir sama dengan Perjanjian Baru, di mana kedua-duanya dengan jelas diberitakan dari Matius sampai ke Wahyu. Sekarang di dalam Yesaya 53: 10-12 kita bertemu dengan Yang diidentifikasikan di bagian Yesaya ini sebagai Hamba Yahweh, Hamba Tuhan, sang Mesias. Dan sekarang kita melihat Dia sebagai Hamba yang berdaulat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk memahami ini, kita perlu kembali ke Yesaya 52: 13-15 di mana Allah mengatakan, “Lihatlah, Hamba-Ku akan berhasil; Dia akan disanjung dan terangkat dan sangat ditinggikan. 14 Sama seperti banyak orang yang heran kepadamu, umat-Ku, demikian rupa-Nya dinodai lebih dari siapa pun dan bentuk-Nya dirusak lebih dari anak-anak manusia. 15 Dengan demikian banyak bangsa akan dikejutkan. Raja-raja akan menutup mulut mereka karena Dia sebab apa yang belum diberitahukan kepada mereka, mereka akan melihat dan apa yang mereka belum mendengar, mereka akan mengerti.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga kata kerja yang menggambarkan "Hamba-Ku" digunakan untuk menggambarkan Allah Sendiri dalam Yesaya 6. Dan Yohanes 12 mengatakan bahwa penglihatan dalam Yesaya 6 dari Allah yang tinggi dan diangkat dan duduk di atas takhta, adalah penglihatan Yesus Kristus. Jadi kita belajar bahwa Mesias di sini adalah sama seperti Allah, yaitu esensi Allah. Dia akan mengejutkan banyak bangsa. Dia benar-benar akan menutup mulut raja-raja, yang akan terpana melihat keagungan dan kemuliaan kehadiran-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka akan melihat dalam Dia hal-hal yang belum pernah mereka lihat dan mendengar dari-Nya hal-hal yang belum pernah mereka dengar. Ini semua cocok dengan teologi kemuliaan mesianis Yahudi. Dia adalah Allah. Dia ditinggikan. Dia berhasil dan Dia makmur. Itulah artinya kata kerja dalam ayat 13. Ia menaklukkan dunia. Dia menundukkan bangsa-bangsa. Dia mengatakan hal-hal dan melakukan hal-hal yang tidak pernah dikatakan dan tidak pernah dilakukan saat Ia menjalankan keagungan-Nya dan pemerintahan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada sesuatu yang mengherankan dalam ayat 14. Banyak yang akan tercengang karena tertulis bahwa penampilannya dirusak lebih dari siapa pun dan wujud-Nya dirusak melapaui kemiripan manusia. Dua kali itu mengidentifikasikan Dia sebagai manusia. Dia adalah Allah dalam ayat 13, dan Dia adalah manusia dalam ayat 14. Sebagai Allah, Dia sangat ditinggikan, dan sebagai manusia, Dia dirusak sedemikian rupa sehingga melampaui manusia lain, dan bentuk-Nya dirusak melampaui anak-anak manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah ini? Dan Allah Yahweh sedang berbicara. Inilah misteri yang pada awalnya mustahil terurai, bagaimana orang yang mulia ini pada saat yang sama dapat terluka, lebih rusak daripada manusia mana pun, dan akhirnya keluar dari keadaan itu, di ayat 15, dan dimuliakan. Yah, kita tahu apa artinya itu. Mesias akan direndahkan dan ditinggikan. Ini adalah Filipi 2, Dia merendahkan diri-Nya sendiri dan Allah sangat meninggikan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hamba yang menderita sesuai dengan tujuan Allah. Bahwa Dia akan datang dalam penghinaan dan Dia juga akan datang dalam permuliaan. Baik penghinaan-Nya dan pengagungan-Nya di sini dijanjikan oleh Allah. Ini adalah rencana Allah; ini adalah janji Allah; ini adalah kata-kata Allah. Hamba yang menderita, Mesias yang dinodai bukanlah korban, melainkan Anak Allah yang memang yang dipilih oleh Bapa, diberdayakan oleh Roh Kudus untuk penderitaan dan untuk kemuliaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu bisa terjadi? Nah, jawaban atas keanehan Yesaya 52: 13-15 adalah Yesaya 53. Itu menjelaskan penderitaan-Nya dan tujuannya, serta kemuliaan-Nya dan tujuannya. Jadi Yesaya 53 mengandung kebenaran yang paling penting yang pernah diberikan. Kabar baik tentang keselamatan bagi orang-orang berdosa dengan kematian Hamba Yahweh adalah satu-satunya pengorbanan yang dapat diterima untuk menghapus dosa dunia. Allah memulai dan mengakhiri nubuatan besar ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di antara deklarasi tujuan Allah dan penegasan dari tujuan itu, muncul Yesaya 53: 1-11. Di sini terdapat penolakan dan kebencian pada Hamba itu oleh generasi masa depan orang Yahudi. Mulai dari ayat 1, semua kata kerja ada dalam bentuk lampau, dan mereka melanjutkan dalam bentuk lampau. Itu berarti ini bukan prediksi sesuatu di masa depan; inilah prediksi sesuatu di masa lalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ini menggambarkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, yang ada di masa depan. Iya, tetapi orang-orang Yahudi yang membuat pengakuan ini melihat ke belakang dan menyadari bahwa mereka salah. Yesaya 53: 1-11 pada dasarnya adalah isi dari pengakuan Israel di masa depan ketika mereka melakukan apa yang dikatakan Zakharia 12:10, “Lihatlah Dia yang telah mereka tikam dan berkabung untuk Dia,” dan pengampunan dosa terbuka bagi mereka dan Israel diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji keselamatan masa depan Israel tercantum dalam Jeremiah 31, itu perjanjian baru. Dan itu diulangi di Yehezkiel 36: 22-29, di mana Dia menyelamatkan mereka dan memberi mereka hati yang baru dan memberi mereka Roh dan mengampuni dosa-dosa mereka dan menempatkan pengetahuan tentang diri-Nya di dalam mereka. Itu adalah janji keselamatan Israel di masa depan. Ini ditegaskan kembali dalam Zakharia 12:13. Dan semua itu ditegaskan oleh Paulus dalam Roma 11:25 - 27, “Maka seluruh Israel akan diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat itulah mereka akan berkata bahwa Dia ditikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita, didera, dihukum untuk kebaikan kita, dicambuk untuk kesembuhan kita. Allah Bapa menyebabkan kedurhakaan kita semua untuk jatuh kepada Anak Allah. Dia dituntun sebagai anak domba untuk disembelih. Ada keselamatan masa depan untuk bangsa Israel yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama dan ditegaskan kembali dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Calvin yang mengerjakan Alkitab Jenewa, menempatkan dalam catatan Roma 11 bagian ini, “Kebutaan orang Yahudi tidak begitu universal sehingga Tuhan tidak memiliki umat pilihan di negara itu. Dan juga tidak akan berjalan terus-menerus karena akan ada waktu dimana mereka juga akan merangkul secara efektif apa yang sekarang mereka dengan keras kepala menolak, yang sebagian besar telah nubuatkan para nabi.” Jadi semua orang teolog kemudian menegaskan keselamatan Israel di masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melakukan pengakuan ini sampai Yesaya 53:11, dan kemudian kata terakhir datang dari Allah. Dan Allah menegaskan pengakuan mereka di ayat 12. Dan itu adalah Allah yang mengatakan dalam ayat 11, "Iya, Hamba-Ku akan membenarkan banyak orang, Dia akan menanggung kesalahan mereka.” Ayat 12, "Dia mencurahkan diri-Nya sampai mati, di satukan dengan orang jahat, dan memikul dosa orang banyak, dan menjadi perantara bagi para pelanggar.” Itu adalah penegasan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hingga saat ini, ketentuan dan manfaat dari kematian Hamba ini telah dilihat dari perspektif manusia. Kalimat terakhir dari titik tengah ayat 11 hingga 12, akan bergeser, dan kita sekarang akan mendengar perspektif Allah. Inilah yang telah dilakukan Allah kepada Hamba-Nya. Mereka memiliki pemahaman soteriologis penuh tentang salib Kristus. Orang-orang Yahudi di generasi mendatang adalah mereka yang membuat pengakuan ini, dan mereka mengerti gambaran keseluruhannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini luar biasa karena ingatlah, ini adalah 700 tahun sebelum kedatangan Kristus, dan ini adalah kata-kata yang berasal dari orang Yahudi ribuan tahun setelah itu dan ini menunjukkan pemahaman yang lengkap tentang salib. Israel waktu itu tahu apakah kenyataannya. Ayat 10, mereka tahu bahwa Allah berkenan untuk menghancurkan Dia, menempatkan Dia dalam kesedihan jika Dia menjadikan diri-Nya sebagai pengorbanan kesalahan. Mereka memahami penebusan substitusi Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia melakukan hal terburuk yang mereka bisa lakukan, dan mereka senang melakukan itu. Tetapi di sini, Allah senang untuk menghancurkan Yesus. Manusia melakukan yang terburuk yang mereka dapat lakukan bagi Yang Tidak Berdosa, dan Allah melakukan yang terbaik yang Dia dapat lakukan bagi orang-orang berdosa. Yesus adalah Anak Domba Allah, dipilih menurut rencana Allah yang pasti; tujuan Allah telah menentukan bahwa Dia akan mati. Allah juga yang meletakkan pada-Nya keberdosaan kita semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini bukan kematian seorang martir, seperti yang dikatakan beberapa orang. Kesulitan fisik memang ada, apakah mereka dibakar di sebuah tiang, dibunuh dengan cara lain; tetapi jika Anda mempelajari sejarah para martir, Anda menemukan sesuatu yang cukup menarik. Sepanjang sejarah gereja, Anda dapat melihat bahwa para martir mati sambil bersaksi akan iman kepada Tuhan. Para martir mati dengan harapan di hati mereka. Para martir meninggal di bawah kenyamanan anugerah yang manis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian Tuhan kita tidak seperti itu. Mengapa? Karena Yesus tidak mati di bawah kasih karunia yang manis. Yesus mati di bawah teror Hukum Taurat yang tak kenal lelah dan tak pernah berhenti. Yesus mati di bawah murka ilahi tanpa dikurangi sedikitpun. Yesus mati merasakan neraka. “Ya Allah, Ya Allah, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Tidak ada orang percaya yang mati seperti itu. Namun setiap orang yang tidak percaya mati seperti itu. Setiap orang yang tidak percaya mati dengan mencicipi neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesenangan Allah dalam menghancurkan Anak-Nya dengan cara ini bukanlah di dalam penderitaan-Nya, tetapi di dalam tujuan-Nya. Itu bukan di dalam penderitaan-Nya; itu adalah di dalam penyelamatan-Nya. Secara harfiah dalam bahasa Ibrani, Dia menjadikan diri-Nya korban kesalahan, karena Dia akan mati untuk menyelamatkan orang berdosa. Tetapi rasa sakit dan penderitaan itu diperlukan. Dia harus mati di bawah realitas hukum dan murka ilahi sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi memahaminya sebagai persembahan kesalahan. Mengapa Roh Kudus memasukkan kata-kata itu dalam Yesaya? Menurut Imamat ada lima persembahan yang diberikan orang Yahudi, waktu mereka masih ada sistem pengorbanan. Ada persembahan bakaran, persembahan gandum, persembahan perdamaian, persembahan dosa dan persembahan kesalahan. Tiga dari mereka adalah pengorbanan. Dua yang lainnya, persembahan gandum dan perdamaian, bukan pengorbanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga dari mereka adalah pengorbanan binatang yang menggambarkan hasil dosa yang mematikan. Tetapi mereka juga berharap bahwa Allah akan mengijinkan ada pengganti untuk mati di tempat orang berdosa. Dan pengorbanan binatang itu menggambarkan kenyataan bahwa Allah akan mengijinkan adanya pengganti. Namun dari ketiga persembahan itu, persembahan bersalah adalah persembahan yang paling komprehensif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Persembahan bersalah, atau persembahan pelanggaran, menambahkan dimensi restitusi atau pendamaian, yang adalah kata kerja yang berarti dipuaskan. Pengorbanan penghapusan dosa dan pengorbanan kesalahan disampaikan setiap hari waktu ada pengorbanan pagi dan sore. Jadi persembahan-persembahan ini berlangsung sepanjang waktu. Ini memajukan gagasan bahwa dalam pengorbanan penghapusan dosa harus ada pertobatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Persembahan dosa itu mengakui keberadaan dosa yang membawa kematian dan juga harapan ada penggantinya. Tetapi pengorbanan kesalahan adalah gambaran kepuasan lengkap, karena seluruh binatang diletakkan di atas mezbah. Orang Yahudi nanti akan mengerti bahwa persembahan Kristus adalah pengorbanan kesalahan, dan karena itu adalah persembahan lengkap. Ini memberikan restitusi penuh, dan pendamaian penuh, hutang dibayar penuh dan orang-orang berdosa selamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mereka tidak berhenti di situ. Ini pengakuan dosa mereka lebih lanjut. Di tengah-tengah ayat 10, “Dia akan melihat keturunan-Nya, Dia akan memperpanjang hari-hari-Nya dan kesenangan Allah akan makmur di tangan-Nya sebagai hasil dari penderitaan jiwa-Nya Dia akan melihat dan menjadi puas.” Jadi Yesus tidak mungkin mati. Ini adalah pengakuan tentang kebangkitan-Nya. Jadi orang-orang Yahudi ini berbicara dalam tegang masa depan akibat dari apa yang telah Dia lakukan. Yesus akan melihat keturunan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka memberi kata akhir dalam pengakuan mereka, ayat 11, “Sebagai hasil dari penderitaan jiwa-Nya, Dia akan melihat dan menjadi puas." Dia akan menyelesaikan rencana itu. Dia akan melihat orang yang ditebus dikumpulkan. Allah puas dengan korban penebusan Kristus, dan Kristus juga puas melihat semua anak-anak-Nya berkumpul di sekitar takhta-Nya untuk selamanya, mengasihi, menyembah, dan melayani Dia di hadirat-Nya di surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan bersukacita atas keselamatan Israel yang kita bicarakan di masa depan. Dan demikian juga Kristus. Dan sebagai hasil dari penderitaan jiwa-Nya, secara harfiah, Dia akan melihat keturunan rohani-Nya, termasuk Israel, dan puas sepenuhnya. Rasa bahagia dan kepuasan Hamba datang dari menyediakan kebenaran, penebusan, pengampunan dan surga yang kekal bagi anak-anak-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Mar 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180325</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000019</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembelaan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000018"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+24:10-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 24:10–16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini dimulai sebagai pengadilan Paulus di hadapan Feliks, dan ini berakhir dengan persidangan Feliks di hadapan Paulus. Inilah gambaran tragedi menunda keputusan tentang Kristus. Kis 24: 24-25 mengatakan, “Beberapa hari kemudian Feliks datang ditemani istrinya bernama Drusila, yang adalah orang Yahudi. Lalu dia memanggil Paulus dan mendengarkan dia tentang iman kepada Kristus. 25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, pengendalian diri, dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut lalu berkata, "Pergilah sekarang juga; saya akan memanggil engkau lagi kalau ada kesempatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan komentar tentang pemuridan di Lukas 9: 57-61, “Sementara Yesus dan pengikut-pengikut-Nya meneruskan perjalanan, ada orang yang berkata kepada Yesus, "Pak, saya mau mengikuti Bapak ke mana saja!" 58 Yesus menjawab, "Serigala punya liang, dan burung punya sarang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat berbaring.” Dia memikir, “Itulah caranya aku akan sampai ke puncak.” Yesus berkata, "Anda akan menderita jika Anda mengikuti Aku. Saya tidak memiliki barang duniawi.” Orang itu tidak jadi mengikutinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah orang berikutnya. Di sini, dia diajak Tuhan untuk mengikuti-Nya. Tapi dia menjawab, "Tuhan, ijinkan saya pulang dulu untuk menguburkan ayah saya.” Nah masalahnya, sang ayah bahkan belum mati. Dia sebenarnya mengatakan, "Iya, saya akan mengikuti Engkau segera setelah saya mendapatkan warisan saya.” Apakah implikasinya? Kekurangan iman. "Saya tidak akan mengkhotbahkan kerajaan tanpa ada uang untuk mendukung diri saya sendiri." Tidak mempercayai Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah orang ketiga yang berkata, "Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah saya pulang dulu untuk pamit.” Saya ingin pulang dan memperbaiki semuanya dengan teratur.” Yesus berkata kepada orang itu, “Orang yang sudah mulai membajak, lalu menengok ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Itu adalah penundaan, motivasi materialistis, kekurangan iman, dan orang ketiga mementingkan hal-hal duniawi terlebih dahulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang menunda main judi dengan kehidupan mereka. Inilah yang terjadi ketika seseorang menolak terus. Meskipun dia memiliki niat baik untuk suatu hari nanti, suatu hari nanti itu mulai memudar. Lukas 13:24 mengatakan, "Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit." Pintu yang sempit adalah jalan keselamatan. "Bagi banyak orang, saya katakan kepada Anda, akan berusaha untuk masuk tetapi tidak dapat.” Sedikit saja orang yang akan diselamatkan, ayat 23 mengatakan. Karena hati Anda sendiri bisa menjadi keras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Allah berhenti memanggil setelah suatu titik tertentu. Dalam masa pra-Nuh, Allah berkata, "Roh-Ku tidak akan selalu berjuang dengan manusia.” Kami bertemu dengan orang seperti itu yang bernama Feliks di Kis 24. Sekarang dalam bagian ini, kita menemukan Paulus dan Feliks saling berhadapan dalam sebuah pengadilan. Kami telah melihatnya dari sudut pandang Paulus dan pada akhir studi kami, kami akan melihatnya dari sudut pandang Allah dan Feliks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pemimpin Yahudi ingin membunuh Paulus. Mereka memiliki satu ketakutan besar, bahwa mereka akan kehilangan otoritas, kekuatan, gengsi dan posisi mereka di mata rakyat. Jadi siapa pun yang datang dan memenangkan banyak pengikut adalah benar-benar sebuah ancaman. Paulus bersukses besar dalam memenangkan orang Yahudi kepada Kristus, dan tentu saja, para pemimpin mulai merasa takut, jadi mereka merencanakan untuk membunuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah mencoba membunuhnya tiga kali dalam situasi kerusuhan, dan mereka juga telah mencoba membunuhnya dengan sebuah penyergapan yang direncanakan. Setelah keempat usaha tersebut, orang-orang Romawi akhirnya memutuskan untuk membawa Paulus ke luar kota untuk menyelamatkan hidupnya karena Paulus, adalah warga negara Romawi dan mereka harus melindunginya. Kedua, dia tidak melakukan kejahatan. Jadi orang Romawi membawanya ke Kaisarea dan memasukkannya ke dalam tahanan pelindung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penuduh orang Yahudi pergi ke Kaisarea untuk membawa kasus ini di hadapan Feliks. Dan kemudian para penuduh ini datang untuk mencoba untuk membunuh Paulus karena kejahatan yang akan mereka tuduh kepadanya. Paulus telah berada di Kaisarea selama lima hari, sambil menunggu penuduhnya sampai di sana. Akhirnya mereka sampai di sana. Mereka menggunakan seorang pengacara bernama Tertullus untuk memberi tahu Feliks apa yang telah dilakukan Paul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memuji Felix, berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan. Itu hanya sanjungan; mereka sebenarnya membenci Feliks, dan Feliks mengetahuinya. Inilah kasus mereka: "Kami telah menemukan orang ini menjadi gangguan." Mereka memiliki tiga tuduhan. Pertama, pengkhianatan. Dia adalah ancaman bagi keamanan Roma karena dia memimpin orang Yahudi dalam pemberontakan. Dia memimpin orang-orang Yahudi untuk melakukan kerusuhan melawan Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua sektarianisme; mereka menuduhnya menjadi pemimpin orang Nazarene, yang adalah orang Kristen. Itulah yang mereka namakan Yesus, orang Nazaret. Itulah judul yang mereka pasang di kayu salib, "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi," itu seharusnya sesuatu yang mengolok-olok. Ini juga menyirat bahwa itu memiliki nuansa politik, karena banyak sekte Yudaisme yang serupa juga militan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, mereka menuduhnya melakukan penistaan. "Dia juga telah mencemari bait suci." Ada bagian-bagian di bait suci yang dilarang untuk orang-orang bukan Yahudi, dan mereka menuduh Paulus membawa orang bukan Yahudi ke tempat itu. Dia tidak melakukan itu, itu adalah kebohongan seperti semua yang lain. Kemudian mereka berkata, "Dialah yang kita tangkap dan kami hendak adili sesuai dengan hukum Taurat kita," tetapi tentu saja, itu adalah dusta juga. Mereka ingin membunuhnya dalam kerusuhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Lysias datang dan membawa Paulus pergi karena mereka berusaha membunuhnya. Dan dia memerintahkan para penuduhnya untuk datang kepada engkau. "Jadi jika Anda hanya memeriksa Lysias," ayat 8 mengatakan, "Dia akan mengatakan kepada Anda bahwa apa yang kita katakan itu benar." Kemudian mereka membawa saksi-saksi mereka di ayat 9, dan mereka semua berkata, "Benar, kita semua mengatakan bahwa dia telah melakukan itu.” Jadi mereka dapat tuntutan dari pengacaranya dan ada saksi untuk menyetujuinya, tetapi ini semua bohong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mari kita lihat pembelaannya, dan perhatikanlah bagaimana Paulus membela dirinya. Dia melakukannya dengan tenang, sopan, dan secara kategoris. <b>Ayat 10-11</b>, “Setelah gubernur itu mengangguk kepadanya untuk berbicara, Paulus menjawab, “Sejauh yang saya tahu bahwa Tuan sudah menjadi hakim negeri ini bertahun-tahun lamanya, Itulah sebabnya saya merasa senang mengajukan pembelaan saya ini di hadapan Tuan. 11 karena Tuan dapat memastikan bahwa tidak lebih dari dua belas hari yang lalu saya pergi ke Yerusalem untuk beribadah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bahwa Paulus tidak memiliki pengacara. Tidak, dia memiliki seseorang yang lebih baik daripada pengacara manusia. Ketika Yesus pergi, Ia mengatakan kepada murid-murid-Nya, di dalam Injil Yohanes, bahwa Ia akan mengutus Penghibur yang lain. Kata 'penghibur' berasal dari parakletos, yang berarti 'pengacara untuk pembelaan'. Dia tidak memiliki pengacara manusia, tapi dia memiliki pengacara ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap kata yang dia sampaikan kepada Feliks adalah firman Roh Kudus. Jadi, yang berbicara adalah Paulus, tetapi yang bergerak melalui dia adalah Roh Kudus. Paulus berkata, "Feliks, Anda telah menjadi hakim cukup lama di sekitar sini untuk melakukan evaluasi yang adil, jadi saya senang memberikan kasus saya kepada Anda.” Feliks sudah menjadi gubernur selama lima tahun. Dan sebelumnya itu, dia berada di bawah Cumanus, gubernur Samaria, selama empat tahun. Jadi setidaknya selama sembilan tahun, dia sudah berkenalan dengan urusan orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, orang harus tahu kebiasaan Yahudi untuk membuat keputusan sehubungan dengan urusan Yahudi. Paulus, pada dasarnya, mengatakan, "Feliks, saya tahu bapak sudah cukup lama mengetahui bahwa ini adalah masalah teologis, dan Bapak tahu alasan sebenarnya di balik ini, dan saya dengan senang hati menyampaikan pembelaan saya, karena saya tahu Anda mengerti itu.” Dia menyatakan kebenaran dan tidak ada sanjungan di sini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sanjungan, untuk orang Kristen, tidak diperbolehkan kapan saja. Sanjungan adalah saat Anda mengatakan sesuatu yang di luar kebenaran untuk mendapatkan sesuatu untuk diri Anda sendiri. Ketika Anda mendengar Tertullus berkata, "Oh, Feliks yang paling indah, yang paling mulia, dll.” Itu tidak benar; dan semua orang lain tahu dan Feliks sendiri mengetahuinya. Amsal 26:28 mengatakan, "Mulut yang menyanjung mendatangkan celaka," dan Mazmur 12:3 mengatakan, "Tuhan akan memotong semua bibir yang menyanjung.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Paulus pertama-tama menanggapi tuduhan penghasutan dalam <b>ayat 11-12</b>, “Tuan dapat memastikan bahwa tidak lebih dari dua belas hari sejak saya pergi ke Yerusalem untuk sembahyang. 12 Dan tidak pernah orang-orang Yahudi itu mendapati saya bertengkar dengan seseorang pun atau mengumpulkan orang untuk membuat huru-hara baik di Bait Suci maupun di rumah-rumah ibadat atau di mana saja di dalam kota.” Paulus mengatakan, “Saya tidak punya waktu untuk mulai kerusuhan.” Dan itu memang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak memiliki tanggung jawab pribadi atas pelayanan di sana. Kenapa dia merasa seperti itu? Kis 22: 17-18, 21 mengatakan, “Saya kembali ke Yerusalem, dan ketika saya sedang berdoa di Rumah Tuhan, saya dikuasai Roh Allah. 18 Saya melihat Tuhan; Ia berkata kepada saya, 'Cepat tinggalkan Yerusalem, sebab orang-orang di sini tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.” 21 Kemudian Tuhan berkata lagi kepada saya, 'Pergilah saja, sebab Aku akan menyuruh engkau pergi ke tempat yang jauh kepada orang-orang bukan Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus sendiri, dengan wahyu langsung kepada Paulus, mengatakan bahwa dia tidak bertanggung jawab atas pelayanan di Yerusalem. Sudah ada puluhan ribu orang Kristen Yahudi di sana dan penginjilan, di sebagian besar kota Yerusalem, adalah kesaksian satu-per-satu. Mereka memenangkan orang lain. Jadi Paulus tidak merasakan dorongan luar biasa untuk konfrontasi yang dia rasakan di tempat lain, jadi dia tidak melakukan semua hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13</b>, "Mereka pun tidak dapat membuktikan tuduhan-tuduhan yang mereka ajukan kepada Tuan terhadap saya.” Jadi dia menyangkal tuduhan tersebut dan menjelaskan fakta bahwa mereka tidak dapat membuktikannya. Dia tidak melakukan pengkhianatan. Kedua, mereka menuduh dia sektarianisme; mengikuti ajaran lain. Paulus tidak bisa menyangkal kekristenannya, tetapi dia juga ingin memastikan bahwa dia menyangkal tuduhan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-16</b>, "Tetapi aku mengaku kepadamu, bahwa menurut Jalan yang mereka sebut sekte, maka aku menyembah Allah nenek moyangku, percaya kepada semua hal yang tertulis dalam hukum Taurat dan kitab para nabi. 15 Saya memiliki pengharapan kepada Allah, yang mereka sendiri juga menerima, bahwa akan ada kebangkitan orang mati, baik yang benar maupun orang yang tidak benar. 16 Itulah sebabnya, saya sendiri selalu berusaha untuk memiliki hati nurani bersih terhadap Allah dan terhadap manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jalan itu adalah judul Kekristenan. Yesus berkata, "Akulah jalan." Petrus berkhotbah di Kis 4:12, “Hanya melalui Yesus saja orang diselamatkan.” Petrus bahkan menggunakan itu di dalam 2 Petrus 2: 2, “banyak orang akan mengikuti cara hidup guru-guru palsu yang mencelakakan, karena banyak orang akan menghujat Jalan kebenaran.” Jadi kata Paulus, saya adalah orang yang percaya kepada Jalan itu dan saya benar-benar menyembah Allah saya; dan saya percaya semua wahyu-Nya, termasuk kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah imam-imam besar adalah benar-benar pengkhianat, yang telah berhenti menyembah Allah, karena hanya ada satu jalan menuju kepada Allah. Yesus berkata, "Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, melainkan melalui Aku." Jika Anda mempercayai Hukum Taurat dan kitab para nabi, Anda harus percaya kepada Kristus, karena semua yang mereka bicarakan adalah Kristus. Mereka telah menuduh dia memiliki sebuah cabang subversif dari Yudaisme, Paulus menyangkalnya, sementara pada saat yang sama dia menegaskan bahwa dia adalah seorang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan bahwa Kekristenan adalah agama Yahudi sejati, dan Yudaisme tanpa Kekristenan sama saja dengan penyembahan berhala tiang totem. Mereka adalah orang-orang sesat karena mereka tidak menyembah Allah yang benar, karena Anda tidak dapat menyembah Dia kecuali melalui Mesias-Nya. Mereka tidak percaya Firman Allah, karena jika mereka percaya Firman Allah, mereka akan menyembah Mesias. Ditambahkan itu mereka bahkan tidak percaya harapan Israel, yaitu kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi seorang Kristen tidak berarti meninggalkan Allah Israel, itu berarti datang kepada-Nya dengan satu-satunya jalan: melalui Kristus. Roma 2:28, “Karena orang Yahudi yang sejati bukanlah orang yang hanya orang Yahudi dari luar; dia adalah orang Yahudi di dalam hatinya. Dan orang yang sungguh-sungguh disunat bukanlah orang yang disunat secara daging saja, melainkan di dalam hati.” Satu-satunya orang Yahudi sejati di dunia adalah orang-orang Kristen. Sisanya semua murtad. Orang Yahudi sejati adalah orang yang terus menaati Allah melalui Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata dalam 1 Korintus 16:22, “Orang yang tidak mengasihi Tuhan Yesus Kristus, biarlah ia terkutuk!” Dalam Roma 9:6, Paulus mengatakan hal yang sama, “Semua orang Israel bukanlah orang Israel.” Paulus berkata, Akulah satu-satunya orang Yahudi sejati di sini yang telah datang kepada Mesias. Sebagai tambahan, dia berkata, "Saya percaya semua hal yang tertulis dalam hukum Taurat dan kitab para nabi." Mengapa? Jika Anda percaya hukum Perjanjian Lama dan hukum para nabi, Anda harus percaya kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang Yahudi menolak Kristus, jadi mereka juga harus menolak Perjanjian Lama. Itulah mengapa hari ini, kebanyakan orang Yahudi tidak mempercayai kebenaran harfiah dari Perjanjian Lama. Mereka telah menjelaskan semuanya menjadi hilang. Satu-satunya hal yang mereka lakukan dalam hidup adalah etika Yudaistik. Bahkan, kebanyakan orang Yahudi tidak percaya ada Mesias lagi, mereka percaya pada zaman Mesianik. Tetapi menyangkal Yesus sebagai Mesias adalah sama dengan menolak Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata dalam Yohanes 5:39, “Kalian mempelajari Alkitab sebab menyangka bahwa dengan cara itu kalian mempunyai hidup sejati dan kekal. Dan Alkitab itu sendiri memberi kesaksian tentang Aku.” Dalam Lukas 24:27 di jalan menuju ke Emaus, Yesus membuka Perjanjian Lama, “Dan Dia menerangkan kepada mereka apa yang tertulis di dalam seluruh Alkitab mengenai diri-Nya, mulai dari buku-buku Musa dan buku para nabi.” Anda tidak dapat mempelajari Perjanjian Lama dan tidak datang kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun saya tidak dilahirkan sebagai orang Israel, keadaan saya lebih baik dan begitu juga Anda, sebagai orang Kristen bukan Yahudi, daripada orang Yahudi yang tidak percaya. Lukas 12:48 mengatakan, “orang yang sudah diberi banyak, daripadanya akan dituntut banyak juga.” Roma 11 mengatakan bahwa Allah, dengan anugerah-Nya yang luar biasa, memilih untuk mencangkokkan kita masuk. Cabang yang tidak beriman dipatahkan, dan Allah mencangkokkan kita masuk. Tetapi Alkitab mengatakan akan tiba saatnya dimana Israel dicangkokkan kembali juga. Sesungguhnya, seluruh Israel akan diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Harapan tradisional orang Yahudi adalah kebangkitan. Yesaya 26:19, Ayub 19:26, Daniel 12: 2, dalam Perjanjian Lama semua mengajarkan kebangkitan. Abraham percaya akan kebangkitan, itulah sebabnya dia rela mengorbankan Ishak. Paulus berkata, sebagai orang yang percaya kepada Allah dan firman-Nya, dan dengan harapan akan kebangkitan, itu menyebabkan saya ingin menjalani kehidupan yang murni. Saya tidak ingin menyakiti hati Allah, dan saya tidak ingin menyakiti hati manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus menjalani kehidupan yang sesuai dengan Firman Allah jika Anda benar-benar mempercayainya. Paulus berdiri dan berkata, "Saya tidak bersalah. Periksalah hidupku.” Bisakah Anda melakukan itu? Dapatkah Anda berdiri di hadapan dunia tanpa malu-malu, tanpa pelanggaran? Jadi Paulus membela diri dan bersedia untuk menerima penghakiman, dan itulah akan kita bahas pada waktu nanti. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180318</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000018</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kasih dan Sukacita di dalam Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000017"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:9-17" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:9-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimulai pada Yohanes 15, kita memiliki pernyataan definitif tentang membedakan cabang palsu dari cabang sejati, murid palsu dari seorang murid sejati, seorang Kristen palsu dari seorang Kristen sejati. Dia melakukannya dengan analogi pohon anggur dan cabang. Jika Anda melekat kepada Kristus jangan pergi. Berikanlah bukti bahwa iman Anda nyata. Jika Anda pergi, Anda menunjukkan bahwa Anda adalah cabang yang tidak berbuah, Anda tidak pernah memiliki kehidupan kekal, dan akan terputus dan dibakar</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika Anda terhubung dengan pohon anggur, kehidupan Allah, yang murni dan suci, akan mewujudkan dirinya melalui Anda. Anda akan dicirikan oleh kebenaran: oleh pikiran benar, kata-kata benar dan perbuatan benar - tidak sempurna, karena sifat ilahi itu masih dipenjarakan dalam daging manusia yang tidak ditebus, dan hanya pada saat Anda menyingkirkan tubuh berdosa ini, Anda akan sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mengatakan kata-kata yang akrab bagi kita di <b>ayat 9 dan 10</b>, "Sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah Aku mengasihi kalian; tinggallah di dalam kasih-Ku 10 Kalau kalian menuruti perintah-perintah-Ku, kalian akan tinggal di dalam kasih-Ku; sama seperti Aku mematuhi peirntah-perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” Bagi kami, pernyataan di ayat 9 itu sangat penting: “Tinggallah di dalam kasih-Ku. “Tinggallah di tempat kasih-Ku.” Yudas 21 mengatakan, “Hiduplah selalu di dalam naungan kasih Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bagaimana Anda tinggal di dalam lingkaran itu? Bagaimana Anda melakukan itu? Anda mengasihi Dia sebagai balasan. Bagaimana Anda menunjukkan kasih itu? Kembali ke Yoh 14:15, “Kalau kalian mengasihi Aku, kalian akan menjalankan perintah-perintah-Ku.” Yohanes 14:21, “Orang yang menerima perintah-perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” Tinggallah di tempat di mana Anda dapat menerima pencurahan kasih secara maksimal. Jika tidak, Anda akan mendapatkan disiplin. Ibrani 12:6, “Tuhan menghajar setiap orang yang dikasihi-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita memikirkan persahabatan, kita memikirkan persamaan. Kami tidak memikirkan hirarki. Kami tidak memikirkan perintah, dan ketundukan dan otoritas. Tetapi kenyataan yang agak aneh dari "Anda bisa menjadi teman Saya jika Anda melakukan semua yang Saya katakan kepada Anda" adalah justru yang Yesus katakan dalam bagian ini. "Saya ingin Anda menjadi teman saya. Tapi jika Anda berharap menjadi teman saya, maka Anda harus melakukan semua hal yang Ku-perintahkan kepada Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-15</b>, “Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain, sama seperti Aku mengasihi kalian. 13 Orang yang paling mengasihi sahabat-sahabatnya adalah orang yang memberi hidupnya untuk mereka. 14 Kalian adalah sahabat-sahabat-Ku, kalau kalian melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Kalian tidak lagi Kupanggil hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang sedang dikerjakan tuannya. Kalian Kupanggil sahabat, sebab semua yang Kudengar dari Bapa, sudah Kuberitahukan kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16-17</b>, “Bukan kalian yang memilih Aku. Akulah yang memilih kalian, dan menyuruh kalian pergi untuk berbuah banyak, buah-buah yang tak dapat binasa. Maka Bapa akan memberikan kepadamu apa saja yang kalian minta kepada-Nya atas nama-Ku. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah satu sama lain.” Aneh rasanya memanggil orang teman untuk terus mengulangi perintah kepada mereka, tetapi itulah yang Tuhan kita lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, saya tahu ada banyak hal di dalam Alkitab yang orang tidak mengerti. Ada beberapa hal yang tidak kita mengerti karena kita tidak sanggup, karena mereka ada realitas yang tak terbatas dan kita memiliki pikiran yang terbatas. Ada realitas kekal yang tidak dapat kita pahami; dan ada banyak hal-hal seperti itu. Coba pikirkan kekekalan dan lihatlah bagaimana cara kerjanya. Jadi ada hal-hal yang tidak bisa kita pahami karena kita terbatas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penulis Perjanjian Lama sebenarnya menulis saat Roh Allah berbicara kepada mereka, dan mereka menuliskannya, lalu Petrus mengatakan bahwa mereka membaca apa yang mereka tulis untuk mencoba mengetahui apa yang mereka bicarakan, karena mereka sedang membicarakan masa depan dan mereka ingin tahu kapan itu akan terjadi, dan siapakah orang yang mereka membicarakan itu. Sang Mesias belum datang, dan menjalani pelayanan kehidupan-Nya dan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya suka hal-hal yang tidak dapat saya pahami karena ini membuktikan kepada saya bahwa Alkitab tidak ditulis oleh manusia; ini adalah salah satu tanda keilahiannya. Namun, ada beberapa hal yang orang anggap sulit dimengerti yang sebenarnya tidak. Salah satu dari hal-hal itu adalah doktrin pemilihan ilahi. Allah memilih orang, Dia mempredestinasikan orang untuk diselamatkan; menulis nama mereka di sebuah buku sebelum dunia dijadikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Supaya Anda tahu di mana kita berada dalam teks ini, ini adalah hari Kamis malam dari minggu terakhir kehidupan Tuhan kita. Pada hari Jumat Dia akan mati di kayu salib. Sepanjang malam telah dihabiskan bersama para murid. Mereka semua ada pada awalnya dua belas orang, untuk makan perayaan Pelewatan di ruang atas. Setelah selesai makan, Yudas dibiarkan pergi; Setan telah memasuki dia, dan dia akan datang ke kebun, menangkap Yesus, dan menyalibkan Dia di kayu salib keesokan harinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini malam yang menakjubkan. Itu adalah makanan Pelewatan resmi terakhir. Tuhan kita selama seluruh waktu yang tercatat di dalam Yohanes 13, 14, 15, dan 16, telah membuat janji-janji yang luar biasa kepada murid-murid-Nya. Dia telah memberikan mereka beberapa peringatan sepanjang jalan; tetapi terutama ini adalah kata-kata yang sangat menjanjikan. Dan saat mereka berjalan, Tuhan, sekali lagi, memberi mereka sebuah janji yang menakjubkan: “Jika Anda melakukan apa yang Saya katakan, Anda bisa menjadi teman-teman Saya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Tuhan kita, dalam Yohanes 17 meringkaskannya dalam ayat 25 dan 26 dengan pernyataan akhir ini: “Bapa yang benar! Dunia tidak mengenal Bapa, tetapi Aku mengenal Bapa; dan orang-orang ini tahu bahwa Bapa telah mengutus Aku. 26 Dan Aku sudah menyatakan nama Bapa kepada mereka dan Aku akan menyatakannya, supaya kasih Bapa kepada-Ku tetap di dalam hati mereka dan Aku di dalam mereka.” Di sinilah kasih Allah dijanjikan melalui Kristus kepada semua orang yang menjadi milik Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi kasih mencapai titik tinggi dalam Yoh 15:12-17; dan yang tertinggi, tentu saja, adalah <b>ayat 13</b>: “Orang yang paling mengasihi sahabat-sahabatnya adalah orang yang memberi hidupnya untuk mereka.” Dalam ayat ini yang baru saja kita baca, Tuhan mengungkapkan kasih-Nya dan memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengasihi Dia dan untuk mengasihi orang lain, untuk hidup dalam kasih. Kita harus mengasihi mereka dan saling mengasihi. Kasih mendefinisikan hubungan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu adalah jenis kasih yang sangat unik. Dalam <b>ayat 14</b>, kita baca, "Kalian adalah teman-temanku." Tetapi di <b>ayat 15</b>, tertulis, “Kalian tidak lagi Kupanggil hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang sedang dikerjakan tuannya. Kalian Kupanggil sahabat, sebab semua yang Kudengar dari Bapa, sudah Kuberitahukan kepadamu.” Yesus mengidentifikasikan murid-murid itu sebagai hamba atau pelayan yang juga menjadi teman. Ini adalah realitas dinamis baru: kita adalah hamba yang sekarang menjadi teman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata "teman" dalam bahasa Yunani adalah philos. Ini berasal dari kata Yunani phileō yang berarti "mencintai, memiliki kasih sayang." Yesus berkata, "Kalian adalah teman-Ku - hamba yang dikasihi." Tidak ada rahasia. Ayat 15 pada dasarnya mengatakan bahwa saya akan menceritakan segalanya kepada kalian. Segala sesuatu yang telah diungkapkan Bapa, saya sampaikan kepada kalian. Kalian mengenal Aku lebih baik daripada orang lain mengenal saya. Kalian mengenal Aku secara sangat intim.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mengatakan bahwa Anda seorang Kristen, maka segera Anda akan berkata, "Yesus adalah Tuhan." Itulah yang membedakan orang Kristen. Kaisar bukanlah Tuhan. Dan omong-omong, di dunia kuno, semua orang mengaku bahwa "Kaisar adalah Tuhan." Terus datanglah orang-orang yang berkata, "Tidak, Kaisar bukanlah Tuhan. Yesus adalah Tuhan, dan kita adalah hamba Yesus. Kami adalah teman akrabnya.” Bahkan Anda tidak bisa menjadi orang Kristen kecuali jika Anda mengaku Yesus adalah Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 10: 9-10, "Sebab kalau saudara mengaku dengan mulutmu bahwa ‘Yesus itu Tuhan,’ dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka saudara akan selamat. 10 Karena dengan hatinya orang percaya kepada kebenaran dan dengan mulutnya orang mengaku dosa itu untuk keselamatan.” Dan 1 Korintus 12:3 mengatakan, “Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, kecuali oleh Roh Kudus.” Ini adalah pengakuan dan kepercayaan yang dibutuhkan, dan ini menuntut ada penyerahan hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>"Yesus adalah Tuhan."</b> Itulah pengakuan orang Kristen, itu adalah kata Kurios. Kata "Tuhan" berarti "seseorang yang memiliki kekuatan, kepemilikan, dan otoritas absolut." Ini digunakan 750 kali dalam Perjanjian Baru, dan maknanya tidak dipertanyakan. Ketika Perjanjian Baru menunjuk pada Yesus, hal itu terutama menunjuk pada Dia sebagai Kurios, Tuhan. Ketuhanan Kristus dinyatakan dengan jelas di seluruh Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat Anda mengatakan "Tuhan," itu adalah pembicaraan budak. Anda berkata, "Dia adalah Master dengan kekuatan absolut dan kekuasaan mutlak." Tetapi sekarang gereja kurang tertarik ke pada teologi; dan secara praktis, penginjilan. Ini benar-benar tentang saya semuanya. Mereka benar-benar dipengaruhi oleh budaya. Gereja telah menjadi kumpulan orang-orang yang berpikir bahwa mereka ada di sana untuk memberi tahu Allah apa yang Dia perlu lakukan untuk mereka, apa yang Dia perlu berikan kepada mereka. Yesus berkata dalam Lukas 6:46, "Mengapa kalian memanggil Aku Tuhan tetapi tidak melakukan apa yang Ku-katakan kepadamu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Orang Kristen adalah pelayan</b>. Alkitab tidak membenarkan perbudakan. Ini mengakui bahwa itu berada dan telah menjadi konstruksi sosial, tetapi ini menyerang setiap penyalahgunaan yang tidak benar dari setiap jenis hubungan, termasuk hubungan itu. Tetapi kita mengaku, bahwa itu mungkin hubungan yang terbaik dari semua kemungkinan karena kalian dibeli dan dimiliki, dipelihara, dan dilindungi, diberikan segala keperluan, dihargai, dan dikasihi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda mendengar kata doulos? Itu berarti budak. Tampaknya 130 kali dalam Perjanjian Baru. Sekarang, Anda tidak akan menemukannya karena hampir semua itu diterjemahkan oleh kata "pelayan" atau "hamba perjanjian." Seorang budak adalah seseorang yang dibeli dan dimiliki. Seorang budak adalah seseorang yang tidak memiliki hak pribadi dan tidak memiliki kebebasan. Itu sangat berbeda dengan menjadi pelayan. Pelayan adalah seseorang yang melayani. Seorang budak adalah seseorang yang dimiliki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak bebas di bawah Kristus. Kebebasan saya ditentukan oleh Dia. Tugas saya ditentukan oleh Dia. Keyakinan saya ditentukan oleh Dia. Kata-kata saya ditentukan oleh-Nya. Tindakan saya ditentukan oleh Dia. Hubungan saya didefinisikan oleh-Nya. Segala sesuatu dalam hidupku ditentukan oleh Dia. Ketika saya berkata, "Yesus adalah Tuhan," saya telah menyerahkan ketundukan diri total kepada kontrol dan perintah-perintah Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 6:19-20, Paulus berkata, “Saudara bukan milikmu sendiri, saudara dibeli dengan harga tertentu.” Kis 20:28 mengatakan lagi, “jemaat Allah yang telah Dia beli dengan darah-Nya sendiri.” 2 Petrus 2:1 merujuk kepada "Tuhan yang membelinya." Wahyu 5: 9, "Engkau layak mengambil buku itu dan memecahkan meterainya; karena Engkau sudah dibunuh dan dengan darah-Mu manusia dari segala suku dan bahasa dan negara dan bangsa sudah dibeli untuk Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa artinya menjadi seorang Kristen? Oh, Yesus ingin masuk ke dalam hidup Anda dan memperbaiki segalanya, membuat Anda bahagia, dan memberi Anda apa yang Anda inginkan. Itu adalah kebohongan mutlak. Itulah hal yang sama yang dijanjikan iblis kepada orang-orang. Pesan dari salib adalah, "Yesus adalah Tuhan dan jika Anda ingin mengikuti Dia dan menerima pengampunan dosa dan keselamatan, Anda mengakui Dia sebagai Tuhan, dan Anda menjadi hamba-Nya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh Perjanjian Baru didasarkan pada hal itu. Kami dipilih. Apakah Anda melihat apa yang Dia katakan di ayat 16: "Kalian tidak memilih Aku, Aku telah memilih kalian.” Saya pergi ke pasar budak dosa. Aku memilihmu. Aku membelimu. Aku memilikimu. Aku peduli padamu. Anda bergantung pada saya. Aku mendisiplinkan Anda, Aku menghargai Anda, Aku melindungi Anda, dan Anda mematuhi saya dengan sangat rela karena hati Anda telah dirubah, dan Anda bukan hanya budak, Anda juga teman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Aku diberkati banyak untuk menjadi hamba-Nya; untuk dipilih, dibeli, dimiliki, dipelihara, semua kebutuhan saya terlindungi dari segala bahaya, dan pada suatu hari nanti, saya akan lebih dari sekedar teman; Aku akan menjadi anak dengan warisan penuh. Saya akan menjadi ahli waris bersama. Wahyu mengatakan bahwa saya akan berada di surga, duduk di atas takhta bersama Kristus, saudara saya, dan mewarisi segala sesuatu yang Allah miliki. Anda adalah seorang budak yang menjadi anak; Yesus adalah Anak yang menjadi budak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda adalah seorang budak yang akan menerima semua kemuliaan surga ketika realitas terpenuhi Anda menjadi anak. Dia adalah Anak yang memiliki semua kemuliaan surga dan mengosongkan diri-Nya dari hal itu untuk menjadi seorang budak. Yesus menunjukkan kepada kita apakah perbudakan itu: "Bukan menurut kehendak-Ku, tapi menurut kehendak Engkau saja, sampai ke kayu salib; meskipun itu berarti kematian.” Itu berarti memikul salib Anda, mengosongkan diri Anda, menyangkal diri Anda, dan mengikuti Yesus sampai mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebagai hasilnya Filipi 2 9 mengatakan, "Sebab itulah Allah juga telah mengangkat Dia setinggi-tingginya dan memberi Dia nama yang di atas segala nama.” Itulah nama Tuhan. Wahyu 2:17 mengatakan, kita juga akan diberi sebuah nama kehormatan yang tidak ada yang tahu kecuali dia yang menerimanya.” Kita akan memiliki nama pribadi yang Allah berikan kepada kita dalam kondisi mulia kita. Yang Anda inginkan pada akhir hidup Anda adalah mendengar, ini, "Bagus, budak yang baik dan setia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru menunjukkan pola yang sama, Matius 20:16 mengatakan, "Banyak yang dipanggil tetapi sedikit saja yang terpilih." Yohanes 3 mengatakan bahwa "Roh Kudus menyelamatkan siapa yang Dia kehendaki, kapan Dia mau." Dan ini adalah pekerjaan ilahi. Efesus 2:8-9, "Karena dengan kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman, dan itu bukanlah hasil usahamu sendiri, itu adalah anugerah Allah.” Yakobus 1:18 mengatakan, "Dengan melakukan kehendak-Nya Ia menjadikan kita anak-anak-Nya, Dia memperbaharui kita melalui firman kebenaran.” Wahyu 13:8, “Mereka yang namanya sudah terdaftar sebelum dunia diciptakan di dalam kitab kehidupan milik Anak Domba.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah memilih? Karena tidak ada orang yang dengan sendirinya mencari Allah. Dan yang lebih penting, Dia melakukan itu karena Dia adalah Allah, dan itu adalah untuk kemuliaan-Nya. Apakah Anda pikir Anda melakukan sesuatu yang membuat Allah berkewajiban untuk melakukan sesuatu untuk Anda? Tidak, Roma 11:36 mengatakan, “Karena semuanya berasal dari Dia dan oleh Dia, dan bagi Dia adalah segala sesuatu yang akan dimuliakan untuk selamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada ketidakadilan dengan Allah? Tidak. Karena, seperti yang Dia katakan kepada Musa dalam Roma 9:15-16, “Aku akan menunjukkan rahmat kepada orang yang Aku mau menunjukkan rahmat, dan Aku akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang Aku mau menunjukkan belas kasihan. 16 Jadi, keputusan Allah itu tidaklah bergantung kepada kerelaan manusia atau kepada usaha manusia, melainkan kepada kebaikan hati Allah saja terhadap orang yang dipilih-Nya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan adalah pilihan-Nya, Dia memilih untuk membuat kita mau, dan kemudian menjadikan kita milik-Nya sendiri. Inilah doktrin di dalam Alkitab yang menghancurkan kebanggaan, yang meninggikan Allah, yang menghasilkan sukacita, yang memberikan kehormatan, yang memotivasikan kekudusan dan yang memberikan harapan kepada kita sebagai orang percaya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Mar 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180311</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000017</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dituduh Menghasut]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000016"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+24:1-9" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 24:1-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Kis 24. Ada beberapa bagian di dalam Firman Allah yang sangat teologis dan beberapa buku memiliki banyak narasi sejarah, dan ini adalah salah satunya. Seringkali, doktrin tersirat daripada dinyatakan. Jadi apa yang sebenarnya kita lihat adalah gerakan Allah dalam kehidupan satu orang, Paulus. Minggu lalu, kita melihat kuasa pemeliharaan Allah waktu ada serangan terhadap Paulus. Kita belajar bahwa Allah bekerja hari ini lebih melalui kuasa pemeliharaan daripada mujizat.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, mukjizat yang dilakukan Allah hari ini terutama adalah mukjizat kelahiran baru. Tapi ini bukan saatnya dimana orang-orang melakukan mukjizat. Inilah saat dimana Allah memerintahkan kehendak-Nya melalui kuasa pemeliharaan. Sekali lagi sebuah mukjizat adalah ketika Allah melanggar dunia alam untuk mencapai tujuan-Nya. Dan kuasa pemeliharaan terjadi ketika Allah menggunakan semua keadaan dunia alami untuk mencapai tujuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun begitu, Allah masih bekerja terus menerus. Tetapi kelihatannya Allah sekarang mulai menghapus masa mukjizat apostolik. Di awal Kisah Para Rasul, Anda melihat mukjizat setelah mukjizat. Kemudian tiba-tiba menjelang akhir, Anda mulai melihat bahwa Allah bekerja lebih banyak dengan kuasa pemeliharaan-Nya melalui keadaan daripada memasukkan diri-Nya dan melanggar aliran normal itu. Allah mulai bekerja melalui keadaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di awal kitab Kisah Para Rasul saat Petrus dan Yohanes dipenjarakan? Seorang malaikat turun begitu saja dan mengantarkan mereka keluar. Kemudian di kitab Kis, apa yang terjadi? Melalui serangkaian situasi dan keputusan antara orang Romawi dan orang Yahudi, Paulus keluar. Tetapi itu bukan mujizat; itu adalah kuasa pemeliharaan. Jadi kita mulai memahami perubahan cara kerja Allah. Itu semakin banyak menjadi narasi sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di belakang layar Allah terus bergerak. Dalam diskusi malam ini, kita hanya akan sampai ke Kis 24: 9, walaupun kita perlu mencakup ayat 27 untuk mendapatkan keseluruhan cerita. Tentu saja, Anda harus kembali minggu depan untuk melihat apa yang Allah hadapi, karena itu bagus juga. Itu adalah kisah Paulus, tapi ini juga kisah Feliks. Feliks adalah orang jahat dalam segala hal. Dia korup dan dia telah mencuri istri orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat masih gadis berumur 15 tahun, dia menikahi pria lain, seorang raja. Tetapi Feliks merayunya dan mencurinya. Tacitus, sejarawan itu, mengatakan tentang Feliks, "Dia memiliki jabatan seorang raja namun dia memerintah dengan pikiran seorang budak.” Dia memiliki kesempatan tapi dia menyalahgunakannya. Tetapi kesempatan terbesar yang hilang dalam sejarah manusia adalah Yudas. Dapatkah Anda bayangkan hidup tiga tahun bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, dan tetap dihukum masuk neraka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada orang lain seperti Yudas, dan namanya adalah Feliks. Apakah Anda menyadari bahwa, seperti yang akan kita lihat dalam cerita kita hari ini dan Hari Tuhan berikutnya, Feliks menyuruh Rasul Paulus tinggal di rumahnya selama dua tahun? Anda berkata, "Mungkin Paulus tidak mengatakan apapun." Anda tidak mengenal Paulus. Itulah suatu kesempatan. Tidak ada pikiran seperti dia; tidak ada orang seperti dia. Namun Feliks menolak semua yang Paulus perjuangkan dan nyatakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namanya Antonius Feliks dan dia adalah gubernur Yudea. Dia mengikuti garis Pilatus. Dia memerintah di Yudea dari tahun 52-59 M, dan alasannya dia memerintah adalah karena saudaranya, Pallas, berteman dekat dengan Claudius. Jadi, dia mendapat pekerjaan seperti itu, bukan karena dia memiliki kualitas bagus. Masa jabatannya sebagai gubernur ditandai dengan masalah; para Sikari, para pembunuh profesional, berada di sekitar waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berhasil mengatasi beberapa kerusuhan, tapi dia mengatasi hal itu dengan membunuh begitu banyak orang sehingga dia mengasingkan orang-orang Yahudi yang dia harus lindungi. Mereka membencinya. Dan kelihatannya, dalam cerita ini, dia bukan hanya ragu-ragu dan suka menunda, tapi juga adalah seorang pengecut. Saat kita melihat bagian firman ini, kita harus melihatnya sebagai satu cerita dari ayat 1-27, meskipun kita akan membagikannya. Ini pengadilan Paulus dihadapan Feliks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa melihat dulu apa yang sedang dilakukan Paul (itulah yang akan kita lakukan malam ini), Anda bisa melihat apa yang Allah lakukan (itulah yang akan kita belajar minggu depan), dan Anda dapat melihat apa yang Felix lakukan (itulah yang kita akan meringkaskan pada waktu berikutnya). Anda bisa menggunakan ini untuk mengajarkan tentang sikap Paulus dalam persidangan. Anda bisa menggunakannya, untuk mengajarkan tentang tragedi penundaan. Dan Anda bisa menggunakannya untuk mengajarkan kuasa pemeliharaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah orang yang membawa Injil kepada bangsa-bangsa lain, dan dia benar-benar berkeliling dalam tiga perjalanan ke bangsa-bangsa lain. Saat kita sampai di Kis 24, dia baru saja menyelesaikan perjalanan misi yang ketiga. Ini adalah perjalanan terakhirnya sebagai orang bebas; dia sekarang menjadi tahanan. Pelayanannya sebagai tahanan terjadi di tiga kota: Yerusalem, Kaisarea dan Roma. Dia hanya menghabiskan beberapa hari di Yerusalem, beberapa tahun di Kaisarea, dan kemudian dia pergi ke Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Claudius Lysias, adalah penguasa Fort Antonia di Yerusalem, dan dia mengira bahwa Paul pasti telah melakukan sesuatu yang mengerikan sampai orang-orang mencoba membunuhnya. Tetapi dia mencoba untuk mendapatkan sebuah tuduhan tetapi tidak bisa. Jadi dia memutuskan untuk menyiksa Paulus dan membentangkan dia di atas sebuah rak untuk menyiksa dia, namun Paulus mengingatkan tentara yang berdiri di sampingnya bahwa dia adalah seorang Romawi dan dalam keadaan panik, mereka melepaskannya. Jadi tetap masih tidak ada tuduhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Klaudius kemudian memutuskan untuk membawanya menghadap ke Sanhedrin, Dewan Yahudi itu. Tetapi mereka mulai berkelahi satu sama lain, dan dia tetap masih belum tahu tuduhan. Jadi dia ingin mempertahankan pekerjaannya, dan dia tidak bisa mengeksekusi warga negara Romawi yang tidak bersalah atas apa pun. Tetapi di daerah seperti Yerusalem, dia perlu menenangkan orang-orang Yahudi sebab kalau tidak dia akan mengalami kerusuhan, dan dia mungkin kehilangan nyawanya dan pekerjaannya karena dia tidak sanggup menjaga keamanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia tahu bahwa orang Yahudi ingin membunuh Paulus. Untuk mencoba keluar dari bawah beban ini, dia membawa Paulus ke luar kota di tengah malam dan menggunakan 470 tentara Romawi untuk mengantar dia ke Kaisarea. Nah, sekarang dia telah mengantarkan Paulus ke Feliks, tetapi sekarang Feliks berkata, "Apa yang harus saya lakukan?" Feliks juga memiliki rasa keadilan Romawi dan kewajiban terhadap Roma. Dan tanpa tuduhan dia harus menenangkan orang Yahudi juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kis 24 terbagi dalam: penuntutan, pembelaan dan vonisnya. Marilah kita lihat soal penuntutan. Claudius Lysias mengirim Paulus dan sebuah surat bersamanya, yang mengatakan, “Saya mengirim orang ini, tetapi sejauh yang saya lihat, ini hanya masalah teologi Yahudi. Dia benar-benar tidak melakukan sesuatu yang patut dihukum dengan penjara atau pembunuhan.” Dia memutuskan bahwa Paulus tidak bersalah. Kemudian dia mengatakan kepada para penuduh Paulus, "Beritahukanlah kepada Feliks apakah kesalahan Paulus."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pemimpin Yahudi ini ingin supaya dia mati. Dia adalah ancaman besar bagi mereka. Karena dia mengurangi keamanan mereka. Mereka mencintai keunggulan rohani mereka. Kemudian Paulus datang dan menamakan mereka orang-orang munafik, dan memberitakan Yesus Kristus sebagai Anak Allah, sang Mesias, yang mereka anggap penghujat dan yang dieksekusi melalui Roma. Jadi, Paulus melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan - dia menghancurkan teologi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain itu, dia memenangkan orang Yahudi kepada Kristus di semua tempat, dan ini benar-benar menciptakan masalah. Maka mereka bergerak ke Kaisarea dan mereka menempuh jarak 90 kilometer untuk menuduhnya. Kami melihat penuntutan di <b>ayat 1</b>, “Lima hari kemudian imam besar Ananias dan pemimpin-pemimpin Yahudi pergi bersama seorang pengacara bernama Tertullus. Mereka menghadap kepada gubernur dan mengajukan pengaduan melawan Paulus.” Selain Ananias, ada para penatua, yang adalah pemimpin kunci Sanhedrin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyewa orator yang pandai bicara, Tertullus. Kemungkinan besar dia berbicara bahasa Latin yang fasih, dan dia adalah orang yang akan mengajukan kasus mereka. Dikatakan di akhir ayat 1 bahwa, “Dia memberi bukti kepada gubernur.” <b>Ayat 2</b>, "Dan ketika Tertulus dipanggil, dia mulai menuduh Paulus, dengan mengatakan, “Dibawah pimpinan Bapak, kita menikmati kedamaian yang besar, dan atas kebijaksanaan Bapak sudah banyak perbaikan dilakasanakan untuk bangsa kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tacitus, sang sejarawan, mengatakan, "Feliks mengira dia bisa melakukan kejahatan dan lolos begitu saja. Dia terlibat dalam segala jenis kebiadaban dan nafsu.” <b>Ayat 3</b> berlebih-lebihan lagi, “semuanya itu kami selalu terima di semua tempat, Feliks yang paling mulia, dengan segala rasa syukur.” Feliks tidak percaya hal itu, tetapi dia ada di sana sambil tersenyum karena orang-orang Yahudi itu harus menanggung semua omong kosong ini. Sama sekali tidak ada sesuatu yang mulia tentang dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4</b>, “Meskipun demikian, supaya jangan membuang waktu lagi, saya mohon Bapak mendengarkan pengaduan kami yang ringkas ini.” Kebenaran sebenarnya adalah bahwa dia tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan. Ayat 5-9 memberikan kita tuduhan. Perhatikanlah bahwa tuduhan tersebut terbagi dalam tiga kategori, <b>penghasutan, sektarianisme dan penghujatan</b>. Penghasutan adalah pelanggaran hukum Romawi; sektarianisme adalah pelanggaran hukum Yahudi dan penghujatan adalah pelanggaran hukum Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, tuduhan <b>hasutan</b> bisa diterjemahkan sebagai pengkhianatan. <b>Ayat 5</b>, "Karena kami telah mendapati orang ini pengacau yang berbahaya, pencipta keributan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia, dan dia adalah pemimpin gerakan orang Nasrani.” Yang sebenarnya dikatakan adalah bahwa ia adalah pengganggu. Biasanya kita mengatakan, pria ini selalu menyebabkan ada masalah. Itu bukan tuduhan, itu hanya pernyataan umum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menghasut menentang pemerintah Romawi. Paulus dituduh menciptakan hasutan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia. Selalau ada pemberontakan, dan kerusuhan terjadi. Waktu Paulus berkhotbah, pasti ada orang yang menjadi marah dan yang membangkitkan kerusuhan, dan biasanya dia ada disitu pada saat kerusuhan itu terjadi. Namun Paulus tidak pernah bisa dituduh secara benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan berlebihannya, “Dia adalah penggerak hasutan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia.” Dia tidak menyebutkan kerusuhan mana, karena jika dia menamakan satu daerah, itu segera akan melepaskan tanggung jawab dari Feliks ke daerah itu di bawah siapa pun yang berwenang di sana. Tuduhan pengkhianatan itu tidak benar. Dia menciptakan perbedaan pendapat di mana-mana hanya karena orang menanggapi apa yang dia khotbahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang Kisah Para Rasul, orang-orang Kristen diadili karena pemberitaan mereka. Dengan sangat terperinci, Roh Kudus mencatat semua fitur dari persidangan. Mengapa Tuhan merasa bahwa semua rincian dari semua pengadilan ini harus ada di sini? Tuhan meletakkannya di sini karena sepanjang sejarah, di gereja mula-mula pada khususnya, Kekristenan selalu dikutuk atas dasar bahwa itu adalah pengkhianatan, bahwa itu adalah gerakan pemberontakan, gerakan revolusioner.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kisah Para Rasul, sangat jelas bahwa mereka tidak bersalah atas pelanggaran hukum perdata. Kekristenan bukanlah pengkhianatan politik. Yesus berkata di Matius 22, "berilah kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar.” Rasul Paulus berkata di Roma 13, "Kekuasaan pemerintah ditahbiskan Allah!" 1 Petrus 2 mengatakan, "Serahkanlah dirimu kepada raja-raja, gubernur, dan polisi." Orang-orang Kristen bukan pemberontak politik; Orang Kristen selalu warga negara yang taat hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Claudius Lysias sudah menulis surat di mana dia berkata, "Saya menganggap ini sebagai pertanyaan tentang hukum mereka, tidak ada hubungannya dengan kematian atau ikatan." Dengan kata lain, "Ini bukanlah masalah hukum yang harus dipertimbangkan, ini benar-benar sebuah masalah teologis di antara mereka.” Ini adalah tuduhan yang tidak jelas dan tidak spesifik, yang sebenarnya tidak dapat diterima sebagai bukti apapun. Tuduhan kedua adalah sektarianisme terhadap orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 mengatakan, "Seorang pemimpin sekte orang Nasrani." Enam kali dalam kitab Kisah Para Rasul, Yesus disebut orang Nazaret. Itu adalah istilah penghinaan. Ada banyak kelompok Mesianik pada saat itu. Jadi, dengan menyebut Paulus sebagai pemimpin sekte orang Nasrani, dia menyatukannya dengan kelompok Yahudi Mesianik yang menyusahkan. Dari sudut pandang Yahudi mereka ini adalah ajaran sesat. Dia anti-Yahudi dan dia melanggar hukum Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan ketiga muncul di <b>ayat 6</b>, "Dia bahkan mencoba untuk menajiskan Bait Suci, dan kami menangkapnya, dan ingin menghakimi dia sesuai dengan hukum agama kami.” Nah bait suci itu sangat suci. Ada taman luar, dan di sanalah orang-orang bukan Yahudi bisa datang. Tapi orang bukan Yahudi tidak bisa melewati barikade untuk masuk ke bagian dalam bait suci. Bahkan, ada tanda-tanda di sana, yang tidak mengizinkan mereka masuk. Jika orang bukan Yahudi masuk, dia akan membayar dengan nyawanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bangsa Romawi mengizinkan orang Yahudi memiliki hak hukuman mati hanya untuk pelanggaran itu. Orang-orang Yahudi harus membuat orang-orang Romawi menyalibkan Kristus, karena di bagian lain yang melanggar hukum mereka, mereka tidak memiliki hak untuk membunuh orang. Ketika Paulus berada di dalam Bait Suci, orang-orang Yahudi dari Asia Kecil melihatnya di sana, dan menuduh dia membawa masuk orang bukan Yahudi. Dia tidak melakukan itu, tetapi mereka menggunakannya sebagai alasan saja untuk membunuh Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sungguh menakjubkan bagi saya bahwa orang-orang religius seringkali bertindak paling tidak bermoral dan tidak etis. Sepanjang sejarah peradaban, Anda menemukan hal-hal buruk yang dilakukan oleh orang Kristen. Hal-hal seperti Perang Salib, di mana orang-orang 'Kristen' bergerak ke seluruh Eropa untuk mengambil tempat-tempat suci dari orang-orang Turki, dan saat mereka berbaris, mereka membantai semua orang Yahudi di sepanjang jalan supaya orang-orang Yahudi tidak mempersulit mereka tentang tempat-tempat suci itu, semua ini atas nama Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya orang-orang Yahudi tidak senang dengan orang Kristen. Mereka tahu bahwa Jerman adalah tempat kelahiran Reformasi Kekristenan, rumah Martin Luther. Dan orang-orang Katolik dan Protestan masih saling membunuh, dan semua atas nama agama Kristen. Ini bukan agama Kristen sejati, tetapi apakah dunia mengerti itu? Etika sejati dan moralitas sejati hanya berada dalam hubungan sejati dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang terjadi saat mereka datang dan menuduhnya? Beberapa manuskrip tidak memasukkan akhir ayat 6, semua ayat 7, dan bagian pertama dari ayat 8. Marilah kita terima itu tetap ada. Jadi, apa yang Tertullus katakan adalah, "Lihatlah, dia telah menghujat Bait Suci dan jika Anda akan memeriksanya, Anda akan menemukan ini.” Tetapi Paulus tidak melakukan itu. Itulah masalahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, di <b>ayat 9</b>, dia membawa saksi-saksi, “Dan orang-orang Yahudi ikut setuju, juga mempertahankan bahwa semuanya demikian adanya.” Mereka menyalahkan diri mereka, dengan berbohong terang-terangan. Demi nama Allah, mereka memanggil diri mereka sendiri 'hamba Tuhan', Yang mengasihi Allah, pecinta hukum dan sekarang mereka berbohong untuk melestarikan agamanya dan untuk mengeksekusi orang yang tidak mereka inginkan. Ini adalah ilustrasi jelas tentang apa yang bisa diharapkan semua orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus mengasihi orang-orang itu. Di dalam hatinya, dia memiliki belas kasihan terhadap Ananias dan para penatua, sama seperti kami ada kasih bagi orang-orang Yahudi. Bahkan tidak perlu untuk memisahkannya. Janganlah mengasihi orang-orang Yahudi sebagai gumpalan kecil di sudut sebagai komoditas aneh, mereka adalah orang-orang yang dikasihi Allah. Namun, dalam rencana Tuhan yang luar biasa, mereka memiliki tempat yang unik. Kembalilah minggu depan dan dengarkanlah pembelaan Paulus itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Mar 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180304</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000016</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perlindungan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000015"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+23:12-35" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 23:12-35</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang mempelajari Kis 23 saat kita melihat kembali kehidupan Rasul Paulus karena dia sekarang adalah seorang tahanan. Ada beberapa orang yang ingin membunuhnya. Paulus baru saja melewati tiga kerusuhan, yang semua diarahkan kepadanya. Dia lolos dari kematian tiga kali. Dan sekarang, dia sendirian di selnya, dan Tuhan Yesus datang kepadanya secara langsung di ayat 11, dan mengatakan, "Bersukacitalah, Paulus, karena seperti yang telah kamu bersaksi tentang Aku di Yerusalem, maka haruslah kamu bersaksi juga di Roma.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan datang di tengah malam kepada seorang rasul yang sendirian, yang ditinggalkan dan yang kecil hati untuk menguatkan hatinya. Sepertinya seluruh dunia, merencanakan untuk membunuh dia. Dunia non-Yahudi antagonis dari dari sudut pandang orang kafir, dan dunia Yahudi sangat antagonis karena dia memberitakan Mesias yang mereka tolak. Mungkin dia merasa sedikit seperti Daud, yang menulis kata-kata ini di dalam Mazmur 56.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 56:1-4, “Kasihanilah aku, ya Allah, sebab aku diserang terus menerus, aku ditindas musuh-musuhku. 2 Sepanjang hari aku diinjak-injak lawanku, karena ada banyak orang yang berperang melawan aku, ya Allah Yang Mahatinggi. 3 Waktu aku takut, aku berharap kepada-Mu. 4 Di dalam Allah aku akan memuji firman-Nya, di dalam Allah aku menaruh kepercayaanku; Aku tidak akan takut. Apakah yang manusia bisa lakukan terhadap saya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 12, ada sebuah kejadian yang terjadi yang menyebabkan Paulus tahu pasti bahwa kepercayaannya ditempatkan dengan baik di dalam Allah yang akan membebaskannya. Sampai dia tiba di Roma sejak janji itu di ayat 11, itu membutuhkan waktu dua tahun. Tapi selama waktu itu, dia tidak pernah bimbang. Allah telah berjanji dan dia percaya janji itu. Allah segera memeteraikan janji itu di dalam ayat 12-35.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat-ayat ini tidak ada apa-apa tentang Tuhan yang disebutkan, tidak ada tentang Roh Kudus, tidak ada tentang keselamatan, tidak ada tentang penebusan, tidak ada apa-apa tentang Mesias, tidak ada satupun tentang doktrin Kristen yang digambarkan di tempat lain dalam Alkitab. Tidak ada sesuatu yang praktis untuk kehidupan orang Kristen, dan tidak ada apa-apa di sini mengenai pengajaran doktrinal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ini adalah salah satu ilustrasi terbesar di seluruh Perjanjian Baru tentang kuasa pemeliharaan Allah. Allah melakukan semua hal dengan dua cara, melalui mujizat dan melalui kuasa pemeliharaan, dan itu berbeda. Sebuah keajaiban terjadi ketika Allah menghilangkan proses alamiah untuk menggantikannya dengan cara yang supranatural. Kuasa pemeliharaan adalah ketika Allah melakukan kehendak-Nya dengan menggunakan keadaan alami untuk mencapai apa yang Dia inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah berapa kali Anda membaca dalam Alkitab, “Allah datang dan melakukan ini," dan itu adalah sebuah mujizat. Berapa kali Anda membaca, “Orang ini melakukan ini, dan orang itu melakukan itu dan tiba-tiba, semuanya terjadi sesuai dengan keinginan Allah.” Itulah perbedaannya antara mujizat dan kuasa pemeliharaan. Sebuah mujizat adalah Allah yang masuk ke dalam dunia alam secara supranatural; kuasa pemeliharaan adalah Allah secara supranatural menggunakan alam untuk mencapai kehendak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam Kis 23 kita melihat hal yang sama: kuasa pemeliharaan Allah. Ini adalah penggunaan kejadian alam dan bukan keajaiban. Misalnya ini adalah mukjizat: Rasul Paulus dilempari batu di Listra dan Tuhan membangkitkan dia dari kematian. Rasul Paulus dipenjarakan dan Tuhan memakai gempa bumi lokal yang hanya membuka pintu dan belenggu penjara. Namun melalui kuasa pemeliharaan semua keadaan itu terjalin untuk mencapai tujuan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini adalah ilustrasi yang indah tentang kuasa pemeliharaan Allah. Tentu saja, ada orang yang merasa sulit untuk mempercayai kuasa pemeliharaan. Saat ini ada banyak orang yang selalu menginginkan mujuzat. Tetapi kuasa pemeliharaan benar-benar keajaiban yang lebih besar lagi. Karena Allah dapat mencapai apapun yang Dia ingin mencapai melalui pengaturan hal-hal yang Dia inginkan tepat untuk mencapai kehendak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berkata kepada Paulus, “Aku akan memelihara Anda. Aku tahu kebutuhanmu. Kamu sekarang duduk di sel, dan kamu kesal, lalu Yesus datang dan menghiburmu. Ada rencana pembunuhan terhadap hidupmu. Serahkanlah hal itu pada-Ku, Aku akan mengurus semuanya. Dan saat kita melihat rencana pembunuhan ini terungkap, kita melihat kuasa pemeliharaan Allah saat Dia menggabungkan semua keadaan untuk mencapai perlindungan anak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rencana pembunuhan dirumuskan dalam ayat 12-15, dan rencana itu dalam kehidupan Paulus sangat mirip dengan kehidupan Yesus. Keduanya adalah orang Yahudi, keduanya adalah pengkhotbah Allah, keduanya ditolak oleh bangsanya sendiri, keduanya ada rencana pembunuhan terhadap mereka, keduanya berdiri di hadapan Sanhedrin yang bingung, keduanya adalah tawanan Roma. Paulus tahu persekutuan penderitaan Yesus (Filipi 3:10) lebih dari semua orang yang pernah hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b>, "Dan pada hari itu, beberapa orang Yahudi bersatu dan mereka mengikat diri di bawah kutukan, bahwa mereka tidak akan makan atau minum sampai mereka membunuh Paulus.” Nah, inilah komplotan itu. Kecewa karena tidak bisa membunuh Paulus, sekelompok orang fanatik ini merencanakan cara lain untuk membunuhnya. Mereka sangat bertekad yang kelihatan oleh ungkapan, "Mereka mengikat diri di bawah kutukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka minta balas dendam Allah jika mereka tidak mencapai hal itu. Tentu saja itu bodoh. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Janganlah bersumpah atas Langit atau Bumi.” Tetapi mereka ingin memasukkan nama Allah di dalamnya supaya mereka nampak sangat suci. “Kami akan membunuh dia atau Allah mematikan kita,” Mereka ingin Allah ikut dalam rencana pembunuhan itu. Yang menarik adalah bahwa para rabi memberikan pengampunan kepada mereka yang tidak sanggup memenuhi sumpah mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan mereka begitu keras adalah karena mereka dipengaruhi oleh Setan. Setan menginginkan agar Yesus dan Injil dihancurkan. Pemberontakan dimulai di Surga, dan terus berlanjut di bumi. Bahkan ketika Allah memulai rencana penebusan untuk mengutus Mesias, Setan masih berjuang melawannya. Dia mencoba agar Herodes membunuh Yesus dengan membunuh semua bayi, dia mencoba dengan menggoda Kristus, dengan membunuh Kristus, dengan memeteraikan Kristus di dalam kuburan itu. Tetapi Iblis tidak mungkin menang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13-14</b>, "Sekarang ada lebih dari empat puluh orang yang telah mengadakan komplotan itu. 14 Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan penatua, serta berkata: "Kami telah bersumpah bersama-sama, sehingga kami tidak akan makan atau minum kalau kami belum membunuh Paulus.” Mereka tidak ingin Paulus membuat pidato lain di depan orang-orang karena mungkin dia akan membujuk terlalu banyak dari mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b>, “Nah, sekarang Saudara-saudara bersama dengan Mahkamah Agung, katakan kepada komandan untuk minta Paulus kembali menghadap kalian besok, seolah-olah kalian mau memeriksa lagi perkaranya lebih lanjut; tetapi kami siap membunuhnya sebelum dia sampai di sini.” Itu adalah sebuah penyergapan dan rencana itu dirumuskan. “Apakah Sanhedrin itu setuju?" Menurut ayat 20, mereka setuju. Meskipun beberapa orang setuju dengan Paulus, mereka mungkin dikalahkan suara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di sini kita melihat roda kuasa pemeliharaan itu bergerak saat komplotan itu ditemukan. <b>Ayat 16-17</b>, "Jadi ketika anak saudara perempuan Paulus mendengar tentang penyergapan mereka, dia pergi ke markas dan memberitahu-kan hal itu kepada Paulus. 17 Lalu Paulus memanggil seorang perwira dan berkata kepadanya, “Bawalah anak muda ini ke komandan, karena ada sesuatu yang dia ingin melaporkan kepadanya.” Entah begaimana keponakan Paulus itu bisa tahu tentang komplotan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengerjakan keadaan itu agar anak laki-laki itu berkeliaran di sekitar para konspirator untuk mendapatkan pesan yang tepat. Kemudian anak laki-laki ini memiliki pikiran untuk pergi dan memperingatkan pamannya Paulus. Ini adalah langkah pertama dalam memenuhi janji Yesus itu. <b>Ayat 18</b>, "Lalu perwira itu membawa dia kepada komandan dan berkata, “Paulus, tawanan itu, memanggil saya dan meminta saya untuk membawa pemuda ini kepada Bapak. Dia ingin melaporkan sesuatu kepada Bapak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19-21</b>, “Kemudian komandan itu memegang tangannya, lalu membawa dia pergi ke samping, dan bertanya secara pribadi, “Apakah yang Anda mau katakan kepada saya?” 20 Anak muda itu menjawab, “Orang-orang Yahudi sudah sepakat untuk meminta agar Bapak membawa Paulus menghadap ke dewan itu besok, seolah-olah mereka akan menanyakan lebih banyak tentang dia. 21 Tetapi janganlah Bapak menuruti permintaan mereka itu, sebab lebih dari empat puluh orang dari mereka menantikan dia, orang-orang yang telah bersumpah bahwa mereka tidak akan makan dan minum, sampai mereka telah membunuh Paulus; dan sekarang pun mereka sudah siap, menunggu jawaban Bapak saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sini seorang pemuda meminta komandan Romawi untuk tidak menurut! Anda dapat melihat bagaimana Allah mengendalikan semua hal ini. Jadi keseluruhan komplotan sudah diketahui. <b>Ayat 22</b>, "Jadi komandan itu membiarkan anak muda itu pergi dan memerintahkannya, “Jangan beritahukan kepada siapa pun bahwa kau sudah melaporkan hal ini kepada saya.” Komandan tersebut tidak menginginkan ada pertengkaran lain dengan orang-orang Yahudi tersebut. Dia bijaksana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Claudius Lysias, sang komandan, tidak mau berpihak. Dia ingin Paulus keluar kota, untuk melindungi hidupnya dan posisi Claudius; dan dia ingin menyerahkannya kepada Felix dan membiarkan dia menghadapinya. Untuk membawanya ke Kaisarea, ke pantai, itu sangat cerdas karena itu adalah wilayah yang didominasi orang bukan Yahudi. Kemungkinan ada revolusi, atau pembunuhan tidak begitu besar. Jadi dia memanggil pasukannya untuk mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, "Kemudian dia memanggil dua perwira, lalu ia berkata, “Siapkan dua ratus prajurit, tujuh puluh tentara berkuda, dan dua ratus tentara bertombak untuk pergi ke Kaisarea pada jam ketiga malam itu.” Jadi setiap perwira masing-masing akan mengambil 100 tentara yang berada di bawahnya, dan ini adalah infanteri bersenjata berat. <b>Ayat 24</b>, "Sediakan juga kuda untuk dikendarai Paulus, dan bawalah dia dengan selamat sampai kepada Gubernur Felix.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b>, “Dia juga menulis surat yang berbunyi sebagai berikut.” Lukas mencatat untuk kita surat ini kata demi kata, tapi dia tidak pernah membacanya. Ini adalah ilustrasi yang bagus dari wahyu ilahi. Begitulah keseluruhan Alkitab ditulis oleh ilham Allah. Surat itu mungkin ditulis dalam bahasa Latin, jadi Roh Allah harus menterjemahkannya kepada Lukas dalam bahasa Yunani. Tetapi Roh Kudus sangat baik dalam hal terjemahan!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah suratnya, mulai dari ayat 26 sampai ayat 30. Ini adalah sebuah surat khas di mana orang itu sedang menulis ke atasannya dan dia memperbaiki kasusnya. <b>Ayat 26-27</b>, "Claudius Lysias, Kepada Yang Mulia gubernur Felix: Salam. 27 Orang ini sudah ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan akan dibunuh oleh mereka. Datanglah saya dengan pasukan saya untuk menyelamatkan dia, sebab saya mendengar bahwa dia adalah warga negara Roma.” Dia meringkaskan kejadian-kejadian yang telah menyebabkan pengiriman Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak, dia tidak tahu Paulus itu orang Romawi sampai saatnya dia sudah diselamatkan dan diikat pada bingkai untuk dicambuk. Hanya pada saat itulah dia tahu bahwa Paulus adalah orang Romawi dan dia panik. Saat dia tahu bahwa Paulus orang Romawi dia segera berhenti. Tetapi, sebaliknya dia berkata, "Jadi saya datang dengan tentara untuk menyelamatkannya, setelah saya mengerti bahwa dia adalah seorang Romawi,” saya melindungi haknya sebagai orang Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28-29</b>, "Dan ketika saya ingin tahu alasan mereka menuduhnya, saya membawa dia ke hadapan dewan mereka. 29 Ternyata dia dituduh mengenai pertanyaan tentang hukum mereka, namun ia tidak melakukan sesuatu yang patut dihukum mati atau dipenjarakan.” Saya mengikuti prosedur yang seharusnya, saya membawanya ke dewan tersebut. Dan dia menyimpulkan, tuduhan mereka kepadanya hanyalah berhubungan dengan hukum agama Yahudi; dan tidak ada hubungannya dengan hukum Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyatakan di ayat 29, bahwa Paulus tidak bersalah. Jika Anda kembali ke sejarah Israel, Anda akan menemukan bahwa kepemimpinan Israel telah korup selama berabad-abad. Mereka mengangkat orang-orang jahat dan membunuh orang baik. Mereka melakukan itu kepada Mesias, mereka melakukan itu dengan Stefanus, dan mereka mencoba melakukannya lagi dengan Paulus. Sejarah Israel penuh pembunuhan orang-orang yang telah diutus Allah dengan pesan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30 benar-benar kuncinya; Paulus tidak mungkin bisa pergi dari Yerusalem ke Kaisarea kecuali ada alasan. Alasan normal adalah karena ada tuduhan terhadapnya. Karena tidak ada tuduhan, Claudius berkata, “Saya mengirimnya untuk perlindungan,” dan itu sah. <b>Ayat 30</b>, "Dan ketika saya diberitahukan bahwa ada rencana jahat dari orang-orang Yahudi terhadap dia, saya langsung mengirim dia kepada Bapak, dan juga memerintahkan para penuduhnya untuk membawa pengaduan mereka terhadapnya kepada Bapak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah hal yang cerdas; dia menyelamatkan nyawanya dan reputasinya, baik dengan orang Romawi maupun Yahudi, dengan bertindak bijak dan hati-hati. <b>Ayat 31-32</b>, “Kemudian anggota tentara itu, seperti yang diperintahkan, membawa Paulus pada malam hari ke Antipatris. 32 Keesokan harinya mereka membiarkan pasukan berkuda untuk pergi bersamanya, dan mereka sendiri kembali ke markas.” Jarak dari Yerusalem sampai ke Kaisarea hampir 96 kilometer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitu mereka masuk ke Antipatris, mereka berada di wilayah non-Yahudi. <b>Ayat 33-35</b>, "Ketika mereka sampai di Kaisarea dan telah menyampaikan surat itu kepada gubernur, mereka juga menyerahkan Paulus kepadanya. 34 Sesudah gubernur itu membacanya, dia bertanya dia berasal dari provinsi mana. Dan ketika dia mengerti bahwa dia dari Kilikia, 35 ia berkata, "Saya akan memeriksa perkaramu, apabila para penuduh Anda sudah tiba di sini.” Lalu dia memerintahkan supaya Paulus ditahan di dalam istana Herodes.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gubernur berkata, "Tinggalkan dia di rumah saya." Tahukah Anda bahwa dulu itu istana Herodes? Dia tidak dapat menikmatinya sejak dia mengumumkan suatu hari di mana dia akan menghormati dirinya sendiri dan Allah memukulnya dan cacing memakannya karena dia tidak memuliakan Allah dalam Kis 12. Jadi istananya diambil alih oleh Roma dan dijadikan rumah gubernur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paul telah dikawal oleh 470 tentara dan sekarang, dia akan tinggal di istana. Allah menjaganya. Bagian ini menceritakan hal-hal tentang Allah meskipun nama Allah tidak disebut. Pertama, itu mengatakan bahwa <b>Allah itu setia</b>. Dia membuat sebuah janji di ayat 11, dan tepat di pagi hari Dia melakukan pemenuhannya. Paulus lebih dekat ke tujuannya 97 kilometer ke tempat yang dijanjikan pada hari pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, <b>Allah itu sayang</b>. Dia tahu kemampuan Paulus sampai dimana. Dia tahu berapa banyak yang telah dialami Paulus, dan Dia tahu sudah saatnya Paulus pergi dengan kelas satu. Orang selalu berpikir Allah ingin semua orang itu miskin, dan hidup pas-pasan. Tidak, Allah tahu kapan Dia sebaiknya menopang Anda. Tuhan tahu hal-hal seperti itu. Ini adalah kesenangan-Nya; jangan takut kawanan kecil, iya maksud-Nya kalian semua. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Feb 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180225</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000015</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Konfrontasi dan Penghiburan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000014"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+23:4-11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 23:4-11</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kis 23, Rasul Paulus menghadapi fase kedua dari persidangannya. Dia telah ditangkap dan inilah awal hidupnya sebagai tahanan. Itu tidak menghalangi pelayanannya. Ini hanya memberi dimensi baru. Tapi dalam situasi khusus ini, kita menemukan Rasul Paulus, seperti yang sering terjadi dalam hidupnya, di bawah tekanan, tapi mungkin ini adalah stres paling parah yang pernah ia alami. Dia tahu bahwa dia berada di fase terakhir hidupnya, tapi dia tidak tahu kapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun dia berkata di Filipi 1:21, "Karena bagiku tujuan hidup hanyalah Kristus dan mati berarti untung,” dia memiliki rencana untuk pergi ke Roma. Dia ingin menguatkan orang-orang Kristen di sana. Dia baru saja mengalami cobaan yang mengerikan, sebuah kerusuhan di mana hidupnya dipertaruhkan, namun dia diselamatkan oleh orang Romawi. Dia menghadapi hukuman. Diselamatkan dari itu, dia sekarang dibawa untuk menghadapi pengadilan tinggi Israel, Sanhedrin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah ilustrasi bagus tentang bagaimana Tuhan melayani salah satu anak-Nya yang membutuhkan-Nya. Inilah Rasul Paulus, yang sadar akan potensi kematian dalam hidupnya sendiri, dan menyadari persidangan yang berat yang ia alami. Dan di tengah-tengah hal ini, kita melihat Allah yang menghiburnya, khususnya pada saat kita sampai pada ayat 11. Kita orang Kristen memiliki Allah yang tidak perlu ditakuti, melainkan Allah yang menghibur kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya kita ingin tahu kemana Allah pergi. Atau jika kita tidak heran, ada pertanyaan yang masuk ke dalam pikiran kita, “Apakah Dia peduli? Tuhan, apakah engkau peduli jika kita binasa?” Allah macam apa yang kita miliki? Dengarkanlah Yesaya 49:14-15, umat Israel berkata, "Tuhan telah meninggalkan dan melupakan kami." 15 Dengarkan jawaban Allah, "Mungkinkah seorang ibu melupakan anaknya yang sedang menyusui? Aku telah mengukirmu di telapak tangan-Ku. Aku melihatmu di hadapan-Ku sepanjang waktu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dapat melihat Paulus dalam situasi ini ketika dia menjadi termenung dan penuh pikiran setelah fase persidangannya berakhir, dan dia sendirian di sel. Dan mungkin dia berpikir, “Apakah Allah benar-benar tahu bahwa ini bisa menjadi akhir untuk saya?” Ingatlah apa yang Yesus lakukan di Markus 4:39, “Yesus bangun, lalu membentak angin itu, dan berkata kepada danau, "Diam, tenanglah!" Angin pun reda, dan danau menjadi sangat tenang.” Apakah Dia peduli? Iya, sudah terbukti Dia peduli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ya, Allah kita penuh anugerah, dan Dia pemaaf. Anda berkata, "Tapi apakah itu benar pada saat kita gagal?" Iya, karena, anugerah dan rahmat dan pengampunan hanya bisa terjadi pada saat ada kegagalan. Apakah Anda mengerti itu? Jika tidak ada kegagalan, tidak ada anugerah. Jika tidak ada kegagalan, tidak ada pengampunan. Sekarang kita melihat Paulus, dan dia mungkin berpikir dia gagal dan lihatlah respons Allah atas kesalahan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah apa yang terjadi dengan Rasul Paulus. Sanhedrin dengan tergesa-gesa berkumpul di Fort Antonia atas undangan Claudius Lysias, panglima tertinggi, dan mereka mencoba untuk memastikan apa yang telah dilakukan orang ini. Orang Romawi melihat orang banyak mencoba membunuh Paulus, dan mereka tidak tahu apa tuduhannya. Asumsi Claudius adalah harus ada kejahatan, karena mereka tidak akan berusaha membunuhnya di pelataran Bait Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, dalam Kis 23 pengadilan Sanhedrin dimulai. Dan kita melihat tiga hal utama dalam teks ini: konfrontasi, konflik, dan penghiburan. Paulus berkata, "Saya berdiri di sini tanpa ada tuduhan. Segala sesuatu yang telah saya lakukan, saya telah lakukan dengan sungguh-sungguh untuk Allah, dan itu tidak berubah sejak saya menjadi seorang Kristen. Saya tetap patuh terhadap apa yang saya percaya adalah suara Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya tidak ada satu orang Yahudi yang memiliki hati nurani yang bersih. Mengapa? Karena sistem Perjanjian Lama tidak pernah membersihkan hati nurani itu, benar? Itulah sebabnya Ibrani 9 dan 10 mengatakan bahwa hanya Kristus, dalam pengorbanan-Nya yang sempurna, membersihkan hati nurani orang percaya. Apa yang dimiliki seorang Kristen yang tidak dimiliki orang Yahudi, adalah kebebasan mutlak dari rasa bersalah, karena semua dosa telah diampuni; dan karena itu orang-orang Yahudi tidak mengerti pernyataan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, konfrontasi kemudian menimbulkan konflik. Ayat 2, "Dan Imam Besar Ananias memerintahkan orang yang berdiri di sebelahnyanya untuk memukulnya di mulut.” Itu berarti pukulan dengan sebuah tongkat atau dengan kepalan tangan. Ayat 3, “Maka kata Paulus kepadanya, “Allah pasti menampar engkau, hai tembok yang bercat putih! Karena engkau duduk menghakimi saya menurut hukum Musa, padahal engkau sendiri melanggar hukum itu dengan menyuruh orang menampar saya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imam Besar telah melanggar hukum Taurat. Hukum Yahudi melindungi hak orang yang diadili. Dia bahkan belum dituduh melakukan kejahatan, apalagi terbukti bersalah. Paulus memanggil pembalasan dendam Allah. Kamu orang munafik. Anda telah membawa saya untuk diadili oleh hukum, dan Anda telah melanggarnya sendiri. Tembok bercat putih adalah istilah untuk orang munafik. Paul memang marah, dan itu adalah dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang mengatakan bahwa mungkin dia tidak marah, tetapi melihat ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan hukum. Tetapi dalam situasi hukum, Anda tidak perlu memanggil seseorang tembok bercat putih untuk menjelaskan maksud Anda. Pelecehan verbal tidak perlu dilakukan biarpun imam besar itu adalah tembok putih. <b>Ayat 4</b>, "Dan orang-orang yang berdiri di situ berkata, “Kenapa kamu menghina Imam Besar Allah?’ Apakah dia benar-benar berbuat itu? Imam Besar itu berada dalam posisi yang ditahbiskan Allah tetapi dia termotivasi Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kata kuncinya, menghina waktu marah. Hal itu bisa diterjemahkan menjadi pelecehan, fitnah, penghinaan, kutukan, dan penghujatan, dan semuanya berarti hal yang sama. Orang banyak berkata, "Paulus, Anda telah menghujat Imam Besar.” Mereka melihat sikap Paulus sebagai amarah, sebagai ejekan, bukan seperti langkah hukum yang direncanakan. Ketika Allah mendirikan teokrasi-Nya dalam Ulangan 17, harus ada yang berotoritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menahbiskan otoritas dan ketundukan, dan Allah tahu bahwa akan ada pemimpin yang buruk, tetapi Allah tetap berkata kepada Israel, "Anda tunduk," karena ketundukan adalah prinsip yang membuat pemerintah tetap bersama; dan hakim atau imam itu akan membayar kegagalannya sendiri. Dia bertanggung jawab kepada Allah. Anda bertanggung jawab untuk tunduk kepadanya kecuali dia membuat Anda melakukan sesuatu yang secara langsung melanggar firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Paulus berbicara seperti itu kepada Imam Besar, dia telah melanggar hukum Taurat. Imam Besar tidak memiliki hak untuk memukul dia, namun Paulus tidak berhak bereaksi seperti itu. Karena dia mengambil tindakan yang melanggar prinsip yang telah ditahbiskan Tuhan, prinsip yang menyertai kedudukan itu. Jadi seorang pria dalam posisi itu tidak boleh dihina, karena itu adalah tempat yang ditahbiskan Allah, meskipun orang itu dipengaruhi setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Paulus benar pada saat dia mengatakan bahwa Allah akan memukul dia, karena dia telah melanggar peran imam besar. Tetapi lihatlah sikap Paulus. Apakah sikapmu ketika seseorang mendatangi Anda dan berkata, “Anda bersalah dalam hal ini dan itu." Apakah reaksimu? Paulus tidak membalas dalam pembelaan dirinya. Dia tunduk kepada Firman Allah dan dia minta maaf. Itulah hal rohani benar yang harus dilakukan, karena dia telah melanggar hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b>, “Lalu kata Paulus, “Saya tidak tahu, saudara-saudara, bahwa dia adalah Imam Besar; sebab ada tertulis: Janganlah engkau menghina pemimpin bangsamu!” Dia menghukum dirinya sendiri di depan seluruh dewan itu. Dia berkata, “Saya telah berdosa, saya minta maaf.” Paulus mengaku dia bersalah. Tetapi hal terbaik berikutnya untuk tidak berdosa adalah dengan mengakuinya saat Anda melakukannya dan tunduk kepada otoritas Firman Tuhan dan berpaling darinya. Itulah yang dilakukan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat kemanusiaannya saat dia menjawab. Kita melihat kerohaniannya pada saat dia menyadari dosanya dan segera mengakui dosa itu dan berbalik darinya. Jika Anda berurusan dengan dosa dalam hidup Anda seperti itu, Anda akan menyelamatkan diri dari banyak siksaan. 1 Korintus 11:31 mengatakan, “Sebab jikalau kita menghakimi diri sendiri, kita tidak akan dihakimi.” Jika kita mau mengurus dosa kita sendiri, kita tidak perlu dihukum Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah orang yang rendah hati. Allah tolonglah aku dan Anda menjadi seperti itu. Pencuri di kayu salib melihat ke samping, dan berkata, "Kami memang, menderita dengan adil.” Dan dialah orangnya yang diterima Yesus. Allah dihormati saat kita mengakui dosa dan berbalik darinya. Dosa Anda janganlah dibandingkan dengan dosa orang lain, karena selalu ada dosa yang lebih buruk. Itu hanya harus dilihat dibandingkan dengan kekudusan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sampai pada masalah <b>konflik</b>. Dalam ayat 6 sampai 10 konflik ini berubah menjadi sebuah kemenangan. Perhatikanlah apa yang dia lakukan. Roh Tuhan telah memberi orang ini kebijaksanaan luar biasa. <b>Ayat 6</b>, "Tetapi ketika Paulus melihat bahwa satu bagian adalah orang-orang Saduki dan bagian lainnya adalah orang-orang Farisi, dia berseru kepada mahkamah itu, “Saudara-saudara, saya adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; saya dihakimi karena pengharapan dan kebangkitan orang mati!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam teologi Yahudi, pada dasarnya ada tiga sekte: orang-orang Farisi, Saduki dan Essenes. Essenes adalah orang-orang yang tinggal di dekat Laut Mati di Qumran, mereka orang estetika dan monastik; tetapi orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki ada di tengah-tengah. Orang-orang Farisi adalah para super-legalis yang percaya mukjizat, dan interpretasi harfiah dari Kitab Suci. Orang-orang Saduki adalah kaum liberal hari itu, mereka tidak percaya mukjizat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Farisi adalah mayoritas. Orang-orang Saduki, minoritas; tetapi mereka punya kontrol, karena mereka adalah keluarga imam. Jadi Paul melihat Sanhedrin, kelompok yang dia kenal baik, karena dulu dia seorang anggota; dan dia tahu kelompok-kelompok itu ada di situ. Nah, orang-orang itu setuju hanya pada saat mereka bertemu di Sanhedrin. Sisa waktu, mereka selalu bertentangan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Paulus menyebabkan seluruh Sanhedrin berperang dengan dirinya. Dia hanya dengan tenang berdiri di sana saat mereka memulai pertarungan. Tahukah Anda, masalah sebenarnya yang dipertaruhkan adalah Paulusl telah memberikan kesaksiannya; dan Paulus menyatakan dalam kesaksiannya bahwa dia pergi ke Damsyik dan berbicara dengan Yesus dari Nazaret. Nah, itu berarti bahwa Yesus dari Nazaret itu hidup, benar? Jadi itu mengatakan bahwa ada kebangkitan!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Farisi seperti orang Kalvinis. Mereka percaya pada kedaulatan mutlak. Orang-orang Saduki seperti orang Armenia. Orang-orang Saduki percaya kehendak bebas, dan karena itu mereka selalu berdebat tentang predestinasi dan kehendak bebas. Mereka selalu berlawanan terus-menerus. Paulus memberitakan ada kebangkitan. Itulah yang membuat orang kesal. Dia berkhotbah bahwa Yesus hidup, bahwa Yesus telah berbicara dengan dia dua kali, dan inilah yang membuat semua orang marah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Saduki mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan atau malaikat atau roh. Mereka menyangkal bahwa jiwa itu hidup setelah tubuhnya mati. Mereka berkata, "Tubuh mati, jiwa mati, tidak ada surga, tidak ada neraka." Orang-orang Saduki di dirikan sebagai reaksi terhadap konsep orang Farisi tentang penghargaan atas pelayanan, dan reaksi itu berlanjut sampai pada ekstrem dengan menolak penghargaan apa pun juga. Jadi tidak ada kehidupan setelah kematian, tidak ada mujizat dan tidak ada karya supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Maka timbullah keributan yang hebat. Dan ahli Taurat dari pihak orang Farisi bangkit dan menentang sungguh-sungguh, dengan mengatakan, “Menurut kami orang ini tidak bersalah sedikitpun; tetapi jika ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya, janganlah kita berperang melawan Allah.” Paulus hanya berdiri di sana. Mereka rela melepaskan Paulus dari sudut pandang teologi untuk melawan orang-orang Saduki. Ungkapan terakhir tentang "malaikat atau roh" tidak ada dalam manuskrip terbaik pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak mengatakan bahwa itu adalah roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya. Itu adalah Yesus Kristus. Tetapi mereka tidak mau menerima hal itu. Apakah Anda lihat bagaimana mereka mengubah kesaksian agar itu sesuai dengan teologi mereka? Tetapi mereka ingin memasukkan bagian teologi mereka ini, jadi mereka berkata, "Bagaimana jika seorang malaikat atau roh berbicara kepadanya?" Dan orang-orang Saduki akan berkata, "Tidak ada malaikat atau roh." Dan pergilah mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 10</b>, "Ketika ada pertengkaran hebat, komandannya takut, jangan-jangan Paulus dikeroyok oleh mereka, dan ia memerintahkan pasukannya untuk mengambil dia secara paksa dari antara mereka dan membawa dia ke markas.” Setiap kali komandan itu mencoba untuk mendapatkan tuduhan terhadap Paulus, dia gagal. Sekarang seluruh pengadilan Yahudi itu bertengkar satu sama lain, dan Paulus masih berdiri di sana tanpa tuduhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin, mereka mengelilingnya, dan orang-orang Saduki menariknya ke arah ini, dan orang-orang Farisi menariknya ke arah lain. Jadi orang Romawi harus menyelamatkan Paul lagi. Waduh, Allah telah merencanakan segalanya yang terjadi. Pemimpin bangsa Israel diliputi kebingungan, dan Claudius telah mengumpulkan seluruh tentara Romawi di sisi Paulus. Apabila Allah telah membenarkan seseorang, memang sulit untuk menuntutnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Claudius Lysias berkata, "Saya masih belum tahu apa yang telah dilakukan orang ini." Jadi Paulus dimasukkan ke dalam markas untuk malam ini. Dan sekarang kita tiba pada saatnya ada <b>penghiburan</b>. <b>Ayat 11</b>, "Tetapi malam berikutnya Tuhan Yesus berdiri di sana dan berkata, "Bersukacitalah Paulus, karena seperti engkau sudah memberi kesaksian untuk Aku di Yerusalem, maka engkau nanti harus memberi kesaksian di Roma juga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak cukup bagi Tuhan untuk hanya mengingatkannya akan beberapa prinsip. Yesus benar-benar datang kepadanya. Yesus datang dan berdiri di sampingnya dan Dia memberikan kepadanya tiga hal, "Penghiburan, pujian dan kepercayaan diri." Penghiburan. “Tuhan berdiri di sampingnya dan berkata, “Bersukacitalah, Paulus.” Dapatkah Anda membayangkan Anda duduk di sana dan tiba-tiba Anda mendengar Yesus berkata, “Bersukacitalah, Paulus.” Seperti apa suara Yesus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda percaya bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita? Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus berdiam di dalam kita. Yesus berkata, "Saya mungkin akan pergi dari dunia ini, tetapi saya tidak akan pernah meninggalkan Anda. Sesungguhnya Saya selalu akan bersama Anda.” 2 Korintus 7: 4 mengatakan, “Saya menaruh kepercayaan penuh kepadamu, dan saya bangga sekali terhadapmu. Saya dipenuhi penghiburan. Saya sangat bersukacita dalam semua kesengsaraan kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus secara pribadi masuk ke dalam sel kecil itu pada malam itu dan memberi damai sejahtera dalam hati Paulus. “Bersukacitalah, Paulus.” Tidak banyak teologi dalam hal itu, bukan? Dia hanya berkata, "Bersukacitalah, Saya bersamamu disini.” Paulus mengatakan di Filipi 4:6, “Janganlah kuatir mengenai apa pun.” Mengapa? "Tuhan sudah dekat." Bukankah itu bagus? Itu adalah penghiburan nyata. Kita tidak pernah sendirian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata, "Paulus, engkau telah memberi kesaksian tentang Aku di Yerusalem." Dia berkata, "Paulus, engkau telah menyelesaikan pekerjaan Anda di sini. Anda melakukan apa yang saya inginkan.” Kemudian Dia memberinya kepercayaan diri." Dan Anda pun harus bersaksi di Roma.” Tuhan baru saja berjanji demikian. Allah datang secara pribadi, dan Dia bersyukur untuk masa lalu, menghibur untuk saat ini, dan menjamin masa depan. Berikanlah segala masalah Anda kepada Dia. Dan Dia akan bersama Anda untuk selama-lamanya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Feb 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180218</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000014</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hati Nurani yang Bersih]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000013"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+23:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul <span class="imTALeft">23:1-3</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu kami melihat apa yang terjadi pada Rasul Paulus ketika dia ditangkap oleh orang Romawi, setelah dia diserang oleh orang-orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi telah menyebarkan kabar palsu bahwa Paulus anti-Yahudi, dan bertentangan dengan budaya Yudaisme. Jadi mereka mulai sebuah kerusuhan, yang dirancang untuk membunuhnya, Di tengah masalah ini, orang Romawi turun tangan, dan menyelamatkan hidup Paulus, dan mulai membawanya ke markas, sambil naik tangga menuju ke Benteng Antonia, yang disebelah Bait Suci itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di puncak tangga, sang rasul minta izin untuk berbicara kepada orang-orang Yahudi, dan Claudius Lysias, komandan pasukan itu, mengizinkan Paulus melakukan hal itu, dengan memikir bahwa dia kemudian akan tahu kejahatan apa yang telah dilakukan orang ini. Jadi Paulus menceritakan tentang kesaksiannya tentang bagaimana dia adalah orang Yahudi yang menghormati Yudaisme, bahwa tradisi Yudaisme sangat berarti baginya. Dia bukan anti-Yahudi. Dia tidak menajiskan Bait Suci. Dan dia tidak melawan hukum Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Komandan masih tidak tahu mengapa mereka ingin membunuhnya dan karena itu dia merencanakan untuk menganiaya Paulus untuk mencari tahu kebenaran. Sementara dia diregangkan untuk menerima hukuman, Paulus dengan tenang memberitahu bahwa dia adalah warga negara Romawi. Segera dengan panik, mereka melepaskan ikatannya, karena itu kejahatan yang memiliki hukuman mati. Jadi komandan tetap masih tidak tahu Paulus dituduh kejahatan apa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi satu-satunya jalan adalah dengan membawa Paulus ke Sanhedrin Yahudi, dan menempatkannya di depan tribunal bangsanya sendiri, yang kemudian dapat menjelaskan tuduhan terhadapnya. Nah ketika kita mendekati bagian khusus ini di mana Paulus berbicara kepada dewan Yahudi yang telah dikumpulkan oleh Claudius, kita diingatkan akan pertentangan Yahudi melawan Injil yang terus-menerus. Sepanjang Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes kita melihat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam Kisah Para Rasul, kita memiliki proses pengerasan yang sama yang meningkat bersama dengan pelayanan apostolik. Kisah Para Rasul terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama Kis 1 sampai 7, menggambarkan penyebaran Injil di Yerusalem; Kis 8 sampai 12 berkaitan dengan penyebaran Injil di Yudea dan Samaria; Kis 13 sampai 28 ada hubungannya dengan penyebaran Injil ke bagian paling ujung dunia. Itulah tempat-tempat untuk bersaksi: di Yerusalem, di Yudea-Samaria, dan bagian paling ujung dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bersamaan dengan khotbah apostolik tentang salib, di masing-masing dari tiga bagian itu muncul gelombang antagonisme Yahudi yang makin naik. Pada bagian pertama, pada hari Pentakosta ketika Injil pertama kali diperkenalkan di Yerusalem, ada 3.000 orang yang diselamatkan. Tidak ada oposisi. Keajaiban bahasa berbeda begitu luar biasa sehingga yang terbaik yang bisa mereka lakukan adalah mengejek para rasul sepertinya mereka mabuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada tahap kedua, setelah itu dalam Kis 8, penganiayaan dimulai dari sana di bawah Paulus; dan gereja tersebar ke Yudea dan Samaria, yang membawa Injil ke wilayah berikutnya, yang berarti ada penginjilan dalam dimensi baru dan wilayah baru. Jadi dari Kis 8 sampai Kis 12, oposisi semakin meningkat. Akhirnya ada klimaks, yang terjadi di Kis 13-14 dengan orang-orang Yahudi mengutuk dan menghujat di Antiokhia Pisidia, dan mereka mencoba membunuh Paulus dengan batu di Listra.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahap ketiga dari oposisi Yahudi muncul saat Injil berlanjut ke ujung dunia, dan di mana pun Paulus pergi, ada orang bukan Yahudi dan beberapa orang Yahudi yang diselamatkan, namun sebagian besar orang menentangnya dengan kekerasan. Akhirnya, Paulus meneruskan perjalanannya sampai ke Roma, dan di dalam Kis 28: 25-27 semuanya berakhir dengan sebuah tuduhan akhir atas Israel karena pertentangan mereka, "Jadi,dengan pendirian berlawanan mereka meninggalkan tempat itu setelah Paulus mengatakan satu kata.” Orang-orang Yahudi itu pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Roh Kudus berbicara dengan benar melalui nabi Yesaya kepada nenek moyang kita, 26 dan berkata, “Pergilah kepada orang-orang ini dan katakanlah, "Kamu akan terus mendengar, tetapi tidak mengerti; kamu akan terus memperhatikan, tetapi tidak tahu apa yang terjadi; 27 Karena hati orang-orang ini sudah menjadi tumpul. Telinga mereka sudah menjadi tuli, dan mata mereka sudah dipejamkan, kecuali mereka melihat dengan mata mereka dan mendengar dengan telinga mereka, kecuali mereka mengerti dengan hati mereka dan berbalik, sehingga saya harus menyembuhkan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, inilah keempat kalinya hal ini dinyatakan dalam Kitab Suci. Dan, inilah komentar mengenai ketidakpedulian Israel. Jadi kita melihat bahwa salah satu tema yang berjalan sepanjang kitab Kisah Para Rasul adalah sama dengan yang di Injil, yaitu antagonisme Yahudi. Dan, meskipun hati kita mendukung Israel, dan meskipun kita mengasihi umat Israel, kita masih melihatnya sekarang juga, jenis antagonisme yang sama dari orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ini hanya reaksi tipikal terhadap Injil, dan yang luar biasa tentang hal itu adalah bahwa sang Mesias, Kristus memenuhi semua nubuatan Mesianik. Dia mewujudkan segalanya yang mereka harapkan dari Mesias itu dan lebih, namun mereka menolak Dia dan terus menerus menolak Dia, yang menunjukkan bahwa agama yang Allah berikan kepada mereka untuk memimpin mereka kepada Mesias, malah diabaikan dan agama itu menjadi akhir dengan sendirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Claudius Lysias menempatkan Paulus di depan pengadilan orang-orangnya sendiri di Kis 22:30. Jadi komandan garnisun tentara ini di Yerusalem, membawa Sanhedrin ke Fort Antonia. Biasanya, 70 anggota Sanhedrin bertemu di aula sebuah forum amfiteater. Imam besar adalah presiden, dan sebagai anggota ke-71, dia biasanya duduk di depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada kesempatan ini, Claudius Lysias telah mengumpulkan Sanhedrin di ruang bawah Fort Antonia, dan dia membawa Paulus ke mereka. Ini adalah kelima kalinya dewan Yahudi itu, harus mengevaluasi klaim-klaim dari Kristus. Pertama kali itu terjadi di pengadilan Yesus. Kedua kalinya di Kis 4 bersama Petrus dan Yohanes. Kali ketiga adalah dihadapan Dua Belas murid dalam Kis 5. Waktu keempat adalah bersama Stevanus. Dan sekarang bersama Paulus untuk kelima kalinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka telah mendengar kebenaran dari Yesus, Petrus, Yohanes, Keduabelas murid, Stevanus dan Paulus. Mereka telah mengambil keputusan salah berdasarkan motivasi yang tidak murni selama ini, dan disinilah mereka berada untuk kelima kalinya. Allah itu penuh anugerah, benar? Penginjil terbesar berhadapan muka ke muka dengan orang-orang itu, dan mereka mendengar kebenaran itu lima kali. Yohanes 3 mengatakan mereka menghakimi diri karena mereka tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dibutakan Iblis, dan karena itu cahaya Injil tidak dapat menerangi mereka. Jadi Paulus menghadap dewan Yahudi itu untuk menjawab tuduhan palsu. Dewan tiu terdiri dari imam-imam besar, dan beberapa anggota keluarga imam besar itu, dan juga para penatua. Nah penatua itu adalah kepala keluarga suku. Juga termasuk adalah ahli-ahli Taurat, orang Farisi dan orang Saduki. Dan imam besar itu juga adalah moderator.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sanhedrin memiliki polisi sendiri untuk menangkap orang. Mereka bisa mengurus semua hukuman kecuali hukuman mati. Untuk itu mereka harus tunduk kepada pemerintah Romawi. Itulah yang terjadi dalam kasus Yesus. Satu-satunya saat mereka diizinkan membunuh orang adalah ketika seseorang menodai Bait Suci. Ketika orang bukan Yahudi masuk ke dalam Bait Suci, mereka memiliki hak untuk membunuhnya; dan itulah yang mereka ingin lakukan terhadap Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sebagai orang Yahudi, Paulus tidak boleh dibunuh. Tetapi mereka memutarinya sehingga Paulus akan dibunuh karena menodai Bait Suci dengan membawa orang bukan Yahudi ke bagian dalam. Ada empat bagian dari proses sidang itu. <b>Konfrontasi, konflik, penaklukan dan penghiburan</b>. Jadi mari kita mulai dengan konfrontasi. Paul suka menghadapi situasi. Dia pemberani. Nah, jenis keberanian inilah adalah jenis yang dapat mengubah sesuatu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kis 23: 1</b>, “Lalu Paulus, sambil menatap Mahkamah Agama itu, berkata, “Saudara-saudara, sampai hari ini saya telah hidup dalam hati nurani yang baik di hadapan Allah.” Pernyataan, “menatap” itu berarti dia memandang mereka. Dia menatap mereka bola mata-ke-bola mata. Mereka adalah orang-orang yang dia kenal. Beberapa di antaranya adalah murid Gamaliel, yang pernah belajar bersamanya saat masih muda. Banyak dari mereka adalah orang-orang Farisi. Mereka semua tahu siapakah dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus telah menjadi penganiaya gereja dan sekarang mereka mengira dia adalah pengkhianat. Perhatikan hal pertama yang dia katakan, "Pria dan saudara." Itu bukan cara yang tepat. Kis 4: 8 memberitahu kita bagaimana Petrus berbicara kepada mereka, “Penguasa rakyat dan para penatua Israel.” Paulus mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak berada dalam situasi tunduk. Dia berkata, "Sepanjang hidup saya, sampai sekarang, saya telah melakukan apa yang dikatakan hati nurani saya bahwa Allah ingin saya lakukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apa artinya itu bagi mereka? Mereka tidak menghakimi Paulus sekarang, mereka menghakimi Allah. Motivasi saya selalu murni. Dalam Filipi 3: 6 dia berkata, “Kalau dinilai dari segi hukum agama Yahudi, saya seorang baik yang tidak bercela.” Paulus berkata kepada orang-orang itu, "Kalian tahu ini benar. Kalian tahu bagaimana saya bertindak di dalam Sanhedrin, kalian tahu bagaimana saya menganiaya gereja. Kalian tahu semangat saya untuk Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, itu benar-benar membuat mereka marah, karena itu membuatnya benar. Dia mengatakan, pada dasarnya, "Saya benar, saya melakukan yang benar," dan mereka tahu ini. "Saya merasa perlu untuk menganiaya Yesus dari Nazaret." Bahkan saat dia berkeliling untuk mengancam pembantaian terhadap orang Kristen, dia mengira dia melakukan hal yang benar. Dia adalah orang yang teliti terhadap Allah. "Saya selalu melakukan apa yang saya percaya Allah ingin saya lakukan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi hati nurani kita tidak selalu menjadi kunci kebenaran. Ada banyak orang teliti yang salah. Nah, hati nurani bisa saja digunakan oleh Allah, dan jika hati nurani kita seperti yang dirancang Allah, maka itu akan menghukum. Tetapi Anda bisa mengacaukan hati nuranimu. Anda juga bisa memiliki hati nurani yang najis, hati nurani yang jahat. Memiliki hati nurani yang baik terhadap Allah tidak akan menyelamatkan siapa pun juga kecuali jika terlibat kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru mengatakan bahwa Anda dapat memiliki hati nurani lemah seperti yang dijelaskan dalam 1 Korintus 8:7. Titus 1:15 mengatakan, “Segala sesuatu adalah suci bagi orang-orang yang suci, tetapi bagi orang-orang yang najis dan tidak percaya tidak ada sesuatupun yang murni, sebab pikiran dan hati nurani mereka sudah kotor.” Ibrani 10:22 mengatakan, “Marilah kita mendekati Allah dengan hati yang tulus dengan iman yang teguh, dengan hati yang sudah disucikan dari hati nurani yang jahat dan dengan tubuh kita yang sudah dicuci dengan air murni.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 4: 2 mengatakan bahwa Anda dapat memiliki hati nurani yang gelap. Itu adalah hati nurani yang ditutupi jaringan parut. Bekas luka itu menyebabkan Anda tidak dapat merasakan apapun dan kebenaran ilahi tidak lagi menimbulkan sensasi apapun. Anda telah menodai hati nurani Anda sehingga telah menjadi hati nurani yang jahat. Dalam situasi itu, seseorang bisa percaya apa yang dia lakukan itu benar dan dia tetap salah. Orang bisa masuk neraka dan bahkan tidak menyadari hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati nurani itu adalah apa yang mengambil keputusan moral atas tindakan Anda. Untuk waktu lama dalam kehidupan Paulus, hati nuraninya memberitahukan apa yang dia lakukan itu baik, dan ternyata tidak. Hati nuraninya dikoreksi, saat dia diselamatkan. Dan di 1 Timotius 1:19 itu menjadi hati nurani yang baik; dalam Kis 24:16, hati nurani yang tidak mau menyakiti hati Allah. Dan di 1 Timotius 3:9, itu menjadi hati nurani yang murni.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuncinya ada di dalam Roma 9:1-3, “Aku berkata yang benar di dalam Kristus, saya tidak berdusta, hati nurani saya juga memberi saya kesaksian di dalam Roh Kudus, 2 bahwa saya sangat sedih dan saya menderita terus di dalam hati saya. 3 Karena saya berharap agar saya sendiri dikutuk oleh Kristus demi saudara-saudaraku, orang-orang sebangsaku menurut daging.” Paulus mengatakan kepada semua orang bahwa dia benar-benar sayang Israel. Hati nuraninya adalah saksinya dalam Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bila Anda bisa mengatakan, "Saya memiliki hati nurani yang jernih, apa yang Anda katakan hanyalah, “Saya tidak ada rasa salah apapun juga. Hati nurani saya mengatakan bahwa tindakan saya secara moral berharga bagi Allah.” Kesenangan kita adalah kesaksian hati nurani kita: bahwa dengan sederhana dan ketulusan yang saleh, bukan dengan kebijaksanaan daging, namun oleh anugerah Allah, kita telah berperilaku baik. sesuai dengan apa yang dilakukan Roh melalui hati nurani saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, konfrontasi itu. <b>Kis 23: 2</b>, “Dan Imam Besar Ananias memerintahkan orang-orang yang berdiri di dekatnya untuk menampar dia di mulut." Ini adalah seorang imam besar baru, anak Netavias, yang memulai pada tahun 47 M dan berada disitu sekitar 12 tahun setelah itu, dan kemudian dibunuh. Imam besar ini menjadi marah, dia adalah salah satu orang yang paling memalukan dan busuk yang duduk di jabatan imam besar. Sejarawan kuno semua mengatakan hal-hal buruk tentang dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menjadi sangat pro-Romawi, dan benar-benar membungkuk ke Roma, sedemikian rupa sehingga bangsanya sendiri mulai membencinya. Bayangkan seorang imam besar Yahudi yang pro-Romawi. Mereka membencinya dan, akhirnya pada tahun 66 M., sekelompok pemberontak Yahudi mulai berperang melawan Roma. Salah satu orang yang mereka inginkan adalah Ananias. Mereka menemukannya bersembunyi di saluran air, dia diseret keluar, dan dia dibunuh bersama saudaranya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, di sini Ananias ini memerintahkan salah satu bawahanya untuk memukul mulut Paulus, yang mengejutkannya. <b>Ayat 3</b> mengatakan, “Maka kata Paulus kepadanya, “Allah pasti menampar engkau, hai tembok yang dicat putih! Karena engkau duduk untuk menghakimi saya menurut hukum Taurat, padahal engkau sendiri melanggar hukum itu dengan menyuruh orang menampar saya!” Dia mengatakan, “Kamu orang palsu. Kamu hanya terlihat baik dari luar, kamu busuk dari dalam.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imam Besar itu telah melanggar hukum Taurat, maka ia berkata kepadanya: "Inilah kamu, hakim agung yang akan membawa aku hukum Taurat dan kamu sendiri melanggar hukum Taurat.” Hukum orang Yahudi mengatakan, “Dia yang menampar Israel menampar Yang Kudus.” Hukum Yahudi melindungi hak-hak seorang, dan dia tidak bersalah sampai terbukti bersalah. Paulus bahkan belum dituduh apa-apa, apalagi dihakimi karena itu dan divonis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang Paulus katakan itu ternyata adalah nubuatan. Tidak lama sesudah itu, itu persis yang terjadi. Allah mengambil nyawanya, dia dibunuh. Paulus dulu seperti naga yang berapi-api, terus menerus membantai. Sungguh menakjubkan bahwa itu mulai di Kis 9 dan baru di Kis 23 kita melihat ini. Sejak pertobatannya, Paulus dirubah Roh Kudus menjadi orang lain. Itu adalah transformasi nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda belajar tentang hati nurani, Anda belajar sesuatu yang baik. Jika Anda belajar tentang keberanian, Anda belajar sesuatu yang baik juga. Saya harap Allah memberikan kita semua keberanian yang sama yang dimiliki Paulus dan komitmen untuk hidup di dunia ini dengan hati nurani yang baik. Bagaimana hati nurani Anda? Apakah itu didukung Roh Kudus? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Feb 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180211</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000013</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sikap Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000012"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+22:15-30" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 22:15-30</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sampai dengan Kis 21, kita telah mengikuti pelayanan Rasul Paulus sebagai orang merdeka. Dimulai pada Kis 22, dia menjadi tahanan; dan dari sini sampai kematiannya, dia tetap menjadi tahanan. Pelayanannya tidak berkurang, hanya berbeda saja. Sekarang selama ini, dia memberikan enam pembelaan diri yang berbeda atas tindakan dan sikapnya. Pembelaan pertama diberikan di sini dalam Kis 21:27 - 30.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tengah penangkapan dan pembelaannya, kita melihat prinsip bagaimana memberikan kesaksian positif dalam situasi negatif; dan kami telah mencoba untuk menarik prinsip-prinsip itu keluar. Sekarang kita akan melihat bagian akhir narasi yang ada hubungannya dengan sikap. Dalam memberikan kesaksian positif, sikap itu sangat penting. Sikap saya terhadap orang yang tidak beriman akan mempengaruhi kesaksian saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika saya benar-benar mengasihi orang itu, yang negatif dalam hidupnya akan digantikan oleh kasihku yang positif; dan itu tidak akan menjadi masalah bagaimana dia antagonis atau bagaimana dia tidak berlaku seperti seharusnya, saya tetap akan mengasihi mereka. Jadi sikap itu adalah kritis. Banyak orang Kristen dituduh memiliki sikap yang salah, dengan memikir bahwa mereka lebih unggul, tanpa kasih dan tidak peduli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih yang sejati, penuh perhatian, jujur, dan dalam untuk mereka yang terhilang adalah dasar dari kesaksian yang efektif. Orang yang paling efektif dalam mencapai yang terhilang adalah orang-orang yang kasihnya tulus, karena kita cenderung melakukan apa yang kasih kita memotivasikan kita. Orang Kristen yang mengutuk dan membenarkan diri sendiri adalah orang yang benar-benar tidak mengasihi orang seperti yang dilakukan Yesus, jadi daripada memenangkan orang, dia malah mengasingkan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, dalam bagian ini, Paulus menunjukkan kepada kita sikap yang benar terhadap orang yang tidak percaya, dan itu dasar untuk mempengaruhi mereka bagi Kristus. Pertama, Allah sangat mengasihi dunia, sampai Dia memberikan Anak-Nya yang Tunggal untuk mati bagi dosa orang-orang yang beriman. Paulus sama juga membuat pernyataan tentang kasihnya kepada Israel. Dia begitu mengasihi Israel, sehingga dia rela dikutuk. Dan dengan sikap seperti itu dia mengabarkan injil kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Rasul Paulus baru saja mengakhiri perjalanan misinya yang ketiga. Dia tiba di Yerusalem pada hari raya Pentakosta. Ini adalah saatnya Yerusalem dipenuhi orang. Nah pada ketiga perjalanan misi ini, Paulus memiliki dampak positif dan negatif. Secara positif, dia memenangkan banyak orang kepada Yesus Kristus dan memulai banyak gereja. Secara negatif, dia mengasingkan orang-orang Yahudi yang tidak percaya kemanapun dia pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang akan dilakukannya saat pergi ke sebuah kota adalah pergi ke rumah ibadat. Terus dia memberitakan Kristus di sinagog itu; dan beberapa orang Yahudi akan percaya dan sisa mereka akan bersikap antagonis dan, kebanyakan mereka akan membencinya. Dan, saat ia pergi dari kota ke kota, banyak sekali orang Yahudi, kebanyakan pemimpin-pemimpin dan bukan rakyat, membencinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang perjalanannya ke Yerusalem, dia menghadapi permusuhan dari para pemimpin Yahudi. Nah, yang lebih buruk lagi, ketika dia tiba di Yerusalem pada waktu pesta, semua pemimpin Yahudi dari seluruh dunia juga ada di sana. Jadi dia tiba dalam situasi yang eksplosif di Yerusalem bersamaan dengan musuh-musuhnya. Dia dikelilingi oleh semua musuhnya yang membencinya. Orang-orang Yahudi non-Kristen ini dari Asia Kecil, sekarang melihat dia di Bait Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus telah melayani di sana secara efektif selama tiga tahun dan mendirikan tujuh gereja yang berbeda. Tetapi mereka mulai dengan menuduh Paulus bahwa dia melawan orang-orang Yahudi, melawan hukum Taurat, dan melawan Bait Suci. Ini semua dusta hanya untuk menghasilkan kekerasan massal terhadapnya, dan itu memang terjadi. Dan senua orang yang adalah Yudaisme legalistik, diliputi kegilaan untuk membunuhnya; dan karena itu mereka mulai kerusuhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Kis 21:30 mereka membawa Paulus keluar dari Bait Allah, lalu menutup pintu. Mereka mau membunuhnya di ayat 31. Tetapi ketika orang Romawi melihat bahwa ada kerusuhan di Bait Allah itu, perwira dan tentara mereka masuk untuk meredakan kerusuhan tersebut. Ayat 31- 36, adalah kedatangan orang Romawi. Nah komandan Romawi itu, berpikir bahwa ini adalah revolusioner Mesir yang sebelumnya telah menimbulkan kerusuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menangkap Paul dan membelenggu dia dan kemudian mereka naik tangga melalui gerombolan, dan menggotongnya diatas kepala mereka. Jadi Paulus sekarang berada di tangga atas, menuju ke markas. Dia diam saja dan tunduk, dan membiarkan dirinya dibelenggu dan dipenjarakan. Mengapa? Karena Allah telah memberitahunya melalui nabi Agabus bahwa ini akan terjadi, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perhatikanlah, Paulus menerima situasi ini sebagai kehendak Allah. Allah ingin membawa Anda ujian dan situasi sulit, karena tes itulah yang membuat Anda kuat. Allah ingin membawa Anda ke dalam konfrontasi yang sulit dengan dunia yang jahat, karena begitulah reaksi orang saat diperhadapkan dengan Injil. Jadi Anda mungkin juga dilatih untuk menghadapi situasi negatif seperti ini; dan ketika itu terjadi, terimalah semuanya karena itu datang dari Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus selalu menciptakan kesempatan untuk bersaksi kepada orang-orang. Marilah kita lihat apa yang dia lakukan saat dia sampai di puncak tangga. Dia bertanya pada komandan, “Bolehkah saya bicara sebentar dengan Tuan?” Dan orang itu terkejut bahwa Paulus berbicara bahasa Yunani. "Apakah kau bisa bahasa Yunani?" "Iya," kata Paul, “Saya orang Yahudi; saya warga kota Tarsus, kota yang penting di Kilikia.” Ini adalah kesempatan baik untuk mengetahui apa tuduhannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia berkata, baiklah silahkan bicara. Di tengah situasi yang negatif, Paulus menciptakan sebuah kesempatan positif. Kemudian dia mulai berbicara dalam Kis 22: 1-5 kepada seluruh orang banyak. Dia berbicara dalam bahasa Aram, yaitu bahasa Ibrani. Paulus berkata, "Saya adalah orang Yahudi." Ayat 3, "Saya dididik di kaki guru besar Gamaliel,” yang adalah guru Yahudi terkemuka pada masanya. “Saya diajarkan sesuai dengan hukum nenek moyang kita," itulah interpretasi hukum Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Saya adalah orang Zelot," yang merupakan bagian paling kanan dalam partai orang Farisi. Saya adalah orang Yahudi seperti Anda, dan bahkan saya dulu cukup bersemangat untuk melakukan apa yang Anda lakukan hari ini. Saya dulu telah menganiaya orang-orang sama seperti Anda menganiaya saya. Dan, sepertinya, dia membenarkan tindakan mereka. Kemudian dia berkata, “Bukan hanya itu, saya dulu didukung, di ayat 5, oleh imam besar dan seluruh Sanhedrin Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memberikan kesaksian positif dalam situasi negatif. Lakukanlah semua yang Anda bisa untuk memenangkan para pendengar Anda. Tetapkanlah kesamaan. Aku tahu motivasimu. Saya mengerti semangat Anda, dll. "Mudah-mudahan, mereka mengatakan saat ini, “orang ini tidak buruk. Dia adalah seorang Yahudi, yang belajar dengan Gamaliel, dia adalah tangan kanan perkumpulan orang Farisi, yang diberi tugas dari Imam kepala untuk melakukan apa yang dia lakukan, dan dia bahkan membenarkan motivasi kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kebanyakan orang massa itu tidak tahu masalahnya apa. Nah, bagian pertama pembelaannya menggambarkan bagian kisah itu sebelum pertobatannya. Bagian kedua adalah keadaan pada waktu dia bertobat di ayat 6-16. Ingatlah bahwa dia dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap orang Kristen dan memenjarakan mereka di Yerusalem. Kemudian dia melihat cahaya yang cerah dan mendengar Yesus menanyakannya mengapa dia menganiaya Yesus dari Nazaret.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ini adalah konfirmasi lain lagi bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Jika Yesus berbicara dengan Paulus, itu membuktikan bahwa Yesus dari Nazaret itu hidup. Paulus mengatakan, seandainya Anda meragukan saya, ada banyak orang bersama saya yang melihat cahaya yang sama dan jatuh ke tanah sama-sama. Satunya perbedaan adalah mereka tidak bisa mendengar apa yang saya dengar. Berita itu khusus bagi saya. Paulus katakan, “Apa yang terjadi pada aku adalah perbuatan ilahi yang supranatural dari Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10, “Lalu saya bertanya, 'Saya harus berbuat apa, Tuhan?' Tuhan menjawab, 'Bangunlah dan masuk ke Damsyik. Di sana nanti engkau akan diberitahu mengenai semua yang Allah ingin engkau lakukan.” Saya bepergian ke Damsyik untuk melakukan bisnis saya. Kemudian ada cahaya yang cerah sekali dan suara dari surga mengatakan, “Pergilah dan lakukanlah ini.” Saya menjadi buta dan saya pergi. Jika Anda ingin menuduh seseorang, lebih baik Anda berbicara dengan Allah. Dialah yang melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada orang yang muncul bernama Ananias, orang saleh menurut hukum Taurat, yang memiliki reputasi baik dari semua orang Yahudi yang tinggal disitu. Ayat 13-14, “Ia datang menengok saya, lalu berdiri di sebelah saya dan berkata, 'Saudara Saulus, hendaklah kau melihat lagi!' Saat itu juga saya bisa melihat dia. 14 Kemudian ia berkata, “Allah nenek moyang kita” sudah memilih engkau supaya engkau mengetahui kehendak-Nya, dan melihat ‘Yang Benar’, serta mendengar suara dari mulut-Nya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah istilah Mesianik yang menggambarkan Kristus. Dan, setiap orang Yahudi yang berdiri di sana tahu siapakah “Allah nenek moyang kita.” Sekarang inilah kuncinya, Paulus mengagungkan Tuhan. Dia hanya ingin mereka tahu bahwa jika mereka menolak ini, mereka tahu mereka menolak Allah. Paulus memastikan bahwa jika mereka mau menolaknya, bahwa mereka akan menyangkal Allah, yaitu Allah yang mereka klaim adalah Allah mereka, Allah nenek moyang mereka, Ishak, Yakub dan Abraham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, alasan saya adalah diri saya adalah karena Allah masuk kedalam hidup saya dan membuat saya seperti ini. Jika Anda ingin berdebat, Anda harus berdebat dengan Allah. Pastikanlah bahwa apa yang Anda berikan sebagai kesaksian adalah keajaiban yang Allah telah bawa ke dalam hidup Anda. Kesaksian yang paling jelas membuat seseorang hanya memiliki satu pilihan: yaitu menerima kebenaran tentang Allah atau menolaknya. Saya percaya pada kedaulatan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi setiap orang harus menanggapi undangan Allah, dan itulah yang kita temukan di <b>ayat 16</b>, “Sekarang jangan lagi menunggu lama-lama. Bangunlah, dan berilah dirimu dibaptis. Berserulah kepada Tuhan supaya engkau dibebaskan dari dosa-dosamu.'” Nah inilah keseimbangan keselamatan, yaitu tanggapan orang itu. Wahyu berkata, "Nama Anda tertulis di dalam Kitab Kehidupan sebelum dunia diciptakan.” Ada orang yang percaya segalanya, tetapi mereka tidak pernah menerima tawaran keselamatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga tahun setelah pertobatannya, Paulus kembali ke Yerusalem dari Arab. Periode itu dibahas dalam Galatia 1: 17-18 dan Kis 9. Sekarang pembelaannya mencakup <b>pengorbanannya setelah pertobatannya</b>. <b>Ayat 17-18</b>, "Itu terjadi, saat aku kembali ke Yerusalem dan sedang berdoa di Bait Suci, bahwa aku berada dalam keadaan tidak sadar dan melihat Dia berkata kepadaku, “Cepat tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan sebagai seorang Kristen, tiga tahun kemudian, Paulus masih tetap menghormati kebiasaan Yahudi. “Jadi saya sedang berdoa di Bait Suci, dan saya sedang tidak sadar.” Ini adalah keadaan dimana dia diangkat dari indra normal. Terkadang Allah mengambil hamba pilihan-Nya dan memberikan mereka kesadaran di luar indra alam manusia. Paulus diizinkan untuk melihat dunia aktivitas spiritual. Di hadirat Allah, Anda akan terbuka untuk dunia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19-21</b>, "Jadi saya berkata, 'Tuhan, mereka tahu bahwa di setiap rumah ibadat saya menangkap dan memukul orang-orang yang percaya kepada-Mu. 20 Dan ketika darah hambamu Stefanus ditumpahkan, aku juga berdiri dengan menyetujui kematiannya, dan menjaga pakaian orang-orang yang membunuhnya. 21 Lalu Dia berkata kepadaku,' Pergilah saja, karena Aku akan mengirimmu jauh dari sini kepada orang-orang bukan Yahudi.” Jika mereka tidak mau mendengarkan Yesus setelah Dia melakukan mukjizat setelah mukjizat di depan mata mereka, mereka juga tidak akan mendengarkan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ketika dia mengucapkan kata ‘orang bukan Yahudi’, itu melepaskan semua prasangka mereka. Mereka benci orang-orang bukan Yahudi, dan yang paling mengganggu mereka adalah bahwa dia berkeliling untuk mengkhotbahkan kesetaraan. Orang Yahudi dan bukan Yahudi adalah satu di dalam Kristus, dan mereka tidak harus menjadi orang Yahudi dulu. Mereka tidak harus mematuhi hukum, dan ini membuat mereka marah sekali. Jadi marilah kita melihat tindakan rakyat. Semua logika, semua akal dan semua alasan dikonsumsi dalam nyala prasangka mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22-23</b>, "Dan mereka terus mendengarkan dia sampai kata ini, lalu mereka berteriak dan berkata, “Bunuh saja orang seperti itu, karena ia tidak patut hidup! "23 Kemudian, saat itu mereka berseru dan merobek pakaian mereka dan mengepulkan debu ke udara.” Selalu pada saat mereka ingin membunuh orang dengan batu, mereka melepaskan pakaian luarnya. Tetapi karena Paulus ada di puncak tangga, mereka mulai melemparkan tanah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sikap Paulus di tengah semua ini. Hatinya dipenuhi kasih, kasih untuk semua orang. Kasih untuk orang-orang Yahudi yang melemparkan tanah, kasih kepada orang-orang Romawi yang berdiri di sana menjaganya. Itulah karakternya. Claudius Lysias punya masalah nyata. Jadi sebagai tentara Romawi dia pikir, marilah kita menyiksanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, "Maka komandan memerintahkan dia untuk dibawa ke markas, dan mengatakan bahwa dia harus diperiksa dengan pencambukan, agar dia tahu mengapa mereka berteriak begitu terhadap dia." Jadi dia membawanya masuk untuk dicambuk. Mereka akan meregangkan tubuhnya sampai ekstrem, sehingga semua pukulan itu akan memotong ke dalam daging. Nah pencambukan itu, jika tidak membunuhnya akan melumpuhkannya seumur hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b>, "Tetapi waktu mereka mengikatnya dengan tali pinggang, Paulus berkata kepada perwira yang berdiri di situ, “Apakah diperbolehkan mencambuk seorang warga Romawi sebelum ia diadili?” Paulus tidak pernah dicambuk, karena hal itu adalah sebuah pelanggaran hukum untuk menyiksa orang Romawi. Hukumannya adalah eksekusi. Dan dengan orang-orang Romawi ini, dia tidak marah. Ini hanya pertanyaan yang dia tawarkan. Paulus mengatakan bahwa setiap tanda yang ada di tubuhnya adalah tanda dari Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26-27</b>, “Mendengar hal itu, perwira itu pergi kepada komandan tersebut, dan berkata, “Hati-hati yang bapak lakukan, orang ini warga negara Romawi.” 27 Maka komandan itu pergi dan berkata kepadanya, “Coba beritahukan, apakah engkau orang Romawi?” “Ya,” kata Paulus.” Lihatlah bagaimana Allah telah memperlengkapkan Paulus untuk setiap pencobaan. <b>Ayat 28</b>, "Komandan itu menjawab, “Dengan jumlah besar, saya memperoleh kewarganegaraan ini.” Paulus menjawab, “Tetapi saya lahir sebagai warga negara Roma.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bukan warga kelas dua. Dia adalah warga kelas satu. <b>Ayat 29</b>, "Saat itu juga mereka yang hendak memeriksanya, mundur dari padanya; dan komandan juga takut setelah mengetahui bahwa dia adalah orang Romawi, dan karena dia telah memborgoltnya.” Sikap Paulus adalah kasih tanpa pamrih bagi orang di sekitarnya. Dia melakukan segalanya untuk memenangkan hati mereka, dan dia mengasihi orang bukan Yahudi cukup banyak sampai ia menyelamatkan nyawa komandan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 30</b>, “Komandan pasukan Roma itu ingin sekali mengetahui apa sesungguhnya yang menyebabkan orang-orang Yahudi menyalahkan Paulus. Oleh sebab itu besoknya ia memanggil imam-imam kepala dan Mahkamah Agama supaya berkumpul. Lalu Paulus dilepaskan dari belenggunya, kemudian dibawa menghadap mereka semua.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Feb 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180204</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000012</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesaksian Positif]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000011"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+22:1-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 22:1-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari permulaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru selalu ada orang yang berani memberi kesaksian untuk Allah atau untuk Kristus melawan segala rintangan. Apakah itu Daniel, yang tidak mau berhenti berdoa, dan bersedia masuk ke gua singa; atau tiga temannya, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang tidak mau menyembah patung Nebukadnezar dan harus masuk ke dalam tungku yang berapi-api.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau apakah Anda menemukan seseorang seperti Petrus, yang tidak mau mengikuti arahan Sanhedrin, tetapi lebih mematuhi Allah dan memberitakan Injil, tidak peduli berapa harganya; atau Stephen yang, bahkan pada waktu meninggal di bawah batu-batu berdarah saat mereka menghancurkan tubuhnya, tetap memberitakan realitas Tuhan Yesus kepada mereka yang melempar batu-batu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang sejarah umat Allah, yang dimulai pada zaman Perjanjian Lama dan sampai akhir masa Tribulasi pada saat Yesus mengangkat jemaat-Nya, ada orang-orang yang setia, yang bersedia menghadapi sistem duniawi, yang bersedia menderita karena kebenaran dan memberikan kesaksian positif di tengah situasi yang negatif, karena Setan akan melakukan segalanya yang dia mampu untuk membuat keadaannya sulit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sadarilah bahwa apa yang kita bicarakan adalah konfrontasi dan peperangan rohani. Dan itu tidak pernah gampang. Semakin banyak Anda bersaksi untuk Kristus, semakin keras Setan bekerja melawan Anda. Dan semakin lama Anda melakukannya, semakin dekat Anda sampai akhir zaman, semakin buruk orang menjadi. Anda tidak pernah dapat memberikan kesaksian positif, tanpa mengalami perlawanan dan kritik. Tetapi Anda juga mengalami kuasa Allah untuk mengatasi situasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah klimaks pelayanannya yang luar biasa. Dia telah menginjili seluruh daerah, mulai dari Yerusalem, sampai ke ujung barat Achaia, Makedonia, sampai ke timur Seleukia, Siria, dan kemudian melalui Galatia, Pisidia dan Asia Kecil. Di semua wilayah tersebut, dia telah mendirikan gereja-gereja. Dia telah kembali, untuk mendewasakan gereja-gereja itu. Dan tindakan terakhir, sebagai misionaris yang bebas, dia membawa uang ini ke Yerusalem untuk mencoba menyatukan orang-orang Yahudi dan non-Yahudi di gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dia tiba di Yerusalem, beberapa orang Kristen Yahudi menganggap dia anti-Yahudi, bahwa dia tidak percaya pada tradisi dan upacara Israel. Dan beberapa dari orang Kristen Yahudi tersebut, meskipun mereka telah menyerahkan hidup mereka kepada Kristus, masih terbiasa dengan kebiasaan Israel. Sulit untuk memisahkan diri dari kebiasaan agama, kebiasaan kehidupan dan budaya; jadi beberapa dari mereka masih melakukan tradisi Yahudi ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Paulus bergabung dengan mereka dan mengikuti sebuah upacara Yahudi untuk menunjukkan kepada orang-orang Kristen Yahudi bahwa dia tidak menentang adat istiadat dan upacara-upacara budaya Yudaisme. Tapi saat dia berada di rumah Allah, dia terlihat oleh beberapa orang yang mengenalnya dari Asia Kecil. Ketika berada di Efesus, dia telah secara dramatis mempengaruhi seluruh provinsi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak hanya mendirikan gereja di Efesus, tapi dari sana dia mendirikan enam gereja lain di Asia Kecil. Ketujuh gereja tersebut tercantum dalam Wahyu 2 dan 3. Banyak orang Yahudi telah bertobat dari Yudaisme untuk mengikuti Yesus, namun orang-orang Yahudi lain membencinya. Malah, dulu ada kerusuhan di Efesus, dan mereka mencoba membunuhnya di sana. Dan sekarang, ada beberapa orang Yahudi yang sama yang telah datang ke Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ada di sana untuk merayakan hari raya Pentakosta, dan sementara mereka ada di sana, mereka melihat Paulus di Bait Allah menjalani upacara pemurnian Nazir ini. Sekarang mereka merasa ada kesempatan untuk mendapatkannya. Di Efesus, orang-orang bukan Yahudi menyelamatkan nyawanya; tetapi di sini tidak ada orang non-Yahudi untuk menghentikan ini. Jadi dia diserang di KPR 21:27, dan ini menjadi penangkapannya dan pembelaan pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dituduh salah menjadi anti-Yahudi, melawan hukum dan anti-Bait Suci dengan membawa orang Yunani ke dalam Bait Suci itu. Tentu saja dia tidak melakukan itu. Tetapi mereka menangkapnya, dan mereka menariknya keluar dari sana untuk memukulnya dan membunuhnya. Orang-orang Romawi, yang ditempatkan di Fort Antonia yang berada tepat di sebelah Bait Suci itu, datang untuk menyelamatkannya. Komandan diberitahu bahwa seluruh Yerusalem sedang heboh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segera, dia membawa tentara dan perwira dan lari kesitu; dan ketika orang-orang Yahudi melihat komandan dan tentara, mereka berhenti memukul Paulus. Maka komandan itu mengambil dia dan memerintahkan agar dia dibelenggu, dan menanya siapakah dia dan apakah yang telah dia lakukan. Ada yang berteriak satu hal dan ada yang berteriak hal lain, dan dia tidak mendapat jawaban. Jadi dia memerintahkan untuk membawa dia ke markas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 35, “Ketika mereka membawa dia sampai ke tangga, perusuh-perusuh itu mengamuk begitu hebat sehingga Paulus harus digotong oleh para prajurit.” Ayat 36,” Mereka diikuti dari belakang oleh gerombolan perusuh-perusuh itu yang berteriak-teriak, "Buanglah dia!” Daripada menyembah Allah, mereka ingin membunuh Paulus. Yudaisme adalah agama benar sampai saat kayu salib, namun sesudah kayu salib itu tidak lagi menjadi agama benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita akan pelajari sekarang adalah pembelaan atau apologia Paulus. Kata apologia dalam bahasa Yunani, berarti sebuah pidato untuk membela sesuatu. Ini adalah apologetika, ini membela dirinya, bukan meminta maaf. Ini dimulai di KPR 21:37 dan berlanjut melalui KPR 22:21. Pidatonya dalam membela diri pada dasarnya bersifat biografis dan eksperiensial. Awalnya komandan itu mengira bahwa Paulus adalah orang Mesir itu yang memberontak melawan Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 21:39, “Paulus menjawab, "Saya orang Yahudi; saya warga kota Tarsus, kota yang penting di Kilikia. Tolong izinkan saya berbicara kepada orang-orang itu.” Ayat 40, “Maka setelah Paulus diberi izin berbicara, Paulus berdiri di tangga, lalu memberi isyarat dengan tangannya. Semua orang menjadi tenang. Kemudian Paulus berbicara kepada mereka di dalam bahasa Ibrani.” Sebenarnya itu bahasa Aram.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika Anda membagikan Yesus Kristus dengan orang lain, lebih penting bahwa Anda menyatakan kebenaran Kristus daripada Anda menceritakan pengalaman Anda. Tapi, seiring dengan itu, Anda harus menjelaskan siapakah Dia dan apa yang telah Dia lakukan dalam hidup Anda. Ada kekuatan dalam kesaksian pribadi saat penekanannya benar. Bila penekanannya hanya pada Anda, itu salah. Bila hal itu sesuai dengan apa yang telah Allah lakukan di dalam Anda, itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>KPR 22:1-2</b>, “Bapak-bapak dan Saudara-saudara sekalian! Saya akan mengemukakan pembelaan saya kepadamu. Coba dengarkan!" 2 Ketika mereka mendengar Paulus berbicara dalam bahasa Ibrani, mereka menjadi lebih tenang lagi.” Nah Paulus membela diri dalam dua hal: motivasinya dan perbuatannya. Jadi di sana dia berdiri dibelenggu, dan dikelilingi tentara Romawi. Dan dia mulai dengan lembut berbicara dengan massa seperti mereka saudara dan bapak sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dia tahu bahasa kita.” Lihatlah bagaimana Allah telah memberikannya semua peralatan untuk berkomunikasi dengan orang yang tepat dengan bahasa yang tepat. Paulus diberi kesempatan dan sekarang dia memberikan mereka pembelaan dirinya. Dan pembelaannya terdiri dari tiga bagian: tingkah lakunya sebelum pertobatan di ayat 3-5, keadaannya pada saat dia bertobat di ayat 6-16, dan komisinya setelah pertobatan di ayat 7-21.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah tingkah lakunya sebelum ada pertobatan: <b>ayat 3</b>, “Saya benar-benar seorang Yahudi, lahir di Tarsus dari Kilikia, namun dibesarkan di kota ini di kaki Gamaliel, diajarkan sesuai dengan hukum nenek moyang kita yang ketat, dan sangat tekun terhadap Allah, sama seperti kalian semua sekarang.” Ini permulaan yang sangat baik. Dia menunjukkan kepada mereka bahwa motivasinya tidak pernah anti-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, "Saya sama Yahudi seperti Anda." Paulus bangga akan hal itu, dan dia mencoba untuk mengidentifikasikan diri dengan mereka. Dia dibesarkan di Tarsus dan dididik di Yerusalem di bawah guru Gamaliel yang adalah pemimpin Farisi yang sangat terkenal. Ada dua rabi Yahudi besar yang menjadi kepala dua jenis interpretasi Yahudi, Shammai adalah sekolah konservatif dengan interpretasi sempit, sementara Hillel adalah sekolah liberal dengan interpretasi yang luas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia menambahkan, “Dan saya diajarkan sesuai dengan hukum nenek moyang kita yang ketat.” Nah, hukum nenek moyang itu adalah Hukum Musa Perjanjian Lama, termasuk semua tradisi, dan iman historis Yudaisme. Apakah artinya “hukum yang ketat?" Itu berarti interpretasi yang ekstrem dan ketat. Dia adalah seorang legalis hukum. Kemudian dia menambahkan, "Dan saya sangat fanatik terhadap Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarawan Josephus mengatakan, "Anda dapat membagikan filosofi Yudaisme menjadi empat bagian: Orang-orang Saduki adalah kaum religius liberal, yang tidak percaya ada kebangkitan dan mujizat; orang-orang Farisi adalah orang-orang legalis yang ketat; orang Esseni, yang benar jauh berbeda. Kemudian keempat, orang-orang Zelot, yang super-nasionalistik, anti-Romawi dan sangat legalistik. Paulus berkata, "Saya adalah salah satu dari orang-orang fanatik itu, jadi jangan menuduh saya adalah anti-Yahudi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditambah ini, dia mengatakan pada akhir ayat 3, "Saya sangat fanatik terhadap Allah, sama seperti kalian hari ini." Dia sebenarnya menyetujui motivasi mereka untuk memukulnya. Lihatlah <b>ayat 4</b>, "Saya menganiaya “Jalan ini” sampai mati, dengan menangkap dan membawa ke penjara baik laki-laki maupun perempuan.” Paulus mengatakan bahwa dia memiliki anggapan fanatik yang sama untuk Allah yang mereka miliki. Saya adalah tokoh paling ortodoks yang pernah ada dalam Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat istilah Jalan ini? Itu mewakili agama Kristen. Yesus berkata pada malam terakhir sebelum kematian-Nya, "Akulah Jalan." Dan Petrus berkata, "Tidak ada keselamatan di tempat lain.” Orang selalu berkata, “Hal yang tidak saya suka adalah bahwa Anda percaya bahwa Kekristenan adalah satu-satunya jalan.” Tetapi semua yang dikatakan Yesus di dalam Alkitab adalah kebenaran dan segala sesuatu yang bertentangan itu salah. Kami malah bersyukur bahwa Tuhan menyediakan satu cara penyelamatan dengan mengorbankan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia menambahkan di <b>ayat 5</b>, “Seperti juga Imam Besar memberikan saya kesaksian, dan seluruh Mahkamah Agung, yang dari mereka saya juga menerima surat pengantar kepada saudara-saudara, dan saya pergi ke Damsyik untuk menangkap dan membawa mereka yang berada di sana ke Yerusalem untuk dihukum.” Jadi sekarang dia memakai Imam Besar menjadi saksi untuk dia. Jadi dia mengatakan, cobalah periksa sendiri dengan Sanhedrin, Mahkamah Agung itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di <b>ayat 6</b>, dia memberikan mereka keadaanya saat dia bertobat, dan dalam hal ini dia memberikan semua kemuliaan kepada Allah. “Sekarang hal itu terjadi, saat saya melakukan perjalanan dan mendekati Damsyik waktu tengah hari, tiba-tiba suatu cahaya yang terang sekali bersinar dari langit di sekeliling saya.” Dan, itu menambahkan sebuah catatan tambahan yang tidak ada dalam KPR 9; teks sebelumnya tidak memberi tahu kami bahwa waktu itu adalah tengah hari. Cahaya itu bahkan lebih terang lagi karena waktunya tengah hari matahari itu cerah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kemuliaan Shekinah yang berkobar-kobar dari Yesus Kristus. Allah itu cahaya, dan Allah menyatakan diri-Nya di seluruh Alkitab dengan cahaya. Pada transfigurasi dalam Matius 17, Yesus Kristus menyatakan dirinya dalam terang cerah. Cahaya yang mulia ini sekarang disinarkan kepada Paulus. <b>Ayat 7</b>, "Dan aku jatuh ke tanah dan mendengar sebuah suara berkata kepadaku, 'Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?'</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia dibutakan. Ini bukan kebutaan kegelapan, tidak, ini kebutaan cahaya. Jadi selama tiga hari dia hanya bisa berkonsentrasi pada gambar Yesus Kristus dalam terang yang telah disiratkan Allah ke dalam matanya. <b>Ayat 8</b>, "Lalu saya menjawab, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Dan Dia berkata kepadaku, 'Akulah Yesus dari Nazaret, yang engkau aniaya.'” Orang Nazaret Yesus yang dibenci orang sebenarnya adalah Tuhan yang mulia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, "Dan orang-orang yang ada bersama-sama dengan saya benar-benar melihat cahaya itu dan takut, tetapi mereka tidak mendengar suara Dia yang berbicara kepada saya.” Paulus menarik lebih banyak saksi potensial untuk menguatkan ceritanya. Dan mereka semua jatuh ke tanah. Dan KPR 9 mengatakan bahwa mereka mendengar bunyi itu. Di sini dikatakan mereka tidak mendengar suaranya. Ini berarti mereka bisa mendengar bunyi seperti guntur, tapi mereka tidak bisa membedakan artikulasi, suara itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat Allah berbicara secara langsung, Dia berbicara langsung, yang bukan untuk konsumsi publik. Kristus sedang berbicara dengan Paulus tapi orang lain tidak bisa mendengarnya. <b>Ayat 10</b>, “Lalu saya berkata, ‘Apakah yang harus saya lakukan, Tuhan? Dan Tuhan berkata kepada saya, 'Bangkitlah dan masuk ke Damsyik, dan di sana engkau akan diberitahu mengenai semua hal yang Allah mau engkau lakukan.” Ini menunjukkan kedaulatan Allah. Jika Anda pernah meragukan siapa yang memulai penyelamatan, ingatlah akan pertobatan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sudah membalikkan seluruh hidupnya. Keselamatan adalah tindakan Allah. Anda mengakuinya setiap kali Anda berdoa untuk pertobatan seseorang. “Allah mengubahnya.” “Engkau akan diberi tahu semua hal yang ditunjuk untuk di lakukan Anda.” Allah telah memilih Paulus dan menunjukkan nasibnya. Ini adalah rencana Allah. Salah satu konsep paling menarik di dalam Alkitab adalah menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari rencana kekal yang dibuat oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Dan karena saya tidak dapat melihat karena kemuliaan cahaya itu, saya masuk ke Damsyik dipimpin oleh tangan orang-orang yang bersama dengan saya.” Jadi sambil dituntun dia pergi ke Damsyik untuk mendengar apa yang telah dia harus lakukan. Apakah Anda tahu dia bahkan belum bertobat? Dan Allah sudah memberikannya keseluruhan tentang nasibnya bahkan sebelum dia membuat pernyataan iman. Itulah keberdaulatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b> mengatakan, “Lalu seseorang bernama Ananias, orang saleh menurut hukum Taurat, dia memiliki kesaksian yang baik dengan semua orang Yahudi yang tinggal di sana.” Paulus menginginkan orang-orang yang mendengarnya untuk mengetahui bahwa Kekristenannya bukanlah sesuatu yang dibuat oleh sekelompok orang anti-Yahudi. Itu adalah Yesus dari Nazaret, yang mereka kenal sebagai orang Yahudi, yang berbicara kepadanya. Dan Ananias juga adalah orang Yahudi taat, yang terlibat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyelesaian semua yang dimaksudkan Yudaisme ada di dalam Kristus. <b>Ayat 13</b>, "Ananias mendatangi saya; dan dia berdiri dan berkata kepada saya, 'Saudaraku Saulus, terimalah penglihatanmu.' Dan pada saat itu juga saya dapat melihat dia.” Allah memberinya kuasa untuk mengumumkan mujizat itu, dan Allah memberikan Paulus penglihatan kembali. Ananias mengatakan banyak hal. Beberapa dicatat dalam KPR 9, KPR 22 dan KPR 26. Jika Anda menginginkan seluruh pidato Ananias, ketiga bagian itu harus disatukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-15</b>, “Kemudian dia berkata, 'Allah nenek moyang kita telah memilih engkau supaya engkau harus mengetahui kehendak-Nya, dan melihat Yang Benar, dan mendengar suara mulut-Nya. 15 Sebab kamu akan menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang telah kamu lihat dan kamu dengar.” Allah Israel memilih dan mentransformasikan hidup Saul. Jadi, salah satu hal terpenting dalam membagikan iman Anda adalah bersifat mendamaikan. Poin selanjutnya dalam memberikan kesaksian positif adalah menceritakan apa yang Allah telah lakukan saat Dia masuk ke dalam hidup Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jan 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180128</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000011</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lahir untuk dimatikan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000000F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:10-16" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:10-16</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua telah mengalami berita palsu namun itu bukan hal baru, Sejak kejatuhan dalam dosa, bapak pendusta, yaitu Iblis terus menerus menyebarkan dusta. Namun Allah melindungi kebenaran dan sekarang kita belajar bagaimana mengenali guru palsu supaya kita dapat membela diri dari pengaruh itu. Wahyu 22:18-19 mengatakan, “kalau orang menambahkan sesuatu pada kata-kata nubuat ini, maka Allah akan menambahkan hukuman orang itu dengan bencana-bencana yang dilukiskan dalam buku ini. 19 Dan kalau orang mengurangi sesuatu dari kata-kata nubuat ini, maka Allah juga akan mengurangi bagiannya yang dilukiskan dalam Buku Kehidupan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 2:10-16 kita akan belajar tentang guru-guru palsu yang secara diam-diam memperkenalkan ajaran-ajaran palsu yang merusak. Bagian teks ini adalah suatu banjir kekerasan yang ditujukan kepada guru-guru palsu itu yang merayu pikiran dan hati orang, dan yang bekerja untuk Iblis melawan Allah. Dan mereka dimusnahkan oleh hembusan ilahi yang hebat yang dikarang Roh Kudus melalui pena Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus yang berbicara atas nama Allah menamakan guru-guru palsu itu di ayat 12 “binatang yang tidak berakal,” yang tidak memiliki kapasitas untuk berpikir rasional. Mereka bertindak berdasarkan gairah dan mereka bergerak hanya oleh naluri. Binatang itu tidak bisa menganalisa sesuatu. Jadi dia katakan disini bahwa guru palsu itu sama juga hanya memikirkan diri, dan sama juga mereka digerakkan oleh naluri nafsu mereka dan mereka melayani manusia dengan cara terbaik waktu mereka mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Petrus meledak sedemikian rupa kepada guru-guru palsu itu? Di Yohanes 21, tiga kali Yesus mengatakan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Dari permulaannya Petrus dipanggil untuk menjadi gembala yang memberi makan kepada domba-domba itu. Dan dia sangat marah ada gembala palsu yang meracuni jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 2 dengan jelas menggambarkan guru-guru palsu itu. Ketiga ayat pertama memberikan kita suatu garis besar umum, dan kemudian dari ayat 4 sampai 10 dia menyatakan bahwa penghancuran mereka sudah pasti. Ingatlah, Allah memberikan kita seluruh surat ini untuk memperingati jemaat bahwa guru palsu itu bahaya sekali dan bagaimana caranya kita harus membela diri melawan mereka. Dan sebagian kita dapat dari pengenalan bahwa memang mereka guru palsu dan pengertian bagaimana Allah memandang mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, sementara Petrus memberikan kita caci-maki ini terhadap guru-guru palsu itu, kita akan melihat beberapa titik. Dan saya ingin memberikan Anda dua yang pertama. Nomor satu, <b>pendapat-diri mereka yang terlalu besar</b>. <b>Ayat 10b-12</b>, “Begitu berani dan sombongnya guru-guru palsu itu sehingga mereka tidak segan-segan menghina para makhluk yang mulia di surga pun! 11 Sedangkan malaikat-malaikat yang jauh lebih kuat dan berkuasa dari guru-guru palsu itu, tidak menuduh para makhluk yang mulia itu dengan kata-kata penghinaan di hadapan Tuhan. “</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12-13</b>, “Tetapi mereka seperti binatang liar yang lahir untuk ditangkap dan dibunuh saja, mereka menyerang hal-hal yang tidak dimengertinya dengan ucapan-ucapan penghinaan, dan karena itu mereka akan binasa oleh perbuatan korupsi mereka sendiri, 13 dan mereka akan menerima upah ketidakbenaran sebagai mereka yang senang berbuat hal cabul di siang hari. Mereka adalah bintik-bintik dan noda, menyukai tipuan mereka sendiri saat mereka berpesta dengan Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah inilah teks yang menggambarkan sikap mereka. Perkataan pertama mengatakannya di ayat 10, <b>berani</b>. Mereka berani menentang Allah dan kebenaran-Nya. Mereka tidak memikirkan konsekuensi dari apa yang mereka perbuat melawan Allah dan akibatnya yang akan datang. Dan kemudian dia menambahkan, <b>kemauan diri. </b>Ini berarti mereka sombong dan mereka ingin menurut kemauan mereka sendiri. Dan tidak ada sesuatupun yang dapat menghentikan mereka, bukan kebenaran dan bukan keTuhanan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan betapa besar kesombongan mereka? Dalam ayat 10 dia mengatakan, “Mereka tidak segan-segan menghina para mahluk yang mulia di surga pun. ”Didalam sejarah, orang telah menterjemahkannya dengan beberapa cara berbeda. Nah kata "menghina" berarti menghujat, berbicara jahat, mengejek, menertawakan, merendahkan dan menurunkan. Mereka melakukan itu terhadap “doxa” malaikat, itu berarti kejayaan, martabat dan pejabat. Dan dalam konteks ini artinya mereka adalah pejabat malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah yang dibicarakan itu pejabat malaikat yang mana? Ini mengacu kepada setan-setan. Jadi bagaimana setan itu bisa diberi nama kemuliaan? Apakah mereka makhluk yang mulia? Jawabannya adalah iya, mereka boleh disebut mulia dalam arti bahwa mereka memiliki pribadi dan tingkat keberadaan di dunia supra-natural yang memiliki martabat dan kualitas transenden yang melampaui kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Efesus 2:2 bahwa dia penguasa kerajaan angkasa. Yesus mengatakan di Yohanes 12:31 bahwa Iblis adalah penguasa dunia. Ada pribadi mulia yang bahkan dimiliki malaikat yang jatuh, karena mereka masih memiliki jejak keagungan. Ini sama seperti manusia yang jatuh dan berdosa, yang belum dilahirkan kembali yang tetap memiliki jejak rupa Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Efesus 6:12 Paulus menamakan mereka “kekuatan roh-roh jahat yang menguasai ruang angkasa.” Bagaimana setan yang dikutuk itu dapat dihujat? Bahkan malaikat yang jatuh masih memiliki semacam keagungan malaikat dan mereka tidak boleh dianggap enteng. Kita harus menghindari sikap yang tidak hormat terhadap mereka. Dengarkanlah, mereka adalah makhluk yang serius. Dan Allah sangat serius terhadap mereka. Dan begitu juga malaikat-malaikat kudus serius terhadap mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi secara praktis apa artinya? Hal ini dapat diterapkan pada kebodohan dari pemburu setan karismatik. Guru-guru palsu yang arogan meremehkan kekuatan Setan dan mereka meremehkan martabat keseluruhan kemuliaan malaikat-malaikat dan mereka berpikir bahwa mereka lebih kuat daripada setan. Dan mereka menganggap bahwa tidak akan ada pembalasan karena mereka merasa semacam kuasa yang tak terkalahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian juga ada orang-orang liberal yang datang dan sama sekali menyangkal keberadaan setan-setan. Setiap kali Anda menghina atau meremehkan kuasa setan dan malaikatnya yang jatuh itu, itu tindakan bodoh. Berbicara melawan makhluk yang mulia itu berarti mengangkat diri Anda ke tingkat yang bukan tempat Anda. Ini adalah praduga yang buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebaliknya, lihat apa yang dia katakan dalam <b>ayat 11</b>, "Padahal malaikat," dan kapan saja Anda melihat kata "malaikat," itu mengacu kepada malaikat Allah yang baik dan kudus. “Padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka.” Lebih kuat dan berkuasa dibanding siapa? Tentu saja lebih kuat daripada setan-setan dan lebih berkuasa dari pada guru-guru palsu itu, benar? Janganlah memakai kata-kata hujat melawan setan-setan di hadapan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yudas 1:8-9, dimana kita melihat teks sejajar, “Demikian juga oknum berkhayal itu berbuat dosa terhadap kedagingan, dengan menolak otoritas dan menghina para makhluk yang mulia di surga. 9 Namun Mikhael, malaikat agung itu, waktu ia bertengkar dengan Iblis, ketika dalam perselisihan tentang siapa yang akan mendapat mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis dengan kata-kata penghinaan, namun berkata, "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelihatannya ada konflik antara Iblis dan Mikhael mengenai mayat Musa. Iblis ingin mayat Musa itu, tetapi Mikhael menahannya. Dan ingatlah bahwa Musa tidak diizinkan masuk ke dalam Tanah Perjanjian. Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hukuman, tetapi dia menyerahkan itu ke dalam tangan Allah dan hanya berkata, "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di 2 Petrus 2, guru-guru palsu yang lebih rendah itu, tidak takut melakukan apa yang malaikat kudus yang lebih tinggi, tidak berani melakukan. <b>Ayat 12</b>, “Tetapi mereka (guru palsu itu), seperti binatang buas alami yang lahir untuk ditangkap dan dibunuh saja, berbicara jahat tentang hal-hal yang mereka tidak mengerti dan mereka akan benar-benar binasa dalam korupsi mereka sendiri.” Mereka bahkan tidak tahu siapa yang mereka bicarakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas 1:10 mengatakan hal yang sama, “Tetapi mereka (guru palsu itu) berbicara jahat tentang sesuatu yang mereka tidak mengerti. Dan sama seperti binatang-binatang yang tidak berakal, yang hanya mengetahui hal-hal dengan nalurinya, dalam hal-hal itulah mereka merusak diri mereka sendiri.”“Binatang yang tidak berakal,” dikatakan hanya memiliki naluri, bukan daya pikir. Mereka hanya dapat merespon kepada rangsangan yang terprogram yang dibentuk dalam tubuh fisik mereka oleh tindakan penciptaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir 2 Petrus 2:12 dalam bahasa Yunani dikatakan, “Dalam pembinasaan mereka, mereka sendiri akan dibinasakan.” Ketika guru-guru palsu itu menghancurkan umat Allah dengan kesaksian palsu dan dusta mereka, mereka sendiri akan dihakimi Allah yang membawa kehancuran pada diri mereka sendiri. Dan di dalam ayat-ayat 19-22 kita dapat melihat rincian kehancuran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13</b>, “Dan mereka akan menerima upah ketidakbenaran mereka, sebagai mereka yang senang berbuat hal cabul di siang hari. Mereka adalah bintik-bintik dan noda, yang menyukai tipuan hawa nafsu mereka sendiri sambil mereka berpesta dengan Anda.” Galatia 6:7 menamakan itu hukum menabur dan menuai. Jika seseorang mendedikasikan dirinya untuk kebohongan, ajaran palsu, dengan pendekatan yang berani, sombong dan bersemangat penuh nafsu terhadap hal-hal Allah, itu pasti akan menghancurkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi guru-guru palsu itu pertama adalah <b>sombong. </b>Kedua<b>, mereka hidup fasik</b>.<b> </b>Jadi di ayat 13 mereka beralih dari sikap ke perbuatan, “Senang berbuat hal cabul di siang hari.” Biasanya pendosa melakukan kebejatan mereka di malam hari (1 Tesalonika 5:7). Namun pendosa ini begitu bejat sehingga mereka melakukannya di siang hari. “Mereka adalah bintik-bintik dan noda.” Mereka adalah sampah dan kotoran. Noda berarti ada cacat, mereka berpenyakit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus mengatakan, “Mereka menyukai tipuan hawa nafsu mereka sendiri.” Mereka hidup dalam kesenangan berdosa, sambil menarik orang-orang untuk berbuat dosa yang sama. “sambil mereka berpesta dengan Anda.” Ketika mereka muncul untuk makan malam di gereja Anda, mereka mencemarinya. 2 Yohanes 10-11 mengatakan, “Karena itu, kalau ada orang datang dan memberitakan kepadamu ajaran yang tidak benar, janganlah menerima orang itu di dalam rumahmu atau memberi salam kepadanya. 11 Sebab orang yang memberi salam kepada dia turut berbagi dalam perbuatan jahatnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah anak-anak yang terkutuk!” Orang-orang ini telah kehilangan kontrol moral sehingga mereka tidak dapat melihat seorang wanita tanpa melihatnya sebagai seorang pezinah potensial. Hidup oleh nafsu membawa pikiran dosa, yang mendominasi sehingga nafsu itu tidak pernah bisa puas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Mereka memikat orang-orang yang lemah,” yang berarti mereka mengajarkan orang lain untuk berbuat hal yang sama. Mereka menarik orang yang tidak sadar, yang lemah kedalam penyimpangan seksual mereka, kedalam kesalahan mereka, kebohongan mereka, dan gairah mereka. Hal seksual dan keserakahan seringkali jalan bersama dengan guru-guru palsu. Dan Petrus mengatakan di akhir ayat 14, “Anak-anak yang terkutuk”, yang berarti mereka telah ditandai kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam kesesatan itu mereka telah mengikuti pola prototipe nabi palsu, seorang bernama Bileam. Yudas 1:11 mengatakan, “mereka menjerumuskan diri dalam lembah kesesatan, sama seperti Bileam.” Dia adalah nabi dan dia diberikan Allah kemampuan untuk berbicara untuk Allah. Namun guru palsu dapat dicirikan dengan pembayaran yang mereka inginkan. Bileam juga ada pembayaran dan hadiah yang memberi motivasi kepadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Moab menginginkan kemenangan atas Israel. Bileam memiliki reputasi sebagai nabi yang bisa dibeli. Dalam Bilangan 22, dia terdengar seperti orang yang setia, namun Petrus berkata, "Bileam menyukai upah ketidakbenaran." Dia lebih memilih uang daripada menaati Allah. Dan Allah harus campur tangan untuk mencegahnya melontarkan kutukan kepada Israel karena keinginan sejati hidupnya adalah cinta akan uang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apa yang digunakan Tuhan untuk menghentikannya? <b>Ayat 16</b>: “Dia mendapat teguran atas pelanggarannya sendiri." Nah masih belum ada pelanggaran lahiriah karena dia tidak bernubuat apa-apa, tapi itu adalah kebodohan hatinya yang serakah. Dan apa yang Allah gunakan untuk menegur dia adalah keledai bodoh, yang berbicara dengan suara seorang pria yang menahan kegilaan sang nabi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat Bilangan 22 mulai dengan ayat 20, "Dan Allah datang ke Bileam di malam hari dan berkata kepadanya, “Jika orang-orang datang untuk minta engkau pergi dengan mereka, siap-siaplah untuk pergi; tetapi lakukanlah hanya yang Saya perintahkan kepadamu.” 21 Maka bangunlah Bileam pada waktu pagi, membebani keledainya dan ikut dengan para pemimpin Moab itu. 22 Maka bangkitlah murka Allah karena Ia telah pergi. Sementara Bileam mengendarai keledainya, diiringi oleh dua pelayannya, Malaikat Tuhan berdiri ditengah jalan untuk menghalangi dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">23 Melihat Malaikat Tuhan berdiri di situ dengan pedang terhunus, keledai itu menyimpang dari jalan, dan membelok ke ladang. Jadi Bileam memukul keledai itu dan membawanya kembali ke jalan. 24 Kemudian Malaikat Tuhan berdiri di bagian jalan yang sempit, antara dua kebun anggur dengan tembok batu sebelah menyebelah. 25 Ketika keledai itu melihat Malaikat Tuhan, ia minggir sehingga kaki Bileam terjepit ke tembok, jadi dia memukul lagi keledai itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">26 Lalu Malaikat Tuhan melangkah lebih jauh, dan berdiri di tempat yang sempit &nbsp;sehingga tak ada jalan untuk lewat di kiri atau kanannya. 27 Melihat Malaikat Tuhan, keledai itu berbaring dibawah Bileam. Maka Bileam menjadi marah dan memukul keledai itu dengan tongkat. 28 Lalu Tuhan membuka mulut keledai itu, lalu ia berkata kepada Bileam, "Apakah yang saya lakukan terhadap engkau sehingga engkau memukul saya sampai tiga kali?" 29 Jawab Bileam kepada keledai itu, "Karena engkau mempermainkan aku! Kuharap ada pedang di tanganku, pastilah engkau kubunuh!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, inilah saat yang mengejutkan dalam kehidupan Bileam. Ini bukan keledai baru, ini keledai tua. “30 Jawab keledai itu kepada Bileam, "Bukankah saya ini keledai yang telah kau jalani sejak aku menjadi milikmu sampai hari ini? Pernahkah saya memperlakukan ini padamu?" "Tidak," jawab Bileam. 31 Lalu Tuhan membuka mata Bileam dan dia melihat Malaikat Tuhan berdiri di situ dengan pedang terhunus di tangan-Nya; dan dia sujud ke tanah dan jatuh di wajahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana mungkin seekor keledai bisa berbicara? Nah masih ingat di Yohanes 12:28-29, “28 Bapa, agungkanlah nama-Mu!" Maka terdengar suara dari langit mengatakan, "Aku sudah mengagungkan-Nya, dan Aku akan mengagungkan-Nya lagi." 29 Orang banyak yang berada di situ mendengar suara itu. Mereka berkata, "Itu guntur!" Dan ingatlah di Kisah Para Rasul 9:4 bahwa Paulus &nbsp;mendengar Tuhan berbicara dengan cara yang tidak didengar orang lain? Tentunya apa yang didengar para pelayan adalah suara keledai biasa, namun Allah membuat suara keledai itu menjadi perkataan normal bagi nabi gila Bileam, yang adalah prototipe guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 2:14, dimana Tuhan mengatakan kepada gereja Pergamus bahwa “ada beberapa hal yang Dia tidak senangi dari kalian: Ada sebagian orang di antara kalian yang mengikuti apa yang diajarkan oleh Bileam.” Nah kita tahu dia serakah, aka tetapi apakah ajarannya? “Bileam mengajar Balak bagaimana menjerumuskan umat Israel ke dalam dosa; dengan membujuk mereka makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala dan melakukan hal-hal yang cabul.” Ada peperangan rohani besar melawan kemurtadan yang telah ditimbulkan Bileam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat-ayat ini memberikan kita wawasan tentang bagaimana guru-guru palsu mengikuti jalan Bileam. Pertama, mereka memperkenalkan diri mereka sebagai orang Kristen yang baik, mereka mengklaim bahwa mereka adalah pengkhotbah dan guru. Kedua, mereka mempraktikkan kejahatan yang didandani jubah agama sambil mengajarkan orang doktrin palsu. Ketiga, mereka melakukan itu untuk mendapat uang dan semua gratifikasi seksual yang mereka bisa dapatkan. Dan keempat, mereka mendorong orang lain untuk mengikuti jalan mereka. Semoga Allah memberikan kita hikmat dan iman untuk berdiri teguh melawan mereka! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jan 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180121</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000000F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penangkapan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000000E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:27-40" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:<span class="imTALeft">27-40</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita ingin melihat pelayanan Paulus di penjara dengan jelas. Dulu dia pernah dipenjarakan untuk waktu singkat bersama Silas di KPR 16 di Filipi. Namun Tuhan mengirim gempa bumi sehingga penjara itu terbuka, dan dia sempat menyelamatkan kepala penjara dan semua orang dirumahnya. Namun mulai KPR 21, dia benar-benar menjadi tawanan sejak kejadian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia memberikan enam pembelaan diri yang terpisah atas tindakannya. Pembelaan diri pertama mulai di KPR 21:18, yang kedua di KPR 22:30, dst. Nah pembelaan diri pertama diadakan dihadapan dewan. Yang kedua, ketiga dan keempat adalah dihadapan para gubernur Felix dan Festus. Yang kelima dihadapan raja dan yang terakhir dihadapan orang Yahudi. Dua yang pertama terjadi di Yerusalem, berikutnya di Kaisarea dan yang terakhir di Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, di KPR 21 kita melihat pembelaan diri pertama. Dan itu diberikan dihadapan kerusuhan di Yerusalem, dimana dia dituduh. Jadi kita dapat menamakan itu, “Bagaimana caranya memberi kesaksian positif dalam situasi negatif.” Dan sebenarnya itu bisa menjadi judul seluruh kitab Kisah Para Rasul, karena keadaan Paulus selalu negatif dimana dia memberikan kesaksian positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang orang Kristen diperhadapkan pada dilema bagaimana memberi kesaksian positif dalam situasi negatif. Mungkin itu terjadi di tempat pekerjaanmu, Anda telah menyatakan Anda orang Kristen, dan ada orang yang mengritik Anda, jadi setiap kali ada kesempatan untuk berbicara, Anda ada semacam perjuangan dihatimu. Ada beberapa diantara kita yang ada di dalam situasi bencana alam besar dan dunia ini melihat untuk menentukan apakah kami memiliki iman baik atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita membicarakan Paulus, kita melihat seseorang yang tahu caranya merubahkan situasi buruk menjadi kesaksian positif. Kita sekarang akan melihat keberaniannya. Sebagai tawanan mulai dari sekarang, kita dapat mulai mengerti bagaimana Paulus melihat pemenjaraannya. Paulus selalu memandang situasinya sebagai sesuatu yang telah dibikin Allah. Dia selalu adalah orang yang dipenjarakan karena Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Filipi 1:13 dia mengatakan, “Semua pengawal istana dan orang-orang lainnya di kota ini tahu bahwa saya dipenjarakan karena saya melayani Kristus.” Jadi, berada di penjara hanya menjadi pelayanan baru. Dan di Filipi 4:22, dia mengatakan, “Seluruh umat Allah di kota ini, terutama mereka yang dari istana Kaisar, mengirim salam kepada kalian.” Ini berarti dia memenangkan orang kepada Kristus yang bisa dijangkau di penjara. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia berkata di Filipi 1:12, “Saya mau kalian mengetahui, bahwa hal-hal yang telah terjadi pada saya justru menyebabkan lebih banyak orang mendengar dan percaya akan Kabar Baik itu.” Dan Allah memakai dia untuk memberi kesaksian mulia yang positif di setiap sidang itu, meskipun keadaannya di semua tempat itu negatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>KPR 21:27</b>, kita diperingatkan bahwa Paulus telah tiba di Yerusalem. Orang Kristen Yahudi di Yerusalem telah dengar bahwa dia anti-Yahudi, bahwa dia telah membuang adat istiadat Yahudi dan bahwa dia melawan upacara dan tradisi kehidupan Yahudi, dan semua itu tidak benar. Paulus sendiri masih sangat Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini dia ada pada hari raya Pemtakosta. Dia pergi ke sinagog pada hari Sabat. Dia sendiri telah bersumpah Nazir di KPR 19, dan telah mencukur kepalanya. Rasul Paulus itu tidak membuang semua tradisi Yahudi. Dia berada dalam transisi. Itu makan waktu untuk semua hal lalu itu hilang. Namun beberapa orang Yudias itu telah memberitakan bahwa dia anti-Yahudi, jadi mereka bersikap anti-Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika dia tiba di kota dengan semua teman-temannya yang bukan Yahudi, karena dia datang untuk membawa uang kepada jemaat Yerusalem karena mereka memerlukannya, dan untuk menunjukkan kasih dari gereja-gereja non-Yahudi, dan kedatangannya baik bagi beberapa orang. Namun orang lain kuatir karena puluhan ribu orang Kristen Yahudi menganggap dia anti-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi supaya merubahkan reputasinya, mereka minta supaya dia pergi ke Bait Suci, memenuhi sumpah Nazir bersama empat orang lain, membayar ongkos seluruhnya dengan harapan orang Kristen Yahudi berkata, “Wah jika dia rela melakukan itu, pasti dia tidak anti-Yahudi seperti dikatakan orang.” Dan memang dia melakukan itu, meskipun tidak ada catatan tentang hal itu, pastilah efeknya positif terhadap orang Kristen Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tidak ada efeknya terhadap orang Yahudi bukan Kristen. Jadi kita menemukan kerusuhan itu di <b>ayat 27</b>, “Ketika jangka waktu tujuh hari itu hampir berakhir, beberapa orang Yahudi dari Asia melihat Paulus di dalam Rumah Tuhan. Lalu mereka menghasut orang banyak, kemudian memegang Paulus.” Mereka adalah sekelompok orang yang mencoba membunuh rasul Paulus, tanpa tahu apa yang mereka lakukan atau mengapa mereka melakukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi dari Asia bukan dari China tetapi dari Asia Kecil. Dan Asia Kecil adalah propinsi Romawi dimana ada kota-kota seperti Efesus, Laodikia, Filadelfia, Tiatira, Sardis dan Smirna yang disebut di Wahyu 2 dan 3. Orang-orang Yahudi ini kemungkinan besar dari Efesus. Dan mereka kenal Trofimus di ayat 29, yang adalah orang Efesus. Dan mereka mengenal Paulus dari sinagog disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dulu di KPR pernah ada kerusuhan di Efesus dimana mereka mencoba membunuh Paulus, namun ada kepala dingin yang menang, dan mereka tidak bisa melakukannya. Namun sekarang mereka melihat ada kesempatan karena tidak ada orang-orang non-Yahudi, karena merekalah yang membubarkan kerusuhan itu dulu. Namun sekarang hanya ada orang-orang Yahudi, jadi ketika mereka melihatnya di sinagog, mereka menghasut semua orang disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Paulus sedang menyelesaikan sumpah Nazirnya, dan sejumlah besar orang Yahudi dari Efesus menangkapnya. <b>Ayat 28</b>, “sambil berteriak-teriak, "Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orangnya yang pergi ke mana-mana mengajar kepada semua orang ajaran-ajaran yang menentang bangsa Israel, menentang hukum Musa dan menentang Rumah Tuhan ini. Dan sekarang ia malah membawa orang-orang bukan Yahudi masuk ke dalam Rumah Tuhan dan membikin najis tempat yang suci ini!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para sejarawan mengatakan bahwa pada hari Pentakosta bisa-bisa ada 2 juta orang disitu. Karena itu orang–orang Yahudi Asia Kecil ada disitu. Ini adalah 50 hari sesudah hari Pelewatan. Dan itulah perayaan panen Perjanjian Lama yang kadang-kadang dinamakan Pesta Panen dan kadang juga disebut Pesta Buah Pertama. Dan pesta Pentakosta itu juga dihubungkan dengan perayaan hari ulang tahun Hukum Taurat, yang berarti mereka sangat mementingkan ke-Yahudian mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus ingin berada disitu, yang menunjukkan bahwa dia menghormati Hukum Taurat. Di Roma 7:22 dia mengatakan, “Saya sangat suka akan hukum Allah.” Jadi dia bukan anti-Hukum Yahudi. Kedua, itu adalah perayaan Yahudi dari hukum itu, yang berarti bahwa orang banyak itu sangat prihatin dengan hukum Taurat itu dan kesuciannya. Jadi mereka membangkitkan kerumunan, saat mereka teriak “Tolong” seakan-akan terjadi penghujatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah tuduhan mereka, “Inilah orangnya yang pergi ke mana-mana mengajar kepada semua orang.” Inilah tuduhan yang begitu umum. Dan lihatlah “yang menentang bangsa Israel” Jadi dia dituduh menjadi anti-Yahudi. Nah sebagai orang Yahudi sendiri, ini tidak masuk akal. Namun tuduhan ini masih berlaku sekarang. Orang Yahudi tidak pernah dapat menerima bahwa orang Yahudi bisa menjadi orang Kristen, karena orang Yahudi selalu mengaitkan agamanya dengan rasnya secara historis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang yang menolak Mesias sebenarnya menolak Yudaisme-Nya sendiri. Pemberontak sebenarnya melawan Yudaisme adalah orang Yahudi yang tidak percaya dan yang tidak mau menerima Mesias-nya. Orang Kristen Yahudi adalah orang yang telah mencapai apa yang Allah merencanakan untuk dicapai melalui Yudaisme, yang percaya kepada Mesias yang telah datang dan mati dan dibangkitkan, dan yang hidup dan menjadi perantara bagi kita sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi orang Yahudi mesianik dengan datang kepada Yesus Kristus adalah bagi seorang Yahudi suatu penolakan dari segala sesuatu yang adalah Yudaisme, padahal sebenarnya itu justru sebaliknya. Menolak Yesus Kristus adalah penolakan segala sesuatu yang adalah Yudaisme. Dan ketika mereka mengatakan dia anti-Hukum, mereka maksud dia anti-Allah. Dia anti-Musa, dan anti-Alkitab, Kemudian mereka menyimpulkan, “Dan dia melawan tempat ini yaitu Bait Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka menuduh dia menghujat Hukum Taurat, menghujat Allah, dan menghujat Bait Suci. <b>Ayat 29</b> mengatakan, “Mereka berkata begitu sebab mereka sudah melihat Trofimus orang Efesus itu di kota bersama-sama Paulus; dan mereka menyangka Paulus sudah membawa dia ke dalam Bait Suci.” Mereka tidak melihatnya di Bait Suci itu. Itu dusta lain lagi. Paulus baru menyelesaikan tujuh hari dalam sumpah Nazir, jadi bagaimana mungkin dia bisa balik dan membawa masuk seseorang yang bukan Yahudi?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun seandainya Paulus membawa Trofimus ke dalam, bukan Paulus yang akan mati, itu pasti adalah Trofimus. Tidak mungkin Paulus dibunuh karena dia adalah orang Yahudi. Jadi semuanya itu hanya pura-pura saja, dan massa itu tidak tahu apa yang mereka lakukan. <b>Ayat 30</b>, “Seluruh kota menjadi kacau-balau, dan semua orang berlari-lari berkerumun. Mereka menangkap Paulus dan menyeret dia keluar dari Rumah Tuhan. Saat itu juga pintu ditutup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin mengeluarkannya supaya mereka dapat terus menyembah Allah, sementara mereka membunuh Paulus. Itulah yang mereka lakukan pada sidang Yesus. Mereka ingin memastikan mereka tidak melanggar hukum Sabat sementara mereka membunuh sang Mesias. Tetapi dalam keberdaulatan Allah yang besar, kehidupan Paulus masih belum selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah mengaktifkan orang Romawi. <b>Ayat 31</b>, “Sementara perusuh-perusuh itu berusaha membunuh Paulus, orang memberitahukan kepada komandan pasukan Roma bahwa seluruh Yerusalem sedang heboh.” Diluar daerah bait suci, di sebelah utara berdampingan adalah Benteng Antonia, yang memiliki Menara observasi besar dimana Anda bisa langsung melihat kedalam pelataran Bait Suci itu. Dan disitu ada paling sedikit 1000 tentara Romawi terlatih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak mengizinkan adanya kekacauan sipil. <b>Ayat 32</b>, “Langsung komandan itu mengambil beberapa perwira dan prajurit lalu cepat-cepat pergi dengan mereka ke tempat huru-hara itu. Pada waktu orang banyak itu melihat komandan itu dengan pasukannya, mereka berhenti memukul Paulus.” <b>Ayat 33</b>, “Komandan itu mendekati Paulus lalu menangkapnya, dan menyuruh orang memborgol dia, dan dia bertanya siapakah Paulus itu dan apa yang telah dilakukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nubuatan Agabus digenapkan. Orang Yahudi menangkapnya, dan sekarang mereka memberikannya kepada orang non-Yahudi yang memborgolnya. Dan mereka melakukan itu karena mereka pikir dia adalah pemimpin pemberontak. Nah, orang Romawi baik dalam hal menentukan keadilan. Jadi komandan ini ingin tahu apa tuduhannya terhadap Paulus, dan siapakah dia dan apa yang sedang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 34</b>, “Sebagian dari orang banyak itu menjawab begini dan sebagian lagi menjawab begitu. Keadaan begitu kacau sehingga komandan itu tidak bisa mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi. Oleh sebab itu ia memerintahkan supaya Paulus dibawa ke markas.” <b>Ayat 35</b>, “Ketika mereka membawa dia sampai ke tangga, perusuh-perusuh itu mengamuk begitu hebat sehingga Paulus harus digotong oleh para prajurit.” Kerumunan yang kecewa itu sekarang berteriak apa yang mereka teriak 25 tahun sebelumnya kepada sang Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 36</b>, “Mereka diikuti dari belakang oleh gerombolan perusuh-perusuh itu yang berteriak-teriak, "Buanglah dia!” Itu juga mereka mengatakan kepada Yesus. Itu berarti bunuhlah dia. Dan komandan itu belum tahu apa yang telah dia lakukan, bahkan siapakah dia. Dan dalam semua ini, Rasul Paulus tidak melawan atau mengatakan sesuatu. Paulus benar-benar rendah hati. Dia tunduk kepada rencana Allah, meskipun itu berarti dia menderita oleh karena tangan-tangan dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita akan melihat pembelaan diri Paulus. Kata pembelaan diri di dalam bahasa Yunani adalah apologia, yang menjadi kata asal apologi dan apologetic. Lihatlah KPR 22:1, “Bapak-bapak dan Saudara-saudara, dengarkanlah pembelaan diri saya kepadamu sekarang.”Nah, pembelaan diri seringkali artinya negatif. Dulu artinya positif. Memberi apologi itu adalah memberi alasan mengapa tingkah laku Anda seperti itu atau alasan untuk apa yang Anda percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kesaksian pengalamannya dan apa yang dilakukan Allah dalam hidupnya. Namun marilah kita lihat bagaimana Paulus membuat sesuatu yang positif dari situasi negatif. <b>Ayat 37</b>, “Begitu mau masuk ke dalam markas, Paulus berkata kepada komandan itu, "Bolehkah saya bicara sebentar dengan Tuan?" "Apa kau bisa bahasa Yunani?" tanya komandan itu.” Bahasa Yunani adalah bahasa mereka yang telah datang dari luar Yerusalem dan dididik ditempat lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena dia memikir Paulus hanyalah seorang pemberontak biasa. Dia tidak tahu bahwa orang ini adalah seorang terpelajar yang cerdas, berbudaya, dan berpendidikan Yunani. <b>Ayat 38</b>, “"Kalau begitu, kau bukan orang Mesir itu yang tempo hari mengadakan pemberontakan lalu membawa lari empat ribu orang pengacau bersenjata masuk padang gurun?” Di tahun 54 SM, Yosefus mengatakan ada pemberontak Mesir yang bersama 4000 pembunuh membuat kerusuhan di Yerusalem dan gubernur mematikan 400 dari mereka dan mengalahkan semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selalu ketika ada perayaan, ada kemungkinan ada pembunuh yang mau mencoba menyerang orang Yahudi, Jadi ketika komandan itu melihat mereka menangkap Paulus, dia memikir mereka telah menangkap salah satu pembunuh itu, dan mungkin orang Mesir itu sendiri. Namun tentu pada waktu Paulus bertanya dalam bahasa Yunani, “Apakah dia boleh berbicara dengan orang-orang itu?” dia tahu bahwa pemberontak Mesir itu tidak berbudaya sampai bisa berbahasa Yunani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 39</b>, “Paulus menjawab, "Saya orang Yahudi warga kota Tarsus, kota yang penting di Kilikia. Tolong izinkan saya berbicara kepada orang-orang itu.” Tarsus seperingkat dengan Atena dan Alexandria sebagai kota budaya, seni dan pendidikan. Dan Silikia adalah daerahnya kota Tarsus itu. Itulah cukup untuk menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang berbudaya dan berpendidikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus hanya tahu satu jalan untuk menghadapi situasi itu, yaitu dengan konfrontasi. Ada sesuatu yang menarik dari keberanian seperti itu. <b>Ayat 40</b>, “Maka setelah Paulus diberi izin berbicara, Paulus berdiri di tangga, lalu memberi isyarat dengan tangannya. Semua orang menjadi tenang. Kemudian Paulus berbicara kepada mereka di dalam bahasa Ibrani.” Sebenarnya itu bahasa Aram. Jadi untuk merubahkan situasi negatif menjadi positif, Anda harus melakukan dua hal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu: <b>Terimalah keadaan itu</b> dari Allah dan pakailah itu sebagai kesempatan. Karena Kristus juga menderita bagi kita sebagai contoh yang kita harus ikuti. Lihatlah bagaimana Dia terima penderitaan. Dia tidak pantas menderita. Demikian pula Anda akan menderita saat Anda juga tidak pantas mendapatkannya. Dan ketika Yesus dicaci maki, Dia tidak membalas. Dia hanya mengatakan, “Allah, saya terima bahwa itu datang dari Engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua: <b>Rubahlah itu menjadi kesempatan</b>. Yesus ditengah situasi negatif menebus dosa Anda dan saya. Paulus selalu berada di dalam situasi negatif di KPR. Setelah Paulus berkhotbah mereka marah sekali. Mereka mengatakan, “Kita melarang Anda berkhotbah.” Dia menjawab, “Siapakah yang harus aku taati, kalian atau Allah?” Dan mereka memukulnya dan memasukkannya ke dalam penjara. Namun Paulus dipenuhi keberanian dan dia memberitakan Firman dan banyak orang diselamatkan. Semoga kita juga melakukan hal yang sama, marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jan 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180114</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000000E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Belajar Kerendahan Hati]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2018"><![CDATA[2018]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000000D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:17-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:<span class="imTALeft">17-26</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini akhirnya perjalanan misi Paulus yang ketiga, dimana dia bukan saja memberitakan Injil dan mendirikan gereja, namun juga dia mendewasakan gereja. Dan dia mengumpulkan uang dari jemaat-jemaat bukan Yahudi untuk memberikan itu kepada orang kudus miskin di Yerusalem sebagai tanda kasih dan sebagai isyarat persatuan. Kita ingin melihat melampaui fakta-fakta sejarah kepada prinsip-prinsip dan kualitas kebenaran rohani yang ada didalamnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selagi kita mempelajari ini, kita dapat melihat satu kualitas rohani besar di dalam bagian firman ini, dan itulah banyaknya kerendahan hati. Kita telah membicarakan kuasa Paulus dalam berkhotbah, dan kita telah membicarakan ajarannya dan ketekunannya. Kita telah membahas disiplin dan keberaniannya. Dan kita telah mempelajari komitmen dan keyakinannya. Tetapi ada satu lagi yang menjadi fondasi semuanya ini, yaitu kualitas kerendahan hatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melihat bagaimana Paulus ditangkap, namun ukuran orangnya ditengah keadaan ini yang menonjol. Dan itu harus diaplikasikan di dalam hidup Anda dan saya. Mungkin saya tidak pernah akan ditangkap, mungkin saya tidak pernah akan mengalami apa yang dia alami, namun saya harus belajar kerendahan hati yang dia tunjukkan dan saya harus melakukan itu di dalam hidup saya sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pada waktu dia naik ke Yerusalem, dia tidak pergi sendirian. Ayat 15, “Setelah tinggal di situ beberapa lama, kami menyiapkan barang-barang kami, lalu naik ke Yerusalem.” Perhatikanlah mereka naik. Semuanya naik ke Yerusalem karena letaknya di dataran tinggi. Dan ayat 16 mengatakan, “Beberapa saudara dari Kaisarea pergi juga bersama-sama dengan kami untuk mengantar kami ke rumah Mason, seorang Siprus yang sudah lama menjadi pengikut Yesus, karena di rumah dialah kami akan menginap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mason adalah nama biasa, dan dia adalah orang Yahudi Yunani dari Siprus. Dia dibesarkan di negara Yunani dan dia memiliki nama Yunani. Dan mungkin itu alasannya mengapa mereka mengatur agar Paulus dan teman-temannya tinggal disana. Jadi mereka mendapatkan orang Yahudi Yunani yang liberal yang rela memberi tumpangan kepada mereka. Kita sekarang melihat bagian terakhir pelayanan Paulus sebagai orang bebas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dari ayat 27, Paulus menjadi ‘duta dalam penjara’ yaitu panggilan yang dia berikan dirinya di Efesus 6:20. Sejak itu Paulus menjadi tahanan, yang tidak mengurangi pelayannya sama sekali. Itu tidak mempengaruhi pencapaian tujuannya. Tujuannya hanya berubah dan dia terus melakukan apa yang dia biasa lakukan, apakah dia bebas atau menjadi tawanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pada waktu kita melihat bagian firman ini mulai ayat 17 dan berakhir di ayat 36, ada empat huruf K yang muncul, dan kita hanya dapat mempelajari sebagian saja malam ini: <b>Komunitas, kepedulian, kompromi dan konsekuensi</b>. Pertama kita melihat ada komunitas pada saat dia datang. Dan ini bukan Perjamuan Kudus. Kata ini berarti persekutuan atau membagikan berita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17</b>, “Waktu kami sampai di Yerusalem, saudara-saudara di situ menyambut kami dengan senang hati.” Mereka sangat senang hati dengan uang itu, bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi karena ada banyak orang kudus yang membutuhkannya. Dan mereka senang sekali karena mereka membawa sekelompok orang bukan Yahudi yang menjadi percaya. Mereka tahu ada permusuhan diantara orang Yahudi dan orang non-Yahudi. Inilah orang-orang Yahudi Kristen yang bersekutu dengan dia secara tidak resmi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertemuan resmi terjadi berikutnya, <b>ayat 18</b>, “Besoknya Paulus pergi bersama-sama kami mengunjungi Yakobus; semua penatua jemaat ada di situ juga.” Marilah kita melihat bagaimana kepemimpinan gereja itu berubah. Pada permulaan gereja di Yerusalem, para rasul yang memerintah. Di KPR 4, kita melihat mereka semua membawa uang mereka dan menempatkannya di kaki rasul. Namun di KPR 15:2 dikatakan, “Paulus di Yerusalem bertemu dengan para rasul dan para penatua disana.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di KPR 21, mereka pergi dan bertemu hanya dengan Yakobus dan para penatua. Jadi apakah terjadi dengan para rasul? Mereka tidak mati, namun mereka semua keluar memberitakan Injil dimana-mana. Dan ketika Paulus menulis surat-surat penggembalaan, dan menentukan organisasi gereja, gereja harus dipimpin oleh para penatua. Dan Paulus mengatakan kepada Titus 1:5, “Tahbiskan penatua di setiap kota.” Itu menjadi pola.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Sesudah memberi salam kepada mereka, Paulus menceritakan kepada mereka segala sesuatu yang sudah dilakukan Allah melalui dia di antara orang-orang bukan Yahudi.” Perhatikanlah bahwa Paulus menceritakan secara terperinci. Dia tidak berbicara secara garis besar. Dia menceritakan kepada mereka kejadian apa saja yang telah dilakukan Allah. Dia menjelaskannya secara spesifik karena disitulah ada sensasi. <b>Ayat 20</b>, “Sesudah mendengar cerita Paulus itu, mereka semuanya memuji Allah. Kemudian mereka berkata kepada Paulus, "Saudara Paulus! Saudara harus tahu bahwa sudah beribu-ribu orang Yahudi yang percaya kepada Yesus. Mereka semua adalah orang-orang yang setia mentaati hukum Musa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bahasa Yunani kata ‘myriad’ secara harfiah berarti puluhan ribu. Itu adalah kata yang digunakan untuk berbicara tentang malaikat. Dan memang banyak penatua diperlukan untuk memelihara 20,000 anggota jemaat. Dan mereka mendengar laporan Paulus dimana dia cerita tentang semua gereja-gereja baru di Siria dan Siprus, Galatia, Makedonia, Akhaya dan Asia Kecil dan semua orang Yahudi dan orang non-Yahudi yang telah diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa banyak orang membanggakan prestasi mereka, padahal tidak satupun dari itu adalah perbuatan mereka, itu semua pekerjaan Allah. Ada sesuatu tentang kerendahan hati yang kelihatan dalam ayat-ayat ini. Kalau itu memang ada, Anda pasti dapat menemukannya. Dan dengan Paulus, itu kelihatan, dia dengan kebebasan selalu memuliakan Allah, dan itulah artinya kerendahan hati. Setiap kali dia memberi laporan, dia melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang terjadi di KPR 14:27, Paulus kembali dari perjalanan misi pertama dan dengarkanlah laporannya, “Ketika mereka mengumpulkan orang-orang dari jemaat itu, lalu menceritakan semuanya yang sudah dilakukan oleh Allah melalui mereka. Mereka menceritakan juga mengenai bagaimana Allah telah membuka jalan supaya orang-orang bukan Yahudi percaya kepada Yesus.” Ini bagus sekali karena mereka melihat diri mereka hanya sebagai alat sementara Allah melakukan semua pekerjaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah KPR 15:12, ketika mereka datang ke Yerusalem, “Maka diamlah semua orang yang berkumpul di situ. Kemudian mereka mendengarkan Barnabas dan Paulus menceritakan kembali semua keajaiban dan hal-hal luar biasa yang sudah dilakukan oleh Allah melalui mereka di antara orang-orang bangsa lain yang bukan Yahudi.” Petrus melakukan hal yang sama. Dia kembali dan menceritakan kepada mereka bahwa dia telah memenangkan orang bukan Yahudi (Kornelius) kepada Kristus melalui kuasa Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kedua kita melihat <b>kekuatiran</b>. Penatua Yahudi dan Yakobus benar-benar khawatir karena ada masalah. Dan kekuatiran itu dijelaskan di <b>ayat 20</b>, “Saudara harus tahu bahwa sudah beribu-ribu orang Yahudi yang percaya kepada Yesus. Mereka semua adalah orang-orang yang setia mentaati hukum Musa.” Puluhan ribu orang Yahudi percaya, namun mereka semua ingin mengikuti hukum. Bukan hukum dalam hal keselamatan, namun hukum dalam hal upacara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah orang Kristen Yahudi yang belum menghilangkan upacara-upacara Yahudi mereka. Mereka masih merayakan hari Pelewatan. Mereka masih memegang hari Sabat. Mereka masih terus mengikuti tradisi makanan mereka dan tradisi pakaian mereka. Mereka masih mengikuti rutinitas mereka. Jadi orang-orang Yahudi benar percaya, dan mereka telah diselamatkan, namun mereka tidak pernah menghilangkan upacara Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa orang Yahudi masih memiliki semua upacara itu? Karena Allah telah membelah tabir Bait Suci dan setelah tempat mahakudus dibuka, semua orang percaya memiliki akses langsung kepada Allah. Dan Allah sudah memberi tahu Petrus dengan jelas di KPR 10:15 bahwa tidak ada hukum diet lagi. Allah mengatakan tiga kali, “Apa yang sudah dinyatakan halal oleh Allah, janganlah kauanggap itu haram.” Jadi informasi itu banyak, tetapi mereka masih merasa sulit untuk berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buku Ibrani adalah buku yang paling jelas yang pernah ditulis tentang transisi dari Yudaisme ke Kristus yang menunjukkan Anda untuk meninggalkan yang lama dan menerima yang baru, dan itu ditulis pada tahun 68 S.M. Allah memberikan mereka dua tahun untuk berubah, kemudian seluruh sistem itu diambil. Tahukah Anda bahwa sejak tahun 70 S.M. sampai sekarang, semua bentuk itu tidak ada lagi? Tidak ada pengorbanan lagi, dan semua ciri Bait Suci itu hilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bagaimana Allah menghilangkan semua upacara Yahudi itu pada tahun 70 S.M.? Dia mengizinkan Titus datang dan menghancurkan kota itu langsung dari permukaan bumi. Seratus ribu orang Yahudi dibunuh. Dalam beberapa tahun kemudian 985 kota di Palestina dihancurkan dan semua orang mati. Dia menghancurkan Yudaisme dalam satu gerakan, dan Allah membiarkan hal itu terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Dan sekarang mereka mendengar bahwa saudara mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa lain, supaya melepaskan hukum Musa. Saudara menasihati mereka supaya mereka tidak menyunati anak-anak mereka atau menuruti adat istiadat Yahudi.” Semua orang Kristen Yahudi yang masih bergantung kepada bentuk-bentuk lama itu telah diberi informasi salah oleh orang-orang Yudais. Mereka mengatakan kalian harus menerima Yesus, namun Anda hanya dapat melakukan itu setelah menjadi orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, menurut mereka, jika Anda orang non-Yahudi, Anda harus disunat dulu untuk menjadi orang Yahudi, kemudian baru Anda bisa datang kepada Yesus. Dan setelah itu Anda harus mengikuti semua hukum Musa. Jadi orang-orang Yudais itu tidak diselamatkan karena mereka bergantung kepada usaha mereka untuk mengikuti hukum. Mereka ingin menjatuhkan Paulus dengan mengatakan bahwa dia tidak mau berurusan sama sekali dengan Yudiasme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan bahwa Paulus mengajar bahwa kalian harus mengabaikan Musa yang suci bagi mereka. Iblis memang bapak pendusta. Paulus tidak pernah mengajar orang Yahudi untuk meninggalkan Musa. Dia mengajar orang non-Yahudi untuk tidak berpikir bahwa mereka harus menjadi orang Yahudi. Dia mengajarkan bahwa orang non-Yahudi tidak perlu disunat dan tidak perlu mengikuti upacara hukum. Namun dia mengajarkan orang Yahudi untuk disunat dan untuk mengikuti tradisi-tradisi itu. Bahkan dia mengharuskan Timotius di sunat di KPR 16:2-3 karena dia orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masyarakat kita penuh dusta karena Setan itu pembohong. Karena itu Paulus mengatakan di 1 Timotius 5:19, “Janganlah menerima tuduhan terhadap seorang pemimpin jemaat, kecuali kalau diperkuat oleh dua atau tiga orang saksi.” Jadi orang Yudais berbohong besar di ayat 21, “Dia mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa lain, supaya melepaskan hukum Musa.” Itu bohong. “Supaya mereka tidak menyunati anak-anak mereka,” itu juga bohong. “tidak menuruti adat-istiadat Yahudi,” itu dusta lain lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Sekarang orang-orang Yahudi yang sudah percaya itu tentu akan mendengar bahwa Saudara sudah ada di sini.” Para penatua mengatakan keadaan ini bisa meledak. Disini ada puluhan ribu orang Kristen Yahudi yang telah diajarkan bahwa Anda adalah seorang murtad. Namun itu salah. Paulus telah menulis surat Roma ketika masih di Korintus. Dan Roma 14:1-8 mengatakan, jika Anda mau merayakan hari Sabat, silahkan. Dan jika orang Yahudi tidak mau makan beberapa hal, janganlah memaksanya. Janganlah kita menyinggung perasaannya, kasihilah dia dan bersikap baik kepadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketiga, mereka mengadakan suatu <b>kompromi</b>. Ada orang yang memikir bahwa kompromi itu negatif dimana Anda mengorbankan kebenaran demi kebijaksanaan. Namun ada kalanya kompromi itu netral atau tidak penting, bahkan juga positif. Terkadang Anda bisa membuat kompromi dalam satu hubungan yang merupakan suatu tindakan kasih yang baik. Kita dapat melihat setelah ini bahwa para penatua dalam pikiran mereka sudah ada sebuah solusi kompromi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23-24</b>, “Sebaiknya turutlah nasihat kami. Ada empat orang di sini yang sudah bersumpah kepada Tuhan. 24 Nah, hendaklah Saudara pergi mengadakan upacara penyucian diri bersama-sama dengan mereka, dan tanggunglah biaya mereka supaya rambut mereka dapat dicukur. Dengan demikian akan nyata kepada semua orang bahwa apa yang mereka dengar tentang Saudara tidak benar, karena Saudara sendiri pun menjalankan hukum Musa.” Orang-orang ini telah bersumpah Nazir, yang berarti mereka dipisahkan untuk Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sebagai lambang perpisahan itu, dia tidak mau minum minuman keras, dan tidak bersukacita. Jadi mereka mengatakan kepada Paulus, “Sucikanlah dirimu bersama mereka.” Jika Anda melakukan itu mereka akan berpikir Anda mengikuti kebiasaan tradisi Yahudi. Kemudian mereka minta, kedua, untuk membayar semua ongkos mereka. Nah, itu lebih terlibat lagi, karena ada banyak binatang yang dikorbankan dan makanan dan minuman disediakan selama tujuh hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itu kompromi karena Paulus merasa itu tidak benar-benar dibutuhkan, namun dia rela mendengar permintaan mereka. Dan dia tahu bahwa mungkin ada beberapa orang yang berdasarkan ini akan dimenangkan. Dan Paulus ingin sekali ada kesatuan di dalam gereja. Itulah yang didoakan Yesus. Dan Allah melihat hati mereka. Jika hati mereka benar-benar murni, Allah senang meskipun bentuk itu khususnya Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Rasul Paulus melakukan itu. Namun mereka ingin menjelaskan satu hal di <b>ayat 25</b>, “Tetapi mengenai orang yang bukan Yahudi yang sudah percaya kepada Yesus, kami sudah mengirim surat kepada mereka tentang keputusan kami bahwa mereka tidak boleh makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, tidak boleh makan darah, atau makan binatang yang mati dicekik; dan tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang cabul.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah Paulus harus lakukan? Lihatlah <b>ayat 26</b>, “Maka Paulus pergi dengan keempat orang itu lalu mengadakan upacara penyucian diri bersama-sama dengan mereka pada keesokan harinya. Kemudian mereka masuk ke Rumah Tuhan untuk menandakan pemenuhan hari-hari penyucian itu selesai.” Itu berlangsung tujuh hari, jadi mereka masuk untuk memenuhi persyaratan tujuh hari itu, “sampai waktunya kurban untuk mereka masing-masing dipersembahkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak membantah, dia mengikuti kompromi itu. Apakah itu salah? Memang salah kalau kebenaran itu dikompromi demi metode itu, benar? Dan memang ada banyak orang yang melakukan itu. Tetapi apakah Paulus melanggar hati nuraninya sendiri? Saya pikir tidak, karena di KPR 18:18 dia sendiri bersumpah Nazir, “Paulus mencukur rambutnya yang sudah dibiarkannya menjadi panjang karena kaulnya kepada Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu apakah akibatnya untuk orang Kristen Yahudi yang ada disitu. Satu-satunya hal yang terlihat disini adalah ada kerusuhan yang terjadi diantara orang-orang yang tidak percaya. Ini ilustrasi baik bagi penatua, dan itu menjadi prinsip Perjanjian Baru. Paulus tunduk kepada para penatua untuk mendirikan pola untuk semua aktivitas gereja di masa depan. 1 Korintus 9:19, “Saya sudah menjadikan diri saya ini hamba kepada semua orang, supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang untuk Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita melihat kerendahan hati orang? Satu, di ayat 19-20, dia rendah hati dihadapan Allah. Ketika dia memberi laporannya dia mengatakan, “Ini semua perbuatan Allah.” Kedua, dia tunduk kepada otoritas Kristen. Para penatua mengatakan, “Lakukan ini.” Terus dia melakukan itu. Ketiga, dia bahkan merendahkan diri untuk menderita kesakitan penganiayaan, karena itulah kehendak Allah. Itu adalah kerendahan hati tulen. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jan 2018 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20180107</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000000D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman Besar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000000C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:10-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:10-16</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita perlukan paling banyak di Tahun Baru ini? Jawabannya di Alkitab adalah keberanian dalam keyakinan dan iman besar. Kita temukan di KPR 21, suatu demonstrasi tentang itu di dalam Rasul Paulus. Dan kita belajar disini bahwa satu contoh mungkin lebih instruktif daripada apa yang kita dengar atau belajar dari tulisannya. Jadi kita beruntung dengan melihat narasi sejarah itu dan menggali darinya prinsip-prinsip yang dapat diapplikasikan pada kehidupan kita sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari sepotong kecil dari kehidupan Paulus ini, perjalanan dari Miletus ke Kaisarea. Pada saat dia mengakhiri perjalanan misinya yang ketiga dan menuju ke Yerusalem, kita telah melihat satu ilustrasi dari komitmennya yang luar biasa, yaitu panggilan yang Allah berikan kepadanya. Subjek komitmen dan dedikasi ini adalah sesuatu yang harus diungkapkan dalam berbagai cara dan semua aspek kehidupan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang berkomitmen dan berdedikasi, orang-orang yang bersedia membayar harga apa saja, adalah orang-orang yang membuat ada perbedaan. Bahkan, kebanyakan orang tidak seperti itu, jadi kebanyakan orang hanya mau menonton saja. Seperti yang dikatakan orang dengan tepat, “Ada orang yang membuat sesuatu terjadi, ada orang yang menonton sesuatu terjadi, kemudian ada orang yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>Ibrani 11</b> ada bab besar tentang pahlawan iman. Ayat 24 memperkenalkan kita kepada seorang pria bernama Musa, “Karena beriman, maka Musa sesudah besar, tidak mau disebut anak dari putri raja Mesir.” Nah Musa sudah naik ke tingkat tinggi dalam masyarakat Mesir, dia adalah seorang pangeran. dan dia memiliki semua kekayaan yang menyertainya. Namun dia menolaknya, dikatakan di ayat 24.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25 mengatakan, “Ia lebih suka menderita bersama-sama dengan umat Allah daripada untuk sementara waktu menikmati kesenangan dari hidup yang berdosa.” Dia harus ambil keputusan. Menurut Ibrani 11:23-25 dikatakan, bahwa Musa tahu dia dipanggil Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar. Jadi di satu sisi dia memiliki kedudukan di Mesir dengan segala kekayaannya. Disisi lain untuk menjadi pemimpin Israel, dia harus mengorbankan segalanya. Ini pilihan yang amat berat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia memilih panggilan Allah untuk menjadi pemimpin umat Israel, jadi dia membuat pilihannya. Musa percaya bahwa cela yang disebabkan dia adalah yang diurapi Allah, nilainya lebih besar daripada semua harta benda Mesir. Dengan kata lain, dia jauh lebih suka dibenci orang, dan diurapi Allah daripada dicintai orang dan dimiliki Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasannya dia memilih adalah di akhir ayat 26, “sebab Musa mengharapkan upah di hari kemudian.” Dia rela mengorbankan kekayaan sementara untuk upah kekal. Dia tahu kesenangan dosa itu sementara dan upah Allah itu kekal. Jadi di ayat 27, “Karena beriman, maka Musa meninggalkan Mesir tanpa merasa takut terhadap kemarahan raja. Musa maju menuju tujuannya karena sudah melihat Allah.” Dia tidak kuatir akan raja yang kelihatan, karena dia mengenal Allah yang tidak kelihatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang lain. Ibrani 11:31, “Karena beriman juga, maka Rahab, wanita pelacur itu, tidak turut terbunuh bersama-sama dengan orang-orang yang melawan Allah; sebab ia menerima dengan ramah pengintai-pengintai Israel.” Disini ada wanita yang melawan seluruh masyarakatnya. Berlawanan dengan semua politik di kota Yerikho, dia memilih untuk beriman kepada Allah dan percaya mata-mata itu dan berkorban. Dan dia menyembunyikan para tentara itu dengan risiko besar terhadap hidupnya namun dia rela membayar harga apapun untuk kepercayaannya, dan Allah menghormatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan itu pelacur, dan itu buruk. Tetapi dia juga orang Kanaan, dari suku Amori, dan itu lebih buruk. Semua orang Amori dan Kanaan suka menghancur-kan orang. Namun tahukah Anda bahwa anugerah Allah selalu lebih lebar dari-pada Israel, dan pelacur Kanaan Amori yang bukan Yahudi itu dimasukkan kedalam garis keturunan Mesias? Dia adalah ibu Boas, kakek buyut raja Daud. Itu benar-benar anugerah Allah, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada juga orang lain. Ayat 32, “Nah, saya bisa saja terus-menerus berbicara, tetapi waktu tidak cukup untuk saya. Sebab saya belum lagi menyebut Gideon.” Seorang hakim yang menghadapi tentara Midian dengan hanya 300 orang tanpa senjata yang hanya memiliki sebuah trompet dan sebuah kendi yang berisi obor. Namun dia percaya Allah dan berani mempertaruhkan nyawanya. Kemudian ada Samson yang menang berkali-kali melawan orang Filistin. Dan Daud yang mengalahkan Goliat dan seterusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, mereka selalu percaya bahwa upah kekal jauh lebih besar daripada pengorbanan apapun juga. Paulus mengatakan di Roma 8:18, “Semua penderitaan yang kita alami sekarang, menurut pendapat saya, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita nanti.” Itulah pilihan akhir, menaati Allah kemudian ada dividen abadi. Atau Anda mempertahankan apa yang Anda miliki di dunia ini, dan Anda akan terpisah dari Allah untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 36-37, “Ada yang diolok-olok, dicambuk, diikat dengan rantai dan yang dimasukkan ke dalam penjara. 37 Mereka dilempari batu sampai mati, ada yang dipotong dengan gergaji, dan yang dibunuh dengan pedang. Mereka mengembara dengan pakaian dari kulit domba atau kulit kambing; mereka miskin, dianiaya dan disiksa.” Semua orang itu menderita karena mereka percaya kepada tujuan yang diberikan Allah dan mereka rela mati untuk itu. Itulah komitmen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah ayat 38-39, “Dunia ini bukan tempat yang layak bagi mereka.” Mereka terlalu baik untuk sistem duniawi. “Mereka mengembara di padang gurun dan di bukit-bukit, serta tinggal di dalam gua-gua dan dalam lubang-lubang tanah. 39 Dan semua orang itu telah mendapatkan kesaksian iman yang baik, meskipun mereka tidak menerima janji itu.” Dan mereka semua hanya beriman saja dan mereka mati dengan harapan yang mereka belum melihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Allah menanyakan dari kita komitmen yang tingkatnya sama untuk harapan yang sudah menjadi fakta di sejarah. Kristus sudah datang. Dia hidup dan Dia mati dan Dia bangkit kembali dan sekarang hidup bertakhta di tangan kanan Allah Bapa, dan Dia akan mengerjakan kehendak-Nya dan kuasa-Nya melalui kita. Apakah Anda percaya hal itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita belajar ada bermacam tingkat komitmen. Ada komitmen yang tidak lengkap, dimana Anda tidak sepenuhnya memberikan itu kepada Tuhan. Ada komitmen yang tidak tulus, Anda munafik dan ada juga komitmen yang terputus-putus. Anda berkomitmen hari ini, tetapi tidak tentu hari esok. Allah menginginkan komitmen kepada tujuan-Nya yang konstan. Dan selagi kami mempelajari KPR 21, kita melihat komitmen Paulus macam itu, dan itu bertumbuh terus di ayat-ayat malam ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita memiliki empat poin yang menolong kita mengerti keberanian keyakinan. <b>Keberanian keyakinan itu tahu tujuannya, tidak dapat dialihkan, bayar harga apapun dan itu mempengaruhi orang lain</b>. Nah keberanian keyakinan tahu tujuannya. Kita tidak bisa menjadi berani kecuali kita yakin untuk apa kita berjuang. Nah Paulus ada keyakinan, di ayat 1-3, dia sedang menuju ke Yerusalem untuk memberikan uang kepada jemaat di Yerusalem, mereka memerlukannya dan itu menolong menyatukan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, keberanian keyakinan itu tidak dapat dialihkan, tidak peduli apa yang terjadi. Dan itulah Paulus di ayat 4-6, dia tiba di Tirus dan mereka semua mengatakan, jangan pergi ke Yerusalem. Namun dia tidak berubah pikiran. Jika memang ini kehendak Allah, itu harus dipenuhi meskipun apa yang dikatakan orang Kristen lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, keberanian keyakinan membayar harga apapun. Itu tidak bisa dialihkan dengan harga apapun. Pikirkanlah Daniel, dia melakukan apa yang dia selalu lakukan. Dia berdoa kepada Allah. Tidak ada yang dapat mengalihkannya dan dia rela bayar apapun juga. Akhirnya dia dimasukkan gua singa. Sadrakh, Mesakh dan Abednego dipaksakan untuk menyembah berhala dan mereka menolak. Dan mereka rela dimasukkan perapian yang menyala-nyala. Itulah artinya membayar harga apapun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dalam setiap kasus Allah membebaskan mereka. Allah menghormati mereka yang ingin menepati komitmen mereka. Anda selalu selamat jika Anda berada ditengah kehendak-Nya, tidak peduli apa yang sedang terjadi. Dan jika Anda tidak percaya hal itu, bacalah lagi Kisah Para Rasul dan lihatlah bagaimana orang-orang pergi dari satu api ke api berikutnya, ditengah kehendak Allah, dan dilindungi dari perapian. Ini benar menarik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kaisarea adalah tempat berhenti terakhir sebelum Yerusalem. Ayat 8, “Besoknya kami berangkat pula, lalu sampai di Kaisarea. Di situ kami pergi kepada penginjil yang bernama Filipus, lalu tinggal di rumahnya. Ia adalah salah satu dari ketujuh orang yang terpilih di Yerusalem.” Ingatlah Filipus dari KPR 6, yang dipilih menjadi salah satu diaken gereja - satu diantara tujuh – penuh Roh Kudus, penuh iman dan orang bijaksana. Dia pertama-tama menjadi diaken kemudian penginjil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kantor pusat Filipus adalah di Kaisarea. Itu kota Romawi. Bangsa Romawi menempatkannya dengan tentara dan pasukan mereka. Bahkan, itulah tempatnya benteng dan itu ditempati oleh Herodes. Nah Filipus memiliki empat anak perempuan yang masih perawan. Dan dikatakan di ayat 9, “mereka bernubuat.” Jadi selama Paulus menunggu, ayat 10 mengatakan, “Setelah beberapa lama kami di sana, datanglah dari Yudea seorang nabi yang bernama Agabus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, faktanya bahwa dia adalah seorang nabi itu menarik. Dia adalah nabi bukan dalam pengertian Perjanjian Lama, namun dalam pengertian Perjanjian Baru. Dalam rencana Allah untuk tahun-tahun awal gereja, ada dua posisi kunci untuk pria. Menurut Efesus 2:20, “Kalian pun dibangun di atas dasar yang diletakkan oleh rasul-rasul dan nabi-nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu yang terutama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sebagai pria fondasi, mereka memiliki pelayanan terbatas waktu sampai mereka menghilang. Bahkan ketika Paulus menulis instruksi gereja, dia memberikan pimpinan gereja itu kepada para pendeta dan penatua, dan rasul tidak disebut, dan istilah penginjil tiba-tiba muncul dan dipakai. Jadi para rasul dan nabi digantikan dengan pendeta pengajar dan penginjil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nubuatan rasul terutama adalah ajaran doktrin. Mereka akhirnya menulis surat-surat Perjanjian Baru dan juga injil, namun para nabi memiliki nubuatan praktis. Paulus sebagai rasul memberi nubuatan tentang doktrin. Agabus sebagai nabi memberi nubuatan tentang kehidupan praktis gereja. Di KPR 11:28, dia bernubuat tentang kelaparan yang akan datang. Dan sekarang dia muncul lagi dan memberi nubuatan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Ia datang pada kami lalu mengambil ikat pinggang Paulus dan ia mengikat kaki dan tangannya sendiri lalu berkata, "Inilah yang dikatakan Roh Kudus: Pemilik ikat pinggang ini akan diikat seperti ini di Yerusalem oleh orang-orang Yahudi, dan diserahkan kepada orang-orang bukan Yahudi.” Dia mengatakan Paulus ketika Anda tiba di Yerusalem, Anda akan diikat dan diserahkan kepada orang bukan Yahudi. Dan itu memang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah kadang-kadang memberikan kita pelajaran yang diilustrasikan dengan jelas. Contoh, Raja Salomo gagal dan kemudian kerajaan itu dibelah dua. Lihatlah 1 Raja-Raja 11:29-30, “Pada suatu hari Yerobeam keluar dari Yerusalem. Di tengah jalan di padang ia didatangi nabi Ahia dari Silo yang pada waktu itu memakai jubah yang baru.” Dia akan menjadi raja baru. “30 Lalu Ahia melepaskan jubahnya, dan merobek-robeknya menjadi dua belas potong.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan di ayat 31, “Ambillah sepuluh potong untuk dirimu, sebab Tuhan, Allah Israel, berkata begini kepadamu, 'Aku akan merenggut kerajaan ini dari Salomo, dan memberikan sepuluh suku kepadamu.” Ilustrasi yang sangat cocok. Lihatlah ilustrasi lain seperti itu di Yesaya 20:2, “Tuhan menyuruh Yesaya anak Amos melepaskan kasut dan kain karung yang sedang dipakainya. Ia menurut dan berjalan telanjang dan tidak berkasut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3-4, “Tuhan berkata, "Hamba-Ku Yesaya sudah tiga tahun telanjang dan tidak berkasut. Inilah tanda dari apa yang akan terjadi dengan Mesir dan Sudan. 4 Raja Asyur akan menawan orang-orang dari kedua negeri itu dan mereka akan digiring dengan telanjang. Tua dan muda, semuanya akan berjalan tanpa baju dan alas kaki dengan pantatnya kelihatan, sebagai penghinaan terhadap Mesir.” Inilah tanda kekalahan total yang akan datang kepada Sudan dan Mesir. Dan itu juga tanda bagi Israel, karena mereka selalu minta tolong dari Mesir daripada percaya kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kembali kepada KPR 21. Jadi Allah telah memakai nabi-nabi-Nya untuk menyampaikan berita tentang penderitaan yang akan datang, dan itu semua digambarkan dengan jelas. <b>Ayat 12</b>, “Ketika kami mendengar itu, kami dan semua saudara yang tinggal di Kaisarea itu minta dengan sangat kepada Paulus supaya ia jangan pergi ke Yerusalem.” Disini ada Paulus bersama semua teman-teman-nya di rumah Filipus dan semua orang Kristen Kaisarea menangis dan memohon dia supaya jangan pergi ke Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13</b>, “Kemudian Paulus menjawab, "Apa gunanya saudara menangis seperti ini sehingga membuat hati saya hancur? Saya sudah siap bukan hanya untuk ditangkap di sana, tetapi juga untuk mati sekalipun karena Tuhan Yesus.” Dia menegaskan keberanian keyakinannya saat itu, Banyak teman orang Kristen, mungkin sebanyak musuh-musuh, telah mencegah mereka untuk mencapai keinginan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Matius 16:24, “Orang yang mau mengikuti Aku, harus melupakan kepentingannya sendiri, memikul salibnya, dan terus mengikuti Aku.” Dan ibu-ibu dan bapak-bapak, pada suatu hari mungkin Anda harus melepaskan anakmu itu ke bidang misi. Jadilah cukup obyektif untuk menerima faktanya bahwa pada saat dia berada di dalam kehendak Allah, dia seaman seperti keberdaulatan Allah, dan dia kuat. Dan hanya itu yang perlu Anda kuatirkan. Janganlah kita menghalang orang untuk melakukan apa yang Allah ingin mereka lakukan. Kita semua harus rela membayar upahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, “saya siap.” Dia siap untuk melakukan apa yang perlu dilakukan. Karena itu kadang-kadang Tuhan tidak bisa menggunakan semua orang, karena tidak semua orang siap. Di 2 Timotius 4, Paulus mengatakan dia “siap untuk mati.” Cuman ada dua jenis eksekusi di Roma, penyaliban yang paling menyiksa dan jenis belas kasihan yang didapat Paulus, yaitu memotong kepalamu dengan pedang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Paulus tidak mau mendengar kami, maka kami berhenti melarang dia. "Biarlah kehendak Tuhan saja yang jadi," kata kami. <b>Ayat 15-16</b>, “Setelah tinggal di situ beberapa lama, kami menyiapkan barang-barang kami, lalu berangkat ke Yerusalem. 16 Beberapa saudara dari Kaisarea pergi juga bersama-sama dengan kami.” Disini kita lihat bahwa keberanian itu menular. Dia akan dipenjarakan dan mereka akan dikenali bersama dia, tetapi mereka menjadi berani karena dia berani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda memiliki keyakinan rohani di dalam hidupmu yang Anda ingin melakukan, tidak peduli harganya? Jika Anda memiliki keyakinan yang berani, Allah akan memakai Anda untuk mempengaruhi kehidupan orang lain. Jika satu orang dapat berkomitmen kepada orang lain, tentulah kita dapat berkomitmen seperti itu kepada Tuhan kita, benar? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Dec 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171231</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000000C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah ada tempat untuk Yesus?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000000B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:7" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:7</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pastilah Lukas 2 adalah bab yang paling terkenal di Alkitab karena ini menceritakan tentang hari Natal. Namun kita akan melihatnya dengan cara yang mendalam dan mungkin tidak biasa saat kita menghadapi kebenaran agungnya. Dua ribu tahun yang lalu Pencipta alam semesta, Allah yang kekal, masuk ke dalam masyarakat manusia sebagai bayi. Allah mengenakan kemanusiaan.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam itu seperti malam biasa tapi anak itu bukan anak biasa. Anak itu adalah Tuhan Yesus Kristus, Allah dan manusia menjadi satu. Kelahiran ini begitu monumental sehingga itu menjadi titik puncak sejarah, kulminasinya. Seluruh sejarah sebelum kelahiran-Nya adalah S.M., Sebelum Kristus. Semua sejarah sesudahnya adalah A.D., Anno Domino, bahasa Latin untuk “Tahun Tuhan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Lukas 2:7, “Ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Anak itu dibungkusnya dengan kain, lalu diletakkan di dalam palung berisi jerami; sebab mereka tidak mendapat tempat untuk menginap.” Natal pada mulanya berarti “tidak ada tempat” bagi Yusuf dan Maria, dan itulah lebih parah karena Maria sudah mau melahirkan bayi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasangan muda ini sudah berjalan kira-kira 140 kilometer dari rumah mereka di Nazaret. Dan Maria hamil sembilan bulan, dan dalam beberapa hari dia akan melahirkan bayi, dan tidak ada tempat tinggal di Betlehem. Tidak ada keluarga yang menunggu di rumah yang hangat. Dan memang cuacanya cukup dingin karena itu musim gugur atau awal musim dingin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Makna sebenarnya dari kelahiran Allah dalam bentuk manusia sekarang diperlakukan secara sepele, dilampaui semua hiruk-pikuk musim Natal. Namun Yesus adalah Juruselamat dunia. Dia datang dulu sebagai Mesias kepada Israel. Namun kemudian dia datang sebagai Juruselamat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua ini adalah bagian dari rencana Allah yang sempurna, yang secara berdaulat membawa pasangan ini khusus dimana mereka perlu ada, karena Mesias adalah anak Daud dan harus lahir di kota Daud, menurut nabi. Dan untuk memenuhi nubuatan itu, pasangan itu harus ada disitu, dan Allah bekerja melalui keputusan Kaisar Agustus untuk melakukan sensus untuk mencapainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mikha 5:2 mengatakan, “Hai Betlehem Efrata, engkau salah satu kota yang terkecil di Yehuda! Tetapi dari engkau akan Kubangkitkan seorang penguasa untuk Israel yang asal usulnya dari dahulu kala, dari kekal.” Mikha menubuatkan itu 700 tahun sebelum kelahiran Mesias, mahluk abadi itu. Bethlehem juga adalah kota kelahiran Daud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kepenuhan waktu Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang wanita, Imanuel, Allah kekekalan melangkah kedalam waktu dan tempat. Dan Allah mengumumkan melalui malaikat Gabriel bahwa Anak itu akan disebut Anak dari Yang Mahatinggi. Dia akan memerintah atas keturunan Yakub untuk selamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan malaikat mengatakan kepada Maria di Lukas 1:35, “Roh Kudus akan datang kepadamu, dan kuasa Allah akan meliputi engkau. Itulah sebabnya anak kudus yang akan lahir itu akan disebut Anak Allah.” Dengan kata lain, ini akan menjadi konsepsi ajaib. Allah akan menanamkan kehidupan di dalam Anda tanpa ada seorang pria. Anda akan menjadi seorang ibu, meskipun Anda masih perawan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan yang Maha-ada pada awalnya terbatas di dalam tubuh bayi. Kehidupan kecil itu bertumbuh menjadi Tuhan Yesus Kristus tanpa dosa. Dan malaikat Gabriel memberitakan orang-orang bahwa Allah telah menyediakan semuanya dan itu dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama dan digenapkan di Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sayangnya sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kebanyakan dunia telah menolak-Nya. Negara Israel pada umumnya telah menolak-Nya. Dan diantara orang-orang yang memerlukan Penyelamat, hanya sedikit yang percaya kepada-Nya dan yang telah diselamatkan. Kandang di Betlehem itu adalah metafora untuk dosa dan kejahatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu juga gambaran hati kita. Ketika Yesus mengetuk pinta hati seseorang, saya heran mengapa Allah ingin masuk kedalamnya. Yeremia menggambarkan hati manusia di Yeremia 17:9 sebagai, “Yang paling licik dari segala-galanya.” Biarpun kami mencoba menutupinya, di mata Allah, hati kita juga penuh tipu muslihat dan kebencian sama seperti kandang kotor itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:10 mengatakan, “Dia ada di dunia, dan dunia dijadikan melalui-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Dia datang ke umat-Nya dan bangsa-Nya sendiri tidak menerima-Nya.” Dia datang untuk menyelamatkan para pendosa, namun orang-orang Yahudi tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias. Dia turun dari surga ke dunia ini untuk memberi kesempatan kepada kita semua untuk percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Adam dan Hawa berdosa pada mulanya, Allah mengambil sebuah domba dan membunuhnya. Dari permulaan manusia, Allah telah menjelaskan bahwa hanya dengan penumpahan darah, dosa itu bisa diampuni dan ada pengampunan kejahatan (Ibrani 9:22). Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai “<b>Anak Domba Allah</b> yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Jadi itu alasan lain Dia lahir di kandang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus adalah Anak Domba yang akan dikorbankan di kayu salib, menggantikan kita dan menerima hukuman kita, supaya pengampunan dosa dapat diberikan secara adil dan bebas. Bukanlah kebetulan Maria dan Yusuf tidak dapat tempat penginapan ketika mereka tiba di Bethlehem. Kedatangan mereka ke palung di kandang itu semuanya sesuai dengan pengetahuan Allah sebelumnya dan rencana-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rencana Allah adalah supaya Yesus, yang adalah Tuhan tanpa dosa, datang ke dalam dunia ini yang penuh dosa. Dunia yang menolak pelayanan-Nya. Dan Allah memanggil kita semua untuk percaya Yesus dan mengikuti contoh-Nya untuk bersaksi di dunia ini, untuk melayani dan mengasihi orang-orang yang lebih mementingkan dunia dari pada keselamatan. Namun kami seringkali seperti majikan tempat penginapan itu yang tidak ada tempat bagi Yesus dan tidak ada waktu untuk Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sementara kami menolak-Nya, Allah menunjukkan kasih-Nya dengan mengirim Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk mengajar kami dan memberi teladan bagi kami apa yang kami harus lakukan dan bagaimana kami harus hidup. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan menumpahkan darah-Nya, Yesus membayar hutang dosa-dosa kita dan dengan demikian menebus kita, kemudian Dia bangkit dari antara orang mati dan kembali ke surga. Namun sekarang Dia masih menawarkan hadiah bebas keselamatan itu kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Coba renungkanlah apa artinya itu, Kristus akan mengampuni segala dosa-dosa Anda, dari masa lalu, sekarang dan di masa depan dan Anda akan hidup bersama-Nya di surga untuk selama-lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda merasa Anda tidak cukup baik, bahwa ada terlalu banyak masalah di dalam hidup Anda. Mungkin Anda merasa bahwa dosa-dosa Anda terlalu besar untuk diampuni Allah. Mungkin Anda ada di penjara dan Anda merasa putus asa. Namun tidak peduli apa yang telah Anda lakukan, Allah Pencipta kami sangat mengasihi kami sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya, Dia sanggup dan akan menyelamatkan siapa saja yang percaya kepada-Nya dan bertobat, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda benar-benar percaya dalam hati Anda, berdoalah bersama saya doa singkat ini. “Oh Bapak di dalam surga, datanglah ke dalam hatiku dan ampunilah dosa-dosaku. Saya tahu saya orang berdosa. Saya ingin Engkau membersihkan aku dan aku tahu Engkau mati di kayu salib untuk aku dan Engkau telah membayar upah dosa-dosak., Kami bersyukur banyak atas anugerah dan rahmatmu, Tuhan Yesus Kristus, Amin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berdoa itu dengan tulus hati, Allah mengatakan bahwa Anda telah berubah dari kegelapan menjadi terang. Roma 10:9 mengatakan, “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Puji Tuhan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Dec 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171217</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000000B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengantisipasi Kembalinya Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000000A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+3:8-15" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 3:8-15</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus telah menjelaskan wahyu ilahi ini dalam surat ini untuk menjaga jemaat gereja dari serangan terus-menerus dari guru-guru palsu. Di bab 1 dia memberikan kita instruksi penting tentang bagaimana memastikan bahwa kita berada dalam hubungan benar dengan Allah. Di bab 2 dia menggambarkan karakteristik guru-guru palsu. Kemudian di bab3 dia menyangkal kesalahan utama mereka dalam jemaat mana saja.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru palsu itu menyerang Kedatangan Kedua Kristus. Jadi di 2 Petrus 3:1-10, Petrus membantah mereka yang menyangkal Kedatangan Kedua Yesus Kristus. Dia telah membuka kedok palsu para guru dalam surat ini. Dan dia telah memberi senjata perlindungan kepada semua orang Kristen yang membacanya dan memahaminya. Petrus telah menegaskan kebenaran bahwa Yesus akan datang kembali, dan kita harus berterimakasih kepadanya. Sejarah memiliki sasaran dan tujuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Yesus tidak datang, jika tidak ada penghakiman, jika Allah tidak mau campur tangan, itu berarti bahwa semua orang ditinggalkan tanpa harapan dan tanpa masa depan. Dan ketika tidak ada masa depan, hedonism menguasai hatimu dan Anda hidup seenaknya sendiri saja. Di salah satu makam tertulis, “Pada suatu ketika saya tidak berada, sekarang saya tidak memiliki apa-apa. saya tidak menyadarinya, dan saya tidak peduli.” Itu menunjukkan bahwa bagi banyak orang hanya ada sikap apatis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun demikian, mereka yang tidak mengenal Kristus harus bersyukur bahwa Dia akan kembali untuk membenarkan semua hal. Namun Petrus lebih mementingkan supaya orang-orang percaya memiliki pemahaman yang benar dan tanggapan yang tepat terhadap kedatangan kembali Kristus. Dan dia mengatakan di ayat 11, “Karena semuanya itu akan dihancurkan dengan cara yang demikian, bagaimanakah seharusnya kalian hidup? Kalian harus hidup suci dan khusus untuk Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang seperti apa Anda haruslah menjadi jika Anda tahu bahwa Yesus akan datang? Jika Anda mengharapkan surga akhir, kemuliaan akhir dan keadaan kekal itu, bukankah itu mendorong Anda untuk hidup suci? Pernyataan ‘Hari Allah’ di ayat 12 mengacu kepada keadaan kekal. Kami tidak mengharapkan “Hari Tuhan” yang terdapat di ayat 10, itu adalah penghakiman, penghancuran dan kutukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami mengharapkan apa yang terjadi sesudah Hari Tuhan itu, yaitu keadaan kekal dan kemuliaan yang benar ketika, seperti yang Paulus katakan di 1 Korintus semuanya diselesaikan di dalam Allah dalam kemuliaan akhir-Nya. Itu dijelaskan di ayat 10 yang mengatakan, “Pada Hari itu, langit akan lenyap dengan bunyi gemuruh, dan benda-benda di langit akan musnah terbakar, dan bumi dengan segala yang ada di dalamnya akan lenyap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ayat 11 bukanlah pertanyaan, itulah sebuah seruan. Ketika dia berkata, “bagaimanakah seharusnya kalian hidup”, tersirat dalam hal itulah tingkat keunggulan yang harus Anda jalani ketika Anda tahu bahwa Anda akan melihat melampaui Hari Tuhan, Hari Allah dan kemuliaan kekal. Itu adalah tantangan bagi orang Kristen untuk menyesuaikan hidup mereka dengan kenyataan keadaan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Yesus datang untuk menjadikan Anda pewaris, jika Yesus datang untuk membawa Anda untuk hidup bersama-Nya, jika Yesus datang untuk membangun dunia dan surga baru, jika Yesus datang untuk membebaskan Anda dari penghakiman, jika Yesus datang untuk membawa Anda kepada Kerajaan kebenaran yang kekal, itu haruslah mempengaruhi hidupmu. Dengan kata lain, jika Anda ditebus dan dibenarkan untuk itu, maka Anda harus hidup dalam terang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di 2 Korintus 5:9-10, Paulus menambahkan, “Karena itu kami berusaha sungguh-sungguh untuk menyenangkan hati-Nya, baik di rumah kami di sini, ataupun di sana. 10 Sebab pasti kita semua akan diajukan ke depan kursi penghakiman Kristus, dan masing-masing akan mendapat balasan setimpal dengan perbuatannya di tubuh ini--perbuatan baik ataupun jahat.” Pada suatu saat akan datang waktunya kita akan menerima hadiah kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mengatakan di 1 Korintus, bahwa ketika Tuhan menghakimi rahasia hati kami, kami semua akan menerima pujian dari Allah dan kita semua akan masuk ke dalam pahala abadi kita. Kita sebagai orang Kristen bukanlah bagian dari sistem dunia ini. Kami adalah peziarah. Kami termasuk tempat surgawi. Kita menunggukan kota yang dibangun Allah yang kekal di surga, kota yang tidak dibangun tangan manusia,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang macam apakah seharusnya kita, tingkat keunggulan apa kita harus hidupi, katanya. Jadi, kepercayaan dalam kemuliaan kedatangan Hari Allah memiliki beberapa implikasi. Pertama, ada pernyataan umum di <b>ayat 11</b>, “Bagaimanakah seharusnya kalian hidup suci dan khusus untuk Allah?” Dan itulah bagian yang dia pentingkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perilaku kudus mengacu kepada tindakan, kesalehan mengacu kepada sikap. Perilaku suci mengacu kepada caranya saya hidup; kesalehan mengacu kepada sikap saya terhadap Allah di dalam hidup saya. Perilaku kudus mengacu kepada apa yang mengatur tindakan saya, dan kesalehan mengacu kepada apa yang mengatur hati saya. Jadi dia mengatakan orang seperti apa kita seharusnya dalam hati saya dan perilaku saya, dalam motivasi saya dan perbuatan saya, dengan sikap saya dan dalam kewajiban saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua istilah tersebut ada dalam bentuk jamak, yang tidak dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Namun dalam bahasa Yunani, konsep kekudusan dan kesalehan itu disebarkan ke setiap bidang kehidupan kita. Tradisi mengatakan bahwa Petrus disalibkan dan karena dia merasa tidak layak disalibkan seperti Tuhannya, dia memohon untuk disalibkan terbalik. Dan kata-kata akhir Petrus adalah, orang seperti apa seharusnya kita berada di semua bagian hidup kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah jawaban kita? Jawaban itu mengalir mulai dari ayat 12 sampai ke ayat 18. Dan itu kembalikan kita ke 1 Petrus 1:13, “Sebab itu, hendaklah kalian siap siaga. Waspadalah dan berharaplah sepenuhnya pada anugerah yang akan diberikan kepadamu pada waktu Yesus Kristus datang nanti.” Hiduplah dalam terang anugerah yang diberikan kepada Anda ketika Yesus dinyatakan sepenuhnya di dalam seluruh kemuliaan-Nya dan waktu mendirikan Kerajaan-Nya yang kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mengatakan di ayat 14-15, “Taatlah kepada Allah, dan janganlah hidup menurut keinginanmu yang dahulu, pada waktu kalian masih belum mengenal Allah. 15 Sebaliknya, hendaklah kalian suci dalam segala sesuatu yang kalian lakukan, sama seperti Allah yang memanggil kalian itu suci.” Jika kita menuju kepada kerajaan-Nya, kita harus bersikap sesuai dengan identifikasi itu. Harapan itu membuat kita suci. Jadi karena pada suatu hari kita akan berada bersama Dia, bagaimana kita mulai proses pengudusan ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan <b>harapan</b>. Perhatikanlah <b>ayat 12-13</b>, “Selama kalian menantikan dan merindukan tibanya Hari Allah. Pada Hari itu langit akan habis terbakar, dan karena panasnya, maka unsur-unsur akan meleleh karena panas yang hebat. 13 Tetapi kita menantikan apa yang telah dijanjikan Allah, yaitu surga yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” Disini terdapat konsep pengharapan. Jadilah seperti Paulus, “Memang senang berada disini, tetapi jauh lebih baik untuk pergi dan berada di sana.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya itu? Itu berarti saya akan berurusan dengan masalah di hidup saya, supaya pada saat Dia datang saya tidak malu. 1 Yohanes 2:28 membicarakan soal tidak malu pada waktu Yesus datang, “Supaya nanti pada waktu Ia datang, kita menghadap Dia dengan penuh keberanian, dan tidak bersembunyi karena malu.” Jika hidupku benar, maka saya menunggukan kehadiran Yesus. ‘Parousia’ secara harfiah berarti kehadiran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Frase “hari Allah” mengacu kepada keadaan kekal itu ketika Allah ada di dalam semuanya. Karena ada hari Allah, Allah harus menghancurkan semesta alam ini. Untuk memungkinkan hari Allah harus ada hari Tuhan. <b>Ayat 10</b>, “Tetapi Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada Hari itu, langit akan lenyap dengan bunyi gemuruh, dan benda-benda di langit akan musnah terbakar, dan bumi dengan segala yang ada di dalamnya akan lenyap.” Jika semesta alam baru akan diciptakan dimana terdapat kebenaran, maka Tuhan harus menghancurkan dulu semesta alam yang lama yang penuh kutukan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa Tuhan pernah menghancurkan dunia ini sekali dengan air, menenggelamkan semua orang yang ada dari perairan di bawah dan perairan di atas bumi, jadi di masa depan Dia akan menghancurkannya dengan api. Dan hari Tuhan itu bukan hasil bencana alam. Dan itu bukan hasil beberapa negara menggunakan senjata nuklir. Itu adalah hukuman ilahi oleh Allah Mahakuasa melalui kuasa Kristus yang telah ditunjuk-Nya sebagai hakim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ingatlah bahwa hari Tuhan itu datang dalam dua bagian. Itu datang ketika Tuhan Yesus kembali dalam Kedatangan Kedua pada akhir masa Tribulasi. Dan kemudian Dia mendirikan kerajaan-Nya seribu tahun. Pada akhir seribu tahun itu, bagian kedua dari hari Tuhan itu datang. Nah Allah melihatnya sebagai satu hari, karena di <b>ayat 8</b> dikatakan, “Tetapi saudara-saudaraku, satu hal ini janganlah kalian lupakan: bahwa dalam pemandangan Tuhan, satu hari tidak ada bedanya dengan seribu tahun--kedua-duanya sama saja bagi-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada pertama kali Yesus datang, pada permulaan seribu tahun itu, ada beberapa prapertunjukan akhir seribu tahun ketika api memusnahkan alam semesta itu. Lihatlah Wahyu 8:7, trompet ditiup untuk mengumumkan penghakiman pada akhir masa Tribulasi. Ketika trompet berbunyi, “maka hujan es dan api bercampur darah jatuh dengan derasnya ke atas bumi. Sepertiga bumi habis terbakar; begitu juga sepertiga dari pohon-pohon, dan setiap rumput yang hijau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8-9, “Lalu malaikat kedua meniup trompetnya, maka sesuatu yang sangat besar yang kelihatan seperti gunung yang menyala-nyala dilemparkan ke dalam laut. Sepertiga lautan berubah menjadi darah. 9 dan matilah sepertiga dari segala makhluk di laut; begitu pula musnahlah juga sepertiga dari kapal-kapal.” Itu hanya prapertunjukan dari api yang menghancurkan bumi yang akan menghabiskan segalanya pada akhir seribu tahun ketika Tuhan menciptakan langit baru dan bumi baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada prapertunjukan lain di Wahyu 9:17-18, “Dan dalam penglihatan, saya melihat kuda-kuda itu dan penunggang-penunggangnya memakai baju besi yang berwarna merah menyala, biru seperti batu nilam, dan kuning belerang. Kepala kuda-kuda itu seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, asap, dan belerang. 18 Sepertiga dari umat manusia terbunuh oleh tiga bencana itu; yaitu api, asap, dan belerang yang keluar dari mulut kuda-kuda itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada prapertunjukan terakhir pada akhir seribu tahun itu, Iblis dibebaskan dari penjara. Dia keluar untuk menipu orang-orang yang menolak Kristus. Wahyu 20:9-10 mengatakan, “Maka mereka pun berpencarlah ke seluruh dunia, lalu mengepung perkemahan umat Allah dan kota yang dikasihi Allah. Tetapi api turun dari langit dan memusnahkan mereka. 10 Kemudian Iblis yang menipu mereka itu, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang. Di situlah tempatnya binatang dan nabi palsu itu dibuang terlebih dahulu. Dan mereka akan disiksa siang malam untuk selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah titik awal penghancuran api terakhir yang menghabiskan seluruh alam semesta. Begitulah akhirnya. Kemudian terjadilah bencana pada saat seluruh alam semesta dikonsumsi dan unsur-unsurnya meleleh dengan panas yang hebat. Sampai ke elemen, komponen mikroskopis yang membentuk blok bangunan materi. 1 Yohanes 2:17 mengatakan, “Dunia dan segala sesuatu di dalamnya sedang lenyap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika hari Allah tiba, hari manusia sudah selesai. Karena itu, itu dinamakan hari Allah. Korupsi-Nya terhadap alam semesta dan malaikat-malaikat yang jatuh akhirnya diadili. Jadi di <b>ayat 13</b> Petrus mengatakan, “Tetapi kita menantikan apa yang telah dijanjikan Allah,” itu bukan Hari Tuhan, Kita menantikan Hari Allah, hari kekal, “surga baru dan bumi baru dimana terdapat kebenaran.” Kita menantikan alam semesta baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 60:19-20 menggambarkan dunia itu, “Engkau tak perlu disinari matahari di waktu siang, dan tak perlu diterangi bulan di waktu malam. Sebab Tuhan menjadi penerang abadi bagimu, dan Anda akan memiliki Allah untuk kemuliaanmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tak pernah terbenam, dan bulan yang tak pernah surut. Sebab Tuhan adalah penerang abadi bagimu, dan masa berkabungmu akan berakhir. 21 Pendudukmu semua akan bertindak dengan benar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 21:1-3, “Lalu saya melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Langit pertama dan bumi pertama pun hilang, serta laut lenyap. 2 Maka saya melihat kota suci itu, yaitu Yerusalem yang baru, turun dari surga dari Allah. Kota itu sudah disiapkan seperti seorang pengantin perempuan didandani untuk menemui pengantin laki-laki. 3 Lalu saya mendengar suara dari takhta itu berseru dengan keras, "Sekarang tempat tinggal Allah adalah bersama-sama dengan manusia! Ia akan hidup dengan mereka, dan mereka akan menjadi umat-Nya. Allah sendiri akan berada dengan mereka dan menjadi Allah mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4-7 mengatakan, “Ia akan menyeka segala air mata dari mata mereka. Kematian tidak akan ada lagi; kesedihan, tangisan, atau kesakitan pun akan tidak ada pula. Hal-hal yang lama sudah lenyap." 5 Lalu Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, "Sekarang Aku membuat semuanya baru!" Ia berkata juga kepada saya, "Tulislah ini, sebab perkataan-perkataan ini benar dan dapat dipercayai." 6 Lalu Ia berkata, "Sudah selesai! Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan. Setiap orang yang haus, akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari sumber air yang memberi hidup. 7 Orang-orang yang menang akan menerima hal-hal itu daripada-Ku. Aku akan menjadi Allahnya, dan ia menjadi anak-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 21:23-27, “Kota itu tidak perlu disinari matahari atau bulan, sebab keagungan Allah menyinarinya, dan Anak Domba itu adalah lampunya. 24 Bangsa-bangsa di dunia akan berjalan di dalam cahayanya, dan raja-raja pun akan membawa kekayaan mereka ke dalam kota itu. 25 Pintu-pintu gerbang kota itu akan terbuka sepanjang hari; tidak akan ditutup, sebab tidak ada malam di situ. 26 Kebesaran dan kekayaan bangsa-bangsa akan dibawa ke dalam kota itu. 27 Tetapi orang yang melakukan hal-hal yang menjijikkan, atau orang yang berdusta--singkatnya apa pun yang najis, sekali-kali tidak akan masuk ke dalamnya. Yang akan masuk hanyalah orang yang namanya tertulis dalam Buku Orang Hidup, buku Anak Domba itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggapan kita haruslah seperti Yohanes di Wahyu 22:8, “Saya, Yohanes, sudah mendengar dan melihat semuanya ini. Setelah saya selesai mendengar dan melihatnya saya tersungkur di depan malaikat yang sudah menunjukkan semuanya itu kepada saya, dan saya hendak menyembah dia.” Hatinya benar. Hanya dia menyembah orang yang salah. Dia tersungkur kepada kaki malaikat yang berkata, “Jangan menyembah saya! Sembahlah Allah! Ayat 20, “Ia yang menyampaikan semua berita ini berkata, "Benar, Aku akan segera datang!" Jawab Yohanes, “Amin! Datanglah, ya Tuhan Yesus!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:14-15a, “Sebab itu, Saudara-saudara yang tercinta, sementara kalian menantikan Hari itu, berusahalah sungguh-sungguh untuk hidup suci dan tanpa cela di hadapan Allah. Dan peliharalah hubungan yang baik dengan Allah. 15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan yang diberikan-Nya kepadamu supaya bisa selamat.” Inilah yang kami harapkan, Tuhan Yesus datang untuk mengangkat gereja-Nya, kemudian datang bagian pertama hari Tuhan, penghakiman. Kemudian kami kembali bersama-Nya untuk memerintah seribu tahun dalam tubuh kemuliaan kita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir zaman Dia menghancurkan alam semesta, namun mempertahankan orang yang telah dibenarkan dan ditebus dan Dia membawa kita pada akhir seribu tahun itu ke dalam hari Allah. Kita diciptakan untuk itu dan kita harus menyiapkan diri untuk itu dengan mempercayai Yesus. Yang terbaik masih belum datang pada saat kita bersedia untuk merayakan kelahiran Yesus, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Dec 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121210</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000000A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tujuan yang Berkomitmen]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000009"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:7-9" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 21:<span class="imTALeft">7-9</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami telah mempelajari KPR, yang adalah sejarah gereja di dalam tahun-tahun permulaan mulai dari Yerusalem sampai waktunya didirikan dan dibentuk di Roma. Jadi ini adalah keluasan Kekristenan sejak mulai di Yerusalem yang menjalar ke seluruh dunia non-Yahudi sampai ke Roma. Sejarah gereja itu bukan sejarah kejadian, tetapi sejarah orang-orang.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Katalis gereja di tahun-tahun awal adalah Petrus. Dan segera setelah itu, kami bertemu dengan orang-orang seperti Stevenus dan Filipus. Kemudian ada orang lain yang tidak disebut namanya. Kemudian kami bertemu dengan Rasul Paulus. Dan mulai dengan KPR 13, semuanya adalah tentang Paulus. Dan kami melihatnya dalam kombinasi dengan Barnabas, Silas, Timotius dan Lukas. Sekarang Paulus memenuhi sisa buku KPR dengan pelayanannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu kami tiba di KPR 21, dia menyelesaikan perjalanan misinya yang ketiga. Dia lagi dalam perjalanan pulang ke Yerusalem. Dan terjalin ke dalam sejarah dan narasi ini ada prinsip-prinsip yang berlaku untuk kehidupan. Jadi buku KPR telah menjadi bagi kami semua, instruksi pengajaran yang berharga dan praktis tentang kehidupan gereja dan orang-orang percaya didalamnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kami telah melihat teladan bukan peraturan, dan prinsip-prinsip indah yang berlaku untuk kehidupan kami. Dan didalam KPR 21:1-15 kami telah melihat keberanian keyakinan sebagai suatu titik fokus. Paulus adalah pria penuh keyakinan, dan keyakinan itu perlu di transfer kepada kami. Kita bukan hanya membicarakan komitmen, namun lebih tentang kehidupan yang berkomitmen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat belajar lebih banyak berdasarkan apa yang Paulus lakukan dari pada apa yang dia katakan. Yang menyebabkan ini begitu berkuasa adalah karena dia melakukan apa yang dia katakan. Saat kita mempelajari surat-surat Paulus, kita mendapatkan semua nasihat it, dan itu memang baik. Namun saat kita mempelajari KPR, kita dapat mengatakan, “Orang ini percaya itu. Dia menjalankannya. Dan inilah hasilnya.” Jadi informasi ini dapat diapplikasikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus menunjukkan komitmennya di KPR 20:22-24, “Sekarang untuk mentaati perintah Roh Allah, saya pergi ke Yerusalem. Dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya di sana. 23 Saya hanya tahu bahwa di tiap-tiap kota, Roh Kudus sudah dengan tegas memberitahukan kepada saya, bahwa saya akan masuk penjara dan akan menderita. 24 Tetapi saya tidak peduli dengan hidup saya ini, asal saya dapat menyelesaikan tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada saya untuk memberitakan Injil tentang anugerah Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, “Saya memiliki pelayanan yang diberikan Tuhan kepada saya. Saya akan menyelesaikan pelayanan itu tanpa menghiraukan biayanya.” Nah masalahnya ini: Apakah Anda bisa mempraktikkan apa yang Anda baru khotbahkan? Yang dipertaruhkan adalah masalah ketuhanan tertinggi Yesus Kristus di dalam kehidupan orang yang percaya. Ini mengenai ketundukan saya kepada supremasi-Nya dan ketaatan saya terhadap Ketuhanan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tahu apa yang Dia ingin kami lakukan. Dan kita diberikan kesempatan untuk memenuhi pelayanan itu. Pertanyaannya adalah apakah kita tunduk kepada Ketuhanan itu secara total dan dengan cara itu menyelesaikan tugas kita. Nah dedikasi mulai dengan keyakinan, kemudian kedua dengan keberanian untuk menyelesaikannya. Dan ada tingkat keyakinan atau komitmen yang berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, ada <b>komitmen yang tidak lengkap</b>. Dengan kata lain, Anda berkomitmen sampai pada suatu titik jika tidak terlalu menakutkan, atau jika itu tidak terlalu mengganggu jadwal saya, atau jika itu tidak bertentangan dengan keinginan saya sendiri. Sebagai contoh seseorang bernama Demas. Dia orangnya baik, karena Paulus tidak mungkin akan memilihnya untuk menjadi rekan kalau tidak..</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mengasihinya, yang menunjukkan sesuatu yang lain mengenai karakternya. Dan dia menemani Rasul Paulus dalam pelayanan tertentu dengan nampaknya cukup ketertiban dan kesuksesan. Namun kemudian Paulus mengatakan di 2 Timotius 4:10, “sebab Demas sudah meninggalkan saya karena mencintai dunia ini.” Jika Anda bergumul didalam hidupmu dimana Anda tidak menaati Ketuhanan Kristus, Anda tidak berkomitmen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tipe kedua adalah sebuah <b>komitmen yang tidak tulus</b>. Ini adalah komitmen lisan yang tidak diikuti. Petrus mengatakan, “Tuhan apapun yang akan terjadi, aku akan mati untuk-Mu.” Dan pada saat diberi kesempatan, dia menyangkal Kristus tiga kali. Itu kata tua yang dijelaskan di Alkitab dengan istilah kemunafikan. Ini hanya kata-kata saja tanpa ada tindakan. Ini semua pura-pura dan dangkal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah ilustrasi klasik adalah pasangan bernama Ananias dan Safira di KPR 5, yang ingin diperlakukan sebagai orang saleh. Mereka mengatakan kepada gereja, “Kami akan memberikan seluruh hasil penjualan tanah kepada Tuhan.” Tetapi mereka hanya memberi sebagian saja, dan sisanya disimpan untuk mereka sendiri. Petrus mengatakan, “Kau berdusta kepada Roh Kudus.” Dan Allah mengambil nyawa mereka dan mereka kedua-duanya langsung mati. Banyak orang ingin tampil saleh tapi sebenarnya tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jenis ketiga adalah <b>komitmen yang terputus-putus</b>. Ini semua bergantung kepada hari apa Anda berbicara apakah mereka berkomitmen atau tidak. Dan bentuk ekstrim terdapat di gereja Efesus, di dalam Wahyu 2:4, “Tetapi ini keberatan-Ku terhadapmu: Kalian tidak lagi mengasihi Aku seperti semula.” Inilah pasang surut Kekristenan. Dan seringkali turunnya itu mengambil alih, dan mereka hanya bertahan pada tingkat rendah itu. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilihan Allah bagi umat-Nya bukanlah komitmen yang tidak lengkap, tidak tulus dan yang terputus-putus. Pilihan Allah adalah komitmen total, konstan dan penuh, dedikasi yang terus berlanjut, tidak peduli apa yang terjadi. Dan Paulus adalah orang seperti itu. Dia memiliki keyakinan, dan dia berkomitmen, dan dia tidak terpengaruh konsekuensinya apa, dia memiliki keberanian keyakinan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia tidak memiliki Roh Kudus yang berbeda. Dia memiliki sumber daya yang dimiliki semua orang Kristen. Jadi jangan mengatakan, “Saya bukan Rasul Paulus.” Dia juga tidak mulai sebagai Rasul Paulus. Dia mulai sebagai Saulus dari Tarsus. Roh Kuduslah yang menjadikannya seperti itu. Dan Anda juga tidak ada apa-apanya, sama seperti saya, namun kami berdua memiliki Roh Kudus yang sama. Jadi dalam kuasa-Nya, Anda telah diberi kemampuan yang sama. Apakah Anda akan menggunakannya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya kita semua memiliki keberanian keyakinan itu. Semua jenis komitmen yang lain tidak berguna. Yesus menentukan norma ketika Dia berkata di Lukas 9:23, “Orang yang mau mengikuti Aku, harus melupakan kepentingannya sendiri, memikul salibnya tiap-tiap hari, dan terus mengikuti Aku.” Komitmen itu berarti bahwa Anda mementingkan keinginan Allah saja, yang berarti menyangkal diri. Iya, tetapi itu hanya bagi raksasa rohani. Tidak, itu untuk orang Kristen normal, seperti Anda dan saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat di dalam Paulus bahwa keberanian keyakinan memiliki empat fitur. Pertama, pengetahuan tentang <b>tujuan</b>. Anda tidak akan yakin untuk memenuhi sesuatu jika Anda tidak memiliki tujuan. Kedua, itu <b>tidak dapat dialihkan</b>. Ketiga, itu <b>membayar harga apapun</b>. Dan keempat, itu <b>mempengaruhi orang lain</b>. Paulus mengatakan, “Saya ingin mengenal-Nya.” Atau mungkin objektif itu adalah untuk hidup dalam Roh. Anda harus ada tujuan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah seseorang yang berkomitmen, tujuannya adalah Yerusalem. Dia akan tiba disana dengan persembahan itu. Apakah pentingnya mengantarkan uang itu? Iya, dia merasa itu penting untuk menyatukan gereja dan untuk memenuhi kebutuhan jemaat yang miskin di Yerusalem. Kedua, tujuannya <b>tidak dapat dialihkan</b>. Setelah ada komitmen, keberanian itu datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus juga menggenapkan nubuatan. KPR 9:15-16 mengatakan, “Tetapi Tuhan berkata kepada Ananias, "Pergilah saja! Sebab Aku sudah memilih dia untuk melayani Aku, supaya ia memberitakan tentang Aku kepada bangsa-bangsa lain yang tidak beragama Yahudi dan kepada raja-raja serta kepada umat Israel juga. 16 Dan Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya semua penderitaan yang harus ia alami karena Aku." Allah berjanji untuk mengungkapkan kepada Paulus penderitaannya sebelum itu datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya Allah menegaskan kepada Paulus bahwa Dia masih berkuasa atas kehidupannya. Rencana Allah masih utuh meskipun dia tahu apa yang akan terjadi. Lihatlah, betapa baiknya Allah mempersiapkannya untuk itu? Allah terus saja menggenapi nubuatan selama ini. Jadi Paulus bukan tidak taat, Dia mengikuti pimpinan Roh Allah terus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah didalam Alkitab ada banyak orang yang mengilustrasikan bahwa mereka tidak memiliki keberanian seperti itu. Orang seperti itu digambarkan di KPR 13. Disitu ada gereja orang non-Yahudi pertama di Antiokhia, dan pendeta-pendeta mereka adalah Barnabas, Simeon, Lukius, Menahem, dan Saulus. Mereka semua adalah orang yang diberkati Allah. Namun Allah ingin mengutus Paulus dan Barnabas untuk perjalanan misi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, mereka membawa seseorang bernama Yohanes Markus, yang merasakan ada panggilan untuk misi. Dan di KPR 13:13, “Dari Pafos, Paulus dan kawan-kawannya berlayar ke Perga di Pamfilia. Di situ Yohanes Markus meninggalkan mereka, lalu kembali ke Yerusalem.” Yohanes Markus melihat gunung Taurus itu dimana banyak perampok berdiam di gua-gua gunung itu, dan dia langsung berhenti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus adalah orang yang kuat dan dia tidak bisa terima kelemahan di dalam orang lain. Jadi pada waktu dia mendengar saran untuk membawa Yohanes Markus lagi, dia menolak. Waktu akhir dia tidak berani untuk mengikuti mereka. Jadi Paulus dan Barnabas berpisah. Allah memakai itu untuk kemuliaan-Nya, karena sekarang Dia memiliki dua tim. Paulus mengambil Silas dan Barnabas mengambil Yohanes Markus dan pergi ke Siprius.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, <b>keberanian keyakinan rela membayar apapun juga</b>. Disini Yohanes Markus gagal. Kebanyakan dari kita sudah melakukan itu berkali-kali juga. Mungkin itu hal sederhana seperti Anda tahu Anda harus membagikan Yesus Kristus kepada seseorang, tetapi karena ego Anda, Anda takut ditolak atau malu, jadi Anda menolak. Atau Allah ingin Anda ikut pelayanan, namun itu akan mengurangi waktu untuk mencari uang, dll.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada <b>KPR 21:7</b>, “Kami berlayar terus dari Tirus sampai ke Ptolemais. Di sana kami pergi mengunjungi saudara-saudara yang percaya, untuk memberi salam kepada mereka, lalu tinggal sehari dengan mereka.” Jadi sekarang kapal mereka telah melintasi Laut Tengah dan berlabuh di Tirus. Dan mereka pergi dari Tirus 40 kilometer ke Ptolomais, dengan kapal atau dengan berjalan kaki. Mereka hanya ada satu hari disana, namun mereka menggunakan itu secara maksimal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak membuang waktu. Anda bisa membayangkan bahwa dia mengajar mereka, bahwa dia berbagi dengan mereka, dia mendengar dan menyelesaikan beberapa masalah mereka. Dia bekerja dengan mereka, inilah jenis kehidupannya. Ini bukan jemaatnya, namun pada saat yang sama dia merasa ada kewajiban rohani untuk memaksimalkan waktunya bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8</b>, “Besoknya kami berangkat pula, lalu sampai di Kaisarea. Di situ kami pergi kepada penginjil yang bernama Filipus, lalu tinggal di rumahnya. Ia adalah salah satu dari ketujuh orang yang terpilih.” Kaisarea ada disebelah barat Yerusalem kira-kira 110 kilometer. Pada zaman Alkitab itu adalah pelabuhan Yerusalem, tidak sekarang. Hari ini Anda harus pergi ke selatan Kaisarea sekitar 20 menit ke pelabuhan Tel Aviv, yang adalah kota terbesar di Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kaisarea adalah kota Romawi, markas besar Pilatus dan tentara Romawi. Itu adalah kota benteng dan selama berabad-abad itu tetap seperti itu, bahkan sampai zamannya tentara salib. Dan orang-orang Yahudi bahkan menganggap itu kota asing, meskipun itu terletak di dalam wilayah Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami masuk ke rumah penginjil bernama Filipus yang adalah salah satu dari tujuh orang. Tujuh orang mana? Tujuh orang di KPR 6. Masih ingat bahwa gereja pertama bertumbuh begitu cepat sehingga mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pada waktu KPR 4 sudah ada 20,000 orang di jemaat gereja Yerusalem. Jadi mereka memilih tujuh diaken di KPT 6:5, “Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah Filipus yang sama yang juga disebut di KPR 8:5-8, “Filipus pergi ke kota Samaria dan memberitakan kepada orang-orang di sana tentang Kristus. 6 Ketika orang-orang mendengar Filipus berbicara dan mereka melihat keajaiban-keajaiban yang dibuatnya, banyak dari mereka mengikuti apa yang dikatakannya. 8 Maka orang-orang di kota Samaria itu gembira sekali.” Dan di KPR 8:40, “Namun Filipus sudah ada di Asdod. Dan ketika ia meneruskan perjalanannya, ia berkhotbah di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus adalah seorang penginjil. Ini satu-satunya waktu seseorang dinamakan itu. Dia mulai sebagai diaken dan sekarang dia penginjil. Ingatlah prinsip ini: Allah menghormati mereka yang setia dalam hal-hal kecil. Jika Anda mau digunakan Allah, biarkanlah Allah menangkat Anda ke dalam pelayanan di masa depan. Tetap setialah sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tiba di rumah Filipus dan berdiam bersamanya. Dan dia masih ada bebrapa hari sampai Pentakosta di Yerusalem. Tahukah Anda bahwa Filipus telah bertemu dengan Paulus secara tidak langsung 20 tahun yang lalu? Dalam keadaan apa? Ketika Paulus sedang menganiaya gereja, Filipus adalah salah satu yang lari keluar ke Samaria. Dan sekarang Filipus menjadi tuan rumah Paulus di rumahnya sendiri sebagai saudara seiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan sukacita bertemu dengan penganiaya mula-mula dan mengetahui apa yang telah terjadi pada Paulus? Galatia 1:22-24 mengatakan, “Sampai pada saat itu jemaat-jemaat Kristen di Yudea masih belum mengenal saya secara langsung. 23 Mereka hanya mendengar orang berkata, "Orang yang dahulu menganiaya kami, sekarang memberitakan kepercayaan yang dahulu mau dimusnahkannya." 24 Maka mereka memuji Allah karena saya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang pertama yang memulai penginjilan orang bukan Yahudi adalah Filipus. Dia berkhotbah di Samaria kepada orang Samaria campuran. Dan saat berkhotbah disana, Roh Kudus berkata, “Saya ingin Anda pergi ke Gaza,” yaitu padang pasir. Dia taat dan disana dia bertemu dengan sida-sida Etiopia yang membaca Yesaya dan membawanya kepada Kristus dan membaptisnya. Itulah orang non-Yahudi pertama yang bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Filipus adalah pendahulu Paulus. Allah menggunakan Filipus untuk memulai apa yang dikembangkan Paulus. Dan dua pelayanan di gereja sekarang adalah penginjilan dan penggembalaan. Tugas seorang penginjil adalah untuk menanam gereja. Lihatlah apa yang terjadi. <b>Ayat 9</b>, “Empat orang anak gadisnya sudah diberi kemampuan oleh Allah untuk menubuat dari Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, karunia nubuat berfungsi dalam dua kapasitas. Satu, dalam hal wahyu, dan dua, dalam hal memproklamirkan kebenaran. Mungkin Lukas, yang menulis KPR, mengisyaratkan keterlibatan mereka dengan dia. Dia tidak mengalami semuanya langsung, jadi Roh Kudus menggunakan wahyu untuk membawa itu kepadanya. Paulus setelah dipenjarakan dikirim kembali ke Kaisarea selama dua tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Lukas punya waktu untuk berbicara dengan gadis-gadis ini. Ayah gereja mula-mula bernama Papius mengatakan bahwa anak perempuan Filipus itu terkenal sebagai informan tentang sejarah awal gereja. Sejarawan Usivius juga mengutip Papius untuk mendukung fakta bahwa keempat gadis ini digunakan untuk memberitakan wahyu Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah sebenarnya dalam keberanian adalah kata “kepercayaan.” Jika Anda tidak melaksanakan komitmen Anda, Anda tidak mempercayai Allah dan Anda telah menghina Allah karena Anda mempertanyakan kesetiaan Allah. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk menolong Anda untuk menentukan tujuan Anda, kemudian hiduplah berkomitmen kepada tujuan itu, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Dec 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171203</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000009</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keberanian Keyakinan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000008"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+21:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul <span class="imTALeft">21:1-6</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneruskan di dalam perjalanan Rasul Paulus pada waktu dia mengakhiri perjalanan misinya yang ketiga dan menuju ke kota Yerusalem. Itulah keberanian dan komitmen Paulus, yang percaya sesuatu yang cukup besar sehingga dia rela mengabaikan kesenangan diri untuk melihatnya berhasil. Nah, itulah semangat yang menjadi ciri khas semua umat Allah yang terbesar sepanjang sejarah wahyu alkitabiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Bilangan 13:2, “Utuslah orang-orang untuk memata-matai tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada anak Israel.” Dan 12 orang pergi dan 10 kembali dan mengatakan, ‘Kami tidak bisa masuk negeri itu, ada raksasa disitu dan kami seperti belalang.’ Tetapi Yoshua dan Kaleb mengatakan, tidak masalah, marilah kita masuk. Kota berbenteng, tentara besar, namun mereka percaya Allah, dan mereka rela mati untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada wanita di buku Hakim-hakim, yang adalah hakim di Hakim-hakim 4. Namanya Debora, dan dia percaya bahwa Allah telah memberikan kemenangan kepada anak-anak Israel. Jadi Debora memberi semangat kepada tentara dan mengatakan, “Lihatlah kemenangan ada dipihak kita, marilah maju saja.” Dan dia memimpin mereka dan mereka menang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di 1 Samuel 17, ada cerita lelaki muda bernama Daud yang membawa lima buah batu bulat dengan umban dan mengatakan, “Itu hanya raksasa saja, Allah akan memberikan orang-orang Filistin ke dalam tangan kami.” Dan dia keluar dan mengumbankan batu itu dan memenangkan perang. Dia memiliki keyakinan dan dia berani mati untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada tiga orang muda di Daniel 3, bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang berani mati berdasarkan sebuah prinsip rohani bahwa sepatutnya mereka menyembah Allah dan bukan menyembah berhala, dan mereka masuk kedalam perapian yang menyala-nyala. Mereka berani mati untuk kepercayaan mereka. Dan ada orang lain bernama Daniel. Di Daniel 6 mereka mengatakan, jika kamu tidak berhenti berdoa, kita akan memasukkan Anda ke dalam gua singa. Mereka menempatkan-nya ke dalam gua singa itu dan Allah menyelamatkannya. Itulah keberanian keyakinan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Kisah Para Rasul kami telah menemukan berkali-kali bahwa orang-orang ini memiliki keyakinan sehingga mereka rela mati untuk itu. Dan Paulus adalah salah satu dari mereka. Paulus mengatakan kepada penatua Efesus di KPR 20:38, “Kalian tidak akan melihat aku lagi.” Mengapa dia mengatakan itu? Karena dia menuju ke Yerusalem, dan dia tahu bahwa sepanjang perjalanan Roh Kudus terus bersaksi kepadanya bahwa dia akan dipenjara dan menderita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun dia menyadari bahaya yang menanti di Yerusalem, meskipun hatinya berkobar untuk mencapai kota Roma, dan meskipun dia tahu bahwa orang-orang kudus mengasihi dan menghargainya, dia tetap tidak berhenti karena dia memiliki keyakinan dan keberanian untuk menyelesaikan tugasnya. Keyakinannya adalah untuk mengumpulkan uang dari semua gereja-gereja orang bukan Yahudi dan memberikan itu kepada orang kudus miskin di gereja Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu proyek dengan dua tujuan: satu, untuk menunjukkan bahwa gereja-gereja orang non-Yahudi mengasihi gereja orang Yahudi itu, untuk menyatukan gereja, dan kedua, untuk memenuhi kebutuhan uang yang praktis bagi orang-orang kudus yang miskin itu. Dan dia yakin bahwa Allah telah memberikannya tujuan itu, dan alasan itu, dan objektif itu, dan dia mengejarnya. Dia melihat gereja Yerusalem sebagai benteng yang dikepung. Itu terputus dari persediaan dan mereka telah mengalami kelaparan dan penganiayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja ini hal yang berbahaya, karena semua pengikut Yudaisme membenci Paulus. Mereka mengejarnya dan mencoba membunuhnya. Dan sekarang dia akan pergi ke pusat Yudaisme, yaitu Yerusalem. Pada saat kami mempelajari KPR 21, kami melihat keberanian dan keyakinan Paulus dan ada empat aspek dari keberanian dan keyakinan itu: 1: mengetahui tujuannya, 2: tak teralihkan, 3: rela bayar harga apapun, dan 4: mempengaruhi orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktor pertama dalam menunjukkan keberanian adalah bahwa Anda harus percaya sesuatu. Harus ada objektif dan tujuan. Nah, bagi Yoshua dan Kaleb, keyakinan mereka adalah bahwa Allah telah memberikan mereka tanah itu. Jadi jika Allah memang telah memberikan kami tanah ini, marilah kita berani dan pergi untuk memiliki tanah yang Allah berikan kepada kami. Namun itu semua mulai dengan kepercayaan itu dimana Allah telah memberikan mereka tanah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk Debora, keyakinan itu adalah, “Allah menjanjikan kemenangan.” Bagi Daud keyakinan itu adalah “Allah ingin Israel diselamatkan dari orang Filistin.” Bagi ketiga orang Yahudi, “Allah ingin disembah, dan tidak mengizinkan penyembahan berhala,” dan kita memiliki keberanian untuk percaya keyakinan itu, berapapun biayanya. Bagi Daniel, hal yang sama. Paulus mengatakan di KPR 20:23-24, “Roh Allah sudah tegas memberitahukan kepada saya, bahwa saya akan masuk penjara dan akan menderita. 24 Tetapi saya tidak peduli.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ketiga ayat pertama KPR 21, kita melihat bahwa keberanian dan keyakinan mengetahui tujuannya. <b>KPR 21:1</b>, “Kami berpamitan dengan pemimpin-pemimpin jemaat dari Efesus itu, kemudian meninggalkan mereka. Lalu kami berlayar langsung ke pulau Kos; dan besoknya kami sampai di pulau Rodos. Dari situ kami berlayar terus ke pelabuhan Patara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka berlayar ke Kos, yang menunjukkan bahwa kapal mereka kecil yang tidak menjauhkan diri dari garis pantai. Patara adalah pelabuhan besar karena sungai Santos mengosongkan diri disitu ke laut Mediterania, dimana kapal-kapal besar berlabuh untuk membawa barang masuk ke daratan. <b>Ayat 2</b> mengatakan, “Di Patara, kami menemukan kapal yang mau ke Fenisia. Maka kami naik kapal itu lalu berangkat.” Fenicia itu adalah daerah garis pantai Palestina.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ini kapal besar, karena di <b>ayat 3</b> dikatakan, “Dan berlayar sampai kami melihat pulau Siprus di sebelah kiri kami; tetapi kami berlayar terus menuju Suria. Kami mendarat di Tirus, sebab di situ kapal yang kami tumpangi itu akan membongkar muatannya.” Suria adalah daerah garis pantai, dan Tirus adalah kota terkenal yang disebut di Perjanjian Lama. Disini sekali lagi kami melihat lagi bahwa Paulus adalah seorang pria yang mementingkan misinya. Dia langsung menuju ke Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4</b>, “Kami pergi mengunjungi orang-orang yang percaya, lalu tinggal dengan mereka selama satu minggu. Atas petunjuk dari Roh Allah mereka menasihati Paulus supaya jangan pergi ke Yerusalem.” Paulus menunggu sampai kapalnya berangkat dari Tirus, dan berlayar dekat garis pantai ke pelabuhan-pelabuhan dekat Yerusalem. Sebuah cerita sederhana, namun dibawahnya sebuah kebenaran yang luar biasa – Rasul Paulus menerima tantangan untuk membawa persembahan itu kepada gereja Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya waktu Anda benar-benar mengalami keberanian mendalam itu adalah ketika Anda memiliki komitmen mendalam kepada sebuah objektif. Paulus membagikan okjektifnya di Filipi 3:10, “Satu-satunya yang saya inginkan ialah supaya saya mengenal Kristus, dan mengalami kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Saya ingin turut menderita dengan Dia dan menjadi sama seperti Dia dalam hal kematian-Nya.” Objektif kami haruslah juga untuk mengenal Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab bukan objektif itu, Kitab Suci adalah cara untuk mencapai objektif. Namun untuk mengenal-Nya, saya perlu tahu Firman-Nya dan itu ada di Alkitab. Paulus kemudian menambahkan, saya ingin tahu kuasa kebangkitan-Nya, saya ingin tahu persekutuan penderitaan-Nya. Saya ingin merasakan kesakitan penderitaan-Nya, selagi saya menderita demi Dia. Saya ingin tahu segalanya yang ada. Itulah objektif yang indah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Objektifku sendiri adalah, satu, saya ingin mengenal-Nya. Kedua, saya ingin memberi makanan rohani kepada jemaat. Namun untk mengenal-Nya dan untuk mengajar jemaat saya perlu tahu Firman-Nya. Jadi objektifku, meskipun itu umum, menjadi sangat nyata dan aktual. Untuk mencapai objektif akhir itu saya harus melakukan sesuatu hal praktis, yaitu mempelajari Firman Allah. Jadi Anda bisa saja memiliki tujuan umum yang juga menjadi tugas praktis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda memiliki sebuah objektif? Ada yang mengatakan, “Objektifku adalah untuk memenangkan suamiku yang belum percaya kepada Yesus Kristus.” Itu bagus. Apakah Anda rela membayar harga apapun juga untuk melakukan itu, dengan mengorbankan kehendakmu sendiri, kesenangan Anda sendiri, apapun juga untuk tujuan itu? Mungkin ada orang yang mengatakan, “Objektifku adalah pelayanan, menyelesaikan pelajaranku dan latihanku dan melayani Allah.” Apakah Anda benar-benar bersedia untuk mengorbankan apapun juga untuk mencapai tujuan itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang Kristen harus memiliki sebuah objektif. Karena tanpa hal itu Anda tidak akan mencapai apapun, dan Anda tidak akan ada kesempatan untuk menunjukkan keberanian dan mengesampingkan kehendak Anda untuk mencapai apa yang Allah telah tempatkan di hatimu. Jadi pertama, keberanian keyakinan itu <b>mengenal tujuannya</b>. Kedua, keberanian keyakinan itu <b>tidak dapat dialihkan</b>.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 3 lagi, “Kami mendarat di Tirius, di pantai Suria,” tidak jauh dari Yerusalem. Ayat 4, “kami pergi mengunjungi orang-orang yang percaya, lalu tinggal dengan mereka selama satu minggu.” Itulah orang Kristen yang tidak mengenal Paulus, karena bukan dia yang mendirikan gereja Tirius. Memang itu benar, namun secara tidak langsung dia melakukan itu, karena gereja itu dimulai melalui luapan penganiayaan terhadap Stevanus. Jadi Paulus menyebabkan ada pertumbuhan gereja bahkan sebelum dia sendiri diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka mengatakan kepada Paulus, atas petunjuk dari Roh Kudus, supaya jangan pergi ke Yerusalem. Mereka mengasihi-nya dan mereka tidak ingin melihatnya terluka, karena dia sangat dibenci orang Yahudi. Nah pertanyaannya adalah: Apakah Paulus mendapat pesan Roh Kudus supaya jangan pergi ke Yerusalem? Jika dia mendapat berita itu dan terus pergi saja, dia tidak taat. Jadi apakah Paulus tidak taat? Apakah dia berbuat salah ketika dia pergi ke Yerusalem?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya frase, “Atas petunjuk Roh,”? Frase itu berarti, melalui penggunaan karunia roh. 1 Korintus 14:3 mendefinisikannya, “untuk menguatkan mereka, untuk memberi semangat kepada mereka dan untuk menghibur mereka,” mengajar dan berkhotbah. Namun karunia nubuatan juga bernubuat di gereja mula-mula. Nah Anda bisa menggunakan karunia roh dalam kuasa Roh tulen atau dalam kedagingan. Jadi tidak konklusif disitu, bagaimana itu dilakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin itu adalah sebuah kesalahan untuk pergi tetapi kasihnya terhadap gereja di Yerusalem itu menyebabkan dia melakukan itu. Jika Anda membaca Alkitab, Anda akan melihat bahwa semua orang yang dipakai Allah berbuat salah. Nuh gagal setelah banjir dan menjadi mabuk, Abraham menyangkal isterinya, Ishak gagal karena nafsu kedagingan, Yakub gagal setiap hari, Musa gagal dan tidak bisa masuk ke Tanah Perjanjian dan Daud ada kegagalan besar dalam hidupnya. Petrus menyangkal Yesus dan Tomas meragukan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun karya Allah adalah mengangkat orang-orang yang gagal. Bukankah kita senang? Namun, Paulus tidak gagal disini. Dia tidak menyangkal Roh sama sekali. Mengapa? Pertama, dia hidup dalam kepekaan terhadap Roh Kudus. Rasul Paulus tidak akan, tiba-tiba, menjadi duniawi, tanpa ada indikasi dari Allah bahwa dia melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ilustrasi: KPR 16:6, “Roh Allah tidak mengizinkan Paulus dan Silas menyebarkan perkataan Allah di provinsi Asia.” Tahukah Anda apa yang mereka lakukan? Mereka tidak berkhotbah di Asia, Paulus tidak melanggar Roh. Ayat 7, “Ketika tiba di perbatasan Misia, mereka coba masuk ke provinsi Bitinia, tetapi Roh Yesus melarang mereka ke sana.” Mereka juga tidak pergi kesana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9-10, “Dalam penglihatan itu Paulus melihat seorang Makedonia berdiri di depannya sambil meminta dengan sangat supaya ia pergi ke Makedonia untuk menolong mereka. 10 Setelah Paulus mendapat penglihatan itu, kami langsung bersiap-siap untuk pergi ke Makedonia.” Nah, perhatikanlah, Roh mengatakan ‘tidak’, Paulus mengatakan ‘tidak.’ Roh mengatakan ‘tidak’, Paulus mengatakan ‘tidak’. Kemudian Roh mengatakan, “Pergi ke Makedonia,”dan apa yang dilakukan Paulus? Dia pergi ke Makedonia. Dengarkanlah, orang ini hidup dalam kepekaan terhadap Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah KPR 20:23, “Saya hanya tahu bahwa di tiap-tiap kota, Roh Allah sudah dengan tegas memberitahukan kepada saya, bahwa saya akan masuk penjara dan akan menderita.” Apakah Roh Kudus mengatakan, “Jangan pergi?” Tidak, Roh Kudus mengatakan pada saat Anda tiba disana, inilah yang akan terjadi. Roh Kudus tahu dia akan pergi, dan itu adalah sebuah kasus, bukan ada larangan, tetapi ada persiapan. Paulus mengatakan kepada mereka di ayat 24, “Tetapi saya tidak peduli hal-hal itu, dan saya tidak mementingkan hidup saya, supaya saya dapat menyelesaikan perlombaan saya dengan suka cita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 24:16, dia mengatakan sesuatu yang mirip, “Itu sebabnya saya selalu berusaha sebaik-baiknya, supaya hati nurani saya bersih terhadap Allah dan bersih terhadap manusia.” Dengarkanlah, dia begitu peka terhadap Roh Kudus, sehingga dia selalu menaati Allah. Pesan yang diberikan Roh Kudus adalah, “Paulus, jangan pergi kecuali Anda rela menderita apa yang akan terjadi.” Dan memang dia rela.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah keberanian keyakinan. Dan memang wajar bahwa teman-temannya, yang melalui Roh nubuatan diberi tahu sebelumnya penderitaan yang akan datang kepadanya, mencoba untuk membujuknya agar tidak pergi. Namun Paulus tidak peduli keamanannya, hanya pelayanannya. Dan dia sama seperti Yesus yang dengan tegas menuju ke Yerusalem. Inilah keberanian keyakinan yang tidak dapat dialihkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segera setelah awal masa pemerintahan “Bloody Mary” di Inggris pada tahun 1553, seorang perwira dikirim untuk membawa berbagai pengkhotbah untuk menghadap pengadilan. Seorang pengkhotbah yang saleh bernama Hugh Latimer dibawa ke London. Ketika perwira itu tiba, Latimer berkata, “Temanku, saya akan pergi dengan rela ke London untuk memberi kesaksian tentang imanku, sama seperti saya pergi ke tempat manapun di dunia ini. Tuhan akan memberi saya kesempatan untuk bersaksi tentang kebenaran, baik untuk kenyamanan abadi dia atau ketidaknyamanan dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">‘Bloody Mary’ membakarnya di tiang pancang, dan dua pengkhotbah lain dibakar bersama dia. Dan pada saat nyala api sudah mulai naik Latimer mengucapkan kata-kata ini, “Kita akan menyalakan lilin di Inggris hari ini yang tidak akan padam.” Api yang paling mahal yang pernah dinyalakan gereja Roma Katolik adalah api itu. Itu menjadi api yang menyebabkan Reformasi Inggris mulai dan itu mematikan gereja Katolik di Inggris. Orang ini memiliki keyakinan dan keberanian untuk mati di api.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b>, “Tetapi setelah habis waktunya untuk kami tinggal di situ, kami meninggalkan mereka dan meneruskan perjalanan kami. Mereka semuanya bersama-sama dengan anak istri mereka mengantar kami sampai ke luar kota. Di sana di tepi pantai, kami semua berlutut dan berdoa.” Apakah Anda bisa melihat keindahan tindakan mereka? Kami baru melihat itu dengan teman-teman lama di Kisah Para Rasul 20. Dan inilah yang dilakukan dengan teman-teman baru. Satu hal tentang Kekristenan, tidak butuh waktu lama untuk mengembangkan persekutuan yang manis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di kota Tirius kita melihat bahwa tujuan Paulus tidak dapat dialihkan. Bahkan saudara-saudari Kristen baru yang begitu manis dan sayang, dengan segala nasihat mereka, yang memang bermaksud baik, tidak dapat mengalihkan dia dari objektifnya yang diberikan Allah. Semoga kami juga belajar untuk mengikuti teladan Paulus, sebagaimana dia mengikuti teladan Yesus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Nov 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171126</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000008</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Peringatan untuk Pemimpin Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000007"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:29-38" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:<span class="imTALeft">29-38</span></a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu menengahi pemerintahan-Nya melalui pemimpin-pemimpin yang dipilih khusus dan yang berkualitas. Pertama ada bapak-bapak leluhur, kemudian para hakim, dan kemudian para nabi, imam dan raja-raja. Di Perjanjian Baru Allah memerintah di gereja melalui pendeta dan penginjil, dan Roh Kudus membimbing orang percaya secara individu. Jadi ada otoritas dan ketundukan sebagai dua macam pekerjaan Allah di dunia.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sekarang memerintah umat-Nya secara langsung dan itu masuk ke dalam tiga kategori: keluarga, gereja dan negara. Dan di semua bagian ini Allah telah menentukan bahwa harus ada pemimpin dan ada pengikut. Jadi ada otoritas dan ketundukan. Di dalam keluarga orang tua adalah pemimpin. Di gereja pendeta dan penatua adalah pemimpin. Di negara pejabat pemerintah adalah pemimpinnya. Inilah pola yang ditetapkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memerintah di gereja melalui pendeta dan penatua. Dan ini membawa kita langsung kepada Kisah Para Rasul 20. Nah, disini Paulus memberi informasi kepada pendeta dan penatua gereja yang diberi tanggung jawab untuk memimpin gereja Yesus Kristus. Nah caranya dunia mengevaluasi kepemimpinan itu bukan caranya Allah mengevaluasinya. Jadi apakah yang membuat seseorang menjadi pemimpin yang efektif di gereja?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia mengatakan bahwa seorang pemimpin harus bisa merencanakan kedepan, dan mereka harus mementingkan tindakan. Mereka harus terlibat, agresif dan berani. Mereka juga energik, dan biasanya mereka berorientasi obyek daripada berorientasi orang. Mereka egosentris dan mereka selalu sangat diperlukan. Dengan kata lain semuanya berhasil atau gagal bersama mereka. Dan biasanya mereka adalah orang yang naik keatas dan yang menjadi pemimpin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi di dalam Alkitab tidak ada kategori pemimpin seperti itu. Semua kualifikasi alkitabiah benar-benar menghindari hal seperti itu dan adalah spiritual dan internal, dan bukan fisik dan eksternal. Satu-satunya cara seorang pemimpin alkitabiah memimpin adalah bukan dengan ajaran dan kata-kata melainkan dengan menjadi teladan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 3:17 mengatakan, “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.” Filipi 4:9 mengatakan, “Dan apa yang telah kamu pelajari dan terima, dan dengar dan telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Jadi Paulus mengatakan, kami memimpin dengan memberi teladan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, tanggung jawab menjadi pemimpin seperti itu adalah sulit. Karena ini tanggung jawab yang diberikan Allah untuk memelihara orang dan itu selalu merupakan tugas besar. Ibrani 13:17 mengatakan, “Mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” Dan Yakobus 3:1 mengatakan, “kita yang menjadi guru akan diadili dengan lebih keras daripada orang lain.” Tetapi ini juga sangat bermanfaat sehingga itu bisa mengatasi kemungkinan ada kegagalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di KPR 20, Paulus memberikan para pendeta semua ajaran kepemimpinan. <b>Prioritas nomor satu</b> dalam kepemimpinan rohani adalah untuk memastikan <b>hubungan Anda dengan Allah itu benar</b>.<b> </b>Kekudusan pribadi adalah dasar. Yang paling penting bukanlah persiapan khotbah Anda, tetapi persiapan diri Anda untuk menjadi saluran yang Allah dapat gunakan secara efektif. Jadi tanggung jawab saya terutama adalah untuk memastikan bahwa hidup saya dihadapan Allah adalah seperti semestinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28, “Karena itu, hendaklah kalian menjaga diri.” Dan kita melihat di 1 Timotius dan Titus bahwa kualifikasi pendeta itu semua adalah kualifikasi spiritual. Tidak ada manusia yang benar-benar berguna bagi Allah kalau dia tidak kudus. Dan Anda hanya berguna bagi Allah selama Anda dipisahkan untuk Allah. Lihatlah Daud di 2 Samuel 11, dia mengambil Batsyeba, isteri Uria dan membuatnya hamil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di 2 Samuel 11:15 dia menulis surat kepada tentaranya dan mengatakan, “Tempatkanlah Uria di garis depan, di mana pertempuran paling sengit, lalu mundurlah engkau tanpa setahu dia supaya dia tewas.” Jadi dengan demikian dia mati. Sekarang dia telah berzinah dan membunuh. Dan Anda tahu sendiri apa yang terjadi, dia sama sekali tidak berguna lagi bagi Allah. Namun Allah berbicara kepada hatinya, dan dia patah hati dibawah beban dosanya, dan dia menulis perasaannya di Mazmur 51.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 51 adalah Daud yang patah hati karena dosanya terhadap Batsyeba dan Uria. Dengarkanlah apa yang dia katakan, “Kasihanilah aku ya Allah, karena Engkau tetap mengasihi, hapuskanlah dosaku karena belas kasih-Mu yang besar. 2 Basuhlah segala kejahatanku; bersihkanlah aku dari dosaku. 3 Sebab kuakui kesalahan-kesalahanku, dosaku selalu kuingat-ingat. 4 Terhadap Engkau, terhadap Engkau saja aku berdosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang dia katakan adalah, “Allah, pulihkan aku, bawalah aku kembali. Ciptakan untukku hati yang bersih, ya Allah, perbaharuilah semangat yang benar di dalam diri saya. Janganlah buang aku dari hadirat-Mu. Janganlah mengambil Roh Kudus-Mu dariku.” Daud sama sekali tidak layak dalam mengajar atau mengkonversi siapapun juga sampai saatnya dia bersih. Prioritas pertama dalam pelayanan seseorang adalah kekudusan dirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Prioritas nomor dua</b> juga terdapat di dalam ayat 27-28, <b>ajarlah dan pimpinlah jemaat</b>. Mungkin beberapa diantara kita sudah tahu apa yang biasanya diketahui sebagai kuasa jemaat, dimana jemaat memerintah. Itu asing bagi Kitab Suci. Didalam Alkitab jemaat selalu tunduk kepada otoritas pendeta. Karena jika Anda menempatkan jemaat diatas pemimpin, Anda telah melanggar pola Allah tentang otoritas gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sesudah pria itu dipilih Allah dan ditahbiskan Allah, pekerjaan mereka adalah untuk memerintah untuk Allah, karena mereka berdiri sebagai gembala bawahan bagi Kristus. Jadi kepemimpinan itu penting: memimpin jemaat, mengambil keputusan penting, membimbing mereka ke tempat yang bermanfaat bagi mereka, namun juga memberi mereka makanan. Dan mereka memberi makan dengan Firman Allah sebagaimana Allah telah menugaskan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah <b>prioritas ketiga</b> adalah: untuk <b>mengawasi dan memperingatkan jemaat</b>. Mengajarkan itu hal positif dan mengawasi dan memperingatkan adalah negatif. Inilah perlindungan dan kewaspadaan. Iya, menampil ke belakang adalah untuk melihat apa yang muncul dari belakang. Salah satu perjuangan yang terbesar dan yang paling berat adalah melindungi jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 29</b>, “Seperginya saya, pasti akan datang serigala-serigala yang buas ke tengah-tengah kalian. Dan orang-orang yang kalian jaga itu akan menjadi mangsa serigala-serigala itu.” Bagaimana kita tahu itu? Karena Paulus kenal Iblis dan tahu caranya dia bekerja. Paulus mengatakan bahwa guru-guru palsu akan datang saat saya sudah pergi. Dimanapun kebenaran diberitakan, Setan akan datang untuk melemahkannya dengan kebohongan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 7:15 Yesus mengacu kepada serigala, “Hati-hatilah terhadap nabi-nabi palsu. Mereka datang kepada kalian berkedok domba, tetapi mereka sebenarnya seperti serigala yang buas.” Dan sekali lagi di Matius 10:16, Yesus mengirim orang yang akan berkhotbah untuk Dia dan Dia mengatakan, “Aku mengutus kalian seperti domba yang tidak berdaya ke tengah-tengah serigala ganas.” Dan keduabelas murid pergi dan tahu bahwa mereka bisa saja bertemu dengan serigala dalam pakaian domba.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang dilakukan pendeta yang baik untuk Yesus Kristus? Dia mengingatkan orang-orang untuk waspada terhadap guru-guru palsu, ajaran setan dan roh-roh penggoda. dan Allah mengutuk orang-orang ini. 2 Petrus 2:1, “Pada masa yang lampau di antara umat Allah telah muncul nabi-nabi palsu. Begitu juga di antaramu akan muncul guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan ajaran-ajaran yang tidak benar, yang membinasakan orang. Dan mereka akan menyangkal Penguasa yang sudah membebaskan mereka. Dengan demikian mereka mendatangkan kebinasaan atas diri sendiri, yang akan menimpa mereka dengan cepat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 2:18-19, “Mereka membuat pernyataan-pernyataan yang muluk-muluk dan kosong; nafsu yang cabul dipakai oleh mereka guna menjerumuskan orang-orang yang baru saja mulai terlepas dari lingkungan orang yang hidup sesat. 19 Sementara mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang-orang itu, sedangkan mereka sendiri diperbudak oleh korupsi. Sebab kalau orang dikalahkan oleh sesuatu, maka ia hamba dari yang mengalahkannya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran salah masuk, bukan saja dari luar, namun juga dari dalam. <b>Ayat 30</b>, “Malah dari antara Saudara-saudara sendiri pun akan muncul orang-orang yang akan memberitakan berita yang tidak benar, supaya murid-murid Yesus mengikuti mereka.” Apakah itu terjadi di Efesus? Iya, karena Paulus mengatakan di 1 Timotius 1:3, “tetap tinggal di Efesus sebab ada beberapa orang yang menyebarkan ajaran yang tidak benar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bahkan menamakan mereka. 1 Timotius 1:19-20 mengatakan, “Ada orang-orang yang hancurlah kepercayaan mereka. 20 Di antaranya ialah Himeneus dan Aleksander, yang sudah saya hukum dengan menyerahkannya kepada Iblis, supaya mereka belajar untuk berhenti menghujat Allah.” 2 Timotius 1:15, “Semua orang di wilayah Asia sudah meninggalkan saya, termasuk juga Figelus dan Hermogenes.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa itu terjadi sekarang juga. Banyak gereja-gereja di Amerika di dominasi oleh guru-guru palsu. Kita harus waspada supaya janganlah lalang ditaburkan diantara gandum. Di Matius 13:29 Yesus mengatakan jangan mencabut lalang itu sebab kalau alang-alang itu dicabut, nanti gandumnya turut tercabut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya cara untuk menghalang lalang itu masuk, adalah dengan <b>mengawasi dan memperingatkan</b>. Dan itulah tugas kami yang ada disini di Persekutuan Indonesia<b> </b>Riverside, siapapun yang mengajar, siapapun yang bertanggung jawab dan siapapun yang memimpin. Kita berhutang kepada Tuhan Yesus Kristus demi kemurnian yang Dia ingin disampaikan kepada-Nya.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 31</b>, “Sebab itu berjaga-jagalah! Ingat bahwa tiga tahun lamanya dengan banyak air mata, siang malam saya tidak pernah berhenti mengajar setiap orang dari kalian.” Mengapa Paulus menangis? Karena dia tahu konsekuensi yang mengerikan dari guru-guru palsu. Dia mengatakan, saya memperingati kalian siang dan malam. Jadi pendeta itu harus waspada. Dan Paulus mengatakan. lakukanlah itu seperti saya melakukannya. Sekali lagi kepemimpinan adalah melalui teladan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Tesalonika 3:8-9 mengatakan, “Siang malam kami bekerja membanting tulang supaya kami tidak menyusahkan siapapun juga dari antaramu. 9 Kami melakukan itu bukan karena kami tidak berhak menuntut supaya kalian menolong kami, tetapi karena kami mau menjadi teladan bagimu.” Jadi pendeta ada disitu supaya dia dapat melindungi jemaat dari serigala ajaran sesat melalui teladannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Prioritas keempat</b> adalah <b>belajar dan berdoa</b>. KPR 6:4 mengatakan, “Kami mau berdoa dan memberitakan perkataan Allah saja.” <b>Ayat 32</b>, “Sekarang saya menyerahkan kalian kepada Allah supaya Ia yang memelihara kalian dan supaya kalian berpegang pada berita rahmat Allah. Allah mempunyai kuasa untuk menguatkan kalian dan memberikan kepadamu berkat-berkat yang sudah disediakan-Nya untuk semua umat-Nya.” Itulah doa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 2:2, “Selalu haus akan susu rohani yang murni dari Firman Allah. Dengan demikian kalian akan bertumbuh.” Firman itu menyebabkan kami bertumbuh “dan memberikan kepadamu berkat-berkat yang sudah disediakan-Nya untuk semua umat-Nya.” Selagi Anda mempelajari Firman Anda dipertumbuhkan dan Anda dijamin bahwa warisan yang dijanjikan itu benar-benar milik Anda, dipisahkan untuk semua orang yang dikuduskan melalui Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah gereja-Nya. Pada akhirnya hanya Allah dapat melindungi dan memelihara mereka. Jadi Paulus mengatakan, saya menyerahkan kalian kepada Allah. Dan segala sesuatu yang dilakukan gereja harus memiliki komitmen seperti itu. Itulah prioritas setiap macam pelayanan. Kami harus mendoakan segala sesuatu. Segala sesuatu yang kita lakukan haruslah untuk Allah. Lihatlah KPR dan Anda akan melihat bahwa sebelum mereka melakukan apapun juga, mereka berdoa dulu sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukan Anda bahwa tidak ada sesuatu yang dapat menggantikan doa? Itu memang kedengarannya kuno namun itu benar. Bukan kemakmuran, bukan ide bagus, bukan program bagus, bukan pertumbuhan, bukan sukses, bukan kepercayaan dan bukan talenta. Sangat mudah bagi gereja untuk hanya bergantung kepada diri Anda dengan program hebat dan panitia yang baik dan mengambil semua pujian. Namun siapakah yang sebenarnya Anda perlu syukuri? Janganlah merampok Allah dari kemuliaan-Nya!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah <b>prioritas terakhir</b> bagi pendeta adalah, <b>tidak mementingkan diri</b>. Dan Paulus menggunakan dirinya sebagai teladan. <b>Ayat 33</b>, “Belum pernah saya menginginkan uang atau pakaian dari seseorang pun.” Paulus mengatakan, ingatlah di dalam semua pelayanan itu, pandanglah itu pelayanan memberi, bukan pelayanan menerima, benar? Allah tidak akan memberkati pelayanan orang yang lebih mementingkan uang. Matius 6:24 mengatakan, “Kalian tidak dapat melayani Allah dan uang juga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus akan pergi dan berbuata apa saja untuk siapa saja, dan kapan saja secara gratis. Paulus mengatakan di Filipi 4:11, “Saya sudah belajar merasa puas dengan apa yang ada.” Dia mengatakan di <b>ayat 34</b>, “Saudara sendiri tahu, bahwa dengan tenaga saya sendiri saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan saya dan kawan-kawan saya yang ikut dengan saya.” Paulus selalu memelihara dirinya supaya dia tidak menjadi beban bagi orang lain, dia hidup untuk mengabarkan Injil Yesus kepada orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 35</b>, “Dalam segala perkara saya sudah memberi teladan kepadamu bahwa dengan bekerja keras seperti ini kita harus menolong orang-orang yang tidak kuat. Karena kita harus ingat akan apa yang Tuhan Yesus sendiri sudah katakan, 'Lebih berbahagia memberi daripada menerima.” Ini mungkin salah satu kutipan yang paling menarik dari Alkitab. Inilah yang kita namakan agrafa. Ini adalah sebuah kutipan yang Yesus katakan tetapi yang tidak dicatat oleh siapapun dan itu dikutip Paulus. Jika Anda mencarinya di Perjanjian Baru, Anda tidak akan menemukannya, namun Yesus benar mengatakan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pelayanan salah satu cara kesalehan kita dinyatakan adalah di dalam kasih kita untuk Yesus Kristus, tanpa ada pikiran satupun tentang uang. Dan Allah memelihara kita jika semua hal benar dihadapan-Nya dan Anda adalah tipe pria yang seharusnya. 1 Petrus 4:11 mengatakan, “Orang yang melayani orang lain, haruslah melayani dengan kekuatan yang dari Allah, supaya dalam segala hal, Allah dapat dimuliakan melalui Yesus Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 36-37</b>, “Setelah Paulus selesai berbicara, ia berlutut dengan mereka semua lalu berdoa. 37 Mereka semuanya menangis sambil merangkul Paulus dan mengucapkan selamat jalan.” Mereka semua berlutut sambil berdoa. Tahukah Anda mengapa mereka mengasihinya? Mereka mengasihi Paulus karena apa yang dia bicarakan itu sesuai dengan bagaimana dia hidup sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 38</b>, “Mereka sangat sedih, terutama karena Paulus berkata bahwa mereka tidak akan melihat dia lagi. Lalu mereka mengantarkannya sampai ke kapal.” Ketika dia memberitakan mereka bahwa mereka tidak akan melihatnya lagi, mereka hanya menangis. Dan jika kuasa Roh Kudus di dalam saya dapat menyebabkan saya melayani cukup sesuai dengan cara Roh ingin saya melayani, maka Allah akan memberikan saya kasih orang-orang kudus juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Nov 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171119</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000007</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Prioritas Kepemimpinan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000006"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:25-28" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:25-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat KPR 20:25-28 sebagai satu bagian. Kepemimpinan itu penting sekali. Kepemimpinan buruk menghancurkan institusi, sementara kepemimpinan baik membangunnya. Di dalam kerajaan Allah kepemimpinan itu dipentingkan. Bahkan para malaikat pun terorganisir. Ada malaikat kerajaan. Ada malaikat penguasa, dan ada malaikat agung. Allah tahu harus ada otoritas dan ketundukan dalam segala sesuatu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu melayani Kerayaan-Nya melalui pemimpin kunci. Allah tidak menyukai kepemimpinan yang tidak efektif. Di Hosea 4:9, Allah bukan saja membicarakan dosa-dosa Israel namun juga dosa-dosa para pemimpin Israel. Dia mengatakan, “seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam.” Dengan kata lain, “Saya tidak bisa mengharapkan dari rakyat apa yang saya tidak dapatkan dari para pemimpinnya. Apapun pemimpinnya, rakyat itu sama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan bahwa Dia akan menghukum pemimpin-pemimpin itu karena mereka menyebabkan rakyat berdosa karena mereka gagal memimpin mereka ke dalam pola suci. Yeremia 5:31 mengatakan, “Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian!” Dengan kata lain, orang-orang malah senang ada pimpinan yang tidak baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 15:14, Yesus mengatakan, “Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.” Yesus mengatakan bahwa orang-orang akan mengikuti para pemimpin mereka. Karena itu Allah sangat mementingkan kepemimpinan. Allah menetapkan standar tinggi untuk kepemimpinan yang memadai, dan jika Allah menetapkannya tinggi, begitu pula Paulus, karena Paulus adalah orang saleh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengakhiri perjalanan misinya yang ketiga di KPR 20. Dia berhenti di Miletus dalam perjalanannya ke Yerusalem, dan dia bergegas ke Yerusalem untuk sampai ke sana pada hari Pentakosta dan juga untuk membawa persembahan kepada orang kudus miskin disana. Dan sementara ada kesempatan dia minta supaya para penatua jemaat Efesus datang ke Miletus agar dia bisa memberi mereka beberapa kata-kata akhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kepemimpinan di Alkitab adalah masalah dua sisi. Ini masalah tanggung jawab besar dengan suka cita besar, dan ini juga masalah tanggung jawab besar dengan potensi penghakiman besar. Pemimpin yang baik diberkati ganda. Pemimpin yang buruk dihukum dua kali karena Lukas 12:48 mengatakan, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut.” Dan itu prinsip yang berjalan dalam segala hal yang melibatkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh, Yakobus 3:1 mengatakan, “Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang diantara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.” Disisi lain 1 Timotius 5:17 mengatakan, “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat.” Jadi disini terdapat penghormatan dua kali lipat untuk guru yang baik dan penghakiman dua kali lipat bagi guru yang buruk. Kepemimpinan itu memiliki tanggung jawab yang besar sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tugas para rasul mula-mula adalah untuk mengangkat pemimpin seperti itu di setiap gereja. Ketika saya mengatakan penatua, itu sama dengan pendeta, dan mereka selalu sebagai pluralitas, tidak pernah hanya ada satu pendeta. Namun para penatua disitu telah dilatih, dimuridkan dan didewasakan oleh Paulus. Dan mereka telah dipilih Paulus dan dibangkitkan secara rohani oleh Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Titus 1:5, “Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu.” Jadi Paulus berbicara kepada orang-orang yang dia sendiri telah ajarkan dan dia memberikan mereka tugas yang sebenarnya jauh lebih besar daripada peristiwa yang Anda saksikan di KPR 20.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dikatakan Paulus kepada orang-orang itu adalah dasar untuk setiap macam kepemimpinan alkitabiah di gereja. Jika gereja itu adalah gereja Perjanjian Baru dari Yesus Kristus, maka itu harus mengikuti pola alkitabiah, benar? Dan jika gereja itu tidak mengikuti pola alkitabiah dalam kepemimpinan, maka itu tidak pernah akan diikuti di dalam jemaat. Reformasi tulen di gereja, kebangkitan rohani Perjanjian Baru harus datang lebih dulu di tingkat kepemimpinan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang kita akan melihat bukan saja perkataan manusia, namun firman dari Roh Kudus untuk gereja Yesus Kristus sepanjang sejarah. Jadi kita mengatakan bahwa ini baik dan sesuai untuk gereja sekarang sama seperti pada waktu Paulus mengucapkannya waktu itu. Itu adalah pandangan Allah yang diberikan untuk selamanya mengenai peran pendeta dan penatua di gereja, yang adalah sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gereja itu, sama seperti setiap dimensi lain di didalam Kerajaan Allah yang dinyatakan di dunia, bergantung kepada kepemimpinannya. Kita dapatkan hal itu di Efesus 4, dimana Allah ingin gereja itu berkembang. Dia ingin orang-orang kudus disempurnakan untuk pekerjaan pelayanan untuk mengembangkan tubuh. Dia ingin ada kesatuan iman. Dia ingin ada pemahaman yang mendalam tentang Anak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia ingin gereja itu didewasakan sesuai ukuran perwujudan kepenuhan Kristus. Di Efesus 4:14, “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia.” Dia tidak ingin gereja itu bertindak tanpa kasih akan tetapi seperti Efesus 4:15, “berbicara kebenaran di dalam kasih.” Dia ingin supaya gereja itu lebih dewasa dan bertumbuh dalam kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama, izinkan saya memberitahu Anda apa kepemimpinan gereja itu bukan. Nomor satu, kepemimpinan alkitabiah Perjanjian Baru bukan sebuah mainan kuasa politik. Anda adalah pemimpin gereja yang benar ketika Allah telah menetapkan Anda seperti itu. Kedua, kepemimpinan alkitabiah bukan sebuah kediktatoran yang dominan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 20:25-26 Yesus mengatakan, “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Dan kepemimpinan alkitabiah Perjanjian Baru itu bukan kontrol karismatik juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 20:27-28, “Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Pemimpin terbesar yang pernah hidup adalah seorang hamba, dan Dia mengajari kita contoh prinsip kepemimpinan yang terbesar. Yang Yesus mencontohkan adalah apa yang kita harus mewujudkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kunci kepemimpinan sejati adalah kehidupan yang patut dicontoh</b>. Yesus mengatakan, pendeta sejati hanya menjadi pendeta selama dia mengikuti apa yang saya katakan dan apa yang saya lakukan. Ketika Anda tidak mengikuti Yesus lagi, Anda bukan pemimpin. Bisa saja Anda punya judul, namun Anda bukan apa-apa. Anda hanya menjadi pendeta jika Anda mengikuti perkataan-Ku dan ketika orang melihat kehidupanmu dan melihat ada konsistensi diantara bagaimana Anda hidup dan apa yang Anda katakan, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus sanggup memuridkan pemimpin, bukan saja dengan apa yang dia katakan kepada mereka namun dengan caranya dia hidup. Marilah kita lihat KPR 20 dan bacalah apakah arti sebenarnya kepemimpinan alkitabiah. Nah Paulus mengakhiri pengajarannya kepada penatua Efesus, dan dia menugaskan mereka untuk mengatur pelayanan mereka sesuai dengan prioritas yang ditetapkan Allah. Itu prioritas yang bukan hanya dibicarakan saja namun yang dia lakukan dalam hidupnya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di ayat 17 sampai 24 Paulus menunjukkan empat dimensi pelayanan. Pertama dia mengatakan, pelayanan kepada Allah adalah pelayanan kepada Tuhan. dan kepada gereja itu adalah mengajar; terhadap orang yang terhilang itu penginjilan dan terhadap dirinya sendiri itu adalah pengorbanan. Kami sudah membahasnya secara rinci. Setelah Paulus menyelesaikan hal itu, dia ingin memusatkan diri kepada gereja. Dia ingin memberikan mereka prioritas untuk mengajar gereja, supaya mereka efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ringkasannya di <b>ayat 25-27</b>, “Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.” Saya telah memberikan kalian semua fakta mengenai Kerajaan Allah, dan frase ini adalah pernyataan umum mengenai caranya Allah bekerja dan caranya Allah memerintah. Ayat 26, “Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.” Mengapa? Ayat 27, “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus mengatakan di ayat 26 bahwa dia bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Benarkah seorang guru atau pendeta dapat disalahkan atas darah orang-orang tertentu? Ternyata memang begitu. Di Yehezkiel 33:8 Allah mengatakan, “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” Yehezkiel akan dihukum karena pelayanan yang tidak setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan disini, “Tanganku bersih, saya setia memberitakan seluruh firman Allah.” Setiap utusan Allah perlu menyadari bahwa jika Allah telah memberikan kepadanya sebuah pelayanan, dan dia tidak memenuhi itu, maka dia akan dihukum karena dia gagal melakukannya. Itulah yang dimaksud Yakobus 3:1 pada saat dia mengatakan, “Janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru, sebab kita tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus memusatkan diri kepada mengajar jemaat gereja, dan mulai dengan <b>ayat 28</b> dia mengatakan, “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.” Kamulah sebagai pendeta terutama bertanggung jawab atas gereja di Efesus. Nah inilah yang harus diutamakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada perbedaan di gereja antara pendeta dan penatua dan uskup. Mereka semua sama. Jadi Paulus berbicara kepada pemimpin-pemimpin itu untuk bertanggung jawab atas arahan gereja, dan dia memberikan mereka <b>lima kunci kepemimpinan</b>. Itu adalah prioritas, memang dasar tetapi sangat penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip nomor <b>satu: Pastikanlah hubungan Anda benar dengan Allah</b>. “Jagalah dirimu.” Prioritas itu mulai dengan Anda. Anda belum siap untuk melayani, Anda belum siap untuk menanggung apa yang terlibat dalam pelayanan, Anda belum siap untuk menghadapi tanggung jawab pelayanan kecuali hubungan Anda adalah benar dengan Allah. Inilah fondasi pelayanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk memberi Anda gagasan tentang bagaimana Perjanjian Baru menunjukkan hal itu, Markus 13:9 mengatakan, “Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.” Dengan kata lain, jika hubungan Anda tidak benar dengan Allah, Anda tidak mungkin dapat menangani apa yang akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menyatakan ini di 1 Timotius 4:16, “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.” Itulah prioritas ditengah pelayanan, itu adalah karakter. Kemudian dia mengatakan awasilah ajaranmu. Itulah kepercayaan. Kemudian dia mengatakan “Bertekunlah dalam semuanya itu.” Itulah tingkah laku. Awasilah karaktermu, kepercayaanmu dan tingkah lakumu. Anda sendiri adalah kunci pelayanan.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tahu bahwa pada hari dimana kekudusan itu tidak lagi menjadi bagian hidupnya, keefektifan dia juga hilang. 1 Korintus 9:27 mengatakan, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Saya hanya berguna bagi Allah selama saya hidup kudus, selama saya menyerahkan diri kepada Roh Kudus, selama ada kemurnian dalam hidupku. Allah hanya menggunakan alat-alat kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa pendeta sudah jatuh secara tragis. Yang terjadi adalah bahwa hubungan mereka dengan Allah menjadi tidak kudus. Mereka menjadi orang yang tidak kudus, dan pada saat itu terjadi mereka didiskualifikasi. Mereka menjadi bejana yang tak berguna dan tak terhormat, dan meskipun mereka mempertahankan penebusan mereka, karena pembenaran adalah sesuatu yang kekal, mereka kehilangan pelayanan mereka untuk Kristus. Kekudusan adalah komoditas dasar dalam semua kepemimpinan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah persyaratan bagi pemimpin Perjanjian Baru di 1 Timotius 3:2-3, “penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 3:4-5, “seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?” Iya benar, jadi kepemimpinan Perjanjian Baru bergantung kepada orangnya, jadilah orang kudus. Kemudian ada prioritas kedua untuk posisi kepemimpinan di gereja, yaitu <b>dia harus memberi jemaat makanan rohani dan menuntun mereka.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28</b> mengatakan, “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan.” Tidak ada pilih kasih, gereja itu dipandang sebagai kawanan domba. Ada sesuatu tentang domba yang merupakan ciri khas orang Kristen, pengikut yang tidak berdaya dan bodoh. Itu adalah istilah bersejarah yang Allah telah gunakan bagi umat-Nya. Bahkan Yesus sendiri di Lukas 12:32 mengatakan, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita memiliki tugas yang agak sederhana dalam definisi, walaupun fungsinya tidak sederhana. Jadi kita semua adalah gembala atas kawanan yang telah dibagikan kepada kami. Oleh siapa? Oleh Roh Kudus. Ini luar biasa bahwa semua pendeta ditugaskan sebagai gembala di bawah Yesus Kristus untuk menggembalakan jemaat. Ada dua tugas yang diberikan yaitu untuk memimpin dan untuk memberi makanan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya pendeta harus memelihara, mendisiplin, membalut luka-luka mereka, menjalankan otoritas atas mereka dan menuntun mereka kepada jalan yang benar. Namun intisari penggembalaan adalah memberi makanan rohani. Karena yang dilakukan gembala paling banyak adalah membawa domba-domba itu ke tempat dimana mereka bisa makan. Namun itu termasuk seluruh konsep membimbing juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya membimbing? Nah, itu berarti memimpin. “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat.” Ini berarti memberi arahan kepada gereja. Apakah yang harus dilakukan jemaat? Ibrani 13:17 mengatakan, “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” Setiap pendeta harus bertanggung jawab kepada Allah sendiri bagaimana dia memelihara jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah gereja-Nya. Yesus mengatakan kepada Petrus tiga kali, “Gembalakanlah domba-domba-Ku, Gembalakanlah domba-domba-Ku, Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Jemaat itu bukan milik Petrus, dan bukan milikku. Mereka adalah milik-Nya. Roh Kudus menambahkan pada akhir ayat 28, “yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.” Jemaat Allah begitu berharga sehingga Dia bayar harga yang termahal. Jadi saya ingin memastkan bahwa saya memeliharanya dengan baik, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Nov 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171112</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000006</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penginjilan dan Pengorbanan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000005"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:21-24" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:21-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti yang kita lihat, KPR 20 adalah kasih Paulus dalam tindakan, karena dia mengungkapkan kasihnya bagi Tuhan, dan kasihnya kepada gereja dengan pengorbanan dirinya dan dedikasinya terhadap pelayanannya. Apakah rahasianya dia begitu sukses? Keberhasilan rasul Paulus tidak ada hubungannya dengan metodenya secara langsung. Secara tidak langsung metodenya bertumbuh dari siapakah dia. Satu kata yang yang mengeja kesuksesan kepemimpinan adalah kata: contoh.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus Kristus mengajar berkali-kali dengan memberikan diri-Nya sebagai contoh. Perbuatlah kepada orang lain apa yang saya telah lakukan padamu. Dia mengungkapkan kasih-Nya dalam pelayanan dengan mencuci kaki mereka. Yesus menunjukkan apa yang mereka harus lakukan dengan melakukannya sendiri. Di KPR 1:1 Lukas mengatakan, “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus.” Jadi Yesus bukan saja mengajar tetapi Dia juga menjadi teladan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasannya Paulus begitu sukses adalah bahwa dia adalah contoh yang bagus. Tidak ada celah kredibilitas antara apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan, Dan orang-orang berpola kehidupan mereka sesuai dengan dia. Dia mengatakan di 1 Korintus 11:1, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” Kehidupan Kristen adalah meniru teladan Kristus dan kepemimpinan Alkitabiah adalah yang dicontohkan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selagi kita mempelajari KPR 20, kita menemukan wawasan besar tentang pelayanan efektif, dan mereka tidak terdaftar dalam sebuah daftar akademis. Mereka ada begitu saja di dalam hidupnya, dan itu merupakan kunci suksesnya. Kehidupan Kristen adalah apa yang Allah inginkan Anda menjadi dan kemudian membiarkan Roh Kudus bekerja melalui Anda. Paulus dipanggil Allah, dan dikuatkan Roh Kudus sehingga hidupnya kudus dan efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus melihat garis besar pelayanannya dalam empat dimensi yang berbeda: Dia melihat pelayanannya terkait kepada Allah, kepada mereka yang sudah selamat, kepada mereka yang terhilang dan kepada dirinya sendiri. Dan semua itu kaitan spiritual. Kepemimpinan ilahi adalah soal memberikan teladan yang benar. Di Roma 1:1 dia mengatakan, “Hamba Kristus,” namun di ayat 9 dia mengatakan, “Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku.” Dia bukan saja melayani Allah secara eksternal namun juga secara internal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mentalitas seorang pelayan adalah mematuhi perintah. Karena itu mentalitas seorang Kristen haruslah mematuhi perintah. Allah memberi perintah dan saya melakukannya, saya tidak kuatir reaksi apa akan terjadi, saya tidak kuatir apa yang akan dikatakan orang, saya tidak berusaha menyenangkan orang. Di Galatia 1:10 Paulus mengatakan, “Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Yesus Kristus.” Jadi dia berkata, “Saya harus melayani Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan di KPR 20:19 kita harus “melayani Allah.” Namun bersama dengan dua ciri, “Dengan segala rendah hati dan banyak mencucurkan air mata dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.” Dia mengatakan ada dua hal yang harus mengikuti pelayanan itu, <b>kerendahan hati dan penderitaan</b>. Dan penderitaan itu datang dari dalam dengan tangisan dan dari luar dengan penganiayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerendahan hati itu adalah dasar menjadi hamba. Anda tidak bisa menjadi hamba yang efektif kecuali Anda memandang dirimu lebih rendah dari pada majikanmu. Paulus mengatakan, aku bukan apa-apa, saya hanya ada disana supaya Allah dapat masuk kedalam hatimu. Saya hanya saluran, didalam saya tidak ada kemuliaan. Kita hanya ada disana sebagai pelayan, diochonos, yang berarti melayani. Kami adalah hamba-hamba, itu satu-satunya cara benar untuk melihat pelayanan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menungkapkan hal ini di 1 Korintus 4:1, “Demikianlah hendaknya orang memandang kami.” Dengan kata lain, ketika buku-buku ditulis dan didalamnya ada nama kita, biarlah yang tercantum adalah bahwa kita “sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.” Apakah rahasia itu? Itu adalah sesuatu yang tersembunyi dan sekarang terungkap. Yaitu Alkitab, dimana banyak misteri diungkapkan. Kita adalah pramugara Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah pramugara itu? Nah, bayangkan Anda adalah pemilik rumah besar, dan supaya Anda mempertahankan bisnis Anda, Anda selalu harus bepergian. Anda akan menyerahkan seluruh operasi Anda kepada seseorang yang disebut pramugara. Dan orang ini akan mengatur segala hal. Dia akan memastikan bahwa semua orang tidak melakukan hal yang berlebihan sehingga ada kekurangan. Dia mengelola keseluruhannya bagi Anda sebagai pemilik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai orang Kristen kita semua adalah pramugara dan Anda berada di dalam sebuah pelayanan. Mungkin saya Anda bukan pendeta, namun Anda adalah hamba Allah. Tidakkah Anda memiliki karunia-karunia roh? Pelayananmu adalah menggunakan dan menyebarkan karunia-karunia roh itu, dan jika Anda tidak setia melakukan itu, Anda adalah pramugara yang tidak setia. Kita semua telah dipercayakan barang untuk membawa berkat kepada mereka yang belum mengenal Allah dan mereka yang kita harus pelihara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu satu cara baik untuk melayani sebagai pendeta adalah dengan berkhotbah secara ekspositori, karena dengan cara itu Anda akan memberitakan seluruh firman Allah. Itulah yang dikatakan Paulus di KPR 20:27, “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.” Semakin banyak itu dilakukan, semakin sedikit Anda akan memiliki faksi-faksi, karena semakin sedikit orang salah menafsirkan apa yang Anda ajarkan. Nah, inilah hati Paulus dan inilah keinginan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada tiga sumber kebenaran yang mungkin. Apakah mereka itu? Nah, yang satu adalah spekulasi manusia berdasarkan ilmu manusia. Itulah yang paling dipercaya kebanyakan orang. Mereka mengatakan sesuatu adalah benar jika itu dapat diulangi dan disahkan manusia. Dan dengan banyak informasi baru semua itu akan berubah terus. Banyak hal yang ada di Alkitab tidak bisa diulangi dan disahkan manusia dan adalah mujizat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada orang yang mengatakan kebenaran itu adalah melalui institusi gereja yang tidak mungkin salah. Orang Roma Katolik telah memberitakan orang bahwa apapun Paus mengatakan, itu adalah benar. Namun tidak ada apa yang dinamakan manusia sempurna tanpa salah, kecuali Kristus. Banyak ajaran mereka berasal dari manusia dan ajaran itu terus dirubah sampai banyak ajaran mereka bertentangan dengan Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya sumber kebenaran nyata adalah di Alkitab melalui wahyu alkitabiah. Allah itu benar dan Allah berbicara benar, jadi jika kita telah memiliki kebenaran-Nya, disitulah kita mendapatkan apa yang kita perlukan. Dan semua hal mengenai kebenaran ada disini di Alkitab. Namun Iblis bekerja keras untuk menimbulkan ketidakpercayaan di dalam peperangan rohani dimana-mana dengan menggunakan dunia, kedagingan kita dan dusta dia sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan Paulus terhadap pelayanan kepada orang terhilang adalah <b>penginjilan</b>. <b>KPR 20:21</b>, “aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” Inilah kewajibannya kepada dunia. Dan disini terdapat Injil yang dia khotbahkan kepada orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. 1 Korintus 9:16 mengatakan, “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil itu berkaitan langsung kepada rencana penyelamatan, karya Kristus di kayu salib dan kebangkitan, dan pertobatan dari dosa dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Presentasi Injil dari Paulus selalu teliti, selalu lengkap, tidak pernah buruk dan tidak pernah ada sesuatu yang kurang. Ada dua sisi pesan Injil, sisi negatifnya adalah pertobatan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya pertobatan itu? Nah, kata ‘metanoya” berarti berubah pikiran. Ini tidak berarti dia bertobat dengan perubahan arah sepuluh derajat. Tidak, ini berarti berputar 180 derajat, pergi dari satu arah ke arah sebaliknya, untuk mengevaluasi Kristus dan memutarbalikkan itu. Dan ini adalah pengalaman pertama manusia dengan penyelamatan. Ini bukan aspek pertama dalam penyelamatan, aspek pertama dalam penyelamatan adalah panggilan dari Allah, keputusan dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan bahwa Anda dapat diselamatkan tanpa pertobatan dari dosa. Ini tidak mungkin. Lukas 24:47 memberitakan kepada kita kepentingan pertobatan. Yesus mengatakan, “dalam nama-Ku berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa.” Jika hal itu tidak penting Dia tidak akan memerintah supaya itu dikhotbahkan kepada semua orang. Pertobatan juga sama dengan bagian keselamatan lain seperti pengampunan dosa, jika tidak, Dia tidak akan menggabungkannya dalam konteks yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Lukas 13:3, “jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara demikian.” Di 2 Petrus 3:9 dikatakan, “Tuhan sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”Harus ada pertobatan dari dosa. Pertobatan adalah tindakan sadar orang berdosa dimana dia berbalik dari dosa-dosanya dan menuju ke Allah. Dan ini berhubungan dengan tiga hal: Akal budi, emosi dan kehendak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama, pertobatan mulai dengan intelek, Anda harus berubah pikiran, itulah arti kata itu. Sebagai ilustrasi lihatlah KPR 2:23, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Karena mereka menghakimi, mereka berdosa dan mereka telah mengatakan bahwa Yesus itu palsu, Dia bukan Mesias kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus didalam khotbahnya di KPR 2 mengatakan, saya ingin Anda merubah pikiran Anda mengenai Yesus. Jadi dia mendekati mereka secara intelektual, dan dia memberi mereka semua fakta-fakta dan semua nubutan yang telah digenapi, jadi sekarang ini menjadi hal intelektual. Dan di KPR 2:36 dia menyimpulkan, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, disini dia menyimpulkan, inilah fakta-fakta: Dia adalah Mesias apapun juga Anda pikirkan. Ini intelektual. Anda tidak bisa bertobat sebelum Anda tahu fakta-faktanya. Jadi dia mengatakan, secara intelek rubahlah pikiran Anda tentang Yesus. Gantikanlah evaluasi Anda, Anda mengatakan dia bukan Mesias, buktinya Dia Mesias, secara intelek rubahlah pikiranmu. Disitulah mulai semuanya, pertobatan mulai disitu, ketika Anda mendengar Injil dan Anda memutuskan, memang Kristus adalah siapa yang diklaim-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada bagain emosional. Pertobatan adalah respon emosional. Karena di ayat berikutnya di KPR 2:37, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Mereka merasa putus asa karena mereka telah membunuh Mesias mereka. mereka telah melawan Allah dan mereka tahu hal itu. Setiap pertobatan tulen adalah reaksi emosional dari dalam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian yang ketiga, dan inilah kuncinya, yaitu kehendak kita. Sama seperti orang yang terhilang yang mengatakan, saya berdiri disini di tempat babi, ayahku ada dirumah, dia memiliki segala sesuatu yang saya perlukan, dan dia akan terima saya. Jadi dia harus mengaktifkan kehendaknya. Dia harus bangun dan berangkat. Jangan keliru, pertobatan itu beda dengan penyesalan. Penyesalan adalah dukacita karena konsekuensi dosa. Namun pertobatan adalah mengutuk dosa yang membawa konsekuansi itu. Saya menyesal saya ditangkap itu berbeda dengan saya menyesal karena saya melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, pertobatan sejati adalah yang kita bicarakan dan itulah yang dikhotbahkan Paulus. Supaya diselamatkan, Anda harus menunjukkan bahwa Anda secara intelek hidup melawan Allah. Kemudian roh Allah akan meyakinkan hatimu akan dosa dan kebenaran dan penghakiman, kemudian dengan menggunakan kehendakmu Anda berbalik dari dosa dan menuju kepada Allah. Jadi sisi negatif penyelamatan adalah pertobatan. Dan itu membawa kita kepada sisi positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sisi positifnya diungkapkan Paulus di dalam KPR 20:21 dengan, “percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” Berbaliklah dari dosa dan berpalinglah kepada Allah, kemudian percayalah kepada Yesus Kristus. Apakah artinya percaya kepada Kristus? Nah, itu berarti mengaku bahwa Anda adalah pendosa , Yesus adalah Mesias, dan Dia telah mengklaim hidup saya, dan saya akan memakai kehendakku dan berpaling kepada Kristus. Dan ketika Anda berpaling, itulah artinya percaya kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus mengkhotbahkan keselamatan, dia merasa itu di dalam hatinya untuk mengkhotbahkan hal itu. Terkadang saat kita memikirkan keberdaulatan Allah kita pikir, ah saya tidak perlu memaksakan hal ini dengan orang-orang, biar Allah melakukan itu. Di 2 Korintus 5:20, Paulus mengatakan, “kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Paulus memohon kepada orang-orang, untuk mencoba mereka datang kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pandangan Paulus adalah terhadap pelayanan kepada Allah, pelayanan; terhadap gereja, mengajar; terhadap yang terhilang, penginjilan; dan akhirnya terhadap dirinya sendiri, <b>pengorbanan</b>. Lihatlah <b>KPR 20:22-23</b>, “Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ 23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus hanya ada satu alasan untuk hidup dan itu adalah menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan Allah dan dia hanya ingin menyelesaikannya. Namun hal ierakhir dalam daftar prioritas Paulus adalah penyelamatan diri. Dia mengatakan, “jangan kuatir saya ditangkap, biar saya mati jika itu kehendak Allah, saya hanya ingin melakukan apa yang Dia perintahkan.” Itu adalah kombinasi iman dan keyakinan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” Dia mengatakan saya disini hanya untuk satu alsan, yaitu untuk menyelesaikan Tugas yang diberikan Tuhan kepadaku. Seluruh pandangan terhadap dirinya dalam pelayanan bgi Paulus adalah pengorbanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang Paulus katakan tentang Epafroditus di Filipi 2:29-30, “Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. 30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.” Orang-orang sekarang berkata, jangan bekerja berlebihan, kita perlu tidur dan makan secukupnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan terakhir kali Anda mengorbankan diri untuk sesuatu? Yang saya maksud adalah kenyamanan, uang dan waktu. Kami benar-benar menjalani kehidupan santai di dalam kekristenan Amerika. Pada hari Minggu kita semua memakai pakaian minggu kita dan puncak Kekristenan kita adalah waktu kami pergi retret. Jika Anda memandang Kekristenan sebagai liburan, Anda ada masalah besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus mengakhiri dengan kata-kata ini di <b>ayat 25</b>, “Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.” Iya, saya telah melepaskan tanggung jawab saya, apapun yang terjadi sekarang terserah Allah. <b>Ayat 27</b>, “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Nov 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171105</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000005</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tersedia untuk Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000004"><div class="imTAJustify"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:7-17" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:7-17</a></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih orang Kristen bagi mereka yang terhilang memang salah satu kewajiban bagi orang Kristen. Kewajiban lain adalah yang kita sedang pelajari di KPR 20, yaitu mengasihi gereja. Kita dipanggil untuk mengasihi orang terhilang, untuk peduli mereka dan untuk memelihara mereka dan kita juga harus mengikuti teladan Paulus untuk mengasihi gereja.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di KPR 20:1-17 kita telah belajar tentang ini dari karakter Rasul Paulus. Apakah yang sebenarnya menjadikan seseorang pendeta yang efektif untuk Yesus Kristus? Ada yang mengatakan itu haruslah orang yang memiliki kecerdasan hebat. Yang lain mengatakan dia harus memiliki kemampuan kepemimipinan yang hebat, atau keberanian besar, atau kemampuan untuk berbicara dan menulis yang hebat. Dan memang semua hal itu menjadi bagian hidup setiap orang yang efektif bagi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dibalik semua ini ada satu fakta besar yang mendukung semua yang menyebabkan orang itu menonjol dalam sejarah gereja, yaitu kasih mereka terhadap gereja berdasarkan kasih mereka untuk Yesus Kristus. Penyelidikan yang sangat menarik adalah biografi para pengkhotbah yang besar. Dan penyebut umum adalah kasih mendalam bagi Tuhan Yesus Kristus yang terlihat dari kasih yang luar biasa untuk Gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Filipi 1:3-7 rasul Paulus mengatakan, “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita melihat KPR 20:1-17, kita mempelajari hanya sebuah cerita sederhana. Namun disini kita melihat tindakan Paulus yang menunjukkan sikap Paulus. Kasih bukan sesuatu yang hanya dibicarakan saja. Ini sesuatu yang harus ditunjukkan, benar? Anda bisa mengatakan sedikit sekali namun mempertunjukkan kasih. Dan Anda dapat bicara banyak dan tidak menunjukkan apapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini salah satu bab terhebat dimana kasih dipertunjukkan. Di babak pertama Kisah Para Rasul 20, Paulus mengasihi gereja. Di babak kedua gereja itu mengasihinya kembali. Sekarang Paulus menjalankan perjalanan misinya yang ketiga dan yang terakhir. Dia berhenti di setiap tempat dimana dia ada pelayanan efektif, dan dia bertemu dengan orang-orang kudus disana dan mengucapkan salam perpisahannya. Dan sekarang di Yerusalem dia mengakhiri perjalanannya yang ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita melihat kasihnya dipertunjukkan dalam berbagai cara. Pertama di ayat 17 kita melihat itu didemonstrasikan dalam pelukan mereka. Kami melihat kasih Paulus dalam hal terlihat yang menunjukkan kasih sayangnya. Dan di KPR 20:37 kita melihat bagaimana “mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, dan mereka berulang-ulang mencium dia.” Dan kami diperingatkan di Perjanjian Baru dimana kami harus menyampaikan salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita melihat bahwa kasihnya ditunjukkan dengan <b>pemberiannya</b>. Paulus<b> </b>mengumpulkan uang bagi orang-orang kudus miskin di Yerusalem, dan kami mempelajari semua itu dan melihat ayat-ayat firman di Korintus yang komparatif dengan ini. Dan disini kami melihat seseorang yang sama sekali tidak mementingkan diri. Seluruh keasyikannya adalah melayani kebutuhan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 3:16 mengatakan, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita ketika Dia memberikan Anak-Nya untuk mati di kayu salib.” Kami juga harus rela memberikan nyawa kita untuk sesama orang Kristen, benar? Jadi Paulus mendemonstrasikan jenis kasih seperti itu. Ada sebuah kebutuhan dan dia ingin memenuhi kebutuhan itu. Dan dia pergi ke seluruh Mediterania timur selama beberapa tahun untuk mengumpulkan uang bagi orang-orang miskin di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga menunjukkan kasihnya dalam <b>ajarannya</b>. Ayat 2, “Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.” Dia berkeliling mengajar di Makedonia. Dan ketika sampai di Yunani dia menulis buku Roma, dan mengajar lebih banyak lagi. Dia memberi banyak nasihat, instruksi dan dorongan.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kunci pelayanan adalah untuk memberi makan dan melindungi. Nah ini meng-ekspressikan hati Paulus yang penuh kasih, yang lelah, habis tenaga dan dianaiaya. Namun dia tetap berhenti dimana-mana dan terus menerus mengajar. Mengapa? Karena keinginan besar di dalam hatinya adalah untuk mendewasakan orang-orang kudus. Dan itulah yang mendorong dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian kita lihat kasihnya dalam <b>ketekunannya</b>. Ayat 3, “Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.” Dia ingin pergi ke Siria untuk perayaan Pelewatan di Yerusalem, naik kapal. Namun dia tahu tentang rencana mereka untuk membunuhnya. Namun itu tidak memberhentikannya, itu hanya menyebabkan dia mencari jalan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis tentang kasih dalam cara itu. Masih ingat di 1 Korintus 13:7 dia mengatakan, “Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” Jadi demi kasih gereja, dia bisa menanggung apapun dan ditengah itu dia akan berharap terus dan bertahan. Itulah karakter kasih yang bertekun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 4 mengatakan ada beberapa orang yang bertemu dengan dia di Troas. Mereka mewakili gereja-gereja yang menyumbang persembahan itu, supaya saat dia datang ke Yerusalem, itu akan disampaikan oleh perwakilan dari gereja-gereja non-Yahudi ini. Betapa indah gambaran kesatuan itu bagi orang Kristen Yahudi, melihat orang bukan Yahudi secara pribadi datang untuk memberikan mereka uang yang sangat mereka butuhkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kasihnya kelihatan dalam <b>ketersediaannya</b>. Kepada siapa Anda benar-benar mengasihi, Anda juga tersedia. Sekarang pada saat kami melihat ayat 7-14, kami akan melihat banyak hal yang berbeda-beda dan banyak wawasan, namun secara garis besar, perhatikanlah ketersediaan Paulus. Ayat 6, “Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasannya mereka tinggal disana adalah untuk menunggukan kapal yang akan membawa mereka ke Yerusalem. <b>Ayat 7</b>, “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.” Disini terdapat catatan pertama pertemuan orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kapan mereka bertemu bersama? Pada hari pertama minggu itu yang menjadi waktu pertemuan gereja. “Apakah mereka tidak bertemu setiap hari?” Memang. Dari KPR 2:46, mereka bertemu “tiap-tiap hari di rumah masing-masing.” Dan Kekristenan bukan hal satu hari dalam satu minggu, benar? Orang Kristen itu biasanya bersama selama minggu itu. Jadi sudah lazim gereja itu bertemu setiap hari di tahun mula-mula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun gereja itu menjadi satu pada hari pertama minggu itu, saya lebih suka menyebutnya Hari Tuhan. Di Wahyu 1:10, Yohanes mengatakan, “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh.” Nah pada saat mereka bertemu bersama di Yohanes 20:19 pada hari pertama minggu itu, Yesus menampakkan diri kepada mereka. Ayat 26 mengatakan, “Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya cara Anda dapat menyembah pada hari Sabtu adalah, nomor satu, dengan mengabaikan sejarah gereja; kedua, dengan mengasumsikan bahwa Perjanjian Lama masih berlaku dimana Anda diselamatkan hanya oleh usahamu sendiri; dan ketiga, dengan menolak ajaran Rasul Paulus. Kolose 2:16-17 mengatakan, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat hal benar itu muncul, Anda tidak perlu lagi bayangan itu. Hari Tuhan secara sejarah dan secara Alkitabiah menjadi waktunya gereja itu berkumpul. Bahkan di 1 Korintus 16:2, Paulus mengasumsikan hal itu. Dia mengatakan, “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 14:5-6, “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. 6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, selama Anda teliti dan bertanggung jawab, jangan khawatir. Tetapi janganlah melakukan sesuatu yang menyebabkan saudaramu seiman merasa tersinggung. Jika dia masih tersandung, dengan menganggap bahwa hari Sabat itu penting, maka jangan menyinggung perasaannya. Dan itu tertulis bagi orang Yahudi. Allah sangat toleran terhadap waktu mereka beribadah, namun mereka semua menyembah pada Hari Tuhan dan itu menjadi norma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada mulanya mereka bertemu di bait Allah, kemudian setelah itu mereka mulai bertemu di sinagog. Namun akhirnya, itu tidak bekerja baik, jadi mereka mulai keluar dan mendirikan tempat beribadah Kristen mereka sendiri. Dan tempat alami untuk pertama-tama bertemu adalah didalam rumah-rumah. Dan pada akhir abad kedua, mereka mulai membangun gedung gereja mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami memerlukan persekutuan dan kesatuan dalam tubuh gereja. Jadi mereka memecahkan roti. Nah apakah artinya itu? Nah itu mengacu kepada kebiasaan tua orang Palestina. Makan itu secara sah mulai pada saat tuan rumah secara harfiah memecahkan roti. Dan pemecahan roti itu merujuk kepada orang-orang Kristen yang berkumpul bersama dimana mereka melakukan dua hal. Mereka mengadakan perayaan kasih dan ada Perjamuan Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu gereja Katolik berkuasa di dunia sebelum ada Reformasi, perjamuan kudus itu tidak lagi dilakukan sebagai kejadian informal, berbagi makanan bersama untuk memperingatkan Kristus. Itu menjadi upacara imamat yang sekarang dikenal sebagai misa. Perjamuan Kudus adalah sesuatu yang kita harus lakukan lebih sering dari apa yang kita lakukan sekarang. Tempat terbaik adalah mengajarkan anak-anakmu di rumah. Ada yang mengatakan, "Hanya pendeta yang ditahbiskan dapat melakukan itu.” Namun itu tidak ada di dalam Alkitab. Yesus mengatakan, perbuatlah ini sampai saya datang, dan saya akan melakukan itu bersama Anda di kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 8</b>, “Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu.” Orang-orang kafir biasanya mengatakan bahwa pertemuan orang Kristen selalu ditempat gelap dimana mereka melakukan banyak macam kejahatan. Jadi ada banyak lampu disitu, supaya tidak ada orang yang dapat mengritik mereka bertemu di tempat gelap. Dan lampu-lampu itu semua lampu membakar minyak yang dengan asapnya itu menciptakan suasana pengap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.” <b>Ayat 10</b>, “Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: "Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Seorang komentator liberal berkata, ketika Paulus merangkulnya, dia bisa mendengar jantungnya berdetak dan kemudian berkata, “Oh dia baik-baik saja.” Tidak, dokter Lukas menyatakan dia sudah mati. Yang terjadi adalah mujizat kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus merebahkan diri atas anak lelaki itu, Kemudian mujizat terjadi. Semua tulang yang patah dan luka-luka tubuhnya yang menyebabkan dia mati membalikkan dirinya dan dia hidup kembali. Mengapa Allah melakukan itu? Iya, Allah selalu melakukan mujizat untuk menambahkan iman. Mungkin ada orang yang mengatakan, “Siapakah orang ini? Apakah kita dapat percaya semua yang dia ceritakan?” Dan Allah selalu berkarya untuk mengkonfirmasikan guru-guru-Nya di zaman Perjanjian Baru!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b> mengatakan, “Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.” Saya senang sekali melihat kebangkitan di Alkitab. Karena mereka menambahkan jaminan bahwa kebangkitanku juga akan terjadi. <b>Ayat 11</b>, “Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13</b>, “Kami berangkat lebih dahulu ke kapal dan berlayar ke Asos, dengan maksud untuk menjemput Paulus di situ sesuai dengan pesannya, sebab ia sendiri mau berjalan kaki melalui darat.” Paulus itu berjalan. Mengapa? Sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang yang akan ditinggalkan untuk berjalan bersama pada mulanya. Paulus berjalan supaya dia dapat meluangkan waktu lebih banyak dengan mereka. Dia tidak tergesa-gesa, dia tersedia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-15</b>, “Ketika ia bertemu dengan kami di Asos, kami membawanya ke kapal, lalu melanjutkan pelayaran kami ke Metilene. 15 Dari situ kami terus berlayar dan pada keesokan harinya kami berhadapan dengan pulau Khios. Pada hari berikutnya kami menuju Samos dan sehari kemudian tibalah kami di Miletus.” Angin disitu hanya bertiup dari pagi hari sampai sore hari, jadi setiap empat puluh kilometer mereka berhenti. Karena itu kami diberitakan ada tempat berhenti begitu banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Paulus telah memutuskan untuk tidak singgah di Efesus, supaya jangan habis waktunya di Asia. Sebab ia buru-buru, agar jika mungkin, ia telah berada di Yerusalem pada hari raya Pentakosta.” Kapal Miletus ini akan tiba lebih cepat daripada kapal yang berhenti di Efesus. Namun perhatikanlah <b>ayat 17</b>, “Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini dia berhenti di Miletus, dan dia ada beberapa hari sebelum kapal itu berangkat lagi. Apakah yang dia perbuat? Apakah dia beristirahat? Tidak. Ia memanggil para penatua dari Efesus untuk datang supaya ia dapat mengajar mereka lebih lanjut, dan menginstruksikan mereka lebih lagi. Dan menasihati mereka lebih lagi. Orang ini luar biasa dalam komitmennya untuk mengasihi gereja. Dan pada saat para penatua tiba disana, mereka mengembalikan semua kasih yang telah diberikannya kepada mereka. Mereka menuangkan kasih itu ke seluruh tubuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita harus benar-benar mengasihi gereja? Bagaimana caranya kami harus memperlihatkan hal itu? Bagaimana caranya Paulus melakukan itu? Nomor satu, dengan penuh kasih. Kedua, kita mengatakan Paulus mengasihi gereja itu diilustrasikan oleh pemberiannya. Dan kita mengatakan Paulus mengasihi gereja dalam pengajarannya. Kemudian Paulus menunjukkan kasihnya dengan ketekunannya. Dan kita juga mengatakan bahwa kasih Paulus terlihat dari ketersediaannya. Dan terakhir, kasih Paulus terlihat dari perhatiannya. Marilah kita semua juga mengikuti teladannya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171029</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000004</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Melayani dan Mengajar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000001"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:17-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:17-20</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pandangan Paulus tentang pelayanannya sendiri. Banyak orang hebat tidak pernah menyelesaikan apa yang mereka mulai. Ada patung yang belum selesai, ada lukisan yang belum selesai, buku yang belum selesai, simfoni yang belum selesai, dll. Namun hidup ini kejam dalam hal itu. Bagi mereka yang tidak percaya Allah tidak ada jaminan bahwa mereka dapat menyelesaikan apa yang mereka impikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu tidak demikian bagi orang Kristen. Allah memberikan orang Kristen waktu untuk menyelesaikan pelayanan yang diberikan-Nya. Ketika Allah memanggil Anda, Dia bukan saja memberikan Anda karunia Roh, Dia bukan saja membuka pintu, Dia bukan saja memungkin ada pelayanan itu, namun Dia juga akan memberikan Anda waktu untuk menyelesaikan itu. Itu adalah kesaksian Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 20:22-23, “Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ 23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.” KPR 20:24, “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tahu bahwa waktu yang dia miliki terbatas, dan bahwa dalam waktu itu dia akan meneyelesaikan pelayanannya. Dia memiliki kepercayaan itu, karena dia mengejarnya dan dia percaya Allah mengizinkan dia untuk menyelesaikannya. Allah menentukan batas hidup setiap orang secara berdaulat. Dan jika Allah memanggil Anda kepada pelayanan, didalam kerangka keberdaulatan itu, ada kemungkinan untuk penyelesaian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jika orang Kristen tidak menyelesaikan pelayanannya, itu bukan masalah kekurangan waktu, itu masalah kegagalam dari dia untuk menggunakan waktunya dengan baik. Paulus mengatakan dua kali, “menebus waktu.” Menebus berarti membeli waktu, dan itulah yang dilakukan Paulus, dia ingin memakai setiap waktu secara maksimal. Dia tidak membuang waktu. Jadi Paulus menggunakan setiap waktu dalam hidupnya supaya dia dapat menyelesaikan pelayanannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada beberapa pikiran tentang waktu. Di Pengkhotbah kadang-kadang kebijaksanaan manusia bertemu dengan kebijaksanaan Allah. Lihatlah Pengkhotbah 3:1, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk ada waktu untuk setiap tujuan di bawah langit.” Sama seperti Allah membimbing segala faktor lain dari keberadaan, Dia membimbing waktu di Pengkhotbah 3:2, “Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal.” Batas kehidupan manusia diciptakan secara berdaulat oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengkhotbah 3:17, “Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.” Allah memberi waktu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Di KPR 17:26, Paulus berkhotbah di Mars Hill dan berkata, “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan waktu yang telah ditentukan sebelumnya bagi mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 20, kita melihat Paulus sebagai orang yang berlari melawan waktu untuk menyelesaikan pelayanannya. Ada yang mengatakan, Anda tidak pernah akan dapat menyelesaikan pekerjaanmu. Mengapa? Karena begitu banyak lagi pekerjaan harus diselesaikan. Namun Allah tidak minta supaya aku memenangkan semua orang di dunia. Allah menempatkan kita di tempat kecil ini dan mengatakan, inilah daerahmu, cakuplah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika rasul Paulus mengakhiri kehidupannya di 2 Timotius 4:6 dia mengatakan, “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.” Dia mengatakan Tuhan, saya rela mati sekarang. Bagaimana dia tahu dia akan mati? Ayat 7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Dia masih ada sedikit waktu anugerah. Dia telah menyelesaikan pertandingan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat sekarang KPR 20:17, “Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.” Paulus pada perjalanan misi ketiga pamitan kepada orang yang dikasihinya di daerah timur Mediterania. Kapal itu berhenti disana untuk beberapa hari dan dia ada kesempatan untuk memanggil para penatua di Efesus yang jauhnya 40 kilometer. Inilah murid-muridnya sendiri, dia memenangkan mereka ke Kristus dan dia mendirikan gereja itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama tiga tahun dia membimbing mereka dan mengajarkan mereka dan mereka bertumbuh terus sehingga ada banyak orang Kristen dewasa. Dan dari kelompok itu bangunlah pria yang dipanggil Allah untuk memimpin, Mereka penatua atau pendeta-pendeta yang mampu dan yang dewasa. Inilah pola Alkitabiah untuk gereja, Anda menumbuhkan kepemimpinan Anda sendiri. Dan Paulus melakukan itu dan sekarang dia menyerahkan gereja itu kepada mereka untuk memeliharanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ceramah Paulus, di ayat 18, adalah satu-satunya pidato di KPR yang Paulus berikan kepada orang Kristen. Semua pesan yang lain adalah kepada orang-orang yang tidak percaya. Seluruh bagian kecil ini adalah seperti kombinasi dari kata-kata Paulus. Semua frase yang khusus Paulus semua muncul di bagian ini. Sepertinya dia menggabungkan semua yang dia telah tuliskan. Jadi disini Paulus berbicara kepada orang yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini.” Dia mengatakan sejak semula Anda sudah tahu bagaimana pelayananku itu berfungsi. Jadi disini mungkin dia membela diri melawan orang-orang yang telah mencoba menjatuhkannya. Atau ini mungkin ini hanya caranya dia menunjukkan pola pelayanannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat <b>ayat 19</b>, “Dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.” Paulus disini mengatakan ada <b>empat cara saya melihat pelayananku</b>,<b> </b>bagi Allah saya melihat itu sebagai pelayanan kepada Kristus; bagi gereja saya melihat itu sebagai mengajar; bagi mereka yang terhilang saya melihat itu sebagai pengabaran Injil; dan bagi saya sendiri, saya melihatnya sebagai pengorbanan.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, marilah lihat pertama: untuk Allah. Paulus melihat pelayanannya sebagai <b>pelayanan untuk Kristus</b>. Dan kita harus melihat pelayanan kita juga sama. Ayat 19, kata utama adalah: melayani Kristus. Di KPR 27:23 Paulus mengatakan, “tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku.” Pelayanan Paulus terutama adalah pelayanan kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika fokus pelayanan Anda adalah untuk menjadi populer di kalangan orang, Anda sudah salah. Masih ingat di Galatia 1, Paulus marah kepada mereka. Orang-orang Yahudi menuduh Paulus dia tidak memaksa mereka mengikuti hukum dengan sunatan, karena dia ingin menjadi populer. Jadi Paulus menjawab kritik mereka di Galatia 1:8, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah saya kelihatannya menyenangkan manusia ketika saya mengutuk mereka? Anda harus memilih dalam pelayanan, apakah Anda akan melayani Allah atau melayani manusia. Lakukanlah yang benar dan biarlah Allah mengurus konsekuensinya. Apapun itu, berikanlah kepada Yesus Kristus, dan pertimbangkanlah kewajiban itu seolah-olah Kristus berdiri di ruangan itu, karena memang Yesus Kristus benar-benar ada dan kita mewakili Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan hanya dalam apa yang Anda lakukan di gereja dan apa yang Anda lakukan dalam pelayanan. Lihatlah Efesus 6:5, “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,” Anda harus bekerja di tempat pekerjaan Anda seolah-olah Anda bekerja untuk Tuhan Yesus sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan bahwa kita harus melayani siapapun yang menjadi majikan kita, meskipun dia bukan orang Kristen, seolah-olah dia adalah Yesus Kristus sendiri. Itulah kewajiban kita sebagai orang Kristen. Segala sesuatu yang Anda lakukan dari saat Anda bangun sampai Anda tidur di malam hari adalah pelayanan kepada Yesus Kristus. Tidak ada bedanya itu masalah sekuler atau suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berkata, tetapi saya tidak bekerja dalam pelayanan, saya hanya ahli mesin. Itu juga pelayanan untuk Kristus. Pelayanan kita tidak kalah kepribadiannya daripada jika Yesus sendiri adalah atasan kita, dan ingat, saya melayani Dia, bukan manusia. Saya tidak berusaha dalam pelayanan saya untuk mengatakan apa yang semua orang ingin mendengar. Banyak hal tidak dibicarakan karena orang-orang tidak mau menyinggung atau menyakiti hati orang yang memberi uang paling banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pelayanan, sebagai hamba Yesus Kristus, itu semua adalah masalah tanggung jawab. Tetapi kewajiban yang paling besar adalah <b>kewajiban untuk mengajar</b>. 2 Timotius 2:15 mengatakan, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” Ketika saya mempersiapkan khotbah, pikiran saya adalah, apakah Allah berkenan, bukan apakah jemaat senang mendengarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pelayanan untuk Kristus diberikan dengan dua hal. <b>Ayat 19</b>, “dengan segala <b>rendah hati </b>aku melayani Tuhan.” Adalah satu hal untuk menjadi pelayan, suatu hal lain adalah untuk memiliki semangat seorang hamba. Melayani Tuhan haruslah dilakukan dengan segala kerendahan hati, dan ini panggilan penting, sesuatu yang Anda senang melakukan dengan semangat sebagai hamba. Bukan saja pelayanan, tetapi dengan kerendahan hati dalam roh pelayanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 3:5-6 Paulus mengatakan, “Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri, kesanggupan kami adalah dari Allah. 6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. Satu-satunya alasan kita memiliki kemampuan untuk melakukan apapun juga adalah karena Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada hal kedua di <b>ayat 19</b>, “Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.” Melayani Tuhan memerlukan kerendahan hati dan juga <b>penderitaan</b>. Contoh sempurna adalah Yesus hamba yang menderita dari Yesaya 53. 1 Petrus 5:8-9 mengatakan, “Berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi semua yang hidup ilahi di zaman kini akan mengalami penganiayaan. Ada dua bidang darimana penderitaan itu datang. Dia ayat 19, “dengan mencucurkan air mata,” itu penderitaan <b>dari dalam</b>. Dan pencobaan, itu adalah penderitaan <b>dari luar</b>. Paulus seringkali menangis. Mengapa? Karena dia merasa terpukul ketika Allah tidak dihormati, dia berduka cita ketika melihat hal-hal seperti itu di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal yang menyebabkan Paulus menangis: <b>Satu</b>, karena <b>orang-orang terhilang</b>. Roma 9:2-3 mengatakan, “Aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. 3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” Dia mengatakan, saya ingin dikutuk sendiri jika Israel bisa diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, dia menangis karena <b>orang Kristen duniawi</b>. 2 Korintus 2:4 mengatakan, “Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.” Saya menulis sambil menangis karena keduniawian Anda dan inkonsistensi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga</b>, dia menangis karena <b>guru-guru palsu</b>, karena mereka merusak karya Allah. Di KPR 20:31 dia mengatakan, “Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.” Filipi 3:18, “Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga penderitaan <b>dari luar</b> di KPR 20, orang-orang Yahudi merencanakan untuk membunuhnya. Itulah saat di dalam hidupnya dia menulis 1 Korintus 15:30 dimana dia mengacu kepada beberapa masalah. Dia mengatakan, “kami setiap saat berada di dalam bahaya. Kemudian di ayat berikutnya, “tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut.” Orang Yahudi terus menerus merencanakan untuk membunuhnya, mereka memandang dia sebagai bidah, sebagai ancaman terhadap agama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menderita hanyalah bagian dari menjalani kehidupan kudus dalam dunia yang tidak kudus. Anda bisa menentukan keefektifan Kristen Anda dengan ombak yang Anda buat. Kalau tidak ada ombak, kemungkinan besar Anda tidak efektif. Haruslah ada reaksi oleh sistem yang tidak percaya Allah melawan Anda. Allah melihat prioritas Anda dalam melayani Kristus dan kerendahan hati Anda dan kemauan Anda untuk menderita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang dipentingkan Paulus dalam pelayanan gereja adalah <b>mengajar</b>. <b>KPR 20:20</b>, “Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.” Dia mengatakan di ayat 20, “aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna.” Paulus tidak pernah melalaikan sesuatu meskipun itu mungkin menyinggung seseorang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian manakah Firman yang berguna? 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Daud mengatakan di Mazmur 40:10, “Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yehezkiel 33:7-8, “anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. 8 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Implikasi disini adalah bahwa pendeta Kristen bertanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran Allah atau berdiri ditempat hukuman kalau itu tidak dilakukan. Dan jika orang itu mati di dalam dosanya, mungkin Anda akan dihukum karena Anda tidak menyampaikan berita itu. Jadi Anda akan dihukum karena tidak melayani orang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah dia mengajar dengan dua cara: Secara umum di sinagog dan dua tahun di rumah Tyranus. Paulus tahu mengajar itu satu hal, namun mengajar pemahaman Alkitab dirumah kepada keluarga untuk mengapplikasikan kebenaran rohani itu adalah hal lain. Pelayanan Kristen itu didepan umum, namun Anda perlu membawa itu ke rumah orang dan hidup orang dan membuatnya bermanfaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus pergi ke rumah-rumah karena memang dia peduli, dia terlibat, dan pelayanannya dapat diuji dalam hidup Anda berdasarkan kebenaran itu, dan itu berfungsi. Kewajiban kita terhadap Allah adalah untuk melayani-Nya. Kewajiban terhadap gereja adalah untuk mengajarkan jemaat gereja, entah itu dilakukan di depan umum atau secara pribadi, ajaran itu harus dikuatkan dan itu harus berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Oct 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171022</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000001</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengasihi orang Kristen]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_8lpywtm2"><div class="imTALeft"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:1-7</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 20 memberikan kami sebuah wawasan yang menarik ke dalam pelayanan Paulus. Dan sekarang kita bisa melihat kasihnya terhadap jemaat gereja. Paulus mengatakan di Efesus 5:1, “Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita.” Namun itu juga kesaksian Paulus. Yesus memberikan diri-Nya untuk menebus gereja, Paulus memberikan dirinya untuk melayani gereja. Dalam penebusan gereja Yesus mati, dalam pelayanan gereja, Paulus juga mati.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memiliki keinginan kuat untuk membikin gereja seperti seharusnya. Jadi apapun kehendak Tuhan, itu menjadi kehendak Paulus juga. Tahukah Anda ketika kita jatuh cinta dengan Yesus dalam arti sebenarnya, kita mulai menginginkan apa yang Dia inginkan. 1 Yohanes 5:1 mengatakan, “setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan baru, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.” Mengasihi bersama dengan Kristus mereka yang telah dijadikan-Nya orang percaya adalah kedewasaan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita harus belajar untuk menyerahkan kehendak kita kepada-Nya. Di Efesus 3:20 Paulus mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Dengan kata lain dia mengatakan kepada semua orang Kristen, kalian harus benar-benar bergerak keluar dengan kuat. Anda harus memenuhi potensi Anda dan Paulus melihat Allah dipermuliakan ketika potensi gereja di maksimalkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus hidup dan menderita dan mati untuk mengasihi gereja. Di Kolose 1:24 dia mengatakan, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” Dengan kata lain, saya menderita di tempat Kristus; saya menerima semua serangan di dunia yang dimaksudkan untuk Yesus dengan rela demi gereja-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tujuan Paulus adalah untuk menyempurnakan orang-orang kudus, untuk membawa mereka kepada kedewasaan sepenuhnya supaya mereka menghormati Allah dan karena itu Yesus dipuaskan. Jika tujuan pelayanan bukan untuk mengasihi gereja sampai orang-orang kudus memuliakan Allah dalam hidup mereka, maka Anda memiliki tujuan sesat. Jika seorang pria mulai pelayanannya untuk mengasihi egonya sendiri, maka tujuannya salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda benar-benar mengasihi orang percaya, maka Anda tahu bahwa mereka membutuhkan Anda untuk melayani mereka menjadi dewasa. Pelayanan karunia roh adalah bagi orang lain. Karuniaku hanya efektif jika itu diberikan kepada Anda. Saya peduli bahwa Anda bertumbuh menjadi dewasa dan bahwa Yesus dihormati dalam hidup Anda. Paulus sangat mengasihi gereja untuk mati demi pemberitaan Injil dan pemeliharaan orang kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Paulus sedang menjalankan tur misionarisnya yang ketiga. Dia berada di wilayah Mediterania timur yang umumnya sama dengan yang sebelumnya dikunjungi. Dan dia pergi melangkah lebih jauh ke barat ke Asia Kecil dan ke Makedonia, kemudian ke Akhaya dimana letaknya Korintus. Dia mendirikan gereja-gereja di semua tempat. Dan pada saat ini dia bersama teman-temannya selama hampir tiga tahun. Namun ini semua akan berhenti karena dia meninggalkan Efesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus kembali ke Yerusalem kemudian dari sana dia ingin pergi ke Roma dan dari sana ke Spanyol. Jadi ada perasaan di dalam bagian firman ini bahwa ini semua akan berakhir. Dan Anda dapat merasakan ketika datang pamitan bahwa ada kasih yang muncul. Jadi kita akan melihat serangkaian acara perpisahan sepanjang KPR 20 saat Paulus kembali ke Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika kita memperhatikan 17 ayat ini, kita melihat disini enam hal yang berbeda yang mengekspresikan kasih Paulus: kasihnya, pemberiannya, ajarannya, ketekunannya, ketersediaannya dan perhatiannya. Kita melihat minggu lalu bahwa kasih Paulus terungkap dalam <b>kasih sayangnya</b>. <b>Ayat 1</b>, “Setelah reda keributan itu (kerusuhan di Efesus), Paulus memanggil murid-murid dan merangkul (menguatkan hati) mereka.” Tetapi kebiasaan lazim adalah pelukan dan ciuman di pipi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat orang saling merangkul, sesudah itu selesai. Namun di waktu dulu ada waktu untuk berbicara sama orang dan ada persekutuan. Dan di KPR 20:37 dikatakan, “Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia.” Ada sesuatu tentang Paulus yang disayanginya dan orang-orang bisa menyentuhnya dengan sayang, memeluknya dan menciumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Haruslah ada perasaan kasih sayang seperti itu terhadap setiap pribadi Allah. Haruslah ada kasih macam itu di dalam rumahmu terhadap semua anak-anakmu. Adalah baik bagi mereka untuk bisa menunjukkan kasih sayang mereka. Saat anak-anak bertumbuh di dalam rumah dimana tidak ada orang tua, anak itu tidak tahu arti kasih sayang fisik. Lima kali di dalam Perjanjian Baru gereja itu memerintahkan kita untuk menunjukkan kasih sayang secara fisik. Sangat penting bagi kita untuk menunjukkan kasih kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kasih Paulus ditunjukkan dengan <b>pemberiannya</b>. Dia pergi kemana-mana untuk mengumpulkan persembahan bagi orang-orang kudus miskin di Yerusalem; <b>ayat 2</b> mengatakan, “Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.” Bayangkan itu makan waktu hampir satu tahun untuk mengumpulkan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bisa tahu betapa besar kasihnya dengan pengorbanannya. Paulus selama sebagian besar pelayanannya bekerja untuk hidupnya sendiri dengan membuat tenda dan bekerja dengan kulit. Dan dia tidak minta apapun waktu dia sibuk memenuhi kebutuhan orang-orang lain. Dia orang yang tidak mementingkan diri dan selalu memberi. Apakah sebaliknya dari kasih? Selalu mementingkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah prinsip ini diilustrasikan di 1 Yohanes 3:16 ketika di katakan, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Jadi kasih tulen didefinisikan dalam bentuk pengorbanan tertinggi. Dan Yesus adalah standarnya. Perhatikanlah ada kewajiban moral ketika dikatakan, “kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Itulah pengorbanan kasih tertinggi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa orang Kristen bahkan tidak mau memberi waktunya atau uangnya, apalagi hidupnya sendiri. Bahkan banyak orang tidak mau memperhatikan Anda. Nah, tidak banyak dari kita akan dipanggil untuk mengorbankan hidup kita. Tetapi perhatikanlah dia mengatakan “saudara-saudara kita.” Banyak orang prihatin dengan kemanusiaan, tetapi mereka tidak suka orang. Seperti dikakatan CS Lewis, “mengasihi semua orang pada umumnya adalah alasan untuk tidak mengasihi seseorang secara khusus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 3:17 mengatakan, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat berdiam di dalam dirinya?” Janganlah mengatakan Anda mengasihi saudara-saudara kecuali Anda memenuhi kebutuhan satu orang itu yang melintasi jalanmu. Pernyataan kasih saja tidak cukup. Ayat 18, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dapatkah Anda benar-benar mengatakan bahwa Anda mengasihi saudara-saudara, kecuali Anda bersedia untuk memberi pengorbanan finansial? 2 Korintus 8:9 mengatakan, “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” Dengan kata lain, jika Anda benar-benar mengasihi seperti Yesus mengasihi, Anda rela membuat diri Anda miskin untuk membuat orang lain kaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, kita melihat kasihnya di KPR 20, <b>dalam</b> <b>ajarannya</b>. Sangat baik Paulus itu menunjukkan kasih sayangnya secara fisik, dan sangat baik bahwa dia selalu berusaha untuk mencukupkan kebutuhan keuangannya sendiri. Namun yang paling baik adalah bahwa dia memberikan mereka kebenaran spiritual, benar? Itulah yang menyebabkan mereka bertumbuh menjadi apa yang Yesus inginkan. Dia mengasihi mereka dengan banyak nasihat, banyak pengajaran, banyak berkhotbah dan banyak dorongan dan penguatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsipnya sederhana: jika Anda benar-benar mengasihi anak-anak, pasti Anda akan mengajarkan mereka. Ketika saya melihat anak nakal, yang tidak diajarkan, yang tidak didisiplin dan memberontak, asumsi saya adalah bahwa orang tuanya tidak mengasihi anak itu. Bisa saja mereka mengatakan mengasihi anak itu, tetapi tindakan mereka menunjukkan sebaliknya. Karena jika mereka mengasihi anak mereka, mereka akan mengajarkan anak itu semua prinsip yang akan membuat hidupnya terpenuhi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip yang sama berlaku. Jika Anda benar-benar mengasihi gereja, Anda akan mengajarkan jemaat. Paulus disini menunjukkan kita pelayanan yang penuh kasih. Dia mengajar jemaat tanpa berhenti, tanpa pamrih, bukan oleh keinginan dan pikirannya sendiri, namun oleh karena kebutuhan mereka untuk makanan rohani dari Allah. Di gereja mula-mula, berkhotbah adalah kuncinya untuk segalanya. Dan itu benar bagi gereja kita juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus menulis ke Timotius, dia mengatakan di 1 Timotius 4:13, “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.” Lakukanlah tiga hal, bacalah teksnya, applikasikanlah teks itu dan ajarlah teks itu. 2 Timotius 4:2 mengatakan, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Itulah berkhotbah ekspositori.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia berkata, ingatlah harinya akan datang dimana mereka tidak mau mendengar. Dan kita hidup di dalam zaman itu. Salah satu alasan adalah <b>tidak ada kepercayaan kepada otoritas Alkitab</b>. Hal kedua adalah <b>teologi liberal</b>. Ada banyak orang yang berkhotbah untuk memakai penggunaan pikiran manusia sebagai otoritas terakhir. Mereka memperlakukan ilmu alam sebagai yang mahatahu dan Alkitab sebagai palsu. Dan ini menghancurkan tanggapan positif terhadap berkhotbah.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, gereja telah diserbu oleh <b>media, materi dan musik</b>. Berbagai macam film dan musikal dan berbagai macam media baru memang baik. Namun itu semua tidak dapat menggantikan ajaran Firman Allah. Dan di dalam beberapa gereja musik itu begitu banyak sehingga itu mengurangi fokus khotbah. Masalah gereja sebenarnya bukan kehadiran sedikit orang, masalahnya adalah malnutrisi spiritual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga beberapa gereja yang mementingkan pendeta bukan sebagai pengkhotbah, namun sebagai seorang konselor dan pekerja sosial. Jika prinsip-prinsip Allah tidak dipentingkan untuk kesehatan spiritual dan mental, bagaimana kita dapat menyenangkan Allah? Ini menyebabkan pemberitaan Injil itu menurun karena sekarang gereja dianggap menjadi organisasi komunitas daripada pelayanan pengajaran. Allah ingin gereja itu adalah tempat dimana orang dapat dilayani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, kita melihat kasih Paulus dalam <b>ketekunannya</b>. <b>Ayat 3</b>, “Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.” Paulus ada di Yunani yang sebenarnya adalah di kota Korintus. Ingatlah dia menulis buku Roma disitu. Dan dia merencanakan untuk naik ke kapal peziarah di Kenkrea untuk pergi ke Yerusalem, namun orang-orang Yahudi bermaksud membunuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketahuan komplotan itu. Bahkan di ayat 23 dia mengaku bahwa Roh Kudus telah menyatakan kepadanya bahwa di setiap kota hanya penjara dan sengsara menunggukannya. Namun Paulus benar-benar bertekun, dia percaya Allah. Jadi ketika dia mendengar tentang hal itu dia hanya mengubah rutenya untuk kembali melalui Makedonia. Dia akan mengambil uang itu untuk orang kudus di Yerusalem meskipun itu mungkin tindakan terakhir di dalam hidupnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan dia mengatakan di Roma 15:30-31, “Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, 31 supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih itu bertekun. Nah, jika Anda benar-benar mengasihi Tuhan Yesus, Anda akan mengasihi gereja melawan semua kemungkinan, Anda akan meneruskan pelayanan melawan keputusasaan, melawan penganiayaan, dan melawan berbagai macam konfrontasi. Dia sekali lagi menempuh perjalanan panjang ini, ini adalah orang yang letih lesu. Namun dia tidak akan menyetujui ada perubahan dalam rencananya, karena dia percaya Allah berada di dalamnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4-5</b>, “Ia disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan Trofimus. 5 Mereka itu berangkat lebih dahulu dan menantikan kami di Troas.” Perhatikanlah kata kecil “kami”. Lukas, si penulis, sudah kembali. Paulus telah meninggalkan Lukas di Filipi, dan sekarang dia kembali melalui Filipi lagi, menjemputnya jadi pembicaraan itu menjadi tentang kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sopater, Aristakhus dan Sekundus berasal dari gereja-gereja Makedonia. Gayus dan Timotius dari gereja-gereja Galatia. Tikhikus dan Trofimus yang juga disebut di tempat lain adalah dari gereja-gereja Asia Kecil. Dan 2 Korintus 8 mengatakan, “Titus dari Akhaya.” Jadi mereka ini semua dari gereja-gereja dari wilayah berbeda-beda dengan uang untuk diberikan kepada orang kudus di Yerusalem sebagai tanda kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 6</b>, “Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya.” Tadinya dia ingin datang ke Yerusalem untuk perayaan Pelewatan, namun karena ada komplotan, dia tidak sanggup melakukan itu, Jadi sekarang dia berharap sampai pada hari Pentakosta yang adalah 50 hari sesudah Pelewatan. Kita tidak bisa mengontrol rencana kita, namun Allah selalu tahu apa yang terbaik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terakhir, Paulus mengasihi gereja karena <b>ketersediaannya</b>. <b>Ayat 7</b>, “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.” Dia tahu dia harus berangkat hari berikutnya. Setelah mereka istirahat sebentar, dia kembali dan <b>ayat 11</b> mengatakan, “Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 7 lagi, “Pada hari pertama dalam minggu itu.” Disini terdapat pernyataan langsung pertama waktu gereja bertemu. Di Galatia 4:10-11, Paulus mengatakan, “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, dan bulan-bulan yang tetap. 11 Aku kuatir kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.” Bagian menyembah pada hari Sabtu itu sudah hilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 2:16-17, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, wujudnya ialah Kristus.” Gereja mula-mula bertemu pada hari Tuhan dan kita juga melakukan hal itu. Moga-moga kita juga, apapun karunia roh kita, juga mengasihi orang kudus lain sehingga kita mengukur kasih itu dengan memberikan diri kita secara berkorban, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div><div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Oct 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20171001</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/8lpywtm2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Satu generasi akan memuji Karya-Mu kepada yang lain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_p3sala19"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Psalm+145:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Mazmur 145:1-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. 2 Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. 3 Besarlah Tuhan dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. 4 <b>Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.</b> 5 Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan. 6 Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. 7 Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai. 8 Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita akan menyembah Allah sesuai dengan cara Dia ingin disembah, jika kita akan memuji Dia seperti Dia layak dipuji, apakah yang kita harus lakukan? Jawabannya ada di Mazmur 145. Tidak ada sesuatu di Mazmur ini tentang perbuatan khusus dari Allah. Mazmur ini dapat diapplikasikan kepada segala sesuatu yang kita harus puji Allah, dan bagi kita hal yang paling penting adalah pengorbanan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di bagian mula-mula buku Mazmur ada banyak mazmur kesedihan, mazmur ratapan, mazmur penderitaan dan kesakitan dan kesedihan dan kesulitan. Namun ketika Anda bergerak melalui Mazmur, mazmur ratapan itu mulai berubah menjadi mazmur sukacita dan ucapan syukur, puji-pujian dan kegembiraan. Dan semakin dekat kepada mazmur terakhir, semakin besar puji-pujian dan ucapan syukur itu dan kegembiraan itu semakin keras. Jadi bagaimana mazmur ini menuntun kami untuk memuji Allah? Nah Mazmur 145:4 memberikan kami hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tugas Alkitabiah setiap generasi orang Kristen adalah untuk memastikan bahwa setiap generasi berikutnya mendengar tentang perbuatan Allah yang hebat. Generasi yang lebih tua harus mengajarkan generasi yang lebih muda untuk membaca, berpikir, percaya, menaati dan bersukacita. Memang benar bahwa Allah mendekati secara pribadi setiap generasi baru orang percaya, namun Dia melakukan itu melalui kebenaran Alkitab yang mereka pelajari dari generasi sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada alasan lain mengapa Mazmur 145 begitu relevan di masa kini. Bukan saja ini membicarakan caranya mengabarkan kebenaran dari satu generasi kepada generasi lain, ini membicarakan cara khusus dalam pengabaran itu. Perhatikanlah kata-katanya. Disitu tidak tertulis, “Angkatan demi angkatan akan mengajarkan perbuatan Allah.” Pendidikan generasi berikutnya bukan saja diarahkan kepada mengajar, itu harus dilakukan dengan memuji.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru dan orang tua yang tidak memegahkan Allah dalam ajaran mereka tidak akan menimbulkan puji-pujian terhadap Allah. Ajaran yang kering, yang tidak emosionil, yang acuh tak acuh tentang Allah, entah dirumah atau di gereja, adalah paling baik setengah kebenaran saja. Itu mengatakan satu hal tentang Allah tetapi menggambarkan hal lain. Itu mengatakan bahwa Allah agung, namun yang diajarkan adalah bahwa Allah tidak begitu besar. Biarlah puji-pujian membawa kebenaran itu kepada generasi berikutnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tujuan kami haruslah untuk menumbuhkan anak-anak dan remaja di gereja kami yang secara radikal rela menyerahkan dirinya kepada Yesus dan secara radikal berkomitmen terhadap keinginan-Nya untuk evangelisasi dunia. Maksud kami adalah bahwa komitmen mereka begitu dalam sehingga tidak ada harga yang terlalu tinggi untuk dibayar untuk mengikuti Yesus kemanapun Ia memimpin kita, tidak peduli seberapa jauh atau seberapa besar bahayanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya akan baca kutipan dari jurnal Jim Elliot untuk mendukung tujuan ini. Pada umur 22, Jim Elliot ada pelayanan yang memberi harapan besar di Amerika. Dia kemungkinan besar akan menjadi pendeta atau penginjil atau guru yang sangat sukses. Orang tuanya tidak senang dia ada panggilan untuk pergi ke suku Kwicas di Amerika Selatan. Mereka menulis dan mengatakan hal itu kepadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menjawab dengan cara berikut pada tanggal Agustus 8, “Saya tidak heran kalian sedih hati pada waktu mendengar saya akan berangkat ke Amerka Selatan. Ini tidak lain dari apa yang Tuhan Yesus ingatkan kita pada saat Dia mengatakan kepada murid-murid bahwa mereka harus menjadi begitu gandrung kepada Kerajaan dan untuk mengikuti Dia sehingga semua kesetiaan lainnya harus menjadi hampa. Bahkan semua hubungan kasih yang kita anggap dekat, harus menjadi kebencian dibanding dengan keinginan kita untuk menegakkan tujuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jadi janganlah berdukacita ketika anak lelaki Anda kelihatannya meninggalkan Anda, sebaliknya, bersukacitalah melihat kehendak Allah dilakukan dengan senang hati. Masih ingat bagaimana Allah menggambarkan anak-anak di Mazmur 127? Dia mengatakan bahwa mereka adalah warisan dari Tuhan, dan setiap orang harus gembira jika tabung panahnya penuh. Apakah itu tabung panah yang penuh dengan anak-anak panah? Apakah gunannya anak panah itu kecuali untuk ditembak? Jadi bersama tangan kuat dari doa-doa, tariklah tali busur kebelakang dan biarlah anak-anak panah itu terbang, semuanya, langsung ke tentara Musuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Berilah anak-anakmu untuk memikul pesan yang mulia, berikanlah dari kekayaanmu untuk mempercepat perjalanan mereka, tuangkanlah isi hatimu bagi mereka di dalam doa kemenangan, dan semua yang Anda habiskan, Yesus akan membalas” (Elisabeth Elliot, Shadow of the Almighty, hl. 132; hymne kutipan dari "Oh, Zion Haste"). Itulah artinya pendidikan untuk memuji bagi generasi berikutnya: yaitu untuk menumbuhkan semacam anak-anak dan remaja dan anak muda seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari mana mereka datang? Jawabannya adalah bahwa mereka datang dari Allah. Allah menciptakan hati seperti tu. Dan Dia berdaulat: Dia sanggup menciptakan hati seperti itu dari keluarga yang disfungsional dan gereja yang gagal. Namun ini bukan cara-Nya yang biasa, dan itu bukan apa yang Dia perintahkan. Biasanya cara Allah menciptakan hati seperti itu adalah di dalam keluarga yang meninggikan Allah dan di gereja-gereja dimana “satu generasi akan memegahkan karya-Mu kepada generasi lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kata kunci di dalam penerangan Jim Elliot kepada orang tuanya. Dia mengatakan, “(Yesus) memberitahukan para murid bahwa mereka harus begitu gandrung kepada Kerajaan dan untuk mengikuti Dia sehingga semua kesetiaan lainnya harus menjadi hampa.” Mengapa dia memakai kata ‘gandrung’? Karena Kekristenan itu lebih dari pada memikir benar, itu juga berdasarkan perasaan yang benar tentang Kerajaan. Ini bukan saja ajaran tentang mengikuti Yesus, itu juga berarti memuji-muji sambil mengikuti Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kaitannya dengan Mazmur 145:4, “Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.” Yang kami inginkan dari generasi berikut ini bukan saja otak penuh fakta-fakta benar tentang karya Allah; kita ingin kepala yang penuh fakta-fakta yang benar dan hati yang membakar dengan api kasih untuk Allah dari fakta-fakta itu, hati yang rela menjual segala sesuatu untuk mengikuti Yesus ke dalam tempat-tempat tersulit di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Keyakinan yang membentuk cara kita mendidik</b>. Jadi bagaimana kita akan melakukan ini? Bagaimana kita akan mengajar dan memuji di generasi berikut ini? Saya akan menyebut tiga keyakinan atau prinsip yang akan membentuk caranya kita harus membentuk anak-anak dan remaja. Mazmur 145:4 memberikan kita tujuan menyeluruh, “satu angkatan akan memegahkan karya-Mu kepada angkatan lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya? <b>Orang tua harus mendidik anak mereka</b>. Dasar untuk semua pelayanan kita kepada anak-anak dan remaja adalah cara biasa Allah membentuk anak-anak menjadi orang Kristen dunia yang memiliki komitmen radikal, yang mau mengambil risiko, yang berani melawan kebudayaan, yang bijaksana, yang memikir, yang mengasihi, yang dewasa, adalah melalui orang tua mereka yang mengajar dan mencontohkan suatu pandangan dunia yang berpusat kepada Allah dan yang dipenuhi Alkitab kepada anak-anak mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Ulangan 6:4-7 mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! 5 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berabad-abad kemudian, Asaph mengatakan di Mazmur 78:5-7, “Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, 6 supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 7 supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Perjanjian Baru, Efesus 6:1-4 mengatakan, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pola Alkitabiah adalah bagi orang tua, terutama ayah, untuk tidak melepaskan peran mereka sebagai guru utama dan pembentuk pikiran dan hati anak-anak mereka, bahkan itu jangan dilepaskan kepada gerejapun. Pola Akitabiah adalah agar orang tua menyampaikan tanpa berhenti kepada anak-anak mereka, visi yang berpusat kepada Allah dan dipenuhi Alkitab untuk semua kehidupan. Mendidik dengan hati penuh pujian terutama untuk mengembalikan mereka kepada peran yang ditahbiskan Allah untuk mereka: Orang tua didiklah anak-anakmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Gereja bekerja sama dengan orang tua dalam mendidik anak-anak</b>.<b> </b>Ada<b> </b>banyak<b> </b>alasan mengapa ini penting. Alasan praktis adalah bahwa 1) Ada anak-anak yang tidak memiliki orang tua yang percaya; 2) Ada beberapa rumah tangga orang tua tunggal yang begitu stres dan pekerjaan mereka teralu banyak sehingga mereka perlu pertolongan; 3) Ada berbagai macam kompetensi dalam ibu dan ayah yang perlu dilengkapi di dunia ini; 4) Bahkan pengajaran rumah terbaikpun akan dapat keuntungan dari penguatan dalam lingkungan gereja; dan 5) Beberapa aspek karakter Allah dapat diajarkan lebih baik dalam lingkungan gereja daripada di rumah.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertimbangkanlah Ulangan 31:10-13</b>, “Pada akhir tujuh tahun, pada waktu yang telah ditetapkan dalam tahun penghapusan hutang, yakni hari raya Pondok Daun, 11 apabila seluruh orang Israel datang menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, maka haruslah engkau membacakan hukum Taurat ini di depan seluruh orang Israel. 12 Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan Tuhan, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini, 13 dan supaya anak-anak mereka, yang tidak mengetahuinya, dapat mendengarnya dan belajar takut akan Tuhan, Allahmu, --selama kamu hidup di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kata-kata di ayat 13, “anak-anak mereka, yang tidak mengetahuinya…” Apakah itu berarti bahwa Musa berpikir ajaran ayah-ayah mereka kurang baik, dan suatu perkumpulan setiap tujuh tahun akan memperbaiki keadaan itu? Mungkin tidak. Sebaliknya, itu berarti ada beberapa hal yang akan mereka belajar dan melihat dan merasakan dalam perkumpulan macam itu yang biasanya tidak tertangkap di rumah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Fungsi kumpulan gereja itu adalah untuk pendidikan, Generasi muda akan belajar untuk pertama kalinya makna sepenuhnya dari perjanjian. Meskipun mereka tahu tentang hal itu sebelumnya, maknanya akan disadari sepenuhnya pada saat mereka meninggalkan rumah mereka dan mendengar pembacaan umum hukum itu bersama orang lain. (Peter C. Craigie, the Book of Deuteronomy, William B. Eerdmans Publishing Co., 1976, p.371)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu pelajaran yang kita bisa ambil dari ini adalah bahwa didikan gereja dapat menjadi tambahan penting dan menguatkan apa yang dilakukan orang tua di rumah. Karena itu bekerja sama antara orang tua dan gereja itu penting. Ada nasihat di dalam Perjanjian Baru bahwa orang-orang Yahudi dengan pendidikan di rumah janganlah menghilangkan pendidikan tambahan dari orang lain yang memiliki keahlian rohani khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 22:3, Paulus membela diri di hadapan orang Yahudi dan mengatakan, “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.” Perhatikanlah “dibawah pimpinan Gamaliel” secara harfiah “di kaki Gamaliel.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah tempat biasanya untuk murid-murid muda dari seorang rabi berbakat untuk duduk pada waktu mereka diajarkan. Ini tidak berarti bahwa orang tua kurang baik. Ini berarti ketika kita mengatakan bahwa orang tua terutama bertanggung jawab atas pembentukan pikiran dan hati anak-anak mereka, mereka tetap harus menggunakan guru-guru berbakat untuk menambahkan usaha mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi prinsip #1 adalah orang tua harus mendidik anak-anak mereka. Prinsip #2 adalah gereja ikut mendukung orang tua dalam pendidikan anak-anak. dan sekarang prinsip #3 adalah <b>gereja menolong untuk memperlengkapi orang tua dalam pendidikan anak-anak</b>. Pada saat anak-anak itu bertumbuhdan menjadi dewasa, mereka tidak berhenti belajar dan bertumbuh. Dan pada waktu mereka sendiri harus mendidik anak-anak, mereka terus harus diajarkan dan dibentuk secara Alkitabiah, dan itulah panggilan gereja supaya itu terjadi.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa mengatakan di Ulangan 4:9, “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu.” Pada mulanya Musa harus melayani orang-orang dan kemudian mereka harus mementingkan diri dan jiwa mereka sendiri. Baru setelah itu mereka sanggup mengajarkan anak-anak mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Efesus 4:11-12, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Pendeta dan guru-guru perlu melengkapi orang tua dalam pelayanan mengajar Firman Allah dan cara lain untuk mendidik keluarga mereka dan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja yang hanya mendidik anak-anak dengan kebenaran Alkitab akan menjadi semakin dangkal. Menjaga supaya waduk kebenaran dan doktrin penuh dan dalam – untuk semua umur – adalah tujuan mendidik dan memegah untuk generasi berikut. Efesus 4:15-16 mengatakan, “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya harap dan berdoa supaya semua jemaat ikut dalam hal ini. Saya sudah melihat beberapa orang yang mau memimpin kelompok pemahaman Alkitab yang termasuk anak-anak, namun Allah ingin supaya kita semua ikut campur. Kita semua memiliki karunia roh yang berbeda-beda yang Allah ingin kita pakai untuk melengkapi tubuh Kristus. Allah tahu potensi setiap orang, namun kita semua harus maju dan berani untuk melakukan keinginan-Nya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Sep 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170924</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/p3sala19</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengasihi Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_fc667mm6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+20:1-2" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 20:1-2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pelajari KPR 20:1-17. Ini menggambarkan kasih Paulus bagi gereja. Di Efesus 5:25-27 Paulus menulis ini, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Dan Paulus juga mengasihi gereja dan memberikan dirinya dalam hal pelayanan. Dan saya tidak membicarakan institusi itu, saya maksud orang jemaat yang adalah gereja. Paulus hidup demi kasihnya terhadap Tuhan Yesus Kristus dan kasih terhadap orang-orang kudus. Dari aktivitasnya kita dapat melihat betapa dalamnya kasih Rasul itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus melihat dirinya benar-benar tanpa arti demi orang lain. Dia mengatakan di Filipi 2:17, “Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.” Dengan kata lain, jika saya perlu mengorbankan hidupku demi Anda, itu suka cita bagi saya. Kesenangan hidupnya adalah melihat orang-orang diselamatkan, melihat orang Kristen menjadi dewasa dan dimuridkan sampai kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 1:11 dia mengatakan, “Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu.” Di 2 Korintus 7:1 dia mengatakan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” 1 Korintus 6:19 mengatakan, “Tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Efesus 3:16, “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.” Efesus 3:19-20, “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepada gereja Filiipi dia menyatakan hal yang sama. Di Kolose 1:9-10 Paulus berkata, “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, 10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, kami menasihati dan mendorong dan menugaskan setiap orang sama seperti seorang ayah terhadap anak-anaknya bahwa Anda harus berjalan layak untuk Allah. Inilah keinginannya, dia mengasihi gereja karena dia mengasihi Kristus. Lihatlah 1 Yohanes 5:1, “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda benar-benar mengasihi Yesus, Anda akan mengasihi jemaat di gereja yang adalah milik-Nya. Dan jika Anda ada masalah dengan mengasihi saudara dan saudarimu, maka Anda ada masalah dengan mengasihi Juruselamat. Karena kami semua adalah milik-Nya. Dia memiliki hubungan kasih yang terus berlanjut dengan setiap orang percaya! Jadi jika Anda ada masalah dengan hal itu, masalahmu adalah dengan mengasihi Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak memiliki masalah itu. Dia mengasihi jemaat gereja dan dia rela memberikan dirinya untuk itu dalam hal pelayanan. Ingatlah apa yang dia alami. 2 Korintus 11:23-27 mengatakan, “Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kontras ini dengan sikap kita sendiri. Terkadang sangat sulit bagi kita untuk bangun dan pergi dan membantu seseorang atau menjemput seseorang atau mendengar teriakan minta tolong. Apalagi memiliki kasih terhadap setiap orang di dalam gereja tanpa terkecuali. Yang menakjubkan bagiku adalah bahwa saat Paulus melakukan ini dia tetap adalah orang percaya berdasarkan anugerah total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah curahan pelayanan seseorang pria yang benar-benar sadar bahwa semua yang dimilikinya adalah karena anugerah Allah. Dan dia melakukan itu karena ada kasih. Namun diatas semua itu, yang benar-benar mendorong dia adalah ayat 28, “dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.” Bagi Paulus semua penderitaan eksternal agak kebetulan dalam kasih sejatinya untuk jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua ada dalam hatinya. Tidak ada yang menugaskannya untuk memimpin gereja, dia pergi saja dan mendirikannya. Kesedihan terbesar yang dialami Paulus dalam hidupnya bukanlah karena dia didera atau terdampar atau dilempari batu. Kesedihan terbesar adalah orang-orang yang meninggalkan gereja. Yang merobek hatinya adalah situasi di Korintus dimana dia tahu siapa yang keluar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu dia tiba di Troas, dia ingin dan kuatir supaya Titus memberi laporan tentang Korintus. Dia tidak dapat tinggal di Troas jadi dia menyeberang ke Makedonia sambil menunggukan Titus. Dan ketika dia akhirnya bertemu dengan Titus dan menerima berita bahwa semuanya di Korintus benar baik, baru dia merasa lega. Bebannya bagi gereja sudah diangkat. Kepedihan terbesar yang dia pernah alami adalah kepedihan berhubungan dengan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 4:11-16, “Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, 12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki-maki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; 13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini. 14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. 16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! 17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.”Paulus mengatakan, “Ikutilah aku sebagaimana aku mengikuti Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inilah hati seseorang dimana reaksi emosionilnya hanya iman dan suka cita. Apakah yang dia lakukan pada waktu dipenjara di Filipi? Dia menyanyi. Di saat lain pada waktu dia berada dalam keadaan sulit, dia hanya bergantung kepada Allah. Apakah dia pernah menangis? Iya, dia sering menangis. Lihatlah KPR 20:19, “Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari mana datang tangisan itu? Lihatlah KPR 20:31, “Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.” Kebanyakan air mata di dalam hidup Paulus datang bukan karena penderitaan jasmani, namun karena kekuatiran dalam mengajarkan orang-orang kudus. Ketika Paulus meninggalkan Efesus dia mengatakan di KPR 20:29, “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua hal yang menyebabkan gereja itu baik, guru-guru yang baik dan orang Kristen yang baik, yaitu kasih dan ajaran yang tepat. Dan disini Paulus memiliki doktrin yang baik, namun dia juga memiliki kasih yang baik. Lihatlah <b>KPR 20:1-2</b>, “Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia. 2 Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pertama-tama melihat <b>kasihnya</b>. Nah Anda tahu bahwa ada kerusuhan di Efesus. Tukang perak yang membuat berhala-hala kecil Artemis tegang karena keuntungan mereka turun. Jadi Kekristenan mempengaruhi Efesus secara ekonomi, politik, sosial dan secara agama. Jadi ada kerusuhan. Mereka semua berdiri di teater dan selama dua jam mereka berteriak dan masalah itu ditenangkan oleh panitera kota.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kerusuhan itu berhenti dan Paulus memanggil murid-muridnya dan merangkul mereka. Nah kata merangkul secara harfiah berarti ‘menarik kepada dirinya.’ Jadi ini perkataan intim dalam hal itu. Biasanya itu dipakai untuk menyapa dan itu sudah lazim diantara orang-orang timur. Contoh di 2 Samuel 19:39 raja “berpamitan dengan Barzilai dengan ciuman.” Ini adalah demonstrasi kasih sayang untuk memecahkan penghalang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menggambarkan dalam bahasa Yunani kata philama atau phileto yang adalah kasih persahabatan dan itu berarti ciuman persahabatan. Itu adalah ciuman untuk saudara atau teman yang sangat dekat. Ada paling sedikit enam kali di Perjanjian Baru dimana ada pernyataan salaman satu sama lain dengan ciuman kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kata Yunani lain yang dipakai untuk hal ini dan itu adalah kata ‘cata phileo’ yang berarti mencium sungguh-sungguh dengn kasih sayang. Itu digunakan untuk menggambarkan pelukan dan ciuman anak terhilang yang pulang dan memeluk bapanya. Lukas 15:20 mengatakan, “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga di Lukas 7:37-38, “Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.” Disini dia terus menerus mencium kaki-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pikir Yesus menghargai itu? Tentu saja. Dia bukan Allah yang jauh dari orang. Bahkan Dia menegor Simon karena Dia tidak dicium. Memang gampang bagi orang yang menjadi pemimpin rohani untuk menjadi angkuh. Tetapi itu bukan sifat Yesus atau Paulus. Perempuan itu terus menerus mencium-Nya dan Yesus hanya menempatkannya sebagai contoh dari apa yang seharusnya dilakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 20 memberitakan bahwa Paulus mengasihi gereja karena kedua, gereja itu <b>memberi</b>. Itu salah satu cara terbesar untuk mengukur kasih, dengan pemberiannya. 1 Korintus 13:5 mengatakan, “Kasih tidak mencari keuntungan sendiri,” itu selalu memberi. Jadi di Efesus dia menulis, bahwa dia akan datang melalui Makedonia dan dia akan datang untuk mengumpulkan uang yang diberi gereja-gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia memiliki beberapa alasan untuk itu. Satu, dia adalah orang yang <b>berintegritas</b>. Ketika para pemimpin Yerusalem menyetujui dia, mereka mengutusnya dengan satu permintaan, supaya dia mengingat orang-orang miskin di Yerusalem. Dan kedua, dia tahu bahwa kebutuhan mereka sangat besar. Yakobus 2:5 mengatakan, “Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?” Yang dia bicarakan adalah orang-orang miskin di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama dia mengumpulkan uang untuk jemaat Yerusalem yang miskin, semua orang mengatakan kepadanya, Paulus, Anda akan mengalami kesulitan. Tahukah Anda jawaban Paulus di KPR 21:13, “Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” Dia tahu ada kebutuhan dan biarpun ada ongkos berat pada dirinya, dia tetap memenuhi kebutuhan itu.” Itulah memberi, itulah artinya kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang ada alasan lain, dia mengasihi gereja dalam <b>kesatuannya</b>. Dia melihat bahwa pemberian uang banyak ini dari gereja-gereja orang bukan Yahudi kepada gereja Yahudi di Yerusalem adalah gambaran indah dari kesatuan di tubuh Kristus. Karena selalu akan ada masalah orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, Mereka akan lihat kasih orang non-Yahudi dan itu akan memikat gereja-gereja untuk menjadi satu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Korintus 16:2, Paulus memberitakan mereka bagaimana mereka harus mengumpulkan uang itu, “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh, menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.” Sangat menarik bahwa dia mengatakan untuk merencanakan hal itu ke depan. Kemudian dia berkata di ayat 5-6, “aku akan melintasi Makedonia. 6 dan aku akan tinggal selama musim dingin.” Ayat 8-9, “Sekalipun ada banyak penentang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang <b>KPR 20:2</b>, “Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.” Di suatu tempat, di Troas atau Makedonia, dia menulis buku 2 Korintus. Dengarkanlah 2 Korintus 1:8, “Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Paulus benar-benar berkomitmen terhadap kebutuhan orang lain. Di 2 Korintus 2:13 dia mengatakan, “Tetapi hatiku tidak merasa tenang.” Mengapa? Karena Titus belum datang. Orang-orang Korintus telah menerima suratnya yang pertama dan Paulus ingin tahu apakah mereka telah menyelesaikan masalah itu. “Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.” Di 2 Korintus 7:7 Titus memberi kabar bahwa mereka percaya surat itu dan mereka bertobat. Itulah yang dipentingkan Paulus dalam hidupnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga di KPR 20 yang memberitakan betapa besar kasihnya terhadap gereja adalah <b>ajarannya</b>. Ayat 2 mengatakan “dia datang ke Yunani atau Akhaya,” disitu letaknya gereja Korintus. Didalam hatinya dia tahu dia tidak akan kembali. Caranya dia mengajar adalah dengan banyak interaksi, banyak komunikasi, banyak sharing, banyak berbicara, mengajar, menasehati dan banyak menulis. Paulus ingin menyempurnakan orang-orang kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus membeli gereja itu seharga hidup-Nya dan harga darah-Nya. Dia berkomitmen untuk memelihara setiap orang percaya, yang memberikan dirinya kepada setiap orang kudus lain. Apakah Anda mengasihi jemaat gereja? Allah, tolonglah kami untuk melihat gereja sebagai pelayanan dimana kami memberikan diri dengan kasih sepenuhnya yang rela mengorbankan hidup kami sendiri. Pada akhir ayat 2 Paulus pergi ke rumah Gayus di Korintus. Dia ada proyek kecil disitu, dia menuliskan buku Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengasihi semua orang di gereja? Dan ukuran kasih Anda untuk umat-Nya adalah seberapa besar keinginan Anda untuk kedewasaan rohani mereka. Mintalah kuasa Roh Kudus dalam mengikuti teladan Yesus dan teladan Paulus setiap hari! Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Sep 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170917</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/fc667mm6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerusuhan di Efesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ayfvxkn3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:21-41" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:21-41</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian KPR 19:21-41 berhubungan dengan suatu kerusuhan di Efesus. Tidak ada banyak doktrin disini. Ini adalah cerita sejarah yang berhubungan dengan sebuah peristiwa yang terjadi di Efesus. Namun izinkanlah Roh Kudus mengajarkan kita kebenaran rohani melalui peristiwa sejarah itu. Sejarah Kekristenan mengajarkan kita bahwa gereja berkembang ketika dianiaya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja yang dianiaya itu menghadapi dunia dan bertumbuh dan memiliki efek. Jadi penganiayaan dan keefektifan itu bekerja sama. Gereja itu perlu menjadi hati murani masyarakat, dan bukan penghibur masyarakat. Ketika gereja itu menjadi teman sistem itu, dan mulai memainkan permainan sosiologis atau politik, maka itu melawan Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Paulus sudah tinggal di kota Efesus hampir tiga tahun. Ini adalah perjalanan misi ketiga. Pada waktu dia tiba di Efesus, Allah telah membangun fondasi melalui Akwila dan Priskila. Dan Apolos, orator hebat itu, juga menolong banyak. Sekarang Paulus tiba dan hal-hal besar mulai terjadi. Di KPR 19:1-7 gereja didirikan pada waktu keduabelas murid Yohanes Pembaptis dibawa kepada Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat minggu lalu bahwa Paulus di ayat 8 masuk ke sinagog dan mulai mengajar disitu selama tiga bulan. Ada orang yang hatinya keras namun juga ada beberapa orang yang percaya. Akibat ajaran itu ayat 10 mengatakan, “sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Jadi Efesus menjadi pusat penginjilan yang meluas ke seluruh provinsi Asia Kecil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah akibat itu bisa diringkaskan di ayat 20, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” Itulah kuncinya. Dimanapun Firman Allah mendominasi, pasti ada hasil. Selalu akan ada yang melawan karena Setan tidak senang menghadapi Firman yang murni. Jadi hasil Firman selalu ada dua, kemajuan Injil dan penganiayaan dari Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Efesus penganiayaan itu mulai. Setan di ayat 9 menyebabkan orang berbicara jahat tentang Kekristenan. Kemudian ada orang eksorsis yang mencoba meniru apa yang telah dilakukan Paulus untuk membingungkan orang. Dan mulai dari ayat 21 Setan menyebabkan ada kerusuhan di seluruh kota Efesus untuk menggagalkan pekerjaan Paulus dan orang Kristen. Setan selalu menentang kemajuan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yerusalem, Setan mengirim tentangan melalui Yudaisme. Di Antiokhia oposisi adalah prasangka pribadi dan iri hati. Di Listra, oposisi adalah penyembahan berhala. Diantara orang Yahudi, oposisi adalah legalisme upacara. Di Filipi, oposisi adalah sihir. Di Tesalonika oposisi itu adalah revolusi politik. Di Atena oposisi adalah hedonism. Di Korintus oposisi adalah keraguan filsafat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Efesus disini, oposisi itu adalah materialisme yang pura-pura religius. Di Efesus Setan itu menyerang dengan tiga cara: kekerasan hati, kemunafikan dan kebencian. Dan disini di Efesus di ayat 21 amarah mereka disebabkan keinginan mereka untuk keuntungan materi. Dengan kata lain, Kekristenan itu menurunkan pendapatan bisnis mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Kemudian dari pada semuanya itu, Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: "Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga.” Paulus melihat bahwa gereja di Efesus itu sudah bisa berdiri sendiri. Dia sudah ada disitu mengajar hampir tiga tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada para penatua yang cukup berkualitas untuk memimpin gereja. Dan gereja-gereja sudah didirikan di seluruh Asia Kecil. Mengapa dia ingin pergi ke Makedonia dan Akhaya? Dia sudah membangun semua gereja di Korintus, Filipi, Tesalonika dan Berea. Mengapa pergi kesitu? Paulus ingin pergi kesana dan habis itu ke Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja Yerusalem itu miskin sekali. Dan Paulus ingin memberikan gereja Yerusalem sebuah persembahan kasih dari gereja-gerejanya. Dia ingin pergi ke Makedonia dan Akhaya untuk mengumpulkan persembahan mereka. Di 2 Korintus 9:1-2 dia menyinggung persembahan ini, “Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu. 2 Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: "Akhaya sudah siap sedia."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 15:25-26 dia mengatakan, “Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. 26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.” Mengapa? Paulus mengajarkan bahwa ada <b>kesatuan di tubuh</b>. Kedua, Paulus mengajarkan kita pelajaran praktis tentang kasih. Bahwa kasih sebenarnya berarti pengorbanan diri memberikan uang Anda demi orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menanam gereja di pusat-pusat utama sepanjang jalan dari Antiokhia sampai ke Roma. Dia percaya bahwa penginjilan akan berkembang melalui proses reproduksi dimana orang-orang dimenangkan kepada Kristus untuk mendirikan gereja. Kemudian gereja itu bertumbuh dan mengutus orang lain untuk mendirikan gereja-gereja lain dan dengan perkalian Anda dapat menaklukkan seluruh daerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dari Yerusalem, kemudian Roma dan sejauh mungkin ke arah barat untuk mencapai Spanyol dengan Injil. Roma 1:13-15 mengatakan, “Aku telah sering berniat untuk datang kepadamu agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia.” Kita semua tahu siapakah Timotius itu. Dia kembali dari Efesus dan sekarang Paulus mengirimnya ke Makedonia untuk memberitahukan mereka dia akan datang. Namun tentang Erastus, kita tidak tahu apa-apa, karena itu adalah nama umum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sudah jelas mengapa dia tinggal. Dia menulis 1 dan 2 Korintus. 1 Korintus 16:8-9, “Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” Nah penentang itu muncul mulai <b>ayat 23</b>, “Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita pelajari penyebab kerusuhan, ciri-ciri kerusuhan dan cara menenangkan kerusuhan. Nah kita perlu mengerti bahwa penyebab sebenarnya dari kerusuhan tersebut adalah pertentangan setan terhadap kemenangan Firman. Namun pada saat kita melihat ayat-ayat ini, ada beberapa alasan dangkal yang sebenarnya menyebabkan itu. Dan kita telah menjelaskan bahwa “Jalan Tuhan” mengacu kepada Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Akulah Jalan” dan KPR 4:12 mengatakan, “di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Jadi pesan Kristen tersebar di Asia Kecil. Allah melakukan hal-hal yang luar biasa dan Setan menghasut orang-orang sampai mereka kesal. Kerusuhan ini akan memberikan Anda wawasan tentang psikologi massa khas, serta wawasan tentang caranya Setan bekerja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya.” Kemungkinan besar Demetrius adalah orang penting di kalangan tukang perak. Orang-orang yang adalah perajin kerajinan yang sama akan bergabung bersama dan menjadi berkuasa di dalam komunitas tempat mereka tinggal. Dan semua orang ini bekerja sama untuk keuntungan bersama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tukang perak itu mencari nafkah dengan menjual kuil-kuil kecil ini kepada para wisatawan. Demetrius adalah orang yang membuat kuil-kuil perak Diana dan itu menghasilkan keuntungan besar bagi para pengrajin itu. <b>Ayat 25</b>, “Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perdagangan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perdagangan ini!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang terjadi adalah bahwa injil benar-benar mempengaruhi penghasilan mereka. Karena orang-orang menerima kebenaran Kristus dan berpaling dari penyembahan berhala mereka. Dan itu buruk bagi bisnis. <b>Ayat 26</b>, “Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pendeta-pendeta Kristen menyangkal adanya dewa-dewa bikinan tangan manusia. Jadi Demetrius mengaku bahwa khotbah rasul-rasul itu sukses. Mengapa Allah mengambil 20 ayat untuk menceritakan tentang sebuah kerusuhan? Karena sangat menarik untuk melihat keberhasilan agama Kristen dari mulut orang yang tidak percaya. Apakah Anda melihat bertapa pentingnya jenis apologetis ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka semua berkumpul dan berbuat rusuh, namun mereka tidak tahu apa yang mereka harus lakukan. Disisi lain Paulus berkomitmen kepada Yesus Kristus dan memutar balikkan daerah itu. Namun kedua, itu semua sukses karena pengaruh gereja yang murni. Semua kemenangan adalah hasil pelayanan positif. Mereka tidak mengritik Diana. Mereka hanya berkhotbah pesan yang positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda ingin mengubah komunitas untuk Yesus Kristus, janganlah protes terhadap komunitas itu. Hiduplah suci dan mulailah memimpin orang kepada Yesus Kristus. Dan hasil akhirnya adalah bahwa masyarakat tidak dapat menangani Anda. Kuasa hidup baru tidak ada dalam berdemonstrasi, akan tetapi dalam menggunakan waktu itu untuk memenangkan orang ke Kristus. Allah menolong kita menciptakan masalah dengan melakukan apa yang ada didalam kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Dengan jalan demikian bukan saja perdagangan kita mungkin dalam bahaya akan kehilangan artinya, tetapi juga kuil Artemis sendiri, yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia, kehilangan kebesarannya.” Dengarkanlah Markus 8:36, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” Lukas 16:13 mengatakan, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada uang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pidato itu menyebabkan ada kerusuhan. Marilah kita melihat karakter kerusuhan itu, <b>Ayat 28</b>, “Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” Ciri pertama kerusuhan tersebut adalah <b>kemarahan</b>. Mereka marah oleh karena Kristus, bukan oleh karena Anda. Karena orang-orang tidak senang diperhadapkan dengan dosa-dosa mereka. dan mereka tidak mau menerima faktanya bahwa keseluruhan hidup mereka itu salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ciri kedua adalah <b>kebingungan</b>. <b>Ayat 29</b>, “Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus.” Reruntuhan teater itu masih ada sampai sekarang di Efesus. Kita tidak tahu banyak tentang Gaius karena ada banyak orang yang namanya seperti itu. Namun Asirtarkhus adalah orang dari Makedonia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada gerombolan ini yang memenuhi teater dan ada dua orang yang berdiri ditengah mereka. <b>Ayat 30</b>, “Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya.” Paulus sudah mengalami begitu banyak kemenangan Allah sehingga dia sama sekali tidak takut. Namun itu lancang untuk menempatkan diri dalam bahaya dan berharap Allah akan membebaskan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan yang sama datang dari sumber lain. <b>Ayat 31</b>, “Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu.” Setiap provinsi memiliki orang pemerintah Romawi yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian, untuk memastikan mereka tetap setia kepada Roma dan menyembah kaisar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 32-34</b>, “Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita tiba saatnya <b>menenangkan kerusuhan itu</b>. <b>Ayat 35</b>, “Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit?” Dengan kata lain, tidakkah kalian sadar bahwa kita menyembah dewi agung Diana yang turun dari surga?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 36</b>, “Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak.” Tidak ada sesuatupun yang dapat mempengaruhi dewi agung kita. Dan tidak ada yang sanggup mengubahnya. <b>Ayat 37</b>, “Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus menempatkan kisah ini disini hanya supaya orang yang tidak percaya memberi kesaksian ayat 37 ini. <b>Ayat 38</b>, “Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 39</b>, “Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah.” Dengan kata lain, jika ini masalah sosial, marilah kita bawa kasus ini ke majelis saat ada pertemuan. Janganlah mengadakan kerusuhan. Mengapa dia kuatir ada kerusuhan? <b>Ayat 40</b>, “Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 13 mengatakan bahwa orang Kristen harus tunduk kepada pemerintah yang ditetapkan oleh Allah. <b>Ayat 41</b>, “Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.” Panitera kota itu sangat mendukung orang-orang Efesus, Namun dia tidak memihak gereja karena dia setuju dan mengkonfirmasi takhayul rakyat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat gereja itu dilindungi panitera kota itu, malah mereka berada dalam bahaya lebih besar dari pada saat ada kerusuhan. Kita pertama melihat sekilas gereja Efesus dibawah pimpinan Paulus dan Timotius. Namun sekilas terakhir dari gereja Efesus ada di Wahyu 2:4, “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang terjadi? Jika Anda mengunjungi Efesus hari ini, Anda akan melihat sebuah desa Islam kumuh di dekat tempat Efesus dulu yang tidak memiliki satu orang Kristenpun. Gereja selalu akan bertumbuh, kerusuhan itu tidak akan menjadi ancaman bagi gereja, tetapi perlindungan itu malah bahaya. Gereja itu selalu harus menjadi hati nurani masyarakat. Pada saat kita dilindungi sistem, kita akan mati. Jadi janganlah kita takut penganiayaan. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Sep 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170910</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ayfvxkn3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mujizat memuliakan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_telldyo3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:11-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:11-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 19:13, kita sedang mendiskusikan bidang eksorsisme karena kami telah menemukan kata eksorsis, ketika itu muncul hanya satu kali di Perjanjian Baru. Marilah kita melihat di Efesus 2:2 karakter kami sebelum menjadi orang Kristen. Paulus mengatakan, “Kamu dulu hidup di dalamnya sambil mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penguasa kerajaan angkasa adalah Iblis. Dia dipanggil roh yang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sejak kejatuhan, semua orang telah menjadi alat Setan. Mereka lahir ke dalam dunia ini dan berfungsi sebagai respon terhadap dorongan setan. Jadi manusia adalah budak Iblis dan setan-setannya. Seperti kapal yang diperintah oleh pilot yang memutar dan mengarahkannya sesuai keinginannya, begitupun hidup seseorang yang tidak percaya yang didorong kehendak Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Setan memerintah orang yang tidak percaya melalui dua cara. Pertama, dia menguasai orang melalui pengertian mereka. 1 Korintus 2:14 mengatakan, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” Jadi manusia alami, manusia tanpa Allah, hanya diberi informasi yang ada terpisah dari Allah. 2 Korintus 4:4 mengatakan, “yaitu orang-orang yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang didominasi Setan dalam orang yang masih belum lahir baru adalah kehendaknya. Meskipun dia tidak dapat memaksa Anda untuk melakukan sesuatu, dia tentu dapat menarikmu dengan godaan. Di Johanes 8:44, Yesus berkata kepada orang Farisi, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.” Jadi Setan mendominasikan orang dengan menggoda kehendak mereka. Nah inilah nasib setiap orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus datang dengan kuasa untuk membebaskan manusia. Menurut 1 Yohanes 3:8, “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Dan Ibrani 2:14 mengatakan, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Efesus 6:10, Paulus mengatakan, “Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Nah pada saat Yesus mulai pelayanan-Nya, Dia mulai dengan menunjukkan kuasa-Nya atas Setan. Bahkan ketika Setan mencoba untuk membunuh-Nya pada saat kelahiran-Nya, dia tidak dapat melakukannya. Dan setelah pembaptisan-Nya ketika Dia diresmikan ke dalam pelayanan-Nya, Yesus dibawa ke padang gurun, bukan oleh Setan, melainkan oleh Roh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena pada permulaan pelayanan-Nya sudah diberi tahu bahwa Yesus menang atas Setan. Setan mencobai Dia tiga kali namun kalah setiap kali. Dan Yesus melakukan yang sama sepanjang hidup-Nya. Ketika Ia datang ke kayu salib, kelihatannya Setan menang, namun dia tidak menang. Di kayu salib, menurut Kolose 2:15, ada kemenangan besar dimana “pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dilucuti dan mereka dijadikan tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuasa Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya hal yang dapat mengalahkan Setan. Setan itu adalah penguasa dunia ini karena dia mendominasi pengertian manusia dan kehendak manusia. Tidak ada keajaiban manusia, tidak ada sihir, tidak ada eksorsisme, tidak ada ritual, tidak ada upacara dan tidak ada rumus yang dapat mengesampingkan kekuatan Setan. Bahkan nama Yesus sebagai tipuan tidak akan berhasil juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Catatan Perjanjian Baru tentang pengusiran setan mengungkapkan ini: Ini selalu masalah otoritas, dan tidak pernah ritual. Matius 8:16, “Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu.” Bagaimana dengan Matius 17:21 yang mengatakan bahwa “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”? Ini sebelum kayu salib dan ini pola yang biasa terjadi selama Perjanjian Lama dimana mereka berdoa dan berpuasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada di dalam Perjanjian Baru dimana ada eksorsisme setan dari orang non-Kristen atau Kristen. Jadi di masa kini, bagaimana orang yang bukan Kristen dapat menghilangkan setan itu? Hanya ada satu cara, yaitu datang kepada Yesus Kristus. Jadi bagaimana dengan semua orang yang tidak diselamatkan di dunia? Apakah mereka semua dimiliki setan? Mereka semua benar-benar dibawah kuasa Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah orang Kristen dapat bersekutu dengan setan? Iya, menurut 1 Korintus 10 mereka bisa ditipu oleh Setan. Di Korintus ada beberapa orang Kristen yang ikut dengan Perjamuan Kudus di meja Tuhan, kemudian mereka langsung kembali kepada penyembahan berhala mereka. Paulus di 1 Korintus 10:20 mengatakan, “persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah akan terjadi terhadap mereka? 1 Korintus 11:27-29 mengatakan, “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. 29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang Kristen telah begitu asyik dengan Iblis dan setan-setan mereka, sampai ada pelayanan pembebasan dimana Anda dapat pergi dan dibebaskan. Dengarkanlah, Yesus mengatakan di Matius 12:28, “Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah.” Satu-satunya masalah dalam kehidupan orang Kristen adalah masalah menyerahkan diri kepada Allah dan kepada Roh Kudus yang menghilangkan kuasa Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Efesus 6:12, “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Jadi sudah jelas bahwa kita akan bergumul melawan kuasa-kuasa gelap, benar? Jadi jika ada orang Kristen yang bergumul dengan setan-setan, dimanakah dia akan mendapat kemenangan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah ayat 13-16, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi solusinya bukanlah pelayanan pembebasan, solusinya adalah mengenakan kebenaran Allah. Ayat 17-18, “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohon-an yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Dari semua kewajiban yang kami memiliki terhadap sesama lain, tidak ada perintah untuk mengusir setan dari sesamamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab memanggil kita untuk mengasihi satu sama lain, untuk mengajar satu sama lain, untuk memelihara satu sama lain, untuk menghibur satu sama lain, untuk membangun satu sama lain, untuk menegur satu sama lain dan sebagainya, namun disitu tidak dikatakan untuk mengusir setan dari orang lain. Nah saya dapat menghardik dosamu, dan saya dapat memberi nasihat bijak tentang dosamu, dan saya dapat memperingat-kan Anda tentang dosamu, namun saya tidak dapat hidup suci bagi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada KPR 19. Tahukah Anda hal yang terbesar untuk mengalahkan Setan? Kuncinya untuk mengerti hal itu di dalam ayat 8-20 adalah di dalam <b>ayat 20</b>, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” Tentu saja pada saat itu masih belum tertulis; Allah mencurahkan itu melalui Paulus, jadi dia memiliki Firman. Firman Allah mempengaruhi orang Efesus dengan proklamasinya, konfirmasinya, kompetisinya dan keyakinannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman itu datang melalui Paulus dan itu <b>diproklamasikan</b>. <b>Ayat 8</b>, “Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.” <b>Ayat 9</b>, “Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi setelah tiga bulan mereka mulai melawan Kekristenan di depam seluruh kota dengan berbicara jahat tentang “Jalan Tuhan,” yaitu mereka yang telah dikeraskan di sepanjang jalan. Daripada percaya, daripada hati mereka melembut, semakin lama Paulus berkhotbah semakin keras hati mereka. Jadi akhirnya mereka menyerang agama Kristen secara verbal dan Paulus pergi dari mereka dan memisahkan ajaran murid-murid itu ke sekolah Tiranus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa dia mengajar selama lima jam setiap sore, dan pada waktu malam hari dia memimpin pemahaman Alkitab. Dia adalah pendeta/guru. <b>Ayat 10</b>, “Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Firman Allah mulai menyebar kemana-mana. Dan bersama proklamasi itu ada <b>konfirmasi</b>, dan disinilah kita mulai malam ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa.” Ketika Allah masuk ke dalam suatu daerah, Paulus bukan saja berkhotbah Firman namun Allah juga mengkonfirmasikan Firman itu dengan mujizat-mujizat. Inilah caranya Allah bekerja dengan pengkhotbahan apostolik. Sekarang kita percaya pesan orang kalau pesan itu sesuai dengan Alkitab. Namun pada waktu itu belum ada Perjanjian Baru, satu-satunya cara untuk mengesahkan seseorang adalah dengan menyaksikan karya Allah yang supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 16:20, “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” 2 Korintus 12:12, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.” Jadi di ayat 11, Allah melakukan mujizat melalui tangan Paulus; Allah memerlukan alat manusia. Paulus berkhotbah dan mujizat terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang-orang melihat Paulus dan tidak benar-benar melihat Allah mengerjakan semua itu. Jadi mereka menarik kesimpulan bahwa Paulus itu adalah mahluk luar biasa. Dan <b>ayat 12</b> mengatakan, “bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.” Disinilah Anda mendapatkan ide penyembuhan kain atau saputangan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang di Efesus itu sangat takhayul. Dan ketika mereka melihat mujizat-mujizat itu datang dari Paulus, asumsi mereka adalah bahwa itu kekuatan Paulus. Jadi mereka mengambil kain keringat Paulus dan mereka memikir kain itu sanggup mengerjakan hal yang sama bagi mereka. Meskipun ada takhayul mereka itu, Allah tetap melakukan mujizat-mujizat itu. Allah mengkonfirmasikan Firman dan Dia tidak membiarkan takhayul mereka mengganggu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah hasil semua mujizat-mujizat itu? Lihatlah ayat 12, “maka lenyaplah penyakit mereka.” Itu semua penyembuhan fisik. Tidak masuk akal sekarang bagi mereka yang menyebut diri mereka “penyembuh” untuk memberi saputangan mereka untuk menjadi sembuh. Di Efesus, Lukas membedakan penyakit fisik dengan roh-roh jahat. Tidak semua penyakit disebabkan roh jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat ketiga kepada <b>kompetisinya</b>. Ketika ada sesuatu yang baik terjadi di dalam nama Yesus, Setan akan melakukan sesuatu yang palsu. <b>Ayat 13</b>, “Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku mengeksorsis kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." Mereka pikir mereka punyai trik baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak pernah melihat sesuatu seperti itu. Mereka mencari keuntungan dengan memakai nama Yesus. Selalu akan ada orang yang melihat Kekristenan dan menjadikannya sesuatu yang dapat dipasarkan. Perhatikanlah kata “eksorsisme”. Secara harfiah itu berarti “mengeluarkan setan dengan memakai nama-nama kudus.” Ini menggunakan rumus suci dan nama-nama dewa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini masih dilakukan sekarang di gereja Roma Katolik. Eksorsisme telah dilakukan namun itu semua tidak benar. Pertama, tidak diperlukan, benar? Yang diperlukan hanya pengakuan dosa dan pertobatan. Dan eksorsisme ada di okultisme hari ini dan juga ada waktu lalu, dan itu dicoba dilakukan orang eksorsis Yahudi, namun itu semua tidak sah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.” <b>Ayat 15</b>, “Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Roh-roh jahat dapat berbicara dengan suara manusia. Di Yesaya 8:19 dikatakan, “Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit.” Apakah setan itu mengenal Yesus? Tentu saja. Setan-setan dulunya malaikat sampai saat mereka jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kata “mengenal” berarti mengenal secara pribadi. Setan ini tidak merasa ada kuasa yang memaksa dia menaati. Bisa saja mereka memakai nama Yesus, namun tidak ada kekuatan di dalamnya. <b>Ayat 16</b>, “Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.” Menerpa disini berarti menguasai. Manuskrip kuno mencakup kata “keduanya” disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan ini sangat kuat. Ini pasti sangat mengejutkan mereka. Mereka sudah biasa bekerja sama secara sempurna karena memang mereka bekerja untuk Iblis selama ini. Setan itu membuatnya terlihat seperti sukses besar dalam pengusiran setan. Mengapa? Karena itu hanya melanggengkan kesalahan. Setan membuat mereka terjebak terus dalam sistem palsu itu. Setan memberi mereka ilusi bahwa mereka sanggup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi setan ini tidak bekerja sama karena Kristus memegang kendali. Tuhan Yesus Kristus mengacaukan seluruh rencana mereka dengan tidak mengizinkan setan itu keluar. Lukas 10:17 mengatakan, “Juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” 1 Petrus 3:22, “Segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.” Setan benar-benar menipu banyak orang dalam bidang eksorsisme ini. Setan membawa kompetisi, namun Kristus membatalkan usaha mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat <b>keyakinan</b>. <b>Ayat 17</b>, “Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.” Mereka berkata “janganlah menyebut nama Tuhan Yesus dengan sembarangan. Bahkan orang yang belum percayapun mulai tahu bahwa nama Yesus ada kekuatannya dan luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>ayat 18</b> mengatakan, “Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku mereka pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu.” Menurut teori sihir, satu-satunya mantra yang bagus adalah yang rahasiannya tersembunyi. Kalau rahasia itu terbuka, dan mantra itu tidak berguna lagi. Mereka melepaskan semua sihir mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.” Dan kata ‘bakar’ tertulis dalam tensa tidak sempurna yang berarti mereka terus menerus membakar. <b>Ayat 20</b>, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” Saudara seiman, saya harap dan berdoa supaya Anda dipenuhi Firman Allah dan Anda mendapat kemenangan olehnya. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Sep 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170903</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/telldyo3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengusiran Setan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_kdraecm7"><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><span class="lh23px"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:8-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:8-20</a></span><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata ‘eksorsis’ di Perjanjian Baru hanya dipakai sekali saja di bagian ini. Yesus datang ke dunia, kata Alkitab di Ibrani 2:14, “supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.” Dan kita melihat hal itu secara nubutan dalam kitab Wahyu dimana kita dalam nubuat melihat Setan dipenjarakan selama 1000 tahun, lalu dilepaskan sementara, dan kemudian dilemparkan ke dalam neraka untuk selamanya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kami juga melihat kuasa Yesus Kristus atas pekerjaan Iblis dan atas kuasa-kuasa gelap. Markus 1:32-34 mengatakan, “Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. 33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. 34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.” Disini Yesus Kristus juga mengontrol mereka, Dia tidak mengizinkan mereka berbicara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Markus 5, Yesus pergi kesebelah timur laut Galilea, ke daerah orang Gerasa. Disitu ada seseorang yang kerasukan roh jahat. Nah semua setan-setan itu jahat dan anti-Allah, namun ketika tertulis ‘roh najis’, itu berarti setan itu paling keji. Ayat 3-4, “Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini menunjukkan kekuatan supranatural. Markus 5:5-7, “Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Setan-setan itu mengenal Yesus. Bagaimana mereka dapat mengenal Yesus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan-setan itu sudah ada sebelum dunia dijadikan. Mereka mengenal Dia ketika mereka masih malaikat suci di surga. Mereka menyembah Dia sebelum setan-setan itu jatuh. Mereka juga tahu tentang Dia karena berita itu sudah keluar. Lukas 4:33-34 mengatakan, “Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan setan-setanpun tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya. Ayat 35-36, “Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tidak pernah menginginkan adanya publisitas dari setan. Nah pada saat Yesus berhubungan dengan setan-setan, itu bukan kasus pengusiran setan, itu selalu merupakan kasus otoritas. Tidak pernah ada pergumulan, hanya ada otoritas mutlak. Dan Yesus memberi kuasa yang sama atas setan-setan itu kepada beberapa pengikut-Nya. Markus 16:17 mengatakan, “mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku.” Ini tidak berarti menggunakan nama Yesus itu seperti sebuah rumus gaib. Ini berarti hanya berdasarkan kekuatan-Nya dan pribadi-Nya setan-setan itu bisa diusir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 10:17 mengatakan, “Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Jadi Kristus memberi mereka kuasa atas setan-setan. Dan itu adalah pemberian khusus dalam catatan Injil. Di KPR, setelah Roh Kudus tiba, para Rasul memiliki kuasa seperti itu. dan mereka selalu menggunakannya dalam kasus orang-orang yang belum percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 5:12, 16, “Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.” KPR 8:7, “Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 16:18, Paulus melakukan itu terhadap hamba perempuan yang mempunyai roh tenung. Paulus berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.” Yesus mengusir setan dengan otoritas. Yesus memberikan otoritas yang sama kepada para Rasul. Para Rasul juga dapat mengusir setan secara otoritatif dengan sebuah kata. Dan mereka langsung hilang. Nah, itulah salah satu karunia apostolik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada karunia apostolik sekarang dimana seseorang dapat mengusir setan dalam nama Yesus Kristus dari orang yang tidak percaya. Di Ibrani 2:3-4 dikatakan, “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan 4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum waktu Kristus, selama Perjanjian Lama, sampai saat kayu salib, setan-setan itu ada. Dan setan-setan itu dapat tinggal di dalam orang. Jadi bagaimana mereka itu dapat menghilangkannya? Disini Yesus memberikan kami tanggapan di Matius 17:21, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Menurut pola Perjanjian Lama setan itu keluar dalam jawaban doa. Orang-orang berdoa dan berpuasa atas masalah spiritual seperti setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ketika Yesus datang, semua itu berubah. Dia datang dengan otoritas mutlak atas setan-setan. Dan Dia memberikan otoritas itu kepada para Rasul dan mereka dapat melakukan hal yang sama. Mengapa Allah memberikan mereka otoritas dan bukan kita? Allah memberikan mereka otoritas untuk mengkon-firmasikan Firman yang mereka khotbahkan. Mengapa para pendengar dapat percaya Firman? Karena mereka didampingi keajaiban supranatural untuk membuktikan kebenarannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang kita tidak memerlukan mujizat untuk mengkonfirmasikan Firman. Allah tetap melakukan mujizat-mujizat, namun bukan mujizat konfirmasi karena Firman itu sudah ada di dalam tangan kita. Anda bisa menilai pesan seseorang, apakah itu sesuai dengan Alkitab. Bagaimana dengan kita? Memang masih ada orang yang tetap ingin melakukannya sesuai dengan cara apostolik. Ada keasyikan hari ini, terutama di Indonesia, dengan pengusiran setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya kuasa Yesus Kristus sendiri saja dapat mengatasi Iblis. Tidak ada jalan lain. Dan tidak ada setan yang dapat mengalahkan Yesus Kristus. Tidak ada upacara agama, atau rumus dan tidak ada pengusiran setan yang berfungsi. Namun bagaimana dengan semua eksorsisme yang sedang dilakukan oleh orang-orang? Semua itu tidak bekerja. Kalau ada sesuatu yang bukan dari Kristus, itu berasal dari Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Setan mengusir Setan? Tidak. Apakah Setan ingin supaya Anda percaya dia mengusir setan? Tentu. Setan itu sang penipu. Dan dengan cara itu dia memperbesar kuasanya. Ada orang sekarang yang memakai nama Yesus sebagai muslihat. Dengarkanlah Matius 7:22-23, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya mengusir setan? Hanya ada satu cara bagi orang yang tidak percaya untuk menghilangkan setan yaitu dengan menerima Yesus Kristus. Anda tidak mungkin mengusir setan dari hati orang yang masih menjadi milik Iblis. Jadi bagaimana dengan orang Kristen? Bagaimana dia dapat menghilangkan setan-setan itu? Dimanakah hidup roh Kristus itu? Didalam aku, benar? Bagi orang Kristen untuk menyelesaikan masalah setan adalah melalui pengakuan dosa dan kekudusan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika aku memiliki Yesus Kristus di dalam aku, aku memiliki kuasa-Nya. Kolose 2:9-10, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Jika Roh Kudus tinggal di dalam saya, saya dapat berhubungan dengan Setan di dalam kuasa Kristus yang menjadi milikku. Nah mungkin saja saya perlu orang-orang percaya yang menunjukkan dosa-dosa saya, untuk berdoa bersama, namun itu bisa diselesaikan Kristus di dalam hidupku waktu saya mengaku dosa dan bertobat dari dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang saya harus yakin adalah jika saya bergantung kepada kuasa Roh Allah, Dia akan membebaskan saya dari apa saja. Nah jadi kata eksorsisme itu tidak termasuk dalam kosakata Kristen. Mungkin ada kalanya perlu ada pertemuan konseling untuk menegur dan berdoa, namun itu tergantung kepada kerelaan orang itu untuk mengaku dosa-dosanya. Ketika Roh Allah memegang kendali, roh jahat langsung menghilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 4:4, “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Anda tidak bisa diisi Kristus dan sesuatu yang lain. Eksorsisme hanya terdapat sekali saja di KPR 19:13, “Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku mengusir setanmu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Definisi kamus dari eksorsisme adalah proses pengusiran setan-setan jahat. Namun sebenarnya eksorsisme adalah proses dimana kita berpikir kita telah mengusir setan. Karena eksorsisme tidak terjadi dan tidak berhasil. Namun Setan hanya ingin supaya orang-orang asyik dengan hal itu. Kuncinya menurut dugaan adalah kata-kata gaib dan berbagai macam rumus kecil dimana nama dewa-dewa dan berbagai hal lain digunakan untuk mengusir setan-setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini ditemukan disekitar Babilonia, Suria dan Mesir dan didalam beberapa tulisan kuno. Para misionaris telah menemukan bahwa eksorsisme adalah satu bagian dari segala hal dalam kebudayaan Afrika Selatan sampai Asia dan Amerika Selatan hingga Eropa. Dan salah satu cara lazim yang dipakai dalam mantra-mantra ini adalah kesakitan. Ada kuil di India dimana orang pergi untuk mengusir setan mereka melalui pukulan berat. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Setan itu dapat mempengaruhi orang Kristen? Tentu, jika orang Kristen itu menyimpang dari masalah hidup sebenarnya yaitu dosanya sendiri dan berurusan dengan sifat dosanya sendiri dan hubungannya dengan Firman Allah, jika dia menyalahkan segala sesuatu pada setan, Iblis tentu akan membiarkan dia dalam keadaan itu. Kemudian hidup Kristen itu menjadi pemburuan Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Yesus tiba, semua setan ingin keluar. Dan dengan iman sederhana kepada-Nya, Dia akan tinggal di dalam Anda. Anda tidak perlu takut. Nah, jika ada dosa yang tersedia, disengaja, berlarut-larut, yang tidak diakui dan belum bertobat, Anda memberi tempat kepada Iblis. Secara historis gereja Roma Katolik telah terlibat dalam ritual eksorsisme dan mereka memiliki semua rumus rahasia untuk itu. Namun itu tidak Alkitabiah. Kekristenan dicampur dengan sesuatu yang lain, bukan Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada KPR 19. Paulus dalam perjalanan misinya yang ketiga mulai dari Antiokhia seperti biasa. Ingat pada akhir perjalanan kedua dia meninggalkan Korintus menuju ke Yerusalem, dan dia berhenti di Efesus. Kemudian dia kembali ke Antiokhia. Sekarang dia kembali lagi ke Efesus. Disitu dia bertemu dengan beberapa murid Yohanes Pembaptis. Dia membawa mereka kepada Kristus, mereka diselamatkan dan inti gereja dimulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah yang paling dipentingkan di Efesus adalah Kuil Diana. Itulah tempatnya dimana ada berbagai macam ilmu sihir dengan pengusir setan gaib di semua tempat. Disinilah Paulus diperhadapkan dengan kuasa kejahatan dunia bawah ini melawan Injil. Mulai di <b>ayat 8</b> dikatakan, “Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani.” Disini kita melihat kuasa Firman. Ayat 20, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kuasa Firman di Efesus terdapat dari proklamasinya, konfirmasinya, persaingannya, keyakinannya dan dominasinya</b>. Dan kami akan mendiskusikan titik pertama malam ini. Firman itu berkuasa di Efesus karena firman itu <b>diproklamasikan. </b>Paulus<b> </b>sedang memperdebatkan dan membujuk. Dia mencoba untuk menjelaskan dan membuktikan hal-hal mengenai kerajaan Allah. Dia berkhotbah keseluruhan kerajaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 28:30-31 mengatakan, “Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.” <b>Ayat 9</b>, “Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata disini untuk “tegar hati” dalam bahasa Yunani ada di dalam bentuk tidak sempurna, yang berarti bahwa hati mereka terus menerus ditegarkan. Penolakan secara bertahap terhadap Yesus Kristus akan menghasilkan pengerasan hatimu. Bukan saja mereka pasif dalam ketidakpercayaan mereka, mereka juga aktif. Mereka berbicara jahat tentang ‘Jalan ke Kristus’. Dan kata yang sama digunakan di Matius dan Markus, dan itu diterjemahkan, mereka mengutuk Kekristenan dari mulanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang itu mengutuk “Jalan” di depan seluruh kota. Bagaimana Anda bisa mengajar seseorang yang berdiri melawan dan mengutuk Anda? Jadi Paulus meninggalkan mereka disitu dan mulai mempertimbangkan Firman dengan murid-murid setiap hari di ruangan kuliah Tiranus. Disini terdiri gereja dan sekolah pertama. Sebuah manuskrip Yunani kuno menambahkan bahwa Paulus mengajar di aula Tiranus dari jam 11 sampai jam 4 sore. Lima jam setiap hari. Betapa besar kelaparan orang-orang disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingin tahu mengapa Efesus bertumbuh sebegitu banyak? Itu adalah karena satu orang memenuhi orang-orang dengan Firman Allah. <b>Ayat 10</b>, “Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Tujuh gereja di Wahyu 2 dan 3 semua didirikan selama dua tahun itu. Seluruh Asia Kecil diinjili sampai pada titik dimana setidaknya enam gereja lain didirikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Paulus mengadakan pemahaman Alkitab di rumah-rumah pada malam hari. KPR 20:20, “Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.” Jadi pada siang hari dia mengajar di sekolah Tiranus, dan pada malam hari dia mengajar di rumah-rumah orang percaya. Dan dalam proses itu dia menginjili seluruh daerah Asia Kecil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu dia meninggalkan mereka, dia memiliki satu kelompok penatua yang semua siap untuk melayani sebagai pendeta-pendetanya. Dia mengatakan melayanilah, gembalakan jemaat, saya serahkan Anda untuk menggunakan Firman. Tahukah Anda apa yang membedakan gereja ini? Pengajaran Firman Allah dan setiap kali ada ajaran sesat, Iblis dikalahkan. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Aug 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170827</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/kdraecm7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Diselamatkan dari Keputusasaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_6bg1io69"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+4:3" target="_blank" class="imCssLink">Roma 4:3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahun ini kita mengingatkan bahwa percis 500 tahun yang lalu di bulan Oktober 1517 Reformasi Protestan dimulai. Ada pemisahan dari Gereja Roma Katolik yang dimulai oleh Martin Luther dan diteruskan oleh John Calvin dan orang-orang lain. Selama reformasi Martin Luther ditempatkan di dalam kastil untuk perlindungannya sendiri. Itu masa sulit di dalam kehidupannya karena ada berbagai hal yang terjadi yang menakutkannya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther mengerti kehidupannya berdasarkan Mazmur 46, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan dan benteng kita.” Dia menulis hymne, “Allah kita benteng yang kuat” sebagai semacam hymne khusus bagi Reformasi. Luther menulis ratusan hymne namun yang satu ini bertahan karena keagungannya dan pesannya, itu kuat, mendalam dan memuliakan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di bulan Juli di tahun 1505, Luther, mahasiswa universitas yang berumur duapuluh satu sedang berjalan di kota Sutterheim, Jerman ketika dia terkena badai petir. Dia disambar petir dan dia berteriak dalam ketakutannya, “Santa Ana, selamatkanlah aku dan saya akan menjadi seorang biarawan.” Memang menarik bahwa orang yang memanggil santa untuk menyelamatkannya pada akhirnya menolak gagasan bahwa kita harus berdoa kepada orang kudus. Dan pria ini yang menjadi biarawan pada akhirnya meninggalkan sumpah kerahiban dan monastisitasnya dan berubah menjadi salah satu orang yang terkenal di dalam seluruh sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih banyak buku ditulis tentang dia daripada semua orang lain yang pernah hidup kecuali tentang kehidupan Yesus Kristus dan rasul Paulus. Saya punya teman Katolik yang mengatakan Martin Luther adalah seorang pengkhianat yang banyak kekurangannya dan dia mulai apa yang dinamakan Reformasi Protestan karena beberapa keluhan pribadi saja. Jika Anda ingin mencari orang yang banyak kekurangannya, memang itu Luther. Saya benar-benar tidak setuju dengan semua yang diajarkan, atau dikatakan atau dilakukan Luther.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat yang sama entah Anda orang Katolik atau Protestan atau agama apapun, Anda dan saya perlu menghargai pergumulan Martin Luther dan bagaimana itu pada akhirnya diselesaikan. Luther bergumul dengan depresi atau rasa bersalah atau rasa keterasingan dari Allah, keterputusasaan dan kegelisahan semangat. Orang sering memanggil hal itu keputusasaan eksistensial.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menanyakan dirinya bagaimana dia dapat menyenangkan Allah yang Mahakuasa. Jadi untuk memenuhi sumpahnya ketika ada badai petir, dia masuk ke dalam biara Agustinus di Erferdt, Jerman. Dan disitu ada gereja disebelahnya yang indah dengan jendela-jendela indah. Dan di gereja itu disamping biara itu, Luther meniarapkan diri diatas sebuah lempengan batu. Dan disitu dia bersumpah untuk tetap bujangan, memelihara kemiskinan dan ketaatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther merasa diteror oleh Allah. Dia memandang Allah sebagai mahasuci, tidak seperti kita memandang Allah. Jadi pada saat dia melakukan misa pertamanya, dia bergemetar dan berkata kemudian, “Saya benar-benar ketakutan, saya memikir, dengan cara apa saya harus menyapa sang Mulia karena semua orang pasti gemetar bahkan pada saat berhadapan dengan seorang pangeran duniawipun. Siapakah aku untuk dapat menegadah atau angkat tangan kepada keagungan ilahi? Aku hanya debu dan abu, penuh dosa, dan aku berbicara dengan Allah yang hidup dan benar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther memakai semua hal yang disediakan dalam biara itu seperti fasilitas gereja. Sekarang kami tidak diperbolehkan untuk melihat tempat dimana Luther tinggal, memang itu kamar tetapi sebenarnya itu lebih seperti sel penjara, dimana Anda bisa melihatnya melalui sebuah kisi. Lantai, dinding dan plafon semua adalah batu kokoh. Luther sendiri tidur tanpa selimut untuk mematikan keinginan daging. Dia kadang berpuasa begitu lama sehinga orang berpikir dia akan mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengemis untuk makanannya supaya merendahkan dirinya. Dan pada zaman itu orang-orang benar percaya bahwa kita harus menjadi sempurna untuk masuk kedalam surga. Namun bagaimana orang bisa mendapatkan kesempurnaan seperti itu? Apakah yang harus kami lakukan untuk memuaskan Allah yang Mahakuasa itu? Orang percaya bahwa di dalam biara Anda mendapatkan sesuatu pertimbangan khusus. Namun Luther tidak merasa damai karena dia tidak pernah tahu apakah perbuatannya sudah cukup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada masa itu orang-orang percaya bahwa ada dua jenis orang Kristen. Ada orang-orang kudus (santa) yang masuk ke surga langsung setelah kematian dan ada orang biasa yang meninggal dengan terlalu banyak dosa untuk langsung masuk ke surga. Orang Katolik masih percaya ada tempat penyucian, yaitu tempat dimana seseorang pada akhirnya cukup dibersihkan untuk masuk ke surga. Namun tidak ada yang tahu betapa lamanya waktu di tempat penyucian itu dan betapa besar proses penyiksaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther menggunakan sakramen gereja. Penghiburan khusus baginya adalah pengakuan dosa. Terkadang dia mulai dengan menguraikan tujuh dosa mematikan dan Sepuluh Perintah kemudian setelah itu dia baru mulai, pernah sampai tujuh jam lamanya. Kemudian Luther mengatakan kepada romo itu, saya berpikir kami harus bertemu lagi karena saya lupa sesuatu. Pastor itu begitu jengkel sehingga ia berkata, jika Anda mengaku dosamu, biarlah itu untuk dosa-dosa besar seperti pembunuhan, perzinahan atau penghujatan, tetapi jangan untuk semua dosa-dosa kecil seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther adalah seorang teolog yang lebih baik daripada orang sezamanya karena dia menyadari bahwa masalahnya bukan dosa itu besar atau kecil. Masalah sebenarnya adalah apakah dosa itu dimaafkan atau tidak. Karena Luther mengerti, apa yang tidak dimengerti banyak orang Kristen sekarang, bahwa dosa kecilpun dapat mengusir Anda dari hadirat Allah untuk selamanya dan Luther mengerti hal itu. Pertanyaannnya adalah bagaimana harus kami lakukan itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia mencapai jalan buntu, dosa-dosa supaya dapat diampuni harus diingati. Jika mereka tidak diingati, mereka tidak dapat diakui dan karena itu tidak dapat diampuni. Jadi bisakah dia mempercayai ingatannya sendiri? Namun masalahnya lebih mendalam daripada itu. Bagaimana seandainya dia melakukan sesuatu yang dianggap dosa oleh Allah namun dia sendiri tidak mengerti itu dosa? Jadi pada saat dia melihat hatinya sendiri, dia menyadari bahwa masalahnya jauh lebih besar daripada itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyadari bahwa seluruh sifatnya korup dan dia adalah seorang pendosa meskipun dia mengingat semua dosa-dosanya, dan meskipun dia mengaku semua dosa-dosanya. Besok adalah hari lain, dan besok dipenuhi lagi dengan pengakuan dosa karena lebih banyak dosa akan dilakukan. Jadi situasinya adalah mungkin seperti mengeringkan lantai sambil kran menumpahkan air terus-menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kapan semua ini berakhir dan kapan saya ada jaminan bahwa saya telah melakukan cukup banyak untuk Allah? Luther merasa putus asa. Nah di tahun 1511, dia dipindahkan ke Wittenberg dimana ada universitas baru, jadi dia kesana untuk mengajar filsafat. Dan kalau masuk ke universitas itu, melewati pintu, kelihatan ada halaman. Disitulah dia bertemu dengan pastor pengakuan dosa pada suatu hari dan dia mengatakan, mengapa Anda tidak mengajarkan Alkitab sebagai gantinya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Luther mulai mengajar Firman Allah, dan pada saat itu dia mulai ada pengertian. Jadi dia mulai mengajar dari buku Mazmur. Kemudian dia datang kepada Mazmur 22:1, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Dan Luther berpikir, mengapa Yesus sendiri dapat mengalami keterasingan itu? Mengapa Yesus harus mengalami ini? Dia mengalami apa yang saya alami juga. Jadi dia mulai mengerti bahwa Yesus menderita semua itu bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat dia mengajar mengenai Roma, dia melihat Roma 1:17 yang mengatakan, “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Luther bergemetar saat dia membaca kebenaran Allah. Lihatlah Roma 1:18, “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada mulanya Luther memikir dia memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memenuhi persyaratan Allah jika Dia tidak benar secara sempurna. Namun bagaimana Anda bisa mencapai tuntutan Allah yang memiliki kebenaran sebagai salah satu atribut-Nya? Jadi Luther bergumul dengan hal itu kemudian dia membaca Roma 3:23-24, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Kami dibenarkan tanpa biaya oleh anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Roma 4:3 dikatakan, “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Jadi Luther merenungkan ini siang dan malam dan akhirnya dia melihat hubungan antara kebenaran Allah, yang membuatnya sangat takut, dan pernyataan “orang benar akan hidup oleh iman.” Ketika Luther mengerti apa yang dikatakan Allah, dia merasa dirinya lahir baru dan dia sekarang dapat masuk ke pintu gerbang surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther menemukan apa yang telah hilang selama tradisi berabad-abad, bahwa kita diselamatkan oleh kebenaran dari orang lain, yaitu Jesus Kristus. Jadi orang lain memberikan kami kebenaran yang kita tidak miliki. Dan itu diterima oleh iman. Yang dia belajar adalah bahwa ada sifat Allah yang dinamakan kebenaran, namun ada juga ada karunia kebenaran yang Allah berikan secara bebas kepada mereka yang percaya Injil. Tak heran Luther merasa seolah-olah dia masuk pintu gerbang surga. Pencariannya sudah selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu ada seorang Paus bernama Leo, yang memerlukan uang. Pembangunan Basilika Santa Petrus, yang dianggap salah satu tempat paling suci, yang terletak di kota Vatican, dimulai di tahun 1506 dan masih belum selesai. Jadi Paus Leo memutuskan untuk menerbitkan proklamasi indulgensi baru. Nah indulgensi itu telah dijual berabad-abad dan itu adalah bayaran dalam bentuk pekerjaan atau uang yang dapat mengurangi jangka waktu Anda mengalami di tempat penyucian itu karena konsekuensi dosa sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penekanannya adalah pada kata “sementara”, contoh: indulgensi tidak akan menghindari orang dari neraka karena itu adalah konsekuensi abadi. Tetapi indulgensi akan menolong dalam mempersingkat waktumu di tempat penyucian itu. Namun sekarang indulgensi itu dijual dengan cara baru. Anda bukan saja dapat membeli indulgensi untuk Anda dan keluarga Anda, namun sekarang Anda juga dapat membelinya untuk mereka yang sudah mati dan sekarang ada di dalam tempat penyucian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Diseberang sungai dari Wittenberg ada orang bernama Tetzel yang menjual indulgensi itu. Dan dia berkata kepada orang-orang, “Dengarkanlah ibumu yang ada di purgatory itu yang mengatakan sekarang, tolong berikanlah uang itu supaya saya keluar dari siksaan api ini.” Jadi orang-orang membayar banyak untuk membeli indulgensi ini. Dan orang-orang dari Wittenberg datang ke Tetzel dan setelah itu memberi tahu Luther bahwa mereka telah membeli indulgensi untuk dosa-dosa yang belum dilakukan, tetapi yang mereka ingin melakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Luther mendengar itu dia sangat marah. Pada saat itu dia belum melawan indulgensi itu tetapi dia menentang penyalahgunaan itu. Dalam kemarahannya Luther berjalan satu kilometer dari Universitas ke gereja kastil di Wittenberg, ke dalam tempat ibadah yang indah itu. Dan dia sebenarnya membawa 95 tesis yang dia tulis dan dia mencantumkan tesis itu di pintu gereja di Wittenberg pada tanggal 31 Oktober, 1517.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tesis asli itu ditulis dalam bahasa Latin, bahkan sekarang di pintu logam tertulis semua itu dalam bahasa Latin. Dan itu diterjemahkan dalam bahasa Jerman dan disebarkan di seluruh negeri Jerman. Dia menentang semua penyalahgunaan gereja. Dan akibat itu Martin Luther menjadi terkenal. Dan ini menjadi rangkaian peristiwa yang akhirnya menghasilkan apa yang disebut sekarang Reformasi Protestan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, pesan sebenarnya dari Reformasi adalah ketika Yesus mati di kayu salib, “Dia yang tidak mengenal dosa dibuat-Nya menjadi dosa karena kita (2 Korintus 5:12). Jadi ada dua transaksi yang terjadi di kayu salib. Transaksi pertama adalah bahwa dosa kita dikreditkan kepada Kristus. Dan sudah terang bahwa Yesus sendiri tanpa dosa. Jadi dosa-dosa kita menyebabkan Dia bersalah secara hukum atas segala dosa-dosa kami yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Transaksi lain adalah bahwa kebenaran-Nya dihubungkan dengan kami, itu diberi kepada kita sebagai hadiah gratis. Kita sekarang menjadi kebenaran Allah di dalam Kristus. Jadi Yesus memperoleh apa yang tidak pantas Dia dapatkan, yaitu dosa-dosa kami, dan kita memperoleh apa yang tidak pantas kita dapatkan, yaitu kebenaran-Nya. Kita menerima kebenaran-Nya oleh iman. Dan kita diselamatkan oleh jasa-Nya sepenuhnya dan bukan karena apa yang kita miliki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran ini memiliki beberapa sifat. Pertama, <b>hadiah</b> ini <b>gratis</b>. Roma 6:23 mengatakan, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Pikirkanlah, ini harus bebas, Coba bayangkan kita sebagai orang berdosa harus membayar untuk masuk ke surga? Dan memberikan Allah sesuatu sebagai pengganti kebenaran-Nya? Kita belajar dari Roma bahwa kami tercemar, bahkan karya kami yang terbaikpun tercemar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika kita akan menerima kebenaran, itu harus datang dari Allah, yang tidak tercemar dosa kita dan itu harus diberikan kepada kita sebagai hadiah. Luther mengatakan bahwa kita ini seperti tanah kering, kita tidak bisa memaksa hujan datang, namun ketika air hujan itu jatuh, itu adalah hadiah gratis dari atas. Jadi masalahnya bukan besarnya dosa kita, Allah sanggup menyelamatkan siapapun juga selama mereka percaya Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja ini hadiah bebas, namun itu <b>diberikan sama rata kepada semua orang yang percaya</b>.<b> </b>Roma 3:22 mengatakan, “kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.” Hanya ada satu jenis kebenaran yang sempurna, yang tidak dapat diperbaiki. Jadi tidak ada perbedaan diantara orang “kudus” yang menurut orang Katolik memiliki lebih banyak kebenaran untuk masuk ke surga daripada orang biasa yang percaya. Jadi Luther menolak “tempat penyucian”itu karena itu berdasarkan kepercayaan bahwa orang kudus memiliki lebih banyak kebenaran daripada yang lain.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada <b>imamat</b> orang percaya. Di tahun 1521 pada Hari Natal, sesuatu yang baru terjadi di gereja. Pertama semua liturgi ada di dalam bahasa Jerman daripada bahasa Latin. Untuk pertama kalinya mereka mendengar sesuatu yang mereka dapat mengerti. Dan untuk pertama kalinya mereka dapat mengikuti bersama Perjamuan Kudus. 1 Petrus 2:9 mengatakan, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” Sekarang semua orang percaya, bukan saja pastor atau imam, memiliki akses yang sama kepada Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Luther bersembunyi di sebuah kastil selama 10 bulan karena orang Katolik telah menetapkan harga uang untuk kepalanya, dan disitu dia menterjemahkan Alkitab itu ke dalam bahasa Jerman. Dia melakukan seluruh Perjanjian Baru dalam waktu 20 minggu. Akhirnya dia menterjemahkan Perjanjian Lama dan itu butuh waktu bertahun-tahun. Dia ingin supaya orang biasa dapat membaca Alkitab. Lihatlah impak itu, berabad-abad kemudian orang-orang dapat membacakan Alkitab itu kepada anak-anak mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terakhir, kebenaran Allah diberikan kepada kami <b>secara permanen</b>. Kapan Luther sebenarnya diselamatkan? Yesus mengatakan kita harus lahir baru untuk masuk kedalam Kerajaan Allah. Apakah itu terjadi waktu dia dibaptis? Tidak, pembaptisan tidak menyelamatkan. Apakah itu terjadi waktu dia mengaku dosa-dosanya? Tidak. Sebagai orang Kristen kita harus mengaku dosa-dosa kita, namun itu tidak menyebabkan kita menjadi orang Kristen. Kita memerlukan satu perbuatan yang secara permanen menyelesaikan hubungan kita dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita <b>lahir baru</b>, kita menjadi anggota keluarga Allah. Ibrani 10:11-14 mengatakan, “Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. 12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, 13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. 14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengorbanan tunggal itu sudah cukup dan ketika Amda percaya Yesus, semua dosa-dosa masa lalu, sekarang dan masa depan diampuni. Kematian Yesus di kayu salib begitu diterima Allah, sehingga jika Anda percaya Dia, Anda menjadi anak Allah untuk selama-lamanya. Nah dalam konteks ini, pengakuan dosa sangat penting karena itu menjaga hubungan pribadi kita dengan Allah. Status kita terjamin namun kita harus memelihara hubungan berkat dengan Allah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu tidak berarti bahwa Anda sekarang dapat berbuat dosa tanpa ada hukuman. Jika Anda benar-benar percaya dan Allah telah memberikan Anda hati yang baru, maka Anda secara otomatis tidak akan memikir seperti itu. Anda ingin melayani Allah sebaik kemampuan Anda. Dan itu bebas jika kita percaya di <b>dalam Kristus saja</b>, bukan dalam Kristus ditambah usaha kita, bukan di dalam Kristus ditambah apapun juga. Perbuatan baik mengalir dari hubungan kita dengan Kristus, namun bukan itu alasan untuk diselamatkan. Jasa Yesus saja adalah lengkap dan total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda rela untuk menerima Dia ke dalam hatimu dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan raja hidupmu sama seperti Luther melakukan 500 tahun yang lalu? Jika Anda siap, berdoalah di dalam hatimu bersama saya, karena ini adalah hanya diantara Anda dan Allah, “Allah Bapa yang Mahakuasa, datanglah kedalam hatiku dan ampunilah dosa-dosaku. Saya tahu saya orang berdosa. Saya ingin Engkau membersihkan aku dan saya tahu Engkau mati bagi saya dan Engkau telah membayar hukuman saya, terimakasih atas anugerah-Mu Tuhan Yesus. Amin”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berdoa itu dengan tulus hati, Allah mengatakan bahwa Anda telah berubah dari kegelapan menjadi terang. Roma 10:9 mengatakan, “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Puji Tuhan.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Aug 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170820</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/6bg1io69</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Anda telah menerima Roh Kudus?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_27ycj5yt"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+19:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 19:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami percaya ada dua hal yang menyebabkan gereja itu menjadi seperti seharusnya. Nomor satu, harus ada kasih alkitabiah yang jujur dan juga harus ada doktrin yang benar. Jadi komitmen kami bukan saja mengasihi jemaat dan melakukan pelayanan karunia roh dan bersekutu satu sama lain, melainkan juga secara sistematis mengajarkan Alkitab ayat demi ayat.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul adalah catatan sejarah gereja mula-mula sejak hari Pentakosta selama tahun-tahun awal itu. Dan sekarang di KPR 18 kami belajar tentang suatu pesan yang ada tiga bagian. Kami mempelajari bagaimana seseorang berubah dari Yudaisme kepada Yesus. Dan di KPR 18:18 Roh Kudus memberikan kami tiga kejadian yang mengilustrasikan transisi itu dari Yudaisme ke Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Kekristenan didirikan dan sebuah Perjanjian Baru diperkenalkan, ada banyak orang Yahudi yang mengalami kesulitan untuk melakukan transisi itu secara cepat. Jadi ada banyak orang yang masih dalam transisi, yang datang kepada Yesus Kristus dari Yudaisme. Nah sekarang dalam pelajaran kami, kami melihat rasul Paulus, meskipun dia orang yang percaya sepenuhnya, masih mengambil sumpah Nazar yang hanya ada di Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Paulus juga ada dalam transisi. Kemudian kami telah mempelajari Apolos di ayat 24-28. Disini kita bertemu dengan murid Yohanes Pembaptis, nabi Perjanjian Lama terakhir. Pria yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias namun yang tidak mengerti kayu salib dan yang tidak mengerti Kebangkitan itu. Yohanes Pembaptis hanya tahu bahwa Yesus adalah Mesias dan tidak tahu semua pekerjaan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kami datang kepada bagian ketiga dari pelajaran kami di KPR 19:1-7 dimana kami bertemu dengan kelompok duabelas orang yang juga berada dalam transisi. Ingatlah bahwa keseluruhan Yudiasme mempengaruhi kehidupan mereka. Kekristenan datang masuk dan untuk melakukan semua penyesuaian itu, itu butuh waktu. Dalam beberapa kasus seperti Paulus, dia tidak bisa langsung melepaskan beberapa pola lama. Dan orang seperti Apolos masih belum mengenal seluruh Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Roh Kudus harus menuntun mereka secara individu untuk membawa mereka pada pemahaman penuh tentang Kristus dan Kekristenan. Nah diskusi kunci kami malam ini diambil dari suatu kejadian yang kita semua menghadapi dalam Kekristenan. Dan itulah pertanyaan di <b>KPR 19:2</b> dimana Paulus menanyakan, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang hidup dalam zaman dimana orang-orang Pentakosta atau gerakan karismatik telah menanyakan pertanyaan ini kepada banyak orang Kristen. Pandangan yang mereka miliki adalah: bisa saja Anda orang Kristen yang masih belum memiliki Roh Kudus. Pada suatu ketika setelah penyelamatan Anda, kemudian dengan aktivitas tertentu, Anda diizinkan informasi tertentu sehingga Anda bisa menerima Roh Kudus dengan cara tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan demikian gerakan karismatik mengatakan ada perbedaan diantara memiliki Roh Kudus dan memiliki kepenuhan Roh atau Pembaptisan Roh. Namun jika Anda mengatakan setiap orang hanya menerima sebagian Roh saja, itu mengatakan pada dasarnya bahwa orang itu tidak menerima Roh sama sekali. Dan itu salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berjanji bahwa kita akan menerima Roh pada saat kita diselamatkan, yang berarti menerima Roh sebagai Roh itu ada. Dan mengambil kesimpulan bahwa Roh itu datang sebagian saja dan kemudian sepenuhnya, itu tidak alkitabiah. 1 Korintus 12:13 mengatakan, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang mengatakan, “Iya kami menerima Yesus sebagai Juruselamat namun bukan sebagai Tuhan.” Itu juga tidak akurat. Yesus adalah Tuhan yang memerintah. Dan Anda menerima-Nya sebagai apa yang Dia ada. Hal yang sama itu benar bagi Roh Kudus. Dalam penerimaan Roh Kudus tidak ada pembagian. Dengan kata lain, orang Kristen menerima Roh Kudus sepenuhnya pada saat dia diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang percaya hal utama di dunia ini adalah memuliakan Allah. Dan ketika pandangan Anda tentang Dia, atau Anak-Nya atau Roh Kudus itu salah, itu mendukakan Roh Kudus. Namun kita tidak dapat menyatakan bahwa hal-hal transisi di KPR itu adalah norma untuk Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti kami telah belajar, Kisah Para Rasul itu buku transisi. Dan belajarlah hal–hal itu supaya ini menjadi alat untuk mengajar orang lain. Perjanjian Baru telah datang, sehingga perjanjian lama, seperti dikatakan di Ibrani 8:13, “telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.” Dan orang-orang datang kepada Kristus namun mereka masih mengalami kesulitan untuk melakukan transisi sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di Kisah Para Rasul ada berbagai macam transisi. Marilah kami melihat kembali teks kami dimana kami melihat ada tiga bagian dari transisi kami. Pertama Paulus dalam transisi di KPR 18:18-22. Dia masih bersumpah Nazar berdasarkan Perjanjian Lama. Dia masih tetap ingin memenuhi sumpahnya dengan cara yang benar dan dia ingin berada disitu untuk ikut pesta Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua kami melihat Apolos, seorang Yahudi yang lahir di Alexandria, seorang fasih dan terpelajar, yang hebat pengertiannya dalam Perjanjian Lama. Namun dia mengenal pembaptisan Yohanes saja yang berarti dia mengenal Yesus sebagai Mesias, namun tidak tahu tentang kayu salib dan kebangkitan-Nya. Kemudian Akwila dan Priskila menerangkannya jalan Allah yang lebih sempurna. Dan setelah itu dia kembali ke Korintus dan mengajarkan orang-orang percaya yang dulunya mulai dibawah Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kami datang kepada kelompok ketiga yang dalam transisi dan itu ada di <b>KPR 19:1-7</b>. Nah di dalam tujuh ayat ini, Allah masih berhubungan dengan pengaruh Perjanjian Lama. Keduabelas orang ini adalah orang kudus Perjanjian Lama yang masih ada dalam transisi. <b>Ayat 1</b>, “Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 18:21 Paulus mengatakan kepada orang Efesus, “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Dan Allah menghendakinya, jadi dia mulai perjalanan misinya yang ketiga, dan pergi melalui Galatia selatan dan gereja-gereja dikonfirmasi dan dikuatkan. <b>Ayat 2</b>, “Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika kami melihat kata murid, gampang untuk menyimpulkan bahwa mereka orang Kristen. Namun ayat 2 mengatakan, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Yohanes menunjukkan bahwa kita tidak dapat menentukan apakah murid itu benar-benar percaya. Yesus di Yohanes 8:31 mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Yohanes 6:66 mengatakan, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” Jadi kata murid itu hanya berarti seseorang yang sedang belajar, bukan bukti Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Asumsi orang adalah bahwa mereka orang Kristen disini karena kata ‘murid’ di Kisah Para Rasul digunakan untuk membicarakan orang Kristen. Namun disini mereka masih belum orang Kristen. Mengapa? Karena mereka tidak tahu sama sekali bahwa Roh Kudus sudah diberikan kepada orang Kristen. Orang Kristen adalah seseorang yang percaya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dan mereka tidak tahu hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b>, “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.” Di gereja mula-mula, kapan orang-orang dibaptis? Langsung setelah mereka percaya. Lihatlah KPR 2:41, “Orang percaya memberi diri dibaptis dan jumlah mereka tiga ribu jiwa.” Sepanjang KPR pembaptisan itu langsung terjadi ketika diselamatkan. Jika mereka orang Kristen karena mereka percaya karya Kristus yang sudah selesai, mereka tentu sudah tahu tentang pembaptisan dari Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang karismatik percaya bahwa ada pemberkatan kedua. Bahwa penyelamatan adalah pemberkatan pertama dan kemudian Anda menyerah nanti dan Anda mendapatkan Roh Kudus sebagai semacam pemberkatan kedua. Inilah kegagalan untuk mengenali sifat transisi Kirah Para Rasul. Kami tidak dapat mengambil pengalaman orang-orang di KPR dalam periode transisi dan menjadikan itu norma bagi gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak semua murid-murid Yohanes Pembaptis memiliki semua informasi tentang Yesus. Yohanes mengatakan bertobatlah karena kerajaan sudah dekat. Dan pada suatu hari dia melihat disekitarnya dan menyadari bahwa Yesus tidak mendirikan kerajaan, Bahkan kelihatannya Yesus di jadikan korban. Dan dia mulai menanyakan dirinya, apakah ini Mesias atau tidak?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Yohanes mendengar di penjara tentang karya Kristus, dia mengirim dua orang dari murid-muridnya untuk menanyakan apakah Dia benar-benar sang Mesias. Dan jika Yohanes sendiri memiliki pertanyaan tentang apakah Yesus Mesias atau tidak, gampang untuk dimengerti bahwa ada beberapa murid yang mungkin juga tidak mengerti banyak tentang Yesus ini. Jadi murid-murid di KPR 19 tidak mungkin memiliki pengertian penuh tentang Yesus sebagai Mesias. Jadi mereka belum menjadi orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kedua, apa yang terjadi dalam transisi belum tentu menentukan pola. Roma 8:9 mengatakan, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Tanpa Roh Kudus, Anda bukan orang Kristen. 1 Korintus 6:19 mengatakan, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan di Yehezkiel 36:26, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu.” Sekarang kredibilitas Tuhan dipertaruhkan. Dan kedua, kredibilitas Yesus juga dipertaruhkan di Yohanes 14:16-17, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Tidak ada kondisi lain, hanya doa Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah menerima Roh Kudus? Semua orang yang percaya. Anda berkata ada banyak orang yang tidak memiliki Roh Kudus. Yudas 1:19 mengatakan, “Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.” Mereka adalah pencemooh yang berjalan mengejar hawa nafsu mereka sendiri, yang bukan orang Kristen. Efesus 2:22 mengatakan, “Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di KPR 8 ada orang-orang Kristen yang belum memiliki Roh Kudus. Apakah itu masalah? Tidak, karena ini semua waktu transisi. KPR 8:14-17, “Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setiba-nya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah orang-orang Samaria dan orang Yahudi sangat membenci mereka. Nah, orang Yahudi sudah menerima Roh Kudus pada hari Pentakost. Injil sudah diberitakan di Samaria dan selama 500 tahun mereka memiliki bait suci yang berbeda. Jadi Allah dalam kebijaksanaan-Nya menahan Roh Kudus dari mereka sampai rasul-rasul Yahudi tiba disana. Dan mereka menyaksikan mereka menerima Roh Kudus dengan manisfestasi yang sama yang mereka terima di waktu Pentakosta. Dan mereka bisa menyaksikan kepada orang Yahudi di Yerusalem bahwa orang Samaria juga disatukan dengan mereka oleh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat apa yang terjadi terhadap Kornelius di KPR 10:44-45? Dia juga menerima karunia Roh Kudus dan berbahasa Roh sama seperti mereka pada hari Pentakosta dan semua orang disitu tercengang-cengang. Dan Petrus kembali ke Yerusalem dan mengatakan, orang-orang yang bukan Yahudi itu juga menerima hal yang sama seperti kita. Allah ingin supaya mereka menyaksikan hal itu sendiri. Allah tidak ingin ada perbedaan diantara orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang mencari Roh Kudus supaya mereka memiliki kuasa yang lebih besar dan mereka berpikir mereka sanggup mendapatkan-Nya, mereka melakukan hal yang sama yang dilakukan Simon, tukang sihir itu, yang ingin membeli kuasa Roh itu dan mereka akan dihukum sama seperti Petrus menghukum Simon. Ketika Anda mengambil karunia Allah dan itu digantikan menjadi sesuatu yang dapat diperoleh usaha manusia, Anda telah merusak konsep anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kembali ke <b>KPR 19:2</b>, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Mengapa dia tanya hal itu? Karena dengan jawaban mereka dia bisa menentukan apakah mereka diselamatkan. Dia mengatakan bahwa iman itu kuncinya. <b>Ayat 3</b>, “Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya Yohanes Pembaptis mengajar tentang Roh Kudus. Tetapi mereka tidak tahu bahwa Roh Kudus sudah dicurahkan. Yohanes mengatakan bahwa Roh Kudus itu akan datang. <b>Ayat 4-5</b>, “Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika seseorang tidak tahu tentang Roh Kudus, kami harus mengajarkan mereka tentang Kristus, bahwa Dia adalah sang Juruselamat. Dan di <b>ayat 6</b>, “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.” 2 Petrus 1:2-3 mengatakan, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. 3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa itu adalah kejadian terakhir kali di Perjanjian Baru dimana pada saat seseorang menumpangkan tangan Roh Kudus itu datang? <b>Ayat 7</b> hanya mengatakan, “Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.” Mengapa mereka berbahasa roh? Ada dua alasan. Satu, Allah ingin menyatukan semua orang di dalam gereja. Dan kedua, Allah tahu mereka membutuhkan keyakinan kuat bahwa Roh Kudus telah datang. Supaya orang Yahudi pun tahu bahwa Roh Kudus itu datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami bertemu dengan tiga transisi disini, pertama Paulus, kemudian Apolos dan terakhir keduabelas orang. Dan kami masih melihat ketiga kelompok sekrang juga. Kami tetap memiliki orang yang seperti Paulus masih bergantung kepada legalisme. Kemudian kami melihat orang Yahudi Kristen yang berbuah sambil berfungsi dalam tubuh Kristus daripada mempertahankan isolasi. Kemudian kami melihat orang-orang seperti Apolos, yang adalah orang yang percaya Allah namun belum mengenal Kristus. Saya harap Anda tidak ada dalam transisi, namun telah tiba kepada kepenuhan dalam mengalami segala sesuatu yang telah disediakan Allah untuk Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Aug 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170813</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/27ycj5yt</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memberi Makan Ajaib]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_9o8cnmbw"><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+14:13-22" target="_blank" class="imCssLink">Matius 14:13-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"> <br></span></div></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:13-22 mencatat titik tinggi di dalam pelayanan Tuhan kita Yesus Kristus. Mujizat tertentu mengenai pemberian makanan kepada 5000 ini adalah mujizat satu-satunya yang terdapat di dalam semua penulis Injil: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Jadi kita menyimpulkan bahwa ini kwalitas unik sekali. Setiap penulis bukan saja memasukkan mujizat ini namun juga menempatkannya pada puncak kehidupan dan pelayanan Tuhan kita.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Tuhan kita mulai pelayanan-Nya di Galilea, Dia berusaha bertemu dengan banyak orang di kota-kota; Dia berusaha untuk memperkenalkan nama-Nya, untuk menunjukkan kuasa-Nya melalui mujizat-mujizat. Dia berusaha mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah dan Surga. Dia ingin menyatakan diri-Nya sebagai Raja yang menawarkan mereka satu Kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga tahu bahwa kepemimpinan agama telah menolak-Nya. Dan semakin orang tahu siapakah Tuhan kita semakin kebencian itu meningkat. Dan saat kita tiba kepada mujizat tertentu ini, popularitas-Nya mencapai puncaknya. Bahkan akibat mujizat ini masyarakat umum di Galilea ingin memaksakan Dia menjadi raja. Mereka kagum kepada-Nya dan ingin mengikuti-Nya, inilah puncaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini juga saatnya Dia mulai mengundurkan diri, karena baru sebelum titik tinggi ini telah ada pembunuhan Yohanes Pembaptis. Jadi bukan saja ada permusuhan agama dari orang-orang Farisi namun juga ada permusuhan politik juga. Herodes, penguasa bawahan itu, merasa sangat terancam oleh Tuhan Yesus, sama seperti dengan Yohanes Pembaptis. Jadi karena semua permusuhan itu dari pemimpin-pemimpin agama dan politik, setelah mujizat ini Tuhan mulai mengundurkan diri-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama kita meneruskan ini, karena ini adalah tahun terakhir dalam kehidupan-Nya di bumi, Dia meluangkan waktunya terutama dengan Keduabelas, mempersiapkan mereka untuk apa yang akan terjadi dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya dan mempersiapkan mereka untuk apa yang mereka harus lakukan, karena mereka adalah fondasi pembangunan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua mulai di <b>Matius 14:13</b>, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.” Cukup sulit untuk mencari tempat pribadi di Galilea; daerah itu agak kecil: panjangnya 80 kilometer dan lebarnya 40 kilometer dan ada 204 kota dengan setidaknya 15.000 orang. Jadi daerah itu sangat padat. Namun Tuhan kita menemukan tempat tenang dan Dia pergi secara pribadi kesana naik perahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 9:10 mengatakan Dia pergi ke tempat bernama Betsaida atau Betesda. Sebenarnya ada dua tempat yang dinamakan seperti itu, yang satu di pantai timur laut Galilea dan yang satu lagi di pantai sebelah barat. Yang dipantai timur dinamakan Betsaida Julia karena nama itu diberi oleh Filipus, penguasa seperempat, sesuai dengan putrinya Kaisar Agustus. Lukas mengatakan Dia menuju kesitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kira-kira dua kilometer disebelah selatan kota itu ada lereng bukit berumput yang berlanjut dari dataran di tepi Laut Galilea ke sebuah gunung yang tinggi. Yesus bersama murid-murid-Nya keluar dari perahu kecil itu dan naik lereng itu untuk mencari tempat dibawah pohon-pohon di sebelah atas itu. Namun keinginan-Nya untuk meluangkan waktu tersendiri dengan murid-murid-Nya disingkirkan oleh kebutuhan orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 13</b> meneruskan, “Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.” Orang-orang dari beberapa kota di dekat daerah itu mulai keluar dan menjadi massa kemanusiaan yang semakin besar yang berjalan dari sebelah utara Laut Galilea ke tempatnya mereka tahu Yesus sedang pergi dalam perahu kecil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 6:33 mengatakan bahwa ada beberapa orang yang sudah tiba disitu ketika Dia datang, yaitu mereka yang cepat, yang lari. Orang-orang lumpuh, buta dan yang sakit yang datang untuk disembuhkan pasti datang jauh lebih lama sesudahnya. Jadi meskipun ada orang yang telah datang sebelumnya, Dia pergi melampaui mereka ke gunung untuk bersama dengan Keduabelas murid untuk waktu tenang dan menyendiri. Namun kerumunan orang semakin banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 6:2-4 memberitahukan kita mengapa, “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. <sup>3 </sup>Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. <sup>4</sup> Dan perayaan Pelewatan, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.” Jadi disitu pasti juga ada orang-orang bukan saja dari kota-kota dan desa-desa, namun juga peziarah dalam perjalanan ke perayaan Pelewatan yang menambahkan kepada orang banyak itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terus terang, majoritas orang mencari-Nya, bukan karena mereka percaya apa yang Dia katakan, dan bukan karena mereka menyembah dan mau memuliakan-Nya, namun karena mereka telah mendengar tentang penyakit-penyakit yang disembuhkan-Nya dan mereka ingin menyaksikan dari jarak dekat semua kejadian luar biasa itu, dan mungkin mereka dapat disembuhkan dari penyakit mereka sendiri, namun paling tidak mereka terpesona oleh hal-hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para penonton sekarang sudah banyak sekali. Ayat 21 mengatakan jumlahnya 5.000 pria. Tentulah ada paling tidak 5.000 wanita bersama mereka dan kemungkinan besar bahkan lebih banyak dari itu, karena banyak perempuan tertarik secara khusus kepada Kristus. Ditambah itu pasti ada banyak anak-anak. Di zaman itu keluarga besar dengan banyak anak-anak sudah lazim, jadi kemungkinan besar ada kira-kira 25.000 orang disana dan mungkin saja jumlah itu masih konservatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Matius 14:14</b> mengatakan, “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.” Yesus bisa merasakan kesakitan mereka, Dia merasa luka mereka, Dia merasa kebutuhan mereka. Itu berarti hati-Nya tergerak oleh mereka. Yesus Kristus, meskipun Allah, penuh semangat dan sanggup merasakan kesakitan itu di dalam hati-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah sifat Allah dimana hatinya tergerak oleh mereka yang membutuhkan. Ini bukan berdasarkan mereka akan merespon atau membalas budi dengan kepercayaan; ini adalah hati Allah yang tergerak oleh semua orang dalam kesusahan. Karena itu di Matius 10, Tuhan mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan memberi mereka kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia bisa saja mendemonstrasikan kuasa ilahi-Nya dengan memberikan mereka kemampuan untuk melompat gedung tinggi atau berjalan diatas air atau menciptakan makanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya Dia memberi mereka kemampuan untuk menyembuhkan penyakit adalah karena hati Allah tergerak oleh mereka yang luka. Alkitab mengatakan di ayat 14 bahwa Dia menyembuhkan penyakit mereka. Dia menyingkirkan istirahat-Nya, penyegaran dan waktu prioritas bersama murid-Nya. Allah tidak pernah terlalu sibuk dalam mengatur semesta alam dan semua hal-hal “besar” dari rencana-Nya, dan Dia dapat menyingkirkan itu semua untuk menolong seseorang dengan kebutuhan yang minta tolong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>Matius 14:15</b> kita baca, “Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Murid-murid Yesus sangat prihatin dengan masalah kelaparan orang banyak ini, namun itu tidak terlihat dari versi Matius tentang kejadian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Diantara ayat 14 dan ayat 15 ada selingan, jadi marilah kita melihat sebentar Yohanes 6:5, “Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Dan Markus dan Lukas menambahkan bahwa Yesus bukan saja menyembuhkan mereka namun Dia juga mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah. Namun sebelumnya Dia mulai hal itu, Dia menanam suatu pertanyaan di dalam pikiran Filipus: dimana kita akan pergi untuk membeli roti untuk makanan orang-orang ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada berbagai alasan mengapa Yesus minta hal itu dari Filipus. Nomor satu adalah karena Filipus berasal dari daerah itu dan kemungkinan besar dia tahu dimana ada makanan sebegitu banyak yang dapat dibeli. Kedua, Dia menanyakan Filipus, kata Yohanes 6:6, untuk mencobainya. Filipus sama seperti kebanyakan kita – dia membutuhkan waktu lama untuk mengerti. Di Yohanes 14:8-9 Filipus bertanya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Filipus berbicara ke sebelas murid yang lain dan mengatakan, “Hai kalian, kami perlu mencari jalan untuk memberi makanan kepada semua orang ini.” Mereka memikirkan itu sepanjang hari dan tetap tidak ada jalan keluar. Bahkan Filipus mengatakan, kami ada 200 denari, yang sama dengan gaji seseorang selama 200 hari dan mungkin itu ada di dalam perbendaharaan mereka untuk menutupi keperluan mereka sehari-hari. Dia mengatakan, “inilah saja yang kami miliki dan bagaimanapun juga itu tidak akan cukup.” Jadi mereka tidak memiliki sumber daya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Andreas datang dan berkata, “Tuhan, aku telah menanyakan semua orang dan yang ada hanya anak ini dengan lima roti barley dan dua ikan.” Barley adalah gandum termurah, dan semakin miskin orang itu, semakin besar mereka memakai gandum barley untuk membikin kueh roti kecil. Dan biasanya mereka mengambil ikan dan itu dibikin seperti acar, dan mereka memakannya bersama roti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya malam datang dan mereka masih belum ada solusi. Orang Yahudi memiliki dua macam malam hari, yang pertama adalah dari jam 3 – 6 sore, dan yang kedua adalah dari jam 6-9 malam. <b>Matius 14:15</b> mengatakan, “Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Itulah solusi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Matius 14:16</b>, “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Iya pastilah. Mereka berpikir, “Kami tidak ada makanan.” Yesus tahu hal itu, jadi mengapa Dia mengatakan itu? Ini sederhana sekali. Yesus ingin supaya mereka mengaku bahwa mereka tidak memiliki makanan sama sekali. Kita adalah manusia yang tanpa Yesus tidak memiliki sumber daya apapun juga. Dan pada saat kita mengaku hal itu Dia akan menolong kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka berkata, “Kami hanya ada lima roti dan dua ikan.” Itu saja. Bagaimana mungkin itu cukup untuk 25.000 orang? Mereka bingung, dan sangat penting mereka menyadari, “Kita tidak memiliki apa-apa dan kita tidak dapat melakukan apa-apa.” Itulah pelajaran rohani besar bagi semua orang yang melayani Allah, kita tidak memiliki apa-apa dan kita tidak berdaya sama seperti mereka yang tidak dapat melakukan apa-apa juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita tiba pada bagian agung dari kisah ini. Di <b>Matius 14:18</b> Yesus berkata, "Bawalah ke mari roti dan ikan itu kepada-Ku.” Sekarang, seolah-olah Dia berkata kepada mereka, kalian tidak memiliki apapun, namun apa yang kalian miliki, berikanlah itu kepada-Ku supaya Aku dapat memakainya untuk mentransformasikan semuanya itu. Bayangkan mereka hanya dapat melihat saja dan bertanya-tanya dalam hati mereka, apa sih yang akan terjadi selanjutnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 19</b>, Yesus melakukan sesuatu yang aneh. Dia memerintah supaya orang banyak itu duduk di rumput. Ini musim semi tahun itu dan rumput sudah hijau. Ini tempat yang indah, pantai timur Laut Galilea. Rumput yang turun ke pedataran di tepi laut itu memang tempat yang indah untuk duduk, dan matahari akan terbenam di sebelah barat dan ombak-ombak kecil terlihat ketika angin meniup atas Laut di malam hari. Udaranya sejuk dan mereka akan adakan piknik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus memberitahukan kita bahwa Tuhan menyuruh mereka supaya orang-orang itu dipisahkan duduk dalam kelompok 50 dan 100 orang dengan lorong diantara mereka, supaya murid-murid bisa melayani mereka. Tentu saja para murid menaati Tuhan, tetapi mereka tetap tidak mengerti apa-apa. Mereka masih tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka semua duduk teratur siap untuk dilayani. Kemudian yang lebih menarik lagi di ayat 19, “Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan di Matius, “Dia mengucap berkat” dan di Yohanes 6:11 Dia mengatakan, “mengucap syukur,” oleh karena itu kita dapat menyimpulkan bahwa mengucap syukur kepada Allah dan mengucap berkat kepada Allah adalah sama. Ayat 19 teruskan, “lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.” Mujizatnya hampir tidak kelihatan, benar? Disitu tidak dikatakan Dia naik ke atas gunung dan berteriak, “Makanan!” atau bahwa ada gempa bumi. Dia hanya mulai membagikan roti dan ikan dan itu tidak pernah berhenti; Dia terus saja menciptakan makanan baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasti rasanya enak sekali, karena itu belum pernah dikenakan dosa. Itu roti dan ikan yang terbaik yang mereka pernah makan, dan itu tidak berhenti. Mungkin Anda berkata, “Berapa banyak diciptakan disitu?” Coba lihat <b>ayat 20</b>, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Ini adalah gambaran Allah. Yang diberikan tepat sama dengan apa yang dibutuhkan. Inilah konsep kelimpahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja ada sisa. Ketika mereka telah mengumpulkan semua potongan roti sisa, ada 12 bakul penuh. Ada juga duabelas murid. Wah luar biasa. Sehebatnya kemampuan untuk menciptakan adalah kemampuan untuk menciptakan persis jumlah yang memuaskan semua orang dengan tepat dan ada tepat duabelas baku sisa untuk para murid. Allah tidak pernah menyia-yiakan mujizat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah reaksi orang-orang? <b>Ayat 21</b> mengatakan, “Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.” Yohanes 6 mengatakan bahwa mereka mencoba untuk menjadikan-Nya raja. Bukan saja Dia dapat menyembuhkan mereka dari segala penyakit mereka, namun Dia juga memberikan mereka makanan yang paling enak yang pernah ada. Dia haruslah menjadi raja mereka, jadi keinginan politik mereka mencapai puncaknya, mereka mencoba untuk memaksakan hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b> mengatakan bahwa, “Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu,” yang berarti bahwa mereka tidak setuju. Mereka tidak mau meninggalkan-Nya sendirian, “dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.” <b>Ayat 23</b> mengatakan, “Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” Jadi apakah ajaran Allah bagi kita semua?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Pertama</b>, Dia mengajar tentang belas kasihan untuk orang-orang yang membutuhkannya, dan memperlihatkan mereka hati Allah yang bukan saja menyediakan untuk kebutuhan rohani, namun juga memberi bagi kebutuhan jasmani. <b>Kedua</b>, Dia kemudian mengajarkan kita untuk mengorbankan istirahat dan libur untuk memenuhi kebutuhan orang lain. <b>Ketiga</b>, Dia mengajarkan bahwa disamping menolong memenuhi kebutuhan jasmani, kita juga harus mengajar kebenaran Kerajaan. Ketika kita menolong orang sakit atau yang hatinya luka, tujuannya adalah untuk memperkenalkan mereka kepada Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran <b>keempat</b> adalah untuk belajar menaati meskipun Anda tidak mengerti mengapa. Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mengerti, tetap saja lakukanlah itu, karena sesuatu yang indah akan terjadi. Nomor <b>lima</b>, lakukanlah hal dengan cara teratur. Allah adalah Allah yang teratur, lihatlah alam, semua tercipta secara teratur, setiap ciptaan sempurna dalam caranya bertumbuh, bergerak dan setiap detail ada supaya dapat berfungsi dalam urutan yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran <b>keenam</b> adalah bahwa pelayanan adalah melayani orang lain, bukan melayani diri sendiri. Jesus mengatakan, “Berikanlah semua yang ada padamu, dan marilah kita memberikannya kepada mereka.” Murid-murid tidak makan sendiri, hanya setelah mereka memberi makan kepada semua orang lain, baru mereka makan. Kita dipanggil untuk memelihara orang lain dulu, dan Allah akan pasti memelihara kita juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor <b>tujuh</b> adalah belajar membagikan kepada mereka yang tidak punya. Dari segala berkat-berkat-Nya, kita harus membagi berkat kepada orang lain, dan dengan cara itu kita memberkati Allah. Dia telah memberikan kita waktu; dan Dia ingin ada hasilnya. Dia telah memberikan kita talenta, buah Roh, uang, harta milik dan semua itu datang dari tangan penciptaan-Nya. Dia minta supaya kita membagikan itu kepada orang lain, itu artinya penatagunaan atau pengelolaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajaran <b>kedelapan</b> adalah untuk belajar percaya kuasa Allah untuk menyediakan apa yang kelihatannya mustahil. Pikirkanlah itu dalam hal pelayanan. Kita bertanggung jawab untuk memberi makanan rohani kepada orang lain, untuk mewakili Kristus hari demi hari, untuk berada diantara Dia dan dunia, dan untuk memberi makanan rohani kepada gereja. Saya pribadi tidak memiliki apa-apa dan saya tidak mampu mendapatkannya dalam kekuatanku sendiri, dan karena itu saya bergantung kepada Dia untuk menyediakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajaran <b>kesembilan</b> adalah untuk mulai dengan apa yang kita miliki sendiri, tidak masalah itu kecil sekali. Yang kecil menjadi besar ketika itu ditempatkan di dalam tangan Allah. Allah sering memakai hal-hal kecil; Dia memakai tangisan bayi untuk mengerakkan hati putri Firaun. Dia memakai tongkat gembala untuk mengerjakan mujizat-mujizat luar biasa di Mesir. Dia memakai batu licin dan umban untuk mengalahkan negara. Yesus suka orang yang lemah, karena dengan cara itu ketika ada kejadian luar biasa, kita tahu bahwa itu semua oleh karena kuasa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran adalah bahwa Allah ingin memelihara orang melalui Anda. Ketika Dia mengambil roti dan ikan kecil itu dan memecahkannya, Dia memberikan itu kepada murid-murid-Nya. Mereka berdiri diantara Dia dan orang banyak. Kita sekarang berdiri diantara Yesus dan orang banyak dan Allah ingin memberi makan orang banyak melalui kita. Dan itu bergantung kepada kesediaan Anda dan hati pelayanan Anda, benar? Itulah ajaran rohani penting bagi setiap orang di generasi ini. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Aug 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170806</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/9o8cnmbw</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerajaan dibandingkan Dunia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_7n13ofso"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:24-30,36-43" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:24-30, 36-43</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita sekarang mempelajari Matius 13, saya harap Anda siap dengan Alkitab Anda dan pikiranmu terbuka dan hatimu sedia untuk Tuhan karena kita ada hal-hal besar yang Allah akan memperlihatkan kepada kita sewaktu kita melihat perumpamaan tentang gandum dan lalang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa Tuhan adalah Raja dunia. Dan didalam kerajaan itu, Tuhan Yesus mengizinkan Iblis kebebasan yang terbatas. Dan Dia juga mengizinkan pendosa-pendosa sejumlah kebebasan. Namun Dia tetap Raja diatas segalanya dan Dia tetap berkuasa. Jadi di setiap fase sejarah manusia ada beberapa tanda tentang kekuasaan dari Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada awalnya Allah menyampaikan aturan-Nya melalui Adam di dunia. Kemudian ada leluhur, kemudian raja-raja, kemudian imam-imam dan nabi-nabi dan kemudian Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan kemudian Allah menyampaikan kehendak-Nya dan kuasa-Nya melalui para Rasul di gereja mula-mula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan datang di masa depan dimana Allah akan sekali lagi menyampaikan kuasa-Nya ke bumi melalui Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan mulia yang kita kenal sebagai kerajaan seribu tahun. Dan kemudian akhirnya surga dan bumi akan menjadi satu sebagai kerajaan kekal di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada satu periode yang ketinggalan ketika kita menghitung periode-periode itu yaitu periode sejak penolakan Kristus sampai kepada kedatangan-Nya kembali, yaitu zaman dimana kita hidup sekarang. Ini juga suatu bentuk kerajaan-Nya. Alkitab menentukan ini di Perjanjian Baru sebagai bentuk misteri yang tidak kelihatan di Perjanjian Lama. Kita sekarang hidup di zaman itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus di dalam Matius 13 memberitahukan kita keadaannya ini seperti apa. Dia mendefinisikan hal itu dalam tujuh perumpamaan, karakternya, batasnya, nilainya dan akhirnya periode ini yang dikenal sebagai bentuk misteri kerajaan. Allah menyampaikan kuasa-Nya di dunia sekarang melalui gereja-Nya, melalui orang-orang percaya yang didiami Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, murid-murid-Nya tidak tahu ada periode waktu ini sama seperti nabi-nabi tua yang juga tidak tahu. Jadi ketika Mesias datang, mereka memikir Dia langsung akan mendirikan kerajaan-Nya dan semua pemberontak dan yang tidak percaya akan dimusnahkan dan kekudusan dan kebenaran akan memenuhi bumi dan kerajaan yang dinubuatkan nabi-nabi akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan setelah Yesus mati di kayu salib, mereka masih ingin tahu tentang kerajaan. Dan itu menyebabkan mereka menanyakan-Nya di Kisah Para Rasul 1: 6-7, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Israel</st1:country-region></st1:place>?” <sup>7 </sup>“Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Itu bukan urusan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan itu akan datang, kata malaikat, namun tidak akan datang sampai Dia datang kembali dalam kepenuhan-Nya. Kerajaan mulia dan benar, kerajaan dimana Tuhan Yesus memerintah dengan tongkat besi dan tidak membiarkan ada kejahatan, kerajaan itu yang diantisipasi para nabi, menunggukan kedatangan-Nya. Namun sementara itu ada bentuk kerajaan yang digambarkan sebagai misteri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai memberitakan mereka perumamaan-perumpamaan disini di Matius 13 untuk menolong mereka mengerti sifat periode ini dimana kita hidup. Dan Dia mulai menggambarkan hal itu kepada mereka dan pertama ada perumpamaan tanah. Dia mengatakan ada empat macam tanah, tanah keras, tanah berbatu, dan kemudian tanah bersemak duri, kemudian yang keempat tanah yang baik yang menghasilkan buah nyata. Dalam zaman kerajaan sekarang ini, tidak semua orang percaya dan menghasilkan buah kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Yohanes Pembaptis, pendahulu langsung Yesus Kristus, tidak melihat masa transisi ini. Disini Yohanes Pembaptis mengatakan – Ketika Dia datang akan ada api dan semua sekam akan dibakar-Nya dan hanya gandum akan dipelihara. Dan semua ini juga didasarkan perkataan nabi-nabi Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan Yesus perlu menjelaskan kepada mereka apa yang Dia akan lakukan dengan orang-orang yang tidak percaya yang ada di dunia selama bentuk misteri kerajaan ini. Dan Dia menjelaskan hal itu dalam perumpamaan kedua sekarang ini. Dia menjawab pertanyaan mereka dengan perumpamaan yang mulai di Matius 13:24 dan yang dinamakan perumpamaan tentang gandum dan lalang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Matius 13:24-30</b>, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. <sup>25</sup> Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. <sup>26</sup> Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. <sup>27</sup> Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? <sup>28</sup> Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? <sup>29</sup> Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. <sup>30</sup> Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat apakah yang diajarkan setiap ayat. <b>Ayat 24,</b> “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” Jadi ini semua tentang kerajaan Sorga atau kerajaan Allah. Allah memerintah Kerajaan itu dari surga. Ini membicarakan bentuk misteri, yaitu waktu sejak Yesus dan zaman sekarang dan bahkan zaman seribu tahun nanti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di <b>ayat 25</b>, “Tetapi pada waktu semua orang tidur,” dan ini menunjukkan bahwa ada banyak orang yang membantunya dengan menabur. Dan mereka tidur karena sudah malam hari dan orang yang bekerja keras berhak untuk menikmati tidurnya. Jadi musuh ini datang dan menabur benih lalang diantara gandum itu. Musuh itu menabur di semua tempat lalu dia pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>ayat 26</b> mengatakan, “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.” Sudah nyata pada suatu ketika dalam pertumbuhan itu bahwa ini bukan gandum. <b>Ayat 27</b>, “Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka terkejut. Mereka tidak akan terkejut jika hanya ada beberapa lalang saja karena biasanya selalu ada sedikit lalang diantara gandum yang mereka harus menangani, namun mereka terkejut karena seluruh ladang penuh lalang. Dan <b>di ayat 28</b>, “Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita dapat melihat lalang itu karena kepalanya sudah matang dan kita dapat membedakannya sekarang. Jadi mereka berkata, Kita sekarang dapat melihat perbedaannya, kita akan pergi ke ladang itu dan mencabut semua lalang itu. <b>Ayat 29</b>, “Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.” Yesus berkata, “Janganlah melakukan apa-apa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 30</b>, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu Aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Nah, begitulah kisahnya. Cerita yang sangat sederhana yang gampang dimengerti. Namun apakah artinya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, setelah Dia memberikan beberapa perumpamaan lagi, waktunya tiba untk menjelaskan perumpamaan itu, dan kita telah belajar dari injil lain bahwa Dia menerangkannya semua perumpamaan itu karena mereka tidak dapat mengertinya sendirian. Jadi di <b>ayat-ayat 36-43</b> Yesus menerangkannya. <b>Ayat 36</b>, “Yesus pertama meninggalkan orang banyak itu.” Itu penting sekali karena Dia hanya ingin bersama murid-murid-Nya saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 36</b> meneruskan, “dan masuk kedalam rumah.” Kemungkinan besar itu rumah Simon Petrus di Kapernaum. Dan“murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Mereka ingin tahu hal itu. Dan begitulah keadaannya sekarang. Allah hanya mengungkapkan kebenaran-Nya kepada mereka yang menjadi milik-Nya dan Dia menjawab pertanyaan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menjelaskan apa yang akan terjadi dengan lalang itu, yang bukan gandum. <b>Ayat 37</b>, “Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak manusia.” Nah Kristus adalah Anak manusia, gelar umum bagi Dia sendiri. Dan Dia memakainya karena nama itu mengidentifikasikan diri-Nya dengan inkarnasi-Nya, dengan kemanusiaan-Nya. Namun itu juga nama Mesias. Di Daniel 7:13 Mesias sendiri dinamakan Anak manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 38</b>, “Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.” Jadi Tuhan menabur benih yang baik di dunia, yang adalah ladang-Nya. Ini milik-Nya. Dia adalah Raja dunia. Dia memegang di dalam tangan-Nya akta milik meskipun Dia masih belum benar-benar mengklaimnya penuh seperti yang akan Dia lakukan di Wahyu 6 ketika Ia membukakan gulungan kitab yang adalah akte milik dunia dan mengambil kembali dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang ditabur Yesus? Yang dikatakan adalah benih baik itu adalah anak-anak kerajaan. Ini berarti bahwa Tuhan menempatkan anak-anak kerajaan di dalam dunia. Kebanyakan komentator mengatakan bahwa ladang itu adalah gereja dan disitulah gandum dan lalang bertumbuh bersama. Namun Yesus mengatakan di ayat 38 bahwa ladang itu adalah dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah dikatakan disini? Allah menabur anak-anak kerajaan-Nya diseluruh dunia. Jadi ada orang-orang percaya yang telah ditanam di seluruh dunia. Ini adalah gambar gereja di dunia. Kita telah ditempatkan di dalam sistim dunia. Kita tidak dipanggil untuk menyendiri. Kita disini bukan kebetulan, kita telah ditempatkan disini khususnya oleh Tuhan, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, kita telah ditempatkan disini <b>supaya kita menjadi dewasa oleh karena masalah-masalah dunia yang diberikan kepada kita</b>, benar? 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Dan Tuhan akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Yohanes 16:33 mengatakan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Jadi Tuhan menanam kita dimana-mana supaya kita dapat berkembang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menanam kita disini <b>supaya kita dapat mempengaruhi dunia</b>. Apakah Anda menyadari bahwa semua orang yang sekarang gandum dulunya lalang? Kita semua jahat sebelumnya kita dirubah, benar? Jadi Tuhan menempatkan kita di Denver bukan saja untuk menjadi dewasa oleh tekanan akibat menjadi Kristen, namun juga untuk mempengaruhi orang lain supaya mereka menjadi pengikut Yesus seperti kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penebusan kita harus bekerja dan karena itu Yesus mengatakan di Yohanes 17:15, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang si Jahat.” Janganlah kita diambil dari dunia, kita memang seharusnya berada di dunia. Hanya ada dua macam orang di dunia, anak-anak kerajaan dan anak-anak si Jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 8:44 Yesus mengatakan kepada pemimpin-pemimpin <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Israel</st1:country-region></st1:place>, “Iblislah yang adalah bapamu.” Di 1 Yohanes 3, Yohanes membandingkan anak-anak Allah dengan anak-anak Iblis karena hanya ada dua jenis manusia saja. Asal kejahatan adalah dari si Jahat, Allah bukan pencipta kejahatan. Kejahatan itu datang dari si Jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebaikan dan kejahatan tercampur di dunia. Inilah keadaannya di masa lalu dan beginilah keadaannya di zaman kerajaan misteri. Iblis sekarang telah menempatkan malaikat-malaikatnya yang jatuh dimana-mana. Bahkan di beberapa bagian dunia mereka begitu banyak sehingga sulit untuk menemukan gandum disitu. Dan dia ingin menabur mereka sedekat mungkin dengan gandum. Dan dia juga menabur mereka di dalam gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 7:21-23 dikatakan, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. <sup>22</sup> Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? <sup>23</sup> Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Inilah semua orang-orang gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita tiba di <b>ayat 39</b>, ini sangat penting, “Waktu menuai ialah akhir zaman.” Yesus mengatakan jika Anda mencoba menghakimi dunia tanpa wawasan ilahi, Anda akhirnya akan menyalahkan orang Kristen. Tahukah Anda bahwa gereja telah melakukan itu sepanjang sejarah? Bukan itulah tugas gereja untuk berkeliling dan mencabut lalang. Janganlah kita menyerang dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah sikap Tuhan Yesus Kristus terhadap orang-orang itu? Yesus memperlakukan mereka dengan kerendahan hati, kasih dan baik hati, benar? Bagaimana Dia memperlakukan Yudas? Yudas ada disitu bersama Dia dan Dia tidak memusnahkannya dengan api. Dia penuh anugerah, dan inilah waktu kasih karunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, Tuhan tahu berapa banyak orang termasuk kerajaan. Janganlah kita berdoa supaya Allah memusnahkan mereka. Kita harus berdoa supaya Allah menyelamatkan mereka, supaya Dia menebus mereka. Hanya itulah sikap yang benar. Itulah sikap Tuhan Yesus Kristus pada malam Dia dikhianati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada klimaks di <b>ayat 39</b>, “Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.” Dengarkanlah para penuai adalah malaikat yang dipanggil Allah. Orang Kristen dipanggil untuk mempengaruhi orang dengan kebenaran. Kita bukan dipanggil untuk menuai. Kita tidak dipanggil untuk mengutuk dunia. Kita harus berkhotbah melawan dosa. Kita harus mengasihi pendosa-pendosa sambil membenci dosa-dosa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40-43, “Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. <sup>41</sup> Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. <sup>42</sup> Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. <sup>43</sup> Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang memikir mereka akan turun ke neraka dan semuanya baik-baik saja. Mereka akan bersama dengan kawan-kawan mereka dan mereka akan bersenang disana. Namun ayat ini mengatakan kepada kita bahwa bukan saja neraka itu berapi, namun ini juga menerangkan reaksi Anda disana, ratapan dan kertakan gigi, suatu penghakiman tanpa akhir yang tak terhindarkan dan tak terelakkan. Neraka bukan berarti berada bersama teman-teman, ini merupakan isolasi dari Allah dan semua yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian datanglah kerajaan yang telah diharapkan, dan datanglah Shekina yang benar, yang memberi cahaya kepada muka semua orang percaya dari segala abad. “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” Jadi Yesus berkata, bagian masa depan itu akan datang, pasti sama seperti penghakiman akan datang. Bahkan Daniel 12:3 mengatakan, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 43 adalah applikasinya</b>. Ini berarti sebaiknya Anda mendengar. Apakah Anda mendengarkan dan siapakah Anda ikuti? Jika Anda orang percaya, Anda harus hidup bersama di dunia ini dan Anda harus mempengaruhi dunia untuk kebaikan, janganlah kita dipengaruhi. Anda menjadi pengikut siapa? Jika Anda tidak mengikuti Kristus, Anda mengikuti iblis. Anda seharusnya digunakan Allah untuk menjangkau saudaramu didekat Anda supaya mereka juga bisa menjadi anak-anak Allah yang hidup. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jul 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170723</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/7n13ofso</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apolos dalam Transisi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ih3h5b6t"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:24-28" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:24-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul mencatat transisi dan kita melihat Yudaisme itu menghilang perlahan-lahan dan Kekristenan bertumbuh semakin besar. Kita harus mengerti bahwa terkadang transisi itu lambat. Keselamatan itu mujizat instan, namun menghilangkan semua tradisi Yudaisme itu terjadi lebih lambat. Orang Yahudi yang datang kepada Yesus Kristus merasa sulit untuk berpisah dengan pola yang menjadi bagian besar Yudaisme.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudaisme bukanlah kepercayaan teologi yang terisolasi, ini adalah cara hidup. Semua ini mulai karena Perjanjian Lama. Allah pada mulanya menentukan hukum moral dan etis dan Sepuluh Perintah dan Allah menyatakan bahwa dasar segala sesuatu adalah kode ini. Namun Allah juga ingin mereka menjadi saksi di dunia. Jadi Dia memberikan mereka hal-hal eksternal lain yang diharuskan supaya dunia dapat melihat mereka sebagai orang yang unik.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di tambah Perjanjian Lama sepanjang sejarah Israel, selalu ada orang rabi. Dan mereka semua mengajar dan menterjemahkan dan menambahkan kepada Perjanjian Lama. Dan semua ini terakumulasi sampai hari ini, jadi ada kumpulan jilid yang dinamakan Talmud. Dan Anda akan menemukan bahwa seorang rabi tidak hanya menentukan hidupnya diseputar Perjanjian Lama, melainkan terlebih lagi di seputar Talmud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pada intinya adalah hukum, upacara dan ritual yang mereka harus pegang dan mereka percaya bahwa jika mereka mematuhi semua undang-undang tersebut, mereka akan masuk ke surga. Nah Allah di Perjanjian Lama adalah Allah yang murah hati. Iman tetap merupakan jalan keselamatan di Perjanjian Lama sama seperti di masa kini. Namun yang terjadi adalah orang-orang Yahudi menggantikan iman dengan hukum Taurat, dan pada waktu Kristus mereka percaya bahwa satu-satunya jalan ke surga adalah dengan mematuhi hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tentu para pemimpin di depan adalah orang Farisi. Mereka sangat tekun terhadap hukum dan mereka cenderung menyeret semua orang mengikuti mereka. Nah, pada saat sistem memiliki pengaruh seperti itu, itu menakutkan. Mengapa Saksi-saksi Yehuwa bertahan terus? Karena mereka diajarkan bahwa jika tidak, mereka akan masuk neraka. Hal yang sama terjadi, bukan dengan Yudaisme Alkitabiah, namun dengan jenis Yudaisme yang ada di zaman Kristus. Mereka takut akan nasib jiwa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bandingkanlah itu dengan ekstrim yang berlawanan yang berkembang di bawah legalisme, yaitu rasa kebenaran yang salah. Ada seorang rabi bernama Yahuda yang pada waktu mau meninggal mengangkat tangannya dan berkata kepada Allah bahwa tidak satu pun dari sepuluh jari itu pernah melanggar satu hukum pun. Wah, itu jenis pembenaran diri yang paling buruk. Tetapi itulah ekstrim lainnya, benar? Ada ketakutan besar dan ada pembenaran diri palsu. Kedua-duanya mengikat orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedalam sistem ini datanglah Paulus dan ia mengatakan, “Anugerah, anugerah, lupakanlah semua hukum itu.” Dan orang-orang Yahudi mengalami kejutan budaya. Karena itu ketika dia pergi ke sinagog reaksi mereka begitu ganas. Dan karena itu di buku KPR ketika orang Yahudi di selamatkan ada selang waktu sebelumnya kebiasaan fisik mereka mengejar jiwa mereka yang telah diciptakan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus sendiri adalah contoh klasik, dia tahu Perjanjian Baru. Dia berbicara tentang apa yang mereka lakukan terhadap Kristus dan dia mengatakan di KPR 2:36, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Dan kita yakin akan pengertiannya tentang keselamatan. Kita tahu bahwa dia dipenuhi Roh. Dia memiliki semua fitur Perjanjian Baru. Dia berada di dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Allah mengenai soal etis masih berlaku. Namun semua upacara dan ritual yang ditambahkan rabi sudah hilang. Petrus adalah ciptaan baru dalam Kristus dan dia hidup oleh anugerah. Sekarang lihatlah apa yang dilakukan Allah di KPR 10:9-16, “Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. 10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. 12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" 14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram atau tidak tahir." 15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." 16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di Perjanjian Baru, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi telah menjadi satu di dalam gereja dan Allah ingin supaya tidak ada perbedaan lagi. Namun Petrus tidak dapat menerima hal itu. Dia malah mengatakan, “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram atau tidak tahir.” Jadi transisi itu masih belum menyusulnya. Berapa kali Allah harus mengatakan hal yang sama sebelum dia mengerti? Tiga kali. Lihatlah, transisi itu sulit sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 14 dan 15 Paulus mengatakan kepada gereja, nah orang Kristen yang bukan Yahudi, saya tahu kalian memiliki kebebasan, namun ketika Anda mengundang orang Yahudi yang percaya kerumahmu untuk makan, janganlah sajikan babi. Roma 14:3, “janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.” Karena kita harus mengakui ada transisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, kami ingin hidup sesuai doktrin Alkitabiah, namun kami tidak tertarik untuk mengalami masalah dengan apa yang kami makan seperti yang dilakukan Petrus. Kami tidak mau dipengaruhi semua tradisi Yudaisme. Gerakan Karismatik selalu ingin untuk menyesuaikan Kisah Para Rasul dengan segala sesuatu. Dan mereka akan mendapatkan banyak masalah jika mereka jujur tentang hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami melihat minggu lalu bahwa orang pertama dalam transisi adalah Paulus. Minggu ini kami mempelajari orang kedua, Apolos. Minggu depan kami akan melihat yang ketiga, yaitu satu kelompok duabelas murid dari Yohanes Pembaptis. Mereka semua berada dalam transisi. Ingat Paulus diseret ke depan Galio ketika orang Yahudi ingin supaya dia dilarang berkhotbah dimanapun. Namun Galio tidak mau menghakimi hal-hal agama. Allah benar-benar melindungi Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus berlayar ke Suria pada akhir perjalanan misinya yang kedua, bersama dengan Priskila dan Akwila, pasangan yang indah itu yang dia temukan di Korintus. Kemudian Paulus mencukur rambutnya di Kenkrea karena dia telah bernazar. Sekarang kita melihat Paulus dalam transisi. Sumpah Nazir ini adalah hal Perjanjian Lama. Dia akan membatasi diri untuk kekudusan dibawah Allah. Sebagai orang Yahudi ucapan terimakasih tertinggi adalah dengan mengambil sumpah Nazir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Perjanjian Lama, rambut yang dipotong itu harus dibawa ke Yerusalem dan dibakar bersama dengan persembahan untuk menyelesaikan sumpah Nazir itu, jadi dia bergegas ke Yerusalem. Ketika dia datang ke Efesus, dia meninggalkan Akwila dan Priskila dan langsung masuk ke sinagog dan membujuk orang-orang Yahudi. Paulus ingin pergi ke Yerusalem karena dia harus mempersembahkan rambutnya dan dia ingin ikut pesta disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 21, “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Paulus percaya bahwa keselamatannya berdaulat, namun dia juga percaya bahwa Allah mengontrol pelayanannya. Yakobus 4:14-15 mengatakan, “sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bukan saja Paulus sedang dalam transisi namun juga Apolos. Paulus sedang dalam perjanlanan misi di Frigia dan Galatia. Namun sementara itu dia meninggalkan Akwila dan Priskila di Efesus. Sekarang kisah itu kembali ke Efesus. <b>Ayat 24</b>, “Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.” Apolos datang dari Alexandria, dimana populasi orang Yahudi itu besar sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perhatikanlah bahwa “Ia seorang yang fasih berbicara.” Kata itu dalam bahasa Yunani adalah kata yang sangat berbeda yang tidak ada ditempat lain. Itu berarti bahwa bukan saja adalah seorang orator yang lancar dan fasih namun isinya semua benar. Apakah dia lebih besar dari pada Paulus? Mungkin saja. 1 Korintus 2:1 mengatakan, “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus sebenarnya tidak pernah menghargai kemampuannya berkhotbah. 2 Korintus 10:10 mengatakan, “Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.” Jika kalian orang muda ingin mengikuti pola hidup seseorang, ikutilah Apolos. Dia orang yang fasih dan “sangat mahir dalam soal-soal Firman Allah.” Kata ‘Scriptures’ selalu mengacu kepada Perjanjian Lama. Dia secara alamiah sangat berkuasa dalam mengajar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia masih belum menjadi orang Kristen pada saat itu, jadi tentu masih belum memiliki Roh Kudus. Beberapa saat kemudian ketika dia datang kepada Kristus dan menerima Roh Kudus, dia mendapatkan karunia Roh dalam bidang-bidang itu. Dan tidak butuh waktu lama baginya untuk memberi kesan baik. Paulus menulis di 1 Korintus 1:12, “kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi cepat sekali dia berada di tingkat teratas bersama Paulus dan Petrus dalam hal penghargaan orang. Dia adalah seorang pria yang dramatis dan unik. Sekarang di 1 Korintus 3:6 Paulus mengatakan, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Jadi Apolos itu membangun atas fondasi yang didirikan Paulus. 1 Korintus 4:6 mengatakan, “kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos demi kamu.” Paulus sebenarnya bekerja melalui dan didalam Apolos.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah frase kecil “sangat mahir dalam soal-soal Firman Allah.” Yang kita perlukan sekarang di dunia dan di gereja adalah orang-orang yang mahir dalam Firman Allah. Pengabdian yang nyata dibutuhkan untuk menjadi mahir dalam Firman Tuhan dan kami bersyukur kepada Allah untuk orang seperti Apolos yang menetapkan pola. Kemudian ketika dia melihat faksi-faksi di Korintus, dia begitu berduka dalam hatinya sehingga ketika dalam 1 Korintus 16:12, Paulus minta supaya dia kembali, dia menolak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b>, “Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.” Kata pengajaran adalah kata ‘catecaho’ dalam bahasa Yunani. Itu berarti mengajar secara lisan dengan pengulangan. Apakah Anda tahu katekesasi? Itu ajaran yang dibaca terus ada jawabannya. Pengulangan, pengulangan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bandingkanlah ini dengan Paulus. Galatia 1:11-12 mengatakan, “Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” Paulus berada di negeri Arab ketika dia mendapatkannya secara langsung dari Yesus Kristus. Itulah perbedaannya diantara wahyu ilahi dan instruksi manusia. Hanya para rasul dan penulis Perjanjian Baru diilhamkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apolos diajarkan dalam ‘Jalan Tuhan.’ Allah pernah mengatakan itu kepada Abraham di Kejadian 18:19, “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut “jalan yang ditunjukkan Tuhan.” Ini istilah Perjanjian Lama yang belum tentu berarti dia sudah menjadi orang Kristen. Ini membicarakan standar-standar dari Allah untuk orang-orang pada suatu waktu tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun istilah yang sama di Perjanjian Baru digunakan dengan cara berbeda oleh Yohanes Pembaptis. Matius 3:2-3 mengatakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah Jalan Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." Sekarang “Jalan Tuhan” menunjuk kepada Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apolos adalah murid Yohanes Pembaptis. Pada akhir ayat 25 dikatakan, “tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.” Dia menerima faktanya bahwa Mesias itu adalah Yesus. Ayat itu mengatakan, “Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus.” Dia masih belum menjadi orang Kristen karena masih belum tahu tentang pembaptisan Roh Kudus. Dia juga masih belum dibaptis dengan air yang terjadi setelah ada kepercayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b> juga mengatakan, “dengan teliti dia mengajar tentang Tuhan.” Akurat berarti dengan ketepatan. Para dokter bekerja keras karena itu masalah hidup dan mati. Pengkhotbah Alkitab juga harus sama telitinya dalam mengajar Firman Allah seperti para dokter menggunakan pisau bedah karena ini masalah hidup kekal dan mati kekal. Investasi terbaik yang Anda bikin adalah mempelajari Firman Allah karena ketepatan menghasilkan buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang Allah lakukan adalah dengan teliti dan ketepatan. Lukas 1:3 mengatakan, “Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu.” Lukas dapat menulis itu karena Allah telah memberikannya pengertian yang tepat tentang segala sesuatu. Satu hal lagi, Paulus mengatakan di Efesus 5:15, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,” dengan ketepatan. Orang Kristen harus hidup dengan jenis ketepatan yang sama seperti yang ditulis Allah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apolos sudah datang kepada pengertian dimana dia percaya Yesus adalah Mesias namun dia berhenti sebelum kayu salib. Dia hanya tahu pembaptisan Yohanes. Dia sudah siap untuk Mesias. Dia hanya belum tahu bahwa Mesias itu telah datang, terus mati, bangkit dan naik ke surga. <b>Ayat 26</b>, “Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menerangkan apa yang terjadi setelah dia selesai khotbahnya. Yesus disalibkan dan bangkit lagi. Mereka cerita bahwa Roh Kudus telah datang, zaman baru telah dilahirkan dan semua yang lain. Mereka memberikannya kebenaran tentang Yesus Kristus. Mereka menceritakan kepada dia kepenuhan fakta-fakta mengenai Kristus. Dan Roh Kudus tidak mengatakan banyak tentang hal itu. Mengapa? Karena dia sudah menjadi orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.” Akhaya adalah di Korintus.dan dia menolong banyak. <b>Ayat 28</b>, “Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Firman Allah bahwa Yesus adalah Mesias.” Betapa indahnya pekerjaan Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jul 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170716</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ih3h5b6t</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Transisi ke Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_tk0fbabw"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:18-23" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:18-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Buku Kisah Para Rasul menggambarkan waktu gereja mula-mula dan sebenarnya adalah suatu buku transisi. Itu permulaan Perjanjian Baru. Itu permulaan gereja pada waktu itu mulai didirikan dan memisahkan diri dari Yudaisme. Hal-hal lama dari Yudaisme memudar sangat perlahan-lahan, dan yang baru sedikit demi sedikit bertahap. Penulis buku Ibrani memberikan kami teologi perubahan dari Yudaisme ke Yesus.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contohnya, dia mengatakan bahwa Musa, Daud, Yosua dan semua tokoh besar Yudaisme itu semuanya telah digantikan oleh Yesus. Kemudian dia melampaui itu dan mengatakan bahwa hukum-hukum, upacara, ritual dan pola Perjanjian Lama telah digantikan seluruhnya dengan jenis kehidupan penuh anugerah. Tidak lagi kita diatur hal-hal eksternal, namun kita dikuasai Roh Kudus di dalam hati kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Umat Allah Israel telah merubahkan diri menjadi umat Allah gereja. Sistem pengorbanan berkali-kali telah digantikan oleh pengorbanan “sekali untuk selamanya” oleh Yesus. Terus menerus di buku Ibrani kita melihat pandangan dari Perjanjian Baru yang berarti bahwa hal-hal lama itu sudah disisihkan. Bahkan Ibrani 8:13 mengatakan, “Perjanjian Lama telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.” Dan Kisah Para Rasul memberikan kita sejarah “dari Yudaisme ke Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah buku Kisah Para Rasul memberikan kami banyak wawasan tentang kedalaman Yudaisme pada saat kita melihat orang-orang datang kepada Yesus Kristus, menerima-Nya sebagai Juruselamat, terus diperkenalkan kepada gereja dengan pembaptisan Roh Kudus pada waktu diselamatkan, mengidentifikasikan diri dengan gereja dalam segala hal namun tetap bergantung kepada ciri-ciri Yudaisme. Kita juga melihat orang Yahudi lain yang melihat Kristus yang mereka percaya didalam pikitan mereka, tetapi yang masih tidak rela meninggalkan Yudaisme dan menjadi orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita mempelajari KPR, kita melihat apa yang terjadi dan ada di dalam sejarah dan apa yang dikatakan di buku Ibrani yaitu faktanya kita harus berubah dari Yudaisme kepada Yesus. Namun janganlah kita mengambil hal-hal ini dan menjadikannya teologi sistematis buku KPR. Alasannya adalah karena ini menggambarkan hal-hal yang sedang berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 19:2 dikatakan bahwa Paulus bertemu dengan beberapa murid dan dia mengatakan kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Pernyataan sederhana ini memiliki implikasi yang sangat serius. Paulus mengatakan di Roma 8:9, “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Namun disini ada pernyataan yang mungkin bisa dimengerti bahwa tidak semua orang yang diselamatkan langsung menerima Roh Kudus. Kita akan mempelajari hal itu nanti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan transisi itu tidak gampang bagi orang Yahudi, karena Yudaisme bukan agama saja. Itu juga nasionalisme dan juga kebudayaan dan ras. Itu juga cara hidup dan suatu warisan. Orang-orang Yahudi jatuh cinta dengan Yudaisme dan memang itu benar. Itu ditahbiskan Allah. Itu adalah titik kebanggaan, institusi ilahi dan tidak mudah lenyap. Kita bisa melihat itu sekarang. Orang Yahudi yang datang kepada Yesus Kristus sangat sulit mematahkan semua tradisi-tradisi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja perlu melakukan segala sesuatu untuk menggabungkan mereka dan pada waktu yang sama membiarkan insitusi yang lama itu mati. Ketika gereja lahir, di pandangan Allah itu Yudaisme menjadi masalah mati, namun pemakaman itu mengambil waktu lama sekali. Gereja mula-mula baru dibangun di KPR 2, pada Hari Pentakosta, dan setelah Petrus berkhotbah, 3000 orang diselamatkan. Mereka bersekutu dan merayakan Perjamuan Suci bersama dan segala yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 2:47 dikatakan, “Mereka memuji Allah dan mereka disukai semua orang.” Dan perhatikanlah, “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Jadi disini gereja itu sudah terpisah dari Israel. Namun kemudian di KPR 3:1, “Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja sudah didirikan. Dan Petrus dan Yohanes adalah dua pemimpin utama di gereja itu, namun setelah gereja itu telah didirikan, mereka masih pergi ke Bait Allah pada waktu sembahyang orang Yahudi. Yudaisme itu mati perlahan-lahan karena memang itu sudah menjadi cara hidup mereka bertahun-tahun. Orang-orang Kristen ini adalah pertama-tama dan untuk sebagain besar hidup mereka orang Yahudi. Dan pola itu sulit untuk diubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada perubahan di buku KPR dan banyak orang Yahudi yang datang kepada Kristus mengalami kesulitan untuk menemukan semua fitur Kekristenan. Bukan saja karena kekuatan Yudaisme namun kedua, karena tidak semua fitur Kekristenan telah dinyatakan. Mereka tidak tahu apa yang mereka harus lakukan sebagai pengganti. Bahkan setelah gereja didirikan, kebanyakan gereja itu dilahirkan di dalam sinagog.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 19:8 ketika Paulus tiba di Efesus, dia masuk ke sinagog dan berkhotbah dengan berani selama tiga bulan. Dia langsung melayani di dalam susunan itu. Akwila dan Priskila adalah orang-orang Kristen ketika Paulus datang ke Korintus, namun mereka bertemu di sinagog, jadi orang Kristen masih mengunjungi sinagog. Ketika Apolos datang ke Efesus, KPR 18:26 mengatakan dia mulai berkhotbah di sinagog dan Akwila dan Priskila mendengarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Baru kemudian di Efesus di 1 Korintus 16:19 Paulus menulis dan mengatakan, “Akwila, Priskila dan jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.” Itu makan waktu bertahun-tahun sebelumnya gereja itu keluar dari sinagog dan memiliki identitas sendiri. Dan KPR menggambarkan semua perubahan itu. Dan ada juga hal-hal lain di KPR yang sedang dirubahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang Yahudi benar-benar marah, kadang gereja dipaksa keluar dari sinagog. Contoh, di Korintus di KPR 18:6, orang-orang melawan Paulus dan dia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.” Dia keluar dan mulai Kekristenan di rumah orang yang bukan Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada kalanya gereja itu keluar, namun biasanya ada hubungan yang menarik dengan Yudaisme. Itulah alasannya di dalam Kisah Para Rasul orang Kristen mulai kembali kepada Yudaisme dan orang lain kembali kepada Kekristenan. Itulah karakter periode sejarah itu. Roh Kudus sedang melakukan hal-hal yang unik, hal-hal spesial, memulai hal-hal yang tidak biasa dalam kehidupan Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat tiga orang dan kelompok dalam transisi: 1) Paulus, 2) Apolos dan 3) duabelas murid dari Yohanes Pembaptis. Ketiga-tiganya menggambarkan transisi dari Yudaisme ke Yesus. Semua memiliki hubungan dengan Yohanes Pembaptis, yang mewakili nabi Perjanjian Lama yang terakhir. Yesus sendiri mengatakan di Matius 11:11, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya adalah orang Yahudi Mesianik yang datang kepada Kristus melalui Yohanes. Mereka perlahan-lahan datang kepada Yesus dan membiarkan Yohanes menghilang. Yohanes memang ingin itu terjadi ketika dia berkata di Yohanes 3:30, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Itu tidak berarti kita harus meremehkan Perjanjian Lama. Prinsip, moral, standar dan kebenaran Perjanjian Lama itu abadi, namun upacara dan ritual itu menghilang ketika Perjanjian Baru dimulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Paulus. <b>KPR 18:18</b>, “Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia pamitan dengan saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.” Disini Paulus dalam transisi. Sebelum Paulus menjadi orang Kristen, dia adalah seorang Yahudi, yang benar berakar dalam Yudiasme. Ini menunjukkan bahwa dia membuat transisi sama sulitnya seperti yang dilakukan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 3:5-6 mengatakan ini tentang Paulus, “disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.” Dia seorang Yahudi yang telah mencapai batas kapasitas Yudaisme. Namun dia menjadi seorang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi orang Kristen adalah sebuah mujizat instan, namun transisi itu membutuhkan waktu bahkan dalam hidup Paulus sendiripun ciri-ciri lama Yudaisme itu mati perlahan-lahan. Pada waktu dia tiba di Filipi, lebih banyak sudah ditransformasikan. Dia mengatakan di Filipi 3:7-8, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai sekarang, kata Paulus, saya tidak tertarik lagi dengan upacara dan ritual. Saya hanya tahu satu hal, saya ingin mengenal Kristus. Di Kolose dia mengatakan bukan filsafat, bukan legalisme, dan bukan kedagingan, hanya pengenalan akan Kristus itu penting. Karena itu Allah ingin supaya Paulus di <b>ayat 18</b>, “tinggal beberapa hari lagi di Korintus.” Allah mengatakan, “Saya akan mengatur segala keadaan.” Hati Paulus begitu banyak diberkati sampai dia bersumpah karena dia bersyukur kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Suria adalah tempat Palestina berada, dimana Yerusalem berada. Paulus ada di Yunani kira-kira 2400 kilometer dari situ, dan kapal di waktu itu tidak begitu cepat. Perhatikanlah <b>ayat 18 meneruskan</b>, “Priskila dan Akwila menyertai dia.” Satu-satunya cara Paulus akan membawa mereka adalah jika ada orang lain yang bertanggung jawab untuk melayani jemaat itu, benar? Selama setahun setengah dia membangun pemimpin rohani bagi kota Korintus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.” Di Perjanjian Lama ada semacam sumpah yang berhubungan dengan rambut, dan itu dinamakan sumpah Nazir, yang berarti menjanjikan sesuatu. Seorang Nazir secara harfiah mengatakan, “Allah, saya berjanji untuk menguduskan diriku secara total kepada Engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa lama sumpah itu bertahan? Alkitab tidak mengatakannya. Peraturan Misna mengatakan bahwa sumpah Nazir bisa berlangsung selama 30 hari, 60 hari, atau 100 hari. Sumpah Paulus mungkin berjalan selama 30 hari. Mengapa Allah mengizinkan itu kadang-kadang? Ingatlah mereka belum memiliki Roh Kudus. Kami tidak perlu bersumpah Nazir sekarang, karena kami sudah dipisahkan dari saat kami diselamatkan sampai saatnya kami bertemu dengan Yesus, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa dia membuat sumpah ini? Biasanya itu dibuat untuk bersyukur kepada Allah atas pembebasan khusus atau berkat khusus. Apakah Paulus menerima pembebasan khusus di Korintus? Iya. Apakah dia dapat berkat khusus? Memang benar. Paulus diberkati dan dia bersyukur atas apa yang dilakukan Allah dengan mengizinkan dia tinggal di satu tempat untuk waktu lama, dan melihat Allah bekerja dan memuridkan beberapa orang kudus dan melihat gereja bertumbuh di kota penuh dosa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang pada waktu itu membuat sumpah Nazir. Amos 2:11-12 mengatakan, “Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir. Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan. 12 "Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur.” Amos menyalahkan orang Yahudi, Amos ingin memperlihatkan betapa jahat Israel itu dengan membikin orang Nazir itu, yang tidak diperbolehkan minum minuman keras, menjadi mabuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sering membicarakan apakah boleh minum minuman keras atau tidak. Di Perjanjian Lama, orang Nazir yang terpisah untuk Allah tidak menyentuh semua itu. Apakah yang diperbolehkan sekarang? Paulus mengatakan di 1 Korintus 6:12, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” Apapun yang mengontrol indra Anda bukan dari Allah. Dan itu juga berlaku untuk obat-obatan. Apapun yang memberikan Iblis kesempatan untuk mengontrol hidup Anda dengan cara yang biasa Anda tolak, tidak baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus menulis di 2 Korintus 6:17, dia mengatakan, “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka.” Paulus menerangkan bahwa memisahkan diri untuk orang Kristen itu sama sekali berbeda. Saudara-saudari, janganlah kita hanya bersumpah selama 30 hari untuk mengabdi kepada Allah. Kita harus hidup seperti itu sepanjang hidup kita, benar? 1 Yohanes 2:15 mengatakan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.” Priskila dan Akwila ditempatkan disitu sebenarnya untuk melayani Kristus. Itu waktunya tahun 52. Baru pada tahun 57 mereka muncul lagi di Roma. Mungkin saja mereka disitu selama lima tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus menulis di 1 Korintus 16:19, “Salam kepadamu dari jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.” Paulus tidak mengutus mereka sebagai pengkhotbah. Mereka pergi ke Efesus sebagai pembuat tenda dan Allah memakai mereka untuk mendirika gereja. Jangan memikir bahwa karena Anda bukan pendeta, Allah tidak ada tujuan hidup bagi Anda. Kehidupan Anda memiliki tujuan sama seperti hidup saya atau hidup orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 20</b>, “Mereka minta kepadanya untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi ia tidak mengabulkannya.” ini perubahan besar, biasanya mereka ingin dia pergi. Kali ini, mereka ingin supaya dia tinggal lebih lama, tapi dia pergi. Mengapa dia pergi? <b>Ayat 21</b>, “Ia pamitan dan berkata: “Aku harus merayakan pesta di Yerusalem. Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Paulus tiba di Efesus. Itu adalah tempat yang baik bagi pekerjaan Allah di waktu yang akan datang. Itu adalah pasar Asia Kecil dan itu juga menjadi pusat pemerintahan Romawi. Itu juga tempat Pertandingan Pan-Ionian, dan disitu ada Kuil Diana, dewa kesuburan mereka. Takhayul besar bertumbuh disekitar Diana, dimana Anda dapat membeli mantra dan jimat untuk segala jenis penyembuhan. Dan itu juga adalah tempat perlindungan dimana penjahat-penjahat itu aman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menhendakinya.” Segala sesuatu di dalam hidup Anda bergantung kepada jika Allah menghendakinya. <b>Ayat 22</b>, “Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia turun ke Antiokhia.” Dia memberi salam kepada gereja mana? Kaisarea adalah pelabuhan Mediterania tepat di seberang Yerusalem. Jika Anda pernah ke Yerusalem, Anda tahu kita harus naik ke Yerusalem dan turun dari Yerusalem, ketinggiannya berubah drastis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.” Paulus adalah pendeta yang terus dalam perjalanan ke seluruh daerah Galatia untuk menguatkan semua murid-murid. Kemudian dia mulai perjalanan misi yang ketiga. Paulus kembali ke gereja-gereja yang sama tiga kali! Luar biasa! Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Jul 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170709</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/tk0fbabw</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dikuatkan oleh Musuh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_1eggdl5t"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:11-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:11-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kisah mengenai kedatangan Rasul Paulus bersama dengan Injil ke kota Korintus. dan kami melihat Paulus merasa agak kecil hati. Dan Allah tahu keadaan dia dan Allah akan memberi semangat kepada Paulus. Kita belajar bahwa orang Kristen pasti akan mengalami kesulitan di dunia ini, namun Allah akan mendampingi mereka melalui itu. Bahkan berdasarkan pengalamannya Paulus menulis di 2 Korintus 1:3, “Allah adalah sumber segala penghiburan.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat Paulus tiba di Korintus pada perjalanan misinya yang kedua, dan dia merasa kecil hati. Di 1 Korintus 2:3 dia menulis, “Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.” Ancaman kota itu sendiri dengan keberdosaannya, pasti menyebabkan dia gemetar. Namun Allah bergerak untuk menghibur dan menguatkannya. Kita belajar ada empat cara Allah menguatkannya. Kami sudah membahas tiga cara pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah pada mulanya menguatkannya dengan <b>persahabatan</b>. <b>Ayat 2</b>, “Paulus berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila.” Dia hidup dan bekerja bersama karena mereka adalah pembuat tenda atau pekerja kulit. <b>Ayat 4</b> mengatakan, “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.” Kemudian Allah menguatkannya lebih lagi dengan dua teman lama, Silas dan Timotius yang datang dari Makedonia. Mereka membawa berita baik dan juga persembahan uang supaya dia tidak perlu lagi bekerja bikin tenda, dan dia dapat berkhotbah sepenuh waktu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Paulus dikuatkan dengan <b>kerasulannya</b> sebagai pengkhotbah. Dia dikuatkan oleh orang-orang yang sudah bertobat. Orang-orang mulai diselamatkan dan itu menggetarkan hatinya. Dia bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias. <b>Ayat 6</b>, “Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mulai pelayanannya diantara orang-orang bukan Yahudi. Dia masuk ke rumah orang bernama Titus Justus. Kemungkinan besar ini adalah Gayus yang disebut di 1 Korintus 1:14 yang telah dibaptis Paulus dan yang juga disebut di Roma 16:23. Dan mungkin namanya adalah Gayus Titus Justus. Orang ini orang bukan Yahudi yang menyembah Allah dan rumahnya percis disebelah sinagog. Ini adalah orang pertama yang bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang kedua yang bertobat terdapat di <b>ayat 8</b>, “Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.” Semua ini ditulis memakai kata kerja Yunani yang tidak sempurna, yang berarti bahwa kejadian itu terus terjadi, tindakan yang terus menerus. Hari demi hari orang-orang mendengar, dan percaya dan dibaptis satu per satu. Tidak semua orang sekaligus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan sukacita di dalam hati Paulus ketika dia melihat Allah menarik orang-orang itu satu per satu dari masyarakat Korintus? Dia dikuatkan bukan saja dengan persahabatan dan kerasulan namun juga melalui yang ketiga, yaitu <b>persekutuan</b>. Dia dikuatkan oleh teman-temannya, dan juga orang-orang yang bertobat, dan ketiga melalui Allah sendiri, Allah sumber segala penghiburan. Allah itu paling menguatkan pada saat Dia pribadi hadir di dalam kehidupan Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu mereka sudah sangat benci kepada Paulus.<b> Ayat 9</b>, “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” Allah secara pribadi ikut campur tangan dengan hamba-hamba-Nya. Seringkali ketika kita melayani Yesus Kristus, kita berpikir kita itu sama sekali tidak berarti. Kami hanyalah satu bagian kecil dari apa yang Allah lakukan dan Dia benar-benar tidak mementingkan kami. Itu tidak benar. Allah itu secara pribadi, terlibat aktif dalam kehidupan setiap hamba.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan itu berbicara dengan Paulus di malam hari melalui visi. Paulus disitu sudah hampir memberhentikan pengkhotbahannya. Karena Tuhan datang kepadanya dan berkata, “Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” Ini menyiratkan bahwa Paulus sedang berpikir untuk berhenti berkhotbah. Tuhan memberikannya tiga jaminan di <b>ayat 10</b>, “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga janji yang harus diapplikasikan setiap orang Kristen di dalam hidupnya sendiri. Nomor 1, “Terus berkhotbah atau bersaksi, karena Aku menyertai engkau.” Penekanannya adalah pada kehadiran Allah. Itu adalah <b>janji kekuasaan</b>. Tidak seorangpun dapat mulai memahami besarnya kuasa Allah. Mungkin Anda dapat mengerti bahwa pada suatu ketika tidak ada sesuatupun, kemudian seluruh alam semesta itu ada. Mungkin itu memberikan Anda sedikit pengertian akan kuasa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah yang dapat berbicara terus langsung segala sesuatu itu ada, pasti memiliki semacam kekuatan yang luar biasa. Coba pikirkan bahan bakar macam apa diperlukan untuk menggerakkan semua benda di semesta alam dengan kecepatan cahaya. Efesus 3:20 mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.” Kita bahkan belum mulai melihat apa yang bisa dilakukan Allah. Dan Allah mengatakan kepada Paulus, “Aku sendiri akan menyertai engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam buku Hakim-Hakim kita melihat seseorang bernama Samson. Dia membunuh 30 orang, kemudian dia berbalik dan membunuh 1000 orang, kemudian pada akhir hidupnya dia membunuh 3000 orang. Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan seperti itu? Tahukah Anda bahwa kuncinya buku Hakim-Hakim terdapat di 2:18, “Tuhan menyertai hakim-hakim itu.” Kunci buku itu adalah ketika Tuhan menyertai Anda, Anda memiliki kekuatan. Yesus mengatakan, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang Allah mengatakan kepada kita, bukan hanya kekuatan namun juga <b>kuasa pemeliharaan-Nya</b>, “tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.” Itulah yang negatif. Yang positif adalah, “Aku menyertai engkau.” Lihatlah ayat 2 Timotius 4:16-17, “Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mengerti kuasa Allah dan kuasa pemeliharaan Allah yang bekerja untuk Anda, Anda tidak perlu takut. Alasan ketiga mengapa kita jangan berhenti bersaksi terdapat di <b>ayat 10</b>, “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Dengan kata lain Allah berjanji bahwa Anda akan menghasilkan buah. Terkadang kita meremehkan Allah dan kita berpikir bahwa Allah tidak bisa menggunakan kita untuk menghasilkan buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berjanji kepada setiap orang Kristen bahwa akan ada buah di dalam hidup orang itu. Perhatikanlah apa yang dikatakan Allah disini, “banyak umat-Ku di kota ini.” Dengan kata lain, ada beberapa orang terpilih disini yang dipilih sebelum dunia dijadikan, yang sedang menunggu untuk mendengar Injil supaya mereka dapat percaya. Allah mengatakan, “Aku telah memilih mereka, Nama-nama mereka sudah tercantum dalam Buku Kehidupan. Mereka perlu mendengar berita Injil, sehingga mereka bisa menanggapinya sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus terus berkhotbah Injil kepada semua orang dan membiarkan Allah menentukan siapa yang terpilih. Kewajibannya adalah untuk menyampaikan Injil itu kepada semua orang. Itulah sisi ilahi dari keselamatan. Alkitab mengajarkan bahwa Allah memilih orang untuk diselamatkan. Ada beberapa orang yang khawatir dengan doktrin pemilihan karena menurut mereka itu menyebabkan semuanya tidak adil. Lebih baik Anda hentikan kepanikanmu dan carilah bagaimana caranya Anda bisa mengatasinya, karena ini semua ada didalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jika Allah memilih orang untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan, bagaimana manusia bisa diberi tanggung jawab? Itu tidak adil.” Apakah Anda sekarang menghakimi Allah? Apakah Anda adalah standar dari apa yang adil, atau Dia? Siapakah kita ini? Roma 9:20-21, “Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" 21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang tidak mulia?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sering mengatakan, “Jika Anda percaya doktrin itu, maka Anda dapat mengatakan dan melakukan apa saja yang Anda inginkan.” Tidak. Dengarkanlah Kolose 3:12-14, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak bisa menyangkal secara Alkitabiah doktrin pemilihan berdaulat. Semua itu ada di seluruh Alkitab. Dia memanggil kita untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan, bukan hanya untuk menjadi seperti Kristus, bukan untuk menjadi dewasa tetapi untuk keselamatan. Apakah itu berarti bahwa jika ada orang yang tidak dipilih, dia langsung ke neraka? Apakah Anda mengatakan jika saya tidak dipilih, saya tidak dapat datang ke Yesus? Tidak, Alkitab tidak pernah mengatakan itu. Tetapi Alkitab juga mengajar tanggung jawab manusia, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Alkitab mengajar kedua hal itu. Biarkanlah itu ada, seperti kita katakan sebelumnya dalam paradoks. Allah juga mengatakan, “Siapapun yang mau, datanglah.” Jika Anda adalah saksi Kristen yang setia, pasti ada orang yang akan diselamatkan karena kesaksianmu. Mungkin Anda, menanamnya, mungkin Anda hanya menyiramnya, namun pasti akan ada hasil. Yesus mengatakan di Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah ditahbiskan tentang seorang Kristen bahwa dia menghasilkan buah. Nah lihatlah lebih lanjut. Di Yohanes 15:1-2 dikatakan, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya.” Jika ada orang yang tidak berbuah, dia akan dipotong, dihilangkan. Apakah orang itu orang Kristen? Tidak. Itu adalah orang Kristen KTP yang hanya kelihatan Kristen dari luar, namun hatinya jauh dari Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 2:10 mengatakan, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Kita diselamatkan untuk pekerjaan baik. Yakobus 2:14 mengatakan, “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?” Ayat 20, “Hai manusia yang bebal, iman tanpa perbuatan adalah mati.” Ayat 26, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi buah itu terdiri dari apa saja? Nah, pertama, itu terdiri dari anugerah. Galatia 5:22-23, “buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan dan penguasaan diri.” Ibrani 13:15, “ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Puji-pujian. Di Filipi 4:17 kita belajar tentang buah pemberian. Kolose 1:10 mengatakan, “sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.” Dan orang-orang bertobat juga adalah buah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan Paulus persahabatan, kerasulan, persekutuan dan akhirnya <b>kesulitan</b>. Dia dikuatkan oleh musuh-musuhnya. Ada tiga cara, pertama, dengan <b>siapakah musuh-musuh itu</b>. Jika musuhmu buruk, penuh dosa dan jahat, itu malah baik. Anda melakukan sesuatu yang baik. Kedua, Anda bisa dikuatkan melihat <b>betapa tidak efektif mereka</b>. Ketiga, Anda dapat dikuatkan melihat <b>apa yang dilakukan Allah terhadap mereka</b>. Apakah Anda pernah melihat musuhmu malah diselamatkan?<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang terjadi terhadap Paulus. <b>Ayat 12</b>, “Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.” Setiap keputusan oleh seorang gubernur Romawi menjadi preseden. Jadi jika Paulus dihakimi sebagai seorang kriminal, dan dia dilarang berkhotbah di Akhaya, gubernur Roma lain pasti akan melakukan hal yang sama. <b>Ayat 13</b>, “Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Roma memandang Kekristenan itu sebagai sekte dari Yudaisme, karena itu, itu termasuk apa yang dinamakan orang Romawi, “agama yang diizinkan.” Yudaisme adalah agama yang diizinkan. Kekristenan dianggap menjadi sekte dari Yudaisme. Yang orang Yahudi mencoba melakukan adalah supaya Galio mengaku bahwa Kekristenan itu bukan Yudaisme. Mereka ingin menghukum Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galio cukup tahu tentang agama Yahudi bahwa mereka sedang mencari Mesias mereka. Semua yang Paulus sampaikan adalah bahwa Yesus adalah Mesias itu. Galio percaya bahwa Kekristenan dalam pikirannya hanya merupakan sebuah bentuk Yudaisme. Dan itu tentu bukan kejahatan, dan itulah persis caranya dia merespon. Disini kita melihat bagaimana Allah menggunakan Galio melalui kuasa pemeliharaan-Nya untuk mencapai tujuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu.” Dengan kata lain, “Jika Anda benar-benar ada pelanggaran hukum disini, saya akan melakukan sesuatu.” <b>Ayat 15</b>, “tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Itu masalah teologia. Anda berurusan sendiri dengan itu, tidak perlu saya terlibat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.” Mungkin mereka tidak mau pergi dan bertahan. Akhirnya dia memanggil polisi dan memerintah supaya mereka dikeluarkan. Rasul Paulus masih belum berbicara. Dia hanya berdiri saja, dan melihat semuanya. Lihatlah, Anda bisa dikuatkan juga dengan melihat betapa tidak efektifnya mereka, benar? Mereka tidak bisa memberhentikannya berkhotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah bagaimana Allah memperlakukan musuh-musuhmu. <b>Ayat 17</b>, “Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.” Siapakah mereka yang memukulnya? Kita tidak tahu siapa yang memukul Sostenes, namun mereka memukulnya di depan Galio yang “sama sekali tidak menghiraukan hal itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah apa yang dikatakan Paulus di 1 Korintus 1:1, “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita.” Lihatlah, ternyata Sostenes telah menjadi orang percaya. Allah benar-benar menguatkan umat-Nya dengan apa yang Dia lakukan dengan musuh-musuh mereka ketika mereka ditransformasikan. <b>Ayat 18</b>, “Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, dan Priskila dan Akwila menyertai dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudari, Yesaya itu benar. Jika Anda menantikan Tuhan, Dia akan menguatkan Anda dengan teman-teman, orang yang bertobat, dengan kehadiran-Nya sendiri dan bahkan juga melalui musuh-musuh Anda. Allah di Yesaya 51:12 mengatakan, “Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati?” Bersama Allah kita tidak pernah perlu merasa takut, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Jul 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170702</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/1eggdl5t</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persekutuan dengan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_p3veo5pg"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:9-10" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:9-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di KPR 18, rasul Paulus sedang dalam perjalanan misi kedua di kota Korintus. Dan kota itu adalah pusat percabulan dunia pada saat itu. Nah, kita mempelajari minggu lalu bahwa Paulus menghadapi masalah seperti itu di kota itu, namun dia sendiri mengalami masalah di dalam hidupnya. Dia merasa kecil hati, lelah dan letih.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Korintus adalah kota dosa, dengan penyelewengan di setiap tingkat. Roma 1:24-32 adalah katalog aktivitas orang-orang Korintus. Roma 1:24 mengatakan, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.” Ini bukan saja menggambarkan aktivitas pribadi orang, melainkan juga hubungan seksual dengan binatang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25-27, “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28-31, “Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, 31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini Paulus sendirian di tempat ini dan dia merasa agak takut dan ragu-ragu dan terbeban dengan korupsi disitu. Namun di 2 Korintus 12:10 dia katakan, “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Dan sebelum itu di ayat 9 dia berkata, “justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda betapa besar korupsi itu di dalam gereja? Paulus melayani di dalam gereja itu mungkin sepanjang dua tahun. Namun apa yang terjadi di dalam gereja itu? Pada waktu dia menulis 1 Korintus, mereka sudah rusak melampaui deskripsi. Ini menunjukkan bahwa intensitas pengaruh korupsi di Korintus tak tertahan. Lihatlah 1 Korintus 5 untuk lihat pengaruh terhadap gereja. Dan itu sama dengan keadaan kota-kota disini sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masyarakat memiliki efek besar terhadap gereja. 1 Korintus 5:1 mengatakan, “Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.” Semua orang telah membicarakan dosa seksual itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lebih buruk lagi di ayat 2, “Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?” Kemudian Paulus mengatakan, “keluarkanlah orang itu, Tidak tahukah kalian bahwa satu apel busuk merusak seluruh tong? Ayat 5, “orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 9, “Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.” Saudara kekasih, pilihlah temanmu dengan bijak. Ayat 11, “Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 6:9-10 mengatakan, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Dengarkanlah ayat 11, “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu.” Ini adalah penampang khas budaya Korintus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah 1 Korintus 7:2, “Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.” Mereka hanya main seks saja dan mereka tidak tertarik untuk menikah, sama seperti apa yang terjadi sekarang ini. Orang muda mengatakan, “Saya tahu kami memiliki hubungan seksual dan kami belum menikah, namun kami saling mengasihi.” Tetapi di Alkitab itu tetap disebut perbuatan zinah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus tiba di Atena sendirian, dan dia memiliki musuh yang kuat. Sebelum dia dapat melakukan sesuatu, Allah perlu menguatkannya. Ketika Yesus memberitakan murid-murid-Nya bahwa Dia akan pergi, Dia langsung tahu reaksi mereka, dan Dia mengatakan kepada mereka, “Janganlah gelisah hatimu.” Yesus itu peka terhadap kenyamanan orang-orang kudus. Allah itu Tuhan penyayang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang ada saat yang mengecilkan hati, tapi Anda belajar pada masa itu, dan Anda hanya menunggukan Allah pemberi semangat. Yesaya dan Yeremia adalah dua nabi Perjanjian Lama yang patah hati lebih dari semua orang lain. Allah mengatakan kepada kedua nabi, “Saya ingin supaya Anda menjadi nabi-Ku sepanjang hidupmu, namun tidak seorangpun akan mendengar apapun yang Anda berkata.” Nah itu panggilan sulit, namun mereka tetap setia saat mereka melayani seluruhnya tanpa ada tanggapan kecuali permusuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia menulis buku tentang tangisannya, yang dinamakan Ratapan. Dia dinamakan nabi yang menangis. Dan dia menangis dari permulaan sampai akhir tentang Israel. Mereka tidak pernah mendengarkannya, dan dia tahu bahwa penawanan itu akan datang dan mereka tetap tidak mendengar. Ratapan 3:15, “Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh.” Saya telah kehilangan damai. Aku sudah lupa apa yang dulu saat-saat bahagia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nama-nama Allah banyak di Alkitab namun salah satu favoritku adalah ini, Allah semua kenyamanan. Itulah namanya: belas kasihan, penghiburan dan penguatan. Tunggulah Dia dan lihatlah. Jadi ada empat cara yang dipakai Allah untuk menghibur Paulus: <b>persahabatan, kerasulan, persekutuan dan kesulitan</b>. Kami minggu lalu membicarakan persahabatan, teman-temannya. Akwila dari Pontus dan isterinya bernama Priskila yang datang dari Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka pindah ke Korintus. Mereka sedang melakukan pekerjaan mereka disana, dan Rasul Paulus datang kepada mereka. Ayat 3 mengatakan karena perdagangan mereka itu sama. Jadi Allah punya dua orang pilihan yang menunggunya. Dia menemukan rumah untuk ditinggali. Dia menemukan teman-teman kekasih, orang-orang kudus Kristen, yang memberi makanan, yang menghargainya, yang memberi semangant kepadanya dan yang bersekutu bersamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bekerja untuk nafkah, dia perlu bekerja. 2 Tesalonika 3:10 mengatakan, “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Paulus bekerja karena dia tidak mau orang-orang yang belum mengenal Allah memikir bahwa Kekristenan adalah suatu usaha komersial. Di 1 Tesalonika 2:9 dia mengatakan, “Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Korintus 9:14, Paulus mengatakan, “Demikian pula Tuhan telah menetap-kan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.” Namun itu pasti harus menurut kebijaksanaan jemaat. Pengkhotbah yang memberi label harga pada pelayanan mereka, telah menghilangkan diri mereka dari kebebasan membiarkan Roh Kudus melakukan keinginan-Nya. Jika saya pergi ke suatu tempat dan berbicara dan mereka memberikan saya uang, itu baik. Namun saya tidak pernah menuntut sesuatu, saya hanya ingin melakukan kehendak Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus bekerja sepanjang minggu dan kemudian berkhotbah pada hari Sabat. Pertama Allah memberi semangat kepadanya dengan <b>persahabatan</b>. Teman-temannya pada mulanya adalah teman baru, Akwila dan Priskila. Namun kemudian datanglah teman lama. <b>Ayat 5</b>, “Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia” dan itu menggetarkan hatinya. Dengarkanlah persahabatan itu sangat penting. Kedua dengan <b>kerasulan</b>. Pertama dia diberi semangat dengan teman-temannya, berikutnya dengan orang-orang yang bertobat melalui dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5 teruskan</b>, “Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.” Sebuah bukti manuskrip kemudian mengatakan bahwa frase “dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman” diterjemahkan lebih baik dengan “mulai mengabdikan dirinya sepenuhnya pada Firman.” Dengan kata lain, ketika Silas membawa uang dari gereja Filipi, Paulus sekarang tidak perlu lagi bikin tenda, jadi dia dapat memusatkan diri sepenuhya kepada khotbahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias. <b>Ayat 6</b>, “Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.” Menghujat adalah mengejek pribadi Kristus. Menghujat Roh Kudus di Matius 12 adalah mengaitkan karya Kristus dengan Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus begit marah atas penghujatan itu sampai dia mengatakan kepada orang-orang Yahudi itu, “Aku sudah selesai dengan kalian. Saya sudah menjalankan tanggung jawab saya. Saya telah memberikan Anda kesempatan. Anda menghujat Yesus Kristus. Aku mengibaskan debu dari pakaianku. Darah ada di kepalamu. Saya pergi ke orang-orang yang bukan Yahudi.” Dan kita mendiskusikan bahwa dia langsung keluar dari sinagog itu dan membelakangi Israel. Dan kita tahu bahwa dia pergi ke rumah sebelah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7</b> mengatakan, “Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat.” Dia masuk ke rumah itu dan orang itu datang kepada Kristus. Jadi Allah mulai menguatkannya dengan seseorang yang baru bertobat. <b>Ayat 8</b>, “Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Allah menguatkannya dengan <b>persekutuan</b>. Allah datang ke dia secara pribadi, karena ketika orang-orang itu diselamatkan di ayat 8, penganiayaan itu tidak berhenti, benar? Namun penganiayaan itu semakin intensif sepanjang waktu, jadi itu hal yang berat. Jadi Allah mengatakan, “Iya teman-teman itu baik dan orang-orang yang bertobat itu baik juga. Namun sekarang Aku akan turun dan bicara dengan dia secara pribadi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menyediakan waktu–waktu tertentu untuk campur tangan. Paling sedikit lima kali di Kisah Para Rasul ketika Paulus diperhadapkan dengan krisis dan tidak ada jalan keluar dan tidak ada arah yang jelas, Allah sendiri ikut campur. Jadi sekarang datanglah Allah. <b>Ayat 9</b>, “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” Paulus jangan berhenti berkhotbah. Nah ini menyiratkan bahwa Paulus berkhotbah semakin tentatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 10</b>, “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Kita, sebagai orang Kristen, diberikan janji yang sama. Yesus di Matius 28:20 mengatakan, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Nama Yesus di Matius 1:23 adalah “Imanuel," yang berarti: “Allah menyertai kita.” Yesaya 41:10 mengatakan, “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan menopang engkau dengan tangan kanan-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua Allah mengatakan, “Jangan berhenti, tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.” Allah mengatakan hal yang sama di Yesaya 54:17, “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi warisan hamba-hamba Tuhan dan kebenaran yang mereka terima datang dari pada-Ku,” demikianlah firman Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ayat, “banyak umat-Ku di kota ini”? Apakah Allah memilih siapa yang akan diselamatkan? Efesus 1:4 mengatakan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Apakah kita dipilih untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan? Benar, karena Alkitab mengatakan hal itu. Dengarkanlah Wahyu 13:8, “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembah Iblis, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana dengan tanggung jawab manusia? Iya, saya juga percaya hal itu. Lihatlah <b>ayat 6</b>, “Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri.” Dengarkanlah, jika Anda percaya Yesus Kristus, Anda datang kepada-Nya karena Anda dipilih sebelum dunia dijadikan. Jika Anda menolak Yesus Kristus, itu adalah tanggung jawab Anda sendiri. Anda mengatakan, “Kedua hal itu tidak cocok.” Benar. Namun Anda harus membiarkan ada paradoks tentang keberdaulatan dan tanggung jawab di Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sadarilah bahwa otak kami kecil, dan Allah lebih besar daripada seluruh alam semesta. Jadi janganlah kita kuatir kalau kita tidak dapat menyesuaikan keberdaulatan dengan tanggung jawab. Kita harus membiarkan kedua-duanya berada, karena paradoks itu ada di setiap doktrin utama lain. Siapakah menulis buku Kisah Para Rasul? Anda mengatakan Lukas dan saya mengatakan Roh Kudus. Namun itu bukan Lukas dan Roh Kudus bekerja bersama. Tidak, setiap kata dipilih Roh Kudus, namun Lukas sendiri telah memiliki semau kata-kata itu dalam kosakatanya sendiri. Ini suatu paradoks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang menjalani kehidupan Kristen? Saya, tetapi Yesus mengatakan di Yohanes 15:5, “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Dia melakukannya. Nah ini suatu paradoks. Siapakah Yesus Kristus, Allah atau manusia? Kedua-duanya. Itu paradoks. Lihatlah di setiap doktrin Alkitabiah utama dimana Allah mengurangi diri-Nya supaya manusia mengerti, ada paradoks. Alkitab mengatakan, “Jika orang itu masuk ke surga, itu adalah karena dia dipilih sebelum dunia dijadikan.” Kemudian Alkitab menutup dengan kata-kata, “barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” (Wahyu 22:17)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika Anda ingin datang kepada Yesus, datanglah. Bagaimana Allah menyesuaikan hal itu dengan keberdaulatan-Nya, itu adalah masalah Dia sendiri. Dia akan melakukan itu, jangan kuatir tentang hal itu. Jika aku mengerti Allah, saya adalah Allah. Tidak ada seorangpun yang dapat memahami Allah sepenuhnya kecuali Yesus. Jadi Allah disini menguatkan Paulus, pertama melalui kekuatan-Nya, “Aku menyertai Anda.” Kemudian dengan kuasa pemeliharaan-Nya, “Tidak seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.” Ketiga dengan janji-Nya, “banyak umat-Ku di kota ini.” Allah mengatakan, Aku telah menahbiskan Anda supaya Anda menghasilkan buah. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Jun 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170625</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/p3veo5pg</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah kita Pemberi Semangat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_jsk5rc8d"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+18:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 18:1-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memberi nasihat yang baik kepada jemaat Tesalonika dan kota Korintus. Bahkan dia memberi nasihat ini pada saat dia sendiri mengalami apa yang kita akan pelajari malam ini. Paulus benar-benar menulis berdasarkan pengalaman-nya sendiri. Namun Allah adalah pemberi semangat, dan kita akan melihat dalam ayat-ayat ini bagaimana Allah menguatkan pelayan-Nya yang lelah yang sedang mengabarkan Injil di kota Korintus ini.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus tiba di Korintus, dia telah dikejar dimana-mana. Dia mulai di Antiokhia di Suria dalam perjalanan misi bersama dengan Silas, terus mendirikan beberapa gereja disana, dan dia berjalan melalui Galatia, dan meyakinkan orang-orang percaya disana, dan terus ke arah barat. Dia didorong oleh Roh Kudus. Sampai akhirnya dia dari Troas masuk ke Filipi dimana dia berkhotbah dan dipersulit lagi dan diusir dari kota itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Tesalonika dia sangat dianiaya, dan dia harus lari secepatnya untuk mempertahankan hidup. Dan dia sampai ke Berea, dan baru saja dia mendirikan gereja disana, orang Yahudi dari Tesalonika tiba dan dia harus keluar lagi. Dia sendirian di kota Atena dan dia mengabarkan Injil dengan jelas dan tidak ada penganiayaan sama sekali. Dan setelah dia meninggalkan Atena dia datang ke kota Korintus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang Allah bergerak untuk memberi semangat kepadanya. Dan dari pengalaman di Korintus ini dia menulis 2 Tesalonika 3:13, “janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.” Jika Atena adalah kota terpelajar, Korintus adalah kota dosa. Itu adalah kota yang paling bejat di seluruh dunia pada waktu itu. Bahkan nama Korintus menjadi istilah biasa yang artinya adalah amoral.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau kita mengatakan perempuan itu perempuan korintus, itu berarti dia seorang pelacur. Nah, kota Korintus itu keji sampai ke dasarnya. Seluruh kota itu bejat karena alasan-alsan berikut. Itu pusat perdagangan dan perjalanan, dan para pelaut dan kafilah-kafilah melewatinya sepanjang waktu. Dan itu tempatnya untuk hiburan dan itu menghubungkan Yunani Selatan dengan Yunani Utara. Jadi Korintus tempatnya sangat strategis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kota Korintus juga penting secara politik. Korintus itu adalah ibu kota provinsi, yang berarti bahwa gubernur Roma tinggal disitu dan kantor pusat ada disitu. Jika Atena memuliakan pikiran orang, Korintus memuliakan tubuh orang. Bayangkan apa yang sedang terjadi di dunia di sekitar gereja itu. Dan Paulus harus menulis dua surat untuk memulihkan mereka, dan untuk berkali-kali memberitahukan mereka untuk bertobat dan menyucikan diri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Tuhan berbicara kepada Paulus di <b>ayat 10</b>, “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Nah, ini adalah orang-orang pilihan Allah, yang dipillih secara berdaulat. Dan mereka ada di kota itu tetapi mereka belum diselamatkan, namun mereka akan diselamatkan karena Paulus membawa Injil itu. Allah telah menyiapkan hati mereka ditengah semua dosa itu. Allah tidak bekerja banyak dengan orang-orang intelektual, namun Dia selalu bekerja banyak diantara pendosa-pendosa. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak tinggal lama di Atena, namun dia tinggal lama sekali di Korintus, dimana itu menjadi dasar operasi untuk Injil. Dari kota Korintus Paulus menulis 1 dan 2 Tesalonika, dan buku Roma. Dan kepada orang Kristen di Korintus dia menulis 1 dan 2 Korintus. Jadi gereja Korintus menjadi pusat penting bagi Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ketika Paulus tiba disitu, dia benar-benar merasa kecil hati. Namun Allah kita adalah Allah yang memberi semangat. Ada begitu banyak tempat di Mazmur yang mengacu kepada Allah sebagai Allah yang memberi semangat. Coba pikirkan berapa kali Yesus mengatakan di Perjanjian Baru, “kuatkanlah hatimu.” Di Yohanes 16:33 Yesus mengatakan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu mementingkan penguatan untuk umat-Nya sendiri. Filipi 4:19 mengatakan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Keputusasaan adalah bagian dari kehidupan ketika harapan dan impian Anda tidak terwujud. Atau mungkin ada hati yang tidak bersyukur atau ada kritik yang tidak adil. Kita semua pernah mengalami hal itu, namu Allah kita akan memberi semangat kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di KPR 18:1-18 Allah menguatkan Paulus dengan empat cara. <b>Pertama</b>, Allah menguatkan Paulus dengan memberikannya persahabatan. Allah membawa beberapa teman ke dalam hidupnya. Nomor <b>dua</b>, Allah membawa beberapa orang yang bertobat ke dalam hidupnya; dan itu menguatkan. <b>Ketiga</b>, Allah sendiri bersekutu dengan dia dan memberikannya semangat. Dan <b>keempa</b>t, kesulitan, musuh-musuhnya, Apakah Anda tahu bahwa Anda dapat dikuatkan oleh musuh-musuh Anda?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mulai dengan <b>persahabatan</b>. Paulus tiba di kota itu sendirian. Di 1 Korintus 2:3 Paulus menulis bagaimana perasaannya, “Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.” Dan ketika dia menulis kepada orang Tesalonika, dia menulis itu dari Korintus ketika dia disitu di KPR 18. 1 Tesalonika 3:7, “maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. “ Nah itu menunjukan bahwa dia sedang kesakitan.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah membawa dua orang ke dalam hidupnya yang begitu mengasihinya sehingga dia menyebut mereka berkali-kali dalam pelayanannya. KPR 18:2, “Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Claudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pontus adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung selatan Laut Hitam di sebelah utara Turki sekarang. Seorang Yahudi bernama Akwila telah datang dari Italia bersama isterinya Priskila. Yang menarik disini adalah bahwa Akwila disebut lebih dahulu. Namun mulai sekarang ayat-ayat berikutnya menyebutkan Priskila terlebih dahulu. Mungkin Priskila kuat secara rohani dan karena itu disebut duluan. Kemungkinan besar mereka sudah menjadi orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu Paulus menulis buku Roma, yang ditulis kemudian di kunjungan lain ke Korintus, gereja Roma sudah berkembang sampai iman orang Kristen itu telah menyebar ke seluruh dunia. Dan salah satu hal yang menolong menyebarkan iman itu adalah bahwa semua orang Kristen Yahudi diusir dari sana. Nah orang-orang Kristen bukan Yahudi menetap dan Gereja juga tetap tinggal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Akwila dan Priskila dan orang-orang Yahudi lain berada di Roma, penganiayaan mulai terjadi melawan orang-orang Yahudi dan Claudius mengusir mereka semua keluar pada tahun 39 Masehi. Suetonius adalah seorang sejarawan yang menulis tentang hidupnya. Dan salah satu pernyataan tentang Claudius adalah, “Karena orang-orang Yahudi terlibat dalam kerusuhan terus menerus atas dorongan Chrestus, Claudius mengusir mereka dari Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.” Kata harfiahnya adalah pekerja kulit. Dan mereka juga melakukan hal yang sama. Sejarawan mengatakan bahwa di sinagog orang-orang biasanya duduk sesuai dengan pekerjaan mereka. Mungkin Akwila dan Priskila bertemu dengan Paulus di simagog. Dan karena Paulus bekerja di dalam bidang yang sama, dia langsung masuk ikut bisnis mereka dan menjadi bagian kehidupan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus bekerja keras. Dia memang tipe orang seperti itu. Allah tidak ingin supaya semua orang hanya mencari dukungan saja. Allah ingin supaya orang–orang bekerja. Kemudian pada waktunya Allah akan mengurus biaya dukungan itu. Di 1 Tesalonika 2:9 dia mengatakan, “Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan memelihara hamba Allah. Dia perlu menunjukkan kebutuhannya dan biar Allah menyediakan hal itu. Jika Anda merasa Allah memanggil Anda untuk suatu pelayanan, lakukanlah itu, buktikanlah bahwa Anda setia sambil Anda bekerja untuk hidup. Dan jika Anda cukup setia, Allah akan melepaskan Anda dari pekerjaan untuk hidup dan akan mendukung Anda sepenuh waktu untuk melakukan pelayanan Anda jika memang itu penting bagi Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kadang Allah menunggu sampai Anda menjadi lebih dewasa secara spiritual atau telah bertobat dari beberapa hal dosa dan telah belajar untuk menjadi taat dan belajar percaya kepada-Nya sebelum Dia memberikan Anda suatu pelayanan. Waktu-Nya jauh lebih baik dari pada waktu kita. Dan belajarlah dari teladan Paulus betapa banyak pekerjaan, keberanian dan ketekunan diperlukan untuk mengabarkan Injil, sambil orang-orang Yahudi menyerangnya dari semua sudut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 4</b>, “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.” Lihatlah Paulus harus bekerja di hari-hari lain. Dia membuktikan kepada orang Korintus bahwa dia tidak datang untuk mengganggu mereka dan menuntut dari mereka. Dia datang untuk memberikan dirinya kepada mereka. Dan kedua, dia menunggu waktunya Allah dapat membebaskannya untuk melayani sepenuhnya saat waktunya tepat. Begitulah caranya Allah bekerja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dilakukan Paulus setiap hari Sabat adalah meyakinkan orang di sinagog. Dan kata kerja meyakinkan itu berarti mendiskusikan melalui tanya jawab. Ini berarti menginsafkan, untuk berdialog yang berarti Anda terus menerus mendiskusikan hal itu kembali. Perhatikanlah dia dalam proses untuk membujuk mereka. Dia berusaha meyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang menarik melihat bagaimana Allah membawa dua orang kedalam kehidupan seseorang yang tersendiri, sampai menjadi sangat dicintai sehingga mereka memiliki tempat di sisa hidup Paulus. Mereka disebut di Roma 16:3 dan di 1 Korintus 16:19 dan mereka disebut lagi di 2 Timotius 4:19. Dan akhirnya mereka mendirikan gereja di rumah mereka. Iya, tidak baik bagi manusia untuk menyendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi apa yang sama baiknya dari teman baru atau mungkin lebih baik? Teman lama. Jadi di <b>ayat 5</b>, “Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia.” Dua teman lama tiba. Gereja Filipi mengirim uang kepadanya, namun bagaimana mereka mengirimnya? 2 Korintus 11:9 mengatakan, “Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Silas telah pergi ke Filipi dan gereja Filipi telah mengumpulkan persembahan kasih dan dia membawanya. Dan Timotius mengabarkan bahwa orang-orang Tesalonika berkembang. Di 1 Tesalonika 3:6 dikatakan, “Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis 1 Tesalonika langsung pada waktu di KPR 18:5 ketika Timotius dan Silas tiba disana. 1 Tesalonika 3:7-8 mengatakan, “maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. 8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.” Tahukah Anda bahwa yang dipentingkan di dalam hidup orang ini adalah pertumbuhan anak-anaknya? Ayat 9, “Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia diberkati berlipat ganda karena Silas datang dengan uang. Dia mengatakan, “Paulus, ada berita baik bagi Anda. Anda tidak perlu lagi bekerja sebagai pembuat tenda.” Naskah tertua mengatakan ini, “Paulus mulai mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Firman.” Timotius datang penuh sukacita, Silas datang dengan persembahan kasih. Nah sekarang kita bisa melihat bagaimana Allah menghibur orang kudus yang kecil hati: dengan persahabatan. Betapa senang mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bekerja pada saat dia harus bekerja. Namun itu tidak berarti bahwa setiap pendeta harus bekerja ekstra. Memang kalau ada keperluan, maka itu harus dilakukan. Namun Paulus mengatakan di 1 Korintus 9:7, “Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembala-kan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?” Dengan kata lain, dukungan datang dari dalam pelayanan yang Anda lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan 1 Korintus 9:11-14 mengatakan, “Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihan kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu? 12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? 13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupan-nya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? 14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti jika Anda mengabarkan Injil, Anda harus bisa hidup dari pengkhotbahan itu. Dengan kata lain, gereja harus mendukung orang yang perkhotbah dan mengajar. Dan itu tertulis di 1 Timotius 5:17, “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” Kata dihormati dua kali lipat ada hubungan dengan uang gaji. Jemaat harus memberikannya dukungan uang yang cukup untuk kesetiaannya dalam berkhotbah dan mengajar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimanakah orang Yahudi itu merespon? <b>KPR 18:6,</b> “Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.” Mereka telah mengambil keputusan akhir mereka, yaitu bahwa Yesus bukan Mesias. Mereka melawan Paulus dan mereka menghujat Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengajarkan tanggung jawab pribadi. Jika Anda mati tanpa Yesus Kristus, darahmu ada diatas kepalamu sendiri. Nah, kita akan melihat bagaimana ini sesuai dengan ayat 10 dimana Allah mengatakan, “sebab banyak umat-Ku di kota ini." Ini pernyataan berdaulat tentang pilihan. Disini sekarang ada pernyataan tentang tanggung jawab manusia. Kami akan menyatukan keduanya dalam beberapa minggu dan melihat apa pentingnya. Namun sekarang Paulus mengatakan, “Anda bertanggung jawab atas keputusanmu sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7-8</b>, “Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. 8 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.” Allah selalu memanggil sisa orang kepada diri-Nya. Dan berikutnya kita akan melihat bagaimana Allah menguatkannya dengan persekutuan dan kesulitan. Dan itulah juga caranya kita sering dikuatkan, benar? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Jun 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170618</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/jsk5rc8d</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Panggilan untuk Penyelesaian]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_uzczzy6o"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Corinthians+13:11-14" target="_blank" class="imCssLink">2 Korintus 13:11-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengakhiri 2 Korintus 13 dengan mengatakan, “Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! 12 Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13 Salam dari semua orang kudus. 14 Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan perseku-tuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Paulus mengutarakan apa yang benar-benar harus dipentingkan pendeta, dia meringkaskan keinginan hatinya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja Korintus telah diserang dari dunia, kedagingan dan Iblis, sama seperti yang dialami banyak gereja-gereja sekarang di daerah ini. Kebudayaan disekitar mereka penuh dengan amoralitas. Kebudayaan mereka mengadakan bermacam-macam penyembahan berhala yang penuh dosa yang mempengaruhi kehidupan mereka sebelum mereka datang kepada Kristus. Ini terus menjadi pengaruh buruk, karena mereka dikelilingi semua itu. Dan keadaan seperti itu juga ada sekarang di Colorado.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis, yang mempengaruhi semua agama-agama palsu, sanggup menyelundup ke dalam gereja Korintus dalam bentuk guru-guru palsu yang mengajar hal-hal palsu. Mereka ingin menghancurkan kepercayaan orang-orang kepada Paulus. Mereka datang untuk menyerang gereja dan ada cukup banyak sukses dalam hal itu. Kemudian ada juga serangan kedagingan. Orang-orang melakukan dosa-dosa kedagingan yang adalah cara hidup mereka sebelum mereka bertobat dan datang kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pada waktu Paulus memberi ringkasan akhir, dia mementingkan tiga hal bagi mereka. Itulah keinginannya bagi mereka dan bagi kita juga, yaitu <b>kesempurnaan, kasih dan ucapan syukur</b>. Dia mulai di ayat 11 dengan mengatakan, “Akhirnya, saudara-saudaraku.” Saudara adalah istilah yang dipakai Paulus untuk membicarakan orang-orang percaya di Korintus. Ketiga kata ini menyimpulkan apa yang menjadi keinginan pendeta yang setia bagi gerejanya dan apa yang saya inginkan bagi setiap orang Kristen disini.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang tidak disebut dalam daftar ini: kemakmuran, kesuksesan, kesehatan fisik, kenyamanan, kebebasan, kehormatan, gengsi dan segala hal lain yang dikejar orang, bahkan di dalam gereja juga. Selama 13 bab Paulus membela kerasulannya, pelayanannya, integritasnya, termasuk konfrontasi langsung dengan guru-guru palsu yang berbohong kepada mereka. Dan di dalam ringkasan akhirnya dia membicarakan keinginan sebenarnya untuk gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah dulu kepada <b>kesempurnaan</b>. Ayat 11, “Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna.” Kuncinya untuk mengerti poin ini terdapat di dalam pernyataan, “usahakanlah supaya sempurna.” Ini berarti “diurus.” Ini tidak berarti tidak lengkap. Itu bisa diterjemahkan sebagai utuh. Ini sering dipakai untuk mengacu kepada memulihkan tulang yang patah, atau menemukan sendi yang terkilir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata yang sama dipakai di Ibrani 10:5 dan itu diterjemahkan dengan kata “mempersiapkan,” dengan arti bahwa sesuatu itu tidak dipersiapkan, masih belum siap, masih belum benar dan itu masih perlu dipersiapkan lebih lanjut. Kita juga dapat menterjemahkannya sebagai “perbaikilah cara hidupmu.” Paulus memanggil mereka untuk restorasi. Ada banyak hal di gereja yang masih belum benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai gereja semua perkembangan harus benar. Ini merupakan keutuhan rohani. Cobalah untuk menyesuaikan semuanya sesuai dengan Firman Allah dan kehendak Allah. Ini memperlengkapkan orang Kristen untuk pekerjaan pelayanan. Ini membangun tubuh Kristus sampai menjadi dewasa dan mencapai kepenuhan Kristus, seperti dikatakan di ayat 13.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus mencoba untuk membentuk segala sesuatu dalam jenis harmoni yang dipamerkan Yesus Kristus, dimana teologi-Nya dan pikiran-Nya dan perkataan-Nya dan kehidupan-Nya semua harmonis secara sempurna. Semua yang Dia lakukan, semua yang ada pada-Nya, semua yang Dia klaim, semua yang Dia percaya, semuanya dalam integritas sempurna. Kita sekarang membicarakan keutuhan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitulah harus kita hidup. Anda harus memulihkan seluruh hidup Kristen Anda, kembalikanlah prioritas Anda kepada tempat yang tepat, perbaikilah kesalahan dan hadapilah dosa-dosa. Dan itulah khususnya yang harus dilakukan di gereja. Kami diberi tanggung jawab untuk menyesuaikan gereja menurut Firman-Nya dan itu pertempuran tanpa akhir. Namun kita diberi kuasa Roh Kudus dan kebenaran Firman Allah untuk melakukan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana ada kemalasan, ketidakpedulian, sikap apatis dan kelesuan, ini perlu digantikan menjadi energi, komitmen, pengabdian dan pelayanan. Inilah biasanya pekerjaan pendeta selalu, tetapi itulah harus menjadi tujuan bagi jemaat juga. Galatia 6:1 mengatakan, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tahu bahwa penginjilan adalah hasil sampingan dari sikap itu. Dia tahu bahwa merubahkan dunia disekitar mereka lebih mungkin terjadi pada saat mereka menjadi apa yang Allah inginkan bagi mereka. Mereka perlu menolak guru-guru palsu, menolak dusta mereka dan menolak ajaran sesat mereka. Mereka perlu bertobat dari dosa-dosa kedagingan dan duniawi. Mereka perlu mendengar dan mengikuti kebenaran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka perlu mulai dengan hati mereka sendiri. Karena itu 2 Korintus 13:5 mengatakan, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” Mulailah dengan dirimu sendiri. Pastikanlah bahwa semuanya beres di dalam hidup Anda, baru setelah itu khawatirkan kehidupan di sekitar Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajarilah Firman Allah supaya Anda dapat bersaksi kepada orang tentang kehendak Allah, supaya mereka dapat hidup sesuai hal itu. Cobalah untuk menyesuaikan gereja dengan Firman dan kehendak Allah, karena itu keinginan Allah. Kita dapat mengetahui keinginan Allah bagi gereja dan jemaat melalui apa yang dituliskan Paulus karena Allah sendiri yang mengilhamkan Paulus untuk menulis ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah melakukan ini adalah suatu tugas tanpa akhir. Cobalah lakukanlah itu dalam keluargamu dengan pasangan Anda dan anak-anak Anda. Cobalah untuk membawa mereka kembali kepada apa yang sesuai dengan cara hidup Allah dan Firman Allah dan kehendak Allah. Dan untuk melakukan itu di dalam gereja ada beberapa fitur yang membuat itu terjadi. Marilah kita sekarang belajar apakah Allah mengatakan kepada kita melalui Paulus mengenai hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Nomor satu</b>, perhatikanlah kata “selamat tinggal.” Ini juga bisa diterjemahkan sebagai sambutan kepada orang yang baru ketemu. Dan arti kata itu sebenarnya “<b>bersukacitalah</b>.” Ini semua mulai pada saat Yesus keluar dari kuburan dan pertama-tama menyambut murid-murid. Dia mengatakan, “bersukacitalah.” Jadi itu menjadi sambutan yang dipakai orang. Orang Kristen mula-mula mengatakan sesuatu yang berarti, mereka mengatakan “Bersukacitalah,” karena Kristus hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan berkali-kali di Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” 1 Tesalonika 5:16 mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa.” Kehidupan gereja perlu diungkapkan dengan sukacita. Sukacita adalah bagian dari warisan Tuhan kepada kita. Di Yohanes 16:22 Yesus mengatakan, “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus bersukacita selalu. Dosa-dosa kita sudah diampuni. Masa lalu sudah diselesaikan. Masa kini ada dibawah kuasa dan kontrol Roh Allah. Dan masa depan kami terjamin di dalam janji-janji Allah. Sukacita Kristen bukan sesuatu yang dangkal. Sukacita Kristen adalah pengalaman berdasarkan keyakinan mendalam bahwa Allah mengendalikan segalanya dan semuanya baik. Keadaan di permukaan bisa saja berubah namun sukacita tetap ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan kesakitan? Bagaimana dengan kematian? Bagaimana dengan kesulitan ekonomi? Bagaimana kalau kita kehilangan pekerjaan? Bagaimana dengan kekecewaan dalam hal kasih sayang? Bagaimana dengan persahabatan yang rusak? Pengertian mendalam dari Firman Allah memberikan kami kepercayaan dan itulah kelihatan ketika kita bersukacita. Bersukacita adalah tindakan penghargaan atas pekerjaan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kedua adalah frase, “terimalah segala nasihatku” di ayat 11. Sebenarnya kata kerja ini berarti <b>tunduk</b>. Jika gereja harus memiliki integritas dan menunjukkan kepenuhan dan keutuhan kehidupan rohani, jika kita harus menjadi apa yang seharusnya kita menjadi, maka kita harus memiliki sukacita, tetapi kita juga harus memiliki kerendahan hati. Paulus mengatakan kita harus mau tunduk kepada otoritas Allah, inilah panggilan untuk menaati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kunci <b>ketiga</b> adalah <b>kebenaran</b>. Itu terdapat di dalam frase, “sehati sepikirlah kamu.” Biasanya itu berarti orang-orang belajar bersepakat satu sama lain. Tetapi bukan itu artinya. Kata kunci disini adalah kebenaran. Frase ini mengatakan, “pikirkanlah hal-hal yang sama, dan milikilah keyakinan yang sama. Dengan kata lain, percayalah hal-hal yang sama yang diajarkan Firman Allah. Kebenaran ini berdasarkan pemahaman yang kompak tentang Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 15:4 Paulus mengatakan, “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu.” Inilah intinya, ada standar kebenaran yang harus dipahami. Ada standar kebenaran yang harus diikuti. Di 2 Korintus 13:8 Paulus mengatakan, “Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah mendukung kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Standar kebenaran adalah Firman Allah yang hidup. Ada banyak salah pengertian di masa kini. Kita sering dikritik karena mereka katakan kita berpikiran sempit dan entah bagaimana itu dianggap salah. Namun faktanya adalah bahwa itulah yang diminta Allah supaya gereja-Nya utuh. Jika kami memiliki kepenuhan Kristus, maka itu harus sesuai dengan kebenaran. Doktrin yang benar menentukan dasar dari semua fungsi gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi yang termasuk kesempurnaan itu adalah sukacita, kepatuhan, kebenaran dan keempat <b>kesatuan</b>. Itu datang dari frase, “hiduplah dalam damai sejahtera.” Salah satu alasan mengapa gereja-gereja tidak pecah adalah karena mereka percaya hal-hal yang sama. Namun jika ada guru yang mengajar sesuatu yang berbeda, maka terjadilah perpecahan. Jadi jika kalian ingin hidup dalam damai, kalian harus sependapat, rendah hati dan penuh sukacita karena kebenaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan kami janji pada akhir <b>ayat 11</b>, jika Anda melakukan ini, “maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!” Artinya adalah Anda akan tahu kepenuhan berkat dari Allah mengenai kasih dan damai. Selagi gereja mengejar keutuhan spiritual, selagi gereja menunjukkan sukacita, ketundukan, kebenaran dan kesatuan, kehadiran Allah itu semakin berkembang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda ada kalanya Allah meninggalkan gereja-Nya? Lihatlah Wahyu 2:5, “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Dengan kata lain, banyak hal yang tidak baik. Dan jika kalian tidak berubah, saya akan datang dan mematikan terang gereja Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang dicari Paulus adalah <b>kasih sayang</b> di gereja. 2 Korintus 13:12-13 mengatakan, “Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13 Salam dari semua orang kudus.” Di zaman kuno kebiasaannya adalah untuk bersalaman dengan ciuman. Itulah caranya menunjukkan kasih sayang. Kita mengasihi dengan berkorban. Kita mengasihi dengan memenuhi kebutuhan orang. Pentingkanlah orang lain lebih dari pada diri kita sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang membedakan kita sebagai orang Kristen dan gereja adalah bahwa kita mengasihi satu sama lain. Kasih yang seharusnya menguasai hidup kita datang dari Allah. Allah itu kasih dan Dia menujukkan itu dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk hidup tanpa dosa dan menerima hukuman bagi dosa-dosa kita dan mati untuk kita. Ini sangat berbeda dari kasih duniawi yang egois. Karena itu berbeda sekali, itu juga sangat sulit untuk dipalajari dan dilakukan. Jadi Allah menciptakan gereja untuk mengajar kita juga dalam mempraktekkan kasih ini. Sayang, kita sering kekurangan dalam hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus tahu sering ada divisi di gereja. Jadi dia ingin jemaat menunjukkan kasih sayang itu. Seringkali itu dilakukan pada Perjamuan Kudus dimana dosa itu dikeluarkan. Setelah mereka mengaku dan bertobat, mereka dipulihkan kembali dengan pelukan seperti itu. <b>Ayat 13</b> mengatakan “salam dari semua orang kudus.” Terkadang ketika seseorang menjadi kritis terhadap saya, sengaja saya akan merangkul mereka untuk memecahkan tembok.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b> adalah <b>pemberkatan</b> yang berarti, “Doa berkat yang serius terhadap seseorang.” Paulus mengatakan, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Paulus ingin supaya mereka diberkati banyak. Dan dia tahu ketika mereka taat dan setia mereka akan diberkati Allah. Dan inilah yang Allah ingin supaya kita melakukan di gereja ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa hal penting tentang pemberkatan ini. Ini adalah <b>berkat Trinitarian</b>. Ini membicarakan anugerah Tuhan Yesus Kristus yang adalah kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus. Jadi setiap anggota Trinitas ada disini. Dan sudah jelas ada persamaan disini. Nah penyangkalan apapun dari doktrin Trinitas menciptakan allah palsu dan itu semacam penyembahan berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Mormon mengatakan, “Allah dulu sama seperti kita dan adalah manusia mulia yang menjadi Allah yang kemudian menciptakan Anak dan Roh Kudus. Itu salah. Jadi ketika orang Mormon mengatakan mereka percaya Allah dari Perjanjian Lama, itu salah. Ketika mereka mengatakan mereka percaya Yesus Kristus, itu bohong. Ketika mereka mengatakan mereka percaya Roh Kudus, itu tidak benar. Mereka telah menciptakan berhala dengan nama yang sama, namun itu bukan Allah yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak tempat di Alkitab dimana trinitas itu dipertunjukkan kepada kami. Kembalilah ke Kejadian 1:2, dan disitu Anda akan mendapat bahwa Allah sedang menciptakan dan Roh Kudus melayang-layang diatas permukaan air. Yohanes 1:3 mengatakan Kristus menjadikan segalanya yang ada. Trinitas semua bekerja dalam kebangkitan. Ada bagian-bagian Perjanjian Baru yang mengatakan Yesus sendiri membangkitkan diri-Nya dari antara orang mati, bagian lain mengatakan Roh Kudus membangkitkan-Nya dari kematian, bagian lain mengatakan Allah Bapa membangkitkan-Nya dari kematian. Pembacaan Alkitab yang jelas menghasilkan bahwa ada tiga tokoh dalam Ketuhanan yang semua setara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada ilustrasi yang dapat menolong kami untuk menerangkan hal ini. Tetapi saya tidak perlu mengerti semua hal yang saya percaya. Ada banyak hal yang otak dan pikiran saya tidak dapat memahami. Paulus mengatakan, anugerah Tuhan Yesus Kristus itulah yang menyelamatkan aku dan Dia datang karena kasih Allah Bapa. Dan karena itu aku masih ke dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Rencana penyelamatan itu menjelaskan Trinitas dengan baik. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus semua ikut dalam penyelamatan. Sebagai pendeta saya ingin Anda memahami semua ini dan mengalami ini juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Jun 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170611</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/uzczzy6o</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengetahui Allah melalui Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_b4ldgjw3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:30-31" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:30-31</a></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita meneruskan mempelajari KPR 17, kita melihat Paulus sibuk sekali berkhotbah di Atena, namun hanya satu khotbah tercatat untuk kita. Kita mengerti bahwa alasannya kita diciptakan adalah untuk mengenal Allah. Dan itulah pesan Paulus di Atena. Dan orang-orang pada waktu itu mirip sekali orang-orang disini di dareah Rocky Mountain karena cara mereka belajar penuh dengan penyembahan berhala dan iblis. Jadi dengan segala macam agama mereka, tetap mereka tidak mengenal Allah.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Reaksi Paulus terhadap penyembahan berhala ini adalah dengan membantah itu dengan orang-orang Yahudi di sinagog dan dengan orang-orang Yunani yang terikat kepada Yudaisme dan juga berkhotbah di pasar setiap hari dengan siapapun yang kebetulan ada disitu. Dan ayat 18 menunjukkan ada juga beberapa ahli filsuf. Nah khotbah-khotbahnya dan bantahannya ada efek besar sehingga dia dibawa ke pengadilan yang berkuasa, Aeropagus, dan dia diminta untuk memberi penjelasan apa yang dia percaya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah hanya ada dua jenis orang di dunia. Mereka yang mengenal Allah dan mereka yang tidak mengenal Allah. Nah, mereka yang mengenal Allah adalah orang-orang yang mengenal Allah melalui Yesus Kristus saja karena tidak ada jalan lain kepada Allah kecuali melalui Yesus Kristus. Dan orang-orang yang tidak mengenal Allah berada di dalam dua kelompok. Mereka yang tahu mereka tidak mengenal Allah dan mereka yang tidak tahu mereka tidak mengenal Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 8:54, Yesus bertempur secara verbal dengan orang-orang Farisi, dan memberi tahu mereka bahwa mereka tidak tahu kebenaran dan bapa mereka bukan Abraham namun bapa mereka adalah iblis. Dan Yesus menjawab mereka di ayat 54, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami.” Dengan kata lain, Anda mengklaim bahwa Allah adalah Allahmu namun Yesus berkata di ayat 55, “padahal kamu tidak mengenal Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memikir mereka mengenal Allah. Namun Yesus mengatakan kalian tidak mengenal Allah, namu Saya tahu Dia. Nah disini terdapat orang beragama. Iya. Tetapi apakah mereka mengenal Allah? Tidak. Anda bisa memiliki semangat untuk Allah tetapi tidak sesuai dengan pengetahuan. Anda bisa saja sangat emosional tentang Allah dan sama sekali tidak mengenal-Nya. Sekarang ada banyak orang yang terlibat dalam studi alkitabiah pada tingkat ilmiah yang tidak mengasihi Firman Allah dan yang tidak mengenal Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pria dan wanita yang memiliki gelar lanjutan dan mengajar kelas tentang Alkitab di universitas sekuler dan tetap tidak mengenal Kristus. Ada banyak masyarakat ilmiah yang tujuannya hanya menganalisa Alkitab secara kritis, bukan untuk menolong umat Allah, tetapi untuk meruntuhkan firman itu dan mendorong ketidakpercayaan. Yudas 1:4 mengatakan, “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 2, orang-orang Yahudi membual bahwa mereka mengenal Allah. Di Roma 2:17-18, Paulus mengatakan, “Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah, 18 dan tahu akan kehendak-Nya.” Klaim mereka adalah mereka diajar Hukum Taurat dan tahu mana yang baik, dan mana yang tidak, dan penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, dan pengajar orang yang belum dewasa. Terus Paulus mengatakan di ayat 21, “Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kok tindakanmu tidak sesuai. Ayat 21-24, “Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri? 22 Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? 23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? 24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun begitulah cara hidup banyak orang. Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak mengenal Allah. Dan sangat perlu mereka menyadari hal itu. Di Titus 1:16, Paulus menggambarkan orang Yahudi di Kreta kepada Titus, pendeta pertama di pulau Kreta itu, karena ada masalah besar dengan orang-orang Yahudi disitu, “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka kelihatannya beragama namun mereka tidak mengenal Allah. Dan inilah pola pada zaman ini, bahkan di antara orang Kristen juga. Apakah yang menyebabkan orang memikir mereka mengenal Allah padahal mereka tidak. Banyak orang tahu beberapa hal tentang Allah dan mereka juga tahu sedikit tentang Alkitab dan mereka memiliki sedikit pengetahuan tentang gereja. Jadi mereka menyamakan hal itu dengan mengenal Allah. Mengenal tentang Allah itu satu hal, benar-benar mengenal Allah itu sesuatu hal lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan lain mengapa orang-orang memikir mereka mengenal Allah; mereka memiliki perasaan religius. Pernah Anda mendengar orang berkata, Iya, saya sangat religius. Jadi sepertinya mereka menambahkan aktivitas duniawi mereka dengan sedikit garam religius. Mereka merasa tergerak waktu memikirkan tentang Allah. Reaksi mereka terhadap agama adalah perasaan emosional. Dan mereka menganggap itu adalah pengetahuan tentang Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang membingungkan orang adalah mereka pergi ke gereja. Dan mereka pikir pergi ke gereja itu otomatis berarti mereka mengenal Allah. Bahkan mereka menyumbang sesuatu untuk persembahan. Kemudian mereka mungkin menutup mata ketika ada yang berdoa atau membaca Alkitab. Mungkin juga mereka menyanyi. Orang-orang memikir mereka mengenal Allah karena mereka melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan orang Kristen. Mereka menolong orang dan mereka beramal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang memikir mereka mengenal Allah karena ada kalanya mereka membaca Alkitab. Dan mereka merasa jika mereka tahu sedikit tentang Alkitab, itu berarti mereka mengenal Allah. Tahukah Anda bahwa kalau ada kesempatan dimana Iblis menggunakan itu untuk keuntungannya, dia mengutip Firman Allah? Itu tidak membuktikan apa-apa. Dan tahukah Anda bahwa di masa kini, itu dipakai orang Israel, saksi-saksi Yehova dan setiap kultus lain yang ada. Dan itu juga benar bagi semua jenis faksi liberal di dalam Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selagi kita memberi kesaksian kita harus menyadari bahwa setiap orang masuk ke dalam salah satu dari kelompok-kelompok itu. Orang-orang religius yang memikir mereka mengenal Allah dan sebenarnya tidak. Dan orang yang tidak religius yang tidak mengenal Allah dan tahu bahwa mereka tidak mengenal-Nya. Jadi Paulus mengatakan kalian tidak mengenal Allah dan sudah mengaku hal itu, jadi biarlah saya memperkenalkan-Nya kepada kalian. Nah kita sudah memakai ringkasan tiga poin ini: Belajar untuk mengenal Allah memerlukan pengakuan bahwa Allah itu ada, penyadaran siapakah Allah itu dan pengertian apa yang dikatakan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, mereka bukan orang ateis. Mereka percaya dewa-dewa. Namun mereka harus mengakui bahwa ada Allah diatas itu yang mereka belum mengenal. Jadi, pertama mereka harus mengakui bahwa Allah itu ada. Di Markus 12:34 Yesus mengatakan, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Mengapa? Karena orang itu mengatakan di ayat 32, “Allah esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” Orang itu percaya bahwa Allah benar-benar ada dan tidak ada Allah lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Langkah kedua adalah menyadari siapakah Allah itu. Paulus menerangkan hal itu di <b>KPR 17:24</b>, “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya.” <b>Dia adalah Allah yang mencipta</b>. Dan kami telah mendiskusikan banyak bagian di khotbah-khotbah sebelum ini dari Yesaya 45 yang menunjukkan bahwa Allah adalah Allah pencipta. Hal kedua yang Paulus katakan tentang Allah adalah bahwa <b>Dia adalah sang penguasa</b>. <b>Ayat 24</b>, “yang adalah Tuhan atas langit dan bumi.” Allah memerintah seluruh alam semesta. Dia bukan saja menciptakannya, Dia terus menopangnya dan menguasainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang diktakan Paulus tentang Allah ini adalah <b>Dia adalah Yang Memberi</b>. <b>KPR 17:25</b> mengatakan, “Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Allah adalah penguasa seluruh alam semesta, yang menempati langit dan bumi. Jadi janganlah menyembah Dia sebagai patung. Sebenarnya Dia tinggal di dalam kita kalau kita percaya. Janganlah kita memikir bahwa sesuatu yang kami lakukan benar-benar menolong Allah. Tidak, kami adalah yang memerlukan pertolongan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>Allah adalah pengendali</b>. <b>Ayat 26</b>, “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka.” Allah mengontrol nasib dan sejarah orang. Dia menciptakan segalanya dan menopang segalanya. Mazmur 31:15 mengatakan, “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.” Allah bekerja di dalam sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>Allah juga pengungkap</b>. <b>KPR 17:27</b>, “supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.” Apakah Anda tahu mengapa Allah menciptakan, menopang dan mengontrol sejarah dan nasib orang melalui apa yang kita namakan kuasa pemeliharaan-Nya? Supaya Dia dapat menyatakan diri-Nya. Allah menopang semesta alam hanya untuk satu alasan saja, supaya manusia dapat melihat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Allah adalah supaya manusia dapat melihat wahyu itu dan mengikutinya dan akhirnya mengenal Dia sepenuhnya. Allah memperlihatkan diri-Nya dengan berbagai cara itu supaya manusia dapat melihat siapakah Dia, supaya mereka dapat mengikuti apa yang Dia katakan. Pernyataan alami dari hati nurani dan pernyataan alami penciptaan ada supaya manusia dapat mencari Allah. Dan tidak ada alasan bagi mereka yang tidak mau, karena wahyu itu begitu dominan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ingatlah, Dia tidak jauh dari kita semua. Dan setiap orang telah menerima cukup wahyu dari Allah untuk bertanggung jawab. Tahukah Anda bahwa dunia ini adalah pameran Allah? Itu seperti orang bodoh yang berjalan di dunia ini dan memikir, “Apakah benar ada orang yang menciptakan ini?” Jadi apakah terjadi? Iya manusia melihat terang tetapi dia lebih senang dosa daripada kebenaran. Dia mencintai kegelapan lebih dari cahaya terang. Dan dia melakukan itu karena Allah mengatakan, “Perbuatan mereka jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua bangsa dan semua orang di permukaan bumi ini memiliki kesempatan yang sama untuk melihat Allah. Karena Allah ada di dalam dan disekitar setiap orang. Allah adalah pengungkap tetapi manusia tidak mau menerima wahyu-Nya. Untuk waktu lama saya menanyakan diri apakah orang-orang dibagian dunia yang belum pernah mendengar berita Injil, akan bertanggung jawab. Namun kemudian saya belajar bahwa Allah mengungkapkannya kepada semua orang. Dan Allah tidak jauh dari setiap orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 29:13 mengatakan, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu mencari Aku dengan segenap hati.” Mazmur 145:18-19 mengatakan, “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” Nah ini penting sekali. Yesus mengatakan di Yohannes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>KPR 17:28</b> mengatakan, “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.” Paulus disini mengutip dua penyair Yunani yang sedang membicarakan Zeus. Paulus mengatakan bahwa penyair mereka sendiri yang dalam ketidaktahuan akan Allah sejati memberi bukti nyata bahwa kita sanggup mengenal-Nya. Meskipun mereka menghubungkannya kepada dewa yang salah, sudah jelas bagi mereka Allah itu ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyair Anda sendiri menyadari pasti ada Allah. Paulus mengatakan Anda harus tahu siapakah Allah itu dan tahu apa yang Dia katakan. Dan mereka tidak pernah tahu itu. Memang ada banyak orang seperti itu. Mereka percaya Allah itu Pencipta dan Penopang. Namun mereka tidak mengenal Allah; mereka memiliki allah yang salah. <b>Ayat 29</b>, “Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah menciptakan kami dan kita menjadi keturunan-Nya, itu berarti kita ini mahluk yang diciptakan, maka Allah haruslah lebih dari pada sesuatu yang kita bikin. Allah tidak bisa menjadi batu atau perak atau emas dalam suatu representasi artistik. Jika Anda benar-benar ingin mengenal Allah janganlah melihat sebuah idola dan jangan pergi ke sebuah kuil. Jika Anda ingin mengenal Allah, mintalah supaya ada hubungan pribadi dengan Allah. Dan itu membawa kita kepada langkah ketiga: Belajarlah dan tahulah apa yang Allah katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang tahu bahwa Allah itu ada, dan yang tahu siapakah Allah itu namun mereka tidak tahu apa yang dikatakan Allah. <b>Ayat 30-31</b>, “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. 31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kata kebodohan. Allah tidak akan membiarkan itu lagi, Dia memerintah semua orang dimana-mana untuk bertobat. Kata ‘membiarkan’ itu berarti Allah tidak secara aktif ikut campur dengan penghakiman khusus. Allah berurusan dengan mereka sama seperti di dalam Perjanjian Lama sesuai dengan terang yang mereka miliki. Tentu saja ada konsekuensi. Upah dosa adalah maut. Galatia 6:7 mengatakan, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus mengatakan bahwa Allah mengizinkan mereka hidup sesuai dengan terang yang mereka miliki dan menerima-Nya berdasarkan hal itu. Di Roma 1:18, Paulus mengatakan, “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia.” Tidak peduli mereka masih belum percaya. Tentu saja murka itu berjalan, tentu saja ada konsekuensi. Namun Allah tidak secara aktif akan ikut campur dalam hidup bangsa-bangsa dengan penghakiman khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 2:13-15 mengatakan, “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.” 15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” Prinsipnya adalah kepada siapa banyak diberikan, banyak akan dituntut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ada transisi yang kuat. “Maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.” Ada perbedaan diantara sekarang dan dulu. <b>Ayat 31</b>, “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Tidak ada orang yang dapat diselamatkan sejak kayu salib kecuali dengan kepercayaan kepada Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menjamin bahwa Yesus menjadi hakim dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Dan kebangkitan itu adalah persetujuan Allah untuk Kristus. Itu adalah persyaratan Yesus Kristus menjadi hakim. <b>KPR 17:32-34</b>, “Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." 33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. 34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus langsung memisahkan kelompok itu. Karena untuk percaya bahwa Allah itu ada, dan percaya siapakah Allah itu, itu kemudian menyebabkan Anda mendengar dan melakukan apa yang dikatakan Allah. Ingatlah Matius 11:27, “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Satu-satunya orang yang mengenal Allah adalah mereka yang mengenal Kristus. Bagaimana dengan Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div><div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Jun 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170604</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/b4ldgjw3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengenal Allah yang Benar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_cirpo33s"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:25-29" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:25-29</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang maju di Kisah Para Rasul 17 dalam pelajaran kita dan kita menemukan Paulus sendirian di Atena. Dia merasa sedih sekali melihat penyembahan berhala di kota itu. Mereka menyembah ribuan dewa. Dan dewa-dewa mereka adalah karya seni besar, jadi kota ini sangat berbudaya namun pada saat yang sama, penyembah berhala besar.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pada saat kita memikirkan penyembahan berhala, kita mungkin ingat patung-patung di sebuah kuil Hindu. Atau mungkin tari-tarian nabi-nabi Baal waktu mengelilingi mezbah Elia. Namun penyembahan berhala Yunani di Atena pada waktu itu canggih dan berbudaya. Mereka adalah kelas filosofis dan intelektual seluruh dunia. Itu merupakan hal yang canggih dan rumit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita harus menyadari bahwa pada masa kini di Amerika, sama seperti di semua bagian di seluruh dunia, kita juga adalah korban penyembahan berhala. Sebenarnya Anda hanya memilih dewa yang mana Anda akan menyembah. Semua orang menyembah sesuatu. Bahkan orang ateis menyembah dirinya sendiri, dan itu adalah penyembahan berhala yang paling ekstrim. Semua hal yang terpisah dari Allah adalah penyembahan berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Billy Graham menanyakan mahasiswa di Universitas Karolina Utara apakah dia percaya Allah, dan dia mengatakan “Iya, saya memiliki dewaku pribadi.” Dan kita dapat melihat itu disekitar kita terus menerus. Dan kita masih tetap menyembah dewa-dewa itu. Marilah saya menyebut beberapa. Nomor <b>satu </b>adalah <b>perikemanusiaan. </b>Bahwa manusia dapat menyelesaikan semua masalah itu sendiri. Tahukah Anda bahwa itulah waktunya sains meledak dan kita pikir bahwa kita benar-benar sanggup mengatasi semua masalah-masalah dunia ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dewa <b>kedua</b> yang disembah semua orang adalah <b>materialisme</b>. Kepanikan krisis energi adalah bahwa ada orang yang terus menerus mengurangi kekayaan kita. Dan kita tidak dapat beli semua hal ekstra yang kita inginkan. Dan kehidupan kita berkurang menjadi dasar yang membosankan. Dan kita tidak dapat menghibur diri kita sendiri. Jadi lama kelamaan dewa-dewa perikemanusiaan dan materialisme kita semakin kecil dan tidak berarti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dewa <b>ketiga</b> yang dipuja masyarakat kita adalah <b>seks</b>. Segala sesuatu dari periklanan sampai ke kebun binatang diperbanyak melalui seks. Entah itu mobil atau deodoran atau pasta gigi atau film dan buku-buku sekarang semua menggunakan bahasa yang sama itu. Seperti dikatakan Billy Graham, “mereka menandingi tetesan selokan pembuangan yang bocor.” Orang-orang sekarang mulai kembali kepada hal-hal kuno, mereka bahkan memyembah okultisme. Bahkan beberapa orang memiliki berhala fisik yang mereka sembah sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia barat dengan segala kebudayaannya, dengan semua informasinya, dengan semua pengetahuan ilmiahnya, berada di dalam perangkap setan yang sama yang mengatur kehidupan seseorang yang berada entah dimana yang menyembah sebuah batu. Semua orang menyembah sesuatu. Penyembahan berhala adalah menyembah segala sesuatu yang bukan Allah. Dan itu datang dalam bermacam-macam jenis paket.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasannya adalah karena Allah menciptakan setiap manusia untuk mengenal Dia. Itu jelas di dalam Firman Allah. Tidak mengenal Allah berarti Anda benar-benar terputus dari tujuan dan makna hidup Anda. Dan bisa saja Anda menyembah dewa-dewa kecil Anda namun Anda tidak pernah akan mengalami suatu kepuasan akhir. Seperti Agustinus mengatakan, “Anda memiliki vakum yang dibentuk Allah yang hanya dapat diisi oleh-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini dunia yang penuh frustasi besar. Dan karena itu tentu saja orang-orang kecandu obat-obatan dan minuman keras dan mereka membunuh diri mereka pada tingkat yang tidak pernah ada dalam sejarah. Dan alasannya adalah karena mereka tidak mengerti faktanya bahwa meskipun mereka menyembah banyak hal, tetap itu tidak dapat memuaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah inilah masalah yang sama di Atena ketika kita mempelajari KPR 17. Dengan segala dewa-dewa, mereka tetap merasa tidak puas jadi mereka terbuka terhadap tuhan yang mereka tidak kenal, tetapi yang mungkin dapat memuaskan mereka. Karena sampai saatnya manusia mengenal Allah yang sejati, dia tidak akan tahu kedamaian. Dia tidak tahu kepuasan apapun dalam arti sebenarnya. Adam dan Hawa pada mulanya ada di Taman Eden bersama Allah dan mereka puas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun setelah mereka jatuh, Allah memisahkan diri-Nya dari mereka. Dan mereka kehilangan pengetahuan tentang Allah. Dan sejak waktu itu manusia datang ke dunia tanpa mengenal Allah. Namun meskipun berada dalam dunia dimana tidak ada pengetahuan benar tentang Allah, masih ada pengetahuan sedikit di dalam hati nurani kami dan penciptaan. Dengan kata lain, Allah telah menanam di dalam kita pengetahuan tentang diri-Nya di dalam hati nurani kami dan di dalam dunia yang telah Dia ciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 9:23-24 mengatakan, “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi.” Nah, didalam hidup ini mungkin Anda cerdas, kuat dan kaya, namun Anda tidak berarti kecuali Anda mengenal Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Keluaran 20:3 Allah mengatakan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Apakah itu karena Allah cemburu? Tidak. Yang utama adalah bahwa itu melanggar ciptaan-Nya. Ayat 4-5, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak mentolerir saingan. Anda diciptakan untuk mengenal Aku. Kecemburuan tidak selalu jahat. Allah mengatakan di Keluaran 34:14, “Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena Tuhan, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.” Mungkin Anda mengatakan, Mengapa Engkau begitu khawatir tentang hal itu? Tidak ada saingan. Oh iya, memang ada. Allah sebenarnya mengatakan bahwa setiap orang dibentuk Allah di dalam kandungan. Itu bukan proses evolusi. Jadi Allah ada hak untuk cemburu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada dua macam kecemburuan. Satu jenis kecemburuan adalah, “Aku ingin apa yang kau miliki dan karena Anda memiliki berhala, aku benci Anda.” Itu sifat iri hati yang menjadi liar. Namun ada jenis kecemburuan yang berbeda yang mengatakan Anda adalah milikku dan aku sayang kepadamu dan aku tidak mau ada orang lain yang mengambil Anda. Nah, itu adalah kebajikan murni. Orang yang sudah menikah yang tidak merasa cemburu karena ada gangguan kekasih lain yang masuh kerumah mereka, pasti kekurangan persepsi moral. Karena kekhususan pernikahan itu adalah inti pernikahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 10:22 mengatakan, “Maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?” Itu menyiratkan jika Anda membangkitkan cemburu Tuhan, Dia akan melakukan sesuatu. Dia telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Dan manusia tidak dapat mengetahui maknanya sampai dia mengenal Allah. Dan Allah akan melindungi umat-Nya dan Dia akan menghukum seorang penyusup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Tesalonika 1:7-8 tertulis, “Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah.” Jadi pada akhirnya kalau tidak mengenal Allah itu bencana. Masalahnya, kita untuk selamanya akan berada di neraka. Apakah semua orang dapat mengenal Allah? Iya, menurut Roma 1:20 ada cukup pengetahuan untuk mengenal Allah di dalam hati nurani Anda dan disekitar Anda sehingga Anda tidak ada alasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus ingin memperkenalkan Allah kepada orang-orang di Atena. Keadaan kita bisa saja berubah banyak, namun pengetahuan tentang Allah itu menetap. Ingatlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang menjawab raja: O, Nebukadnezar, jika kita dicampakkan ke dalam perapian yang menyala, Allah kami dapat menyelamatkan kami, tetapi kalau tidak, kami tetap tidak akan menyembah. Mengapa? Karena mereka tahu mereka memiliki Allah yang benar. Mereka tidak takut apapun. Nah kepercayaan dan kepuasan seperti itu terdapat di dalam hidup seseorang yang mengenal Tuhan. Tidak ada pengganti yang dapat melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan ada tiga hal yang diperlukan. Satu, sadarilah bahwa Allah itu ada. Dua, mengenal siapakah Allah itu. Ketiga, mengerti apakah yang dikatakan Allah itu. Mereka tidak tahu siapakah Dia dan mereka tidak tahu apakah firman-Nya, namun paling tidak mereka percaya Dia ada. Ibrani 11:6 mengatakan, “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang menyangkal Allah bodoh sekali. Beberapa diantara mereka adalah orang ateis. Ateisme itu seperti sebuah kaktus tertanam di padang gurun yang memberitahu kepada kaktus lain bahwa tidak ada samudera. Tetapi ada orang yang ingin melakukan kehendak mereka sendiri dan mereka tidak mau dihukum, jadi mereka menghilangkan Allah, supaya hidup mereka lebih tentram. Kemudian ada juga orang agnostik yang tidak percaya ada Allah. Kemudian ada juga orang evolusi yang mengatakan, ya mungkin ada kecerdasan kosmis, namun Allah tidak pernah menyatakan diri-Nya. Semuanya itu kebetulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, ada orang politeis yang percaya ada banyak dewa-dewa. Itulah yang sedang disebarkan di Amerika saat ini. Ada buku-buku tentang kuasa-kuasa gelap yang ditulis oleh dewa-dewa itu yang menceritakan kita tentang semua hirarki banyak dewa dan pangeran Venus dan penguasa ini disini dan penguasa itu disitu. Banyak orang percaya ada kuasa-kuasa gelap tetapi itu bukan dewa-dewa, semua itu hanya setan-setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada banyak orang yang didominasi oleh meditasi Timur itu. Mereka ingin supaya semua orang mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Meditasi transendental. Mereka ingin supaya seluruh dunia percaya bahwa mereka memerlukan meditasi ini dan yang menjadi masalah adalah orang-orang Kristen. Jadi sesudah pengangkatan, mereka akan berkuasa selama masa tribulasi itu. Dan semua orang sekarang menjadi dewa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada juga panteisme, yang adalah jenis ateisme yang berbeda. Ini mengatakan bahwa semuanya adalah Allah dan jika semua itu Allah, maka Allah itu tidak sesuatupun. Pandangan lain adalah deisme. Ini mengatakan bahwa ada Allah di suatu tempat dan Dia menciptakan alam semesta. Namun sesudah Dia menciptakannya, Dia pergi dan membiarkan itu menjadi buruk dan Dia sama sekali tidak terlibat lagi. Semua itu adalah bentuk kepercayaan yang menyangkal Allah yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesaksian terbesar tentang Allah ada disini di Alkitab. Ulangan 6:4 mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!” Ulangan 4:35 mengatakan, “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” Yesaya 42:8 mengatakan, “Aku ini Tuhan, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke KPR 17, untuk mengenal Allah yang tidak dikenal kita harus percaya bahwa Allah itu ada. Kedua, kita harus percaya <b>siapakah Allah itu</b>. Paulus memberi tahu mereka siapakah Allah itu di ayat 24, “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya.” Bayangkan betapa besar kuasa penciptaan Allah itu. Ayub 26:6-7, “Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya. 7 Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama, <b>Dia menciptakan segala sesuatu</b> dari kehampaan. Yesaya 44:24 mengatakan, “Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; “Akulah Tuhan, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit.” Dia menciptakan semesta alam dengan memproyeksikan pemikiran-Nya menjadi nyata. Mazmur 148:5 mengatakan, “sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah tidak pernah menjadi lelah. Yesays 40:28, “Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.” Dan sekarang keaktifan-Nya sama seperti dulu dengan menopang apa yang Dia ciptakan. Itu poin kedua. Dia bukan saja menjadi Pencipta, <b>Allah juga penguasa</b>. Dia mempertahankan keseluruhan-nya. Ingatlah Ibrani 1:3, “Dia menopang segala yang ada dengan firman-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita meluncurkan orang dengan roket dan menerbangkannya ke angkasa selama beberapa hari dan kemudian mereka kembali dan mendarat di tempat yang kami harapkan. Mengapa? Karena alam semesta dan hukum-hukum fisik itu konstan. Bayangkan jika semua hukum-hukum itu semakin berkurang dan dunia ini membusuk dan Allah tidak mempertahankan itu semua. Kita tidak bisa memperhitungkan apapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, <b>Allah adalah sang Pemberi</b>. Lihatlah KPR 17:25, “dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Ayub 22:2 mengatakan, “Apakah manusia berguna bagi Allah?” Allah itu sudah sebaik mungkin. Orang-orang yang tidak percaya tidak mengerti hal itu. Mereka selalu mempersembahkan makanan dan mereka pikir dewa-dewa itu perlu makan. Orang Hindu masih melakukan hal itu sampai sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 50:10-11 menyatakan, “sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 11 Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.” Apakah Allah memerlukan persembahan makanan yang di ditaruh di depan mezbah? Allah tidak memerlukan makanan kami. Kita semua memerlukan Allah karena Allah yang memberikan kita hidup dan nafas dan segalanya yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Yakobus 1:17 mengatakan, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” 1 Timotius 6:17, “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” Apapun yang kita miliki semua datang dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, <b>Allah adalah pengendali</b>. KPR 17:26, “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka.” Setiap bangsa ditahbiskan oleh Allah. Dan Allah bahkan menentukan waktu dan batas-batas tempat tinggal mereka. Dan itu berarti bahwa Allah mengontrol sejarah dan nasib semua orang dan bangsa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak mungkin kita dapat melihat apa yang sedang terjadi di Amerika, Israel, Rusia dan Suriah tanpa kepercayaan kepada Allah yang mengatur sejarah. Sejarah itu kisah Dia. Allah telah menentukan waktu-waktu sejarah dimana negara-negara tertentu ada. Sejarah itu tepat pada waktunya dan Allah menjalankan semua itu dan itu akan mencapai tingkatnya pada kedatangan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kelima, <b>Allah menyatakan semuanya</b>. Saya memikirkan Allah dan saya berhenti di satu tempat tetapi yang paling mengherankan adalah bahwa Dia tinggal di dalam aku. Bagaimana kita dapat mengenal Allah? Yohanes 14:6 mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Kristus adalah satu-satunya yang memperkenalkan Anda kepada Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 May 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170528</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/cirpo33s</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah yang tidak Dikenal]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_b5jbu726"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:22-24" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:22-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita selalu membicarakan Firman Allah karena kami percaya bahwa itu berwibawa. Kami percaya bahwa itu ditulis Allah sendiri. Dan itu menyatakan kebenaran. Paulus sedang dalam perjalanan misinya yang kedua. Dia telah mendirikan gereja di Filipi, Tesalonika dan Berea, yang adalah kota-kota di Yunani. Dia telah diusir dari setiap kota itu. Dia meninggalkan Lukas, Silas dan Timotius untuk memelihara gereja-gereja itu dan dia sendirian di kota Atena.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus berkhotbah tentang “caranya mengenal Allah yang tidak dikenal.” Entah bagaimana kekristenan itu telah melayang jauh dari pemahaman mendalam tentang Allah. Ada “Gerakan Yesus,” namun akhirnya itu humanisme sentimental saja. Ada “Gerakan Roh Kudus” namun akhirnya itu emosi saja. Yesus datang untuk memperkenalkan kami dengan Allah. Dan Gereja sekarang sangat membutuhkan perspektif yang benar tentang Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengetahuan tentang Allah adalah kunci segala sesuatu. Untuk apa Anda diciptakan? Anda diciptakan untuk mengenal Allah. Allah ingin supaya mahluk itu mengakui Dia. Dan dengan demikian Dia membuat Anda mengenal Dia untuk memberi Dia kemuliaan. Jika Anda tidak mengenal-Nya malah Anda adalah cela pada kemuliaan-Nya. Namun kita melihat banyak orang yang menolak untuk memuliakan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti artinya hidup kekal itu? Hidup kekal itu bukan panjangnya kehidupan. Ada kalanya kita memikirkan hidup kekal itu adalah konsep hidup yang berlangsung selamanya. Tidak. Hidup kekal itu bukan hidup selamanya. Hidup kekal itu adalah jenis hidup yang berbeda. Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.” Jadi hidup kekal adalah jenis kehidupan yang mengenal Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya Yesus mati adalah untuk memberikan Anda pengetahuan tentang Allah yang telah terhilang dalam dosa. Masih ingat ketika Adam diciptakan, dia tahu Allah, benar? Dia berjalan-jalan di taman dan berbicara dengan Allah pada waktu hari sejuk. Namun langsung ketika Adam berdosa dia dibutakan kepada Allah dan terpisah dari hadirat Allah. Dan hadirat itu hanya dapat dipulihkan kembali dalam Kristus yang mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran.” Dia maksud kebenaran tentang Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika aku menanyakan pertanyaan berikut: Apakah hal terbaik dalam kehidupan? Apakah yang memberikan aku sukacita terbesar? Apakah yang menyebabkan hatiku paling senang? Dan apakah yang sanggup memuaskan aku sepenuhnya? Jawabannya adalah: mengenal Allah. Dan lebih dari itu, tahu bahwa Dia tidak pernah akan meninggalkan aku. Karena itu keadaan asal manusia dipulihkan kembali di dalam Kristus. Dan itulah hidup kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Yeremia 9:23-24, “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 17:23 menunjukkan kepada kita karakter manusia modern. Apakah yang dimuliakan mereka yang memanggil dirinya pintar? Mereka memuliakan kecerdasan mereka sendiri. Dan apakah dimulaikan orang-orang kuat? Kekuatan mereka sendiri. Dan apakah dimuliakan orang-orang kaya? Uang mereka. Namun Allah berkata, jangan memuliakan hal-hal seperti itu, karena semua itu fana. Ayat 24 mengatakan, yang Anda harus memuliakan adalah memahami dan mengetahui Aku. Allah adalah sumber segalanya yang kita perlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang paling menyenangkan Allah? Dengarkanlah Hosea 6:6, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” Allah mengatakan agamamu tidak berarti bagi-Ku. Aku ingin supaya Anda mengenal Aku. Allah ingin supaya ada hubungan pribadi dengan Anda. Allah menciptakan manusia pada mulanya untuk mengenal-Nya, tetapi dosa masuk dan itu memadamkan terang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 1:18 menjelaskannya, “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” Setiap orang di dunia ini memiliki kebenaran tentang Allah yang ada padanya. Roma 1:19 mengatakan, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.” Ini adalah naluriah bagi manusia. Anak-anak tidak ada masalah percaya kepada Allah. Konsep itu tertanam didalam hati mereka dari semula. Hanya kemudian manusia mulai memberontak melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 1:20, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Lihatlah dunia ini dan perhatikanlah penciptaan, Anda dapat melihat macrocosm yang menakjubkan, dunia raksasa bintang-bintang, dan microcosm, yaitu dunia yang kecil sekali yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, dan Anda mengatakan, “haruslah ada Allah yang menciptakan semua ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah dapat diketahui, perbuatan-Nya ada didalam aku dan disekitar aku. Jadi jika kita gagal untuk mengakui hal itu, ayat 20 mengatakan, “kita tidak dapat berdalih.” Ayat 21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” Daripada mengakui Allah, mereka melawan Allah dan menjadi sombong dalam pikiran mereka dan dengan demikian menjadi bodoh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka pikir mereka pintar, ayat 22, tetapi sebenarnya mereka bodoh. Mereka merubahkan kemuliaan Allah yang tidak dapat dikorupsi, menjadi suatu gambaran yang dibikin manusia. Mereka mulai menyembah patung-patung dan binatang dan idaman-idaman. Kemudian ayat 24, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka.” Allah melepaskan mereka. Jika itulah keinginan hati mereka, Allah akan membiarkan mereka. Nah itulah keadaan yang mengerikan bagi semua manusia, dan setiap orang ada didalam keadaan yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pada saat Paulus tiba di Atena di KPR 17, dia berhadapan dengan orang-orang kafir yang tidak mengenal Allah. Dan orang-orang Atena memang orang kafir terpelajar sama seperti orang-orang pada zaman ini. Dia melihat kota yang penuh berhala, kita juga sekarang melihat internet penuh dengan keinginan duniawi. Dan itu menyebabkan Paulus sedih sekali melihat kemuliaan Allah yang tidak disampaikan kepada Allah. Ayat 17, karena itu dia berkhotbah dan bertukar pikiran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak peduli berapa banyak ilah-ilah seseorang memiliki, tidak peduli berapa banyak agamanya, jika dia tidak pernah berhubungan dengan Allah yang benar, dia tidak pernah akan merasa puas. Di Atena mereka memiliki ribuan ilah-ilah dan ditengah semua itu mereka masih ada patung untuk Allah yang tidak dikenal. Itu menunjukkan penderitaan besar dari penyembahan berhala. Tidak peduli apa yang mengisi hati orang, tidak ada yang cocok, kecuali dia mengenal Allah yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah supaya dapat mengenal Allah yang belum diketahui, Anda perlu tahu tiga hal. Nomor satu, Anda harus menyadari bahwa Allah itu benar-benar ada. Nomor dua, Anda harus tahu siapakah Allah itu. Dan nomor tiga, Anda perlu tahu apa yang difirmankan Allah itu. Pada akhirnya, mengenal Allah itu berarti percaya bahwa Dia ada dan mengerti siapakah Dia dan mengerti apa yang Dia mengharuskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 11:6 mengatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Saya tidak dapat membuktikan Allah itu nyata bagimu. Saya dapat memberi banyak bukti, namun Allah tidak dapat dibuktikan secara empiris. Karena itu dikatakan, “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Ini masalah iman. Yohanes 1:18 mengatakan, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.” Tetapi perbuatan-Nya ada dimana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab menjelaskan mengapa ada orang ateis. Mazmur 14:1, “Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.” Ayat 3-4, “Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada Tuhan?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa orang-orang menerima filsafat ateistik? Karena mereka ingin menghilangkan penghakiman akhir atas keberdosaan mereka, karena itu mereka menghilangkan Allah. Mazmur 10:11,13 mengatakan, “Ia berkata dalam hatinya: "Allah melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya." 13 Mengapa orang fasik menista Allah, sambil berkata dalam hatinya: "Engkau tidak menuntut?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bayangkan ada orang yang percaya tidak ada Allah. Itu berarti mereka percaya bahwa segala sesuatu di alam semesta ini datang kebetulan dari kehampaan. Orang berkata, “Ah kalian orang Kristen, kalian hidup oleh iman.” Nah, jika Anda tidak percaya Allah, Anda percaya apa? Marilah saya memberikan Anda <b>dua alasan</b> dari Alkitab. Satu, <b>hukum sebab akibat</b>. Saya percaya ada Allah karena saya melihat hal-hal di dunia ini dan saya ingin tahu dari mana datangnya itu? Tidak mungkin terjadi efek tanpa ada penyebab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Anda berbicara dengan orang evolusionis dia akan mengatakan, nah pada suatu ketika ada genangan air. Dan didalam genangan air itu ada sesuatu yang terdiri dari satu sel. Dan kemudian sel itu memutuskan menjadi dua, kemudian kedua sel itu memutuskan untuk menjadi empat. Terus jadilah kita. Kemudian Anda berkata, genangan air itu datang dari mana? Bagaimana mungkin ada genangan air dari kehampaan? Itu tidak masuk akal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 3:4 mengatakan, “setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.” Bayangkan Anda melihat rumah baru dan ada orang yang mengatakan, “Pada suatu hari kami minta orang untuk membawa setumpuk besar kayu utuh dan kami memasang sebatang dinamit dan meledakannya dan semuanya mendarat menjadi rumah ini. Anda pasti mengatakan orang ini orang idiot. Jadi bagaimana orang evolusionis dapat mengatakan bahwa seluruh alam semesta terjadi seperti itu. Penyebab pertama adalah Allah. Bagaimana mungkin ada sesuatu tanpa ada penyebab?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan lain menurut Alkitab yang mengatakan itu logis untuk percaya ada Allah. Dan itulah <b>hukum rancangan cerdas</b>. Dunia ini benar-benar rumit dan desainnya begitu mencengangkan. Argumen besar yang kita hadapi dalam evolusi adalah bagaimana kita bisa mendapatkan mahluk yang begitu kompleks seperti manusia dari genangan air itu? Bagaimana Anda bisa mendapatkan kecerdasan dari ketidakcerdasan? Bagaimana Anda bisa mendapatkan penilaian moral dari sesuatu yang non-moral?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa bedanya diantara kuda dan manusia? Atau diantara monyet dan manusia? Itu adalah penilaian moral dan etis. Kebijaksanaan. Proses berpikir. Bagaimana kita mendapatkan hal-hal seperti itu? Dengarkanlah Mazmur 94:9-10, “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang? 10 Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, kecerdasan datang dari kecerdasan. Yang menciptakan pendengaran sanggup mendengar sendiri. Yang menciptakan penglihatan harus bisa lihat sendiri. Yang memberi penilaian moral harus menjadi mahluk moral. Ada orang skeptis yang tidak percaya Allah. Kemudian dia menemukan desain dan ciptaan di dunia ini dan itu menghancurkan kepercyaannya. Pada dasarnya dia menulis bahwa Allah menciptakan secara geometrik. Kuncinya alam semesta terbuka pada saat dia melihat desain bunga yang rumit, ada ketertiban di alam semesta dan itu menunjukkan ada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Atena itu penuh dengan orang-orang yang secara praktis adalah orang ateis. Orang Epikuria, yang percaya bahwa kesenangan adalah yang terbaik, tidak percaya Allah. Jadi disini Paulus sedang menyampaikan kepada mereka Allah yang benar. Ayat 23 mengatakan, “ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 4:8 mengatakan, “Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.” Namun Paulus disini mengatakan, Anda dulu tidak mengenal Allah namun sekarang Anda dapat mengenal Allah yang benar. 1 Tawarikh 28:9 mengatakan, “Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, Dia harus <b>percaya atau mengakui siapakah Allah itu</b>. Pertama-tama Paulus mengatakan bahwa Allah adalah Sang Pencipta. Ayat 24 mengatakan, saya ingin Anda bertemu dengan Allah yang tidak dikenal itu. Dia adalah Allah yang menciptakan dunia dan segala hal lain. Jadi Paulus menjatuhkan filsafat-filsafat orang Epikuria dan Stoik dengan pernyataan pertama tentang siapakah Allah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan seluruhnya yang ada, dan Alkitab membela hal itu. Dengarkanlah Mazmur 146:5-6, “Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.” Yesaya 40:12 mengatakan, “Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.” Siapakah menciptakan semua itu? Allah menciptakan semua itu. Yesaya 45:18 mengatakan, “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit, Yang adalah Allah, yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kepercayaan seorang evolusionis. Satu: Tidak ada kekuatan supra-natural yang menciptakan. Dua: semua ciptaan terjadi kebetulan. Tiga: Materi hidup bukan datang dari materi. Empat: kecerdasan dan penilaian moral datang dengan sendirinya. Kalau semua itu ditambahkan ada persamaan yang mengatakan: kehampaan dikalikan kehampaan menjadi segala sesuatu. Kemudian ada hukum termodinamika yang membuktikan bahwa malah kebalikan dari evolusi adalah benar. Semuanya menjadi lebih lemah dan buruk dan tidak menjadi lebih baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus mengatakan untuk bertemu dengan Allah, sang Pencipta. Ayat 24, “dari langit dan bumi.” Kejadian 14:19 mengatakan, “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,” Bukan saja Allah menciptakan dunia, Dia juga memilikinya dan memerintah diatasnya, Dia Tuhan. Dengarkanlah Mazmur 24:1, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bertemulah dengan Allah, sang Pencipta dan Raja. Jika Anda menerima Firman Allah malam ini sebagai kebenaran, Allah akan memberikan Anda istirahat tulen. Yesus mengatakan di Yohanes 6:44, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” Anda harus tahu siapakah Allah itu, namun Anda hanya dapat mengenal-Nya secara pribadi melalui Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 May 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170514</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/b5jbu726</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_jgfpzua6"><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:16-34" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:16-34</a><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah seseorang yang membawa kepada kota besar itu khusus apa yang dibutuhkan kota itu. Pesannya kepada Atena, 2000 tahun yang lalu, sekarang juga relevan bagi setiap kota di dunia ini. Pertama, dia adalah orang Yahudi. Dia ahli dalam hal hukum dan tradisi. dan tahu dan mengikuti dengan seksama semua upacara-upacara agama Yahudi. Dia seorang Farisi yang berarti bahwa dia sangat serius tentang hal-hal agama. Dan dia adalah guru dan pemimpin yang kuat.<br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga warga-negara Romawi. Dia pintar dalam hal-hal sekuler, sama seperti terampil dalam hal-hal religius. Dia tahu sepenuhnya tentang hal politik, militer bahkan juga hal olah raga. Dia dibimbing sarjana Yahudi terbesar yaitu pria yang bernama Gamaliel. Dia dibesarkan di kota asalnya Tarsus dalam kebudayaan dan filsafat Yunani. Dan dia memiliki kecerdasan brilian dan komitmen terfokus kepada perkara yang dia percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Integritasnya besar sekali. Dia memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk menulis dengan jelas dan berbicara dengan cara yang sama. Dia menunjukkan keberanian tanpa takut, bahkan dalam menghadapi kematian. Dia baca banyak dan dia sering berjalan-jalan. Dan dia dipilih secara pribadi oleh Yesus Kristus yang sudah bangkit untuk menjadi salah satu dari perwakilan resmi-Nya untuk memproklamirkan Injil kayu salib dan kebangkitan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari dia datang kepada kota paling terkenal di dunia kuno, yaitu kota Atena. Pada waktu itu, itu pusat sastra, seni dan filsafat di dunia. Dan juga pusat agama dan politik di dunia, Itulah kota penuh ide-ide. Dan meskipun di abad pertama itu Atena di bawah kekuasaan Romawi, kota itu masih independen secara intelektual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di tengah-tengah kota itu ada titik fokus yang dinamakan Acropolis. Disitu ada koleksi patung-patung dan banyak dewa-dewa dan filsuf-filsuf. Itu kotanya Socrates dan Plato. Itu juga tempat yang diadopsi oleh Aristotle, Epicurus dan Zeno. Dan beberapa sejarawan mengatakan bahwa sastra dan patung di Athena tidak pernah akan dapat dibandingkan dalam sejarah dunia. Dalam setiap arti, itulah puncak pencapaian manusia di dunia pada saat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kepada kota besar itu datanglah Paulus, tersendiri, dibenci dan dikejar. Dia sedang melarikan diri dari orang-orang yang ingin membunuhnya. Namun kota itu langsung ada pengaruh terhadapnya, yang menyebabkan dia mempengaruhi kota itu. Marilah kita meneruskan di KPR 17. Disitu tertulis kisah penyebaran Injil kebangkitan. Tokoh utama dalam bagian pertama Kisah Para Rasul adalah Petrus. Tokoh utama di bagian kedua Kisah Para Rasul adalah Paulus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua-duanya adalah saksi mata Kristus yang bangkit yang diberi kewajiban untuk berkhotbah kebangkitan itu. Dalam pemberitaannya, Paulus ditempatkan di Athena. <b>Ayat 16</b>, “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” Paulus sedang menunggukan Silas dan Timotius dan apa yang dia lihat adalah jiwa-jiwa orang disitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak terpengaruh semua marmer dan emas. Namun agama kota itu yang sudah menyebar luas menyebabkan ada emosi negatif sekali. Setiap orang yang melihat kota itu dan melihat jiwa-jiwa yang menyembah berhala di kota itu, melihat juga kehampaan agama palsu dan karena itu merasa sedih. <b>Ayat 17</b> mengatakan, “Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.” Dan kita tahu bahwa dia selalu menyampaikan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Reaksinya cepat di <b>ayat 18</b>, “Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Si peleter itu berarti orang pemetik benih. Mereka mengejek dan menghinanya. Dia seperti orang yang tidak berpendidikan yang ingin membagikan ide-ide-ide filosofis dangkal, seperti itu masuk akal. Memang itu kedengarannya adalah reaksi khas terhadap pendeta-pendeta Injil sekarang dari filsuf-filsuf dan profesor-profesor universitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang pendapatnya lebih baik. <b>Ayat 18</b> meneruskan, “Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sudah jelas, orang Epikurian dan orang Stoik membencinya, karena dia mengatakan bahwa Allah adalah yang Dia katakan, dan bahwa Allah dalam bentuk manusia hanya di dalam satu orang. Dan pada akhir ayat 18, dia berkhotbah bahwa Yesus adalah Allah dalam bentuk manusia, dan bahwa Dia mati dan bangkit kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini Paulus menyampaikan berita yang khusus perlu didengar kota itu. Mereka perlu mendengar berita kebangkitan. Mereka perlu tahu bahwa hdup kekal hanya akan datang melalui Kristus. Mereka perlu mengerti bahwa Allah menjadi manusia. dan manusia itu adalah Yesus Kristus yang hidup sempurna dan mati kematian tebusan. Dia membayar hukuman atas dosa-dosa Anda dan saya. Dia bangkit dari antara orang mati supaya Dia menyediakan bagi kita kehidupan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada proses yang perlu diikuti jika Anda ingin mengumumkan ada dewa baru dan mau mendiskusikan filsafat baru. <b>Ayat 19</b>, “Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini?” Aeropagus sekarang dinamakan Mars Hill, yang tidak jauh dari Parthenon yang besar itu dimana Mahkamah Agung Atena bertemu. Orang Epicurean dan Stoik juga ikut mendengar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada orang lain yang juga ingin tahu apa yang dia akan bicarakan. Dan alasannya diberikan di <b>ayat 21</b>, “Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.” Apa yang mereka alami tidak memuaskan mereka, dan tidak ada jawaban pertanyaan akhir. Mereka memiliki begitu banyak dewa-dewa dan agama-agama tetapi hati mereka tetap kosong. Jadi mereka terbuka terhadap hal-hal baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus ada disitu bersama dengan orang-orang elite kota itu, para filsuf, para pemimpin, para hakim, para pihak berwenang dan mereka semua ingin tahu apa yang dia percaya. Pada dasarnya dia memberikan mereka khotbah tiga titik. Saya berada disini untuk memperkenalkan Anda kepada satu-satunya Allah yang benar dan hidup. Titik nomor satu, <b>Allah ini dapat dikenal</b>. Penderitaan orang agnostik adalah bahwa Anda tidak pernah akan tahu. <b>Ayat 22</b>, “Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mengatakan kepada mereka di <b>ayat 23</b>, “Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: KEPADA ALLAH YANG TIDAK DIKENAL. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.” Kalian menyembah dalam ketidaktahuan. “Marilah saya memperkenalkan Anda kepada satu-satunya Allah yang benar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Albert Einstein pernah dikutip ketika dia ditanyanakan apakah ada Pencipta. “Tentu saja ada kuasa kosmik. Jika Anda tidak percaya itu, itu bodoh, namun kita tidak pernah dapat mengenal-Nya.” Namun Einstein disini salah. Allah bukan Allah yang tidak dapat dikenal. Allah dapat dikenal dan Paulus mengatakan kepada mereka, saya akan memperkenalkan-Nya kepada Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Titik kedua, <b>Allah adalah Roh Kekal</b>. Dan Paulus mendefinisikan karakter Allah di <b>ayat 24 sampai 29</b>, “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. 26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. 28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. 29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memperkenalkan Allah yang benar kepada mereka sebagai <b>Sang Pencipta</b>. Mereka percaya bahwa Allah adalah zat tetapi Paulus mengatakan, “Zat itu tidak kekal dan Anda bukan Allah. Allah adalah Allah, Dia menciptakan segala yang ada, termasuk Anda. Allah adalah Allah Pencipta. Allah adalah Allah yang menguasai waktu dan materi.” Allah itu tidak seperti dikatakan orang Mormon, manusia yang disempurnakan yang dulunya adalah ciptaan sama seperti kita tetapi semakin lama semakin baik sehingga akhirnya dia menjadi Allah. Tidak, Allah adalah sang Pencipta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, dia mengatakan, “Allah adalah <b>pemilik</b> segalanya yang Dia ciptakan. Dia adalah Tuhan Surga dan bumi. Dia adalah Tuhan segalanya. <b>Ketiga</b>, dia mengatakan, Allah yang adalah sang Pencipta dan pemilik seluruh ciptaan-Nya, tidak tinggal di dalam kuil yang dibikin tangan manusia.” Itu berarti Dia adalah <b>transenden</b>. Dia berada diluar batas fisik. Dia adalah Roh Kekal. Allah bukan Allah yang dibikin dengan tangan manusia. Allah menciptakan Anda. Dialah Sang Pencipta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Perintah Kedua di dalam Sepuluh Perintah mengatakan, “jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun.” Janganlah mengecilkan Allah dan membatasi Allah dengan suatu bentuk, Mazmur 139 mengatakan Allah itu ada dimana-mana, “7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. 9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, 10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, “Dia juga <b>pemberi dan penopang hidup</b>. Dan Dia tidak dilayani tangan manusia, sepertinya Dia memerlukan sesuatu, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu.” Dialah penopang Mahakuasa. Roma 11:35-36 menanyakan, “siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Paulus mengatakan di <b>ayat 26</b>, Allah <b>berkuasa diatas segalanya</b>. Dia membuat dari Adam semua bangsa. Dari Adam datanglah Hawa. Dan dari pasangan ini datanglah semua manusia sampai ke Nuh dan keluarganya pada air bah. Kemudian dari mereka datanglah sisa kemanusiaan. dan Alah menentukan waktu yang tertentu, dan Allah yang mendirikan batas tempat tinggal mereka. Dan Allah menentukan tempat mereka dalam sejarah dan tempat mereka di peta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini langsung memukul kebanggaan orang Athena, karena mereka memandang diri mereka sebagai orang buatan sendiri. Mereka melihat mereka sendiri sebagai orang unik, dan mereka benci orang lain yang mereka pandang sebagai orang barbar yang buta huruf dan tidak berbudaya. Namun mereka itu bukan buatan sendiri. Mereka adalah apa yang mereka ada karena Allah. Allah telah menjadikan mereka satu bangsa. Allah telah menentukan mereka ada disitu pada waktu itu dalam sejarah. Allah berdaulat atas sejarah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di <b>ayat 27 dan 28</b>, Paulus mengatakan, “Allah itu dekat.” Doktrin ini berarti, “Semua bangsa yang telah ditentukan Allah harus mencari Allah, supaya mereka dapt menemukan-Nya karena Dia tidak jauh dari kami semua.” Iya, memang Dia diluar waktu dan diluar spasi, namun pada saat yang sama tetap Dia dekat. Artinya, dia tidak jauh dari kita, Anda dapat mengenal-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di <b>ayat 28</b> dikatakan, “Di dalam Dia kita hidup, kita bergerak dan kita berada.” Dia memegang kita bersama. Alam semesta tidak berlangsung secara kebetulan secara acak. Itu berjalan berdasarkan hukum-hukum yang tetap karena yang mengatur semuanya adalah Allah. Dan Allah tidak jauh dari kita masing-masing. Jadi dia mengatakan kepada mereka, Kalian telah mencari Allah yang dapat memuaskan hatimu sepanjang hidup. Allah yang dapat dikenal. Namun Dia dekat kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Paulus menambahkan di <b>ayat 28</b>, “seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.” Dia mengacu kepada Epimenides dan Aradus yang berdua telah menulis tentang fakta bahwa ada Allah yang telah menciptakan manusia dan Allah itu dapat dikenal secara pribadi. Jadi Paulus mengatakan, “Ada beberapa diantara Anda yang telah melihat Penciptaan dan telah mengambil kesimpulan yang benar. Memang ada Allah yang menciptakan semua itu, dan kita mirip sedikit dengan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mengatakan ada <b>titik ketiga, Allah telah berbicara</b>. Informasi di titik satu dan dua cukup untuk menyalahkan Anda, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan Anda. Wahyu natural hanya dapat menghakimi Anda. Anda perlu wahyu khusus dan spesial untuk menyelamatkan Anda. <b>Ayat 30-31</b>, “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. 31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sangat sabar sepanjang sejarah manusia sejak air bah itu, ketika Dia menghancurkan seluruh dunia. Dan kita berada sekarang disini, 4500 tahun kemudian, dan Dia masih belum menghancurkan dunia sejak air bah itu. Jadi dia mengatakan, “Sekarang Allah menyatakan kepada semua orang dimana-mana untuk bertobat. Sudah waktunya Anda bertobat dari dosa-dosamu dan penyembahan berhalamu. Sudah waktunya untuk berpaling kepada Allah yang benar dan Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena Allah telah menentukan suatu hari. Seratus duapuluh tahun sebelum air bah itu Allah datang kepada Nuh dan mengatakan, “saya akan menghancurkan seluruh dunia 120 tahun dari sekarang.” Dan Allah menentukan hari itu. Satu minggu sebelum air bah itu datang Dia mengatakan, “Masuklah kedalam bahtera itu. Saya akan menutup pintu karena dalam tujuh hari air bah itu akan datang.” Nah Allah telah menentukan satu hari lain. “Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kali ini dengan api dan penghakiman, Dia akan menghakimi dengan kebenaran. Dan bukan saja Dia sudah menentukan suatu hari, tetapi Dia telah memilih seseorang yang telah ditentukan. Siapakah hakim itu? Dia memilih seseorang, dan dia menyediakan bukti kepada semua orang tentang penghakiman itu dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti bahwa Allah disatu sisi membangkitkan Yesus menjadi Juruselamat kita, namun juga disisi lain menjadi hakim kita? Wah luar biasa mereka tidak menganiayanya. Apakah terjadi? Paulus pasti menceritakan kebangkitan orang mati yang terjadi waktu ada penghakiman, dimana semua orang dari semua abad akan dibawa menghadap Allah dan Kristus akan menghakimi mereka sesuai dengan perbuatan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 32</b>, “Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Jadi kelompok pertama mengejek tetapi ada kelompok lain yang may mendengar lebih banyak. <b>Ayat 33-34</b>, “Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. 34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah tanggapanmu? Apakah Anda akan mengejek kebangkitan itu? Mungkin reaksi Anda adalah, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Tahukah Anda bahwa menunda adalah sama dengan menolak? dan karena Allah saja yang tahu hari esok, Allah mengatakan waktunya adalah sekarang untuk menentukan. Kita hanya berharap dan berdoa reaksi Anda adalah untuk percaya, bertobat dan merangkul Kristus sebagai Juruselamat, supaya Dia tidak menjadi hakimmu. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 May 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170507</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/jgfpzua6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Saya telah melihat Tuhan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_cm6s0e5y"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:1-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika saya masih kuliah, 45 tahun yang lalu, argumen-argumen itu lebih menonjol daripada sekarang, tentang apakah Yesus bangkit secara historis dan secara fisik dari kematian. Ada konsensus luas di kalangan orang-orang percaya pada umumnya di Amerika bahwa menentukan klaim itu benar-benar penting. Anda mengambil keputusan, Anda percaya kebangkitan itu, atau Anda tidak percaya. Dan jika Anda percaya, Anda juga percaya sisa Alkitab dan Anda adalah seorang Kristen.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa kini pertanyaan itu, “Apakah Yesus benar-benar bangkit dari antara orang mati secara fisik dalam sejarah?” tidak begitu menonjol atau intensif karena orang-orang berpendapat bahwa mereka tidak peduli, karena orang-orang berbeda percaya hal-hal yang berbeda. Saya mungkin atau mungkin tidak menyebut diriku Kristen, dan jika kebangkitan itu tampaknya menolong saya, mungkin saya percaya itu, dan jika tidak, maka saya tidak akan percaya dan janganlah ada orang yang memberitahu saya bahwa saya harus memilih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu saya masih kuliah asumsi cukup banyak orang adalah bahwa hukum-hukum alam itu tertentu dan tertutup, yang menyebabkan dunia ini dapat dimengerti dan secara ilmiah dapat diatur. Dan hukum-hukum itu tidak mengizinkan klaim kebenaran bahwa ada orang yang telah bangkit dari antara orang mati untuk hidup kekal. Dunia modern dengan pengertian ilmiah hukum-hukum alam tidak mengizinkan ada kebangkitan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di masa kini asumsi itu bukan ada hukum-hukum alam yang diluar aku yang tidak mengizinkan kebangkitan Yesus, namun ada suatu hukum pribadi di dalam aku yang mengatakan, saya tidak perlu mengadaptasi hidupku dengan sesuatu yang saya rasa tidak akan membantu. Dengan kata lain: Kebenaran bagi aku adalah sesuatu yang saya bisa terima dan yang akan menolong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Apa yang sebenarnya penting? </b>Sekarang<b> </b>dengan adanya<b> </b>hukum pribadi, tidak masalah apakah Yesus bangkit dari antara orang mati, karena yang saya pentingkan adalah: Apakah saya perlu peduli? Apakah ide ini menolong saya? Apakah saya merasa ini akan menolong dalam perkembangan saya sebagai manusia? Dan jika tampaknya tidak berguna, saya akan menafsirkannya sama dengan melihat UFO dan kehidupan yang mungkin ada di galaksi yang jauh. Kalau itu menolong Anda, ya baguslah, tetapi jangan mendorong saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa diantara kalian yang memikir seperti itu tanpa menyadari pemikiran Anda memang seperti itu. Anda pada dasarnya telah meresap itu dari kebudayaan ini, karena cara memikir seperti itu telah terisi kebanyakan pertunjukkan di internet, televisi, iklan, film dan kurikulum pendidikan masa kini. Anda telah menciptakan allahmu sendiri yang akan menampung segala yang Anda inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang perlu kita lakukan adalah untuk meningkatkan tingkat kesadaran setiap orang tentang bagaimana kita menafsirkan realitas yang datang kepada kita setiap hari. Dan harapan saya adalah ketika kita menyelidiki kebangkitan Yesus, Anda tidak gampang terpengaruh asumsi dari 45 tahun yang lalu atau asumsi sekarang yang post-modern ini, tetapi dengan pertolongan Allah Anda benar-benar memedulikan apa yang sungguh penting bagi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Paulus di Atena. </b>Marilah saya mulai dengan khotbah yang diberikan rasul Paulus kepada orang-orang yang mementingkan filsafat di Atena kira-kira 20 tahun setelah kebangkitan Yesus. Kita melihat itu di KPR 17:30-31, “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. 31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu di tengah khotbah, pendengarnya memotongnya dan mengejek dia karena dia mengklaim bahwa Yesus telah dibangkitkan dari antara orang mati. Ini dengan sendirinya sangat signifikan karena itu berarti bahwa penyebaran Kekristenan yang menakjubkan di tahun-tahun awal terjadi dalam dunia yang tidak percaya kebangkitan itu mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ini penting bagi Anda. </b>Perhatikanlah apa yang dikatakan Paulus: Allah memerintah seluruh dunia untuk bertobat, karena kita semua telah berdosa terhadap-Nya, yakni, kita semua adalah penyembah berhala nyata. Pertobatan ini mendesak karena Allah akan menghakimi dunia dalam kebenaran sempurna. Dan Dia akan melakukan itu melalui Yesus Kristus, hakim setiap manusia yang akan berdiri dihadapan manusia-Allah yang hidup, Yesus. Tidak satu dari alasan-alasan kita akan berfungsi dalam pengadilan itu. Kita semua bersalah kecuali jika kita percaya Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah melalui rasul Paulus bertentangan sekali dengan asumsi kontemporer bahwa meskipun Kristus bangkit dari antara orang mati, itu tidak berhubungan dengan saya. Paulus mengatakan: Ini berhubungan dengan Anda apakah Anda memikir itu bermanfaat atau tidak. Penghakiman Allah bagi dunia oleh Yesus Kristus itu seperti kematian, itu pasti datang, dan mengatakan bahwa itu tidak dipedulikan sama dengan menutup mata dan mengatakan tidak ada cahaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal terakhir yang dikatakan Paulus dalam khotbahnya di Atena adalah, “Allah ini telah memberi jaminan (bukti) kepada semua orang dengan membangkitkan Yesus dari antara orang mati.” Dengan kata lain, kebangkitan Yesus dirancangkan Allah untuk menjadi peringatan global atau jaminan bahwa pertobatan itu diperlukan semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kebangkitan diketahui oleh Saksi-saksi mata. </b>Allah selalu<b> </b>bermaksud supaya kebangkitan itu diketahui dan dipercayai melalui saksi-saksi manusia. Ini tidak meniadakan karya Roh Kudus dalam membuka mata hati kita. Tidak ada rekaman video atau foto waktu itu. Ketika itu terjadi, Allah memastikan ada saksi-saksi, dan Yesus muncul kepada saksi-saksi itu dalam cukup banyak keadaan sehingga mereka yakin<b> </b>sepenuhnya<b> </b>atas realitas-Nya dan dapat menceritakan itu kepada orang-orang lain.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus mengatakan, “Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Yang dimaksud Paulus adalah bahwa kesaksian mereka yang telah melihat-Nya akan tersebar ke seluruh dunia dan menjadi jaminan sah bahwa itu memang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Cara Allah merancang supaya kita tahu</b>. Saksi lain, yaitu rasul Petrus di dalam khotbah KPR 10:40-41, 8 atau 10 tahun sesudah kebangkitan Yesus, mengatakan, “Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, rancangan Allah yang sengaja adalah supaya Kristus yang telah dibangkitkan tidak terlihat semua orang, bahkan bukan pada hari itu terjadi. Dan bukan pada hari ini juga, biarpun itulah yang kita ingini. Rancangan yang ditetapkan-Nya adalah: Yesus muncul berkali-kali dan dengan banyak bukti-bukti (KPR 1:3) kepada kelompok orang-orang tertentu yang tugasnya adalah untuk memberi kesaksian dalam perkataan dan tulisan mereka supaya semua orang yang mendengar atau membaca kesaksian ini akan tahu jaminan yang diberikan Allah bagi dunia tentang kebangkitan Anak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang terdapat di Yohanes 20, kesaksian Yohanes tentang penampilan Yesus setelah Ia bangkit. Dan itulah yang terdapat di Matius 28 yaitu kesaksian Matius; Lukas 24, Lukas bukan saksi mata namun dia hidup dan berjalan bersama Paulus yang adalah saksi dan dia berbicara dengan banyak orang lain (Lukas 1:2); Markus 16 ketika kita mendengar kesaksian Petrus yang digambarkan Markus, ditambah kesaksiannya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Yohanes, seorang saksi</b>. Lihatlah Yohanes 19:35 ditengah-tengah penyaliban Yesus, Yohanes berhenti dan mengatakan, “Dan orang yang melihat hal itu sendiri (Yohanes) yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.” Inilah yang dimaksud Paulus: Dunia dapat tahu apa yang terjadi di jam-jam terakhir karena ada saksi-saksi, dan mereka memberi kesaksian dan ada cara untuk menguji kebenaran kesaksian saksi-saksi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 21:24, “Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.” Ini bukan kabar orang. Dan inilah kesaksian yang dapat diperiksa dengan kesaksian lain dalam Perjanjian Baru. Jadi biarkanlah dia menerangkan apa yang dia menyaksikan dan tentukanlah sendiri apakah itu benar atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>“Tuhan telah diambil orang</b>.” Lihatlah <b>Yohanes 20:1-2</b>, “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. 2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria tidak percaya kebangkitan itu telah terjadi. Asumsinya adalah bahwa tubuh-Nya dipindahkan. Ini bukti tambahan betapa lambatnya murid-murid, termasuk para wanita, percaya bahwa Yesus telah dibangkitkan. Mereka itu bukan orang yang mudah bersemangat, yang mudah tertipu, yang cepat percaya apa yang dikatakan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Petrus dan Yohanes di Kubur. Yohanes 20: 3-5 </b>mengatakan, “Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. 5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah.” Ini adalah bungkusan tubuh Yesus ketika mereka mengubur-Nya (Yohanes 19:40).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 6-7</b>, “Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, 7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah terlipat bersama.” Apakah yang Yohanes ingin kita belajar dari kebangkitan ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>1. Tubuh-Nya bangkit, bukan secara rohani saja. </b>Ada beberapa orang yang<b> </b>melihat<b> </b>kebangkitan itu sebagai<b> </b>lambang<b> </b>pengaruh Yesus yang terus menerus hidup di dunia ini. Itu bukan maksud Yohanes. Tubuh-Nya tidak ada lagi disitu. Dia telah dibangkitkan dengan tubuh baru. Bahkan, fakta sejarah yang paling besar adalah bahwa musuh-musuh Yesus dalam minggu-minggu dan bukan-bulan pertama di Yerusalem tidak dapat menemukan tubuh itu. Tidak ada mayat karena Yesus telah dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>2. Seperti tubuh yang mati, namun tidak persis</b>. Kedua, tubuh ini tidak sama seperti tubuh yang mati itu, namun itu hampir sama dengan tubuh yang mati. Ada kontinuitas dan diskontinuitas. Ini penting karena kebangkitan Yesus di Perjanjian Baru di pandang sebagai buah sulung dari panen kebangkitan semua orang Kristen. 1 Korintus 15:22-23 mengatakan, “semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan cerita bahwa kelihatan kain kapan ada disitu, mungkin untuk membedakan kebangkitan ini dengan kebangkitan Lazarus. Masih ingat Yohanes 11 dimana Yesus membangkitkan Lazarus setelah dia sudah mati selama empat hari? Di Yohanes 11:44 dikatakan, “Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Berbeda dengan Lazarus</b>. Orang-orang perlu menolong Lazzarus untuk melepas-kan strip kain dan penutup wajah karena dia memiliki tubuh fana. Dia akan mati lagi. Setelah kebangkitan, Yesus memiliki tubuh kekal. Dia tidak pernah akan mati. Roma 6:9 mengatakan, “kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi.” Tubuh Yesus itu berbeda. Dia keluar dari pakaian orang mati sama seperti dia menembus pintu. Yohanes 20:19 dan 26 mengatakan, “berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat Dia masuk kedalam ruangan itu yang mustahil bagi tubuh fana, Dia mengatakan kepada Tomas yang masih ragu-ragu di Yohanes 20:27, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Ini tubuh fisik yang dapat dikenali dan disentuh. Dan Lukas mengatakan kepada kita di Lukas 24:43 bahwa Yesus makan ikan setelah Dia bangkit.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Mengapa ini penting</b>. Ingatlah, mereka yang berada di dalam Kristus, yang percaya kepada-Nya, dan adalah milik-Nya, dan telah menerima pengampun dari-Nya akan dibangkitkan sama seperti Dia. Paulus mengatakan di Filipi 3:21 bahwa Yesus, “akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.” Ini bukan kehidupan lain di galaksi lain. Ini akan terjadi ketika Allah menghakimi dunia melalui Yesus Kristus.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah masalahnya: <b>Apakah Anda melihat</b>? Di <b>Yohanes 20:8</b> dikatakan, “Maka masuklah juga murid yang lain (Yohanes), yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.” Apakah yang dia lihat? Yesus sudah tidak ada disitu, hanya beberapa pakaian yang ketinggalan. Bandingkanlah ini dengan Maria di <b>Yohanes 20:18</b>, “Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Saksi telah menjadi jendela</b>. Marilah saya mengakhiri dengan suatu analogi. Bel pintu depanmu berdering sore ini dan salah satu temanmu minta bicara dengan Anda. Dia datang dan mengatakan, “Wah saya ada berita buruk sekali. Kakakmu Jim meninggal.” Dan Anda berkata sambil menggeleng kepala, “Saya tidak percaya. Saya baru melihatnya pagi ini. Dia baik-baik saja. Saya tidak percaya hal ini, itu tidak mungkin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan temanmu berkata, “Kami bersama-sama pergi ke pertandingan itu, dan ketika kita pulang, ada mobil yang kehilangan kendali yang melompat tepi jalan dan menabrak Jim. Saya berlutut disampingnya. Saya menunggukan pemeriksa medis. Saya melihatnya. Dia mati.” Dan Anda berkata lembut: “Saya tahu.” Maksudmu apa dengan “Saya tahu?” Maksudmu adalah bahwa kesaksian temanmu telah menjadi jendela dimana Anda sekarang mengerti. Dan realitas jendela itu telah menjadi nyata. Anda tidak ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>“Aku telah melihat Tuhan.”</b> Allah telah membawa Anda kesini untuk mendengar pesan ini dan untuk Firman ini dan untuk kisah kebangkitan ini dan saksi ini. Dan doaku untuk Anda adalah bahwa Anda sekarang atau di waktu akan datang, demi anugerah Allah, dapat berkata, “saya mengerti.” Ada perbedaan bessar di antara Yesus dan ilustrasi saya: Dia hidup sekarang. Dan itulah yang dikatakan Maria, “Aku telah melihat Tuhan.” Apakah Anda melihat dan mengerti? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Apr 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170416</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/cm6s0e5y</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kasih, kunci Ketaatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_t0ckb3a3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+13:8-10" target="_blank" class="imCssLink">Roma 13:8-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 13:8-10, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berfokus kepada kunci ketaatan. Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya, Dia mengatakan bahwa bagian penting adalah untuk mengajarkan mereka untuk melakukan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya. Yang termasuk di dalam pernikahan adalah perlunya ada ketaatan kepada Firman Allah dan hukum Allah. Ketika pada mulanya Yesus memanggil para murid untuk taat kepada-Nya, Dia memanggil mereka untuk “mengikuti Aku.” Dia mendirikan dengan hubungan itu bahwa Dia adalah Tuhan dan Penguasa dimana Dia memberi perintah dan mereka harus menaatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus menanggapi orang muda yang kaya itu yang datang kepada-Nya dan ingin tahu bagaimana caranya memperoleh hidup kekal, Ia menentukan satu hal lain. Dia mengatakan kepada orang muda itu, “Juallah semua milikmu, berikanlah semua uang itu kepada orang miskin dan ikutilah Aku.” Dan orang muda itu pergi dan menolak tawaran itu. Bukannya dia tidak ingin hidup kekal, dia ingin, namun dia tidak mau menaati Yesus. Dengan kata lain, jika Anda tidak mau mengikuti Aku, Anda tidak akan memperoleh hidup kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus perlu menegor Petrus, murid itu, karena dia ingin tahu apa yang akan terjadi di masa depannya dengan Yohanes, Yesus mengatakan kepada Petrus, “Itu bukan urursanmu apa yang akan terjadi dengan Yohanes, tetapi engkau ikutlah Aku.” Dia membawanya kembali kepada saat permulaan seolah-olah mengatakan, “Apakah kamu sudah lupa? Aku memberikan perintah dan Anda harus mematuhinya.” Ilustrasi itu semua benar, tidak ada yang lebih penting di dalam Injil daripada panggilan untuk menaati Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang datang kepada Kristus untuk keselamatan, itu adalah panggilan untuk ketaatan. Bahkan rasul Paulus memanggil keselamatan itu ketaatan iman, iman yang taat, iman yang tunduk dan iman yang mengikuti. Ketaatan seperti itu adalah komponen essensiil dalam kehidupan Kristen kita. Itu adalah dasar kuasa kita, sukacita kita, kegunaan dan berkat kita. Datang kepada Yesus Kristus untuk keselamatan adalah suatu penegasan bahwa saya akan menaati-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:2 mengatakan, “Kepada orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus.” Kita dipisahkan dari dosa oleh Roh supaya kita dapat menaati Yesus Kristus. Alkitab mengajarkan hal itu, namun ketaatan seperti itu bagi kita sulit. Kita dapat merasakan bahwa kita harus taat namun tetap kita tidak taat. Di Roma 7:15 Paulus mengatakan, “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak mengerti. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, di pria batin saya, saya mengasihi hukum Allah dan dengan pria batin saya, saya ingin melakukan itu karena itu kudus, benar dan baik. Saya ingin menaati namun saya berjuang dalam melakukan hal itu. Kadang-kadang kita seperti kanak-kanak yang mengasihi ibu dan bapa, dan mengasihi mereka benar-benar, dan mereka tahu bahwa orang tua itu ingin yang terbaik bagi mereka, namun meskipun mereka mengasihi, ada kalanya kita tidak taat ketika kita diberi perintah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitu juga caranya dengan Tuhan. Kita tahu kita ingin menaati Dia. Kita tahu bahwa ketaatan akan mendatangkan berkat, kita sadar akan hal itu. Kita tahu keinginan terdalam kita dan itu sudah ditetapkan, kita ingin yang kudus, benar dan baik. Namun ada kalanya dimana perintah-perintah Allah entah bagaimana memotong aktivitas kita dan itu menyebabkan frustasi karena itu menyebabkan kita harus memberhentikan hal-hal yang dinikmati kedagingan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat berbeda bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah, yang bukan menjadi anak-anak-Nya. Hukum Allah bukan otoritas hidup mereka. Dia bukan Bapaknya dan mereka tidak peduli apa yang Dia katakan, mereka tidak akan berhenti apa yang menyenangkan mereka. Mereka hanya mementingkan diri mereka dan apa yang menurut mereka adalah benar, bukan yang Allah mengatakan adalah benar. Fokus mereka adalah kepuasan duniawi, biarpun itu sementara saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi anak Allah yang benar, ketaatan itu adalah hal yang manis dan diinginkan. Ketaatan adalah jalan kepada berkat. Ketaatan adalah ekspresi dari keinginan terdalam dari jiwa yang telah ditebus. Dengarkanlah Daud di Mazmur 119:47, “Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.” Dan di ayat 97, “Betapa kucintai Taurat-Mu!” Ini menunjukkan keinginan anak Allah yang lahir-baru. Dia memiliki hati dan roh yang rela yang rindu untuk menaati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana saya dapat menemukan jalan kepada ketaatan? Bagaimana saya dapat mengatasi frustasi ketidaktaatan dalam hidupku yang bertentangan dengan sifatku yang baru? Paulus menjawab di Roma 13:8-10 bahwa kunci ketaatan itu adalah kasih. Itu seperti ketaatan anak, yang pada akhirnya menyebabkan dia taat adalah kasih. Hal itu juga berlaku dalam dimensi spiritual. Jika aku akan menaati hukum Allah, itu adalah karena saya mengasihi Hukum itu, tetapi juga saya mengasihi Allah dan mengasihi orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di ayat 8, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga.” Dia sedang membicarakan pembayaran pajak. Pemerintah itu didirikan Allah dan mereka berhak untuk menagih pajak, jadi bayarlah itu. Dia tidak mengatakan janganlah pinjam uang. Yesus memberi perumpamaan di Lukas 19:23 dimana Dia mengatakan kepada hamba yang jahat, “mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada bank, supaya sekembaliku aku dapat mengambilnya dengan bunganya.” Jadi Yesus setuju ada bunga, apakah itu diberikan atau diambil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mengatakan, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi.” Dan dia mengatakan kita ada hutang yang harus dibayar dengan mengasihi satu sama lain. Saya ingin Anda berhutang kasih kepada orang. Hutang kasih itu adalah hutang abadi. Itu tidak akan meninggalkan kita. Itu adalah hutang yang kita harus bayar selalu, tetapi yang tidak pernah berkurang. Itu adalah tanda bahwa kita orang Kristen benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 13:35 mengatakan, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Di Yohanes 15:13 Yesus mengatakan, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” 1 Yohanes 2:10 mengatakan, “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang.” Di 1 Yohanes 3 dia mengatakan jika Anda tidak mengasihi saudaramu, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kasih Allah berdiam di dalam Anda? Bahkan di Matius 5:44 Yesus mengatakan, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Galatia 6:10, Paulus mengatakan, “marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Paulus mengatakan di Kolose 3:14, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” 1 Korintus 14:1 mengatakan, “Kejarlah kasih itu.” Filipi 1:9, “semoga kasihmu makin melimpah.” 1 Timotius 2:15 mengatakan, “Bertekun dalam kasih.” 1 Petrus 1:22, “sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas.” Firman Allah mengatakan bahwa kita harus terus menerus mengasihi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita harus menunjukkan kasih seperti itu? Alkitab mengatakan bahwa kita harus menunjukkan kasih itu dengan mengajarkan orang lain, dengan melayani kebutuhan orang lain, dengan melayani pertumbuhan rohani orang lain melalui perilaku baik yang menunjukkan pola saleh bagi mereka, dengan berdiri disamping mereka untuk menanggung beban mereka dan dengan demikian memenuhi hukum kasih, dengan menutupi kesalahan-kesalahan mereka, karena kasih menutupi berbagai macam dosa, dengan mengampuni mereka sama seperti Allah demi Kristus telah mengampuni Anda. Bahkan kita harus mengasihi dengan mengorbankan hidup kita sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Roma 5:5 dimana Paulus mengatakan bahwa “kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus”? Setiap perintah untuk mengasihi mengatakan bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengasihi. Allah tidak meminta dari kita untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mampu melakukan. Jadi kita harus memahami sumber daya kasih yang ada di dalam hati kita oleh Roh yang berdiam di hati kita yang buahnya adalah kasih. Paulus mengatakan bahwa Anda memiliki penampungan kasih yang tak terbatas, yang berarti Anda memiliki kapasitas untuk mengasihi yang tidak terpahamkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kewajiban Anda adalah untuk mengasihi semua orang sepanjang hidup Anda. Itulah kehidupan Kristen Anda yang ditunjukkan kepada orang. Jika Anda mengerti sumber daya-Nya, jika Anda memahami kasih Kristus di Efesus 3:13-21, jika Anda tunduk kepada Roh Kudus yang buahnya adalah kasih di Galatia 5:22, jika Anda menyucikan hati dan jiwamu dalam kasih persaudaraan yang tulus ikhlas seperti di 1 Petrus 1:22, dan jika Anda menyadari tangisan orang yang ingin dikasihi, Anda akan mengasihi dengan segenap hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Ibrani 10:24, salah satu alasan mengapa Anda datang ke gereja adalah untuk “saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik.” Jadi jika kita mengerti sumber kasih itu, dan tunduk kepada Roh Kudus, dan menyucikan hati kita, dan menyadari urgensi itu, dan ambil pilihan sadar, dan bergaul dengan orang-orang yang membutuhkan kasih itu, kemudian kita akan mengasihi mereka sesuai dengan perintah Tuhan. Saya memiliki sumber kasih yang tak terbatas, saya dapat mengasihi orang sebanyak mungkin dan sumber kasih itu tidak akan berkurang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah mengasihi orang dan berpikir, “Saya ingin mengasihi orang itu sudah cukup lama, saya senang saya dapat mengasihinya dan sekarang itu sudah selesai.” Tidak, kasih tidak berfungsi seperti itu. Bahkan pengalaman saya adalah semakin saya mengasihi, semakin itu mempertumbuhkan kondisi kasih saya dan semakin saya ingin mengasihi orang. Jadi kasih itu adalah keinginan mendalam yang naik dari jiwaku yang telah lahir baru untuk mencari kesejahteraan semua orang yang ada disekitar saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup dalam kebudayaan yang tidak mengenal kasih seperti ini. Ini adalah masyarakat yang paling egois dalam sejarah manusia. Penurunan kondisi moral manusia yang terus menerus sejak Kejatuhan menjadikan manusia semakin jahat karena Alkitab mengatakan bahwa orang-orang akan menjadi semakin jahat, jadi mereka sekarang lebih jahat dari semula. Dan inti segala dosa adalah kebanggaan yang mematikan kasih. Jadi semakin lama manusia hidup di bumi ini semakin moralitas menurun, semakin berkurang minatnya kepada orang lain. Jadi orang hanya ingin apa yang memuaskan mereka sendiri sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan marilah kita sekarang melihat Sepuluh Perintah, dan perhatikanlah bagian kedua dari perintah-perintah itu. Keempat perintah pertama adalah mengenai hubungan mansuia kepada Allah dan perintah keenam terakhir adalah mengenai hubungan manusia dengan sesamanya. Jadi dia membicarakan yang berhubungan dengan sesama manusia, dan memilih empat dari enam perintah dan mengatakan, “Ini dan sisanya tersimpul dalam pernyataan, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Itulah kuncinya dalam menggenapkan hukum Taurat. Kasih tidak menggantikan hukum Taurat, itu hanya memungkinkan ada ketaatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keempat perintah pertama cukup sederhana. Yang dikatakan disitu adalah bahwa kita harus mengasihi Allah, setia kepada-Nya, hormat dan kudus kepada-Nya. Di Matius 22: 37-40, orang ini menanyakan Yesus, “Hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya menyampaikan kepada kalian bahwa kunci ketaatan adalah kasih. Itu bukan suatu upaya untuk menyusun setiap masalah hidup dan untuk mencari jalan untuk mengikuti semua itu. Itu adalah memiliki hati dan jiwa yang berkomitmen untuk menunjukkan kepada orang-orang lain penampungan kasih Kristus yang ada didalam kita. Jadi dengan mengasihi dengan kasih Kristus, Anda secara otomatis akan menggenapkan sepuluh Perintah Hukum Taurat itu, yang sesuai dengan apa yang dikatakan Paulus di Roma 13.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 13:4-7 mengatakan, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih tidak menjadi marah, kasih tidak mengingat pelanggaran-pelanggaran melawannya, kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan orang lain. Kasih akan menahan segala sesuatu. Kasih cenderung percaya segalanya. Kasih mempertahankan harapan abadi. Kasih dapat menderita apa saja dan tidak pernah gagal dan karena itu akan menggenapkan seluruh Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana saya dapat melakukan itu? Secara sederhana, buah Roh itu adalah kasih dan jika Anda hidup oleh Roh, maka Anda tidak akan memenuhi keinginan daging namun Anda akan memenuhi keinginan Roh yang akan berbuah dan menghasilkan kasih. Jadi Anda perlu hidup oleh Roh. Dengan membiarkan Firman Kristus berdiam di dalam kamu untuk mengendalikan pikiran dan perilaku Anda, Roh Allah kemudian akan mengarahkan hidupmu sehingga Ia menghasilkan buah, yaitu kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara praktis lakukanlah hal-hal berikut: pulihkanlah pertengkaran, akuilah itu salahmu. Carilah teman yang dilupakan dan hidupkanlah hubungan itu kembali. Biarkanlah kepahitan lama itu mati sendiri dan ampunilah orang itu. Teks atau tulis suatu pesan penuh kasih kepada seseorang yang mengasihi Anda. Kuatkanlah seseorang yang Anda tahu sedang merasa kecil hati atau putus asa. Tepatilah semua janji-janji Anda. Lupakan saja kalau ada perbuatan salah yang dilakukan terhadap Anda, jangan cepat tersinggung. Bersyukurlah selalu kepada orang. Beritahukanlah seseorang bahwa Anda mengasihinya. Berdoalah untuk musuhmu. Dan memohon kepada Allah supaya Dia menolong Anda untuk mengasihi seperti Yesus mengasihi dengan melakukan apa yang kasih mengharuskan. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Apr 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170409</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/t0ckb3a3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kabar Baik dari Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ytzt81ky"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+1:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Roma 1:1-4</a></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berita terbaik adalah bahwa Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati dan untuk selamanya hidup menjadi perantara bagi mereka yang mengenal-Nya dan mengasihi-Nya. Kita hidup dalam dunia dimana kebanyakan berita adalah berita buruk. Dan melihat internet kenyataannya dunia kita bukan saja buruk, namun tampaknya semakin buruk. Kebudayaan kita negatif, bermusuhan dan putus asa. Kelihatannya kita semakin menghilangkan hal-hal yang dulu kita pikir berharga sekali, yang kita harapkan akan menghasilkan dunia yang lebih baik.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang berpikir ketika kita amat terdidik, kita dapat kemampuan untuk menyelesaikan semua masalah-masalah kita. Kita pikir setelah kita menciptakan kenyamanan hidup yang cukup baik, kita pasti dapat membangun hidup yang baik dan berarti. Kita pikir pada saat kita dapat menggunakan semua ilmu-ilmu fisik, psikologi, sociologi dan ekonomi, dan kita dapat menggunakan jenius pikiran manusia untuk membuat dunia yang lebih baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang ada semacam keputusasaan. Pria dan wanita telah menjadi korban kuasa yang menahan dan yang tidak berhenti di dalam diri mereka yang mendorong mereka kepada penghancuran diri. Mereka sekarang berhadapan muka-ke-muka dengan realitas dosa itu. Tidak peduli pengetahuan kita tentang pencerahan, tidak peduli pengetahuan kita tentang akal budi manusia dan apa yang menghasilkan hubungan yang bermakna, tetap kita tidak dapat mengatasi kenyataan dosa kita sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mendiskusikan empat bidang utama dimana dosa menyebabkan berita buruk bagi umat manusia. Pertama, unsur dasar dosa adalah <b>egoisme</b>. Itu mengatakan bahwa aku adalah Allah dan aku akan melakukan apa saja yang aku inginkan. Dan unsur dasar egoisme adalah <b>kebanggaan</b>. Kata dominan dalam dosa itu adalah aku. Manusia ingin menyenangkan dirinya, dia ingin memuaskan keinginan sendiri. Dia ingin melakukan hal pribadinya dan ia akan menekan batas-batas toleransi masyarakat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia, dalam keegoisannya, akan menghabiskan segala sesuatu yang terlihat, entah itu manusia atau barang, apakah itu suatu barang milik atau teman, apakah itu karir atau pasangan hidup, anggota keluarga atau kenalan saja. Kalau ada sesuatu yang tidak memuaskan lagi, itu dibuang begitu saja seperti sepatu usang yang tidak bisa dipakai lagi. Jadi orang seperti itu menghabiskan hal-hal dan mereka juga menghabiskan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang hidup dalam dunia penuh orang-orang yang menuntut hak-hak mereka, yang akan melakukan egoisme mereka sebanyak mungkin, yang menggunakan dan menyiksa satu sama lain untuk kepuasan mereka sendiri; apakah itu dalam bisnis, atau perkawinan, atau kasih. Nafsu egoisme akan memutar segalanya. Dan keinginan mereka untuk mencari keuntungan, atau seks, atau ketenaran, atau popularitas, atau uang, atau petualangan atau sensasi, itu akan menyebabkan mereka menghancurkan segalanya di sekitar mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akibat <b>kedua</b> dari dosa itu adalah <b>rasa bersalah</b>. Menurut definisi, rasa bersalah itu adalah ‘hati nurani yang terluka.’ Dan rasa bersalah itu menyebabkan ada ketakutan: takut ada pembalasan dan takut dihakimi. Dan rasa bersalah itu menyebabkan ada kegelisahan, ketegangan bahwa semuanya akan salah. Jadi orang–orang mencoba menguburkan rasa bersalah itu. Dan rasa bersalah itu menyebabkan sulit tidur, sakit, mabuk, kecanduan obat-obatan dan ahkirnya pembunuhan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau mereka pergi melihat seorang psikoanalis yang ingin mengalihkan tanggung jawab itu kepada seseorang yang mempengaruhi hidup mereka secara negatif, bahkan ada yang menyalahkan orang tua. Jadi rasa bersalah itu menyebabkan lebih banyak isolasi dan keterasingan. Orang yang ketakutan selalu takut akan orang-orang disekitarnya. Orang pemabuk mengisolasikan diri dengan pikirannya sendiri yang sesat. Dan orang yang selalu menyalahkan orang lain untuk semua masalahnya sendiri, pada akhirnya akan mengasingkan orang-orang yang paling dia butuhkan sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan rasa bersalah itu menyebabkan ketidakmampuan untuk memiliki hubungan yang bermakna. Dan manusia ditekan lebih dalam terus-menerus ke dalam lubang keputusasaan sendiri. Dan itu membawa kita kepada masalah dosa <b>ketiga.</b> Kita dapat menamakan itu <b>sia-sia</b>. Hidup itu hanya pengejaran keegoisan dan kemudian menjadi sesuatu yang menutupi rasa bersalah itu yang tidak memuaskan. Hidup itu menjadi apa yang dikatakan di Pengkhotbah 1:2, “Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Pengkhotbah 2 dikatakan, “Aku melihat kepada kekayaan saya dan itu tidak memberikan aku apa-apa. Saya mencari sukacita, tetapi itu tidak memberikan aku apapun. Aku mencari dukacita tetapi itu tidak memberikan aku apa-apa. Aku mencari hubungan dengan orang namun aku tidak dapat memeliharanya. Itu tidak memberikan aku apa-apa. Saya melihat semua hal yang membawa sukses dalam karirku dan itu semua tidak berarti.” Itu menjadi rangkaian periode duapuluh empat jam yang tidak memiliki nilai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada unsur <b>keempat</b> yaitu <b>keputusasaan</b>. Melihat ke masa depan semuanya kelihatannya buruk. Kita melihat kebudayaan yang lebih cenderung membunuh daripada kompromi, yang lebih suka membenci daripada mengasihi orang lain. Kan pada dasarnya hidup itu sia-sia dan masa depan itu tidak memberi harapan. Berita itu selalu buruk. Kelihatannya kematian adalah satu-satunya jalan keluar jika Anda percaya semua ini terus menerus kehampaan saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah dunia disekitar Anda. Asumsi kita mungkin adalah, karena kita begitu cerdas, dan berpendidikan, dengan kemampuan dan kekuatan dalam apa yang dapat kami hasilkan; dan kepandaian kita dalam mempersepsikan masalah, bahwa kita dapat menyelesaikan realitas-realitas yang menyakitkan. Namun manusia dengan cara apapun juga dengan kekuatan apapun juga tidak dapat merubahkan hati orang. Yeremia 17:9 mengatakan, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semakin panjang sejarah manusia itu, kata Alkitab, semakin buruk sifatnya. Dan sifat dosa manusia secara bertahap menjadi lebih berdosa dan lebih sia-sia. Dan kita telah mencapai batasnya dalam kemampuan kita, jadi kita terikat dosa dan keegoisan, rasa bersalah, kesia-siaan dan tanpa harapan. Yesus mengatakan kamu akan mati dalam dosa dan tempat tujuan orang berdosa yang belum diampuni adalah neraka selamanya. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manifestasi hidup manusia yang penuh dosa ini adalah berita buruk. Kita dapat melihat itu di internet setiap hari. Dan hukuman Allah, yang adalah berita terburuk, ada di dalam Alkitab. Mungkin Anda berkata, iya kadang-kadang ada beberapa berita baik. Iya betul. Bahkan orang-orang berdosapun perlu tidur. Dan kadang-kadang ada suatu momen, atau kejadian, atau pengalaman yang membawa kita sukacita sekilas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pertanyaannya adalah, apakah ada berita baik yang berjangka panjang? Apakah yang kita dapat katakan kepada dunia yang semakin cepat turun ke dalam lubang neraka? Apakah ada sesuatu yang dapat menghilangkan keegoisan manusia? Adakah sesuatu yang dapat memberikan kita hubungan yang bermakna? Apakah ada sesuatu yang dapat menghilangkan rasa bersalah itu? Apakah ada sesuatu yang dapat memberikan kita pengharapan? Apakah ada sesuatu yang menjelaskan kepada kita caranya meloloskan diri dari penghakiman? Jawabnya adalah iya, <b>ada jalan keluar</b>.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah lihat bersama <b>Roma 1:1</b> yang ditulis rasul Paulus, “Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” Injil itu berarti berita baik. Dia mengatakan, “Tugasku adalah untuk memberitakan kabar baik dari Allah.” Kadang-kadang dia memanggilnya kabar baik keselamatan, atau kabar baik tentang Yesus Kristus, atau kabar baik dari Anak-Nya, atau kabar baik tentang anugerah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kabar baik itu adalah, Anda tidak perlu hidup terisolisasi. Anda tidak dipaksa hidup dengan memenuhi nafsu birahi Anda dan ternyata itu tidak memuaskan. Anda tidak perlu lagi hidup dengan rasa bersalah dan kegelisahan dan ketakutan. Anda tidak perlu lagi hidup sia-sia dan tanpa harapan. Anda tidak perlu lagi hidup penuh ketakutan akan penghakiman. Berita baik itu adalah ada pengampunan semua dosa-dosa mereka dan pemulihan terhadap Allah, renovasi sifat mereka dan kebahagiaan di surga untuk selama-lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah mau memberi kabar baik kepada orang-orang yang begitu buruk? Karena Allah adalah kasih dan Dia mengasihi Anda. Dan itulah alasan-Nya mengapa Allah memberikan kabar baik kepada orang buruk, karena kasih Allah bahkan tidak dapat dipadamkan oleh kematian Anak-Nya sendiri. Yohanes 3:16 mengatakan, “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus mengatakan di <b>Roma 1:2</b>, “Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci.” Jika Anda membaca Perjanjian Lama, Anda akan tahu bahwa para nabi mengatakan bahwa ada Penyelamat yang akan datang. Ada domba yang akan disembelih untuk dosa-dosa dunia. Ada Yang akan datang, yang waktu diangkat akan menanggung semua dosa-dosa dan ketidakadilan. Dan Paulus mengatakan, “Itu datang dengan Yesus Kristus. Dan saya berada dsini sekarang untuk memberitakan itu kepada kalian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan jika Anda melihat aku, Anda telah melihat Allah. Mereka menanyakan umurnya, dan Dia mengatakan di Yohanes 8:58, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Allah telah datang ke dunia, Allah, anggota kedua dari Trinitas yang kita namakan Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Yesus datang ke dunia untuk membawa berita baik dari Allah. Allah Bapa berjanji bahwa Dia akan kirim Anak-Nya. Allah telah datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Itulah berita baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia ingin mengisi kehampaan yang diciptakan Allah di dalam hatinya. Karena itu ada begitu banyak agama yang berbeda-beda di dunia ini dan sepanjang sejarah manusia. Ada kehampaan di dalam hati manusia yang hanya dapat diisi Allah. Dan kita menciptakan allah bikinan kebingungan kita sendiri untuk mengisinya sampai saat hati kita dibuka oleh pengetahuan Allah yang benar. Hanya Allah yang benar sanggup mengutus kabar baik dalam Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mengatakan Dia adalah manusia yang lahir dari keturunan Daud menurut daging, yang juga adalah Allah. Dan Dia dinyatakan Anak Allah dengan kuasa oleh karena kebangkitan-Nya dari antara orang mati menurut Roh Kudus. Anak Allah datang ke dunia sebagai manusia dan Allah. Dia lahir sebagai orang Yahudi. Faktanya, Dia adalah Allah dibuktikan dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Socrates mengajar selama empat puluh tahun, Plato mengajar selama lima puluh tahun dan Aristotel mengajar selama empat puluh tahun. Namun Yesus mengajar hanya tiga tahun, namun pelayanan Yesus jauh melampaui 130 tahun dari filsuf dunia yang terbesar. Yesus tidak menulis puisi, namun lebih banyak puisi dituliskan tentang Dia daripada semua orang yang pernah hidup. Setiap bidang seni dan kebesaran manusia telah diperkaya oleh tukang kayu yang rendah hati ini dari Nazaret.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>Roma 1:3</b> dikatakan, “tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud.” Keturunan itu adalah Maria, yang dari keturunan Daud. Bahkan Yusuf, suaminya yang bukan ayah kamdung Yesus, karena Yesus dihamilkan oleh Roh Kudus, namun Yusuf juga keturunan Daud. Yusuf adalah keturunan raja, dan seandainya ada raja di Israel, itu bisa saja Yusuf.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah memiliki Anak yang sepenuhnya adalah manusia, lahir dari seorang perawan. Dia juga seorang pria kerajaan yang berhak untuk memerintah. Mengapa? Karena Allah janji bahwa Dia akan mengirim Penyelamat yang adalah raja. Dia akan menjadi raja atas kejaraan rohani dan kerajaan duniawi, namun lebih dari itu: suatu kerajaan kekal. Allah akan memberikan-Nya takhta bapak-Nya Daud. Dan Dia akan memerintah untuk selamanya, kerajaan-Nya tidak akan berakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Dia harus menjadi manusia? Jika Dia akan menjadi pengganti dosa-dosa kita, Dia harus menjadi salah satu dari kita supaya Dia dapat menanggung dosa-dosa manusia, supaya Dia menanggung rasa bersalah manusia, supaya Dia menanggung hukuman manusia, supaya Dia merasakan murka Allah bagi manusia dan menjadi pengganti kami di kayu salib. Dan itulah berita baik. Kita tidak perlu merasakan hukuman atas pelanggaran kita karena Allah menjadi manusia sepenuhnya dan telah menebus kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perjhatikanlah <b>Roma 1:4</b>, “dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.” Dia bukan saja manusia, Dia adalah Allah. Dia turun kepada kita melalui Maria. Dia datang sebagai Allah melalui Roh Kudus. Dia adalah Allah-manusia. Dan dikatakan, “Dia dinyatakan sebagai Allah ketika Dia mengalahkan maut melalui kuasa Roh Kudus. Allah memberikan kita bukti bahwa Dia adalah Anak ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Josefus, sejarawan Yahudi yang besar, hidup dari 37 SM sampai 95 SM, dan menulis bahwa Yesus Kristus benar-benar hidup. “Nah pada waktu itu ada Yesus, orang yang bijaksana. Dia melakukan banyak hal yang ajaib, dan menjadi guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Banyak orang Yahudi dan banyak orang bukan Yahudi tertarik oleh-Nya. Dia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas saran orang-orang utama diantara kita, telah menghukum-Nya ke kayu salib, mereka yang mengasihi-Nya pada mulanya tidak meninggalkan-Nya karena Dia muncul hidup bagi mereka pada hari ketiga seperti yang telah dinubuatkan nabi-nabi ilahi dan ribuan hal ajaib lain tentang Dia. Orang-orang Kristen, yang dinamakan demikian dari-Nya, masih ada sampai sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada suatu deskripsi Kristus oleh Publius Lentulus kepada Senat Romawi, “Pada waktu ini muncul seorang pria yang kebajikan-Nya besar bernama Yesus Kristus, yang masih ada diantara kita. Orang bukan Yahudi menerima-Nya sebagai nabi kebenaran, namun murid-murid-Nya memanggil-Nya anak Allah. Dia membangkitkan orang mati dan menyembuhkan semua penyakit. Seorang pria bertubuh, agak tinggi dan ganteng, dengan wajah yang sangat terhormat sepertinya yang melihatnya harus baik mengasihi dan menakuti. Rambutnya berwarna kastanye matang, polos ke telinga, dan kebawah itu ada gelombang atas bahunya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Di tengah-tengah dahinya rambutnya dipartisi seperti biasa dilakukan orang Nazarine, dahi polos dan sangat halus. Wajahnya tanpa cacat atau kerut, indah dengan kulit sedikit kemerahan. Hidung dan mulut-Nya sempurna. Janggotnya berlimpah dalam warna seperti rambutnya, dan tidak panjang. Penampilannya sederhana dan dewasa. Matanya berubah dan cerah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dia mengerikan dalam teguran-Nya. Manis dan ramah dalam nasihat-nasihat-Nya. Menyenangkan dalam percakapan, tanpa kehilangan gravitasi. Tidak pernah orang melihat-Nya tertawa, tetapi banyak telah melihat-Nya menangis. Dalam proporsi tubuh, paling baik. Tangan-Nya dan lengan-Nya indah dilihat. Pembicaraan-Nya mendalam, jarang dan tidak menonjolkan diri. Dia adalah yang paling indah di antara anak-anak manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia harus melebihi manusia jika Dia akan menanggung dosa-dosa kita, jika Dia akan mengalahkan maut. Karena, jika Dia manusia biasa saja, Dia harus mati untuk dosa-dosanya sendiri. Jadi kebangkitan-Nya menjadi tanda, mujizat yang menunjukkan keilahian-Nya. Inilah kabar baik. Dan sebagai Allah, Dia menaklukkan kematian. Dan Dia mengatakan, karena Aku hidup, Anda akan hidup juga. Apakah Anda telah mengaku Yesus sebagai Juruselamatmu? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Apr 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170402</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ytzt81ky</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah dalam Daging Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_s3lujzh5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:47-52" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:47-52</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tokoh utama dalam seluruh Perjanjian Baru adalah Yesus Kristus. Dia ditampilkan sebagai Juruselamat, Raja dan Tuhan. Dia adalah Allah, Anak yang menjadi manusia untuk hidup sempurna tanpa dosa, kemudian mati sebagai penebus pendosa-pendosa, dengan membayar penuh hutang dosa dan untuk bangkit dari antara orang mati. Kemudian Dia naik ke surga dimana Dia sekarang hidup, menjadi perantara bagi umat-Nya dan pada suatu hari Dia akan balik untuk mendirikan Kerajaan-Nya di dunia.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena keselamatan itu hanya terdapat di dalam Yesus Kristus, Perjanjian Baru mulai dengan empat injil, empat catatan sejarah kehidupan Yesus, yang berpusat kepada siapakah Dia dan apakah perbuatan-Nya. Jika Anda diselamatkan dari dosa-dosa Anda, jika Anda dapat lolos dari neraka dan masuk surga untuk selamanya, itu adalah karena Anda percaya Yesus Kristus dan apa yang Alkitab mengatakan adalah perbuatan-Nya. Karena itu Injil itu memperkenalkan-Nya sebagai Allah, Anak, Juruselamat dunia dan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua isi Lukas dirancang untuk menjelaskan dengan tepat siapakah Yesus Kristus itu sebenarnya. Zakharia, nabi Perjanjian Lama dan isterinya Elisabet menegaskan identitas Yesus sebagai Mesias. Malaikat Gabriel mengidentifikasi-kan siapakah Yesus itu, Imanuel, Allah beserta kita. Para malaikat di padang berbicara dengan gembala-gembala dan menjelaskan siapakah Yesus itu. Yusuf dan Maria tahu siapakah Dia dan memberi kesaksian. Dan orang lansia di Bait Allah, Simeon dan Anna, kesaksian mereka ditambahkan kepada semua yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Lukas itu belum selesai. Ada satu lagi kesaksian yang kritis, yaitu kesaksian dari Yesus sendiri. Dan itulah fokus kami malam ini. Ada orang yang mengritik yang mengatakan Yesus itu hanya manusia biasa dan pada umur tiga puluh dia mulai menyadari harapan mesianisnya. Dan dia di dorong untuk bertindak sebagai seorang Mesias demi apa yang ternyata adalah upaya revolusi yang gagal. Semua pikiran itu adalah penggambaran yang keliru. Faktanya adalah mulai dari penghamilan-Nya Dia adalah Allah dalam daging manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada umur dua belas tahun, Dia menyadari sepenuhnya siapakah Dia dan mengapa Dia diutus untuk datang ke dunia. Pada umur duabelas tahun Dia hidup di Nazaret tanpa ada yang tahu. Tidak ada tekanan dari luar yang membuat-Nya menjadi sesuatu yang bukan Dia. Ketika Dia menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah di ayat 49, Dia melakukan itu karena Dia tahu pada usia itu siapakah Dia dengan tepat. Jadi ditambahkan kepada kesaksian manusia dan malaikat adalah kesaksian Allah-Manusia itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita bertemu dengan anak yang adalah Allah di <b>Lukas 2:39-52</b>. Sejak lahir sampai umur tigapuluh tahun, ketika Dia mulai pelayanan khotbah publik, kita tidak tahu apa-apa melalui catatan Alkitab kecuali melalui peristiwa satu ini. Nah jika Allah memilih satu kejadian dan satu pernyataan, pastilah konsekuennya sangat besar, dan memang itu terbukti demikian. Pernyataan itu berfokus kepada fakta bahwa Dia tahu persis siapakah Dia dan mengapa Dia datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari lahir sampai umur duabelas itu tercakup di <b>ayat 40</b>, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Dari umur duabelas sampai ke tigapuluh itu tercakup di <b>ayat 52</b>, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Dan ditengah <b>ayat 41 sampai 51</b> hanya ada pandangan sekilas dari Yesus dan hanya ada satu kalimat sebagai inkarnasi Allah yang hidup di dunia ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40 mengacu kepada perkembangan fisik dan menjadi kuat, dan itu ditambah dengan frase “bertambah” atau “penuh hikmat,” dan itu mengacu kepada perkembangan spiritual. Dalam dua belas tahun Yesus bertumbuh secara fisik dan secara spiritual sampai Dia dipenuhi hikmat ilahi. Dia telah mencapai umur dua belas tahun. Itu dikatakan kepada kita di ayat 42.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi menganggap umur tigabelas itulah waktunya anak itu menjadi anak hukum dan dia keluar dari naungan orang tua Anda dan sekarang Anda menjadi sama dengan ayahmu di bawah hukum Allah. Anda berubah dari seorang anak menjadi anak lelaki di umur tigabelas. Pikiran-Nya telah berkembang ke titik dimana Dia terisi pikiran Allah. Dia telah berkembang sampai ada pengertian penuh kebijaksanaan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 40</b>, “dan kasih karunia Allah ada pada-Nya,” karena Dia sempurna, Dia tanpa dosa, jadi Dia menerima berkat Allah yang mendiami–Nya sebagai Anak Allah yang kepada-Nya Allah berkenan. Dia maju dari kepolosan sempurna sampai memiliki pengetahuan sempurna dan kekudusan sempurna. Dia telah digodai sepenuhnya, sebagai bayi, sebagai anak kecil, sebagai anak remaja, namun tanpa dosa. Dia mengidentifikasikan diri-Nya bukan saja kepada Yusuf dan Maria yang perlu mengerti siapakah yang sebenarnya berkuasa atas hidup-Nya, namun juga kepada kita semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 41-45</b>, “Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Pelewatan. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada umur tigabelas mereka membuat transisi yang kemudian dikenal sebagai ‘bar mitzvah’ dan suatu upacara dikembangkan. Sesuai tradisi pada umur dua belas tahun anak lelaki itu di bawa ke perayaan Pelewatan supaya anak itu mendapat keseluruhan dari implikasi hukum Allah yang dipertunjukkan di perayaan Pelewatan itu yang terjadi pada hari Sabat dan kemudian diikuti pesta selama tujuh hari yang dinamakan Perayaan Roti Tidak Beragi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus melihat domba korban itu disembelih untuk diambil dan dimakan keluarga-Nya, dan Dia pasti menyadari dalam pikiran-Nya sendiri suatu gambaran kematian-Nya sendiri sebagai domba Allah dimana hanya Dia sanggup menghilangkan dosa-dosa dunia. Dia tahu bahwa Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang. Dia tahu bahwa Dia harus mati dan bangkit kembali tiga hari kemudian. Yang memikat pikiran-Nya memang terlalu tinggi bagi kami untuk mulai memahaminya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang tua-Nya dalam perjalanan kembali, dikatakan di ayat 43, Yesus ketinggalan di Yerusalem. Asumsi mereka adalah, seperti tercatat di ayat 43, bahwa Yesus berada bersama dengan kerabat atau kenalan. Tidak pernah mereka melihat Dia berbuat sesuatu yang tidak benar, tepat dan yang diharapkan orang tua-Nya. Namun menurut ayat 44, di malam hari pada akhir perjalanan hari pertama, mereka menyadari bahwa Dia tidak ada disitu dan mereka tidak menemukan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menunggu malam itu kemudian, ayat 45, kembali ke Yerusalem dan menunggu sampai hari berikutnya untuk mencari-Nya. Karena itu ayat 46 mengatakan, “Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah.” Coba bayangkan betapa sulitnya mencari Yesus pada waktu ada ratusan ribu peziarah di kota Yerusalem yang besar itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu mereka menemukan-Nya, dikatakan di ayat 46, “Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.” Para guru sedang duduk. Kita tidak tahu siapakah guru-guru itu. Lukas itu murah hati dengan menamakan mereka guru, namun sejak saat itu dia menamakan mereka pengacara atau ahli Taurat, dan dia tidak pernah memanggil mereka guru lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memakai kata guru itu hanya bagi Yesus saja. Hanya Yesus adalah guru, tidak ada orang lain yang layak dipanggil guru oleh Lukas. Karena hidup di tempat terpencil bernama Nazaret, untuk dapat duduk ditengah-tengah guru-guru Yahudi yang baik, yang menjadi ahli hukum, ahli para nabi, ahli tulisan kudus Perjanjian Lama dan ahli Pentateuch, itu kesempatan baik bagi Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus adalah seorang pendengar. Ini adalah metode favorit cara mengajar orang Yahudi, metode tanya-jawab. Pola adat untuk mengajar Yudaisme, dan bahkan bagi rasul Paulus juga, adalah untuk murid-murid berkumpul mengelilingi guru dan mendorong diskusi dengan menanyakan pertanyaan. Itu akan memulai ada dialog. Paulus mengatakan di Kisah Para Rasul 17:2, “Ia membicarakan dengan mereka dari Firman Allah,” dalam format tanya-jawab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus tidak pernah akan menjadi murid lagi. Ayat 40 mengatakan kepada kita bahwa Dia bertumbuh dalam kemampuan fisik-Nya untuk memahami. Dia sedang mendengarkan bagaimana mereka mengerti kebenaran Allah. Keinginan-Nya adalah untuk mendiskusikan kebenaran Allah, itu sesuatu yang selalu ada di dalam persekutuan pre-inkarnasi dengan Allah. Pada suatu hari Ia akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan dari guru-guru lagi, namun pertanyaan itu hanya dapat dijawab diri-Nya.</span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 47</b>, “Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.” Dia menyebabkan ada banyak pertanyaan. Mungkin guru-guru itu tidak bisa menjawab pertanyaan atau mereka menanyakan pandangan Dia tentang hal-hal, yang adalah luar biasa karena Dia baru berumur duabelas tahun. Dikatakan mereka kagum. Dan itulah tanggapan orang sepanjang injil-injil. <b>Ayat 33</b>, “Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini terjadi berkali-kali sepanjang kisah injil. Yesus menyebabkan orang heran dan takjub, semacam kekaguman yang diciptakan oleh kehadiran, kuasa dan kebijaksanaan Allah. Namun tidak ada kesombongan disini. Tidak ada keegoisan, promosi diri dan tidak ada arogansi. Pertanyaan-pertanyaan-Nya begitu menembus, mendalam dan begitu kuat sehingga mereka menghasilkan takjub dari guru-guru yang mengelilingi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 48</b>, “Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Orang tua-Nya pada akhirnya menemukan-Nya dan mereka tercengang seperti orang-orang lain. Yesus mengherankan semua orang selalu. Namun keheranan mereka terutama adalah karena dimana Dia berada. Dia sama sekali tidak dipengaruhi keadaan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berada disitu tiga hari kemudian. Dimana Dia tinggal selama waktu itu? Apakah makanan-Nya selama waktu ini? Hal-hal itu tidak dipikirkan-Nya sama sekali. Dan itu mengherankan bagi orang tua-Nya. Dan mereka secara pribadi cemas karena selama tiga hari Dia terhilang. Ibu-Nya mengatakan kepada-Nya di ayat 48, “Mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?” Dan ini pertama kalinya pedang itu menembus hati Maria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Lukas 2:35, Simeon mengatakan, “dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Anak ini telah menjadi sukacita besar. Setelah melarikan diri dari Herodes, setelah lolos dari pembantaian, mereka pulang dari Mesir ke Nazareth. Anak ini taat, patuh, tunduk dan penuh kasih. Dan Maria mengasihi Anak ini lebih dari semua anak dan Anak itu mengasihinya seperti tidak ada yang pernah mengasihinya. Belum pernah ada pedang, namun sekarang ada pedang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria menerima hal itu secara pribadi. Itu memang teguran ibu normal tapi ia menyalahkan-Nya dan mengatakan, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Maria berpikir bahwa Dia menyembunyikan diri dari mereka. Namun Dia tidak menyembunyikan diri dari mereka. Bukannya Dia tidak taat. Namun mereka berpikir itu sengaja karena selama tiga hari mereka merasa stres besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh adegan itu diperlukan karena mereka perlu diingatkan kembali akan identitas-Nya yang benar. Dan itu memang perlu untuk menghentikan hubungan diantara Yesus dan keluarga duniawi-Nya karena itu sementara saja. Dia telah datang untuk melakukan kehendak Bapa-Nya di surga, seperti yang Dia katakan berulang kali, khususnya di Injil Yohanes. Dan meskipun pemutusan itu tidak akan dilaksanakan selama delapan belas tahun, itu diumumkan disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat hal itu di <b>ayat 49</b>, “Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus melakukan pekerjaan Bapa-Ku?” Ini pernyataan yang dalam sekali. Perkataan ini adalah kata-kata satu-satunya yang tercatat dari Yesus dalam tigapuluh tahun dan kata-kata itu menyatakan siapakah Dia dan mengapa Dia datang. Dengan kata lain, kalian tahu siapakah Bapa-Ku dan kalian tahu ini adalah rumah-Ku sebenarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 50</b>, “Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” Mereka tahu siapakah Dia. Mereka tahu Dia lahir dari perawan. Mereka sudah diberitahu hal itu oleh Allah melalui malaikat. Mereka tahu Dia adalah Mesias, Anak Daud. Mereka tahu Dia adalah Allah dalam daging manusia. Mereka tahu Anak macam apa Dia itu. Mereka dapat melihat hal itu dalam segala sesuatu Dia katakan dan perbuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tetap saja mereka tidak mengerti apa maksud-Nya. Perkataan-Nya begitu mendalam sehingga beberapa di antara kita masih mencari tahu apa maksud-Nya. Dan ini sering terjadi. Berkali-kali Yesus mengatakan sesuatu kepada murid-murid-Nya dan mereka tidak mengerti hal itu. Yang dimaksud Yesus adalah, “Kalian sementara saja, Allah adalah Bapa-Ku yang benar, dan rumah di Nazareth itu sementara saja, Saya harus berada bersama dengan umat-Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di <b>ayat 51</b>, “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.” Yesus meneruskan menjadi anak mereka selama delapan belas tahun sampai Dia mulai pelayanan-Nya. Hubungan-Nya dengan Allah tidak menghilangkan kewajiban-Nya sebagai manusia terhadap orang tua-Nya di dunia. Dia adalah anak yang patuh sejak Dia lahir sampai umur duabelas tahun dan Dia tetap menjadi orang dewasa yang taat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun setelah umur tigapuluh, hubungan itu berubah. Di Markus 3:31 ketika datanglah ibu dan anak-anaknya yang lain, orang-orang berkata, “ibu dan saudara-saudara berusaha menemui Engkau.” Ayat 33-35, “Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku?" 34 Ia berkata: 35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Jadi Dia menjauhkan diri-Nya bukan karena Dia tidak mengasihi ibu-Nya, tetapi karena sekarang Dia adalah Juruselamat yang melakukan keinginan Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di <b>ayat 52</b>, sejak waktu peristiwa ini ketika Dia kembali ke Nazaret sampai Dia mulai pelayanan-Nya kira-kira waktu umur tigapuluh, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Disini pada waktu Dia dewasa, dia terus bertambah kuat dalam kebenaran ilahi dan semakin dikasihi Allah. Dia akan menjadi guru dan menjelaskan bahwa Dia adalah Anak Allah dan Dia akan bergerak untuk mati di kayu salib dan bangkit kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun selama tigapuluh tiga tahun, Ibrani 4:15 mengatakan bahwa Dia telah digodai sama seperti kita, hanya tidak berbuat dosa. Dia turun ke dunia untuk hidup kehidupan sempurna supaya kita dapat mengambil tempat-Nya di hadapan Allah. Dan untuk sesaat saja semuanya terlihat dalam fokus. Aku bukan Anakmu, Yusuf dan Maria, Allah adalah Bapa-Ku.” Marilah kita tunduk dalam doa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Mar 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170326</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/s3lujzh5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anak yang Mengagumkan yang adalah Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_2f94k3xf"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:39-46" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:39-46</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Lukas <b>2:39-46</b>, “Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. 41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Pelewatan. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bangga kalau kita memiliki anak yang ada di daftar kehormatan sekolah. Namun kemampuan mereka mungkin dilebih-lebihkan dibanding anak-anak yang benar jenius. Wolfgang Mozart pada umur empat mulai belajar musik dari bapaknya. Pada umur enam dia sudah seorang virtuoso biola dan harpsikord dan menciptakan sensasi dengan kemampuannya untuk membaca musik pada umur enam. Dia menulis simfoni pertamanya pada umur delapan, dan pada umur sebelas dia lulus ujian dan ditawarkan pekerjaan yang digaji menjadi guru konser kota.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian banyak orang percaya anak ajaib yang paling cerdas yang masih hidup sekarang adalah Kim Ung-Yong, yang lahir tahun 1963 di Korea. Dia mulai bicara pada umur lima bulan, dan menulis umur tujuh bulan. IQ-nya lebih tinggi dari semua orang. Pada umur empat tahun dia fasih berbahasa Korea, Inggris, Jepang dan Jerman dan dia memecahkan masalah kalkulus yang rumit di televisi Jepang sebelum ulang tahunnya kelima. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak itu luar biasa, namun semua anak ini tidak dapat dibandingkan dengan satu anak berumur duabelas tahun bernama Yesus, anak yang adalah Allah. Dalam tigapuluh tahun pertama kehidupan Yesus, Lukas memberikan kami pandangan sekilas dari anak ini yang adalah Allah dengan akun dramatis dan mengharukan dari satu kejadian yang dicatat. Tidak ada jenius manusia, tidak ada ukuran IQ diatas 200 yang bisa mendekati pikiran dan kemampuan anak ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun penting bagi Lukas untuk memberitakan kepada kami bahwa anak ini tahu bahwa Dia adalah Allah, bahwa anak ini mengerti siapakah Dia, bahwa Dia benar-benar mengerti sepenuhnya sifat-Nya dan misi-Nya. Ini bukan sesuatu yang datang kepada Yesus di kemudian hari-Nya, melainkan ini adalah identitas sebenarnya. Dia adalah anak yang adalah Allah dan Dia tahu Dia adalah Allah dan Dia mengerti apa artinya itu dalam kepribadian-Nya, identitas-Nya dan misi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sebelumnya ini ada kesaksian dari Simeon dan Anna siapakah Anak ini sebenarnya. Dan setelah itu kami mendengar dari malaikat Gabriel bahwa anak ini sebenarnya adalah Mesias, Anak Allah yang diberi kepada Maria. Dan injil Matius mencatat bahwa malaikat nampak kepada Yusuf dalam mimpi. Dan kami mendengar kesaksian Zakharia (bapak Yohanes) bahwa ada tanduk keselamatan dalam Anak ini yang lahir dari Maria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang marilah kita mendengar dari anak itu sendiri. <b>Lukas 2:38-39</b>, “Dan pada ketika itu juga datanglah Anna ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.” Itu mengacu kepada <b>ayat 22</b> yang mengharuskan seorang wanita Yahudi, setelah melahirkan anak lelaki, untuk pergi ke Yerusalem untuk memberi pengorbanan pemurnian empatpuluh hari kemudian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang mereka lakukan dengan tepat. Memisahkan anak lelaki di <b>ayat 23</b>, itu menunjukkan mereka mengikuti perintah Perjanjian Lama yang diberikan di Keluaran dan Bilangan. Dan di <b>ayat 24</b>, untuk menawarkan pengorbanan, dalam kasus mereka dua burung merpati, karena mereka terlalu miskin untuk membeli seekor domba. Jadi mereka melalukan pengorbanan itu dan mereka menyerahkan anak ini secara khusus, anak yang dikandung perawan itu, kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian <b>ayat 39</b> mengatakan, setelah mereka melakukan itu semua, mereka kembali ke kota mereka sendiri yaitu Nazaret. Akan tetapi diantara penyelesaian semua itu dan waktu mereka kembali ke Nazaret, ada bagian penting dari sejarah kelahiran Kristus yang tidak diberikan Lukas. Itu adalah kunjungan orang majus. Itu adalah pembunuhan bayi-bayi oleh Herodes dan keselamatan Yesus melalui peringatan malaikat yang menyebabkan mereka melarikan diri ke Mesir dan meloloskan diri dari pembantaian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal itu terjadi diantara waktu pemurnian itu di bait Allah dan waktu mereka kembali ke Galilea. Bacalah Matius 2:1-23 yang memberitahu Anda seluruh cerita itu. Nah itu harus terjadi pada waktu itu karena mereka sudah tinggal di dalam satu rumah. Orang majus itu datang ke sebuah rumah dan bukan ke kandang. Dan itu juga harus terjadi pada saat itu karena ketika mereka datang untuk pemurnian itu mereka miskin sehingga mereka hanya dapat mengorbankan dua burung merpati seperti dikatakan di Lukas 2:24.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah orang majus itu datang mereka membawa emas, kemenyan dan mur. Secara harfiah mereka membawa kekayaan besar kepada Yusuf dan Maria. Tentu itu menyediakan cukup uang bagi mereka untuk membeli seekor domba untuk pengorbanan jika memang orang majus itu datang sebelum upacara itu terjadi. Namun mereka beli burung merpati yang menunjukkan mereka tidak ada uang, yang membuktikan orang majus itu masih belum datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang terjadi di Matius itu terjadi diantara presentasi pemurnian di bait Allah dimana ada kesaksian Simeon dan Anna, dan waktunya mereka meninggalkan Betlehem untuk pulang ke kota asal mereka Nazaret. Mereka tinggal di Betlehem berbulan-bulan dan itulah waktunya orang majus datang, dan pada waktu itu Herodes ingin membunuh semua bayi laki-laki dan di waktu itu mereka melarikan diri ke Mesir karena diperingati malaikat. Dan setelah semua itu baru mereka kembali ke Nazaret.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita teruskan kisah lagi di <b>ayat 40</b> dan disitu kita mulai fokus pada kehidupan anak yang adalah Allah, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Ayat ini dan satu kalimat ini mencakup dua belas tahun, sampai kepada dua ayat berikutnya ketika mereka datang ke perayaan Pelewatan dan <b>ayat 42</b> mengatakan, “Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tigapuluh tahun dari hidup Yesus akan lewat didepan kita, pada dasarnya dalam dua ayat, ayat 40 dan ayat 52, dengan suatu kejadian di tengah pada usia dua belas tahun. Kita perlu mengerti jika ada sejarah tiga puluh tahun dan hanya ada satu insiden tercatat, peristiwa itu pasti sangat penting. Dan kita akan melihat itu sebelumnya kita menyelesaikan pelajaran dari bagian Firman ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan melihat pada waktu masa kanak-kanak yang tidak dibicarakan, sejak lahir sampai umur dua belas tahun seperti dicatat di <b>ayat 40</b>, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Ini penting bagi kita untuk menegaskan bahwa Yesus adalah manusia sepenuhnya. Ini menunjukkan kepada kita bahwa kemanusiaan-Nya nyata dan benar asli. Dia bertumbuh sejak bayi sampai dia hampir dewasa pada umur dua belas tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertumbuhan-Nya secara unik didefinisikan sebagai menjadi kuat. Ada komponen fisik dalam hal itu dan pada saat Yesus bertumbuh tanpa dosa, jadi tanpa ada efek dosa dalam hidup-Nya, Dia bertumbuh tidak seperti anak lain. Pertumbuhan-Nya tidak pernah terentang, tidak pernah terbatas atau dipengaruhi dosa. Dia pasti sanggup melakukan pekerjaan tukang kayu seperti yang diterangkan di Markus 6:3 Dia lakukan dalam bisnis bapa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak ini yang adalah Allah akan memiliki kekuatan fisik dan kecakapan fisik yang melampaui semua manusia lain. Namun pada saat dikatakan di <b>ayat 40</b>, “Dan menjadi kuat,” kata ‘kuat’ itu sebaiknya berhubungan dengan frase berikutnya “penuh hikmat,” jadi itu menggambarkan secara harfiah dalam bahasa Yunani kekuatan dalam hikmat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemanusiaan itu benar-benar ada namun hikmat Allah datang kepada-Nya pelan-pelan. Dia tidak mengerti hal itu ketika Dia masih bayi. Dia tidak mengerti hal itu ketika Dia masih kanak-kanak. Namun pada saat dia berumur dua belas tahun, hikmat Allah sepenuhnya berhubungan identitas-Nya dan misi-Nya dan kebenaran Allah telah berkembang sepenuhnya dalam pikiran-Nya. Pada umur dua belas tahun Dia memikir seperti Allah memikir, dengan penuh hikmat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di <b>ayat 40</b> dikatakan, “dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Anugerah ini bukan semacam anugerah bagi pendosa-pendosa yang tidak layak, namun anugerah ini adalah karunia Allah yang diberikan kepada yang layak. Ini berarti bahwa Dia disukai Allah, sama seperti kesaksian Allah pada pembaptisan-Nya di Matius 3:17 dimana Allah mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dan inilah keseluruhan yang dikatakan tentang masa kecil-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga belajar dari pengalaman. Di Ibrani 5:8 dikatakan, “Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.” Ibrani 4:15 mengatakan, “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Yesus menderita godaan yang datang kepada anak, untuk egois dan mementingkan diri. Dia menderita godaan yang datang kepada semua anak remaja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di <b>Lukas 2:41-51</b> kita tiba di insiden ketika Yesus berumur dua belas tahun. Ini kejadian satu-satunya yang tercatat selama tiga puluh tahun pertama dalam kehidupan-Nya. Dan satu-satunya waktu Dia dicatat mengatakan sesuatu. Dan itu terjadi setelah ada pengorbanan di bait Allah. Itulah waktunya dimana Dia menyatakan bahwa Dia tahu siapakah Dia dan Dia tahu mengapa Dia datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah di <b>ayat 49</b>, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus mengikuti pekerjaan Bapa-Ku?” Itu pernyataan yang bernilai tinggi, dan realitas yang kita akan menjelaskan lebih lanjut di hari yang akan datang. Namun marilah kita melihat bagaimana narasi ini terungkap yang mengarah ke pengakuan yang besar itu. <b>Ayat 41</b>, “Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Pelewatan.” Nah bagi orang Yahudi ini biasa mereka lakukan, untuk pergi ke hari raya Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Keluaran dan Ulangan ada instruksi untuk orang-orang Yahudi untuk mempertahankan keterlibatan mereka dalam tiga perayaan utama yang dirayakan setiap tahun. Ada perayaan Pelewatan, Pentakosta dan perayaan Pondok Daun. Pelewatan itu adalah perayaan satu hari yang terjadi pada hari kelimabelas bulan Nissan dan diikuti Pelewatan itu ada perayaan tujuh hari yang disebut perayaan roti tidak beragi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yusuf dan Maria tinggal 130 kilometer sebelah utara Yerusalem di kota Nazaret. Dan pada saat orang-orang Yahudi tersebar, biasanya pria Yahudi mungkin mengunjungi satu diantara tiga perayaan itu setiap tahun dan itulah Pelewatan. Dan itu merayakan Allah sebagai Penebus umat-Nya, Allah sebagai Penyelamat, sebagai Juruselamat, penolong umat-Nya. Ini mengabadikan suatu peristiwa yang tercatat di Keluaran 12.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kaum pria diharuskan secara tradisional untuk pergi, bahkan di zaman Yesus juga, tetapi itu tidak diharuskan untuk kaum wanita. Sebenarnya bagi perempuan untuk pergi ke perayaan Pelewatan, itu menunjukkan dari dia pengabdian rohani yang tidak biasa kepada Allah, Firman-Nya dan ketaatan. <b>Ayat 41</b>, “Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Pelewatan.” Jadi Lukas mengingatkan kami bahwa Yusuf dan Maria memiliki karakter dan iman yang saleh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 44</b> menunjukkan bahwa mereka bersama suatu kelompok besar bepergian bersama-sama. Dan para ulama Yahudi tradisional mengatakan bahwa biasanya anak-anak berjalan di depan, diikuti perempuan-perempuan dan kemudian lelaki. Kedua sekolah rabi yang dominan, Shamma dan Hillel, di zaman Yesus, mengajarkan bahwa ini harus menjadi acara keluarga seperti tertulis di Keluaran 12:26-27 karena Israel dituntut untuk mengajarkan anak-anaknya bahwa Allah adalah Penebus Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada perayaan Pelewatan, Yerusalem dikunjungi ratusan ribu peziarah dari mana-mana. Mereka akan mencoba mencari tempat tinggal dimana mereka bersama dengan keluarga bisa makan malam bersama, dimana mereka dapat memanggang domba dengan segalanya yang diperlukan dengan itu. Mereka akan beli korban mereka. Ada beberapa sejarawan yang mengatakan bahwa seperempat juta binatang disembelih pada minggu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Melihat darah bercucuran dari mezbah dan mengalir ke dalam sungai di belakang bait Allah, menurun bukit belakang dan masuk ke sungai Kidron merah dengan darah dan jatuh ke lembah Hinom ke arah selatan, semua itu pasti menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Yesus yang berumur dua belas tahun yang sekarang dipenuhi hikmat Allah dan melihat semua itu dari sudut pandang ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian keluarga itu ambil domba itu dan membakarnya. Dan itu selalu dimakan dengan cahaya lilin karena perayaan Pelewatan itu dulu dilakukan dengan cahaya lilin. Mereka menyanyi mazmur-mazmur dan mereka berdoa kepada Allah dan mereka meyembah dan merayakan Allah sebagai Penebus mereka pada waktu mereka makan domba itu. Dan pada akhir makan Yesus akan melihat Yusuf dan berkata, “mengapa malam ini berbeda dengan malam lain?” Nah, pertanyaan itu memberi Yusuf kesempatan untuk mengulangi kisah Pelewatan yang luar biasa di Mesir itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa itu penting Yesus berada disitu pada umur dua belas tahun? Iya, pada umur tiga belas tahun, anak lelaki Yahudi dianggap wajib sendiri kepada hukum Allah. Karena itu setelah zaman Yesus, suatu upacara resmi dibangunkan dan itu dikenal sebagai bar mitzvah, yang berarti ‘anak hukum.’ Menjadi anak hukum membawa Anda kedalam hubungan dengan rasa bersalah Anda dan kebutuhan Anda untuk penebusan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 43</b>, “Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.” Disini Lukas memberitakan kami bahwa Yusuf dan Maria adalah orang tua ilahi karena mereka tinggal selama delapan hari yang biasanya tidak dilakukan orang lain. <b>Ayat 44</b>, “Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 45-46</b>, “Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.” Dia tinggal disana namun itu bukan ketidaktaatan. Dia itu bertanggung jawab, taat, senditif dan bijaksana. Dia sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada sesuatu yang berbeda. Yesus mulai bergerak dari tanggung jawab kepada orang tua duniawi kepada tanggung jawab terhadap Allah. Karena itu Dia mengatakan di <b>ayat 49</b>, “Aku harus mengerjakan pekerjaan Bapa-Ku.” Dia ditarik untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan identitas-Nya yang benar. Dia tahu persis mengapa Dia datang dan pikiran-Nya dipenuhi hal-hal Allah. Dan untuk menjelaskan itu lebih lanjut, tunggulah sampai minggu berikut ya? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Mar 2017 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170319</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/2f94k3xf</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus Menghadapi Kota Iblis]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_vylt0qvv"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:16-34" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:16-34</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kisah Paulus di kota besar Athena. Sekarang di KPR 17 rasul Paulus dan teman-temannya sedang di perjalanan misi kedua. Gereja di dirikan di Antiokhia, dan itulah gereja pertama diluar daerah Palestina sebagai tempat dasar misi untuk menjangkau dunia. Dan Paulus diutus dari gereja itu. Pertama kali dia pergi bersama Barnabas dan kedua kali dia bersama Silas, dan mereka melintasi Galatia dan mendirikan gereja di Filipi.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka mendirikan gereja-gereja di Tesalonika dan Berea, namun karena ada penganiayaan Paulus terpaksa melarikan diri. Dia meninggalkan Lukas di Filipi dan dia meninggalkan Silas dan Timotius di Berea dan sekarang dia sendirian di Athena. Dan ada beberapa orang yang mengatakan itulah waktu yang paling berat dalam pelayanannya. Dia telah meninggalkan teman-temannya untuk meneruskan pemuridan, dan dia sendiri terus dianiaya. Dan disini kita belajar dari dia prinsip besar ini di 2 Korintus 12:10, “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Pada saat keadaannya gawat kami memerlukan Roh Kudus untuk menguatkan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Paulus itu orangnya seperti apa? Dia bukan saja orang Yahudi, dia adalah orang Farisi, murid dari guru besar Gamaliel. Dia ahli hukum dan ahli Perjanjian Lama. Selain dia orang Yahudi, dia juga warga negara Roma dengan pengetahuan khusus dalam hal politik. Namun selain dari itu dia juga orang Yunani, karena lingkungannya, dia dibesarkan di Tarsus yang dipengaruhi kebudayaan, kesenian dan filsafat Yunani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ditambah itu ia memiliki pemikiran yang brillian. Komitmennya sangat hebat. Dia adalah seorang pengejar yang tidak pernah lelah untuk mencapai tujuan yang ia tetapkan. Dia pengkhotbah yang tidak pernah takut. Dia adalah orang yang sangat pintar dalam tanya-jawab dialog. Dia juga sering berjalan-jalan dan sudah baca banyak. Di KPR 17:28 dia mengatakan, “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini adalah keturunan Allah juga.” Dia disini mengutip dua orang filsuf Yunani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah melampaui Paulus ada kota bernama Athena. Dan beberapa sejarawan mengatakan bahwa Athena berada di masa terbaik dalam abad ke-4 dan ke-5 SM dan adalah kota terbesar di dunia dan mungkin tidak pernah disamai sejak itu. Seni, literatur, arsitektur dan filosofi yang ada di Athena pada tahun-tahun itu tidak ada bandingnya. Nah Athena letaknya di provinsi Akhaya dan secara teknis Korintus adalah ibu kotanya, namun Athena adalah kota utama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para sejarawan juga mengatakan bahwa Athena pada waktu Paulus adalah pusat intelektual di dunia. Dan Athena adalah tempat untuk hampir setiap dewa yang ada. Jadi itu kota yang tidak percaya Allah dan berbudaya tinggi sekali. Ditambah itu ada kecenderungan filosofis. Socrates dan Plato berasal dari Athena. Dan Athena adalah kota yang diadopsi Aristoteles, Epikurus juga mendirikan golongan Epikuros dan Zeno mendirikan orang Stoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kota itu masih kota yang tidak mengenal Allah. Memang ada dewa untuk apa saja dan setelah semua dewa itu masih ada satu patung lagi yang dinamakan “Allah yang tidak diketahui,” karena semua dewa itu tidak dapat memuaskan mereka, sehingga mereka masih mencari dewa lain. Itulah frustasi penyembahan berhala. Namun Allah akan melakukan suatu karya perkasa pada saat Paulus menghadapi kota itu. Inilah kayu salib melawan kultus-kultus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat bagaimana Athena itu mempengaruhi Paulus. Dikatakan bahwa dia sangat sedih hatinya. Di waktu Paulus semuanya kelihatan menarik dan gedung-gedung semua dibangun dari marmer dan emas berkilauan dari ujung kota ke ujung lain. Patung-patung ada dimana-mana dan benar-benar mempesonakan. Bayangkan berjalan di kota itu dan kewalahan oleh keajaiban budaya dan seni, keajaiban arsitektur dan semua yang ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” Itulah satu-satunya komentar. Karena dia sanggup melihat melampaui hal-hal dangkal, dia memiliki kemampuan untuk melihat melampaui hal luar kebudayaan dan melihat realitas dalam hati manusia. Tidak ada satu kalimatpun di dalam tulisan Paulus tentang arsitektur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Renan, orang ateis Prancis mengatakan, “Orang Yahudi kecil yang jelek itu menyalahgunakan seni Yunani dengan menggambarkan patung-patung itu sebagai berhala.” Disini ada orang yang tidak peduli hal-hal yang biasanya menyita pikiran kita. Kita biasanya mementingkan hanya apa yang ada di bagian luar. Namun Paulus melihat hal-hal dengan mata rohaninya. 1 Samuel 16:7 mengatakan, “manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” Bagaimana Anda melihat kota ini? Kita juga harus menyadari bahwa ada banyak orang yang terkutuk untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang menyakiti hati Paulus. Dia tidak tergerak hal-hal dangkal. Di Wahyu 3:17 kita bisa melihat bagaimana caranya Yesus melihat gereja-gereja. Tuhan mengatakan kepada gereja suam-suam kuku, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Tuhan kita melihat gereja Laodikia dari sudut pandang rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus masuk ke Athena, dia melihat dua hal. Kesatu,<b> ayat 16, penuh patung-patung berhala. </b>Kedua,<b> ayat 23</b>, “Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.” Jadi meskipun mereka memiliki banyak dewa-dewa, tetap mereka tidak puas.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda melihat kotamu sendiri? Apakah Anda melihatnya seperti Paulus melihat Athena? Orang-orang disini telah memenuhi kota dengan berhala kepada dewa-dewa khayalan dan mereka terhilang. Yesus duduk di Bukit Zaitun diatas kota Yerusalem dan tahukah Anda bahwa Yesus menangis dan berkata di Matius 23:37, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” Paulus juga melihat orang-orang Athena terhilang. Bagaimana dengan Anda?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, Paulus benci penyembahan berhala karena <b>itu mencuri kemuliaan Allah</b>. Paulus mengatakan, saya berkhotbah tentang Kristus, ketaatan iman demi nama-Nya, demi kemuliaan-Nya. Paulus berkata di 1 Korintus 10:31, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana Paulus melihat kota itu? <b>Nomor satu</b>, dia melihat semua <b>orang disitu terhilang</b>. Kedua, mereka <b>tidak memuliakan Allah</b>. Ada hal ketiga yang Paulus lakukan. <b>Ayat 17</b>, “Karena itu di rumah ibadat ia <b>bertukar pikiran</b> dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.” Dia berkhotbah kepada orang Yahudi dan Yunani, kemudian dia pergi ke pasar. Dia memberi latar belakang Yudaisme kemudian menempatkan Kristus didalamnya. Dia juga memberi konteks Yunani dan menempatkan Kristus disitu juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya untuk memenangkan dunia? Ya, pergilah kemana saja dan carilah orang yang mau mendengar dan beritakanlah kepada mereka Yesus Kristus. Paulus pergi dan berkhotbah di pasar. Semua kota pada zaman itu memiliki tempat pusat, mungkin itu halaman besar dimana ada gedung-gedung umum disekitarnya, ada kuil berhala disitu dan mengelilingi itu ada barisan tiang besar penuh toko-toko kecil dan petani menjual hasil panennya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus setelah selesai di sinagog. dia pindah ke halaman pasar dan dia berbicara dengan siapapun yang ditemukan. Dikatakan pada akhir <b>ayat 18</b>, “ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.” Nah mereka ada masalah untuk percaya kebangkitan itu ketika dia masuk sinagog dan berkhotbah tentang Mesias yang mati terus bangkit lagi. Nah sekarang di Athena mereka juga ada masalah dengan kebangkitan itu, jadi dia berkhotbah lagi tentang kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Paulus dapat mempengaruhi kota besar seperti Athena? Nah, dia tidak sendirian, kuasa Allah ada di dalamnya. Dan lihatlah apa yang terjadi. Dia mempengaruhi Athena pertama dengan <b>penghinaan</b>. <b>Ayat 18</b>, “Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing. Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Epikuros dapat nama itu dari Epikurus yang adalah ahli fisafat di Athena 400 tahun sebelumnya. Orang Epikuros percaya bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan. Tidak ada alasan nyata untuk sesuatu dan tidak ada yang berkuasa. Kedua, mereka percaya bahwa kematian itu mengakhiri segala sesuatu. Ketiga, mereka percaya semua dewa, namun dewa-dewa itu jauh dan tidak peduli. Keempat, mereka percaya bahwa kesenangan adalah tujuan utama dalam hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain ada orang Stoa, yang adalah orang-orang baik. Mereka tidak egois. Pertama, mereka percaya bahwa segala sesuatu adalah Allah. Pohon-pohon itu Allah, tanah itu Allah, mereka adalah Allah, gedung-gedung adalah Allah, dengan kata lain itu panteisme. Jika semuanya adalah Allah, Allah itu tidak ada. Kedua, segalanya adalah kehendak Allah. Tidak peduli apa yang terjadi, semua itu kehendak Allah. Mereka fatalis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kedua kelompok itu bertemu dengan Paulus. Mereka mengatakan di ayat 18 bahwa dia telah mengumpulkan informasi dari filosofi dan agama dan sekarang itu disebut pengetahuan. Jadi mereka mengejek dia. Kita selalu mendengar bahwa Kekristenan itu tidak masuk akal. Itu juga terjadi terhadap Yesus di Yohanes 7: 14-15, “Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. 15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Paulus mengatakan di 1 Korintus 3:18-19, “Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.” Ayat 20, “"Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.” Jadi kelompok pertama mengejek dia dan selalu akan ada orang-orang yang mengejek.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ditengah <b>ayat 18</b> tertulis, “Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing.” Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.” Apapun asumsi mereka tentang dewa-dewa asing, mereka tidak mendengar dengan seksama. Namun mereka ingin tahu dan ingin menanyakan pertanyaan. Dan mereka selalu ingin tahu tentang sesuatu yang baru. Itu menarik bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19-21</b>, “Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini? 20 Sebab engkau memperdengarkan kepada kami perkara-perkara yang aneh. Karena itu kami ingin tahu, apakah artinya semua itu." 21 Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.” Areopagus itu adalah nama halaman pasar itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada banyak orang seperti itu di dunia sekarang ini, intelektualisme adalah semacam allah. Mereka menyembah allah pikiran. Paulus mengatakan di Kolose 2:8, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” Di 2 Timotius 2:16 dikatakan, “Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus berdiri disitu dan mulai dari <b>ayat 22 sampai ayat 31</b> <b>dia berkhotbah</b> tentang Allah, kepribadian Allah, Kristus dan kebangkitan itu. Jadi ada yang mengejek, yang bertanya dan ada yang ingin tahu lebih banyak dan keempat ada yang bertobat, ada yang diselamatkan. Lihatlah <b>ayat 34</b>, “Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keindahan Injil itu mencapai orang tertinggi di Athena dan yang terrendah, yaitu perempuan biasa. Memang indah bahwa dua orang di kedua ujung spektrum dapat diselamatkan dalam khotbah yang sama. Itulah kuasa Injil untuk menjembatani celah. Namun sebelum ada konversi itu terdapat respon yang sama seperti dulu. <b>Ayat 32</b>, “Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini Paulus berkhotbah tentang kebangkitan dan mereka mengetawakan-nya. Itu bukan hal baru. Ingatlah KPR 2:13 dimana mereka ketawa dan mengatakan, “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.” Dan di KPR 26:8 Paulus mengatakan kepada Agrippa, “Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati?” Lihatlah jawabannya di ayat 24, “berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di zaman akhir dimana kita hidup sekarang kita dapat mengharapkan lebih dari ini. Yudas 1:17-19 mengatakan, “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.” Bukan saja ada yang mengejek namun juga yang menanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 32</b>, “Dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Tahukah Anda bahwa menunda sama juga dengan mengejek, karena kedua-duanya mematikan. Itu sama dengan KPR 24:25, “Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau.” Ibrani 3:8 mengatakan, “janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun.” Kalau kita menunda itu sama dengan penolakan, percayalah kepada Yesus sebelum Anda terlambat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kemudian ada juga orang yang ingin tahu pada saat itu dan lihatlah apa yang dilakukan Paulus di <b>ayat 33</b>, “Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.” Paulus meninggalkan mereka untuk melihat tanggapan mereka. <b>Ayat 34</b>, “Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya.” Disini terjadi konversi. Dan satu orang adalah anggota majelis Areopagus dan yang satu adalah wanita yang tidak spesial dan biasa saja di dunia. Namun bagi Allah dia spesial.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa negara kita sampai sekarang masih menyembah Atenia, pikiran manusia yang dianggap sebagai allah? Mereka menyembah Demiter, ibu bumi dan mereka memanggilnya ekologi. Mereka menyembah Zeus, ilah kekuatan dan kekuasaan. Mereka menyembah Bakus dan Remor, dewa-dewa nafsu birahi. Dan kita tetap ada orang-orang Epikuros, orang eksistensialis, orang yang mementingkan barang dan orang yang tidak peduli akan Allah. Kita masih ada orang Stoa juga. Mereka masyarakat etis yang selalu mementingkan persaudaraan dan menolong orang miskin dan Allah berada didalam Anda dan Anda adalah Allah juga. Janganlah terpengaruh Iblis, si Pendusta itu, jadilah seperti Paulus yang membawa terang kepada dunia yang gelap. Bagaimana sikap Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Mar 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170312</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/vylt0qvv</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mempengaruhi Sistem Duniawi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_w8aabw2c"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:4-9,12-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:4-9, 12-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Adam berdosa, masalahnya ada dua, bukan saja Adam dan seluruh umat manusia jatuh dalam dosa dan terkutuk, namun dunia itu sendiri juga terkutuk. Jadi ketika orang terkutuk ditempatkan di dalam sistem terkutuk, ya tentu saja ia dapat menyesuaikan diri dalam sistem itu cukup baik. Hanya pada saat kebenaran di applikasikan maka ada gangguan. Karena itu sepanjang sejarah kebenaran Allah selalu akan menjungkirbalikkan dunia manusia.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, sepanjang sejarah penebusan Allah, Allah telah mengirim orang-orang ke sistem duniawi itu. Dan mereka diutus untuk langsung menabrak sistem manusia itu dan menunjukkan bahwa itu salah. Dari sudut pandang manusia sistemnya benar, tetapi dari sudut pandang Allah itu malah terbalik. Dari sudut pandang manusia, orang Kristen menjungkirbalikkan sistem itu. Dari sudut pandang Allah, orang Kristen itu malah membenarkan sistem itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah memakai pria dan wanita, individu, kelompok kecil dan kelompok-kelompok besar. Orang-orang adalah sarana yang menyebabkan sistem duniawi dikacaukan. Orang-orang benar yang masuk ke dalam sistem yang tidak benar selalu menyebabkan ada masalah. Nah di KPR 17 kita bertemu dengan beberapa orang seperti itu. KPR 17:6 menunjukkan karakter Paulus, Silas dan Timotius dengan kata-kata ini, “Orang-orang ini mengacaukan seluruh dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang ini menjungkirbalikkan dunia karena lima hal yang di ilustrasikan di teks ini. <b>Nomor satu adalah keberanian, kedua adalah isi berita, ketiga adalah orang-orang yang bertobat, keempat adalah konflik</b> yang terjadi setelah ketiga hal pertama terjadi, dan <b>kelima adalah keprihatian</b>, dan itulah motivasi yang menyebabkan semua itu terjadi. Marilah kita meninjau kembali dua hal yang pertama. Definisi Alkitabiah dari keberanian adalah keyakinan pada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda segan untuk bersaksi atau melakukan sesuatu, Anda tidak memiliki perspektif Allah yang tepat. Marilah kita melihat sekarang betapa besar keyakinan Paulus itu. Dia sedang menjalankan perjalanan misi kedua dan dia mengikuti rencana yang telah diutus Allah, yaitu untuk pergi ke Tesalonika di <b>ayat 1</b>, “Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.” <b>Ayat 2</b>, “Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu.” <b>Pertama</b>, ini menunjukkan <b>keberanian</b> besar karena di hampir setiap sinagog dia diserang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia yakin akan Allah, jika memang Allah memerintah hal itu, Dia tidak akan meninggalkannya di tengah-tengah. Dia harus pergi ke sinagog orang Yahudi karena dia harus menentang sistem agama yang ada, untuk membawa orang-orang Yahudi itu kepada pengenalan akan Kristus. Kami melompat bolak-balik antara Tesalonika dan Berea karena keadaan mereka paralel. Dan kita belajar bahwa keberanian itu berdasarkan kepada kepercayaan akan Allah, pengakuan dosa-dosa kita dan bersyukur kepada-Nya sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah <b>hal kedua</b> yang kami lihat dalam seseorang yang mempengaruhi dunia adalah <b>isi atau kadar</b>. Jadi bukan saja Paulus berani sekali, yang penting adalah apa yang dia katakan. Banyak orang Kristen mengatakan bahwa kehidupan mereka adalah kesaksian di tempat kerja. Tidak ada orang satupun yang masuk surga dengan hanya melihat seseorang. Anda perlu berbicara dan mengabarkan injil. Anda harus membuka mulut dan kata-katamu harus berhubungan dengan kebenaran Allah yang bisa diproklamirkan dan dipertahankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai orang Kristen kita harus tahu Friman Allah supaya kami dapat menjawab pertanyaan orang. Perhatikanlah Paulus di <b>ayat 2</b>, selama tiga hari Sabat berturut-turut dia berdebat dengan orang Tesalonika dari Firman Tuhan. Berdebat sebenarnya berarti menjawab pertanyaan mereka. <b>Ayat 3</b>, “Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 53 bersama Mazmur 22 menunjukkan hal itu. Jadi Paulus pada akhir <b>ayat 3</b> mengatakan, “Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.” Jadi dia mengajar dari Perjanjian Lama dan kemudian berkata, “Kristus memenuhi semua itu,” dan dia melakukan itu tiga kali pada hari Sabat. Kemampuan penalaran itu menyiratkan bahwa pemikiran ikut serta. Ini bukanlah reaksi emosional. Injil itu harus diterangkan dengan jelas kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melakukan hal yang sama di Berea namun orang Yahudi disana reaksinya berbeda sekali. Mengapa? <b>KPR 17:11</b> mengatakan, “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” Mereka ingin tahu dimana informasi yang diberikan Paulus itu ada di dalam Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 3:15 mengatakan, “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu.” Paulus tahu Firman Allah dan tidak ada jalan pintas. Namun tidak ada seorangpun yang benar-benar bisa menguasai seluruh Alkitab. Bisa saja Anda belajar prinsip-prinsip itu, namun pelajaran itu tidak pernah akan selesai. Mungkin saja orang dapat menyelamatkan orang yang tenggelam di kelas menyelamatkan nyawa. Namun apakah Anda siap menyelamatkan orang ketika kapal itu tenggelam dan Anda berada di lautan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya kita tahu Firman Allah? Nomor satu, akuilah dosamu, sebab jika ada dosa yang belum diakui dalam hidupmu, itu akan menghalang pengetahuan Firman, 1 Petrus 2:1. Nomor dua, pelajarilah Firman selalu, tidak ada jalan pintas. 2 Timotius 2:15 mengatakan, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah.” Ketiga, lakukanlah Firman itu dalam hidupmu sendiri, menerapkannya ke apapun yang Anda lakukan, Bukan di dalam pikiranmu saja, namun juga dalam perbuatanmu. Pengalaman adalah guru terbaik. Dan keempat, bagikanlah itu. Cara terbaik untuk mempelajari Firman itu adalah jika Firman itu diberitakan kepada orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah <b>hal ketiga</b> yang membangun orang yang benar-benar mempengaruhi dunia adalah dengan adanya <b>orang yang dikonversi</b>. Ketika Anda melihat orang lain datang kepada Kristus, disitulah kita tahu bahwa Anda dipakai Allah. Mengapa? Karena Anda menyebabkan pengaruh itu dilipatgandakan, benar? Setiap orang Kristen harus melihat orang-orang bertobat. Iya, mungkin Anda menanam, mungkin Anda menyiram, namun Allah mengatur semuanya dan Dia menyebabkan ada pertumbuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berjanji bahwa setiap orang Kristen akan ada hasilnya. Dengarkanlah Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.” Yohanes 15:5-6, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering.” Jadi orang yang bertobat adalah bagian dari buah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, tidak mungkin Anda dapat melakukan itu sendirian. Anda perlu mereproduksi diri, itulah artinya ada orang bertobat. Paulus sangat efektif karena waktu dia masuk kota, orang-orang percaya dia. Anda mempengaruhi dunia pada saat Anda mempengaruhi orang lain. <b>Ayat 4</b>, “Beberapa orang dari mereka menjadi yakin.” Paulus memberi presentasi luar biasa tentang Kristus yang dipakai Roh Kudus untuk membawa mereka kepada keselamatan. Jadi Paulus mendorong mereka, seolah-olah melawan keinginan mereka, sampai menjadi percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Berea sikap orang Yahudi disitu sangat berbeda, mereka hanya menunggu menjadi percaya. Yang mereka inginkan adalah untuk mencari di dalam Perjanjian Lama mereka apakah itu benar atau tidak. <b>Ayat 11</b>, “setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci,” jadi di <b>ayat 12</b>, “Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani.” Orang-orang Berea langsung percaya namun orang-orang Tessalonika harus dibujuk untuk percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka ada panen disitu dan gereja di Berea dilahirkan. Yang rada aneh adalah bahwa sejak itu tidak terdengar lagi di Alkitab berita tentang Berea, namun ada banyak berita tentang Tesalonika. Dan Tesalonika menjadi gereja yang paling dikasihi Paulus. Dan dari semua gereja yang dikirim surat di Perjanjian Baru, mereka itu adalah gereja yang paling sesuai dengan keinginan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini terjadi untuk membuktikan bahwa keselamatan itu menyamakan semua. Tidak masalah Anda itu seperti apa sebelum Anda diselamatkan. Pada saat Anda diselamatkan, yang menjadi masalah hanya apa yang Anda lakukan dengan sumber rohani yang telah menjadi milikmu. Orang mengatakan, “oh si Anu, sebelum dia diselamatkan dia itu terpengaruh obat-obatan dan Iblis, jadi kita tidak bisa berharap banyak dari dia.” Namun kebenaran adalah kami bisa berharap dari dia kualitas yang sama dibanding orang terbaikpun yang diselamatkan. Karena sumber rohani dari Allah itu sama, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan yang paling umum bagi orang yang tidak percaya adalah bahwa mereka tidak menyelidiki Firman. Alkitab itu mencakup ratusan tahu sejarah. Ini mencakup semua wahyu Allah yang menciptakan alam semesta. Ini mencakup realitas spiritual. Bagaimana Anda bisa mengambil kesimpulan seperti itu? Iya, saya membacanya beberapa kali. Saya pernah ada di kelas di universitas dimana ada orang yang mengatakan itu semua omong kosong. Mereka tidak pernah membacanya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang merubahkan dunia adalah orang yang melipatgandakan kekudusan di dunia dengan menuntun seseorang kepada Yesus Kristus. Bagaimana caranya? Disini ada pola. <b>Satu, sadarilah kewajiban Anda</b>. Di Matius 28:19, Yesus mengatakan, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” KPR 1:8, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Di Yohenes 15:26-27, Yesus mengatakan bahwa Allah Bapa ingin supaya ada kesaksian Roh melalui Anda kepada dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau kita memiliki kebenaran dan tidak mau membagikan itu, itu terasa seperti kejahatan terhadap manusia dan terhadap Allah. Jadi sadarilah kewajibanmu. <b>Kedua, terimalah hasilnya</b>.<b> </b>Mungkin saja<b> </b>hasilnya tidak positif. Jangan mengatakan, “saya sudah bersaksi dan tidak ada hasilnya. Ah, saya tidak mau meneruskan hal itu.” Semakin banyak kita bersaksi semakin banyak Iblis menentang hal itu. Dan semakin dekat kedatangan Kristus, semakin keras hati orang.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga, ketahuilah sumber kuasamu</b>, dan sebesar apapaun reaksi negatif itu, kuasamu akan mengatasi itu. Roh Kudus akan meyakinkan mereka bersalah, Roh Kudus akan memberi kekuatan itu, dan Anda tidak perlu kuatir tentang hal negatif. Sadarilah kewajibanmu, terimalah bahwa hasil itu tidak selalu positif dan ketahuilah Anda diberi kuasa dan keempat, <b>ingatlah Janji-Nya</b>. Yohanes 15:16 mengatakan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keberanian, isi berita dan orang-orang yang bertobat semua mempengaruhi dunia. dan dari ketiga itu akan timbul <b>nomor empat, konflik</b>. Jika usahamu penuh keberanian dan disertai berita yang tepat dan orang-orang diselamatkan karena kesetiaanmu, pasti akan ada konflik. Mengapa? Karena Anda menyebabkan ada kekudusan di lingkungan berdosa. Dan karena itu Anda menyebabkan ada masalah, namun justru itulah kehendak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Paulus tahu kesusahan itu akan datang karena pada waktu mereka datang dia sudah pergi. <b>Ayat 5</b>, “Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.” Hal yang mereka iri adalah bangsa lain itu, yang ditawarkan Mesias atas dasar keseteraan dengan orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu Paulus bersama yang lain tinggal di rumah Jason, jadi datanglah orang-orang itu ke rumah Jason, “untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.” Namun Allah sudah tahu maksud mereka. Paulus, Silas dan Timotius sudah pergi. Hanya Jason masih ada. <b>Ayat 6</b>, “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan pertama adalah revolusi umum. Hal kedua yang mereka tuduh adalah, “pengkhianatan terhadap Roma.” <b>Ayat 7</b>, “dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.” Karena Yesus mengklaim Dia adalah Raja, Dia disalibkan. Masih ingat pertanyaan Pilatus, “Apakah Anda raja?” Jawab imam-imam kepala di Yohanes 19:15, “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang tidak senang mendengar Yesus adalah Raja. <b>Ayat 8-9</b>, “Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya itu, mereka menjadi gelisah. 9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari saudara-saudara lain, merekapun dilepaskan.” Pembesar kota itu bertindak bijaksana. Mungkin saja keadaan bisa meledak jika mereka melepaskan Paulus. Namun mereka takut seandainya Paulus di hukum, ada cukup banyak orang yang sudah bertobat yang mungkin akan memulai kerusuhan</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka memaksa Jason untuk memberi uang jaminan untuk memastikan bahwa Paulus, Silas dan Timotius tidak akan memberi kesulitan lagi. Jadi mereka memiliki jaminan untuk kelakuan baik dan supaya Paulus, Silas dan Timotius cepat pergi. <b>Ayat 10</b>, “Pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menggambarkan hal itu di 1 Tesalonika 2:17, “Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.” Namun Paulus mengatakan di ayat 18, “Iblis telah mencegah kami.” Keadaan itu dengan jaminan keamanan yang dibayar oleh Jason berarti bahwa dia tidak dapat masuk lagi kesana selama pembesar-pembesar kota itu masih ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi konflik datang dan itulah hal baik. Gereja Tesalonika menjadi gereja terbaik. Namun Paulus tidak dapat mengunjungi mereka lagi. Mereka pergi ke Berea dan apa terjadi disitu? <b>Ayat 13</b>, “Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus harus meninggalkan mereka lagi. <b>Ayat 14</b>, “Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea.” Mengapa? Kepedulian besar Paulus bagi orang-orang yang baru percaya adalah pemuridan. <b>Ayat 15</b>, “Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang merubah dunia itu memiliki suatu <b>keprihatian</b>. Itu bukan tentang orang terhilang, meskipun semua orang harus memiliki itu. Namun mereka ada keprihatian yang lain. Lihatlah <b>ayat 16</b>, “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” Paulus kuatir melihat semua penyembahan berhala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus melihat bahwa Allah tidak di muliakan. Motivasi terbesar bagi orang Kristen adalah untuk memuliakan Allah. Mazmur 23:3, “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar <b>oleh karena nama-Nya</b>.” Paulus tidak melihat kemuliaan duniawi di Atena, yang dia lihat adalah bahwa Allah tidak dimuliakan. Bagaimana dengan Anda? Apakah reaksi Anda terhadap sekularisme, yang tidak memedulikan otoritas Allah, dimana-mana? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Mar 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170305</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/w8aabw2c</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dipilih Allah untuk Menginjili]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_gr5qbcx7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+17:1-9,10-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 17:1-9, 10-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini di KPR 17, rasul Paulus bersama Silas telah dibebaskan dari penjara di Filipi oleh Allah melalui gempa bumi. Gereja di Filipi telah didirikan mulai dengan Lidia bersama rumah tangganya dan kepala penjara bersama rumah tangganya. Jadi mulailah kelompok kecil orang percaya. Dan Lukas tinggal bersama mereka. Jadi Paulus, Silas dan Timotius meninggalkan Filipi setelah dianiaya dengan tongkat dan memar dan berdarah.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Melalui semua itu, Yesus Kristus dipermuliakan dan akibat itu mereka bersukacita. Kemungkinan besar orang lain merasa kecil hati tetapi orang-orang ini tidak. Pada waktu mereka pergi dari Filipi, <b>KPR 17: 1</b> mengatakan, “Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.” Disini kita melihat roh yang kuat sekali dan yang tidak takut yang menjadi karakter Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang Paulus dan Silas dapat lakukan di Tesalonika, <b>KPR 17:6</b> mengatakan, “Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.” Sangat luar biasa ada orang yang dapat mempengaruhi dunia begitu banyak sampai orang mengatakan, “mereka menjungkirbalikkan dunia.” Ada orang Kristen yang hidup seluruh hidup mereka yang sama sekali tidak mempengaruhi siapapun juga. Dan disini terdapat dua orang yang menurut dunia “menjungkirbalikkan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kabar angin itu sudah sampai ke Tesalonika, yang jauhnya 160 kilometer. Paulus dan Silas menyebabkan kenyamanan pendosa-pendosa itu terganggu. Dan Allah selalu menyediakan orang-orang seperti itu. Eliah selalu mengganggu raja Ahab dan Izebel karena mereka jahat. Ahab mengatakan kepadanya di 1 Raja-Raja 18:17-18, “"Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?" 18 Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan engkau ini telah mengikuti para Baal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 21:28-29, orang Yahudi berteriak: "Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini! 29 Sebab mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka, bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Bait Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang membuat seorang pria dapat menguncangkan dunia? Nah, sifat-sifat karakter itu tercantum disini di KPR 17. Hal-hal itu tersirat di dalam teks. Saat kami melihat caranya mereka bekerja, janganlah terpusat kepada apa yang mereka katakan, namun apa alasannya mereka melakukan itu. Apakah prinsip-prinsip yang berfungsi dalam pelayanan mereka yang menyebabkan itu sukses? Ada lima hal yang menyebabkan mereka dapat menjungkirbalikkan dunia. Kelima hal itu adalah, <b>keberanian, isi khotbah, orang bertobat, konflik dan perhatian.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang kita akan melihat dua bagian ayat bersama, mulai dengan Tesalonika sampai ayat 9 kemudian langsung ke Berea. Kita akan membandingkan ayat-ayat untuk melihat prinsip-prinsip rohani yang mendorong mereka yang menjungkirbalikkan dunia itu. Nah kita mulai dengan Tesalonika dalam sembilan ayat pertama, dan Berea dalam ayat 10-15. Kedua kota itu sangat berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tesalonika telah menjadi kota terkenal dengan 200.000 orang dan itu ibu kota Makedonia. Ada tiga sungai besar yang datang melalui itu dan berkumpul di laut, jadi itu merupakan pelabuhan penting. Dan jalam Raya Ignatius melewati tengah kota itu, yang menyebabkan mudah bagi tentara dan orang yang bepergian ke timur dan barat untuk melewatinya. Kota itu masih kota pelabuhan yang paling penting di Yunani itu dan sekarang dinamakan Salonika.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, Berea itu benar-benar tidak signifikan. Kira-kira 80 kilometer kearah barat selatan Tesalonika, tempat terpencil yang tidak pernah diketahui orang sebelum Rasul Paulus pergi kesana. Jadi ada dua kota yang sangat berbeda, yang satu di jalan raya dan yang lain di tempat terpencil. Akan tetapi hal yang sama terjadi dikedua kota itu yang mengilustrasikan kepada kita prinsip-prinsip yang menyebabkan ada orang yang menjungkirbalikkan dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Prinsip nomor 1, keberanian</b>. Kita akan melihat hal itu di Tesalonika dan Berea. Kita telah melihat bahwa keberanian adalah bagian karunia rohani gereja mula-mula. Dan kita memerlukan hal ini sekarang juga di seluruh dunia. Kita melihat dari permulaan bagaimana mereka masuk ke kota dan mereka akan menerima tantangan, dan langsung mereka menjadi berani. Dan semakin banyak tekanan itu, semakin besar keberanian mereka. Dan semakin berani semakin dinamis berita injil itu. Dan itu diperlukan dimana-mana di dunia ini sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 20:22, Paulus mengatakan, “Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ.” Dia tahu pengalamannya pasti buruk, tetapi dia tidak tahu seburuk apa. Ayat 23-24, “selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. 24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang yang benar-benar mempengaruhi dunia bagi Kristus yang tidak memiliki keberanian dalam keyakinannya dan keberanian dalam panggilannya. Anda bisa saja yakin dalam banyak hal, namun jika Anda tidak berani mengabarkan berita itu kepada orang, tidak akan ada hasilnya. Anda bukan saja perlu ada keberanian dalam keyakinan Anda, tetapi juga berani melakukan apa yang ditugaskan Allah kepadamu. Hanya orang pemberani akan menyebabkan ada perbedaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>KPR 17:1</b> dimana <b>keberanian diilustrasikan</b>. “Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis (jaraknya 53 kilometer dari Filipi) dan Apolonia (jaraknya 50 kilometer dari Amfipolis) dan tiba di Tesalonika (itu jaraknya 60 kilometer dari Apolonia). Hal itu signifikan karena mereka ingin pergi ke Tesalonika karena “disitu ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita melihat setiap kali mereka pergi ke sinagog, mereka dianiaya oleh orang Yahudi. Namun lihatlah <b>ayat 2</b>, “Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu.” Nah inilah keberanian! Baru saja mengalami kesakitan dan penderitaan di Filipi. Sekarang dia pergi ke Tesalonika dan dia langsung masuk lagi ke dalam sinagog. Mengapa? Karena itulah panggilan dari Allah bagi dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun dia kesakitan, dia tetap mengasihi Israel. Dia memiliki Roh yang taat kepada Tuhan. Roh menuntunnya untuk pergi ke sinagog. Dan dia langsung masuk, seperti kebiasaannya, dia tidak memikirkan penganiayaan yang dia harus menderita. Dan dia melakukan hal yang sama di Berea. <b>Ayat 10</b>, “Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika mereka mengirim dia pergi pada malam hari, mereka mencoba untuk meloloskan dia dari kesulitan di Tesalonika. Kita akan membicarakan itu nanti. Tetapi apa yang terjadi pada waktu dia tiba di Berea kira-kira 80 kilometer dari situ. Apakah yang dia lakukan? Dia langsung masuk kedalam sinagog orang Yahudi. Dia tidak peduli sama sekali bahwa baru setelah keluar dari api dia langsung masuk ke dalam api lain lagi. Dia melakukan apa yang Allah telah tugaskan kepadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada <b>tiga tahap untuk memiliki keberanian</b> seperti itu. <b>Nomor 1</b>, <b>percaya Allah</b>. Daud selalu ada masalah. Apa yang dia katakan di Mazmur 27:1, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” Ketika Allah ada berserta Anda, Anda tidak perlu takut. Ayat 2, “Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.” Kemudian dia mengatakan di ayat 14, “Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!” Biarkanlah ini menjadi peperangan Allah.<br><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keberanian macam apapun bergantung kepada teologi Anda. Doktrin Allah yang tidak benar akan menyebabkan Anda menjadi penakut. Jadi bagaimana saya dapat mempercayai Allah? Anda perlu mengenal-Nya. Caranya bagaimana? Bacalah Alkitab secara mendalam. Semakin Anda mengenal-Nya lebih baik, semakin Anda mempercayai-Nya, benar? Dan semakin Anda mempercayai-Nya, semakin Anda dapat berperang dengan keyakinan dan bukan ketakutan.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Tahap kedua, akuilah dosamu</b>. Jika Anda berperang dengan dosa dikenal di dalam hidupmu, kemenangan itu tidak banyak. Jika Anda bersaksi ke dunia dan hidup Anda sendiri penuh dosa, tidak akan ada orang yang percaya Anda. Daud mengatakan di Mazmur 7:3, 5, “Ya Tuhan, Allahku, jika aku berbuat ini, maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku.” Ayat 8, “Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.” Ayat 17, “Dan bermazmur bagi nama Tuhan, Yang Mahatinggi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Mazmur 7:10 dikatakan, “Perisai bagiku adalah dari Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati.” Jadi kalau Anda berperang melawan musuh, sebaiknya nomor 1, Anda mempercayai Allah. Nomor 2, akuilah dosa-dosamu dan Anda murni. Ingatlah perisai iman di Efesus 6:16? Jika Anda berperang dengan perisai yang ada bolongnya, Iblis akan menyakiti Anda setiap kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditengah semua itu, <b>ketiga, bersyukurlah sebelumnya</b>. Tahukah Anda bahwa sikapmu akan membaik pada saat Anda mulai berperang dan mengatakan, “Allah, saya akan keluar dengan keberanian dan saya akan memberitakan apa yang harus saya beritakan dan saya bersyukur atas kemenangan yang masih belum terjadi.” Lihatlah KPR 28:15, “Paulus mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua</b>, banyak orang memiliki keberanian, namun berita mereka <b>tidak ada isinya</b>. Kita perlu memberitakan kebenaran. Paulus secara pribadi tidak pernah menyinggung orang. Mereka tersinggung karena apa yang dia beritakan. Dan orang-orang harus merasa tersinggung supaya mereka menyadari gawatnya situasi mereka. Bacalah Roma 1 dimana dia membicarakan dosa. Kemudian di Roma 2 dia membicarakan mengapa orang Yahudi dan Bangsa lain merasa nyaman dan menjelaskan bahwa mereka telanjang dan terhilang. Dan di Roma 3 dia menawarkan mereka Yesus Kristus, Juruselamat kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berita Injil harus menyinggung orang-orang berdosa. Roma 9:33 mengatakan, “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan.” Di 1 Petrus 2:7 dikatakan, “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.” Batu apa itu? Itu batu sandungan. Siapakah itu? Yesus Kristus. Dan orang-orang tersentuh karena Dia dan telah tersinggung oleh karena Dia sejak kebenaran Perjanjian Lama bahwa Dia akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah masalahnya bagi orang Yahudi di Tesalonika? Masalahnya adalah siapakah Mesias itu dan faktanya bahwa Yesus mati. Paulus mengatakan di Roma 11:9 dan Roma 1:23 bahwa kayu salib itu bagi orang Yahudi adalah batu sandungan besar. <b>Ayat 2-3</b>, “Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tiga hari Sabat berturut-turut membicarakan dengan mereka. Sebenarnya kata itu “beralasan” dan kita dari situ dapat kata-kata seperti “dialog.” Ini menunjukkan ini bukan khotbah resmi. Dia mengizinkan ada tanya jawab. Dan dari bahasanya kita tahu bahwa itu tanja jawab yang diulang berkali-kali dan cukup lama. Tanya jawab itu cara belajar yang baik. Kekristenan itu bisa dipertahankan dengan baik. Dan ini menjadi pola baginya di sinagog.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 18:4, “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.” Paulus menggunakan pedekatan mental dalam dialog, Jadi keselamatan adalah suatu hal mental, bukan emosionil. Anda harus mengarti kebenaran. Paulus menggunakan alasan dan ia membujuk pikiran mereka bahwa semua hal ini benar, kemudian Roh memakai kebenaran itu untuk membuka hati mereka. Dia membela Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penginjilan benar adalah presentasi Kekristenan yang dapat dipertahankan. Itu adalah mendengar semua pertanyaan kemudian memberi jawaban yang benar. Dari mana dia dapat semua informasi itu? Lihat ayat 2, “ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” Dia adalah pengkhotbah ekspositoris. Namun dia tidak memiliki Perjanjian Baru. Itu benar, dia mengajar dari Perjanjian Lama bahwa Kristus perlu menderita dan mati. Lihatlah Yesaya 53 dan Mazmur 22.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Berea. Paulus memberikan mereka kabar yang sama. <b>Ayat 11</b> mengatakan, “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” Lihatlah perbedaan antara Tesalonika dan Berea. Di <b>ayat 4</b> dikatakan, “Beberapa orang dari mereka menjadi yakin.” Tetapi disini di <b>ayat 12 </b>dikatakan, “Banyak di antara mereka yang menjadi percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah bedanya diantara kedua kelompok? Dengan yang satu Paulus harus membujuk mereka ke kebenaran. Yang lain sudah siap dan hati mereka terbuka. Mereka sendiri menyelidiki Firman. Ketika penganiayaan datang ke Berea, itu datang dari orang-orang Tesalonika. Perbedaan dalam karakter mereka adalah keterbukaan pikiran mereka dan kepekaan terhadap kebenaran dan ketidak prasangkaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana saya dapat memiliki kadar seperti yang menjungkirbalikkan dunia? <b>Pertama, mengaku dan bertobat dari semua dosa.</b> Mengapa? 1 Petrus 2:1, “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan.” <b>Kedua, belejarlah sekuat mungkin</b>.<b> </b>Tidak ada jalan pintas. 2 Timotius 2:15, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.”<br></span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ketiga, personalisasikan Firman</b>. Terjemahkan apa yang Anda belajar ke dalam hidup Anda sendiri. Apa yang Anda ajarkan secara efektif adalah hal-hal yang Anda belajar sendiri dalam hidupmu. Pengalaman itu adalah guru terbaik. Roma 12:2 mengatakan, “berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Cobaan dan kesengsaraan ada di didalam hidup kami supaya kami bertumbuh dan kami dapat menggunakan pengalaman itu untuk mengajar orang lain. <b>Keempat: Bagikanlah hal-hal itu</b>. Tidak ada jalan yang lebih baik dari pada mengajar hal-hal itu. Jadi dimana saja Anda berada, Anda dapat bersaksi kepada orang lain mengapa Yesus adalah Juruselamat Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil yang kita kabarkan harus memiliki dua hal. Itu harus memiliki kualitas yang terbuka bagi orang untuk ditanyakan. Itulah Tesalonika. Dan itu juga harus memiliki kualitas yang dapat diselidiki penelitian swasta. Itu adalah Berea. Apakah Anda dapat menyampaikan berita kepada dunia ini dan membelanya secara Alkitabiah? Kedua, apakah Anda sanggup memberitakan pesan itu yang menyebabkan mereka mencari kebenaran dari Firman itu sendiri? Dengan pertolongan Roh Kudus Anda sanggup melakukan apapun juga, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Feb 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170226</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/gr5qbcx7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Beralih Penganiayaan ke Pertumbuhan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ig7lps4m"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+16:19-40" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 16:19-40</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 16 benar-benar akan meninggalkan pesan pada kita semua. Masih ingat Lidia dan kemerdekaannya yang indah? Kemudian kejadian dengan perempuan yang kerasukan setan. Dan sekarang kita tiba kepada kejadian ketiga, kisah kepala penjara dan bagaimana Allah menjangkaunya melalui gempa bumi. Pertanyaan terbesar yang dapat ditanyakan orang adalah, “apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Dan jawaban satu-satunya adalah, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pertanyaan utama adalah, “Apakah maksud hidup ini, kemana aku akan pergi dan apakah yang saya lakukan disini.” Dan seringkali ketika seseorang tiba di tempat kesusahan yang mengerikan di dalam hidupnya sendiri, hanya pada saat itu ia baru siap untuk mendengar berita keselamatan. Semua orang yang belum selamat sedang mencari makna hidup. Untuk beberapa orang itu adalah uang, bagi orang lain itu mungkin gengsi. Bagi beberapa orang itu mungkin mobil baru atau isteri lain. Mungkin bagi beberapa itu adalah seks. Mungkin juga olah raga. Bagi beberapa orang itu alcohol, bagi yang lain itu obat-obatan, tetapi tidak ada yang benar memuaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bepergian melalui Kisah Para Rasul dengan tim misionaris yang baik yang terdiri dari Paulus, Silas, Lukas dan Timotius. Nah, mereka bersama Injil telah tiba di Filipus, tempat berpijak di Eropa. Dan Allah mengutus mereka untuk pergi ke tepi sungai dan bertemu dengan beberapa wanita yang sedang menyembah Allah yang benar. Dan Allah mengarahkan mereka kepada wanita khusus bernama Lidia. Dan Allah membuka hati Lidia dan dia bersama seluruh rumah tangganya diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan langsung setelah Allah mulai suatu pekerjaan, Iblis mulai suatu usaha pertentangan. Mereka bertemu dengan perempuan lain yang diperbudak setan. Di ayat 16-18 tercatat bahwa dia mengikuti Paulus selama beberapa hari dan dia mencoba untuk menyelusup, yang Iblis selalu ingin lakukan. Dia mengatakan, Iya mereka memberitakan kebenaran. Kalian harus percaya mereka. Iblis akan mengatakan apa saja untuk masuk ke dalam organisasi itu, kemudian setelah masuk baru dia mulai memberitakan hal-hal yang palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tidak suka hal itu, jadi di <b>ayat 18</b> dia berpaling dan tidak berbicara dengan perempuan itu melainkan dengan roh jahat di dalamnya. Dia mengatakan, “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini. Seketika itu juga keluarlah roh itu.” Jadi perempuan yang diperbudak itu langsung dibebaskan. Namun reaksinya juga khas. <b>Ayat 19</b>, “Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah reaksi itu menyebabkan apa yang terjadi di ayat 19 sampai 40. Rencana Iblis untuk menyelundup itu gagal karena Paulus mengusir setan itu. Namun jika tidak bisa menyelusup, dia selalu ada rencana lain yaitu penganiayaan. Dan apa yang terjadi pada saat gereja dianiaya? Itu malah bertumbuh. Lihatlah, darah para martir selalu menjadi benih gereja. Namun Iblis tidak bisa menahan diri dalam penganiayaan mereka walaupun dia tahu itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Penaniayaan selalu menghasilkan berkat, Mereka melipatgandakan diri. Penyelundupan itulah yang akan menghancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dapat menghasilkan hal positif dari keadaan negatif? Na disini ada penderitaan penganiayaan. Perempuan ini pada dasarnya melakukan apa yang dilakukan semua peramal dan pembaca telapak tangan lain, yaitu memcari keuntungan. Namun ada agen-agen yang mengambil bagian terbesar dan perempuan itu hanya dapat sisanya. Mereka tidak peduli akan perempuan itu. Mereka tidak gembira bahwa dia sekarang tidak kerasukan setan lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyadari bahwa mereka kehilangan pendapatan mereka. Nah, kita tahu bahwa yang dipentingkan hanya adalah uang. Ingatlah Markus 5 dimana Yesus datang ke Gerasa dimana ada orang kerasukan yang dipenuhi ribuan roh jahat. Dan Yesus mengusir semua roh jahat dari padanya. Tidak ada seorangpun dari kota itu yang berterima kasih. Dan setelah Yesus memasuki roh-roh itu kedalam kawanan babi yang langsung membunuh diri dengan melemparkan diri dari tebing dan mati tenggelam, reaksi orang-orang adalah, “Hai pergilah cepat, Anda membunuh babi-babi kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 6:10 menerangkan dengan jelas bahwa uang dapat menghalang persepsi rohani kita, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.” Ini tidak mengatakan bahwa uang itu jahat. Markus 10:23-25, “Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah KPR 16:19 mengatakan, “Mereka menyeret mereka ke pasar.” Bagi Paulus ini perubahan besar. Dulu di KPR 8:3, Paulus yang menyeret orang Kristen dari rumah-rumah, baik lelaki dan perempuan. Namun disini kita melihat bagaimana Paulus memandang penganiayaan. <b>Sebenarnya bagi dia, itu merupakan kesempatan</b>. Tempat itu adalah pusat kota besar, dengan pengadilan dan kuil besar dalam lapangan pasar ini. <b>Ayat 20</b>, “Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap koloni Romawi di dalam kota Yunani diberikan dua orang yang memiliki otoritas tertinggi. Jadi mereka mengatakan kepada yang berwenang itu, “Orang Yahudi ini” dan sudah terasa kehinaan mereka. Anti-Semitisme adalah hal besar di dunia Romawi. Wah, ini luar biasa bahwa Allah mengutus orang yang tepat dengan bangsa yang tepat dengan kewarganegaraan yang tepat dan latar belakang yang tepat untuk melakukan percis apa yang Dia ingin mereka lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka orang Yahudi, yang menyebabkan pukulan itu semakin keras dan juga menambahkan kepada caranya mereka dipenjarakan, yang akibatnya adalah pertobatan orang, dan semua ini direncanakan oleh Allah. <b>Ayat 21</b> mengatakan, “dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Romawi tidak boleh menerimanya atau menurutinya." Memang itu benar. Menurut Sisero dan Tertulian, orang Roma memiliki hukum dimana orang Romawi hanya boleh mengikuti ajaran agama yang sudah disetujui majelis tertinggi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dalam keadaan ini karena mereka berani sekali. Jadi <b>pertama</b>,<b> penganiayaan itu membukakan kesempatan-kesempatan baru.</b> Di KPR 4 mereka memberitakan injil sampai mereka dipenjarakan namun karena itu mereka bisa memberitakan injil kepada Sanhedrin. Mereka dibebaskan dan dilarang untuk berkhotbah lagi. Namun mereka tetap memberitakan injil dan banyak orang diselamatkan. Setiap kali mereka berani, Allah menyebabkan ada hasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.” Nah polisi lokal selalu membawa beberapa batang untuk hukuman. Inilah hukuman Romawi namun tanpa sidang apapun juga. Tahukah Anda bahwa Paulus menerima hukuman seperti itu tiga kali dalam hidupnya? <b>Ayat 23</b>, “Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.”<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling dalam dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.” Menurut arkeologi, belenggu yang mereka gunakan di zaman itu memiliki serangkaian lubang yang semakin lebar dan idenya adalah untuk menyebarkan kaki individu itu sejauh mungkin untuk menginduksi kram. Jadi setelah hajaran mereka selesai, kaki mereka dibentang untuk menambahkan penderitaan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu tidak menjadi masalah bagi Paulus. Dia sering dipenjarakan dan di akhir kehidupannya di dalam penjara lain dia menulis di Filipi 1:12-14, “Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. 14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua, penganiayaan menyebabkan ada nyanyi pujian</b>. Kita tentu tidak pernah mengalami penderitaan seperti ini. Lihatlah sikap mereka dalam keadaan itu. <b>Ayat 25</b>, “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” Mereka ingin tawanan lain itu mendengar mereka, mereka sedang bersaksi. Berdasarkan apa mereka memuji Allah? Karena Allah tidak pernah berubah. Jika Allah patut dipuji sekarang, Dia patut dipuji kapan saja, di setiap saat.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen di kalahkan pada saat dia memusatkan pikirannya kepada masalahnya sendiri. Orang Kristen sering mengatakan dimana Allah itu? Atau, apakah terjadi di dalam hidupku? Apakah Allah telah meninggalkan aku? Jika Anda mau bersabar dan menunggu, Allah sedang menyempurnakan Anda. Jadi mereka sedang menyanyi puji-pujian walaupun kesakitan. Ingatlah 1 Petrus 5:10, “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup orang Kristen bergantung kepada pengetahuanmu tentang Allah. Sikap Kekristenan Anda itu bergantung kepada kepercayaan Anda tentang siapakah Allah itu. Pada saat Anda mengerti siapakah Allah itu, baru Anda dapat melihat segala sesuatu yang lain dalam perspektif yang tepat. Allah tidak berubah. Mereka tidak pernah akan merubah teologi mereka berdasarkan masalah-masalah mereka. Jadi mereka tahu bahwa mereka menderita untuk suatu tujuan tertentu. Mereka bernyanyi saja, menunggukan Allah yang akan melakukan apa yang Dia rencanakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda dapat memiliki puji-pujian di dalam hati Anda? Efesus 5:18-19 mengatakan, “Hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.” Itu keluar dari hidup yang dipenuhi Roh, namun meskipun Anda dipenuhi Roh, Anda tetap akan mengalami masalah. Akan tetapi dengan Roh, Anda dapat melewatinya dengan kemenangan. Paulus mengatakan di 2 Korintus 4:17, “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu memakai apa yang Dia perlukan untuk mencapai keinginan-Nya. Begitulah keadaannya dengan saya. Allah berbicara dengan beberapa orang dan mereka mendengar. Ada orang lain yang perlu Dia hajar melalui berbagai percobaan dan baru setelah itu mereka memberi perhatian. <b>Ayat 26</b>, “Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itu gempa bumi khusus lokal di penjara itu. dan akibatnya semua pintu terbuka dan semua belenggu terbuka juga. Wah itu luar biasa. Apakah Anda menyadari bahwa saat Anda mengabarkan injil Allah menyertai Anda? Dan ketika waktunya datang dimana Allah akan menyentuh hati yang telah dipersiapkan melalui Anda, itu akan terjadi. Lihatlah Allah menggoncangkan penjara itu sampai semua pintu terbuka dan semua belenggu lepas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.” Jika semua pintu penjara terbuka sendiri, tawanan mana tidak akan melarikan diri? Jadi kepala penjara itu ambil pedangnya untuk membunuh diri, karena dia pikir semua tawanan sudah lari. <b>Ayat 28</b>, “Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu mengapa mereka semua tidak melarikan diri, kecuali Allah membuat mereka menetap disana. Mereka telah mendengar Paulus dan Silas menyanyi kepada Allah dan tiba-tiba Allah menyebabkan ada gempa buni ini. <b>Ayat 29</b>, “Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.” Nah sekarang siapa yang berkuasa? Lihatlah betapa cepatnya Allah dapat membalikkan situasi. Keselamatan adalah karya berdaulat, itu pekerjaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sudah mempersiapkan semuanya. Kepala penjara itu tahu bahwa ia orang terhilang. Dia tahu dia orang berdosa dan dia tersungkur di hadapan Paulus dan Silas. Keselamatan itu pekerjaan Allah dan kita hanya ada disitu untuk menyampaikan injil. <b>Ayat 30</b>, “Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Dia tidak mengatakan, bagaimana ini semua terjadi? Allah sudah meyakinkannya secara supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 31</b>, “Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dia sudah siap, tidak ada halangan. Itulah pertanyaan yang tepat dan itulah jawaban yang tepat. <b>Ayat 32</b>, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.” Kemudia mereka mengajarkannya perbuatan Yesus Kristus dan siapakah dia dan mereka mengajarkan seluruh rumah tangganya juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu mengajarkan bahwa jika ada orang yang diselamatkan, seluruh rumah tangganya selamat secara otomatis? Tidak. Mereka semua mendengar berita injil dan percaya. <b>Ayat 34</b> mengatakan, “Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.” Keselamatan adalah karena kepercayaan. Bukan karena pergi ke gereja atau mengajar Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini benar-benar diselamatkan. Bagaimana kita tahu? <b>Ayat 33</b>, “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.” Bukan saja dia percaya di dalam hatinya, dia juga memperlihatkan komitmennya kepada Kristus dengan membasuh bilur mereka pada malam hari itu. Dia ditransformasikan ketika Allah merubah hidupnya. Lihatlah bagaimana ia tiba-tiba menjadi ramah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 34</b>, “Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka.” Kepala penjara ini menempatkan mereka di dalam rumahnya, membersihkan mereka dan memberi makanan kepada mereka. Dia memiliki buah keselamatan. Dan dia juga bersukacita. Tahukah Anda bahwa beberapa saat sebelumnya dia masih mau bunuh diri? Hanya Allah sanggup mentransformasikan orang begitu cepat. Yesus berkata di Yohanes 13:35, “Dengan demikian orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-Ku, jikalau kamu saling mengasihi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keinginan Paulus adalah untuk memelihara orang percaya. Jadi Allah memiliki rencana indah. Lihatlah <b>ayat 35-36</b>, “Setelah hari siang pembesar-pembesar kota menyuruh pejabat-pejabat kota pergi kepada kepala penjara dengan pesan: "Lepaskanlah kedua orang itu!" 36 Kepala penjara meneruskan pesan itu kepada Paulus, katanya: "Pembesar-pembesar kota telah menyuruh melepaskan kamu; jadi keluarlah kamu sekarang dan pergilah dengan selamat!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 37</b>, “Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu: "Tanpa diadili mereka telah mendera kami, warganegara-warganegara Roma, di muka umum, lalu melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar.” Memang dilarang menurut hukum Romawi bagi pemerintah untuk melukai warga negara Romawi. <b>Ayat 38-39</b>, “Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rum, maka takutlah mereka. 39 Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan memohon, supaya mereka meninggalkan kota itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dapat dipecat dan itu benar-benar menakutkan mereka. Namun itu sangat baik bagi orang Kristen. Sebenarnya Paulus mengatakan, jika kalian menyusahkan orang Kristen saya akan melaporkan kalian kepada Roma. Dia kembali ke Filipi di kemudian hari dan mereka tidak berani berbuat apa-apa. Dan dia meninggalkan Lukas untuk memelihara mereka. <b>Ayat 40</b>, “Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.” Allah benar-benar mengatur seluruhnya. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Feb 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170219</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ig7lps4m</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Wanita yang Diperbudak]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ii7kolz5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+16:16-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 16:16-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang berada di KPR 16 dan Injil baru datang ke Eropa. Itu mulai di Yerusalem kemudian ke Yudea, Samaria dan bergerak ke Asia ketika gereja didirikan di Antiokhia dan menyebar ke Galatia. Dan sekarang itu mulai menuju lebih ke arah barat ke Eropa. Dan di KPR 16:11, Paulus, Silas, Timotius dan Lukas yang baru mulai ikut, berlayar ke Troas di Laut Aegea diseberang Neapolis, yang adalah pelabuhan kota Filipi.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Roh Kudus berfokus kepada dikotomi yang tak terelakkan yang selalu terjadi ketika Injil diberitakan: ada beberapa orang yang percaya dan ada orang lain yang terpengaruh Setan. Dan kami diperkenalkan dengan dua wanita, yang satu bernama Lidia dan ada hamba perempuan yang mempunyai roh tenung. Kedua wanita ini sebenarnya mencerminkan gambaran dari semua orang hidup. Karena setiap orang berada baik dalam kategori Lidia atau dalam kategori orang yang diperbudak Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 13</b>, “Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.” Mereka adalah orang Yahudi dan penganut agama Yahudi. Perempuan itu selalu memiliki peran penting di dalam pekerjaan Allah dan juga dalam pekerjaan Setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu kita mulai mempelajari wanita yang dimerdekakan, Lidia. Yesus mengatakan di Yohanes 8:36, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” Asumsinya adalah bahwa ada orang yang memikirkan mereka bebas, namun sebenarnya mereka tidak bebas. Kebebasan tulen hanya terdapat di dalam Yesus Kristus. Tidak ada kemerdekaan dengan menghilangkan Allah atau menggantikan-Nya menjadi mahluk yang merespon kepada semua keinginan Anda. Lidia orang merdeka oleh karena apa yang telah dilakukan Yesus Kristus di dalam hidupnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat dia di <b>ayat 14</b>, “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Dia dari bangsa lain yang memiliki hati yang siap. Jadi Allah membawa Paulus dan Silas dan mereka memberitakan informasi yang diperlukan supaya Allah membuka hatinya. Dan memang itulah yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia diselamatkan, Dia lahir baru dan dia dibenarkan. Dan akibatnya ada di <b>ayat 15</b>, “Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya.” Kesaksian pribadi dia luar biasa sehingga akibat itu seluruh rumah tanggga diselamatkan dan dibaptis juga. Kemudian ayat 15 meneruskan, “ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah Lidia benar-benar dimerdekakan, dia ingin sekali memelihara orang-orang asing yang telah mengabarkan Injil. Dia mendesak mereka sampai mereka setuju menumpang dirumahnya. Menghibur orang, menerima tamu dengan senang hati, bermurah hati dengan memberi makanan dan peduli akan orang dan mengasihi mereka adalah pelayanan yang indah. Dan Allah tahu bahwa pelayanan seperti itu potensinya besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata “keramahtamahan” secara harfiah berarti “mengasihi orang asing.” Dan ini cara yang baik sekali dalam pengabaran Injil dan persekutuan. Allah mengatakan di Imamat 19:33-34, “Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. 34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah Tuhan, Allahmu.” Ingatlah kasih bukan sebuah emosi, kasih adalah suatu perintah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih adalah prinsip pengorbanan diri dan pelayanan. Kita harus mengasihi orang asing. Orang Yahudi memiliki pepatah: Ada enam hal yang menghasilkan buah di dalam dunia ini, dan oleh karena itu nilainya ditinggikan di dunia akan datang. Dengan kata lain, ada enam hal yang pada akhirnya membawa pahala. Dan mereka ada daftar dan nomor satu adalah keramahtamahan terhadap orang asing. Mereka tahu bahwa Allah menghormati karunia khusus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dunia kuno penerimaan tamu sangat dipentingkan. Hotel-hotel pada waktu itu jelek, jorok dan mahal. Dan seringkali itu menjadi rumah-rumah pelacuran. Jadi orang Kristen ada kesempatan baik untuk menyediakan rumah-rumah mereka, bukan saja untuk menyenangkan orang-orang percaya, namun juga untuk mengabarkan Injil kepada mereka yang masih belum selamat. Di 1 Timotius 5:10 ada daftar janda-janda yang layak melayani jemaat. Salah satu persyaratan adalah, “memberi tumpangan dan membasuh kaki saudara-saudara seiman.” Itu berarti keramahtamahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Timotius 3:2 ada persyaratan bagi pendeta, “haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan dan suka memberi tumpangan.” Jadi rumahnya harus selalu terbuka bagi siapapun yang memerlukannya. Dan tidak ada pelayanan yang lebih besar dari pada kasih yang dibagikan kepada orang Kristen lain dengan mengizinkan mereka tinggal dirumahmu dan untuk menyaksikan artinya kehidupan orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama menunjukkan kepada kita beberapa prinsip keramahtamahan. Abraham telah menerima tamu yang tidak pernah diterima orang lain. Kejadian 18:1, “Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.” Nah inilah yang dinamakan “teofani,” atau penampilan pra-inkarnasi Allah. Tuhan muncul di dalam tubuh manusia. Kita tahu itu karena Dia makan. Nah, ini seperti inkarnasi Kristus, hanya ini terjadi sebelumnya dan hanya untuk waktu sementara saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2-5</b>, “Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, 3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini. 4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; 5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham menunjukkan keramahan nyata. Duduklah dibawah pohon ini. saya akan mengambil air minum, silahkan makan roti. Dan dengarkanlah apa yang dilakukan Abraham di <b>ayat 6-7</b>, “Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" 7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sara sedang bikin roti di dapur dan Abraham memasak anak lembu yang tambun. Ayat 8, “Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.” Nah, itulah keramahan penuh kasih. Firman kemudian menunjukkan bahwa kedua malaikat pergi ke Sodom. Dan pada saat mereka tiba di Sodom, mereka diberi keramahan di rumah Lot. Sementara itu Tuhan tinggal dirumah itu. Kita semua harus ramah karena kita tidak tahu siapa yang akan muncul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 13:2 mengatakan, “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.” Namun bisa saja orang yang lebih besar dari pada malaikat akan datang untuk makan bersama. Yesus mengatakan di Matius 25:35, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan.” Ayat 40, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah siapa yang bisa datang kerumahmu yang lebih penting daripada malaikat? Seorang Kristen. Apakah orang Kristen lebih tinggi daripada malaikat? 1 Korintus 6:17 mengatakan, “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Jika ada orang Kristen yang datang kerumahmu, kedatangannya adalah di dalam roh Kristus. Matius 10:40 mengatakan, “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 12:13 dikatakan,“usahakanlah dirimu untuk selalu memberi tumpangan.” Di 1 Petrus 4:9 dikatakan, “Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.” Lidia adalah wanita yang menunjukkan keramahannya dan itulah bukti bahwa keselamatannya asli. Dia secara instan dimerdekakan untuk menjadi wanita menurut keinginan Allah, yang ada rumah tangga dimana dia dapat menumpang orang asing dan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekarang kita melihat <b>perempuan yang diperbudak</b> di <b>ayat 16-18</b>, “Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. 17 Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan." 18 Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kontras yang menyedihkan. Nah di pandangan duniawi, mungkin saja dia kelihatannya seperti perempuan bebas. Mengapa? Karena pertama, dia tidak terpengaruh agama. Dan kedua, dia tidak berhubungan dengan seorang pria dimana dia harus melayaninya dalam rumah tangga. Dia ada diluar melakukan keinginannya, dan membuat uang dan bikin masalah. Namun masalahnya yang terbesar adalah bahwa dia diperbudak Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gereja itu mulai bertumbuh. Lidia dan rumah tangganya semua diselamatkan. Jadi siapakah akan membalas usaha ini? Iblis. Itu benar-benar tak terelakkan. Dia tidak berada di mana-mana, tetapi dia cepat. Dia datang pada waktu mereka mau sembahyang. “seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.” Penterjemahan Yunani secara harfiah adalah bahwa dia memiliki “roh python.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam mitologi Yunani, Pytho itu tinggal di kaki Gunung Parnassus dan adalah naga. Dan naga ini menjaga wahyu Delfi. Istilah “oracle” itu berarti suatu tempat dimana dukun-dukun minta nasihat kuasa-kuasa gelap atau ini adalah wahyu dari setan-setan itu sendiri. Jadi wahyu Delfi adalah kuil besar dimana tukang sihir perempuan berhubungan dengan setan-setan dan memberi informasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang benar percaya bahwa ilah-ilah mereka hidup. Mereka percaya Apollo, Jupiter, Venus dan Mars. Mereka percaya bahwa Apollo berbicara melalui wahyu Delfi. Jadi istilah python itu berarti segala jenis kontak dari sihir-sihir perempuan dengan ilah Apollo. Jadi hamba perempuan ini adalah salah satu dari ribuan sihir perempuan dari Delfi yang akan mengatakan sesuatu yang sebenarnya adalah informasi dari malaikat yang jatuh atau kuasa gelap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan itu hanya seperti muka luar dan setan-setan berbicara melalui dia. Bahkan sebenarnya itu caranya Iblis bekerja. Dia memakai orang yang tidak percaya sama dan guru-guru palsu dan agama-agama palsu dimana mereka menambahkan atau mengurangi Firman Tuhan dan karena itu jutaan orang tertipu. Firman Tuhan saja adalah otoritas mutlak bagi orang percaya. 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Segala Firman yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan ini menghasilkan keberuntungan besar karena semua orang ingin tahu masa depan mereka. Seperti dikatakan pada akhir ayat 16, “dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.” Nah disini terlihat bentrokan antara terang dan kegelapan. Kita melihat hal itu pada perjalanan misi pertama. Mereka mulai memberitakan Injil dan datanglah tukang sihir itu. Keadaannya sama disini. Allah bergerak terus dan Iblis bergerak melawannya. Dan Dia telah melakukan itu sepanjang sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang tanpa Yesus Kristus ada dalam keadaan yang sama seperti perempuan ini. Mungkin Anda berkata, namun saya tahu beberapa orang baik yang tidak akan berbuat ini. Dengarkanlah, jika Anda tidak mengenal Yesus Kristus, menurut Yesus di Yohanes 8:44 dikatakan, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini Setan yang sama yang melakukan ini semua. Pertanyaan satu-satunya adalah bagaimana dia menyatakan dirinya di dalam kasus ini. Perempuan ini diperbudak dan begitupun setiap wanita atau pria yang tidak mengenal Yesus Kristus. Lihatlah bagaimana Iblis bekerja, dia sangat cerdik. <b>Ayat 17</b>, perempuan ini ada setannya yang berbicara melalui dia dan berseru, “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pernyataan yang benar. Jadi mengapa Iblis berbicara benar? Sebenarnya dia sering melakukan itu. 2 Korintus 11:14-15 mengatakan, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” Iblis telah melakukan banyak kejahatan demi nama Yesus selama berabad-abad.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang sangat jahat tetntang kultus. Didalam delapan dari sepuluh hal mereka benar dan itulah caranya orang jadi tertarik. Mereka berbicara cukup kebenaran untuk menarik Anda, kemudian Anda terhilang dan terkutuk karena kesalahan sistem mereka. Orang-orang di kota bisa saja memikir, ah perempuan ini bagian dari kelompok Paulus. LIhatlah betapa cerdiknya Iblis itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis memiliki orang yang mengatakan mereka Kristen padahal mereka tidak. Guru-guru palsu masuk ke gereja bukan dengan mengatakan mereka guru palsu. Tidak, mereka menyatakan mereka paling hebat dan benar-benar sah, kemudian mereka mulai mengajarkan doktrin palsu. Iblis itu cerdik sekali dan dia selalu mulai dengan penyusupan. Dan jika dia tidak dapat menghancurkan gereja itu dari dalam, dia akan mencoba itu dengan penganiayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memilih frase, “Allah Yang Mahatinggi.” Bangsa lain akan mengerti itu karena itu istilah mereka untuk Allah Israel dan itu juga istilah orang Yahudi, El Elyon, Allah Mahatinggi. Kemudian dia mengatakan, “yang memberitakan jalan kepada keselamatan.” Janganlah kita menempatkan orang-orang dari Iblis dimana dia dapat bersaksi tentang Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus tidak memerlukan kesaksian Setan. <b>Ayat 18</b>, “Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.” Paulus tidak suka apa yang dilakukannya dan dia merasa kasihan terhadapnya. .</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Lidia ingin mengenal Allah dan dia mendengar dan Allah membuka hatinya. Inilah yang kita semua memerlukan. Bagaimana hati Anda? Selama Anda hidup Allah memberi kesempatan untuk memilih. Jika Anda ingin mengenal Dia, dan jika Anda mendengar Firman-Nya dan merespon ketika Dia membuka hatinya seperti Lidia, Anda akan merdeka untuk selama-lamanya. Dan tidak ada hal yang lebih penting dari itu, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Feb 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170212</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ii7kolz5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Seorang Wanita yang Dimerdekakan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_5gf5c03d"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+16:11-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 16:11-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan ini seluruhnya adalah sebenarnya tentang dua wanita, yang satu wanita yang dimerdekakan dan yang lain yang diperbudak. Jadi kedua wanita yang kita akan diskusikan adalah dalam keadaan berlawanan. Yang satu mengikuti Allah dan yang lain mengikuti Iblis. Dan malam ini kita akan membicarakan seorang wanita bernama Lidia, yang adalah wanita merdeka. Dan minggu depan kami akan membicarakan wanita kedua.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebenarnya mereka mencerminkan setiap wanita. Karena setiap wanita termasuk baik dalam kategori Lidia atau kategori hamba perempuan yang kerasukan itu. Hanya ada dua macam orang di dunia ini, mereka yang telah dimerdekakan dan mereka yang masih diperbudak. Dan itu sama bagi lelaki, hanya ada dua macam pria di dunia ini, lelaki yang merdeka dan lelaki yang diperbudak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama beberapa waktu terakhir bagi Paulus dan Silas pada perjalanan misi kedua ini, rasanya Roh Allah itu terus mengatakan ‘tidak’. Karena kearah manapun mereka ingin pergi, mereka dilarang oleh Roh Kudus. Paulus dan Silas mulai di Yerusalem dan pergi kearah utara dalam perjalanan misi kedua. Mereka pergi ke Galatia dimana Paulus dan Barnabas pergi pada perjalanan pertama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada perjalanan pertama Paulus dan Barnabas datang melalui Papos di pulau Siprus, namun pada perjalanan ini mereka mulai dari belakang dan datang kepada gereja-gereja di Derbe, Listra, Ikonium dan Antiokhia dan daerah yang dikenal sebagai Pisidia. Mereka menguatkan orang-orang percaya, karena yang diutamakan dalam penginjilan adalah untuk mengembangkan orang-orang Kristen yang kuat yang dapat melipatgandakan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tampaknya sangat natural untuk maju ke arah barat ke daerah yang dikenal sebagai Asia Kecil. Ada beberapa kota besar disana seperti Filadelfia, Sardis, Tiatira, Smirna dan Efesus yang sebenarnya menjadi seperti benteng bagi Injil. Namun dikatakan di KPR 16:6, “Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.” Nah kami tidak tahu bagaimana caranya itu dilakukan, namun itulah yang terjadi. Nah itu menyebabkan hanya ada satu jalan yang mereka bisa tempuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus sanggup berjalan di perjalanan sempit diantara Bitinia dan Asia dan terus menempuh seperti itu. Ini adalah pelajaran baik bagi kita, ketika semua pintu kelihatannya tertutup, bergeraklah terus. Mungkin itu ujian dari Allah bagi kesetiaanmu dan dari ujian itu bisa bertumbuh kapasitas Anda untuk melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan. Jadi jika Anda belajar bertekun, sama seperti mereka, Allah akan membuka pintu-pintu untuk hal-hal yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka sampai kepada kota kecil bernama Troas. Nah kota ini dinamakan Alexander Troas untuk menurut Alexander Agung. Kota itu enambelas kilometer dari kota Troy dari mana istilah ‘kuda Troy’ itu berasal. Itu kota Yunani yang merdeka sampai pada saatnya Kaisar Agustus menjadikannya jajahan Romawi. Seluruh daerah itu terkenal sekali. Helen dari Troy, pahlawan-pahlawan dari peperangan Trojan, Homer dan Hipocrates, semua datang dari daerah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah memberi petunjuk di ayat 9, “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Nah itu langkah pertama injil masuk ke Eropa. Itu dibawah kuasa Filip dari Makedon, ayah Alexander Agung. Sekarang Makedonia itu adalah negara Yunani. Namun pada waktu itu, itu hanya propinsi Romawi dengan kota-kota besar seperti Filipi, Tesalonika, Athena dan Korintus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 10 setelah visi itu mereka langsung pergi. <b>Ayat 11-12</b>, “Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.” Dan Allah menyediakan perahu. Apakah Anda mengerti bahwa Allah tidak pernah mengutus orang untuk berbuat sesuatu tanpa ada sarana untuk melakukannya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Samotrake itu adalah pulau kecil di pertengahan Troas dan Neapolis. Dan Neapolis itu adalah pelabuhan Filipi, yang letaknya enambelas kilometer masuk ke dalam. Pulau itu seperti gunung yang keluar dari lautan, “dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis,”kemudian mereka berjalan ke Filipi. Itu hanya makan waktu dua hari namun pada waktu mereka kembali dibutuhkan lima hari. Jadi pada saat Allah membuka pintu, perahu sudah tersedia dan anginnya menguntungkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat mereka berjalan ke Filipi, mereka bertemu dengan dua perempuan. Nah, dua perempuan ini mewakili dua kategori yang berbeda, yang satu dimerdekakan dan yang lain diperbudak. Saya heran mendengar perempuan berbicara tentang kemerdekaan, padahal mereka sama sekali tidak mengerti arti kemerdekaan itu. Ide untuk melakukan aborsi seenaknya sendiri, kebebasan untuk main seks dengan siapapun juga, untuk melakukan lesbianisme terang-terangan dan untuk melanggar pola kasih dan penyerahan, itu adalah edan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bukan kemerdekaan. Apa yang mereka lakukan adalah menggantikan satu macam perbudakan manusia dan suatu macam lain yang lebih buruk. Namun di hati nurani mereka lansung ditemukan bahwa apa yang mereka sebenarnya inginkan adalah supaya jiwa mereka melayang. Mereka ingin jiwa mereka ada kebebasan untuk melampaui perbudakan yang tidak mungkin dapat diatasi. Kebebasan seperti itu adalah cermin dari fakta bahwa mereka masih menjadi tawanan, cuman mereka berada di sel penjara yang berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disini kita akan bertemu dengan wanita merdeka bernama Lidia. Kemerdekaan dia adalah kepuasan dengan bagaimana Allah telah menciptakan-nya. Pada saat itulah Anda benar-benar bebas, Yesus mendefinisikan hal itu demikian di Yohanes 8:32, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Orang itu dapat benar-benar dimerdekakan melalui Yesus Kristus, ketika dia dibebaskan dari dosa, maut, Iblis dan neraka, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita memperhatikan wanita ini. <b>Ayat 12</b> meneruskan, “Di kota itu kami tinggal beberapa hari.” Nah kota Filipi itu kota penting di Makedonia. Salah satu alasan mengapa kota itu penting adalah lokasinya di Jalan Raya Egnatia, jalan itu panjangnya 788 kilomater dan itu salah satu pencapaian Romawi yang sangat besar. Itu dibangun di 146 SM dan daerah itu ada banyak gerakan lalu lintas, perdagangan dan gerakan militer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Injil tiba disana. Ayat 12 mengatakan bahwa mereka menunggu beberapa hari disana sampai hari Sabtu karena itu hari Sabat. Paulus selalu pergi ke sinagog orang Yahudi karena mereka selalu bersedia untuk mendengar dan ada tempat untuk berbicara, karena dia orang Yahudi dan orang Farisi. Dia juga pergi ke orang Yahudi untuk memenangkan beberapa untuk Kristus supaya mereka bisa menolongnya untuk menginjili bangsa lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di Filipi tidak ada sinagog. Hanya sepuluh orang diperlukan untuk membangun sinagog, namun bahkan sepuluh orang Yahudipun tidak ada. Jadi penginjilan di Eropa akan mulai dengan beberapa wanita. Di dalam Kristus tidak ada perbedaan diantara laki atau perempuan di mata Allah. <b>Ayat 13</b>, “Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tampaknya pria Yahudi itu tidak cukup untuk membangun sinagog. Dan disini ada beberapa wanita tanpa pria untuk membimbing mereka dan untuk mengajarkan mereka. Namun mereka tetap setia bertemu dan mereka ada tempat untuk berdoa. Mungkin itu hanya suatu kelompok pohon atau tembok kecil, kami tidak tahu, namun mereka sudah biasa berkumpul di tepi sungai. Salah satu hal yang orang Yahudi lakukan pada saat beribadah, adalah upacara pembersihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini salah satu kisah yang sangat indah dalam memerdekakan wanita oleh Yesus Kristus. Perempuan pada saat itu di dunia, biar mereka wanita Yunani, wanita Romawi atau semua wanita yang tidak beragama, semua dianggap sebagai budak. Misalnya, jika ada suami yang tidak senang masakan pagi, dai berhak untuk membunuh isterinya tanpa ada hukuman. Perempuan itu tidak berhak untuk berubah agama selain itu datang dari suami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu masalah terbesar dari Kekristenan adalah bahwa di dalam Kristus tidak ada perbedaan diantara lelaki dan perempuan. Wanita itu dapat datang kepada Yesus Kristus dan dimerdekakan secara total tanpa izin atau keinginan suami. Di 1 Petrus 3, Petrus mengajarkan perempuan-perempuan itu untuk memenangkan suami mereka yang belum selamat dengan hidup ilahi yang begitu baik sehingga mereka tidak bisa menolaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus membicarakan masalah ini di 1 Korintus 7 ketika dia membicarakan seseorang yang belum percaya yang tidak dapat menerima Kekristenan dan pergi begitu saja. Dan ini semua gara-gara kemerdekaan wanita. Paulus dibesarkan sebagai orang Farisi, dan tahukah doa apa yang harus mereka uraikan? “Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu bahwa kami bukan bangsa lain, bukan budak atau perempuan.” Bayangkan, untuk pertama kalinya ada agama dimana perempuan itu dapat memilih tanpa pengaruh keinginan suami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-15</b>, “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, namanya adalah Lidia. Lidia juga adalah nama daerah dari mana dia berasal. Jadi dia adalah Lidia dari Lidia, suatu daerah di Asia Kecil dimana letaknya kota Tiatira. Kota itu penting sekali secara Alkitabiah karena menurut Wahyu ada gereja ditempatkan disitu. Dan disini ada wanita bangsa lain yang telah menjadi takut akan Allah, yang berpaling kepada Allah Israel dan yang menyembah Dia. Kebetulan juga, Tiatira itu terkenal karena pewarna ungu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengasihi wanita yang berani berusaha. Lihatlah Amsal 31. Allah ingin supaya wanita itu kreatif dan pintar berusaha, selama itu tidak mengganggu kewajibannya terhadap suami dan rumah tangga. Ayat 14 mengatakan bahwa wanita ini pertama <b>beribadah kepada Tuhan</b>. Ini adalah permulaan dari kemerdekaannya. Dia dulu diperbudak dosa, Iblis, neraka dan maut, kemudian dia berpaling kepada Allah yang benar. Dia menjadi takut akan Allah, wanita bangsa lain yang berpaling kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia tidak melakukan itu terpisah dari Allah. Roma 3:11 mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang mencari Allah.” Allah telah menarik dia dan dia sudah mulai mencari Allah. Nah Yesus sudah hidup, mati, dibangkitkan dan naik ke surga, injil telah diberitakan dan dia sebagai bangsa lain tidak tahu injil itu namun dia ingin mengenal Allah. Jika ada orang bangsa lain yang di dalam hatinya sungguh-sungguh mencari Allah karena dia dipilih, Allah akan menyatakan diri-Nya di injil kepada individu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Yohanes 7:17, Yesus berkata, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” Ini mengatakan jika ada hati yang mencari, Allah tidak akan menutup diri-Nya dari hati itu. Disini ada wanita yang mencari. Dan Paulus, Silas, Lukas dan Timotius berkeliling kemana-mana mengikuti Roh Kudus untuk bertemu dengan wanita ini. Itulah sikap Allah terhadap hati yang mencari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah juga sikap Allah di dalam kehidupan Kristen Anda. Jika Anda benar-benar tergerak untuk memahami kehendak-Nya, itu tersedia. Seperti Allah mengatakan kepada Israel melalui Musa di Ulangan 4:29, “Engkau akan menemukan Tuhan, Allahmu, asal engkau mencarikan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” Mazmur 119:2 mengatakan, “Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.” Bacalah Hosea 6:3 yang mengatakan, “Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Hal kedua</b>, dia bukan saja mencari namun juga mendengar, <b>dan dia mendengar Paulus</b>. Semua orang ada telinga namun banyak tidak mendengar. Yesus bertemu dengan banyak orang munafik yang tidak mendengar apapun juga. Mereka tidak melihat kebenaran ketika Dia berada bersama mereka. Matius 13:12 mengatakan, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan implikasinya adalah bahwa tanpa iman orang-orang munafik itu tidak sanggup mengerti kebenaran, namun <b>wanita ini mendengar dengan iman</b>. Kepercayaan datang melalui pendengaran. Dan versi Yunani dari ayat ini di Roma 10:17 adalah, “Iman timbul dari pendengaran warta berita tentang Yesus.” Kita menterjemah-kannya: Iman timbul dari pendengaran, pendengaran oleh firman Allah.” Dan itu sebenarnya kurang tepat. Iman timbul dari pendengaran tentang Yesus, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Hal ketiga</b> tentang dia, wanita ini bukan saja mencari dan bukan saja mendengar namun <b>Allah membuka hatinya</b>. Lihatlah ayat 14, “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Dia percaya Kristus. Alkitab mengatakan keselamatan itu datang dari Tuhan. Ada orang yang mengatakan kepadaku, apakah Anda kecewa jika orang tidak merespon? Ah tidak, karena semua ini bergantung kepada Allah. Dialah yang membuka hati orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam penginjilan yang penting itu bukan pendekatan yang cerdas. Salah satu yang penting sekali adalah menyampaikan injil dengan kadar yang jelas. Kita sering membicarakan penginjilan seperti itu suatu keputusan emosional, ah bukan itu. Ini mengenai pekerjaan Allah di dalam hati seorang individu. Sewaktu kita mempelajari buku Kisah Para Rasul mereka itu hanya berbicara tentang Yesus, tentang kebangkitan-Nya, tentang fakta-fakta sejarah tentang Kristus dan injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat kita mulai menginjili kita harus ada pengertian penuh. Dan ketika waktunya tiba orang itu mengerti makna isi itu, Allah ada kemampuan untuk membuka hatinya. Dan hal itu bisa saja secara tidak dramatis dan mungkin itu tidak emosionil namun hal itu tetap terjadi. Dan kejadian ini bisa saja menarik dan senang dan boleh saja Anda emosional sebanyak mungkin, namun jangan lupa memberikan makna yang jelas bersama itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b>, “Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya.” Ini terjadi karena mereka bisa melihat bahwa Allah telah membukan hatinya. Dan bukan saja dia dibaptis, namun mereka membaptis seluruh rumah tangganya. KPR 16 adalah bab rumah tangga. Orang berikutnya yang diselamatkan adalah kepala penjara dan dia diselamatkan juga bersama rumah tangganya. Allah sedang membangun gereja di Filipi dengan beberapa rumah tangga saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rumah Lidia menjadi tempat dimana gereja itu bertemu. Lihatlah ayat 40, “Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.” Perempuan itu penting di dalam gereja namun kepemimpinan dan aturan gereja harus dipegang oleh pria. Nah kemana semua lelaki itu? Mereka terlihat di ayat 40.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b> meneruskan, “ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.” Jika menurut kalian keselamatanku itu tulen, “marilah menumpang di rumahku.” Itu benar-benar keramahtamahan tulen. Marilah kita puas dengan apa yang Dia telah merancangkan bagi kita. Hanya Yesus Kristus dapat membebaskan kami dari penjara. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda benar-benar merdekaatau masih diperbudak dunia? Anda sekarang juga dapat dimerdekakan! Serahkanlah hidupmu kepada Yesus. Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Feb 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170205</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/5gf5c03d</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penginjilan Dasar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_k0m89md0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:36-16:10" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:36-16:10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak Tuhan Yesus Kristus memerintahkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan mengabarkan Injil kepada setiap orang, kita sibuk mengejar pelayanan penginjilan. Gereja telah melakukan itu sejak pernyataan dari Kristus itu, dan ada banyak metode untuk menginjili orang. Semuanya ada mulai dari suatu presentasi pribadi yang sederhana sampai ke presentasi media yang canggih tentang Kristus untuk banyak orang sekaligus.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dibawah semua metode ini ada beberapa fitur dasar penginjilan yang sangat penting dan yang sama untuk semua. Apa yang Allah ingin menyampaikan bukan saja datang secara langsung namun seringkali itu datang secara tidak langsung. Kuncinya untuk pemahaman Alkitab adalah kemampuan untuk membaca Firman dan untuk mendapatkan prinsip-prinsip yang ada disitu secara langsung atau dengan implikasi. Itulah artinya pemahaman Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah tujuan Roh Kudus? Prinsip-prinsip apa adalah implikasi dari apa yang sedang terjadi disini? Ingatlah pada waktu Roh Kudus mengilhamkan buku Kisah Para Rasul, hal-hal ini terdapat di dalam teksnya berkali-kali. Nah sekarang waktu kita mulai KPR 15:36 kita tahu bahwa gereja itu telah mulai berkembang. Yang keluar dari Dewan Yerusalem adalah kesatuan besar dan proses penginjilan itu maju.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dewan Yerusalem sudah selesai dan hasilnya sudah dikabarkan kepada orang-orang di Antiokhia. Ada sukacita besar karena keselamatan adalah melalui anugerah saja. Dan sekarang tibalah waktunya untuk mengabarkan berita itu dan gereja mulai bergerak keluar. Dan pada saat kita melihat permulaan perjalanan misi kedua, kami dapat melihat dengan implikasi dalam cerita ini prinsip-prinsip dasar penginjilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penginjilan efektif membutuhkan hasrat yang tepat, prioritas yang tepat, personil yang tepat, pencegahan yang tepat, presentasi yang tepat dan tempat yang tepat. Kita akan membicarakan itu satu per satu. Penginjilan efektif adalah hasrat yang tepat yang diarahkan kepada prioritas yang tepat oleh orang-orang yang tepat yang menggunakan tindakan pencegahan yang tepat untuk menyampaikan presentasi yang tepat di tempat yang tepat yang dibimbing Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi penginjilan efektif mulai <b>pertama</b> dengan <b>hasrat yang benar</b>. <b>Ayat 36</b>, “Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” Di dalam bahasa Yunani “beberapa waktu kemudian” adalah waktu yang tidak tentu, tetapi tidak begitu lama. Sulit untuk menahan Paulus tinggal lama di satu tempat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memiliki hasrat untuk mengunjungi dunia bangsa lain di sebelah barat dari tempat dia berada di Antiokhia, dia selalu memikirkan bagaimana caranya menjangkau orang. Dia adalah pria yang terdorong keinginan untuk mengkomunikasikan Kristus. Anda bisa baca 2 Korintus 4 dan 2 Korintus 5 untuk melihat kekuatan motivasinya yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 4 dia ada motivasi karena belas kasihan Allah yang diberikan kepadanya. Dia sangat bersyukur atas keselamatan dan kasih Kristus yang tertanam dalam dirinya sehingga dia merasa berhutang kepada semua orang lain dan kepada Allah. Dan dia tahu bahwa setiap orang di dalam Kristus adalah ciptaan baru dan itu menggerakkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 15:24 mengatakan, “Aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu.” Jadi Paulus melihat Roma hanya sebagai persinggahan dalam perjalanan ke Spanyol. Dia mengatakan hal yang sama di ayat 28, “Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu.” Hanya ada satu cara untuk memiliki hasrat seperti itu, dan itulah secara supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya untuk mendapatkan hasrat itu? Dengan mempelajari Firman Allah seperti dikatakan di 2 Korintus 3:18, “maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya.” Itulah satu-satunya jalan untuk “mencerminkan kemuliaan Tuhan,” benar? Itu menuntut untuk menjadi satu dengan Yesus Kristus sehingga Dia mengasihi orang melalui kita dan kita menjadi ekstensi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal <b>kedua,</b> penginjilan bukan saja memerlukan hasrat yang benar, itu juga menuntut <b>prioritas yang tepat</b>. <b>Ayat 36</b>, “Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” Disini Paulus lebih dari penginjil misionaris biasa yang pergi dan menyelamatkan orang kemudian meninggalkan mereka untuk dibimbing orang Kristen lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah penginjil Alkitabiah yang melihat kewajibannya bukan saja untuk memenangkan orang untuk Kristus namun <b>juga untuk mendewasakan mereka</b>. Perhatikanlah ketika dia pergi untuk perjalanan misi kedua di ayat 36 dia merencanakan bersama Barnabas untuk pergi kembali kepada tempat yang sama dimana mereka baru saja menyelesaikan penginjilan itu di Galatia. Prioritas penginjilan itu adalah pemuridan. Dia sayang sekali dengan persekutuan mereka dan dia ingin memastikan mereka bertumbuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 4:14-15 mengatakan, “Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. 15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa.” Dengan kata lain, kalian memiliki banyak orang yang dapat mendisiplin kalian. Namun Anda tidak memiliki orang yang mengasihi Anda seperti saya yang mengasihi Anda sebagai ayah penuh kasih. Jadi Paulus menganggap dirinya seorang ayah yang bertanggung jawab atas pemeliharaan rohani anak-anaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara terbaik untuk menginjili adalah untuk menghasilkan <b>murid-murid yang dapat mereproduksi diri. </b>Paulus tahu bahwa<b> </b>meninggalkan banyak bayi rohani bukan caranya untuk penginjilan karena mereka masih belum cukup dewasa untuk mereproduksi. Lebih baik untuk memusatkan diri kepada beberapa individu yang mungkin menjadi dewasa dan menjadi seperti Paulus. Yesus meluangkan waktunya terutama dengan keduabelas murid-murid-Nya, benar? Inti penginjilan terletak dalam mendewasakan orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukan kemana Paulus pergi waktiu dalam perjalanan misi pertama? Galatia, benar? Kemana dia pergi pada perjalanan misi kedua? Galatia. Coba tebak kemana dia pergi pada perjalanan misi ketiga? KPR 18:23, “Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.” Dalam jangka panjang <b>mereproduksi orang percaya yang dapat mereproduksi diri</b> adalah cara yang benar-benar melipatgandakan penginjilan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Hal</b> <b>ketiga</b> dalam penginjilan yang penting adalah <b>pekerja-pekerja yang tepat</b>. Lihatlah<b> ayat 37</b>, “Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus.” Barnabas mendesak untuk membawa Yohanes yang nama akhirnya adalah Markus.” Ingatlah waktu Yohanes Markus naik gunung sampai tiba di Perga di Pamfilia dan melihat pegunungan Taurus dan mendengar semua berita-berita buruk, dia langsung meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem di KPR 13:13.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya Yohanes Markus itu orangnya baik. Dia adalah anak dari wanita yang mengadakan pertemuan doa di dalam rumahnya di malam hari waktu Petrus keluar dari penjara. Dia juga penulis Injil Markus. Namun Paulus tidak yakin akan kemampuan Yohanes Markus itu. <b>Ayat 38</b>, “Tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus itu orangnya berani dan bagi orang berani sulit untuk menerima seorang penakut. <b>Ayat 39</b>, “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.” Mereka tidak setuju dan mereka berangkat kedua arah yang berbeda: Barnabas mengambil Markus dan berlayar ke Siprus. Itu tempat asalnya Barnabas. Dan mereka terus memuridkan orang-orang percaya di Siprus dan mengutus mereka untuk bersaksi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 40-41</b>, “Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.” Siapakah yang benar? Firman Allah tidak mengatakan, namun kita tahu bahwa Allah merencanakan supaya Paulus mengambil Silas dan untuk Barnabas menjadi satu tim dengan Markus. Jadi sekarang dari pada satu tim, sekarang ada dua tim. Pada akhirnya Paulus memuji Barnabas di 1 Korintus 9:6. Dan Paulus juga mengasihi Markus di 2 Timotius 4:11, “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memilih orang yang tepat bagi tugas yang tepat. Jika Anda berjalan-jalan di kekaisaran Romawi lebih baik menjadi penduduk Romawi. Silas adalah warga negara Roma. Jika Anda mengunjungi sinagog-sinagog, ada baiknya menjadi orang Yahudi. Silas juga orang Yahudi. Dan jika Anda ingin memberitakan bahwa gereja Yerusalem telah menentukan bahwa keselamatan itu oleh anugerah saja, ada baiknya jika Anda menjadi anggota gereja Yerusalem. Dan Silas memang anggota.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil yang mulai di Yerusalem berkembang ke utara sampai ke daerah Siria dan Kilikia. Di ayat 41 dikatakan mereka disana meneguhkan jemaat-jemaat. Sekali lagi mereka tahu prioritas itu, orang percaya yang kuat akan melipatgandakan diri. Nah kemana mereka harus pergi? <b>KPR 16:1</b>, “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang nama wanita itu diberikan oleh rasul Paulus. Nama ibu Timotius itu adalah Eunike dan neneknya bernama Lois, dan dia adalah orang percaya namun bapaknya orang Yunani, jadi disini terdapat orang yang setengah Yahudi dan setengah bangsa lain. Wah itu pilihan yang sempurna. Disini ada orang dari kekaisaran Romawi dan dia bisa bergaul dengan orang-orang Yunani dan juga dengan orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2</b>, “Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium.” Ini faktor lain yang penting untuk mendapatkan personil yang tepat. Ingatlah persyaratan bagi penatua dan diaken di Perjanjian Baru supaya dalam hal reputasi mereka baik dan tanpa salah. <b>Ayat 3</b>, “dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir kali Eunike dan Lois melihat Paulus adalah waktu dia terendam darah dan berbaring di tempat sampah kota. Dia baru dilempari batu. Nah sekarang dia mengatakan, “saya ingin mengundang anakmu untuk ikut usaha misionaris kami. Bagaimana, ibu setuju?” Di 1 Timotius 4:14 Paulus mengatakan kepada Timotius, “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain mereka telah mengadakan komisi kecil dan mereka menumpangkan tangan kepadanya dan Paulus mengingatkan Timotius bahwa mereka telah mentahbiskan dia. Jadi Allah melengkapkan timnya yang sekarang terdiri dari Paulus, Silas dan Timotius. Paul memiliki hubungan spesial dengan Timotius. Paulus memanggil Timotius, “anakku yang sah dalam iman,” di 1 Timotius 1:2 dan di 1 Korintus 4:17 dia dipanggil “anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Timotius 1:5 Paulus mengatakan, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” Tahukah siapa yang membawa Timotius kepada Kristus? Lois dan Eunike. Jadi sebenarnya Timotius itu adalah orang percaya generasi kedua dan itu sangat menegaskan prioritas penginjilan. Menangkanlah orang lain yang akan memenangkan orang lain lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Keempat</b>, ini bersangkut paut dengan <b>tindakan pencegahan yang tepat</b>. KPR 16:3, “Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.” Ada orang yang mengatakan, Paulus itu bertindak disini sebagai orang Yahudisasi. Itu tidak perlu untuk penyelamatan, namun bukan itu tujuannya. Dikatakan bahwa Paulus ingin dia disunat karena orang-orang Yahudi ditempat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menyadari bahwa itulah kuncinya untuk menjangkau orang Yahudi dan tempat pertama yang mereka kunjungi di setiap kota baru adalah sinagog. Dia telah dibesarkan dalam lingkungan sinagog. Yang hanya diperlukan adalah sunatan itu dan dia langsung bisa masuk dan diterima sama orang Yahudi dan itu tidak akan mempengaruhi pelayanannya diantara bangsa lain. Jadi itu hanya menyebabkan pelayanan itu berfungsi lebih lancar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika Titus datang, Paulus melarang dia disunat. Nah ada beberapa orang yang bingung mengapa dia minta Timotius disunat dan bukan Titus. Jawabannya adalah karena Titus bukan orang Yahudi. Kalau bangsa lain disunat itu memaksakan legalisme namun orang Yahudi yang disunat hanya menyebabkan dia lebih efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditambah semua fitur itu, penginjilan di dasarkan <b>presentasi yang tepat</b>. <b>Ayat 4</b>, “Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.” Keselamatan oleh anugerah melalui iman. Dan kami ingin menambahkan “jauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.” Mengapa? Supaya orang lain tidak tersinggung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah pesan Kekristenan? Ada dua, 1. Keselamatan oleh anugerah. 2 Hidup penuh kasih. Anda diselamatkan oleh anugerah dan sekarang Anda hidup hukum raja kemerdekaan dan itulah hukum kasih. Itulah yang mereka khotbahkan. Dan akibatnya apa? <b>Ayat 5</b>, “Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memerlukan hasrat yang tepat, prioritas yang tepat, orang yang tepat, tandakan pencegahan yang tepat, presentasi yang tepat dan <b>terakhir di</b> <b>tempat yang tepat</b>. Lihatlah apa yang terjadi ketika Allah memberhentikan mereka di <b>ayat 6</b>, “Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.” Allah memimpin umat-Nya di setiap langkah prejalanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 7-8</b>, “Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.” Mereka tidak bisa pergi kr arah timur, mereka sudah pergi kesitu, dan disebelah selatan ada laut. Jadi kearah utara ke Bitinia, namun Roh tidak mengizinkan mereka kesitu. Namun Paulus masih ada koridor disitu, jadi dia terus saja antara Bitinia dan Asia dan dia terus berjalan sampai akhirnya dia sampai ke Troas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berhenti karena dia berada di Laut Egean. <b>Ayat 9</b>, “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Tahukah kota-kota apa ada disitu? Filipi, Korintus dan Athena. Injil itu mulai mencapai Eropa. <b>Ayat 10</b>, “Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang disana.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah Allah memakai mereka yang memiliki hasrat yang tepat untuk prioritas yang tepat dengan orang-orang yang tepat yang mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menyampaikan presentasi yang tepat dan mereka dengan rendah hati mengikuti pimpinan-Nya. Apakah Anda murid yang melipatgandakan diri? Itulah pesan Allah bagi Anda malam ini. Anda bisa saja melakukan itu dengan pertolongan Roh Kudus! Marilah kita berdoa.</span></div></div><div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Jan 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170129</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/k0m89md0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keputusan Yerusalem]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_1293x73j"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:22-35" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:22-35</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf2">Jadi keputusannya jelas, doktrin telah ditentukan dan kami mendiskusikan persekutuan minggu yang lalu. Dan semua orang percaya memiliki hukum kasih, hukum kemerdekaan sempurna, yang juga dinamakan hukum raja oleh Yakobus. Dan kami membicarakan itu secara seksama minggu lalu. Jadi keputusannya adalah bahwa kita tidak akan menyusahkan mereka, mereka sudah selamat, kita menerima mereka namun kita harus hati-hati dalam bidang persekutuan, supaya tidak menyinggung mereka. Dan itu menunjukkan kasih dalam perbuatan.</span><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><b><span class="cf2">Ayat 22</span></b><span class="cf2">, “Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.” Apakah Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang jarang ada di dalam pertemuan gereja? Seluruh gereja setuju. Karena Roh selalu setuju dengan diri-Nya, dan jika semua dipenuhi Roh dan Roh itu berkuasa, maka semua orang akan setuju.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Jadi gereja mula-mula itu memiliki Roh yang menyatukan. Ya tentu saja ada kelopmpok orang yang harus memutuskan hal-hal, atau ada hal-hal yang harus ditentukan di kelas, namun jika itu berhubungan dengan soal-soal rohani, itu harus diselesaikan berdasarkan persetujuan semua orang. Itu baru menunjukkan semua orang memiliki batin Roh. Jika ada orang yang bandel, kami harus berurusan secara pribadi dengan dia dan dengan kasih ia harus dituntun kembali kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Mereka memilih dua orang untuk mendampingi Paulus dan Barnabas. Gereja Yerusalem ingin supaya semua orang tahu bahwa ajaran ini benar, jadi mereka mengirim dua orang dari jemaat mereka untuk ikut. Mereka mengirim Yudas dan Silas. Kami tidak tahu apa-apa tentang Yudas, namun tentang Silas ada banyak berita. Silas dipanggil Sivanus oleh Paulus dan Petrus dan dialah yang mendampingi Paulus di perjalanan misi kedua. Dia juga yang membawa Surat pertama dari Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Perhatikanlah bahwa dikatakan bahwa mereka terpandang di dalam jemaat disitu. Yerusalem mengirim pemimpin mereka yang terbaik, untuk memberikan laporan yang kuat mengenai keputusan itu. Keselamatan adalah melalui anugerah oleh iman, tanpa tambahan! Kita melihat disini bahwa otoritas di gereja Yerusalem diberikan Allah kepada gembala-gembala Kristus. Gereja tanpa otoritas, tanpa kepemimpinan pusat, semuanya itu kacau.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><b><span class="cf2">Ayat 23</span></b><span class="cf2"> </span><span class="cf2">mengatakan, “Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.” Jadi saudara-saudara Yahudi menulis kepada saudara-saudara bangsa lain, bayangkan betapa besarnya akibat positif dari sambutan itu. Siprus dan Galatia tidak disebut karena mereka adalah cabang-cabang Antiokhia.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf2">Jadi mereka menulis kepada semua gereja bangsa lain itu.</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">Ayat 24</span></b><span class="cf2">, “Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka.” Orang-orang Yahudisasi itu tidak diberi otoritas oleh gereja Yerusalem untuk mengatakan hal-hal itu. Mereka pura-pura mewakili para Rasul. Jadi orang-orang yang baru percaya itu bukan saya kesusahan, mereka benar-benar gelisah dan ngeri.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Dan kata kesusahan itu disini, dalam bahasa Yunani dipakai untuk membicarakan legalisme. Roh Allah telah menunjukkan betapa besar kesusahan itu ketika legalisme dikenakan kepada anugerah. Itu mengacaukan orang. Ajaran salah menyusahkan banyak orang. Legalisme adalah kesulitan besar karena pada saat kita merubahkan doktrin keselamatan, kita menghancurkan anugerah. Dan ketika Anda menghancurkan keselamatan, Anda mencelakakan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Perjanjian Lama tidak mengajarkan legalisme. Allah mengasihi Hukum Taurat, namun Allah benci legalisme. Allah selalu ingin ketaatan. Ketaatan adalah melakukan sesuatu untuk kemuliaan Allah. Legalisme adalah melakukan sesuatu untuk memuliakan diri sendiri. Legalisme adalah melakukan sesuatu supaya orang memikir Anda saleh. Ada perbedaan besar diantara hukum Perjanjian Lama dan hukum Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Perjanjian Lama mengatakan, jika Anda melakukan ini, kemudian Aku, Allah akan melakukan itu. Keluaran 19:5-6 mengatkaan, “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. 6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” Ini juga diilustrasikan dengan hari Sabat, Anda bekerja enam hari dan sesudah itu Aku akan memberi kebebasan kepada Anda pada hari ketujuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Namun hukum Perjanjian Baru mengatakan di Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Inilah kebalikannya, karena kita telah dikaruniakan segala berkat rohani itu kita ingin hidup sesuai berkat itu. Tetapi ada juga orang Kristen di Perjanjian Baru yang hidup secara Perjanjian Lama. Saya akan melakukan ini dan itu supaya Allah lebih senang dengan aku. Tidak, Anda sudah dikaruniakan segala berkat rohani yang ada jika Anda percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Karena itu legalisme adalah sikap yang salah. Anda bukan saja menaati Perjanjian Lama namun kedua Anda melakukan itu untuk kemuliaan diri. Itulah hasil natural ketika Anda mulai melakukan hal-hal sebagai orang Kristen untuk menyenangkan Allah. Karena Anda akan mengatakan saya sudah berbuat ini dan itu, jadi pasti Allah senang, dan itu berarti Anda memuliakan diri. Allah tidak mengizinkan kita pura-pura saleh. Pembenaran diri adalah hal yang buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Allah mengatakan, buanglah semua hal yang dangkal dan bertobatlah dan Saya akan membersihkan Anda dari dalam. Legalisme bukan ketaatan, legalisme adalah berbuatl hal-hal untuk mendapatkan berkat-berkat. dan kedua untuk memuliakan diri. Orang-orang Yahudi itu mementingkan legalisme. Kita tidak dapat mengandalkan apapun juga kecuali pekerjaan Yesus Kristus yang telah dilakukan, dan itu ditawarkan kepada Anda sebagai hadiah gratis. Dan akibat itu datanglah ketaatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf2">Di</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">KPR 15:25-29</span></b><span class="cf2"> </span><span class="cf2">keputusan dewan itu diberikan, “Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Paulus dan Barnabas diberikan pujian yang terbesar yang dapat diberikan kepada seseorang. Disitu dikatakan bahwa mereka adalah pria yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk Yesus. KPR 14:19 mengatakan bahwa Paulus dilempari batu sampai orang memikirkan dia sudah mati. Dan pola kehidupan mereka selalu adalah mereka rela menderita demi Kristus. Seluruh kehidupan Paulus adalah suatu petualangan yang berbahaya. Dan memang itu benar juga bagi Petrus, Yohanes dan Stefanus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Apakah Anda pernah dengar orang kehilangan nyawanya demi persekutuan dengan orang percaya lain? Ada orang yang memberikan nyawa mereka demi pelayanan kepada orang-orang yang tidak percaya dan orang percaya. Iya, pada akhir hidupnya Paulus mulai sakit sekali ditambah keadaan dia sebagai seorang kriminal yang dihukum mati juga tidak baik. Mengapa Paulus melakukan itu? Dia melakukan itu demi keuntungan orang lain dan dia tidak takut mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Roma 14:7-9 mengatakan, “Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Ketika Anda mengerti kelangsungan hidup kekal Anda tidak akan takut mati, jika Anda tidak takut mati Anda berani melakukan banyak hal yang berbahaya. Jika Anda memikir kematian itu suatu raksasa besar di perjalanan hidup yang akan menelan Anda dengan cara mengerikan, tentu saja Anda takut. Namun jika Anda melihat kematian sebagai pembebasan dari semua hal yang menakutkan Anda dan yang membebaskan Anda untuk mengalami semua berkat Allah yang ada, itu sikap yang berbeda sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Bagaimana perasaan Anda terhadap nama Kristus? Mazmur 115:1 mengatakan, “Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.” Keluaran 34:14 memberitakan kepada kami bahwa Allah itu Allah yang cemburu. Bagaimana Allah itu cemburu, bukankah itu dosa? Tidak, cemburu itu netral. Itu memang dosa jika Anda cemburu atas isteri tetangga, pekerjaannya, uangnya, mobilnya dan rumahnya. Cemburu seperti itu memang dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Namun jika Anda cemburu atas nama suci Allah dan kehormatan Yesus Kristus, itu baik. Kita harus mengesampingkan ego kita demi Kristus. Tahukah apa yang dikatakan Yesus? Lihatlah Matius 10:39, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Jika Anda mati berperang untuk kehormatan nama Allah, Anda tidak akan mati, Anda akan hidup kekal bersama Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><b><span class="cf2">Ayat 27-28</span></b><span class="cf2"> </span><span class="cf2">mengatakan bahwa mereka mengirim Yudas dan Silas untuk mengkonfirmasi kesaksian itu dan “Sebab itu adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,” nah itulah kunci sukses mereka. Itu indah sekali, ada kesatuan karena mereka semua dipenuhi Roh Kudus. Jadi mereka setuju semua karena mereka semua dikuasai Roh.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Biasanya saya dengar, Ya saya akan melakukan ini, namun saya tidak tahu apa yang Roh Kudus ingin saya lakukan. Atau, saya tahu keinginan Roh Kudus saya melakukan sesuatu namun saya tidak mau mengaku hal itu dan menaati hal itu. Karena itu kita semua harus dipenuhi Roh untuk melayani Allah dengan segenap hati dan dengan segenap kekuatan dan dengan bersatu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf2">Jadi mereka memberi keputusan mereka di</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">ayat 28</span></b><span class="cf2">, “supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu.” Kami tidak memaksakan hukum atas anugerah. Hanya beberapa hal yang diperlukan di</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">ayat 29</span></b><span class="cf2">, “kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan,” karena itu menyakiti hati orang Yahudi. Kemudian dia mengatakan, “Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik.” Jika Anda melakukan semua ini, itu menguntungkan Anda.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf2">Jadi kita telah melihat pertikaian, diskusi dan keputusan. Marilah kita meneruskan dengan</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">perkembangan. Ayat 30</span></b><span class="cf2">, “Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka.” Itu berarti semua orang ada disitu.</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">Ayat 31</span></b><span class="cf2">, “Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.” Anugerah itu benar-benar menghiburkan, benar?</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Bagaimana seandainya Anda harus memelihara keselamatanmu dengan perbuatan? Apakah Anda terhibur oleh karena itu? Saya rasa tidak. Anugerah itu menghibur, di dalam legalisme hanya ada rasa bersalah dan ketakutan. Ada berkat yang diberi Paulus di 2 Tesalonika 2:16-17, “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Pertama ada penghiburan, kemudian ada sukacita, jadi hal kedua adalah perayaan. Di ayat 31 dikatakan, “Setelah membacanya mereka bersukacita.” Lihatlah gunung Sinai, apakah keluar Sinai sebelum ada hukum? Guntur, asap, api dan gempa bumi. Nah bandingkanlah ini dengan apa yang datang sebelum keselamatan. Lukas 2:10, “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa-bangsa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><b><span class="cf2">Ayat 32</span></b><span class="cf2">, “Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.” Kedudukan mereka dalam hal kepentingan adalah disamping para Rasul, mereka berbicara langsung dari Allah.</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">Ayat 33</span></b><span class="cf2">, “Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya.” Jadi kedua orang ini berdiam disana cukup lama untuk mengajar orang-orang bukan Yahudi itu, bukankah kesatuan gereja ini indah sekali?</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Dan tangan orang-orang non-Yahudi itu terbuka lebar. Mereka menerima dua guru Yahudi dari gereja Yerusalem untuk mengajar mereka. Jadi mereka terhibur dan penuh sukacita. KPR 20:32 mengatakan, “Firman kasih karunia itu berkuasa membangun Anda.” Hanya anugerah sanggup melakukan itu. Jadi anugerah itu menyebabkan ada penghiburan dan perayaan. Apakah dikatakan Petrus? “Bertumbuhlah dalam anugerah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><span class="cf2">Nah pada akhirnya ada</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">lanjutan</span></b><span class="cf2">. Ayat 34 tidak ada dalam naskah asli. Jadi marilah kita melihat</span><span class="cf2"> </span><b><span class="cf2">ayat 35</span></b><span class="cf2">, “Paulus dan Barnabas juga tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.” Jadi mereka meneruskan dimana mereka berhanti sebelumnya. Dan setelah pesan anugerah itu dimengerti sepenuhnya dan digunakan, mereka pergi dan mengikuti kemana Roh Kudus itu membimbing mereka berikutnya.</span></span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Iblis pasti capai karena semua rencananya diputarbalikan. Iblis mengatakan, saya akan masuk ke dalam gereja dengan ajaran keselamatan yang palsu. Apa yang terjadi? Akibat hal itu malah gereja menjelaskan doktrin itu dengan seksama. Iblis mengatakan saya akan memisahkan orang Yahudi dari bangsa lain, namun karena usaha ini orang Yahudi dan bukan Yahudi malah dicampur menjadi satu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Iblis mengatakan saya akan memberhentikan kemajuan pengabaran Injil. penjelasan doktrin keselamatan, kesatuan orang Yahudi dengan bangsa lain, tetapi hasilnya hanya kemajuan pengabaran injil malah menjadi lebih cepat. Iblis memberi keadaan sempurna bagi Allah untuk mencapai apa yang Dia inginkan. Marilah kita bersyukur kepada Allah yang memutarbalikan semua usaha Iblis untuk hasil positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Jadi mereka meneruskan dua hal, mengajar dan berkhotbah, mengabarkan injil dan kemajuam rohaniah. Keputusan itu kembali dan apa yang terjadi sesudahnya? Gereja itu mendirikan ajaran keselamatan, meneruskan dimana mereka berhenti dan berkembang dengan cara yang lebih besar lagi. Tidak ada keselamatan lain, kecuali di dalam nama Yesus Kristus, dan itu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Dan Allah tidak berubah, Dia tahu apa yang akan terjadi di Amerika dengan segala kerusuhan dan rencana-rencana orang fasik untuk menyebabkan ada kekacauan dan ketakutan. Allah tahu akhir dari permulaan dan tujuan-Nya adalah untuk memanggil Anda kepada diri-Nya. Matius 10:26 mengatakan, “Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf2">Kuatkanlah dirimu di zaman ini yang penuh ketidakpastian, teruskanlah pelayanan Anda kepada Allah dalam kapasitas apapun yang Dia telah tentukan bagi Anda, dan tetaplah dan setialah kepada Allah Alkitab, yang tahu masalah-masalahmu dan yang penuh anugerah dan belas kasihan. Dan menetaplah dekat dengan Dia dalam keadaan apapun, karena Dia berjanji bahwa Dia tidak pernah akan membiarkan engkau tergeletak dan tertinggal. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Jan 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170122</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/1293x73j</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persekutuan Anugerah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_vj174a78"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:19-21" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:19-21</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja mula-mula bertemu bersama-sama untuk membahas pertanyaan penting tentang bagaimana orang diselamatkan dan kami telah mempelajari hal itu selama beberapa minggu. Dan kami belajar bagaimana para Rasul membela doktrin keselamatan oleh anugerah tanpa tambahan apapun. Dan setelah membela ajaran itu mereka masuk ke dalam bidang persekutuan. Ada peraturan tingkah laku seorang Kristen berhubungan dengan orang Kristen lain, dan itulah pokoknya malam ini.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia terpisah dari Allah oleh dosa, namun Allah pada saat yang sama ingin menarik manusia itu kembali kepada-Nya. Jadi Allah merencanakan untuk memulihkan manusia, untuk menghilangkan kegelapan dan untuk menyalakan terang, untuk mengampuni dosa-dosanya, untuk menebusnya, Jadi bagaimana kedua pihak dapat bertemu? Jawabnya adalah di <b>Efesus 2:8-9</b>, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana manusia diselamatkan? Nah itu harus diselesaikan di Dewan Yerusalem. Orang Yahudi selalu merasakan bahwa jika seseorang ingin datang kepada Allah dia harus menjadi orang Yahudi dulu. Di dalam Perjanjian Baru, Kekristenan diperkenalkan dan keselamatan diajarkan melalui Kristus oleh iman, namun orang-orang Yahudisasi tidak setuju. Jadi mereka mengikuti Paulus dan Barnabas ke semua tempat dan memberitakan kepada bangsa lain yang baru diselamatkan bahwa mereka harus disunat dulu dan mengikuti Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah itu harus diselesaikan karena jika kita tidak memiliki doktrin yang benar untuk diselamatkan, tidak ada orang yang bisa diselamatkan. KPR 15 mulai dengan pertikaian. Mereka semua bertemu di Yerusalem karena semua mulai disitu, dan para Rasul dan penatua gereja semua mempertimbangkan soal ini. Jadi Paulus dan Barnabas mulia memberikan pandangan mereka dulu, kemudian partai sunat berdiri di ayat 5 dan mengatakan bahwa semua orang harus disunat dulu dan mengikuti Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah pertikaian itu kita melihat ada diskusi di ayat 6 -18, dan ada tiga pidato utama, yang pertama dari Petrus, terus Paulus dan akhirnya Yakobus. Petrus membela keselamatan oleh anugerah saja, dan dia memakai sebagai contoh Kornelius. Kornelius diselamatkan hanya oleh anugerah melalui iman. Allah memberikannya Roh Kudus dan Allah menyucikannya oleh iman di ayat 9. Kemudian di ayat 10-11 dia mengatakan, janganlah memberi orang non-Yahudi persyaratan hukum ini, karena memang tidak ada orang yang diselamatkan oleh Hukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang bengong dan diam saja. Dan itu diikuti perkataan dari Paulus di ayat 12 dan mereka memberi alasan lain mengapa keselamatan itu oleh anugerah saja, karena Allah menyetujui pesan anugerah itu. Paulus dan Barnabas melakukan mujizat dan juga tanda-tanda dan keajaiban. Allah menegaskan pesan mereka yang adalah anugerah saja, sementara Allah tidak menegaskan pekerjaan orang Yahudisasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti terakhir adalah pernyataan Yakobus di <b>KPR 15:13-18</b>. Dan Yakobus mengatakan bahwa keselamatan terdapat oleh anugerah karena Perjanjian Lama telah menubuatkan bahwa bangsa lain akan diselamatkan sebagai bangsa lain. Perjanjian Lama mengatakan di Amos bahwa ada sisa orang-orang yang akan mencari Allah, dan semua bangsa yang akan memanggil nama-Nya akan diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 19</b> Yakobus mengatakan, “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.” Janganlah kita mempersulit mereka dengan mengharuskan legalisme. Nah itulah kesimpulannya, dan itulah disetujui semua Rasul. Di Roma 1:16 rasul Paulus mengatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun masalah doktrin tidak selalu akan menyelesaikan sikap hati orang. Jadi doktrin keselamatan itu adalah anugerah, namun persekutuan dengan bangsa lain perlu di rencanakan dengan seksama dan mereka perlu belajar beberapa hal. <b>Ayat 20</b>, “tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa hal yang paling menjijikkan bagi orang Yahudi adalah <b>penyembahan berhala</b>?<b> </b>Allah selalu menghakimi Israel tentang penyembahan berhala. Nah, kadang<b> </b>ada orang Yahudi yang makan di rumah bangsa lain<b> </b>dan<b> </b>dia ditawarkan daging yang telah dipakai untuk menyembah berhala. Bagi orang Yahudi ini menjijikkan karena dia tidak mengerti bahwa tidak ada penyembahan berhala disitu. Jadi meskipun kami bebas dibawah anugerah, kami perlu peka akan perasaan orang Yahudi supaya kami tetap dapat melayani mereka.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yakobus mengatakan, jauhkanlah dirimu dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala. Di <b>1 Korintus 8:9</b>, Paulus mengatakan, “Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” Itulah prinsip untuk memelihara hubungan dengan saudara yang lemah. Kemudian di <b>KPR 15:21</b> Yakobus mengatakan, “Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa Musa masih dipelajari dan banyak orang Yahudi masih dibawah ajaran Musa. Kemudian Yakobus mengatakan, jauhkanlah dirimu dari percabulan di ayat 20. Penyembahan berhala bangsa lain selalu bersangkut paut dengan hal–hal seksual dan para nabiah dan pendeta-pendeta perempuan semua pelacur dan kebaktian di kuil-kuil seperti Diana hanya merupakan pesta pora liar. Jadi Yakobus mengatakan, hindarilah segala bentuk aktivitas seksual atau implikasi ada hubungan dengan percabulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini juga masalah moral, dan 1 Korintus 6 berhubungan dengan hal ini berdasarkan moralitas. Itu salah jika Anda berhubungan seksual dengan seseorang diluar pernikahan, karena Anda menghubungkan Kristus dengan pelacur. Itu salah secara moralitas, namun itu salah juga secara persekutuan. Akibatnya mendalam dan bertahan lama sepanjang beberapa generasi. Kemudian hal ketiga dan keempat yang dibicarakan Yakobus adalah, “dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.” Itu adalah hukum-hukum diet.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada salahnya makan daging dengan darahnya, di dalam Perjanjian Lama peraturan itu diberikan untuk memisahkan Israel sebagai bangsa khusus sehingga mereka tidak bisa makan makanan yang sama, dan jadwal mereka berbeda karena kalender mereka berbeda semua, dengan hari Sabat dsb. Allah melakukan banyak hal untuk memisahkan mereka supaya mereka menjadi saksi murni. Namun di Perjanjian Baru, Dia ingin menyatukan orang Yahudi dan bangsa lain, jadi Allah menghilangkan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat ada kain yang turun dari langit di KPR 10:12-16, “Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" 14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." 15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." 16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus, itu semua sudah hilang, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi sekarang menjadi satu di dalam gereja. Itulah rencana Allah, tidak ada lagi yang halal atau yang haram. Bangunlah Petrus, sembelihlah dan makanlah semuanya. Jadi upacara itu sudah ditiadakan namun beberapa orang Yahudi tidak bebas. Orang Yahudi telah dilarang untuk makan binatang yang dicekik karena darahnya belum dikeluarkan, dan mereka juga dilarang minum darah. Jadi dia mengatakan kepada mereka, janganlah lakukan hal-hal seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Yakobus mengatakan kepada mereka jangan meakukan itu? Apakah mereka akan diselamatkan jika mereka tidak melakukan hal-hal itu? Tidak, kita diselamatkan oleh anugerah melalui iman saja, namun ini berhubungan dengan <b>persekutuan.</b> Jika tubuh harus menjadi satu dan jika orang Yahudi dan bangsa lain harus bergaul dengan baik, maka orang-orang non-Yahudi harus membatasi kemerdekaan mereka demi hati nurani orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang memikir, saya sudah selamat jadi saya bisa berbuat apa saja. Pada suatu ketika saya diselamatkan dan sesudah itu semuanya anugerah. Namun bukan seperti itu caranya orang hidup. Tahukah Anda bahwa selalu ada hukum? Sebelum orang jatuh ke dalam dosa, Adam dan Hawa di taman indah dan semuanya murni tetapi Allah tetap ada hukum. Disitu ada pohon namun janganlah makan buahnya. Setiap orang di dunia ini hidup dibawah hukum Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang semua orang yang diselamatkan berada dibawah hukum juga. Hukum apa itu? Nah itu dinamakan <b>Hukum Kristus</b> atau <b>hukum raja</b>, yang berarti di Yakobus 2:8, itu berasal dari Raja. Nah Hukum Taurat juga dinamakan kuk perhambaan. Namun hukum Perjanjian Baru berbeda sekali, itu dinamakan <b>hukum kemerdekaan sempurna</b>.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, setelah Ia mencuci kaki mereka dan menujukkan kasih-Nya di <b>Yohanes 13:34-35</b>, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Di Perjanjian Lama hukum itu berbeda, “Lakukanlah ini kalau tidak kau akan mati.” Hukum itu dibangun atas ketakutan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan di <b>1 Yohanes 4:18</b>, “kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.” Kami memiliki hukum yang baru, Saya tidak menyembah Allah karena saya takut Dia, saya melayani karena saya mengasihi Dia. Inilah hukum kasih, namun itu satu sisi saja. Ada sisi lain di <b>Galatia 6:2</b>, “Bertolong-tolonganlah menanggung beban sesamamu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Ketika ada orang yang tidak sanggup memikul bebannya, tolonglah orang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Roma 13:8-10</b>, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih ini tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena kasih itu adalah kegenapan hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak perlu ada daftar peraturan karena kasih terhadap orang lain menyebabkan kami tidak perlu memiliki sesuatu spesifik. Itulah hukum kasih. <b>Yakobus 2:8</b> mengatakan, “Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.” Pada dasarnya hidup Kristen memerlukan satu hal saja, yaitu mengasihi orang lain, itu saja. Tidak perlu ada sunatan, tidak perlu ada upacara, hanya kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mengasihi seseorang, itu mengubah perilaku Anda terhadap orang itu. Saya memikirkan keluargaku sendiri, saya memelihara mereka, namun saya juga harus memperlakukan semua orang lain seperti mereka keluarga kandung saya. Jika mereka ada kebutuhan, saya mencoba memenuhi kebutuhan mereka. Jika mereka sakit, aku menghibur mereka, jika mereka perlu di disiplin, aku mendisiplin mereka. Jika mereka perlu kasih, saya memberikan waktu kepada mereka, dan itu semua karena saya mencoba mengasihi orang lain seperti saya mengasihi diriku sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekuatan terbesar di dunia adalah kasih. Apa yang telah dilakukan pria untuk cinta seorang wanita dan apakah yang dilakukan wanita untuk cinta seorang pria, apa yang dilakukan orang karena mengasihi sesuatu atau negara, sesuatu yang mereka percaya, benar-benar mengagumkan. Cinta adalah kuasa terbesar dalam hal motivasi. Bagaimana caranya memiliki kasih seperti itu terhadap Allah dan orang lain?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Galatia 5:13-14</b> mengatakan, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Lihatlah <b>ayat 16</b>, “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi <b>prinsip pertama</b> dalam mengasihi seseorang adalah <b>hiduplah oleh Roh</b>. Ketika Anda mengasihi orang dan itu tidak bisa dikendalikan, pasti itulah Kristus di dalam Anda. Di <b>Efesus 3:16-19</b> Paulus mengatakan, “supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak akan mengenal kasih Kristus, kecuali Ia menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu. Hidup oleh Roh itu perlu sebelumnya Anda sanggup mengasihi. Mengapa? Karena Anda dalam kedangingan tidak sanggup mengasihi. Mengasihi secara Kristus hanya mungkin melalui Roh Kudus. Dan hidup oleh Roh terjadi pada saat kita menyerahkan diri setiap hari kepada Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Prinsip kedua</b> kembali kepada hukum kemerdekaan sempurna di <b>Yakobus 1:18</b>, “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh <b>firman kebenaran</b>, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi hasil pertama di antara semua ciptaan-Nya.” <b>Ayat 21-22</b>, “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi <b>pelaku firman</b> dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 25</b>, Anda akan melihat bagaimana hukum kebebasan sempurna itu bekerja, “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” Kasih duniawi hanya emosi saja, namun kasih dari Allah bukan suatu perasaan, namun suatu prinsip yang mengatakan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan tanggunglah beban orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja Anda tidak akan merasa penuh kasih, namun Anda bisa mengasihi dengan tindakan dan perbuatan. Jadi hukum bagi orang percaya adalah <b>hukum kasih</b>. Bangsa lain yang telah dikonversi meskipun sekarang mereka merdeka, tidak boleh bertindak antagonis. Janganlah mereka menghakimi, haruslah mereka mengasihi. Dan jika mereka membatasi perilaku mereka supaya tidak menyebabkan orang lain tersinggung, itulah hal yang baik. Ini adalah hasil dari melakukan prinsip kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah prinsip ini sulit dipelajari gereja mula-mula. Lihatlah <b>Roma 14:1-2</b>, “Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.” Ini bukan hal moral, jika Anda suka makan sayur-sayuran, baguslah, Saya tetap mengasihi Anda. Kemudian Paulus mengatakan di <b>ayat 12</b>, “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” Jangalah hal-hal yang netral dan tidak penting menyalahkan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yakobus mengatakan kepada orang-orang di Dewan Yerusalem, kalian dibawah anugerah dan kalian merdeka, namun ada juga hukum raja, hukum kemerdekaan dan itu mengatakan, janganlah berbuat hal-hal yang akan menyinggung saudaramu yang lemah. Tolonglah dia dalam menanggung bebannya dan tolonglah supaya Roh Allah mendewasakannya. Paulus mengatakan, jika saya berada diantara orang Yahudi, saya menjadi orang Yahudi, jika saya berada diantara bangsa lain, saya bertindak sebagai bangsa lain itu, supaya dengan cara apapun juga saya dapat memenangkan mereka bagi Tuhan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Jan 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170115</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/vj174a78</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan oleh Anugerah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_x4yi2pm5"><div class="imTALeft"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:13-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:13-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita terus mempelajari Kisah Para Rasul 15 pada waktu kita melihat apa yang terjadi di sidang Yerusalem. Gereja menghadapi krisis pertama mengenai doktrin keselamatan. Ada beberapa orang yang mengajarkan bahwa orang diselamatkan oleh anugerah ditambah pekerjaan. Ada orang lain yang percaya bahwa manusia diselamatkan oleh anugerah saja. Jadi konflik ini diselesaikan di dewan Yerusalem.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pada saat kita mempelajari KPR 15, kita belajar tentang konsep anugerah ini. Nah kata anugerah itu esensiil di dalam Kekristenan. Semua sistem agama lain di dunia mendekati Allah, siapapun Allah itu dalam sistem mereka sendiri, berdasarkan perbuatan atau karya manusia. Ada hal-hal tertentu yang dilakukan orang dan karena dia berbuat itu Allah berkenan kepadanya dan dia diperbolehkan untuk mendekati Allah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya Kekristenan menawarkan keselamatan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan apa yang Anda lakukan atau apa yang telah Anda lakukan atau apa yang Anda akan lakukan. Keselamatan dalam Kekristenan berdiri sendiri terpisah dari semua aliran agama lain, dan itu dinamakan keselamatan berdasarkan anugerah. Dan anugerah itu adalah keselamatan bebas dari Allah yang ditawarkan kepada manusia berdasarkan apa yang dilakukan Kristus, terpisah dari apa yang dilakukan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya diselamatkan bukan karena saya patut diselamatkan, bukan karena sesuatu yang saya lakukan, bukan karena saya orangnya baik, tetapi karena semua yang ada di Kristus, semua yang Dia lakukan, yang saya percaya saja dan Allah memperhitungkan kepadaku keselamatan-Nya. Jadi anugerah itu adalah pekerjaaan Allah yang cuma-cuma untuk menyelamatkan manusia. Allah bukan saja menawarkan anugerah untuk menyelamatkan Anda, akan tetapi Allah ingin supaya Anda menjadi seperti Anak-Nya. Dia ingin Anda berubah menjadi seperti Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika Anda mengalami anugerah keselamatan itu, itu hanya pada mulanya, kemudian kedua, kita bergerak kepada apa yang dibicarakan di Roma 5 yaitu anugerah dimana kita bertahan. Setelah aku diselamatkan oleh anugerah, aku mulai hidup dalam anugerah dan anugerah itu dikembangkan supaya aku menjadi seperti Yesus. Akhirnya keselamatanku adalah bahwa saya akan menjadi seperti Yesus. Dan saya tidak melakukan apapun untuk patut diselamatkan, sebelumnya, pada waktu itu terjadi dan sesudahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tahukah Anda bahwa bahkan di dalam Kekristenan pun orang-orang tidak mengerti anugerah. Mereka salah-artikan anugerah dan malah melawan anugerah. Manusia selalu ingin menambahkan pekerjaan kepada anugerah. Dan itulah yang terjadi di gereja mula-mula. Allah menawarkan keselamatan bebas kepada bangsa lain dan orang Yahudi mengatakan tidak, Anda harus disunat dan mengikuti hukum Taurat dan semua upacara. Jadi masalah dasar adalah, bagaimana orang itu diselamatkan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah KPR 15 itu dibagi dalam empat bagian. Kita melihat minggu yang lalu bagian pertama yang adalah <b>pertikaian</b>. Orang-orang Yahudi dan bangsa lain bertengkar mengenai apakah orang harus disnuat. Nah, pertikaian itu keluar di ayat 5, bahkan mereka datang ke Yerusalem dan orang-orang Farisi yang menjadi Kristen berdiri dan mengatakan, bangsa lain harus disunat dulu dan mereka harus mengikuti Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pertikaian ini menyebabkan kedua ada <b>diskusi. </b>Disini terdapat tiga orang yang mendominasikan diskusi itu, yaitu Petrus, Paulus dan Yakobus. Lihatlah ayat 11, “Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Pernyataan ini datang dari para Rasul, karena mereka telah bertemu sendiri, dan mereka semua sudah setuju. Mereka hanya menyatakan iman mereka, yaitu hanya anugerah tanpa tambahan apa-apa diperlukan untuk keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mendukung hal itu dengan empat poin, dia mengatakan bahwa <b>keselamatan oleh anugerah</b> sudah terbukti oleh wahyu masa lalu. Di ayat 7 dia mengatakan bahwa itu telah terjadi seperti itu sepuluh tahun yang lalu, Allah menyelamatkan bangsa lain berdasarkan iman saja. Kedua, <b>hadiah</b> <b>pemberian Roh Kudus</b>. Ayat 8, “Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita.” Dengan kata lain, hanya orang-orang yang diselamatkan diberi Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan mereka Roh itu, itu berarti mereka benar-benar selamat, tanpa sunatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga, <b>Allah mengampuni dan menyucikan mereka</b>. Ayat 9, “dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.” Allah menyucikan mereka dari segala dosa-dosa mereka. Kemudian Petrus menambahkan kepada itu <b>ketidakmampuan Hukum Taurat untuk menyelamatkan siapapun juga</b>. Ayat 10 mengatakan, “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?”Lihatlah dia mengatakan, mengapa memaksakan legalisme kepada mereka, kalau itu tidak bekerja untuk kita?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Paulus menyatakan betapa banyak mujizat Allah memberi kepada bangsa-bangsa lain itu. Ketika Paulus memberitakan injil anugerah, <b>Allah menegaskan itu dengan mujizat-mujizat</b>. Allah telah membuktikan dengan mujizat bahwa keselamatan oleh anugerah adalah benar. Kemudian ayat 12 mengatakan, “Maka diamlah seluruh umat itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat Yakobus, yang menambahkan bukti keenam dari keselamatan oleh anugerah. Itu dinamakan <b>janji nubuatan</b> yang mulai dari ayat 13 sampai ke ayat 18. <b>Ayat 13-14</b>, “Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon (Petrus) telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus mengatakan, Petrus baru mengatakan bahwa Allah pada mulanya mengunjungi bangsa-bangsa lain. Sekarang dia mengatakan di <b>ayat 15</b>, “Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis.” Allah akan menyelamatkan bangsa-bangsa lain dulu melalui gereja, tanpa mereka harus menjadi orang Yahudi dulu. Yakobus mengulangi hal itu, di akhir ayat 15, “seperti yang tertulis.” Kemudian dia mengutip Amos 9:11-12, dari versi Yunani, yaitu Septuaginta di ayat berikutnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16-18</b>, “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan bahkan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti ketika keselmatan itu datang, itu akan datang dari semua bangsa-bangsa lain. Dan ini berarti bahwa orang bukan Yahudi akan diselamatkan sebagai orang bukan Yahudi. Mereka tidak perlu menjadi orang Yahudi dulu. Allah mengatakan, Saya akan memanggil mereka kepada-Ku langsung. Tidak ada persyaratan sunatan atau mengikuti Hukum Taurat dan menjadi orang Yahudi dulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b> mengatakan bahwa Israel akan dibangun kembali<b>, ayat 17 </b>bangsa-bangsa lain<b> </b>juga akan diselamatkan sebagai bangsa. Ini adalah nubuatan kerajaan seribu tahun. Kerajaan milenial itu akan terdiri dari dua bagian, Israel akan dipulihkan di ayat 16 namun bangsa-bangsa lain juga akan diselamatkan sebagai bangsa lain langsung oleh Allah di ayat 17.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana orang-orang bukan Yahudi akan diselamatkan di kerajaan seribu tahun itu? Masih ingat penghakiman dimana Yesus akan memisahkan domba-domba dari kambing-kambing di Matius 25? Pada saat Kristus kembali Dia akan menghakimi orang-orang non-Yahudi. Dan bangsa lain yang menjadi kambing yang telah menganiaya Israel dan membuktikan mereka tidak percaya Kristus akan dibuang ke dalam lautan api. Namun bangsa lain yang menjadi domba, yang percaya Mesias akan mewarisi kerajaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, orang-orang bukan Yahudi akan memiliki keturunan banyak generasi anak-anak di dalam kerajaan itu, dan keturunan mereka yang terdiri dari jutaan orang-orang yang bukan Yahudi akan diselamatkan sama seperti semua orang lain, yaitu dengan kepercayaan kepada Yesus Kristus. Namun tidak semua akan diselamatkan, dan akan ada pemberontakan di seluruh dunia pada akhir seribu tahun itu, yang dipimpin Iblis ketika dia dilepaskan dari penjara. Namun intinya Amos adalah bahwa mereka akan diselamatkan sebagai orang non-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang akan terjadi di Kerajaan masa depan akan digenapkan secara terbatas dalam zaman gereja ini. Misalnya, di kerajaan seribu tahun Kristus akan memerintah, namun sekarang Dia memerintah di dalam hati orang percaya. Di kerajaan akan ada damai, namun sekarang ada damai di dalam hati kita. Di dalam kerajaan Dia akan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada semua orang, di dalam zaman gereja ini Roh Kudus berdiam di dalam hati orang percaya. Karakter sepenuhnya dari kerajaan itu akan terlihat secara terbatas di dalam gereja sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b> ada disitu karena orang-orang Yahudi perlu tahu bahwa mereka tidak digantikan oleh orang-orang non-Yahudi. Itulah janji Allah di tengah-tengah keselamatan orang-orang non-Yahudi. Ditengah-tengah sejarah gereja, Allah tidak melupakan Israel. Petrus berkata dalam khotbahnya di KPR 3:15, “Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh,” namun ia langsung berbalik dan berkata di KPR 3:25, “Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah belum selesai dengan Israel. Anda dapat mempelajari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan Anda akan menemukan bahwa janji-janji keselamatan orang-orang bukan Yahudi selalu berhubungan dengan restorasi Israel. Yakobus mengutip ayat-ayat itu supaya mereka tahu bahwa Allah tidak merubahkan rencana-Nya dan Allah tidak akan melupakan atau merubahkan janji-janji-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang ada juga alasan kedua. Orang-orang Yahudi percaya bahwa ada alasan kuat di Zakharia 8, mengapa bangsa-bangsa lain harus menjadi orang Yahudi dulu sebelum bisa diselamatkan. Zakharia 8:20-22 mengatakan, “Beginilah firman Tuhan semesta alam: "Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. 21 Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk berdoa kepada Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam! Kamipun akan pergi! 22 Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan berdoa kepada Tuhan.” Ini membicarakan semua bangsa-bangsa lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Zakharia 8:23 mengatakan, “Beginilah firman Tuhan semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” Pada akhirnya akan ada sepuluh orang bangsa lain yang bergantung kepada lengan setiap orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang-orang Yahudisasi menterjemahkan ayat-ayat itu bahwa untuk bertemu dengan Allah Anda harus menjadi orang Yahudi dulu. Tetapi bukan itu artinya ayat itu. Artinya ayat itu adalah bahwa orang Yahudi hanya menjadi pengabar atau pesuruh saja. Di zaman tribulasi Allah akan memeteraikan seratus empat puluh ribu orang Yahudi dari Israel untuk menjadi saksi-saksi-Nya, Di gereja mula-mula siapakah yang mengabarkan injil kepada Israel? Orang Yahudi. Siapakah yang memberitakan Injil kepada orang Samaria? Orang Yahudi. Siapakah yang memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi? Paulus dan Barnabas, orang Yahudi. Allah selalu memilih hamba-hamba Yahudi yang terpilih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini juga terdapat kronologi sejarah Allah. Ayat 14, Allah akan mengunjungi bangsa-bangsa dan mengabil dari mereka orang-orang yang percaya nama-Nya, itulah panggilan gereja, benar? Apa yang terjadi sesudah gereja itu dipanggil? Kristus kembali. Apakah terjadi sesudah Kristus kembali? Restorasi Israel, “Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh.” Dan apa yang akan terjadi sesudah itu? Keselamatan dunia bangsa lain, di ayat 17.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitulah terdapat eskatologi, yaitu urutan peristiwa di masa depan. Perhatikanlah bahwa Kristus akan kembali setelah gereja dipanggil. Itulah kepercayaan kita. Jadi ada pertikaian yang diikuti diskusi dan betapa kuat bukti-bukti itu. Nah sekarang kita akan melihat <b>keputusannya.</b> Di ayat 19 Yakobus mengatakan, “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yakobus itu bijaksana, dia tahu bahwa bangsa-bangsa lain yang hidup tanpa aturan dapat memandang prinsip anugerah tanpa ditambahakan apa-apa dan kemudian hidup liar. Karena itu Yakobus kembali dengan beberapa prinsip yang berhubungan dengan persekutuan. Ada beberapa hal yang saya boleh melakukan dalam anugerah, namun saya tidak mau melakukannya, karena mungkin saya dapat menyakiti hati beberapa orang dan karena itu pelayanan kepadamu terhambat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disinilah<b> </b>kita melihat mengapa persekutuan itu penting, jadi<b> </b>langsung dan untuk memperkenalkan konsep ini, di<b> ayat 20-21 </b>Yakobus mengatakan, “tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita tahu keselamatan itu karena ada anugerah namun persekutuan memiliki beberapa ciri yang perlu dipertimbangkan. Jauhkanlah dirimu dari empat hal: pencemaran berhala, percabulan, binatang yang dicekik dan darah. Mengapa? Karena masih ada banyak orang Yahudi di setiap kota yang mengikuti Hukum Taurat. Dan kalau kamu orang Kristen hidup bertentangan dengan itu secara terang-terangan, kalian akan menyinggung perasaan orang Yahudi Kristen yang masih belum tahu kebebasan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di 1 Korintus 8:9, “Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” Baiklah, jika makan daging menyebabkan saudaraku merasa tersinggung, saya tidak akan makan daging. Itu adalah kedewasaan rohani. Orang kadang mengatakan Stan apakah anda minum minuman keras? Saya menjawab, tidak, karena pada dasarnya saya merasa mungkin ada orang percaya yang merasa tersinggung dengan hal itu, dan saya ingin melakukan sesuatu yang membangun orang percaya itu dan tidak menyebabkan dia jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang Yakobus memberikan mereka sebagai prinsip-prinsip, bukan saja dari pencemaran berhala, namun juga dari percabulan. Tahukah bahwa dalam penyembahan orang Yunani selalu ada hubungan seksual. Ada pendeta wanita yang adalah pelacur, seluruhnya adalah pesta seksual besar. Dan dia mengatakan, itu tidak boleh semua, tahukah bahwa kamu orang Kristen bangsa lain harus melawan segala sesuatu yang berhubungan dengan penyembahan berhala seksual yang kalian dulu pernah lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Persekutuan sejati datang dengan kasih yang mengorbankan diri dan yang mengatakan, apa yang saya lakukan, saya lakukan sambil memikirkan Anda. Kita semua diselamatkan untuk berbuat baik. Dengarkanlah saudara-saudari, perbuatan kita tidak ada hubungan dengan keselamatan, namun dalam keselamatan itu segala sesuatu berkaitan dengan pekerjaan persekutuan. Marilah kita mempelajari hal itu lebih lagi di minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jan 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170108</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/x4yi2pm5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan oleh Hukum atau Anugerah?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2017"><![CDATA[2017]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_70yph8l3"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+15:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 15:1-12</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita tiba di KPR 15, injil pada saat itu telah disebarkan ke dunia orang non-Yahudi. Paulus dan Barnabas telah menyelesaikan perjalanan misionaris pertama. Gereja Yerusalem telah mendirikan gereja pertama di dunia orang bukan Yahudi di Antiokhia di Suriah, dan Paulus dan Barnabas mulai menginjili Siprus dan daerah Galatia di Asia Kecil, dan mereka kembali ke Antiokhia dan tinggal disitu bersama murid-murid cukup lama.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini perjalanan yang sulit sekali, karena ada pendekatan baru bagi gereja dan suatu pelayanan baru. Ini adalah undangan bagi orang-orang non-Yahudi untuk masuk sepenuhnya ke dalam gereja Yesus Kristus beserta semua janji-janji bagi Israel yang sekarang menjadi milik mereka juga. Rasul Paulus bersama Barnabas bukan saja menginjili namun mereka juga melakukan tindak lanjut. Mereka telah mengorganiser gereja dengan mengangkat para penatua, dan kemudian mereka kembali ke Antiokhia untuk meneruskan pelayanan mereka disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya ada banyak perselisihan di KPR 15, karena sekarang orang-orang non-Yahudi menjadi bagian dari jemaat gereja. Bagi orang Yahudi memang sulit untuk menerima orang-orang bukan Yahudi kedalam gereja. Bagi banyak orang Yahudi di waktu permulaan gereja mereka menganggap Kekristenan itu hanya sebagai sekte Yudaisme saja. Kekristenan itu dianggap bagian dari perkembangan Yudaisme. Bagi mereka Kekristenan itu adalah penggenapan logis karena semua janji-janji kepada Israel terpenuhi dalam kedatangan Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semakin legalistik orang Yahudi itu, semakin sulit bagi mereka untuk menerima hal ini. Sejak semula Musa telah mengajarkan mereka semua pola hidup mereka dan mereka mengikuti semua hukum itu secara legalistik, upacara dan secara berkorban, sehingga gaya hidup mereka ketat sekali. Dan sekarang ada orang-orang yang bukan Yahudi yang hidup tanpa aturan dan tiba-tiba mereka diberkati dengan cara yang sama dengan orang Yahudi yang biasa hidup ketat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang Yahudi itu sakit hati bahwa bangsa lain diperbolehkan masuk ke dalam gereja dengan hak yang sama, tanpa diharuskan mengikuti Hukum Taurat. Dan mereka juga menyadari bahwa ada jauh lebih banyak bangsa lain dari pada orang Yahudi. Jadi orang-orang Yahudi itu melawan apa yang diajarkan Paulus dan Barnabas, yang menurut mereka meruntuhkan tradisi nenek moyang dan dengan demikian menghancurkan Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keinginan mereka sebenarnya adalah supaya bangsa lain itu menjadi orang Yahudi dulu. Nah pertanyaan apakah Allah ingin menyelamatkan bangsa–bangsa lain itu tidak menjadi soal lagi, karena itu sudah disebut berkali-kali di Perjanjian Lama. Namun bagaimana Allah akan melakukan hal itu? Bagaimana caranya mereka diselamatkan? Apakah itu karena anugerah saja atau melalui anugerah dan hukum? Apakah karena kepercayaan saja atau melalui iman dan karya? Itulah masalah yang harus ditentukan di sidang Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini masih menjadi masalah di dalam gereja sekarang dan dengan semua sekte dan semua ajaran sesat lain yang terdapat di dalam kerangka Kekristenan. Kepercayaan-kepercayaan yang palsu itu adalah kepercayaan yang menambahkan sesuatu kepada metode keselamatan dasar Allah. Ini luar biasa karena ajaran yang sesat terpanjang di dalam gereja adalah semua mode keselamatan yang salah dimana mereka menambahkan kepada iman sesuatu yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah masalah utama bagi orang Kristen, karena jika kita tidak tahu bagaimana kita diselamatkan, kita tidak mengerti dasar Kekristenan itu. Bisa saja saya ada kesalahan dalam doktrin Roh Kudus, bisa saja saya salah dalam doktrin zaman akhir, eskatologi, bisa saja saya salah dalam doktrin eklesiologi, yaitu gereja, dan bisa saja saya salah menterjemahkan Firman, namun jika saya salah dalam doktrin keselamatan, saya tidak akan masuk ke sorga, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya untuk selamanya di neraka akan mencoba mengingat doktrin itu. Itulah masalah kritis di KPR 15. Nah saya ingin membagikan empat ciri atau kejadian dan kami akan membicarakan dua kejadian hari ini dan dua lagi di minggu berikut. Pertama ada pertikaian, kemudian ada diskusi, dan minggu depan kami akan membicarakan keputusan, dan setelah itu perkembangan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marillah kita pertama melihat <b>pertikaian</b> itu di <b>KPR 15</b>:1, “Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Nah ini adalah guru-guru palsu. 2 Petrus 2:1 mengatakan, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat, dan dengan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencoba untuk memaksakan orang-orang bukan Yahudi untuk disunat. Nah saudara-saudara di ayat 1 adalah orang percaya di Antiokhia, dan beberapa orang datang sebagai malaikat terang untuk membenarkan orang percaya itu di Antiokhia. Sebenarnya mereka adalah utusan Setan yang mengajar ajaran yang salah, mereka mengangkat diri mereka untuk mempertahankan legalisme. Ada yang mengatakan bahwa mereka mengikuti perjalanan Paulus dan Barnabas dan mengunjungi setiap kota yang telah didatangani pada perjalanan misi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bisa terjadi karena ketika Paulus menulis kepada orang Galatia, seluruh buku tu ditulis untuk menjawab pertanyaan yang sama itu. Pada waktu Galatia ditulis, sebelum ada sidang Yerusalem, itu ditulis kepada semua gereja-gereja yang telah mereka kunjungi, untuk membenarkan ajaran salah itu. Guru-guru palsu itu bersemangat sekali untuk berjalan kaki ke mana-mana di pegunungan Taurus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disini ada potensi bencana besar, karena memaksakan legalisme kepada orang-orang non-Yahudi itu bisa menyebabkan ada kerusakan total. Untuk memaksakan hukum sunatan, itu dikenal sebagai Yahudisasi. Istilah itu berarti memaksakan kepada orang non-Yahudi sesuatu upacara yang datang dari Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus memberikan kami suatu ringkasan di Galatia 2:21, “Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.” Jika kita memiliki kebenaran melalui hukum, kita tidak perlu ada anugerah. Dengan kata lain jika aku pergi ke pengadilan dan hakim mengatakan saya tidak bersalah, saya tidak memerlukan anugerah, benar? Namun jika hakim mengatakan aku bersalah, namun Anda dibebaskan, itu adalah anugerah. Dan setiap orang bersalah. Kita semua telah melanggar hukum, dan hanya anugerah sanggup menyelamatkan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi rasul Paulus itu jelas, dia mengatakan tidak ada hubungan diantara hukum dan anugerah. Tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkan diri melalui hukum, yang dilakukan hukum adalah menunjukkan betapa buruknya sifat Anda. Tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh hukum, hanya oleh anugerah, dan jika Anda menggabungkan keduanya Anda menghancurkan anugerah. Allah menyatakan semua orang adalah pendosa, dan kemudian memberi anugerah kepada mereka yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu masalahnya di Antiokhia. <b>KPR 15:2</b>, “Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.” Disini datanglah orang-orang yang dikatakan orang percaya ke Antiokhia, dan lihatlah apa yang mereka tidak mau melakukan. Hal pertama, mereka menolak untuk makan bersama dengan bangsa lain itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Galatia 2 Paulus cerita apa yang dilakukan Petrus. Petrus berada di Antiokhia juga pada waktu orang-orang Yahudisasi itu muncul, yang percaya orang harus disunat dulu untuk diselamatkan. Galatia 2:11-12, “Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi rasul Paulus benar-benar mengritik Petrus. Galatia 2:14, “Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Petrus di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?” Paulus melihat mulai ada perpecahan diantara orang Yahudi dan bangsa lain, bahkan seluruh buku Galatia ditujukan kepada cara untuk memulihkan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi soal itu harus diselesaikan, jadi mereka memutuskan untuk pergi ke Yerusalem. Nah pemimpin gereja adalah para rasul, dan penatua adalah pemimpin-pemimpin yang tinggal di satu tempat, dan pemimpin Yerusalem adalah Yakobus, saudaranya Tuhan kita sendiridan penulis buku Yakobus. <b>KPR 15:3</b>, “Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara disitu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah orang-orang percaya dari Stefanus dan Filipus, Petrus dan Yohanes dan mereka tidak terpengaruh legalisme, jadi mereka hanya bersukacita dan mereka diberi dukungan kemana saja mereka pergi. Mereka bukan saja disetujui gereja Antiokhia namun sekarang juga gereja-gereja Fenisia dan Samaria setuju untuk menerima orang-orang bukan Yahudi oleh karena anugerah melalui iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>KPR 15:4</b>, “Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.” Wah itu laporan yang panjang juga. Para rasul menceritakan kemenangan yang berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Namun setelah mendengar semua informasi itu, partai sunat itu mulai marah. <b>Ayat 5</b>, “Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah <b>pertikaian</b> ini menyebabkan ada <b>diskusi,</b> lihatlah <b>ayat 6</b>, “Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.” Nah disini kami bertemu dengan pidato pertama dari tiga pidato di sidang itu dari Petrus, Paulus dan Yakobus. Ketiga pidato ini mendukung anugerah tanpa ditambah apa-apa, dan mereka menjelaskan bagi kita, salah satu bagian yang terpenting di seluruh Firman Allah yang membuktikan keselamatan melalui anugerah oleh iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah <b>ayat 11</b> memberikan kami pandangan Petrus, “kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Dia tidak berbicara bagi dia sendiri, para rasul dan penatua telah mengadakan suatu pertemuan sendiri dan hasil pertemuan itu adalah pernyataan ini. Satu-satunya yang kita lihat disitu adalah anugerah, yang adalah hadiah gratis dari Allah yang kami tidak patut terima.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dengan pernyataan dari para rasul dan penatua, mereka mulai membuktikan bahwa yang diperlukan hanya adalah anugerah. Petrus memberi beberapa bukti, Paulus menambahkan beberapa dan Yakobus menyelesaikannya. Poin pertama, <b>keselamatan oleh anugerah terbukti oleh wahyu lalu. </b>Lihatlah<b> ayat 7</b>, “Sesudah beberapa waktu berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.”<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa masalah ini sudah diselesaikan paling sedikit sepuluh tahun yang lalu. Anda tahu bahwa Allah memilih aku untuk mengabarkan injil ke bangsa lain dan mereka percaya, dan itu saja Allah minta, Allah tidak memaksakan mereka disunat. Jadi Petrus mengingatkan mereka bahwa prinsip dasar keselamatan oleh iman sudah ditentukan dengan Kornelius, paling sedikit sepuluh tahun yang lalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti kedua adalah <b>hadiah Roh Kudus</b>. <b>Ayat 8-9</b>, “Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.” Apakah Allah memberikan Roh Kudus kepada orang yang tidak percaya? Tidak, hanya kepada mereka yang percaya. Apakah Allah tahu maksud mereka? Iya, Petrus mengatakan, “Allah mengenal hati manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 6:19, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” Roma 8:9 mengatakan, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Faktanya mereka menerima Roh berarti mereka adalah orang yang benar-benar percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga, <b>menyucikan dari dosa, ayat 9</b>, “sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.” Allah tidak menghapuskan dosa-dosa dari orang yang belum dikonversi, benar? Karena Allah menyucikan hati mereka oleh iman, itu berarti bahwa iman itu sudah cukup. Semuanya sudah diselesaikan jika Allah menyucikan mereka. Efesus 1:7 mengatakan, “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.” Kita tidak dapat bekerja untuk mendapat pengampunan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus menunjukkan bukti lain bahwa <b>keselamatan itu hanya karena anugerah bebas saja</b>. Dia mengatakan di <b>ayat 10</b>, “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?” Jangan mencobai Allah dan jangan mempertanyakan Allah, keputusan-Nya dalam penyelamatan itu terakhir. Janganlah membebankan tengkuk bangsa lain dengan kuk (Hukum Taurat) yang kami sendiri tidak sanggup memikul.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 23:4, Yesus menerangkan apa yang dilakukan orang Farisi dengan hukum itu, “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Coba bandingkanlah ini dengan perkataan Yesus di Matius 11:29-30, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”</span></div><div><b class="fs12lh1-5 cf1"><br></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Bukti terakhir diberikan dengan dengan pidato singkat oleh Paulus. Bukti terakhir untuk keselamatan oleh anugerah yang kita akan bicarakan adalah <b>mujizat-mujizat dari Allah</b>. <b>Ayat 12</b>, “Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak mengkonfirmasi doktrin yang salah dengan mujizat-mujizat. Paulus dan Barnabas berkeliling memberitakan keselamatan oleh anugerah dan iman. Dan Allah menegaskan pesan mereka dengan mujizat-mujizat. Allah tidak menegaskan orang Yahudisasi dengan mujizat. Tetapi dimana Paulus dan Barnabas berkhotbah anugerah dengan iman, mereka mengalami mujizat demi mujizat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Markus 16:19-20, “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20170101</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/70yph8l3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dari Betlehem datanglah Raja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_910484zv"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Micah+5:2-4" target="_blank" class="imCssLink">Mikha 5:2-4</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mikha 5:2-4, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3 Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4 Maka ia akan bertindak dan akan menggembala-kan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah masa depan bagi kami yang percaya? Mikha juga kuatir akan hal itu karena dosa Israel dan penghakiman Allah. Mikha hidup tatkala Asyur menawan kerajaan utara dan mereka menangkap ke sepuluh suku Israel dan dia tahu bahwa itu semua adalah hukuman Allah. Ayat 3 sebenarnya mengatakan, “Karena itu Allah akan membiarkan Israel sampai waktunya kedatangan Mesias, kemudian sisa orang Israel akan kembali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imam-besar dan ahli-ahli Taurat tahu bahwa mikha 5 mengacu kepada Mesias. Jadi mereka memberi tahu raja Herodias di Matius 2 bahwa Dia akan lahir di Betlehem. Allah selalu menepati jani-janji-Nya jadi Yesus lahir di Betlehem, meskipun ibu-Nya dan Yusuf tinggal di Nazaret ketika dia hamil. Dia harus lahir di Betlehem karena Dia adalah Raja di Makha 5:2</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mikha 5:4 mengatakan, “sebab sekarang Ia menjadi besar sampai ke ujung bumi.” Raja yang akan datang bukan raja duniawi, Dia adalah Raja diatas segala Raja dan Tuhan segala Tuhan. Dia akan menjadi besar di seluruh dunia, bukan saja di Israel. Namun lihatlah bagaimana Allah mengatur kelahiran Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kontras diantara betapa kecil dan <b>tidak berarti Betlehem</b> itu dan betapa besar dan <b>pentingnya Mesias</b> itu. Ayat 2, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Efrata itu nama yang berarti “penuh buah.” Mengapa Betlehem? Karena Yesus adalah keturunan Daud dan dia lahir di Betlehem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun intinya ayat 2 itu adalah bahwa Betlehem itu kecil sekali. Allah memilih sesuatu yang kecil, tenang dan terpencil dan Dia melakukan sesuatu yang merubah jalannya sejarah dan kekekalan. Mengapa? Supaya kita tidak dapat membanggakan diri atas prestasi manusia namun hanya kepada belas kasihan Allah. Allah selalu melakukan yang terbaik, Dia tidak mementingkan perbuatan manusia, namun Dia selalu melakukan segalanya untuk mementingkan kemuliaan-Nya sendiri dan anugerah-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 1:27-30 mengatakan, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memilih kandang kuda supaya pemilik hotel itu tidak dapat membanggakan diri bahwa Allah memilih hotelnya. Allah memilih palungan supaya tidak ada orang yang membanggakan diri bahwa dia membangun tempat tidur untuk Yesus. Allah memilih Betlehem supaya tidak ada orang yang dapat membanggakan diri bahwa kebesaran kota itulah alasannya itu dipilih. Dan Allah memilih Anda dan saya untuk member-hentikan semua bualan bahwa kita memang baik. Itulah alasannya ada Mikha 5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Makna paling dalam dari ketidakpentingan Betlehem adalah bahwa Allah tidak memberikan kami Mesias dan keselamatan berdasarkan kemampuan atau kebesaran kami. Ketika Allah memilih Dia melakukan itu berdasarkan hak istimewa-Nya untuk memperbesar kemuliaan-Nya dan rahmat-Nya. Marilah kita berkata bersama malaikat-malaikat-Nya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi.” Kami bersuka cita dan Dia menerima seluruh kemuliaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kedua, Kristus menjamin bagi kita janji-janji Allah</b>. Daud adalah raja yang terbesar di Israel dan dia lahir di Betlehem dan dia adalah seorang yang berkenan di hati Allah, dan juga adalah gembala. Mikha menegaskan kembali bahwa janji-janji Allah pasti akan digenapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah janji Allah kepada Daud di 2 Samuel 7:12-13, “Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kristus akan melindungi kami dan memberikan kami damai</b>. Ayat 4, “Maka ia akan bertindak dan akan menggembala-kan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,” Yesus waspada dan bekerja bagi mereka yang percaya Dia sebagai Gembala. Kemudian dikatakan Dia akan memberi makanan kepada umat-Nya, Dia ridak akan membiarkan kami lapar dan haus, Dia akan mengurus semua kebutuhan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>“Dia akan menjadi besar sampai ke ujung bumi.” </b>Setiap<b> </b>orang mau tidak mau akan bertekuk lutut dan mengaku Dia sebagai Tuhan. Seluruh bumi akan dipenuhi dengan kemuliaan-Nya. Mikha 4:3, “Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.”<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan malam ini adalah bahwa musuh besar yang terdiri dari dosa dan penghakiman masih harus dikalahkan supaya kita mengalami damai sejahtera. Dan injil Natal adalah bahwa Kristus telah mengalahkan musuh itu, si Iblis, di kayu salib, supaya semua dosa-dosa kita telah dibuang ke dalam lautan.” Muliakanlah Allah di tempat mahatinggi dan damai di bumi diantara mereka yang berkenan kepada-Nya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sat, 17 Dec 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161217</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/910484zv</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pergilah pada Misi untuk Tuhan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_390zy021"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+14:21-28" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 14:21-28</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tema ini adalah kualitas misionaris yang besar, dan dalam ayat-ayat ini kita menemukan dari cerita ini prinsip-prinsip yang adalah kualitas pelayanan yang efektif. Kami sedang mengikuti Paulus dan Barnabas yang telah berjalan di Galatia dan melayani Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi pada waktu gereja berkembang. Dan kita melihat ada fitur yang keluar dari teks ini yang menunjukkan kepada kita faktor-faktor keberhasilan.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan ceramah mengenai faktor-faktor keberhasilan namun sebuah ilustrasi dari hal itu. Yesus mengatakan di Matius 28:19, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku,” dan itulah panggilan bagi orang-orang percaya yang masih tetap ada. Selanjutnya Yesus mengatakan di KPR 1:8, “kamu akan menjadi saksi-Ku.” Jadi ini bukan opsi, ini adalah pernyataan fakta. Semua orang percaya setelah menerima Roh Kudus akan menjadi saksi. Masalahnya hanya kesaksian seperti apa akan kamu berikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus menginginkan orang-orang Kristen yang setia supaya mereka mendedikasikan diri untuk melaksanakan Amanat Agung dengan tekun dan sukses. Namun pada saat Anda mempelajari sejarah gereja selalu orang yang melakukan itu adalah minoritas. Kadang-kadang dalam beberapa periode dalam sejarah gereja ada pria dan wanita yang benar-benar muncul, dan kemudian ada massa orang Kristen yang hilang dalam kabut yang tidak melakukan apa-apa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">David Livingston sangat mempengaruhi benua Afrika terhadap Allah. Willaim Carey membawa kuasa transformasi penebusan Kristus secara efektif kepada jutaan orang di India. William Booth mulai di daerah kumuh di London permulaan gerakan evangelis yang dikenal sekarang sebagai Bala Keselamatan. Satu individu dikuasai Roh Kudus telah berdiri di waktu yang berbeda-beda dan mencetak jejaknya di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara mayoritas gereja sedang tidur, ada orang-orang besar yang telah merubah sejarah bagi Allah. Apakah perbedaannya diantara orang Kristen yang berusaha melakukan hal-hal dan orang Kristen yang tidak tahu apa yang sedang terjadi? Nah, jawabannya ada di KPR 14 ini dan juga di tempat-tempat lain di Alkitab. Namun itu pasti ada disini karena dalam bab ini ada paling sedikit delapan kualifikasi seorang misionaris yang sukses.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini masih dipengaruhi apa yang dituliskan Paulus. Nah dari catatan perjalanan mereka di Galatia ini mengalir beberapa prinsip yang menunjukkan kebesaran mereka, dan prinsip-prinsip ini akan menolong kami mengerti apa perbedaannya dalam pengalaman orang Kristen. Nah marilah kita mengulas itu kemudian mendiskusikan tiga hal yang paling akhir dalam bab ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kunci pertama untuk sukses adalah menggunakan karunia roh mereka dalam bidang-bidang dimana mereka dikaruniakan Roh Kudus. Dan meskipun kami tidak memiliki karunia khusus dalam berkhotbah, kami perlu melayani dalam semua bidang lain juga. Contoh, kita semua mungkin tidak memiliki karunia penguatan namun kita semua dipanggil untuk memberi semangat kepada orang lain. Kita tidak semua memiliki karunia mengajar namun kita semua harus rela memberi kesaksian tentang Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pertama, Paulus dan Barnabas berfungsi sesuai dengan karunia-karunia roh mereka dalam <b>berkhotbah, mengajar, penguatan dan administrasi</b> di KPR 14. Kedua kita melihat bahwa mereka sukses karena mereka <b>berani</b>. Jika Anda tidak bisa mengatasi tantangan, Anda pasti tidak bisa berhasil karena selalu akan ada tantangan. Hal ketiga yang kita lihat yang intrinsik untuk sukses adalah <b>kuasa ilahi</b>, kami tidak bisa berfungsi atas kekuatan kami sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Titik keempat yang kita lihat adalah <b>kerendahan hati</b>. Nah Paulus dan Barnabas sama sekali tidak ingin ditinggikan. Mereka adalah pelayan yang rendah hati. Ketika Anda merasa bangga, Anda harus ingat dari mana Anda itu berasal. Yesaya 51:1 mengatakan, ketika Anda merasa bangga, ingatlah “lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.” Amsal 18:12, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada hal kelima yang kita telah pelajari yaitu <b>ketekunan</b>. Tidak ada orang yang dapat memberhentikan Paulus. Mereka mencoba untuk memberhentikannya dengan upaya sekuat mungkin. <b>Ayat 19</b>, “Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.” Mereka mencoba untuk membunuhnya dengan batu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 20</b>, “Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.” Ada perdebatan tentang apakah Paulus telah mati dan dibangkitkan atau dia hampir mati dan sadar kembali. Menurut saya dia tidak mati. Alasan utama adalah kata ‘menyangka’. Dikatakan di ayat 19, “mereka menyangka, bahwa ia telah mati.” Kata menyangka digunakan terutama dalam ‘menyangka salah.” (contohnya di Matius 5:17; Matius 10:34; KPR 16:27 dan KPR 17:29) Ini bukan mujizat kebangkitan, namun mujizat restorasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Robert Morison dari Inggris ingin sekali pergi ke Cina sebagai misionaris dan dia belajar bahasa Cina di London. Di 1807 dia datang ke New York untuk naik kapal laut ke Cina namun Cina tidak terima orang asing. Akhirnya dia dapat tiket dan dia mendarat di Cina. Dia sempat turun dan dia masuk ke gudang Perancis di Kanton dan tinggal disitu selama enam bulan. Dia belajar memasak makanan Cina dan berpakaian dalam pakaian Cina dan menyesuaikan diri dengan budaya Cina dan dia belajar bahasa Kanton.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkhotbah itu dilarang namun dia selama bertahun-tahun mengumpulkan kumpulan kecil orang-orang di sekitarnya, tidak pernah lebih dari 10 orang secara pribadi, bersembunyi dan dia berusaha untuk mengajar mereka. Tujuh tahun setelah dia mendarat di Kanton dia membaptis orang bertobat pertama. Itulah ketekunan. Akhirnya setelah bekerja siang dan malam, bulan demi bulan dia menterjemahkan Kisah Para Rasul dalam bahasa Kanton dan dia berhasil untuk mencetaknya. Tetapi pihak berwenang tahu tentang hal itu dan memberhentikan semua cetakan itu. Dia dilarang semuanya itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bertekun dan terus mengabarkan injil karena dia percaya Allah menginginkan hal itu. Dia menguasai bahasa itu dan dia menterjemahkan seluruh Alkitab dalam bahasa Kanton. Dia juga menulis kamus enam jilid Cina/Inggris. Dia mengorbankan diri selama 27 tahun dalam kesepian dan ketekunan dan hari ini ada sekolah tinggi di Taiwan yang dinamakan Morrison Academy karena ketekunannya menjadi berkat bagi banyak orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuncinya ketekunan itu adalah untuk menggunakan setiap kesempatan secara maksimal. Dibalik setiap hambatan ada kesempatan. Apakah Anda lakukan dengan waktu Anda? Marilah kita berasumsi bahwa Anda akan hidup selama 70 tahun. Hidupmu itu terdiri dari apa? Tiga tahun dari 70 tahun itu digunakan untuk sekolah, delapan tahun dalam penghiburan, enam tahun makan makanan. Lima tahun dalam transportasi, empat tahun dalam percakapan, empatbelas tahun bekerja, tiga tahun membaca dan duapuluh empat tahun tiduran. Berapa banyak waktu Anda berikan kepada Allah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda datang ke gereja setiap hari Minggu untuk kebaktian dan Anda berdoa selama lima menit pagi hari renungan dan lima menit pada malam hari dan hidup selama 70 tahun, Anda telah memberikan kepada Allah lima bulan saja. Apakah Anda lakukan dengan waktu Anda? Apakah Anda bertekun dalam memakai setiap kesempatan secara maksimal? Apakah Anda lakukan di saat-saat menganggur? Ada pepatah, “waktu nganggur adalah lokakarya Iblis.” Ada beberapa orang Kristen terjaga secara fisik namun mereka tertidur secara rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 4:14 mengatakan, “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Pernah lihat uap naik dari cangkir penuh teh panas? Itulah hidup Anda. Pakailah itu. Waktu adalah satu-satunya potongan keabadian yang Anda miliki. Bertekunlah. Nah marilah sekarang kita melihat tiga kualitas terakhir untuk malam ini. <b>Tindak lanjut</b> adalah kualitas pertama. Pelayanan Kristen yang efektif adalah komitmen untuk meninjaklanjuti apa yang Anda mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu (maksudnya Derbe) dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.” BIsa saja mereka langsung kembali ke Antiokhia atau Suriah, namun mereka kembali melalui setiap kota mereka kunjungi dan mereka kembali ke langkah-langkah mereka. Mengapa? Karena mereka percaya perlu ada tindak lanjut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena tujuan Amanat Agung bukanlah untuk memperkenalkan orang kepada kekristenan, namun untuk menjadikan mereka murid-murid. Memang itu berbahaya karena mereka telah diusir dari setiap kota. Namun mereka kembali tanpa ada ketakutan karena mereka percaya perlu ada tindak lanjut. Karena lebih berbahaya lagi bagi bayi rohani yang baru itu tidak diberi makan daging dan susu. Janganlah membawa orang kepada Yesus Kristus yang Anda tidak mau mendidik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya tidak lanjut itu? Ada empat hal yang kita perlu belajar. Hal pertama adalah <b>penguatan</b>. Mereka kembali ke kota-kota itu, <b>ayat 22</b>, “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Bayi baru tidak bisa berdiri sendiri, benar? Anda harus mengangkat mereka dan memegang tangan mereka dan itu sama dengan orang Kristen baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 15:32, 15:41 dan 18:23 semua membicarakan hal penguatan orang yang baru percaya. Itu berarti menolong mereka berdiri sendiri, untuk kuat, dan memang itu tujuan untuk setiap orang Kristen. Karena kita tahu bahwa Iblis memakai berbagai agama lain untuk mengalihkan orang percaya baru. Namun Paulus dan Barnabas kembali ke kota-kota itu dan itu lebih berbahaya waktu itu dari pada waktu pertama karena mereka kembali untuk tindak lanjut penting itu. Itu menunjukkan komitmen nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Timotius 3:16-17 mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Jadi pada waktu mereka kembali dan menguatkan saudara-saudara, itu bukan berarti mereka ada kebaktian atau KKR. Itu berarti mereka memberi waktu untuk mengajar Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Aspek kedua dari tindak lanjut yang setiap orang Kristen harus ingat adalah <b>dorongan</b>. Nah Anda bisa saja memberikan mereka doktrin tetapi janganlah berhenti disitu. Teruskan dengan “Apakah Anda akan lakukan tentang hal itu?” Tahukah Anda artinya memberi dorongan? Itu berarti mendorong seseorang ke arah jenis perilaku tertentu. Itu berarti Anda mengatakan, “inilah fakta-faktanya, nah sekarang lakukanlah itu.” Tentu saja kami harus mendorong orang, itulah tantangannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah 1 Tessalonika 2:7-8, “Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.” Ayat 11, “Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah <b>mendorong</b> kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan ada dua hal dimana mereka perlu dorongan. Nomor satu, <b>untuk meneruskan dalam iman. </b>Ketika<b> </b>orang mendengar untuk pertama kalinya Injil dan benih ditanam, apakah yang dikuatirkan? Iblis bisa mencuri benih itu. Memang dunia ini sangat menarik dan Anda sudah datang kepada Kristus namun tidak semua berubah dan mungkin ada hal-hal yang Anda harapkan dan itu tidak berubah cepat, namun hiduplah terus dalam iman dan Allah akan membuktikan kebenaran-Nya.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b> mengatakan, “untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Ajarkan orang Kristen baru bahwa sengsara dan masalah akan datang. Setiap orang yang hidup ilahi akan mengalami penganiayaan. Kita harus berjuang untuk itu. Hal ketiga dalam tindak lanjut adalah bukan saja penguatan dan dorongan tetapi tindak lanjut ketiga adalah <b>organisasi</b>. <b>Ayat 23</b>, “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus melakukan hal-hal di gereja seperti dikatakan di 1 Korintus 14:40, “dengan sopan dan teratur.” Tuhan sudah mengatur supaya gereja itu diatur penatua, dan supaya gereja dilayani pria dan wanita yang dinamakan diaken, dan merekalah pemimpin gereja. Jadi mereka mentahbiskan para penatua di dalam setiap gereja di Antiokhia, Ikonium, Listra dan Derbe. Paulus berada disitu cukup lama untuk mengajar mereka karena mereka harus cukup dewasa supaya dapat diakui sebagai penatua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepemimpinan di gereja harus dipilih oleh evangelis yang mendirikan gereja itu jika kasusnya misi, atau jika itu sebuah gereja yang sudah berlangsung, itu harus dipilih pendeta disitu. Merekalah yang harus pada mulanya memilih orang-orang yang memenuhi syarat Alkitabiah, kemudian mengajukan yang dipilih itu untuk persetujuan jemaat. Dan saat kami sebagai pemimpin bertemu bersama, semua keputusan harus disetujui dengan suara bulat. Dan jika ada perselisihan maka ada orang yang tidak berhubungan dengan Roh Kudus. Kemudian itu menjadi masalah doa sampai ada kesepakatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka kembali lagi ke semua kota-kota itu dan melakukan tindak lanjut mereka. Mereka menunjukkan <b>kualitas ke tujuh, komitmen</b>. Nah mereka sekarang pulang dan melintasi Pegunungan Taurus itu dengan banyak pencuri dan sungai-sungai deras. Ayat 24-25, “Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai.” Itu benar-benar komitmen, mereka memberitakan Firman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang <b>nomor delapan</b> dan yang paling penting dari semuanya yaitu <b>memuji Allah</b>. <b>Ayat 26</b>, “Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.” Bayangkan mereka tiba di Antiokhia dan tidak ada seorangpun yang mendengar dari mereka selama dua tahun. Mereka itu adalah orang yang paling dikasihi di gereja dan mungkin saja mereka kurus dan banyak bekas lukanya akibat pukulan dengan batang, cambuk dan batu-batu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.” Mereka cerita kepada semua orang bahwa Allah melakukan semuanya itu dan Dia menggunakan mereka secara luar biasa sambil memuliakan Allah. Itulah yang diinginkan Allah supaya Anda mau berada disitu dan Dia akan melakukan semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28</b>, “Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.” Pada waktu itu Paulus menuliskan suratnya ke jemaat di Galatia. Mereka memuliakan Allah dalam segalanya. Apakah yang Anda ingin lakukan dengan hidup Anda? Aplikasi masih terbuka bagi orang percaya yang mau menjadi misionaris yang sukses. Allah sedang menunggu dengan sabar jika Anda ingin pergi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Dec 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161211</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/390zy021</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Melayani secara Efektif]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_8t9k19x1"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+14:10-21" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 14:10-21</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu tiba di KPR 14, kita mempelajari kisah terus Paulus dan Barnabas, yang ada pada perjalanan misi pertama mereka kepada orang-orang bukan Yahudi. Apakah yang menyebabkan pelayanan mereka kepada Yesus Kristus itu efektif? Disini Paulus dan Barnabas menjelaskan apa persyaratannya dan kualitasnya dalam pelayanan mereka. Ini bukan suatu ceramah, ini adalah ilustrasi hidup. Dan ada paling sedikit delapan kualifikasi untuk pelayanan yang efektif.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kualitas pertama seorang misionaris yang efektif adalah melayani dengan menggunakan <b>karunia roh mereka</b>. Kita pada mulanya melihat empat karunia terkemuka. Mereka berdua menunjukkan karunia <b>berkhotbah</b> atau bernubuat. Mereka juga memiliki karunia<b> mengajar</b> di ayat 21. Mereka juga memiliki karunia ketiga yaitu karunia <b>memberi semangat </b>di ayat 22, “mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman.” Kemudian ada karunia keempat di ayat 23, yaitu <b>administrasi.</b><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 4:10 mengatakan, “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Pelayanan orang Kristen yang benar-benar efektif mulai dengan pelayanan menggunakan karunia roh Anda. Berdoa tentang hal itu, minta supaya dipenuhi Roh Kudus dan Roh Allah itu akan bekerja melalui Anda secara otomatis, jika Anda bersedia. Allah ingin supaya Anda tahu karunia roh Anda dan Dia ingin Anda melayani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang kita lihat dalam pelayanan efektif adalah <b>keberanian</b> di ayat 1 sampai 7. Mereka tahu ada yang menyeduh penganiayaan. Ayat 2 mengatakan, “Orang-orang Yahudi yang tidak percaya memanaskan hati orang-orang non-Yahudi, dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu.” Jadi mereka tahu ada perlawanan, namun mereka tidak pernah terpengaruh karena mereka berani. Tidak pernah mereka terhalang dalam pemberitaan Injil. Mereka tidak ragu-ragu dalam memberitakan apa yang mereka percaya adalah benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang adalah dasar dan diperlukan untuk peleyanan Kristen adalah <b>kuasa ilahi</b>. Mereka melakukan segala sesuatu di dalam kuasa Allah dan kami melihat ilustrasi penyembuhan orang lumpuh di ayat 8-10, bagaimana Paulus berbicara dan dia disembuhkan. Kuasa Allah itu mengalir melalui Paulus di dalam bidang khotbah, mengajar, memberi semangat dan administrasi pada waktu dia menetapkan penatua-penatua. Mereka tidak melakukan itu dengan kekuatan mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 6:10 mengatakan, “hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” KPR 1:8, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” Darimana datangnya kuasa itu? Efesus 3:16, “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.” Dengan kata lain, kuasa itu datang dari Roh di dalam batinmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus pada waktu dia dipenuhi Roh Allah melihat bahwa kuasa itu mengalir dalam hidupnya, dan tidak ada hambatan. Nah kuasa itu Anda mendapatkan pada waktu Anda diselamatkan. 2 Timotius 1:7 mengatakan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Allah memberikan Anda Roh Kudus-Nya namun kuasa itu tidak mengalir sampai saatnya Anda hidup dibawah pimpinan Roh Kudus. Ada orang yang seperti mesin mobil besar, namun mereka tidak bisa menghidupkan mesin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat hal keempat dan mari kita teruskan apa yang kita bicarakan semula. Jika ada orang yang benar-benar berfungsi baik menggunakan karunia rohnya dan yang berani dan dimana kuasa ilahi itu benar mengalir, tahukah Anda apa yang menjadi godaannya? Sangat mudah untuk tergoda membangga-kan diri. Memang kadang-kadang sulit untuk mengakui bahwa semuanya adalah kuasa Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hal pertama yang ada disini adalah ilustrasi baik tentang <b>kerendahan hati</b>. Dan pelayanan yang benar-benar efektif adalah pelayanan dengan kerendahan hati. Memang harus seperti itu. Nah kerendahan hati bukan sesuatu dimana semua orang memaksakan keinginan mereka selalu dan Anda selalu mengatakan, “Aku tidak ada apa-apanya.” Kerendahan hati itu adalah pengetahuan bahwa segala sesuatu yang terjadi untuk kebaikan datang dari Allah dan segala sesuatu yang terjadi yang buruk adalah kesalahan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menolak orang sombong dan Dia melawan mereka. Tetapi bagaimana Dia memperlakukan orang yang rendah hati? Yakobus 4:6 dan 10 mengatakan, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” Yesus mengatakan di Matius 18:4, “Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Kerendahan hati adalah suatu kemestian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang datanglah cobaan. <b>Ayat 11</b>, “Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Mereka percaya dongeng lama di Listra. Pada suatu hari dua dewa, Zeus dan Hermes datang ke dunia dan menyamar sebagai manusia dan datang ke kota Listra, dan mereka minta tempat timggal dan makanan, tetapi semua orang menolak mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecuali dua orang tua bernama Filemon dan isterinya Bokis. Mereka memberi makanan dan tempat tinggal dsb. Dan seluruh kota dihukum dua dewa itu, dan semua orang dibunuh. Namun Filemon dan Bokis itu diangkat menjadi penjaga kuil yang indah dan setelah mereka meninggal mereka dihormati dengan dijadikan dua pohon besar. Nah, kisah itu telah menjadi tradisi kota Listra.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang datanglah dua orang ini dan mereka melakukan mujizat itu dan semua orang berpikir, “Wah Zeus dan Hermes datang kembali, Kita sekarang tidak akan melakukan kebodohan yang dulu itu.” <b>Ayat 12-13</b>, “Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. 13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dan Barnabas tidak mengerti apa yang telah terjadi. Roh Kudus memberikan kami suatu catatan di ayat 11, “mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia” karena Paulus dan Barnabas tidak bisa berbahasa Likaonia mereka tidak tahu apa yang telah terjadi. Iblis itu begitu halus. Di kota sebelum ini dia ingin membunuh mereka. Kali ini dia ingin menjadikan mereka dewa. Terkadang kesombongan itu lebih mencelakakan dari pada penganiayaan. Kebanggaan meruntuhkan semua upaya penginjilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, pada akhirnya mereka mengerti apa yang terjadi. <b>Ayat 14-15</b>, “Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru: 15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian?” Diluar kota ada kuil Zeus dan jika dewa-dewa itu turun, mereka harus dihormati, jadi mereka membawa lembu-lembu untuk dipersiapkan menjadi korban persembahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika mereka tahu bahwa seluruh kota itu merencanakan suatu upacara untuk menghormati mereka sebagai dewa, mereka benar-benar marah. Mereka tidak ingin sesuatupun dari ketenaran dunia. Mereka menganggap itu penghujatan. Dari mana kita tahu hal itu? Karena dikatakan bahwa Paulus dan Barnabas mengoyakkan pakaian mereka. Itu hal khusus orang Yahudi, suatu tanda penodaan. Itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi penghujatan. Mereka membuktikan bahwa mereka bukan guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bagaimana kita bisa tahu orang itu adalah guru palsu? Pastilah guru palsu itu ingin membangun kultus di sekitar dirinya yang meninggikannya dan itu ada dimana-mana. Yesus mengatakan ada ujian untuk itu. Di Yohanes 7:18 Dia mengatakan, “Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ialah benar.” Yesus mengatakan di Yohanes 7:28-29, “Namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. 29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus seterusnya berteriak di <b>ayat 15</b>, “Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.” Tahukah Anda siapakah yang mereka sembah? Paulus mengatakan, “Berhentilah menyembah hal-hal yang sia-sia dan berbaliklah kepada Allah yang hidup yang menciptakan segala sesuatu yang ada.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16</b>, “Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing.” Dengan kata lain, Allah tidak menghakimi bangsa-bangsa bukan Yahudi sepenuhnya karena mereka tidak memiliki wahyu yang sama yang dimiliki Israel dan prinsipnya adalah setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut (Lukas 12:48). Jadi di Perjanjian Lama kita melihat Israel dihukum. Sekarang terkadang kita melihat bangsa bukan Yahudi dihakimi, namun mereka tidak dihakimi sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan, “mereka tidak mengenal Allah itu.” Tidak, mereka tahu, disini dikatakan bahwa semua orang mengenal Allah itu. Setiap orang di dunia ini bertanggung jawab atas pengetahuan tentang Allah, karena Allah telah menuliskannya di hati nurani mereka, Allah telah menyatakan hal itu dalam penciptaan dan Allah terus menyatakan hal itu dalam kuasa pemeliharaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17</b>, “Namun Ia menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.” Roma 1:19-20 mengatakan, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang bukan Yahudi tidak memiliki hukum Taurat, namun ada beberapa orang yang hidup menurut hati nurani mereka yang telah ditempatkan Allah di dalam mereka. Namun orang juga dapat mengatakan, “Aku menolak Allah yang pengetahuannya pembawaan lahir” kemudian dia harus bertanggung jawab atas itu. Jadi ini contoh pertama dari khotbah Paulus kepada orang bukan Yahudi. Jadi apa yang terjadi akibat khotbah itu? <b>Ayat 18</b>, “Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah sifat karakter Paulus dan Barnabas? Pertama, mereka melayani dengan karunia roh, penuh keberanian, kuasa Allah, kerendahan hati dan satu lagi <b>ketekunan</b>. Inilah sikap yang menyatakan “matipun aku tidak berhenti.” Iya, tampaknya mereka tinggal di Listra sementara itu. Kemudian di <b>ayat 19</b>, “Tetapi datanglah orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka coba membunuh Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka ia telah mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Romawi masih menakutkan mereka, jadi setelah mereka menghancur-kannya dengan batu, mereka pikir dia sudah mati. Ini menunjukkan bahwa yang mengeksekusi adalah orang-orang Yahudi karena orang bukan Yahudi tidak pernah membunuh orang dengan batu. Dia kelihatannya sudah mati, jadi mereka membawa dia keluar ke tempat sampah dan membuangnya disana, dengan harapan tidak ada orang yang dapat menemukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang sama yang melampari batu kepadanya adalah orang-orang yang sama yang mengatakan mereka itu dewa-dewa. Betapa cepatnya mereka melupakan mujizat itu. Orang-orang fanatik yang kecewa gampang sekali dituntun kepada tindakan yang bertentangan. Orang-orang yang kecewa cepat cemberut dan kepahitan dan biasanya mereka membalas kepada orang yang merusak ilusi mereka. Itu kekerasan massa nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah apa yang terjadi di <b>ayat 20</b>, “Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.” Dari mana datangnya murid-murid itu? Dari pelayanan yang berbuah. Tahukah Anda ada tiga murid diantara mereka? Tidak disebut namanya disini. Benar namun nama-nama itu akan muncul nanti, yaitu Lois, Eunike dan Timotius. Mereka itu diselamatkan dari komunitas itu (KPR 16:1-2).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia.” Apakah itu mujizat? Memang benar! Tetapi yang lebih menakjubkan adalah pernyataan berikutnya, “Lalu masuk ke dalam kota.” Itu benar <b>ketekunan</b>. Dia masih belum selesai. Gangguan itu hanya menunda jadwalnya beberapa jam saja dan tampaknya dia telah membicarakan keberanian kepada murid-murid itu karena kalau tidak mereka pasti ketakutan sendiri berdiri disana bersama dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.” Wah luar biasa, orang lain pasti membutuhkan paling sedikit beberapa hari untuk dipulihkan, tetapi tidak Paulus. Keesokan hari dia berangkat, tidak ada waktu untuk buang waktu. Mungkin Barnabas tidak percaya itu mungkin. Paulus kamu baru dilempar batu sampai meninggal kemarin. Dan jaraknya ke Derbe itu 48 kilometer. Namun mereka berangkat keesokan hari. Nah itu <b>ketekunan</b> nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.” Dia sama sekali tidak beristirahat, karena ketika Allah membangunkannya kembali, Dia juga memulihkannya secara total. Derbe adalah kota pertama mereka kunjungi dimana tidak ada kerusuhan, jadi Allah memberikannya istirahat sedikit. Ada sesuatu yang luar biasa tentang hal itu, karena Paulus tidak kehilangan satu hari pun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 5:15-16 mengatakan, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Kedewasaan rohani ada hubungan erat dengan bagaimana Anda menggunakan waktu Anda.” “Menebus” disini adalah suara tengah yang berarti “menebus waktu bagi Anda.” Itu bukan ‘chronos’, waktu jam, namun ‘kairos’ yaitu kesempatan. Kita memanggil orang yang membuang uang orang bodoh. Alkitab memanggil orang yang membuang waktu, orang yang lebih bodoh lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tahu orang yang pernah mengatakan, “saya ingin mengajar sesuatu.” dan mereka melakukan itu selama waktu singkat kemudian saya mendengar dari mereka, “saya tidak bisa datang pada waktu itu, atau saya tidak ada waktu untuk itu.” Apakah terjadi dengan ketekunan itu? Dimana ada komitmen yang tidak akan mengalah yang mengatakan, “Tidak peduli apa yang akan terjadi, saya percaya Allah ingin supaya aku disini, saya akan melawan segala tantangan, dan saya akan memberikan keseluruhanku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus tidak pernah teralihkan, dia tetap menebus setiap kesempatan. Tidak peduli dia dilempar batu sampai hampir mati, Filipi 4:11-15 mengatakan, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda belajar dari contoh yang diberikan Paulus kepada kita? Ada tiga sifat lagi yang kita perlu pelajari minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Dec 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161204</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/8t9k19x1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anugerah dan Syukur]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_d61a4f71"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Corinthians+4:15" target="_blank" class="imCssLink">2 Korintus 4:15</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebab semuanya itu terjadi untuk kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.” Disini Paulus menulis bahwa dalam pelayanan kepada Allah, bahkan orang yang baru bertobat dan bersyukur pun tidak bisa menjadi akhir pelayanan kami. Pelayanan kami mencapai tujuannya hanya pada saat kemuliaan Allah ditinggi-kan. Dan bersyukur adalah hal penting dalam keseluruhan pelayanan kami.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bahasa Yunani ada hubungan diantara anugerah dan bersyukur karena keduanya berasal dari akar kata asli yang sama. Dan kita perlu tahu hubungan itu supaya kita dapat mengerti artinya bersyukur nyata. Bersyukur itu lebih dari mengatakan, “terimakasih.” Kami perlu ada perasaan bersyukur di dalam hati supaya itu menjadi syukur nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bersyukur itu lebih daripada kesenangan saat diberi hadiah. Jika Anda memberi anak berumur sepuluh tahun, suatu permainan elektronik baru, dia mungkin hanya membual bahwa permainannya lebih baik dari tetangganya. Dia tetap tidak bersyukur karena kegembiraannya tidak diarahkan kepada si pemberi hadiah itu. Bersyukur itu adalah perasaan tentang si pemberi itu karena dia telah memberikan Anda suatu hadiah yang baik atau dia telah melakukan sesuatu yang baik bagi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disini juga terdapat sesuatu hal lain. Perasaan bersyukur itu juga meningkat dalam proporsi langsung sebagaimana hadiah itu tidak layak kita terima. Dengan kata lain, <b>rasa bersyukur itu berkembang dalam lingkungan anugerah.</b> Rasa bersyukur adalah perasaan kebahagiaan yang Anda rasakan terhadap seseorang yang telah menunjukkan beberapa kebaikan tidak layak, yaitu seseorang yang memberikan anugerah kepadamu. Namun ada sesuatu yang lain yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ungkapan rasa syukur juga menunjukkan seseorang yang memiliki kerendahan hati dan yang ingin memberi semangat kepada kita. Perasaan bersyukur menyatakan kerendahan hati karena itu menunjukkan bahwa Anda tidak perlu melayani aku, Saya senang menerima anugerahmu, saya merasa dihormati karena Anda rela memenuhi kebutuhan saya. Saya hanya penerima anugerahmu dan semangatmu, karena Anda adalah orang bajik yang saya butuhkan dan yang menolong saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami semua harus sangat bersyukur kepada Yesus Kristus dan Allah Bapa di ayat 15 diatas. Mengapa? 2 Korintus 8:9 mengatakan, “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” <b>Anugerah itu terjadi ketika kehampaan seseorang dipenuhi kepenuhan orang lain.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemiskinan kami digantikan oleh kekayaan Dia. Dan semua itu terjadi bukan karena kami layak, namun karena Yesus penuh anugerah. Kekayaan-Nya bebas. Karena itu kami bersyukur di hati kami karena apa yang kami terima di Roma 5:17, “kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran.” Rasa bersyukur itu lebih dari pembebasan dari penghukuman, ini perasaan bersyukur kepada Yesus karena kekayaan keselamatan yang Dia telah berikan kepada kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua observasi lain dari ayat itu. Pertama Paulus mengatakan bahwa pelayanannya ‘semua terjadi <b>untuk kamu’</b>. Kedua, Paulus mengatakan bahwa tujuan pelayanannya adalah <b>bagi kemuliaan Allah</b>. Jadi Paulus mulai dengan mengatakan bahwa semuanya yang dia alami dalam pelayanan adalah demi kita di gereja. 2 Timotius 2:10 mengatakan, “Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus hidup demi orang lain, dia hidup untuk berbuat baik dan tujuannya adalah supaya mereka bersyukur di dalam hati mereka kepada Yesus. Dan karena perasaan bersyukur itu disebabkan anugerah, pelayanannya adalah injil anugerah. Namun tujuan pelayanan itu janganlah berhenti dengan manusia, bagi Paulus dan bagi kita semua pada akhirnya semuanya harus selalu bagi kemuliaan Allah. Kita belajar dari Kolose 1:16 bahwa, “segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus juga mengatakan itu di Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Bersyukur itu memuliakan Yang memberi, itu mengakui bahwa kita berhutang tanpa akhir kepada Allah. Mazmur 50:23 mengatakan, “Siapa yang mempersembahkan syukur, ia memuliakan Aku.” Dan ketika kita menanggung penderitaan dalam pelayanan dan ketika Anda bersyukur atas anugerha Allah yang menopang pada saat yang sama, itu seolah-olah terasa bukan seperti pengorbanan lagi, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Nov 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161127</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/d61a4f71</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anak Yang Adalah Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_5m1s6jf8"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+1:15-20" target="_blank" class="imCssLink">Kolose 1:15-20</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus ingin menolong kita untuk mengerti siapakah Yesus dengan mempelajari Kolose 1 yang agung sekali. Kolose 1:15-20 mengatakan, “Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua pernyataan ini benar-benar eksklusif. Tidak ada seorang pun adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Tidak ada orang lain yang adalah Anak sulung semua ciptaan. Tidak ada orang yang adalah pencipta langit dan bumi, yang terlihat dan tidak lerlihat. Tidak ada orang lain yang duduk diatas takhta, kekuasaan, penguasa dan otoritas. Tidak ada orang lain yang ada sebelum segala sesuatu dan memelihara semua hal. Tidak ada orang lain yang adalah kepala tubuh, gereja, awal dan anak sulung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat berkata pada waktu Dia lahir, “inilah Yesus yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka dan namanya adalah Imanuel yang berarti ‘Tuhan bersama kita’”. Waktu kelahiran Kristus kita mendapatkan Juruselamat yang adalah Allah dalam bentuk manusia. Allah masuk ke dalam dunia penuh dosa tanpa dipengaruhi dosa itu, Dia menanggung kesalahan kami, Dia menanggung duka cita kami, Dia menanggung kesedihan kami, Dia unik, tidak ada yang seperti Dia. Dan tidak pernah akan ada mahluk seperti Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Wahyu 5, Yohanes ada visi kedalam ruang takhta surga dan hadirat Allah. Dia melihat di dalam tangan Tuhan suatu gulungan yang adalah akta judul alam semesta. Pada saat ini itu berada di dalam tangan Iblis, pembinasa jiwa-jiwa. Dan Iblis sekarang adalah ilah dunia ini. Namun Allah berkata sekarang, siapakah layak untuk mengambil akta judul ini dan membuka meterai-meterainya dan yang sanggup mengambil balik dunia dan alam semesta ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu Yohanes melihat di seluruh langit dan bumi tidak ada seorangpun yang layak. Tidak ada yang kecerdasannya besar, tidak ada pemimpin militer besar, tidak ada raja besar atau kaisar, tidak ada orang beragama besar. Dan Yohanes mulai menangis karena tidak ada orang yang mampu mengambil balik alam semesta itu dari Iblis. Dan ditengah tangisannya dia dapat melihat mahluk yang maju ke takhta yang merupakan sebuah domba dan singa, yakni Kristus sendiri dan Dia mengambil gulungan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun untuk benar-benar memahami kebesaran orang-Nya, kita perlu mempelajari apa yang dituliskan Paulus disini dibawah pimpinan Roh Kudus yang mengungkapkan Yesus Kristus. Disini kita pada mulanya melihat hubungan-Nya kepada Allah, dan kemudian hubungan-Nya dengan alam semesta yang diciptakan-Nya, kemudian hubungan-Nya dengan dunia gaib, kemudian dengan gereja dan terakhir dengan semua wahyu lain. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mulai dengan <b>hubungan Yesus dengan Allah</b>. <b>Ayat 15</b>, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Nah gereja Kolose itu terpengaruh ajaran agama yang salah. Di waktu itu ada guru-guru palsu sama seperti diwaktu sekarang. Guru agama itu memikir bahwa pengetahuan mereka lebih unggul. Mereka mengajarkan bahwa Kekristenan itu agama rendah dan mereka telah meninggikan diri mereka menjadi agama yang lebih tinggi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya bahwa mahluk yang jahat menciptakan alam semesta dan karena itu semua zat adalah jahat. Mereka percaya bahwa hanya roh itu baik. Semua hal yang tidak kelihatan dan yang tidak berwujud adalah baik, jadi Allah tidak mungkin memiliki tubuh. Yesus tidak mungkin bisa menjadi Allah dalam daging manusia karena Allah yang benar adalah baik dan Dia tidak akan menyentuh daging. Jadi menurut guru-guru palsu ini, Yesus bukanlah Allah Pencipta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus menulis kepada mereka untuk mengkoreksi mereka dan dia mengatakan kepada mereka, “Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.” Dan di ayat 16 dia katakan, “di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu.” Hanya ada satu Allah dan Dia menciptakan segala sesuatu yang ada dan satu-satunya Allah itu datang ke dunia dalam bentuk Yesus dalam daging manusia. Jadi dalam hubungan-Nya dengan Allah, Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dia adalah replika Allah, reproduksi yang lengkap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 1:3 mengatakan, “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.” Dia adalah esensi, substansi Allah. Yohanes 1:14 mengatakan, “kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Filipi 2:6 mengatakan bahwa Kristus sebelumnya ada di “dalam rupa Allah.” Namun Dia menanggal-kan itu dan datang dalam bentuk manusia. Karena itu Dia dapat mengatakan di Yohanes 14:9, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 2:9 mengatakan, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Dan di Kolose 1:19 dikatakan, “seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” Di 2 Korintus 4:4 Paulus mengatakan, “Kristus, yang adalah gambaran Allah.” Dia adalah manifestasi penuh dan wahyu Allah. Paulus ingin untuk menjelaskan hal ini sejelas mungkin bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam daging manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sifat-sifat seperti apa harus dimiliki Allah seandainya Dia menjadi manusia? <b>Dia harus tanpa dosa</b>. Yesus memang seperti itu. Ibrani 4:15, “Ia telah dicobai dalam segala hal seperti kita, hanya tidak berbuat dosa.” Bahkan Pilatus yang menjadi hakimnya setelah semua tuduhan palsu itu, memutuskan yang sama dan begitupun si pencuri di kayu salib. Didalam sidang-sidang di hadapan Hanas, di hadapan Kayafas, di hadapan Herodias dan kembali lagi di hadapan Pilatus, tidak seorangpun dapat menyalahkan-Nya.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah menjadi manusia, kita mengharapkan Dia <b>berbicara kata-kata paling mendalam dan terbesar</b> yang pernah diucapkan. Memang Yesus melakukan itu. Kami tidak pernah mendengar orang berbicara seperti Dia dan setiap kali Dia berkhotbah mereka benar-benar takjub. Jika Allah menjadi manusia, kita juga mengharapkan Dia <b>sangat mempengaruhi kepribadian manusia</b>. Dan memang Dia melakukan itu. Tidak ada bandingan besarnya pengaruh Yesus Kristus terhadap kemanusiaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan, lihatlah murid-murid yang pada dasarnya orang biasa yang sulit memahami soal-soal dasar teologia dan kebenaran, namun kuasa kehidupan Yesus mentransformasikan mereka menjadi orang-orang yang merubahkan dunia. Dan sekarang juga Dia masih mentransformasikan orang-orang seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah seandainya Allah itu manusia, kita juga mengharapkan Dia <b>melakukan mujizat</b>. Dan memang Yesus melakukan itu berkali-kali, secara umum, yang tak terbantahkan dan secara dramatis. Dia bahkan membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Jika Allah menjadi manusia, kami harapkan Dia<b> tahu masa depan</b>. Dan Yesus memang tahu hal itu. Dia bernubuat hal-hal tentang diri-Nya sendiri, hal-hal tentang bangsa Israel, rincian tentang masa depan dan akhir dunia. Dan yang telah dinubuatkan tentang Dia semua digenapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah menjadi manusia, kami mengharapkan Dia <b>menunjukkan kepada kami Allah itu seperti apa</b>.<b> </b>Memang Yesus melakukan itu. Kami menyaksikan Dia mengasihi, dan menunjukkan belas kasihan dan anugerah yang melampaui apa yang dapat dialami manusia. Dan kami melihat di dalam Dia suatu tingkat kebajikan, keadilan, kebijaksanaan yang dunia belum pernah melihat. Jika Allah datang ke dunia seperti manusia, Dia akan datang seperti Yesus Kristus dan memang itu terjadi. Yesus Kristus adalah reproduksi yang tepat dari Allah yang tidak kelihatan, Dia memperlihatkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 15</b> mengidentifikasikan Yesus sebagai “Yang pertama lahir dari seluruh penciptaan.” Ini bukan mengacu kepada waktu. Dia bukan orang yang pertama lahir dalam penciptaan. Adam diciptakan kemudian Hawa dibentuk dari tulang rusuk dan kemudian mereka melahirkan bayi-bayi. Artinya adalah bahwa dari seluruh ciptaan Dia adalah ‘prototokos’ yang berarti pewaris, yang tertinggi, <b>yang memiliki hak-hak istimewa, martabat dan kehormatan.</b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Mazmur 89:27, Allah mengatakan, “Akupun juga akan mengangkat Dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.” Anak sulung itu diartikan sebagai raja diatas segala raja, yang tertinggi. Ibrani 1:2 juga membicarakan ini, “Yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada.” Karena itu di ayat 3 Dia “duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.” Dia duduk di takhta Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada beberapa orang sekarang yang bingung apakah Yesus benar-benar mengklaim hal ini. Tetapi orang-orang Yahudi di zaman itu malah yakin karena mereka mau membunuh-Nya dengan batu karena penghujatan itu. Yohanes 10:33, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau membunuh Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” Iya memang Dia adalah Allah. Tomas menyatakan yang benar saat ia mengatakan di Yoh 20:28, “Ya Tuhanku dan Allahku!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>hubungan kedua</b>,<b> </b>bukan saja kita melihat hubungan Yesus dengan Allah, namun juga <b>hubungan-Nya dengan penciptaan</b>. Di <b>ayat 16-17</b> dikatakan, “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita disini berhadapan dengan Pencipta dan Pemelihara seluruh alam semesta. Apa yang ada di langit dan di bumi, apa pun yang terlihat atau tidak terlihat, itu semua diciptakan oleh-Nya. Dia adalah sebelum semua itu dan di dalam Dia semua itu tergantung bersama. Dan sekali lagi itu tepat yang kita baca di Ibrani 1:2, “Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta,” yaitu seluruh kosmos.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa luas adalah cosmos? Coba pikirkan, sinar cahaya berjalan 299.000 kilometer per detik, sehingga itu sinar tiba di bulan dalam 1.5 detik. Nah seandainya kita bisa pergi secepat itu, kita dapat tiba di planet Merkurius dalam 4.5 menit, karena jaraknya hanya sejauh 80 juta kilometer. Bahkan kita bisa sampai di planet Venus dalam dua menit karena itu hanya 42 juta kilometer dari sini dan planet Mars hanya dalam 4 menit dan 21 detik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kalau kita ingin berjalan lebih jauh lagi kita dapat pergi ke planet Jupiter. Itu hanya sejauh 590 juta kilometer dan dengan kecepatan cahaya itu makan waktu 35 menit. Dan jika kita ingin pergi ke Saturnus, iya itu makan waktu satu jam, karena jauhnya 1270 juta kilometer. Dan jika kita ingin pergi lebih lanjut kita dapat pergi ke Uranus yang jauhnya 2590 juta kilometer dan Neptunus yang jauhnya 4.8 milyar kilometer dan Pluto lebih jauh lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Anda pergi sejauh Pluto, seolah-olah Anda masih belum meningglakan teras depan rumah. Ada bintang yang luar biasa bernama Beetlejuice yang jauhnya 880 quadrillion mile dan diameternya lebih besar dari orbit dunia ini. Itu bintang yang sangat besar. Siapakah yang menciptakan semua zat itu? Yesus. Dia menciptakan alam semesta dan Dia menciptakannya baik sekali. Namun manusia menodainya dengan dosa dan Yesus pada suatu hari akan kembali untuk menciptakannya kembali dan membawanya kepada kemuliaan yang awalnya ditujukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal telah diciptakan untuk Dia dan bagi Dia untuk kebaikan-Nya sendiri dan kesenagan-Nya sendiri dan tujuan-Nya sendiri. Yesus berada sebelum ada sesuatu pun, yang berarti bahwa Yesus kekal. Dia berada sebelum ada penciptaan karena Dia menciptakan semuanya. Dia yang memelihara semuanya. Kita tidak percaya pandangan orang deis bahwa Allah menciptakan dunia kemudian membiarkannya begitu saja. Ibrani 1:3 mengatakan, “Yesus menopang segala yang ada dengan kuasa firman-Nya.” Dia membuat segala sesuatu bergerak, Dia memelihara segalanya dalam orbit masing-masing.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ketiga</b>, <b>hubungan-Nya dengan dunia yang tidak kelihatan</b>. <b>Ayat 16</b>, “Dia menciptakan segalanya “baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa.” Nah istilah-istilah itu ada di dalam Perjanjian Baru karena itu menjelaskan pangkat malaikat-malaikat, Kita dapat menemukan istilah itu dalam tulisan Paulus, beberapa kali di Efesus dan itu mengatakan bahwa Yesus adalah pencipta semua malaikat. Mahluk malaikat tertinggi pun tunduk kepada Yesus Kristus, entah mereka Serafim atau Kerub atau mereka setan-setan atau Iblis sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ibrani 1:6-8 dikatakan, “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." 7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." 8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.” Para malaikat menyembah Dia karena Dia adalah Pencipta yang berdaulat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, lihatlah sekarang kepada <b>Yesus dan hubungan-Nya dengan gereja</b>. <b>Ayat 18</b>, “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” Yesus adalah kepala gereja. Secara Alkitabiah metafora tubuh itu sering digunakan. Semua fungsi tubuh manusia di kontrol otak di kepala, baik secara sukarela dan tidak sukarela, dan itu memberi arahan kepada semua yang kita katakan, pikirkan dan lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus adalah sumber segala kebenaranm segala pengetahuan, segala kebijaksanaan, semua pertumbuhan dan semua bimbingan di dalam gereja-Nya. Kedua, Dia adalah awal gereja. Di Matius 16 Yesus mengatakan, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” Gereja itu adalah ciptaan Kristus. Dia adalah sumber keberadaannya. Dan Dia juga <b>Anak sulung dari antara orang mati</b>. Dia bukan<b> </b>orang pertama<b> </b>yang pernah dibangkitkan. Dan ada orang yang dibangkitkan Yesus sebelumnya Dia sendiri dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak membicarakan siapa yang pertama kali dibangkitkan. Namun Paulus mengatakan bahwa dari semua yang pernah dibangkitkan, Yesus adalah “prototokos,” yaitu Dia yang tertinggi. Kebangkitan-Nya adalah jaminan bahwa pada akhirnya ada kebangkitan kepada hidup kekal bagi semua orang percaya. Yesus melahirkan gereja dengan kebangkitan-Nya sendiri. <b>Ayat 18 mengatakan, “Ia lebih utama dalam segala sesuatu</b>. Dia benar-benar unggul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19</b>, “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” Disini Paulus menambahkan sedikit tentang <b>hubungan Yesus dengan semua wahyu lain</b>. Yesus adalah kepenuhan esensi Allah, didalam Dialah saja karena Allah berkenan dengan itu. Mengapa? Jawabannya ada di <b>ayat 20</b>, “Ia memperdamai-kan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Kristus datang ke dunia ini? Untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, untuk menumpahkan darah-Nya melalui kematian dan menebus dosa-dosa itu supaya Dia dapat membawa kami kepada Allah, kudus dan tanpa dosa. Dia datang untuk menghilangkan kutukan alam semesta dan untuk memulihkannya ke tujuan aslinya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Nov 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161120</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/5m1s6jf8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kualitas Hamba yang Baik]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_6510xm3o"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+14:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 14:1-10</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 14 pada mulanya berhubungan dengan kualitas-kualitas hamba Kristus yang baik di tempat mana saja, bukan hanya untuk misionaris saja. Tetapi karena bagian ini berhubungan dengan Paulus dan Barnabas pada perjalanan misionaris pertama, patutlah kami mempelajari kualitas-kualitas itu. Dan rencana Allah adalah untuk menggunakan orang-orang yang benar sesuai dengan kualitas-kualitas-Nya untuk tugas-tugas yang paling penting.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika kami sebagai orang Kristen menanyakan diri kita mengapa kita tidak diminta ikut dalam hal-hal yang Allah sedang lakukan, mungkin kita masih belum memenuhi persyaratan-Nya. Allah ingin memakai orang yang paling memenuhi syarat untuk melakukan hal-hal karena hasil itu pada akhirnya kekal signifikan. Dan disini kita temukan dua orang yang super berkualitas. Nah, ada paling sedikit delapan kualifikasi yang terdapat di bab ini dan kita akan mempelajarinya di dalam minggu-minggu berikut ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Biarlah saya mengatakan ini pada mulanya bahwa Anda bisa membaca KPR 14 dan tidak pernah mendengar salah satu kualifikasipun. Namun ini semua diambil dari cerita ini. Bab ini adalah tentang Paulus dan Barnabas yang pergi dari Ikonium ke Listra ke Derbe dan balik lagi. Dan sementara mereka melakukan itu, mereka berkhotbah dan menyebabkan ada tantangan dan dalam membicarakan kisah ini, mereka menunjukkan kedelapan kualifikasi untuk pelayanan misi yang efektif itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah, ini adalah bab dimana Paulus memperlihatkan itu tanpa mengatakan satu katapun dan kita akan melihat itu keluar dari halaman itu. Jadi disini kita melihat mereka waktu mereka mempraktekkannya, bukan hanya berbicara tentang hal itu namun dengan melakukan itu. <b>Kualitas pertama</b> yang menyebabkan ada kesaksian Kristus yang efektif adalah dengan menggunakan <b>pelayanan karunia roh</b>. Nah ini ditunjukkan secara umum di seluruh KPR 14 dan kita akan melihat itu pada umumnya secara keseluruhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu, kami melihat bahwa mereka pergi ke Antiokhia di Galatia dan disana mereka berkhotbah tentang Kristus dan menyebabkan ada kerusuhan. Kemudian mereka diusir keluar Antiokhia, jadi mereka berjalan lebih lagi masuk ke Asia Kecil ke kota bernama Ikonium. Kita melihat mereka di KPR 14:1 pada waktu mereka tiba di kota itu mereka membawa Injil ke dunia yang tidak kenal Yesus dan mereka menggunakan karunia roh mereka. Setiap orang Kristen pada saat diselamatkan menerima karunia roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karunia Roh itu bukan suatu kemampuan alami. Itu bukan sesuatu yang dilatih memakai kekuatan sendiri. Itu adalah saluran melalui Anda yang dipakai Roh Kudus untuk melayani orang lain. Ada berbagai macam karunia roh terdaftar di 1 Korintus 12 and di Roma 12 dan semua orang percaya harus tahu mereka memiliki karunia roh apa karena begitulah caranya Allah menggunakan Anda. Nah karunia roh pertama yang digunakan Paulus dan Barnabas adalah <b>karunia berkhotbah</b>.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>KPR 14:1</b> mengatakan, “Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya.” Disini mereka memakai karunia berkhotbah, yaitu kemampuan yang diberi Roh untuk mengabarkan Injil dengan jelas dan berkuasa. Di ayat 21, “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu (kota Derbe) dan memperoleh banyak murid.” Disini mereka sekali lagi menggunakan karunia berkhotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka memiliki karunia roh lain juga, mereka memiliki <b>karunia mengajar</b> juga. Perhatikanlah ayat 21 lagi, “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu (kota Derbe) dan memperoleh banyak murid.” Ayat 22, “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu.” Satu-satunya cara untuk menguatkan hati seseorang adalah dengan mengajarkan mereka ajaran-ajaran Alkitabiah. Jadi mereka disitu menunjukkan lagi karunia mengajar mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, mereka memiliki karunia roh lain, yaitu <b>karunia nasihat</b> atau <b>karunia penguatan.</b> Ada kalanya itu dipamerkan di depan umum. Kadang-kadang itu dipamerkan secara pribadi dalam konseling. Ini adalah kemampuan untuk mendorong seseorang untuk mengejar tindakan tertentu. Jadi pertama mereka mengabarkan injil, kemudian mereka mengajarkan doktrin, sesudah itu mereka mendorong orang untuk mengikuti apa yang mereka baru belajar. Perhatikanlah ayat 22, “dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga memiliki <b>karunia administrasi</b>. Alkitab mengatakan itu adalah kemampuan untuk menyatukan banyak potongan supaya semua itu berfungsi. Perhatikanlah ayat 23, “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.” Mereka kembali setelah mereka sudah pergi dari kota-kota itu dan mengorganisir gereja di setiap kota itu pada waktu mereka kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua karunia-karunia kepemimpinan dan karunia-karunia seperti itu masih dimiliki pendeta-guru dan evangelis di masa kini. Itu adalah karunia-karunia yang diperlukan pendeta-pendeta yang mengajar untuk mengabarkan injil, untuk mengajar doktrin. untuk menguatkan orang supaya mereka mengikutinya dan untuk mengatur supaya semuanya berfungsi baik di dalam tubuh Kristus. Nah itu semua karunia permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga karunia khusus hanya bagi para Rasul yang sudah tidak ada lagi sekarang. Di 2 Korintus 12:12 dikatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.” Inilah <b>karunia mujizat</b>. Itu merupakan karunia sementara untuk menegaskan khotbah mereka karena Perjanjian Baru masih belum lengkap pada saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini masalahnya bukan soal, “Wah saya ingin Allah memakai karunia-karunia aku.” Itu semua sudah berfungsi dengan karunia-karunia Anda kemudian itu dipindahkan Allah ke dalam situasi yang kritis. Petrus pergi kemana-mana dan melakukan banyak hal. Allah menggunakan orang yang sedang memakai karunia roh mereka secara aktif. Dan Roh Allah akan mengutus Anda ke tempat-tempat strategis itu supaya karunia–karunia itu bisa dipakai secara maksimal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak waktunya Paulus dikonversi, dia mulia melayani. Dikatakan disitu begitu dia diselamatkan dia mulai berkhotbah di Damsyik dan dia tidak pernah berhenti berkhotbah dan mengajar. Ketika Barnabas mencari orang baik yang dapat menolongnya di Antiokhia, dia ingin seseorang yang sudah berfungsi seperti itu. Dan dia menemukan Saulus dan menjadikannya pendeta bersama. Karena Roh Allah selalu mengumpulkan orang-orang yang sudah berfungsi dalam bidang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda memiliki karunia roh, gunakanlah itu. Itu adalah permulaan pelayanan yang efektif. Nah ada <b>kualifikasi kedua</b> yang timbul dari ayat-ayat tujuh pertama ini, yaitu <b>keberanian</b>. Kita perlu diperingatkan bahwa keberanian adalah unsur dasar di pengalaman orang Kristen. Marilah kita mulai denga melihat ke ayat 1 dan mengikuti pola keberanian yang ditunjukkan di kota Ikonium.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ikonium kira-kira 160 kilometer disebelah tenggara Antiokhia, Ingatlah mereka dikeluarkan tetapi mereka tidak menyerah dan berhenti. Mereka tetap tinggal dimana mereka berada dan mengikuti jalan yang dipimpin Roh Allah dan mereka tiba di Ikonium. <b>Ayat 1</b>, “Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat lagi bahwa Paulus pergi ke orang Yahudi karena dia mengasihi mereka dan dia tahu disitu ada penonton yang siap dipakai. Dan dia tahu juga kalau seandainya ada beberapa orang Yahudi yang diselamatkan, mereka bisa menolong dia memenangkan orang non-Yahudi. Wah mereka kedua-duanya berkhotbah dengan hasil yang luar biasa besar. Orang-orang percaya, namun kita tidak tahu apakah mereka beriman terus dan benar-benar selamat. Polanya sampai sekarang adalah pergi ke sinagog dan mulainya bagus sekali. Dan setelah itu langsung ada masalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2</b>, “Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu.” Jadi orang Yahudi yang tidak percaya, yang tidak taat, menghasut orang-orang non-Yahudi untuk melawan para Rasul. Dan semua orang yang percaya, dan ternyata ada beberapa yang diselamatkan, dan mereka dipanggil saudara-saudara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, “Karena itu mereka (Paulus dan Barnabas) tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.” Nah, istilah “beberapa waktu lamanya” dalam bahasa Yunani dipakai di tempat lain untuk membicarakan waktu diantara satu bula sampai tiga tahun. Jadi mereka diam disitu dan terus berkhotbah dan mengajar dengan berani di dalam kuasa Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu kebencian itu sedang bertumbuh. Namun mereka dengan berani sekali terus berkhotbah. Suatu kualitas yang menjadi perbedaan besar adalah kualitas ketidaktakutan itu. Itu adalah mendeklarasikan kebenaran dalam menghadapi oposisi. Paulus malah tidak tahu bagaimana hidup dengan cara lain. Dia memiliki komitmen besar untuk keberanian. Keberanian itu harus ada untuk pelayanan efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jadi bagaimana Tuhan memberi kesaksian?” Dengan mujizat-mujizat itu. Mereka berkhotbah dan Tuhan memberikan mereka kuasa untuk melakukan mujizat sampai orang-orang percaya, jadi Tuhan memberi kesaksian dengan tanda-tanda. Itu menunjukkan kuasa Allah. Ini adalah karunia mujizat pada waktu Tuhan menegaskan Firman anugerah itu. Jadi kota itu mulai memilih pihak. Dan semakin lama mereka tinggal disana, semakin kota itu mempolarisasikan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 4</b>, “Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu.” Paulus dan Barnabas membelah kota itu menjadi dua. Mereka menyebabkan ada pihak orang percaya dan pihak orang tidak percaya yang terpolarisasi secara ekstrim dan keadaannya seperti sebuah periuk membara yang sudah siap meledak. Yesus mengatakan di Matius 12, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Bahkan Yesus mengatakan di Matius 10, “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b>, “Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan membunuh kedua rasul itu dengan batu.” Orang bukan Yahudi tidak pernah membunuh orang dengan batu. Ini adalah cara eksekusi orang Yahudi berhubungan dengan penghujatan. Jadi orang Yahudi meyakinkan orang-orang non-Yahudi untuk ikut serta dan seluruh massa datang untuk membunuh Paulus dan Barnabas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 6-7</b>, “Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. 7 Disitu mereka memberitakan Injil.” Allah ingin ada hamba-hamba yang hidup dan berani dan sudah terang mereka tidak perlu tinggal disitu. Pelayanan mereka sudah selesai disitu. Jadi mereka meninggalkan tempat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Paulus meninggalkan kesan di kota itu, ada deskripsi Paulus dari Ikonium yang mengatakan, “Dia seorang pria kecil dengan alis rapat, yang hidungnya agak besar, kepalanya botak, kakinya busur, badannya kuat, penuh anugerah, karena kadang-kadang ia tampak seperti manusia dan kadang-kadang ia memiliki wajah malaikat.” Nah, kita tidak tahu apakah ini semua benar, namun dia diingat orang di kota itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka hanya pergi sejauh 25 kilometer ke tempat yang dinamakan Listra. Dan mereka menuju ke tempat yang salah dengan menjauhkan diri dari kebudayaan. Semakin ke arah timur mereka pergi semakin jauh mereka dari garis pantai dan kota Perga, dan semakin berbahaya keadaannya. Ada hakim-hakim yang korup, penduduk yang bertakhayul, dukun-dukun yang bermusuhan, orang Yahudi yang memberontak dan hukum Romawi yang diabaikan. Namun mereka pergi karena diutus Roh Kudus untuk memberitakan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kualifiaksi ketiga adalaj <b>kuasa</b>. Setiap orang Kristen yang efektif, setiap misionaris yang efektif, akan mengalami kuasa Allah yang mengalir bebas. KPR 1:8 mengatakan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Apakah setiap orang Kristen memiliki Roh Kudus? Iya. Apakah setiap orang Kristen memiliki kuasa? Iya. Apakah setiap orang Kristen memiliki kuasa yang mengalir bebas? Tidak. Namun mereka memiliki itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah<b> </b>contoh di<b> ayat 8</b>, “Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.” Sejak lahir dia belum pernah berjalan. Transportasi di waktu itu tidak gampang jadi kemungkinan besar dia bertumbuh disitu. Semua orang tahu dia adalah si cacat kota. Namun dia mendengar pembicaraan Paulus tentang Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.” Allah sedang bekerja di hati orang itu. Dia mendengar dan Paulus terus memperhatikan dia. Dari semua orang disitu, Paulus terus menatap orang lumpuh itu. Orang lumpuh itu ada dimana-mana namun Roh Allah menarik perhatian Paulus langsung kepada orang itu. Dan dikatakan bahwa Paulus “melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus sebagai rasul diberikan karunia penyembuhan dan Paulus melihat disitu ada kesempatan di dalam kuasa Allah untuk menegaskan khotbahnya. Tiba-tiba <b>ayat 10</b>, “Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.” Nah itu benar suatu ujian iman untuk orang lumpuh itu. Mula-mula ia melonjak, terus berjalan. Orang itu langsung berdiri dan mulai berjalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Paulus ditengah penyampaian khotbahnya, sementara melayani dengan karunia rohnya, Roh Allah sanggup mengalir untuk mencapai mujizat luar biasa melalui kuasa itu. Ini suatu ilustrasi lain bagaimana dalam pola hidup abdi Allah, kuasa Roh itu bebas untuk melakukan apa saja. Nah inilah jenis kuasa yang kita bicarakan sekarang. Ditengah-tengah melakukan sesuatu, kuasa Allah dapat melakukan hal yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita pernah dapat mengalami kuasa macam itu? Ini mengenai soal pengakuan bersalah. Apakah satu-satunya hal yang menghalang ada kuasa itu? Dosa, dan dosa itu perlu diakui. Kita harus mengaku dosa kita secepat mungkin setelah kita berbuat dosa itu. Itu akan membersihkan saluran berkat itu. Jika Anda menyembunyikan dosa, Anda menyumbat saluran itu. Orang Kristen yang begitu sensitif terhadap dosa sehingga pada saat ada dosa, langsung dosa itu diakui, itulah orang dimana kuasa itu mengalir dengan bebas didalamnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak sanggup melakukan mujizat seperti itu. Kami tidak memerlukan penegasan seperti itu. Kami memiliki Firman Allah, namun Allah ingin mengekspressikan kuasa-Nya melalui kita. Kuasa-Nya dalam bersaksi, kuasa-Nya dalam berdoa, kuasa-Nya dalam karunia Roh-Nya, dan dalam kuasa-Nya menyelesaikan pelayanan yang diberikan kepada kami dan Dia ingin supaya kuasa-Nya mengalir bebas. Dan itu semua terdapat dengan hidup secara harmonis yang konstan dengan Roh Kudus dan dalam pengakuan dosa terus menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dikatakan Paulus di Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang <u>ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita</u>.” Jadi Anda juga memiliki kuasa itu. Efesus 3:19 mengatakan bahwa kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Itu adalah kuasa, dan biarlah itu mengalir. Abdi Allah adalah efektif dalam melayani karunia roh, keberanian dan kuasa. Semoga itu terjadi dengan Anda dan saya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Nov 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161113</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/6510xm3o</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Injil Ditentang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_367a7ddy"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:42-52" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:42-52</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari pelayanan Paulus dan Barnabas di kota Antiokhia. Kota itu letaknya di wilayah yang dinamakan Pisidia yang ada di daerah Galatia. Ini adalah perjalanan misionaris pertama. Paulus dan Barnabas adalah dua dari lima pendeta di gereja di Antiokhia di Suria, kota Antiokhia yang berbeda, dan mereka dipanggil Roh Kudus untuk pergi dan mengabarkan Injil kepada dunia orang bukan Yahudi.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus tiba di sinagog disitu, dia diundang untuk berkhotbah dan pesannya mempengaruhi seluruh kota. Itu adalah hal yang paling mempengaruhi kota yang pernah terjadi di kota Antiokhia itu. Ketika Injil diproklamirkan di tengah dosa dan dimana ada orang yang masih belum diselamatkan, pastilah ada akibat yang luar biasa. Injil dikabarkan di Yerusalem dan hasilnya seperti meledak. Namun juga ada penganiayaan dan tantangan pahit dan kebencian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Injil itu bergerak ke Yudea dan Samaria sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus, dan waktu itu tersebar di daerah itu akibat yang menghancurkan juga terjadi, yang menyebabkan keadaannya jungkir balik. Ada orang yang berkomitmen kepada Kristus dan ada yang lain yang membenci mereka dan berjuang dan menolak mereka dan kuasa-kuasa Allah untuk kebaikan sedang melawan kuasa Iblis untuk kejahatan. Begitulah keadaannya selalu waktu mengabarkan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang pada waktu kabar baik Yesus Kristus sampai kepada kota Antiokhia, suatu komunitas orang-orang non-Yahudi, ada dampak buruk yang sama. Paulus dan Barnabas tiba disitu dan seluruh kota dalam satu minggu saja dalam keadaan gempar. Dan dalam banyak kasus penginjilan, kekacauan dan penganiayaan datang langsung dari Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang telah direncanakan Allah pada mulanya direncanakan bagi Israel, namun sejak permulaan pembangunan gereja dan sepanjang hidup Kristus, Israel menolak itu semua dan berperang melawannya dan benar-benar berperan sebagai pendukung Iblis. Contohnya Yerusalem, gereja mula-mula disitu di KPR 4, 5, 7, diperlihatkan penganiayaan yang langsung datang dari orang Yahudi melawan Kristus dan orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus berkhotbah tentang Yesus. Dia mengumumkan bahwa Yesus adalah puncak sejarah, penggenapan nubuatan dan pembenaran orang-orang berdosa dan dia menyimpulkan itu dengan suatu peringatan dan undangan dan malam ini kita akan melihat responnya. Apakah yang mereka lakukan? Tanggapan pertama adalah positif, pada permulaan semuanya kelihatan sangat baik. Tanggapan berikutnya terbagi dua, ada yang negatif dan ada juga yang sangat positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya masalahnya adalah apakah ada komitmen kepada Kristus dan hasilnya setengah-setengah dan memang itu yang terjadi di kota Antiokhia. Alasannya mengapa Antiokhia meledak, pada dasarnya adalah karena injil selalu menyebabkan ada tantangan. Kristus mengatakan di Matius 10:34, “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” Injil secara otomatis memisahkan orang antara yang diselamatkan dan yang belum diselamatkan, diantara orang yang menerima dan mereka yang menolak, jadi ini menyebabkan ada pembelahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah KPR 13:42-44 betapa keadaannya pada mulanya sangat positif. Bahkan sampai ayat 44 kelihatannya seperti ada kebangkitan rohani. Tidak sampai ayat 45 kita melihat ada tantangan. Ada empat hal yang sangat positif. Nomor satu, mereka senang sekali. Lihatlah <b>ayat 42</b>, “Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor dua, mereka bertekun. Sekali lagi ini pujian bagi Paulus. Betapa baiknya dia sebagai guru karena dikatakan di <b>ayat 43</b>, “Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.” Istilah “penganut” mewujudkan penganut agama yang telah disunat dan orang yang hanya takut akan Allah adalah mereka yang datang ke sinagog tetapi tidak pernah disunat atau menjadi pengikut Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dan Barnabas menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah. Apakah itu berarti mereka sudah diselamatkan? Berdasarkan ayat 43 kita tidak tahu. Paulus dan Barnabas juga tidak tahu apakah mereka diselamatkan atau tidak, karena tidak ada seorangpun yang tahu hal itu. Allah memang tahu namun kita tidak dapat tahu hati mereka itu. Hanya ada satu hal dimana kita tahu orang itu sudah lahir kembali dan itu adalah jika mereka meneruskan hidup mereka dalam anugerah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Yohanes 2:19, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.” Yohanes 8:30-31 mengatakan, “Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Yesus mengatakan bahwa orang yang benar selamat tetap hidup terus dalam anugerah Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus dan Barnabas melihat bahwa mereka mengaku mereka percaya dan dia mengatakan pada dasarnya, “Buktikan keaslian pengakuan Anda dengan meneruskan di dalam anugerah Allah.” Nah bagi orang Yahudi ada masalah khusus karena mereka sudah biasa hidup di bawah hukum Taurat dan bukan dibawah anugerah Allah. Paulus mengatakan sekarang hanya perlu ada kepercayaan. Saya menyediakan bagi Anda jalan baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang Yahudi godaan besar adalah untuk percaya dalam pikiran saja kepada Kekristenan kemudian karena tekanan dari Yudaismenya, dibawah tekanan tradisi, dia ditarik lagi masuk kedalam Yudaisme dan mencoba untuk berusaha dibawah hukum Taurat dan dengan cara itu imannya gagal. Jadi Paulus mengatakan, “Aku ingin supaya ini semua nyata bagi Anda dengan terus hidup dalam anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itu masalahnya kelompok orang yang dibicarakan penulis Ibrani. Ingatlah peringatan di Ibrani kepada orang Yahudi yang tahu itu benar dan yang datang dari jauh dan masuk gereja dan percaya di dalam pikiran mereka dan yang mengatakan, “Iya, ini benar.” Namun kemudian ditarik kembali ke dalam Yudaisme. Ibrani 10:38 mengatakan, “Tetapi orang benar akan hidup oleh iman, namun apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Galatia 5 dimana Paulus memperingatkan orang-orang, “Jangan kembali kepada hukum Taurat. Tetaplah kepada anugerah.” Ayat 7-8, “Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? 8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.” Dia mengatakan, “Ini tidak datang dati Allah.” Di Galatia 5:1, Paulus mengatakan, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di KPR 13, Paulus dan Barnabas mengatakan, “Tunjukanlah karakter iman Anda yang nyata dengan meneruskan hidupmu dalam kasih karunia Allah.” Lihatlah <b>ayat 44</b>, “Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.” Semua pada mulanya kelihatan baik, namun Paulus tidak yakin mereka benar-benar percaya karena tanggapan berikut mereka malah menentang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 45</b>, “Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.” Suatu hal yang sangat dibenci orang Yahudi adalah jika ada orang non-Yahudi yang menuju kepada keselamatan. Wah ini adalah pembalikan yang menakjubkan. Tahukah Anda alasannya apa? Prasangka. Mereka tidak suka kalau orang non-Yahudi menerima keselamatan yang sama dan berkat yang sama dari Allah. Ini adalah egoisme. Mereka merasa bahwa mereka saja ada hak istimewa pribadi dan superioritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata yang sama di pakai di KPR 5:17 untuk pemimpin-pemimpin Yahudi di Yerusalem. Ini diterjemahkan sebagai “kejengkelan.” Mereka tidak tahan orang lain diberkati. Betapa tragisnya bahwa prasangka itu membutakan, sehingga mereka menutup pikiran mereka dan mereka sendiri ludas. Dan hal yang sedih adalah bahwa mereka langsung berbalik kepada Yudaisme. Mereka kembali pada hari Sabat berikutnya dan semua saran untuk “tetap hidup di dalam kasih karunia Allah” itu menghilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mulai berdebat dan banyak orang ada disitu dan kelihatannya mereka benar-benar membantah Paulus. Pada akhir ayat 45, dikatakan mereka menghujat dan penghujatan adalah macam dosa yang paling buruk. Itulah dosa dimana orang berbicara jahat tentang Allah dan Kristus dan memang mereka lakukan itu. Apakah mereka menyadari bahwa mereka menolak Mesias mereka dan kehilangan segalanya untuk selama-lamanya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang menolak Injil karena berbagai alasan tetapi alasan mereka selalu sama. Mereka mencintai dosa-dosa mereka. Nah, dosa itu bentuknya berbeda-beda. Mungkin itu segalanya mulai dari seks sampai ke prasangka namun selalu itu hal yang sama. Mereka tidak rela untuk mengorbankan egoisme mereka dan pola memuaskan diri yang telah ditetapkan. Dan disini sekelompok orang kehilangan surga karena hal yang bodoh seperti prasangka terhadap orang non-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 46</b> mengatakan, “Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” Paulus mengatakan di Roma 1:16, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya mereka menjadi bangsa imam-Nya dan bangsa saksi-Nya jadi Allah mengatakan, “Saya akan kirim injil itu kepadamu dulu dan jika kalian percaya, sebarkanlah itu.” Paulus selalu pergi pada mulanya kepada orang Yahudi, di Yerusalem dan pada saat dia tiba di kota itu dia memprioritaskan orang Yahudi dalam penginjilan. Allah akan menjangkau dunia dan jika Anda bukan kendaraannya maka orang non-Yahudi akan menjangkau orang non-Yahudi sendiri. Betapa sedihnya orang Yahudi menolak Mesias setelah menunggukan-Nya berabad-abad lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memberi pernyataan yang menakutkan di ayat 46. Dikatakan, “kamu menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal.” Tahukah Anda bahwa seseorang yang menolak Yesus Kristus menghakimi dirinya sendiri? Saya percaya pada tanggung jawab manusia. Allah menghendaki supaya jangan ada yang binasa (2 Petrus 3:9). Di Yohanes 3:18 dikatakan, “barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian untuk membenarkan apa yang dia katakan, dia mengutip dari nabi mereka sendiri. <b>Ayat 47</b>, dia mengutip Yesaya, “Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Masih ingat Simeon di bait suci ketika Bayi Yesus ada disitu? Simeon mengatakan di Lukas 2:30, 32, “mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain.” Mesias itu diutus kepada bangsa-bangsa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara orang-orang Yahudi itu negatif, orang-orang non-Yahudi itu positif sekali. <b>Ayat 48</b>, “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Orang-orang Yahudi itu ngamuk dan orang-orang non-Yahudi itu diselamatkan. Disitu dikatakan, “semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Itu kedengarannya seperti Allah memilih mereka. Memang benar!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda maksud bahwa mereka ditentukan untuk diselamatkan? Iya, itu benar. Apakah Anda percaya bahwa Allah memilih mereka yang akan diselamatkan? Memang. Kata “diutus” adalah ‘tatogmonoi’, yang adalah bentuk dari kata kerja Yunani ‘taso’, dan ada bukti papirus bahwa arti kata kerja ‘taso’ itu adalah menuliskan atau membuat suatu daftar. Dan ini berarti bahwa sebanyak orang yang terdaftar untuk kehidupan kekal akan menjadi percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kapan Allah menulis daftar itu? Jawabannya ada di Efesus 1:4, “Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan.” Itu adalah pemilihan. Apakah maksud Anda adalah bahwa semua orang yang diselamatkan selamat karena Allah mentahbiskan mereka dan mendaftarkan nama mereka? Iya. Tetapi Anda baru mengatakan di ayat 46 bahwa jika seseorang pergi ke neraka, itu adalah karena kesalahannya sendiri. Benar. Namun kedua pernyataan bertentangan. Memang benar. Alkitab mengajarkan kedua-duanya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya percaya kedua-duanya. Itu masalah Allah dan bukan masalah aku. Namun saya tahu jika ada orang yang meninggal tanpa Kristus, itu adalah kesalahannya sendiri. Dan jika seseorang datang kepada Yesus Kristus, itu semuanya karena karya Allah. Ketika Anda diselamatkan, Allah mendapat semua kredit. Jika Anda terhilang, itu semua kesalahan Anda. Nah itu kita tidak dapat mengerti. Saya hanya percaya hal itu karena keduanya ada di dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya namun semua yang tidak percaya telah menghakimi diri mereka. Ada dua doktrin di Alkitab, saudara-saudara. Tanggung jawab manusia, dimana jika seseorang meninggal tanpa Kristus, itu adalah kesalahannya sendiri. Keberdaulatan ilahi, dimana seseorang datang kepada Kristus hanya karena Allah Bapa menariknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 49</b>, “Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.” Ketika orang diselamatkan, mereka membagikan hal itu. Marilah saya memberi kuncinya. Ayat 44, “Mereka berkumpul untuk mendengar firman Allah.” Ayat 46, “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu.” Ayat 48, “mereka memuliakan firman Tuhan.” Ayat 49, “Lalu firman Tuhan disiarkan.” Kuncinya adalah firman Tuhan untuk segala sesuatu, memberitakan injil Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah hasil dari respon negatif dari orang Yahudi? <b>Ayat 50</b>, “Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.” Kelihatannya mereka mempengaruhi pembesar-pembesar itu melalui perempuan-perempuan terkemuka itu. Dan Paulus dan Barnabas diusir dari daerah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun akibat terhadap orang Yahudi yang sedih dan menakutkan terdapat di <b>ayat 51</b>, “Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.” Itu pernyataan simbolik yang penting. Yesus mengatakan di Lukas 10, ketika Anda mengabarkan Injil, dan orang-orang tidak percaya Mesias, kebaskanlah debu dari kakimu dan tinggalkanlah kota itu. Perlakukanlah orang Yahudi itu sepertinya mereka bukan orang Yahudi. Pada dasarnya mereka mengatakan, “Kami menganggap kalian orang kafir, yang terhilang dan celaka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hasil yang positif di <b>ayat 52</b>, “Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.” Lihatlah kontrasnya. Paulus dan Barnabas meninggalkan dua kelompok yang berbeda. Allah melihat beberapa sebagai orang kafir. Dan Allah memenuhi yang lain dengan Roh Kudus-Nya. Anda baik menjalani hidup tanpa pengetahuan akan Allah, atau Anda hidup dengan Roh Kudus-Nya didalam Anda. Yesus mengatakan di Matius 12:30, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Nov 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161106</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/367a7ddy</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Diperdamaikan dengan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_3w77x8b8"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:38-41" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:38-41</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, beberapa minggu yang lalu, kita melihat bahwa Yesus ditampilkan sebagai puncak sejarah di ayat 17-23. Sejarah adalah cerita tentang manusia dan Allah menciptakan manusia untuk dua tujuan. Yang satu adalah untuk bersekutu dengan Dia. Allah adalah Trinitas, akibatnya sifat-Nya sendiri menunjukkan persekutuan; jadi Dia menciptakan malaikat. Dan Allah menciptakan manusia supaya ada persekutuan dengan-Nya, namun manusia memilih jalannya sendiri dan berdosa sehingga persekutuan itu rusak.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan kedua untuk Allah menciptakan manusia, yaitu supaya manusia memberikan-Nya kemuliaan. Namun manusia menolak hal itu dan setelah menjadi pendosa, kemungkinan manusia memuliakan Allah itu hilang. Sekarang Allah memiliki manusia yang telah diciptakan untuk dua hal, persekutuan dan kemuliaan, tetapi mereka telah berhenti melakukan kedua-duanya. Jadi sejarah itu sekarang dijadikan pemulihan nasib manusia yang telah hilang. Sejarah sekarang adalah Allah memulihkan apa yang pada awalnya Dia menciptakan manusia untuk melakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari permulaan Alkitab sampai pada akhirnya, kita dapat melihat proses Allah dalam pemulihan manusia. Dia kehilangan mereka di Kejadian pada mula-nya namun Dia memulihkan mereka dan menarik mereka kedalam bumi baru dan langit baru di Wahyu pada akhirnya. Dan seluruh Alkitab adalah kisah dimana Allah memulihkan nasib manusia yang hilang itu dan satu-satunya cara yang akan berhasil adalah melalui karya Yesus Kristus yang sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan hal itu di Yohanes 14:6, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yesus Kristus adalah satu-satunya mahluk yang sanggup membawa orang kembali kepada Allah, yang dapat memulihkan persekutuan dan memberikan manusia kemampuan untuk memuliakan Allah. Kita diciptakan untuk Allah. Di Kolose 1:16, Paulus mengatakan tentang Yesus, “segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kuncinya semua itu adalah Yesus Kristus. Paulus membicarakan sejarah di ayat 17-22 dan Dia menyelesaikannya di ayat 23, “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” Penyelamat adalah seseorang yang sanggup membawa orang kepada Allah, dan itulah Yesus. Dan disitulah ada deklarasinya, hanya Yesus sanggup membawa orang kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Ibrani 2:8, “segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.” Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan manusia untuk memerintah bagi Allah dalam persekutuan. Ayat 8 meneruskan, “Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.” Manusia kehilangan tujuannya. Allah menciptakan manusia untuk menjadi raja dunia namun manusia menghanguskan semua itu. Tidak ada persekutuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi ketika Adam berdosa? Hubungan persekutuan itu berhenti, hal pertama yang dia lakukan bersama Hawa adalah menyembunyikan diri. Dari pada memuliakan Allah mereka malu. Jadi Ibrani 2: 9 memperkenalkan kami dengan satu-satunya orang yang dapat menyelesaikan masalah ini, “Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu jalan untuk kembali dan itu harus berurusan dengan dosa manusia, karena Allah tidak dapat membiarkan dosa itu. Upah dosa adalah maut. Harus ada seseorang yang mati untuk dosa-dosa manusia supaya kami dapat berada kembali di hadirat Allah dan dapat dipulihkan kepada nasib aslinya. Jadi Kristus harus datang dan Dia, oleh karunia Allah merasakan kematian, bukan untuk diri-Nya sendiri namun untuk semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 2:10, “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah--yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” Dengan kata lain, semua orang yang telah diciptakan, diciptakan bagi Allah. Kalau ada orang yang masuk ke neraka, dia adalah seorang penyusup disitu. Neraka tidak diciptakan untuk manusia. Itu diciptakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Allah ingin supaya semua orang pergi dari sini kepada kemuliaan. Dan supaya mereka bisa dibawa kepada kemuliaan, harus ada orang yang memimpin mereka, kapten, pemimpin, dan supaya Dia sanggup melakukan itu, Dia harus dijadikan sempurna melalui penderitaan. Dia harus mati bagi dosa-dosa mereka. Itulah yang dikatakan Alkitab, jadi Yesus datang dan membayar upah dosa itu dan karena itu Dia menjadi pemimpin yang sempurna untuk membawa kita kembali kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Ibrani 2:12-13, “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat," 13 dan lagi: "Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: "Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.” Disini terdapat kelompok orang yang telah dimenangkan Kristus dan yang dibawa kepada Allah. Ayat 17 mengatakan, “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang Yahudi tahu bahwa sejarah bergerak menuju kepada Mesias. Namun mereka tidak tahu bahwa Yesus adalah Mesias. Bahkan mereka membunuh Yesus sebagai orang kriminal. Namun Yesus memulihkan tujuan nasib manusia, karena di dalam Kristus kita menjadi raja-raja lagi di dalam kerajaan di dunia, dan kita akan memerintah bersama-Nya. Sejarah adalah proyek pemulihan Allah dan Kristus adalah satu-satunya jalan dimana itu dapat terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus mengatakan kepada orang-orang Yahudi, “Iya, Yesus adalah Mesias.” dan pertanyaan mereka adalah, “Mengapa kita harus percaya bahwa Dia adalah sang Mesias?” Jadi Paulus tiba kepada poin kedua di KPR 13:23-37, yang kita bicarakan minggu lalu, yaitu karena penggenapan nubuatan. Yesus bukan saja puncak sejarah, Dia adalah penggenapan nubuatan dan itu adalah bukti yang paling dahsyat dan terbesar bahwa Yesus adalah Mesias. Anda tidak dapat melihatnya dengan cara lain. Ini benar-benar hal yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menggenapi setiap masalah nubuat mesianis dalam kedatangan-Nya yang pertama dan akan menggenapkan semuanya di kedatangan-Nya yang kedua. Paulus memberikan kita tiga bidang nubuatan. Pertama, orang pendahulu. Di ayat 24 dan 25, dia berbicara tentang Yohanes Pembaptis yang mendahului Kristus. Mereka tahu tentang hal itu dari Yesaya 40:3, “Ada suara yang berseru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” Jadi ketika Yohanes mengumumkan Mesias, nubuatan itu digenapi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bidang nubuatan kedua yang kita telah bicarakan adalah pada waktu penyaliban. Ketika Yesus mau mati di kayu salib, ayat 29 mengatakan, “Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib.” Selama Dia di kayu salib, Dia menggenapkan nubuatan setelah nubuatan. Bidang nubuatan ketiga yang digenapi setelah penyaliban itu adalah kebangkitan-Nya. Lihatlah ayat 30, “Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Ayat 33, “dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua.” Ayat 37, “Yesus, yang dibangkitkan Allah.” Jadi Yesus menggenapkan semua nubuatan itu.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah pesan malam ini, <b>KPR 13: 38-41</b>. Yesus bukan saja puncak sejarah, penggenapan nubuatan, namun Dia juga Yang membenarkan orang berdosa. Wah, betapa pentingnya hal ini bagi orang-orang Yahudi. Nah, sebelumnya kita melihat ayat 38. kita harus menyadari bahwa pikiran setiap orang Yahudi dipenuhi tiga hal, yaitu rencana Allah bagi Israel, janji Allah tentang Mesias dan penyediaan Allah atas dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi didominasi oleh konsep dosa itu. Di dunia kita sekarang, dosa itu diabaikan. Kita hidup di zaman dimana orang percaya bahwa kita harus menyingkirkan semua kepercayaan zaman Victoria dan semua moralitas Alkitab tua dan tidak ada suatu hal seperti dosa dan lakukan saja apapun yang terasa tepat untuk Anda. Itulah moralitas masa kini. Tidak ada etis, sekarang ada pernikahan sesama jenis, aborsi gratis dsb. Lakukanlah pelanggaran hukum kalau tidak setuju.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di waktu itu, ada sensitivitas yang luar biasa di antara orang Yahudi tetang dosa. Bagaimana mereka dapat lolos dari dosa itu? Setiap minggu mereka berkumpul di sinagog dan mereka membaca Firman Tuhan dan tahukah apa yang dibicarakan disitu? Dosa, dosa, dosa. Lihat dan bacalah sejarah mereka, hampir tidak ada cahaya terang. Hanya dosa berabad-abad, dan bagaimana Allah menghukum itu dan betapa serius hal itu. Dan orang Yahudi juga menyadari betapa besar konsekuensinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal yang kita dapat belajar dari Daud. No.1, Daud sensitif terhadap dosa. No. 2, dia tahu dia patut dihukum. No 3, Dia minta dihukum. Nah kita kebanyakan cukup baik dengan no. 1. Kita peka terhadap dosa, benar? Kita juga OK dengan No. 2. Kita tahu kita patut dihukum. Namun kita benar-benar buruk pada No. 3. Hukumlah aku Allah, Aku pantas dihukum. Akan tetapi Alkitab itu jelas sekali mengenai faktanya bahwa siksaan malah membawa kedewasaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang ingin menyingkirkan hukum karena itu menyalahkan. Tidak, itu hal baik, hukum itu tidak ada salahnya. Itu hanya menunjukkan betapa berdosa Anda ketika melanggar hukum itu. Kita semua perlu belajar bagaimana kita harus bertindak. Satu hal yang indah dari Perjanjian Baru itu adalah bahwa peraturan-nya sama, namun sekarang kita diberikan kuasa dari dalam dari Roh Kudus untuk melakukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah <b>ayat 38</b>, “Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.” Inilah benar-benar hal yang membebani orang Yahudi sudah begitu lama. Pengampunan dosa seperti apa ini? <b>Ayat 39</b>, “Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pengampunan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.” Hukum Musa hanya menutupi dosa itu sedikit. Paulus mengatakan, “Disini datanglah Yesus dan melalui Dia semua dosa-dosa diampuni.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar-benar kabar baik bagi semua orang. Petrus mengatakan itu di dalam khotbahnya di KPR 10 tentang pengampunan dosa. Ayat 39 menjelaskannya, “yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.” Kata “pembenaran” berarti diperhitungkan benar. Anda diperhitungkan benar di hadapan Allah, oleh Dia, dan itu tidak bisa dilakukan Musa. Musa hanya menutupi dosa itu dengan pengorbanan binatang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menjelaskan hal itu lebih lanjut, lihatlah Ibrani 9:6, “Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka.” Itulah tempat yang kudus. Ayat 7, “tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.” Dosa-dosa tahun lalu di kumpulkan dan dia percik darah dan menutupi dosa-dosa tahun lalu secara umum bagi seluruh bangsa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itu sementara saja, benar? Ayat 8, “Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka.” Ini hanya gambaran saja dan itu tidak mungkin nyata selama kemah pertama itu masih ada. Ayat 9, “Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembah-kannya menurut hati nurani mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah sekarang, satu hal yang tidak pernah dialami orang Yahudi adalah hati nurani yang bebas dari dosa. Sebagai seorang Kristen, yang saya menikmati lebih dari apapun adalah hati nurani yang bebas dari rasa bersalah. Itu hal yang mulia untuk tahu bahwa dosaku telah dibayar oleh Anak Allah, Yesus Kristus. Dan Allah melihat aku murni seperti salju, dan aku tidak disalahkan karena aku ada didalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba bayangkan seorang Yahudi tertekan oleh kehadiran dosanya selalu. Seperti Daud mengatakan di Mazmur 51:3, “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaran-ku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Dan sebagai orang Kristen, ada kebebasan yang luar biasa untuk mengetahui bahwa semua dosa sudah terurus. Jadi dia mengatakan bahwa pengorbanan binatang itu hanya perumpamaan, tidak pernah ada hati nurani yang bersih, benar? Coba lihat Ibrani 9:14 dimana dia mengatakan, “Hanya Kristus akan menyucikan hati nurani kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Ibrani 10:1, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.” Kita akan memakai kata “benar” dari pada “sempurna.” Itulah artinya di dalam bahasa Ibrani. Itulah masalah orang Yahudi kemudian ayat 2 mengatakan, “Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.” Namun Yesus datang dan dikatakan di Ibrani 10:12, “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah.” Karya itu sudah selesai. Ayat 14, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Jadi lihatlah hukum Taurat tidak dapat membenarkan orang dan orang Yahudi tahu hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 3:21 adalah bagian terbesar dalam Alkitab tentang pembenaran, disitu dikatakan, “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan.” Jadi bagaimana kita dapat dibenarkan? Kita tidak dapat bekerja untuk menjadi benar. Satu-satunya kebenaran yang sanggup memasukkan Anda kedalam surga adalah kebenaran Allah dan kita tidak mungkin bisa benar seperti itu. Ini terdapat di ayat 22, “yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.” kemudian di ayat 28 Paulus menyimpulkan, “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus mengakhiri dengan undangan dan peringatan. <b>Ayat 40</b>, “Karena itu, waspadalah, supaya jangan berlaku atas kamu apa yang telah dikatakan dalam kitab nabi-nabi.” Paulus mengatakan, “Dengarkanlah jika Anda tidak merespon terhadap Yesus Kristus, sesuatu akan terjadi terhadap Anda yang telah dibicarakan di kitab nabi-nabi, jadi waspadalah.” Apa itu? Paulus mengutip Habakuk 1:5 di <b>ayat 41</b>, “Ingatlah, hai kamu penghina-penghina, tercenganglah dan lenyaplah, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu, suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang menanyakan Billy Graham, “Apakah Anda percaya ada surga dan tempat lain itu? Orang-orang sering mengucapkan kata neraka sampai mereka membicarakan khusus tempat itu. Pada saat itu mereka tidak suka memakai kata neraka. Billy mengatakan, “Ia kami percaya hal itu.” Mereka menjawab, “Ah, saya tidak percaya Allah mengirim orang ke tempat itu.” Disini Alkitab mengatakan tentu saja Anda tidak dapat percaya hal itu. Alkitab mengatakan bahwa Allah akan melakukan sesuatu, suatu penghakiman yang tidak akan dipercaya orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak akan dipercaya karena kami telah menyalahartikan karakter Allah dari permulaan. Allah akan menghukum dosa secara serius dan itu sukar untuk dipercayai. Ada neraka dimana di Markus 9:44, “ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam,” dimana ada ratapan dan gertak gigi. Pasti akan datang hari penghakiman dan orang-orang tidak akan percaya hal itu, namun itu tidak berarti bahwa itu tidak akan terjadi. Apa yang dijanjikan Allah selalu akan terjadi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Oct 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161030</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/3w77x8b8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah menampilkan Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_5084t3g6"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:23-37" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:23-37</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah disini menampilkan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias, Juruselamat dunia, melalui kata-kata Paulus. Dan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berdua sama-sama peduli dengan menampilkan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menyampaikan Kristus yang akan datang. Dan Perjanjian Baru menyampaikan Kristus yang telah datang. Namun mereka semua berfokus kepada Yesus Kristus.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Perjanjian Lama, Allah terus berjanji akan ada Pembebas, Penyelamat, Raja dan Mesias; dan di Perjanjian Baru, Yesus dari Nazaret menggenapi setiap nubuatan Allah yang pernah diucapkan tentang Mesias. Masih ada beberapa yang belum digenapi oleh-Nya yang akan dipenuhi pada kedatangan kedua-Nya, yang akan kita lihat nanti. Di Kejadian 3:14 Allah mengatakan, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara benihmu dan benih-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita semua tahu bahwa perempuan itu tidak memiliki benih. Disini terdapat nubuatan tentang pria yang lahir dari perawan, dan Dia akan meremukkan kepala Iblis. Pria yang lahir dari perawan ini akan memberi pukulan yang membunuh Setan. Ini adalah nubuatan Mesianik pertama yang digenapi dengan indah di Yesus Kristus yang lahir dari perawan. Yesaya 7:14 mengatakan, “Sesungguhnya, seorang perawan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki,” dan ia adalah Imanuel, Allah menyertai kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memenuhi nubuatan lahir dari perawan, dan Dia juga memenuhi nubuatan kemenangan atas Iblis sewaktu Dia menang di kayu salib; dan penulis Ibrani mengatakan, “Dia menghancurkan kuasa Iblis dengan kematian-Nya sendiri.” Yesaya 9:6 mengatakan, “Mesias yang akan datang itu adalah Allah.” Di Mazmur 2:7 Allah mengatakan, “Engkau adalah Anak-Ku tercinta.” Dan Yesus mengklaim bahwa Dia adalah Allah dan juga Anak Allah dan Dia membuktikan kedua klaim itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi Mikha mengatakan, “Ketika Dia datang, Dia akan lahir di Betlehem.” Dan Yesus lahir di Betlehem. Musa mengatakan kepada kita di Pentatuk bahwa Mesias adalah anak Abraham. Dan Matius mengatakan, “Yesus adalah anak Abraham.” Di Bilangan 24:17 dikatakan, “Bintang terbit dari Yakub.” Di Lukas 3: 34, kita melihat bahwa Yesus datang dari Yakub.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kejadian 49:10 Alkitab mengatakan bahwa, “Yesus akan datang melalui Yehuda.” Wahyu 5:5 memanggil-Nya, “Singa dari suku Yehuda.” Di Yesaya 11:1 dan di Lukas 23:23, 32, kita melihat bahwa Yesus datang dari Isai. Di Yeremia 23:5 dikatakan, “Sesungguhnya, Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja,” dan Perjanjian Baru berkali-kali mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud.” Di Matius 2:16, Dia memenuhi nubuatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ulangan 18:18, Firman Allah datang kepada Musa, “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya,” dan Yesus datang dan orang-orang Galilea melihat Dia di Yohanes 6:14 dan mengatakan, “Dia ini adalah benar-benar Nabi,” seperti Musa. Di Mazmur 110, Allah mengatakan, “Siapapun Mesias itu, Dia adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah hanya beberapa bukti saja, dan semua detail kehidupan Yesus terus menggenapkan nubuatan setelah nubuatan setelah nubuatan. Tidak mungkin ini dapat diproduksikan, itu adalah kemustahilan matematis. Argumen kuat nubuatan itu menyapu semua keraguan bahwa Yesus dari Nazaret bukanlah Mesias, Penyelamat Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, marilah kita melihat lagi Paulus yang pada dasarnya digunakan Allah untuk menampilkan Yesus kepada orang-orang Yahudi. Nah khotbahnya memiliki tiga bagian. Yesus Kristus pada permulaannya disampaikan sebagai puncak sejarah; kedua sebagai penggenapan nubuatan, dan ketiga sebagai Yang membenarkan orang berdosa. Nah di masa lalu kami telah melihat poin pertama bahwa Yesus adalah penggenapan sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di dalam ayat-ayat 17-22 itu, Paulus menggambarkan sejarah mereka. Allah memimpin kalian keluar dari Mesir, memelihara kalian di padang gurun, membawa kalian ke Tanah Perjanjian, memisahkan negara itu bagi kalian dan memberikan Anda bagian yang Anda seharusnya memiliki. Bahkan saat kalian ingin ada raja, Dia memberikan Anda raja. Kemudian Dia membangkitkan raja-Nya Daud dan Daud memerintah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita tiba di <b>ayat 23</b>, “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” Kemudian dia memberikan kata terakhir dari ayat 23, Yesus. Tidak ada satu orangpun dari mereka yang mengharapkan hal itu. Paulus membacakan sejarah mereka: “Iya Allah mengendalikan nasib mereka. Allah mengontrol sejarah mereka. Dan sejarahmu akan menuju kepada Penyelamat, keturunan Daud.” Kemudian, langsung. Yesus….</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah akan mencapai puncaknya dalam Penyelamat ini yang memungkinkan manusia dapat dibawa kepada Allah; dan Penyelamat itu adalah Yesus. Ayat 23 adalah jembatan ke poin kedua: Yesus adalah benih Daud. Melalui keturunan Maria, Dia memiliki darah Daud. Melalui keturunan Yusuf, Dia memiliki hak untuk takhta Daud. Jadi melalui kedua orang tua Dia memiliki benih Daud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Paulus memberikan pernyataan besar yang lain. Kedua, dia mengatakan, “Sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya.” Yesus disampaikan sebagai Mesias karena Dia memenuhi semua nubuatan Mesias. Di Perjanjian Lama Allah menubuatkan apa yang akan terjadi, dan itu semua terjadi dengan Yesus, Dia adalah penggenapan nubuatan Allah. Itulah alasannya mengapa ada begitu banyak nubuatan tentang Mesias, Yesus datang dan memenuhi setiap nubuatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus tidak mengharapkan orang-orang Yahudi itu langsung percaya karena dia mengatakan hal itu kepada mereka, jadi dia mulai menyebut nubuatan-nubuatan itu satu per satu. Dan mulai ayat 23 sampai 37, Paulus menguraikan pemenuhan nubuatan-nubuatan itu di dalam kehidupan Yesus dari Nazaret yang memenuhi persyaratan Dia menjadi Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah mulai dengan <b>ayat 23</b>, perhatikanlah kata janji. Allah mengatakan di 2 Samuel 7:12, “Aku akan membangkitkan Penyelamat dari benih Daud.” Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Bilangan 23:19 dan Yesaya 46:10 mengatakan, “Allah tidak dapat berdusta.” Yeremia 33:17, “Sebab beginilah firman Tuhan: Keturunan Daud tidak akan terputus duduk di atas takhta kerajaan kaum Israel!” Dengan kata lain, keturunan Daud tidak pernah mati berhenti sehingga tidak ada keturunan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, itulah janji pertama, dan Yesus menggenapkan itu. <b>Di ayat 24</b>, Paulus kemudian mengatakan, “Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.” Nubuatan pertama yang besar mengenai kedatangan Mesias adalah nubuatan tentang adanya perintis sebelum kedatangan Mesias itu untuk mempersiapkan jalan. Paulus membicarakan Yohanes Pembaptis dan ia dinamakan demikian karena dia membaptis banyak orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b>, “Dan ketika Yohanes hampir selesai menggenapkan tugasnya.” Lihatlah kata ‘menggenapkan,’ itu berarti ada nubuatan yang digenapkan. Mesias akan datang, namun sebelum kematian-Nya dan kebangkitan-Nya ada pembaptisan pertobatan. Ini bagi orang-orang Yahudi merupakan suatu upacara pembersihan. Mengapa? Karena mereka mempersiapkan diri bagi Mesias supaya hati mereka siap untuk menerima-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelum orang di zaman ini dapat mengenal Yesus Kristus, harus ada pertobatan. Anda harus berbalik dari dosa di hati dan berpaling kepada Kristus. Alasannya ada begitu banyak konversi dangkal adalah karena sebenarnya orang-orang itu tidak mengenal Yesus Kristus. Konsep pertobatan itu malah diremehkan atau dihilangkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 25</b> meneruskan, “Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku, membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.” Tugas yang paling rendah bagi budak adalah untuk membuka sepatu dari kaki kotor majikannya. Dan hanya orang yang paling rendah dapat melakukan itu, dan Yohanes mengatakan, “membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.” Itu benar-benar kerendahan hati, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26</b>, “Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.” Disini dia membuat dua perbedaan, keturunan Abraham adalah orang-orang Yahudi dan ‘yang takut akan Allah’ adalah orang-orang percaya yang bukan Yahudi. Dan Paulus berkata, “keselamatan yang datang di dalam Yesus yang diberitakan Yohanes itu adalah bagi kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat ini ada dua pertanyaan. Seandainya saya orang Yahudi, pertanyaanku adalah, “Jika memang Yesus adalah Mesias, seperti yang Anda katakan, mengapa pemimpin-pemimpin kita tidak mengenali-Nya? Dan pertanyaan kedua, jika oleh suatu keadaan luar biasa, Dia benar-benar adalah Mesias dan mereka membunuh-Nya, apakah itu meniadakan rencana Allah? Paulus langsung menjawabnya dengan memberi alasan-alasan nubuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.” Dengarkanlah pernyataan yang kuat itu. Karena mereka dibutakan dosa mereka sendiri, mereka membunuh-Nya karena mereka tidak mau tahu siapakah Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana pemimpin-pemimpin kita tidak bisa mengenali-Nya? Mereka tidak dapat mengenali-Nya karena mereka tidak mengerti apa yang mereka baca. Terlalu banyak dosa dan terlalu banyak kemunafikan. Pertanyaan kedua adalah, “Jika mereka membunuh-Nya apakah itu meniadakan rencana Allah? Jawabannya terdapat di ayat 27, “Mereka telah menggenapi perkataan nabi-nabi dengan menjatuhkan hukuman mati atas-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 28</b>, “Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.” Dengarkanlah nubuatan Mazmur 69:4, “Orang-orang yang membenci Aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepala-Ku.” Tidak ada tuduhan sah yang dapat dipertahankan, dan Pilatus berkali-kali mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tahu mereka akan melakukan itu. Yesus memenuhi setiap nubuatan. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Yesus di kayu salib itu ingin memenuhi semua nubuatan itu, namun bagaimana caranya membujuk seluruh bangsa Israel untuk menghakimi Dia tanpa alasan? Lihatlah <b>ayat 29</b>, “Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 22:18, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.” Di Yohanes 19:24, prajurit-prajurit itu mengatakan, “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi.” Ini memenuhi nubuatan dengan tepat. Prajurit Romawi memenuhinya tanpa pengetahuan mereka. Mazmur 69:21, “Dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.” Di Matius 27:34, “Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Mazmur 31:5 dikatakan, “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku,” itu pernyataan Mesias. Di Lukas 23:16, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku,” kata Yesus. Mazmur 34:20 mengatakan, “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.” Yohanes 19:33 mengatakan, “tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Zakharia 12:10, nabi mengatakan, “mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam.” Di Yohanes 19:34, “Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan dengan cara itu memenuhi perjanjian. Orang Romawi ikut menggenapi. Kerumunan itu ikut dalam penggenapan. Semua orang ikut dalam penggenapan, karena Allah mengatur semuanya. Dari sudut manapun juga Yesus adalah Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah di <b>ayat 29</b>, “mereka membaringkan-Nya di dalam kubur.” Tahukah Anda bahwa itu menggenapkan nubuatan? Yesaya 53:9 mengatakan, “Orang menempatkan kubur-Nya di antara orang-orang fasik.” Memang Dia harus dikuburkan disitu, “tetapi dalam mati-Nya bersama orang kaya.” (bukan “diantara penjahat-penjahat”) Yesus tidak dikuburkan bersama orang-orang jahat, namun Ia dimakamkan di kuburan orang kaya, Yusuf, orang Arimatea, dan itu menggenapkan nubuatan Yesaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 30</b>, “Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Allah dan manusia melihat kematian Yesus berbeda, dan Allah membalikkan keputusan Israel, benar? Allah memberikan persetujuan-Nya dan membangkit-kan-Nya dari kuburan. Kemudian Dia memberi buktinya di <b>ayat 31</b>, “Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di <b>ayat 32-33</b> dia mengatakan, “Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, 33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam Mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.” Allah menubuatkan hal ini dan ini bersangkutan bukan saja dengan inkarnasi-Nya tetapi juga dengan kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Paulus memberikan janji kedua, <b>ayat 34</b>, “Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.” Itulah Yesaya 55:3, Allah telah memberikan semua janji-janji yang akan datang kepada Mesias. Jadi dia mengatakan, “Aku telah membangkitkan-Nya supaya semua janji-janji kudus diberikan kepada kalian melalui Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian janji terakhir di <b>ayat 35</b>, “Sebab itu Ia mengatakan dalam Mazmur 16:8-10, “Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” Ada beberapa orang yang mengatakan itu mengacu kepada Daud. Jadi Paulus menjawab di <b>ayat 36</b>, “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 37</b>, “Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian.” Dia mengatakan, “Hai orang Yahudi, kalian harus percaya bahwa Yesus adalah Mesias.” Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Yesus adalah Mesias, karena apa yang telah terjadi sebelum Dia datang, apa yang terjadi ketika Dia datang dan apa yang terjadi setelah Dia pergi. Allah membangkitkan-Nya kepada Hidup lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus adalah Mesias. Dia bukan saja puncak sejarah, Dia adalah penggenapan nubuatan. Allah selalu menepati semua janji-janji-Nya. Menggenapi adalah kata kunci diseluruhnya disini. Dan Allah telah menentukan hari penghakiman di masa depan. Alkitab mengatakan, “Bagi setiap orang yang menolak Yesus Kristus akan ada hukuman neraka kekal.” Jadi bagi mereka yang menolak Yesus Kristus, Ibrani 10:31 mengatakan, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.”</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Oct 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161023</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/5084t3g6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Benar akan hidup oleh Iman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_46xa6e65"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Habakkuk+1:1-3:19" target="_blank" class="imCssLink">Habakuk 1:1-3:19</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Situasi yang dihadapi Habakuk adalah penyerbuan segera ke dalam kerajaan selatan Yehuda oleh orang Kasdim, yang adalah nama lain untuk orang Babel. Invasi ini akhirnya terjadi pada akhir abad keenam SM, dan Yerusalem ditaklukan Nebukadnezar di tahun 586 SM. Tuhan mengungkapkan kepada Habakuk sebelumnya bahwa Yehuda akan dihukum oleh karna dosa-dosanya.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak seperti Joel, Zefanya dan Amos, Habakuk malah tidak menyebut ada kemungkinan untuk menghindari penghancuran ini, Dia tidak memanggil orang-orang untuk bertobat secara nasional. Hal itu sudah terlambat. Sebaliknya dia menubuatkan kehancuran Yehuda dan setelah itu kecelakaan orang Kasdim sendiri. Dan dia mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan kehidupan itu adalah oleh iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi meskipun penghancuran itu sudah ditentukan bagi bangsa, masih ada harapan bagi individu yang memegang teguh kepercayaan mereka pada Allah. Doktrin lengkap dari pembenaran oleh iman, seperti diajarkan Paulus di Roma masih belum ada. Namun gambaran itu sudah ada. Jadi marilah kita menyelidiki buku nubuatan ini, kemudian fokus bagaimana itu berkembang di Perjanjian Baru sebagai “pembenaran oleh iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan Yehuda dan Penghakiman</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Habakuk berseru di <b>1:2-4</b> bahwa Yehuda penuh kekerasan dan keadilan yang diputarbalikkan. Ayat 4, “Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik.” Amos telah memperingati kerajaan utara bahwa ketidakadilan akan mendatangkan hukuman dan itu memang terjadi di 722 SM. Sekarang 130 tahun kemudian, kerajaan selatan Yehuda bersalah atas pelanggaran yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di <b>1:5-11</b> Allah menubuatkan apa yang Dia akan lakukan. Ayat 6, “Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka.” Allah menggunakan bangsa-bangsa seperti pedang untuk menhajar umat-Nya. Dan Allah masih melakukan hal itu sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun <b>ayat 12</b> menunjukkan kepercayaan Habakuk bahwa Allah tidak akan membinasakan umat-Nya, “Bukankah Engkau, ya Tuhan, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya Tuhan, telah Kautetapkan mereka untuk dihukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan mereka untuk disiksa.” Allah menggunakan orang Kasdim melawan umat-Nya, namun bukan untuk memusnahkan mereka, namun untuk koreksi dan hukuman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan orang Kasdim dan Hukuman</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di <b>1:13-17</b> Habakuk menunjukkan bahwa dia menyesal bahwa orang Kasdim yang sombong (1:11) dan ganas (1:14, 15) dan musyrik (1:16) dapat meloloskan diri dari penghakiman Allah. Mereka pasti tidak lebih benar dari pada Yehuda (1:13), meskipun Allah memakai mereka dalam pekerjaan penghakimannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di <b>Habakuk 2</b>, dia menantikan respon ilahi atas protesnya. Di <b>2:2-3</b> Tuhan menjawabnya memakai visi. Kami tidak diberitahu apa yang dia lihat namun apa yang Habakuk katakan adalah berdasarkan apa yang dia terima dari visi itu. Firman mengenai Yehuda ada di ayat 4, “Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh kepercayaannya.” Ada harapan bagi mereka yang memegang teguh kepercayaan mereka kepada Allah sewaktu bencana datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kata-kata mengenai orang Kasdim di <b>2:6-19</b> adalah celaka lima kali lipat. Ayat 6, “Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya.” Ayat 9, “Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi.” Ayat 12, “Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah.” Ayat 15, “Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia untuk memandang auratnya.” Ayat 19, “Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: "Terjagalah!" dan kepada sebuah batu bisu: "Bangunlah!” (Penyembahan berhala)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, kuasa besar orang Kasdim pada akhirnya akan tidak berhasil. Mengapa? Karena <b>2:14</b> mengatakan, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut.” Habakuk tidak perlu takut bahwa bangsa pemberontak ini akan memiliki kata terakhir. Bumi ini milik Allah dan Dia akan memenuhinya dengan kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Habakuk 2 berakhir dengan kata-kata ini dari <b>ayat 20</b>, “Tetapi Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” Biar semua bangsa-bangsa berdiam dan mengetahui bahwa Dia adalah Allah. Kemuliaan-Nya akan memenuhi bumi, bukan kemuliaan orang Kasdim. Jadi Allah menjamin dia bahwa kesombongan orang Kasdim akan menyebabkan akhir yang celaka (2:6-20) dan bahwa semua orang di Yehuda yang percaya Allah dengan rendah hati akan hidup (2:4).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Nyanyian Pujian dan Iman Habakuk</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Bab ketiga</b> adalah tanggapan Habakuk untuk apa yang telah didengarnya. Namun itu lebih dari doa dia secara pribadi. Tujuannya adalah untuk digunakan sebagai Mazmur dalam penyembahan. Ketika dikatakan di <b>ayat 3:1</b>, “Doa nabi Habakuk. menurut nada Shigionot,” itu artinya bahwa doa ini harus memiliki iringan musik dengan semangat kegembiraan dan kemenangan. (bukan ratapan)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini ditegaskan oleh dua hal: 1) Frase terakhir mengatakan, “Untuk pemimpin biduan, dengan permainan kecapi,” dan 2) kata “Sela” tercantum di akhir ayat 3, 9 dan 13. Alasannya ini penting adalah supaya kita melihat bahwa Habakuk ingin supaya kita dapat menyanyikan doa ini bersama dia. Itu berada disitu untuk menunjukkan kepada kami bagaimana caranya kita harus menghadapi hukuman dari Allah. Bagaimana orang saleh harus mempersiapkan diri untuk tribulasi dan bencana ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami perlu menanyakan pertanyaan yang sama. Yesus mengatakan di Matius 24:21 bahwa tribulasi akan datang ke dunia. Bagaimana caranya kita harus mempersiap-kan diri untuk hal itu? Bagaimana kita dapat bertahan? Pada permulaan di <b>Habakuk 3:2</b> dia berdoa, “Tuhan aku telah dengar perkataan-Mu dan aku takut, ya Tuhan, hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dan di dalam murka ingatlah belas kasihan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Habakuk takut akan hukuman Allah. Jadi dia berdoa supaya ditengah murka-Nya, Allah tetap akan mengasihani dia. Kemudian di <b>3:3-15</b> dia nyanyi tentang kebesaran kuasa Allah dan khususnya kuasa-Nya untuk menyelamatkan. <b>Ayat 13</b>, “Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kauurapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi itu tahu kuasa Allah dari perbuatan-Nya di masa lalu, jadi dia bergantung kepada kemenangan Allah terakhir di masa depan. Jadi <b>ayat 16</b> mengatakan, “Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya di <b>Habakuk 3:17-19</b>, dia mulai menyanyi <b>lagu imannya yang indah</b>, “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 19 Allah Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, walaupun tribulasi itu sangat berat pada waktu orang Kasdim menyerang masuk, Habakuk tidak akan berhenti percaya kepada Allah. Meskipun Allah sendiri telah memakai “bangsa yang garang dan tangkas itu” (1:6), Habakuk yakin bahwa dalam murka Allah masih ada belas kasihan bagi mereka yang percaya Dia dan bersuka cita dalam Dia ketika semua hal lain gagal. Dan ini benar pada hari ini, meskipun hidupmu berat sekali, ketika Anda percaya Allah, Dia akan menyelamatkan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Poin Utama</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Poin utama dalam buku kecil ini adalah <b>secara negatif</b>: Orang yang sombong, yang kekuatannya dan kecerdikan adalah ilah mereka (1:11, 16; 2:4, 19), akan pada akhirnya celaka, meskipun mereka untuk sementara dapat menikmati kemakmuran mereka sebagai orang terpilih di Yehuda, atau sebagai penakluk Yehuda. Semua orang sombong, baik orang Yahudi atau orang bukan Yahudi, akan binasa dalam penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Habakuk mementingkan <b>yang positif</b> dari poin utama itu, yakni, “orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.” Dia menyatakan itu sebagai suatu prinsip di <b>2:4</b>, kemudian dia merayakan sebagai lagu yang indah itu di Habakuk 3:16-19 yang mengatakan, meskipun semua buah-buahan dan bahan makanan dan kawanan domba dan lembu hancur dan hidup saya sendiri terancam, namun saya tetap bersuka cita di dalam Allah. Ketika Habakuk mengatakan itu, dia menunjukkan apa maksudnya iman itu di dalam frase, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Maksudnya adalah menempatkan semua harapan Anda kepada Allah, tidak peduli apa yang akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amos telah mengatakan kepada Israel, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat supaya kamu hidup. Masih ingat “tegakkanlah keadilan di pintu gerbang.” Namun apakah kita diselamatkan hanya dengan menjadi orang-orang yang lebih baik dengan berbuat adil dan mengasihi belas kasihan? Tidak. Kita berbuat baik karena kita bersyukur kita telah diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika kita tidak memiliki Injil, bagian pesan Allah untuk berbuat baik itu akan menjadi legalisme yang mengerikan dan beban sulit bagi hati nurani. Ketika Habakuk mengatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman,” ada dua hal yang dimaksud. Satu adalah semua orang yang telah dibenarkan adalah mereka yang percaya kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memiliki kebenaran di hadapan Allah selalu termasuk iman kepada Allah. Hal lain yang dikatakan Habakuk 2:4 adalah kepercayaan itu menyelamatkan kami dari murka Allah. “Orang benar hidup oleh iman,” berarti kepercayaan itu menyebabkan orang-orang diperhitungkan Allah menjadi benar, dan iman itu menjamin kehidupan mereka dan menyelamatkan mereka selama-lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati Injil</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berita Habakuk adalah hati Injil namun itu tidak menerangkan bagaimana kebenaran dan kepercayaan berhubungan satu sama lain. Dia hanya mengatakan, “Orang benar memiliki iman dan itu menyelamatkan mereka.” Hati Injil diterangkan lebih lanjut di Perjanjian Baru setelah Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Kebenaran yang dipersyaratkan Allah datang oleh iman, dan itu hanya mungkin untuk memiliki itu, bagi kita orang berdosa, karena Kristus mati untuk menebus dosa-dosa kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 15:6 mengatakan, “Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Hubungan diantara percaya kepada Allah dan berdiri benar di hadapan-Nya adalah karena Allah pada saat dia melihat iman kita Dia memperhitungkan kita sebagai benar. Alasannya Allah dapat melakukan itu adalah karena Kristus menerima hukuman bagi dosa-dosa kita atas diri-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu sudah dijelaskan di Yesaya 53:11, “Dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan memperhitungkan banyak orang menjadi benar oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.” Pada saat Allah memperhitungkan orang menjadi benar karena Kristus mati bagi dia dan dia percaya Kristus, itu kita namakan <b>pembenaran oleh iman</b>, dan itu adalah hati Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang tidak percaya Allah menurut Roma 2:5, “menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” Pada hari itu mereka akan menyadari betapa bodohnya bagi jutaan orang yang hidup sepertinya Allah yang menciptakan dunia ini bagi kemuliaan-Nya tidak akan memanggil mereka untuk bertanggung jawab atas betapa banyak mereka mengabaikan dan membenci Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 17:31 mengatakan, “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya.” Karena itu tanyakanlah dirimu, Apakah Aku selamat dihadapan Allah yang kudus jika saya mati malam ini? Apakah saya bersedia berdiri di pengadilan ilahi dan mendengar Hakim memberikan hukuman kekal kepada saya? Hanya ada dua macam vonis, “dikutuk” atau “dibenarkan,” neraka atau surga, kematian kekal atau kehidupan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda ingin diperhitungkan benar pada hari itu, dengarkanlah Habakuk 2:4, “Orang benar akan hidup oleh karena imannya.” Habakuk tahu bahwa semua orang di Yehuda adalah orang berdosa. Dan dia tahu bahwa kekudusan Allah menghalang-Nya untuk mengabaikan dosa-dosa kita. <b>Habakuk 1:13</b> mengatakan, “Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman.” Jadi <b>Habakuk 3:2</b> mengajarkan kita bahwa satu-satunya hal yang sanggup menyelamatkan kami adalah iman kepada belas kasihan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Habakuk tidak dapat mengerti bagaimana Allah akan melakukan hal itu. Namun Allah telah menyatakan hal itu, jadi dia memproklamirkannya: orang benar akan memperoleh hidup dalam penghakiman melalui iman. Habakuk tahu bahwa ketika dia memanggil mereka benar, mereka tidak tanpa dosa. Maksudnya mereka yang dibenarkan Allah walaupun dosa-dosa mereka banyak adalah mereka yang percaya belas kasihan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu Perjanjian Baru</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Roma 3:24-26, “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamatmu dan Tuhan, pada saat Anda menyerah mencoba untuk memimpin kehidupan Anda sendiri dan membangun nilai Anda sendiri, ada tiga hal yang terjadi: 1) Dosa-dosamu akan menerima hukumannya. 2) Kekudusan Allah dipertahankan. 3) Dan Anda menerima pembenaran yang tidak layak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1) Dosa Anda menerima hukuman yang layak. Di ranjang Anda pada saat mau mati Anda menyadari bahwa Anda akan menghadap Allah dengan segala dosa Anda. Dosa itu harus dihukum. Namun Allah yang besar belas kasihan-Nya, mengutus Anak-Nya untuk menanggung dosa-dosa kita dan menderita untuknya. Jika Anda percaya Kristus, kematian-Nya menjadi kematianmu. Dosa-dosa Anda menjadi dosa Dia dan itu telah dihukum melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2) Jika kekudusan-Nya tidak penting, mungkin Dia dapat mengabaikan dosa-dosamu. Namun Dia mempertahankan kebenaran-Nya dengan mengharuskan ada pengorbanan yang harganya tak terhitung, yaitu kematian Anak-Nya sendiri. Allah yang benar tidak dapat mengabaikan dosa. Karena itu Dia mengirim Anak-Nya yang tunggal, supaya dosa kita dihukum selayaknya, dan kebenaran Allah dipertahankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3) Akhirnya, ketika Anda percaya Kristus, Anda menerima pembenaran yang tidak layak. Kita didamaikan dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus, meskipun kami tidak layak. Itu hadiah cuma-cuma bagi kami, meskipun bagi Allah itu tidak cuma-cuma, karena Dia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal. Dan sekarang kita mengerti bagaimana di Perjanjian Baru orang benar diperhitungkan benar oleh iman. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Oct 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20161002</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/46xa6e65</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Paulus berkhotbah Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_21h04mog"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:14-23" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:14-23</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Mazmur 2, yang adalah mubuatan Perjanjian Lama yang memberitahukan kami bagaimana sejarah akan mencapai puncaknya di dalam Yesus Kristus, “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya: 3 "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!" 4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. 5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">7“Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. 8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. 9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." 10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! 11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur ini menerangkan bahwa Allah mengontrol sejarah, dan sejarah menemukan resolusi di dalam Yesus Kristus. Nah sekarang lihatlah KPR 13:14-23 dimana kita akan melihat bagaimana Kristus disampaikan oleh Paulus seba-gai puncak, tujuan dan klimaks sejarah. Marilah kita mempertimbangkan bagian pertama dari khotbah Paulus yang pertama kali dicatat. Paulus pada saat itu sudah berkhotbah bertahun-tahun, namun ini khotbah pertama di Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di KPR 13 kami melihat khotbah katalis ketiga di Perjanjian Baru. Ada sesuatu yang baru dan menarik yang mulai dan khotbah Paulus adalah intinya. Ini adalah catatan terpanjang dari khotbahnya meskipun itu hanya beberapa kutipan dari khotbahnya. Nah gereja sudah berkembang dari Yerusalem sampai ke Yudea dan Samaria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang diselamatkan di kota Antiokhia di Suriah dimana terdiri satu gereja. Barnabas menjadi pendetanya namun dia tidak sanggup melayani mereka sendirian. Jadi dia mencari Saulus dan bersama-sama mereka berkhotbah selama satu tahun. Ada tiga pemimpin lain yang datang dari gereja itu. Mereka tercantum di KPR 13:1, yaitu Simeon, Lukius dan Menahem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada lima penatua yang memimpin dan jemaat itu terus berkembang dan dipenuhi Roh. Kemudian Allah berkata, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka,” dan gereja itu menumpangkan tangan kepada mereka dan mendukung mereka. Pergilah,” dan mereka membiarkan Paulus dan Barnabas pergi untuk menjangkau dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tempat pertama mereka pergi adalah ke rumah Barnabas di Siprus. Mereka mengabarkan Injil disana dan mereka mengalahkan Setan karena mereka dipenuhi Roh Kudus. Mereka langsung bertentangan dengan Elimas, tukang sihir itu, tentang jiwa Sergius Paulus. Namun mereka menang karena dia percaya.dan dia diselamatkan. Hal-hal besar mulai terjadi dan mereka mulai perjalanan misi pertama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>KPR 13:13</b>, “Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.” Ini berarti bahwa mereka naik kapal menyebrang Mediterania ke arah utara, dan mereka mendarat di tempat kecil bernama Pamfilia, dan 10 kilometer lagi adalah Perga. Nah, seluruh daerah itu dinamakan Galatia, dan ketika Paulus menulis kepada orang Galatia, itu ditujukan kepada semua kota di daerah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada permulaan mereka pergi ke Siprus yang adalah tempat asal Barnabas, kemudian mereka pergi ke Asia Kecil di daerah Galatia dan mendarat di Pamfilia di pesisir. Sekarang ada catatan bahwa Yohanes, yang adalah Yohanes Markus, meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem. Inilah Yohanes Markus, penulis Injil Markus. Mungkin saja dia ketakutan untuk menyebrangi Pegunungan Taurus yang berbahaya itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14</b>, “Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.” Nah inilah bukan kota Antiokhia di Suriah. Perhatikanlah bahwa Alkitab mengabaikan salah satu perjalanan yang paling sulit bagi gereja mula-nula dengan pernyataan yang sederhana, “Dari Perga mereka pergi dan sampai ke Antiokhia.” Perjalanan itu sangat berat karena itu tingginya 1100 meter di pegunungan Taurus dan jaraknya lebih dari 160 kilometer jauhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Antiokhia itu adalah suatu koloni yang dibangun oleh Agustus, yang adalah pusat administrasi Galatia Selatan. Itu adalah kota yang paling penting di daerah Asia Kecil. Dan banyak orang Yahudi tinggal disana. Mengapa Paulus tidak berkhotbah di Perga? Kemungkinan besar dia sakit sekali di Perga, dan itu ditunjukan di Galatia 4:13, “Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.” Dengan kata lain, “Pada mulanya saya datang ke Galatia, saya sangat sakit.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Galatia 4:14 dikatakan, “Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.” Apapun alasannya, dia tidak berkhotbah disana, namun dia menjalani sebuah perjalanan yang sangat berbahaya. Paulus itu memiliki ketabahan, tekad dan keberanian yang jarang ditemukan di orang, dan dia menekan terus ke Antiokhia bersama dengan Barnabas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alexander Besar ingin bergabung dengan Parminio di Frigia. Jadi dia harus menyebrang Pegunungan Taurus itu; dan dia mengatakan bahwa bagian terberat dari kampanyenya adalah melewati pegunungan ini, khususnya untuk mengalah-kan suku-suku tanpa hukum ini yang hanya mencuri dan membantai orang yang berani datang kesitu untuk lewat. Paulus tidak pernah melupakan perjalanan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 11:26-27, dia mengatakan, “Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” Hampir semua itu terjadi di pegunungan Taurus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus pergi ke sinagog itu karena disitu penonton sudah tersedia. Ditambah itu bagi para pegunjung ke sinagog itu sudah menjadi kebiasaan ada hak untuk berbicara. Dan karena dia memenuhi syarat dalam Perjanjian Lama, banyak orang pada permulaan akan menerima apa yang dia katakan, setidaknya sampai ia memperkenalkan mereka kepada Kristus. Dan alasan utama dia pergi ke sina-gog adalah karena dia mengasihi orang Yahudi dan ingin menyelamatkan Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 10:1 Paulus mengatakan, “Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan,” jadi dia mengasihi orang Yahudi. Anda berkata, “saya memikir orang-orang Yahudi sudah dising-kirkan.” Iya, sebagai suatu bangsa, namun tidak secara individual. Jadi dia pergi bersama Barnabas dan duduk disitu. Itu hari Sabat. <b>Ayat 15</b>, “Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: "Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun umat ini, silahkanlah!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sinagog orang Yahudi ortodoks sekarang juga mengikuti kurang lebih pola yang sama seperti ini. Hal pertama adalah pembacaan S H E M A, yaitu Ulangan 6:4-9. Setelah itu ada doa-doa. Kemudian Firman dibacakan dan itu selalu dari dari Pentateukh dan itu dibagi selama waktu tujuh tahun. Sesudah itu dibacakan para Nabi dan itu juga dinamakan haftorah, dan itu juga dibagikan tujuh tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian sesudah itu akan ada instruksi dan ajaran, dan jikalau ada tamu yang kompeten, dia diundang untuk berbicara. Dan kebetulan ada Paulus dan Barnabas disitu dan Paulus memang cakap benar. Mereka mungkin telah memperhatikan karakter Yahudinya. Apapun juga, mereka menyadari dia adalah seorang guru. Dan dia dihormati sebagai mantan anggota Sanhedrin. Entah bagaimana mereka menyadari hal itu, namun kita tidak tahu bagaimana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus hanya tunggu Roh Allah, dan Allah memberikannya kesempatan itu. <b>Ayat 16</b>, “Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengar-kanlah!” Kita dapat belajar sesuatu disini, yaitu jika ada pengkhotbah yang berdiri di tempat Kristus, ia memiliki hak untuk menarik perhatian orang-orang. Ada hak untuk mengatakan, “Inilah waktunya Tuhan. Dengarkanlah karena apa yang saya katakan itu adalah Firman Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mulai khotbahnya dengan Allah, “Allah umat Israel.” Nah kedua tokoh utama dalam khotbah ini adalah Allah dan Yesus. Allah benar-benar mendomi-nasikan hal ini. Contoh, di ayat 17, Allah memilih, Allah memimpin keluar. Di ayat 18, Allah sabar. Ayat 19, Allah membinasakan dan Allah membagikan. Ayat 20, Allah memberikan. Ayat 21, Allah memberikan. Ayat 22, Allah menyingkirkan, Allah mengangkat, dan Allah menyatakan. Ayat 23, Allah membangkitkan dll.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus disebut satu kali saja di ayat 23. Judul khotbah ini sebenarnya adalah, “Allah memperkenalkan Yesus.” <b>Ayat 23</b> adalah pernyataan kunci yang menghubungkan semua hal, “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” Yesus harus disampaikan oleh seseorang yang mereka menghormati, benar? Dan yang mereka hormati diatas segala-galanya adalah Allah Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, <b>ada tiga bagian dari khotbah</b> ini: puncak sejarah, penggenapan nubuatan dan pembenaran orang berdosa. Pertama Yesus adalah puncak sejarah dan itulah yang kita ingin pelajari sekarang. Salah satu pertanyaan yang dihadapi semua orang adalah pertanyaan, “Kemana sejarah itu pergi?” Apakah artinya hidup ini? Apakah kita hidup untuk mati begitu saja? Maksudku, apakah ini saja yang ada? Apakah ada orang yang pergi ke suatu tempat lain?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang Dostoyevsky itu benar, “Jika tidak ada Allah, tidak ada tujuan hidup. Jika tidak ada tujuan, semuanya diperbolehkan. Dan jika semuanya diperboleh-kan, kita ini bencana.” Iya ada orang yang memikir bahwa sejarah itu hanya sebuah pengulangan tak berujung dari kejahatan, dan sebenarnya tidak pernah ada kejahatan yang baru. Namun Alkitab mengatakan bahwa sejarah menuju ke suatu tempat. Dan setiap orang Yahudi dalam sinagog itu tahu bahwa puncak sejarah itu adalah kedatangan Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu Allah yang ingin ada persekutuan dan Dia ingin dimuliakan. Demi persekutuan itu dan demi kemuliaan-Nya, Dia menciptakan mahluk-mahluk yang dapat bersekutu bersama-Nya dan yang memuliakan-Nya. Namun di taman Eden manusia mencari jalan sendiri. Mereka menolak untuk bersekutu dan mereka menolak untuk memuliakan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah berkata, “Saya akan menebus manusia kembali kepada-Ku, dan Saya akan memberi kesempatan bagi mereka yang telah menolak Saya dan berdosa untuk kembali bersekutu dengan Saya dan tetap bisa memuliakan Saya.” Dan itu hanya mungkin jika ada seorang Pembebas yang datang untuk menebus orang dari perbudakan dosa, benar? Kayu Salib dan kedatangan Mesias itulah puncak sejarah yang sesungguhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu adalah hanya babak pertama dari puncak itu. Babak kedua dari puncak sejarah itu adalah Kedatangan Kedua dari Yesus. Dia sedang menunggu dalam zaman anugerah ini supaya manusia mengakui Dia sebagai Juruselamat, dengan memberikan mereka waktu untuk bertobat. Dan pada saat Ia datang kembali, sejarah akan mencapai puncaknya dalam kerajaan-Nya, dan orang akan bersekutu dengan Allah dan mereka akan memuliakan-Nya selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus ingin mengarah ke hal ini. Dia mulai dengan sejarah dimana Allah merawat umat-Nya secara khusus. <b>Ayat 17</b>, “Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.” Itu menunjukkan kuasa Allah dan dia menggunakan istilah-istilah Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 18</b>, “Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.” Bukan saja Allah itu <b>kuat</b>, tetapi Allah itu juga <b>peduli</b>. Allah memelihara Israel di padang gurun sebagai bapa yang memelihara anaknya sendiri, dengan memastikan makanannya cukup, minumannya cukup dan kebutuhannya disediakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tanah Kanaan ada banyak suku-suku yang berbeda, yang bisa dibaca di Ulangan 7:1. Baru setelah tahun ketujuh dalam pemerintah Daud orang-orang Yebus, suku terakhir dari tujuh suku itu, akhirnya dapat dimusnahkan. Lihatlah <b>ayat 19</b>, “Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Allah membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 20</b>, “Selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel.” Dengan kata lain, seluruh penangkaran itu berlangsung selama empat ratus tahun dan pengembaraan di padang gurun itu makan waktu empat puluh tahun. Dan pendaratan di Tanah Perjanjian itu kira-kira tujuh tahun. Yang seluruhnya adalah kira-kira empat ratus lima puluh tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi selama empat ratus lima puluh tahun, Allah menunjukkan <b>kesetiaan-Nya</b>. Dan pada saat mereka masuk ke tanah itu, Allah memberi mereka hakim-hakim. Hakim-hakim itu adalah pembebas yang bangkit pada waktu yang berbeda-beda dan yang muncul ditempat yang berbeda-beda dengan tujuan yang berbeda-beda untuk mempertahankan Israel. Jadi Allah mempertahankan Israel oleh kuasa-Nya, pemeliharaan-Nya dan kesetiaan-Nya dan dengan orang-orang ini yang diutus untuk pembebasan khusus. Yang paling akhir adalah Samuel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21</b>, “Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.” Jadi Allah juga merespon terhadap keinginan mereka dalam rencana sejarah-Nya. Perhatikanlah bahwa keinginan orang tidak akan merubahkan rencana sejarah Allah. Mereka ingin seorang raja dan mereka memiliki cara untuk memilihnya. Siapakah yang tertinggi dan yang paling ganteng, itulah raja kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia bukan raja yang Allah inginkan. Allah ingin seorang raja yang mematuhi kehendak-Nya. Lihatlah <b>ayat 22</b>, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang berkenan di hati Allah adalah orang yang ingin memenuhi keinginan Allah. Allah memilih orang yang tepat. Daud bukan orang sempurna. Orang yang berkenan di hati Allah adalah orang yang melakukan segala kehendak-Nya. Memang dia berdosa, dan apakah kehendak Allah bagi orang yang berdosa? Bertobat dan berpaling dari hal itu, dan ketika Daud berdosa, dia bertobat dan berpaling dari hal itu,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya bergantung kepada <b>ayat 23</b>, “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” Iay , mereka tahu dari 2 Samuel 7 yang mengatakan bahwa Allah akan mengirim Mesias, dan Dia adalah keturunan dari Daud. Dan semua orang tahu bahwa Dia akan lahir, menurut Micah, di Betlehem, benar? Dan itulah kota Daud. Penggenapan nubuatan dan pembenaran orang berdosa kita bahas minggu depan ya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Sep 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160925</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/21h04mog</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jangan Meninggalkan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_3280370b"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Amos+8:4-7" target="_blank" class="imCssLink">Amos 8:4-7</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa sebelum Allah memanggilnya menjadi nabi kepada Israel. Dan meskipun Tekoa itu lokasinya di Yehuda, kerajaan selatan (16 kilomater disebelah selatan Yerusalem), Amos menyampaikan pesannya kepada Israel, kerajaan utara. Pelayanannya dibawah pemerintah Yeroboam II, dan itu berarti bahwa Amos bernubuat kira-kira 40 sampai 60 tahun sebelum kerajaan utara itu ditangkap dan dibuang oleh orang Asyur di tahun 722 S.M.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kita harus memberitakan Firman Allah?</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau ditinjau kembali kita dapat melihat bahwa peringatan Amos tentang penghakiman Samaria yang akan datang itu, di ibu kota kerajaan utara, tidak menyebabkan ada pertobatan dan itu tidak menyelamatkan orang-orang itu. Jadi kita belajar bahwa Firman Allah mungkin tidak selalu menghasilkan efek yang kita inginkan. Namun kita harus tetap setia, sama seperti Amos, dan memberitakan apa yang kita terima dari Tuhan, dan percaya bahwa Dia memiliki tujuan rahasia di dalam segala hal yang dilakukan-Nya, dan bahwa itu semua baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jangan memikir itu aneh bahwa kadang-kadang kesaksian kita sendiri tidak dihiraukan. Kita harus terus memberitakan Firman Allah bukan untuk menjamin ada konversi namun untuk menjamin bahwa Allah terus memanggil kita untuk bertobat. Dengan perkataan <b>Amos 7:15</b>, “Tetapi Tuhan mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan Tuhan berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.” Jadi sebaiknya kita mengukur sukses sebenarnya bukan dalam efeknya di Samaria, namun efeknya terhadap kita, orang-orang berdosa yang mendengar ini sekarang disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pesan utama nubuatan Amos itu adalah penghakiman. Alasannya adalah bahwa dosa-dosa orang itu menyebabkan murka Allah semakin besar. Dan anugerah Allah kelihatan dari nabi-nabi itu yang diutus Allah supaya mereka bertobat. Apa yang memberikan Amos kekuatan khusus dan pengaruh sekarang ini juga adalah caranya di membukakan akar dosa-dosa Israel itu kepada terang hari. Jadi disitulah kita ingin membandingkannya dengan dosa-dosa kita sekarang dan menerima apa yang Allah ingin mengatakan kepada kita di masa kini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu!</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan utama Amos adalah nubuatan bahwa kerajaan utara Israel akan dihukum. <b>Amos 5:18-20 </b>mengatakan, “Celakalah mereka yang menginginkan hari Tuhan! Apakah gunanya hari Tuhan itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! 19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! 20 Bukankah hari Tuhan itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata-kata yang menetapkan nada bagi seluruh buku adalah <b>Amos 1:2</b>, “Tuhan mengaum dari Sion.” Itulah garis pokoknya. Dan di <b>Amos 4:12</b> terdengar peringatan ini, “Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!” Nubuatan ini adalah; Hari Tuhan yang mengerikan itu akan datang. Jika Anda memberontak melawan Dia, Anda akan bertemu dengan singa yang lapar yang mengaum dari Sion. Jika Anda melarikan diri Anda akan bertemu dengan seekor beruang yang kehilangan anak-anaknya. Jika Anda menyembunyikan diri di rumah Anda akan digigit ular beracun di jendela. Pada hari Tuhan bagi mereka yang tidak percaya tidak ada jalan keluar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang memberikan pesan penghakiman ini begitu banyak kekuatan dan pengaruh di buku Amos adalah gambaran yang dia berikan kita tentang Allah. Tiga kali dia berhenti sebentar hanya untuk menjelaskan siapakah Tuhan penghakiman itu sebenarnya. Di <b>Amos 4:13</b> dia mengatakan kepada kita siapakah yang kita akan bertemu, “Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--Tuhan, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu setiap pikiran Anda sebelum Anda mengucapkannya. Dia mengatur semua pekerjaan sistem surya dan berlangkah dari gunung Apalakia sampai ke Rockies dalam satu langkah. Apakah Anda mau bertemu dengan dia selagi dia mengaum dari Sion, atau selagi Dia bersukacita atas kami dengan senang hati? Amos berhenti sebentar sekali lagi di <b>5:8</b> hanya untuk merenungkan siapakah Tuhan itu, “Dia yang telah membuat konstelasi Pleiades dan perbintangan Orion, yang mengubah bayangan kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam, Dia yang memanggil air laut dan mencurahkan-nya ke atas permukaan bumi, dan Tuhan adalah nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, bersiaplah untuk bertemu dengan Allah yang membangun konstelasi seperti mainan anak-anak, dan memutar dunia seperti memutar bola, dan yang mengundang gelombang pasang seperti orang bersiul untuk anjing. Dan di <b>Amos 9:5-6</b>, “Tuhan Allah semesta alamlah yang menyentuh bumi, sehingga bergoyang, dan semua penduduknya berkabung, dan seluruhnya naik seperti sungai, dan surut seperti sungai Nil di Mesir; 6 yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--Tuhan itulah nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah Israel, ketika Amos mengatakan hari Tuhan akan datang, maksudnya adalah bahwa sang Pencipta datang! Apakah maksudnya ketika sang Pencipta mengatakan di <b>Amos 9:4</b>, “Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kecelakaan dan bukan untuk keberuntungan mereka?” Jadi pesan kuat dari nubuatan ini adalah bahwa penghakiman dahsyat Allah akan datang atas kerajaan utara Israel. Sang Pencipta dan Penguasa segala sesuatu akan mengaum dari Sion melawan semua musuh-musuh-Nya. Jadi bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, O Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Meninggalkan Allah</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah telah menentukan untuk menghakimi umat-Nya begitu berat? Seperti apa dosa-dosa mereka sampai ada berita seperti itu? Kita melihat satu dosa utama yang menyebabkan ada paling sedikit tiga dosa lain dan bersama-sama keempat dosa ini menyebabkan murka Allah semakin bertumbuh melawan Israel. Dosa utama adalah bahwa orang-orang telah meninggalkan Allah. Dan tiga dosa yang bercabang dari penolakan Allah itu adalah kecanduan kemewahan, ketidakpedulian terhadap kejujuran dan kekejaman terhadap orang miskin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita menyelidiki mereka. Pertama dosa utama, Israel telah meningggalkan Allah. <b>Amos 4:6-11</b> menggambarkan lima tindakan hukuman yang dilakukan Allah, dan setiap tindakan itu tujuannya adalah untuk memenangkan hati Israel untuk berbalik kepada Allah. Namun hasilnya sama setiap kali. Ayat 6, 8, 9, 10 dan 11 semua mengatakan hal yang sama, “namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman Tuhan.” Nabi tiu tidak dapat menjelaskannya lebih baik bahwa dosa utama Israel adalah bahwa dia jauh dari Allah dan perlu berbalik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi banyak orang ini menjadi penyembahan berhala terang-terangan, contoh di <b>Amos 5:26-27</b>, “Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu, 27 dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik," firman Tuhan, yang nama-Nya Allah semesta alam.” Dan mereka menolak Allah, misalnya, di dalam kelakuan seksual mereka di Amos 2:7 dimana dikatakan, “anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku.” Akar segala dosa seksual adalah ketidak-pedulian atas nama Allah yang kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang sekarang yang di dalam gereja berbicara seolah-olah Allah itu nyata, namun di dalam kehidupan seksual mereka mereka tidak menanyakan: Apakah Allah yang kudus itu menyetujui perilaku saya dan senang melihat kebiasaan seksual saya? Salah satu cara halus dalam menolak Allah dinyatakan dengan pergi ke gereja, memberi persembahan dan nyanyi lagu-lagu rohani namun dengan hati yang jauh dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah dengan hati-hati, Betel dan Gilgal adalah tempat-tempat beribadah pusat di Israel, namun di <b>Amos 4:4-5</b> Tuhan menyalahkan kemunafikan orang-orang, “Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga! 5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian <b>Amos 5:21-24</b> mengatakan, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22 Sungguh, apabila kamu mempersembah-kan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amos adalah Firman Allah yang menghancurkan bagi orang-orang yang hanya pura-pura memberi perhatian kepada Allah melalui kebaktian dan lagu-lagu, namun hati mereka jauh lebih terlibat dalam keuangan, olah raga, bisnis, keluarga atau hobi-hobi. Jika tindakan luar dari ibadahmu hanya suatu kedok untuk memberikan Anda kehormatan, sementara hati Anda sebenarnya sangat terikat dunia dan kenyamanan diri, maka Allah benci ibadah Anda dan benci persembahan dan lagu-lagu Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Amos memanggil supaya ada pertobatan di <b>5:4-6</b> hal pertama yang dia mengatakan adalah, “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 6 Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.” Dengan kata lain, nyata-kanlah dirimu kepada Allah. Janganlah menyamakan Dia dengan tempat-tempat ibadah atau perbuatan-perbuatan rohani. Dia adalah pribadi. Carilah Dia, kenallah Dia dan kembangkanlah hubungan pribadi dengan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecanduan kemewahan</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Israel tidak berbalik kepada Tuhan, jadi dari dosa utama yaitu pemberontakan terhadap Allah bertumbuh tiga dosa buruk yang lain yang meneybabkan murka Allah itu bertambah besar. Israel itu mulai kecanduan kemewahan, mereka tidak peduli kejujuran dan mereka tidak memelihara orang miskin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka lupa peringatan Allah di Ulangan 8:17-19, “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan Tuhan, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Amos 6:13</b> mengatakan kepada Israel, “kamu, yang bersukacita karena Lodabar, dan yang berkata: "Bukankah kita dengan kekuatan kita merebut Karnaim bagi kita?” Allah mengizinkan Israel itu untuk menjadi makmur, dan dia jatuh cinta dengan kemewahan dan membanggakan diri dalam kekuatannya dan kekayaannya. Amos menunjukkan tanggapan Allah di <b>6:8</b>, “Demikianlah firman Tuhan, Allah semesta alam, “Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada istananya.” Ketika Allah tidak lagi menjadi harta karun hatimu, Anda akan mementingkan kenikmatan dan kenyamanan hidup ini saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah bagaimana Amos menyerang orang-orang yang cinta kenyamanan di <b>6:4</b>, “Hai kamu yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang.” <b>Ayat 6</b>, “yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf!” Mereka adalah orang-orang yang hidup nyaman dan tidak berduka cita atas orang terhilang; mereka sangat egois dan mereka sama sekali tidak mengerti artinya mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada peringatan di <b>Amos 3:15</b> yang tertuju kepada orang-orang kelas menengah dimana-mana sampai saya agak segan membacanya. Namun Tuhan mengatakan disitu, “Aku akan merobohkan rumah musim dingin beserta rumah musim panas; hancurlah rumah-rumah gading, dan habislah rumah-rumah besar,” demikianlah firman Tuhan. Berhati-hatilah dan rajinlah jaga hatimu, sebab kalau tidak Anda akan diperbudak kenyamanan dan kecanduan kemewahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketidakjujuran dan ketidakpedulian terhadap orang yang Butuh.</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cinta kenyamanan itu menyebabkan ada ketidakjujuran dan ketidakpedulian terhadap orang yang butuh pertolongan. Amos menyerang kejahatan di Israel ini lebih dari pada yang lain. <b>Amos 2:6-7</b> mengatakan, “Beginilah firman Tuhan: “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut; 7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>4:1</b> Amos memberikan kami suatu gambaran wanita-wanita kaya di Samaria, “Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!” Kemudian di <b>5:12</b> dia menunjukkan bagaimana korupsi dan ketidakpedulain itu bercampur, “Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya di <b>Amos 8:4-6</b> kita melihat bagaimana kemunafikan dan cinta kemwahan, ketidakjujuran dan ketidakpedulian itu semua bercampur aduk, “Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan timbangan palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa-dosa inilah yang menambahkan murka Allah di zaman Amos, dan dosa-dosa yang sama menambahkan kepada murka Allah di waktu kini disini juga. Dosa-dosa kita dinyatakan dalam pemberontakan kita terhadap Allah (bahkan juga ketika ditutup dengan kehadiran di gereja), dan dalam kecamduan kepada kemewahan dan kenyamanan, dan dengan ketidakpedulian terhadap kejujuran, dan dengan mengabaikan orang-orang miskin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><b><span class="fs12lh1-5 cf1">Panggilan untuk Bertobat</span></b></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah hanya ada beberapa panggilan untuk bertobat yang muncul dari pesan murka Allah. Yang pertama kita melihat di <b>Amos 5:6</b>, “Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.” Jadi ada harapan bagi mereka yang telah di konversi. Namun Amos menjelaskan bahwa konversi itu lebih dari pada berubah pikiran tentang Allah. Itu berarti menukarkan cinta kenyamanan itu dengan cinta kebaikan dan keadilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Amos 5:14-15</b> mengatakan, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin Tuhan, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya “tegakkanlah keadilan di pintu gerbang?” Itu berarti tidak ada lagi pemerasan; tidak ada lagi ketidakpedulian untuk orang miskin, dan tidak ada lagi peraturan yang mencuri dari orang kaya. Tidak ada lagi panitia-panitia sosialis yang menentukan apa yang harus terjadi, dan tidak ada lagi orang-orang kaya yang tidak peduli orang miskin. Tidak ada lagi iklan palsu. Ketika upah itu adil, perjanjian diikuti dan semua orang mengasihi sesama manusia untuk kemuliaan Allah, baru keadilan di pintu gerbang akan dibentuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana caranya kita melakukan itu? Dengan memohon Roh Kudus untuk menghasilkan orang yang hatinya terbakar dengan kebenaran Allah. Itu bukan karena orang Kristen mendapatkan subsidi pemerintah yang lebih besar untuk perumahan, kesehatan dan pekerjaan. Itu adalah karena Roh Kudus telah mempengaruhi orang sehingga ada efek rohani yang luar biasa di hati dan jiwa orang sehingga mereka merasa kepedihan hati nurani ketika janji-janji tidak ditepati dan bayi-bayi digugurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika pelanggaran kasih tidak dirawat pada sumber rohani hati manusia, maka sungai kejahatan yang mengalir keluar itu akan merubuhkan setiap bendungan legal dan menyapu dunia dengan ketidakadilan. Jika kita, sebagai orang Kristen, tidak dengan sepenuh hati melakukan pekerjaan rohani ini, tidak ada orang lain yang akan melakukan itu, karena tidak ada orang lain yang memiliki Roh Kudus dan berita penebusan dosa. Jadi kalau demikian siapakah dapat bertahan saat Tuhan mengaum dari Sion? Semoga Roh Kudus membimbing kami dalam penginjilan dan berbuat baik kepada semua orang, Amin? Marilah kita berdoa!</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Sep 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160918</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/3280370b</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penentangan Setan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_a3s7q89a"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+13:1-13" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 13:1-13</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat KPR 13 malam ini. Tentu Kisah Para Rasul itu adalah buku misionaris tentang pengabaran Injil. Bab ini adalah tentang ‘Penentangan Iblis terhadap Misi yang dipenuhi Roh.’ Iblis sedang bekerja sekarang juga, sama seperti dulu. Kita bukan saja melihat hal itu dalam kebudayaan kita namun di dalam kebudayaan lain di seluruh dunia. Musuh itu selalu aktif dalam menimbulkan kebencian terhadap pelayanan Yesus Kristus.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Iblis itu bekerja dengan berbagai cara di dunia ini. Namun waspadalah faktanya bahwa dia itu selalu aktif. Dan ketika kita berusaha untuk menyele-saikan pekerjaan Allah, pastilah kita akan menghadapi tantangan musuh kita. Nah sekarang marilah kita melihat penentangan Setan terhadap misi yang dipenuhi Roh di KPR 13 yang adalah bab kritis dalam mengalirnya perkembangan Kerajaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang waktunya sudah 25 tahun sesudah Pentakosta. Gereja telah berkem-bang terus. Itu sudah menjangkau Yerusalem, Yudea dan Samaria, dan itu semua terpusat terutama di daerah-daerah itu. Namun sekarang tibalah waktunya untuk bergerak ke dalam dunia orang-orang yang bukan Yahudi, untuk mendirikan bagian terakhir dari perintah Tuhan, yaitu untuk mengabarkan Injil kepada semua orang di seluruh dunia. Dan pada waktu itu sudah didirikan dasar operasi yang efektif di gereja Antiokhia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Antiokhia itu gereja yang sangat indah, gereja yang memuliakan Kristus dan yang dipenuhi Roh, yang sudah siap untuk menginjili dunia. Mereka memiliki fondasi yang kuat di dalam kebenaran Allah. Dan ada banyak orang lelaki dan perempuan yang sanggup dan sudah dilatih. Itu merupakan bagi kami suatu pola dan contoh. Gereja yang sudah berkomitmen seperti yang kita lihat di Antiokhia adalah sebuah gereja yang sanggup menginjili dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerjaan Roh Kudus itu ada dimana-mana. Lihatlah ayat-ayat berikutnya, ayat 2, “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus.” Ayat 4, “Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia.” Ayat 9, “Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus.” Nah, pada waktu melihat kembali KPR 11:24, “dikatakan tentang Barnabas, “Dia adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.” Ini adalah gereja yang dikuasai Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja yang dipenuhi Roh adalah sebuah gereja dimana jemaatnya hidup dengan ketaatan yang konsisten kepada kehendak Allah dan dimana kehendak Allah diwujudkan. Di Efesus 5:18 dikatakan, “hendaklah kamu penuh dengan Roh,” dan di Kolose 3:16 dikatakan, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.” Jadi ini semua harus mulai dengan jemaat yang dipenuhi Roh supaya mereka sanggup mempengaruhi dunia disekitarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah supaya gereja itu efektif harus ada <b>kepemimpinan yang tepat</b>. Lihatlah ayat 1, “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” Gereja yang akan menjangkau dunia selalu akan memiliki pemimpin–pemimpin yang kuat dan spiritual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Timotius 3:2-5, Rasul Paulus menunjukkan orang seperti apa yang patut menjadi pemimpin di gereja Allah, dan standarnya tinggi, “haruslah seorang yang tak bercacat.” Dia haruslah pria yang satu-wanita, dan itu berarti dia berkomitmen dan mengasihi isterinya secara total. Itu persyaratan rohani di waktu sekarang. Tidak cukup Anda telah menikah dengan perempuan yang sama, karena keadaan itu tidak menjamin Anda benar–benar mengasihinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2-5 meneruskan, “bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? Dan janganlah ia seorang yang baru bertobat dan sebagainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, gereja yang akan menjangkau dunia <b>harus memiliki pelayanan spiritual</b>. Apakah artinya itu? Itu berarti melayani Tuhan dan berpuasa dan berdoa. Dan bagaimana Tuhan itu dilayani? Dia dilayani dengan menerangkan Firman-Nya dan dengan berdoa, dan itulah perspektif yang sama dari KPR 6:4 dimana dikatakan, “supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Melayani pada dasarnya berarti melayani seperti imam. Mereka melihat pelayanan mereka sebagai penyembahan kepada Allah. Pengorbananku kepada Allah adalah pelayanan yang aku berikan dan setiap khotbah yang saya sampaikan adalah didalam hati saya suatu pengorbanan di tempat kudus Perjanjian Lama untuk dipersembahkan kepada Allah. Setiap hari saya hidup, setiap jam saya belajar, setiap saat saya berdoa adalah yang dipersembahkan kepada Allah sebagai tindakan ibadah bagi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang ada banyak hal lain yang harus dilakukan seperti bekerja untuk beberapa proyek dan melakukan banyak detail-detail, namun janganlah sekali-kali lupa prioritas itu. Orang-orang ini melayani Tuhan dan bukan saja manusia. Ketika Anda hanya mementingkan pelayanan orang, ada kemungkinan kompromi, karena manusia yang dipentingkan. Namun selama Anda tawarkan segalanya untuk Allah, tidak ada tempat untuk kompromi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga berpuasa, yang menunjukkan intensitas doa mereka. Berpuasa adalah cara untuk menunjukkan pengabdian, kewaspadaan dan semangat. Dan itu terjadi ketika Anda begitu semangat untuk Allah dalam hati Anda sehingga keinginan untuk makan itu langsung menghilang; bahkan kadang-kadang itu hanya pantang parsial dari hal-hal duniawi.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada elemen ketiga dan itu adalah <b>misi spiritual</b>. Ayat 2 mengatakan, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Roh Kudus bergerak dan berbicara melalui nabi-nabi sebelum Perjanjian Baru itu diselesaikan. para Rasul memberi doktrin. Para Nabi memberi hal-hal praktis dan applikasinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perhatikanlah apa yang terjadi pada waktu mereka melayani. Allah menggunakan mereka yang sedang melayani. Allah mengambil yang terbaik. Allah memanggil Barnabas dan Saulus dan mengutus mereka untuk suatu misi khusus. Jika Roh Allah menempatkan tangan-Nya kepada hati Anda itu adalah suatu panggilan dan panggilan itu pada umumnya dinyatakan oleh keinginanmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 3</b>, gereja itu merespon, “Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.” Itu adalah tanda penegasan dan konfirmasi. Itu seperti mengatakan, “Hai kalian, kami mendukung. Kami setuju dengan kalian dan tujuan kalian. Kami mendukung dengan berdoa dan bantuan, dan kami mengutus kalian.” <b>Ayat 4</b>, “Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5</b> mengatakan, “Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.” Ini mengacu kepada Yohanes Markus. Jadi mereka berangkat ke Seleukia, yang adalah pelabuhan Antiokhia, kira-kira 24 kilometer jauhnya di pantai Mediterania. Siprus adalah rumahnya Barnabas kira-kira 170 kilometer jauhnya kemudian di luar itu Salamis dimana mereka berkhotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah pusat perdagangan utama, kota terbesar, dengan sejumlah besar orang Yahudi. Dan itu cukup besar untuk memiliki banyak sinagog. Dan di dalam salah satu sinagog itu mereka masuk dan berkhotbah. Apakah Anda perhatikan bahwa di ayat 5 dikatakan bahwa Yohanes membantu mereka? Ini adalah Yohanes Markus yang dinamakan di KPR 12:12. Yohanes yang nama keluarganya adalah Markus, yang nama ibunya adalah Maria, dan mereka sering mengadakan pemahaman Alkitab di rumahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selagi mereka diutus untuk misi rohani, mereka langsung bertemu dengan <b>orang militant spiritual. Ayat 6</b>, “Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Bar-Yesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu.” Ini benar nama luar biasa untuk tukang sihir karena itu berarti “anak keselamatan.” Nah Pafos itu adalah pusat pemerintah Romawi dan itu juga pusat penyembahan Venus, dewi cinta.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi mengatakan bahwa Venus itu lahir dari busa laut dan ia disembah dengan pesta pora seksual yang liar sekali. Kota itu adalah tempat dosa dimana orang-orang berkubang di dalam kotoran moral. Tentu saja mereka menemukan tukang sihir ini bernama Bar-Yesus. <b>Ayat 7</b> meneruskan, “Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatur supaya Barnabas dan Saulus dapat bertemu dengan gubernur Romawi ini. Jadi mereka dipersilahkan masuk untuk bertemu dan mereka menemukan disampingnya tukang sihir ini yang pada dasarnya adalah penengah yang berhubungan dengan kuasa-kuasa gelap. Jadi disini ada orang jahat yang dipengaruhi Iblis yang adalah nabi palsu. <b>Ayat 8</b>, “Tetapi Elimas--demikianlah namanya dalam bahasa Yunani--,tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari iman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita disini melihat ada peperangan spiritual, agen Setan, Elimas Bar-Yesus mulai menahan mereka supaya Gubernur itu berpaling dari iman. Jadi jika Anda mulai menjangkau jiwa untuk Yesus Kristus, pastilah Iblis ingin menghalang Anda. Kata ‘Elimas’ itu berasal dari bahasa Arab, dan itu berarti berkuasa. Itu juga menunjukkan bahwa Sergius Paulus mencoba-coba ilmu gaib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah bahayanya seperti tertulis dalam 1 Timotius 4:1, “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Apakah Anda pernah merasa heran ada orang yang kelihatannya tertarik iman, namun kemudian tiba-tiba jatuh menghilang? Mungkin saja mereka diserbu roh penyesat dan ajaran setan. Jadi rayuan Iblis pada saat iman menghadapi jiwa itu bukan sesuatu yang baru. Dan kita lihat ilustrasinya di KPR 13.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Iblis bukan saja menghalang kita dari luar namun juga menghalang kita dari dalam. <b>Ayat 13</b>, “Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.” Jadi ada serangan luar dari Elimas dan juga ada serangan dari dalam dari Yohanes Markus. Tahulah Anda bahwa misi gereja sering hancur dari dalam sama seperti dari luar? Ada perpecahan, perselisihan, pertikaian dan keengganan untuk pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada Yohanes Markus dan dia tidak mau ikut lagi. Kami tidak diberitahu mengapa, namun dia tidak ada alasan baik, dan Paulus tidak pernah melupakan hal itu. Di KPR 15:37-38 dikatakan, “Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda apa yang terjadi? Ayat 39-40, “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. 40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan.” Paulus tahu bahwa Yohanes Markus telah menunjukkan perasaan penakut dan Paulus itu tabah. Barnabas ingin mengampuninya dan memulihkannya, namun Paulus tidak setuju.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Paulus mengampuni dia pada waktu usianya sudah lanjut. Paulus menulis di 2 Timotius 4:11, “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.” Allah memulih-kan Markus dan Paulus mau menerimanya kembali. Apakah yang menyebabkan Markus meninggalkan Paulus dan Barnabas? Mungkin dia takut bahaya. Mereka harus melintasi pegunungan Taurus dan di gua-gua itu selalu ada banyak perampok.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengacu kepada bahaya perampokan di 2 Korintus 11:26. Pada waktu Markus memikirkan kesulitan di perjalanan dia melihat ada bahaya dan biayanya cukup besar, sampai dia langsung berhenti; dan itu menyerang misi dari dalam. Jadi ketika Anda mau memulai suatu proyek dimana orang harus pergi, mereka diserang. Namun ada juga mereka yang tidak jadi pergi karena mereka membatalkannya disaat itu juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9-10</b>, “Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, 10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan jalan Tuhan yang lurus itu?” Bagaimana caranya kita harus menghadapi Iblis? Maju terus. Tukang sihir itu penuh dusta, jahat dan nakal. Kedua dia mengatakan, “Hai anak Iblis.” Memang namamu anak keselamatan, namun kamu ini anak Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 11</b>, “Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari.” Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia.” Allah menyebabkan dia langsung buta. Namun peperangan itu sebenarnya bukan dengan Elimas. Yang diperjuangkan itu adalah jiwa Sergius Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b>, “Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.” Ada banyak jiwa di seluruh dunia yang dapat di jangkau Allah. Masih banyak suku di daerah Papua yang belum pernah mendengar berita Yesus Kristus. Dan ada banyak tempat dimana Iblis memiliki pengaruh besar. Dan memang selalu ada peperangan rohani diluar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu apa yang kita belajar dalam misi? Kita belajar bahwa lokasi geografis dari kaki Anda sama sekali tidak ada hubungannya dengan hati Anda. Jika Anda tidak peduli akan jiwa orang disini, pasti Anda akan tidak peduli akan jiwa-jiwa di tempat lain. Pria dan wanita yang berpikiran rohani yang sedang melakukan pelayanan spiritual adalah jenis orang yang dipilih Allah dan dipanggil Allah untuk bermisi rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka harus menghadapi fakta bahwa langsung setelah ada panggilan untuk pergi ke misi spiritual, mereka akan diperhadapkan dengan militan-militan Iblis yang berusaha menggagalkan upaya itu. Namun jika mereka beriman dan jika mereka bersandar kepada sumber daya dan kekuasaan Allah, mereka akan tahu penguasaan spiritual yang diberikan Allah kepada orang-orang di hari itu. Karena Allah kita tidak akan berubah, Amin? Dia selalu sama dan kita akan menang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuncinya dibelakang semuanya ini adalah bahwa kita perlu dikuasai Roh Kudus. Banyak orang percaya bahwa kita hidup sekarang di dalam zaman sesudah misionaris, namun itu tidak benar. Kami memerlukan lebih banyak lagi orang untuk melayani bagi Kristus di seluruh dunia. Pekerjaan itu masih banyak sekali. Iblis terus akan melawan namun Firman Allah mengatakan di 1 Yohanes 4:4, “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Itu adalah janji kemenangan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Sep 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160911</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/a3s7q89a</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebodohan melawan Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_8nf3196w"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 12</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tentu sudah menyadari ada permusuhan terhadap Allah dan iman orang Kristen. Kami melihat permusuhan terus-menerus di seluruh dunia. Bahkan ada suatu pernyataan yang diberikan gereja Rusia Ortodoks yang memperingati semua orang Rusia Ortodoks di seluruh negara Rusia untuk waspada terhadap serigala yang akan menyamar sebagai domba yang akan mengajarkan doktrin yang salah, yaitu bahwa keselamatan hanya mungkin oleh karena anugerah saja.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa permusuhan negara kita sendiri melawan Kekristenan sekarang semakin meningkat. Dan selagi orang fasik kebudayaan kita tidak menemukan pengaruh Kristen di dalam kebudayaan kita, mereka akan terus menjadi lebih agresif dalam kejahatan mereka, dan mereka ingin menghancurkan siapa saja yang menghalang mereka. dan karena itu akan ada permusuhan meningkat terhadap umat Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja ini tanda dari pada apa yang akan datang, yaitu permusuhan seluruh dunia pada waktu masa tribulasi. Satu hal sudah tentu, akan ada peperangan lama melawan Allah. Itu sudah berlangsung sejak Lucifer ingin menjadi seperti Yang Mahatinggi dan dia dibuang dari surga. Namanya menjadi Iblis. Dan dia membawa bersamanya sepertiga dari semua malaikat; dan mereka menjadi setan-setan dan mereka telah mengatur kejahatan sejak itu dalam peperangan melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menggunakan sebanyak manusia mungkin untuk berperang melawan Allah dan tujuan-Nya dan kerajaan-Nya dan tentu pemerintah Anak-Nya sendiri, Yesus Kristus. Nah kita telah belajar di Wahyu 12 bahwa di masa Tribulasi ini akan datang upaya terakhir yang besar melawan Allah yang dipimpin Iblis mela-lui anti-Kristus dan nabi palsu itu yang diperkenalkan kepada kami di Wahyu 13.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah puncaknya peperangan panjang melawan Allah. Dan karena itu kita harus menyadari malam ini betapa bodohnya untuk berperang melawan Allah. Apakah Anda seorang teroris di mana saja, atau seorang anti-Kristen di negara mana pun, atau Anda anti-Allah dari perspektif Islam atau Anda hanya homoseksual atau lesbian atau seorang pezinah dan Anda bermusuhan dengan hukum Allah secara umum, untuk melawan Allah itu bodoh sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba kembali dalam sejarah Perjanjian Lama dan kita melihat peperangan pan-jang melawan Allah itu. Contoh, Allah memiliki standar untuk pengorbanan: Habel mematuhinya, Kain melawannya dan akhirnya terkutuk. Allah memiliki standar untuk moralitas: Nuh mengikutinya dan sisa dunia berjuang melawannya dan tenggelam dan terkutuk. Allah memiliki standar untuk kemurnian seksual: Abraham mematuhinya dan Lot melawannya dan isterinya mati dan keturunan-nya terkutuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memiliki standar untuk prioritas spiritual, yang bukan duniawi, Yakub mematuhi standar itu dan Esau melawannya dan kehilangan berkat. Dan disitu di buku Kejadian saja kita melihat kebodohan untuk berperang melawan Allah, tujuan Allah, rencana Allah dan firman Allah. Sejarah dunia penuh dengan kerangka hancur dari pria dan wanita yang melemparkan diri melawan Allah seperti telur dilemparkan kepada tebing batu granit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dari buku Keluaran, sejarah Alkitab menunjukkan tipe orang tertentu yang memimpin peperangan itu melawan Allah. Dan orang itu adalah raja atau pemimpin. Raja pertama seperti itu yang berperang melawan Allah adalah Firaun. Biayanya adalah kehormatannya, biayanya adalah takhtanya, biayanya adalah rakyatnya, biayanya adalah anaknya dan itu juga menyebabkan dia mati. Sebaliknya jika Anda berdoa dan percaya, ini mungkin terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 Raja-raja 19:20-22, “Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan: "Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, telah Kudengar. 21 Inilah firman yang telah diucapkan Tuhan mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. 22 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? Terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong? Terhadap Yang Mahakudus Allah Israel!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 35-37, “Maka pada malam itu keluarlah Malaikat Tuhan, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka! 36 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe. 37 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun demikian Iblis selalu berperang melawan Allah dan umat Allah dan tujuan Allah. Salah satu raja yang berperang melawan Allah kita melihat di KPR 12. Disini kita mulai mengenal keluarga Herodes, yang pertama dari keluarga ini yang dinamakan Herodes Agung. Dia muncul pada tahun 41 S.M. dan sejak itu sampai kelahiran Kristus, Herodes Agung ini berkuasa. Dia adalah orang fasik dan dia menikah 10 kali dan anak-anaknya banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu dari anaknya adalah Herodes Agrippa Pertama yang telah terdidik di Roma namun yang memperoleh rahmat baik dari orang-orang Yahudi. Dialah yang berkuasa pada waktu KPR 12. Dia adalah sosok tragis yang menjadi contoh kita dalam bab ini dalam kebodohannya berperang melawan Allah. Lihatlah <b>KPR 12:1</b>, “Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya “Kira-kira pada waktu itu,” pada waktu apa? Nah itu adalah waktunya di KPR 11:27-30 dimana ada kelaparan besar selama Klaudius bertakhta. Itu terjadi 44 tahun setelah kelahiran Kristus. Setelah kenaikan Yesus Kristus, selama beberapa tahun ada waktu damai setelah penganiayaan dan kematian Stefanus. Namun disinlah penganiayaan mulai lagi dan kali ini itu dipimpin Herodes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jemaat gereja Yerusalem sekarang sudah bertumbuh menjadi ribuan orang. Dan mereka sekarang sudah mulai merasa pengaruh kelaparan itu. Dan ditambah itu sekarang mereka dianiaya Herodes. Nah ironis bahwa sebenarnya tindakan Herodes itu bukan karena dia anti-Kristen, dia melakukan itu karena itu menolong dia secara politis. Tanggapan terbaik melalui membaca tentang Agrippa adalah bahwa dia sama seperti semua keluarganya, yaitu hanya mementingkan kuasa mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes mulai menganiaya orang Kristen karena dia tahu betapa besar kebencian orang Yahudi terhadap mereka, dan dia pikir itu adalah satu cara dimana dia akan disenangi mereka. <b>Ayat 2 </b>mengatakan, “Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.”<b> </b>Disini Yakobus, salah satu dari kedua anak Zebedeus menjadi martir pertama diantara para rasul. Talmud Yahudi memberitahukan kami bahwa eksekusi memakai pedang itu digunakan ketika orang menyembah berhala.<b></b></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes sebenarnya hanya ingin mendapat posisi dengan para pemimpin Yahudi. <b>Ayat 3</b>, “Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.” Dia pikir, wah ini berhasil, lebih baik kita lakukan itu lagi. Jika dia bisa mendapatkan keuntungan politik dengan membunuh satu dari mereka, apalagi jika dia dapat membunuh pemimpinnya. <b>Ayat 3 meneruskan</b>, “Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.” Itu adalah hari Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yerusalem penuh orang-orang, macet dengan peziarah. Dia ingin menunggu sampai hari Pelewatan itu sudah selesai dan peziarah itu sedang menunggukan acara berikutnya. Jadi dia tangkap Petrus. <b>Ayat 4</b> mengatakan, “Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Pelewatan itu ia menghadapkannya di depan orang banyak.” Herodes takut ada orang Kristen yang mencari jalan untuk membebaskan Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi <b>ayat 5</b> mengatakan, “Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara.” Herodes akan berperang melawan Allah dengan menghancurkan pemimpin orang Kristen itu. Namun ada konsekuennya karena Allah bertarung kembali. Yeremia 21:5 mengatakan, “Aku sendiri akan berperang melawan kamu dengan tangan yang teracung, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar.” Wahyu 2:16, “Sebab itu bertobat-lah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berikutnya ada bukti melihat kisah penjara Petrus bahwa tidak mungkin kita dapat mengalahkan Allah. Herodes memenjarakannya, namun Allah membebaskannya. <b>Ayat 5 meneruskan</b>, “Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.” Yakobus 5:16 mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.” Doa itu adalah kunci yang membuka gudang kuasa Allah dalam keadaan seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu mereka berdoa Allah dengan kuasa-Nya bertindak untuk menggenapi tujuan-Nya. <b>Ayat 6</b>, “Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.” Lihatlah, Petrus itu lagi tidur, dia tidak takut. Ketika ia mengatakan di 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu,” itu adalah sesuatu yang dia telah sering lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 7</b>, “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.” Petrus tertidur njenjak, jadi malaikat itu perlu menepuknya untuk membangun-kannya. dan pada saat dia mengatakan bangunlah segera, rantai itu jatuh dari Petrus. <b>Ayat 8</b>, “Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.” Petrus masih bingung sekali. <b>Ayat 10</b>, “Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.” Waduh!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada penjara yang dapat menahan hamba Allah yang ingin dibebaskan Allah. Para malaikat adalah roh-roh pelayanan yang diutus untuk melayani orang-orang percaya. <b>Ayat 11</b>, “Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 12</b> mengatakan, “Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.” Jadi Petrus berjalan melalui jalan-jalan sempit sampai kepada salah satu tempat pertemuan utama bagi orang Kristen di Yerusalem, yaitu rumahnya Maria, ibunya Yohanes dan Markus, karena dia tahu banyak orang percaya ada disitu sedang berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian <b>ayat 13</b>, “Dan ketika ia mengetuk pintu gerbang, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk itu.” Nama Rode itu artinya bunga mawar. Orang-orang percaya berdoa untuk Petrus. Dan doa-doa ini berlansung sepanjang malam. Nah Petrus ingin masuk kedalam dimana orang tidak dapat melihatnya. <b>Ayat 14</b>, “Ia terus mengenal suara Petrus, tetapi karena girangnya ia tidak membuka pintu gerbang itu dan segera masuk ke dalam untuk memberitahukan, bahwa Petrus ada di depan pintu gerbang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia begitu girang dia lupa membuka pintu. Allah menjawab doa-doa kami, dia ada di depan pintu! Nah, untuk menunjukkan kedangkalan iman mereka, <b>ayat 15</b>, “Kata mereka kepada perempuan itu: "Engkau mengigau." Akan tetapi ia tetap mengatakan, bahwa benar-benar demikian. Kata mereka: "Itu malaikatnya.” Mereka menciptakan teologi untuk menampung ketidakpercayaan mereka. Itu kepercayaan orang Yahudi bahwa setiap orang memiliki malaikat pribadi. Namun itu tidak diajarkan di dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 16-17</b>, “Tetapi Petrus terus-menerus mengetuk dan ketika mereka membuka pintu dan melihat dia, mereka tercengang-cengang. 17 Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceriterakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: "Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita." Lalu ia keluar dan pergi ke tempat lain.” Ini bukan Yakobus anaknya Zebedeus namun ini kepala gereja, Yakobus yang lain, saudara Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus, saudara Tuhan juga dimartir di tahun 62 M, waktu dilempar dari puncak Bait Allah. Dan Petrus pergi ke tempat lain untuk bersembunyi. Dia menghilang. dan ketika kita tiba di Kisah Para Rasul 13, kita diperkenalkan kepada Paulus. Petrus adalah tokoh utama dari KPR 1 sampai 12, namun dari KPR 13 ke atas itu adalah Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “Pada keesokan harinya gemparlah prajurit-prajurit itu. Mereka bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan Petrus.” Para prajurit ini benar mengerti apakah hukumannya jika ada tahanan yang hilang. Dan mereka mulai panik. <b>Ayat 19</b>, “Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan membunuh mereka. Kemudian ia berangkat dari Yudea ke Kaisarea dan tinggal di situ.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 20</b>, “Herodes sangat marah terhadap orang Tirus dan Sidon. Atas persetujuan bersama mereka pergi menghadap dia. Mereka berhasil membujuk Blastus, pegawai istana raja, ke pihak mereka, lalu mereka memohonkan perdamaian, karena negeri mereka beroleh bahan makanan dari wilayah raja.” Nah, kedua kota Fenisia itu sangat tergantung kepada Herodes untuk makanan mereka waktu ada kelaparan. Herodes telah memotong pertolongannya dan mereka kesakitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 21-22</b>, “Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. 22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!” Nah, daripada menolak penyembahan dan puji-pujian, daripada memuliakan Allah saja, dia malah menerima hal itu. Dan dengan perbuatan itu dia memuliakan dirinya daripada Allah dan dengan demikian dia menyerang Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.” Herodes ambruk menurut Yosefus, dia dibawa keluar dan dia dimakan cacing. Dan menurut Yosefus dia mati dalam lima hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24-25</b>, “Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. 25 Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.” Pekerjaan Allah berlangsung terus. Penaniayaan tidak berhasil memberhentikannya. Ini sesuai dengan perkataan Yesus di Matius 16:18, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Sep 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160904</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/8nf3196w</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gereja Non-Yahudi yang Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_dg057mgc"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+11:1-30" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 11:1-30</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang mulai mempelajari Kisah 11. Rencana Allah dalam pengabaran Injil mulai di Yerusalem kemudian itu terus menyebar. Sekarang, bagian terakhir penginjilan itu adalah membawa injil itu kepada orang-orang yang bukan Yahudi. Selagi kami mempelajari Kisah Para Rasul 11, injil sudah disampaikan kepada orang Yahudi di Yerusalem dan orang-orang Samaria, dan di KPR 10 itu mulai diberitakan kepada kelompok pertama orang non-Yahudi di rumah Kornelius dan Petrus adalah yang menyampaikannya. Dan Kornelius bersama seluruh rumah tangganya diselamatkan dengan indah.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Petrus harus melaporkan apa yang telah terjadi kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem di KPR 11. Dan dia tahu ini tidak gampang. Memang sukar untuk memasukkan orang non-Yahudi ke dalam gereja dan Allah telah memberikannya suatu visi khusus untuk menyiapkan hatinya. Orang-orang Yahudi di Yerusalem tidak diberikan visi seperti itu. Mereka masih saja memiliki prasangka biasa dalam pandangan terpisah dimana orang Yahudi saja adalah lebih unggul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia di KPR 11:1-17 menceritakan apa yang telah terjadi dan saya tidak perlu memberi komentar banyak tentang itu karena itu semua adalah pembacaan yang sama dari apa yang kita pelajari di KPR 10. Kisah 11:1 mengatakan, “Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.” Yang menarik adalah bahwa mereka rupanya telah mendengar apa yang telah terjadi sebelum Petrus dapat membela dirinya dan mereka telah membentuk beberapa praduga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 2</b>, “Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.” Itu nama golongan orang-orang Yahudi yang berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk menjadi orang Kristen adalah menjadi orang Yahudi dulu. Dan di KPR 15:5 di Sidang Gereja di Yerusalem mereka mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat menjadi orang Kristen kalau ia tidak disunat. Mereka tidak percaya Petrus dan karena itu mereka membantah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang legalis itu terus menerus mengganggunya dengan kata-kata seperti ini, <b>ayat 3</b>, “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.” Nah hal itu benar-benar di larang. Anda tidak boleh bersekutu dengan orang yang belum disunat dan makan bersama mereka, dan paling tidak mengundang mereka masuk dengan hak dasar yang sama di gereja. Dan Petrus telah melakukan kedua-duanya, jadi kelompok ini sangat marah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Petrus hanya menceritakan semua fakta mulai dari ayat 5 sampai ayat 15 dimana dia menggambarkan visi dari Allah dimana kain itu turun tiga kali yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan diantara orang Yahudi dan orang non-Yahudi. Dan bahwa enam orang Yahudi datang bersamanya ke rumah Kornelius. Dan Kornelius juga melihat visi dimana ada malaikat yang mengatakan untuk mengirim orang ke Yope untuk menjemput Petrus yang akan memberitahukan mereka bagaimana caranya mereka dapat diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kornelius memiliki hati yang sudah siap dan demikian juga rumah tangganya. Dan Petrus adalah alatnya untuk memberitakan kabar baik yang mereka ingin mendengar. <b>Ayat 15-17</b>, “Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. 16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?” Allah telah menjanjikan itu dan Allah melakukannya. Apalagi yang saya dapat perbuat?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hanya ulangan dari KPR 10. Di Alkitab tidak pernah ada tempat dimana dua kisah yang sama diulangi dua kali berturut-turut, satu kali setelah yang lain. Setelah semua keterangan dari visi Kornelius ketika Petrus ke rumahnya, Kornelius juga menceritakan semuanya sekali lagi dan Roh Kudus memasukkan semua itu ke dalam lagi. Jadi ini diulangi tiga kali dalam dua bab ini. Ketika Allah mengulangi sesuatu tiga kali, sangat penting kita mengingatkan hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menyadari bahwa ini suatu ujian rohani dan dia menghadapinya dengan cara ini. Petrus tidak bertindak sendirian, dia membawa enam orang bersama-nya. Karena dia ingin ada kesaksian enam orang lain yang mendukung kesaksiannya sendiri. Orang Yahudi benar-benar mengerti hukum Mesir yang mengatakan dimana ada tujuh saksi, kasus itu selesai. Dan hukum Romawi mengatakan harus ada tujuh meterai di surat wasiat. Jadi Petrus pergi bersama enam orang lain jadi jumlah mereka tujuh dan dengan demikian dia mengesahkan bahwa memang itu semua benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 18</b>, “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.” Ini adalah salah satu pernyataan yang paling mengejutkan di dalam sejarah orang Yahudi. Bagi orang Yahudi untuk menyatakan bahwa orang bukan Yahudi bisa diselamatkan adalah sangat luar biasa. Mengapa? Karena kalau orang Yahudi Kristen tidak sanggup menyatakan itu mereka tidak mungkin dapat mengabarkan Injil kepada orang-orang non-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi seluruh kejadian dengan Kornelius dan Petrus pada akhirnya kembali ke Yerusalem dan setelah ada pengakuan besar itu, itu menjadi pemicu yang menyebabkan gereja mulai menjangkau orang-orang kafir, dan kalian semua dan saya adalah hasilnya. Petrus oleh Roh Kudus telah meyakinkan mereka tentang hal itu karena Petrus sendiri telah diyakinkan dulu oleh Allah tentang hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa sejarawan mengatakan bahwa dibutuhkan setidaknya waktu tujuh tahun dari Pentakosta sampai pendirian gereja di Antiokhia. Kemudian dari situ setelah fondasi dasar sudah selesai, baru mereka keluar untuk menjangkau orang-orang non-Yahudi. Mengapa begitu lama? Nomor satu, <b>otoritas para rasul perlu didirikan</b> dulu. Para rasul itu yang berbicara bagi Allah dan merekalah yang menentukan doktrin. Mereka pada saat itu belum memiliki Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua adalah karena <b>alat-alat yang benar harus dipersiapkan</b>. Itu makan waktu untuk mendewasakan orang-orang itu. Apakah Anda menyadari bahwa ketika gereja itu didirikan semua orang itu masih seperti bayi rohani. Itu cukup berat untuk mendewasakan satu kelompok orang yang masih bayi secara rohani. namun bayangkan satu jemaat besar yang semua diselamatkan pada hari yang sama. Jadi mereka memerlukan waktu untuk persiapan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga adalah bahwa mereka semua memerlukan waktu untuk <b>merubah prasangka mereka. </b>Karena alasan-alasan itu<b> </b>Roh Allah<b> </b>menunda waktu paling tidak tujuh tahun sebelum mereka bergerak menuju ke Antiokhia. Allah dengan kuasa pemeliharaan-Nya yang indah benar-benar memberkati Firman-Nya disitu. Dan pada waktu Anda sendiri mengajar Firman Allah, Anda akan diperkuat dan ajaran Anda menjadi lebih tegas dan jelas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang sama terjadi disini dalam keadaan di teks ini. Sebagai gereja ketika dasarnya sudah didirikan, orang-orang mulai bergerak keluar. Dan itu bukan sesuatu yang harus dipaksa. Yang luar biasa adalah bahwa itu pekerjaan Roh Kudus. <b>Ayat 19</b>, “Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Fenisia adalah di pantai Palestina ditepi Laut Mediterania. Ada dua kota terkenal disana: Tirus dan Sidon. Dan dari kedua kota pelabuhan itu orang dapat naik kapal ke arah barat ke pulau Siprus. Dan itu memang dilakukan mereka. Namun ada beberapa orang yang terus kearah utara sampai ke Antiokhia, ibu kota Suriah. Dan perhatikanlah ini, mereka hanya berkhotbah kepada orang-orang Yahudi saja. Mengapa? Karena mereka semua masih percaya bahwa keselamatan itu hanya bagi orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka semua sudah tersebar, dan kemudian kejadian Kornelius itu terjadi, dan itu berarti mereka masih belum mendengar hal itu. Mereka tidak memiliki contoh penginjilan kepada orang non-Yahudi. <b>Ayat 20</b>, “Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.” Tentu saja mereka memiliki karunia berkhotbah dan orang-orang mulai diselamatkan. Dan itu terjadi di Antiokhia. Jadi Allah bekerja melalui banyak cara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Antiokhia itu 24 kilometer dari muara sungai Efrat, dan didirikan di sekitar 300 S.M. Dan itu menjadi kota bebas di bawah pemerintah Romawi di tahun 64 Masehi. Itu menjadi ibu kota Suriah dan berkembang cepat sekali. Sampai menjadi kota terbesar ketiga di dunia pada saat itu dengan paling sedikit 600.000 orang. Ada jaringan jalan-jalan Romawi yang silang-menyilang Antiokhia itu namun dengan segala kebaikan itu pada dasarnya kota itu terkenal sebagai kota yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah berkali-kali menciptakan bunga mawar yang terindah diantara lalang terjelek, jadi dengan demikian Dia menanam gereja non-Yahudi pertama di Antiokhia. Dia ingin menjangkau sebuah kota dengan banyak orang dan memang itu terjadi. Perhatikanlah yang mendirikan gereja itu adalah dua orang dari Siprus dan Kirene. Tidak ada yang tahu nama mereka. <b>Ayat 21</b>, “Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kelahiran gereja orang non-Yahudi pertama. Nah orang Yahudi harus menangani kasus Kornelius dan sekarang mereka ada kasus lain lagi. <b>Ayat 22</b>, “Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.” Barnabas adalah tokoh yang dikasihi di gereja mula-mula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 9, ketika Saulus diselamatkan dan datang ke Yerusalem dia mengatakan, “Hi Aku temanmu sekarang, aku sudah diselamatkan.” Kemudian mereka mengatakan, “Apa benar, keluarkanlah dia, dia adalah pembunuh orang Kristen.” Tetapi kemudian Barnabas merangkul Paulus dan memimpinnya dan mengatakan kepada yang lain, “Saya ingin kalian bertemu dengan dia. Dia orangnya baik, dia telah dirubah Allah.” Barnabas adalah seseorang yang penuh kasih dan kebenaran. Namanya berarti orang yang memberi semangat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada sesuatu yang lain, Barnabas itu memiliki karunia roh yang tepat. Dia memiliki karunia roh untuk menasihati dan karunia roh untuk mengajar. Apa lagi? Mereka butuh dipimpin dalam penginjilan. Dan dia juga memiliki karunia berkhotbah. Dia memiliki karunia roh yang tepat namun juga karunia secara fisik. Tahukah Anda dia asalnya dari mana? Siprus. Dia berasal dari tempat yang sama dimana orang-orang yang mendirikan gereja di Antiokhia berasal. Mereka tahu karunia rohnya dan mereka sudah mengasihinya. Ini adalah Allah yang mengatur segalanya melalui kuasa pemeliharaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka dengan tujuan hati, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan.” Barnabas memiliki karunia pemberian semangat. Dan istilah “dengan tujuan hati” berarti dengan resolusi tegas. Pendekatan Anda harus mendorong mereka untuk berpegang teguh kepada Tuhan. Yang paling menguatirkan kami adalah supaya mereka tetap setia kepada Kristus, benar? Bahwa iman mereka itu benar-benar ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya istilah “tetap setia”? Maksud Barnabas itu adalah: “Ambillah Firman itu yang Anda telah dengar, Firman yang tersedia, yang diajarkan Roh Kudus, dan memenuhi diri dengan semua itu.” Pasti ada hasilnya. Lihatlah <b>ayat 24</b>, “karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Dan banyak orang dibawa kepada Tuhan.” Istilah banyak orang adalah ‘agals ekinas’ dan itu berarti ‘sangat banyak orang’. Orang-orang disitu benar-benar diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, jadi pekerjaan itu menjadi terlalu banyak, sampai mereka kewalahan. Barnabas perlu mencari orang yang tepat untuk ditambahkan. <b>Ayat 25</b> mengatakan, “Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.” Iya, memang dia memilih orang yang tepat, orang pemenang: Saulus dari Tarsus. Sekali lagi kuasa pemeliharaan Allah! Nah sementara itu beberapa tahun sudah berlalu. Paulus telah pergi ke seluruh Kilikia untuk menbangun gereja-gereja. Dan menurut 2 Korintus 11, dia di aniaya tanpa ampun dan dia menderita banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26</b>, “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” Nah perhatikanlah apa yang mereka lakukan. Disini ada banyak orang percaya dan mereka harus memastikan bahwa mereka tetap setia kepada Tuhan. Dan mereka harus menjangkau kota besar ini yang kafir, jahat dan amoral.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan bahwa fokus mereka adalah mengajar selama tahun itu. Di setiap tingkat, dengan cara apapun juga, ajarkanlah Firman Allah. KPR 13:1 mengatakan, “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mendidik guru-guru: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, Lukius orang Kirene, Menahem dan yang lain-lain. Mereka mengajar orang untuk menjadi guru orang lain. Itulah tujuan gereja. Panggilan setiap gereja adalah untuk mengajar dan mendidik murid, bukan untuk menghibur orang percaya, bukan untuk menenangkan jemaat, dan bukan untuk rekreasi jemaat namun untuk mengajar jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gereja itu bertumbuh. Pertama harus ada dasar, kemudian perlu ada pertumbuhan. Ada satu hal lagi yang diperlukan, yaitu kemurahan hati. Gereja bukan saja memerlukan doktrin yang tepat, namun mereka juga perlu memiliki kasih. Roh kasih itu dinyatakan di ayat-ayat 27 – 30. Disitu dikatakan bahwa gereja itu bukan saja penuh doktrin, namun juga penuh kasih. Selalu harus ada keseimbangan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia.” Memang ada nabi-nabi di Perjanjian Baru. Mereka itu ada pada permulaan itu seperti dikatakan di Efesus 2:20. Dan mereka berbicara untuk Allah dan mereka berkhotbah seperti dikatakan di 1 Korintus 14. Namun ada kalanya mereka juga bernubuat untuk Allah tentang masa depan. Kedudukan mereka telah diberhentikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28</b>, “Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Dan hal itu terjadi pada zaman Kaisar Klaudius.” Sejarah mengatakan bahwa Klaudius memerintah dari tahun 41 sampai 54 dan selama tahun 45 dan 46 ada kelaparan besar di Israel. Tidak ada panen, semua itu gagal. Dan kelaparan itu tercatat oleh Klasidus, Josefus, Yesevias dan Kassius.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 29</b>, “Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.” Disini terdapat orang-orang bukan Yahudi yang menunjukkan kasih mereka bagi orang-orang yang membenci mereka dari dulu. Dan setiap orang memberi sesuai dengan kemampuan mereka. Janganlah kita menjadi seperti banyak orang percaya yang hanya memberikan sisa mereka kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan <b>ayat 30</b> mengatakan, “Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirim-kannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.” Mereka bukan saja mengirim uang, mereka juga mengirim orang, dan orang-orang terbaik. Saya harap kita ini cukup murah hati untuk mengirim uang dan orang ke seluruh dunia. Bukankah itu yang benar yang sanggup kami harus persembahkan kepada Allah? Semoga gereja kami mengikuti pola gereja Antiokhia itu dan akibatnya juga sama terhadap dunia, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Aug 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160828</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/dg057mgc</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Roh datang kepada Bangsa Lain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_4isyr7z6"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:44-48" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:44-48</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja itu didirikan di Yerusalem dan pada mulanya anggotanya terutama orang-orang Yahudi. Namun di dalam jemaat ini ada beberapa orang yang dinamakan Partai Sunat; dan mereka telah mengambil kesimpulan bahwa satu-satunya cara masuk ke dalam Kekristenan adalah melalui Yudaisme. Mereka memakai standar sunatan supaya orang yang tidak diinginkan tidak dapat masuk.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus datang untuk meruntuhkan benteng-benteng, dan inilah satu yang harus dihilangkan; jadi di KPR 10, Tuhan menambahkan orang-orang bukan Yahudi kepada jemaat gereja. Inilah orang-orang yang dibenci orang Yahudi dan sebaliknya mereka juga membenci orang Yahudi. Jadi ini sukar sekali, namun Tuhan kita sudah merencana-kan untuk membangun satu tubuh. Seperti dikatakan di Efesus 3, “Misteri gereja adalah bahwa orang-orang Yahudi dan orang bukan Yahudi keduanya adalah ahli waris dan bersatu di dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelompok yang sangat konservatif itu tidak memiliki dasar untuk pendapat itu, karena di Perjanjian Lama sudah dijelaskan bahwa Allah tidak memandang bulu. Petrus mengatakan di ayat 34, “Sesungguhnya aku telah mengerti, aku belajar, bahwa Allah tidak membedakan orang.” Yesus sendiri mengatakan kepada mereka dalam kata-kata terakhir di Matius 28:19, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Galatia 3:26-28, Paulus mengatakan, “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Janji Allah adalah bahwa di dalam keturunan Abraham, semua keluarga dunia diberkati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan bukan untuk orang Yahudi saja, namun ini terjadi supaya mereka memberitakan hal itu kepada semua orang lain. Kornelius itu orang non-Yahudi yang penting, karena dia berkuasa atas seratus orang di tentara Roma. Dia masih belum tahu caranya dia diselamatkan, namun dia tahu dia telah menemukan Allah yang benar. Jadi Allah membawa Petrus kepadanya, yang mulai berkhotbah kepadanya di ayat 34. Kornelius tidak sendirian. Dia telah mengumpulkan seluruh rumah tangganya dan mereka semua menunggukan apa yang akan dikatakan Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini adalah bab penting di dalam Alkitab, karena presentasi ini meluncurkan pemberitaan Injil ke seluruh dunia, dan kita melihat banyak orang non-Yahudi diselamatkan. Nah sampai sekarang kita telah melihat panggilan berdaulat Allah, dan bagaimana Dia mempersiapkan Kornelius. Kemudian harus ada kehendak yang tunduk dengan keinginan untuk mempelajari Injil, dan yang masih diperlukan adalah hanya proklamasi itu. Jadi Petrus muncul dengan presentasi yang sederhana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mulai dengan mengatakan bahwa keselamatan itu tersedia bagi semua orang yang percaya. Kedua, keselamatan itu adalah di dalam Kristus, dan itulah yang Kornelius perlu dengar. Kristus adalah Penyelamat Anda dan di <b>ayat 42</b>, “Dialah juga ditentukan Allah menjadi Hakim.” Yohanes 5 mengatakan bahwa Yesus Kristus diberi kedudukan Hakim itu oleh Allah Bapa. Jadi Dia mengatakan bahwa hanya Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia mengakhiri dengan sebuah undangan di <b>ayat 43</b>, “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.” Dan yang luar biasa adalah bahwa kami tidak diberitahu apa yang terjadi sesudah itu. Disitu hanya dikatakan di <b>ayat 44</b>, “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.” Jadi berapa banyak orang diselamatkan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah percayalah, Petrus ada hasilnya. Petrus tidak pernah memberitakan Injil tanpa ada hasil. Entah mereka datang dan percaya Kristus, atau mereka menjadi marah. Contoh di KPR 2 khotbah Petrus menyebabkan 3000 orang diselamatkan karena Roh Allah telah menyiapkan hati mereka. Pada waktu berikutnya Petrus berkhotbah kepada Sanhedrin. Apakah terjadi disitu? Mereka menjadi sangat marah karena tidak ada pekerjaan Roh Kudus. Mengapa? Karena mereka sudah sengaja menolak pesan injil berkali-kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Panggilan berdaulat dan kehendak yang tunduk harus ada supaya keselamatan terjadi. Nah Allah tidak memberikan Roh Kudus itu kepada orang-orang yang tidak percaya. Jadi ketika Roh Kudus jatuh kepada mereka, itu menunjukkan bahwa ada keselamatan. Dan dari sudat pandang manusia itu satu-satunya cara kita tahu orang itu selamat, benar? Kami akan tahu mereka berdasarkan buah mereka. Ada tiga hal yang menyebabkan keselamatan itu, panggilan berdaulat, kehendak yang tunduk dan pemberitaan injil. Dan ada tiga hal yang mengikutinya: kuasa ilahi, pengakuan dan persekutuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan <b>kekuatan spiritual</b>. Wah, sangat mengagumkan untuk memberitakan Injil dan terus semua orang itu diselamatkan. Pesan Petrus tiba-tiba diinterupsi ketika dia masih bicara. Lihatlah KPR 11:15, ketika dia melaporkan kepada orang-orang di Yerusalem, “Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.” Apakah artinya itu? Pada saat Petrus mengatakan, “Keselamatan itu tersedia dalam Kristus,” dan saat dia mengatakan, “Itu melalui kepercayaan,” langsung mereka percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Langsung pada saat orang percaya, Allah mengizinkan kedatangan Roh Kudus kepada orang itu. Ada beberapa teman orang Pentakosta yang mengajarkan kita bahwa Anda mendapatkan Roh Kudus itu nanti. Du Plessis, penulis pandangan Pentakosta itu mengatakan bahwa Kornelius sudah diselamatkan, dan sekarang inilah waktunya dia menerima Roh Kudus. Masalahnya adalah di KPR 11:14, Petrus mengatakan kepada orang-orang di Yerusalem bahwa Allah mengatakan kepada Kornelius, “Petrus akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan <u>mendatangkan keselamatan</u> bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.” Jadi saat itu mereka belum diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah waktunya keselamatan Kornelius, pada saat dia percaya, Allah memotong Petrus. Pada dasarnya Allah mengatakan, “OK Petrus, mereka sudah terima berita itu, Aku akan memberikan mereka Roh, karena mereka percaya.” Kalau orang mengatakan mereka selamat tanpa ada Roh Kudus, itu salah. Disini mereka percaya dan Allah memotong khotbah Petrus dan memberikan mereka Roh Kudus. Inilah waktu Pentakosta bagi orang-orang yang bukan Yahudi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang itu menjadi norma bagi setiap orang percaya mulai dari saat ini. Ketika orang percaya, langsung Allah memberikannya Roh Kudus. Inilah hal pertama yang terjadi ketika Anda percaya Yesus Kristus, langsung Allah memberikan Anda Roh Kudus yang berdiam didalam Anda sejak itu dan kehadiran-Nya sama seperti keselamatanmu, kekal. Ini jelas sekali di dalam Firman Allah, dan marilah saya menunjukkan hal itu mulai dari Yehezkiel 36.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yehezkiel 36:26 mengatakan, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Nah inilah keselamatan. Manusia itu memerlukan hati baru, karena hati lama itu menurut Yeremia 17:9, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu.” Perhatikanlah keselamatan dan Roh Kudus selalu berhubungan pada saat yang sama. Ayat 27, “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda tidak memiliki Roh Kudus, Anda tidak sanggup menaati Allah. Anda harus memiliki Roh di dalam Anda untuk sanggup melakukan sesuatu secara spiritual. Masih ingat apa yang dikatakan Zakharia 4:6, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman Tuhan semesta alam.” Yohanes 14:17 mengatakan, “yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Yohanes 7:37 dimana Yesus mengatakan, “"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” Keselamatan dapat datang hari itu kepada orang-orang jika mereka berbalik kepada Yesus Kristus. Ingatlah air yang Dia berikan kepada perempuan di sumur itu? Dia mengatakan di Yoh 4:14, “Jika Anda percaya kepada-Ku, “akan Kuberikan air kepadanya, dan ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.” Namun Yesus menjelaskannya di ayat 38-39, “Barangsiapa percaya kepada-Ku: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." 39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini terdapat dua janji. Nomor 1, Anda akan menerima Roh Kudus. No. 2, itu akan mengalir keluar seperti sungai air hidup. Artinya ada penyegaran rohani dari Aku dan sungai air hidup yang mengalir dari Aku kepada Anda dan dunia. Itu suatu janji, namun di ayat 39 Yesus berkata, “Anda sekarang bisa percaya, tapi itu hanya bisa terjadi kalau Roh itu datang.” Prinsipnya adalah semua orang yang percaya akan menerima Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, “Janganlah berbuat apa-apa sampai Roh Kudus datang.” Dan itulah yang mereka lakukan. Kemudian di KPR 2, air itu mulai mengalir, dan itu mengalir sepanjang buku KPR. Orang-orang yang percaya itu mulai memenuhi Yerusalem dalam beberapa minggu saja sehingga Sanhedrin mengatakan di KPR 5:28, “kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu.” Orang-orang percaya itu semua dipenuhi Roh dan langsung Firman Allah mulai mengalir cepat dari hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di KPR 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Jadi jika seorang Kristen tidak menerima Roh Kudus itu ketika ia diselamatkan, dia tidak sanggup menyatakan imannya. dan itu berlawanan dengan segala yang kita ketahui tentang apa yang Allah sudah tugaskan kami. Ada yang mengatakan, “Mungkin itu dapat dilakukan kekuatan kita sendiri.” Namun Injil menunjukkan bahwa murid-murid itu tidak dapat melakukan apa-apa sebelum ada kayu salib Kristus, sebelum kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya dan sebelum Dia mengutus Roh Kudus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekuatan dibalik air hidup itu mengalir keluar adalah kuasa Roh Kudus. Di Yohanes 16:7 Yesus mengatakan, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Dan Yesus pergi dan Dia mengirim Roh Kudus. Tidak perlu ada persyaratan sama sekali kecuali kepercayaan. Dan di dalam hidup seseorang, pada saat dia percaya , dimana saja orang itu berada di dunia, Roh Allah itu diberikan kepada hati orang itu. Jika tidak demikian, kami tidak ada kekuatan untuk bersaksi atau kekuatan untuk menaati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:9 mengatakan, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Ada orang yang pernah mengatakan kepadaku; “Iya saya sudah diselamatkan tetapi saya tidak memiliki Roh.” Nah hanya ada satu kemungkinan, “Anda tidak sadar Anda memiliki Roh Kudus” atau “Anda belum diselamatkan.” Jika Anda Anda diselamatkan Anda akan memiliki Roh Kudus. Jika Anda tidak memiliki Roh Kudus, Anda belum diselamatkan. 1 Korintus 12:3 mengatakan, “tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika ada orang yang mengatakan, “Iya saya diselamatkan, namun saya tidak memiliki Roh,” Anda tidak tahu identitas Anda, yaitu hubunganmu dengan Tuhan Yesus Kristus. Itu adalah bagian dari keselamatan. Di 2 Korintus 6:16, Paulus mengatakan, “kita adalah bait dari Allah yang hidup.” Dan menurut Firman Allah, “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Yudas 1:18-19, “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita tidak memiliki Roh Kudus, kita benar-benar lumpuh. Ini alasannya: No. 1 Roh itu diberikan kepada Anda supaya ada kuasa <b>untuk memberi kesaksian. </b>Alasan kedua: Anda membutuhkan Roh itu <b>untuk berdoa. </b>Roma 8:26-27 mengatakan, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya memerlukan Roh Kudus itu di dalam hidupku, karena Dia berdoa untuk aku. Dia adalah pengacaraku di dunia, sama seperti Kristus adalah pengacaraku di surga. Alasan ketiga kami memerlukan Roh itu adalah <b>untuk keamanan</b>. Jika Anda tidak memiliki Roh Kudus, tidak ada keamanan. Efesus 1:13-14 mengatakan, “Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh selu-ruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya meterai itu? Ketika Yesus dikuburkan, masih ingat apa yang mereka lakukan terhadap makam-Nya? Pilatus memeteraikannya, yang artinya, “Roma mengamankan kuburan ini.” Hanya otoritas yang lebih tinggi dari Roma dapat membukanya, dan memang itulah yang Dia lakukan. Meterai itu adalah suatu jaminan, yang tidak bisa di patahkan. Nah sekarang pada waktu Anda diselamatkan, Allah mengatakan ini “terjamin” dan Dia memberikan Anda suatu meterai. Siapakah itu? Yaitu Roh Kudus. Yang hanya dapat mematahkan meterai itu adalah kuasa yang lebih tinggi dari Allah, dan itu tidak ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan keempat adalah bahwa Roh Kudus diberikan kepada Anda sebagai <b>meterai keaslian</b>. Di 1 Raja-raja 21, Ahab, raja Samaria mengatakan, aku suka kebon anggur Nabot dan saya ingin mendapatkannya. Izebel mengatakan, “Apa saja yang engkau suka, sayang.” Jadi dia menulis surat dan itu dimeteraikan dengan meterai raja. Itu adalah surat yang sah. Bagaimana kita dapat tahu itu orang Kristen tulen? Seseorang yang benar diselamatkan memiliki meterai Raja, yaitu Roh Kudus. Itulah meterai keaslian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kelima adalah bahwa Roh Kudus itu adalah jaminan Anda. Di Efesus 1:13-14 dikatakan, “Di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah <b>jaminan warisan kita</b> sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” Allah menjanjikan di Efesus 1:11, “Di dalam Dialah kami mendapat warisan yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” Bagaimana kita tahu kita akan mendapatkannya? Karena Roh Kudus itu adalah seperti uang muka untuk warisan surga sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain dari itu kami memerlukan Roh Kudus itu untuk <b>memimpin kami dalam kebenaran</b>. Yohanes 16:13, “apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara di <b>KPR 10:44</b>, “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.” Roh itu datang langsung ketika mereka percaya dan orang-orang Yahudi itu melihat hal itu. Dan <b>ayat 45</b> mengatakan, “Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga.” Allah memastikan bahwa banyak orang Yahudi ada disitu untuk melihat orang non-Yahudi juga menerima berkat yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua cara orang bisa mendengar. Anda bisa mendengar tanpa iman atau Anda bisa mendengar dengan iman. Kornelius bersama semua anak buahnya mendengar dengan iman dan mereka percaya, dan Allah langsung memberikan mereka Roh Kudus itu. Dan orang-orang Yahudi yang ingin mencegah orang non-Yahudi untuk masuk, mereka tercengang, Mengapa? Karena hadiah Roh Kudus itu telah dicurahkan kepada bangsa lain juga. Allah menghancurkan prasangka mereka. Bagaimana mereka tahu hal ini benar-benar terjadi?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena dikatakan di <b>ayat 46</b>, “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.” Orang Yahudi itui mendengar mereka berbicara dengan bahasa asing. Tidak ada satu tempat pun di dalam Perjanjian Baru dimana berbahasa roh itu terjadi terhadap satu orang saja, seperti pengalaman kebanyakan orang Pentakosta modern. Di dalam buku KPR, ada tiga kali berbahasa lidah itu disebut dan semua terjadi sekaligus di dalam suatu kelompok. Mereka itu semua mengalami suatu fenomena konversi kelompok pendirian gereja di KPR, dan itu tidak pernah terjadi lagi setelah itu di dalam pengalaman satu orang saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 47</b>, “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" Perhatikanlah betapa pembaptisan itu dipentingkan. Jika Anda diselamatkan tetapi belum dibaptis, Anda tidak taat. Itu merupakan pengakuan umum Anda. Itu melambangkan kematian dan pemakaman dan kebangkitan Kristus selagi Anda di identifikasikan dengan Dia. <b>Ayat 48, </b>“Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus kembali dan mengatakan, “Kelompok kami membaptiskan mereka, mereka semua ikut serta.” Dia ingin ada beberapa bukti yang menguatkan kesaksiannya, jadi dia membiarkan mereka melakukan pembaptisan itu. Tahukah Anda apakah tanda ketiga dari keselamatan itu? Persekutuan yang manis. Apakah Anda pernah ketemu dengan bayi yang tidak mau makan? Disini Petrus ada banyak orang yang baru dikonversi, Dia tidak langsung akan keluar begitu saja. Mereka minta supaya dia tinggal beberapa hari, Petrus, berikanlah kami makanan rohani, kasihilah kami dan ajarlah kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat keselamatan itu datang kepada kelompok orang bukan Yahudi ini. Wah, ini bab yang indah sekali. Marilah saya mementingkan satu palajaran saja malam ini. Allah tidak memandang bulu. Pintu ke surga terbuka lebar. Saya harap Anda tidak memiliki prasangka. Saya harap Anda merasa bebas untuk memberitakan Injil pada waktu apapun kepada siapapun juga. Dan itulah yang Yesus selalu mengatakan, bahwa Dia adalah sahabat orang berdosa, dan itu termasuk kami semua. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Aug 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160821</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/4isyr7z6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Khotbah Petrus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_43sjxi8w"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:36-43" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:36-43</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Allah ada pesan khusus bagi kami malam ini, dan itu adalah pesan yang diberikan Petrus di rumah seseorang bernama Kornelius, kepada dia dan rumah tangganya. Mari saya mengulangi sedikit saja. Buku KPR ini adalah salah satu buku yang terpenting di Perjanjian Baru, karena itu satu-satunya buku sejarah yang murni. Ini mencatat pertumbuhan gereja dari asal mulanya sampai tahun-tahun awal pertama.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus telah meninggal, dimakamkan, bangkit kembali dan telah naik ke surga. Setelah itu Dia mengutus Roh Kudus kembali untuk membangun gereja-Nya dan untuk hidup dan tinggal di gereja-Nya. Didalam duapuluh ayat pertama di KPR 10, kita menemukan panggilan berdaulat, bagaimana Allah menyiapkan hati Kornelius. Di ayat 21-33 berikutnya, kita melihat kehendak yang tunduk. Kita melihat betapa siap dan bersemangat Kornelius untuk keselamatan itu. Sekarang yang masih perlu didengar Kornelius adalah proklamasi itu. Dia perlu penjelasan, hatinya sudah siap, dan pada saat itu datanglah Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekearang melihat khotbah Petrus. Khotbah ini sederhana, jelas dan singkat, dan saya tidak mau menambahkan banyak. Saya hanya ingin memberitakan kepada Anda khotbah Petrus. Nah ada tiga bagian dalam apa yang diberitakan Petrus. Ada kata pengantar, tema utama dan undangan atau kesimpulan. Inilah kata pengantar Petrus di ayat 34-35, “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus di Roma 2:11 mengatakan, “Sebab Allah tidak memandang bulu,” dan itu ada di seluruh Perjanjian Lama. Allah tidak mementingkan orang pintar lebih dari yang bodoh atau orang kaya lebih dari pada orang miskin. Atau suatu ras lebih dari ras lain. Allah tidak memandang bulu. Petrus berkata, “Kornelius, aku tahu Anda orang non Yahudi namun keselamatan itu tersedia.” Saya tidak peduli kebudayaan Anda, latar belakang Anda atau ras Anda. Roma 1:16 mengatakan, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:9 mengatakan, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya.” Itu berarti Allah menepati semua janji-janji-Nya. Manusia itu lalai dan tidak menepati janji-janji mereka. Namun Allah selalu menepatinya, Dia sabar dan “Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Argumentasi 2 Petrus 3 adalah, “pencemooh itu mengatakan, “Kapan Tuhan itu datang? Mengapa Dia belum datang. Pasti Dia itu tidak berkuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan, “Tidak, Dia memang berkuasa. Dia belum datang karena Dia penuh belas kasihan dan Dia sedang menunggu untuk memberikan orang-orang kesempatan untuk merespon.” Itu semua belas kasihan, 2 Petrus 3:9 meneruskan, “Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Melampaui semua halangan, kepada siapapun keselamatan itu tersedia. Itu bukan untuk orang-orang yang agamanya luar biasa. Ini adalah bagi semua orang yang merespon dan percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, sebagai orang Yahudi, Petrus diajarkan sepanjang hidupnya bahwa Allah memiliki kasih istimewa bagi Israel, bahwa Allah lebih sayang kepada Israel dari pada bangsa lain, jadi untuk memperluas dirinya kepada bangsa-bangsa lain itu sangat sukar. Namun Allah mempersiapkannya dengan visi dan di dalam visi ini Allah mulai meruntuhkan sikapnya dan prasangkanya, jadi Petrus mengatakan, “Saya mulai mengerti bahwa Allah tidak memandang bulu secara kebudayaan, agama atau ras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 35 mengatakan, “Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” Itu tidak mengatakan orang diselamatkan oleh karena perbuatannya. Itu berarti bahwa Allah melihat ke dalam hati orang yang belum percaya itu, dan jika dia hidup sesuai dengan informasi yang Allah telah mencantumkan pada hati nuraninya, dia diterima. Dengan kata lain, Anda dapat mengenal Allah dari apa yang Dia telah menuliskan di dalam hati Anda. Itu tidak berarti dia selamat. Itu hanya berarti Allah memandang dia secara baik dan positif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kornelius takut akan Allah. Dia melalukan kebenaran sesuai dengan pengetahuan-nya, namun dia belum diselamatkan. Yohanes 7:17 mengatakan, “Barangsiapa melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu tentang ajaran-Ku.” Dengan kata lain, Yesus mengatakan bahwa dia akan diberi terang yang lebih banyak. Allah akan menyatakan kebenaran. Kornelius telah hidup sesuai dengan keterangan yang dia miliki, dan disini datanglah Petrus dengan terang tambahan itu dan Allah tidak memandang bulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang dikatakan Petrus adalah bahwa keselamatan itu ada di dalam Yesus. <b>Ayat 36</b>, “Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.” Satu-satunya orang yang sanggup memberikan Anda hidup kebangkitan adalah Yesus Kristus. Mengapa? Dia adalah satu-satunya yang bangkit dari antara orang mati. Kuburan Budha ditempati. Makam Mohamad ditempati. Namun makam Yesus kosong. Di Yohanes 14:19 Yesus mengatakan, “sebab Aku hidup, kamupun akan hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan, “Itulah firman yang Allah sampaikan.” Allah telah memberikan pesan untuk waktu lama, sayangnya orang tidak mendengar. Anda tidak dapat mencapai Allah dengan kekuatan dan cara Anda sendiri. Anda adalah alami, Dia adalah supranatural, dan menurut definisi itu yang alami tidak sanggup mengerti yang supranatural. Dan karena kami tidak dapat masuk kedalam alam gaib itu, yang supranatural itu merendahkan diri-Nya kepada kita dan Yesus berbicara dengan kami di dunia ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah dikatakan Allah? Allah hanya menggunakan Israel sebagai kendaraan, dan bukan sebagai tujuan akhir. Namun mereka tidak efektif, jadi Allah memakai saluran baru, yang adalah gereja. Dan apa yang Dia ingin sampaikan adalah, “Ada damai melalui Yesus Kristus.” Kami semua lahir di dunia ini dengan sifat dosa yang bertentangan dengan Allah. Namun Allah kirim Firman, yaitu Yesus. Dan Allah menyatakan kehendak-Nya, yaitu bahwa manusia dapat mengenal damai sejahtera dengan Dia melalui Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana-mana ada peperangan. Alkitab mengatakan bahwa tidak ada damai bagi orang fasik. Sejak manusia lahir ke dalam dunia ini, dia lahir dalam dosa. Dia memberontak kepada hukum moral Allah yang mengalir di semesta alam. Tidak akan ada damai diantara bangsa-bangsa dan tidak ada damai di didalam setiap hati orang, karena manusia tidak memiliki damai dengan Allah. Mereka berada di dalam dunia yang berlawanan arus. Tentu saja tidak ada damai bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Allah mengatakan, Saya ada pesan dan pesan–Ku adalah damai. Apakah Anda ingin ada damai dengan Allah? Ketika Anda datang kepada Yesus Kristus, cara perang yang dulu itu mati. Cara hidup lama mati, dan Anda bangkit dengan hidup baru dengan Allah yang berdamai. Hidup sesuai dengan standar Allah dan hidup di dalam kehidupan Allah benar-benar revolusioner. Namun itulah pesan Allah kepada dunia, perdamaian tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 5:18 mengatakan, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah memberikan pelayanan pendamaian itu kepada kami.” Bagaimana caranya Dia melakukan itu? Dengan tidak memperhitungkan dosa-dosa mereka kepada mereka. Allah telah menyelesaikan dosa-dosa kita di dalam Kristus, dan karena itu kita memiliki damai dengan Dia. Hal yang menyebabkan ada perselisihan adalah dosa, dan karena itu tidak ada damai. Sekarang meskipun kita masih berdosa, itu semua ditutupi darah Kristus dan itu sudah diampuni dan dibersihkan. Tuhan mengatakan, “Saya tidak akan ingat itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan di <b>ayat 36</b>, “memberitakan damai sejahtera melalui Yesus Kristus.” Tidak ada jalan lain. Tidak ada keselamatan kalau tidak melalui Yesus, namun jangan kuatir. Jika ada orang yang benar hidup sesuai dengan pengetahuan Allah yang benar di dalam dirinya, Allah akan memberikannya terang yang dia perlukan untuk mengenal Kristus sepenuhnya, dan tidak ada jalan lain. Di akhir ayat 36 dikatakan, “Yang adalah Tuhan dari semua orang.” Ada beberapa arti dari kalimat ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan kepada orang-orang bukan Yahudi itu, “Yesus adalah Allah di dalam tubuh manusia. Dia adalah Tuhan.” Tidak ada Tuhan lain, “Dia adalah Tuhan dari semua yang ada.” Tidak ada kemungkinan orang berdamai dengan Allah, kecuali melalui Kristus. Dia adalah Tuhan bukan saja bagi mereka yang percaya. Jika ada orang yang mengetahui kebenaran, mereka tahu hal itu karena mereka mengenal Dia. Yesus adalah Tuhan biar Anda percaya atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang <b>ayat 37-38</b> mengatakan, “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, 38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Informasi tentang Kristus itu dikenal orang diseluruh Yudea, dan itu mulai di Galilea setelah pembaptisan yang dikhotbahkan Yohanes. Kornelius, ini bukan sesuatu yang baru untuk Anda, Anda pasti sudah dengar Firman Allah. Kornelius itu berada di Kaisarea, hanya 50-65 kilometer dari Yerusalem. Jadi Petrus mengatakan, “Kornelius, Anda telah mendengar semua tentang Yesus. Firman telah di proklamirkan di seluruh Yudea dan Galilea. Pastilah Anda sudah tahu itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus mengatakan, marilah saya memberikan Anda beberapa hal khusus, itu semua mulai setelah ada Yohanes Pembaptis. Dia adalah nabi Perjanjian Lama terakhir, dan dialah yang mengumumkan kedatangan Kristus. Kemudian pada suatu hari dimana Yohanes mulai menyiapkan orang-orang itu, sang Mesias datang. Yohanes berpaling kepada-Nya dan mengatakan di Yohanes 1:29, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Dan Petrus mengatakan, “bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus dan kuat kuasa itu selalu berjalan bersama. Allah mengurapi Yesus dan langsung pelayanan-Nya mulai. Dia dibaptis dan Roh Allah turun kepada-Nya. Allah mengatakan, “Inilah Mesias-Ku.” Allah memisahkan Dia sebagai Penebus, Raja dan Yang diurapi, Yesus dari Nazaret. Nazaret itu adalah kota kecil di Galilea, dan semua orang memikir tidak ada yang baik yang dapat datang dari tempat itu. Asal Yesus dari situ adalah bagian dari penghinaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari Yesus berdiri di sinagog, dan Dia mulai baca dari buku Yesaya 61:1-2, “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini nubuatan Mesias dan orang-orang semua memperhatikan itu. Mereka pikir, “Iya, Dia membaca tentang kedatangan Mesias,” dan dikatakan di Lukas 4:21-22, “Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Yesus mengatakan, Akulah Mesias, dan Aku telah diurapi Roh Kudus sebagai Mesias. Jadi Petrus mengulangi hal itu di <b>KPR 10:38</b>, “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai pelayanan-Nya dengan kuasa Roh. Ayat 38 meneruskan, “yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik.” Dan hal-hal yang baik yang dilakukan-Nya diilustrasikan seterusnya, “dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis.” Ada konflik di semesta alam diantara Allah dan Iblis, dan Yesus datang ke dunia untuk menyelesaikannya. Setelah pembaptisan-Nya, Dia langsung dibawa Roh Kudus ke padang gurun dimana Iblis menggoda-Nya, dan konflik ini mulai selama tiga tahun waktu Yesus Kristus melayani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sadarilah bahwa medan pertempuran Allah dan Iblis adalah alam semesta, namun pertempuran itu telah diselesaikan di bumi. Yesus Kristus berperang melawan Iblis dan Dia menang, meskipun itu tidak terlihat seperti itu. <b>Ayat 39</b>, “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.” Ini bukan kabar angin saja. Kami, para Rasul semua menyaksikan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis memiliki dua hal sebagai senjata, penyakit dan kematian. Iblis mencoba untuk memakai kuasa kematian terhadap Yesus, dan dikatakan di akhir ayat 39, “mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.” Tentara Romawi yang sebenarnya melakukan penyaliban itu. Orang-orang Yahudi menghukum-Nya di sidang palsu dan mewujudkan hal itu. Kedua-duanya berperan dalam kematian-Nya, dan Iblis mencoba memberhentikan Yesus dengan mematikan-Nya. Namun Yesus menunjukkan bahwa kuasa Iblis tidak begitu kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 40-41</b>, “Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.” Manusia menghakimi Dia sebagai penghujat dan meng-eksekusi-Nya. Namun Allah membangkitkan-Nya dan mengatakan, “Dia hidup, Dia adalah Mesias, Dia adalah Penebus.” Tidak ada gunanya untuk menunjukkan diri-Nya kepada orang yang tidak percaya, karena pasti mereka tidak akan percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang, ini sangat penting karena Dia hidup, Anda dapat hidup. 1 Korintus 15:20 mengatakan, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai buah sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” Pilatus ingin supaya kuburan itu tertutup terus. “Meteraikanlah itu dan biarlah dikelilingi tentara Romawi,” yaitu tindakan yang sama sekali tidak berhasil. Allah memberikan semua tentara sedikit obat bius ilahi dan Yesus langsung berjalan keluar. Kemudian Dia mengirim malaikat yang menyingkirkan batu besar itu supaya para murid dapat masuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis masih saja mencoba supaya orang meragukan kebangkitan itu. Paskah adalah nama seorang dewi Kasdim kuno bernama Astoret, yang berhubungan dengan penyembahan Baal. Telur Paskah itu datangnya dari mitos bahwa ada telor besar jatuh dari langit ke dalam sungai Efrat, dan dari telor itu datanglah Astoret itu. Dan bulan puasa Masehi adalah penyembahan Baal yang diterjemahkan ke dalam Kekristenan. Itu sama sekali tidak ada hubungan dengan kebangkitan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di <b>ayat 42</b> Petrus mengatakan, “Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.” Jadi Petrus mengakhiri khotbahnya dengan mengatakan, “Keselamatan hanya terdapat di dalam Yesus Kristus. Dan inilah undangan-Nya. <b>Ayat 43</b>, “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.” Keselamatan itu hanya oleh iman saja kepada Kristus saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Remisi adalah pengampunan dosa dan pengampunan itu datang ketika Anda percaya. ‘Barangsiapa’ itu berarti setiap orang yang percaya. Itu melalui Kristus dan oleh iman. Roma 10:9 mengatakan, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Apakah Anda percaya bahwa Yesus mati di kayu salib bagi Anda dan menanggung dosa-dosamu? Apakah Anda percaya bahwa Dia bangkit dari antara orang mati untuk memberikan Anda kehidupan? Jika Anda percaya hal itu, Kristus akan datang kedalam hidup Anda dan membangkitkan Anda secara spiritual. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Aug 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160814</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/43sjxi8w</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Yahudi dan Non-Yahudi di satu gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_53g8t933"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:21-35" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:21-35</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanggaan duniawi di gereja mula-mula telah menyesatkan jangkauan orang Yahudi terhadap bangsa lain. Dan sebelum itu tidak ada interaksi diantara orang Yahudi dan orang non-Yahudi. Mereka dianggap najis. Eksklusivitas yang telah dirancang Allah bagi Israel untuk tujuan kekudusan dan kesaksian, telah menjadi titik kebanggaan, dan itu telah disesatkan. Orang Yahudi benci bangsa lain dan sebaliknya sama juga.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menggambarkan hal itu di Efesus 2:11-15, “Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu, sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, tembok yang selalu memisahkan orang non-Yahudi dari orang Yahudi di Bait Suci, sudah dirubuhkan Tuhan Yesus. Bahkan ketika Yesus Kristus mati, Dia menghan-curkan seluruh Bait Suci kecuali tempat Maha Kudus itu. Sekarang semua orang dapat menghubungi langsung Yang Maha Kudus. Ibrani 4:16 mengatakan, “marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia.” Tabir Bait Suci terbelah dua, dan sekarang kami dapat berdoa penuh keberanian kepada Allah. Itulah teologi di Efesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang sejarah nyata hal itu terdapat di Kisah Para Rasul 10. Kita bertemu dengan orang non-Yahudi pertama yang dipanggil Allah untuk masuk ke dalam kepenuhan semua janji Allah. Inilah tahap terakhir dalam perkembangan gereja yang masih berlangsung sekarang. Nah, ini juga harinya Kornelius diselamatkan, dan janganlah kita meremehkan hal itu. Jadi kami melihat urutan keselamatan yang diilustrasikan dengan Kornelius dan ini adalah pola umum bagaimana keselamatan terjadi dalam hidup siapapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Tuhan adalah seperti berlian. Itu memiliki aspek yang berbeda-beda dan setiap kali lampu dinyalakan, kelihatan ada aspek baru. Kami sedang melihat prinsip-prinsip abadi bagaimana Allah menyelamatkan manusia yang masih aktif dan hidup sekarang. Jadi, pertama ada panggilan berdaulat yang kita lihat di KPR 10:1-20. Semua ini dimulai Allah. Allah memilih dia dari antara semua orang non-Yahudi yang ada. Allah memilih untuk melakukan itu dalam hidup Kornelius. Dan Allah juga memilih Petrus, utusan-Nya, dan Dia juga memilih caranya bagaimana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak terpisah dari kehendak manusia, namun ini bekerja sama dengan kehendak manusia. Hati Kornelius itu sudah berpaling kepada Allah. Dia mulai mencari Allah, karena Allah telah menemukannya dan sudah menggerakkan hatinya. Kemudian Allah merespon dengan memberikannya visi dan memberitahukannya dimana dia dapat informasi yang diperlukannya. Dia hidup sesuai dengan terang yang telah diberikan kepadanya dan Allah memberi kesempatan untuk menambahkan imannya dengan ketaatan dan mengirim orang untuk mencari Petrus. Allah tidak pernah merespon terpisah dari iman yang aktif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah mulai mempersiapkan Petrus. Dia secara berdaulat memilih Petrus, pertama, karena dia tersedia, namun Allah perlu menyiapkannya, jadi Dia memberikannya suatu visi juga. Visi ini mematahkan semua prasangkanya dan menyiapkannya untuk bertemu dengan orang non-Yahudi ini. Namun perhatikanlah bahwa Petrus juga harus memiliki iman aktif, dimana dia rela pergi dengan orang-orang itu, seperti yang kita akan lihat hari ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita membicarakan bagaimana waktu berdaulat menyatukan kedua orang ini, benar-benar pada waktu yang tepat. Petrus masih belum selesai dengan visinya ketika Roh Kudus mengatakan, “Ada tiga orang mencari engkau. 20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka.” Tidak mungkin hal ini terjadi secara kebetulan. Jadi ini adalah pilihan berdaulat dan waktu berdaulat. Allah selalu aktif dalam penyelamatan. Semuanya berasal dari Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 65:24, “Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.” Sebelum Kornelius tahu apa yang dia inginkan, Allah sudah memberikannya. Lihatlah contohnya di KPR 16:14, “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan kami. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. <u>Tuhan membuka hatinya</u>, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Kuasa satu-satunya di semesta alam yang sanggup mengikuti jejak hati yang berdosa adalah kuasa Allah yang berdaulat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 24:45, “Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” Allah saja yang dapat membuka pikiran kita sehingga kita mengerti. Yohanes 6:45, “Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Karena itu setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Yesus mengatakan bahwa hanya mereka yang sudah diajarkan Allah secara berdaulat dan supranatural, akan datang kepada-Nya. Keselamatan datang dari Allah karena manusia lahiriah yang mati dalam dosa dan belum diberikan terang, tidak dapat mengerti kebenaran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keselamatan mulai dengan panggilan berdaulat dan persiapan berdaulat. Bagian kedua dari keselamatan adalah <u>kehendak yang tunduk</u>. Petrus sudah menjadi orang percaya, namun Kornelius merespon secara aktif dengan kehendaknya. Mereka langsung menaati kehendak Allah yang berdaulat. Allah mempersiapkan kita dan kita harus merespon. Anda diselamatkan oleh iman dan Anda harus jalan dalam iman. Yohanes 8:30-31 mengatakan, “Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu menetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inti ketaatan adalah mempraktekannya setiap hari. Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Mereka tidak taat di dalam hati mereka dan mereka tidak mempraktekannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 9:23, “Kata Yesus kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Itulah hidup yang tunduk dan taat. Iman sejati akan langsung memberi pengorbanan yang diperlukan, dan dalam kedua kasus dengan Kornelius dan Petrus, mereka bertindak langsung. Keselamatan adalah komitmen sukarela kepada Tuhan Yesus Kristus dan taat kepada-Nya tanpa peduli betapa besar biayanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kornelius sudah siap dan ketika Allah bergerak, dia langsung menjawab dan dia pergi. <b>Ayat 21</b>, “Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: “Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?” Petrus siap juga. Visi ini tentang apa yang halal dan najis tidak lagi menjadi masalah bagi dia. Dan disini dia menghadapi tiga orang non-Yahudi yang sebelumnya adalah trauma besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 22</b>, “Jawab mereka: "Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.” Bahkan orang Yahudipun menganggap dia orang baik. Jadi mereka bertemu dengan Petrus di rumahnya dan mereka mengatakan, “Kornelius mengirim kami karena malaikat itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.” Orang Yahudi biasa tidak mungkin dapat melakukan itu. Bukan saja ini dilakukan terhadap bangsa lain, namun itu malah dilakukan dengan tentara Romawi yang adalah penjajah. Waktunya sudah terlambat untuk berangkat kembali ke Kaisarea, jadi mereka memutuskan untuk bermalam di rumah Simon, si penyamak kulit itu, salah satu pekerjaan yang paling dihina orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada fakta lain yang luar biasa, “beberapa saudara dari Yope menyertai dia.” Allah tidak mengatakan, “Ajo Petrus pergilah dan bawalah beberapa saudara.” Tidak, Allah hanya berkata, “Petrus, pergilah kamu.” Petrus membawa mereka tanpa ada perintah khusus dari Allah, namun kehadiran mereka di rumah Kornelius itu adalah kunci besar untuk semua hal yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ada enam orang Kristen Yahudi ortodoks yang pergi bersama Petrus menurut KPR 11:12 karena ayat 45 mengatakan mereka disunat. Ini sangat strategis. Bahkan mereka menjadi kunci dalam menyatukan orang-orang Yahudi dan orang orang non-Yahudi. Allah bukan saja membimbing Petrus melalui visi, namun Allah juga membim-bing Petrus melalui pikiran dan keinginan dia sendiri. Inilah menunjukkan kuasa pemeliharaan-Nya. Allah tahu sangat penting mereka ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Allah membimbing kita sekarang? Dia membimbing kita melalui keinginan kita sendiri dan disini kita menyaksikan hal itu. Filipi 2:13, “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Sudah berapa kali kita melakukan sesuatu yang kita putuskan untuk dilakukan? Terus Anda tiba disitu dan Anda mengalami suatu kejadian penting yang kekal. Anda bertemu dengan seseorang yang belum mengenal Kristus. Terus Anda membimbingnya kepada Kristus dan bagi dia sejarah hidupnya langsung berubah total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah berapa kali, bukan saja Allah mempengaruhi keinginan kita untuk melakukan sesuatu, namun juga menyediakan keadaan untuk menampungnya? Begitulah caranya Dia memimpin kami melalui kehendak-Nya. Dia memimpin orang Kristen yang tersedia bukan dengan visi, namun melalui keinginan dan kehendak aktif, pada saat Dia menggerakkan kehendak kami sampai kami merespon. Begitulah cara-Nya Dia bekerja. Kehendak Allah tidak diberikan dengan suatu cara perasaan estatik, tidak, pada saat Dia mengatur keinginan kita Dia bekerja melalui kuasa pemeliharaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini datanglah tujuh orang Yahudi kedalam suatu rumah penuh dengan orang-orang non-Yahudi, suatu saat yang luar biasa. Dua orang bertemu dari dua dunia yang berbeda sekali, mereka dipersiapkan secara berdaulat dan mereka memiliki keinginan yang tunduk. Kornelius benar-benar percaya satu-satunya visi yang dia pernah alami. Itu adalah iman. Dia akan merubahkan seluruh keadaan hidupnya karena satu visi ini. Dia begitu dipenuhi iman sehingga dia rela minta pertolongan dari seorang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam Firman Allah tidak ada catatan bahwa Petrus pernah melihat visi lain juga. Petrus juga percaya satu-satunya visi yang dia pernah melihat. Dan tahukah Anda apa yang benar mengejutkan? Ini semua berlawanan dengan segala sesuatu yang pernah diajarkan kepadanya di dalam seluruh hidupnya, akan tetapi dia tetap percaya dan dia melakukan apa yang diajarkannya. Petrus mau menerima orang-orang kafir yang tidak disunat kedalam rumahnya. Dia rela berjalan jauh untuk bertemu dengan orang-orang non-Yahudi yang tidak dikenal tanpa tahu apa yang akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24-25</b>, “Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul. 25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.” Bayangkan seorang perwira non-Yahudi Romawi menyembah seorang nelayan Yahudi. <b>Ayat 26</b>, “Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan, “Janganlah menyembah aku.” Dia tidak mengizinkan hal itu dari permulaan, dan tidak ada orang Kristen manapun yang diperbolehkan untuk disembah. Hanya ada satu di Alkitab yang pernah menerima penyembahan. Tahukah Anda siapakah itu? Allah. Dan hanya ada satu di Perjanjian Baru yang pernah menerima penyembahan. Siapakah Dia? Yesus Kristus. Jadi siapakah Dia? Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 27</b>, “Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.” Disini Kornelius sudah mengumpulkan banyak orang, dan sekali lagi, prinsip yang sama terjadi lagi. Tidak ada orang yang memerintah Kornelius untuk melakukan itu. Allah bekerja melalui keinginan Kornelius dan dia sendiri membawa banyak orang non-Yahudi, karena penting supaya bukan hanya satu orang non-Yahudi saja yang diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 28</b>, “Petrus berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.” Hukum upacara Perjanjian Lama tidak mengatakan hal itu namun itu ditambahkan para rabi. Bahkan rabi-rabi itu mengatakan bahwa ketika orang masuk ke dalam rumah orang non-Yahudi itu pencemaran tujuh hari. <b>Ayat 29</b>, “Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus langsung membicarakan tujuan kedatangannya. Kedewasaan rohani terlihat dari keinginannya untuk langsung melakukan kehendak Allah. Segala sesuatu yang diketahui Petrus telah diputar balikkan. <b>Ayat 30-32</b>, “Jawab Kornelius: "Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan 31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya. 32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian <b>ayat 33</b>, “Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu.” Sekarang kita tiba kepada berita Injil yang sederhana yang disampaikan Petrus. Bahkan Petrus tidak sempat memberikan khotbahnya. Di kemudian hari Petrus memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Dia mengatakan, “Pada saat saya mulai berbicara, Roh Kudus datang kepada mereka.” Roh Kudus itu datang dan Tuhan mengakhiri pertemuan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayangkan keadaannya di rumah Kornelius. Orang-orang Yahudi ada disitu dan orang-orang non-Yahudi ada disitu. <b>Ayat 34-35</b>, “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” Kita tidak berhubungan dengan bangsa-bangsa yang berbeda, prasangka ras atau sesuatu seperti itu. Dan Petrus mengatakan, “sekarang saya mulai mengerti hal itu.” Itu benar-benar suatu pengakuan besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah telah mengajarkan hal itu dari permulaan. Ulangan 10:17 mengatakan, “Sebab Tuhan, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu.” 2 Tawarikh 19:7, “Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada Tuhan, Allah kita.” Yakobus 2:1, “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.” Janganlah berprasangka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bukan Allah yang hanya peduli tentang orang Israel, namun Dia mengasihi semua orang. Allah memilih Israel bukan karena Dia lebih suka mereka, namun karena Dia memerlukan mereka menjadi saksi Dia. Dan didalam tubuh Yesus Kristus kami harus memastikan bahwa kita membagi kasih dan pelayanan kepada semua orang sama rata, kaya atau miskin. Jika kita melakukan itui demi kemuliaan Allah kita berada di jalan yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan, dalam setiap bangsa siapa yang takut akan Allah dan mengerjakan kebenaran akan diterima. Banyak orang Yahudi tidak diterima Allah. Mengapa? Kelihatannya baik dari luar, namun di dalam hati mereka tidak ada iman yang benar. Yesus mengatakan di Matius 8:11-12, “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat (orang bukan Yahudi) dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, 12 sedangkan anak-anak Kerajaan (orang Yahudi) itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus menentukan tema itu dengan mengatakan, “Keselamatan tersedia untuk siapapun, ditempat manapun, setiap macam orang yang hidup sesuai dengan terang yang diberikan Allah kepadanya dan yang memiliki hati yang mencari. Kita memerlukan orang untuk pergi dan yang memberitakan kabad baik itu. Tahukah Anda bahwa ada orang di dunia ini yang sedang menunggukan orang untuk menerangkan Yesus Kristus kepada mereka? Mungkin Roh Allah mengizinkan kami suatu kesempatan untuk melakukan hal itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Aug 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160807</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/53g8t933</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan Bangsa lain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_t618lyui"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+10:1-20" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 10:1-20</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita terus belajar minggu ke minggu dan sekarang kita tiba kepada KPR 10 yang fokus utamanya adalah misi, karena ini berhubungan dengan prinsip misi yang besar dan fakta-fakta sejarah. Injil pada mulanya disampaikan kepada orang-orang di Yerusalem, kemudian ke Yudea dan Samaria, dan akhirnya rencana Allah adalah untuk menginjili seluruh dunia. Dan rencana utama penginjilan tercantum di KPR 1:8.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah Matius 28:19-20 yang mencatat Amanat Agung itu, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Pada permulaan gereja itu terdiri dari orang Yahudi saja dan itu meregangkan mereka untuk menjangkau orang Samaria yang mereka benci. Dan untuk menjangkau bangsa lain, itu adalah langkah yang lebih besar lagi, karena mereka dibenci lebih lagi. Jadi ketika kita tiba di KPR 10, kita belajar di dalam Firman Allah bagaimana Allah mulai membuka gereja itu kapada bangsa-bangsa lain, dan Dia melakukan itu melalui orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kuncinya di gereja mula-mula adalah Petrus. Gereja itu seperti meledak di Yerusalem kemudian itu membesar di Yudea dan Samaria, dan orang-orang diselamatkan dimana-mana. Petrus itu pergi terus menerus. Dia adalah pengkhotbah bagi mereka yang belum diselamatkan. Dia juga menjadi guru bagi orang-orang percaya. Dan di Lida dia menyembuhkan seseorang bernama Eneas yang lumpuh selama delapan tahun lamanya. Dan itu menyebabkan semua orang yang tinggal di Lida dan Saron berbalik kepada Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tinggal disana beberapa waktu lamanya sampai dia mendengar dari beberapa murid bahwa ada wanita Kristen yang dikasihi bernama Dorkas yang sudah meninggal di Yope, kira-kira 16 kilometer dari sana. Karena mereka tahu Petrus dekat, mereka tidak menguburkannya, namun hanya membaringkannya di ruangan atas. Mereka menjemput Petrus untuk melihat apakah dia sanggup membangkitkannya dari antara orang mati. Dan memang itulah dilakukan Petrus dan tanggapan terhadap mujizat Allah itu, menyebabkan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memiliki tugas tertentu. Karena di Matius 16:19, Tuhan kami Yesus Kristus mengatakan kepadanya, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.” Maksud Yesus, “Petrus, engkaulah akan membuka kunci pintu dalam perkembangan gereja. Engkau adalah titik pertemuan diantara Roh Allah dan gereja.” Dan pada perayaan Pentakosta, Petrus berada di Yerusalem dan gereja didirikan disitu, dan dialah yang berkhotbah dan dia ada disitu ketika Roh datang. Kemudian dia juga ada di Yudea dan Samaria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kunci terakhir di tangan Petrus adalah kunci yang membuka gereja itu kepada bangsa-bangsa lain. Dan itu sangat sulit bagi Petrus, karena dia telah didewasakan dalam tradisi Yahudi, yang berakar dengan legalisme dan super-nasionalisme. Jadi tidak ada tempat bagi orang Samaria atau bangsa lain, yang dianggap najis. Namun Roh Allah sudah mulai merubahkan Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada tradisi lain yang sudah mulai menghilang, karena dia tinggal, di ayat 43, di rumah Simon, seorang penyamak kulit. Dan pekerjaan itu dianggap najis oleh orang Yahudi karena itu berhubungan dengan binatang mati, dan orang Yahudi yang benar menghargai diri tidak akan berhubungan dengan orang seperti itu. Namun Petrus tinggal dirumahnya mungkin selama beberapa tahun, jadi dia menunjukkan bahwa rasa prasangkanya sudah mulai dirubah Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin mengambil orang Yahudi dan orang non-Yahudi dan menjadikan mereka “satu orang baru.” Efesus 2:13-16 mengatakan, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatu-kan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, supaya Allah dapat mengubah situasi dikotomis ini menjadi kesatuan, Dia akan mengadakan persiapan sedikit. Jadi di KPR 10:1-20 malam ini, Allah memperkenalkan kami kepada konfrontasi ini yang pada akhirnya mengakibatkan bangsa-bangsa lain dapat dibawa masuk ke dalam gereja. Allah pada permulaan mempersiapkan orang non-Yahudi dulu kemudian Dia menyiapkan orang Yahudi itu. Orang non-Yahudi itu adalah Kornelius dan orang Yahudi itu adalah Petrus dan masing-masing diberikan visi tertentu, yang adalah seperti melatih dalam persiapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah saat kita melihat apa yang dilakukan Allah dengan Kornelius dan Petrus, kita akan melihat prinsip-prinsip apa yang dilakukan Allah dengan semua orang, karena disini ada yang menerima, yaitu Kornelius, dan ada yang menjadi utusan, yaitu Petrus. Marilah kita melihat bagaimana Allah menyiapkan si penerima yang akan menerima Injil itu dan bagaimana Allah akan mempersiapkan utusan itu yang akan menginjili dia. Kemudian pada waktu Allah yang tepat, Dia akan menyatukan mereka. Belajarlah hal ini, karena ini penting bagi kita untuk mengerti bagaimana Allah akan menggunakan kami untuk hal yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Kisah 10:1</b>, “Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius.” Hal pertama yang kita belajar dari persiapan Allah adalah bahwa Allah memilih sang penerima itu. Allah memilih yang akan menerima Injil dan juga yang akan membawanya. Di Yohanes 6:37, Yesus berkata, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Namun kemudian di ayat 44 Dia katakan, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah dalam bisnis memilih. Efesus 1:4 mengatakan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan.” Allah telah memilih Kornelius. Di KPR 13:48 dikatakan, “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Allah sudah menentukan siapa yang akan ditebus. Allah melakukan semua pemilihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Kaisarea itu sebuah garnisun militer dan rumahnya Pilatus ada disitu, atau orang bersurat kuasa lain di Palestina, karena pemerintah Roma memiliki kantor pusat mereka disana. Dan kebanyakan orang disana adalah orang non-Yahudi dan hanya sedikit saja orang Yahudi. Letaknya kira-kira 48 kilometer ke arah utara Tel Aviv. Agustus telah memberikan kota ini kepada Herodes sebagai hadiah. Jadi karena itu kota ini dikembangkan menjadi bagus sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 1</b> teruskan, “Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.” Dia memerintah 100 orang. Sebuah legiun Romawi memiliki 6000 orang, dan itu dibagi 10 divisi, dan setiap divisi memiliki 6 perwira. <b>Ayat 2</b> juga mengatakan dia, “saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.” Kornelius ingin mengenal Allah dan dia hidup sesuai dengan terang yang dia miliki. Jadi Allah bergerak untuk memberikannya lebih banyak terang, yaitu terang dunia, Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hal lain yang kita belajar dari persiapan Allah untuk sang penerima adalah bahwa Allah merespon kepada hati yang ingin dan terbuka. Pemilihan itu tidak pernah melanggar keinginan atau pilihan. Mereka selalu berdampingan. Saya sendiri tidak mengerti bagaimana, Allah tahu bagaimana. Namun Kornelius itu dipilih Allah secara berdaulat, dan dia juga memiliki hati yang mencari. Allah mengulurkan tangan dan memberinya, benar-benar, keinginan untuk berbalik dan mencari Allah, meskipun dia sudah mati dalam pelanggaran dan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">OK, Kornelius itu orang saleh. Itu berarti dia beragama dan dia takut akan Allah. Ini orang non-Yahudi yang membenci agamanya sendiri, yang amoralitas dan penyembahan berhala imannya sendiri, dan dia telah mengambil keputusan bahwa Allahj Israel adalah Allah yang benar. Dia sudah mulai berdoa kepada Allah itu. Dan mungkin saja dia sudah mulai beribadah dalam beberapa sinagog tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah bukan saja memilihnya dan merespon terhadap hatinya yang mencari, namun Dia juga harus mempersiapkannya. <b>Ayat 3-4</b>, “Dalam suatu penglihatan, pada jam kesembilan hari itu, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!" 4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.” Jam kesembilan hari itu adalah jam tiga sore, yang adalah waktunya untuk berdoa malam bagi orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini muncul dengan jelas sekali seorang malaikat yang mengatakan, “Kornelius” terus berbicara dengan dia. Perwira itu seharusnya tidak takut, namun dia takut akan hal ini. Tahukah Anda bahwa dimanapun di dunia ini, Allah melihat dan membaca hati setiap individu tersendiri. Seperti asap yang naik dari api, doa-doamu dan perbuatan-perbuatanmu yang telah Anda lakukan itu naik kepada Allah dan Dia bertindak kepadamu berdasarkan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 5-6</b>, “Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. 6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.” Allah selalu ingin menghubungkan iman kita dengan suatu tindakan ketaatan, karena itulah dasarnya hidup Kekristenan itu. Puji Tuhan, dia percaya Allah dan dia taat. Kemudian untuk merubuhkan benteng-benteng itu, Tuhan ingin supaya Petrus membawa Kornelius kepada Kristus di dalam rumah Kornelius sendiri, yang orang Yahudi pasti tidak akan mau masuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kornelius langsung taat. <b>Ayat 7-8</b>, “Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia. 8 Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope.” Disini terdapat seseorang yang benar beriman, dan Allah memberi kesempatan untuk menunjukkan ketaatan iman itu. Sementara, Dia menyiapkan utusan itu, yaitu Petrus, di Yope.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 9</b>, “Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul keenam, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. Waktu itu, jam 12 siang, itulah waktu berdoa, jadi Petrus naik ke atap untuk berdoa. Nah, ada banyak hal yang perlu dirubah Allah dalam Petrus. Dia mulai sebagai orang rasis, dan Allah perlu untuk meruntuhkan itu, dan Allah memerlukan satu visi lagi untuk merubahkannya dalam menghadapi bangsa-bangsa lain. Kita akan melihat bahwa pekerjaan Roh Kudus dengan utusan itu adalah sama dengan apa yang dilakukan terhadap yang menerimanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memilih utusan yang dikehendaki-Nya sama seperti Dia memilih orang yang menerimanya. Roh Allah itu mengerakkan orang-orang dan menuntun mereka ke jalan yang Allah inginkan. Jika Anda merasa Allah sedang mengarahkan Anda, taatilah Roh Kudus itu segera. Allah ingin menggunakan Anda untuk misi tertentu. Di Yohanes 15:16 Yesus mengatakan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 10-11</b> mengatakan, “Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. 11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.” Allah memberikan dia visi yang berhubungan dengan makanan, dan turunlah suatu kain lebar. <b>Ayat 12-13</b>, “Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berikut adalah titik kunci, binatang-binatang yang ada di dalamnya ada yang halal dan ada yang najis. Di Imamat 11, Allah telah memberikan mereka batas mutlak sehingga dalam pikiran orang Yahudi ada perbedaan besar diantara bnatang halal dan binatan najis. Dan hukum diet mereka itu begitu khusus sehingga tidak mungkin mereka dapat berhubungan sosial dengan orang non-Yahudi, dan itulah maksudnya Imamat 20:25. Dan sekarang Allah mengatakan untuk memakan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 14-15</b>, “Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." 15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Dan <b>ayat 16</b> mengatakan, “Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.” Apakah artinya visi khusus ini? Allah meniadakan hukum-hukum diet Perjanjian Lama. Dulu itu khusus untuk memisahkan orang Yahudi dari bangsa lain. Sekarang tubuh Kristus dirancang untuk menyatukan mereka kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi dan orang non-Yahudi yang berada bersama di gereja tidak mau makan bersama, dan itulah masalah yang ditangani Paulus di Roma 14. Paulus mengatakan, “Janganlah sengaja menyinggung orang Yahudi itu yang masih belum mengerti kebebasnnya.” Dan Paulus juga mengatakan kepada orang-orang Yahudi, “Janganlah mengharuskan orang non-Yahudi mengikuti hukum diet yang sudah dikesampingkan Allah.” Lihatlah, Allah ingin menghilangkan halangan itu supaya mereka bersatu dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 7:14-15 mencatat perkataan Yesus, “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. 15 Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Yesus mengatakan, “saya tidak peduli apa yang Anda makan. Yang saya pedulikan adalah apa yang Anda mengatakan dan kalau itu tidak mengasihi, itulah yang akan menajiskan Anda. “</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 4:1-3 jelas sekali, “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya dibakar besi panas. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17-18</b> mengatakan, “Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus. 18 Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu.” Allah bukan saja menyiapkan si penerima dan juga menyiapkan sang pengutus, namun Dia juga memakai waktu ilahi yang tepat, sebelumnya Petrus bangun, sudah ada yang mengetok pintu, mereka sudah ada diluar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 19-20</b>, “Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: "Ada tiga orang mencari engkau. 20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.” Allah ingin suatu tindakan iman dari Petrus, sama seperti Dia ingin sesuatu dari Kornelius. Apakah Anda bersedia pada saat Allah memanggil Anda dan Dia juga sudah menyiapkan orang yang akan menerimanya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus bekerja dengan menggunakan prinsip ini. Di KPR 18:9-11 dikatakan, “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! 10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." 11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.” Allah dapat dan ingin menggunakan Anda jika Anda siap sedia. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Jul 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160731</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/t618lyui</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pentingnya Doa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_sobw9p47"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+18:20-32" target="_blank" class="imCssLink">Kejadian 18:20-32</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang kita lakukan pada pertama kalinya kita menjadi orang Kristen? Itulah belajar berdoa, benar? Itu memang benar karena Allah ingin bersekutu dengan kami mulai dari permulaan. Masih ingat apa yang terjadi kepada Paulus di perjalanan ke Damsyik pada saat ia bertemu dengan Yesus, dia menjadi buta dan tidak makan atau minum selama tiga hari, namun dia belajar berdoa. Dan itu tetap bagian yang sangat penting dalam hidup orang Kristen tidak peduli kami sudah lansia.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sendiri menunjukkan kepentingan berdoa pada waktu Dia berusaha untuk memisahkan diri dari orang banyak itu supaya Dia dapat berdoa sendirian. Apakah Anda bisa menunjukkan kepentingan berdoa dalam hidupmu itu sama seperti Yesus? Apakah Anda mengutamakan berdoa itu, atau itu hanya teringat kadang-kadang, kebiasaan atau suatu tongkat untuk waktu sulit? Marilah kita belajar bersama kepentingan berdoa dari buu pertama Alkitab, yaitu Kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 18:20-32, “Sesudah itu berfirmanlah Tuhan: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya." 22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan Tuhan. 23 Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" 26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." 27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. 28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu." 30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana." 31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu." 32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Melalui teks pagi ini Roh Kudus itu akan mengajarkan kami bahwa doa itu sangat diperlukan, melainkan juga mengingatkan kami caranya kami harus ber-doa. Marilah kami pikirkan hal-hal ini sebagai tema kami: 1 Berdoalah dengan segala keerndahan hati; 2. Berdoalah bagi orang lain; dan 3. Berdoalah dengan keberanian. Teks khotbah ini menggambarkan apa yang terjadi saat Tuhan turun dari surga bersama dua malaikat-Nya yang menyamar sebagai wisatawan dan mengunjungi Abraham dan Sara. Allah berhenti untuk menguatkan iman Sara dengan janji bahwa meskipun dia sudah tua dia akan dapat anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali sulit bagi kami untuk percaya Allah dalam segalanya yang Dia telah lekukan dan berjanji untuk melakukan. Banyak sekali implikasi dari apa yang telah dikatakan di Kejadian sehingga sulit bagi manusia untuk memahami besarnya karya Allah dalam penciptaan seluruh alam semesta dari ketiadaan. Bagi manusia sulit untuk percaya bahwa Allah yang menciptakan hukum-hukum alam, dapat mengatasi hukum-hukum itu setiap kali Dia inginkan. Jadi ketika Allah bahwa Sara yang sudah lansia akan mendapat anak lelaki, dia ketawa karena dia tidak percaya itu mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang dinyatakan Allah mengenai dirinya sendiri di Kejadian 18:14, “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Benar-benar tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, bukan saja Alkitab itu menujukkan dan membuktikan bahwa segala sesuatu yang pernah dinubuatkan telah dan akan digenapkan, Alkitab itu sendiri hidup dan berkuasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Jadi Allah melihat tujuan hatimu dan Dia tahu dengan tepat keperluan Anda dan bagaimana Anda dapat melayani-Nya. Dan jika ada respon dari Anda, Dia akan memperlengkapkan Anda dengan segala kebutuhan Anda untuk mengabarkan Injil dan untuk memuliakan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada kisah Kejadian itu. Setelah pertemuan dengan Allah dan kedua malaikat itu selesai, mereka mulai menuju ke kota-kota Sodom dan Gomora. Lihatlah ada maksud lain Tuhan itu datang ke dunia. Allah mengatakan kepada Abraham di <b>Kejadian 18:20-21</b>, “Sesudah itu berfirmanlah Tuhan: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja Allah tidak perlu datang ke kota-kota itu untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. Karena Allah itu berada dimana-mana dan Dia tahu segala hal dan dapat melihat semua hal, Dia sudah tahu apakah ada di dalam hati orang-orang Sodom dan Gomora itu. Namun dengan menceritakan Abraham datang untuk menyelidiki, Allah mengingatkan kami bahwa meskipun Dia tahu semua hal, Dia tetap ingin supaya kita lebih banyak belajar tentang Dia. Allah itu menyatakan diri-Nya secara progresif pertama melalui Hukum Taurat di Perjanjian Lama namun kemudian melalui Anak-Nya di Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah terjadi di Sodom dan Gomora yang menyebabkan Allah datang untuk menghakimi? Jawabannya adalah dosa besar. Orang-orang di kota-kota inibertindak dengan cara yang sama sekali bertentangan dengan firman Allah. Apakah yang mereka lakukan? Meskipun kami dapat menunjukkan dosa-dosa homoseksual tertentu yang telah dilakukan orang Sodom dan Gomora, kami harus menekankan bahwa selain dari dosa itu, yang penting adalah sikap mereka terhadap dosa itu. Mereka semua selalu terus menerus berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penduduk Sodom dan Gomora tidak peduli perbuatan mereka itu salah. Sikap seperti itu dinamakan ketidaksesalan dan ada kalanya itu terdapat di dalam hidup kita juga. Tahukah Anda bahwa tidak peduli Anda membunuh sepuluh orang atau Anda hanya mengejek orang tuamu, kedua dosa itu di mata Allah menjijikan dan kalau kita tidak bertobat dari kedua dosa itu kita layak dihukum dengan cara yang sama orang Sodom dan Gomora dihukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah luar biasa bahwa Allah membagikan rencana-Nya dengan Abraham? Itu mengingatkan kami bahwa kita sebagai orang Kristen diberkati begitu banyak karena kami diberi Alkitab, dimana Allah membagikan diri-Nya dan rencana-Nya bagi kita. Dari Alkitab itu kita lebih mengerti apa yang sedang terjadi di dunia ini sekarang dan pada akhir zaman dan apa yang kita dapat harapkan setelah kita mati. Namun yang terpenting adalah bahwa Allah mengasihi kami dan ingin menyelamatkan kami. Allah tidak ingin supaya kami beragama, namun Dia ingin ada hubungan pribadi dengan Dia. Inilah topik-topik yang tidak akan diketahui jika orang tidak membaca Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah diketahui bahwa Allah akan menghancurkan Sodom dan Gomora, Abraham mulai bersyafaat atas nama penduduk kota-kota itu. Disini kita belajar bahwa Abraham benar mengasihi orang-orang itu dan dia menunjukkan hal itu dengan memohon belas kasihan Allah bagi mereka yang percaya. Dan kami juga menunjukkan kasih pada saat kami berdoa syafaat. Abraham tahu bahwa Lot, keponakannya tinggal di Sodom dan dia ingin supaya mereka tidak ikut di musnahkan bersama orang fasik itu. Marilah kita belajar kasih Abraham dari permohonannya kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang kita belajar adalah meskipun Allah baru memberi tahu Abraham tentang rencana-Nya untuk Sodom dan Gomora, Abraham tidak sombong. Sebaliknya ia mendekati Allah penuh <b>kerendahan hati</b>. Abraham mengatakan di Kejadian 18:27, “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.” Permintaan Abraham itu didasarkan belas kasihan, bukan prestasi. Dia tahu bahwa hati yang berdosa yang sama yang berdenyut di dalam orang-orang Sodom dan Gomora juga berdenyut di dalam hatinya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyadari bahwa hanya karena anugerah dan kesabaran Allah dia sendiri tidak dimusnahkan waktu dia berkali-kali gagal menaati Allah dan tidak percaya janji-jani-Nya. Kita layak menerima hukuman yang sama dengan Sodom dan Gomora. Namun penebusan Yesus membuka pintu supaya kita menerima pengampunan dan kita sekarang boleh berdoa langsung kepada Allah Bapa dengan berani. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Doa Abraham bukan saja luar biasa karena dia rendah hati, itu juga tidak egois, tidak mementingkan diri. Daripada memikir bagaimana orang-orang itu patut dihukum, Abraham kuatir akan keponakannya dan keluarganya dan orang lain yang percaya yang ada di dalam kota-kota itu. Karena itu dia berdoa supaya Allah mengampuni kedua kota itu jiak ada 50 orang percaya. Abraham ingin supaya orang-orang dikota-kota itu mengalami anugerah yang sama yang dia alami dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan cara yang sama doa-doa kami juga harus mementingkan orang lain yang adalah cara lain untuk menjelaskan apa artinya kasih itu. Kasih itu memisahkan diri kita dari orang yang belum mengenal Allah. Sebelumnya Allah merubahkan kami, kami semua egois dan hanya mementingkan diri. Namun karena Yesus membayar upah dosa kami, kita belajar mengasihi. Dan itu diwujudkan di Galatia 5:22-23, “buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan dan penguasaan diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus mengatakan di 1 Timotius 2:1-4, “Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Berdoalah untuk semua orang” kata Paulus. Mulailah dengan keluargamu sendiri, jemaat di gereja, rekan kerja Anda, teman-teman, dan berdoalah bagi musuhmu jga. Alkitab mengatakan jika Anda berdoa bagi orang lain, itu akan <b>bermanfaat bagi Anda</b> juga. Matius 6:19-20 mengatakan, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun Abraham mendekati Allah dengan kerendahan hati dan tidak egois, dia juga berani. Meskipun Allah telah mengatakan bahwa Dia akan menghancurkan Sodom dan Gomora, Abraham dengan berani memohon kepada Allah untuk mempertimbangkan hal itu kembali. Abraham tahu bahwa sementara Allah itu adil dan harus menghukum dosa, Dia juga penuh kasih dan sabar dengan pendosa-pendosa. Karena itu dia mengimbau kepada belas kasihan dan kesabaran Allah supaya orang benar dapat diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang luar biasa tentang kisah ini adalah bahwa Allah mendengarkan doa Abraham dan setuju untuk tidak memusnahkan kota-kota itu jika ada 50 orang yang percaya disitu. Allah sudah tahu percis siapakah ada di dalam kota-kota tersebut, dan Dia tahu akhir dari permulaan namun Dia mengundang kami untuk berdoa karena Dia ingin menguji kita untuk melihat sampai dimana kita benar-benar peduli dan mengasihi sesamamu manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham juga bukan saja berani dalam permintaannya; dia juga berani dalam berapa banyak dia datang kepada Allah dengan permintaannya. Enam kali mulia dengan 50 orang benar sampai dikurangi menjadi 10 orang, Abraham memohon Allah supaya kota Sodom dan Gomora tidak dihancurkan. Yesus juga mendorong murid-murid-Nya dan juga kita semua supaya kita juga bertekun dalam berdoa. Ingatlah bahwa waktu Allah tidak sama dengan waktu, kita namun Dia tidak pernah telat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini memang tidak berarti bahwa Allah selalu akan melakukan apa yang kita inginkan jika kita bertekun. Kita perlu menyadari bahwa kita tidak selalu tahu apa yang terbaik bagi kita, namu Allah tahu. Apakah Allah menjawab doa-doa Abraham? Tidak. Akhirnya Dia menghancurkan Sodom dan Gomora karena didalam kota-kota itu tidak ada 10 orang benar, namun Dia menjawab doa Abraham dengan menyelamatkan orang-orang percaya itu, yaitu Lot dan anak-anaknya perempuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan Abraham lebih dari apa yang dia minta. Bukan saja Dia mengizinkan Lot dan anak-anak perempuan itu diselamatkan, Dia mengizinkan mereka melarikan diri bersama iman mereka. Seandainya Lot bersama keluarganya terus hidup di Sodom, kemungkinan besar pada akhirnya mereka dapat mengikuti cara-hidup yang berdosa dari orang-orang disekitar mereka dan kehilangan kasih mereka terhadap Allah. Dalam seberapa tingkat sikap berdosa itu telah mempengaruhi keluarga Lot.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu mereka melarikan diri, isteri Lot berbalik untuk melihat apa yang telah ditinggalkannya meskipun para malaikat telah memperingatkan mereka untuk tidak melakukan itu. Karena ketidaktaatannya dan karena kasihnya terhadap hal-hal duniawi, Allah menjadikannya suatu tiang garam. Banyak orang diantara kami tidak menyadari bahwa hal-hal duniawi yang Anda kasihi hanya sementara saja dan cepat rusak dan tidak memberikan kebahagiaan dan malah menghancurkan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Lot juga mungkin kehilangan imannya jika dia tinggal di Sodom? Alkitab mengatakan bahwa pengaruh orang itu besar sekali. Faktanya adalah bahwa meskipun Lot itu tinggal disana cukup lama, dia tidak mempengaruhi banyak orang untuk datang kepada Allah. Dan kalau kita terpisah dari tubuh orang-orang percaya itu selalu berbahaya. Karena 1 Korintus 12:21 mengatakan, “Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Kita sebagai orang percaya perlu selalu berhubungan satu sama lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah bukan saja memberikan Abraham lebih dari apa yang dia minta, Dia menunjukkan Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi orang-orang percaya tersebut. Hai orang-orang Kristen, berdoalah tanpa berhenti. Bukan saja karena itu telah diperintahkan Allah kepadamu tetapi karena ada berkat yang luar biasa yang berhubungan dengan doa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan agama dengan semua peraturannya adalah yang diinginkan Allah. Lihatlah contohnya orang-orang Farisi dalan Yudaisme. Bersekutu dengan Allah dan memiliki hubungan pribadi dengan Dia adalah keinginan Allah. Bawalah permohonan Anda kepada Allah dengan rendah hati dengan pengetahuan bahwa hanya melalui anugerah-Nya kami dapat datang ke hadirat-Nya, namun beranilah karena Allah telah berjanji untuk mendengar dan untuk menjawab doa-doa kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoalah dengan penuh kasih bagi orang-orang lain dengan keyakinan bahwa Allah akan menjawab doa-doa itu dengan cara yang terbaik bagi orang lain dan terbaik bagi kami. Janganlah menyepelekan doa-doa itu karena itu dilakukan selalu dan itu sudah menjadi kebiasaan. Perlihatkanlah bahwa hal itu penting sekali di dalam hidupmu sewaktu Anda belajar untuk berdoa selalu, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jul 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160724b</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/sobw9p47</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelayanan Pribadi Efektif II]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_99a6dp90"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:36-43" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:36-43</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah KPR 9 dan kita akan teruskan dimana kita berhenti minggu lalu. Kita baru mulai belajar ayat 32-35, dan disini kita melihat dua mujizat yang dilakukan Petrus dalam kekuatan Kristus. Yang satu adalah pemulihan orang yang lumpuh selama delapan tahun. Dan yang lain adalah kebangkitan Dorkas dari antara orang mati. Nah ini adalah pelayanan pribadinya dan ini penting karena ada prinsip-prinsip yang bisa diapplikasikan kepada pelayanan pribadi kita.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus setelah Pentakosta, setelah diberi kekuatan dari Roh Allah menjadi sukses besar. Dan dia menjadi pemimpin keduabelas itu dan pengkhotbah kepada orang banyak penuh kekuatan. Petrus adalah pembuka Injil kepada orang Samaria dan kepada bangsa-bangsa lain. Dialah yang memiliki kunci Kerajaan di Matius 16. Dia juga adalah titik kontak untuk kedatangan Roh Allah. Paulus adalah seorang teolog dan kita melihat di Petrus ada banyak tindakan. Dari pada memberitakan-nya kepada kita, Petrus menunjukkan kita prinsip-prinsip itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di KPR 9, Petrus ada prinsip-prinsip lain yang perlu diajarkan kepada kita dan itu kelihatan dari apa yang dia perbuat. Dia adalah guru yang baik melalui teladannya, dia terlibat dengan orang-orang satu per satu. Dan disini kita melihat dua kisah kecil yang sederhana dari hidup Petrus yang menunjukkan beberapa hal yang membuat pelayanan pribadinya lebih efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu kita sebut enam hal yang adalah tanda pelayanan pribadi yang efektif. No 1. Petrus itu terlibat, no 2, dia meninggikan Kristus, no.3 dia selalu tersedia, no. 4 dia selalu berdoa, no 5 dia berbuah, dan nomor 6 dia tidak berprasangka. Ini semua adalah hal-hal yang kita harus belajar dan harus diaplikasikan di dalam hidup kita masing-masing supaya kita mendapatkan pelayanan efektif yang melipatgandakan. Allah ingin supaya kita bekerja dengan orang satu per satu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat kembali sebentar apa yang kita belajar minggu lalu. Kami hanya membicarakan dua hal pertama. Nomor 1, Petrus itu <b>terlibat</b>. Dia selalu bepergian. Ketika dia dipenuhi Roh Kudus itu benar-benar cocok dengan tabiatnya. Ayat 32 mulai dengan, “Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana.” Allah selalu memilih mereka yang sudah aktif dalam arus utama pelayanan-Nya untuk tugas-Nya yang terbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32 teruskan, “Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida,” khusus di perjalanan ke Yope. Ayat 33, “Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.” Karena Petrus terlibat, Allah menuntunnya ke tempat ini, dan karena dia tersedia Allah menggunakannya untuk menyembuhkan orang ini. Akibatnya ayat 35 mengatakan, “Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus <b>meninggikan Kristus</b>. Ayat 34 mengatakan, “Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.” Dia benar-benar menyangkal berulang kali mengenai kemampuannya dan kekuatannya sendiri. Dia mengatakan, “Yesus Kristus menyembuhkan engkau.” Petrus hanya ingin satu hal saja, yaitu meninggikan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di KPR 10, Kornelius mulai menyembah dia. Tetapi Petrus menegak-kan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja." Petrus menolak penyembahan apapun. Jangan sekali-kali mengkreditkan diri untuk kemenangan. Jangan sekali-kali mengangkat dirimu dalam percakapan, dalam kebijaksanaan-mu, dalam kemampuan Anda untuk mengajar Alkitab, dan kemampuanmu untuk menangani masalah-masalah mereka, tinggikanlah selalu Kristus. Pentingkanlah hal itu dalam kehidupan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketiga, Petrus juga selalu <b>tersedia</b>. Yang dapat kita katakan adalah, “Allah, aku tersedia,” kemudian apapun juga yang Dia lakukan melalui saya adalah besar. Seringkali yang diutamakan dalam hidup kita begitu keliru sehingga kita melakukan segala sesuatu yang lain kecuali tersedia untuk Allah. <b>Ayat 36</b>, “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini terjadi untuk memperkenalkan kami kepada suatu mujizat. Allah melakukan semua mujizat itu melalui para rasul-Nya dan Petrus adalah rasul yang paling dekat Yope, jadi Allah akan menggunakan dia. Para rasul itu sungguh memiliki kekuatan, 2 Korintus 12:12 mengatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan Dorkas ini penuh dengan karya baik. Dia hidup untuk memberikan hadiah amal kepada orang lain. Khususnya dia bikin pakaian bagi mereka. Dialah yang melakukan banyak hal bagi orang miskin dan bagi yang memerlu- kan dukungan. Dia adalah segalanya yang harus dilakukan seorang murid, karena dia benar memenuhi apa yang Allah ingin bagi dia. Dia adalah perempuan Amsal 31:20, “Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kami diperkenalkan kepada Dorkas. Kemudian <b>ayat 37</b>, “Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.” Nah, kebiasaan orang Yahudi pada saat seseorang mati adalah untuk langsung tubuhnya dimakamkan, karena mereka tidak melakukan pembalseman apapun. Namun di kasus ini, mereka tidak menguburkannya, yang adalah sesuatu yang aneh, karena mayat di Israel bagi orang Yahudi adalah sesuatu yang najis sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 38</b>, “Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami.” Mereka tahu bahwa Petrus diberikan kuasa untuk membangkitkan orang mati. <b>Ayat 39</b> mengatakan, “Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak mengatakan, “Lihatlah dia meninggal. Puji Tuhan, dia sekarang ada bersama Tuhan.” Tidak. Petrus terus bangun dan meninggalkan semua yang lain. Ketika Allah mengatakan, “Pergilah” itulah waktunya untuk pergi. Mengertilah prioritas Anda. Mereka sedang menangis karena Dorkas meninggal, dan mereka benar mengasihinya karena dia bikin semua pakaian mereka. Lihatlah apa yang dilakukan Petrus di <b>ayat 40</b>, “Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin menyebut bahwa pelayanan para wanita di dalam gereja kami adalah luar biasa. Ada diaken dan perempuan lain yang keluar untuk melayani dan mengunjungi orang sakit dan bekerja dengan wanita yang ada keperluan dan masalah-masalah lain. Allah telah menentukan kedudukan wanita yang sama dengan kedudukan pria. Galatia 3:28 mengatakan, “tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini di KPR 9 kita melihat suatu pelayanan bagi janda-janda oleh kaum wanita, Tahukah Anda bahwa gereja itu memiliki kewajiban, menurut 1 Timotius 5, untuk memelihara janda-janda. Janda-janda itu adalah kelompok yang paling rentan dalam sejarah. Jika ada janda di dalam keluargamu, peliharalah dia. Dan jika dia tidak ada keluarga untuk merawatnya, gereja itu harus memelihara dia. Itulah rencana Allah bagi gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus selalu terlibat, meninggikan Kristus dan tersedia. Marilah lihat persyaratan keempat, dia <b>selalu berdoa</b>. Di ayat 40 Petrus berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling dan berkata: "Tabita, bangkitlah!” Ini mengingatkan kami pada waktu Yesus mengatakan kepada anak Yairus di Lukas 8:54, “"Hai anak bangunlah!" Disini Petrus mengatakan, “Tabita, bangunlah.” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah mujizat hebat, dia sudah mati diantara 36 sampai 48 jam. Namun ketika Petrus mengatakan, “Bangunlah,” semuanya di dalam tubuhnya dibalikkan, semua pembusukan yang sudah mulai dibalikkan, dan dia keluar segar, bersih dan lengkap seperti orang baru. Allah melakukan suatu mujizat dan itu terjadi karena Petrus tersedia dan selalu berdoa. Dia mengakui bahwa hanya Allah adalah sumber kekuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada godaan bagi setiap orang Kristen, ketika ada sukses kecil untuk memikirkan bahwa Anda yang melakukan itu. Ingatlah, apapun yang terjadi, Allah melakukan itu semua. Di Efesus 3:7 Paulus mengatakan, “aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Ini semua oleh karena kuasa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa lalu lima orang Kristen pada suatu waktu ada di London, dan mereka ingin pergi ke gereja Spurgeon untuk mendengar khotbahnya. Jadi mereka tiba sebelum waktunya supaya dapat tempat duduk dan pintunya masih tertutup. Pada waktu mereka menunggu di tangga ada seorang pria yang mendekati mereka dan memperkenalkan diri dengan pernyataan ini, “Apakah kalian ingin melihat apparat pemanasan gereja ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memikir, “siapa mau lihat hal itu?” Namun mereka tidak mau bersikap kasar, jadi mereka mengatakan, “OK jika Anda ingin memperlihatkan hal itu, ajo.” Jadi dia membawa mereka masuk ke pintu dan melalui lorong panjang yang kelihatannya seperti jalan buntu. Kemudian orang ini membuka pintu dan disitu ada ruangan besar penuh dengan 700 orang yang sedang berlutut dalam doa. Pada saat itu, dia mengatakan, “Ya, disinilah apparat pemanasan gereja ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka setelah itu menemukan bahwa panduan yang mereka tidak kenal itu adalah Charles Spurgeon sendiri. Lihatlah, dia menyadari bahwa kekuatan itu bukan milik dia, kekuatan itu milik Allah, dan itu dilepaskan dalam doa. Tahukah Anda apakah doa itu? Doa pada titik itu adalah suatu pengakuan bahwa aku tidak mampu, namun Allah sanggup. Dan itulah melepaskan kekuatan. Yesus melakukan itu. Dia ke kayu salib, namun sebelumnya Dia sampai ke Calvary, Dia pergi ke Getsemane dulu untuk berdoa. Di dalam hidupmu utamakanlah doa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Dorkas itu bangun. <b>Ayat 41</b>, “Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.” Waduh, bayangkan sukacita disitu. Dan ini bukan untuk kepentingan Dorkas saja. Teman-temannya sangat bersuka cita karena kekasih mereka sudah kembali, Namun Allah mementingkan sesuatu yang lain. <b>Ayat 42</b>, “Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda mengapa Allah melakukan ini? Ini dilakukan untuk alasan yang sama semua mujizat lain dilakukan, yaitu sebagai tanda penegasan bagi seluruh dunia bahwa Injil Yesus Kristus itu benar. Allah mementingkan penginjilan. Inilah proses Allah dalam melipatgandakan orang percaya. Disini Petrus meninggalkan semuanya dan pergi untuk memelihara beberapa janda yang menangis, dan apa yang terjadi? Di kota itu ada kebangkitan rohani besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak bisa menentukan betapa besar efeknya suatu pelayanan. Mungkin saja Allah inginkan suatu perbanyakan yang tak terbayangkan. Kekuatan Injil itu tidak bergantung kepada kefasihan berbicara sang pendeta. Itu tidak bergantung kepada hikmat manusia. Spurgeon mengatakan, “Kita dapat berkhotbah sampai lidah kami busuk, sampai paru-paru kami dihabiskan dan kita mati dan tidak akan ada satu jiwa diselamatkan kecuali ada kekuatan dari Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">A<b>yat 42</b> memberikan kami titik kelima, Petrus itu <b>berbuah</b>, “Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.” Dia lakukan mujizat itu melalui kuasa Allah. Buah itu datang secara tidak langsung, namun buah itu datang. Semua orang percaya diselamatkan untuk berbuah. Di Yohanes 15:8 Yesus mengatakan, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, mungkin saja Anda tidak akan menyaksikan buah ini di dalam hidupmu sendiri. William Carey di India yang melayani 35 tahun disitu hanya melihat bebepara orang saja diselamatkan. Dia berada di surga sekarang, namun sampai sekarang dia masih berbuah di tahun 2016 hari ini. Orang Kristen pasti akan berbuah jika mereka mengikuti pola Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksudnya dengan buah orang Kristen? Maksud kita adalah menjadi serupa dengan Kristus, lihatlah Galatia 5:22 dan Efesus 5:9. Ibrani 13:15 mengatakan, “buah bibirku memuliakan nama-Nya.” Roma 15:28, memberikan kepada mereka yang membutuhkan adalah buah. 1 Korintus 14:15, memuji juga dengan akal budiku, itu buah. Kolose 1:10, hidupmu layak di hadapan-Nya adalah buah. Namun yang paling penting adalah orang-orang yang datang ke Kristus yang adalah buah. Setiap orang Kristen harus membawa orang lain kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pelayanan Petrus itu berbuah banyak, bukan karena itu langsung berhubungan dengan mujizat itu, melainkan karena Allah memberkati pekerjaannya. Jika kita mengasihi Yesus, semua yang kita sentuh di dalam pelayanan kita dapat menghasilkan buah. Berusahalah setia dalam pelayanan. Ada kalanya bekerja dengan satu orang dapat menghasilkan jauh lebih banyak buah dari pada berbicara kepada suatu kumpulan orang yang besar tentang Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir, ayat terakhir itu penting. Petrus memiliki pelayanan pribadi yang efektif karena dia <b>tidak berprasangka</b>. <b>Ayat 43</b>, “Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.” Salah satu perdagangan yang paling hina bagi orang Yahudi adalah penyamak kulit, karena orang itu berurusan dengan kulit binatang-binatang mati untuk membikin kulit. Bahkan di Misnah dikatakan bahwa seorang isteri diizinkan untuk menceraikan suaminya jika dia menjadi penyamak kulit. Seorang penyamak kulit itu tidak dihargai, dan itu najis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus sebagai orang Yahudi telah diajarkan dan dibesarkan dengan semua prasangka dari sikap Perjanjian Lama dan prasangka itu sulit menghilang. Ini ajaran-ajaran yang sukar bagi Petrus. Pertama dia harus memberitakan injil kepada orang-orang Samaria, dan hatinya telah terbuka dan dia menerima orang Samaria ke dalam tubuh itu. Kemudian di KPR 10, ia diharuskan untuk menerima orang-orang yang bukan Yahudi. Bukan saja itu, dia diberi visi untuk makan apa yang dulunya najis. Dan sekarang dia hidup bersama dengan orang yang menyamak kulit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang melumpuhkan Kekristenan diseluruh dunia, dan itu memang terjadi dibawah banyak samaran yang berbeda-beda, adalah prasangka. Itu adalah ketidakmampuan untuk menerima orang seadanya, dan itu memang benar diantara banyak kelompok orang Kristen. Jika Anda tidak seperti mereka, mereka tidak tertarik akan Anda. Anda tidak dapat melayani secara efektif bagi Yesus Kristus selama Anda melihat seseorang dengan prasangka. Di dalam pelayanan apapun juga, jika Anda berprasangka Anda adalah halangan dalam pelayanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan, “Petrus tinggal beberapa hari.” Frase yang sama digunakan untuk membicarakan waktu Paulus tinggal di Arabia selama tiga tahun. Jadi mungkin Petrus tinggal disitu beberapa tahun. Kita harus belajar mengasihi orang dan menerima mereka seadanya. Itu dilakukan Yesus. Nah, Dia tidak suka dosa-dosa mereka, namun Dia benar mengasihi mereka. Prasangka itu harus mati jika Anda ingin memiliki pelayanan pribadi yang efektif. Jadi terlibatlah, tinggikan Kristus, tersedialah, berdoalah, berbuahlah dan jangan ada prasangka. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jul 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160724a</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/99a6dp90</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelayanan Pribadi Yang Efektif]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_c07q02ni"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:32-35" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:32-35</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami baru mengakhiri bagian yang membicarakan konversi dan transformasi Saulus menjadi rasul Paulus di KPR 9. Dan sekarang kami kembali mempelajari rasul Petrus. Dia seorang murid yang sangat menarik dan kami semua lebih kaya karena kehidupannya. Dan apa yang kami akan pelajari adalah tanda pelayanan pribadi yang efektif. Karena dari bagain ini kami dapat belajar prinsip-prinsip dasar yang ditunjukkan dalam pelayanan pribadi Petrus.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita tidak melihat Petrus seperti di pasal-pasal KPR yang lalu dimana dia berkhotbah kepada ribuan orang. Disini kami melihat dia terisolasi dengan individu-individu. Dan ada prinsip-prinsip yang indah yang keluar dari teks ini pada saat kami melihat KPR 9:32-43. Nah rasul Petrus dengan segala kelemahannya yang seringkali mengatakan hal-hal yang salah, akhirnya setelah Pentakosta benar-benar mulai berbicara bagi Allah. Kehidupannya adalah tema dominan di keduabelas bab pertama Kisah Para Rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekararng kami melihat rasul yang kuat dan dinamis yang bukan saja menjadi pemimpin gereja namun juga pemimpin para rasul yang lain. Dan kami belajar kedua sisi kehidupan Kristen dari Petrus, bagaimana untuk tidak melakukannya di Injil dan bagaimana untuk melakukannya dengan baik di buku KPR. Hidup Petrus ada samanya dengan hidup Paulus, mereka keduanya harus berbalik. Dan Petrus secara langsung dan tidak langsung memberikan kami banyak prinsip-prinsip pelayanan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat dulu 2 Petrus 1:12-21, dimana Petrus membagikan empat prinsip dasar untuk pelayanan efektif. Ini hanya untuk mulai memikirkan tentang pelayanan sebelum kita kembali ke Kisah Para Rasul. Sebelum kami dapat memiliki pelayanan pribadi yang efektif, kami sendiri haru memiliki beberapa hal. Disini kita melihat hati Petrus terbuka dan dia memberikan kami empat hal yang menolong dia memiliki pelayanan pribadi yang efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, <b>keprihatinan pribadi</b>. Ayat 12-13, “Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini.” Nah Petrus disini mengungkap-kan keperihatinannya kepada mereka yang dilayaninya. Dia ingin supaya mereka belajar. Memberitakan kebenaran saja tidak cukup, mereka harus diperingatkan terus menerus supaya mereka benar-benar mengingatnya dan dapat memberitakan itu kepada orang-orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua disini adalah <b>urgensi pribadi</b>. Di ayat 14, “Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Petrus mengatakan saya akan mati seperti yang baru dikatakan Yesus, Di Yohanes 21:18-19, Tuhan mengatakan kepada Petrus, “jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.” 2 Petrus 1:15, “Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.” Petrus ingin memakai semua waktunya untuk mengajar orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang menandai Petrus adalah <b>pengalaman pribadi</b>. Ayat 16, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberi-tahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.” Dan terakhir Petrus mengatakan bukan saja Anda memerlukan pengalaman pribadi dalam pelayanan pribadi yang efektif, melainkan juga <b>pengetahuan pribadi</b>. Jadi dia menerangkan hal itu dengan ayat 21, “tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia memanggil hal ini di ayat 19, “diteguhkan oleh firman.” Jadi Petrus mengatakan bahwa kita semua harus mulai dengan melihat pada hidup kita sendiri dan ada empat hal yang diperlukan untuk pelayanan efektif, yaitu keprihatinan pribadi, urgensi pribadi, pengalaman pribadi dan pengetahuan pribadi. Marilah kita sekarang kembali dan memeriksa apakah pelayanan Petrus itu efektif di KPR 9.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 28:18-20 Yesus memberikan kita Amanat Agung itu, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Jadi Allah mulai dengan orang-orang Yahudi yang percaya kemudian mereka pergi untuk menjangkau seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 1:8 adalah strategi gereja, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Dan inilah yang dikatakan kepada 120 orang Yahudi, kalian akan menjadi permulaan dari ledakan ini. Dan kalian akan mulai “di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Itulah garis besarnya buku Kisah Para Rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah mulai dengan suatu kelompok kecil orang Yahudi yang percaya. Dan mereka berkumpul di ruangan atas dan Roh Allah datang dengan kuasa dan membaptiskan mereka kedalam tubuh, memenuhi mereka sehingga mereka mulai berbicara kepada semua orang tentang karya Allah yang hebat dan semua orang itu mendengarnya dalam bahasa mereka tersendiri. Kemudian Petrus berkhotbah dan 3000 orang diselamatkan dan gereja itu mulai pada hari itu di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian itu bertumbuh mulai saat itu dan mereka terus berkhotbah di Yerusalem. Petrus dimasukkan penjara dan dia berkhotbah kepada Sanhedrin. Kemudian dia kembali ke bait Allah dan setelah malaikat membebaskannya dari penjara di suatu ketika lain, dia berkhotbah lagi kepada orang-orang dan gereja itu bertumbuh terus. Di KPR 4 sudah ada 5000 pria di gereja dan itu tidak termasuk perempuan dan anak-anak dan remaja. Jadi gereja itu bertumbuh besar sekali di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya orang-orang Yahudi membawa Petrus dan para Rasul di hadapan Sanhedrin di KPR 5:28 dan mereka mengatakan, “kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu.” Jadi mereka memutuskan Yerusalem sudah dipenuhi kabar baik dan mengatakan sekarang tibalah waktunya untuk Samaria. Dan Tuhan menggunakan seseorang bernama Saulus. Dan kematian Stefanus mengakibatkan terjadinya penganiayaan besar melawan gereja. Dan Tuhan membiarkan gereja dianiaya Saulus. Dan orang-orang percaya itu semua tersebar di daerah-daerah Yudea dan Samaria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 8:4 mengatakan, “mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.” Jadi gereja itu bergerak ke langkah kedua dalam melakukan perintah, Yerusalem kemudian Yudea dan Samaria. Dan hasil mereka itu luar biasa. Namun ini tragis bagi Yerusalem karena ini menunjukkan sebenarnya itu panggilan terakhir bagi Yerusalem. Orang Yahudi Yerusalem itu telah memastikan ketidak-percayaan mereka, mereka menolak Kristus dan karena itu Allah mengesampingkan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang tahap ketiga dalam perkembangan gereja adalah pelayanan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Orang Samaria itu adalah orang berdarah campuran, jadi masih ada hubungan sedikit. Namun bangsa-bangsa lain, wah mereka berbeda jauh sekali. Dan Anda tahu Allah telah memilih orang spesial untuk melakukan pekerjaan dengan orang-orang non-Yahudi itu bernama Saulus. Namun sebelumnya Allah dapat meng-gunakannya, Dia perlu merubahkannya. Jadi kita membaca di KPR 8 bagaimana Dia mentransformasikan Saulus menjadi Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia memerlukan waktu untuk mempersiapkan diri. Jadi dia belajar dari Allah selama tiga tahun di Nabatea dan Arabia dan Damsyik, kemudian akhirnya baru dia datang ke Yerusalem selama 15 hari, sebelumnya dia menyebabkan ada kekacauan besar dan mereka terpaksa memindahkan dia ke Tarsus untuk menenangkan keadaan. Jadi kami hanya diperkenalkan kepada Paulus yang menjadi rasul bagi bangsa-bangsa lain. Dan dia sudah pergi ke Tarsus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita fokus kembali kepada Petrus yang mendominasi dari sekarang sampai ke KPR 12. Dia menjadi orang yang dipilih Allah untuk mengembangkan gereja. Bukan Paulus yang membuka pintu kepada bangsa-bangsa lain, namun itu Petrus. Di Matius 16:18 Tuhan memberi tugas kepada Petrus dengan mengatakan, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan dapat melawannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus mengatakan di ayat 19, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.” Nah frase itu identik dengan gereja. Kerajaan Sorga itu adalah gereja yang sedang berkembang. Yesus mengatakan, Petrus, engkau adalah orangnya yang akan membuka pintu pada waktu gereja berkembang. Nah Petrus sedang berkhotbah di Yerusalem pada hari Pentakosta. Petrus juga ada di Samaria. Masih ingat orang Samaria percaya namun mereka tidak menerima Roh Kudus untuk tanda mereka disatukan dengan tubuh sampai pada saatnya Petrus tiba dan menumpangkan tangan kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu kami tiba di KPR 10 dalam satu minggu, kami akan melihat Petrus membukakan pintu kepada Kornelius, seorang non-Yahudi. Dia menerima Roh Kudus dan Petrus telah membuka kunci pintu terakhir dalam perkembangan gereja. Jadi Petrus adalah kuncinya dalam membuka pintu gereja. Beberapa waktu kemudian Paulus kembali ke gereja yang dimulai Petrus secara sah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mulai mempersiapkan Petrus untuk gerakan kepada bangsa-bangsa lain. Jadi Allah mempersiapkannya untuk KPR 10 dimana dia akan berhadapan dengan Kornelius, orang non-Yahudi itu, dan dia akan melihat bahwa bangsa lain ikut masuk ke dalam gereja, yang adalah kejutan besar. Dan dia lari kembali dan mengatakan wah ini sukar untuk dipercaya, namun orang-orang non-Yahudi itu memiliki hal yang sama yang kita miliki. Namun hatinya sudah mulai melunak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Petrus di Kisah 9 sedang dalam perjalanan dari Yerusalem turun ke Yope langsung kesebelah barat ke pantai. Yope adalah pelabuhan laut yang sekarang dinamakan Jafa, bagian pinggir kota Tel Aviv, 80 kilometer sebelah barat Yerusalem. Petrus kesana kemari sambil ngajar, berkhotbah, memenangkan orang percaya baru, meneguhkan orang kudus dan menguatkan mereka. Nah apa yang terjadi ini mengilustrasikan kepada kami apa yang menyebabkan pelayanan pribadinya begitu efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Harapanku adalah supaya beberapa diantara kita dapat memakai prinsip-prinsip ini untuk pelayanan pribadi yang efektif. Nah saya hanya ambil enam prinsip dari teks ini dan saya ingin membagikannya kepada kalian. Petrus secara pribadi efektif karena dia <b>terlibat, meninggikan Kristus, tersedia, kuat, berbuah dan tanpa prasangka. </b>Inilah dasar pelayanan pribadi yang efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, dia <b>terlibat</b>, <b>KPR 9:32</b>, “Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.” Para rasul yang lain juga berkeliling memberitakan injil di Samaria dan Yudea. Bahkan ketika Saulus akhirnya datang ke Yerusalem, menurut Galatia 1, dia mengatakan bahwa rasul yang ditemukan hanyalah Yakobus dan Petrus. Kesepuluh yang lain berjalan keliling sambil berkhotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menyediakan pelayanan-Nya yang paling berharga bagi orang percaya yang paling sibuk. Pernahkah Anda perhatikan bahwa ada beberapa orang Kristen yang selalu terlibat dalam banyak hal yang dilakukan Allah? Allah menggunakan orang-orang yang sudah bekerja dalam aliran arus dimana Dia sedang bekerja. Dan pelayanan berharga selalu berbuah banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan pelayanan prioritas-Nya bagi umat-Nya yang mengutamakan-Nya. Jika Anda setia dalam hal kecil, Dia akan memberi Anda pelayanan dalam hal besar. Namun pelayanan itu harus mulai dimana saja Anda berada sekarang. Ada orang yang mengatakan, Tuhan sesudah aku menyelesaikan ini dan itu, aku akan melayani Engkau. Tidak, hari ini Dia ingin Anda mulai bekerja, bukan pada suatu hari di masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lida adalah kota yang menarik yang sudah tua dan bersejarah. Di dalam Perjanjian Lama itu dinamakan Lod, dan itu masih namanya hari ini dan jika Anda pernah pergi ke Israel Anda sudah pasti telah berada disitu karena itu tempatnya bandara. Pada waktu itu kota itu penting karena itu tepat pada rute perdagangan dari Mesir ke Babel menuju ke timur. Nah ada banyak orang kudus disitu. Marilah sebentar kita bicarakan istilah “orang kudus” itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika gereja Katolik berbicara tentang orang kudus, mereka berbicara dengan pengertian dan konteks yang sangat berbeda dengan Alkitab. Kata orang kudus di Alkitab hanya mengacu kepada semua orang Kristen. Tidak ada hirarki orang-orang yang supersaleh dan tidak ada orang yang dikanonisasi Allah. Tubuh itu sama dengan semua yang lain karena kami semua diperhitungkan menjadi sempurna di dalam Kristus. Kekudusan itu hal posisi, bukan hal bersyarat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika ada orang kudus di dalam gereja Katolik, pastilah itu Petrus. Kekudusan Petrus sangat dibesarkan dan dimuliakan lebih dari apa yang kita dapat bayangkan. Namun marilah kita lihat apa yang terjadi di KPR 10:25-26, “Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. 26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja." Ingatlah mereka ingin supaya Paulus dan Petrus menjadi Allah dan mereka mau menyembah mereka. Dan Petrus mengatakan jangan dan Paulus juga mengatakan janganlah berbuat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang marilah kami melihat <b>KPR 9:33</b>, “Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.” Dan keadaan seperti itu selalu sangat serius, khususnya karena mereka tidak ada cara penyembuhan. Dan itu biasanya permanen dan keadaan itu selalu semakin memburuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat prinsip pertama yaitu <b>keterlibatan</b>, dia peduli. Yang kedua adalah <b>meninggikan Kristus</b>. <b>Ayat 34</b>, “Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.” Perhatikanlah kata “bangunlah”, bahkan di mujizat-mujizat Yesuspun diperlukan tanggapan iman. Eneas itu harus melakukan sesuatu untuk merespon terhadap pernyataan Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 7:24 mengatakan, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Ada hal kedua yang menarik adalah Petrus mengatakan “bereskanlah tempat tidurmu.” Setiap kali di Alkitab jika kami mendengar tentang mujizat oleh Yesus Kristus itu selalu mutlak, suatu penyembuhan lengkap dimana orang itu sanggup membereskan tempat tidurnya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua pelayanan yang benar berbuah selalu meninggikan Tuhan Yesus Kristus. Pada saat Anda mulai memikir Anda sanggup melakukannya sendiri, Anda telah mendis-kualifikasikan diri dari buah dan berbuah. Semua yang dilakukan untuk kemuliaan-Nya itu dilakukan oleh diri-Nya sendiri. Paulus mengatakan di Efesus 6:10, “hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Tidak ada kekuatan ditempat lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah <b>ayat 35</b>, “Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.” Nah Saron itu bukanlah nama seorang perempuan. Itu adalah nama sebuah lembah dari Yope ke utara ke puncak bukit Karmel, lembah yang panjang di antara pegunungan dan Laut Mediterania, lembah subur yang indah. Perhatikanlah di akhir ayat 35, “mereka berbalik kepada Tuhan,” dan itu terjadi karena Petrus meninggikan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang meninggikan banyak hal disamping Yesus, namun semua hal lain itu hanya adalah tambahan kepada hidupmu. Anda harus mengakui bahwa Anda orang berdosa, dan tolaklah semua yang Anda pentingkan dan berbaliklah dan ikutilah jalan Allah. Dan memang itu sukar. Yesus bukanlah orang yang menggairahkan, Dia adalah alasan yang menyebabkan orang berbalik. Jika Anda ingin memiliki pelayanan pribadi yang efektif, lakukanlah dua hal, ikutilah apa yang Allah sedang melakukan sekarang dan hiduplah meninggikan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jul 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160717</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/c07q02ni</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Akibat Konversi Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_fsrh3882"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:20-31" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:20-31</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 9 kita ada tiga laporan mengenai konversi rasul Paulus. Tidak ada pertobatan di Firman Allah yang dibicarakan dengan begitu banyak detail. Seluruh kehidupannya adalah pertempuran. Sebelum dia bertemu dengan Kristus di perjalanan di Damsyik, dia berperang melawan Kristus dan gereja. Dan sesudah itu dia berperang melawan Iblis dan dusta, penipuan dan agama-agama palsu dan berjuang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus memberi kesaksiannya kepada pemimpin-pemimpin Roma di KPR 26:9 dia mengatakan, “Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret,” dan memang itulah yang dia lakukan. Namun Kristus menundukannya. Saulus si penghujat itu menjadi Paulus si pengkhotbah. Agen kebencian menjadi nabi kasih. Hati yang penuh amarah untuk darah orang Kristen sekarang ingin supaya darah Kristus membeharui setiap hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia di transformasikan secara total dari musuh injil yang volatil menjadi rasul terbesar di Perjanjian Baru, orang yang paling saleh dan heroik yang pernah meninggikan nama Yesus Kristus. Dia adalah teladan terbesar dari kuasa kebangkitan dan transformasi Injil. Dan kami sedang mempelajari kehidupannya sewaktu kami membaca fasal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kami melihat di sembilan ayat pertama bahwa Dia sekarang memiliki Tuhan baru, yaitu Yesus Kristus. Pertemuan dengan Kristus itu merubahkan jiwanya. Itu merubahkan kehidupannya dan tujuan akhirnya. Dan langsung dia masuk kedalam dunia baru, domain baru. Dan kami melihat hal itu di <b>ayat 10-12</b>. Paulus dalam kebutaannya dibiarkan disitu berhari-hari dan dia berdoa. Tanda konversi tulen adalah persekutuan dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kami melihat bahwa bukan saja dia memiliki Tuhan baru dan hidup baru, namun sekarang juga memiliki misi baru. Dan Ananias datang kepadanya untuk memberitakan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. <b>Ayat 15</b>, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” Dia dipanggil untuk menjadi misionaris.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17</b>, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Jadi Ananias setelah mendapat pesan dari Tuhan menumpangkan tangannya ke atas Saulus untuk melambangkan kesatuan itu dan memberikannya apa yang dia dengar dari Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk misi baru pemberitaan injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi dan kepada raja-raja dan kepada Israel, dia memerlukan kekuatan baru. Dan kekuatan baru itu adalah kekuatan dari Roh Kudus. Dia dipenuhi Roh Kudus. Masih ingat apa yang dikatakan di KPR 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Kediaman Roh Kudus memberdayakan orang percaya itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah yang dilakukan Roh Kudus dengan orang ini? Allah mengambil apa yang sudah ada, yaitu DNA dan pengalaman, dan Allah mengembangkan itu dalam sesuatu yang berguna bagi kerajaan, seperti kemampuan untuk memimpin, tekad, mendisiplin diri, motivasi, ketekunan, keyakinan, keberanian dan kekuatan. Dan semua itu sudah tercipta di Paulus, namun Tuhan menghaluskan karakteristik-karakteristik yang berguna itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Allah harus menggantikan semua karakteristik yang tidak berguna seperti kebencian, permusuhan, kepahitan dan kemarahan dan Dia menggantikannya di dalam hidup Paulus dengan kasih, sukacita, kedamaian, kelemah-lembutan, kebaikan, kepercayaan, kelembutan hati dan penguasan diri. Paulus menjadi teladan kerendahan hati. dan itulah keinginan Tuhan bagi setiap kehidupan yang lahir baru. Tuhan yang baru menyebabkan Anda memiliki misi baru untuk melayani-Nya seumur hidup. Dan kuasa untk pelayanan itu adalah Roh Kudus karena memang itulah pekerjaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita harus dipenuhi Roh. Di <b>KPR 9:17</b>, Ananias mengatakan kepada Paulus, “dan penuh dengan Roh Kudus.” Begitulah kami semua harus hidup, dan itu juga menghasilkan kerendahan hati terhadap satu sama lain. Itu menghasilkan kasih di dalam hubungan pernikahan, kemauan untuk tunduk diantara anak-anak dan orang tua. Jadi semua hal itu benar bagi Paulus dan benar bagi semua orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di perjalanan ke Damsyik Paulus melihat Kristus dan setelah itu dia dibutakan Kristus. Ananias menyatakan bahwa Paulus melihat Tuhan. Dan kemudian Barnabas muncul dan Barnabas juga menyatakan bahwa Paulus melihat Tuhan. Jadi faktanya bahwa Paulus melihat Kristus dikonformasikan oleh tiga saksi, Ananias, Barnabas dan Paulus sendiri. Ini bukan bagian dari imajinasinya. Dia melihat Tuhan dan dia mulai hidup dikuasai Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengembangkan sensitivitas yang kuat terhadap dosa dibawah pimpinan Roh Kudus. Dia memiliki kehausan untuk kebenaran Allah, wahyu Allah dan Firman Allah dan dia menjadi alat yang mendatangkan firman itu. Dia tidak melakukan apa-apa untuk mendukakan Roh Kudus, tidak ada sesuatu yang memadamkan Roh Kudus, namun semuanya untuk menghormati Roh Kudus dan untuk bergerak dalam kuasa Roh Kudus. Dan dia menerima keluarga baru, suatu persekutuan baru dengan orang-orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Transformasi menyebabkan ada perubahan dramatis dalam hubungan Anda. Semua orang yang dibenci Saulus menjadi orang yang dia kasihi. Dan semua orang yang dulunya terkait dengan dia menjadi musuhnya. Dia dulu pahlawan bagi para pemimpin orang Yahudi, dia adalah kampanye satu orang yang dengan berkat mereka, tenaga mereka dan otoritas mereka bertindak untuk menghancurkan orang Kristen. Namun setelah pengalaman Jalan Damsyik itu semuanya berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 13:44-45 mengatakan, “Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. 45 Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.” Di KPR 14:19, “Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 17:5 hal yang sama terjadi, “Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.” Dan di KPR 21:27-28 tertulis, “Ketika masa tujuh hari itu sudah hampir berakhir, orang-orang Yahudi yang datang dari Asia, melihat Paulus di dalam Bait Allah, lalu mereka menghasut rakyat dan menangkap dia,”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28, sambil berteriak: "Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!” Ayat 30-32, “Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup. 31 Sementara mereka merencanakan untuk membunuh dia, sampailah kabar kepada kepala pasukan, bahwa seluruh Yerusalem gempar. 32 Kepala pasukan itu segera bergerak dengan prajurit-prajurit dan perwira-perwira dan maju mendapatkan orang banyak itu. Ketika mereka melihat dia dan prajurit-prajurit itu, berhentilah mereka memukul Paulus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah orang-orang Yahudi yang sama yang menganggapnya pahlawan sebelumnya. Perubahan dalam orang ini sangat dramatis, dan sekarang dia menjadi musuh utama mereka. Semua orang yang dibenci Saulus menjadi orang yang dia kasihi, dan semua orang yang dulunya mengasihi Saulus menjadi orang yang paling membencinya. Bagaimana mungkin ada transformasi total seperti itu, perubahan 180 derajat? Hanya kuasa Allah dan transformasi jiwa orang secara total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita teruskan di <b>KPR 9:20</b>. “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.” Dia juga memiliki berita baru dan dia memberitakan hal itu langsung. <b>Ayat 21-22</b>, “Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" 22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Konversi ini begitu radikal sehingga langsung Paulus berbubah dari menganiaya orang Kristen sampai berkhotbah bahwa Yesus adalah Kristus. Dan dimana dia pergi untuk melakukan itu? Di dalam sinagog-sinagog yang sama yang sebelumnya memberikan dia otoritas untuk menangkap dan mengeksekusi orang-orang Kristen. Dia sangat termotivasi untuk berbicara tentang Tuhan Yesus Kristus, meskipun ia hanya seorang yang baru bertobat. Apa pengetahuannya saat itu? Wah, ini orang yang sangat terpelajar yang dulu diajarkan oleh Gamaliel, guru Yahudi yang terbaik waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sinagog-sinagog yang sama yang minta pertolongannya untuk membasmi Kekristenan adalah tempat-tempat yang dia kunjungi. Keberanian Paulus benar luar biasa. Jauh lebih gampang untuk mulai di tempat lain. Akan tetapi dia langsung kesana karena di Roma 1:16 dia mengatakan, “Sebab saya tidak malu akan injil Kristus, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia membuktikan hal itu. Nah bagaimana caranya membuktikan Yesus adalah Anak Allah? Hanya ada satu tempat dia bisa pakai, yaitu Perjanjian Lama. Paulus adalah sarjana Perjanjian Lama yang dibimbing para sarjana Perjanjian Lama elit. Dan tiba-tiba Roh Kudus menerangkan semua pengertian Perjanjian Lama itu, dan itu semua mengarah kepada Kristus. Dia melihat Kristus dan dia mengalami Yesaya 53:5 itu sendiri, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremuk-kan oleh karena kejahatan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin dia melakukan apa yang Yesus lakukan di Lukas 24, dia kembali ke Musa, para nabi dan Firman Kudus dan mengajarkan mereka segala sesuatu tentang Yesus yang dia tahu. Mungkin dia menyatakan bahwa Yesus adalah penggenapan Mazmur 22, dan bahwa Yesus dalam kebangkitan-Nya adalah penggenapan Mazmur 16. Dan bahwa Yesus adalah Anak Domba akhir yang digambarkan di semua pengorbanan binatang; dan bahwa Yesus akan datang dan menebus umat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah memang baik untuk memberi kesaksian tentang apa yang telah dilakukan Allah di dalam hidup Anda. Namun Anda harus menunjukkan fakta-fakta injil. Roma 10:14 mengatakan, “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” Ayat 17, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Kekristenan itu bukan perasaan, itu bukan suatu pengalaman. Ini adalah fakta sejarah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah adalah dasar kepercayaan orang Kristen karena semua itu benar-benar terjadi. Kekristenan dan Injil bukan subyektif, ini adalah obyektif. Dan Anda perlu membuktikan semua itu dari Firman Allah. Pusatnya bukan kehidupan Anda atau saya atau pengalaman kami. Ini berdasarkan karya penyelamatan Allah yang tertulis dalam Firman Taurat, yang puncaknya adalah Kristus, dan semua tindakan sejarah itu tercapai diluar kehidupan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 23</b>, “Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.” Tahukah Anda berapa lama “beberapa hari kemudian” itu? Paulus mengatakan di Galatia 1:15-18, “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berada di Damsyik dan Arabia selama tiga tahun sebelumnya dia pergi ke Yerusalem. Apakah yang dia lakukan di Arabia? Dia terima wahyu dari Tuhan. Itulah yang dikatakan di Galatia 1:11-12, “Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” Jadi setelah dia kembali orang-orang Yahudi merencanakan bersama untuk membunuhnya. Karena dia pasti akan mulai berkhotbah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 24</b>, “Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia.” Dimanapun Paulus pergi dia mendapat musuh. <b>Ayat 25</b>, “Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.” Kota-kota kuno dikelilingi benteng yang tinggi dan lebar, dan didalam tembok itu ada perumahan, dan jendela mereka berada di sebelah luar tembok.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 26</b>, “Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.” Mereka tidak tahu dia sudah pergi selama tiga tahun. <b>Ayat 27</b>, “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi <b>ayat 28-29</b>, “Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan. 29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani.” Dia melakukan hal itu swelama dua minggu. Karena di Galatia 1:18 dikatakan, “Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.” Dan sama seperti Stefanus dia berdebat dengan orang-orang Yahudi Yunani tentang Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu mereka mencoba membunuh Paulus. Jadi di <b>ayat 30</b>, “Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.” Mereka tahu dia sekarang sangat berguna, jadi mereka mengirim dia ke rumahnya. KPR 15:22, “Maka rasul-rasul dan penatua-penatua itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas yang terpandang di antara saudara-saudara itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 23 berikutnya, “Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.” Bagaimana mereka sampai ke Siria dan Kilikia? Karena Paulus juga pergi kesana selain kota Tarsus. Jadi dia memberitakan injil kepada orang-orang Yahudi dan juga orang-orang bangsa lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 31</b>, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlah-nya makin bertambah besar.” Karena Paulus si penganiaya itu dirubah menjadi penginjil dan jemaat gereja semakin bertambah. Sekarang Petrus diutamakan lagi dan Paulus nanti akan kembali lagi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jul 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160710</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/fsrh3882</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Transformasi Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_122v0p80"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:10-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:10-18</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang membicarakan transformasi, menjadi lebih baik dari pada sekarang, memperbaiki diri. Dan maksud mereka sebenarnya adalah beberapa opsi dangkal untuk transformasi seperti pakaian baru, atau bedah kosmetik, atau diet atau pindah rumah atau teman-teman baru atau mengembangkan citra diri yang lebih baik. Namun tidak ada sesuatu yang benar-benar dapat menciptakan transformasi baru. Hanya Kekristenan sanggup menghasilkan transformasi total.<br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Korintus 6:9-11, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan adalah tentang transformasi, akan tetapi orang-orang tidak sanggup merubahkan diri mereka. Yeremia 13:23 mengatakan, “Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?” Yeremia 2:22, “Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan Allah.” Atau Yeremia 9:4-5, “Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah. 5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak sanggup merubahkan sifat dosa kami. Bahkan kami dengan kekuatan sendiri tidak ada kemampuan untuk merespon terhadap kuasa ilahi, disiplin ilahi atau hukuman ilahi. Amsal 27:22 mengatakan, “Sekalipun engkau menumbuk orang bodoh dalam lesung, dengan alu bersama-sama gandum, kebodohannya tidak akan lenyap dari padanya.” Tidak ada sesuatupun dari dunia ini yang sanggup merubahkan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 17:9 mengatakan, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” Yesaya 1:5-6 mengatakan, “Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. 6 Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat.” Hanya Allah sanggup mentransformasikan orang secara total dari dalam dan dari luar melalui injil. Jadi marilah kita melihat lagi Kisah Para Rasul 9.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Saulus seharusnya menghilangkan semua pertanyaan mengenai keberdaulatan Allah dalam penyelamatan. Disini terdapat ilustrasi klasik bahwa Allah adalah yang memulai penyelamatan itu, bahwa Allah adalah yang mencari, karena tidak ada orang satupun yang mencari Allah. Disini ada orang yang hanya hidup dengan satu tujuan, yaitu untuk mendukung agama palsu dan kedua, untuk menyakiti, memenjarakan dan bahkan membunuh orang-orang yang menurut dia mengancam agama itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membaca kisahnya di <b>KPR 9:10-19</b>, “Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" 11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatan-nya. Dan Saulus tinggal beberapa hari bersama dengan para murid di Damsyik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian ini benar penuh mujizat-mujizat. Bukan saja penampilan Yesus di perjalanan ke Damsyik adalah mujizat, namun kata-kata Tuhan kepada Ananias dalam visi adalah suatu mujizat; dan ada visi mujizat lain diberikan kepada Saulus yang buta untuk memperkenalkannya dengan Ananias. Ini adalah suatu pertobatan yang berbeda sekali dengan pertobatan lain. Jadi sesuatu yang dramatis dan penuh mujizat harus terjadi supaya ada rasul baru yang dapat ditambahkan kepada jajaran asli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini sejak hari itu sudah ditransformasikan seluruhnya. Pembunuh yang membenci Kristus sudah berubah total. KPR 9 memberikan kita gambaran dari tranformasi itu, dan kami dapat melihat hal-hal yang sejajar disini dengan pengalaman kami sendiri dalam pertobatan. Dan meskipun kami tidak memiliki konversi mujizat dimana Tuhan menampilkan diri dari langit dengan cahaya dan visi dan sebagainya, itu tetap dimulai Allah. Konversi Anda, keselamatan Anda semua dimulai Allah dari surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat apa yang dikatakan Nikodemus kepada Yesus di Yohanes 3:4-5, “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? 5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Jika Anda telah lahir kembali dari atas, itu merupakan karya Allah yang berdaulat. Apa yang terjadi terhadap Paulus setelah karya itu terjadi juga adalah suatu ilustrasi dari apa yang akan terjadi di dalam hidup setiap orang yang percaya, tanpa ada mujizat luar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saulus tahu apa yang diberitakan orang Kristen, dia tahu injil itu. Namun dia menolaknya sampai saat ada pengalaman perjalanan Damsyik. Saulus yang telah menganiaya Tuhan Yesus tengkurap di hadapan Tuhan Yesus dan berkata, “Engkau adalah Tuhan.” Dia telah mengaku bahwa Kristus adalah segalanya yang telah dia dengar dari orang-orang Kristen dan Stefanus. Dia mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan; dan sebagai Tuhan Yesus memberikannya perintah. Dan itulah yang dia lakukan, dia taat kepada perintah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitulah mulai terjadi transformasi kehidupan siapapun juga. Itu mulai dengan pengertian injil dan pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Jadi jika Anda mencari hidup yang baru dari dalam keluar, kehidupan yang telah ditransformasikan total, hanya ada satu tempat, yaitu lihatlah kepada Kristus. Di dalam Kristus saja ada transformasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru menerangkan hal ini seperti ini: Orang yang sekarang mati dalam dosa dihidupkan kembali kepada kebenaran. Orang yang tidak mengerti kebenaran ilahi menjadi bijaksana dalam kebenaran ilahi. Orang yang tidak sensitif akan kehadiran ilahi sekarang menyicipi dan melihat bahwa Tuhan itu baik. Orang yang menjadi milik kerajaan Iblis sekarang pindah kepada kerajaan Anak Allah. Orang yang tadinya menuju ke neraka sekarang menuju ke surga. Orang yang membenci Allah sekarang mengasihi Allah. Orang yang mengasihi dosa sekarang membenci dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mengikuti tanggapan Paulus di <b>ayat 10</b>, “Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!” Dia mengatakan pada dasarnya apa yang dikatakan Paulus. Disini Tuhan memberikan suatu visi tentang Paulus kepada Ananias, dan Tuhan memberikan kepada Paulus visi tentang Ananias. Allah dengan mujizat menciptakan dasar dimana kedua orang ini dapat bertemu. Ingat, Saulus sekarang masih buta di dalam rumah seseorang bernama Yudas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang terjadi ketika seseorang di transformasikan adalah bahwa mereka langsung mulai bersandar dan bersekutu dengan Allah. Siapakah Ananias ini? Ya, dia adalah murid Tuhan Yesus Kristus. Dia mungkin adalah salah satu dari sasaran utama penganiayaan Saulus. Di KPR 22:12 Paulus mengatakan ini tentang Ananias, “Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan mengatakan di ayat <b>11-12</b>, “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jalan ini di Damsyik mulai dari gerbang timur sampai ke gerbang barat melalui pertengahan kota dan panjangnya kira-kira lima kilometer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa berdoa adalah tanggapan pertama terhadap konversi? Ketika ada bayi lahir, bayi itu langsung secara otomatis menarik napas untuk hidup. Dan berdoa itu seperti menarik napas spiritual. Hal pertama yang terjadi ketika Saulus bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus adalah bahwa dia sekarang hidup di hadirat Allah dan dia mulai belajar berdoa. Sekarang dia berdoa dalam ketergantungan yang buta dan tidak berdaya. Hidup yang ditransformasikan itu adalah hidup yang berseru kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya dalam kehidupannya telah berubah. Segala sesuatu yang dia harapkan, segala sesuatu yang dia percaya, semua yang dia kerjakan, semua pencapaian agama, semua penghargaan spiritual semua tidak berguna sekarang. Dia mengatakan di Filipi 3:8, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berdoa itu bukan percakapan satu sisi, dan Paulus belajar hal itu cepat, karena Ananias memberikannya visi yang sesuai dan Paulus diberitakan tentang itu. Dia telah melihat dalam visi seseorang bernama Ananias datang dan menumpang tangannya kepada dia supaya dia dapat melihat lagi. Jadi Ananias tahu bahwa dia harus melihat Paulus. Paulus juga tahu kedatangan Ananias, meskipun Paulus itu buta. Inilah indikasi bahwa Allah memegang kendali mutlak atas pikiran dan akal budi manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada realitas ketiga dalam penyelamatan yang berhubungan dengan pelayanan yang kita dipanggil untuk memberi. Lihatlah <b>ayat 13-14</b>, “Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Jadi ide untuk mencari Saulus tampaknya gila bagi Ananias karena dia tidak tahu ada pertemuan itu di perjalanan ke Damsyik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah menguatkan Ananias dengan fakta bahwa Paulus sedang berdoa. Kemudian Allah mengatakan di <b>ayat 15</b>, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” Pertama, jangan takut karena dia sedang berdoa. Kedua, jangan takut karena Saya memerintah Anda untuk pergi. Ketiga, jangan takut karena Paulus adalah alat pilihan-Ku untuk menjadi pengkhotbah injil yang sama itu yang telah dianiayanya sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus dipilih untuk memberitakan injil kepada orang-orang non-Yahudi dan didepan raja-raja dan juga kepada anak-anak Israel. Dia berkhotbah kepada orang Israel dulu, namun dia berakhir sebagai misionaris kepada bangsa-bangsa. Jadi Ananias, Allah mengatakan jangan takut di <b>ayat 16</b>, “Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Paulus tidak lagi akan menganiaya orang lain, sebaliknya dia sendiri akan menderita. Dan memang dia menderita banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 Korintus 11:24-27, “Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” Dan di akhir hidupnya dia dimartir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 22:14-16 dimana Paulus memberi kesaksiannya, Ananias mengatakan, “Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!” Jadi Ananias mengatakan kepadanya percis apa yang Allah telah sediakan baginya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah tugas Saulus dalam pelayanan. Hidup yang ditransformasikan adalah pekerjaan yang ditransformasikan, dan juga persekutuan yang ditransformasikan dan juga hubungan yang ditransformasikan. Pelayanan sekarang menjadi prioritas kehidupan, itu menjadi alasan hidup kami. Dan kami diberi kekuatan untuk pelayanan itu oleh Roh Kudus. Dan ini membawa kita kepada elemen berikutnya dalam konversi Paulus, yang juga sejajar dengan pengalaman kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><b>Ayat 17-18</b>, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada Tuhan baru sekarang, ada hidup baru sekarang, ada misi baru sekarang, ada kekuatan baru sekarang dan ada persekutuan baru. Kembalilah kepada ayat 17 dan lihatlah apa yang dikatakan Ananias kepada Saulus, “Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, "Saulus, saudaraku.” Transformasi itu menyebabkan ada perubahan dalam hubungan. Efesus 2:19, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hubunganmu dengan orang percaya lain sudah berubah. 1 Yohanes 1:6-7 mengatakan, “Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” Kita adalah satu tubuh, satu keluarga dan satu persekutuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pembaptisan itu melambangkan apa? Penguburan kita dan kematian Kristus, dan kebangkitan kita dalam hidup baru di dalam Kristus. Namun itu juga melambang-kan persatuan kami dengan semua orang percaya lain. Dan itu ditunjukkan dengan caranya mereka memeliharanya, dengan memberi makanan kepadanya sehingga dia dikuatkan. Dan Ananias juga membaptiskannya. Wah luar biasa. Paulus sekarang memiliki keluarga baru. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jul 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160703</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/122v0p80</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertobatan Paulus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_k9hr36o6"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+9:1–9" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 9:1–9</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain dari Tuhan Yesus Kristus sendiri, yang paling banyak mempengaruhi hidup saya adalah Paulus. Dia adalah pengarang 13 buku Perjanjian Baru dan tokoh dominan kebanyakan Kisah Para Rasul dan pemimpin utama di panggung setelah Tuhan kita naik kembali ke surga. Dia adalah penulis terinspirasi buku-buku Perjanjian Baru itu yang membentuk semua teologi kami dan pengertian Injil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Konversinya adalah salah satu kisah yang terbesar di dalam sejarah manusia. Dan selagi kita datang ke Kisah Para Rasul 9, kita melihat apa yang dilakukan Allah terhadap seseorang bernama Saulus, yang namanya akhirnya dirubah menjadi Paulus. Transformasinya begitu besar sampai itu perlu dicerminkan dalam namanya. Dan kita diberitahu di KPR 13:9 bahwa namanya dirubah menjadi Paulus. Dan konversinya begitu penting sehingga hal itu menempati kebanyakan isi buku KPR. Pertobatannya diulangi di Kisah 22 pada waktu dia memberi kesaksiannya sendiri, kemudian itu diulangi lagi di KPR 26.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertobatan Paulus itu adalah penting sekali bagi masa depan gereja, dan itu memang tepat karena dia adalah individu yang sangat unik: oleh kelahiran, orang Yahudi; oleh keyakinan, orang Farisi; menurut kewarganegaraan, orang Romawi; menurut pendidikan, orang Yunani; kemudian oleh anugerah, orang Kristen. Dia menjadi seorang misionaris, orang teologia, seorang penginjil, pendeta, guru, pengkhotbah, pemimpin, pemikir, negarawan, pejuang dan kekasih, semuanya pada saat yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bertemu dengan dia di KPR 7:58, setelah Stefanus memberitakan khotbah yang indah melalui sejarah Perjanjian Lama dan berpuncak pada kedatangan Mesias, Tuhan Yesus Kristus yang telah dikhianati dan dibunuh orang-orang Yahudi. Mereka menyerang Stefanus dan melempar batu sampai dia mati; dan sebelum mereka melempar batu itu, ayat 58 mengatakan, “Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.” Dan KPR 8:1 mulai dengan, “Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berikut ada beberapa informasi tentang Saulus. Rumahnya adalah di Tarsus, tepat di perbatasan Suriah. Sekarang itu letaknya di perbatasan Suriah dan Turki. Kota Tarsus itu terkenal karena pendidikan tingginya, karena mereka memiliki salah satu dari tiga universitas di dunia kuno itu. Yang lain ada di Athena dan di Alexandria di Mesir. Dan dermaga-dermaga mereka ramai sekali di sungai Sidonis yang menyebabkan itu adalah kota kosmopolitan yang penuh kesibukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayah Saulus adalah warganegara Romawi, namun juga orang Yahudi yang mewariskan Yudaisme dan kewarganegaraan Romawi kepada anaknya. Saulus benar-benar orang Yahudi sehingga ia mengatakan di Filipi 3:5-6, “disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.” Dia orang Yahudi yang saleh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap anak lelaki Yahudi yang masih muda diharuskan belajar sebuah perdagangan, dan Saulus muda itu diajarkan menenun kain dari bulu kambing hitam dan menjadikannya strip-strip yang dapat dijahit menjadi satu untuk membuat tenda. Pada umur 13 ketika anak lelaki Yahudi itu secara sah menjadi anak hukum, kemungkinan besar Saulus itu dikirim ke Yerusalem. Karena keluarganya ingin dia belajar Yudaisme yang tinggi dibawah pimpinan seorang guru terkenal bernama Gamaliel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Saulus itu menjadi ahli dalam agama Yahudi dan di dalam Perjanjian Lama. Dan pada waktunya Stefanus, Paulus itu ada di Yerusalem. Dan kita tahu dia sangat geram dan marah karena dia juga adalah orang Yahudi Yunani dari luar Yerusalem sama seperti Stefanus. Dan orang ini telah mengunjungi banyak sinagog Yunani di Yerusalem dan memberitakan Yesus Kristus. Dan Stefanus ini sanggup mengumpulkan banyak orang Yahudi Yunani untuk datang dan mendengar tentang Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang-orang percaya baru yang percaya kepada Yesus mengatakan bahwa Dia mati untuk menebus dosa-dosa kita, dan Dia bangkit dari antara orang mati untuk memberi keselamatan, jadi mereka berkhotbah tentang Kristus yang sudah bangkit. Gereja itu memperluas diri dan seolah-olah meledak dengan ribuan orang baru dan Saulus itu marah sekali. Mungkin saja dia berdebat dengan mereka di dalam sinagog, namun dia benar-benar membungkamkan Stefanus, bukan melalui perdebatan, namun dengan pembunuhan. Kemudian dia menjadi pemimpin gerakan untuk membasmi Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bertahun-tahun kemudian dia berkata di KPR 26:9-11, “Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah membersihkan Yerusalem dari mereka yang dia pikir adalah orang bidah, Saulus sendiri memutuskan untuk mengejar mereka. Dia dengar bahwa ada sekelompok yang telah melarikan diri ke Damsyik dan dia diberi izin dari pemimpin-pemimpin agama untuk pergi ke Damsyik. Bacalah sekarang KPR 9:1-2, “Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh pengikut-pengikut Tuhan Yesus,” berarti keinginan utama Saulus adalah untuk menangkap dan membunuh orang-orang Kristen. Dan inilah yang menyebabkan dia pergi ke Damsyik dan perjalanan itu merubahkan dunia. Imam Besar itu, pemimpin Sanhedrin, adalah kepala negara Yahudi dalam semua hal-hal internal dan dia bertindak sesuai dengan otoritas mutlak itu untuk memberi izin kepada Saulus. Dan dengan otoritas itu dia menuju ke Damsyik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Damaskus di zaman kuno disebut, “segenggam mutiara dan piala zamrud.” Karena itu merupakan kota putih yang indah diantara lapangan-lapangan dan pohon-pohon hijau. Orang Asia biasanya memanggil Damaskus, “Firdaus di bumi.” Ada komunitas orang Yahudi besar di situ, tepat di sudut Mediterania dimana Suriah bertemu Turki sekarang. Dan diperkirakan para sejarawan bahwa ada puluhan ribu orang Yahudi disitu di tahun 66 setelah Masehi dan 20.000 orang dari mereka dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tahu ada orang Kristen di Damsyik. Di ayat 2 mereka disebut, “laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan.” Kemungkinan besar itu sebutan sinis karena orang Kristen percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kepada Allah. Masih ingat perkataan Tuhan kita di Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Siapapun yang berhubungan dengan Yesus adalah bagi Paulus tanda mereka adalah musuh dan harus dipenjarakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari Yerusalem ke Damsyik arahnya pada dasarnya ke utara. Sejarawan mengatakan perjalanan seperti itu membutuhkan waktu kira-kira enam hari. Kemudian ayat 3-6, “Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7-9, “Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mempertimbangkan empat peristiwa sederhana. Pertama, ada kontak ilahi, kemudian ada keyakinan ilahi, dan pertobatan ilahi dan akhirnya persekutuan ilahi. Kontak ilahi itu datangnya di ayat 3 dimana Saulus tiba-tiba melihat sinar dari langit. Disini terdapat ilustrasi lain bahwa Roh Kudus menyebabkan semua itu terjadi sesuai dengan kehendak Allah. Sekali lagi, beginilah terjadi penyelamatan. Ini adalah tindakan berdaulat dari Allah terhadap Saulus. Nah tidak semua orang yang diselamatkan mengalami pengalaman seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah biasanya memanggil dengan suara kecil dan halus, namun dalam kasus Saulus, Dia memanggil dengan penampilan yang bernyala-nyala. Nah ayat 3 disini sangat singkat. Tetapi ada lebih banyak detail dalam KPR 22 dan 26 dimana Paulus memberi kesaksiannya ketika dia menghadap ke pengadilan. Pasal-pasal itu memberitakan bahwa waktu kejadian itu di sekitar tengah hari, langsung di bawah matahari terik. Namun ada sesuatu yang luar biasa karena kita baca bahwa sinar Allah itu jauh lebih terang dari matahari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sekelompok semua jatuh ke tanah dalam ketakutan. KPR 22:9 mengatakan, “Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka mengerti.” Ini hampir sama dengan Yohanes 12:29, “Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia." Allah disitu berbicara dengan Kristus dan orang-orang mendengar suara itu namun tidak dapat mengerti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena mereka tidak mengerti, pengalaman mereka sangat berbeda dengan Paulus. Ayat 7, “Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.” Namun lihatlah apa yang terjadi dengan Paulus. Lihat ayat 17, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus melihat Tuhan Yesus. Jadi, apakah artinya itu? Di 1 Korintus 15:8, dia mengatakan, “Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.” Dia sempat melihat Kristus yang telah dimuliakan itu ditengah sinar yang sangat terang itu. Ini adalah lanjutan mulia dari kisah Stefanus ketika dia melihat surga terbuka dan Yesus berdiri disebelah tangan kanan Allah. Dan doa Stefanus dijawab ketika dia mengatakan di KPR 7:60, “"Tuhan, janganlah dosa ini ditanggungkan ke atas mereka!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita melihat di ayat 4, ada keyakinan ilahi. Dalam membawa orang kepada keselamatan, ada kontak permulaan yang dimulai Allah, kemudian ada keyakinan akan dosa. Dan ayat 4 mengatakan, “Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Sudah terang dia tidak tahu apa yang menimpa dia. Dalam tulisan Lukas, jika nama diulangi seperti ini, itu menyiratkan teguran atau peringatan: “Marta, Marta.” “Yerusalem, Yerusalem.” “Simon, Simon.” Disini, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus mengatakan itu? Bahkan Yesus sudah bukan di dunia lagi, Dia sudah naik ke surga. Namun Tuhan kita mengajarkan realitas penting ini kepada kita, yaitu bahwa penganiayaan umat-Nya sama dengan penganiayaan Dia sendiri, karena Dia tidak dapat dipisahkan dari umat-Nya. Dia terikat bersama-sama dengan semua anggota tubuh-Nya sehingga setiap pukulan yang ditujukan terhadap kita adalah pukulan yang jatuh pada-Nya. Menganiaya kami adalah menganiaya Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kemudian hari Paulus mengatakan di Kolose 1:24, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” Saulus belajar kebenaran besar yang dia ajarkan dan hidup, bahwa setiap anggota tubuh Kristus bersatu dengan Kristus, yang adalah kepala mulia dari tubuh itu. Begitulah caranya kita di identifikasi-kan dengan Dia. Yesaya 53:4, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak macam dosa di dunia, namun dosa yang paling mengerikan adalah penolakan Yesus Kristus. 1 Korintus 16:22, “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia.” Inilah dosa yang tidak dapat diampuni dan pelanggaran yang tidak dapat diampuni. Dan Saulus secara harfiah dihancurkan dengan dakwaan itu, “Nah sekarang itu menyebabkan ada pertobatan ilahi di ayat 5, “Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saulus benar mengerti injil Kekristenan. Namun karena dia pikir itu suatu penghujatan dia membunuh orang-orang itu. Dia tahu bahwa mereka memproklamirkan Yesus sebagai Mesias, orang ini sebagai Anak Allah. Orang ini dipilih Allah sebagai pengorbanan bagi dosa. Orang ini bangkit dari antara orang mati. Dan Saulus tidak lupa perkataan Stefanus bahwa mereka telah membunuh Orang yang Benar, judul Mesias, dan bahwa Stefanus melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Paulus tahu bahwa Yesus hidup. Dia adalah Mesias. Dia adalah Yang berdiri disebelah tangan kanan Allah. Hati Saulus patah, dia berbaring memerlukan belas kasihan dibawah Kristus yang menaklukannya. Hatinya penuh pertobatan dan kesedihan, namun pada saat yang sama hatinya disembuhkan oleh iman. Konversinya tiba-tiba dan mengejutkan. Semua keraguan itu hilang dan Saulus langsung tahu kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertempuran itu sudah berakhir. Ini peperangan sulit bagi Saulus, Dia telah menendang paku. Apakah artinya? Goad itu seperti paku yang dipakai untuk menusuk atau menikan kerbau supaya dia terus bergerak. Artinya dengan meneruskan apa yang telah dilakukan itu hanya menyebabkan Anda menyakiti diri. Tidak mungkin kita berperang dengan Allah tanpa mengalami kesakitan. Jadi ini hanya menggambarkan perasaan Saulus dalam pertemuan yang luar biasa ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti ada pertobatan itu datang cepat sekali. Bagaimana kita tahu bahwa dia benar-benar di konversi disitu? Dalam kesaksiannya di KPR 22:10 Saulus menjawab dan berkata, “Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.” Tanggapan pertama konversi tulen adalah penyerahan dan pengakuan Dia sebagai Tuhan. Saulus sekarang memiliki Tuan yang baru, “Tuan, Tuhan apakah yang harus kuperbuat?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 9:7-9, “Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.” Dia patah hati, merasa hancur, tunduk dan taat. Itulah tanda-tanda keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada lagi satu komponen akhir, yaitu persekutuan ilahi. Apakah yang dilakukannya selama tiga hari itu? Saulus berkomunikasi dengan Tuannya yang baru. Hal terakhir yang dia lihat sebelumnya menjadi buta adalah kehadiran berkobar dari kemuliaan Yesus. Dia dibebani perasaan bersalah besar. Dia tidak tahu apa yang harus diperbuat, segala sesuatu yang dia pertimbangkan sebelumnya sekarang semua menjadi sampah. Keselamatan itu datang tiba-tiba, namun pendalaman itu dialami perlahan-lahan. Sekarang dia merasa bingung, tidak berdaya dan tanpa teman. Dia memiliki teman yang sekarang menjadi musuhnya, dan musuh yang belum tahu mereka sebenarnya teman. Selama tiga hari dia bersekutu dengan Tuhannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini gambar keselamatan yang megah dengan segala keindahannya dan kemuliaannya. Ini terjadi tiba-tiba, dan ini seperti ledakan, suatu mujizat dalam sekejap mata. Dan ini mewujudkan pekerjaan berdaulat itu, keyakinan bahwa penolakan Kristus adalah dosa besar, dan pertobatan dengan penyerahan sambil berkata, “Tuhan, apakah yang harus kulakukan?” Kemudian renungan itu dan persekutuan yang mendalami mujizat ini. Iya, ini hanya permulaan saja. Bahkan masih banyak lagi tentang pertemuan ini yang dapat kita belajar nanti. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jun 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160626</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/k9hr36o6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Penyelamatan Firman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_gjgba48f"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+8:25–40" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 8:25–40</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berada di KPR 8 dan sedang membandingkan iman yang tidak menyelamatkan dengan iman yang menyelamatkan. Minggu lalu kami melihat iman yang tidak menyelamatkan yang di ilustrasikan oleh Simon, tukang sihir itu. Minggu ini kita melihat suatu iman yang menyelamatkan yang diilustrasikan oleh orang kasim dari Etiopia. Dalam kedua kasus, Filipus adalah alat utama dari Allah dalam kisah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Diaken Filipus, bukan rasul Filipus adalah orang Yahudi yang bukan Israel dari dunia Yunani yang menjadi anggota gereja Yerusalem. Dia dibawa ke Kristus bersama ribuan orang lain di gereja mula-mula. Dan dia adalah salah satu dari orang mulia yang dipilih itu untuk melayani dan memimpin gereja. Dia orangnya kuat dan dipenuhi Roh, dan seorang pengkhotbah berbakat dan Tuhan melakukan banyak mujizat melalui dia, wah luar biasa!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melihat pertemuannya dengan orang kasim dari Etiopia itu di KPR 8:25. Namun sebelumnya kita menyelidiki hal itu, saya ingin menggambarkan apa yang telah terjadi di gereja itu. Roh Kudus telah merubuhkan banyak benteng-benteng besar. Gereja itu mulai di Yerusalem dengan orang Yahudi itu yang telah berkumpul disitu. Pada permulaannya ada penghalang awal melawan orang Yahudi Yunani it, yaitu orang-orang Yahudi yang bukan Israel. Namun halangan itu cepat diatasi karena banyak dari mereka ada disitu pada hari Pentakosta, dan ada 3000 orang yang menjadi percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada panghalang berikut yang besar, yaitu Samaria. Halangan itu tidak dianggap pada waktu Filipus dan orang Kristen lain terpencar keluar dari Yerusalem oleh karena penganiayaan Paulus, dan gerakan itu mulai masuk ke Yudea dan melewati perbatasan utara masuk ke Samaria, dan dimana saja mereka pergi mereka mengabarkan berita baik, yaitu Firman. Jadi hasil penganiayaan itu adalah bahwa benteng-benteng melawan pengabaran Injil itu di Samaria rubuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hal berikut yang perlu terjangkau adalah ‘ujung bumi’ itu. Jadi mulai dengan KPR 8:25, kita melihat konversi pertama satu orang yang non-Yahudi. Ini adalah seseorang dari Etiopia, yaitu orang asing. Orang-orang Yahudi begitu membenci orang-orang Samaria sehingga mereka tidak mau berurusan dengan mereka sama sekali. Namun paling sedikit orang Samaria itu ada hubungan tradisional dan ras yang jauh. Akan tetapi Etiopia yang mewakili bangsa-bangsa non-Yahudi lain, tidak memiliki hubungan sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 8, kita melihat Filipus sebagai alat Allah menghadapi pada mulanya, Simon di Samaria dan menunjukkan seperti apa iman palsu itu. Dan sekarang kita melihat Filipus menghadapi orang kasim Etiopia dan menunjukkan kepada kita seperti apa iman yang benar itu. KPR 8:25, “Setelah mereka memberikan kesaksian dan memberitakan perkataan Tuhan, Petrus dan Yohanes kembali ke Yerusalem. Dan di perjalanan, mereka memberitakan Kabar Baik itu di banyak kampung-kampung Samaria.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa Roh Kudus masih belum datang, meskipun banyak orang sudah percaya dibawah khotbah-khotbah Filipus, sampai saatnya kedatangan Petrus dan Yohanes. Supaya orang-orang Yahudi yakin bahwa Roh Kudus yang sama telah datang kepada orang-orang Samaria dengan Roh Kudus yang datang kepada mereka pada Hari Pentakosta. Dan ada lagi ulangan dari fenomena yang sama dan kehadiran para rasul yang sama yang telah hadir disitu waktu Pentakosta itu untuk meyakinkan semua orang bahwa orang Yahudi dan orang Samaria bersama-sama harus bersatu dalam satu gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengan kedatangan Roh Kudus banyak hal mulai terjadi. Filipus sudah mau mulai bertemu dengan orang kasim Etiopia dan ini pertama kali gereja itu memperluas diri ke bagian ujung bumi. Israel sebagai bangsa selalu dari dulu sudah dipanggil untuk menjadi pekabar injil dari Allah. Namun mereka terombang-ambing antara sikap isolasi Yunus dan kebencian terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka. Namun satu hal yang tidak mau dilakukan adalah untuk mengabarkan Injil ke bangsa-bangsa, yang memang adalah tugas mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tujuan Allah untuk menjangkau dunia melalui Israel itu menjadi jalan buntu dan Allah melalui gereja menciptakan saluran baru dengan orang-orang baru, sementara mengesampingkan Israel; dan mereka masih diabaikan sampai saat ini juga. Dan mereka tidak mulai mengabarkan injil ke seluruh dunia sampai saat ada tribulasi dimana Allah menyelamatkan 12,000 orang dari setiap suku Israel. Kemudian ada 144,000 orang pekabar Injil Yahudi yang membawa injil ke dunia, dimana mereka akhirnya memenuhi tugas mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu sekarang mulai pada mulanya di perjalanan di padang gurun dengan satu orang saja. Kerajaan Allah itu maju satu per satu. Pertama ada persiapan dalam pertemuan ini, kemudian ada presentasi itu, kemudian ada tanggapan pribadi dan itulah urutan universal yang sederhana dari pertemuan injil manapun juga. Dan selagi kita memperhatikan ketiga bagian itu kita dapat melihat komponen-komponen iman yang menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat persiapannya di KPR 8:26-29, “Seorang malaikat Tuhan berkata kepada Filipus, "Ayo berangkat! Pergilah ke arah selatan ke jalan yang menghubungkan Yerusalem dengan Gaza." Jalan itu di padang gurun. 27 Maka Filipus pun berangkatlah. Pada waktu itu ada seorang pegawai istana Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Orang itu seorang pegawai tinggi yang bertanggung jawab atas semua kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. 28 Orang itu telah pergi ke Yerusalem untuk berbakti kepada Allah dan sekarang sedang kembali dengan keretanya. Sementara duduk di dalam kendaraannya itu ia membaca Buku Nabi Yesaya. 29 Roh Allah berkata kepada Filipus, "Pergilah mendekati kendaraan itu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini menunjukkan kepada kita bahwa ada persiapan Roh Kudus yang indah untuk pertemuan itu. Jadi persiapan untuk keselamatan tulen itu mulai dengan karya berdaulat Roh. Penyelamatan itu adalah karya Allah, bukan pekerjaan manusia. Allah yang memulai semua itu. Ini mencerminkan kehendak-Nya karena tidak ada satu manusiapun yang ingin mencari Allah. Manusia duniawi itu mati dalam pelanggaran dan dosa-dosanya, dan bodoh, tidak berdaya dan tidak tertarik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun oleh karena tujuan dan kuasa Allah, terang injil itu mulai bersinar di dalam kegelapan itu dan itu menghancurkan kebutaan lahiriah dan juga menhancurkan kebutaan kedua yaitu kebutaan setan, kebutaan ilah duniawi yang dikenakan pada semua pendosa-pendosa. Masih ingat pembicaraan Yesus dengan Nikodemus ketika Dia berkata, “Anda harus dilahirkan dari Roh Allah.” Dengan kata lain, Anda harus dilahirkan dari atas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah yang memilih, Allah adalah yang memanggil dan Allah adalah yang menghidupkan hati manusia secara spiritual. Kita tidak dapat menolong Allah dalam menentukan hal itu. Manusia yang mati dalam dosa tidak sanggup melakukan apa-apa. Di Yohanes 6:44 Yesus mengatakan, “Tak seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa yang mengutus Aku, tidak membawa dia kepada-Ku.” 1 Korintus 1:18 mengatakan, “Sebab bagi orang-orang yang menuju kebinasaan, berita tentang kematian Kristus pada salib merupakan omong kosong.” Roh Kudus itu harus mengatasi ketidakmampuan total bagi mereka yang belum selamat untuk melihat, mengerti, menerima dan percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tahu bahwa ini terjadi karena ada malaikat Tuhan yang berbicara dengan Filipus dan mengutus dia untuk langsung pergi ke individu ini, yang adalah pegawai pengadilan dari Kandake, ratu negeri Etiopia, demi pengabaran injil. Disini kita melihat suatu ilustrasi. Dan ini semua dicatat bagi kita secara grafis, sedangkan biasanya kita tidak tahu apa yang telah terjadi dalam hidup kita ini. Ini semua sudah direncanakan Roh Kudus melalui pengabar malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana ini terjadi? Di perjalanan ke Gaza, kota orang Filistin yang diberikan kepada Yudea dari Joshua. Di 96 S.M. itu dihancurkan total dan kota baru dibangun beberapa kilometer dari situ, namun perjalanan ke Mesir masih melalui benteng tua yang sudah runtuh. Jadi itu benar perjalanan di padang gurun yang dipakai banyak orang. Jadi Roh itu memerintah Filipus untuk pergi ke jalan itu dan dia taat. Ayat 27 mengatakan, “Maka Filipus pun berangkatlah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disitu, menurut kuasa pemeliharaan Allah, ada pegawai pengadilan Kandake, ratu Etiopia yang bertanggung jawab atas semua hartanya, yang telah datang ke Yerusalem untuk menyembah Allah. Allah telah memilih orang ini. Allah telah menulis namanya di Buku Kehidupan sejak sebelum dunia diciptakan, sehingga konversi orang kasim itu sudah direncanakan Allah dari kekekalan, dan yang juga demikian bagi semua orang yang diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana orang-orang itu akan tahu kecuali ada pengkhotbah? Harus ada seseorang yang pergi dan berkhotbah karena Roma 10:17 mengatakan, “orang-orang menjadi percaya karena mereka mendengar berita tentang Kristus.” Jadi kedua, harus ada kehendak hamba Tuhan yang mau menurut. Tuhan telah memilih untuk bekerja melalui alat manusia. Petrus pada hari Pentakosta di KPR 2, berkhotbah injil dan 3000 orang diselamatkan. Sekali lagi ada pengabaran injil di KPR 4 dan 5000 orang diselamatkan. Kemudian Injil terus saja diberitakan oleh Stefanus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus langsung pergi walaupun kelihatannya hal itu tidak logis dan masuk akal. Dan dia bertemu dengan pejabat pengadilan Etiopia itu waktu dia kembali dan sedang duduk di keretanya, sedang membaca tentang nabi Yesaya. Dan jika Anda ingin tahu betapa besar keinginan Filipus itu untuk melakukan apa yang ditugaskan kepadanya, bacalah ayat 30, “Maka Filipus pergi mendekati kendaraan itu, lalu ia mendengar orang itu membaca Buku Yesaya. Filipus bertanya kepadanya, "Apakah Tuan mengerti yang Tuan baca itu?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada elemen ketiga, yaitu pendosa yang sedang mencari. Sekarang kita melihat individu itu. Tidak akan ada penyelamatan nyata kecuali si pendosa ini sedang mencari untuk hal itu. Kita tidak dapat memberitakan injil kepada orang-orang yang tidak tertarik akan hal itu atau yang menganggap itu kebodohan. Perhatikanlah di ayat 27, orang kasim Etiopia ini sedang membaca buku Yesaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pria ini telah dikebiri untuk melayani di harem. Namun pria ini bukan sembarangan orang kasim, dia adalah Direktur Keuangan Utama Etiopia yang dipercaya, dihargai dan dihormati. Allah dengan tegas melarang pengebirian di Ulangan 23:1 karena ini melukai gambar Allah dan itu juga penyembahan berhala. Nah sekarang dia sudah datang ke Yerusalem untuk menyembah dan jaraknya hampir dua ribu kilometer jauhnya naik kereta. Dia telah mencari-cari. Dia pernah dengar tentang Allah Israel dan pasti ada orang Yahudi yang sudah pindah ke daerah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam keselamatan sejati harus ada kelaparan asli untuk kebenaran. Ingatlah Matius 5:6, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena Allah akan memuaskan mereka!” Mazmur 119:2, “Berbahagialah orang yang berusaha mengenal Tuhan dengan segenap hatinya.” Atau Yeremia 29:13, “Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, sebab kamu mencari dengan sepenuh hati.” Pada saat ini bagi mereka yang sedang mencari, inilah waktunya untuk Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bukan saja dia hanya membaca dimana saja di nabi Yesaya, dia sedang membaca Yesaya 53:32. Ini adalah bagian yang terpenting di Yesaya, dan ini adalah presentasi injil. Dia membaca bagian yang terbaik dia dapat baca. Jadi Filipus mengatakan di ayat 30, “"Apakah Tuan mengerti yang Tuan baca itu?" Ayat 31, “Orang itu menjawab, "Bagaimana aku mengerti, kalau tidak ada yang menjelaskannya kepadaku?" Lalu ia mengajak Filipus naik ke kereta dan duduk bersama-sama dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32-34, “Inilah ayat-ayat yang dibacanya itu, "Ia seperti domba yang digiring untuk disembelih, seperti anak domba yang tidak mengembik kalau bulunya digunting, begitulah Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. 33 Ia dihina dan diperlakukan dengan tidak adil. Nyawa-Nya dicabut dari muka bumi sehingga seorang pun tidak ada yang dapat menceritakan tentang keturunan-Nya." 34 Pegawai tinggi dari Etiopia itu berkata kepada Filipus, "Coba beritahukan kepada saya, siapa yang dimaksudkan oleh nabi ini? Dirinya sendirikah atau orang lain?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 35, “Maka Filipus pun mulai berbicara; ia memakai ayat-ayat itu sebagai permulaan untuk memberitakan Kabar Baik tentang Yesus kepada pegawai tinggi itu.” Simon ingin memiliki kekuatan, orang ini hanya mengingini kebenaran. Yohanes 16:13 mengatakan, “Roh Kudus akan menyatakan kebenaran tentang Allah.” Bagian Firman yang dia baca menggambarkan penebusan sebagai pengganti dari Kristus pada waktu Dia dibunuh sebagai korban Anak Domba Allah tanpa suara dan dihina, dimana nyawa-Nya diambil dari dunia. Ini nubuatan kematian sang Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus benar-benar seorang penginjil karena dia disitu dalam pertemuan yang direncanakan secara ilahi menjelaskan kepada orang itu siapakah Yesus, mulai dengan Yesaya 53. Ketika Yuhan kita berbicara dengan murid-murid-Nya di Yohanes 15:27, Yesus mengatakan, “Apabila Roh datang, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku.” Filipus dipenuhi Roh waktu menerangkan itu. Ini sama seperti apa yang dilakukan Yesus di perjalanan ke Emaus terhadap kedua murid dimana Dia “menerangkan Perjanjian Lama kepada mereka dan apa yang tertulis di dalam seluruh Alkitab mengenai diri-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus bahkan mengajarkan dia pembaptisan. Lihatlah ayat 36, “Di tengah perjalanan, mereka sampai ke suatu tempat yang ada air. Pegawai itu berkata, "Lihat itu ada air! Apa lagi masih kurang untuk membaptis saya?” Pasti ada kolam dengan air di bagian padang gurun itu. Mengapa hal itu penting? Karena pembaptisan itu melambangkan persatuan dengan Kristus dalam kematian, penguburan dan kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seberapa penting pembaptisan itu? Allah mengizinkan pertemuan pemeliharaan Allah itu terjadi di tempat dimana tidak ada air kecuali di tempat itu. Itu memberikan kita suatu petunjuk. Allah dengan kuasa pemeliharaan-Nya mengatur proses penyelamatan itu dan Dia memastikan ada air disitu. Orang kasim itu beriman dan taat. Tidak ada sesuatu yang menghalang dia. “Apa lagi masih kurang untuk membaptis saya?” Ayat 38, “Lalu ia menyuruh keretanya berhenti; kemudian mereka berdua, Filipus dan pegawai itu, turun ke dalam air dan Filipus membaptis dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pembaptisan pertama yang sah dari seseorang yang datang dari “ujung bumi” itu. Nah ada komentar sedikit tentang ayat 37. Ayat itu tidak ada di semua naskah kuno jadi itu ditambahkan kemudian. Di ayat 37, “Filipus berkata, "Kalau Tuan percaya dengan sepenuh hati, Tuan boleh dibaptis." "Saya percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah," kata pegawai tinggi dari Etiopia itu.” Ini bukti bahwa iman itu asli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 39, “Ketika mereka keluar dari air, Roh Allah mengambil Filipus dari situ. Pegawai tinggi dari Etiopia itu tidak melihat dia lagi. Dengan gembira pegawai tinggi itu meneruskan perjalanannya.” Waduh, apa itu? Itu mujizat, Anda dapat membaca tentang hal yang sama dengan Elia dan Anda juga dapat membaca tentang itu dengan Yehezkiel. Filipus itu menghilang begitu saja. Jadi bagaimana dengan tindak lanjut untuk sida-sida itu? Dimana ada iman ada juga ketaatan dan juga ada suka cita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Filipus itu dipindahkan dari situ, dia adalah penjelajah waktu! Ayat 40, “Tahu-tahu Filipus sudah ada di Azotus. Dan ketika ia meneruskan perjalanan-nya, ia mengabarkan Kabar Baik tentang Yesus di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.” Azotus adalah nama Perjanjian Baru untuk kota Asdod yang adalah kota orang Filistin dimana dulu mereka membawa tabut perjanjian. Asdod itu kira-kira 36 kilometer sebelah utara Gaza dimana kejadian ini terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Irenaus, Bapa Gereja awal mengatakan bahwa sida-sida ini menjadi misionaris. Dan ada beberapa bagian di Afrika dimana secara sejarah ada beberapa kelompok orang Kristen yang mengklaim bahwa orang kasim ini adalah pendiri gereja mereka. Mungkin itu tradisi. Namun mungkin juga tradisi itu berkembang karena ada pengaruh nyata dari kehidupan orang ini. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda terpengaruh kisah ini? Harapan saya adalah supaya beberapa orang dari sini menjadi seperti Filipus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jun 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160619</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/gjgba48f</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Petobat Palsu Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_8w39n12k"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+8:9–24" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 8:9–24</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi di KPR 8 seseorang bernama Simon, dan itu bukan Simon Petrus. Simon ini hidup di Samaria dan disini Simon mengilustrasikan iman yang tidak menyelamatkan. Dan setelah kami mempelajari Simon ini, kita akan melihat seseorang dari Etiopia. Dan ketika kita melihat orang Etiopia ini, kita akan melihat iman yang menyelamatkan. Jadi marilah kita belajar dari kontras sifat dan karakter iman yang menyelamatkan dibanding dengan sifat dan karakter iman yang palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 8:9-24, “Di kota itu ada seorang laki-laki bernama Simon, yang sudah beberapa waktu lamanya membuat orang-orang Samaria terpesona akan ilmu sihirnya. Ia mengatakan kepada mereka bahwa ia orang yang luar biasa. 10 Maka semua orang di kota itu dari semua lapisan masyarakat sangat memperhatikan dia. "Orang ini adalah kekuatan Allah yang terkenal sebagai 'Kekuatan Besar' itu," kata mereka. 11 Sudah lama sekali ia mempesona orang-orang dengan kekuatan sihirnya, sehingga mereka sangat memperhatikan dia. 12 Tetapi Filipus memberitakan kepada mereka tentang Kabar Baik mengenai bagaimana Allah akan memerintah sebagai raja dan tentang Yesus Kristus, Raja Penyelamat itu. Maka mereka percaya akan berita yang disampaikan oleh Filipus, lalu mereka dibaptis--baik orang laki-laki maupun orang wanita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“13 Simon sendiri juga percaya. Dan setelah dibaptis, ia terus mengikuti Filipus. Keajaiban-keajaiban yang terjadi membuat Simon terheran-heran. 14 Rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa orang-orang Samaria sudah menerima perkataan Allah. Oleh sebab itu mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana. 15 Ketika Petrus dan Yohanes tiba, mereka berdoa untuk orang-orang Samaria itu supaya mereka mendapat Roh Allah, 16 sebab Roh Allah belum datang menguasai seorang pun dari mereka; mereka baru dibaptis atas nama Tuhan Yesus saja. 17 Lalu Petrus dan Yohanes meletakkan tangan mereka ke atas orang-orang Samaria itu; maka mereka menerima Roh Allah. 18 Simon melihat bahwa karena tangan rasul-rasul diletakkan ke atas orang-orang itu, Roh Allah diberi kepada mereka. Karena itu Simon membawa uang kepada Petrus dan Yohanes,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“19 lalu berkata, "Berilah kepada saya kuasa itu juga supaya kalau tangan saya diletakkan pada siapa saja, orang itu akan menerima Roh Kudus." 20 Tetapi Petrus menjawab, "Celakalah kau dan uangmu! Kaukira pemberian Allah dapat dibeli dengan uang? 21 Engkau tidak punya hak untuk ikut di dalam pekerjaan kami, sebab hatimu tidak benar terhadap Allah. 22 Sebab itu tinggalkanlah maksudmu yang jahat itu, dan mintalah kepada Tuhan supaya Ia mengampuni pikiranmu yang jahat itu! 23 Sebab saya tahu engkau penuh dengan iri hati dan diperbudak oleh kejahatan." 24 Lalu Simon berkata kepada Petrus dan Yohanes, "Tolonglah minta kepada Tuhan supaya tidak satu pun dari yang saudara-saudara katakan itu terjadi padaku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini penting dalam sejarah gereja karena KPR 8 ini mulai dengan penganiayaan besar gereja mula-mula yang dipimpin seseorang bernama Saulus yang mendukung pembunuhan Stefanus. Dan mulai pada hari pembunuhan Stefanus itu, Saulus mulai memimpin penganiayaan orang-orang percaya dari gereja di Yerusalem. Itu menyebabkan mereka semua melarikan diri dan mereka terpencar di seluruh Yudea dan Samaria, sementara para rasul tinggal di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 8:4 mengatakan, “Orang-orang percaya yang sudah terpencar itu memberitakan Kabar Baik dari Allah itu ke mana-mana.” Sementara para rasul diam di Yerusalem dan terus memberitakan Kabar Baik itu di Yerusalem. Penganiayaan ini diatur Roh Kudus untuk memenuhi janji KPR 1:8 dimana Tuhan kita mengatakan, “Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu. Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan itu adalah katalisator, dan itu mulai dari Yerusalem, melalui Yudea dan masuk ke daerah lain, yaitu Samaria. Penginjilan di Samaria itu menjadi jembatan untuk menjangkau orang-orang non-Yahudi, dan mereka benar terjangkau di KPR 10. Penganiayaan itu menyebabkan ada pemberitaan Kabar Baik, dan khotbah-khobah itulah menyebabkan ada hasil yang berarti adalah pelayanan yang berbuah di Yerusalem, di Yudea dan melampaui itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus, sang diaken, sekarang menjadi tokoh utama. Sama seperti yang diutamakan di KPR 7 adalah Stefanus, yang diutamakan di KPR 8 adalah Filipus. Filipus adalah yang bertemu dengan Simon tukang sihir. Filipus juga bertemu dengan orang Etiopia itu. Dan Filipus juga yang menghadapi kenyataan iman palsu dan juga kenyataan iman benar. Kedua kisah ini sangat penting bagi kita, khususnya untuk menunjukkan perbedaan diantara iman palsu dan iman yang menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berdasarkan apa yang kita baca, Simon itu kelihatannya orang yang percaya benar. Di ayat 13 dikatakan bahwa dia percaya. Kita baca bahwa dia dibaptis dan dia terus ikut saja. Boleh dibilang dia percaya dan taat dibaptis dan mengikuti terus dan itu semua cocok dengan persyaratan orang percaya. Dia dari luar kelihatannya semua baik. Bahkan Filipus sendiri juga yakin akan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus tidak tahu bahwa dia bukan orang yang benar-benar percaya. Ini hanya ketahuan pada saat rasul Petrus dan Yohanes muncul – dan kita akan melihat hal itu sebentar lagi. Jesus mengajarkan di Matius 13 bahwa akan ada orang yang pada mulanya akan merespon, namun mereka kepercayaannya dangkal, dan mereka pada akhirnya akan berhenti karena mereka tidak mau menderita tribulasi atau karena mereka lebih banyak mengasihi dunia dan kekayaan. Dan Yesus mengatakan bahwa memang sukar untuk membedakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Simon dengan semua itu kelihatannya baik, namun dia kehilangan keselamatan. Dan pada waktu kita melihat kehidupannya dan melihat kisahnya melalui Lukas kita dapat melihat empat sifat karakter dari iman palsu di dalam Simon. Pandangan dirinya salah, pengertian keselamatannya salah, pengertiannya tentang Roh Kudus itu salah dan pengertiannya tentang dosa itu juga salah. Dia egois, dia melihat keselamatan itu sebagai suatu hal luar saja, pengertiannya mengenai Roh Kudus hanya secara ekonomi dan dia melihat dosa itu sebagai sesuatu yang dapat dihindari; dan semua pengertian itu salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 8:9, “Di kota itu ada seorang laki-laki bernama Simon, yang sudah beberapa waktu lamanya membuat orang-orang Samaria terpesona akan ilmu sihirnya. Ia mengatakan kepada mereka bahwa ia orang yang luar biasa.” Dalam bahasa Yunani dia adalah seorang pesulap. Masi ingat orang ahli ilmu bintang yang mengunjungi Kristus? Mereka juga tukang sihir. Itulah artinya orang magi itu. Mereka adalah nabi-nabi yang tidak mengenal Allah dan percaya takhayul dan ilmu gaib. Simon memikir dia adalah orang besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang mempraktekkan berbagai jenis ilmu gaib: astrolog, peramal dan tukang-tukang sihir, orang kafir yang berurusan dengan mantra, jimat, ramalan dan horoskop. Mereka dapat melakukan berbagai hal yang menakjubkan, sama seperti yang dilakukan tukang-tukang sulap sekarang dengan penipuan, sulap dan bantuan kekuatan setan. Orang Samaria pada umumnya bertakhyul. Mereka mencampurkan bagian-bagian Perjanjian Lama dengan takhayul dan sihir. Jadi sekarang kita bertemu dengan guru palsu pertama yang mengusulkan apa yang nanti dikenal sebagai pikiran-pikiran gnostik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran gnostic sebenarnya tidak benar-benar terwujud sampai jauh kemudian. Namun benih ajaran gnostic ini sudah ada di Perjanjian Baru. Apakah ajaran gnostik ini? Itu berasal dari kata Yunani ‘gnosis’ yang berarti orang-orang yang memiliki pengetahuan rahasia; orang-orang yang menganggap dirinya lebih tinggi dari pada orang biasa. Orang-orang gnostik adalah orang-orang yang mengatakan mereka saja yang memiliki rahasia-rahasia ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 10, “Maka semua orang di kota itu dari semua lapisan masyarakat sangat memperhatikan dia. "Orang ini adalah kekuatan Allah yang terkenal sebagai 'Kekuatan Besar' itu," kata mereka.” Simon mengajarkan, selain dari mempraktekkan sihir, semacam filosofi semu yang kita temukan kemudian dalam ajaran Gnostik, bahwa dia sendiri adalah mahluk yang ditinggikan. Orang–orang Samaria yakin bahwa Simon adalah kuasa besar dari Allah, hampir seorang dewa dalam bentuk manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa inilah justru caranya orang Mormon melihat Yesus? Menurut mereka Yesus itu bukan Allah, Dia adalah mahluk yang berasal dari Allah. Dia adalah kuasa besar dari Allah, yang lebih tinggi dari pada manusia namun masih dibawah Allah. Orang Mormon percaya bahwa kedudukan-Nya sama dengan Iblis. Dia adalah saudara roh Yesus yang juga adalah ciptaan dari Allah. Iblis menggunakan orang Simon ini untuk memalsukan kuasa ilahi dan memenjarakan orang-orang. Itulah memang pekerjaan Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama-tama kita melihat bahwa ada rintangan diantara Simon dan keselamatan yaitu kesombongan. Nah, di zaman kuno itu dia tidak sendirian. Dimana-mana ada orang-orang astrolog dan tukang sihir. Mereka menggunakan tipu muslihat dan kekuatan setan itu untuk hidup nyaman. Banyak diantara mereka tahu bahwa mereka adalah penipu-penipu sadar, bahwa kenyataan itu hanya suatu pertunjukan saja, dan mereka sangat pintar dalam melakukan itu. Namun keangkuhan itu menghalang orang-orang untuk datang kepada Kristus. Itu merampas hati untuk menunjukkan kepatahan hati yang benar, pertobatan dan kerendahan hati yang semuanya diperlukan untuk keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak takut penghakiman. Dia tidak punya rasa kemalangan sendiri, dosanya sendiri. Bagi orang Yahudi kedok mereka hanyalah kehormatan Allah dan hal itu menyebabkan Anak Allah dibunuh. Bagi orang Farisi, kedok mereka adalah kehidupan yang murni, padahal realitas adalah bahwa mereka dari dalam adalah keji dan kotor. Kesombongan itu adalah dosa yang mematikan yang menyebabkan raja Hizkia kehilangan kerajaannya dan itu hampir mematikan Petrus. Dan kesombongan itu ada di dalam hati para malaikat yang jatuh dan mereka kehilangan surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 8:13, “Menghormati Tuhan berarti membenci kejahatan; aku benci kesombongan dan keangkuhan, tingkah laku yang jahat dan kata-kata tipu muslihat.” Amsal 16:5, “Semua orang sombong dibenci Tuhan; Ia tidak membiarkan mereka luput dari hukuman.” Amsal 16:18, “Kesombongan mengakibatkan kehancuran.” Amsal 21:4, “Orang jahat itu berdosa, karena dikuasai oleh keangkuhan dan kesombongannya.” Dan kesimpulannya ada di Yakobus 4:6, “Allah menentang orang yang sombong, tetapi sebaliknya Ia mengasihi orang yang rendah hati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Justin Martyr, salah satu bapak gereja awal, mengatakan, “Simon itu dihormati. Dia begitu terkenal sehingga ada patung di Roma dengan catatan, “Semoni Sanco deo” yang berarti, “Kepada Simon, Allah yang Suci.” Namun tempat lahirnya adalah di tanah Samaria dimana dia tinggal seumur hidup dan dimana dia sudah lama memperbudak orang-orang dengan kuasa setan.” Disini Simon menggambarkan faktanya bahwa Allah benci keangkuhan. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Simon percaya bahwa keselamatan itu hanya hal luar saja. Ayat 12-13, “Tetapi Filipus memberitakan kepada mereka tentang Kabar Baik mengenai bagaimana Allah akan memerintah sebagai raja dan tentang Yesus Kristus, Raja Penyelamat itu. Maka mereka percaya akan berita yang disampaikan oleh Filipus, lalu mereka dibaptis--baik orang laki-laki maupun orang wanita. 13 Simon sendiri juga percaya. Dan setelah dibaptis, ia terus mengikuti Filipus. Keajaiban-keajaiban yang terjadi membuat Simon terheran-heran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sewaktu itu semua terjadi, pengaruh Simon atas orang-orang mulai berkurang dan karena itu dia ikut-ikutan. Bahkan Simon itu percaya dan dibaptis, dan ia terus mengikuti Filipus. Mengapa? Karena dia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan ia benar terpesona. Dia tertarik oleh karena kuasa mujizat itu. Itu semua bisnis dia dan itulah yang dia paling suka. Namun daripada ada kerendahan hati, yang menyebabkan dia ikut adalah keinginannya untuk memperoleh kekuatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap pekerja mujizat palsu tahu perbedaannya diantara apa yang dia lakukan dan apa yang nyata. Simon tahu perbedaannya diantara penipuan Iblis yang dia benar dapat melakukan dengan baik, dan suatu mujizat dari Allah. Dia sangat kagum akan kuasa nyata dibanding dengan kuasa palsu. Dan dia ingin mencampur kuasanya dengan kuasa itu dan meninggikan diri lebih lagi. Dia melihat kuasa mujizat ini sebagai sesuatu yang dapat dibeli dan ditambah-kan kepada apa yang dia miliki, dan karena itu dia memutuskan untuk ikut gerakan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini adalah pendekatan setan karena Iblis selalu ingin menjadi anggota gereja. Setan selalu ingin berbicara dan bertindak seperti orang percaya, seorang Kristen atau pengkhotbah benar. Jadi dengan Simon kita melihat contoh pertama seseorang yang setelah dibaptis atas nama Kristus, yang masuk ke dalam gereja dengan tujuan untuk merusak iman yang dia akui.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang teolog Roma Katolik bernama Ludwig Ott mengatakan ini, “Pembaptisan menyatakan ada anugerah keselamatan.” Kutipan lain dari Ludwig, “Meskipun jika itu diterima secara tidak layak, pembaptisan sah itu mencetak pada jiwa tanda spiritual yang tak terhapuskan.” Dan ada kutipan terakhir, “Pembaptisan dengan air itu diperlukan bagi semua orang untuk keselamatan, tanpa ada yang terkecuali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Simon percaya dan dia dibaptis. Namun dia tidak pernah diselamatkan, dia tidak menerima anugerah. Dia menganggap bahwa keselamatan itu hal luar saja. “Iya, saya akan ikut upacara. Saya akan dibaptis.” Dia memikir kalau sudah dibaptis, dia diterima dan sekarang dia dapat memakai kekuatan itu. Dan itu, ketiga, berarti bahwa dia tidak mengerti Roh Kudus. Dia memikir Roh Kudus adalah sesuatu yang memperkaya dia dalam hal uang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14-17, “Rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa orang-orang Samaria sudah menerima perkataan Allah. Oleh sebab itu mereka mengutus Petrus dan Yohanes kesana. 15 Ketika Petrus dan Yohanes tiba, mereka berdoa untuk orang-orang Samaria itu supaya mereka mendapat Roh Allah, 16 sebab Roh Allah belum datang menguasai seorang pun dari mereka; mereka baru dibaptis atas nama Tuhan Yesus saja. 17 Lalu Petrus dan Yohanes meletakkan tangan mereka ke atas orang-orang Samaria itu; maka mereka menerima Roh Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kejadian ini penting. Kita melihat di ayat 14 bahwa para rasul mendengar berita tentang tanggapan yang luar biasa atas khotbah Filipus di Samaria. Petrus dan Yohanes diutus untuk memeriksa apakah itu benar. Mereka pergi untuk melihat apakah pemberitaan injil orang-orang Samaria itu asli dan tulen. Petrus dan Yohanes datang untuk melihat panen, dan untuk memberi pengesahan para rasul atas apa yang telah terjadi, dan ketiga untuk memulai kedatangan Roh Kudus. Ayat 15 mengatakan, “supaya mereka mendapat Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa pada saat mereka percaya pada Tuhan Yesus Kristus mereka tidak langsung mendapatkan Roh Kudus? Penting untuk mengetahui bahwa buku KPR adalah waktu sejarah untuk transisi. Orang-orang Samaria tidak menerima Roh Kudus pada saat mereka percaya karena orang-orang Yahudi memerlukan kesaksian para rasul dan bukti bahwa mereka memang termasuk ke dalam satu gereja. Mengapa? Karena orang-orang Yahudi membenci orang-orang Samaria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama 500 tahun orang-orang Samaria telah menyembah sendiri di Gunung Gerizim. Orang Yahudi di sebelah selatan dan orang Samaria disebelah utara masing-masing mengklaim dengan cara mereka sendiri bahwa mereka adalah umat pilihan Allah; dan diantara mereka ada saingan besar. Orang-orang Yahudi tidak mau berjalan melalui Samaria. Sangat sukar bagi orang-orang Yahudi di Yerusalem dan Yudea yang percaya Yesus Kristus dan telah menerima Roh Kudus untuk percaya bahwa orang-orang Samaria juga termasuk dalam satu gereja itu dan dibaptis ke dalam satu tubuh, seperti yang dikatakan di 1 Korintus 12.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa Filipus adalah orang Yahudi Yunani dan semua orang lain adalah orang-orang Samaria. Mereka memerlukan orang Yahudi yang paling dapat dipercaya untuk menyaksikan kesatuan ini, Petrus dan Yohanes, supaya semua orang tahu bahwa Roh Kudus datang kepada orang Samaria dengan cara yang sama Dia datang kepada orang-orang Yahudi pada hari Pentakosta. Dan memang itu terjadi percis seperti itu. Ayat 17 mengatakan, “Lalu Petrus dan Yohanes meletakkan tangan mereka ke atas orang-orang Samaria itu; maka mereka menerima Roh Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Simon menyaksikan kedatangan Roh Kudus melalui tumpangan tangan para rasul. Bagaimana Simon tahu hal itu karena Roh Kudus tidak kelihatan? Lihatlah KPR 10:44-46 ketika Injil disampaikan kepada orang-orang non-Yahudi, “Sementara Petrus masih berbicara, Roh Allah turun dan menguasai semua orang yang mendengar berita itu. 45 Orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus dan mengikuti Petrus dari Yope, semuanya heran melihat Allah memberikan juga Roh-Nya kepada orang-orang bangsa lain yang bukan Yahudi. 46 Sebab mereka mendengar orang-orang itu berbicara dalam pelbagai bahasa dan memuji-muji kebesaran Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 11:15-17 Petrus memberi kesaksiannya tentang apa yang terjadi saat dia pergi ke Yope, “Dan pada waktu saya mulai berbicara begitu Roh Allah datang ke atas mereka, sama seperti yang terjadi pada kita dahulu pada mulanya. 16 Lalu saya teringat, Tuhan pernah berkata, 'Yohanes membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Allah.' 17 Jadi jelas Allah memberikan juga kepada orang-orang yang tidak beragama Yahudi itu, pemberian yang sama yang Ia berikan kepada kita pada waktu kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, mana mungkin saya melarang Allah!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka begitu kagum bahwa anugerah Roh Kudus itu dicurahkan juga kepada orang-orang non-Yahudi? Orang-orang Yahudi memikir bahwa hanya mereka saja adalah umat Allah yang terpilih, jadi Allah harus mengulangi kedatangan Roh Kudus itu dan kehadiran para Rasul, bukan saja kepada orang-orang Samaria namun juga ketika itu terjadi kepada orang-orang non-Yahudi di KPR 19:2-6. Jadi Roh Kudus itu datang supaya semua orang tahu bahwa mereka semua memiliki keselamatan yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 8:18, “Simon melihat bahwa karena tangan rasul-rasul diletakkan ke atas orang-orang itu, Roh Allah diberi kepada mereka. Karena itu Simon membawa uang kepada Petrus dan Yohanes.” Simon ingin membeli Roh Kudus itu. Di masa kini guru-guru palsu juga ingin menjual roh-roh palsu juga. Namun Yesaya 55:1 mengatakan, “Marilah kamu semua yang haus, minumlah, air tersedia. Datanglah kamu yang tidak punya uang, terimalah gandum tanpa membayar, dan makanlah! Anggur dan susu tersedia, terimalah dengan cuma-cuma.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19-21, “Berilah kepada saya kuasa itu juga supaya kalau tangan saya diletakkan pada siapa saja, orang itu akan menerima Roh Allah." 20 Tetapi Petrus menjawab, "Celakalah kau dan uangmu! Kaukira pemberian Allah dapat dibeli dengan uang? 21 Engkau tidak punya hak untuk ikut di dalam pekerjaan kami, sebab hatimu tidak benar terhadap Allah.” Pada mulanya Filipus tidak melihat itu namun Petrus langsung melihat dosanya. Anda bukan orang Kristen karena hati Anda tidak benar. Roh Kudus tidak dapat dibeli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22-24, “Sebab itu tinggalkanlah maksudmu yang jahat itu, dan mintalah kepada Tuhan supaya Ia mengampuni pikiranmu yang jahat itu! 23 Sebab saya tahu engkau penuh dengan iri hati dan diperbudak oleh kejahatan. 24 Lalu Simon berkata kepada Petrus dan Yohanes, "Tolonglah minta kepada Tuhan supaya tidak satu pun dari yang saudara-saudara katakan itu terjadi padaku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang ada di dalam hatinya? Saya tidak tahu. Tidak ada pengakuan dosa, tidak ada permintaan untuk pengampunan dosa, tidak ada pertobatan, hanya ada semacam komentar sinis. Disini terdapat seseorang yang kelihatannya mulai dengan baik, namun berakhir dengan celaka karena pengertiannya tentang semua itu salah semua. Marilah kita berdoa supaya janganlah kita juga jatuh dalam perangkap yang sama, Amin?</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jun 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160612</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/8w39n12k</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuatan Penganiayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ckdznf1h"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+8:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 8:1-8</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktunya Januari 8, tahun 1956 ketika lima orang misionaris di bunuh di Ekuador oleh suku yang dikenal sebagai orang India Auka. Kejadian itu mungkin salah satu tragedi terbesar dalam sejarah misionaris zaman ini. Penganiayaan memang terjadi di banyak tempat di dunia ini dan ada daerah-daerah misi yang sangat berbahaya. Namun kejadian ini tragis karena martir-martir ini semua sudah dilatih, diperlengkapkan dan begitu mendalam berdedikasi kepada Tuhan dengan potensi yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan melalui kematian mereka, gerakan misionaris itu berkembang cepat sekali mulai dengan isteri-isteri mereka kemudian dengan teman-teman mereka. Akhirnya seluruh suku orang India Auka itu diinjili dengan injil dan gereja didirikan disitu. Gereja itu berkembang dan semakin membesar diantara suku-suku lain juga. Gerakan gereja itu kuat sekali. Salah satu dari orang-orang yang membunuh itu datang ke Amerika dan dia bersaksi tentang imannya kepada Kristus kepada gereja-gereja disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang Kristen pernah mendengar tentang kisah kelima martir misionaris di Ekuador itu. Hal itu menggambarkan bahwa pada saat paling gelap bagi gereja malah sebenarnya itu ledakan pertumbuhan dan pembangunan gereja. Apa yang terjadi diantara orang-orang India Auka itu dalam pendirian gereja dan terjadinya banyak generasi orang percaya adalah salah satu kisah misionaris besar dimana Allah membangun gereja itu dengan cara yang kelihatannya mulai dari belakang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun memang begitulah caranya gereja mula-mula itu berkembang. Lihatlah buku KPR 8. Tujuan Allah adalah bahwa gereja pertama itu mulai didirikan di Yerusalem, dan kemudian itu menjalar ke Yudea, Samaria dan kepada ujung-ujung bumi. Itulah pada dasarnya Amanat Agung dari KPR 1:8, “kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu. Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian Stefanus adalah picu yang memulai penganiayaan orang Kristen. Disitulah kita mulai lagi malam ini di KPR 8:1, “Dan Saulus senang juga atas pembunuhan itu. Hari itu juga jemaat di Yerusalem mulai dikejar-kejar, sehingga semua orang beriman, kecuali rasul-rasul, terpencar-pencar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.” Ayat 3, “Tetapi Saulus terus saja berusaha menghancurkan jemaat gereja. Ia pergi dari rumah ke rumah dan menyeret ke luar orang-orang percaya, laki-laki dan perempuan, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan selalu suatu realitas yang melawan gereja yang benar. Injil yang benar dan Tuhan yang benar dibenci Iblis, penguasa sistem dunia ini dan semua orang yang tidak menjadi milik Kristus adalah bagian sistem itu. Mereka adalah milik bapa mereka, yaitu Setan. Bahkan Yesus kita mengatakan di Yohanes 15:18-19, “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia. 19 Sekiranya kalian milik dunia, kalian akan dikasihi oleh dunia sebagai kepunyaannya. Tetapi Aku sudah memilih kalian dari dunia ini, jadi kalian bukan lagi milik dunia. Itu sebabnya dunia membenci kalian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 16:2-4, “Kalian akan dikeluarkan dari rumah-rumah ibadat. Dan akan datang waktunya bahwa orang yang membunuh kalian akan menyangka ia mengabdi kepada Allah. 3 Mereka melakukan itu kepadamu sebab mereka belum mengenal Bapa maupun Aku. 4 Tetapi sekarang Kukatakan itu kepadamu, supaya kalau itu terjadi nanti, kalian ingat bahwa Aku sudah memberitahukannya kepadamu.” Penganiayaan orang Kristen sudah global. Itu kenyataan dimanapun Injil sudah diberitakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang penganiayaan orang Kristen semakin meningkat. Kita terutama memikir itu adalah dari tangan rang Islam. Kita selalu membaca hal-hal itu di dalam berita baru di internet. Dan ngomong-ngomong, mereka melakukan itu karena mereka memikir mereka menyenangkan Allah, motivasi salah yang sama dari orang-orang Yahudi di Kisah Para Rasul yang menganiaya orang Kristen juga. Namun penganiayaan itu datang bukan saja dari orang Islam namun juga dari agama-agama palsu lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam banyak negara gereja itu dianiaya oleh orang-orang yang menyembah hal-hal tidak moral. Gereja dianiaya orang-orang homoseksual. Kekristenan alkitabiah dibenci orang-orang yang ingin dibebaskan dari Allah. Mereka membenci orang-orang yang mempertahankan Firman Allah. Penganiayaan ini datang dari individu-individu, kelompok-kelompok dan pemerintah-pemerintah. Bahkan pemerintah kita sendiri menganiaya orang Kristen yang tidak setuju dengan berbagai kelakuan yang tidak bermoral.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran alkitabiah telah menjadi sangat tidak populer. Orang-orang yang tidak percaya telah mendefinisikan moralitas menurut keinginan mereka sendiri, dan apa juga yang melawan keinginan mereka akan ditolak, dan itu tentu saja berarti Kitab Suci. Kerajaan Iblis sekarang menikmati kebebasan di Amerika yang dulunya mereka tidak miliki. Waktu akan menentukan apa yang mereka akan lakukan terhadap gereja, terhadap orang-orang percaya dan sebesar apa biaya itu yang kita harus bayar. Namun itu semua sudah dinubuatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sama seperti menginjak-injak api untuk mematikannya dan selagi api itu diinjak-injak malah bara api itu naik dan dimana saja itu turun akan ada api baru lagi. Penganiayaan orang Kristen yang dipimpin Saulus hanya menyebabkan injil itu memenuhi tujuannya yang telah ditetapkan, yaitu “kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.” Dan itu memang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan itu mendorong usaha misi di Yerusalem. Dan disini kita melihat upaya misi mulai keluar dari Yerusalem dan menyebar ke Yudea, yaitu daerah disekitar Yerusalem, dan kemudian ke arah utara yang dulunya adalah kerajaan utara, yaitu daerah Samaria. Dan ini juga memulai penginjilan terbesar di dalam Firman Allah oleh seseorang bernama Saulus yang benar-benar terpengaruh oleh Stefanus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemimpin-pemimpin Israel ingin menghancurkan gereja itu, namun malah mereka menyebabkan injil itu tersebar kemana-mana. Saulus ingin membasmi gereja itu, namun dia malah menyebabkan itu tersebar. KPR 8 adalah titik balik penting dalam sejarah gereja mula-mula. Injjil sekarang berhasil pergi ke Yudea, dan pergi ke Samaria dan sebelum KPR 8 berakhir, itu akan menyentuh seseorang dari Etiopia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang marilah kita melihat tiga hal dalam urutan – penganiayaan, pengabaran injil dan penghasilan. Penganiayaan ganas dipimpin seseorang bernama Saulus. KPR 7:57-58 mengatakan, “Anggota-anggota mahkamah itu menutup telinga mereka sambil berteriak-teriak, lalu serentak menyerang Stefanus. 58 Mereka menyeret dia ke luar kota kemudian melemparinya dengan batu. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu menitipkan pakaian mereka pada seorang muda yang bernama Saulus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus bersaksi tentang hal itu di KPR 22 ketika dia mengatakan di ayat 20, “Begitu juga ketika saksi-Mu Stefanus dibunuh mati, saya sendiri berada di situ dan menyetujui pembunuhan itu. Malah sayalah yang menunggui pakaian orang-orang yang membunuh dia.” Orang Farisi muda ini ingin membunuh jemaat gereja dan dia mulai upaya itu melawan Stefanus. Karena itu mereka semua meletakkan jas-jas mereka di dekat kakinya. Itu melambangkan otoritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menarik adalah bahwa Paulus sendiri, setelah dia dikonversi, menderita penganiayaan sepanjang hidupnya yang sama seperti Stefanus. Bahkan waktu Saulus dikonversi di KPR 9:16, Tuhan mengatakan kepada Ananias, “Dan Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya semua penderitaan yang harus ia alami karena Aku.” Dan apa yang terjadi kepada Stefanus juga terjadi terhadap Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi menolak ajaran-ajaran dan khotbah Stefanus, dan begitupun mereka menolak Paulus. Stefanus dituduh penghujatan, demikian pula Paulus. Stefanus dituduh menghujat Musa dan menghujat bait Allah dan menghujat hukum Taurat, demikian juga Paulus. Stefanus diseret keluar kota, demikian pula Paulus. Stefanus dibawa untuk menghadap Sanhedrin, demikian juga Paulus. Stefanus dilempar batu, dan demikian juga Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus menghilang begitu saja namun kita memiliki sejarah panjang tentang Saulus yang menjadi Paulus. Transformasi Saulus yang ganas menjadi Paulus yang dicuci darah Yesus hanya mungkin melalui anugerah Allah. Dan ketika Paulus menyatakan dirinya sebagai pembunuh di dalam surat ini, itu semua mulai dengan Stefanus. Kematian Stefanus mulai penganiayaan besar itu dan Saulus pada saat itu adalah pemimpinnya dan semua orang-orang itu melarikan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada catatan di akhir ayat 1, “kecuali rasul-rasul.” Mereka itu seperti para penjaga yang setia yang menetap di tempat mereka untuk menguatkan jiwa-jiwa murid-murid yang tidak dapat melarikan diri dari kota dan harus tinggal di kota. Gereja mereka masih ada. Masih ada jiwa-jiwa lain yang akan mesuk kedalam kerajaan di kota Yerusalem. Masih ada jiwa-jiwa lain yang dimenangkan injil dan mereka menggembalakan gereja itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya para rasul itu juga pergi, namun saat itu masih belum, masih belum di saat gereja mula-mula masih membutuhkan mereka untuk memeilihara jemaat. Kemudian ayat 2 mengatakan, “Orang-orang yang takut kepada Allah menguburkan Stefanus dan menangisi dia dengan sangat sedih.” Ini pernyataan penting. Orang-orang yang takut akan Allah belum tentu adalah orang Kristen. Orang yang takut akan Allah berarti mereka adalah orang Yahudi yang saleh yang selalu datang ke Yerusalem pada saat ada perayaan. Mereka itu orang Yahudi tradisional yang patuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sedih melihat kelakukan seperti itu. Mungkin mereka itu adalah orang-orang yang menjadi orang yang percaya Kristus nanti. Ini mengingatkan kita bahwa biarpun pemimpin-pemimpin Israel yang mau membunuh sedang berkuasa di saat itu, ada juga orang lain yang tidak setuju. Ada orang yang tahu yang mana salah dan yang mana benar dan mereka patuh kepada Allah dan mereka menunjukkan kesedihan mereka dengan ratapan keras untuk dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Yahudi memerintah bahwa tubuh orang yang dieksekusi harus dikuburkan dan ratapan umum tidak diizinkan. Orang-orang ini menantang tradisi ini dan mereka menangisinya dengan suara keras. Mereka tidak mau mengikuti tindakan yang jahat itu meskipun mereka masih belum menjadi orang percaya dan mungkin saja mereka terbuka untuk mendengarkan injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Stefanus datang dan menghhilang, namun Saulus datang dan terus tinggal. Dia menjadi tokoh utama, dan pada mulanya dalam penganiayaan. Ayat 3, “Tetapi Saulus terus saja berusaha menghancurkan jemaat. Ia pergi dari rumah ke rumah dan menyeret ke luar orang-orang percaya, laki-laki dan perempuan, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara.” Paulus mengatakan di KPR 22:3-4, “Saya orang Yahudi yang lahir di Tarsus dan dididik dengan cermat oleh guru besar Gamaliel dalam hukum yang diberikan Musa kepada nenek moyang kita. Saya pun sangat giat untuk Allah. 4 Saya menganiaya sampai mati pengikut-pengikut ajaran baru itu. Mereka semua, baik laki-laki maupun perempuan, saya tangkap dan masukkan ke dalam penjara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan itu menyebabkan ada kata kedua yaitu ‘penginjilan’. Ayat 4, “Orang-orang percaya yang sudah terpencar itu memberitakan Kabar Baik dari Allah itu ke mana-mana.” Ini membicarakan pemberitaan Injil. Mereka tidak bersembunyi di bukit-bukit, mereka tidak mundur ke tempat-tempat terpencil di padang gurun, tidak, mereka pergi kemana-mana memberitakan injil. Setiap orang menjadi pengkhotbah. Penganiayaan malah membesarkan apa yang ingin dihancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penaniayaan memisahkan gereja dari kenyamanannya dan mengutus mereka dimana mereka bersandar kepada-Nya. Memang itu benar dan seharusnya kita semua mengabarkan Injil. Lukas mengilustrasikan hal itu dengan kisah Filipus. Filipus dipilih untuk menjadi diaken. Ini bukan rasul Filipus, ini adalah Filipus orang diaken itu. Di KPR 21:8 dia dinamakan ‘Filipus, penginjil.” Mengapa? Karena dia pergi kemana-mana dan mengabarkan Injil. Ini contoh jika kita setia dengan hal-hal kecil, kita akan diberikan kuasa dalam hal-hal besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Samaria adalah ibu kota kerajaan utara ketika kerajaan itu terbelah dua setelah Salomo. Orang-orang Yahudi, menurut Yohanes 4:9, tidak mau berhubungan sama sekali dengan orang-orang Samaria. Di dalam tahun 722 SM, orang Asyur menaklukkan kerajaan utara dan ibu kota Samaria. Mereka memasukkan penjajah dan orang-orang asing dan berbagai macam orang kafir, dan orang-orang Yahudi yang ditinggalkan disitu menikah dengan mereka dan hasilnya adalah kelompok hibrida orang-orang bidah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Filipus sebagai orang Yahudi sama sekali tidak peduli akan hal itu. Dia tahu bahwa injil harus diberitakan ke ujung dunia dan karena itu dia berkhotbah saja. Ayat 5, “Filipus pergi ke kota Samaria dan memberitakan kepada orang-orang di sana tentang Raja Penyelamat yaitu Kristus yang dijanjikan Allah.” Mengapa dia berkhotbah tentang sang Mesias kepada mereka? Karena mereka percaya akan kedatangan Mesias. Masih ingat kepada siapa Tuhan Yesus pertama kali menyatakan bahwa Dia adalah Mesias? Seorang wanita Samaria di sumur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, “Ketika orang-orang mendengar Filipus berbicara dan mereka melihat keajaiban-keajaiban yang dibuatnya, banyak dari mereka yang memperhatikan apa yang dikatakan oleh Filipus.” Kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat terbentang dari para rasul kepada generasi pertama orang-orang penginjil diaken. Filipus melakukan hal-hal yang dilakukan para rasul, ayat 7, “Sebab roh-roh jahat sudah keluar dengan menjerit-jerit dari banyak orang yang kemasukan setan. Dan orang-orang lumpuh dan timpang pun banyak yang disembuhkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dilakukan setan-setan ketika mereka diperhadapkan kekuatan Kristus. Mengapa Filipus diberi kekuatan untuk melakukan hal-hal seperti itu? Itu untuk menegaskan bahwa pesannya benar. Pada waktu itu masih belum ada Perjanjian Baru. Bagaimana kita dapat membedakan guru benar dari guru palsu? Guru-guru palsu itu ada dimana-mana. Dengan melihat kuasa mereka atas setan-setan, kekuatan atas penyakit dan kekuatan atas kelainan bentuk. Ini semua luar biasa dan kuat sekali dan mereka terpesona.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kata ketiga di KPR 8:8, “Maka orang-orang di kota Samaria itu gembira sekali.” Ini hanya satu cerita dari orang-orang percaya yang terpencar. Stefanus meninggal dan Saulus memulai penganiayaan yang sangat besar. Namun daripada mematikan gereja itu, gereja itu malah berkembang. Satu kesaksian dari satu orang bernama Filipus disampaikan dan seluruh kota mulai bersukacita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah hal itu memberitakan kepada kita? Buah sulung keselamatan adalah suka cita. Ketika orang-orang diselamatkan mereka itu mengalami sukacita yang luar biasa. Yesaya 61:10-11, “Aku bergembira karena Tuhan, hatiku bersuka ria karena Allah. Seperti pengantin pria dan wanita memakai perhiasan serba indah, begitulah Tuhan mengenakan padaku baju keselamatan dan kemenangan. 11 Seperti benih yang ditaburkan akan tumbuh menjadi tanaman, begitulah Tuhan Allah menumbuhkan keselamatan dan semua bangsa akan memuji Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil diberitakan kepada dunia karena orang-orang percaya dianiaya. Nah kita tidak perlu mengharapkan akan ada penganiayaan. Kita tidak perlu menciptakan keadaan dimana kita pasti akan dianiaya. Namun disisi lain, kita tidak perlu takut ada penganiayaan karena menurut sejarah, penganiayaan itu malah menyebabkan tujuan Allah tercapai. Kita perlu tahu bahwa itu mungkin terjadi. Kita perlu ada keberanian dan ada ketegasan dan memberitakan kebenaran itu ditengah penganiayaan dan tahu bahwa Allah akan memakai penganiayaan itu untuk mencapai tujuan ilahi-Nya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jun 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160605</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ckdznf1h</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kematian Stefanus yang Menang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_58d3xvnq"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+7:54-60" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 7:54-60</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita terus melihat laporan yang luar biasa ini pada akhir KPR 7, saat kita pelajari martir Kristen pertama yang dibunuh karena dia bersaksi tentang Kristus. Namanya Stefanus dan kita diperkenalkan di KPR 6. Dia salah satu dari pria yang dipilih untuk melayani di gereja. Dia seseorang yang reputasinya baik, penuh kebijaksanaan dan iman dan Roh Kudus. Dan dia pengkhotbah yang berani sekali yang akhirnya menjadi martir pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus dibawa ke sidang dihadapan Mahkamah Agung Yahudi, yaitu Sanhedrin. Dia telah berkhotbah di sinagog orang Yunani, dimana orang Yahudi dari luar Israel telah memiliki beberapa sinagog di Yerusalem. Jadi Stefanus bukan saja melayani janda-janda seperti yang kita lihat di KPR 6, namun juga pergi ke sinagog orang-orang bebas, dimana ada orang Yahudi dari Kirene dan Aleksandria dan dari Kilikia di Asia, dan disitu dia mengabarkan injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sinagog itu orang-orang berdebat dengan Stefanus. Dan menurut KPR 6:10, “Tetapi mereka tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Stefanus, karena Roh Allah memberikan kepadanya kebijaksanaan untuk berbicara.” Dan karena mereka tidak bisa menang dalam perdebatan itu, mereka menyerang. Di ayat 11 mereka menuduh dia menghujat Musa dan Allah. Dan di ayat 13, mereka menuduh dia menghujat bait Allah dan Hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sekarang di depan Mahkamah Agung dan Imam Besar menanyakannya di KPR 7:1, “Apakah semua yang dikatakan oleh orang itu benar?” Jadi jawaban Stefanus mulai dari KPR 7:2 sampai ke ayat 53. Pertama dia menunjukkan bahwa dia bukan penghujat Allah namun orang yang percaya Allah. Dia juga bukan penghujat Musa, namun menyetujui bahwa apa yang Allah memberikan kepada Musa adalah nubuatan ilahi. Dia bukan penghujat hukum Taurat karena dia menganggap hukum itu benar-benar hukum Allah. Dan dia juga penghujat bait Allah. Jadi dia membela dirinya dari empat tuduhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada waktu yang sama dia sekarang menuduh Mahkamah Agung Yahudi, Sanhedrin itu, dan semua orang Yahudi yang berkumpul disitu. Dan dia mengatakan bahwa sebenarnya kalian bersama nenek moyangmu justru yang menghujat Allah. Kalian bersama bapak leluhurmu telah menghujat Musa. Kalian bersama nenek moyangmu telah menghujat Hukum Taurat dalam pengabaian dan ketidaktaatan. Kalian adalah penghujat bait Allah karena seperti dikatakan Yesus di Matius 21:13, kalian telah menjadikannya sarang penyamun!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Stefanus mengakhiri khotbahnya di ayat 51-53, “Bukan main keras kepala Saudara-saudara dan begitu sukar taat kepada Allah! Kupingmu tuli sekali terhadap perkataan Allah! Kalian sama dengan nenek moyangmu; selalu melawan Roh Allah! 52 Apa ada nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh utusan-utusan dari Allah yang dahulu kala sudah mengumumkan bahwa Hamba Allah yang benar itu akan datang. Dan sekarang kalian mengkhianati dan membunuh Hamba Allah itu. 53 Malaikat-malaikat sudah menyampaikan perintah Allah kepadamu tetapi kalian tidak menurutinya!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sekarang ayat 54-60, “Begitu anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya yang dikatakan oleh Stefanus, mereka sakit hati dan marah sekali kepadanya. 55 Tetapi Stefanus yang dikuasai oleh Roh Allah, memandang ke langit. Ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di tempat berkuasa di sebelah kanan Allah. 56 "Lihat," kata Stefanus, "saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!" 57 Anggota-anggota mahkamah itu menutup telinga mereka sambil berteriak-teriak, lalu serentak menyerang Stefanus. 58 Mereka menyeret dia ke luar kota kemudian melemparinya dengan batu. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu menitipkan pakaian mereka pada seorang muda yang bernama Saulus. 59 Sementara mereka melempari Stefanus, Stefanus berseru, "Tuhan Yesus, terimalah rohku!" 60 Lalu ia berlutut dan berteriak dengan suara yang keras, "Tuhan, janganlah dosa ini ditanggungkan ke atas mereka!" Sesudah mengatakan begitu ia pun mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saulus mendukung pembunuhan Stefanus. Dan pada hari itu penganiayaan besar mulai terhadap gereja di Yerusalem. Dan akibat itu mereka semua tersebar di daerah-daerah Yudea dan Samaria, kecuali para rasul. Ada beberapa orang yang setia yang menguburkan Stefanus dengan ratapan keras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Korban sebenarnya adalah mereka yang membunuh Stefanus yang menentukan nasib mereka sendiri. Sebenarnya Stefanus adalah pemenang. Hanya kelihatannya keadaannya terbalik. Stefanus baru memberikan pembelaannya, khotbah yang benar luar biasa. Dan pada akhirnya dia datang kepada Yesus, sang Mesias, dan seluruh Israel menunjukkan bahwa merekalah yang menghujat Allah, Musa, Hukum Taurat dan Bait Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia itu penuh amarah, dengan melakukan yang terburuk yang hanya menimbulkan yang terbaik dari dalam abdi Allah. Stefanus menghadapi mereka penuh keberanian dengan menyerang mereka dengan Firman memakai pedang Roh, dan dia menusuk mereka ke dalam jiwa-jiwa mereka. Dan mereka membunuhnya oleh karena itu, namun dia dihormati Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah kontrasnya. Mereka penuh amarah namun Stefanus dipenuhi Roh. Kita dapat melihat itu di ayat 54 dan bagian pertama ayat 55, “Begitu anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya yang dikatakan oleh Stefanus, mereka sakit hati dan marah sekali kepadanya. 55 Tetapi Stefanus yang dikuasai oleh Roh Allah memandang ke langit.” Ketika Stefanus mulai khotbahnya, Stefanus setuju dengan mereka karena mereka percaya Firman Perjanjian Lama. Mereka mendengar dan setuju ketika dia menegaskan kepercayaannya dengan Allah yang benar dan Musa, dan hukum Taurat dan bahkan tempat ibadah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mulai dengan melafalkan sejarah mereka, namun pada waktu penekanan argumennya menjadi lebih jelas, minat mereka berpaling ke kemarahan. Mereka menuduhnya menghujat namun dia membalikannya semua dan malah menuduh mereka dan itu menyebabkan mereka sangat marah. Panah-panah kebenaran Allah demi kuasa Roh Allah melalui keberanian pengkhotbah Yahudi ini menyebabkan kemarahan mutlak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Neraka tidak menghasilkan penyesalan, itu menghasilkan amarah. Karena itu keadaannya kekal, karena mereka terus menerus berdosa. Kemarahan mereka terhadap Allah tidak pernah berkurang. Neraka penuh orang-orang yang marah sekali, marah karena keputusan-keputusan yang mereka ambil, marah terhadap yang menempatkan mereka disitu. Jika Anda tidak mau mendengar injil, penghakiman pun tidak dapat menghilangkan kemarahan seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Wahyu, marilah kita melihat Tribulasi besar ketika hukuman-hukuman Allah datang ke dunia, penghakiman dibawah segel-segel dan dibawah trompet dan wadah-wadah. Coba kita melihat contoh di Wahyu 9:20, dimana dikatakan, “Tetapi sisa dari umat manusia yang tidak terbunuh oleh bencana-bencana itu pun, tidak pula bertobat dari perbuatan tangan mereka sendiri. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala emas, perak, tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar, ataupun berjalan. 21 Mereka tidak pula bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat, yaitu pembunuhan, ilmu-ilmu gaib, percabulan dan pencurian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu 16:8-11, “Setelah itu malaikat keempat menuang isi wadahnya ke matahari, maka matahari pun dibolehkan menghanguskan manusia dengan panasnya yang hebat itu. 9 Manusia dihanguskan oleh panas teriknya, dan mereka mengutuki nama Allah, yang berkuasa atas bencana-bencana tersebut. Meskipun begitu, mereka tidak mau bertobat dari dosa-dosa mereka dan tidak mau memuji kebesaran Allah. 10 Lalu malaikat kelima menuang isi wadahnya ke takhta binatang itu. Maka seluruh kerajaan binatang itu menjadi gelap, dan manusia menggigit lidah karena kesakitan. 11 Lalu mereka mengutuki Allah di surga karena mereka kesakitan dan karena bisul-bisul mereka. Tetapi mereka tidak juga bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus menyalahkan mereka sebagai penghujat dan itu menimbulkan amarah mereka. Mereka terkutuk karena mereka terus menerus menolak. Mereka telah mengeraskan hati mereka melawan kebenaran. Mereka menolak kesaksian dan khotbah-khotbah injil para rasul. Mereka menolak pesan, pelayanan dan mujizat-mujizat Petrus dan Stefanus. dan penolakan mereka begitu mendalam sehingga satu-satunya tanggapan terhadap tuduhan lain adalah amarah mutlak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan ledakan tiba-tiba, ini ketegangan yang berkembang semakin tinggi semakin lama Stefanus berkhotbah. Pejabat-pejabat ini belum pernah menghadapi tawanan seperti ini. Dia berbicara bukan sebagai tawanan melainkan sebagai hakim. Dia lebih seperti pendakwa dari pada yang terdakwa. Hati nuraninya membawa dia sampai saatnya dimana biaya sebesar apapun dia berani bayar untuk menyatakan keyakinannya. Stefanus tidak lagi berdiri dihadapan mahkamah yang teratur, tetapi suatu massa yang pikirannya sudah kacau penuh kebencian dan emosi, dan mereka hanya ingin membunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak mau ada orang yang mengekspos dan menunjukkan betapa dalam dosa-dosa mereka. Ini reaksi Iblis. Herodias membunuh Yohanes Pembaptis karena dia menunjukkan dosanya dan menyalahkan dia. Orang-orang Farisi menyalibkan Yesus Kristus karena Dia menyalahkan mereka dan membuka kemunafikan mereka. Orang-orang Yahudi bertindak dengan cara yang sama terhadap para rasul. Dan Stefanus adalah orang pertama dari banyak orang yang berani membuka dosa-dosa dan mati di tangan orang yang dibuka dosanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus selalu dipenuhi Roh Kudus. Selama orang Kristen dimartir sepanjang sejarah gereja, tidak ada satu orangpun yang mati penuh amarah, yang ingin memusnahkan semua orang yang menganiaya mereka. Setiap kisah orang dimartir selalu menunjukkan suatu damai yang indah, tenang dan supranatural dan kekuatan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada tambahan lagi. 1 Petrus 4:14 mengatakan, “Kalian beruntung kalau kalian dihina sebab kalian diberkati Kristus, karena Roh yang mulia dan Roh Allah, ada padamu.” Ada sesuatu yang terjadi pada jam kemartiran dimana ada porsi ganda Roh Kudus. Bukan saja ada Roh Kudus yang hidup di dalam setiap orang percaya, namun juga ada anugerah khusus dan kemuliaan yang dikaruniakan kepada martir itu yang ada dibawah ancaman hidup berat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 12:11 Yesus mengatakan, “Kalau kalian dibawa ke rumah-rumah ibadat untuk diadili di hadapan pemerintah atau penguasa, janganlah khawatir mengenai bagaimana kalian harus membela diri atau mengenai apa yang harus kalian katakan. 12 Sebab apa yang kalian harus katakan itu akan diajarkan oleh Roh Allah kepadamu pada waktunya.” Sebenarnya ada tiga porsi Roh Kudus. Pertama, Anda didiami Roh Kudus; kedua, Anda diberkati Roh Kudus yang memberikan anugerah dan kemuliaan; dan ketiga, bahkan pada saat kita memerlukannya kita diberi apa yang harus kita katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ada kontras-kontras lain. Mereka memiliki kebutaan rohani, dibanding Stefanus diberi penglihatan rohani. Stefanus melihat di ayat 55-56, “kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di tempat berkuasa di sebelah kanan Allah. 56 "Lihat," kata Stefanus, "saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!” Dibanding dengan orang-orang Yahudi yang di ayat 57, “menutup telinga mereka sambil berteriak-teriak, lalu serentak menyerang Stefanus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat luar biasa, Stefanus dapat melihat kemuliaan Allah. Dia melihat apa yang dilihat Adam dan Hawa di taman pada waktu mereka berjalan dan berbicara dengan Allah. Dia melihat apa yang dilihat Yesaya dalam visi di Yesaya 6 ketika Tuhan duduk diatas takhta-Nya yang tinggi dan mulia. Dia melihat apa yang dilihat Paulus ketika dia di 2 Korintus 12:2 diangkat ke surga ketiga. Dia melihat apa yang Musa melihat pada waktu dia naik gunung dan dia dapat melihat kemuliaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melihat apa yang Petrus, Yakobus dan Yohanes melihat di gunung pada waktu mereka ada di gunung transfigurasi. Tetapi bukan saja kemuliaan Allah yang dia lihat. Dia melihat Yesus disebelah kanan Allah. Allah menyatakan dirinya dalam sinar terang. Stefanus melihat terang itu dan berdiri disebelah kanan terang itu dia melihat Yesus. Seperti dikatakan di Markus 16:19, “Setelah Tuhan Yesus berbicara dengan mereka, Ia diangkat ke surga dan duduk disebelah kanan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disini ada sesuatu yang aneh. Semua referensi mengenai Tuhan di Injil dan juga di buku Ibrani menunjukkan Dia duduk dalam kemuliaannya di sebelah kanan Allah, tempat kehormatan, kekuasaan dan keagungan. Namun disini Kristus yang telah diangkat kelihatan berdiri. Mengapa? Karena Dia mengasihi hamba-hamba-Nya yang menderita. Dia berdiri untuk menyambut Stefanus, salah satu umat-Nya, untuk masuk ke dalam surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam keadaan krisis itu, Allah membuka bagi dia suka cita yang begitu besar sehingga penderitaannya saat itu tidak dapat dibandingkan. Jadi orang kudus yang mau mati ini mulai mengalami surga, kemudian dia melihat kemuliaan Allah dan kemudian Anak Manusia, Yesus yang berdiri dibelah kanan Allah untuk menyambut dia. Jadi Stefanus mengatakan di ayat 56, “saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata-kata itu pernah didengar Sanhedrin karena Yesus Kristus telah mengatakan hal yang sama. Markus 14:61-62, “Lalu imam agung itu bertanya sekali lagi kepada-Nya, "Apakah Engkau Raja Penyelamat, Anak Allah Mahakudus?" 62 "Akulah Dia," jawab Yesus, "dan kamu semua akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa dan datang dalam awan dari langit!” Dan menurut mereka itu adalah penghujatan terakhir dari Yesus. Dan karena itu mereka membunuh-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini terdapat kesaksian hidup dari Stefanus bahwa Anak Manusia itu berada di tempat dimana Ia menubuatkan Dia akan pergi. Dan ini merupakan penghujatan yang paling menyolok bagi orang-orang Yahudi. Dan mereka harus membunuh Stefanus kecuali mereka mau mengaku bahwa mereka bersalah terhadap Yesus. Stefanus memiliki penglihatan rohani namun mereka buta total. Bahkan Yesus menamakan mereka pemimpin buta orang buta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak mau tahu kebenaran Allah. Seperti dikatakan di ayat 51 mereka itu hatinya seperti batu dan keras kepala. Mereka sengaja tidak mau tahu dan sekarang mereka juga buta secara hukum. Karena itu di Roma 11:8 dikatakan apa yang tertulis di Yesaya 6, bahwa “Allah membuat hati dan pikiran mereka menjadi bebal; dan sampai saat ini mata mereka tidak dapat melihat dan telinga mereka tidak dapat mendengar.” Mereka tidak mau bertobat dan karena itu mereka tidak dapat diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pasangan kontras ketiga, yaitu kontras diantara kematian dan hidup. Mereka membunuhnya namun bagi Stefanus ini hanya pintu masuk ke surga. Ayat 58-59, “Mereka menyeret dia ke luar kota kemudian membunuhnya dengan melempar batu. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu menitipkan pakaian mereka pada seorang muda yang bernama Saulus. 59 Sementara mereka terus melempari Stefanus, Stefanus berseru, "Tuhan Yesus, terimalah rohku!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan dalam kemarahan mereka, mereka tetap ingin mengikuti hukum seperti diharuskan di Imamat 24 bahwa setiap orang yang dibunuh dengan batu harus dibunuh diluar kota. Dan di Imamat 24 dikatakan bahwa hukuman penghujatan yang tepat adalah pembunuhan dengan batu. Namun sebenarnya mereka tidak berhak untuk membunuh siapapun. Hanya orang Roma berhak untuk melakukan itu. Namun mereka mengabaikan hal itu sama sekali. Mereka pasti memiliki dua atau tiga saksi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ulangan 17:7 mengatakan bahwa tangan saksi itu adalah yang pertama-tama harus mematikan orang itu. Dan setelah itu baru tangan orang lain. Tetapi batu-batu pertama tidak berhasil membunuh Stefanus dan batu-batu dari saksi kedua juga tidak membunuhnya. Karena ayat 59 mengatakan sementara mereka terus melampari Stefanus dengan batu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 58, mereka menitipkan pakaian mereka supaya mereka dapat melempar batu-batu itu lebih akurat dan lebih keras. Dan mereka menitipkan pakaian mereka kepada seseorang muda bernama Saulus. Jauh lebih baik untuk meninggalkan dunia ini dan berada bersama Kristus. Tuhan Yesus terimalah rohku! Pada dasarnya itu juga yang dikatakan Tuhan di kayu salib di Lukas 23:46, “Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan Roh-Ku!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu lagi kontras pada akhirnya diantara kebencian dan kasih. Tentu saja kita melihat kebencian mereka selama pembunuhan dengan batu itu. Namun ditengah segala kebencian itu, kita dapat melihat keindahan kasih. Ayat 60, “Lalu ia berlutut dan berteriak dengan suara yang keras, "Tuhan, janganlah dosa ini ditanggungkan ke atas mereka!" Sesudah mengatakan begitu ia pun mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah sebenarnya puncak kesaksian Stefanus. Dia sambil berlutut mulai berdoa. Dia berdoa untuk pengampunan bagi mereka. Ini sama seperti apa yang dilakukan Tuhan kita di kayu salib di Lukas 23:34, “Bapa, ampunilah mereka! Mereka tidak tahu apa yang mereka buat.” Ini doa yang luar liasa. Betapa besar kasihnya dan betapa manis anugerah Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 May 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160529</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/58d3xvnq</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Khotbah Stefanus yang Kuat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_6k9897a2"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+7:18-53" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 7:18-53</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita tiba di KPR 7, Stefanus sedang diadili di hadapan Mahkamah Agama Israel. Dia berdiri sendiri tanpa pengacara disampingnya untuk membela dirinya melawan empat tuduhan penghujatan itu. Namun dia tidak puas untuk hanya membela dirinya, dia akan menuduh mereka. Dia akan menyalahkan Mahkamah Sanhedrin Israel dan dia akan dibunuh karena itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja sudah memproklamirkan bahwa Kristus hidup, dan Dia adalah sang Mesias dan Juruselamat. Dan sekarang pengetahuan itu sudah disebarkan diseluruh kota melampaui Yesus dan kesebelas murid-murid-Nya. Secara harfiah kabar itu ada dimana-mana di Yerusalem dan mereka memakai tempat ibadah sebagai tempat pertemuan. Orang-orang Yahudi sudah berkali-kali mencoba untuk membungkamkan orang Kristen itu. Mereka sudah berusaha sekuat mungkin dan sekarang mereka akan membunuh untuk hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Stefanus melihat sidang ini sebagai kesempatan untuk berdiri dihadapan badan pemimpin agama yang tertinggi di Israel, Sanhedrin itu, dan berbicara kebenaran kepada mereka. Dan untuk membalikkan tuduhan-tuduhan itu dan menyalahkan mereka sebagai penghujat nyata. Jadi pada waktu dia berbicara dengan orang-orang Yahudi dia mulai dengan Perjanjian Lama. Dan dia membangun seluruh pembelaannya dan tuduhannya berdasarkan sejarah Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus membela dirinya dalam empat kategori: Allah, Musa, Hukum Taurat dan tempat Ibadah. Jadi di permulaan KPR 7:2 dia mengatakan, “Saudara-saudara dan Bapak-bapak! Coba dengarkan saya,” dan dia menyebut Allah sebagai, “Allah yang mulia.” Dia menceritakan Allah memperlihatkan diri-Nya kepada Abraham waktu di Mesapotamia, dan dia menceritakan sejarah dimana Allah menjanjikan Abraham tanah dan suatu bangsa melalui perjanjian Abraham itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengingatkan mereka bahwa bahkan nenek moyang mereka sendiri menolak pemimpin yang diberi Allah. Mereka menolak Yusuf yang diberikan kepada mereka sebagai pemimpin. Jadi penghujat-penghujat di zaman dulu itu adalah nenek moyang mereka sendiri yang menolak Yusuf. Saudara-saudaranya menjualnya sebagai budak dan setelah itu datang dan menolak dia lagi. Sejarah penolakan itu memang adalah bagian dari sejarah bapak-bapak leluhur Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 17, “Ketika sudah hampir waktunya.” Pada waktu akhir 400 tahun yang telah ditentukan itu, sudah tiba waktunya untuk masuk ke Tanah Perjanjian. Semua patriark sudah meninggal. Ini sesuai dengan Ibrani 11:13, “Semua orang itu tetap beriman sampai mati tanpa menerima hal-hal yang dijanjikan Allah.” Namun sekarang sudah tiba waktunya Allah akan menggenapkan janji-Nya. Mereka sudah menjadi komunitas besar dan mereka menjadi ancaman serius.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 18 mengatakan, “Akhirnya seorang raja lain yang tidak mengenal Yusuf, memerintah di Mesir.” Dia tidak tahu betapa besar Yusuf itu, dan betapa baik dia sebagai pemimpin, dan betapa terhormat dia itu. Sampai dia menentukan untuk menjadikan mereka budak saja karena dia takut mereka menjadi ancaman besar. Karena dia ketakutan, dia memakai semua cara licik yang mungkin untuk memusnahkan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19, “Raja itu mempermainkan bangsa kita dan kejam terhadap nenek moyang kita. Ia memaksa mereka membuang bayi-bayi mereka yang baru lahir supaya terlantar dan mati.” Firaun itu menentukan bahwa cara terbaik untuk memperlambat pertumbuhan mereka adalah dengan membunuh semua bayi-bayi mereka. Semua informasi itu terdapat di Keluaran 1. Keluaran 1:22, “Tiap anak laki-laki orang Ibrani yang baru lahir harus dibuang ke dalam Sungai Nil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun rencana Allah itu berbeda. Ayat 20-23, “Pada masa itulah Musa lahir; ia bayi yang bagus sekali. Tiga bulan lamanya ia dipelihara di rumah bapaknya, 21 dan setelah ia dibuang, putri Firaun mengambil dia, lalu memelihara dia sebagai anaknya sendiri. 22 Segala ilmu bangsa Mesir diajarkan kepadanya dan ia menjadi orang yang sangat berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. 23 Waktu Musa berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk pergi melihat keadaan bangsanya orang Israel.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat Musa usianya hampir 40, Allah menggerakkan hatinya. Dia tahu dia berasal dari mana. Kakak Musa telah mengatur baginya untuk dirawat oleh ibunya sendiri, yang memastikan dia belajar mengenal Allah Israel yang benar dan darimana dia berasal sebenarnya dan milik siapakah dia pada akhirnya. Dan sekarang pada umur 40 dia mengingat nasib bangsanya yang sedang dilecehkan Firaun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 24, “Lalu ia melihat seorang dari mereka dianiaya oleh seorang Mesir; maka ia membela orang yang dianiaya itu dengan membunuh orang Mesir itu.” Bahkan bukan saja Musa membunuhnya, dia menguburnya di pasir. Disini ada seorang pembela Israel yang ingin menjadi pembebas Israel untuk menghilangkan kesakitan dan penderitaan mereka dan untuk menolong mereka dalam kesusahan mereka. Namun bukan itu tanggapan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25, “Musa menyangka bangsanya akan mengerti bahwa Allah sedang memakai dia untuk membebaskan mereka. Tetapi ternyata mereka tidak mengerti.” Jadi yang tidak mengerti Allah adalah orang-orang Israel. Merekalah yang memberontak melawan Allah. Mereka yang telah membunuh utusan-utusan Allah itu. Mereka menolak Yusuf pada mulanya, dan mereka menolak Musa pada mulanya sama seperti mereka menolak Yesus pada mulanya. Jadi tuduhan bahwa dia menghujat Musa tidak masuk akal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia membalikkan tuduhan mereka dan menyalahkan Israel karena mereka melakukan hal yang sama yang dilakukan terhadap Yusuf, yaitu menolak pembebas-pembebas dari Allah. Ayat 26, “Besoknya ia melihat pula dua orang Israel berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka. Ia berkata, 'Kalian ini bersaudara mengapa kalian berkelahi?” Dia benar-benar seorang pembebas. Inilah yang dapat diharapkan seorang pemimpin, seseorang yang sanggup mengalahkan dan mengubur musuh dan mendatangkan damai. Namun lihatlah tanggapan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27-28, “Tetapi orang yang memukul kawannya itu mendorong Musa ke pinggir lalu berkata, 'Siapa yang mengangkat kau menjadi pemimpin dan hakim kami? 28 Apa kau mau membunuh saya juga seperti kau membunuh orang Mesir itu kemarin?” Inilah budak yang menyingkirkan Musa. Musa itu ditolak. Dia telah menyelamatkan satu jiwa. Dia datang sebagai pendamai namun sekarang dia diperhadapkan sebagai seorang kriminal. Tentu saja, dia ingin menyembunyikan kejadian itu. Karena itu dia mengubur mayat itu. Nah sekarang umatnya sendiri menyebarkan kenyataan itu. Musa tidak ada pilihan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 29, “Ketika Musa mendengar apa yang dikatakan oleh orang itu, Musa lari dari Mesir lalu tinggal di negeri Midian. Di sana ia mendapat dua orang anak.” Mereka tidak menerima dia sebagai seorang pembebas. Tujuan Stefanus adalah bahwa Israel selalu menolak. Yang menghujat adalah Israel. Sekali lagi Israel menolak pembebas yang diurapi Allah sama seperti pada waktu Yusuf. Dan itu terjadi lagi pada waktu mereka menolak Yang Benar di ayat 51. Jadi Musa meninggalkan mereka dan 40 tahun berlalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30, “Empat puluh tahun kemudian seorang malaikat datang kepada Musa di padang gurun dekat Gunung Sinai. Malaikat itu datang di dalam api pada belukar yang sedang menyala.” Karena itu sesudah semuanya selesai ada total 430 tahun. Israel menghujat Musa dan karena itu juga menghujat Allah sehingga penebusan itu ditunda selama 40 tahun lagi. Jadi apakah dilakukan Musa selama 40 tahun itu? Nah dia bertemu dengan anak perempuan Jetro yang namanya adalah Zipora. Dia menikah dan memiliki keluarga disana. Kemudian datanglah malaikat itu pada saat ada belukar menyala di Keluaran 3 dan dia ditugaskan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 31-34, “Musa heran melihat hal itu, sehingga ia pergi dekat-dekat untuk mengetahui apa itu. Lalu ia mendengar suara Tuhan berkata, 32 'Akulah Allah nenek moyangmu; Aku Allah dari Abraham, Ishak, dan Yakub.' Musa gemetar ketakutan sehingga tidak berani lagi melihat kepada belukar itu. 33 Kemudian Tuhan berkata pula, 'Lepaskan sandal yang kaupakai itu, sebab tanah di tempat kau berdiri itu adalah tanah yang suci. 34 Aku sudah melihat dan memperhatikan pahitnya penderitaan umat-Ku di Mesir. Aku sudah mendengar keluhan mereka dan Aku turun untuk membebaskan mereka. Sekarang, mari! Aku akan mengutus engkau kembali ke Mesir.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu setia dan Dia akan membebaskan umat-Nya. Dan tempat itu kudus karena Allah ada disitu. Stefanus mengatakan di ayat 35, “Musa inilah Musa yang tidak diakui oleh bangsa Israel dan yang ditolak dengan perkataan ini, 'Siapa yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim kami?' Tetapi justru dialah orang yang diutus Allah untuk menjadi pemimpin dan penyelamat, dengan bantuan dari malaikat yang datang kepadanya di belukar yang menyala itu.” Mereka menolak Yusuf pada pertama kalinya dan dia datang sebagai pembebas pada saat kedua. Mereka menolak Musa dan dia datang untuk kedua kalinya sebagai pembebeas. Mereka menolak Kristus pada mulanya dan Dia akan kembali sebagai Juruselamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 36, “Musa itulah yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dengan melakukan keajaiban-keajaiban dan hal-hal luar biasa di Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun selama empat puluh tahun.” Stefanus menunjukkan kepada orang-orang Yahudi bahwa pola mereka terus menerus adalah menolak pembebas-pembebas Allah. Mereka bangga dalam kasih mereka terhadap nenek moyang mereka, namun bapak-bapak leluhur mereka justru telah menolak Yusuf dan Musa langsung. Dan Stefanus menyalahkan mereka karena penolakan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 37, “Dialah juga Musa yang berkata kepada bangsa Israel, 'Allah akan memberikan kepadamu seorang nabi yang dipilih dari antaramu sendiri, sama seperti Ia memilih aku.” Mereka semua tahu nubuatan Mesias dari Ulangan 18:15. Musa adalah pembebas bagi umatnya sendiri, demikian pula Yesus. Musa turun dari kedudukan di istana dan menjadi budak untuk menyelamatkan budak, demikian juga Yesus. Musa mengorbankan diri dan ditolak, demikian pula Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa kembali untuk kedua kalinya untuk menebus umatnya dan menuntun mereka ke Tanah Perjanjian, dan Yesus akan melakukan hal yang sama. Stefanus sebagai orang yang percaya Yesus Kristus, menghormati Musa lebih dari pada orang lain. Stefanus dengan demikian menjawab tuduhan bahwa dia menghujat Musa. Dia malah memuji Musa dan menghormati Musa. Namun yang paling penting dia percaya orang Yang dibicarakan Musa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan ketiga adalah bahwa dia menghujat Hukum Taurat. Setelah mereka meninggalkan Mesir, setelah Musa memimpin mereka menyeberang Laut Merah, dan masuk padang gurun selama empat puluh tahun, disitulah Musa menerima hukum Taurat itu. Ayat 38, “Musalah yang di tengah-tengah bangsa Israel di padang pasir, menjadi perantara untuk malaikat yang berbicara kepadanya di Gunung Sinai dan dengan nenek moyang kita. Dialah yang menerima dari Allah berita yang hidup untuk disampaikan kepada kita.” Itu ada di Keluaran 19.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ‘oracle’ itu? Itu pernyataan dari Allah. Mengapa dikatakan itu hidup? Karena Ibrani 4:12 mengatakan, “Perkataan Allah adalah perkataan yang hidup dan kuat; lebih tajam dari pedang bermata dua. Perkataan itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh; sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum, sehingga mengetahui sedalam-dalamnya pikiran dan niat hati manusia.” Hukum yang datang kepada Musa di Sinai adalah wahyu spiritual dari surga. Stefanus mengerti bahwa Allah adalah pengarangnya, malaikat adalah para penengah dan Musa adalah penerima.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan bahwa Lima Kitab Musa itu dituliskan Musa melalui inspirasi dan kebenaran itu semua datang dari Allah. Ini adalah hukum Allah dan itu hidup dan berkuasa. Dia bukan penghujat Hukum Taurat, Dan disini datanglah lagi tuduhna terhadap mereka lagi di ayat 39-40, “Sekalipun begitu nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya. Mereka menolak dia dan ingin kembali ke Mesir. 40 Mereka berkata kepada Harun, 'Buatlah dewa-dewa untuk kami, supaya dewa-dewa itu memimpin kami. Sebab kami sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan si Musa itu yang membawa kami keluar dari Mesir!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nenek moyang kita yang tidak mau taat kepada Musa, dan dalam hati mereka sudah berbalik kepada Mesir. Apakah mereka sudah lupa bahwa Allah menyediakan jalan ditengah lautan dan menenggelamkan seluruh pasukan tentara Mesir? Baru saja Musa naik ke gunung dan mereka sudah melupakannya dan mereka ingin kembali kepada penyembahan berhala mereka. Jadi siapakah para penghujat sebenarnya? Ya mereka adalah orang-orang yang tidak taat, yang hati mereka berpaling ke Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitulah di kaki gunung Sinai dimana mereka mulai sejarah penyembahan berhala mereka. Mereka menunjukkan sampai dimana mereka peduli hukum Taurat itu. Apakah yang diperintahkan Hukum Taurat itu? Keluaran 20:3, “Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.” dan apakah yang mereka perbuat? Ayat 41, “Lalu pada waktu itu mereka membuat sebuah patung anak lembu, kemudian mereka mempersembahkan kurban kepada patung itu dan mengadakan pesta untuk memuja barang buatan mereka sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 42, “Maka Allah meninggalkan mereka dan membiarkan mereka menyembah bintang-bintang di langit. Itu sesuai dengan apa yang tertulis dalam buku nabi-nabi. Begini, 'Hai orang-orang Israel! Bukannya untuk Aku kamu menyembelih dan mengurbankan binatang selama empat puluh tahun di padang pasir.” Ayat 43 menyimpulkan semua itu, “Kemah berhala Molokhlah yang kamu bawa-bawa bersama-sama dengan patung bintang berhalamu, yaitu Refan; itulah patung yang kamu buat untuk disembah. Oleh sebab itu Aku akan membuang kamu sampai jauh ke seberang di negeri Babel.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya dia menjawab tuduhan bahwa dia menghujat tempat ibadah itu. Mulai di ayat 44-47, “Kemah tempat Allah datang kepada manusia terdapat pada nenek moyang kita di padang gurun. Kemah itu dibuat atas perintah dari Allah kepada Musa dan menurut contoh yang diperlihatkan Allah kepada Musa. 45 Kemudian kemah itu dibawa selanjutnya oleh nenek moyang kita pada waktu mereka dengan Yosua pergi merebut negeri kita ini dari kekuasaan bangsa-bangsa yang diusir Allah di hadapan mereka. Kemah itu berada di situ sampai zaman Daud. 46 Daud menyenangkan hati Allah dan minta kepada-Nya supaya ia diizinkan membuat suatu rumah untuk Allah yang disembah Yakub itu. 47 Tetapi Salomolah yang mendirikan rumah untuk Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 48, “Namun Allah Yang Mahatinggi tidak tinggal di dalam rumah yang dibuat manusia; sebab di dalam buku nabi tertulis begini.” Dan dia mengutip Yesaya 66:1-2 di ayat 49-50, “'Langit adalah takhta-Ku, dan bumi alas kaki-Ku. Rumah apakah hendak kamu dirikan untuk Aku? Di manakah tempat untuk Aku beristirahat? 50 Bukankah Aku sendiri yang menjadikan segala sesuatu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktunya Stefanus menghadap Sanhedrin, mereka menyembah gedungnya dan bukan Allah. Tempat-tempat ibadah selalu sementara saja. Pada permulaan ada kemah, kemudian ada bait Salomo, kemudian ada bait Zerubabel kemudian ada bait Herodes dan setelah itu dikutuk Yesus itu juga dihancurkan. Jadi Stefanus akhirnya menyalahkan mereka karena mereka membunuh Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 51-53, “Bukan main keras kepala Saudara-saudara dan begitu sukar taat kepada Allah! Kupingmu tuli sekali terhadap perkataan Allah! Kalian sama dengan nenek moyangmu; selalu melawan Roh Allah! 52 Apa ada nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh utusan-utusan dari Allah yang dahulu kala sudah mengumumkan bahwa Hamba Allah yang benar itu akan datang. Dan sekarang kalian mengkhianati dan membunuh Hamba Allah itu. 53 Malaikat-malaikat sudah menyampaikan perintah-perintah Allah kepadamu tetapi kalian tidak menurutinya!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika pengkhotbah seperti Stefanus, yang hanya menjadi orang percaya Yesus Kristus selama beberapa bulan saja, dapat berkhotbah dengan keberanian seperti itu, moga-moga Tuhan memberikan generasi ini banyak orang seperti Stefanus. Perjanjian Baru bukanlah Yudaisme, ini sesuatu yang baru. Allah harus disembah dalam roh dan kebenaran, dimana saja, oleh siapa saja dan kapan saja. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 May 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160522</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/6k9897a2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembelaan Kristus oleh Stefanus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_61615icn"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+7:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 7:1-16</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 7 adalah cukup panjang, namun ini tidak dimaksudkan untuk dipelajari dalam setiap detail. Inilah gambaran besar saja sehingga kita akan mempelajarinya dalam beberapa minggu saja. Kita akan melihat bagaimana semua itu terungkap. Salah satu hal yang adalah kewajiban setiap orang Kristen terdapat di 1 Petrus 3:15, “Hendaklah kalian selalu siap untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang bertanya mengenai harapan yang kalian miliki dengan lemah lembut dan hormat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita selalu harus dapat membela kepercayaan kita. Orang Kristen yang efektif adalah seseorang yang dapat mengartikulasikan kebenaran dan membela apa yang dia percaya secara Alkitabiah dan wajar. Kita menamakan hal itu ilmu pembelaan. Apakah kita meminta maaf? Tidak. Ini datangnya dari kata Yunani apologia. Ini berarti berbicara dalam pembelaan atau membela. Ilmu pembelaan ini adalah kata-kata yang membela iman kita yang berdasarkan kebenaran Alkitabiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Stephanus membela kepercayaannya dan itu semua datangnya dari Perjanjian Lama. Dia telah mengerti bahwa keseluruhan Perjanjian Lama itu membawa kita kepada Yesus Kristus. Pada waktu permulaan para murid tidak mengerti tujuan Perjanjian Lama itu. Di dalam empat Injil mereka tidak mengacu kepada Perjanjina Lama sama sekali. Namun setelah Kristus mengajarkan mereka Perjanjian Lama itu, mereka dipenuhi kutipan-kutipan ayat Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Stefanus mulai memberi pembelaan Allah dari saat ada penciptaan dan menuju kepada apa yang dinyatakan di Firman Allah. Ini perlu bagi kita semua, namun khususnya bagi mereka dalam bidang kepemimpinan rohani. Di Titus 1:9 kita mendapatkan prinsip-prinsip, standar-standar, sifat karakter dan persyaratan bagi mereka yang memimpin di gereja. Mereka harus, “berpegang teguh pada ajaran yang dapat dipercaya, seperti yang sudah diajarkan kepadanya. Dengan demikian ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran yang benar, dan menunjukkan kesalahan orang-orang yang menentangnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Titus 1:10 mengatakan, “Sebab banyak orang yang suka memberontak, terutama orang-orang yang tadinya beragama Yahudi; mereka menipu orang lain dengan omong kosong mereka.” Bagaimana kita dapat membungkamkan seorang penipu? Kita membungkamkannya dengan kebenaran. Mengapa? Ayat 11, “Sebab mereka mengacaukan banyak keluarga dengan ajaran-ajaran yang tidak-tidak. Mereka melakukan itu hanya karena mau mencari untung yang tidak pantas!” Kita tahu itu biasa dilakukan guru-guru palsu, namun sedihnya ada orang-orang yang bertanggung jawab atas kebenaran yang masih mengajar kesalahan demi uang juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memproklamirkan kebenaran. Dan dia membela kebenaran dengan membuka kedok kesalahan. Filipi 1:7, “Memang pada tempatnya saya mempunyai perasaan seperti itu terhadap kalian, sebab Saudara semuanya selalu dekat di hati saya. Juga sebab kalian turut menerima bersama-sama saya, anugerah yang Allah berikan kepada saya; baik sekarang ini sementara saya di dalam penjara maupun pada waktu saya berada di luar untuk membela dan mempertahankan Kabar Baik itu.” Injil dikonfirmasikan secara positif dan dia membela Injil secara negatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus adalah pembela besar dari kepercayaan Perjanjian Baru, namun ada pembela iman yang lain sebelum Paulus. Stefanus juga memberi khotbah yang membela dan menjadi konfirmasi injil. Dia dipilih bersama enam lelaki lain karena beberapa orang Yahudi dari luar Israel tidak kebagian bantuan makanan yang sepatutnya. Jadi keduabelas murid-murid, yang sebelas ditambahkan Matias, memilih tujuh orang Yahudi Yunani untuk menangani pelayanan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Stefanus bukan diaken sebenarnya. Dia lebih dari pada diaken, namun dia melayani janda-janda. Dia tidak sebesar rasul, namun Tuhan memberikan kepadanya dan Filipus kuasa-kuasa ajaib. Dia sebenarnya bukan nabi namun dia pengkhotbah yang luar biasa. Dan melalui Filipus, Stefanus dan yang lain-lain di KPR 6:7 dikatakan, “Demikianlah berita dari Allah semakin tersebar dan pengikut-pengikut Yesus di Yerusalem pun makin bertambah banyak. Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Stefanus berbicara di sinagog-sinagog orang Yahudi bukan Israel, mereka tidak setuju dengan dia dan mereka bertengkar. Namun KPR 6:10 mengatakan, “Tetapi mereka tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Stefanus, karena Roh Allah memberikan kepadanya kebijaksanaan untuk berbicara.” Jadi ayat 11, “Oleh sebab itu mereka menyuap beberapa orang untuk berkata, "Kami mendengar orang itu menghina Musa dan Allah!” Ayat 12, “Begitulah mereka menghasut orang-orang, dan pemimpin-pemimpin Yahudi, serta guru-guru agama. Lalu mereka pergi menangkap Stefanus, kemudian membawa dia menghadap Mahkamah Agama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ada empat tuduhan. Stefanus berbicara melawan Allah. Dia berbicara melawan Musa. Dia berbicara melawan Hukum Taurat , dan dia berbicara melawan bait Allah. Dan sekarang dia berada di Mahkamah Agama. Dia baru menjadi orang Kristen selama paling banyak satu bulan, namun apa yang dia katakan disini menunjukkan pengetahuan Perjanjian Lama yang luas sekali. Jadi sekarang dia mulai membela dirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kayafas, Imam Agung ini mengatakan kepadanya di KPR 7:1, “Apakah semua yang dikatakan oleh orang itu benar?" Orang-orang yang menuduh itu memikir mereka akan diadili oleh orang-orang Alkitabiah yang paling elit.” Mereka begitu marah sampai dia disebut penghujat dan Hukum Taurat mengajarkan bahwa semua penghujat haris dieksekusi. Jadi KPR 7 adalah pidato apologia Stefanus untuk membela Perjanjian Lama, namun itu lebih besar dari pada suatu pembelaan saja. Ini bahkan menjadi khotbah ofensif kuat yang mengarah ke Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua yang diacukan Stefanus adalah suatu penegasan Perjanjian Baru terhadap Perjanjian Lama. Keinginan nomor satu adalah supaya mereka mau mendengar dia, jadi dia mulai dengan sejarah mereka. Dia mulai dengan firman Tuhan dan menjelaskan bahwa hal-hal yang penting di Firman itu bagi dia penting juga. Dia bukan seorang penghujat karena dia percaya firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang dia lakukan adalah menjawab tuduhan bahwa dia menghujat Allah. Dia langsung menjawab setiap tuduhan secara positif. Pembelaan bagian pertama adalah melawan tuduhan penghujatan terhadap Allah. Bagian kedua adalah pembelaan diri melawan penghujatan Musa. Bagian ketiga adalah pembelaan terhadap penghujatan hukum Taurat. Dan akhirnya pembelaan terhadap penghujatan bait Allah. Dan dia menyangkal setiap tuduhan itu satu per satu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang marilah kita melihat bagaimana caranya dia membela diri terhadap tuduhan bahwa dia menghujat Allah di KPR 6:11. Dia mengambil tuduhan yang paling berat duluan. Perjanjian baru bukanlah anti-Allah. Injil yang benar-benar telah memenuhi Yerusalem dan yang telah menjungkirbalik-kannya bukanlah berlawanan dengan Allah. Stefanus menegaskan kepercayaannya kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub, yaitu Allah Israel. KPR 7:1, “Imam agung bertanya kepada Stefanus, "Apakah semua yang dikatakan oleh orang itu benar?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2-3, “Stefanus menjawab, "Saudara-saudara dan Bapak-bapak! Coba dengarkan saya! Sebelum nenek moyang kita Abraham pindah ke Haran, pada waktu ia masih tinggal di Mesopotamia, Allah yang mulia datang kepadanya 3 dan berkata, 'Tinggalkanlah negerimu dan sanak keluargamu. Pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus memberikan Allah judul tertinggi yaitu ‘Allah yang Mulia.’ Judul ini hanya terdapat di Perjanjian Lama satu kali saja di Mazmur 29 dimana banyak komponen yang membentuk kemuliaan Allah itu disatukan. Allah dikenal dengan banyak nama-nama. Yehova-Jireh, Tuhan yang memelihara. Yehova-Rafa, Tuhan yang menyembuhkan. Yehova-Shalom, Tuhan damai kami. Yehova-Raa, Tuhan gembala kami. Yehova-Sidkenu, Tuhan yang benar. Yehova-Sabaot, Tuhan semesta alam. Yehova-Shama, Tuhan yang ada dimana-mana. Yehova-Elion, Tuhan yang mahatinggi. Yehova-Mekadiskem, Tuhan yang menguduskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun semua itu menjadi bagian dari Allah yang mahamulia, Allah El Hakavod, Tuhan mahamulia. Stefanus mengatakan dialah Allah yang saya percaya. Dia menganggap Allah dari pemazmur Daud itu sepenuhnya mahakuasa, berdaulat dan penuh kemuliaan. Sebenarnya Stefanus melihat sedikit dari kemuliaan itu pada waktu dia meninggal di ayat 55. Sebelumnya dia dibunuh dengan batu dia sempat melihat Allah penuh kemuliaan itu yang dia baru bicarakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itulah yang “sebelum nenek moyang kita Abraham pindah ke Haran, pada waktu ia masih tinggal di Mesopotamia,” yang datang kepadanya. Mesopotamia adalah istilah Yunani untuk Kasdim. Kota asal Abraham dari Mesopotamia adalah kota Ur. Jadi Allah memperlihatkan diri-Nya kepada Abraham ketika dia masih di Mesopotamia sebelum dia pindah ke Haran. Namun Dia juga kemudian memperlihatkan diri-Nya di Haran, suatu kota lain kira-kira 800 kilometer sebelah barat laut kota Ur yang juga di Mesopotamia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitu Allah memperlihatkan diri kepada Abraham di Haran ketika Dia memberikannya perjanjian Abraham di Kejadian 12:1-3, “Tuhan berkata kepada Abram, "Tinggalkanlah negerimu, kaum keluargamu dan rumah ayahmu, lalu pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 2 Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang banyak dan mereka akan menjadi bangsa yang besar. Aku akan memberkati engkau dan membuat namamu masyhur, sehingga engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan karena engkau Aku akan memberkati semua bangsa di bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Stefanus mengutip apa yang ada di Kejadian 12:1, “Tinggalkanlah negerimu, kaum keluargamu dan rumah ayahmu, lalu pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Abraham taat kepada Allah, dia datang ke Kanaan yang akhirnya menjadi Israel. Ayat 4, “Maka Abraham meninggalkan negeri Kasdim, lalu pindah ke Haran. Sesudah ayah Abraham meninggal, Allah membuat Abraham pindah ke negeri ini yang Saudara-saudara dan Bapak-bapak sekalian diami sekarang ini.” Jadi Stefanus mengatakan, “Lihatlah, saya mengakui panggilan Allah Mahamulia bagi kehidupan Abraham. Saya mengakui perjanjian Abraham itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia tahu sejarah orang Yahudi. Dia tahu ketika Abraham tiba di Tanah Perjanjian dia tidak menerima milik permanen apapun. Tanah itu merupakan suatu janji kepada Abraham, namun bukan milik. Ayat 5, “Pada waktu itu tidak ada sebagian pun dari negeri ini yang Allah berikan kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham; setapak pun tidak diberi kepadanya. Tetapi Allah berjanji bahwa Ia akan memberikannya kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham serta keturunannya. Meskipun waktu itu Abraham tidak mempunyai anak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Paulus di buku Roma mengatakan bahwa Abraham dibenarkan oleh iman. Ayat 6, “Tetapi inilah yang dikatakan Allah kepadanya, 'Keturunanmu akan tinggal sebagai orang asing di negeri orang lain. Orang-orang negeri itu akan menjajah mereka dan memperlakukan mereka dengan kejam empat ratus tahun lamanya.” Ini juga diberitakan kepada Abraham di Kejadian 15. Mereka akan diperbudak dan diperlakukan buruk selama empat ratus tahun di Mesir. Namun Allah memberikan mereka suatu janji melalui perjanjian Abraham.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 7 Stefanus meneruskan, “Tetapi Aku akan menghukum bangsa yang memperhamba mereka, dan mereka akan keluar dari negeri itu dan akan menyembah Aku di tempat ini.” Allah mengatakan hal itu di Keluaran 3. Pada mulanya mereka dihukum sepuluh bencana. Kemudian mereka dihukum oleh air di Laut Merah yang menenggelamkan Firaun bersama semua pasukannya. Jadi dengan pernyataan pembuka ini Stefanus menarik perhatian mereka karena dia membicarakan sejarah mereka. Dan dia telah membela dirinya. Dan sekarang dia mulai menyerang mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus mulai menyalahkan Israel karena dosa-dosa di ayat 8 pada waktu dia pindah dari periode awal di Abraham kepada periode patriarkal Ishak, Yakub dan Yusuf. Semua orang Yahudi adalah anak-anak Abraham dan semua orang Yahudi adalah anak-anak Ishak. Semua orang Yahudi adalah anak-anak Yakub yang menghasilkan keduabelas suku-suku dari mana mereka semua datang. Jadi dia terus mengidentifikasikan dirinya dengan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kemudian dengan cepat dia mulai menyalahkan mereka di ayat 9, “Bapak-bapak leluhur kita itu cemburu kepada Yusuf, sehingga mereka menjual dia menjadi hamba di Mesir. Tetapi Allah menyertai dia.” 1 Tawarikh 5:1 mengatakan, “haknya Ruben sebagai anak sulung dicabut dan diberikan kepada Yusuf.” Masih ingat di Kejadian 37 dia bermimpi dimana dia pada dasarnya mengatakan bahwa dia akan menjadi lebih penting dari semua yang lain. Allah telah menentukan bahwa saya akan mendapat kedudukan tinggi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah ini menyebabkan saudara-saudaranya mulai mengarang pembunuhan Yusuf supaya Yakub percaya dia telah dibunuh binatang. Kemudian mereka menjualnya menjadi budak. Mereka melawan Allah. Mereka adalah pemberontak dan mereka menghujat Allah dengan menjual orang yang dipilih Tuhan menjadi budak. Stefanus ingin supaya mereka melihat kisah Yusuf sebagai ilustrasi reaksi Israel terhadap rencana Allah sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus bukan orang yang menghujat, mereka sendiri adalah yang memiliki sejarah penghujatan. Tentunya semua ini mencapai klimaksnya di ayat 52 ketika dia menanya, “Apa ada nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu?” Israel sebagai negara telah melawan rencana Allah sejak semula. Jadi siapakah sebenarnya orang-orang penghujat itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melawan Allah meskipun Allah sudah terang-terangan menyatakan kehendak-Nya. Allah membatalkan rancangan saudara-saudara itu dan akhirnya Yusuf dituduh salah dengan suatu perbuatan tidak bermoral dengan isteri Potifar. Dia ditempatkan di penjara dan dia menterjemahkan mimpi oleh kekuatan Allah dan pada akhirnya keluar dari penjara dan di ayat 10 dia menjadi Perdana Menteri Mesir. Ini semua perbuatan Allah yang mereka semua mengenal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Yusuf adalah kisah sejajar dengan kisah Kristus. Stefanus mengatakan, “Lihatlah sejarah nenek moyang adalah sejarah penolakan dari Yang diurapi Allah, yang dipilih Allah. Dan pada waktu mereka untuk kedua kalinya bertemu dengan Yusuf, di ayat 13, seperti ditulis di Kejadian 45, “Yusuf memberitahukan kepada saudara-saudaranya itu bahwa ialah Yusuf. Barulah waktu itu raja Mesir tahu tentang keluarga Yusuf.” Ayat 14, “Kemudian Yusuf mengirim berita kepada ayahnya, yaitu Yakub, untuk minta dia bersama seluruh keluarganya pindah ke Mesir--semuanya ada tujuh puluh lima orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 15-16 mengatakan, “Maka Yakub pindah ke Mesir dan di situlah ia dan nenek moyang kita meninggal. 16 Mayat mereka kemudian dibawa kembali ke Sikhem dan dikuburkan di kuburan yang sudah dibeli dengan sejumlah uang oleh Abraham dari suku bangsa Hemor di Sikhem.” Masalahnya apa? Mereka semua dikubur di Tanah Perjanjian. Mereka semua mati di Mesir, namun 400 tahun kemudian mereka kembali dan dikubur lagi di Sikhem di Tanah Perjanjian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Stefanus mengatakan, “Saya tidak menyangkal Allah. Saya tidak menghujat Allah.” Dia membicarakan sejarah Israel mulai dengan kemuliaan Allah dari Abraham sampai ke Yusuf. Dia menjawab tuduhan-tuduhan mereka dengan kenyataan dia bukan penghujat Allah yang benar dan hidup. Dia menyalahkan mereka dengan melihat penghujatan nenek moyang mereka pada saat mereka menolak Yusuf, yang dipilih Allah. Dan itu menyalahkan mereka karena mereka menyalibkan Kristus dalam menolak yang dipilih Allah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Stefanus memberitakan kita untuk berani dalam pengabaran injil. Supaya Anda mengabarkan injil secara alkitabiah. Nyatakanlah kepribadian Allah, kekuatan dan keberdaulatan Allah dalam membentuk sejarah, nyatakanlah kesetiaan Allah dalam memenuhi semua janji-janji-Nya. Stefanus akan memberikan kami tiga pelajaran lagi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 May 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160508</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/61615icn</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Stefanus, Martir Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_eq4940dh"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+6:8-15" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 6:8-15</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat bahwa KPR 6 membuka dengan masalah di gereja mula-mula? Masalah itu karena ada janda-janda orang Yahudi Yunani yang percaya kepada Yesus Kristus dan sekarang menjadi bagian gereja namun mereka datang dari negara-negara Yunani dan bukan dari Israel, mereka tidak kebagian makanan sehari-hari yang dibagi-bagikan kepada orang-orang. Untuk memastikan bahwa mereka akan disediakan kebutuhan mereka, mereka memilih tujuh orang yang reputasinya baik, yang dipenuhi Roh dan dipenuhi kebijaksanaan untuk memimpin tugas ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang pertama di daftar itu dan satu-satunya dimana kami diberitahu sesuatu adalah seseorang bernama Stefanus, yang penuh beriman dan dipenuhi Roh Kudus. Dia adalah tokoh utama sepanjang sisa KPR 6 dan 7. Stefanus adalah orang percaya Yesus Kristus yang berbahasa Yunani yang dulunya adalah anggota rumah ibadat Yahudi di negara asing. Dia bersama semua orang lain dipilih untuk memelihara janda-janda yang berbahasa Yunani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8-11, “Stefanus, penuh anugerah dan kekuatan, mengadakan banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa di antara masyarakat. 9 Tetapi ada orang-orang yang menentang dia; mereka adalah anggota-anggota rumah ibadat orang-orang Bebas dan juga ada orang-orang Yahudi dari Kirene dan Aleksandria dan mereka dari Kilikia dan Asia yang berdebat dengan Stefanus. 10 Tetapi mereka tidak bisa membantah apa yang dikatakan Stefanus, karena dia berbicara dengan Roh Allah dan kebijaksanaan. 11 Oleh sebab itu mereka diam-diam menghasut beberapa orang untuk berkata, “Kami mendengar orang ini menghina Musa dan Allah!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12-15, “Begitulah mereka menghasut orang-orang, dan penatua serta ahli-ahli Taurat. Lalu mereka pergi menangkap Stefanus, kemudian membawa dia menghadap Mahkamah Agama. 13 Dan mereka menghadapkan juga saksi-saksi palsu yang mengatakan, "Orang ini selalu menghina Rumah Tuhan yang suci dan menghina Hukum Taurat. 14 Kami sudah mendengar ia berkata, bahwa Yesus dari Nazaret itu akan meruntuhkan Rumah Tuhan ini, lalu mengubah semua adat istiadat yang diturunkan Musa kepada kita!" 15 Semua orang yang hadir dalam sidang Mahkamah Agama itu memandang Stefanus dan melihat muka Stefanus seperti muka malaikat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus adalah orang yang luar biasa. Dia bukan diaken namun dia bertanggung jawab untuk melayani meja-meja. Dia bukan rasul namun dia melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Kuasa ajaib yang diberikan kepada para rasul juga diberikan kepadanya dan juga kepada pemimpin lain yang bernama Filipus. Dia bukan nabi namun dia adalah pengkhotbah besar. Dia orangnya sangat unik. Dia berdiri diantara para rasul dan struktur gereja mula-mula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia yang menurut semua orang adalah pembantu, namun juga seorang pekerja mujizat dan pengkhotbah dan martir Kristen pertama. Menurut setiap ukuran ilahi dia adalah orang besar. Dia adalah orang transisi diantara Petrus dan Paulus, seperti suatu jembatan. Dia dipilih Petrus dan para rasul dan dia dimartir oleh tangan Paulus. Dia tidak melayani orang Yahudi Israel atau orang non-Yahudi asing namun dia melayani orang-orang Yahudi asing. Dan karena dia dimartir dan dianiaya, itu menyebabkan orang-orang percaya tercerai-berai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah tujuan Allah dalam kemartirannya karena Yesus telah mengatakan di KPR 1:8, “Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.” Apakah yang akan mengirim mereka ke Yudea? Apakah yang akan mengirim mereka ke Samaria? Apakah yang akan mengirim mereka ke ujung bumi? Bukan suatu misi misionaris, namun penganiayaan, kemartiran dan ancaman kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang terjadi pada Stefanus di KPR 7:54-58, “Begitu anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya yang dikatakan oleh Stefanus, mereka sakit hati dan marah sekali kepadanya. 55 Tetapi Stefanus yang dikuasai oleh Roh Allah, memandang ke langit. Ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di tempat berkuasa di sebelah kanan Allah. 56 "Lihat," kata Stefanus, "saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!" 57 Anggota-anggota mahkamah itu menutup telinga mereka sambil berteriak-teriak, lalu serentak menyerang Stefanus. 58 Mereka menyeret dia ke luar kota kemudian mereka membunuhnya dengan melempar batu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian Stefanus itulah yang menjadi katalis untuk memenuhi janji Yesus di KPR 1:8 sebelum kenaikan-Nya. Dia mengambil langkah pertama melampaui orang Yahudi untuk menjangkau orang-orang non-Yahudi. Kewajiban dan tugas itu diberikan Stefanus kepada Paulus, yang adalah salah satu musuhnya yang terbesar pada saat itu. Stefanus adalah esensial untuk penginjilan dunia dalam rencana Allah. Kemartirannya itulah yang meluncurkan gereja di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kita tahu tentang dia adalah semuanya tercantum di dalam bagian Firman ini. Kita tahu apa yang dipentingkan di dalam kehidupannya yaitu keberanian ini yang luar biasa. Karena keberaniannya dia menempatkan dirinya dalam keadaan dimana ia kehilangan nyawanya, namun itu adalah rencana Allah. Dia adalah martir Kristen pertama, namun kemungkinan dia dipenjarakan dan ancaman-ancaman kematian tidak mempengaruhinya karena dia berkomitmen total untuk setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita baru belajar bahwa gereja itu dimurnikan oleh Tuhan sendiri. Allah membunuh satu pasangan yang berbohong kepada Roh Kudus yang menyebabkan jemaat gereja itu takut. Untuk menjadi anggota harganya tinggi. Hanya orang-orang yang ingin dosa mereka diselesaikan dan ingin hidup dalam kebenaran mau masuk. Mereka terorganisir dan mengumpulkan pria-pria ilahi yang disebut di KPR 6:5 untuk melayani mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Stefanus berarti “Mahkota pemenang” dan dia benar-benar menang nama itu pada waktu dia dimartir. Jadi waktu Stefanus dipilih, itu menetapkan pada permulaan keunikannya dan kebesarannya. Dari ribuan orang, dia adalah yang pertama dari daftar tujuh orang itu. Khususnya dikatakan tentang dia di ayat 5, “Dia adalah orang yang penuh iman,” jadi hidupnya mengutamakan iman. Jika dia penuh iman, apakah yang dia percaya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah KPR 7:2-3, “Saudara-saudara dan Bapak-bapak, coba dengarkan saya! Sebelum nenek moyang kita Abraham pindah ke Haran, pada waktu ia masih tinggal di Mesopotamia, Allah yang mulia datang kepadanya 3 dan berkata, 'Tinggalkanlah negerimu dan sanak keluargamu. Pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Dia mengutip Kejadian 12: 4-5, “Maka Abraham meninggalkan negeri Kasdim, lalu pindah ke Haran. Sesudah ayah Abraham meninggal, Allah membuat Abraham pindah ke negeri ini yang Saudara-saudara dan Bapak-bapak sekalian diami sekarang ini. 5 Namun tidak ada sebagian pun dari negeri ini yang Allah berikan kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham; setapak pun tidak diberi kepadanya. Tetapi Allah berjanji bahwa Ia akan memberi-kannya kepada Abraham untuk menjadi miliknya serta keturunannya, meskipun waktu itu Abraham tidak mempunyai anak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi dia mengutip Kejadian 12 dan 13. Hal pertama yang kita tahu adalah bahwa dia percaya Perjanjian Lama. Dia juga percaya bahwa Allah menentukan dan memerintah sejarah. Sejarah itu semuanya adalah wahyu karakter Allah, tujuan Allah dan rencana Allah. Dia percaya Allah yang dinyatakan di dalam Perjanjian Lama dan dia menerangkan hal itu sepanjang khotbahnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 7:52, “Apa ada nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh utusan-utusan dari Allah yang dahulu kala sudah mengumumkan bahwa Hamba Allah yang benar itu akan datang. Dan sekarang kalian mengkhianati dan membunuh Hamba Allah itu.” Dia percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Dan dia percaya bahwa kematian-Nya adalah titik penting dimana sejarah berubah. Dia juga percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Ayat 55, “Tetapi Stefanus yang dikuasai oleh Roh Allah, memandang ke langit. Ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di tempat berkuasa di sebelah kanan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia percaya Roh Kudus. Di ayat 51 dia mengatakan, “Kalian yang keras kepala dan yang belum disunat dalam hati dan kuping, selalu melawan Roh Kudus!” Dia dipenuhi iman dan dia percaya semua kenyataan spiritual yang besar sehingga dia menjelaskan semua itu dalam khotbahnya yang indah ini. Dia begitu percaya kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus itu sehingga dia rela mati dilempar batu-batu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke KPR 6:3, inilah seseorang yang penuh kebijaksanaan. Bahkan kebijaksanaannya begitu hebat sehingga pada saat dia berbicara tidak ada yang dapat membantah, musuh-musuhnya tidak sanggup melawan perkataannya. Dan mereka membunuhnya penuh amarah karena mereka tidak dapat menjawab argumen-argumennya. Seterusnya di KPR 6:8 dikatakan, dia dipenuhi anugerah. Ini tidak membicarakan kasih karunia yang dia terima, ini adalah anugerah yang dia berikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Darimana kita tahu hal itu? Lihatlah KPR 7:59-60, “Sementara mereka membunuh Stefanus dengan batu, 60 ia berlutut dan berteriak dengan suara yang keras, "Tuhan, janganlah dosa ini ditanggungkan mereka!” Kelemah lembutan macam apakah ini? Tidak ada amarah, tidak ada balas dendam dan tidak ada kekerasan. Anugerah seperti ini datang dari iman sejati dan adalah hasil pekerjaan Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di KPR 6:8 dikatakan bahwa Stefanus penuh kekuatan. Inilah akibatnya dia dipenuhi Roh sampai dia diberi kuasa yang sama seperti para rasul. Dia melakukan keajaiban besar dan tanda-tanda dan mujizat-mujizat diantara orang-orang. Ini terjadi untuk mengesahkannya sebagai seseorang yang berbicara untuk Allah. Ini terjadi sebelum ada Perjanjian Baru. Seorang pembicara untuk Allah memiliki kekuatan ajaib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sekarang keberaniannya. Orang ini dipenuhi Roh Kudus, dipenuhi iman, dipenuhi kebijaksanaan, dipenuhi kekuatan dan penuh anugerah langsung menghadapi dunia yang bermusuhan itu. Dia memberitakan Yesus sebagai Mesias kepada orang-orang Yahudi Yunani. Ayat 9, “Tetapi ada orang-orang yang menentang dia; mereka adalah anggota-anggota rumah ibadat orang-orang Bebas dan juga ada orang-orang Yahudi dari Kirene dan Aleksandria dan mereka dari Kilikia dan Asia yang berdebat dengan Stefanus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah ladang misi dia. Para rasul menginjili orang-orang Yahudi di Yerusalem. Paulus kemudian akan pergi ke orang-orang non-Yahudi. Namun Stefanus berada disitu untuk menginjili orang Yahudi dari negara-negara non-Yahudi. Dia mulai di Yerusalem dimana ada rumah-rumah ibadat bagi komunitas orang Yahudi Yunani yang telah kembali ke tanah Israel. Dan rumah-rumah ibadat itu berfungsi dalam bahasa negara orang yang mendirikannya. Karena dia adalah salah satu dari orang Yahudi Yunani yang disebut di ayat 5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia pergi ke sinagog dimana dia bisa bertemu dengan orang-orangnya. Pada zaman para rasul, komunitas Yahudi yang bukan dari Yerusalem dapat mendirikan rumah-rumah ibadat mereka sendiri dimana orang Yahudi asing dapat berkumpul. Sejarawan memberitahukan kami bahwa ada hampir 500 sinagog di Yerusalem. Dan banyak sinagog di Yerusalem pada waktu itu adalah bagi orang Yahudi asing yang perlu bergaul dengan orang sesamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, sinagog orang Bebas, apakah itu? Pompei, jenderal Romawi itu, telah membawa banyak orang Yahudi sebagai tawanan ke Roma. Dia mengangkut orang Yahudi itu pergi di waktu 63 SM dan menjual mereka sebagai budak, Kebanyakan dari mereka pada akhirnya dibebaskan dan mereka kembali ke tanah air mereka. Jadi sinagog orang bebas itu pada dasarnya dibangun oleh budak-budak Romawi yang dibebaskan yang telah kembali ke kota mereka sendiri untuk beribadah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga disebut orang-orang Kirene, yaitu orang-orang dari satu kota di daerah Libia. Disitu ada suatu koloni Yahudi besar. Mereka juga ikut serta di sinagog di Yerusalem. Kemudian ada orang Aleksandria dari ibu kota Mesir yang didirikan Aleksander Besar. Disitu ada komunitas Yahudi yang besar sekali dan ada perpustakaan penuh buku-buku sarjana-sarjana Yahudi. Juga disebut Kilikia, suatu pemukiman Yahudi besar di Asia Kecil dekat Suriah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada juga orang-orang dari Asia, yaitu bagian barat dari Asia Kecil. Kota utama disitu adalah Efesus. Jadi ada lima kelompok. Mungkin saja ada tiga sinagog yang tercampur dan bahasa Yunani mereka cukup baik sehingga mereka dapat bergaul. Ya kita tidak tahu, namun kepada merekalah Stefanus pergi. dan apakah yang dia lakukan? Dia berdiri dan berbicara. Dia tidak diundang untuk berbicara di konperensi akhir pekan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berbicara dengan mereka dan mereka membantah. Ayat 10, “Tetapi mereka tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Stefanus, karena Roh Allah memberikan kepadanya kebijaksanaan untuk berbicara.” Mungkin itu perbincangan antara perjanjian lama dan perjanjian baru. Atau perdebatan mengenai identitas Yesus sang Mesias, Anak Allah. Atau suatu diskusi tentang penyelamatan oleh anugerah, dan Stefanus menang karena dia dipenuhi Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 11, “Oleh sebab itu mereka menyuap beberapa orang untuk berkata, "Kami mendengar orang itu menghina Musa dan Allah!” Stefanus berdebat melawan salah tafsiran dari Hukum Musa. Dan dia juga menganjurkan dengan kuat bahwa Kristus adalah Allah. Karena dia mengatakan bahwa Hukum Musa itu tidak dapat menyelamatkan, dia dianggap menghujat Musa. Dan dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Allah, dalam pikiran mereka dia menghujat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan mengatakan bahwa Yesus adalah sama dengan Allah, bagi orang Yahudi itu menghujat Musa dan menghujat Allah. Ayat 12, “Begitulah mereka menghasut orang-orang, dan pemimpin-pemimpin Yahudi, serta guru-guru agama. Lalu mereka pergi menangkap Stefanus, kemudian membawa dia menghadap Mahkamah Agama.” Orang Yahudi Yunani menyebarkan berita bahwa Stefanus adalah penghujat. Sampai saatnya mereka datang dan menangkap Stefanus dan menyeretnya datang ke Mahkamah Agama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disinilah muncul saksi-saksi palsu. Ayat 13, “Dan mereka menghadapkan juga saksi-saksi yang memberi keterangan-keterangan yang tidak benar tentang Stefanus. Saksi-saksi itu berkata, "Orang ini selalu menghina Rumah Tuhan yang suci dan menghina perintah-perintah Allah yang disampaikan oleh Musa.” Nah ini memberitakan kita sesuatu tentang perdebatan ini. Pastilah dia memberitakan pada mereka bahwa tujuan Hukum Taurat adalah untuk menentukan dosa, bukan untuk menyelamatkan. Ayat 14, “Kami sudah mendengar ia berkata, bahwa Yesus dari Nazaret itu akan meruntuhkan Rumah Tuhan ini, lalu mengubah semua adat istiadat yang diturunkan Musa kepada kita!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Stefanus berkhotbah tentang perjanjian lama yang hanya mencerminkan sifat Allah dan yang tidak menyelamatkan, dan kedatangan perjanjian baru dengan Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat yaitu Mesias. Namun ini keberanian besar dan Stefanus tahu apakah yang mereka telah lakukan terhadap Tuhan. Dia juga tahu bahwa mereka telah memenjarakan dan mencambuk para rasul. Dia tahu bahwa orang Yahudi itulah yang akan menganiaya dia. Namun keberaniannya tidak berkurang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 6:15, “Semua orang yang hadir dalam sidang Mahkamah Agama itu memandang Stefanus. Dan pada waktu itu muka Stefanus kelihatan seperti muka malaikat.” Semua anggota Sanhedrin menuduh dia menghujat. Namun dia tampaknya seperti mengatasi semua itu. Semua kekuatan dari Roh Kudus dan semua imannya kelihatan di mukanya. Hanya sekali dalam sejarah, Allah telah menempatkan kemuliaan-Nya di muka orang. Yaitu di Keluaran 33 di muka Musa. Dia waktu itu mencerminkan kemuliaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada akhir kehidupannya, Stefanus melihat kemuliaan Allah di KPR 7:55-56, “Ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di tempat berkuasa di sebelah kanan Allah.” 56 "Lihat," kata Stefanus, "saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!" Allah masih menunggukan pria dan wanita seperti Stefanus yang dapat melayani Dia penuh iman, anugerah, kebijaksanaan dan penuh Roh Kudus yang memiliki keberanian tanpa batas. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 May 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160501</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/eq4940dh</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Organisasi Spiritual]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_586sxo0m"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+6:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 6:1-7</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 6 adalah penting sebagai dasar untuk mengerti organisasi yang tepat di dalam gereja. Banyak orang sudah berdebat lama bagaimana seharusnya organisasi gereja itu di zaman ini. Memang gereja harus ada organisasi yang baik dengan pemimpin-pemimpin yang baik yang berfungsi efisien, namun disisi lain mereka juga harus berurusan dengan pemahaman Alkitab di rumah-rumah dan pemeliharaan kehidupan tubuh Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap dimensi dunia Allah diatur dengan baik. Jika Anda membaca Perjanjian Lama Anda akan menemukan bahwa Allah menciptakan Perjanjian Lama itu dan itu merupakan suatu sistem dari permulaan sampai akhir. Ada beberapa orang yang percaya bahwa gereja harus berjalan seperti usaha duniawi, harus ada bagan organisasi dengan komite dan subkomite. Dan semua orang harus ikut dalam semua program yang ditahbiskan oleh komite ekskutif gereja itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi gereja Perjanjian Baru adalah sebenarnya suatu organisme. Dan kehidupan tubuh ini bergantung kepada hubungannya dengan Kristus. Namun di dalam gereja itu harus ada organisasi yang baik. Dan kita harus berada disitu di waktu-waktu tertentu karena kalau tidak, kita tidak dapat berfungsi baik dalam kerangka tubuh itu karena itulah waktunya kita mengajar dan diajar. Ada hal-hal tertentu yang harus terjadi dalam organisasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah gereja mula-mula itu terurus yang hanya berarti bahwa gereja itu berfungsi secara teratur. Rasul Paulus mengatakan di 1 Korintus 14:40, “Tetapi semuanya harus dilakukan dengan baik dan teratur.” Nah di KPR 6 gereja mula-mula itu harus diatur lebih baik lagi. Mereka telah banyak mempengaruhi komunitas orang Yahudi di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah mengagumkan orang-orang dengan mujizat-mujizat dan keajaiban dan tanda-tanda yang telah dilakukan. Banyak sekali orang telah datang kepada Yesus Kristus. Ada kasih yang benar disitu. Komunitas orang percaya berbagi dalam segala hal. Dan ada banyak hubungan indah dimana-mana. Tetapi tahukah Anda? Roh Allah itu tahu bahwa perlu ada organisasi yang lebih baik dan di KPR 6 kita mulai melihat ada permulaan organisasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Organisasi gereja Alkitabiah menampung apa yang sedang dilakukan Roh Kudus. Di dalam Kitab Suci kita dapat melihat bagaimana gereja itu berkembang. Gereja itu mulai hidup dan bernafas dan bergerak dan membangun pelayanan kemudian Roh itu mulai masuk dan gereja mendirikan suatu kerangka supaya itu semua dapat berfungsi dengan baik. Kita ini perlu melihat apa yang dilakukan jemaat dan kemudian menolong mereka supaya mereka dapat melakukan itu lebih efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah gereja mula-mula itu benar-benar bergerak dalam pengabaran injil. Banyak hal yang menarik mulai terjadi namun tibalah saatnya dimana mereka perlu merubah cara mereka supaya penginjilan itu lebih efektif. Mereka perlu menampung Roh Allah supaya apa yang ingin dilakukan jemaat dalam kuasa Roh dapat dilakukan dengan baik dan dengan manfaat terbaik. Itu merupakan organisasi yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pelajari bagaimana mereka terorganisir. Beberapa kali disebutkan berapa banyak orang percaya ada disitu. Pada mulanya ada tiga ribu orang kemudian ada lima ribu lelaki, yang berarti ada orang yang menghitung mereka. Dan yang juga penting adalah bahwa mereka memiliki tempat tertentu dan waktu tertentu untuk bertemu untuk kebaktian, berdoa dan pemahaman Alkitab. Semua itu adalah dasar-dasar organisasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah gereja mula-mula ini menampung Roh Kudus. Mereka bertemu setiap hari pertama dari minggu itu yaitu pada hari Minggu. Terus dikatakan di KPR 2, mereka makan bersama dan itu dilakukan dari rumah ke rumah. Pasti ada suatu cara tertentu untuk mengatur hal ini di rumah-rumah orang dan untuk memberitahu orang lain dimana itu dilakukan dan jam berapa. Uang dan barang-barang dikumpulkan dan dibagi-bagi. Kebutuhan semua orang dipuaskan dan semua itu diatur dengan baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Organisasi gereja secara alkitabiah janganlah sekali-kali membataskan pekerjaan Roh Kudus. Karena itu tugas pendeta bukanlah untuk mendirikan program-program dan skema-skema dan kemudian mencari orang untuk melakukannya. Komitmen saya adalah untuk terus mengajar Firman dan ketika ada orang-orang yang ingin melakukan sesuatu, berikanlah mereka kesempatan untuk melakukan hal itu. Organisasi tidak pernah menjadi tujuan akhir tersendiri, melainkan itu harus memberi kesempatan untuk pertumbuhan rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di gereja mula-mula para rasul mengajar dan mereka memerintah dan semua orang lain melakukan apa yang mereka tugaskan. Namun saat gereja itu terus bertumbuh ada masalah-masalah secara organisasi. Dan kita melihat sekarang sekali lagi bahwa keharusan itu adalah ibu penemuan. Marilah kita melihat hal itu di KPR 6:1-7 pada waktu Roh Kudus memberikan kita waktu malam ini untuk mempertimbangkan empat hal yang muncul di pertemuan pertama organisasi rohani ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama, apakah alasannya perlu ada organisasi? Kedua, apakah persyaratannya bagi orang-orang? Hal ketiga adalah daftar orang-orang. Siapakah orang-orang yang tepat yang sanggup melakukannya? Keempat, apakah hasilnya pada saat gereja ini mulai diatur supaya dapat menampung pekerjaan Roh Kudus? Apakah semua itu menolong?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita pertama-tama melihat alasannya. KPR 6:1, “Pengikut-pengikut Yesus makin lama makin bertambah banyak. Pada waktu itu orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, menjadi tidak senang terhadap orang-orang Yahudi asli. Yang berbahasa Yunani itu berkata, "Wanita-wanita kami yang sudah janda tidak kebagian bantuan biaya sehari-hari yang dibagi-bagikan kepada orang-orang.” Paling sedikit sudah ada 30.000 anggota pada waktu itu. Bayangkan mengurus jemaat yang begitu besar, bukan saja dalam kebutuhan rohani mereka namun juga dalam kebutuhan fisik mereka dan memelihara orang-orang miskin dan janda-janda dan semua orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini ada dua belas rasul untuk semua orang itu. Gereja itu bertumbuh begitu cepat sehingga tidak ada waktu untuk menyesuaikan diri dengan semua itu. Disini mereka berada hanya setelah beberapa bulan saja sudah ada 30.000 orang dan sekarang mereka menghadapi masalah besar. Terlalu banyak orang di gereja yang masih bertumbuh terus menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memelihara orang-orang percaya saja sudah masalah besar, dalam memastikan bahwa orang-orang miskin mendapat makanan, dan memastikan ada orang yang mengumpulkan makanan itu, dan untuk menyediakan semua yang diperlukan untuk Perjamuan Kudus, dan orang lain yang menentukan berapa banyak orang yang akan datang supaya semua itu cukup dan tersedia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditambah itu mereka telah mencapai tujuan utama yang diberikan Kristus kepada mereka ketika Dia berkata, “Jadilah saksi-saksi bagi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria dan seluruh dunia.” Mereka sudah memenuhi Yerusalem dengan ajaran mereka di KPR 5:28, benar? Sekarang mereka sudah siap untuk pergi ke Yudea, Samaria dan ke dunia. Mereka berada di ambang penginjilan orang-orang non-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka harus menyelesaikan apa yang Allah inginkan mereka lakukan secara teratur. Namun mereka berada di ambang ledakan penginjilan, bahkan di KPR 6 kita diperkenalkan dengan Stevanus dan Paulus mulai menginjili orang-orang non-Yahudi di KPR 7. Namun begitu kita berada di ambang suatu hal besar, Iblis mulai bekerja untuk mengacaukan hal-hal itu. Marilah kita melihat tiga tipu muslihat yang digunakan Iblis sejak permulaan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu adalah penganiayaan. Entah itu penganiayaan emosional karena dikucilkan dari masyarakat Anda, atau apakah itu penganiayaan mental atau kekerasan fisik, Iblis selalu mencoba untuk menakutkan orang Kristen itu supaya tidak berani bertempur. Dan Iblis mencoba hal itu di gereja mula-mula dan itu tidak berhasil. Dia menganiaya gereja mula-mula dan justru pemberitaan itu tersebar lebih cepat lagi dan itu memberi kesempatan bagi Allah untuk melakukan lebih banyak mujizat-mujizat untuk membuktikan dengan berkelimpahan bahwa Yesus adalah Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pendekatan kedua adalah dosa di jemaat. Dan Iblis mencoba hal itu dengan Ananias dan Safira namun Allah bergerak dan membunuh mereka di depan seluruh jemaat. Dan tahukah Anda apakah akibatnya terhadap gereja? Itu menyebabkan gereja itu langsung murni. Dan itu memastikan bahwa mereka yang ditambahkan ke gereja juga murni karena sudah ketahuan apa yang terjadi. Jika Anda masuk sebagai orang munafik ada kemungkinan Anda akan mati. Jadi usaha Iblis gagal. Semakin murni gereja itu semakin cepat penginjilan juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis memiliki strategi ketiga, pertengkaran. Jika gereja bertengkar dengan dirinya maka pesannya hilang dalam kemunafikan dan kekuatannya dihamburkan oleh karena perjuangan internal. Telah berapa banyak gereja Anda kenal yang selalu bertengkar karena masalah-masalah kebanggaan kecil, perasaan tidak puas, gossip dan perebutan kekuasaan? Energi semua orang digunakan untuk mencoba mendamaikan hal-hal itu, sehingga tidak ada sisa kekuatan untuk memenuhi komisi Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat lagi KPR 6:1, “Pengikut-pengikut Yesus makin lama makin bertambah banyak. Pada waktu itu orang-orang Yahudi Yunani, menjadi tidak senang terhadap orang-orang Ibrani. Yang berbahasa Yunani itu berkata, "Wanita-wanita kami yang sudah janda tidak kebagian bantuan biaya sehari-hari yang dibagi-bagikan kepada orang-orang.” Ada orang Yahudi yang lahir di Palestina yang dipanggil orang Ibrani dan ada orang Yahudi Yunani yang hidup di Asia Kecil, Afrika Utara dan di daerah-daerah itu, namun mereka memper-tahankan warisan Yahudi dan selalu kembali ke Yerusalem pada hari Pelewatan dan Pentakosta dan perayaan-perayaan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka berbicara dalam dua bahasa berbeda, Yunani dan Aram; dan karena itu mereka terpisah dalam kelompok-kelompok bahasa dimana mereka dapat berkomunikasi. Bukan itu saja, orang Yahudi asli memandang rendah orang Yahudi Yunani karena mereka merasa yang lain itu sudah tercemar budaya asing dan mereka bukan orang Yahudi asli yang setia. Alasannya mereka tidak senang adalah karena janda-janda mereka tidak kebagian bantuan biaya sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemeliharaan janda-janda dan pemeliharaan orang miskin selalu adalah bagian dari kebiasaan orang Yahudi. Setiap hari Jumaat pagi ada dua kolektor yang bercampur di pasar dan mereka pergi ke rumah-rumah orang untuk mengambil koleksi. Persembahan itu dibagikan kepada janda-janda dan orang miskin di sore hari itu. Jika ada orang yang miskin sementara mereka diberikan cukup untuk bertahan sementara, namun jika ada orang yang selalu miskin mereka menerima cukup untuk 14 kali makan selama tujuh hari. Hari Jumat berikut mereka harus kembali lagi. Dan itu masih kewajiban gereja sekarang untuk memenuhi kebutuhan orang-orang janda dan orang miskin di masa kini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janda-janda ini entah kenapa tidak menerima bantuan jadi mereka mulai mengeluh. Tidak ada salahnya. Jika ada keluhan sebaiknya pergilah kepada mereka yang sanggup menolong dengan hal itu. Jadi mereka pergi ke para rasul. Mereka tidak menyangkal hal itu karena itu memang terjadi. Ayat 2, “Oleh sebab itu, kedua belas rasul-rasul itu mengumpulkan semua murid-murid dan berkata kepada mereka, "Tidak baik kalau kami berhenti memberitakan perkataan Allah, karena harus mengurus soal-soal makanan.” Mereka tahu panggilan mereka adalah untuk memberitakan Injil Allah dan mereka tidak mau meninggalkan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 4, “sebab kami mau berdoa dan memberitakan perkataan Allah saja.” Kita harus memusatkan pikiran kita kepada dualitas pelayanan kami, berdoa dan berkhotbah. Berkhotbah itu memerlukan doa terus menerus bagi mereka yang dikhotbahkan supaya Allah menjadikan kita alat yang benar. Dan setiap minggu kita ada daftar doa dimana kita membagikan semua kebutuhan jemaat yang berbeda-beda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para rasul telah memberikan kami pola yang kami harus ikuti. Ini adalah suatu komitmen. Namun kita harus menyadari bahwa komitmen macam ini memerlukan banyak disiplin diri. Galatia 6:6 mengatakan, “Orang yang menerima pengajaran Kristus, hendaknya membagi dengan gurunya semua yang baik yang ada padanya.” Jadi saya memohon supaya Anda berdoa untuk saya semoga Allah memberkati saya dengan kebijaksanaan dalam hal menyeimbangkan waktu bersama kalian dan waktu bersama isteri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah persyaratannya bagi orang-orang yang dapat mengambil alih beberapa pelayanan ini? Ayat 3, “Jadi, baiklah Saudara-saudara memilih dari antaramu tujuh orang yang mempunyai nama baik dan dikuasai Roh Allah serta bijaksana, yang dapat kami tugaskan mengurus soal-soal ini.” Persyaratan pertama adalah bahwa mereka berasal dari jemaat ini. Allah ingin supaya kepemimpinan kami itu datang dari dalam jemaat sendiri. Kedua, mereka harus jujur. Kemudian ketiga, dipenuhi Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa depan Paulus membagikan itu dan mendefinisikan dua kategori yang berbeda: penatua dan diaken laki-laki / diaken perempuan. Mengapa harus ada tujuh orang? Karena di dalam Mishna dikatakan bahwa di dalam kota-kota Yahudi setiap orang berbisnis harus memiliki tujuh lelaki dan karena itu diminta tujuh orang supaya mereka dapat melakukan bisnis gereja di dalam kota-kota Yahudi. Inilah macam kepemimpinan yang dibutuhkan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang dipilih? Ayat 5, “Semua orang itu setuju dengan saran dari rasul-rasul itu. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang percaya sekali kepada Yesus dan dikuasai oleh Roh Allah. Juga terpilih: Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus dari Antiokhia; ia bukan orang Yahudi tetapi telah masuk agama Yahudi.” Lihatlah apa yang dikatakan. Mereka memilih. Karena itu kita selalu minta apakah ada usul dari jemaat siapakah diaken pria/wanita terbaik untuk melayani di gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah mereka? Stefanus penuh iman dan Roh Kudus, kita akan melihat lebih banyak tentang dia. Filipus, kita juga akan belajar banyak tentang dia. Kemudian kelima orang berikutnya tidak pernah kita dengar sebelumnya dan tidak akan disebut lagi, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus dari Antiokhia. Ketujuh nama itu adalah nama-nama Yunani. Gereja itu bersatu dan memilih dengan suara bulat tujuh orang Yahudi Yunani untuk memimpin mereka. Itu membuktikan ada persatuan kasih di gereja itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah hasilnya? Ayat 6, “Ketujuh orang itu diusulkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu berdoa dan memintakan berkat Tuhan untuk mereka.” Ini adalah upacara komisi mereka. Gereja mulai terorganisir dan tahukah apa yang akan terjadi ketika gereja terorganisir secara rohani seperti yang dipimpin Roh Kudus, akibatnya fantastis. Ayat 7, “Demikianlah berita dari Allah semakin tersebar dan pengikut-pengikut Yesus di Yerusalem pun makin bertambah banyak. Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Makin banyak orang diselamatkan lebih cepat. Dan bukan itu saja, lihatlah pernyataan yang mengherankan ini, “Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.” Itu adalah imam-imam biasa yang mencari Mesias. Dan mereka menemukan-Nya di dalam Yesus Kristus dan terjadilah kebangkitan rohani diantara imam-imam itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja itu harus menampung apapun juga yang dilakukan Roh Allah dengan membangun cukup struktur disekitarnya supaya efektif dan itulah yang dilakukan dan lihatlah apa yang terjadi. Allah memberkati mereka. Marilah kita berdoa kepada Allah supaya kita menjadi apa yang kita harus menjadi dan biarkanlah Roh Kudus melakukan keinginan-Nya diantara jemaat kami. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Apr 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160410</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/586sxo0m</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lima Hal Esensial untuk Penginjilan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_lbmn7s1d"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+5:17-42" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 5:17-42</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah melihat pembangunan fondasi gereja. Kita ingat bagaimana berita injil diakhiri dengan perintah untuk mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Tuhan mengatakan kepada pengikut-pengikut-Nya bahwa Roh Tuhan itu akan datang dan ketika Roh itu datang Dia akan memberi kemampuan kepada umat-Nya untuk memberitakan injil ke ujung-ujung dunia. Dan pemberitaan ini akan berlangsung sepanjang sejarah manusia sampai saatnya Tuhan Yesus kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya yang mulia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja berada di dunia supaya dapat mengembangkan dirinya sendiri. Gereja itu digunakan oleh Tuhan untuk membangun kerajaan itu. Allah memakai orang-orang percaya untuk mendatangkan keselamatan kepada orang-orang lain yang percaya. Inilah peringatan Paulus kepada kita waktu dia mengatakan di Roma 10:14-15, “bagaimanakah mereka dapat mendengar tentang Tuhan, kalau tidak ada yang memberitakan? 15 Dan bagaimanakah orang dapat membawa berita itu kalau mereka tidak diutus?” Inilah kewajiban gereja untuk mengutus orang-orang untuk memberitakan injil untuk mengumpulkan sisa umat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja sudah mulai berkembang melalui pemberitaan injil. KPR 2:41 mengatakan bahwa pada hari gereja dilahirkan ada 3000 jiwa yang menjadi sungguh percaya kepada Kristus. Kemudian KPR 2:47 mengatakan kepada kita bahwa setiap hari Tuhan menambahkan kepada gereja orang-orang yang diselamatkan. Dan ketika kita tiba di KPR 4:4 dikatakan, “Tetapi orang-orang yang sudah mendengar ajaran rasul-rasul itu, banyak yang percaya. Maka jumlah mereka bertambah sampai menjadi kira-kira lima ribu orang.” Dan dengan ibu-ibu dan anak-anak itu semua jumlah mereka kira-kira 20.000 orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 6:7 mengatakan, “Demikianlah berita dari Allah semakin tersebar dan pengikut-pengikut Yesus di Yerusalem pun makin bertambah banyak. Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.” Di KPR 8:6 itu terus terjadi, “Ketika orang-orang mendengar Filipus berbicara dan mereka melihat keajaiban-keajaiban yang dibuatnya, banyak dari mereka yang memperhatikan apa yang dikatakan oleh Filipus.” Dan di KPR 9:31 gereja sekarang telah berkembang mulai dari Yerusalem masuk ke Yudea dan Galilea dan Samaria, seperti apa yang dinubuatkan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemberitaan Injil itu adalah inti dari apa yang kita lakukan. Itu adalah tujuan dan alasan mengapa kita ada disini di dunia ini. Itulah alasannya Tuhan membiarkan kita disini, namun itu juga merupakan hasil sampingan pertumbuhan rohani kita. Pengabaran injil adalah misi kita, namun itu terjadi tidak efektif. Itu hanya terjadi secara spiritual dan supranatural oleh usaha Roh Kudus di dalam orang-orang percaya yang serupa Kristus. Mereka adalah orang-orang yang mereproduksi diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 5:17-42 ini sebenarnya satu cerita dan yang kami dapatkan disini adalah lima hal yang esensial untuk penginjilan. Gereja itu bertumbuh dan mereka pergi kemana-mana memberitakan kebenaran. Lihatlah KPR 4:29-31, “Sekarang, Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Dan izinkanlah kami, hamba-hamba-Mu ini, menyiarkan berita-Mu dengan tidak takut. 30 Berikanlah pertolongan-Mu supaya orang sakit disembuhkan dan keajaiban-keajaiban serta hal-hal luar biasa terjadi melalui kekuasaan dan kekuatan dari nama Yesus, Hamba-Mu yang suci itu." 31 Sesudah mereka selesai berdoa, tempat mereka berkumpul itu goyang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada permulaan KPR 5, kita melihat dosa yang menghancurkan dari Ananias dan isterinya Safira. Dosa adalah seperti kanker di dalam persekutuan dan itu mengancam kekuatan mereka dan menghilangkan pengaruh mereka di dunia; jadi ini langsung dihakimi Allah dengan tegas. Kedua-duanya langsung mati pada waktu ada kebaktian di gereja pada hari Tuhan. Allah sendiri yang mendisiplin mereka. Dan setelah gereja itu dimurnikan, gereja itu mulai lagi pelayanan mereka dalam penginjilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi esensial pertama adalah kemurnian. Ini vital untuk integritas gereja. Yesus Kristus telah datang untuk menghilangkan dosa-dosa kita, menghilangkan perasaan bersalah kami dan untuk memberikan kami kebenaran untuk menjadikan kita orang-orang kudus yang mengutamakan perbuatan baik. Dan kalau memang itu injil kita, seharusnya itu kelihatan di gereja. Karena itu pendeta yang korup atau kepemimpinan yang korup dan orang-orang yang korup yang mengatakan diri mereka adalah gereja akan menghancurkan penginjilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini selalu mencari alasan apa saja untuk menolak injil. Ada orang yang mengatakan, “Iya saya tahu banyak orang yang pergi ke gereja, dan mereka semua orang munafik.” Ini menghancurkan klaim kita. Kita mengklaim bahwa ada kekuatan yang dapat mentransformasikan orang melalui Yesus Kristus. Tuhan sanggup merubahkan orang yang berdosa menjadi orang kudus. Hidup suci memberikan bukti bahwa ada transformasi injil, jadi gereja itu harus menjadi kudus untuk berhasil dalam penginjilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor dua adalah kekuatan. Kembalilah ke KPR 5:12, “Karena pelayanan rasul-rasul maka banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa terjadi di antara masyarakat.” Banyak sekali tanda-tanda dan mujizat-mujizat terjadi bukan saja di daerah itu, namun juga di Yerusalem dan daerah lain. Orang-orang dibawa kesana dan semua orang disembuhkan dan semua dilepaskan dari kerasukan roh jahat. Nah semua itu terjadi meskipun para rasul itu dilarang otoritas untuk melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bahwa banyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat terjadi karena pelayanan rasul-rasul. Tahukah Anda bahwa ini bukan gereja yang melakukan mujizat. Ini adalah gereja yang memiliki rasul yang bermujizat. Ini perbedaan besar. dan Alkitab yang membedakan hal itu. Ada tanda-tanda khusus yang memperkenalkan seorang rasul. Tanda-tanda, mujizat-mujizat dan hal-hal luar biasa adalah tanda-tanda seorang rasul, menurut Paulus dalam suratnya kepada orang Korintus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mungkin Anda berkata, “Bagaimana ini berhubungan dengan kita sekarang ini?” Ini mempengaruhi kita karena kita memiliki catatan dari kuasa itu di dalam Alkitab. Kita tidak memiliki rasul-rasul yang dapat melakukan mujizat. Kita memiliki banyak rasul palsu yang melakukan mujizat palsu, namun kita memiliki catatan lengkap yang diilhamkan Allah dari semua mujizat para rasul di Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita memiliki kuasa Roh Kudus yang melakukan pekerjaan konversi yang hebat itu. “Jadi bagaimana seandainya orang tidak percaya Alkitab?” Ah, saya tidak mengharapkan orang-orang itu akan percaya. Karena dikatakan di 1 Korintus 2:14, “Orang yang tidak mempunyai Roh Allah, tidak dapat menerima apa yang dinyatakan oleh Roh itu. Sebab bagi orang itu hal-hal tersebut seperti suatu kebodohan saja. Orang itu tidak dapat mengertinya, sebab hal-hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Mereka tidak akan percaya kecuali Allah melakukan mujizat dan membuka mata hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Esensial ketiga bagi penginjilan adalah penganiayaan. Penganiayaan itu pasti akan terjadi. Anda tidak mungkin dapat menjadi efektif dalam penginjilan kecuali Anda mempersiapkan diri untuk penganiayaan itu. Dunia ini tidak dapat menerima gereja yang murni dan penganiayaan di masa kini tentu akan terjadi sekarang lebih daripada di masa lalu. Ini mengancam orang penakut, namun itu tidak akan menakutkan umat Allah, gereja sejati dan mereka yang berani dalam Kristus, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat contoh di KPR 5:17-18, “Akhirnya imam agung dan semua pengikut-pengikutnya, yaitu golongan orang-orang Saduki, mulai bertindak, karena mereka iri hati. 18 Rasul-rasul itu ditangkap, lalu dimasukkan ke dalam penjara umum.” Yesus mengatakan di Yohanes 7:7, “Tetapi Aku memang dibenci oleh dunia, sebab Aku selalu mengatakan kepada dunia bahwa perbuatannya jahat.” Gereja mula-mula yakin untuk mengabaikan penganiayaan dan dengan berani mengabarkan injil, dan memang itulah yang mereka lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disinilah muncul suatu gelombang penganiayaan lagi. Kali ini datangnya dari Imam besar bersama dengan orang Saduki. Siapakah mereka? Orang Saduki itu adalah para pemimpin pekerjaan rumah Tuhan. Mereka adalah orang-orang fundamentalis yang hanya menerima lima buku pertama dari Perjanjian Lama, yaitu buku-buku Musa. Mereka sangat marah karena ajaran Yesus membukakan mereka sebagai orang bidah. Dan mereka iri sekali dengan Kekristenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19-21, “Tetapi malamnya, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara, lalu membawa rasul-rasul itu ke luar. Malaikat itu berkata kepada rasul-rasul itu, 20 "Pergilah berdiri di Rumah Tuhan dan beritahukanlah kepada orang-orang tentang hidup yang baru ini." 21 Maka rasul-rasul itu pun menuruti pesan malaikat itu. Pagi-pagi sekali mereka pergi ke Rumah Tuhan dan mulai mengajar di situ.” Orang Saduki itu tidak percaya ada kebangkitan dan para rasul ini berkhotbah bahwa Kristus sudah bangkit. Mereka tidak percaya ada malaikat, jadi Allah mengirim salah satu mahluk itu yang mereka menyangkal untuk mengeluarkan rasil-rasul-Nya dari penjara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat-malaikat berkali-kali digunakan sebagai utusan-utusan di Kisah Para Rasul. Jadi malaikat itu membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar. Mereka diselamatkan dan apakah diperintahkan kepada mereka? Malaikat itu mengatakan, “Pergilah dan beritahukanlah kepada orang-orang tentang hidup yang baru ini,” yaitu ditempat orang Saduki itu. Allah ingin kita menjadi berani pada waktu ada penganiayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin ada ketaatan dengan biaya apapun dan pemberitaan injil dengan biaya apapun juga. Kekristenan adalah hidup berkelimpahan dan hidup kekal dalam Anak-Nya. Jadi mereka tiba di pagi hari itu dan mereka mulai memberitakan injil lagi. Allah menempatkan mereka justru di tempat dimana mereka adalah ancaman terbesar bagi orang-orang yang menempatkan mereka kedalam penjara pada mulanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di pertengahan ayat 21, “Sementara itu imam agung dan para pengikutnya datang, lalu mengadakan sidang mahkamah dengan para pemimpin Yahudi. Kemudian mereka menyuruh orang pergi mengambil rasul-rasul itu dari penjara untuk dibawa menghadap mereka.” Mahkamah itu adalah perkumpulan orang-orang Israel yang dinamakan Sanhedrin. Mereka adalah penatua orang Israel. Dan mereka pengaruh-nya besar. Mereka adalah Mahkamah Agung Israel. Jadi mereka memerintah penjara supaya orang Kristen itu dikeluarkan. Mereka ingin menghukum mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22-23, “Tetapi ketika orang-orang yang disuruh itu tiba di penjara, mereka tidak mendapati rasul-rasul itu di sana. Jadi mereka kembali, lalu melaporkan hal itu kepada mahkamah. 23 "Pada waktu kami sampai di penjara," kata mereka kepada mahkamah, "kami dapati pintu penjara itu terkunci baik-baik, dan pengawal-pengawal sedang berjaga di pintu. Tetapi pada waktu kami membuka pintu itu, kami tidak mendapati seorang pun di dalamnya." Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Inilah suatu kejadian yang misterius dan ajaib, suatu petunjuk lain dari kenyataan-kenyataan supranatural yang terjadi di gereja mula-mula untuk mendemonstrasikan karakter ilahinya, karena hanya Allah sanggup melakukan hal-hal seperti ini. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 24-25, “Ketika perwira pengawal Rumah Tuhan dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka bingung mengenai rasul-rasul itu dan takut akan apa yang bisa terjadi. 25 Kemudian datang seorang laki-laki membawa berita ini, "Dengarkan! Orang-orang yang Tuan-tuan tahan di penjara itu sekarang sedang mengajar orang banyak di Rumah Tuhan!" Mereka mungkin berpikir bahwa mereka sedang bersembunyi di suatu tempat. Tidak. Mereka kembali lagi berkhotbah dengan kekuatan yang lebih lagi karena sekarang mereka berada disitu karena ada mujizat yang tidak ada yang bisa menyangkal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26, “Maka perwira pengawal Rumah Tuhan itu bersama pengawal-pengawalnya pergi mengambil rasul-rasul itu kembali. Tetapi mereka tidak memakai kekerasan, sebab mereka takut kepada orang banyak; jangan-jangan orang banyak itu nanti melempari mereka dengan batu.” Mengapa orang-orang mau membunuh mereka dengan batu? Mereka memenuhi kota dengan orang-orang sakit dan yang kerasukan setan dan mereka tahu bahwa orang-orang itu semua dapat disembuhkan dan dilepaskan dari pengaruh roh jahat. Jika mereka memperlakukan para rasul dengan tidak baik, pastilah akan ada kerusuhan. Bisa-bisa mereka dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27-28, “Rasul-rasul itu dibawa masuk menghadap mahkamah. Lalu imam agung memeriksa mereka. 28 Ia berkata, "Kami sudah melarang kalian dengan keras supaya jangan mengajar tentang Orang itu. Tetapi sekarang coba lihat apa yang kalian lakukan! Kalian sebarkan pengajaranmu itu di seluruh Yerusalem, dan kalian malah mau menuduh bahwa kamilah yang menyebabkan kematian Orang itu." Malah mereka tidak mau memakai nama Yesus. Tuduhan kedua adalah bahwa mereka bertanggung jawab atas kematian orang ini. Masih ingat Matius 27:25, “Seluruh orang banyak itu menjawab, "Ya, biarlah kami dan anak-anak kami menanggung hukuman atas kematian-Nya!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal keempat yang esensial dalam penginjilan adalah ketekunan. Apakah penangkapan dan semua pelecehan ini menakut-nakuti mereka? Tidak. Dan mulai dengan ayat 29, kita melihat ketekunan Petrus dan para rasul ketika mereka menjawab, “Kami harus menuruti Allah dan bukan menuruti manusia.” Inilah kenyataan sederhana. Kami diperintahkan untuk pergi ke seluruh dunia dan untuk mengabarkan Injl kepada semua orang. Kami telah diberi kekuatan dari Roh Kudus untuk menjadi saksi-saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria dan ke ujung-ujung dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30-31, “Yesus, yang kalian salibkan, sudah dihidupkan kembali dari kematian oleh Allah nenek moyang kita. 31 Dan Allah sudah memberikan kepada-Nya kedudukan dan kekuasaan yang tertinggi sebagai Pemimpin dan Penyelamat; supaya bangsa Israel diberi kesempatan untuk bertobat dari dosa-dosanya dan mendapat pengampunan.” Inilah keberanian. Petrus mengatakan bukan kami yang membuat-buat hal ini. Ayat 32, “Kamilah saksi-saksi mengenai semuanya itu, dan demikianpun Roh Allah yang diberikan Allah kepada orang-orang yang menuruti perintah-Nya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Esensial terakhir adalah kuasa pemeliharaan itu. Kuasa pemeliharaan adalah Allah yang mengontrol segala keadaan. Pada akhirnya hasil penginjilan kami adalah di dalam tangan Allah. Lihatlah apa yang terjadi ketika semua pemimpin mahkamah Agung Israel itu hadir secara sah. Ayat 33, “Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar itu, mereka marah sekali, dan mereka sepakat untuk membunuh rasul-rasul itu.” Mengapa mereka tidak langsung membunuh mereka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Suatu hal yang aneh terjadi. Ayat 34, “Tetapi di antara anggota-anggota mahkamah itu ada seorang Farisi bernama Gamaliel. Ia guru agama yang sangat dihormati oleh semua orang. Ia berdiri lalu menyuruh orang membawa ke luar rasul-rasul itu sebentar.” Orang-orang Saduki dominan di Sanhedrin, namun juga ada beberapa orang Farisi. Dan mereka adalah guru masyarakat dan mereka pengaruhnya besar. Orang Saduki ingin membunuh mereka langsung, namun disini ada orang yang mewakili penduduk. Dan dia adalah guru besar yang dihormati semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 35-37, “Kemudian ia berkata kepada Mahkamah Agama itu, "Saudara-saudara orang-orang Israel! Pikirlah baik-baik mengenai apa yang akan Saudara-saudara lakukan terhadap orang-orang ini. 36 Sebab dahulu pernah muncul Teudas, yang menganggap diri orang besar, sehingga kira-kira empat ratus orang mengikuti dia. Tetapi ia dibunuh dan semua pengikutnya tercerai-berai, serta gerakannya pun lenyap. 37 Sesudah itu, pada waktu ada sensus, muncul pula Yudas, orang dari Galilea. Karena pengaruhnya, banyak juga orang yang mengikuti dia. Tetapi ia juga terbunuh, dan semua pengikut-pengikutnya cerai-berai.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berhati-hatilah, jika kalian membunuh mereka mungkin saja ada pemberontakan besar. Hal-hal seperti ini seringkali menyelesaikan diri. Ayat 38-39, “Jadi sekarang dengan peristiwa ini, nasihat saya ialah: janganlah berbuat apa-apa terhadap orang-orang ini, biarkan saja mereka. Sebab kalau ajaran dan gerakan mereka ini adalah dari manusia, maka ajaran dan gerakan itu akan lenyap. 39 Tetapi kalau itu datang dari Allah, maka Saudara-saudara tidak akan dapat mengalahkan mereka. Malah mungkin akan ternyata bahwa Saudara-saudara melawan Allah." Nasihat Gamaliel itu diterima oleh mahkamah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40, “Maka rasul-rasul itu dipanggil, lalu dicambuk, kemudian dilarang mengajar lagi tentang Yesus. Sesudah itu, baru mereka dilepaskan.” Disini Allah memakai orang ini untuk meneruskan pemberitaan Injil. Ayat 41-42, “Rasul-rasul itu meninggalkan Mahkamah Agama itu dengan gembira sebab Allah sudah menganggap mereka patut untuk mendapat hinaan karena Yesus. 42 Dan setiap hari di Rumah Tuhan dan di rumah-rumah orang, mereka terus mengajar dan memberitakan Kabar Baik tentang Yesus bahwa Dialah Raja Penyelamat yang dijanjikan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kuasa pemeliharaan Allah. Allah ada tujuan di setiap zaman, di setiap negara, di setiap waktu dan setiap tempat dan itu itu masih terjadi sekarang juga. Semuanya adalah di dalam tangan Tuhan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Apr 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160403</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/lbmn7s1d</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus yang Bangkit]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_08t1026e"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:19-23" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:19-23</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagimu." 20 Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Pada waktu melihat Tuhan, mereka gembira sekali. 21 Lalu Yesus berkata kepada mereka sekali lagi, "Damai sejahtera bagimu. Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian." 22 Lalu Ia meniupkan napas-Nya kepada mereka dan berkata, "Terimalah Roh Allah. 23 Kalau kalian mengampuni dosa seseorang, Allah juga mengampuninya. Kalau kalian tidak mengampuni dosa seseorang, Allah juga tidak mengampuninya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab terdiri dari dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru memiliki 27 buku: ada empat Injil yang menceritakan hidup Yesus, ada 21 surat yang menjelaskan makna Yesus bagi kehidupan kita, satu buku sejarah gereja mula-mula, dan satu buku nubuatan. Semua 27 buku itu membicarakan Yesus sebagai yang hidup yang bangkit dari antara orang mati dan yang menjadi realitas hidup central di dalam alam semesta sekarang, dimana Dia sendiri adalah benar-benar Allah dan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang saya ingin melakukan dalam pesan ini adalah melihat bersama Anda kepada kedatangan Yesus untuk pertama kalinya kepada murid-murid-Nya yang takut setelah kebangkitan itu. Dan apa yang saya ingin Anda melihat adalah: Bagaimana sikapnya dan tindakan Yesus yang telah bangkit itu? Dan apakah perkataan Yesus yang bangkit itu? Penampilan pertama kepada murid-murid itu terjadi di Yohanes 20:19-23. Marilah kita melihat bagian pertama ayat 19 itu untuk melihat bagaimana kelakuan Yesus. “Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga Fakta dan Bagaimana Yesus Berhubungan Dengan Kita. Jadi ini waktu malam hari Minggu dimana Dia bangkit dari antara orang mati. Pagi itu Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada Maria Magdalena (Yoh. 20:1-18). Namun sekarang Dia menampilkan diri-Nya kepada semua murid-murid (kesebelas rasul) sekaligus. Perhatikanlah tiga hal: pintu-pintu semua terkunci; murid-murid itu takut; dan Yesus datang dan berdiri ditengah-tengah mereka. Ketiga fakta itu memberitahukan kita tiga hal yang kita dapat tahu tentang bagaimana Kristus yang bangkit itu berhubungan dengan kita di masa kini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1. Pintu-pintu semua terkunci. Yesus tidak perlu mengetok. Bahkan Dia tidak perlu untuk membuka pintu. Dia bisa berada disitu langsung. Dan Dia bukan hantu. Lihatlah ayat 20, “Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya.” Ditempat lain Dia mengatakan, “Lihat tangan-Ku dan lihat kaki-Ku. Ketahuilah, bahwa Aku sendirilah ini! Rabalah dan perhatikanlah, karena hantu tidak mempunyai daging atau tulang, seperti yang kalian lihat pada-Ku" (Lukas 24:39). Jadi Dia memiliki tubuh fisik. Namun tidak sama seperti kita: sama namun berbeda. Dia berada disitu meskipun semua pintu terkunci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti pada masa kini di dalam hidup Anda, Yesus dapat masuk ketempat yang tidak dapat ditembus siapapun. Dia dapat pergi ketempat dimana seorang konselor tidak dapat pergi. Dia dapat pergi dimana tidak ada dokter yang dapat pergi. Dia dapat pergi dimana kekasih tidak dapat pergi. Dia sanggup menjangkau Anda dan menyelam kedalam hati Anda, dimanapun juga Anda berada dan dalam waktu apapun juga. Tempat manapun dan kepribadian yang sedalam apapun juga dapat ditembus oleh Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan Yesus dari antara orang mati menyebabkan Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan orang lain. Tidak ada mahluk apapun yang seperti Dia di seluruh alam semesta. Dia hidup dan Dia adalah satu-satunya Allah-Manusia. Anda tidak dapat membayangkan kemampuan-Nya. Dan itu adalah suatu keajaiban untuk merenungkan bahwa semua lapisan kompleks kehidupan Anda, yang tidak dapat dimengerti Anda atau siapapun juga, bagi Dia adalah wilayah lazim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Mereka takut. Ayat 19, “semua pintu terkunci sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi.” Pemimpin mereka baru disalibkan sebagai ancaman terhadap Kaisar. Ketakutan mereka benar-benar dapat dimengerti. Dan Yesus datang kedalam ketakutan itu. Saya ingin supaya Anda memperhatikan hal ini karena beginilah caranya saya merasakan saya butuh Yesus yang hidup dan bangkit paling sering. Yaitu melalui ketakutan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya takut persiapanku kurang dalam apa yang diharapkan saya lakukan. Saya takut gereja ini tidak akan maju, atau tidak ada yang hadir di kelas di STT itu, atau kelas pemahaman Alkitab tidak menolong orang. Saya takut bahwa anak-anak saya tidak akan percaya Kristus. Saya takut saya kurang berusaha di perjalanan misi kita. Saya takut saya mungkin terpengaruh keduniawian dan menjadi tidak berguna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan di dalam tindakan ini: Saya akan datang kepada umat-Ku pada saat mereka takut. Saya tidak tunggu sampai mereka dapat menyelesaikan masalah mereka. Saya tidak tunggu sampai iman mereka bertumbuh sampai dapat mengalahkan ketakutan mereka. Saya datang untuk menolong mereka supaya iman mereka menjadi cukup besar untuk mengatasi ketakutan itu. Dan kesaksian saya setelah saya menjadi orang Kristen selama duapuluh tahun, bahwa itu masih benar. Yesus yang hidup yang bangkit masih melakukan itu selalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Ayat 19, “dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka.” Intinya disini bahwa Dia datang sampai ditengah-tengah pertemuan mereka. Dia tidak datang dekat ke tembok luar dan memanggil mereka dari luar dan berhubungan dengan mereka sebagai Allah yang jauh. Iman mereka tidak dipermainkan. Dia ingin supaya mereka dapat melihat-Nya dan mengenal-Nya dan percaya kepada-Nya dan mengasihi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang Dia inginkan bagi Anda hari ini. Dan itulah yang saya inginkan bagi Anda hari ini juga. Saya ingin supaya Anda mengalami Yesus yang hidup. Supaya Anda mengenal Dia. Supaya Dia mendekat kedalam kehidupan Anda dimana tidak ada sesuatu yang lain yang dapat masuk. Supaya Dia dapat menolong Anda dalam ketakutan Anda dimana tidak ada sesuatu yang lain yang dapat menolong Anda. Dan supaya Dia mendekat kepada Anda dan tidak memanggil Anda dari jauh namun datang kepadamu dimana Anda berada. Itulah yang saya doakan terjadi dalam kebaktian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hadiah dalam perkataan Yesus. Jadi begitulah kelakuan-Nya sebagai Kristus yang telah bangkit dan hidup. Nah sekarang apakah perkataan Dia? Dan dalam penampilan-Nya yang pertama kepada murid-murid Dia mengatakan tiga hal. Dan ketiga hal ini adalah tiga hadiah bagi Anda: hadiah damai, hadiah kekuatan dan hadiah tujuan. Dan kebalikan dari damai adalah konflik. Kebalikan kekuatan adalah kelemahan. Dan kebalikan tujuan adalah hidup tanpa tujuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali kehidupan hancur karena konflik, kelemahan dan hidup tanpa tujuan. Yesus datang ke dunia dan mati dan bangkit bukan untuk menghancurkan hidup Anda, namun untuk menyelamatkannya. Dan yang kita akan lihat adalah bahwa Dia menyelamatkan hidup kita dengan menjadikan diri-Nya damai kita dan kekuatan kita dan tujuan kita. Saya berdoa supaya Allah akan melakukan itu bagi Anda: Buatlah Yesus menjadi perdamaian Anda, kekuatan Anda dan tujuan hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah perkataan-Nya? Dua kali Dia mengatakan, “Damai sejahtera bagimu.” Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagimu." 20 Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Pada waktu melihat Tuhan, mereka gembira sekali. 21 Lalu Yesus berkata kepada mereka sekali lagi, "Damai sejahtera bagimu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum Yesus mengatakan sesuatu tentang kekuatan atau tujuan hidup Dia ingin membangun perdamaian. Urutannya sangat penting disini. Damai sejahtera yang diberikan Yesus terjadi sebelum ada tindakan yang penuh kekuatan atau penuh tujuan. Kita dengan tindakan kita tidak akan memperoleh damai sejahtera itu dengan Yesus. Dialah yang memulai proses perdamaian itu dengan kita. Rasul Paulus menjelaskannya seperti ini di Efesus 2:14-16, “Sebab Kristus sendiri adalah pendamai kita. Ia mempersatukan orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi menjadi satu bangsa. 16 Oleh kematian-Nya disalib, Kristus mendamaikan mereka dengan Allah, sehingga lenyaplah permusuhan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, jika Anda percaya Aku permusuhan itu tidak akan diperhitungkan kepada Anda lagi. Murka Allah sudah dialihkan. Itulah maksudnya Paulus ketika dia mengatakan di Efesus 2:16, “Oleh kematian-Nya disalib, Kristus mempersatukan dua bangsa itu, dan mendamaikan mereka dengan Allah, sehingga lenyaplah permusuhan itu.” Segala permusuhan diantara Allah dengan kita telah dihilangkan di kayu salib. Lihatlah tangan-Ku dan lambung-Ku, Aku telah memakai itu untuk memperoleh kedamaian. Keadilan dipuaskan dengan perbuatan ini. Damai sejahtera diantara Anda dan Allah (dan Aku) telah tercapai dengan apa yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai sejahtera telah tercapai. Damai yang disediakan Yesus kepada para murid adalah damai yang Dia selesaikan ketika Dia mati di kayu salib bagi mereka. Karena itu di ayat 20 dikatakan, “Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya.” Aku adalah yang meninggal. Aku adalah yang kalian tinggalkan. Dan Aku adalah yang menurut Yesaya 53:5, “dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita.” Dan alasannya Aku dapat menawarkan damai sejahtera itu adalah karena oleh karena darah-Ku Aku telah menutupi segala dosa-dosamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana Damai datang kedalam Hidupmu. Jadi ada empat hubungan dimana Kristus yang bangkit membawa damai ke dalam hidupmu. 1. Damai antara kita dan Allah. Itulah arti pertama: Dia berdiri ditengah-tengah mereka sebagai teman dan penolong, bukan sebagai hakim. Karena itulah Allah mengirim Dia, supaya keadilan dan murka Allah dapat ditanggung dengan cara lain selain hukuman kekal. Allah mendamaikan kami dengan menggantikan penderitaan Anak-Nya untuk hukuman kami. dan sekarang Dia datang sebagai Bapa yang penuh kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Damai diantara kita dan orang lain yang percaya Kristus. Artinya kita dipulihkan Allah adalah kita harus memulihkan diri dengan semua orang lain yang telah dipulihkan Allah. Tidak ada permusuhan secara vertikal atau horizontal. Tidak ada rasisme. Tidak ada etnosentrisme atau seksisme. Galatia 3:28 mengatakan, “Dalam hal ini tidak lagi diadakan perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, antara hamba dan orang bebas, antara laki-laki dan perempuan. Saudara semuanya satu karena Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Ada damai diantara kita dan jiwa kita. Damai dengan diri kita tidak berarti bahwa kita melihat dosa-dosa masa lalu sebagai sesuatu yang membahagiakan. Damai tidak berarti kesakitan dosa-dosa masa lalu itu menghilang. Namun itu berarti bahwa dosa-dosa itu tidak lagi dapat melumpuhkan kita. Kesakitan mungkin tidak menghilang begitu saja, namun hukuman dosa kita ditiadakan melalui Kristus. Dan itu menyebabkan kita dapat disembuhkan dan kita dapat hidup penuh pengharapan selama itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Damai dengan dunia. Iya, ketika Yesus mati Dia melakukan apa yang harus dilakukan (Kolose 1:19-20) supaya pada suatu hari, dalam waktu Allah, semua kejahatan akan dibuang ke dalam kegelapan kekal dan seluruh ciptaan baru akan dipenuhi damai dan kebenaran. Yesaya 9:7 mengatakan, “peningkatan pemerintah-Nya dan damai-Nya tidak akan berakhir dengan kebenaran dari waktu itu sampai selama-lamanya.” Damai dengan dunia adalah pencapaian yang luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita menerima Damai ini? Tidak semua orang memiliki itu. Itu adalah hadiah dari Allah. Kita harus menerima Dia atau menjauhi Dia. Dialah kedamaian kita. Jika kita memiliki Kristus yang hidup sebagai Juruuselamat dan Tuhan, kita dapat damai yang Dia berikan, damai yang adalah Dia. Roma 5:1 mengatakan, “Karena kita sudah dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam kedamaian dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus.” Semua hal lain adalah hasil kedamaian itu, bukan penyebab. Itu adalah buahnya, damai adalah akarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekuatan olah Roh Kudus. Yesus akan mencurahkan Roh Kudus setelah Dia naik ke surga (Kisah Para Rasul 2:33). Dan itu terjadi kira-kira tujuh minggu setelah kebangkitan-Nya. Kita membaca tentang hal itu di KPR 1. KPR 1:8 mengatakan, “Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu.” Pekerjaan Roh Kudus yang diberikan Yesus itu menyebabkan kita sanggup melakukan apa yang kita tidak bisa lakukan dengan kekuatan sendiri. Dialah yang memberikan kita kekuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini di Yohanes 20:22 Yesus melakukan perumpamaan itu, “Lalu Ia meniupkan napas-Nya kepada mereka dan berkata, "Terimalah Roh Allah.” Dia sepertinya mengatakan: sadarilah bahwa nafas-Ku, kehidupan-Ku dan firman-Ku ada di dalam Roh Kudus itu. Di Yohanes 14:18 Yesus berkata, “Kalian tak akan Kutinggalkan sendirian sebagai yatim piatu. Aku akan kembali kepadamu.” Yesus yang bangkit dan hidup telah datang kepada kita. Dia telah mengirim kepada kita Roh Kudus, yaitu Roh-Nya. Dia telah menghembus kepada kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepribadian ini, kekuatan ini adalah harapan kita satu-satunya untuk menyelesaikan tujuan hidup bagi kami. Dan Dia memberikan tujuan itu di ayat 21b, “Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian.” Aku ingin kalian hidup di dunia ini sebagai wakil-wakil-Ku, sebagai utusan-Ku. Aku ingin supaya kalian ambil damai-Ku dam kekuatan-Ku dan memuliakan Bapa-Ku seperti Aku telah melakukan itu (Yoh 12:27-28).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Utama untuk Keberadaan Kita. Yesus datang kepada kita dan memberikan kita kedamaian-Nya dengan Allah. Kemudian Dia memberikan kita kekuatan untuk melakukan bermacam hal yang kita sebagai manusia biasa tidak sanggup melakukan, seperti mengalahkan egoisme kita dan mengasihi orang lain dan menghargai Kristus diatas segalanya. Dan kemudian dengan damai sejahtera dan kekuatan itu Dia memberikan kepada kita tujuan utama untuk keberadaan kita, ayat 21b, “Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Aku mengutus kalian untuk menyampaikan damai-Ku dan terang-Ku dan kebenaran-Ku dan kehidupan-Ku kedalam dunia, namun Aku memberikan kalian Roh-Ku. Akulah yang menjadi kekuatan di dalam kalian. Jadi pergilah dan muliakanlah Aku di dalam dunia ini. Itulah tujuan kita yang besar, dalam kedamaian Allah, dengan kekuatan Allah kita melakukan kehendak Allah untuk kemuliaan Allah dan untuk kebaikan bagi orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda rada bingung menterjemahkan ayat 23, inilah artinya. Ini cara baik untuk mengakhiri bagian Firman ini. Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Kalau kalian mengampuni dosa seseorang, Allah juga mengampuninya. Kalau kalian tidak mengampuni dosa seseorang, Allah juga tidak mengampuninya.” Tujuan Yesus adalah seperti ini: Ketika kalian memberitakan kepada orang-orang apa yang Aku telah lakukan, membicarakan apa yang Aku katakan tentang pekerjaan-Ku dengan kuasa Roh Kudus, Akulah yang berbicara melalui kalian, sehingga jika diantara mereka ada orang yang percaya perkataanmu, Aku mengampuni dosa-dosa mereka. Dan jika ada orang yang tidak percaya perkataanmu, Aku tidak akan mengampuni mereka. Dan karena kalian adalah suara-Ku dan kebenaran-Ku, Aku mengatakan kalian mengampuni mereka dan kalian tidak mengampuni mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang sekarang hanya berarti: bagaimana Anda menerima pesan dari utusan manusia yang berdosa dan tidak sempurna ini akan menentukan apakah Anda diampuni atau tidak. Sebagai utusan Kristus, saya mendorong Anda untuk percaya kepada Yesus dan karena itu Anda dipulihkan Allah dan menerima sebagai hadiah bebas damai-Nya, kekuatan-Nya, tujuan-Nya di dalam nama Yesus yang hidup sekarang juga. Ini benar-benar adalah keputusan terpenting bagi Anda di dalam hidup ini, Amin?</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Mar 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160327</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/08t1026e</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Konsekuen Dosa di Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_y20eh567"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+5:5-14" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 5:5-14</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 5:5-14 mengatakan, “Begitu Ananias mendengar kata-kata itu, ia jatuh, lalu mati. Semua orang yang mendengar tentang kejadian itu menjadi takut. 6 Maka orang-orang muda datang membungkus mayat Ananias, lalu membawanya ke luar untuk menguburkannya. 7 Kira-kira tiga jam kemudian istrinya masuk. Ia tidak tahu apa yang baru terjadi. 8 Petrus berkata kepadanya, "Coba beritahukan kepada saya: Apakah tanah yang engkau dan suamimu jual itu, sebanyak ini harganya?" “Betul, itu harganya," jawab istri Ananias. 9 Lalu Petrus berkata kepadanya, “Mengapa engkau dan suamimu sepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Dengarlah! Orang-orang yang menguburkan suamimu sudah kembali. Mereka akan membawa engkau ke luar juga."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“10 Saat itu juga istri Ananias itu jatuh dan mati di depan Petrus. Dan waktu orang-orang muda itu masuk, mereka menemukan dia sudah mati. Lalu mereka membawa mayatnya ke luar dan menguburkannya di samping suaminya. 11 Maka semua orang-orang percaya itu dan orang-orang lainnya, yang mendengar tentang peristiwa itu, menjadi takut. 12 Karena pelayanan rasul-rasul maka banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa terjadi di antara masyarakat. Dengan sehati semua orang percaya berkumpul di Serambi Salomo di Rumah Tuhan. 13 Dan orang luar tidak ada yang berani datang berkumpul dengan orang-orang percaya itu. Tetapi orang-orang percaya itu sangat dihormati oleh masyarakat. 14 Dan makin lama makin bertambah banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan--baik laki-laki maupun wanita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Membunuh orang pada waktu persembahan, menakutkan orang di gereja dan menakutkan orang-orang diluar gereja kedengarannya aneh. Namun ternyata, tindakan ilahi macam itu dimana ada penghakiman di gereja, malah dipakai Allah untuk menambahkan lebih banyak orang percaya. Ini kejadian berdosa pertama dalam sejarah gereja, Namun ini bukan dosa pertama. Selalu ada dosa sejak hari Pentakosta meskipun mereka telah ditebus, mereka tetap orang berdosa. Namun ini dosa pertama yang tercatat di KPR.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja didirikan di hari Pentakosta. Allah sedang bekerja dan sesuatu yang luar biasa terjadi. Pada mulanya ada 120 orang percaya. Kemudian itu menjadi 3000 dan setelah Petrus berkhotbah lagi Allah menambahkan lagi 5000 lelaki. Ditambah wanita dan anak-anak itu berarti gereja sekarang sebesar 20,000 orang, dan keadaannya semua berkembang dan penuh sukacita. KPR 4:32-37 berakhir dengan kesatuan yang luar biasa di gereja itu. Mereka semua satu hati dan satu jiwa. Semua orang rela untuk menjual milik mereka. Ayat 34 mengatakan, “Dan tidak ada seorangpun dari antara mereka yang kekurangan apa-apa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan latar belakang pekerjaan Allah yang menakjubkan di gereja mula-mula ini terjadilah hari Minggu yang menakutkan itu. Karena sifatnya dosa kemunafikan itulah gereja selalu harus mengingat hal itu. Itu dibukakan karena Tuhan membukakannya. Biasanya kemunafikan itu berlangsung lama sekali. Bahkan dalam beberapa kasus, itu tidak pernah ketahuan karena kemunafikan itu dipelihara dengan baik. Berdasarkan sifatnya, kemunafikan itu tersembunyi, itu menyamar. Namun Allah membenci kemunafikan, bahkan juga ditahun-tahun pertama sejarah manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemunafikan harus diekspos, dan itu harus dihakimi, demi orang munafik itu dan demi gereja. Banyak tempat yang menamakan diri gereja sekarang mengundang banyak orang yang berpura-pura tertarik akan Yesus Kristus dan tidak pernah memperingati mereka akan kemunafikan. Ide masa kini adalah supaya setiap orang merasa nyaman dan mengundang mereka yang ingin tahu Yesus secara dangkal. Namun sikap Allah terhadap kemunafikan tidak seperti itu. Kemunafikan itu harus dibukakan demi kesehatan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memiliki orang-orang di gereja yang hanya pura-pura berkomitmen itu merugikan. Mungkin itu terasa baik, namun hal ini tidak menolong gereja. Ini menyebabkan injil tidak diberitakan secara efektif karena orang-orang bingung apakah kekristenan itu sebenarnya. Apa yang tidak terlihat jauh lebih bahaya dari pada apa yang terlihat. Dan kemunafikan itu benar-benar menghilangkan kuasa dan kesaksian dari gereja itu, karena melalui rancangan itu tidak kelihatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat dulu kepada berpura-pura yang penuh dosa, KPR 5:1-2, “Tetapi ada seorang laki-laki bernama Ananias. Ia dengan istrinya bernama Safira, menjual juga sebidang tanah kepunyaan mereka. 2 Uang dari penjualan itu sebagiannya ia tahan untuk diri sendiri dan yang lainnya ia serahkan kepada rasul-rasul. Ia lakukan itu dengan setahu istrinya.” Didepan keindahan yang terjadi sebelumnya ada kata “tetapi”. Dua orang percaya dari gereja itu berbohong kepada Roh Kudus. Mereka orang percaya munafik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pujian yang diberikan kepada orang-orang yang berkorban dan Ananias dan Safira juga ingin mendapatkan pujian itu. Jadi mereka memutuskan untuk menjual sebidang tanah dan mereka mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka akan memberi seluruh hasil penjualan itu kepada Allah, namun ini seluruhnya hanya pura-pura saja. Mereka seperti orang Farisi di Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kalian melakukan kewajiban agama di depan umum supaya dilihat orang. Kalau kalian berbuat begitu, kalian tidak akan diberi upah oleh Bapamu di surga.” Dosa itu bukan karena mereka tidak memberi seluruhnya. Tidak perlu diberi semuanya. Namun jika berbohong mengenai hal itu, ya itu dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sudah bersumpah kepada Roh Kudus untuk memberi seluruhnya, dan ini hanya suatu tipuan didepan jemaat dan para rasul sambil mereka diam-diam hanya memberi sebagian saja. Mereka menginginkan status spiritual. Mereka ingin dipuji-puji dan dihargai seperti orang lain yang telah melakukan itu. Mereka cari martabat. Mereka ingin orang menganggap mereka saleh dan murah hati dan berkorban, namun mereka hanya ingin supaya kelihatannya mereka telah mengorbankan semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mencoba untuk menciptakan kesan bahwa Anda sesuatu yang bukan Anda. Anda melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan, Anda memberi sesuatu yang Anda tidak memberi. Jadi apakah Iblis mulai merubah penganiayaan dari luar menjadi penganiayaan dari dalam? Apakah hasilnya penganiayaan terhadap gereja itu? Itu malah memberi kekuatan kepada gereja dan memperbesar gereja. Ada pepatah lama yang mengatakan, “darah para martir membangun gereja,” dan memang itu benar sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi penganiayaan gereja bagi Iblis itu kontraproduktif. Dia pasti akan melakukan itu lagi dan dia telah melakukan itu sepanjang sejarah, namun gereja yang dianiaya adalah gereja yang murni, dan gereja murni adalah gereja yang kuat dan gereja yang bertumbuh. Jadi Setan memutuskan bahwa penganiayaan dari luar tidak menghasilkan banyak, jadi dia masuk ke dalam gereja supaya merusak gereja itu dari dalam. Yang dibenci Allah adalah dosa kemunafikan oleh orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat orang-orang yang pura-pura berrohani di dua ayat pertama. Kemudian kita melihat ada persepsi rohani yang datang cepat di ayat 3 dan 4, “Maka Petrus berkata kepadanya, "Ananias, mengapa kaubiarkan Iblis menguasai hatimu, sampai kau berdusta kepada Roh Allah, dengan diam-diam menahan untuk dirimu sendiri sebagian dari uang penjualan tanah itu? 4 Tanah itu engkau punya sebelum engkau menjualnya. Dan sesudah tanah itu dijual pun, uangnya masih engkau punya juga. Jadi mengapa ada maksud di dalam hatimu untuk berbuat yang seperti itu? Bukan manusia yang engkau dustai, tetapi Allah!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus langsung tahu ada penipuan. Bagaimana dia tahu hal itu? Roh Kudus sedang bekerja disini dan dia diberi kemampuan untuk mengetahui hal itu. Petrus itu sangat berani karena keadaannya di gereja sedang berlangsung baik. Mungkin saja Petrus berpikir, “Sebenarnya lebih baik mereka menjual tanah itu dan kita dapat apa yang kita dapat. Memang Ananias dan Safira adalah angota jemaat yang cukup kaya. Kita ingin menghargai mereka.” Namun itulah pikiran orang yang berkompromi dan yang mencari-cari dalih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen tidak dapat dikuasai setan dalam arti kata bahwa setan-setan itu dapat tinggal di dalam mereka secara permanen, namun mereka bisa dipengaruhi kuasa gelap atau dipengaruhi Iblis. Paulus mengatakan di Efesus 6:11-12, “Pakailah seluruh perlengkapan perang yang diberikan Allah kepadamu, 12 Sebab kita berjuang bukannya melawan manusia, melainkan melawan kekuatan segala setan-setan yang menguasai zaman yang jahat ini. Kita melawan kekuatan roh-roh jahat yang menguasai ruang angkasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ananias dan Safira telah memberi tempat kepada Iblis. Mereka mementingkan uang dan mereka serakah dan mereka juga pembohong. Namun sebenarnya mereka adalah pencari kemuliaan, dan itu buruk. Orang yang mencari kemuliaan mengotori gereja. Jujurlah sebaiknya. Ketiga, akan datang penghukuman langsung. Allah bergerak cepat untuk mengadakan operasi. Potonglah kanker munafik itu dari penciptaan indah ini, yaitu tubuh Kristus. Penghakiman itu cepat dan terminal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 5:5, “Begitu Ananias mendengar kata-kata itu, ia jatuh, lalu mati. Semua orang yang mendengar tentang kejadian itu menjadi takut.” Boleh dibilang dia mati karena serangan jantung atau boleh dibilang Allah membunuh dia, namun apapun juga yang terjadi dia pasti ketakutan sekali pada saat itu sehingga dia langsung meninggal. Safira tidak ada disitu, Dia tidak muncul sampai tiga jam kemudian. Ayat 6, “Maka orang-orang muda datang membungkus mayat Ananias, lalu membawanya ke luar untuk menguburkannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah ilustrasi bagaimana orang Yahudi memperlakukan mayat. Orang-orang muda membawa dia kepada tempat yang sudah ditentukan dan mereka menguburnya. Hal itu makan waktu kira-kira tiga jam dan isterinya masuk tanpa tahu apa yang telah terjadi. Ayat 7-8, “Kira-kira tiga jam kemudian istrinya masuk. Ia tidak tahu apa yang baru terjadi. 8 Petrus berkata kepadanya, "Coba beritahukan kepada saya: Apakah tanah yang engkau dan suamimu jual itu, sebanyak ini harganya?" "Betul, itu harganya," jawab istri Ananias.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus mengatakan kepadanya di ayat 9-10, “Mengapa engkau dan suamimu sepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Dengarlah! Orang-orang yang menguburkan suamimu sudah kembali. Mereka akan membawa engkau ke luar juga." 10 Saat itu juga istri Ananias itu jatuh dan mati di depan Petrus. Dan waktu orang-orang muda itu masuk, mereka menemukan dia sudah mati. Lalu mereka membawa mayatnya ke luar dan menguburkannya di samping suaminya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah pertanyaan itu di ayat 9, “Mengapa engkau dan suamimu sepakat untuk mencobai Roh Tuhan?” Apakah Anda memikir Anda dapat menipu Roh Kudus, Roh Allah? Dari permulaan hari Pentakosta, ketika Roh Allah itu datang, ada kenyataan-kenyataan yang kelihatan dari kuasa Roh itu. Berbagai bahasa diucapkan orang yang tidak diketahui. Ada suara keras seperti angin badai. Ada gempa bumi. Ada tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh para rasul. Sudah jelas sekali bahwa Roh Kudus itu hadir dan kuat sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin orang bisa berkata, Yah ini akhirnya. Tidak ada harapan lagi bagi gereja ini. Orang-orang pasti pada lari. Mereka akan menjauhkan diri.” Apakah Anda tahu bahwa perintah pertama bagi gereja adalah untuk menghadapi dosa? Proses itu dibicarakan di Matius 18. Namun sedikit sekali gereja melakukan hal itu karena mereka mengatakan bahwa orang-orang akan meninggalkan gereja itu. Jika kita menghadapi dosa orang-orang akan lari dan siapakah kita untuk menghakimi mereka? Tetapi 1 Korintus 5:6 mengatakan jika kita tidak melakukan itu, “Ragi yang sedikit membuat seluruh adonan mengembang!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita belajar ada ‘berpura-pura yang berdosa’ yang diikuti ‘persepsi rohani ‘ dari Petrus yang mengakibatkan ‘hukuman langsung’ yang menghasilkan sekarang hal keempat, yaitu ‘pembersihan serius.’ Di ayat 5 dikatakan “Semua orang yang mendengar tentang kejadian itu menjadi takut.” Takut besar kepada Allah. Dan di ayat 11 dikatakan, “Maka semua orang-orang percaya itu dan orang-orang lainnya, yang mendengar tentang peristiwa itu, menjadi takut.” Jadi dua kali hal yang sama dikatakan di ayat 5 dan ayat 11. Ini adalah ketakutan ilahi akan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang kita belajar dari kejadian ini? Allah benci dosa dari umat-Nya. Mereka mengkorup gereja-Nya. Allah benci kemunafikan. Allah benci dusta dan Allah menghukum dosa. Ada orang yang mati saat ada Perjamuan Kudus. Ada dosa yang mengakibatkan orang langsung mati. Kemurnian itu kritis bagi gereja dan kritis untuk kekuatan di gereja dan kesaksian dari gereja. Memang kita bukan orang sempurna, namun janganlah kita munafik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan akan membukakan dosa dan kita semua karus ikut dalam hal itu. Jika saudara seimanmu berdosa, pergilah kepada dia, bawalah dua tau tiga saksi, beritahukanlah gereja kalau tidak ada hasil, dan kejarlah kemurnian di gereja. Apakah hukuman Allah itu menghancurkan gereja? Tidak. Ayat 12, “Karena pelayanan rasul-rasul maka banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa terjadi di antara masyarakat. Dengan sehati semua orang percaya berkumpul di Serambi Salomo di Rumah Tuhan.” Disitulah mereka kembali ke tempat yang sama dimana kita melihat Petrus bersama mereka di KPR 3. Mereka semua bersama dengan satu hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah dosa itu diurus, dan korupsi dihilangkan, dan orang-orang munafik mati, mereka bersama lagi seperti dulu. Nah tanda-tanda dan mujizat-mujizat mulai lagi. Semua orang disatukan kembali. Ayat 13, “Dan orang luar tidak ada yang berani datang berkumpul dengan orang-orang percaya itu. Tetapi orang-orang percaya itu sangat dihormati oleh masyarakat.” Apakah hal itu baik? Itu bertentangan dengan strategi perkembangan gereja benar? Namun itu bukan tempat dimana orang-orang yang tidak percaya bisa merasa nyaman. Mereka tidak memiliki strategi perkembangan gereja. Surat-surat pastoral masih belum dituliskan saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sangat menghargai kemurnian mereka dan moralitas mereka dan kebajikan mereka. Dan itulah yang kita inginkan. Kita ingin supaya dunia melihat kesatuan kita. Kita ingin supaya dunia dapat melihat kemurnian kita. Kita ingin supaya dunia melihat kita adalah satu kelompok orang yang percaya Tuhan Yesus Kristus yang mengaku Dia sebagai Tuhan dan Yang berkuasa, dan kita adalah hamba-hamba-Nya yang mengasihi dan setia. Dia memanggil kita untuk kesalehan dan kita mengejar kesalehan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka menghargai kesatuan kita dan kemurnian kita. Itulah rencana Tuhan bagi gereja dan itu memang berhasil. Ayat 14, “Dan makin lama makin bertambah banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan--baik laki-laki maupun wanita.” Siapakah yang menambahkan kepada gereja itu? Tuhan. Kalau kita bertoleransi terhadap dosa, itu mengundang orang-orang yang tidak percaya. Namun itu sama sekali bertentangan dengan tindakan Allah sendiri di Kisah Para Rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang pendeta benar, seorang gembala tulen tidak akan mengecualikan siapapun juga. Dia akan melakukan segalanya sesuai dengan perintah Allah. Lihatlah 2 Korintus 13:5, “Coba kalian menguji diri sendiri apakah kalian betul-betul hidup berdasarkan percaya kepada Kristus! Apakah Anda tidak menyadari bahwa Kristus Yesus ada di dalam kalian! Lain halnya kalau memang kalian gagal dalam ujian itu.” Anda sebaiknya menguji diri apakah Anda adalh orang percaya sejati atau tidak karena pada saat Aku datang itu adalah pendekatan langsung, Saya tidak peduli siapakah Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kisah Ananias, biasanya mereka adalah jenis orang yang para pemimpin tidak ingin menyebabkan merasa tersinggung karena mereka orang kaya. Namun lihatlah apa yang terjadi mengenai pertumbuhan gereja. KPR 6:7, “Demikianlah berita dari Allah semakin tersebar dan pengikut-pengikut Yesus di Yerusalem pun semakin bertambah banyak. Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.” KPR 8:6, “Ketika orang-orang mendengar Filipus berbicara dan mereka melihat keajaiban-keajaiban yang dibuatnya, banyak dari mereka yang memperhatikan apa yang dikatakan oleh Filipus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bacalah di Wahyu di surat-surat kepada gereja-gereja, dan Anda akan melihat bagaimana Tuhan sendiri mengatakan ketika gereja itu tidak murni, Dia sendiri akan datang dan berperang melawan gereja itu dengan pedang di mulut-Nya. Namun pada saat yang sama ampunilah mereka yang sudah diampuni Kristus. Ini adalah tempat untuk menghadapi dosa dan juga pengampunan dan anugerah dan pemulihan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Mar 2016 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160320</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/y20eh567</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketika Dosa Masuk Ke Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_374e7r52"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+4:32-5:11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 4:32-5:11</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Alkitabmu ke Kisah Para Rasul 4. Bagian ini sebenarnya mencatat kesatuan gereja yang mengasihi dan mengorbankan diri. Itu ada di bagian pertama. Dan ketika kita sampai ke KPR 5, kita diperkenalkan kepada dosa pertama di gereja. Kita tahu gereja baru itu didirikan pada hari Pentakosta. Itulah hari-hari penuh persekutuan. Itulah hari-hari ajaran doktrin yang benar. Itulah hari-hari dimana ada Perjamuan Suci dan makan bersama dari rumah ke rumah dengan sesama orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesaksian jiwa-jiwa yang telah diselamatkan terdengar keras dan jelas. Hasilnya di dalam minggu-minggu pertama gereja adalah banyak sekali orang menjadi percaya, sampai pada saat itu mungkin lebih dari 20,000 orang percaya kepada Kristus dan telah di baptis selam. Segala sesuatu pada saat itu di gereja penuh sukacita dan bersemangat dan mulia. Dan pada saat penganiayaan mulai, gereja menghadapi tantangan itu langsung. Dan gereja itu menang, bahkan dalam menghadapi penganiayaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu nyata. Kristus hidup dan kuasa Roh Kudus itu mengalir melalui mereka. Mereka menghadapi penganiaya mereka dengan keberanian. Tidak pernah dunia mengalami hari-hari seperti itu. Tidak pernah sebelumnya disediakan penebusan dosa. Tidak pernah ada kebangkitan sang Penebus. Tidak pernah ada pengampunan dosa sebelumnya. Tidak pernah sebelum waktu itu Roh Kudus telah mendiami sepenuhnya orang-orang. Belum pernah sebelumnya ada sifat baru yang ditanamkan ke dalam jiwa-jiwa yang telah ditebus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu mulia dan orang-orang benar-benar berkobar-kobar dengan kuasa Roh Kudus dan kekuatan dari kebenaran Injil. Namun Iblis masih aktif. Dan tindakan-tindakan pertama melawan gereja dengan penganiayaan gagal untuk mematikan api yang berkobar itu. Tujuan kekal mulai dikeluarkan, Kuasa kekal mulai digunakan. Dan tekanan dari luar itu sama seperti menuangkan bensin ke atas api. Dari situ Iblis tahu bahwa untuk menghancurkan gereja dia harus masuk ke dalam gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam bagian ini Iblis menyebabkan ada dosa pertama di depan umum di gereja. Ini permulaannya dan dosa seterusnya ada di gereja sejak itu. Ini adalah realitas bahwa Iblis bekerja di dalam gereja. Yesus mengatakan bahwa Iblis menabur lalang diantara gandum. Ajaran pertama yang diberikan Tuhan kepada gereja adalah jika seseorang berdosa, pergilah ke orang itu. Jika mereka tidak bertobat, bawalah dua atau tiga saksi. Jika mereka tetap tidak mau bertobat, beritahukanlah seluruh gereja, dan itu pada dasarnya tugas pertama yang diberikan kepada gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa moral dan dosa doktrin telah menggoda gereja sejak itu sampai sekarang. Disinilah Iblis menyebabkan ada kerusakan terbesar. Sejarah menunjukkan bahwa penganiayaan dari luar hanya menyebabkan gereja itu semakin murni dan semakin kuat dan semakin efektif. Jadi Setan itu sekarang bekerja terutama di dalam gereja. Dan saya berdoa pada saat Anda mendengar hal ini, Anda tergerak untuk mungkin lebih waspada, lebih hati-hati dan lebih bijaksana tentang keseriusan dosa di dalam gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian firman ini juga menunjukkan kejujuran Alkitab. Mungkin saja dosa yang buruk ini dibiarkan tidak masuk firman. Namun Allah tidak akan memberikan kita sesuatu yang tidak benar, dan apalagi bagi gereja-Nya. Gereja itu tidak sempurna. Itu tidak sempurna pada permulaannya, dan pastilah tidak sempurna sekarang. Ini rumah sakit bagi orang-orang yang menyadari bahwa mereka sakit dan yang juga tahu dimana ada kesembuhan. Selalu ada dosa di dalam gereja karena gereja itu penuh dengan orang-orang berdosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah membawa gereja itu dengan dosa-dosa itu, bersama orang-orangnya yang berdosa, dan mentransformasikan seluruh dunia. Yang memberikan kita harapan adalah faktanya bahwa Tuhan sejak permulaan itu, terus bekerja dengan orang-orang yang berdosa. Orang-orang sering mengatakan, “Saya tidak mau pergi ke gereja karena disitu hanya ada orang-orang munafik.” Jawabanku selalu, “Memang benar dan masih ada banyak tempat untuk orang munafik tambahan.” Dan kita dapat mengatakan, itu benar-benar karakter kumpulan orang-orang berdosa yang telah ditebus, dan itu juga benar bagi Israel, dan gereja dan juga bagi orang-orang Kristen tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelumnya kita membicarakan Kisah Para Rasul 5, marilah kita melihat dosa dalam perspektif di ayat 32-35, “Semua orang yang percaya itu hidup sehati dan sejiwa. Tidak seorang pun dari mereka menganggap bahwa apa yang dimilikinya adalah kepunyaannya sendiri. Segala sesuatu yang ada pada mereka, mereka pakai bersama-sama. 33 Dengan kuasa yang besar, rasul-rasul itu memberi kesaksian bahwa Yesus sudah hidup kembali. Maka Allah sangat memberkati mereka. 34 Dan tidak ada seorang pun dari antara mereka yang kekurangan apa-apa. Sebab mereka yang memiliki tanah atau rumah, menjual tanah atau rumah mereka itu; lalu uang dari penjualan itu mereka bawa 35 dan mereka serahkan kepada rasul-rasul. Kemudian uang itu dibagi-bagikan kepada setiap orang yang memerlukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertemuan gereja semua penuh sukacita, kasih dan bersatu. Disini terlihat ilustrasi yang indah tentang hal itu. Persatuan dan kasih mereka benar-benar berkorban. Sampai dimana Anda akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain? Apakah Anda bersedia, jika Anda memiliki sebidang tanah, untuk menjual tanah itu dan ambil uang itu dan memberikannya kepada gereja dan mengatakan, “Lalukanlah apa saja dengan uang ini untuk memenuhi kebutuhan orang-orang.” Apakah Anda rela berkorban seperti itu? Gereja itu selalu harus ditandai persatuan penuh kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menjadi sangat praktis. Jemaat gereja itu memiliki tanah sama seperti Barnabas. Mereka memiliki barang. Namun orang-orang memperlakukannya seperti itu milik semua orang yang membutuhkan apa yang mereka dapat memberi. Lihatlah ayat 34, “Dan tidak ada seorang pun dari antara mereka yang kekurangan apa-apa.” Luar biasa. Bagaimana hal itu mungkin? “Sebab mereka yang memiliki tanah atau rumah, menjual tanah atau rumah mereka itu; lalu uang dari penjualan itu mereka bawa.” Wah luar biasa. Apakah akan menyebabkan Anda rela menjual rumahmu untuk kebutuhan orang lain? Inilah anugerah rohani yang benar-benar melingkupi orang-orang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka lakukan itu? Karena mereka percaya para Rasul untuk membagikannya. Mereka sendiri tidak mau mengambil keputusan itu. Itulah yang Anda lakukan juga ketika Anda memberi kepada gereja setiap hari Minggu, Anda meletakkan uang itu di kaki pendeta dan gembala-gembala yang menentukan cara paling baik uang itu digunakan. Itu tingkat kepercayaan yang menakjubkan. Dan itu semua dilakukan dengan sukarela. Semua orang menjual barang-barang mereka, dan itu semua masuk ke dalam satu tempat dan dari situ itu dibagikan sama rata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah KPR 5:4. Petrus menegur Ananias tentang sebidang tanah. “Tanah itu engkau punya sebelum engkau menjualnya. Dan sesudah tanah itu dijual pun, uangnya masih engkau punya juga.” Mereka tidak langsung menjual semuanya dan membagikan itu kepada orang-orang. Orang-orang tetap memiliki barang mereka sendiri. Namun ketika mereka melihat ada kebutuhan. pengorbanan mereka besar. Ingatlah, ada ribuan orang yang datang kepada perayaan Pentakosta pada saat gereja itu didirikan. Dan mereka tidak mau meninggalkan tempat itu karena di kota-kota mereka tidak ada gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada banyak orang tanpa rumah, tanpa pekerjaan yang telah meninggalkan Yudaisme. Mereka dianggap sebagai orang murtad dan mereka dikeluarkan dari tempat ibadah Yahudi. Mereka pada dasarnya adalah orang buangan yang harus dipelihara. Bahkan rasul Paulus setelah kejadian ini, dia mengumpulkan uang waktu dia jalankan misi sepanjang Asia Kecil untuk dibawa kembali kepada orang-orang percaya di Yerusalem yang miskin yang menetap disana. Ada beberapa orang yang menyumbangkan semua milik mereka dan karena itu harus didukung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ini adalah pandangan orang Kristen terhadap uang? Sebenarnya uang itu bukan milik kita. Allah tidak mengatakan 90 persen itu milikmu dan sepersepuluh itu adalah milik-Ku. Itu semua adalah milik Allah. Allah yang memberikan kita kekuatan untuk menjadi kaya. Semuanya itu adalah pengelolaan sumber daya yang adalah milik Allah. Anda sendiri adalah milik Allah. Anak-anakmu adalah milik Allah. Uang Anda adalah milik Allah. Kemampuan Anda, talenta Anda, sumber daya Anda, semua adalah milik Allah dan semua itu ada untuk digunakan bagi kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika kasih itu begitu menarik, begitu mendorong, orang-orang gampang memberikan harta mereka. Namun ini tidak berlangsung terus, karena lama sesudah itu 1 Yohanes 3:17-18 mengatakan, “Kalau seorang yang berkecukupan melihat saudaranya berkekurangan, tetapi tidak mau menolong saudaranya itu, bagaimana orang itu dapat mengatakan bahwa ia mengasihi Allah? 18 Anak-anakku! Janganlah kita mengasihi hanya di mulut atau hanya dengan perkataan saja. Hendaklah kita mengasihi dengan kasih yang sejati, yang dibuktikan dengan perbuatan kita.” Jadi pada saat akhir abad itu orang-orang Kristen sudah mulai menjadi egois.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Lukas dalam menulis sejarah ini memberikan kita sebuah ilustrasi, ayat 36-37, “Begitulah juga dengan Yusuf. Ia pun menjual tanah miliknya, lalu uang penjualan itu ia bawa dan serahkan kepada rasul-rasul. Yusuf ini adalah seorang keturunan Lewi dari Siprus; rasul-rasul menyebut dia juga Barnabas (artinya Penghibur).” Jadi kita sekarang tahu bahwa nama asli Barnabas adalah Yusuf. Barnabas hanya nama panggilan saja. Itu berarti Penghibur atau Penguat. Dia diberi karunia untuk mendampingi dan menguatkan orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah orang baik, dipenuhi Roh Kudus dan penuh kepercayaan. Dia sebenarnya menjadi pendeta segereja dari gereja di Antiohkia di KPR 13:1. Dia adalah salah satu dari pendeta-pendeta gereja itu. Kita akan belajar lebih banyak tentang dia di KPR 14 dimana dia dinamakan rasul. Barnabas muncul lagi di KPR 15 dimana ada perselisihan tentang apakah Yohanes Markus tetap bekerja sama karena bagi Paulus dia adalah kekecewaan. Jadi Barnabas adalah orang yang dipentingkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali di KPR 4. Barnabas adalah ilustrasi hidup dari apa yang terjadi disitu. Dia menjual miliknya dan membawa uang itu dan meletakannya di kaki para rasul. Kita membicarakan uang yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan khusus. Kemurahan hati yang luar biasa. Barnabas hanya salah satu dari banyak orang yang melakukan itu. Dia orang Yahudi, orang Lewi yang melayani di tempat ibadah dan dia orang penting. Dan dia memberi karena ada kasih dari hati yang tulus dan dia memberi berkorban, benar-benar teladan dari apa yang dilakukan banyak orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kita berada di KPR 5:1-2, “Tetapi ada seorang laki-laki bernama Ananias. Ia dengan istrinya bernama Safira, menjual juga sebidang tanah kepunyaan mereka. 2 Uang dari penjualan itu sebagiannya ia tahan untuk diri sendiri dan yang lainnya ia serahkan kepada rasul-rasul. Ia lakukan itu dengan setahu istrinya.” Nama Ananias berarti “Tuhan penuh anugerah.” Nama isterinya Safira sebenarnya dapat diartikan cantik. Mereka telah melihat segalanya yang terjadi dan mereka juga ingin mendapatkan penghargaan seperti itu, jadi mereka menjual sebidang tanah namun ada sebagian yang ditahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan bahwa Ananias melakukan itu sendiri dengan pengetahuan sepenuhnya dari isterinya. Dan dia membawa sebagian dari uang itu dan meletakkannya di kaki para rasul. Mereka sudah mengaku mereka orang percaya. Bahkan asumsi kita adalah mereka orang percaya tulen. Mereka sebenarnya berkomunikasi dengan Roh Kudus, tetapi juga dipengaruhi banyak oleh Iblis. Dikatakan mereka itu orang percaya benar-benaran karena di ayat 32 dikatakan, “semua orang yang percaya itu.” Jadi bukan saja orang-orang yang belum percaya di gereja berdosa; yang berdosa di gereja adalah orang-orang yang percaya. .</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka menjual tanah mereka. Tentu saja mereka mengatakan secara umum bahwa mereka membawa seluruh hasil dari penjualan mereka, namun mereka menahan sebagian, dan mereka meletakkan itu di kaki para rasul. Sama seperti apa yang dilakukan orang lain, mereka mengantre untuk mendapatkan penghargaan bagi diri mereka. Dosa mereka mereka bukanlah bahwa mereka tidak memberi. Dosa mereka bukanlah mereka memberi kurang banyak. Di Perjanjian Baru tidak ditentukan berapa banyak harus dipersembahkan. Dosa mereka adalah berbohong. Allah benci dusta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, “Maka Petrus berkata kepadanya, "Ananias, mengapa kaubiarkan Iblis menguasai hatimu, sampai kau berdusta kepada Roh Allah, dengan diam-diam menahan untuk dirimu sendiri sebagian dari uang penjualan tanah itu?” Memang benar mereka berbohong kepada Petrus dan Yohanes dan kepada semua rasul lain. Namun mereka terutama berbohong kepada Roh Kudus. Dosa yang tersembunyi di dunia adalah skandal terbuka di surga. Itu merupakan dusta yang maksudnya adalah supaya mereka kelihatan saleh. Mereka pikir mereka akan mendapatkan pujian orang karena pengorbanan mereka. Dan pada saat yang sama mereka dapat mengumpulkan uang untuk disimpan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kemunafikan, dengan membangun persepsi menipu dari karakter rohani seseorang. Kemunafikan bukan hanya suatu kebohongan, itu merupakan hidup dalam dusta. Mereka adalah orang-orang yang ingin di tinggikan di dalam gereja dan mereka sudah berada disitu sudah lama sekali. Mereka ingin supaya orang-orang berpikir mereka saleh. Mereka hanya memakai kedok. Apakah benar gereja itu penuh orang munafik? Memang itu benar. Tidak ada satu orangpun, kalau kita jujur, yang hidup sesuai dengan caranya kita harus hidup sebenarnya. Tidak ada satu orangpun yang hidup seperti Kristus. Namun janganlah kita berpura-pura hidup saleh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba dosa apa yang Anda pilih untuk menjadi dosa pertama yang didisiplin Tuhan di dalam gereja? Mungkin Anda pilih ketidaksusilaan atau mencuri atau semacam penghujatan. Atau mungkin Anda memilih suatu hubungan keluarga yang ditandai amarah, musuhan dan sifat tidak mau mengampuni. Semua itu bagian kehidupan di dalam gereja. Namun dosa yang ditempatkan Roh Kudus disini untuk meresmikan pemahaman kita tentang dosa di gereja adalah dosa kemunafikan, dimana orang berpura-pura menjadi sesuatu yang sebenarnya tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “Tanah itu engkau punya sebelum engkau menjualnya. Dan sesudah tanah itu dijual pun, uangnya masih engkau punya juga. Jadi mengapa ada maksud di dalam hatimu untuk berbuat yang seperti itu? Bukan manusia yang engkau dustai tetapi Allah!” Dosa pertama yang dikemukakan di dalam hidup gereja adalah berbohong kepada Allah. Memang permulaannya itu adalah berbohong kepada orang lain. Namun siapakah memikir bahwa berbohong kepada Allah adalah sesuatu yang tidak akan diketahui siapapun. Kita tidak mungkin dapat menipu Dia. Dia tahu isi hati kita. Dia tahu pikiran kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memukul gereja pada titik paling dalam. Karena itu 1 Petrus 4:17 mengatakan, “Sudah sampai waktunya Allah mengadili dunia. Dan umat Allah sendirilah yang akan diadili terlebih dahulu. Nah, kalau Allah akan mulai dengan kita, bagaimanakah jadinya nanti dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Kabar Baik dari Allah itu?” Dan hukuman itu mulai dengan integritas rohani gereja. Jika gereja itu akan diekspos, biarlah itu pertama kalinya diekspos karena kemunafikannya. Realitas kemunafikan di gereja yang mematikan adalah semacam ragi yang mempengaruhi seluruh gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pernah merasa heran mengapa diantara jemaat gereja ada begitu banyak orang Kristen KTP saja yang hanya pura-pura Kristen sejati. Lihatlah apa yang dikatakan Kristus di Matius 13:25-26, “Pada suatu malam, ketika semua orang sedang tidur, musuh petani itu datang menabur benih alang-alang di antara gandum itu, lalu pergi. 26 Ketika tanaman-tanaman itu tumbuh dan mayang-mayangnya mulai muncul, kelihatanlah juga alang-alang itu.” Iya, kita akan melihat konsekuen-konsekuen semua ini pada minggu berikut ketika kita akan membahas akibatnya dan pengaruh kejadian itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Mar 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160313</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/374e7r52</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Menanggapi Penganiayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_t0njau70"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+4:13-32" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 4:13-32</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang membicarakan bagaimana caranya menanggapi penganiayaan dan ini adalah kesimpulan pelajaran ayat-ayat itu. Buku KPR mencatat kehidupan gereja mula-mula dari saat pendiriannya sampai tahun-tahun pertama pertumbuhannya dan bagaimana itu menyebar ke seluruh dunia. Jadi bersama dengan kelahiran gereja kita juga menantikan reaksi dunia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 15:18, Yesus telah memperingati orang dengan mengatakan, “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia.” Yohanes 16:2 mengatakan, “Dan akan datang waktunya bahwa orang yang membunuh kalian akan menyangka ia mengabdi kepada Allah.” Jadi penganiayaan datang di KPR 4 di waktu gereja mula-mula. Karena khotbah-khotbah yang indah dari Petrus yang dipenuhi Roh Kudus, gereja itu bertumbuh dan pada waktu itu sudah ada paling sedikit 20,000 orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan oposisi akan datang secara politik dan dari pihak agama. Nah kejadian yang mulai penganiayaan itu tercatat di Kisah Para Rasul 3. Petrus dan Yohanes berdiri di serambi Salomo dan orang yang disembuhkan itu berdiri ditengah mereka ketika Petrus memberitakan khotbah yang indah itu tentang Kristus. Dia mengumumkan bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias mereka dan mereka telah menolak Mesias mereka sendiri dan membunuh-Nya. Dan mereka dituntut oleh karena itu. Kemudian mereka ditawarkan keselamatan melalui anugerah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kebencian besar dari pihak pemimpin-pemimpin Israel sebagai tanggapan khotbah itu dan pertumbuhan iman baru kepada Yesus ini. Dan di Kisah 4 hal itu meledak dan menjadi lebih parah semakin kita meneruskan kisah Para Rasul itu, sama seperti apa yang terjadi terhadap Yesus. Nah penganiayaan di KPR adalah kekerasan fisik, meskipun Iblis tahu bahwa kita sering jatuh korban godaan dan penganiayaan di bidang egoisme, reputasi dan kesombongan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus tahu akan ada penganiayaan dan di Filipi 1:29 dia mengatakan, “Sebab Allah sudah memberi anugerah kepadamu bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menderita bagi Kristus.” Itulah tanggapan orang Kristen yang benar-benar menunjukkan Kekristenannya di dunia. Dan dia mengatakan di ayat 30, “yang kalian pernah lihat saya perjuangkan dahulu, dan yang masih saya tetap perjuangkan sampai sekarang, seperti yang kalian sekarang telah dengar.” Paulus mengatakan Anda akan menerima apa yang saya sudah terima ketika saya melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 4:5-31 memberikan kita prinsip-prinsip untuk menanggapi penganiayaan. Dan itulah yang kita mulai pelajari minggu lalu. Namun sebelumnya marilah kita melihat Yakobus 1:2 sebentar, “Saudara-saudara! Kalau kalian mengalami bermacam-macam cobaan, hendaklah kalian merasa beruntung.” Mengapa? Ayat 3, “Sebab kalian tahu, bahwa ujian iman itu menghasilkan ketabahan.” Allah ada rencana, Dia ingin menjadikan Anda bersabar. Ayat 4, “Jagalah supaya ketabahan hatimu itu terus berkembang sampai kalian menjadi sungguh-sungguh sempurna serta tidak berkekurangan dalam hal apa pun.” Allah sedang mendewasakan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rencana Allah adalah supaya Anda disempurnakan dan menjadi dewasa. Dan memang hanya ada dua hal yang membawa orang kepada kedewasaan, Nomor satu adalah Firman Allah, 1 Petrus 2:2, “selalu haus akan susu rohani yang murni. Dengan demikian kalian akan tumbuh dan diselamatkan.” Namun nomor dua, percobaan, penganiayaan, penderitaan dan masalah. Kedua hal ini akan membawa Anda kepada pertumbuhan rohani dan kedewasaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 1:12, “Berbahagialah orang yang tabah pada waktu ia mengalami cobaan. Sebab sesudah ia berhasil bertahan dalam cobaan itu, ia akan menerima upahnya, yaitu kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.” Penganiayaan membawa kedewasaan dan juga upah. Di 1 Petrus 2:20 dia mengatakan, “Sebab apakah istimewanya kalau kalian sabar menderita hukuman yang seharusnya kalian tanggung karena bersalah? Tetapi kalau kalian dengan sabar menanggung penderitaan yang menimpamu karena berbuat yang benar, maka Allah akan memberkatimu.” Berbuat benar disini berarti memberitakan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemuliaan ada hubungan dengan penganiayaan. 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Tetapi sesudah kalian menderita sebentar, Allah sendiri akan memulihkan, menegakkan dan menguatkan kalian serta mengokohkan kalian. Sebab Ia adalah Allah yang penuh anugerah, yang sudah memanggilmu untuk turut merasakan keagungan-Nya yang abadi melalui Kristus.” Inilah bagian dari pertumbuhan menjadi dewasa. Inilah pengertian bahwa Anda berada dimana Allah inginkan Anda berada, dengan memperlihatkan Kristus melalui cara hidup dan cara berbicara Anda yang mendatangkan reaksi di dunia oleh Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi jika kita berada disitu dan Allah meninggalkan kita? Roma 8:35-36 mengatakan, “Apakah ada yang dapat mencegah Kristus mengasihi kita? Dapatkah kesusahan mencegahnya, atau kesukaran, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau kemiskinan, atau bahaya, ataupun kematian? 36 Dalam Alkitab tertulis begini, "Sepanjang hari kami hidup di dalam bahaya maut karena Engkau. Kami diperlakukan seperti domba yang mau disembelih.” 2 Korintus 12:10, “Jadi saya gembira dengan kelemahan-kelemahan saya. Saya juga gembira kalau oleh karena Kristus saya difitnah, saya mengalami kesulitan, dikejar-kejar dan saya mengalami kesukaran. Sebab kalau saya lemah, maka pada waktu itulah justru saya kuat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Filipi 2:17-18 Paulus mengatakan, “Bahkan jika darahku menjadi seperti korban curahan di atas apa yang kalian persembahkan kepada Allah sebagai tanda iman kalian, saya bersyukur atas hal itu dan turut bergembira dengan kalian. 18 Begitu juga hendaknya kalian pun merasa senang dan turut bergembira dengan saya.” Paulus menganggap penganiayaan itu suatu berkat, karena dia dianiaya supaya orang lain dapat mendengar tentang Yesus. Kita harus melihat peng-aniayaan itu sebagai kesempatan untuk menderita demi keselamatan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada cara lain Paulus melihat penderitaannya di Kolose 1:24, “Sekarang saya senang menderita untuk kepentinganmu. Sebab dengan penderitaan jasmani saya, saya melengkapi apa yang masih harus diderita oleh Kristus untuk jemaat-Nya, yaitu tubuh-Nya.” Paulus mengatakan di Roma 14:8, “Kalau kita hidup, kita hidup untuk Tuhan. Dan kalau kita mati, kita pun mati untuk Tuhan. Jadi, hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Jadi ini semua adalah demi kalian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Paulus mengatakan dua hal disini. Nomor satu, saya menderita demi kalian. Namun kedua, saya diberi kesempatan baik untuk melengkapi dengan penderitaan daging saya apa yang dimaksud untuk Kristus. Dunia masih membenci Yesus. Jadi ketika kita dianiaya sebenarnya itu penganiayaan untuk Yesus Kristus. Dan ketika orang Kristen berdiri atas nama Yesus Kristus dan dianiaya, dia sebenaranya menerima apa yang ditujukan kepada Kristus. Itulah yang dimaksud Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itu menunjukkan betapa besar kasih Paulus terhadap Yesus. Dia mengatakan, saya akan menerima semua ini demi Yesus. Supaya Dia berada diatas untuk menerima segala kemuliaan yang patut Dia terima, saya akan tinggal disini dan saya akan bertahan. Saya akan memenuhi dalam tubuh saya semua penderitaan yang ditujukan kepada Yesus. Di 2 Korintus 1:5 Paulus mengatakan ini, “Penderitaan-penderitaan yang dialami oleh Kristus sudah banyak kami alami juga. Dan melalui Kristus pula, batin kami sangat dikuatkan.” Dan di Filipi 3:10, “Satu-satunya yang saya inginkan ialah supaya saya mengenal Kristus, dan mengalami kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Saya ingin turut menderita dengan Dia dan menjadi sama seperti Dia dalam hal kematian-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tujuh prinsip disini untuk menanggapi penganiayaan. Minggu terakhir kita melihat tiga yang mula-mula. Prinsip nomor satu adalah untuk tunduk. Petrus dan Yohanes dengan suka rela menyerahkan diri. Allah pasti ada alasan tertentu. Prinsip kedua yang kita lihat minggu lalu adalah untuk dipenuhi Roh. Ayat 8, “Petrus, yang dikuasai oleh Roh Allah.” Mereka tidak mencoba untuk menangani semua itu dengan kekuatan mereka sendiri dan mengembangkan strategi mereka sendiri. Mereka hanya menyerah kepada Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip ketiga, mereka dengan berani memakai kesempatan itu untuk menyampaikan Kristus. Yesus telah memerintahkan mereka untuk pergi ke seluruh dunia untuk mengabarkan Injil kepada semua orang. Dan sekarang mereka diberi kesempatan di Mahkamah Agung. Jadi Petrus di ayat 8-13 berkhotbah tentang Yesus. Dan dia bahkan menuntut mereka karena mereka menyalibkan-Nya. Kemudian di ayat 12 dia mengatakan, “Sebab di seluruh dunia di antara manusia tidak ada seorang lain pun yang mendapat kekuasaan dari Allah untuk menyelamatkan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah hasilnya? Ayat 13, “Anggota-anggota Sidang Pengadilan itu heran melihat keberanian Petrus dan Yohanes, apalagi mereka tahu bahwa kedua rasul itu adalah orang-orang biasa yang tidak berpendidikan. Lalu mereka sadar bahwa kedua rasul itu adalah orang-orang yang ikut dengan Yesus.” Mereka terkejut. Bagaimana mungkin dua orang biasa yang tidak berpendidikan menangani perselisihan dengan Mahkamah Agung orang Yahudi dan dapat menang? Kedua orang ini memiliki kepercayaan diri dan jaminan yang sangat luar biasa dalam menghadapi kemungkinan mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka terus mengingat bahwa kedua orang ini telah mengikuti Yesus dan yang mengingatkan hal itu adalah bahwa mereka melakukan hal yang sama yang dilakukan Yesus. Yang mengejutkan orang Yahudi tentang Yesus adalah bahwa Dia mengajar sesuai dengan orang yang berotoritas. Dan Petrus juga mengajar dengan cara yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan itu saja, Petrus dan Yohanes telah melakukan mujizat yang sama seperti Yesus. Satu hal lain yang dilakukan Petrus dan Yohanes dengan baik terdapat di ayat 11, yaitu menangani Perjanjian Lama. Yesus adalah ahli dalam menggunakan Perjanjian Lama dan mengapplikasikannya. Dan mereka melakukan hal yang sama sama seperti keahlian Yesus, karena mereka melakukan itu dibawah inspirasi Roh Kudus. Jadi orang Yahudi itu mengatakan, sudah jelas mereka itu telah mengikuti Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada prinsip keempat dalam menanggapi penganiayaan, taatilah Allah sebanyak mungkin. Ayat 14, “Tetapi mereka tidak bisa berkata apa-apa, sebab orang yang sudah disembuhkan itu ada berdiri di situ di depan mereka bersama-sama dengan Petrus dan Yohanes.” Kakinya berfungsi sangat baik, dia sudah berdiri paling sedikit tiga jam. Namun yang mengherankan adalah bahwa meskipun mereka tidak dapat menyangkal mujizat itu, mereka tidak bisa menerima bahwa itu datang dari Allah. Inilah dosa yang membutakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15-16, “Maka mereka menyuruh kedua rasul itu keluar dari ruang sidang, kemudian mereka berunding. 16 Mereka berkata, "Kita harus berbuat apa terhadap orang-orang ini? Semua orang yang tinggal di Yerusalem sudah tahu bahwa keajaiban yang luar biasa ini, dilakukan oleh mereka berdua. Kita tidak dapat menyangkal itu.” Jadi mereka tidak bisa menyingkirkan hal itu, namun mereka tetap menolaknya dan ingin menghilangkan orang-orang ini. Itu adalah ketidakpercayaan yang paling keras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat keputusan mereka, ayat 17, “Tetapi supaya hal ini jangan tersebar lebih luas lagi di antara orang-orang, mari kita mengancam mereka berdua bahwa mereka sama sekali tidak boleh lagi berbicara kepada seorang pun dengan memakai nama Yesus.” Jadi mereka membawa mereka masuk lagi, ayat 18, “Maka mereka memanggil kedua rasul itu masuk kembali, dan memberitahukan bahwa mereka sekali-kali tidak boleh lagi menyebut atau mengajar dengan nama Yesus.” Waduh, gereja mula-mula diperintahkan untuk berdiam dan gereja sekarang diperintahkan untuk mengabarkan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu tidak bisa diterima, mereka berani sekali. Ayat 19-20, “Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, "Pikirlah sendiri apa yang benar di hadapan Allah: menuruti perintah Tuan-tuan atau menuruti perintah Allah. 20 Sebab kami tidak bisa berhenti berbicara mengenai apa yang sudah kami lihat dan dengar sendiri.” Mereka tidak gemetar ketakutan. Mereka hanya mengatakan kita memiliki otoritas yang lebih tinggi. Pada suatu saat hanya Allah harus ditaati. Dan itulah saatnya dimana kita menaati Kristus dan melawan pemerintah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21-22, “Anggota-anggota sidang itu tidak bisa mendapat satu alasan pun untuk menghukum Petrus dan Yohanes. Jadi mereka mengancam kedua rasul itu, lalu melepaskan kedua-duanya, sebab semua orang memuji-muji Allah karena kejadian itu. 22 Orang yang mengalami kesembuhan yang ajaib itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.” Jadi mereka takut akan orang-orang. Penganiayaan terjadi, namun itu mematahkan semangat mereka. Mereka tetap taat ditengah semuanya itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor lima, jadilah terikat lebih erat. Ayat 23, “Sesudah Petrus dan Yohanes dibebaskan, mereka kembali kepada kawan-kawan mereka dan menceritakan semua yang dikatakan oleh imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi itu kepada mereka.” Percobaan berat mengikat kita bersama karena kasih satu sama lain dan keamanan tubuh jemaat. Jika kita benar-benar menghadapi dunia, maka terbangunlah komunitas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang keenam adalah memuji Tuhan. Inilah reaksi terhadap penganiayaan, ayat 24-26, “Setelah kawan-kawan mereka itu mendengar itu, mereka bersama-sama berdoa dengan sehati kepada Allah. Mereka berkata, "Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya. 25 Dengan Roh-Mu Engkau pernah berbicara melalui nenek moyang kami, Daud, yaitu hamba-Mu; Engkau berkata, 'Mengapa orang-orang, yang tidak mengenal Tuhan, marah; mengapa bangsa-bangsa membuat rencana yang tidak berguna? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap untuk berperang, dan para pemimpin bersatu melawan Tuhan dan Raja Penyelamat.'”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27-28, “Sebab memang Herodes dan Pontius Pilatus telah mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan dengan orang-orang Israel di kota ini. 28 Mereka bersatu untuk melakukan segala sesuatu, yang Engkau sudah tentukan terlebih dahulu bahwa itu akan terjadi.”Banyak sekali hal terjadi sekarang di seluruh dunia yang melawan orang-orang percaya, nemaun disini kita melihat iman kepada Allah yang kita harus miliki juga, karena Dia telah merencanakan semuanya dan Dia tahu apa yang akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 29-30, “Sekarang, Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Dan izinkanlah kami, hamba-hamba-Mu ini, menyiarkan berita-Mu dengan segala keberanian. 30 Berikanlah pertolongan-Mu supaya orang sakit disembuhkan dan keajaiban-keajaiban serta hal-hal luar biasa terjadi melalui kekuasaan dan kekuatan dari nama Yesus, Hamba-Mu yang suci itu.” Mereka meminta segala keberanian. Mereka tidak berdoa supaya Tuhan menghancurkan musuh-musuh mereka. Mereka tidak mencari jalan keluar, mereka hanya minta kekuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah berapa kali kita ketakutan untuk berbicara dan bersaksi bagi Kristus? Janganlah kita takut akan pendapat dan gossip orang-orang, satu-satunya hal yang kita perlu kuatirkan adalah apakah pendapat Allah tentang kita, benar? Jadi mintalah Roh Kudus untuk keberanian di dalam setiap situasi, karena Dialah yang akan memberikan Anda apa yang Anda harus lakukan dan katakan bagi kemuliaan-Nya. Kita hanya suatu alat dalam tangan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah melakukan hal itu di ayat 31, “Sesudah mereka selesai berdoa, tempat mereka berkumpul itu goyang. Mereka semuanya dikuasai oleh Roh Allah, dan mulai berbicara dengan berani sekali tentang berita dari Allah.” Allah mengabulkan doa-doa mereka. Dan hasil dari penganiayaan itu berlawanan dengan kehendak Iblis. Ayat 32 mengatakan, “Semua orang yang percaya itu hidup sehati dan sejiwa. Tidak seorang pun dari mereka menganggap bahwa apa yang dimilikinya adalah kepunyaannya sendiri. Segala sesuatu yang ada pada mereka, mereka pakai bersama-sama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada beberapa diantara kalian yang belum pernah mengalami ini, karena Anda tidak pernah hidup saleh. Ada beberapa diantara kalian yang hidup saleh, dan kalian akan menderita penganiayaan, dan jika kalian menyerahkan diri, dan dipenuhi Roh, dan dengan keberanian memakai hal itu sebagai kesempatan, dan taat walaupun biayanya besar, Tuhan akan memberkati kalian dan Allah akan memberikan kalian keberanian yang lebih besar lagi dan kemenangan, dan kemuliaan dan upah dan sukacita yang akan menyertai itu semua. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Mar 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160306</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/t0njau70</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Menangani Penganiayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_46gkonwl"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+4:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 4:1-12</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita tiba di Kisah Para Rasul 4, Penganiayaan adalah bagian intrinsik dari Kekristenan dan dari dulu memang selalu begitu. Dan disini kita mendapat beberapa kebenaran dalam contoh para rasul sebagaimana mereka menangani penganiayaan. Sebenarnya penganiayaan adalah berkat bagi gereja-gereja dan semua orang percaya. Lima kali dalam sebelas tahun gereja Yerusalem dianiaya secara teratur. Dan disini kita belajar tentang permulaan penganiayaan itu yang masih terjadi di masa kini, 2000 tahun kemudian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sepuluh penganiayaan besar selama 300 tahun pertama keberadaan gereja. Mulai dengan Stevanus dan termasuk hampir semua para rasul, kematian sebelum waktunya untuk orang Kristen adalah cara meninggal yang sudah biasa. Penganiayaan pertama terjadi dibawah Nero Domitius, kaisar keenam dari Roma di kira-kira tahun 67 S.M., yaitu tidak lama sesudah gereja didirikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu hanya permulaan dari apa yang dialami gereja. Dan penganiayaan Iblis telah menjadi semakin halus semakin waktu itu berlalu. Tidak begitu jelas bagaimana caranya Iblis itu menganiaya sekarang. Namun di masa kini teknik Setan itu tampaknya jauh lebih sukses. Nah ini permulaan dari penganiayaan terus menerus yang telah terjadi sejak gereja didirikan. Dengan berbagai cara gereja Kristen selalu dianiaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan tidak selalu berhubungan dengan politik. Adakalanya itu pribadi. Terkadang itu agama, Dan mungkin juga itu datang dari Kekristenan yang tidak sah. Penganiaya terbesar terhadap Kekristenan evangelis sekarang adalah Kekristenan liberal, setidaknya disini di Amerika. Iblis biasanya mengarahkan penganiayaan itu bukan kepada tubuh fisik kita, melainkan kepada diri kita. Penganiayaan ditujukan kepada kesombongan atau reputasi atau status, dsb. Dan itu benar-benar sangat efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hari ini penganiayaan tidak membuat pahlawan dari siapapun. Dan meskipun gereja sekarang tidak dibunuh secara fisik, gereja itu telah menyerah kepada hidup semacam kematian rohani. Ilustrasi yang tepat adalah gereja Sardis di Wahyu 3:1, “Kepada malaikat jemaat di Sardis, tulislah begini: Inilah pesan dari Dia yang mempunyai ketujuh roh dari Allah dan ketujuh bintang itu. Aku tahu apa yang kalian lakukan. Katanya kalian hidup, padahal kalian mati!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis telah mematikan gereja itu dalam hal menyebabkan tidak ada efek rohani tanpa perlu ada pembunuhan orang Kristen didalamnya. Bahkan dengan membiarkan mereka hidup dalam sejenis Kekristenan tanpa allah, efeknya lebih besar daripada pembunuhan mereka semua. Jadi Iblis yang dulu menganiaya dengan membunuh orang Kristen, telah menemukan cara menghancurkan gereja yang lebih efektif dengan membiarkan mereka menjadi puas, malas, gemuk, kaya dan berorientasi sosial dan diterima dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yesus memperingati gereja bahwa akan ada penganiayaan di Yohanes 15:18-19, “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia. 19 Sekiranya kalian milik dunia, kalian akan dikasihi oleh dunia sebagai kepunyaannya. Tetapi Aku sudah memilih kalian dari dunia ini, jadi kalian bukan lagi milik dunia. Itu sebabnya dunia membenci kalian.” Ketika orang Kristen mengasihi dunia, Iblis telah mencapai penganiayaan yang lebih besar daripada jika orang itu dibunuh karena sekarang dia tidak ada efek baik lagi. Malah dia telah dijadikan negatif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mengatakan di 2 Timotius 3:12, “Memang semua orang yang mau hidup beribadat dan hidup bersatu dengan Kristus Yesus akan dianiaya.” Ya itu pernyataan yang jelas sekali. Mungkin Anda mengatakan, ya saya sudah menjadi orang Kristen dan saya tidak mengalami penganiayaan. Coba bacalah ayat itu lagi, “semua orang yang mau hidup beribadat dan hidup bersatu dengan Kristus Yesus akan dianiaya.” Jadi kalau Anda masih belum mengalami penganiayaan, itu adalah karena Anda tidak hidup saleh bersatu dengan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda hidup dalam Kristus sesuai dengan keinginan Allah, Anda dengan sendirinya akan berlawanan dengan dunia dan sistem dunia karena sifat hidup seperti itu. Dan jika Anda tidak mengalami penganiayaan sedikitpun, mungkin Anda telah mengikuti arah sistem duniawi itu sehingga mereka tidak tahu perbedaannya atau mereka masih belum tahu siapakah Anda sebenarnya. Anda telah menyembunyikan hal itu. Namun pada saat Anda hidup terbuka bagi Allah di dalam dunia maka Anda akan melawan dunia dan otomatis penganiayaan itu akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat hal itu di gereja mula-mula. Jika Anda benar-benar hidup kehidupan Kristen, dunia akan tertarik akan Anda, kepada sifat mengasihi Anda. Namun begitu mereka tahu kepercayaan Anda, tiba-tiba apa yang menarik bagi mereka, kecuali jika mereka mejadi Kristen, itu akan mejadi sesuatu yang negatif. Gereja mula-mula di KPR 2 dan 3 kelihatannya sangat positif. Dunia kagum melihat mereka dan semua orang senang, Kemudian tiba-tiba orang-orang tahu kepada siapa gereja itu percaya dan semuanya berubah cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di KPR 3, Petrus bersama Yohanes telah pergi ke tempat ibadat dimana dia telah menyembuhkan orang lumpuh itu. Banyak orang berkerumunan di halaman. Dan Petrus dan Yohanes berdiri di serambi Solome dan ditengah mereka berdiri orang yang telah disembuhkan ketika Petrus mulai berkhotbah. Dan dia memberitakan pesan yang kuat mengenai Yesus sebagai Mesias atau Kristus. Dan dia menuduh orang Israel karena mengeksekusi Kristus. Dan dia mengakhiri itu dengan mengundang mereka di ayat 19, “bertobatlah dan jadilah dikonversi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah bagaimana dia menghadapi dunia. Dia berdiri ditengah-tengah tempat ibadah mereka dimana mereka melakukan tugas agama mereka dan dia mengatakan ini semua salah, dan dia menghadapi mereka muka ke muka. Yang diharapkan Allah kita lakukan adalah semacam konfrontasi seperti itu. Ini bukan pesan lemah untuk melindungi egoisme kita, status kita dan martabat kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggapan terhadap pesan Petrus kita dapat melihat di KPR 4:4, “Tetapi orang-orang yang sudah mendengar ajaran rasul-rasul itu, banyak yang percaya. Maka jumlah mereka bertambah sampai menjadi kira-kira lima ribu orang.” Nah, inilah yang kita ingin terjadi. Kalau kita tidak mengatakan apa-apa, bukan saja kita tidak menderita, akan tetapi tidak ada orang yang diselamatkan juga. Anda mengatakan jika Aku melakukan itu mungkin saja saya celaka. Memang benar. Anda mungkin celaka dan orang lain mungkin diselamatkan. Dan saudara-saudaraku, hidup kita semua bisa saja dikorbankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jumlah anggota pria gereja pada saat itu adalah lima ribu orang. Jadi ditambahkan itu bisa saja ada paling sedikit lima ribu wanita dan anak-anak. Sejak waktu itu gereja berkembang begitu cepat sampai tidak mungkin lagi ada daftar anggota gereja yang akurat. Namun banyak orang percaya dan itulah reaksi saat itu. Nah itu layak harga yang dibayar Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekarang kita lihat KPR 4:1-2, “Sementara Petrus dan Yohanes masih berbicara dengan orang-orang itu, imam-imam kepala dan komandan pengawal Rumah Tuhan serta orang-orang Saduki datang kepada Petrus dan Yohanes. 2 Mereka marah sebab Petrus dan Yohanes mengajar orang-orang bahwa Yesus sudah hidup kembali dari kematian. Dan itu membuktikan bahwa orang mati akan hidup kembali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah siapa saja yang terlibat. Disitu dikatakan, imam-imam kepala yang seharusnya mewakili Allah, ini menunjukkan sudah betapa buruknya imamat. Orang kedua adalah komandan pengawal tempat ibadah itu. Ini adalah oposisi politik. Nah memang pemerintah Romawi itu sangat toleran, namun mereka kejam dalam menghadapi kerusuhan umum. Kemudian kita melihat orang-orang Saduki, sekte Israel yang berkuasa. Mereka adalah keluarga Imam besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka kelompoknya kecil namun pengaruh politik mereka besar di Israel. Mereka percaya bahwa hanya hukum yang tertulis mengikat dan bukan tradisi mulut sehingga mereka tidak percaya hukum orang rabi, yang diikuti orang Farisi dalam kehidupan dan kematian. Mereka juga tidak percaya ada kebangkitan tubuh. Ketiga, mereka tidak percaya ada malaikat dan roh-roh jahat. Dan terakhir mereka percaya bahwa manusia sajalah yang menguasai nasib masing-masing, jadi mereka tidak percaya kuasa Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang beragama liberal ini marah sekali karena “Petrus dan Yohanes mengatakan kepada orang-orang bahwa Yesus sudah hidup kembali dari kematian.” Nomor satu, ayat 2 mengatakan, “mereka mengajar orang-orang.” Mereka percaya bahwa hanya mereka berhak untuk mengajar. Lihatlah ayat 13, “Anggota-anggota Sidang Pengadilan itu heran melihat keberanian Petrus dan Yohanes, apalagi mereka tahu bahwa kedua rasul itu adalah orang-orang bodoh yang tidak berpendidikan.” Tidak berpendidikan berarti mereka tidak tahu hukum-hukum Yahudi dan tulisan suci. Mereka bukan orang teolog Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kata kedua “bodoh” berarti mereka adalah amatir yang tidak pernah ke sekolah. Dan yang lebih buruk lagi adalah mereka berasal dari Galilea yang dianggap daerah yang terbelakang. Dan mereka marah karena Petrus berlawanan teologi mereka. Petrus memberitakan Yesus dan melalui Yesus juga kebangkitan-Nya dan mereka benci hal itu. Mereka telah menentukan bahwa Yesus adalah penghujat dan disini Petrus memberitakan di seluruh kota bahwa Yesus adalah Mesias dan kalian semua telah membunuh Mesiasmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, mereka tidak suka ide kebangkitan itu. Petrus terus menerus mengatakan bahwa Yesus itu hidup. Itu pikiran yang menakutkan karena apa yang menghalang-Nya untuk membalas dendam yang patut mereka terima? Dan mereka tahu mereka munafik. Jadi mereka berreaksi. Ayat 3, “Maka mereka menangkap kedua rasul itu lalu memasukkannya ke dalam penjara. Dan karena sudah malam, maka Petrus dan Yohanes ditahan di situ sampai besoknya.” Jadi tiga jam berlalu sebelumnya mereka ditangkap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi penganiayaan itu mulai namun pada saat yang sama lima ribu pria percaya. Masuk penjara tidak menghilangkan efek itu dan itu tidak menghalang kemajuan pengabaran injil. Ini pertama kali dimana penganiayaan hanya memperbesar dan membangun gereja daripada menghancurkannya. Ini membawa pertumbuhan. Pencobaan dan penganiayaan bagi seluruh gereja adalah cara Allah untuk mendewasakan seluruh gereja-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak alasan mengapa penganiayaan mengakibatkan pertumbuhan nyata. Pertama karena itu menghilangkan semua bobot mati. Jika orang harus mempertaruhkan nyawa mereka sendiri bagi Yesus Kristus, maka hanya mereka yang terus setia adalah mereka yang mau melakukan itu, benar? Cara tercepat untuk menghilangkan lalang adalah dengan gandum itu membayar harga pemuridan total dan itu menyebabkan lalang itu dengan sendirinya akan hilang karena mereka memang tidak berkomitmen total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ada tujuh prinsip-prinsip dalam menangani penganiayaan. Nomor satu, jika penganiayaan itu datang, serahkanlah dirimu. Ayat 3, “Maka mereka menangkap kedua rasul itu lalu memasukkannya ke dalam penjara.” Disitu tidak dikatakan Petrus dan Yohanes melawan dan terjadi pergumulan. Tidak, maka Petrus dan Yohanes ditahan di situ sampai besoknya. Mereka tahu bahwa penangkapan mereka adalah di dalam tangan Allah. Ayat 5-6, “Besoknya tokoh-tokoh Mahkamah Agama, pemimpin-pemimpin Yahudi dan guru-guru agama berkumpul di Yerusalem. 6 Mereka bertemu dengan Imam Agung Hanas, serta Kayafas, Yohanes, Aleksander, dan semua yang termasuk keluarga imam agung itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sanhedrin itu terdiri dari pemimpin-pemimpin Yahudi dan guru-guru agama. Ini adalah Mahkamah Agung orang-orang Yahudi. Bahkan di waktu Romawi mereka berhak untuk menangkap orang. Anggotanya 70 orang kemudian ada Imam Besar yang menjadi presiden, jadi semuanya ada 71 orang. Dan termasuk di dalamnya adalah imam-imam dan ahli-ahli Taurat. Dan para penatua adalah wakil masyarakat. Dan ini termasuk juga keluarga imam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka berkumpul di sidang Mahkamah Agung itu dan mereka membawa Petrus dan Yohanes. Ayat 7 mengatakan, “Petrus dan Yohanes dibawa menghadap mereka, lalu mereka bertanya, "Bagaimana caranya kalian menyembuhkan orang lumpuh itu? Dengan kekuatan apa atau dengan kekuasaan dari siapa kalian lakukan itu?” Jadi Allah telah memberikan mereka kesempatan indah ini untuk berkhotbah kepada Sanhedrin itu. Tidak mungkin ada kesempatan untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang itu kecuali dengan cara ini. Karena itu kita harus menyerahkan diri dalam penganiayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah itu pertanyaan baik. Dengan kekuatan apa atau dengan kekuasaan dari siapa kalian lakukan itu? Itu pertanyaan yang tepat supaya Petrus dapat berkhotbah. Prinsip kedua dalam menangani penganiayaan adalah “dipenuhi Roh. Ayat 8-9, “Petrus, yang dikuasai oleh Roh Allah, menjawab, "Tuan-tuan pemimpin bangsa dan Tuan-tuan anggota mahkamah! 9 Kami diadili hari ini karena berbuat baik untuk menolong seorang lumpuh, dan karena Tuan-tuan mau tahu bagaimana orang itu disembuhkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti menyerah, Aku menyerah kepada-Mu Roh Kudus. Setiap orang Kristen memiliki Roh Kudus didalamnya. Dia berada di kita untuk menguatkan kita, dan pada saat kita menyerah kepada kuasa-Nya, Dia memberikan kita kekuatan. Petrus dan Yohanes menyadari bahwa mereka berlawanan dengan kepercayaan yang ada disekitar mereka. Mereka bentrok dan mereka tidak lari dan bersembunyi. Mereka berdiri disana. Dan mereka menyerah dan mereka dipenuhi Roh. Mereka menang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10, “Nah, Tuan-tuan sekaliannya harus tahu dan semua bangsa Israel pun harus tahu bahwa orang ini berdiri sekarang ini dengan badan yang sehat di depan Tuan-tuan, karena kekuatan dan kekuasaan dari Yesus Kristus orang Nazaret itu. Tuan-tuan sudah menyalibkan Yesus itu, tetapi Allah sudah menghidupkan Dia kembali.” Petrus pada permulaan menyatakan bahwa penganiayaan ini tidak adil karena di ayat 9 dia menyatakan mereka hanya berbuat baik. Kemudian di ayat 10 dengan berani dia memberitakan fakta-faktanya. Dan dia tidak merubahkan tuduhan bahwa Israel bersalah dengan membunuh Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsipnya adalah janganlah menyesuaikan berita injil dengan menghilangkan sesuatu yang menyinggung seseorang. Kemudian sepertinya dia memperbesar kesalahan mereka di ayat 11 dan 12 dia mengutip Mazmur 118:22 yang berada di dalam nubuatan mereka sendiri, dan menyimpulkan, “Yesus inilah yang dimaksudkan oleh ayat ini dalam Alkitab, 'Batu yang tidak terpakai oleh kamu tukang-tukang bangunan, ternyata menjadi batu yang terutama.' 12 Hanya melalui Yesus saja orang diselamatkan. Sebab di seluruh dunia di antara manusia tidak ada seorang lain pun yang mendapat kekuasaan dari Allah untuk menyelamatkan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah nubuatan tentang kematian dan kebangkitan sang Mesias. Dan batu penjuru suatu bangunan yang tidak sempurna akan dibuang karena segala sesuatu di bangunan itu akan juga tidak sempurna seluruhnya. Jadi nubuatan itu mengatakan bahwa Yesus adalah batu penjuru itu, namun para pembangun menolak-Nya karena mereka anggap itu tidak sempurna. Namun Allah mengembalikannya dan menjadikannya batu perjuru. Itu khususnya terjadi dengan Yesus. Mereka menolak-Nya. Namun Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan menciptakan tempat ibadah baru, yaitu gereja menurut Efesus 2:20.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus mengatakan pada dasarnya jika kalian tidak berbalik kepada Yesus kalian semua terkutuk. Tidak ada jalan lain. Orang-orang selalu menuduh bahwa orang-orang Kristen itu pikirannya picik. Sayangnya, firman Allah yang kita ikuti selalu benar dan segala sesuatu yang melawannya adalah salah. Jadi marilah kita menyerah, dipenuhi Roh dan berani memakai hal itu sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil. Inilah cara pertama untuk memenangkan penganiayaan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Feb 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160228</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/46gkonwl</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perlunya Pertobatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_n4t00lwc"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:19-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:19-26</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan terus mempelajari akhir khotbah Petrus di Kisah Para Rasul 3:19-26. Itu diberitakan di Yerusalem di taman tempat Ibadah di hadapan banyak orang yang telah berkumpul karena melihat mujizat penyembuhan orang lumpuh itu. Dan Petrus berkhotbah dan memuliakan Yesus Kristus dan menyalahkan Israel untuk pembunuhan Mesias mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengakhiri pesannya di ayat 19 dengan kata-kata, “bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah.” Memang itu sebenarnya klimaks pesannya namun ini belum selesai karena dorongan itu diteruskan sampai ayat 26. Dan gampang bagi kita untuk mengambil asumsi bahwa Allah akan memberi hukuman akhir kepada Israel. Namun tidak seperti itu Allah bekerja karena Allah kita adalah Allah penuh belas kasihan dan Allah penuh anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pesan Petrus sangat jelas, dan sangat kuat namun melebihi semua kualitas yang kita lihat di 18 ayat-ayat pertama, sifat yang paling penting adalah pernyataan ayat 19, karena itulah anugerah Allah dalam aksi. Allah itu sabar dan penuh kasih dan Allah mau mengampuni dan Petrus mengatakan, “Dia tidak menghendaki supaya ada yang binasa.” Dan dengan lemah lembut Dia memanggil orang untuk datang kepada-Nya, bahkan juga orang yang melawan Dia seumur hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan anugerah ini mengingatkan saya akan hidup nabi Yeremiah, pelayanan Yeremiah itu berlangsung selama empat puluh tahun. Dan itu merupakan pelayanan penghakiman, dia mengumumkan bahwa Yerusalem akan dihancurkan dan Allah terus menerus menunda hukuman itu selama empat puluh tahun. Dan itu paralel dengan keadaan disini, karena Yesus disalibkan tetapi hukuman itu juga datangnya empat puluh tahun kemudian. Baru di tahun 70 SM Yerusalem dihancurkan dan Yudaisme dihapuskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah buku Kisah Para Rasul terjadi dalam waktu sejarah khusus ini. Allah berada di dalam waktu anugerah empat puluh tahun itu berhubungan dengan Israel. Dan Dia telah menunda hukuman itu selama empat puluh tahun dan selama waktu itu Dia memberi kesempatan bagi Israel untuk datang kepada Mesias. Jadi buku KPR terjadi dalam empat puluh tahun itu dan banyak dibicarakan tentang gereja dan juga banyak hal diberitakan tentang Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun gereja sudah didirikan dengan identitas yang unik, Allah masih berurusan dengan Israel. Dan Allah masih melalui Yesus Kristus, dan melalui para rasul mula-mula mengusulkan tawaran yang sama yang Dia berikan melalui mulut Kristus pada waktu Dia tiba mula-mula, pada waktu Yesus pertama kali mulai berkhotbah, “Bertobatlah karena kerajaan sudah dekat”, yaitu kerajaan bagi Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di ayat 19 kita melihat kesimpulan akhir. Dan Petrus memerintah-kan mereka untuk berbuat dua hal: bertobatlah dan dikonversi. Yang satu adalah aktif dan yang lain adalah pasif. Jika mereka merubah keputusan mereka bahwa Yesus adalah penghujat, pencemooh dan bukan Mesias, dan mulai melihat Dia sebagai Tuhan, Allah dan Mesias mereka, Allah akan mengubahkan mereka dan mereka akan dikonversi. Jadi Petrus berseru sepenuh hati kepada Israel supaya mereka bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Petrus tidak membiarkan mereka begitu saja karena di ayat-ayat berikutnya dia memberi mereka lima alasan mengapa mereka harus bertobat. Ada lima hal yang menarik sekali yang akan terjadi pada saat Israel bertobat. Nomor satu, dosa-dosa mereka akan diampuni. Ayat 19 mengatakan, “bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu.” Ya, kita pelajari perkataan dihapuskan minggu lalu dan kita belajar bahwa itu berarti dihilangkan total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 2:13 Alkitab mengatakan Dia sudah mengampuni segala dosa kita, suatu hal yang tidak mungkin bagi orang percaya Perjanjian Lama. Mereka tidak pernah dibebaskan dari rasa bersalah mereka, karena setelah mereka memberi persembahan mereka langsung berdosa lagi. Tidak ada kebebasan yang kita miliki karena Yesus membawa dosa-dosa kita ke kayu salib dan itu semua dilunaskan untuk selamanya. Jadi Petrus mengatakan dosa Anda dapat diampuni jika Anda berbalik kepada Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua, bukan saja dosa-dosamu diampuni namun kerajaan itu akan datang. Wah, ini janji penting. Lihatlah ayat 19-20, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu. 20 Tuhan akan datang kepadamu dan kalian akan mengalami kesegaran rohani. Dan Tuhan akan menyuruh Yesus datang kepadamu, karena Ia sudah ditentukan oleh Allah menjadi Raja Penyelamat untukmu.” Masa kesegaran rohani tidak bisa datang kecuali Anda bertobat dan di konversi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apakah artinya masa kesegaran rohani itu? Itu mengacu kepada kerajaan, kerajaan seribu tahun di dunia dari Yesus Kristus. Alkitab di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menunjukkan kepada kita bahwa Yesus akan memerintah di dunia lama sekali. Dan di Wahyu dikatakan Kristus memerintah di dunia selama seribu tahun. Di 2 Samuel 7, Daud dijanjikan bahwa keturunan dia sendiri akan bertakhta di Yerusalem dan memerintah di kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka selalu menunggukan waktu Mesias mendirikan kerajaan-Nya itu. Dan pada akhirnya ketika Mesias datang, mereka menolak-Nya dan Allah mengatakan, tindakan itu menghilangkan kerajaan, mereka tidak bisa masuk kerajaan jika mereka tidak mau terima sang Raja. Jadi Petrus mengatakan bertobatlah supaya kerajaan itu datang. Itulah intinya. Mereka harus bertobat sebelum kerajaan itu dapat datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat sebentar kepada ‘masa kesegaran rohani’ itu dan menerangkan kepentingan hal itu. Frase itu, ‘masa kesegaran rohani’ bukan suatu waktu yang tidak ditentukan, tidak, ini merupakan suatu waktu tertentu yang telah direncanakan Allah, namun itu juga bergantung kepada pertobatan Israel. Ini paradoks yang sama diantara keberdaulatan Allah dan kehendak manusia yang terdapat dimana-mana di Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah namanya adalah masa kesegaran rohani. Bagi orang Yahudi ini sangat penting. Mereka telah dianiaya sepanjang sejarah. Orang-orang Yahudi telah diperlakukan jahat bertahun-tahun sebagian karena kegagalan mereka sendiri untuk mengakui Kristus dan Allah menghukum mereka dengan cara itu karena dosa-dosa mereka. Dan orang-orang Israel merindukan waktunya mereka dapat pergi dan beristirahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 21, “Ia harus tinggal di surga sampai Allah memulihkan semuanya seperti yang dikatakan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya pada zaman dahulu.” “memulihkan semuanya” berarti semuanya akan kembali kepada apa yang dimaksudkan Allah pada mulanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 11:6-8, “Serigala akan tinggal bersama domba, macan tutul berbaring di samping kambing. Anak sapi akan merumput bersama anak singa, dan anak kecil menggiring mereka. 7 Sapi akan makan rumput bersama beruang, anak-anaknya berbaring bersama-sama. Singa makan jerami seperti sapi. 8 Bahkan seorang bayi takkan cedera bila bermain dekat ular berbisa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, seluruh kutukan binatang telah dipulihkan dan musuh-musuh alamiah sudah tidak ada lagi. Ayat 9-10, “Di Sion, Bukit Suci Allah, tak ada yang jahat atau merusak. Negeri akan penuh pengetahuan tentang Allah, seperti air memenuhi lautan. 10 Saatnya akan tiba seorang raja keturunan Daud menjadi pusat perhatian bangsa-bangsa. Mereka akan datang kepadanya, dan tempat istirahatnya akan mulia.” Siapakah keturunan Yesse (bapa Daud)? Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tempat istirahatnya akan mulia”, itu adalah ‘masa kesegaran rohani,’ itu referensi langsung ke kerajaan. Lihatlah Yesaya 35:1, “Padang gurun dan tanah kering akan bergembira, bunga-bunga bermekaran di padang belantara.” Alasannya padang gurun itu begitu kering adalah karena itu dikutuk. Nah padang gurun itu akan menjadi subur seperti tempat-tempat paling subur di Israel. Dan dikatakan di ayat 5, “Pada waktu itu orang buta akan dapat melihat, dan orang tuli akan dapat mendengar.” Semua orang akan disembuhkan di kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengirim kerajaan-Nya dan berkat-berkat yang telah dijanjikan. Namun meskipun ini hal yang berdaulat dari sudut pandang Allah, dari sudut pandang Israel itu bergantung kepada konversi mereka. Nah, waktu dikatakan ‘semua hal’ artinya memang itu. Begitu banyak hal akan dirubahkan di dalam kerajaan itu. Segala sesuatu akan dipulihkan kepada apa yang telah diciptakan mula-mula, semuanya. Dan semua ini diambil dari Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua dari Wahyu 5 dan seterusnya. Ingat Allah Bapa duduk di takhta dan didalam tangan kanan-Nya ada gulungan buku yang dimeteraikan tujuh segel dan gulungan buku itu adalah sertifikat pemilik dunia. Yohanes mulai menangis karena tidak ada orang yang layak membuka segel itu untuk melihat apa isinya. Tiba-tiba salah satu dari pemimpin itu berdiri dan mengatakan bahwa Singa dari suku bangsa Yehuda layak, Anak Domba Allah sanggup membuka gulungan itu dan Yesus maju dan membuka gulungan buku itu dan langkah demi langkah Dia mengambil kembali dunia itu. Dan ada catatan seterusnya sampai ke Wahyu 19.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, pada pertama kalinya orang Yahudi kehilangan kerajaan itu dengan penolakan mereka dan penalakan itu masih berlaku ketika Petrus berkhotbah. Dan ketika Israel berpaling dari Mesias, Yesus juga berpaling dari mereka pada saat itu. Itu hal sedih namun Allah tetap penuh anugerah dan bahkan kemudian di buku Kisah Para Rasul Dia kembali lagi untuk mengundang Israel untuk kembali kedua kalinya. Itu tawaran yang sama, bertobatlah dan Amda tetap dapat masuk kedalam kerajaan meskipun Anda membunuh sang Raja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 19:43-44 dikatakan, “Engkau akan mengalami suatu masa, di mana musuhmu membuat rintangan-rintangan di sekelilingmu; mereka akan mengepungmu dan mendesakmu dari segala sudut. 44 Mereka akan menghancurkan engkau bersama seluruh pendudukmu; dan tidak satu batu pun akan mereka biarkan tinggal tersusun pada tempatnya, sebab engkau tidak memperhatikan saat ketika Allah datang untuk menyelamatkan engkau!" Kemudian di Lukas 21:24, “Ada yang akan dibunuh dengan pedang, ada pula yang akan dibawa sebagai tawanan ke negeri-negeri orang; dan orang-orang non-Yahudi akan menginjak-injak Yerusalem sampai waktu orang-orang non-Yahudi itu sudah penuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, karena kalian sudah berpaling dari Mesiasmu, hukuman akan datang. Namun meskipun ada janji penghakiman Dia tetap menawarkan anugerah. Dalam nubuatan sudah jelas ada tiga tahap yang diperlukan sebelum ada kerajaan. Tahap pertama adalah pemulihan Israel kembali kepada tanah mereka. Itu ada di Yehezkiel 36 dan 38, dan juga di Lukas 21, Markus 13 dan Matius 24 dan 25. Kedua, mereka harus bertobat di dalam hati mereka. Ketiga, kerajaan itu datang. Saudara-saudari kekasih, apakah Anda menyadari tahap pertama sudah selesai? Allah akan menebus mereka di waktu tribulasi dan gereja akan diangkat sebelum itu terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bukan saja kalian harus bertobat karena dosa-dosamu akan diampuni dan kerajaan itu akan datang namun ketiga, Mesiaspun akan kembali. Ayat 20, “Dan Tuhan akan menyuruh Yesus datang kepadamu, karena Ia sudah ditentukan oleh Allah menjadi Raja Penyelamat untukmu.” Jadi kedatangan Mesias itu selalu berhubungan dengan kerajaan dan kerajaan itu selalu berhubungan dengan penyelamatan Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Zaman gereja akan berakhir ketika gereja itu diambil. Dan setelah itu ada periode tujuh tahun yang dinamakan waktu tribulasi. Daniel 9:24-27 menjelaskan hal itu. Israel akan ditebus dalam periode tujuh tahun itu, dan segera sesudah itu kerajaan itu datang. Karena begitu Israel ditebus, kerajaan itu dapat datang. Dan pada suatu hari itu akan terjadi. Puji Tuhan. Yesus tidak dapat datang sampai mereka mengatakan, “Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan.'" (Matius 23:39)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Zakharia 12:10 mengatakan, “Kemudian keturunan Daud serta penduduk Yerusalem akan Kuberi roh anugerah (hati yang suka mengasihani dan suka berdoa). Mereka akan memandang Aku (dia) yang telah mereka tikam dan mereka akan meratapi-Nya. (seperti orang meratapi kematian anak tunggal.) Apakah Anda tahu bahwa Allah sedang berbicara sekarang? Ada orang yang tidak percaya Yesus adalah Allah. Tetapi disini dikatakan mereka menikam Aku dan mereka akan meratapi-Nya. Disinilah terdapat sebutan Trinitas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 21, “seperti yang dikatakan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya pada zaman dahulu.” Semua nabi-nabi telah memberitakan hal itu terus menerus. Apakah kalian membaca Zakharia akhir-akhir ini? Pesan yang diberikan Petrus bukan pesan yang baru, dan dia mengatakan kepada mereka, mengapa kalian tidak mau mendengarkan berita nabi-nabimu sendiri? Mereka itu sudah memberitahukan bahwa kerajaan itu tidak mungkin datang jika kalian tidak menerima sang Raja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disini di ayat 21 ada catatan kaki yang adalah definisi inspirasi Alkitab. Jika Anda ingin tahu bagaimana Alkitab itu dituliskan, disini ada penjelasannya. Ditengah kalimat tertulis, “seperti yang dikatakan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya”. Siapa yang berbicara? Allah. Apakah yang Dia pakai? Mulut nabi-nabi-Nya. Begitulah caranya Alkitab dituliskan. Nabi itu bukan seorang teolog spekulatif, nabi-nabi itu adalah utusan yang menyampaikan pesan langsung dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan inilah ilustrasi baik. Ayat 22-23, “Musa pernah berkata, 'Allah Tuhanmu akan mengutus kepadamu seorang nabi seperti aku dari bangsamu sendiri. (seperti Ia mengutus aku) Kamu harus mendengar semua yang dikatakan oleh nabi itu kepadamu. 23 Orang yang tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh nabi itu, orang itu akan disingkirkan dari umat Allah dan dibinasakan.” Ada dua alasan mengapa Petrus menggunakan Musa, kebesaran Musa dan faktanya Musa adalah nabi Israel yang tertua. Ini terdapat di Ulangan 18:15 dan 19.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 23 Petrus mengatakan, “Setiap jiwa (Orang) yang tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh nabi itu akan dibinasakan.” Tidak mungkin kalian mendapatkan berkat kerajaan itu saja tanpa menerima sang Raja. Wah itu pernyataan yang kuat. Jadi Petrus menggunakan Musa untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka perlu bertobat untuk menghindari penghakiman. Nah frase “Nabi seperti aku” adalah frase terkenal bagi orang Yahudi, mereka tahu bahwa Mesias itu adalah seperti Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 24 Petrus mengatakan, “Nabi-nabi yang pernah menyampai-kan berita dari Allah, mulai dari Nabi Samuel dan nabi-nabi lainnya yang datang kemudian, semuanya memberitakan tentang zaman ini.” Anda bisa melihat setiap detail tentang Yesus Kristus di Perjanjian Lama. Bahkan Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi, mengapa kalian tidak mempelajari Firman yang membicarakan Saya? Mereka memiliki cukup bukti-bukti. Namun orang Yahudi itu tidak percaya nabi-nabi mereka sendiri, dan mereka hanya membunuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kalian bertobat, berkat-berkat yang dijanjikan itu akan terwujud. Ayat 25, “Janji-janji dari Allah yang disampaikan oleh nabi-nabi adalah untuk Saudara-saudara. Dalam perjanjian yang Allah buat dengan nenek moyangmu, Allah berkata kepada Abraham begini, 'Dari keturunanmu Aku akan memberkati segala bangsa di bumi.' Perjanjian itu adalah untuk kalian juga.” Kalian adalah keturunan nabi-nabi dan perjanjian tulen karena semua nubuatan dan semua perjanjian terlaksana dalam waktu hidup mereka di dalam Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah saya bukan orang Yahudi jadi apakah artinya ini bagi aku? Ini mengatakan hal yang sama. Anda sebaiknya berubah pikiran tentang Yesus, kemudian baru Anda dapat menerima semua berkat-berkat Allah karena setiap berkat yang dijanjikan kepada Israel di berikan juga kepada kami melalui Kristus. Saya berdoa malam ini supaya tidak ada orang yang keluar dari tempat ini yang belum mengenal Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Feb 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160221</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/n4t00lwc</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bertobat dan Dikonversi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_9en5v92q"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:19-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:19-26</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai di ayat 19, Petrus meneruskan khotbahnya, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu. 20 Tuhan akan datang kepadamu dan kalian akan mengalami kesegaran rohani. Dan Tuhan akan menyuruh Yesus datang kepadamu, karena Ia sudah ditentukan oleh Allah menjadi Raja Penyelamat untukmu. 21 Ia harus tinggal di surga sampai Allah menjadikan semuanya baru seperti yang dikatakan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya pada zaman dahulu. 22 Musa pernah berkata, 'Allah Tuhanmu akan mengutus kepadamu seorang nabi dari bangsamu sendiri, seperti Ia mengutus aku. Kamu harus mendengar semua yang dikatakan oleh nabi itu kepadamu.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“23 Orang yang tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh nabi itu, orang itu akan disingkirkan dari umat Allah dan dibinasakan.' 24 Nabi-nabi yang pernah menyampaikan berita dari Allah, mulai dari Nabi Samuel dan nabi-nabi lainnya yang datang kemudian, semuanya memberitakan tentang zaman ini. 25 Janji-janji dari Allah yang disampaikan oleh nabi-nabi adalah untuk Saudara-saudara. Dalam perjanjian yang Allah buat dengan nenek moyangmu, Allah berkata kepada Abraham begini, 'Dari keturunanmu Aku akan memberkati segala bangsa di bumi.' Perjanjian itu adalah untuk kalian juga. 26 Itu sebabnya Allah memilih Hamba-Nya, lalu menyuruh Dia datang kepada kalian terlebih dahulu, supaya Ia memberkati kalian. Caranya Ia memberkati ialah dengan membuat Saudara-saudara sekalian bertobat dari cara hidupmu yang jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kesimpulan khotbah kedua dari Petrus. Dan pekerjaan Tuhan yang masih belum selesai adalah pemberitaan Injil yang Dia mulai, dan bukan pekerjaan penebusan yang telah diselesaikan-Nya. Jadi gereja diperlengkapkan untuk berkhotbah dan mengajar dan untuk pergi dari tempat Kristus pergi. Di tahun mula-mula mereka semua diutus untuk memberitakan injil dan semua melakukan itu. Namun Petrus khususnya diutus untuk menjadi rasul orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah berkhotbah khotbah yang indah pada hari Pentakosta dan sekarang di Kisah 3, Petrus berkhotbah lagi dan kali ini sekali lagi tema-nya Yesus Kristus dimuliakan dan Israel disalahkan. Dan setiap orang yang tidak merespon terhadap Kristus dihukum dalam khotbah ini. Nah Roh Kudus telah melakukan mujizat untuk mengumpulkan orang-orang lagi. Disinilah mujizat penyembuhan orang lumpuh itu menegaskan Firman supaya orang-orang percaya berita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu Petrus mulai berkhotbah di Serambi Salomo, Yohanes ada disisi lain dan ditengah ada orang itu yang dulunya lumpuh dan sekarang sudah sembuh. Tema Petrus di ayat 13-18 adalah sama tema-nya dengan semua khotbah rasuli, jaitu meninggikan Kristus dan menuduh mereka yang menolak-Nya. Dan waktu Kristus dimuliakan dia memperkenalkan Kristus dengan enam nama yang berbeda. Setiap nama adalah nama yang dalam pikiran orang Yahudi berhubungan dengan nubuatan Mesias dan Petrus mengatakan, inilah Mesiasmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan kalian menolak-Nya, menyerahkan-Nya, dan tidak menginginkan-Nya dan menghancurkan-Nya. Jadi hanya dalam bagian singkat ini, dia dengan kekuatan besar memperkenalkan Kristus dalam keagungan-Nya sebagai Mesias dan menghukum Israel untuk apa yang mereka lakukan terhadap Dia. Dan inilah contoh klasik dari applikasi injil rasuli yang benar dibanding kebutuhan manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Petrus tidak berhenti disitu, dengan lemah lembut dia mengatakan di ayat 17, “saya tahu bahwa apa yang kalian dan pemimpin-pemimpinmu lakukan adalah karena kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan.” Mereka tahu bahwa mereka menyalibkan Kristus, memang itu dilakukan secara terbuka namun mereka tidak tahu bahwa Yesus adalah Mesias mereka. Dan selama mereka memberontak kepada Allah mereka tidak akan mengerti bahwa Kristus adalah Mesias mereka. Dan karena mereka bodoh, Allah hanya menyalahkan mereka atas pembunuhan tidak sengaja ini, bukan pembunuhan yang disengaja dan Dia menawarkan mereka anugerah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus langsung memberi kesimpulannya di ayat 19, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah.” Bertobat berdasarkan apa? Pertama, berdasarkan kalian membunuh Mesiasmu, kalian harus bertobat. Kedua, berdasarkan kemurahan hati Allah, terimalah itu. Jadi pertobatan itu berdasarkan dua hal: perbuatan dan sikap mereka terhadap Kristus dan sikap Allah terhadap mereka dalam menawarkan pengampunan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada dua doktrin alkitabiah yang penting: doktrin pertobatan dan doktrin konversi. Jadi pertama, apakah artinya pertobatan itu? Kata Yunani itu berarti merubah pikiranmu. Ini berarti berbalik, memutar seratus delapan puluh derajat, berbalik seluruhnya ke arah berlawanan. Jadi bertobat itu artinya berubah pikiran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat ilustrasi di Matius 21:28-31, “Adalah seorang ayah yang mempunyai dua anak laki-laki, ia datang kepada anaknya yang pertama dan berkata, 'Nak, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini.' 29 Anak itu menjawab, 'Baik, Ayah!' Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu ayah itu datang kepada anaknya yang kedua dan mengatakan hal yang sama. Anak itu menjawab, 'Saya tidak mau,' tetapi kemudian berubah pikiran lalu pergi juga. 31 Dari antara kedua anak itu, yang manakah yang melakukan kehendak ayahnya?" "Yang kedua," jawab mereka itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang tariklah kata bertobat keluar dari ayat 30 dan Anda mendapat pengertian dari pertobatan, “Anak itu menjawab, 'Saya tidak mau,' tetapi kemudian berubah pikiran lalu pergi juga.” Itulah pertobatan. Petrus mengatakan kepada Israel, rubahlah pendapatmu tentang Yesus Kristus karena kalian salah dan kami memiliki semua bukti untuk membuktikan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah banyak hal diperlukan untuk merubah pikiran mereka. Bangsa Israel telah menentukan bahwa kehendak Allah bagi mereka adalah kebenaran yang mereka sendiri menghasilkan. Mereka berusaha untuk hidup sebaik mungkin untuk menyenangkan Allah. Dan seluruh sistem legalisme di permainkan dan di pelihara oleh orang Farisi. Dan orang Yahudi itu aman dan benar jika dia mengikuti 365 perintah negatif dan 250 perintah positif. Itulah yang mereka pikir adalah kehendak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terus para rasul datang dan mengatakan, kalian harus merubahkan sikap kalian mengenai apa yang Allah inginkan, karena bukan itu yang dikehendaki Allah. Yesus mengatakan di Khotbah di Bukit, jika Anda menginginkan suatu dosa di dalam hati, Anda telah berdosa. Tidak mungkin orang dapat memenuhi hukum Allah. Roma 3:20 mengatakan, “Sebab tidak seorang pun (dimungkinkan berbaik dengan Allah) dapat dibenarkan oleh karena orang itu (melakukan hal-hal yang terdapat dalam) mengikuti hukum agama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus memberitakan kepada mereka untuk bertobat dan menerima kebenaran gratis melalui iman kepada Yesus. Yang Anda harus lakukan adalah bertobat dari sistem legalisme dan berpaling kepada Yesus Kristus, menerima-Nya dengan iman dan Allah akan memperhitungkan kebenaran-Nya kepadamu. Itulah Kisah Para Rasul 20:21.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita memberitakan pesan Injil yang sama kepada semua orang hari ini. Apapun yang Anda lakukan di dalam hidup Anda untuk menyenangkan Allah jika itu tidak berhubungan dengan iman kepada Yesus Kristus, berbaliklah karena Anda menuju ke jalan buntu. Nah, rencana Allah bagi manusia adalah supaya mereka bertobat, namun ini bukan hal sederhana. Allah tahu bahwa perlu ada dorongan di perjalanan hidup ini. Dan memang Allah memakai hal-hal tertentu untuk mendorong kita bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada paling sedikit lima hal yang digunakan Allah untuk menyebabkan orang bertobat. Nomor satu adalah pengetahuan. Allah ingin supaya orang berubah pikiran tentang kebenaran diri, dan berubah pikiran tentang Yesus hanya guru yang baik. Allah menuntut kebenaran total dan Allah mengatakan bahwa satu-satunya jalan adalah melalui kepercayaan kepada Yesus Kristus. Allah telah menyatakan hal-hal tertentu yang kalau mereka tahu hal-hal itu, mereka harus merespon.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Matius 11:21 Allah akan menghakimi dua kota di Galilea, Dia mengatakan, “Celaka kamu, Korazim! Dan celaka juga kamu, Betsaida! Seandainya keajaiban-keajaiban yang dibuat di tengah-tengahmu sudah dilakukan di Tirus dan Sidon, pasti orang-orang di sana sudah lama bertobat dari dosa-dosa mereka dan memakai pakaian berkabung serta menaruh abu ke atas kepala.” Allah melakukan hal-hal tertentu ditengah orang-orang yang menyebabkan ada pertobatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah melakukan banyak mujizat-mujizat dan semua itu direncanakan untuk membawa manusia kepada-Nya. Yesus melakukan mujizat untuk membawa orang kepada diri-Nya. Dan para rasul juga melakukan mujizat-mujizat di tahun-tahun gereja mula-mula untuk membawa orang kepada Yesus Kristus. Mujizat itu adalah tanda untuk membawa orang kepada Kristus dan pengetahuan tentang mujizat-mujizat itu menyebabkan orang bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang dirancang oleh Allah adalah kesedihan karena dosa. Apakah Anda pernah melakukan suatu dosa dan Anda merasa bersalah? Mengapa Allah selalu ingin kita merasa bersalah? Karena itu adalah sesuatu yang baik untuk mengingat kesalahan-kesalahan kita supaya janganlah kita berbuat itu lagi. Ini adalah peringatan Allah yang lemah lembut. Dosa Anda dan hati nurani Anda menyebabkan Anda merasa bersalah karena dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah kita menyamakan dukacita dengan pertobatan. Banyak orang merasa bersalah karena dosa. Tahukah Anda bahwa banyak orang memikir selama mereka merasa bersalah untuk dosa, itu adalah pertobatan. Dan ada banyak orang yang merasa bersalah untuk dosa yang belum diselamatkan karena mereka tidak berpaling dari dosa-dosa mereka. Itulah yang penting. Lihatlah 2 Korintus 7:9, “Tetapi saya senang sekarang--bukan karena hatimu menjadi sedih, melainkan karena kesedihanmu itu membuat kelakuanmu berubah. Memang kesedihanmu itu sejalan dengan kehendak Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang dirancang Allah untuk membawa orang kepada pertobatan adalah kebaikan. Roma 2:4 mengatakan, “Atau kalian pandang enteng kemurahan Allah dan kelapangan hati serta kesabaran-Nya yang begitu besar? Pasti kalian tahu bahwa Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya karena Ia mau supaya kalian bertobat dari dosa-dosamu.” Allah telah menciptakan dunia dimana manusia dapat mengalami kebaikan namun tetap orang memandang rendah kebaikan Allah. Matius 5:45 mengatakan, “Sebab Allah menerbitkan matahari-Nya untuk orang baik dan untuk orang jahat. Ia menurunkan hujan untuk orang yang berbuat benar dan untuk orang yang berbuat jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, Wahyu 3:19 mengatakan, “Orang-orang yang Kukasihi, merekalah yang Kutegur dan Kucambuk. Karena itu hendaklah kalian bersemangat, dan bertobatlah dari dosa-dosamu.” Tahukah Anda mengapa Allah menegur dan menghajar Anda dengan berbagai pencobaan? Dia ingin supaya Anda bertobat. Allah kadang-kadang memberikan kita krisis besar supaya kita mau berubah, Dan itu terjadi didalam hidupku sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hajaran dan hukuman digunakan Allah di dalam hidupku. Jadi saya selalu ingin mengingatkan orang, jika Anda melihat kebaikan Allah dan Anda memiliki pengetahuan kebenaran dan Anda merasa bersalah tentang dosa Anda, janganlah tunggu sampai Allah menghajar Anda. Jika Allah menginginkan Anda Dia pasti akan memperoleh Anda dan kesakitan itu nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan hal kelima untuk menyebabkan orang bertobat dan itu adalah hukuman akhir. Kisah 17:30-31 mengatakan, “Masa kebodohan kita itu sudah (dilupakan oleh) diabaikan Allah, tetapi sekarang Ia menyuruh semua orang di seluruh dunia untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. 31 Sebab Ia sudah menentukan suatu waktu untuk mengadili seluruh dunia ini dengan adil oleh seorang yang sudah dipilih Allah untuk itu.” Janganlah selalu hanya berbicara tentang hal-hal positif. Pesan penghakiman ada dimana-mana di Firman Allah dan itu harus dikhotbahkan karena hal itu dirancang Allah untuk memimpin orang kepada pertobatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat bagaimana Israel menanggapi khotbah penghakiman di Matius 21:32, “Karena Yohanes Pembaptis datang, dan menunjukkan kepada kalian cara hidup yang dikehendaki Tuhan, namun kalian tidak mau percaya pada ajarannya; tetapi penagih-penagih pajak dan wanita-wanita pelacur percaya kepadanya. Tetapi meskipun kalian sudah melihat semuanya itu, kalian tidak juga mengubah pikiranmu dan tidak percaya kepada Tuhan.” Jadi Yesus mengatakan di ayat 43, “Jadi ingatlah,” kata Yesus, "semua hak sebagai umat Allah akan dicabut daripadamu dan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menjalankan perintah-perintah Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu berita yang keras. Ayat 45-46 mengatakan, “Pada waktu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus itu, mereka tahu bahwa Yesus berbicara tentang mereka. 46 Jadi mereka berusaha menangkap Dia. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, sebab orang banyak itu menganggap Yesus seorang nabi.” Mereka mencoba membunuh-Nya. Allah melakukan banyak hal namun mereka tidak pernah bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Doktrin kedua di ayat 19 adalah konversi, yang berarti memutar balik. Dan itu digunakan di Perjanjian Baru untuk menggambarkan pendosa yang berbalik kepada Allah. Nah marilah kita melihat definisi pertobatan berhubungan dengan konversi. Bayangkanlah konversi sebagai lingkaran lengkap dan bagikan lingkaran itu menjadi setengah. Setengah lingkaran itu adalah pertobatan dan setengahnya lagi adalah iman, dan lingkaran lengkap itu adalah konversi. Pertobatan adalah berbalik kepada Allah dan iman adalah menerima Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perhatikanlah, ini pasif, bertobatlah dan dikonversi. Anda tidak dapat melakukan konversi itu dengan tenaga sendiri. Pernahkah Anda mendengar orang mengatakan, “Iya saya dulu Katolik namun saya konversi.” Anda tidak dapat mengkonversi diri, Anda hanya bisa dikonversi. Itu adalah tindakan Allah. Anda mulai dengan berbalik dari dosa, namun iman kepada Yesus Kristus adalah suatu perbuatan dimana Allah menempatkan iman itu kedalam Anda untuk merubahkan Anda menjadi anak-Nya. Jadi pertobatan dan iman keduanya melengkapkannya menjadi konversi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus kemudian memberi lima alasan mengapa orang harus bertobat. Lima alasan mengapa Israel harus bertobat. Marilah kita melihat alasan pertama di ayat 19, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu.” Nah minggu depan kita akan membahas empat alasan lain namun marilah sekarang kita perhatikan ini dulu. Dibawah Perjanjian Lama, dosa itu tidak dihapus, itu hanya ditutupi untuk sementara waktu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sampai saat Yesus datang dosa-dosa orang itu tidak dihapus, dosa-dosa itu tetap saja ada di daftar dan Allah hanya menutupinya bagi mereka yang percaya Dia, yang memberi persembahan yang menunjukkan iman mereka. Hanya Kristus sanggup menghapuskan dosa-dosa itu. Allah mengatakan di Yesaya 43:25, “Namun Aku Allah yang menghapus dosamu, Aku mengampuni engkau karena begitulah sifat-Ku; Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Kata kerja ‘menghapus’ itu secara harfiah berarti tinta itu dihapus dari kertas pohon lontar itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menyimpan catatan setiap kali seseorang melanggar salah satu hukum Allah. Sepertinya Allah di surga memiliki daftar setiap dosa dari setiap orang. Apakah Anda tahu bahwa orang mati ketika mereka bangkit pada tahta putih besar, mereka akan dihakimi berdasarkan isi buku-buku itu? Bayangkan betapa panjangnya daftar Anda dan saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya kita melunaskan semua itu? Kematian. Namun tahukah Anda hal yang ajaib tentang daftar itu? Kita tidak perlu mati untuk melunaskan akibat dosa-dosa itu. Siapakah yang melakukan itu bagi kita? Allah menghapuskannya. Bagaimana cara-Nya? Dengan memaku Yesus yang membawa dosa-dosa kita ke kayu salib. Apakah upah dosa itu? Kematian. Dan Yesus meyelesaikan itu semua untuk selama-lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ya, kadang-kadang saya masih berdosa. Itu tidak masalah, dosa-dosamu semua dimasa depan ketika Dia mati dan setiap dosa itu sudah ada dan Dia menghapuskannya semua. Masih ingat 1 Yohanes 1:9? “Dia terus menerus membersihkan kita dari semua dosa-dosa itu.” Allah tidak melihat satu dosapun karena Anda berada di dalam kebenaran Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Feb 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160214</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/9en5v92q</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Petrus memberitakan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_6u5hw407"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:11-18" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:11-18</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus berkhotbah di KPR 3 dan ini memang khotbah yang indah. Dan yang dia akan bicarakan adalah nama-nama Yesus. Petrus berkhotbah di KPR 2 pada hari pertama kelahiran gereja; dan dia berkhotbah lagi beberapa hari kemudian di KPR 3; dan di KPR 4 dia berkhotbah lagi. Petrus ditugaskan Allah untuk menjadi rasul bagi orang-orang Yahudi, mereka yang telah disunat, kepada Israel untuk menyatakan bahwa Yesus Kristus dari Nazaret adalah sang Mesias.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu gereja lahir hasilnya sangat menarik dan pada akhir khotbah pertamanya ada 3000 orang yang menjadi Kristen. Dan setelah khotbahnya yang kedua ada 5000 pria ditambah wanita-wanita dan anak-anak. Jadi dibawah pimpinan Petrus gereja lahir dan mulai bertumbuh cepat. Dan khotbah-khotbahnya semua tentang Yesus Kristus dan yang dibicarakan adalah dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di khotbah ini di KPR 3, dia memusatkan diri kepada nama-nama Yesus Kristus. Di KPR 3:6 dia mengatakan kepada orang lumpuh itu, “Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!” Kemudian di ayat 16, dia mengatakan kepada orang-orang Yahudi yang sekarang mendengar khotbahnya, “Ia sudah menjadi kuat dan sehat kembali karena kepercayaan kepada nama Yesus dan kuasa-Nya. Karena kepercayaan melalui Yesus maka orang ini sudah menjadi sehat kembali di hadapan saudara-saudara sekalian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah inti khotbahnya. Nama itu yang dikatakan Allah adalah diatas segala nama. Dia adalah tema setiap khotbah yang diberitakan para rasul dan tema setiap pesan injil dan dari setiap utusan Allah sepanjang sejarah gereja. Bahkan Petrus dengan berani khusus mengatakan di KPR 4:12, “Hanya melalui Yesus saja orang diselamatkan. Sebab di seluruh dunia di antara manusia tidak ada seorang lain pun yang mendapat kekuasaan dari Allah untuk menyelamatkan kita.” Tiga puluh tiga kali di Kisah Para Rasul ada referensi untuk “nama itu”.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus adalah tokoh satu-satunya yang paling penting di sejarah alam semesta. Semua berkat terdapat di dalam nama-Nya. Mungkin Anda pikir nama orang itu penting dan memang mungkin itu benar jika Anda diminta untuk minta bantuan dari seseorang dan Anda mengatakan si Anu, orang penting itu yang minta saya datang kepadamu, ya mungkin Anda akan mendapatkan bantuan itu. Namun itu tidak bekerja dengan Allah. Allah hanya akan menjawab kepada satu nama, saja yaitu Yesus Kristus yang mengatakan di Yohanes 14:6, “Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Itu nama satu-satunya yang memberikan Anda akses kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti kita lihat Roh Kudus telah menegaskan khotbah Petrus melalui mujizat-mujizat dan tanda-tanda untuk membuktikan bahwa pemberitaan itu benar ilahi. Di KPR 2 pada permulaannya, Roh Allah merencanakan mujizat bahasa-bahasa itu dimana mereka semua mulai memuji pekerjaan-pekerjaan Allah di dalam bahasa asli para pendengar. Dan karena itu orang banyak berkumpul karena terkejut atas sifat ilahi mujizat itu. Dan dengan latar belakang itu Petrus mulai memberitakan nama Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di KPR 3, Roh Kudus melakukan hal yang sama lagi. Sebelum Petrus mulai berkhotbah dan menyebut nama Yesus Kristus, Roh Kudus mengizinkan mereka untuk memberkati orang lumpuh itu dengan karunia penyembuhan dalam nama Yesus Kristus. Sekali lagi tindakan Allah ini menyebabkan orang banyak itu berkumpul dengan heran dan takjub. Petrus kemudian memberitakan pesannya yang dikonformasi sebagai ilahi oleh mujizat yang mencengankan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini persis apa yang dikatakan Ibrani 2:4, “Allah turut menguatkan kesaksian orang-orang itu dengan mengadakan segala macam keajaiban dan hal-hal luar biasa.” Jadi pada saat kita tiba di KPR 3:12-26, yang adalah khotbah itu sendiri, kita harus mengerti bahwa semua yang terjadi di KPR 3 adalah kesaksian tentang pekerjaan Roh Kudus. Dialah yang yang membuat mujizat itu terjadi dan Dialah yang memberikan Petrus setiap kata yang dia ucapkan. Petrus dan Yohanes hanya ada disitu untuk dipergunakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dengan latar belakang itu kita mulai melihat khotbah ini. Ayat 11, “Orang itu terus saja mengikuti Petrus dan Yohanes. Dan sewaktu mereka bertiga sampai di serambi yang disebut "Serambi Salomo", semua orang datang berkerumun pada mereka karena kagum.” Nah sebelum kita melihat khotbah di ayat 12, mari kita lihat kata pengantarnya. Wah, Roh Kudus telah menyediakan ilustrasi hidup dari orang lumpuh itu yang terus mengikuti Petrus dan Yohanes.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, “Ketika Petrus melihat orang-orang itu, ia berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Israel, mengapa saudara-saudara heran akan hal ini? Mengapa kalian melihat terus pada kami? Apa kalian kira orang ini dapat berjalan karena ada kuasa pada kami atau karena kami taat kepada Allah?” Mereka tahu orang-orang menatap mereka sambil memikir kedua orang itu hanya nelayan dari Galilea. Petrus sekarang merubahkan fokus mereka kepada Kristus karena dia mengatakan, “Saya tidak punya uang sama sekali. Tetapi apa yang ada pada saya, itu akan saya berikan kepadamu: Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bukan kita yang melakukan itu, ini semua perbuatan Allah. Ini sulit bagi mereka untuk diterima karena mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. Namun sudah jelas itu dilakukan atas nama Yesus, benar? Petrus memanggil mereka “orang-orang Israel,” yang adalah cara paling sopan untuk menyapa orang Yahudi. Bahkan di ayat 25 dia memanggil mereka “anak-anak nabi dan perjanjian.” Allah belum selesai dengan Israel. Mereka hanya sementara dibutakan seperti yang dikatakan Paulus di Roma 9, 10 dan 11.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Petrus menuduh mereka karena sikap buruk mereka terhadap Yesus. Inilah tema utama di KPR 3:13-18. Dia memperkenalkan Yesus dengan enam nama, enam gelar berbeda dari 208 gelar yang Dia miliki. Dan dia memberikan kita keenam nama ini pada saat yang sama ada enam pernyataan tentang setiap nama. Petrus menamakan Yesus pertama Hamba, kemudian Yesus, Yang Suci, Yang Benar, Sumber Hidup, dan di ayat 18, Kristus. Itulah enam nama itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan pertama dan yang terakhir adalah dari Allah dan yang empat ditengah adalah tentang bagaimana manusia memperlakukan-Nya. Pertama sebagai Hamba Dia dimuliakan dan yang terakhir sebagai Kristus Dia dinyatakan. Namun ditengah-tengah lihatlah bagaimana Dia diperlakukan. Yesus diserahkan. Yang Suci ditolak. Yang benar tidak diterima. Sumber Hidup dibunuh. Jadi sementara Petrus memperkenalkan Yesus sebagai Mesias, pada saat yang sama dia menghakimi Israel karena mereka melawan Allah dan menyangkal dan menolak Mesias mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai di ayat 13, “Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak, Yakub, Allah nenek moyang kita, Allah itu sudah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus.” Petrus menghubungkan ini semua dengan Israel. Ini adalah Allah kita. Jadi dia menggunakan semua istilah-istilah yang tepat. Allah juga Allah semua orang, namun Allah khususnya adalah Allah perjanjian dengan Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus ingin supaya mereka tahu bahwa dia sesuai dengan semua nabi-nabi Perjanjian Lama. Dia menyatakan Allah yang sama yang mereka sembah. Sekarang lihatlah istilah “Hamba” itu sebentar dan lihatlah apa yang dikatakan tentang Yesus. Istilah Hamba itu mengacu kepada duta besar. Yesus melayani Allah sebagai duta besar yang diutus dari surga ke bumi untuk mewakili-Nya. Dan itulah persis Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Dia datang ke dunia, Dia berkali-kali menyatakan bahwa memang Dia adalah Hamba Allah. Nah marilah kita melihat dua ayat, Yesaya 42:1 mengatakan, “Kata Allah, "Inilah hamba-Ku yang Kudukung, orang pilihan-Ku yang menyenangkan hati-Ku. Aku telah memberi kuasa-Ku kepadanya, untuk membawa keadilan bagi setiap bangsa.” Dan di Yesaya 52:13 dikatakan, “Allah berkata, "Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil; ia akan disanjung dan ditinggikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga menyatakan bahwa Dia adalah Hamba yang nubuatkan di Yesaya. Matius 12:15-18 mengatakan, “Yesus tahu bahwa orang-orang Farisi itu berniat jahat terhadap diri-Nya. Jadi Ia pergi dari tempat itu dan banyak orang mengikuti-Nya. Lalu Ia menyembuhkan semua orang yang sakit. 16 Tetapi Ia melarang mereka memberitahukan tentang Dia kepada orang lain. 17 Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan Allah melalui Nabi Yesaya, 18 "Inilah utusan-Ku yang Kupilih, Orang yang Kukasihi dan yang berkenan di hati-Ku. Roh-Ku akan Kuberikan kepada-Nya, keadilan-Ku akan diwartakan-Nya kepada bangsa-bangsa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus melayani Allah. Dia datang untuk mati karena itulah rencana Allah. Yohanes 6:38 mengatakan, “Sebab Aku turun dari surga, bukan untuk melakukan kemauan sendiri, melainkan kemauan Dia yang mengutus Aku.” Akan tetapi Dia juga melayani kita. Di Yohanes 13:4-5, Dia mengajarkan kita cara melayani yang tepat, “Ia berdiri, membuka jubah-Nya, dan mengikat anduk pada pinggang-Nya. 5 Sesudah itu Ia menuang air ke dalam sebuah baskom, lalu mulai membasuh kaki pengikut-pengikut-Nya dan mengeringkannya dengan anduk yang terikat di pinggang-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Yesus mengatakan di ayat 13-16, “Kalian memanggil Aku Guru dan Tuhan. Dan memang demikian. 14 Kalau Aku sebagai Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu, kalian wajib juga saling membasuh kaki. 15 Aku memberi teladan ini kepada kalian, supaya kalian juga melakukan apa yang sudah Kulakukan kepadamu. 16 Sungguh benar kata-Ku ini: Seorang hamba tidak lebih besar dari tuannya, dan seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutusnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">OK, marilah kita melihat nama kedua, Yesus. Di Matius 1:21 malaikat mengatakan, “Anak itu harus engkau beri nama Yesus, karena Ia akan menyela-matkan umat-Nya dari dosa mereka.” Kata Yesus itu berasal dari nama Perjanjian Lama Yoshua. Ini berarti keselamatan dari Tuhan atau Yehuwa Juruselamat. Yoshua menyebabkan orang-orang melayani Tuhan sepanjang hidupnya, namun dia tidak sanggup menyelamatkan mereka. Namun Yesus kita memelihara umat-Nya dalam kekudusan untuk selama-lamanya dan sanggup menjaga supaya mereka tidak jatuh dan menampilkan mereka tanpa salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah Allah Juruselamat, yang membebaskan orang, namun orang-orang menyerahkan-Nya, itu menunjukkan mereka begitu terbelit. Yang Allah muliakan sebagai pembebas mereka, mereka tolak dan membunuh sebagai penipu. Di ayat 13 Petrus meneruskan, “Yesus itulah yang kalian serahkan kepada pihak penguasa, dan kalian lawan di hadapan Pilatus, pada waktu Pilatus mau melepaskan-Nya.” Kalian yang berbuat itu. Lima kali Pilatus tidak mau menyalahkan-Nya. Dan Matius 27:25 mengatakan, “Seluruh orang banyak itu menjawab, “Ya, biarlah kami dan anak-anak kami menanggung hukuman atas kematian-Nya!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14, “Ia Suci dan Benar, tetapi kalian menentang Dia dan mendesak supaya Pilatus melepaskan seorang pembunuh untuk kalian.” Istilah Yang Suci menggambarkan Yesus dan itu berarti ‘terpisah untuk Allah’. Israel tidak mau tahu Dia adalah Yang Suci. Namun di dalam Alkitab ada yang tahu hal itu. Lukas 4:33-34 mengatakan, “Di situ di rumah ibadat ada seorang yang dikuasai roh jahat. Orang itu menjerit-jerit, 34 "Hai Yesus, orang Nazaret, Engkau mau buat apa dengan kami? Engkau datang untuk membinasakan kami? Saya tahu siapa Engkau: Engkau utusan Yang Suci dari Allah!" Wah, roh jahat tahu apa yang Israel tidak mau tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pendekatan Petrus terus terang saja. Dia mengatakan: dosamu adalah bahwa kalian menyangkal Yang Suci. Bisa saja dia membicarakan kemunafikan mereka, Bisa saja dia membicarakan kebohongan dan penipuan mereka. Bisa saja dia membicarakan banyak hal namun itu semua hal-hal yang tidak begitu penting. Yang dibicarakannya adalah hidup mereka yang terang-terangan memberontak melawan Allah karena mereka menolak Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua benar, namun Anda menyangkal hal itu. Dengan demikian penyangkalan itu menetap. Dia Suci namun mereka ingin membunuh-Nya seolah-olah Dia tidak suci. Dia adalah Hamba yang dimuliakan Allah namun mereka menghinakan-Nya. Lihatlah selama ini mereka semua berlawanan dengan Allah dan Kristus. Dan setiap orang tanpa Yesus Kristus hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Dan kepada orang-orang itu akan datang hukuman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Hamba itu itu dimuliakan, Yesus diserahkan, Yang Suci ditolak dan sekarang nomor empat Yang Benar tidak diterima, mereka memilih yang tidak benar. Mereka bisa memilih antara Yesus dan Barabas. Yesus adalah benar dan tidak bersalah atas pelanggaran apapun. Dan Petrus mengatakan kalian membunuh yang tidak bersalah dan melepaskan yang bersalah. Barabas orangnya tidak benar dan adalah seorang kriminal yang telah divonis. Ini semua menunjukkan pikiran kalian ada dimana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Saudara-saudara membunuh Sumber hidup untuk semua orang. Dan Allah sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian. Kami sudah menyaksikan sendiri hal itu.” Ini merupakan tuntutan kuat. Sekarang Dia disebut Sumber Hidup. Ini juga digunakan di Ibrani 12:2 dan diterjemahkan sebagai “Yang membangkitkan dan memelihara iman kita.” Untuk setiap orang Yahudi, hanya Allah adalah sumber hidup. Mazmur 36 mencerminkan perasaan setiap orang Yahudi, “Engkaulah sumber hidup semua makhluk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengklaim hal itu di Yohanes 1:3-4, “Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia. 4 Sabda itu sumber hidup.” Dan di Yohanes 11:25 Dia mengatakan kepada Maria dan Marta di rumah Lazarus, “Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati, orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati.” Yohanes 14:6, “Akulah jalan. kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Dialah yang memberikan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 16, “Saudara-saudara sudah melihat dan menyaksikan apa yang terjadi dengan orang lumpuh ini. Ia sudah menjadi kuat dan sehat kembali karena ada kepercayaan (bukan ‘ia percaya’) kepada Yesus dan kuasa-Nya. Karena kepercayaan (bukan ‘percaya’) kepada Yesus maka orang ini sudah menjadi sehat kembali di hadapan saudara-saudara sekalian.” Janganlah salah paham. Ini bukan terjadi karena iman orang lumpuh ini, ini terjadi oleh karena iman Petrus dan Yohanes. Karunia penyembuhan tidak bekerja berdasarkan iman orang yang disembuhkan, itu bekerja berdasarkan iman orang yang menyembuhkan yang bergantung kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus memperkenalkan Kristus sebagai Mesias dan menghubungkan Dia dengan mujizat indah ini. Dan dia mengatakan Anda telah menyaksikan hal ini didepan mata sendiri dan itu semua adalah karena iman kepada Yesus, Yang telah dimuliakan Allah, dan Yang Anda telah menolak dan telah diserahkan, dan yang tidak diterima dan dihancurkan. Kalian berdiri bersama dengan orang-orang yang menyalibkan-Nya, kalian setuju dengan penghakiman mereka terhadap Dia, dan kalian hidup dengan pemberontakan terbuka melawan Allah dan kalian bersalah sama seperti mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dengan lemah lembut Petrus di ayat 17-18 mengatakan, “Saudara-saudara! Saya tahu kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan, dan pemimpin-pemimpinmu melakukan yang sama. 18 Tetapi apa yang sudah diberitahukan oleh Allah dahulu kala melalui semua nabi-nabi, bahwa Kristus, yang dijanjikan itu, harus menderita, itu sudah digenapkan.” Yesus di Lukas 23:34 mengatakan, “Bapa, ampunilah mereka! Mereka tidak tahu apa yang mereka buat.” Allah dalam anugerah-Nya memperhitungkan hal itu sebagai pembunuhan tidak sengaja dan bukan pembunuhan sengaja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 19, “Oleh sebab itu saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu.” Berbaliklah. Pintunya terbuka, masuk saja dan dosa-dosamu semua akan dihilangkan. Nama terakhir yang disebut di ayat 18 adalah Kristus. Kristus berarti Mesias. Dan Petrus mengatakan, “Dia adalah Mesiasmu berdasarkan semua nubuatan-nubuatan mengenai penderitaan-Nya yang digenapkan.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Jan 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160131</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/6u5hw407</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mujizat untuk menegaskan Firman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_jk56r616"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:1-10</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang membicarakan kelahiran gereja. Tuhan kita telah mengirim Roh Kudus untuk memperlengkapkan gereja untuk melakukan pekerjaan yang telah dimulai-Nya. Yesus memberikan mereka semuanya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya yang masih belum selesai. Pada hari Pentakosta ketika Roh Kudus datang di Kisah Para Rasul 2 itu semua bahan menjadi satu di dalam gereja itu dan memang benar berkuasa gereja itu. Pada hari pertama 3000 orang ditambahkan kepada 120 yang mula-mula dan sekarang masih saja terus bertumbuh di tahun 2016.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sejak hari pertama itu Roh Allah memberi karunia kepada anggota-anggota gereja itu supaya mereka dapat membangun tubuh itu. Ada karunia anugerah tertentu, dan karunia-karunia roh dimana mereka dapat melayani satu sama lain untuk membangun tubuh. Ditambah itu, kepada gereja mula-mula Allah juga memberi karunia tanda-tanda. Hadiah-hadiah itu tujuannya bukan untuk membangun jemaat namun untuk menjadi tanda bagi mereka yang masih belum percaya supaya mereka percaya pemberitaan Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan ini bukan saja soal kata-kata yang Saya ucapkan, namun Anda harus percaya karena melihat pekerjaan-Ku. Dengan kata lain, mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya menngaskan perkataan yang Dia ucapkan. Nikodemus mengerti hal itu. Dia mengatakan di Yohanes 3:1, “"Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kristus sendiri mengesahkan pelayanan-Nya dengan mujizat-mujizat tertentu. Di gereja mula-mula, Dia memberikan kemampuan yang sama kepada para rasul supaya perkataan mereka dapat ditegaskan oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan perbuatan perkasa. Pengesahan pelayanan orang sekarang tidak perlu lagi seperti itu, itu kelihatan jika perkataannya sesuai dengan Firman Allah. Inilah standar sekarang karena Perjanjian Baru adalah wahyu Allah terakhir. 2 Korintus 12:12 mengatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita telah belajar bahwa karunia-karunia roh itu adalah mujizat-mujizat, penyembuhan, bahasa-bahasa lain dan penterjemahan bahasa lain. Itu adalah tanda-tanda bukan saja kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya, tetapi kepada semua orang yang masih belum percaya bahwa injil itu benar. Nah, salah satu karunia adalah karunia penyembuhan. Allah memberikan kemampuan itu kepada mereka untuk membuktikan bahwa mereka adalah utusan-utusan ilahi. Dan ketika mereka berkhotbah, selalu ada mujizat yang adalah bukti kepada orang-orang bahwa Allah sedang berbicara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah mujizat bahasa itu di KPR 2, 3000 orang percaya. Setelah mujizat orang lumpuh, pada waktu kita tiba di KPR 4:4, sudah ada 5000 orang laki-laki, perempuan dan anak-anak.yang percaya. Dan mungkin ada sebanyak 15,000 orang yang bertobat dalam minggu pertama kelahiran gereja itu. Jadi bukan saja khotbah yang menyebabkan itu, itu terjadi karena ada juga mujizat yang menegaskannya bersama dengan pesan khotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada hari pertama gereja itu, pelayanan penyembuhan yang menegaskan itu mulai. Lihatlah KPR 2:43, “Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” Kemudian waktu KPR 3, Roh Kudus hanya memilih satu diantara mujizat-mujizat itu sebagai ilustrasi. Dan mujizat itu terjadi di ayat 1-11 kemudian Petrus berkhotbah di ayat 12-26. Lihatlah mujizat itu mengumpulkan orang-orang dan membuktikan bahwa kesaksian yang Petrus berikan itu berasal dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi KPR 3 adalah suatu ilustrasi hidup dari KPR 2:43. Ada beberapa fakta alkitabiah yang perlu Anda ketahui mengenai seluruh masalah penyembuhan, karena sekarang ada banyak kebingungan tentang hal itu. Dan firman Allah memberikan kita hal-hal khusus mengenai itu. Ada beberapa orang tertentu yang mengklaim mereka memiliki karunia penyembuhan itu. Dan ada juga penyembuh-penyembuh yang melakukan penyembuhan setan yang katanya datang dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, karunia penyembuhan di 1 Korintus 12 adalah salah satu karunia rasul. Itu bisa dibuktikan sepanjang Kisah Para Rasul. Kata Paulus itu adalah fondasi. Seorang rasul adalah orang yang telah melihat Yesus sendiri, kecuali Paulus yang adalah rasul khusus. Jadi penyembuhan sekarang bukanlah karunia penyembuhan rasuli itu. Kedua, Setan dan roh-roh jahat juga sanggup menyembuhkan, Dan bukan itu saja, mereka dapat melakukan itu di dalam nama Yesus Kristus. Jadi karena seorang penyembuh menamakan nama Kristus, tidak menjamin bahwa Allah terlibat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita menubuatkan hal itu di Markus 13:22, “Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” Juga Matius 7:22-23 bahkan menunjukkan bahwa beberapa penyembuhan dilakukan di dalam nama Tuhan, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bahaya khayalan di dalam bidang ini diperparah di zaman ini selagi kita mendekati kedatangan Kristus, karena Alkitab mengajarkan kita jelas sekali di 2 Tesalonika 2 bahwa di zaman akhir mendekati waktu tribulasi, akan ada peningkatan besar dalam pekerjaan Iblis melalui khayalan-khayalan ini. Ayat 9 mengatakan, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu tribulasi, hal ini mencapai puncaknya. Ayat 7 mengatakan, “Karena misteri kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Sampai yang menahannya itu telah disingkirkan.” Jadi kita perlu menyadari bahwa Allah belum tentu terlibat dalam segala sesuatu yang datang di dalam nama-Nya. Nama Yesus Kristus digunakan dalam berbagai macam hal yang tidak berhubungan dengan Dia sama sekali. Iblis biasanya menyamar di gereja, dan mengklaim dia adalah pendeta Allah, namun sebenarnya dia dikontrol oleh Iblis sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kebalikan kepercayaan mutlak dan ketaatan. Gerakan penyembuhan khas hari ini didasarkan suatu salah terjemahan Yesaya 53:5 yang mengatakan, “oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Dan penyembuh-penyembuh di dalam sejarah telah menterjemahkan bahwa dalam penebusan semua orang akan disembuhkan secara fisik. Ini adalah salahpengertian besar karena ini tidak berhubungan dengan penyembuhan fisik. Kristus tidak mati untuk penyakit-penyakit tubuh, Dia mati untuk dosa-dosa jiwa kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak penyembuhan masa kini di dalam nama Kristus termasuk beberapa kategori, seperti penipuan, seperti kasus orang yang diekspos di televisi. Ada juga masalah hypnosis massal dimana kepercayaan orang terhadap seorang tokoh otoritas begitu kuat sehingga mereka melepaskan emosi mereka sampai mereka dibawah mantra itu dan mereka dapatkan apa yang dinamakan kompensasi emosional. Penyakit mereka dikalahkan oleh emosi mereka untuk sembuh dan berdasarkan itu mereka menggantikan penyakit itu dengan kesadaran sembuh. Namun ini hanya bekerja sementara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun marilah sekarang kita melihat firman Allah. Apakah dikatakan tentang penyembuhan fisik? Di Perjanjian Baru tidak ada indikasi bahwa karunia penyembuhan rasuli pernah dilakukan untuk menolong orang-orang percaya. Di Kisah Para Rasul karunia penyembuhan tidak pernah dipakai untuk menguntungkan jemaat gereja yang sudah didirikan. Itu hanya tanda bagi orang-orang yang belum percaya. Ada juga keselamatan, namun tidak pernah rasul Paulus kembali kepada gereja-gereja yang sudah didirikan dan menyembuhkan orang-orang sakit disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah menghukum tukang jampi Yahudi dan menyebabkan hati mereka ketakutan, sampai banyak orang bertobat. Lihatlah di KPR 19:18-20, “Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelayanan penyembuhan masa kini selalu melibatkan orang-orang Kristen. Apakah Anda mengatakan Allah tidak menyembuhkan? Tidak, Allah menyembuhkan dan Allah menjawab doa-doa. Namun ketika kita berdoa janganlah kita memerintah untuk disembuhkan, kita harus berdoa untuk disembuhkan jika itu keinginan Allah. Kita tidak ada hak untuk memerintah. Penyembuhan dari Allah adalah dalam menanggapi doa dan kehendak-Nya. Dan ajaran rasul Paulus adalah untuk berdoa untuk semua orang kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa pada saat orang-orang Kristen tertentu menjadi sakit, itu adalah karena Allah sedang menguji mereka dan menyempurnakan mereka dan memperlengkapkan mereka untuk menjadi apa yang mereka tidak mungkin bisa jadi jika tidak. Allah tidak memilih untuk menghilangkan duri di dalam daging Paulus, benar? Dan di Yakobus 5:15 ketika dibicarakan orang sakit, itu mengacu kepada orang yang rohaninya lemah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada perkataan di Alkitab yang mengatakan untuk mengurapi orang sakit dengan minyak dengan janji tanpa syarat bahwa doa iman itu akan pasti menyembuhkannya. Namun Allah tetap bisa saja memakai mujizat-mujizat penyembuhan di tempat-tempat di dunia dimana belum ada Alkitab dan pengetahuan tentang Kristus untuk membuktikan kebenaran pemberitaan misionaris.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada KPR 3:1, “Pada suatu hari Petrus dan Yohanes pergi ke Rumah Tuhan pada pukul tiga sore, yaitu pada waktu untuk berdoa.” Inilah waktunya untuk berdoa malam dan korban petang. Ayat 2, “Di sana di pintu gerbang yang disebut "Pintu Indah", ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir. Setiap hari orang itu dibawa ke sana untuk mengemis kepada orang-orang yang masuk ke Rumah Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan kemudian dia umurnya sudah 40 tahun. Josefus mengatakan bahwa semua pintu gerbang dari lapangan terdalam itu dilapis emas dan perak. Namun gerbang ini lebih besar daripada yang lain. Tingginya 25 meter dan lebarnya 20 meter dan untuk menutupinya diperlukan tenaga 20 orang. Ayat 3-5, “Ketika orang itu melihat Petrus dan Yohanes sedang masuk ke Rumah Tuhan, ia minta mereka memberikan sesuatu kepadanya. 4 Maka mereka menatap dia, kemudian Petrus berkata, "Pandanglah kami!" 5 Lalu orang itu memperhatikan mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, “Tetapi Petrus berkata kepadanya, "Saya tidak punya uang sama sekali. Tetapi apa yang ada pada saya, itu akan saya berikan kepadamu: Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!” Itu pernyataan yang menarik. Jika saya lumpuh dan duduk digerbang itu selama 20 tahun lebih, dan ada orang yang lewat dan mengatakan kepadaku: Saya tidak bisa memberikan Anda uang, namun di dalam nama Yesus bangunlah dan jalan, saya mungkin pikir ini orang mengejek saya, benar? Paling-paling yang dia tahu tentang Yesus Kristus adalah bahwa dia telah dihukum sebagai penghujat dan dieksekusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun entah bagaimana Allah oleh keselamatan berdaulat mulai bergerak di dalam hatinya. Dia tidak ada alasan untuk percaya Petrus dan Yohanes selain dari mungkin dia pernah mendengar sedikit kebenaran, namun dia tidak menolak mereka. Dia mendengar apa yang mereka katakan dan dia merasa kuasa Allah bergerak dalam hidupnya. Yesus tidak pernah menjanjikan seseorang kekayaan materi. Petrus dan Yohanes adalah bukti hidup hal itu. Mereka tidak memiliki apa-apa. Mereka miskin tetapi juga ada kuasa. Dan Petrus mengatakan apa yang aku miliki aku akan berikan kepadamu. Itu tidak terduga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang mungkin saja hidup menurut cara sendiri dan memikir apa yang dia butuhkan di dalam hidup ini hanyalah uang dan sedikit kenyamanan. Kemudian Allah memegang hatinya dan menebusnya dan suatu mujizat terjadi yang tak pernah dibayangkan, Bukankah begitu caranya saat Anda bertemu dengan Kristus? Sesuatu terjadi yang jauh melebihi apa yang Anda pernah bayangkan. Hidup tiba-tiba lebih penuh dan begitu banyak hal menggantikan apa yang biasa saja. Jadi begitulah caranya Allah mulai suatu pekerjaan berdaulat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mujizat itu terjadi atas nama Yesus Kristus dari Nazaret. Itu seperti Petrus mengatakan ini terjadi karena siapakah Kristus itu, karena keberadaan-Nya, berdasarkan karakter-Nya, otoritas-Nya dan kuasa-Nya. Jadi Petrus mengatakan berdirilah dan jalanlah atas nama Kristus, inilah yang Dia inginkan. Mereka begitu sensitif terhadap apa yang Roh Allah mengatakan kepada mereka sehingga mereka bertindak atas nama Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang dilakukan setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh. Kemudian lihatlah apa yang terjadi, bukan saja mujizat dalam nama Yesus Kristus itu tak terduga, namun itu seketika itu juga. Ayat 7-8, “Lalu Petrus memegang tangan kanan orang lumpuh itu dan menolong dia bangun. Langsung kaki orang itu dan mata kakinya menjadi kuat. 8 Lalu ia melompat berdiri, dan mulai berjalan ke sana kemari. Kemudian ia masuk ke Rumah Tuhan bersama-sama Petrus dan Yohanes, sambil berjalan dan melompat-lompat dan memuji Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitulah caranya Allah menyembuhkan dengan menciptakan kaki baru pada saat itu juga. Dengan penuh kasih Petrus bersedia untuk digunakan Kristus. Dan dia mengulurkan tangannya dan mengangkatnya. Wah ada kebesaran besar dalam hal itu. Lihatlah, kuasa itu datang dari Kristus namun tangan itu adalah tangan Petrus. Itu persis apa yang Allah ingin lakukan di dalam kita. Semua pelayanan yang Allah lakukan, Dia ingin melakukan itu melalui tersedianya kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat kita membicarakan tanggung jawab persekutuan itu? Begitu banyak pelayanan yang harus dilakukan satu sama lain jika kita tersedia. Apakah Anda tahu bahwa yang kita inginkan terutama bukanlah kehadiran Anda dan uang Anda? Yang kita inginkan adalah supaya Anda melayani, memedulikan, mengasihi dan untuk peka terhadap kebutuhan kita masing-masing. Itulah keinginan Allah dan keinginan kita. Jadi Petrus memegang tangannya dan mengangkatnya sambil Allah melakukan mujizat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah saya percaya Allah menyembuhkan melalui obat dan dokter-dokter. Dan saya percaya bahwa Allah telah memberikan kita kebijaksanaan dan pengetahuan untuk menemukan dan memakai alat-alat indah ini di masa kini untuk menyembuhkan. Namun ketika Allah memutuskan untuk melakukan mujizat supranatural, selalu ada sifat-sifat tertentu ini. Mujizat itu berdaulat, mereka supranatural, mereka terjadi tiba-tiba, mereka menyembuhkan secara total dan tujuannya adalah untuk menegaskan berita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang itu penuh sukacita. Bayangkan empat puluh tahun mengemis dan sekarang dia bisa berdiri dan berlompat kesana kemari. Dan seluruh Rumah Tuhan menggema kegebiraannya. Paulus mengatakan, “bergembiralah selalu dan sekali lagi saya berkata bergembiralah.” Inilah bagian dari penyembahan. Dan lihatlah, penyembahan sejati satu-satunya yang ada disitu hanyalah orang itu. Semua penyembahan lain adalah hanya upacara kosong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9, “Semua orang melihat dia berjalan dan memuji-muji Allah.” Jadi ada dua hasil, orang itu gembira dan memuji Allah dan ada kesaksian kepada orang-orang. Ayat 10, “Lalu mereka menyadari bahwa dialah pengemis yang biasanya duduk di "Pintu Indah" di Rumah Tuhan. Mereka heran sekali dan kagum melihat apa yang terjadi kepadanya.” Ini adalah tanda, dengarkanlah Yesaya 35:6, “Orang lumpuh melompat-lompat seperti rusa di hari Mesias.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan tanda ini untuk mengumpulkan orang-orang yang masih terkejut tentang mujizat itu kemudian Petrus mulai berkhotbah. Apakah yang dia katakan? Datanglah lagi minggu berikut ini dan Anda akan tahu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jan 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160124</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/jk56r616</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persekutuan Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_7610614c"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:42-47" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:42-47</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 2:42-47 kita belajar beberapa sifat gereja yang sangat baik. Sebenarnya ada dua cara utama di Perjanjian Baru dimana diterangkan apakah sebenarnya gereja itu. Yang satu adalah berdasarkan doktrin yang ada di Efesus. Yang lain berdasarkan sejarah dan itu khususnya dari KPR 2. Kita melihat gereja baru lahir itu di perdana ketika memori Yesus masih terang, dan ketika buah Roh masih baru dan ketika ada semangat yang indah dan mulia.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gereja itu lahir di Yerusalem pada hari pertama itu dan ada tiga ribu orang yang ditambahkan kepada seratus duapuluh murid permulaan itu. Mereka tahu siapakah menjadi anggota gereja itu karena pengakuan iman mereka bersama dengan pembaptisan dan ini benar menjadi preseden untuk hal-hal seperti keanggotaan dalam gereja. Jadi mereka tahu siapakah sudah berkomitmen dirinya kepada Kristus dan kepada siapa mereka bertanggung jawab untuk melayani. Jadi buah bungaran gereja itu mulai dikumpulkan pada hari Pentakosta yang adalah perayaan pesta buah bungaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pada waktu kita mempelajari buku Kisah Para Rasul, kita akan melihat bagaimana pertumbuhnanya dan bagaimana melipatgandakan dirinya. Dan kita akan melihat caranya gereja itu bertumbuh pada akhir buku KPR. Jadi gereja mula-mula itu seperti apa ya? Dan mungkin pertanyaan yang lebih penting adalah, apakah kita bisa menjadi seperti gereja itu? Setiap gereja yang benar bersifat evangelis telah mencoba menjadi seperti itu berabad-abad sejak itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelum itu kita harus tahu gereja itu seperti apa. Nah sewaktu kita melihat ayat 42-47 secara umum, kita mulai dengan kelompok kecil dari murid-murid yang rendah hati yang telah tahu pengorbanan yang diperlukan; dan yang dikenal orang karena ada pembaptisan dengan Yesus Kristus di depan umum, dan oleh karena itu telah memisahkan diri dari Yudaisme mereka. Gereja ini adalah dispensasi baru dan orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dan yang memiliki kekuatan yang dijanjikan Kristus mulai melakukan apa yang Kristus tidak dapat selesaikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Anda akan melihat ada banyak alasan mengapa gereja ini ideal. Nomor satu, gereja ini memiliki isi atau nilai baik. Nomor dua, karakternya baik. Dan nomor tiga, mereka mendapat hasil yang tepat. Untuk menjadi gereja yang bertumbuh kita harus kembali kepada permulaan gereja itu dan mulai dengan siapakah anggota-anggotanya. Di dalam Efesus 4:11-12 dikatakan ada rasul-rasul baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, marilah kita melihat apa yang menunjukkan bahwa gereja ini nilainya baik, Ya, ini jemaat orang-orang yang sudah diselamatkan; dan di ayat 42 dikatakan “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul.” Dengan kata lain, bertekun dalam Kristus adalah bukti keselamatan yang sungguh-sungguh. Orang-orang selalu mengatakan, bagaimana dengan si Anu? Mereka percaya sebentar kemudian menghilang begitu saja. 1 Yohanes 2:19 mengatakan, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.” Bertekun adalah tanda keselamatan sejati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah hal kedua, gereja itu harus memiliki karakter yang tepat. Bukan saja mereka gereja orang selamat, mereka juga mempelajari doktrin-doktrin. Ayat 42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul.” Mereka memberi diri untuk diajarkan dan mereka mengajar orang lain. Paulus mengatakan di 2 Timotius 2:2, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siklus reproduksi pengajaran adalah pola yang tepat bagi gereja. Ini tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pusat penghiburan. Dan Anda tidak dapat mengajar jika Anda sendiri tidak belajar. Pola perkembangan gereja diberitakan di 1 Petrus 2:2 yang mengatakan, “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh.” Pertumbuhan terjadi jika Anda mengajar. Mengajar, belajar, isi dan doktrin adalah dasar gereja. Bukan doktrin berdasarkan emosi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 4:6, “engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.” Ayat 16, “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.” Kemudian di 2 Timotius 4:2 dikatakan, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Jadi mereka itu selamat dan selalu belajar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga mereka adalah gereja yang bersekutu. Dikatakan di ayat 42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Persekutuan itu berarti keberadaan bersama secara rohani. Persekutuan tubuh adalah interaksi diantara orang-orang percaya dalam pelayanan dengan menggunakan karunia roh masing-masing dan pelayanan lain. Dan gereja ini melakukan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah persekutuan itu suatu kata posisional yang datang dari kata yang berarti pasangan. Ketika Anda menerima Yesus Kristus, Anda dan Kristus menjadi pasangan. Dan Anda juga menjadi pasangan dengan semua orang Kristen lain. Dan Anda tidak mungkin bisa keluar dari kemitraan dengan Allah dan orang percaya lain. Namun Anda dapat kehilangan suka cita persekutuan itu ketika Anda berdosa, itulah 1 Yohanes 1:4, “Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.” Persekutuan itu permanen namun suka cita itu datang dan menghilang saat Anda mengikuti persekutuan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu juga gereja yang mengagumkan. Ayat 43, “Maka ketakutanlah mereka semua.” Gereja ini menakutkan yang berarti ada penghormatan, bukan teror. Ini adalah ide dimana orang-orang menyadari bahwa ada sesuatu yang supranatural yang terjadi. Allah sedang bekerja dan setiap orang merasakan perasaan kagum. Kehidupan mereka begitu nyata dan penuh kekuatan sehingga orang-orang melongo saja dengan mulut terbuka karena mereka tidak mengerti hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai contoh Lukas 7:12-16, “Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai ber-kata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu keta-kutan (kagum) dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja gereja itu mengagumkan namun juga itu gereja penuh mujizat. Ayat 43 meneruskan, “sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” Di KPR 5:14-16 kita bisa melihat efeknya, “Dan makin lama makin bertambah-lah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerjaan Petrus dan mujizat-mujizat itu semua menunjuk kepada Yesus sebagai Kristus, sang Mesias. Dan para Rasul diberikan kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat itu untuk menegaskan firman yang mereka khotbahkan. Di Ibrani 2:3 dikatakan, “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah setelah Firman itu lengkap di dalam Alkitab, zaman mujizat seperti itu tidak ada lagi. Jika orang yang berbeda-beda datang dan mereka semua mengajarkan hal-hal yang berbeda-beda, saya dapat mengatakan cepat siapakah yang memberitakan kebenaran, saya membandingkan itu dengan Alkitab, benar? Saya tidak perlu lagi mujizat–mujizat itu karena saya memiliki standar disini. Ketika yang sempurna yaitu Firman Allah, telah datang, maka hal-hal lain akan menghilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pikir Allah masih melakukan mujizat? Saya tahu Dia tetap melakukan itu. Jika Anda orang Kristen Dia telah melakukan suatu mujizat besar – Dia telah menjadikan Anda ciptaan baru. Saya telah melihat Allah melakukan mujizat di gereja. Saya telah melihat Allah sentuh tubuh orang dan menyembuh-kannya. Saya telah lihat Dia sentuh pikiran mereka dan memberikan mereka pengertian. Saya telah melihat Dia telah menyatukan kembali keluarga yang retak. Saya telah melihat Dia memulihkan hati yang patah. Saya telah menyaksikan berbagai mujizat. Dia tetap Allah yang melalui mujizat memelihara umat-Nya dan mencapai kehendak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada hal lain mengenai karakter gereja ini, ini gereja yang berbagi. Ayat 44, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.” Mereka membagi milik mereka dengan kerendahan hati, dan mereka benar-benar tidak memetingkan diri. Ayat 45, “dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak dari orang-orang yang telah terima Yesus Kristus pasti datang dari luar kota. Jadi tentu saja langsung ada masalah-masalah yang harus ditangani. Apakah harus dilakukan dengan orang-orang yang telah menerima Kristus yang sekarang masih ingin tinggal disitu untuk bertumbuh dalam iman mereka dan duduk dibawah ajaran para Rasul? Mereka tidak mau segera kembali namun ingin diajarkan lebih banyak dalam iman baru mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditambah itu ada banyak orang miskin di Yerusalem yang gajinya di berhentikan oleh beberapa orang Yahudi ketika mereka menyebut nama Kristus. Jadi mereka memiliki masalah segera untuk memelihara individu-individu itu. Dan ada juga orang yang mungkin berhenti bekerja untuk sementara waktu supaya mereka dapat belajar dari rasul-rasul dan setelah itu baru kembali kepada pekerjaan mereka sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang itu hidup bersama dan membagikan seadanya bersama. Ayat 44-46 mengatakan, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun hal kunci adalah untuk mengerti kedua kata kerja di ayat 45, yaitu menjual dan membagi-bagikannya. Mereka menjual harta milik mereka dan membagi-bagikan itu kepada siapa yang memerlukannya. Ide-nya adalah sederhana, pada saat orang ada keperluan, ada orang lain yang menjual sesuatu dan membagikan itu kepada orang yang memerlukannya itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi Allah tidak ada perbedaan diantara gereja yang kelihatan dan gereja yang tidak kelihatan. Kata perjanjian Baru ekklesia berarti mereka yang dipanggil keluar, kumpulan orang percaya, yaitu gereja. Nah kata itu digunakan untuk membicarakan kenyataan rohani dari semua orang yang percaya di seluruh dunia. Kata yang sama juga digunakan untuk membicarakan jemaat gereja lokal. Dan jika Anda tidak terlibat dalam kegiatan gereja lokal, Anda tidak taat kepada konsep persekutuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat lambang kebersamaan mereka. Ayat 46 mengatakan, “memecahkan roti.” Itu mengacu kepada Perjamuan Kudus. Lambang persekutuan mereka adalah Perjamuan Kudus itu. Kita semua bertemu di kaki kayu salib sebagai pendosa-pendosa yang diselamatkan olah anugerah Allah. Jadi kayu salib itu yang membawa damai sejahtera yang memulihkan kita dengan Allah, yang juga memulihkan kita satu sama lain. Jadi itu lambang kesatuan kita dengan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah kita lakukan hari Minggu terakhir setiap bulan. Itu bukan kebaktian umum bagi orang-orang yang belum percaya, itu bagi kita yang mengasihi Yesus Kristus untuk bersekutu dan berbagi. Dan pada saat kita berkumpul untuk Perjamuan Kudus itu dalam arti spiritual yang nyata Kristus dan setiap orang percaya lain bersatu dengan kita pada waktu kita makan roti dan minum anggur itu. Lihatlah sisa ayat 46, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.” Mereka masih pergi ke Bait Allah untuk berdoa dan bersaksi juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 47 dikatakan, “sambil memuji Allah” Tahukah Anda bahwa semua orang ikut memuji Allah dan memberikan-Nya segala kemuliaan? Jadi itu juga gereja yang berdoa. Berdoa adalah urat syaraf kecil yang menggerakkan otot-otot mahakuasa dan jika Anda dapat menggerakkan cukup banyak orang untuk berdoa, Anda akan menghidupkan kuasa Allah. Yesus mengatakan kepada mereka di Yohanes 14:14, “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka benar-benar berdoa. Ini tidak membicarakan doa-doa pribadi, ini membicarakan hal datang berkumpul bersama untuk berdoa. Gereja penuh orang saat ada konser rok Kristen atau seorang pelawak Kristen tetapi pada waktu Anda memberitakan ada perkumpulan doa hanya beberapa orang kudus yang setia akan masuk. Saya percaya kita akan melihat mujizat terjadi ketika kita semua berkumpul bersama dan berdoa. Apakah Anda percaya hal itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka mendapat hasil yang tepat. Mereka adalah gereja yang menarik banyak orang. Dikatakan di ayat 47, “Dan mereka disukai semua orang.” Aristides, orang filsuf Athena, adalah orang yang tidak percaya yang melihat gereja mula-mula dan menulis ini tentang orang-orang Kristen: “Mereka menghindari semua kenajisan dengan harapan untuk menerima hadiah di dalam dunia lain yang akan datang. Mereka tidak menyembah dewa-dewa aneh dan mereka hidup dengan segala kerendahan hati dan kebaikan dan dusta tidak ditemukan diantara mereka dan mereka mengasihi satu sama lain. Ketika mereka bertemu dengan orang asing mereka mengundangnya kedalam rumah mereka dan bersuka cita seperti dengan saudara kandung. Dan jika diantara mereka ada orang miskin dan melarat dan jika mereka sendiri tidak ada kelebihan santapan mereka akan berpuasa untuk dua atau tiga hari supaya mereka dapat memberikan makanan seperlunya kepada mereka yang membutuhkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengikuti dengan penuh hati perintah-perintah Mesias mereka. Mereka hidup jujur dan bijaksana seperti Tuhan Allah memerintah kepada mereka. Setiap pagi dan berjam-jam mereka memuji dan menyembah Allah karena kebaikan-Nya terhadap mereka dan mereka bersyukur kepada-Nya atas makanan dan minuman mereka. Dan jika ada orang yang benar yang meninggal dunia mereka bersuka cita dan bersyukur kepada Allah dan mereka mengikuti tubuhnya seperti dia pindah dari satu tempat ke tempat lain. Begitulah hukum orang-orang Kristen dan begitupun kelakuan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir, mereka juga gereja yang bertumbuh. Dengarkanlah akhir ayat 47, “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kita harus setia dengan mengabarkan berita baik kepada orang-orang, namun Tuhanlah yang menambahkan. Dan Dia masih tetap berkuasa, Amin? Apakah Anda melalukan bagian Anda dengan bersaksi tentang kasih-Nya kepada semua orang disekitar Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jan 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160117</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/7610614c</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hasil Khotbah Petrus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_953tkrwp"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:37-42" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:37-42</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dibicarakan di KPR 2:37-42 adalah pertanyaan: bagaimana manusia di selamatkan? Dengan perbuatan apa dan dengan cara apa dan melalui siapa? Selalu ada orang yang janji untuk menyelamatkan dunia dan membebaskan orang dari semua percobaannya dan ada solusi yang tidak berkesudahan untuk menyelesaikan masalah-masalah manusia, Namun tidak ada satupun yang berhasil. Jadi bagaimana orang akan tahu bahwa dia diselamatkan untuk selamanya? Apakah yang aku harus perbuat untuk mewarisi hidup kekal?</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak jawaban yang datang dari mana-mana. Orang legalis mengatakan turutilah hukum Taurat, itulah caranya Anda selamat. Orang moralis mengata-kan perbuatan baikmu harus melebihi perbuatan burukmu. Orang universal mengatakan jangan kuatir, kita semua akan masuk ke surga. Orang ritualis mengatakan Anda harus melakukan upacara yang tepat untuk masuk. Dan ada beberapa yang mengatakan Anda harus menjadi keturunan orang yang tepat untuk masuk ke surga. Dan mereka semua memakai Firman diluar konteks untuk membuktikan pendapat mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu kita harus membandingkan Firman dengan Firman untuk memastikan kita benar-benar akurat. Nah ini menjadikan ayat-ayat bagian ini penting karena ini digunakan orang-orang ritualis membela pandangan hidup baru karena baptisan mereka yang mengatakan supaya Anda selamat Anda harus dibaptis. Bahwa keselamatan bukan hanya oleh iman. Mereka mengatakan itu oleh iman dan baptisan selam. Namun masih ada banyak hal lain dalam bagian firman ini selain dari itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagian firman ini berhubungan dengan akhir khotbah Petrus. Dan sangat penting untuk melihat apa yang terjadi akibat khotbah Petrus, karena kita sendiri dapat belajar prinsip-prinsip untuk kesaksian kita, dan penginjilan dan khotbah kita sendiri. Sekarang marilah saya mengulangi sedikit apa yang kita telah pelajari dari buku KPR ini sampai sekarang. Dari Yohanes kita belajar bahwa Yesus berjanji untuk mengutus Roh Kudus untuk memperlengkapi gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada hari Pentakosta, Roh Allah itu datang. Kemudian Roh Kudus itu membaptis semua murid–murid itu yang hadir di Yerusalem ke dalam tubuh Kristus, kemudian memenuhi mereka dengan Roh. Pada waktu yang sama, ada suara seperti angin badai besar yang menyebabkan orang-orang berkerumunan dan ada ratusan ribu orang peziarah di Yerusalem pada waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu mereka sudah berjumpa dengan semua murid-murid itu yang membicarakan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib dalam bahasa-bahasa orang-orang luar itu yang telah datang ke Yerusalem untuk pesta Pentakosta, mereka sangat takjub. Jadi Roh Allah telah menarik orang-orang kesitu dengan suara seperti angin badai. Namun setelah itu ada tanda ini, mujizat dimana orang-orang membicarakan perbuatan-perbuatan ajaib Allah dengan bahasa lain, yang menyiapkan mereka untuk khotbah yang akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah menyebabkan mereka memperhatikan apa yang akan dikatakan Petrus. Namun Roh Allah telah mengumpulkan orang banyak itu dan membukakan hati mereka dengan tanda dan kenyataan bahwa mereka berbahasa dalam bahasa berbeda-beda tentang pekerjaan ajaib Allah yang diketahui setiap orang Yahudi. Dan itu menyebabkan sukar bagi mereka untuk menyangkal bahwa ini datang dari Allah. Karena bagi orang Yahudi hanya ada dua sumber supranatural, yaitu Allah dan Iblis. Dan Iblis pasti tidak akan memproklamirkan pekerjaan Allah yang ajaib itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus berdiri untuk menerangkan apa yang telah terjadi. Ada empat bagian dari khotbah ini: kata pengantar, tema, permohonan dan akibat. Kata pengantar menjelaskan Pentakosta. Petrus memakai ilustrasi yang telah disediakan Roh Kudus bagi dia. Yang kedua adalah tema meninggikan Yesus. Ketiga adalah permohonan menggerakkan orang-orang dan yang keempat adalah hasil yang menunjukkan akibatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mulai berkhotbah dengan ilustrasi indah itu, dengan menerangkan kepada mereka bahwa di dalam Yoel mereka dapat melihat permulaan dari penggenapan zaman Mesias. Yoel mengatakan bahwa di hari-hari terakhir Allah akan mencurahkan Roh Kudus. Mereka akan mulai melihat suatu pratinjau dari apa yang akan datang di dalam kerajaan. Nah kita tahu bahwa hari-hari terakhir itu sudah berlangsung selama lebih dari 2000 tahun. Jadi Petrus mengatakan kita dapat melihat permulaan dari waktu akhir. Mesias mereka sudah tiba. Raja yang diurapi sudah datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus langsung di ayat 22 mulai memperkenalkan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias. Nah hal ini sangat mengejutkan, karena mereka baru-baru ini telah mengeksekusi Yesus dari Nazaret sebagai penghujat. Mereka telah membunuh Yang mereka sudah lama tunggukan. Dan inilah tuduhan Petrus bagi mereka. Ini adalah dosa besar. Dan sekarang dia ingin membuktikan kepada mereka bahwa Yesus adalah Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama dengan menggambarkan kehidupan Kristus dan menyatakan karena Dia melakukan mujizat-mujizat, keajaiban dan tanda-tanda, Dia diberikan otorisasi resmi oleh Allah Bapa sebagai Mesias. Di ayat 23, dia menggambarkan kematian Kristus dan mengatakan bahwa kematian Kristus itu bukan kebetulan. Yesus bukan korban namun ini sudah ditentukan Allah untuk memenuhi nubuatan eksplisit. Kemudian dia mengambil kebangkitan Kristus di ayat 24-32 dan mengatakan, Yesus Kristus adalah Mesias karena kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus menunjukkan bagaimana nabi Perjanjian Lama Daud bahkan mengatakan di bagian firman ini bahwa dia adalah nabi. Ayat 30, Daud menubuatkan bahwa Mesias itu adalah orang yang akan dibangkitkan. Dan Yesus telah menggenapkan nubuatan Daud sehingga Dia haruslah Mesias berdasarkan kehidupan, kematian dan kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia terus menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias karena kenaikan-Nya di ayat 33 sampai 35. Yesus telah ditinggikan ke tempat tangan kanan Allah Bapa, mereka berdiri disitu dan mereka melihat sendiri Dia naik ke surga. Jadi kesimpulannya tema-nya terdapat di ayat 36, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu Petrus telah menghukum mereka sebagai algojo Mesias mereka sendiri. Dan dia terus menyatakan inti masalah mereka. Tahukah Anda bahwa dosa terang-terangan yang dilakukan orang bukanlah berbohong dan menipu atau berzinah. Dosa terbesar bagi setiap pendosa adalah dosa menolak Yesus Kristus. Dan itulah dosa mematikan yang dihukum Roh. Yohanes 16:8-9 mengatakan, “Dan kalau Roh Kudus datang, Ia akan menghukum (bukan menginsafkan) dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah permohonannya mulai dengan ayat 37, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat tertusuk (bukan terharu), lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Nah ketika Anda ingin menjual sesuatu, Anda diajarkan untuk “menyelesaikan” pembelian itu pada saat yang tepat, dan tujuannya adalah supaya orang menulis tanda tangan di tempat tertentu, benar? Tanda tanganlah disini dan Anda hutang mulai dari saat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Itu pertanyaan besar sekali. Itu menunjukkan mereka putus asa. Disitulah Roh Kudus ingin menghukum setiap orang. Nah perhatikanlah disitu dikatakan bahwa mereka tertusuk dalam hati mereka, dan itu berarti seperti mereka ditikam pisau tajam. Ini adalah ide dengan tiba-tiba menusuk pisau belati kedalam jantung seseorang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah menyebabkan mereka merasa terpukul sebegitu banyak? Nomor satu, kesedihan bahwa Sang Mesias telah dieksekusi. Disini mereka telah menunggukan Mesias selama berabad-abad dan akhirnya ketika Dia datang, Dia dibunuh melalui tangan orang Romawi. Mereka dihukum karena mereka sendiri melihat Mesias itu dan tetap mereka membunuh Dia. Namun kedua, mereka merasa bersalah sekali karena mereka sendiri telah melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ketiga, Petrus memberitakan kepada mereka bahwa ada banyak saksi-saksi yang membuktikan bahwa Yesus yang sama yang mereka salibkan sekarang hidup kembali. Jadi sekarang mereka takut akan murka-Nya. Karena Petrus di ayat 35 mengatakan bahwa Allah akan menjadikan musuh-musuh Yesus menjadi tumpuan kaki-Nya. Akan ada penghakiman bagi musuh-musuh Mesias. Jadi mereka menyadari tindakan Allah yang menakutkan terhadap musuh-musuh-Nya. Yang mereka lakukan adalah dosa yang paling buruk di seluruh alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, mereka juga sangat terpukul karena tidak ada sesuatu yang dapat merubahkan apa yang mereka perbuat. Mereka tidak ada jalan lain. Nah, itu tepat keputusasaan yang hanya dapat diselesaikan Yesus. Selama manusia memikir dia dapat menyelesaikan hal itu dengan kekuatan sendiri, dia tidak akan dapat mengalami keselamatan nyata. Paulus mengatakan, ini semua oleh anugerah. Sampai saatnya manusia putus asa dan tidak ada jalan lain, baru pada saat itu Allah ikut campur dengan anugerah yang menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus juga tiba pada saat itu di perjalanan ke Damsyik di KPR 9:6, Paulus sedang “berkobar-kobar hati untuk mengancam dan membunuh” dikatakan di ayat 1. Dalam perjalanannya ke Damsyik Tuhan memberhentikannya. Dan di ayat 5 dikatakan “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.” Tahukah Anda bahwa Paulus langsung menjadi buta dan selama tiga hari dia tidak makan dan minum? Dia sangat takut dan juga merasa dihukum. Namun Allah merubahkan dia secara total dan setelah Ananias menumpangkan tangan ke atas Paulus dia dapat melihat lagi dan dia dipenuhi Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi yang lebih mengesankan adalah ilustrasi kepala penjara Filipi. Di KPR 16, Paulus dan Silas di belenggu dan dilemparkan ke dalam ruang penjara paling tengah karena mereka menyembuhkan perempuan kerasukan. Dan selagi mereka menyanyi dan memuji Allah, tiba-tiba terjadilah gempa bumi hebat sehingga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Kepala penjara bangun dari tidurnya dan ketika melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya untuk membunuh diri, karena dia tahu hukuman untuk orang tahanan yang melarikan diri adalah nyawanya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Paulus di ayat 28 berseru dengan suara nyaring, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" 29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Lihatlah Allah membiarkan ketakutan menyebab-kan orang itu gemetar. Dia juga membawa ketakutan dalam hati Paulus. Dan Dia membawa ketakutan ke dalam hati orang-orang Yahudi mengenai apa yang mereka telah lakukan dalam pemberontakan mereka melawan Mesias mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka datang kepada saat dimana mereka merasa sangat bersalah dimana mereka takut akan penghakiman Allah dan balas dendam Mesias-Nya. Dan keinginan untuk keselamatan itu membawa mereka kepada tempat dimana mereka menanyakan Petrus apakah yang mereka harus lakukan. Dan hanya dalam keadaan itu jiwa dipersiapkan untuk menerima Juruselamat. Jika konversi itu nyata itu harus datang karena hasil penghukuman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penghakiman adalah kunci di dalam tangan Roh Kudus yang membuka hati kepada keselamatan. Dan alat penghukuman adalah Firman Allah yang diilustrasikan di Ibrani 4:12-13, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Zakharia 13:1 dikatakan, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa.” Dengan kata lain, setelah ada penghakiman, itu diikuti pembersihan. Dan Petrus menjawab di ayat 38, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Perhatikanlah, sebelum ini dia tidak mengatakan sesuatupun yang positif sampai saat pernyataan akhir ayat 38 ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesannya berdasarkan faktanya bahwa mereka tidak ada hak untuk keberadaan sebagai pemberontak melawan Allah. Apakah artinya bertobat? Itu berarti berbalik 180 derajat. Itu benar-benar kebalikan total. Yesus Kristus bukan suatu tambahan dari aktivitas Anda. Dia bukan sedikit garam ilahi yang ditambahkan diet aktivitas manusia. Itu komitmen total. Bertobat lebih dari ketakutan akan konsekuennya. Pertobatan sungguh-sungguh takut akan dosa itu sendiri. Pertobatan benar membenci dosa karena ada pengertian akan artinya, itu penghinaan terhadap Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa keselamatan bukan masalah pendidikan. Keselamatan bukan suatu proses, itu suatu tindakan yang terjadi tiba-tiba. Jadi Petrus minta supaya mereka berubah secara dramatis. Kemudian dia menambahkan ini, “bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis.” Apakah pembaptisan itu penting? Memang, iya itu sangat kritis. Petrus tidak mengizinkan ada murid rahasia. Jika memang benar Anda percaya, janganlah hanya berubah sikapmu saja, Anda juga harus berubah secara terbuka siapakah teman Anda sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah ayat 38, “Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Dia menjelaskan hal itu karena di dalam Yudaism ada bermacam-macam pencucian. Wah, ini berarti bahwa keluarga mereka dan semua teman-teman dalam lingkungan mereka akan menganggap mereka mati. Karena hal yang paling hina yang orang Yahudi dapat lakukan adalah untuk mengikuti Yesus Kristus yang adalah penghujat yang mereka telah bunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Petrus mengatakan, aku ingin Anda dibaptis karena itu lambang bahwa Anda bersatu dengan Kristus. Nah disini dikatakan bertobatlah dan hendaklah kamu dibaptis. Apakah aku perlu dibaptis untuk keselamatan? Firman Allah tidak mengajar hal itu. Air tidak menyelamatkan orang. Itu hanya menunjukkan bahwa komitmen Anda itu total yang memang adalah artinya keselamatan. Itu tanda di depan umum tentang apa yang telah terjadi dalam hatimu. Dan Roh Allah tidak akan datang karena pembaptisan air, namun karena pertobatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang percaya menerima Roh Kudus pada saat dia diselamatkan; 1 Korintus 12:13 mengatakan kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Itulah keselamatan. Dan penting untuk dibaptis langsung setelah ada penyelamatan sebagai tindakan ketaatan. Ada beberapa orang yang telah menjadi Kristen cukup lama dan tidak pernah dibaptis dan karena itu tidak menunjukkan kesatuan mereka dengan Yesus Kristus. Mereka tidak taat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 39, “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Jadi janji ini bukan hanya bagi orang Israel namun juga bagi orang non-Yahudi. Ayat 40, “Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Serahkanlah dirimu kepada keselamatan yang disediakan secara bebas oleh Yesus dari Nazaret, Juruselamatmu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi berapa banyak orang percaya? Jika ada ratusan ribu orang disana, lihatlah ayat 41, “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” Dibanding ribuan orang ini tidak seberapa banyak. Namun tahukah Anda, tiga ribu orang itu semua dibaptis. Dan itu berarti tiga ribu orang itu benar-benar diselamatkan. Ayat 42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi lihatlah, yang menyebabkan malaikat bersukacita bukanlah mereka yang maju kedepan, tetapi mereka yang masih ada ketika semuanya sudah selesai. Jika pengabaran injil Anda baik, Anda akan menghilangkan banyak dukacita di dalam gereja. Janganlah membawa lalang ke dalam gereja. Dan pada hari pertama gereja kecil itu mulai, jemaat itu terdiri dari tiga ribu orang lebih dan mereka benar-benar bersekutu dan mereka mulai merubahkan dunia. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160110</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/953tkrwp</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berkhotbah tentang Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2016"><![CDATA[2016]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_vy9p5g27"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:22-36" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:22-36</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 2:14-36 adalah khotbah rasuli pertama yang dicatat di Firman Allah. Ini tidak ada paralelnya. Makna kejadian ini dan khotbah ini begitu kritis karena ini adalah waktu klimaks suatu hari yang sangat penting. Segala sesuatu ditujukan kepada khotbah ini. Inilah harinya yang akan meluncurkan gereja dan pesan gereja ke seluruh dunia.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah Perayaan Pentakosta, 50 hari sesudah Pelewatan. Kristus telah disalibkan pada hari Pelewatan. Pentakosta adalah perayaan Pesta Panen dimana ratusan ribu orang-orang peziarah Yahudi datang dari seluruh Mediterania ke kota Yerusalem. Pesta itu merayakan penyediaan Allah bagi panen. Dan kedatangan Roh Kudus pada hari itu memberi tanda bahwa Allah sudah mulai mengumpul-kan panen besar dari gereja-Nya yang ditebus. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang percaya, yaitu gereja, telah dibaptis Roh Kudus hari itu, dan ditempatkan dalam persatuan satu sama lain dan dengan Kristus. Mereka dipenuhi Roh Kudus dan karena itu menjadi kuasa yang kuat. Mereka segera meluncurkan penginjilan. Mereka mulia berbicara dalam bahasa-bakasa yang hanya dibicarakan orang-orang luar, dan isisnya adalah semua pekerjaan ajaib Allah. Akibatnya benar menakjubkan. Ada bunyi supranatural seperti angin taifun yang menyebabkan orang berkerumunan dengan orang-orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kejadian ilahi yang mengejutkan orang-orang Yerusalem. Gereja itu segera bertindak, dan Petrus yang mewakili gereja mulai berkhotbah. Kegiatan pertama bukanlah mengadakan suatu sesi strategi untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Hal pertama yang dilakukan gereja adalah pemberitaan Injil. Organisasi akan datang sesudah itu pada waktu gereja bertemu untuk doa dan persekutuan dan makan bersama dan untuk mempelajari ajaran para rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Transformasi mereka membuktikan bahwa Roh Kudus telah datang, dan zaman baru telah dilahirkan. Dan khotbah pertama mulai seperti ini, “Mesias telah datang. Dia adalah Yesus dari Nazaret, yang baru mereka salibkan.” Mereka dipersiapkan untuk hal ini, tidak pernah seperti jemaat lain dalam sejarah. Petrus mulai khotbahnya dengan suatu kata pengantar dari ayat 14 sampai ke ayat 21. Selama zaman Mesias ini, dikatakan dalam ayat 21, “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Inilah zaman penyelamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mulai dengan ayat 22 kita datang kepada bagian kedua khotbah yang besar ini, tema khotbah. Kita telah melihat kata pengantar, penjelasan Pentakosta dan meninggikan Yesus Kristus. Disini di ayat 22 sampai kepada ayat 36, Petrus menyampaikan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias. Ayat 22, “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan perbuatan hebat dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, biar seluruh rumah Israel tahu dengan pasti bahwa Allah telah menjadikan Yesus Kristus kedua-duanya Mesias dan Tuhan. Itulah khotbahnya. Inilah zaman Mesias karena apa yang telah dinubuatkan Yoel 2 sudah mulai terjadi. Roh Kudus dicurahkan. Namun bagi orang Yahudi, Yesus adalah penghujat, penipu dan guru palsu. Dan mengatakan bahwa Yesus adalah sang Mesias malah meningkatkan penghujatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mulai membuktikan kepada umatnya bahwa Yesus dari Nazaret, yang mereka salibkan adalah sebenarnya Mesias mereka. Argumennya begitu kuat sehingga 3000 orang tertikam ke hati, itulah kata yang digunakan di ayat 37. Mereka tertusuk. Dan Petrus memakai argumen yang berdasarkan ayat-ayat Perjanjian Lama. Ini model khotbah rasuli tentang kematian dan kebangkitan Kristus berdasarkan Firman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menggambarkan hidup Kristus dalam beberapa pernyataan. Bukti pertama bahwa Yesus adalah Mesias yang dibuktikan Allah adalah melalui perbuatan ajaib, mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Perbuatan ajaib menggam-barkan perbuatan-Nya mengenai penampilan mereka. Mujizat-mujizat menggam-barkan apa yang Dia lakukan mengenai sifat mereka. Tanda-tanda menggambar-kan apa yang Dia lakukan mengenai tujuan mereka. Dan pernyataan, “seperti yang kamu tahu,” menghukum mereka karena semua mujizat itu telah dilakukan didepan mata mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia mulai dengan hidup Kristus, dan dia menegaskan dalam satu pernyataan ringkasan kecil bahwa pelayanan Kristus yang ajaib itu adalah suatu bukti ilahi. Inilah bukti Allah bahwa Dia adalah Mesias. Jadi kita tahu hal itu, pertama, melalui kehidupan-Nya. Kedua kita tahu hal itu melalui kematian-Nya, lihatlah ayat 23, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Malah orang yang Allah Bapa menghormati, Anda telah mempermalukannya, Anda telah membunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ini dari kota Nazaret telah diserahkan untuk mati “menurut maksud dan rencana Allah.” Rencana berarti ada desain, tujuhan dan kehendak. Itu pernya-taan kuat, itu rencana tertentu. Artinya itu telah dipertintahkan dan ditentukan, Kristus diserahkan untuk mati karena Allah telah merencanakan hal itu dan Allah memerintahkannya. Dan itu juga terjadi dengan pengetahuan Allah sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata ini dalam bahasa Inggris berarti bahwa Anda tahu sesuatu sebelum hal itu terjadi. Apakah Allah menentukan perintah ini karena Dia melihat dalam sejarah dan tahu sesuatu akan terjadi? Tidak. Jadi apakah artinya? Ini berarti itu ditentukan sebelumnya. Ini berarti bahwa Allah sanggup menjadikan segala sesuatu melalui kuasa pemeliharaan dimana Dia memakai segala sesuatu dan semua orang untuk mencapai kehendak-Nya dan rencana-Nya di masa depan. Keputusan itu Allah menentukan di kekekalan masa lalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi pengetahuan sebelumnya adalah suatu tindakan. Allah menentukan bahwa Tuhan adalah Domba Allah, tanpa cacat, yang akan mengorbankan darah-Nya sebagai harga penebusan. Di Roma 11:2 dikatakan, “Allah tidak menolak umat-Nya yang (dipilih-Nya) diketahui sebelumnya.” Itu konsep yang sama. Roma 9, Roma 10 dan Roma 11 semua membicarakan pemilihan. Allah memilih secara khusus, dan Allah memilih berdasarkan akhir yang sudah Dia tentukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan di KPR 2 bahwa kematian Tuhan bukan terjadi kebetulan. Bagaimana Yesus dapat menjadi Mesias jika Dia membiarkan diri-Nya dibunuh di tangan orang-orang Romawi? Bagaimana Dia bisa menjadi Mesias jika Dia ditolak oleh pemimpin-pemimpin umat-Nya? Jadi Petrus mengatakan: itu bukan keputusan orang-orang Roma. Itu selalu adalah keputusan Allah secara kekal. Tidak pernah ada waktu dimana Allah melihat ada informasi baru dan karena itu Dia bertindak. Tidak, segala sesuatu yang diperintahkan Allah adalah kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang Yahudi harus merubah pikiran mereka secara dramatis. Kematian Yesus adalah rencana Allah. Dan ini meluncurkan semua khotbah rasuli kepada orang-orang Yahudi. Dan itulah yang dikhotbahkan sepanjang Kisah Para Rasul. Kristus, sang Mesias harus menderita dan mati. Jika mereka kenal Perjanjian Lama, mereka pasti tahu bahwa Mesias telah ditentukan untuk mati. Bukankah Yesus memberitakan hal itu kepada murid-murid-Nya di perjalanan ke Emaus? Bukankah Dia melihat kembali kepada Musa dan Hukum Taurat dan nabi-nabi dan berbicara tentang hal-hal Kristus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat lagi ayat 23, “Yesus yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Dengan kata lain, kalian semua menyalibkan Yesus dan membunuh-Nya dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Kalian, orang-orang Yahudi adalah yang menghasut. Kamu semua bertanggung jawab bersama dengan mereka dalam pembunuhan-Nya. Itulah Pilatus, Herodias, orang-orang Roma dan orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini terdapat penyandingan ini dari kedaulatan ilahi dan tanggung jawab manusia, benar? Faktanya bahwa kita telah diplih dan dipanggil dan dihidupkan kembali secara rohani itu adalah suatu mujizat besar dari Allah. Namun pada saat yang sama, kita bertanggung jawab atas iman dan ketidakpercayaan dan kita semua bertanggung jawab atas hal itu. Penulis-penulis Firman Allah ketika mereka menyatukan kedua hal ini, terinspirasi Roh Kudus. Orang-orang kadang menanyakan bagaimana kedua hal itu dapat diselaraskan. Mungkin hal itu mustahil dalam hidup ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam semua khotbah alkitabiah harus ada hukuman ini, dan bukan saja untuk dosa-dosa kecil. Anda masuk ke neraka bukan karena Anda tidak mengikuti hukum Taurat Musa, Anda masuk neraka karena Anda menolak Yesus Kristus. Itulah dosa terbesar. Jadi Petrus, si pengkhotbah, dengan berani menuduh para-pendengarnya bahwa mereka membunuh sang Mesias. Yesus bukan korban. Ini semua adalah rencana Allah, namun Anda tetap bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, mulai dengan ayat 24, Yesus dinyatakan sebagai Mesias oleh karena kebangkitan-Nya, ini sekarang menjadi makna pemberitaan ini dan tema utama khotbah rasuli ini. Ayat 24, “Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepas-kan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” Kebangkitan-Nya juga ditentukan sebelumnya dan di perintahkan Allah. Petrus mengatakan, “Kalian membunuh-Nya namun Allah membangkit-kan-Nya.” Sepanjang khotbahnya Petrus mementingkan perbedaannya Allah memperlakukan Yesus dan bagaimana Israel memperlakukan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menghubungkan khotbahnya dengan nubuatan Perjanjian Lama di Mazmur 16. Dan ini menjadi pola pembicaraan diantara para rasul untuk kembali kepada Mazmur 16:8-11. Ayat-ayat 25-28 mengutip itu, “Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi meskipun Daud menulis Mazmur itu, dia menulisnya dalam orang pertama sebagai kata-kata yang akan diucapkan Kristus sendiri. Orang Yahudi memikir mungkin ini kesaksian Daud dalam orang pertama akan harapannya dia dapat lolos dari kematian. Namun tidak ada seorangpun yang mengklaim bahwa Daud bangkit dari antara orang mati. Mereka semua tahu dimana kuburannya. Kebangkitan rohaninya terjadi ketika dia meninggal di hidup ini dan dia masuk ke dalam hadirat Tuhan, dan kebangkitan tubuhnya masih menunggu penggenap-an Daniel 12, ketika orang-orang percaya dari Perjanjian Lama akan dibangkit-kan di masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 29, “Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.” Yang saya baca adalah kesaksian Mesias waktu Dia menyatakan di ayat 25, “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.” Memang ada waktu gelap di kayu salib. “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau mening-galkan Aku? Namun setelah semuanya selesai Dia mengatakan, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Allah tidak meninggalkan-Nya. Ayat 26, “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 28, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.” Aku akan berjalan melalui kematian dan keluar di sisi lain ke dalam hadirat-Mu. Engkau tidak akan meninggalkan Aku. Dia mengacu kepada diri-Nya di ayat 27 sebagai orang Kudus-Mu, nama terkenal bagi Mesias. Setiap detail dari kematian Mesias telah disediakan di Perjanjian Lama. Dan janji kebangkitan-Nya datang melalui Daud. Dan semua orang tahu bahwa Mesias itu adalah keturunan Daud. Ibunya Maria dan bahkan bapa-Nya adalah keturunan Daud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30-31, “Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.” Siapakah sang Mesias? Orang yang datang pada zaman Mesias dan yang bangkit dari antara orang mati. Jadi hanya ada satu kemungkinan. Ayat 32, “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” Kesimpulan satu-satunya adalah bahwa Yesus adalah Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menjelaskan satu aspek lain dari Mesias yaitu kenaikan-Nya. Ayat 33, “Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.” Kenaikan-Nya terdapat di KPR 1:9. Mereka ada disitu, menyaksikan kenaikan-Nya. Dan setelah Dia ditinggikan sampai berada di sebelah tangan kanan Allah dalam sekejap mata, setelah menerima dari Allah Bapa janji Roh Kudus, Dia mencurahkan apa yang kalian telah lihat dan dengar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua terjadi karena Mesias kembali kepada kemuliaan-Nya. Dan Petrus mengacu kepada mazmur Daud lain untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias karena kenaikan-Nya. Ayat 34-35, “Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: 35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.” Itu adalah perkataan Allah Bapa kepada Allah Anak, sang Mesias, “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.” Itu datang dari Mazmur 1:10, dimana Allah Bapa mengatakan kepada Tuhan, keduanya sama secara esensi dan alamiah. Satu anggota Trinitas berbicara dengan yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 36, kesimpulan-Nya, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Petrus tidak menyalahkan orang-orang Romawi. Dia mengatakan kalian harus tahu bahwa kaum Israel yang melakukan ini. Mahkamah Agung menolak-Nya sebagai penghujat dan menghukum mati Dia. Kalian ikut serta, kalian berteriak untuk darah-Nya. Kalian menyalibkan-Nya. Pada waktu pembaptisan-Nya Dia diumumkan Dia Mesias. Dan itu ditegaskan oleh kenaikan-Nya dan pengiriman Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah Anda menyadari bahwa ini semua bukan perkataan Petrus? Kembalilah ke ayat 22, “seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan perbuatan hebat dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah.” Ayat 23, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana Allah.” Dan juga Allah Bapa mengatakan kepada Allah Anak, “Duduklah di sebelah kanan-Ku.” Ini semua pekerjaan Allah. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada ayat 37, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat tertusuk (bukan terharu), lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Kata tertusuk atau tertikam hanya digunakan disini di Perjanjian Baru. Kekuatan argumentasi bukan saja suatu wawasan pintar. Itu adalah kekuatan luar biasa dari bukti kesaksian dan Firman Tuhan. Kata itu secara harfiah berarti ‘menembus dengan alat tajam.’ Namun secara metaforis itu adalah kesakitan mendadak dan akut. Mereka menghadapi realitas: Kita telah bunuh Mesias. Dan itu menyebabkan realitas lain: ketakutan akan murka Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggung jawab pertama dan utama dari semua khotbah injil adalah kebenaran Firman Tuhan dan karena itu menyebabkan penghakiman sakit yang luar biasa dan ketakutan, yang kebanyakan sudah dihilangkan dari berbagai macam khotbah injil di masa kini. Pada saat ini pada pertama kali kita melihat anugerah yang mengagumkan muncul di dalam khotbah rasuli. Ayat 38, “Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Jadi mereka yang menerima firman-Nya dibaptis dan pada hari itu ditambahkan 3000 jiwa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda merasa tertusuk? Atau Anda tidak terpengaruh kepercayaan Anda sebenarnya? Facts and Trends yang diterbitkan Life Way mengatakan dan saya kutip Barna.org, “56% dari semua anak-anak Millennial yang lahir diantara tahun 1984 dan 2002 percaya bahwa Yesus berdosa, dan ini melebihi semua generasi lain. Dan bahkan orang millennial yang telah memiliki hubungan pribadi untuk percaya Kristus mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah jalan ke surga.” Banyak orang disekitar kita terhilang dan mereka percaya apa yang dipercayai kebanyakan orang Yahudi 2000 tahun yang lalu. Apakah Anda mengabarkan injil? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jan 2016 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20160103</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/vy9p5g27</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Raja Anda akan datang kepadamu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_1k8dknn8"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Zechariah+9:9-16" target="_blank" class="imCssLink">Zakaria 9:9-16</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah masalahnya dengan dunia ini? Mengapa ada semua ketidakadilan ini? Mengapa terjadi semua kerusuhan ini? Mengapa ada perang dimana-mana? Mengapa ada penyakit dan kesakitan dan penderitaan? Mengapa kekacauan ini ada di seluruh dunia? Jawabannya sangat sederhana. Raja masih belum datang dan karena itu ada kekacauan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika Yesus datang sekali sebelum ini dan berjanji untuk membenarkan dunia. Dia mengatakan Dia adalah Mesias dunia, Raja Damai, Raja atas segala Raja dan Tuhan diatas segala Tuhan. Dan Dia menawarkan Kerajaan-Nya kepada umat-Nya namun mereka menolaknya. Jadi Yesus pergi dan Dia mengatakan, “Saya akan pergi sedikit lebih lama, namun Saya akan kembali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus kembali untuk keduakalinya, dunia ini sudah memutuskan untuk menghan-curkan-Nya. Akan tetapi berbeda dengan kedatangan-Nya yang pertama, dimana orang-orang berhasil membunuh-Nya, pada waktu Kedatangan Kedua-Nya Dia akan menghancurkan semua musush-musuh-Nya di seluruh muka bumi. Dan hanya setelah penghakiman itu Dia akan melayani dunia dan keajaiban keselamatan-Nya akan dinyatakan. Itulah pesan yang dipentingkan di Zakharia 9.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Tuhan akan memasukkan suatu kejadian sejarah yang akan terjadi supaya generasi-generasi berikut tahu bahwa semua yang dikatakan Allah benar-benar akan terlaksana. Apakah Anda pernah dengar tentang Alexander Agung? Zakharia 9:1-8 menunjukkan kepada kita penaklukan Alexander Agung ketika dia menyapu Suriah, Finicia, Filistina dan Israel. Nah, semua ini terjadi hanya beberapa ratus tahun setelah ini di tuliskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah selesai dengan Alexander di ayat 8, Zakharia memusatkan diri kepada Kristus, seorang penakluk yang bahkan jauh lebih Agung, di ayat 8, dan Allah mengatakan bahwa Alexander akan singgah pada waktu dia menuju ke Mesir dan berbalik kembali namun dia tidak akan meng-ganggu kalian. Kemudian Allah melihat ke masa depan dan mengatakan, “penindas tidak akan mendatanginya karena Aku sendiri akan memastikannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Zakharia 9:9, “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Saya tidak pernah melihat penakluk mengendarai seekor keledai muda. Dimanakah kuda putih itu? Namun ini menunjukkan penakluk yang berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah karakter penakluk yang lebih besar ini. Dibanding tentara Alexander Agung datanglah seseorang yang tidak membangkitkan rasa takut, namun membangkitkan puji-pujian dan perdamaian. Inilah raja Israel sendiri yang tidak kejam dan bersifat menindas, Dia adalah benar. Dia tidak membunuh orang, malah Dia menyelamatkan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Zakharia mengatakan, “Marilah bergembira!” Kemudian dia menggambarkan empat sifat karakter-Nya. Pertama, Dialah Raja. Kedua, Dia adalah adil. Ketiga, Dia memiliki keselamatan. Dia adalah Juruselamat. Dan terakhir Yesus adalah lemah lembut. Ketika Dia disalibkan mereka mengambil semua harta milik-Nya. Tahukah Anda apakah yang Dia miliki? Hanya satu baju saja. Namun kenyataannya Yesus memiliki seluruh alam semesta. Jadi kata ‘lemah lembut’ berarti meskipun Dia memiliki segala sesuatu, Dia rela mengorbankan dirinya kepada murka Allah untuk menyelamat-kan kita dari dosa-dosa kita. Karena kita tidak sanggup menyelamatkan diri kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat apa yang dikatakan Allah tentang Kedatangan Kristus yang Kedua melalui Zakharia. Dikatakan di ayat 10, “Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 11, “Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair.” Di Kejadian 15 Allah berjanji kepada Abraham untuk menjadikan-nya bangsa besar dan untuk memberkati bangsa itu. Namun janji itu tidak dibut dengan Abraham, Allah itu berjanji hal itu dengan diri-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan janji itu digenapkan dengan darah Yesus Kristus. Dan Allah mengatakan Israel telah menjadi suatu sumur kering selama waktu panjang tetapi karena Aku telah janji dengan Israel, mereka akan keluar pada suatu hari. Dan karena itu Allah menamakan mereka ‘tahanan penuh harapan’ di ayat 12, “Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!” Semua yang Anda tidak dapat akan diberikan kembali dua kali lipat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus memberikan kita janji yang lain di ayat 13-14, “Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan. 14 Tuhan akan menampakkan diri kepada mereka, dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat. Dan Tuhan Allah akan meniup sangkakala dan akan berjalan maju dalam angin badai dari selatan.” Ini menggambarkan kemenenangan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kemenangan akhir kita lihat di ayat 15, “Tuhan semesta alam akan melindungi mereka, dan mereka akan menghabisi dan menginjak-injak pengumban-pengumban. Mereka akan minum darah seperti minum anggur dan menjadi penuh seperti bokor penyiraman, seperti penjuru-penjuru mezbah.” Israel akan mengambil tenaga dan kekuatan musuh-musuh mereka dan menjadikannya kekuatan sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terakhir kita melihat kasih-Nya di ayat 16, “Tuhan, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu; seperti kawanan domba umat-Nya itu, sungguh, mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah Tuhan.” Sekarang tiba-tiba Allah menjadi Raja Gembala yang menyelamatkan umat-Nya dan itu sekarang termasuk semua orang yang percaya. Mazmur 23 adalah tema Kerajaan. Umat Allah menjadi seperti mahkota di kepala-Nya di Kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di hari akhir itu, semua kekasih, akan ada suka cita yang belum pernah dibayangkan dunia. Itulah pesan Allah yang kita harus bagikan kepada semua orang. Satu-satunya alasan Anda dan saya akan masuk kedalam Kerajaan adalah karena kita mengasihi Yesus Kristus, Amin? Harapanku adalah kita memberitahu semua orang. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Dec 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151220</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/1k8dknn8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjelaskan Pentakosta]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_dqetueg8"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:14-21" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:14-21</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 2:14-42 adalah khotbah Petrus pada hari Pentakosta. Ini hal yang penting karena ini khotbah Kristen pertama yang pernah diberitakan. Dan karena itu ini memberikan kita suatu pola pemberitaan rasuli yang turun temurun sampai pada cara berkhotbah kita sekarang. Dan ini sangat penting karena disini kita mendapatkan prinsip-prinsip ajaran bagi orang-orang untuk mengajarkan mereka cara memberitakan Firman Allah dengan penuh kekuatan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam banyak gereja-gereja, pola gerakan Roh Kudus di dalam gereja itu semakin terhambat karena banyak orang terjerumus dalam berbagai macam psikologi dunia yang tidak berarti dibanding kuasa firman Allah. Ketika Paulus menasihatkan Timotius bagaimana dia harus melayani dia mengatakan hal itu dengan cara sederhana sekali, “Timotius, beritakanlah Firman.” Dan Kisah Para Rasul adalah catatan pemberitaan rasuli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 4:2, “Orang Yahudi itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.” KPR 8:5, “Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.” KPR 8:25, “Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.” KPR 8:35, “Maka mulailah Filipus berbicara dan mulailah dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.” KPR 8:40, “Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selidikilah KPR 13, 14, 17, 20 dan sampai kepada akhir buku KPR dan Anda akan mendapatkan bahwa prioritas di dalam gereja adalah pemberitaan Firman. Memang penting ada pemahaman Alkitab dan sekolah Minggu tetapi tidak ada sesuatu yang dapat menggantikan pemberitaan Firman Allah. Pelajaran agama dan dorongan adalah bagian integral dari kebaktian Kristen. Itu telah dirancang demikian oleh Roh Kudus. Dalam pelayanan Yesus, Alkitab mengatakan bahwa Yesus datang memberitakan Kerajaan Surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus mengulangi tiga kali bahwa Dia datang untuk mengabarkan Injil. Yohanes menulis bertahun-tahun setelah kejadian itu, dan mengingat kembali dan mengatakan di Yohanes 7:28, “Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru.” Khotbah-Nya penuh kekuatan namun pada saat yang sama khotbah-Nya juga penuh belas kasihan. Berkhotbah itu harus memiliki pengabaran Injil dan ajaran teologia. Dan kalian semua harus tahu definisi berkhotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali kita mendengar pendeta itu khotbahnya bagus namun dia bukan guru. Itu tidak mungkin. Kalau dia bukan guru yang baik tidak mungkin dia pengkhotbah yang baik. Pandangan teologia dari Firman Allah adalah: harus ada proklamasi doktrin disertai ajaran. Begitulah caranya Tuhan kita berkhotbah. Dia mengatakan kepada rasul-rasul-Nya untuk pergi ke ujung bumi dan untuk berkhotbah dan mengajar, dan tidak ada perbedaan diantaranya. Bahkan kedua kata itu digunakan bergantian di Injil ketika mengacu kepada Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah gereja mencatat bagaimana Firman Allah dikhotbahkan. Di masa kini orang-orang telah menggunakan banyak hal untuk menggantikan khotbah. Dan yang sedih adalah bahwa orang-orang membiarkan hal itu terjadi. Bukalah YouTube dan internet dan daripada melihat orang berkhotbah Firman Allah, terlihat musik dan film dan hal lain yang ada dan semua ada tempatnya. Namun itu tidak dapat menggantikan kuasa Roh Kudus yang memberi kekuatan saat berkhotbah Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus adalah pengkhotbah dan dia dipenuhi Roh dan Petrus telah dipulihkan dan seluruhnya mulai dengan suatu khotbah. Disitu dikatakan ketika Roh Allah telah memenuhi mereka, mereka berdiri dan mulai berbicara. Dan setelah itu di Kisah Para Rasul dikatakan bahwa pada saat mereka dipenuhi Roh, mereka mulai berkhotbah penuh keberanian. Kita melihat beberapa minggu yang lalu bagaimana Roh Allah itu mulai mempersiapkan keadaannya untuk berkhotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Oleh karena suara itu mereka semua mendengar tiupan angin, dan orang mulai berkerumun. Dan ketika murid-murid itu mulai berbicara dengan bahasa-bahasa lain itu, mereka semua kagum, terkejut dan heran. Mereka tidak mengerti apa yang telah terjadi. Ada beberapa orang yang mengatakan mereka mabuk. Bagaimana orang-orang Galilea yang tidak terpelajar dapat berbicara semua bahasa-bahasa yang berbeda itu? Mereka tidak dapat mengerti apa yang terjadi disitu. Sudah tibalah waktunya untuk seseorang datang dan menghilangkan kebingungan itu, dan dengan cara itu semua disiapkan dengan sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 2:14-42 seluruh khotbah tercatat dan kita akan mempelajarinya. Ini adalah fondasi dari semua proklamasi kerasulan kita. Cara berkhotbah tentang kayu salib di seluruh Kisah Para Rasul, dan di Surat-surat mengikuti pola ini. Namun Roh Kudus mengikat semua itu kepada Allah Perjanjian Lama yang benar dengan menggunakan bahasa-bahasa itu untuk membicarakan dan memuji perbuatan-perbuatan Allah yang luar biasa itu. Supaya orang-orang yang melihat mujizat ini hanya dapat menyimpulkan bahwa itu berasal dari Allah. Roh Allah telah melakukan persiapan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekarang kita melihat isi khotbah Petrus. Dan isi itu atau ‘kerugma’ di Perjanjian Baru selalu terdiri dari hal-hal yang sama. Pertama, ini dipusatkan kepada Yesus Kristus. Dan sepanjang Kisah Para Rasul ini bersangkut paut dengan kenyataan bahwa Yesus menggenapkan semua nubuatan Perjanjian Lama. Kedua, itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah dalam bentuk daging manusia. Ketiga, ini terpusat kepada kehidupan-Nya dan pelayanan-Nya, khususnya kematian dan kebangkitan. Keempat, itu membicarakan kedatangan-Nya yang kedua dan kelima, itu selalu berakhir dengan kenyataan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Dia saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ini bukan saja proklamasi, itu juga ‘didache’, kata Yunani untuk mengajar. Tidak ada khotbah tanpa isi dan doktrin, itu selalu bekerja sama. Di dalam Kisah Para Rasul kita baca bahwa setelah salah satu rasul berkhotbah selalu ada orang yang diyakinkan. Ini menunjukkan bahwa ada proses memakai logika. Dan ini bersangkut paut dengan doktrin dan ada kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita perlu mengerti kepentingan dari khotbah itu dan itu prioritas dan kedua kita perlu mengerti karakter khotbah itu. Sekarang pada waktu kita tiba pada khotbah ini, ada empat bagian dan sebenarnya semua khotbah memiliki itu. Itu mulai dengan introduksi, kemudian ada proklamasi atau pesan, kemudian ketiga ada permohonan dan akhirnya ada akibat. Introduksi itu menerangkan Pentakosta, proklamasi itu meninggikan Kristus, permohonan itu mendorong orang dan akibatnya melihat apa hasilnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah malam ini kita mempelajari introduksi saja dan kita akan melihat sampai dimana kita dapat membahas ini. KPR 2:14, “Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.” Perhatikanlah dia berdiri dengan kesebelas dan ini menunjukkan bahwa Matias sekarang adalah bersama dengan keduabelas murid-murid yang dipilih di KPR 1. Jadi Petrus berdiri dan inilah waktu yang besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus sudah mempersiapkan keadaannya. Orang-orang bingung. Dari sudut Petrus semuanya sudah siap. Dia telah dipenuhi Roh Allah. Dia akan bicara dan Allah akan bicara melalui dia. Dan dikatakan, “dengan suara nyaring Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem”, maksudnya semua yang telah datang kesini untuk perayaan Pentakosta, “ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.” Dengan kata lain, dengarkanlah dengan baik karena Allah akan berbicara melalui aku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Petrus mulai dengan suatu ilustrasi. Roh Allah sudah membingungkan orang itu sampai mereka ingin tahu apa maksud semua ini. Lihatlah KPR 2:15, “Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan.” Orang Yahudi tidak akan makan atau minum sebelum jam ketiga hari itu, yaitu jam sembilan pagi. Apalagi pada hari Sabat, hari raya karena saat itu hari raya panen, Pentakosta. Dan berkhotbah dari Perjanjian Lama adalah pendekatan Allah yang Dia pilih di KPR, karena mereka memerlukan kerangka acuan yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16-21, “tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: 17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir, demikianlah firman Allah, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. 18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. 19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. 21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di dalam bagian Firman ini, Yoel menubuatkan tetang kerajaan dan kedatangan Mesias. Contoh di ayat 18, “Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” Dan ayat 20, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah,” dan semua hal ini akan terjadi berhubungan dengan kerajaan dan tribulasi kemudian pada akhirnya, hari Tuhan. Kapan itu akan terjadi? Itulah waktunya Yesus datang untuk menghakimi dan mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang Yahudi tahu ketika Mesias datang Dia pertama datang untuk menghakimi orang fasik baru kemudian Dia akan mendirikan Kerajaan-Nya yang mulia. Jadi Yoel membicarakan kerajaan Israel untuk mendirikannya saat orang Israel ada di tanah mereka yang dijanjikan di Perjanjian Lama. Perhati-kanlah frase ini di ayat 17, “Akan terjadi pada hari-hari terakhir.” Sepanjang Perjanjian Lama nabi-nabi berbicara tentang hari-hari terakhir dan itu selalu mengacu kepada waktunya Mesias mendirikan Kerajaan-Nya dalam satu peristiwa besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak sangka ada tambahan 2000 tahun yang ikut campur tangan. Tidak ada alasan bagi orang Yahudi waktu membaca petunjuk Daniel untuk memikir ada paling sedikit 2000 tahun lagi di antara Daniel minggu ke 69 dan ke 70. Dengan kata lain, mereka hanya melihat kedatangan Mesias di hari-hari terakhir. Ingatlah, semua orang telah hidup di dalam waktu hari-hari terakhir yaitu sejak Yesus datang untuk melayani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah Allah memanggil semua orang non-Yahudi sampai jumlah bangsa-bangsa itu telah penuh (Roma 11:25) dan sesudah mengumpulkan semua orang Israel di tanah mereka, kemudian hari-hari terakhir itu akan datang. Nah Paulus di 1 Timotius 4:1 dan 2 Timotius 3:1 membicarakan hari-hari terakhir disitu, namun yang dibicarakan itu adalah hari-hari terakhir gereja. Kita semua hidup dalam hari-hari terakhir tambahan 2000 tahun itu. Apakah Anda percaya Yesus akan datang kembali segera? Kita juga ada di dalam hari-hari terakhir zaman gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan semua hal dari nubuatan itu telah digenapkan, benar? Tidak, hanya yang ada di permulaan saja. Nubuatan akan benar-benar digenapkan pada permulaan waktu seribu tahun itu pada saat Kristus datang dan mengadakan penghakiman yang besar pada akhir tribulasi. Kemudian Dia akan mendirikan kerajaan dan ada visi-visi, mimpi-mimpi dan nubuatan dan semua itu akan terjadi, dan semua mujizat-mujizat di langit dan bumi dan hari Tuhan juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan bahwa yang Anda melihat adalah permulaan akhir zaman. Dengan kata lain, itu penggenapan mula-nula. Lihatlah ayat 17, “Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia.” Apakah itu telah terjadi? Allah telah mencurahkan Roh-Nya, benar? Namun bukan terhadap semua manusia! “Semua manusia” hanya terjadi di dalam kerajaan seribu tahun. Karena saat kerajaan itu dibentuk pada permulaan orang-orang yang ada didalamnya hanyalah orang-orang percaya. Dan karena itu semua orang akan menerima Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat ini, Dia telah mencurahkan Roh-Nya hanya kepada orang-orang percaya saja. Semua yang akan terjadi di kerajaan itu telah mulai terjadi dalam suatu cara pra-pemenuhan di dalam hidup kita. Kita sekarang hidup dalam suatu bentuk misterius dari kerajaan itu namun kerajaan dunia seribu tahun sepenuhnya masih belum datang. Di dalam kerajaan ada damai sempurna. Apakah ada damai di dalam dunia ini? Tidak, namun di dalam hatiku ada damai sejahtera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kerajaan itu, Yesus Kristus memerintah. Apakah Dia memerintah di dunia ini sekarang? Tidak, namun Dia memerintah di dalam hidupku. Di dalam kerajaan, Kristus adalah hakim semua hal. Dia adalah satu-satunya yang akan menjelas-kan semua hal. Didalam hidupku Dia berlaku sama, Dia menerangkan hal-hal dan Roh-Nya menjadi suara hatiku. Semua yang akan terjadi di kerajaan nanti seolah-olah sudah tinggal di dalam aku dalam bentuk Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17 meneruskan, “maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.” Allah akan berbicara di saat Anda tertidur atau bangun, dan orang-orang akan mulai bernubuat. Dan di ayat 18, “Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” Semua orang tersentuh. Ayat 19, “Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak tahu kapan Yesus akan kembali, namun hal itu memberi semangat kepadanya. Namun Petrus mengatakan kejadian itu, dengan mengutip Yoel, akan seperti “darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.” Yohanes mengungkap-kan lebih dari itu di Wahyu 8:7, “Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakala-nya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita membaca di Wahyu 9 tentang asap naik waktu setan-setan keluar dari lobang. Semua hal itu adalah gambaran penghakiman Kristus yang akan datang waktu Dia kembali. Kemudian di ayat 20 ada cerita lebih banyak, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah disini kedatangan Yesus sekali lagi disertai mujizat-mujizat di langit. Dan seperti kita lihat di Wahyu ada mujizat-mujizat di dunia juga. Jadi sebelum terjadi hari Tuhan yang besar dan mengerikan, mujizat-mujizat ini akan terjadi. Nah istilah hari Tuhan itu berhubungan dengan kedatangan Kristus dalam penghakiman. Ini adalah istilah yang mengacu kepada kedatangan Kristus pada waktu tribulasi dan kedatangan-Nya yang kedua ketika Dia menghakimi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini istilah yang sangat mengerikan. Itu istilah Perjanjian Lama untuk pengha-kiman. Jadi apakah Anda dapat melihat apa yang dilakukan Petrus? Dia menyatukan semuanya sebagai penggenapan nubuatan dengan urgensi yang kuat bahwa waktu Mesias itu sudah mulai. Kita sekarang berada di waktu terakhir dan dia menyimpulkan dengan klimaks Yoel yang besar di ayat 21, “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi suatu pertanyaan dasar pada saat itu pada akhir ayat 20 adalah, bagai-mana caranya kita menghindari kejadian itu, benar? Jadi Petrus mengatakan, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Tahukah Anda apa yang dia lakukan sekarang? Dia mendorong kedalam hati mereka bahwa mereka perlu diselamatkan. Dan kemudian di dalam minggu berikut dia mulai di ayat 22 menunjukkan mereka siapakah yang dapat menyelamatkan mereka dan Dialah satu-satunya jalan keselamatan yang ada, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekuatan khotbah ini, caranya itu dinyatakan, dipimpin oleh Roh Kudus membawa Petrus tepat pada fakta bahwa kita perlu diselamatkan dan Anda perlu diselamatkan sekarang dan disini juga. Melalui Yesus Kristus dan Dia saja. Apakah Anda selamat? Apakah Anda menganal orang lain yang masih belum selamat? Apakah Anda rela memberitakan kepada mereka tentang Yesus? Mintalah diisi Roh Kudus supaya Anda juga dapat memiliki kuasa seperti itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151213</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/dqetueg8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bersyukur]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_an71nm0j"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Timothy+4:1-5" target="_blank" class="imCssLink">1 Timotius 4:1-5</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 4:1-5, “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya telah hangus. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, 5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat 1, Roh Kudus menggambarkan apa yang terjadi “di waktu kemudian” yang adalah waktu sekarang ini dimana beberapa orang telah meninggalkan iman. Mereka memikir bahwa lebih senang melakukan hal-hal bagi diri mereka sendiri dan mereka lebih memerhatikan apa yang dikatakan di media sosial dan internet, yang disebut Alkitab adalah “roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan”. Semua agama yang tidak percaya Yesus datang dari dan dikuasai iblis dan roh-roh penyesat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2 mengatakan bahwa ada guru-guru palsu yang telah terpengaruh roh-roh jahat itu sampai hati nurani mereka sudah hangus dan tidak berfungsi. Siapakah yang menguasai pikiran guru-guru palsu yang mengajar orang lain untuk mementingkan nomor satu, yaitu mereka sendiri? Siapakah yang menguasai pikiran orang yang mementingkan hal-hal yang diperlihatkan dunia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 2:15-16 mengatakan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Dan kita tahu bahwa roh-roh jahat dan setan-setan itu memerintah dunia untuk sementara waktu ini yang dibataskan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang menguasai apa yang Anda baca dan lihat di internet? Siapakah yang menguasai pikiran orang-orang yang meledakkan diri untuk membunuh orang-orang lain? Itu adalah kebohongan guru-guru palsu yang terpengaruh roh-roh penyesat yang memberikan janji palsu bahwa Anda akan masuk surga jika Anda mengorbankan diri dan membunuh orang-orang lain. Banyak kejahatan dilakukan dalam nama agama-agama palsu dan banyak orang terpancing kebohongan pintar di internet untuk mengikuti roh-roh jahat itu dalam upaya mereka untuk melawan ajaran-ajaran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, “Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.” Ini menggambarkan beberapa hal yang, menurut guru-guru palsu ini, dilarang dan ada beberapa contoh di sekitar kita sekarang ini. Ada aturan bahwa pastor-pastor dan suster-suster dilarang menikah dan ada banyak agama lain yang melarang makan babi dan makanan yang tidak halal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat membicarakan selama berjam-jam ajaran-ajaran palsu yang lain dari pada contoh-contoh ini di negara ini dan di seluruh dunia, namun tujuan ayat-ayat ini adalah supaya kita menyadari sumber semua ini, yaitu iblis sendiri bersama roh-roh jahat. Semua hal yang menjanjikan kebahagiaan, kesenangan dan kegembiraan yang bukan dari Allah, semua datang dari iblis dan dia adalah penipu dan pendusta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang dijanjikan Lusifer adalah dusta dan dia seperti itu sejak permulaan waktu ketika dia diusir dari surga. Dan semua yang diciptakan Allah yang baik itu ditiru Iblis dan yang palsu itu dan tujuannya adalah untuk kejahatan. Iblis ingin mencelakakan kita dengan hal-hal yang kelihatannya baik dan menarik dari luar untuk waktu singkat namun yang sebenarnya menggoda kita untuk masuk dalam perangkapnya dimana kita dihancurkan. Dosa selalu kelihatannya menarik dan terasa enak dan iblis tahu kelemahan-kelemahanmu yang khusus dan dia menggunakan itu secara maksimal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disini di ayat 4 terdapat frase kunci, “semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram,” namun ada persyaratannya, “jika diterima dengan ucapan syukur.” Allah telah memberikan segala sesuatu supaya kita menyadari bahwa itu semua hadiah dari Tuhan dan kita bersyukur karena itu. Ada beberapa hal baik yang kadang kelihatannya tidak begitu baik bahkan bagi kita juga, orang percaya. Namun pada saat kita memnerima hadiah itu dan bersyukur kepada Allah, Anda telah memenuhi tujuannya. Dan mungkin setelah beberapa waktu Anda akan mengerti bahwa memang Allah itu selalu baik meskipun pada permulaan mungkin Anda menderita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang terbaik bagi manusia adalah kita menjadi anak-anak Allah dan hidup bersama Dia di surga untuk selamanya. Dan kadang kita harus mengalami kesusahan sebelum kita dapat menyadari kebutuhan utama kita. Masuk penjara itu buruk namun jika di dalam penjara itu kita dikonversi ke Kristus, ya itu hal yang terbaik yang dapat kita alami. Jatuh sakit parah itu mengerikan, namun jika hal itu mendorong kita ke Yesus, itulah hal yang terbaik bagi kita. Kehilangan segala kekayaan Anda itu buruk, namun jika hal itu menyadari Anda bahwa kebahagiaan tulen hanya datang dari Tuhan, itulah sangat baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kesalahan pertama orang murtad dan ajaran-ajaran palsu mereka adalah mereka tidak mau bersyukur dan memuji Allah untuk ciptaan-Nya. Kesalahan kedua adalah mereka tidak mengerti bahwa segala yang diciptakan Allah itu baik, bukan jahat. Dan kesalahan ketiga adalah mereka tidak percaya Firman yang mengatakan bahwa ciptaan-Nya baik. Di Kejadian 1:31 Allah mengatakan, itu “sungguh amat baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 mengatakan, “sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.” Semua orang menerima berkat-berkat umum dari Allah seperti alam semesta dan kehidupan namun hanya orang-orang percaya menerima kebaikan Allah spesial karena mereka memiliki hubungan intim dengan Alah Bapa yang ditunjukkan dengan melakukan Firman Allah dan dengan berdoa. Kita minta kekuatan dati Allah karena kita tahu bahwa tanpa Dia kita tidak ada apa-apa secara rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirkan semua yang Anda telah terima dari Allah, dari hadiah terbesar yaitu keselamatanmu, sampai kepada hal-hal yang paling sederhana yang mungkin Anda menyepelekan seperti kesehatan Anda, pekerjaan Anda, keluarga Anda, harta milik Anda, seperti kemampuan Anda untuk menyembah Allah dan kemampuan untuk memakai otak kita, kemampuan untuk menharapkan sesuatu, untuk percaya dan untuk mengabarkan injil kepada orang lain tentang Allah yang luar biasa yang Anda kenal. Berilah waktu dan renungkanlah semua ini dan bacalah Firman Allah dan bersyukurlah atas segala penberian Allah kepadamu, Amin.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Nov 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151129</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/an71nm0j</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembaptisan Roh Kudus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ac630bld"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:4-13" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:4-13</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini di KPR 2, gereja lahir. Yesus telah janjikan dua peristiwa besar. Pertama, Yesus janji gereja akan lahir di Matius 16:18 ketika Dia mengatakan, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Kemudian Yesus juga berjanji bahwa Roh Kudus akan datang. Di Yohanes 14:16-17 Dia mengatakan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran.” Dan di KPR 1:5 Dia mengatakan, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kelahiran gereja, seperti yang kita pelajari minggu lalu, dan pembaptisan Roh Kudus terjadi pada saat yang sama. Karena definisi teologis pembaptisan Roh Kudus adalah penempatan orang-orang percaya kedalam gereja. Paulus di 1 Korintus 12:13 menerangkan hal ini dengan jelas ketika dia mengatakan, “Sebab dalam satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh.” Ini berarti, pada saat orang percaya, dia ditempatkan kedalam gereja, yang adalah tubuh yang erat. Inilah pembaptisan Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah permulaan rancangan Allah, jadi pembaptisan dan masuk ke dalam gereja itu tidak terjadi pada murid-murid ini pada waktu mereka diselamatkan. Inilah waktu transisi. Roh Kudus masih belum datang sampai hari Pentakosta, jadi kita melihat transisi dua jaman, jaman Perjanjian Lama dan jaman Perjanjian Baru. Ini tidak berarti bahwa Anda menerima Kristus terus 50 hari kemudian Anda menerima Roh Kudus. Itu hanya terjadi dalam waktu transisi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak waktu itu, pada saat Anda diselamatkan, ketika menjadi orang yang percaya Kristus, Anda di dibaptis ke dalam tubuh dan menjadi satu dengan Kristus. Jadi definisi gereja tulen adalah orang-orang yang telah dijadikan satu dengan Kristus dan yang pada waktu yang sama telah menerima Roh Kudus dalam hati mereka. Semua orang Kristen adalah bagian dari tubuh itu. Semua orang Kristen telah menerima Roh Kudus dalam hati mereka. Dan tubuh itu dibentuk pada hari Pentakosta di Kisah Para Rasul 2.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti kedatangan Roh itu adalah di empat ayat pertama, efek dari kedatangan Roh adalah di ayat-ayat 5-11 dan penjelasan kedatangan Roh itu terdapat di ayat 12-13. Nah hari Minggu yang lalu kita mulai berbicara tentang bukti-bukti kedatangan Roh dan kita akan teruskan hal itu untuk memenuhi arti perayaan itu di Imamat 23. Lihatlah, ketiga perayaan adalah tipe-tipe atau gambaran nubuatan dari apa yang akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus datang pada hari tertentu yang dirancang Allah, yaitu hari Pentakosta. Jadi pada hari yang dipilih Allah gereja dilahirkan, sama seperti Yesus bangkit pada hari yang dipilih Allah, dan Yesus mati pada hari yang ditentukan Allah yang digambarkan di Imamat 23 di dalam perayaan-perayaan yang Dia beri kepada Israel. Perhatikanlah ayat 2 dimana kita diberi bukti, “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk.” Perhatikanlah bunyi itu, Itulah nafas Allah, yaitu Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 3 dikatakan, “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.” Bukan saja mereka disatukan dalam satu tubuh di ayat 2 melalui baptisan Roh, namun di ayat 3 Roh Allah itu datang dan tinggal di dalam hati mereka seperti dilambangkan lidah-lidah seperti nyala api diatas setiap mereka. Tidak ada orang Kristen yang tidak memiliki Roh Kudus. Roma 8:9 mengatakan, “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ditambah penerimaan pembaptisan Roh, ayat 4 mengatakan, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakan-nya.” Jadi di ayat 4 Roh Allah melepaskan kuasa-Nya untuk mengisi mereka. Pembaptisan itu memberi kekuatan; pemenuhan menyalakannya. Untuk definisi teologia lihatlah 1 Korintus 12:13, dimana pembaptisan Roh Kudus adalah menempatkan Roh itu di dalam hati Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemenuhan Roh Kudus di Efesus 5:18 adalah sesuatu dimana kita menyerah kepada Roh Kudus yang sudah ada sehingga Anda sepenuhnya dikontrol Dia. Setiap orang Kristen sudah memiliki Roh Kudus, masalahnya hanya Anda mau menyerah kepada kuasa-Nya atau tidak. Satu-satunya masalah dalam hidup kekristenan bukanlah siapakah Tuhan, namun masalahnya adalah apakah Anda taat kepada siapakah Tuhan itu. Pertanyaannya hanya apakah saya mengikuti Dia atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, banyak orang Kristen yang memiliki Roh Kudus, tidak mengerti artinya menyerahkan diri kepada dominasi Roh Kudus secara total. Jika Anda mengikuti keinginan-diri, upaya sendiri dan rancangan sendiri dan melakukan keinginan diri dan tidak mau menyerah di beberapa bidang kehidupan Anda, itu tidak berarti Anda tidak dibaptis Roh Kudus. Itu hanya berarti bahwa Anda tidak mau menyerahkan diri secara total kepada Roh itu. Paulus hanya mengatakan untuk membiarkan Roh Kudus yang sudah berdiam disitu mengontrol Anda sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan di akhir ayat 4, “seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Dengan kata lain, pada saat itu semua yang keluar dari mulut mereka datang dari Roh. Dan mereka mulai berbicara namun itu bukan dari mereka. Itu terjadi karena mereka menyerahkan dirinya kepada Roh Allah dan Dialah yang mengontrol apa yang mereka katakan. Jadi berbahasa dalam bahasa lain itu bukan karena pembaptisan Roh, itu terjadi karena mereka dipenuhi Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bahasa apakah bahasa-bahasa lain itu? Iya, itu bahasa-bahasa yang benar-benar ada. Itu bukan bahasa bikinan atau berbicara tanpa arti atau berbicara kacau. Selalu yang dimaksud adalah bahasa-bahasa lain. Bahkan di ayat 6, ayat 8 dan di ayat 11 itu semua membicarakan bahasa. Dalam bahasa Yunani ada dua kata yang digunakan, yang satu adalah ‘glossa’ dan yang lain adalah ‘dialekto’. Dan ini berarti bahasa dan dialek, bukan bahasa bikinan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mujizat bahasa-bahasa ini penting karena ini strategi untuk mengabarkan injil karena pada waktu itu di Yerusalem ada jutaan orang Yahudi dari seluruh dunia. Dan mujizat khusus ini adalah khusus untuk kesempatan itu. Namun ini terjadi lagi di KPR beberapa kali dan bukan saja di Yerusalem dan bukan saja dengan kelompok orang Yahudi. Bahkan ini terjadi dengan orang-orang non-Yahudi juga. Coba kita lihat ini bersama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Kisah 8:14-17, “Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada kelompok orang Samaria yang dianggap hina sama orang Yahudi. Karena pada mulanya mereka orang Yahudi murni namun mereka antar-menikah dengan orang non-Yahudi. Nah injil telah datang ke Israel, Mesias Israel dipercayai. Kemudian tiba-tiba ada beberapa orang Samaria yang percaya juga. Nah orang-orang Yahudi ingin memperlakukan orang Samaria sebagai orang Kristen kelas dua. Jadi supaya memastikan itu tidak terjadi, Roh Kudus menyelamatkan orang-orang Samaria itu dengan cara yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat konversi mereka, mereka tidak menerima Roh Kudus. Karena Roh Allah ingin supaya ada orang Yahudi penting yang hadir pada waktu kejadian itu supaya mereka tahu bahwa memang itu terjadi sama seperti yang terjadi terhadap mereka. Dan hanya setelah Petrus dan Yohanes tiba disana, baru Roh Kudus itu datang. Supaya mereka dapat mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa memang orang Samaria dapat hal yang sama yang mereka dapat. Dan mereka juga pasti berbicara dengan bahasa-bahasa lain, supaya tidak ada perbedaan. Ini menyatukan tubuh Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekarang kita melihat KPR 10. Petrus telah bertemu dengan Kornelius yang adalah orang non-Yahudi. Kisah 10:44-47 mengatakan, “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. 45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, 46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: 47"Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat penting disini bahwa mereka berbicara dengan bahasa lain supaya orang-orang non-Yahudi itu tahu bahwa mereka menerima hal yang sama seperti yang diterima orang Yahudi di Pentakosta. Dengan kata lain pada waktu gereja sedang dibentuk di dalam Kisah Para Rasul, Roh Kudus ingin memastikan bahwa semua orang mengerti bahwa gereja itu satu tubuh, benar? Dan Petrus mulai mencerita tentang kejadian ini di Kisah 11:15, “Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah ini kejutan besar, dan itu sulit baginya untuk ditangani. KPR 11:16-18, “Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" 18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya mereka menerima Roh Kudus yang sama dengan cara yang sama adalah untuk menyatukan mereka dalam satu tubuh yang lahir pada hari Pentakosta, dan bukan karena ada sesuatu yang luar biasa dengan bahasa-bahasa lain itu, itu hanya untuk menghubungkan mereka. Nah, masih ada satu kelompok lagi yang belum dimasukkan kedalam tubuh dan itulah kelompok kecil dari 12 orang-orang kudus Perjanjian Lama yang dibaptis Yohanes Pembaptis. Dan Roh Kudus ingin supaya mereka juga masuk ke dalam tubuh itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah 19:1-7, “Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. 2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." 3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." 4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hal yang sama terjadi untuk menyatukan mereka bersama dengan kelompok pertama di Pentakosta. Ini semua sudah direncanakan sempurna oleh Roh Allah. Namun setelah semua orang-orang kudus Perjanjian Lama dan orang-orang non-Yahudi Perjanjian Baru sudah masuk ke tubuh itu. tidak perlu ada fenomina tersebut itu, karena semua orang yang datang kepada Kristus sekarang sudah tercakup oleh apa yang sudah terjadi terhadap orang Yahudi dan non-Yahudi. Disini kia melihat gambaran mereka yang telah menyerahkan diri dan Roh itu bergerak melalui mereka sampai ada mujizat khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika orang Pentakosta ingin supaya berbahasa lidah itu menjadi norma untuk semua orang Kristen, haruslah mereka juga ada suara tiupan seperti angin badai dari surga dan lidah nyala api karena ini adalah mujizat spesial oleh Allah untuk kejadian sejarah khusus ini. Ini bukan khususnya untuk mengabarkan injil, ini adalah tanda. Tahukan Anda bahwa ini untuk menarik perhatian orang-orang Yahudi bahwa ada suatu kejadian supranatural dan baru sesudah itu Petrus mulai mengabarkan Injil. Ini selalu adalah pola rasuli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengabaran Injil para Rasul di gereja mula-mula disertai tanda-tanda dan keajaiban. 2 Korintus 12:12 mengatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.” Bagaimana kita tahu rasul itu berbicara dari Allah? Jika ada hal-hal ajaib yang menyertai dia, itu bukti yang cukup menyakinkan, benar? Namun ini bukan pengganti pengabaran Injil, khotbah, itu datang di KPR 2:14 dan selanjutnya ada banyak lagi khotbah-khotbah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah masih ada karunia bahasa-bahasa seperti di KPR? Kalau demikian mengapa Allah mengharuskan orang-orang belajar bahasa lain bertahun-tahun sebelumnya mereka dapat berkhotbah dan bersaksi? Dan jika Allah memang ada mujizat bahasa sekarang, kelihatannya itu dapat dimanfaatkan benar-benar. Mengapa hanya orang-orang tertentu dalam gerakan tertentu bersekutu dalam pertemuan doa khusus dan berbicara satu sama lain kepada orang yang sudah berbicara dengan bahasa yang sama dan yang sudah mengenal kebenaran?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat sekarang akibatnya kedatangan Roh di KPR 2:5, “Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.” Nah, pernyataan “segala bangsa di bawah kolong langit” berarti Yerusalem pada waktu Pentakosta dipenuhi orang-orang Yahudi dari banyak negara lain. Ayat 6, “Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.” Itu suara dari langit seperti terdengar sebelumnya, suara angin badai membingungkan mereka karena tidak ada angin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7, “Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?” Orang-orang Yahudi memandang rendah orang-orang dari situ karena mereka tidak terpelajar, tidak tahu banyak, petani-petani dan orang-orang yang tidak ada kebudayaan. Dan disini, tiba-tiba orang-orang Galilea yang tidak terpelajar langsung berbicara bahasa-bahasa lain dan mereka benar-benar tercengang. Ayat 8, “Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat-ayat 9-11 mereka menamakan bahasa-bahasa itu, “Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Orang Yahudi dari setiap tempat hadir bersama. Betapa strategis waktu itu untuk Roh melakukan sesuatu. Dan perhatikanlah di ayat 11 dikatakan, bahwa mereka mendengar dalam bahasa mereka sendiri perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah strategi Roh Kudus. Pertama, Roh itu mengadakan suara seperti badai hanya untuk memastikan mereka akan berkumpul bersama. Kemudian ada mujizat indah dimana mereka berbicara dengan berbagai bahasa lain untuk memastikan mereka tercengang. Dan kemudian ketika mereka mulai bicara tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar, kemudian hanya ada dua pilihan bagi orang Yahudi. Entah ini mujizat Iblis atau ini mujizat Allah. Namun pada saat mereka mulai memuji Allah, itu menunjukkan bahwa itu dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, ditengah-tengah semua pujian Allah itu semua, ketika Petrus berdiri mereka tidak ada kemungkinan lain daripada ini semua pasti datang dari Allah. Iblis tidak mungkin beredar di Yerusalem sambil memuji Allah. Jadi Petrus berdiri dan mengatakan, sekarang marilah saya cerita apakah Allah mengatakan tentang Anak-Nya. Ini introduksi hebat untuk berkhotbah. Dan itulah percis apa yang terjadi. Iya, kita akan bicarakan itu minggu depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di dalam kerumunan ini ada banyak yang tidak percaya. Dengan segala bukti di dunia masih saja ada orang-orang yang tidak yakin. Ini bukan masalah baiknya atau tidak presentasi itu, ini berurusan dengan bagaimana Roh Kudus mematahkan benteng-benteng. Ayat 12-13, “Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur baru.” Jadi dengan menyindir mereka percaya teori bahwa kemabukan dapat mengajarkan orang berbahasa baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerjaan Allah menyebabkan orang-orang terpisah ditengah dan ada yang datang mengasihi Yesus Kristus atau ada yang datang melawan umat-Nya dengan kebencian. Jadi Roh Allah bergerak dengan cara indah untuk mempersiapkan para pendengar. Dan demikian juga Roh Kudus ingin bekerja di dalam hidupmu. Semoga Roh Allah memenuhi Anda sehingga pada waktu Anda buka mulut ada yang mau menerimanya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Nov 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151122</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ac630bld</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_q7n0nlwz"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+2:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 2:1-3</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penting sekali untuk mengetahui apa yang Allah telah lakukan seperti yang diceritakan disini. Dan penting bagi kita untuk mengerti kita menjadi bagian dari apa, di gereja Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 2:1-3 mengatakan, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap pada mereka masing-masing.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah fenomina yang dirancang Allah untuk meresmikan kelahiran gereja. Inilah kisah kita dan sejarah kita. Pada waktu kita tiba di KPR 2, kita akan mengalami melalui Alkitab awal sebenarnya dari gereja. Di KPR 1, murid-murid sedang menunggukan kedatangan Roh Kudus; di KPR 2, Dia tiba. Di KPR 1, murid-murid diperlengkapkan untuk pelayanan mereka; di KPR 2 mereka diberi kekuatan untuk melayani. Di KPR 1, orang-orang percaya diminta tunggu, di KPR 2 mereka diutus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama ada Perjanjian Lama, Allah berbicara dengan berbagai cara kepada bapak-bapak leluhur melalui para nabi, supaya mereka mengerti Dia dan mengerti tujuan-Nya untuk menebus mereka. Setelah Perjanjian Lama selesai, datanglah Allah dalam bentuk manusia, Tuhan Yesus Kristus, yang menjadi hamba dan tinggal bersama kita. Dan 33 tahun kemudian, terjadilah peristiwa besar dalam tujuan penebusan Allah, yaitu kematian Kristus, yang mengesahkan perjanjian baru itu dengan pengorbanan diri-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan beberapa hari kemudian, terjadilah peristiwa besar berikut, yaitu kebangkitan dari antara orang mati, dimana Allah menegaskan kepuasan-Nya dalam pengorbanan yang telah diberikan Kristus. Empat puluh hari kemudian, terjadilah peristiwa besar berikut yang adalah kenaikan Tuhan Yesus Kristus pada saat Dia kembali ke surga untuk dinobatkan dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, setelah mencapai penebusan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Peristiwa besar berikut adalah peristiwa ini di KPR 2, yaitu kedatangan Roh Kudus untuk menyatukan orang-orang percaya dan mendirikan gereja. Yohanes 7:37-39, “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! 38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." 39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu kita melihat KPR 2, Yesus telah naik ke surga. Dia telah dimuliakan, dan sekarang Dia mengutus Roh Kudus. Suatu hal baru telah dilahirkan yang belum pernah diketahui sebelumnya. Sesuatu yang belum pernah kelihatan di Perjanjian Lama. Sesuatu yang dijanjikan di Perjanjian Baru, dan bahkan di gambarkan oleh Tuhan sendiri pada waktu Dia bicarakan gereja di Matius 16:18. Namun gereja itu sampai saat itu masih menjadi misteri, sesuatu yang tersembunyi yang akan segera diungkapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah permulaan gereja, apakah gereja itu dan bagaimana gereja itu berkembang dan kemudian ini terungkap melalui sisa tulisan-tulisan Perjanjian Baru, bahkan sampai saatnya peran gereja dalam penebusan akhir dan pendirian kerajaan Kristus dalam buku Wahyu. Jadi disini kita bertemu dengan pengantin Kristus, yaitu gereja. Disini kita bertemu dengan ranting-ranting yang disambung ke Kristus, Allah kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita bertemu dengan orang-orang dimana Yesus adalah gembala baik mereka. Kita bertemu disini dengan mereka yang adalah bagian dari kerajaan keselamatan, yang dipimpin Anak Allah. Gereja itu dinamakan sebagai rumah tangga. Gereja juga dipanggil keluarga anak-anak lelaki dan perempuan yang telah diadopsi. Itu dinamakan bait rohani dengan Yesus dan para Rasul sebagai fondasinya. Namun itu juga dinamakan suatu tubuh, bahkan itu adalah tubuh Kristus. Ini adalah identifikasi yang paling unik bagi gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Perjanjian Lama, Israel pada dasarnya dinamakan ranting-ranting. Anda bisa melihat Israel waktu dipanggil kerajaan. Kita dapat melihat Israel sebagai rumah tangga dan keluarga. Kita dapat melihat Israel sebagai gedung dimana Allah membangun gedung itu. Namun metafora yang unik bagi gereja hanya terdapat di Perjanjian Baru dimana gereja itu adalah tubuh Kristus. Itu adalah persatuan orang-orang percaya dengan Kristus sebagai tokoh utama yang hidup melalui mereka semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan satu bangsa etnis, namun orang-orang Yahudi dan non-Yahudi semua bersatu dalam Kristus. Dinding pemisah sudah rubuh. Semua orang ditempatkan di dalam tubuh Kristus oleh Kristus melalui kuasa Roh Kudus. Itulah yang dijanjikan di Kisah Para Rasul 1:5, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Ini sangat penting karena Yesus mengatakan, “Inilah baptisan Roh Kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika ada orang yang membicarakan baptisan Roh, ingatlah Kisah 1:5. Yesus mengacu kepada apa yang terjadi beberapa hari kemudian di Pentakosta. Itulah baptisan Roh Kudus. Ada banyak kebingungan dan kekeliruan mengenai pekerjaan ajaib yaitu baptisan Roh Kudus. Kristus membenamkan kami kedalam Roh itu, yang kita bagikan dengan setiap orang percaya yang lain, jadi kita bersama adalah tubuh Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus naik ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Kita sekarang sepuluh hari kemudian ketika kita membaca di KPR 2:1, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.” Yang diceritakan Lukas di ayat 1 adalah sejarah, yang seluruhnya bergantung kepada kebijaksanaan Allah. Baptisan Roh Kudus adalah tindakan kedaulatan Allah berdasarkan waktu Allah, dan bukan berdasarkan sesuatu yang mereka lakukan. Kata ‘Pentakosta’ adalah kata Yunani yang berarti yang ke 50 berurutan. Bagi orang Yahudi itulah nama pesta yang terjadi 50 hari setelah Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu memperingati buah bungaran dari panen gandum di Imamat 23. Setelah keluaran, itu menjadi perayaan tradisional untuk memperingati pemberian Hukum Musa, hari kelahiran Taurat, karena 50 hari setelah Keluaran itu dari Mesir, Allah memberi Musa hukum Taurat. Jadi waktu kedatangan Roh Kudus itu juga sangat penting karena Allah menentukan bahwa itulah tepat harinya untuk memenuhi bayangan–bayangan Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perayaan-perayaan kunci adalah gambaran-gambaran dari pekerjaan Kristus. Yang pertama adalah hari Pelewatan. Itu terjadi pada musim semi pada tanggal 14 Nisan dan Pelewatan adalah gambar kematian Kristus. Kristus adalah domba Pelewatan akhir, satu-satunya persembahan tulen untuk dosa. Dan Allah membawa penggenapan gambaran Pelewatan waktu Dia menentukan kematian Anak-Nya pada hari Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu 1 Korintus 5:7 mengatakan, “Sebab anak domba Pelewatan kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.” Jadi perayaan pertama Imamat 23 adalah Pelewatan yang memenuhi pengorbanan Kristus. Dan itulah buah bungaran, perayaan panen yang akan datang. Ini adalah gambaran kebangkitan Kristus, yang datang setelah kematian-Nya. 1 Korintus 15:20 mengatakan, “Kristus adalah buah bungaran dari orang-orang yang telah meninggal.” Lima puluh hari kemudian datanglah perayaan ketiga di Imamat 23:15-16. Inilah Perayaan Panen, inilah Pentakosta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merayakan panen gandum dengan mempersembahkan dua roti yang dibikin pakai ragi. Gandum itu masih belum masuk semua, namun ini mengharapkan panen penuh. Karena itu Pentakosta ada hubungan dengan buah bungaran. Itu adalah Perayaan Panen, bukan karena semua panen sudah masuk, namun karena buah bungaran sudah ada, itu merupakan janji bahwa panen akan penuh nanti. Pentakosta adalahj harinya dimana Tuhan mengirim Roh Kudus, sebagai semacam buah bungaran, sebagai jaminan bahwa warisan masa depan pasti akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya ingin tambahkan bahwa Perayaan Pentakosta adalah kelahiran gereja juga. Di perayaan buah bungaran, satu hari setelah hari Pelewatan, yang menggambarkan kebangkitan Kristus, mereka bawa roti yang tidak beragi. Mengapa? Karena ragi itu melambangkan dosa. Perayaan buah bungaran merayakan kebangkitan Kristus, dan karena Kristus tidak berdosa, roti itu juga tidak beragi. Namun pada waktu mereka membawa roti pada hari Pentakosta, itu semua roti beragi. Karena didalam Kristus tidak ada dosa, namun di dalam gereja masih ada dosa. Itulah sebabnya gambaran-gambaran di Firman Allah sangat tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal di Perjanjian Lama di Imamat 23 melihat kepada kejadian penting itu. Hari Pelewatan melihat kematian Kristus. Perayaan buah bungaran pada hari berikutnya melihat kepada kebangkitan-Nya. Kemudian hari Pentakosta 50 hari setelah itu melihat kepada janji jaminan dari Allah dengan mengutus Roh Kudus bahwa ada warisan penuh yang akan datang di masa depan. Jadi dalam rencana Allah yang sempurna, sejak zaman purbakala, gereja itu direncanakan untuk lahir pada hari Pentakosta untuk memenuhi semua nubuatan tipe itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 1:13-14, “Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” Roh Kudus datang pada hari Pentakosta karena semua ini. Ini suatu tindakan kedaulatan Allah pada waktu yang tepat dan ditempat yang tepat dan dengan cara yang tepat menurut keinginan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka semua berada bersama di satu tempat, menunggu, dan pada hari Pentakosta, ayat 2 mengatakan, “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk.” Tiba-tiba, tanpa diduga, gereja itu lahir. Tiba-tiba Roh Kudus itu tiba, secara ajaib, secara ilahi dari surga. Ini adalah sumber yang tepat. Sumbernya adalah Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat fenomina ini sebentar. Suara seperti tiupan angin badai datang dari surga. Namun angin itu bukan angin benar-benar namun suatu metafora untuk menggambarkan jenis suara yang mereka dengar. Tidak ada angin, hanya suara badai. Dan kehadiran nafas Allah hanya memenuhi rumah itu. Mereka dibenamkan seluruhnya, dibaptis seluruhnya. Itulah yang ingin disampaikan kata itu. Secara harfiah diselimuti Roh Kudus. Inilah kedatangan nafas Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dicelupkan kehadiran Roh Kudus yang kemudian tinggal di dalam hidup mereka. 1 Korintus 12:12-13 mengatakan, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Ini transformasi yang ajaib, suatu mujizat ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk pertama kali di dalam sejarah penebusan, suatu kelompok orang yang percaya kepada Juruselamat telah dibenamkan dalam Roh Kudus, dan disatukan dalam satu tubuh karena mereka sekarang memiliki hidup rohani yang sama, kehidupan Allah melalui Roh Kudus di dalam mereka. Roma 8:9 mengatakan, “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Ini bukan sesuatu berdasarkan pekerjaan, ini suatu komponen keselamatan yang perlu ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelahiran kembali ini memberikan Anda hidup baru dan setiap orang percaya disatukan dengan semua orang percaya lain di dalam tubuh Kristus dengan berbagi hidup Roh Kudus yang tinggal di dalam Anda. Paulus mengatakan di 1 Korintus 6:19-20, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah?” Roh itu datang dari Allah sebagai hadiah. “dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Allah telah membayar harga mahal untuk menempatkan Roh-Nya kedalam Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kali hal itu terjadi adalah di Pentakosta, kemudian itu terjadi dalam keselamatan setiap orang percaya sejak itu. Tiba-tiba ada suara seperti badai, namun tidak ada badai. Dan setelah fenomina suara itu mereka melihat sebuah fenomina visual. Ayat 3, “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.” Lidah seperti nyala api di setiap orang. Itu bukan angin benar-benar dan itu juga bukan api benar-benar. Setiap orang telah menerima Roh Kudus, baptisan mereka telah terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan baptisan api yang di Matius 3:11, baptisan api itu adalah penghakiman. Ini suatu pernyataan visual bahwa Roh Kudus telah turun. Mengapa perlu ada demonstrasi nyata dari Roh yang turun kepada semua orang? Tidak mungkin mereka tahu ada sesuatu yang terjadi kalu tidak ada tanda dari surga bahwa Roh telah datang dan melakukan itu. Suara angin menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi, namun lidah seperti nyala api menunjukkan bahwa itu terjadi terhadap semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat ketika Roh Kudus datang pada pembaptisan Yesus untuk memberi kekuatan kepada Yesus dalam pelayanan dan Roh Kudus itu turun kepada-Nya dalam bentuk burung merpati? Disini Roh Kudus turun dan kelihatan seperti lidah=lidah kecil, dan seperti nyala api diatas kepala murid-murid, melambangkan turunnya Roh Kudus dan pembaptisan yang telah dijanjikan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Anda tidak pernah akan kehilangan Roh Kudus dan Dia sendiri adalah uang muka dari warisan akhir dikatakan di Efesus 1. Jadi Roh Kudus itu seperti cincin tunangan Allah, jaminan Allah, uang muka Allah, buah burangan Allah. Anda tidak dapat kehilangan Roh Kudus dan Anda tidak bisa hidup tanpa Roh Kudus. Itu permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Alkitab mengatakan di Efesus 5:18, “hendaklah kamu penuh dengan Roh,” Apakah artinya ini? Ini berarti bahwa Roh Kudus harus menguasai Anda. Pada permulaan mereka dipenuhi seluruhnya dan dikontrol oleh Roh Kudus. Dipenuhi bukan dalam arti kata mengisi gelas penuh dengan air, suatu pemenuhan statik, namun dipenuhi secara dinamis sama seperti layar dipenuhi angin yang menggerakkan Anda, sama seperti kata-kata Petrus, orang-orang suci Allah yang digerakkan maju.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak akan merasakan pembaptisan Roh Kudus, namun jika dipenuhi Roh, Anda akan merasa itu. Karena jika Anda membiarkan Roh Kudus memerintah, semua buah Roh yang di Galatia 5:22-23 akan dialami, yaitu: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan dan penguasaan diri.” Ketika semua itu menjadi sikapmu, Anda tahu Anda dipenuhi Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tantangan bagi orang Kristen adalah untuk tidak mengulangi pembaptisan. Itulah waktunya Roh Kudus mulai tinggal di dalam Anda dan itu terjadi hanya satu kali. Itu bukan pengalaman, itu adalah realitas ilahi seperti kelahiran kembali. Namun buahnya adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam kita untuk mengontrol kita untuk kebaikan kita dan kemuliaan Allah, dan itu adalah sesuatu yang dipertahankan oleh anugerah dan kesetiaan kita. Pemenuhan Roh Kudus adalah suatu pengalaman yang terus menerus yang kita ingin pertahankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 9:17, kelahiran baru Paulus, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Konsep dipenuhi Roh Kudus berarti bahwa Roh Kudus yang tinggal di dalam hidup orang percaya mengambil alih kontrol penuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pembaptisan itu memberi Roh Kudus, namun dipenuhi berarti menyerahkan diri kepada-Nya. Hanya pada saat orang percaya, dia harus dibaptis. Namun kita diberi tahu untuk dipenuhi Roh Kudus, dan akibatnya ada di Efesus 5:19-21, “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 3:16, ada perintah yang sama, hanya dari pada dipenuhi Roh, dikatakan, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.” Jadi ini berarti biarlah Firman menguasai Anda dengan segala kekayaannya, dan itu berarti untuk menaati kehendak-Nya yang nyatakan di dalam Firman-Nya. Jadi gereja dilahirkan pada hari Pentakosta. Dan yang melambangkan kelahiran itu adalah kedatangan Roh Kudus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Nov 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151115</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/q7n0nlwz</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pekerjaan Tuhan yang Belum Selesai]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_v7932alq"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+1:12-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 1:12-26</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bagian Firman ini mulai dengan ayat 12 dan sebenarnya membicarakan dua jenis murid, murid yang palsu dan murid yang benar, ini pelajaran di sisi satu tentang Yudas dan di sisi lain tentang seorang bernama Matias. Yesus di KPR 1 sedang memperlengkapkan umat-Nya untuk apa yang akan terjadi di KPR 2, dimana Roh Kudus turun dan gereja didirikan dan pengabaran Injil mulai dan pekerjaan yang dimulai Yesus akan dilanjutkan dalam mereka.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelum itu dapat terjadi ada persiapan untuk kelahiran gereja. Kita melihat bahwa Dia memberikan mereka pesan yang tepat dan Dia memberikan mereka pernyataan yang tepat. Dia mengungkapkan diri-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya yang mulia supaya mereka yakin bahwa Dia benar-benar bangkit dari antara orang mati. Kemudian Yesus memberikan mereka kekuatan yang tepat. Dia menjanjikan mereka bahwa Roh Kudus akan datang dan memberi mereka kekuatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia memberikan mereka misteri yang tepat. Dia mengatakan ada beberapa hal yang mereka tidak perlu tahu, dan salah satu adalah kapan Dia akan datang kembali. Jadi Dia memberi pengertian kepada semua orang bahwa Yesus dapat kembali setiap saat. Dia juga memberi mereka misi yang tepat. Mereka adalah saksi-saksi yang harus pergi ke seluruh dunia dengan Injil. Kemudian Dia memberikan mereka motivasi yang tepat. Dia akan kembali untuk melihat siapakah setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun masih ada satu hal lagi yaitu orang-orang yang tepat. Yesus ingin memastikan bahwa orang-orang tepat sudah disediakan untuk melakukan pekerjaan itu. Jadi di ayat 12 sampai 26 pada dasarnya kita melihat Yesus menggantikan Yudas dengan orang yang tepat untuk mengisi keduabelas untuk melakukan pekerjaan itu. Sangat indah bahwa Allah bekerja melalui orang, bahkan ini terlihat dalam pekerjaan Allah dalam kuasa pemeliharaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kuasa pemeliharaan, rencana Allah dapat dilakukan melalui pertepatan yang tak terduga dari jutaan keinginan manusia, beberapa yang menurut, beberapa yang menolak, beberapa yang percaya dan beberapa yang bebal dan semua dicampur untuk mencapai kehendak Allah. Di dalam Perjanjian Lama ketika Gideon mengalahkan musuhnya, Alkitab menamakan pertempuran itu, “Pedang Tuhan dan Gideon.” Jadi itu bukan saja pedang Tuhan, karena Allah mencurahkan kehendak-Nya melalui manusia dan bekerja melalui manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita tahu bahwa jumlah murid-murid dikurangi oleh karena Yudas Iskariot. Jadi akan ada penggantinya oleh kehendak Yesus Kristus. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Petrus melakukan sesuatu yang salah. Akan tetapi Yesus Kristus memilih kesebelas murid itu dan Dia juga memilih yang satu ini supaya keduabelas itu lengkap untuk pendirian gereja. Dan rasul Paulus adalah rasul dari tata yang berbeda. Dia adalah rasul yang unik sekali dan dia memenuhi dua persyaratan dari tiga yang ada dan berdasarkan kedua itu dia dinyatakan rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ini tidak berarti rasul Paulus diremehkan, karena rasul Paulus, meskipun pada waktu yang berbeda, dengan keadaan yang berbeda, juga dipilih Yesus sendiri. Ini digambarkan di KPR 10:40-41 dimana Petrus mengatakan, “Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah.” Jadi Petrus mengatakan Yesuslah yang memilih keduabelas murid dan Paulus juga. Pelayanan Kristen bukan masalah kehendak manusia, itu haruslah penetapan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Roma 10:15, “Dan bagaimana mereka dapat memberita-kan-Nya, jika mereka tidak diutus?” Jadi siapakah yang mengutus? Ya itu Allah. Sekarang banyak orang berkeliling yang tidak diutus, yang menjadikan dirinya hamba-hamba Tuhan meskipun Allah tidak memanggil mereka. Kecuali kalau Allah memanggil Anda dengan memberikan Anda keinginan hati, dengan mempersiapkan Anda, dengan mendidik Anda dan memberikan Anda kepekaan terhadap Roh Kudus, janganlah masuk pelayanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tidak akan mengizinkan gereja-Nya didirikan atas suatu kesalahan tanpa menyatakan hal itu. Kita percaya bahwa Petrus terinspirasi Roh Kudus pada waktu dia bicara dan waktu dia memimpin mereka yang ada di pertemuan kecil itu dalam memilih orang untuk menggantikan Yudas. Tuhan memilih untuk pelayanan-Nya sesuai kehendak-Nya. Zaman Perjanjian Lama, zaman Hukum mulai berakhir. Pemilihan orang ini mengakhirinya. Di KPR 2 zaman baru mulai, pada waktu Roh Kudus datang dan ada dispensasi baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam teks ini pada dasarnya ada tiga bagian. Pertama adalah ketaatan dan ketundukan para murid di ayat 12-15. Yesus telah mengatakan kepada mereka untuk tinggal di Yerusalem sampai kedatangan Roh Kudus. Di ayat Dia mengata-kan, janganlah pergi kemana-mana, diamlah di Yerusalem, tunggu janji Allah Bapa, yang adalah baptisan Roh Kudus di ayat 5. Dan ayat 8a mengatakan bahwa sesudahnya mereka akan memiliki kekuatan untuk pelayanan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sangat penting bagi mereka untuk menunggu karena Roh Kudus tidak bisa datang sampai Yesus kembali ke surga. Yohanes 16:7 mengatakan, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Jadi ada waktu dimana mereka harus tunggu kedatangan Roh karena mereka tidak bisa melayani tanpa ada kekuatan dari Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka menunjukkan ketaatan mereka. Lihatlah KPR 1:12, “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.” Nah, ini memberikan kita lokasi dimana Yesus naik ke Surga yaitu Bukit Zaitun. Lukas juga memberi tahu kita bahwa Yesus naik dari Bukit Zaitun menuju ke Betani, yang berarti dari bagian belakang Bukit Zaitun menurut Lukas 24:50. Nah seperjalanan Sabat adalah istilah teknis yang jauhnya 2000 hasta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di padang gurun semua suku Israel ditempatkan di tempat-tempat tertentu mengelilingi Kemah Suci. Mereka semua menghadap kepada Kemah Suci itu. Lokasi yang terjauh adalah 2000 hasta supaya pada hari Sabat orang-orang diperbolehkan untuk beribadah tetapi tidak lebih dari itu. Sabat itu hanya untuk beribadah, dan pekerjaan tidak diizinkan. Jadi karena itu , istilah “seperjalanan Sabat” jauhnya menjadi sinonim untuk jarak 2000 hasta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13 mengatakan, “Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.” Perhatikanlah bahwa hanya ada sebelas murid disitu. Ada juga Yudas bin Yakobus namun itu bukan Yudas Iskariot. Dan mereka tidak sendirian, ada juga orang-orang lain disitu bersama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14 menunjukkan hal itu, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.” Perempuan-perempuan itu telah menolong dengan mengurapi tubuh Kristus dengan rempah-rempah, dan mereka hadir saat kebangkitan. Dan disitu juga disebut saudara-saudara-Nya yang mengacu kepada Yesus. Iya benar, mereka adalah setengah-saudara-Nya karena Yesus dilahirkan wanita prawan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan kita juga tahu nama-nama mereka: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas. Dan Yakobus dan Yudas adalah orang penting di Perjanjian Baru karena Yakobus menulis surat Yakobus dan Yudas menulis surat Yudas dan Yakobus adalah kepala pertama gereja Yerusalem. Jadi mereka menjadi orang percaya. Sangat menarik bahwa mereka ada disitu karena di Yohanes 7:5 dikatakan, “Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat itu, mereka sudah berkumpul untuk berdoa bersama dengan sisa murid-murid-Nya. Jadi bagaimana dan kapan itu terjadi? Wah memang tidak banyak wahyu mengenai hal ini, namun di 1 Korintus 15:7 dikatakan, “Selanjut-nya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.” Itu waktunya Yakobus menjadi percaya, setelah menyaksikan kakaknya sendiri di-bangkitkan. Kemudian kemungkinan besar dia menjadi katalis bagi sisa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membicarakan sebentar Maria, ibu Yesus. Kita perlu mengerti bahwa Maria tidak pernah di agungkan di Firman Allah. Dia ditinggikan berhubungan dengan Yesus yang lahir dari dia, namun bukan dalam dia sendiri. Di Markus 3:31-35, Yesus sedang mengajar di dalam sebuah rumah dan ibu dan saudara-saudara-Nya masuk dan ingin berbicara dengan Dia. Dia menjawab, “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus meremehkan makna rohani Maria dan saudara-saudara-Nya. Mereka perlu ditebus sama seperti semua orang lain. Perhatikanlah apa yang dikatakan di ayat 14. Mereka tidak berdoa kepada Maria, mereka bersama-sama dengan Maria berdoa. Maria berdoa supaya dia ditebus. Diantara semua wanita, mungkin dia adalah isteri dan ibu yang paling baik yang dapat dibayangkan, namun dia bukan Tuhan. Dia berdoa kepada Anaknya sama seperti semua orang lain. Dan dia tidak pernah disebut lagi di Perjanjian Baru. Dan Paulus tidak menyebut Matia di dalam doktrin-doktrin penebusan apapun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14 mengatakan bahwa, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.” Itu persekutuan yang indah dan manis. Namun kedatangan Roh Kudus tidak bergantung kepada doa-doa mereka. Roh Kudus itu di KPR 1:4, adalah “Janji Allah Bapa.” Mereka berdoa karena mereka terpisah dari Tuhan pada pertama kalinya dan satu-satunya cara berkomunikasi dengan Dia adalah melalui doa. Dan itulah permulaan zaman baru bagi mereka karena belum ada satupun yang berdoa kepada Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 15-16 mengatakan, “Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyak-nya, lalu berkata: 16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.” Perhatikanlah pada waktu itu di bagian Israel itu hanya ada 120 orang percaya. Mereka hanya sedikit namun kekuatan mereka besar. Dan dalam 30 tahun mereka sudah ada di Roma dan injil sudah tersebar kemana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus telah ditugaskan untuk memimpin dan dia tahu ada masalah. Mereka tidak mengerti apa yang telah terjadi dengan Yudas. Di Matius 19:28 Yesus mengata-kan kepada murid-murid-Nya, “kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” Dan mereka tahu sekarang hanya ada 11 orang. Jadi Petrus bertindak dengan inspirasi Roh Kudus dan berdiri di ayat 16. Perhatikanlah dia tidak berbicara atas kemam-puan sendiri, dia memiliki konteks dan inspirasi Alkitabiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus ingin supaya mereka tahu bahwa perbuatan Yudas sudah dinubuatkan di dalam Firman Allah oleh Daud di Perjanjian Lama. Apakah Anda tahu bahwa pengkhianatan Yudas sudah direncanakan di dalam rencana penyelamatan? Sama seperti Allah memakai orang-orang fasik sepanjang Perjanjian Lama untuk mencapai tujuan-Nya, demikian juga Dia memakai Yudas yang fasik untuk mengakhiri semuanya sesuai dengan kehendak Allah. Allah bekerja melalui manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas telah menerima tugas untuk menjadi murid, namun dia tidak pernah diselamatkan. Di Yohanes 6:64, Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya dan mengatakan, “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Dan di ayat 70 Dia mengatakan, “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Tragedi Yudas adalah bahwa dia bisa saja berpaling kepada Yesus Kristus. Dan Yesus memperingati dia secara lemah lembut selama hidupnya namun dia tidak pernah bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 18-19, “Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah.” Rupanya Yudas mencoba untuk menggantungkan diri dan pada waktu dia mencoba untuk menangguhkan dirinya, talinya putus dan dia jatuh di batu-batu dibawah dan isi perutnya keluar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20, “Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jaba-tannya diambil orang lain.” Petrus mengatakan bahwa sudah dinubuatkan oleh Daud di Mazmur 69:25 bahwa Yudas akan dihilangkan. Kemudian dikatakan, “Biarlah jabatannya diambil orang lain,” dan itu datang dari Mazmur 109:8. Jadi Petrus mengutip dari dua Mazmur dan itu berarti bahwa dia akan diganti-kan. Jadi kedatangan Matias adalah penggenapan nubuatan. Petrus mengatakan, percayalah Allah. Inilah jalannya yang telah direncanakan Allah dari semula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah tugas Petrus untuk memilih murid berikutnya dan ini semua hanya narasi sederahana saja. Ayat 21-22, “Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini terdapat dua kualifikasi untuk seorang rasul. Nomor satu, dia harus bersama dengan Yesus sejak pembaptisan oleh Yohanes sampai saat Ia diangkat kesurga. Nomor dua, dia harus menjadi saksi Kristus yang sudah dibangkitkan dan dimuliakan. Paulus tidak memenuhi kualifikasi-kualifikasi itu. Memang Paulus adalah rasul, namun dia rasul dari susunan berbeda. Dia memenuhi dua kualifikasi yang lain. Nomor satu dia melihat Kristus dalam kemuliaan setelah kebangkitan pada perjalanan ke Damsjik. Dan nomor tiga dari tiga kualifikasi, yaitu dia dipilih Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 23-25, “Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Jadi persyaratan ketiga adalah bahwa dia harus dipilih Allah dan Paulus memang dipilih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tidak tahu apa-apa tentang kedua mereka karena mereka tidak pernah disebut. Dan bukan selalu bintang-bintang di kaki langit yang dipilih Tuhan untuk melakukan sesuatu. Ada kalanya orang-orang yang tidak dikenal yang benar-benar bergerak dan yang melakukan pekerjaan bagi Allah. Dan disini terdapat dua orang yang tidak dikenal siapapun juga. Kita sama sekali tidak tahu siapakah mereka dan mereka tidak muncul lagi sebelum dan sesudah kejadian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dikatakan di ayat 26, “Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.” Wah bagaimana dengan Barsabas yang dinamakan Yustus? Tidak ada berita lagi. Apakah dia minta perhitungan kembali dan keluar marah dan bergabung dengan kelompok lain? Tidak, dia tidak melakukan itu. Saya bayangkan dia bertahan disitu dan dia melakukan pekerjaan yang baik. Namun Matias dipilih. Sya tidak tahu apa alasannya. Saya tahu Allah memilih dia, dan itu lebih dari cukup untuk saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah caranya yang dipakai untuk memilih? Iya mereka membuang undi. Tidak, ini bukan judi. Ada kalanya Allah berbicara dengan suara yang terdengar. Kadang-kadang Allah berbicara melalui mulut nabi. Dan satu cara lain adalah melalui membuang undi. Ini perbuatan terakhir dari zaman Perjanjian Lama. Tidak pernah lagi Anda akan mendengar hal itu di Perjanjian Baru karena di zaman ini kita tidak memerlukan perintah macam itu dari Allah. Kita mendapat perintah langsung dari Alkitab dan dari Roh Kudus yang akan memimpin kami dalam segala kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 16:33 mengatakan, “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada Tuhan.” Memang Tuhan dapat mengontrol bahkan perincian yang paling kecil, benar? Jadi bagi semua orang Kristen, saya harap Anda telah belajar keindahan untuk tunduk kepada kehendak Allah dan kuasa Roh Kudus dalam memimpin umat-Nya bahkan di dalam detail terkecilpun dalam hidup ini. Ingatlah, taatilah Roh Kudus segera, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Nov 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151108</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/v7932alq</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pekerjaan Roh Kudus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_cj2yowa5"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+1:5-11" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 1:5-11</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." 6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita belajar bahwa pekerjaan penebusan Tuhan di kayu salib sudah selesai. Dia telah memberi persembahan yang menyucikan setiap orang yang percaya. Dia telah memberi penebusan yang cukup untuk memuaskan murka Allah. Dia telah menanggung dalam tubuh-Nya dosa-dosa kami dalam kematian-Nya dan kita mati dan bangkit di dalam Dia. Namun pekerjaan untuk mengumpulkan orang yang telah ditebus selalu berlangsung melalui para rasul, kemudian melalui gereja pada saat para rasul mendirikan gereja-gereja. Memang inilah sejarah injil di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kewajiban untuk mengabarkan Injil dan mendirikan gereja-gereja diberikan kepada keduabelas itu. Sebenarnya hanya ada sebelas murid sampai sebentar lagi ketika murid yang keduabelas dipilih untuk menggantikan Yudas, seseorang bernama Matias. Mereka adalah gelombang pengabar injil dan pendeta pertama yang keluar untuk mengumpulkan mereka yang ditebus dan mendirikan gereja-gereja. Sekarang dua ribu tahun kemudian kita tetap mengerjakan hal yang sama untuk mengumpulkan orang-orang yang telah ditebus untuk masuk gereja-gereja dan mengabarkan injil ke ujung bumi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sejarah ini akan berlangsung terus sampai orang yang terakhir ditebus dalam rencana Allah, kemudian gereja di angkat keluar dari dunia dan zaman mulia itu akan digenapkan. Jadi kita melihat Tuhan memindahkan kewajiban itu kepada murid-murid-Nya dalam ayat-ayat ini yang kita baru baca. Kita dapat melihat disini bahwa Yesus, menurut ayat 2, berbicara kepada para rasul yang telah Dia pilih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari sudut pandang manusia, kelihatannya memberi kewajiban yang sangat besar itu kepada mereka adalah ide yang benar buruk. Coba pikirkan untuk kesebelas murid ini mengabarkan injil ke Yerusalem saja sudah sulit, kemudian untuk memikirkan mereka sanggup memenuhi Yudea dengan injil dan setelah itu berkembang ke Samaria, kemudian ke ujung bumi bagi banyak orang itu sesuatu yang mustahil. Ini sesuatu yang dianggap tidak mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sampai tujuh orang dari mereka dulunya nelayan. Dan bukan saja mereka adalah orang yang tidak mungkin dapat melakukan tugas ini, kelihatannya ada banyak alasan mereka tidak cocok untuk itu. Mereka sudah menunjukkan iman yang lemah, dan yang diperlukan adalah iman yang sangat besar untuk melakukan pekerjaan sebesar itu, dan berkali-kali Yesus mengatakan, “Ah, kamu imanmu kecil.” Dan bukan saja itu, mereka memiliki sejarah ketaatan yang sangat lemah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan, ketika Tuhan minta mereka lakukan hal-hal khusus, mereka tidak melakukannya. Pada malam hari ketika Yesus masuk ke taman untuk berdoa, Dia minta supaya mereka berdoa dan tidak tidur, tetapi mereka ketiduran. Dan ditambahkan itu mereka juga pengecut. Ketika Yesus ditangkap di taman, mereka semua ketakutan dan melarikan diri. Setelah kebangkitan-Nya, Dia minta supaya mereka pergi ke Galilea dan menunggu sampai Dia datang. Mereka pergi ke Galilea namun mereka tidak menunggukan-Nya. Mereka kembali kepada pekerjaan mereka yang dulu, memancing.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Entah bagaimana, jika orang-orang ini akan merubahkan jalannya sejarah manusia, haruslah ada sesuatu yang terjadi dengan mereka. Jadi para rasul menjadi pusat perhatian Tuhan kita dalam bagian firman ini sebelum Dia pergi. Merekalah yang dipilih-Nya untuk pekerjaan ini, Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” “Rasul-rasul yang dipilih-Nya,” dikatakan di akhir ayat 2. Perbekalan dari Yesus ini tercantum dalam sebelas ayat pertama ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh surat ini dituliskan kepada Teofilus, yang dapat diterjemahkan sebagai “teman Allah.” Itu nama Yunani, mungkin seorang bangsawan non-Yahudi. Ada sejarah yang mengatakan dia di konversi Paulus dan Barnabas di Antiokhia. Jadi Teofilus itu tidak perlu diperkenalkan di Kisah ini, karena mereka semua sudah tahu siapakah dia. Dan di Lukas 1:1 dia disebut “Teofilus yang mulia,” yang hanya digunakan untuk orang-orang yang sangat penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas ingin sekali supaya ada pintu terbuka dengan orang-orang non-Yahudi, dan itulah yang mulai terjadi dengan pelayanan Paulus di KPR 13 dan seterusnya sampai pada akhir buku itu. Dunia orang-orang non-Yahudi tidak ada pengalaman dengan Injil, khususnya juga tidak ada dengan Perjanjian Lama. Dan gereja mula-mula dianiaya oleh orang Yahudi dan juga oleh orang-orang non-Yahudi. Jadi Lukas berusaha sekali supaya injil dapat diterima di dunia orang non-Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah orang-orang non-Yahudi memikir injil ini bodoh. Ada beberapa yang melihat ini sebagai suatu ancaman dan ada beberapa yang menganiaya orang percaya. Di banyak kota, Paulus dianiaya dan pada akhirnya dia dieksekusi. Ya, kita akan melihat bagaimana itu semua terjadi. Kadang-kadang Lukas merekam suatu kejadian dimana orang Roma itu baik terhadap Paulus. Seolah-olah Lukas mengatakan kepada para pembacanya, “Hai mereka tidak takut Paulus, malah mereka baik terhadap dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang melihat alat-alat yang Allah memberikan mereka di bagian Firman ini. Pertama, kita sudah membicarakan bahwa mereka harus menyampaikan pesan yang tepat. KPR 1:1, “segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus.” Kita tahu bahwa Yesus mulai dan akan meneruskan pekerjaan ini melalui para Rasul-Nya dan melalui gereja-Nya dan umat-Nya sampai Ia datang kembali. Kita harus mengajar kebenaran. Karena itu Perjanjian Baru mementingkan doktrin yang benar. Jika ada orang yang memberitakan Kristus yang lain, jangan kita dengar. Biarlah dia celaka, kata Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita adalah pelayan Injil di dalam generasi kita untuk memastikan bahwa pengabaran itu benar dan diberitakan kepada generasi berikut tanpa cacat. Yesus selama 40 hari membicarakan hal-hal mengenai kerajaan Allah. Mereka harus memastikan bahwa pesan mereka benar. Ini semua bergantung kepada kata-kata yang benar. Kapan saja Allah mengungkapkan diri-Nya, Dia menyatakan diri-Nya dengan kata-kata, dan kata-kata wahyu ilahi itu semua tertulis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengklaim untuk dirinya sendiri bahwa setiap kata Allah adalah murni, setiap kata, seperti perak dihaluskan tujuh kali di dalam tungku. Selalu akan ada serangan terhadap ajaran bahwa Firman Allah tidak pernah salah, bahkan sekarang juga itu terjadi didalam dunia pengabaran injil. Namun jangan heran karena Iblis selalu ingin menyerang firman Allah dari permulaan Kejadian, benar? Dan itu tidak berarti bahwa penulis Alkitab sendiri mengerti apa yang mereka tulis. 1 Petrus 1:10-12 mengatakan bahwa nabi-nabi dulu meneliti apa yang mereka tulis dan mencoba mengerti apa yang dimaksudkan oleh Roh Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, marilah kita lihat kepada keyakinan yang tepat. Apakah keyakinan itu? Keyakinan itu datang ketika mereka melihat Yesus yang hidup. Kisah 1:3, “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” Kemungkinan besar Dia membicarakan apakah artinya Allah menjadi Juruselamat Anda, Allah sebagai raja secara pribadi, bukan secara universal, namun secara pribadi di dalam hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga memerlukan kekuatan yang tepat. Marilah kita melihat KPR 1:4, “Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa.” Perhatikanlah janji Allah di Yehezkiel 36:25-27, “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah Bapa menjanjikan kedatangan Roh Kudus di Joel 2:28-29, “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka tahu bahwa kedatangan Roh Kudus itu berhubungan dengan kedatangan Mesias dan pembentukan kerajaan. Dan Yesus menegaskan janji itu. Di Yohanes 1:32, Yohanes Pembaptis mengatakan, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.” Ketika pelayanan Yesus mulai, Roh Kudus turun kepada-Nya. Di kota Nazaret, Yesus mengatakan di Lukas 4:18, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus adalah prototipe pemenuhan Roh Kudus, pemberdayaan Roh Kudus untuk pelayanan. Yesus Kristus adalah Allah manusia, namun Dia adalah manusia sepenuhnya dan Dia diberi kekuatan oleh Roh Kudus, dan kita tahu bahwa seluruh pelayanan-Nya pada dasarnya berfungsi oleh kekuatan dari Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa Roh Kudus itu akan datang kepada mereka juga. Yohanes 7:37-39 mengatakan, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! 38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." 39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus meneruskan di KPR 1:5, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Dibaptis adalah kata yang berarti terbenam. Anda akan dibenamkan Roh Kudus tidak lama lagi dari sekarang, dan Dia membicarakan hari Pentakosta. Ini bukan permintaan dari para Rasul untuk dibaptis Roh Kudus. Ini tidak mengatakan kepada mereka untuk mencari dan memohon untuk itu. Ini pernyataan fakta bagi tiap orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah 1:8a, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Pekerjaan ini terlalu besar, dan terlalu menuntut untuk dilakukan hanya dalam kekuatan manusia. Paulus mengatakan di 2 Korintus 10:4, “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah.” Setiap orang percaya setelah Pentakosta menerima Roh Kudus, yang akan tinggal dan benar-benar adalah kekuatan yang menguasai hidup kita. Paulus berdoa di Efesus 3:16, “supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, Tuhan kita memperkenalkan yang kita namakan misteri yang tepat. KPR 1:6, “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Dia mengatakan kepada mereka di ayat 7, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Inilah misteri yang perlu ada. Bagian yang paling menarik bagi mereka adalah bahwa ini akan terjadi segera. Mereka ingin tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengharapkan kerajaan yang dijanjikan kepada Abraham dan Daud, dengan semua janji-janji yang ditegaskan olah para nabi. Mereka mengharapkan bahwa Israel akan dipulihkan, bahwa perjanjian baru dari Yeremiah 31 dan Yekezkiel 36 akan digenapkan, dan takhta Daud ditinggikan lagi. Mereka akan menjadi negara dominan di dunia. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa ada kerajaan hanya bagi Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Itu bukan urusanmu kapan hal itu akan terjadi.” Itu berbeda sekali dengan, “Itu tidak akan terjadi.” Karena di Matius 25 dan Lukas 13, Dia mengatakan Kerajaan itu akan datang. Dia mengatakan bahwa Dia akan datang kembali. Dan dia menjelaskan fitur-fitur kedatangan-Nya dan fitur-fitur kerajaan-Nya. Namun yang Dia jelaskan disini adalah, “Anda tidak akan tahu kapan itu akan terjadi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu semua akan terjadi pada saat Anda tidak mengharapkannya. Itu akan datang seperti pencuri di malam hari. Dia akan datang tiba-tiba. Kita sekarang berada dua ribu tahun kemudian dan kita tetap tidak ada informasi lebih lanjut dari pada apa yang mereka miliki, namun ada berita baik bagi Anda. Itu suatu hal yang baik kita tidak tahu supaya setiap generasi hidup sepertinya Dia akan datang setiap saat. Itulah doktrin kedatangan segera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus investasi ke dalam setiap hari segala yang kita dapat lakukan demi kerajaan Allah. Allah memberi wahyu cukup besar untuk membangkitkan antisipasi kami dan juga mempertahankan rahasia supaya kita tidak tahu kapan itu terjadi, supaya setiap generasi hidup penuh pengharapan bahwa Dia dapat datang kapan saja. Nah, semua itu membawa kita kepada kesimpulan malam ini. Marilah kita menamakan hal itu misi yang tepat. Ayat 8b, “kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata saksi-saksi adalah martyres, jamak. Kita mendapat dari situ kata Inggris untuk martir. Hubungannya adalah bahwa kata saksi itu lama kelamaan menjadi kata martir karena begitu banyak saksi untuk injil itu mati. Kata itu akhirnya berarti seseorang yang mati untuk kesaksiannya karena memang begitu banyak orang mati. Yesus mengatakan, di Lukas 9:23, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Anda harus rela kehilangan nyawamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semakin kita terang-terangan kita memperlihatkan kita orang Kristen, semakin kita akan dinamakan orang ekstrim, homophobic, tidak toleran dan bersalah atas kejahatan kebencian. Kebudayaan Kristen dengan persetujuan umum berdasar-kan pengertian Alkitabiah sudah hilang. Orang-orang yang menang dalam pemilihan umum sama sekali tidak mau berurusan dengan hal itu. Injil itu maju hanya oleh kesaksian pribadi kepada Kristus satu jiwa per satu jiwa. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Anda saksi setia atau saksi dusta?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat kata terakhir disini, motivasi yang tepat. Motivasi tepat berhubungan dengan misteri yang tepat. Kisah Para Rasul 1:9-11, “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?” Kata kerja disini kuat sekali. Mengapa kalian terpaku menatap ke langit, seolah-olah Anda kehilangan Dia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 11b, “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Dia masuk ke dalam awan dan Dia akan kembali naik awan. Apakah itu motivasi? Iya tentu saja, itu merupakan motivasi besar. Dia akan datang tiba-tiba, tanpa diduga, dan itu menyebabkan ada dua kebenaran, yaitu pertemuan pribadi dan hadiah kekal. Pertemuan pribadi dengan Yesus dimana Dia berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.” Dan hadiah kekal yaitu makhota yang diberikan kepada semua hamba-hamba yang setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang hidup di dalam kebangkitan rohani kebenaran Alkitab terbesar di dalam sejarah dunia karena semua kemampuan eletronik yang ada. Kita juga lebih dekat kepada kedatangan kedua dari apa yang kita sudah alami pada saat injil memperluas dirinya sampai ke ujung bumi. Banyak ayat-ayat di Perjanjian Baru mendorong kita untuk bertekun dan setia sampai Ia datang kembali. Harapanku adalah supaya Anda dapat melihat ini dalam cahaya baru. Kita memuliakan Engkau, Allah, jadikanlah kami lebih setia, di dalam nama Juruselamat kami, Yesus Kristus, Amin.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Nov 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151101</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/cj2yowa5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Meneruskan Pekerjaan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_2zu1fma1"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+1:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 1:1-3</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas, penulis, mengacu kepada Injil Lukas sebagai buku pertama. tentang segala sesuatu yang dilakukan dan diajarkan Yesus. Kisah Para Rasul adalah buku kedua tentang terus melakukan pekerjaan dan ajaran Yesus. Injil membicarakan pekerjaan Kristus yang sudah selesai. Ingatlah apa yang Dia katakan di dalam doa Imam besar sebelum kayu salib di Yohanes 17:4, “Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” Dan di kayu salib di Yohanes 19:30, sebelum Dia menyerahkan hidup-Nya Dia mengatakan, “Sudah selesai.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi buku pertama yaitu Injil Lukas, dan semua penulis Injil yang lain, memberitakan kita tentang pekerjaan Kristus yang sudah selesai. Pengorbanan untuk dosa yang sudah lama ditunggukan memuaskan Allah sepenuhnya. Dia menyelamatkan mereka yang percaya untuk selamanya, dan menjamin penebusan mereka dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Pekerjaan Kristus sudah selesai dan tidak ada sesuatu yang dapat ditambahkan. Dan itu memuaskan Allah, jadi Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati untuk mengesahkan kepuasan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah memberi kepada Kristus nama diatas segala nama, dan meninggikan-Nya untuk duduk disebelah kanan-Nya, dan memberikan nama Tuhan, dan memulihkan-Nya kepada kemuliaan ilahi sebelumnya dan bahkan memberikan-Nya dimensi baru sebagai Juruselamat karena Dia secara pribadi mengorbankan diri. Inilah pekerjaan Yesus yang sudah diselesaikan, namun ada juga pekerjaan baru yang dimulai Yesus. Pekerjaan penebusan sudah selesai. Pekerjaan pengabaran Injil, mengajar Kerajaan dan hidup Kerajaan baru dimulai-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus mulai dalam pelayanan-Nya mengumpulkan orang-orang yang terpilih. Pada waktu Dia naik ke surga, hanya ada beberapa orang. Mereka semua berada di negara kecil ditengah dunia ini. Seratus duapuluh orang hadir di ruangan atas di Yerusalem, dan beberapa ratus orang lagi di Galilea, dan itulah permulaan apa yang dimulai Yesus. Jadi Kisah para Rasul adalah kisah tentang apa yang dilakukan-Nya dan diajarkan-Nya, kisah dan proses lama untuk menyelesaikan pekerjaan penebusan Allah melalui Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Lukas 1:1-4 mengatakan, “Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, 2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. 3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, 4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas adalah sejarawan yang teliti dan cermat dari sudut pandang manusia. Dan ditambah itu, dia terinspirasi Roh Kudus, dan dia tidak tahu bahwa ini akan dinamakan Lukas dan dia tidak tahu bahwa bukunya yang kedua akan dinamakan Kisah Para Rasul. Dia menulis sejarah yang besar dan panjang dan tujuannya adalah untuk memberitakan kebenaran yang tepat. Untuk memberikan kepastian fakta-fakta sejarah penebusan, untuk memberikan jaminan kekal kepada orang-orang percaya, seperti Teofilus dan yang lain, bahwa janji-janji Allah sedang dipenuhi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama yang datang dari nabi-nabi semua tepat dan itu mengidentifikasikan tempat-tempat dimana Kristus dilahirkan di Betlehem dan rincian tentang kehidupan-Nya dan rincian tentang kematian-Nya. Jadi Lukas ingin menunjukkan bahwa semua hal yang tepat dari Perjanjian Lama tentang Kristus telah digenapkan dengan ketepatan yang sama di dalam Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kisah Para Rasul meneruskan kebenaran tepat dari kisah Allah dalam menggenapkan Perjanjian Lama dengan kedatangan Mesias, dan kemudian kebangkitan Mesias dan kenaikan-Nya ke surga, Allah meneruskan penggenapan kisah itu, dan Lukas menulis untuk memberi kepastian supaya kita tahu kebenaran tepat tentang semua hal yang sudah diajarkan sebelumnya supaya kita tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir Lukas Yesus membuka mata hati mereka untuk mengerti Firman, dan Dia mengatakan kepada mereka di Lukas 24:46-49, “Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan beginilah akhir Lukas, dan Kisah Para Rasul mulai dengan kedatangan Roh Kudus. Roh Kudus itu sudah dijanjikan di dalam buku Lukas dan Dia datang di Kisah Para Rasul dengan cara yang telah dijanjikan di Perjanjian Lama dan di Lukas. Ini adalah sejarah yang sangat tepat. Pembaca mula-mula diajarkan bahwa pada dasarnya para Rasul dan para Nabi semua berbicara kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan hanya suatu gambaran luas. Sama seperti di Perjanjian Lama, semua yang terjadi di Lukas dan Kisah Para Rasul adalah pekerjaaan Allah. Allah adalah kuasa berdaulat dibelakang seluruh sejarah penebusan, dan Roh Kudus mengerjakan kehendak Allah Bapa, dan Anak melakukan kehendak Allah Bapa. Lukas sering memakai suatu kata khusus dalam bahasa Yunani, dan artinya adalah ‘itu diperlukan’. Lukas menggunakan kata itu 40 kali dalam tulisannya untuk menegaskan kepada kami bahwa kejadian seperti itu diperlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlu untuk Lukas mengatakan itu karena nabi Perjanjian Lama mengatakan itu. Ini perlu kata Lukas karena itu sudah dinubuatkan dan dijanjikan Yesus. Jadi Kisah PR ditulis untuk menunjukkan orang-orang percaya suatu gambaran tepat sehingga mereka bisa memiliki keyakinan bahwa Allah masih menggenapkan janji penebusan-Nya. Jaminan ini diperlukan karena Yudas telah membunuh diri, dan orang lain harus dipilih untuk menggantikannya diantara keduabelas itu, dan itu terjadi di Kisah PR 1. Tidak ada sesuatu yang dapat menghalang rencana Allah terjadi, bahkan pembunuhan diri Yudaspun tidak sanggup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah namanya buku ini? Perbuatan para Rasul? Satu-satunya waktu para rasul dibicarakan adalah di Kisah PR 1. Jadi tidak akurat kalau ini disebut Perbuatan para Rasul. Ada orang yang mengatakan harusnya ini dinamakan Perbuatan Allah Bapa karena sudah jelas Allah sedang bekerja untuk melanjutkan rencana penebusan-Nya. Karena Tuhan membuka hati Lidia di KPR 16:14, dan ketika mereka mengadakan kebaktian bersama mereka melaporkan semua yang telah dilakukan Allah. Ini juga bisa disebut Perbuatan Roh Kudus karena Roh Kudus memisahkan Paulus dan Barnabas dan mengutus mereka untuk perjalanan pelayanan dari Antiokhia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga yang ingin menamakannya ‘Perbuatan Tuhan yang Bangkit’ karena tema pemberitaan Injil seluruh buku adalah tentang kebangkitan itu. Mulai dari berita pada waktu Pentakosta bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati, dan semua khotbah para rasul yang mementingkan kebangkitan Kristus. Namun apakah benar perbuatan itu adalah dari Kristus yang telah bangkit? Alan Thomas mengatakan ini, semuanya adalah “Perbuatan Tuhan Yesus melalui umat-Nya oleh Roh Kudus untuk menyelesaikan tujuan Allah Bapa.” Itulah intinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah benar Yesus ikut serta di KPR? Iya. Dia sudah kembali ke surga dan telah duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan diberikan nama diatas segala nama. Dan berkali-kali di surat-surat Perjanjian Baru, Dia memerintah dari surga sebagai kepala gereja, sebagai Raja atas kerajaan rohani-Nya, Dia membangun kerajaan-Nya di dalam sejarah buku KPR. Kisah 2:47 mengatakan, “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus, Tuhan gereja masih bekerja. Dia sedang menambahkan orang kepada gereja. Di KPR 11:20-21, ada beberapa orang dari Siprus dan Kirene yang tiba di Antiokhia dan juga mulai memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan tangan Tuhan menyertai mereka dan banyak orang percaya dan berbalik kepada Tuhan. Jadi sekali lagi Raja tetap memerintah kerajaan-Nya, Dia sedang membangun gereja-Nya, Dia sedang menyelamatkan umat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita melihat KPR 8, kita melihat Paulus menganiaya gereja. Siapakah yang memberhentikan Paulus? Yesus melakukan itu, Dia memperlihatkan diri-Nya di jalan ke Damsjik di KPR 9. Sekarang Yesus campur tangan di dalam dua hal, dalam pertumbuhan gereja-Nya dan dalam memberhentikan penghancuran gereja-Nya. Yesus muncul di KPR 18:9-10 dalam visi kepada Paulus dan mengatakan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! 10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 23, keadaannya menjadi sulit sekali bagi Paulus. Penganiayaan semakin bertumbuh dan ada konspirasi untuk membunuhnya. Ayat 11, Tuhan mendampingi-nya dan mengatakan, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” Saya akan melindungi engkau sampai engkau berada di Roma. Jadi Tuhan Yesus memerintah atas kerajaan-Nya dari surga, Dia terlibat dalam membangun gereja-Nya dengan menambahkan orang kepada daftar jiwa-jiwa yang diselamatkan. Dia melakukan itu dengan pemberitaan Injil dan kuasa Roh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama itu, orang-orang percaya menderita karena upaya mereka yang mulia itu terus ditolak dunia, namun Tuhan melindungi mereka supaya firman-Nya dapat diberitakan, dan umat terpilih dapat di kumpulkan dan inilah sejarah gereja sampai saatnya Dia kembali. Nah Lukas bukan rasul, namun dia teman dekat para rasul selama 30 tahun dari 30-60 SM. Dan dia tahu sejarah itu, mulai dari kematian Kristus selanjutnya. Jadi dia tahu apa yang terjadi di Yerusalem dan Yudea dan di luar itu karena dia ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam beberapa hal, apa yang dimulai dalam buku KPR masih berlangsung sekarang, dan dengan dasar yang sama kita masih hidup sejarah itu, meskipun itu tidak tertulis dalam Perjanjian Baru tetapi tertulis dengan tepat di surga. Ada satu hal lain yang kita harus mengerti yang sangat penting dalam pola pertumbuhan ini, dan itulah bahwa: Injil ini universal, dan ini jauh melebihi Israel saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan murid-muridpun masih terikat faktanya bahwa semua janji-janji Allah hanya milik mereka dan mereka saja. Mereka memiliki sikap tradisional terhadap orang-orang non-Yahudi yang telah dikembangkan berabad-abad, dan terhadap orang Samaria blasteran, sikap mereka bahkan lebih buruk. Dan Yesus memang datang untuk Israel dan sebenarnya tidak pergi ke luar, selain dari berjalan sedikit di Dekapolis, daerah disekitar Galilea dimana kota-kota non-Yahudi telah dibangun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak bagian di Perjanjian Lama dimana ada janji-janji Mesias yang berhubungan dengan dunia dan bangsa-bangsa lain. Namun entah kenapa orang-orang Yahudi tidak mengingat itu. Di KPR kita menyadari bahwa Filipus sedang memberitakan injil kepada orang-orang non-Yahudi, ada orang kasim non-Yahudi yang dikonversi, dan Petrus berkhotbah kepada prajurit non-Yahudi bernama Kornelius, dan gereja didirikan setelah Yerusalem di dalam kota non-Yahudi bernama Antiokhia, dan bahwa Paulus memberitakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi diseluruh Asia Kecil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini menagarah kepada diskusi di Kisah 15, bagaimana semua ini berfungsi? Allah mengizinkan fenomina ajaib berbahasa lidah itu terjadi juga supaya orang Yahudi tidak memikir ini hanya kejadian kelas dua dibanding peristiwa Pentakosta. Jadi ada pesan penting sekali untuk diberitakan kepada orang-orang Yahudi melalui KPR dan itu mulai di Kisah 1:8, “Jadilah saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi,” bahwa Kekristenan adalah global.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah PR dapat dipisahkan menjadi enam bagian. Bagian pertama mulai dari permulaan dan berakhir di KPR 6:7 yang membicarakan perkembangan gereja di Yerusalem. Dan sampai Kisah 9:31 ini memperlihatkan gereja-gereja di seluruh Yudea dan ke dalam Samaria dan dikatakan pada akhirnya, gereja itu berkembang. Kemudian bagian ketiga mulai dari KPR 9:32 sampai ke Kisah 12:24 dimana termasuk perkebangan gereja kepada orang-orang non-Yahudi, Antiokhia dan berakhir dengan kata-kata, “Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian berikutnya adalah KPR 12:25 sampai ke Kisah 16:5, dan ini menceritakan gereja berkembang jauh melebihi Antiokhia, sampai melompat ke Asia Kecil, dan perjalanan pemberitaan injil melalui Galatia oleh rasul Paulus. Jadi gereja-gereja dikuatkan dalam iman dan mereka bertambah banyak setiap hari. Bagian Firman ini semua berakhir dengan semacam ringkasan perkembangan gereja yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">KPR 16:6 mulai menceritakan bagaimana Paulus menjangkau kota-kota non-Yahudi yang besar, seperti Efesus dan melampaui Asia Kecil bahkan sampai ke Korintus, dan pelayanan berkembang terus sampai KPR 19:20. Jadi Firman Tuhan berkembang dengan kuasa dan kemenangan. Bagian terakhir adalah dari Kisah 19:21 sampai akhir. Ini membicarakan tahun-tahun terakhir dari pelayanan Paulus sebelumnya dia masuk penjara di Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas hidup selama 30 tahun yang penuh keajaiban dari kebangkitan sampai kepada hukuman penjara Paulus. Dia hidup waktu ada penggenapan pertama Amant Agung oleh kuasa pengkhotbah apostolik sampai gereja-gereja didirikan dan generasi berikutnya di tempatkan oleh penatua-penatua. Lukas menuliskan sejarah yang mulai di Yerusalem dan berakhir ketika injil menembus Roma, ibu-kota dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ke KPR 1, karena rencana Allah Bapa melalui Roh Kudus oleh Anak memiliki beberapa persyaratan. Marilah kita membaca Kisah 1:1-11, “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. 5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." 6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah pembicaraan terakhir dari Yesus dengan mereka sebelum Dia naik ke surga. Dan dalam kata-kata ini, Dia memberikan mereka segala yang mereka butuhkan. Pertama Anda harus memiliki pesan yang tepat. Anda juga harus memiliki keyakinan yang tepat. Ketiga, Anda harus memiliki kuasa yang benar. Kemudian Anda harus memiliki misteri yang tepat. Kemudian Anda harus memiliki misi yang tepat, dan Anda harus memiliki motivasi yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk melakukan pekerjaan Kristus secara efektif, Anda harus mulai dengan pesan yang benar. Ini semua mulai dengan perkataan Yesus. Karena itu ada empat Injil, supaya kita dapat mengumpulkan sebanyak mungkin kata-kata Yesus yang diizinkan Roh Kudus. Banyak orang memberitakan pesan yang salah kepada banyak orang. Ketidaktahuan Alkitab dan guru-guru palsu adalah tertinggi di masa kini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mengenal Firman Allah dan percaya Firman itu, Anda benar berkuasa. Ada bermacam orang yang menulis buku yang mengritik Kekristenan, dan tidak percaya kebenaran, dan menyangkal inspirasi Alkitab. Mereka adalah yang menamakan diri penulis Kristen dan cendekiawan Kristen. Namun orang macam itu impoten. Mereka hanya orang-orang lain dengan pendapat yang keliru. Iman datang saat mendengar kebenaran tentang Kristus, Roma 10. Marilah kita membicarakan hal-hal lain itu minggu berikut. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Oct 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151025</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/2zu1fma1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjangkau Dunia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_rfrh8mou"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+28:16-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 28:16-20</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 28:16-20, “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita menikmati persekutuan Kristen dan itu kaya dan bermanfaat namun bukan itu tanggung jawab utama kita. Kita juga dipanggil untuk memuji dan menyembah dan itu juga indah dan memperkaya namun bukan itu tanggung jawab utama kita. Kita juga diminta untuk mempelajari Firman Allah, untuk mengajar, supaya kita lebih lagi mengerti Alkitab namun itu juga, meskipun itu sangat berguna, itu bukan tanggung jawab utama kita. Tanggung jawab utama kita diringkaskan dalam kalimat yang terdapat di ayat 19, “jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Inilah alasan utama ada gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita diselamatkan untuk persekutuan maka kita akan dibawa ke surga dimana persekutuan itu sempurna. Jika kita diselamatkan untuk memuji dan menyembah, kita akan dibawa ke surga dimana puji-pujian dan penyembahan itu sempurna. Jika kita diselamatkan supaya kita mengajar dan mendidik dalam pengetahuan dan kebijaksanaan kita akan dibawa ke surga dimana pengetahuan itu sempurna. Alasannya kita berada di dunia adalah supaya kita menjadikan semua bangsa murid Yesus. Itulah prioritas Allah bagi gereja. Yesus datang, menurut Alkitab, untuk mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang dan kita juga memiliki tugas yang sama untuk mencari dan mengabarkan berita baik kepada mereka yang belum percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan bahwa kita diperintahkan untuk menjadikan murid-murid, untuk menjadikan pengikut-pengikut Yesus Kristus. Ini adalah perintah. Alkitab juga mengatakan di Kisah Para Rasul 1:8 bahwa kita diperlengkapi untuk melakukan itu, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Pada saat ada konversi kita akan menerima Roh Kudus dan karena itu kita memiliki sumber kesaksian. Mengajar pelayanan, persekutuan dan penyembahan semua hal yang penting namun tujuan utama bukanlah untuk melakukan sesuatu dengan orang-orang percaya namun untuk melakukan sesuatu bagi mereka yang terhilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita terlibat begitu banyak dalam pelayanan rohani dan dalam persekutuan Kristen dan hubungan Kristen dan begitu sibuk dalam aktivitas gereja dan pelayanan sehingga kita lupa keperluan orang-orang yang belum selamat. Dan kadang telogia kita kurang tepat dan asumsi kita adalah bahwa orang–orang terpilih adalah mereka yang dipilih dan Tuhan tidak akan menutup Kerajaan di dunia sampai semua orang terpilih akan masuk. Jadi kita merasa tanggung jawab kita berkurang jika kita tidak setia terhadap perintah ini. Namun semua hal lain itu kurang penting dibanding perintah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah dibutuhkan supaya saya efektif dalam menjadikan segala bangsa murid-murid Yesus? Apakah kualifikasi saya dan motivasi saya? Apakah yang mempengaruhi hidup saya yang akan menyebabkan saya memenuhi perintah Tuhan? Dalam teks ini ada lima hal. Dan mereka menyimpulkan dengan baik semua bahan dan kualifikasi yang diperlukan untuk penginjilan yang efektif. Dalam teks ini itu terlihat secara eksplisit dan implisit. Biar bagaimanapun juga, mereka semua ada disitu untuk instruksi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lima kunci untuk menjadikan murid. Nomor satu, tersedia. Segala sesuatu mulai dari titik ini. Dan ini implisit di Matius 28:10, “Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Pelayanan efektif mulai pada saat Anda berada disitu, dengan tersedianya Anda pada permulaan. Apapun kemampuan Anda, jika Anda tidak bisa datang, kemampuan besar apa saja tidak berguna. Di suatu bukit, yang telah ditunjukkan Yesus sebelumnya, sudah tersedia tempat pertemuan itu. Kita bahkan tidak tahu kapan semua ini terjadi. Itu sesudah ada pertemuan dengan tujuh orang itu yang terjadi di Yohanes 21 dimana mereka sedang memancing ikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kira-kira diantara tiga atau empat minggu, sesudah kebangkitan, Yesus bertemu dengan murid-murid-Nya. Tempat ini kemungkinan besar adalah tempatnya dimana pertemuan yang dibicarakan di 1 Korintus 15:6-7 sebagai pertemuan dimana Yesus menampakkan diri kepada 500 orang pada satu waktu sekaligus. Bukan saja murid-murid-Nya ada, namun juga wanita-wanita yang percaya. Galilea adalah tempatnya dimana orang percaya paling banyak ada. Ketika orang percaya di Yerusalem berkumpul di ruangan atas untuk kedatangan Roh Kudus pada hari Pentakosta hanya ada 120 orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kerumunan ini ada orang-orang percaya dengan segala kelemahan-kelemahan mereka, dengan semua pertanyaan mereka, dengan segala ketakutan mereka, dengan semua kebingungan tentang bagaimana Yesus bisa mati di kayu salib dan sekarang Kristus muncul disini untuk dilihat semua orang. Selain dari wanita-wanita dan murid-murid, orang-orang di Galilea tidak ada kesempatan untuk melihat-Nya sebelum kejadian ini. Ingatlah, ini bukan orang-orang elit, tidak banyak yang mulia, tidak banyak yang kuat, mereka adalah orang-orang miskin dan biasa, mereka adalah yang percaya Kristus dari antara rakyat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesaya 6:8 mengatakan, “Ini aku, utuslah aku,” dia mengulangi titik ketersediaan yang merupakan titik awal setiap pelayanan yang efektif kepada Kristus. Mereka ingin melihat Kristus yang hidup. Mereka memiliki keinginan yang cukup besar dalam hati mereka untuk mengikuti-Nya yang membawa mereka kesitu. Dan karena mereka ada disitu, mereka diberi hak istimewa dengan kehadiran-Nya, janji-Nya dan Amanat Agung-Nya. Mereka adalah orang-orang sederhana dan mereka menyerahkan diri untuk datang ke tempat dan waktu yang ditentukan oleh karena mereka ingin berada bersama Kristus. Ada orang-orang penting yang memiliki agenda mereka masing-masing yang tidak mau datang dan karena itu kehilangan semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi memenuhi misi kewajiban hidup Anda untuk menjadikan bangsa-bangsa lain murid memulai dengan bertemu dengan Tuhan dalam Firman-Nya, dalam doa dan dalam jemaat orang-orang yang ditebus. Janganlah mengabaikan jemaat bersama seperti beberapa diantara kalian dan lebih dari itu pada waktu akhir mendekat. Anda tidak akan ada pengaruh terhadap dunia kecuali Anda rela hadir pada waktu dan tempat tertentu untuk berada di hadirat Kristus yang hidup, bersama umat-Nya, dalam Firman-Nya, dengan berdoa syafaat bersama Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang tidak pernah berusaha untuk menjangkau orang terhilang karena mereka sendiri tidak pernah berusaha untuk berada bersama orang-orang yang diselamatkan. Tanyakanlah dirimu tentang ketersediaan Anda sendiri karena orang yang paling efektif menjadikan murid melakukan itu karena ada komunikasi dengan Kristus yang hidup yang meluap keluar. Mereka memilih untuk membaca Firman, mereka memilih untuk berdoa, mereka memilih untuk berada bersama jemaat yang ditebus dan karena persekutuan dengan Kristus yang hidup itu datanglah dorongan untuk melaksanakan tujuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada bahan kedua yang diperlukan yang mengalir dari ayat-ayat 17-18, itulah kata menyembah. Ayat 17, “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya.” Mereka bersujud dihadapan-Nya dalam penyembahan yang memuja-Nya, yang adalah tanggapan yang benar. Ini sesuai dengan tekanan Matius pada permulaan pada waktu dia mengajukan kedatangan Kristus dan kelahiran-Nya, dia sengaja menunjukkan bahwa orang-orang majus datang dan menyembah-Nya. Dan disini pada waktu dia mengakhiri Injil-nya dia menunjukkan lagi bahwa Dia disembah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perhatikanlah di akhir ayat 17 dimana ada beberapa orang yang ragu-ragu. Mengapa Matius mengatakan itu? Bukankah itu suatu tambahan yang tidak perlu, yang mungkin memberi dasar kebenaran bagi mereka yang tidak percaya masa kini? Jawabannya sederhana, karena kejadian itu memang terjadi. Alkitab selalu memiliki kejujuran yang transparan. Penulis Alkitab tidak pernah terpengaruh keinginan manusia untuk meyakinkan orang tentang kebangkitan dengan laporan yang dibikin-bikin dan selektif. Mereka hanya mencatat fakta-faktanya, dan kebenaran adalah bahwa ada orang yang ragu-ragu. Mereka ragu-ragu karena itu adalah bagian dari sifat dosa manusia dan mereka belum pernah melihat Kristus yang dibangkitkan sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus melakukan suatu hal yang menarik lagi, di ayat 18, “Yesus mendekati mereka dan berkata…” Mengapa Anda pikir Dia melakukan hal itu? Itu dilakukan untuk memberi bukti yang lebih nyata. Apakah yang Dia katakan kepada Tomas di ruangan atas? Apakah Anda mau tahu benar siapakah Aku, lihatlah bekas luka Aku. Itu bukti yang cukup. Ini pertama kalinya bagi mereka. Jadi Yesus semakin mendekati mereka untuk menghilangkan keraguan mereka. Jadi mereka dapat melihat keindahan-Nya, penampilan-Nya, begitu lemah lembut namun juga begitu mahakuasa. Seluruhnya bersifat manusia tetapi juga bersifat ilahi. Disini terdapat Singa dari suku Yehuda, penakluk kematian dan neraka, namun juga Anak Domba Allah dengan tanda-tanda pembantaian atas-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menyembah berarti mengakui ada keilahian, keagungan, keberdaulatan dan kemuliaan. Inilah yang diperlukan dalam kehidupan orang yang menjadikan murid. Hanya pada saat Anda dipenuhi kasih dan pujian bagi Kristus, Anda benar-benar dikendalikan oleh hal itu. Anda mengabarkan injil karena hati yang menyembah. Jika Anda benar-benar mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan maka keinginan-Nya adalah hasratmu, benar? Orang-orang yang tidak menyembah seperti seharusnya, tidak mementingkan keinginan-Nya dan memberitakan injil-Nya karena mereka lebih sibuk dengan agenda mereka sendiri. Dimanakah hatimu? Jika hatimu dipenuhi Kristus maka Kristus adalah segalanya, Kerajaan-Nya adalah segalanya, keinginan-Nya adalah segalanya dan tujuan-Nya adalah segalanya dalam kehidupan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kata ketiga dari teks yaitu ketundukan. Ayat 18 meneruskan, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Ini pernyataan yang mengejutkan yang jangkauannya jauh diluar kemampuan saya untuk dimengerti. Namun berikanlah saya kesempatan untuk menjelaskannya. Pada saat Matius mulai menulis injil dia memperkenalkan Yesus sebagai raja. Dia menunjukkan silsilah-Nya sebagai raja dan ada kelompok orang majus yang mengakui Dia sebagai raja. Menjadi raja itu berarti mahakuasa dan berdaulat. Dan sekarang dia mengakhiri injilnya dengan hal yang sama. Ini berarti kita semua dipanggil untuk tunduk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah keberdaulatan khusus ini bukan seperti apa yang diterima penakluk besar ketika dia menaklukkan negara dan berdasarkan apa yang dia lakukan dia adalah yang berkuasa. Otoritas ini didasarkan secara hakiki kepada siapakah Yesus, bukan berdasarkan perbuatan Dia. Dia adalah Allah. Dan ini otoritas milik ilahi. Namun otoritas ini ditegaskan kembali dengan apa yang Dia telah menyelesaikan di kayu salib dan oleh karena kebangkitan. Jadi sebagai pahlawan penakluk dan yang juga adalah Allah, Dia memiliki kebebasan total untuk melakukan apa saja yang Dia ingin, pada saat yang Dia ingin, dengan cara yang Dia ingin dengan siapapun yang Dia ingin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kata keempat, ketaatan. Ayat 19, “Karena itu pergilah,” Ini berarti, jika Anda sedia dan jika Anda penuh penyembahan dan tunduk, pergilah. Kita di dalam ayat ini diberi perintah untuk menjadikan murid. Ada tiga bagian kata kerja: pergilah, baptislah dan satu lagi di ayat 20, mengajar. Di Markus 16:15 Yesus mengatakan, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Lukas 24:47 mengatakan, “dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa.” Ini semua mulai dengan pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil Markus mengatakan untuk mengabarkan injil. Injil Lukas mengatakan beritakan pengampunan dosa. Matius mengatakan untuk menjadikan murid dengan pergi dan membaptis. Dimanakah injil disini? Ya kata “baptis” sudah dipenuhi dengan pemberitaan injil karena pembaptisan adalah lambang yang kelihatan, yang mengilustrasikan kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus. Pembaptisan adalah tanda umum dan pengakuan akan hal itu. Disini asumsinya adalah pengabaran injil, kematian dan kebangkitan semua sudah termasuk dalam kepentingan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Peraturan untuk membenamkan orang ke dalam air adalah cara bagi seseorang yang percaya Kristus untuk mendemonstrasikan iman mereka dan kesatuan mereka dalam Kristus. Orang itu dibaptis jika dia dikonversi ke Yesus Kristus. Dan setiap orang percaya harus berusaha supaya orang lain juga dibaptis. Kelihatannya banyak orang pergi namun tidak banyak orang yang pergi membaptis orang. Keselamatan adalah hal iman dan bukan hal pembaptisan air namun pembaptisan air adalah tanda iman sejati karena iman tanpa pekerjaan itu mati. Pekerjaan pertama yang dilihat umum adalah pembaptisan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mengklaim Anda orang Kristen dan belum pernah dibaptis ada alasan untuk mencurigai realitas klaim Anda, kecuali jika Anda belum pernah dengar tentang hal ini. Ketika kita berkhotbah Kristus kita harus memanggil orang untuk dibaptis, untuk menyatakan di depan umum ada persekutuan dengan Kristus, mengaku dengan mulut Kristus sebagai Tuhan dan dengan perbuatan menunjukkan kita adalah milik-Nya. Jika mereka sungkan untuk menunjukkan sikap itu ada alasan untuk asumsi bahwa kepercayaan mereka bukan iman yang menyelamatkan. Orang yang menolak untuk dibaptis kemungkinan besar tidak memiliki iman tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memanggil orang kepada keselamatan adalah tanda pembaptisan. Ada orang yang mungkin mengatakan, saya akan dianiaya jika orang tahu saya dibaptis. Nah, jika penganiayaan menghalang Anda untuk dibaptis, maka Anda tidak benar-benar percaya bahwa Kristus adalah Allah yang mahakuasa dan Dia mengatakan Anda diberkati dalam hal itu. Saya tidak mengatakan Anda bukan orang Kristen jika Anda belum dibaptis. Namun saya mengatakan ada alasan baik untuk mengatasi apapun alasan yang menghalang Anda. Ada orang yang takut diketahui sebagai orang Kristen dalam negara Islam. Ada orang lain yang takut digossip atau diejek. Yang penting adalah, jangan takut manusia tetapi takutlah kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kelima adalah mengajar. Di ayat 20, “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Kewajiban menjadikan murid itu tidak berhenti saat mereka percaya, dan itu juga tidak berhenti saat mereka dibaptis. Anda memiliki tugas untuk mengajar mereka semua hal yang Anda telah belajar sendiri dari Yesus. Menjadikan murid bersangkut paut dengan memberitakan injil termasuk pengampunan dosa, panggilan untuk iman yang menyelamatkan, pembaptisan dan mengajar mereka untuk taat kepada Firman seumur hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada pemuridan tanpa ada iman pribadi. Tidak ada pemuridan kecuali Anda ada kemauan untuk diajarkan perintah-perintah Kristus supaya Anda taat kepada pimpinan-Nya dalam hidup Anda. Janganlah kita main curang dengan pesan yang kita harus sampaikan secara taat. Kita mulai dengan kesediaan, menyem-bah, ketundukan dan ketaatan. Kita memuridkan dengan cara yang Tuhan telah ajarkan kita karena Dia tahu apa yang diperlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya, kata terakhir, kuasa. Kewajiban mulia seperti itu, tugas abadi seperti itu, memerlukan sesuatu yang melampaui sumber kekuatan kita sendiri. Jadi pada akhir ayat 20 ada janji besar, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Maksud Yesus, Aku akan menyertai Anda selalu sampai Aku datang kembali untuk kedua kalinya. Anda akan menerima kuasa setelah Roh Kudus datang kepadamu. Dia selalu akan menyertai Anda dalam bentuk Roh Kudus yang diam di dalam hati Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 2:5, “supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Efesus 3:7, “Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” 2 Tesalonika 1:11, “supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.” Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud mengatakan kepada orang-orang di 1 Tawarikh 29:5, “Siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada Tuhan?” Itulah pertanyaannya. Siapakah rela untuk tersedia bagi kehadiran Tuhan? Untuk menyembah Tuhan secara pribadi? Untuk tunduk kepada otoritas Tuhan? Untuk menaati rencana Tuhan? Untuk dikuatkan oleh kuasa dan sumber daya Tuhan? Apakah Anda?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Dia selalu bersama kita. Di Zakharia 4:6 Tuhan mengatakan, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku,” dan sampai semuanya digenapkan pada akhirnya, sampai waktunya Yesus datang kembali, Dia adalah kekuatan kami, Dia adalah sumber daya kami. Itulah kata-kata yang mendukung pemberitaan injil yang efektif. Ketersediaan, penyembahan, ketunduk-an, ketaatan dan kekuatan, dan ketika itu menjadi bagian kehidupanmu, Anda pasti efektif bagi Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Oct 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20151018</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/rfrh8mou</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dusta yang Membuktikan Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_xixnquk9"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+28:11-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 28:11-15</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 28:11-15, “Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. 14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." 15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sudah jelas bahwa semua penyuapan dan kebohongan ini berhubungan dengan kebangkitan Yesus Kristus. Iya benar, ada orang yang mengalahkan maut, yaitu Yesus Kristus. Dan memang, Dia memberi jalan bagi Anda dan saya untuk mengalakan kematian juga. Bahkan tidak ada harapan hidup sesudah kematian, tidak ada harapan surga dan tidak ada harapan berkat kekal tanpa ada kebangkitan Kristus. Tetapi meskipun kebangkitan itu satu-satunya harapan keselamatan manusia, kunci satu-satunya hidup kekal, mayoritas orang tetap saja menolaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menolak kebangkitan untuk alasan apa saja adalah pembunuhan diri spiritual. Itu mencelakakan jiwa kita sendiri kepada neraka kekal tanpa Allah. Dan dengan demikian, bukan saja Anda kehilangan masa depan tetapi juga kehilangan arti dan nilai masa kini. Karena jika masa depan tidak berarti, bagaimana masa kini dapat ada artinya? Ditambah itu menyangkal kebangkitan Yesus Kristus dan dengan cara itu menyangkal harapan hidup kekal, berlawanan dengan keinginan hati manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengkhotbah 3:11 mengatakan, “Allah memberikan kekekalan dalam hati mereka.” Ada sesuatu di dalam hati manusia yang ingin merangkul keabadian, yang tidak puas dengan hidup hanya sementara saja. Agama-agama dan filsafat-filsafat dan antisipasi pribadi umat manusia sepanjang sejarah mencerminkan keinginan keabadian ini. Dan hanya Yesus mengatakan di Yoh 11:25-26, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama bertahun-tahun ada banyak penjelasan ditawarkan untuk membantah kebenaran kebangkitan. Berikutnya ada beberapa teori mereka. Pertama ada “teori pingsan.” Disini dikatakan bahwa sebenarnya Kristus tidak pernah mati, alasannya Dia bisa keluar kuburan itu adalah karena Dia masih belum mati. Kejutan dari kehilangan darah dan luka-luka menyebabkan Dia menjadi semi-koma. Dan ketika mereka menurunkan-Nya dari kayu salib dan memasukkan-Nya ke kuburan, aroma rempah-rempah dan kesejukan makam itu menyadarkan Dia kembali. Dan ketika Dia keluar kuburan, asumsi para murid adalah bahwa Dia telah dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah akan mendukung bahwa orang Roma tahu kapan orang itu mati. Mereka ahli dalam hal eksekusi. Dan ketika mereka datang dan tidak mematahkan kaki Yesus itu adalah karena mereka yakin Dia sudah mati, mereka tahu hal itu. Kemudian mereka menusuk tombak ke sisi-Nya dan keluarlah darah dan air dari selaput jantung, yang menunjukkan sekali lagi bahwa Dia sudah mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teori ini berarti bahwa Yesus bertahan hidup meskipun dipukul keras, disalibkan, ditusuk tombak di sisi-Nya, sampai darah mengalir dari tubuh-Nya, terus dikuburkan tiga hari tanpa makan atau minum. Terus bangun tanpa bantuan medis setelah kehilangan darah begitu banyak, sanggup menggulingkan batu besar itu, dan mengalahkan penjaga Romawi, kemudian berjalan sepuluh kilometer ke Emaus dengan kaki yang ditembus paku. Itu mustahil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada teori kedua, “teori tidak dikuburkan.” Ini mengatakan Kristus tidak pernah dikuburkan jadi Dia tidak ada pada hari Minggu. Dan karena tidak ada di hari Jumat dan Sabtu, tentu Dia tidak ada pada hari Minggu. Murid-murid memikir Dia ada di kuburan dan karena itu mereka menyimpulkan Dia sudah keluar dari kuburan. Namun sebenarnya Dia dilempar ke dalam lobang bersama banyak orang kriminal lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teori ini juga tidak masuk akal karena semua kesaksian berlawanan dengan hal itu. Selanjutnya mengapa pemimpin-pemimpin Yahudi memeteraikan kuburan itu? Dan mengapa mereka menempatkan penjaga orang Romawi? Seandainya mayat itu dilemparkan ke dalam lobang, itu gampang sekali dapat membuktikan bahwa tidak ada kebangkitan dengan kembali ke lobang itu dan membawa mayat itu dan mengatakan, “Inilah tubuh-Nya.” Jadi mengapa tidak membawa mayat itu. Tidak, teori ini tidak mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teori ketiga adalah “teori khayalan.” Semua orang yang memikir melihat Yesus setelah kematian-Nya berhalusinasi. Mereka memikir mereka melihat Yesus karena mereka ingin sekali melihat-Nya. Bagaimana mungkin 500 orang di Galilea dapat berhalusinasi pada waktu yang sama? Dan karena mereka bahkan tidak percaya atau mengharapkan kebangkitan, dari mana datangnya keinginan besar itu yang menyebabkan mereka berhalusinasi? Dan dimana tubuh itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga “teori telepati.” Tidak ada kebangkitan fisik namun Allah mengirim gambaran mental dan menempatkannya dalam pikiran orang supaya mereka memikir Dia hidup. Itu menjadikan Allah pendusta. Itu mengatakan bahwa kekristenan didasarkan dusta. Dan itu mengatakan semua Rasul adalah pembohong. Dan gambaran mental itu dapat berbicara dengan orang dan makan bersama. Ini mustahil. Jika hanya telepati, dimana tubuh itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada yang kelima, “teori pemanggilan roh.” Itu berarti ada media yang menyihir roh Yesus yang mati, dengan kekuatan iblis dan dengan cara setan pemanggilan arwah itu terjadi dimana Yesus yang sudah mati menampilkan diri. Bagaimana mereka dapat menyentuh-Nya? Bagaimana mereka dapat memegang kaki-Nya? Bagaimana Dia dapat makan? Dan dimana mayat itu? Mengapa kubur itu kosong kalau semua itu hanya pemanggilan arwah dari media?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada teori lain, “teori salah identitas.” Ada orang yang menyamar sebagai Yesus untuk memalsukan kebangkitan itu. Pasti dia harus menyalibkan diri untuk menimbulkan bekas luka di tangannya. Dia juga harus menusuk diri dengan tombak disisinya supaya ada bekas luka. Dan bagaimana bisa dijelaskan dia menembus tembok atau mengontrol ikan di laut, menciptakan makanan, dan muncul dan menghilang semau-Nya, dan naik kesurga pada saat semua Rasul melihatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Renan, orang ateis Perancis, sudah coba untuk membantah kebangkitan Yesus Kristus dengan mengatakan bahwa ini semua didasarkan kesaksian seorang wanita mengigau eksentrik bernama Maria Magdalena yang kerasukan tujuh setan dan gila. Apakah dia lupa ada 500 saksi-saksi lain? Apakah dia lupa ada sepuluh penampilan terpisah dari Kristus setelah Dia bangkit yang tercatat di injil Kristus? Dan dimana tubuh-Nya? Mengapa kuburan itu kosong?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu teori lain yang yang dipilih orang Yahudi, bernama “teori pencurian” yang mengatakan bahwa murid-murid itu datang dan mencuri mayat-Nya. Nah tentu saja jika tubuh itu hilang mereka harus menjelaskan mengapa mayat itu hilang. Haruslah ada orang yang mengambilnya. Itu satu-satunya penjelasan yang masuk akal karena itu menjelaskan mayat itu hilang. Jadi siapakah yang mengambilnya? Orang Yahudi tidak akan mengambilnya karena mereka ingin Yesus terus dikuburkan. Orang Roma tentu tidak akan mengambilnya karena mereka tidak peduli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi teori ini mengatakan bahwa para murid datang dan mencuri tubuh-Nya. Mengapa Matius menulis tentang dusta tidak masuk akal tubuh itu dicuri? Jawabannya ada dua. Nomor satu, untuk mendemonstrasikan bahwa kesesatan Israel penuh dan akhir. Mereka menyangkal kebangkitan itu sama seperti mereka menyangkal semua yang lain. Kedua, kesaksian dari musuh-musuh Yesus adalah kesaksian terbaik untuk menyatakan kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Matius dengan cara sangat unik, membicarakan peristiwa kebohongan ini tentang kebangkitan Kristus. Sekarang waktunya hari Minggu pagi, dan ada kelompok wanita yang datang. Pada saat mereka sudah dekat ada gempa bumi. Ketika mereka tiba disitu, batu besar itu sudah digulingkan dan duduk diatasnya ada malaikat bagaikan kilat yang pakaiannya putih. Kristus sudah keluar dari kuburan. Dia hidup. Dan berita itu diberikan kepada wanita-wanita itu. Mereka memeriksa kuburan dan memang itu benar. Mereka pergi dari situ dan waktu mereka berjalan, mereka bertemu dengan Kristus yang telah bangkit yang berbicara dengan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat apa yang terjadi dengan prajurit itu? Matius 28:4, “Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” Nah para penjaga Romawi melihat malaikat itu dan karena mereka takut malaikat suci itu mereka pingsan. Mereka mengalami gempa bumi. Mereka melihat batu besar itu digulingkan. Dan mereka pingsan pada waktu mereka melihat malaikat suci itu. Jadi mereka telah mengalami semua ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para wanita sudah datang dan pergi. Di ayat 10 Yesus mengatakan kepada mereka, “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku." Ayat 11, “Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.” Kita tidak tahu tepat pada waktu apa namun itu terjadi saat para wanita pergi. Dan dikatakan bahwa ada beberapa diantara mereka yang akan melaporkan kepada imam-imam kepala semua hal yang terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada beberapa diantara mereka yang terlalu takut karena mereka takut orang lain akan tahu mereka kehilangan mayat itu dan karena itu mungkin mereka akan dibunuh karena hukum Roma mengatakan jika prajurit gagal dalam kewajibannya, dia harus bayar dengan nyawanya. Apapun alasannya, ada bebarapa yang ingin melaporkan ini kepada imam-imam kepala. Karena Pilatus telah mendelegasikan mereka kepada imam-imam kepala di Matius 27:62.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah di ayat 11 dikatakan, “mereka memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.”Mereka menggambarkan gempa bumi itu. Mereka memberi tahu batu besar itu di gulingkan. Mereka cerita tentang kedatangan malaikat kilat yang duduk di batu itu. Mereka cerita tentang kuburan kosong. Mereka cerita segalanya. Mereka tahu ini peristiwa supranatural. Dan mereka mengerti bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. Jadi mereka juga memberitakan hal itu kepada pemimpin-pemimpin Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pemimpin-pemimpin Yahudi itu mendengar tentang kebangkitan itu bahkan sebelum murid-murid mendengarnya. Namun mereka tidak percaya. Mereka mengatakan sebelumnya di Matius 27:42, “Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.” Dan sekarang sesuatu yang lebih besar terjadi, Dia keluar dari kuburan akan tetapi mereka tidak mau percaya. Mereka begitu menentang dan begitu buta dan begitu terkunci dalam kepercayaan rohani mereka sendiri sehingga mereka bahkan tidak mau menyelidiki kebenaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berita itu menyebabkan mereka syok dan ketakutan. Namun itu tidak membawa pertobatan dan itu tidak membawa kepercayaan. Mereka tidak ada alasan. Mereka diberitahu tentang kebangkitan dan mereka tidak mau menyelidiki hal itu. Yang hanya mereka langsung berkata adalah, janganlah berita ini keluar. Kita harus mencegah itu. Kita hanya ingin supaya orang-orang tidak mendengar persitiwa ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 12 mengatakan, “Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu.” Ini rapat resmi Sanhedrin untuk membicarakan kejadian supra-natural yang telah terjadi di kuburan, gempa bumi, malaikat, kuburan kosong dan mayat hilang. Murid-murid itu tidak mencuri itu, Prajurit pasti melaporkan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama di ayat 12 kita belajar bahwa mereka memberi banyak uang kepada prajurit-prajurit itu. Mereka rela membayar apa saja supaya ada dusta tentang kebangkitan itu. Mereka tidak mengizinkan orang memikir bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati karena itu akan menyebabkan bahwa rakyat tidak akan mengikuti mereka tetapi hanya Yesus. Dan kedua di ayat 13, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tentara itu berdusta demi uang. Mereka materialistis. Mereka tahu itu semua bohong, namun mereka rela mengatakan apa saja yang orang Yahudi ingin mereka katakan untuk mendapat uang. Dan ada hal ketiga yang sangat penting jika Anda menjadi tentara Romawi. Ayat 14, “Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Tentara itu takut Pilatus mendengar berita ini mereka akan diadili secara militer dan dapat hukuman mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada tiga keputusan, menyuap tentara, mengatur mereka untuk memberitahu orang lain bahwa murid-murid mencuri mayat itu dan melindungi tentara jika ada masalah dengan Pilatus. Tanggapan tentara itu kita dapat di ayat 15, “Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.” Matius menulis ini 30 tahun kemudian, kira-kira disekitar tahun 63 S.M. dan dia mengatakan bahwa dusta itu masih dipercaya orang Yahudi bahwa murid-murid itu mencuri tubuh itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang menulis, “Keselamatan dunia bukan berdasarkan iman sejarah namun iman dari hati.” Allah menyingkirkan mereka dan menjadikan mereka pemberita anti-injil yang mereka sendiri tidak percaya. Dan mereka dalam perbuatan itu bersukses. Di tahun 114 sampai 165 ada orang bernama Justin Martyr, salah satu bapak gereja awal, menulis bahwa dusta itu masih dipercaya sebagai pendapat umum diantara orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menulis, “Kamu orang Yahudi memilih orang dan mengutus mereka ke seluruh dunia untuk menyebarkan bahwa ada sekte ateis dan tanpa hukum yang berasal dari seseorang bernama Yesus, penipu dari Galilea yang kita salibkan, namun murid-murid-Nya mencuri Dia di malam hari dari kuburan dan menipu banyak orang dengan mengatakan bahwa Dia bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga.” Jadi bahkan di abad kedua pendapat itu masih umum diantara orang-orang Yahudi. Dan dusta itu masih ada sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa itu ditulis disini? Karena ini bukti yang menyakinkan dari realitas kebangkitan. Inilah bukti yang disediakan bukan oleh teman-teman Yesus namun oleh musuh-musuh-Nya. Dan kesaksian mereka bahkan lebih hebat karena hal itu sangat tak terduga. Tidak mungkin bagi tentara Romawi untuk menyangkal bahwa Kristus telah keluar kuburan dengan cara supranatural. Mereka melihat itu sendiri. Kuburan itu kosong. Gempa bumi dan malaikat, seluruhnya mereka menyaksikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tidak mungkin penjelasan mereka dapat dipercaya. Pertama, pada dasarnya, murid-murid itu pengecut. Ketika tentara masuk ke dalam taman untuk menangkap Yesus, semua murid melarikan diri, benar? Jadi jika murid-murid itu datang dan mencuri mayat itu, dari mana mereka mendapat keberanian untuk menghadapi penjaga-penjaga Romawi? Bagaimana orang ini yang tidak berani membela Kristus yang hidup sekarang berani mencuri Kristus yang mati? Petrus bahkan menyangkal Yesus Kristus di depan gadis kecil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana mereka mampu menggulingkan batu itu tanpa pengetahuan orang-orang Romawi. Selanjutnya, tidak mungkin kita percaya bahwa semua tentara Romawi itu tertidur. Mereka selalu bergiliran waktu pengawasan mereka dan mereka tahu bahwa hukuman mati adalah hukuman terlalu berat untuk ketiduran. Faktanya mereka diberi uang sudah terang-terangan menunjukkan ini suapan. Kita tidak perlu menyogok orang supaya mereka mencerita kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun yang paling tidak masuk akal adalah bahwa mereka mengatakan murid-murid itu datang waktu malam dan mencuri mayat-Nya waktu mereka tidur. Jadi pada waktu mereka sedang tidur, mereka melihat murid-murid itu datang dan mencuri mayat itu, benar? Ya tidak mungkin Anda bisa tidur dan melihat juga. Jika Anda tidur, Anda tidak akan tahu apa yang terjadi. Jadi seluruh penerangan ini menyalahkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesaksian Firman Allah adalah bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati dan Matius memberitakan kepada kita bahwa kita dapat percaya kesaksian teman-teman-Nya atau kita dapat percaya kesaksian musuh-musuh-Nya dan tetap saja kesimpulan kita itu sama. Tidak ada kejadian sejarah yang telah diperiksa lebih mendalam dan dengan lebih seksama dari pada kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Tuhan memang bangkit. Dan karena Dia hidup, Dia memberi kehidupan kepada semua orang yang percaya kepada Dia. Bagaimana dengan Anda, apakah yang Anda percaya? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Sep 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150927</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/xixnquk9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penampilan Yesus Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_w7x17yzv"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+28:8-10" target="_blank" class="imCssLink">Matius 28:8-10</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pelajari Matius 28 selagi kita kembali kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Dunia telah belajar tentang banyak kebenaran besar dan peristiwa yang merubah hidup. Namun tidak ada satupun yang hampir sama kepentingannya dengan kebangkitan Yesus Kristus. Kebangkitan itu adalah inti kepercayaan Kristen. Ketika Yesus bangkit dari antara orang mati dengan kuasa Allah Bapa, Dia ditegaskan sudah menyelesaikan apa yang menjadi tujuan-Nya ketika datang.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan 2 Korintus 4:14 mengatakan, “Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus.” Kita percaya ada hidup kebangkitan yang didasarkan atas kebangkitan Yesus Kristus. Karena Dia hidup, kita akan hidup juga. Kematian itu bukan akhirnya. Bagi orang percaya itu hanya pintu untuk masuk kekekalan. Ayub 19:25-27 mengatakan, “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, (tanpa) namun dalam dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan Yesus Kristus menjamin kebangkitan setiap orang yang percaya, tidak peduli apa yang terjadi dengan tubuh. Itu adalah janji Allah. Jadi inilah peristiwa tunggal terbesar dalam sejarah dunia. Setiap orang yang menyangkal kebangkitan lahiriah tubuh Yesus Kristus tidak mungkin orang Kristen. Lihatlah 1 Korintus 15:13-14, “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 17 mengatakan, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” Argumennya adalah bahwa kuasa dosa tidak patah. Dan setiap orang karena itu masih dikuasai dosa yang menyebabkan kebinasaan kekal. Tidak, kebangkitan Yesus Kristus bukan suatu kenyataan yang dapat ditawar, itu adalah fondasi kepercayaan orang Kristen. Dan jika itu hilang, seluruhnya akan rubuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi puji Allah, Yesus benar bangkit. Jadi marilah kita kembali kepada Matius 28 dan melihat kebangkitan-Nya. Nah ayat 1, secara lahiriah berarti itu sudah lama setelah hari Sabat, sekarang sudah hari Minggu, hari ketiga sejak Yesus masuk kuburan pada hari Jumat. Sudah lima kali dalam Injil Matius dinyatakan bahwa Yesus berada dalam kuburan dan bahwa Dia akan berada disitu selama tiga hari. Dan sekarang adalah hari ketiga, hari kebangkitan. Nah Matius mendekati peristiwa kebangkitan itu melalui sikap dan perasaan para wanita yang ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah sikap pertama adalah perasaan simpati. Pagi-pagi sekali mereka datang karena kasih setia dan simpati terhadap Kristus untuk mengurapi tubuh-Nya satu kali lagi sebelum akhirnya tubuh itu busuk. Di Markus 16 dikatakan pada waktu mereka sudah dekat mereka khawatir siapa dapat menolong menggulingkan batu karena itu besar sekali. Mereka sama sekali tidak mengharapkan kebangkitan dan mereka tidak tahu ada penjaga di kuburan dan itu sudah dimeteraikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wanita-wanita itu adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain, Maria isteri Klopas, ibu Yakobus dan Yoses. Dan Markus mengatakan Salome juga ada disitu. Salome adalah isteri Zebede dan ibu Yakobus dan Yohanes. Dan Lukas mengatakan Yohana juga ada disitu, isteri Chuza yang adalah bendahara Herodias. Jadi ini kelompok kecil wanita yang datang kekuburan. Mereka ingin melihat dan ingin mengurapi tubuh Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika mereka tiba simpati mereka berubah menjadi ketakutan. Ayat 2 mengatakan ada gempa bumi besar oleh karena malaikat Tuhan turun dari surga dan menggulingkan batu itu dan duduk diatasnya. Malaikat itu tidak membuka kuburan supaya Yesus dapat keluar, malaikat membuka kuburan itu supaya orang-orang dapat masuk. Kristus sudah menghilang. Dia tidak perlu tunggu supaya batu itu diguling-kan, Dia menembus batu itu sama seperti di waktu kemudian Dia menembus tembok ruangan atas untuk bertemu dengan para murid ketika pintu tertutup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu dari perempuan itu. Maria Magdalena, sangat setia dan impulsif. Dia seperti teman imbangan Petrus diantara para wanita. Dia melihat kubur terbuka namun tidak memperhatikan malaikat itu. Yohanes 20 mencatat bahwa Maria Magdalena langsung berpaling dan lari kembali ke kota untuk mencari Petrus dan Yohanes untuk memberitahukan mereka bahwa sesuatu yang mengerikan telah terjadi, ada orang yang telah mengambil Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu sisa wanita yang tinggal menghadap kepada malaikat yang mukanya seperti kilat. Dan itu mengidentifikasi dirinya dengan kemuliaan Allah. Jadi inilah utusan dari Allah karena pakaiannya putih bagaikan salju, itu menunjukkan kekudusan dan keadaan murni. Kemuliaan Allah disampaikan kepada para wanita yang mendemonstrasikan bahwa dia adalah utusan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia begitu menakutkan, menurut ayat 4, sampai prajurit itu semua pingsan. Dan mereka tergeletak di tanah dalam koma. Para wanita juga sangat ketakutan. Dan di ayat 5, “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.” Itu pasti kata-kata penghiburan bagi mereka. Kemudian di ayat 6 dia mengatakan, “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” Dan penekanan ada di bagian “seperti yang telah dikatakan-Nya,” karena itu telah dinubuatkan Yesus. “Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda membandingkan semua injil lain, para wanita masuk kedalam kuburan itu dan waktu mereka masuk malaikat itu masuk juga dan malaikat itu memberikan pesan yang sama kepada mereka. Kemudian ada malaikat lain yang datang, satu berada di bagian kepala dan satu lagi di bagian kaki dan kedua malaikat itu mengulangi berita yang sama dan mengatakan bahwa Dia telah bangkit. Kemudian di ayat 7 malaikat itu mengatakan, “Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati.” Pesona harus mengalah kepada proklamasi. Anda harus memberitakan pesan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bukti-bukti semua sudah ada. Bukan saja ada kubur kosong namun juga penjaga-penjaga yang pingsan. Dan kemudian ada kesaksian malaikat kudus. Kemudian ada pakaian penguburan yang rapih. Penulis injil lain menunjukkan bahwa jika seandainya tubuh Yesus diculik, ya pakaian lenan itu harus dirobek dan itu pasti tersebar dimana-mana. Namun itu semua masih ada disana rapih sekali seolah-olah Dia masih didalamnya dengan kain untuk kepala-Nya dimana seharusnya ada kepala dan sisa dimana tubuh-Nya seharusnya ada, seperti Dia menghilang begitu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para wanita itu tahu bahwa murid-murid itu tidak percaya kebangkitan, jadi tidak mungkin mereka mencuri tubuh itu untuk memalsukan kebangkitan. Ya memang banyak sekali bukti-bukti bahwa ada kebangkitan. Lihatlah selanjutnya ayat 7, “Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Inilah puncak injil Matius. Janji kebangkitan itu sudah dipenuhi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan hal itu di Matius 26:32, “Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” Galilea tempat orang non-Yahudi dimana pada mulanya Tuhan melayani dan dimana pertama kalinya Dia melakukan mujizat dan pertama kali menebus jiwa-jiwa dan dimana Dia juga pertama kali dibenci dan ditolak. Galilea itu mikrokosmos seluruh dunia. Yesus akan mengutus mereka untuk mengabarkan Injil di Galilea seolah-olah mengatakan, “Aku ingin hal ini menjadi contoh bahwa Anda harus pergi ke seluruh ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa penampilan Kristus di Yerusalem sebelum pertemuan itu di Galilea. Ini masih hari Minggu pagi dan dalam beberapa saat Dia akan menampakkan diri kepada Maria Magdalena yang akan kembali ke kuburan. Para wanita yang telah berada disitu sejak mereka ditinggalkan sekarang sudah pergi melihat murid-murid. Dan waktu mereka pergi, datanglah Maria Magdalena bersama Petrus dan Yohanes dan Dia menampilkan diri kepada Maria. Dan sesudah itu Dia akan menampakkan diri kepada Simon Petrus seperti dikatakan Lukas 24 dan 1 Korintus 15:5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus akan menampakkan diri kepada Maria karena kesetiaannya dan karena dia berada di kuburan itu. Dan Petrus juga diberi penampilan pribadi karena dia dari semua murid-murid kelihatannya membelot paling jauh dan memerlukan anugerah untuk dipulihkan kembali. Dan setelah itu ada juga penampilan kepada kedua murid yang berjalan ke Emaus. Dan pada hari Minggu yang sama pada malam hari, sewaktu semua murid berkumpul di ruangan atas Tuhan muncul juga kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 24:36-37, “Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.” Sebenarnya hanya ada sepuluh murid pada waktu itu, yang tidak ada adalah Tomas. Delapan hari kemudian di Yohanes 20:26-29 dikatakan, Dia tampil lagi di ruangan atas dan kali ini Tomas ada disitu dan ketika Tomas melihat bekas luka dia mengatakan, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Jadi ada penampilan kepada murid-murid berkali-kali di Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun penampilan besar terjadi dimana pengutusan besar (Amanat Agung) terjadi di Galilea. Dan itulah yang dimaksud Paulus di 1 Korintus 15:6 ketika dia mengatakan, “Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.” Pada pertemuan besar itulah di Galilea Dia berbicara kepada semua murid-murid yang berkumpul di bukit. Dan bahkan setelah itu Dia masih menampakkan diri kepada Rasul-rasul sebelum Dia diangkat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan di Kisah PR 1 bahwa setiap kali Dia menampakkan diri kepada mereka, Dia berbicara tentang hal-hal yang berhubungan dengan Kerajaan Allah. Selama 40 hari, dari kebangkitan sampai kepada kenaikan, pada interval yang berbeda-beda kepada kelompok murid yang berbeda-beda, Dia menampakkan diri. Namun puncaknya semua penampilan itu adalah penampilan-Nya di bukit di Galilea bersama lebih dari 500 orang dimana Dia mengutus mereka untuk mengabarkan Injil ke seluruh muka bumi. Dan setiap pertemuan di Yerusalem hanya menjadi persiapan Amanat Agung itu yang terjadi di Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi wanita-wanita itu telah datang ke kuburan itu dengan perasaan simpati. Dan itu berubah menjadi perasaan ketakutan dan sekarang perasaan itu mulai berubah menjadi perasaan sukacita. Ayat 8, “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukan-nya kepada murid-murid Yesus.” Malaikat itu berkata pergilah dan mereka langsung pergi. Dan mereka lari masuk kota untuk mencari murid-murid untuk memberikan mereka pesan dari malaikat bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Markus 16:13, para Rasul tidak percaya mereka. Ini penting karena hal ini menegaskan bahwa mereka tidak mencuri tubuh itu karena mereka bahkan tidak percaya kebangkitan. Lukas 24 juga mengatakan hal yang sama di ayat 10-11, dan ayat 22-25. Jadi wanita itu pergi untuk menemukan para murid dan ketika bertemu malah mereka tidak dapat meyakinkan mereka bahwa itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sementara itu para penjaga masih dalam koma. Kuburan itu terbuka lebar. Malaikat ada disitu. Dan Petrus, Yohanes dan Maria sedang dalam perjalanan balik untuk mencari tahu apa yang terjadi. Lihatlah Yohanes 20:4, “Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.” Yohanes tidak pernah memakai namanya sendiri, dia selalu memanggil dirinya murid yang lain atau murid yang dikasihi Yesus, atau murid yang bersandar di dada Yesus, atau sesuatu mirip itu. Dan dia datang duluan di kubur itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yohanes lebih cepat dari pada Petrus namun dia juga lebih hati-hati. Dia hanya bungkuk sedikit dan lihat kedalam, dia tidak masuk. Dan dia melihat kain lenan disitu. Dan ia tidak mengerti apa yang terjadi. Kemudian datanglah Simon Petrus dan dia langsung masuk. Dan dia melihat juga kain lenan disitu dan kain untuk kepala Yesus disitu juga, tidak bersama dengan pakaian lain namun terpisah sedikit, yang menunjukkan bahwa tidak ada pergumulan sama sekali dan Kristus telah meninggal-kan pakaian-Nya dengan sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian sesudah Petrus masuk, Yohanes juga masuk dan dia melihat terus percaya (ayat 8). Dia memiliki hati penuh iman, benar? Petrus masih ada banyak pertanyaan namun Yohanes dari kuriositas langsung percaya cepat. Yohannes 20:9, “Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Memang mereka mendengar Dia mengatakan itu, namun itu tidak masuk akal. Mereka tidak mau membiarkan Yesus memberitakan Dia akan mati, karena itu mereka tidak mau memikirkan bahwa Dia mungkin bangkit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yohanes percaya dan Petrus masih ragu-ragu. Dan di Yohanes 20:10 dikatakan bahwa mereka berdua pulang ke rumah mereka. Mereka mencoba untuk mengerti semua itu. Namun ayat 11-12 mengatakan, “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.” Kedua malaikat masih ada disitu. Ayat 13, “Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14, “Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.” Mungkin dia menangis dan dia tidak dapat melihat begitu baik. Mungkin itu benar namun alasannya dia tidak tahu itu Yesus adalah karena Yesus setelah kebangkitan-Nya tidak dikenal orang kecuali Dia membuka mata mereka. Karena dalam kemuliaan kebangkitan-Nya Dia dirubah. Bagaimana lagi dua murid di perjalanan ke Emaus dapat berjalan bersama dan berbicara bersama dan tidak tahu siapakah Dia sampai saatnya Dia mengung-kapkan hal itu kepada mereka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15-16, “Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya. 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!" artinya Guru.” Rabuni hanya digunakan untuk guru yang sangat agung dam itu berarti tuan. Dan Yesus pada saat itu menyatakan diri kepadanya dan kata Markus 16, dia adalah yang orang pertama yang melihat Kristus yang dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria memegang Dia dan tidak mau melepas. Kemudian di ayat 17 Yesus mengatakan, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Salah satu pernyataan terbesar seluruh Alkitab. Dia mengatakan, mulai sekarang kalian adalah saudara-saudara-Ku, bukan teman lagi seperti Dia memanggil mereka di Yohanes 15:15. Mengapa? Oleh karena kematian-Nya dan kebangkitan-Nya mereka telah dibawa sepenuhnya ke dalam keluarga Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah menyatakan diri-Nya kepada Maria, Tuhan kemudian secara supranatural mengangkut dirinya sampai berada di depan wanita lain itu dan datang di jalan untuk bertemu dengan mereka. Matius 28:9, “Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Itu adalah sapaan biasa. Disini Kristus dalam kemuliaan kebangkitan dengan cara yang sederhana dan hangat mengatakan kepada wanita-wanita yang dikasihi-Nya, “Selamat pagi.” “Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.” Sekarang sukacita mereka berubah menjadi penyembahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu Dia adalah Kristus yang telah bangkit. Ini adalah penghargaan mereka dimana Dia patut dipuji, disembah dan dihormati. Mereka melakukan apa yang Paulus katakan setiap orang harus lakukan, setiap lutut bertekuk, setiap lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa, Filipi 2:11. Bukti sudah ada bagi wanita-wanita itu. Dan pada saat itu penyembahan mereka berubah menjadi perasaan baru, sikap pengharapan baru. Ayat 10, “Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya kebangkitan itu? Pertama, itu berarti bahwa Firman Tuhan itu benar. Kedua, itu berarti Yesus Kristus adalah Anak Allah dan sebagai Allah Dia berkuasa atas maut. Ketiga, itu membuktikan bahwa keselamatan itu lengkap, di kayu salib Yesus mengalahkan dosa dan kematian dan bangkit sebagai pemenang. Keempat, itu membuktikan bahwa gereja sudah didirikan. Yesus mengatakan “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Kelima, itu juga membuktikan bahwa akan ada penghakiman. Hakimnya hidup. Dan keenam, itu membukitkan bahwa surga menunggu bagi mereka yang percaya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Sep 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150920</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/w7x17yzv</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebangkitan Yesus Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_xd6hqus5"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+28:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Matius 28:1-7</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah batu penjuru besar dari kepercayaan Kristen. Segalanya tentang keberadaan kita dan yang kita miliki dan kita harapkan, didasarkan pada realitas kebangkitan. Tanpa kebangkitan tidak ada kekristenan. Disisi lain karena ada kebangkitan, semua unsur kepercayaan kita ditegaskan sebagai benar dalam setiap arti.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. Namun ada banyak reaksi yang mungkin mengenai kebangkitan. Pertama ada reaksi rasionalisme yang mengatakan bahwa kebangkitan itu harus ditolak karena itu tidak bisa dijelaskan dengan penalaran manusia. Pandangan orang humanis mengatakan hanya hal-hal yang dapat diketahui dan dijelaskan manusia adalah benar. Jadi rasionalisme menolak kebangkitan sama seperti menolak Allah dan semua unsur mujizat lain dari sejarah penebusan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Reaksi kedua adalah reaksi ketidakpercayaan yang menolak percaya kebenaran nyata. Ketidakpercayaan adalah menyangkal fakta, karena kebangkitan itu adalah mungkin fakta yang paling tak terbantahkan dari seluruh sejarah kuno, berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian dari saksi mata. Tanggapan lain adalah ketidakpedulian. Itulah tanggapan yang mengatakan hal itu mungkin benar atau faktanya adalah itu benar namun saya tidak peduli. Itu bukan ada dibagian atas daftar prioritas saya meskipun itu terjadi atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan juga ada tanggapan kebencian. Itu lebih dari penolakan rasional berdasarkan keunggulan daya pikir manusia. Ini lebih dari ketidakpedulian dan lebih dari kebodohan, ini amarah. Tanggapan yang baik adalah reaksi iman, kepercayaan, tanggapan applikasi kenyataan kebangkitan. Nah, semua injil percaya kebangkitan Yesus Kristus bukan karena mereka dipaksa untuk percaya, namun karena mereka dekat semua bukti-bukti, sama dengan semua orang lain dari komunitas orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 28:1-10 kita akan bergabung dengan mereka yang telah melihat kebangkitan ini dengan mata iman mereka. Ada orang yang memikir Alkitab itu ada banyak kebenaran rohani yang dikumpulkan secara sembarangan. Itu tidak benar. Yang kita lihat di Matius 28 adalah klimaks segala sesuatu. Inilah makna segala sesuatu dan tujuan segala sesuatu. Inilah waktunya untuk mengingatkan semuanya yang kita telah belajar supaya kita mengerti kemuliaan kebangkitan itu, kejadian yang terbesar dari segala kejadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Khotbah pertama yang pernah dikhotbahkan di gereja waktu gereja mula-mula mulai diberitakan oleh Petrus di Kisah Para Rasul 2, dan itulah khotbah mengenai kebangkitan. Kenyataan kebangkitan menjadi tema semua khotbah para rasul. Petrus berkhotbah lagi tentang kebangkitan di bab 4 dan sekali lagi di bab 10. Dan Stevanus berkhotbah tentang kebangkitan itu di bab 7. Dan Filipus berkhotbah tentang kebangkitan di bab 8. Dan Paulus berkhotbah tentang kebangkitan di bab 9 dan bab 13 dan akhirnya di Kisah Para Rasul 28.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh tema Perjanjian Baru adalah tentang kebangkitan Yesus Kristus. dan kita berada disini karena kebangkitan itu. Ini hari Minggu, hari pertama minggu itu dan inilah hari kebangkitan. Spurgeon menulis, “Kita berkumpul disini pada hari pertama dan bukan pada hari ketujuh dari minggu karena karya penebusan bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pada penciptaan dan karena itu lebih layak dirayakan. Yesus telah menempatkan hari istirahat ini bukan pada akhir minggu namun pada permu-laan istirahat. Pada setiap hari pertama dari minggu itu kita harus merenungkan kebangkitan Tuhan kita dan mencoba bersekutu dalam hidup kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disinilah letaknya fondasi semua harapan kita. Karena Yesus mengatakan di Yohanes 14:19, “sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Yesus juga mengatakan di Yohanes 11:25-26, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Kebangkitan itu adalah inti segalanya yang kita percaya. Jadi kita gembira sekali untuk mempelajari catatan kebangkitan Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah setiap penulis injil menyampaikan kebangkitan itu secara unik, dengan memilih beberapa unsur peristiwa kebangkitan itu untuk menguatkan beberapa kebenaran rohani tertentu yang datang dari pikiran Roh untuk hati sang pembaca. Dan selagi kita melihat gambaran Matius tentang kebangkitan itu, kita juga akan menarik dari Markus, Lukas dan Yohanes supaya memperkaya dan memenuhi keseluruhan adegan itu supaya kita dapat menghargai semua kebenaran besar itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius mendekati kebangkitan itu dari sudut perasaan emosional kelompok wanita itu. Markus dan Lukas dan Yonathan semua membicarakannya berbeda-beda. Mereka semua menggunakan kebenaran sejarah tanpa ada kontradiksi, namun setiap orang selektif tentang unsur kebangkitan yang mana mereka fokuskan sesuai dengan tujuan yang diberikan setiap penulis oleh Roh Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat ini dari sudut pandangan Matius, secara emosional. Kita akan melihatnya melalui hati beberapa wanita yang mengasihi yang diberikan kepekaan terhadap peristiwa itu dengan cara yang sungguh menakjubkan. Jadi kita sendiri akan merasakan kebangkitan itu. Kita akan mengalami kebangkitan itu ketika kita ikut merasakan perasaan wanita-wanita itu yang untuk pertama kalinya bertemu dengan Kristus yang telah dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 28:1, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Permulaan kalimat itu sebenarnya berarti “sesudah hari Sabat itu selesai cukup lama,” untuk mengekspressikan bahwa cukup banyak waktu sudah berlalu sejak Sabat itu berakhir pada hari Sabtu waktu matahari terbenam. Dan sekarang waktunya “menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu.” Perhatikanlah bahwa orang Yahudi tidak menyebut nama hari. Mereka hanya menamakan hari itu secara numerik setelah hari Sabat, itu hari kesatu setelah hari Sabat, hari kedua setelah Sabat dan seterusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang adalah hari Minggu pagi dan mungkin sudah sepuluh jam berlalu sejak hari Sabat. Ini hari ketiga Tuhan sudah berada di kuburan. Dia berada disitu sebagian dari hari Jumat, seluruh hari Sabtu, dan sudah sepuluh jam pada hari Minggu menjelang menyingsingnya fajar dari hari pertama setelah hari Sabat. Markus 16:2 mengatakan, dengan catatan waktu yang sama, “Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit.” dan Lukas 24:1 mengatakan, “tetapi pagi-pagi benar.” Dan Yohanes 20:1 mengatakan, “pagi-pagi benar ketika hari masih gelap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi panggung diatur pada hari ketiga ini untuk terjadi suatu acara besar, Yesus telah mengatakan bahwa Dia akan bangkit dari kuburan pada hari ketiga. Dia telah mengatakan hal itu berkali-kali di semua empat injil. Ini hari kebangkitan dan ini hari Minggu setelah hari Sabat. Namun waktu dimana Yesus berada di kuburan adalah hari Sabat sah yang terakhir. Jadi inilah akhir hari Sabat sebagai bagian perjanjian lama. Dan itu juga adalah permulaan perjanjian baru yang tidak lagi berada pada akhir minggu namun pada permulaannya. Inilah permulaan suatu era baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu kita berkumpul pada hari Minggu dan bukan pada hari Sabat, Sabtu. Marilah kita sekarang ikut serta para wanita. Dan malam ini kita akan melihat sikap mereka dan emosi mereka pada waktu mereka diperhadapkan fakta dimana Yesus yang mereka pikir sudah mati di kuburan, menghilang dan hidup. Pada mulanya mereka merasa emosi simpati. Para wanita ini mengasihi Tuhan Yesus Kristus lebih dari siapapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 28:1, “pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Namun mereka tidak sendirian. Markus 16:1 menambahkan, “serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus,” dia juga ada disitu. Lukas 24:10 menambahkan, “Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka.” Dan Yohanes menggunakan kata ganti jamak “kami” di Yohanes 20:2, jadi asumsi kita adalah bahwa dia juga melihat semua wanita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes juga menunjukkan bahwa kelompok itu tiba di kuburan “pagi-pagi benar ketika hari masih gelap.” Mereka tidak datang untuk melihat kebangkitan, iman mereka masih belum sampai kesitu. Mereka masih tidak percaya, mereka datang untuk melihat kuburan. Namun mengapa? Markus 16 mengatakan, “Mereka beli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.” Untuk apa? Bukankah Dia sudah diurapi dan diminyaki dengan 50 kati bahan? Orang Yahudi ada kebiasaan untuk meminyaki sekali lagi pada hari ketiga untuk mempertahan-kan tubuh itu sedikit lagi karena pada hari keempat mayat itu sudah busuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Markus 16 mengatakan pada waktu mereka masih berjalan mereka mendiskusikan bagaimana mereka akan menggulingkan batu besar itu. Mereka tidak tahu itu dijaga orang Romawi dan itu dimeteraikan. Dan apa yang kekurangan dalam iman mereka mereka mengimbangi dengan kasih sayang. Ini tindakan kasih terakhir. Namun pada saat mereka mendekati kuburan itu perasaan simpati itu berubah menjadi ketakutan. Emosi kedua adalah teror.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2 mengatakan, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.” Nah ini gempa bumi kedua dalam tiga hari. Ada gempa bumi pada saat Kristus mati yang mematahkan batu dan membuka kuburan dan orang-orang mati dibangkitkan menjadi hidup diantara orang-orang kudus. Dan sekarang Allah sekali lagi bekerja dan Allah mendemonstrasikan itu secara fisik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pusat gempa bumi itu adalah di kuburan itu. Para wanita dapat merasakan gempa bumi itu tanpa tahu apa yang terjadi. Matius memberi alasannya, “sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu.” Ketika malaikat masuk ke taman itu terjadilah gempa bumi. Tidak ada sesuatu yang mengatakan bahwa malaikat itu melepaskan Yesus dari kuburan itu. Itu salah. Tidak ada orang yang melihat kebangkitan itu, itu terjadi dengan cara yang tidak kelihatan, Kristus muncul saja dari kuburan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat itu menggulingkan batu itu supaya wanita-wanita itu bisa masuk dan melihat bahwa Dia sudah tidak ada lagi disitu. Jadi bagaimana Yesus dapat keluar dari situ? Dengan cara yang sama yang dikatakan di Yohanes 20:26, “Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dengan cara yang sama Dia masuk menembus tembok di ruangan atas adalah cara yang sama Dia keluar dari batu di kuburan. Dan ketika para wanita tiba disitu, mereka masuk dan melihat. Dan ketika Petrus dan Yohanes tiba, mereka juga masuk dan melihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disitu letaknya bungkusan kain lenan yang tidak terganggu sama seperti mereka telah melilit tubuh-Nya. Dan kain peluh itu letaknya di tempat untuk kepala-Nya. Itu sama seperti ketika tubuh-Nya masih di dalam kain itu hanya Yesus sudah hilang. Dan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi tidak menyangka bahwa segala usaha mereka hanya menambahkan pengaruh-Nya dan mengesahkan kebangkitan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disini kita harus melihat Injil Yohanes yang memperhatikan Maria Magdalena. Maria bagi para wanita adalah sama seperti Petrus bagi para Rasul. Ketika Maria masuk apa yang dia lihat adalah batu besar telah digulingkan dan tubuh itu hilang. Dan dia sama sekali tidak memperhatikan malaikat itu. Yohanes memberikan kita tanggapannya di Yohanes 20:2, “Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburan dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria Magdalena tidak tahu siapakah itu. Yohanes 20:3, “Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.” Ayat 4 mengatakan bahwa mereka lari dan Yohanes lebih cepat dari Petrus dan dia tiba duluan. Wanita lain tinggal dan mereka mengalami pertemuan yang indah dengan malaikat itu. Malaikat itu digambarkan di Matius 28:3, “Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.” Jadi disitu ada malaikat kudus yang menjadi wakil keilahian, mahluk ciptaan yang mewakili pencipta semua mahluk, yang sendirinya tidak dicipta, yaitu Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4 mengatakan, “Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” Mereka ada disitu supaya tidak terjadi sesuatu namun sesuatu terjadi yang mereka tidak sangka. Dan mereka menjadi pingsan sementara. Ketakutan itu dapat menyebabkan orang menjadi lumpuh sampai mereka pingsan dan itulah yang terjadi. Memang, wanita-wanita itu takut juga namun mereka dikuatkan oleh malaikat itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5, “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.” Ada beberapa hal yang perlu diterangkan meskipun tidak ada orang yang menanyakan. Dan karena itu dia menjelaskannya kepada para wanita, dan inilah yang dia katakan, “Janganlah takut, tidak perlu takut.” Nah ingatlah, Maria Magdalena sudah pergi namun sisa wanita-wanita ada disitu. Dia sekarang sedang lari untuk mencari Petrus dan Yohanes. Sementara itu malaikat meredakan ketakutan para wanita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Prajurit itu memang patut takut ketika Kristus bangkit. Namun mereka yang mengasihi-Nya tidak perlu takut. Mereka datang untuk menemukan mayat, dan bukan untuk melihat kebangkitan. Iman mereka lemah, pengertian mereka kurang namun Allah penuh anugerah. Dan mereka mengasihi Tuhan Yesus Kristus dan bahkan di dalam waktu mereka ragu-ragu dan keputusasaan, Allah tahu kasih mereka dan merespon dengan anugerah. Teks Yunani mengatakan, “Dia bangkit, Dia tidak ada disini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kata itu menunjukkan kebangkitan dari antara orang mati. Karena itu prajurit yang sudah ahli tentang kematian tidak mematahkan kaki-Nya, Dia sudah mati. Mereka menusuk tombak di sisi-Nya yang menembus jantung-Nya dan keluarlah darah dari jantung-Nya dan air dari selaput jantung. Dan para wanita yang sama, bersama Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus pasti tahu sudah Dia mati. Dan dikubur dalam kuburan selama tiga hari memastikan Dia sudah mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang Dia bangkit. Dan Alkitab mementingkan bahwa Dia dibangkitkan oleh kuasa Allah Bapa di Roma 6:4, Galatia 1:1 dan 1 Petrus 1:3. Ditambah itu Yesus di Yohanes 10:18 mengatakan, “Aku berkuasa memberikan hidup-Ku dan berkuasa mengambilnya kembali.” Jadi Dia bukan saja dibangkitkan Allah Bapa namun Dia juga dibangkitkan berdasarkan kekuatan Dia sendiri. Kemudian di Roma 8:11 dikatakan, “Dan Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.” Jadi seluruh trinitas ikut campur dalam kebangkitan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian malaikat mengatakan di ayat 6, “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.” Iya Lukas 24:3-4 mengatakan mereka memang melihat hal itu. Dan disitu juga dikatakan bahwa ada malaikat lain yang yang muncul didalam juga, Dan ketika mereka masuk malaikat itu muncul lagi dan pada dasarnya mengulangi berita yang sama. Mengapa dia mengatakan hal yang sama dua kali? Iya, pesan seperti ini memang patut diulangi dua kali untuk mementingkan bahwa realitas ini sangat hebat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Lukas 24:4 mengatakan bahwa malaikat pertama yang mengulangi berita itu dua kali didampingi malaikat kedua, yang satu di bagian kepala dimana dulu ada tubuh dan yang satu lagi di bagian kaki dimana dulu tubuh itu berada. Pada Tabut Perjanjian di Perjanjian Lama pada bagian atasnya ditempatkan Tempat Pendamaian dimana penebusan dosa terjadi dan disitu di dua sisi ada dua malaikat juga. Dan disini dengan adanya dua malaikat di dua sisi dan Kristus ditengah, ini merupakan Tempat Pendamaian tulen dimana Kristus telah menebus semua dosa dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Lukas 24:5-7 dikatakan bahwa dua malaikat itu memberi pesan lain, “Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Jadi inilah pesan yang mereka mengulangi untuk ketiga kalinya. Dan akhirnya di ayat 8 dikatakan, “Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat kemudian memerintah di Matius 28:7, “Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." Meskipun murid-murid itu lemah, mereka melarikan diri, mereka menyangkal, mereka meninggalkan Juruselamat, namun tetap Dia mengatakan, Saya ingin kamu secepat mungkin memberitakan kabar bahwa Yesus hidup. Betapa besar anugerah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda mengapa wanita-wanita itu adalah yang pertama melihat malaikat dan Kristus yang hidup? Karena mereka berada disitu. Semakin dekat Anda berada bersama Tuhan dan pekerjaan-Nya, semakin Anda akan menikmati apa yang Dia lakukan. Yang kekurangan dalam hal iman, Anda akan mengimbangkan dengan loyalitas. Dan Allah akan menegaskan kelemahan Anda dan merubahkan itu menjadi kekuatan, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Sep 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150913</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/xd6hqus5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penguburan Yesus oleh Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_juazuttj"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:62-66" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:62-66</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu sifat Allah yang terbesar dan paling perlu adalah bahwa Allah berdaulat diatas segalanya. Para teolog menyebutnya supremasi Allah, yang mengatakan bahwa Allah mengendalikan segala sesuatu. Konsekuensi hal itu adalah diluar kemampuan kita untuk memahami, namun itulah diajarkan Alkitab. Dia yang menciptakan semua ini adalah juga Yang menopang itu semua. Dia yang memutuskan semua itu adalah juga Dia yang menjadikannya. Dia yang mendirikan rencana itu adalah juga Yang akan memenuhinya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daniel 4:35 mengatakan, “Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?" Dan Efesus 1:11 mengatakan, “Allah di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” Dunia dan alam semesta dan semua yang terjadi dengan miliaran keadaan terisolasi tidak berfungsi tanpa tujuan. Ada rencana dan Pencipta dan ada tujuan dan makna di dalam semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Allah dapat mengambil jumlah keadaan yang tanpa batas, sikap dan kejadian yang ada di dalam dunia natural dan dunia iblis dan mempengaruhi semua itu untuk mengerjakan kehendak-Nya adalah diluar pemahaman kita. Bagaimana akal budi tanpa batas dari Allah kekal itu dapat mengumpulkan dan menyusun dan menyatukan setiap bagian informasi yang ada di seluruh alam semesta dan menyebabkan semua itu bekerja menurut kehendak-Nya itu jauh diluar kemampuan kita untuk dimengerti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu mengerti bahwa Allah pada dasarnya memerintah dunia melalui dua hal. Yang pertama adalah mujizat-mujizat. Dengan kata lain, supaya mencapai tujuan-Nya ada kalanya Dia menyela proses alamiah sejarah. Dia menyela itu secara supranatural. Dia mengesampingkan hukum alam. Dia masuk kedalam dengan kekuatan supranatural untuk mencapai kehendak-Nya. Jadi untuk mencapai tujuan-Nya Dia mengesampingkan hukum alam dan melakukan hal-hal yang secara ilmiah tidak dapat dijelaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah penuh dengan hal-hal seperti itu. Tentu saja penciptaan adalah interupsi pertama ketika Allah dalam waktu enam hari menciptakan segalanya yang ada. Kemudian ada banjir ketika Allah menenggelamkan seluruh dunia kecuali delapan orang dan dua setiap macam binatang. Kemudian malapetaka yang datang di Mesir dan kematian anak sulung ketika Allah mengatasi alam untuk mengeluarkan umat-Nya dari Mesir dan masuk ke Tanah Perjanjian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mujizat dimana Laut Merah terbelah dua bagi orang Israel tetapi kemudian laut itu berbalik menenggelamkan tentara Mesir. Dan kita ingat bahwa Allah mengeluarkan air dari batu, secara ajaib mengesampingkan alam. Allah memberi roti dari surga dan mereka diberi burung ketika mereka minta makan daging. Pada suatu ketika Allah menyebabkan matahari berbalik dan mundur di jam bayangan matahari. Pada kesempatan lain Dia menyebabkan matahari tidak bergerak selama sehari, dan dunia berhenti berputar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada faktor lain yang sama pentingnya. Allah bukan saja membawa dunia dan alam semesta ini kepada nasibnya dengan menggunakan mujizat-mujizat, tetapi kedua dengan menggunakan kuasa pemeliharaan. Nah perkataan “kuasa pemeliharaan” itu tidak ada di dalam Alkitab. Sama seperti kata trinitas yang juga tidak ada di Alkitab namun trinitas itu ada. Kuasa pemeliharaan itu adalah istilah untuk menggambarkan suatu cara penting sekali dimana Allah mengontrol segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Ini berarti bahwa Allah memanipulasi dan menggunakan segala peristiwa yang ada untuk memenuhi kehendak-Nya sendiri, untuk mencapai hasil yang Dia sudah menentukan sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam banyak hal kuasa pemeliharaan itu adalah mujizat yang lebih besar dari pada mujizat, bagi saya yang lebih menakjubkan adalah bahwa Allah dapat menerima semuanya dan tetap saja menggunakannya untuk kehendak-Nya. Keragaman peristiwa, keadaan dan sikap yang jumlahnya tak terhitung yang terjadi dalam kebebasan terbatas manusia dan setan-setan semua ditarik menjadi satu oleh Allah untuk mencapai percis apa yang Dia ingin lakukan. Inilah luar biasa bukan saja untuk membayangkan itu dapat terjadi tetapi untuk mewujudkannya pula. Namun itulah yang Allah selalu lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan didalam semua ini, semua mahluk membuat pilihan sembarangan, dan semua hal itu berfungsi dengan cara yang kelihatannya tidak terpengaruh kontrol berdaulat bagi mereka. Namun Allah menentukan kelahiran dan kematian setiap orang. Dia melihat semua yang mereka lakukan. Dia tahu semua yang mereka pikirkan. Dia dengar semua yang mereka katakan. Dia memakai kebaikan mereka dan juga keburukan mereka. Dia memakai pilihan bebas manusia. Semua itu dilakukan cocok sempurna dengan tujuan-Nya yang kekal. Bahkan semua pilihan oleh malaikat yang jatuh yang dinamakan setan-setan juga cocok sempurna dengan tujuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Filipi 2:13, “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Dia mengontrol segala sesuatu, bahkan dosa juga, Dia mengizinkan beberapa, Dia mencegah beberapa dan membatasi semua itu untuk tujuan-Nya. Di Amsal 16:9 dikatakan, “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Di Yohanes 5:17 Yesus mengatakan, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." Dengan kata lain, ketika Dia masih di dunia Dia mengatakan mereka masih bekerja. Apakah yang mereka lakukan? Mereka mengontrol segala sesuatu untuk mencapai rencana kekal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita lihat ilustrasi alkitabiah. Yusuf adalah satu dari 12 bersaudara yang benci Yusuf karena dia adalah anak favorit. Jadi mereka memutuskan untuk menyingkirkan Yusuf. Ada sekelompok pedagang Midian yang menuju ke Mesir melalui Kanaan. Jadi mereka menjual Yusuf kepada pedagang itu yang membawanya ke Mesir dan menjadikannya budak. Dia menjadi budak karena kehendak saudara-saudaranya karena kebencian mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yusuf akhirnya melayani seseorang bernama Potifar. Nah isteri Potifar itu senang tampang Yusuf. Jadi dia memutuskan untuk merayu Yusuf, namun dia menolak dan lari. Isteri itu mengambil bajunya dan menuduhnya palsu untuk berniat memperkosanya. Kemudian dia dipenjarakan selama 14 tahun. Di penjara dia bertemu dengan tahanan lain yang ada mimpi. Dia menterjemahkan mimpi itu dengan pertolongan Allah. Kemudian Firaun bermimpi dan mengatakan, “Siapakah mampu menterjemahkan mimpi saya?” Dan ada yang mengatakan ada orang di penjara yang dapat menterjemahkan mimpi itu. Jadi dia datang ke Firaun dan menterjemahkan mimpi Firaun dan Firaun itu menjadikannya Perdana Menteri Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mimpi Firaun mengatakan bahwa ada tujuh tahun kelimpahan dan ada tujuh tahun kelaparan, jadi selama tujuh tahun kelimpahan itu Yusuf mengumpulkan pajak 20 persen dari semua orang dari gandum mereka dan menyimpan semua itu untuk memberi makanan kepada bangsanya selama tujuh tahun kelaparan itu. Jadi apa yang terjadi? Orang-orang yang hidup di tanah airnya tidak ada simpanan, mereka tidak mempersiapkan diri untuk hal ini. Jadi mereka semua datang ke Mesir untuk membeli makanan untuk dibawa pulang. Jadi keluarga Yusuf datang kepada dia untuk makanan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa yang terjadi telah dicatat di Kejadian 45:4, “Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.” Itu jauh sekali dari keadaan yang mereka pikir dia berada. Karena di ayat 5 dia mengatakan, “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Allah bisa saja mengambil Yusuf dan menempatkannya di Mesir dan menjadikan-nya Perdana Menteri secara langsung. Namun bukan itu yang Dia lakukan. Itu adalah mujizat. Allah malah memilih untuk memakai kuasa pemeliharaan-Nya. Banyak pilihan acak dari banyak orang hanya mengerjakan rencana Allah yang sempurna. Ayat 6-8, “Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. 7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. 8 Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tidak terlihat di dalam seluruh Alkitab kuasa pemeliharaan Allah yang lebih jelas dari pada apa yang kita lihat dalam bagian yang kita pelajari sekarang di Matius 27. Yang lain hanya introduksi saja. Ilustrasi terbesar dari keberdaulatan Allah dan kuasa pemeliharaan Allah adalah pada waktu peristiwa kematian Yesus Kristus. Inilah ilustrasi yang terbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan semua kuasa manusia dan setan untuk membunuh Anak-Nya untuk mencapai tujuan penebusan-Nya. Banyak mujizat terjadi disekitarnya, gempa bumi, kegelapan, batu yang terbelah, kuburan yang terbuka, orang mati dibangkitkan, tabir dirobek dari atas kebawah. Namun kayu salib itu sendiri dan penyaliban Kristus dan kematian-Nya dan penguburan-Nya semua bukan mujizat. Akan tetapi itu semua dikontrol. Allah mengontrol kebencian orang Yahudi. Allah mengontrol permusuhan orang Roma terhadap orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengontrol bahkan disersi para murid. Dia mengontrol setiap unsur, pengkhianatan Yudas, penyangkalan Petrus, setiap bagian dari kejadian itu dikontrol Allah, sampai Yesus naik keledai masuk kota pada hari yang sama yang telah dinubuatkan Daniel. Yesus masuk ke kota itu pada hari yang sama dimana semua orang lain memilih domba Pelewatan mereka, Dia datang sebagai domba Pelewatan tulen. Dia mati pada hari yang sama dimana semua domba Pelewatan disembelih. Setiap detail direncanakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dengan persepsi teologia itu sebagai latar belakang, marilah kita melihat teks ini dan hanya sebentar saja menyebut apa yang terjadi minggu kemarin. Kita melihat kuasa pemeliharaan Allah bekerja dengan nubuatan yang digenapi di Matius 27:57-60. Dan orang yang dipakai Allah untuk melakukan itu adalah orang yang bernama Yusuf dari Arimatea. Yesaya 53:9 mengatakan, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, namun dalam matinya ia ada (di antara penjahat-penjahat adalah terjemahan yang salah) bersama orang kaya.” Seharusnya Dia bersama orang jahat tetapi Dia akhirnya bersama orang kaya dalam kematian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nubutan kedua tentang kematian-Nya terdapat di Matius 12:40 dan itu mengatakan sama seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam sebelum kebangkitan-Nya. Orang Yahudi sudah datang duluan untuk menurunkan mayat-mayat itu. Yusuf ingin mayat-Nya. Pilatus memerintah untuk menurunkannya. Alasan sebenarnya tubuh itu harus turun adalah supaya Yesus dikuburkan pada hari Jumat supaya Dia disitu hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Dan semua orang yang bertindak sendirian pada saat yang sama juga mengerjakan rencana pemeliharaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah cara kedua kita melihat kuasa pemeliharaan Allah disini adalah melalui kedua wanita di ayat 61, Jika Yusuf dipakai untuk menunjukkan keilahian Kristus melalui nubuatan yang digenapi, mereka digunakan untuk menunjukkan hal itu melalui saksi mata mereka sendiri. Dan akhirnya kita datang kepada kelompok ketiga yang dibawa Allah kedalam keadaan ini untuk pemakaman ajaib Yesus Kristus, yaitu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 62, “Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan,” itulah hari Sabtu, hari Sabat Pelewatan, hari yang paling kudus dalam kalender Yahudi. “Datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus.” Mereka mewakili Sanhedrin dan kemudian orang Farisi, dan mereka hanya setuju dalam satu hal, untuk menghilangkan gerakan disekitar Yesus Kristus. Mereka takut akan satu hal saja. Sebab itu mereka berkumpul dalam kelompok kecil itu dan mereka datang ke Pilatus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Benar, mereka masuk ke dalam gedung non-Yahudi itu untuk bertemu dengan Pilatus. Sebelum hari Jumat mereka tidak mau masuk karena itu menajiskan mereka untuk hari Sabat karena mereka berada ditengah kerumunan Yahudi. Ternyata mereka benci Yesus lebih dari keinginan untuk mengikuti hukum mereka sendiri, dan selama tidak ada orang Yahudi lain yang dapat melihat, mereka melanggar peraturan mereka sendiri, mereka langsung ke Pilatus. Ayat 63, “kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengerti apa yang Dia katakan bahwa Dia akan berada tiga hari dan tiga malam dalam rahim bumi sama seperti Yunus. Yunus masuk dan Yunus keluar. Mereka tahu perkataan-Nya bahwa Aku akan masuk ke dalam tanah, dikubur dan bangkit kembali. Para murid tidak mengerti bahwa Dia benar-benar membicarakan kematian nyata dan kebangkitan nyata. Yang dikhawatirkan orang Yahudi adalah bahwa Yesus berkata bahwa Dia hanya akan berada di dalam tanah untuk tiga hari saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 64 mereka mengatakan, “Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." Mereka takut murid-murid itu akan memalsukan kebangkitan untuk meneruskan gerakan itu. Ironi itu murid-murid tidak ada pikirang seperti itu, mereka menyembunyikan diri di suatu tempat. Mereka tidak mengerti kematian nyata dan kebangkitan nyata sedang terjadi, meskipun Yesus telah mengatakan itu kepada mereka berulang kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan hal itu di Matius 16:21, Matius 17:23 dan Matius 20:19. Lihatlah Markus dan disitu terlihat hal yang sama. Markus 8:31 mengatakan, “Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.” Para murid tetap masih belum mengerti. Bahkan Yohanes 20:9 mengatakan, “Ketika mereka masuk kubur kosong itu, selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhir ayat 64 mengatakan, “penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.” Apakah penyesatan pertama? Pada hari Minggu Palem Yesus naik keledai masuk ke kota, dan saat itu pakaian dan ranting-ranting dihamparkan di jalan. Mereka memberikan-Nya puji-pujian Mesias pada waktu Dia masuk ke kota dan orang Yahudi menganggap itu sebagai penipuan besar. Orang banyak itu semua mengikuti Yesus. Dan mereka tertipu karena mereka memikir Dia adalah Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 65, “Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.” Kemudian ayat 66, “Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.” Mereka menaruh lilin di batu itu dan juga di dinding gua itu dan memeteraikan lilin itu supaya jika ada orang yang memindahkan batu itu, meterai itu akan patah dan mereka tahu itu dilanggar. Dan lilin itu mungkin di cap dengan jejak Romawi sehingga mereka tahu mereka melanggar hukum Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang mereka lakukan? Sekarang juga masih ada orang yang ingin mengatakan, “Ah jika tubuh Yesus itu hilang murid-murid itu yang mencurinya.” Allah memastikan bahwa orang banyak yang tidak percaya yang menolak dan membenci Yesus Kristus mengatur semuanya supaya tidak ada kemungkinan dimana murid-murid itu dapat mencuri tubuh-Nya. Dan jika itu memang benar, satu-satunya cara Dia dapat keluar dari tempat itu adalah melalui kebangkitan. Jadi Allah menggunakan murka manusia untuk memuji Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi jika tidak ada penjaga dan tidak ada meterai? Jika kita berkhotbah bahwa Yesus sudah bangkit dari antara orang mati pasti ada yang mengatakan, “Ah jangan bohong, itu tidak pernah terjadi. Mereka mengambil tubuh-Nya dan ada orang yang memakai identitas-Nya dan ada orang yang mirip Dia yang muncul beberapa kali.” Namun dunia yang tidak percaya sendiri memastikan bahwa tidak ada penjelasan bagi tubuh Yesus Kristus yang menghilang kecuali kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keberdaulatan Allah dan kuasa pemeliharaan Allah bukan suatu ajaran jauh yang hanya berguna bagi orang teologia. Ketika Anda tidak dapat menjelaskan mengapa Anda mengalami kesusahan, Anda perlu mengerti kuasa pemeliharaan Allah yang mengambil setiap informasi yang berbeda-beda dari semesta alam dan mengontrol hal-hal itu bagi kemuliaan-Nya dan kebaikan Anda dan tujuan kekal. Bukankah itu menghiburkan? Tidak peduli apa masalahnya. Dia sudah mendemonstrasikan kemampuan-Nya untuk melakukan itu dalam kematian dan penguburan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa juga yang terjadi di dalam hidupmu, apa juga yang Anda tidak mengerti, apa juga yang menjadi pergumulanmu, apa yang tidak masuk akal, apapun cobaan yang Anda sedang menderita, semua itu cocok. Janganlah menanyakan pertanyaan. Ini sebagain dari karya Allah, Dia sedang bekerja. Dan itu bagi kemuliaan-Nya. Itu bagi kebaikan kita. Dialah yang berkuasa. Dia tidak meninggalkan takhta-Nya. Harapan kita dan kepercayaan kita adalah di dalam Allah yang mengontrol semua hal dengan kuasa pemeliharaan-Nya dan kalau perlu dengan mujizat-Nya untuk tujuan-Nya yang Dia tentukan sebelumnya yang kekal. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Sep 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150906</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/juazuttj</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penguburan Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_c8p8ixzx"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:57-61" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:57-61</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya bagian Matius ini tidak banyak diperhatikan. Disini tidak ada ayat-ayat yang kita akan ingat. Bahkan, sebagian besar ini agak rutin yang mendiskusikan pemakaman Yesus Kristus. Namun ini sebenarnya bagian Firman Allah yang menakjubkan. Dan pada saat kita melihat penguburan Yesus Kristus, kita diperhadapkan kebenaran yang luar biasa. Ternyata penguburan Yesus Kristus sama ajaibnya dan supranatural sama seperti kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada intervensi supranatural dalam setiap detail dalam kehidupan Kristus, sejak kelahiran-Nya sampai kepada pemakaman-Nya, semuanya diatur Allah Bapa untuk memenuhi tujuan ilahi dan nubuatan. Bahkan penguburan-Nya menjadi kesaksian atas keilahian-Nya. Bahkan pemakaman-Nya adalah bukti atas fakta bahwa Dia adalah Anak Allah seperti apa yang Dia akui.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang itu datang kepada kita dalam tiga kesaksian. Kesaksian pertama adalah melalui Yusuf dari Arimatea, kesaksian kedua adalah melalui Maria Magdalena dan Maria yang lain di ayat 61, dan kesaksian ketiga datang melalui Imam-imam besar dan orang Farisi dari ayat 62-66. Semua ini perannya penting dalam penguburan Yesus yang pada dasarnya mendukung kebenaran klaim Yesus bahwa Dia adalah Anak Allah. Jadi dengan demikian Allah memberi kesaksian kepada Anak-Nya dalam hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Yusuf dari Arimatea yang menjadi titik fokus penguburan Kristus dari Matius 27:57-60. Dan kita tidak tahu banyak tentang orang ini namun cukup untuk melihat beberapa hal yang mengagumkan. Ada dua nubuatan kunci dalam penguburan Yesus yang harus digenapkan. Yang satu adalah dari Perjanjian Lama oleh Yesaya. Yang lain adalah dari Perjanjian Baru dari Yesus sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yesaya 53:9 dikatakan, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada (di antara penjahat-penjahat) bersama orang kaya.” Jadi Yesaya mengatakan bahwa orang merencanakan supaya Dia dikuburkan dalam kuburan orang fasik, namun itu tidak terjadi dan ternyata Dia dimakamkan dalam kuburan orang kaya. Nah nubuatan kabur itu sulit dimengerti sampai saatnya kita tiba di tempat kuburan Yesus Kristus, dimana Dia di kuburkan ditempat orang kaya dalam kematian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nubuatan kedua diberikan Yesus Kristus sendiri di Matius 12:40, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Yesus disini menubuatkan bahwa ada tiga hari diantara kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Bukan saja itu, Dia akan berada didalam tanah tiga hari. Dia mengatakan tiga hari dan tiga malam, karena itu ucapan sehari-hari orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekarang kita kembali ke Matius 27:57, “Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.” Nah waktu malam hari Yahudi mulai dari jam 3 sore sampai jam 6 sore, akhir hari karena hari Sabat mulai jam 6 sore dan dihitungnya dari jam 6 sore sampai jam 6 sore. Dan pada jam 3 sore hari Jumat itu Yesus sudah meninggal. Itu dengan sendirinya sudah luar biasa karena biasanya orang yang disalibkan hidup lebih lama dari itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah Yesus tidak mati karena seseorang merenggut nyawa-Nya, akan tetapi karena Dia sendiri menyerahkan hidup-Nya. Sangat penting Kristus itu mati pada jam 3 sore supaya Dia dikuburkan di bagian Jumat itu supaya hari itu dapat dihitung dalam tiga hari Dia harus dikuburkan. Dia harus dikuburkan pada hari Jumat, supaya sebagian dari hari Jumat, Sabtu dan Minggu itu Dia berada di kuburan seperti yang telah Ia nubuatkan. Nah pergilah ke Yohanes 19 dan lihatlah bagaimana semuanya terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 19:31 mengatakan, “Karena hari itu hari Persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.” Ketika Yohanes menyebut orang-orang Yahudi dia mengacu kepada pemimpin-pemimpin yang membenci Kristus. Hari Persiapan adalah istilah teknis untuk hari Jumat. Sejak Keluaran 16 orang-orang Yahudi harus menjaga supaya hari Sabat itu kudus dan itu berarti tidak boleh bekerja dan segala persiapan makanan harus dilakukan sehari sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pemimpin-pemimpin itu khawatir mayat-mayat masih bergantung di kayu salib pada hari Sabat. Kan itu bukan hari Sabat biasa namun itu juga hari Pelewatan. Hari Pelewatan yang jatuh pada hari Sabat. Jadi mereka ingin memastikan supaya semua aturan pada hari Pelewatan dan musim Pelewatan itu ditaati. Ulangan 21:22-23 mengatakan, “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, 23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi karena itu mereka datang kepada Pilatus dan minta supaya mayat-mayat itu diturunkan setelah mereka mati. Dan untuk memastikan itu terjadi cepat mereka minta di ayat 31 supaya kaki-kaki mereka dipatahkan. Itu secara harfiah berarti menghancurkan kaki-kaki mereka yang menyebabkan tubuh itu hanya gantung dari pergelangan tangan yang menyebabkan orang itu mati lemas. Kemudian mereka diberi “tikam kematian”. Mereka kemudian menusuk tombak ke dalam jantung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yoh 19:32-33 mengatakan, “Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. 33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.” Bahkan dalam kematian-Nya nubuatan digenapkan karena di Mazmur 34:20 dikatakan khususnya tentang Juruselamat yang mati, “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.” Ayat 36, “Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentara Romawi tidak menyadari bahwa mereka melakukan semua untuk memenuhi nubuatan Mazmur 34. Orang Romawi tidak mematahkan kaki Yesus karena itulah memang persis keinginan Allah bagi mereka, untuk memenuhi nubuatan yang menunjukkan bahwa Allah memang menyatakan bahwa ini adalah Anak Allah. Mungkin Anda masih ragu-ragu, nah lihatlah Yohanes 19:34, “tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika mereka sudah tahu bahwa Yesus mati, mengapa mereka melakukan itu? Jawabannya ada di ayat 37, “Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Dan itu datangnya dari Zacharias 12:10. Mereka melakukan persis apa yang Allah ingin mereka lakukan untuk menyatakan bahwa ini memang Yang dibicarakan para nabi. Bahkan dalam kematian-Nya nubuatan digenapkan. Tikaman tombak itu begitu dalam sehingga Dia dapat mengatakan kepada Tomas yang masih ragu-ragu di Yohanes 20:27, “Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah biasanya ketika tubuh orang diturunkan dari kayu salib, itu akan dibuang kedalam kuburan orang kriminal biasa atau suatu lobang untuk dibakar atau dimakan binatang yang makan bangkai. Dan itulah yang direncanakan untuk Yesus. Yesaya 53:9 mengatakan bahwa Yesus akan dikubur diantara orang-orang fasik, tetapi Ia berakhir di tempat orang kaya. Jadi Allah Bapa dengan cara luar biasa menggerakkan hati orang, di ayat 57, “Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 15:43 mengatakan bahwa dia adalah anggota Sanhedrin, anggota Majelis Besar yang menghukum Yesus Kristus berdasarkan klaim Dia adalah Anak Allah dan memberi-Nya hukuman mati, Disitu juga dikatakan bahwa dia adalah penasehat bijaksana dan hatinya benar-benar mencari Allah dan kebenaran-Nya. Lukas 23:50-51 mengatakan, “Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.” Dan yang penting adalah bahwa dia orang kaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu semua untuk menggenapkan nubuatan. Satu-satunya hal yang kita tahu tentang Arimatea adalah dari Lukas 23:51 yang mengatakan itu kota Yahudi di Yudea dan bukan di Galilea. Nah asumsi kita adalah bahwa dia tinggal berdekatan dengan kota Yerusalem karena Yusuf dari Arimatea memiliki kuburannya sendiri dekat diluar kota. Nah juga dikatakan bahwa dia adalah murid Yesus karena dia percaya apa yang dikatakan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 19:38 mengatakan, “Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.” Seandainya Sanhedrin tahu dia adalah orang yang percaya Yesus, itu akan mengakhiri semua hak Sanhedrin. Dan itu juga berarti dia tidak lagi kaya karena dia tidak dapat berbinis dengan siapa-siapa. Dan itu juga mengakhiri status sosialnya, keluarganya akan diasingkan dan dikucilkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah bergerak di dalam hatinya. Dan Markus mengatakan dia menjadi berani. Dan dia harus bergerak cepat karena Allah ingin supaya Yesus dikuburkan waktu masih hari Jumat. Selama ini orang-orang Yahudi sudah bekerja untuk hal itu. Mereka juga ingin Dia diturunkan cepat-cepat. Jadi Pilatus juga bekerja sama. Sekarang Allah memerlukan seseorang yang dapat menguburkan Yesus sebelum hari Jumat berakhir jam 6:00 sore. Ketika Yesus mengatakan tiga hari dan tiga malam dia bukannya bermaksud tiga periode 24 jam, namun tiga bagian dari periode 24 jam penuh itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah sudah mengatur semuanya sehingga Yusuf memiliki makam begitu dekat sehingga Yesus dapat dibawa dari kayu salib setelah Dia diturunkan oleh para prajurit dan dikuburkan masih pada hari Jumat. Dan ini bukan dilakukan untuk mencegah ada pelanggaran hari Sabat. Yusuf telah melakukan itu pada saat dia masuk ke dalam gedung Pilatus untuk meminta tubuh itu. Kedua, setelah dia sendiri menggotong mayat Yesus dari kayu salib ke kuburan itu, dia sudah menajiskan diri dengan mayat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yusuf pergi ke Pilatus di ayat 58, tanpa memikir apakah akan dilakukan Pilatus terhadap dia. Pilatus sudah sebal dengan Sanhedrin, yang menyebabkan dia berada di posisi yang memalukan sebagai orang Roma yang angkuh. Untuk apa bermurah hati kepada anggota Sanhedrin dan memberikan kepadanya mayat itu? Lagi pula, satu-satunya orang yang berhak atas mayat itu adalah anggota keluarga saja. Jadi satu-satunya alasan bagi Yusuf untuk ingin mayat itu adalah bahwa dia adalah pengikut Yesus Kristus. Jadi tidak ada alasan manusiawi bagi Yusuf untuk mendapatkan mayat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yusuf bertindak cepat bukan karena dia khawatir dia sendiri tidak dapat merayakan hari Sabat tetapi karena Allah sudah merencanakan bahwa Yesus harus masuk kuburan itu sebelum hari Sabat. Dan dia melakukan itu bagi seseorang yang dia percaya dan sudah mati dan bukan bagi seseorang yang telah bangkit dari antara orang mati. Dia tertarik kasih Yesus untuk melakukan ini semua bagi Dia, yang telah dicemarkan dan dipermalukan, bahkan demi kehilangan semua keuntungan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Markus 14 mengatakan Pilatus mengirim beberapa tentara untuk memeriksa apakah benar Yesus sudah mati karena dia tidak percaya Dia sudah mati. Dan Yusuf ingin mayat-Nya. Yohanes 19:39-40 mengatakan, “Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. 40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.” Yusuf dan Nikodemus berdua mengurapi mayat itu dengan banyak rempah-rempah untuk menghilangkan bau kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mur itu minyak dan gaharu itu bubuk dan itu dicampur. Dan di ayat 59 dikatakan Yusuf ambil kain lenan halus. Satu-satunya waktu seseorang diurapi 72 pon adalah jika mereka keluarga raja. Jadi mereka menguburkan-Nya sebagai raja. Dan para wanita menolong juga. Mereka membungkus lengan dan kaki dan kemudian tubuh juga dan memakai serbet khusus untuk kepala. Dan selagi mereka membungkus-Nya, mereka mengisi kain dengan rempah-rempah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 27:59-60 mengatakan, “dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih. 60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.” Makam itu dikenal sebagai Taman Makam dan disebelah kanannya ada batu yang bentuknya seperti tengkorak dan dibawah itu dipinggir jalan Yesus disalibkan. Wah betapa luar biasa Allah mengatur setiap detail untuk memastikan bahwa Yesus telah dikuburkan dan itu masih hari Jumat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Batu besar ada disitu karena ada banyak perampok makam dan banyak orang dikuburkan bersama dengan barang-barang berharga. Dan itu semua terjadi pada hari Jumat. Ayat 62 mengatakan, “Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan.” Pemakaman Yesus Kristus dilakukan oleh murid rahasia ini sekarang menjadi publik untuk diketahui dunia sepanjang sejarah. Yusuf dari Arimatea mengatur seluruhnya unruk menggenapkan nubuatan bahwa Yesus dikuburkan untuk tiga hari dan bahwa Dia bersama orang kaya saat kematian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ayat 61 mengatakan bahwa ada kelompok orang kedua yang juga digunakan Allah untuk membuktikan keilahian Kristus. Ayat 61 mengatakan, “Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.” Nah Maria yang lain adalah ibunya Yakobus dan Yohanes, yang juga dinamakan penulis lain sebagai isteri Klopas. Dia adalah salah satu wanita yang melayani Tuhan yang datang bersama Dia dari Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa ayat 61 itu penting? Lihatlah Matius 28:1, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Kedua wanita datang untuk melihat lebih dekat. Ayat 2-5, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada dua saksi mata peristiwa kebangkitan, ya kedua Maria itu, betapa hebat kesaksian Allah tentang anugerah khusus bagi wanita. Para murid hanya saksi-saksi kedua saja. Mereka merasa tanah itu goncang. Mereka menerima komunikasi dari malaikat yang sangat cemerlang yang pakaiannya putih bagaikan salju dan mukanya seperti kilat. Kita tidak menyembah orang yang kita harapkan keluar dari kuburan, kita memiliki saksi mata pertama dan mereka pergi dan menyebarkan berita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan malaikat itu berkata, “Janganlah takut, aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”Ayat 6-7, “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati.” Dan mereka menjadi saksi-saksi utama. Kesaksian dari dua wanita diberi tentang kebangkitan Kristus. Mereka segera pergi, kata ayat 8, dari kubur itu, dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukan itu kepada murid-murid Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan Kristus bukan tipuan, ada orang yang menyaksikan itu. Bukan orang-orang yang bisa mendapat keuntungan, dan bukan murid-murid Yesus yang mungkin orang pikir dapat menceritakan kebohongan untuk meneruskan program khusus mereka. Ini wanita-wanita. Memang mereka disatu sisi pengikut Yesus, tetapi pasti bukan yang disangka dunia yang akan memalsukan kebangkitan itu. Bahkan faktanya adalah bahwa murid-murid sendiri agak segan percaya mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kelompok ketiga dan ini menarik. Allah juga memakai Imam-imam kepala dan orang Farisi untuk membuktikan keilahian Yesus Kristus. Bagaimana caranya Dia melakukan itu? Kembalilah Minggu depan dan saya akan membahas hal itu namun malam ini waktunya tidak cukup. Ini sangat luar biasa. Mereka begitu khawatir murid-murid itu akan mencuri mayat itu sehingga mereka sendiri membuktikan bahwa kebangkitan itu memang terjadi. Dan Allah menyebabkan murka manusia bahkan memuji Dia. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Aug 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150830</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/c8p8ixzx</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanggapan terhadap Kematian Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_nwj5zfst"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:54-56" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:54-56</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah malam ini kita mempelajari Matius 27:54-56, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." 55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. 56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat empat tanggapan terhadap kematian Yesus. Mereka mendemonstrasikan macam tanggapan apa kita bisa melihat bahkan di masa kini. Pertama ada tanggapan dari iman yang menyelamatkan; kemudian ada tanggapan keyakinan dangkal; kemudian tanggapan loyalitas simpatik dan kemudian yang terakhir tanggapan ketakutan egois. Dua tanggapan adalah dari orang yang tidak percaya dan dua lagi adalah tanggapan orang percaya, dan itu adalah tanggapan yang sama yang ada terhadap kayu salib Kristus. Jadi inilah aplikasi praktis juga bagi masa kini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, lihatlah tanggapan terbaik dari orang yang tidak percaya dan itulah tanggapan iman yang menyelamatkan. Itu diilustrasikan oleh kepala pasukan dan beberapa tentara yang disebut di ayat 54, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Kepala pasukan itu anak buahnya seratus orang, yang telah diberi tugas untuk menjaga Yesus, yang mulai pada saat ada sidang dihadapan Pilatus hari Jumat pagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka telah mengawasi Yesus sudah cukup lama sekarang. Dan kepala pasukan itu telah menyadari semua hal bersangkut paut dengan Yesus. Mungkin bukan saja dia telah mendengar semua teriakan orang Yahudi dan tuduhan-tuduhan mereka, namun juga tahu tentang pembicaraan pribadi diantara Yesus dan Pilatus mengenai pangkat raja Yesus. Jadi merekalah orang yang sama yang memaku Yesus ke kayu salib dan yang menekan mahkota duri itu di kepala-Nya, memukul-Nya dengan buluh itu, meludahi-Nya dan mengolok-olok-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah orang-orang yang sama yang berjudi untuk pakaian-Nya dengan menunjukkan ketidakpedulian yang menakjubkan. Terus terang mereka bodoh. Mereka adalah disitu, sebagai tentara Romawi, karena mereka harus taat kepada komandan mereka dan Pilatus memberi tugas untuk menjaga Yesus. Komandan itu tahu orang Yahudi membenci-Nya. Mereka tahu bahwa orang Yahudi telah menuduh Yesus mengklaim Dia adalah Anak Allah, dan karena itu Dia adalah ancaman bagi Roma, dan ancaman terhadap Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi sesuatu terjadi yang merubah pikiran mereka. Di ayat 54 dikatakan, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi.” Bayangkan, ketika semuanya menjadi gelap seperti tengah malam dan matahari tidak kelihatan, ketika gempa bumi terjadi yang membuka tanah dan batu-batu terbelah dua dan kuburan terbuka dan tabir dirobek dari atas ke bawah, mereka tahu ada sesuatu terjadi yang sangat luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 54 dikatakan, “mereka menjadi sangat takut.” Ini bukan saja ketakutan atas gempa bumi atau ketakutan karena kegelapan. Ini adalah ide bahwa dalam ketakutan mereka terasa suatu kekaguman spiritual. Dan tiba-tiba mereka berpendapat bahwa orang ini bukan orang kriminal biasa, bukan hanya pemberontak atau orang gila atau penipu. Fenomena ini menyebabkan mereka kewalahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Komandan sudah mendengar Yesus berbicara. Dia telah mendengar perkataan-Nya di kayu salib, kata-kata yang mendalam yang telah menembus hatinya. Dia telah menyaksikan semua fenomina mujizat yang luar biasa itu. Dan ketakutan hormat itu yang datang kepada orang yang merasa dibawah penghakiman Allah. Dan kesadaran dosa mereka itu yang telah dilakukan terhadap orang ini yang membawa mereka satu langkah lebih lagi. Dan komandan mengatakan itu, tetapi bukan dia saja, tetapi tentara lain juga, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketakutan itu menunjukkan dosa, pengakuan itu menunjukkan keselamatan. Jika ketakutan mereka hanya ketakutan manusia, mereka pasti teriak minta tolong atau mereka melarikan diri. Namun bukan itu terjadi, mereka kagum dan itu hanya disediakan manusia untuk Allah. Bahkan di Markus 15:39 dikatakan bahwa langsung setelah komandan itu mendengar Yesus mengatakan, “Sudah selesai. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” dia mengatakan, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” Jadi kata-kata terakhir Yesus itu yang mendorong kebenaran itu kedalam hatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dia tahu itu? Apakah itu prilaku Yesus, betapa besarnya anugerah Roh-Nya di kayu salib, kesunyian saat Dia ditegur, perasaan bahwa Dia ada misi ilahi yang telah diselesaikan? Tahukah Anda mengapa dia tahu ini adalah Anak Allah? Satu-satunya cara orang tahu hal itu adalah melalui Roh Kudus. Di Matius 16:16 Petrus mengatakan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kemudian Yesus mengatakan kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Petrus tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup karena Roh Kudus telah menyatakan hal itu kepadanya. Itu adalah ungkapan kebenaran berdaulat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 12:3 mengatakan, “tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.” Itu bukan sesuatu yang manusia dapat menentukan dalam pikirannya sendiri. Yang kita dapatkan disini adalah perbuatan Roh Kudus sama seperti yang terdapat di Matius 16. Roh Allah telah mengambil hati-terbuka komandan dan beberapa tentara yang ada disitu dan mulai melalui Kristus di kayu salib dan sikap-Nya dan perkataan-Nya dan semua fenomina ajaib disekitarnya untuk membawa mereka kepada kepercayaan yang hanya datang dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya, Lukas 23:47 mengatakan bahwa dia memuliakan Allah, dan menegaskan kebenaran mutlak Yesus Kristus dan kemudian menyatakan Dia adalah Anak Allah. Nah iman seperti itu adalah iman menyelamatkan. Jika pencuri di kayu salib dengan hanya mengatakan, “Tuhan, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja,” mendapat jaminan keselematan kekal, tentu saja orang ini dapat diselamatkan dengan iman seperti ini. Dia diselamatkan di kaki kayu salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Komandan itu memakai gelar Raja dengan mengacu kepada tuduhan orang Yahudi terhadap Yesus. Dan jika kita kembali ke Matius 26:63, tuduhan Yahudi keluar disitu, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jadi orang Yahudi menuduh Yesus atas klaim-Nya bahwa Dia adalah satu-satunya Anak dari satu-satunya Allah, yang bagi mereka adalah hujatan. Orang Romawi ini hanya merespon terhadap tuduhan Yahudi itu dengan mengatakan, “Sungguh, Dia benar-benar persis seperti apa yang Dia mengaku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti anugerah dan belas kasihan Allah? Apakah Anda mengerti kasih Allah? Maka mengertilah ini, Yesus Kristus pada waktu masih dalam proses penyaliban menebus mereka yang menyalibkan-Nya. Jadi ketika Yesus mengatakan, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” apakah yang dilakukan Allah Bapa? Dia mengampuni mereka. Doa itu dikabulkan pada saat Dia mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat melihat penggenapan terbaik ini di Yohanes 12:32 dimana Kristus mengatakan, “apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Dan pada waktu Dia ditinggikan di kayu salib, memang benar Dia menarik pencuri dari satu sisi dan menarik sekelompok tentara dari kaki-Nya kepada-Nya. Wah anugerah yang tak terucapkan dari Allah bahwa Dia memenangkan tentara yang membunuh-Nya di kayu salib. Jadi tanggapan pertama dan yang paling baik dari orang yang tidak percaya adalah tanggapan iman yang menyelamatkan. Dan komandan ini menetapkan standar untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tanggapan kedua yaitu tanggapan keyakinan dangkal. Di Lukas 23:47 komandan itu setelah melihat apa yang terjadi memuliakan Allah, dan mengatakan sungguh, ini adalah orang benar setelah dia mendengar, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Namun di ayat 48, keyakinan dangkal itu diilustrasikan oleh orang banyak itu, “Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melihat hal yang sama, kegelapan, gempa bumi. batu-batu terbelah dua. kuburan terbuka dan tabir bait Allah dirobek. Mereka menyadari ada sesuatu yang benar-benar salah. Mereka menyaksikan semua hal itu dan pengertian mereka tentang Perjanjian Lama akan menunjukkan bahwa Allah sedang menghakimi dan mereka akan merasakan perasaan bersalah dan mereka akan merasakan dosa itu. Kita tahu hal itu karena dikatakan, “sesudah seluruh orang banyak melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.” Itu adalah tanda duka cita mereka, tanda rasa bersalah dan penyesalan, tuduhan diri dan putus asa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu masih terjadi sekarang. Masih ada orang yang melihat kayu salib dan mereka mengerti bahwa Yesus ada disitu karena Dia memikul dosa-dosa mereka. Mereka merasa buruk. Namun yang mengejutkan adalah ayat 48 dimana dikatakan “pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.” Tidak ada keselamatan hanya penghukuman. Sama seperti orang yang mendengar khotbah sekarang dan mereka merasa terpukul dan ada ketakutan dalam hati mereka dan mereka tahu orang berdosa akan masuk ke neraka. Namun mereka pulang dan perasaan itu mereda. Mereka pasang TV dan makan dan nonton sepakbola. Langsung semua hilang, dan mereka kembali kepada hidup seperti biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah apa yang terjadi di Kisah Para Rasul 2:36. Pada hari Pentakosta, beberapa minggu kemudian, orang banyak yang sama berada di Yerusalem untuk mendengar Petrus. Dan diantara mereka ada banyak orang yang juga berada di kaki kayu salib, yang pulang dan memukul diri. Namun sekarang Petrus berdiri untuk berkhotbah, dan dia menyalahkan mereka membunuh Kristus. Dia cerita tentang kebangkitan, bagaimana Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan dia mengatakan, “Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Mesias."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 37-38, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Ayat 40-41, “Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." 41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 Korintus 7:9-10, “namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami. 10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” Tentara itu merasa bersalah dan oleh karena Roh Kudus dan karena tanggapan doa Yesus, mereka diselamatkan. Orang banyak yang tidak percaya juga berduka cita namun perasaan mereka bukan duka cita ilahi yang menghasilkan pertobatan dan keselamatan, mereka hanya benci konsekuennya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 27 kita melihat ada tanggapan ketiga yaitu loyalitas simpatik. Ayat 55 adalah ilustrasinya, “Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.” Sesudah beberapa waktu, menurut injil Yohanes, mereka mendekati salib dan pada waktu itu Yesus berbicara dengan mereka dan menyatukan kedua-duanya satu sama lain untuk pemeliharaan. Disini ada perempuan itu yang penuh kasih dan simpati, meskipun harapan mereka sudah hancur, Yesus sudah hilang. Dan mereka semua melihat Tuhan mereka mati. Loyalitas mereka dalam sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak takut orang Yahudi. Mereka tidak takut orang Romawi. Tidak ada sesuatu yang dapat mengalahkan kasih dan simpati mereka terhadap Kristus. Namun dimana murid-murid itu? Menurut Yohanes 19:26-27 hanya Yohanes ada disitu. Kita tidak tahu berapa wanita ada disitu. Menurut Lukas 8:2 kita mendapatkan sekilas, “beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat Lukas 8:2-3, “Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” Mereka menyediakan makanan, mereka memberi uang, mereka memberi pakaian dan mereka memberi semua dari kekayaan mereka sendiri. Mereka memelihara para murid dan Juruselamat pada waktu mereka melayani di Galilea. Yesus memegangn mereka untuk diri-Nya seperti matahari memegang planet. Mereka tidak pernah meninggalkan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah meremehkan bagaimana Tuhan Yesus Kristus memandang peran seorang wanita. Wanita itu yang menjadi saksi mata pertama kematian Yesus Kristus dan sebelum ada pria yang melihat kebangkitan Kristus, seorang wanita duluan. Dan bukan hanya wanita sembarangan, itu salah satu wanita ini. Karena itu di gereja mula-mula sumber utama kenyataan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus datang dari wanita-wanita setia dan simpatik ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus mengizinkan kita untuk bertemu dengan beberapa dari mereka di ayat 56, “Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.” Maria Magdalena hanya berarti dia berasal dari Magdala, kota kecil di pantai barat danau Galilea. Alasannya dia dipanggil seperti itu adalah karena dia tidak memiliki suami dan tidak punya anak. Perhatikanlah yang kedua adalah Maria ibu Yakobus, dan berikutnya adalah ibu anak-anak Zebedeus. Menurut Yohanes namanya adalah Salome.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Anda? Ketika dunia ini benci Kristus dan mereka mengolok-olok Kristus dan menertawakan Kristus, apakah Anda menghilang saja atau Anda membela Dia? Apakah seluruh dunia tahu bahwa Anda adalah milik Kristus? Apakah kasihmu bagi Kristus dan kesetiaanmu kepada Kristus begitu magnetik sehingga Anda terikat Yesus Kristus tidak peduli biayanya, tidak peduli perkataan orang, tidak peduli betapa besar penganiayaannya terhadap Anda? Apakah Anda teguh dalam komitmen Anda?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada tanggapan keempat, yaitu ketakutan egois. Siapakah memberi ilustrasi itu? Ya murid-murid Yesus. Namun di dalam Matius itu tidak disebut apa-apa. Memang mereka tidak disebut sama sekali karena memang mereka tidak ada disitu. Namun itu masalah besar. Apakah mereka kehilangan keselamatan mereka? Tidak, karena Tuhan menopang mereka. Namun mereka benar-benar penakut. Mereka melanggar prinsip utama pemuridan dari Matius 10:38, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Kita harus rela mengorbankan hidup kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah sedih bahwa Dia mati hanya bersama kaum wanita dan Yohanes? Bukankah itu sedih setelah semua yang Dia telah lakukan bahwa mereka tidak ada? Dan itu masih berlangsung sekarang. Masih ada beberapa diantara kita dan ada waktu bagi kita semua dimana seharusnya kita berdiri untuk Kristus dalam situasi dimana kita menghilang. Kita sudah pergi ketempat lain. Kita menyembunyikan diri dan kita memudar. Kami ingin menyelamatkan reputasi kami atau nama kami atau prestasi atau karier kami. Kita tidak ingin nama kita dihubungkan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dimanakah Anda? Apakah Anda ingin menjadi seperti komandan itu dimana dia mengatakan, “Sungguh Dia adalah Anak Allah? Atau Anda berlaku seperti orang banyak? Anda merasa terpukul tetapi Anda pulang saja karena itu semua akan berlalu. Jika Anda adalah orang percaya, apakah Anda seperti kaum wanita itu? Apakah Anda berada disitu dengan loyalitas simpatik berdiri untuk Yesus Kristus tidak peduli biayanya, tidak peduli apa yang terjadi disekitar Anda? Atau apakah Anda seperti para murid yang menyembunyikan diri dalam ketakutan egois supaya tidak ada orang yang akan tahu Anda sebenarnya menjadi milik siapa? Marilah kita merenungkan hal ini secara pribadi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Aug 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150823</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/nwj5zfst</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kejadian Ajaib di Kayu Salib]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_gvjvf732"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:45-54" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:45-54</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda-tanda yang paling hebat di kayu salib datang dari Allah sendiri. Penderitaan fisik Yesus tidak unik, bahkan Rasul Paulus di cambuk lima kali oleh orang Yahudi dan di dera tiga kali. Supaya benar-benar mengerti apa yang terjadi disitu, kita harus mengerti tanda-tanda yang diberikan Allah ketika semua itu berlangsung, dan itu kita dapatkan di Matius 27. Ada enam mujizat yang terjadi dalam ayat-ayat yang kita akan baca sekarang.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 27:45-54, “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia. 48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." 50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat nomor satu, kegelapan supranatural. Ayat 45, “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Pada saat Kristus lahir, Lukas 2:9-11 mengatakan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka. Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis, selagi menunggukan kedatangan sang Mesias mengatakan di Lukas 1:78-79, “Surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut.” Ketika Yesus datang sinar mulai bercahaya, injil bersinar dari wajah Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 8:12, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Tuhan kita diidentifikasi dengan cahaya, Dia adalah terang bagi orang-orang non-Yahudi, bagi dunia. Namun pada kematian-Nya ada kegelapan dari jam keenam sampai jam kesembilan. Orang Yahudi mulai menghitung hari mereka mulai jam enam pagi, jadi jam keenam adalah jam duabelas siang. Dan dari jam 12 siang sampai jam tiga sore semuanya gelap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 15:25 mengatakan, “pada jam ketiga Dia disalibkan, yaitu jam 9:00 pagi. Jadi selama tiga jam permulaan dia bergantung disitu telanjang di terang hari. Ketiga jam itu berlalu. Tentara telah memakukan Dia disitu. Mereka telah menempatkan papan tanda diatas kepala-Nya. Dia bergantung disitu dalam penghinaan sewaktu orang-orang yang melewat, tentara, orang-orang yang ingin tahu, dan para pemimpin agama melihat dan mengolok-olok dan menghina-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama tiga jam itu Dia berbicara hanya tiga kali. Sekali Dia berbicara kepada Bapak-Nya tentang tentara itu di Lukas 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Pada kedua kalinya Dia berbicara dengan perampok yang bertobat di Lukas 23:43, “sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Sekali lagi di Yohanes 19:26-27, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" 27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” Ketiga-tiganya adalah pernyataan dari belas kasihan-Nya dan anugerah-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat tiga jam kemudian mulai, pada tengah hari saat matahari mencapai puncaknya, suatu mujizat luar biasa terjadi. Alkitab hanya mengatakan, “kegelapan meliputi seluruh daerah.” Ada seorang sejarawan Romawi bernama Flagon yang menyebut kegelapan itu. Tertulian juga menulis kepada orang-orang non-Yahudi tentang kegelapan ini. Jadi ada catatan sejarah tentang kegelapan aneh ditempat itu pada waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah ikut campur pada waktu lain juga. Masih ingat di Yoshua 10:13 matahari tidak bergerak selama satu hari? Masih ingat di 2 Raja-raja 20:10-11 dimana bayang matahari mundur ke belakang sepuluh tapak? Dan kelihatannya itu mempengaruhi seluruh dunia. Disisi lain, ada paling sedikit satu kali dimana Allah memberi kegelapan hanya disatu daerah saja dan itu terjadi di Keluaran 10 saat ada bencana-bencana di Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang menyebabkan kegelapan itu? Ada yang mengatakan itu awan lokal besar yang menutupi matahari atau mungkin itu gerhana. Tetapi ini tidak mungkin gerhana karena Pelewatan adalah di pertengahan bulan dan bulan itu selalu mulai dengan bulan purnama yang adalah disisi berlawanan dari matahari. Jadi apa yang terjadi adalah kegelapan supranatural, tidak ada penjelasan natural. Dan Allah menyebabkan hal itu terjadi di tengah hari. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Allah melakukan mujizat supranatural itu? Allah yang menciptakan cahaya pada saat penciptaan berhak untuk mematikan cahaya juga. Apakah itu ibu alam atau apakah itu Allah yang menutupi penderitaan Kristus dengan kerubung? Apakah ini tindakan simpati untuk menutupi kengerian sekarat-Nya? Apakah ini semacam protes ilahi supaya orang-orang tidak dapat melihat perbuatan mereka? Apakah sebenarnya maksud Allah dengan kegelapan itu di kayu salib?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kegelapan di Firman Allah adalah lambang penghakiman. kegelapan itu mencirikan neraka. Yesaya menulis tentang kegelapan penghakiman. Yoel, Amos dan Zefanya semua menulis tentang itu. Yesus membicarakan itu. Keselamatan dari Allah selalu dilihat sebagai terang. Penghakiman Allah selalu terlihat sebagai kegelapan. Dan Allah mengatakan dengan kegelapan di kayu salib bahwa ini adalah tempat penghakiman. Dan Allah hanya menghakimi satu hal saja, yaitu dosa. Allah menghilangkan terang karena ada penghakiman atas dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini penghakiman atas dosa yang dipikul orang yang tidak bersalah. Itulah yang digambarkan Perjanjian Lama, penghakiman atas dosa dengan kematian korban yang tidak bersalah. Yesaya 53 mengatakan, “Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan Dia dengan kesakitan. Apabila Ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus bersalah, kejahatan mereka dia pikul dan Ia akan membenarkan banyak orang. Roma 4:25, “Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita.” 1 Korintus 15:3, “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita.” 1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib.” Dan Matius 20:28 mengatakan, “Ia datang untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah murka Allah supaya sekali untuk selamanya memberhentikan diskusi tentang siapakah membunuh Yesus, Allah melakukan itu. Ini terjadi oleh rencana tertentu dan nasihat Allah. Allah berkehendak meremukkan Dia. Ada penyebab sekunder, yaitu orang Yahudi dan orang Romawi, namun penyebab utama adalah Allah sendiri. Yesus dihakimi oleh murka Allah dan Allah menuangkan seluruh amarah-Nya atas Yesus pada waktu Dia menanggung semua rasa bersalah semua orang percaya. Kegelapan itu menunjukkan bahwa murka Allah sedang dituangkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah mujizat pertama oleh Allah di kayu salib. Dosa benar-benar dihakimi disana. Yesus tidak mati sebagai teladan, Dia tidak mati sebagai martir untuk tujuan mulia. Dia tidak mati sebagai orang benar yang memperlihatkan kepada kita bagaimana seharusnya kita mempertahankan keyakinan kita sampai mati. Dia mati sebagai korban untuk dosa dan kegelapan supranatural itu menunjukkan bahwa Allah memberikan kita suatu tanda untuk menjelaskan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada mujizat kedua. Ayat 46, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Saat kegelapan itu hampir selesai, kehidupan Yesus juga hampir hilang. Amarah Allah hampir selesai, namun Yesus tidak dapat menahan kesakitan itu lebih lama. Ini bukan kesakitan dari kayu salib atau luka-luka penyesahan, ini adalah penderitaan akibat dipisahkan dari Allah Bapa. Yesus benar-benar berteriak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekali lagi diingatkan kembali bahwa ini adalah manusia yang tanpa dosa dan karena itu kapasitas fisik-Nya tidak terpengaruh kutukan. Mazmur 22:1 mengatakan hal itu, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Teriakan Yesus menunjukkan penderitaan nyata. “Menjadi tebusan bagi banyak orang” berarti Dia harus mati di tempat mereka, dan Dia tahu Dia akan merasakan kemarahan murka Allah. Ini adalah perpisahan supranatural, dan meskipun Yesus tidak terpisah dari Allah Bapa secara alamiah, Dia terpisah dari Bapa-Nya secara persekutuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus tidak berhenti menjadi Allah namun Dia kehilangan keintiman persekutuan dengan Bapa-Nya yang telah Dia miliki selamanya. Bahkan, kasih Bapa-Nya yang sempurna bagi Dia menyebabkan Allah Bapa mulai menjalankan rencana penebusan itu dan memilih orang dan menentukan sejarah untuk menebus orang-orang itu, untuk mengumpulkan mereka dalam kemuliaan supaya Dia dapat membawa pengantin kepada Anak-Nya sebagai hadiah kasih-Nya. Mengapa? Karena menurut Habakuk 1:12-13 mata Allah terlalu murni untuk melihat kejahatan dan melihat ketidakadilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa lagi ditunjukkan kematian Yesus di kayu salib? Jika kegelapan menunjukkan murka, perpisahan dari Allah menunjukkan kekudusan. Murka Allah sedang berjalan namun begitupun kekudusan. Perkataan ‘kudus’ berarti terpisah. Pada saat yang sama dimana Allah sedang menuangkan murka-Nya dalam penghakiman dosa, Dia juga berpaling untuk melindungi kekudusan-Nya yang sempurna. Dia harus berpaling dari Anak-Nya sendiri ketika Dia menjadikan Yesus dosa bagi kita. Ini momen kudus dimana pendosa yang bersalah yang terpisah dari Allah ditebus oleh orang ini yang bergantung di kayu salib. Allah harus meninggalkan Yesus pada saat itu karena Dia kudus dan Yesus telah menjadi korban penebus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 47, “Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia.” Itu bukan pernyataan jujur. Mereka tidak salah mengerti perkataan-Nya. Mereka tahu perbedaan di antara Eli dan Elia. Dan Dia berbicara keras dan jelas. Ini ejekan, dengan sarkasme mereka mengatakan, “Ia memanggil Elia.” Mengapa? Karena di Maleakhi 4, Perjanjian Lama berakhir dengan kata-kata ini, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum Tuhan datang lagi dalam penghakiman, sebelum Tuhan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya, Elia akan datang. Mereka tidak menyadari bahwa Yohanes Pembaptis telah datang dalam roh Elia. Jadi dengan demikian mereka mengejek saja, “jika Anda adalah Mesias, ya patutlah Anda memanggil Elia.” Ini memperlihatkan betapa kejam mereka menyatakan kebencian mereka terhadap Anak Allah yang bergantung disitu mati untuk dosa-dosa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu Yesus mengatakan sesuatu yang lain. Dia mengatakan di Yohanes 19:28-29, “Aku haus.” Matius tidak mencatat permintaan itu namun tercatat jawabannya. Ayat 48, “Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.”Jadi ini adalah kedua kalinya, namun kali ini Dia meminta, kehausan-Nya besar sekali. Ayat 49 mengatakan, “baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." Itu ejekan lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada mujizat ketiga dan itu terlihat di ayat 50. Ini juga benar-benar supranatural. Ayat 50, “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” Dan apakah yang Dia katakan? Yohanes 19:30 mengatakan, “Sudah selesai.” Dia tidak mengatakan, “Aku sudah selesai.” Dan menurut Lukas 23:46 Dia mengatakan, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Allah Bapa pada saat itu telah berpaling kembali. Murka sudah selesai dan Dia dapat melihat muka Allah Bapa lagi dan Dia menyerahkan diri-Nya kepada Bapa setelah menyelesaikan penebusan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak mati karena tangan manusia. Orang Yahudi tidak dapat membunuh-Nya, orang Romawi tidak membunuh-Nya, tidak ada seorangpun yang dapat membunuh-Nya. Dia sendiri secara sukarela memberi nyawa-Nya. Yohanes 10:18, “Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.” Manusia tidak mungkin dapat mengakhiri kehidupannya dengan perkataan saja. Dalam bahasa Yunani Dia mengatakan kepada Roh-Nya, “pergilah sekarang.” Dan Roh diri-Nya meninggalkan tubuh di kayu salib itu dan naik ke pelukan Bapa-Nya. Itu benar mujizat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksudnya adalah bahwa Yesus memberikan nyawa-Nya secara sukarela. Dan itu dilakukan karena Dia mengasihi kita. Yesus memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. 1 Timotius 2:6, “Ia menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia.” Atau Yesaya 53:12, “Ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut.” Allah Bapa mengatakan bahwa Anak melakukan itu dengan sukarela karena ketaatan kepada Bapa-Nya dan kasih kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada mujizat keempat yang diperlihatkan Allah Bapa di ayat 51, “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.” Pada saat Yesus memberikan nyawa-Nya, ketika Dia secara harfiah meninggalkan tubuh itu, tabir besar yang memisahkan tempat suci dari Tempat Mahakudus itu terbelah dua dari atas sampai kebawah. Tempat itu dimana hanya Imam Besar diizinkan masuk sekali setahun, setelah dia menyucikan diri. Dan diatas jubahnya ada banyak bel-bel dan ada tali diikat ke kakinya supaya seandainya dia masuk dan keleneng tidak kendengaran lagi, itu mungkin berati dia mati, dan ada orang yang dapat menariknya keluar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tempat Mahakudus itu menggambarkan hadirat Allah dimana orang yang tidak suci tidak boleh masuk. Namun setelah Yesus mati di kayu salib, Tempat Mahakudus itu dirobek terbuka lebar dan akses ke takhta Allah sekarang telah disediakan. Manusia yang untuk selamanya dicegah masuk ke hadirat Allah, kalau tidak Kristus menebus dosa-dosa mereka dan membuka satu-satunya jalan kepada Allah. Pada saat itu tidak perlu lagi ada imamat Lewi, atau bait atau penyembahan korban. Dan di 70 SM, untuk menekankan hal itu, orang Romawi masuk dan menghancurkan Bait secara total dan sistem pengorbanan itu tidak pernah dipulihkan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu terjadi pada jam tiga sore pada waktu Bait Allah penuh dengan ratusan ribu orang, dan imam-imam yang penuh darah, yang sedang menyembelih ratusan domba-domba Pelewatan untuk semua orang yang merayakan hari Pelewatan itu. Namun pada saat yang sama Yesus menghilangkan imamat itu, tidak ada lagi persembahan, tidak ada lagi tempat Mahakudus dan tidak lagi ada Bait. Dirobek dari atas sampai ke bawah. Ini tidak mungkin dilakukan manusia. Tinggi, dengan banyak hiasan, dan tanpa akses dan Allah merobeknya dari atas sampai kebawah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ibrani 10:19-20 ada pernyataan indah, “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,” Oleh daging-Nya Dia membuka jalan untuk masuk hadirat Allah. Jadi kita telah melihat kegelapan supranatural, perpisahan dari Bapa-Nya, pemberian nyawa sendiri dan tabir terbelah dua. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mujizat kelima. Itu digambarkan di ayat 51 sebagai gempa bumi, “Dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah.” Yesus Kristus janji bahwa pada suatu hari Dia akan datang kembali sebagai hakim. Dia akan membelah dua Bukit Zaitun itu dan menciptakan lembah besar. Dia akan menghakimi bangsa-bangsa dan mendirikan Kerajaan-Nya. Dan setelah kerajaan seribu tahun itu Dia akan merubahkan seluruh alam semesta yang kita kenal dan menggantikannya dengan langit baru dan bumi baru. Dan ini menyebabkan firdaus ada lagi. Dan disini Allah menggenapkan realitas masa depan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada mujizat keenam. Ketika bukit-bukit batu itu terbelah, ayat 52-53 mengatakan, “dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.” Apakah artinya ini? Ini adalah pratinjau dari pembukaan kuburan benar-benar dan kebangkitan mulia terakhir dari orang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh-roh datang dari surga untuk bergabung dengan tubuh-tubuh itu dan tiga hari kemudian mereka masuk ke Yerusalem. Mereka harus tunggu tiga hari supaya Kristus bangkit sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal, itu 1 Korintus 15:20. Dan dalam kebangkitan itu kita melihat maut dikalahkan dan hidup fisik baru dalam kemuliaan di dunia baru bersama dengan Kristus yang telah bangkit. Wah, betapa besar mujizat-mujizat itu. Marilah kita tunduk bersama dan berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Aug 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150816</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/gvjvf732</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang-orang sekeliling Penyaliban]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_qs4vkle2"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:38-44" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:38-44</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat malam ini di Matius 27:38-44, penyaliban Tuhan Yesus Kristus. Masih ingat bahwa Yesus berkata di Matius 16:4 bahwa generasi Dia adalah generasi jahat? Dan Paulus, pada waktu membicarakan para penolak Kristus secara umum, mengatakan bahwa pada dasarnya mereka dipenuhi segala kejahatan, di Roma 1:29. Semua ini benar karena Yeremia telah menjelaskan, bahwa hati manusia memang sangat jahat.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan manusia sudah kelihatan terang-terangan pada saat Yesus Kristus di eksekusi dan inilah perhatian khusus Matius. Dan seperti yang kita melihat disini, kejahatan tidak puas hanya dengan mematikan Yesus Kristus, harus juga menyiksa-Nya dalam proses ini. Harus juga memukul-Nya dan menikam-Nya dan meludahi-Nya dan memfitnah-Nya dan menghujat-Nya dan terus melakukan itu waktu Dia sedang sekarat. Seperti itulah kejahatan hati manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu kita membaca di Yesaya 53, itulah tanda kehidupan-Nya. Dia menderita kesedihan lebih banyak daripada semua orang yang pernah hidup tergabung menjadi satu. Menurut Yesaya 53:4, “penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya” dan ditambah itu kesedihan-Nya sendiri pada waktu Dia di asingkan dan di pisahkan dari Bapa-Nya. Jadi bukan saja Dia menderita lebih dari manusia siapapun, bahkan Dia menderita penderitaan yang lebih besar daripada penderitaan semua manusia bersama-sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia menderita? Marilah kita melihat, Dia menderita cobaan. Ibrani 4:15, “Ia sama dengan kita, telah dicobai dalam segala hal,” Dia menderita penyangkalan diri. Dia menolak untuk memiliki kenyamanan hidup normal. Dia merugikan diri-Nya. Seperti Paulus mengatakan di Filipi 2:7-8, “melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Dia tidak memiliki harta milik pribadi. Dia tahu rasa lapar, haus dan kecapaian. Dan Dia mengalami penolakan, Dia dibenci, dihina, diejek, difitnah, dicaci maki, ditegur, dihujat dan difitnah sepanjang hidup-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang itu mencapai puncak semua kejadian di sekitar kayu salib-Nya. Penderitaan yang amat besar ini adalah karena Dia menderita murka Allah di kayu salib itu pada saat Ia dijadikan dosa, kemudian Allah harus menumpahkan segala kegeraman-Nya atas semua dosa manusia kepada Kristus. Nah sekarang pada waktu kita melihat adegan itu di ayat 38-44, kita melihat penderitaan-Nya oleh berbagai macam orang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mencatat pada waktu lalu bahwa ada empat kelompok orang yang berbeda yang muncul di tempat kejadian itu. Marilah kita menamakan mereka orang jahat yang bodoh, orang jahat yang tahu, orang jahat yang plin-plan dan orang jahat yang beragama. Dan setiap orang di dunia ini yang tidak percaya Yesus Kristus termasuk dalam salah satu kelompok ini. Mereka berada di kayu salib dan orang seperti itu sekarang ada dimana-mana disekitar kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah waktu terakhir kita melihat orang jahat yang bodoh yang di ilustrasikan oleh para prajurit yang tidak peduli di ayat 27-37. Dan kita melihat bahwa tentara itu pada dasarnya adalah legiuner Romawi yang ditempatkan bersama Pilatus di Kaisarea. Mereka benar-benar tidak mengenal Yesus secara pribadi. Bagi mereka Yesus hanya seorang kriminal lain saja dan rada aneh juga. Mereka pasti memikir Dia agak kekurangan intelektual dan mental. Meskipun Dia dianiaya banyak sekali, Dia tidak pernah mengatakan apa-apa dan itu mungkin menegaskan kecurigaan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Merekalah yang memiliki-Nya pada saat kita melihat ayat 27-30. Mereka telah menyesah-Nya kemudian mereka menanggalkan pakaian-Nya. Mereka berlutut dihadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!” Dan mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkan-nya ke kepala-Nya. Dia adalah obyek ejekan. Dan tentara yang terlatih dalam membunuh dan memuntungkan orang senang dalam penganiayaan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 31, setelah mereka selesai mengolok-olokkan-Nya, mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Dan pada waktu mereka keluar kota di ayat 32, mereka memaksa seseorang bernama Simon dari Kirene untuk memikul salib Kristus. Kemudian di ayat 33 mereka tiba ditempat bernama Golgota, yang artinya: Tempat Tengkorak karena itulah bentuk bukit itu. Mereka memberikan-Nya anggur dicampur kemenyan sebagai penenang bagi mereka yang menghadapi kematian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyicipinya namun tidak mau meminumnya karena Dia mau disalibkan dengan kesadaran semua indra-Nya. Kayu salib itu diletakkan di tanah dan korban itu ditempatkan diatasnya dan pada mulanya kakinya ditarik kemudian paku besar dipalu di lengkungan satu kaki kemudian di lengkungan kaki lain. Kemudian kedua tangan-Nya ditarik dan paku besar dipalu kedalam pergelangan tangan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah korban itu dipaku disitu, kayu salib itu di angkat dan dimasukkan kedalam lobang. Sekarang korban itu telah disalibkan. Perlahan-lahan Dia akan melorot kebawah, semakin banyak berat badan ditanggung paku-paku di pergelangan tangan-Nya, sehingga kesakitan luar biasa akan menembak lengan. Dan dengan demikian mereka menyalibkan-Nya. Dan seperti Anda tahu, mereka membagi-bagikan pakaian-Nya dengan membuang undi. Dan ayat 36 mengatakan, “Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dr. Davis Truman menulis, “Pada saat ini, kram seperti gelombang besar menyerang otot-otot. Bersama kram itu Dia tidak sanggup lagi mendorong diri-Nya keatas. Tergantung oleh lengan-Nya, otot-otot dada menjadi lumpuh. Udara dapat ditarik ke dalam paru-paru namun tidak dapat dihembuskan. Akhirnya karbon dioksida menumpuk di paru-paru dan aliran darah. Dan Dia akan bernafas pendek dan mengalami ngeri membakar berjam-jam saat otot-otot robek. Sakit dalam yang menghancurkan terasa di dada pada saat selaput jantung berisi cairan dan mulai menekan jantung. Dan itulah menyebabkan kematian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa besar penderitaan itu. Dan tentara itu hanya duduk dan menjaga Dia. Mereka telah melihat hal itu berkali-kali. Apakah mereka tahu siapakah Dia? Tidak, ada papan tanda dari tuduhan di ayat 37. Pilatus, yang ingin menunjukkan Kristus tidak bersalah menempatkan itu diatas kepala Yesus, “Inilah Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi” dalam tiga bahasa waktu itu supaya semua orang dapat membacanya. Jadi dengan kata-kata sarkasme dia mengejek orang Yahudi dengan mengatakan kepada seluruh dunia, “Inilah rajamu, kamu orang-orang hina, patutlah kamu mendapat raja seperti ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ejekan Pilatus sebenarnya menyatakan kebenaran. Yesus adalah Raja bukan saja untuk orang-orang Yahudi, namun bagi semua orang, tetapi tentara itu tidak tahu hal itu. Dan dunia ini masih penuh orang-orang yang menolak Yesus Kristus karena kebodohan mereka. Ini adalah kebodohan yang disengaja, itu kebodohan yang tidak perlu namun tetap itu kebodohan. Dan banyak orang tidak mau tahu, karena mereka mengasihi dunia begitu banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada kelompok jahat lain selain dari kelompok ini dan itu kita temukan di ayat 38, “Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.” Marilah kita memanggil mereka orang jahat yang tahu. Mereka tidak tahu keseluruhannya namun mereka tahu sedikit. Nah inilah cara lain untuk mencemarkan Kristus, dengan menempatkan-Nya diantara dua perampok, pelaku kejahatan, orang kriminal. Jadi dalam kematian-Nya Dia bersama dengan orang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan yang digunakan disini pada dasarnya berarti bandit, perampok yang menjarah, bukan pencuri kecil. Mereka adalah perampok yang membunuh, yang adalah orang kriminal yang terburuk. Mereka tahu sedikit tentang klaim-klaim Yesus dan itu terbukti dari apa yang mereka katakan. Kita menemukan hal itu di ayat 44, “Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.” Jadi mereka tahu sedikit tentang klaim-klaim Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu sedikit karena mereka memang sebagian dari masyarakat Yahudi. Tentu mereka lebih tahu dibanding tentara Romawi yang tidak tahu apapun tentang kehidupan di bagian itu di dunia. Namun mereka juga jahat dan mereka mencela Yesus. Mereka perampok materialistis yang hidupnya mementingkan harta milik dan mendapatkannya dengan kekerasan. Mereka tidak pernah memikirkan kebenaran, keadilan, penghormatan dan kesalehan, dan mereka tidak peduli moralitas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang seperti mereka yang tahu tentang Yesus, namun hidup mereka seluruhnya bersangkut paut dengan hal-hal materi saja. Mereka tidak peduli sifat kebenaran dan kebenaran. Mereka hidup mementingkan diri dan mereka bayar banyak untuk itu. Dan untuk menunjukkan betapa besar komitmen mereka terhadap gaya hidup mereka, disini mereka bergantung di kayu salib pada jam-jam terakhir kehidupan mereka dan mereka masih saja menghina Yang mengklaim menjadi Anak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi mereka bukan penolak yang terburuk karena masih ada kelompok lain. Kita melihat mereka di ayat 39-40. Kita dapat menamakan mereka orang jahat yang plin-plan. Ayat 39-40, “Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, 40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!” Karena orang-orang disalibkan di pinggir jalan besar, yaitu jalan ke utara kota disitu penuh orang karena itu hari Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitu ada orang-orang Yahudi yang mungkin sama dengan orang banyak yang berteriak “Salibkanlah Dia.” Rakyat yang sama yang pada hari Senin telah memuji-muji-Nya dengan teriakan “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Ini adalah orang-orang yang sama yang plin-plan. Mereka ingin mujizat-mujizat-Nya, dan mereka mendengar ajaran-ajaran-Nya. Dan mereka tahu Dia mengaku adalah siapa dan mereka juga tahu banyak perbuatan yang membuktikan klaim-klaim tersebut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang Dia hanya korban penyaliban Romawi. Dan Dia ditolak mereka. Sebenarnya mereka terus menerus menghina Dia; ini penghujatan terus menerus. Dan mereka melakukan hal itu dengan bergoyang-goyang kepala dalam semacam bentuk mengejek. Mazmur 22 menubuatkan hal ini persis yang mereka lakukan. Mazmur 22:7-8 mengatakan, “Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. 8 "Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang meluputkan-Nya, biarlah Dia yang melepaskan-Nya! Bukankah Dia berkenan kepada-Nya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa mereka mengolok-olok Yesus di ayat 40? Karena itulah dua hal yang keluar dari sidang Kristus di hadapan Annas dan Kayafas. Masih ingat di Matius 26:61, mereka dapat saksi-saksi palsu untuk sidang Yahudi itu yang mengatakan, “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Sebenarnya Yesus mengatakan hal itu lama sebelumnya itu, faktanya itu terjadi tiga tahun sebelumnya ketika Dia baru datang ke Yerusalem. Dan pada waktu itu Dia mengatakan di Yohanes 2:21 bahwa yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Matius 26:63-64, Kayafas mengatakan kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." 64 Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya.” Jadi mereka menggabungkan dua hal: tuduhan bahwa Yesus akan menghancurkan Bait Allah dan klaim-Nya bahwa Dia adalah Anak Allah yang mereka katakan adalah penghujatan. Jadi rakyat yang plin-plan yang melempar daun palem dan memuji-Nya sebagai Mesias dulu, sekarang mengejek dan menghujat nama-Nya pada hari Jumat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengingatkan kita akan orang-orang di masa kini. Banyak orang sudah ke gereja, mungkin mereka dibesarkan di gereja, dan mereka tahu pesannya. Mungkin orang tua mereka orang Kristen dan didikan mereka Kristen. Mungkin mereka telah mengaku pada suatu ketika bahwa mereka percaya dan mereka telah dibaptis. Namun semua itu terjadi di masa lalu. Mereka sekarang tidak begitu tertarik lagi. Yesus tidak memenuhi hasrat mereka. Mereka pikir Dia seharusnya menyerang Roma dan bukan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia dapat menjadi Mesias? Dia sudah disitu selama seminggu dan lihatlah sekarang, Dia bergantung di kayu salib dan Ia ditempatkan disitu oleh orang Romawi. Dia adalah korban. Ini bukan Mesias karena asumsi mereka adalah bahwa Mesias akan datang untuk mengalahkan Roma dan semua negara lain. Mereka sudah melupakan puji-pujian mereka dan sekarang dalam kekecewaan mereka, mereka malah melawan-Nya dan menghujat nama-Nya. Konsekuensinya untuk hal itu amat besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dunia ini penuh orang yang sekarang mengejek Yesus, yang dulu memuji-Nya. Ya, itu bukan keselamatan tulen. Namun mereka tahu kebenaran tentang Dia tetapi sekarang mereka menolak hal itu. Orang jahat plin-plan benar-benar pengkhianat, namun mereka bukan kelompok yang terburuk. Kelompok yang terburuk akan terdapat di ayat 41-43, yaitu orang jahat yang beragama. Mereka di ilustrasikan oleh pemimpin agama munafik yang kelihatannya mewakili Tuhan dan kebenaran dan kesalehan dan Firman Allah, tetapi sebenarnya mereka penuh kebencian terhadap Kristus yang adalah Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 41-42, “Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: 42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.” Berbagai imam-imam semua mengejek-Nya bersama dengan Ahli-ahli Taurat yang menjadi otoritas hukum dan para penatua yang adalah orang-orang dewasa yang terkenal, yang dihormati dan penuh kebijaksanaan di negara. Merekalah merupakan Sanhedrin, badan yang berkuasa di Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dia menyelamatkan orang lain” dan maksud mereka adalah pelayanan penyembuhan-Nya dan kuasa-Nya mengusir setan-setan. “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” Tidak pernah ada tanda bahwa pemimpin-pemimpin rohani Israel menyangkal mujizat-mujizat-Nya. Namun mereka katakan bahwa itu semua dilakukan dan diselesaikan oleh Iblis. Mereka mengatakan bahwa Dia melakukan itu dengan kuasa Beelzebul, akan tetapi mereka tidak pernah menyangkal mujizat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika mereka melihat Yesus di kayu salib tidak mampu melepaskan diri, ini dalam pikiran mereka menegaskan bahwa Dia memang ada kuasanya namun itu kuasa Iblis. Jadi ketika kita menyalibkan-Nya, kita sudah yakin Dia akan menetap disitu karena Allah berada di pihak kita. Lihatlah, buktinya Dia di kayu salib menunjukkan bahwa kuasa-Nya tidak sebesar kuasa kita. Dia memakai kuasa Iblis, kita memakai kuasa Allah, mereka pikir. Jadi mereka menyerang kuasa-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 43 mereka menyerang kepribadian-Nya. Dia seringkali telah mengaku Dia adalah Anak Allah dan sekarang mereka memakai hal itu untuk menghujat-Nya. Mereka semua memiliki agama mereka masing-masing namun itu sama sekali tidak bersangkut paut dengan Allah. Mereka pemimpin buta, guru-guru palsu, nabi-nabi palsu dan orang munafik yang terkutuk ke neraka. Setiap orang yang tidak percaya di waktu manapun juga sama-sama bersalah seperti orang banyak disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Zakharia 12:10 mengatakan bahwa pada suatu hari mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi Dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.” Dan Ibrani 6 mengatakan bahwa setiap orang yang menolak Kristus bersalah dalam “menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.” Anda baik berdiri bersama orang yang percaya atau bersama dengan mereka yang menyalibkan. Kristus di kayu salib mengatakan ini, “Bapak, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Lukas 23:39-43, “Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." 42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." 43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak tahu Anda ada dimana sekarang. Yesus ingin merangkul Anda, ingin memberikan Anda keselamatan yang Dia sediakan tanpa bayar. Dia menetap di kayu salib bukan karena Dia tidak mampu turun, Dia tinggal di kayu salib karena Dia tidak mau turun. Dan Juruselamat menangis bagi mereka yang menumpahkan darah-Nya. Begitu besar belas kasihan Allah dan hadiah keselamatan. Marilah kita tunduk dalam doa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Aug 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150809</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/qs4vkle2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keputusan Iman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_eepz8qd0"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Hebrews+11:24-29" target="_blank" class="imCssLink">Ibrani 11:24-29</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 11:24-29, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. 28 Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. 29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini ditulis kepada orang-orang Yahudi yang telah mendengar berita Injil dan tertarik, namun masih belum percaya kepada Kristus. Jadi waktu mendengar Injil, dimana dikatakan lupakanlah Hukum Taurat, lupakanlah sunatan, lupakanlah tata cara, itu semua tidak akan menyelamatkan Anda, ini semua bergantung kepada anugerah dan iman, orang-orang Yahudi masih bertanya-tanya apakah ini berita baru. Jadi penulis Ibrani menunjukkan disini bahwa keselamatan dari dulu selalu hanya oleh iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan untuk membuktikan itu dia kembali sampai kepada permulaan Perjanjian Lama. Kita telah belajar tentang Habel dan bagaimana dia mendemonstrasikan iman dan dengan iman itu dia didamaikan dengan Allah. Kemudian kita belajar tentang Henokh. Kemudian kita belajar tentang Nuh. Kemudian kita belajar tentang Abraham. Kemudian kita belajar tentang Ishak, Yakub dan Yusuf. Dan dalam setiap kasus kita melihat bahwa semua orang memiliki hubungan baik dengan Allah oleh iman. Yang mendefinisikan hubungan mereka adalah iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk mengatakan bahwa Musa berjalan dalam alam roh oleh iman dan bukan dengan Hukum Taurat adalah sesuatu yang luar biasa. Penulis Ibrani mengatakan kepada kita bahwa iman Musa didasarkan serangkaian pilihan yang diambilnya. Bahkan ayat 25 memakai perkataan “lebih suka” (= memilih). Inilah cara baik untuk melihat hidup beriman secara umum karena iman sejati selalu memilih. Ada beberapa hal yang diterima dan ada beberapa hal yang ditolak dan ini semua diperlihatkan dalam kisah Musa ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa adalah teladan berikutnya dari kebenaran Ibrani bahwa keselamatan bukan terdapat oleh upaya, bukan karena tata-cara atau pulasan, namun oleh karena iman. Yaitu kepercayaan pribadi kepada Firman Allah adalah identitas kami. Kehidupan kita terdiri dari serangkaian pilihan yang kita ambil. Pilihan-pilihan kita baik atau pilihan-pilihan kita buruk. Seringkali terdengar orang mengatakan, “Pilihanku buruk.” Mereka tidak mau mengaku bahwa sebenarnya itu dosa-dosa penuh nafsu gairah. Kita dapat kesempatan berkali-kali setiap hari untuk memilih yang baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah kita? Banyak orang yang sudah pensiun kehilangan identitas mereka, karena pekerjaan mereka memberikan mereka penghargaan diri, mereka adalah insinyur, doktor dsb. Apakah dasar identitas Anda, apakah itu pekerjaanmu atau hubungan pribadi Anda dengan Allah? Anda dapat memilih jalan Allah, jalan kebenaran dimana Anda akan hidup selamanya dengan Allah karena Dia kenal Anda dan mengasihi Anda. Atau Anda dapat memilih jalan kedagingan, jalan dunia dan Iblis, dimana segala uasaha hidup Anda tidak berarti dan Anda terlupakan di neraka pada saat Anda mati. Banyak orang menamakan Rumah Sakit atau gedung besar atas nama mereka, karena mereka ingin orang ingat mereka selamanya, padahal begitu mereka mati, mereka langsung dilupakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ulangan 30:19 mengatakan, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” Yoshua 24:15, “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang marilah kita melihat kepada Musa yang memilih yang benar. Dia memilih cara Allah. Dia memilih untuk percaya kepada Tuhan, percaya wahyu Allah, Firman Allah, untuk hidup kehidupan iman. Dan imannya ditunjukkan dengan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan hal-hal yang ditolak dan hal-hal yang diterima. Cara Musa dibesarkan diterangkan di Keluaran 2, di Kisah Para Rasul 7 oleh Stefanus dan di Ibrani 11. Marilah kita pakai bagian-bagian dari ketiga sumber ini. Ibrani 11:24 mengatakan, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluaran 2:10 mengatakan, “Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya.” Mungkin dia sudah berumur duabelas tahun pada waktu itu. Jadi dia sudah belajar tentang janji-janji kepada Abraham. Dia juga sudah belajar tentang janji kepada Ishak dan Yakub dan Yusuf. Dia sudah belajar sejarah Yusuf yang meninggal dengan harapan Tanah Perjanjian, dan dia tahu pada suatu waktu Allah akan membawa umat-Nya keluar dari Mesir. Dan juga bahwa Allah sudah janji untuk mengirim penyelamat Israel, Mesias akhir di Kejadian 49.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 11 mengatakan, “Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa,” empatpuluh tahun sudah berlalu diantara ayat 10 dan ayat 11. Di tahun-tahun dimana Musa menjadi dewasa, menurut Kisah Para Rasul 7:22, adalah waktunya dia belajar semua pengetahuan Mesir. Jadi dia mulai dengan fondasi kehidupan yang adalah kebenaran Allah yang dinyatakan sejak itu dari orang tuanya. Dan setelah itu dia belajar hikmat orang Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang akan menguasai hatinya, apakah identitasnya, siapakah dia di mata Allah? Apakah itu hikmat orang Mesir atau itu adalah kebenaran Allah? Apakah itu pendidikan formal di Mesir, hikmat orang Mesir, penyembahan berhala Mesir, dia pasti sudah belajar tulisan Mesir pada masa purbakala. Dia tentu sudah belajar bahasa negara disekitar mereka, supaya dia dapat berkomunikasi dan dagang. Namun apakah dia sudah melupakan apa yang dia dapat sebagai fondasi kehidupan, yaitu Firman Allah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dia sudah dewasa, dia harus mengambil keputusan yang penting. Dia sekarang sudah masuk kultur Mesir sepenuhnya. Apakah pilihannya sekarang? Marilah kita kembali kepada buku Ibrani kemudian kita kembali ke Keluaran sesudah itu. Jawaban dilema ini ada di ayat 24, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun.” Ini titik pertama yang perlu perhatian kami, dia menolak prestise dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah lebih bergengsi daripada menjadi cucu Firaun, pemimpin dunia terbesar pada waktu itu? Itu masyarakat yang paling canggih, paling maju, dia mengerti kehormatan sebagai pangeran di Mesir. Dia mengerti status dan kenyamanan, kuasa dan kekayaan dan hak-hak isitmewa yang dia miliki. Jadi ini keputusan kehidupannya yang terbesar. Apakah dia berani meninggalkan semuanya itu untuk panggilan dari Tuhan? Dan dia tahu bahwa Allah telah memanggil dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Kisah Para Rasul 7:21-25 dimana Stefanus mengatakan, “Tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri. 22 Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. 23 Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel. 24 Ketika itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu. 25 Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluaran 2 menggambarkan hal yang sama. Itulah waktunya dimana dia menolak gengsi dan martabat dan segala sesuatu yang datang bersama itu menjadi pangeran di Mesir. Ini tindakan iman. Mengapa? Karena jika Anda hidup berdasarkan penglihatan, Anda akan mengambil segalanya yang kelihatan: kuasa, gengsi, uang, ketenaran, dan semua yang menjadi miliknya sebagai pangeran di Mesir. Dia menggantikan apa yang kelihatan untuk apa yang tidak kelihatan. Inilah tindakan iman. Kebanyakan orang hidup seumur hidup mereka mengejar hal-hal seperti itu dan mereka tidak mau meninggalkan pengejaran itu untuk hidup beriman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Musa percaya Allah untuk menggenapkan dan mencapai tujuan hidupnya. Dia menolak apa yang ada di dalam tangannya, yaitu gengsi dan kuasa Mesir dan memilih untuk menanggung perlakuan buruk bersama umat Allah. Untuk menempatkannya di dalam konteks masa kini, iman menolak semua yang dunia ini memberikan yang menurut 1 Yohanes 2:16 digambarkan seperti, “keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup.” Murid-murid memakai perkataan lain yang sama kuatnya di Matius 19:27, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan perkataan Yesus di Lukas 9:23, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Ini tindakan pertama yang kita lihat dari Musa dalam menunjukkan imannya. Iman bersedia untuk menyangkal dirinya, untuk menyangkal segala harta miliknya. Jika orang tidak rela meninggalkan hal-hal duniawi, mereka tidak akan dapat datang kepada Allah. Ingatlah apa yang terjadi dengan tanah penuh lalang, yang berduri, benar? Kekayaan yang menipu dan mementingkan dunia ini menyebabkan Anda tidak berbuah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, dia menolak kesenangan dunia. Ayat 25, “karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.” Dosa memang menarik dan menyenangkan. Dan di dalam kultur Mesir itu banyak sekali, khususnya saat Anda adalah pangeran. Tidak ada keinginan sensual yang tidak dipenuhi. Musa harus berpaling dari semua kesenangan dosa. Ingatlah apa yang dikatakan Ayub 20:5, “sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja, dan sukacita orang munafik hanya sekejap mata saja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang dia tolak adalah, bukan dari gengsi dunia saja dan kesenangan dunia saja, namun juga dari kekayaan duniawi, ayat 26, “Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.” Dia menganggap, dalam bahasa Yunani, dia mengambil keputusan. Dia mencari satu-satunya upah yang benar berharga, yaitu upah ilahi, upah kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa maksudnya dengan penghinaan karena Kristus? Dia akan diperlakukan dengan cara yang sama seperti cara Yesus diperlakukan. Meskipun Musa tidak mengenal Kristus, dia tahu ada janji tentang penyelamat yang akan datang. Namun kita tahu dan pembaca buku Ibrani juga tahu bahwa dia rela dihina dan rela pindah dari keadaan dimana dia memiliki segalanya sampai pada dasarnya tidak memiliki apapun, dari keadaan dihormati menjadi diperlakukan dengan penghinaan, sama seperti Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menderita semacam penghinaan yang karakternya sama seperti Kristus, yang memiliki kekayaan tak terbatas, yang diberi hak istimewa tak terbatas, yang berada dalam kepuasan tak terbatas dalam hadirat Allah dan semua itu disingkirkan untuk melakukan kehendak Allah, untuk turun ke dunia untuk menderita penganiayaan demi umat Allah. Musa dalam hal itu sama seperti Kristus. Dia tahu bahwa hidupnya adalah di dalam tangan Allah yang tidak kelihatan dan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa juga menolak tekanan dunia, Lihatlah ayat 27, “Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat Dia yang tidak kelihatan.” Bagaimana dia bisa meninggalkan semua harta karun Mesir untuk menjadi penghinaan? Karena dia memilih jalan yang menuju kepada kekayaan yang lebih besar daripada apa yang ada di Mesir. Bagaimana dia tidak dapat merasa takut Firaun setelah membunuh orang Mesir? Dia pasti harus melarikan diri karena takut dibunuh. Dan memang itulah yang dia lakukan, dia melarikan diri ke Midian dimana ia harus tinggal selama empatpuluh tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang sebenarnya dikatakan di ayat 27 itu, “Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir”, itu kata yang lebih kuat yang artinya suatu penolakan hati. Dalam bahasa Yunani disini di Ibrani 11 dan di Lukas tertulis mereka meninggalkan segalanya untuk ikut Yesus. Jadi ini berarti bukan saja mereka meninggalkan Mesir secara fisik tetapi mereka menolak seluruh pengalaman Mesir dengan hati mereka Dia menolak kuasa Firaun atas kehidupannya. Dia menolak “takut akan orang”, mengutip perkataan dari Amsal 29:25.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia hidup di tanah Midian selama empat puluh tahun sebagai gembala dan sekarang dengan keberanian dia datang ke wajah Firaun dan mulai memberi tuntutannya. Dan banyak hal yang tidak baik terjadi pada saat Firaun menolak. Pertama air itu menjadi darah, kemudian datanglah katak-katak, kemudian debu menjadi nyamuk dan sesudah itu lalar, kemudian ternak mereka mati, kemudian barah-barah di binatang dan manusia, kemudian hujan es, belalang-belalang, kemudian kegelapan dan ayat 28 memberikan mereka tulah terakhir, kematian anak sulung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Darimana Musa dapat iman dan keberanian seperti itu? Dia bertahan dengan melihat kepada Dia yang tidak kelihatan. Dia melihat raja yang lebih besar dengan mata iman, dia percaya Allah. Orang ini mengambil keputusan yang benar, dia memilih untuk menolak gengsi dunia, untuk menolak kesenangan dunia, menolak kekayaan dunia dan menolak tekanan dunia, Jadi dia mengambil keputusan-keputusan yang benar. Iman sejati menerima Firman Allah meskipun hasil terakhir belum kelihatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke ayat 23, “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.” Firaun telah memutuskan untuk membunuh bayi-bayi lelaki Yahudi dan orang tuanya dengan keberanian menyembunyikan dan melindungi anak itu. Perkataan “elok” adalah perkataan yang menarik. Di Kisah Para Rasul 7:20, Stefanus mengatakan, “dia elok dimata Allah.” Mereka tahu anak itu spesial bagi Allah dengan tujuan ilahi. Orang tua Musa adalah teladan iman yang percaya rencana Allah sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita melihat kuasa pemeliharaan Allah. Setelah anak perempuan Firaun menemukan bayi kecil itu, Miriam mengatakan, “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" Jadi bayi itu kembali ke Yokhebed, ibunya dan tinggal bersama mereka dan menjadi besar selama banyak tahun. Banyak orang teologia berpendapat bahwa kewajiban Musa diterangkan kepadanya dalam tahun-tahun itu dan orang tuanya menjelaskan bahwa dia dipanggil khusus oleh Allah. Jadi pada waktu dia kembali ke tempat Firaun sebelum dia menjadi remaja, dia sudah tahu bahwa Allah ada rencana khusus bagi dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musa tidak pernah menyimpang dari apa yang dia tahu adalah panggilannya. Dan imannya sama seperti orang tuanya dan itu mendorong dia untuk menolak disebut anak putri Firaun. Keluaran 2:11-12, “Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa,” pada waktu itu Musa telah berumur empatpuluh tahun, “ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. 12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab tidak mengatakan bahwa ini tindakan yang baik, itu adalah perbuatan dosa, namun itu menunjukkan bahwa dia rela memilih untuk membayar konsekuennya dia di identifikasikan dengan umatnya. Ayat 13-14, “Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?" 14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan umatnya sendiri menolak dia karena mereka sendiri takut orang Mesir akan datang dan membunuh mereka semua. Terpaksa dia melarikan diri dari tanah itu selama empatpuluh tahun, dan hidup di tanah Midian sementara Allah membentuk dia menjadi pemimpin menurut keinginan-Nya. Dan setelah dia dipersiapkan Allah selama empatpuluh tahun, dia kembali, setelah diutus di semak diri bernyala. Dia datang di hadirat Firaun dan memberi hukuman kepadanya dan dia minta supaya umatnya keluar. Iman sejati menerima rencana Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak mencoba untuk membikin strategi dia sendiri. Dia menerima rencana Allah dan perbekalan Allah dan janji-janji Allah. Ayat 29, “Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.” Kisah Musa bukan kisah Hukum Taurat, itu adalah kisah iman, benar? Iman selalu memilih keputusan yang benar. Bagaimana dengan Anda? Mengikuti jalan Allah adalah satu-satunya jalan kepada keselamatan, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Aug 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150802</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/eepz8qd0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penyaliban Jahat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_e9utam64"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:27-37" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:27-37</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian karena penyaliban tampaknya mencakup semua rasa sakit dan kematian yang ada. Tidak seorangpun peduli kematian itu cepat dan tanpa sakit. Tidak ada orang yang peduli pelestarian ada ukuran martabat manusia. Malah sebaliknya. Orang yang menyalib ingin menyiksa sebesar mungkin dan penghinaan lengkap yang melebihi cara mematikan orang lain. Dan itulah siksaan yang dialami Tuhan Yesus Kristus bagi kita.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ini juga menunjukkan anugerah dan belas kasihan dan kasih Allah yang tidak bisa terlihat dalam acara sejarah apapun juga. Jadi kita dapat melihat teks tentang kayu salib dan kita bisa memperhatikan pernyataan diri dari kasih Allah dan anugerah di kayu salib. Dan itulah untuk sebagian besar tujuannya injil Yohanes. Dan pada saat Yohanes menulis tentang kayu salib, itu selalu melihatnya dari sudut Allah. Dia menunjukkan bahwa itu semua menggenapkan nubuatan, bahwa itu semua rencana Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu bukan tujuan Matius. Matius melihat kayu salib dari sudut pandangan sebaliknya. Matius menggambarkan penyaliban bukan dari sudut kebaikan Allah namun dari sudut kejahatan manusia. Betapa besar kejahatan manusia dan betapa jahatnya hati manusia sampai Yesus Kristus mati. Jadi ada dua kebenaran yang berlawanan yang dinyatakan dalam satu kejadian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Matius adalah untuk memperlihatkan kejahatan manusia di waktu penyaliban. Dan dari ayat 27 sampai ayat 44, kita melihat empat kelompok orang jahat disekitar kayu salib. Orang jahat yang bodoh, orang jahat yang tahu, orang jahat yang plin-plan dan orang jahat yang beragama. Malam ini kita akan melihat kelompok pertama karena mereka dibicarakan paling banyak dan lain kali kita akan membicarakan ketiga kelompok yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang jahat yang bodoh di ilustrasikan oleh tentara yang tidak peduli di Matius 27:27-37. Perhatikanlah ayat 27, “Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul dikeliling Yesus.” Mari kita berhenti sebentar. Pilatus telah berdosa terhadap keadilan dan hati nurani. Dia telah berdosa terhadap kebenaran, integritas dan karakter. Dia telah menjual jiwanya untuk popularitas dan keamanan. Dia penakut yang sedih. Dia terpaksa melakukan hal-hal terhadap Yesus yang dia tahu tidak adil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada waktu kita baca teks ini, Yesus telah mengalami pencambukan yang disebut di ayat 26. Tangan-Nya telah diikat ke tiang, dan kaki-Nya ditangguhkan dari tanah. Dua tentara Romawi, satu di setiap sisi, memiliki pegangan kayu yang ada tali kulit yang pada ujungnya diikat batu, tulang dan logam tajam. Kemudian mereka memukul tubuh Yesus Kristus sampai darah keluar dari seluruh tubuh-Nya. Itu hal pertama yang dilakukan tentara itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya Roma mewajibkan tentara dari negara-negara yang diduduki dan seringkali mereka membawa tentara dari Suriah ke Israel. Mereka menggunakan tentara itu karena orang Suriah bisa berbicara bahasa Aram yang adalah bahasa sehari-hari orang Israel. Jadi ada tentara yang mencerminkan kuasa dan kehadiran militer Romawi. Dan mereka bukan orang Yahudi karena orang Yahudi dibebaskan dari pelayanan militer Romawi dan memang mereka tidak ada niat untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dibawah pimpinan Pilatus, mereka mengejek klaim Yesus bahwa Dia adalah raja. Nah para prajurit tidak melakukan itu tanpa persetujuan Pilatus. Karena injil Yohanes mengatakan bahwa setelah Yesus dibawa keluar dari cambukan itu untuk menghadap rakyat dalam pakaian raja yang dikenakan kepada-Nya, pada waktu yang sama Pilatus juga keluar. Jadi Pilatus pasti tahu apa yang terjadi di dalam dan juga menginginkan Yesus dijadikan raja ejekan untuk menunjukkan betapa bodohnya tuduhan mereka bahwa orang ini adalah ancaman bagi Roma atau Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekarang menjadi obyek ejekan tentara ketika mereka semua berkumpul disekitar-Nya dan mulai permainan kecil mereka. Hal pertama yang mereka lakukan di ayat 28 adalah “menanggalkan pakaian-Nya.” Mereka senang melakukan itu karena mereka benci orang Yahudi. Mereka telah mengalami banyak masalah dan mereka senang sekali mengejek orang-orang Yahudi dengan cara apapun juga. Dan di gedung pengadilan itu tidak ada orang Yahudi. Alkitab mengatakan bahwa orang Yahudi dilarang masuk karena itu menajiskan karena pelanggaran itu dapat menyebabkan mereka tidak bisa merayakan Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dikatakan di ayat 28, “Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya.” Di dalam gedung pengadilan Pilatus ada jubah yang tidak dipakai lagi, yang biasanya dipakai tentara sebagai pakaian luar, kain kasar yang dipakai supaya tidak kedinginan. Matius mengatakan warnanya kirmizi. Yohanes mengatakan warnanya ungu. Perbedaannya kirmizi dan ungu tidak begitu besar dan jubah tua itu mungkin luntur di beberapa tempat. Mungkin di pikiran Yohanes maksud mereka adalah jubah ungu karena ungu adalah warna keagungan dan mereka sedang mengejek-Nya sebagai raja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 29 mengatakan, “Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Di Kejadian 3:18 setelah Adam dan Hawa berdosa, Allah mengutuk dunia dan mengatakan, “semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu.” Mahkota itu dapat dilihat sebagai lambang penanggungan-Nya kutukan dunia itu. Karena di kayu salib, Yesus bukan saja menghilangkan dosa namun Dia juga menghilangkan kutukan seluruh dunia itu, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya ayat 29 mengatakan, “Mereka memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya.” Tangan kanan adalah tangan otoritas. Dan buluh itu adalah lambang tongkat kerajaan dan buluh itu adalah tongkat-Nya. Dan jika Dia adalah raja, haruslah ada tongkat kerajaan. Dan mereka berlutut di hadapan-Nya sepertinya Dia benar-benar raja. Dan mereka mengolok-olokkan-Nya katanya, “Salam hai Raja orang Yahudi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan demikian mereka meneruskan permainan mereka di ayat 30, “Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.” Teks Yunani mengatakan mereka berulang kali memukul-Nya di kepala. Mereka terutama melakukan itu untuk menunjukkan bahwa otoritas-Nya tidak ada kuasanya. Anda raja seperti apa, kita dapat mengambil tongkat kerajaan dari tanganmu dan memukul kepalamu? Keagunganmu hanya lelucon saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 19:3 menambahkan dalam adegan yang sama, “Mereka terus menampar muka-Nya.” Itu gambaran kejahatan manusia. Mereka bahkan tidak mengenal-Nya. Itu adalah kebobrokan hati manusia, jika diberi kesempatan untuk melakukan apa saja, mereka lakukan itu. Itu adalah hiburan brutal. Dan melalui semua itu Yesus bertahan. Dia tidak mengatakan sesuatupun, Dia tidak melawan. Dia rela menderita untuk pendosa-pendosa, untuk menderita bukan saja kematian di kayu salib namun juga segala sesuatu yang datang bersama hal itu. Dia memenuhi panggilan-Nya. Ibrani 12:3, “Dia tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 31 mengatakan, “Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.” Penyaliban itu mulai di Iran dan mereka ada dewa bernama Ormuzd, Dan dialah yang menganggap dunia ini suci. Jadi semua orang yang dihukum mati harus dinaikkan diatas muka bumi, kalau tidak itu akan menajiskan bumi. Jadi orang-orang Persia menciptakan penyaliban untuk mengangkat orang diatas tanah dalam eksekusi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini datang dari orang Persia, kemudian ke orang Kartagini dan setelah itu orang Romawi mengambilnya dan memakainya ekstensif. Sejak zaman Kristus dan disekitar waktu pendudukan Romawi di Israel, orang Romawi menyalibkan paling sedikit 30,000 orang Yahudi. Dan mereka melakukan itu semua disebelah jalan raya supaya memperingati orang apa yang akan terjadi jika ada pelanggaran hukum Romawi. Jadi mereka mengikuti prosedur normal dengan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32 mengatakan, “Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.” Matius mengatakan waktu mereka berjalan ke luar kota karena semua eksekusi harus dilakukan di luar kota. Itu adalah bagian Hukum Imamat. dan karena itu dikatakan di Ibrani 13:12, “Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang itu, Simon dari Kirene kemudian memikul salib-Nya. Matius tidak memberi-tahu kita apa yang terjadi sebelum mereka ke luar kota. Yohanes 19:16-17 mene-rangkan hal itu, “Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. 17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.” Tidak ada sesuatu di Alkitab yang menyarankan bahwa Yesus hanya membawa sebagian dari kayu salib itu. Kayu itu beratnya lebih dari 200 pon di punggung-Nya dalam kondisi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya tawanan dikelilingi empat prajurit Romawi, satu di setiap sudut, dan menggerakkan-Nya dengan para prajurit lain yang ada didepan dan dibelakang. Dan sekarang pada hari Pelewatan ini, dengan semuanya lagi bergerak, tempat itu penuh orang. Dan mereka pasti memakai jalan raya untuk memperlihatkan tawanan itu. Dan di leher tahanan di gantungkan plakat dimana tertulis vonis tahanan itu supaya semua orang tahu pelanggaran apa menyebabkan tahanan ini akan di eksekusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu prosesi itu Yesus memberikan pesan publik yang terakhir. Itu dicatat di Lukas 23:27-29, “Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.” Nah itu merupakan sesuatu yang seorang ibu Yahudi tidak dapat bayangkan. Yesus mengatakan tangislah bagi dirimu dan anak-anakmu karena waktunya akan datang dimana Anda ingin Anda tidak mempunyai anak-anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30, “Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! Dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!” Kalian akan mengalami hukuman yang begitu berat sehinggga kamu akan mengharapkan kamu tidak mempunyai anak yang akan dibunuh di depan matamu. Kemudian ayat 31, “Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" Apakah artinya itu? Yesus adalah kayu hidup dan orang-orang Yerusalem adalah kayu kering. Jika orang Romawi memperlakukan ini dengan Yesus yang tidak bersalah, apakah mereka akan berbuat dengan orang Yahudi yang bersalah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kayu hidup tidak akan dibakar, namun orang Yahudi adalah kayu kering, dan mereka harus dibakar. Itulah implikasi-Nya. Orang membakar kayu kering dan bukan kayu hidup. Ketika hukuman datang, lihatlah apa yang akan terjadi dengan kamu. dan kita tahu bahwa Dia mengacu kepada penghancuran waktu 70 S.M. yang disebabkan pertempuran melawan Roma. Pesan Yesus terakhir kepada mereka pada waktu Dia menuju ke kayu salib-Nya adalah pesan kedatangan penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun baru setelah keluar dari kota sudah kelihatan bahwa Yesuspun dengan segala kekuatan manusia yang pernah ada, sudah tidak kuat lagi. Penderitaan-Nya keterlaluan, satu minggu penuh, Pelewatan malam hari, tanpa tidur, pengkhianatan Yudas, murid-murid-Nya yang melarikan diri, persidangan lama, ketidakadilan dan semua pukulan-pukulan. Jadi mereka menemukan orang dari Kirene bernama Simon dan mereka memaksa dia untuk memikul salib itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kirene adalah pemukiman Yunani. Letaknya disebelah barat Alexandria dan pada masa kini itu letaknya di Libya. Ada banyak orang Yahudi disana karena itu pusat perdagangan. Simon adalah orang Yahudi dari pantai utara Afrika yang berada di Yerusalem karena waktunya hari Pelewatan. Namanya nama Yahudi, Simon. Markus 15:21 mengatakan kepada kita bahwa mereka memaksa Simon dari Kirene yang baru saja masuk ke kota Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang Romawi yang akan memikul kayu salib orang kriminal, tentu bukan kriminal Yahudi, tentu bukan orang kriminal dengan karakter yang begitu aneh dan luar biasa. Kemudian Markus 15:21 mengatakan dia adalah, “ayah Aleksander dan Rufus.” Nah ini menarik. Namun siapakah mereka dan mengapa nama mereka diberi tahu? Nah, ingatlah bahwa Markus menulis injilnya dari Roma dan kemungkinan besar yang membaca itu pada pertama kalinya adalah orang-orang Romawi dan disini kemungkinan besar mereka mengenal satu sama lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Simon sekarang sedang memikul kayu salib berat itu, disebelah Yesus dikelilingi empat prajurit di depan dan dibelakang. Ayat 33, “Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.” Itu adalah kata bahasa Aram yang diterjemahkan ke bahasa Yunani dan kemudian ke bahasa Inggris yang berarti “tempat Tengkorak.” Di Lukas 23:33, itu dinamakan “tempat yang bernama Tengkorak” dan disitu dipakai kata “kranion” dari mana kita dapat “cranium.” Dan terjemahan Latin Vulgate adalah “Calvary” yang adalah kata Latin untuk cranium.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tempat ini bukan tempat dimana menurut beberapa orang ada banyak tengkorak-tengkorak tersebar dimana-mana, kalau begitu itu dinamakan tempat tengkorak-tengkorak, bentuk jamak. Lagi pula orang-orang Yahudi tidak akan membiarkan tulang-tulang dibiarkan begitu saja, itu hal yang tak tertahankan bagi mereka. Jadi itu dinamakan tempat tengkorak karena tempat itu kelihatan sebagai tengkorak dan bentuknya sama seperti itu. Kristus disalibkan bukan diatasnya tetapi didepannya, dekat pinggir jalan supaya semua orang yang berjalan disitu dapat melihat hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika mereka tiba di Golgota, tempat tengkorak itu, mereka mulai proses itu melalui ayat 34, “Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur gal.” Nah gal itu suatu istilah untuk sesuatu yang pahit. Di dalam Injil Markus 15:23 dikatakan bahwa anggur itu dicampur mur. Dan mur itu adalah semacam narkotik sayuran yang dicampur anggur untuk menenangkan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari sudut pandangan tentara itu, proses menenangkan itu bukan tindakan belas kasihan, mereka tidak peduli sama sekali korban itu menderita atau tidak. Itu hanya meringankan pekerjaan mereka karena cukup sulit untuk memaku empat paku di tangan dan kaki kalau orangnya masih sadar. Tetapi kita tahu dari sejarah bahwa itu dilakukan oleh wanita-wanita kaya dari Yerusalem. Ayat 34 meneruskan, “Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya adalah Dia sendiri mengatakan di Yohanes 18:11, “bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?" Dia akan menahan seluruh kesakitan dari segala sesuatu. Ayat 35, “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.” Tidak ada hal-hal dramatis, tidak ada teriakan kesakitan, hanya dikatakan mereka menyalibkan Dia. Alkitab tidak mementingkan kejadian fisik di kayu salib. Yang dipentingkan adalah kejahatan manusia. Disini tidak digambarkan penderitaan Yesus. Yang digambarkan hanya apa yang dilakukan orang terhadap-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di Yohanes 19:23-24 dikatakan, “Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. 24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Ini mengutip Mazmur 22:18.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 36, “Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.” Kemudian ada catatan di ayat 37, “Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." Jika dibandingkan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes terlihat seluruh pernyataan, “Inilah Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi.” Itu suatu ejekan, dan Pilatus membikinnya dalam bahasa Aram, bahasa Yunani dan bahasa Latin, dasar prajurit jahat tanpa pengetahuan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini penuh dengan orang-orang yang hanya mengetawakan Yesus dan yang tidak tahu siapakah Dia. Namun ada akhir yang baik. Lihatlah Matius 27:54, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Lukas 23:47 mengatakan, “ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!" Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jul 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150726</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/e9utam64</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus, Allah-manusia yang sempurna]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_2giyax35"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:19-26" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:19-26</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita buka Alkitab di Matius 27:19-26 dimana kita melihat pertanyaan yang paling berdampak yang mungkin kita hadapi di ayat 22, “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mengapa setiap orang harus menjawab pertanyaan itu? Mengapa kita harus mengambil keputusan? Dan jawaban dari pertanyaan itu adalah karena siapakah Yesus Kristus itu. Karena apa yang Dia katakan dan apa yang Dia lakukan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Dari permulaannya di Matius 1:23 dikatakan bahwa nama-Nya adalah Imanuel yang berarti ‘Allah bersama kita’. Firman Allah juga memproklamirkan bahwa Yesus adalah satu dengan Allah Bapa. Di Yohanes 8 dikatakan jika kita mengenal Dia kita mengenal Allah Bapa. Di Yohanes 15 dikatakan jika kita benci Dia maka kita benci Allah Bapa. Di Yohanes 5 jika kita menghormati Dia, kita menghormati Allah Bapa. Dan di Markus 9, jika kita menerima Dia kita menerima Allah Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya, Perjanjian Lama menunjukkan bahwa Dia adalah Juruselamat yang dijanjikan, Dia datang ke dunia bukan saja untuk menunjukkan Allah itu seperti apa namun juga untuk membawa kita kepada Allah dalam suatu tindakan penebusan. Dan nabi-nabi telah menguraikan rincian kehidupan-Nya dengan akurasi yang luar biasa. Kelahiran-Nya, Mikha mengatakan itu akan terjadi di Betlehem. Daniel memberikan kepada kita tanggal perkiraan. Yesaya mengatakan itu kelahiran prawan. Kejadian 22 mengatakan Dia keturunan Abraham. Kejadian 49 mengatakan Dia berasal dari suku Yehuda. Dua Samuel 7 mengatakan itu melalui benih Daud. Hosea mengatakan Dia akan dibawa keluar dari Mesir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa kita harus berurusan dengan Allah-manusia sendiri. Kesempurnaan Yesus Kristus benar-benar luar biasa. Dan kesempurnaan itu telah dinyatakan. Jika Anda mempelajari kehidupan-Nya, Anda akan menemukan bahwa Dia kudus. Dia mengasihi kebenaran dan Dia benci dosa. Dia selalu mengatasi pencobaan. Dia menegur orang-orang berdosa dan Dia akan menghakimi orang-orang yang tidak percaya. Dan Dia adalah teladan yang janganlah kita abaikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk menebus dosa-dosa kita, untuk membawa keselamatan, untuk menghilangkan pelanggaran, untuk menghancurkan Iblis, dan untuk mendirikan Kerajaan kekal penuh damai dan kemuliaan bagi mereka yang mengasihi dan percaya Dia. Dan dalam melakukan ini Dia harus mati untuk dosa-dosa kita. Dan selagi kita berada di Matius 27, kita tahu bahwa kita sudah dekat kayu salib dan karena itu sudah dekat klimaks dimana untuk itu Kristus datang ke dunia. Dia datang untuk membayar denda sebagai pengganti bagi kita dan untuk bangkit kembali supaya kita dapat hidup selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama tiga tahun Yesus mengajar dan berkhotbah, menyembuhkan orang, mengusir setan dan membangkitkan orang mati. Sekarang semua itu menuju puncaknya pada saat Dia masuk ke kota Yerusalem untuk perayaan Pelewatan terakhir. Pada hari Kamis malam mereka makan Pelewatan. Dan menjelang tengah malam mereka meninggalkan ruangan atas itu di Yerusalem dan pergi ke Bukit Zaitun ke taman Getsemane. Dan pada waktu tengah malam itu Yesus berdoa disitu, sampai berkeringat darah waktu melawan Iblis dalam tiga gelombang godaan. Setelah dikuatkan Allah, Dia dengan tegas mengarahkan diri ke kayu salib.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yudas datang bersama semua pemimpin-pemimpin agama dan para penjaga bait Allah dan juga tentara Romawi yang berjumlah kira-kira 600 orang. Mereka datang ke taman itu dan menangkap Yesus. Kemudian mereka cepat-cepat membawa Dia ke rumah Annas dan Kayafas untuk sidang bohongan supaya mereka dengan cara apapun juga mereka dapat mengesahkan keinginan mereka untuk membunuh-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga tahap dalam sidang Yahudi tanpa ada tuduhan. Mereka mencoba untuk menyogok saksi-saksi palsu. Mereka membayar Yudas. Namun bahkan Yudas kembali dan melemparkan uang itu dan mengatakan, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Di Jumat pagi dari jam 1 sampai jam 3 pagi, ada sidang bohongan dihadapan Kayafas dimana mereka menuduh Dia menghujat karena mengatakan Dia adalah Kristus, Anak Allah yang adalah kebenaran dan bukan penghujatan. Kemudian mereka meludahi muka-Nya dan memukul Dia pada saat mata Dia ditutup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama di Lukas 23, mereka menuduh Dia adalah pemimpin pemberontakan, dengan menghasut orang-orang untuk mulai revolusi. Kedua, mereka menuduh Yesus melarang orang-orang membayar pajak kepada Kaisar. Dan ketiga, bahwa Dia mengklaim menjadi raja yang adalah saingan Pilatus, dan saingan Kaisar sendiri. Jadi mereka harus menciptakan suatu masalah Romawi. Jadi mereka mencoba untuk meyakinkan Pilatus bahwa Yesus benar-benar adalah pemberontak yang ingin duduk di takhta Roma. Dan tentu saja, itu semua bohong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilatus keluar dan berbicara kepada mereka diluar. Terus menerima tuduhan-tuduhan itu dan masuk kembali untuk meneruskan sidangnya dengan Yesus Kristus. Dia keluar lagi beberapa menit kemudian kira-kira jam 5:15 pagi. Dan dia mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” Dia mengatakan sesuatu yang adalah istilah teknis untuk vonis. Yohanes 18:38 menunjukkan bahwa pendapat itu adalah tahap pertama dari sidang Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang-orang menolak untuk menerima vonis itu dan mereka berteriak lebih kencang lagi dan menuduh Yesus melakukan penghasutan dan adalah ancaman bagi pemerintah Romawi. Ingatlah keadaan Pilatus sangat sulit. Dia telah menyebabkan ada tiga kerusuhan orang Yahudi. Dan dia telah dilaporkan kepada Kaisar Tiberius pada kerusuhan terakhir. Orang-orang Roma ingin ada damai dan Pilatus ada kesulitan untuk menjaga kedamaian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilatus tahu bahwa jika ia melepaskan Yesus, yang memang sesuai dengan keputusannya, pasti akan ada kerusuhan baru. Mungkin saja berita itu akan kembali ke Kaisar dan mungkin kelungguhannya dan bahkan nyawanya bisa dicabut. Akan tetapi kita melihat bahwa tuduhan-tuduhan orang Yahudi membuktikan bahwa Yesus tidak bersalah. Jadi dia senang bahwa mereka tidak memiliki tuduhan sah melawan Dia, meskipun mereka mencoba berulangkali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang kita lihat adalah sikap Tuhan. Dalam semua ini Dia tenang dan diam saja. Ayat 12, “Ia tidak memberi jawab apapun.” Ayat 14, “Ia tidak menjawab suatu katapun.” Tidak ada sesuatu yang dapat dikatakan. Karena Pilatus telah menentukan setelah tahap satu bahwa Yesus tidak bersalah. Jadi ketika orang banyak itu mulai berteriak semua tuduhan itu, Dia tidak menjawab. Sidang sudah selesai dan keputusan sudah diambil. Dan Dia berdiri tidak bersalah tenang dan agung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah menyadari bahwa Yesus adalah dari Galilea yang dibawah pimpinan Herodes Antipas, dan bahwa Herodes berada di Yerusalem untuk Pelewatan, Pilatus mengirim Yesus ke Herodes. Pilatus ingin supaya Herodes menghukum mati Yesus. Namun Herodes memikir ide itu menggelikan. Bagaimana orang itu bisa menjadi raja? Dia mengejek-Nya dan mengenakan Dia jubah yang kebesaran dan semua itu dianggap olok-olokan. Kemudian Herodes mengirim-Nya kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Pilatus harus menangani Yesus lagi. Dan selama Dia di pengadilan, ada lima kali dimana dikatakan bahwa Yesus tidak bersalah. Dunia beragama, dunia non-Yahudi, para setan di neraka semua tidak dapat memberi satu tuduhan apapun yang benar. 1 Petrus 2:23 mengatakan, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 23:13-15 menyimpulkan itu semua, “Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Pilatus menegaskan fase ketiga dari persidangan Romawi itu. Di Yohanes 19:14, waktunya kira-kira jam enam pagi dan sidang yang dipercepat ini hanya makan waktu kira-kira satu jam. Dia juga harus berurusan dengan hati nuraninya sendiri dan perasaan keadilan. Jadi Matius 27:15-17 mengatakan, “Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. 17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang sudah hari Pelewatan bagi penduduk Yudea, Yerusalem. Jadi dia panggil orang banyak itu karena dia ada rencana ini, Yesus populer dengan orang-orang dan Yesus dibenci pemimpin-pemimpin. Dia juga tahu bahwa pemimpin-pemimpin itu ingin Yesus mati karena mereka iri hati, ayat 18. Jadi dia pikir dia dapat mengadu pemimpin itu melawan orang banyak, dan dengan demikian membebaskan Yesus. Barabas itu orang kriminal, seorang pemberontak, pembunuh, dan perampok dibanding dengan Yesus yang dipanggil yang diurapi yang adalah raja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di ayat 19 sesuatu yang luar biasa terjadi, ada gangguan. Dan selama dia terganggu untuk beberapa saat, imam-imam kepala dan para penatua membujuk orang banyak itu untuk minta Barabas dibebaskan dan untuk menghancurkan Yesus. Suatu kendat pemeliharaan ilahi memberikan waktu kepada pemimpin-pemimpin itu untuk menghasut rakyat melawan Yesus. Dengan demikian rakyat terpengaruh pemimpin-pemimpin sampai usaha Pilatus gagal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21-23, “Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas." 22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" 23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" Lihatlah Lukas 23:20-22, “Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lima kali Pilatus mengatakan Yesus Kristus tidak bersalah kemudian tetap memberikan-Nya hukuman mati. Matius 27:24-25 mengatakan, “Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" 25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya sayang orang-orang Yahudi. Dan apa yang mereka katakan di ayat 25 tidak mencerminkan sikap setiap orang Yahudi, bahkan bukan setiap orang Yahudi yang hidup di masa Kristus, dan bahkan bukan setiap orang Yahudi yang ada di dalam kerumunan itu, namun itu teriakan dominan rakyat pada hari itu. Dan memang benar bahwa darah Yesus Kristus oleh karena kesaksian mereka sendiri dicurahkan kepada orang-orang Israel. Iya, Dia dieksekusi orang-orang Romawi namun rakyat Yahudi dan pemimpin-pemimpin berteriak supaya darah-Nya ditanggung oleh mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali sebentar ke ayat 19. Pilatus harus mengambil kursinya kedepan di beranda dan rakyat berada di halaman. Dan Pilatus duduk, sebagai tindakan sidang yang asli, di takhta penghakiman. Pada saat itu, isterinya memberikannya pesan yang mendesak. Dan pesannya seperti ini, “janganlah berurusan dengan orang benar ini.” Ini hal yang gawat dan apa yang dia katakan memang mempengaruhi Pilatus. Mengapa? Karena isterinya yakin bahwa Yesus adalah orang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini terdapat kesaksian yang luar biasa dari seseorang yang tidak percaya. Disini negara Israel mengutuk Yesus Kristus dan mereka menanggung darah-Nya atas diri mereka, dan mereka membunuh-Nya dan sekarang seorang wanita non-Yahudi mengatakan Dia adalah orang benar. Betapa jahatnya dan berlawanan otoritas Perjanjian Lama mereka sekarang. Dan pesannya kepada suaminya adalah, “Janganlah berurusan dengan Dia, Anda berurusan dengan orang benar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Isteri Pilatus takut akan konsekuennya, dan memang dia benar. Pilatus kemudian diberi tugas diluar Palestina, dan dikirim ke Gaul dan disitu dia membunuh dirinya. Dia bunuh diri untuk alasan yang sama seperti Yudas, karena kedua-duanya tidak dapat menangani rasa bersalah yang begitu besar karena pengkhianatan dan tindakan ketidakadilan terhadap satu-satunya orang yang benar-benar sempurna yang pernah hidup. Alasan utama orang bunuh diri secara psikologi adalah hukuman setimpal, itu adalah hukuman kepada mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi darimana datangnya rasa takut itu? Ayat 19, “sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” Teks ini tidak mengatakan ini mimpi supranatural. Mungkin saja mimpi ini adalah kuasa pemeliharaan Allah. Segala sesuatu yang terjadi disitu adalah dibawah pimpinan Allah dengan nasihat penentu dan rencana Allah. Dan disitu Pilatus terjebak dengan Yesus ini dan isterinya mengalami mimpi ketakutan dan ada kesaksian dari wanita non-Yahudi bahwa Yesus Kristus adalah orang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Yesus ditinggikan lagi oleh orang kafir yang dapat melihat apa yang mereka tidak mau melihat. Lihatlah ayat 24, “Pilatus berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" Pilatus benar-benar mencoba. Dia telah menyarankan Yesus dibebaskan pada hari Pelewatan. Dia telah memutuskan lima kali bahwa dia tidak bersalah. Namun Yesus harus disalibkan dan itu adalah cara eksekusi orang Romawi. Jadi nubuatan itu harus digenapkan. Sekarang Pilatus hanya ingin supaya dia tidak disalahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilatus telah mencoba untuk melepaskan Yesus dengan berbagai cara bekali-kali, namun dia tidak berhasil. Namun dia menegaskan bahwa Kristus tidak bersalah. Seandainya dia dapat menemukan satu hal tentang Yesus yang akan menyebabkan Dia bersalah, semuanya gampang sekali. Berdasarkan itu dia dapat mengeksekusi Yesus dan mempertahankan hati nuraninya. Jadi lihatlah ayat 26, “Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.” Matius tidak memberikan kita perincian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yohanes 19:1 memberikannya, “Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.” Orang Yahudi selalu memberi 40 cambukan kurang satu namun orang Roma tidak seperti itu. Kita tidak tahu berapa lama mereka memukul Yesus, dan mencambuk-Nya. Kita tahu bahwa Dia tidak sanggup memikul kayu salib-Nya karena Dia begitu lemah. Dan percayalah Dia benar-benar kuat, karena orang tanpa dosa adalah orang yang kuat. Namun Dia dicambuk sampai menjadi begitu lemah sampai orang lain harus memikul salib-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes 19:7 mengatakan, “Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah." Jadi baru sekarang mereka memberi alasan sebenarnya yaitu penghujatan. Wah, Pilatus mendengar sesautu yang dia tidak ingin dengar, bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ayat 8, “Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia.” Sekarang di dalam pikiran kafir Pilatus, ada kemungkinan untuk banyak allah dan banyak anak laki-laki. Jadi dia pergi ke Yesus di ayat 9 dan mengatakan, “Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.” Dan maksudnya bukan dari kota mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 19:10-11, “Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" 11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." Anda tidak ada kuasa sama sekali kecuali Allah mengizinkan hal itu. Tetapi orang-orang yang menyerahkan Aku kepadamu, merekalah pendosa yang lebih besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14-16, “Hari itu ialah hari persiapan Pelewatan, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!" 15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!" 16 Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.” Mereka mengatakan mereka tidak memiliki raja selain dari pada Kaisar. Catatan itu merupakan penolakan Yesus Kristus total: Kita akan menanggung darah-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang di sidang bukanlah Yesus. Siapakah sebenarnya di peradilan? Semua orang lain, itu benar, kita juga semua dalam suatu sidang. Dan apakah yang kita lakukan dengan Yesus akan menentukan nasib kekal kita. Atau mungkin kita akan mengetawakan semua hal ini. Atau mungkin saja kita mengatakan, “Lihatlah saya sama sekali tidak tertarik hal ini, saya tidak mau bersangkut paut dengan hal ini.” Atau mungkin Anda memilih seadanya dan mengorbankan kekekalan sama seperti Pilatus dan Yesus dihilangkan begitu saja. Setiap orang harus memilih dan pilihan itu untuk selamanya. Marilah kita berdoa supaya Anda memilih yang terbaik, Amin?</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jul 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150719</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/2giyax35</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Yang Harus Kuperbuat dengan Yesus?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_4niqs3c1"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:11-18" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:11-18</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bagian firman ini, pertanyaan yang paling penting yang pernah dapat ditanyakan diberitakan di Matius 27:22, “Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Itulah pertanyaan kunci. Namun Pilatus tidak sendirian. Setiap orang dimuka bumi menghadapi pertanyaan yang sama, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang dinamakan Kristus? Dan jawaban itu akan menentukan nasib kekal Anda.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilatus memilih yang salah pada waktu menjawab pertanyaan itu. Dia menanyakan pertanyaan yang benar, namun bukannya dia pergi ke sumber yang tepat, dia pergi ke sumber yang salah dan mendapat jawaban yang salah dan karena itu keadaannya berakhir menjadi tragedi kekal. Marilah kita mempelajari permulaan Matius 27 karena disitu kita melihat peralihan dari sidang Kristus Yahudi ke sidang Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus telah dihakimi di sidang Yahudi yang bertahap tiga dan para pemimpin Yahudi telah memberi Yesus hukuman mati. Dan sekarang untuk mencapai hal itu, mereka harus menyakinkan orang-orang Romawi untuk mengambil keputusan yang sama. Karena di bawah pendudukan Romawi, orang Yahudi tidak memiliki hak untuk eksekusi orang. Mereka harus bergantung kepada orang Romawi untuk melakukan itu. Dan kita melihat di ayat 1 dan 2 bahwa mereka membawa Dia ke Pilatus untuk membuka tiga tahap sidang Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi waktunya masih pagi sekali, kira-kira jam 5 pagi ketika mereka tiba di gedung penghakiman Pilatus. Kita sekarang akan melihat beberapa elemen yang menunjukkan bahwa Kristus tidak bersalah. Setiap elemen menunjukkan kebenaran-Nya yang sempurna. Lihatlah ayat 11, “Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri, dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakan-nya." Pilatus menanyakan-Nya berhubungan dengan tuduhan orang Yahudi. Tetapi Matius tidak memberikan kita tuduhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat hal itu di Yohanes 18:28, “Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu masih pagi hari. Mereka sendiri tidak masuk ke dalam gedung pengadilan itu, supaya janganlah mereka menajiskan diri, sebab mereka ingin makan Pelewatan.” Dan karena mereka tidak mau masuk gedung pengadilan itu, Pilatus yang harus keluar. Dan memang dia lakukan itu. Ayat 29 mengatakan, “Sebab itu Pilatus keluar.” Mereka berdiri dibawah di jalanan dan dia berada di beranda, “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30, “Jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!" Luar biasa. Mereka menantang Pilatus karena dia menanyakan mereka suatu pertanyaan. Pilatus menanyakan mereka suatu pertanyaan peradilan yang patut; Apakah tuduhannya? Namun mereka tidak memberi jawaban. Dan sekali lagi, karena tidak ada tuduhan disini, itu berarti ini suatu penegasan lagi tentang kesempurnaan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Pilatus mengatakan kepada mereka di ayat 31, “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Nah dia sudah tahu siapakah Yesus. Ketika tentara Romawi datang bersama dengan orang-orang Yahudi ke taman untuk menangkap Yesus, mereka ada disitu karena Pilatus sudah memberi izin kepada mereka untuk berada disitu. Bahkan dia sudah ada pendapat mengapa mereka ingin menangkap Yesus Kristus. “Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tentu saja ada rencana Allah yang menuntut hal itu juga. Itulah yang dikatakan ayat 32, “Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.” Yesus mengatakan hal itu di Yohanes 12:32, “apabila Aku ditinggikan dari bumi.” Jadi mereka sedang menggenapkan nubuatan sementara memikir dalam pikiran mereka sendiri bahwa mereka melakukan itu supaya semuanya sah, namun mereka sebenarnya memenuhi rencana Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Pilatus masuk ke dalam aula pengadilan. Dan di Matius 27:11 dia memanggil Yesus dan mengatakan, “Engkaukah raja orang Yahudi?" Jadi darimana dia terima tuduhan itu jika mereka tidak menjawab apa-apa? Kita harus melihat Lukas 23:2 yang mengatakan, “Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." Namun bukan itu alasannya Dia divonis di sidang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menghukum Dia di sidang Yahudi untuk penghujatan karena Dia mengatakan Dia adalah Anak Allah. Akan tetapi mereka juga tahu bahwa penghujatan di sidang Romawi tidak berarti karena orang Romawi tidak mematikan orang berdasarkan agama mereka. Satu-satunya cara mereka bisa mengkaitkan Pilatus adalah dengan sesuatu yang menuntut bahwa Yesus adalah ancaman bagi keamanan Romawi. Banyak orang Yahudi telah disalibkan karena pemberontakan melawan pemerintah Romawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka datang dengan ide bahwa Yesus adalah ancaman terhadap keamanan Romawi, bahwa Dia adalah pemberontak yang mengaduk bangsa melawan Roma. Kedua bahwa Dia melarang orang Yahudi untuk bayar pajak, yaitu Dia tidak memberikan kepada Kaisar apa yang patut diberikan kepada Kaisar. Dan ketiga Dia mengklaim Dia adalah raja, yang merupakan saingan terhadap Kaisar sendiri. Nah semua ini hal baru, mereka mengarang saja hal itu di tempat itu. Dan tentu, tudahan-tuduhan itu palsu total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sangat patuh. Dia mengajarkan orang untuk merespon kepada mereka yang berotoritas dengan baik. Dia juga mengajarkan orang untuk membayar pajak. Ketika Dia didekati dan ditanyakan apakah Dia bayar pajak melalui Rasul Petrus, dia mengatakan: Iya kita bayar pajak supaya kita tidak menyinggung perasaan siapapun. Bahkan Dia mengatakan di Matius 22:21, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Yang berarti, bayarlah pajak kepada pemerintah, namun sediakanlah penyembahanmu untuk Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan benar Ia adalah raja, namun bukan raja yang bersaingan dengan Kaisar. Ketika mereka mencoba untuk menjadikan-Nya raja, Dia menghilang dari tengah mereka supaya janganlah ada kerusuhan dan revolusi. Jadi semua tuduhan mereka adalah palsu dan sekali lagi ini kesaksian akan kesempurnaan Yesus Kristus. Satu-satunya hal yang mereka bisa dapatkan adalah dusta-dusta kebohongan alam jelas sehingga siapapun yang membaca Alkitab tahu itu adalah palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Pilatus memanggil Yesus kembali dan bertanya, “Apakah benar, Engkau raja orang Yahudi?” dan Dia menjawab mereka, “Iya, saya raja,” dan terus mengatakan di Yohanes 18:36, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Yang Dia katakan kepada Pilatus adalah Kerajaan-Ku adalah Kerajaan rohani internal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kembali ke Matius 27:11, “Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya.” Kemudian Dia terangkan apakah artinya seperti kita lihat di Yohanes. Kemudian Pilatus kembali lagi kepada orang-orang dan mengatakan kepada mereka, “Tidak ada kesalahan, Dia tidak bersalah.” Ayat 12, “Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Pilatus berada di beranda lagi dan semua orang banyak itu mulai marah. Di Lukas 23:5 yang membicarakan waktu yang sama, dikatakan, “Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini." Dan mereka mulai menuduh Dia lebih keras. Dan mereka mulai benar-benar mendesak Pilatus. Dan dia takut akan hati pemimpin-pemimpin itu yang kerasukan Setan dan benci Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan-tuduhan itu semua omong kosong. Ambillah Alkitab dan bacalah tentang Yesus Kristus dan didalam Dia tidak ada kesalahan. Baik di dalam sidang agama yang mengejek Yesus dibawah Kayafas dan Annas, atau baik di pengadilan orang non-Yahudi yang dipimpin Pilatus, mereka mendapat vonis yang sama, Dia tidak bersalah. Mereka harus membikin-bikin kebohongan untuk membunuh Yesus Kristus. Apakah dia benar-benar percaya bahwa para pemimpin Yahudi, yang sangat benci penindasan Romawi, akan membawa kepadanya seseorang yang adalah ancaman bagi Roma?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak masuk akal. Setiap orang yang adalah benar-benar ancaman bagi Roma, akan disembunyikan dan mereka akan ikut dengan revolusinya. Mereka tidak akan mengekspos dia. Mereka benci Yesus karena Dia dapat melakukan apa yang mereka tidak dapat lakukan. Dia dapat menyembuhkan orang dan Dia mengajarkan kebijaksanaan bahkan Dia dapat membangkitkan orang mati. Dan Dia sangat populer dan mereka sendiri tidak. Bahkan orang non-Yahudi yang tidak percaya dapat melihat bahwa alasan mereka sebenarnya adalah iri hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13, “Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" Ayat 14, “Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran.” Yesus telah mengatakan semua yang Dia perlu katakan di sidang itu, Hakim telah menghukum-Nya. Dan Dia tidak akan menjawab orang banyak itu dan Dia juga tidak akan menjawab Pilatus karena semua sudah dibicarakan semula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilatus sendiri sangat heran. Dia telah melihat banyak orang kriminal yang membela kasus mereka dan berseru minta ampun dan protes keras kepada mereka yang ingin menghukum mereka. Dia telah melihat semua orang yang menuntut pembebasan dari tuduhan mereka, yang mengatakan mereka tidak bersalah, dan disini ada Yesus, yang hanya berdiam saja tanpa mengatakan satu katapun. Dimanakah saingan Kaisar? Disini ada orang yang tenang dan damai yang mempersembahkan diri-Nya tanpa alasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah untuk Pilatus itu sulit untuk menolak orang Yahudi. Ketika pada mulanya ia berkuasa sebagai gubernur tunjuk dia masuk ke Yerusalem dengan tentara dan spanduk mereka, yang ada gambaran Kaisar. Orang Yahudi keberatan karena mereka percaya itu berhala. Dan mereka mengadakan kerusuhan dan menuntut supaya gambaran itu dihilangkan, namun dia menolak. Orang Yahudi itu tetap bertahan jadi dia mengadakan pertemuan di ampiteater, dikelilingi tentara dan dia mengancam untuk memenggal kepala mereka. Pada saat itu mereka memamerkan leher mereka, menarik kepala mereka ke satu sisi dan mengatakan silahkan penggallah kepala. Jadi mereka berani menantang sampai dia ngalah dan menghilangkan gambaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian setelah itu Pilatus membutuhkan pasokan air yang lebih baik dengan membangun saluran air untuk membawa air masuk ke kota Yerusalem. Dan untuk melakukan itu dia mengambil uang dari perbendaharaan bait kudus yang sudah diberikan kepada Allah. Hal ini menyebabkan orang Yahudi menjadi sangat marah sampai ada kerusuhan lagi, sehingga dia harus mengirim tentaranya dengan tombak dan pedang untuk membunuh banyak orang untuk memecahkan kerusuhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, ketika Pilatus mulai mendirikan rumahnya di kota Yerusalem dia membuat perisai bagi para prajuritnya dimana terukir Kaisar Tiberius. Itu merupakan bagi orang Yahudi sekali lagi suatu lambang allah palsu dan mereka menuntut untuk menggantikan ukiran itu di perisai. Dia menolak hal itu. Jadi mereka melaporkannya langsung kepada Kaisar. Dan Kaisar memberitakan kepadanya untuk lansung merubah perisai-perisai itu. Jadi mereka telah menempatkan Pilatus dimana dia tidak berani berkutik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia takut ada berita lain yang dikirim ke Tiberius. Dia takut ada kerusuhan lain. Jadi dia benar pengecut karena kalau dia melakukan yang benar dan melepaskan Kristus, pasti akan ada kerusuhan. Dan ada sesuatu yang mungkin terjadi dan dia tahu ada kemungkinan dia akhirnya akan dipecat. Bahkan ada kemungkinan bahwa Tiberius akan menggantikannya dan kemudian mengeksekusinya karena ketidaksetiaannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Pilatus mendengar kata Galilea, dia ada pikiran baru. Lukas 23:7 mengatakan, “Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.” Waktunya masih jam 5 pagi dan Herodes kebetulan ada di Yerusalem pada waktu itu. Jadi Pilatus memutuskan untuk mengirim Yesus ke Herodes Antipas, yang tahu tentang Yesus, karena pelayanan Yesus besar sekali di Galilea. Yesus menghilangkan penyakit dari Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Herodes mendengar bahwa dia ada kesempatan itu, Lukas 23:8 mengatakan dia senang sekali. Dia gembira karena sudah lama sekali dia ingin menyaksikan Yesus melakukan mujizat. Jadi Yesus pada pagi hari bertemu dengan Herodes yang ada tempat sidang sendiri disitu. Dan Lukas 23:9 mengatakan, “Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.” Herodes tidak memiliki hak untuk menghakimi orang di Palestina, itu hanya hak orang Romawi. Pilatus adalah hakim dan keputusannya sudah diambil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Lukas 23:11 mengatakan, “Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya.” Namun dia juga tidak ada tuduhan. Jadi Pilatus mengatakan di ayat 14-15, “dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Herod mengirim Dia kembali. Dan ketika kita datang ke ayat 15, Pilatus sekali lagi harus menangani hal Yesus ini. Pilatus pada permulaan mengatakan Dia tidak ada salahnya. Kemudian kedua, dia mengatakan Herodes juga tidak menemukan salah dari Dia. Pilatus benar-benar penakut. Dia bisa saja mengakhiri itu setelah pernyataan pertama atau dia dapat mengakhirinya setelah pernyataan kedua. Mengapa dia mulai membawa hal itu kepada mereka lagi? Alasannya adalah dia merasa terjebak. Dia tidak bisa menolak mereka begitu saja tanpa ada kerusuhan dan kerusuhan itu dapat mematikan karirnya dan bahkan juga nyawanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada permusuhan orang banyak itu, tuduhan-tuduhan orang Yahudi dan sikap Tuhan. Apakah akan dilakukan Pilatus? Dia tidak mau menentang orang Yahudi lagi. Akhir-akhir ini dia sudah mencoba itu dan kalah. Jadi ada ide baru yang dia mau coba. Matius 27:15, “Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.” Dan jika kita baca Lukas dan Markus kita melihat bahwa orang-orang itu bahkan meminta hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia menyadari bahwa mereka memiliki tawanan yang terkenal. Ayat 16, “Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.” Yohanes 18:40 mengatakan bahwa dia adalah penyamun. Dan kita tahu dari Markus 15 dan Lukas 23 bahwa dia pemberontak dan juga pembunuh. Jadi Pilatus melihat ada jalan keluar. Dia melihat ide supaya mereka disuruh memilih di antara Barabas dan Yesus. Ayat 17, “Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pilatus bahkan menambahkan nama Kristus setelah nama Yesus dua kali, sekali disitu dan sekali lagi di ayat 22 untuk mementingkan perbedaannya di antara Barabas dan Yesus yang dipanggil, dan yang diurapi, yang adalah cara lain untuk mengatakan Dia raja. Siapakah yang kalian akan pilih: Mesias yang diurapi atau Barabas, si penjahat? Karena dia tahu waktu Dia masuk sebagai raja di Yerusalem, dan dia tahu pekerja mujizat ini telah dipuji banyak orang dan dia merasa dia dapat menempatkan mereka melawan para pemimpin mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 18 mengatakan, “Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.” Namun orang banyak itu tidak akan iri hati karena mereka penerima pelayanan Yesus, dan tidak bersaingan dengan Dia seperti para pemimpin. Kemudian sesuatu yang aneh terjadi di ayat 19. Ada gangguan dari isterinya dan kita akan melihat hal itu nanti. Allah mengizinkan ada campur tangan ilahi, ada jeda untuk memberi waktu kepada para pemimpin untuk menghasut orang banyak itu melawan Yesus karena memang itulah rencana Allah supaya Yesus mati, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi para pemimpin memakai cara apapun saja untuk menghasut orang-orang itu. Markus mengatakan, “Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.” Dan pada waktu Pilatus datang kembali dari selingan kecil itu, dia ada masalah besar karena pendapat orang banyak dan para pemimpin sekarang telah menjadi satu. Dan di ayat 21, “Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sama sekali tidak tahu bahwa setan-setan neraka ikut campur disitu dan dia juga tidak tahu tentang rencana Allah. Dan dari mulutnya keluarlah ayat 22, “Apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus? Dan itulah pertanyaan yang diperhadapkan semua orang. Jadi bagaimana Anda melihat Yesus? Jawaban pertanyaan itu akan menentukan semua hal yang benar-benar penting. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jul 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150712</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/4niqs3c1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pembunuhan Diri Pengkhianat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_hgrkpslp"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+27:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Matius 27:1-10</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa setiap tahun pembunuhan diri orang Amerika dua kali lebih banyak daripada orang membunuh satu sama lain? Bunuh diri itu termasuk sepuluh pembunuh terbesar di Amerika Serikat dan kita dibawah banyak negara dalam hal frekuensi bunuh diri per penduduk. Kita tidak melaporkan pembunuhan diri dengan baik sehingga tingkat bunuh diri yang sebenarnya mungkin dua kali lipat bunuh diri yang dilaporkan setiap tahun. Mengapa orang-orang melakukan hal itu? Kebanyakan orang yang menganalisa kebiasaan manusia berpendapat bahwa ada lima alasan atau kategori di antara pembunuhan diri.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, beberapa orang bunuh diri untuk apa yang dapat kita namakan pembalasan. Mereka marah dan ingin menyakiti orang lain dan berpikir cara terbaik untuk menyakiti adalah dengan bunuh diri. Dan seringkali mereka benar, mereka akan menyakiti seseorang sampai orang itu tidak pernah dapat pulih kembali. Kedua, orang bunuh diri untuk yang kita namakan reuni. Ini khususnya dilakukan orang yang bunuh diri waktu lansia. Mereka kehilangan pasangan hidup mereka dan daripada hidup sendirian, mereka bunuh diri supaya mereka bersama dengan pasangan dimana saja mereka pikir orang itu berada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, ada beberapa orang yang bunuh diri karena yang kita namakan kelahiran baru. Dengan kata lain, mereka jenuh dengan kehidupan ini dan mereka ingin kesempatan lain. Mereka percaya ada dunia lain disatu tempat dan hidup disitu lebih baik daripada sekarang dan mereka ingin mencoba dari permulaan lagi. Keempat, bunuh diri ini dinamakan “terkedik.” Dan itu terjadi ketika orang begitu marah terhadap seseorang namun mereka tidak dapat membunuhnya, jadi karena frustasi itu mereka bunuh diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun alasan yang paling dominan adalah yang dinamakan retribusi, atau hukuman setimpal. Orang bunuh diri untuk melakukan kepada diri mereka hukuman terbesar yang mereka percaya adalah yang seharusnya mereka terima. Mereka berdosa dan mereka pikir tidak ada cara lain untuk melepaskan tekanan dan kegelisahan hati nurani mereka sendiri. Mereka merasa kegagalan total dan kewalahan oleh rasa bersalah dan mereka membunuh diri sebagai hukuman akhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati nurani penuh rasa bersalah mungkin adalah alasan dominan dalam kebanyakan peristiwa bunuh diri. Rasa bersalah yang dialami orang bisa terjadi karena dosa dan kesalahan dan kejahatan benar-benar, atau mungkin juga palsu. Mungkin itu terjadi karena standar yang tidak realistis yang diberikan orang tua mereka, atau rekan-rekan mereka atau keinginan mereka sendiri. Ada dua kejadian bunuh diri klasik di Firman Tuhan yang menjadi ilustrasi hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang bunuh diri di Perjanjian Lama adalah Ahitofel di 2 Samuel 17 yang mengkhianati Daud. Orang di Perjanjian Baru adalah Yudas yang mengkhianati Yesus Kristus. Dalam kedua kasus mereka bunuh diri karena merasa bersalah mengkhianati orang yang tidak bersalah, rencana mereka gagal dan semuanya hancur berantakan. Dan karena tidak dapat menangani kegelisahan itu mereka membunuh diri. Jadi marilah kita baca tentang pembunuhan diri Yudas di Matius 27 malam ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Alkitab menyimpulkan dalam kasus Yudas dan dalam kasus Ahitofel bahwa bunuh diri adalah perbuatan jahat dari pikiran kacau dan itu bukan solusi yang layak. Itu pelanggaran terhadap Allah dan pelanggaran terhadap dirimu. Ini mengambil hak prerogatif pada diri sendiri yang hanya dimiliki Allah yang memberi hidup dan mengambil hidup, Itu perbuatan dosa dan ketidakpercayaan terhadap kebijaksanaan dan tujuan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas melakukan kejahatan paling besar yang pernah dilakukan manusia, karena dia mengkhianati orang yang paling murni, manusia yang paling sempurna yang pernah hidup. Dan sebenarnya dia hanya ada dua pilihan. Dia bisa pergi ke Yesus Kristus yang telah dia khianati dan minta ampun, atau dia dapat menghilangkan dirinya. Dan dia pilih penghancuran-diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam bagian firman ini, Matius memisahkan kita dari penghakiman Kristus sebentar untuk mengikuti kisah Yudas sampai akhirnya yang tragis. Tujuan utama Matius dalam memberikan kita kisah Yudas bukan hanya untuk menceritakan kisah Yudas. Ini maksudnya untuk memperlihatkan kemurnian dan kesempurnaan dan keagungan Yesus Kristus. Dia menampilkan sang Raja. Dan dalam kontras ini Yesus Kristus ditinggikan dibanding latar belakang jahat dan kematian Yudas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya Matius melakukan itu dalam serangkaian kontras, pertama adalah kontras diantara pemimpin-pemimpin tidak adil dan Tuhan tanpa dosa. Seperti yang kita telah pelajari ada dua tahap dalam sidang Kristus oleh orang Yahudi, dan kita telah ditunjukkan ketidakadilan sidang itu. Tidak ada tuduhan hukum melawan Yesus. Dia tidak diberi pembelaan. Ada saksi-saksi palsu yang dipanggil untuk bersaksi. Yudas disogok sampai menjadi pengkhianat dan setiap hukum di dalam sistem hukum mereka dilanggar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ditengah semua itu, Kristus yang diam dan agung berdiri tanpa bersalah. Akhirnya mereka menentukan untuk membunuh-Nya karena penghujatan. Yesus mengatakan Dia adalah Mesias, Anak Allah, namun itu bukan penghujatan, itu semua kebenaran. Jadi Dia akan dieksekusi oleh karena kebenaran, karena Dia menyatakan siapakah Dia. Dia berdiri sebagai Mesias tanpa dosa, Anak Allah melawan pemimpin-pemimpin yang tidak adil yang telah mencoba untuk menuduh-Nya. Dan kontras diantara keduanya menggambarkan keagungan Yesus dengan jelas dan indah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahap pertama dan kedua dari sidang Yahudi sudah berlalu antara jam 1 dan 3 pagi. Sejak waktu itu Yesus adalah tawanan yang dibelenggu di rumah Kayafas menunggukan fajar menyingsing. Mereka ingin ada sidang di pagi hari itu, hanya beberapa waktu saja, supaya kelihatannya ada sidang sah yang menutupi sidang mereka yang tidak sah. Mereka tahu bahwa hukum mereka mengharuskan mereka mengadakan sidang di waktu siang hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 27:1-2, “Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.” Lukas mengatakan bahwa mereka memasukkan-Nya kedalam sidang mereka. Yang dikatakan Lukas disini adalah kali ini mereka mengadakannya di tempat yang sah, yaitu gedung pengadilan. Dan mereka memungut suara formal supaya kelihatannya ini sidang sah untuk mematikan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pontius Pilatus adalah gubernur daerah itu sejak 26 sampai kira-kira 36 S.M., selama pelayanan dan kematian Kristus. Sidang Yahudi sekarang sudah selesai. Dan ketika kita berada di ayat 2 sidang Romawi dimulai. Sidang agama sudah selesai dan sekarang mulailah sidang Romawi sekuler. Mereka harus menentukan disini bahwa memang itu sah untuk mengeksekusi orang ini, yang orang Yahudi ingin bunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada kontras lain diantara Yudas yang bersalah dan Yesus yang tidak bersalah. Ayat 3-4, “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Kita melihat Yudas disini pada waktu Yesus dibawa dari sidang Yahudi ke tempatnya Pilatus. Dan dalam proses ini, Yudas yang telah mengkhianati-Nya melihat bahwa Yesus sudah dihukum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sama seperti pada waktu Petrus melihat Yesus dan Yesus melihat Petrus, Yudas juga terpukul melihat Yesus dan kewalahan atas keberdosaannya sendiri. Jadi melihat Yesus dihukum membuat Yudas keluar air mata sampai ke inti keberadaannya. Dan dikatakan pada waktu dia melihat Yesus dihukum, dia menyesal. Dia merasa kesakitan rasa bersalahnya dan rasa sakit itu menyiksa dan melumpuhkan karena dia tahu perbuatannya jahat. Dalam setiap jiwa manusia dicipta pengetahuan naluri tentang yang benar dan yang salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu hadiah dari Allah kepada manusia untuk menghalang dia dari perbuatan jahat dan akhirnya, yaitu neraka abadi. Bahkan meskipun Iblis sendiri masuk, bahkan para setan pada puncak kejahatan mereka, bahkan dosa yang terbesarpun tidak dapat menghilangkan sistem peringatan Allah itu. Dan kita semua harus bersyukur atas sistem peringatan itu jika kita orang Kristen, karena itulah pada suatu ketika mendorong kita kepada Kristus. Namun Yudas tidak bertobat sungguh-sungguh, kata yang digunakan disini adalah kata ‘metamelomai’ yang berarti menyesal, sedih, ingin itu tidak terjadi. Dan hanya sampai disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya hal yang Yudas tahu adalah untuk meniadakan perbuatannya. Jadi dia kembali kepada imam-imam yang ada disitu yang sedang membawa Yesus kepada tempat sidang Pilatus. Dia ingin mengembalikan tigapuluh uang perak itu kepada mereka. Dia tidak mencari kebenaran tetapi keringanan. Tidak ada keinginan untuk kebenaran, tidak ada kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan Juruselamat. Dia hanya ingin menghilangkan kesakitannya. Dia ingin menghilang-kan rasa bersalahnya karena dia telah mengkhianati seseorang yang tak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah kenyataan dosa. Kelihatannya baik dan setelah Anda mengambilnya, itu akan menyakiti dengan racun yang Anda akan alami untuk sisa hidup Anda dan kecuali oleh anugerah Allah, Anda tidak dapat menghilangkannya. Ayat 4 mengatakan, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Dia tidak mengatakan ini Anak Allah, inilah penyelamatku, dia hanya mengatakan aku berdosa karena aku mengkhianati darah yang tak bersalah. Inilah Yudas yang bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah sempurna. Inilah pengkhianat-Nya yang mengatakan ini orang yang tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ini? Yudas mengikuti dasar-dasar hukum Yahudi. Dia kembali sebagai saksi palsu untuk mengakui bahwa dia adalah saksi palsu. Dia kembali dengan perasaan bersalah yang begitu besar sehingga dia ingin dibunuh. Dia tahu Ulangan 16 bahwa saksi palsu yang telah bersaksi supaya orang itu mati juga harus membayar dengan nyawanya sendiri. Tidak ada orang yang pernah hidup yang merasa bersalah lebih dari perasaan Yudas, karena tidak seorangpun pernah melanggar hukum lebih besar daripada apa yang dia telah lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah respon mereka ketika Yudas kembali? Lihatlah ayat 4 meneruskan, “Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Kita tidak peduli, itu urusan kamu. Mereka benar-benar gembala buruk, yang sama sekali tidak peduli akan dia. Yesus menggambarkan mereka dengan benar di Matius 23:4, “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Mereka tidak peduli atas kesalahan orang ini, tidak peduli penderitaannya, kegelisahannya dan penyesalannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ulangan 27:25 mengatakan, “Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh seseorang yang tidak bersalah.” Yudas tahu dia terkutuk. Jadi apakah harus dilakukan Yudas? Bagaimana dia akan menangani hal ini? Lihatlah ayat 5, “Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda perhatikan kata Bait Suci? Inilah kuncinya untuk mengerti hal ini. Ada dua kata di dalam bahasa Yunani yang digunakan untuk Bait Suci dalam Injil. Kata pertama adalah “hieron” yang berarti seluruh Bait Suci, daerahnya, halaman-halamannya, tembok-temboknya, pokoknya seluruhnya. Yang lain adalah “naos” yang mengacu kepada tempat Maha Kudus, tempat suci ditengah. Pada waktu dia kembali dia melemparkan uang itu bukan di “hieron” tetapi di “naos”, yaitu tempat Maha Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena kedengkian. Hanya satu kelompok orang yang bisa masuk kesitu. Siapakah mereka? Imam-imam saja. Dan Dia mengatakan kepada mereka, “Jika kalian tidak mau menerima uang itu dengan sukarela dan melakukan sesuatu dengan uang itu, saya akan memaksa kalian untuk mengambilnya dan melakukan sesuatu dengan itu.” Dan dia melemparkan uang itu kesuatu tempat dimana hanya imam dapat masuk dan karena itu mereka dipaksa untuk melakukan sesuatu dengan uang itu. Itu tindakan dengki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia pergi dan dikatakan, “dia menggantung dirinya.” Mengapa dia lakukan hal itu? Di Ulangan 21:23 ada ayat Perjanjian Lama yang terkenal dan yang diulangi di Perjanjian Baru di Galatia. Disitu dikatakan, “Orang yang digantung terkutuk oleh Allah.” Jadi Yudas menggantung dirinya sebagai hukuman akhir dan melakukan itu dengan cara yang dikutuk Allah. Karena dia merasa dia patut menerima hukuman seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa saja dia pergi ke Yesus Kristus, namun dia tidak melakukan itu. Kematian tidak menghilangkan rasa bersalah. Kematian tidak menghilangkan dosa. Kematian tidak menghilangkan penderitaan. Kematian tidak menghilangkan rasa sakit. Itu hanya menjadikannya permanen dan mengintensifkan itu luar biasa. Apa juga penderitaan Yudas sebelum dia membunuh Yesus, dia juga mengalami hal itu sekarang jauh lebih besar dari pada perasaannya waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 1:18 dikatakan bahwa Yudas jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Dia menggantungkan diri, terus dahan pohon itu patah atau talinya putus, atau jeratnya terselip, namun kombinasi semua itu mengakibatkan kejadian itu. Ayat 6, “Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bukan saja kita memiliki kesaksian Yudas bahwa Kristus tidak bersalah, namun juga kesaksian seluruh Sanhedrin. Mereka akhirnya mengaku itu adalah uang darah, yang adalah uang yang dibayar tidak sah kepada seseorang untuk membunuh orang lain. Disini ada kesaksian untuk selamanya dan untuk didengar seluruh dunia yang keluar dari mulut imam-imam besar sendiri bahwa uang yang mereka memberi kepada Yudas adalah uang darah. Mereka tidak keberatan untuk mengambilnya dari perbendaharaan, namun mereka menganggap mereka terlalu saleh untuk mengembalikannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7, “Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.” Tanah tukang periuk adalah tempat yang sudah dipakai lama sekali oleh tukang-tukang periuk, semua tanah liat itu sudah lama dikerok. Hanya tanahnya saja masih ada. Mungkin tanah itu cukup murah. Jadi mereka pakai uang tercemar untuk membeli tanah tercemar untuk menguburkan orang-orang asing tercemar. Jadi dengan bibir mereka sendiri mereka mengaku perbuatan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8 mengatakan, “Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.” Siapakah yang menamakannya seperti itu? Orang-orang. Tigapuluh tahun sesudah kejadian itu ketika Matius menulis ini, tanah itu masih dipanggil “tanah darah.” Jadi kesaksian orang-orang sendiri adalah bahwa Yesus di eksekusi tidak sah oleh suapan. Jadi kemunafikan orang hanya menggenapkan nubuatan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9-10, “Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, 10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia memikir mereka hanya melakukan keinginan mereka, padahal mereka selalu memenuhi rencana Allah. Itu nubuatan. Tindakan membeli tanah itu untuk mengubur orang-orang asing adalah kesaksian seluruh komunitas pada uang darah itu, suatu peringatan hidup atas suapan itu. Saya tambahkan catatan kaki ya. Kisah Para Rasul 1:18-19 mengatakan bahwa tempatnya dimana Yudas jatuh dan isi perutnya tumpah keluar, yaitu 43 hari sesudah kejadian ini, orang-orang sudah menamakan tempat itu ‘tanah darah’, karena Yudas dikaitkan kepada uang darah itu. Tigapuluh tahun kemudian orang-orang masih memanggilnya ‘tanah darah’.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah lapangan tanah itu dari manusia? Tidak, itu semua rencana Allah. Nubuatan ini datang dari Zakharia 11:12-13. Ini dirubah oleh Roh Kudus untuk memberikan kita pengertian penuh. Di Zakharia disebut tigapuluh uang perak. Disebut juga disitu tanah tukang periuk. Namun jika Anda hanya memiliki Zakharia, Anda tidak akan mengerti nubuatan itu sepenuhnya, jadi Roh Kudus disini merubahkan kata-kata itu sedikit supaya pengertiannya jelas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ditinggikan kesaksian saksi utama dan pengkhianat yang disuap yang bersaksi bahwa Dia tidak bersalah. Dia ditinggikan kesaksian Sanhedrin sendiri bahwa mereka menangani uang darah itu. Dia ditinggikan kesaksian orang-orang di Yerusalem yang menamakan semua yang berhubungan dengan kejadian ini, ‘tanah darah’. Dan Dia ditinggikan karena semua ini memenuhi nubuatan Perjanjian Lama. Jadi dari keburukan keadaan ini muncullah keindahan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jul 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150705</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/hgrkpslp</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemulihan Petrus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_iih5d9r3"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:58,69-75" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:58, 69-75</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita datang kepada kisah terkenal, yaitu kisah penyangkalan rasul Petrus. Ini kisah yang rada sedih dan tragis, namun pada saat yang sama suatu laporan Alkitab yang paling menguatkan dan yang memberi harapan. Hadiah terbesar dari Allah bagi manusia adalah pengampunan dosa. Tanpa pengampunan dosa tidak ada hubungan dengan Allah. Karena itu Keluaran 34:6-7 mengatakan, “Aku adalah Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa,” dan Dia terus menggambarkan sifat pengampunan-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 1:7,9 mengatakan, “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. 9Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Dan itulah yang kita lihat dalam bagian Firman Allah ini. Tidak ada orang kudus dalam sejarah Alkitab yang pernah jatuh sejauh itu dalam dosa seperti Petrus pada waktu itu. Dan keajaibannya adalah bahwa bahkan dalam dosa yang begitu ekstrim, Tuhan ada disitu untuk mengampuninya. Itu kebenaran penuh pengharapan bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus yang jatuh begitu dalam segera setelah itu dipulihkan kembali dan menjadi juru bicara gereja mula-mula dan pemimpin besar di dalam keduabelas bab buku Kisah Para Rasul. Jadi ini kisah yang memberi semangat kepada kita semua yang adalah pendosa-pendosa yang selamat oleh anugerah-Nya. Nah untuk mengerti teks ini, yang adalah Matius 26:69-75, kita perlu mulai dari permulaan, Ada alasan-alasan mengapa ini terjadi. Ketika mulai membaca ayat 69, dan Anda menemukan Petrus di halaman dalam, dan ada pembantu perempuan yang datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia bersama Yesus, terus dia menyangkal hal itu berkali-kali, jadi Anda memikir, “Bagaimana ini bisa terjadi?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu mereka naik bukit Zaitun, Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 31, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.” Yesus menubuatkan bahwa mereka semua akan melarikan diri ditengah sidang-Nya. Ayat 32, “Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." Jadi Dia menubuatkan kebangkitan-Nya, dan bahwa Dia akan mengumpulkan mereka kembali dan akan mendahului mereka ke Galilea.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Petrus menjawab di ayat 33, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” Petrus pada dasarnya mengatakan, meskipun semua murid lain akan melakukan itu, saya pasti tidak akan jatuh. Petrus merasa dirinya tak terkalahkan. Dia tidak dapat membayangkan suatu keadaan atau kesusahan yang dapat menyebabkan dia menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Jadi disini kita melihat dia berbicara secara sombong, “Engkau salah, Tuhan.” yang membutuhkan egoisme sangat besar, akan tetapi memang itulah yang dia lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 34, “Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Markus menambahkan Dia berkata, “sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Yesus mengatakan, “Malah sebaliknya, bukan saja Anda tidak akan setia pada-Ku dibanding murid-murid lain, namun Anda akan menyangkal Aku tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali,” Di ayat 35 kita melihat kesombongannya, “Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.” Dan kata-katanya mempengaruhi semua murid-murid lain, dan mereka mengatakan hal yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak peduli keperluan untuk berdoa. Tuhan kembali berdoa untuk kedua kalinya di ayat 42, dan di ayat 43 menemukan mereka tertidur kembali. Di ayat 44, Dia kembali berdoa dan kembali lagi di ayat 45 menemukan mereka tertidur lagi dan mengatakan, “Tidurlah sekarang dan istirahatlah.” Yesus sudah dapat melihat Yudas dan rombongan pengawal bait suci, prajurit Roma dan imam-imam datang naik menuju ke arah mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 57 dikatakan, “Mereka menangkap Yesus.” Membandingkan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes mereka menangkap Yesus dan Dia dibelenggu. Mereka ingin mengadakan sidang itu ditengah malam di dalam rumah imam besar. Jadi ayat 57 teruskan, “sesudahnya mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.” Kita tahu dari catatan injil lain bahwa Yesus pada permulaannya dibawa untuk menghadap kepada Annas, mantan imam besar. Yohanes 18 menjelaskan keadaan itu secara rinci. Imam besar itu tinggal di rumah seperti istana di Yerusalem, dekat kepada bait suci. Dan sudah biasa beberapa keluarga tinggal bersama dalam rumah seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus diambil dan Dia ditempatkan di halaman besar disitu. Semua penyangkalan Petrus terjadi di tempat yang sama itu. Yohanes 18 mengatakan bahwa penyangkalan pertama terjadi pada waktu Yesus menghadap Annas. Penulis-penulis injil lain memberitahukan kita bahwa semua pengyangkalan terjadi di halaman yang sama itu. Annas dan Kayafas kedua-duanya memakai halaman yang sama itu. Di ayat 58 Petrus mengikuti Dia. Meskipun mereka semua melarikan diri seperti dikatakan di ayat 56, ketika Yesus ditangkap, Petrus tidak sanggup menjauhkan dirinya. Dia ditarik kasihnya terhadap Tuhan, jadi dia kembali untuk mengikuti Tuhan dari jauh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia tidak sendirian, menurut Yohanes 18:15, dia disertai Yohanes yang dikenal imam besar, kita tidak tahu bagaimana, namun itu menyebabkan dia diizinkan masuk rumah imam besar itu. Petrus harus diam diluar, dia tidak dapat masuk. Kelihatannya Yohanes keluar lagi dan berbicara dengan perempuan yang jaga pintu untuk membiarkan Petrus masuk. Jadi Yohanes tanpa sadar menyumbang kepada penyangkalan Kristus dari Petrus yang tragis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Kristus menubuatkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya? Karena itu mengajarkan kita suatu pelajaran tentang persiapan rohani yang kurang, dan melebihi itu, untuk mengajarkan kita suatu ajaran luar biasa tentang pemulihan orang kudus yang berdosa, suatu ajaran yang kita semua harus mengenal. Jadi ayat 58 mengatakan, “Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus seharusnya sudah tahu kesudahannya, Tuhan telah berkali-kali memberitahukannya, namun dia tidak percaya kupingnya sendiri. Jadi dia masuk halaman itu dan tidak menghiraukan nubuatan Kristus bahwa dia akan menyangkal-Nya. Dan Petrus berada diluar, penulis lain mengatakan “duduk dekat api.” Dia bersama-sama dengan orang banyak yang terdiri dari polisi bait Allah, anggota-anggota Sanhedrin yang masuk keluar dan hamba-hamba perempuan rumah itu. Waktunya beberapa menit sebelum jam 1 pagi dan seluruh sidang akan berlangsung selama dua jam, dan dalam dua jam itu Petrus akan menyangkal Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 69 mengatakan, “Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." Markus 14:66 mengatakan, “seorang hamba perempuan Imam Besar.” Yohanes 18:17 mengatakan, “Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: "Bukankah engkau juga murid orang itu?" Dan Markus menambahkan bahwa dia juga mengatakan, “Yesus, orang Nazaret itu.” Mereka senang sekali memakai istilah-istilah ejekan berhubungan dengan Yesus. Jadi dia dengan informasinya datang untuk mengesankan para penjaga yang duduk disekitar api bahwa Petrus memang salah satu pengikut Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hamba perempuan itu mengulangi pertanyaannya berkali-kali supaya semua orang dapat mendengarnya. Lihatlah jawaban Petrus. Ayat 70, “Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." Dan penyangkalan itu bukan saja terhadap hamba perempuan itu, itu kepada semua orang yang sekarang mendengar semuanya. Inilah Petrus, wah sukar dibayangkan. Markus mengatakan, “Aku tidak tahu Dia.” Dan Yohanes mengatakan, “Bukan.” Dan kebenarannya adalah dia mengatakan semua itu, “Bukan saya, saya tidak tahu Dia, aku tidak tahu apa yang engkau maksud.” Itu respon yang normal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan hamba perempuan kecilpun sanggup menjatuhkan kepala keduabelas murid. Hilanglah semua protes kepada Yesus yang tinggi dan gagah, hilanglah keberaniannya yang katanya berada di dalam hatinya. Dari tangannya ditarik pedang, dan sekarang dari hatinya ditarik karakternya, dan sekarang dia berada disitu, si pengecut, yang tidak sanggup mengaku Tuhan ilahinya, merasa ngeri dalam penyangkalan. Dia takut ditangkap. Naluri diri melestarikan mempengaruhinya dan dia menyangkal apa yang dia tahu adalah benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menyatakan karakter kita adalah tanggapan kita yang tidak sengaja, bukan respon yang direncanakan sebelumnya. Dan reaksinya yang tak sengaja menunjukkan bahwa karakternya lemah dan berdosa. Dan itu adalah akibat egoisme yang kuat, keengganan untuk mendengarkan firman Tuhan, kegagalan untuk berdoa dan bertindak berdasarkan dorongan sendiri, independen dari rencana Allah. Dia berdiri sendiri dan dengan sendirinya dia lemah, sama seperti semua orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia menuju ke koridor dan mengatakan kepada dirinya, saya tidak akan terpengaruh kerentanan macam itu lagi. Jadi dia menjauhkan diri dari potensi bahaya, jauh dari pengenalan. Lukas 22:58 mengatakan, “Tidak berapa lama kemudian,” datanglah ayat 71, “Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Dan Markus 14:68 mengatakan, “Lalu ia pergi ke serambi muka dan berkokoklah ayam.” Itu kokok pertama, dia menyangkal Tuhan pada permulaan dan ayam jantan berkokok sekali. Masih ada dua penjangkalan lagi dan ada kokok kedua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak mendengar kokok pertama itu. Orang banyak dan ketegangannya sendiri mengganggunya pada waktu dia mencoba menyembunyikan diri. Dan disitu dia terekspos lagi. Matius mengatakan itu hamba perempuan lain lagi. Lukas 22:58 menambahkan bahwa pada saat itu ada pria lain yang melihat dia lalu berkata kepadanya sama seperti hamba perempuan itu. Inilah waktunya penyangkalan kedua kali. Ketika mereka berbicara dengan dia, banyak orang mengikuti hal itu karena dikatakan di ayat 71, “dan berkata kepada orang-orang yang ada disitu, “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabannya benar-benar aneh, ayat 72, “Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu.” Petrus marah, malu dan frustasi. Dia juga takut dan dia merasa terjebak. Sekarang penyangkalannya semakin keras, dan kali ini dia bukan saja berbohong, dia berbohong dalam sumpahnya. Sumpah akhir itu berarti bersumpah demi Allah yang hidup. Di ayat 63 ketika imam besar ingin Yesus memberi kebenaran, dia mengatakan, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Petrus mengatakan, “Demi Allah, saya tidak kenal Yesus itu.” Luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini penyangkalan kedua dan itu lebih buruk daripada yang pertama. Itu menunjukkan kekurang kepercayaan. Kenapa dia tidak dapat mengatakan kebenaran dan menyerahkan dirinya kepada pemeliharaan Tuhan? Karena dia tidak memiliki kekuatan rohani, dia lemah. Ada orang yang memikir karena pengetahuan mereka besar tentang Alkitab dan karena mereka telah mengalami banyak hal dimana Allah bergerak, bahwa sekarang mereka diluar kemungkinan bencana, padahal itulah waktunya mereka paling rentan. Dan begitulah juga keadaannya Petrus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 73, “Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.” Berapa lama kemudian hal ini terjadi? Menurut Lukas 22:59 itu satu jam kemudian. Jadi dia hanya berjalan-jalan disitu kira-kira satu jam. Di jam pertama ada dua penyangkalan kemudian satu jam berlalu dan disini terjadilah penyangkalan ketiga. Pada waktu itu mereka sudah meludahi muka Yesus dan memukul-Nya dengan kepalan mereka di muka-Nya. Dan mungkin teriakan penghujatan kepada-Nya menyebabkan dia masih ada disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan bahwa ada orang-orang yang “datang dan berkata”, dan pemimpin kelompok itu menurut Yohanes 18:26, adalah keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus. Ayat 74, “Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Bersumpah pada dasarnya berarti mengucapkan kematian kepada diri sendiri di tangan Allah jika kita berbohong. Semoga Allah membunuh aku dan mengutuk aku jika aku tidak berbicara kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 74 meneruskan, “Dan pada saat itu berkokoklah ayam.” Itulah ketiga kalinya. Dan kokok ayam jantan itu terjadi kira-kira jam 3:00 pagi, nubuatan Tuhan telah digenapkan. Dan Tuhan berpaling dan memandang Petrus. Dan Petrus langsung ingat perkataan Tuhan, “sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Petrus dapat melihat Yesus dan pandangan itu pasti membakar jiwa Petrus, untuk menunjukkan janganlah sekali-kali mengabaikan perkataan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu dapat terjadi? Kita tidak dapat menentang Friman Allah dan bertahan. Kepercayaan diri rohani dan kemandirian tanpa berdoa menyebabkan ada kompromi. Jika Anda memikir Anda dapat menangani setiap keadaan, pasti Anda akan gagal. Itulah keadaan Petrus. Dan itu adalah waktu kuasa gelap, kekuatan setan-setan dan musuh dan Petrus tidak sanggup melawan itu dalam kedagingan. Dan kunci seluruh pesan ini adalah bahwa Petrus yang benar bukan terlihat dalam penyangkalan ini, namun dalam pertobatannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus keluar dan menangis dengan sedihnya dan kembali lagi untuk dipulihkan, dan itulah perbedaannya diantara Yudas dan Petrus. Keduanya berdosa, namun yang satu bertobat dan dipulihkan, dan yang lain terkutuk. Di Lukas 22:32 Yesus mengatakan, “Petrus, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur.” Alasannya kita tetap selamat bukanlah karena sesuatu yang kita lakukan, namun karena kita adalah milik Yesus. Yesus tidak memiliki Yudas karena dari permulaan dia bukan milik-Nya, namun Dia memiliki Petrus dan iman Petrus tidak gugur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 75, “Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya.” Petrus ingat bahwa Yesus mengatakan bahwa dia akan menyangkal tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali. Kemudian dikatakan, “Lalu ia pergi keluar.” Itu hal kedua, tidak ada satupun dari penulis injil yang memberitahukan kemana ia pergi, itu waktu pertobatan pribadi untuk menyadari dosa kita sendiri. Itu diantara dia dan Tuhan, yang telah dikhianatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita tahu hal ketiga yang dia lakukan, dia bukan saja ingat dan keluar, namun dia juga “menangis dengan sedihnya.” Dan tahukan Anda? Hanya pada saat dia melihat wajah Yesus, dan waktu dia ingat perkataan Yesus, waktu itulah dia bertobat. Dosanya tidak menyebabkan dia bertobat. Juruselamatnya menyebabkan dia bertobat. Ini prinsip yang sangat penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan dosa-dosa kita yang menyebabkan kita menangis dan bertobat. Itu terjadi pada saat kita melihat terhadap Penyelamat siapakah kita sudah berdosa. Jadi kita selalu memerlukan visi siapakah Dia. Dosa saja tidak melakukan apa-apa kepada Petrus. Itu pertobatan yang lahir dari pengakuan terhadap Juruselamat seperti apa kita telah berdosa. Karena itu pelayanan itu seharusnya bukan saja pelayanan yang mengatakan berpalinglah dari dosa-dosamu, namun suatu pelayanan yang meninggikan kemuliaan Allah, yang mengagungkan Tuhan Yesus Kristus supaya dengan melihat Dia kita menyadari betapa keji dosa-dosa kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhir kisah ini adalah pemulihan Petrus sebagai contoh bagi kita semua apa yang kita juga akan terima ketika kita berdosa dan memerlukan pemulihan. Di Yohanes 21, Petrus berada di Galilea, dan Tuhan ada disitu setelah kebangkitan. dan Dia datang untuk memulihkan Petrus dan mengatakan, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Dan Dia mengatakan itu kepadanya tiga kali. Dan tiga kali Petrus mengatakan, “Aku mengasihi Engkau, aku mengasihi Engkau, aku mengasihi Engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Tuhan memberikannya tiga kesempatan untuk mengatakan hal itu? Tuhan itu sedang membawa dia kembali. Bagi tiga penyangkalan ada tiga kali penegasan kasih. Dan Tuhan menerima kesaksian Petrus dan Tuhan memulihkan Petrus dan Dia mengatakan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku, gembalakanlah domba-domba-Ku, gembalakanlah domba-domba-Ku,” dan Dia meneguhkan kembali Petrus dan mendirikannya dalam pelayanan, dan dia menjadi pengabar Injil yang besar di gereja mula-mula. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jun 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150628</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/iih5d9r3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penghakiman Yesus yang Tidak Adil]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_l0s42gsg"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:62-68" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:62-68</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang melihat langkah-langkah Tuhan ke kayu salib, ke kebangkitan-Nya, ke kenaikan-Nya dan perintah-Nya sendiri untuk meneruskan pelayanan yang ditinggalkan-Nya. Kita menyimpulkan malam ini penghakiman Yesus yang tidak adil. Sekarang ini Jumat pagi, lewat tengah malam. Yesus baru merayakan Pelewatan dengan murid-murid-Nya Kamis malam, mendirikan Perjamuan Kudus, dan mengajar mereka kebenaran besar yang dicatat di Yohanes 13 sampai 16, dan berdoa kepada Allah Bapa bagi mereka di Yohanes 17.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka meninggalkan ruangan atas itu bersama sebelas murid, karena Yudas sudah pergi untuk melakukan tindakan pengkhianatan itu, dan pergi naik Bukit Zaitun ke Taman Getsemane. Yesus disitu berdoa lama kepada Allah Bapa, sampai tiga kali, dimana Dia berjuang dengan Iblis. Dan dari waktu berdoa itu Dia keluar dikuatkan dan siap untuk kayu salib. Kemudian datanglah tentara Romawi, polisi Bait Allah, pemimpin-pemimpin Yahudi dan anggota-anggota Sanhedrin termasuk Imam Besar. Mereka semua datang untuk menangkap Yesus. Tidak ada pelanggaran, tanpa tuduhan, namun mereka ingin Dia mati dan menghilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu ini waktunya Iblis. Yesus mengatakan kepada pemimpin-pemimpin itu di Lukas 22:53, “Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu.” Ketika Yudas meninggalkan ruangan atas, sebelum Yesus mendirikan Perjamuan Kudus, Yohanes 13 mengatakan, “Yudas kerasukan Iblis, lalu ia segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.” Ini hal baru bagi Iblis karena kebanyakan waktu sebelum saat ini, dia selalu ingin menghalang Kristus pergi ke kayu salib. Namun sekarang dia sudah terima bahwa Yesus akan pergi ke kayu salib. Jadi upaya Setan sekarang adalah untuk menyebabkan penderitaan di kayu salib itu begitu kejam, dan kematian-Nya begitu fatal, sehingga Yesus tidak dapat bangkit kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah Yesus bangkit, Iblis terus menyebarkan dusta bahwa Dia tidak bangkit, dan mencoba terus untuk memberhentikan berita kebangkitan itu. Di Yohanes 8:44, Yesus mengatakan kepada pemimpin-pemimpin yang ingin Dia mati, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata-kata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun penting untuk mengerti bahwa itu juga kejadian kudus, dimana Allah sedang bekerja. Dan Allah memakai amarah, kebencian dan kejahatan Iblis, untuk tujuan penebusan-Nya sendiri. Itu seperti Kejadian 50:20, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.” Kita selalu harus ingat bahwa apapun juga yang dilakukan Iblis, itu selalu dibataskan kehendak dan tujuan Allah. Jadi itu rencana yang di satu sisi berasal dari neraka, namun sumbernya benar-benar datang dari surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pihak ketiga yang terlibat dalam tangkapan dan eksekusi Kristus, yaitu orang-orang jahat. Di Yohanes 11:47-48, baru setelah Lazarus dibangkitkan dari orang mati, beberapa minggu sebelum saat ini, mereka bertemu dan mengatakan, “Orang itu membuat banyak mujizat. 48 Apabila kita biarkan Dia, maka orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Dengan kata lain, mereka akan mengambil posisi kita, menghancurkan bait Allah mereka, dan memusnahkan bangsa mereka dan itulah akhir segalanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian itu menyebabkan perkataan Kayafas di ayat 50, “lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” Dan dari Yohanes 11:53 kita tahu bahwa dia tidak sadar bahwa itu suatu nubuatan bahwa Yesus benar-benar akan mati untuk bangsa-Nya. Jadi tanpa setahu dia dan dari mulut penuh kebencian datanglah suatu nubuatan tentang kematian Yesus Kristus untuk penebusan umat-Nya. Namun pemimpin-pemimpin Yahudi hanya melihat itu sebagai ancaman bagi keberadaan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketahuilah hal ini: Karena ini adalah rancangan Allah, tetap ini tidak akan mengurangi kejahatan konspirasi Iblis dan kejahatan orang-orang yang melaksanakan hal itu di dunia. Karena ini rencana Allah, Dia mengesampingkan kejahatan yang mereka pilih untuk melakukan pekerjaan-Nya yang baik. Jadi marilah kita melihat adegan ini dimana mereka telah datang ke taman Getsemane dan Yesus ditangkap dan dibelenggu. Disini mereka datang mengambil Yesus Kristus, Raja kemuliaan dan Anak Allah dan mereka datang benar-benar bertekad.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu Yesus muncul, Yohanes 18:6 mengatakan, seluruh massa yang jumlahnya hampir satu ribu orang jatuh ke tanah. Dan waktu mereka berbaring disitu, mereka terekspos kekuatan dan penghakiman Anak Allah yang hidup. Nah, orang yang berpikir pasti akan mengatakan kepada dirinya, “Ini tidak mungkin orang biasa saja.” Namun sama sekali tidak ada respon dari hati mereka yang keras, dan tidak ada respon dari kepala mereka yang dingin. Kuasa yang menyebabkan mereka semua jatuh tidak menimbulkan realitas keilahian Yesus Kristus atau ketuhanan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa waktu kemudian Petrus mengambil pedangnya dan memotong telinga Malkhus, wakil imam besar. Yesus mendekati mereka dan mengatakan, “Sudah cukup, berhentilah sebelum ada pertempuran.” Dia menyentuh kepalanya dan langsung menciptakan telinga baru untuk orang itu. Nah itu mujizat bukan untuk kekuatan dan penghakiman, tetapi untuk kebaikan dan belas kasihan. Banyak orang pasti memikir, “Waduh, kekuatan yang dapat menciptakan telinga langsung kepada orang yang kehilangannya adalah sesuatu yang harus kita sadari, sebaiknya kita menyelidiki siapakah Dia.” Tetapi mereka tetap melewati tanda peringatan ini begitu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka begitu terikat agama palsu mereka, mereka begitu terikat kebenaran diri mereka, gaya hidup dan cara menyembah mereka, dan kuasa mereka dan gengsi mereka sehingga mereka begitu terancam kekudusan dan kemurnian dan kekuatan Yesus sampai mereka takut untuk mencari tahu kebenaran. Karena jika mereka tahu bahwa Dia benar-benar Mesias, perkataan-Nya telah mengutuk mereka. Jadi daripada menemukan kebenaran, mereka ingin Dia pergi. Jadi keadaan itu dipenuhi kenekatan untuk menyingkirkan-Nya meskipun semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita membahas Minggu kemarin sistim keadilan dan hukum mereka yang baik, benar? Mahkamah Agung mereka adalah Sanherdin, majelis Yahudi yang bertemu di Yerusalem, yang terdiri dari 71 orang: penatua, imam-imam dan imam besar supaya mereka selalu ada mayoritas dalam pemungutan suara. Dan itu dibangun pada premis bahwa setiap orang yang ada di pengadilan berhak: pertama ada sidang umum, kedua ada kesempatan untuk membela diri, dan ketiga harus ada dua atau tiga saksi sebelum si terdakwa dapat dihakimi. Dan termasuk hukum itu adalah bahwa saksi palsu itu akan menerima vonis yang sama dengan apa yang dia minta waktu bersaksi lawan terdakwa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga membangun dalam sistim itu perlindungan mereka sehingga tidak boleh diadakan sidang diwaktu malam atau ditempat lain selain dari Aula Pengadilan itu sendiri. Dan tidak ada orang yang bisa dieksekusi pada hari yang sama dia divonis. Selalu harus ada satu hari diantaranya. Kemudian semua suara harus dihitung dengan hati-hati dan tidak seorangpun dapat menyalahkan diri dengan memberi kesaksian melawan dirinya, yang berdiri sendiri melawannya. Semua perlindungan itu dibangun sengaja. Namun pada pengadilan ini mereka melanggar semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mulai dengan ayat 59, kita melihat bahwa mereka tidak ada tuduhan pelanggaran terhadap Yesus, jadi mereka mulai mencari saksi-saksi palsu. Malah mereka tidak dapat menemukan orang untuk melakukan itu dengan sukses. Akhirnya mereka dapat dua orang di ayat 61, “yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari." Dan kita tahu dari Injil Markus bahwa bahkan dua orang itu tidak setuju apa yang dikatakan Yesus. Jadi mereka tidak ada tuduhan, karena memangnya Dia tidak pernah melakukan kejahatan, Dia adalah Allah dalam daging manusia. Jadi mustahil untuk mendapatkan tuduhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita datang kepada vonis yang tidak legal dan tidak adil. Perhatikanlah mereka melakukan semuanya terburu-buru sekali, mereka harus selesai menghukum Yesus, dan itu semua harus dilakukan sebelum fajar, sebelum orang-orang datang berkerumunan, karena orang-orang itu senang sama Yesus. Jadi Kayafas di ayat 62 mengatakan, “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau? Mereka ada saksi-saksi palsu yang datang terus pergi lagi, sambil mencoba berbohong tentang Yesus, namun tidak ada yang sukses. Dan Yesus berdiam saja, dengan melihat mata-ke-mata ke Kayafas yang pasti menyalakan jiwanya, tanpa mengatakan apa-apa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sampai saat itu, apa yang mereka bisa dengar adalah gema kebodohan dan kemarahan mereka sendiri. Namun Yesus tidak mengatakan apa-apa, karena tidak ada sesuatupun yang dapat dikatakan. Jika mereka tidak akan menurut hukum Yahudi mereka sendiri, ya Dia akan melakukan itu. Maimonides, cendekiawan Yahudi mengatakan, “hukum tidak mengizinkan hukuman mati sebagai vonis terhadap pendosa oleh pengakuannya sendiri.” Dan itulah hukum Yahudi selalu. Hukum mereka memberikan Dia kemampuan untuk berdiam saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketenangan Kristus dibandingkan kemarahan Kayafas sangat kelihatan. Tahukah Anda, jika kita melihat kisahnya tidak ada satu orang yang melihat Yesus diadili, bahkan merekalah yang kelihatannya di sidang. Sudah terang siapakah Yesus. Dan ayat 63 mengatakan, “Tetapi Yesus tetap diam.” Yesaya 53:7 mengatakan tentang waktu Dia dibawa ke kayu salib, “Dia tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.” Dan Kayafas tahu bahwa Yesus diam saja karena Dia tidak bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kayafas benar-benar frustasi, sampai dia batalkan rencananya untuk membawa saksi-saksi palsu. Ayat 63, “Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." “Demi” berarti bahwa Dia diminta untuk bersumpah dihadapan “Allah yang hidup.” Ini sumpah yang paling suci untuk orang Yahudi. Bersumpah dihadapan Allah yang hidup yang mendengar dan menghukum pendusta, yang adalah Allah kebenaran, “bahwa Engkau adalah Kristus, Anak Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang mereka ingin Yesus katakan, karena bagi mereka untuk mengklaim menjadi Anak Allah adalah mengklaim diri sebagai Allah dan itulah pemfitnahan, jika memang Anda bukan Allah. Hanya Allah berhak untuk mengklaim hal itu. Jadi mereka ingin supaya Yesus menghujat dengan mulut sendiri, kemudian mereka ada alasan untuk eksekusi, karena di Imamat 24:16 dikatakan, “bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelanggaran hukum satu-satunya yang mereka dapatkan adalah bahwa dia mengatakan Dia adalah Allah, dan itu bukan pelanggaran karena memang itu benar. Jadi Yesus dieksekusi bukan karena Dia mengatakan Dia adalah Allah yang tidak benar, namun karena Dia adalah Allah seperti Dia katakan. Masih ingat Lukas 4:21, Dia membaca kitab Nabi Yesaya di bait suci, kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat dan mengatakan, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dengan kata lain, Akulah Mesias, Akulah yang dibicarakan di Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus bertemu dengan perempuan Samaria itu di sumur di Yohanes 4:25, dia mengatakan, “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus.” Kemudian di ayat 26, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." Dia terang-terangan mengklaim Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Pada waktu Dia masuk ke Yerusalem di Matius 21, orang-orang mengatakan, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Semua itu adalah judul-judul Mesias. Namun Dia tidak pernah memamer-kan hal itu. Di Matius 16:20, Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya, “jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Aku Mesias.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga mengklaim bahwa Dia adalah Anak Allah. Karena itu Kayafas menanyakan-Nya, “Apakah Engkau Anak Allah?” Apakah maksudnya? Apakah dia pikir itu ciptaan Allah yang lain? Tidak, dia maksudnya Allah. Mengapa lagi dia mengatakan itu menghujat? Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah, maksud-Nya adalah bahwa Dia sama dengan Allah, esensi dan sifat Allah dan Anak itu sama. Dan Yesus juga mengatakan bahwa “Aku dan Allah adalah satu.” Di Yohanes 19:7 orang Yahudi mengatakan, “Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus menjawab sambil bersumpah demi Allah yang hidup di ayat 64, “Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Iya, Saya adalah Mesias, Aku adalah Anak Allah, Saya bersumpah demi Allah yang hidup. Yesus mengutip Daniel 7:13-14, yang adalah nubuatan Mesias, “tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti Anak Manusia dan duduk disebelah kanan Yang Lanjut Usianya.” Yesus membicarakan Dia ditinggikan untuk menjadi Raja dan akan kembali sebagai hakim dan Raja untuk mendirikan Kerajaan-Nya yang kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, “Kayafas, engkau akan melihat Aku lagi ketika Aku datang di awan-awan kemuliaan sebagai Hakim seluruh dunia. Kamu akan melihat Aku pada Takhta Putih yang Besar ketika Aku akan bangkitkan dari kuburan semua orang yang pernah hidup dan yang menolak Aku dan Allah Bapa-Ku, dan Aku adalah Hakim kekal Anda. Dan Dia memanggil diri-Nya “Anak Manusia” karena itulah frase yang dipakai di nubuatan Daniel yang adalah panggilan biasa untuk diri-Nya. Jadi Dia menyalahkan diri dimata mereka dengan kata-kata-Nya sendiri, yang menurut hukum mereka sendiri adalah tidak adil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 65, “Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.” Nah, apakah itu benar-benar penghujatan? Tidak, karena apa yang Dia katakan adalah benar. Namun imam besar itu tidak mau tahu kebenaran. Di Yohanes 10:38 Yesus mengatakan, “tetapi jikalau kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Mereka tahu Dia membangkitkan Lazarus dari antara orang mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang seperti itu di masa kini, yang menolak Kristus bukan karena mereka telah menyelidiki-Nya, namun karena mereka takut untuk menyelidiki hal itu, karena itu akan memutarbalikkan kehidupan mereka dan menunjukkan siapakah mereka sebenarnya. Jadi Kayafas melakukan apa yang menjadi haknya sebagai imam besar, menurut Imamat 21:10, yaitu merobek bajunya ketika Allah dipermalukan, jadi dengan demikian ia melakukan suatu sandiwara kecil. Dia sebenarnya tidak sedih karena nama Allah dipermalukan, dia malah gembira karena Yesus sekarang dapat di eksekusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang yang mempersiapkan pembelaan bagi Yesus. Tidak ada bukti sama sekali. Ayat 66, “Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Ini juga sama sekali tidak sesuai protokol. Dimanakah ahli Taurat yang harus mencatat yang mengatakan “iya” dan yang mengatakan “tidak” dan menunggukan jeda, supaya setiap orang tahu keputusannya serius? Ini adalah massa marah yang berteriak untuk darah-Nya. Markus 14:64 mengatakan semua setuju. Suara yang biasanya berhati-hati dibuang begitu saja. Dan hukum Misnah yang mengatakan bahwa hukuman mati harus ditunda satu hari juga diabaikan. Mereka ingin Dia mati cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah caranya Mahkamah Agung Israel merespon. Ayat 67-68, “Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, 68 dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” Ini seharusnya semua pemimpin-pemimpin yang terbaik yang datang bersama-sama untuk membentuk Mahkamah Agung. Dan di Lukas 22:65 dikatakan, “Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya.” Yesus mengatakan kebenaran, dan itu bukan hujatan. Meludahi muka Allah adalah hujatan yang benar-benar tak terbayangkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Markus mengatakan ketika Sanhedrin sudah cape melakukan itu, mereka memberikan-Nya kepada polisi bait suci, dan mereka terus memukul Dia dan melakukan hal yang sama. Ini kelompok orang-orang yang telah meninggalkan semua rasa kebajikan, kebenaran dan kekudusan. Dan setiap orang yang menolak Yesus Kristus berada bersama dengan orang-orang yang meludahi dan memukul. Yesus mengatakan di Matius 12:30, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda salah menghakimi Yesus Kristus, Dia tidak akan salah mengahakimi Anda. Dia akan menghukum Anda dengan kebenaran. Dosa disini adalah dosa ketidakper-cayaan yang sombong dan berdikari. Itulah dosa memikir bahwa kita dapat dibenarkan dengan Allah dengan mengabaikan perantara. Saya kewalahan melihat anugerah Kristus. Penghakiman yang patut bagi saya dilaksanakan oleh penghakiman-Nya yang tidak semestinya diberikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya Yesus Kristus. Ada waktunya saya tawanan kehendak Iblis, namun Kristus menjadi tawanan supaya aku dibebaskan. Saya dulu orang buangan, jiwa yang kehilangan persekutuan, namun Kristus menjadi orang buangan, supaya saya untuk selamanya menjadi anggota keluarga Allah. Dulu saya pernah dikutuk Allah, akan tetapi Yesus menjadi kutukan bagi aku. Saya sudah mati, namun Yesus mati supaya saya dapat hidup. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jun 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150621</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/l0s42gsg</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sidang Yesus yang Tidak Adil]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_akuk8n7a"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:57,59-61" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:57, 59-61</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus kita memberikan nyawa-Nya bagi dosa-dosa manusia. Lihatlah Matius 26:57, 59-61 yang memberikan kita catatan dari sidang-sidang Yesus yang ilegal dan tidak adil. Kita ingin membahas sifat sidang-sidang Kristus supaya kita mengerti betapa ilegal dan tidak adil keadaannya dan bagaimana, meskipun semua itu, itu tetap menunjukkan keagungan-Nya yang sempurna. Marilah kita melihat sedikit latar belakang sistem pengadilan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi selalu membanggakan diri atas rasa keadilan mereka, rasa tidak memihak, dan memang itu benar karena mereka memiliki fondasi keadilan yang memberi manfaat kepada seluruh dunia. Rasa keadilan dan hukum yang kita miliki, bahkan di Amerika juga, pada dasarnya datang dari sistem keadilan Yahudi, sama dengan semua sistem keadilan lain diseluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sistem hukum dan penghakiman Yahudi terutama berdasarkan bagian Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 16:18-20, “Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil. 19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. 20 Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itulah standar Allah untuk keadilan; hakim-hakim lokal menghakimi orang secara adil dan benar, tanpa memihak, tanpa menerima sogokan, keadilan dan hanya keadilan saja. Sekarang pada saat mereka mencoba mengapplikasikan Ulangan 16 itu, ditentukan bahwa di daerah dimana ada 120 orang sebagai kepala keluarga harus ada dewan lokal. Sebenarnya itu komunitas yang cukup besar untuk memiliki Bait Allah dan juga majelis lokal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dewan itulah menjadi terkenal sebagai Sanhedrin. Itu istilah Ibrani namun datangnya dari istilah Yunani yang berarti “duduk bersama,” untuk menghukum, untuk menentukan hal-hal sipil dan kriminal. Dewan itu terdiri dari 23 orang yang dipilih dari tua-tua desa. Selalu nomornya ganjil, supaya pada saat pemungut suara selalu ada mayoritas. Mereka selalu bertindak sebagai hakim dan juri di dalam segala hal. Dan salah satu diantara mereka akan dinamakan kepala penguasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Yerusalem, ibu kota itu, pusat agama kehidupan Israel, ada Sanhedrin Besar. Itu biasanya terdiri dari 24 imam kepala, 24 penatua, dan 23 ahli Taurat ditambah Imam Besar menajdi 71 orang. Mereka menjadi sidang akhir dalam naik banding. Orang-orang dipilih menjadi anggota karena mereka telah membuktikan kebijaksanaan mereka dan mereka tidak memilih pihak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal dalam dalam proses kriminal di Sanhedrin yang menjamin hukum-hukum itu dipertahankan untuk seseorang. Nomor satu: pengadilan umum. Segala sesuatu harus terbuka supaya tidak ada orang yang dituduh salah dan dipaksa untuk menerima hukuman tanpa ada pengadilan adil. Hakim-hakim selalu berada dibawah pengawasan orang, yang dapat melihat apa yang terjadi. Kedua, Sanhedrin menjamin ada hak bela-diri. Selalu harus ada seseorang yang menyediakan pembelaan bagi sang terdakwa. Ketiga, tidak ada orang yang dapat dihukum bersalah tanpa kesalahannya terbukti oleh dua atau tiga saksi-saksi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal-hal itu masih berada bersama kita bahkan sekarang juga sebagai jaminan bagi pengadilan di masyarakat kita sekarang. Menjadi saksi palsu adalah pelanggaran yang dihukum dengan hukuman yang sama yang diinginkan saksi palsu untuk si terdakwa. Dan itu datangnya dari Ulangan 19:16-19, “Apabila seorang saksi jahat menggugat seseorang untuk menuduh dia mengenai suatu pelanggaran, 17 maka kedua orang yang mempunyai perkara itu haruslah berdiri di hadapan Tuhan, di hadapan imam-imam dan hakim-hakim yang ada pada waktu itu. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di kasus dimana ada hukuman mati, eksekusi itu hanya dapat dilakukan pada hari ketiga. Hari ditengah itu adalah hari dimana dipastikan bahwa semua bukti-bukti sudah masuk. Dan saksi-saksi yang telah bersaksi melawan orang yang dihukum mati itu adalah mereka yang harus melempar batu-batu pertama dalam eksekusi itu. Jadi saksi-saksi itu menjadi algojo. Jadi pastikanlah bahwa kesaksian Anda itu benar karena Anda bukan saja bersalah karena berbohong, Anda juga bersalah karena membunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Yohanes 8 ketika ada orang Farisi menuduh wanita itu berzinah? Dan Yesus mengatakan kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Dengan kata lain, jika dia bersalah kita akan membunuhnya dan Anda yang telah bersaksi tentang dia harus melempar batu-batu pertama. Tetapi hanya mereka yang tidak berbuat salah, kemudian hanya merekalah yang berhak untuk melempar batu-batu itu. Saksi-saksi itu adalah juga algojo, begitulah sistemnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita belajar sedikit tentang proses pengadilan Sanhedrin. Jika Anda menyebabkan ada hukuman terhadap orang yang tidak bersalah, darahnya akan menimpa Anda dan Allah akan minta balasan. Zaman sekarang haruslah ada sumpah seperti ini, “Tempatkanlah tanganmu diatas Alkitab dan bersumpah dihadapah Allah untuk menyatakan kebenaran, seluruh kebenaran dan hanya kebenaran saja,” Orang yang tidak memiliki fakultas fisik dan moral sepenuhnya tidak bisa bersaksi. Dan hukum Yahudi juga mengatakan: orang tidak dapat bersaksi melawan dirinya dan berdasarkan kesaksian itu saja ditentukan bersalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saksi-saksi itu harus menegaskan identitas terdakwa, dan menerangkan dibawah sumpah bulannya, harinya, jamnya dan keadaan waktu ada pelanggaran itu. Dengan kata lain, dilarang untuk menyebut apa yang didengar dari orang lain atau hal-hal umum. “Setelah semua bukti diselidiki, para hakim yang percaya dia tidak bersalah memberikan alasan-alasan mereka. Mereka yang percaya dia bersalah berbicara sesudahnya dengan moderasi besar. Jika salah satu hakim yang dipercayai terdakwa dengan pembelaannya, atau kalau dia sendiri ingin mengatakan sesuatu untuk membela diri, dia dizinkan untuk hal itu. Namun itu tidak diizinkan jika ada orang yang ingin menghukumnya.” Jadi mereka benar-benar bersandar di sisi belas kasihan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ketika orang terdakwa sendiri mau bicara, mereka mendengar dengan seksama, dan setelah diskusi itu selesai, salah satu dari hakim-hakim itu menyimpulkan kasus itu dan semua orang penonton disuruh keluar.” Dua sekretaris menghitung pemungutan suara para hakim, 23 adalah kuorum. “Sebelas suaru dari 23 sudah cukup untuk membebaskan, dan diperlukan 13 suara untuk menghukum. Jika mayoritas bersuara untuk membebaskan, terdakwa itu langsung dibebaskan. Jika orang itu divonis, para hakim tunggu sampai hari ketiga untuk menyatakan hukuman mereka. Dan selama hari ditengah itu, mereka diharuskan berpuasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian pada pagi hari ketiga mereka kembali menjadi hakim dan setiap hakim yang pendapatnya tidak berubah mengatakan, “Aku meneruskan pendapat yang sama dan menyalahkan.” Setiap hakim yang pada permulaan menyalahkan diperbolehkan untuk berubah pikiran dan membebaskan, namun setelah seseorang menyatakan orang itu tidak bersalah ia dilarang untuk merubah pikirannya untuk menghukum. Jika mayoritas menyalahkan, dua hakim langsung mendampingi orang terkutuk itu ke tempat penghakiman. Jadi mereka membunuhnya pada hari yang sama dia divonis. Pengkhotbah 8 mengatakan bahwa dengan hukuman cepat kelakuan kriminal akan berkurang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kelihatannya orang-orang ini memiliki rasa keadilan yang tinggi, dicampur dengan rasa belas kasihan. Dan mereka memasukkan perlindungan disini yang cukup baik bagi orang yang tidak bersalah, karena ada banyak kesempatan untuk kembali lagi dengan kesaksian. Namun ternyata itu tidak terjadi bagi Kristus. Dalam pengadilan Yahudi Yesus Kristus mereka melanggar setiap hukum keadilan yang mereka tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Aksioma Sanhedrin adalah: Sanhedrin harus menyelamatkan bukan menghancurkan kehidupan. Wah, dalam kasus ini semuanya tidak benar. Tidak ada kasus kriminal yang diperbolehkan berlangsung sepanjang malam, tetapi kasus ini melawan hal itu. Para hakim yang menghukum seorang kriminal harus tunggu satu hari sebelum eksekusi itu, dan mereka harus berpuasa sepanjang hari, tapi mereka tidak melakukan itu, mereka membunuh Yesus pada hari yang sama. Harus ada saksi yang bersaksi melawan-Nya, tetapi tidak ada. Harus ada pembelaan, tetapi tidak ada pembelaan. Bahkan tidak ada tuduhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ada dua sidang utama. Pertama adalah sidang agama Yahudi kemudian ada sidang Romawi sekuler. Karena orang Yahudi adalah bangsa yang diduduki, orang Romawi berotoritas atas mereka, dan orang-orang Yahudi tidak memiliki hak untuk eksekusi. Mereka tidak bisa membunuh seorang kriminal. Hanya orang Romawi memiliki hak itu. Jadi orang Yahudi dapat menghukum mati Yesus, namun mereka tidak dapat membunuh-Nya. Jadi apapun yang mereka menentukan dalam sidang agama mereka, mereka harus menyakinkan orang-orang Romawi karena hanya merekalah yang dapat membunuh Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap pengadilan Yahudi maupun Romawi memiliki tiga tahap. Jadi sebenarnya ada enam sidang yang berbeda bagi Yesus. Pengadilan Yahudi mulai pada saat Yesus dibawa ke Annas, yang mengirim Dia ke Kayafas dan Sanhedrin ditengah malam itu, dan kemudian Kayafas dan Sanhedrin bertemu lagi pada pagi hari untuk mencoba mengesahkan perbuatan jahat mereka. Sekarang setelah mereka menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka membawa-Nya kepada orang Romawi, kepada Pilatus. Kemudian Pilatus mengirim Dia ke Herodias, dan kemudian Herodias mengirim-Nya kembali ke Pilatus yang menghukum mati Dia. Semuanya melanggar keadilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam semua sidang-sidang itu sampai saatnya eksekusi Yesus Kristus, mereka tidak dapat menemukan satu pelanggaranpun dari Dia. Mereka ingin supaya Dia mati, jadi mereka harus membikin-bikin sesuatu untuk menghukum mati dia. Hukumannya sudah ditentukan namun mereka tidak ada pelanggaran. Marilah kita melihat aspek pertama, dakwaan tidak adil. Lihatlah ayat 57, “Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Disitu telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.” Namun Matius tidak memberikan kita tahap sebelumnya, yaitu di Yohanes 18.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 18:12-13, kita melihat dakwaan mula-mula, “Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia. 13 Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar.” Disini Yohanes menolong kita untuk mengetahui seluruh kisahnya. Dalam mempelajari injil, itu adalah gabungan. Kehidupan Kristus diberikan kepada kita dalam empat lukisan yang berbeda, dan setiap lukisan mementingkan fitur dan aspek yang berbeda dari adegan yang sama. Jadi pada permulaannya Dia dibawa ke Hanas dan Dia datang dibelenggu seperti orang kriminal biasa yang akan dipersembahkan sebagai korban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Hanas itu benci sekali sama Yesus Kristus. Dia menjadi ancaman terhadap keamanannya, kekuasaannya, gengsinya dan segalanya. Dia benci kekudusan Yesus karena dia sendiri begitu berdosa. Segalanya tentang Yesus menyebabkan dia marah, dia sendiri dibawah penguasaan Iblis sendiri dan semua setan-setannya. Yesus mengatakan, inilah waktumu dan kuasa kegelapan. Jadi mereka mengirim Yesus kepadanya, di dalam rumahnya, yang tidak legal karena ini waktu malam dan proses sidang itu dilarang dilakukan disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanas telah menjadi imam besar selama 20 tahun sebelum ini, yang menjadi imam besar sekarang adalah Kayafas. Ini menarik karena dibawah rancangan Allah, semua imam besar adalah imam besar seumur hidup. Namun ini sekarang telah menjadi suatu posisi politik, yang dapat dijual beli. Itu berhubungan dengan kemampuan untuk tunduk kepada Roma sehingga imam besar bergantian cepat. Namun ketika Hanas keluar sebagai imam besar, lima dari anak lelakinya dan satu menantu Kayafas, yang menikah dengan anak perempuannya, menggantikannya, jadi dia tetap menangani semua hal kriminal yang terjadi di Bait Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika seorang Yahudi datang dia biasanya membawa korban atau persembahan. Jika Anda membawa mata uang sebagai persembahan, Anda tidak diperbolehkan untuk memasukkan mata uang kafir itu karena di semua mata uang ada gambaran kafir yang dianggap penyembahan berhala. Jadi itu harus ditukar dengan mata uang bait Allah. Dan penukar uang itu disana minta biaya tukar yang jauh lebih dari pada seharusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika seorang Yahudi masuk dengan dombanya atau burung daranya, dia harus membiarkan binatang itu diperiksa imam untuk melihat apakah itu tanpa cacat. Dan jika binatang itu tidak dibeli di Bait itu, hampir selalu ada cacatnya. Hal pertama yang dilakukan Yesus ketika Dia datang ke kota Yerusalem di Yohanes 2:13-17, adalah untuk membersihkan Bait Allah itu. Dia masuk dan meja-meja penukar uang dibalikan-Nya dan semua orang diusir keluar. Nah itu menjadi kontak pertama dengan Hanas, dan sekarang Anda baru mengerti mengapa Hanas benci Yesus, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Hanas harus menemukan sautu tuduhan melawan Yesus, dan membawa Dia ke Sanhedrin, menyalahkan-Nya dan mengeksekusi-Nya. Sekarang lihatlah Yohanes 18:19, “Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.” Disini Hanas melanggar semua rasa keadilan. Jika orang dibawa masuk karena pendakwaan, dia harus diberitahu apa pelanggarannya. Caranya bukan untuk berbicara secara umum, dengan harapan ada ketahuan suatu pelanggaran hukum yang sudah ada hukumannya. Ini tidak legal dan tidak adil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20-21, “Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." Yesus pada dasarnya mengatakan, “Jika ada pelanggaran hukum, katakanlah Hanas, jangan menanyakan Aku, Aku tidak dapat menyalahkan diri.” Hanas malu dan frustasi. Hanas benar kalah melawan pikiran tanpa batas dari Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22, “Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" Namun Tuhan tidak membalas sama sekali. 1 Petrus 2:23 mengatakan, “Ketika Yesus dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki.” Dia sudah siap, Dia telah menegaskan hal itu di taman, kedalam kehendak Allah Bapa-Nya. Yohanes 18:23, “Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat kembali ke Matius 26:57, “Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.” Dan menurut Markus 14:53, dikatakan semuanya ada disitu. Namun berdasarkan Lukas 23:50-51, paling sedikit ada satu orang yang tidak ada disitu. Yusuf dari Arimatea tidak ada disitu, karena dikatakan bahwa orang yang memberikan kuburannya kepada Yesus adalah, “seorang yang baik lagi benar 51 yang tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu untuk mematikan Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun karena Hanas tidak menemukan pelanggaran, mereka harus menjadi jaksa. Mereka harus menciptakan suatu pelanggaran hukum dan menghukumnya. Lihatlah ayat 59, “Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,” Satu-satunya cara untuk membunuh orang yang tidak bersalah adalah dengan saksi palsu. Jadi mereka mencoba mencari ditengah malam beberapa pendusta, yang datang dan melakukan hal yang dilarang hukum mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukan dihukum oleh karena sesuatu yang Dia lakukan. Ayat 60 mengatakan itu, “Tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta.” Markus 14:56 mengatakan, “Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.” Ayat 60 teruskan, “Tetapi akhirnya tampillah dua orang,” di ayat 61, "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 14:58 mengatakan, “Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia." Bahkan kesaksian dari Matius berbeda dengan kesaksian di Markus. Di Yohanes 2:19 Yesus mengatakan, “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Verse 21, “Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.” Masalahnya adalah bahwa kedua orang ini tidak setuju dan para imam tahu hal itu dan mereka langsung tidak memakai alasan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, bahwa hanya orang-orang yang sebenarnya dalam sidang sebagai terdakwa adalah mereka yang menuduh Yesus, benar? Dan mereka menunjukkan mereka adalah orang-orang yang jahat, celaka, berdosa dan tidak adil. Kristus selalu dengan keberadaan-Nya sendiri menandai mereka yang adalah milik Iblis. Ketika Anda melawan Kristus, Anda akan ketahuan seperti apa mereka sebenarnya hari itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jun 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150614</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/akuk8n7a</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemenuhan Alkitab]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_xsbuvmea"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:50-56" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:50-56</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita melihat melalui mata Matius yang bersama-sama dengan Markus, Lukas dan Yohanes mencatat bagian ini yang berhubungan dengan pengkhianatan dan penangkapan Yesus Kristus. Ini membawa ke dalam fokus rencana Yudas. Betlehem memberikan dunia orang yang paling dikasihi dan dihormati, yaitu Yesus Kristus. Dan kota kecil bernama Keriot, 40 km disebelah selatan Yerusalem, memberikan dunia karakter yang paling hina, yaitu Yudas. </span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus pada hari Kamis malam, sebelum merayakan Pelewatan dengan murid-murid-Nya, mengatakan bahwa salah satu dari mereka adalah pengkhianat, dan Yudas di identifikasikan dan kemudian di suruh pergi untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan. Dan setelah dia pergi mereka merayakan Perjamuan Kudus dan Yesus mengajarkan mereka dan berdoa kepada Allah Bapa untuk mereka. Setelah itu Dia bersama dengan sebelas murid sisa, pergi ke bukit Zaitun ke suatu tempat bernama Taman Getsemane. Dan disitu Tuhan mulai berdoa pada saat Iblis datang tiga kali untuk melawan-Nya, namun Dia di kuatkan malaikat, sampai Dia tegas siap untuk mati di kayu salib. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara Yesus berdoa, para murid sedang tidur bukannya berdoa. Setelah berdoa tiga kali, Dia kembali kepada murid-murid yang masih tidur dan membangunkan mereka karena sudah waktunya Dia dikhianati. Dia tahu ada banyak orang di pimpin Yudas, datang ke taman itu. Pertama massa datang, kemudian ada ciuman pengkhianat kemudian murid-murid melarikan diri dan akhirnya ada kemenangan Juruselamat. Dan selagi kita pelajari semua ini, semuanya akan dinyatakan dengan seluruh realitasnya, karena ini kejadian dramatis. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 47, “Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah satu dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang-orang yang membawa pedang dan pentung,” dan Yohanes menambahkan “lengkap dengan lentera, suluh dan senjata,” bersama dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.” Jadi kita tahu bahwa yang merencanakan semua itu adalah imam-imam kepala dan tua-tua. Mereka membawa pasukan Romawi sebesar 600 orang, sepersepuluh dari legiun. Pemimpin-pemimpin Yahudi telah meyakinkan orang Romawi bahwa Yesus benar-benar adalah seorang pemberontak yang akan segera memimpin revolusi. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gerombolan itu adalah massa yang tidak adil. Yesus tidak melakukan kejahatan. Yesus adalah Raja Kebenaran dan menganiaya Dia sungguh adalah ketidakadilan, Kedua, massa itu juga bodoh. Dan keadaannya juga sama hari ini, ada orang diseluruh dunia yang menolak Kristus hanya karena mereka melihat orang lain melakukan itu. Ketiga, mereka pengecut. Mereka merasa kuat kalau bersama banyak orang. Dan keempat, mereka bersifat duniawi. Tangan-tangan mereka yang berdosa memukul Dia, menarik janggut-Nya, dan menempatkan mahkota duri diatas kepala-Nya dan memaku-Nya di kayu salib. Dia dicemarkan kesucian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga melihat ciuman si pengkhianat. Disini ciuman panjang dan pelukan adalah tanda pengkhianatan. Siapakah sanggup melakukan hal seperti itu? Hanya orang yang kerasukan Setan sendiri. Yesus mengatakan pada waktu Yudas datang, “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" Lukas 22:48. Dan di Markus 14:45 dinyatakan bahwa Yudas mengatakan, “Rabi-rabi” dan terus mencium-Nya. Jadi Yesus menanggung ciuman hina ini. Dan di ayat 50, Yesus mengatakan kepadanya, “engkau” bukan teman lagi, “Lakukanlah apa yang engkau mau lakukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah massa itu adalah ilustrasi lain dari pemuridan palsu. Yudas adalah contoh klasik dari orang yang berpura-pura menunjukkan kasih dan kesetiaan namun mengkhianati Kristus. Dia mengilustrasikan hak istimewa yang disalahgunakan, dan dia adalah gambaran cinta uang karena tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari pada Kristus, dan dia menjual-Nya untuk tigapuluh uang perak. Dia adalah murid palsu yang kehilangan kesempatan, yang mencintai uang lebih dari Anak Allah dan adalah orang munafik yang mengkhianati Anak Allah dengan ciuman. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan banyak orang sekarang sama seperti itu juga. Banyak sekali murid palsu di dalam gereja. Mereka pura-pura mengasihi dan setia kepada Kristus. Mereka pura-pura peduli namun sebenarnya mereka sama sekali tidak dan mereka akan menggantikan Yesus dengan apa saja yang kelihatannya lebih berharga pada waktu itu, dan memang itu terjadi. Dan ketika mereka melihat bahwa hidup mereka tidak berkembang seperti mereka harapkan dan mereka tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan Dia akan memberi, mereka akan memilih sesuatu yang lain. Itulah keadaannya bahkan sekarang juga. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membaa kita kepada hal ketiga, yaitu murid-murid yang melarikan diri. Perhatikanlah sekali lagi bagian terakhir Matius 26:50, “Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.” Yohanes 18:12 mengatakan disitu ada tentara Romawi, polisi Bait Allah dan para penguasa Yahudi, mereka semuanya bersama-sama melakukan itu. Namun sebelumnya mereka dapat mengikat tangan-Nya, dikatakan di Lukas 22:49, “Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?" Hai Tuhan, apakah Engkau ingin kita berperang disini di taman? </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah langsung setelah ada pertanyaan di Lukas 22:49, tebaklah siapa yang bertindak? Ayat 51 mengatakan, “Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.” Matius, Markus dan Lukas tidak memberitahu siapakah orang itu. Namun Yohanes memberitahukan namanya. “Mengapa Yohanes memberitahukan orangnya?” Karena injil Yohanes adalah injil yang ditulis bertahun-tahun kemudian dan pada waktu itu sudah aman untuk menyatakan siapakah orang itu. Penulis mula-mula Matius, Markus dan Lukas tidak mau mengindentifikasikan Petrus, karena memakai pedang melawan orang Yahudi dan Romawi akan menyebabkan masalah besar bagi dia. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes juga mengatakan telinga siapakah yang dipotong, namanya Malkhus dan dia orang penting, yaitu wakil Imam Besar. Nah Petrus bukannya mau mematong telinga orang itu, dia ingin memotong kepalanya, namun Malkhus mengelak. Pikir Petrus, “Ya kita akan melawan semuanya.” Jadi apakah menyebabkan Petrus memiliki keberanian seperti itu? Tahukah Anda bahwa waktu massa masuk ke taman, begitu Yesus maju kedepan dan mengatakan, “Akulah Dia,” mereka semua langsung jatuh ke tanah. Jadi Petrus pikir, “Jika ada masalah Tuhan akan menjatuhkan mereka ke tanah lagi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditambah itu, itu memang bagian dari sifatnya untuk berreaksi keras. Darimana Dia dapat pedang itu? Lukas 22:38 memberitahukan hal itu, “Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup." Nah ada beberapa orang yang memikir bahwa maksud Tuhan adalah “itu sudah cukup untuk menang dalam pertempuran,” namun sudah jelas bukan itu yang dimaksud Tuhan, karena begitu dia memakai pedangnya Tuhan mengatakan kepada Petrus, “kembalikan pedang itu.” Yang dimaksud Tuhan adalah, “Bukan itu caranya kita berperang, kita tidak memakai pedang duniawi.” </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 10:4 mengatakan, “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” Kekristenan tidak maju dengan memakai senjata duniawi. Setiap peperangan duniawi yang disebut peperangan kudus dalam nama Kristus benar-benar tidak kudus. Kerajaan Allah tidak maju dengan senjata kedagingan, hanya dengan senjata rohani Yang sanggup meruntuhkan kuasa Iblis yang memerintah dalam hati pria dan wanita. Jadi Petrus tidak sinkron dengan realitas rohani disitu. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat apa yang dikatakan Yesus kepada Pilatus di Yohanes 18:36, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Peperangan rohani tidak pernah dimenangkan dengan kuasa militer. Di Yohanes 18:11, “Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?" Kemudian di Alkitab dikatakan bahwa Yesus menyentuh dan menyembuhkan telinga Malkhus itu dan dengan demikian memberikannya telinga baru. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini satu-satunya mujizat yang tercatat di Firman Allah dimana Yesus menyembuhkan luka segar, jadi ini unik. Dan ini juga berwawasan karena ini terjadi tanpa ada iman dari pihak Malkhus. Mujizat Yesus ini adalah mujizat berdaulat. Kadang-kadang ada iman, kadang-kadang tidak ada. Orang itu berdiri saja, terus kehilangan telinga dan kemudian tahu-tahu dia dapat telinga baru. Ini bukan masalah iman, ini tindakan berdaulat dari Kristus. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa Tuhan tidak mengizinkan ada pertempuran? Tiga kata kunci akan menjelaskan alasan-alasan itu. Nomor satu, kata itu adalah fatal. Ayat 52, “Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.” Itu alasan pertama. Yesus mengatakan: orang-orang yang menggunakan pedang untuk tindakan kekerasan pribadi akan dihukum dengan eksekusi. Ini kembali kepada Kejadian 9:6, “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia.” Tuhan kita dari mulut-Nya sendiri mendukung hukuman mati. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah hukum ilahi Allah untuk pelestarian hak asasi hidup manusia. Di Roma 13:4 dikatakan, “jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” Orang Kristen tidak ada hak untuk membunuh orang. Kita tidak membicarakan pertahanan diri, dan pembelaan diri dari seseorang yang ingin membunuh Anda atau mereka disekitar Anda. Kita membicarakan suatu tindakan balas dendam terhadap orang lain. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, ini bukan saja fatal namun juga bodoh, karena siapakah Kristus itu. Perhatikanlah ayat 53, “Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas legiun malaikat membantu Aku?” Lebih dari dua belas legiun adalah lebih dari 72,000 malaikat. Apakah Anda tahu betapa besar kuasa satu malaikat? Nah di 2 Raja-raja 19 ada satu malaikat yang membunuh 185,000 orang Assyrian sendirian saja, bayangkan apa yang dapat dilakukan 72,000 malaikat. Allah mahakuasa, itu bodoh. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Allah ingin membela Yesus, Dia pasti sanggup. Jadi seandainya meskipun pemerintah melakukan hal yang tidak adil, dan orang-orang atas nama pemerintah melakukan hal-hal yang tidak adil, kita tetap tidak ada hak untuk memakai senjata. Jika Tuhan ingin menyelamatkan kita, Dia akan menyelamatkan kita. Dan ada juga alasan ketiga, yaitu kata penggenapan, di ayat 54, “Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memang harus ditangkap. Yesus memang harus seperti Anak Domba yang dibawa ke pembantaian seperti dikatakan di Yesaya 53:7. Itu harus terjadi seperti di Masmur 41:9, dimana bahkan sahabat karibku yang kupercayai, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Memang harus seperti Zakharia 11:12 dimana Aku dikhianati untuk tiga puluh uang perak. Harus terjadi seperti dikatakan di Mazmur 22 dengan semua kejadian kematian di kayu salib. Semua harus seperti di Yeremia 23. Semua harus seperti di Zakharia 13:1. Semua harus terjadi seperti yang telah dinubuatkan. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 56, Yesus mengatakan lagi, “Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggal-kan Dia dan melarikan diri.” Dan “semua” itu adalah yang dikatakan Yesus di ayat 31, masih ingat? Yesus mengatakan, “Malam ini kamu semua akan melarikan diri karena Aku.” dan mereka semua lari karena ketakutan. Tuhan membiarkan diri-Nya dibelenggu, dan sekarang mereka takut. Dan meskipun Tuhan di Yohanes 18:8 minta orang Romawi dan Yahudi untuk membiarkan murid-murid itu pergi, mereka tahu bahwa mereka juga mungkin ditangkap. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada satu orang yang tidak melarikan diri. Markus 14:51-52 mengatakan, “Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, 52 tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.” Itu adalah satu-satunya tempat dimana dia disebut, hanya orang muda yang mengasihi Kristus. Mengapa Tuhan menempatkan kejadian kecil ini disitu? Mungkin itu suatu indikasi jikalau Tuhan membiarkan orang itu melarikan diri, Dia juga ada rencana khusus bagi para murid, seandainya mereka setia, benar? </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat tanda-tanda murid yang lemah. Pertama, mereka tidak siap. Mereka menganggap niat baik itu adalah kekuatan. Mereka terlalu percaya diri dan mereka tidak ingat janji-janji Yohanes 13 sampai 16 yang diberikan kepada mereka malam itu juga. Jika mereka mendengar doa-Nya di Yohanes 17, pada waktu Dia berdoa supaya Allah Bapa memelihara mereka dan jika mereka mengerti bahwa segala kuasa adalah milik mereka dan apapun juga yang mereka nanyakan akan diberikan kepada mereka, itu pasti menguatkan mereka. Orang-orang melarikan diri ketika mereka lemah dalam Firman Allah dan lemah dalam hal berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, mereka impulsif. Mereka bertindak berdasarkan emosi dari pada penerangan. Mereka tidak memikir panjang tentang apakah yang benar. Mereka hanya berreaksi inpulsif saja, tanpa menyadari apa yang berlangsung disekitar mereka dan reaksi manakah yang terbaik. Banyak orang Kristen yang tidak siap, yang tidak membaca Firman Tuhan dan yang tidak berkomunikasi dengan Allah, tidak dapat melihat hati Allah dalam suatu keadaan tertentu. Jadi reaksi mereka hanya impulsif berdasarkan perasaan mereka saja. Jika Anda menjadi korban kecemasan Anda sendiri, ya pasti akan ada masalah. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga adalah mereka tidak sabar. Mereka tidak bisa tunggu untuk melihat hal apa yang luar biasa akan dilakukan Allah. Banyak orang Kristen seperti itu dan kita juga kadang-kadang seperti itu. Kita seringkali mengambil jalan keluar yang gampang dan kita mencela Juruselamat karena kita tidak sanggup melakukan tugas kita. Seandainya kita bertekun, kita dapat melihat tangan Allah yang menyelamatkan dan kita dapat memuliakan dan memuji-Nya. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lagi pula mereka penuh kedagingan. Maksudku mereka bergantung kepada kekuatan jasmani mereka, senjata jasmani mereka dan ketika mereka kehilangan senjata jasmani dan sumber daya mereka, mereka tidak tahu kemana mereka harus pergi. Mereka tidak tahu artinya iman. Jadi dalam ringkasan kita boleh bilang murid lemah tidak konsisten. Mereka janji banyak hal namun mereka tidak melakukannya dan banyak orang bertindak seperti itu sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat sekarang sebaliknya, kepada Kristus sendiri. Kita dapat melihat kebesaran Juruselamat dan kemuliaan-Nya. Bisa saja kita melihat adegan seperti ini dan itu kelihatannya seperti sesuatu yang menurunkan kemuliaan Kristus, seperti sesuatu yang mencuri keagungan-Nya. Namun disisi lain, jika Anda mendengar dengan seksama, melalui kata-kata Roh Allah dan hati Matius, Anda malah dapat melihat kebalikannya. Meskipun semua hal-hal ini terjadi, kita tetap melihat kemenangan Kristus. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Anda dapat melihat kemenangan Kristus pada waktu Dia menghadapi massa itu. Pada suatu ketika saat Yudas datang untuk mencium Kristus, sesuatu yang luar biasa terjadi. Perhatikanlah Yohanes 18:4-6, “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?" 5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. 6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hampir seribu orang jatuh ke tanah. Coba siapakah yang menguasai keadaan disitu? Yesus bukan korban pada waktu itu. Kenyataan bahwa mereka diizinkan untuk berdiri kembali adalah karena Dia mengizinkan mereka. Kemudian di ayat 7 “Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret." Ayat 8, “Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." Yesus sedang mengurus keselamatan murid-murid-Nya. Yang luar biasa adalah bahwa Dia mengontrol seluruh massa. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada keadaan lain yang menunjukkan Yesus menghadapi massa di ayat 55, “Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.” Yesus mengatakan kepada mereka, Anda dapat menangkap Aku kapan saja di Bait Allah jika ada alasan yang baik, namun Anda tidak ada alasan karena Anda tidak berhak melakukan ini, dan Anda takut orang-orang. </span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka dipimpin Iblis. Meskipun Yesus menghadap massa itu, Allah yang mengontrol segalanya. Jadi dimanakah Anda? Yesus mengatakan di Matius 12:30, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Apakah Anda berdiri bersama Juruselamat yang menang dan bersedia untuk bertekun dalam hal apa saja yang akan datang? Anda ada disuatu tempat yang Anda tahu sendiri dan yang Allah tahu juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jun 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150607</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/xsbuvmea</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ciuman Pengkhianat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_usgrgxru"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:47-50" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:47-50</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekali lagi ada di Matius 26:47-50 saat kita teruskan pelajaran kita tentang hari-hari Yesus terakhir di dunia. Bagian khusus ini adalah suatu bagian yang menimbulkan disatu sisi banyak emosi dan amarah, dan disisi lain kasih; disatu sisi keinginan untuk balas dendam dan disisi lain kepercayaan penuh terhadap rencana Allah. Bagian Firman ini membicarakan tindakan pengkhianatan dan penangkapan Yesus Kristus. Ciuman Yudas adalah suatu perbuatan tercela dan menjijikan, jadi ada semacam kemarahan dan dendam.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Kristus sangat tenang ditengah kejadian ini. Dan sekarang tibalah saatnya dimana Dia muka ke muka dengan Yudas, si pengkhianat itu. Yesus dikhianati salah satu dari murid-Nya sendiri dan ditangkap untuk dieksekusi di kayu salib. Dan saat kita membaca naratif ini, kita melihat drama adegan ini, bagian tragisnya dan bagian kemenangannya. Jadi kita ingin mempelajari serangan kerumunan itu, ciuman si pengkhianat, kekalahan para murid dan kemenangan Juruselamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan ayat 47, “Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, termasuk imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.” Matius, Markus dan Lukas semua mengatakan bahwa pada saat Yesus sedang bicara, rombongan itu datang. Jadi apakah dikatakan Yesus saat itu? Saat itu Dia sedang membangunkan kesebelas murid itu dan meminta mereka untuk maju kedepan, kemudian kita melihat ayat 47, semua itu terjadi tiba-tiba dan cepat sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius mengatakan, “Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu.” Para penulis Alkitab cukup baik waktu mereka membicarakan Yudas. Bisa saja mereka mengatakan, “si Yudas, pengkhianat terkutuk itu,” namun mereka tidak mengatakan itu. Mereka jauh lebih terkendali dari pada pemulis-pemulis buku sejarah tambahan Alkitab. Banyak buku-buku apokrif membicarakan Yudas dengan penuh kebencian dan kehinaan. Namun saat kita melihat penulis-penulis Alkitab tidak ada hal seperti itu. Yang mereka katakan selalu adalah bahwa dia salah satu dari kedua belas murid.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pernyataan itu, daripada pernyataan penghinaan, menunjukkan suatu misteri besar. Seolah-olah mereka mengatakan, “ini sulit untuk dipercaya, namun orang ini yang mengkhanati Yesus adalah satu diantara keduabelas murid.” Yudas mengenal Yesus lebih intim daripada semua orang lain di muka bumi ini dan dia tetap melakukan ini. Jadi daripada memberi pernyataan jijik, ini adalah pernyataan terkejut, “satu dari keduabelas.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hari Jumat pagi ketika Yudas tiba disana. Dia telah meninggalkan murid-murid lama sebelum Perjamuan Kudus itu dijadikan. Dan ketika dia pergi, kita belajar bahwa dia melaksanakan perjanjiannya dengan pemimpin-pemimpin Yahudi. Dia mengatakan, “Berapa banyak Anda akan memberi saya jika saya memberikan kalian Yesus?” Dan dia kumpulkan mereka dan berkata, “inilah waktunya, lakukanlah ini cepat karena Yesus jauh dari orang banyak. Dia juga kerasukan Setan, jadi bukan dia yang berkuasa, karena dikatakan di Yohanes 13:27, “Ia kerasukan Iblis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka tiba dan Yudas ingin dibayar untuk apa yang dia percaya adalah tahun-tahun terbuang mengikuti Mesias yang tidak akan mendirikan Kerajaan yang dia harapkan. Dia pasti bertemu dengan pemimpin-pemimpin Yahudi. Kemudian mereka harus minta izin dari orang Romawi dan kemungkinan besar dia bertemu dengan Pilatus juga. Di Matius 27:62-65 dikatakan, “Keesokan harinya, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.” Mereka tidak menjelaskan bahwa Kristus adalah si penyesat itu, jadi pasti mereka sudah berbicara dengan Pilatus tentang hal ini sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka pasti telah meyakinkan Pilatus dengan suatu cara bahwa Yesus kemungkinan besar adalah pemberontak, dan Dia akan memimpin suatu pemberontakan melawan Roma. Dan mereka tidak ingin supaya itu terjadi lagi karena mereka baru-baru ini telah memberantas yang lain. Di Markus 15:7 dikatakan, “Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.” Mereka melihat dalam Yesus orang seperti Barabas dan mereka ingin memberhentikannya sebelum itu mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi berdasarkan pretensi itu, tentara Romawi bergabung dengan pemimpin Yahudi dibawah pimpinan Yudas, dan mereka masuk taman untuk menangkap Yesus. Orang Romawi membawa tentara tambahan untuk perayaan Pelewatan, dan untuk melihat sekelompok pemimpin Yahudi itu tidak aneh karena waktu itu memang musim kudus. Jadi kelihatannya waktu itu waktu yang tepat. Dan itulah pikiran Yudas, dan pikiran Iblis, dan pikiran pemimpin-pemimpin agama, dan pikiran orang Romawi, dan itu juga rencana Allah karena ini semua terjadi dengan pengetahuan Allah sebelumnya, kata Kisah Rasul 2.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bersama Yudas datanglah rombongan besar dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Israel. Dan tua-tua itu mewakili orang-orang yang memerintah dan itu terdiri dari orang-orang Saduki dan Farisi. Ini perlu diketahui bahwa pemimpin-pemimpin Yahudi merencanakan semua ini. Bahkan di Yohanes 18:3 dikatakan, “Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah termasuk imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imam kepala juga ada disitu, karena sebentar lagi kita bertemu dengan hamba Imam Besar yang adalah orang yang sangat penting, yaitu wakil imam kepala, jabatan agama tertinggi di negara. Nah di Yohanes 18:3 dikatakan bahwa ada sepasukan prajurit yang di dalam tentara Romawi adalah sepersepuluh legion yang adalah enam ratus tentara. Ditambah penjaga-penjaga Bait Allah jadi ini adalah rombongan besar sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 22:52 mengatakan ada “imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua,” jadi ada kelompok tambahan yaitu polisi Bait Allah. Dan Yohanes mengatakan mereka datang dengan lentera dan suluh. Namun itu bulan purnama, karena Pelewatan dirayakan dipertengahan bulan, ketika malam itu cukup terang. Jadi mereka datang dengan lentera dan suluh karena mereka pikir mereka harus mengejar Yesus keluar dari tempat persembunyiannya. Jadi mereka datang untuk menangkap si pemberontak dengan paksa kalau perlu bersama ratusan orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga baca di ayat 47 bahwa mereka bawa pedang dan pentung. Kata “pedang” berarti pedang pendek, macam itu dibawa tentara Romawi untuk menangkap orang. Mereka memakai pedang panjang ketika mereka berperang melawan balatentara lain. Kemudian kia melihat mereka membawa pentung, sama seperti tongkat polisi. Dan itu adalah senjata yang biasanya dibawa polisi Bait Allah. Jadi orang Yahudi bersenjata dan orang Romawi bersenjata juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada menyambut Anak Allah, daripada merangkul Mesias yang telah ditunggukan lama, daripada menyembah di kaki seseorang yang harus disembah sebagai Allah yang hidup, mereka malah mengirim sekelompok tentara untuk menangkap-Nya. Ini ilustrasi jelas dari kejahatan dunia. Jika Anda pikir dunia ini tidak jahat, coba tanyakan diri bagaimana mereka bisa menolak seseorang yang paling murni dan paling indah dan penuh kasih yang pernah ada di dunia ini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kejahatan mereka nyata karena mereka tidak adil. Apakah mereka ada hak untuk menangkap Yesus Kristus dan membunuh-Nya? Tindakan kriminal apa telah Dia lakukan? Bahkan Pilatus sendiri kemudian di Lukas 23:4 mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini." Dan Pilatus adalah seseorang yang terdidik dalam hukum. Kristus tidak ada salahnya. Tidak ada pelanggaran hukum. Mereka benar-benar tidak adil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 8:44 mengatakan, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula.” Perbuatan mereka terhadap Yesus Kristus tidak ada hubungan dengan kebenaran, tidak ada hubungan dengan keadilan dan kebaikan. Dan bukan saja dunia ini tidak adil, dunia ini juga bodoh. Apakah masalah tentara Romawi terhadap Yesus? Tidak ada. Apakah masalahnya imam-imam terhadap Yesus? Tidak ada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dilakukan Yesus? Apakah Dia menyembuhkan penyakit orang-orang? Iya. Apakah Dia memulihkan mereka kepada kehidupan rohani? Iya. Apakah Dia mengajarkan mereka kebenaran ilahi? Iya. Namun mereka benar-benar bodoh. Hanya beberapa pemimpin yang berpendapat bahwa Yesus harus dibunuh yang menyebabkan seluruh penduduk ikut serta. Mereka sama bodohnya dengan orang-orang yang mengikuti Hitler. Pemimpin itu tergerak untuk menyelamatkan reputasi mereka, demi mempertahankan kedudukan mereka sebagai pemimpin-pemimpin rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, dunia seperti ini juga masa kini. Ada orang di seluruh negara kami yang menolak Yesus Kristus dengan cara yang bodoh sama seperti orang-orang ini. Ada orang yang mengatakan kepada saya, “Iya, saya tidak dapat percaya Yesus Kristus, saya telah dididik Yahudi.” Wah, kalau itu saja alasanmu, Anda sama bodohnya dengan orang-orang itu. Lebih baik Anda menyelidiki klaim-klaim Kristus sendiri. Dan ada juga orang yang mengatakan, “Saya tidak bisa menerima Yesus Kristus, saya tidak percaya semua hal itu.” Dan jawabanku adalah, “Tentu saja Anda sudah mempelajari secara mendalam kehidupan Kristus untuk mendapat kesimpulan cerdas seperti itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka mengatakan, “Ya belum tentu Alkitab itu benar.” Kemudian waktu ditanya apakah mereka pernah baca Alkitab mereka mengaku sebenarnya mereka masih belum. Mereka tidak memikir, mereka hanya mengikuti mentalitas massa, jika orang-orang disekitar Anda menolak Kristus, apakah Anda ikut-ikutan saja? Jangan bodoh, jangan menjadi korban kepahitan atau emosi atau penolakan Kristus orang lain. Janganlah menolak Anak Allah karena itu dilakukan orang lain. Dunia itu bodoh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga pengecut, masa diperlukan ratusan orang dengan pedang dan pentung untuk menangkap satu orang di malam hari? Hati nurani bersalah selalu menyebabkan orang menjadi penakut. Kejahatan selalu takut akan menerima sepatutnya. Apakah kita baca bahwa ada orang yang berbicara dengan Yesus, untuk mencari tahu apakah benar dia adalah pemberontak negara? Pengecut selalu datang dengan rombongan besar. Mereka merasa aman dalam suatu gerombolan. Mereka segan untuk menghadapi kebenaran, mereka selalu menyembunyikan diri dengan orang banyak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia jahat juga tidak suci. Dunia sama sekali tidak menghargai hal-hal ilahi. Setiap kali kita mendengar kata “Yesus” keluar dari mulut orang sebagai kata kutukan, kita melihat keberdosaan dunia. Setiap kali Allah diejek, atau Kristus diejek, atau setiap kali Firman Allah atau jalan Allah atau kehendak Allah dihina dan diremehkan, setiap kali Kristus ditolak, itu adalah ketidaksucian yang sama yang terlihat di taman ini, dimana dunia menodai hal yang paling kudus di alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali agama-agama yang bersaingan dimana-mana dan nama Yesus sekarang disebut di banyak agama palsu dan pengertian siapakah Yesus sebenarnya dan apakah ajaran-Nya sudah di rubahkan dalam banyak hal. Pendapat orang teologia liberal dan evolusi sudah merajalela di YouTube dan banyak outlet media sosial dan pendapat umum sama sekali tidak mau mendengar apa yang dikatakan di Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, dunia ini masih sama. Mereka tetap saja datang dengan sikap yang jahat, bodoh, pengecut dan tidak adil dan tidak ilahi. Serangan gerombolan itu mulai dengan ciuman si pengkhianat. Ayat 48-49, “Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." 49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.” Tidak ada sesuatu tentang Yesus yang dapat membedakan-Nya dari orang lain. Jadi mereka memerlukan tanda supaya tidak ada kesalahan. Dan Yudas memilih tanda ini. Dari semua hal lain yang dia dapat pilih, dia memilih ciuman, dalam pikirannya yang jahat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ciuman diberikan dari murid kepada guru yang disayangi sebagai tanda penghormatan dan kasih. Dan itu hanya diberikan kepada guru saat dia duluan memberikan itu. Itu tidak sopan untuk maju begitu saja dan mencium guru itu, kecuali itu diundang dengan rangkulan dulu. Namun ciuman selalu tanda kasih, ada keintiman. Orang bawahan selalu mencium punggung tangan. Orang diatas pembantu mungkin dapat mencium telapak tangan di waktu itu. Budak selalu mencium kaki. Dan mereka yang datang untuk menerima belas kasihan dan raja marah juga akan mencium kaki dan memohon pengampunan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ciuman di pipi adalah tanda kasih hangat, intim, kasih yang tidak mementingkan diri, jadi ciuman Yudas ini menjadi tindakan tercela dari semua tindakan. Dia dapat mencium tangan Yesus, namun dia memilih untuk pura-pura mengasihi Kristus, bukan saja untuk memberi tanda namun dalam kebodohannya memikir bahwa dia dapat menipu Kristus dan murid-murid lain. Jadi dia mengatakan, “Orang yang akan kucium, itulah Dia”; itulah pura-pura tidak bersalah. Itu adalah upaya lemah untuk menyembunyikan karakternya dan pengkhianatannya. Khayalan yang berpikir dia dapat menipu Anak Allah adalah di luar deskripsi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 27:6 mengatakan, “seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.” Itu bagian dari tipu daya musuh untuk melakukan sesuatu berlebihan. Kebencian imam-imam sudah lebih dari cukup. Sulit dimengerti bahwa orang dapat membalas kasih ilahi dengan penipuan. Dan ditambah itu Yudas kesalahannya tidak dikurangi karena Yesus mencapai penebusan bagi semua orang yang percaya Dia, itu tidak mengurangi kesalahannya sama sekali. Itu hanya melebihi kejahatannya dan tidak menghilangkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ditengah semua ini, Lukas 22:48 mencatat, “Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" Dan di Markus 14:45 kita baca bahwa Yudas mengatakan, “Guru, Guru” dan terus saja mencium Dia. Ini mencemarkan perbuatan ilahi karena di Mazmur 2 dikatakan, “Ciumlah Anak Allah.” Dia bertindak seolah-olah dia yang berduka cita. Mungkin para murid berpikir dia datang untuk memperingatkan-Nya, jadi dia memisahkan diri sedikit dari gerombolan itu dan pura-pura berduka cita dan mengasihi. Dan Yesus bertahan saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 50, “Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, lakukanlah apa yang engkau mau lakukan." Dalam Bahasa Yunani harfiah itu bukan teman. Ada terjemahan yang berbeda-beda, namun teks itu tidak mengatakan teman, ‘philos’, tetapi kata ‘hetairos’ yang berarti “orang.” Yesus tidak memanggil Yudas teman lagi. Dia memakainya di Yohanes 15, ketika Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya, “kamu adalah sahabat-Ku.” Yudas sudah pergi. Ini bukan sahabt lagi, Yudas masih dikaitkan kepada Kristus namun dia bukan teman lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya telah diteguhkan di dalam hati Yesus, Dia sedang menuju kepada kayu salib. Dia bertahan waktu dicium si pengkhianat, dan hanya mengatakan, “Lakukanlah apa yang engkau mau lakukan.” Pernyataan itu adalah selamat tinggal Yesus terhadap anak kebinasaan. Itu saja. Dan kita tahu bahwa Yudas yang sedang ada di neraka pada saat ini, pasti mendengarkan di telinganya untuk selama-lamanya, “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman? (Lukas 22:48). Lakukanlah apa yang engkau mau lakukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas bukan satu-satunya pengkhianat, ada banyak orang-orang Yudas di setiap abad. Ada Yudas di banyak gereja-gereja yang datang dan pura-pura mengasihi Kristus, dan pura-pura memuliakan Kristus, namun mereka penipu dan munafik dan mereka hanya mementingkan apa yang mereka dapatkan, sebagian suara hati mereka merasa aman, ada ketenangan pikiran sedikit, ada reputasi yang mereka inginkan, dan ada sedikit kepuasan diri. Namun mereka semua munafik dan mereka hanya mementingkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi realitas bagi setiap orang adalah kita juga sepertinya ada di taman itu. Kami baik berdiri dengan orang banyak yang fasik, tidak adil, bodoh, pengecut dan bersama dengan murid pengkhianat itu, atau kami berdiri dengan para murid lain dan Juruselamat yang menang. Murid-murid itu melarikan diri dan mereka lemah namun pada saat Roh Kudus masuk mereka menjadi kuat. Dimanakah engkau berdiri? Itulah pertanyaan yang terakhir. Jika Anda masih belum mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatmu, jika Anda masih belum menyembah Dia, kami mengundang saudara hari ini juga untuk mengikuti-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 May 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150524</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/usgrgxru</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memenangkan Peperangan Rohani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ct1i94ae"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:39-46" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:39-46</a></span></div><div class="imTAJustify"><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 53 menggambarkan penderitaan Yesus Kristus. Ada kata-kata seperti dihina, dihindari orang, penuh kesengsaraan, biasa menderita kesakitan, tertikam, diremukkan, dianiaya, ditindas, ditahan, dihukum, dipukul dan kena tulah. Dosa-dosa dan penyakit, ketidakpercayaan, keraguan, ketidaktaatan dan penolakan ada disekitarnya selama pelayanan-Nya. Namun tidak ada penderitaan masa lalu yang dapat dibandingkan dengan penderitaan minggu ini dan selagi kita mulai mempelajari penderitaan Kristus kita harus mulai di taman Getsemani, jadi marilah kita melihat lagi Matius 26.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum Yesus berada dikayu salib, dia datang ke taman itu dan kita dapat mengerti lebih baik lagi penderitaan-Nya di kayu salib dengan pengertian penderitaan-Nya di taman. Ketika kita mengerti penderitaan-Nya di taman kita diberi pengertian lebih mendalam betapa besar penderitaan-Nya di kayu salib. Kita mendapat wawasan betapa besar kasih-Nya terhadap Allah Bapa, betapa besar kesetiaan-Nya terhadap kehendak Allah Bapa, dan betapa besar kasih Dia dan Allah Bapa terhadap pendosa-pendosa. Dan dari kejadian ini kita juga belajar bagaimana caranya kita sendiri harus menghadapi pencobaan besar dan memperoleh kemenangan sama seperti Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini pada waktu Dia menghadapi kayu salib kita melihat Dia dalam penderitaan yang paling besar dalam kehidupan-Nya sampai sekarang. Ini adalah tanah suci. Dan ini juga sangat pribadi. Bahkan murid-murid-Nya tidak ada disitu, meskipun mereka dekat. Dan kita tidak akan tahu apapun tentang hal ini kalau bukan Yesus sendiri memberikannya kepada penulis-penulis catatan Injil. Disini sifat kemanusiaan Yesus kelihatan secara luar biasa. Kita bicara banyak tentang keilahian Yesus tetapi tidak banyak tentang kemanusiaan-Nya. Disini terdapat wawasan-wawasan yang paling dalam dan luar biasa tentang kemanusiaan Yesus dimanapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat Dia, yang sama dengan kita telah dicobai, hanya tanpa perbuatan dosa. Disini kita melihat Dia diperlengkapi untuk menjadi Imam Besar yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Disini kita dapat melihat Dia sebagai manusia, menderita penderitaan godaan namun tetap menjadi pemenang dalam kepercayaan-Nya kepada Allah. Disini Dia menunjukkan kepada kita bagaimana caranya berperang melawan Iblis dan percaya Allah pada saat yang sama. Jadi di Matius 26 kita akan mencoba sekuat mungkin untuk melihat sejauh mungkin ke dalam hati Juruselamat kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 36-40, “Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." 37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 41-46, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" 43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. 45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajaran dari Yesus adalah suatu pelajaran yang sangat langsung. Mereka akan melihat bagaimana Dia menghadapi pencobaan, bagaimana caranya Dia menanganinya. Jadi Dia membawa mereka kedalam waktunya yang paling buruk. Sekarang kita telah melihat khususnya kepada beberapa kata yang penting. Kata pertama adalah kesedihan yang kita telah bicarakan minggu lalu. Pada saat mereka maik ke bukit Zaitun, tiba-tiba antisipasi Kalvari menjadi beban berat bagi Tuhan. Dan dikatakan di ayat 37, “Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jiwa Tuhan kita jijik secara total dengan pikiran mati di kayu salib dan itu bukan karena Dia benci memikirkan kesakitan jasmani, itu karena Dia benci memikirkan bahwa murka Allah akan dituangkan atas diri-Nya. Keterasingan dan pemisahan dari Allah, yang selama ini ada dalam kaitan kekal, dan pikiran dimana keberadaan-Nya yang benar tanpa dosa bisa dimemar murka Allah sewaktu Dia menanggung hukuman bagi semua orang yang percaya itu. Ada suatu kesepian parah yang datang kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cobalah pikirkan semua hal yang menyebabkan Dia menderita. Pengkhianatan Yudas, disersi kesebelas murid, penyangkalan Petrus dan kemudian penolakan bangsa Israel. Disini Mesias Israel yang datang untuk menebus umat-Nya malah ditolak oleh mereka dan dibunuh. Kemudian Dia bisa merasa murung karena ketidakadilan manusia, ditipu oleh pengadilan bohongan dan hakim-hakim yang disogok dan saksi-saksi yang dengan pembohongan mereka menyebabkan ada ketidakadilan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirkan kutukan dan ejekan itu, dan depresi penderitaan. Disini terdapat rekan Allah Bapa dan Roh Kudus yang kekal yang sekarang akan merasakan kesakitan yang menumpuk dari murka Allah untuk semua dosa sepanjang sejarah. Coba pikirkan murka Allah yang dinyatakan di kayu salib dengan kata-kata, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Yesus Kristus disini mengalami kesakitan yang diantisipasikan di kayu salib dan itu dengan sendirinya sudah penderitaan yang cukup berat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penderitaan itu begitu besar sehingga di ayat 38 Dia mengatakan kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Ini berarti Dia kewalahan dengan kesedihan dan dikelilingi kepiluan dan ditelan kesusahan. Seberapa serius hal itu? Cukup untuk mematikan-Nya. Nah di kayu salib Dia tidak mati karena paku-paku itu, Dia tidak mati karena ada mahkota duri diatas kepala-Nya. Dia tidak mati karena pukulan di punggung-Nya. Dia tidak mati karena Dia ditusuk tombak disisi-Nya, tidak, Dia sudah mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang menyebabkan Dia mati? Dia tidak mati karena berjam-jam Dia tidak bisa bernafas meskipun begitulah caranya korban kayu salib biasanya meninggal. Dia meninggal cepat sekali sebagai korban kayu salib. Dia mati karena hati-Nya meledak karena tegangan dari kesedihan kayu salib. Kesakitan sebelum Dia tiba di kayu salib sudah begitu besar sehingga itu mengancam hidup-Nya. Keadaan itu penuh kesedihan dan itu membawa kita kepada kata berikutnya, berdoa. Ayat 39 mengatakan, “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Dia sendirian. Duka cita-Nya semakin besar. Yesus hanya menanyakan apakah ada jalan lain? Apakah harus terjadi demikian? Dia tidak menanyakan untuk menghindari pekerjaan penebusan. Dia hanya menanyakan apakah ada jalan lain untuk menyelesaikannya. Jika mungkin yang dimaksud bukanlah dalam hal kekuatan, namun jika mungkin dalam hal mencapai rencana apakah ada jalan lain. Dan kalau ada biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku. Namun Yesus mengatakan di Matius 20:19 bahwa Dia akan diserahkan kepada bangsa non-Yahudi untuk di-olok-olok dan disesah dan disalibkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Do Yohanes 12:27 Yesus mengatakan, “Sekarang jiwa-Ku bermasalah dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.” Allah Bapa apakah Aku minta supaya Aku dilepaskan dari jam penebusan ini? Dan kemudian jawaban-Nya yang baik, “tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Disitulah terlihat komitmen kepada kehendak Bapa-Nya. Ketaatan yang lengkap dan sempurna. Pada saat itu dikatakan di Lukas 22:44 Dia mulai berkeringat tetes darah besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penderitaan yang luar biasa. Lukas langsung mengatakan di ayat 43, “Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.” Jadi Allah sendiri harus ikut campur pada saat itu untuk mempertahankan hidup-Nya karena penderitaan-Nya begitu mendalam. Matius 26:40-41 mengatakan, “Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 42-43 mengatakan, “Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!",43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.” Sekarang Yesus lebih berhati teguh. Doa pertamanya adalah biarkan ini berlalu, doa kedua adalah cawan ini tidak mungkin selesai kecuali Aku meminumnya, kehendak-Mulah terjadi. Sukar untuk dibayangkan kesakitan menanggung dosa itu karena itu tidak mungkin dapat kita bayangkan dan kesakitan kayu salib bahkan jauh melebihi hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 44 mengatakan, “Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.” Ada kalanya orang menanyakan saya berapa kali kita harus berdoa. Bukankah Allah mendengar Anda pada pertama kalinya? Tentu saja Dia mendengar. Masalahnya bukan Allah mendengar atau tidak. Masalahnya disini adalah gairah hati. Dia ditengah-tengah peperangan pengodaan. Dia tidak ingin merasakan kemarahan penuh murka Allah yang dituangkan kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti apa peperangan rohani-Nya? Ibrani 5:7-10 mengatakan kepada kita, “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat kasih-Nya yang luar biasa bagi Allah Bapa dan kemauan untuk melaksanakan kehendak-Nya. Kita melihat kasih-Nya yang luar biasa bagi pendosa-pendosa yang tidak layak sewaktu Dia mengantisipasi penderitaan-Nya , Ada penderitaan yang tak henti-henti besama dengan keputusan untuk mempertahankan kehendak Allah Bapa. Serangan Iblis bergelombang terus. Ingatlah serangan Iblis pada mulanya terjadi tiga kali. Dan kali ini serangannya kelihatannya juga tiga kali lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari kesedihan kita ke berdoa, dan sekarang ke kata ketiga yang menolong kami melihat dalam kejadian luar biasa ini, dan ini kata tertidur. Kali ini yang dibicarakan bukan Yesus namun murid-murid-Nya. Ayat 40, “Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Memang wajar untuk tidur setelah tengah malam terutama setelah minggu yang sibuk sekali. Ditambah lagi dengan makanan Pelewatan besar kemudian berjalan lama naik bukit. Lukas menambahkan sesuatu tentang tidur mereka. Lukas 22:45 menambahkan, “mereka sedang tidur karena dukacita.” Mereka menangis sampai ketiduran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40, “Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Ayat 43-44, “Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.” Ayat 45, “Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah.” Apakah Anda masih tidur saat ada krisis di hidupmu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Berjaga-jagalah, inilah waktu krisis, Iblis sedang aktif sekali, para setan lagi aktif.” Mereka tidak pernah lebih aktif dari waktu ini semakin kita mendekat pekerjaan penebusan di kayu salib. Seluruh neraka siap, sebaiknya berjaga. Anda tidak bisa masa bodoh terhadap pergumulan-Ku dan tidak peduli pergumulanmu sendiri, peninggalan yang akan datang. Namun itulah terjadi, mereka hanya memikirkan kesedihan sendiri dan kasihan diri, mereka ketiduran saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam semua peperangan rohani kemenangan adalah bagi mereka yang berjaga-jaga, bukan kepada mereka yang tidur. Berapa kali Yesus mengatakan, “Bangunlah.” Kita harus tahu apa yang terjadi disekitar kita. Kita harus mengerti zaman ini dan musim dan gerakan musuh kita dan hal-hal yang dipentingkan. Berjaga-jagalah. Kita janganlah tidak siap tipu muslihat Iblis. Namun murid-murid ketiduran. Seharusnya mereka berdoa, namun mereka tidur saja dan ketika pencobaan datang, mereka jatuh. Mereka tidak siap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesedihan, berdoa, tidur dan kemudian kata terakhir, kekuatan membawa kita kepada akhirnya. Mereka lemah namun Yesus kuat. Ayat 45, “Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.” Sekarang semuanya terjadi. Dan kita tahu bahwa Yesus telah mengalahkan pengurus neraka, Dia berdiri penuh keringat darah di muka-Nya dan itu menitis ke baju-Nya. Dia penuh keberanian siap untuk menghadap kayu salib. Penggodaan terakhir sudah selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cawan ada di dalam tangan-Nya. Dia telah meminumnya dan tidak ada gemetar. Anak manusia dikhianati ke dalam tangan pendosa-pendosa dan Dia sudah bisa melihat pada saat itu melalui pohon-pohon zaitun obor-obor di dalam tangan kerumunan orang yang pada datang dan dipimpin Yudas. Anak manusia telah menyerahkan diri-Nya kepada kehendak Allah Bapa. Dan Dia telah menjalani godaan terakhir dengan kekuatan dan di ayat 46 Dia mengatakan, “Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Marilah kita pergi bertemu dengan mereka. Jam penebusan sudah tiba.” Masih ingat di Yohanes 18:4-5 Dia mengatakan, “Siapakah yang kamu cari?" 5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Matius 26:47-49, “Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. 48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." 49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ciuman yang jahat itu. Yesus tahu itu akan terjadi dan Dia tetap menerimanya. Apakah kuncinya? Apakah yang kita beljar disini? Kita ingin melihat kuasa Kristus atas Iblis. Kita ingin melihat kuasa kasih-Nya bagi Bapa-Nya yang melebihi ketakutan-Nya. Kita ingin melihat betapa besar kasih-Nya bagi pendosa-pendosa. Namun disini ada pelajaran dasar bagi kita yang luar biasa. Kita melihat bagaimana Dia menangani godaan itu supaya kita juga dapat menangani godaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya di ayat 41, dan Dia mengatakan hal yang sama kepada kita juga, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Apakah Yesus lakukan dibukit itu bahwa Dia berperang melawan godaan? Dia berdoa, Dia berjaga-jaga dan bangun, Dia mengerti apa yang terjadi disekitarnya dan Dia berdoa dengan segala kekuatan dan keinginan dari hati-Nya yang besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingin mengalahkan Iblis? Apakah Anda ingin menjadi pemenang dalam hidup Kristen Anda? Tuhan telah mengajarkan Anda pelajaran yang besar ini. Dalam waktu intim dan pribadi dari pergumulan-Nya sendiri dengan Iblis di padang gurun Dia menunjukkan bahwa harus ada Firman Allah di dalam hidup Anda karena jika prinsip-prinsip itu telah meresap ke dalam hati Anda itu akan menyebabkan Anda akan berlaku benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, meskipun niatmu baik, dan rohmu keinginannya baik, namun kedaginganmu sangat lemah. Anda tidak sanggup berdiri hanya atas niat baik. Anda tidak bisa berdiri atas percaya diri saja. Sujud dirimu dihadapan Allah dan berserulah untuk dibebaskan dari kekuatan pencobaan itu. Kita bukan Yesus Kristus, jadi berdoalah selalu. Marilah kita berdoa sekarang.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 May 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150517</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ct1i94ae</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anak Allah Kesedihan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_ec1hxww1"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:36-39" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:36-39</a></span><div><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Teks kami malam ini dari Matius 26:36-39 adalah tentang Anak Allah dalam kesedihan. Ketika kita mempelajari kehidupan Tuhan, kita menyadari bahwa memang Dia adalah orang yang penuh kesedihan. Ada pernyataan tentang desah-Nya yang keras dan tentang duka cita-Nya. Namun kesedihan-Nya disini adalah akumulasi semua kesedihan Dia pernah tahu dan juga yang masih belum dialami. Kita tidak dapat mengerti sifat mendalam dari penderitaan Yesus Kristus, karena Dia sebagai Allah tanpa batas, bisa mengalami sesuatu yang kita tidak dapat memahami.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk masuk ke dalam penderitaan Yesus dalam teks ini adalah sama dengan menginjak tanah suci dan untuk mencoba mengerti sesuatu yang sebenarnya pada akhirnya kita tidak dapat memahami; untuk menjelaskan sesuatu yang sebenarnya tidak dapat dijelaskan. Kita mengagumi Allah-Manusia ini, dengan penyadaran penuh bahwa Dia adalah Allah, namun kita melihat Dia menderita sebagai manusia, hampir sepertinya Dia bukan Allah. Namun apakah tujuan bagian ini tentang penderitaan Kristus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca ini dan mencari tahu, Matius 26:36-46, “Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." 37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" 43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. 45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ini adalah Tuhan Yesus di taman Getsemane, sebelum Dia di tangkap dan ada sidang bohongan dan eksekusi. Ini bagian dari persiapan untuk kayu salib. Kita sudah melihat caranya Matius memberikan kita unsur-unsur persiapan itu; persiapan pemimpin-pemimpin agama yang merencanakan untuk menangkap Kristus. Kita sudah melihat persiapan dari Maria yang mengasihi-Nya dan sepertinya mengurapi-Nya untuk penguburan. Kita melihat persiapan Yudas yang ingin mengkhianati-Nya. Kita melihat Tuhan kita mengakhiri tata cara Yahudi yang tidak berlaku lagi di perayaan Pewatan terakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun ini menjadi pergumulan bagi Yesus untuk menyesuaikan diri dengan rencana Allah, ini juga penting bagi persiapan murid-murid-Nya, karena dengan pelajaran ini mereka akan belajar ajaran dari ayat 41, dimana Tuhan mengatakan, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Bahkan ditengah pergumulan-Nya dengan musuh, yang ingin mengalihkan Dia dari kayu salib, Tuhan melampaui pengalaman-Nya sendiri untuk mengajar milik-Nya. Para murid harus belajar bagaimana mereka harus menghadapi pencobaan dan ujian berat dan kita juga harus belajar cara benar untuk menghadapi ujian berat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, marilah saya memberi kalian lima kata kunci untuk dipikirkan: kesedihan, permintaan doa, tidur, kekuatan dan urutan, dan saya akan menerangkan ini pada waktunya. Namun sebelumnya itu marilah kita melihat ayat 36, “Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." Mereka hanya akan berada di taman itu sebentar saja sebelum Yesus ditangkap. Namun sebelum itu terjadi, sesuatu yang lain harus terjadi dulu, dan itulah waktu syafaat dengan Allah Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan memakai waktu ini untuk mengajar para murid dan kita juga. Ini memberikan kita pandangan bagaimana kita harus menghadapi pencobaan. Mereka berada di taman yang dinamakan Getsemane yang berarti “pemeras zaitun.” Yohanes 18:2 mengatakan kepada kita bahwa Yesus sering pergi kesana bersama murid-murid-Nya. Tempat itu terpencil, banyak pohonnya dan jauh dari orang-orang, jalanan dan kesibukan kota. Itu tempat yang baik dimana Dia dapat berdoa semalaman atau mengajar murid-murid-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah murid-murid diminta untuk berdiam disana. Mereka sudah diberitahu bahwa inilah waktunya Dia akan mati. Di Matius 26:2 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “dua hari lagi akan dirayakan perayaan Pelewatan, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan." Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 31, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.” Jadi mereka tahu bahwa ini waktu krisis. Mereka seharusnya mengerti apa yang Dia katakan di ayat 41, “Berjaga-jagalah dan berdoalah,” berjaga-jagalah dan berdoa syafaatlah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa tidak ada indikasi mereka berdoa sama sekali. Mereka berada di dalam keadaan percaya diri yang rada sombong. Ayat 37 mengatakan, “Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar.” Nah, kita sudah tahu pasti apa yang Dia akan lakukan. Dia mengatakan, “Saya akan pergi berdoa.” Dan Dia memakai suatu kata intensif sekali, yang selalu dipakai untuk berdoa kepada Tuhan. Saya akan curhat dengan Allah Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia mengambil Petrus, Yakobus dan Yohanes bersama-Nya. Ada orang yang mengatakan Yesus membawa mereka supaya ada teman. Mungkin ada unsur kebenaran karena memang Dia mencintai persahabatan mereka. Namun bukan itu alasannya Dia membawa mereka. Ada orang lain yang mengatakan Dia membawa mereka karena merekalah yang paling lemah dari semuanya. Dan jika Anda mengamati Petrus, Yakobus dan Yohanes, mungkin Anda dapat mengambil keputusan itu. Namun itu sebenarnya tidak cocok juga, karena Dia telah memberikan diri-Nya lebih kepada mereka daripada yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran adalah bahwa Dia membawa mereka karena merekalah tiga pemimpin. Dia membawa mereka karena ada pelajaran yang harus diajarkan kepada yang lain, dan Dia tidak bisa membawa semuanya karena nanti tidak ada orang untuk berjaga-jaga. Dia ingin supaya mereka dapat berkomunikasi kepada yang lain, dan memang merekalah yang dihormati oleh yang lain. Merekalah yang harus menjadi guru murid lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan bahwa Yesus membawa ketiga murid dan Dia sendiri “maju sedikit” di ayat 39. Bahkan Dia mungkin maju sejauh 30 meter karena Lukas mengatakan sejauh lemparan batu. Jadi Dia bukan ingin mengatur mereka dan Dia tidak membawa mereka supaya mereka mendukung dan menyantuni-Nya. Mereka ada disitu karena ada sesuatu yang mereka perlu belajar dari pengalaman ini tentang bagaimana menghadapi pencobaan yang mereka dapat mengajarkan kepada yang lain. Dan mereka juga dapat melihat sedikit dari penderitaan Juruselamat mereka supaya mereka dapat mengerti kasih-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemanusiaan yang sudah jatuh dan berdosa tidak akan mengakui kelemahannya. Kemanusiaan yang tidak jatuh dan tidak berdosa mengakui kelemahan-Nya. Yesus sepenuhnya manusia dan Dia tahu di dalam kemanusiaan itu banyak kelemahannya. Air mata adalah tanda kelemahan manusia karena itu tanda kesakitan. Penderitaan adalah suatu tanda kelemahan manusia. Allah tidak mengenal kesakitan dan penderitaan sebagai Allah ilahi yang abadi kecuali dalam hal yang Dia pilih demi manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat Anda masuk kedalam pencobaan yang berat, janganlah melihat orang lain, lihatlah kepada Allah. Yesus mengatasi cobaan yang paling berat dalam sejarah manusia. Dan karena itu Ibrani 4:15 mengatakan, “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Ketika Anda berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus untuk kebutuhan-kebutuhan Anda, Anda bukan berbicara dengan Imam Besar yang tidak tahu perasaan Anda itu seperti apa. Dia tahu kelemahan kami dan kami semua perlu belajar dari bagian Firman ini untuk bersandar kepada Allah ditengah segala pencobaan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelayanan Yesus mulai dan berakhir dengan pencobaan berat. Dulu di Matius 4 , Iblis datang menghadap Dia, setelah berpuasa selama 40 hari di padang gurun, dan Iblis mencobai Dia tiga kali, benar? Betapa banyaknya gelombang pencobaan datang kepada Yesus sekarang? Berapa kali Dia berdoa? Tiga kali. Dan Yesus selalu menang dalam pencobaan-pencobaan yang pribadi dan intim untuk berdosa dari Iblis. Dan Yesus menunjukkan kedua peristiwa itu untuk mengajarkan kita kebenaran itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus pada mulanya menjawab melalui Firman Allah. Pada kedua kalinya Dia menjawab gelombang pencobaan itu dengan berdoa. Jadi senjata peperangan itu bukanlah jasmani namun rohani memakai Firman Allah dan doa-doa. Karena itu Efesus 6:17-18 mengatakan, “Ambillah pedang Roh, yaitu Firman Allah dalam segala doa dan permohonan.” Jadi dengan demikian Yesus melengkapkan pelajaran bahwa jika Anda ingin menangani pencobaan, satu-satunya cara adalah dengan kekuatan Firman Allah dan kuasa Allah dalam doa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah sekatang kita melihat kata kunci pertama yaitu “sedih” untuk mengerti teks ini. Di ayat 37-38 setelah Dia maju dengan Petrus, Yakobus dan Yohanes jarak jauh dari kedelapan yang lain, dikatakan, “Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Ya disini Tuhan kita mulai merasa sangat sedih. Segala pikiran yang mengantisipasi kayu salib itu yang berada di dalam kemahatahuan-Nya menjijikan-Nya. Dia sakit hati atas setiap kejadian dari inkarnasi-Nya tentang kenyataan kayu salib itu, karena Dia benci semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah yang membawa Dia kepada kesakitan yang luar biasa. Seluruh jiwa-Nya begitu jijik sehingga ini tak terbayangkan. Dan didalam hal ini ada pengertian baru betapa besar kasih dan pengorbanan Yesus Kristus. Lihatlah, Dia mati di kayu salib setiap saat kesadaran sebelum Dia mati dikayu salib, karena dalam kemahatahuan-Nya Dia mengalami kematian-Nya sendiri sebelum itu benar terjadi. Jadi tentu saja Dia adalah seseorang penuh kesengsaraan dan biasa menderita kesakitan (Yes. 53:3)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kesakitan itu mencapai puncaknya, namun kenyataan bahwa Ia bertahan dalam hal ini, dan bahwa Dia maju penuh kemenangan, menunjukkan betapa besarnya kasih-Nya terhadap Bapa-Nya, betapa tunduk-Nya terhadap kehendak Allah Bapa, dan betapa besar kasih-Nya terhadap pendosa-pendosa yang memerlukan keselamatan. Meskipun demikian antisipasi semua ini membawa teror, rasa sakit dan kesedihan. Ingatlah pada kuburan Lazarus, di Yohanes 11:33-35 ketika Dia mendekati kuburan itu Dia mulai mengerang karena kesedihan. Dia tidak menangis bagi Lazarus, Dia sudah mulai membangkitkan-nya dari kuburan. Yang menimpa jiwa-Nya adalah kuasa dosa dan kematian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yunani bagi kesedihan itu berarti, jauh dari rumah. Rumah adalah tempat kediaman-Nya. Yesus berada jauh dari rumah-Nya. Dia tersendiri dengan konflik neraka. Dia murung bukan saja dengan apa yang telah terjadi, namun juga apa yang akan terjadi. Bagaimana Yudas dapat memperlakukan-Nya seperti itu? Kemudian ada masalah kesebelas murid meninggalkan-Nya. Dia yang adalah guru yang setia, teman setia, yang memberi semangat, yang mengampuni, yang mendukung, apakah Dia ditinggalkan oleh mereka yang tidak mungkin akan ditinggalkan oleh-Nya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada penyangkalan Petrus. Bagaimana Petrus yang diberi waktu begitu banyak dapat menyangkal-Nya dan mengutuk nama-Nya? Kemudian untuk mengingat penolakan Israel juga. Dia adalah Tuhan Perjanjian, Dia adalah Raja mulia, Raja anugerah, sumber pengharapan mereka. Dialah yang membawa Kerajaan yang mengasihi Israel dan yang memanggil diri-Nya Tuhan dan Raja Israel. Dia datang untuk menebus umat-Nya, Apakah Ia ditolak mereka? Apakah Ia akan dibunuh karena ketidakpercayaan mereka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada ketidakadilan manusia. Dia datang ke dunia dimana Dia telah menciptakan hukum-hukumnya. Dia adalah Allah persamaan dan Allah yang adil, dan yang benar. Apakah Dia sendiri akan dikhianati dalam sidang-sidang orang dusta yang akan menyangkal Dia hak-Nya untuk keadilan dan kebenaran? Kemudian ada kutukan dan ejekan yang akan datang. Namun Dialah yang selamanya hanya mengenal puji-pujian dan penyembahan mahluk-mahluk suci. Kemudian ada perasaan Dia tersendiri. Dia yang adalah peserta Allah, apakah Dia harus tersendiri, ditinggalkan semua, sehingga bahkan Allah Bapa akan berpaling?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada hal menanggung dosa. Anak Allah yang suci, yang tidak bercela, yang tanpa dosa akan menjadi dosa bagi kita. Pada saat Dia mati, 2 Korintus 5:21 mengatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.” Kemudian ada hal kematian itu. Yesus sebagai Allah adalah kekal dan tidak mungkin mati: Dia tidak pernah mati. Namun sebagai penulis Ibrani mengatakan, “Supaya Ia mengalami maut bagi semua manusia.” Jadi Dia menghadapi sesuatu yang mahluk yang tidak bisa mati selamanya tidak pernah mengalami, namun Dia mati sebagai manusia untuk manusia. dan semua ini adalah realitas yang penuh kesedihan. Dan inilah pergumulan Juruselamat kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah pergumulan-Nya dengan Iblis. Iblis datang untuk menantang kelayakan Yesus Kristus. Mengapa Anda tersungkur dan menangis kepada Allah dalam kesedihan sambil berkeringat tetesan darah? Engkau adalah Anak Allah. Mengapa Engkau dipermalukan oleh sebelas murid yang meninggalkan Engkau dan satu pengkhianat celaka yang bernama Yudas. Engkau layak lebih dari ini, Engkau Anak Allah. Namun di Matius 16:22-23, ketika Petrus mengatakan kepada-Nya, “Janganlah pergi ke kayu salib,” Yesus berkata, “Enyahlah Iblis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada kata kedua, permintaan doa. Dikatakan di ayat 39, “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Pertama, Dia mengatakan, “Bapa-Ku.” Dia memanggil Allah “Bapaku” setiap kali Dia berdoa kepada-Nya, kecuali satu kali, dan itu terjadi di kayu salib pada saat Allah meninggalkan-Nya. Ketika Yesus memanggil Allah “Bapa”, orang-orang Yahudi tidak dapat menerima hal itu, karena mereka tidak memanggil Allah sebagai Bapak pribadi mereka. Dia adalah Bapak negara, namun itu bukan hal intim bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Yesus malah melangkah lebih lanjut, dan bukan saja mengatakan “Allah Bapa”, Dia malah mengatakan “Allah Bapa-Ku” dan di Markus Dia berseru “Abba”, yaitu Papa kekasih. Yesus menggambarkan keintiman hubungan-Nya dengan Allah Bapa, yang Dia tidak mau melepaskannya. “Allah Bapa-Ku” berarti sangat memiliki, sangat pribadi dan sangat intim, Dia terus memegang hal itu. Yesus mengatakan, “Jika ada kemungkinan untuk melakukan ini dengan cara lain, Aku ingin hal itu, namun jika tidak ada jalan lain, biarlah itu berlangsung. Dan itu merupakan suatu doa penyerahan kepada kehendak Allah Bapa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Dia mengatakan “Jikalau sekiranya mungkin,” Dia tidak menanyakan jikalau itu mungkin dalam kuasa Allah, karena semuanya mungkin di dalam kuasa Allah. Dia menanyakan apakah itu mungkin dalam rencana Allah. Apakah itu mungkin secara moral, apakah itu mungkin konsisten dengan rencana untuk menyelamatkan pendosa-pendosa, apakah ada jalan lain. Ini adalah hal yang tak tertahan yang menyiksa Dia di taman. “Cawan ini,” adalah lambang pengalaman yang Dia akan menerima. Cawan itu sering dihubungkan dengan murka ilahi. Mazmur 75:8, Yesaya 51:17, Yeremia 49:12, ketiga-tiganya, dan ayat-ayat lain juga, membicarakan cawan penghakiman atau cawan murka itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan cawan yang akan diminum Kristus adalah murka Allah atas dosa, dan itulah serangan Iblis, kuasa kematian, rasa bersalah kejahatan. Semua itu berada di dalam cawan. Dan boleh saja itu Dia ingin menghindari hal itu jika ada jalan lain. Jadi Tuhan Yesus Kristus kemudian mulai berdoa, dan doa itu menunjukkan kesedihan murni karena itu memperlihatkan keinginan-Nya untuk dilepaskan dari hal itu. Beginilah caranya untuk menghadapi pencobaan, dalam doa yang berkomitmen kepada kehendak Allah. Marilah berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 May 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150510</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/ec1hxww1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengkhianatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_afe5wdpc"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:20-30" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:20-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><br></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membuka Alkitab ke Matius 26 dimana dia mempersiapkan kita untuk kayu salib Kristus. Kita telah membicarakan persiapan pemimpin-pemimpin agama, persiapan Maria, saudara Marta dan Lazarus yang mengurapi Yesus dengan minyak wangi mahal. Kita telah lihat persiapan Yudas. Dari Matius 26:17-25 kita menemukan Pelewatan terakhir, suatu kejadian yang perlu yang diadakan Tuhan bersama murid-murid-Nya ketika Dia menuju ke kayu salib.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 17-19, kita lihat itu sudah Kamis malam sesudah matahari terbenam. Jadi Tuhan merayakan malam itu sebagai Hari Pelewatan Galilea, namun ada lagi perayaan Pelewatan pada hari Jumat yang berarti Yesus dapat melakukan Pelewatan di satu hari dan mati di Pelewatan sebagai Anak Domba Allah pada hari berikutnya. Tuhan kita ingin merayakan Pelewatan itu bersama murid-murid-Nya untuk mengajar mereka, dan untuk menjanjikan Roh Kudus kepada mereka dan untuk mendirikan perayaan peringatan baru yang kita kenal sebagai Perjamuan Kudus dan waktu untuk membuka kedok si pengkhianat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20, “Setelah hari malam, Yesus berbaring makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.” Itu saja yang dikatakan Matius tentang makan malam itu, yaitu makanan Pelewatan. Waktunya sesudah jam 6:00 Kamis malam. Kristus akan ditangkap dekat tengah malam dan dibawa kepada sidang pura-pura pada pagi hari, disalibkan dan mati kira-kira jam 3:00 Jumat sore. Makanan Pelewatam itu harus dimakan sebelum tengah malam dan tidak boleh ada sisa untuk hari esok.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah dikatakan, “Dia berbaring.” Ini menarik karena dalam sejarah pada waktu Allah menentukan Pelewatan, orang-orang diharuskan untuk makan Pelewatan itu sambil berdiri, dengan berpakaian tergesa-gesa, dengan tongkat di dalam tangan dan dengan memakai sepatu siap untuk berjalan keluar. Namun setelah bertahun-tahun, kebiasaan ini menjadi pesta panjang dan karena mereka tidak lagi tergesa-gesa, mereka berbaring seperti mereka lakukan dengan banyak pesta-pesta lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 21 mengatakan, “Dan ketika mereka sedang makan.” Dan itu membawa kita kepada makanan Pelewatan itu. Nah ada urutan tertentu dalam makanan Pelewatan itu. Tradisi mengatakan bahwa hal pertama adalah cangkir pertama anggur merah dicampur dengan air supaya tidak ada orang yang menjadi mabuk. Dan cangkir pertama itu dinamakan “cangkir pemberkatan”, itu melambangkan berkat-berkat Allah (Lukas 22:14-17).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian setelah cangkir pertama itu, mereka menyuci tangan mereka. Ini upacara pembersihan sebelum mulai makan, yang adalah pengakuan bahwa kekudusan pribadi dibutuhkan karena mereka merayakan pembebasan dari Allah. Nah setelah mereka cuci tangan ada waktu dimana para murid berbicara dan mereka mulai bertengkar diantara mereka sendiri: siapakah dari mereka adalah yang terbesar (Lukas 22:24).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat mengherankan bahwa sementara mereka melakukan upacara cuci tangan sebagai tanda pembersihan jiwa dalam mereka, jiwa-jiwa mereka masih penuh kesombongan, kemuliaan diri dan ambisi. Tidak ada hubungan diantara apa yang mereka lakukan dari luar dan apa yang ada didalam hati mereka. Itu sama dengan orang-orang yang ikut Perjamuan Kudus dan ikut upacara itu sambil memikirkan hal dosa di dalam kehidupan mereka. Yesus tahu apa yang mereka pikirkan dan disini Dia mengajar kita semua tenang kebesaran tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 13:4-14, “Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" 7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." 8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." 9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." 12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan mereka suatu ajaran luar biasa tentang kerendahan hati, tentang kasih yang merendahkan diri, dan tentang memuaskan kebutuhan orang lain dan mengambil peran seorang budak. Dan Dia terus mengatakan di ayat 15-16, “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya,” dan Dia mengajar mereka kerendahan hati yang adalah teguran keras melawan kesombongan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus juga memberikan mereka teguran verbal di Lukas 22:25-27, "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. 26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. 27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ketiga dari perayaan Pelewatan adalah bumbu pahit yang menjadi lambang perbudakan mereka di Mesir yang pahit. Juga ada saus dan kedalamnya roti yang tidak beragi dan bumbu pahit itu dicelupkan. Kemudian datanglah bagian keempat dari Pelewatan yang adalah cangkir kedua. Sekali lagi anggur itu dicampur dengan air. Kemudian kepala meja, dalam kasus ini Tuhan sendiri, mengambil cangkir itu dan memberitahukan mereka tentang arti dan makna makanan Pelewatan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu ada beberapa nyanyian. Dan apa yang dinyanyikan adalah “hallel”, yang dari kata itu kita mendapatkan “haleluya” yang berarti “pujilah.” Hallel itu Mazmur 113 sampai 118, dan pada saat ini mereka biasanya menyanyi Mazmur 113 dan 114. Sesuadah nyanyi beberapa Mazmur, anak domba itu dibawa keluar dan bagian makanan terbesar dimulai. Dan ayah sekali lagi cuci tangan dan mengambil potongan roti, memberkatinya dan memotongnya dan makan itu bersama anak domba itu dan semua yang lain ikut makan juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21 teruskan, “Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Markus 14:18 menambahkan, “sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku." Na, ini hal yang sangat mengejutkan karena di bagian dunia pada waktu itu, ketika Anda makan bersama seseorang, itu berarti Anda menganggap dia teman baik. Mengkhianati teman tidak mungkinlah. Namun Yesus selalu berbicara kebenaran, jadi mereka tahu salah satu dari mereka telah melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22 mengatakan, “Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Dan Yohanes 13:22 mengatakan, “Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.” Lukas 22:23 mengatakan, “Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.” Mereka baru ditegur karena kesombongan dan ambisi mereka, dan mereka malu sekali karena kaki mereka dicuci. Dengan demikian mereka sangat menyadari kelemahan mereka sehingga tidak ada percaya diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas itu sangat pintar dengan kemunafikannya. Karena mereka telah memilih dia menjadi bendahara, itu membuktikan bahwa mereka sangat percaya integritasnya. Dan Yesus tidak melakukan apa-apa dari luar untuk menunjukkan kesalahan Yudas. Bahkan Yesus melakukan bahyak hal untuk menarik dia menjadi lebih dekat kepada-Nya. Disini dia duduk disebelah kiri Yesus di meja yang menurut Edersheim, sejarawan Yahudi adalah tempat kehormatan besar. Dan kepadanya Yesus memberikan celupan roti itu. Sekali lagi itu lambang untuk tamu yang dihormati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 23 Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.” Mereka tidak ada pisau dan garpu; mereka makan pakai tangan, mencelupkan roti dan bumbu itu, dan mencelupkan anak domba itu juga. Jadi siapa yang melakukan itu? Ya semuanya makan dan mencelupkan. Dia mengatakan salah satu dari yang ada disini. Di Yohanes 13:18 Dia mengutip Mazmur 41:9, “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 41:9 membicarakan Ahitofel di 2 Samuel 16 yang adalah teman dekat Daud yang mengkhianatinya. Dan Ahitofel adalah gambaran dari Yudas, pengkhianat besar yang mengkhianati Yesus. Orang yang terkutuk itu yang duduk dimeja, yang mencelupkan rotinya dan makan bersama dengan Kristus, berbalik dan mengkhianati-Nya. Di Lukas 22:21, “Yesus mengatakan, “Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 24 Yesus mengatakan, “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Dengan kata lain, jangan pikir ini rencana yang keluarnya salah. Tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu terhadap saya yang bukan sesuatu yang langsung menjadi penggenapan rencana Allah yang abadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yudas adalah pengkhianat oleh pilihannya sendiri, Yudas adalah pengkhianat yang menolak anugerah, dan menolak tawaran keselamatan. Yudas menolak semua itu, dia memilih sendiri namun meskipun demikian dalam keberdaulatan Allah yang hebat dan gaib, dia telah ditempatkan ditengah pengkhianatan Yesus Kristus untuk mencapai tujuan yang kudus. Namun itu tidak menyebabkan dia menjadi orang baik. Yudas adalah orang terkutuk. Yesus mengatakan dia adalah setan. Alkitab mengatakan dia adalah pencuri. Dia menjual Yesus untuk uang, itu saja keinginannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ayat 24, “Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Semakin banyak Anda menolak, semakin bahyak kebenaran Anda mengerti dan menolak, semakin besar hukuman itu di neraka. Karena itu kutukan terbesar di neraka akan jatuh atas Yudas. Ibrani 10:29, “Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu membawa kita kepada pikiran terakhir, membuka kedok pengkhianat. Ayat 25, “Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Dan dia harus mengatakan itu kalau tidak yang lain akan curiga. Pada akhir ayat 25 Yesus mengatakan kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.” Pada saat itu juga Yohanes 13:23-26 mengatakan kepada kita bahwa Petrus berpaling ke Yohanes yang ada disisi kanan Yesus, Yudas ada disebelah kiri, dan mengatakan kepada Yohanes, “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Jadi dia tidak mendengar diskusi ini antara Yudas dan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di Yohanes 13:25-26, “Yohanes itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu? 26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas.” Yesus memberi tahu kepada Yohanes siapakah pengkhianat itu. Kemudian dikatakan di Yohanes 13:27-28, hal yang paling mengerikan terjadi di dalam kehidupan Yudas, “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera. 28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus menyebabkan dia pergi sebelum mereka makan makanan itu karena janganlah dia mendapat bagian Perjamuan Kudus itu. Dan itu juga dikatakan di ayat 26, “Dan ketika mereka sedang makan.” Mereka kembali makan makanan Pelewatan terakhir itu. Setelah selama kira-kira 1500 tahun lebih ada perayaan Pelewatan, ini adalah Pelewatan ilahi terakhir yang dirayakan. Yesus disini merayakan Pelewatan itu sebagai cara untuk mengakhirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus memulai perayaan peringatan baru yang Dia mulai bukan di Perjanjian Lama namun di Perjanjian Baru, bukan untuk memperingati anak domba di Mesir namun untuk memperingati Anak Domba Allah di kayu salib di Kalvari. Dan datang kepada saat itu di ayat 26, “Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Mengucap berkat” berarti, Yesus mengambil roti itu dan mengucap syukur. Dia bersyukur kepada Allah untuk roti itu tetapi bukan saja untuk itu namun juga untuk kuasa kebangkitan Allah yang dilambangkan dalam perayaan indah ini. Kemudian di ayat 27, “Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.” Dan Dia bersyukur lagi dan memberikan mereka penyelasan itu lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus memecahkan roti itu dan membagikannya. Ada beberapa orang yang memikir itu melambangkan tubuh yang dipatahkan, namun tubuh Kristus tidak pernah patah. Yohanes 19:36, “genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang dipatahkan.” Markus mengatakan bahwa kesebelas orang semua meminum dari cawan itu. Itulah seharusnya bagi semua yang datang ke Perjamuan Kudus. Doktrin baru datang pada akhir ayat 26 ketika Dia berkata, “Inilah tubuh-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roti yang tidak beragi selalu adalah lambang meninggalkan Mesir, dan roti yang tidak beragi adalah suatu cara untuk mengatakan, “kita mulai sesuatu yang baru, tidak ada pegaruh dari kehidupan lama.” Jadi ini adalah lambang hidup baru. Namun sekarang artinya berbeda lagi. Sekarang roti tidak beragi itu berarti “tubuh-Ku.” Sekarang Dia mentransformasikan Pelewatan, Dia sekarang memulai yang baru, Aku ingin supaya Anda makan roti ini sebagai lambang tubuh-Ku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada orang yang memikir itu benar-benar menjadi tubuh Kristus. Gereja Katolik mengajarkan doktrin transubstansiasi. Itu juga adalah pikiran orang-orang Farisi di Yohanes 6. Namun tujuannya adalah “inilah lambang tubuh-Ku.” dan Lukas 22:19 menambahkan, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku," dan itu juga yang dikatakan Paulus di 1 Korintus 11:24. Jadi Kristus mengatakan Aku memberikan tubuh-Ku untuk mati bagi Anda dan lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 28 Dia mengatakan mengenai cangkir itu, “inilah darah-Ku, darah perjanjian,” Itu pada dasarnya adalah kutipan dari Keluaran 24:8. Yesus mengatakan bahwa Allah ketika Dia membuat perjanjian dengan manusia memerlukan darah. Ketika Allah bikin perjanjian dengan Abraham, ada darah yang ditumpahkan dari binatang. Karena itu di Ibrani 9:22 dikatakan, “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 28 teruskan, “yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Secara harfiah, “bagi keuntungan banyak orang.” Dan siapakah orang banyak itu? Semua orang yang percaya, baik orang Yahudi dan orang non-Yahudi, bukan saja bagi negara Israel. “Untuk pengampunan dosa,” karena itulah Yesus datang. Jadi Tuhan kita melembagakan roti dan cangkir itu sebagai peringatan untuk selamanya supaya kita ingat kematian Kristus bagi kita yang mengorbankan diri dan yang menumpahkan darah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak itu tidak pernah ada perayaan Pelewatan sah lagi namun banyak orang Yahudi masih merayakan itu. Jadi jika itu berakhir, berapa lama kita akan merayakan peringatan baru ini? Ayat 29 mengatakan, “Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.” Kita akan mengingat pengorbanan-Nya bersama-sama untuk selamanya dalam suatu cara indah yang telah Dia ciptakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 30 dikatakan mereka menyanyi suatu himne. Penebusan mulia ini haruslah dirayakan selalu. Kita tidak dapat bertumbuh kecuali kita belajar memuji dan memuliakan Allah dengan nyanyian. Nah mereka sudah menyanyi Mazmur 113 dan 114 dan mungkin mereka lanjutkan dengan 115 sampai 118. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Apr 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150426</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/afe5wdpc</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pelewatan Terakhir]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000001A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:17-19" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:17-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan dan puncak kehidupan Yesus Kristus adalah kematian-Nya yang mengorbankan. Markus 10:45 mengatakan, “Dia datang untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Kematian Yesus Kristus bukan akhir kisah, ini adalah tema kisah dari permulaan sampai akhir. Dan jika Anda melihat kembali kepada Perjanjian Lama, Anda akan menemukan bahwa hal-hal sudah diletakkan disana untuk menolong kita mengerti makna kematian Kristus, yang masih akan datang.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kisah Adam dan Hawa, pada mulanya kita belajar bahwa pengorbanan diperlukan untuk menutupi dosa. Kemudian dalam pengorbanan Kain dan Habel kita belajar bahwa itu pengorbanan kematian. Dan dari Abraham kita belajar bahwa Allah sendiri akan menyediakan korban itu, pada waktu Allah menyediakan domba jantan di tempat Ishak. Dan pada Pelewatan di Perjanjian Lama, kita diingatkan kembali bahwa yang dikorbankan itu harus tanpa cacat. Dan semua ini adalah untuk mempersiapkan kita untuk Yesus Kristus, korban yang sempurna, hadiah Allah yaitu Anak domba tanpa cacat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat kita datang ke Matius 26, 27 dan 28 kita tiba di puncak besar rencana Allah. Nah tujuan Matius adalah untuk memperkenalkan Yesus sebagai raja yang megah dan mulia. Dan Matius sekarang menghadapi sesuatu yang bagi manusia tidak mungkin, bagaimana mempertahankan keagungan, martabat dan kemuliaan Yesus Kristus ditengah-tengah pengkhianatan-Nya dan kematian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu kita melihat unsur-unsur persiapan Allah. Bagaimana Allah telah menentukan jadwal waktu dan semuanya bergerak menuju dari hari Rabu ke hari Jumat. Dan pada hari Jumat recana Allah mencapai akhirnya. Kita melihat persiapan pemimpin-pemimpin Israel yang merencanakan kematian-Nya. Mereka merasa lebih baik menunggu delapan hari sampai perayaan itu selesai. Namun mereka sudah siap untuk menghukum mati Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Matius 26:6-13 kita melihat persiapan Maria, yang adalah teman dekat yang mengasihi, yang mengurapi Yesus dengan minyak wangi yang mahal, mencurahkan kepada Dia kasihnya dan keinginan untuk mempersiapkan Dia untuk kematian yang akan datang. Dan kemudian di ayat 14-16, persiapan Yudas Iskariot, si pengkhianat, yang untuk uang berjanji dengan pemimpin-pemimpin untuk menkhianati Yesus Kristus di waktu rahasia di tempat tersembunyi ketika tidak ada banyak orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah keempat unsur persiapan berhubungan dengan orang-orang lain, bukan Kristus. Pada waktu kita lihat ayat 17, ada bagian dimana Kristus sendiri mempersiapkan diri-Nya untuk kematian-Nya. Dan kita melihat Dia mempersiapkan diri-Nya dengan berbagai cara. Pertama, di dalam Pelewatan akhir sampai ke ayat 25; kemudian dalam mendirikan Perjamuan Kudus; kemudian dalam menolong murid-murid yang masih belum siap; dan akhirnya dalam berdoa kepada Allah Bapa. Keempat cara ini adalah persiapan-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada empat unsur persiapan oleh orang lain dan ada empat unsur persiapan oleh Tuhan sendiri. Nah malam ini kita akan mulai dengan melihat ayat 17 dan berikut untuk melihat unsur pertama dalam persiapan itu, perayaan Pelewatan, saat Dia menikmati makan malam bersama murid-murid-Nya. Ini benar-benar menjadi bagian dari persiapan kematian-Nya dan Anda akan melihat itu saat kita maju bersama. Bahkan kita juga akan merayakan Perjamuan Kudus malam ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teks ini mulai dengan apa yang kita namakan “menentukan waktunya.” Ini kelihatannya tidak berarti namun ini penting sekali. Matius 26:17-19, “Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Pelewatan bagi-Mu?" 18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Pelewatan bersama-sama dengan murid-murid-Ku." 19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Pelewatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah termasuk di teks ini ada kekayaan yang benar-benar saya tidak melihat untuk bertahun-tahun sampai baru-baru ini. Yesus ini mengadakan perjamuan Pelewatan dan murid-murid-Nya sudah siap untuk mempersiapkannya dan Allah telah merencanakan supaya itu bisa dilakukan. Matius 3:15 mengatakan bahwa Dia datang untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Dan salah satu unsur hukum Taurat Allah adalah untuk merayakan Pelewatan. Dan di ayat 21 dikatakan, “dan ketika mereka sedang makan.” Jadi disini kita melihat perjamuan Pelewatan akhir dari Tuhan kita bersama murid-murid-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, orang-orang Yahudi memiliki tahun yang penuh dengan perayaan peringatan khusus, pesta-pesta mereka, waktu mereka mengingat karya Allah di masa lalu. Namun perayaan mereka yang terbesar adalah Perjamuan Pelewatan dan Hari Raya Roti Tidak Beragi yang keduanya disebut di ayat 17. Perayaan Roti Tidak Beragi berlangusng selama satu minggu, dari tanggal 15 sampai ke 21 Nissan yang ditentukan dalam Perjanjian Lama. Dan perayaan Pelewatan adalah sehari sebelumnya. Jadi kombinasinya adalah perayaan delapan hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelewatan merayakan Israel dibebaskan Allah dari perbudakan di Mesir dimana mereka berada selama 400 tahun. Bencana terakhir dari Allah adalah kematian semua anak sulung di setiap keluarga di Mesir. Jadi Allah mengatakan kepada Israel, “sembelihlah anak domba yang tanpa cacat dan sapukan darah kepada tiang-tiang pintu supaya ketika malaikat kematian datang untuk memusnahkan semua anak sulung Mesir, dan melihat darah di pintu Anda, dia akan melewatinya.” Itulah Pelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akibatnya adalah Firaun mengatakan, “Keluarlah, sudah lebih dari cukup, saya menyerah.” Dan dia mengeluarkan orang-orang Yahudi dan demikianlah Allah membebaskan mereka. Jadi Pelewatan itu merayakan korban anak domba yang darahnya membebaskan mereka dari hukuman Allah. Dan itulah lambang Anak Domba Allah nanti, Yesus, yang darah-Nya menyebabkan mereka dilepaskan dari hukuman Allah untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menetapkan dalam Keluaran 12 perayaan Pelewatan terus menerus. Itu merupakan makanan dan itu diadakan pada malam sebelumnya Perayaan Roti Tidak Beragi. Anak Domba itu harus dipilih, menurut Keluaran 12, pada tanggal 10 Nisan. Dan kita tahu bahwa Yesus masuk kota Yerusalem pada hari Senin, tanggal 10 Nisan dalam tahun 33 M dimana Tuhan kita meninggal. Dan itulah harinya dimana semua orang di kota Yerusalem memilih anak domba Pelewatan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus masuk ke kota pada hari Senin itu, dan Dia masuk ke dalam hati orang-orang itu sebagai Anak Domba Pelewatan pada hari yang tepat. Dan Dia memenuhi simbolisme Anak Domba Pelewatan dalam segala hal, dengan kedatangan-Nya di Yerusalem pada hari sepuluh Nissan untuk memberikan diri-Nya sebagai Anak Domba Allah untuk mengambil dosa-dosa dunia dan kematian-Nya pada tanggal 14 Nissan, sebagai korban Pelewatan bagi dosa-dosa dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengorbankan anak domba pada Pelewatan untuk memperingatkan anak domba itu yang mengingatkan mereka akan harga dosa-dosa mereka. Jadi itulah waktu pengorbanan untuk menunjukkan keperluan pengorbanan yang tidak bersalah untuk menebus dosa yang bersalah. Namun kita tahu bahwa tidak ada satupun dari anak domba itu yang dapat menghilangkan dosa, benar? Betapa luar biasa contoh yang Allah berikan, disitu ada ribuan domba, kambing dan lembu yang tidak pernah mampu melakukan setiap tahun apa yang dilakukan Yesus Kristus dalam mengorbankan diri-Nya sekali untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah roti yang tidak beragi adalah roti yang tidak naik karena tidak ada ragi di dalamnya. Pada waktu mereka keluar dari Mesir, Allah mengatakan, “Jangan bawa roti beragi” karena beragi itu berarti pengaruh. Dan Allah pada dasarnya mengatakan, jangan bahwa pengaruh kehidupan Mesir dan tanamkan itu dalam hidup baru Anda. Anda sudah dilepaskan dari hal itu dan bangunlah manusia baru di tanah baru. Ini menjadi lambang untuk memisahkan diri dari hal-hal duniawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 17 murid-murid datang kepada Yesus dan mengatakan, “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Pelewatan bagi-Mu?" Inilah hari pertama Perayaan Roti tidak Beragi. Dan Markus menambahkan di Markus 14:12, “Pada waktu orang menyembelih domba Pelewatan.” Jadi dia khususnya mengatakan bahwa itu hari pertama dari delapan hari dimana Pelewatan itu dikorbankan. Dan Perayaan Roti Tidak Beragi itu mulai hari berikutnya, yang adalah tanggal 15 Nissan seperti seharusnya menurut Imamat 23:6.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di dalam tahun dimana Tuhan kita meninggal. hari Pelewatan itu adalah hari Jumat. Dari tahun ke tahun itu harinya berbeda-beda. Kita tahu hal itu dari Markus 15:42, “hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.” Karena mereka tidak diperbolehkan untuk bekerja pada hari Sabat, mereka harus mempersiapkan semua itu di hari sebelumnya. Di Yohanes 19:14, Yesus berada di hadapan Pilatus, dan dia sedang di sidang, dan hari apa itu? Itu adalah hari persiapan Pelewatan, dan itu berarti itu adalah waktunya selama Pelewatan yang dinamakan persiapan yang berarti itu hari Jumat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nak marilah kita kembali ke teks kita, ayat 17, nah inilah sekarang hari Kamis pagi dan itu waktunya untuk mulai menyiapkan makanan Pelewatan. Mereka sudah dapat anak domba mereka pada hari Senin ketika mereka tiba di kota. Namun banyak hal perlu disiapkan untuk Pelewatan. Mereka harus mempersiapkan penyembelihan anak domba yang hanya dapat dilakukan di lapangan Bait Allah. Dan itu hanya dapat dilakukan diantara jam tiga sampai jam lima sore, tidak bolah di waktu lain. Dan kemudian itu harus di panggang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga harus mempersiapkan roti yang tidak beragi itu. Dan mereka bikin semacam adonan terdiri dari buah apel, kurma, delima dan berbagai macam kacang semua dicampur menjadi semacam pasta kental dimana mereka mencelupkan roti mereka sebagai bagian makanan mereka. Kemudian ada empat cangkir anggur untuk mengingatkan mereka akan perjanjian dari Keluaran 6:6 dimana Allah berkata, “Satu, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dua, Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan mereka. Tiga, Aku akan menebus kamu dengan tangan yang teracung. Empat, Aku akan menjadi Allahmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu, kemudian di malam hari mereka harus makan makanan Pelewatan itu, Keluaran 12:8. Dan mereka harus ada sepuluh orang untuk memakannya karena seluruhnya harus dimakan habis dan tidak boleh ada yang ditinggal sampai besok. Jadi mereka mengatakan kepada Yesus, “Dimana kami akan merayakan itu? Menurut hukum itu harus dilakukan di dalam kota Yerusalem jadi semua orang harus mencari tempat dimana mereka ada tempat untuk paling sedikit 10 dan paling banyak 20 orang. Mereka tidak memiliki gedung, apakah yang mereka akan lakukan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jawaban itu benar-benar mengagumkan. Ayat 18, “Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Pelewatan bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Nah, diantara dua juta orang murid-murid harus mencari satu orang yang mereka tidak kenal, Untungnya, Markus mengatakan mereka harus mencari seorang pria yang memikul kendi penuh air.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang biasanya mengambil air? Ya semua perempuan. Jadi jarang ada seorang lelaki yang memikul air. Menurut Markus 14:13-14, Yesus mengatakan, “Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia 14 dan itulah orangnya.” Kita juga tahu dari injil lain bahwa Tuhan hanya minta dua murid untuk melakukan itu: Petrus dan Yohanes. Kesepuluh murid lain tinggal bersama-Nya dan ada beberapa alasan untuk itu. Salah satu alasan adalah bahwa hanya dua orang diperbolehkan untuk membawa domba itu untuk disembelih. Dan Petrus dan Yohanes dipilih karena mereka paling dekat kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa semua kerahasiaan? Mengapa Yesus tidak mengatakan, ah kalian ingat si Anu, teman kita, rumahnya di jalan ini, disitulah kita akan mengadakannya. Tidak, Dia tidak mengatakan itu karena ada Yudas Iskariot. Ingatlah ayat 16, “Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.” Yudas sedang mencari tempat yang tenang dan terpencil yang jauh dari massa dimana dia dapat menyerahkan Yesus kepada para pemimpin agama untuk dieksekusi. Dan Yesus tahu hal itu jadi Dia tidak mengatakan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus dan Yohanes tidak kembali. Mereka pergi pagi-pagi dan persiapkan semua itu dan para murid yang lain tidak bertemu lagi dengan mereka sampai malam hari itu ketika semua bersama Yesus datang ke tempat itu. Mengapa? Karena sangat penting Yesus merayakan Pelewatan itu bersama murid-murid-Nya. Karena Yesus ingin mentransformasikan hal itu menjadi Perjamuan Kudus dan meja komuni suci sebagai peringatan akan kematian-Nya. Dia ingin memberikan mereka janji tentang Roh Kudus-Nya dan itu belum waktunya Allah untuk kematian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Markus mengatakan bahwa orang itu memiliki lantai dua yang luas, ruangan besar yang lengkap, luas dan siap untuk digunakan. Jadi Yesus diwajibkan untuk mempertahankan Pelewatan. Ayat 19 mengatakan, “Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Pelewatan.” Dan perhatikanlah ayat 21, “Dan ketika mereka sedang makan.” Jadi tidak bisa diragukan bahwa itulah Pelewatan. Namun ada masalah mengapa sarjana Alkitab bertahun-tahun telah memperdebatkan hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 18:28, “Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu Jumat pagi.” Kamis malam mereka makan malam yang berarti Kamis sore anak domba itu disembelih. Malam itu Yesus datang bersama sepuluh murid lain dan mereka makan malam. Kemudian Yudas pergi malam itu. Yesus pergi keluar dekat tengah malam dan pergi ke Taman. Prajurit-prajurit itu datang ke Taman dan menangkap-Nya larut Kamis malam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hari Jumat pagi mereka membawa Yesus ke pengadilan untuk bertemu dengan Pilatus, bagian sidang-Nya yang non-Yahudi. Dan orang-orang Yahudi tidak masuk ke dalam ruangan sidang. Mengapa? Ayat 28 terus mengatakan, “Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Pelewatan.” Mengapa Yesus telah makan Pelewatan sedangkan orang-orang Yahudi tidak mau dinajiskan karena mereka belum makan Pelewatan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, Kristus datang untuk mati sebagai Anak Domba Pelewatan, benar? Matius 27:46, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Yesus meninggal pada hari Jumat pada jam kesembilan yaitu jam 3:00 sore. Tepat pada waktu itu bisa terdengar jeritan domba-domba yang disembelih di Bait Allah. Pemimpin-pemimpin Yahudi, terutama orang Saduki, menyembelih domba-domba itu pada waktu Yesus meninggal. 1 Korintus 5:7 mengatakan, “Sebab anak domba Pelewatan kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menggenapi semua nubuatan sampai ke setiap huruf. Jadi bagaimana Yesus dapat merayakan Pelewatan pada hari Kamis? Itu semua tergantung bagaimana kita menghitung jam dari hari raya itu. Hari Yahudi biasa mulai waktu matahari terbit sampai matahari terbit. Namun hari raya dan hari khusus dan hari Sabat dihitung dari matahari terbenam sampai matahari terbenam. Perayaan Roti Tidak Beragi menurut Keluaran 12:18 adalah dari matahari terbenam sampai ke terbenam. Hari Pendamaian juga dari matahari terbenam sampai ke terbenam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Pelewatan ini, karena tidak ditentukan khusus di Keluaran 12, boleh dihitung dari matahari terbenam sampai ke terbenam atau matahari terbit sampai ke terbit. Yosefus mengatakan bahwa domba itu harus dimakan di malam hari sehingga pada pagi hari semua habis. Misna mengatakan itu harus dimakan sebelum tengah malam. Nah orang Galilea dan orang Farisi menghitung hari Pelewatan itu dari matahari terbit sampai ke terbit, akan tetapi orang Yudea dan orang Saduki menghitungnya dari matahari terbenam sampai ke terbenam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang Galilea dan orang Farisi mulai menghitung permulaan Pelewatan dari pagi ke pagi berikutnya yaitu Jumat pagi. Orang Yudea dan orang Saduki mulai Kamis malam sampai Jumat malam pada matahari terbenam. Jadi orang Galilea dan orang Farisi harus makan malam itu. Bagi yang lain itu mulainya malam hari jadi mereka mempersiapkan domba mereka Jumat sore dan mereka makan pada waktu hari Sabat mulai hari Jumat malam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya semua ini? Yesus harus disalibkan pada hari Jumat karena itulah waktunya domba-domba Pelewatan Yudea disembelih dari jam 3:00 sampai jam 5:00 hari Jumat. Karena itu dikatakan, “jam 3 sore.” Dia juga harus merayakan Pelewatan karena Dia harus mentransformasikan itu menjadi Perjamuan Kudus. Jadi bagaimana Yesus bisa merayakan Pelewatan dan tetap menjadi Anak Domba Pelewatan sendiri? Dalam tahun itu tidak ada masalah untuk merayakan Pelewatan Galilea Kamis malam dan mati pada Pelewatan Yudea Jumat sore menurut jadwal sempurna tanpa ada pelanggaran Hukum Yahudi sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memerintah sejarah dan tradisi, dan setiap perincian keberadaan manusia untuk menggenapkan rencana-Nya yang sempurna. Dan Yesus harus merayakan Pelewatan untuk memenuhi kebenaran, dan untuk mengajar para murid-Nya perayaan peringatan baru yang akan keluar dari Pelewatan itu. Namun Dia juga harus mati sebagai Pelewatan. Dan Dia melakukan keduanya karena Allah telah menentukan dalam sejarah bahwa keduanya mungkin oleh karena kuasa pemeliharaan-Nya yang berdaulat. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Mar 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150329</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000001A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persiapan Untuk Kematian Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000001B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+26:1-16" target="_blank" class="imCssLink">Matius 26:1-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membuka Alkitab ke Matius 26. Kita sekarang datang kepada bagian terpenting di seluruh Injil karena yang difokuskan adalah kayu salib Yesus Kristus. Segala sesuatu sampai titik ini adalah hanya kata pengantar. Inilah tema utama, yaitu kayu salib Kristus, puncak sejarah penebusan dan pengharapan terbesar bagi hati setiap pria atau wanita yang pernah hidup. Kekristenan tidak bisa terjadi tanpa kayu salib Yesus Kristus.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kayu salib itu menubuatkan pengorbanan Habel yang diterima, menubuatkan ada bahtera yang menyelamatkan Nuh, menubuatkan pengorbanan itu di bukit Moria, domba jantan di tempat Ishak, menubuatkan pembebasan Israel dari Mesir. Kita melihat hal itu dinubuatkan dalam tanda ular yang diangkat di padang gurun untuk menyembuhkan orang. Kita melihat kayu salib dinubuatkan di Mazmur 22 dan Yesaya 53. Kita melihat Juruselamat ditikam dan dilukai di Zakharias 12 dan didalam seluruh Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Matius membicarakan kayu salib secara singkat dan terus terang. Ini merupakan cerita tentang kayu salib itu. Dan disini kita berhubungan dengan realitas dalam sejarah. Iya memang kita akan melihat teologinya dan artinya, namun cerita kayu salib ini adalah tentang apa yang terjadi. Dan Matius membagikan gambaran kayu salib itu dalam elemen-elemen yang jelas dan berbeda. Di Matius 26 kita melihat persiapan untuk kayu salib itu. Kemudian di Matius 27 kita melihat beberapa sidang, eksekusi dan pemakaman Kristus. Kemudian di Matius 28 datanglah kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat persiapan untuk kematian Yesus Kristus yang terlihat dari empat sudut pandangan atau dalam empat elemen. Matius 26:1-16, “Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan hari Pelewatan, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan." 3 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, 4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. 5 Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, 7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. 8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? 9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang- orang miskin." 10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. 13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." 14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam- imam kepala. 15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini masih hari Rabu, memang ini hari Rabu yang panjang sekali. Bahkan hari Rabu ini telah kita pelajari selama berbulan-bulan. Begitu banyak hal terjadi di hari Rabu ini. Kita kembali sampai ke Matius 21:23 dimana aktivitas-aktivitas hari Rabu itu mulai. Jadi dari Matius 21, 22, 23, 24, 25, dan sekarang kita berada di Matius 26 dan kita masih membicarakan hal-hal di hari itu, suatu hari penuh peristiwa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat bahwa Yesus tiba di Betania pada hari Sabtu? Pada hari Minggu Dia berada di rumah Maria, Marta dan Lazarus ketika banyak orang datang kesana dan Dia mengajar dan melayani mereka. Pada hari Senin dia naik keledai masuk ke kota Yerusalem dimana orang-orang mengatakan, “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,” sambil mereka menghamparkan pakaian mereka dan ranting-ranting di jalanan. Dia pergi ke Bait Allah hari Senin itu, kemudian kembali ke Betania. Hari Selasa Dia datang ke kota, mengutuk pohon ara di perjalanan, dan kemudian membersihkan Bait Allah. Dan Dia kembali hari Rabu pagi dan mulai mengajar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mulai ada perselisihan dengan pemimpin-pemimpin agama dan konflik itu mulai di Matius 21 dan 22 dan mencapai puncaknya di Matius 23 ketika Yesus mengutuk mereka berkali-kali. Jadi pada waktu menuju malam hari Rabu, Dia mulai naik bukit Zaitun bersama murid-murid-Nya, terus duduk dan disitu di senja Dia mulai mengajar mereka kebenaran tentang Kedatangan-Nya yang Kedua. Sekarang sudah hari Rabu malam dan Yesus sudah selesai pembicaraan-Nya, namun Dia masih ada beberapa hal untuk dibicarakan. Mereka seperti anak-anak yang tidak sabar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus langsung kembali ke realitas di Matius 26:1-2, “Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan hari Pelewatan, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.” Jadi Tuhan mengatakan sudah datang waktunya untuk kayu salib itu. Inilah keempat kali dan terakhir kali Dia berbicara dengan mereka tentang kayu salib-Nya di Matius.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat kita mempersiapkan diri untuk mengerti kematian Kristus, Dia memberikan kita empat cara pandang. Yang pertama adalah persiapan anugerah berdaulat. Semuanya harus dijadikan satu dalam kematian Kristus: yaitu rencana Allah, kebencian pemimpin-pemimpin Yahudi, penyembahan dan pemujaan mereka yang mengikuti Yesus, pengkhianatan Yudas; semua ini harus tergabung dengan baik. Allah merencanakan semua hal yang berbeda ini supaya kematian Kristus khususnya datang pada saat yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama, kita melihat persiapan anugerah berdaulat. Dan Yesus, karena Allah telah menyatakan hal itu kepada-Nya, mengatakan disini, “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan hari Pelewatan, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan." Yesus mengatakan inilah waktunya Allah. Kematian Yesus Kristus ini bukanlah suatu kecelakaan kebetulan, dan orang yang menulis buku seperti “The Passover Plot” yang mengatakan bahwa Yesus adalah seorang revolusioner yang bermaksud baik namun yang revolusinya hancur dan berakhir dengan kematiannya, adalah salah. Tidak mungkin, Dia tahu percis apa yang akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali waktunya dimana pemimpin-pemimpin itu ingin membunuh-Nya, namun mereka tidak sanggup melakukan itu. Itu bukan suatu revolusi yang bermaksud baik yang berakhir buruk. Mereka sudah mencoba membunuh-Nya dari permulaan, namun tanpa hasil karena Yesus selalu mengontrol segala sesuatu. Segala sesuatu terjadi selalu pada jadwal ilahi dalam cara yang megah, bermartabat, kuat dan wibawa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Yohanes 10:18 Yesus mengatakan, “Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku." Dan Pilatus, orang bodoh itu, di Yohanes 19:10-11 mengatakan kepada Yesus, "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" 11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang telah mencoba membunuh Kristus sejak kelahiran-Nya dan permulaan pelayanan-Nya di Nazaret. Namun semua upaya mereka untuk mengambil nyawa-Nya tidak berhasil karena itu bukan jadwal Allah. Tahukah Anda bahwa waktu itu bukan waktunya mereka ingin melakukan pembunuhan itu pada saat Yerusalem penuh dengan peziarah, yang kebanyakan datang dari Galilea. Ayat 5, “Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat." Namun inilah tepat waktunya Allah ingin hal ini dilakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat anugerah berdaulat dari Allah yang membawa Kristus ke kayu salib untuk mati bagi dosa-dosa manusia. Dua hari dari hari Rabu adalah hari Jumaat dimana semua orang Yahudi merayakan hari Pelewatan, dimana domba-domba dikorbankan dimana-mana, Dia akan dikorbankan sebagai Anak domba Allah. Waktunya sempurna. Yang berdaulat telah merencanakan supaya Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia akan dikorbankan pada hari Pelewatan, ketika semua domba-domba yang tidak dapat menghapus dosa, akan dikorbankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena Dia adalah Anak Domba. 1 Korintus 5:7 mengatakan, “Kristus, Anak domba Pelewatan juga telah disembelih bagi kita,” dibagian terakhir ayat itu. Dia adalah Pelewatan kita, Dia adalah Anak domba Allah, kata Yohanes Pembaptis, yang menghapus dosa dunia. Dia adalah Anak Domba yang telah dibunuh sebelum dunia di jadikan, kata Yohanes di Wahyu. Dan ketika Filipus berbicara dengan sida- sida di padang gurun, dia membuka Yesaya 53 dan membaca tentang anak domba yang akan disembelih, anak domba yang tidak membuka mulutnya, anak domba korban yang adalah Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kita melihat persiapan penolakan penuh kebencian. Waktu Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya pada malam hari Rabu, pada malam itu juga Dewan Pemimpin Agama mengadakan rapat khusus di istana Kayafas bersama dengan imam-imam kepala dan orang saduki dan para penatua bangsa Yahudi (ayat 3). Mereka adalah orang-orang kaya, orang-orang bangsawan masyarakat. Dan mereka hanya memikirkan satu hal saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.” Sekali lagi mereka merencanakan untuk membunuh-Nya, namun kali ini itu akan terjadi, bukan dengan cara mereka pikirkan, karena ayat 5 mengatakan, “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat," jadi rencana mereka adalah untuk menunggu paling sedikit delapan hari. Rencana Allah adalah dua hari saja. Terlepas dari rencana mereka, Allah akan menyelesaikan rencana-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dewan Pengurus itu merasa terancam; Kayafas juga merasa tidak aman. Josefus mengatakan nama sebenarnya adalah Yusuf Kayafas. Dia adalah orang yang jahat yang selalu mencoba untuk membunuh Yesus. Biasanya kantor Imam besar selalu dipilih dari suku Levi, namun hal itu sudah disingkirkan. Dan sejak pendudukan Romawi orang diharuskan membayar untuk masuk kedalam. Namun orang-orang menuntut semacam keturunan Imam. Jadi Kayafas itu menikah dengan anak perempuan Annas, Imam sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia adalah lambang simbolisme di dalam sistim agama Israel yang dekaden itu. Namun dia tetap melakukan semua fungsi-fungsi imam. Dia adalah satu-satunya yang dapat masuk tempat Maha Kudus pada Hari Penebusan. Jadi Kayafas yang munafik itu mengumpulkan kelompoknya dan mereka ingin melakukan sesuatu dengan Yesus. Namun mereka memerlukan suatu cara untuk berhasil dalam hal itu. Dan tentu saja Yudas adalah kesempatan mereka, dia menjadi sang pengkhianat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada persiapan yang ketiga, penyembahan penuh kasih. Ayat 6, “Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta.” Sekarang kita pindah dari hari Rabu kembali kepada hari Sabtu sebelumnya. Mengapa ia kembali kesitu? Karena ini menjadi bagian dari persiapan kayu salib. Dan ini terjadi pada hari Sabtu ketika Yesus tiba disitu. Apakah itu benar? Iya, karena Yohanes mencatat hal yang sama di Yohanes 12:1 dimana dia mengatakan itu enam hari sebelum hari Pelewatan dan itulah hari Sabtu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Simon adalah orang kusta yang telah disembuhkan. Satu-satunya penyembuhan bagi penyakit kusta adalah Yesus Kristus. Dan satu cara dimana dia dapat menunjukkan rasa terima kasihnya terhadap Kristus adalah dengan mengundang-Nya makan malam. Simon sekarang mengundang Allah dalam daging manusia kedalam rumahnya dan juga Maria, Marta dan Lazarus dan keduabelas murid-murid-Nya. Ini kelompok sebesar 20 orang diundang makan dan Matius, Markus dan Yohanes semua cerita tentang kejadian ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tiba-tiba, di ayat 7, “datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.” Betapa mahalnya? Menurut Markus harganya sama dengan gaji setahun, 300 dinari, itu sangat mahal. Yohanes mengatakan itu Maria, yang mengerti bahwa Yesus menuju kepada kematian-Nya dan dia mengerti sedikit tentang kebangkitan-Nya dan dia ingin mempersiapkan Dia untuk hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan demikian ada persiapan dengan penyembahan penuh kasih disini. Dan ketika dia datang ke Yesus dia memecahkan buli pualam itu. Dan kata Matius disini bahwa dia menuangkan seluruhnya diatas kepala Yesus. Menurut Yohanes dia tuangkan minyak wangi itu ke kaki-Nya. Ini berarti ini dituangkan atas seluruh badan Yesus. Apakah menyebabkan dia melakukan itu? Itu suatu tindakan kasih, itu tindakan penghormatan. Dan dia begitu mengasihi dan begitu dikontrol penyembahan sehingga dia tidak dapat dihalangi apapun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mencurahkan kasihnya, hatinya yang penuh kasih sayang dan pengabdian. Dia menghormati Dia Yang akan meninggal dan bangkit kembali untuk keselamatannya, untuk menanggung dosa-dosanya. Dia melakukan itu bagi Anda, bagi saya; dan kita semua harus melakukan itu. Dia mengerti apa yang tidak dimengerti murid-murid. Dia tidak terjerumus dalam keinginan untuk langsung masuk ke Kerajaan dan kemuliaan. Dia kelihatannya lebih mengerti ajaran Yesus daripada mereka. Dia melambangkan pencurahan kasih yang diinginkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid-murid itu di ayat 8-9, mereka melihat namun mereka tidak mengerti, “Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? 9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Namun ini bukan waktunya untuk orang miskin, ini adalah waktu untuk menyembah. Di Yohanes 12:6 dikatakan tentang Yudas, “Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada Yudas di Yohanes 12:7, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.” Dan di Matius 26:10, “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.” Yesus secara harfiah mengatakan kepada mereka, “Mengapa kalian menyebabkan dia merasa bersalah sepertinya ini perbuatan yang tidak baik?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia mengatakan di ayat 11, “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.” Yesus mengatakan, ini masalah prioritas; memang ada waktunya untuk beramal, dan juga ada waktu untuk melayani. Namun inilah waktunya untuk menyembah. Dan sebagaimana kita memberi kepada mereka yang membutuhkan, kita juga harus mencurahkan dengan cara yang sama tindakan penyembahan itu kepada Allah. Kita harus belajar macam syukuran yang berlimpah seperti ini, macam pemujaan seperti ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 12 Yesus mengatakan, “Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.” Ini perbuatan persiapan, ini menunjukkan cara dia mengasihi Aku, pengikut yang setia yang duduk di kaki-Nya menurut Lukas 10:39. Dan Yesus mengatakan di ayat 13, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” Disini dua ribu tahun kemudian, kita melihat penyembahan berkorban dari wanita ini yang mengasihi Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat persiapan anugerah yang berdaulat, penolakan yang penuh kebencian dan penyembahan kasih. Kemudian yang terakhir adalah persiapan kemunafikan yang mengkhianati. Ayat 14-15, “Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Uang adalah yang paling penting bagi Yudas. Dia ingin mendapatkan sebanyak mungkin. Dia melakukan pengkhianatan itu pada hari Sabtu malam. Lukas 22:6 dan Matius 26:16 mengatakan, “dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.” Jadi sepanjang hari Senin, hari Selasa dan hari Rabu sewaktu Yesus mengajar di kota, dia mencari kesempatan untuk mengkhianati-Nya. Dan Yudas menawar untuk mendapatkan 30 uang perak yang menurut Keluaran 21:32 adalah harga seorang budak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh terbesar dari kesempatan yang dibuang adalah Yudas Iskariot. Hanya ada tiga cara untuk melihat kematian Yesus Kristus. Satu, Anda bisa mengabaikan hal itu dan menolaknya. Dua, dengan penyembahan penuh kasih bersama dengan Maria, atau tiga, Anda bisa berdiri bersama Kayafas, imam-imam, orang-orang saduki, para penatua dan Yudas yang mengklaim dia mengasihi namun sebenarnya membenci. Dimanakah Anda berada? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Mar 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150322</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000001B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tragedi Kesempatan Terbuang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000001C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+25:19-30" target="_blank" class="imCssLink">Matius 25:19-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini teks kami adalah Matius 25:14-30 dan disitu ada tiga hamba, yang dua itu hidup dan yang satu setengah hidup saja. Yang satu menunjukkan kehampaan kehidupan, hidup yang tidak berguna dan tidak berharga ketika kesempatan dan hak istimewa itu dihamburkan begitu saja. Inilah makna dari teks ini, tragedi kesempatan yang disia-siakan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Diantara mereka yang adalah anak-anak Allah sejati ada juga mereka yang palsu. Gereja membiarkan orang-orang yang sebenarnya tidak mengenal Tuhan, yang tidak berjalan bersama Allah. Dan ada juga beberapa orang yang ingin kita percaya mereka ada hubungan pribadi dengan Allah namun koneksi HP tidak ada. Kita melihat hal itu di dalam perumpamaan ini dan sekali lagi ini perumpamaan peringatan. Tuhan hanya mengatakan kita akan memisahkan domba dari kambing ketika Aku datang dalam kemuliaan-Ku, jadi sebaiknya Anda siap ya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan menjelaskan hal ini dengan dua perupamaan tentang kesiapan. Yang pertama di ayat-ayat 12 pertama Matius 25 adalah perumpamaan tentang gadis perawan. Yang kedua adalah di ayat 14-30 dan itu adalah perumpamaan talenta. Keduanya mementingkan keperluan untuk siap pada kedatangan Tuhan kita. Perumpamaan gadis perawan mementingkan untuk siap dengan hati yang sudah disiapkan. Perumpamaan talenta mementingkan bekerja dan kesetiaan dalam pelayanan sambil menunggu. Dan keduanya menyebabkan ada pandangan seimbang yang perlu dimiliki semua orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah perlu diketahui orang Kristen? Pertama-tama, marilah kita mempertimbangkan kewajiban dan reaksi kita, kemudian kita akan membahas perhitungan dan upah kita. Dalam rangka Kerajaan kita telah diberikan kewajiban besar. Perumpamaan kedua adalah tentang seseorang yang memiliki banyak pelayan dan dia pergi jauh dan dan dia meninggalkan mereka untuk mengelola harta miliknya. Dan dia membagikan barang-barangnya, ada yang dapat lima, dua dan satu talenta. Dia memberikan mereka kewajiban itu sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka diminta untuk mengelola itu sehingga dia dapat keuntungan ketika dia kembali. Dan karena dia akan bepergian lama, dia ingin memastikan bahwa pelayan-pelayannya akan memakai kesempatan mereka sepenuhnya. Jadi dia memberikan kewajiban mengelola itu berdasarkan kemampuan mereka. Dan beginilah caranya di dalam Kerajaan Tuhan kita yang kelihatan, yaitu Kerajaan mereka yang menjadi anggota gereja, apakah mereka tulen atau palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang percaya memiliki kantong ini penuh dengan hak-hak Injil istimewa. Dengan kata lain, mereka pernah diajarkan kebenaran Allah dan pengetahuan akan kebenaran Kristus yang menyelamatkan itu adalah suatu hak istimewa. Dan ada beberapa orang yang memiliki lima kantong. Disisi lain ada beberapa orang yang hanya menerima satu kantong talenta. Pelajaran Injil mereka hanya sedikit dan mereka masih sederhana dalam pengetahuan mereka tentang kebenaran ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada hal kedua yaitu reaksi kita. Apakah telah kita perbuat dengan kesempatan-kesempatan rohani kita? Ingatlah apa yang dikatakan di ayat 16, “Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.” Jadi disini ada orang yang membuat 100 persen laba atas investasi yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Dia telah memakai hak spiritualnya secara maksimal. Dia adalah orang Kristen tulen. Dia menyerahkan keseluruhan miliknya kepada Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 17, “Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.” Dia memiliki hak istimewa terbatas dibanding dengan orang lain yang memiliki lima, namun dia memakai sepenuhnya hak istimewa yang dia miliki. Dia menggenapkan sebanyak mungkin dari kesempatan yang diberi Allah dan mengembalikan pelayanan penuh berdasarkan kesempatan yang telah diterimanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gunakanlah kesempatan-kesempatan rohani Anda, yang Allah ingin adalah laba berdasarkan apa yang Anda miliki. Jadi kedua orang ini mengembalikan kepada majikan mereka palayanan dan komitmen sepenuhnya. Mereka adalah orang-orang percaya sejati, yang benar-benar melayani dengan hati yang tulus. Kemudian kita datang kepada ayat 18, “Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.” Nah inilah tanda pelayan palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak mau berbuat apa-apa, dia hanya mementingkan diri. Dia bukan orang percaya. Dia adalah gadis perawan tanpa minyak. Tidak ada buah dalam kehidupannya. Dia adalah orang yang memiliki hak namun tidak menggunakan kesempatan yang diberikan kepadanya. Ketika dia mendengar injil dia tidak merespon. Dan meskipun kerohaniannya terbatas, dia tetap bertanggung jawab. Neraka penuh dengan orang-orang yang bahkan menghamburkan hak istimewa mereka yang terbatas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada perhitungan. Ayat 19 mengatakan, “Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.” Implikasi disini adalah bahwa sekali lagi Tuhan mengatakan kepada mereka bahwa kedatangannya kembali akan ditunda, sama seperti Matius 25:5 dimana dia mengatakan, “mempelai itu lama tidak datang-datang juga.” Namun harinya akan datang dimana Tuhan akan kembali untuk melihat bagaimana kita telah memperlakukan hak istimewa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah waktunya penghakiman. Itulah waktunya untuk memeriksa pelayanan yang telah diberikan, untuk mencari tahu siapakah pelayan-pelayan tulen itu. Seperti digambarkan di ayat 31 sampai 46, itulah waktunya untuk memisahkan domba- domba dari kambing-kambing. Kambing itu tidak pernah akan masuk Kerajaan, namun domba-domba akan masuk kedalamnya. Jadi ketika Dia datang lalang dan gandum akan dipisahkan, Jaring ikan akan ditarik masuk dan apa yang ada di dalamnya akan dipisahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20 mengatakan apa yang terjadi, “Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.” Dan dia gembira dengan penuh antisipasi karena dia tahu dia telah melakukan yang terbaik dengan kesempatannya. Jadi dia memiliki keberanian pada Hari Penghakiman. Atau seperti dikatakan Yohanes, dia tidak akan merasa malu pada kedatangan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada egoisme disini, dia tidak membanggakan diri, tidak ada kesombongan. Dia mengatakan Anda memberikan aku lima talenta, saya mengakui sumber setiap hak istimewa itu, saya mengakui sumber setiap kesempatan, saya memiliki semua itu karena Engkau, bukan karena saya. Memang saya mengakui bahwa Engkaulah sumbernya, namun saya juga bersukacita saya setia dalam tanggapanku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tuan itu mengakui ada integritas dalam hatinya. Lihatlah ayat 21, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Tuhan itu mengatakan Anda adalah orang baik dan Anda dapat dipercaya, Ini membicarakan karakternya. Ini bukan hanya membicarakan pelayanannya, dia membicarakan karakternya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat luar biasa bahwa Allah semesta alam dapat melihat kita dan mengatakan, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik,” benar? Inilah pemberian anugerah Injil. Ini merupakan bukan kekuatan diri sendiri melainkan kuasa Roh Kudus. Dan penghargaan itu melebihi upacara medali manapun di dunia, untuk menerima mahkota kebenaran yang tidak dapat hancur yang diberikan Tuhan kepada semua orang yang menantikan kedatangan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang saya lakukan dalam waktu kekal di Kerajaan Tuhan Yesus Kristus dalam pelayanan untuk Dia akan ditentukan oleh pelayananku disini. Karena waktu kekal itu adalah waktu melayani. Mereka yang hidup di dunia ketika Tuhan Yesus datang, yang adalah hamba-hamba percaya yang baik dan setia akan masuk ke dalam Kerajaan dalam bentuk fisik mereka dan mereka yang telah membuktikan kesetiaan mereka akan diberi tanggung jawab yang lebih besar lagi dari pada yang dimiliki sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, surga itu tidak akan membosankan. Jika pelayanan kepada Tuhan disini adalah sukacita besar di hidup ini, maka surga adalah sukacita dan pelayanan akhir yang terbesar. Dan surga dan Kerajaan juga sebelum surga dan bumi kekal itu adalah waktu pelayanan yang indah dan luar biasa. Dan jika Anda setia atas kesempatan pelayanan kecil disini, Dia akan menjadikan Anda menjadi tuan atas banyak hal disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, di dalam surga akan ada orang dalam bermacam pangkat, benar? Iya, di surga kita semua akan memiliki hidup kekal, kita semua akan menjadi seperti Yesus Kristus. Kita semua menjadi sempurna tanpa dosa. Jadi disatu sisi, semua orang adalah sama dalam kemuliaan selamanya. Dan itulah yang dimaksud dengan perumpamaan pelayan-pelayan yang bekerja di ladang, masih ingat? Ada yang bekerja hanya satu jam, dan ada orang lain yang bekerja 12 jam, namun semua diberi upah yang sama. Karena kita semua akan berakhir dalam kemuliaan di satu sisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, meskipun itu benar, juga ada bermacam tingkat pelayanan dan itu benar juga. Bagi mereka yang masuk Kerajaan dan bagi kita semua yang akan ada dalam waktu kekal, kita semua bergantung kepada kemampuan kita yang diciptakan Allah. Nah, pelayanan di Kerajaan memerlukan orang yang berbeda- beda untuk melakukan hal-hal yang berbeda juga, benar? Kita semua akan melakukan tugas yang berbeda dalam kekekalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para malaikat juga melayani Allah dengan pangkat-pangkat berbeda, benar? Ada malaikat dan malaikat berpangkat tinggi dan ada serafim dan kerub dan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan penghulu-penghulu dunia yang gelap dan kita juga dalam keadaan kekal kita semua akan diberikan tempat pelayanan khusus. Dan tempat pelayanan itu akan bergantung kepada pelayanan yang kita lakukan disini. Dan pelayanan yang sanggup kita berikan itu juga bergantung kepada hak istimewa yang telah tercipta secara berdaulat sehingga pelayanan kekal kita sesuai dengan pilihan Allah yang berdaulat bagi kita dan respon kita terhadapnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat Anda masuk surga Anda tidak akan merasa ada perbedaan pelayanan. Kita semua akan menjadi sama seperti Kristus, sempurna, tanpa dosa, dan memiliki kehidupan kekal sepenuhnya. Jadi pelayanan apapun juga akan memuaskan secara sempurna selamanya. Jadi tidak akan ada perasaan kita kekurangan, atau perasaan ada hak istimewa yang kurang atau yang lebih besar dari pada yang dimiliki orang lain. Karena hak istimewa kita akan sesuai tepat dengan kemampuan yang diciptakan dan dikaruniakan Allah kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat orang-orang mengatakan, “Apakah kita semua akan sama selamanya?” Jawabannya adalah iya. “Dan apakah kita semua akan berbeda?” Jawabannya adalah iya. Dan kita menyerahkan itu kepada Allah untuk menyelesaikan paradoks seperti itu yang melebihi kemampuan otak kita. Lihatlah ayat 22-23, “Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah ada bagian lain dari penghargaan itu di akhir ayat 21 dan di akhir ayat 23, “Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Ini pernyataan yang indah. Bukan saja kita mendapat penghargaan verbal dari Tuhan dan melayani-Nya selamanya, namun kita juga akan menikmati kebahagiaan Tuhan sendiri. Kita akan bersukacita sama seperti Tuhan bersukacita. Coba bayangkan kesukacitaan dari rencana penebusan yang sudah selesai lengkap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama waktu Tuhan akan memerintah di dunia, akan ada orang yang hidup di dalam Kerajaan. Mereka hidup selama ada Tribulasi dan mereka sudah ditebus. Tuhan akan datang dan mereka tetap hidup. Dia akan mendirikan Kerajaan-Nya dan mereka akan masuk ke dalam Kerajaan itu dengan tubuh mereka yang hidup. Kita, yaitu jemaat gereja, akan turun dalam tubuh yang sudah dimuliakan jadi Kerajaan 1000 tahun itu terdiri dari orang-orang fisik di dunia dan juga orang- orang yang telah dimuliakan secara rohani yang sudah mati untuk hidup bersama dengan Tuhan dan yang juga kembali dengan tubuh mulia mereka. Dan mereka akan hidup bersama-sama di bawah perintah Yesus disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus akan memberikan kewajiban-kewajiban tertentu. Dan mereka yang memiliki kemampuan yang lebih besar, yang telah diperlihatkan sebelumnya Dia datang, Dia akan memberi mereka kekuasaan yang lebih besar. Dan mereka yang memiliki kemampuan yang kurang akan memerima kekuasaan yang kurang juga. Jadi Allah telah menciptakan berdaulat hal-hal itu dan meskipun di dalam Kerajaan itu banyak hal adalah sama, ada juga perbedaan khusus dalam hal melayani dan memerintah yang unik bagi setiap orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 24-25, “Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada orang yang hanya mengaku percaya. Dia mengatakan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk melayani tuannya. Namun ada dua hal yang mengkhianatinya. Nomor satu, dia tidak menghasilkan apa-apa. Tidak ada buah. Kedua, dia menyerang karakter tuannya. Dia bukan pelayan yang mengasihi dan menghormati tuannya. Dia mengatakan, “aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam.” Dia menggambarkan seseorang yang menyiakan kesempatannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berfungsi karena ketakutan. Dia mengatakan, “Agama itu terlalu sukar bagiku.” dan agama itu penuh dengan orang-orang yang memakai alasan itu. Kemudian dia mengatakan, “yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.” Tahukah Anda artinya itu? Tuan itu menuai pekerjaan orang lain. Nah apakah dia mengenal Allah yang kita kenal? Sudah jelas dia tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Dia buta terhadap kebaikan dan anugerah tuannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26, “Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?” Anda dapat baca Firman Allah, Anda dapat mendengar berita. Dia adalah Allah penuh anugerah dan belas kasihan dan perasaan terharu. Dia mengatakan Anda jahat karena Anda hanya mementingkan pengejaran jahat Anda. Dan Anda tidak mau berusaha dalam pelayananku karena Anda tidak ada motivasi untuk hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27, “Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.” Dia mengatakan kepadanya, “Anda ini pembohong. Anda mengabaikan kesempatan rohani itu hanya karena keinginan Anda berbeda. Mungkin Anda tidak dapat keuntungan lima diatas lima, atau dua diatas dua, namun Anda dapat melakukan sesuatu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian akhirnya upah itu. Apakah terjadi dengan hamba-hamba itu? Ayat 28 mengatakan, “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.” Kenapa dia? Yah, dialah yang memiliki kemampuan yang lebih besar. Ini konsep indah. Nah di gereja banyak orang melayani Tuhan. Ada pelayanan yang dilakukan orang-orang yang menjadi anggota gereja yang kelihatan namun yang masih belum ditebus. Jadi ada kalanya lalang ikut campur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di dalam Kerajaan Yesus Kristus sampai selamanya, pelayanan hanya dilakukan oleh orang percaya tulen. Dan disini Dia mengutip prinsip ini di ayat 29, “Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Dengan kata lain, mereka yang telah membuktikan ada buah itu, mereka yang telah memakai kesempatan mereka akan menerima berkelimpahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah yang berdaulat akan memberi pelayanan kepada siapapun yang Dia inginkan. Namun Dia akan mengambilnya dari mereka yang palsu. Dan apakah terjadi dengan mereka? Ayat 30, “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Usahakanlah supaya Anda siap pada kedatangan-Nya. Dan mungkin Anda tidak perlu tunggu sampai Kedatangan Kedua itu karena hari itu akan datang pada saat Anda mati dan mungkin hal itu sudah sangat dekat. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Mar 2015 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150315</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000001C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perumpamaan Talenta]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000001D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+25:14-19" target="_blank" class="imCssLink">Matius 25:14-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini di Matius 25 kita akan lihat salah satu perumpamaan yang terbaik di dalam firman Allah. Ini adalah perumpamaan tentang tragedi kesempatan yang disia-siakan. Alkitab memanggil kita semua untuk menggunakan sebaik mungkin segala kesempatan rohani, kita dipanggil untuk memaksimalkan hak istimewa kita. Kita diperingatkan untuk menabur benih kita dan jangan mengharapkan terlalu banyak karena kita tidak tahu apakah kita akan berhasil dalam hal ini dan itu. Dengan kata lain kita harus memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan karena kita tahu bahwa kesempatan yang tidak digunakan adalah kesempatan yang disia-siakan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 10:5 mengatakan, “Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen adalah anak yang membuat malu.” Anda lebih baik menyimpan selagi masih bisa, lebih baik panen pada saat masih ada panen. Di Yesaya 55:6 dikatakan, “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Di Yeremia 8:7 dikatakan, “Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang- layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum Tuhan.” Binatang-binatang tahu harus ada dimana dan bagaimana memelihara diri, dan itu lebih daripada pengetahuan beberapa orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan Yesus kita juga memanggil kami untuk melakukan yang terbaik setiap saat, untuk menggunakan setiap kesempatan dan hak istimewa spiritual sebaik mungkin. Di Yohanes 12:35-36 Yesus mengatakan, “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. 36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sekali lagi, Dia memanggil kami untuk mengambil keuntungan dari setiap kesempatan spiritual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita pelajari Matius 25:14-19, “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba- hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan menyeluruh sederhana aalah tragedy kesempatan yang disia-siakan. Para murid menanyakan: Kapan kedatangan Engkau? Dan Yesus sudah menjawab hal itu lima kali di Matius 24 dan 25, “Dia akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya.” Dia memberi tahu tanda-tanda waktu itu sebelum kedatangan-Nya. Dia menggambarkan sakit bersalin dan Dia bicarakan tanda Anak Allah dilangit. Dia membicarakan kejahatan waktu Tribulasi besar. Dia telah memberikan mereka berbagai macam rincian tentang kejadian kedatangan-Nya yang kedua, namun hari tepat dan waktu tepat tidak dibertahukan kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena Dia tidak memberitahukan hari dan jam yang tepat, itu berarti kita harus siap sedia senantiasa. Dan Dia menerangkan hal itu dengan memakai dua perumpamaan: yaitu perumpamaan gadis-gadis itu di ayat 1-12 dan perumpamaan talenta di ayat 14 sampai 30. Kedua-duanya pada dasarnya maksudnya sama. Mereka adalah dua perumpamaan yang sangat penting. Dan perhatikanlah ayat 13 menggabungkan mereka. Pada akhir perumpamaan pertama Dia mengatakan, “Karena itu berjaga-jagalah,” Kemudian ayat 14 mulai dengan “Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang bepergian,” dan itu langsung membawa kita kepada perumpamaan berikut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perumpamaan tentang gadis-gadis itu dan perumpamaan mengenai talenta ada perbedaan dalam cara kita harus hidup. Perumpamaan pertama mengutama- kan hal menunggu. Itu mengenai sikap internal hati itu yang mengharapkan kedatangan Tuhan. Perumpamaan talenta bukan mengutamakan menunggu, itu mengutamakan bekerja dan melayani. Sambil kita menunggu dan sambil kita mengharapkan, kita harus bekerja untuk Tuhan. Dan itulah yang diutamakan perumpamaan talenta itu. Dan bersama-sama mereka memberikan kita keseimban- gan hidup yang indah pada waktu kita menunggukan Kedatangan Kedua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus berusaha sekuat mungkin dalam kesempatan dan penatalayanan dan membesarkan peran yang Allah berikan kita untuk melayani-Nya. Dan jika salah satu hal itu lebih dipentingkan atau yang satu tidak dilakukan, pengalaman Kristen itu tidak seimbang. Orang-orang yang tidak lagi mengharapkan Kedatangan Kedua itu dan meluangkan waktu mereka dengan bekerja di dunia saja telah kehilangan kesimbangan itu. Dan orang-orang yang selalu mengharapkan dan menunggukan dan tidak peduli berusaha lagi bagi Tuhan juga kehilangan keseimbangan yang penting itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keseimbangan dalam kehidupan Kristen terlihat dalam gadis-gadis yang memiliki minyak tambahan. Minyak itu melambangkan sifat orang yang sudah ditransformasikan, jiwa yang telah ditebus. Dan perumpamaan talenta itu mengilustrasikan bahwa orang-orang percaya tulen menyatakan anugerah yang diperlukan dalam kehidupan pelayanan mereka. Jadi disisi satu ada anugerah yang menyelamatkan, disisi lain ada hasil anugerah itu dalam hidup pelayanan. Itulah keseimbangan dalam Kekristenan. Iman menyelamatkan tulen adalah iman yang bekerja, Yakobus 2 mengatakan, iman tanpa perbuatan adalah mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang perlu kita tahu tentang kesempatan-kesempatan spiritual itu? Ada empat hal dalam perumpamaan ini yang kita perlu tahu. Kita perlu tahu kewajiban yang kita terima, dan reaksi kita, dan perhitungan yang kita hadapi dan upah yang kita dapatkan. Itu semua hal-hal yang kita perlu tahu pada saat kita mempersiapkan diri untuk menggunakan kesempatan-kesempatan itu, Dan semua itu disebut dalam perumpamaan indah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan kewajiban yang kita terima di ayat 14. Ini peralihan langsung dari perumpamaan yang lalu yang membicarakan Kerajaan. Jadi Kerajaan Allah itu seperti kedua perumpamaan ini, dan inilah yang kedua. Kerajaan itu adalah lingkungan dimana Allah memerintah oleh anugerah dan keselamatan melalui Kristus. Nah ada kalanya “Kerajaan Surga” itu digunakan khususnya untuk tubuh rohani semua orang yang telah ditebus yang tidak kelihatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disisi lain, ada kalanya Kerajaan surga digunakan untuk mengacu kepada kerajaan yang kelihatan, yang terdiri dari orang-orang yang mengidentifikasikan diri mereka dengan Kristus, beberapa adalah tulen dan beberapa adalah palsu, benar? Kerjaaan itu misalnya seperti gandum dan lalang di Matius 13. Kerajaan itu seperti jaring penuh barang yang diambil dari dasar laut, ada beberapa ikan yang diambil dan ada juga sampah yang dibuang. Kerajaan itu seperti terdiri dari tanah, ada yang baik dan ada yang buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melakukan hal yang sama dengan kata “gereja.” Contoh, ada kalanya ketika kita mengacu kepada gereja kita membicarakan orang-orang yang benar-benar diselamatkan, benar? Namun saat kita mengatakan ada hal-hal yang tidak benar dengan gereja, kita membicarakan berbagai campuran hal yang ada di dalam gereja. Ini juga sama dengan saat Tuhan mengacu kepada Kerajaan. Dia membicarakan dua macam pelayan, yang memakai kesempatan dan yang menghamburkannya. Namun keduanya menyatakan diri sebagai hamba Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kerajaan ini diumpamakan seperti orang yang bepergian lama ke negeri jauh. Dan pada waktu itu perjalanan itu cukup sulit dan bisa saja itu makan waktu dua tahun. Jadi dia memanggil pelayan-pelayannya dan memberikan mereka barang- barangnya. Kerajaan penuh dengan berbagai macam pelayan. Itu seperti jaring penuh dengan ikan yang perlu diambil dan sampah yang perlu dibuang. Disitu ada gandum dan lalang. Ada gadis dengan minyak dan gadis tanpa minyak. Itu seperti dua rumah, yang satu dengan fondasi dan yang lain tanpa fondasi. Ada dua jalan dan dua pintu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita harus mengerti bahwa di dalam Kerajaan selalu ada kombinasi seperti ini kecuali jika Tuhan khususnya membicarakan Kerajaan spiritual di dalam hati yang tidak kelihatan bagi orang-orang yang benar-benar ditebus. Jadi disinilah gambarannya. Orang ini memiliki banyak orang yang bekerja untuk dia. Sifat hati mereka akan dinyatakan disini. Dan ada banyak orang di Kerajaan sekarang, banyak orang yang menjadi anggota gereja sekarang yang berada dibawah otoritas pemimpin-pemimpin dan pendeta gereja yang dipilih Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita dapat melihat perbedaan orang-orang yang hatinya benar dan orang- orang yang hatinya tidak benar pada saat kita membandingkan mereka dengan orang-orang di perumpamaan ini. Nah perhatikanlah sekarang apa yang terjadi. “Dia memanggil hamba-hambanya” dan Ia memberikan mereka barang- barangnya. Dia akan bepergian lama dan dia ingin supaya ada hasil ekonomi. Jadi dia harus bijaksana dalam berinvestasi. Dia harus memastikan bahwa semuanya terurus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kata untuk ‘hamba’ ini adalah kata ‘doulos’ dan ini bahkan dapat diterjemahkan sebagai “pegawai.” Disitu ada orang yang dapat dipercaya dan mampu dan dia memberikan setiap orang sebagian dari barangnya supaya mereka dapat mengembalikan keuntungan atas barang itu selama dia bepergian. Mereka melakukan penatalayanan dengan uang dan harta milik dan barang-barang tuannya, supaya keuntungan dapat dikembalikan kepadanya saat dia tiba kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perhatikanlah ayat 15, dan ini akan memberitahukan kewajiban kita, “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.” Disini Dia tahu kemampuan hamba-hambanya masing-masing. Jadi dia memberikan kepada mereka apa yang dia tahu adalah kemampuan mereka. Kepada yang pertama dia memberi lima talenta, kepada yang kedua diberi dua dan kepada yang ketiga satu saja. Ini hanya untuk mengilustrasikan tujuannya. Banyaknya bisa berbeda namun ini mengilustrasikan yang rendah dan yang yang tinggi dan yang berada ditengah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu bahwa talenta dalam pengertian Inggris membicarakan kemampaun seseorang. Namun sebenarnya itu berarti berat. Karena itu di Wahyu 16 dikatakan ada sebutir es yang beratnya satu talenta. Nah nilai masing-masing talenta itu bergantung kepada apakah talenta itu emas, yang sangat berharga, atau perak, yang kurang berharga, atau tembaga, yang kurang berharga lagi. Mungkin penilaian terbaik adalah talenta perak karena perkataan yang digunakan untuk uang di ayat 18 adalah kata yang sering dipakai untuk mata uang perak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi makna pemilik adalah, ambillah ini, investasikannya dan kembalikanlah barang itu dan bunganya kepadaku, dan itu memperlihatkan bahwa Anda adalah hamba yang setia. Besarnya nilai itu tidak penting. Yang penting adalah apa yang mereka lakukan dengan barang itu. Perhatikan juga di ayat 15 dikatakan, “setiap orang diberi masing-masing menurut kesanggupannya.” Kemampuan setiap orang adalah sesuai dengan apa yang dia terima. Ada orang yang memiliki kemampuan untuk menangani labih banyak uang dari pada orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat kita melihat perumpamaan ini kita dapat melihat bahwa tuan itu adalah Tuhan sendiri. Dan Dia bepergian maksudnya adalah Tuhan pulang ke surga dimana Dia berada sekarang. Kita sekarang diberi kewajiban untuk mengelola. Dan kita diberi berbagai kantong penuh dengan talenta. Dan itulah yang kita harus pakai untuk bekerja dan mengelola dan melayani Allah sementara Dia bepergian, sampai Dia kembali lagi. Dan kita semua tidak diberi talenta yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang diciptakan berbeda-beda dengan kapasitas mental berbeda, dengan kapasitas verbal berbeda, dengan keterampilan berbeda, dengan talenta dan kemampuan yang berbeda. Kemudian ditambahkan itu adalah kenyataan bahwa kita semua diberikan kesempatan yang berbeda, dengan hak istimewa yang berbeda, dengan guru yang berbeda dan dengan proses pemuridan yang berbeda. Dan mungkin ada orang yang terbatas pendidikannya, dan mungkin ada orang yang terbatas secara mental dan ada orang yang yang terbatas secara emosional.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini gambaran kapasitas rohani dan hak istimewa spiritual dan kewajiban rohani dan kesempatan spiritual. Dan dalam kisah ini, pelayan yang benar-benar mengasihi tuannya akan mengatakan, “Wah, inilah kesempatan untuk benar-benar memberi waktu dan tenaga dan pikiran dan pekerjaan untuk membawa keuntungan atas apa yang dia telah berikan kepadaku. Disini ada kesempatan untuk menunjukkannya bahwa dia tidak kecewa mempercayakan barangnya kepadaku, untuk membalas kepercayaannya dengan baik. Jadi masalahnya adalah bagaimana kita akan menggunakan kesempatan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Talenta dalam kantong yang kita bawa juga termasuk ajaran yang telah kita terima. Betapa banyaknya kesempatan untuk mendengar, dicampur dengan kapasitas intelektual yang dianugerahkan dan diciptakan Allah, kapasitas emosional dan karunia dan keterampilan? Dan betapa banyaknya kesempatan untuk bersekutu? Dan betapa besar kesempatannya untuk memiliki keuntungan spiritual dan wawasan? Dan betapa banyaknya kesempatan untuk berkat? Dan betapa banyaknya kita telah terima dari apa yang disediakan Kerajaan? Itulah kantong kita, dicampur dengan kepasitas kita yang dianugerahkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua di dalam gereja yang kelihatan, yang menyatakan diri sebagai pelayan Tuhan, apakah kita nyata atau tidak, telah diberikan hak-hak istimewa ini. Dan Anda telah diberi hak istimewa untuk mendengar Firman Allah, dan diajarkannya, dan bertemu dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan dan hidup berjalan dengan Tuhan. Allah telah menempatkan Anda disini untuk mengisi kantong Anda disini. Dan Allah telah memberikan Anda kesempatan untuk menjadi apa yang Dia telah ciptakan Anda menjadi. Dia memberikan setiap orang pemberian sesuai dengan anugerahnya dan proporsi iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan juga bahwa yang diberi lima menjadi dua kali lipat dan yang diberi dua juga dua kali lipat. Ini menunjukkan kesetiaan yang sama, meskipun hasilnya berbeda. Dan itu juga di dalam pelayanan spiritual ada yang hasilnya lebih besar daripada yang lain. Dan implikasi perumpamaan ini adalah bahwa bahkan di Kerajaan akan ada berbagai tingkat pemerintahan untuk orang-orang dengan berbagai kapasitas. Jika Anda memiliki lima, Dia ingin kembali lima tambahan, jika Anda memiliki dua, Dia ingin kembali dua tambahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kantong penatalayanan, ini kantong hak istimewa. Kita sedang mengelola sebagian dari kekayaan Allah. Dengarkanlah, setiap kali kita menerima ajaran firman Allah, setiap kali kita membaca Firman Allah, setiap kali kita belajar suatu kebenaran besar dari Firman Allah, Roh Kudus telah menempatkan sesuatu yang lain di dalam kantong kita. Dan sekarang Anda bertanggung jawab untuk menjalankan dan mengerjakan kesempatan dan hak istimewa yang baru diberikan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita harus lakukan dengan kesempatan itu? Ayat 16, “Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.” Hatinya langsung merespon kepada hak istimewa untuk melayani Tuhannya. Itu adalah buah keselamatan dari dalam. Dan dia pergi dan langsung menjalankan uang itu, itu secara harfiah berarti dia langsung bekerja. Dia pergi dan berbisnis. Dia menggunakan hak spiritual itu dengan sebaik mungkin, dia berusaha sekuat mungkin dengan kesempatan rohani itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 17 mengatakan, “Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.”Dia juga memakai kesempatan itu sebaik mungkin. Tidak semua orang diberi kesempatan yang sama. Ada orang yang mendengarkan Injil secara terbatas sekali. Ada orang lain yang bisa mendengar hal itu banyak sekali. Namun dalam kedua kasus ini mereka memberikan kembali hasil maksimal atas hak yang diberikan Allah kepada mereka. Dan itulah keinginan Allah. Berilah hasil maksimal dengan penuh kesetiaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ayat 18 mengatakan, “Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.” Nah, pada waktu itu kalau Anda ingin menyimpan uang itu hal yang biasa dilakukan. Dia sama sekali tidak berusaha, dia menyia-yiakan kesempatan itu, dia menyia- yiakan haknya. Allah mengatakan bahwa orang yang memiliki kesempatan yang paling kecil tetap bertanggung jawab atasnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kewajiban dan reaksi itu kemudian membawa perhitungan. Perhatikanlah perhitungan itu di ayat 19, “Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.” Dia datang kembali untuk melihat bagaimana mereka melakukan penatalayanan mereka dengan pengelolaan kesempatan mereka. Dan demikian juga keadaannya pada saat Tuhan kembali. Apakah Anda benar-benar telah memberikan seluruh kehidupan Anda dalam pelayanan bagi Tuhan sebagai balasan? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Mar 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150308</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000001D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Nasib Orang yang Belum Siap]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000001E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+25:1-13" target="_blank" class="imCssLink">Matius 25:1-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 25:1-13, “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. 2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. 5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! 7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah empat kali Tuhan mengatakan Ia akan datang pada saat yang tidak diketahui. Dan sekarang Dia memberikan kita suatu perumpamaan dan mengakhiri perumpamaan itu dengan mengatakan, “berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Tujuan perumpamaan ini adalah untuk mengajarkan kita betapa tiba-tiba dan tak tersangka kedatangan Tuhan itu dan karena itu kita harus siap sedia untuk kedatangan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 1 mulai dengan “Pada waktu itu” yang menghubungkan kita kepada waktu kedatangan Tuhan yang baru Dia membicarakan pada akhir Matius 24. Itulah waktunya Dia datang untuk menghargai hamba-hamba yang setia dan menghukum hamba-hamba yang tidak. Pada waktu itu Kerajaan surga akan seperti itu. Jadi disini ada perumpamaan untuk mengilustrasikan periode waktu antara Kedatangan Kedua dan kedatangan Tuhan, yang memanggil kita semua untuk kewaspadaan dan kesiapsediaan karena waktunya akan datang tiba-tiba.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perumpamaan ini memperingati dunia supaya janganlah itu terjadi lagi. Karena di masa depan tidak ada jalan keluar. Nah tema perumpamaan ini sederhana. Perumpamaan ini maksudnya adalah untuk mengajar kita bahwa orang berdosa akan dihukum dan orang yang benar akan diberi upah. Dan Dia akan datang pada waktu yang tak terduga dan setiap orang harus siap sedia. Dan tidak ada kesempatan lain. Orang-orang akan mengetuk pintu, namun pintu sudah ditutup. Hari kesempatan itu telah hilang selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perumpamaan ini sederhana. Pada waktu Anda membaca banyak komentar yang telah ditulis tentang perumpamaan ini, mungkin itu sangat membingungkan. Ada orang alegori yang ingin mengubahnya menjadi sebuah alegori yang memberikan setiap hal di dalamnya makna mistis sehingga Anda bingung ditengah banyak ide-ide rohani rahasia yang tersembunyi. Bukan itu maksud perumpamaan ini. Kemudian ada orang yang ingin melihat aplikasi semua hal itu kepada kehidupan Kristen. Dan itu salah juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pada permulaan pernikahannya. Dan hanya hal yang penting terhadap aplikasinya diambil dari kejadian pernikahan itu. Ini suatu pernikahan khas di kota di Israel pada zaman Tuhan kita. Pernikahan itu adalah perayaan sosial terbesar yang orang-orang tahu benar. Semua orang ikut campur, teman-teman, keluarga, ya semuanya. Itu waktu kebahagiaan. Itulah waktunya untuk perayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perlu sekali kita tahu bahwa di dalam pernikahan Yahudi ada tiga elemen. Jauh sebelum kejadian ini ada peristiwa perjodohan. Dan perjodohan itu adalah kontrak sah diantara dua bapak yang memberikan anak lelaki mereka dan anak perempuan mereka kepada satu sama lain. Jadi perjodohan itu sebenarnya bukan diantara pasangan itu, namun itu dilakukan diantara kedua bapak-bapak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu ada tahap kedua pernikahan itu dan itu adalah pertunangan. Nah pertunangan itu adalah upacara resmi. Pasangan itu disatukan di hadapan teman- teman dan keluarga dan mereka bersumpah dan bikin perjanjian-perjanjian yang mengikat. Di tahap ketiga, mereka ada pernikahan resmi dan mereka kemudian menikah. Kapan saja pertunangan itu putus, itu berarti ada perceraian. Dan jika si suami meninggal selama waktu itu, isterinya dianggap janda meskipun pernikahan itu belum dinikmati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bapak-bapak mereka pada mulanya menjodohkan anak-anak mereka. Kemudian anak-anak itu bersumpah satu sama lain dan itu mengikat. Dan sesudah itu ada waktu sampai satu tahun untuk mempersiapkan semua hal untuk isteri, misalnya membangun tambahan kepada rumah orang tuanya, atau membangun rumah sendiri, atau beli tanah dan mulai mengerjakan tanah itu dan menunjukkan bahwa dia sanggup memeliharanya. Pada akhir waktu itu dia mengambil isterinya dan mereka mulai hidup bersama. Tidak ada upacara lagi, hanya perayaan nikah resmi. Dan itu tahap ketiga dan itulah yang kita melihat sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bayangkanlah antisipasi pengantin dan mempelai laki-laki itu waktu melalui proses itu dan akhirnya datang kepada tempatnya dimana pernikahan itu diwujudkan. Dan perumpamaan ini menggambarkan tahap ketiga ini, perayaan pernikahan sebenarnya, dimana mempelai lelaki itu datang kerumah pengantin dan pengantin menunggukannya dengan pengiring-pengiring pengantinnya dan mempelai tiba disana bersama semua pria itu dan dia mengambil pengantinnya dan pengiring- pengiringnya dan mereka bersama-sama semua pergi dengan obor-obor nyala itu dan mereka berpawai ditengah malam melalui desa itu dalam perayaan yang tak tertanding dalam hidup sosial mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua sudah siap. Kemudian kelompok pernikahan itu akan masuk ke rumah dan berpesta mungkin selama tujuh hari. Pada waktu akhir perayaan itu, teman mempelai yang adalah teman terdekat, akan ambil tangan pengantin itu dan meletakkannya dalam tangan mempelai dan setelah itu semua orang akan meninggalkan mereka. Dengan demikian itu merupakan suatu permulaan indah untuk kehidupan bersama yang meriah bagi pengantin dan mempelai laki-laki ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang kita perlu tahu untuk mengerti perumpamaan ini adalah sepuluh gadis itu. Perhatikanlah ayat 1, “Sepuluh gadis mengambil pelitanya,” sebenarnya kata Yunani itu berarti obor. Ada tiang kayu panjang dan diatas ujungnya terpasang semacam sirat kawat, yang diisi kain. Kain itu direndam dalam minyak terus dinyalakan untuk menjadi obor menyala. Dan biasanya mereka membawa satu botol minyak kecil tambahan supaya obor itu menyala-nyala selama itu diperlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini ada sepuluh gadis yang membawa obor-obor mereka dan pergi ke rumahnya pengantin, untuk menunggukan mempelai laki-laki. Mereka adalah gadis- gadis muda yang akan melayaninya. Mereka dinamakan perawan. Di zaman itu ketika mereka menikah mereka masih muda sekali dan inilah teman-temannya yang belum menikah, yang dipilih karena mereka saudara atau teman dekat. Dan tidak ada arti rohani khusus mereka adalah perawan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mereka mengambil obor-obor mereka. Dan mereka membawa itu karena itu tanda sebagai bukti mereka diundang. Sama seperti sekarang dimana gadis pengiring pengantin membawa bunga sebagai lambang mereka menjadi bagian pernikahan itu. Dan mereka membawa obor-obor itu untuk menerangkan langit malam dalam pawai yang indah yang mereka semua akan merayakan pada waktu mempelai laki-laki akhirnya datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan bahwa mereka pergi menyongsongnya. Nah siapakah gadis-gadis ini? Mereka adalah orang-orang yang mengaku mereka Kristen. Mereka adalah orang- orang yang mengklaim mereka menjadi milik Kristus. Mereka adalah orang-orang yang berkumpul dengan orang Kristen lain untuk menunggukan kedatangan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang mengatakan mereka mengenal Kristus dan mereka mengharapkan kedatangan-Nya. Mereka yang mengatakan mereka percaya dan mereka tahu ada perkawinan dan mereka tahu waktu sudah dekat dan bahkan mereka mengatakan mereka sudah siap sedia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memakai pakaian pernikahan dan mereka memiliki obor itu. Kehadiran mereka melambangkan minat mereka dan obor mereka melambangkan pengakuan iman mereka kepada Kristus. Mereka menunjukkan tanda-tanda luar bahwa ada komitmen kepada Yesus Kristus. Mereka menjadi bagian komunitas orang percaya. Mereka mengakui mendengar Injil dan percaya Injil. Mereka mengakui mereka adalah murid-murid yang menunggukan Anak Allah, Kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat Anda hanya melihat kesepuluh gadis, mereka semua kelihatannya sama. Mereka semua memakai pakaian pernikahan mereka. Mereka semua dipilih menjadi pengiring pengantin. Mereka semua melayani pengantin. Mereka semua ada obornya. Dan pada mulanya tidak ada perbedaan namun mereka semua tidak sama. Dan inilah pesan perumpamaan ini. Ayat 2, “Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.” Dan Yang mencari tahu hati manusia tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini terdapat pengetahuan karakter di ayat 2, saat Yesus melihat ke dalam hati sepuluh gadis itu. Lima adalah berakal sehat dan bijaksana dan lima adalah bodoh. Jadi mereka berbeda sekali. Itu bukan kelihatan dari luar, namun dari dalam ada perbedaan besar. Mereka berbeda sebanyak mungkin, bijaksana dan bodoh. Tuhan melihat karakter kita dan tahu tempat kita. Tuhan tahu yang mana adalah milik-Nya dan yang mana bukan milik-Nya di setiap jemaat penyembahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak akan tahu, namun Dia tahu. Dan perbedaannya adalah dalam hal persiapan. Disini pernyataan kebijaksanaan dan kebodohan itu keluar. Ayat 3 dan 4, “Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.” Yang bijaksana membawa botol minyak ekstra, yang bodoh tidak ada minyak tambahan. Mereka semua mengaku namun hanya lima memiliki minyak persediaan tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apakah minyak itu? Itulah realitas anugerah yang menyelamatkan yang membedakan orang. Ada banyak orang yang dari luar kelihatannya menghormati Yesus Kristus, namun ada hati yang berbeda-beda, ada yang telah dipersiapkan dan ada yang belum. Minyak itu seperti jubah di Matius 22:11, masih ingat ada perjamuan kawin disitu, dan raja merayakan pernikahan bagi anak lelakinya dan dia melihat tamu tanpa pakaian pesta. Dia juga belum siap. Dia mencoba untuk langsung masuk Kerajaan, tanpa hati yang telah dipersiapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pesan Tuhan kita yang diulang-ulang dan ini harus diperhatikan di setiap gereja di seluruh dunia karena gereja itu dipenuhi orang yang belum ditebus dan belum siap untuk kedatangan Tuhan. Tuhan tidak mengatakan ada satu gadis yang tidak cukup minyaknya, Dia mengatakan ada lima yang minyaknya habis. Allah melihat banyak orang dalam keadaan seperti itu. Mereka pada saat itu tidak siap meskipun mereka beragama dan meskipun mereka ada perasaan baik terhadap Kristus, banyak orang tertipu diri dengan memikir bahwa semuanya nyaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 5, “Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.” Dalam analogi ini dari Tuhan kita, mempelai itu tidak datang pada waktu mereka sangka. Ini adalah suatu petunjuk bagi murid-murid bahwa waktunya lebih lama dari apa yang mereka pikir waktunya Yesus akan kembali. Di Matius 24 dan 25 Tuhan mengatakan bahwa meskipun mereka melihat tanda-tanda yang diberikan di Matius 24:4-11, meskipun Anda melihat tanda Anak Manusia di langit, masih ada waktu sebelum Dia benar-benar datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang sedang menunggu lama kemudian mereka kembali kepada hidup sehari-hari yang biasa, mereka ngantuk dan tertidur. Mereka tidak dapat bertahan dan mereka ketiduran. Tidak ada salahnya tidur. Namun ada sesuatu yang salah jika Anda tidak siap untuk yang akan membangunkan Anda. Jadi Anda ya melakukan yang biasa Anda lakukan yaitu makan, tidur dan bekerja. Jadi karena mempelai itu terlambat gadis-gadis itu ketiduran. Rasa keamanan palsu mereka menyebabkan mereka tertidur di hari kesempatan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat mempelai laki-laki di ayat 6, “Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!” Tuhan kita mengatakan bahwa waktu itu tak tersangka. Keluaran 12:29 mengatakan kepada kita bahwa pembebasan Israel dari Mesir mulai juga di tengah malam, juga waktu yang tak terduga. Mungkin karena itu para rabbi biasanya mengatakan bahwa sang Mesias akan datang di tengah malam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah saat mulia yang memulai pernikahan itu. Dan meskipun itu mulai agak terlambat, itu akan berlangsung untuk tujuh hari. Pawai itu mulai pada waktu mempelai datang dengan mungkin sepuluh pengiring mempelai lelaki. Kemudian dia bertemu dengan pengantin dengan sepuluh pengiring pengantin bersama dengan obor-obor mereka, mereka sudah siap untuk menyalakannya dan berangkat ke rumah yang sudah disediakan bagi dia. Ini analogi untuk Kedatangan Kedua, pada saat yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7 mengatakan, “Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.” Dan mereka yang ada minyak menuangkan minyak itu ke obor itu yang sudah disiapkan dan menyalakannya dan itu menyala-nyala di langit malam itu. Dan mereka yang tidak ada minyak sekarang mereka tahu hal itu. Mungkin mereka pikir mereka dapat membelinya di jalanan sebelum dia datang, Mungkin mereka tidak memikirkan hal itu, mungkin mereka pikir itu bisa saja dipinjam, mereka tidak mempersiapkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 8, “Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.” Namun jika panggilan untuk menghadap di takhta pengadilan Allah datang kepadamu baik dalam kematian atau baik pada Kedatangan Kedua Kristus, dan Anda belum siap sedia, semua orang kudus di surga dan semua orang di bumi tidak pernah sanggup menyelamatkan Anda. Keselamatan itu tidak dapat di pindahtangankan. Bukannya mereka yang bijaksana hanya mementingkan diri, bukan itu maksudnya. Perumpamaan ini tujuannya adalah untuk mengajarkan bahwa sifat keselematan itu adalah tak terpindahkan. Yang diselamatkan tidak dapat menyelamatkan orang- orang yang terhilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi yang bijaksana menjawab di ayat 9, “Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.” Intinya disini adalah untuk mengajar bahwa setiap orang harus berusaha sendiri, Anda perlu secara pribadi memiliki hubungan dengan Yesus. Membeli disini bukan berarti Anda harus membayar untuk keselamatan itu, tidak, ini hadiah gratis. Namun Anda harus membayar dengan menyerahkan seluruh dirimu, benar? Seperti orang yang menjual seluruh harta miliknya untuk membeli harta karun yang tersembunyi di lapangan itu dan orang lain yang menjual seluruh harta miliknya untuk membeli mutiara yang sangat berharga itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara, ini adalah ajaran Alkitab yang paling menakutkan! Dan Yesus mengajarkan hal itu berulang kali. Di gereja ada banyak sekali orang yang belum siap menghadap Allah. Dan mereka tertipu mengenai hal itu. Pada saat ketika mereka menghadapi realitas ketidaksiapan mereka, itu sudah terlambat. Realitas kebenaran yang diperhitungkan kepada mereka tidak ada. Karakter yang telah ditransformasikan tidak ada. Memang, mereka mungkin menjadi bagian komunitas orang percaya namun mereka masih belum siap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10, “Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.” Bayangkan hal itu. Ada saat-saat teror belaka langsung setelah kesadaran bahwa Anda telah bertemu dengan Allah yang kudus dan Anda belum siap. Pelajaran itu sama bagi kita. Setiap orang akan bertemu dengan Allah pada waktu kita mati atau pada waktu kita sudah meninggal pada waktu kedatangan-Nya yang besar. Matius 7:23 mengatakan, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 11 dan 12, “Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.” Tidak ada kesempatan kedua. Jalan satu-satunya untuk siap pada hari yang tak tersangka adalah untuk siap setiap hari. Ayat 13, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Anda tidak tahu waktu tepat Kedatangan Kedua, jadi bersiaplah selalu. Kalau terlambat sedikit itu berarti terlambat untuk selama- lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 21:34 kita mendengar hal itu lagi, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” Dengan kata lain, jika Anda hidup bagi dunia ini dan jika Anda terjebak pada saat Anda menghadap Allah, Anda akan tahu, Mereka memakai pakaian pernikahan dan mereka memiliki obor itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">ayat 35, “Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Mar 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150301</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000001E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Anda Siap?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000001F"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:43-51" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:43-51</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan, “Orang Kristen berada dalam ketegangan antara apa yang sudah ada dan apa yang masih belum datang.” Kita telah mengalami keselamatan, namun masih belum mengalami penebusan tubuh kita. Kita telah terima kuasa Roh Kudus namun kita belum melihat kuasa sepenuhnya. Kita sudah terima hidup kekal namun kita masih belum mengikuti kebangkitan. Iya, kita telah ditebus dosanya, namun kita masih menunggukan-Nya karena Dia masih belum datang untuk kedua kalinya untuk memenuhi keselamatan mulia itu.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 3:2 mengatakan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” Iya, kita telah menerima Yesus Kristus, namun kita masih belum serupa dengan Kristus. Mereka yang melihat dan mendengar berita kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya tetapi masih belum siap untuk kejadian itu, haruslah hidup dalam ketakutan. Paulus mengatakan di 2 Korintus 5:11, “Kami tahu apa artinya murka Allah, karena itu kami berusaha meyakinkan orang.” Ibrani 10:31 mengatakan, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” Ulangan 4:24 dan Ibrani 12:29 mengatakan, “Allah kita adalah api yang menghanguskan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 24:3, “datanglah murid-murid-Nya kepada Yesus untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Jadi di ayat 4 sampai 35, Tuhan kita memberikan mereka tanda-tanda itu. Sekarang Dia menjawab pertanyaan “kapan” di ayat 36, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup sekarang di zaman gereja. Itu akan berakhir pada waktu ada pengangkatan gereja. Dan itu adalah permulaan Hari Tuhan. Gereja sudah diangkat keluar. Yang membatasi, yaitu Roh Kudus, tidak lagi membatasi kejahatan. Itulah waktunya antikristus mulai bangun. Kelihatannya sebagai penyelamat Israel, namun di pertengahan periode tujuh tahun, langsung setelah pengangkatan gereja, dia mencemarkan tempat Maha Kudus, dia mendirikan berhala dan memanggil seluruh dunia untuk menyembah dirinya, dan itulah menyebabkan Tribulasi mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam waktu Tribulasi besar, berbagai macam peristiwa meneror terjadi. Dan itu semua dinamakan Yesus peristiwa sakit bersalin kerajaan. Mereka adalah kesakitan berturut-turut yang datang ke dunia menjelang kelahiran kerajaan Kristus. Dan waktu mereka itu datang adalah pada akhirnya, sama seperti sakit bersalin datang pada akhir kehamilan. Penghakiman Allah datang dan digambarkan di Wahyu 6 sampai 18. Kemudian benda-benda langit mulai jatuh dan kuasa langit mulai goncang dan dalam kegelapan itu, Kristus muncul di ayat 29 sampai 31.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun berapa lama waktunya sejak ada tanda Anak Manusia di langit sampai ke pendirian kerajaan dan penghakiman, kita tidak tahu. Dan memang ada jarak waktu disini. Di kitab Daniel, paling sedikit ada jarak waktu 75 hari, namun mungkin waktunya lebih dari itu. Dan di dalam periode sesudah Tribulasi, Kristus akan masuk ke dalam kemuliaan dan penghakiman akhir. Namun waktu tepat dan hari yang tepat tidak diketahui.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini sangat penting, saudara-saudara. Kedatangan kedua Yesus Kristus akan terjadi pada waktu yang tidak diketahui. Mungkin saja itu bisa terjadi di setiap generasi. Sebelum hal itu terjadi akan ada pengangkatan gereja, akan ada waktu Tribulasi, ada antikristus muncul dan akan ada tanda-tanda, tanda Anak Manusia di langit dan setelah beberapa waktu kemudian, Yesus Kristus akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagaimana kita seharusnya merespon jika Kristus datang tiba-tiba? Pertama, kita melihat dalam khotbah terakhir, harus ada kewaspadaan. Lihat Matius 24:37- 39, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, itu menakjubkan bahwa orang-orang di waktu Nuh tidak percaya akan ada hujan karena selama 120 tahun ada orang yang memberitahukan hal itu kepada mereka. Nuh itu pendeta kebenaran dan penghakiman. Dan dia memberikan mereka suatu tanda yang besar sekali dengan membangun kapal yang sangat besar, yaitu bahtera itu. Dan dikatakan bahwa sampai saat air bah itu datang dan menenggelam- kan mereka, mereka tidak menyadarinya. Mereka terus saja hidup dengan kehidupan rutin mereka, dengan mengabaikan berita-berita penghakiman, dan tanda dan lambang air bah yang akan datang. Dan begitupun keadaannya pada hari kedatangan Kristus yang kedua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia sebagian besar akan mengabaikan pengangkatan; mereka akan mengabaikan pembinasa keji itu; mereka akan mengabaikan semua peristiwa yang akan terjadi di waktu Tribulasi. Bahkan mereka akan mengabaikan kedatangan Anak Manusia di langit, mereka akan mencari-cari alasan untuk melupakannya. Dan ketika Yesus datang mereka akan terkejut. Namun itulah kebutaan hati manusia. Dengarkanlah, bahkan orang-orang di Israelpun tidak tahu bahwa Allah sendiri berada ditengah mereka. Dan kebenaran adalah bahwa di zaman itu, dosa akan lebih buruk daripada sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian penghakiman datang di ayat 40-41, “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; 41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” Hukuman ini akan memisahkan orang. Mereka yang diambil adalah yang dihakimi. Mereka yang ditinggalkan adalah mereka yang masuk ke dalam kerajaan. Orang benar akan ditinggalkan untuk masuk kedalam kerajaan dan orang jahat akan diambil untuk masuk dalam kegelapan dan penghakiman kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah tanggapan pertama terhadap kedatangan kedua yang tiba-tiba dan tak tersangka? Ayat 42 mengatakan, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Di Matius 16, Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi, “Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda rohani zaman tidak.” Jadi persyaratan pertama adalah kewaspadaan. Yang kedua adalah kesiapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 43, “Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.” “Tetapi ketahuilah” menyatakan suatu fakta. Jika tuan rumah tahu kapan si pencuri datang, ya pastilah dia menunggu Yesus mengatakan, tuan rumah itu tidak tahu kapan si pencuri akan masuk, jadi dia tidak dapat mencegah ada pencurian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kedatangan Tuhan sering disamakan dengan kedatangan pencuri. Bukannya Kristus disamakan dengan pencuri, tetapi kedatangan Kristus yang tiba-tiba dan tidak tersangka sama seperti kedatangan pencuri yang tiba-tiba dan tak tersangka. Nah, sulit untuk membayangkan bahwa orang-orang tidak terpengaruh pengangkatan dan semua peristiwa-peristiwa lain. Namun dosa itu begitu membutakan dan misteri kejahatan telah mencapai puncaknya, dan kebencian terhadap Allah telah merajalela, sehingga orang-orang akan mencari-cari penjelasan lain untuk meniadakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 44 mengatakan, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Lihatlah sebentar di Lukas dimana Tuhan memberikan kita pada dasarnya peringatan yang sama dengan cara lain. Lukas 12:35-37, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita dapat kembali kepada Matius 24. Jadi apakah perbedaannya kewaspadaan dan bersiap sedia? Kewaspadaan itu berhubungan dengan menyadari tanda-tanda. Nah kesiapan itu berhubungan dengan hati yang dipersiapkan, ini berhubungan dengan keselamatan. Dan ada hal ketiga yang adalah persyaratan juga, bukan saja kita harus waspada dan siap sedia, namun kita juga harus setia. Perhatikanlah ayat 45 sampai 51, kesetiaan. Disini terdapat lagi suatu analogi yang indah, suatu perumpamaan, dimana Tuhan kita juga memakai hal yang sama di Lukas 12, dalam keadaan yang berbeda karena ini menggambarkan dengan jelas apa yang Dia ingin sampaikan. Ini ilustrasi yang berkuasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 24:45-51, “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangka-kannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah hamba yang setia dan bijaksana yang dijadikan pengawas segala miliknya untuk memberi makanan atas orang-orangnya pada waktunya? Di dalam perumpamaan ini tuannya itu adalah Allah, dan hamba itu adalah setiap lelaki dan perempuan di seluruh dunia. Dan setiap orang diberikan suatu penatalayanan, setiap orang dari kita diberikan kewajiban. Sepertinya Tuhan mengatakan, “ajo uruslah kehidupan dan intelek, emosi dan talenta dan kepekaan rohani, semua yang Saya berikan kepada kamu dalam penciptaan Anda dalam rupa Aku, semua yang Aku berikan dalam hal kesempatan untuk melayani Aku, Anda bertanggung jawab untuk itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, setiap orang di dunia, bukan saja orang Kristen, setiap orang di dunia ini telah diberikan ujian pengelolaan oleh Allah. Kehidupan, nafas, hak-hak istimewa, semua hal yang dikaruniakan kepada kita oleh Allah adalah suatu penatalayanan dimana kita bertanggung jawab. Dan neraka dipenuhi bukan saja dengan Iblis dan setan-setannya, namun dengan orang-orang yang menghamburkan hak istimewa itu, yang menyelewengkan harta Allah. Setiap pria dan wanita di dunia harus bertanggung jawab atas pemborosan penatalayanan mereka yang gagal dan menolak untuk melayani Allah dengan cara yang diperintahkan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 46 mengatakan, “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang percaya, yang ditebus dan yang taat. Ketaatan selalu adalah buktinya. Melakukan kehendak Allah selalu adalah tanda keselamatan tulen. Jadi ketika Tuhan datang, Dia akan menemukan hamba benar melakukan apa yang Dia perintahkan mereka, yaitu memenuhi kehendak-Nya dan hidup sepenuhnya penatalayanan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 47, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Apa yang dikatakan disini adalah ketika Tuhan kembali dan melihat hamba-Nya setia dan taat, Dia akan mengangkat mereka menjadi pengurus segala milik-Nya. Wahyu 3:21 mengatakan, “Barangsiapa mengatasi, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah mengatasi dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.” Apa yang Anda lakukan dengan waktu yang singkat ini akan menentukan apakah Anda akan memerintah dengan Kristus selama-lamanya atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 48-51, “Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada banyak orang yang akan menjadi seperti itu. Mereka mengatakan, “saya sudah mendengar semua hal kenabian ini. Pada saat saya melihat tanda-tanda itu, saya akan menunggu sampai saat terakhir saja. Dan sementara ini saya akan mementingkan diri saja dan jika ada orang yang menghalang aku dan mencoba mencuri barangku, saya akan menghukum mereka. Dan saya akan menyenangkan diri dan saya akan makan dan minum bersama teman-temanku. Saya akan hidup gaya hidup keduniawian ini sebanyak mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah ilustrasi orang yang belum lahir kembali. Dan karena itu dikatakan di ayat 51, dia dibuat senasib dengan orang-orang munafik. Disini tidak dikatakan dia sendiri munafik. Maksudku orang munafik itu adalah orang yang pura-pura beragama. Orang ini tidak pura-pura suci, dia tidak memukul orang dan hidup bersama pemabuk-pemabuk. Namun dia pergi ke tempat yang sama dimana orang- orang beragama palsu biasanya pergi, dan ini mengatakan bahwa kategori ini lebih luas daripada satu ilustrasi ini saja. Ini ancaman bagi semua orang yang masih belum percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, tuhan hamba itu akan datang pada hari, kata ayat 50, yang tidak disangkakannya dan pada jam yang Anda tidak akan tahu. Janganlah tunda memilih! Kristus tidak akan berubah. Jika Anda tidak ingin Yesus Kristus sekarang pada waktu dosa masih terhalang, apakah Anda pikir Dia lebih menarik di masa depan ketika dosa itu tak terhalang dan kejahatan di tingkat tertinggi di dalam sejarah manusia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 51 mengatakan, “maka tuan hamba itu akan datang dan akan membunuh dia (dibelah dua).” Kata kerja Yunani ini juga dipakai di Keluaran 29:17 untuk menggambarkan korban domba jantan dipotong sebelum dipersembahkan. Ini untuk mengilustrasikan penghakiman Tuhan yang serius dan menghancurkan. Yesus akan datang pada saat tidak disangka mereka dan orang-orang akan membayar dengan harga yang parah. Orang itu akan dipotong menjadi dua dan dibuat senasib dengan orang-orang lain yang tidak percaya dan munafik, dan mereka akan selama- lamanya meratap dan menggertak gigi di neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimanakah caranya mempersiapkan diri dengan benar untuk kedatangan Kristus yang tak tersangka dan tiba-tiba? Kita harus waspada, siap dan setia dan memenuhi pelatalayanan yang diberikan-Nya kepada kita. Kita akan belajar lebih banyak tentang hal itu pada saat kita melihat Matius 25, pada saat kita melihat gadis-gadis yang siap dan yang tidak, dan saat kita melihat talenta yang dihamburkan dan talenta yang digunakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah dengan seksama apa yang dikatakan di 1 Tesalonika 5:2-3, “karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput.” Tepat pada saatnya Anda merasa nyaman, tepat pada saatnya Anda memikir wah selamat dan Anda akan bertahan, kemudian tiba-tiba datanglah kehancuran sama seperti perempuan hamil kena sakit bersalin. Dan mereka tidak akan luput.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya pribadi tidak ada keinginan untuk mengalami periode Tribulasi itu. Realitas itu jauh lebih buruk daripada gambaran apapun dari Alkitab yang kita dapat bayangkan. Kita ingin melihat dan bertemu dengan Yesus Kristus. Mengapa kita mau berada dibawah pemerintah antikristus kalau ada kemungkinan kita berada bersama Kristus di perjamuan kawin Anak Domba? Dan Tuhan akan mengangkat kita karena hati kita sudah siap. Namun bagi sisa dunia mereka akan memikir, “Ah semuanya akan berakhir baik, damai dan keamanan.” Kemudian tiba-tiba kehancuran datang pada saat tak tersangka. Saya harap Anda siap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kisah yang menarik dari tiga setan magang yang berhadapan dengan si Iblis. Dan dia mengutus mereka ke dunia untuk melakukan pemuridan mereka. Dan setan pertama mengatakan, “Saya akan mengatakan kepada orang-orang disana bahwa tidak ada Allah.” Kemudian Iblis menjawab, “Itu percumah, mereka lebih tahu.” Kemudian setan magang kedua mengatakan, “Saya akan memberitakan mereka bahwa tidak ada neraka.” Dan Iblis mengatakan, “Itu tidak akan berhasil, mereka lebih tahu.” Dan setan ketiga mengatakan, “Saya akan mengatakan kepada orang- orang, “jangan buru-buru, masih banyak waktu.” Dan Iblis mengatakan, “Anda akan mendapatkan banyak jiwa-jiwa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Roma 13:11-12, “Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!” Dengarkanlah Allah dan lakukanlah apa yang Dia katakan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Feb 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150222</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000001F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Waktu Khusus Tidak Diketahui]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000020"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:36-42" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:36-42</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneruskan dengan Matius, melihat lagi kepada tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dia hanya beberapa jam lagi dari pengkhianatan dan penyaliban di kayu salib. Dia duduk di bukit Zaitun dan murid-murid-Nya menanyakan suatu pertanyaan penting di ayat 3. Mereka mengatakan, “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Mereka merasa bahwa kerajaan Tuhan Yesus Kristus akan datang segera.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertanyaan mereka ada dua bagian. Apakah tanda-tandanya dan kapan itu terjadi? Dan Tuhan mulai menjawab pertanyaan tentang “apakah tanda-tandanya?” Dan kita sudah mempelajari hal itu mulai ayat 4 sampai ayat 35. Dalam bagian itu Dia memberitahukan mereka tanda-tanda kedatangan-Nya. Dan khususnya di ayat 29 dimana dikatakan bahwa bulan tidak akan bercahaya lagi, matahari sudah gelap dan bintang-bintang jatuh, dan kuasa langit goncang, kemudian tanda Anak Manusia di langit. Itulah tanda kedatangan-Nya ke bumi, ketika mereka melihat Dia di surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tanda-tanda umum itu disebabkan suatu kejadian khusus di ayat 15, yaitu Pembinasa keji, ketika antikristus mendirikan suatu patung dari dirinya di tempat kudus mahakudus di bait Allah di Yerusalem dan menuntut semua orang di dunia menyembah dia. Itu menyebabkan adanya sakit bersalin. Nah semua tanda-tanda itu, mulai dengan Pembinasa kekejian sampai tanda Anak Manusia di surga, semua adalah tanda-tanda yang berlangsung cepat. Alkitab mengatakan waktu itu tiga setengah tahun, atau 42 bulan atau 1260 hari. Nah itu pertanyaan tentang tanda-tanda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mulai dengan ayat 36, Yesus membicarakan pertanyaan “kapan.” Kapan Dia akan datang? Dan disitulah kita akan mulai malam ini. Ayat 36, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Dia mengatakan bahwa “kapan” percis tidak ada yang tahu. Tanda-tanda yang mendahului kedatangan kedua sudah dijelaskan di Matius 24 dan juga di Wahyu 6-18. Namun waktu tepat, yaitu harinya dan jamnya tidak diketahui.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 24:42, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Ayat 44, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Ayat 50, “maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya.” Matius 25:13, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Jadi Yesus membicarakan waktu khusus setelah tribulasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa Daniel dan Yohanes yang menulis Wahyu mengatakan kepada kita bahwa waktu Tribulasi Besar itu adalah tiga setengah tahun, atau 42 bulan, atau 1260 hari. Kita mendapatkan hal-hal itu di Daniel 7:25, 9:27 dan 12:7. Kita menemukan hal itu di Wahyu 11:2-3, di Wahyu 12:14 dan di Wahyu 13:5. Jadi itu jelas sekali. Tepat sesudahnya, kata ayat 29, datanglah tanda Anak Manusia di surga. Nah berapa lama sesudahnya kita tidak tahu. Dan setelah kedatangan tanda itu, kita tidak tahu berapa lamanya sampai Dia benar-benar mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daniel memberikan kita petunjuk karena di Daniel 12:11 dia berbicara tentang suatu periode pengujian dan tribulasi sebesar 1290 hari dengan menambahkan 30 hari di akhirnya. Kemudian di Daniel 12:12, dia berbicara tentang 1335 hari dengan menambahkan 45 hari sehingga jumlah tambahan adalah 75 hari. Jadi Daniel melihat suatu periode tiga setengah tahun, atau 42 bulan , atau 1260 hari , kemudian dia melihat periode lain selama 75 hari, yang tidak diterangkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Pengangkatan, munculnya antikristus, sakit bersalin, tanda Anak Manusia, semua hal-hal itu sekarang belum terjadi. Kita tidak tahu generasi yang mana akan ditimpa. Namun generasi yang akan mengalami itu, dengan semua tanda-tanda itu, tetap tidak akan tahu hari dan jam tepat Kristus akan datang. Allah telah menentukan untuk menyembunyikan waktu itu dan tidak memberi tanda tentang kejadian itu. Dan dalam kebijaksanaan-Nya yang besar ada alasan tertentu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak ada dorongan untuk siap sedia secara rohani setiap hari jika kita tahu waktunya Tuhan akan datang kembali. Kemudian Yesus berkata, “malaikat-malaikat di sorga tidak.” Bahkan malaikatpun tidak tahu. Dunia natural tidak mengetahui hal itu dan juga dunia supranaturalpun tidak tahu. Nah para malaikat di Yesaya 6 selalu melayang disekitar takhta Allah untuk melakukan keinginan-Nya. Di Matius 18:10, mereka berhadapan muka dengan Allah dan berkomunikasi secara intim dengan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Markus 13:32, yang adalah bagian firman paralel, dikatakan, “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." Jadi bagaimana Yesus Kristus, yang adalah Allah, tidak tahu sesuatu? Ya, itu gampang diterangkan jika kita mengerti artinya inkarnasi- Nya. Yesus Kristus adalah Allah sepenuhnya, namun pada saat Dia menjadi manusia, Dia dengan sukarela melepaskan sifat-sifat ilahi-Nya, Jadi Dia hidup tanpa memakai kemahatahuan-Nya kecuali ketika Allah Bapa ingin Dia memakai hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 15:15 ada ayat yang sangat penting untuk mengerti Kristus. Yesus mengatakan kepada murid-murid, “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” Dengan kata lain, pengetahuan Yesus dalam inkarnasi-Nya bergantung kepada apa yang Bapa-Nya telah menyatakan kepada-Nya. Dan Allah Bapa menyatakan hal-hal kepada-Nya melalui Firman, yaitu Perjanjian Lama, pada waktu Dia mempelajari Firman itu, dan melalui pengalaman saat Dia hidup di dunia dan melihat gerakan kuasa Allah, dan juga melalui wahyu langsung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia dapat bertumbuh dalam kebijaksanaan jika Dia adalah Allah? Karena Dia bertumbuh dalam kebijaksanaan dalam arti Dia membataskan pengetahuan-Nya hanya kepada apa yang Bapa-Nya telah menyatakan kepada-Nya, jadi Dia bertumbuh dalam kebijaksanaan. Itu adalah kerendahan hati yang dibebankan kepada diri-Nya dari sifat ilahi-Nya untuk menghasilkan penebusan bagi Anda dan aku. Jadi pada saat kita melihat Dia disini, dalam beberapa hal Dia masih bertumbuh dalam kebijaksanaan. Dia masih bertumbuh karena Allah Bapa masih belum menyatakan hal ini kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sesudah kebangkitan, pemilihan waktu itu dinyatakan kepada-Nya. Sehingga pada waktu Dia keluar kuburan itu dalam kemuliaan kehidupan kebangkitan-Nya, di Matius 28:18 Dia dapat mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Kemudian di Kisah 1:7, Dia mengatakan ini, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya,” dan Yesus sekarang tidak memasukkan diri-Nya lagi. Jadi sesudah kebangkitan-Nya pengetahuan-Nya lengkap kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita tidak tahu saat yang tepat kedatangan-Nya kembali. Dan ada alasan untuk itu. Karena Tuhan ingin supaya setiap generasi hidup dalam harapan itu, setiap generasi hidup sambil sedia untuk hal itu. Jadi orang-orang Kristen sejak Perjanjian Baru selalu hidup dalam harapan kedatangan Kristus yang dapat kembali kapan saja. Paulus menulis di 1 Korintus 1:7, “Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.” Disini generasi pertama gereja Korintus sedang menunggukan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus menunggu begitu lama? Jawaban bagian pertama terdapat di Wahyu 14:15-16, “Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah matang." 16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gambaran ini disini sangat penting. Anda menanam dan gandum itu bertumbuh sampai matang, kemudian Anda menuai. Dan Tuhan telah menunggukan sampai saatnya kejahatan dan dosa sudah matang. Dan Allah tidak akan mulai menghakimi sampai saatnya panen sudah matang, sampai saatnya kejahatan sudah berjalan sampai sepenuhnya, sampai semua kefasikan misteri kejahatan dinyatakan. Hanya pada saat itulah sabit itu akan menuai dan panen akan berhasil. Itulah alasan-Nya Allah telah menunggu selama dua ribu tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan lain di Roma 11:25, “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.” Jumlah penuh dari bangsa-bangsa lain membicarakan gereja itu dikumpulkan dalam zaman ini. Allah menunggukan sampai semua bangsa non-Yahudi yang selama- lamanya akan memuliakan, memuji dan menghormati dan melayani-Nya. Dan juga ayat 26 mengatakan supaya “seluruh Israel diselamatkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah 2 Petrus 3:8-9, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Allah menunggu karena Dia menderita-lama (sabar) sekali terhadap kita, Dia menunggu sampai semua orang non- Yahudi dan Yahudi yang direncanakan untuk penebusan sejak selamanya bertobat. Dan itu bukan waktu panjang karena bagi Allah tidak ada waktu hilang sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah pendapat dunia di 2 Petrus 3:3-4, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan- ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita mening-gal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” Dunia ini penuh dengan orang uniformitarian yang percaya bahwa tidak ada perubahan sejak penciptaan. Namun ayat 5-6 mengatakan, “Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, dunia tidak selalu berlalu dengan cara yang sama. Allah telah menghancurkan seluruh dunia kecuali delepan orang di air bah. Dan bukti-bukti tersebar di seluruh dunia bahwa ada air bah sekuruh dunia dimana Allah menenggelamkan seluruh peradaban manusia. Di Kejadian 6, Allah melihat seluruh umat manusia hanya berbuat kejahatan disitu terus menerus dan Dia memutuskan untuk menyelamatkan hanya delapan jiwa di muka bumi: yaitu Nuh, isterinya, ketiga anak lelaki dan isteri-isteri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun 2 Petrus 3:10 mengatakan, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Pada waktu Tuhan datang pada kedatangan-Nya yang kedua untuk memulai Kerajaan seribu tahun-Nya, dan langit dan bumi dirubahkan secara dramatis. Dia menciptakan langit dan dunia baru untuk kerajaan seribu tahun itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian pada akhir kerajaan itu di Wahyu 21, Yohanes membicarakan ada langit baru dan dunia baru lagi. Jadi penciptaan kembali itu terjadi dalam dua tahap. Ketika Yesus datang akan ada modifikasi dunia. Dan pada akhir kerajaan seribu tahun, akan ada penciptaan langit baru dan dunia baru yang kekal. Selama kerajaan akan ada dunia dan langit yang kita kenal yang dipulihkan. Namun dalam keadaan kekal akhir, kita akan berada di dalam dunia dan langit baru, yaitu sesuatu keadaan yang belum pernah kita alami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus menggambarkan seluruh penghancuran segala sesuatu pada akhir kerajaan seribu tahun itu dan mengatakan ada disintegrasi segala sesuatu yang kita tahu di angkasa dan di dunia dan di ayat 13 ada penciptaan surga dan dunia baru. Namun perubahan itu dimulai sebelum seribu tahun itu dimana kita ada langit dan bumi yang dipulihkan. Dan kita tahu hal itu karena penghancuran itu jelas di waktu Tribulasi dan ada sesuatu yang baru yang akan datang, kemudian pada akhirnya ada sesuatu keadaan yang lebih mulia di waktu kekal akhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali ke ayat 36. Tidak ada orang yang tahu harinya dan jamnya yang tepat. kita akan tahu generasi itu, benar, karena generasi itu akan melihat sakit bersalin di ayat 32 sampai 35. Jadi apakah sifat seharusnya dari semua generasi? Pertama kita semua harus waspada dan kedua kita harus selalu siap. Dan ketiga kita harus setia. Dan sekarang kita hanya akan melihat kepada yang pertama, kewaspadaan. Karena kita tidak tahu kapan kedatangan kedua itu kita harus waspada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang disini Petrus menghubungkan kedatangan kedua Tuhan Yesus Kristus dan penghakiman tribulasi yang dahsyat itu dengan air bah itu. Itu satu-satunya ilustrasi dalam sejarah manusia yang hampir sama karena kejadian itu menghancurkan seluruh muka bumi. Dan yang kita dapatkan adalah bahwa sikap yang ada di waktu Nuh akan menjadi sikap yang sama pada waktu kedatangan kedua. Itulah artinya ketika Yesus mengatakan di ayat 37, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa di waktu Nuh orang-orang mengabaikan kebenaran? Apakah Anda tahu berapa lamanya Nuh berkhotbah? Nuh memberitahukan semua orang bahwa akan ada air bah. Dan mereka ketawa saja karena disitu tidak ada hujan. Dan disitu tidak ada air. Dan tahukah Anda berapa lamanya dia membangun kapal itu? Seratus duapuluh tahun lamanya dan mereka tertawa dan mereka mengejek dan mereka mencemoohkannya. Namun 2 Petrus 2:5 mengatakan bahwa dia adalah pengkhotbah kebenaran. Selama 120 tahun mereka hidup sehari-hari seperti biasa sambil dia berkhotbah penghakiman kepada mereka dengan membangun bahtera besar ditengah tempat itu supaya semua orang dapat melihatnya. Dan mereka tetap tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana hal itu jika dibandingkan kedatangan kedua? Ayat 38-39, “Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Artinya hidup sehari- hari seperti biasa saja, benar? Mereka hidup seolah-olah tidak ada sesuatupun akan berubah. Mereka mengabaikan apa yang terjadi. Mereka tidak melihat implikasinya. Dan begitulah kejadiannya tepat pada waktu tribulasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akan ada tanda-tanda selama tiga setengah tahun. Dan akan ada pengkhotbah kebenaran, sebanyak seratus empat puluh empat ribu, dan dua saksi dari Wahyu 11, dan orang-orang non-Yahudi yang ditebus dari seluruh dunia dari Wahyu 7. Orang- orang akan mendengar berita itu namun tidak akan percaya, sampai saatnya mereka dilenyapkan dalam penghakiman akhir kedatangan kedua. Mereka akan memberi berbagai alasan untuk menertawakan, mencemoohkan dan mengejek. Dan jika mereka jahat pada waktu Nuh, mereka akan lebih jahat lagi di waktu kedatangan kedua Anak Manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, akan ada sisa orang-orang yang ditebus yang banyak sekali, yang tak terhitung menurut Wahyu 7. Akan ada kebangkitan rohani dan iman di bangsa Israel. Namun juga akan ada penolakan di seluruh dunia mengenai semua hal berhubungan dengan Allah. Maka kemudian Anda mengerti apa yang dikatakan di Kejadian 7:11-16, dimana mereka masuk kedalam bahtera itu dan menutup pintunya. Ayat 37 mengatakan, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Ayat 39, “demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Dua kali hal itu disebut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus memberi keterangan khusus di ayat 40 dan 41, “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; 41 kalau ada dua orang sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” Perkataan ‘yang’ di ayat 40 adalah jenis maskulin, sedangkan kata “yang” di ayat 41 adalah jenis feminin. Jadi kehidupan adalah seperti biasa dan ditengah rutin kehidupan, yang satu akan diambil dalam penghakiman. Dua orang dibatu kilangan dan yang satu diambil dalam penghakiman. Dan yang satu ditinggal, yang satu ditinggal, untuk apa mereka ditinggal? Merekalah yang ditebus dan selamat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 42, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Jadi perkataannya disini adalah untuk berwaspada. Itu adalah perkataan yang maksudnya terus menerus berwaspada. Setiap generasi, setiap orang, berjaga-jagalah, “sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Ini panggilan untuk selalu berjaga-jaga dan berwaspada. Dia pasti akan datang dan mereka yang menyadari bahwa Dia akan datang akan berwaspada secara spiritual.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, ini bukan fiksi, inilah fakta. Beginilah keadaannya kelak. Sama seperti nabi-nabi menubuatkan pada kedatangan-Nya pertama kali dimana setiap nubuatan digenapi, begitupun Dia dalam kedatangan-Nya yang kedua akan menggenapkan semuanya. Dan jika Dia bukan Tuhanmu sekarang, Dia akan menjadi Tuhanmu nanti. Dan ketuhanan-Nya akan dinyatakan dalam hak-Nya untuk mengirim Anda kepada neraka kekal, dalam hukuman. Dan pada saat itu setiap lutut akan bertekuk, ada yang melakukan itu dalam pemujaan penuh kasih, ada juga yang melakukan itu dalam teror, namun setiap lutut akan bertekuk. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Feb 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150215</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000020</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Yesus Bisa Datang Hari Ini?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000022"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:32-35" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:32-35</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah kepada kita malam ini adalah dari Matius 24:32, “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. 33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. 34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. 35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Harapan setiap orang Kristen adalah kedatangan kedua Tuhan Yesus Kristus. Alkitab mengatakan kita menunggukan harapan berkat dan kedatangan yang mulia dari Juruselamat kita, Tuhan Yesus Kristus. Kita menunggukan pernyataan anak- anak Allah dan menunggukan penebusan tubuh kita. Pada hari dimana orang- orang kudus, yaitu orang-orang percaya, akan ikut menghakimi dunia, ketika kita semua akan berubah dan kita akan menjadi serupa dengan Dia, karena kita akan melihat Dia seperti seadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat kembali kepada kayu salib dimana jiwa-jiwa kita ditebus. Kita melihat kedepan kepada kedatangan kedua dimana tubuh-tubuh kita akan ditebus. Dan kita rindu akan harinya dimana Iblis dikalahkan. Pada hari itulah semua orang kudus dan seluruh ciptaan akan dibebaskan dan dosa dan kematian akan dihilangkan. Matius 24 dan 25 adalah khotbah Yesus sendiri tentang kedatangan-Nya yang kedua. Jadi kita temukan keajaiban setelah keajaiban ketika kita mendengar Juruselamat memberitahukan kita bahwa saat itu bukan akhir zaman, tetapi Dia akan kembali dalam kemuliaan dan kuasa untuk mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, malam ini kita datang kepada bagian singkat dimana Tuhan kita memberikan kita perumpamaan pohon ara. Namun supaya kita dapat mengerti hal ini, kita perlu melihat konteksnya. Yesus duduk bersama murid-murid-Nya setelah naik ke bukit Zaitun. Dan ini terjadi setelah khotbah Yesus terakhir kepada orang-orang yang terdapat di Matius 23:39, “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" waktu Dia memperkenalkan kedatangan-Nya dalam kerajaan yang telah dijanjikan nabi-nabi zaman dahulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus menjawab pertanyaan murid-murid-Nya: Apakah tanda- tandanya? dan mulai di Matius 24:4-14 Dia menggambarkan beberapa tanda umum yang akan terjadi tepat sebelum kedatangan-Nya yang kedua. Dan tanda- tanda itu disebut dalam ayat 8, sakit bersalin. Kemudian di ayat 15 Dia mengatakan ada satu hal yang menyebabkan terjadinya tanda-tanda itu dan itulah dinamakan Pembinasa kekejian. Ayat 21 memanggilnya Tribulasi besar dimana sakit bersalin itu akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus memberikan mereka tanda khusus di ayat 29, “Segera sesudah tribulasi pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” Alam semesta mulai hancur. Kemudian ada tanda khusus di ayat 30-31, “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah memberikan mereka hal-hal itu sebagai indikator, Yesus tahu bahwa mereka masih memikirkan banyak hal. Seperti berapa lamanya sampai kerajaan itu ditetapkan? Berapa lamanya sampai Anak Allah akan memerintah sebagai Raja segala raja dan Tuhan semua tuan? Berapa lama waktunya sakit bersalin itu? Berapa lamanya diantara tanda di surga dan terjadi Kejaraan dibumi? Dan untuk menjawab pertnyaan-pertanyaan tentang “kapan itu akan terjadi”, Dia memberikan mereka perumpamaan itu dan peneranganya di ayat 32 sampai 35.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama ini analogi yang sederhana – ayat 32, “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.” Perumpamaan diberikan untuk menjelaskan hal-hal kepada murid-murid. Ketika Yesus memberi suatu perumpamaan kepada pemimpin-pemimpin agama dan tidak menjelaskannya, itu menjadi suatu teka-teki bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Tuhan kita ingin supaya murid-murid mengerti apa yang dikatakan-Nya. Perhatikanlah apa yang Dia katakan, “tariklah pelajaran dari perumpamaan ini.” Dengan kata lain, janganlah hanya mendengar saja namun mengertilah maknanya, marilah itu meresap kedalam batinmu. Paulus memakai kata kerja yang sama di Filipi 4:11 dimana dia katakan, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.” Paulus belajar hal itu dengan mendalam karena pengalaman, itu meresap ke dalam batinnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inilah penjelasannya, “Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.” Apakah artinya? Ketika pohon itu tunas, itu musim semi, dan musim semi berarti musim panas sudah dekat dan musim panas berarti panen. Dan ketika Tuhan membicarakan panen, Dia membicarakan waktunya untuk memisahkan yang baik dari yang buruk, dan itu berarti penghakiman. Di Matius 3:11, Yohanes Pembaptis mengatakan, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Dan api itu adalah penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini membawa kita kepada aplikasi di ayat 33, “Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat.” Jadi saat Anda melihat semua hal yang Yesus bicarakan tadi, yaitu sakit bersalin di ayat 4-14, Pembinasa keji di ayat 15, keperluan untuk melarikan diri karena tribulasi itu begitu besar di ayat 16-28. Kemudian tanda Anak Allah di surga pada saat langit menjadi gelap dan Yesus muncul dengan segala kemuliaan-Nya, nah Anda tahu itu sudah dekat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa sih sudah dekat? Lukas 21:31 mengatakan, “Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.” Ini akhirnya hari-hari manusia dan itu mulainya hari-hari Allah. Kerajaan seribu tahun dari Wahyu 20:4-5 adalah yang dimaksud ini, ketika Yesus memerintah bersama orang- orang kudus yang ditebus-Nya selama seribu tahun di dunia dan Iblis sedang dipenjarakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kerajaan mulia yang dijanjikan kepada Israel pada saat Israel kembali ke tanahnya dan yang akan dilindungi dari semua musuh-musuhnya dan yang menjadi hamba-hamba Allah yang Mahatinggi, pada waktu orang-orang yang bukan Yahudi akan dibawa orang Yahudi kepada Allah supaya mereka belajar mengenal Allah yang benar. Itu adalah waktu yang telah dijanjikan semua nabi masa lalu, yaitu kerajaan besar itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 34 ada aplikasi lanjut, Dia mengatakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” Nah pertanyaannya sekarang adalah, generasi yang mana yang Dia bicarakan itu? Generasi yang mana tidak akan berlalu, tidak akan mati dan berakhir? Dan jawabannya banyak sekali. Marilah kita mempelajari beberapa jawaban dan melihat yang mana benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan pertama mengatakan bahwa generasi ini mengacu langsung kepada murid-murid, dan yang dikatakan Yesus adalah, “kamu murid-murid tidak akan mati sebelum kedatangan kedua.” Namun itu tidak benar, kan? Dan mereka yang memiliki pandangan itu mengatakan Yesus memang salah. Mereka mengatakan janganlah kita heran karena Dia mengaku di Markus 13:32 bahwa “tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” Jadi mereka mengatakan Yesus mengaku ketidaktahuan-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang diakui Yesus adalah dalam inkarnasi-Nya, dengan menjadi manusia Dia mengatakan Dia tidak tahu. Dia memilih untuk tidak memiliki pengetahuan itu. Namun memilih untuk tak memiliki pengetahuan itu jauh berbeda dengan menyebarkan sesuatu yang tidak benar. Dan Yesus tidak pernah berbohong. Yesus tidak bersalah. Dan tidak mungkin generasi ini berarti “kelompok murid-murid ini” karena jika itu yang dimaksud, Dia dapat mengatakan, “kamu tidak akan meninggal sampai semua hal ini telah digenapkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan kedua adalah bahwa ini berhubungan dengan murid-murid itu namun Yesus membicarakan penggenapan penghancuran Yerusalem di tahun 70 M. Dengan kata lain, ini tidak menggambarkan kedatangan yang kedua. Dan banyak komentar-komentar memakai pandangan ini, bahwa keseluruhannya adalah suatu lukisan tentang kehancuran Yerusalem dan Yesus mengatakan, “Kamu, generasi sekarang ini, kamu murid-murid dan semua orang yang ada disini akan ada disini di 70 M ketika semua itu akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini juga tidak benar karena kita tidak dapat mengacaukan penghancuran Yerusalem oleh orang Romawi di 70 M. dengan kedatangan Yesus Kristus yang kedua. Murid-murid itu tidak minta keterangan mengenai kedatangan orang Romawi, mereka menanyakan tentang kedatangan Kristus. Ketika mereka menanyakan di ayat 3, “bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu?" Mereka tidak tanya, “kapan orang Romawi akan datang?” Dan ketika Dia menjawab mereka, Dia menjawab pertanyaan mereka dan pertanyaan mereka berhubungan dengan kedatangan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya, apakah matahari menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang- bintang berjatuhan dari langit dan tampak Anak Manusia di langit yang akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi? Dan kapan waktunya semua bangsa di bumi akan meratap? Ah itu semua tidak terjadi, tidak mungkin. Dan pada waktu 70 M. peperangan itu adalah orang Roma melawan orang Yahudi saja, itu bukan bangsa melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Dan apakah ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat? Tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan ketiga adalah bahwa ini mengacu kepada ras Yahudi, bukan generasi. Dia mengatakan, “generasi orang Yahudi ini, orang-orang Yahudi ini, mereka tidak akan mati sebelum semua hal akan terjadi.” Dengan kata lain, Dia menubuatkan ketahanan hidup dan kelangsungan ras Yahudi sampai kepada kedatangan kedua. Nah, memang itu benar. Namun sekali lagi itu bukan terjemahan yang baik untuk beberapa alasan. Disini tidak dikatakan “Israel,” dan jika Tuhan membicarakan Israel, tentu Dia akan mengatakan “Umat-Ku.” Dan memanggil mereka “generasi ini” kelihatannya cara yang kurang baik untuk membicarakan orang-orang perjanjian itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pandangan keempat, yaitu “generasi ini” berarti “orang-orang macam ini yang menolak Allah, yang menolak Kristus.” Dengan kata lain, orang-orang macam ini yang seharian ada di bait Allah dan kita telah berbicara dengan mereka, yang membenci Aku, orang-orang yang pura-pura beragama, merekalah yang akan tinggal sampai saat kedatangan kedua. Jadi jangan mengharap keadaan dunia membaik. Namun pandangan ini tidak jelas dan tidak konsisten dengan masalah yang ada di dalam hati dan pikiran para rasul. Mereka tidak kuatir tentang apakah orang-orang jahat akan bertahan sampai saat kedatangan kedua, mereka ingin tahu kapan semua itu akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pandangan kelima, dan itu adalah bahwa pohon ara itu Israel. Yesus tidak mengatakan hal itu. Jadi sekarang kita tidak lagi melihat ini sebagai analogi namun suatu alegori. Dan sekarang kita harus menjelaskan unsur-unsur alegori itu mengacu kepada apa. Jadi kita mengatakan pohon ara itu Israel dan ketika mulai keluar daun, itu mungkin Israel menjadi negara di tahun 1948. Memang itu pandangan populer. Namun pertama Yesus tidak mengatakan itu, dan kedua bagaimana para murid dapat membayangkan adanya negara Israel pada tahun 1948 itu juga tidak mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah, Yesus sedang mengilustrasikan hal-hal yang telah Dia ajarkan mereka. Dia tidak ingin mengatakan sesuatu yang begitu kabur sehingga orang tidak mungkin dapat membayangkan hal itu yang hidup sebelum tahun 1948. Ditambahkan jika pohon itu adalah Israel dan mulai ada daunnya, kita bisa menganggap bahwa ada kehidupan yang datang kepada Israel yang spiritual, bukan yang fisik, dan Israel meskipun mereka hidup sekarang, adalah salah satu negara yang paling sekuler di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada pandangan keenam, yaitu ketika Anda melihat semua dedaunan, apakah itu? Sakit bersalin, benar? Tanda di sorga, semua hal yang telah dibicarakan Yesus sepanjang bab Matius 24 ini. Ketika Anda melihat semua itu penghakiman sudah dekat. Dan generasi ini, generasi yang mana? “Ini” harus bersangkut paut dengan orang-orang yang telah melihat semua tanda ini. Generasi yang telah menyaksikan semua hal itu tidak akan berakhir sampai semuanya digenapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah belajar bahwa ini adalah periode tujuh tahun yang dinamakan waktu kesusahan bagi Yakub (Yer. 30:7), namun tribulasi benar-benaran berlangsung selama tiga setengah tahun, 1260 hari atau 42 bulan, dan itu diulangi kembali berkali-kali oleh Daniel dan Yohanes. Dan generasi yang hidup pada waktu itu mulai akan hidup terus sampai waktu itu berakhir karena itu hanya tiga setengah tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapakah generasi itu? Diantara orang Kristen ada dua pandangan utama. Ada yang mengatakan gereja akan ada disitu, itu pandangan pasca-tribulational. Mereka akan diangkat sesudah tribulasi. Jadi ada beberapa orang Kristen yang akan dibantai selama itu. Kita akan mengalami semua dan kita diangkat dan bertemu dengan Tuhan di angkasa dan langsung turun lagi untuk kerajaan. Ada pandangan orang Kristen lain yang percaya pengangkatan pra-tribulational, yang berarti sebelum semua ini, kita diangkat dan kita bersama Tuhan dan kembali setelah akhir tribulasi tujuh tahun itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan pertama: Gereja digunakan sebagai tema di Wahyu 2 dan 3. Dan Tuhan kita berbicara kepada gereja-gereja dan menulis surat kepada mereka dan mengirim pesan kepada gereja-gereja dan mengakhiri Wahyu 3 dimana Dia berdiri dihadapan pintu dan mengetok, siap untuk masuk. Di Wahyu 4 dan 5 gereja sudah ada di surga. Di Wahyu 6, Tribulasi mulai di dunia dan dari bab 6 sampai 18, dalam seluruh kisah tribulasi, tidak pernah gereja disebut sekalipun. Ketiadaan ini penting, khususnya ketika gereja ada di dunia di bab 2 dan 3 dan mereka ada di surga di bab 4 dan 5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua: Tidak ada sesuatupun di Perjanjian Baru untuk mengajari gereja bagaimana caranya bertahan di waktu Tribulasi. Gereja tidak disebut di Matius 24 dan tidak ada peringatan tentang Tribulasi, bagaimana menanganinya dan bagaimana caranya menghadapi antikristus sebagai gereja. Bahkan satu-satunya gereja yang terdapat di periode itu adalah pelacur misteri, Babel, gereja palsu yang perlu di hancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Pengangkatan itu digambarkan di 1 Tesalonika 4:17 dimana “kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka (yang sudah mati dalam Kristus) dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” Mengapa Paulus memberikan kita kabar yang luar biasa tentang pengangkatan itu jika gereja setelah Tribulasi naik keatas terus langsung turun kembali lagi?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat di Wahyu 3:10 dikatakan, “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Itu adalah janji bagi mereka bertekun dalam firman Allah oleh iman dalam Kristus bahwa mereka akan diselamatkan dari tribulasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 14:3 dikatakan, “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Jadi Yesus menyediakan tempat di rumah Bapa-Nya diatas dalam kemuliaan. Dan kesitulah kami akan pergi dalam pengangkatan sampai kita kembali dalam kemuliaan kerajaan dan semua yang dijanjikan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 35, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”Waduh! Langit dan bumi akan berlalu. Dunia yang kita kenal, langit yang kita kenal semua akan hilang, dan ditempat mereka akan ada ciptaan baru. Kemudian Yesus berkata, “perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Ini otoritas yang tidak akan berubah. Kita percaya bahwa semua ini akan terjadi seperti dikatakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda siap? Untuk diangkat bersama umat Tuhan untuk berada di hadirat- Nya atau Anda akan tinggal untuk tribulasi yang akan datang? Melihat Anda sudah tahu hal-hal ini, orang seperti apa haruslah Anda menjadi, kata Petrus. Kita haruslah kudus dan setia menunggukan kedatangan Tuhan Yesus, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Feb 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150208</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000022</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanda Anak Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000023"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:29-31" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:29-31</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 24:29-31 mengatakan ini, “Segera sesudah tribulasi pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan- awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Kisah Para Rasul 1:11, ketika Ia terangkat ke langit, dua malaikat datang dan mengatakan, “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Dengan kata lain, caranya Dia diangkat sama dengan caranya Dia kembali secara fisik di atas awan. Yesus yang sama dengan cara yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, satu cara untuk mengerti ini adalah untuk melihat urutan kedatangan kedua ini, ayat 29, “Segera sesudah tribulasi pada masa itu.” Ini adalah indikator kronologis jelas bagi kita bahwa kedatangan Tuhan yang kedua dalam kemuliaan untuk mendirikan Kerajaan-Nya akan terjadi langsung setelah periode waktu yang dinamakan Tribulasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Israel di akhir zaman akan berada di tanah mereka dimana mereka akan membangun kembali Bait Allah untuk menyembah Allah. Namun di pertengahan periode tujuh tahun itu antikristus akan bikin persetujuan dengan mereka, namun dalam Daniel 9 dikatakan bahwa dia akan mengingkari janji itu dan dia akan menajiskan dan mengutuk tempat kudus orang Yahudi itu. Dia akan merusak altar Allah dan dia mendirikan suatu altar bagi dia sendiri. Dia menjadikan dirinya menjadi Allah dunia. Dan ketika itu terjadi tanda telah diberikan untuk Tribulasi itu mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat bagaimana Tuhan akan menyediakan keadaannya untuk kedatangan kedua. Ayat 29 lagi, “matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa- kuasa langit akan goncang.” Seluruh alam semesta yang kita tahu mulai hancur. Di Lukas 21:25-26 dikatakan, “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa- kuasa langit akan goncang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu pernyataan di akhir ayat 29 akan menolong kita mengerti ini lebih baik, ”kuasa-kuasa langit akan goncang.” Nah di surga ada pengaruh yang mengontrol. Bahkan Ibrani 1 mengatakan bahwa Anak menopang segala hal dengan kuasa perkataan-Nya. Jadi Allah sendiri di dalam Anak-Nya menopang segala sesuatu sehingga gravitas tidak berubah-ubah, sehingga orbit-orbit tidak berubah. Dan kita semua dapat merencanakan semua itu karena kuasa sorga menetap dan tidak berubah dan benda-benda langit selalu bergerak secara konsisten.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tiba-tiba Tuhan merubahkan hal-hal dan kuasa yang biasanya menopang alam semesta tidak melakukan itu lagi dan ada perubahan besar sekali. Dan dunia ini terpengaruh oleh karena perubahan besar di seluruh semesta alam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apakah Tuhan mengatakan hal ini untuk pertama kalinya bahwa semua ini akan terjadi tepat sebelum Kristus datang? Apakah Anda tahu bahwa ini pernah dinubuatkan di Perjanjian Lama sebelum ini? Lihatlah Yesaya 13 dan 34. Banyak orang percaya bahwa bagian-bagian Yesaya ini hanya berhubungan dengan penghancuran Babel. Iya Yesaya memang menubuatkan penghancuran Babel, namun seringkali di Alkitab ada penggenapan sejarah dan ada penggenapan kenabian juga di masa depan nanti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah Yesaya 13:6-9, “Merataplah, sebab hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa. 7 Sebab itu semua tangan akan menjadi lemah lesu, setiap hati manusia akan menjadi tawar, 8 dan mereka akan terkejut. Sakit mulas dan sakit beranak akan menyerang mereka, mereka akan menggeliat kesakitan seperti perempuan yang melahirkan. Mereka akan berpandang-pandangan dengan tercengang-cengang, muka mereka seperti orang yang demam. 9 Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yesaya 13:10-12, “Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya. 11 Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatannya, dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan. 12 Aku akan membuat orang lebih jarang dari pada emas tua, dan manusia lebih jarang dari pada emas Ofir.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yesaya 34:1-4, “Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarlah, dan perhatikanlah, hai suku-suku bangsa! Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar dari padanya. 2 Sebab TUHAN murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai. 3 Orang-orangnya yang mati terbunuh akan dilemparkan, dan dari bangkai-bangkai mereka akan naik bau busuk; gunung-gunung akan kebanjiran darah mereka. 4 Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya buah pohon ara.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gambaran dari Tuhan di Matius 24 ini sesuai dengan nabi-nabi sebelum Dia dan bahkan sesudah-Nya di tulisan Perjanjian Baru. Ayat 30, “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Jadi Yesus telah memberikan mereka daftar tanda-tanda di Matius 34:4-14, namun Dia belum memberikan mereka tanda itu. Apakah tandanya kedatangan kerajaan? Nah, bapak-bapak gereja dulu percaya bahwa ada kayu salib terbakar yang akan memenuhi langit gelap itu. Namun bukan itu dikatakan di ayat 30.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda itu adalah Anak Manusia di surga, itulah tandanya. Bahkan pada akhir ayat 30, dikatakan Dia bukan saja datang dengan mulia tetapi kemuliaan besar. Kemuliaan yang belum pernah terlihat di dunia. Kemuliaan itu begitu besar di Wahyu 6:16 sampai orang-orang mengatakan, “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Terhadap muka Yang bertakhta Yang datang dengan kemuliaan besar. Dan itulah Tuhan Yesus sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat melihat sekilas kemuliaan Yesus di Matius 17 dimana tercatat transfigurasi itu. Yesus membawa Yakobus, Petrus dan Yohanes naik ke gunung, dan Dia membukakan selubung kedagingan-Nya, dan mereka melihat kemuliaan- Nya dan mereka mencicipi sedikit betapa besar kemuliaan kedatangan kedua- Nya. Meskipun kejadian itu kecil Petrus tidak pernah melupakan hal itu karena dia menulis di 2 Petrus 1:16, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.” Petrus melihat kemuliaan-Nya!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tandanya adalah kemuliaan Tuhan Yesus Kristus pada waktu Dia datang. Dia dapat diperbedakan, Dia dapat dikenal meskipun Dia berada dalam kemuliaan penuh. Dan juga dikatakan pada akhir ayat 30, “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” Dengan cara yang sama kita melihat Dia naik ke sorga, Kisah Para Rasul 1:9-11 mengatakan Dia akan kembali. Dia pergi di atas awan dan Dia akan kembali di atas awan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa menyebut awan-awan? Tahukah Anda bahwa Perjanjian Lama mengatakan bahwa awan-awan itu adalah kendaraan Allah? Mazmur 104:1-3 mengatakan, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, 2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, 3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keadaannya kacau-balau, dunia penuh panik, orang-orang dimana-mana mati karena ketakutan saja. Mereka berada di dalam kegelapan dan hanya Tuhan memelihara mereka sehingga mereka dapat melihat sisa kejadian- kejadian ini. Dan ditengah kacau-balau kegelapan itu muncul kemuliaan Anak Allah di surga, dalam keagungan, keberadaan kudus Shekina tanpa selubung yang naik kendaraan Allah, yaitu awan-awan. Dan Dia pasti mengelilingi dunia karena di katakan di Wahyu 1:7, “Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia.” Itulah tandanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah sebentar Zakharia 14:6. Jika kita menterjemahkan ayat ini langsung dari Bahasa Ibrani harfiah kita mendapat gambaran yang lebih jelas, “Maka pada waktu itu tidak ada cahaya.” Itu tepat sama dengan apa yang dikatakan Yesus di ayat 29, “matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit.” Zakharia mengatakan juga tidak ada cahaya. Pokoknya, itu berhubungan dengan matahari, bulan dan bintang-bintang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Zakharia 14:7 mengatakan, “tetapi akan ada satu hari, dimana hari itu hanya diketahui oleh Yehova.” Zakharia mengatakan tidak ada orang yang dapat menggambarkan hari itu. Tidak ada penjelasan ilmiah untuk hari itu. Tidak ada manusia yang dapat mengerti hari itu. Itu satu hari yang hanya dapat dijelaskan Allah. Kemudian sisa ayat 7 itu mengatakan, “dengan tidak ada pergantian siang dan malam.” Karena tidak ada benda-benda langit lagi kita tidak tahu itu siang atau malam. Karena itu Yeremia 30:7 mengatakan, “alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sisa ayat 7 itu mengatakan pada akhirnya hari itu, “dan malampun menjadi siang.” Pada akhir periode kenabian, cahaya akan kembali. Dan apakah cahaya itu? Itu adalah tanda Anak Manusia dari surga yang datang diatas awan-awan surga dengan kuasa dan kemuliaan besar. Betapa cerah cahaya itu? Yah di Wahyu 21:23 dan Wahyu 22:5 dikatakan bahwa kota Yerusalem kekal, di dalam surga dari surga selamanya, tidak ada cahaya kecuali Anak Domba sendiri, Allah adalah terang satu-satunya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah akan terjadi dengan semua orang Kristen? Gereja akan diangkat mungkin tujuh tahun sebelum tribulasi mulai untuk berada bersama Tuhan. Kita akan merayakan perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19:9) dan akan ada waktu pemberian upah. Mengapa? Karena di Wahyu 3:10 Allah mengatakan, “Aku akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” 1 Tesalonika 1:10 mengatakan, “Yesus menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu berarti bahwa kita tidak akan melihat hal itu? Marilah saya menjawabnya dengan cara ini. Kolose 3:4, “Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak,” ketika Dia muncul bagi seluruh dunia dan datang dalam kemuliaan-Nya, “kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” Wah, itu kebenaran besar sekali. Anda tidak berada dibawah, Anda sudah berada diatas. Dan pada saat Dia datang dalam kemuliaan-Nya, Anda juga akan muncul bersama Dia dalam kemuliaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Wahyu 19:7, kita diberi gambaran dari perjamuan kawin Anak Domba ketika Tuhan dipersatukan ke gereja-Nya yang ditebus, pengantin-Nya. Itu dinamakan pernikahan Anak Domba. Kemudian ayat 14, “Dan semua pasukan yang di sorga,” yaitu jiwa-jiwa yang telah ditebus termasuk gereja dan orang kudus Perjanjian Lama yang telah ditebus yang juga termasuk tamu-tamu yang diundang ke perjamuan perkawinan. Ayat 9, “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Ayat 8, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Dan kita semua keluar dari surga bersama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah akhir ayat 30, “Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan,” itu perkataan untuk kekuatan. Dia berkuasa atas segala ciptaan alam semesta. Dia berkuasa atas Iblis. Dia berkuasa atas setan-setan. Dia berkuasa membantai semua orang yang menolak Kristus di seluruh dunia. Dia berkuasa untuk mendirikan kerajaan-Nya. Dia berkuasa untuk menebus orang pilihan-Nya. Kuasa-Nya tak tertanding. Kuasanya begitu besar sehingga hal-hal yang dihancurkan dalam kekacauan kegelapan dan kekacauan di dunia langsung dibenarkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kaki-Nya menyentuh bukit Zaitun, Zakharia 14:1-4 mengatakan semuanya mulai berubah. Dia kembali ketempat dimana Dia diangkat sebelumnya. Dan disitulah Dia akan mendirikan kerajaan-Nya. Dan Dia datang dengan pedang dari mulut-Nya, kata Wahyu 19, dan Dia akan memusnahkan semua orang yang menolak-Nya yang masih hidup, dan mereka akan ditempatkan di neraka kekal. Kemudian Dia akan membentuk kemuliaan kerajaan-Nya. Daniel 9:24 mengatakan, “Dia melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kunci lain di ayat 30, “semua bangsa di bumi akan meratap.” Lihatlah kata “meratap”, ketika Ia datang akan ada ratapan. Mereka tidak akan bertobat, namun mereka akan mengutuk dan menghujat Allah. Seperti dikatakan di Wahyu 18:2, “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, sistim dunia besar itu. Ayat 22, “Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu.” Musik tiba- tiba akan berhenti di seluruh dunia karena bencana itu terlalu besar. Jadi orang bukan Yahudi akan meratap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi orang Yahudi juga akan meratap. Zakharia 12:10 mengatakan, “mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi Dia seperti orang meratapi anak tunggal.” Mereka akan menyadari bahwa mereka telah menikam Mesias mereka. Kemudian dikatakan di Zakharia 13:1, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.” Penebusan mereka sudah dekat, dan pada saat itu hasil pekerjaan seratus empatpuluh empat ribu itu dan buah Injil yang disampaikan malaikat itu akan bertemu dan pada saat itu seluruh Israel akan diselamatkan, kata Roma 11.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 31, kata “orang pilihan-Nya.” Setelah Dia menghakimi semua orang dan ratapan itu sudah terjadi, ratapan mereka akan meninggal dalam penghakiman kekal, dan ratapan mereka yang bertobat, Dia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya. Para malaikat adalah para pengumpul bagi Allah. Mereka akan mengumpulkan orang-orang untuk Allah. Di Matius 13 kita melihat mereka di beberapa perumpamaan dimana mereka mengumpulkan orang untuk dihakimi, untuk membawa mereka kepada Allah. Namun pada saat ini mereka bukan mengumpulkan orang untuk dihakimi, melainkan mereka dikumpulkan untuk dimuliakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengan suara sangkakala, para malaikat, utusan Allah itu pergi dan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya, yang telah ditebus yang tersebar dimana-mana selama pekerjaan yang seratus empatpuluh empat ribu itu yang pergi keseluruh bumi. Dan pada waktu malaikat abadi memberitakan injil ada juga orang yang bertobat. Dan malaikat-malaikat itu pergi keseluruh dunia untuk mengumpulkan mereka dari keempat penjuru, dengan kata lain mereka dikumpulkan dari semua tempat, tidak ada satu orang yang ketinggalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitulah caranya semuanya akan berakhir. Itu tidak mungkin akan lama sekali. Dan ketika orang Kristen akan diangkat tujuh tahun sebelum tribulasi terjadi, sebaiknya kita menyiapkan diri. Jadi tanyakan dirimu: Anda ada dimana? Tujuan kekal Anda dipertaruhkan. Apakah Anda menjadi bagian tribulasi disini atau menjadi bagian kemuliaan diatas? Itu pilihanmu. Dengan anugerah Allah pada waktu Roh Kudus mempengaruhi hati Anda, saya berdoa Anda merespon kepada sang Juruselamat. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Feb 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150201</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000023</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Peringatan akan Bahaya yang akan datang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000025"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:15-28" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:15-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita buka Matius 24, saat kita melanjutkan belajar dari khotbah besar ini tentang kedatangan kedua dari Tuhan Yesus Kristus. Ini terkenal sebagai khotbah di Bukit Zaitun. Kedatangan kedua Tuhan Yesus benar-benar subyek yang menarik. Rasul Paulus mengatakan di 2 Korintus 5:11, “Kami tahu apa artinya murka Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang.” Dengan kata lain, karena kami menyadari bahwa Kristus akan datang untuk menghakimi. kami mengabarkan Injil supaya orang bisa menghindari itu. Dan kita sebagai orang percaya melayani Tuhan karena kami tahu bahwa pada suatu hari Dia akan memberi upah kepada kami dan kami ingin setia kepada-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid-murid tidak menyadari bahwa masih ribuan tahun lagi karena mereka tidak mengerti bahwa sebenarnya ada dua kedatangan Kristus. Dia datang pada mulanya dalam kerendahan hati untuk mati, kemudian ada jangka waktu panjang, sampai Dia datang kedua kalinya untuk memerintah. Jadi Yesus menjawab mereka mulai di ayat 4 dengan khotbah tentang kedatangan-Nya yang kedua. Nah ada beberapa orang yang mencoba menjelaskan bahwa ini khotbah tentang penghancuran Yerusalem, dan bahwa semua sudah digenapkan di tahun 70 ketika bait Allah sudah dihancurkan. Ini mustahil karena kami sudah memberi banyak alasan di khotbah-khotbah sebelum ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka menanyakan: “Katakanlah kepada kami, apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Itulah pertanyaan mereka di ayat 3 yang menyebabkan khotbah ini yang mulai di Matius 24:4 terus sampai akhir Matius 25. Dan Tuhan menjawab dengan memberikan mereka tanda-tanda mulai di ayat 4 sampai 14, yang Dia namakan di ayat 8 “permulaan sakit bersalin.” Seperti kita bahas, sakit bersalin itu terjadi saat terakhir, sebelum melahirkan. Jadi akan terjadi beberapa hal pada saat terakhir zaman manusia dimana sesudahnya kerajaan Tuhan Yesus akan mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus menjelaskan satu hal lagi di ayat 15 dan mengatakan ada satu kejadian yang akan memulai semuanya itu. “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya.” Ayat 21 mengatakan, “Sebab pada masa itu akan terjadi tribulasi yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pembinasa keji itu terjadi ketika antikritus masuk kedalam bait Allah yang akan dibangun kembali di zaman akhir; orang-orang Yahudi akan menyembah disana. Dia datang sebagai pelindung dan sekutu mereka. Dia datang sebagai yang membela mereka dari ancaman perang orang Arab dan Rusia. Dia datang seolah-olah Dia penyelamat mereka. Daniel 9 mengatakan bahwa mereka menandatangani pakta dengan mereka. Dia adalah pemimpin kekaisaran Romawi yang bangkit kembali, suatu konfederasi Eropah yang berjanji untuk melindungi Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ditengah jangka waktu tujuh tahun itu dia melanggar janjinya dengan mereka, dia menajiskan penyembahan mereka di tempat kudus itu, dia menyembah berhala dengan gambaran dia sendiri. Dan menurut 2 Tesalonika 2 dan Wahyu 13, dia menuntut supaya seluruh dunia menyembah dia dan itulah yang menyebabkan seluruh penghancuran di zaman akhir itu mulai. Jadi ayat 15 menggambarkan itu sebagai Pembinasa kekejian. Membinasakan itu berarti melakukan suatu hal yang najis, kekejian berarti sesuatu yang menghancurkan. Itu tindakan penyembahan berhala yang menghancurkan dan menajiskan bait Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah saat itu terjadi, semua hal yang dibicarakan dari ayat 4 sampai ayat 14 akan terjadi. Penyelamat palsu akan datang, peperangan dan kabar peperangan, bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan, kelaparan, gempa bumi dan orang-orang dianiaya, dibenci dan dibunuh. Dan ada banyak penipuan dan nabi-nabi palsu dan dosa akan merajalela dan kasih banyak orang akan menjadi dingin, dan semua itu akan disebabkan pembinasa kekejian di pertengahan tujuh tahun itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Raja palsu milik Iblis akan menjadi raja dunia dan dia orang berdosa yang kerasukan setan, terinspirasi neraka, benci Kristus, menentang Allah, pembunuh orang Kristen dan yang benci orang Yahudi yang memerintah dunia. Dan Iblis berusaha sekeras mungkin untuk menghancurkan semua orang Kristen, semua orang Yahudi, negara Israel dan mencoba untuk memberhentikan Yesus Kristus untuk mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang waktu kita tiba di ayat 16-28, Yesus memperingati kita. Dan Dia memperingati semua pembaca yang membaca ini, yang akan tahu hal ini ketika itu terjadi. Peringatan- Nya adalah tentang empat hal: bencana, kebingungan, kejatuhan rohani dan kedatangan kedua. Ayat 15 mengatakan, “Apabila” itu terjadi, “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus.” Kemudian ayat 16, “maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” Jadi ketika itu terjadi larikan diri. Keluarlah cepat karena selama Anda masih ada di Yerusalem, Anda akan mati. Anda akan dianiaya karena si antikristus ingin menghancurkan Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan mencoba menghilangkan Israel, dia memikir dia dapat menggagalkan rencana Allah, yang digenapkan pada akhirnya dengan menyelamatkan Israel dan membawa mereka kepada kerajaannya. Iblis telah berusaha untuk menghancurkan orang Yahudi sepanjang sejarah. Dan ketika antikristus mengambil alih Yerusalem dan mendirikan takhtanya di Yerusalem itu, sisa orang Yahudi yang tinggal akan sangat rentan jadi Yesus mengatakan pada waktu itu larilah cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika ada orang Kristen disitu yang menolak untuk menyembah antikristus, larilah juga jika Anda berada di Yudea. Yudea adalah daerah dimana Yerusalem adalah kota utamanya, disebelah selatan Palestina. Di Wahyu 13 dikatakan dia ingin berperang dengan orang-orang kudus. Dan kita juga tahu di Wahyu 12 bahwa dia ingin menghancurkan Israel. Jadi Yesus mengatakan bahwa ketika itu terjadi harus ada gerakan keluar dari Yerusalem dan dari daerah itu untuk penyelamatan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak semua orang akan selamat. Coba kembali ke Zakharia 13:8 sebentar, “Maka di seluruh negeri, demikianlah firman Tuhan, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa.” Disitu akan terjadi pembantaian yang mengerikan. Bencana terhadap orang Yahudi di masa depan akan jauh lebih besar daripada apa yang sudah terjadi di masa lalu. Dua pertiga dari orang-orang akan binasa. Ayat 9 mengatakan, “Aku akan menyelamatkan yang sepertiga itu dan mencoba mereka seperti dalam api dan akan memurnikan dan memelihara mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 6:9 ketika meterai kelima dibuka, yaitu meterai yang membicarakan waktu Tribulasi, “aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki." Disitu ada orang-orang Kristen, yang Yahudi dan bukan Yahudi, dari waktu Tribulasi yang telah dimartir karena iman mereka. Itulah sebagian dari penggenapan. Karena itu Yesus mengatakan, larilah cepat karena Anda bisa dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan ayat 16 mengatakan, “orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” Kemudian ayat 17 lebih deskriptif, “Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya.” Pada waktu itu tempat diatas rumah adalah patio, ada tangga luar untuk naik keatas, dan itu masih terlihat di Israel sekarang. Seandainya Anda masih ada diatas, jangan masuk kerumah untuk mengambil barang, pergilah turun tangga dan larilah keluar kota karena ketika hal itu terjadi, seperti dikatakan di Wahyu, penghancuran dan kematian akan datang seperti banjir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan mendorong mereka untuk mundur bagi keselamatan. Tuhan tidak minta orang-orang untuk menjadi martir. Ayat 18 mengatakan, “dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil garmennya.” “Garmen” itu adalah mantel luar, dan jika Anda sedang bekerja di ladang yang telah menempatkan jubah itu di kereta cukup jauh dan Anda diberitahu bahwa itu terjadi, janganlah kembali ke kereta itu untuk mengambil sesuatu, larilah keluar. Iblis sudah mengambil alih dan bencana itu datang cepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 19, “Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.” Mengapa? Ada beberapa komentator yang mengatakan karena sukar untuk berlari cepat waktu hamil, dan memang itu benar. Namun ada sesuatu yang lain dalam hal ini. Ketika Hosea 13:16 melihat zaman akhir dan membicarakan keselmatan Israel dan caranya Israel akan dikumpulkan kembali dan bagaimana Allah akan menghakimi mereka yang telah menyalahkan Israel dengan tidak benar, dikatakan, “Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat Allah datang untuk menunjukkan murka-Nya terhadap mereka yang memberontak , ketika Allah datang untuk memulihkan, pada mulanya Dia harus memurnikan. Dan selanjutany dikatakan di ayat 16, “Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan.” Ketika antikristus datang kelihatannya akan ada pembunuhan bayi. Disini dinubuatkan di Hosea, dan itu juga digenapkan pada waktu Kristus lahir. Ketika Iblis ingin memberhentikan kelahiran Kristus dia membunuh banyak bayi. Dan karena itu Tuhan memperingati kita dalam hal itu apa yang akan terjadi di waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Iblis menguasai seluruh dunia untuk waktu singkat, ketika gereja sudah diangkat dan ketika Roh Kudus, si Penahan dosa, telah mengambil kembali kekuatan menahan dosa itu, semua dosa itu menrajalela tanpa ada yang menahan dan itulah yang akan terjadi. Kemudian di ayat 20, Yesus mengatakan, “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.” Mungkin cuacanya dingin, mungkin ada hujan dan mungkin juga ada salju karena ada beberapa bagian di Israel dimana ada salju.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoalah supaya itu bukan waktunya Anda tidak bisa melarikan diri pada hari Sabat. Orang Yahudi yang radikal akan membunuh Anda dengan batu karena mereka mengatakan bahwa hukum Sabat melarang orang untuk berjalan melebihi 2000 kubit atau kira-kira 1000 meter. Mengapa? Ayat 21, “Sebab pada masa itu akan terjadi tribulasi yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Dan itu digambarkan dengan seksama di Wahyu 6 sampai 19.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan periode itu berlangsung selama tiga setengah tahun, karena itu sudah diberikan kepada kami dengan jelas, bukan saja di kitab Wahyu tetapi juga dari nabi Daniel. Di Daniel 7:25 dikatakan, “Ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan masa dan setengah masa.” Sekali lagi satu masa adalah satu, dan masa adalah dua dan setengah masa menjadikan semua itu tiga setegah masa, yaitu tiga setengah tahun. Dan itu selalu waktu yang sama dimana penguasa besar itu mengacaukan seluruh dunia. Dan kita melihat itu di Daniel 12 dan di Wahyu 11:2 dan juga di Wahyu 13:5.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedih untuk mengatakan ini, namun pesan benar terhadap Israel sekarang adalah bahwa keadaannya tidak akan membaik, keadaannya akan jauh lebih buruk nanti. Keadaannya akan begitu buruk sehingga nubuatan Zakharia akan digenapkan. Akan ada pembinasaan dan kekejian yang akan menyebabkan dua pertiga semua orang akan binasa. Dan di ayat 22 dikatakan, “Dan sekiranya hari-hari itu tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang- orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya “dipersingkat”? Nah, Yesus mengatakan tiga setengah tahun, 424 bulan, 1260 hari. Setiap kali di Alkitab hal itu dibicarakan, itu selalu membicarakan waktu yang sama. Dan tidak ada tempat lain dimana waktu itu dipersingkat. Jadi dipersingkat mungkin dapat diterjemahkan itu berhenti mendadak, itu langsung berhenti. Kecuali itu berhenti mendadak, bahkan orang percaya-pun akan binasa. Namun mungkin ada penjelasan yang lebih baik daripada itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitu tidak dikatakan “sekiranya hari itu,” namun dikatakan “hari-hari itu.” Dan kalau kita mengambil hari 24-jam itu, sekiranya hari-hari itu tidak dipersingkat, ketika pembinasaan kekejian itu terjadi dan orang-orang mulai melarikan diri untuk menyelamatkan diri, orang-orang percaya Yahudi dan non-Yahudi, bahwa Allah secara supra-natural oleh karena belas kasihan-Nya dan anugerah-Nya akan merubah waktunya hari masih terang supaya memberi perlindungan kepada mereka dengan kegelapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, darimana informasi itu? Coba lihatlah Wahyu 6:12-13, dalam pembukaan meterai keenam ada “gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. 13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.” Lihat Wahyu 8:12, “Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.” Waktu siang hari dipersingkat sepertiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah “orang pilihan” itu dapat diterjemahkan sebagai Israel seperti nama mereka di Perjanjian Lama. Kita melihat itu juga di Roma 9 sampai 11 dimana Paulus menamakan Israel sebagai bangsa terpilih, bukan Israel yang ditebus melainkan Israel sebagai bangsa. Kita juga dapat mengartikan kata “orang pilihan” sebagai semua orang percaya yang telah ditebus dari semua bangsa. Jadi untuk menyelamatkan bangsa pilihan-Nya dan umat pilihan-Nya, Dia mempersingkat hari-hari itu supaya antikristus tidak dapat membantai orang Yahudi dan orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, jika Anda masih hidup dan Anda melihat pembinasaan kekejian . larilah secepat mungkin. Karena bencana besar akan datang maka ada kebingungan. Semua orang pada lari dan mereka yang tidak binasa semua bersembunyi diluar itu. Kita tidak tahu bagaimana Tuhan akan memelihara mereka namun mereka ada diluar kota. Dan mereka sangat rentan seperti semua orang yang merasa putus asa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 23 mengatakan jangan bingung, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.” Karena akan bangkit kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu yang akan mendukung yang mengklaim dia adalah sang Mesias. Dan mereka akan memperlihatkan banyak tanda-tanda ajaib dan mujizat, menurut 2 Tesalonika 2 yang mendemonstrasikan kuasa Iblis. Ayat 24 mengatakan, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu itu tidak mungkin? Yesus mengatakan, tidak, jika mungkin mereka akan menipu orang-orang pilihan. Namun yang benar-benar dipilih yang mengenal Kristus tidak mungkin tertipu. Jika ada orang yang mengatakan “Aku Kristus,” Yesus orang Mormon, Kristus Saksi Yehova, Kristus ini, Kristus itu, orang yang benar mengenal Kristus tidak mungkin tertipu. Yohanes 10:27 mengatakan, “Domba-domba- Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Dan jika ada orang yang pindah ke Kristus lain, mereka tidak pernah mengenal Kristus tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25, “Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” Dia benar di Matius 7, Matius 15, Matius 16 dan Matius 23. Dia sudah memperingati mereka berkali-kali, “Hati-hati penipu itu, Jangan tertipu. Jangan mencari Mesias rahasia lain.” Lihatlah ayat 26, “Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.” Jadi bagaimana kita akan tahu saat Dia tiba disini?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27, “Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” Itu seperti kilat yang memancar di langit dari timur ke barat, kedatangan-Nya tiba-tiba, umum, kelihatan, universal dan mulia. Dan seluruh dunia dapat melihat-Nya. Lihatlah Wahyu 1:7, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bacalah Wahyu 19:11-15, “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil. 12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. 13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." 14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. 15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 28, “Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” Nah itu sebuah pepatah, kadang burung itu dinamakan burung rajawali, namun kata itu pada dasarnya adalah burung nazar. Ini hanya analogi. Kristus akan datang seperti burung nazar akan datang ke bangkai. Dunia ini begitu korup dengan dosa sehingga itu seperti bangkai yang celaka dan busuk dan Tuhan akan datang untuk menghakimi dan menghancurkan bangkai dunia itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah yang dikatakan Yesus adalah bahwa dunia ini akan membusuk dan akhirnya korup dan mati. Dunia ini akan menjadi semakin celaka. Kembalilah ke ayat 12, “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan.” Gereja sudah diangkat. Roh Kudus yang menahan kejahatan sudah mengambil balik kuasa-Nya. Dosa merajalela. Dan dunia begitu sial sehingga itu seperti bangkai binatang busuk. Allah turun dalam penghakiman terakhir. Paulus menulis di 2 Tesalonika 1:7-8, “Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri- Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Jan 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150125</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000025</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanda-tanda Kedatangan Kedua]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000026"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:8-14" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:8-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang sedang melihat Matius 24, khotbah di Bukit Zaitun yang besar ini yang diberitakan oleh Tuhan kita untuk mengajar kita tentang kedatangan-Nya sendiri yang kedua. Murid-murid-Nya telah menanyakanNya suatu pertanyaan di ayat 3 yang menyebabkan khotbah penting ini. Mereka ingin tahu kapan Mesias akan menghakimi musuh-musuh-Nya, memurnikan Yerusalem, mengumpulkan kembali semua orang Yahudi yang tersebar dan mendirikan kerajaan-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberi jawaban yang terpanjang dibanding pertanyaan yang lain yang pernah ditanyakan di Perjanjian Baru. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Dia akan datang kembali di masa depan. Namun mulai dengan ayat 4, Yesus mengatakan bahwa ada beberapa hal yang akan terjadi sebelum Dia datang kembali. Pada saat hal-hal itu terjadi, siapkanlah diri. Bahkan di ayat 8 Dia memanggil hal-hal itu permulaan dari sakit bersalin. Dan kelahiran itu adalah kedatangan sang Mesias ke dalam kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan menggambarkan apa yang akan terjadi pada akhir zaman, Tribulasi besar. Nah ingatlah bahwa nabi-nabi Perjanjian Lama tidak pernah memisahkan kedatangan pertama dengan kedatangan yang kedua. Jadi bagi mereka kedatangan Mesias untuk pertama kalinya adalah waktu satu-satunya dan Dia akan melakukan semuanya pada saat itu. Yang mereka tidak melihat adalah kedatangan pertama kemudian jangka waktu panjang sebelum kedatangan-Nya yang kedua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebelum Dia datang, kata Yesus, akan ada sakit bersalin itu yang memberitahu- kan bahwa pendirian kerajaan-Nya sudah dekat. Dan ada enam penyakit, mulai dari ayat 4. Nomor satu adalah penipuan, dan kita melihat hal itu minggu lalu. Selalu akan ada orang-orang yang mengklaim mereka adalah Yesus Kristus. Namun Dia tidak mengacu kepada mereka yang ada dimasa sekarang ini, Dia mengacu kepada mereka pada saat ada banyak Mesias palsu yang mencoba membebaskan dunia dari kekacauan total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat tanda kedua. Yang kedua bukanlah penipuan melainkan perselisihan. Matius 24:6-7, “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” Peperangan global, bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan. Pokoknya diseluruh dunia akan ada peperangan dan kabar tentang peperangan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daniel 11 membawa kita kepada waktu Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya. Dan tepat sebelum kejadian itu, Daniel 11:40 mengatakan, “Tetapi pada akhir zaman raja negeri Selatan akan berperang dengan dia.” Dia itu adalah antikristus. Di nubuatan Daniel, si antikristus memerintah kerajaan besar yang pada dasarnya daerah yang dulunya menjadi milik kekaisaran Romawi. Dia adalah raja kerajaan Romawi yang dihidupkan kembali yang melingkupi Eropah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi antikristus ini adalah ancaman bagi seluruh dunia. Dan Israel selalu diancam negara-negara tetangga Timur Tengah, jadi mereka ingin perlindungan jadi mereka membikin persetujuan seperti dituliskan di Daniel 9:27 dengan antikristus. Dan pada akhir zaman dengan antikristus memerintah konfederasi besar dengan kuasa besar atas sisa dunia, raja selatan mulai menyerang antikristus. Ini mungkin semacam koalisi Afrika yang menyerang ke utara. Kemudian dikatakan bahwa raja utara, mungkin itu Rusia, mulai menyerang ke arah selatan juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi raja selatan dan raja utara semua menuju ke tanah kudus, Israel. Daniel 11:41- 43 mengatakan, “Juga Tanah Permai akan dimasukinya, dan banyak orang akan jatuh; tetapi dari tangannya akan terluput tanah Edom, tanah Moab dan bagian yang penting dari bani Amon. 42 Ia akan menjangkau negeri-negeri, dan negeri Mesir tidak akan terluput. 43 Ia akan menguasai harta benda emas dan perak dan segala barang berharga negeri Mesir, dan orang Libia serta orang Etiopia akan mengikuti dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini antikristus mengalahkan semua kuasa-kuasa besar. Kemudian ayat 44 mengatakan, “Tetapi kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan hatinya, sehingga ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk memusnahkan dan membinasakan banyak orang.” Disini antikristus setelah kemenangan besar, menempatkan kemah istananya diantara laut dan gunung kudus. Yang dia lakukan adalah menetapkan dirinya sebagai Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kemudian dikatakan di Zacharia 14:2-3, “Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu. 3 Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran.” Itu percis sama dengan cara Daniel mengakhiri nubuatannya. Jadi semua itu konsisten dengan nabi- nabi dan juga dari Tuhan sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Wahyu 6 memberikan kita lebih banyak perincian ketika kita melihat peperangan dan kabar peperangan. Disini kita melihat tujuh meterai dibukakan. Ini seperti lambang wasiat yang dimeterai tujuh kali. Dan ketika Allah membuka meterai satu demi satu, Dia mengambil balik dunia bagi diri-Nya. Meterai kedua dibuka di ayat 4, “Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi.” Damai palsu antikristus itu diambil dari dunia “sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.” Jadi disini dunia mulai membunuh dirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu 6:5-6, “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. 6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar.” Dia menimbang gandum ditengah orang kelaparan. Tidak ada makanan untuk semua orang dan itulah akibatnya peperangan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita datang kepada meterai keempat di ayat 7 dan ayat 8 menggambarkan hal itu, “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda pucat dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.” Disini seperempat populasi dunia dibantai. Kira-kira satu setengah miljar orang dibantai dalam pembataian yang terjadi di seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Wahyu 9:13-15, “Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah, 14 dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." 15 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.” Dan disini datanglah sejumlah kuasa jahat lain yang akan membunuh sepertiga dari manusia yang masih ada setelah seperempat telah dibunuh sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16, “Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.” Ayat 18, “Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.” dan seterusnya. Ayat 20-21, “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, 21 dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.” Setelah semua itu orang-orang tetap tidak mau bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Wahyu 16:13, Yohanes melihat “dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.” Ketiga roh najis ini, yang pasti adalah roh jahat peringkat tinggi yang melakukan mujizat- mujizat. Ayat 16 mengatakan mereka berkumpul di tempat bernama Harmagedon. Dan mereka datang siap untuk berperang dan ada peperangan dahsyat ketika mereka berperang melawan mereka sendiri. Dan ditengah peperangan itu datanglah Kristus dan semuanya dimusnahkan. Jadi kitab Wahyu dan juga nabi-nabi Perjanjian Lama semua mendukung kata-kata Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tanda ketiga dari sakir bersalin dan itu adalah penghancuran. Penipuan, perselisihan dan sekarang penghancuran. Di tengah Matius 24:7, “Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” Ditambah kristus-kristus palsu, ditambah pembantaian diseluruh dunia dan peperangan, akan ada bencana besar sekali di seluruh dunia. Dan di Lukas 21:22 ada kata tambahan yaitu “penyakit sampar.” Kemudian dia tambahkan “dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.” Itu semua merupakah tanda akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengertilah bahwa dosa telah terkendali oleh Tuhan. Dia menahan dosa untuk menyelamatkan umat-Nya, untuk menyelamatkan dunia-Nya. Namun saat Dia menghilangkan penahanan itu dan saya percaya itu terjadi pada waktu orang benar di gereja akan diangkat, semuanya akan mulai hancur. Dan alam semesta itu mulai hancur juga. Pada saat itu Wahyu 9 mengatakan neraka akan terbuka dan Iblis akan melepaskan setan-setan yang telah berada disitu untuk ratusan tahun. Dan Allah mengizinkan mereka berbuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat untuk menipu dunia waktu dosa merajalela.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sekarang Wahyu 6:12, “Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat.” Wahyu 16:18, “Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.” Dan ayat 20-21, “Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. 21 Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia tetap menghujat Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yesus juga mengatakan itulah waktu kelaparan. Sekali lagi lihatlah Wahyu 6:6 dan disini meterai ketiga dibuka pada waktu Tribulasi, “Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” Satu denarius adalah gaji satu hari. Secupak gandum adalah satu setengah liter. Itulah keadaan kelaparan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal lain yang dikatakan di Lukas 21:11, “dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Kemudian Matius 24:29 mengatakan, “Segera sesudah Tribuasi pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” Itu juga dinubuatkan di Yoel 2, dan diulangi Petrus di dalam khotbahnya di Kisah Para Rasul 2.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan kita mengatakan bahwa tanda-tanda akhir zaman adalah penipuan, perselisihan dan penghancuran. Marilah sekarang saya memberikan Anda hal keempat: penajisan. Dan sekarang lihatlah Matius 24:9, “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku.” Menajiskan berarti memperlakukan suatu hal kudus dengan cara tidak kudus. Orang-orang kudus dari Allah akan diperlakukan tidak kudus. Akan ada penaniayaan orang yang ditebus dimana-mana yang melebihi semua penganiayaan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan bahwa orang-orang percaya pada waktu itu akan diserahkan. Itu kata teknis untuk ditangkap. Di Matius 4:12, ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes Pembaptis dimasukkan penjara, disitu digunakan kata itu yang berarti ditangkap atau dipenjarakan. Jadi Dia mengatakan pada waktu itu, orang-orang percaya tulen akan dipenjarakan, disiksa dan dibunuh. Dan karena mereka percaya kepada Tuhan Yesus Kristus mereka akan dibenci oleh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, darimana orang percaya itu datang jika pada saat itu gereja sudah diangkat? Di Wahyu 7:9-10 dikatakan, “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Siapakah mereka? Ayat 14, “Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari Tribulasi Besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Bagaimana mereka keluar dari Tribulasi itu? Mereka dibunuh demi komitmen mereka kepada Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke Matius 24 dan karena penajisan orang percaya itu, tanda kelima adalah peninggalan. Sekarang Yesus mulai berbicara kepada orang-orang percaya, dan Dia pertama-tama mengatakan, akan ada penganiayaan. Lihatlah Matius 24:10, “dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.” Mereka akan mulai mengkhianati orang percaya tulen, dan menyerahkan mereka, dan memberitahu dimana mereka berada, supaya dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mereka orang percaya tulen? Tentu saja tidak. Seandainya mereka orang percaya tulen, pasti mereka terus berjalan dalam kebenaran. Orang percaya tulen rela dibunuh, jika perlu. Yesus mengatakan di Yohanes 8:31, “Jikalau kamu menetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Seorang murid tulen rela menderita sama seperti Tuhannya menderita. Tuhan mengatakan di Matius 10:32-33, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Iblis berkeliaran diseluruh dunia dan menyamar sebagai malaikat terang, zaman itu akan dipenuhi berbagai macam agama-agama palsu. Di Wahyu 17 kita melihat sistem agama dunia yang keji dan cabul dan itu dinamakan ibu wanita pelacur besar. Itu adalah prostitusi agama. Jika gereja adalah pengantin, ini adalah pelacur. Jadi akan ada perkembangan berbagai macam penipuan dimana Iblis berusaha sekeras mungkin untuk menarik orang dari Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Matius 24:12, “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Ada yang murtad karena mereka tidak mau membayar upah dan mati. Ada yang murtad karena ditipu. Dan ada yang murtad karena mereka memilih ketidakadilan atau kejahatan. Itulah kata yang berarti melanggar hukum Allah. Itulah dosa begitu banyak sehingga itu akan menarik orang yang menuju kepada kebenaran keluar lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ayat 13, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Bagaimana kita tahu orang itu selamat? Karena orang selamat tidak akan murtad, benar? Mereka tidak akan pergi karena upahnya terlalu tinggi. Mereka tidak akan pergi karena mereka tertipu. Mereka tidak akan pergi karena mereka senang kejahatan. Ketabahan selalu adalah tande orang selamat. Mereka bertahan sampai pada akhirnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda akhir kedatangan, sakit bersalin terakhir adalah pernyataan. Sebelum Tuhan akan datang kembali, ini harus terjadi. Matius 24:14, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahan-nya." Meskipun ada penganiayaan, orang murtad, nabi palsu, kristus palsu, dan setan-setan diseluruh dunia, meskipun terjadi semua itu, injil kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia untuk kesaksian bagi semua bangsa. Kemudian sesudah itu kerajaan akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Injil itu akan diberitakan? Lihatlah Wahyu 14:6, tepat sebelum cawan- cawan dicurahkan, tepat sebelum sakit bersalin terakhir menandakan kerajaan terjadi, tepat sebelum penghancuran total mulai. Kata Yohanes, “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah penggenapan Matius 24:14 dan itu terjadi tepat sebelum penghakiman. Karena itu malaikat mengatakan di Wahyu 14:7-8, “dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air." 8 Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel," zaman manusia sudah selesai. Dan kemudian akhir zaman akan datang, namun tidak sebelum itu, kata Tuhan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Jan 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150118</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000026</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Permulaan Sakit Bersalin]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000027"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:4-8" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:4-8</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita mulai Matius 24 dan 25 yang dikenal sebagai “Khotbah di Bukit Zaitun.” Ini khotbah dari Tuhan kita Yesus Kristus, yang diberi di bukit Zaitun. Subyeknya adalah kedatangan Kristus untuk keduakalinya. Ini khotbah-Nya sendiri tentang kedatangan-Nya sendiri untuk keduakalinya. Yesus datang ke Israel untuk menjadi Penebusnya, Juruselamatnya dan Rajanya. Namun Yohanes 1:11 mengatakan, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tigapuluh tahun setelah Dia masuk kedalam dunia ini, Dia mulai pelayanan-Nya dengan menawarkan diri-Nya kepada umat Israel dan Dia menyelesaikan hal itu setelah mereka menolak-Nya. Hanya beberapa hari dari saat ini Dia akan dibunuh di kayu salib oleh orang-orang yang sama, yang untuk mereka Dia datang untuk menyelamatkannya. Dia menghakimi bangsa Israel, dan menghakimi pemimpin palsu mereka dan menghakimi orang-orang yang mengikuti tipu muslihat mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun penghakiman itu diikuti ayat 39 dengan kata-kata seperti ini: “Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" Jadi disisi satu Yesus menghakimi mereka, namun disisi lain Dia mengatakan Dia akan kembali. Disatu sisi Dia mengatakan rumahmu akan ditinggalkan dan sunyi, dan disisi lain Dia mengatakan Dia akan kembali untuk memperbaruinya lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak pernah membayangkan bahwa Kristus akan datang kemudian Dia pergi lagi dan ada jangka waktu ribuan tahun panjangnya sebelum Dia kembali lagi. Karena itu Perjanjian Baru menamakan hal itu suatu misteri yang disembunyikan di masa lalu. Seluruh zaman gereja yang kita kenal adalah suatu hal yang tidak dinyatakan di Perjanjian Lama. Ada suatu kesenjangan waktu besar yang mereka tidak mengerti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Lukas 4:16-20, “Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka- Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. 20 Kemudian Ia menutup kitab itu (Yesaya 61:1-2)."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kali Penyelamat datang, Dia datang untuk berkhotbah. Pada waktu Dia datang keduakalinya, Dia datang untuk menghakimi. Jadi baru setelah injil dinyatakan kita mulai melihat perbedaannya antara kedatangan pertama dan kedatangan kedua. Mereka pikir semua akan terjadi langsung. Jadi Yesus harus menjelaskan kepada mereka bahwa itu bukan sekarang, dan masih lama di masa depan. Mereka ingin tahu tanda-tanda kedatangan Kristus, tanda-tanda akhir zaman, dan tanda-tanda yang memberitahu bahwa sekarang itu akan terjadi. Jadi Yesus membawa mereka sampai ke akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di ayat 4-14, Dia menggambarkan banyak tanda-tanda kedatangan Kristus. Orang-orang yang datang dan mengatakan, “Akulah Kristus,” dan menipu orang, deru perang dan kabar peperangan, bangsa bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan, kelaparan dan gempa bumi di ayat 7. Ayat 9, siksaan, pembunuhan dan kebencian. Dan kemudian di ayat 11 banyak nabi palsu dan banyak orang murtad. Dan di ayat 12, kasih banyak orang menjadi dingin. Dan injil kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia di ayat 14. Jadi Dia menggambarkan banyak tanda yang akan datang di akhir zaman. Itulah tanda-tanda Mesias akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah sekarang ayat 8, “Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan sakit bersalin.” Ini adalah kata Yunani untuk sakit bersalin, rasa sakit untuk perempuan yang mau melahirkan bayi. Nah kapan sakit bersalin itu terasa? Pada saat pembuahan? Tidak. Pada waktu hamil? Tidak. Rasa sakit itu terasa sebelum melahirkan, itulah hal terakhir yang terjadi. Kita mulai memantau frekuensi sakit bersalin itu sampai datang dalam suksesi cepat dan kemudian tibalah saatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang untuk mengilustrasikan hal itu lihatlah 1 Tesalonika 5:1-2 dimana Paulus berkata, “Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari.” Dia mengatakan Anda telah melihat Khotbah di Bukit Zaitun, Anda sudah memiliki ajaran Tuhan kita. Jadi bagaimana pencuri itu datang di tengah malam? Tanpa suara, secara tak terduga dan tiba-tiba.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di 1 Tesalonika 5:3 dia mengatakan, “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan.” Kedatangan Kristus dan kebinasaan yang datang bersama itu terjadi tiba-tiba. Kemudian dia mengatakan, “seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin,” ilustrasi yang sama. Jadi ini sesuai dengan ilustrasi dari Yesus. Dan caranya ilustrasi itu digunakan di 1 Tesalonika 5 adalah sama dengan caranya ilustrasi itu digunakan di Matius 24. Jadi ketika dikatakan itu semua adalah permulaan sakit bersalin, itu berarti itu adalah pada akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada indikator kedua di ayat 13, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahan- nya akan selamat.” Apakah kesudahan itu? Dia membicarakan akhir zaman. Nah ini berhubungan dengan orang-orang yang masih hidup pada akhir zaman, benar? Tribulasi itu akan datang bagi orang-orang yang masih hidup waktu itu dan mereka dapat bertahan sampai akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 14, suatu indikator lain, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Jadi sebelum akhir zaman, akan ada pemberitaan injil di seluruh dunia. Masih banyak tempat di dunia dimana injil tidak diberitakan sama sekali dan belum pernah mereka terjangkau. Namun sebelum akhir zaman, itu akan diberitakan di seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada indikator lain lagi di ayat 15-16, “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji menajiskan tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya-- 16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” Dengan kata lain, semua hukuman akan terjadi ketika mereka melihat penghancuran kekejian yang dibicarakan nabi Daniel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah itu? Lihatlah Daniel 9:27, “dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.” Antikristus akan masuk ke bait Allah di masa depan waktu Tribulasi itu, dia akan menajiskan bait itu, dan dia akan melakukan banyak penodaan di bait itu yang digunakan orang Yahudi untuk menyembah, dan dikatakan bahwa dia terus melakukan itu sampai akhir zaman sampai hukuman yang telah ditentukan Allah akan dicurahkan kepada pembinasa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, di Daniel 9:27, nabi mengatakan bahwa kekejian si pembinasa akan terjadi tepat sebelumnya Kristus mendirikan kebenaran kekal, tepat sebelum penghakiman terakhir dan pembalasan. Jadi itu berarti itu saat akhir zaman. Jadi Matius 24:15 mengatakan, ketika Anda melihat kekejian pembinasa, maka Anda tahu itu tanda ahkir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah ayat 21, disini ada indikator lain yang menunjukkan kita melihat akhir zaman. Dikatakan, “Sebab pada masa itu akan terjadi tribulasi yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Itu adalah waktu terburuk dalam sejarah dunia. Ini haruslah zaman akhir ketika balas dendam Allah terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Indikator lain ada di ayat 29-30, “Segera sesudah tribulasi pada masa itu, mata-hari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit.” Jadi Kristus akan datang tepat sesudah Tribulasi. Tribulasi yang dibicarakan-Nya adalah Tribulasi Besar ayat 21.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya lihaltlah ayat 32-34 sebagai indikator terakhir, “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. 33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. 34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan mengatakan ada perumpamaan, apabila ranting-ranting mulai bertunas, kamu tahu musim panas sudah dekat. Ada pohon ara yang mulai bertunas dan pasti ada buahnya di musim panas. Dengan kata lain, ini tanda saja. Jadi sama seperti itu, jika Anda melihat semua hal yang telah dibicarakan, waktu Tribulasi yang melebihi yang lain sepanjang sejarah dan semua tanda lain, ketika melihat itu, ketahuilah bahwa akhir zaman sudah dekat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit,” di ayat 30 dan “angkatan ini” di ayat 34 yang akan mengalami semua hal ini, “tidak akan berlalu sebelum semuanya ini terjadi.” Dengan kata lain, penggenapan semua hal pada akhir zaman akan dilihat orang-orang yang melihat tanda-tanda itu. Jadi tanda-tanda itu disediakan untuk orang-orang yang masih hidup di akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang apakah Anda mengerti bahwa seluruh Khotbah di Bukit Zaitun akan terjadi di masa depan? Nah, ini bukan berarti bahwa beberapa hal yang akan terjadi nanti tidak akan terjadi sekarang, namun itu akan terjadi nanti dengan skala dan tingkat dan proporsi yang jauh melebihi apa yang kita pernah alami sekarang. Kita sekarang ada peperangan, kita ada gempa bumi sekarang, kita ada kelaparan sekarang, kita ada masalah di dunia sekarang, namun itu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang akan terjadi di akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah suatu hal yang lain di ayat-ayat berikut; ayat 6, “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah.” Ayat 9, “kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci.” Ayat 15, “Apabila kamu melihat kekejian pembinasa.” Ayat 20, “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri bukan pada musim dingin,” dan seterusnya. Mungkin Anda mengatakan, “Wah bagaimana ini di masa depan karena Dia berbicara kepada para murid dan mengatakan kamu, kamu, kamu? Bukankah Yesus berbicara dengan mereka?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Allah memilih nabi dan memindahkan dia ke masa depan untuk memberitakan sesuatu tema masa depan, dia berbicara langsung kepada orang-orang di waktu itu. Jadi dengan memakai kata “kamu” itu tidak berarti itu harus digenapkan orang-orang yang sedang mendengar hal itu. “Kamu” berarti siapapun yang hidup di masa depan itu. Ini adalah kebebasan nubuatan untuk berbicara langsung kepada masyarakat di masa depan dimana dia dipindahkan Allah dalam proses wahyu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda ingin melihat cara bicara Perjanjian Lama seperti itu, itu ada dimana- mana. Nabi-nabi Perjanjian Lama sering berbicara kepada orang-orang yang masih belum lahir di masa depan dan mengatakan kepada mereka kamu, kamu, kamu, meskipun mereka belum lahir. Misalnya Yesaya 33:17-24; Yesaya 66:10-14; Zacharias 9:9; Zacharias 3:17-20 dan seterusnya. Di semua bagian itu nabi berbicara langsung kepada orang-orang yang belum lahir kepada siapa nubuat itu akan langsung berlaku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah setelah menempatkan kami di masa depan, dan pengertian bahwa kita sekarang melihat waktu Tribulasi Besar, waktu tepat sebelum Kristus datang kembali, apakah tanda-tandanya kedatangan-Nya? Apakah tandanya yang menunjukkan pendirian Kerajaan-Nya? Apakah tanda-tandanya akhir zaman manusia dan permulaan kerajaan Allah yang kekal dan mulia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, pertama kita harus melihat ayat 8. Yesus memberikan kita permulaan tanda-tanda itu, permulaan sakit bersalin itu. Ingatlah itu semua mulai perlahan-lahan. Jika Anda belajar buku Wahyu kita bisa melihat pembukaan meterai-meterai. Enam meterai dibuka kemudian meterai ketujuh. Dan keluarlah dari meterai ketujuh, tujuh sangkakala. Dan setelah sangkakala ketujuh keluarlah tujuh cawan murka yang ditumpahkan ke dunia. Kita bisa melihat kecepatan yang meningkat. Meterai-meterai itu kelihatannya berlangsung bertahun-tahun. Sangkakala periodenya mungkin beberapa minggu, dan cawan murka itu mungkin beberapa hari pada saat frekuensi sakit bersalin itu semakin cepat pada akhirnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mulai melihat permulaannya khotbah dari Tuhan, Dan pada permulaan ada enam sakit bersalin. Marilah kita melihat satu malam ini dan kelima yang lain minggu berikutnya. Pertama ada penipuan. Nah ini bukan berarti tidak ada penipuan di masa kini. Selalu ada penipuan dan pembohongan. Selalu ada orang yang datang dalam nama Kristus atau dalam nama Allah untuk menyesatkan orang. Namun tidak seperti pada zaman akhir. Semua itu lebih intensif, lebih besar dan meningkat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat waktu dimana penipuan itu pada puncaknya. Dan Yesus mengatakan di ayat 4, “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” Jangan- lah tertipu. Pada waktu itu banyak orang ingin mendapat jawaban, dunia sudah mulai hancur dan kejahatan mulai merajalela. Bahkan dikatakan di ayat 12, “karena makin bertambahnya kedurhakaan.” Anda pikir keadaannya buruk sekarang? Keadaannya jauh lebih buruk pada saat gereja diangkat dan Roh Kudus, si penahan kejahatan, tidak ada lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dunia akan mulai hancur. Dan itu dunia dimana kasih natural sudah hilang, dimana hubungan sosial sudah terganggu, suatu dunia dimana seluruh ekonomi mulai kacau. Dunia itu hidup penuh dosa dan semuanya mulai runtuh. Dan dunia seperti itu mencari pemimpin-pemimpin. Dan itulah dunia yang mencari penyelamat dan pembebas, dan langsung waktu mereka mulai berseru untuk pemimpin macam itu, datanglah Mesias-mesias palsu. Dan dikatakan di ayat 5, “banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan banyak kristus-kristus palsu itu pada akhirnya akan mencapai puncak di satu Kristus palsu yang dikenal sebagai Antikristus. Dia adalah individu kerasukan setan akhir, yang didiami Iblis sendiri. Dan Daniel memanggilnya tanduk kecil, raja keras kepala. Dan Yohanes memanggilnya binatang. Dan Paulus memanggilnya manusia durhaka yang harus binasa (2 Tess 2:3). Dan dia begitu meyakinkan sehingga Daniel 9:27 mengatakan bahkan orang Israelpun sebagai bangsa rela bikin persetujuan dengan dia karena mereka percaya dia adalah pembebas. Dan semua bangsa-bangsa kena tipu muslihatnya sampai dibawah kuasanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Daniel 8:23 dikatakan, “Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya.” Tahukah Anda mengapa sejarah manusia menunggu? Apakah Anda tahu mengapa Allah tidak ikut campur sekarang? Dia sedang menunggukan kejahatan orang fasik sampai penuh. Jadi di hari itu “akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai mengerti kalimat gelap.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya “mengerti kalimat gelap”? Dia bisa berkomunikasi dengan kuasa- kuasa gelap dan setan-setan neraka. Dia adalah cenayang yang menghubungi roh-roh jahat. Ayat 24, “Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi itu bukan kekuatan sendiri dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan.” Memang itu bukan kekuatannya sendiri, itu kekuatan neraka. “Dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, juga umat orang kudus.” Dia penipu yang sangat efektif. Dia memakai damai, dia menggunakan negosiasi untuk memakan dunia dan menguasai mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi permulaan sakit bersalin adalah penipuan, Kristus palsu, itulah Matius 24. Dan permulaan Tribulasi, di Wahyu 6, adalah damai palsu, ada pengendara palsu naik kuda putih yang meniru pengendara benar di kuda putih dari Wahyu 19 yang adalah Yesus Kristus. Jadi Daniel melihat hal yang sama. Di masa depan ketika kejahatan sudah penuh, datanglah raja ini. Dia mengambil kuasa untuk dirinya melalui damai dan dia melawan Kristus, raja tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah caranya akhir zaman itu mulai. Ini mulai dengan antikristus ini dan dia berkuasa selama 42 bulan atau tiga setengah tahun, bagian kedua dari minggu ke tujuhpuluh dari Daniel, periode tujuh tahun itu, yang dibicarakan di Daniel 9:27. Daniel mengatakan ada satu minggu tribulasi, satu minggu – ini minggu tahunan, tujuh tahun. Di pertengahan antikristus ini berkuasa besar selama tiga setengah tahun terakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, “bukalah matamu di akhir zaman supaya Anda tidak tertipu karena datanglah banyak Kristus palsu yang datang di dalam nama saya dan mengatakan “aku Kristus” yang akan menipu banyak orang. Dan dikatakan di 2 Tesalonika 2:8, “Pada waktu itu si pendurhaka akan menyatakan dirinya.” Ayat 9-10, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, 10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa.” Dia datang dan menipu seluruh dunia. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Jan 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150111</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000027</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah akan terjadi di masa depan?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2015"><![CDATA[2015]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000028"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+24:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Matius 24:1-3</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dengan hari Minggu pertama di tahun 2015, kita akan mempelajari Matius 24 dan 25, yang dikenal sebagai “Khotbah dibukit Zaitun” karena itu memang khotbah Tuhan kita kepada murid-murid-Nya di Bukit Zaitun. Tema khotbah agung ini adalah kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya. Khotbah Tuhan kita ini adalah tentang kedatangan-Nya dan akhir zaman ini dan pendirian Kerajaan-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh khotbah ini dimulai dengan pertanyaan dari murid-murid. Jawaban dari Tuhan kita adalah jawaban paling panjang dari pertanyaan manapun yang dicatat di Perjanjian Baru. Wawasan ini sangat penting untuk memahami masa depan, dan waktu kita bergerak melalui bagian ini, kita akan kagum mempelajari kebenaran- kebenaran ini tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan banyak tentang hal ini, nabi-nabi Perjanjian Lama, khususnya Yesaya, Yehezkiel, Zakharias dan buku Wahyu di Perjanjian Baru. Dan banyak sekali terdapat dalam nubuatan Daniel, khususnya jika dibandingkan dengan Wahyu. Namun apa yang dikatakan Yesus sendiri harus diperhatikan benar-benar, karena ini adalah ajaran Tuhan Yesus sendiri mengenai kedatagan-Nya kembali dalam kemuliaan untuk mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun selalu penting untuk mengerti latar belakangnya dan disitulah kita berada malam ini. Semua orang ingin tahu masa depan, khususnya orang Yahudi di masa Yesus. Mereka sudah merasa capai tertindas terus. Mereka juga ingin melihat kedatangan Mesias mereka karena mereka tahu pada kedatangan Mesias Dia akan membuat semua hal baik kembali. Jadi mereka dipenuhi antisipasi zaman akhir. Ini adalah pelajaran mengenai hal-hal terakhir itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu Perjanjian Lama membicarakan Allah akan membangun suatu kerajaan. Mereka mengharapkan raja yang diurapi, seorang Mesias, atau dalam Bahasa Yunani. seorang Kristus yang akan datang dan mendirikan pemerintah Daud lagi di dunia. Mereka tahu apa yang dikatakan di Yesaya 9 dimana dikatakan, “lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 7 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tentu saja mereka mengenal Daniel dan bahwa akan datang suatu bencana besar pada akhirnya namun bencana itu bukan saat terakhir karena akan datang batu yang bukan bikinan manusia yang akan mendirikan kerajaan kekal di dunia. Mereka tahu sekali apakah nubuatan nabi-nabi. Apakah yang dipikirkan orang- orang Yahudi pada akhir zaman? Kapan mereka pikir waktunya kedatangan Anak Manusia atau Kristus?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat buku-buku yang mereka menulis dalam 400 tahun diantara Perjanjian Lama dan Baru ketika mereka menulis buku-buku agama yang non-Alkitabiah. Contoh: kitab Henokh, Mazmur Salomo, Asumsi Musa, kitab Yobel, Kenaikan Yesaya, kitab Keempat Ezra, Wahyu Barukh dan kitab Rahasia Henokh. Buku-buku ini tidak diilhamkan Allah namun menunjukkan pikiran orang Yahudi pada waktu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi percaya bahwa sebelum kedatangan Mesias, akan ada waktu tribulasi besar jadi sebelum Mesias datang akan ada sakit bersalin, seluruh negara akan menderita semacam tribulasi. Mereka sudah tahu akan ada waktu dimana moral akan menurun, ada waktu dimana kehormatan dan kesopanan menghilang, ada waktu dimana dunia berperang terus. Didalam salah satu buku mereka dikatakan ada gempa bumi, ada kekacauan diantara manusia, dan negara-negara akan merencanakan berbuat jahat dan pemimpin-pemimpin menjadi bingung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua dalam pemikiran zaman akhir mereka adalah bahwa dalam kesusahan itu akan datang seorang pendahulu yang akan mengumumkan kedatangan segera dari Mesias itu dan dia seperti Elia. Karena itu mereka pada mulanya tertarik kepada Yohanes Pembaptis karena dia memang mirip Elia. Bahkan hukum lisan Yahudi mengatakan bahwa harta milik dan uang, kalau ada perselisihan tentang siapa pemiliknya atau pemiliknya tidak diketahui, penyelesaian harus tunggu “sampai kedatangan Elia” karena dialah yang akan membenarkan semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal berikut yang mereka harapkan adalah kedatangan sang Mesias. Pertama ada masa tribulasi, kemudian seorang pelopor dan kemudian sang Mesias sendiri, yang adalah Raja, yang agung dan ilahi, dan yang akan datang untuk mengakhiri masa kini dan mendirikan zaman kerajaan dan akan membenarkan umat Allah. Hal berikut yang mereka lihat dalam perhitungan zaman akhir mereka adalah bahwa bangsa-bangsa lain akan menyatukan diri dan bersama-sama berperang melawan Mesias itu. Luar biasa!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Ramalan Sibil kita membaca ajaran Yahudi yang mengatakan, “Raja- raja bangsa-bangsa bukan Yahudi akan menyerang tanah ini dan akan membawa balasan terhadap mereka sendiri. Mereka mencoba untuk menghancurkan bait Allah yang kuat itu dan orang-orang yang paling mulia ketika mereka datang. Kemudian dengan suara besar Allah akan bicara kepada semua orang yang pikirannya kosong itu dan penghakiman akan datang kepada mereka semua dan semua akan binasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi, ini adalah kepercayaan orang Yahudi pada waktu Kristus, dan itu sama dengan apa yang diajarkan Alkitab, dan sama dengan pengertian kita dari nabi-nabi Perjanjian Lama dan juga dari Wahyu. Dan hal berikut yang mereka ajarkan dalam pengertian akhir zaman mereka adalah bahwa peperangan melawan Mesias itu akan menghancurkan semua negara itu secara total. Dengan kata lain Dia akan datang dan menghancurkan semua negara lawan itu untuk memperlihatkan bahwa semua senjata ofensif dan defensif mereka sama sekali tidak berdaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka percaya bahwa kejadian berikutnya adalah renovasi Yerusalem. Ini adalah pemurnian kota itu supaya itu menjadi Yerusalem dari Seribu Tahun yang agung, kota Yerusalem dari Raja yang agung dengan kemuliaan kekal. Bahkan di kitab Henokh dikatakan, “Semua tiang adalah baru dan ornamen-ornamen itu lebih dari yang dulu di Yerusalem pertama. Jadi mereka melihat renovasi seluruh Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian berikut yang mereka melihat adalah bahwa orang Yahudi yang sudah tersebar di seluruh dunia akan terkumpul kembali. Dan mereka akan terkumpul kembali ke dalam kota Yerusalem itu. Bahkan sampai hari ini, doa orang Yahudi adalah, “Angkatlah spanduk untuk mengumpulkan kembali mereka yang tersebar dan satukanlah kami dari keempat ujung dunia.” Mereka mengharapkan hari kedatangan Mesias yang akan mengalahkan semua bangsa-bangsa lain, yang akan merenovasi Yerusalem dan kemudian menyatukan kembali semua orang Yahudi dari seluruh dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya mereka mengerti nabi-nabi Perjanjian Lama sama seperti kita mengertinya. Kita juga mengerti urutan yang sama. Dan setelah itu mereka percaya bahwa Palestina akan menjadi pusat seluruh dunia. Semua bangsa akan ditaklukan dan mereka akan datang ke Yerusalem untuk menyembah raja. Dan akhirnya, hal terakhir dalam urutan zaman akhir ini adalah bahwa itu membawa zaman baru yang penuh damai dan kebaikan dan kemuliaan yang akan berlangsung selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang ikutilah pikiran mereka. Mereka telah mengalami tribulasi, dari sudut pandangan mereka, untuk jangka waktu cukup panjang benar? Mereka telah dikuasai orang Persia, Yunani dan sekarang Romawi. Dan mereka masih ingat tidak lama sebelumnya ketika bangsa mereka menderita di periode Makabe, waktu penodaan yang mengerikan oleh Antiokus Epifanes dan orang Yunani. Jadi mungkin saja mereka memikir bahwa tribulasi Romawi memang adalah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian datanglah Yohanes pembaptis. Dialah seperti Elia. Dan kemudian tiba- tiba datanglah Yesus Kristus. Dan Dia menyembuhkan orang dan Dia membangkitkan orang dan Dia memiliki kuasa ajaib untuk memberi makanan kepada banyak orang. Dia adalah pembuat mujizat yang menghilangkan penyakit dari Palestina selama Dia melayani disana. Dan Dia naik keledai masuk ke Yerusalem pada hari Pelewatan. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka, “Inilah Mesias.” Dan hal pertama yang akan terjadi adalah bahwa bangsa-bangsa dunia akan bersatu untuk melawan-Nya dan Dia akan menghancurkan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka langsung memikir Dia akan mulai peperangan dan orang Romawi akan dihancurkan pada mulanya. Dan setelah itu Dia akan memurnikan Yerusalem. Dia akan melemparkan keluar semua orang munafik dan semua agama palsu dan penyembahan palsu. Kemudian kita akan melihat bait akhir yang mulia dimana penyembahan tulen akan terjadi. Kemudian Dia akan mengumpulkan semua orang Yahudi dari seluruh dunia dan mendirikan kerajaan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itulah dalam pikiran murid-murid ini pada waktu kita mulai Matius 24. Jadi bagaimana perasaan mereka pada waktu Yesus mengatakan kepada mereka bahwa Dia akan mati? Itu tidak sesuai dengan kepercayaan zaman akhir mereka. Jadi mereka berpikir, “Tidak, ini tidak mungkin terjadi.” Mereka tidak mengerti kematian dan kebangkitan Kristus. Mereka melihat semuanya terjadi pada waktu Dia datang pada pertama kalinya. Mereka tidak mengerti bahwa Dia datang sekali, dan sekarang ada jangka waktu panjang sebelum Dia datang kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Allah memanggil hal ini suatu misteri karena itu tidak diberi tahu di Perjanjian Lama. Bahkan Paulus mengatakan bahwa seluruh Perjanjian Baru adalah suatu misteri yang tersembunyi sejak purbakala karena itu mengem- bangkan suatu jangka waktu yang tidak kelihatan sebelumnya. “Misteri” berarti sesuatu yang tersembunyi sebelumnya. Nah yang membawa ini dalam fokus adalah Matius 23:38-39, “Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. 39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada waktu mereka mendengar Yesus, “Aku akan merenovasi rumahmu dan setelah itu baru Aku akan datang,” mereka memikir bahwa Dia masih tepat waktunya. Namun Yesus baru berkata, “rumuhmu akan ditinggalkan menjadi sunyi,” dan bukan “Rumah BapaKu,” yang dulunya disebut seperti itu. Sekarang ini rumuhmu karena Allah telah meninggalkannya. Dan kalian tidak aka melihat- Ku lagi sampai saat Aku kembali dalam kemuliaan Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita membaca Matius 24:1-3, “Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. 2 Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." 3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka manusia biasa dan mereka melihat Bait Allah yang sangat besar itu dikelilingi tembok diatas gunung. Bentuknya lebih seperti benteng dari pada Bait. Mereka tidak dapat membayangkan cara membangunnya apalagi meruntuhkannya. Talmud Babel mengatakan tidak pernah ada gedung yang lebih indah daripada bait suci itu. Dan Lukas mengatakan itu dibangun memakai batu-batu indah. Bahkan Yosefus mengatakan yang membangunnya adalah Herod.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika kita baca Yosefus dia mengatakan bahwa semuanya diratakan sampai tidak ada yang tahu bahwa ada bangunan disitu sebelumnya. Orang Roma merubuhkannya semuanya karena jika mereka ingin menaklukan orang Israel secara efektif, mereka harus menghapuskan seluruh sistem agama mereka. Jadi Yesus mengatakan dengan menggunakan negatif ganda, “tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Dan memang itu terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mengatakan di Matius 24:3, “bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Jadi mereka menghubungkan kedua hal itu, “kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia.” Dan mereka benar-benar bersemangat dan gelisah. Dan itu tidak berhenti, bahkan sesudah kebangkitan di Kisah PR 1:6 sesudah kebangkitan-Nya mereka masih menanyakan Yesus, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Mereka tetap menanyakan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang mereka pikirkan pada waktu kita membaca Matius 24? Sekarang juga adalah kerajaan, sekarang adalah waktu penghakiman, sekarang juga akan didirikan kerajaan kekal kemuliaan Mesias, semua itu akan terjadi sekarang juga. Tetapi seluruh maksud khotbah Yesus ini adalah untuk memberitahukan mereka ini, “Hai saudara-saudara, ini tidak akan terjadi sekarang ini.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi-nabi Perjanjian Lama melihat kedepan dan menggabungkan semua factor waktu dan hanya melihat kedatangan sang Mesias dalam mendirikan kerajaan. Mereka tidak melihat waktu kesenjangan besar dan karena itu ini disebut suatu misteri. Jadi murid-murid mengatakan, “bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Ungkapan luar biasa, “kesudahan dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu digunakan lima kali dalam kitab Matius, frase yang sama, “akhir zaman.” Dan kata sunteleia berarti akhir yang komplit, akhir terakhir. Ini dipakai juga bukan saja di dalam ayat ini tetapi juga di Matius 28:20 dimana Yesus berjanji bahwa kita akan diberi otoritas pada waktu kita pergi untuk memuridkan orang. Kemudian Dia mengatakan, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 13:39, di perumpamaan gandum dan lalang, dikatakan, “Waktu menuai ialah akhir zaman.” Jadi waktu menuai Allah adalah pada akhir zaman, dan Yesus mengatakan, dan yang menuai adalah para melaikat, lalang dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian pula hal yang sama terjadi pada akhir zaman. Dikatakan di Matius 13: 42, “Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi akhir zaman berarti akhir segala sesuatu, ketika Allah datang dengan penghakiman lengkap dan finale dan mengambil orang-orang yang tidak percaya dan menempatkan mereka di neraka dan orang-orang percaya akan bersama Dia selamanya. Jadi pertanyaan murid-murid adalah tentang akhir zaman itu. Ini semacam pertanyaan akhir. Nah marilah kita kembali sebentar ke Matius 24. Mereka menanyakan Yesus pertanyaan mengenai hal-hal akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan Mesias akan datang dalam kemuliaan sepenuhnya? Kapan penghakiman akhir akan terjadi dimana mereka yang tidak percaya terkutuk ke neraka dan orang-orang benar akan masuk kemuliaan kerajaan? Dan apakah tandanya yang harus kita perhatikan yang memberitahu itu semua akan terjadi? Jawaban Tuhan mulai di Matius 24:4, “Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dengarkanlah dengan seksama, jawaban Tuhan mulai di ayat 4 dan Yesus mulai menjawab pertanyaan mereka. Dan pertanyaan mereka adalah mengenai kedatangan Kristus untuk kedua kalinya dan akhir zaman manusia. Dia tidak mengatakan apa-apa tentang pengrusakan Yerusalem mulai sekarang. Itu diluar khotbah Bukit Zaitun di ayat 2 sebelum pertanyaan akhir zaman. Dan ini hanya merupakan contoh kecil dari hukuman yang Allah akan laksanakan ketika Mesias datang kembali dalam kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan kepada mereka, lihatlah, apa yang kau saksikan bukan akhir zaman. Apa yang kau lihat bukanlah permulaan dari kedatangan Mesias dalam kemuliaan-Nya. Marilah sekarang Aku menunjukkan apakah indikasi kedatangan-Nya sepenuhnya. Marilah Aku memperlihatkan tanda-tanda kedatangan-Nya yang kedua. Marilah Aku memperlihatkan apakah yang menentukan akhir zaman itu. Dan itulah tema Khotbah di Bukit Zaitun itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu membawa mereka dari keadaan mereka pada waktu itu kepada karakter waktu kedatangan Tuhan kembali. Jadi dengan demikian Dia mengangkat mereka dari waktu sejarah mereka saat itu kepada waktu jauh di masa depan, yaitu masa depan yang kita masih belum mengalami, dan itu menggambarkan semua kejadian yang berhubungan dengan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dan itulah yang kita akan pelajari pada waktu kita mulai melihat ayat 5 di minggu depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh Tuhan siapkanlah hati kami supaya kami semua terpengaruh injil ini untuk memberitahukan orang lain tentang Yesus. Oh Tuhan, kami tahu Engkau akan datang kembali di masa depan dekat, namun masih begitu banyak orang disini di Denver yang masih belum mengenal Engkau, yang akan meninggal tanpa ada hubungan pribadi dengan Engkau. Oh Tuhan, berikanlah setiap pribadi kita keinginan untuk menaati Amanat Agung untuk memberitakan Injil kepada setiap orang yang engkau tempatkan di perjalanan kami. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Jan 2015 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20150104</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000028</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Juruselamat lahir! Kemuliaan Bagi Allah dan Damai bagi Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000029"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:11-14" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:11-14</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 2:1-2, itu terjadi pada suatu hari di dalam sejarah ketika Kaisar Agustus adalah kaisar Romawi dan Kirenius adalah gubernur Siria. Itu adalah hari yang telah direncanakan dalam kekekalan sebelum dunia dijadikan. Bahkan seluruh alam semesta dengan miliaran galaksi telah diciptakan untuk hari ini dan sejarah manusia. Kolose 1:16 mengatakan, “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 4:4, “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.” Itu terjadi pada hari yang sempurna, pada saat waktunya genap, yang ditentukan Allah sebelum fondasi dunia. Itu terjadi di kota yang benar ada sekarang juga bernama Betlehem, kota Daud, raja besar Israel, 10 kilometer dari Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kota itu telah dinubuatkan di Mikha 5:2, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi- Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Jika Anda pernah berdosa melawan Allah Anda memerlukan Juruselamat. Matius 1:21, “engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hanya Allah sanggup mengampuni dosa-dosa melawan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Yesus mengatakan di Matius 9:6, “Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa di dunia." Karena itu lahirlah Juruselamat. Lukas 2:11-12 mengatakan, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Jadi satu malaikat mengumumkan berita besar ini dan menunjukkan dimana letaknya bayi Yesus di palungan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun yang diperlukan adalah tentara malaikat untuk merespon kepada berita itu dan untuk menyatakan artinya berita itu dan untuk memberitakan hasil akhir berita itu. Lukas 2:13-14 mengatakan, “Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Para malaikat memberikan kita dua maksud, kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera bagi manusia yang berkenan kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Allah dipermuliakan karena Anak ini lahir. Kedua, damai sejahtera diberikan kepada siapapun yang menerima Anak ini. Allah menciptakan dunia dan dosa menghancurkan sebagian namun Allah datang untuk memperoleh kembali dunia itu di dalam Yesus Kristus. Maksud ada penciptaan dan penebusan adalah Allah penuh kemuliaan dan harus dipuji untuk kemuliaan-Nya itu oleh manusia yang telah diisi damai sejahtera baru itu. Hanya orang-orang yang telah menerima Kristus dan percaya Dia sebagai Juruselamat akan mengalami damai sejahtera yang disampaikan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hubungan dimana Allah ingin Anda mencari kedamaian itu dan menikmati kedamaian itu. Pertama, ini harus mulai dengan damai dengan Allah, kemudian damai di dalam jiwa Anda sendiri dan ahkirnya damai dengan orang lain sebisa mungkin. Damai benar-benar tidak berarti hanya tidak ada konflik, damai sungguh-sungguh berarti ada suka cita dan ketentraman dan hubungan antarpribadi yang subur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedamaian Allah atau kedamaian Kristus tidak mungkin dapat dipisahkan dari Allah atau Kristus sendiri. Jika kami ingin perdamaian memerintah di dalam hidup kami, Allah harus memerintah di dalam hidup kami. Kristus tidak memberikan damai yang dapat dipisahkan dari diri-Nya sendiri. Tujuan-Nya adalah untuk memberikan damai dengan bersatu dengan Pribadi termulia dalam hidup Anda. Jadi kuncinya ada damai adalah dengan menyatukan berita malaikat, yaitu kemuliaan bagi Allah dan damai bagi manusia. Dan apa yang menyatukan keduanya adalah kepercayaan pada janji-janji Allah oleh Yesus. Roma 15:13 mengatakan, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai dengan Allah datang dari “pembenaran oleh iman” (Roma 5:1) yang berarti kepercayaan kepada Kristus yang menyebabkan Allah menyatakan Anda benar dengan memperhitungkan kebenaran Yesus kepada Anda. Dan itu datang hanya melalui iman, bukan karena usaha, bukan oleh tradisi, bukan oleh karena dibaptis, bukan karena menjadi anggota gereja dan bukan oleh kehidupan yang baik. Setelah kita dibenarkan, Allah mengadopsi kita ke dalam keluarga-Nya; Dia adalah Bapa kita dan kita adalah anak-anak-Nya dan kita memiliki damai sejahtera tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perdamaian dengan kita sendiri berasal dari perdamaian dengan Allah. Pada waktu kita bertumbuh dalam menikmati perdamaian dengan diri kita, perasaan bersalah dan ketegangan yang mengakibatkan rasa putus asa akan menghilang. Perdamaian dengan Allah memberikan kita kemampuan untuk percaya janji-janji- Nya dan itu memuliakan Allah. Filipi 4:6-7, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai dengan orang lain adalah sesuatu yang kita tidak bisa mengontrol. Paulus mengatakan di Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Ada beberapa orang pada hari Natal ini yang akan mengalami hubungan canggul dan mungkin menyakitkan, namun Allah mengatakan untuk berusaha mendamaikan biarpun itu sukar. Efesus 4:31-32, “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kagumlah meskipun semua dosa-dosa Anda, Allah tetap mengampuni semua dosamu yang lalu, sekarang dan yang akan datang. Kekaguman ini menyebabkan hati kami lemah lembut dan mau mengampuni. Mungkin saja itu tidak diterima. namun itu masalah dia dengan Allah. Taatilah perintah Allah dan dengan demikian Anda memuliakan Allah, jangan memperhatikan hasil Anda dalam proses perdamaian itu. Dan Anda akan menjadi seperti para malaikat yang memuliakan Allah ditempat yang mahatinggi, supaya Allah menerima segala kemuliaan untuk selama-lamanya, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Dec 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141214</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000029</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kutukan dan Belas Kasihan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000002A"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+23:37-39" target="_blank" class="imCssLink">Matius 23:37-39</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita buka Alkitab ke Matius 23:37-39. Malam ini kita datang kepada ayat-ayat terakhir dari bab yang berkuasa ini. Beberapa dari orang favorit saya adalah orang Yahudi: Yesus, Paulus, Petrus, Musa dan Abraham. Bahkan saya merasa dalam hati saya sendiri sakitnya ketidakpercayaan orang Yahudi yang lain, sakitnya penganiayaan mereka. Mereka sudah diberi perjanjian dari Allah dan mereka tidak mengerti mengapa tidak ada berkat, mengapa seolah-olah selalu ada kutukan. Mengapa?</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi telah mengalami lebih banyak penderitaan dari pada setiap bangsa lain dalam sejarah. Namun tetap saja selama berabad-abad ini Allah telah memelihara mereka. Mereka tidak pernah dihapuskan habis. Mengapa? Jika mereka bangsa yang telah diadopsi dan bangsa perjanjian dan hukum Taurat dan dari bangsa itu telah datang atau akan datang Mesias, mengapa mereka menderita begitu banyak? Gambaran orang Yahudi dalam penderitaan sekarang sebenarnya mulai dengan kehancuran Yerusalem.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tahun 70 S.M. Titus Vespasian menjadi panglima Romawi yang mengepung kota Yerusalem dan sebelumnya selesai hal itu, lebih dari satu juta orang Yahudi dibunuh menurut Yosefus. Dua tahun sebelumnya in tahun 68 S.M. orang non- Yahudi telah membunuh 20,000 orang Yahudi dan menangkap ribuan orang dan menjualnya menjadi budak. Dan itu mulai 2000 tahun pembasmian yang diderita orang Yahudi. Misalnya pada waktu itu di dalam satu hari, penduduk kota Damsyik membunuh 10,000 orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sama sekali tidak bersalah, namun mereka menjadi korban penganiayaan yang berat sekali. Di Perancis mereka dituduh menyalibkan anak-anak Kristen. Mereka dituduh meminum darah anak-anak Kristen yang telah mereka matikan. Orang Yahudi yang menolak menjadi Kristen dibunuh. Di tahun 1236 pada waktu perang Salib, berkali-kali tentara salib datang ke Anjou dan Poitou dan mereka membunuh 3000 orang Yahudi dengan diinjak kuku kuda mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi telah tersebar kemana-mana di Eropah setelah mereka kehilangan Yerusalem dan tanah mereka. Dan mereka telah datang ke Inggris dimana mereka aman untuk sementara sampai ada masalah dengan biarawan Dominika. Didalam sistem Roma, orang Dominika itu adalah suatu kelompok terkenal, dan ada satu biarawan Dominika yang memutuskan untuk mempelajari Firman Ibrani untuk masuk ke agama Roma Katolik. Namun dalam proses itu dia malah masuk ke dalam Yudaisme dan dia disunat. Akibatnya gereja Roma Katolik menjadi marah, dan orang Dominika merasa tertipu, jadi mereka membalas dendam pada orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka diusir dari Cambridge, dan ada hukum-hukum yang dibentuk melawan mereka. Mereka digantung, mereka diasingkan dan mereka dipaksa untuk memakai lencana inferioritas. Akhirnya disekitar 1290 raja memutuskan untuk mengeluarkan orang-orang Yahudi yang masih ada. Mereka melarikan diri ke Perancis lagi, yang dulu telah mengusir orang Yahudi dibawah pimpinan Louis XI, namun pada saat itu orang Yahudi masih diperbolehkan untuk tinggal disana dan hidup disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika datang penyakit kematian hitam pada abad ke-14, yang disalahkan adalah orang-orang Yahudi. Wabah itu menjalar ke seluruh Eropah dan puluhan ribu orang mati. Katanya, orang-orang Yahudi meracuni sumur-sumur di Perancis dan merekalah yang menyebabkan kematian hitam itu. Jadi mereka mulai lagi membunuh orang-orang Yahudi. Ada jemaat yang sedang berkumpul dalam suatu rapat dan mereka semua dibakar bersama di tempat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu mereka melarikan diri ke Polandia dan Rusia. Dan diwaktu kontemporer sekarang ini kita tahu tentang banyak orang Yahudi Polandia dan Rusia. Polandia benar menjadi tempat tanah air bagi mereka. Di Polandia mereka mendirikan sekolah-sekolah Talmud. Dan di Polandia mereka membangun beberapa seminari dimana mereka melakukan pekerjaan mereka. Kemudian ada konflik besar dengan gereja Roma Katolik dan datanglah penganiayaan besar disitu juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa yang berhasil melarikan diri ke Spanyol, namun sejarawan mengatakan bahwa Spanyol waktu itu adalah “neraka bagi orang Yahudi.” Kedua orang yang menumpuk kengerian yang paling hebat kepada orang Yahudi adalah Raja Ferdinand dan ratu Isabel yang mengutus Columbus berlayar, yang kemudian menemukan belahan bumi barat. Jadi sementara mereka memberi keuntungnan kepada dunia dengan membukakan belahan barat, mereka berusaha sepenuhnya untuk menghapuskan semua orang Yahudi di negara mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Diseluruh Eropah orang Yahudi dipanggil babi. Akhirnya di tahun 1492, ketika Columbus dikirim ke barat, orang-orang Yahudi dikirim ke arah timur dari Spanyol. dan mereka yang pergi ke Rusia sampai sekarang juga dianiaya. Kita semua telah membaca tentang keadaan yang buruk sekali untuk orang Yahudi Rusia, benar? Keadaan itu telah berlangsung selama 2000 tahun untuk orang-orang itu. Di pertengahan abad ke-17, penganiayaan pertama terjadi di Polandia. Memang ada keamanan lumajan selama dua ratus tahun namun tiba- tiba itu juga berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara periodik selama berabad-abad orang Jerman telah membunuh banyak orang Yahudi, dengan menuduh mereka juga memakai darah anak-anak Kristen untuk hari Pelewatan mereka. Jadi mereka menuduh orang Yahudi menikam tubuh Kristus. Pendapat anti-Yahudi mengalir dalam peradaban barat dan memuncak di peristiwa Dryfus yang mengerikan di Perancis. Dryfus adalah officer tentara yang dikeluarkan dan dihina sebagai pengkhianat hanya karena dia adalah orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu mulai Perang Dunia II ada 16.5 juta orang Yahudi di Eropah. Jadi meskipun Allah mengizinkan semua ini, Allah tidak mengizinkan orang untuk menghilangkan bangsa ini. Kemudian datanglah Hitler dan dialah yang memulai pemusnahan Holocaust yang tak terlukiskan untuk hampir enam juta orang Yahudi. Hanya kali ini tidak berdasarkan agama, Ini berdasarkan ras dan ini sesuatu hal yang baru. Sekarang masyarakat sekuler mengambil warisan sikap anti-Yahudi berdasarkan agama dan memberikan dunia sikap anti-Yahudi berdasarkan ras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa demikian dengan kita? Mengapa kita harus menderita begitu lama? Jawabannya adalah di Matius 23:37-38, "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.” Marilah kita berhenti sebentar disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya “lihatlah rumahmu ditinggalkan dan menjadi sunyi?” Tuhan Yesus mengatakan kepada Yerusalem, tidak ada orang yang akan membajak tanahmu. Tidak ada yang akan mengolah tanahmu, Tidak ada yang akan menanam tanaman. Tidak ada yang akan memedulikan pohon anggurmu. Tidak ada yang akan menyiram tanahmu. Tidak ada yang menanam pagar disekitar tanahmu. Tidak ada yang akan melindungi tanahmu. Anda akan dibiarkan terbuka pengaruh unsur alam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama hampir 2000 tahun bangsa Israel harus hidup tanpa Allah dan perlindungan-Nya, itulah perbedaannya. Mengapa? Karena Allah telah membiarkan mereka tanpa perlindungan dari semua holocaust yang dapat datang dari dunia. Mengapa? Karena apa yang dikatakan di ayat 37, Yesus datang dan Dia ingin mengumpulkan mereka untuk dilindungi. Saya ingin membawa kalian dibawah sayap perlindungan-Ku tetapi Anda menolak. Mengapa? Karena mereka menolak Mesias mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ayat ini mengakhiri khotbah di Matius 23. Ini berakhir dengan ratapan, karena walaupun Allah akan menghakimi negara itu dengan menghilangkan perlindungan-Nya dan membiarkan Iblis menyerang mereka sepenuhnya, Dia masih berbelas kasihan terhadap mereka. Karena Iblis ingin menghancurkan Israel lebih dari pada negara yang lain, karena mereka adalah bangsa dalam rencana Allah yang ingin digagalkan Iblis, karena dia ingin menghilangkan mereka supaya Kristus tidak dapat mewarisi mereka dan menggenapkan janji- janji Allah kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun hati Allah berduka cita sama seperti hati kita harus berduka cita. Allah mengatakan tidak ada suka cita dalam kematian orang fasik. Di Yeremiah Allah berbicara melalui nabi dan memanggil orang-orang untuk memuliakan-Nya dan untuk menaati-Nya dan kemudian di Yeremiah 13:17 mengatakan, “Jika kamu tidak mau mendengarkannya, aku akan menangis di tempat yang tersembunyi oleh karena kesombonganmu, air mataku akan berlinang-linang, bahkan akan bercucuran.” Ini benar-benar menyakiti hati-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini mulai di tahun 70 S.M. pada waktu penghancuran Yerusalem yang mengerikan dan itu masih terjadi sekarang juga. Dan keadaannya akan memburuk. Tangan Allah masih diam dan Iblis tetap masih menyerang mereka. Ada waktu yang digambarkan di Alkitab sebagai tribulasi besar. Kita akan belajar lebih banyak pada saat kita membicarakan Matius 24, namun keadaannya akan menjadi jauh lebih buruk dari apa yang Israel pernah alami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan berarti orang-orang Yahudi individu tidak dapat datang kepada Kristus. Mereka bisa dan mereka datang dan mereka akan datang, karena Allah selalu ada sisa-Nya, selalu. Sekarang kita menamakan ayat 34-36 sebagai kutukan. Namun hal kedua malam ini adalah belas kasihan, ayat 37-38. Dari kutukan kepada belas kasihan, pencurahan murka sama dengan pencurahan belas kasihan. Ini memberikan kita keseimbangan yang perlu dan pengertian yang perlu untuk memahami karakter Allah dan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita baca di ayat 37, “Yerusalem, Yerusalem,” dan ada semacam duka cita dalam ulangan itu, benar? Dan jika kita membandingkan bagian itu dengan Lukas 19:41-42 dimana dikatakan, “Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 42 kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.” Jadi Dia menangis dan mungkin saja Dia menangis lagi pada hari Rabu sama seperti pada hari Senin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ide pengulangan kata-kata penting juga. Seringkali di Firman ulangan kata-kata berarti ada emosi besar. Dan Yesus menggambarkan kota itu bukan seperti kota damai, namun sebagai kota “yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!” Bahkan di buku Wahyu Allah menyebut Yerusalem sebagai “Sodom dan Mesir.” Sodom mengacu kepada perbuatan yang tidak wajar dan Mesir mengacu kepada orang-orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah mengatakan, sudah, kau sekarang tandus. Aku akan memberhentikan tangan berkat-Ku dan kau akan mengalami serangan neraka, yang mencapai puncaknya di waktu tribulasi ketika Wahyu mengatakan jurang maut terbuka dan keluarlah setan-setan yang telah dilepaskan yang sudah berabad-abad dipenjarakan untuk berbuat jahat diseluruh dunia. Waktu yang buruk itu dimana Yerusalem dihajar adalah suatu lambang bagi seluruh bangsa sama seperti keadaannya bagi para nabi dalam pelayanan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita melihat hati Juruselamat. Lihatlah apa yang dikatakan di Matius 23:37, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” Dengan kata lain, selalu pada waktu pelayanan-Nya Dia ingin mengumpulkan mereka. Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Bahkan pada waktu Yesus mau mati, Dia masih merangkul pencuri yang mau percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada perasaan intim dan lemah lembut disini. Ini sangat pribadi, intim dan hangat. Yesus ingin memberi jaminan keamanan kepada mereka dan kunci semua adalah bagian terakhir dari ayat 37, “tetapi kamu tidak mau.” Itulah kuncinya! Disini Allah ingin, namun Anda tidak mau. Dan di pertengahan paradox dari keberdaulatan dan kemauan, kita harus melihat ayat-ayat ini. Dan setiap jiwa yang untuk selamanya berada di luar perlindungan Allah ada disitu karena mereka tidak mau datang dan bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara teologia, pilihan manusia juga menjadi bagian keselamatan sama seperti pilihan Allah. Dalam hal ini, anugerah bisa ditolak dan setiap orang bertanggung jawab sendiri. Jadi kita melihat hati Kristus. Lihatlah ayat 38, “rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.” Yesus sebelumnya itu memanggilnya “Rumah Bapa-Ku”, namun sekarang Dia mengatakan itu rumahmu. Bait Kudus telah dinajiskan dan sekarang rumahmu ditinggalkan. Allah pergi dari situ. Dalam 1 Samuel 4:21 dikatakan, “Ikabod, yang berarti, "Telah lenyap kemuliaan dari Israel." Sekarang kau harus berdiri sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 19:43 Yesus mengatakan kepada mereka, “Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan.” Dia membicarakan kehancuran Yerusalem di 70 S.M. dan Yosefus mengatakan kota itu diratakan. Tidak ada sesuatu yang tinggal kecuali satu menara yang menonjol dan sebagian dari Tembok Ratapan barat. Itu adalah hukuman ilahi untuk penolakan Kristus dan dosa tumpukan dari bangsa yang membunuh nabi-nabi dan mematikan dengan batu para utusan Allah. Apakah itu akhirnya? Berkati Allah itu bukan akhirnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kutukan di ayat 34 sampai 36, dan belas kasihan di ayat 37 sampai 38, dan akhirnya konversi di ayat 39, “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" Yesus mengatakan, Aku pergi sekarang. Selamat pergi dari Mesiasmu. Penolakan sudah final dan itu terbukti pada saat para rasul datang dan berkhotbah setelah Kristus pergi, mereka ingin membunuh mereka juga. Apakah disitu ayat ini berakhir? Tidak, itu tidak berakhir disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Perjanjian Lama Allah menjanjikan mereka bahwa Dia akan mengumpulkan mereka kembali. Bahwa pada akhirnya Dia akan menjadi Juruselamat dan raja mereka. Bahwa akhirnya mereka akan berhubungan dengan Dia dan pada akhirnya semua janji-janji akan digenapkan. Kita memiliki Allah yang membuat janji yang akan di tetapkan, jadi itu tidak berakhir disitu. Dikatakan, “hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" Nah, apakah artinya itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Matius 21:9 itu menjadi seruan yang memberi identitas kepada sang Mesias. Mesias adalah yang akan datang. Zakharia 12:9-10 mengatakan, “Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem. 10 Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi Dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.” Kemudian mereka akan mengakui Aku sebagai Mesias mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika murka Allah telah dicurahkan penuh, Allah akan memutarbalikkan keadaan dan Allah akan menghancurkan bangsa-bangsa yang datang melawan Israel. Dan kepada Yerusalem Dia akan mencurahkan roh kasih karunia. Dan sisik akan dilepaskan dari mata mereka dan mereka akan melihat lagi Yang mereka telah tikam, yakni Kristus. Dan mereka akan meratapi-Nya seperti orang meratapi anak sulung. Apakah benar Dia anak sulung? Memang, karena hanya ada satu Mesias. Dan yang tidak dapat dipercaya akan terjadi. Terjadilah dukacita besar sekali du Yerusalem dan di seluruh negara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada hari itu di Zakharia 13:1-2, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran. 2 Maka pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan semesta alam, Aku akan melenyapkan nama-nama berhala dari negeri itu, sehingga orang tidak menyebutnya lagi. Juga para nabi dan roh najis akan Kusingkirkan dari negeri itu.” Allah akan membasuh bersih seluruh negara. Semua nabi palsu dan roh-roh jahat akan diusir. Allah akan menyelamatkan umat-Nya. Kemudian mereka akan melihat Yesus seperti siapakah Dia sebenarnya dan mengatakan, Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Itulah Mesias kami!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa hubungannya dengan aku? Dengarkanlah, jika Allah telah menghukum dan mengutuk dengan melepaskan umat-Nya yang dikasihi sendiri Israel, apakah akan terjadi dengan Anda sendiri jika Anda menolak Yesus Kristus? Apakah Anda memikir Anda akan diperlakukan lebih baik? Pelajaran terhadap bangsa ini dalam sejarah dapat diringkaskan ke satu pelajaran untuk seorang pria atau wanita di dalam waktu tertentu. Anda harus memilih. Tuhan ingin mengundang Anda kedalam keamanan kasih-Nya dan keselamatan-Nya. Apakah Anda rela menerima hal itu? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Dec 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141207</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000002A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengutuk Pemimpin Rohani Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000002C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+23:16-33" target="_blank" class="imCssLink">Matius 23:16-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Firman Allah orang yang paling dihormati, yang paling bermartabat adalah dia yang tulen dan setia kepada Allah. Dengan kata lain, Allah mengangkat hamba-hamba nama-Nya yang setia dan benar. Dan sepanjang Firman kita membaca tentang kesaksian indah dari individu tertentu itu dan Allah memanggil kita untuk menghormati mereka. Rasul Paulus mengatakan di Galatia 4:14 bahwa jemaat menyambutnya, “seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disisi lain orang yang paling dikutuk adalah mereka yang menjadi pemimpin rohani palsu. Kata-kata kecaman dan murka yang paling keras diberi mereka yang menonjolkan diri sebagai pemimpin rohani benar tetapi sebenarnya adalah pendusta dan munafik. Firman Allah berkali-kali memperingati kita tentang guru-guru yang tidak mengenal Allah, yang asing terhadap keselamatan yang mereka klaim mereka beritakan. Mereka memperingati orang tentang neraka yang malah mereka sendiri akan menduduki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menegur mereka karena mereka binasa ditengah banyak berkat. Matius 23 adalah puncak diatas semua puncak di Firman Allah tentang kata-kata penghakiman yang kita baca sampai ayat 36. Dan secara jujur, sukar untuk berkhotbah tentang bagian firman ini karena ini mengutuk pemimpin-pemimpin palsu habis-habisan. Namun kita harus menyelesaikan ini karena itu diberikan sebagai peringatan. Jadi kita diajarkan sekarang mengapa mereka dikutuk seberat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semoga kami membawa pesan itu kepada situasi kami sekarang dan mengapplikasikan hal itu kepada pemimpin-pemimpin agama palsu zaman ini. Janganlah kita menamakan agama-agama, atau denominasi atau gerakan, namun marilah saya memberikan Anda kriteria dari Firman Allah supaya Anda sendiri dapat mengambil keputusan itu. Namun Anda harus memikir cerdas, hormatilah mereka yang menjadi pemimpin rohani yang tulen sama seperti Firman Allah membawa Anda untuk menghindari dan mengutuk mereka yang palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah hari ini masih hari Rabu minggu terakhir-Nya, dua hari sebelum penyaliban. Kebencian terhadap Yesus Kristus semakin meningkat sehingga mencapai puncaknya. Dia mengintimidasi mereka dengan segala cara dan mereka ingin membunuh-Nya dan kemudian pada saat seluruh kota kelihatannya terpengaruh bahwa Dia mungkin sang Mesias, amarah mereka malah lebih besar dari pada sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak lagi menanyakan pertanyaan kepada Yesus. Dia telah menyebabkan mereka kelihatan bodoh setiap kali mereka bertanya, jadi mereka membungkam- kan diri. Jadi pada hari Rabu ini Dia berkhotbah untuk terakhir kali. Dan pesannya melawan pemimpin rohani palsu dan peringatan bagi orang-orang untuk menhindari mereka di ayat 1-12. Dan itu penghakiman untuk mereka mulai dari ayat 13 dan berakhir dengan ratapan karena konsekuen ketidakpercayaan Yerusalem yang adalah hasil kepemimpinan rohani palsu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuh kali Yesus mengucapkan kata celakalah. Dia menyatakan kutukan seperti ini kepada mereka dan ini bukan harapan kosong. Dan Dia menyatakan penghakiman akhir ini kepada pemimpin agama Israel yang telah menolak-Nya dan yang juga menyebabkan orang-orang ditolak. Jadi sekarang ada tujuh kutukan. Pertama, para pemimpin rohani palsu terkutuk karena menghalang orang-orang untuk masuk ke Kerajaan seperti kita melihat di ayat 13, “Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, pemimpin rohani palsu terkutuk karena mereka menyesatkan orang. Mereka bukan saja merintangi orang masuk ke kerajaan, mereka membawa orang-orang itu langsung ke neraka. Ayat 15 mengatakan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, pemimpin rohani palsu terkutuk karena mereka melanggar kebenaran. Mereka mengembangkan pemikiran yang merusak kebenaran. Allah adalah Allah kebenaran, yang tidak dapat berdusta kata Paulus. Jadi setiap sistem palsu adalah sistem yang berdusta. Agama-agama palsu penuh dengan dusta, ketidak- benaran, janji-janji yang tidak ditaati dan itulah khususnya yang dikembangkan orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat, suatu agama yang mengelakkan kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memanggil mereka penuntun buta, karena mereka hidup seolah-olah mereka adalah penuntun orang buta. Roma 2:19-21 mengatakan, “engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, 20 pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran. 21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri?” Bahkan di Matius 15:14 Dia mengatakan, “Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya akan jatuh ke dalam lobang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya Allah dapat merubahkan sifat dusta dan menggantikannya dengan sifat kebenaran. Dan itu karya penebusan, pekerjaan sanktifikasi, pekerjaan pembaharuan kembali. Namun untuk tampil saleh, mereka telah mengembangkan suatu sistem dimana mereka bisa berbohong tanpa dihakimi. Dan mereka bersumpah kepada Allah dan berjanji kepada orang dan untuk menegaskan semua itu mereka minta kontrak yang dimeteraikan dalam darah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Tuhan kita mengatakan kepada mereka di Matius 5:33-37, “Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak.” Dengan kata lain, seseorang yang benar berintegritas akan melakukan apa yang dia katakan. Tidak perlu ada sesuatu yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan di ayat 16, “Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.” Jadi mereka mengatakan bersumpah demi Bait Suci tidak berarti. Bagaimana mungkin! Mereka tahu bahwa Perjanjian Lama mengatakan bayarlah sumpahmu, yang berarti: tepatilah janjimu. Allah benci dusta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini digambarkan dengan Ananias dan Safira di Kisah Para Rasul 5 ketika mereka berjanji untuk memberikan seluruh hasil penjualan properti ini kepada Allah. Itu kedengarannya begitu saleh dan spiritual. Namun setelah mereka menerima uang itu dan mereka melihat betapa banyaknya uang itu mereka memikir mereka berbuat salah. Gereja tidak memerlukan semua itu. Janganlah kita memberi seluruhnya, kasih hanya sebagian saja. Dan tahukah Anda perbuatan Allah? Dia membunuh mereka di depan seluruh jemaat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya disini pemimpin-pemimpin telah membangunkan suatu cara dimana dapat berbohong. Jadi di ayat 19, “Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?” Yesus malah tidak membicarakan hal amoralitas itu. Dia membicarakan kebodohannya. Ayat 17, “Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?” Dengan kata lain, alasan satu-satunya emas itu suci adalah karena emas itu berada di Bait Suci karena disitulah Allah berdiam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 18, mereka ada peraturan kecil lagi, “Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.” Yesus mengatakan, hai kamu orang bodoh, yang mana lebih besar persembahan atau mezbah yang menyucikan persembahan itu? Persembahan yang berdiri sendiri tidak berarti, hanya pada saat itu berada diatas mezbah untuk dipersembahkan kepada Allah, baru itu menjadi berarti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu hanya cara yang tolol untuk meniadakan janjimu. Dan pemimpin-pemimpin rohani palsu itu memerlukan ini karena mereka selalu berbohong. Jadi Yesus mengatakan di ayat 20-22, “Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. 21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. 22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.” Jadi jika Anda bersumpah dengan apapun yang mewakili Allah, maka Anda akan berhubungan dengan Allah yang memenuhi semua itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, pemimpin rohani palsu terkutuk karena mereka membalikkan prioritas ilahi. Lihatlah ayat 23, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Nah, apakah Anda tahu apakah selasih, adas manis dan jintan itu? Ketiganya adalah bumbu masakan yang digunakan di dapur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Hukum Taurat, Allah memerintahkan umat-Nya untuk memberi perpuluhan dari semua hasil panen mereka untuk diberi kepada kas di Israel. Jadi setiap tahun ketika panen, sepuluh persen itu diberikan kepada imam-imam karena pemerintah mereka adalah teokrasi yang dijalankan oleh imam-imam. Ada juga perpuluhan kedua untuk peryaan dan festival nasional dan ada juga perpuluhan ketiga untuk kesejahteraan negara dan orang asing yang harus dibayar setiap tiga tahun sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Perjanjian Lama dikatakan di Imamat 27:30 dan di Ulangan 14:22 bahwa ini termasuk “perpuluhan dari hasil benih.” Nah maksudnya adalah setelah Anda menanam benih itu dan apapun panennya, dari hasil itu harus diberi perpuluhan. Namun mereka yang mentermahkannya secara harfiah melakukan hal itu secara ekstrim. Maksud Tuhan adalah supaya Anda beri perpuluhan dari gandum, anggur dan produk minyak. Mereka memang benar taat dalam menghitung perpuluhan bumbu masak, namun mereka mengabaikan yang terpenting dalam Hukum Taurat yaitu “keadilan, belas kasihan dan kesetiaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemimpin-pemimpin rohani palsu mementingkan hal-hal kecil yang tidak berpengaruh dan mereka tidak dapat melakukan hal-hal yang pengaruhnya besar sekali. Yesus menggunakan tradisi orang rabi yang percaya ada hukum-hukum yang tidak penting dan ada hukum-hukum yang sangat penting. Dan disini Dia mengatakan hukum-hukum penting adalah yang berhubungan dengan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Orang Yahudi telah diajarkan di Mikha 6:8, “Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai belas kasihan, dan berjalan dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka tidak memiliki iman. Mereka berjalan karena melihat dan mereka berjalan dengan karya mereka. Mereka berjalan oleh hukum dan oleh usaha mereka sendiri. Namun mereka tidak memiliki iman yang benar dan tulen. Pada akhir ayat 23 Yesus berkata, “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Maksud-Nya adalah mereka jangan mengabaikan perpuluhan, Memberi perpuluhan masih dipentingkan dalam Yudaisme pada waktu Injil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang luar biasa bagaimana sistem-sistem agama palsu memiliki banyak sekali tetek bengek dan sedikit sekali realitas. Sebenarnya mereka berfungsi tanpa ada komitmen rohani internal sama sekali. Ayat 24 menggambarkan mereka secara grafis sekali, “Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.” Di Perjanjian Lama di Imamat 11:42, binatang serangga terkecil yang najis adalah nyamuk. Dan binatang najis terbesar yang dilarang untuk orang Yahudi adalah unta di Imamat 11:4.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan kepada mereka, tahukah apa yang kamu lakukan? Kalian semua bingung, sistem prioritasmu semua itu terbalik. Kalian membicarakan hal- hal yang tidak penting. Anda takut makan sepersepuluh daun mint kemudian Anda membiarkan kemunafikan, ketidakjujuran, kekejaman, keserakahan dan penyembahan diri masuk kedalam hidupmu. Anda menggantikan bentuk agama yang tidak penting dan perbuatan luar dengan realitas hati yang sangat perlu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, jadi pemimpin-pemimpin rohani palsu terkutuk karena mereka menghalang orang masuk kerajaan, karena menyesatkan orang, karena melanggar kebenaran, membalikkan prioritas dan juga karena mereka memeras orang. Ayat 25, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.” Pelayananmu kelihatan saleh, namun seluruhnya berdasarkan mencari keuntungan dari orang. Anda memakai orang, Anda memeras orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cawan dan pinggan semua sudah dibersihkan secara seremonial, hanya masalahnya makanan di piring itu dan minuman di cawan itu semua dicuri. Kelihatannya begitu suci namun segalanya diatas dan di dalamnya semua didapatkan oleh pemerasan. Betapa banyaknya pemimpin rohani palsu di seluruh dunia yang menawarkan orang-orang untuk menjadi kaya padahal kekayaan mereka adalah semua hal yang mereka curi dari orang-orang itu juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan di ayat 26, “Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.” Hal ini terjadi dimana-mana, semakin pemimpin rohani palsu itu menjadi kaya, semakin badannya bertembah gemuk, mereka menjadi kaya dengan kesalehan palsu namun hati mereka adalah hati pencuri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keenam, pemimpin rohani palsu terkutuk karena penipuan mereka. Ayat 27 mengatakan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.” Yesus mengatakan kamu bersalah karena penipuan kamu. Anda mencemari orang, Anda bukan apa yang Anda klaim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada tanggal 15 Avadar, yaitu bulan Maret di Israel pada waktu Tuhan kita, ada tradisi luar biasa. Itu waktunya setelah hujan musim semi datang dan telah membasuh semua kapur putih yang digunakan orang Yahudi untuk melabur kuburan-kuburan. Dan alasannya mereka melakukan itu sebelum perayaan Hari Pelewatan, sepanjang jalan dimana orang-orang pada datang, adalah supaya janganlah ada orang yang dengan tidak sengaja menyentuh kuburan itu dan karena itu menjadi najis. Dan karena mereka melakukan upacara proses pembersihan itu, mereka diperbolehkan untuk menghindari aktivitas lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat masuk ke Yerusalem Anda bisa melihat kuburan-kuburan yang sangat bersih dan putih dimana-mana. Namun itu bukan seperti apa yang kelihatan. Ayat 28, “Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” Mereka kelihatannya begitu murni dan putih, namun itu semua kuburan. Dan siapapun yang menyentuhnya akan ketularan najis dan Yesus mengatakan, itulah kamu itu. Anda itu semua seperti kuburan putih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang ketujuh, pemimpin rohani palsu terkutuk karena mereka berpura- pura. Ayat 29-30, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi- nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh 30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.” Mereka mengatakan kami jauh lebih saleh dari pada mereka. Inilah pretensi buruk dari kesombongan rohani. Yesus telah mengatakan kepada mereka sebelumnya di Matius 21 bagaimana mereka telah membunuh semua nabi-nabi dari Allah di dalam perumpamaan kebun anggur dan pemilik dan hamba-hamba dan akhirnya anak sendiri yang datang dan dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan di ayat 31, “Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.” Mengapa? Karena disitu juga mereka sudah merencanakan untuk membunuh-Nya. Mereka begitu terpengaruh penipuan mereka sendiri sehingga mereka tidak menyadari realitas bahwa mereka akan membunuh seorang yang lebih besar dari pada nabi-nabi, yaitu Anak Allah. Ayat 32, “Jadi, penuhilah juga takaran kesalahan nenek moyangmu!” Apakah maksud-Nya? Ajo, lakukan saja. Kalian sudah merencanakan untuk mematikan nabi yang terbesar, yaitu Anak Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu bahwa itulah alasan-Nya Dia datang, untuk mati supaya menyelamatkan mereka yang percaya. Bahkan Iblis sendiri tertipu, hanya Allah dapat merubahkan sesuatu yang begitu kejam seperti menyalibkan orang menjadi perbuatan kasih terbesar bagi manusia. Seperti dikatakan di Kejadian 50:20, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup banyak jiwa.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Nov 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141123</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000002C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kutukan Guru Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000002D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+23:13-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 23:13-15</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah pasti, hal yang paling membahayakan gereja adalah guru-guru palsu. Marilah kita melihat Matius 23:13-15, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. 14 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. 15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menyerang langsung pemimpin-pemimpin rohani itu mulai dari ayat 13. Dia telah memperingati orang-orang di ayat 1-12 dan juga murid-murid supaya janganlah menjadi seperti mereka. Pada bagian pertama tujuh ayat-ayat Dia mengatakan, hati-hati mereka ini berbahaya. Kemudian di ayat 8 kepada murid- murid, janganlah menjadi seperti mereka. Anda harus menjadi pemimpin rohani tulen yang menunjukkan sikap yang benar dan hati yang sungguh-sungguh melayani Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mulai dengan ayat 13 Yesus berpaling dari orang banyak yang diperingati- Nya dan murid-murid yang dinasihati-Nya, kepada pemimpin-pemimpin rohani palsu itu. Dan ingatlah Dia masih ada di lapangan Bait Allah beberapa hari sebelum kematian-Nya. Kerumunan itu semakin banyak menjelang waktu Perayaan Hari Pelewatan. Pemimpin-pemimpin semua ada disitu dan Dia menentang pemimpin itu didepan orang banyak supaya semua orang dapat mendengar apa yang Yesus menyebut mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan pertama kalinya Yesus mengutuk mereka. Di Matius 7:15 di Khotbah di Bukit, Dia menasihati orang-orang supaya, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” Jadi di khotbah pertama-Nya sudah ada peringatan tentang mereka dan di khotbah terakhir sekali lagi ada peringatan tentang mereka. Dan masyarakat kita juga perlu diperingati bukan saja tentang humanisme, sekularisme dan amoralitas, namun kita harus khususnya diperingati tentang pemimpin-pemimpin rohani palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberitakan kepada orang-orang di bagian pertama ayat-ayat bahwa mereka itu guru palsu karena mereka tidak memiliki otoritas, tidak memiliki integritas, tidak peduli orang, tidak berrohani, dan mereka tidak ada kerendahan hati. Dan sekarang Dia berpaling kepada mereka dan mengatakan kepada mereka apa yang Dia pikirkan tentang mereka dan siapakah mereka sebenarnya dan apa yang akan terjadi pada mereka. Dan ini menjadi peringatan bagi kami masa kini, karena kita sekarang memiliki jauh lebih banyak guru-guru palsu daripada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tahu bahwa Dia akan pergi dan Dia ingin supaya orang-orang disitu menghindari pengaruh orang-orang jahat itu dan mendengar berita dari para rasul-Nya. Jadi ikutilah pemimpin-pemimpin rohani yang benar yang ingin melayani daripada yang ingin dilayani; yang ingin bukan mencuri dari jemaat namun yang ingin memberi makanan rohani kepada jemaat. Yang tidak ingin dihormati orang tetapi yang tidak menginginkan kehormatan sama sekali. Yang tidak membubarkan orang tetapi yang mengumpulkan orang. Dan yang berlaku seperti Yesus dimana “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi setelah memperingati orang-orang, Yesus menghadapi pemimpin-pemimpin ini dan mulai dari ayat 13-33 Dia memberikan mereka tujuh kutukan (Celakalah tujuh kali). Konfrontasi semacam ini jarang sekali terjadi sekarang. Sepertinya ketika Anda menyerang sistim agama palsu atau pemimpin agama palsu, orang- orang menentang Anda sepertinya Anda tidak mengerti caranya berlaku dengan toleransi dan kemurahan hati dan kasih dan kebaikan hati dan sebagainya. Namun itu perspektif yang salah dan teks ini akan menunjukkan Anda mengapa hal itu demikian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah Tuhan Yesus. Orang-orang teologia liberal telah menentukan bahwa tidak mungkin Dia dapat mengatakan hal-hal seperti itu, jadi mereka menghilangkan- nya begitu saja. Yesus yang mereka inginkan tidak akan berbicara seperti itu, namun Dia berkata demikian. Dan dari mulut-Nya datanglah rangkaian kata-kata yang paling menakutkan dan paling ngeri yang pernah Dia ucapkan di dunia ini. Penolakan-Nya oleh pemimpin-pemimpin ini dengan hati mereka yang telah menyesatkan orang menyebabkan penghakiman ilahi dan itulah yang diucapkan kepada mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bagian firman yang serius. Dan nadanya dapat diketahui dari kata-kata yang dipakai-Nya. Ayat 13, kamu orang-orang munafik. Ayat 15, kamu orang-orang munafik, Dia menamakan mereka orang neraka. Ayat 17, orang bodoh dan orang buta. Orang-orang munafik di ayat 23, 25, 27, 29 dan kemudian di ayat 33, Dia memanggil mereka “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Yesus memanggil mereka apa yang sebenarnya keadaan mereka dan Dia mengatakan hal itu tenang-tenang saja dengan kekuatan yang menghancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun juga ada suatu rasa kesedihan tertentu. Ini bukan saja suatu teguran penghakiman yang tegas tanpa emosi. Ini terisi dengan melankolis tertentu yang akhirnya keluar di ayat 37 pada saat Yesus mengatakan, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” Dan Lukas mengatakan bahwa pada hari Dia masuk ke kota dan saat Dia tahu penghakiman yang akan datang, ketika Dia dekat Dia memandang kota itu dan Dia menangis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua kata kunci yang akan menolong menjelaskan bagian Firman ini. Pertama adalah kata celakalah, yang muncul tujuh kali dan menerangkan setiap pikiran tertentu. Kata celaka dalam bahasa Yunani adalah perkataan yang sangat menarik. Misalnya kata itu digunakan di dalam Kelima Buku Pertama untuk mengekspressikan kesedihan, keputusasaan, ketidakpuasan, kesakitan dan ancaman kehilangan hidup. Ini digunakan di Perjanjian Baru untuk memperlihatkan kesedihan dan penghakiman. Jadi penghakiman dan belas kasihan, kutukan dan keharuan semua dicampur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada kata lain yang mendominasi teks yaitu kata “orang munafik.” Itu berasal dari suatu kata yang berarti aktor, peran sandiwara. Seseorang yang berpura-pura saja. Dan lama-kelamaan itu menjadi kata buruk dan akhirnya itu berarti seorang penipu. Seseorang yang pura-pura baik dari luar namun jahat di dalam. Yesus mengutuk hal itu di Matius 6:2, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mengatakan celakalah, celakalah berkali-kali, itu bukan suatu keinginan namun itu pernyataan fakta. Ini bukan seperti orang mengatakan sekarang “terkutuklah kamu” yang memang suatu frase populer di Amerika. Itu bukan hanya keinginan bahwa Anda terkutuk. Hukuman ilahi terjadi ketika Yesus mengatakan bahwa Anda terkutuk. Ini memang suatu kutukan yang adalah realitas dan itu adalah kematian dan kutukan abadi bagi pemimpin-pemimpin rohani palsu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pernyataan celakalah itu bisa dipisahkan dan kita akan membahas hanya dua malam ini. Pemimpin-pemimpin rohani palsu terkutuk karena mereka menghalang orang masuk ke dalam kerajaan surga. Nah pikirkan hal ini, mereka mencegah orang masuk ke dalam kerajaan. Itulah definisi agama palsu dan kepemimpinan rohani palsu. Lihatlah ayat 13, “karena kamu menutup pintu- pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada frase kecil disini, setelah Kerajaan Surga, “di depan orang.” Ini jelas sekali karena memang ini terjadi di depan orang. Jadi ini memang berarti “kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang.” Gambaran ini adalah ada orang yang sedang menuju ke Kerajaan itu dan mereka ditutup pintunya. Dan itu juga didukung fakta karena ayat itu meneruskan bahwa “kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus datang ke dunia untuk mengumumkan kerajaan itu, untuk membawa keselamatan. Namun sebelum Yesus datang, Dia memiliki pelopor bernama Yohanes Pembaptis dan beritanya adalah bertobatlah. Dengan kata lain, berpalinglah dari dosa-dosamu karena kerajaan sudah dekat. Raja itu akan datang. Bersiap-siaplah untuk kerajaan itu. Dan seluruh Israel mulai dibaptis. Mereka mengaku dosa-dosa mereka. Mereka mulai menyiapkan hati mereka untuk Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat itu datanglah orang-orang Farisi dan orang Saduki dan mereka menutup kerajaan itu. Bagaimana mereka melakukan itu? Dengan menyangkal Firman Allah, dengan salah nafsirkan Firman Allah, dengan menyangkal Yesus sebagai Mesias, dengan menyangkal keilahian-Nya, dengan menyangkal keselamatan oleh anugerah, dengan menyangkal kebutuhan mereka untuk bertobat. Mereka menutup pintu kerajaan di depan orang melalui sistim usaha- kebenaran mereka yang tidak membutuhkan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja harus tahu Firman Allah dan gereja harus melawan semua pemimpin- pemimpin rohani palsu. Paulus menulis ke Timotius bahwa mereka menyebarkan ajaran-ajaran sesat dan doktrin-doktrin Iblis. Lukas 11:52 mengatakan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi." Pemimpin agama palsu selalu menghalang orang untuk diselamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 9 dan bacalah kisah orang buta yang lahir buta demi kemuliaan Allah. Orang buta itu disembuhkan Yesus dalam mujizat besar yang menunjukkan kuasa ilahi dan belas kasihan. Dan setelah dia disembuhkan Yesus dia kemudian menjadi soal pembicaraan yang menarik bagi pemimpin-pemimpin agama yang menanyakan tentang hal itu kepada orang tuanya yang mengatakan: tanyakanlah anak itu sendiri. Ayat 22-23, “Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, mereka tidak ada tempat bagi Mesias dalam teologia mereka. Mereka sudah mengambil keputusan tentang hal itu. Jadi di ayat 24, “Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." Dan di ayat 34 mereka menyalahkan orang buta itu waktu dia mencoba menjelaskan bahwa Yesus harus berasal dari Allah. Mereka mengatakan, “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.” Pekerjaan mereka hanya mengirim orang ke neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kedua, pemimpin-pemimpin agama palsu terkutuk bukan saja karena mereka menghalangi orang, namun juga karena mereka menyesatkan orang. Mereka bukan saja menghalang orang masuk ke dalam agama benar, akan tetapi mereka menyesatkan orang dalam agama palsu mereka. Mereka mencari orang yang mau masuk agama Yahudi dan menjadikan mereka orang sesat. Matius 23:15, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan melihat orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dan mengatakan kepada mereka kalian hanya berkeliling di daerah kalian tinggal untuk mendapatkan satu pengikut baru, karena mereka sibuk mencoba menambahkan jumlah mereka. Ketika orang berada di dalam agama palsu, usaha supaya orang baru masuk itu akan menolong mereka. Nah ada dua macam pengikut baru. Yang satu dinamakan pengikut gerbang dan yang lain pengikut kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pengikut gerbang adalah seseorang non-Yahudi yang mengunjungi Bait Allah. Dia baru masuk gerbang, itulah caranya mereka dinamakan. Dia berhenti menyembah berhala dan dia mulai menyembah Allah yang benar. Dia disebut dengan dua nama di Kisah Para Rasul. Dia dipanggil “penyembah Allah” di Kisah 16:14 dan Kisah 18:7 atau dia disebut sebagai “takut akan Allah” saja di Kisah 13:50, 17:4 dan 17:17.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun yang lain disebut pengikut kebenaran. Inilah orang yang menerima semua yang diajarkan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Jadi dia menjadi pengikut yang membenarkan diri, legalistis, yang mengikuti tradisi, yang memelihara Hukum Taurat dan yang disunat. Itulah yang dicari orang Farisi. Iya, banyak orang telah menjadi pengikut gerbang namun sedikit sekali yang menjadi pengikut kebenaran. Dan karena itu dikatakan bahwa mereka mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah apa yang terjadi, kalian menjadikannya orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.” Apakah Anda pernah tahu bahwa pengikut kultus baru lebih bersemangat dan agresif dari pada seseorang yang bertumbuh dalam kultus itu? Itu juga benar dalam Kekristenan. Seringkali orang yang diselamatkan dari dunia dan yang bertemu dengan Kristus dari latar belakang tanpa Allah seringkali lebih bersemangat untuk kepercayaan baru mereka dari pada orang-orang yang menjadi dewasa didalamnya. Jadi dengan membuat orang menjadi pengikut rohani yang diajarkan kesesatan mereka menjadikannya anak neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perkataan neraka di Bahasa Yunani adalah “Gehenna.” Ini datang dari lembah dekat Yerusalem yang bernama Lembah Hinom. Pada waktu Perjanjian Lama penyembah berhala allah Molek membakar anak-anak mereka hidup- hidupan. Bacalah 2 Tawarikh 28:3 dan Yeremia 2 dan 7:31. Lembah itu terkenal karena jenis paganisme terburuk, yaitu membakar daging bayi. Jadi itu menjadi lambang pembakaran terus menerus, tempat dimana ada api abadi dan itu menjadi sama artinya dengan neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita menutup dengan dua hal. Yang satu adalah, jika Anda orang Kristen, Anda harus bersyukur bahwa di suatu tempat dalam perjalanan hidup Anda, Anda bertemu dengan orang yang adalah seorang pembuka pintu, bukan orang yang menutup pintu, Amin? Saya bersyukur kepada Allah bahwa saya dibesarkan di dalam rumah tangga Kristen dengan orang tua Kristen yang mengajarkan saya kebenaran. Dan kadang ketika Anda ada masalah dengan gereja karena tidak ada tempat parkir atau Anda tidak begitu senang dengan njanjian solo atau pendetanya tidak begitu baik pada hari itu, coba lihatlah semua itu secara garis besarnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal dimana Anda dapat memberkati Allah adalah karena tempat ini adalah tempat dimana ada kebenaran dan Anda telah mendengar kebenaran yang menyelamatkan. Dan mungkin bukan disini tetapi di tempat lain ada orang yang memberitakan kebenaran yang menyelamatkan kepada Anda. Dan kewajiban Anda adalah untuk memuji dan bersyukur kepada Allah untuk tempat ini dimana kebenaran dikhotbahkan dan diajarkan dan dijalankan dan dipercayakan. Dan saya harap Anda berterimakasih untuk itu dengan segala kekurangannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, saudara-saudari, jika Anda orang Kristen Anda harus menjadi pembuka pintu Kerajaan, mengerti? Anda harus keluar dan memanggil orang-orang dari pintu-pintu tertutup kepada pintu yang terbuka. Dengan kata lain, kita telah diberi kunci kerajaan. Kita tahu bagaimana orang itu bisa masuk. Kita mengerti kebenaran Injil dan itu adalah kewajiban besar kita untuk membukakan pintu itu kepada orang-orang dan untuk memanggil mereka keluar dari sistim-sistim palsu itu. Jangan takut, panggillah agama-agama palsu itu seperti seadanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang jika Anda berani menyatakan kebenaran kepada orang-orang, Anda menanamkan suatu pikiran dalam pikiran mereka yang tidak bisa dilepaskan. Beberapa kali jika ada orang yang mengetuk pintu masuk dan ingin mengajarkan Anda tentang suatu kultus, berikanlah mereka daftar nama-nama yang Yesus gunakan untuk guru-guru palsu itu. Anda adalah orang munafik dan guru palsu, dan katakan saja: saya tidak mau berbicara dengan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mau membuka pintu kepada kerajaan dan mau membagi kebenaran kepada Anda. Akan tetapi saya tidak mau mendengar dusta yang mencelakakan dan membiarkan mereka pergi dengan pikiran seperti itu. Daripada mereka pergi sambil memikirkan mereka menang dalam perdebatan itu, haruslah ada konfrontasi. Dan Anda harus peka terhadap Roh Kudus dengan bagaimana caranya melakukan itu, namun kita harus memanggil orang untuk meninggalkan- nya. Seperti dikatakan di Yudas 1:23, “selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Nov 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141116</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000002D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengekspos Otoritas Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000002E"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+23:1-12" target="_blank" class="imCssLink">Matius 23:1-12</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang otoritas di gereja tidak populer, bahkan otoritas dari mimbar juga tidak populer. Saya tidak memiliki otoritas pribadi. Otoritas satu-satunya yang saya miliki adalah ketika saya memberitakan kepada Anda kebenaran Firman Allah. Jadi saat kita membicarakan pelayanan, kita membicarakan manusia yang dipanggil Allah untuk memberitakan Firman-Nya dan Firman-Nya otoratif secara alamiah.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita membicarakan otoritas di gereja kita tidak membicarakan kuasa yang dipegang manusia karena ada hukum gereja, tradisi manusia, seperti disebut Yesus. Hukum Allah adalah otoritas. Injil Kristus adalah otoritas. Segala sesuatu yang dikatakan di dalam Firman Allah adalah kata terakhir dan itu berotoritas. Jika Anda tahu kebenaran dan Anda memberitakan kebenaran, Anda adalah otoritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang yang pernah berjalan di dunia yang lebih berotoritas dari pada Yesus. Menurut Allah Dia memiliki judul tertinggi yaitu Tuhan dan Allah. Menurut manusia Dia tidak memiliki gelar, Dia tidak ada kedudukan. Bahkan Dia pada dasarnya dianggap rendah karena Dia berasal dari dareah Galilea yang tidak terkenal dan kota asalnya Nazaret, yang malah lebih lagi tidak dipandang. Dia tidak ada pendidikan. Dia tidak mencapai apa-apa di dunia agama. Dia tidak memiliki otoritas secara manusia memandang otoritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Dia berbicara, misalnya setelah Khotbah di Bukit, orang-orang sangat kagum karena Dia berbicara seperti orang yang memiliki otoritas dan tidak seperti rabi. Setiap hal yang dikatakan-Nya adalah kebenaran mutlak. Dia mengatakan hanya yang ditunjukkan Bapa-Nya dan hanya yang dikatakan Allah Bapa. Dia melanjutkan bahwa Allah Bapa telah memberikan kepada-Nya segala kuasa dilangit dan di bumi. Dan pada suatu hari Dia akan menjalankan kewenangan yang sesuai dengan judul Raja diatas segala Raja dan Tuhan segala Tuhan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka yang di gereja memberitakan Firman Tuhan dengan benar merekalah yang berotoritas. Karena itu orang percaya diberitahu di 1 Tesalonika 5:12, “Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka.” Atau di Ibrani 13:7, “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak gampang diterima gereja sekarang ini. Mereka berpendapat bahwa pendeta itu harus menjadi tukang cerita yang baik, orang yang banyak wawasannya, supaya ia dapat membuat beberapa pembicaraan yang menarik dengan perspektif intuitif yang baik, dan ditambah beberapa ilustrasi pribadi, itu saja sudah cukup. Namun berdiri di mimbar sambil mengatakan, “Beginilah Firman Allah ….” dan memberitakan Firman Allah dan mengatakan bahwa hal itu mengikat setiap orang, melebihi toleransi banyak orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Yesus berbicara dengan musuh-musuh-Nya yang tidak setuju dengan Dia? Apakah Dia mencoba untuk mencari sesuatu yang mereka bisa menyetujui? Jawaban-Nya jelas sekali. Didalam setiap konfrontasi diantara Yesus dan musuh- musuh-Nya, Dia tidak pernah memcari kesamaan. Dia mempertahankan kebenaran dan selalu mengutuk mereka yang sesat. Banyak orang berpendapat jika kita mengajarkan kebenaran Allah, banyak orang akan keluar gereja. Namun gereja adalah perkumpulan orang yang ingin belajar mengenal Allah melalui Firman-Nya. Namun selalu akan ada otoritas palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 23:1-12, “Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah khotbah terakhir kepada orang Yahudi ditempat Bait Allah pada hari Rabu di Minggu Terakhir ini. Kata-kata-Nya yang terakhir memperingati orang tentang otoritas palsu. Dan ini adalah teks lengkap dari perkataan-Nya yang telah dinyatakan kepada kita. Markus mengacu kepada apa yang Dia katakan, Lukas juga hanya mengacu kepada perkataan-Nya namun Matius memberikan kita kejadian itu seluruhnya, paling tidak kenyataan sepenuhnya yang dimaksud Roh bagi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita dapat melihat apa yang dikatakan tentang Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi dari ulangan satu kata sepanjang bab ini. Ayat 13, “orang-orang munafik,” ayat 14, “orang-orang munafik,” ayat 15, “orang-orang munafik,” ayat 25, “orang-orang munafik,” ayat 27, “orang-orang munafik,” ayat 29, “orang-orang munafik,” mereka karena itu berakal busuk dan sangat berbahaya. Pengaruh mereka kepada orang yang mengikuti mereka adalah mematikan. Mereka langsung dibawa ke mulut neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.” Otoritas palsu menjadikan orang masuk ke neraka, yang menyebabkan mereka dikutuk. Ayat 13, “Celakalah kamu,” ayat 14, “Celakalah kamu,” ayat 15, “Celakalah kamu,” ayat 16, “Celakalah kamu,” kemudian di ayat 23, ayat 25, ayat 27 dan ayat 29. Ini semua kutukan untuk orang yang beragama munafik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Tuhan kita menamakan mereka otoritas agama palsu? Nomor satu, mereka tidak otentik. Ayat 2, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.” Di setiap Bait Allah ada tempat duduk khusus yang dinamakan ‘kursi Musa,’ dan itulah tempat duduk bagi Ahli Taurat dan Ahli agama untuk mengajar. Itulah tempat duduk Yang berotoritas dalam agama itu, jadi ketika Paus berbicara ‘ex cathdra’, dia berbicara dari tempat duduk otoritas sah yang dianggap sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menempatkan diri mereka di ‘kursi Musa.’ Mereka tidak diizinkan duduk disitu oleh Allah. Yesus memperingati Rasul-Rasul-Nya sendiri bahwa dimasa depan ada waktunya dimana mereka akan dikeluarkan dari Bait Allah. Ini akan dipimpin mereka yang telah merebut kursi otoritas itu dan yang menganggap para pemberita Injil-Ku sebagai ancaman. Dan itulah yang terjadi. Penganiayaan dimulai di dalam bait-bait Allah, bukan saja di Israel namun juga di dunia bukan Yahudi ketika Paulus pergi ke kota-kota. Pemimpin-pemimpin agama palsu selalu menjadikan diri mereka ahli-ahli agama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan mengapa orang Kristen serius sepanjang sejarah telah mengatur cara-cara untuk mendidik orang-orang sebelumnya mereka ditempatkan dalam posisi kepemimpinan. Karena orang yang berotoritas yang mengatakan kepada orang lain, ‘demikianlah Firman Allah,” harus memiliki ketrampilan untuk mengetahui bahwa penterjemahannya akurat. Anda sebaiknya memiliki sarana pengalaman rohani dan mental untuk melaksanakan tugas yang cukup berat ini. Penthabisan itu ada alasannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup di zaman sekarang ini dimana siapapun juga dapat membuka gereja tanpa ada pernyataan doktrin, tanpa ada badan pengurus, tanpa ada tanggung jawab, tanpa ada didikan, tanpa ada apa-apa dan langsung mengatakan apa saja semaunya sendiri dengan cara sendiri dan menjadi pengusaha yang menunjukkan diri dan mengontrol diri. Di masa kini Anda bahkan tidak memerlukan teologia apapun juga. Sekarang populer untuk mengatakan, “Saya tidak tahu tentang hal itu.” Dan itulah cara melayani baru yang tidak keruan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yeremia 14:14-15 Tuhan mengatakan, “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka.” Apakah hal itu menghilang? Tidak, keadaan itu masih ada sekarang. Ayat 15, “Sebab itu beginilah firman Tuhan mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini. Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh peperangan dan kelaparan!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berlawanan dengan hal itu, kalau ada orang yang dipanggil Allah, yang telah dikaruniakan Allah, yang dikonfirmasi pemimpin gereja dan yang setia kepada Firman, dialah yang memiliki otoritas tulen. Otoritas palsu selalu melantik diri, dan jika Anda ingin supaya mereka mengikuti standar Alkitabiah, mereka akan berteriak bahwa Anda tidak ada toleransi, berpikiran sempit, menghakimi dan mengutuk karena itu satu-satunya pembelaan diri yang ada dan memang itu telah menolong mereka dalam penginjilan kontemporer.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, otoritas palsu tidak berintegritas. Ayat 3, “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” Mereka mengatakan apa yang dikatakan Musa, dan memang mereka katakan itu. Jadi lakukanlah apa yang mereka katakan, namun janganlah mengikuti perbuatan mereka karena mereka mengatakan banyak hal namun mereka pasti tidak melakukannya. Dengan kata lain, ketika mereka mencerminkan Hukum Musa dan mereka ingin Anda melakukannya, mereka sendiri tidak mengikutinya. Mereka sendiri tidak berintegritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru palsu selalu korup di dalam diri mereka karena otoritas palsu tidak dapat menguasai kedagingan. Jika Anda bukan orang Kristen tulen, tidak ada sesautupun di dalam otoritas agama Anda yang dapat membatasi kedagingan Anda. Setahu orang lain, Paulus sebagai orang Farisi hidup tanpa dosa, namun hatinya busuk. Dan ketika dia mulai mengerti kenyataan itu, itu membawanya kepada Kristus. Kedagingan hanya dapat dibatasi dan itu semakin menekan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu keadaan yang sedih. Karena itu Yesus mengatakan di Matius 7:16, “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Waktu dan kebenaran berjalan bersama-sama. Pada akhirnya kebenaran akan ketahuan. Guru-guru palsu penuh banyak kejahatan. Mereka memiliki kebaikan yang tidak sungguh-sungguh. Jadi yang Anda harus memperhatikan ketika Anda melihat seseorang yang kelihatannya berotoritas rohani adalah lihatlah kehidupannya. Allah ingin supaya mereka yang benar-benar menjadi pemimpin gereja hidup bersama jemaatnya dan kehidupan mereka selalu dapat diperhatikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, karakter mereka tidak peduli. Ayat 4, “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Mereka memberi orang-orang banyak sekali peraturan- peraturan, hukum-hukum, tuntutan keuangan yang tidak mungkin dipenuhi. Ada lebih dari 600 hukum-hukum yang harus diikuti orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dikatakan, “mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Mereka tidak peduli, tidak mau memelihara, tanpa kasih dan mereka sangat kejam. Yehezkiel 34:3-4, “Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. 4 Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 12:15 Yesus menyembuhkan satu kelompok orang-orang yang mengikuti-Nya. Dan dikatakan bahwa itu penggenapan apa yang telah dinubuatkan Yesaya 42:1-3, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan- Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. 2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Yesus membawa orang yang patah hati, Dia mengangkat mereka yang memar, khususnya orang-orang yang sama sekali tidak dipedulikan orang Farisi dan ahli Taurat. Bahkan orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat yakin bahwa mereka berada di dalam keadaan parah mereka karena hukuman Allah. Otoritas rohani palsu selalu menyiksa orang dan mereka melakukan itu terhadap orang-orang yang tidak dapat membela diri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor empat, mereka tidak spiritual. Ayat 5, “Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka membesarkan kotak sembahyang mereka dan memperpanjang tali jumbai mereka.” Yudas 1:19 mengatakan, “Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.” Mereka mati secara rohani, meskipun mereka menjadi pemimpin sekolah dan universitas agama dan seminari dan denominasi dan menyebut diri mereka pendeta dan pengkhotbah, semua hanya pertunjukkan saja. Mereka meyakinkan diri bahwa pujian orang itu sama dengan kerohanian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus menggambarkan beberapa hal yang mereka benar-benar melakukan, mereka membesarkan kotak sembahyang mereka. Kotak sembahyang adalah kotak-kotak kulit kecil yang mereka menempatkan di badan mereka karena Ulangan 11:18 mengatakan, “Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.” Sebenarnya itu metaforis dan simbolis, untuk memastikan apa yang mereka pikirkan dan perbuat adalah sesuai dengan Firman Allah. Namun daripada itu mereka membesarkan kotak-kotak mereka untuk menunjukkan kerohanian mereka sudah bertambah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, mereka tidak ada kerendahan hati. Itu semua sudah dibicarakan dengan kotak sembahyang dan tali jumbaj mereka, namun Tuhan lebih spesifik di ayat 6-7, “mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.” Tulisan orang Rabi memberikan penjelasan banyak mengenai tingkat dan cara menghormati mereka, dan hukuman bagi mereka yang melarangnya. Misnah mengatakan, “hukuman melawan kata-kata ahli Taurat lebih berat dibanding hukuman melawan kata-kata Firman.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memperingati orang-orang ini tentang mereka dan Dia mengatakan kepada mereka yang menjadi milik-Nya di ayat 8-12, “Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda menjadi sebaliknya. Janganlah Anda membiarkan orang memanggil Anda Rabi sepertinya Anda memiliki semua kebenaran. Karena hanya ada satu guru dan kalian semua hanya saudara saja. Dan janganlah ada yang memanggil Anda Bapak sepertinya Anda adalah sumber kebenaran rohani dan kehidupan. Hanya ada Satu yang menjadi sumber, yaitu Yang berada di surga. Dan juga janganlah mau dipanggil pemimpin. Hanya ada satu Pemimpin yaitu Kristus. Kalian hanya saudara dan pengikut saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkali-kali Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya jika mereka ingin menjadi yang pertama, jadilah yang terakhir. Otoritas rohani tulen yang setia kepada Firman Allah dipanggil Allah, dikaruniakan oleh Allah, dipisahkan oleh Allah, bukan mereka yang menahbiskan diri. Mereka ingin melayani, bukan ingin dilayani. Mereka setia mengkhotbahkan Firman, bukan pikiran mereka sendiri. Mereka memberi makanan rohani kepada jemaat dan peduli jemaat. Mereka ingin menunjukkan kerendahan hati dan kelemahlembutan Kristus. Tidak mencari hormat bagi diri mereka tetapi semua hormat bagi Kristus. Mereka tidak berkhotbah apa yang mereka tidak ingin hidup sendiri. Mereka mengangkat mereka yang patah hati dan memar. Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Nov 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141109</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000002E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus, Anak Siapakah Dia?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000002F"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+22:41-46" target="_blank" class="imCssLink">Matius 22:41-46</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita buka ke Matius 22:41-46, “Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: 42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." 43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: 44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. 45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" 46 Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Apakah pendapatmu tentang Kristus? Anak siapakah Dia?” Ini adalah pertanyaan yang paling penting dari semua pertanyaan. Ada berbagai pendapat tentang siapakah Yesus ini, Misalnya kira-kira 100 S.M. orang Yahudi menulis ini tentang Yesus, “Yesus melakukan sihir dan menyesatkan Israel.” Julian si Murtad, yang memerintah Kekaisaran Romawi dari tahun 361 sampai 363 menulis ini, “Yesus telah dirayakan selama 300 tahun, meskipun hidup-Nya tidak layak ketenaran, kecuali ada yang memikir bahwa menyembuhkan orang buta dan cacat dan mengusir setan dari orang kerasukan di Batsaida dan Betani adalah suatu pekerjaan agung.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemimpin-pemimpin Yahudi di waktu itu mengatakan bahwa Yesus melakukan semua itu dengan kuasa Iblis sendiri. Namun pada dasarnya, manusia telah agak merendahkan Yesus, agak memandang Yesus tidak penting dan memuji Dia sedikit. Beberapa filsuf dunia yang besar telah menganggap bahwa Yesus adalah manusia yang terbaik. Rousseau menulis, “Ketika Plato menggambarkan manusia impiannya yang benar yang menanggung semua hukuman perasaan bersalah namun juga mendapatkan penghargaan kebajikan tertinggi, dia menggambarkan karakter Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disisi lain semua itu ada penyangkalan bahwa Dia adalah lebih dari pada manusia terbaik. Dan itulah selalu keadaannya dimana Kekristenan memiliki pengkritik yang paling keras dan penyerang yang paling agresif terhadap keilahian Yesus Kristus. Yang paling dipentingkan mereka yang menyangkal Kekristenan adalah untuk menyerang keilahian Yesus Kristus, bahwa Dia adalah manusia biasa dan tidak lebih dari itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Christian Science mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang mendemonstrasikan suatu pikiran ilahi namun darah-Nya tidak membersihkan apa-apa. Orang Mormon mengatakan bahwa Dia adalah kakak roh Lucifer, si Iblis. Scientologi mengajarkan bahwa Kristus sebagai manusia telah mencapai, “Keadaan terang namun masih belum keadaan tertinggi dari thetan yang berfungsi.” Pemimpin gereja Unifikasi, Sun Yung Moon mengatakan bahwa Kristus harus mencapai kesempurnaan dan caranya adalah dengan menikah dan menghasilkan bayi yang sempurna. Orang Unitarian mengajarkan bahwa Kristus adalah manusia biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua sistim agama palsu tidak dapat menerima keilahian Yesus Kristus. Dan disitulah letaknya garis peperangan dalam hal kepercayaan Kristen. Kekeliruan dan kesalahpahaman ini tidak baru, bahkan itu sudah ada di zaman Yesus Kristus. Dan pada dasarnya mereka ada di belakang layar di teks ini juga. Orang Yahudi sendiri percaya seorang Mesias yang bukan Allah, yang menjadi seorang manusia pemimpin militer politik. Dan teks ini datang sebagai koreksi untuk kesalahan serius ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini masih hari Rabu di Matius 22 dari Minggu Kegemasan ini. Kristus akan disalibkan pada hari Jumaat dan bangkit pada hari Minggu. Dia memberitakan Injil dan mengajar tentang Kerajaan. Dia di berhentikan di Matius 21:23 oleh otoritas Yahudi yang menanyakan-Nya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Dia tidak menjawab pertanyaan mereka, namun Dia memberikan mereka tiga penghakiman dalam bentuk perumpamaan yang mengatakan kepada mereka, “Kamu semua tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah dan orang lain akan masuk ditempatmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka marah sekali karena ajaran-Nya berlawanan dengan ajaran mereka. Mereka marah karena Dia memiliki kuasa yang mereka tidak miliki. Mereka benci sekali bahwa Dia populer dengan orang-orang dan mereka tidak. Mereka ingin memusnahkan-Nya. Jadi mereka datang dengan tiga pertanyaan yang tujuannya adalah untuk menjelekan-Nya. Namun pertanyaan-pertanyaan itu tidak mencemarkan Yesus, malah hanya mereka yang menanyakannya dicemarkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka masih berunding ditengah-tengah halaman Bait Allah itu dan dikelilingi semua orang bersama Yesus yang menjadi pusat perhatian. Dan untuk terakhir kalinya Yesus secara pribadi menghadapi mereka. Konfrontasi-Nya adalah suatu pernyataan dimana Dia mengatakan kepada mereka, kamu pikir Mesias itu manusia biasa, Saya mengatakan kepadamu bahwa Mesias juga adalah Allah dan karena kamu tidak mengerti hal itu, itu menyebabkan kalian dihakimi. Anda menanyakan Aku dengan otoritas apa saya melakukan semua hal itu, sekarang saya memberitakan kepadamu bahwa saya juga adalah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada sesuatu lebih dari itu. Disini juga ada satu undangan karena tidak semua orang Farisi menentang Kristus seperti beberapa orang. Yesus mengatakan kepada pengacara, seperti ditulis di Markus 12:34, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Jadi mungkin ada beberapa orang yang hampir selamat dan bagi mereka informasi tentang keilahian Yesus Kristus dapat membawa mereka kepada pengenalan akan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang ditanyakan Yesus di ayat 42, “Apakah pendapatmu tentang Mesias?” Jadi Yesus tidak menanyakan mereka tentang Dia sendiri, ini pertanyaan tidak langsung. Dia tidak mengatakan Sayalah Kristus. Dia menanya- kan mereka identitas sang Mesias. Kristus sebenarnya adalah istilah Perjanjian Baru bagi istilah “Mesias” di Perjanjian Lama. “Anak siapakah Dia?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah jawaban mereka di ayat 42, “Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." Setiap orang Yahudi jawabannya pasti sama. Itu telah diajarkan semua ahli-ahli Taurat. Mereka dapatnya dari 2 Samuel 7:12-14 di Perjanjian Lama, dimana Allah berkata, “Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah beristirahat bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun akan datang seorang bayi kandung dari Daud, suatu kehidupan dari keturunan Daud yang akan memiliki Kerajaan kekal. Dia adalah Anak Daud. Dan dari 2 Samuel orang-orang Yahudi tahu bahwa Anak Daud adalah Dia yang memerintah sebagai yang diurapi, Kristus sang Mesias. Mazmur 89:3-4 mengatakan, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: 4 Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 9:27 kita akan mendengar seruan ini kepada Yesus, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Kita menemukan itu di Matius 20, dua orang buta di Yerikho berseru yang sama, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Mereka memanggil Yesus sebagai Mesias. Ketika Yesus di Matius 12:22 menyembuhkan banyak orang, di ayat 23 semua orang takjub dan mengatakan, “Ia ini agaknya Anak Daud.” Itu judul sang Mesias. Ketika Yesus naik keledai masuk ke kota Yerusalem, mereka berseru, “Anak Daud, Anak Daud.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itulah Matius memberikan kita silsilah Yesus Kristus di Matius 1. Dia mulai Injil dengan silsilah Yesus Kristus sebagai Anak Daud, kemudian dia menelusuri seluruh silsilah dari Abraham melalui Daud sampai ke Yusuf ke Kristus. Dengan kata lain, Daud memulai keturunannya yang menghasilkan kelahiran Mesias. Lukas 3 melakukan hal yang sama melalui Maria, dan ini menunjukkan bahwa ini benar-benar anak Daud, karena ibu-Nya dan bapak-Nua kedua-duanya dari keluarga Daud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa saja mereka langsung membatalkan Yesus sebagai Mesias jika mereka dapat membuktikan bahwa Dia tidak memiliki silsilah keturunan Daud, benar? Dan kita tahu bahwa mereka pasti telah menyelidiki hal ini. Di Bait Allah mereka menyimpan catatan silsilah semua orang. Seseorang tidak bisa bekerja pekerjaan sipil di negara itu kecuali silsilah orang itu diketahui. Dan karena mereka tidak pernah mempermasalahkan hal itu, itu menunjukkan Dia benar-benar keturunan Daud. Karena itu Dia berhak secara manusiawi untuk menjadi Raja Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jawab mereka, meskipun itu benar, tidak cukup. Memang itu benar namun masih kekurangan dalam jawaban yang lengkap. Mereka sebenarnya mengatakan kepada-Nya, “Anda itu sok tahu, membiarkan orang-orang memanggil Anda Anak Daud. Itu judul yang terlalu tinggi bagi Anda.” Dan Dia mengatakan tidak, itu judul yang terlalu kecil bagi-Ku. Daud memiliki banyak anak-anak dan keturunannya ribuan orang. Bagaimana caranya membedakan seseorang diatas Salomo atau diatas Yusuf, bapa Tuhan kita?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan merespon dengan membawakan mereka sesuatu yang tidak terbatas dan tidak bisa di mengerti. Ayat 43, “Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuhan-Nya.” Perkataan ‘Tuhan’, suatu perkataan umum di dalam bahasa Yunani, sering digunakan untuk keilahian di Perjanjian Baru, itu judul Tuhan Yesus Kristus. Nah di Perjanjian Lama perkataan yang digunakan untuk Tuhan adalah ‘Adoni.’ Itu juga judul untuk Allah di Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan jika Mesias hanya anak Daud sebagai manusia, mengapa Daud memanggil-Nya Tuhan Allah sebagai Allah? Lihatlah ayat 43 lagi, “bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuhan-Nya?” Ketika Daud memanggil Tuhan Mesias dia berada dibawah pimpinan Roh. Wahyu 1:10 juga membicarakan Yohanes waktu dia “pada hari Tuhan dikuasai Roh.” Itu berarti dia dikuasai Roh. Bandingkanlah Markus 12:36, yaitu bagian firman yang komparatif, dimana Juruselamat mengatakan, “Bagaimana Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus dapat memanggil-Nya Tuhan?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 44 Yesus mengutip langsung dari Mazmur 110:1, “Demikianlah firman Tuhan kepada Tuhanku.” Daud menulis Mazmur itu, “Tuhan (Yahwe) berfirman kepada Tuhan Daud (Adoni), “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.” Ada dua Tuhan yang berbicara bersama. Dan Yesus menggunakan Mazmur 110 karena semua orang setuju bahwa itu Mazmur Mesias. Bahkan, Mazmur 110 adalah Mazmur yang paling banyak dikutip di Perjanjian Baru, itu dikutip Petrus, Paulus dan penulis Ibrani. Dan dalam ketiga Injil: Matius, Markus dan Lukas, Mazmur ini dikaitkan kepada Daud oleh Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apakah disini dikatakan Tuhan? Setiap orang yang ingin menghilangkan keilahian Kristus harus menghadapi ayat ini. Ketika Tuhan mengatakan Daud menamakan Mesias itu Tuhan di Mazmur ini, Tuhan Yesus menterjemahkan Mazmur itu untuk kita dan Dia mengatakan tiga hal kepada kita. Nomor satu, Mazmur ini membicarakan sang Mesias karena Daud membicarakan sang Mesias. Kedua, Yesus mengatakan bahwa Daud menulis Mazmur itu meskipun kita tidak melihat nama Daud disitu sebagai penulis. Yesus menegaskan bahwa Mesias itu adalah Allah. Itulah maksudnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah Allah mengatakan kepada Tuhan Daud? Ayat 44, “duduklah di sebelah kanan-Ku.” Allah Bapa sendiri, Yahwe dari Israel, Pencipta seluruh alam semesta, telah menentukan posisi tingkat bagi Mesias untuk membawa-Nya ke tangan kanan-Nya sendiri dan menempatkan-Nya di dalam posisi kuasa dan otoritas yang sama dengan diri-Nya, yang menyatakan keilahian-Nya. Karena itulah penulis Ibrani mengatakan bahwa Allah telah mengangkat Kristus dan menempatkan-Nya di tangan kanan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tangan kanan Allah adalah tempat kuasa, otoritas dan kekuatan. Dan otoritas dan kuasa itu tak terkalahkan karena disitu juga dikatakan di Mazmur 110:1, “sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.” Dengan kata lain, Saya akan menaklukan segalanya dibawah Engkau. Pasti saja ada yang menyangkal Kristus, pasti ada banyak musuh Kerajaan namun pada akhirnya Saya akan menundukkan semua musuh-musuh itu dan mereka akan menjadi tumpuan kaki-Mu. Kristus akan menempatkan kaki-Nya atas leher mereka. Dan itulah tanda musuh yang dikalahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 45, “Jadi jika Daud menyebut Dia Tuhan-Nya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Ini sesuatu teka-teki yang mereka tidak dapat menjawab, ayat 46, “Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya.” Dan mereka tidak dapat menjawab-Nya karena mereka tidak mau mengakui apa yang sudah jelas dari bagian firman itu dan itu adalah bahwa Dia haruslah Allah dan juga manusia. Hanya dengan cara itu Dia adalah anak Daud (keturunan Daud) dan juga Tuhan bagi Daud pada saat yang sama. Mazmur 110, yang mereka sukai, semuanya sudah tercantum disitu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dimana ini berhubungan dengan Yesus? Yah mereka tahu bahwa Dia adalah anak keturunan Daud setelah mereka periksa silsilah-Nya. Apakah mereka sekarang memiliki cukup bukti bahwa Dia juga Anak Allah? Yesus melakukan begitu banyak hal untuk membuktikan Dia adalah Allah, mereka harus melawan yang sudah jelas untuk menyimpulkan sesuatu yang berlainan. Yohanes 20:30-31 mengatakan, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Intisari Kekristenan adalah bahwa Yesus Kristus adalah Allah-manusia. Meskipun apa yang dikatakan orang-orang liberal dan kultus-kultus lain, kalau mereka menyangkal inti iman Kekristenan ini mereka bodoh sekali karena Firman Allah sangat jelas dalam hal ini. Seandainya Alkitab tidak mengandung apapun juga kecuali Wahyu 22:16, itu saja sudah cukup, dikatakan disitu, “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat.” Dengarkanlah ini, “Aku adalah tunas dan keturunan Daud."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang Dia manusia. Dia dinamakan di Alkitab Anak Manusia, manusia Yesus Kristus, seorang penuh kesengsaraan. Dia memiliki daging dan darah. Kaki-Nya dapat dicium dan dibasuh. Dia memiliki jiwa dan roh, bagian kemanusiaan dari kita. Yesus mengatakan di Matius 26:38, “Jiwa-Ku sangat sedih” dan di Yohanes 13:21 dikatakan, “Ia penuh kesukaran dalam roh-Nya.” Ibrani 4:15 mengatakan, “Dia tergoda sama seperti kita.” Dia adalah keturunan Daud, Dia manusia, Dia sama seperti kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia juga Allah. Dan Dia bersama-sama dengan Allah memiliki sifat kemahakuasaan. Dia adalah sang Pencipta. Dia adalah komandan unsur-sunsur, seperti kita lihat di dalam kehidupan-Nya. Dia adalah penguasa semua mahluk. Dia pengurus makanan. Dia penyembuh. Dia membangkitkan orang. Dia mengampuni dosa. Dia adalah Hakim. Di Matius 18:20 Dia mengatakan Dia dapat berada dimana-mana. Dia mahatahu. Dia tahu apa yang dipikirkan orang. Dia tahu mereka sebelum mereka pernah mengatakan sesuatu atau tanpa mereka mengatakan apapun. Dia menujukkan bahwa Dia tidak pernah berubah. Dia memperlihatkan dalam hidup-Nya bahwa sama seperti Allah, Dia adalah kudus, benar, bijaksana, dan berdaulat, penuh kasih, kekal dan mulia. Dan ketika orang memuji Dia itu diperbolehkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kesimpulan satu-satunya adalah bahwa Dia adalah Allah, Anak Daud dan Tuhan bagi Daud. Dan jika mereka memiliki hati yang terbuka, mereka dapat melihat hal itu. Dan jika mereka menanyakan pertanyaan yang tepat, jika Mesias itu adalah Anak Daud dan Anak Allah, bukankah itu berarti Dia adalah Mesias? Seharusnya mereka dapat menyatukan kedua fakta itu. Namun ketidakpercayaan mereka yang keras itu mengakibatkan mereka tidak memiliki jawaban yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 46, “Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.”Ia menutup mulut para pengkritik, sebenarnya Dia menutup mulut mereka yang ingin menanyakan-Nya pertanyaan-pertanyaan untuk menjebak-Nya. Markus mengatakan di Markus 12:37, “Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.” Orang-orang biasa ingin mendengar lebih banyak lagi, namun pemimpin-pemimpin ini tidak pernah ingin mengerti pesan Yesus. Mereka tidak mau percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah jawabanmu? Di Matius 26:63, imam besar mengatakan kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." 64 Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya.” Mereka ingin supaya Dia mengaku hal itu supaya mereka dapat membunuh-Nya untuk pemfitnahan itu. Semua bukti telah disediakan namun tetap mereka berpendapat Dia pemfitnah. Ada beberapa yang diam-diam berjalan keluar dan ada beberapa yang percaya. Bagaimana Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Nov 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141102</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000002F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perintah Agung]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000030"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+22:34-40" target="_blank" class="imCssLink">Matius 22:34-40</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam gereja adalah waktunya kita harus mendengar Firman Allah dengan teliti. Dia memperhadapkan kita dengan kebenaran-Nya supaya kita merespon dengan cara yang menyenangkan-Nya. Tidak peduli kapan, atau berapa umurmu, atau dengan siapa Anda berbicara, pendapat umum adalah bahwa pengalaman yang terbesar mungkin adalah kasih. Namun kasih Allah berbeda sekali dengan kasih yang dimengerti dunia. Dan itulah pesan Allah bagi kami dari teks malam ini. Teks ini tentang kasih ilahi yang hanya terdapat dari Allah.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa ini masih hari Rabu dari minggu terakhir, hari Rabu sebelum hari Jumaat ketika Yesus akan disalibkan. Dan Yesus berada di Bait Allah. Dia telah masuk ke kota pada hari Senin dan Dia disambut sebagai Mesias, yang akan membebaskan Israel. Dan mereka harapkan bahwa Dia memang Mesias seperti itu. Namun pada hari Selasa Dia datang ke Bait Allah dan menyerang sistim agama palsu mereka dan membersihkan Bait Allah itu, mengusir para penukar uang dan para pembeli dan penjual yang telah mencemarkan rumah Allah yang suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah nginap di Betania di rumah Maria, Marta dan Lazarus, Yesus bersama murid-murid-Nya kembali ke Bait Allah dan seharian Dia mengajar tentang injil kerajaan Allah. Nah para pemimpin agama sangat benci Yesus Kristus. Firman Allah mengatakan mereka sudah merencanakan untuk membunuh-Nya. Mereka benci Dia karena Dia mengajar berlawanan ajaran mereka. Alasan kedua: Dia lebih populer dari pada mereka. Dan ketiga: Dia menunjukkan kuasa dan kemampuan yang tidak terbayangkan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mencoba untuk mencela Yesus didepan umum. Pertanyaan mereka pertama ada di ayat 15. Orang Farisi bersama orang Herodian menanyakan-Nya apakah mereka harus bayar pajak kepada Kaisar. Dalam pikiran mereka pastilah Dia akan menyangkal karena Dia mewakili hukum Allah dan Dia pasti tidak akan menyetujui pemerintah Roma. Dan jika Ia melakukan itu mereka akan mengirim orang Herodian untuk melaporkan-Nya sebagai pemimpin yang memberontak dan orang Romawi akan membunuh-Nya. Tetapi kita tahu jawaban-Nya, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Jadi mereka tidak berhasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang Saduki menanyakan pertanyaan kedua di ayat 23; mereka ingin tahu pandangan Yesus mengenai kebangkitan. Mereka bikin-bikin suatu keadaan aneh dan mereka pikir jika Dia menegaskan kebangkitan Dia akan mendapatkan suatu keadaan aneh dan orang-orang akan melihat bahwa Yesus ada salah-Nya. Namun sekali lagi jawaban-Nya membingungkan dan menakjubkan mereka dan ujian ini juga gagal seperti kita lihat minggu terakhir. Dan ini membawa kita kepada pertanyaan ketiga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi di ayat 35 mereka menanyakan Yesus suatu pertanyaan untuk menguji Dia. Itu upaya mereka terakhir. Ayat 34, “Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka.” Yang menarik adalah bahwa dikatakan orang-orang Saduki dibuat bungkam; kata kerja itu berarti disumbat. Itu dipakai misalnya di Markus 1:25 dalam mengbungkamkan roh jahat. Juga dalam Markus 4:39 dalam membungkamkan angin. Mereka mau mengatakan lebih banyak namun mereka tidak dapat mengatakan apa-apa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pertukaran kata ini kita melihat suatu penggenapan nubuatan. Di Mazmur 2, dimana si Pemazmur melihat kedepan kepada sang Mesias, dikatakan, “Para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya.” Di Kisah Para Rasul 4:26 dikatakan, “Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.” Ini khususnya yang terjadi. Jadi marilah kita melihat cara pendekatan orang Farisi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus tahu apa yang mereka pikirkan. Dan ini seringkali tidak dijelaskan. Sangat penting kita mengerti mengapa mereka menanyakan pertanyaan khusus ini. Biasanya kita mengacu kepada bagian firman ini, kita membicarakan bagian ini, kita memisahkan ini dari konteksnya dan kemudian kita fokus kepada ayat 37 yang agung itu tanpa mengerti apa yang mereka ingin sebenarnya. Akan tetapi setelah kita mengerti apa yang mereka maksudkan, baru semuanya masuk akal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 35, “Dan seorang dari orang Farisi, seorang pengacara,” Nah perkataan pengacara berarti ahli Taurat, yang tahu hukum Taurat, yang menterjemahkan hukum Taurat, dan yang mengajar hukum Taurat. Dan sekarang dia diutus untuk menanyakan suatu pertanyaan atas nama orang Farisi lain. Dia adalah utusan yang dikirim langsung dari orang Farisi yang penuh kebencian, namun kelihatannya dia tidak begitu benci sendiri. Dia lebih obyektif dan dia tertarik kepada kebijaksanaan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan di ayat 35, “dia bertanya untuk mencobai Dia.” Jadi dia tidak benar-benar jujur. Nah sangat penting kita mengerti inti pertanyaan ini. Menurut sejarah, pahlawan terkemuka di Yudaisme masih Musa. Hanya Musa saja berbicara dengan Allah muka ke muka seperti orang berbicara dengan temannya. Musa telah dipilih untuk menerima Sepuluh Perintah dari Allah. Musa adalah yang menulis kelima buku pertama Perjanjian Lama. Banyak orang Yahudi percaya bahwa Musa tingkatnya lebih tinggi dari pada malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi percaya bahwa Yesus menyerang ajaran-ajaran Musa. Karena itu di Khotbah di Bukit di Matius 5:17 Yesus mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Namun mereka percaya bahwa Yesus mengurangi Musa dan mereka ingin Dia menyatakan hal itu. Mereka ingin Yesus menegaskan bahwa perkataan-Nya menggantikan Musa supaya mereka dapat menuduh Dia adalah sesat yang sudah meninggalkan iman yang telah disampaikan otoritas tertinggi, yaitu Musa sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi datanglah pertanyaan di ayat 36, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Nah hukum Yahudi memiliki 613 hukum-hukum yang terpisah, karena di dalam Sepuluh Perintah ada 613 huruf-huruf. Itulah cara orang Yahudi, itu dinamakan cara huruf rabi. Dan mereka memisahkannya dalam dua bagian. Mereka mengatakan ada 248 hukum-hukum positif, satu bagi setiap bagian tubuh manusia dan ada 365 hukum-hukum negatif , satu bagi setiap hari dalam setahun. Kemudian mereka membagikan 613 hukum itu menjadi hukum ringan dan hukum berat. Yang ringan opsional dan yang berat mengikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada banyak debat mengenai yang mana adalah ringan dan yang mana berat, hukum mana penting sekali dan hukum mana tidak begitu penting, dan sebagainya. Jadi mereka pikir, jika Yesus mencoba untuk menyatakan diri-Nya menjadi Mesias, pasti Dia akan mengatakan sesuatu untuk menyatakan diri-Nya sebagai otoritas. Jadi mereka minta, berikanlah kami hukum yang terbesar, dan mereka pikir jika Dia ingin menyatakan sesuatu yang baru, pastilah Dia tidak akan memberikan kami suatu hukum lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah jawaban-Nya di ayat 37, “Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Wah, jawaban yang tepat! Yesus mengutip Ulangan 6:5, Dia mengutip Musa. Dia mengutip tulisan Musa yang paling terkenal yang pernah dituliskan, Shama di Ulangan 6:5, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Itu Firman yang paling terkenal bagi semua orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam rumah orang Yahudi Anda akan melihat ada kotak kecil, biasanya dengan Bintang Daud diatasnya. Didalamnya ada Ulangan 6:4-5. Pernahkah Anda melihat seorang Yahudi ortodoks yang menggantungkan kotak itu ke dahinya, dan ada kotak lain diikat ke tangannya dan dalam kedua kotak itu ada tulisan Ulangan 6:4-5. Setiap orang Yahudi di zaman Yesus yang setia kepada agamanya dua kali sehari diharuskan berhenti dan mengulangi pernyataan itu. Yesus menegaskan solidaritas-Nya dengan Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan di Ulangan 6:5, kasihilah aheb dalam Bahasa Ibrani, kata kerja ini mengacu terutama kepada kasih kehendak, kasih akal budi, kasih dalam perbuatan daripada kasih berdasarkan perasaan, kasih emosi saja. Itu kasih yang paling tinggi. Bukan kasih karena perasaan saja namun kasih dedikasi, kasih komitmen, kasih yang mengatakan ini benar dan ini mulia tidak peduli perasaan saya. Dan itulah kata agapeo, yaitu kasih dengan kecerdasan, kasih dengan tujuan, itu adalah kasih kehendak yang berlawanan dengan phileo, yang adalah kasih berdasarkan perasaan atau kasih sayang dan eros, yaitu kasih berdasarkan indra fisik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata hati pada dasaranya dalam pengertian Ibrani adalah inti identitas orang. Masih ingat Amsal 4:23, “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Semuanya datang dari hati. Hati dalam pengertian Ibrani adalah akal budi yang menghasilkan pikiran dan menghasilkan kata-kata dan menghasilkan perbuatan-perbuatan. Jadi seperti dipikirkan orang di dalam hatinya begitulah dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perkataan jiwa sebaiknya mengacu kepada emosi. Misalnya di Matius 26:38 dikatakan, “Jiwa-Ku sangat sedih.” Akal budi adalah suatu perkataan lain untuk mengatakan kekuatan. Kuasa adalah kata yang artinya luas namun ini berhubungan dengan maksud dan kehendak. Ini berhubungan dengan kemajuan dengan tujuan dan semangat atau dengan maksud atau dengan kehendak. Kemudian Markus menambahkan kata kekuatan yang berarti seluruh kekuatan fisik kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita mendapatkan disini suatu keadaan dimana secara tumpang tindih ada empat jalur dimana kasih diimbangkan dengan sempurna. Itu kasih yang cerdas, kasih yang penuh perasaan, kasih yang rela dan kasih yang melayani. Dan itu dipertunjukkan dengan bagaimana kita bertindak dalam kekuatan fisik kita. Jadi bagian kita yang berakal budi, bagian kita yang beremosi, bagian kita yang rela dan bagian kita yang fisik semua bergabung untuk mengasihi Allah dengan segala keberadaan kami, dengan segalanya yang ada untuk mengasihi Allah benar-benar, itulah Perintah Agung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak mencari orang yang hanya melakukan upacara agama, yang dari luar kelihatannya bertindak benar. Allah menginginkan orang-orang yang mengasihi- Nya dengan segenap hati mereka. Allah mengasihi kita dengan segenap hati-Nya. Karena Dia memberikan kita keseluruhan Dia dulu, sekarang dan dimasa depan. Dia mengorbankan diri-Nya dalam kematian bagi dosa-dosa kita. Dan Dia yang mengasihi kita dengan segenap hati-Nya tidak mau menerima kembali kasih yang setengah-setengah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena kasih-Nya begitu besar sehingga Dia memberikan kita Anak-Nya, kita juga harus mengasihi Dia sampai kita juga rela memberikan diri kita, seperti Dia katakan di Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Kita harus berani memberi nyawa kita bagi Dia. Allah mengasihi kita dan memberikan kita Anak-Nya, dengan demikian Dia menujukkan bahwa kasih terjadi meskipun pada mulanya tidak ada tindakan balasan. Jadi kami harus mengasihi Allah bukan berdasarkan keuntungan kami namun karena itu adalah hal yang wajar kami lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin lebih dari kepercayaan kami saja. Yakobus 2:19 mengatakan bahwa setan-setanpun percaya dan mereka gemetar, karena meskipun mereka percaya Allah, mereka tidak mengasihi Allah. Dan itulah tanda yang membedakan orang- orang yang telah ditebus. Mereka mengasihi Allah. Dan Allah menuntut kami mengasihi-Nya dengan kasih yang sempurna, dengan kasih yang selebar segala kemampuan dan kapasitas kami. Tidak ada orang yang benar dihadapan Allah sampai hatinya, jiwanya dan akal budinya dan kekuatannya menyatakan kasih kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seseorang tidak menjadi Kristen hanya karena mereka mungkin percaya. Seseorang menjadi Kristen ketika mereka mendemonstrasikan kasih Allah yang memenuhi mereka. Paulus mengatakan di Roma 7, hal-hal dosa yang saya lakukan saya tidak mau lakukan, namun didalam aku ada kedaginganku dan kedagingan itu melakukannya, namun bukan itu yang saya inginkan. Pada dasarnya dia mengatakan saya mengasihi Allah dan saya cinta kebenaran dan saya cinta apa yang memuliakan Allah dan meskipun saya tidak selalu melakukan itu saya cinta hal itu. Dan walaupun aku masih berbuat dosa, saya benci hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini selalu mulai dengan mengasihi Yesus dan akibat kasih itu ada keinginan dan komitmen untuk menaati. Ketika Yesus berada bersama murid-murid-Nya di Ruangan Atas Dia mengatakan di Yohanes 14:15, “Jikalau kamu mengasihi Aku, turutilah segala perintah-Ku.” 1 Yohanes 4:19 mengatakan, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Efesus 6:24 mengatakan, “Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah ingin kita mengasihi Dia, dan itu kasih seperti apa? Itu kasih yang bersandar kepada kuasa Allah yang besar di Mazmur 18. Itu kasih yang mencari persekutuan dengan Allah di Mazmur 31:23. Itu kasih yang menjamin damai sejahtera jiwa di Mazmur 119:165. Itu kasih yang peka akan perasaan Allah di Mazmur 69:9. Itu kasih yang mengasihi apa yang dikasihi Allah di Mazmur 119:72, 97 dan 103. Itu kasih yang mengasihi mereka yang dikasihi Allah di 1 Yohanes 5:1. Itu kasih yang benci apa yang dibenci Allah di Mazmur 97:10. Itu kasih yang berduka cita atas dosa di Matius 26:75. Itu adalah kasih yang menolak dunia di 1 Yohanes 2:15. Namun yang terpenting adalah kasih ini adalah kasih yang menaati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita adalah mereka yang mengasihi Dia dan yang menaati perintah-perintah- Nya, dan itulah tanda orang percaya. Coba tunjukkanlah kepadaku seseorang yang tidak peduli menaati perintah-perintah-Nya dan aku akan menunjukkan kepadamu seseorang yang tidak mengasihi Dia dan tidak mengenal Dia. Kita perlu diampuni akan hal itu dan Allah ingin mengampuni kita untuk itu dan karena itu Kristus mati di kayu salib. Dia menanggung dosa-dosa kita yang seharusnya kita tanggung. Dan dosa apa itu? Terutama itu dosa penolakan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah juga menanamkan di dalam hati kami kemampuan untuk mengasihi Allah sekarang dan di masa depan. Dan itulah artinya di Roma 5:5 ketika dikatakan, “kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roh Allah yang telah dikaruniakan kepada kita dalam keselamatan memberikan kita kemampuan untuk mengasihi Allah. Kita tidak mampu mengasihi caranya kita harus mengasihi dan karena kita tidak mampu mengasihi dengan cara demikian kita perlu kemampuan itu, jadi Yesus datang untuk membayar denda kami, untuk mengampuni dosa-dosa masa lalu dan untuk memberikan kita kemampuan untuk mengasihi Allah di masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat ayat 39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Ini mengalir dari kasih Allah, ketika Anda mengasihi Allah sungguh-sungguh, Anda akan mengasihi orang lain sungguh-sungguh. Orang Farisi tidak melakukan itu. Mereka menggunakan orang. Mereka kejam terhadap orang lain. Saksikanlah caranya mereka memperlakukan para nabi dan caranya mereka memperlakukan Kristus. Mereka tidak mengasihi orang. Mereka benci orang, mereka mencuri uang mereka, mereka menerima sogokan dan mereka lakukan banyak hal yang jahat. Mereka mengasihi diri mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita harus mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dengan kata lain saya memelihara orang lain sama seperti saya memelihara diri sendiri. Kita sangat mementingkan kenyamanan kita sendiri, dengan memenuhi keperluan kita sendiri, kita sangat mementingkan tujuan-tujuan kita. Ketika saya melihat orang lain lapar, apakah saya memelihara mereka dengan kecepatan yang sama, dengan kepedulian yang sama? Apakah saya merasa sama terhadap orang lain yang ada kebutuhan? Ketika saya merasa tidak nyaman saya ingin mencari kenyamanan. Apakah saya merasa hal yang sama terhadap orang lain yang merasa tidak nyaman?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan tidak terlalu rumit, itu hanya mengatakan kasihilah Allah dan kasihilah manusia. Jika Anda mengasihi Allah Anda akan melakukan apa yang Dia katakan. Jika Anda mengasihi manusia Anda akan melakukan apa yang mereka butuhkan. Ayat 40 menyimpulkan semua itu, “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Jika Anda mengasihi Allah dengan segenap keberadaan Anda dan mengasihi semua orang lain seperti dirimu sendiri, Anda tidak memerlukan perintah-perintah lain. Semua yang lain hanya menjelaskan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengacara yang menanyakan pertanyaan itu mengatakan di Markus 12, “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu,” kemudian dia mengulangi perkataan Yesus. Kemudian Yesus mengatakan, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Jadi jika Anda percaya hal ini Anda tidak terlalu jauh, namun hanya percaya saja masih satu langkah kekurangan dari mengasihi Dia. Jawaban-Nya begitu tepat dan begitu jelas sehingga dikatakan, “Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pesan bagi kita sebagai orang Kristen adalah, selidikilah dirimu, apakah Anda benar-benar mengasihi Allah? Lihatlah kedalam hatimu. Apakah Anda merasa itu ada? Dan apakah Anda mengasihi orang lain juga di dalam nama Yesus Kristus? Marilah kita minta pertolongan-Nya supaya kita belajar mempraktekkan kasih seperti itu di dalam kehidupan kita sehari-hari, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Oct 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141026</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000030</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tuhan Orang yg Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000031"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+22:23-33" target="_blank" class="imCssLink">Matius 22:23-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita teruskan pelajaran kita tentang Matius 22:22-33, namun sebelumnya kita melihat teks ini khususnya kita perlu berbicara secara umum. Manusia selalu pernah memikirkan kebangkitan, itu seolah-olah tercantum dalam hati orang dari setiap kebudayaan, dengan beberapa yang terkecuali, bahwa haruslah ada kehidupan setelah kehidupan. Misalnya dalam kuburan Firaun Kiops yang dimeteraikan lima ribu tahun yang lalu ada kapal solar yang dibangun supaya dia dapat berlayar melintasi surga dalam kehidupan berikutnya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam agama Yunani kuno seringkali ada koin yang ditaruh di dalam mulut mayat itu supaya dia dapat membayar ongkos melintasi sungai kematian mistik dan masuk tanah hidup kekal. Beberapa orang India Amerika biasanya menguburkan satu kuda poni dengan busur dan anak panah untuk seorang prajurit supaya dia dapat naik kuda dan berburu di tempat perburuan yang menyenangkan. Di Greenland anak- anak Eskimo saat mereka meninggal mereka dikuburkan bersama anjing supaya mereka dapat mencari jalan di tempat dingin dengan adanya petunjuk jalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi itu sama saja. Itu menjadi sebagian dari pemikiran Yahudi bahwa setelah kehidupan ini ada hidup lain. Jika kita mempelajari tulisan Yahudi sekitar waktu Kristus, kita mendapat penegasan tentang hal itu. Contohnya didalam buku non-Alkitabiah bernama Dua Maccabee, kita diberi pengertian sejarah orang Yahudi, sikap mereka, filsafat mereka dan ada bagian yang cukup menarik tentang ide kebangkitan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menggambarkan seseorang bernama Rasis, penatua Israel, yang sangat marah karena perbudakan dan dominasi orang Yunani, jadi dia memutuskan untuk bunuh diri. Didepan banyak orang dia ambil pedangnya dan memotong perutnya sendiri kemudian dia mengeluarkan ususnya. Dan dua Makabe mengatakan, “Dengan cara demikian dia mati, sambil memanggil dia yang adalah tuhan kehidupan dan roh untuk memulihkannya kembali.” Dia percaya bahwa ada kehidupan lain yang akan dikembalikan kepadanya setelah yang ini hilang. Dan dengan membunuh diri dia mengharapkan kehidupan dalam keadaan yang lebih baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada buku lain yang dinamakan buku Baruk. Dalam bab ke 50 dikatakan, “Bumi ini akan benar-benar mengembalikan orang mati, yang dia terima sekarang untuk mempertahankan-nya. Tidak akan ada perubahan bentuk dan sebagaimana diterima demikian akan dipertahankannya. Dan sama seperti yang disampaikan kepada mereka begitupun akan dibangkitkannya. Karena perlu untuk memperlihatkan kepada orang yang hidup bahwa yang mati telah dibangkitkan dan mereka yang telah pergi sudah kembali lagi.” Dengan kata lain, ada beberapa orang Yahudi yang percaya bahwa bentukmu waktu mati akan sama dengan bentukmu waktu dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi percaya bahwa pada saat Anda mati, hubungan apapun juga, keadaan apapun juga, dalam pernikahan apapun, dengan cacat apapun, dengan bekas luka apapun, dengan pakaian apapun waktu mati, itu persis bentuk Anda di kehidupan berikutnya. Dan alasannya mereka percaya hal itu adalah ketika kebangkitan itu terjadi mereka yang masih hidup tahu bahwa kebangkitan itu terjadi. Jika Anda kembali dalam bentuk lain mereka tidak akan tahu bahwa Anda telah dibangkitkan. Mereka tidak bisa mengenal itu Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Baruk meneruskan bahwa akhirnya mereka yang telah dibangkitkan akan ditransformasikan menjadi seperti malaikat yang akan dijadikan sama dengan bintang-bintang, mereka akan dirubahkan menjadi bentuk apapun yang mereka inginkan seperti dari kecantikan menjadi keindahan, dari terang menjadi kemuliaan. Namun pada mulanya Anda harus kembali dan berdiam sebentar dalam bentuk semula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Mazmur 16, salah satu yang paling dikenal dan sering digunakan oleh orang Yahudi, dikatakan di ayat 9-11, “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak- sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan.” Dengan kata lain, ada harapan bahwa pada akhirnya tidak ada kebinasaan, pada akhirnya tidak ada kematian, namun hidup setelah hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 49:15 mengatakan, “Tetapi Allah akan menebus jiwaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menerima aku.” Mazmur 139:8 juga memiliki ide yang sama. Hosea 6:1-2 membicarakan bahwa setelah dua hari, pada hari ketiga Dia akan membangkitkan kami, menghidupkan kami kembali. Daniel 12:2 mungkin memberikan pernyataan yang paling langsung, “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Alkitab tidak menjelaskan bagaimana itu semua akan terjadi, jadi ada banyak perdebatan tentang apakah kita berpakaian lama atau dengan pakaian baru, dan ada banyak diskusi tentang bentuk kita seperti apa, namun terlihat dari tulisan Baruk bahwa mereka percaya kita akan kembali dalam bentuk yang sama kita pergi untuk membuktikan bahwa kita benar bangkit dan sesudah itu baru akan ditransformasikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang saat kita melihat Matius 22, kebanyakan orang Yahudi percaya benar ada kebangkitan kecuali satu kelompok. Ayat 23 mengatakan, “Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.” Nah mereka menentang seluruh kebudayaan dan teologia Yahudi. Di Kisah Para Rasul 23:8, mereka diperkenalkan sebagai berikut, “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.” Jadi mereka adalah kelompok yang luar biasa dalam Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada empat sekte utama dalam Yudaisme: Orang Farisi, orang Saduki, orang Zelot dan orang Essene. Orang Essene adalah seperti orang pertapa di padang gurun yang selalu mengutip surat-surat gulungan dan kemungkinan besar merekalah yang mengutip Surat Gulungan Laut Mati, yang telah kita temukan. Kemudian ada orang Zelot yang menjadi orang aktivis politik, yang sangat mementingkan hal-hal nasional, yang menjadi masalah bagi Roma. Kemudian ada orang Farisi yang mementingkan agama. Kemudian ada orang Saduki yang menjadi kelas penguasa aristokrat dalam Yudaisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan, imam-imam kepala, imam besar dan imam-imam yang paling mulia adalah orang-orang Saduki. Mayoritas anggota Sanhedrin, dewan pemimpin Israel itu juga adalah orang Saduki. Jadi kuasa mereka besar sekali, mereka berpengaruh dan juga kaya karena mereka memiliki tempat-tempat jualan di Bait Allah, tempat tukar uang, tempat jual beli berbagai macam hal penyembahan yang ada dan itu semua dibawah kuasa mereka. Dan secara politik mereka pro Roma, jadi mereka tidak disenangi orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah secara rohani mereka fundamentalis, mereka berpikir sempit dan lebih kejam dari pada orang Farisi. Menurut Yosefus, orang Farisi lebih lunak dalam hal aplikasi hukum Taurat karena mereka ingin menghindari hukum jadi mereka cari bermacam cara untuk mengelak hukum. Mereka menolak segala sesuatu kecuali Perjanjian Lama. Mereka bangga memelihara iman yang murni. Mereka sangat kritis tentang menjadi murni seperti orang Levi dan menurut urutan orang Levi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Doktrin utama mereka adalah penyangkalan kebangkitan. Namun jika mereka percaya Perjanjian Lama dan banyak ayat-ayat berbicara tentang kebangkitan, bagaimana mereka dapat menyangkal kebangkitan itu? Karena mereka memberi otoritas dan keutamaan hanya kepada lima buku Musa. Mereka mengatakan bahwa sisa Firman itu hanya komentar buku-buku Musa saja, dan karena kebangkitan tidak diajarkan disitu, maka kita tidak percaya kebangkitan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Oleh karena itu kita dapat hidup seenaknya sendiri saja sekarang, benar? Mereka percaya bahwa tubuh dan jiwa hilang pada saat kematian, tanpa hukuman dan tanpa hadiah, tanpa masa depan, tanpa ada sesuatu, hanya menghilang begitu saja. Karena itu mereka memenuhi kehidupan mereka dengan segala sesuatu yang mungkin. Karena mereka dibataskan terjemahan literal Firman Tuhan, mereka menggunakan agama hanya untuk menjadi kaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang Saduki sama sekali tidak setuju ada kebangkitan dan mereka tidak setuju sikap terhadap Roma dan orang Farisi biasanya tingkat mereka lebih rendah dan mereka lebih tinggi tingkatnya, jadi ada kebencian sosial dan kebencian politik dan kebencian teologia, namun ada satu hal yang mereka menyetujui yaitu mereka ingin menyingkirkan Yesus Kristus. Jadi marilah kita melihat teks kita dan cara pendekatan orang Saduki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hari Rabu, dua hari sebelum Tuhan kita disalibkan. Yesus sedang mengajar di Bait Allah dan Dia diberhentikan pemimpin-pemimpin agama ini yang menanyakan-Nya bermacam pertanyaan untuk menyebabkan Dia ada masalah dengan Roma supaya Dia dapat dibunuh namun Dia menyingkirkan hal itu begitu luar biasa sehingga malah mereka sendiri disalahkan. Sekarang yang datang adalah orang-orang Saduki dan maksud mereka adalah untuk mencela-Nya dihadapan orang Yahudi. Dan keinginan mereka adalah untuk membusukkan reputasi-Nya sebagai guru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasannya mereka langsung terlibat adalah karena Yesus baru-baru ini mengacaukan bisnis mereka. Satu hari sebelumnya, pada hari Selasa, Dia telah membersihkan Bait Allah, mengeluarkan semua penukar uang, mengusir penjual- penjual dan orang pembeli dan semua barang yang ada disitu, dan sekarang Dia masuk ke daerah mereka. Ketika orang-orang memuji Dia sebagai Anak Daud, sang Mesias, mereka sekarang mengerti bahwa orang ini dapat menyebabkan ada revolusi. Dia mulai sesuatu yang hanya dapat diberhentikan orang Roma dan mereka dapat melihat mereka terjebak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang Saduki dan orang Farisi bersatu dan mereka mengatakan, “Apakah kita dapat perbuat karena orang ini mujizat-Nya banyak. Jika kita membiarkan Dia, orang-orang Romawi akan datang dan mengambil tempat ini dan negara ini.” Jadi orang Saduki sekarang ikut merencanakan kematian-Nya dengan orang Farisi karena mereka juga menolak ajaran Yesus. Orang-orang berpaling dari mereka dan mulai mendengarkan Yesus dan Dia membicarakan kebangkitan sama seperti para Rasul yang datang sesudah-Nya. Bahkan Yosefus mengatakan bahwa orang Sadukilah yang membunuh Yakobus, saudara Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 24, “Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati tanpa ada anak lelaki, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.” Memang itu adalah sesuatu yang dikenal sebagai hukum liverat, suatu hukum sejarah Yahudi yang diambil dari Ulangan 25:5-6. Jika seseorang menikah dengan seorang wanita dan mereka tidak ada anak lelaki, kemudian dia mati dan nama keluarga orang itu tidak dapat diteruskan. Jadi saudara laki-laki yang belum kawin harus menikahnya dan membesarkan anak lelaki itu dan anak sulung itu dianggap anak dari suami yang sudah meninggal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita melihat ayat 25-28, “Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. 26 Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. 27 Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. 28 Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia." Jadi setelah ada kebangkitan wanita ini akan kembali dan menjadi isteri semua orang itu dan ada poligami di hidup kebangkitan kekal. Wah ini pikiran kacau.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu Yesus percaya ada kebangkitan. Di Yohanes 11:25-26, Dia mengatakan di kuburan Lazarus, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Mereka tahu ajaran-Nya jadi mereka pikir, wah sekarang kita dapat menjebak-Nya. Dia tidak ada jawaban untuk ini dan semua orang akan tahu bahwa kita lebih pintar daripada Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 29, “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Seandainya kamu mengenal Firman kamu pasti tahu bahwa Allah menjanjikan ada kebangkitan. Jika Anda tahu kuasa Allah Anda tahu bahwa Allah tidak akan menciptakan kembali manusia yang memiliki masalah yang sama disini. Jadi Yesus langsung bergerak di dalam kedua dimensi itu. Pertama mengenai kuasa Allah di ayat 30, “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak pernah akan menjadi malaikat, namun kita sama seperti malaikat menjadi mahluk kekal yang tidak menikah dan tidak melahirkan anak. Jadi Tuhan mengatakan, lihatlah kita akan menjadi mahluk berbeda dalam kebangkitan, tidak ada pernikahan. Kita perlu menyadari bahwa yang paling baik di dalam kehidupan ini tidak mungkin bisa mencapai apa yang ada di hidup kekal nanti. Tidak ada orang yang lebih dekat dengan orang lain karena kita semua akan akrab sempurna satu sama lain dan intim sempurna dengan Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Korintus 15 Paulus mengatakan Allah telah menciptakan berbagai macam tubuh, benar? Ada tubuh burung dan tubuh binatang dan juga ada tubuh terestrial dan benda-benda angkasa. Allah adalah master begitu banyak macam dan variasi dalam menciptakan tubuh-tubuh sehingga Dia akan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda bagi kita juga. Allah tidak terbatas dan kita akan melihat itu dibuktikan di kebangkitan juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus mengatakan bukan saja kalian tidak tahu kuasa Allah, namun kalian juga tidak mengerti Firman Allah. Ayat 31, “Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah?” Kemudian Yesus mengutip Keluaran 3:6 di ayat 32, “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." Apakah itu suatu pernyataan tentang kebangkitan? Memang itu pernyataannya dan argumennya disini adalah dalam bentuk kata kerja. Dia tidak mengatakan saya dulu Allah Abraham, saya dulu Allah Ishak, dan saya dulu Allah Yakub.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa di Keluaran 3:6, Abraham sudah mati, Ishak sudah mati dan Yakub sudah mati juga, dan maksud Yesus pada akhir ayat itu adalah, Allah bukan Allah orang mati, tetapi orang-orang yang hidup. Jadi jika Allah mengatakan saya adalah Allah orang-orang itu haruslah mereka hidup. Allah tidak disembah mayat- mayat. Dia bukan Allah dari orang-orang yang tidak berada lagi. Saya adalah Allah yang terus menerus masih ada hubungan hidup dan penyembahan dengan mereka yang sudah ‘mati’, yang berarti mereka pasti masih hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah yang tidak berubah, yang kekal, yang selalu menepati janji-Nya dan yang berjanji kepada yang dipilih-Nya akan membawa mereka kepada pemenuhan dan mereka akan bangkit kembali untuk pemenuhan janji yang diberikan kepada Abraham, Yakub dan Ishak. Mereka hidup untuk mewarisi semua yang telah dijanjikan kepada mereka. Yesus melakukan sesuatu yang mustahil bagi semua orang Farisi terpintarpun. Dia langsung mengambil ayat yang ada di Pentatuk. Dia bukan orang bodoh namun Dia menyebabkan orang-orang itu kelihatan bodoh sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang akhirnya ketakjuban di ayat 33, “Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.” Di Lukas 20:39 dikatakan, “Mendengar itu beberapa ahli Taurat, bukan orang Saduki, berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." Mereka sangat takjub. Luar biasa, dan indah sekali, Yesus Kristus ini, yang dipuji sebagai raja, sebagai Juruselamat, sebagai Mesias, diperhadapkan kebencian oleh pemimpin- pemimpin agama yang ingin mencela-Nya dan ingin Dia mati. Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh serangan-serangan mereka. Dia hanya menyatakan kemuliaan yang lebih besar, menghasilkan keajaiban yang lebih besar dan terus menerus membingungkan musuh-musuh-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah sangat menarik melihat Kristus mendapatkan hal-hal yang orang lain tidak bisa pikirkan, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah dapat dijawab orang lain. Mengapa? Karena ini adalah pikiran Allah yang tidak terbatas, ini bukti positif bahwa inilah Allah dalam bentuk manusia. Jadi kita melihat keilahian dan keagungan dinyatakan disini dan itu sangat luar biasa untuk dilihat. Kita tahu kepada siapa kita percaya, dan Dia Kristus, Anak Allah yang hidup. Kita bisa menyaksikan keilahian-Nya dan kebesaran kebijaksanaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua, kita melihat komitmen-Nya terhadap Firman. Betapa besar Dia mengasihi Firman, betapa besar pengetahuan-Nya Firman itu, untuk memilih ayat yang tepat yang diperlukan dalam situasi itu. Berkatilah Allah bahwa Dia mempercayakan Firman, karena jika Yesus sendiri bergantung kepada Firman itu menyebabkan itu juga memberi kepercayaan kepada kita untuk bersandar kepada Firman juga, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga kita melihat Dia menegaskan kebangkitan itu. Pada waktu kita mungkin meragukan kebangkitan itu kita diperingati bahwa Yesus sendiri tidak pernah meragukan hal itu dan Dia menegaskan disini bahwa mereka yang sudah mati masih hidup karena Allah adalah Allah orang hidup. Dengan demikian kita juga diberi kekuatan dengan pandangan lain dari Yesus sebagai Allah, dengan pandangan lain dari ketergantungan-Nya kepada Firman, dengan pandangan lain didalam harapan hidup kekal. Daripada mereka menjatuhkan-Nya, Dia menjatuhkan mereka dan menyatakan diri-Nya dalam segala keagungan-Nya sekali lagi. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Oct 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20141019</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000031</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kewajiban kita kepada Allah dan Pemerintah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000033"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+22:15-22" target="_blank" class="imCssLink">Matius 22:15-22</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Senin terakhir Dia naik keledai masuk ke Yerusalem dan dipuji-puji sebagai Mesias. Hari Selasa Dia membersihkan Bait Allah dan mengeluarkan semua penukar uang dan penjual persembahan dan sebagainya. Dan sekarang adalah hari Rabu di Matius 22 pada minggu terakhir dari kehidupan Tuhan kita. Hari Jumaat Dia akan disalibkan dan pada hari Minggu Dia akan bangkit dari antara orang mati. Sekarang Dia berada kembali di Bait Allah mengajar tentang Kerajaan dan Dia telah mengumpulkan oleh daya tarik Kepribadian-Nya dan ajaran-Nya yang dinamik banyak sekali orang yang tertarik dan terpesona oleh kata-kata-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini menyebabkan pemimpin-pemimpin agama sangat marah. Mereka benci Yesus Kristus sehingga mereka memberhentikan Dia mengajar dan mengatakan kepada- Nya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Jawaban-Nya adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa mereka ada dibawah hukuman Allah. Dan Dia mengatakan hal itu dengan tiga perumpamaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang pertama adalah perumpamaan tetang dua anak lelaki. Yang pertama mengatakan, “Saya tidak akan menaati Bapa,” dan akhirnya dia bertobat. Anak yang lain mengatakan, “Saya akan melakukan itu, Bapa” namun itu tidak dilakukan. Dan Yesus mengatakan, “Anda seperti anak kedua itu. Anda mengatakan Anda akan menaati Allah namun Anda tidak pernah melakukan itu. Dan karena itu Anda tidak akan masuk kerajaan. Disisi lain pemungut cukai dan pelacur adalah seperti anak pertama yang hidup bertentangan dengan Bapa namun pada akhirnya mereka bertobat dan taat.” Kemudian Dia mengatakan, “Para pemungut cukai dan para pelacur akan masuk kedalam Kerajaan dari pada kalian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia memberikan mereka perumpamaan kedua tentang kebun anggur dan para penyewa. Yang memiliki kebun anggur itu adalah Allah. Dia menyewa itu kepada penggarap-penggarap dan mereka mengerjakan kebun itu yang menghasilkan buah dan ketika si pemilik mengirim anak buahnya untuk menagih yang menjadi haknya mereka memukul hamba-hamba itu dan membunuh mereka dan akhirnya dia tidak ada hamba lagi sehingga dia mengirim anaknya sendiri dan mereka membunuh anak itu juga. Dan Yesus mengatakan, “Kamu adalah petani penyewa, kamu yang membunuh nabi-nabi, kamu yang membunuh Anak Allah sendiri. Kerajaan itu akan diambil dari kamu dan akan diberikan kepada orang lain yang layak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus memberi mereka perumpamaan ketiga yang kita bicarakan minggu lalu dari Matius 22, perumpamaan tentang kerayaan pernikahan raja. Dan Dia mengatakan mereka seperti orang-orang yang telah diundang untuk datang namun ketika perayaan itu mulai untuk merayakan anaknya mereka tidak mau datang, mereka tidak mau memuliakan anaknya, dan mereka sama sekali tidak mau mengambil bagian dari pesta itu. Dengan demikian mereka dilarang masuk. Dan sekali lagi Yesus mengatakan kamu tidak bisa masuk Kerajaan Allah dan orang lain akan masuk dan mengambil tempatmu. Tiga perumpamaan tentang penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, mereka tidak bisa diam saja karena mereka berada ditengah halaman Bait Allah dengan banyak orang mengelilingi mereka. Dan Tuhan Yesus baru menghukum mereka dengan tiga nubuatan penghakiman di dalam bentuk perumpamaan. Dan mereka memang mengerti apa yang Dia katakan. Dia menyerang ketidakpercayaan dan penolakan mereka dan Dia memanggil penghakiman Allah. Dan dengan amarah besar mereka ingin melaporkan-Nya kepada pemerintah Romawi yang akan datang untuk menangkapNya dan membunuh-Nya. Itulah rencana mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang ketiga perumpamaan itu dilanjuti dengan tiga pertanyaan dan pertanyaan-pertanyaan itu akan membawa kita sampai akhir Matius 22. Malam ini kita akan menyelidiki pertanyaan pertama dari ketiga pertanyaan itu dalam ayat 15-22. Ayat 15, “Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.” Orang Farisi itu ingin menjebak Yesus jadi mereka pergi ketempat lain di Bait itu dan mereka mulai berunding bagaimana mereka dapat menyalahkan-Nya dalam suatu pernyataan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada memohon pengampunan, malah yang mereka inginkan adalah untuk membunuh orang yang memperingati mereka dan menawarkan untuk menyelamatkan mereka. Itu seperti orang yang tenggelam dalam air yang ingin menenggelamkan orang yang ingin menyelamatkannya. Nah marilah kita melihat bagaimana mereka ingin melakukan itu, ayat 16, “Mereka menyuruh murid-murid mereka.” Mengapa orang-orang Farisi menyuruh murid-murid mereka, mengapa bukan mereka sendiri pergi? Karena sudah cukup lama mereka dinyatakan sebagai guru palsu. Mereka tidak bisa lagi menghadap Yesus dan pura-pura percaya Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencari sekelompok orang yang Yesus tidak kenal sebagai pengikut, dan mereka diberitahu maksud mereka dan mereka dikirim untuk menyamar sebagai penanya yang jujur. Mereka ingin mendustai Yesus. Dan dikatakan, “bersama-sama orang-orang Herodian mereka bertanya kepada-Nya.” Lukas bahkan tidak menyebut orang Farisi atau orang Herodian, dia memanggil mereka semua mata-mata. Keinginan mereka hanya untuk mendapatkan suatu pernyataan dari Yesus yang anti-Roma supaya mereka dapat melaporkan-Nya kepada orang Romawi dimana mereka dapat membunuh-Nya. Mereka adalah mata-mata yang menyamar sebagai orang beragama yang ingin tahu pendapat-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa orang Herodian, siapakah mereka? Mereka mengikuti Herodias. Mereka tidak mementingkan agama, mereka mementingkan politik. Orang Herodian adalah keturunan orang Edom yang memerintah tanah Palestina. Herodias Agung, Herodias Antipas dan Herodias Arkelaus semua berasal dari keluarga Herodian. Dan di 6 S.M. Arkelaus, yang adalah anak yang berkuasa di bagian selatan digulingkan dan orang Roma menempatkan gubernur ditempatnya dan dengan cara itu kita tahu bahwa Pilatus adalah gubernur Romawi bagian selatan daerah Palestina itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini terdapat orang Farisi yang anti-Roma dan orang Herodian yang pro- Roma bersama-sama melawan Yesus Kristus. Mengapa? Orang Farisi merekrut orang Herodian karena ketika Yesus mengucapkan sesuatu yang anti-Roma mereka memerlukan saksi yang pro-Roma, yang dipercaya gubernur karena memang mereka terkenal sebagai saksi-saksi pro-Roma bahwa orang ini adalah seorang pemberontak yang memimpin suatu gerakan anti-Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa orang Herodian mau bekerja sama? Karena orang Herodian itu juga tidak suka Yesus, bahkan Herodias Antipas memenggal kepala Yohanes Pembaptis, karena dia berani menghadapi Herodias tentang kehidupannya yang jahat dan bejat. Dan mereka juga tidak suka Yesus, yang datang sesudah Yohanes, sama seperti mereka benci Yohanes. Jadi mereka setuju mereka benci Yesus meskipun mereka sendiri tidak setuju tentang agama dan soal politik, dan ini menetapkan keadaan ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 16, “Guru, kami tahu Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.” Lihatlah caranya mereka mulai: “Guru”, itu adalah penghormatan terbesar bagi orang. Talmud mengatakan siapa yang mengajar hukum akan mendapatkan tempat di perguruan di surga. Kemudian mereka mengatakan, “kami tahu engkau adalah seorang yang jujur.” Engkau berintegritas. Bukan saja Engkau jujur, Engkau jujur mengajar jalan Allah, Engkau memberikan kami informasi yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan itu saja, mereka mengatakan “Engkau tidak mencari muka.” Ini bukan berarti Yesus tidak peduli orang yang ada kebutuhan; mereka maksud Dia tidak terpengaruh pendapat lain. Kemudian mereka menambahkan hal ini, “Engkau tidak membedakan orang.” Dengan kata lain Engkau tidak takut siapapun juga. Semua yang mereka katakan itu benar. Apakah mereka benar percaya hal itu? Tidak, mereka sama sekali tidak percaya itu. Itu semua rayuan jahat, dengan hanya satu tujuan: meninggikan orang untuk merendahkannya. Membangun egoisme orang sebegitu tinggi sehingga nanti terjebak untuk berjalan sesuai dengan reputasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mereka memikir bahwa dengan begitu banyak integritas, begitu banyak kebenaran, begitu banyak keyakinan dan begitu banyak keberanian pastilah Dia harus menjawab pertanyaan mereka dengan jujur. Dia sekarang harus bertindak sesuai dengan reputasi-Nya. Nah ini menyebabkan mereka menyerang. Perhatikanlah ayat 17, “Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Sederhana, namun sangat halus. Apakah pendapat- Mu? Markus menambahkan dalam bagian parallel, “Apakah kita bayar atau tidak?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Romawi menghitung setiap orang dan pajak ini dinamakan pajak kepala. Dengan kata lain setiap tahun setiap orang harus membayar pajak sensus ini. Itu pajak pribadi dan jumlahnya satu dinar. Satu dinar adalah gaji satu hari, gaji harian bagi tentara Romawi dan gaji cukup baik bagi pekerja manapun. Orang Romawi menyediakan pelayanan tertentu bagi masyarakat oleh pejabat-pejabat, pemerintah, prajurit dsb, dan mereka perlu dibayar jadi mereka memakai bermacam pajak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini tidak diterima orang-orang Yahudi. Mereka memandang diri mereka sebagai teokrasi yang diperintah oleh Allah. Dan ketika Roma kafir itu masuk dan mulai memaksakan diri kepada mereka, dan mulai mengharuskan mereka bayar pajak, mereka merasa diharuskan memberi sesuatu ke Roma yang sebenarnya milik Allah. Mereka merasa bahwa pajak kepala itu paling menyakiti hati karena mereka mengerti pajak properti, pajak pemasukan dan pajak bisnis dibayar ke Roma karena mereka dapat pelayanan, namun sebagai individu, mereka adalah milik Allah. Dengan demikian pajak yang paling menghina adalah pajak sensus ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka merasa bahwa satu-satunya yang dapat Yesus katakan kepada mereka adalah jangan bayar pajak itu. Dan itulah yang mereka harapkan. Sekarang lihatlah ayat 18, “Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu.” Yesus tahu karena Dia tahu segala-galanya, Dia mahatahu. Yohanes 2:25 mengatakan, “tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” Dia tahu pertanyaan itu dan motivasi mereka sebelum mereka menanyakan itu. Ayat 18 meneruskan, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka benar, Dia berbicara langsung dan tidak terintimidasi siapapun. Dan Dia memanggil mereka persis sesuai dengan keadaan mereka, pembohong dan pura- pura. Hai orang-orang munafik. Yesus belum pernah melihat orang-orang itu sebelumnya. Mereka langsung mulai berbicara dan mereka benar orang baru dan mereka memuji-muji sebanyak mungkin dan Dia mengatakan, “Kalian pendusta.” Nah disinilah intinya bagian firman ini. Ayat 19, “Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.” Jadi pajak itu harus dibayar dengan mata uang Romawi sebesar satu dinar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengambil mata uang itu dengan tangan-Nya. Itu koin perak yang dicetak oleh Kaisar karena hanya Kaisar berkuasa mencetak perak dan emas. Jadi setiap koin ada gambaran Kaisar. Dan bukan saja ada gambarannya, namun juga ada tulisan yang memperkenalkannya. Itu adalah kebiasaan raja-raja, untuk mementingkan keberdaulatan mereka mereka mencetak koin-koin dengan gambaran mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setiap kali seorang Yahudi mengambil satu dinar dari kantong uang kecil itu, itu menyebabkan dia tersinggung karena itu mengingatkannya akan penindasan Romawi. Dan itu suatu gambaran berhala dan mereka merasa tertekan. Di Israel sekarang masih ada tempat-tempat dimana Anda dilarang untuk memotret dan jika Anda mencoba melakukan itu ada kemungkinan Anda akan dilempar batu karena mereka masih merasa tersinggung oleh gambaran foto juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 20 coba lihat apa yang dikatakan Yesus, “Gambar dan tulisan siapakah ini?" Ayat 21, “Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar.” Dan satu dinar zaman Tiberius itu, di satu sisi ada gambar muka Tiberius dan disisi lain dia duduk di atas tahtanya dengan jubah imam dengan mahkota atas kepalanya. Jadi koin itu bukan saja sekuler, itu juga beragama. Kaisar bukan saja percaya mereka imam besar, mereka percaya mereka adalah allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kaisar Romawi selalu dinamakan imam besar. Munculnya bintang aneh di 17 S.M. menyebabkan Kaisar Agustus mulai suatu perayaan 12 hari yang dinamakan perayaan advent dan Sekolah Imam Romawi dipanggil untuk berunding tahun itu dan mereka menentukan untuk memberikan absolusi massa dari dosa-dosa semua orang di kerajaan itu. Koin masa itu menyatakan kaisar Agustus adalah anak Allah, jadi negara itu menawarkan keselamatan selain dari pada kekayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dikatakan Yesus di ayat 21, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Ini begitu dalam sehingga sukar untuk menyatakan semua yang ada didalam kalimat itu. Pertama perhatikanlah kata “berikanlah,” itu dalam Bahasa Yunani berarti memberi kembali atau membayar kembali. Ini membicarakan suatu kewajiban. Yesus mengatakan, kembalikanlah itu, dia mencetaknya. Ini mengacu kepada sesuatu yang bukan milik Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pada waktu mereka menanyakan pertanyaan itu di ayat 17 mereka tidak memakai perkataan itu. Mereka mengatakan apakah diperbolehkan bayar pajak sebagai pemberian. Pandangan mereka adalah mereka boleh pilih, memberi atau tidak memberi. Yesus mengatakan Anda wajib memberi apa yang menjadi miliknya. Apakah Tuhan mengatakan disini? Bayarlah pajakmu! Bahkan pemerintah yang menghujat, bahkan pemerintah yang sebentar lagi akan membunuh Anak Allah, bahkan pemerintah macam itu wajib dibayar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Perjanjian Baru menegaskan hal ini di Roma 13:1, “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” Pemerintah adalah lembaga dari Allah sama seperti pernikahan, keluarga dan gereja, itu semua lembaga Allah. Menolak membayar pajak adalah dosa. Ayat 3, “Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan pilih-pilih dan bayar hanya yang Anda pilih. Bayarlah semuanya. Lihatlah 1 Petrus 2:13-15, “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali- wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya kita menjadi model kebajikan dan model integritas di dunia supaya kita menjadi teladan yang baik. Di 1 Timotius 2:1-2 Paulus mengatakan, “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” Anda harus hidup di dunia dengan cara yang ilahi dan jujur dan penuh damai dan berikanlah kepada mereka yang berotoritas persis apa yang mereka yang berotoritas mewajibkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, semua yang Anda miliki datang dari Allah. Allah yang memberikan Anda kesehatan supaya bisa bekerja dengan baik dan Dia memberi kesempatan kepada Anda untuk bekerja di tempat kerjaan itu dan akal budi untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. Tuhan hanya mengatakan bahwa sebagian dari itu Saya ingin Anda memberi ke masyarakat karena Aku telah mentahbiskan ada pemerintah supaya itu dapat membawa kehidupan yang damai, senang dan tentram.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jawaban Yesus di ayat 21 yang sangat dinamis adalah bagian yang kedua. Dia mengatakan, “Dan berikan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Apakah yang diminta Kaisar yang hanya wajib kita berikan kepada Allah? Penyembahan. Itu masalahnya. Anda boleh memberi kepada Kaisar tetapi janganlah sekali-kali Anda menyembah dia, itulah jawaban Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda melihat perbedaannya? Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar namun sebaiknya Anda memberikan kepada Allah yang wajib Anda berikan kepada Allah. Dan itulah sebabnya negara Amerika ini mulai dengan perbedaan yang jelas diantara gereja dan negara karena apa yang menjadi milik pemerintah wajib kita berikan kepada pemerintah dan apa yang milik Allah wajib kita berikan kepada Allah. Namun sayangnya itu semakin berubah dan kita tidak memberikan kepada Allah apa yang wajib kita berikan kepada-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 12:1 mengatakan kepada kita apa yang wajib kita berikan, Paulus menga- takan, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang wajib.” Mata-mata itu sama sekali tidak mengerti siapakah mereka ingin menjebak, Anak Allah yang hidup dan Dia memberikan mereka suatu jawaban yang benar-benar mengagumkan. Lihatlah akhirnya di ayat 22, “Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.” Mereka tidak dapat mengatakan apa-apa jadi mereka pergi begitu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah saudara-saudara, itu sedih. Mengapa orang melakukan itu? Ada orang disini malam ini yang tidak mau mengikuti Yesus dan daripada merespon kepada Allah dan memberikan Allah apa yang wajib kita berikan kepada-Nya, mereka pergi begitu saja. Namun aku benar-benar kagum mendengar Yesus Kristus. Jawaban-Nya menyatakan keilahian Yesus dan jenius Allah yang luar biasa, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Sep 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140928</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000033</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menanggapi Undangan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000034"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+22:1-14" target="_blank" class="imCssLink">Matius 22:1-14</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka, 2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. 3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. 4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. 5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, 6 dan yang lain menangkap hamba- hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. 7 Waktu raja mendengar hal itu, maka murkalah dia itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh- pembunuh itu dan membakar kota mereka.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. 9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. 11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. 12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja 13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. 14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan ini adalah tentang perjamuan kawin raja. Ini membicarakan secara khusus konteks sejarahnya namun secara umum ada komplikasi yang sangat luas. Pertama, marilah saya menjelaskan konteks sejarahnya. Ini adalah hari Rabu minggu terakhir kehidupan dan pelayanan Tuhan kita. Pada hari Jumaat Dia akan disalibkan. Pada hari Minggu Dia akan bangkit dari antara orang mati. Selama tiga tahun Dia telah berkhotbah dan mengajar injil Kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah memproklamirkan diri-Nya sebagai Mesias, anak Allah, Juruselamat dunia. Dia telah mengorbankan diri-Nya dan Kerajaan-Nya kepada umat Israel, umat-Nya sendiri, orang-orang yang dipanggil Allah. Dan sekarang setelah tiga tahun itu berakhir dan orang-orang telah menolak Dia. Dan pemimpin-pemimpin telah menolak-Nya dan sangat membenci-Nya dan pada hari Jumaat Dia akan diesrahkan kepada orang Roma untuk dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Yesus kembali ke Bait Allah. Sekarang setelah dibersihkan Dia datang kesitu untuk mengajar lagi injil Kerajaan, berita baik keselamatan. Dan selagi Dia mengajar orang-orang mendengar dan Yesus adalah pusat perhatian. Dan pemimpin- pemimpin agama merasa sangat terancam hal ini karena Dia membicarakan kebenaran internal yang mereka tidak mengerti dalam agama kebenaran-diri eksternal mereka. Dia adalah ancaman besar terhadap sistim mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 21:23 mereka memberhentikan-Nya dan mengatakan, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Mereka marah dan bermusuhan dan menurut Alkitab mereka sudah merencanakan kematian-Nya. Jadi Yesus menjawab mereka dengan tiga perum- pamaan. Yang pertama di Matius 21:28-32 mengenai dua anak lelaki. Yang kedua adalah suatu perumpamaan tentang kebun anggur yang disewakan kepada penggarap-penggarap di Matius 21:33-46. Dan perumpamaan ketiga ada di Matius 22:1-14. Dan setiap perumpamaan memberi pesan mengenai penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan itu mengatakan ini, kalian telah menolak Aku, semua nabi Perjanjian Lama telah berbicara tentang Aku, semua mujizat mengesahkan klaim Aku menjadi Anak Allah, Juruselamat, Mesias dan semua perkataan yang Kuucapkan telah menegaskan hal itu. Namun kalian semua telah menolak Aku terus menerus dan sekarang Allah menolak kalian. Sekarang inilah penghakiman kalian dan ini berbentuk perumpamaan penghakiman yang mencapai puncaknya dalam perumpamaan ketiga ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perumpamaan itu kisah sederhana, analogi yang dipakai untuk memberitakan kebenaran spiritual. Dan cara terbaik adalah memulai dengan sesuatu yang mereka kenal untuk menjelaskan sesuatu yang tidak diketahui. Dan Yesus adalah master analogi dan master kiasan bicara dan master penjelasan kebenaran. Dan Yesus memakai semua hal kehidupan biasa, hal-hal rutin sehari-hari dan merubahkan mereka menjadi utusan spiritual yang menyampaikan kebenaran rohani yang mendalam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata ayat 2, ini adalah kisah tentang Kerajaan surga. Yesus selalu membicarakan Kerajaan surga. Itu merupakan lingkup pemerintahan Allah. Inilah tempat kekuasaan dimana Allah memerintah, dimana Allah berdaulat, ini tempatnya penebusan dan keselamatan. Kerajaan itu tempatnya dimana anak-anak Allah tinggal. Itu komunitas orang-orang yang telah ditebus, yang dibawah kuasa dan bimbingan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan itu seperti raja yang menyiapkan pernikahan. Namun kata itu sendiri berarti suatu pernikahan yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan yang besar. Berapa lamanya? Biasanya itu berlangsung tujuh hari. Dan jika Anda adalah raja mungkin itu berlangusng jauh lebih dari itu. Itu suatu perayaan yang sangat besar dan mulia. Dan pernikahan oleh raja untuk anak-Nya yang tunggal adalah pernikahan yang melebihi semua pernikahan. Bahkan di dalam kebudayaan kita ini kita dapat mengerti kebesaran dan keagungan perayaan seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa yang Tuhan gambarkan disini adalah perayaan yang terbesar yang dapat dibayangkan orang. Dia mengatakan bahwa Kerajaan Surga adalah perayaan terbesar yang dapat dibayangkan oleh orang terkaya yang dapat dibayangkan untuk orang yang termulia yang dapat dibayangkan. Dia ingin menangkap semua yang terbaik yang pernah dapat dibayangkan. Jadi Yesus mengatakan ada raja yang telah menyediakan perayaan pernikahan untuk anak-Nya. Ini adalah perayaan yang terbesar dan yang paling hebat dari semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 3 mengatakan, “Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang- orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.” Pada waktu itu orang-orang tidak memiliki jam tangan dan mereka tidak mementingkan waktu seperti sekarang. Dan persiapan itu juga tidak gampang. Waktu memang cukup fleksibel. Jadi frase “orang yang telah diundang” berarti mereka telah diberi tahu sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi setelah perayaan itu siap dimulai, hamba-hamba diutus untuk memanggil orang- orang itu dengan mengatakan waktunya sudah datang. Dan, wah ini sukar untuk dipercaya, tetapi mereka tidak mau datang. Itu tidak masuk akal. Jika Anda diundang untuk perayaan dua minggu berhubungan dengan pernikahan raja, yah Anda pasti datang. Namun mereka tidak mau datang. Dan sekarang kita dapat melihat pengaruhnya karena orang-orang, termasuk pemimpin-pemimpin agama, mengatakan, “Ah ini tidak masuk akal. Pasti orang itu harus datang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tanggapan sang Raja? Ayat 4, “Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Ayat 5, “Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya.” Mereka tidak peduli, Dan mereka pergi begitu saja, mereka mengabaikannya. Kisah ini sukar dipercaya. Tidak ada orang yang akan melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya.” Tidak, kita tidak akan datang kepada perayaan pernikahan yang besar dan mulia itu, kita akan pergi ke ladang dan pergi ke toko saja. Wah betapa banyak mereka mementingkan usaha mereka sendiri. Betapa hina mereka memperlakukan anugerah-Nya karena undangan seperti itu adalah kehormatan tertinggi di negara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 6, “dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.” Wah, mengapa mereka membunuh hamba-hamba yang memanggil mereka untuk perayaan itu? Itu yang dikatakan. Jadi bermusuhan terang-terangan ditambahkan kepada ketidakpedulian. Dan kedua-duanya menunjukkan betapa besar pemberontakan mereka terhadap raja itu. Apakah artinya ini? Kisah ini jelas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan surga adalah komunitas orang-orang yang telah ditebus. Itulah tempat pemberkatan ilahi, keselamatan oleh anugerah. Siapakah Raja itu? Allah. Siapakah anak-Nya? Yesus Kristus. Dan ide perayaan besar adalah ide Yahudi. Anda dapat membacanya di Talmud bahwa orang-orang Yahudi mengatakan ketika Mesias datang, Allah akan menyediakan suatu perjamuan diatas segala perjamuan dan kita akan merayakan itu bersama dengan Mesias. Dan Allah memanggil orang-orang untuk datang ke Kerajaan-Nya untuk memuliakan Anak-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah orang-orang ini yang dipanggil di ayat 3 dan 4? Iya, mereka adalah orang- orang yang telah diundang. Siapakah mereka? Orang-orang Yahudi, Israel. Lihatlah di Kejadian 12 dimana Allah berjanji kepada Abraham, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, yang akan memberkati dunia. Dan mereka akan menjadi seperti pasir di lautan dan bintang-bintang di angkasa.” Mereka adalah yang dipanggil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah hamba-hamba yang diutus untuk memanggil mereka yang telah dipanggil? Pengkhotbah seperti Yohanes Pembaptis, Sperti Yesus sendiri, seperti para Rasul, benar? Dikirim berdua-an untuk memberitakan Kerajaan jadi disini adalah mereka yang telah dipanggil, bangsa Israel, dan Kerajaan itu ditawarkan kepada mereka. Raja itu mengatakan, “Disinilah Anak-Ku, disinilah Kerajaan-Ku, datanglah dan hormatilah Anak-Ku, dan begitulah Dia mengutus hamba-hamba-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah yang mereka lakukan? Orang-orang itu tidak peduli. Dan ada beberapa orang yang membunuh Yohanes Pembaptis dan memenggal kepalanya. Mereka membunuh Yesus Kristus. Yakobus adalah Rasul pertama yang dipenggal kepalanya. Dan sisa Rasul-rasul semua terdaftar sebagai martir, benar? Mereka membunuh hamba-hamba Allah. Orang-orang yang tidak peduli adalah orang-orang yang lebih mementingkan ladang dan bisnis mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang yang tidak peduli injil adalah orang sekuler. Mereka mementingkan harta milik. Mereka senang hal-hal duniawi, mereka tidak ada waktu untuk hal-hal ilahi. Mereka begitu sibuk dengan bisnis, mereka tidak mengerti bahwa ada hal-hal ilahi yang ditawarkan kepada mereka. Jadi begitu terjebak mereka oleh peternakan mereka dan toko mereka sampai mereka tidak bisa pergi ke perayaan itu. Mereka mendapat kepuasan mereka dari mengejar kekayaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Agama palsu adalah antagonis. Lihatlah sejarah penganiayaan diseluruh dunia dan yang menghakimi kebenaran selalu adalah mereka yang percaya agama palsu. Dan karena itu di Wahyu 17 ketika kita melihat sistim duniawi terakhir yang bersatu pada akhir zaman, dikatakan bahwa sistim agama dunia akhir ini mabok oleh darah martir karena agama palsu itulah yang menentang kebenaran dengan kekerasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 7, “Waktu raja mendengar hal itu, maka murkalah raja itu.” Kesabarannya ada batasnya. Dan setelah mereka membunuh hamba-hamba-Nya, dia sangat marah. Dan ini memang benar adil, karena ketidakbenaran telah membunuh kebenaran. “Lalu Ia menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh- pembunuh itu dan membakar kota mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan sekarang juga kita mengerti bahwa pembunuh-pembunuh membayar dengan hidup mereka sendiri, meskipun kita bergumul dengan masalah hukuman mati. Dan tentu saja, Alkitab menjelaskan hal ini. Jadi apa yang telah dilakukan adalah adil. Dan perintahnya keluar untuk menghancurkan kota mereka. Ayat 8, “Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang- orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.” Mengapa? Mereka tidak layak karena mereka tidak mau menerima undangan itu. Itu saja yang dikatakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda ketika hamba-hamba itu kembali dan mengundang kelompok lain di ayat 10, mereka memanggil orang-orang jahat dan orang-orang baik, dikatakan. Jadi bukannya mereka mencari orang yang paling mulia yang paling bermoral dan yang paling benar diri di dunia dan mengatakan, Iya, mereka layak. Tidak, kelayakan hanya bergantung kepada penerimaan undangan itu. Mereka tidak layak karena mereka menolak keselamatan di dalam Anak, mereka tidak mau datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Israel dibuang sebagai orang-orang yang dipanggil Allah. Mengapa? Karena mereka menolak Mesias. Dan Dia mengatakan bahwa kota mereka akan dibakar dan di tahun 70 S.M. hal itu memang terjadi. Titus Vespasian, jenderal Romawi menaklukkan Yerusalem dan membunuh satu juta seratus ribu orang Yahudi dan mayat-mayat mereka dilemparkan keluar tembok. Dan Yosefus, yang adalah saksi mata, menulis bahwa tidak ada belas kasihan kepada yang tua atau penghormatan kepada yang berkuasa. Kaisar telah memerintah untuk menghancurkan seluruh kota dan tempat suci, kecuali bagian tembok kota sebelah barat. Dan itulah tembok tangisan barat yang masih ada sampai sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ketiga dari perumpamaan itu dinamakan “tamu baru diundang.” Ayat 9-10, “Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10 Maka pergilah hamba- hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.” Jadi pokoknya pergilah kemana-mana dan panggillah semua yang mau datang. Pergilah keseluruh dunia dan beritakanlah Injil dan buatlah mereka menjadi murid. Itu adalah Amanat Agung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dikatakan Paulus di buku Roma ketika ia berkata, “Jatuhnya Israel menyebabkan bangkitnya banyak orang.” Bukankah itu intinya berita Injil? Itulah keadaannya sekarang, benar? Kejatuhan mereka menjadi kebangkitan kita. Allah tidak pernah frustasi, saudara kekasih. Perayaan itu pasti banyak tamunya dan itu tetap akan berlangsung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perhatikanlah ayat 10, “Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik.” Jadi orang-orang jahat boleh datang? Iya, Allah memanggil semua orang jahat maupun baik. Dan hal yang menyebabkan mereka layak bukan pada dasaranya mereka jahat atau baik, namun keinginan mereka untuk menerima undangan itu. Dan mereka semua diterima asal mereka may datang berdasarkan persyaratan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian akhirnya ada kejadian kecil di perumpamaan ini yang sangat penting, si pengacau dikeluarkan. Ayat 11, “Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu- tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.” Pokoknya hanya ada satu orang yang tidak berpakaian pesta. Perumpamaan itu tidak mengatakan sesuatu yang lain. Jadi yang terbaik adalah untuk berasumsi bahwa semua orang lain berpakaian pesta seperti seharusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Raja itu mengatakan kepadanya di ayat 12, “Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.” Jadi tidak ada alasan. Dan ini berarti semua orang bisa berpakaian pesta termasuk orang ini. Tetapi dia tidak mau menerima hal itu. Ayat 13, “Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasti ada orang yang mencoba untuk menabrak masuk kedalam Kerajaan, mereka masuk dan menjadi anggota gereja dan mereka ikut campur. Mereka sama dengan orang-orang di Matius 7:22-23 yang mengatakan, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Mereka itu penabrak Kerajaan, mereka adalah lalang diantara gandum. Mereka tidak memiliki pakaian yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah pakaian pesta yang pantas? Matius 5:20, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Jadi apa yang diperlukan untuk masuk ke dalam Kerajaan surga? Kebenaran, kebenaran yang diberikan Allah. Ayub 29:14 mengatakan, “aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku.” Yesaya 61:10 mengatakan, “Aku bersukaria di dalam Tuhan, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14, “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." Paulus sering membicarakan panggilan di buku Roma dan itu merupakan panggilan internal oleh Allah untuk keselamatan. Panggilan ini disini adalah panggilan eksternal. Undangan Injil itu diberitakan dimana-mana. Ada orang yang tidak peduli, ada orang yang benci dan ada lagi yang ingin menabrak masuk kedalam Kerajaan itu dengan persyaratan mereka sendiri. Namun sedikit yang dipilih. Jadi keseimbangan yang sempurna dalam hal itu adalah bahwa Allah itu berdaulat. Itu adalah misteri yang kita tidak akan mengerti, namun kita percaya hal itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Sep 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140921</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000034</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penghakiman bagi orang yang tidak percaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000035"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+21:33-46" target="_blank" class="imCssLink">Matius 21:33-46</a><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ingatlah ini minggu terakhir kehidupan Tuhan kita. Waktu-Nya di dunia akan berakhir. Pada hari Jumaat Dia akan mati. Ini hari Rabu dan pagi ini Yesus berada di Bait Allah dan Dia mengajar tentang kerajaan dan memberitakan injil. Hari sebelum- nya Dia membersihkan Bait Allah. Dan sebelum hari itu pada hari Senin, Dia naik keledai masuk ke kota sambil banyak orang berteriak hosanna, dimana banyak orang percaya Dia mungkin adalah Mesias.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pemimpin-pemimpin agama, imam-imam besar, ahli-ahli Taurat, para tua-tua termasuk orang Farisi , orang Saduki dan orang Herodias dan semua yang bertanggung jawab atas kehidupan agama negara itu dan atas Bait Allah itu marah sekali atas ajaran-ajaran-Nya karena itu semua bertentangan dengan ajaran mereka, karena Dia mengajar tentang hal-hal internal dan di agama mereka semua hanya eksternal saja. Dan Dia membuka kedok kemunafikan dan kepura-puraan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita baca di Matius 21:23 bahwa mereka menanyakan-Nya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Tuhan menjawab dengan memberikan mereka tiga perumpamaan. Dan untuk malam ini marilah kita melihat perumpamaan kedua sebagai ilustrasi suatu kebenaran rohani yang besar. Disini ada suatu perumpamaan lagi tentang penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan di ayat 33, “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.” Ini keadaan umum di Israel. Yesus mengambil sesuatu yang semua orang tahu untuk menjelaskan sesuatu yang belum diketahui, sesuatu yang tanpa perumpamaan tidak akan dimengerti orang. Dan Dia membicarakan hal menanam kebun anggur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebun-kebun anggur mudah diserang binatang liar dan pencuri jadi mereka selalu ada pagar dikelilingnya. Maksudnya, orang itu benar-benar berusaha melindungi kebun anggurnya. Kemudian dikatakan ia menggali suatu kilangan dimana anggur-anggur itu bisa diperas menjadi jus. Dan ketika anggur itu diperas, air anggur itu mengalir keluar dan disimpan dan dimasukkan kantong kulit anggur dan botol. Itulah caranya mereka merubah buah anggur menjadi jus anggur dan anggur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia mengatakan bahwa orang itu membangun menara untuk menjaga keamanan, perlindungan dan penyimpanan. Nah maksudnya semua itu adalah untuk memperlihatkan bahwa orang itu berusaha sekali untuk membangunnya dengan baik. Kemudian dikatakan bahwa dia menyewa itu kepada penyewa-penyewa dan berangkat ke negeri lain. Nah itu juga sesuatu yang umum. Dia bikin persetujuan dengan orang- orang yang menyewa kebun itu. Dan mereka akan memberikan sebagian dari panen mereka setiap tahun. Dan sisanya adalah milik mereka untuk ongkos kehidupan mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 34, “Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Jadi waktu panen dia mau menagih bagiannya jadi dia mengirim pegawainya untuk menerima apa yang seharusnya dibayar kepadanya. Mungkin itu dalam bentuk buah anggur atau dalam bentuk anggur yang dapat dibawa ke pasar untuk dijual. Bagaimanapun, dia datang untuk mengumpulkan apa yang memang adalah haknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kemudian terjadi di dalam perumpamaan ini serangkaian kejadian yang mengejutkan. Ayat 35, “Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba- hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.” Jadi penyewa itu telah menjadi independen dan posesif dan sekarang mereka ingin memiliki seluruhnya. Namun lihatlah betapa besar kasih karunia si pemilik itu. Kebanyakan orang setelah mengirim hamba pertama pasti akan bertindak keras. Namun sang pemilik mengirim yang pertama, kemudian yang kedua dan yang lain lagi. Lihatlah ayat 36, “Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba- hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.” Mereka semua dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa pengritik yang mengatakan pada saat ini, “Wah, ini menjadikan perumpamaan ini tidak masuk akal. Masa orang itu terus menerus mengutus hambanya jika mereka semuanya dibunuh saja.” Dan jawabannya adalah, iya itu benar. Disini perumpamaan itu menjadi benar luar biasa. Dan kejahatan mereka, dan sikap mereka yang sukar dipercaya justru adalah makna perumpamaan Tuhan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka telah membunuh semua hamba-hamba. Dan ayat 37 mengatakan, “Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.” Frase itu “akhirnya” penuh dengan kesedihan dan emosi. Disini ada orang yang berduka cita dan sekarang dia hanya tinggal satu anak lelaki. Bahkan di Markus 12:6, bagian paralel, dikatakan dia itu anaknya yang tunggal. Dia mengatakan Saya akan mengirim anakku, pastilah mereka akan menghormati anakku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ayat 38-39 mengatakan, “Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.” Mereka tahu persis siapakah dia. Mereka merencanakan pembunuhan-Nya, dan itu sudah direncanakan dari semula, itu hasil perencanaan hati-hati dengan pengetahuan penuh siapakah dia. Dan mereka membunuh supaya mereka dapat mengontrol segala sesuatu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang-orang itu sangat tertarik. Mereka tahu ini adalah suatu perumpamaan. Mereka tahu Dia ingin menjelaskan suatu titik rohani. Namun cerita itu sendiri begitu menarik sehingga tanpa ada penterjemahan mereka terpikat kejahatan orang-orang itu dan kesedihan bapa itu yang kehilangan hamba-hambanya dan anaknya. Dan dengan demikian kita pindah dari ilustrasi kepada kesimpulan. Dan dengan cara rabi tradisional, Yesus memimpin mereka kepada akhirnya dan menyebabkan mereka sendiri menyimpulkan cerita itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40, “Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Nah, asumsi disini adalah bahwa tuan kebun itu memiliki kekuatan dan kekayaan yang tidak dimiliki hamba-hambanya dan dia dapat membela dirinya sedangkan mereka tidak sanggup. Jadi pada saat dia datang, apakah akan diperbuatnya? Sudah terang apa yang dia akan lakukan. Dan pemimpin-pemimpin yang membenarkan diri sudah siap untuk memberi jawaban mereka dan memperlihatkan kebenaran mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 41, “Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Mereka ingin sekali menunjukkan amarah mereka terhadap ketidakadilan dan kejahatan. Ini menguatkan kemunafikan mereka. Lukas 20:16 mengatakan ada orang yang menangis yang mengatakan, "Sekali-kali jangan!" sepertinya mereka tidak dapat membayangkan nasib orang jahat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada dua hal yang dikatakan di ayat 41 yang keluar dari mulut pemimpin-pemimin itu yang mengutuk mereka sendiri. “Dia akan membinasakan orang-orang jahat itu,” itu nomor satu, dan ini adalah nomor dua, “kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Yang pertama adalah penghakiman, yang kedua adalah penggantian, ingatlah itu. Jadi dengan mulut mereka sendiri mereka menyimpulkan ilustrasi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang melihat penjelasannya, karena ini tidak dimengerti banyak orang. Yesus menerangkan perumpamaan itu namun caranya terselubung. Lihatlah ayat 42, “Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Pada permu-laannya penjelasan ini kurang terang, benar? Dan mengherankan bahwa banyak komentator tidak menjelaskan hal ini dan mengatakan, “Iya, rupanya Yesus disini ada ide lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kutipan dari Mazmur 118:22-23, Mazmur yang sama darimana datangnya pujian hosana oleh anak-anak di Bait Allah. Mazmur 118 diketahui pemimpin- pemimpin itu dan mereka tahu ayatnya dimana dikatakan batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Dan nubuatan itulah yang digunakan Tuhan untuk menjelaskan perumpamaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah intinya Mazmur 118:22-23 adalah ketika para pembangun ingin mendirikan bangunan, mereka memerlukan sebuah batu penjuru. Alasannya banyak mengapa batu penjuru itu adalah batu yang terpenting. Batu itulah kunci dalam fondasi dan itu menentukan sudut untuk mendirikan tembok-tembok. Jadi batu penjuru itu adalah batu yang paling hati-hati dipilih untuk bangunan itu untuk mendirikan tembok dan untuk memastikan bentuknya sempurna. Dan batu penjuru itu biasanya batu yang besar sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemazmur mengatakan bahwa ada batu yang dibuang tukang-tukang pembangunan. Mereka memikir batu itu bukan batu yang baik, menurut mereka batu itu tidak sempurna dan mereka menolaknya. Namun batu yang dibuang mereka kemudian menjadi batu penjuru. Siapa yang melakukan hal itu? Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Dengan kata lain, Allah mengambil batu yang ditolak manusia dan menempatkannya di tempat yang paling penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Mazmur itu, batu yang ditolak para pembangun kerajaan di dunia adalah Israel. Ini adalah penjelasan sejarah dari Mazmur itu. Para pembangun kerajaan dunia melihat Israel sebagai negara yang tidak berarti dan tidak penting. Mereka tidak memandang Israel dalam membangun kerajaan-kerajaan mereka yang besar. Namun Tuhan tidak seperti itu, karena batu Israel itu adalah batu penjuru sejarah penebusan dunia yang telah ditolak dan dipandang hina, akan tetapi Allah telah menempatkannya di dalam tempat penting dalam membangun rencana penebusan-Nya, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada sesuatu yang bahkan lebih penting lagi yang memberikan kita suatu perpektif Mesianik dimana ada dua penggenapan yang direncanakan untuk jauh melebihi negara Israel dan yang membicarakan seseorang yang lahir dari negara itu. Petrus waktu sedang berkhotbah di Yerusalem dan berbicara dengan pemimpin- pemimpin Israel, mahkamah agung Sanhedrin, yaitu kelompok yang sama yang mendengar Yesus sekarang, di Kisah Para Rasul 4:10 mengatakan, “maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat-ayat berikutnya di KPR 4:11-12, “Inilah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. 12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Jadi siapakah batu itu dari Mazmur 118? Yesus Kristus dari Nazaret yang telah kalian salibkan. Batu yang ditolak adalah Kristus yang disalibkan, batu penjuru yang dipulihkan adalah Kristus yang dibangkitkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengulangi pesan yang sama di 1 Petrus 2:6. Kristus adalah batu penjuru itu. Paulus mengatakan hal itu di Efesus 2:19-20, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota- anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dengarkanlah dengan baik, orang-orang di perumpamaan kebun anggur membunuh anak itu. Dan pemimipin-pemimpin itu mengatakan bahwa tuan itu akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, Dan Tuhan mengatakan dengan mengutip Mazmur 118:22-23, “Batu yang ditolak para pembangun sekarang adalah batu penjuru.” Dan itu berarti bahwa Yesus Kristus yang telah ditolak Anda adalah satu-satunya cara Anda bisa selamat. Ini menubuatkan penolakan Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inilah penjelasan perumpamaan ini. Batu itu adalah anak. Para pembangun adalah para penyewa kebun. Dan mereka menolak anak sama seperti para pembangun menolak batu itu. Batu itu adalah Kristus dan para pembangun adalah Israel dan pemimpin-pemimpin rohani mereka. Perumpamaan ini mengatakan kepada kita bahwa anak itu adalah Kristus, Dan pemilik kebun yang mengirim anaknya adalah Allah. Dan kebun anggur adalah lingkungan pemberkatan Allah, yaitu dunia dimana kita berada. Dan hamba-hamba yang diutus dan dibunuh? Mereka adalah nabi-nabi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah klaim yang diberi Tuhan kita bahwa Dia adalah Allah yang paling jelas namun yang sering tidak ditangkap. Dia mengatakan disini bahwa Allah mengutus nabi-nabi dan kemudian Dia mengirim anak-Nya. Dan Markus 12:6 mengatakan itu adalah anak-Nya yang tunggal. Jadi Kristus membedakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang diutus Allah yang berbeda dari para nabi. Dia adalah Anak Allah, inilah klaim keilahian-Nya. Mereka tahu siapakah Dia . Mereka melihat mujizat-mujizat-Nya. Mereka mendengar perkataan-Nya. Mereka tahu siapakah Dia namun mereka ingin Dia mati karena mereka ingin memiliki Kerajaan itu berdasarkan persyaratan- persyaratan mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda menyadari bahwa Yesus disini memberitakan mereka muka ke muka bahwa Dia tahu mereka akan membunuh-Nya? Tidak ada sesuatupun yang akan mengejutkan Dia. Dia mengatakan di Yohanes 10:18, “Tidak seorangpun mengambil nyawa dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.” Perhatikanlah juga ayat 39 di dalam perumpamaan dimana mereka mengambil anak keluar dari kebun anggur itu untuk membunuhnya. Dan itupun konsisten karena waktu Kristus disalibkan dikatakan di Ibrani 13:12-13, itu dilakukan diluar gerbang Yerusalem, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang applikasinya, ayat 43, “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Dan apakah buah itu? Yang dibicarakan Yohanes Pembaptis di Matius 3:7 adalah, buah pertobatan, buah kebenaran yang datang dari kehidupan yang bertobat dari dosa. Allah berpaling dari Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mereka akan kembali lagi? Iya, mereka akan kembali, Allah akan mencangkokkan mereka kembali, kemudian seluruh Israel akan diselamatkan. Hari itu akan datang, kata Zakharias. Ketika mereka akan melihat-Nya dan berkabung bagi- Nya sebagai Anak tunggal yang mereka telah tikam. Keselamatan akan datang ke Israel. Namun sekarang mereka dikesampingkan dan Roma 9:25 mengatakan, “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku.” Umat yang baru, negara yang baru, negara yang kudus, yang tidak didefinisikan secara etnis, namun yang ditentukan berdasarkan iman kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya akan berikan itu kepada suatu negara. Negara mana? Kata itu berarti “bangsa.” Bangsa apa? Bangsa yang sama seperti yang dibicarakan Petrus di 1 Petrus 2:9, “Bangsa yang kudus.” Itulah gereja, orang-orang yang ditebus zaman ini. Kita adalah bangsa itu, puji Tuhan. Kita menghasilkan buah pertobatan, buah kebenaran dengan kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita adalah saluran baru untuk mengabarkan Injil keselamatan kepada dunia yang sangat memerlukan-nya. Jadi ayat 43 ini membicarakan ide penggantian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 44 adalah akibat penghakiman. Mereka sendiri mengatakan bahwa pemilik tanah itu akan menghancurkan orang jahat itu. Dan itulah persis yang dikatakan Tuhan, dengarkanlah ayat 44, “Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.” Dia mengatakan siapapun yang mencoba menangkap Tuhan Yesus Kristus untuk mencelakakan-Nya akan dihancurkan. Kemudian saat penghakiman terakhir ketika Dia menimpa Anda, Anda akan diremukkan. Itulah yang tertulis. Wah betapa kuat kata-kata itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada reaksi mereka, di ayat 45-46, “Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. 46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.” Mereka tahu Dia membicarakan mereka, mereka mengerti seluruhnya. Mereka menyadari bahwa mereka membunuh nabi-nabi dan mencoba menguasai kebun anggur itu dan mereka akan membunuh anak itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita belajar tentang Allah? Kita belajar tentang anugerah-Nya terhadap manusia, dengan memberikan mereka hak-hak istimewa, pemberkatan, harapan janji, dan memberikan mereka kemungkinan upah besar, memberikan mereka kebun anggur pemberkatan dimana mereka dapat hidup. Kita belajar kesabaran-Nya dengan kita. Kita belajar tentang kasih-Nya kepada manusia karena bukan saja Dia mengirim utusan, Dia mengutus Anak-Nya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga belajar tentang penghakiman Allah. Dia akan datang untuk menghancurkan mereka yang menghancurkan Kristus. Pemimpin itu baru mendengar kebenaran tentang mereka sendiri namun mereka tidak peduli bahkan mereka masih mencoba untuk memenjarakan-Nya. Inilah karakter semua orang yang tidak percaya yang menolak kebenaran. Apakah Anda melakukan bagi Allah? Apakah Anda bekerja untuk kemuliaan Allah di kebun anggur? Atau apakah Anda benci dan ingin membunuh utusan itu? Ingatlah bahwa Allah mengasihi Anda dan Dia sedang menunggu Anda untuk kembali. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Sep 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140914</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000035</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Otoritas Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000036"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+21:23-32" target="_blank" class="imCssLink">Matius 21:23-32</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membuka Alkitab kita malam ini ke Matius 21:23-32. Kata “otoritas” adalah kata kuat yang maknanya besar. Ketika kita membicarakan yang berotoritas kita memang seharusnya memiliki rasa hormat, rasa kagum dan rasa takut. Mereka berhak menentukan banyak hal, memutuskan banyak hal, membuat penilaian dan memegang hak dan keistimewaan tertentu. Mereka adalah orang-orang yang berkuasa untuk menetapkan peraturan dan menentukan hukuman dan vonis.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada satu yang berotoritas melebihi semua otoritas lain. Di Matius 28:18. Yesus mengatakan ini, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Ini klaim kekuatan yang menakjubkan. Dan Yesus memperlihatkan hal itu, misalnya saat Dia selesai Khotbah di Bukit, dikatakan di Matius 7:28-29, “Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa.” Di dalam kultur mereka itu berarti Dia tidak mengutip siapa-siapa, Dia tidak mengatakan Dia mendapat kebenaran itu dari seorang rabi terkenal. Dia benar-benar berbicara dengan otoritas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Otoritas-Nya begitu besar sehingga itu menjadi masalah bagi sistim Yahudi karena mereka percaya hanya merekalah yang berotoritas. Namun Dia tidak pernah minta izin kepada mereka untuk apapun juga. Dia sama sekali mengabaikan mereka. Dan ketika kita mengatakan Yesus memiliki ototritas, maksudnya bukan saja Dia ada kuasa namun juga Dia memiliki hak untuk melakukan itu. Itu diberi kepada-Nya oleh Allah Bapa dan Dia mengulangi hal itu berkali-kali. Dia mengatakan di Johanes 5:19, “sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu, Anda perlu mengerti bahwa Dia menempatkan diri-Nya melawan sistim otoritas yang berada secara dramatis dan akhirnya itu menyebabkan kematian- Nya. Lihatlah, orang-orang Yahudi tertekan dan terkejut bahwa Dia bertindak tanpa persetujuan apapun juga, tanpa izin apapun. Dia tidak pernah berkonsultasi dengan Dewan Pemimpin Agama. Dia tidak pernah mengutip seorang rabi terkenal. Dia melakukan apa yang Dia ingin, Dia berbicara menurut kehendak-Nya dan Dia bertindak menurut kehendak-Nya. Kelakuan seperti itu mereka tidak dapat terima.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini menyebabkan ada konflik. Selama pelayanan-Nya Dia menentang ajaran- ajaran palsu otoritas Yahudi yang ada. Dan ini menyebabkan konflik besar yang kita baca di Matius 21. Nah marilah saya mengingatkan Anda keadaannya pada waktu itu. Yesus ditengah suatu pawai yang mulai dari Yerikho dan naik keatas ke Yerusalem untuk perayaan Pelewatan. Setelah tiba disekitar Yerusalem, Dia tinggal di rumahnya Maria, Marta dan Lazarus pada hari Sabtu malam itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari Minggu, Dia bangun di Betania saat ada banyak orang dan meluangkan waktu bersama orang banyak itu yang telah datang kesitu. Pada hari Senin, Dia mengutus murid-murid-Nya untuk mengambil anak keledai untuk menggenapkan nubuatan Zakharia. Dia naik keledai sebagai pemenang dan masuk ke kota Yerusalem sambil orang-orang melemparkan rantai-rantai palem dan pakaian di jalan dan memuji Dia dengan berteriak “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" Mereka memuji Dia sebagai Mesias. Dan pawai itu berakhir di Bait Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Selasa pagi Dia kembali lagi ke kota dan kali ini Dia langsung pergi ke Bait Allah. Dan ketika Dia melihat perusakan oleh penukar uang yang egois itu dan para penjual binatang dan semua yang lain, Dia langsung membersihkan Bait Allah itu. Dan saat Dia baru selesai mengusir orang-orang itu dari Bait, anak-anak kecil mulai berseru “hosanna” dan menyanyi memuji Dia dan itu menyebabkan para pemimpin menjadi lebih marah lagi. Dan mereka merasa terancam lebih lagi dan dengan ketakutan mereka bekerja lebih banyak lagi untuk merencanakan pembunuhan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada hari Rabu pagi Dia kembali ke Bait Allah dan sekali lagi melewati pohon ara itu yang telah dikutuk untuk mengajar murid-murid-Nya ajaran yang mendalam tentang kepura-puraan tanpa buah. Dan pada Rabu pagi itu di Bait Allah kita menemukan- Nya di ayat 23. Dia telah membersihkan Bait itu kemarin dan sekarang Ia menghadap pemimpin-pemimpin dan orang-orang yang berkumpul disana. Kelihatannya Dia perlu membersihkan tempat itu sebelumnya Dia dapat melayani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Dia mulai suatu konfrontasi di Matius 21:23 yang tidak berakhir sampai akhir Matius 23. Marilah kita melihat bagaimana ini mulai di ayat 23, “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada- Mu?" Nah sekarang kita tahu masalahnya adalah otoritas. Yesus adalah Juruselamat dan Dia datang untuk menghadapi hati negara dimana perlu ada konfrontasi yaitu pada titik agama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia datang ke Bait Allah. Di tempat itu Allah selalu mulai pekerjaan-Nya. Karena itu Perjanjian Baru mengatakan penghakiman harus mulai di dalam rumah Allah. Dan ayat 23 mengatakan bahwa Dia mengajar tentang hal-hal Kerajaan Allah kepada banyak orang. Dan orang-orang benar mendengar, di Lukas 19:48 tertulis, “seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan-Nya.” Namun pemimpin-pemimpin menghadapi-Nya dan menanyakan, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita mencari tahu siapakah kelompok besar pemimpin-pemimpin ini. Pertama, Matius mengatakan imam-imam kepala dan para penatua. Termasuk imam- imam kepala adalah semua imam, imam besar, kapten Bait Allah yang nomor dua dalam kekuasaan, dia bertanggung jawab atas semua ibadah, dan dibawah dia adalah imam-imam mingguan yang mempersembahkan korban dan melakukan upacara, dan imam harian yang jumlahnya 156 orang. Kemudian ada imam pengawas yang bertanggung jawab atas semua kunci dan pintu dan gerbang dan tempat-tempat administrasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada orang yang bukan imam, orang-orang rabi dan ahli-ahli Taurat. Disini kita dapatkan orang-orang Farisi, orang Saduki, orang Herodias, orang Zelot dan orang Esen, dimana tidak ada satupun yang bisa setuju satu sama lain. Mereka semua memiliki pandangan rabi yang berbeda-beda dan setiap orang memiliki rabi tersendiri dengan pandangan yang berbeda. Meskipun mereka tidak bisa menyetujui apapun, mereka bisa bergabung melawan Kristus karena agama mereka adalah agama pencapaian manusia, agama karya manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah keadaannya sekarang. Semua agama dunia, meskipun mereka semua tidak setuju satu sama lain, mereka berdiri bersama melawan kebenaran Yesus Kristus, benar? Jadi semua orang itu bertemu dan berunding bagaimana caranya membunuh Yesus. Mereka tidak bisa terima apa yang telah terjadi. Dia melawan segalanya yang mereka menyetujui. Jadi mereka mengatakan, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Edersheim, seorang sejarawan Yahudi, Mahkamah Agung adalah satu- satunya yang berotoritas untuk memberi surat pentahbisan resmi. Dan seseorang yang ingin ditahbiskan sebagai rabbi ditahbiskan sebagai Penatua Hakim Rabbi, karena dia diberi hak untuk mengajar, untuk memperlihatkan kebijaksanaan dan untuk memberi keputusan. Dan ketika dia diberi otoritas rabbi dia dianggap guru yang ada akreditasi. Yesus tidak memiliki surat akreditasi, tanpa otoritas mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah pertanyaan balik di ayat 24-25, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Yesus mengatakan saya akan menjawab pertanyaan Anda jika kalian menjawab pertanyaan-Ku. Dia memberi kesempatan kepada mereka untuk menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Dan jika mereka menjawab pertanyaan itu, pertanyaan mereka juga akan dijawab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yesus membicarakan Yohanes Pembaptis, “Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Semua orang tahu tentang dia, suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." Nabi Perjanjian Lama terakhir, orang besar, dia telah berada di padang gurun, semua Israel telah datang untuk mendengarnya. Dan dia telah berkhotbah bahwa Mesias sudah dekat, Mesias akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes berkhotbah tentang pertobatan. Yohanes berkhotbah supaya hati Anda kembali kepada Allah. Nah pada waktu Yesus mengatakan “pembaptisan Yohanes,” maksud-Nya adalah seluruh pelayanan Yohanes dimana pekerjaan pembaptisan adalah lambangnya. Jadi Dia mengatakan coba jawablah kepada-Ku apakah pelayanan Yohanes Pembaptis dari Allah atau dari manusia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah keadaan mereka adalah seperti ini. Jika mereka mengatakan itu dari surga, mereka harus mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, karena itulah yang dikatakan Yohanes. Jika mereka mengatakan itu dari manusia, mereka akan kehilangan langsung kredibilitas mereka karena seluruh negara percaya dia dari Allah. Orang- orang akan mengatakan bahwa mereka seharusnya harus mengamati kejadian agama dan mereka menyimpulkan dia bukan nabi? Jadi pertanyaan ini sukar bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 25 meneruskan, “Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?” Jadi mereka membicarakan hal ini terus menerus. Ketika Yohanes mengatakan Mesias akan datang dan sekarang Mesias ada disini, jika kita mengatakan dia dari Allah, Dia akan mengatakan kepada kami, “mengapa kalian tidak percaya dia? Ayat 26, “Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." Orang-orang itu dilatih untuk mengabaikan fakta-fakta. Mereka tidak peduli ada bukti atau tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak peduli apa yang dikatakan Yesus, mereka tidak peduli perbuatan-Nya, mereka tidak peduli betapa berkuasa mujizat-mujizat-Nya, betapa secara manusia itu tidak bisa dijelaskan, mereka tetap tidak mau percaya. Masih ingat di Yohanes 5, Yesus menyembuhkan orang lumpuh di kolam berenang di Bethesda dan Dia sudah selesai menyembuhkannya dan dikatakan, “Karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, dan ingin membunuh-Nya.” Bukannya mereka mengatakan Dia memiliki kuasa Allah, Dia sanggup menyembuhkan, Dia haruslah Mesias yang dibicarakan Yohanes, malah mereka ingin membunuh-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu biasa dari orang-orang yang mendengar injil dan melihat kebajikan Yesus Kristus tetapi mereka sudah memutuskan bagi diri mereka bahwa jalan mereka adalah yang benar dan jalan Allah adalah salah dan biarpun mereka diberi bukti banyak, mereka tetap menolaknya karena itulah kecenderungan mereka. Jadi inilah jawaban pemimpin-pemimpin agama Israel. Ayat 25, “Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menolak cahaya terang jadi Dia mematikan itu, Saya tidak akan mengatakan apapun kepadamu. Dan memang benar-benar Dia tidak menjawab mereka lagi. Dia menghakimi mereka di Matius 23:33, “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Namun saat di diperhadapkan Imam Besar di Matius 26:63 dikatakan, “Tetapi Yesus tetap diam.” Dan ketika Dia dituduh oleh imam kepala dan penatua di Matius 27:12, “Ia tidak memberi jawab apapun.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat komfrontasi dan pertanyaan balik, namun Dia masih belum selesai dengan mereka. Dia masih ada sesuatu yang lain yang dibicarakan tentang penghakiman. Jadi di ayat 28-30 kita melihat perumpamaan, “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Aku tidak mau, bapa. Tetapi ia pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian. Dan anak itu menjawab: “Baik, Bapa.” Tetapi kemudian ia tidak pergi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini perumpamaan yang sederhana. Ada ajah dengan dua anak lelaki. Alasannya ada bapa dan dua anak lelaki adalah didalam hubungan itu ada kewajiban untuk ketaatan. Ajah itu pergi ke anak-anaknya, dia memelihara kebun anggur, dia mengatakan pergilah ke kebun anggur itu dan bekerjalah disitu. Anak nomor satu mengatakan, “Saya tidak mau.” Namun sesudahnya dia bertobat dan pergi. Anak nomor dua mengatakan, “Iya, saya akan pergi.” Namun tidak pernah pergi. Jadi ada dua macam anak, dan ini menunjukkan karakter manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan di ayat 31, “Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang pertama." Maksud mereka adalah orangnya yang mengatakan dia tidak mau melakukan itu namun bertobat dan pergi. Iya, mereka benar. Itulah karakter orang, itu perumpamaannya. Bagaimana Dia akan menghubungkan ini dengan mereka? Ketika mereka menjawab yang pertama, mereka menempatkan diri mereka dalam situasi untuk teguran besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 31 meneruskan, “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Mereka hidup dengan ilusi bahwa Allah senang dengan mereka karena kemurnian mereka. Dan pemungut cukai dan pelacur adalah eufemisme untuk sampah masyarakat. Pemungut cukai itu pengkhianat yang menjual diri mereka ke Roma untuk memungut pajak yang tidak adil dari orang-orang. Dan pelacur adalah mereka yang melambangkan semua imoralitas yang melawan Allah. Jadi Yesus mengatakan, kamu adalah seperti anak kedua itu yang mengatakan iya tetapi tidak pernah melakukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dasarnya disini ada orang yang mengklaim mereka taat tetapi tidak taat, dan juga ada orang yang menyangkal ketaatan namun akhirnya taat dan itulah perbedaannya. Pemungut cukai dan pelacur masuk ke dalam Kerajaan Allah sebelum kalian, ini pernyataan yang keras. Agama tidak akan mengakibatkan Anda masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dengan kata lain, Yesus memberikan mereka pesan penghakiman lengkap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 32, “Sebab Yohanes datang dengan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan- perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya." Disini Yesus menjawab pertanyaan-Nya sendiri, apakah pelayanan Yohanes dari surga atau dari dunia? “Dia datang dengan jalan kebenaran.” Bukan saja dengan pesan kebenaran, tidak, tetapi juga dengan jalan kebenaran. Dia adalah orang kudus. Dan bukan saja dia memberi pesan kebenaran namun juga kehidupan kebenaran dan kalian tetap tidak percaya dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus memberi mereka satu tuduhan lain, “Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya.” Mereka mendengar Yohanes dan mereka menerima pesannya. Mereka bertobat. Kemudian Yesus mengatakan kalian telah menyaksikan pemungut cukai dan pelacur bertobat dan hidup mereka ditransformasikan, dan tetap kalian semua tidak percaya setelah melihat hal itu. Dengan kata lain, Anda menolak pesannya dan Anda menolak kuasa dari Nabi Allah yang terlihat dalam orang-orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama seperti sekarang, Anda bisa duduk dan mendengar pendeta berkhotbah. Anda bisa mendengar injil Yesus Kristus. Anda bisa mendengar pesan yang menyelamatkan dari Yesus Kristus dan Anda bisa meninggalkan itu dan mengatakan, “Saya tidak mau percaya pesan yang dikhotbahkan Yohanes, firman yang diberitakan Yesus, khotbah yang disampaikan pendeta hari ini, saya tidak mau percaya hal itu.” Dan itulah tuntutan pertama terhadap Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian datanglah tuntutan Anda kedua karena Anda telah melihat kuasa Injil yang mentransformasikan hidup orang dan Anda telah menyaksikan kehidupan orang berubah dan hidup mereka ditransformasikan. Dan setelah melihat itu semua, Anda masih tetap tidak percaya. Itu adalah tuntutan Anda kedua. Dan firman yang kita melihat dalam hal ini kepada orang-orang ini adalah penghakiman terakhir, kata- kata kehancuran, kata-kata neraka, keputusasaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi mereka yang telah menyaksikan cahaya Anak Allah sepenuhnya, terang penuh dari nabi Allah, Yohanes Pembaptis, mereka telah melihat segalanya, mereka telah mendengar semuanya dan mereka tetap tidak mau percaya khotbahnya dan bahkan tidak mau percaya kuasa yang mentransformasikan orang. Jadi Yesus mematikan cahaya itu. Diskusi itu berakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah Anda telah melihat kedalam hati Anda sendiri? Apakah yang Anda melihat? Apakah Anda percaya berita itu? Bagaimana dengan kuasa yang mentransformasikan? Apakah Anda dapat menyangkal hal itu? Kejadian 6:3, “Rohku tidak akan selama-lamanya berjuang dengan manusia.” Tuhan tidak akan berjuang bahkan dengan umat-Nya sendiri yang memberontak dan segaja buta dan Dia tidak akan berjuang dengan orang-orang sekarang juga. Dan janganlah ada orang yang dihukum murka Allah yang datang kepada semua orang yang tidak percaya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Sep 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140907</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000036</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persembahan yang Hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000037"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+12:1-2" target="_blank" class="imCssLink">Roma 12:1-2</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita menyembah Allah bersama di hari ini, Hari Tuhan di gunung dengan hati yang bersemangat. Kita akan melihat Roma 12:1-2, untuk mempelajari apakah arti sebenarnya penyembahan spiritual. Teks ini mengatakan, “Karena itu, saudara- saudara, demi kemurahan Allah aku memohon kamu, supaya kamu mempersembah- kan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah kita mempelajari beberapa tahun yang lalu kesebelas bab doktrin yang mendalam dan luar biasa di Roma yang menjelaskan apa yang Allah telah lakukan untuk setiap orang yang percaya, Paulus tidak mengatakan,”Nah sekarang inilah yang Anda perlu dapatkan.” Tidak, dia mengatakan, “Nah sekarang inilah yang Anda harus memberi.” Kuncinya untuk hidup berkuasa bukanlah dengan mendapatkan sesuatu lagi, namun dalam memberikan keseluruhan yang kita miliki. Dan sedihnya banyak orang Kristen memikir bahwa untuk sukses dalam hidup Kekristenan kita harus mendapatkan sesuatu, padahal yang penting adalah kita harus memberi dan dengan sendirinya kita akan mendapat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 2:5 mengatakan, “kamu adalah batu-batu hidup, suatu rumah rohani, suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” Kita semua imam-imam dibawah Allah yang ditugaskan untuk mempersembahkan persembahan rohani. Seperti imam-imam Perjanjian Lama yang mempersembahkan persembahan fisik binatang-binatang dihadapan Allah. Nah sebagai imam-imam rohani ada bermacam-macam persembahan rohani. Firman membicarakan apa yang kita dapat mempersembahkan di Ibrani 13, pujian dan syukur kepada Allah, dan doa-doa kita untuk segala yang kita miliki. Kita beribadah ketika kita melayani orang lain dan itu suatu tindakan penyembahan tulen. Namun yang paling penting adalah orang percaya harus memberi dirinya sebagai persembahan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mempersembahkan diri sebagai persembahan hidup adalah ringkasan kesebelas bab sebelumnya di Roma 1-11. Kesimpulan di Roma 12 yang diberikan Paulus kepada kita adalah bahwa kita harus mengembalikan kepada-Nya semuanya yang kita telah menjadi. Itulah tindakan tertinggi dari penyembahan rohani. Dan itu sangat sukar, namun benar-benar diperlukan jika kita mau mengenal kepenuhan pemberkatan Allah dan kita memuliakan-Nya dengan menyerahkan keseluruhan kita kepada Tuhan secara total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang Kristen tidak pernah benar-benar mencapai hal itu. Mereka tergoda dunia, mereka tergoda kedagingan. Mereka tergoda keinginan mereka pribadi. Mereka menjadi korban filsafat dan psikologi dunia di sekitar mereka. Mereka menghibur diri dengan mode hiburan dunia. Mereka berpikir seperti dunia berpikir dan karena itu kehilangan berkat-berkat Allah bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah koncep utama dalam ayat-ayat ini adalah frase “persembahan hidup.” Bahasa ini benar-benar bahasa persembahan ritual Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama seseorang datang kepada Allah untuk membawa persembahannya kepada imam yang mengambilnya dan menyembelihnya dan membawanya ke atas mezbah sebagai persembahan kepada Allah. Sistim itu telah berakhir. Persembahan binatang tidak lagi menyenangkan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang Allah inginkan sekarang adalah persembahan hidup. Tidak lagi binatang mati akan tetapi pria dan wanita yang hidup. Jadi tindakan dasar kehidupan orang Yahudi di Perjanjian Lama, kehidupan rohaninya, adalah persembahan sebagai indikasi bahwa imannya tulen. Perbuatan inti orang percaya sekarang adalah persembahan hatinya, jiwanya dan akal budinya dan semuanya yang adalah dia sebagai persembahan hidup untuk menunjukkan imannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jangan salah mengerti maksud Perjanjian Lama. Ketika menjelaskan perbuatan utama orang Yahudi Perjanjian Lama dalam upacara dan ritual yang telah didirikan Allah dengan persembahan binatang untuk pengampunan dosa sementara, itu juga dipersembahkan sebagai lambang hidupnya sendiri. Dengan kata lain, maksud Perjanjian Lama dengan persembahan korban adalah bahwa binatang mati itu dipersembahkan sebagai lambang persembahan hati dan jiwa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang Allah minta persembahan hidup. Ini panggilan untuk dedikasi, ini panggilan untuk berkomitmen. Dan ini satu-satunya kesimpulan yang logis terhadap penebusan. Roma 12:1-2 adalah satu-satunya respon yang tepat untuk karya penebusan Allah. Dari teks ini kita belajar bahwa ada empat unsur persembahan hidup itu. Keempat unsur yang terdapat dari teks Roma ini, dalam mempersembah- kan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup adalah jiwa Anda, tubuh Anda, akal budi Anda dan kehendak Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, mempersembahkan diriku sebagai persembahan hidup menunjukkan bahwa jiwaku telah dipersembahkan kepada Allah. Ini panggilan kepada jiwa yang dihidupkan kembali untuk memberi persembahan yang patut. Hanya jiwa yang diperbarui, jiwa yang telah ditebus, jiwa yang telah diselamatkan dan jiwa yang ditransformasikan dapat mengerti itu. 1 Korintus 2:14 mengatakan, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” Jadi yang harus datang duluan adalah jiwa itu. Alkitab sering mengacu kepada jiwa sebagai bagian dalam manusia yang Allah ingin menebus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:8 mengatakan, “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” Orang yang belum ditebus tidak mungkin dapat menyenangkan Allah, tidak dapat memberi persembahan kepada Allah dan tidak bisa menyembah Allah. Tidak mungkin ada persembahan tubuh, akal bidi atau kehendak kecuali pada pertamanya jiwa kita dipersembahkan dalam penebusan. 1 Korintus 13:3 mengatakan, “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” Dengan kata lain, jika aku tidak memiliki kasih Allah, semua semua tindakan pengorbanan diri tidak ada gunanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah semua orang percaya lebih lagi bersambungan dengan pernyataan ini, “demi kemurahan Allah aku memohon kamu.” Apakah maksudnya dengan hal itu? Semua orang percaya telah mengalami kemurahan Allah. Dan karena kita telah mengalami kemurahan Allah, kita patut melakukan itu. Kemurahan Allah itu terdiri dari semua yang Allah telah lakukan untuk orang percaya yang tercantum dalam bab-bab Roma 1-11, semua itu. Dan apakah kami telah belajar dalam kesebelas bab itu? Apakah semua kemurahan Allah itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirkan semuanya. Kasih, Kasih Allah telah dicurahkan kedalam hati kita, dikatakan di Roma 5:5. Tidak ada sesuatu yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dikatakan di Roma 8:35. Anugerah di Roma 1, 3, 5, 6 seluruhnya, anugerah dan kasih karunia Allah. Roma 8 mengatakan kita telah menerima Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Itu dikatakan di Roma 8:2, 4, 9, 11, 14, 16 dan ayat 26. Roh Kudus adalah kemurahan Allah yang telah diberikan kepada kami, berkat yang bagi tidak layak. Bagaimana dengan damai? Roma 1:8, Roma 2:10, Roma 5:1, Roma 8:6 dan ditempat-tempat lain mengatakan bahwa kita telah menerima damai sejahtera di dalam hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan iman, lebih dari 20 kali, dan penghiburan, Roma 1:12, dan kuasa, Roma 1:16, dan harapan, Roma 5:2 dan Roma 8:20 dan 24. Dan kita telah menerima kesabaran, Roma 9 dan 11. Dan keinginan berbuat baik, Roma 2:7. Dan kita telah menerima kemuliaan dan kehormatan dan kebenaran dan pengampunan dosa dan rekonsiliasi dan pembenaran, semua itu termasuk kemurahan Allah. Dan di Roma 5:10 kita telah menerima hidup kekal dan kemerdekaan di Roma 6 dan 7 dan kebangkitan di Roma 8 dan diangkat menjadi anak di Roma 8. Semua itu adalah kemurahan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dikatakan Paulus adalah, “Lihatlah, Anda yang telah menerima semua kemurahan Allah itu, yang kita tidak layak menerima, karena itulah arti kata kemurahan hati. Jadi bagaimanakah seharusnya respon kita setelah kita menerima begitu banyak. Apakah itu permintaan yang terlalu besar bahwa kita harus mempersembahkan diri kita kepada Allah? Apakah kita harus dipuji ketika kita mempersembahkan diri kita? Tidak! Ini semua karena karya Yesus Kristus dalam kemurahan Allah kepada kita yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan bahwa perasaan bersyukur haruslah menjadi motovasi kita yang terbesar. Itu hampir suatu respon langsung, untuk memberikan dirinya sebagai persembahan hidup kepada Allah yang telah memberikannya begitu banyak. Untuk menahan sedikit saja adalah suatu tindakan tidak bersyukur yang luar biasa, yang menunjukkan tidak ada rasa terima kasih terhadap Allah yang begitu penuh anugerah dan belas kasihan. Mazmur 116:12 mengatakan, “Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku?” Wah, untungnya Allah tidak mengharapkan kita membalas budi kepada-Nya dengan seimbang. Dan karena Anda telah mengalami kemurahan Allah, maka patutlah Anda memberikan dirimu sebagai persembahan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang penting di dalam hidup ini adalah prinsip-prinsip yang harus dipertahankan yang telah diajarkan dan Anda sanggup menghidupkan itu dengan doktrin yang benar. Hidup sehari-hari haruslah berdasarkan fondasi kebenaran itu. Dengan kata lain etika timbul dari dogma, yaitu ajaran. Di Galatia, Paulus mengajarkan doktrin di empat bab dan ketika dia sampai kepada bab 5:1 dia mengatakan, “Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Di Efesus, dai mengajarkan 3 bab dengan doktrin kemudian di bab 4 dia mulai, “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.” Paulus langsung memberi nasihat setelah fondasi doktrin telah diajarkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus tahu apa yang kita percaya sebelum kita dapat mengapplikasikannya, benar? Di Yohanes 13:17 dikatakan, “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” Dan Petrus mengatakan, “Dosa adalah akibatnya melupakan apa yang terjadi saat Anda diselamatkan.” Dan Yakobus mengatakan hal yang sama, “Janganlah menjadi pendengar yang pelupa.” Keselamatan adalah titiknya dimana semuanya mulai dan disitu doktrin ditentukan. Penyelamatan jiwa adalah hal pertama, kemudian adalah regenerasi batin manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, tubuh Anda harus dipersembahkan kepada Allah. Nah, “dipersembahkan” disini adalah istilah Bait Allah yang berarti menyerahkan dan menghasilkan. Ini juga istilah teknis untuk persembahan orang Lewi, yaitu sebagai korban benar-benaran. Dan disini Allah menginginkan tubuh kita. Dia sudah memiliki jiwa kita, benar? Dia sudah memiliki manusia dalam itu. Dan sekarang Dia ingin supaya kita memberikan- Nya tubuh itu, manusia baru itu, ciptaan baru itu sekarang dipanggil untuk mempersembahkan tubuh dimana jiwa itu berada.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini memang sukar sekali karena tubuh adalah tempatnya dimana kemanusiaan kita tinggal, benar? Jika Anda tidak setuju, maka Anda tidak mengerti arti kematian. Karena pada saat seorang meninggal, rohnya naik ke surga dan tubuhnya dibawa ke kuburan. Dan setelah ada perpisahan itu tidak ada masalah lagi. Tubuh itulah yang mengandung kemanusiaan itu dan kemanusiaan itu mengandung kedagingan kita dan itu yang mengandung dosa kita seperti kita belajar dari Roma 6 dan 7.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 6:12 dikatakan, “Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” Dosa tidak lagi berkuasa di dalam jiwamu yang sudah ditransformasikan. Namun dosa itu masih berkuasa di dalam tubuhmu. Ayat 13 mengatakan, “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman.” Di 1 Korintus 6:19 Paulus mengatakan, “tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu.” Jadi Roh Kudus yang berdiam di dalam jiwa kita yang ditebus juga tinggal di dalam tubuh kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis di 1 Tesalonika 4:4-5, “supaya kamu masing-masing mengetahui bagaimana menguasai tubuhmu sendiri dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.” Dan sekali lagi dia mengatakan hal yang sama. Anda yang sudah ditebus sekarang harus menguasai tubuhmu sendiri, Dia mengatakan di Filipi 3:21, “Yesus Kristus yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hal ini menakutkan caranya tubuh kita dapat menguasai jiwa yang telah diselamatkan, benar? Coba lihat kita adalah mahluk-mahluk yang telah ditebus dengan jiwa yang sudah ditebus yang telah mentranformasikan manusia baru kita, sudah didiami Roh Kudus yang tinggal di dalam kami namun bukankah ini mengherankan betapa besarnya kuasa yang masih ada di dalam tubuh yang menghambat pekerjaan Roh dan masih menguasai jiwa yang selamat itu. Tubuh kita adalah pusat keinginan, pusat penyakit dan pusat depresi. Tubuh adalah pusat segala keraguan. Dan itu harus dipersembahkan kepada Allah sebagai persembahan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah secara alkitabiah kita sanggup membawa tubuh kita yang masih belum ditebus dibawah kuasa Roh Kudus. Menurut Roma 6 tubuh kita bisa menjadi alat untuk kebenaran. Ketika tubuh Anda digunakan untk tujuan-tujuan ilahi, tubuhmu menjadi alat untuk kebenaran. Namun jika tubuhmu digunakan untuk sesuatu yang tidak menyenangkan Allah, itu menjadi alat tidak benar. Dan perhatikanlah juga bahwa perbuatan asusila di waktu itu merajalela, sama seperti keadaan sekarang, dimana orang-orang bertoleransi terhadap dosa-dosa itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu kita harus mendengar apa yang dikatakan Paulus di 1 Korintus 6:12- 13, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” Aku tidak membiarkan diriku menjadi korban apapun juga. Kemudian dia meneruskan di akhir ayat 13, “Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">David Livingston, misionaris ke Afrika mengatakan, “Orang-orang membicarakan pengorbanan yang saya berikan karena begitu banyak dari kehidupanku berada di Afrika. Apakah itu bisa dinamakan pengorbanan kalau itu hanya membayar kembali sebagian kecil dari hutang besar saya kepada Allah kita yang kita tidak bisa bayar selamanya? Apakah itu pengorbanan jika itu membawa kita upah sendiri dari aktivitas yang sehat, kesadaran bahwa kita berbuat baik, damai sejahtera dan harapan terang akan nasib mulia nanti? Ini bukan persembahan, ini malah hak istimewa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, akal budi kita harus diberi kepada Allah. Dan ayat 2 mengatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” Wah masih banyak kita bisa bicarakan tentang hal itu. “tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Dan disini dia memberitakan kepada kita salah satu kunci kemampuan untuk jiwa Anda mempersembahkan tubuh Anda yaitu dengan memastikan bahwa akal budi Anda telah dibaharui.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Percayalah aku, dunia ini adalah alat Setan untuk mempromosikan tujuannya dan caranya dan ambisinya, dan kita dapat menyaksikan itu dimana-mana. Kita dapat melihat bahwa roh zaman ini adalah roh kebanggaan, roh kesombongan dan egoisme. Janganlah memakai kedok roh zaman ini yang tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam Anda sebenarnya. Janganlah memakai kedok duniawi. Berhentikanlah apa yang tidak mewakili apa yang Anda telah menjadi dari dalam sebagai anak Allah yang telah dihidupkan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain, dia mengatakan, “tetapi berubahlah,” ditransformasi secara total. Kita harus merubahkan penampilan luar kita menjadi serupa dengan keadaan kita di dalam. Di Matius 17 dikatakan Yesus di transfigurasi, penampilan luar-Nya menjadi persis seperti keadaan-Nya dari dalam. Dia adalah Allah dalam daging manusia dan untuk waktu sementara itu kedagingan-Nya menyatakan Allah yang ada di dalam- Nya. Dan Anda juga harus ditransformasikan seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya? “oleh pembaharuan budimu.” Kata “pembaharuan” disini berarti renovasi. Oleh renovasi budimu. Bagaimana kita merenovasikan budi kita? Oleh Firman Allah. Itulah kuncinya pembaharuan akal budi. Kuncinya adalah jika kita akan hidup layak, kita harus mengenal Firman Allah. Di Kolose 3:10 dikatakan, “kenakanlah manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan.” Kolose 3:16 mengatakan, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya, kita harus mempersembahkan kehendak kita kepada Allah. Kita harus menyerahkan kehendak kita dan kita harus mengatakan, “Engkau baik dan Engkau adalah kehendak yang sempurna, Saya tidak mau kemauan saya, saya mau kehendak Engkau saja.” Lihatlah, saya tidak peduli dimana saya tinggal, saya tidak peduli apa harta milik saya, saya tidak peduli apa yang saya miliki atau tidak miliki, saya hanya ingin apapun saja yang Engkau inginkan, itu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akal budi yang dibaharui akan dinyatakan dalam kehendak yang menyerahkan diri dan dalam tubuh yang dipersembahkan sebagai persembahan hidup. Kita tidak bisa mempersembahkan tubuh kita kecuali kita memiliki akal budi yang dibaharui karena kita tidak memiliki keinginan untuk melakukan itu. Namun jika kita memiliki akal budi yang dibaharui, kehendak kita menyerahkan dirinya kepada Allah dan Anda akan mempersembahkan tubuh Anda sebagai persembahan hidup. Apakah ini dilakukan hanya sekali seumur hidup? Tidak. Kita harus melakukan itu selalu, setiap waktu kita sadar, ini tindakan pembaharuan yang sadar. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Aug 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140831</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000037</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Membersihkan Bait Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000038"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="https://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+21:12-17" target="_blank" class="imCssLink">Matius 21:12-17</a></span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat di Matius 21 kejadian lain dengan Tuhan Yesus Kristus dalam minggu terakhir dimana Dia disalibkan. Teks kita hari ini terjadi pada hari Selasa, sehari sesudah pemahkotaan-Nya dan masuknya ke Yerusalem. Pada hari Senin Dia masuk ke Yerusalem sambil mendengar seruan puluhan ribu orang, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi," yang meninggikan Dia sebagai Raja, Mesias dan Juruselamat.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pawai itu mulai pada hari Senin dan masuk gerbang kota Yerusalem dan pawai itu berakhir di Bait Allah. Markus 11:11 mengatakan kepada kita bahwa Yesus datang di dalam pawai itu ke Bait Allah dan kemudian kembali ke Betani untuk istirahat malam dengan Maria, Marta, Lazarus dan keduabelas murid-murid. Sekarang sudah Selasa pagi dimana Dia langsung balik ke Bait Allah itu. Dan di Matius 21:12-17 kita diberi tahu apakah terjadi waktu Dia tiba disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu tempat di kota yang paling banyak orangnya adalah Bait Allah. Sepanjang minggu itu ada orang yang mau melihatnya, yang mau berdoa, yang datang ke Lapangan Wanita untuk memberi persembahan mereka ke dalam wadah berbentuk terompet yang bergantung disitu, yang datang dengan korban mereka yang bermacam- macam untuk dipersembahkan kepada Allah supaya ada pengampunan dosa mereka. Dan Yesus datang ke Bait Allah itu dan memperlihatkan suatu kejadian yang sangat luar biasa di dalam minggu terakhir kehidupan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pada waktu kita membaca ayat 12-17, yaitu pertemuan di Bait Allah, lihatlah hal itu sebagai presentasi mandat Mesianik Yesus. Dan untuk memastikan mereka tidak mengabaikan pesan-Nya, Dia masuk kedalam Bait itu dan memperlihatkan mereka sekali lagi sifat Raja-Nya dan Kerajaan-Nya. Dan ini demonstrasi yang jauh lebih besar daripada pemahkotaan-Nya yang rendah hati. Pertama Dia menunjukkan bahwa Dia sedang melakukan misi ilahi. Dan itu kelihatan dari ayat Matius 21:12, “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sedang dalam misi ilahi, karena itulah rumah Bapa-Nya, mengerti? Karena Bait Allah adalah intinya, bukan Roma. Dan Mesias tidak datang pada kedatangan-Nya yang pertama untuk menyelesaikan masalah-masalah militer, politik, sosial dan ekonomi, meskipun Dia akan melakukan itu pada kedatangan-Nya yang kedua. Namun sebelum Dia datang sebagai Raja segala Raja dan Tuhan segala Tuhan untuk mendirikan Kerajaan-Nya, Dia harus datang dan diterima dulu dalam hati mereka. Jadi pada mulanya Dia harus datang dulu sebagai Juruselamat sebelumnya Dia datang sebagai Raja mulia dalam Kerajaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memedulikan hubungan orang-orang kepada Allah. Dan ini harus diketahui semua orang karena pada pertama kalinya Yesus datang ke Yerusalem, Dia justru pergi ke Bait Allah juga. Dan di Yohanes 2:13-17, kita menemukan bahwa Dia mulai pelayanan-Nya pada perayaan Pelewatan. Dan sekarang hari raya Pelewatan Yahudi sudah dekat. Jadi Yesus pergi ke Yerusalem dan menemukan di dalam Bait Allah itu orang-orang yang menjual lembu, domba dan burung merpati dengan orang penukar uang dimana-mana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah Dia membuat cambuk dari tali-tali kecil, Dia mengusir mereka semua untuk keluar dari Bait Allah itu, termasuk domba-domba dan lembu dan Dia mencurahkan uang tukar dan menggulingkan meja-meja mereka dan mengatakan kepada mereka yang menjual burung merpati, “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Dia menguatirkan bagaimana caranya orang-orang menyembah. Dia menguatirkan hubungan mereka dengan Allah, bukan hubungan mereka dengan kerajaan duniawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan pergi ke Bait Allah sebagai tindakan pertama setelah pemahkotaan-Nya, Dia menerangkan kepada kita dengan jelas dimana wilayah misi-Nya. Tujuannya tidak berubah selama tiga tahun. Dia langsung kembali ke Bait Allah, meskipun Dia sering lewat dan melihat banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana dan kehendak Allah. Yang paling penting adalah hubungan diantara manusia dan Allah, karena hanya pada saat hubungan manusia dengan Allah adalah benar dapatkah orang berhubungan baik dengan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ukuran setiap masyarakat adalah hubungan mereka dengan Allah. Bacalah Roma 1, menyembah selalu masalahnya. Masalah masyarakat bukanlah bahwa hukum-hukum mereka buruk atau ada ketidakadilan manusiawi. Masalah masyarakat adalah bahwa mereka telah meninggalkan Allah. Dan ada beberapa orang yang menuduh bahwa kita tidak peduli masalah politik national, tidak peduli soal-soal sosial namun itu tidak benar. Kita tahu yang Yesus tahu dan yang diulangi Petrus bahwa penghakiman harus mulai di rumah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalahnya bukan apakah reaksi mereka benar atau tidak, masalahnya mereka harus melihat kekudusan Allah. Ini memperlihatkan pembalasan dendam-Nya terhadap dosa dan penodaan dan penistaan agama palsu. Ketika Yesus membersihkan Bait Allah, kita menyadari bahwa memang tidak ada reformasi nyata, tidak ada pembaharuan tulen, namun itu tidak berarti Dia janganlah datang. Dia harus datang karena Allah harus menyatakan perasaan-Nya terhadap agama-agama palsu. Dia harus menunjukkan secara jelas bagaimana sikap-Nya terhadap orang-orang yang memperlakukan-Nya secara tidak kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bait Allah adalah titik fokus semua orang disitu. Dan pada waktu Yesus datang Dia menghadapi barisan tiang yang mengelilingi seluruh daerah Bait Allah itu. Melalui bukaan utama Dia masuk kedalam lapangan orang non-Yahudi dimana semua orang diperbolehkan masuk. Didalamnya ada gerbang yang dinamakan “Gerbang Indah.” Dan didalamnya adalah yang dinamakan Lapangan Wanita bagi orang-orang Yahudi saja. Bahkan ada tanda dekat Gerbang Indah itu yang mengatakan jika ada orang non- Yahudi berani masuk, dia akan dibunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pintu gerbang yang besar sekali di Lapangan Wanita yang dibikin dari perunggu Korintus yang memerlukan 20 orang untuk membukanya. Dan didalam gerbang itu ada Lapangan Yahudi dimana hanya orang pria dapat masuk untuk mempersembahkan korban. Mereka mengambil domba itu atau burung dara itu atau persembahan gandum itu dan menyiapkannya disana dan setelah itu membawanya ke gerbang lain yang masuk ke Lapangan Imam dimana mezbah korban bakaran berada, mezbah kemenyan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka dapat melihat melalui pembukaan itu pada waktu mereka memberikan korban mereka kepada imam-imam yang mengambilnya dan mempersembahkannya. Dari Lapangan Imam ada pintu kecil lain yang masuk ke halaman kecil sekitar 600 kaki persegi, dimana di daerah belakang ada yang dinamakan tempat kudus. Itu gedung kecil yang didalamnya ada tempat kudus dan tempat maha kudus dimana berada tabut perjanjian, terpisah tabir dimana Imam Besar hanya diperbolehkan masuk sekali setahun pada Hari Pendamaian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus sedang berdiri di Lapangan orang non-Yahudi dimana orang-orang Yahudi berpendapat jika orang-orang non-Yahudi boleh masuk, ya demikian pula semua yang lain boleh masuk. Pada waktu itu orang-orang mengenalnya sebagai Bazaar Annas, imam besar, orang yang korup yang melihat Bait Allah sebagai jalan untuk mendapatkan kuasa dan kekayaan. Dia ada ide besar dimana dia bersama imam lain dapat menjual konsesi. Dengan kata lain, Anda dapat menyewa tempat di Lapangan orang non-Yahudi itu untuk jual-jualan domba, burung dara, minyak, anggur, garam, dan menukar uang Anda dan semua hal lain yang menjadi persyaratan pengorbanan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada akhirnya waktu Anda masuk ke Lapangan orang Yahudi, semua korban yang akan dipersembahkan harus diperiksa dan disetujui. Dan jika Anda membelinya diluar Bait Allah, kemungkinan besar itu akan ditolak, karena Anda diharuskan untuk membeli korban itu di Lapangan orang non-Yahudi. Menurut Edersheim, sejarawan Yahudi besar, seringkali Anda harus membayar sepuluh kali lipat harga sebenarnya. Jadi Anda diperas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang miskin, menurut hukum orang Levi, tidak perlu membawa domba karena mereka tidak mampu membawa domba, jari mereka diizinkan untuk mempersembahkan burung dara sebagai pengganti. Kebanyakan sejarawan berpendapat didalam uang sekarang, dua burung dara nilainya setengah shekel. Namun jika Anda ingin tukar uang Anda, karena Anda harus memberi persis setengah shekel, karena Anda hanya ada uang asing, Anda diharuskan bayar biaya 25 persen untuk menukar uang kecil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ini rumah Yesus karena ini Bait Allah. Dan kamu menjadikannya sarang penyamun. Kristus terutama datang untuk berhubungan dengan manusia pada tingkat spiritual. Itulah intinya. Dia datang untuk membuang penyembahan korup dan untuk membawa kita penyembahan benar. Titik kedua, Dia memiliki otoritas ilahi. Jika kita tidak dapat melihat bahwa Dia Mesias karena misi-Nya, kita harus dapat melihat Dia Mesias karena otoritas-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah imam besar adalah seorang pria yang berkuasa besar. Dan yang menjadi kepala polisi bait Allah juga berkuasa. Kemudian ada berbagai rangka imam-imam yang berpengaruh. Dan jika Anda misalnya berjalan masuk kedalam Gerbang Indah itu dan Anda adalah orang non-Yahudi, orang Roma telah memberikan mereka hak untuk membunuh Anda. Jadi mereka memiliki otoritas dan kuasa besar di dalam perbatasan daerah Bait Allah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka akan bertemu dengan Yesus yang jauh lebih berkuasa daripada mereka. Dikatakan di ayat 12, “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.” Orang-orang seperti itu, yang memeras, yang selalu mementingkan uang tidak rela melepaskan uang dan bisnis mereka untuk apapun juga. Dan imam-imam tidak mau dipermalukan dan kehilangan muka di depan banyak orang. Nah, jika Anda memikir Yesus hanya orang yang lemah lembut dan rendah hati, mungkin Anda perlu mempelajari hal ini lebih mendalam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang paling dibenci imam-imam itu adalah mereka dipermalukan di mata orang banyak oleh seorang yang mengklaim Dia adalah Mesias, namun itulah khususnya yang terjadi. Hanya dikatakan, “Ia mengusir semua orang yang menjual-beli,” mereka semua diusir. Bukan saja orang-orang yang menjual namun mereka yang mau beli juga. Dia mengusir semua orang yang bersangkut paut dengan usaha itu. Dan pemimpin-pemimpin, mereka tidak sanggup menghalangi-Nya. Mereka tidak berkuasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya Dia melakukan itu? Itu tidak tercatat, mungkin itu melalui hanya perkataan-Nya, “KELUAR.” Itu kan yang menyebabkan Lazarus keluar dari kuburannya. Dan juga dengan perkataan itu saja dunia dijadikan pada saat penciptaan. Jadi Dia sanggup melakukan itu dengan perkataan-Nya saja, namun masih ada sesuatu lebih dari itu karena juga dikatakan bahwa Dia membalikkan meja-meja dan bangku-bangku. Dia memperlihatkan bukan saja otoritas-Nya, namun juga kehadiran fisik-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dikatakan dalam Markus 11:16 bahwa Yesus tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Rupanya mereka mengguna- kan halaman Bait Allah sebagai jalanan umum dan Dia memberhentikan semua itu langsung. Itu juga dapat diartikan bahwa tidak ada sesuatupun yang boleh diambil dari situ. Mereka dikeluarkan dan mereka harus tinggalkan semua barang mereka. Nah jika Anda dapat mengeluarkan semua orang itu dan menyebabkan mereka tinggalkan semua barang mereka, pastilah mereka takut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu di Matius 21:23, imam kepala mengatakan, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?" Pertanyaan itu bodoh sekali, apakah memang Dia perlu otoritas lain? Mereka harus tahu otoritas apa, betapa butanya mereka. Bahkan di gereja-gereja Protestan juga ada guru-guru Firman Tuhan yang palsu yang hanya mementingkan uang. Dan kita berseru supaya Kristus membersihkan gereja-gereja masa kini sama seperti Dia membersihkan Bait Allah waktu itu, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada mandat ketiga yang saya ingin Anda melihat. Dia bukan saja menunjukkan bahwa Dia mengerjakan misi ilahi dan memperlihatkan otoritas ilahi, namun Dia juga menerangkan bahwa Dia berkomitmen kepada Firman. Dia mempertahankan apa yang Dia lakukan itu di dalam ayat 13, “dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis.” Kemudian Dia mengutip dari Yesaya 56:7, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa.” Dan Yesaya menambahkan dan Markus juga mengatakan, “Segala bangsa.” Matius tidak mengatakan itu karena kebanyakan para pendengar dan pembaca Matius adalah orang-orang Yahudi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, Bait Allah haruslah menjadi tempat untuk berdoa. Itu haruslah menjadi tempat sunyi, tempat untuk menyembah, untuk berdoa, untuk bermeditasi, tempat untuk merenungkan, tempat untuk pengakuan dosa, tempat untuk memuji, tempat dimana orang dapat berkomunikasi dengan Allah, untuk mencari Allah, untuk curhat kepada Allah. Itu bukan tempat bisnis, bukan tempat binatang, bukan perjalanan dimana orang-orang dapat berbisnis duniawi. Dan Dia meneruskan di ayat 13, “Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun," kutipan lain dari Yeremia 7:11 di Perjanjina Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada hal keempat yang saya ingin Anda melihat. Kita juga melihat Dia sebagai Mesias karena belas kasihan ilahi-Nya. Dan pada saat itu kita dapat melihat itu dengan indah di ayat 14, “Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.” Mereka selalu berada di dekat Bait Allah karena disitulah Allah berada dan orang-orang berada dan mereka harus mengemis dari mereka, jadi itulah tempatnya mereka selalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Belas kasihan Allah di dalam Kristus kelihatan di dalam pelayanan penyembuhan-Nya. Salah satu alasan ada orang-orang sakit dan orang cacat adalah supaya Allah dengan belas kasihan-Nya dapat memberikan mereka belas kasihan dan dengan demikian dapat menyatakan unsur itu dari kepribadian-Nya. Orang Farisi tidak peduli orang- orang itu. Mereka dapat uang dari orang miskin, mereka memanfaatkan orang miskin dan memandang hina mereka. Namun Kristus tidaklah demikian, Allah penuh belas kasihan. Yesus mengatakan di Matius 11:4-5, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa itu adalah cara menyembah yang tulen? Menyembah sejati adalah di dalam nama Tuhan memenuhi kebutuhan seseorang, itu penyembahan yang jauh lebih besar daripada pengorbanan, benar? Ayat 15, “Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel.” Bagaimana mereka bisa merasa jengkel? Karena mereka sama sekali tidak peduli orang cacat dan buta. Orang yang berbelas kasihan mengintimidasi orang yang tidak berbelas kasihan. Jadi mereka terintimidasi, marah, benci dan cemburu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu mandat lagi yang positif, Yesus menerima penyembahan ilahi. Dan ditengah ayat 15 dikatakan “anak-anak.” Pemimpin-pemimpin Israel mungkin tidak menyadari siapakah Dia namun hal itu sangat jelas untuk anak-anak. Pernahkah Anda bertemu dengan anak ateis? Saya belum pernah. Mereka percaya bukti yang ada. Mereka baru melihat seseorang yang mengusir semua orang yang jahat dan korup di Bait Allah. Itu sangat jelas bagi mereka yang berseru, “Hosana bagi Anak Daud!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Imam-imam dan ahli-ahli Taurat mengatakan kepada Dia di ayat 16, “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Mereka ingin anak-anak itu berhenti mengatakan itu, itu penghujatan. Kalian tidak dapat menyembah orang ini di Bait Allah. Jadi mereka dapat menjual ternak dengan harga yang sangat mahal, dan menipu orang dari uang mereka, dan melakukan semua hal yang lain namun Anda tidak diperbolehkan untuk menyembah Mesias disitu? Itu menunjukkan dimanakah mereka secara rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Lukas 19:39-40 tentang hari pemahkotaan, entri kemenangan, imam-imam kepala datang dan mengatakan, “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu." Dan Yesus menjawab mereka di ayat 40, "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak." Disini Dia mengatakan hal yang sama, Dia mengutip Mazmur 8:2 di dalam ayat 16, “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah tidak dipuji dari mulut orang-orang dewasa, Dia akan dipuji mulut bayi-bayi dan anak-anak. Allah akan menyebabkan ada pujian kepada Anak-Nya, bahkan batu- batu akan berteriak, seperti baru dikatakan Lukas 19:40. Dia menyinggung Mazmur itu sebagai ilustrasi apakah yang sedang terjadi. Wah itu kejadian yang mulia. Dan amarah pepimpin-pemimpin itu hanya karena ketidakpercayaan mereka. Semua bukti sudah masuk, bahkan anak-anak kecilpun dapat melihatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada satu hal lain yang membuktikan bahwa Dia adalah Mesias, Dia ditolak. Ayat 17 mengatakan, “Lalu Ia meninggalkan mereka.” Dan dalam tindakan fisik sederhana itu ada banyak kebenaran. “Dia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.” Dia tidak mau berbicara dengan mereka lagi. Kami teringat Kejadian 6 dimana Alkitab mengatakan Roh Allah tidak akan selalu bertengkar dengan manusia. Akan datang waktunya dimana Dia pergi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Anda, apakah Anda masih bersama Dia? Karena kita semua harus bertumbuh menjadi lebih seperti Dia, bolehkah saya menanyakan apakah Anda juga sedang melakukan misi bagi Allah? Apakah kita juga merasa sakit melihat dosa di dunia dan bahkan juga di gereja? Apakah Anda berkomitmen kepada Firman sama seperti Yesus? Apakah Anda belajar untuk berbelas kasihan kepada orang lain sama seperti Yesus? Dan apakah Anda mengerti bahwa Anda sering akan ditolak sama seperti Yesus? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Aug 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140817</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000038</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Buta Bisa Melihat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000AF"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+20:29-34" target="_blank" class="imCssLink">Matius 20:29-34</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 20:29-34, “Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 30 Lihatlah, ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 32 Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" 33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." 34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah yang sederhana, yang gampang dimengerti dan tidak aneh dalam kehidupan Kristus karena kisah-kisah seperti ini terjadi berribu-ribu kali. Sebegitu banyak sehingga mungkin seperti Yohanes katakan, semua buku diseluruh dunia tidak dapat mengandung semuanya. Mengapa kisah ini dibicarakan? Mengapa kisah ini ada disini? Pada waktu Yesus pergi ke Yerusalem untuk mati, mengapa berhenti dalam kemajuan kejadian yang begitu besar seperti perayaan Pelewatan dimana Dia akan menjadi domba, dikorbankan untuk dosa-dosa kita. Mengapa kisah kedua orang buta itu dimasukkan disini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, satu alasan yang kuat ditunjukkan oleh kata “belas kasihan” di ayat 34. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Sementara dunia ingin membungkamkan orang- orang seperti ini, Yesus ingin mendengar apa yang mereka mau katakan. Sementara dunia ingin memastikan tidak ada halangan, Yesus ingin memastikan Dia berdiri bersama mereka. Sementara dunia ingin memastikan mereka tidak sempat menjelaskan kebutuhan-kebutuhan mereka, Yesus ingin memenuhi kebutuhan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bisa saja memikirkan murid-murid-Nya yang harus meneruskan pekerjaan- Nya setelah Dia mati. Mungkin saja Dia terpengaruh pikiran kematian itu dan menjadi domba korban itu. Sebenarnya tidak ada waktu untuk berhenti dan mengurus dua orang buta karena orang buta itu banyak sekali. Namun tetap Dia memberi waktu. Yesus Kristus tidak terlalu sibuk dalam menebus seluruh dunia untuk memberi penglihatan kepada dua orang buta yang tidak dapat memberi apapun juga selain daripada masalah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pelajaran ini lebih mendalam dari apa yang kita sangka. Kebutaan sebenarnya adalah suatu catatan yang ada di Alkitab. Itu hal biasa, kebutaan fisik dan kebutaan spiritual. Kebutaan fisik terdapat cukup sering di dunia purbakala. Kemiskinan, kekurangan perawatan medis, keadaan kotor, sinar matahari, angin pasir, berbagai macam kecelakaan, peperangan, pertempuran, semua hal seperti itu dapat menyebabkan kebutaan fisik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun yang lebih umum dari pada kebutaan fisik adalah kebutaan rohani. Dan Injil dan surat-surat secara metaforis lebih sering berbicara tentang kebutaan hati. Bahkan Yohanes 1:9-11 menyimpulkan ini dalam kata-kata yang mengatakan, “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang- orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau di Yohanes 3:19 dikatakan, “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Atau Roma 11:25 yang mengatakan, “Sebagian dari Israel telah menjadi tegar.” Atau 2 Korintus 3:14 yang mengatakan, “pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka.” Atau perkataan Yesus di Matius 23:16, “Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta,” orang Farisi buta. Yesus mengatakan, Anda buta terhadap Allah. Anda bisa melihat secara fisik, namun secara rohani Anda buta terhadap Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kasus orang-orang ini menarik, meskipun mereka buta secara fisik, mereka malah memiliki pandangan rohani yang luar biasa terang. Secara fisik mereka tidak bisa melihat apapun, namun secara spiritual mereka dapat melihat dengan baik. Dan mereka akan dapat melihat jauh lebih baik lagi setelah Tuhan selesai dengan mereka, karena mereka dapat melihat secara fisik. Mengapa orang- orang buta secara spiritual? Mereka dibutakan dosa. Di Matius 6:23 dikatakan, “jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 4:4 mengatakan, “orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini.” Jadi Iblis telah membutakan mereka dua kali lipat. Dan mungkin Allah dapat membutakan mereka tiga kali lipat ketika Dia secara berdaulat membutakan mata, seperti dikatakan Yesaya 6, sebagai hukuman terhadap mereka yang tidak percaya. Jadi kita melihat banyak orang dibutakan dosa dan dibutakan lagi oleh Iblis dan dibutakan lagi oleh Allah sendiri. Dan di dalam kegelapan kebutaan rohani orang-orang ini datanglah Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat ketika Dia memberitahukan Dia sudah datang di Lukas 4:19, Dia datang untuk memberi penglihatan bagi orang-orang buta? Dan Dia bukan terutama membicarakan kebutaan fisik, malah Dia terutama membicarakan kebutaan rohani. Dia mengatakan di Yohanes 8:12, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Dia datang untuk memberi penglihatan spiritual kepada mata buta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kadang-kadang Dia memberi penglihatan fisik kepada mata buta. Dia melakukan itu untuk tiga alasan. Pertama, Dia menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias. Kedua, ini sebagian dari pratinjau waktu di surga. Dia memperlihatkan seperti apa keadaannya di dalam Kerajaan setelah semuanya dikembalikan dan ada keutuhan mulia dan penyembuhan di Kerajaan. Dan ketiga, ini semacam gambar atau lambang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap kali Dia menyembuhkan orang dari kebutaan fisik, Dia sebenarnya mengatakan itu hanya lambang dari apa yang Aku akan lakukan dengan jiwa Anda. Setiap kali Dia membuka telinga seseorang supaya mendengar suara, Dia sebenarnya menunjukkan bahwa itu persis apa yang Dia ingin melakukan dengan hati Anda supaya Anda dapat mendengar dan memahami Firman Allah. Dan setiap kali Dia membangkitkan seseorang dari kematian fisik, Dia mengatakan Aku sanggup memberi hidup kepada jiwa sama seperti Aku sanggup memberi kehidupan kepada tubuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu bagi Yesus mengampuni dosa sama saja dengan menyembuhkan seseorang. Dan ketika orang menanyakan pertanyaan itu, Dia menjawab, “Apakah bedanya? Aku memperlihatkan kepada kalian kuasa mutlak Aku atas dunia fisik dan semua hukum alam dan Saya juga berkuasa dan mengontrol dunia spiritual dan semua hukum supranatural.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam kasus kedua orang buta ini, inilah bukti Dia adalah Mesias. Dan Anda telah diberi pratinjau surga. Dan Anda diberi gambaran indah dari apa yang Dia dapat melakukan kepada hati orang. Dan Anda diberi realitas, setelah kejadian ini kedua orang buta dapat melihat dan memiliki jiwa yang diselamatkan. Mereka dapat melihat secara fisik dan secara spiritual. Dan mereka menunjukkan kepada kita tidak peduli betapa sibuknya Tuhan kita, hati-Nya yang penuh belas kasihan itu selalu merangkul mereka yang berseru meminta pertolongan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat keadaannya di ayat 29. Kisah ini sederhana sekali dan keadaannya sederhana. “Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia.” Yesus telah menyelesaikan pelayan-Nya di Galilea. Dia juga telah menyelesaikan pelayanan- Nya di Parea, daerah sebelah timur Yordan, yang berlangsung beberapa minggu disana dan sekarang Dia menuju ke Yerusalem. Jadi Dia perlu menyebrang sungai Yordan sekali lagi menuju ke arah barat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang ini Yesus sudah siap untuk berangkat. Dia tidur malam itu dan sekarang Dia mulai pergi ke Yerusalem. Dia harus pergi ke Perayaan Pelewatan. Jadi kita mulai lagi di ayat 30, “Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Nah di ayat 29 dikatakan, “Ketika keluar dari Yerikho” hal ini terjadi. Markus mengatakan dalam bagian firmannya yang komparatif, “waktu mereka meninggalkan Yerikho.” Namun Lukas 18:35 mengatakan, “Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ini kesalahan alkitabiah? Dua injil mengatakan Dia pergi dan satu injil mengatakan Dia hampir tiba. Menurut John McArthur Yesus bersama orang banyak berjalan dan ketika mereka tiba di gerbang kota, tiba-tiba mereka mendengar seruan kedua orang buta ini dan saat itu Dia kembali ke kota untuk bertemu dengan mereka. Perhatikanlah bahwa setiap penulis Injil tidak membandingkan diri dengan apa yang ditulis orang lain, mereka tidak mengutip sumber asing yang sama. Mereka menulis dari isi hati mereka dibawah inspirasi Roh Kudus. Dan tetap saja semua itu masuk akal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, ayat 30 mengatakan, “Lihatlah,” (tambahan pribadi yang harusnya ada) dan istilah teriakan itu bukan ditulis karena ada dua orang buta, sepertinya itu sesuatu yang aneh. Alasannya mereka menulis “lihatlah” itu adalah karena apa yang mereka katakan, “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Mereka memanggil Dia dengan memakai judul Mesias. Dua orang pengemis, kata Markus, yang sedang mengemis, kata Lukas, yang duduk dipainggir jalan, kata Matius, berseru keras judul Mesianik. Dari mana mereka mendapat informasi dan iman itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di saat ini kita dapatkan fakta lain lagi. Lukas hanya membicarakan satu dari dua orang buta itu, yang paling menonjol, namun tidak pernah mengatakan hanya ada satu orang. Nah Markus menerangkan hal ini lebih lanjut, dia memberikan kita nama salah satu dari mereka di Markus 10:46. Namanya Bartimeus, anak Timeus. Matius hanya ingin kita melihat keagungan Kristus. Lukas mementingkan hal yang sama, namun Markus menamakan orangnya. Jadi ketika orang membaca surat Markus, seolah-olah Markus mengatakan, “Tahukah Anda siapa salah satu dari kedua orang itu? Itulah temanmu Bartimeus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30 mengatakan, “Waktu mereka mendengar Yesus lewat, lalu mereka berseru: "kasihanilah kami!" Kemudian di akhir ayat 31, “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" “Berseru” itu disini berarti mereka berteriak, Ini digunakan di Perjanjian Baru ketika orang-orang yang kerasukan Setan berteriak di Markus 5. Itu juga digunakan ketika seorang ibu berteriak saat melahirkan bayi. Dan keputusasaan itu sangat kuat dan dramatis. Dan mereka berteriak, “Kasihanilah kami.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak mengatakan, “Tuhan kami telah diperlakukan dengan tidak adil, tolonglah membenarkan keadaan ini.” Mereka menyadari mereka membutuhkan belas kasihan. “Kasihanilah kami. Lihatlah keadaan parah kami.” Ada semacam kerendahan hati yang tulen dalam hal itu. Mereka berseru dengan keinginan keras untuk disembuhkan, namun mereka tidak menuntut dan mereka tidak mengklaim mereka layak. Dan mereka juga bertekun. Ayat 31, “Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru!" Dunia ini selalu mencoba untuk menghalang orang-orang bertemu dengan Yesus, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keadaannya tidak berubah sekarang. Orang-orang benci melihat pengemis dan jika Anda pernah ke dareah dunia dimana ada banyak pengemis, ada kemungkinan besar kitapun tidak peduli dan mereka memang sering menghalang. Namun hati mereka berada di tempat yang benar. “Kasihanilah kami.” Mereka menyadari kebutuhan mereka sangat besar. Dan mereka tahu mereka tidak layak. Mereka berbeda sekali dari orang Farisi yang tidak mencari belas kasihan karena mereka percaya berdasarkan jasa, mereka sudah memiliki hak untuk segala sesuatu. Dan memang mereka bertekun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada hal ketiga yang menunjukkan bahwa persepsi mereka benar. Meskipun mereka buta secara fisik, mereka dapat melihat secara spiritual karena mereka berteriak, “Tuhan, Anak Daud,” yang adalah judul Mesias. Karena dikatakan di Matius 1:1, “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”Itu adalah istilah Yahudi paling umum bagi raja yang akan datang. Mereka percaya bahwa Dia adalah Mesias. Mereka tidak ragu-ragu bahwa inilah satu-satunya kesempatan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memangnya Dia adalah Anak Daud. Ketika terjadi kelahiran Yesus Kristus di Lukas 1:32 kita baca, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama- lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Dan mereka memanggil- Nya nama yang sama di Matius 21:9 ketika Ia masuk ke Yerusalem pada Minggu Palem itu, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda telah datang kepada titik iman terbesar yang mungkin, Tuhan akan menemukan Anda pada titik iman itu dan membawa Anda seluruh jalan sampai kepada penyelamatan. Dan itulah yang Dia lakukan dengan kedua orang buta ini. Jadi kita melihat masalah sedih mereka, permintaan dari hati mereka, ketekunan mereka dan persepsi mereka yang benar. Ayat 32, “Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia berhenti, dan Dia memberhentikan semua orang-orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada kejadian besar dimana Dia melakukan tiga hal, Dia memberi bukti Mesias lagi, Dia memberikan pratinjau surga dan gambaran yang indah dari apa yang Dia dapat melakukan bagi hati. Disini tibalah waktunya untuk menunjukkan siapakah Dia sebenarnya lagi, namun lebih dari itu, itulah waktunya Dia memperlihatkan belas kasihan yang lembut terhadap dua orang yang sangat memerlukannya. Dan Dia memanggil mereka. Bagaimana caranya Dia memanggil mereka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam surat Markus kelihatannya seperti Dia memanggil mereka dengan orang suruhan. Ada orang yang lari ke mereka yang berada dekat pintu gerbang. Dan dia lari kembali dan Markus 10:49 mengatakan, “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Dan di Markus 10:50 dikatakan, “Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.” Mungkin dia pikir dia akan kembali setelah dia dapat melihat untuk mencarinya kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini dilakukan untuk menimbulkan harapan yang lebih besar lagi dari hati mereka, ini dilakukan untuk menegaskan kepada orang-orang khususnya apa yang Dia sedang lakukan. Dan jawaban mereka adalah suatu permohonan sederhana di ayat 33, “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Mereka mengaku bahwa mereka buta, dan itu harus benar-benar di jelaskan. Dan itu membawa kepada hak istimewa supranatural, ayat 34, “Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disini dikatakan bahwa Yesus tergerak belas kasihan. Itulah benar pesan utama, Dia merasakan kebutuhan mereka. Dia merasa sedih untuk mereka. Begitu besar rasa lembut hati di dalam Dia. Dia menjamahmata mereka. Dan doktor Lukas menambahkan di Lukas 18:42, “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan langsung semua hukum alam disingkirkan dan sama seperti Allah menciptakan sesuatu dari nol, Kristus menciptakan mata yang dapat melihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah Yesus menggunakan banyak metode. Kadang Dia menyentuh, kadang tidak. Kadang-kadang mereka menyentuh Dia. Ada kalanya Dia berbicara, ada kalanya Dia hanya memikir dan mereka sembuh. Kadang-kadang Dia memasukkan jari ke telinga, kadang Dia memakai tanah liat, kadang dia memakai ludah. Dia menyembuhkan menggunakan banyak sekali cara yang berbeda-beda. Namun penyembuhan-Nya selalu total, lengkap dan lansung yang tidak bisa dijelaskan secara alami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada titik terakhir. Keadaan mereka sedih, mereka sangat bertekun, persepsi mereka tepat, keinginan mereka sederhana, dan mereka diberi hak istimewa supranatural dan mereka mengikuti dengan rendah hati. Akhir ayat 34 mengatakan, “mereka mengikuti Dia.” Ini pernyataan kecil namun juga pernyataan indah. Di Markus 10, “kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Jadi mereka pergi kemana? Jalan mereka adalah jalan Dia sejak saat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak perlu ada iman di catatan Perjanjian Baru untuk disembuhkan. Banyak orang di Perjanjian Baru disembuhkan yang tidak beriman, namun tidak ada seorangpun yang diselamatkan tanpa iman. Jadi ketika Yesus mengatakan, “imanmu telah menyelamatkan engkau,” itu persis apa yang Dia maksud. Mereka benar-benar diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan lain mengapa orang-orang ini benar memiliki hidup yang ditransformasikan. Disitu dikatakan, mereka mengikuti Dia. Mungkin orang mengatakan, “Ah mereka hanya mengikuti-Nya ke Yerusalem.” Namun dikatakan di Lukas 18:43, mereka “mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.” Saya harap Anda terpengaruh belas kasihan Yesus. Dan jika Anda pernah berseru kepada-Nya, Dia akan merubah Anda untuk melihat secara rohani. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Aug 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140810</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000AF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bukan cara itu untuk menjadi Besar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+20:20-25" target="_blank" class="imCssLink">Matius 20:20-25</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 20:20-25, “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan- Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan- Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." 24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa- bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup di dalam generasi yang sombong dan egois. Orang-orang mementingkan kebanggaan sebagai suatu kebajikan. Namun masyarakat bergantung kepada hubungan; hubungan yang berarti, yang tidak berhenti dan yang mendukung. Jadi pada saat orang-orang hanya mementingkan diri mereka, dengan sendirinya itu mengakibatkan semua hubungan akan hancur. Semua hubungan sosial mengalami stress karena semua orang hanya mementingkan hak mereka sendiri, semua hanya mementingkan diri, egois dan bangga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang Kristen yang memikir bahwa rencana Allah adalah supaya kita semua sehat, kaya, senang, puas, dipenuhi dan sebagainya. Kita tidak tahu banyak tentang pengorbanan. Kita tahu sedikit sekali tentang kesakitan penderitaan. Kita semua hanya ingin menghilangkan semua itu supaya kita bisa dapatkan pemenuhan diri. Kita hanya memikirkan kesenangan, kenyamanan, liburan, jalan-jalan untuk mendapatkan perasaan puas diri yang kita dapatkan saat kita memenuhi apa yang kita percaya adalah kebutuhan dalam kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita sama sekali lupa seluruh ajaran kerendahan diri. Dulu di dalam gereja dimana ada banyak orang yang mengajar dan berkhotbah tentang kerendahan hati dan karena itu di dalam gereja ada semacam kepatahan hati. Pada waktu Reformasi atau pada waktu orang Puritan masih terdapat perasaan patah hati itu, perasaan penyesalan karena dosa. Masih ada kerendahan hati, kelemah-lembutan di dalam gereja yang memberikan gereja itu kuasa besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Alkitab sangat jelas mengenai kebanggaan, “hati yang sombong adalah dosa” dikatakan di Amsal 21:4. Amsal 16:5 mengatakan, “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan.” Amsal 8:13 mengatakan, “Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan, kesombongan dan kecongkakan. Bahkan kesombongan di Roma 1:30 adalah tanda manusia telah jatuh kedalam pikiran yang terkutuk. Di 1 Timotius 3:6 dikatakan, “jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.” 1 Yoh 2:16 mengatakan kebanggaan ini bagian dunia. Dan di 1 Tim 6:3-4 dikatakan itu milik guru-guru palsu. Jadi kesombongan adalah suatu kutukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Alkitab mengatakan di Yakobus 4:6 bahwa “Allah menentang orang yang congkak.” Di Yesaya 23:9 dikatakan bahwa Dia mematahkan kesombongan. Di Mazmur 31:23 dikatakan bahwa “orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.” Di Keluaran 18:11, orang-orang yang bertindak angkuh akan dikalahkan. Mazmur 18:27 mengatakan mereka akan direndahkan. Daniel 4:37 mengatakan mereka yang berlaku congkak akan direndahkan. Lukas 1:51 mengatakan Dia akan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya. Maleakhi 4:1 mengatakan mereka akan dihukum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disisi lain, kerendahan hati adalah kebajikan di dalam Alkitab dan ditinggikan sebagai kebajikan. Mikha 6:8 mengatakan, “Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai belas kasihan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" Mazmur 138:6 mengatakan, “Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina.” Di Mazmur 10:17, “Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya Tuhan.” Berkali-kali kita dapat melihat puluhan Firman dimana Allah meninggikan kerendahan hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus ingat satu ayat kunci, Amsal 15:33, “kerendahan hati mendahului kehormatan.” Orang-orang yang diangkat Tuhan adalah mereka yang rendah hati. Karena itu Kolose 3:12 mengatakan, “kenakanlah kerendahan hati.” 1 Petrus 5:5 mengatakan untuk merendahkan diri terhadap orang lain. Efesus 4:2 mengatakan, “hendaklah kamu selalu rendah hati.” Jadi jika kita ingin kehormatan dan kemuliaan dari Allah, datangnya melalui kerendahan hati. Nah ini berlawanan dengan filsafat duniawi yang selalu meninggikan kebanggaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ajaran kehormatan melalui kerendahan hati dan kemuliaan melalui penderitaan, kita semua perlu belajar dan para murid harus belajar hal itu juga. Dan itu adalah intinya Matius 20:20-28. Murid-murid mementingkan promosi diri, kemuliaan diri, ingin menjadi orang spesial, untuk dikenal dan dihargai. Dan Tuhan perlu memperbaiki hal itu, dan memang Dia melakukan itu dibagian ini. Sayangnya ajaran-Nya jauh lebih baik daripada cara mereka belajar. Dan Dia perlu mengajarkan kembali hal itu beberapa hari kemudian di perjalanan ke Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa para murid pada dasarnya meninggalkan semuanya dan mengikuti Yesus. Dan mereka benar-benar melakukan itu. Namun mereka mengikuti-Nya dengan pengetahuan bahwa apa yang mereka tingggalkan akan dikembalikan berlebihan saat mereka masuk Kerajaan-Nya. Jadi ada unsur materi sisa dalam pikiran mereka dimana mereka sedang menunggukan waktunya Yesus mendirikan Kerajaan-Nya dan mengembalikan kepada mereka seratus kali lipat apa yang mereka pernah tinggalkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia baru selesai ayat 17-19 yang memberi penjelasan mengenai kematian-Nya. Sekarang di Matius 20 Dia menjelaskan lagi untuk ketiga kalinya bahwa Dia akan pergi ke Yerusalem untuk mati, untuk menderita. Dia berusaha untuk menyeimbang- kan pandangan mereka. Iya, ada Kerajaan, namun untuk masuk ke dalam Kerajaan perlu ada penderitaan. Kematian kemudian kemuliaan, kerendahan hati mendahului kehormatan seperti dikatakan di Amsal 15:33.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus telah mementingkan kerendahan hati di Matius 18:3 ketika Dia mengatakan, “sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Itulah tandanya pengikut Yesus Kristus yang sejati. Dan Dia ingin menyampaikan pesan itu kepada pemimpin kaya yang muda itu dengan mengatakan, “Datanglah kedalam Kerajaan-Ku, tinggalkanlah semua milikmu dan datanglah kepada-Ku tanpa apa-apa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang 2000 tahun kemudian, kita tetap menderita egoisme yang sama yang diderita para murid. Yesus membicarakan penderitaan dan yang mereka mikirkan hanya kemuliaan diri mereka. Keadaannya sama di masa kini, saudara-saudari, Yesus masih membicarakan penderitaan. Dia masih mengatakan, “Pikullah kayu salib Anda.” Dia masih mengatakan, jalan menuju kepada kemuliaan adalah melalui kerendahan hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus masih mengatakan berikanlah kehidupan Anda dalam pelayanan, tinggalkanlah semuanya di dalam dunia ini untuk melakukan keinginan Kristus, tidak peduli ongkosnya. Dan orang-orang masih tidak mengerti hal itu. Kita malah masih mendengar hal kesehatan dan kemakmuran yang menambahkan kasih diri orang- orang. Orang-orang juga sekarang melihat anugerah seperti makanan gratis, seperti ticket gratis ke gudang hal-hal ilahi dimana mereka boleh minta segalanya yang mereka ingini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, bahkan setelah Yesus mengajar hal itu di Matius 20, mereka sedang dalam pertemuan di ruangan atas dan Yudas sedang mengkhianati-Nya dan Yesus berkata di Matius 26, “sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku," dan mereka bertanya-tanya siapakah orangnya. Dan ditengah kejadian itu mereka masih bertengkar siapakah yang terbesar di dalam Kerajaan. Pada malam perayaan Pelewatan, di Perjamuan Kudus dimana Yesus menggambarkan kematian-Nya sendiri, mereka masih berdebat siapa akan menempatkan tempat duduk tertinggi di Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan itu yang diminta Allah dari kita. Dia memanggil kita untuk kerendahan hati. Bahkan 2 Timotius 2:12 mengatakan, “jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia.” Dan 1 Petrus 5:10 mengatakan Tuhan akan “akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Dan penderitaan di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan menjadi milik kita nanti. Jika kita menderita disini, kita akan dimuliakan disana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan John Calvin menulis, “Karena kita secara buta mengejar ke arah kasih diri kita semua memikir ada alasan baik untuk meninggikan diri dan memandang hina semua yang lain. Tidak ada pengobatan lain selain dari mencabut akar-akarnya hama-hama yang memuakkan, yaitu kasih diri dan menang sendiri, dan ini dilakukan Firman. Karena kita diajarkan untuk mengingat bahwa anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita bukan milik kita tetapi hadiah gratis dan mereka yang melupakan hal itu memperlihatkan rasa tidak berterimakasih mereka,” akhir kutipan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita perlu menguji kembali ide bahwa kerendahan hati adalah jalan kepada kemuliaan. Marilah kita perhatikan teks kita. Ada dua ajaran yang diberikan, bagaimana kita tidak dapat menjadi besar di ayat 20 sampai 25; dan bagaimana menjadi besar di ayat 26 sampai 28. Marilah kita pelajari yang pertama malam ini. Ada empat cara duniawi untuk menjadi besar yang dibicarakan, dua contoh dan dua ajaran dari Tuhan kita. Dan manusia memakai cara itu untuk menjadi besar namun cara itu tidak dapat digunakan di dalam Kerajaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, memakai kuasa politik. Nah dunia mengajarkan kepada kita jika Anda mau maju itu semua bergantung kepada siapakah Anda mengenal, benar? Jadi Anda memanipulasi orang dan keadaan untuk mencari jalan masuk dengan mereka yang Anda tahu akan menarik Anda ikut maju keatas. Marilah kita melihat permainan kuasa politik di ayat 20, “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak- anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada- Nya.” Nah hal itu menakjubkan karena itu datang baru-baru setelah Yesus membicarakan kematian-Nya yang akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ngomong-ngomong, Markus 10 adalah teks bandingan yang membicarakan kejadian yang sama di ayat-ayat 35 sampai 41 dan disitu ibunya bahkan tidak disebut. Disitu Yakobus dan Yohanes yang memintanya. Jadi janganlah kita pikir bahwa itu pikiran ibunya sendiri, atau mereka hanya ikut-ikutan saja. Mereka datang bertiga. Fokus Matius adalah kepada ibu. Markus benar-benar berfokus kepada Yakobus dan Yohanes. Pokoknya permintaan itu datang dari ketiga-tiganya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka datang. Dan Yesus mengatakan di ayat 21, “Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Mereka meningingkan tempat duduk utama di dalam Kerajaan. Mereka mencari kemuliaan diri, kehormatan dan penghargaan. Jika Anda memikir Yakobus dan Yohanes tidak berani, bacalah Markus 3:17 dimana disebut bahwa nama mereka adalah “Anak-anak guruh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka datang kepada Yesus dengan menggunakan hubungan keluarga. Ketika Markus menggambarkan penyaliban Yesus dia menyebut nama ibu anak-anak Zebedeus. Matius hanya memanggil dia ibu anak-anak Zebedeus. Namun Markus memberikan namanya, Salome. Dan Yohanes mengatakan bahwa dia adalah adiknya ibu Yesus. Jadi ibu anak-anak Zebedeus adalah adik perempuan Maria ibu Yesus. Nah sekarang Anda mengerti hubungan politik ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka mau menggunakan fakta bahwa mereka adalah sepupu-Nya sebagai dorongan khusus. Dan Markus 10 mengatakan ibu ini tidak mau memberi tahu apakah keinginannya. Ibu ini ingin supaya Yesus janji sebelum dia memberitahu permintaannya. Itu seperti kanak-kanak, dan itu juga menunjukkan ambisi besar. Mereka begitu menginginkannya sehingga mereka ingin memaksa Kristus melakukan sesuatu yang mereka pikir seandainya Dia tahu Dia tidak akan melakukan itu. Mereka masih belum menyadari bahwa Dia memang mahatahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu ada keinginan untuk egoisme, bahkan masih ada didalam Kekristenan. Namun Tuhan kita menolak main kuasa politik. Bukan itu caranya mendapatkan tempat pemberkatan dan kehormatan di dalam Kerajaan. Di ayat 22, “Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta." Tempat-tempat tertinggi telah di pesan mereka yang telah mengalami penderitaan yang terbesar. Ketika kita menderita dan dianiaya untuk pemberitaan Injil, kita menabung warisan kemuliaan yang lebih besar dalam kekekalan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita belajar di bagian pertama Matius 20 bahwa kita semua menerima hidup kekal sama rata. Namun, entah bagaimana, secara misterius, meskipun kita semua mewarisi kesempurnaan serupa dengan Kristus untuk selamanya, semua yang percaya tidak peduli kehidupan kita seperti apa, masih ada ditambah itu kemuliaan yang diberi mereka yang telah menderita paling banyak untuk Kristus dalam kehidupan ini. Saya tidak tahu caranya Allah melaraskan semua itu, namun itulah pekerjaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22 meneruskan, “Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum? Nah cawan itu adalah lambang Perjanjian Lama yang berarti mengambil seluruhnya yang ada, meminumnya sampai habis. Tuhan kita berkata, apakah Anda dapat menderita sebanyak Aku menderita, untuk meminum seluruh cawan sampai habis? Yesaya membicarakan cawan murka Allah. Kristus menamakan itu di Matius 26:29, cawan penderitaan yang pahit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan begitulah caranya Allah memberi keseimbangan. Dan karena Kristus menderita paling banyak, Dia dimuliakan paling banyak. Dan siapa yang paling menderita berikutnya akan paling dimuliakan berikutnya Dia. Jadi beratnya kemuliaan kekal bergantung kepada penderitaan. Jadi jika Anda menginginkan tempat kemuliaan kekal dimana Anda dapat meninggikan Tuhan Yesus Kristus selamanya di hadirat- Nya, sambil duduk secara unik disamping-Nya, itu tidak terdapat dengan permainan kuasa politik atau ambisi besar, namun dengan kerendahan hati dan penderitaan dan menyangkal diri dan mengorbankan diri demi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kedua murid tidak mengerti. Pada akhir ayat 22, “Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Itu percaya diri keterlaluan. Ada banyak orang yang menerima tugas dan berpikir mereka sanggup melakukan itu. Dan begitupun keadaannya dalam dimensi kerohanian. Itu seperti Petrus yang mengatakan di Matius 26:33, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." Dan kita semua tahu apa yang terjadi. Sebelum ayam berkokok, dia sudah menyangkal Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di ayat 23, Juruselamat yang baik menjawab mereka dengan cara lemah lembut. Dia mengatakan, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Anda akan menyicipi hal itu. Anda tidak akan minum seluruh cawan itu namun Anda akan merasakannya. Dan Yesus memberitakan kebenaran kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus setia, benar? Kisah Para Rasul mengatakan bahwa dia adalah martir pertama yang mati. Dan Yohanes setia juga, dia adalah martir hidup pertama, dibuang ke pulau Patmos sampai dia mati. Mereka meminum cawannya. Mereka tidak meminum seluruhnya seperti dilakukan Yesus, namun mereka menyicipi cawan yang sama. Mereka mengetahui persekutuan penderitaan-Nya, namun tidak keseluruhannya. Mereka berubah oleh karena kuasa Roh Kudus. Tahukah Anda, bahwa mereka tidak sanggup menangani hal itu kecuali setelah kedatangan Roh yang mengisi mereka dengan kekuatan rohani internal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mementingkan kesadrahan-Nya kepada Allah Bapa. Dialah yang memberikan hadiah. Dialah yang memberikan kemuliaan terakhir dan itu keputusan Dia kepada siapa Dia akan mempersiapkan tempat itu. Ayat 24 memberikan kita wawasan yang menarik, “Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.” Iya, mereka tidak lebih spiritual, mereka marah karena kedua orang itu meminta hal itu sebelum mereka sempat. Bacalah Lukas 22:24-27, mereka semua bertengkar siapakah akan menjadi yang terbesar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan demikian Tuhan mengajarkan mereka pelajaran yang lain. Lihat ayat 25, “Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah- pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar- pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.” Inilah jalan duniawi. Kita telah menyaksikan hal itu semua. Mereka datang dan menghilang dan mereka terus menerus datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin memerintah orang lain. Dengan cara itu mereka mendapatkan kebesaran mereka. Pemimpin macam itu sering terdapat di banyak tempat. Ini terjadi juga di dalam gereja. Namun jika Anda mau menjadi besar di mata Tuhan kata-Nya, jangan mengunakan kemampuan natural, sifat hati natural untuk memanipulasi dan menggerakkan orang kesana kesini. Janganlah berbuat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda ingin menjadi besar, pelajarilah ajaran yang diajarkan Yesus di ayat 22. Kemuliaan didahului kerendahan hati, sebelum Anda mengenal mahkota, Anda harus minum cawan itu. Untuk ditinggikan kita harus merendahkan diri. Ini bukan yang kita harus cari. Kita harus ingin untuk mengenal Allah dan berjalan dengan rendah hati bersama Dia dan itu memungkinkan Allah untuk meninggikan Anda. Itulah cara-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Jul 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140720</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penderitaan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B1"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+20:17-19" target="_blank" class="imCssLink">Matius 20:17-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita kembali malam ini ke Matius 20:17-19, “Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. 19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa- bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jelas sekali apa yang dikatakan Yesus. Inilah nubuatan ketiga dari Tuhan kita mengenai kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Yang pertama Dia berikan kepada murid-murid-Nya di Matius 16:21. Yang kedua Dia berikan kepada mereka di Matius 17:22-23. Dan ini adalah nubuatan yang ketiga dan terakhir. Yang kedua menambahkan detail dan yang ketiga menambahkan detail kepada yang kedua. Ini merupakan nubuatan paling lengkap untuk apa yang akan terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang mengerti iman Kristen menyadari bahwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah pusat segala wahyu alkitabiah. Dia bukan hanya mengatakan Dia akan mati dan bangkit. Dia bukan hanya mengatakan Ia akan disalibkan dan bangkit. Namun Dia menjelaskan secara terperinci bahwa Dia akan dikhianati dan Dia akan diserahkan kepada imam-imam dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menghukum-Nya sampai mati, lalu menyerahkan-Nya kepada orang-orang non-Yahudi dimana Dia akan dipermainkan, disesah dan akhirnya disalibkan. Kemudian Dia akan bangkit dari antara orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tema nubuatan khusus dari Tuhan kita ini adalah penderitaan-Nya. Beberapa penolak kebenaran telah mencoba untuk menempatkan Yesus Kristus ke dalam kategori manusia biasa total. Ada beberapa orang yang lebih dermawan dan mengatakan Dia adalah individu yang bermaksud baik, mengasihi, lemah-lembut dan damai yang entah bagaimana terjebak di dunia yang berseteru ini dan secara tidak sengaja disalibkan. Orang lain mengatakan Dia adalah calon penakluk gadungan yang mencoba semacam kudeta namun Dia sendiri menjadi korban revolusi Dia sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi mereka semua salah. Penderitaan Yesus Kristus bukan suatu hal kebetulan, ini bukan suatu kesalahan hitung dan mereka tidak merupakan suatu kejutan bagi-Nya. Yesus disini memberikan detail demi detail tepat dan persis apa yang akan terjadi kepada-Nya. Bahkan, perkataan pertama yang tercatat dari mulut Tuhan Yesus adalah, “Aku harus melakukan pekerjaan Bapa-Ku,” dan perkataan terakhir adalah, “Sudah selesai.” Dan Dia menyelesaikannya di waktu Dia mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus ingin supaya para murid mengerti hal ini. Mereka setuju sekali dengan kemuliaan Mesias, nubuatan itu rupanya mereka mengerti benar. Yang mereka tidak mengerti adalah penderitaan Mesias, Dan janganlah kita mengritik mereka terlalu banyak karena orang Yahudi sekarang dengan segala pengetahuan mereka masih tidak mengerti hal itu. Tahukah Anda bahwa murid-murid mengharapkan singa, mereka tidak tahu mereka memerlukan domba.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat bagian firman ini untuk mempertimbangkan beberapa hal dari apa yang Dia katakan. Pertama, rencana penderitaan. Ayat 17, “Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem.” Melihat caranya Dia berbicara kita tahu keinginan Dia jelas. Mungkin mereka terkejut dan mungkin ini tidak diinginkan, namun kita akan pergi ke Yerusalem. Ada ketegasan dan keyakinan dalam pernyataan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perhatikanlah dikatakan, “sedang menuju ke Yerusalem.” Mereka sudah berjalan ke arah itu. Dan ketika naik, benar-benar naik. Yerikho kira-kira 1000 kaki dibawah permukaan laut, Yerusalem lebih dari 5000 kaki diatas permukaan laut dan dengan garis lurus mereka terpisah 24 kilometer. Itu sangat curam dan karena itu Alkitab mengatakan mereka sedang naik. Dan mereka tidak sendirian. Matius 20:29 mengatakan “orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena inilah waktu Pelewatan mereka tertarik karena memang biasanya inilah waktunya mereka diperjalanan itu dan sekarang mereka bersama-sama dengan Yesus yang mengerjakan banyak mujizat, guru yang luar biasa dan penyembuh. Jadi sekarang Dia dikelilingi banyak orang ketika Dia menuju ke Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Markus 10:32 memberikan kita kisah parallel, dan Markus mengatakan mereka merasa cemas dan takut karena mereka tahu sifat bermusuhan imam-imam kepala Yerusalem dan ahli-ahli Taurat. Mereka sudah berkali-kali bentrok dengan orang-orang Farisi. Dan mereka tidak mengerti mengapa harus pergi ke Yerusalem. Jadi mereka merasa bingung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan banyak diantara murid-murid sudah tidak lagi mengharapkan ada Kerajaan langsung, setidaknya secara emosional jika tidak secara intelektual. Yang mereka hanya dapat melihat adalah mereka akan langsung masuk kesitu dan kemudian meninggal. Bahkan di Yohanes 11:16, ketika Yesus mengatakan kita akan pergi ke Yerusalem atau Betany yang dekat disitu, Tomas yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Markus mengatakan kepada kita bahwa Yesus berjalan di depan mereka dan mereka mengikuti dari belakang. Dia seperti pemimpin yang memimpin bawahannya ke dalam pertempuran sementara menempatkan dirinya dalam posisi yang paling berbahaya dan rentan. Yesus teguh dalam bergerak maju kepada kematian-Nya sendiri atas nama murid-murid ini dan mereka takut dan kagum, berjalan pelan-pelan di belakang-Nya, merasa baik mengantisipasi Kerajaan dengan rasa takut kematian dan perasaan tidak tahu apa yang harus diharapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas di bagian paralel Lukas 18:31 mengatakan, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.” Jadi Yesus mengatakan kita harus pergi karena itulah recana nubuatan. Ini tidak kebetulan. Ini sudah diramalkan banyak nabi-nabi. Dan orang-orang yang menuduh Yesus adalah seorang patriot tertipu atau seorang pendamai yang bermaksud baik yang revolusinya gagal, bukan saja mereka tidak mengerti Yesus namun mereka juga tidak mengerti Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah puncak rencana penebusan Allah. Dan Anda dapat melihat kembali di Perjanjian Lama dan Anda dapat menemukan bagian firman atas bagian firman yang menubuatkan semua faktor-faktor kehidupan Yesus Kristus. Zakharia 9:9 mengatakan bahwa Dia akan masuk ke Yerusalem. Mazmur 2 mengatakan bahwa Dia akan mengalami kerusuhan dan kemarahan musuh-musuh-Nya. Zakharia 11:12 mengatakan bahwa Dia akan dikhianati 30 uang perak. Mazmur 22:16 mengatakan bahwa Dia akan ditusuk di kayu salib.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluaran 12:46 mengatakan bahwa satu tulangpun tidak akan dipatahkan, juga di Mazmur 34:20. Mazmur 22:18 mengatakan bahwa pakaian-Nya akan dibagi-bagi dengan membuang undi. Mazmur 69:21 mengatakan bahwa Dia akan diberi minuman anggur asam. Mazmur 22:2 mengatakan Dia akan berseru-seru karena kesakitan. Zakharia 12:10 mengatakan Dia akan ditikam. Dan Mazmur 16:10 mengatakan bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati. Mazmur 110:1 bahkan mengatakan Dia naik ke surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal itu menjadi bagian nabi-nabi Perjanjian Lama. Dan jika Anda ingin penjelasan rinci dari penyaliban Yesus Kristus, bacalah nubuatan Mazmur 22, Yesaya 53 dan Zakharia dan Anda akan menemukan gambaran mendetail dari kematian Tuhan kita di kayu salib. Jadi waktu Dia sedang menuju ke Yerusalem, Dia jadwalnya tepat, sasaran-Nya tepat, rencana-Nya tepat, tanpa ada perubahan sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian Yesus Kristus adalah kejadian utama di dalam sejarah dan kejadian utama di Alkitab. Ini benar-benar terlihat dari, pertama, di Kejadian 3 karena dosa Adam dan Hawa. Dan langsung setelah mereka berdosa, mereka merasa terpisah dari Allah. Mereka langsung menyadari bahwa mereka telanjang. Dan Allah datang dan memberi mereka pakaian dari kulit binatang, jadi harus ada kematian. Jadi dengan demikian ada binatang yang dibunuh untuk membikin pakaian bagi mereka. Perjanjian Lama mengajarkan bahwa perasaan bersalah dan perpisahan akan ditutupi pengorbanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengorbanan adalah satu-satunya jalan untuk menangani perasaan bersalah dan perpisahan dari Allah. Ini mulai menggerakkan kebenaran yang menuntut ada Domba Pelewatan terakhir. Di Kejadian 22 unsur kedua dari kebenaran pengorbanan diajarkan. Allah memberikan Abraham anak lelaki bernama Ishak yang didalamnya tinggal semua harapan. Dia adalah benih yang daripadanya akan datang generasi orang yang jumlahnya seperti pasir di lautan dan seperti bintang- bintang di langit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu Allah datang ke Abraham dan mengatakan, “Aku ingin Anda membunuh anak lelaki Anda,” kita bisa melihat pembunuhan semua hal yang telah dijanjikan dan direncanakan Allah. Namun Abraham setia dan dia berkomitmen untuk melakukan perintah Allah jadi dia membungkus sekelompok kayu di punggung Ishak dan mereka mulai berjalan ke gunung pengorbanan yang dikenal sebagai gunung Moria. Mereka sampai dan Ishak diikat diatas mezbah yang sudah dipersiapkan dan dia angkat pisau untuk membunuh anaknya yang tercinta. Pada saat itu Allah memberhentikan tangannya dan menyediakan domba jantan di belukar dan dia mempersembahkan domba jantan itu dan Allah menyelamatkan anaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menurut Ibrani 11 yang menopang Abraham dan menyebabkan Abraham rela melakukan itu adalah bahwa dia percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan Ishak dari antara orang mati. Dia begitu berkomitmen kepada Allah akan menepati janji-Nya sehingga dia berpikir seandainya Allah mengatakan bunuhlah anakmu. Maka Allah harus membangkitkannya dari orang mati untuk memenuhi janji-Nya sendiri. Dan dia percaya bahwa Allah selalu menepati janji-Nya. Tetapi Allah menahan tangannya dan menyediakan domba jantan. Jadi kebenaran penebusan kedua yang diajarkan di Kejadian adalah bahwa Allah akan menyediakan pengganti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat lebih banyak lagi dari rencana penebusan Allah yang diperkembang-kan, lihatlah Keluaran 12 dan kita diberikan prinsip ketiga berhubungan dengan korban penebusan. Allah mengatakan bahwa Dia akan mengirim malaikat kematian ke Mesir dan Dia akan membunuh anak tunggal setiap rumah. Jika ingin dilindungi, maka Anda harus mengorbankan satu domba tanpa cacat. Tempelkan darah kepada tiang dan ambang pintu, maka malaikat kematian akan melewati Anda. Dengan kata lain, Anda akan dibebaskan dari penghakiman jika Anda membuat pengorbanan darah yang murni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita pergi dari situ kepada pengembaraan Israel di padang gurun Sinai. Allah telah memberikan hukum Taurat. Kemudian Allah mulai menjelaskan melalui Musa semua unsur yang kompleks dan rumit dari sistem pengorbanan sehingga pengorbanan bagi mereka menjadi cara hidup mereka. Setiap hari, setiap perayaan nasional, setiap perbuatan persembahan, setiap pendekatan kepada Allah, setiap hari setiap tahun adalah berdasarkan pengorbanan. Jadi pengorbanan menjadi cara hidup mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita menyatukan semua itu. Dari Adam dan Hawa kita belajar bahwa pengorbanan menutupi perasaan bersalah karena dosa. Dari Abraham kita belajar bahwa pengorbanan itu juga dibayar dengan pengganti yang disediakan Allah. Dari perayaan Pelewatan kita belajar bahwa korban itu harus tanpa cacat. Dan akhirnya dari pengorbanan dalam hukum kita belajar betapa pentingnya pengorbanan itu dalam kehidupan menyembah. Tanpa pengorbanan tidak ada penyembahan kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah perlu menyediakan pengorbanan untuk menutupi dosa, melalui pengganti tanpa cacat, yang dapat menebus umat-Nya dan yang memberikan pengorbanan khusus yang dapat membuka jalan untuk menyembah selama-lamanya. Dan karena itu ketika Yesus mati di kayu salib, tabir bait Suci terbelah dua dan sistem penyembahan sudah habis karena Yesus menjadi satu korban terakhir yang membuka jalan untuk berhubungan dengan Allah supaya kita dapat menyembah mulai dari saat itu tanpa persembahan korban lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda melihat Perjanjian Lama, seluruh konsepnya adalah perlu ada pengorbanan. Jadi Tuhan kita mengatakan kita harus pergi ke Yerusalem. Murid- murid memikir kita akan pergi kesana karena ada perayaan Pelewatan, yang mereka tidak tahu adalah bahwa mereka kesana bersama dengan domba Pelewatan. Mereka memikirkan kerajaan, Yesus memikir pengorbanan. Mereka memikir kemuliaan dan Dia memikir penderitaan kemudian baru kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jadwal Yesus tepat. Dia mengatakan, khususnya di Yohanes dan paling sedikit di tujuh tempat lain bahwa Dia akan melakukan kehendak Bapa-Nya. Dan bahkan sesudah kebangkitan-Nya ketika Dia bertemu dengan murid-murid itu pada perjalanan ke Emaus, dikatakan di Lukas 24:26, “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Tentu Yesus memberikan mereka ajaran yang lebih baik daripada yang kita baru bahas, namun dasar ajaran itu sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak dapat memahami bahwa Dia harus menderita. 1 Petrus 11 mengatakan bahwa para nabi melihat apa yang mereka tulis dan mereka melihat dua hal, mereka melihat penderitaan dan kemuliaan yang datang sesudahnya. Dan jika Anda tidak melihat kedua hal itu, Anda tidak akan mengerti. Karena itu orang Yahudi bahkan sekarang juga tidak dapat mengerti Jesus sebagai Mesias karena yang mereka melihat hanya kemuliaan-Nya tanpa mengerti penderitaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menambahkan nubuatan-Nya sendiri kepada apa yang dikatakan para nabi Perjanjian Lama. Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menghukum Dia untuk mati, akan menyerahkan-Nya kepada orang-orang non-Yahudi untuk diejek, dicambuk dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit kembali. Yesus menubuatkan semua hal itu. Dan hanya Allah sanggup mencerita kisah sebelum itu terjadi, benar? Inilah Allah di dalam daging manusia, siapa lagi mengetahui semua itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan manusia biasa. Dia tahu berapa suami dimiliki wanita asing ini yang Dia belum pernah ketemu dan suami yang hidup bersamanya bukan suaminya. Dia tahu pembicaraan sebelum pembicaraan itu terjadi. Dia mengutus murid-murid-Nya untuk mendapatkan seekor keledai beban yang muda dan Dia katakan pembicaraan apa yang akan terjadi ketika mereka menanyakan pemiliknya untuk binatang itu, sebelum orang itu menanyakannya. Dia menubuatkan kehancuran Yerusalem di Matius 21. Maksudku, inilah Allah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sementara itu mereka mengolok-olok-Nya. Masih ingat mereka memberi sebatang buluh di tangan-nya, menaruh mahkota duri diatas kepala-Nya dan meludahi-Nya. Kemudian mereka memukul kepala-Nya. Mereka memukul punggung- Nya dengan tali kulit dimana ada potongan logam dan besi di ujungnya. Dan akhirnya mereka menyalibkan-Nya. Dan semua detail ada disitu dan tentu Dia bangkit dari antara orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mari kita melihat betapa besar penderitaan-Nya. Lihatlah Yesaya 53:2 yang mengatakan rupa-Nya tidak ada yang kita menginginkannya. Itu penderitaan penolakan. Kemudian ada penderitaan di ayat 4 dimana kesedihan dan penderitaan orang lain ditanggung. Kemudian ada kesakitan dari pengkhianatan dan penghinaan dan rasa bersalah yang tidak adil. Namun penderitaan yang paling besar adalah penderitaan jiwa dimana Allah sendiri menyerang dan menghukum-Nya, dimana Dia berteriak, “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, kita telah melihat rencana, nubuatan, dan betapa besarnya penderitaan dan sekarang mari kita melihat kuasa penderitaan pada akhir ayat 19, “dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Penderitaan bukan akhirnya. Seperti dikatakan di Mazmur 16:10, Allah tidak menyerahkan jiwa-Nya ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Yesus bangkit dari kuburan itu dan hidup sekarang ini juga dan itulah kuasa atas penderitaan-Nya. Berkatilah Allah untuk itu. Yesus mengalahkan kematian. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Jul 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140713</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yang Terakhir akan menjadi Yang Terdahulu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+19:30-20:16" target="_blank" class="imCssLink">Matius 19:30-20:16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu nabi terbesar Perjanjian Lama adalah Yehezkiel. Dan Yehezkiel berbicara dengan umat Allah yang berada di pengasingan Babel. Salah satu penekanannya adalah untuk mengingatkan mereka tentang dosa-dosa Yehuda yang menyebabkan 70 tahun pengasingan itu. Diantara dosa-dosa itu ada satu yang ditunjukkan dalam nubuatannya, Yehezkiel 18, dimana dua kali dalam bab itu dia mengatakan ini:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yehezkiel 18:25, “Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak adil! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak adil ataukah tindakanmu yang tidak adil?” Israel menuduh Allah katanya tidak adil. Dan Yehezkiel mengatakan, “Itulah salah satu dari dosa-dosa Anda. Anda mengatakan Allah itu tidak adil.” Dosa itu telah dilakukan banyak orang sering sekali, dimana ketika hal-hal di dalam hidup mereka tidak berjalan seperti mereka inginkan, mereka menuduh Allah itu tidak adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah inilah yang menjadi tema Matius 20. Dan Allah membela diri-Nya dari tuduhan ini beberapa kali di Firman-Nya. Paling sedikit enam kali Dia membela diri di Perjanjian Baru dari tuduhan itu dengan mengatakan Dia tidak membedakan orang. Dia memperlakukan semua orang sama. Bagi orang percaya untuk menuduh Allah tidak memperlakukan umat-Nya sama adalah dosa. Marilah kita mulai di ayat terakhir Matius 19 yang seharusnya menjadi ayat pertama Matius 20.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 19:30, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” Matius 20:1-16, “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. 3 Kira- kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. 4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. 5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? 7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. 8 Ketika hari malam, tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. 9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. 13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? 14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. 15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? 16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita lihat perumpamaan ini dikurung pernyataan yang sama, “orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” Kedua pernyataan itu menjelaskan apakah artinya perumpamaan ditengah itu. Ini semua tentang menjadi yang terakhir dan yang menjadi yang terdahulu. Nah dalam mempelajari bagian firman ini kita harus ingat empat hal. Pepatah itu sendiri, perumpamaan yang mengilustrasikan hal itu, maksudnya, kemudian beberapa prinsip.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pepatah itu. Inilah suatu kebenaran yang tak dapat disangkal dan rupanya Tuhan memciptakan pepatah ini dan sering menggunakannya. Lihatlah Lukas 13:30 dimana ada guna lain. Sekarang perumpamaan ini seperti teka-teki dan demikian juga pepatah itu. Ketika membaca pepatah itu mungkin Anda mengatakan, “Apakah artinya ini?” Dan dengan membaca perumpamaan ini teka-teki ini menjadi jelas dengan pengertian beberapa hal dasar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah satu-satunya cara bagi orang terakhir menjadi orang terdahulu adalah jika semua orang mencapai garis akhir pada saat yang sama, benar? Jika Anda yang terakhir, ya Anda yang terakhir. Namun jika Anda yang terakhir dan yang terdahulu dan jika Anda yang terdahulu dan yang terakhir, ini berarti kalian semua mencapai garis akhir pada saat yang sama. Jika ada sepuluh orang yang bertanding dan mereka semua yang pertama dan semua yang terakhir, itu berarti semua orang mencapai garis akhir pada saat yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah maksud perumpamaan itu. Ini menunjukkan bahwa semua orang akan selesai bersama. Allah tidak membedakan umatnya sendiri, Allah memperlakukan semua miliknya sama. Ayat 1, “Adapun hal Kerajaan Sorga.” Nah ingat lagi, ini lingkup keselamatan dimana Allah memerintah atas orang yang ditebus, dimana Allah memerintah melalui anugerah keselamatan. Jadi Dia mengilustrasikan bagaimana keadaannya diantara mereka yang telah selamat, diantara umat Allah di Kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keadaannya seperti seorang pemilik tanah yang pergi pagi-pagi sekali mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Keadaan itu sangat nyata bagi para pendengar Yahudi. Bahkan di daerah dataran subur, ladang gandum itu adalah perusahaan terbesar. Namun di lereng gunung yang terbanyak di Negara Israel, kebun anggur itu adalah properti yang paling berharga dan juga memerlukan jumlah tenaga kerja terbesar. Kecuraman lereng dimana pokok anggur itu bertumbuh paling baik sangat meningkatkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memelihara dan memanennya. Dan keadaan ini masih berlangsung sekarang di Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah hari kerja Yahudi mulai jam 6:00 pagi dan berakhir jam 18:00 sore. Hari kerja mereka 12 jam dan mereka melakukan itu enam hari. Jadi pada permulaan hari kerja pangjang itu, si pemilik keluar mencari pekerja untuk panennya. Tentu dia tidak memiliki cukup orang dengan pekerja-pekerja biasa untuk pekerjaan begitu berat untuk mengumpulkan semuanya cepat sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerja sewaan di Israel dulu adalah kelompok orang yang terendah di tangga sosial. Pada dasarnya mereka terampil. Mereka tidak ada keahlian dan mereka menganggur kecuali ada pekerjaan harian. Hidup bagi mereka terus terang agak putus asa dan berbahaya karena jika mereka tidak bekerja mereka tidak makan. Dan jika mereka tidak bekerja keluarga mereka juga tidak bisa makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau orang seperti itu tidak dibayar pada akhir hari dia bekerja itu ketidakadilan besar. Jadi perumpamaan ini adalah kisah nyata yang bisa terjadi di kota Yahudi mana saja pada waktu panen. Pekerja sewaan melakukan perkerjaan ini. Mereka berkumpul di satu daerah di pasar atau dekat pasar dan mereka tunggu kedatangan seseorang yang mau menyewa mereka. Begitulah keadaannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini pergi pagi-pagi sebelum jam 6:00 untuk mencari pekerja bagi kebun anggurnya. Dan ayat 2 mengatakan, “Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.” Nah sedinar bukan bayaran normal bagi sehari kerja. Itu lebih baik dari itu. Bahkan itu merupakan bayaran yang sangat murah hati. Itu bayaran normal bagi pekerja ahli atau seorang prajurit Romawi. Dan pemilik dan pekerja keduanya setuju akan upah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia menyuruh mereka ke kebun anggurnya jam 6:00 pagi untuk mulai bekerja. Kemudian di ayat 3 dia mengatakan, “Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.” Sekarang sudah jam 9:00 pagi dan ia menyadari sekarang bahwa dia memerlukan lebih banyak pekerja. Jadi dia kembali ke pasar karena dia memerlukan lebih banyak pekerja. Dan dia menemukan beberapa pekerja nganggur karena tidak ada orang yang membutuhkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 4, “Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.”Ini bukan waktunya untuk bernegosiasi, mereka girang ada pekerjaan. Iya, mereka tahu apa yang disetujui mereka yang datang duluan, jika mereka ada disitu dari permulaan. Mereka mau menerima apa saja yang orang murah hati ini akan memberi mereka. Mereka dipenuhi sukacita ada kemungkinan mereka akan digaji.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang sudah jam 12 siang dan orang ini memerlukan lebih banyak orang. Jadi ayat 5 mengatakan, “Kira-kira jam keenam (pukul dua belas) dan jam kesembilan (pukul tiga petang) ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.” Jadi prosesnya diulangi dan pasti ada orang yang benar gembira pada waktu akhir hari masih ada kesempatan untuk mendapat uang, karena hari itu sudah cepat melewati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 6-7, “Kira-kira jam kesebelas (pukul lima petang) ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?” 7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Kemudian ayat 8, “Ketika hari malam (sekarang jam 6:00 sore), tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka.” Sekarang berhentilah sebentar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini akan menurut persyaratan Perjanjian Lama, Imamat 19 dan Ulangan 24. Hari kerja berakhir. Dia memanggil pengurus yang mengatur pekerja-pekerja dan mengatakan, dapatkanlah mereka dengan urutan sesuai dengan Hukum Taurat dan kita akan bayar mereka “mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.”Jadi mulailah dengan pekerja yang hanya bekerja satu jam dan berikutnya bayar mereka yang bekerja lebih banyak sampai kepada mereka yang bekerja 12 jam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kita sampai kepada pepatah itu dan artinya. Yang pertama pergilah ke tempat terakhir dari baris dan yang terakhir mari maju untuk dibayar pertama. Disinilah pepatah dan perumpamaan bertemu. Jadi yang dibayar adalah mereka yang mulai jam 5:00 sore, kemudian dia membayar yang mulai jam 3:00 sore, dan mereka yang sudah bekerja enam jam yang mulai jam 12:00 siang, dan mereka yang sudah bekerja sembilan jam mulai dari jam 9:00 pagi. Dan kelompok yang terakhir yang mulai jam 6:00 pagi. Aturan normal yang kita suka menggunakan yaitu yang datang pertama, dilayani pertama tidaklah cara Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mengejutkan di ayat 9, “Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.” Wah, satu dinar sehari sudah luar biasa, apalagi satu dinar untuk satu jam bekerja, itu diluar pikiran. Dan semua orang yang datang pada waktu yang berbeda-beda semua dibayar sama. Kemurahan hati itu luar biasa. Nah mereka yang mulai pagi-pagi mulai memikir, “Apakah yang kita akan terima?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10, “Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.” Jadi ayat 11-12 mengatakan, “Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia menjawab seorang dari mereka, di ayat 13-14, “Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? 14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.” Masalah satu-satunya adalah iri hati. Ayat 15, “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kebaikan penuh kasih saya kepada orang lain menjengkelkan Anda? Dan kemudian Tuhan mengulangi lagi pepatah itu di ayat 16, “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” Semua orang menerima upah yang sama. Jadi sekarang Anda mengerti pepatah itu dan mengerti bagaimana perumpamaan itu mengilustrasikan hal itu. Apakah maknanya? Apakah pesan rohani disini? Apakah diajarkan disini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, perumpamaan ini adalah tentang Kerajaan. Ini bukan suatu kiasan. Ini ilustrasi sederhana untuk menjelaskan suatu ajaran rohani. Pemilik kebun itu adalah Allah. Kebun anggur itu adalah Kerajaan. Pekerja itu adalah orang percaya di Kerajaan. Hari kerja itu adalah waktu yang diberi kepada kita. Malam hari adalah waktu kekal ketika kita menerima upah kita. Upah itu adalah hidup kekal. Pengurus adalah Yesus Kristus yang diberi tugas untuk memberi upah kepada umat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang masuk kedalam Kerajaan Kristus untuk melayani-Nya tidak peduli berapa lamanya, tidak peduli betapa singkatnya, tidak peduli betapa kerasnya, tidak peduli betapa gampangnya keadaan lingkungan, semua pada akhirnya akan menerima upah sepenuhnya yang sama. Apakah upah itu? Hidup kekal, kemuliaan kekal dan serupa Kristus kekal. Mereka yang datang mula-mula kepada Allah akan menerima yang sama dengan yang datang pada akhirnya. Mereka yang datang pada saat terakhir akan menerima yang sama dengan yang datang duluan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hal yang sangat menguatkan. Kehidupan kita ini mungkin saja tidak adil, namun Allah tidak seperti itu. Dan hidup kekal tidak seperti itu juga. Setiap orang percaya tidak peduli kapan dia menjadi percaya atau pelayanan macam apa dilakukan atau seberapa lamanya akan menerima mahkota yang adalah kehidupan kekal yang dibicarakan di Yakobus 1:12 dan akan menerima mahkota kebenaran yang dibicarakan di 2 Timotius 4.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa indahnya untuk menyadari bahwa hidup kekal mulia yang sama akan diberikan kepada pencuri yang menyesal dan kepada para rasul yang setia. Hidup kekal yang sama akan diberikan kepada pendosa yang pada saat mau mati bertobat dari hidup penuh kejahatan untuk menerima Kristus dengan misionaris yang berada 50 tahun dihutan dalam kekurangan dan tenaga kerja sulit. Orang yang menerima Kristus saat mau mati setelah hidup penuh kejahatan akan menerima kekekalan mulia yang sama dengan seseorang yang melayani Kristus seumur hidup dan mati sebagai martir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat bahwa setelah Petrus berbicara waktu di Matius 19:27, Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Mereka mengatakan: kita telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Engkau. Maksud mereka, pastilah ada sesuatu yang lebih berharga bagi kita daripada orang-orang lain yang diinjili sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus menjawab dengan memperlihatkan kepada Petrus dan yang lain bahwa tidak peduli mereka telah meninggalkan semuanya untuk mengikuti Dia untuk waktu lama atau mereka datang kepada-Nya pada akhir hidup mereka, mereka semua akan menerima upah kekal yang sama. Mereka tahu itu Kerajaan. Sudah pasti mereka mengasihi Yesus dan percaya kepada-Nya dan terus mengikuti Dia. Namun mereka masih dangkal sekali dan sangat egois.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tentang realitas kehidupan kekal. Upah akan kita bicarakan nanti. Namun itu tidak berdasarkan waktu pelayanan dan juga bukan berdasarkan kesulitan pelayanan. Itu semua berdasarkan motivasi. Bagaimana kita tahu hal itu? 1 Korintus 4:5, “Tuhan akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan Allah semua sama, kita semua akan menerima hidup kekal. Pemungut cukai dan pelacur yang masuk pada akhir hidup mereka akan berdiri bersama misionaris dan martir yang memberikan keseluruhan mereka. Semua orang percaya akan diberi berkat kemuliaan yang sama. Kita semua akan tinggal di rumah Allah dan mewarisi seluruh warisan. Kita semua akan menjadi serupa Kristus. Betapa baiknya Allah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memulai keselamatan berdaulat. Yesus mengatakan di Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Allah menentukan persyaratan-Nya. Dan Allah terus menerus memanggil orang untuk masuk Kerajaan- Nya. Allah menebus mereka yang mau khususnya mereka yang tidak memiliki sumber daya. Semua orang yang datang ke kebun anggur bekerja. Tidak ada orang yang nganggur yang tidak bekerja. Dan apakah pekerjaan mereka? Penginjilan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Suatu prinsip lain adalah Allah memberikan kita jauh lebih banyak dari apa yang kita layak menerima. Ajarannya adalah hanya kerendahan hati dan perasaan tidak layak adalah sikap yang pantas. Tidak ada tempat untuk merasa iri hati. Sangat bodoh untuk mengatakan, “Saya harap ketika aku masuk surga aku akan memiliki lebih dari Anda.” Namun itulah yang dilakukan para murid Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian titik terakhir dan titik utama. Semua upah kekal adalah oleh karena anugerah. Panjangnya pelayanan dan kesulitan pelayanan tidak berpengaruh. Pekerjaan tidak relevan berhubungan dengan hidup kekal. Ada beberapa yang mengatakan, “Jadi bagaimana dengan mahkota-mahkotaku? Iya, Anda akan menerima mahkota yaitu kehidupan dan mahkota yaitu kebenaran dan mahkota yaitu yang tidak korup. Dan kebenaran adalah pada akhirnya semua ini memperlihatkan anugerah Allah yang besar itu. Dia dimuliakan oleh kemurahan hati-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Jul 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140706</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Mendapat Hidup Kekal]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+19:16-22" target="_blank" class="imCssLink">Matius 19:16-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita mempelajari Matius 19:16-22. Mungkin Anda telah mengalami dimana Anda membimbing seseorang kepada Kristus dan Anda melihat tidak ada perubahan dalam hidup mereka, tidak ada sesuatupun yang berubah dan mereka bahkan tidak mau pergi ke gereja, Mungkin Anda menanyakan diri mengapa ini terjadi. Allah akan memberikan Anda jawaban akan hal itu malam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 19:16-22, “Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau memanggil Aku baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah di ayat 16 bahwa orang muda ini menanyakan bagaimana caranya memperoleh hidup yang kekal. Istilah “hidup kekal” telah digunakan kira-kira 50 kali di dalam Firman dan adalah dasarnya semua pengabaran Injil. Dengan kata lain, kita ingin supaya manusia ingin kehidupan kekal itu, supaya mereka menerima kehidupan kekal. Bahkan Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini datanglah orang muda ini yang langsung maju kedepan dan menanyakan Yesus pertanyaan itu. Kebanyakan usaha kita dalam pengabaran Injil adalah untuk membawa seseorang kepada titik itu. Jika Anda dapat membawa orang itu kepada saat dia mengatakan, “Apakah saya harus perbuat untuk mewarisi hidup kekal,” yang hanya perlu ditambahkan adalah: percayalah, tanda tangan sebuah kartu, maju kedepan dan minta dibaptis. Dia berada dimana Anda ingin dia berada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang muda ini mengabaikan seluruh proses dari usaha normal sebelum ada pemberitaan injil. Seperti bagaimana Anda tahu ada Allah, bagaimana kita dapat percaya Alkitab dan seterusnya. Dia langsung maju dan bertanya kepada Yesus pertanyaan mengenai hidup kekal itu. Nah, pertanyaan itu telah muncul beberapa kali di Perjanjian Baru. Bukan saja dari orang muda ini, namun juga dari seorang pengacara dan juga sekelompok orang-orang di Yohanes 6.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelakuan Yesus sangat berbeda dari apa yang kita biasa mendengar. Namun kita sangat memerlukan kebenaran dari teks ini. Kita memiliki banyak cara pengabaran injil sekarang yang tidak sesuai Alkitab dengan keputusan orang-orang dan kemajuan orang kedepan dan saran untuk percaya saja. Dan itu membawa orang- orang kepada khayalan bahwa mereka selamat namun sebenarnya mereka tidak diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana caranya memperoleh hidup kekal? Nah, pertama-tama kita perlu tahu apa yang kita inginkan. Dia tahu dia tidak memiliki hal itu. Matius memberitakan bahwa dia masih muda di ayat 20 dan bahwa dia kaya di ayat 22. Dan di Lukas 18:18 dikatakan bahwa dia adalah seorang pemimpin. Kemungkinan besar dia adalah pemimpin sinagoga, seorang pemimpin agama Yahudi, yang taat, yang jujur berhubungan dengan Yudaisme, muda, kaya, terkenal dan berpengaruh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dilihat dari kebudayaan pada waktu itu, dari suasana agama di zaman itu, dia memiliki semuanya. Karena itulah di ayat 16, Matius mengatakan, “Coba lihat.” Itu menakjubkan bagi Matius bahwa orang ini datang dan mengaku bahwa dia tidak memiliki hidup kekal. Dia masih belum menemukan damai, sukacita dan harapan. Dia pada dasarnya datang karena dia merasa ada kebutuhan. Dia tidak tenang dan cemas. Dia merasa hidupnya tak terpenuhi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan bahwa kewarganegaraan kita di dalam Kerajaan memperoleh karakter ilahi dan kita tiba-tiba seakan-akan menjadi hidup bagi Allah dan kehidupan itu tidak pernah berakhir. Namun hidup kita juga memiliki kualitas keberadaan yang khusus, bukan saja kuantitas. Saya sekarang bisa menanggapi Allah. Sebelum saya diselamatkan saya mati dalam dosa, samasekali tidak responsif terhadap lingkungan Allah. Ketika saya menjadi orang Kristen, saya diberi kemampuan untuk menanggapi lingkungan Allah untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, orang kaya ini tahu keinginannya jadi dia merasakan kebutuhannya. Nah, banyak orang merasa mereka tidak membutuhkan kehidupan kekal. Mereka benar- benar tidak peduli menjadi hidup bagi Allah dan mereka sama sekali tidak tertarik. Dan boleh dibilang mereka tidak cukup putus asa. Orang ini bukan saja tahu keinginannya namun dia juga merasakan kebutuhannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, untuk memperoleh hidup kekal yang diperlukan juga adalah ketekunan dalam mencari. Nabi Yesaya dari Perjanjian Lama mengatakan di Yeremia 29:13, “Apabila Anda mencari Aku dengan segenap hati, Anda akan menemukan Aku.” Nah disini ada orang yang bertekun mencari. Anda berkata,”Bagaimana kita tahu hal itu?” Iya didalam bagian sejajar di Markus 10:17 dikatakan, “datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya.” Sekarang dia merendahkan diri. Dia serius, bermotivasi dan cemas. Dia tidak peduli kehilangan muka di depan banyak orang yang memikir dia sudah menjadi teladan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, untuk memperoleh hidup kekal dia datang kepada sumber yang benar. Tahukah Anda bahwa ada banyak orang yang mencari hidup kekal namun mereka semua mencarinya di tempat-tempat yang salah. Mengapa Iblis menciptakan agama- agama palsu di seluruh dunia? Supaya orang-orang mengejar hal-hal yang salah. Yesus bukan saja sumber hidup kekal, Dia adalah hidup kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia pasti telah mendengar kuasa Yesus dan ajaran-ajaran-Nya karena dia datang kepada-Nya dan mengatakan “Guru.” Markus dan Lukas memberitakan kita dia memanggil-Nya “baik.” Itu ditambahkan di Matius, namun itu tidak ada di dalam kitab Matius asal. Dan dia mengatakan agathos, yang berarti baik dari dalam, baik secara moral, sifatnya baik dan pada dasarnya baik. Mungkin Anda tahu rahasianya hidup kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak pikir Yesus adalah Allah atau Mesias. Dia terpukul oleh kekuatan ajaran Yesus dan kuasa kehidupan-Nya dan dia pikir pasti guru ini memiliki rahasia hidup kekal. Dan meskipun dia tidak tahu siapakah Yesus sepenuhnya, dia memang datang kepada tempat yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 16 dia menanyakan, “Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Dan jawaban Yesus mengherankan. Yesus sebenarnya menempatkan tembok di hadapan orang ini. Ayat 17, “Apakah sebabnya engkau memanggil Aku baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Hanya Allah saja baik dan Yesus berkata, jadi pergilah dan taatilah segala perintah-perintah-Nya. Tidak ada informasi baru, tidak ada jalan rahasia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus mengatakan itu? Karena orang ini datang ke Yesus untuk memperoleh keselamatan berdasarkan perasaan kebutuhannya saja, karena dia cemas dan frustasi daripada merasa sukacita, kasih, damai dan harapan. Dan itu berarti ada kekurangan besar. Apakah itu? Masalah dosanya. Orang muda ini tidak mengerti betapa banyaknya dia menyakiti hati Allah yang kudus. Keinginan untuk hidup kekal semuanya berhubungan dia sendiri, seharusnya dia lebih memikirkan betapa besarnya dia menimbulkan amarah Allah Yang kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus memperhadapkannya dengan fakta bahwa dia telah melanggar hukum Allah. Keselamatan adalah bagi orang-orang yang mau menjauhkan diri dari hal- hal dosa hidup ini dan berpaling kepada Allah. Dan mereka perlu bertobat, mengaku dosa mereka dan menegaskan komitmen mereka untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Mereka harus tahu bahwa kecuali mereka rela meninggalkan semua hal duniawi, mereka tidak bisa menjadi murid-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Yesus mengatakan kepada dia, “turutilah segala perintah Allah,” Dia menanyakan orang muda ini untuk membandingkan dirinya dengan standar ilahi supaya dia bisa melihat bahwa dia kekurangan. Semua penginjilan harus membandingkan si pendosa dengan hukum Allah yang sempurna supaya dia dapat menyadari kekurangannya sendiri. Lihatlah Paulus di Roma bab 1, 2 dan 3 menegaskan keberdosaan manusia dulu sebelumnya dia mulai dengan keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemimpin muda yang kaya ini sama sekali tidak mengerti dia telah menyakiti hati Allah, jadi tidak ada perasaan bersalah. Harus ada penyesalan, Anda harus memohon kepada Allah untuk pengampunan. Harus ada perasaan lembut hati. Harus ada rasa berkabung kewalahan oleh dosa Anda. Tahukah, dia tidak memiliki itu. Allah yang kudus dan murni tidak dapat mentolerir kejahatan apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah jawaban orang muda ini di ayat 18-19, “Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Jadi Tuhan merespon dengan memberikannya paruh terakhir dari Sepuluh Perintah Allah secara terbalik. “Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta. 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Sepuluh Perintah itu dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama berhubungan dengan Allah, bagian kedua berhubungan dengan manusia. Dengan kata lain, hubungan manusia dengan Allah adalah bagian pertama, jangan menyembah berhala, jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan, semua itu. Bagian kedua berhubungan dengan manusia. Yesus memberikannya bagian kedua yang lebih gampang ya? Mereka keduanya mustahil untuk ditaati namun bagian kedua kurang mustahilnya. Kalau tidak dia tidak mengatakan, “Semua bagian itu telah aku turuti.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, mungkin Anda memikir Anda telah melakukan bagian kedua. Jadi Yesus memberikannya bagian yang lebih mudah dari yang mustahil. Dan Ia menambahkan perintah kecil pada akhirnya supaya itu memang sukar sekali, “dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jadi Yesus membandingkannya dengan Sepulu Perintah, melawan hukum Allah. Anda harus mengerti bahwa Anda berdosa terhadap Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita tidak bisa berkhotbah tentang anugerah sebelumnya kita telah berkhotbah tentang hukum, benar? Karena tidak ada orang akan mengerti artinya anugerah kecuali dia mengerti apakah yang dituntut hukum. Tidak ada orang yang mengerti belas kasihan kecuali mereka mengerti rasa bersalah. Jadi Yesus membandingkan orang itu dengan perintah-perintah Allah, dimana dikatakan semua hukum harus ditaati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di ayat 20, “Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Orang Yahudi melihat seluruhnya dari luar dan mereka tidak pernah melihat apa yang ada di dalam hati. Yesus mengatakan di Matius 5, Saya tahu Anda tidak melihat itu sebagai pembunuhan tetapi jika Anda membenci orang, Anda membunuhnya di dalam hati, benar? Dan Aku tahu bahwa Anda tidak memikir Anda berzinah, akan tetapi jika Anda melihat perempuan dengan bernafsu gairah, Anda telah berzinah di dalam hati. Dan ketika Anda menceraikan isteri-isteri Anda tanpa dasar Alkitabiah, Anda berzinah juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Yesus mengatakan kepada mereka sepanjang Matius 5, dari luar memang Anda kelihatannya baik namun dari dalam Anda penuh kejahatan. Sepuluh Perintah hanya gambaran luar yang mencerminkan hati yang benar. Pokoknya orang ini tidak mengerti karakter dalam dari hukum Allah. Jadi dia pikir dia benar okay. Yang dia katakan sebenarnya adalah, “aku tidak ada dosa nyata.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, orang ini tidak dapat diselamatkan karena dia tidak mengerti arti sepenuhnya dari keselamatan, yaitu si pendosa datang kepada Allah dan memohon pengampunan, benar? Jika Anda memikir Anda tidak berdosa, Anda tidak mungkin dapat diselamatkan. Beginilah bekerja agama yang membenarkan diri. Itu sangat menipu diri, dan itu sangat menyakinkan diri. Nah Alkitab mengatakan pada saat ini di Markus 10:21, “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya.” Ada sesuatu yang tulus di dalamnya. Dia benar seseorang yang beragama. Yesus mengasihi dia dan tidak ingin dia binasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah harus bekerja melalui Roh Kudus sebagai unsur dalam keselamatan sejati. Itu bukan pekerjaan manusia sebelum seseorang diselamatkan. Kita tahu kita bergantung kepada Roh Allah untuk itu dan itu suatu misteri bagaimana Roh Kudus bekerja di dalam kehendak manusia juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus meneruskan dengan langkah lain di ayat 21, “Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Yesus berkata sebenarnya, “Apakah Anda akan melakukan apa yang Aku inginkan? Siapakah yang menjalankan hidup Anda? Apakah Anda atau apakah itu Aku?” Kemudian dia diberi ujian. Yesus memberikannya perintah dan mengatakan setelah Anda selesai dengan perintah pertama ini, datanglah kembali dan ikutilah Aku terus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan sejati termasuk pengajuan menaati perintah Tuhan. Seseorang yang datang kepada Kristus tidak akan mengerti penuh semua arti pengakuan itu, namun yang diminta Tuhan adalah kemauan. Dosa orang ini adalah dosa ketamakan, dosa indulgensi, itu dosa materialisme, kekayaan dan semua harta itu. Dan dia tidak peduli orang miskin dan orang-orang yang kebutuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita harus memberikan semuanya kepada orang lain untuk menjadi orang Kristen? Tidak, itu tidak perlu. Tuhan tidak mengatakan hal itu kepada orang-orang lain. Namun apakah Anda rela untuk melakukan apa saja yang diminta Tuhan untuk dilakukan? Iya. Dan itu berbeda dalam berbagai kasus. Namun Tuhan mengembalikan kita kepada prinsip dari Lukas 14:33, “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu ini yang paling penting bagi orang ini. Untuk beberapa orang itu mungkin sebuah mobil. Untuk orang lain itu mungkin seorang gadis. Bagi orang lain itu mungkin suatu pekerjaan atau karir atau dosa tertentu yang mereka senangi. Bagi orang ini, itu semua uangnya dan harta miliknya. Dan Tuhan tahu hal itu dan mengatakan, “Apakah Anda rela melepaskan semuanya ini? “</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu benar dimana hatinya berada dan Dia mengatakan, “Kecuali Yesus Kristus adalah prioritas nomor satu di dalam hidupmu, tidak ada keselamatan bagi Anda.” Nah, keselamatan menuntut dua hal. Nomor satu apakah Anda mengaku Anda telah melukai perasaan Allah dan nomor dua apakah Anda rela berbalik dari dosa-dosa Anda? Jika Anda tidak mau melakukan itu berdasarkan persyaratan itu, Yesus tidak akan terima Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 13 ada dua perumpamaan, di ayat 44 sampai 46 ada perumpamaan tentang harta terpendam dan perumpamaan tentang mutiara yang sangat berharga. Keduanya mengacu kepada keselamatan yang disediakan di Kerajaan. Dan di dalam kedua kasus, masih ingat, orang itu menjual seluruh miliknya untuk membeli itu dan orang lain itu juga menjual seluruh miliknya untuk membeli mutiara tersebut, jadi harganya total adalah keseluruhan milik Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang tidak mengerti implikasi sepenuhnya dari Ketuhanan Kristus. Keselamatan berarti komitmen untuk menyerahkan segala hal lain. Roma 10:9, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Ada ongkos untuk diselamatkan, yaitu segala milik Anda adalah bagi Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa reaksinya? Ayat 22, “Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.” Dia pergi. Mengapa? Apa yang lebih penting baginya daripada Kristus? Harta milik? Dia tidak dapat masuk berdasarkan persyaratan itu. Dia pergi dengan sedih hati karena dia memiliki kejujuran di dalam hatinya. Dia benar-benar ingin hidup kekal itu, namun harganya terlalu mahal baginya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia datang untuk hidup kekal dan dia pergi begitu saja. Oh, betapa sedihnya itu. Dan kita belajar banyak, benar, dari kisah ini bagaimana kita harus memberitakan Injil dan apa yang diharapkan Tuhan kita. Dan semakin kita bertumbuh menjadi lebih seperti Kristus, semakin kita mau memberitahu orang lain tentang Yesus supaya ada kemungkinan mereka bertobat dan mereka selamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda akan menjawab ketika ada orang yang menanyakan Anda mengapa Anda menjadi orang Kristen. Apakah Anda akan membicarakan hal-hal sukar seperti dosa dan hukuman dan juga belas kasihan dan anugerah? Oh Tuhan, berikanlah kami pengertian dan kemauan untuk bekerja bagi Engkau kapan saja dan dimana saja Engkau memanggil kami. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jun 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140608</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Mengasihi Anak-anak Kecil]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B4"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+19:13-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 19:13-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 19:13-15, “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid- Nya memarahi orang-orang itu. 14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." 15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.” Bagian ini mungkin lebih dari semua bagian lain memberikan kita ajaran dimana Tuhan memberkati anak-anak kecil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian khusus ini bukan saja dicatat di Matius namun juga dicatatkan di Markus 10 dan Lukas 18. Orang tua di tempat ini ingin supaya Yesus menyentuh anak-anak mereka, untuk memberkati anak-anak mereka dan untuk berdoa bagi anak-anak mereka. Dan saya tahu bahwa ada banyak orang tua di semua negara di dunia ini yang mengenal Tuhan yang memiliki keinginan yang sama dengan orang tua ini untuk membawa secara rohani anak-anak mereka kepada Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13 mulai dengan perkataan “lalu” dan perkataan “lalu” menghubungkan hal ini dengan apa yang terjadi sebelumnya. Dia berada di sebuah rumah dan kemungkinan besar rumah ini penuh orang-orang. Dan “orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus.” Indikasi adalah mungkin ada yang sudah sampai kepada Dia dan ada juga yang lain yang masih dalam perjalanan. Dan pada saat itu terjadi para murid sedang menyaksikan hal itu. Mereka merasa bahwa kedatangan orang tua ini kepada Yesus sama sekali tidak sepenting apa yang diajarankan-Nya kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa hal ini adalah kebiasaan di masyarakat Yahudi. Di dalam Talmud dikatakan bahwa mereka harus membawa anak-anak mereka kepada setiap guru Hukum Taurat yang mereka lihat, supaya mereka diberkatinya dan didoakan. Mereka percaya bahwa orang-orang ini adalah orang-orang khusus yang mewakili Allah yang dekat kepada hati Allah, dan yang memiliki hidup berdoa dimana iman mereka lebih besar dari pada iman orang biasa dan mereka ingin supaya anak-anak mereka didoakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika kita memikirkan hal Yesus mengasihi anak-anak kecil, kita harus menyadari bahwa Dia tahu bahwa mereka lahir dari daging dan apa yang lahir dari daging adalah daging, Yohanes 3:6. Dia tahu bahwa apa yang dikatakan Daud adalah benar di Mazmur 51:5, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Ada sifat dosa yang bekerja dari permulaan kita diciptakan. Tidak ada pikiran bahwa anak-anak itu benar, suci, murni, tanpa salah atau tanpa cacat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini datanglah para orang tua yang membawa anak-anak kecil mereka kepada Yesus. Dan dikatakan pada akhir ayat 13, “tetapi murid-murid-Nya memarahi orang- orang itu.” Para murid benar-benar mengancam mereka, “Hai janganlah membawa anak-anak kecil ini dan menyelang Tuhan, ini mengganggu kita pada waktu kita mencoba belajar. Kita tidak perlu digganggu dengan soal-soal yang tidak penting macam ini.” Jadi mereka menentang proses ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 14 dikatakan, “Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Apa yang tidak diberitakan kepada kita adalah apa yang tercantum di Markus 10:14, yaitu bahwa Yesus marah kepada mereka. Dia memakai perkataan marah, dan hanya dua atau tiga kali Dia benar marah kepada mereka. Dan satu-satunya waktu perkataan marah khususnya digunakan Yesus adalah dalam referensi kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Yesus marah dengan mereka untuk alasan-alasan berikut. Nomor satu, Dia mengasihi bayi-bayi dan mereka adalah ciptaan Allah dan juga ciptaan-Nya. Dan Dia merasa kasihan bagi mereka karena keadaan dunia dimana mereka lahir. Dan para murid masih belum belajar sikap seperti itu. Kedua, Dia marah karena Dia juga mengasihi orang tua mereka dan Dia tahu jika kita menolak anak-anak mereka, pasti tidak mudah untuk mendapat perhatian orang tua mereka. Jalan masuk kedalam hati orang tua adalah melalui anak-anak mereka dan Dia ingin memperlihatkan bahwa kasih-Nya dan perhatian-Nya tulen dan sungguh-sungguh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, mungkin Dia marah dengan mereka karena tidak ada seorangpun, termasuk bayi kecil, berada diluar rancangan dan pemeliharaan dan kasih Allah. Semua orang berada di dalam rancangan Allah dan Dia benar-benar peduli dengan semua orang. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Yesus Kristus yang dianggap mengganggu. Keempat, Dia marah karena anak-anak memberikan-Nya suatu ilustrasi indah, suatu analogi besar untuk menjelaskan keselamatan. Dan Dia ingin menggunakan itu setiap kali ada kemungkinan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, Yesus marah dengan mereka karena bukan mereka yang dapat menentukan siapa layak atau tidak datang kepada Kristus. Itu bukan kewajiban mereka. Jika Anda mengikuti kehidupan Kristus Anda bisa melihat ada kala Dia menolak orang yang dibawa mereka dan Dia malah mencari orang yang mereka menolak. Dan ini pelajaran tentang siapakah yang benar-benar menjadi kepala. Jadi Dia sebenarnya mengajarkan mereka tentang kekurangan mereka memedulikan anak-anak kecil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini prinsip pelayanan yang telah digunakan Allah di dalam gereja-Nya sejak semula. Allah telah memberikan umat-Nya hati bagi anak-anak kecil. Kita memuji Allah untuk apa yang Dia telah lakukan dengan anak-anak, dari pemeliharaan bayi sampai kepada sekolah Kristen. Semua hal yang kita lakukan dengan anak-anak adalah karena kita percaya bahwa Yesus ingin anak-anak kecil itu datang kepada Dia. Dan ketika mereka datang kepada-Nya pada waktu masih muda, mereka siap dan berhasrat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang penulis mengatakan, “Sama seperti bunga di taman bertumbuh menuju kepada terang matahari, begitu juga di dalam anak ada tarikan misterius kepada terang abadi. Apakah Anda pernah perhatikan ketika Anda memberitakan anak kecil tentang Allah, dia tidak pernah menanyakan, “Apakah atau siapakah Allah? Saya belum pernah melihat Dia.” Atau pada saat Anda mengajarkan anak itu untuk berdoa anak itu berdoa seolah-olah itu hal biasa. Atau saat Anda menceritakan tentang Penyelamat dan memperlihatkan gambaran keadaan di dalam Alkitab, bahwa mata murni mereka mulai bersinar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang kedatangan anak-anak kepada Yesus itu sangat penting. Mengapa? Lihatlah pada akhir ayat 14, “sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Dia tidak mengatakan bahwa anak-anak kecil itu berada di dalam Kerajaan Surga, namun orang-orang seperti itulah. Macam seperti itulah yang empunyai tempat di Kerajaan. Dan perhatkanlah disini tidak ada pembaptisan bayi. Dia hanya mengatakan anak-anak kecil seperti ini, sebelumnya mereka dapat mengerti dan merespon kepada Kristus, sebelum mereka dapat mengerjakan iman mereka, anak-anak kecil ini adalah kepunyaan Kerayaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan Surga adalah bidang pemeritahan Allah dalam Kristus melalui anugerah. Dan Dia mengatakan bagi mereka ada tempatnya. Yesus memasukkan semua bayi, dan ketika Anda berada dimasa dimana Anda belum mengerti, sama seperti bayi kecil, itulah waktunya Allah menempatkan Anda dalam pemeliharaan khusus dibawah perintah kedaulatan-Nya sebagai Raja. Ini tidak membicarakan iman orang tua mereka, tidak menyebut tradisi atau ritual atau pembaptisan, tidak menerangkan dipilih atau tidak, Dia hanya mengatakan mereka yang seperti anak-anak itu akan masuk Kerajaan-Ku. Dan anugerah diberikan kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu saya percaya dengan segenap hati jika ada bayi yang meninggal sebelum dia dapat menentukan hal itu sendiri, jika bayi itu meninggal, bayi itu akan berada bersama Yesus Kristus karena mereka secara khusus dipelihara Raja. Saya tidak tahu bagaimana anugerah itu diberikan Allah selain dari perbuatan berdaulat dari Dia. Saya yakin bahwa itu dimungkinkan untuk mereka karena kematian Yesus Kristus bagi dosa-dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini tidak berarti bahwa semua bayi diselamatkan. Jika mereka semua diselamatkan, ketika mereka menjadi dewasa mereka mungkin kehilangan keselamatan mereka dan itu menjadi masalah teologia. Apa yang ada di dalam hati Daud di 2 Samuel 12:23 ketika anaknya yang masih bayi meninggal, dia mengatakan, “Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.” Dan Daud tahu ia membicarakan kematian, namun dia juga mengatakan bahwa di dalam kematian dia akan melihat lagi anaknya yang dia kasihi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, semua bayi berdosa karena mereka dihasilkan oleh pendosa-pendosa. Namun tetap Allah ada tempat khusus bagi mereka. Namun ini juga kewajiban yang besar sekali bagi kita karena jika didalam tanganmu ada bayi yang sudah menjadi milik Kerajaan, tugasmu sebagai orang tua adalah untuk memastikan ketika anak itu dapat menentukan sendiri, dia akan benar-benar memilih kerajaan Allah. Betapa besar kewajiban kita bagi kehidupan kecil itu yang diberikan kepada kita untuk dipelihara, supaya dia dikembalikan kepada Raja setelah pemiliharaanmu selesai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus belum selesai. Lukas mengatakan Dia menambahkan satu hal lagi ketika Dia lagi merangkul anak-anak kecil itu. Dia mengatakan di Lukas 18:17, “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Dan apakah maksud-Nya? Kita telah membicarakan hal itu di Matius 18:3. Maksud-Nya ada keterbukaan, kejujuran, tanpa lagak, tanpa kemunafikan, dengan kelemahan, dan ketergantungan dan kerendahan hati yang menyerahkan diri secara total kepada lengan Tuhan yang kuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan-Nya penuh dengan mereka yang sikapnya seperti bayi dan yang datang seperti bayi yang menyadari bahwa di dalam diri mereka tidak ada sumber daya. Jadi ungkapan “seperti” membesarkan konsep itu dan saya setuju dengan John Calvin yang mengatakan, “Bagian firman ini dibesarkan dengan memberikan kewarganegaraan Kerajaan kepada anak-anak dan mereka yang berlaku seperti mereka.” Dan dikatakan di ayat 15, “Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan anak-anakmu sendiri? Ingatlah lima kata kunci mengenai caranya membawa anak-anakmu kepada Yesus dan untuk menarik beberapa kesimpulan dari bagian firman ini. Pertama perhatikanlah kata “ingatlah.” Ingatlah pertama-tama bahwa Allah menciptakan anakmu itu. Mazmur 139:13-14, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Allah memberikan anak itu kepadamu sebagai “hadiah.” Mazmur 127:3, “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah.” Allah menciptakan anak itu dan Allah memberikan anak itu kepadamu sebagai hadiah. Kemudian anak itu adalah “berkat” bagimu. Mazmur 127:4-5, “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak- anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.” Anak-anak itu adalah berkat bagi Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal keempat untuk diingat adalah, jika Allah menciptakan mereka dan mereka diberi untuk menjadi berkat, kemudian Allah ingin mereka “dikembalikan” kepada Dia untuk digunakan-Nya. Karena itu Amsal 22:6 mengatakan, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Karena itu Efesus 6:4 mengatakan, “Dan kamu, bapa-bapa, didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Karena tugasmu adalah untuk mengembalikan anak-anak itu kepada Allah, itulah penatalayanan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, “Ajarkanlah,” kita dipanggil Allah untuk mendidik anak-anak kita. Pengetahuan mereka terbatas, daya pertimbangan mereka terbatas dan mereka perlu dididik. Ingatlah apa yang dikatakan di 2 Timotius 3:15, “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci” yang diajarkan kepadamu oleh ibumu dan nenekmu? Lois dan Eunike berada disitu untuk mengajarkan anak kecil itu dengan segala kebenaran ilahi sedapat-dapatnya mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah sebentar ke Ulangan 6. Marilah kita melihat suatu pola yang kita harus mengerti jika kita dapat mengajar anak-anak secara efektif. Allah memberikan ini kepada Musa sejak semula untuk mengajarkan umat-Nya karena ini benar dasar dan tidak berubah. Ayat 4, “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!” Dengan kata lain, jika kita ingin mengajarkan anak-anak kita, kita harus mulai dengan menyembah Allah yang benar dengan cara yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, ayat 5, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Apakah artinya ini? Ini berarti apa yang Anda percaya tentang Allah harus masuk kedalam hati Anda. Bukan saja teologinya benar, tetapi hati kita harus benar. Jika Anda akan mengajar anak-anakmu, Anda harus memiliki Allah yang benar dengan iman yang benar dan itu harus berasal dari hatimu. Ini harus menjadi soal internal, bukan hanya dari luar saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 7, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Apakah yang dikatakan disitu? Ini mengatakan bahwa Anda perlu mengajar dari situasi kehidupan, dari segala ujian, setiap tantangan dan setiap keadaan hidup, Anda harus mengajar kebenaran Allah. Tidak cukup untuk membacakan mereka suatu kisah Alkitab dan kemudian hidup secara duniawi sepanjang hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka harus melihat Tuhan di dalam setiap keadaan hidup. Keseluruhan hidup menjadi papan tulis dimana Anda mengajarkan kebenaran Allah. Dan itu harus tanpa berhenti dan konstan. Ajarkanlah itu selalu dengan setia, sambil duduk, sambil berjalan, tiduran, selagi bangun supaya itu menjadi sebagian dari arus kehidupan sehari-hari. Sangat penting Anda memberikan mereka keyakinan yang benar, standar yang benar dan sasaran rohani yang benar dan segala sesuatu di dalam hidup berbicara tentang hal-hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada hal yang lain. Ayat 8-9, “Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” Apakah Anda mengerti ini? Berikanlah mereka banyak peringatan. Apakah Anda ada ayat-ayat Alkitab yang digantungkan di rumah Anda? Apakah ada plak-plak kecil yang mengingatkan mereka akan kebenaran-kebenaran rohani yang besar yang tercantum dalam kamar mereka? Apakah Anda masih membacakan mereka kisah-kisah Alkitab? Didalam hidup anak-anak dunia mereka harus dipenuhi peringatan-peringatan akan hal-hal Ilahi seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, hati-hatilah akan hal-hal duniawi. Ayat 10-12 mengatakan, “Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur- sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12 maka berhati- hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda perlu memperingati anak-anakmu bahwa ketika mereka menjadi kaya dan mereka berada di dunia, janganlah melupakan Allah. Dunia ini akan mengganggu semua hal baik yang telah diajarkan mereka dan sedikit demi sedikit itu akan dimakan. Jadi Anda harus memperhatikan dan memperingatkan mereka. Dan inilah kuncinya, Anda harus menjadi teladan yang baik. Anda tidak akan dapat membujuk anak-anak Anda untuk mengikuti cara hidup itu jika Anda sendiri tidak hidup seperti itu, kecuali ada kuasa anugerah Allah yang mengatasi semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud berdosa banyak dan sebelum dia mati dia mengatakan kepada putranya, “O Salomo, taatilah semua perintah Allah,” dia memohon kepada Salomo untuk melakukan itu. Namun Salomo lebih buruk daripada Daud, dia memiliki isteri dan selir berjumlah ratusan. Dan pada akhirnya dia menjadi orang yang putus asa dan anaknya Rehoboam menjadi bencana total dan dia kehilangan kerajaan karena dia tidak ada teladan baik dari bapanya dan dia malah mengikuti nasihat teman-temannya seumur dan alangkah buruk akibatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus menjadi contoh. Orang tua harus menyadari dulu nilai kebenaran pribadi sendiri dan bukan saja demi anak. Kita tidak bisa memaksa anak itu percaya kebenaran karena itu baik bagi mereka. Mereka bisa merasa jika kita melakukan sesuatu untuk memanipulasi respon mereka. Hanya komitmen orang tua kepada kebenaran yang sejati terpisah dari kehidupan anak-anak akan membawa kebebasan untuk membagi atau memberikan kebenaran itu kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keenam, kasihilah anak-anakmu. Apakah artinya? Ini berarti nangislah dengan mereka, ketawa bersama dengan mereka, korbankan diri bersama mereka dan lindungilah mereka. Janganlah bangkitkan amarah dalam hati mereka. Jangan mementingkan diri, layanilah mereka, sediakanlah kebutuhan mereka, berikanlah mereka hadiah, kasihilah mereka dan berikanlah mereka disiplin. Kasihilah mereka dengan berbagai cara seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya setelah kau melakukan semua itu, percayalah kepada Allah bahwa jika Anda mendidik anak itu seperti seharusnya, ketika dia dewasa dia tidak akan menyimpang dari semua itu. Dan Anda akan berbuat salah banyak, kita semua akan melakukan itu. Namun jika Anda telah berbuat yang terbaik di dalam kuasa Roh Kudus, percayalah Allah yang telah mulai mengerjakan perbuatan yang baik akan meneruskan itu sampai pada hari Yesus Kristus. Dan kepercayaan itu menjadi nyata dalam doa. Berdoalah bagi anak-anakmu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Jun 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140601</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ajaran Yesus tentang Pernikahan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+19:10-12" target="_blank" class="imCssLink">Matius 19:10-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari Matius 19 dan kita diajarkan bahwa keduabelas ayat pertama adalah ajaran Tuhan mengenai perceraian. Dan ini penting untuk dilakukan supaya kita benar-benar mengerti kehendak Allah berhubungan dengan pernikahan dan perceraian. Sama seperti pelayanan Galilea cuman lebih singkat, Tuhan berkhotbah, mengajar dan menyembuhkan dan banyak orang mengikuti Dia di Perea. Dan pada suatu saat di ayat 3 Dia bertemu dengan musuh-musuh-Nya, yaitu orang Farisi dimana mereka ingin menguji Dia, “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan kita diperhadapkan dengan suatu pertanyaan dimana sikap pernikahan mereka hampir sama dengan keadaan masa kini. Untuk memiliki pandangan kuat tentang pernikahan dan suatu pandangan alkitabiah yang kuat tentang perceraian, ini berarti Anda pasti tidak populer, bukan saja diluar gereja, bahkan kadang juga di dalam gereja. Jadi mereka ingin mencoba mencela Yesus di mata orang-orang dengan menggambarkan-Nya sebagai orang legalistik yang keras yang tidak disukai orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus mengatakan tidak, Anda tidak boleh menceraikan isteri Anda untuk alasan apa saja berdasarkan apa yang telah dikatakan Allah. Dan ada empat hal yang telah difirmankan: Allah telah menciptakan satu laki-laki untuk satu perempuan; Allah telah menciptakan suatu ikatan yang kuat; Allah telah menjadikan mereka menjadi satu daging; dan inilah karya Allah yang kreatif yang karena tidak dapat dipisahkan manusia. Kemudian orang Farisi menggunakan argumentasi ini di ayat 7, “jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ambil itu dari Ulangan 24 namun mereka merubahkannya karena di dalam teks Ulangan 24:1-4, Musa tidak memerintah orang untuk bercerai. Kita melihat bahwa Musa membiarkan orang bercerai dan itu juga sama dengan apa yang dikatakan Tuhan di ayat 8 dan 9, “Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu orang-orang Farisi menghilang. Alasan mereka menghilang adalah mereka baru-baru diekspos sebagai pezinah, karena mereka harus menerima kenyataan bahwa setiap perceraian untuk alasan bukan perzinahan menyebabkan Anda akan menjadi pezinah saat Anda menikah kembali. Dan kenyataannya adalah bahwa mereka telah melakukan hal itu berkali-kali dan mereka hanya pezinah yang memperlihatkan kepada orang lain kenyataan perzinahan itu seperti apa. Jadi kita tidak melihat mereka lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sampai pada saat itu para murid terpesona dengan ajaran Tuhan kita. Dan keadaannya berubah dimana mereka masuk ke dalam rumah di ayat 10. Dan Tuhan duduk bersama dengan murid-murid-Nya dan pastilah mereka meneruskan diskusi mereka dengan banyak pikiran lain tentang pernikahan. Kita ingin sekali memiliki diskusi itu, namun itu tidak ada, jadi kita hanya bisa melihat tanggapan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya para murid itu kaget dengan semua ini, karena Yesus tidak menambahkan sesuatupun kepada Perjanjian Lama, Dia hanya menegaskan hal itu, tidak boleh bercerai. Dan terus terang, jika Allah mematikan semua pezinah dengan hukuman mati yang diberi di dalam buku Imamat, pasti tidak akan ada perceraian. Namun Allah dalam anugerah-Nya membiarkan beberapa pezinah hidup jadi perceraian menjadi suatu kelonggaran berbelas kasihan yang dikasih hanya dalam keadaan dimana perzinahan itu keras hati dan tidak dapat didamaikan kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada tempat untuk pengampunan dimana ada pertobatan. Jadi para murid ingin tahu sekali tentang itu karena mereka semua menjadi dewasa dalam kultur dimana perceraian merajalela, sama seperti keadaannya sekarang. Dan apa yang dikatakan Tuhan menyebabkan mereka bergumul dan sekarang kita tiba kepada titik diskusi berikut dalam kedua belas ayat ini. Bagaimana mereka akan menerima hal ini? Ini berbeda sekali dengan pengalaman mereka sampai saat itu, dengan apa yang telah diajarkan kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kultur Yahudi itu, perceraian malah menjadi suatu kebajikan. Inilah kutipan tulisan Talmud pendeta Yahudi, “Diantara mereka yang tidak akan masuk neraka adalah dia yang telah memiliki isteri yang buruk, orang seperti itu diselamatkan dari neraka karena dia telah diampuni dosa-dosanya di bumi.” “Isteri buruk sama seperti penyakit kusta untuk suaminya. Bagaimana mengobati hal ini? Biarkanlah dia menceraikannya dan dia disembuhkan dari penyakit kusta itu.” “Jika seseorang memiliki isteri yang buruk, kewajiban agama adalah untuk menceraikannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi lihatlah tanggapan mereka di Matius 19:10, “Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” Waduh, jika Anda masuk persetujuan seperti itu dan Anda tidak dapat keluar, lebih baik janganlah masuk kedalamnya. Namun mereka salah, tidak lebih baik untuk hidup sendirian saja. Ada banyak orang yang seperti itu sekarang, mereka menghindari pernikahan karena mereka belum siap untuk berkomitmen seumur hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka kehilangan makna terkaya di dalam hidup yaitu hubungan sejati penuh kasih yang berlangsung seumur hidup. Mereka mencukupkan diri dengan tiruan murah. Dengarkanlah Amsal 5:15-19, “Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual. 16 Patutkah mata airmu meluap ke luar seperti batang-batang air ke lapangan-lapangan? 17 Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain. 18 Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu: 19 rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, ada elemen yang indah dan luar biasa dalam pernikahan dan itu hal yang baik, hal yang merupakan berkat, itu diberi Allah dan dicipta Allah. Amsal 18:22 mengatakan, “Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan Tuhan.” Amsal 19:14 mengatakan, “Isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan.” Jadi Alkitab mengatakan pernikahan adalah sesuatu yang baik. 1 Petrus 3:7 menamakannya “kasih karunia kehidupan.” Sama seperti susu kental diatas disert, itu hal yang terbaik di dalam kehidupan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan pernikahan itu berakhir adalah karena orang tidak menikah untuk alasan yang benar. Mereka menikah tanpa ada komitmen. Mereka menikah tanpa ada pengertian sama sekali tentang kebajikan dan karakter. Pada dasarnya orang-orang sekarang mencari perasaan romantis, emosi romantis, semua membayangkan bunga dan hati, cinta monyet dan kegilaan yang tidak menetap. Perasaan romantis adalah euforia tinggi dimana hubungan itu didasarkan cinta romantis, dan ketika mereka kehilangan perasaan itu, mereka cepat mencari orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun begitulah cara hidup dunia. Jadi mereka pergi dari satu percintaan ke percintaan lain ke percintaan lain lagi dan akibatnya adalah apa yang kita lihat di masyarakat sekarang ini. Akibat yang paling menyedihkan adalah kita menghasilkan suatu generasi yang terdiri dari anak-anak yang bingung, yang merasa tidak dikasihi dan yang terisolasi, yang sering bertumbuh menjadi orang kriminal dan aneh karena mereka tidak memiliki hubungan waktu panjang yang berarti. Mereka tidak pernah mengalami kasih di dalam keluarga yang saling mengasihi dan menjadi pernikahan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika Anda menikah hanya untuk perasaan emosi, itu kesalahan besar. Memang itu harus ada juga sedikit, namun sebaiknya Anda melihat selain dari itu kepada kebajikan dan karakter. Anda sebaiknya dapat melihat lebih dari itu kepada nilai rohani bersama dan nilai hidup bersama. Dan sebaiknya mengerti bahwa Anda akan berkomitmen sepanjang hidup, ikatan satu pria dan satu wanita, menjadi satu daging dan dicipta Allah. Itu adalah rencana Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan murid-murid perlu mendengar apa yang perlu didengar orang-orang masa kini, apa yang Anda dan saya perlu mendengar, yaitu bahwa pernikahan adalah suatu komitmen seumur hidup dan itu bukan alasan untuk menghindarinya, saudaraku, ini adalah alasan untuk memasukinya. Karena persahabatan sejati seumur hidup itu, Allah akan memberkati Anda dengan cara yang Anda tidak pernah akan mengalami sebagai satu orang. Anda perlu memiliki kriteria yang berbeda untuk mengevaluasi orang. Ya, saya rasa ini perlu diutarakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda harus lebih mementingkan karakter dan ketika Anda menemukan orang yang beriman dimana Anda memiliki nilai bersama dalam Yesus Kristus dan dengan siapa Anda dapat mengembangkan persahabatan hidup yang mendalam, bermakna dan berarti, cepat-cepat ambillah kesempatan itu. Dan saya percaya Allah akan memberikan Anda berbagai perasaan yang akan membuat Anda bahagia dan bersukacita, namun haruslah ada lebih banyak dari pada percintaan itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda masih belum tahu hal itu, lebih baik santai-santai saja dulu. Kalau tidak Anda akan berusaha seumur hidup untuk menghalang hubungan itu pecah. Jadi carilah seseorang yang imannya sama dan nilainya sama yang mengasihi Yesus Kristus dan memiliki tujuan hidup yang sama dan mintalah kepada Allah untuk menyatukan Anda dengan dia. Jika Anda menemukan seseorang yang Anda ingin mengawinkan namun dia tidak memiliki nilai-nilai seperti itu, lebih baik tunggu saja dulu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernikahan adalah hal kudus. Dan itu merupakan hadiah terbesar yang Allah dapat memberikan kita. Ketika ada dua orang yang mengasihi Yesus Kristus dan mereka mengasihi satu sama lain dan mereka hidup bersama dibawah pimpinan dan arahan Allah dan hidup dalam kuasa Roh Kudus, semua akan berlangsung dengan begitu baik sehingga kadangkala sukar untuk menyadari bahwa ini benar-benar kenyataan. Dan itulah yang dimaksud Allah bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang terjadi? Apakah dikatakan Tuhan? Dia mengatakan kepada mereka di Matius 19:11, “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.” Perkataan apa? Perkataan murid, “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”Akan tetapi Yesus berkata – Lihatlah tidak semua orang dapat menangani hidup sendirian saja, kecuali mereka yang telah dikaruniakan dengan hal itu. Ini bukan bagi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 19:12 menggambarkan mereka yang telah dikaruniakan demikan, “Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya,” orang kasim yang berarti seseorang yang tidak beraktivitas seksual dengan lawan jenis. Dan kita bilang itu kongenital, dan mereka tidak dapat berfungsi begitu, dan tidak ada keinginan untuk berfungsi demikian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain.” Ini membicarakan pengebirian. Di dalam sejarah ada orang yang dipilih untuk bekerja di harem dan mereka dikebiri supaya mereka tidak dapat bersetubuh dengan perempuan- perempuan yang ada di dalam harem raja. Ada juga orang-orang non Yahudi yang beragama yang percaya bahwa pengebirian adalah suatu cara yang menyenangkan allah-allah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga Yesus meneruskan, “dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga,” dan ini bukan akibat pembedahan fisik namun oleh karena dedikasi dan komitmen; mereka telah menjadikan diri mereka demikian. Dengan kata lain ada beberapa orang yang tidak menikah demi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menarik adalah bahwa disini Yesus hanya menyebut tiga golongan itu saja. Tidak ada orang yang tidak menikah hanya karena mereka tidak mau memberi komitmen kepada sesuatu yang mereka tidak bisa menghilangkan, karena bukan itu yang dirancangkan Allah. Itu hanya mengakibatkan Anda sendirian saja dimana Anda harus menghadapi masalah yang lebih besar, seperti mencoba memuaskan nafsumu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah akhir Matius 19:12 dimana Tuhan mengatakan ini, “Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.” Ini pernyataan penting disini karena Tuhan menempatkan itu disitu karena Dia tahu bahwa banyak orang tidak akan menerima hal ini, benar? Karena banyak orang tidak setuju dengan hal itu. Banyak feminis mengatakan mereka tidak perlu suami dan banyak laki-laki merasa mereka tidak perlu isteri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena mereka tidak mengenal Tuhan Yesus dan karena itu tidak mengasihi Kristus, Alkitab tidak berotoritas dalam kehidupan mereka. Jadi apa yang tercantum di dalamnya tidak berarti bagi mereka. Dengan kata lain, jika Anda di bawah otoritas Firman Allah, haruslah Anda menerima ajaran ini. Dan ajarannya adalah: Anda menikah sepanjang hidup atau Anda sendirian untuk kemuliaan Allah atau karena alasan fisik, dan bukan supaya Anda dapat bermain-main saja dan hidup tanpa komitmen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sebagai orang Kristen kita harus mendengar ini dan menerima ini. Namun masih ada banyak pertanyaan. Dan tahukah Anda? Dalam teks ini tidak ada jawaban untuk itu. Namun di Perjanjian Baru ada komentar atas ajaran Yesus di 1 Korintus 7. Dan Paulus melakukan ini, Yesus memberikan kita dasar pola ilahi yang kuat dan jelas dan Paulus menolong kita menangani masalah-masalah yang kita hadapi sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada enam alasan untuk pernikahan dan kita akan membahas itu semua. Alasan nomor satu, prokreasi, melahirkan bayi. Kejadian 1 menyatukan satu lelaki dengan satu perempuan, mereka menikah, mereka diberitahu untuk memenuhi bumi, untuk beranakcuculah dan bertambah banyak, “3 anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, 4 seperti anak-anak panah 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu,” dikatakan di Mazmur 127.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa kira-kira 35 persen dari semua pasangan yang berusia untuk menikah dan subur pada masa kini telah disterilkan permanen. Mengapa? Karena mereka hanya menginginkan cinta romantis dan mereka ingin kebebasan untuk pindah dari satu hubungan ke hubungan yang lain dan anak-anak akan menyebabkan masalah jangka panjang, benar? Namun Allah tahu bahwa anak- anak bisa menjadi kuasa untuk mengikat juga. Tidak ada bukti yang lebih terang bahwa Anda berdua telah menjadi satu ketika Anda melihat dirimu sendiri di dalam anak itu yang telah lahir dari persatuan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Pernikahan adalah untuk kesenangan. Ibrani 13:4 mengatakan, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur.” Anda dapat menikmati kesenangan bersama terbesar selama tempatmu tidak dicemarkan. 1 Korintus 7 mengatakan bahwa tubuhmu bukan milikmu dan tubuhnya bukan miliknya, mereka adalah milik satu sama lain. Dan Perjanjian Lama membahas kepuasan hubungan fisik, kesenangan yang telah diciptakan Allah selama kita tinggal dan menetap di dalam batas-batas yang telah ditentukan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Pernikahan adalah untuk kemurnian. Di 1 Korintus 7:2, Alkitab mengatakan untuk menghindari persetubuhan diluar nikah, biar setiap lelaki memiliki isteri sendiri. Cara terbaik untuk mencegah segala macam perzinahan adalah dengan memiliki hubungan yang mengasihi dan memuaskan dengan isteri Anda. Dan setelah Anda mengutamakan hubungan Anda dengan Allah,pernikahan adalah bagian hidup yang kedua yang Anda harus pentingkan. Mulailah dengan mempraktekkan iman Anda di dalam keluarga Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Empat, Pernikahan adalah untuk perbekalan. Efesus 5 mengatakan bahwa kewajiban suami adalah untuk mengasuh dan merawati isterinya, ini berarti mencukupi kebutuhannya dan memeliharanya, untuk menjadi seperti Penyelamat bagi isterinya. Alkitab mengajarkan bahwa pernikahan menjamin keamanan. Bahkan dikatakan di 1 Timotius 5:8, “Jika ada seorang yang tidak memelihara sanak saudaranya, orang itu lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” Pernikahan adalah perbekalan dalam memelihara pihak yang lebih lemah supaya dia mendapat kepenuhan dalam melahirkan anak dan persahabatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, pernikahan adalah untuk perkongsian. Ketika Allah menciptakan Hawa, Dia mengatakan Dia bikin untuk Adam seorang pembantu, seseorang yang dapat mendampingi, supaya janganlah bekerja sendirian, supaya bisa bekerja sama. Ada kekuatan dalam persekutuan, benar? Dan saya mengaku kepada Anda bahwa isteriku kuat dimana saya lemah. Dia memberitahukan aku ketika aku perlu diberitahu dan jika tidak dia tidak bisa menguatkan saya ketika saya lemah. Kita belajar untuk saling melengkapi satu sama lain karena Allah telah memilih pasangan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, pernikahan adalah gambaran Kristus bersama gereja-Nya. Efesus 5 adalah suatu demonstrasi grafis di hadapan dunia bahwa Allah mengasihi dan berhubungan tanpa akhir dengan gereja, pengantin-Nya, yang dikasihi dan bagi dia Dia hidup dan mati. Siapakah orang yang terpenting di dalam kehidupan kita? Kristus. Dan itu menyelesaikan masalah ini, benar, karena sekarang kita dapat mengatakan saya akan terima itu, jika Tuhan mengatakan itu. Saya akan melakukan itu karena Engkau telah mengajarkan kita hal itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 May 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140525</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ajaran Yesus tentang Perceraian]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+19:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Matius 19:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita datang ke Matius 19. Dalam bagian ini kita dapatkan ajaran Tuhan Yesus Kristus tentang perceraian. Tidak ada mata pelajaran lain yang begitu penting dengan keadaan kita sekarang seperti mata pelajaran ini. Masyarakat kita telah merubah definisi pernikahan dan perceraian terus memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat kita seluruhnya. Jadi marilah kita belajar dari Yesus, pencipta kami, apa yang Dia katakan tentang perceraian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 19:1-6 mengatakan, “Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. 2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. 3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada- Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" 4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki- laki dan perempuan? 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Newsweek ada wawancara yang menanyakan pertanyaan yang sederhana, apakah ada orang di negara ini yang belum pernah mendengar teman atau anak atau orang tua menggambarkan penderitaan perceraian? Tidak. Perceraian telah menjadi begitu lazim sampai kita semua tersentuh dalam keluarga atau lingkaran teman-teman. Jutaan orang setiap tahun dipengaruhi perceraian. Semua limapuluh negara bagian sekarang di US memiliki hukum perceraian “no-fault” dimana tidak perlu ada alasan untuk bercerai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa lalu, keluarga dan pernikahan dipertahankan oleh tiga alasan. Pertama ada kuasa moral keluarga. Dengan kata lain, keluarga itu berarti banyak bagi Anda. Hidup berlangsung di sekitar keluarga. Ada kasih, harapan, keyamanan dan keamanan disana. Namun ketika keluarga itu mulai pecah karena pengaruh internet, ponsel, Facebook dan perubahan definisi pernikahan di dalam masyarakat kita, keluarga itu mulai hancur. Tidak ada lagi kesatuan kohesif yang memaksa kepada anggota-anggotanya suatu sistim nilai moral.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan kedua yaitu harapan masyarakat. Dulu ada sejumlah tradisi masyarakat tertentu bahwa seseorang yang telah cerai tidak dianggap baik, namun sekarang keadaannya tidak begitu lagi. Dulu ada tekanan yang datang dari harapan masyarakat yang menghargai pernikahan tradisional. Sekarang malah banyak tekanan dari pendukung-pendukung untuk menerima pernikahan sesama jenis. Masyarakat sekarang sudah berubah tradisi total dan telah merubahkan definisi pernikahan alkitabiah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dulu ada alasan ketiga yang mempertahankan pernikahan yaitu doktrin gereja. Namun itu juga dilepaskan dengan mudah sewaktu pengertian dan ketaatan itu semakin merosot dan sekarang bahkan di gereja Kristen pernyataan- pernyataan alkitabiah tentang perceraian itu dilemahkan, sehingga gereja menuju kepada menyetujui tuntutan-tuntutan jemaat yang selalu memohon semakin banyak konsesi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang kita dibawa kepada bagian Alkitab kita malam ini dan hanya ada dua pilihan. Kita dapat mengikuti pendapat duniawi atau kita menaati Firman Tuhan. Kita dapat mengikuti arus kejadian di masyarakat kita dan menyerah kepada sistim duniawi atau kita meninggikan Firman Allah dan mengatakan, “Inilah persyaratan Allah. Dan bagi saya dan seisi rumah saya, kita akan mengikuti dan menaati Firman Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran Alkitab sangat jelas tentang perceraian dan pernikahan kembali. Masalahnya bukan bahwa Alkitab tidak jelas namun pikiran kita sendiri kabur. Kita tidak dapat melihat suatu masalah dan mengatakan – supaya masalah ini diselesaikan kita ambil standar Alkitabiah dan meninggikannya saja. Itu tidak benar. Namun disisi lain ada orang yang mengatakan – kita harus melayani orang-orang itu, kita harus menerima mereka, jadi marilah kita menurunkan standar Allah saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kita harus lakukan adalah melihat kembali kepada apa yang dikatakan Yesus di halaman Firman Allah. Matius 19:1-2, “Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. 2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.” Berhentilah sebentar, apakah Anda tahu bahwa kedua ayat itu menyatakan akhir pelayanan Galilea?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak Matius 4:12 Tuhan mulai pelayanan-Nya di Galilea, Dia telah bergerak ditengah daerah Palestina itu, melayani, berkhotbah, mengajar dan menyembuhkan. Terang telah datang kepada orang-orang non-Yahudi di Galilea. Namun seperti biasa, manusia lebih senang kegelapan dari pada terang dan kebanyakan orang sebenarnya tidak pernah datang kepada terang itu. Dan sekarang terang itu padam dalam arti kata sebagian dari pelayanan-Nya sudah berhenti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekarang menuju ke Yerusalem dan kita mulai tahap terakhir dari kehidupan Tuhan kita pada waktu Dia menuju ke kayu salib, menuju ke hasrat- Nya dan kebangkitan-Nya. Jadi ini titik kritis. Orang-orang telah diberi kesempatan selama pelayanan Galilea, mereka telah mengalami saat kebenaran mereka dan sekarang itu telah berakhir bagi mereka. Wah betapa sedihnya, betapa anehnya bahwa bahkan dikota-Nya sendiri mereka tetap mencoba untuk membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitu juga tertulis, “Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya.” Apakah maksudnya? Maksudnya adalah ajaran Matius 18, setelah Yesus selesai mengajar tentang orang percaya mirip anak kecil. Pada waktu itu ada anak kecil yang dipangku dan Dia memakai anak kecil itu sebagai ilustrasi, dan mengajar semua kebenaran yang besar itu yang kita belajar di bab 18. Nah pernyataan kecil itu dengan sendirinya menyatakan suatu pelajaran besar telah selesai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kemana Yesus pergi? Dia pergi ke daerah Yudea melewati sungai Jordan. Tuhan meninggalkan Galilea namun dari pada langsung turun ke Yehuda, Dia pergi kearah timur, menyebrang sungai Jordan, turun dibelakang Jordan dan kemudian menyebrang lagi disebelah selatan Yeriko, lalu naik gunung ke Yerusalem. Dan ini penting Dia mengambil rute itu karena ini membawa-Nya ke suatu daerah yang sangat penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daerah melewati Yordan ini dinamakan orang Yahudi, “Terlampaui,” yaitu daerah yang dinamakan Perea. Jadi dari pelayanan Galilea kita masuk ke dalam pelayanan Perea. Dan bab 19 dan 20 membicarakan Tuhan kita melayani di daerah Perea itu. Baru-baru ini daerah itu bertambah padat penduduknya. Itu daerah dibawah pemerintah Herodias Antipas. Masih ingat dia adalah orangnya yang menyebabkan kepala Yohanes Pembaptis dipenggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga, setiap orang Yahudi yang berjalan-jalan dari sebelah utara ke selatan akan memakai rute itu karena jika dia langsung pergi ke selatan, dia harus melalui tanah orang Samaria. Dan mereka menganggap orang Samaria itu orang tercemar. Jadi banyak peziarah akan memakai rute itu juga. Jadi Tuhan sempat melayani penduduk Perea dan juga orang-orang yang sedang menuju ke Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di bab 19 kita masuk ke tahap terakhir dari Injil Matius. Mulai dari sekarang kita akan melihat penyerahan Raja dan penolakan akhir dari negara Israel. Jadi Dia menyampaikan diri-Nya dan Dia ditolak pada akhirnya dan disalibkan. Sementara diselingi semua itu, Dia mengajarkan murid-murid-Nya lebih banyak ajaran lagi supaya mereka dapat meneruskan pelayanan itu. Jadi itu waktu transisi bagi Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pada waktu Yesus sedang berjalan bersama orang banyak dan sedang menyembuhkan orang, kita tiba di Matius 19:3, “Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" Orang- orang Farisi itu selalu mencari kesempatan untuk mencela Dia dan untuk membunuh-Nya. Mereka adalah pemimpin-pemimpin agama dan mereka diserang langsung karena kebenaran yang dikhotbahkan Yesus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja mereka ingin supaya Dia kelihatan buruk di depan banyak orang. Mereka memikirkan dua hal. Mereka ingin mencela Dia didepan orang supaya ketenaran-Nya hilang. Dan kedua, mereka ingin menghancurkan-Nya. Jadi mereka merencanakan ujian khusus ini. Nah kelihatannya ini pertanyaan yang sederhana saja, namun ini pertanyaan yang licik dan penuh tipu daya untuk menyerang Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perceraian adalah masalah yang mudah menguap diantara orang-orang Yahudi. Semua orang tahu tentang itu dan perceraian itu sangat umum. Wanita diperlakukan seperti mereka tidak ada hak sama sekali. Dan orang Farisi menjadi pemimpin dalam hal ini, bukan saja dengan ajaran mereka namun juga dengan teladan hidup mereka. Mereka terus menerus menceraikan isteri-isteri mereka. Dan mereka juga mengajar bahwa Anda dapat menceraikan isteri Anda untuk alasan apa saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Rabbi Hillel mengatakan bahwa Anda dapat menceraikan isteri karena dia memakai terlalu banyak garam dalam makanan Anda. Anda dapat menceraikan isteri Anda jika dia berputar cepat di jalanan dan ada orang yang dapat melihat lututnya. Anda dapat menceraikan isteri Anda jika dia berbicara dengan seorang pria. Anda dapat menceraikan isteri Anda jika Anda telah menemukan wanita lain yang lebih cantik karena sekarang ia menjadi najis di matamu. Anda dapat menceraikan isteri Anda jika dia tidak dapat melahirkan. Anda dapat menceraikan isteri jika dia tidak memberikan Anda seorang anak laki- laki. Jadi pada dasarnya mereka sudah mempraktekkan perceraian tanpa-salah dengan kedok perceraian dengan alasan apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang Farisi tahu bahwa Yesus tidak mengajarkan ini. Di Matius 5:27-28 dikatakan, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta mengingin- kannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Dan Matius 5:31-32 mengatakan, “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka mengharapkan bahwa Yesus akan menjawab dengan pernyataan keras tentang perceraian dan dengan demikian mengasingkan banyak orang. Mereka ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah intoleran. Dan mereka juga ingin memperlihatkan bahwa Dia tidak mengikuti ajaran Rabbi dan ajaran-ajaran orang Farisi. Dan mereka berharap mereka dapat mencela-Nya dengan menggambarkan-Nya sebagai seorang legalis yang pandangan-Nya melawan pandangan populer.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada benteng di daerah itu, dan ada istana bernama Makareus dan Herodias Antipas juga ada penjara disitu. Salah satu tahanan yang pernah tinggal disana adalah Yohanes Pembaptis, Dia masuk penjara karena dia mengritik Herodias karena hukum Allah tentang perceraian. Dan karena itu kepalanya dipenggal. Orang-orang Farisi mengharapkan Herodias ikut campur dan memperlakukan Yesus dengan cara yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perhatikanlah jawaban Yesus di Matius 19:4-6, “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka langsung dari pandangan-Nya sendiri, Dia melampaui diri-Nya, melampaui adat istiadat mereka, melampaui Rabbi mereka, melapaui tradisi mereka, Dia kembali kepada Allah sendiri. Masalah Anda, Dia mengatakan, bukanlah dengan Aku. Firman Allah adalah dasar masalah ini. Marilah kita kembali kepada Firman Allah. Kita tahu mereka telah membacanya. Dan Dia mengutip dari Kejadian 1:27 dan Kejadian 2:24, Tidakkah kamu baca, Dia mengatakan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia meneruskan mengutip Allah dari Kejadian dan ini adalah bagian utama yang kita akan belajar malam ini, Dia memberikan kita empat alasan mengapa menurut hukum kita dilarang bercerai dengan alasan apa saja. Marilah kita mendengar Allah, Dia mengatakan. Marilah kita membiarkan Allah berbicara. Empat alasan mengapa kita dilarang untuk bercerai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan pertama – Satu laki-laki diciptakan untuk satu perempuan. Apakah Anda mengerti? Satu pria diciptakan untuk satu wanita. Lihatlah ayat 4 dan Dia mengutip dari Kejadian 1:27, “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?”Dia mengatakan – Apakah Anda belum baca tentang penciptaan? Apakah Anda tidak tahu tentang itu? Tahukah Anda bahwa Allah menciptakan Adam dan Hawa? Dia tidak menciptakan Adam dan Hawa dan Etel dan Albert.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak menyediakan kesempatan untuk poligami. Perceraian bagi Adam dan Hawa tidak mungkin. Allah telah merencanakan seluruh sejarah manusia, bagaimana itu seharusnya, satu pria dan satu wanita, yang tidak mungkin terpisah. Allah tidak pernah merencanakan dua orang untuk menikah dan untuk menyeleweng supaya dapat mencari yang lebih baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua mengapa perceraian tidak diperbolehkan adalah Allah menciptakan ikatan yang kuat. Dikatakan di ayat 5, “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya.”Ini adalah Kejadian 2:24, masih sebelum manusia jatuh dalam dosa. Ini urutan ilahi Allah yang indah, dan perkataan “bersatu” pada dasarnya berarti memiliki ikatan yang tidak mungkin patah. Ini berarti di-lem tertancap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita memiliki dua hati, rajin dan berkomitmen untuk mengejar satu sama lain dalam kasih, terpaku bersama dalam ikatan yang tidak bisa pecah, terpaku dalam pikiran dan terpaku dalam perasaan. Karena itu 1 Korintus 7:4 mengatakan, “Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya,” ini adalah pertukaran, ini penyerahan diriku secara total kepada pasanganku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan ketiga mengapa pernikahan tidak mengizinkan dirinya putus adalah karena satu pria dan satu wanita telah menjadi satu daging. Yesus mengatakan di ayat 5, “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.” Mereka tidak bisa dipisahkan lagi. Mereka telah menjadi satu orang di dalam kesatuan pernikahan. Ini nomor yang tidak dapat dipisahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya menjadi satu orang? Ketika dua orang menikah, mereka benar- benar dalam pandangan Allah menjadi satu. Mereka menjadi milik total dari satu sama lain. Mereka menjadi satu pikiran dan jiwa dan tujuan dan arah dan emosi dan perasaan dan kemauan. Dan kesatuan itu, pada akhirnya, terlihat paling baik di dalam anak yang mereka hasilkan yang adalah lambang sempurna dari ikatan mereka, karena anak itu menyatakan segala yang adalah mereka di dalam satu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasan keempat ada di dalam ayat 6, “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Ini bukan membicarakan bagaimana Anda memandang satu sama lain, ini adalah Allah yang berkata – Aku menciptakan pernikahan, dan janganlah sekali-kali Anda memisahkannya. Aku menempatkan dua orang menjadi satu. Yang ditahbiskan adalah lembaga Allah. Setiap kali ada pasangan yang jadi dan yang mengalami suka cita berteman atau suka cita persetubuhan atau apapun juga, mereka mengalami mujizat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat bahwa seorang pria dan wanita dapat menyerahkan diri satu sama lain dalam kepenuhan hubungan intim yang berarti adalah suatu perbuatan Allah. Bahkan orang-orang yang tidak percayapun dapat menikmati suka cita dan kebermaknaan ikatan kasih. Setiap anak yang lahir di dunia adalah ciptaan Allah. Tidak peduli orang tuanya belum percaya dan tidak mengerti tentang Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini juga benar bagi pernikahan. Pernikahan yang menghasilkan anak adalah suatu perbuatan Allah dimana dua orang disatukan untuk menikmati kepenuhan hidup. Pengguguran terhadap kelahiran bayi sama dengan perceraian terhadap pernikahan. Sama seperti pengguguran membunuh ciptaan Allah, perceraian melakukan yang sama. Inilah jawaban-Nya, namun bukan keseluruhan jawaban. Kita akan teruskan dari sini Minggu depan. Marilah kita berdoa bersama.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 May 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140504</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Belajar untuk Mengampuni - II]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+18:28-35" target="_blank" class="imCssLink">Matius 18:28-35</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneruskan pelajaran kita dari Matius 18 yang dari beberapa bulan yang lalu dimana kita belajar bahwa orang-orang percaya harus diperlakukan sebagai anak-anak. Dan Matius 18 diakhiri dengan pelajaran indah mengenai bagaimana kita harus mengampuni orang lain dalam bentuk perumpamaan dari Yesus sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat ada pertanyaan mengenai pengampunan dan kita melihat sampai dimana kita harus mengampuni di ayat 22. Tuhan mengatakan untuk mengampuni sampai 490 kali dan itu berarti tidak ada batasnya, terus menerus tanpa berhenti. Dan kita juga membahas efek pengampunan ketika kita melihat Matius 6:12-15 dimana Tuhan mengatakan, jika Anda tidak mengampuni satu sama lain, Dia juga tidak akan mengampuni Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita tiba kepada contoh pengampunan mulai dari ayat 23 dari perumpamaan yang sangat bagus penuh dengan kebenaran besar. Dan ini diberikan kepada para murid. Kira-kira sebulan yang lalu kita melihat permulaan perumpamaan itu dari Matius 18:23, “Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita melihat bahwa raja ini adalah Allah. Dan hamba ini adalah seseorang yang diberi hak istimewa. Dia seperti pengurus yang bertanggung jawab atas banyak hal diantaranya adalah memungut pajak yang harus diberikan kepada raja untuk biaya operasional kerajaan. Dan pada waktu tertentu raja itu mengadakan perhitungan dengan mereka yang telah diberi tanggung jawab itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi setiap orang boleh dibilang adalah pengurus dari apa yang Allah telah memberikan kepadanya. Dan setiap orang pada suatu saat akan diminta untuk menghadap kepada Allah untuk memberi laporan tentang urusan itu. Dan kita menunjukkan bahwa itu merupakan suatu pertanggungjawaban. Itulah waktunya dimana Allah memanggil manusia untuk memberi penjelasan tentang bagaimana kehidupan mereka memenuhi tugas mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 24 membicarakan individu tertentu ini, “Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.” Dan istilah ini menggambarkan jumlah yang sangat besar sekali. Kita telah membicarakan hal itu sebulan yang lalu. Disini ada orang dihadapan Allah dihukum karena hutangnya sangat besar. Dan di ayat 25 dikatakan, “Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini tidak punya sumber daya untuk membayar hutang sampai lunas, namun apa yang bisa dibayar harus dibayar dan itu sudah kebiasaan. Menjadikan semua anggota keluarga menjadi budak dan menjual segalanya yang ada supaya hasil penjualan itu dapat melunaskan sebagian dari hutang itu.sudah kebiasaan waktu itu. Jadi prinsipnya sudah jelas. Semua orang harus menghadap kepada Allah yang kudus dan mereka semua harus bertanggung jawab atas urusan hidup dan semua yang telah diberikan kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka akan dihakimi pada saat itu atas hutang dosa mereka yang tidak mungkin dapat dilunaskan. Allah berkuasa untuk menghakimi mereka ke neraka. Dan meskipun mereka akan meluangkan waktu disana untuk selama-lamanya di neraka dan membayar kembali apa yang mereka bisa membayar kembali tetap saja mereka tidak dapat melunaskan hutang mereka. Karena itu neraka adalah untuk selama-lamanya. Jadi ini sangat mengerikan namun hukuman hutang itu nyata dan orang itu telah menipu raja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 26, “Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu Tuan, segala hutangku akan kulunaskan.” Disini terdapat seseorang yang patah hati yang tahu dia akan dihukum. Dan dia menyembah dan mengatakan, “Tuan,” dan dia menegaskan keberdaulatan raja diatasnya, “sabarlah dahulu dan segala hutangku akan kulunaskan.” Dia mengerti bahwa hukumannya adil. Dia tidak mengatakan itu tidak adil, dia hanya mengatakan sabarlah dan aku akan lunaskan segala hutangku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah alasannya orang itu mengatakan “Aku akan melunaskan semuanya” adalah karena dia sebenarnya tidak mengerti betapa luar biasa besar hutangnya. Orang yang dibawa ke saat keyakinan besar tentang dosa mereka, ketika berada di hadirat Allah ingin mengatakan, “Allah, sabarlah, aku janji aku akan berbuat lebih baik, aku akan menyerahkan hidupku, aku akan berbuat apa saja yang aku bisa lakukan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka benar-benar tidak mengerti besarnya dosa mereka atau ketidakmampuan mereka untuk melunaskan hutang mereka. Namun ada penyesalan yang benar dan kesedihan benar dan kehancuran hati asli karena ayat 27. Dan inilah kunci seluruh perumpamaan, “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah inilah kuncinya untuk menterjemahkan perumpamaan ini. Orang itu hutangnya dihapuskan. Apakah artinya? Dia tidak bertanggung jawab untuk melunaskan hutangnya lagi, sama sekali tidak. Orang itu dibebaskan dari hutangnya. Dan kedua dia diampuni. Dia dibebaskan untuk melakukan apapun juga karena raja itu telah melakukan semuanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini menggambarkan anugerah Allah yang menyelamatkan. Orang itu dibebaskan dari hutangnya. Dan dia diampuni total. Dan inilah intinya keselamatan. Raja sendiri mengambil kerugian itu dan itulah yang ditampilkan di kayu salib Kristus. Karena diatas kayu salib Kristus Yesus dalam daging-Nya sendiri mengambil kerugian itu. Dia sendiri menebus dosa Anda dan saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini ada pertobatan tulen dan penyesalan asli meskipun dia tidak mengerti betapa besar dosanya dan dia benar-benar tidak mengerti bagaimana semua itu telah diampuni secara total oleh karena anugerah Allah. Raja itu membebaskan- nya dari tanggung jawab untuk melunaskan hutangnya sendiri dan mengampuni- nya dari semua dosa-dosanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi intinya dari ajaran Tuhan disini adalah pengampunan. Nah kita melihat semua itu sebagai pengertian mula-mula dari perumpamaan ini dan sekarang kita mulai dengan ayat 28 dan pesan utama. Sampai sekarang kita hanya membahas kembali apa yang dikhotbahkan beberapa minggu yang lalu pada permulaan perumpamaan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perhatikanlah apa yang terjadi di ayat 28, “Tetapi ketika hamba itu keluar, ia mencari dan bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!” Wah, ini luar biasa. Betapa cepatnya orang ini melupakan belas kasihan rajanya? Disini tertulis “ia mencari dan bertemu,” dengan kata lain dia mulai mencari orang ini. Dia tidak kebetulan bertemu dengan orang ini. Tidak, ia khususnya mencari orang ini. Dan perhatikanlah, orang ini sesama hamba dari raja itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti hamba yang lain itu adalah seseorang yang telah diampuni juga. Jadi mereka sesama anggota keluarga. Jadi dengan demikian Tuhan memberikan perumpamaan ini bagi keluarga mereka yang percaya kepada Kristus yang berada di dalam persekutuan. Di dalam perumpamaan ini digambarkan saudara Kristen laki-laki atau perempuan. Dan ini digunakan secara konsisten seterusnya di sisa perumpamaan ini selama empat kali. Jadi dia menemukan hamba yang lain, orang percaya yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah hamba yang lain ini belum tentu pangkatnya sama. Mungkin dia bekerja dibawah hamba pertama ini. Namun mereka berdua melayani raja yang sama. Dan apa yang terjadi benar-benar tidak masuk akal. Dia pergi dan mencari orang ini dan mulai mencekiknya, secara harfiah dalam Bahasa Yunani ini mengatakan lehernya dicekik, dan mengatakan bayarlah aku hutangmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika orang ini bukan orang Kristen, seperti beberapa orang ingin kita percaya dalam perumpamaan ini, maka seluruh perumpamaan dalam konteksnya hancur. Karena pengaruh perumpamaan disini adalah ada orang yang telah diampuni seluruhnya, benar? Dan dia keluar dan dia tidak mau mengampuni orang lain. Kita tidak mengharapkan dia akan mengampuni orang lain jika dia sendiri tidak diampuni. Kita tidak mengharapkan dia bertindak seperti Allah jika Allah memang tidak melakukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan perumpamaan tentang keselamatan sejati. Perumpamaan ini adalah tentang pengampunan dan berlakunya pengampunan dan mengampuni satu sama lain. Dan apa yang menyebabkan perumpamaan ini begitu berkuasa adalah bahwa orang ini benar-benar telah diampuni. Dan sekarang dia memegang hamba lain ini dan mulai mencekiknya. Itu cara penagihan tua yang dipakai. Paksakan mereka dan mencekik mereka sampai mati jika mereka menolak bayar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen bergumul dengan hal ini. Apakah Anda ada orang yang masih hutang kepada Anda? Apakah Anda masih memikirkan mereka? Hmmm, berapa kali Anda telah mencekik mereka dalam pikiran Anda? Kita masih memiliki masalah yang sama di dalam gereja Yesus Kristus. Ada orang yang mengatakan sesuatu yang Anda tidak suka dan seterusnya di dalam gereja Anda menghindarinya. Setiap kali Anda melihat orang itu, amarah timbul di dalam hati, ada kepahitan dan Anda simpan dendam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada orang di dalam gereja kita sekarang yang masih tidak mau mengampuni orang Kristen lain dan itu menyebabkan berbagai macam kecemasan, nyeri dan masalah meskipun mereka orang Kristen. Mereka tidak bisa mengampuni orang lain karena mereka tidak mau mengampuni. Kedagingan timbul untuk mencari belas dendam. Orang Kristen sanggup menyimpan dendam dan mempertahankan kepahitan. Saya harap Allah berbicara dengan Anda melalui khotbah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia mengatakan, “Bayarlah hutangmu!” Jangan kaget ini orang Kristen. Lihatlah jawabannya di ayat 29, “Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.” Bukankah ini hal yang sama yang diminta pada waktu dia sendiri memohon supaya raja itu mengampuninya dan sekarang ada hamba yang hutangnya hanya 18 dollar dan Anda mencekiknya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memohon. Ini bukan penyembahan. Ini seorang hamba terhadap hamba lain. Dan dia mengatakan bersabarlah dan saya akan membayar semuanya dan dia juga sanggup mencicil sedikit demi sedikit. Namun applikasinya jelas. Dibanding dosa- dosa kita melawan Allah dimana hutang kita tidak mungkin terlunaskan, semua hutang lain dengan orang lain gampang sekali terlunaskan. Intinya adalah ketika kita menerima pengampunan dosa dari Allah yang begitu dalam dan yang termasuk segala-galanya, bagaimana kita bisa menjadi begitu kecil sehingga kita tidak dapat mengampuni sesama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus membiasakan diri untuk mengampuni orang lain. Kita pasti akan memerlukan hal itu. Dan mungkin saja kita memerlukan hal itu dari orang yang sama yang kita tidak mau mengampuni. Memang sangat buruk untuk orang Kristen melakukan hal itu. Itulah alasannya gereja itu pecah. Ada orang di gereja, mungkin ada orang yang berbuat sesuatu yang tidak disukai orang lain dan daripada memberikan hal itu kepada Tuhan dan mengampuni dan merangkul orang itu dalam kasih, mereka malah merasa pahit dan kepahitan itu memecah-belah dan gereja itu terbelah dua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini buruk tetapi lebih umum dari pada kita ingin mengakui. Mungkin sekali para murid sedang melakukan itu juga sendiri. Mereka sedang bertengkar mengenai siapa akan menjadi yang terbesar di dalam kerajaan dan supaya mereka mempertahankan keunggulan mereka, bisa saja mereka di dalam hati mereka merasa dendam terhadap yang lain, yang berarti dalam pikiran mereka murid yang lain tidak sebaik mereka supaya dalam hati mereka mereka bisa meninggikan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah jawaban dia di ayat 30, “Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.” Dia tidak memiliki belas kasihan. Dan ini reaksi yang tidak mungkin dan buruk. Dia diberi belas kasihan, supaya dia dapat memberi belas kasihan kepada orang lain. Dia diampuni supaya dia dapat mengampuni. Dia dikasihi, supaya dia dapat mengasihi, dia telah menerima belas kasihan, supaya dia dapat memberi belas kasihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda menolak untuk mengampuni, kedagingan Anda menang. Dan saat Anda melakukan itu, Anda akan memotong diri dari pengampunan hubungan dengan Allah yang menjadikan komunikasi begitu manis. Dan jika Anda mengalami kekurangan kuasa, kekurangan kelaparan akan firman Allah, kekurangan kasih untuk berdoa dan perjamuan suci, mungkin itu terjadi karena ada halangan disitu dan Tuhan tidak memberikan Anda pengampunan itu yang membawa hubungan yang manis dengan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi lihatlah apa yang terjadi di ayat 31, “Melihat itu sesama hamba-hambanya,” (bukan kawan-kawannya), itu istilah lagi yang mengacu kepada sesama orang Kristen, “yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.” Mereka telah menyaksikan seluruh kejadian. Dan mereka melakukan satu-satunya yang mereka dapat lakukan. Mereka sedih sekali. Ada dua hal disini yang menonjol. Nomor satu, ada hamba yang tidak mau mengampuni dan kedua, ada hamba-hamba lain yang sangat sedih mengenai hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah mayoritas sikap mereka yang telah diampuni. Apa yang menyatukan umat Allah yang telah diampuni adalah keinginan untuk menjadi orang yang mengampuni sendiri. Dan mereka tahu standar yang telah ditentukan Allah sendiri dan mereka tahu betapa besar keinginan-Nya untuk mengampuni. Dan mereka tahu betapa suci hukum Taurat-Nya. Dan mereka mengerti kesatuan keluarga-Nya dan mereka mengerti betapa kaya persekutuan-Nya, jadi mereka sedih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda akan lakukan jika Anda telah berusaha maksimal dan tetap orang itu tidak merespon? Kita minta kepada Tuhan, benar? Jika orang-orang percaya prihatin sekali tentang dosa-dosa masing-masing, betapa besarnya kuasa roh penyembuhan di dalam persekutuan. Mereka memberi tahu seluruhnya kepada raja. Itu sama dengan umat Allah berdoa kepada Tuhan mengenai saudara-saudari kita yang berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tanggapan raja? Ayat 32, “Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.” Apakah sikap Allah? Dia mengatakan “Hai hamba yang jahat.” Nah ada orang yang mengatakan, oh itu pasti bukan orang Kristen. Apakah Allah dpat mengatakan kepada orang Kristen, hai kamu orang berdosa? Di Roma 7 Paulus sendiri mengaku keberdosaannya sebagai orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan, “aku telah mengampuni segala hutangmu.” Allah menegaskan kembali realitas pengampunan penuh itu. Dia mengatakan, “seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.” Kemudian di ayat 33 kita baca, “Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Dan perkataan ‘belas kasihan’ menerangkan pikiran yang indah. Anda harus memiliki belas kasihan sama seperti Aku.” Allah berbelas kasihan dan mengampuninya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hal yang paling membebaskan yang ada. Ada orang yang telah melakukan sesuatu untuk menyakiti Anda, mengatakan sesuatu yang tidak benar, mungkin mereka telah melakukan sesuatu penipuan ekonomi atau penipuan harta atau apapun juga dan Anda akan membiarkan hal ini membangkitkan amarah didalam Anda atau Anda akan berbalas dendam. Allah mengatakan jangan, biarlah kita berbelas kasihan kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 34 mengatakan, “Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.” Tuhan selalu marah jika kita berdosa, bukan? Tuhan memiliki amarah kudus melawan kejahatan, bahkan di dalam hidup Anda dan saya juga. Lihatlah Ibrani 12:5-6, “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 35 mengatakan, “Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." Sekali lagi yang dimaksud dengan ‘kamu’ adalah para murid yang adalah orang-orang percaya tulen. Dia tidak mengatakan ini kepada orang-orang yang tidak percaya karena mereka tidak dapat berbuat atau bertindak seperti Allah terhadap satu sama lain dan saling mengampuni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang percaya tua yang dulu mengatakan, “Memang balas dendam tampaknya manis bagi manusia, namun itu hanya racun manis dan sisa rasa itu pahit seperti neraka. Mengampuni dan kasih yang tidak berkesudahan saja adalah manis dan penuh berkat. Pengampunan itu adalah perisai yang dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. Pengampunan membawa surga ke dunia dan damai sejahtera kedalam hati yang berdosa. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Apr 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140427</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Saksi mata Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+28:1-10" target="_blank" class="imCssLink">Matius 28:1-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu suatu tantangan untuk menentukan bagian Alkitab yang mana kita pilih karena Firman Allah penuh dengan kebenaran kebangkitan. Karena kebangkitan itu adalah fondasi diatas mana gereja dibangun. Tanpa kebangkitan Kristus tidak ada kebaktian malam ini, tidak ada gereja disini atau dimanapun juga, tidak ada iman Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Khotbah pertama yang pernah diberitakan setelah Yesus bangkit dari antara orang mati adalah tentang kebangkitan itu di Kisah Para Rasul 2. Dan kebangkitan itu adalah tema untuk semua khotbah para rasul dan pemberitaan injil dalam semua tahun sejarah sejak itu. Dalam Kisah Para Rasul Petrus bukan saja berkhotbah tentang kebangkitan di bab dua, namun juga di bab empat dan kemudian lagi di bab sepuluh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia membicarakan Allah Bapa yang membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati. Efesus membicarakan Kristus yang telah dibangkitkan dari kematian. Buku Filipus membicarakan hati Paulus, “Supaya saya dapat mengenal-Nya dan kuasa kebangkitan-Nya.” Kepada orang Kolose Paulus menulis, “Allah yang membangkitkan-Nya dari antara orang mati.” Kepada orang Tesalonika dia menulis “Anak-Nya yang dibangkitkan dari antara orang mati,” waktu membicarakan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebangkitan itu bukan saja tema Perjanjian Baru, namun itu juga tema Perjanjian Lama, seperti dibicarakan di khotbah Petrus waktu mengutip Pemazmur, “Fondasi iman kita, fondasi gereja dan fondasi harapan kekal kita adalah kebangkitan Kristus.” Kita tiba kepada satu-satunya kebenaran yang terbesar di dalam Kekristenan, yaitu kebangkitan Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun untuk malam ini marilah kita kembali kepada kebenaran sederhana dari firman. Kembalilah kepada sejarah, kembalilah kepada injil: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, yang mencatat kesaksian mereka tentang kebangkitan itu. Untuk melakukan itu marilah kita melihat Matius 28:1-10. Kita akan melihat kebangkitan itu melalui kesaksian pertama yang adalah sekelompok wanita. Wanita yang mulai mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Mesias mereka waktu Dia melayani di Galilea.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka berjalan melalui Galilea mengikuti-Nya, melayani-Nya secara pribadi, merawat-Nya kapanpun dan bagaimanapun mereka bisa. Mereka berjalan bersama-sama dengan Dia ke arah selatan untuk merayakan hari Pelewatan dimana Dia disalibkan. Mereka hadir dibawah kaki kayu salib pada kematian- Nya. Dan perempuan yang sama itu ada disini di kuburan-Nya untuk mengurapi tubuh-Nya dengan rempah-rempah, dan menolong supaya Dia ditempatkan di kuburan itu dengan cara bermartabat dan hormat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah wanita yang sama itu yang berada pagi-pagi sekali di fajar kebangkitan. Matius 28:1 mulai mencatat ini, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Disini kita bertemu bukan saja dengan kedua wanita itu, namun wanita yang lain juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus menambahkan Salome, ibunya Yakobus dan Yohanes, dan isteri Zebedee ada disitu. Lukas menambahkan ada wanita bernama Yohana disitu, isteri salah satu pegawai Herodias. Yohanes hanya mengatakan ada Maria Magdalena namun dia mengatakan “kita” yang berarti ada orang lain juga. Ini kelompok perempuan yang berada waktu pemakaman dan yang kembali hari Minggu pagi setelah mereka berangkat dari tempat istirahat mereka pada waktu masih gelap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah memilih wanita menjadi saksi mata pertama dari kebangkitan itu? Iya ada yang mengatakan karena Allah sering memilih yang lemah, mereka yang tidak terkenal, mereka yang bekerja dibelakang layar. Tetapi alasan benar mengapa mereka menjadi saksi mata pertama kebangkitan adalah karena merekalah yang muncul pada mulanya. Memang ajaib Anda akan berada di pusat tujuan Allah jika Anda berada dimana Dia sedang bekerja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius mengatakan kepada kita, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu.” Markus menambahkan, “Dan pagi-pagi benar.” Lukas menambahkan, “tetapi pagi-pagi benar.” Dan Yohanes mengatakan, “Ketika hari masih gelap.” Tepat pada waktunya dimana fajar menyingsing pelan-pelan dan terang mulai, itulah jam kejadian terbesar dari semua kejadian, kebangkitan Yesus dari antara orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita akan melihat kejadian itu melalui mata wanita itu. Namun bukan saja melalui mata mereka. Kita akan melihat hal itu melalui perasaan mereka, melalui sikap mereka. Dan benar, mata mereka akan melihat banyak hal, namun melebihi itu kita akan melihat bagaimana reaksi mereka terhadap semua itu. Dan kisah kebangkitan yang nyata adalah transformasi emosional yang terjadi di dalam hati wanita itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sikap pertama yang harus kita perhatikan adalah simpati. Dikatakan di Matius 28:1 bahwa pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Mereka datang untuk melihat, tidak ada pikiran tentang kebangkitan sama sekali. Markus 16:1 mengatakan, “membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.” Nah kita tahu bahwa orang Yahudi tidak membalsem mayat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah di Yohanes 11 ketika Lazarus sudah mati selama empat hari, mayatnya sudah bau. Dan disini pada waktu pagi hari ketiga, iya mayat itu sudah mulai busuk. Dan wanita itu sulit mengendalikan emosi mereka, dan mereka datang untuk upaya terakhir untuk menempatkan rempah-rempah kepada tubuh itu supaya aroma itu akan mengalahkan bau busuk daging. Ini tindakan simpati murni. Mereka tidak nyana Yesus hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu mereka datang mereka ada masalah karena ada batu besar yang telah digulirkan di muka kuburan. Mereka menanyakan di Markus 16:3, “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” Batu itu sangat besar dan berat. Mereka tidak sanggup. Mungkin mereka tidak tahu bahwa kuburan itu di segel dengan segel Romawi yang tidak boleh di buka. Jadi mereka datang kesitu dengan rempah-rempah siap untuk menunjukkan belas kasihan mereka untuk Yesus yang mereka mengasihi begitu mendalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka juga takut sekali. Matius 28:2-5, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada wanita itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang malaikat mengatakan di ayat lima, “Janganlah kamu takut.” Matius saja yang memberikan kita rincian dari ayat dua, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat.” Dan tanpa ada alat pendeteksi, gampang sekali menemukan pusat gempa itu, sumbernya adalah tempat pemakaman. Mungkin Anda berkata, “Apa sih yang menyebabkan gempa bumi itu?” Bukan apa, namun siapa, karena malaikat Tuhan telah turun dari langit dan datang menggulingkan batu besar itu dan ia duduk diatasnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah gempa bumi itu datang tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa Yesus keluar. Tahukah Anda mengapa? Dia sudah pergi. Apakah Anda mengerti bahwa malaikat itu tidak menggulingkan batu itu supaya Yesus bisa keluar? Dia menggulingkan batu itu supaya wanita itu dapat masuk. Yesus tidak perlu menggulingkan batu untuk keluar sama seperti Dia tidak perlu ada yang membuka pintu untuk masuk ke ruangan atas dimana Ia memperlihatkan diri kepada para murid.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Firman mengatakan bahwa pakaian orang mati yang berada di tubuh-Nya pada waktu Ia dikuburkan ditinggalkan di tempat yang sama pada waktu masih ada di tubuh-Nya. Dia keluar menembus pakaian matinya dan melalui kuburan dan melalui batu. Kristus yang telah dibangkitkan dan dimuliakan menyusun molekul tubuh supranatural-Nya dan Dia langsung dapat menembus apa saja. Dia telah bangkit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam terang pertama pada fajar hari ketiga untuk memenuhi nubuat, Yesus keluar dari kuburan menembus batu, dan hidup. Nah ada drama kecil yang tidak disebut Matius. Maria Magdalena yang dikasihi dan diselamatkan Kristus adalah pengikut sejati. Ketika dia datang dan melihat batu sudah digulingkan dia panik. Yohanes 20:2 mengatakan, “Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang Simon Petrus bersama Yohanes tinggal di Betani dan itu jaraknya 3 kilometer jauhnya. Dia memberi laporan kepada dua rasul pemimpin. Dia berpikir ada beberapa perampok kuburan yang datang dan mencuri tubuh-Nya. Dan karena ketakutannya dia tidak memberitahu ada malaikat dan dia pergi begitu saja. Mendengar hal itu Petrus dan Yohanes mulai berlari ke kuburan itu. Petrus pergi duluan dan Yohanes ikut dari belakang. Namun Yohanes tiba duluan ke kuburan itu tetapi karena dia rada takut dia berhenti dan melihat masuk; Petrus langsung masuk saja untuk melihat kedalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita berada kembali di kuburan itu dengan wanita lain. Maria sudah pergi dan wanita itu melihat kuburan terbuka dan malaikat itu. Matius 28:3, “Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.” Itu mencerminkan keilahian. Jadi malaikat Tuhan karakternya ilahi. Sinar dalam mahluk malaikat ini mencerminkan kemuliaan Allah bukan keilahiannya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perwira Romawi sekarang mulai bangun setelah ada gempa bumi itu dan dikatakan di ayat 4, “Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” Nah ini perwira Roma dan mereka telah mengalami banyak. Dan seharusnya mereka siap untuk apa saja namun mereka langsung kelenger dan jatuh. Mereka sesudahnya datang kepada imam-imam kepala dan mereka cerita seluruhnya. Dan tentu saja imam kepala itu menyogok mereka untuk berbohong.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat lima, “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.” Perjanjian Baru mengatakan Allah Bapa membangkitkan-Nya, dan Perjanjian Baru juga mengatakan Roh Kudus membangunkan-Nya. Mereka semua bekerja sama, seluruh Trinitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 28:6-7, malaikat mengatakan, “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." Kebangkitan-Nya sudah terjadi. Tidak ada yang menyaksikan kebangkitan Kristus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat pada akhir ayat 6 mengatakan, “Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.” Mereka masuk. Kemudian Lukas 24:3-4 mengatakan, “dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu- mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.” Yohanes 20:12 mengatakan, “dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.” Lukas 24:5 mengatakan, “Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian malaikat berkata kepada mereka di Lukas 24:5-8, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.” Bukti dari kebenaran itu sudah nyata.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ratusan saksi mata melihat Kristus yang bangkit. Wanita yang tidak pernah mengharapkan ada kebangkitan tidak mengarang kejadian seperti itu. Para murid yang tidak sangka ada kebangkitan tidak membikin-bikinnya. Dan tidak ada seorangpun yang akan mati sebagai martir jika kebangkitan itu palsu. Dan bagaimana lagi dapat diterangkan kehidupan mereka yang telah ditransformasikan? Dan bagaimana lagi dapat dijelaskan ada gereja dan ada sejarah ribuan tahun dari kehidupan yang ditransformasikan oleh Kristus yang bangkit dan hidup?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada emosi lain lagi di Matius 28:8-10, “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasa takut berubah menjadi suka cita saat mereka menuju kepada murid-murid. Pada waktu Petrus dan Yohanes tiba disitu, wanita-wanita sudah pergi. Dan mereka akan memberi tahu para murid berita dari malaikat itu. Pergilah ke Galilea dan Yesus akan bertemu dengan mereka semua disana. Berkali-kali Yesus akan bertemu dengan sebelas murid-Nya, namun hanya di Galilea mereka semua akan berkumpul bersama. Dan di dalam pertemuan besar di Galilea itu mereka diberi Amanat Agung untuk pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu mencatat bahwa ketika wanita itu menceritakan para murid apa yang telah terjadi, murid-murid itu tidak percaya mereka. Kenyataan sedih adalah bahwa iman mereka begitu dangkal. Wanita itu penuh suka cita karena jika Yesus benar-benar hidup ada masa depan yang hebat. Semuanya tidak selesai. Tidak semuanya hanya kegelapan dan kehilangan harapan dan berakhir. Yesus mati dan bangkit kembali dan Dia memberi jalan melalui kuburan kepada hidup kekal. Ada masa depan yang hebat. Dan itu bukan akhir transformasi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sikap lain yang datang di ayat sembilan, ketika mereka sedang berjalan atau berlari-lari menuju para murid untuk memberitakan pesan malaikat bahwa Dia hidup dan mereka akan bertemu dengan Dia di Galilea, “Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.” Jadi sikap mereka berubah dari suka cita menjadi penyembahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukan bentukan imajinasi mereka, ini bukan halusinasi bersama. Ini seseorang. Mereka memeluk kaki-Nya. Mereka memegang-Nya penuh kasih memuja. Mereka diliputi perasaan bersyukur, mereka dipenuhi heran. Mereka mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Allah dan Kristus. Mereka bersujud menyembah Dia. Mereka mengerti Dia adalah Allah, Dia mulia dan Dia adalah Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin membawa Anda kepada keadaan seperti itu. Kekaguman dan perasaan heran Anda dan ketakjuban realitas kebangkitan itu akan mencelakakan Anda jika hanya itu saja yang ada. Dan begitupun suka cita Anda bahwa ada kehidupan lain karena Yesus mengalahkan kematian, kecuali Anda datang dan Anda sujud menyembah Dia dan mengaku Dia sebagai Tuhan dan menyembah Dia sebagai Juruselamat. Dan memang itulah yang mereka lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 10, “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Malaikat benar-benar melakukan tugasnya dengan baik, benar? Dan disini mereka mendapat pesan yang sama dari Yesus. Dan apa hasilnya? Mereka merubah dari simpati kepada ketakutan kepada penyembahan kepada harapan. Apa benar? Kita akan melihat Dia lagi? Kita akan berada bersama Dia lagi? Kita semua akan berada di Galilea bersama dan kita akan bersatu kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada mulanya semua itu hanya menakutkan. Kemudian ketakutan itu dicampur suka cita. Kemudian ketakutan itu ditambahkan penyembahan. Dan Yesus perlu mengatakan kepada mereka. “Jangan takut.” Dan sekarang ketakutan itu menghilang dan hanya ada harapan di dalam hati mereka. Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea.” Memang itu respon yang benar – harapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukannya kita semua akan bertemu di Galilea, namun kita semua akan bertemu dalam kemuliaan. Itulah caranya kita harus merespon terhadap kebangkitan. Ada tempatnya untuk simpati. Ada tempatnya untuk ketakutan kudus. Memang benar ada tempat untuk bersuka cita. Namun yang terpenting adalah bahwa Anda jatuh bersujud dan menyembah dan hati Anda dipenuhi harapan kekal. Itulah buktinya ada keselamatan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Apr 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140420</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Agama vs Hubungan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000B9"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+19:28-38,Matthew+27:15-22" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 19:28-38, Matius 27:15-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini banyak diantara kalian sudah tahu bahwa hari ini adalah hari Minggu Palem. Hari ini, diambil dari Injil, dimana seluruh kota Yerusalem mengadakan pawai untuk Yesus. Pada saat Yesus naik keledai masuk ke kota Yerusalem, orang- orang meletakkan baju-baju mereka dan daun palem di jalan menunggukan kedatangan-Nya. Demikianlah kita dapat perkataan Minggu Palem, hari itu adalah hari perayaan dimana Yesus disembah dan dipuji.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini menyenangkan dan menyakitkan bagi kita karena meskipun kita baca ada perayaan hari itu, kita tahu hari Jumaat itu akan datang. Pengorbanan Anak Allah di kayu salib akan datang. Kita tahu bahwa banyak orang yang sama yang berada disitu akan dalam beberapa hari menggantikan kata-kata pujian mereka menjadi kata-kata penghakiman. Mereka berseru Hosana, Hosana pada permulaan dan kemudian pada akhirnya berteriak “Salibkan Dia, Salibkan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini saya ingin kita fokus perhatian kita kepada kedua pertemuan ini yang kedua-duanya adalah tentang Yesus namun dengan sikap dan akibat yang sangat berbeda. Jika Anda bawa Alkitab Anda bukalah bersama-sama kepada dua bagian firman dari Injil Lukas dan kemudian dari Injil Matius dan marilah kita melihat apa yang diajarkan disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Lukas 19:28-38, “Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 30 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari. 31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya." 32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya. 36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan. 37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. 38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bandingkanlah ini dengan apa yang terjadi hari Jumaat berikutnya di Matius 27:15-22, “Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. 17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" 18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam." 20 Tetapi oleh hasutan imam- imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. 21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas." 22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana orang bisa menjadi begitu plin-plan dimana mereka memuji dan menyembah Yesus pada hari Minggu dan kemudian pada hari Jumaat berikut mereka minta supaya Dia disalibkan? Kebenaran adalah jika Anda tidak memiliki keyakinan pribadi yang kuat tentang apa dan kepada siapa Anda percaya, gampang sekali kita ikut-ikutan dengan apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain pada saat itu. Memang sukar untuk melawan arus, sukar sekali untuk memberi kesaksian tentang iman Anda jika semua orang melawan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penginjil besar Billy Graham telah dikutip berkali-kali mengatakan bahwa ladang misi terbesar di dalam negara kita sekarang adalah orang-orang yang berada dalam lingkup pengaruh lokal kita, yaitu semua teman-teman setempat dan orang- orang yang sudah berada di gereja kita. Satu hal yang saya tahu benar adalah bahwa banyak orang tahu apa yang mereka harus katakan, dan mereka tahu cara terbaik untuk mengajukan hal itu bahkan tahu bagaimana bertindak dalam hal itu, namun pada saat kebenaran keluar, tidak ada hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Tidak ada keselamatan – hanya kata-kata kosong saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat contoh sempurna dari hal itu dalam kedua bagian firman malam ini. Pada hari Minggu Yesus naik keledai dan masuk ke kota dengan banyak orang memuji dan menyembah Allah untuk mujizat-mujizat luar biasa yang mereka telah menyaksikan. Pada hari Jumaat banyak orang yang sama berteriak untuk melepaskan Barabas. Mereka minta dia dilepaskan, dan salibkanlah Yesus, salibkan Yesus! Mengapa ada perubahan total?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan yang mungkin memang banyak sekali, namun alasan sederhana adalah bahwa perkataan mereka tidak sesuai dengan hati mereka. Mereka memiliki iman sembarangan, bukan iman yang berkomitmen. Mereka memiliki agama namun mereka kehilangan hubungan pribadi dengan Yesus. Mereka tahu peraturan agama namun mereka sama sekali tidak tahu siapakah Yesus. Jadi bagaimana kita dapat memiliki iman sejati yang berkomitmen? Bagaimana kita bisa tulus dan jujur dan konsisten dalam segala perbuatan kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah malam ini saya ingin meyampaikan beberapa kunci untuk memiliki iman seperti itu. Kunci pertama adalah bahwa iman yang berkomitmen bukan mementingkan diri tetapi berpusat kepada Kristus. Kedengarannya ini jelas, namun kita sering tidak memahami hal itu. Di Amerika kita sering mengatakan kepada Allah, “Oh Tuhan inilah jadwalku, inilah rencanaku. Nah saya dapat memasukkan Engkau disini atau disitu, kita tarik Allah kesana-kesini atau berpaling kepada-Nya saat itu mudah bagi kita atau berguna bagi kita. Itu bukan iman sejati, iman yang berkomitmen memusatkan diri kepada Kristus diatas segala yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 19, banyak orang memuji Yesus pada saat Dia lewat, namun mereka memuji-Nya untuk dua alasan egois. Pertama oleh karena mujizat-mujizat-Nya. Dia telah menyembuhkan orang-orang sakit dan membangkitkan orang mati. Mereka memuji Dia karena mereka dilayani-Nya. Kedua, karena mereka melihat di dalam Yesus suatu cara untuk dibebaskan dari pemerintah Roma. Mereka ingin dibebaskan dari Roma sama seperti Israel dibebaskan dari Mesir. Pujian mereka bergantung kepada persyaratan, “Yesus apakah yang Kau dapat lakukan bagi kami sekarang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa hari kemudian pada waktu sidang mereka melihat Yesus yang dipukuli dan terluka, seorang pria yang tidak lagi tampak seperti pembebas atau penakluk. Dan waktu banyak kata-kata dikatakan tentang Dia, mereka ikut semua hasutan dan pembohongan dan cepat menggantikan posisi mereka. Bagi mereka semuanya itu adalah tentang aku, aku dan aku sekarang. Mereka sama sekali tidak melihat gambaran akhir bahwa ini adalah Domba Allah yang mengorbankan diri bagi dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya dan hanya iman seperti itu sanggup memberikan kita kehidupan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah legenda tentang sebuah desa kuno di Spanyol. Penduduk desa itu belajar bahwa raja akan mengunjungi mereka. Di dalam seribu tahun belum pernah ada raja yang datang ke desa itu. Mereka sangat gembira. Penduduk itu semua setuju untuk membikin perayaan besar. Namun desa itu miskin dan mereka tidak punja apa-apa. Terus ada orang yang memiliki ide yang baik. Karena banyak penduduk biasa bikin anggur mereka sendiri, semua orang dari desa itu diminta untuk membawa gelas besar dari anggur terbaik mereka untuk dibawa ke pasar kota. Marilah kita tuang anggur itu ke dalam wadah atau bejana besar dan memberikan itu kepada raja. Dan ketika raja itu minum anggur itu, anggur itu pasti yang terbaik yang dia pernah dicicipi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena setiap penduduk desa berpikir, “Ah janganlah saya memberi anggur yang terbaik, gantikan saja dengan air, dengan begitu banyak cawan anggur dari orang-orang di wadah itu pasti raja itu tidak akan tahu perbedaannya.” Masalahnya adalah bahwa semua orang berpikir yang sama dan akibatnya raja itu dipermalukan. Dengan kata lain kata-kata iman yang mereka ucapkan hanya untuk kepentingan orang lain saja, supaya orang-orang berpikir mereka benar ingin memuliakan raja itu. Hanya Allah saja tahu isi hati Anda dan segala motivasi Anda dalam perbuatan Anda, dan jika perbuatan itu bukan untuk memuliakan Allah, semuanya itu sia-sia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini, hari Minggu Palem 2014 pilihlah untuk memuliakan Raja besar kita, Yesus Kristus dengan memberikan-Nya yang terbaik, tanpa menahan apapun, dengan memberikan-Nya seluruhnya yang ada. Ini tidak berarti kita semua harus menjadi penginjil atau pendeta. Tidak, Anda tetap dapat bekerja ditempat yang sama. Namun pertanyaannya adalah apakah terpenting bagi Anda? Apakah yang memakan sebagian besar keinginan dan waktu Anda? Apakah Anda benar-benar melihat diri Anda sebagai anak Allah yang selalu ingin melakukan kehendak Allah? Apakah Anda benar kuatir sama pekerja Anda yang belum percaya sampai Anda rela memberi kesaksian kepada mereka kalau ada kesempatan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kunci kedua adalah Anda memiliki hubungan berkomitmen dengan Kristus. Banyak orang yang berkumpul untuk meletakkan jubah dan daun palem di perjalanan dan yang memberi puji-pujian melakukan itu karena pada saat itu semua orang lain melakukan itu juga. Pada saat pendek itu menjadi popular. Mungkin ada yang melakukan itu dengan motivasi tulen, namun banyak orang lain hanya ikut-ikutan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian pada waktu sidang, yang dilakukan orang adalah menyahut salibkanlah dia. Bahkan dalam jangka waktu pendek mereka memilih untuk membikin seorang pembunuh dan kriminal menjadi pahlawan mereka pada saat mereka berteriak lepaskanlah Barabas. Dalam kehidupan kita iman sejati hanya datang melalui hubungan pribadi erat dengan Yesus Kristus. Dimana setiap hari hubungan itu segar dan baru pada waktu Dia sendiri menuntun langkah kita. Supaya ada iman tulen kita harus mengembangkan dan memelihara hubungan pribadi itu dengan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hubungan dengan Kristus berarti kita mengenal Dia secara pribadi melalui pengalaman, melalui waktu, melalui komunikasi dan melalui kepercayaan. Hanya melalui pengalaman kita dapat mengatakan kita ada hubungan, hanya setelah meluangkan waktu bersama-Nya di dalam keadaan buruk dan baik. Hanya melalui mendengar pada waktu Dia berbicara melalui Alkitab dan melalui Roh Kudus dan menunggukan Dia untuk waktunya yang tepat, kita mulai mengenal- Nya lebih lagi sedikit demi sedikit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya oleh karena kepercayaan kepada-Nya dimana hanya iman sanggup untuk menopang kita, yang memberikan kekuatan dan yang menghibur kita di hari-hari gelap dimana tampaknya tidak ada harapan. Hanya melalui pengalaman penghiburan-Nya itu dimana Dia mengatakan, saya tidak pernah akan meninggalkan Anda dan membiarkan Anda. Hanya melalui pengalaman itu kita dapat mengenal-Nya, percaya kepada-Nya dan belajar mengasihi-Nya. Ini bukan melalui peraturan-peraturan agama namun melalui hubungan pribadi yang bertumbuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memelihara hubungan itu sangat penting. Kita semua digoda supaya hal-hal lain mendapat prioritas di dalam kehidupan kita, kita semua cenderung malas dalam perjalanan kita sehari-hari dengan Kristus, dan kita semua terkadang segan membaca alkitab kita, namun ingatlah bahwa Allah setia meskipun kita kadang-kadang tidak setia. Dan hubungan kita dengan Allah mempengaruhi semua hal lain yang kita lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kunci ketiga adalah bahwa iman sejati tidak terpengaruh cobaan dan krisis pribadi. Pada pawai itu sudah biasa orang-orang memuji, setiap orang melakukan itu. Namun pada waktu sidang untuk mendukung Yesus risikonya besar dan mungkin juga jiwa terancam. Banyak orang diantara kita datang kepada Yesus dengan harapan semuanya akan berlangsung dengan baik. Ya mungkin ada masalah kecil tetapi tidak terlalu banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika semuanya tiba-tiba hancur, ketika keuangan kita menghilang, ketika kita diberi tahu bahwa kita berpenyakit kanker, ketika kekasih kita meninggal, kita sering menanyakan Allah, kenapa aku? Kita berpikir ini seharusnya tidak akan terjadi seperti ini. Jika iman kita bergantung kepada keadaan atau situasi kita, iman itu bukan iman sejati. Itu selalu iman sembarangan atau bukan iman sama sekali. Iman benar berhubungan dengan hubungan kasih dengan Allah yang tidak pernah berubah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam hidupku saya telah hadir di banyak pertemuan Kristen yang besar. Banyak orang di dalam stadion yang penuh, dimana puji-pujian untuk Allah memenuhi seluruh gedung. Ketika pulang kerumah ketika semua orang masih penuh semangat dari kebaktian itu, memang gampang untuk merasa penuh iman. Namun bagaimana besok paginya, apakah Anda masih bisa merasa semangat untuk Yesus di dalam dunia yang tidak memuji Dia bahkan sering mengejek dan menertawakan dan sering marah kepada Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman sejati mengambil yang baik dengan yang buruk, dengan pengetahuan bahwa janji Yesus kepada kita adalah bahwa Dia tidak akan membiarkan kita atau meninggalkan kita begitu saja ditengah keadaan baik maupun buruk. Dan Dia akan menggunakan setiap pengalaman untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita. Dan Dia akan memakai semua itu untuk memperbaiki Anda, untuk membentuk Anda dan untuk merubah Anda menjadi orang yang Dia inginkan dari semula. Dan memang itu akan makan waktu, dan memang itu kadang-kadang sakit dan memang hajaran-Nya tidak selalu menyenangkan, namun melalui itu kita benar- benar tahu dan yakin bahwa Allah mengasihi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada cerita tentang gadis kecil yang sedang berjalan-jalan di kebun dan dia melihat bunga yang sangat indah. Dia mengagumi keindahan dan menikmati harumnya. “Wah indah sekali, katanya. Dan saat ia menatap bunga itu, matanya mengikuti batang ke tanah dimana ia bertumbuh. Ah bunga ini terlalu indah untuk tertanam dalam tanah kotor itu. Jadi dia langsung mencabut bunga dan akarnya dan lari ke kraan untuk mencucikan semua tanah itu. Dan tidak lama kemudian bunga itu layu dan mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu tukang kebun itu melihat apa yang telah dilakukan gadis kecil itu, dia mengatakan, “Lihat tu bunga yang terbaik kau hancurkan!” Waduh, maaf ya, saya tidak suka tanah itu kotor sekali, ujarnya. Tukang kebun menjawab, “Saya memilih tempat itu dan mencampurkan tanah itu karena saya tahu bahwa itu satu- satunya tempat dimana tanaman itu dapat bertumbuh menjadi bunga yang indah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah menempatkan kita khusus dimana kita berada sekarang. Kita harus percaya kepada-Nya. Ketika kita percaya lama-kelamaan kita akan melihat bahwa Dia menggunakan tekanan, godaan, dan kesulitan untuk membawa kita kepada tingkat keindahan rohani yang baru. Kepuasan tulus datang ketika kita menerima perbuatan Allah dan bersyukur kepada-Nya meskipun kita tidak mengerti jalan- Nya. Allah selalu tahu apa yang Dia lakukan dan Dia ingin memakai kita asal hati kita percaya dan ingin mengikuti-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah saya menanyakan hal ini dari padamu malam ini, apakah iman Anda sembarangan atau sejati? Pada waktu ini waktu kita menghadapi minggu ini dimana Yesus menderita begitu banyak untuk kita, di minggu ini dimana dosa- dosa kita yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang menjadi paku-paku yang menggantungkan-Nya diatas kayu salib, apakah Yesus layak menerima iman Anda? Apakah Dia layak memiliki kontrol total dari kehidupan Anda? Apakah Dia layak memiliki hubungan pribadi dengan Anda? Pertimbangkanlah hal-hal itu semua di minggu ini, dan pilihlah untuk menyerahkan itu semua kepada-Nya, Amin! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Apr 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140413</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000B9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Contoh Pengampunan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000BA"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+18:23-27" target="_blank" class="imCssLink">Matius 18:23-27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para murid dan kita juga sebagai orang percaya adalah seperti anak kecil secara rohani dan kita perlu belajar bertumbuh seperti anak kecil. Jadi minggu kemarin kita belajar tentang pengampunan dosa, tentang pentingnya mengampuni satu sama lain dan menghilangkan rasa balas dendam. Kita mulai Minggu lalu dengan pertanyaan mengenai pengampunan di ayat 21, “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita belajar bahwa Petrus mendasarkan hal itu atas tradisi Yahudi yang mengatakan kita hanya dapat mengampuni tiga kali saja dan tidak lebih dari itu. Dan Petrus yang merasakan hati Tuhan dan kemurahan hati-Nya, dan belas kasihan dan kelemah-lembutan dan kebaikan penuh kasih dan anugerah Tuhan mengatakan, apakah kita boleh melebihi itu sampai tujuh kali, Tuhan? Apakah kita harus mengampuni orang sampai tujuh kali?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mendapat batas pengampunan di ayat 22 dari jawaban Tuhan, “Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Tuhan mengatakan bahwa itulah batasnya kita mengampuni, dengan kata lain pengampunan itu tidak ada batasnya. Mengampuni satu sama lain lahir dari kasih dan belas kasihan dan anugerah yang harus menjadi milk kita karena kita mengerti betapa banyaknya Allah telah mengampuni kita, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga melihat akibat pengampunan itu Minggu lalu, ketika kita mengampuni orang lain, kita sendiri juga akan diampuni. Nah sangat penting kita memahami pengertian itu. Ketika kita tidak mengampuni orang lain, Alkitab mengatakan Allah tidak mengampuni kita dalam hal hubungan kita dengan Dia. Jadi ada tembok dosa diantara Anda dan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama ada rintangan, ada dua hal yang akan terjadi. Nomor satu, Anda tidak akan mengalami suka cita komunikasi dengan Allah. Kedua, Anda akan mengalami hajaran dari Allah. Jadi selalu akan ada akibat yang terjadi terhadap orang percaya itu dalam hal pengampunan dosa ini. Jadi pertanyaan Petrus menerangkan kepada kita sampai dimana kita harus mengampuni orang. Dan kita telah melihat efek pengampunan itu juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat contoh pengampunan dari Yesus sendiri. Dan ajaran ini mengambil sisa bab ini. Ini suatu perumpamaan dan saya ingin membacanya kepada Anda. Jadi ikutilah mulai dari ayat 23, “Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam perumpamaan ini ada juga semacam kekejaman. Bahkan sikap raja di ayat 34 dan applikasinya di ayat 35 menyebabkan banyak orang yang telah mempelajari perumpamaan ini menyimpulkan bahwa ini tidak mungkin tentang orang Kristen. Karena bagaimana Tuhan itu bisa menjadi begitu marah terhadap orang Kristen dan bagaimana Dia dapat menyerahkan mereka kepada algojo- algojo. Bagaimana Dia dapat memaksa mereka membayar hutang mereka. Mereka mengatakan ini tidak mungkin mengenai orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tahukah Anda bahwa perumpamaan ini memang berhubungan dengan orang Kristen? Dan waktu kita akan membicarakan perumpamaan ini ayat demi ayat, kita akan menjelaskan dimana ini khususnya berhubungan dengan orang Kristen. Jika Anda tidak mengampuni orang lain Anda sendiri tidak akan diampuni dan Anda akan mengalami dua hal. Anda tidak akan mengalami suka cita komunikasi dengan Allah dan Anda akan akan mengalami hajaran Tuhan dan kita telah belajar bahwa hajaran yang datang kepada orang Kristen yang berdosa adalah tanda kasih-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan adalah tegas dan kuat waktu berhubungan dengan umat-Nya, karena inilah sebagian dari caranya Dia merubahkan kita kepada standar suci kehendak-Nya yang nyata. Kita juga sudah mengerti dengan jelas dari Ibrani 12:6 bahwa, “Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui- Nya sebagai anak.” dan terminologi ini hampir sama dengan ide algojo di ayat 34.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat bagaimana perumpamaan ini mulai. Ini mulai dengan kata “sebab,” dan kata itu menghubungkannya dengan bagian firman sebelumnya. Dan bagian sebelumnya semua tentang orang Kristen mengampuni orang Kristen lain. Ini semua tentang saudara saya yang berdosa di persekutuan yang perlu diampuni dan dipulihkan. Dan perumpamaan ini dibangun atas prinsip itu dan karena itu berhubungan dengan semua orang di dalam keluarga Allah yang memerlukan pengampunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan ini sangat dramatis; satu-satunya pertanyaan adalah apakah kita memilih untuk mematuhinya atau tidak. Sekarang marilah kita kita melihat perumpamaan ini mulai dari ayat 23, “Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.” Yesus suka memakai perumpamaan untuk menjelaskan kerajaan-Nya itu seperti apa, ini kisah kehidupan sehari-hari yang memiliki pengertian rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang berada di dalam kerajaan perlu mengerti bahwa kerajaan-Ku adalah seperti ini. Nah tokoh utama adalah seorang raja tertentu yang adalah referensi kepada Allah. Ini adalah perumpamaan pertama di dalam Perjanjian Baru dimana Allah diumpamakan sebagai raja. Perkataan hamba, doulios, berarti budak atau hamba obligasi. Dan perkataan itu berhubungan dengan seorang hamba yang ada dalam perbudakan kepada tuannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kewajiban mereka adalah untuk melaporkan kepada raja, untuk memerintah atas namanya, terutama dalam hal memungut pajak, yang kemudian diberikan kepada raja untuk mendukung seluruh kerajaan dan untuk kas kerajaan. Kata hamba ini mengacu kepada semua orang pada umumnya. Ketika Allah menciptakan manusia dan menempatkannya di bumi, Dia membuat manusia menjadi manajer dari semua yang Dia miliki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah manusia mengenal Kristus atau tidak, mereka telah dipercayakan dengan harta yang diberikan oleh Allah. Bahkan kehidupan dan nafas mereka semua adalah hadiah dari Allah. Segala yang mereka miliki adalah milik Allah. Semua uang yang mereka miliki adalah milik Allah. Yang memberikan mereka kekuatan untuk mendapatkan kekayaan itu semua datang dari Allah. Semua talenta yang mereka miliki adalah talenta yang diberikan Allah. Semua kemampuan, kapasitas dan potensi yang mereka miliki telah ditempatkan di dalam dan kepada mereka oleh Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi semua orang ini yang telah diberikan banyak hal, adalah milik raja dan mereka wajib untuk memberi perhitungan kepada-Nya. Karena itu di dalam ayat 23 dikatakan, raja hendak mengadakan perhitungan dengan mereka. Ini mungkin akutansi periodik. Mereka harus memberi kepada raja dan kas kerajaan persentase yang tepat dan memisahkan apa yang sah bagi mereka untuk bisnis mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akutansi ini adalah waktu hukuman dimana manusia dipanggil untuk menghadap Allah dan untuk menjelaskan apakah mereka telah lakukan dengan kehidupan mereka. Untuk beberapa orang, ini mungkin terjadi malam ini di kebaktian ini. Namun secara berkala melalui aliran hidup sewaktu manusia memiliki tanggung jawab atas semua hal milik Allah ada yang dipanggil untuk bertanggung jawab atas kehidupan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 1 dikatakan bahwa Allah telah menanamkan ke dalam manusia pengetahuan tentang diri-Nya. Allah telah memberikan kepada manusia di dalam lingkungan suasana disekitarnya cukup informasi untuk mengikuti jalan itu kepada pengetahuan tentang Allah. Allah telah memberi kepada manusia kemampuan intelektual untuk mengerti dan memikir dan melihat kebenaran. Allah telah menyediakan kepadanya Firman nyata dan Roh Kudus. Allah telah memberi harta kepada manusia dan mereka harus mengikuti pandangan itu sampai ada pengertian lengkap siapakah Allah dan apakah keinginan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda dipanggil untuk bertanggung jawab. Ada orang yang memberitakan Injil. Ada orang yang memperhadapkan Anda dengan betapa parah dosa itu. Ada orang yang menunjukkan Anda hukum Taurat Allah dan betapa jauhnya Anda dari kesempurnaan itu. Ada orang yang mendemonstrasikan kepada Anda bahwa Anda telah melanggar hukum Allah dan Anda melihat kedalam hati Anda dan Anda menyadari bahwa itu memang benar. Dan Anda datang untuk anugerah keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagi beberapa diantara Anda keyakinan itu semakin besar dengan adanya penyakit fisik. Atau keyakinan itu lebih tinggi karena kematian seseorang yang Anda sangat mengasihi atau karena kehilangan pekerjaan atau karena mengalami suatu kejadian yang sedih sekali. Namun Allah memanggil semua orang kepada tanggung jawab seperti itu. Keadaan yang mengkhawatirkan membangunkan hati nurani, manusia yang kelihatannya tertidur tiba-tiba diperingatkan betapa besarnya dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Paulus menyadari betapa besar dosanya, tanggapannya benar. Tetapi tidak semua orang seperti itu. Orang kaya muda diperhadapkan Yesus Kristus dan dia merasa terpukul, tetapi dia menolak perasaan bersalah itu. Dia diminta pertanggungan jawab hari itu, namun dia menolak. Dia diberi tahu bahwa ada masalah tamak di dalam hatinya dan soal dosa itu bukan sesuatu yang dari luar saja, itu masalah mendalam di dalam hatinya. Namun dia menolak dan pergi, Disisi lain Paulus diminta untuk bertanggung jawab dan dia mengakui hukum keinginan jahat. Tetapi daripada menjauhkan diri, dia merangkul satu-satunya Juruselamat yang sanggup dapat membebaskannya dan dia ditebus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita disini melihat bahwa Allah memanggil orang untuk bertanggung jawab atas dosa-dosa mereka. Lihatlah ayat 24, “Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.” Inilah waktunya untuk bertanggung jawab. Dan ada satu orang yang dipaksa masuk, karena memang orang-orang itu tidak akan datang dengan sukarela. Dia tentu tidak akan datang kalau dia tidak dipaksa datang. Mengapa dia ingin orang tahu bahwa dia itu seorang koruptor yang menggelapkan uang. Dan hutangnya sepuluh ribu talenta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang selalu ingin tahu berapa banyak jumlah ini. Karena nilai uang berubah banyak, yang dapat kita katakan adalah ini banyak sekali. Sebagai perbandingan yang menarik, pada waktu zaman Yesus, seluruh pajak untuk pemerintah Roma dari Yudea dan Samaria adalah 600 talenta. Dan ketika tempat ibadah dibangun dan seluruh gedung itu dilapisi emas, itu semua hanya 3000 talenta. Jadi ada beberapa orang yang memperkirakan bahwa sepuluh ribu talenta itu kira-kira dua miliar dolar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru angka tertinggi di dalam bahasa Yunani yang pernah disebut adalah sepuluh ribu dan untuk jumlah lebih dari itu untuk misalnya para malaikat istilah yang dipakai adalah sepuluh ribu kali sepuluh ribu di Daniel 7:10. Istilah yang sama kita temukan di Wahyu 5:21 yang menggambarkan para malaikat lagi. Itu sama seperti kita sekarang mengatakan orang itu hutangnya miliaran. Dia hutangnya tak terhitung dan jauh melebihi kemampuannya untuk membayar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pikirkanlah ini bersama-sama karena ini adalah kebenaran yang benar-benar mendalam. Itulah dosa kita, saudara-saudari. Kita dibawa dihadapan Allah pada suatu saat perhitungan. Dan kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa dosa-dosa kita tak terhitung, begitu banyaknya. Jumlah dosa-dosa kita diluar pemahaman. Nah itulah maksud Allah untuk dimengerti ketika kita menyadari keberdosaan kita oleh kuasa Roh melalui firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang datang kepada waktu akutansi penghakiman di hadapan Allah, ini terjadi supaya mereka dapat mengerti betapa besarnya dosa mereka. Inilah unsur kritis dalam membawa seseorang kepada keselamatan sejati. Setiap orang yang diselamatkan harus mengalami titik dimana kita melihat gunung dosa itu yang tak mungkin dapat dibayar. Itulah sikap yang sama yang kita melihat di dalam hati Daud yang meskipun dia adalah orang yang disukai hati Allah tetap berdoa, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa kita adalah suatu hutang dan hutang itu tak terukur. Dosa kita begitu besar kita tidak bisa memperkirakan besarnya, apalagi membayarnya. Nah lihatlah ayat 25 dan lihatlah apa yang terjadi, “Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.” Ini hutang nyata, bukan hutang yang dibikin-bikin. Orang itu telah menyalahgunakan uang itu dari raja. Dan orang itu tidak mengeluh karena hukumannya adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda tidak mampu bayar hutang, Anda langsung menjadi budak dan Anda melunaskan hutang Anda dengan bekerja semampunya. Isteri Anda juga menjadi budak dan anak-anak Anda juga menjadi budak. Dan segala milik Anda dijual dan dijadikan uang untuk diberi kepada siapa Anda berhutang. Nah ingatlah bahwa hutang itu sebenarnya tidak dapat dilunaskan. Dan inilah gambaran neraka. Kemana lagi orang harus pergi untuk melunaskan hutang mereka kepada Allah? Orang-orang masuk ke neraka untuk membayar hutang mereka, namun Anda harus mengerti bahwa meskipun mereka untuk selama-lamanya berada di neraka, tetap saja mereka tidak dapat melunaskan hutang mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan ini mengatakan bahwa hutang ini tidak dapat dilunaskan. Anda tidak mungkin dapat memulihkan apa yang hilang. Dan kenyataan sedih adalah bahwa orang-orang yang telah berada di neraka berkekalan tidak melunaskan hutang mereka dari pada waktu mereka baru masuk neraka. Dan ketika orang masuk neraka, itu adil, karena Allah adalah Allah yang adil yang mengatakan bahwa dosa adalah hutang yang tak terlunaskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan raja itu bukan penganiaya, bahkan dia bermurah hati karena dia tidak memanggil individu ini untuk akutansi penghakiman jauh sebelumnya ia dipanggil. Namun Allah selalu bermurah hati dan mungkin Dia telah memanggil Anda dan telah meyakinkan hati Anda berkali-kali sebelumnya akan dosa-dosa Anda. Dan Anda selalu menolak-Nya dan akhirnya ketika Dia menghakimi Anda untuk membayar untuk dosa-dosa Anda yang Anda ingin sembunyikan untuk diri Anda, Dia adalah Allah yang adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 26, “Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.” Dia patah hati, hancur dan benar- benar dimusnahkan. Dia akan hidup dalam perbudakan permanen, karena bisa saja dia terus menerus bekerja selama dia hidup, tanpa melunaskan hutangnya. Dia tidak memohon keadilan. Dia memiliki sikap yang benar dimana Allah ingin semua orang bersikap demikian pada saat Dia menghakimi mereka karena dosa- dosa mereka, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dikatakan, bukan saja dia sujud, namun dia juga menyembah. Itu berarti secara harfiah mencium tangan, lutut dan kaki raja kepada siapa Anda memohon belas kasihan. Dan sama seperti banyak orang yang patah hati, dia tidak mengerti semuanya. Jadi dia mengatakan, “sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.” Jadi dia memohon belas kasihan supaya Tuhan bersabar karena dia janji untuk berbuat lebih baik dari pada sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 27, “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.” Disini Allah menghapuskan hutang yang benar-benar tak terhitung dalam suatu saat belas kasihan terhadap debitur itu. Apakah artinya itu? Dia telah dibebaskan dari hutangnya. Mengapa dia melakukan itu? Dia tergerak belas kasihan. Dan darimana datangnya belas kasihan itu? Itu datang dari kasih. Raja ini mengasihi hamba itu, sama seperti Allah mengasihi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dilakukan orang itu sampai dia layak? Dia tidak berbuat apa-apa. Namun jika Anda datang kepada Allah dengan hati yang patah karena keberdosaan Anda dengan pengertian bahwa hutang itu mustahil untuk dilunaskan, sambil berseru kepada Allah untuk belas kasihan dan menghadap penghakiman kekal dan memohon kepada Tuhan. Ditengah-tengah kepatahan hati seperti itu Allah akan datang dengan anugerah yang mengampuni dan kelembutan penuh kasih dan Dia akan mengampuni hutangmu dalam Yesus Kristus yang telah menebus hutangmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah kemudian merangkulnya dan menjadikannya anak, itulah Injil. Jika Allah telah mengampuni Anda, apakah yang dikatakan perumpamaan ini? Apakah Anda mengampuni sesama? Dan jika kita telah diampuni sebegitu banyak, sampai dimana kita harus mengampuni orang lain? Itu adalah bagian kedua dari perumpamaan ini untuk hari Minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Apr 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140406</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000BA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bertindak sesuai dengan Bapa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000BB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+18:18-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 18:18-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat bersama Matius 18:18-20, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagian firman khusus ini membicarakan perintah Tuhan mengenai kekudusan gereja-Nya. Dan disini kita mendapatkan ajaran-Nya supaya kita mengambil bagian dalam kekudusan itu. Dan dosa itu harus kita hadapi. Bagaimana Tuhan berurusan dengan dosa di dalam gereja-Nya? Nomor satu adalah pelayanan Firman. Alkitab adalah alat pengudusan, itu memurnikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Roh Kudus itu dinamakan roh kekudusan. Dan pelayanan Roh itu harus ada untuk mempertahankan kekudusan gereja. Namun ketiga, semua ini harus dihubungkan dengan Matius 18. Tuhan bergerak di dalam gereja-Nya untuk mementingkan kekudusan, untuk menembus orang-orang, untuk mencari dosa dan siap untuk melawannya, bukan saja melalui Firman dan pelayanan Roh Kudus, namun juga melalui pelayanan umat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 18 Kristus terlibat dalam pembersihan gereja-Nya melalui orang-orang yang mewakili-Nya di dunia. Dan karena itu pada akhir bagian ini Dia mengatakan, “di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Dengan kata lain, pada saat gereja bergerak untuk mendisiplin diri, mencari kemurnian diri, Kristus berada ditengah-tengah mereka yang sedang melakukan pekerjaan pemurnian itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">John MacArthur mengatakan bahwa gereja itu benar-benar seperti Yesus Kristus pada saat berhubungan dengan menghilangkan dosa itu dan ketika kita mencari pemurnian gereja-Nya. Namun di kebanyakan gereja diseluruh dunia masa kini, hal itu tidak dipikirkan pendeta mereka atau umat mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang hidup dengan ilusi bahwa untuk mengembangkan kembali gereja itu dan benar-benar memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang kita hanya perlu membicarakan kasih terus menerus di jenis tingkat sentimental. Namun mereka tidak mengerti bahwa tidak pernah akan ada pembangunan rohani dan pemulihan sampai mereka mengerti betapa kudusnya Allah dan betapa besarnya dosa manusia. Hanya dari pengertian itu datanglah kepatahan hati yang tulen dan kebangkitan rohani sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Richard Lovelace menulis, “Seluruh gereja menghindari gambaran alkitabiah dari Allah yang berdaulat dan kudus yang marah dengan orang-orang jahat setiap hari dan amarah-Nya menetap kepada mereka yang tidak mau menerima Anak-Nya. Jadi gereja menukarkannya dengan allah yang baru yang menjadi proyeksi kebaikan yang dicampur kelemah-lembutan sejenis Yesus yang tidak perlu mati untuk dosa-dosa kita. Dan banyak sekali gereja memiliki pendeta- pendeta yang melindungi mereka dari Allah yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan dengan wawasan, “Hal ini bertanggung jawab sebagian, bukan saja atas runtuhnya rohani secara umum di gereja di abad ini, namun juga atas kelemahan penginjilan. Karena di dalam dunia dimana Allah kudus yang berdaulat ini seringkali menggunakan wabah, kelaparan, peperangan, penyakit dan kematian sebagai alat untuk menghukum dosa dan membawa orang kepada pertobatan, gambaran Allah sebagai kebajikan murni dan kasih tidak bisa dipercaya, apalagi ditakuti dan disembah sesuai dengan persyaratan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">John Owens mengatakan, “Kuasa dan besarnya kehidupan rohani bergantung kepada cara kita mematikan dosa. Dosa harus dihadapi, dibuka dan dilawan. Kristus ingin melakukan itu di dalam gereja-Nya. Saya percaya Kristus datang ke dunia untk melakukan satu hal. Nah jika Anda ingin mengambil keseluruhan kehendak Allah dan dikompres ke dalam satu pernyataan, Allah ingin supaya umat-Nya menjadi kudus. Itulah intinya. Dan karena itu Kristus bergerak di dalam gereja-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kerajaan, Yesaya 35:8 mengatakan, “Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus.” Di Yakobus 4:8-10 dikatakan, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang- orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mencari tahu bagaimana caranya lagi. Tempat mendisiplin, di ayat 17, adalah gereja, perkumpulan orang-orang yang telah ditebus Allah. Kedua, tujuannya, di akhir ayat 15, “Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali,” pemulihan, dan dia perlu didapatkan kembali sebagai harta yang terhilang. Dan orang yang mendisiplinnya adalah Anda. Kita semua bertanggung jawab. Kita semua harus menjadi pekerja kekudusan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kapan kita harus melakukan itu? Ayat 15, “Apabila saudaramu berbuat dosa terhadap Anda.” Dan setiap dosa sebenarnya adalah dosa terhadap kita semua, secara langsung atau secara tidak langsung. Proses mendisiplin terdapat di ayat 15-17. Ada empat langkah; langkah pertama, pergilah dan tegorlah dia sendirian, secara pribadi. Jika ia merespon itu mengakhiri proses itu. Jika tidak, langkah kedua, ayat 16, bawalah satu atau dua saksi bersama Anda untuk mengkonfirmasi dengan dua atau tiga saksi sikapnya dan responnya, yang adalah standar pengesahan menurut buku Ulangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang jika ia tidak merespon dalam keadaan itu, langkah ketiga ayat 17, beritahu seluruh jemaat dan itu berarti seluruh jemaat berusaha untuk memulihkannya. Dan jika mereka tetap tidak mau mendengar, kemudian langkah keempat, perlakukanlah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau sebagai pemungut cukai. Dan kita menunjukkan bahwa kedua macam orang menjadi lambang orang buangan. Perlakukanlah mereka sama seperti orang yang diluar gereja. Namun kita selalu harus mencoba untuk mengampuni dan memanggil mereka kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah otoritas kita? Dengan hak apa kami dapat melakukan itu? Dan itulah ditemukan dalam ayat 18-20 dan inilah puncak teks ini. Dan suluruh upaya untuk mendapatkan kebangkitan rohani tanpa menghadapi dosa dan tanpa pernah memproklamirkan kekudusan Allah dan ketakutan akan Allah hanya upaya sia-sia belaka. Kita harus melakukan proses disiplin ini meskipun ini sangat sulit, namun apakah otoritas kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua alasan mengapa kita memiliki otoritas. Nomor satu, Allah Bapa di surga bertindak bersama kita. Apakah Anda mengerti hal itu? Dan itulah yang dikatakan, lihat ayat 18, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Untung dikatakan sesungguhnya karena ini memang sulit untuk dipercaya. Nah, walaupun pada mulanya ini tidak jelas bagi Anda, ini istilah yang orang rabi dan orang-orang Yahudi mengerti sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mengacu kepada seorang rabi yang mengikat dosa seseorang kepada mereka atau melepaskan dosa-dosa dari mereka. Dengan kata lain setelah proses disiplin ketahuan apakah Anda masih dibawah ikatan dosa atau Anda sudah bebas dari dosa itu karena sudah diampuni. Dan ayat itu mengatakan, “apa yang kamu ikat di dunia,” ketika di dunia Anda mengatakan kepada seseorang bahwa dia masih terikat dosa, itu “sudah terikat di sorga.” Dan ketika di dunia Anda mengatakan kepada seseorang dosamu sudah dilepaskan, itu juga sudah terlepas di sorga juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, ketika gereja pada akhirnya menentukan bahwa dosa-dosamu terikat kepadamu atau dosa-dosamu sudah dilepaskan dari padamu, gereja waktu itu sudah mulai bertindak sesuai dengan kehendak Allah Bapak di surga, yang telah mengatakan bahwa mereka dilepaskan atau diikat berdasarkan kelakuan orang itu merespon terhadap dosanya atau tidak. Nah intinya semua ini adalah, surga mengesahkan apa yang dilakukan di dunia ketika gereja mengikuti proses mendisiplin itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika Anda berdosa melawan seseorang di gereja dan orang itu menghadapi Anda dan Anda tidak mau bertobat dan dua atau tiga orang mendatangkan Anda juga dan Anda tidak bertobat dan kemudian seluruh gereja mengejar Anda dan Anda tetap tidak bertobat, kita boleh mengatakan bahwa dosa-dosa Anda terikat kepada Anda. Dan kita dapat mengatakan hal itu karena kita telah menyelesaikan proses untuk menentukan itu berdasarkan firman Tuhan. Jadi gereja bertindak atas nama kehendak Allah di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain jika Anda berdosa dan kita mengunyungi Anda, dan katakanlah Anda belum siap bertobat pada mulanya dan dua atau tiga orang pergi dan waktu itu Anda bertobat dan ada patah hati dan Anda berduka cita dan Anda berbalik dari dosa Anda, kita dapat mengatakan dosa Anda sudah dilepaskan dan Anda diterima kembali sepenuhnya ke dalam persekutuan. Kita hanya melakukan di dunia apa yang telah terjadi di surga. Jadi kita bertindak dalam otoritas atas nama Allah Bapa di surga yang telah melakukan yang benar di dalam kasus Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kerajaan surga turun ke dunia. Itulah otoritas kita. Surga memihak bersama kita. Mungkin Anda berkata bagaimana ini bisa menjadi otoritas kita? Karena kita sudah memenuhi persyaratan alkitabiah. Ketika Anda bertemu dengan seseorang yang berada di dalam suatu agama yang tidak menerima Kristus sebagai Juruselamat Anda boleh berkata, “Temanku, Anda terhilang dalam dosa-dosa Anda. Anda tidak mengenal Allah. Anda tidak memiliki pengampunan dosa. Anda tidak mengenal Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah menjelaskan Injil kepadanya, Anda berhak mengatakan kepada teman berdosa itu, hai temanku Anda terikat dalam dosa Anda dan Allah di surge bertindak bersama dengan Anda ketika Anda mengatakan hal itu. Anda telah menjadi utusan surga di dunia. Karena itu gereja harus melakukan ini. Seperti saya katakan pada permulaan, kehendak Allah bisa di singkatkan ke dalam satu hal, “Jadilah kudus sama seperti Aku kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali orang memikir jika Anda mencoba secara agresif dan Anda mencoba untuk menghadapi dosa dan menamakannya dosa seperti seharusnya, Anda bertindak tanpa kasih dan semua hal lain namun apa yang Anda sebenarnya melakukan adalah Anda berperang peperangan rohani untuk Allah. Anda memihak dengan surga. Ini sukar untuk menyatakan hal ini dimasa kini karena orang tidak mengerti bahwa kasih bergandengan tangan dengan kekudusan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 19 pada dasarnya mengulangi apa yang dikatakan di ayat 18, karena memang sukar untuk diterima bahwa Allah Bapa di surga bertindak bersama dengan kita. Jadi Yesus mengatakan, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.”Yang dimaksud “dua orang” disini adalah kedua saksi yang menegaskan hati yang tidak bertobat atau yang disisi lain, menegaskan hati yang bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika semua orang yang menyaksikan kehidupan orang itu menyetujui bahwa dosanya masih ada atau dia sudah bertobat dari dosanya, yang mana saja, yang berhubungan apapun, Allah Bapa akan setuju dengan kalian. Ayat ini tidak membicarakan suatu persetujuan total dari Allah supaya permintaan doa yang sepakat akan dikabulkan dan ini sering disalahgunakan jika itu digunakan diluar konteksnya dimana kebanyakan orang memikir ini berarti dua orang dimanapun juga, jika mereka sepakat meminta apapun saja, Allah harus mengabulkan yang disetujui itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya telah mendengar hal itu digunakan berkali-kali, bahkan ada lagu rohani Indonesia yang mengatakan itu namun bukan itu yang dikatakan di Alkitab. Kedua orang disini adalah kedua saksi saat ada disiplin gereja yang ingin sekali supaya kehendak Allah terjadi dan jika mereka setuju tentang hal ini dan mengikuti pola alkitabiah, mereka diberi keyakinan bahwa mereka akan menerima itu dan Allah akan melakukan yang benar. Keyakinan itu sangat penting, karena pada saat Anda bergerak dalam hal disiplin, mungkin saja ada banyak tantangan dan bisa saja itu menyebabkan kita khawatir kita melakukan yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua, bukan saja Bapa di surga bertindak bersama dengan kita, namun Anak Allah di dunia bertindak bersama dengan kita juga. Dan disini ada ayat lagi yang sering disalahterjemahkan, yaitu ayat 20, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Nah Anda mungkin juga telah mendengar hal itu juga, jika kita dapat mengumpulkan dua atau tiga orang, Allah akan hadir disitu. Dengarkanlah, jika hanya ada satu orang, Allah ada disitu, benar? Jika Anda berdoa kepada Dia dimanapun juga, di waktu apapun juga, dan Anda sendirian saja, Allah berada disitu, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang dimaksud dengan dua atau tiga orang dalam konteks ini? Yang di bicarakan disini adalah dua atau tiga saksi dalam hal disiplin gereja ini. Karena itu sangat penting kita mengajarkan konteks suatu kejadian dan apakah aliran ajaran Alkitab. Dua atau tiga saksi, yang berkumpul dalam nama-Ku, apakah artinya itu? Yesus mengatakan itu berarti kalian melakukan pekerjaan-Ku. Aku bergerak di dalam gereja. Dan ketika kalian berkumpul untuk melayani dalam nama Yesus untuk mencerminkan karakter-Ku dan kehendak-Ku, di situ Aku ada ditengah-tengah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah itu luar biasa untuk diketahui? Bukan saja Allah Bapa bertindak di surga bersama dengan kita, namun Anak Allah pada saat itu berada di dunia bersama dengan kita juga. Kita benar-benar memenuhi kehendak Allah dan pekerjaan Anak Allah ketika kita bekerja untuk menghilangkan dosa dan memurnikan gereja-Nya sendiri. Kita semua harus menjadi bagian dari pelayanan kekudusan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ini hanya sepatah kata tentang korban berdosa ini, kita harus benar berusaha untuk membawa saudara itu kembali, benar? Kita tidak bisa membiarkannya menghilang begitu saja. Mereka itu harus dibawa kembali. Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog dari Jerman yang hidup dan mati karena terror nazi Jerman menuliskan sebuah buku kecil yang saya baca bertahun-tahun lalu yang disebut ‘Hidup Bersama’. Didalamnya ada beberapa pikiran yang mendalam yang dapat memberikan kami pengertian yang lebih baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dia katakan, “Dosa menuntut orang itu menyendiri. Itu akan menarik dia keluar dari komunitas. Semakin terisolasi orang itu, semakin kuat kuasa dosa untuk menghancurkannya itu. Dan semakin dalam dia berhubungan dengan dosa semakin parah isolasinya. Dosa ingin sekali tidak diketahui orang. Dosa menghindar sinar terang. Di dalam kegelapan yang terpendam itu dosa meracuni keseluruhan orang itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ini bisa terjadi bahkan di tengah komunitas yang saleh. Dalam pengakuan dosa, terang injil bisa masuk kedalam hati yang gelap dan terpencil. Dosa itu dibawa kepada terang. Yang terpendam sekarang dibicarakan secara terbuka dan diakui. Semua yang rahasia dan yang tersembunyi dijadikan nyata. Ini pergumulan yang besar sampai saatnya dosa itu diakui terbuka, “sebab dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu besi” (Mazmur 107:16).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, karena pengakuan dosa itu diberikan dihadapan saudara Kristen, benteng pembenaran diri terakhir ditinggalkan. Pendosa itu menyerahkan diri. Kejahatannya dilepaskan. Dia memberikan hatinya kepada Allah. Dia dapatkan pengampunan segala dosa-dosanya dan ada persekutuan dengan Yesus Kristus dan dengan saudaranya. Jadi dosa yang diakui dan telah dinyatakan tidak lagi memiliki kuasa. Itu sudah dinyatakan dan dihukum sebagai dosa, Tidak lagi ada kemampuan untuk memecahkan persekutuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang persekutuan itu menanggung beban dosa saudara itu. Dia tidak lagi sendirian dengan kejahatannya karena dia telah menghilangkan dosanya saat dia mengaku dosanya dan menyerahkan hal itu kepada Allah. Ini tidak lagi diperhitungkan kepadanya. Sekarang dia berdiri dalam persekutuan orang berdosa yang hidup oleh karena anugerah Allah dan kayu salib Yesus Kristus. Dosa yang tersembunyi itu memisahkannya dari persekutuan dan menyebabkan persekutuannya munafik. Dosa yang diakui telah menolongnya mendapatkan persekutuan sejati dengan saudara-saudaranya di dalam Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah ini pelayanan yang berat, yaitu pelayanan untuk memulihkan saudara yang berdosa. Inilah kuncinya kemurnian gereja. Inilah kuncinya kebangkitan rohani gereja, pembaharuan gereja, dan menjangkau dunia melalui gereja yang sudah dibaharui. Kita harus mendengar kata-kata Tuhan kita dan kita harus bertindak atas firman Allah. Apakah saudara siap ikut pelayanan pemulihan dan kekudusan itu? Apakah Anda mau? Ajo, Allah memanggil…! Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Mar 2014 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140323</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000BB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Proses Mendisiplin]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000BC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+18:15-17" target="_blank" class="imCssLink">Matius 18:15-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneruskan pelajaran kita di Matius 18:15-17, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti saya membagikan kepada Anda minggu lalu, bagian ini berhubungan dengan mendisiplin umat Allah. Nah perkataan mendisiplin bukan suatu perkataan negatif. Ini perkataan positif, ini perkataan mengenai latihan. Jadi ketika kita membicarakan disiplin di gereja, kita membicarakan membawa orang kepada standar Allah. Kita adalah anak-anak dan semua anak-anak perlu didisiplin dan pada dasarnya mereka didisiplin dengan dua cara. Dengan apa yang disebut penegakan positif dan dengan penegakan negatif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah penegakan positif dengan sederhana mengatakan jika Anda berbuat ini nanti akan ada upahnya. Dan Firman Allah telah mengatakan kepada kita jika kita segan memakai pentung, kita benci anak itu. Jadi ada juga suatu macam penegakan yang mengatakan, jika Anda tidak mengikuti ini akan ada konsekuensinya. Nah hal ini berlaku juga di dalam keluarga Allah. Ada penguatan posistif di Alkitab dimana Allah mengatakan jika Anda melakukan itu Saya akan memberkati kau. Dan ada juga penegakan negatif yang datang, jika Anda memberontak Anda akan dihajar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengabaian berurusan dengan dosa bukan saja membiarkan orang yang berbuat dosa terhanyut semakin jauh, namun juga menetapkan sebuah standar yang membiarkan orang lain berjalan di jalan dosa yang sama tanpa merasakan akan ada konsekuensi nanti. Tetapi dimana kita bertindak melawan dosa kita bukan saja menarik orang yang berdosa itu kembali,,namun kita membangun kembali pola kebajikan yang tepat. Di dalam Perjanjian Lama saat Allah menghukum beberapa orang, yang lain juga takut akan dihukum. Jadi disiplin itu harus ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah ada beberapa unsur disiplin yang telah kita bicarakan minggu yang lalu dari teks ini. Pertama tempat disiplin. Dan perhatikanlah ayat 17, itu berlangsung di eklesia, yaitu gereja. Disini artinya tidak khusus, ini bukan gereja Baptis atau gereja Presbyterian atau denominasi lain namun ini perkumpulan orang-orang yang telah ditebus Allah. Dimanapun orang-orang yang telah ditebus Allah berkumpul, kita harus berhubungan dengan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, tujuan disiplin adalah untuk mendapat kembali saudaramu. Maksud disiplin itu bukan untuk mendorong orang keluar namun supaya orang itu kudus. Ketika orang berdosa dan tidak taat kepada Allah, mereka kehilangan persekutuan. Dan kita ingin supaya mereka terdapat kembali dan arti kata itu adalah kata bisnis. Ini berhubungan dengan kehilangan harta kekayaan dan keinginan untuk mendapatkan- nya kembali, dan merasa sedih karena kehilangan sesuatu yang berharga itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, kita mengingat minggu lalu orang yang mendisiplin. Sekarang sudah jelas siapakah orang itu, itu adalah Anda dan saya. Ini hal pribadi. Tidak ada polisi rohani, tidak ada badan pencarian dan penyitaan khusus. Kita semua harus ikut campur dalam hal mencari satu sama lain untuk memulihkan sesama dan untuk mendapatkan kembali saudara kita yang berdosa yang terhanyut jauh dari komunitas umat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada beberapa persyaratan. Pertama, Anda harus mau pergi. Yesus mengatakan pergilah dan kasih tahu dia. Dan ini menunjukkan bahwa Anda harus memiliki keinginan untuk melakukan itu. Kedua, harus ada semangat bagi Allah. Dan kita memerlukan respon dimana ketika Allah dipermalukan, kita yang merasa kesakitan. Dan hal ketiga adalah kekudusan pribadi. Anda tidak bisa, seperti dikatakan Yesus di Matius 7, mengambil selumbar dari mata orang lain, jika Anda sendiri memiliki balok di mata Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua perlu menjadi orang-orang kudus. Nah ini membawa kita kepada sesuatu yang baru malam ini, provokasi dalam disiplin. Bagaimana kita tahu kapan kita harus melakukan itu? Bagaimana kita tahu kita harus mendekati seseorang? Perhatikanlah sekali lagi, “Apabila saudaramu berbuat dosa terhadap Anda.” Jadi sekarang pertanyaannya, dosa apakah yang perlu di disiplin? Apakah jawabannya? Semua dosa, karena itu teks ini umum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda ada dosa kecil dan dosa besar. Namun dosa adalah dosa dan itu kebalikan dari kekudusan total Allah. Dan setiap dosa menyebabkan ada cacat di persekutuan, itu merusak persekutuan. Jadi setiap dosa harus dikoreksi. Jika ada anggota persekutuan Kristen yang berdosa yang melanggar standar Allah, proses ini harus langsung di mulai. Itulah keinginan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu harus terjadi langsung. Masalahnya adalah kekudusan, dan setiap dosa. Sekarang lihatlah teks ini lebih lanjut. Perhatikanlah apa yang dikatakan, “Apabila saudaramu berbuat dosa terhadap Anda.” Bagian komparatif di Lukas 17:3 mengatakan, “Jikalau saudaramu berbuat dosa terhadap Anda, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika seseorang tidak berdosa terhadap Anda, Anda tidak bertanggung jawab. Namun ada dua cara orang dapat berdosa terhadap Anda, secara langsung dan tidak langsung. Cara langsung seseorang mungkin berdosa terhadap Anda adalah ketika ada orang yang memukul hidung Anda karena dia marah, atau ada orang yang mencuri dari Anda, atau seseorang menipu Anda atau seseorang memanfaat- kan Anda atau seseorang memfitnah Anda atau seseorang memperkosa Anda, dll.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan teks ini mengatakan jika orang seperti itu berdosa terhadap Anda, pergilah dan tegorlah dia. Mengapa? Supaya dia dapat dimenangkan kembali. Janganlah pergi dan balas dendam. Bukan itu yang kita harus lakukan. Ketika ada yang berdosa terhadap Anda, Anda kena tipu, Anda difitnah, Anda disalahgunakan, apapun dosa itu dan ini saudara dalam keluarga gereja Kristen, pergilah dan tegorlah dia tentang dosanya supaya dia mengaku dan bertobat supaya Anda mendapatkannya kembali sebagai saudara lelaki dan mendapatkannya kembali sebagai saudara perempuan dalam Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita cenderung jika ada yang menyakiti kita atau berdosa terhadap kita atau bertindak dengan ketidaktaatan terhadap Allah yang langsung mempengaruhi kita, kita menempatkan mereka di daftar balas dendam kita. Dan kita membiarkan kepahitan, kebencian dan amarah membesar di dalam hati kita. Dan Yesus mengatakan, jika ada yang berdosa melawan Anda, pergilah dan berusaha untuk mendapatkan saudaramu kembali dengan sikap pengampunan. Itulah yang dikatakan di bagian dari Lukas. Pergilah, tegorlah dan jika dia pertobat, ampunilah dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagaimana jika seseorang berdosa terhadap kita secara tidak langsung? Nah dengarkanlah dengan seksama, setiap dosa di dalam perkumpulan umat Allah adalah dosa terhadap setiap orang lain di umat Allah itu, karena itu mencemarkan kita semua. Paulus mengatakan hal itu dua kali di 1 Korintus 5 dan Galatia 5, “sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan.” Dosa tidak dapat dipisahkan, itu mempengaruhi seluruh umat. Karena itu orang Israel harus membawa roti yang tidak beragi keluar dari Mesir supaya tidak ada sesuatu dari dulu yang dapat mempengaruhi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ini membawa kita kepada titik kelima, proses mendisiplin. Bagaimana caranya? Ada empat langkah yang sudah jelas diterangkan. Langkah pertama, ayat 15, “Pergilah dan tegorlah dia di bawah empat mata.” Tunjukkanlah itu kepadanya supaya benar jelas. Ambillah waktu dan usaha yang diperlukan. Ini sukar dengan orang-orang yang dikenal, karena mereka mengenal Anda dan saat Anda berbicara tentang dosa mereka, mereka tentu dapat mengatakan sesuatu tentang dosa Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan ada ikatan luar biasa dari dua jiwa yang terayut bersama, jika Anda pergi dengan sikap yang benar. Disini terdapat sikap yang benar di Galatia 6:1, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” Pergilah penuh kerendahan hati dengan menyadari bahwa itu mungkin Anda sendiri yang dapat jatuh karena godaan itu. Dan kemudian dikatakan bahwa Anda pergi dan menanggung bebannya dan memenuhi hukum Kristus. Dan apakah hukum Kristus itu? Itu hukum kasih kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda tahu tentang seseorang yang berdosa terhadap Anda, pergilah dan bertemu empat mata. Tidak perlu melebihi itu. Jika Anda pergi ke orang itu tanpa memberitahu orang lain dan Anda pergi sendirian untuk menghadapi dosa itu, dengan kasih dan kerendahan hati, dan jika orang itu bertobat, Anda akan mendapatkan suatu ikatan keintiman yang tidak dapat dihancurkan apapun. Begitulah caranya rahasia di dalam tubuh Kristus dipertahankan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 2 adalah ilustrasi dari hal ini. Petrus berdosa dengan memisahkan diri dari perkumpulan umat Allah dan hanya bergaul dengan orang-orang bersunat ketika di Antiokhia. Di Galatia 2:11 Paulus mengatakan, “aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.” Apakah Petrus merespon? Iya, dia merespon begitu baik sehingga di 2 Petrus 3:15 dia memanggil Paulus “saudara kita yang kekasih.” Bagaimana mereka ada hubungan kasih yang begitu erat? Itu mungkin karena Paulus rela menghadapinya dengan dosanya, kasihnya cukup besar untuk membangunkan ikatan keintiman itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana jika dia tidak mau mendengar? Kalau begitu Anda mengikuti langkah kedua di ayat 16, “Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” Orang Yahudi tahu sekali bahwa Allah telah menentukan hukum itu di Ulangan 19:15, “atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan.” Ini bagi perlindungan, supaya tidak ada orang yang dapat memberi informasi yang memfitnah kepada orang yang masih dapat disangsikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini menyebabkan ada tekanan. Bawalah dua orang yang tujuannya sama, yaitu untuk mendapatkan kembali saudaramu. Dan idenya adalah untuk menunjukkannya dosanya supaya dia benar-benar mengerti, supaya ada pengakuan dosa yang tulen dan pertobatan sungguh-sungguh dan ada pemulihan. Ini serangan kedua dalam peperangan untuk saudara kita laki-laki atau perempuan yang sedang terhanyut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, mengapa kita memerlukan satu atau dua orang? Supaya atas mulut dua atau tiga orang setiap perkataan itu tidak disangsikan. Ini bukan satu atau dua orang yang melihat dosa itu atau tahu tentang dosa itu. Mereka saksi-saksi konfrontasi itu yang kemudian dapat kembali dan dapat memastikan kata-kata yang diucapkan disana. Ini sebenarnya perlindungan yang sama bagi orang yang didekati dengan siapa yang mendekati. Jadi Allah ingin konfirmasi baik dari pertobatan atau dari ketidaksesalan dari mulut dua atau tiga saksi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang terjadi seandainya mereka tidak mau mendengar dua atau tiga saksi yang datang? Ayat 17, “Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat.” Kadang-kadang pemimpin gereja memberi informasi seperti itu melalui kelompok-kelompok, kita dapat mengatakan itu pada Perjamuan Kudus. Kadang itu diberitahukan di dalam kelas atau persekutuan atau pemahaman Alkitab, namun pernyataan adalah seperti ini, saudara kita terhilang kepada kita, kita mengatakan itu kepada gereja untuk apa? Yang selalu menjadi tujuan disiplin adalah pemulihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali di dalam hidup gereja, orang-orang melayang menjauh begitu saja dan saya telah memeriksa hati saya selama beberapa tahun terakhir dan banyak orang yang saya kenal terhanyut masuk dosa dan saya kehilangan mereka karena saya tidak melakukan langkah pertama atau setelah langkah pertama saya mengatakan mereka tidak akan bertobat. Dan mungkin saya melanjutkan dengan langkah kedua kemudian saya melepaskan hal itu. Saya merasa saya gagal kepada mereka karena saya tidak mengejar mereka lebih lanjut. Dan saya gagal kepada Tuhan juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada contoh di Perjanjian Baru tentang hal ini? Apakah kita pernah melihat disiplin tahap ketiga? Lihatlah 2 Korintus 2:5-8, “Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan (oleh karena dosa), maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya, supaya jangan aku melebih-lebihkan, hati semua orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu,” Dengan kata lain, kelihatannya hampir seluruh gereja mengatakan orang ini berdosa. Jadi gereja itu tahu dan mereka mengejar orang ini dan dia bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 7-8 mengatakan, “sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dia.” Yang berarti dia telah bertobat karena seluruh gereja mengejar dia. “dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.” Nah disini keadaannya adalah seluruh gereja tahu dan mengejar dia dan dia bertobat dan sekarang setelah dia merespon, janganlah membiarkan dia diluar begitu saja. Rangkullah dia dan ampunilah dia dan kasihilah dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana jika mereka tidak merespon? Lihatlah ayat 17 lagi, “Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,” dan frasa itu terdapat diantara setiap langkah. Itu ada setelah langkah pertama, setelah langkah kedua, dan itu ada setelah langkah ketiga. Dan jika ia tidak mau mendengar seluruh jemaat, dikatakan di langkah keempat, “pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.” Bukan saja mereka tidak mau supaya dia ikut, sebagai orang buangan dia berada diluar gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun seorang pemungut cukai dalam berbagai hal keadaannya malah lebih buruk. Bukan saja dia orang buangan karena dosa, dia juga orang buangan pilihan sendiri. Dia telah menyebrang ikut musuh. Jadi ketika kita membicarakan orang yang tidak mengenal Allah dan seorang pemungut cukai di zaman Tuhan Yesus Kristus, orang- orang pasti mengerti dia membicarakan orang yang diluar persekutuan. Namun ini tidak berarti kita tidak sayang kepada mereka. Matius yang menulis bagian ini sendirinya pemungut cukai. Dan Yesus selalu ingin menyelamatkan pemungut cukai dan pendosa-pendosa lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi jika seluruh proses tidak bermanfaat? Allah mengatakan keluarkanlah mereka dari persekutuan. Janganlah membiarkan mereka menerima berkat-berkat dan keuntungan. 1 Korintus 5 menjelaskan hal ini. Di gereja Korintus ada orang yang ada hubungan seksual dengan isteri ayahnya, semacam perbuatan sumbang yang keji dihadapan Allah. Dan bukannya patah hati karena incest itu, Paulus mengatakan, “Anda malah sombong dan tidak berduka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia mengatakan di ayat 4-5, “Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, 5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.” Keluarkanlah dia dari persekutuan jika dia terus menerus hidup dalam dosa berturut-turut. Serahkanlah dia kepada Iblis sampai binasa tubuhnya agar pada akhirnya jiwanya dapat diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Timotius 1:20 Paulus mengatakan, “di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.” Mereka perlu belajar, dan mereka tidak dapat belajar itu di dalam gereja. Ketika orang itu dikeluarkan, anugerah persekutuan Allah yang menolong dalam sanktifikasi itu hilang dan mulai menyadari betapa berarti hal itu bagi mereka. Namun jika ada orang yang dikelilingi umat Allah dan tetap diterima dan tetap berdosa juga, kemungkinan besar mereka terus saja dan tidak bertobat dari dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Tesalonika 3:6, “Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.” Perkataan menjauhkan diri berarti menghindari diri. Jangan membiarkan mereka masuk ke dalam persekutuan. Kita disini membicarakan anggota keluarga yang berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita mengusir seseorang, kita tidak memperlakukannya sebagai saudara, kita memperlakukan dia sebagai orang buangan, kita mengeluarkan dia. Namun bagaimana kita harus memerlakukan dia sekarang? Kita selalu harus memanggil dia kembali. 2 Tesalonika 3:15 mengatakan, “tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.” Jadi bagaimanapun Anda janganlah membiarkan dia pergi, tegorlah dia, kembalilah, berubahlah hidup Anda menjadi benar, akuilah dosa-dosamu dan bertobatlah dari dosa-dosamu. Allah akan memulihkan kau jika Anda bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Proses ini akan membawa kita lebih dekat satu sama lain, ini akan memberi keberanian untuk lebih lagi melibatkan diri dalam kehidupan saudara-saudari kita. Dan ini akan mengajarkan kami untuk mempraktekkan ini di gereja kita. Seringkali kita merasa tersinggung atau sakit dan betapa baiknya jika pada permulaan saudara kita ini mau mendengar dan kemudian menyadari apakah mereka lakukan mungkin tanpa sadar namun juga betapa indahnya kemudian memiliki ikatan yang lebih erat setelah mereka saling memaafkan satu sama lain, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Mar 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140309</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000BC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mendisiplin Anak-anak Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000BD"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+18:15-17" target="_blank" class="imCssLink">Matius 18:15-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya membacakan teks malam ini dari Matius 18:15-17, “Apabila saudaramu berbuat dosa, pergilah dan tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini berhubungan dengan mendisiplin orang Kristen yang berdosa. Jadi ini teks yang sangat penting dari Tuhan kita. Ini mengharuskan kita menjawab. Kita telah ditebus untuk kekudusan, kita telah diselamatkan untuk proses pengudusan. Kekudusan hidup adalah tujuan yang ditentukan Allah sendiri untuk membawa kita kepada diri-Nya. Kita tidak bisa membaca Firman Tuhan, Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, tanpa ada penegasan bahwa Allah menginginkan umat-Nya menjadi kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:16 menyimpulkan ini indah sekali ketika mengatakan, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Dan jika itu tertulis dalam firman Allah maka haruslah kita hidup seperti itu. Dan jika Allah mementingkan kekudusan umat-Nya dan kekudusan gereja-Nya demi reputasi-Nya yang kudus, maka saya dan setiap orang percaya lain harus bersama-sama prihatin sebagai wakil-Nya. Dan tidak ada gereja yang dapat mengabarkan injil yang sendirinya tidak diikuti dihadapan Allah dan dihadapan seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak gereja dengan jelas mengatakan bahwa ada berbagai hal yang salah dan penuh dosa dan memanggil orang-orang untuk gaya hidup benar, namun tidak pernah benar- benar menegakkan pesan itu. Jadi walaupun dari mimbar tidak ada toleransi, ada toleransi besar di dalam kehidupan orang-orang. Dan lama kelamaan yang terjadi adalah khotbah itu dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan khotbah itu hanya suatu latihan dimana Anda mencoba meyakinkan orang tentang hidup kudus, namun sebenarnya Anda tidak menindaklanjuti hal itu. Dan ketika berkhotbah tidak berhubungan dengan hidup sehari- hari, tidak ada artinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan mendisiplin anggota jemaat gereja yang berdosa hampir tidak ada di dalam masyarakat kita dan juga di sisa dunia. Ada evangelis yang pernah mengatakan, “Saya tidak tahu satu gerejapun di seluruh dunia yang sekarang mendisiplin anggota gereja yang berdosa, tidak ada satupun.” Kemudian John MacArthur mengatakan kepadanya, “Nah, kita berkomitmen tentang hal itu.” Dan dia mengatakan kepadanya, “Jika Anda melakukan itu, gereja Anda akan kosong. Mereka akan menyebut bagian Matius 7:1 yang sering disalahtafsirkan, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua orang adalah hukum bagi dirinya sendiri dan kita semua independen dan kita tidak mau terlibat dalam masalah masing-masing dan itu tampaknya menjadi realitas budaya yang masuk ke dalam gereja sehingga kemurnian gereja terhilang. Jadi bagaimana caranya menjadikan umat Allah itu kudus? Kita tidak bisa berkhotbah saja dan kemudian tidak peduli bagaimana kelakuan orang itu merespon. Harus ada lebih dari pada hanya mengatakan sesuatu saja. Harus ada jalan untuk mendorong orang untuk menjadi kudus dengan semacam tekanan ilahi yang sehat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita melihat sebentar ke Kisah Para Rasul 5, Ananias dan isterinya Safira menjual tanah milik mereka dan telah bersumpah kepada Tuhan untuk memberi seluruhnya, namun mereka tidak memberi semuanya. Dosa ini tidak berhubungan dengan memberi, dosa ini berhubungan dengan berbohong kepada Allah. Jadi Petrus mengatakan kepada mereka, “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?” Setelah Anda berjanji ada kejahatan di dalam hati Anda untuk mendustai Roh Kudus dan Anda tidak berbohong kepada manusia, tetapi Anda berbohong kepada Allah. Dan Ananias mendengar perkataan itu langsung jatuh dan mati. Allah mematikan dia langsung disitu dan isternya juga tiga jam kemudian dan sangat ketakutan semua yang mendengar hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tetap gereja Allah, benar? Dia masih berkuasa sebagai kepala gereja-Nya. Sikap-Nya terhadap dosa tidak berubah dan keinginan-Nya untuk melihat gereja murni juga tidak berubah. Namun Dia mengambil otoritas itu dan memberikannya kepada orang-orang ilahi yang memimpin gereja. Dan pada dasarnya Dia mengatakan, Anda mewakili saya di gereja dan Anda bersikap terhadap gereja itu sama dengan Saya bersikap terhadap gereja itu. Jadi dengan demikian kita harus menghadapi dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat konteks Matius 18 lagi. Marilah saya sebentar saja mengingatkan Anda intinya ini apa, ini mengenai orang percaya yang harus menjadi seperti anak kecil. Allah memandang orang percaya seperti anak-anak. Bahkan saat Tuhan mengajar hal ini Dia sedang menggendong anak kecil. Dan Dia menganggap kita sebagai anak-anak itu, secara rohani kita sama seperti fisik anak kecil; belum dewasa, lemah, bergantung dan seterusnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat kita sudah mulai Matius 18, kita melihat hal itu dalam ayat 3-4 dimana kita masuk Kerajaan seperti anak kecil. Di ayat 5-9 kita dilindungi seperti anak-anak sepanjang hidup. Di ayat 10-14 kita perlu dipelihara seperti anak-anak, dan sekarang di ayat 15-20 kita perlu didisiplin seperti anak kecil. Jadi disini kita belajar bahwa inilah khususnya yang harus terjadi di dalam keluarga Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini diterangkan di Amsal 3:11-12 dimana dikatakan, “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.” Disini terdapat analogi yang sama dimana sama seperti ayah harus mendisiplin anak untuk mengkoreksinya demikian pula Tuhan harus mendisiplin anak-anak-Nya untuk dikoreksi. Kita sama seperti anak kecil dan kita perlu diajarkan untuk menaati dan caranya kita belajar adalah dengan mengetahui konsekuensi ketidaktaatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanpa konsekuensi tidak akan ada perubahan. Ikutilah konsep ini di Amsal 10:13 dimana dikatakan, “Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.” Anak kecil harus dikoreksi. Bagaiamana caranya mengoreksinya? Disini perlu ada tongkat. Dengan kata lain, untuk kelakuan yang tidak benar harus ada konsekuennya. Amsal 13:24 mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 12:6 mengatakan hal itu lagi, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Kemudian Dia memberikan kita alasannya mengapa di Ibrani 12:10, “Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” Dengan kata lain, Allah mendisiplin kita supaya kita menjadi suci seperti Dia dengan konsekuensi luar atau dalam. Kadang-kadang sakit karena perasaan bersalah atau sakit dari luar memaksa kita untuk menjadi taat supaya kita mengikuti standar kekudusan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita seperti anak-anak yang mendengar khotbah melawan dosa dan ajaran melawan dosa dan kita diharapkan untuk mengikuti pola kekudusan itu. Anak-anak itu tidak akan mengikuti itu secara otomatis. Dan sama seperti anak-anak, yang cenderung tidak taat dalam hidup, kita juga cenderung kepada ketidaktaatan dalam kehidupan rohani kita. Jadi kita sering menuju ke arah jahat kecuali kita didorong kepada ketaatan. Karena itu harus ada paksaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa gereja-gereja evangelis di dunia begitu tidak kudus? Mungkin masalahnya kita tidak selalu berkhotbah pesan yang benar dan kita tidak taat dalam implementasinya dalam kehidupan orang-orang. Jadi dengan demikian kita seolah-olah mengatakan selama khotbahnya baik dan selama itu ortodoks kita sebenarnya tidak peduli apa yang mereka lakukan. Dan itu tidak bisa kita katakan kepada anak-anak. Saya sangat benci meluangkan waktu bersama anak-anak Anda jika Anda tidak pernah mendisiplin mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita dipanggil di dalam bagian firman ini untuk melaksanakan disiplin di dalam gereja untuk melawan dosa supaya gereja bisa mengikuti pola pengudusan. Jadi marilah kita mempelajari beberapa unsur disiplin malam ini. Pertama, marilah kita melihat tempat untuk mendisiplin, di ayat 17 dua kali dia menyebut gereja. Dengarkanlah; ini ketiga kalinya kata ini dipakai di Matius, yang pertama di Matius 16. Ini tidak mengacu kepada gereja yang didirikan waktu Pentakosta. Perkataan ini hanya berarti kumpulan umat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa komentator yang merasa ini mengacu kepada tempat ibadah Yahudi, namun itu tidak benar. Tidak ada tempat dimanapun di Perjanjian Baru dimana Yesus memberi peraturan ibadah di tempat ibadah Yahudi. Dia tidak ingin merubahkan peraturan ibadah di tempat ibadah Yahudi. Dia ingin mendirikan umat-Nya tersendiri dan gereja-Nya tersendiri. Dan selanjutnya, ayat 18-20 tidak berhubungan dengan tempat ibadah Yahudi, karena di dalam tempat ibadah Yahudi tidak ada orang yang berkumpul di dalam nama Yesus dan Dia tidak berada ditengah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di umat-Nya yang ditebus Dia ingin melihat orang kudus dan murni tanpa cacat. Jadi disiplin terjadi dalam persekutuan umat yang ditebus. Sejajar dengan pikiran itu Paulus di 1 Korintus 6:1 menyalahkan orang-orang Korintus karena dosa menuntut satu sama lain. Dia mengatakan, “Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang- orang kudus?” Dengan kata lain, kenapa Anda membawa perselisihan dan masalah Anda dihadapan orang-orang yang tidak percaya? Itu pengadilan orang-orang yang belum lahir baru dan bukan pengadilan orang kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, gereja orang percaya adalah pengadilan tertinggi jadi semua disiplin gereja harus dilakukan di dalam persekutuan orang percaya. Mungkin itu terjadi di dalam keluarga Anda sendiri, karena itu sebagian dari umat Allah yang ditebus yang menjadi gereja. Mungkin itu dalam pemahaman Alkitabiah Anda atau persekutuan Anda. Namun itu harus terjadi diantara umat Allah yang ditebus dan tidak ada pengadilan yang lebih tinggi dari itu. Dan pemimpin rohani dari jemaat itu harus ikut campur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat tujuan disiplin. Ayat 15 mengatakan, “Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” Tujuan mendisiplin adalah untuk memulihkan kembali kepada kekudusan. Amsal 11:30 mengatakan, “Hasil orang bijak adalah memenangkan jiwa orang.” Di Galatia 6:1 Paulus mengatakan, “kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut.” Di Yakobus 5:19-20, “Saudara- saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada orang yang membuat dia berbalik, 20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini selalu tujuan disiplin, itu bukan untuk membuang orang keluar. Itu bukan untuk menjadi benar diri melawan ketidakbenaran mereka. Itu bukan untuk berotoritas dengan kuasa dengan cara yang tidak alkitabiah. Tujuan disiplin itu adalah untuk membawa mereka kembali. Nah perhatkanlah di ayat 15, perkataan “mendapat kembali,” atau beruntung. Ini perkataan dunia bisnis misalnya untuk membicarakan mencari kekayaan. Keuntungan dalam arti harta, barang atau komoditas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah memandang saudara yang berdosa sebagai kehilangan sesuatu yang berharga dan ini sebenarnya hati Allah dimana Dia tidak dapat melepaskan satu jiwa karena setiap jiwa sangat berharga bagi-Nya. Dan gereja harus memiliki sikap yang sama dimana kita tidak boleh membiarkan orang itu melayang lepas begitu saja dan mengatakan ah, saya tidak tahu mereka dimana, namun saya sebenarnya tidak mau ikut campur. Saya pikir mereka sudah jatuh dalam dosa. Ada yang berharga yang kehilangan. Dan setelah dipulihkan kita yang beruntung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberi Anda prinsip ketiga, orang yang harus memulihkan itu adalah Anda sendiri! Mari kita melihat ayat 15 kembali, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.”Jadi Allah berbicara dengan siapa (melalui Matius)? Anda. Anda mengatakan saya? Ah, saya tidak mampu melakukan itu. Saya bukan tipe-nya orang yang menghadapi orang lain, saya terlalu mengasihi. Allah mengatakan, ini semua mengenai setiap orang diantara Anda, bukan masalah pendeta saja, bukan masalah badan gereja saja. Disiplin adalah bagi setiap orang di gereja termasuk mereka yang memimpin gereja (Diaken dan Core Group).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda tidak peduli, maka Anda tidak mementingkan hal-hal yang dipentingkan Allah. Jika Anda membiarkan Anda merasakan belas kasihan palsu, ketidakpedulian, rasa benar diri, menghina orang, memandang rendah mereka karena mungkin dosa mereka melawan Anda dan Anda senang mereka sudah pergi atau kesombongan atau menjadi pengecut atau terlalu sibuk atau apa saja yang menghalang kesetiaan Anda dalam pekerjaan Kristus dalam menghadapi saudaramu yang berdosa, Anda sudah gagal. Jika saya mengabaikan pemulihan domba yang kesasar, saya sendiri juga kesasar dengan ketidaktaatanku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah kata kerja utama di ayat 15, “Pergilah dan tegorlah dia.” Apa yang harus ditegor? Pergilah dan tegorlah bahwa dia ada didalam dosa. Lihat ayat 16, “Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah ….”Ayat 17, “Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat.” Allah mengatakan pergilah dan tegorlah dia. Jika ia tidak mau mendengar, bawalah beberapa orang dan tegorlah dia lagi. Jika dia tetap tidak mau mendengar, sampaikanlah itu kepada seluruh jemaat dan biarlah seluruh jemaat menegor dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu banyak orang yang mau menegakkan kekudusan. Kita perlu menjadi pelayan- pelayan kudus yang menjadi senjata besar didalam tangan Allah. Dan ini bukan berarti bahwa ini dilakukan dengan kesombomgan rohani, tidak, ini berarti Anda melakukan itu dengan hati yang peduli dan perasaan sayang dan kasih. Dan itu bergantung kepada Anda sendiri, Anda harus rela.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, jika Anda melihat orang tua yang tidak pernah mendisiplin anak, Anda melihat orang tua yang tidak mengasihi anak itu. Anda membenci anakmu jika Anda tidak mendisiplin anakmu dan mencocokkan anakmu. Hal yang sama terjadi di bidang spiritual. Allah mengatakan janganlah benci sesamamu manusia dalam hati dengan tidak menegor dosanya dan memperhadapkan dia dengan kejahatannya. Mengapa? Jika Anda mengasihinya, Anda ingin menahannya dari konsekuensi dosa dan Anda ingin memulihkannya ke tempat penuh berkat, kan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keinginan untuk menghadap dosa datang dari semangat bagi Allah. Di Yohanes 2:13, Yesus datang ke Perayaan Pelewatan di Yerusalem dan didapati-Nya di Bait Suci pedagang-pedagang yang menjual lembu, domba dan merpati, dan penukar uang yang menipu orang. Dan dikatakan di ayat 15, “Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.” Dan mengatakan di ayat 16, “jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Yesus ingin sekali supaya rumah Allah adalah kudus, bagaimana dengan Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud mengatakan di Mazmur 69:9, “sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.” Dengan kata lain, Allah saat Engkau tidak dipermuliakan, saya memiliki semangat begitu besar, keinginan begitu besar untuk kemuliaan-Mu, ketika Engkau dipermalukan, saya merasa sengsara. Sekarang kemauan untuk menghadapi dosa timbul dari semangat untuk nama Allah dam reputasi Allah dan kemuliaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan Saya tidak bisa membiarkan rumah-Nya menjadi tempat pencuri, Saya tidak bisa membiarkan dosa di rumah-Nya, Saya harus mengusir itu. Bait Suci bukan ruman-Nya lagi. Anda di gereja sekarang adalah rumah Allah, benar? Perkumpulan orang percaya adalah tempat kudus dimana Allah berdiam. Dan kita harus memiliki hati Kristus yang tidak dapat membiarkan ketidakkudusan di dalam gereja-Nya sama seperti Dia tidak dapat membiarkan hal itu di dalam Bait Suci Bapa-Nya di Yerusalem. Kita tidak mungkin ada kemauan untuk menghadapi dosa kecuali itu timbul dari semangat bagi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Darimana datangnya semangat untuk Allah? Supaya menjadi pelayan kekudusan demi kemurnian gereja harus ada kesucian pribadi. Ada tiga hal yang diperlukan, kemauan, semangat bagi Allah dan kesucian pribadi. Anda tidak mungkin dipenuhi semangat bagi gereja Allah, Anda tidak akan dipenuhi keinginan nama-Nya, kecuali Anda berjalan dalam kekudusan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah bersama ke Matius 7. Meskipun bagian ini pada permulaannya berada di dalam konteks yang berbeda, prinsipnya yang perlu diulangi di teks kita. Matius 7:3-5 mengatakan, “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang dikatakan Allah? Sebelumnya kita dapat menghadapi orang lain tentang dosa mereka, kita harus berurusan dulu dengan dosa kita sendiri. Ketika gereja keluar untuk menegakkan kekudusan dan menegakkan kesucian, pada saat gereja keluar untuk menghadapi dosa, dengan kebajikan ke arah itu, akan terjadi proses pemurnian diri. Dan hasil akhir adalah bahwa disiplin yang diperlukan akan berkurang meskipun gereja lebih berkomitkmen untuk melakukannya. Apakah Anda mengerti hal ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ketika kita menuju ke arah itu, kita diharuskan untuk memurnikan diri. Ini pelayanan yang sulit, namun semuanya tidak gampang. Kita mendengar banyak tentang mengajar dan berkhotbah, mempersiapkan, melayani, menyanyi di koor, menolong disana- sini, memimpin disana-sini, namun dimanakah pelayanan kekudusan? Tuhan kita memanggil mereka di gereja. Minggu depan kita akan melihat bagaimana mereka bekerja. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Mar 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140302</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000BD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang percaya seperti Anak-anak]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000BE"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+18:10-14" target="_blank" class="imCssLink">Matius 18:10-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah begitu kaya selagi kita meneruskan pelajaran Matius 18:10-14, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. 11 (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)" 12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti kita diajarkan di permulaan Matius 18, orang-orang percaya biasanya disebut sebagai anak-anak. Kita mengerti diri kita di gereja adalah anak-anak Allah. Tuhan kita dalam bagian ini mengingatkan kita bahwa tidak ada orang yang masuk Kerajaan kecuali dia menjadi seperti anak kecil, yaitu rendah hati, tergantung, lemah, bodoh, tidak dewasa dan membutuhkan. Setelah masuk dalam Kerajaan kita tetap dianggap anak-anak. Kemudian kita diajarkan untuk memperlakukan satu sama lain sebagai anak-anak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat-ayat 5-9, kita diajarkan untuk melindungi mereka dari pengaruh yang merusak. Pertama di ayat 5, kita harus menerima satu sama lain seperti kita menerima Kristus. Caranya kita memperlakukan orang percaya lain adalah sama percis seperti kita memperlakukan Kristus. Dan disisi negatif, janganlah sekali-kali melakukan sesuatu yang menyebabkan mereka berbuat dosa, lebih baik mati daripada itu. Celakalah orang yang menyebabkan orang percaya lain jatuh. Hukuman berat disediakan bagi mereka yang menyebabkan orang percaya lain berbuat dosa sengaja atau tidak sengaja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita perlu melakukan apapun juga untuk menghindari hal itu. Ambillah tindakan dramatis dan Yesus memakai gambaran jelas seperti memenggal tangan kita, memenggal kaki kita atau mencungkil mata kita. Jadi lakukanlah hal parah, ini berbicara kiasan, agar janganlah mengarahkan orang percaya lain ke dalam dosa. Ini sebagian dari penerimaan mereka seperti menerima Kristus dan melindungi mereka sama seperti melindungi anak kecil. Inilah gambarannya dan kemudian ini dipindahkan ke wilayah spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang waktu kita datang ke ayat 10-14, kita diperintahkan disini juga untuk memelihara anak-anak. Ini bukan saja menerima mereka seperti kita menerima Tuhan secara umum, dengan kasih sayang. Ini bukan saja melindungi mereka. Ini menyediakan bagi mereka sebanyak mungkin dengan sekuat tenaga kita dan bertanggung jawab atas perawatan spiritual orang percaya lain itu. Dan saya ingin kembali kepada hal itu karena ada banyak sekali implikasi praktis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita membicarakan perintah yang ditentukan Tuhan di ayat 10, dan alasan-Nya yang diberikan di ayat 10-14. Matius 18:10, “jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.”Dan alasannya dimulai karena perkataan “karena” dan kemudian kita diberi alasan-alasan yang harus kita ikuti. “Janganlah menganggap rendah seseorang, janganlah meremehkan seseorang, dengan tidak menghargai seseorang, janganlah memperlakukan mereka dengan kehinaan, janganlah memandang mereka tidak bernilai atau mengabaikan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak membicarakan bayi fisik atau anak-anak sebenarnya. Ini adalah orang percaya yang diidentifikasikan sebagai anak kecil. Kita adalah keturunan Allah. Kita telah lahir baru ke dalam keluarga-Nya dan kita adalah anak-anak-Nya. Namun bukan itu saja. Kita masih ada banyak keperluan, kelemahan dan ketergantungan. Kita perlu bantuan dan kekuatan dan bekal hidup dan pemeliharaan dari orang- orang disekitar kami. Setiap orang percaya sangat berharga. Dan Tuhan tidak membiarkan seseorang yang menjadi milik-Nya diabaikan dan diperlakukan dengan tidak baik atau tidak dipedulikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ingatlah bahwa ini adalah perintah pertama dari Tuhan bagi gereja. Dan ini datangnya lama sekali sebelum ada Amanat Agung. Tentu saja, pada akhirnya, tujuan gereja di dunia adalah untuk mengabarkan Injil dan untuk orang diselamatkan, benar? Itulah tujuannya. Namun untuk mencapai itu kita memerlukan gereja dewasa yang kuat. Gereja menjadi kuat dari dalam karena mengekspressikan kasih dan pelayanan terhadap sesama. Tuhan ingin supaya kita sebagai orang percaya bersama memiliki kesaksian kuat kepada dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi perintah pertama adalah supaya gereja itu adalah gereja benar-benar. Tuhan khawatir bagaimana orang percaya memperlakukan satu sama lain. Dan kemudian setelah itu baru penting bagaimana orang-orang percaya memperlakukan orang- orang yang belum percaya. Ini sekali lagi mementingkan mendewasakan orang percaya sebagai jalan untuk menginjili secara efektif. Ketika orang tidak percaya melihat kuasa Kristus di dalam kehidupan orang-orang percaya yang berada di tubuh Kristus, kesaksian Injil itu lebih dapat dipercaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja kebanyakannya dunia memandang rendah orang-orang rendah, menganggap hina orang yang berpikiran sederhana, orang yang rendah hati, yang lemah lembut dan yang lemah. Dunia mengangkat dan meninggikan orang yang besar dan yang menonjol dan meremehkan yang lain. Itu bukan caranya Tuhan berhubungan dengan gereja-Nya. Dan sebaiknya kita membiasakan diri untuk berhubungan dengan orang rendah karena kita memang semua sama seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 1:26-28 mengatakan, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gereja terutama terdiri dari orang-orang macam seperti itu. Kemudian kita dipanggil untuk mengekspressikan kasih sayang dan menghargai setiap orang di dalam gereja, tidak peduli siapakah mereka. Mungkin mereka lemah, mungkin bodoh, mungkin mereka kekurangan bakat, mungkin mereka miskin, mungkin kurang pendidikan, mungkin kekurangan bakat social, mungkin perlu pertolongan, mungkin tergantung, akan tetapi kita harus memelihara semua orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita cenderung memperlakukan orang percaya lain dengan tidak baik? Mungkin dengan memamerkan kebebasan kita. Prinsipnya terdapat di Roma 14:3, “Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.” Mungkin Anda orang non-Yahudi dan orang percaya Yahudi datang kerumah dan Anda menyediakan bagi dia makanan babi. Kemudian dia mengatakan, “Selirih hidupku Aku dilarang makan itu.” Iya, namun Anda sekarang bebas di dalam Kristus. Bangkitlah Petrus, bunuhlah dan makanlah. Hukum makanan sudah berlalu. Namun janganlah sekali-kali Anda melakukan hal itu. Janganlah menjadi batu sandungan bagi imannya yang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mungkin ingin mengajak seseorang nonton bioskop dan melihat sesuatu di televisi dan hal itu mengungkapkan perilaku tertentu yang tak bermoral yang dapat mengingatkan kembali daur ulang semua godaan masa lalu. Dan saya tidak ingin melakukan sesuatu yang menjadi kebebasan bagi aku namun bagi orang yang baru menjadi percaya, yang baru diselamatkan dari sesuatu yang dimasa lalu itu masih teringat dan dengan menyaksikan itu masih tersinggung. Masalahnya adalah membatasi kebebasan kita supaya orang lain tidak tersinggung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada cara lain dimana kita dapat menganggap rendah orang lain di persekutuan kita yaitu dengan mengabaikan mereka yang perlu pertolongan. Di dalam masyarakat kita biasanya membalas budi dimana waktu kita melakukan sesuatu untuk seseorang kita mengharapkan mereka akan membalas. Bukan seperti itu kita berfungsi di dalam tubuh Kristus. 1 Yohanes 3:17, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” Anak kecil, janganlah kita mengasihi dengan perkataan saja namun dalam perbuatan dan kebenaran. Dan apakah persyaratan orang itu meneima kasih kita? Dia ada kebutuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang yang membutuhkan pertolongan datang di jalan kita, kita ada kewajiban tanpa memandang bulu, jika ada kesempatan dan kita ada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan itu, untuk melakukan itu. Jadi janganlah memamerkan kebebasan kita dihadapan mereka yang tidak perlu dikesankan. Janganlah kita memandang rendah orang miskin atau mereka yang berada di tingkat sosial yang lebih rendah. Janganlah kita mengabaikan mereka yang kebutuhan, tidak peduli siapakah mereka. Allah memanggil kita untuk menolong mereka yang membutuhkan sama seperti Dia menolong kita juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal lain, janganlah kita memandang rendah orang Kristen yang telah jatuh. Ada godaan untuk merasa bangga sedikit dan menyampaikan berita buruk ini kepada orang lain, dan biasanya itu dimulai dengan kata-kata seperti, “Saya sungkan mengatakan ini, namun apakah Anda mendengar tentang si A dan si B?” Effeknya adalah untuk memberi kesan kepada orang bahwa Anda lebih baik daripada mereka. Namun di Galatia 6:1 dikatakan, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memulihkan orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2-3, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (yang adalah hukum kasih). 3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.” Kebenaran adalah bahwa kita sendiri tidak lebih baik dan sebaiknya kita melihat hati kita sendiri dan berhati-hati karena kita sendiri gampang tertipu dan berakhir di situasi yang sama. Janganlah menambahkan kesakitan dengan menyebabkan lebih banyak kerusakan kepada orang itu dengan menggossip tentang dosa itu yang tidak dapat diambil kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang ketika bertemu dengan orang kita gampang mengambil kesimpulan tentang masalah mereka diakibatkan dosa yang kita tidak tahu atau mengerti. Itu teologia teman-teman Ayub, benar? Itu teologia orang Yahudi, orang ini berdosa atau kalau tidak orang tuanya berdosa, karena itulah dia buta. Ada orang-orang sekarang di dalam Gerakan Karismatik yang memikir bahwa jika Anda masih berada di dalam kursi roda, atau jika Anda sakit, atau jika Anda ada penyakit kanker, itu karena Anda memiliki kehidupan Kristen yang dibawah standar. Mereka itu salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara lain kita dapat memandang rendah orang percaya adalah dengan meremehkan orang yang diatas kita karena mereka masih muda. Di 1 Timotius 4:12 Paulus mengajarkan Timotius, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.” Kadang-kadang kita merasa bahwa umur kita memberikan kita beberapa hak, umur kadang disamakan dengan kedewasaan. Kebenaran adalah bahwa itu tidak benar, Anda bisa tua dan belum dewasa dan muda dan dewasa sekali. Anda bisa menjadi tua dan duniawi dan muda dan spiritual. Anda bisa menjadi tua dan penuh dosa dan masih muda dan saleh. Umur tidak menentukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara lain untuk meremehkan orang percaya adalah dengan memanfaatkan sesama orang percaya untuk keuntungan pribadi. 1 Tesalonika 4:6, “jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya.” Jangan memanfaatkan orang Kristen lain untuk keuntungan diri. Jangan memakai orang lain untuk memperoleh sesuatu untuk memperkaya diri, khususnya jangan “makan” orang percaya lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali ke Matius 18 dan mengingatkan diri bahwa kita diperintahkan untuk jangan menganggap rendah sesama orang Kristen. Dan disini ada alasan untuk perintah itu, OK? Matius 18:10, “Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” Mengapa ini penting? Karena ada hubungan diantara orang percaya dan malaikat. Yaitu malaikat yang kewajibannya adalah untuk memelihara orang-orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan berarti bahwa setiap anak memiliki malaikat pelindung pribadi masing- masing. Tidak ada sesuatu di Alkitab yang mengatakan bahwa setiap orang percaya memiliki malaikat pelindung pribadi masing-masing. Ini hanya mengatakan bahwa orang percaya memiliki malaikatnya, dan ada malaikat yang menjadi pelindung unik orang percaya. Ide malaikat pelindung itu datang dari Yudaisme. Kisah apokrif dari Tobit menunjukkan ada malaikat pelindung bagi setiap individu. Dan ada referensi gagasan di Kisah Para Rasul 12:15, namun itu hanya menunjukkan bahwa itu kepercayaan orang Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sesuai dengan Ibrani 1:14, yang mengatakan bahwa orang percaya dilayani malaikat. Mereka berada di surga, dikatakan, “yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” Jadi malaikat-malaikat itu yang melayani orang percaya menikmati hak istimewa semua malaikat kudus untuk berada di hadapan Allah dengan persekutuan dengan-Nya, menunggukan untuk diutus sesuai kehendak-Nya untuk melakukan apapun yang Dia ingin mereka lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat melihat di dalam Alkitab semua tempat dimana malaikat melakukan pekerjaan mereka untuk orang-orang percaya. Pertama di 1 Korintus 4:9 mereka menonton para rasul. Di Efesus 3:9-10, mereka melihat dan heran kepada gereja. Di 1 Korintus 11:10 dikatakan bahwa para malaikat memandang perempuan tunduk kepada pria di gereja. Dan mereka mengamati para pendeta di 1 Timotius 5:21.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para malaikat akan menyaksikan orang percaya dihargai di Matius 16:27. Mereka juga akan membimbing dan kita melihat beberapa ilustrasi dari hal itu di Kisah Para Rasul 8, 10 dan 11. Mereka juga menyediakan bekal bagi Hagar di Kejadian 21, dan memelihara Israel di Mazmur 78, memelihara Elia di 1 Raja-raja 19 dan di saat-saat lain. Kita melihat mereka di Mazmur 91 melindungi umat Allah di Kisah Para Rasul 5 dan 12. Kita melihat mereka memberi jawab atas doa-doa di Daniel 9 dan 10 dan bahkan di Kisah Para Rasul 12. Bahkan kita melihat mereka berada saat kematian orang kudus di Lukas 16 dan Yudas 9.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat ayat 12, “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” Sekarang kita pindah dari hubungan orang peraya dengan malaikat ke hubungan orang percaya dengan Tuhan yang adalah seperti gembala. Dan Allah Bapa sangat mementingkan setiap orang percaya. Ayat 13-14, “Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan demikian kita harus memelihara sesama seperti anak-anak, ke tingkat dimana kita menarik satu sama lain kembali dari bahaya, kembali dari dosa. Dan perhatikanlah ini adalah perawatan pribadi. Ini pemeliharaan dari hati karena jika Allah Bapa menemukan seseorang, Dia bersuka cita tentang hal itu. Jadi yang tersirat adalah bahwa ini pemeliharaan yang memaafkan. Penekanannya adalah ini pemulihan yang menyiratkan pengampunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan suka cita Allah Bapa itu besar. Dia malah lebih bersuka cita tentang yang satu ini lebih dari pada sembilan puluh sembilan yang tidak hilang. Orang pikir Allah seharusnya bersuka cita tertahan, karena Dia masih memiliki suka cita dari mereka yang tidak terhilang, namun disini dikatakan bahwa lebih besar kegembiraan-Nya atas mereka yang hilang dan yang dapat dipulihkan kembali. Ini adalah karena Allah senang memberi pengampunan. Ini pada dasarnya menunjukkan betapa luasnya anugerah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Agustinus mengatakan ini, “Apa yang terjadi di dalam jiwa ketika lebih senang untuk memulihkan kembali apa yang dikasihi dari pada jika itu tidak pernah terhilang?” Sampai saat Anda kehilangan sesuatu, Anda tidak akan menyadari betapa besar kehilangan itu. Ini juga keadaannya dengan kasih Allah, ini adalah hati-Nya yang memulihkan. Ini hal yang ajaib, ketika Anda menolong si pendosa untuk dipulihkan, ketika pendosa itu bertobat, seperti dikatakan di Yakobus 5, ketika pendosa itu ditemukan dan dipulihkan, suka cita pendosa itu terbesar karena suka cita Allah Bapa itu begitu besar. Ini adalah kebesaran kasih karunia Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita mengasihi sesama sangat penting bagi Allah. Ini dasar kehidupan di dalam gereja dan itu fondasi kesaksian kita yang efektif. Kita masuk ke dalam Kerajaan Surga seperti anak-anak. Sekarang setelah kita masuk Kerajaan, kita menerima satu sama lain sama seperti kita menerima anak-anak dengan kasih sayang dengan pengetahuan bahwa caranya kita menerima sesama ini adalah cara kita menerima Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melindungi sesama seperti kita melindungi anak-anak dari apa yang dapat merusak dan merugikan mereka. Kita sayang satu sama lain. Kita mencari satu sama lain ketika mereka melarikan diri karena itulah hati Allah dan inilah kewajiban malaikat kudus. Jadi bagaimana Anda sekarang di gereja? Kita semua dalam perjalanan dimana kita selalu belajar terus menerus dan kadang peringatan seperti ini menyebabkan kita akan bertumbuh lebih banyak lagi, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Feb 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140223</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000BE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Iman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000BF"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+17:14-21" target="_blank" class="imCssLink">Matius 17:14-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman adalah batu penjuru Kekristenan, dan Alkitab mengajarkan bahwa iman memindahkan gunung. Iman menghasilkan hal besar. Kita telah mendengar hal itu berkali-kali. Namun saya ingin tahu apakah kita benar mengerti artinya. Marilah kita melihat Matius 17:14-21 dimana kita perlu melihat ajaran Tuhan Yesus Kristus tentang kuasa iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, 15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. 16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." 17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" 18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" 20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 21 Namun, jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat apa telah tercapai iman di dalam Perjanjian Lama. Iman dalam pemeliharaan Allah itulah yang memungkin Ayub mengatakan di tengah bencana pribadi di Ayub 13:15, “Meskipun Ia membunuh aku, tetap aku akan percaya kepada-Nya.” Iman kepada perlindungan Allah yang menyebabkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego dapat berdiri dipinggir perapian yang menyala-nyala itu dan mengatakan, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja,” Daniel 3:17.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan juga iman dalam Firman Allah yang menyebabkan Daniel dapat bertahan di gua singa, seperti dikatakan di Daniel 6:23, “Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.” Iman telah menyelamatkan wanita berdosa itu yang mencuci kaki Yesus dengan air matanya dan menyekannya dengan rambutnya, seperti dikatakan dalam Lukas 7:50.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat kita melihat Ibrani 11, Alkitab mengatakan bahwa imanlah yang menyebabkan Abel memberi persembahan yang lebih baik. Iman yang menyebabkan Enoch masuk ke surga tanpa kematian. Iman yang memungkinkan Nuh membangun bahtera besar dan memberitakan kebenaran. Iman itu menyebabkan Abraham mengikuti pangilan Allah. Iman itu menyebabkan Sara mendapat anak. Iman itu menyebabkan Yusuf ada harapan ke masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman menyebabkan Musa menolak kesenangan dosa untuk penghinaan karena Kristus. Iman yang menyebabkan Rahab menerima mata-mata. Dan iman itu yang datang pada waktu krisis ke Gideon dan Barak dan Samson dan Daud dan Samuel dan banyak orang lain. Dan kita memilik sepanjang Firman Allah, kesaksian kehidupan iman dan kesaksian kuasa iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di dalam teks malam ini, Yesus membuat pernyataan besar ketika Dia mengatakan bahwa iman menggerakkan gunung dan tidak ada sesuatu yang mustahil. Titik yang dibuat Yesus dalam banyak hal merupakan suatu ringkasan kesaksian umat Allah sepanjang sejarah bahwa Allah bergerak dengan kuat ketika kita percaya kekuatan iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Matius 17:14 kita mulai bagian khusus karena disini Tuhan mulai suatu periode pelajaran untuk murid-murid-Nya yang berjalan sampai kepada Matius 20. Ini persiapan terakhir bagi mereka untuk pelayanan. Dia telah memberikan mereka sebuah wahyu kepribadian-Nya sebagai Raja. Dia sedang memberikan mereka program-Nya untuk Kerajaan, Dan sekarang Dia memberikan mereka prinsip-prinsip untuk hidup dalam Kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai dengan mengajarkan mereka di Matius 17 tentang iman. Kemudian Dia mengajarkan mereka tentang kewarganegaraan, bagaimana caranya hidup di dunia ini. Di Matius 18 Dia mengajarkan mereka tentang kerendahan hati dan tentang menyakiti hati orang, dan kemudian mengenai disiplin dan pengampunan. Di Matius 19, Yesus mengajarkan mereka tentang pernikahan dan tentang perceraian dan tentang anak-anak dan tentang kekayaan dan pahala atau upah. Kemudian di Matius 20 tentang kedudukan dan belas kasihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang seluruh kejadian itu terjadi waktu murid-murid Petrus, Yakobus dan Yohanes bersama Tuhan Yesus turun dari Gunung Transfigurasi itu. Mereka baru saja melihat kemuliaan Allah dinyatakan dalam Yesus Kristus dan waktu mereka turun mereka dipertemukan dengan orang banyak. Dan di ayat 14 kita baca, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus mengatakan kepada kita bahwa itu termasuk ahli-ahli Taurat dan banyak orang lain dari dareah Galilea utara dan juga sembilan murid lain yang tidak naik ke Gunung Transfigurasi itu. Jadi disitu ada murid-murid, ahli-ahli Taurat dan banyak orang lain. Dan mereka semua menunggukan kedatangan Yesus dan ketiga murid yang turun dari bukit itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang melihat elemen pertama di teks ini: yaitu seorang bapak yang memohon. Ada orang yang berlutut dihadapan Yesus Kristus. Disini terdapat seseorang yang bersifat menyembah dan rendah hati. Dan ketika kita mendengar apa yang dia katakan “Tuhan,” kita dapat melihat dia menghormati Yesus. Jadi meskipun kita tidak tahu kualitas penghormatan itu sepenuhnya, kita tahu bahwa orang ini percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan orang. Orang ini percaya bahwa Dia memiliki kuasa ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia ada permintaan, “Kasihanilah anakku.” Perkataan “kasihani” pada dasarnya berarti menunjukkan belas kasihan. Bapak ini memohon belas kasihan untuk anaknya. Dan ketika menambahkan cerita Markus dan Lukas yang sejajar dengan ini, sudah jelas mengapa ayah ini putus asa untuk anaknya, dia orang ayan. Dalam bahasa Yunani itu berarti “dipukul bulan”, karena mereka percaya ini disebabkan bulan. Hal ini digunakan untuk menggambarkan perilaku meliputi epilepsi, kejang dan anval. Dan dikatakan bahwa dia menderita banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di Markus 9:17 tertulis bahwa anak itu juga bisu, yaitu dia tidak bisa berbicara. Dan Markus menambahkan di bab 9:25 bahwa dia juga tuli. Anak ini bisu dan tuli. Dan di Matius kita menemukan hal itu di ayat 15, “Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.” Jadi selalu ada bahaya dia terbakar atau tenggelam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus dan Lukas menambahkan gejala lain; Markus mengatakan bahwa ada roh jahat didalamnya yang menyebabkan semua itu. Jadi pada waktu ada anval, badan anak itu disiksa. Lukas mengatakan bahwa dia tiba-tiba berteriak dan terpelanting ke tanah oleh roh jahat itu. Markus mengatakan dia berbusa di mulut, kejang dan dia terguling-guling di tanah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Markus 9:21 ada pertanyaan untuk ayah itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.” Sekarang kita mengerti mengapa ayah ini memohon. Dan ini anak satu-satunya. Disini terdapat satu-satunya anak kekasih dari ayah ini dan dia menghadap satu-satunya Anak kekasih Allah. Yesus dapat mengerti dia. Yesus dapat mengerti hati ayah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda menanyakan, “Bagaimana orang bisa kerasukan setan seperti ini? Jika Anda bukan orang Kristen, menurut Efesus 2:2, Anda dikuasai penguasa kerajaan angkasa, yang dapat mengutus setan-setannya untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Ini bukan berarti bahwa anak ini jahat, itu pilihan setan-setan dan Allah mengizinkan hal itu. Jadi kita datang dari puncak gunung Kedatangan Kedua langsung turun kerealitas kesakitan dan kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada hal kedua. Jadi permohonan ayah itu membawa kita kepada para murid yang tidak berkuasa. Ayat 16, “Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”Bukankah ini aneh bagi Anda? Lihatlah Matius 10:1, “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah diberi kuasa untuk melakukan itu dan sekarang mereka tidak mampu, meskipun mereka telah menyembuhkan orang. Jadi mereka telah diberi janji dan mereka memiliki kuasa, jadi apa masih kekurangan? Iya, mereka tidak memakai kuasa itu. Mereka tidak dapat melakukan di Matius 17 apa yang telah dijanjikan di Matius 10. Nah sekarang marilah kita biarkan itu sebentar, kita akan kembali ke soal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayah ini tidak percaya para murid Yesus lagi namun dia masih percaya Yesus. Ini membawa kita kepada apa yang dinamakan penyimpamgan orang yang tidak percaya. Sekarang tiba waktunya Yesus berbicara di ayat 17, “Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang menyaksikan hati Yesus, kesakitan dalam hati-Nya, kekecewaan yang keluar dari mulut-Nya. Seluruh generasi tidak percaya dan menyimpang, namun siapakah mereka yang tidak memakai iman mereka? Murid-murid-Nya. Jadi Tuhan mengatakan, “hai murid-murid, kamu adalah lambang seluruh generasi orang yang tidak percaya.” Dan jika Anda tidak percaya Allah, Anda akan berputar, itulah artinya kesesatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu Matius tidak memberitahukan kita apa yang terjadi, namun Markus cerita. Ayah itu membawa anaknya. Dan waktu dia sedang membawa anaknya, Markus mengatakan, setan di dalam anak itu melihat Yesus dan ketika dia melihat Yesus dia menyebabkan anak itu kejang. Dan anak itu mulai terguling di tanah dan dari mulutnya keluar busa. Dan ditambah itu tuli dan bisu, oh betapa ngerinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, setan ini mengenal Yesus. Masih ingat Kisah Para Rasul 19:15 ketika setan itu berkata, “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi siapakah kamu?" Setan- setan itu mengenal Yesus. Dan setan ini mengenal-Nya sama seperti setan-setan di dalam orang gila di Gergesenes mengenal-Nya (Matius 8:28-33). Ketika ia melihat Yesus, malaikat yang jatuh ini menyebabkan dia menjadi kejang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 18, “Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.” Waduh, anak itu sembuh seketika itu juga. Dia dapat berbicara, dia dapat mendengar, dia dapat berpikir, tidak lagi ada kejang, tidak lagi terguling-guling, tidak lagi berbusa di mulut, tidak lagi berbahasa kotor. Menakjubkan, ajaib!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas menambahkan perkataan tambahan yang indah, “Maka takjublah semua orang itu karena keagungan Allah.” Apakah Anda mengerti mengapa Lukas memakai frase itu? Itu mengingatkannya akan transfigurasi itu. Diatas gunung keagungan Allah dinyatakan di dalam Kristus dan disini itu terlihat dalam kuasa-Nya atas dunia setan. Dan Lukas memakai perkataan keagungan Allah sama persis caranya Petrus menggunakannya di 2 Petrus 1:16, “kami adalah saksi mata dari keagungan-Nya di gunung kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ini membawa kita kepada yang paling penting yaitu kuasa iman. Dan kita akan mencari tahu apakah artinya ajaran ini semua. Seluruh kejadian hanya suatu ilustrasi dari pelajaran di ayat 19, “Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Mereka tidak menanyakan, “Bagaimana Engkau melakukan itu?” Mereka tahu bagaimana Dia melakukan itu, mereka ingin tahu mengapa mereka gagal melakukan itu. Jadi Yesus mengajarkan mereka suatu pelajaran indah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 20, “Yesus berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya (di teks asli tidak dikatakan ketidakpercayaan). Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Tahukah Anda masalah mereka adalah kekurangan iman. Apakah Anda mendengar Yesus telah mengatakan kepada mereka empat kali, “Hai kamu yang kekurangan iman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah sebenarnya yang dikatakan Yesus? Iman kecil adalah semacam iman yang hanya percaya Allah jika Anda ada sesuatu di dalam tangan Anda. Iya, saya percaya Allah. Iya Tuhan memelihara. Namun iman kecil tidak dapat percaya Allah ketika kita tidak memiliki apa yang kita inginkan. Iman besar mengatakan saya percaya Allah tanpa ada apa-apa di dalam tanganku. Saya percaya Allah ditengah badai hidup. Saya percaya Allah meskipun lemari makanku kosong. Saya percaya Allah meskipun saya tidak ada uang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kadang kita masuk ke dalam kategori yang sama. Kita dapat percaya Allah, “Memang benar Aku percaya dan bersandar kepada Tuhan,” Kemudian kita kena badai dan kita tidak tahu jalan keluar, iman kita berhenti dan kita menjadi putus asa. Tahukah Anda ketika iman berhenti, mulailah keputusasaan. Ketika iman berhenti, kekuatiran mulai. Ketika iman berhenti, keraguan mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Yesus mulai membiarkan mereka berusaha sendiri. Dia mulai mengajarkan mereka suatu pelajaran penting bahwa segala sesuatu yang Anda inginkan, segala sesuatu yang Anda perlukan tidak selalu datang pada pertama kali Anda memintanya dari Allah. Itulah pelajarannya. Tahukah Anda iman kecil itu apa? Itu adalah semacam iman yang tidak tahu bagaimana bertekun dalam doa. Dan apakah Anda perhatikan bahwa itu sering terjadi dengan orang Kristen baru?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah sedang menguatkan kita. Semakin lama Anda menjadi orang Kristen, semakin berat ujian itu untuk menguatkan Anda. Sama seperti mengangkat beban, kita mulai dengan beban kecil dan hasilnya cepat kelihatan. Namun semakin lama Anda melakukan itu, semakin berat beban itu harus ditambah untuk menghasilkan kemajuan. Jadi cobaan dan penderitaan yang diberi Allah semakin lama dan berat saat kita bertumbuh karena begitulah cara-Nya Dia terus menguatkan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia mengatakan di ayat 20, “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Nah sekarang Anda mengatakan, “Tunggu dulu, Engkau baru mengatakan iman kita kecil dan karena itu kita tidak dapat melakukan itu, namun sekarang Engkau mengatakan meskipun iman kita kecil kita sanggup melakukan itu.” Tidak. Prinsip biji sesawi bukan bahwa itu kecil sekali, tidak, maksudnya adalah biji itu mulai kecil namun kemudian bertumbuh besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:31-32, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Jadi perumpamaan biji sesawi adalah mengenai sesuatu yang mulai kecil sekali dan bertumbuh menjadi besar sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak hal yang Allah ingin Anda mengalami di dalam hidup Anda yang Allah mencapai di dalam hidup Anda yang tersedia hanya melalui karya kuasa ilahi-Nya. Namun kuasa itu tidak pernah dapat digunakan sampai saat Anda memiliki iman yang pada mulanya kecil sekali. Dan saat mengalami perlawanan dan ketika Anda tidak melihat itu langsung terjadi, iman kecil itu tidak mati, namun menjadi lebih besar. Dan Anda perlu bertekun dalam doa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini bukan berarti jika kita memiliki iman kecil sebesar biji sesawi kita dapat memindahkan gunung. Ini tidak membicarakan memindahkan gunung literal. Ini membicarakan kesulitan sebesar gunung. Ini bersifat kiasan. Yesus tidak pernah bermaksud ini diterima secara fisik dan literal. Yang Dia maksud adalah, jika iman Anda cukup besar, semua kesulitan dapat diselesaikan dan bahkan tugas tersulitpun dapat tercapai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang seharusnya dilakukan para murid adalah pada saat mereka tidak dapat menyembuhkan orang itu pada permulaannya atau saat kedua atau ketiga, adalah untuk terus berdoa dan percaya Allah sampai doa tekun mereka menembus dan mencapai titik dimana Allah ingin mereka belajar, dan kemudian Allah akan merespon. Dia tidak melakukan apa-apa supaya iman mereka bertumbuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengarkanlah dengan seksama, penangkal iman kecil adalah doa yang bertekun. Dengarkanlah, kata Yakobus 5:16, “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Doa bergairah, tekun dan terus menerus akan berhasil. Anda mungkin tidak pernah akan tahu upah lengkap yang ingin diberkati Tuhan kepadamu sampai saatnya Anda belajar berdoa bertekun. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jan 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140126</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000BF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Transfigurasi Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+17:7-13" target="_blank" class="imCssLink">Matius 17:7-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah roh dan sebagai roh Ia tidak kelihatan. Allah tidak dapat dibatasi dalam bentuk dalam kepenuhan keberadaan-Nya. Dia berada dimana-mana. Ketika Allah menyatakan diri-Nya di dalam Perjanjian Lama, Dia memilih untuk memperlihatkan diri-Nya sebagai cahaya bersinar terik. Kita melihat itu di taman di dalam kehadiran Shekina. Kita melihat hal itu di Keluaran 33 waktu Musa melihat cahaya kemuliaan shekina dan itu dipindahkan kepada mukanya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat itu di Keluaran 40 ketika tempat beribadat menjadi lambang kehadiran Allah ditengah orang Israel dan dikatakan bahwa kemuliaan Allah turun dan memenuhi kemah jemaat sehingga para imam bahkan tidak dapat mengadakan kebaktian disana. Dan kemudian saat tiba waktunya bagi mereka untuk maju lagi di dalam padang gurun, kemuliaan itu naik lagi kelangit dan menjadi awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari dan itu membimbing mereka selama 40 tahun di padang gurun itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu mereka tiba ti Tanah Perjanjian dan mendirikan Tabut Perjanjian, 1 Raja 8:11 mengatakan bahwa “kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan” dan Allah menyatakan diri-Nya sebagai terang. Saat kita melihat Injil kita melihat Yesus Kristus dan sama seperti Allah menyatakan diri-Nya di gunung, di muka Musa, di dalam tabut Perjanjian dan di tempat Ibadah, demikian juga Dia menyatakan diri-Nya di dalam Yesus Kristus sebagai terang diselubungi daging manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan waktu kita masuk ke dalam buku Wahyu kita melihat bahwa ketika kita masuk ke dalam waktu kekal, surga kekal, kota kudus, Yerusalem baru yang adalah tempat kediaman orang-orang kudus untuk selama-lamanya, Alkitab mengatakan bahwa tidak ada bulan, tidak ada matahari dan tidak ada bintang- bintang karena kemuliaan Allah menjadi terang dan Domba adalah lampu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang saat kita melihat Matius 17 ada lima bukti bahwa Yesus Kristus adalah Allah, lima pernyataan keagungan kerajaan-Nya sebagai Raja yang dijanjikan yang akan datang dalam kemuliaan keagungan. Pertama, transformasi Anak, pernyataan visual yang luar biasa yang memperlihatkan siapakah Yesus sebenarnya, Allah sendiri dalam cahaya cemerlang yang datang dari dalam keluar, yang tersembunyi oleh badan duniawi-Nya dan yang hanya diperlihatkan sebagai pratinjau Kedatangan Kedua-Nya pada akhir zaman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kita dapat kesaksian orang kudus, Musa dan Elia sebagai wakil Perjanian Lama; Musa sebagai pemberi hukum Taurat dan Elia sebagai penjaga hukum Taurat. Nah Petrus juga tahu bahwa inilah juga waktunya Perayaan Pondok Daun yang memperingati waktu mengembara di padang gurun. Dan tradisi mereka adalah untuk membangun kembali pondok-pondok daun yang sama seperti yang mereka diami selama 40 tahun. Mungkin Petrus ingin merayakan hari raya Pondok Daunnya sendiri karena itu memang juga lambang penebusan perbudakan dan pintu masuk kedalam janji.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun semua itu Lukas mengatakan bahwa Petrus tidak tahu apa yang dia katakan karena satu hal yang Petrus lupakan adalah ini bukan zaman akhir, ini hanya pratinjau saja, benar? Ini hanya sekilas dari kemuliaan. 1 Petrus 1 mengatakan, bahwa sangat berat bagi mereka untuk menyaksikan Mesias dimuliakan dan tetap harus mengalami penderitaan. Jadi Petrus memang salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti ketiga dari bagian ini merupakan kesaksian yang paling kuat dari semuanya, kita dapat mengatakan ini ketakutan kepada Allah Bapa. Di ayat 5, “Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga kali di Matius 3:17; Yohanes 12:28-29 dan di Matius 17:5, Allah berbicara dari surga dan mengatakan, “Inilah Anak-Ku.” Nah ini kesaksian yang melebihi pembuktian. Dan ketika Allah memberikan kesaksian-Nya, orang-orang harus mendengar. Jadi di ayat 6 dikatakan, “Mendengar itu tersungkurlah murid- murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.” Mereka langsung menjatuhkan diri ke tanah. Mereka sangat ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa orang takut di hadapan Allah? Allah itu maha suci dan manusia berdosa total. Adam dan Hawa berdosa, “Dan mereka menyadari mereka telanjang.” Dengan kata lain, ada rasa malu untuk dilihat karena mereka tahu mereka tidak hanya dilihat dari luar tetapi mereka terlihat sampai kepada dosa- dosa mereka. Dan orang-orang berdosa dihadapan Allah yang suci tak terhingga selalu merasa perlu menyembunyikan diri. Memang itu selalu begitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Allah mengatakan? Di Matius 17:5 Dia mengatakan, “Inilah Anak-Ku.” Nah Allah disini tidak membicarakan semacam hubungan yang berfungsi, Dia membicarakan esensi. Inilah Anak-Ku dalam arti kata Anak ini sama dengan Bapa-Nya. Inilah Aku, ini berasal dari Aku. Dalam istilah manusia: ini berasal dari sifat-Ku, dari esensi-Ku, dari pribadi-Ku, Dia sama seperti Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah Dia mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi” untuk memberitahukan kita bahwa ada juga hubungan kasih, hubungan perasaan, komitmen dan identifikasi dalam segala hal. Dan kemudian Dia mengatakan “kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dengan kata lain, segala sesuatu berlangsung sesuai dengan rencana ilahi. Dia akan pergi ke kayu salib karena itulah rencananya. Dia akan menderita karena itu rencananya. Dan sekarang konfirmasi datang dari Allah Bapa sendiri dan Bapa mengatakan pada akhir ayat 5, “dengarkanlah Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita telah melihat transformasi Anak dan kesaksian orang-orang kudus dari Alkitab dan kita melihat ketakutan dihadapan Allah Bapa yang berdaulat. Marilah saya memberikan Anda bukti keempat. Satu unsur lain dari gambaran ini adalah keadaan itu sendiri. Yesus mengatakan di Matius 16:28, Aku akan memperlihatkan Anak Manusia datang dalam keagungan kerajaan. Sekarang bagaimana itu dipenuhi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, Kristus berada dipusat gambaran ini. Dan Kristus akan berada dipusat Kedatangan Kedua, benar? Itu kedatangan Kristus. Dan ketika Kristus datang, Matius 24, Matius 25 dan Matius 26 mengatakan bahwa Dia akan datang dalam kemuliaan dan kuasa. Dan disini kita melihat Yesus dalam kemuliaan dan kuasa. Jadi pratinjau ini akurat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat Dia datang, Zakharia 14:4 mengatakan, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun.” Lihatlah ketika Yesus membawa mereka untuk pratinjau ini Dia membawa mereka ke gunung tinggi. Dan ketika Yesus datang dalam kemuliaan, Dia datang kepada umat-Nya untuk mengumpulkan mereka semua, benar? Jadi, ketika Yesus naik ke gunung, Dia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes bersama Dia ketika Dia dimuliakan dan mereka mewakili orang-orang kepada siapa Tuhan Yesus akan kembali nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Kristus kembali, Dia kembali bukan hanya kepada orang kudus-Nya, namun juga dengan orang kudus-Nya. Orang-orang kudus yang telah ada bersama-Nya, mereka akan datang bersama Dia seperti perwakilan Musa dan Elia. Jadi ada orang-orang kudus kepada siapa Ia datang dalam Petrus, Yakobus dan Yohanes yang menunggu di bumi. Dan ada juga orang-orang kudus yang sudah dimuliakan yang datang dengan Dia dalam Musa dan Elia. Dan Dia akan datang dengan kemuliaan cemerlang ke suatu gunung dan disitu seluruh Kedatangan Kedua sekilas lengkap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Musa meninggal dan kita tahu di meninggal karena Yudas 1:9 mengatakan ada pertengkaran tentang mayatnya, benar? Bagaimana dengan Elia? Dia tidak meninggal; dia hanya masuk ke dalam kereta pertempurannya pada suatu hari dan setelah selesai perjalanannya dia berada di surga. Dalam pratinjau ini Musa mewakili semua orang kudus yang mati dan Elia mewakili orang-orang kudus yang diangkat begitu saja masuk surga. Tentu saja Petrus mengatakan, “Saat saya membicarakan Kedatangan Kedua, saya tidak memberi Anda suatu dongeng. Saya menyaksikan itu sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sama cepatnya semua mulai, itu semua berhenti. Lihatlah ayat 7-8, “Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. Ini berarti pratinjau itu sudah berakhir. Namun ini sama seperti dikatakan Yesus di Matius 16:28, mereka melihat Anak Manusia datang dalam kemuliaan kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka begitu trauma sehingga mereka tidak pernah melupakan kejadian ini, tidak pernah. Karena itu Petrus dapat menulis di 2 Petrus 3:3-4, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu?" Mereka hanya menunjukkan betapa bodohnya mereka, kita tahu Dia akan datang, kita tidak kuatir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah reaksi Anda melihat kejadian seperti itu? Mereka ingin memberitahukan semua orang. Namun Yesus memerintah mereka dengan mengatakan, “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun.” Wah itu sulit sekali. Itu seperti masalah Zakharias ketika Yohanes Pembaptis lahir dan dia tidak percaya, jadi Tuhan menjadikannya bisu sehingga dia tidak dapat memberitahu siapapun dia akan mendapat anak lelaki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, mengapa Yesus mengatakan jangan cerita kepada siapapun? Dia telah mengatakan itu sebelumnya di Matius 16:20 supaya janganlah cerita kepada siapapun hal itu. Mengapa? Karena dunia zaman itu hanya meninginkan seorang Mesias politik yang akan mengalahkan orang-orang Romawi dan maksud dan keinginan mereka yang tidak benar hanya akan mengacaukan keadaannya. Jadi Yesus mengatakan di ayat 9, “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena setelah kebangkitan orang-orang akan tahu bahwa Yesus tidak datang untuk mengalahkan orang Romawi, Yesus datang untuk mengalahkan kematian, benar? Dan mereka akan tahu bahwa ini realitas rohani, bukan realitas duniawi, bukan politis, bukan bersifat materi, bukan yang bersifat militer dan bukan realitas ekonomi. Yesus tidak terlibat dalam hal politik. Dia terlibat dalam menaklukkan kematian, dosa dan neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada tanda kelima bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Ini adalah hubungan dengan pendahulu. Ayat 10, “Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Mereka tahu apa yang dikatakan Maliachi 4:5-6, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 6 Maka ia akan membuat hati bapa- bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasti seringkali orang Yahudi menanyakan mereka tentang soal itu, bagaimana Yesus yang kalian ikuti bisa menjadi Mesias tanpa adanya Elia, benar? Memang ada beberapa orang yang ingin Yesus menjadi Elia. Dan waktu di Matius 16 ketika Yesus menanyakan murud-murid-Nya, “kata orang, siapakah Anak Manusia itu? Mereka menjawab, ada juga yang mengatakan Engkau adalah Elia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi percaya bahwa Elia adalah pembaharu besar yang akan menguduskan semua kefasikan dan membawa keteraturan dari kekacauan. Dia akan menghancurkan semua kejahatan, mereka ajarkan. Dan ketika Mesias tiba Dia hanya akan menerima semua itu. Mereka memandang Elia sebagai pembenar sejati, dan Mesias hanya datang untuk mengontrol semua itu. Namun mereka mengatakan Elia harus datang, jadi dimanakah Elia?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 11, “Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu.” Namun kemudian Dia mengatakan sesuatu yang aneh di ayat 12, “dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka." Ayat 13, “Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mengatakan, “Apakah Yohanes Pembaptis itu benar-benar Elia?” Ketika nabi mengatakan Elia harus datang, dia bukan maksudnya Elia benar-benaran. Dia membicarakan seseorang yang datang dengan cara yang sama seperti Elia, dengan gaya yang sama dalam modus operasi yang sama seperti Elia. Dan masalahnya bagi orang Yahudi adalah bahwa mereka mencari Elia literal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Yohanes 1, imam kepala mengatakan kepada Yohanes Pembaptis, “Apakah Anda Elia? Kemudian jawabnya adalah, saya bukan Elia.” Jadi orang- orang bingung saat itu. Memang benar. Dia bukan Elia namun dia datang dalam roh dan kuasa Elia. Jika mereka menerima Mesias, dan jika pada saat itu Mesias mendirikan Kerajaan-Nya, maka Yohanes Pembaptis telah menggenapkan nubuatan itu. Dia menjadi nabi seperti Elia yang memulihkan semuanya untuk Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika mereka memperlakukannya menurut kehendak mereka, yaitu dengan memenggal kepalanya, mereka menolaknya dan tidak memberi kesempatan untuk memulihkan, Lihatlah akhir ayat 12, “Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Mereka membunuh pendahulu Mesias seperti Elia, dan mereka juga membunuh Mesias dan dengan demikian mereka menolak pemulihan dan Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita percaya di masa depan, sebelum Yesus akan datang untuk kedua kalinya, akan ada seorang nabi besar lain yang akan datang dalam roh dan kuasa Elia untuk membenarkan semua hal. Dan dia akan memulihkan semua hal dan mereka tidak akan memperlakukannya sama dengan apa yang mereka lakukan dengan Yohanes Pembaptis. Dan mereka tidak akan salah mengerti siapakah dia. Dan setelah dia akan datang Raja dalam keagungan kerajaan dan kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 11:13-14 mengatakan hal yang sama, “Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes 14 dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu.” Jika mereka percaya pesan Yohanes dan menerimanya dan menerima Kristus, dia menjadi penggenapam Elia itu. Namun karena mereka membunuhnya dan membunuh Mesias, akan ada nabi lain seperti Elia nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu di Lukas 1:17 dikatakan, “dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak- anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Dia bisa menjadi penggenapan jika mereka percaya. Namun mereka tidak. Jadi dimana orang Yahudi mengatakan Dia tidak mungkin menjadi Mesias karena tidak ada Elia, Yesus mengatakan memang benar ada Elia jika mereka mendengarkannya dan percaya kepadanya, dia bisa saja memenuhi nubuatan Elia itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bukti kelima adalah bahwa Yesus memang benar Kristus raja mulia, Anak Allah, Raja karena ada orang semacam Elia yang mendahului-Nya. Satu-satunya alasan mengapa dia tidak dapat memenuhi hal itu adalah karena mereka membunuhnya bersama Mesias. Dan ketika Dia datang kembali, Dia akan didahului orang lain semacam Elia dengan cara yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mengakhiri dengan pernyataan terakhir di ayat 12, “Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Itulah pesan dari teks ini, Yesus mengatakan Aku harus pergi dan menderita, Matius 16:21, Aku harus mati. Dan kemudian Dia mengatakan di ayat 24, dan demikian juga Anda. Jika Anda mau mengikuti Aku, Anda harus menyangkal dirimu, Anda harus mati terhadap keinginanmu sendiri dan mati terhadap dosamu sendiri dan Anda harus memikul salibmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda akan menanggung celaan. Ada orang yang percaya orang Kristen tidak diperbolehkan tinggal di masyarakat. Ada orang yang senang mengejek mereka dan mencaci maki mereka dan dalam beberapa kejadian mengambil nyawa mereka. Namun begitulah keadaannya, Anda harus memikul salib Anda dan mengikut Aku. Dan ini berarti menderita. Dan memang pada suatu hari akan ada kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita diperingati apa yang dikatakan Rasul Paulus kepada Timotius yang sedang menderita karena Kristus dicela di 2 Timotius 2:12, “jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia.” Itulah harapan kita, Amin? Roma 8:18 mengatakan, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jan 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140119</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pratinjau Kedatangan Kedua]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C1"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+17:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Matius 17:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mulai pratinjau kita tentang Kedatangan Kedua minggu lalu dengan melihat Matius 27-28 dan sekarang kita meneruskan dengan Matius 17:1-13 yang temanya sama. Minggu lalu Yesus mulai dengan menjanji kepada murid-murid- Nya bahwa Dia akan kembali dengan kemuliaan. Marilah kita melihat lagi Matius 16:27, “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini janji pertama yang jelas tentang Kedatangan Kedua yang tercatat di Injil Matius. Dan Yesus mengatakan, dengarkanlah, Aku telah membicarakan penyangkalan diri, tentang memikul salibmu dan Aku telah mengatakan bahwa saya harus pergi ke Yerusalem untuk menderita banyak hal dan akan dibunuh. Namun keadaannya tidak akan terus menerus seperti itu. Nanti akan datang waktunya dimana Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan-Nya bersama malaikat-malaikat-Nya dan Dia akan menjadi hakim terakhir yang akan menghakimi setiap orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Kedatangan Kedua Yesus Kristus mulai dibicarakan disini dan Matius membicarakan hal itu lebih lanjut di Matius 24, 25 dan 26. Matius memperlihatkan Yesus sebagai Raja dan waktu Dia datang pertama kali, seperti kita tahu, Dia ditolak. Namun akhir kisah ini adalah pada waktu Dia datang kembali dan diberi mahkota kerajaan dan memerintah sebagai Raja segala Raja dan Tuhan segala Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Perjanjian Lama ada kira-kira 1525 nubuatan tentang Kedatangan Kedua. Di Perjanjian Baru, satu dari setiap 25 ayat, yaitu 320 ayat membicarakan Kedatangan Kedua Yesus Kristus dalam kemuliaan, kuasa dan keagungan untuk menghakimi dan memerintah. Jadi ketika Tuhan kita mengatakan ini di Matius 16:27, itu bukan ayat yang tidak terkenal yang berdiri sendiri. Ini adalah Tuhan yang sedang mengulangi kepada mereka janji ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Anda berada ditengah banyak permusuhan, penolakan, pemikulan salib, penyangkalan diri dan kematian, ini sukar dipercaya. Jadi Tuhan dengan anugerah-Nya yang indah melebihi nubuatan-Nya dan Dia janjikan mereka suatu pratinjau. Jadi Yesus mengatakan di ayat 28, “Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pratinjau itu langsung mulai di ayat-ayat Matius 17:1-13 berikut. Ini adalah tansfigurasi-Nya. Dan pada kejadian itu, Yesus memberikan mereka suatu gambaran dari kemuliaan-Nya yang luar biasa dan hebat. Namun ini hanya sekilas kemuliaan sebenar-Nya. Bahkan segala yang dilakukan Yesus, semua tanda-tanda-Nya, mujizat-mujizat-Nya, semua yang dilakukan para Rasulnya, semua ajaran-Nya yang indah, pengaruh-Nya di dunia, semua itu hanya cicipan kemuliaan Kedatangan Kedua-Nya. Karena itu Ibrani 6:5 mengatakan, “dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yuhan kita mengatakan kepada murid-murid-Nya dan kepada kita juga bahwa kita janganlah meragukan realitas Kedatangan Kedua itu. Ini datang pada waktu yang penting di saat mereka memerlukan kesimbangan. Mereka baru belajar bahwa Yesus adalah Penyelamat yang menderita dan sekarang mereka perlu melihat Dia sekilas sebagai Raja mulia. Dengan demikian mereka diperingati bahwa kehinaan sekarang menghasilkan kemuliaan nanti. Dan seperti Injil mengatakan, jika kita menderita bersama Dia, kita juga akan dimuliakan bersama Dia nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga dalam pengertian Perjanjian Lama, biasanya saat nabi memberi nubuatan tentang suatu kejadian di masa depan yang masih jauh, dia juga memberi nubuatan tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan dekat. Ini adalah supaya nabi-nabi itu menegaskan diri mereka dan untuk memberi harapan ke masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan cara itu Yesus juga menegaskan diri-Nya sebagai nabi yang bisa dipercaya dengan mengatakan iya Aku akan datang pada hari akhir pada Kedatang Kedua yang besar. Dan untuk membuktikan hal itu, saya bernubuat bahwa ada beberapa diantara kamu yang tidak akan mati sebelum melihat Aku dalam kemuliaan Aku sebenarnya. Dan ketika hal dekat itu terjadi, mereka tahu bahwa Dia berbicara sebagai nabi yang bisa dipercaya dan mereka dapat percaya Dia untuk hal yang akan terjadi di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat keadaannya di Matius 17:1, “Enam hari kemudian,” omomg-omong, Lukas mengatakan delapan hari. Lukas mungkin memasukkan hari dimana janji diucapkan dan hari dimana itu terjadi yang menambahkan dua hari menjadi delapan. Namun kita tidak melihat suatu kontradiksi disini, ini hanya perbedaan diantara cara orang Yahudi mulai menghitung hari dibanding cara orang non-Yahudi menghitung hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Matius mengatakan, “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.” Mereka adalah murid yang paling intim dengan Tuhan kita. Nah, mengapa Dia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes? Pertama untuk menjadi saksi kemuliaan-Nya. Ulangan 19:15 menetapkan prinsip dimana kesaksian apapun harus ditegaskan oleh mulut dua atau tiga saksi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada waktu Yesus membawa mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi mereka tidak heran. Mungkin itu telah terjadi berkali-kali dimana mereka sendirian saja dengan Yesus, sudah pasti Markus 5:37 menunjukkan bahwa mereka hadir saat perempuan muda dibangkitkan. Mereka juga mendampingi Dia di Markus 14 ke dalam taman Getsemane pada malam Dia menderita sekali. Dalam banyak hal tampaknya tepat bahwa mereka yang mengenal kesedihan dan penderitaan-Nya secara intim juga dapat menyaksikan kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan lain mengapa Yesus membawa mereka adalah karena mereka pemimpin yang diakui dan dipercaya. Dan pada saat datang waktunya untuk menerangkan apa yang telah terjadi mereka akan dipercaya. Mereka bisa meyakinkan dan mempengaruhi orang lain. Mereka dibatasi Yesus hanya tiga orang saja, yaitu ketiga yang paling intim dengan Dia, namun juga mereka yang dapat menegaskan bahwa Dia memang Anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang ketika mereka sudah naik ke gunung, apakah Anda pikir murid itu melakukan? Lukas 9 mengatakan mereka sedang tidur. Matius tidak memberitahukan hal itu. Dan sementara mereka sedang tidur Yesus berdoa. Bahkan, kita melihat itu nanti, ketika Tuhan berada di taman Getsemane mencurahkan hati-Nya kepada Bapak dalam doa yang menyiksa sekali. Pada saat yang sama para murid juga tidur. Malah Yesus menegur mereka dan mengatakan di Markus 14:37, “Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Injil Lukas 22:45 memberikan kita alasannya mereka tidur. Alkitab mengatakan mereka tidur karena dukacita. Banyak orang ingin tidur saat mereka benar-benar sedih. Tidur adalah suatu cara untuk melepaskan diri, benar? Dan mungkin itulah terjadi di Lukas 22, mereka tertidur karena itu satu-satunya cara mereka dapat menangani dukacita mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka bangun dan Yesus bangkit dari doa-Nya. Dan sesuatu yang sangat luar biasa terjadi. Ini belum pernah terjadi di dalam sejarah dunia dan kita diberi hak istimewa untuk melihatnya. Dalam kejadian berikut dari ayat 5 sampai 13, kita mendapatkan lima bukti besar bahwa ini Raja mulia, lima verifikasi bahwa ini adalah Mesias, Kristus, Anak Allah yang hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat unsur pertama dari kesaksian ini. Ayat 2, “Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.” Yesus ditransformasikan, ada perubahan bentuk. Dia berubah dalam tubuh dan bentuk dan bahkan pakaian-Nya menjadi seperti cahaya, ini semua supranatural.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemuliaan di dalam Yesus dinyatakan, disingkapkan. Disini Yesus yang mereka melihat setiap hari dalam bentuk manusia dan karakter, tiba-tiba mengungkapkan realitas kecemerlangan agung Allah. Ini kesaksian yang terbesar dari Yesus Kristus dari bagian manapun di Alkitab. Jika Anda benar-benar ingin tahu siapakah Yesus, inilah ayatnya. Kemuliaan ini memancar dari dalam ke luar. Yesus bersinar seperti lampu ilahi dan kecemerlangan-Nya lebih terang dari matahari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sinar itu menembus pakaian-Nya dan cahaya ada dimana-mana. Karena dimana Allah di dalam Alkitab menyatakan Roh-Nya yang tidak kelihatan, itu dinyatakan sebagai terang, benar? Kita membaca tentang Shekina, sinar cahaya Allah di Perjanjian Lama. Allah menyatakan diri-Nya dengan sinar terang, sebagai tiang- tiang api atau awan. Ketika Allah, yang adalah Roh yang tidak kelihatan, memilih untuk menjadi bentuk untuk menyatakan diri, terpisah dari inkarnasi Yesus Kristus, itu keluar sebagai terang bersinar. Ini adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus bersaksi tentang itu. Di 2 Petrus 1:16 dia mengatakan, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.” Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Kita melihat hakikat Allah mengalir dari bentuk manusia itu, berubah rupa di depan mata kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Wahyu 1:13-16 kita melihat gambar yang sama dari Yesus Kristus, “Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. 15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. 16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, Yesus Kristus dalam bentuknya sebagai manusia terselubung. Tubuh itu seperti dinding yang menyembunyikan realitas. Namun ketika Ia membuka selubung itu sebentar, kelihatan kecemerlangan Allah. Allah yang penuh kemuliaan mengungkapkan esensi sifat-Nya. Ketika Yesus datang ke dunia Dia tetap Allah namun Dia menyelubungi diri dengan kemanusiaan dan kemuliaan-Nya diberi pakaian. Namun disini Dia memperlihatkan diri-Nya sekilas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua dengan kesaksian orang-orang kudus. Lihatlah ayat 3, “Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.” Lukas menambahkan “dalam kemuliaan,” yang bukan berarti mereka datang dalam kemuliaan akan tetapi mereka dikelilingi kemuliaan Yesus. Dan sekarang Petrus, Yakobus dan Yohanes bukan saja melihat sesuatu yang diluar pemahaman mereka, mereka sekarang mendengar percakapan. Disini konfirmasi kedua yang besar tentang Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang menanyakan, “Loh, bagaimana Petrus, Yakobus dan Yohanes tahu mereka adalah Musa dan Elia?” Yah, saya tidak tahu, namun kita tahu bahwa Allah berkomunikasi dengan mereka siapakah kedua orang itu. Jadi Musa dan Elia memang ada disitu namun pertanyaan yang lebih baik adalah mengapa mereka ada disana. Tahukah Anda bahwa kadang-kadang Perjanjian Lama disebut Musa dan nabi-nabi? Musa itu sama artinya dengan Perjanjian Lama. Musa adalah raja Israel, imam Israel dan nabi Israel. Musa bagi pikiran orang Yahudi adalah orang terbesar diantara semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang dapat berdiri bersama Musa? Hanya satu orang saja, Elia. Jika Musa memberi hukum, Elia menjaga hukum itu, dia penjaga hukum Allah yang terbesar. Dia memiliki hati untuk Allah. Dia berjalan bersama Allah. Dia memiliki kuasa yang sangat luar biasa. Semangatnya bagi Allah tidak ada bandingnya. Setiap imam harus menjadi seperti Elia. Elia mewakili semua imam- imam. Dia dianggap yang paling bersemangat dan paling unggul dari semuanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Musa dan Elia mewakili apa? Hukum Taurat dan imam-imam. Dan apakah hukum dan imam-imam? Itu adalah Perjanjian Lama. Dan mengapa mereka ada disitu? Mereka ada disitu seolah-olah Perjanjian Lama mengatakan, “Ini adalah Dia yang kita bicarakan.” Ini penegasan hukum dan imam-imam. Ini semua yang dikatakan Yesus ketika Dia mengatakan, “Saya datang untuk memenuhi hukum dan imam-imam.” Ini merupakan penegasan orang kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tambahan lagi. Lihatlah Lukas 9:30-31, “Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. 31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang kematian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.” Jadi Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus dan sekarang kita juga tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka membicarakan kematian Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka membicarakan kematian Kristus sama seperti keluaran dibawah Musa membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir, demikian pula keluaran kematian Kristus akan membebaskan umat-Nya dari perbudakan dosa. Dan mungkin itu menyebabkan mereka kemudian lebih gampang menjelaskan bahwa Kristus harus menderita dan memberikan nyawa-Nya karena memang itulah rencana Allah. Dan karena itu Petrus dapat berdiri di waktu Pentakosta dan mengatakan bahwa Tuhan disalibkan berdasarkan nasihat Allah yang menentukan dan yang diketahui sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian adalah bagian rencana Allah meskipun orang mencoba menjelaskan kehidupan Yesus Kristus itu berbeda. Dia tidak mati sebagai patriot yang bermaksud baik namun yang tidak mencapai cita-citanya. Dia mati sebagai Yang ditahbiskan untuk mati dari sebelum dunia dijadikan dan kematian-Nya adalah bagian rencana Allah sama seperti kedatangan-Nya yang kedua nanti. Dan bagi murid-murid ini sangat penting untuk diketahui.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dengan kata lain, Petrus mengatakan ini begitu baik, janganlah ini berhenti, kita akan membangun beberapa kemah disini. Wah, bagaimana bisa menempatkan kemuliaan ke dalam kemah? Kita tidak mengerti maksudnya apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 9:33 mengatakan bahwa Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Namun ini menolong sebagai kontras dengan apa yang sedang terjadi. Matius 17:5, “Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Dengan kata lain, Petrus, jangan bicara, dan dengarkan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak mengerti bahwa ini hanya pratinjau saja dan dia masih harus mengalami penderitaan dan kesusahan dan pemikulan salib dan penyangkalan diri dan Mesias masih harus menderita dan mati. Dan dia tidak mengerti bahwa Yesus tidak bisa ditempatkan ditempat yang sama seperti Musa dan Elia. Lihatlah. Lukas mengatakan pada saat Petrus mengatakan itu, Musa dan Elia sedang mundur. Yesus melakukan seluruhnya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kesaksian martabat Raja dan keagungan kerajaan Yesus Kristus datang dari transformasi Anak dan kesaksian orang-orang kudus dan ketakutan akan Allah Bapa. Ada yang lain yang datang di atas awan putih. Mulai dari Keluaran 13:21 coba perhatikanlah awan-awan putih. Dan kita dapat mengikuti awan- awan putih itu sampai ke Wahyu 14:14, “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia.” Awan putih cemerlang adalah dimana terlihat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan bahwa ada suara yang keluar dari awan. Sekarang kita diperhadapkan dengan kehadiran Allah Mahakuasa yang mengagumkan. Matius 17:6 mengatakan, “Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.” Jadi ketiga, Allah sendiri berada disitu untuk mengatakan bahwa ditambah kesaksian Perjanjian Lama ditambah kesaksian tranfigurasi Anak ada kesaksian dari Allah Bapa, “Inilah Anak yang Kukasihi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudari, harus ada ketegangan ilahi di dalam setiap kehidupan orang Kristen. Di satu sisi sangat baik untuk berjalan bersama Allah. Disisi lain itu menakutkan. Ada waktu baik karena ada belas kasihan dan anugerah. Ada ketakutan karena ada kekudusan dan penghakiman. Jadi selidikilah kehidupan Anda dan jika Anda tidak berjalan bersama Allah seperti seharusnya, bertobatlah dan kembalilah kepada Dia dan Dia akan memberkati Anda. Marilah kita meneruskan lebih lanjut di Minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jan 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140112</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menang dengan Kehilangan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2014"><![CDATA[2014]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:24-28" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:24-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah selamat Tahun Baru, apakah semua orang telah mengambil resolusi Tahun Baru? Kebanyakan keputusan itu adalah menggenai kondisi fisik kita ya namun saya teringat apa yang dikatakan Alkitab tentang hal itu. Memang benar ada manfaat sedikit untuk berada dalam keadaan fisik yang baik, namun lebih penting untuk berada dalam kondisi rohani yang baik, benar? Dan sekarang saat kita meneruskan dimana kita berhenti sebulan yang lalu, Allah membawa kita langsung kepada apa yang terpenting secara spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali Minggu pertama di 2014 kepada Matius 16:24-28, “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat- Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini berlawanan dengan beberapa tren yang kita lihat di Kekristenan. Ada orang karismatik yang mengatakan bahwa Yesus ada disini untuk membuat Anda sehat, kaya dan bahagia. Dan mereka mengatakan bahwa Yesus ingin supaya Anda baik-baik. Dan jika Anda tidak memiliki semua hal itu, itu karena Anda tidak menuntut hak Anda atau iman Anda tidak cukup karena Kekristenan itu direncanakan supaya Anda mendapatkan semua yang Anda butuhkan dan inginkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan orang fundamentalis dan evangelis selama bertahun-tahun telah mengatakan, tidakkah Anda ingin hidup berkelimpahan? Tidakkah Anda ingin mengenal perdamaian? Tidakkah Anda ingin semua masalah Anda diselesaikan? Ini akan membuat Anda seorang bisnis yang lebih baik atau atlet yang lebih hebat, dan kita mengiklankan hal “mendapat” tanpa “memberi” dan “keuntungan” tanpa “jerih payah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang datang kepada Yesus berarti menerima dan terus menerima selama- lamanya. Namun ada usaha sebelum ada keuntungan dan ada kayu salib sebelum ada pahala dan ada penderitaan sebelum ada kemuliaan. Dan ada pengorbanan sebelum ada hadiah. Dan saya tahu itulah yang diajarkan Tuhan kepada kita dalam bagian Firman yang penting ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dipanggil untuk menang dengan kehilangan. Itulah intinya pemuridan. Kita dipanggil untuk menyerahkan semuanya sebelum kita mendapatkan semuanya. Yesus telah memberitahukan hal yang sama kepada murid-murid dengan cara yang sedikit berbeda, namun ajarannya sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 10:37-39, Dia mengatakan, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang kita lihat di Matius 16 adalah prinsip yang seringkali diulangi dan yang kita melihat di Markus 10 dan Yohanes 12 dan paling sedikit empat kali lagi di Lukas. Dan kita hanya menyebut mungkin setengah dari semua tempat di Injil dimana hal ini dibahas, dan kita belum menyebut berpuluhan kali itu dibahas lagi sama pengarang surat-surat. Dan Rasul Paulus di Kisah Para Rasul 14:22 mengatakan, “untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa hal yang Tuhan kita ajarakan secara khusus, beberapa kebenaran yang disenangi-Nya dimana Dia berkali-kali kembali mengajarkan hal-hal itu. Dan kita tidak akan mengerti keselamatan dan kita tidak akan mengerti pemuridan kecuali jika kita memahami prinsip ini. Prinsipnya adalah menang dengan kehilangan. Marilah kita melihat teksnya. Pertama, lihatlah prinsipnya waktu itu dijelaskan di ayat 24, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mengulangi hal ini lagi jika Dia telah mengajarkan hal itu sebelumnya? Karena Dia tahu mereka belum memahaminya. Murid-murid juga dibesarkan dengan konsep kemuliaan Mesias. Mereka pikir Mesias akan menggulingkan penindasan orang Roma, untuk menurunkan dari takhta Herodias dan untuk mendirikan Kerajaan dengan segala kemuliaannya. Dan sulit bagi mereka untuk mengerti bahwa Yesus tidak melakukan itu. Dan daripada pemimpin-pemimpin mengatakan, “Inilah Mesias” malah mereka benci Dia dan ingin membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun setelah mereka bersama Yesus selama dua setengah tahun, secara manusia mujizat-mujizat-Nya tidak dapat dijelaskan, dan secara manusia ajaran- Nya tidak dapat dijelaskan, jadi akhirnya oleh pekerjaaan Allah di dalam hati mereka, mereka mengakui biarpun mereka tidak melihat apa yang mereka harap akan terjadi, Dia memang Mesias. Petrus yang menjadi jurubicara mereka mengatakan, “Engkaulah Kristus, Mesias, Anak Allah yang hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menanggapi itu Yesus berkata dalam ayat 18, “di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Jika mereka mengambil nyawa-Ku, Aku akan bangkit lagi. Jika mereka membunuh kalian, kalian juga akan bangkit. Jika mereka martir orang di gereja, mereka juga akan bangkit karena kematian tidak dapat mengekang kuasa gereja. Jadi ini suatu waktu mulia bagi mereka, Yesus terus akan mengumpulkan umat-Nya yang telah ditebus dan kematian tidak dapat menghalangi hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dikatakan di ayat 21-23, “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Mereka tidak pernah memperhatikan akhir kalimat itu. “22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus memberikan suatu pernyataan kunci di akhir ayat 23, “Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Petrus, itu menyakiti hati-Ku, karena kamu memikir caranya manusia berpikir. Dan bagaimana manusia berpikir? Manusia memikir untuk mendpat keuntungan tanpa jerih payah, pahal tanpa kayu salib, kemuliaan tanpa penderitaan, hadiah tanpa pengorbanan. Allah mengatakan keuntungan datang melalui kesakitan dan kemuliaan datang melalui penderitaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena tidak mungkin Allah dapat berdiam di hati umat-Nya, ditengah masyarakat yang anti-Allah tanpa ada penderitaan, tanpa ada penghinaan, tanpa permusuhan. 2 Timotius 3:12 mengatakan, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” Dan Dia mengatakan kepada Petrus, Anda tidak mengerti jalan Allah, untuk menempatkan kekudusan ditengah masyarakat yang tidak kudus haruslah ada reaksi besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang datanglah ajaran Matius 16:24. Dan ini dimulai dengan perkataan “Lalu.” Yesus mengatakan, marilah kita kembali kepada ajaran pertama ketika Saya memanggil Anda dan mengatakan untuk meninggalkan semuanya, jala Anda, keluarga Anda, kehidupan Anda, gaya hidup Anda, rumah Anda, dan ikutilah Aku dan Aku akan menjadikan kamu penjala manusia. Ayat 24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda mengikuti Yesus Kristus, Anda harus datang sesuai dengan keinginan-Nya. Bahkan orang Kristenpun, kalau ada sesuatu yang menjadi masalah di dalam kehidupan Anda, dan ada kekecewaan disana sini, ada orang yang cepat sekali putus asa, seperti, Wah. Apakah Tuhan meninggalkan aku? Tidak demikian. Pada transaksi penyelamatan saat seseorang datang kepada Kristus, dengan sikap apa mreka harus datang? Disini jawabnya, tiga hal: penyangkalan diri, pemikulan salib dan ketaatan setia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 24, lihatlah dulu yang pertama, menyangkal diri. Nah perkataan “menyangkal” berarti tidak mengakui diri. Bisa diterjemahkan dengan, “Biarlah dia tidak berhubungan dengan keinginan dirinya.” Namun Dia tidak hanya membicarakan kesadaran diri Anda sendiri. Yang Dia bicarakan adalah keinginan daging kita sendiri. Supaya kita dapat datang kepada Yesus Kristus, Anda harus menegaskan bahwa dalam diri kedagingan kita tidak ada sesuatu yang baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pikiran dan keinginan daging datang dari manusia lama, sebelum Allah mulai merubah Anda menjadi manusia baru. Menyangkal diri mengatakan saya tidak berarti sendirian dan apa yang dapat saya lakukan hanya mungkin melalui Kristus saja. Dan kultus harga diri yang mengatakan kita harus membangun rasa harga diri orang membawa mereka ke arah yang berlawanan dengan Alkitab karena semakin Anda mementingkan diri, semakin Anda memikir Anda tidak perlu orang lain dan semakin Anda merasa Anda tidak perlu Juruselamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus melihat diri kita dihakimi dan terkutuk dan menyadari bahwa dengan kekuatan sendiri tidak ada sesuatupun yang dapat dirubah. Dengan putus asa kita menjangkau dan mencari penyelamat diluar diri kita dan penyelamat itu adalah Yesus Kristus. Galatia 2:20 mengatakan, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Ini menyerahkan diri kepada Ketuhanan Yesus sementara menolak swasembada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus di Matius 5, di Khotbah di Bukit, memberikan kita sikap yang benar bagi mereka yang akan masuk kedalam Kerajaan di ayat 3, “Berbahagialah orang yang miskin secara rohani di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Dasar segala kebajikan adalah miskin secara rohani. Ini berarti Anda dibawa menjadi rendah hati karena menyadari kebejatan moral diri. Dan Anda seperti pengemis yang berseru supaya ada yang memberi Anda sesuatu. Anda begitu miskin. Anda tidak memiliki sesuatupun yang baik di dalam diri Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada faktor kedua disini, “pikul salibnya.” Yesus mengatakan, menyangkal diri adalah satu hal, memikul salibmu adalah hal lain. Apakah artinya itu? Ya, saya telah mendengar salib itu diartikan menjadi bermacam hal, semua dari ibu mertuamu sampai ke isterimu sampai tetangga yang suka bertengkar. Apakah artinya, “Memikul salibmu?” Ini berarti kerelaan Anda untuk dianiaya, untuk ditolak, untuk dihina, untuk dibikin malu, untuk menderita, bahkan untuk dimartir bagi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ketika Dia mengatakan, “Pikullah salibmu,” tahukah Anda pengertian orang-orang? Tuhan mengatakan mengikuti Aku sama seperti memikul salib untuk eksekusi Anda sendiri. Karena dunia ini akan menyerang Anda. Tidak semua dari keduabelas murid dieksekusi, namun banyak diantara mereka dimartir. Dan Anda akan dicela dan anda akan dihina jika Anda hidup bagi Kristus. Itulah artinya 2 Timotius 3, Anda akan menderita penganiayaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di masyarakat kita sekarang, ini tidak begitu jelas. Maksudku, kita tidak dimartir untuk Kristus, namun tetap ada cela yang kita harus tanggung. Dan jika kita hidup dengan pengabdian total kepada Yesus Kristus, itu akan menimbulkan reaksi besar di sekitar kita. Penyangkalan diri berarti saya akan mencoba hidup seperti Yesus Kristus, saya akan menidentifikasikan diri dengan Dia dan saya akan menamakan nama-Nya sampai dan termasuk titik kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktor ketiga dalam prinsip pemuridan adalah ketaatan setia. “Ikutlah Aku,” di ayat 24 adalah cara hidup. Jika kita mengatakan kita milik Yesus, 1 Yohanes 2:6, “kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup,” dengan menempatkan kaki kami di dalam jejak kaki-Nya dan setia kepada keinginan ilahi. Itulah maksud- Nya Tuhan kita di Matius 7:21 ketika dia mengatakan, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku.” Jadi murid tulen ditandai dengan penyangkalan diri, pemikulan salibnya dan ketaatan yang setia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada paradox di dalam ayat 25, “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Apakah artinya ini? Siapa yang hidup di dunia ini hanya untuk menyelamatkan kehidupan duniawinya, siapa yang hanya ingin mempertahankan kenyamanan- nya, akan kehilangan jiwa rohaninya. Namun siapa yang bersedia menyerahkan kehidupan fisiknya di dunia ini, menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Tuhan Yesus dengan taat, akan menyelamatkan jiwa rohaninya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda ada pilihan. Anda bisa berusaha mati-matian sekarang di dunia ini dan kehilangan hidup selamanya. Atau Anda bisa menyerahkan semua itu sekarang dan mendapatkan kehidupan untuk selamanya. Inilah kuncinya. Kata “kehidupan” disini sama dengan “jiwa” dan sama dengan “diri”, artinya sama. Ini membicarakan diri Anda sendiri, kehidupan Anda, jiwa Anda, bagian dalam Anda, yang sebenarnya adalah Anda. Jika Anda menghabiskan waktu untuk mencari kekayaan di dunia ini sekarang Anda akan kehilangan semuanya untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa kini jika ada orang yang sungguh-sungguh mengikuti Yesus Kristus, dia meninggalkan keselamatan sendiri, kesejahteraan sendiri, kemudahan sendiri, kenyamanan sendiri, kesenangan egois sendiri, materialism komsumptif sendiri, dan dia datang kepada Yesus Kristus. Jadi mungkin dia harus menyerahkan banyak hal di dalam hidup ini. Disii lain, Tuhan dapat saja mencurahkan dia dengan banyak berkat lain. Ini bukan berarti Anda harus menyerahkan semua yang ada, ini berarti Anda ada kemauan untuk menyerahkan semua itu, jika perlu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak akan membikin semua orang menjadi martir. Saya hanya mengatakan jika Anda datang ke Tuhan Yesus sesuai dengan keinginan-Nya, Anda harus rela menjadi martir. Itu firman Allah. Anda harus rela kehilangan nyawa Anda untuk kepentingan Dia terpisah dari dunia ini untuk meraih kekekalan, dari pada menghabiskan kehidupan Anda untuk mencoba memiliki seluruhnya disini dan kehilangan hidup kekal untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26 menguatkan paradox yang menegaskan prinsip ini, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Disini terdapat hiperbole (ucapan berlebihan) terbesar. Coba pikirkan ada orang yang memiliki seluruh dunia namun kehilangan jiwanya. Apakah dia dapat? Dia tidak memiliki apa-apa. Apakah orang mati yang memiliki segalanya? Dia tetap orang mati. Dan yang lebih buruk, dia orang mati untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada kata “parousia” yaitu kata untuk “kedatangan.” Ayat 27 mengatakan, “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa- Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” Yesus mengatakan Anda sebaiknya cepat memutuskan apa yang Anda akan perbuat karena akan datang hari penghakiman. Ingatlah Yohanes 5 yang mengatakan bahwa Allah Bapa telah menyerahkan penghakiman kepada Anak dan Dia akan membalas semua orang menurut perbuatannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan penghakiman ini dua kali lipat. Orang-orang yang tidak percaya akan dihakimi menurut perbuatan-perbuatan mereka dan dibuang ke neraka. Dan Anda dan saya ketika Yesus kembali akan diberi hadiah sesuai dengan perbuatan-perbuatan kami. Dan kita akan menerima mahkota-mahkota jika kita setia. Jadi kita dapat berharap untuk saat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan para murid mungkin berkata, “Bagaimana kita akan tahu bahwa ini benar- benar akan terjadi?” Dan ini membawa kita kepada ayat 28, suatu pratinjau. Yesus mengatakan Aku akan memberi Anda suatu pertunjukkan pendahuluan dari Kedatangan Kedua, “Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya mereka tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia? Inilah pratinjau itu. Tiga murid benar-benar menyaksikan Yesus dimuliakan pada waktu ada transformasi dan mereka ingat hal itu dan Petrus menulis dalam suratnya, “Aku menjadi saksi kemuliaan-Nya.” Paulus juga melihat Kristus di perjalanan ke Damsyik. Dan Anda dapat mengalami Dia juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah. Orang yang mementingkan diri, keinginannya yang paling besar adalah mencari keamanan dan kemakmuran dengan cara gampang dan nyaman, orang itu biarpun kelihatannya sangat kaya adalah orang miskin kekal. Orang yang menyerahkan hidupnya untuk Kristus, orang yang menyerahkan dirinya seluruhnya, mungkin menjadi pengemis, mungkin menjadi martir, namun dia menjadi pangeran bersama Allah untuk selama-lamanya.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jan 2014 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20140105</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Firman Menjadi Manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:1-14" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:1-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Yohanes 1 dan memikirkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana seandainya kisah Natal itu tanpa palungan, tanpa Yusuf, tanpa Maria, tanpa Betlehem, tanpa gembala, tanpa malaikat, tanpa bintang atau orang majus dan tanpa bayi? Itulah cerita Yohanes tentang Natal, Yohanes 1:1-14, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu garis dari teks ini benar-benar luar biasa dan saya ingin kita lihat ayat 14, dan disini terdapat kisah Natal dalam tiga kata, “Firman menjadi manusia.” Ini kebenaran yang paling hebat dari segala kebenaran. Itulah sebabnya kita merayakan Natal. Dan Allah memberitakan kita melalui Yohanes hal-hal yang luas dan yang tidak bisa dimengerti dengan sangat sederhana, sehingga anak kecilpun dapat memahami itu dan bahkan orang yang paling bijaksanapun tidak dapat menyelami kedalaman sepenuhnya. Firman itu telah menjadi daging.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah Firman itu? Ayat 1 mengatakan, “Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dan Firman ini menjadi manusia, kata ayat 14, dan “diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Firman menjadi manusia dan diam diantara kita tanpa melepaskan kemuliaan-Nya. Ada kenyataan supranatural terjadi disini yang sangat penting bagi kita dimengerti karena Allah alam semesta yang kekal, yang tak terbatas, yang mahatahu, mahakuasa, mahahadir dan yang tak berubah telah menjadi manusia. Itulah pesan Natal!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Immanuel berarti “Allah beserta kami.” Itulah kebenaran esensial dari Kekristenan dan itulah satu-satunya kebenaran yang dapat menyelamatkan orang pendosa dari neraka. Yohanes mengarang Injilnya untuk memberitakan kebenaran itu. Dan bukan saja Yohanes, namun semua penulis duapuluh tujuh buku Perjanjian Baru semua ingin supaya kita yakin bahwa Yesus adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan jika Anda melihat Perjanjian Baru, Anda akan menemukan berbagai macam bukti. Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu. Barangsiapa telah melihat Aku. ia telah melihat Bapa.” Ada pernyataan langsung tentang Dia bahwa Dia adalah Allah. Tomas mengatakan kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Judul diberikan kepada Yesus yang hanya menjadi milik Allah, hakim kekal, Yang Mulia, Yang Pertama dan Akhir, Tuhan hari Sabat, Juruselamat, Allah Perkasa, Tuhan diatas segala Tuhan, Alfa dan Omega. Tuhan Kemuliaan, Sang Penebus. Ini semua judul yang hanya digunakan Allah sendiri di Perjanjian Lama dan Kristus di Perjanjian Baru, lebih banyak bukti lagi bahwa Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan Allah, membangkitkan orang mati, mengalahkan Kerajaan Setan, dan mengampuni dosa. Yesus juga menerima penyembahan. Kita melihat hal itu sepanjang Perjanjian Baru dari Injil sampai kepada Wahyu. Para malaikat tidak dapat disembah di Wahyu 22. Manusia tidak dapat disembah di Kisah Para Rasul 10, namun Yesus menerima penyembahan, dan itu bukti Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga menerima doa yang dikabulkan, itu hanya sesuatu yang dapat dilakukan Allah. Bukti-bukti keilahian Yesus Kristus memenuhi Alkitab, namun tidak ada yang lebih kuat daripada bagian pembukaan Injil Yohanes ini. Dan ini seringkali tidak diperhatikan. Dan Yohanes menerangkan hal ini di ayat 14, “Firman menjadi daging,” Allah menjadi manusia. Yang tidak terbatas menjadi terbatas. Yang kekal masuk kedalam waktu. Yang tidak kelihatan menjadi nyata.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Dia disebut Firman? Karena istilah “logos” dalam bahasa Yunani penuh makna, bagi orang Yahudi dan bagi orang non-Yahudi. Istilah “Firman” hanya digunakan satu kali saja di ayat 14 untuk menggambarkan Yesus dalam inkarnasi dan tiga kali di ayat 1. Dan istilah ini tidak diterangkan. Orang Yunani past mengerti sekali apa yang dikatakan Yohanes karena kata Yunani logos adalah judul yang diberikan kepada kuasa penciptaan, kepada pikiran cerdas yang mengatur alam semesta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu sama dengan apa yang disebut sekarang ID, yaitu Intelligent Design atau Perancangan Cerdas. Namun sama seperti orang Yunani, ini dianggap suatu kuasa impersonal. Einstein pada permulaan mulai hal ini waktu dia berkata, “Tentu saja ada Allah, namun kita tidak pernah akan tahu itu. Ini kekuatan kosmik, kecerdasan kosmik.” Dan kita tidak bisa mengenali Dia sebagai Allah dari Alkitab karena dengan demikian kita bukan saja memiliki sang Pencipta, kita juga ada hakim dan yang memberi Hukum dan ada algojo bagi mereka yang menolak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yohanes mengatakan bahwa Logos ini bukan kekuatan impersonal. Logos itu bukan suatu macam prinsip akal budi yang tidak tertentu. Logos itu adalah seseorang. Untuk pemikiran Yunani, Logos itu adalah kuasa paling hebat di alam semesta, kuasa penciptaan, sumber kebijaksanaan, pengetahuan dan kecerdasan. Dan Yohanes mengatakan bahwa ini seseorang dan Dia menjadi manusia, Allah pribadi yang datang ke dunia dalam bentuk Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi orang Yahudi, Firman itu malah artinya lebih besar lagi. Jika Anda membaca Perjanjian Lama, Anda bisa melihat ini berkali-kali, “Firman Allah datang kepada orang ini dan itu.” Firman Tuhan adalah Allah menyatakan diri-Nya, kepribadian- Nya, sifat-Nya, kehendak-Nya, kebijaksanaan-Nya dan kebenaran-Nya. Firman Tuhan adalah ekspresi Allah pribadi, yaitu Allah yang benar dan hidup dari Perjanjian Lama dan dengan Firman-Nya Allah berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 1 mengatakan, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi.” Yohanes mengatakan bahwa wahyu Allah, pernyataan Allah, manisfestasi Allah sekarang dalam bentuk manusia. Ekspresi sifat Allah, kehendak, kebijaksanaan dan kebenaran sekarang diwujudkan. Karena itu Ibrani 1:2 mengatakan, “maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.” Allah dinyatakan dalam Kristus. Anda mendengar dari Allah. Anda sekarang melihat Allah tanpa kerudung dan nyata.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah, Firman menjadi manusia. “Menjadi” adalah kata kerja yang penting. Allah adalah mahluk murni, yang tidak berubah dan abadi. Allah tidak pernah tidak lengkap. Namun, meskipun Dia Allah, Dia menjadi manusia. Dan itu suatu perubahan. Inkarnasi adalah kejadian dimana Allah menjadi manusia sepenuhnya sementara masih sepenuhnya Allah. Dua sifat yang tidak tercampur, dijadikan satu, di dalam satu orang, Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan supaya jelas, ayat 14 mengatakan, “Dan diam diantara kita.” Kemanusiaan Kristus bukanlah suatu ilusi, bukan suatu visi, itu bukan suatu pengalaman mental saja. Dia benar menjadi manusia. Filipi 2:7, “Ia menjadi sama dengan manusia.” Di Ibrani 2, “Ia juga menjadi anak darah dan daging.” Dan supaya pernyataan ini tidak dapat dibantah, Dia hidup di dunia selama tiga puluh tiga tahun sebagai manusia diantara manusia tanpa indikasi bahwa Dia bukan manusia biasa, sampai Dia mulai pelayanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 2:9 Paulus mengatakan, “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,” jadi keilahian-Nya tidak berkurang, Dia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Sekarang Yohanes memberikan kita tiga saluran wahyu yang menolong kita memahami keilahian Kristus. Pertama Yohanes memperlihatkan kita bahwa Firman menjadi manusia oleh karena praekstensi-Nya. Marilah kita melihat hal itu di ayat 1, “Pada mulanya adalah Firman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada mulanya dari apa? Ini adalah ungkapan yang diambil dari Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kejadian 1:1 mengacu kepada permulaan semua yang ada. Pada mulanya, ketika semua yang berada mulai berada, Firman sudah ada. Dengan kata lain, Yesus sudah berada ketika semua yang ada diciptakan. Yesus bukan mahluk ciptaan. Dia berada sebelum ada penciptaan, Dia sudah praekstensi. Kesaksian Firman Allah adalah bahwa Dia berada sebelum ada sesuatupun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Mormon, Saksi-saksi Yehova dan orang lain mengatakan kepada kita bahwa Yesus adalah mahluk yang dicipta. Bahkan orang Mormon mengatakan bahwa Allah dari Alkitab diciptakan Allah lain yang menciptakan Allah Alkitab dan kemudian menciptakan Yesus. Semua itu dusta karena mereka menyangkal Allah adalah Allah dan Kristus adalah Allah. Bukan saja Dia sudah ada pada permulaan, Dia berada bersama Allah. Di Yohanes 1:2 dikatakan lagi, “Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini secara harfiah berarti persekutuan pribadi cerdas muka ke muka dengan Allah. Jadi Dia berbeda dari Allah karena Dia bersama dengan Allah. Dia sudah ada dari dulu dalam persekutuan dengan Allah. Ini penting sekali. Di Yohanes 17:5 Yesus berdoa pada akhir keberadaan-Nya di dunia, sambil menengadah ke kayu salib, “permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat- Mu sebelum dunia ada.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah hubungan-Nya dengan Allah? Allah Bapa mengatakan tentang Anak- Nya di Lukas 3:22 pada pembaptisan-Nya, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi.” Dia bukan bersaingan dengan Allah, Dia bukan Allah lain. Dia bukan Allah yang lebih rendah. Dia berada sebelum penciptaan dalam komunikasi pribadi yang intim dengan Allah Bapa. Dan ini komunikasi kasih yang sempurna. Yesus bukan sebagian penciptaan. Dia diluar penciptaan dan sebelum waktu, Dia abadi. Dan jika Dia abadi Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Yohanes bukan saja membicarakan praekstensi Kristus, namun dia juga membicarakan koekstensi, yaitu keberadaan bersama, Kristus. Lihatlah ayat 1, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dia bersama Allah dan Dia adalah Allah. Disini terlihat misteri Trinitas, benar? Dia berbeda dengan Allah Bapa karena dia berkomunikasi muka ke muka dengan Allah Bapa, namun Dia Allah sepenuhnya sama seperti Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Anda memikirkan hari Natal, inilah yang menjadi inti semuanya, yang datang ke dunia adalah Allah sendiri. Dia adalah Allah Anak yang secara abadi bersama dengan Allah Bapa sebelum sesuatupun diciptakan, yang bersama Allah secara praekstensi dan koekstensi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Allah melalui Yohanes ingin supaya kita mengerti bahwa bukan saja Yesus bersama Allah praekstensi dan koekstensi, namun Dia ekstensi-diri. Nah sekarang Anda baru mulai mengerti maknanya keilahian. Ketika kita mengatakan Dia praekstensi, itu membicarakan keabadian-Nya. Ketika kita membicarakan Dia koekstensi, itu membicarakan persamaan-Nya. Namun saat kita membicarakan ekstensi-diri-Nya, kita membicarakan esensi alamiah-Nya. Pertama adalah keabadian, kedua adalah persamaan dan ketiga adalah esensi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya Yesus berekstensi-diri? Ini berarti dalam bahasa sederhana, ayat 4, “Dalam Dia ada hidup.” Yohanes 5:26 mengatakan itu lagi, bahwa di dalam Allah ada hidup dan di dalam Anak-Nya ada hidup. Artinya apa? Yesus tidak menerima hidup dari sumber lain. Dia memiliki itu sebagai bagian sifat-Nya yang hakiki. Karena itu Yesus dapat mengatakan, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Ini kebenaran Allah yang berekstensi diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kenyataan ini mengenai Yesus Kristus adalah dasar iman Kristen. Dan Anda tidak bisa selamat, kecuali Anda percaya ini, meskipun Anda selalu berbicara mengenai Kristus dan Anda mengatakan Anda percaya Yesus. Jika Anda tidak percaya Yesus yang adalah Allah kekal, yang berekstensi diri, yang memiliki hidup dalam diri-Nya, maka Anda percaya Yesus lain. Dan jika Anda memiliki Yesus lain, Anda memiliki Injil lain, dan Alkitab mengatakan Anda terkutuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang dicipta akan menjadi sesuatu yang lain, benar? Seluruh penciptaan bergerak, bergeser, mengubah dan berubah. Jika Anda ingin ilustrasi jelas, lihatlah dalam cermin dan bandingkanlah itu dengan potret sepuluh tahun yang lalu, dan Anda akan tahu apa yang akan terjadi. Mungkin saja Anda tidak akan suka apa yang nanti terjadi, namun itulah kenyataannya. Allah adalah mahluk sempurna, Dia tidak berubah menjadi lain kecuali apa yang Dia sudah berada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kenyataan dasar dari semua realitas, “Pada mulanya Allah mencipta langit dan bumi. Dan Allah memberi hidup kepada apapun yang hidup,benar?” Dia memberi hidup kepada apapun yang hidup, karena hidup ada di dalam Dia. Ini kebenaran yang terpenting dari semua kebenaran disini di Kejadian 1, dan kebenaran ini diserang paling banyak. Dia banyak tempat di duni kita ini ada usaha besar untuk menyangkal kisah penciptaan dari Kejadian 1. Hilangkan penciptaan dan dengan demikian Anda dapat menghilangkan Sang Pencipta. Dan jika Anda menghilangkan Sang Pencipta, Anda dapat hidup seenaknya sendiri karena tidak ada penghukuman untuk dosa-dosa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lebih lagi di ayat 4, “Dalam Yesus ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Dia datang kedalam dunia ini sebagai hidup kekal itu dan ketika Dia datang, terang ada. Yesus berkata di Yohanes 8:12, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan.” Hidup adalah sesuatu dan terang adalah sesuatu yang lain, namun disini mereka disatukan. Prinsipnya adalah hidup, terang hanya suatu ilustrasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan Allah di dalam Yesus yang praekstensi, koekstensi dan berekstensi-diri telah menjadi terang manusia. Terang itu mengalahkan kegelapan kebodohan; terang itu mengalahkan kegelapan dosa. Sama seperti Allah dan Firman adalah sama, begitupun ternag dan hidup adalah sama. Terang itu tergabung dengan hidup dan menyatakan dirinya. Akibat kedatangan Kristus diperlihatkan secara metafora sebagai terang injil Kristus yang mulia, seperti disebut di 2 Korintus 4 oleh Paulus, bersinar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah buktinya Yesus adalah Allah abadi? Hanya ada satu bukti dan bukti itu adalah bahwa Dia berada sebelum waktu mulai. Yohanes membeikan kita itu di ayat 3, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Tanpa Dia tidak ada sesuatupun yang telah jadi dari segala yang dijadikan. Tidak ada sesuatupun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun respon itu bukan main, ayat 10, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” Sampai sekarang mereka masih tidak mengenal Dia. Kemudian dia menerangkan ini lebih lanjut di ayat 11, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Sekarang dia berbicara tentang Israel. Orang Yahudi menolak-Nya, mereka membunuh-Nya bersama dengan orang Romawi. Dan itulah realitas sedih dari dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesaksian saluran kedua adalah penciptaan juga, namun ini ciptaan spiritual, ayat 12 dan 13. Disitu dikatakan, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama- Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Ini adalah proses penciptaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja Firman, Tuhan Yesus Kristus, adalah Pencipta seluruh alam semesta material, namun Dia juga Pencipta seluruh keluarga-Nya sendiri melalui penciptaan rohani. “Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak- anak Allah.” Bagaimana itu terjadi? “Mereka lahir dari Allah, bukan dengan cara manusia, bukan dari darah yang berarti kemanusiaan, bukan karena keinginan daging, yang berarti keinginanmu sendiri, itu tidak mungkin. Ini penciptaan spiritual oleh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang percaya ada gembala-gembala dan orang majus dan malaikat. Banyak orang percaya ada bayi Yesus. Pertanyaan besar adalah, apakah Anda percaya Anak Allah? Di Yohanes 20:31 dia berkata, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Apakah Anda percaya Dia sebagai Penebus Anda, satu-satunya harapan keselamatan, Tuhan Anda dan Allah Anda? Coba pikirkanlah hal ini dan tentukanlah, ini hanya diantara Anda dan Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Dec 2013 07:31:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131222</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketika Natal tidak Sempurna]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+2:13-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 2:13-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">I.	NATAL MUNGKIN SAJA PENUH MASALAH.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi banyak orang hari Natal itu waktunya membayar bill tanpa ada uang; waktu menyadari bahwa Anda satu tahun lebih tua. Hari Natal terlalu mahal, terlalu banyak waktu belanja dan mendekorasi, terlalu banyak stress untuk mencoba menyelesaikan semuanya. Namun pikirkanlah juga, bagi Yusuf dan Maria waktu itu juga bermasalah bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah pertama adalah kehamilan Maria. Yusuf dan Maria sudah tunangan tetapi masih belum menikah. Yusuf sudah mau mengakhiri semua itu sampai saat ada malaikat yang menjelaskan keadaan itu. Apakah malaikat itu mau menerangkan hal itu kepada ibu dan bapanya dan seluruh keluarga lain? Coba bayangkan keadaan Maria sebagai ibu yang tidak menikah, semua gossip dan bisikan; mengapa Yusuf melakukan perbuatan seperti itu atau siapa memikir itu dilakukan perempuan manis seperti Maria?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak lama kemudian Kaisar mengharuskan setiap laki-laki Yahudi pulang ke tempat lahir mereka dan bayar pajak baru – ongkos yang tidak tersangka bagi Yusuf, dan perjalanan yang tidak direncanakannya. Dan mereka pergi perjalanan sulit itu ke Betlehem, dimana ada masalah lain lagi: tidak ada kamar di hotel. Jadi Yusuf menerima satu-satunya tempat yang ada: palungan dikelilingi binatang, tanpa doctor, tanpa perawat, tanpa suntikan epidural, Maria melahirkan dan semuanya baik-baik saja. Namun tidak lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 2:13-15 mengatakan, “Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu- Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda akan merespon? Tuhan, bukankah pengalaman buruk kami sudah cukup? Namun Yusuf mengepak keluarganya dan menuju ke Mesir, dimana dia tinggal menunggukan berita malaikat. Berkali-kali mereka ada masalah bagi Yusuf dan Maria bagi Bayi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perhatikanlah sesuatu; setiap kali ada masalah, Allah memberi pertolongan. Dia mengirim malaikat untuk menerangkan rencanan-Nya. Dia memberikan mereka niaya untuk pergi ke Betlehem dan menyediakan tempat di palungan. Dia mengirim hadiah-hadiah dari orang Majus untuk membiayai penyelamatan Yesus dari Herodes. Berulang kali Allah selalu menolong untuk menyelesaikan masalah kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia melakukan hal yang sama bagi Anda dan saya. Dia tidak selalu akan menyelamatkan Anda dari setiap lubang di jalan, namun Dia akan memberi Anda anugerah untuk meneruskan perjalanan Anda. Ketika waktu Natal itu penuh masalah, ingatlah Allah penuh pertolongan. Mazmur 46:1 mengatakan, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan.” Mengapa tidak minta pertolongan kepada Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">II. WAKTU NATAL MUNGKIN JUGA PENUH KESAKITAN (ay 16-18)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesakitan tidak berlibur. Natal merupakan waktu pahit bagi banyak orang. Kadang itu kesedihan kehilangan kekasih yang sudah meninggal; kadang itu kehidupan dalam tubuh yang sakit atau cacat. Orang yang sendirian atau telah bercerai takut waktu Natal yang sepi memikirkan mengapa. Keluarga pria dan wanita militer kehilangan kekasih mereka lebih lagi di waktu Natal dari pada waktu lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kebenarannya adalah bahwa waktu Natal telah penuh kesakitan sejak Yesus lahir. Ketika Herodes menyadari bahwa Orang Majus itu telah membohonginya, dia memerintahkan pasukannya untuk pergi ke kota Betlehem untuk membunuh semua anak lelaki umur dua kebawah. Anak-anak yang tidak bersalah ini disembeleh seperti domba dan tidak ada seorangpun yang memberitahu orang tuanya mengapa mereka dibunuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh Tuhan, mengapa engkau membiarkan aku disini, dalam kesakitan dan tidak berdaya dalam tubuh yang sakit ini? Tuhan, mengapa aku begitu kesakitan di waktu Natal ini? Tidak ada jawaban, yang kita tahu benar hanya bahwa Tuhan berjanji kepada semua kita yang dalam kesakitan: Dia berjanji hadirat-Nya. Mazmur 34:18-19 mengatakan, “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 19 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.” Jadi apakah waktu Natal menyediakan bagi orang-orang yang bermasalah dan kesakitan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">III. NATAL MEMBAWA KITA PENGHARAPAN.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang itu bisa hidup menanggung beban berat malu dan perasaan bersalah karena pilihan yang salah selama puluhan tahun tanpa ada harapan pengampunan dosa, tanpa ada harapan kedamaian. Orang itu bisa menghabiskan seluruh hidup mereka mencari makna atau tujuan. Orang bisa saja hidup dan mati tanpa ada harapan mereka akan hidup kembali setelah mereka mati. Namun tidak seorangpun harus hidup tanpa harapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 2:19-23, “Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: 20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." 21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. 22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. 23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Yesus hidup, Anda dan saya ada harapan hari ini. Ayat 19 memberitahu kita bahwa Bayi itu hidup meskipun raja Herodes yang jahat itu mencoba membunuh-Nya. Sejarah mengatakan bahwa kerajaan Herodes dibagi-bagi kepada pewarisnya. Dan ada malaikat yang mengumumkan kepada Yusuf bahwa keadaannya aman untuk pulang ke Israel, jadi sekali lagi keluarga kecil ini mengepak dan pulang. Sesudah berdoa Yusuf dan keluarganya pergi ke Nazaret, dimana Yesus tinggal bertahun-tahun sampai Dia dewasa, menunggukan waktunya Dia akan memenuhi misi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab menerangkan hal itu demikian: Yohanes 13:1, “Sementara itu sebelum hari raya Pelewatan mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.” Yesus tidak mati di Betlehem waktu Dia masih bayi karena waktu-Nya belum datang. Dan itu tidak akan datang bertahun- tahun kemudian, pada waktu Yesus dengan sukarela dan dengan maksud tertentu menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk memberikan kita pengharapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayi itu di dalam palungan bertumbuh menjadi Domba Allah di kayu salib dan kayu salib itulah yang membawa harapan kepada orang-orang yang bermasalah dan sakit yang memerlukan pengetahuan bahwa Yesus telah menebus dosa-dosa mereka. Dia peduli dan dengan harapan itu Allah dapat menolong mereka untuk mulai lagi, dan masa lalu dapat dihapuskan dan mereka diberi hidup kekal. Karena itulah Anda dan saya dapat merayakan Natal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak memberikan kita kehidupan tanpa masalah atau tanpa sakit, namun Dia menawarkan kita kehidupan penuh pengharapan oleh iman kepada Yesus. Malam ini Yesus Kristus mengundang Anda untuk mengikuti Dia dan berharap lagi meskipun ada masalah dan semua kesakitan – dan harapan itu Anda bisa dapatkan sekarang juga dengan kepercayaan kepada Firman-Nya dan penerimaan kasih-Nya. Marilah datang malam ini kepada Dia.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Dec 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131215</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus, sang Pendamai]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berbagai Ayat</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, hari Natal sudah dekat, apakah kita semua mengerti artinya Yesus adalah Mesias? Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Yesus adalah Domba Allah, adalah sang Mesias. Ini ungkapan yang digunakan di Perjanjian Lama dan Baru, untuk menggambarkan kedatangan Penebus kita dan Juruselamat. Pada waktu sidang sebelum Dia mati, Imam Kepala menghadap Yesus dan dia mengatakan, “katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata “Mesias” di bahasa Ibrani adalah sama dengan kata Kristus di bahasa Yunani, konsepnya sama. Namun kata Yahudi “Mesias” berarti diminyaki dan itu membicarakan seseorang yang secara sah diurapi. Siapakah yang diurapi? Itu sesuatu upacara resmi dimana seseorang yang memenuhi peran mediasi khusus untuk Allah dilantik di dalam kerajaan teokratis Israel. Yang diurapi adalah Raja-raja, Imam-imam dan Nabi-nabi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mediasi berarti bertindak sebagai perantara diantara manusia dan Allah. Raja memerintah bagi Allah di antara manusia. Para nabi berbicara bagi Allah kepada manusia dan para imam memberi pengorbanan untuk membawa manusia kepada Allah. Mereka semua penengah namun penengahan mereka semua terbatas. Mereka semua berdosa. Dan janji Perjanjian Lama adalah bahwa akan datang Raja yang sempurna, Nabi yang sempurna dan Imam yang sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah Yang diurapi, sang Penengah. Sebagai Nabi dia akan berbicara untuk Allah. Sebagai raja Dia akan memerintah bagi Allah. Dan sebagai imam, Dia akan menebus bagi Allah. Karena itu kita menamakan mereka kedudukan penengahan karena mereka berada diantara manusia dan Allah. Jadi itulah kedudukan sang Mesias. Dan sekarang pertanyaannya adalah siapakah melakukan semua itu. Siapakah orang itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi menanyakan hal itu sepanjang sejarah mereka, sewaktu nubuatan tentang Mesias berkembang dan tercatat di Perjanjian Lama. Mereka menanyakan pertanyaan yang sama, “Tentang siapakah nabi-nabi itu berbicara?” di 1 Petrus 1:11- 12 dikatakan bahwa nabi-nabi sendiri meneliti orang seperti apa dan saat yang mana yang dimaksudkan ketika mereka menulis sambil menunggukan kedatangan Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang macam apakah dapat menjadi Penengah sempurna di antara Allah dan manusia? Orang itu harus menjadi Allah sepenuhnya untuk mewakili Allah, dan manusia sepenuhnya untuk mewakili manusia. Perjanjian Lama menggambarkan rincian dari orang ini, bahkan memberitahu kita tentang keturunan dan kejadian dimana orang itu akan tiba. Mesias adalah anak Abraham dalam hal keturunan dan anak Daud yang memberi-Nya hak kerajaan untuk memerintah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita dapat tahu ketika anak Daud yang benar yang juga menjadi Tuhan Daud akan tiba? Di Yesaya 7:14 kita baca tentang janji kenabian Allah, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda,” Bagaimana? “Sesungguhnya, seorang perawan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua tahu ini karena di Matius 1:21-23 dikatakan, “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini belum pernah terjadi di dalam sejarah manusia, kelahiran Kristus, dan tidak pernah terjadi lagi sejak kelahiran Kristus. Dan ketika Dia lahir Dia adalah anak Daud namun Dia juga Tuhan Daud. Dia adalah anak Maria namun Dia juga Tuhan dan Jururselamat Maria. Dia adalah anak Abraham, namun Dia mengatakan di Yohanes 8:58, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Dia adalah Imanuel. Ini adalah Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Dia lakukan untuk bertindak sebagai perantara? Malaikat mengatakan bahwa nama-Nya adalah Yesus, “Yehuwa menyelamatkan,” karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Dia datang untuk menebus umat-Nya. Dia adalah Penebus penengah yang diurapi. Dia akan memberi pengorbanan yang menebuskan dan Dia akan mengumpulkan kedalam Kerajaan Kekal-Nya semua yang menjadi milik-Nya. Namun apakah Dia lakukan untuk mendamaikan pendosa-pendosa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus datang untuk membawa Firman Allah dan untuk memerintah sebagai Allah. Namun Dia tidak dapat memerintah mereka kecuali mereka telah didamaikan. Jadi tugas utama-Nya adalah pelayanan pendamaian. Yesus mengatakan di Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Pelayanan-Nya adalah pelayanan penyelamatan. Dan mereka yang telah didamaikan akan menerima pengertian penuh dari wahyu-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi meskipun Dia adalah raja dan nabi yang sempurna, misi-Nya haruslah sebagai imam, Dia harus memberi kepada Allah Bapa suatu pengorbanan untuk dosa yang dapat diterima. Dan tidak ada binatang yang telah dikorbankan sepanjang sejarah, sampai kembali kepada Kejadian 4, yang dapat menyelamatkan atau menebus seseorang. Tidak ada satupun yang dapat mendamaikan seorang pendosa dengan Allah. Mereka hanya dapat menunjuk kepada Yang dapat mempersembahkan korban yang penuh dan final.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dilakukan para nabi di Bait Suci adalah membawa korban orang-orang kepada Allah dan memohon pengampunan kepada Allah bagi orang-orang yang benar-benar menyesal. Namun semua pengorbanan itu tidak menghilangkan dosa mereka. Mereka hanya melambangkan satu-satunya pengorbanan akhir yang benar yang dapat menghilangkan dosa dan yang memang mengampuni dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukan saja nabi yang mempersembahkan korban itu, namun Dia sendiri juga menjadi korbannya. Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka dengan mempersembahkan diri-Nya kepada Allah sebagai korban. Perjanjian Lama sudah mengharapkan itu dengan jelas. Di Kejadian 22 kita melihat Abraham membawa Ishak ke gunung dan Allah mengatakan kepadanya, “Ambillah Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang dijanjikan Abraham terletak di dalam kehidupan Ishak akan tetapi Allah memerintahkan Abraham untuk membunuh Ishak. Namun saat Abraham yang taat pergi kesana dengan kepercayaan bahwa dia harus mempersembahkan Ishak, Tuhan menyediakan baginya di Kejadian 22:13, “seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.” Disini terdapat penebusan dosa pertama yang digambarkan dengan jelas dan grafis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Imamat 17:11, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Pendamaian ada di dalam darah, di dalam kematian binatang sebagai pengganti. Namun darah lembu dan kambing tidak dapat menghilangkan dosa, itu di jelaskan di Perjanjian Baru. Bahkan Allah mengutuk persembahan jika hati Anda tidak benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama mengantisipasi bahwa keselamatan akan datang melalui persembahan pengganti yang ditawarkan kepada Allah sebagai penebusan. Yesaya 53:4-10 mengatakan, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. 8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. 9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. 10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi rekonsiliasi datang oleh penebusan penggantian dari pengorbanan akhir yang diterima. Dan karena itu Yohanes Pembaptis menamakan Yesus Domba Allah. Setiap orang membawa dombanya dan Allah juga memiliki Domba, domba-domba yang dibawa orang-orang tidak dapat menghilangkan dosa, namun domba Allah saja yang sangggup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ibrani 9:11 dikatakan, “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar,” jadi Dia adalah Imam akhir yang diurapi, “untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, 12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat penebusan yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar-benar perlu. Ayat 13-14 berikutnya mengatakan, “Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 9:15, “Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.” Dengan kata lain, kematian Kristus adalah pengorbanan yang menyelamatkan orang yang hidup sebelum Kristus, dan juga mereka yang hidup sesudah Kristus, keselamatan semata-mata dan hanya bergantung kepada pengorbanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus harus mati di kayu salib? Meskipun sudah jelas Allah mengharuskan adanya pengorbanan, mengapa orang Yahudi tidak percaya hal itu? Karena orang- orang pendosa ingin percaya bahwa mereka memiliki di dalam dirinya kebaikan yang dapat memuaskan Allah. Dan setiap macam agama di dunia ini percaya kepada pekerjaan dan usaha manusia kecuali Kekristenan dan Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Taurat adalah suci dan baik, seperti digambarkan dalam hukum-hukum Musa yang diberi kepada Musa di Keluaran 20. Itu adalah Hukum Allah. Itu mencerminkan sifat Allah. Itu kudus, adil dan baik. Namun tidak ada seorangpun yang dapat keselamatan dengan mengikuti Hukum Taurat. Mengapa? Lihatlah Galatia 3:10, “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ulangan 27 mengatakan bahwa jika Anda tidak mengikuti Hukum Taurat itu dengan sempurna, Anda terkutuk. Orang Yahudi percaya bahwa mereka sanggup, sama seperti setiap agama lain. Namun Hukum Taurat itu menuntut hidup yang sempurna. Dan Hukum Taurat itu menolak maksud baik dan motivasi mulia. Hukum Taurat tidak mau menerima usaha baik. Dan hukum itu juga tidak pernah berhenti. Tidak ada hari off, tidak ada. Anda harus hidup sempurna setiap hari, setiap saat tanpa perubahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Hukum Taurat menuntut hukuman yang paling berat. Anda terkutuk, menuju kepada maut, secara fisik, spiritual dan kekal. Dan hukum Taurat tidak ada kuasa untuk menolong Anda. Hukum tidak memberikan Anda kemungkinan kedua. Hukum Taurat tidak menyeimbangkan kebaikan dengan keburukan. Karena itu Hukum Taurat tidak memberi harapan untuk pengampunan dosa, tanpa harapan untuk pemulihan. Bahkan Hukum itu membangkitkan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 3:13, salah satu ayat besar di Alkitab mengatakan, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat.” Bagaimana caranya? “Dengan jalan menjadi kutuk karena kita.” Itu penebusan dosa oleh orang lain. Dia menjadi pengganti kita. Dia bukan saja imam yang memberi persembahan, Dia malah menjadi korban sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia dibenarkan, kata Roma 3:28, oleh iman kepada Kristus. Itu menjadi tema Injil Perjanjian Baru. Itulah misi Mesias. Setiap pengertian Kristus yang berbeda tidak akan menyelamatkan, dan tidak sanggup menyelamatkan. Kita harus mengerti bahwa kita telah ditebus. Petrus mengatakan di 1 Petrus 1:18-19, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 5:18-21, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang kita harus lakukan di dunia ini? Kita memberitakan kepada orang-orang bahwa mereka dapat didamaikan dengan Allah. Itulah berita kita. Jadi kita memiliki pelayanan di dunia ini dan pelayanan itu digenapi saat kita memberitakan pesan pendamaian itu. Allah mendamaikan pendosa-pendosa dengan diri-Nya melalui Kristus, ayat 18, melalui Mesias-Nya. Bagaimana caranya? Dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Allah dapat menghilangkan pelanggaran pendosa yang bersalah? Setiap dosa yang pernah dilakukan dalam sejarah dunia akan dihukum, setiap dosa. Penghakiman ilahi menuntutnya. Jadi bagaimana Allah dapat menghukum setiap dosa yang dilakukan setiap orang dan tetap menyelamatkan orang? Dia harus menghukum orang lain untuk dosa-dosa mereka. Dan itulah yang dilakukan Allah ketika Dia menghukum Kristus sebagai Domba-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Caranya untuk mengerti hal ini adalah di kayu salib Allah memperlakukan Yesus sebagai pendosa supaya Dia dapat memperlakukan Anda sebagai orang kudus. Dia kayu salib, Allah memperlakukan Yesus seolah-olah Dia hidup kehidupan Anda supaya Dia dapat memperlakukan Anda seolah-olah Anda hidup kehidupan Yesus. Dan Dia harus hidup kehidupan sempurna dan juga mati sebagai kematian pengganti. Jika Dia tidak hidup sempurna, Dia tidak bisa mati sebagai domba Allah tanpa cacat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah dengan adil memperhitungkan dosa Adam kepada seluruh umat manusia karena seluruh umat manusia diwakili Adam. Demikan juga Dia dengan adil memperhitungkan ketaatan Kristus kepada semua orang yang percaya kepada Dia. Ketidaktaatan Adam bukan saja di Adam saja, itu menular kepada semua orang yang berada di dalam Adam. Demikan juga ketaatan Kristus bukan saja berdiam di Kristus saja, itu menular kepada semua yang berada di dalam Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Allah menegaskan bahwa Kristus itu sempurna? Dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati. Roma 1:4 mengatakan, “dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.” Kebangkitan itu menegaskan identitas Mesias, penebusan-Nya, peninggian-Nya, otoritas-Nya dan syafaat-Nya bagi kita di surga semua menegaskan kesempurnaan dari kematian penggantian-Nya yang adalah batu penjuru kehidupan yang sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita memeriksa apa yang dikatakan di Perjanjian Lama khususnya tentang sang Mesias. Apakah Dia orang Yahudi? Apakah Dia keturunan langsung dari Daud? Pelayanan umum siapakah mulai 483 tahun setelah penahanan Yahudi di Babel? Apakah Dia lahir di Bethlehem? Apakah Dia lahir dari seorang perawan? Apakah Dia klaim Dia adalah Anak Allah? Apakah kedatangan-Nya didahului utusan kuat yang memberitakan pertobatan? Apakah Dia terkenal untuk kebijaksanaan-Nya, ajaran-Nya, kuasa-Nya dan kebenaran-Nya? Apakah Dia melakukan mujizat-mujizat? Siapakah masuk Yerusalem diatas keledai sedang diproklamirkan raja? Siapakah dicambuk, dipukul, diludahi, dibenci, dihina, disiksa dan dibunuh? Siapakah ditusuk dan disalibkan? Bukankah Dia disamakan dengan orang kriminal? Apakah Dia mati untuk orang berdosa? Siapakah dimakamkan di kuburan orang kaya? Pakaian siapakah dibagi-bagikan dengan undian? Siapakah bangkit dari antara orang mati dan menjadi keselamatan dunia?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 10:24, “Orang Yahudi mengelilingi Yesus dan mengatakan kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” 25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan- pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Yesus adalah Allah dan membuktikan itu berkali-kali dan buktinya masih ada sekarang juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Dec 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131208</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Melawan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:21-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:21-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 16:21-23, “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid- Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali- kali takkan menimpa Engkau.” 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, pernyataan terakhir itu sangat penting, “engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Tujuan, rencana dan tindakan Allah berlawanan dengan tujuan manusia yang berdosa. Amsal 14:12 mengatakan, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Dengan kata lain, manusia tidak sanggup melihat kemana Allah akan pergi. Mazmur 92:5-6 mengatakan, “Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan- Mu, ya Tuhan, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. 6 Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita dapat melawan Allah sekarang sama seperti Petrus digunakan Iblis melawan Yesus hari itu. Karena Petrus memikir dalam kebijaksanaannya sendiri bahwa dia perlu mengoreksi Yesus Kristus. Dan kita juga sering menghadap Allah sepertinya Dia perlu dikoreksi saat kita melihat hal-hal yang kita pikir tidak seperti seharusnya. Dan kadang-kadang kita ingin menolong Allah dengan berbuat sesuatu seolah-olah Allah memerlukan pertolongan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu belajar saat kita menjadi dewasa secara spiritual bahwa Allah melakukan banyak hal yang kita tidak akan mengerti. Cobalah lihat Daud yang di 2 Samuel 7 ditolak hak istimewa untuk membangun tempat ibadah Allah karena dia adalah seseorang yang tangannya penuh darah. Namun ketika Allah mengambil rencana itu, Allah bahkan memberikannya sesuatu yang lebih baik dan mengatakan, engkau akan mendapat anak lelaki dan anak itu akan bertakhta kekal. Allah menjanjikannya kerajaan Daud dimana Yesus Kristus akan memerintah untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mungkin bagian yang paling kuat mengenai hal ini datang dari Yesaya waktu dia berbicara atas nama Allah di bab 55:8-9, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu kita diajarkan di Roma 8:26 bahwa Roh Kudus berkeluh dengan ucapan-ucapan bagi kita karena kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa Dan kita melihat sekarang bahwa Petrus ingin mengoreksi Tuhan karena Dia tidak melakukan hal-hal menurut harapan Petrus. Suatu prinsip belajar mendalam adalah untuk hidup kehidupan kita menurut rencana Allah dan bukan rencana kita sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus orang percaya jadi pelajaran ini berlaku bagi kita semua sebagai orang percaya, benar? Baru-baru ini para murid telah menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias mereka. Petrus sebagai juru bicara mereka di ayat 16 mengatakan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Yesus menjawab dengan mengatakan di ayat 17, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Dia mengatakan kepada mereka, bahwa meskipun ada penolakan, meskipun ada permusuhan, meskipun ada salah pengertian dari banyak orang, meskipun Saya tidak langsung mendirikan Kerajaan-Ku dan tidak langsung menggulingkan orang Romawi, saya terus menerus membangun jemaat-Ku dari orang-orang yang telah Ku-tebus, yaitu gereja-Ku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia mengatakan kepada mereka pada akhir ayat 18, “Lihatlah Aku Mesias, Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Dan setelah menyampaikan hal itu, Dia langsung ke ayat 21 untuk memberitakan mereka bahwa Dia akan mati. Namun seharusnya mereka sudah tahu sekarang bahwa kematian-Nya tidak permanen karena Dia mengatakan alam maut tidak akan menguasai-Nya. Jadi Dia mengatakan sekali lagi di ayat 21, “Ia harus dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi satu hal yang masih mereka belum bisa terima adalah bahwa Mesias harus menderita dan mati. Mereka sama seperti semua orang Yahudi lain yang dibicarakan Paulus di 1 Korintus 1:23, “untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.” Dan karena pengertian mereka belum lengkap, Yesus memperingatkan mereka di ayat 20 supaya janganlah mereka mengabarkan injil sampai mereka mengerti itu benar- benar. Dan itu tidak terjadi sampai setelah kebangkitan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mereka masih belum mengerti semua yang Dia ajarkan. Bahkan perhatikanlah tulisan bahwa Dia mulai menyatakan semua hal itu. Dan mereka menerima pelajaran demi pelajaran. Yesus membicarakan hal itu di bab 17 dan di bab 20 dan Dia mungkin membicarakan hal itu berkali-kali yang tidak dinyatakan. Dia terus menerus membicarakan kematian-Nya dan kebangkitan- Nya yang mereka tidak dapat memahami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Yohanes 13 ketika Yesus mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, Petrus mengatakan, “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama- lamanya.” Dan sebenarnya apa yang dia katakan adalah, “Aku tidak dapat menerima Mesias yang merendahkan diri, ini tidak mungkin.” Dan ketika Yesus pergi ke kayu salib, mereka semua bubar. Dan bahkan setelah kematian Kristus pada waktu mereka berjalan ke Emmaus, mereka bingung tentang apa yang telah terjadi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan mengajarkan mereka ajaran-ajaran yang mereka belum memahami sepenuhnya sampai pada saat kedatangan Roh Kudus. Yesus mengatakan pada saat Roh Kudus datang, Dia akan mengingatkan Anda semua hal. Dan tiba-tiba pada kedatangan Roh Allah itu mereka mengerti semua ajaran dan maknanya, itu semua menjadi nyata bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi menurut teks ini, kita diajarkan bahwa janganlah kita menggantikan hal-hal manusia untuk hal-hal ilahi. Pertama, Yesus memberikan kita rencana Allah di ayat 21, “Sejak waktu itu,” tertulis disitu dan mari kita berhenti sebentar. Ini frase kunci, “Sejak waktu itu” adalah frase yang diggunakan Matius untuk memperlihatkan ada peralihan atau transisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 4:17, dia menggunakan frase itu untuk menunjukkan permulaan pelayanan umum Yesus kepada Israel. Dan sekarang dia menggunakan frase itu untuk menunjukkan permulaan pengajaran pribadi kepada murid-murid-Nya. Jadi kita telah mengalih ketahap baru dalam kehidupan Kristus, suatu masa baru, pelayanan-Nya terutama pribadi. Yesus mengajarkan mereka kebenaran yang mereka belum memahami sepenuhnya sampai sesudah kebangkitan, setelah kedatangan Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah perkataan “mulai.” Nah bagian ini menunjukkan ada diskusi serangkaian kejadian. Jadi di ayat 21 ini bukan satu kejadian saja, namun suatu aliran informasi yang menyebabkan akhirnya ada reaksi dari Petrus. Petrus telah memikirkan hal ini, dan mungkin dia telah mendapat kesepakatan dari murid- murid lain. Jadi ini datang sebagai godaan Iblis yang telah direncanakan terlebih dahulu, disampaikan untuk mengalihkan-Nya dari rencana ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus sebenarnya menawarkan rencana manusia sebagai pengganti rencana Allah. Sekarang perhatikanlah kata “harus” di ayat 21, “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem.” Nah ini suatu keharusan ilahi. Ini suatu keharusan yang lebih tua daripada keadaan dimana kita mendengarnya. Ini adalah rencana Allah yang dimulai sebelum dunia dijadikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus harus mati karena semua manusia berdosa dan dosa mereka harus ditebus. Dan karena persyaratan ilahi ini, yaitu tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan, manusia memerlukan adanya kematian dan Allah menuntut suatu kematian. Dan hanya Allah yang tanpa batas sanggup menebus banyak orang oleh kematian-Nya. Dan janji-janji para nabi telah menubuatkan bahwa Mesias akan mati. Allah dengan rencana yang telah ditentukan dan pengetahuan akan apa yang akan terjadi telah melakukan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi semua hal, yaitu dosa manusia, tuntutan untuk pengorbanan, perintah ilahi dan janji kenabian semua bergabung untuk mengatakan “Dia harus”. Manusia tidak dapat mengatakan, “Allah, lakukanlah ini menurut rencanaku.” Ini memang kedengarannya tidak masuk akal namun kita juga melakukan itu ketika kita mengeluh, “Oh Tuhan. saya tidak suka penderitaan saya alami sekarang, saya tidak suka keadaan yang ada,” dan yang lain-lain dan kita mulai berbicara kepada Allah seolah-olah rencana kita lebih baik. Ini hal yang sama seperti yang dilakukan Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah rencana ilahi mulai dengan ayat 21. Pertama, Dia harus pergi ke Yerusalem, kota pengorbanan. Dia harus menjadi domba Pelewatan, Dia harus mati kematian bagi dosa. Pada saat itu Dia masih berada di Kaisarea Filipi, kota kecil itu di bagian timurlaut Palestina. Namun sekarang Dia harus pergi ke Yerusalem. Tomas di Yohanes 11:16 mengatakan, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Dengan kata lain, mereka tahu apa yang menunggukan mereka disana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitu pusat permusuhan. Matius 15:1 menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin Yahudi yang menyebabkan masalah terbesar bagi Yesus semua berasal dari Yerusalem. Agama orang Yahudi membenci Yesus Kristus. Namun orang Yahudi tidak perlu mengejar-Nya. Yesus datang dan mempersembahkan diri-Nya karena Dia sendiri mengatakan di Yohanes 10:18, “Tidak seorangpun mengambil nyawa-Ku dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.” Dia mengatakan kepada Pilatus di Yohanes 19:11, “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yerusalem berarti “Fondasi kedamaian” dan kemudian terkenal sebagai “Kota Emas.” Ini kota yang paling terkenal di seluruh dunia. Pertama disebut di Kejadian 14:19 sebagai tempat kediaman nabi dari El Elyon, Allah Mahatinggi, hamba Yahweh bernama Melkisedek, gambaran Kristus. Dan karena Melkisedek berhubungan dengan kota itu, demikian pula nanti Anti-Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tempat yang sama itu juga adalah tempat dimana Abraham pergi untuk menpersembahkan Ishak dan menemukan binatang korban yang juga adalah gambaran Yesus Kristus yang akan menjadi korban di daerah yang sama didekat gunung Moria. Daud datang dan mengambil kota itu dan menjadikannya ibu kota Israel dan itu menjadi kota Daud di 2 Samuel 5:9. Tiga bulan kemudian dia membawa Tabut Perjanjian kesitu dan kota itu sekarang menjadi kota Allah karena Dia mendiami Tabut itu secara simbolis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salomo menamakannya standar kesempurnaan di Kidung Agung 6:4 dan dia membangun rumah Tuhan untuk Allah Mahatinggi disitu. Dan itu menjadi pusat penyembahan yang suci bagi orang Yahudi. Namun kota Yerusalem di waktu Yesus berada disana bermusushan dengan Allah. Itu bukan kota Allah lagi. Kita bahkan tidak dapat menyebutnya Yerusalem, fondasi kedamaian karena ketika Yesus lahir mereka mencoba membunuh-Nya waktu masih bayi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu Dia mulai pelayanan-Nya, pada hari perayaan Pelewatan Dia pergi ke Yerusalem, Dia mengambil cambuk di Yohanes 2, dan Dia membersihkan dan mengusir segala kejahatan dari dalam Bait Suci itu. Pada hari Pelewatan kedua Dia datang dan melanggar tradisi Sabat mereka dan mereka mencoba untuk membunuh-Nya, Yohanes 5 mengatakan. Pada hari Pelewatan ketiga dari pelayanan-Nya, Dia sengaja menghindar karena kebencian mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir tahun, Dia pergi ke perayaan Pondok Daun dan pemimpin-pemimpin di Yohanes 7 mencoba untuk menangkap-Nya dan untuk membunuh-Nya. Di Yohanes 8 Dia pergi ke Bait Suci untuk mengajar dan mereka mencoba untuk membunuh-Nya dengan batu. Dia mengajar di serambi Salomo dan Dia harus melarikan diri untuk menyelamatkan kehidupan-Nya. Dan ketika Dia balik untuk hari Pelewatan terakhir itu dan membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, Dia melakukan itu dengan mengorbankan hidup-Nya dan mereka membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yerusalem sekarang ada nama lain di Wahyu 11:8. Dengarkanlah, “Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.” Dan di 70 S.M. Allah menggunakan orang Romawi untuk menghancurkannya. Nama benar akan dikembalikan, kata Zekharia 14, ketika berkembang lagi saat Yesus kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya yang mulia dan sekali lagi itu dinamakan Yerusalem, kita emas Daud, kota Allah, fondasi damai sejahtera kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahap kedua dari rencana Allah adalah untuk menderita banyak hal dari penatua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Nah ketiga kelompok itu merupakan Sanhedrin yang terdiri dari pempimpin dan hakim seluruh Israel. Kemudian ada imam-imam kepala yang terutama terdiri dari orang Saduki dan ahli-ahli Taurat yang terutama adalah orang Farisi. Dan bersama-sama mereka adalah pengadilan sah, dan Yesus akan dihakimi oleh pemimpin-pemimpin Israel meskipun sidang itu hanya penghinaan palsu. Kota kudus dan pemimpin- pemimpinnya kedua-duanya tidak suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21 juga mengatakan bahwa Dia harus dibunuh. Perkataan disini bukan perkataan eksekusi peradilan, ini perkataan yang berarti pembunuhan. Dan Yesus mengatakan bahwa Dia akan dibunuh. Namun mereka tidak memperhatikan itu dan mereka tidak mendengar bagian ayat 21 yang mengatakan, “dan dibangkitkan pada hari ketiga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat hal-hal Allah di ayat 21. Sekarang lihatlah ayat 22 dan melihat hal-hal manusia. Petrus mulai menegur Yesus dan dia mengatakannya dengan cukup tegas. Ini karena kebanggaan, Tuhan baru saja mengatakan, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga,” dan dia mulai merasakan dirinya seperti juru bicara Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perhatikanlah apa yang dikatakan Petrus, “kiranya Allah menjauhkan hal itu!” Ini suatu ungkapan idiomatic yang berarti, “Tuhan, janganlah perbuat itu...janganlah mengorbankan diri,” kemudian dia tambahkan, “Hal itu sekali- kali takkan menimpa Engkau.” Kita tidak akan membiarkan itu terjadi. Itu tidak cocok degan rencana kita dan dia seperti seorang liberal baik yang menginginkan kerajaan tanpa adanya kayu salib.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan langsung menjawab di ayat 23, “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku.” Begitu Petrus mulai berbicara, Tuhan sudah tahu itu berasal dari mana dan Dia mengatakan, “Enyahlah Iblis.” Dia pernah mengatakan hal itu sebelumnya di Matius 4:10 ketika Iblis membawa Dia ke tempat tinggi dan mencobai-Nya, dan setelah cobaan itu berakhir, Dia mengatakan, “Enyahlah Iblis.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ingatlah bahwa orang percaya yang sama, yang bisa dipakai untuk mengabarkan Firman Allah di dalam satu ayat dapat digunakan dalam ayat berikutnya untuk mengabarkan firman Iblis! Orang percaya yang sama yang disatu sisi meninggikan rencana Allah dapat disisi lain meninggikan rencana Iblis. Orang yang sama yang memilih Allah dapat berbalik dan melawan Allah, memang Yesus sedang membicarakan kita dan berbicara kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini terdapat prinsip khusus di akhir ayat 23, dan Yesus sekarang memberikan kita suatu peraturan umum dari kejadian khusus ini dan Dia menempatkan tindakan Petrus dalam sebuah kategori dimana kita semua berada sewaktu- waktu, “sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus hanya memikirkan diri sendiri dan yang dapat dia lihat hanya adalah prosesnya dan bukan akhirnya. Yang dia inginkan adalah menghilangkan sakit sekarang; dia tidak memikirkan hasil dan nilai akhir kesakitan itu. Kita sama seperti itu juga. Kita lupa bahwa Alkitab mengatakan bahwa melalui pencobaan kita disempurnakan dan Allah sedang menggerakkan kita menuju kepada gambar Yesus Kristus. Yang kita bisa melihat adalah kesakitan sekarang dan kita berseru kepada Allah untuk melepaskan kita padahal itu malah menyempurnakan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus belajar bahwa ada kesakitan dalam proses pengudusan itu dan Anda akan kehilangan hidup Anda dalam proses itu. Namun itulah jalan kepada kemuliaan, tidak ada kemuliaan tanpa kesakitan. Jalan Tuhan adalah penderitaan, baru kemudian kemuliaan, dan suka cita, dan berkat. Petrus belajar hal itu juga. 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Allah akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Semoga kita belajar hal itu juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Dec 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131201</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Fondasi Gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:13-28" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:13-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah gereja alkitabiah? Bukan setiap tempat yang menyebut dirinya gereja adalah gereja. Jadi marilah kita belajar dari perkataan Yesus. Di Matius 16, terdapat kata “gereja” yang digunakan pertama kali. Dan Tuhan Yesus Kristus yang mulai mengatakan itu di ayat Matius 16:18, “Aku akan mendirikan gereja- Ku.” Ini gereja Dia bukan gereja kita, Dia akan mendirikannya dan Dia juga yang akan memberikan kita komponen yang diperlukan supaya gereja itu benar gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada bermacam gereja sekarang ini, bahkan ada tempat yang dinamakan gereja ateis. Jika Anda mengatakan itu kelenteng Buddha, itu jelas. Jika Anda mengatakan itu Sinagog Yahudi, itu jelas. Namun saat Anda mengatakan itu gereja namun itu tidak, itu penipuan besar. Tuhan Yesus memaparkan fondasi, ciri-ciri khusus dan tanda gereja itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus memberikan kepada kita hal-hal itu di Matius 16:13-28. Semua surat- surat Perjanjian Baru tentang gereja yang mereka tuliskan didasarkan teks khusus ini. Disini Tuhan gereja menetapkan dasar gereja. Dan saya akan memberikan kepada Anda tujuh dasar. Nomor satu: Gereja adalah perkumpulan orang-orang yang telah memberikan pengakuan yang besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 15, Yesus mengatakan kepada mereka, “Tetapi menurut Anda, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Itu pengakuan yang besar. Yesus mengatakan, “Diatas pengakuan itu Aku akan mendirikan gereja-Ku.” Mutlak pertama dalam gereja adalah pemahaman alkitabiah siapakah Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua yang lain menghasilkan gereja palsu. Dan itu tentu kepercayaan lain dan karena itu ‘anathema’, yaitu terkutuk. 2 Yohanes 1: 9-11 mengatakan, “Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. 10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. 11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja itu bukan kelompok orang-orang yang berkumpul bersama untuk mendengar pidato yang memotivasikan atau yang mencari pertolongan untuk kecanduan mereka. Ini kumpulan orang-orang yang telah memberi pengakuan besar dari hati bahwa ada Allah yang hidup yang telah menyatakan diri-Nya di dalam Anak-Nya, yang dapat memberikan kita kehidupan kekal. Kita adalah mereka yang percaya Tuhan Yesus Kristus dan yang mengaku Dia sebagai Tuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Timotius 3:15-16, “Supaya engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. 16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa- bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, dan diangkat dalam kemuliaan." Gereja benar adalah kumpulan yang menyetujui bahwa ada rahasia keilahian, dan misteri itu adalah bahwa Allah telah menjadi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada lebih banyak lagi. Gereja bukan saja dibangun berdasarkan pengakuan besar namun juga komunikasi besar. Ingatlah ayat 17, “Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Hanya ada satu cara untuk mengetahui kebenaran dari pengakuan besar itu dan itulah karena ada pernyataan ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman itulah yang menyelamatkan. Dan kita disanktifikasikan oleh Firman itu juga, Yohanes 17:17 mengatakan, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” John Calvin mengatakan jika gereja tidak memiliki doktrin yang benar, itu bukan gereja. Kemudian dia menambahkan beberapa hal, disiplin gereja dan pembaptisan dan Perjamuan Kudus. Jika ada yang hilang, itu bukan gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 18, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Ini ayat sederhana, namun ini telah menyebabkan berbagai macam kebingungan. Ini Petrus, dan dia hanya manusia biasa. Bahkan di ayat 23 Yesus berkata kepadanya, “Enyahlah Iblis.” Jadi janganlah kita terlalu meninggikannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan pelatikannya menjadi Paus. Yesus mengatakan ke Petrus, Anda tidak dapat berbuat apa-apa atau tahu apa-apa jika Bapak-Ku disurga tidak menyatakan hal itu kepadamu. Anda adalah Petrus dan atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku. Nah, petros atau Petrus berarti batu krikil, batu kecil, namun diatas batu karang, petra, fondasi batu ini, Aku akan membangun gereja-Ku. Yesus mengatakan, Anda hanya batu kecil dan Aku akan membangun gereja- Ku atas sebuah dasar batu-batu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Petrus, Anda hanya satu batu saja dan Aku akan membangun gereja-Ku atas pengakuan yang Anda ucapkan. Namun masih ada banyak pengakuan lain dan Aku akan mendirikan gereja-ku diatas pengakuan mereka juga. Firman Allah menunjukkan bahwa Rasul lain juga mengaku hal yang sama. Efesus 2:20 mengatakan bahwa gereja itu dibangun atas fondasi para Rasul dan para Nabi, mereka semua mengaku hal yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja itu tidak dibangun berdasarkan keunggulan Petrus. Itu didirikan atas pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hidup, yang kudus, Tuhan. Dan jika Petrus mengaku hal itu dan para Rasul mengaku hal itu dan Anda dan saya mengaku hal itu, Yesus akan membangun gereja-Nya. Allah menyatakan semua itu dan mereka hanya menuliskannya. Mereka menulis Perjanjian Baru berdasarkan pengakuan mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gereja dibangun berdasarkan pengakuan Allah yang besar itu yang terdapat di Alkitab. Dan gereja yang dibangun berdasarkan hal itu, alam maut tidak akan menguasainya. Gerbang neraka hanya suatu kata lain untuk kematian, jadi bahkan mautpun tidak dapat menghancurkannya. Bahkan sejarah membuktikan hal itu, semakin banyak orang gereja dibunuh, semakin besar pertumbuhan gereja itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19 menambahkan, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Mengikat dan melepaskan adalah istilah-istilah yang menerangkan pertobatan. Anda diikat dosa Anda jika Anda tidak bertobat, dan Anda dilepaskan dosa Anda jika Anda bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan, lihatlah, dengan memberitakan injil Anda melepaskan tali-tali kutukan yang mengikat kita dan memungkinkan ada pengampunan dosa dan itu disetujui surga. Namun pada saat Anda menolak injil, Anda menyebabkan ada penghakiman berat dan otoritas untuk mengikat diberikan kepada pengkhotbah-penkhotbah supaya penghinaan evangelis itu jangan dibiarkan tanpa penghukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah kita digoda hal-hal duniawi yang dicari orang, khususnya kebenaran diri dan kemunafikan yang begitu mempengaruhi kultur sekular kita. Yesus mengajar kita disini bahwa dengan cara itu kita tidak akan memperoleh iman yang menyelamatkan yang diakui pertama kali oleh Simon Petrus. Pada waktu kita mengajar dan memproklamirkan Firman Allah, Allah Bapa disurga menyatakan kebenaran dalam hati dan pikiran orang-orang dan membawa mereka kepada iman yang benar dan yang menyelamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja ada pengakuan besar dan komunikasi besar di fondasi gereja, namun ada kontras besar. Ayat 20, “Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.” Wah, kelihatannya itu malah kebalikan dari apa yang kita harapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Dia mengatakan hal itu? Pandangan mereka adalah bahwa Yesus akan datang untuk memberi kekuatan militer dan melandaskan penjajah Romawi yang dibenci dan dianggap hina. Pandangan Mesias bagi mereka adalah bahwa Dia akan memberi segala janji-janji Daud dan Abraham di dalam Perjanjian kepada orang-orang Yahudi dan memenuhi segala-galanya, memberikan mereka tanah mereka dalam kekayaan dan pemberkatan dan menghilangkan semua pengaruh orang-orang non-Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencari raja duniawi dan Yesus sama sekali tidak mau bersangkut paut dengan hal itu. Dia memperingati para murid untuk tidak menyebarkan berita bahwa Dia adalah Kristus karena pandangan mereka masih salah. Mereka masih belum mengerti apa yang Yesus akan lakukan. Dan ini merupakan kontras besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sebentar Yohanes 18. Ini percakapan diantara Yesus dan Pilatus. Para pemimpin Yahudi telah membawa Yesus ke Pilatus. Mereka ingin supaya dia menghukum mati Yesus. Di ayat 29 dia mengatakan, “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?” Apakah yang Dia perbuat? Kemudian Pilatus membawa- Nya masuk di ayat 33 dan menanyakan, “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Nah, perhatikanlah sekarang jawabannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 18:36-37, “Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." 37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang pemerintah-pemerintah duniawi melakukan atau tidak melakukan tidak relevan untuk Kerajaan keselamatan. Gereja tidak ada peran langsung untuk menyediakan suatu gaya hidup yang lebih baik untuk para pendosa. Kita tidak dipanggil untuk menciptakan kultur Kristen atau negara Kristen. Panggilan kita adalah untuk mempengaruhi dunia dan semua yang ada disekitar kita dengan Injil Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga fondasi keempat, yang bisa dinamakan penaklukan besar. Lihatlah betapa banyak informasi terdapat disini dan betapa kohesif dan kritis semuanya. Ayat 21, “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja benar terpusat kepada penaklukan yang besar, yaitu Kristus di kayu salib. Dia tidak dapat menjadi Tuhan kita dan Juruselamat kita tanpa kayu salib. Karena itu Rasul Paulus mengatakan di 1 Korintus 2:2, “aku memberitakan Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Kita tahu hal itu. Kita merayakan kayu salib secara teratur saat kita mengingat kayu salib pada Perjamuan Kudus dan menyadari bahwa dosa-dosa kita telah dibayar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat kayu salib sepanjang Firman Allah, kayu salib yang memberikan bayangan mundur atas Perjanjian Lama dan memberi bayangan maju atas Perjanjian Baru, Kita tidak dapat memahami Kekristenan tanpa kayu salib karena disitu keadilan Allah dipuaskan. Dia telah dijadikan dosa bagi kami supaya kami dijadikan benar di dalam Dia. Kayu Salib itu menggambarkan kebenaran Allah, keadilan Allah tetapi juga kasih, anugerah dan belas kasihan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor lima di daftar fondasi gereja benar adalah konflik besar. Gereja sejati secara aktif berperang melawan Iblis. Ayat 22-23, “Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus hanya ingin menyampaikan rencana B, cara yang lebih baik. Dan akibatnya dia diperlakukan seolah-olah dia adalah setan dan Yesus mengatakan, “Anda di jalan Saya, Petrus, minggir.” Ketika Anda berlawanan dengan wahyu Allah, Anda adalah batu sandungan bagi tujuan ilahi dan Anda telah ikut agenda Setan karena itulah yang dia lakukan. Anda tidak berfokus kepada kehendak ilahi namun pada kehendak dirimu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup ditengah konflik yang tidak ada berhentinya. Kita melawan setiap terjemahan palsu dari wahyu Allah. Ketika kita tahu ada orang di dalam jemaat yang kehidupannya bertentangan dengan wahyu Allah, kita harus bertindak melawan itu. Jika Anda menemukan seseorang yang gaya hidupnya penuh dosa, Yesus telah memberi tahu kita apa yang kita harus lakukan di Matius 18. Apakah itu kesalahan doktrin, suatu penolakan teologia Alkitab atau melawan tujuan ilahi untuk kekudusan di gereja, itu harus diselesaikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja tulen juga merupakan suatu kontradiksi besar. Ayat 24-26, “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang memikir bahwa gereja didirikan supaya orang-orang merasa nyaman, meningkatkan harga diri mereka, merasa mereka terhubung dengan Allah dan bahwa Allah adalah bapa manis mereka, iya apa saja keinginan Anda, apapun Anda merasa Anda perlukan, Aku disini untuk memenuhi keinginan Anda, Aku ingin menjadikan kamu hebat, Aku ingin menciptakan Anda mencapai seluruh kemampuan Anda, Aku ingin Anda berpikir positif, Aku ingin Anda menciptakan dunia Anda sendiri dan apapun ada di dalam pikiran Anda, Aku bisa memenuhi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bukan gereja. Itu sama sekali tidak bersangkut paut dengan gereja. Gereja itu ditetapkan kontradiksi besar, semua orang di dalamnya harus menyerahkan diri mereka. Ini semua tentang penyangkalan diri. Ini semua tentang memberikan hidup Anda, memikul kayu salib berarti Anda bersedia untuk mati bagi Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berada disana karena Anda ingin menaati Kristus. Anda tidak ada disana untuk menyelamatkan nyawa Anda melainkan untuk menghilangkan nyawa. Anda tidak disana untuk bergantung kepada semuanya melainkan untuk melepaskan segalanya. Yesus berkata Anda tidak layak masuk ke Kerajaan jika Anda tidak membenci diri Anda dan membenci ayah dan ibu Anda dan membenci segala harta milik Anda. Tuhan, aku menolak siapakah aku, tidak ada sesuatu yang baik di dalam diriku, saya sama seperti Paulus, pendosa terbesar. Ampunilah aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tandanya gereja tulen? Kerendahan hati, tidak mementingkan diri, hati yang patah dan penuh sesal dan bersifat penurut, lemah lembut dan tunduk. Meninggikan Kristus, berkomitmen kepada Firman, terpisah dari dunia, berpusat kepada kayu salib dan kebangkitan Yesus Kristus, selalu terlibat dalam konflik dengan dosa didalam doktrin dan kehidupan, penuh penyangkalan diri, dan ketaatan yang mengorbankan diri dan rendah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berada di dalam gereja sejati, Anda bersama dengan orang-orang yang mengharapkan penyempurnaan besar. Ayat 27, “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” Gereja tulen selalu mementingkan kemuliaan masa depan dan tidak mementingkan hari kini. Bahkan hal-hal yang kita tanggung di masa kini di tempat ini hanya perincian kecil saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:18 mengatakan, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Yakobus 1:2-4 mengatakan, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda mengapa surga begitu baik? Karena mengharapkan penyempurnaan. Kita melihat kedepan ke waktu dimana kita tidak berdosa lagi, kita tidak lagi bergumul dengan kedagingan kita. Kita menunggukan waktunya kita dapat melihat Yesus muka ke muka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini dunia yang sudah jatuh dan kita semua orang berdosa, diampuni namun jatuh. Kita melayani, dengan memberi kepada Tuhan dalam pelayanan kita dengan emas, perak dan batu permata supaya menahan uji pada akhirnya supaya diberi upah untuk melayani Tuhan lebih banyak lagi di masa depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Nov 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131117</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengaku Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000C9"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:13-17" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:13-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pasti salah satu teks yang paling penting di dalam Firman Allah. Jadi marilah kita mempertimbangkan malam ini Matius 16:13-17, “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” 14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” 16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagian Alkitab ini menggambarkan puncak, titik tertinggi dari upaya Yesus mengajar para murid. Dan ujian terakhir dari Tuhan sebenarnya memberikan mereka hanya satu pertanyaan dimana Anda lulus atau gagal. Ketika Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 15, “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?” Sebenarnya Dia menanyakan satu pertanyaan yang harus dijawab setiap orang – Siapakah Yesus Kristus? Dan berdasarkan jawaban Anda ini bergantung hidup kekal Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah puncak Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, - Siapakah Yesus Kristus? Pengakuan Petrus yang hebat ini adalah realitas Kekristenan. Selama dua tahun Tuhan kita sudah bergerak menuju ke saat itu, sambil mengajar, menegaskan menegaskan kembali, menetapkan, menetapkan kembali, membangun dan membangun kembali keyakinan mereka, komitmen mereka sampai Petrus, yang mewakili mereka semua, mengatakan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat keadaan disekitarnya dulu. Ayat 13 mengatakan, “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.” Nah perkataan Kaisarea hanya berarti Kaisar. Itu adalah suatu kota yang dinamakan Kaisar. Kota ini dinamakan Kaisarrea Filipi untuk membedakannya dari suatu kota lain disebelah barat daya Palestina. Sekarang ini sebagian dari sudut barat daya Suriah, namun pada saat itu daerah itu masih dikuasai Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daerah itu dikuasai Filipus raja Iturea, yang adalah seseorang yang baik dan sabar yang tidak mengancam Kristus dan murid-murid-Nya. Namun dia berkomitmen kepada Kaisar yang terlihat dari ganti nama kota itu menjadi Kaisarea Filipi karena dia memperluasnya dan ingin membedakannya dari kota lain itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kejadian ini tercatat di Matius, Markus dan Lukas karena ini penting sekali. Dan Markus mengatakan bahwa perbincangan ini terjadi waktu Yesus berjalan ke kampung-kampung disekitar Kaisarrea Filipi. Tuhan baru keluar dari pertemuan doa. Injil yang lain mengatakan Yesus bersama Allah Bapa, dan ditengah perjalanan mereka Dia menanyakan pertanyaan yang penting ini, “Menurut Anda siapakah Aku ini?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Matius ada pertanyaan kedua yang ditanyakan Pilatus yang adalah sambungan pertanyaan pertama, Pilatus mengatakan, “apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Pertanyaan pertama adalah: Siapakah Yesus Kristus? Pertanyaan kedua di Matius 27:22 adalah: Apakah yang harus keperbuat dengan Dia? Kedua pertanyaan itu sangat penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 16:13, “Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Istilah ‘Anak Manusia’ mengacu kepada Yesus dan itu digunakan lebih dari 80 kali di Perjanjian Baru, jadi dengan demikian ini sebutan Tuhan paling umum tentang diri-Nya dan meskipun ini pasti gelar kenabian Mesias yang diambil dari Daniel 7:13-14, Dia menggunakan nama itu sebagai tanda untuk mengidentifikasikan diri-Nya dengan kemanusiaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus telah melayani lebih dari dua tahun dan Dia telah berkhotbah, mengajar, menyembuhkan dan melakukan tanda-tanda keajaiban dan mujizat– mujizat, dan hasilnya semua itu apa? Yesus datang ke dunia untuk menyatakan diri-Nya dan sekarang adalah waktunya untuk mencari tahu apakah pikiran murid-murid-Nya. Apakah mereka benar mengerti siapakah Dia? Tidak ada yang lebih penting bagi Dia dan perluasan Kerajaan-Nya daripada pertanyaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus tidak benar-benar mencari jawaban karena Dia tahu hati mereka, jadi ini hanya pertanyaan dorongan. Dia tahu pikiran mereka tentang Dia namun Dia ingin mendengar dari mulut mereka suatu pernyataan jelas. Dia ingin suatu pernyataan kepercayaan, suatu pengakuan siapakah Dia. Inilah waktunya sekarang, semua pelajaran sudah selsesai, pelajaran sudah mencapai puncak, sekarang datanglah ujian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah konsensus masyarakat umum tentang Aku? Dan mereka menjawab di ayat 14, “Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis.” Ini terlihat di Matius 14:1-2 ketika dikatakan, “Pada masa itu sampailah berita- berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. 2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pendapat lain, lihat di ayat 14, “ada juga yang mengatakan Elia.” Elia adalah nabi yang tertinggi. Dan di Maleakhi 4:5 dikatakan, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.” Orang Yahudi percaya bahwa Elia akan dibangkitkan kembali dan ia akan datang dari surga sebelum kedatangan Mesias. Jadi ada beberapa orang yang mengatakan ini Elia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda jika Anda pergi ke perayaan Pelewatan Yahudi sekarang, Anda akan melihat di meja Pelewatan Yahudi itu sebuah kursi kosong, dan jika Anda menanyakan tuan rumah mengapa ada kursi kosong selama Pelewatan dimana tidak ada orang yang duduk disana, dia akan memberi tahu Anda bahwa kursi itu adalah untuk Elia. Orang Yahudi masih menunggukan Elia untuk datang karena ketika ia duduk Mesias tidak lama kemudian akan datang berdasarkan Maleakhi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah juga di ayat 14 ada orang lain yang mengatakan Yesus adalah Yeremia. Dari mana datangnya itu? Nah, ini datangnya dari Apokrifa, tulisan- tulisan non-alkitabiah diantara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di dalam Alkitab Roma Katolik. Ada dongeng bahwa Yeremia sebelum tawanan kurungan Babel di 586 SM, mengambil tabut perjanjian dan mezbah pembakaran ukupan keluar dari rumah ibadat dan menyembunyikannya di Gunung Nibo.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan legenda mengatakan bahwa sebelum Mesias datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya Yeremia akan kembali untuk mengambil tabut perjanjian dan mezbah pembakaran ukupan itu dan memulihkannya di tempat mereka sebelumnya. Jadi Yeremia tiba-tiba akan mejadi pahlawan meskipun pada waktu dia masih nabi mereka membuangnya ke dalam lubang untuk menyingkirkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terakhir ada pendapat umum diantara mereka bahwa Dia adalah salah satu nabi yang telah bangkit kembali. Jadi semuanya memiliki dua hal yang sama: pendahulu Mesias dan yang sudah bangkit dari kematian. Jadi kebangkitan itu harus ada karena dengan cara itu mereka dapat menerangkan karakternya yang supranatural. Mereka tidak pernah menyangkal mujizat-mujizat Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka tidak mau menerima bahwa Dia adalah Mesias, mereka datang sedekat mungkin tanpa sampai kepada kebenaran. Mereka sama seperti orang- orang di dunia ini sekarang yang ingin percaya hanya sebagian tentang Yesus tanpa menerima seluruh kebenaran. Pilatus mengatakan, “Dia orang tanpa salah.” Napolean mengatakan, “Saya tahu manusia dan Yesus Kristus bukan orang biasa,” Diderot mengatakan, “Tidak ada orang yang dapat melebihinya.” Strauss mengatakan, “Dia teladan agama tertinggi.” Lecky mengatakan, “Dia pola kebajikan tertinggi.” Sudah dekat...namun kurang dekat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menanyakan mereka pertanyaan yang kedua, ayat 15, “Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Disini terdapat pertanyaan yang paling penting dari semuanya. Sahabatku, Anda tidak dapat menolak pertanyaan itu. Anda ditempelkan di dinding keabadian dan Anda akan dipaksa untuk menjawab pertanyaan itu. Dan tempat akhir kekal Anda bergantung kepada jawaban yang Anda berikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah jawaban mereka? Ayat 16 mengatakan, “Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Simon Petrus adalah jurubicara mereka, benar? Setiap kali dibutuhkan pembicara, dia berbicara. Itu kelihatan dimana-mana di berbagai tempat. Dan ini bukan pendapat Petrus saja. ini Petrus yang mengumpulkan pendapat konsensus para murid dan yang berbicara untuk mereka. Yesus memanggilnya Simon Petrus, nama sahnya sehingga ini memberikan karakter resmi kepada pengakuan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah pengakuan di ayat 16, itu mutlak, tegas dan tanpa kualifikasi, “Engkau Kristus.” Engkau Mesias! Engkau yang diurapi Allah. Engkau Yang kita cari- cari, Raja kekal, Juruselamat kekal, perwujudan dan semua harapan kami dan semua keinginan kami dan dari semua janji-janji. Engkaulah satu-satunya Allah yang Engkau janjikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata – Bukankah mereka dari dulu sudah percaya itu? Iya dan tidak. Di Yohanes 1 ketika mereka pertama kali bertemu dengan Yesus, Andreas lari mendapatkan Petrus, dia mengatakan – Petrus, kita telah menemukan sang Mesias. Namun dari waktu mereka mengambil penilaian pertama mereka sudah mulai bimbang. Mengapa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya kesaksian Yohanes Pembaptis dan percaya saat mereka menyaksikan Yesus melakukan semua mujizat-mujizat-Nya. Namun kemudian, tiba-tiba penghinaan dan penolakan dan kebencian dan kepahitan mulai dan mereka mulai kuatir. Jadi ada kebingungan karena semua ini tidak berlangsung seperti mereka memikirkan itu seharusnya terjadi. Kadang-kadang mereka kuat dalam iman mereka dan kadang-kadang mereka lemah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah melihat mujizat-mujizat yang sangat luar biasa, Mereka telah mendengar ajaran-ajaran yang sangat dalam. Mereka yakin bahwa Yesus adalah Mesias walaupun pada saat Dia menuju ke kayu salib mereka mulai bergemetar sedikit. Dan di Yohanes 14 ketika Tuhan memberitahu mereka bahwa Dia akan mati dan meninggalkan mereka, mereka mulai menjadi sangat gelisah dan mereka mengatakan – Kami tidak tahu kemana Engkau akan pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat itu ketika ada pengakuan hebat itu mereka percaya Dia adalah Mesias. Dan Roh Allah menanamkan hal itu kedalam hati mereka ketika Ia datang dan membuat mereka menjadi orang-orang yang merubahkan dunia. Melalui segala pergumulan dan kebencian orang Farisi, penolakan orang-orang dan kebingungan harapan Mesias mereka, tetap mereka tiba kepada saat mereka memproklamirkan bahwa Yesus adalah Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, jawaban mereka tepat, Dia adalah Kristus. Kemudian Petrus menambahkan kepada pengakuan, “Anak Allah yang hidup,” bukan saja Anak Manusia, namun Anak Allah, dan bukan saja Allah namun Allah yang hidup, yang berlawanan dengan semua berhala yang mati. Dan saat Yesus dinamakan Anak Allah, itu berarti bahwa esensi-Nya satu dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mereka mengatakan hal itu dan mereka percaya bahwa Dia adalah Allah, Dan mungkin Anda berkata – Tetapi mengapa Fipilus mengatakan di Yohanes 8:19 – Dimanakah Bapamu? Itu karena murid-murid belum mengerti artinya Yesus juga Allah pada saat yang sama. Mereka tidak mengerti Trinitas dan sayapun tidak tahu juga. Jadi saya mengerti mengapa mereka menanyakan hal itu, namun mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 17, “Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Yesus mengatakan – Anda tidak memperoleh informasi tentang siapakah Aku dari kemanusiaan Anda, itu bukan karena kecerdasan Anda yang unggul, itu bukan karena gerak batin Anda, tidak ada sesuatupun di dalam dunia manusia yang dapat menyingkapkan ini. Hanya Roh Allah dapat menyatakan hal ini kepada Anda karena pada dasarnya kita semua masih buta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pertanyaannya adalah – bagaimana Allah Bapa telah menyatakan hal ini? Apakah yang digunakan untuk itu? Allah Bapa menyatakan Yesus Kristus adalah Mesias melalui Kristus sendiri. Dan begitupun caranya sekarang. Anda dapat menemukan siapakah Yesus Kristus hanya pada saat Anda melihat dan mendengar Yesus Kristus dan ketika Anda mengikuti apa yang Dia ajarkan. Roma 10:17 mengatakan, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah akibatnya? Apakah akan terjadi ketika Anda percaya? Matius 12:8 mengatakan, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Hari Sabat adalah pusat kehidupan orang Israel. Sabat berarti istirahat atau berhenti bekerja. Dan hari Sabat memang waktu istirahat dengan dua pikiran, nomor satu berhenti bekerja dan nomor dua, pertemuan kudus. Dengan kata lain ada ibadah dan ada istirahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Allah memberikan orang Israel sebuah catalog hari-hari Sabat. Di Imamat 23 ada tujuh macam hari Sabat. Nah konsep hari Sabat itu adalah lambang, suatu gambaran, sebuah tipe, bukan realitas. Kenyataannya adalah bahwa pada suatu hari akan ada istirahat benar-benaran untuk umat Allah. Seluruh sistim Sabat tidak ada guna lain kecuali untuk menunjukkan kita kepada Yang akan memberikan kita kekudusan dan istirahat yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Lukas 4:16-19, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu di ayat 21 Yesus memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Itulah alasannya mengapa Ia melanggar peraturan-peraturan Sabat mereka, karena Yesus, yang adalah realitas, berada disitu. Yesus adalah Tuhan seluruh sistim Sabat yang mengatur dan memerintah kehidupan mereka. Dan itulah alasannya mengapa Perjanjian Baru mengulangi setiap hukum Sepuluh Perintah kecuali – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat – itu tidak diulangi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 2:16-17, Paulus datang kepada keputusan yang sama, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Karena itu dikatakan di Ibrani 4:3, “Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian.” Dan itulah istirahat keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, sejak saya menerima Yesus Kristus yang adalah Sabat, yang adalah Yang memenuhi segala gambaran – saya ingin diisi Roh Kudus setiap hari. Saya ingin beribadah dengan Allah setiap saat dalam kehidupanku. Dan ada istirahat bagi saya. Saya tidak memerlukan satu hari seminggu untuk istirahat rohani, saya selalu beristirahat dalam Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Paulus sering memakai istilah penebusan, ada unsur Yahudi disini. Karena Allah telah membebaskan kami di dalam Kristus. Dia telah memberikan kami kebebasan. Anda tidak melanggar hari Sabat pada saat Anda bekerja pada hari Minggu. Tidak, tidak, tidak. Anda melanggar hari Sabat ketika Anda menolak Yesus Kristus dan Anda terus saja mengerjakan upaya Anda yang membenarkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi ketika Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hidup? Lihatlah ayat 17, “Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus.” Apakah arti berbahagialah? Efesus 1:3, “Allah dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Semua sumber daya ilahi yang dicurahkan Allah kepada anak-anak-Nya adalah milikmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan demikian Tuhan kita mengakui pengakuan besar para murid. Dan Dia menyetujuinya. Dan Dia berjanji untuk memberkati mereka. Dan janji itu juga berlaku bagi Anda. Jika Anda mengaku Yesus sebagai Juruselamat, Anak Allah yang hidup, dan Anda menerima Dia, Anda akan masuk ke dalam istirahat kudus kekal dan Anda akan berhenti pekerjaan Anda yang membenarkan diri dan Anda akan diberkati. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Nov 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131110</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000C9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebutaan Rohani - II]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000CA"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:5-12" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:5-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu yang lalu kita diajarkan bahwa semua orang di dunia buta terhadap realitas spiritual. Setiap orang, Kristen atau tidak, terjebak dalam kemanusiaan yang ada di dalam dunia yang buta terhadap kenyataan rohani. Kita belajar tentang orang buta yang tidak akan lihat dan sekarang kita belajar tentang orang buta yang akan dibuat melihat. Mereka adalah yang merangkul Yesus Kristus dan sekarang memiliki Dia sebagai mata, telinga dan guru kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ketika kita bertemu dengan orang buta itu yang tidak akan dapat melihat, kita menunjukkan hal-hal yang menjadi sifat karakter orang buta itu. Pada permulaan mereka bersekutu dengan kegelapan daripada terang. Mereka juga mengutuk Terang. Seluruh keinginan mereka pada saat mereka datang kepada Yesus Kristus adalah untuk menjatuhkan-Nya. Dan yang kita lihat adalah bahwa mereka malah terjerumus lebih dalam lagi kedalam kegelapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian karakteristik terakhir orang buta yang tidak akan melihat adalah bahwa dia ditinggalkan Tuhan. Tuhan mengatakan, “Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda,” dan “lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.” Jadi mereka yang buta dan yang tidak akan melihat berada dalam keadaan itu karena mereka lari dari harapan mereka yang terakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat teks kita malam ini Matius 16:5-12, “Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti. 6 Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." 7 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti." 8 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! 9 Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian? 10 Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian? 11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” 12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat kelompok yang lain yang akan dibuat melihat. Mereka sama- sama buta, karena kemanusiaan dengan sendirinya buta terhadap realitas rohani, mereka bergantung kepada penglihatan yang diberikan kepada mereka oleh Yesus yang mendampingi untuk menolong. Dan disinilah terdapat sifat karakter orang buta yang dibuat melihat; mereka mencari Terang, menerima lebih banyak Terang dan mereka diajarkan Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mempelajari mereka yang dibuat melihat mencari Terang. Lihatlah ayat 5, “Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.” Tuhan Yesus Kristus berkeliling disekitar Lautan Galilea, dan Dia terus bolak balik menyebrang lautan itu. Setelah memberi makan kepada 4000 orang ditambah perempuan dan anak-anak di Dekapolis, Dia naik kapal dan tiba kembali di Magadan, dan langsung Dia diperhadapkan orang-orang Farisi dan Saduki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia selalu diikuti murid-murid-Nya. Dikatakan disitu, “murid-murid Yesus menyeberang danau.” Disinilah terdapat tanda seseorang yang datang untuk melihat, dia mencari Terang. Murid-murid itu mengejar Terang. Sekarang mereka berdiri di persimpangan jalan; karena mereka telah dibesarkan di dalam masyarakat Yahudi dan mereka belajar untuk menghormati orang Farisi dan orang Saduki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Yesus datang, Dia adalah sebaliknya dari segala yang mereka ajarkan. Dia berbicara tentang kemerdekaan, bukan hukum; dan semua hal yang orang Saduki menyangkal, Yesus menegaskan; jadi Dia bertentangan sekali dengan mereka. Namun ketika Yesus tiba di pantai seberang, mereka sudah ada disitu; itulah tandanya orang yang akan dibuat melihat. Dia mencari Terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab penuh dengan pernyataan seperti yang ada di Yeremia 29:13 dan Amsal 8:17 yang mengatakan, “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu mencari Aku dengan segenap hati.” Jadi murid-murid ini adalah pencari. Mereka ingin mengetahui kebenaran. Yesus bukan Terang hanya untuk dilihat, Dia Terang untuk diikuti dan mereka mengikuti Terang itu terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak semua orang yang pada permulaannya tertarik kepada Terang itu setia mengikuti-Nya. Di Yohanes 6:66-68, ketika Yesus mulai berbicara tentang komitmen sejati yang dibutuhkan untuk menjadi murid: “dengan makan daging-Ku dan minum darah-Ku” dikatakan di ayat 66, “Mulai dari waktu itu banyak murid- murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” 67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?” 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan- Mu adalah perkataan hidup yang kekal.” Lihatlah mereka mengikuti Terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu mereka perlu pertolongan untuk melihat. Mazmur 119:18 mengatakan, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” Ayat 33, “Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu.” Kemudian di ayat 73, “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian.” Dengan kata lain, mereka tahu mereka tidak dapat mengerti dari diri mereka sendiri, jadi mereka mencari Terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lagi mereka murid yang ingin belajar. Mereka adalah yang ketika ditanyakan, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” menjawab, “Tidak Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang perlu kita dengar.” Jadi mereka terus ikut, bukannya mereka memiliki kemampuan bawaan untuk dapat mengerti dengan kekuatan sendiri. Ini tidak berarti mereka lebih baik atau berbeda dari pada yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, penting untuk diperhatikan bahwa murid-murid itu memang perlu pertolongan untuk percaya dan mengerti. Yesus memberikan mereka pidato “Hai kamu yang kurang percaya,” berkali-kali. Mereka perlu pertolongan untuk melihat secara rohani, mereka tidak dapat mengerti hal-hal yang dikatakan Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba kembalilah sebentar ke Matius 13, dan di ayat 9, Tuhan telah memberikan perumpamaan penabur dan benih dan tanah; dan tentu Dia mengakhiri perumpamaan itu dengan berkata, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Dengan kata lain, “Jika Anda memiliki kapasitas untuk mendengar secara rohani, dengarkanlah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10, “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada Yesus: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Mengapa Engkau menggunakan perkataan terselubung, hal-hal yang tidak jelas di permukaan? Kemudian Dia menjawab di ayat 11, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di Matius 13:15, Yesus berkata, “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ayat 16-17 mengatakan, “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Dan tahukah apa yang luar biasa tentang hal itu? Mereka sendiri tidak mengerti perumpamaan itu lebih baik daripada orang-orang Farisi atau orang lain yang ada disitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun intinya ada di ayat 18, Yesus berkata, “Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu,” dan Dia menjelaskan semuanya kepada mereka. Jadi perbedaannya diantara orang buta yang tidak akan melihat dan orang buta yang dibuat melihat adalah bukan karena orang buta yang dibuat melihat tiba-tiba mendapat kemampuan bawaan untuk melihat dalam kemanusiaan mereka. Perbedaannya adalah bahwa Tuhan mengajar mereka yang menjadi milik-Nya. Itulah perbedaannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada doktrin penerangan besar. Jika Anda, yang mengenal Yesus Kristus, membaca Firman Allah, Anda bukan saja memiliki Alkitab, namun Anda juga ada Roh Kudus yang tinggal di dalam Anda yang menerangkan Firman itu. Lihatlah, ketika murid-murid itu ada di dunia, Yesus mengajar mereka. Dan setelah Ia diangkat, Roh Kudus meneruskan ajaran itu. Kita semua buta namun mereka yang dibuat melihat terus diajarkan Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Tuhan mengantisipasi meninggalkan mereka, Dia ingin mengajarkan mereka banyak, jadi Dia mengajarkan mereka setelah Dia bangkit karena Dia berada disana selama empat puluh hari. Kisah Pasa Rasul 1:1-3 mengatakan, “Yesus mulai melakukan dan mengajarkan selama empat puluh hari. Ia berulang-ulang kali berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Yesus mengumpulkan mereka di Yohanes 14:26 Dia mengatakan Saya akan pergi, “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Dengan kata lain Yesus mengatakan, “Ketika saya pergi Allah Bapa akan mengirim Dia dan proses itu akan berlangsung terus menerus tanpa berhenti,” benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah ini janji yang besar sekali. Dan janji ini diberikan hanya kepada yang mencari Terang, supaya ia diberi lebih banyak Terang, karena, bukan saja dia diberikan Firman Allah, namun dia akan diberikan Roh Allah yang tinggal di dalamnya untuk mengajarkan semua hal rohani dari Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenyataannya adalah bahwa Roh Allah sedang bekerja dan sedang menerangkan segalanya di dalam setiap hati kita karena Dialah guru diri kami. Karena itu 1Yohanes 2:27 mengatakan, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu-- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Korintus 2:4 Paulus mengatakan, “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.” Dengan kata lain, ketika Anda mendengar dia berbicara, itu bukan hikmat manusia yang Anda dengar. Itulah Firman Allah dan kuasa Roh Kudus yang datang kepadamu. Jadi Allah berbicara dengan kita melalui suara jurubicara-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di 1 Tesalonika 1:5, “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus.” Jadi kita diajarkan oleh guru-guru yang telah dikuatkan Roh-Nya untuk mengajar dan dengan Guru Kebenaran yang tinggal didalam kita, dan dengan cara itu kita dibawa kepada pengertian yang lebih dalam dan Terang yang lebih besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang mari kita melihat bagaimana Tuhan memakai kesempatan ini untuk mengajarkan murid-murid ini kebenaran yang lebih besar. Ayat 5, mereka lupa membawa roti. Ini penting, karena tidak gampang di padang gurun mencari sesuatu untuk dimakan, jadi mereka harus ada rencana untuk itu dan mereka lupa. Saat mereka tiba di tepi pantai lain, Markus 8:14, ayat komparatif mengatakan, “mereka mencari dan hanya ada satu roti saja,” dan itu sama dengan satu kueh kecil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita dapat belajar salah satu pelajaran terbesar dalam pemuridan. Tuhan menggunakan setiap keadaan sukar sebagai suatu kesempatan ilahi untuk mengajar kebenaran. Anda benar-benar membangun seseorang menjadi dewasa dengan mendampingi mereka dan menterjemahkan kehidupan dalam hal makna spritualnya. Ini mengambil pergumulan dan kekuatiran dan keadaan-keadaan hidup dan menjelaskannya di tahap ilahinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, “Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Dia mengatakan kepada mereka, “Lihatlah, janganlah menguatirkan roti fisik. Tapi waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan orang Saduki.” dengan kata lain, “Lihatlah semua ini dari sudut rohani.” Kristus sekarang terpisah dari kayu salib hanya beberapa bulan saja, dan Dia ingin supaya mereka memikir secara spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah leaven adalah ragi. Jadi ragi itu berarti pengaruh, sesuatu dari masa lalu yang dipakai sekarang. Karena itu, ketika Israel meninggalkan Mesir, mereka tidak diperbolehkan untuk membawa roti beragi. Allah mengatakan kepada mereka, “Janganlah bawa sesuatu dari Mesir dan janganlah itu dibawa masuk kedalam cara hidup Anda yang baru. Sebagian besar itu berarti pengaruh buruk, meskipun dalam beberapa kasus itu bisa berarti pengaruh baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah ragi orang Farisi? Nah Lukas 12:1 mengatakan kepada kita, “Ragi orang Farisi adalah kemunafikan.” Itu adalah agama palsu, mementingkan hal luar, legalisme, ritualisme dan tata-cara. Semuanya berada disebelah luar, tidak ada sesuatu di dalam hati. Dan berhati-hatilah ragi Herodes, ditambahkan Markus, yang adalah ambisi, materialisme dan sekulerisme.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, apakah reaksi mereka? Ayat 7, “Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain.” Mereka mengatakan, “kita pikir Dia mengatakan itu karena kita tidak ada roti.” Jadi Dia mengajarkan mereka begini di ayat 8-10, “Hai orang-orang yang kurang percaya. Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? 9 Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian? 10 Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia mengatakan, “Apakah kamu sudah lupa bahwa jika ini masalah roti fisik, Saya dapat menyelesaikan hal itu? Mengapa kalian masih mengingat hal itu? Jadi di ayat 11, Dia mengatakan, “Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada pokok berikutnya tentang seseorang yang buta tetapi yang dibuat melihat, dan pokok itu adalah bahwa ia diajarkan Tuhan. Lihatlah betapa sabarnya Yesus dengan mereka, Dia benar-benar mengajarkan mereka. Dia langsung kembali dan mengajarkan mereka pelajaran yang sama. Ayat 11 meneruskan, “Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Fokuslah kepada dimensi rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu orang Kristen harus membaca Firman Allah secara teratur, bikinlah ini menjadi kebiasaan. Mengapa? Karena waktu Anda membacanya, Roh Kudus mengajarkan kamu; dan waktu Anda diajarkan Dia mengangkat Anda keluar dari dimensi fisik, dimana Anda mulai bersikap serius dengan Allah. Dan setelah Anda diajarkan Tuhan dengan sabar, sama seperti Dia memperlakukan kita, terang mulai terbit dan Anda mulai mengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, “Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.” Jauhkanlah dirimu dari doktrin palsu. Yudas 1:23 mengatakan, “selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Korintus 2: 9, “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Kita semua buta, kita tidak dapat melihatnya. Kita tidak bisa tahu hal itu secara internal dan secara intuitif dan subyektif. Kenyataan spiritual tidak tersedia bagi persepsi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah ayat 10, “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” bukankah itu hebat? Bahkan hal-hal dalam dari Allah dinyatakan oleh Roh kepada kita. Jadi ayat 12 mengatakan, “Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudari, sekarang Anda sebagai orang percaya memiliki dalam hidup Anda Guru Kebenaran yang tinggal di dalam Anda yaitu Roh Kudus. Dan selagi Anda membuka Alkitab dan Roh Kudus mengajarkan Anda, Anda akan menemukan diri Anda terjun kedalam hal-hal dalam yang tersembunyi dalam Allah. Kita tidak tahu apa-apa, kita yang buta total sekarang dapat mulai mengalami sedikit dari siapakah Allah. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Nov 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131103</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000CA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebutaan Rohani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000CB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:1-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah dasar bagian Injil Matius ini adalah subjek kebutaan rohani. Apakah Anda tahu bahwa setiap tahun ongkos pemeliharaan mata di US adalah $10 billion? Tujuh persen dari populasi kita buta secara hukum, namun statistik yang paling menakjubkan adalah bahwa 100 persen dari jumlah penduduk kita ini buta rohani total.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dan saya juga tidak dapat melihat, kecuali ada karya Roh Allah dalam memberi penerangan, karena, meskipun kita telah ditebus, di dalam kemanusiaan kita tidak ada kapasitas untuk mengetahui hal-hal itu. Bahkan kemanusiaan yang telah ditebuspun tidak mampu melihatnya. Ini semua hasil karya penerangan Roh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang buta terhadap realitas dunia rohani ini dibagi dalam dua kelompok. Ada yang buta yang tidak pernah akan melihatnya, dan ada yang buta yang akan diberi kemampuan untuk melihatnya; dan di dalam bagian teks ini terdapat kedua macam kelompok. Dan perbedaannya diantara kedua itu adalah apa yang dilakukan orang dengan Yesus Kristus. Jika Anda mengikuti Yesus Kristus dan percaya kepada-Nya, Dia akan membuat Anda melihat. Jika Anda menolak-Nya, Anda akan menjalani kehidupan dan keabadian secara buta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 1:5-10 kita membaca, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan Terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang Terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di Roma 1:21 dikatakan, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” 1 Korintus 2:14 mengatakan, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes mengatakan, “manusia itu buta.” Paulus mengatakan, “Manusia itu buta. Mereka tidak dapat melihat.” Di Efesus 4:17-18 Paulus mengatakan, “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.” Jadi manusia tidak dapat melihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 82:5 mengatakan, “Dalam kegelapan mereka berjalan.” Mazmur 115:5 mengatakan, “mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.” Di Keluaran 5:2 Firaun mengatakan, “Siapakah Tuhan itu? Tidak kenal aku Tuhan itu.” Tentu saja dia tidak mengenal, tidak ada seorangpun yang dapat melakukan itu dengan sendirinya! Amsal 4:19 mengatakan, “Jalan orang fasik itu seperti kegelapan.” Dan Yesaya 42:18 mengatakan, “lihatlah, hai orang-orang buta.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan ada tiga hal yang mempengaruhi kebutaan rohani total ini. Nomor satu adalah dosa. Kita buta karena dosa telah membutakan kita. Sering sekali dalam Alkitab dosa sejajar dengan kegelapan, dan Alkitab mengatakan bahwa kita berjalan di dalam kegelapan. Dan dikatakan di Yohanes 3:19 bahwa, “manusia menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat “</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengaruh kebutaan kedua adalah Iblis. 2 Korintus 4:3-4 mengatakan, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” Jadi ada kebutaan terpengaruh dosa ditambah kebutaan terpengaruh Iblis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, ada kebutaan karena penghakiman Allah yang berdaulat. Lukas 19:42 mengatakan, “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!” Dengan kata lain, jika Yerusalem dapat bangun untuk melihat siapakah ada ditengah mereka, “tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.” Kemudian dikatakan di ayat 44, “engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.” Kamu tidak bangun kepada Cahaya ketika cahaya ada disini, dan sekarang Saya menegaskan kamu dalam kebutaanmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kebanyakan orang hanya mengalami dunia seolah-olah dunia ini saja yang pernah ada. Itu saja yang ada adalah persepsi dunia disekitar mereka; dan mereka melalaikan realitas dimensi spiritual. Sekarang orang-orang buta ini jatuh kedalam dua kategori, yang buta yang tidak pernah mampu melihat dan yang buta yang akan dibuat melihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 13, Tuhan menggambarkan zaman ini dan mengatakan, “Disini ada perumpamaan yang menerangkan sifat zaman misteri ini.” Dan Dia memberikan kita tujuh perumpamaan. Nah, perumpamaan-perumpamaan itu mengajarkan bahwa inilah waktunya ada campuran kepercayaan dan ketidakpercayaan. Dan inilah karakternya zaman ini, dan terus terang ya, yang ada terutama adalah penolakan, namun ada juga beberapa orang yang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang kita tiba kepada ilustrasi yang terakhir yang menolong kita untuk mengerti zaman ini. Sekali lagi kita melihat karakter orang-orang yang menolak dan kemudian kita akan melihat sekilas murid-murid yang menggambarkan bagi kita tanah yang subur yang menerima dan percaya Firman. Dan ini kali terakhir Dia masih mengundang orang-orang Farisi dan Saduki. Mulai dari sekarang saat Dia bertemu lagi dengan mereka, hanya ada penghukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebutaan karena dosa dan kebutaan pengaruh setan disini menjadi kebutaan berdaulat. Jadi Dia berpaling dari mereka yang pada akhirnya menolak-Nya. Dia memusatkan diri-Nya kepada milik-Nya dan prioritas pelayanan-Nya bukan lagi kepada orang banyak, tidak lagi ingin meyakinkan orang skeptis, namun mengajarkan dan memuridkan milik-Nya supaya mereka siap untuk tugas yang diberikan mereka ketika Dia pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat dulu malam ini kepada mereka yang buta yang tidak pernah akan melihat. Matius 16:1-4, “Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. 2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. 4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat orang-orang yang menolak lagi. Mereka secara pribadi dibutakan oleh dosa mereka sendiri, dibutakan oleh Iblis dan sekarang mereka dibutakan secara berdaulat oleh Allah. Nah, latar belakang perlu perhatian. Ayat 1 mengatakan, “datanglah orang-orang Farisi dan Saduki.” Dimanakah Yesus sekarang? Di Matius 15: 39 dikatakan, “Dia bertolak ke daerah Magadan.” Dan saatnya Dia keluar dari perahu, Dia berada kembali di daerah Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang luar biasa adalah bahwa orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki bahkan dapat melakukan sesuatu bersama. Mereka saling membenci. Orang Farisi percaya ada kebangkitan namun orang Saduki tidak percaya hal itu. Mereka tidak percaya ada malaikat, tidak percaya ada Roh Kudus dan tidak percaya kekekalan. Mereka adalah orang teologia liberal dan orang Farisi adalah orang teologia konservatif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi percaya bahwa ada penafsiran literal dari hukum. Mereka juga percaya tradisi. Seluruh Talmud dengan segala peraturan yang telah diturunkan generasi, mereka percaya sama kuasanya dengan Firman Allah yang tertulis. Disisi lain, orang Saduki tidak menerima tradisi leluhur, tradisi pendeta Yahudi. Mereka hanya menerima Firman, namun mereka tidak percaya itu secara harfiah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang Farisi kebanyakan orang biasa saja sedangkan orang Saduki termasuk golongan bangsawan. Ada juga faktor lain, orang Farisi adalah keturunan orang-orang yang dikenal sebagai orang Yahudi Hasid. Ini kelompok Yahudi di Periode Makabe diantara Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, yang saleh dan suci; dan mereka benci pengaruh kultur orang-orang non-Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain, orang Saduki senang berbaur dengan kultur politik orang non-Yahudi. Bahkan, salah satu anak perempuan mereka menikah dengan Herodes, dan mereka bahkan bercampur dengan orang-orang Herodian. Mereka orang kompromis dan politisi. Jadi orang Farisi bergabung dengan orang Saduki; orang buta menuntun orang buta. Keduanya percaya mereka diselamatkan oleh pekerjaan, pembenaran diri, dan mereka bersama-sama datang untuk menyerang Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karakteristik kedua adalah bahwa mereka mengutuk Terang. Matius 16:1 mengatakan bahwa mereka datang untuk mencobai Yesus, dengan harapan Dia akan jatuh. Mereka berusaha untuk mendeskreditkan Dia didepan umum. Mereka mencoba supaya Dia kelihatannya buruk didepan orang dan mereka ingin supaya Dia menunjukkan tanda dari Surga bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sendiri adalah tanda dari surga, dari manakah mereka pikir Dia mendapat makanan begitu banyak ketika memberi makanan kepada 50.000 orang pada kedua pemberian makanan itu? Dan dari mana datangnya anggota tubuh yang Dia pasang kembali, dan mata yang hilang dan kehidupan yang Dia berikan kembali kepada mereka yang sudah mati? Tidak, keinginan mereka hanyalah untuk mengutuk Terang Dunia, itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi memiliki takhyul bahwa setan mampu melakukan mujizat duniawi, namun hanya Allah saja dapat melakukan mujizat surgawi. Jadi mereka mengatakan di Matius 12, “Hai, apa yang Anda lakukan hanya dilakukan dengan kuasa Beelzebul.” Jadi sekarang mereka mengatakan, “Cobalah melakukan mujizat surgawi,” dan mereka seolah-olah dapat mengatakan, “Yoshua memberhentikan bulan dan matahari. Elia menyebabkan api keluar dari langit. Cobalah melakukan suatu tanda seperti itu dari Surga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menunjukkan bahwa mereka telah menolak setiap mujizat yang Yesus telah perbuat untuk membuktikan Dia adalah Mesias. Bahkan Nikodemus yang jauh lebih pintar dan jauh lebih saleh mengatakan di Yohanes 3:2, “kami tahu, bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Jadi mereka mengabaikan semua itu. Tentu saja mereka tidak sanggup mengerti hal-hal spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sama seperti dengan Firaun. Allah terus mempertunjukkan kuasa-Nya kepada Firaun dan Firaun terus saja mengeraskan hatinya. Dia tidak mau mengaku ada tanda-tanda; dan akhirnya Allah menghancurkan seluruh Kerajaan. Voltaire, ateis Perancis, menyimpulkannya ketika dia mengatakan, dan saya kutip, “Meskipun ada mujizat di tengah pasar dihadapan ribuan saksi-saksi, saya lebih cenderung untuk tidak percaya indra saya dari pada mengakui ada mujizat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah itu orang yang buta dan yang tidak pernah akan melihat. Woody Allen mengatakan, “Saya mau percaya jika Allah memberikan aku suatu tanda jelas saja, seperti memasukkan deposit besar dalam namaku di bank Swiss.” Itu mengejek Allah, benar? Lihatlah, kritikus Alkitab liberal hanya ingin menyangkal kebenaran Allah. Mereka lebih suka lari kepada kecerdasan manusia, kepada rasionalisme, kepada skeptisisme, kepada ego mereka sendiri dan yang mereka tunjukkan hanyalah bahwa mereka mencari kegelapan daripada terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah jawaban Tuhan di ayat 2-3, “Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Hai orang munafik! Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab-Nya seperti ini, “Kepekaan Anda terhadap cuaca itu aneh karena kamu tidak peka terhadap hal-hal berhubungan dengan Kerajaan Allah. Kamu mengatakan kalian ahli-ahli teologia, namun Anda jauh lebih pintar mengenai hal cuaca daripada hal teologia.” Mereka bisa melihat hal-hal fisik, namun hal spiritual tidak bisa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ahli agama, ahli dalam gerakan Allah di dalam Kerasjaan, namun Yesus mengatakan, “Kalian tidak tahu apa-apa. Bahkan kalian tidak tahu apa yang sekarang terjadi. Anda tidak mengenal Yohanes Pembaptis. Anda tidak mengenal Mesias. Anda tidak tahu apakah artinya mujizat, Anda tidak tahu artinya ajaran Aku, Anda salah tangkap semuanya.” Di Matius 23 Yesus menamakan mereka, “pemimpin buta.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini penghukuman bagi mereka yang menolak Firman Allah dan menamakan diri mereka pemimpin rohani dan memanggil diri mereka orang teologia. Mereka tidak tahu waktunya sekarang. Mereka tidak melihat Kerajaan Allah. Mereka tidak dapat membaca realitas. Dunia kita penuh dengan orang-orang seperti itu. Mereka dapat mengajarkan banyak hal kecuali apa yang paling penting, yaitu mengenai Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tanda dimana-mana bahwa Yesus akan kembali. Murid-murid di Matius 24:3 mengatakan kepada-Nya, “Tuhan, apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Dan Dia mengatakan kepada mereka di ayat 6, “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang.” Kita melihat hal itu. Ayat 7, “Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” Kita ada masalah kelaparan dunia sekarang dan gempa bumi semakin banyak,” kemudian Dia teruskan di ayat 11, “Banyak nabi palsu akan muncul,” dan ternyata dunia ini penuh dengan guru-guru palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yehezkiel mengatakan bahwa dekat akhir zaman Allah akan memulihkan umat- Nya Israel. Dan sekarang Israel telah menjadi negara. Dan Alkitab mengatakan bahwa dunia akan disatukan. Mereka semua akan datang menjadi kesatuan spiritual yang besar. Dan pada akhir zaman, antikristus akan mengisi peran pemimpin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan di 2 Tesalonika 2, “Kedurhakaan akan semakin bertumbuh,” dan kita melihat itu di masyarakat kita. 1 Timotius 4:1 mengatakan, “semakin banyak roh-roh penyesat dan ajaran-ajaran setan,” dan juga di 2 Petrus 2 dikatakan akan ada kemurtadan, penyangkalan iman, penyangkalan Tuhan dan penyangkalan Kedatangan Kedua kalinya. Semua itu sedang terjadi di masa hidup sekarang. Inilah akhir zaman, dan saya harap Anda melihat tanda-tanda akhir zaman ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang buta yang tidak pernah akan melihat akan ditinggalkan Allah. Matius 16:4, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.” Pokoknya Allah tidak akan mencoba untuk menginsafkan hati yang menginginkan kegelapan, yang mengutuk Terang, dan yang terjerumus semakin mendalam ke dalam lobang. Bukan kepada hati seperti itu Allah akan merespon.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tanda nabi Yunus? Di Matius 12:40-41 Yesus mengatakan, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. 41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih besar dari pada Yunus!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda satu-satunya yang Anda akan melihat adalah tanda kebangkitan. Namun generasi Yunus itu lebih baik dari pada Anda, karena generasi Yunus bertobat, dan Anda tidak mau. Bahkan, pemimpin rohani yang sama ketika mereka tahu ada kebangkitan, mereka mengambil uang dan menyuap para prajurit untuk tidak mengatakan apa-apa tentang kebangkitan-Nya. Begitulah caranya mereka mengutuk Terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah terjadi akhirnya? Akhir ayat 4 mengatakan, “Yesus meninggalkan mereka dan pergi.” Ketika Allah meninggalkan seseorang, itulah tindakan paling keras, dan itu terjadi terhadap orang-orang yang buta, yang mengutuk si Terang dan terjerumus lebih dalam lagi. Jika Anda tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, selalu ada bahaya Allah akan meninggalkan Anda kepada kegelapan Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Oct 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131027</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000CB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebesaran di Kerajaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000CC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+20:20-28" target="_blank" class="imCssLink">Matius 20:20-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup dalam generasi yang sangat bangga dan egois. Ini bukan sesuatu yang baru, di zaman Alkitab, khususnya di kekaisaran Rum, kebanggaan dianggap sebagai kebajikan dan kerendahan hati sebagai kelemahan. Namun ketika orang semua hanya mementingkan diri, maka akibatnya adalah kehancuran semua hubungan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tahu bahwa materialisme dalam dunia bisnis didasarkan kebanggaan, promosi diri dan motivasi kesuksesan, pembangunan diri, mencari lebih banyak kekayaan dan lebih banyak penghargaan diri. Semuanya dibangun atas mendorong diri sekuat mungkin dan ambisi untuk sukses duniawi. Anda selalu berpikir: Saya layak mendapatkan lebih dari apa yang saya dapatkan sekarang dan itu berlangsung terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Alkitab membicarakan kebanggaan dengan jelas. “Hati yang sombong adalah dosa,” dikatakan di Amsal 21:4. “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan,” tertulis di Amsal 16:5. “Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan, kesombongan dan kecongkakan,” dikatakan di Amsal 8:13. Bahkan kebanggaan di Roma 1:30 adalah tanda orang yang pikirannya terkutuk. Dan 1 Timotius 3:6 mengatakan, “kebanggaan datang dari Iblis.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Alkitab mengatakan di Yakobus 4 bahwa “Allah menentang orang yang congkak.” Yesaya 23:9 mengatakan bahwa Tuhan menghina semua orang yang sombong. Di Keluaran 18:11, orang sombong akan ditaklukan. Mazmur 18:27 mengatakan, orang congkak akan direndahkan. Mereka akan dihina, kata Daniel 4:37. Mereka akan dicerai-beraikan, kata Lukas 1:51. Mereka akan dihukum, kata Maleakhi 4:1.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, kerendahan hati ditinggikan sebagai kebajikan di Alkitab. Dan kita juga perlu mengerti dan melakukan hal itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Mikha 6:8 mengatakan, “Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai belas kasihan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” Mazmur 138:6 mengatakan, “Meskipun Tuhan itu tinggi, namun Ia menghargai orang yang hina.” Mazmur 10:17 mengatakan, “Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya Tuhan.” Allah meninggikan kerendahan hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pelajaran penghormatan melalui kerendahan hati, dan kemuliaan melalui penderitaan, kita semua harus belajar dan itu termasuk para murid. Inilah intinya teks kita pagi ini di Matius 20:20-28. Murid-murid ingin mempromosikan diri, ingin menjadi orang spesial, ingin diakui dan dihormati. Dan Tuhan ingin mengoreksi hal itu. Sayangnya ajaran Yesus itu jauh lebih baik dari pada cara mereka mempelajari hal itu. Bahkan Dia perlu mengulangi pelajaran yang sama beberapa hari kemudian setelah mengajarkannya disini waktu sedang menuju ke Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ingatlah bahwa murid-murid itu telah meninggalkan semua milik mereka dan mengikuti Yesus. Namun mereka percaya bahwa apapun yang mereka meninggalkan akan dikembalikan berlipat ganda ketika Dia mendirikan Kerajaan-Nya. Jadi mereka sedang menunggukan waktunya kedatangan Kerajaan Yesus dan waktu Dia akan mengembalikan kepada mereka seratus kali lipat apa yang mereka telah tinggalkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan bahkan menguatkan janji itu di Matius 19:28-29, “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini menambahkan kepada kecenderungan materialistis mereka. Itu bukan maksudnya, namun hanya itulah yang mereka dengar. Ketika Yesus membicarakan penderitaan, mereka tidak menangkap hal itu, itu masuk telinga satu dan keluar telinga lain. Dan Yesus baru selesai memberikan deskripsi luas tentang kematian-Nya di ayat 17 sampai 19. Dia sudah membicarakan itu di bab 16 dan 17, dan sekarang di Matius 20 Dia mengulangi lagi untuk ketiga kalinya bahwa Dia harus pergi ke Yerusalem untuk menderita dan mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, ada Kerajaan, namun cara masuk ke Kerajaan itu adalah melalui penderitaan. Kerendahan hati mendahului kehormatan, seperti dikatakan di Amsal 15:33. Dan Yesus juga telah memberitahu mereka di Matius 10 bahwa jika Anda tidak rela kehilangan nyawa, janganlah mengikuti Dia. Kemudian di bab 16, Dia sekali lagi mengatakan untuk memikul salibnya dan mengikuti-Nya dan itu berarti kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mementingkan kerendahan hati di Matius 18:4 ketika Ia berkata, “barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Dan Ia mencoba menyampaikan pesan itu kepada orang muda di Matius 19:21, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Namun orang itu menolaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 19:27 Petrus masih menanyakan, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Dan sekarang 2000 tahun kemudian kita masih memiliki egoisme yang sama seperti yang dimiliki para murid. Yesus masih membicarakan penderitaan. Dia masih mengatakan, “Pikullah salibmu.” Dia tetap mengatakan kerendahan hati mendahului kemuliaan. Yesus masih minta kita untuk menyerahkan segala harta milik kita untuk melakukan keinginan Yesus tidak peduli biayanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sekarang melihat anugerah sebagai makanan gratis. Mereka memandang kasih karunia itu seolah-olah itu tiket gratis ke gudang ilahi dimana mereka dapat mengambil apa juga yang mereka ingini. Mereka pikir bahwa keinginan Allah seluruhnya adalah untuk memberikan mereka kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan, kebijaksanaan, kenyamanan dan kepuasan. Dan penyelesaian setiap masalah diantara manusia itu dianggap disebabkan harga diri yang terlalu rendah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita memeriksa ulang ide bahwa kerendahan hati mendahului kemuliaan. Ada dua pokok dalam teks ini, bagaimana tidak menjadi besar di ayat 20-25; dan bagaimana menjadi besar di ayat 26-28. Yesus mulai dengan empat cara duniawi untuk menjadi besar yang salah, dua dengan contoh dan dua dengan ajaran Tuhan kita. Yesus mengatakan, “Kerajaanku bukan dari dunia ini.” Jadi prinsip-prinsip dunia ini tidak akan bisa dipakai di dalam Kerajaan-Nya. Jadi marilah kita melihat cara-cara tidak menjadi besar di Kerajaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu: mainan kuasa politik. Dunia mengatakan jika Anda ingin sesuatu, itu semua bergantung kepada siapakah yang Anda kenal, benar? Anda memanipulasi orang dan keadaan untuk mencari jalan dengan mereka yang berkuasa supaya mereka menarik Anda keatas. Lihatlah mainan kuasa politik di Matius 20:20. “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan- Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 10:35-41 adalah teks komparatif, dan itu menceritakan kejadian yang sama namun ibunya tidak disebut. Yang dinamakan disitu adalah Yakobus dan Yohanes. Jadi janganlah kita ambil kesimpulan bahwa ibunya yang ingin hal itu, atau mereka hanya ikut-ikutan saja. Mereka datang bertiga. Fokus Matius adalah ibu, namun fokus Markus adalah Yakobus dan Yohanes. Permintaan itu datang dari ketiga-tiganya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan di ayat 21, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Mereka mencari kemuliaan diri, promosi dan penghargaan. Sebenarnya mereka mencari pujian orang. Mereka berani, nama mereka adalah “Anak-anak Guntur”, dan mereka berani menuntut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka datang kepada Yesus dengan mainan kuasa politik. Ibunya anak-anak Zebedee adalah adiknya Maria, ibu Yesus. Dan mereka ingin memakai hubungan keluarga itu dimana mereka adalah setengah sepupu sebagai keuntungan tersembunyi. Jadi karena ibu mereka adalah kakak adik, mereka memikir ada keuntungan. Inilah main politik dan manipulasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Markus 10 dikatakan bahwa ibu itu tidak mau menanyakan dulu keinginannya. Dia ingin supaya Yesus berjanji untuk memberikan itu sebelum Dia menanyakan pertanyaannya. Seperti kanak-kanak, pernahkan anak Anda melakukan hal seperti itu? Mereka sangat mengingini hal itu sehingga mereka mencoba Dia berjanji sesuatu yang mereka pikir Dia tidak akan melakukan itu jika Dia tahu. Tentu mereka tidak sadar bahwa Dia mahatahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun gereja masih menderita dari orang-orang yang ingin mendapat keunggulan, yang ingin mencari kedudukan tertinggi sama seperti orang Farisi dulu di tempat ibadah mereka. Selalu akan ada orang yang mementingkan diri. Namun Tuhan kita sama sekali menolak mainan kuasa politik apapun juga. Bukan begitu caranya mendapat kedudukan pemberkatan dan penghormatan di dalam Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jalan kedua yang salah untuk mendapat kehormatan ada di ayat 22-24 yang dinamakan ambisi. “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta.” Tempat kemuliaan tertinggi disediakan bagi mereka yang mengalami tempat-tempat terdalam dari penderitaan. Siapakah yang akan menerima upah tertinggi di surga? Firman Tuhan mengatakan: mereka yang untuk Yesus Kristus mengalami penderitaan paling banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang diperhadapkan dunia yang bermusuhan dan membayar terbanyak dalam hal penyangkalan diri dan dedikasi untuk tujuan-Nya, merekalah yang akan menerima kemuliaan yang besar. Jadi saat kita menderita, bukan menderita karena kesakitan atau karena kita sendiri tidak hati-hati atau karena dosa kita, namun saat kita menderita karena tujuan Injil, kita membangun warisan kemuliaan yang lebih besar di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus mengatakan, “kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Jika Anda ingin duduk disebelah Aku, Anda harus menderita penderitaan yang sama yang akan Ku-alami. Nah cawan adalah suatu lambang Perjanjian Lama yang berarti mengambil seluruhnya, mengalami semuanya. Ini mengingat Yesaya yang berbicara tentang cawan murka Allah. Kristus minum keseluruhannya, itulah cawan penderitaan yang pahit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir ayar 22, “Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat.” Itu keyakinan yang berlebihan. Jika Anda memikir Anda bisa melakukan itu dengan kekuatan sendiri, Anda akan gagal. Itu sama dengan Petrus yang mengatakan di Matius 26:33, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” Dan tahukah Anda apa yang terjadi? Sebelum ayam berkokok, dia menyangkal Tuhan tiga kali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 26:56 mengatakan, “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” Mereka tidak dapat menangani itu. Kemudian di ayat 23, Juruselamat yang selalu lemah lembut, merespon kepada mereka secara halus, Dia mengatakan, “Cawan-Ku memang akan kamu minum.” Kamu akan menyicipinya. Dan Dia tahu mereka akan setia. Kisah Para Rasul 12 mengatakan bahwa Yakobus adalah martir pertama yang dibunuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yohanespun setia dan dia menjadi martir hidup pertama, dibuang ke pulau Patmos selama sisa hidupnya. Mereka memang minum cawan itu. Mereka tidak meminumnya semua seperti yang dilakukan Yesus, namun mereka merasakan cawan yang sama. Mereka tahu persekutuan penderitaan-Nya. Mereka sanggup karena kuasa Roh Kudus. Tahukah Anda bahwa mereka tidak pernah sanggup melakukan itu kecuali sesudah Roh Kudus datang yang mengisi mereka dengan kekuatan rohani internal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat apa yang dikatakan di ayat 24, “Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.” Itu bukan karena mereka saleh, mereka marah karena Yakobus dan Yohanes melakukan itu sebelum mereka bisa melakukan itu. Bacalah Lukas 22:24-27, mereka semua saling membantah siapakah yang terbesar diantara mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 25, “Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi.” Itulah cara manusia untuk mencari ketinggian dengan menjalankan kuasa seperti diktator. Kemudian ada cara lain mencari keunggulan dengan kontrol karismatik. Ayat 25 teruskan, “dan pembesar-pembesar menjalankan otoritasnya atas mereka,” yaitu karisma, kemampuan untuk berbicara memberikan mereka kuasa untuk merubah dan menarik orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang saat kita melihat ayat 26, patokannya berbeda. Dan Anda mendengar Yesus berkata, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu.” Apakah boleh kita ingin menjadi besar dan mencari upah? Faktanya adalah Yesus mengatakan itu baik. Matius 16:27 mengatakan, “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tidak ada salahnya untuk mencari hal itu, namun yang salah adalah ketika kita mencarinya untuk alasan keliru. Jika Anda menginginkan kebesaran berdasarkan cara Allah, Anda akan mencarinya mengikuti jalan yang telah ditentukan-Nya. Dan itulah jalan penderitaan. Jadi jika Anda mencari kemuliaan di jalan itu, dengan sendirinya cara itu melalui pencarian dengan kerendahan hati. Mengerti?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada juga yang mencari kemuliaan dengan menghindari kesakitan. Ya hanya Allah saja dapat melihat alasannya kita melakukan apa yang kita lakukan, Jadi tidak ada salahnya dengan menginginkan itu. Saya ingin memberikan keseluruhan yang ada untuk melayani Kristus. Saya ingin untuk memberikan kepada-Nya kemuliaan semaksimal mungkin. Saya ingin memenuhi berkat rohaniku. Saya ingin supaya potensi saya maksimal untuk Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah pada akhir ayat 26, Dia mengatakan, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Prinsip sederhana di Alkitab adalah Anda tidak bisa menjadi pemimpin sebelumnya Anda membuktikan Anda bisa melayani. Anda tidak bisa diberi tanggung jawab untuk memimpin sampai Anda telah menunjukkan kerendahan hati seorang hamba. Jadi orang-orang yang mau menjadi pemimpin harus datang dengan kemauan sendiri untuk melayani diantara kita, dan seandainya Allah menyetujui pelayanan Anda, Dia sendiri akan mengangkat Anda menjadi pemimpin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, kata untuk hamba disini adalah diakonos. Kita mendapat kata “diaken” dari situ. Itu perkataan untuk pekerjaan rendah. Biasanya diakonos itu dipanggil untuk membersihkan halaman belakang, untuk membuang sampah, dan untuk memberi makanan. Ini membicarakan seseorang yang pendidikannya tidak tinggi dan belum dilatih banyak, hanya seseorang yang mau melayani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 27, “Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” Kita tidak mengerti banyak tentang hal itu karena kita tidak ada budak. Namun mereka mengerti sekali. Mereka tahu apa artinya melayani dalam keadaan buruk sekali. Namun bagi mereka itu menjadi demonstrasi grafis bagaimana besarnya haruslah komitmen mereka untuk melayani satu sama lain untuk mendapat tempat kebesaran benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biaya menjadi besar adalah pelayanan yang rendah hati dan yang tidak mementingkan diri. Ini penting untuk dimengerti orang-orang di dalam pelayanan supaya mereka tidak takut tempat-tempat yang sukar dan malah mencarinya. Dan biaya kebesaran mungkin penganiayaan, mungkin kematian. Dan bagi beberapa orang jalan benar kepada kemuliaan ditandai kesendirian, ada rasa nyata terpisah dari adegan sosial. Ada biaya yang harus dibayar untuk kebesaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kelelahan juga. Keletihan adalah biayanya mendorong melampaui keadaan biasa- biasa saja. Dan kritik adalah bagian lain dari kesakitan. Anda bisa saja mengalami salahpengertian dan disalahpahami, di salahhakimi, dievaluasi salah dan dituduh salah. Dan untuk menangani hal itu tanpa pembelaan diri dan tanpa pembenaran diri, itu berarti Anda menanggung beban itu diantara Anda dan Tuhan dan mungkin seseorang yang dekat kepadamu. 2 Korintus 4:17 mengatakan, “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus Kristus telah mengalami penghinaan terbesar yang ada. Allah menjadi manusia. Yang berdaulat di alam semesta, yang berdaulat dari kekekalan datang untuk menjadi korban dosa. Itulah penghinaan terbesar dari segala-galanya. Dan karena itu Dia terbesar di dalam Kerajaan. Dia terbesar dan paling ditinggikan karena Dia paling direndahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan raja-raja menuntut untuk dilayani. Raja ini datang untuk melayani. Jadi teks ini mencapai puncak yang indah karena Tuhan Yesus bukan saja teladan kita, namun Dia adalah penebusan kita. Dia adalah tebusan kita yang membeli kita dari dosa. Kebesaran di Kerajaan, kapasitas untuk kemuliaan di Kerajaan adalah dalam proporsi langsung dengan pemberian kerendahan hati dan pelayanan yang tidak mementingkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika kehidupan rohani Anda seperti seharusnya, maka Anda akan mencari kemuliaan kekal itu dan Anda akan menginginkan itu dengan segenap hatimu yang akan menyebabkan Anda akan melayani Kristus dengan segenap hati dan akan mengambil jalan yang benar meskipun itu berarti ada kesakitan atau penderitaan yang akan membawa kemuliaan kekal itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Oct 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131020</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000CC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Belas kasihan bagi Orang Luar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000CD"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+15:29-39" target="_blank" class="imCssLink">Matius 15:29-39</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu kalimat di ayat 32 dimana dikatakan, “Lalu Yesus memanggil murid-murid- Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu.” Disini tema-nya teks ini adalah belas kasihan Kristus. Pada dasaranya ini berarti menderita bagi orang, namun kamus Inggris mengatakan arti belas kasihan adalah: Perasaan simpati dan duka disertai dengan keinginan kuat untuk mengurangi kesakitan itu dan menghapus penyebabnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Istilah Yunani pada dasarnya adalah dalam bentuk kata kerja ditambah dengan suatu kata yang berarti usus atau perut dan ini berarti bahwa Yesus merasa sakit perut memikirkan kebutuhan orang-orang yang Dia ingin menolong. Itulah sebabnya Dia bergerak di dalam dunia ini. Itulah sebabnya Dia ingin menebus orang. Itulah alasannya Dia menyembuhkan dan menghibur orang dan menyampaikan anugerah dan belas kasihan dan kasih untuk menjangkau orang-orang dan membebaskan mereka dari dosa-dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkali-kali waktu Allah berurusan dengan Israel di Perjanjian Lama, Allah mengatakan kepada umat-Nya di Keluaran 33:19 dan di Roma 9:15, “Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus adalah inkarnasi Allah, di dalam daging manusia, jadi saat kita datang kepada Matius 15:32, kita tidak heran mendengarkan Yesus berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan.” Kita telah mendengar hal itu sebelumnya. Matius 14:14 mengatakan, “maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka.” Di Matius 9:36 tertulis, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah sekarang kita melihat teks kita malam ini dari Matius 15:29-39, “Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. 30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu, orang cacat dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. 31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata- kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. 32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketika masih di ayat 29, untuk satu setengah tahun Yesus telah melayani di Galilea. Dia telah melayani daerah utara Palestinia ditengah orang-orang Yahudi dengan mujizat-mujizat dan tanda-tanda dan telah mengajar tentang Kerajaan Allah. Namun setelah waktu panjang itu penolakan itu semakin besar dan kebencian itu banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 21 seperti kita katakan terakhir, Dia pergi darisana melintasi perbatasan dan masuk kedalam daerah Tirus dan Sidon. Namun begitu Dia tiba di tanah orang non-Yahudi itu Dia bertemu dengan perempuan non-Yahudi di ayat 22-28, yang datang kepada-Nya untuk memohon penyembuhan anaknya dan yang menurut ayat 28 memiliki iman yang besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menjangkau orang-orang diluar perjanjian, Dia datang kepada domba-domba terhilang yang bukan dari rumah Israel. Dia menjangkau orang-orang non-Yahudi, dan Dia memberikan kita suatu gambaran profetis perluasan Kerajaan dalam tujuan Allah untuk mencakup yang terhilang. Tujuan Kristus datang ke Israel bukan saja bagi orang-orang Yahudi, namun itu adalah sarana untuk menjangkau seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus dalam pelayanan-Nya selama tiga tahun melakukan banyak hal yang adalah pratinjau Kerajaan. Transfigurasi di gunung ketika Dia mendemonstrasikan kemuliaan- Nya penuh adalah sekilas kecil kemuliaan yang Dia miliki ketika Dia datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Tanda Dia telah menyembuhkan semua orang menunjukkan bahwa di dalam Kerajaan Dia akan sepertinya menyembuhkan semua bangsa-bangsa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Dia telah datang dari daerah Tirus dan Sidon, bagian selatan Libanon dan Dia menuju ke arah Timur untuk datang kepada suatu tempat bernama Dekapolis di dekat pantai timur Lautan Galilea. Sekarang perhatikanlah bahwa ada waktu jeda diantara kedua kejadian pemberian makanan. Dulu di Matius 14:19 ketika Dia memberi makan kepada 5000 orang itu dikatakan, “Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di Matius 15:35 dikatakan, “Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.” Jadi apakah yang terjadi dengan rumput itu? Jawabnya, ketika 5000 orang diberi makan itu di musim semi. Sekarang sudah akhir musim panas karena banyak waktu dibutuhkan untuk berjalan melalui Tirus dan Sidon, kemudian menuju ke arah Timur sungai Jordan, kemudian berjalan lagi ke selatan di tepi pantai timur, dan sekarang turun ke daerah Dekapolis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang telah mengritik kedua pemberian makanan. Mereka memikir bahwa Matius telah bercampur fakta saat ini, dan dia mengulangi kisah yang sama dengan angka yang berbeda-beda. Namun rinciannya sangat berbeda dalam kedua kasus ini, realitas adalah bahwa pada mula-mula Kristus memberi makanan kepada orang-orang Yahudi namun Dia kemudian juga memberi makanan kepada orang-orang yang diluar Israel setelah itu. Ini pelajaran penting, sama dengan apa yang terjadi pada Hari Pentakosta dengan turunnya Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus turun kepada orang-orang Yahudi dan fenomina berbahasa lidah terjadi. Namun ketika Injil di bawa kepada orang-orang non-Yahudi di Kisah Para Rasul 10, fenomina yang sama terjadi lagi. Dan Petrus kembali kepada orang-orang Yahudi dan mengatakan, “Anda mungkin tidak akan percaya ini, namun curahan Roh Kudus yang terjadi dengan kita juga terjadi dengan orang-orang non-Yahudi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah maksud semua ini, supaya kita dapat melihat bahwa Allah memperlakukan semua orang sama. Jadi jika Tuhan kita memberi makanan kepada orang Yahudi, maka Dia menunjukkan bahwa Dia juga akan memberi makanan kepada orang non-Yahudi. Tuhan mengakhiri tiap tahap pelayanan-Nya dengan makanan. Dia mengakhiri pelayanan di Galilea dengan memberi makanan kepada 5000 orang dan Dia mengakhiri pelayanan-Nya kepada orang non-Yahudi dengan memberi makanan kepada 4000.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Dekapolis itu ada ditepi sebelah tenggara Lautan Galilea. Ini tidak jauh dari daerah yang dinamakan Gadara dimana Yesus mengusir setan-setan dari dua orang yang kerasukan dan memaksa setan-setan itu masuk kedalam kawanan babi itu. Sekarang itu bagian paling selatan Golan Heights. Dekapolis berarti sepuluh kota Yunani kecil. Mereka tidak dibawah kuasa Israel atau raja-raja mereka. Mereka orang- orang non-Yahudi yang terjepit di tengah-tengah tanah Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka seluruhnya menyembah berhala Yunani dengan patung-patung untuk Zeus, Atena, Artemis dan Herkulis dan banyak lagi dewa-dewa Yunani dan Yesus datang ketempat mereka. Namun mereka sudah tahu cukup banyak tentang Yesus. Di Matius 4:25 dikatakan, “Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan,” yang adalah Suria dan sebagainya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Yesus tiba lagi di daerah itu, ayat 30 mengatakan, “Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya,” dan kita tahu mengapa mereka datang. Meskipun itu wilayah gurun. Mungkin ini memerlukan waktu untuk semua orang itu datang, namun mereka semua datang karena mereka tahu Yesus dapat menyembuhkan semua orang yang mereka bawa, “orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah perkataan timpang atau cacat. Perkataan yang sama dipakai di Matius 18:8 dimana Tuhan kita mengatakan, “lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.” Ini artinya unik, ini mengenai seseorang yang kehilangan anggota tubuh atau bagian tubuh lain, namun Yesus menyembuhkan mereka. Jika mereka kehilangan tangan, Dia memberikan mereka tangan baru. Jika kaki mereka hilang, Dia memberikan mereka kaki baru. Jika ada yang kehilangan kuping, Dia memberikan mereka kuping baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir ayat 30 dikatakan, “Ia menyembuhkan mereka semuanya,” dan pernyataan itu sangat dalam, namun kita melewatinya tanpa perhatian. Di teks ini juga dikatakan bahwa, “orang-orang itu diletakkan mereka pada kaki Yesus.” Bayangkan 4000 pria ditambah wanita dan ribuan anak-anak, mungkin sebanyak 20000 orang, semua mengerumuni Yesus. Bayangkan betapa kacaunya keadaan itu. Pasti mereka tidak menunggu antrean.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang kehilangan tangan diberi tangan baru. Orang yang kehilangan mata diberi mata baru. Orang-orang yang belum pernah berbicara dapat berbicara dan orang yang belum pernah berjalan dapat berjalan. Dan ini terjadi bagi semua orang disitu. Akibatnya kita lihat di ayat 31, “Maka takjublah orang banyak itu.” Ini diluar imaginasi mereka. ini sangat luar biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Takjub mereka lebih besar daripada takjub orang Yahudi, karena perasaan mereka selalu dibatasi keraguan mereka. Itu selalu dibatasi kebanggaan rohani mereka dan ketergantungan mereka dengan tata cara dan tradisi mereka; dan kebutaan yang ada di masa kini di Israel sudah ada pada waktu itu disana. Namun orang-orang non-Yahudi tidak memiliki hal itu, jadi di Markus 7:37 dikatakan, “Mereka takjub dan tercengang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang benar-benar utuh. Tidak ada satu orangpun yang tidak disembuhkan dan tidak ada orang yang tidak lengkap. Dan kebesaran akibat ini datang di ayat 31, “mereka memuliakan Allah Israel.” Lihatlah, ini bukan Allah mereka. Sekali lagi ini mendukung faktanya bahwa orang-orang ini bukan orang Yahudi. Namun mereka tahu Allah berada ditengah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinya memuliakan Allah? Lihatlah Lukas 5:25, Yesus menyembuhkan orang lumpuh, “Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.” Nah kita akan belajar lebih banyak tentang hal ini ketika kita melihat ayat 26, “Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi memuliakan Allah dalam konteks ini adalah kombinasi pujian dan ketakutan. Hal positif mengatakan, “Ini tidak bisa dijelaskan, ini mujizat,” dan hal lain mengatakan, “Ini menakutkan,” karena Allah yang memiliki kuasa seperti itu juga adalah Allah yang tahu dosa di dalam hati saya, dan ada perasaan takut di hadirat-Nya, dan memang itu wajar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini berlangsung berturut-turut selama tiga hari, orang banyak itu tidak pernah berkurang. Sepanyang hari Tuhan menyembuhkan orang dan pasti mengajarkan mereka hal-hal Kerajaan, dan mengundang mereka untuk menerima-Nya. Pada malam hari mereka tidak pergi kemana-mana. Mereka berbaring di tanah dan mereka tidur; dan saat Tuhan bangun di pagi hari dengan murid-murid-Nya mereka semua masih ada disitu, dan ini berlangsung hari kedua siang dan malam dan kemudian di hari ketiga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ayat 32, “Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” Nah ini menakjubkan, tiga hari tanpa makan atau minum cukup untuk melemahkan siapapun. Disini Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya karena mereka berbeda dengan Dia yang sanggup berpuasa selama empat puluh hari siang dan malam. Disini kita mulai mengerti kasih sayang Allah yang mencakup semua orang dan tak terbatas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Belas kasihan Allah ini bahkan meluas sampai kepada kebutuhan sehari-hari untuk makanan. Karena itu Daud mengatakan, “Aku tidak pernah melihat umat Allah mengemis untuk roti.” Karena itu Yesus mengatakan di Matius 6, “lihatlah jika Allah Bapa-Ku memelihara rumput dan bunga bakung, tidakkah terlebih lagi Ia akan memelihara Anda?” Dan karena itu Tuhan kita mengatakan juga di Matius 6, “Berdoalah demikian, berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,” karena memang Allah peduli akan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ayat 32 Dia mengatakan, “Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Dan itu juga menjadi panggilan kita juga dan supaya gereja bisa menjadi seperti Kristus di dunia, kita juga harus mendemonstrasikan belas kasihan sampai ke tingkat itu, karena belas kasihan Allah tak terbatas sama seperti Dia dalam semua atribut lain-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 33, “Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” Maksud mereka di daerah gurun ini mereka jauh dari desa, tidak ada sumber daya. Penekanannya disini bukan ketidakpercayaan mereka, namun kepada kesadaran mereka bahwa tidak memiliki sumber daya. Mereka tahu Yesus sanggup, merka tidak melupakan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 34, “Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, dan Dia tidak menanyakan mereka ada berapa banyak ikan, dan mereka tahu bahwa makanan siang favorit-Nya adalah roti dan ikan, jadi mereka menambahkan ikannya ada berapa. Mereka tidak lupa, dan dikatakan disini, "Kita ada tujuh roti dan ada lagi beberapa ikan kecil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 35-36 dikatakan, “Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.” 36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah- mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya (dan Dia terus melakukan itu untuk waktu lama), lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 37 dikatakan, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.” Sekali lagi Tuhan tidak pernah berhenti dimana mereka masih lapar. Dan disitu ada 4000 pria dan ditambah itu perempuan dan anak-anak. Semua kenyang dan sisanya adalah tujuh bakul penuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat pemberian makanan pertama sisanya duabelas bakul, namun disini hanya tujuh? Mengapa ada perbedaan? Kata bakul di Matius 14:20 adalah ‘kofanass’, bakul kecil yang biasanya dipakai orang Yahudi. Namun kata untuk bakul yang dipakai disini adalah ‘spurdiss’ yaitu bakul orang non-Yahudi yang besar. Besarnya bakul itu seperti apa? Kisah 9 mengatakan bahwa bakul yang sama, ‘spurdiss’, digunakan untuk menurunkan Rasul Paulus dari tembok kota Damsjik. Teks ini berakhir di ayat 39, “Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah pelajarannya bagi kita? Sumber daya kita seringkali kecil, namun kita rela memberikan seadanya, benar? Tuhan mengatakan, “Berikanlah kepada-Ku seadanya. Memang itu tidak cukup, namun Aku akan melipatgandakan itu sampai cukup.” Kemudian Dia memenuhi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya kita sering tidak percaya hal itu. Kita pikir, Iya jika aku memberi ini, sisanya hanya sedikit bagi aku. Karena kita tidak percaya bahwa bisnis Allah adalah pengisian kembali. Jika Anda belajar bahwa Anda dapat memberikan segala sesuatu yang digerakkan Roh Kudus dan itu tidak akan mengurangi penyediaan Allah bagi Anda, Anda telah belajar banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tidak memerlukan pembantu, namun Dia menggunakan murid-murid. Saya bersyukur bahwa rencana Allah melibatkan kita dalam hal pelayanan. Dia memilih untuk menggunakan instrument manusia, dan itu mengajarkan kita bahwa Allah menciptakan dan kita harus menyampaikan. Para murid tidak menerima apapun sebelum mereka memberi semuanya kepada orang lain, kemudian baru mereka dapat mengumpulkan apa yang tersisa, inilah prinsip investasi spiritual dengan iman terhadap Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk mendapatkan sesuatu, mereka harus memberikannya kepada orang lain. Kita dipanggil untuk memberikan seluruhnya kepada orang lain, untuk memberi kekuatan kita, uang kita dan sumber daya kita kepada mereka yang membutuhkannya, dan dalam melalukan itu Allah memberikan semua itu kembali. 2 Korintus 9:6 mengatakan, “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Jadi belas kasihan kita diukur dengan pemberian kita. Apakah Anda rela memberikan semuanya untuk Yesus? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Oct 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131013</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000CD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman Besar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000CE"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+15:21-28" target="_blank" class="imCssLink">Matius 15:21-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 15:21-28, “Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan tentang perempuan ini, “Besar imanmu.” Alkitab membicarakan iman besar, iman lemah, dan juga iman kuat dan iman taat. Namun apakah sifat iman besar? Ini bukan pertama kalinya Tuhan kita mengatakan ini. Di Matius 8, seorang perwira datang kepada-Nya untuk memohon Yesus melakukan mujizat atas nama hambanya yang lumpuh. Yesus mengatakan kepadanya, “sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Dan kedua-duanya adalah orang non-Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21, “Lalu Yesus pergi dari situ,” maksudnya dari Galilea dimana Dia telah melayani cukup lama, “dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.” Tekanan semakin tinggi, pelayanan-Nya begitu besar sampai semua orang tahu tentang hal itu. Dan permusuhan semakin naik dari orang-orang yang ingin memaksa Dia menjadi raja dan orang-orang Farisi ingin membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dari hiruk-pikuk Galilea, Dia pergi ke utara, ke daerah Tirus dan Sidon. Dia keluar dari wilayah hukum politik dan agama pemimpin-pemimpin Israel. Perjalanan itu mungkin sejauh 70 kilometer melalui jalan-jalan gunung yang kasar. Dan cuacanya berubah banyak, dari cuaca panas di Lautan Galilea ke gunung-gunung tinggi yang sejuk dari Lebanon selatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus meninggalkan Palestina, tanah Israel, selama waktu singkat untuk pergi ke daerah perbatasan Fenisia. Bagi Yesus ini adalah pengunduran diri sengaja. Ada beberapa orang yang menganggap ini suatu kontradiksi bahwa Dia benar pergi ke tanah non-Yahudi karena apa yang dia katakan di ayat 24, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Kita akan melihat bahwa ini benar-benar tidak melanggar kebenaran ayat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 7:24 mengatakan, “Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya.” Jadi Dia tidak khususnya pergi kesitu untuk melayani. Orang- orang Fenisia, daerah itu sekarang dikenal sebagai Libanon, telah mendengar banyak tentang pelayanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak Matius 4, ketika Yesus mulai pelayanan-Nya di Galilea, ayat 24 mengatakan bahwa orang-orang datang dari daerah sebelah utara perbatasan Palestina dan mereka turun ke Galilea karena mereka telah mendengar dari Yesus. Dan mereka membawa banyak orang bersama mereka, dan Dia menyembuhkan penyakit-penyakit mereka dan mengusir setan-setan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 3:8 yang juga mencatat waktu mula-mula, mengatakan, “Dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.” Perhatikan bahwa mereka memiliki hati yang mau menerima. Hati mereka adalah hati yang tidak terbeban legalisme agama Yudaisme, yang tidak terikat oleh rantai tradisi. Mereka kurang bangga secara intelek dan kurang bangga secara agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 11:21, Yesus mengatakan, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat- mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.” Jadi Yesus mengatakan bahwa orang-orang Fenisia jauh lebih mau menerima dan itu tidak demikian diantara orang-orang Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi meskipun Dia tidak membuka sepenuhnya pelayanan kepada orang-orang non-Yahudi, atau membatalkan prioritas Israel, Dia mengulurkan diri-Nya kepada hati-hati yang terbuka. Yesus tahu hal itu ketika Dia datang kesitu, Dia akan bertemu dengan wanita ini, karena Dia memang tahu segalanya. Dan sebelum Dia pergi, menurut Markus 7:31, Dia melayani banyak orang di daerah itu, jadi Dia merespon kepada hati lain yang terbuka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada simbolisme di dalam hal ini, Dia meninggalkan agama traditional untuk iman benar. Dia meninggalkan kebanggaan agama untuk kerendahan hati. Dia meninggalkan orang yang tidak mau mencari untuk orang yang mencari dengan hati terbuka. Dia selalu sedia bagi orang seperti itu. Misi-Nya selalu apa yang Dia katakan di Matius 28, “pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 22, “Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru kepada-Nya.” Orang ini, menurut pandangan orang Yahudi, tidak diizinkan masuk ke dalam berkat Allah. Pertama karena dia perempuan, dan kedua karena dia orang Kanaan. Mereka penduduk asli Tanah Perjanjian, dan Allah dulu mengatakan kepada Israel, “Inilah sekarang tanahmu, tanah Perjanjian, dan ketika Anda masuk ke dalam negara ini, lenyapkanlah semua orang Kanaan ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus menamakannya orang Siro-Fenisia, yaitu dari daerah Suria dan Fenisia, atau Suria dan Libanon. Inilah wanita yang datang kepada Yesus dan dia adalah gambaran iman sejati yang menyelamatkan. Dia diluar perjanjian, orang berdosa dari negara yang berdosa, yang tidak layak untuk memohon apapun dari Tuhan kita, dan dia adalah teladan sempurna dari orang berdosa yang datang tanpa hak istimewa dan tanpa keunggulan untuk merangkul Yesus Kristus oleh iman saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat menyimpulkan bahwa dia sama sekali tidak puas dengan berhala dia. Jika dia telah menyembah Astarta saja atau bersama dengan dewa-dewa lain, mereka tidak sanggup menyelesaikan masalahnya. Kebutuhannya tidak dipenuhi jadi dia datang kepada Yesus Kristus dengan kepercayaan dalam hatinya bahwa Dia sanggup memuaskan kebutuhannya. Yesus mengatakan tentang dia di ayat 28, “Hai ibu, besar imanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini catatan penting: Iman besar itu istilah relatif. Bagi dia, imannya besar karena pengetahuannya sangat terbatas. Dia orang kafir diluar perjanjian, diluar Firman Allah dan dia berada di suatu daerah dimana Tuhan Yesus tidak memperlihatkan mujizat-mujizat-Nya. Jadi berdasarkan informasi terbatas dan kadar kecil, imannya besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain, ketika Tuhan kita mengatakan kepada murid-murid, “Hai kamu yang kurang percaya,” iman mereka kecil dibanding semua yang mereka sudah tahu dan sudah mereka lihat. Namun dalam kasus perempuan ini, ini iman besar, inilah kunci seluruh bagian ini. Jika Anda tidak mengerti bahwa iman wanita ini adalah intinya, Anda tidak akan mengerti apa yang terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lima hal yang menunjukkan iman besar. Yang pertama adalah iman besar diarahkan kepada yang benar. Dia memiliki iman kepada orang yang benar. Dia kecewa akan berhala, semua yang non-dewa, semua hal duniawi seperti uang, status dan pengetahuan dunia. Dia sekarang percaya sepenuhnya kepada Yesus. Banyak orang besar imannya, tetapi kepada hal-hal keliru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, iman penuh pertobatan. Kita melihat hal itu di ayat 22, “Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku.” Apakah artinya itu? Apakah arti belas kasihan? Belas kasihan berarti, “Aku disini meskipun Aku tidak berhak apapun juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Istilah “belas kasihan” adalah istilah Alkitabiah. Di Perjanjjian Lama dan Perjanjian Baru, kata Yunani adalah eleeo, dan itu digunakan 500 kali. Ini menggambarkan hubungan manusia dengan Allah yang menggambarkan bahwa manusia datang kepada Allah hanya untuk memohon belas kasihan. Daud berseru kepada Allah di Mazmur 51, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!” Ini sebaliknya dari kebanggaan spiritual orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman sejati yang menyelamatkan benar-benar mengerti berkat Kristus. Ada pertobatan, ada pengertian tidak layak, dan ada penyesalan. Anda menyadari Anda minta kemurahan hati yang tidak layak. Iman besar memiliki pertobatan, itu bukan suatu yang ditambahkan kepada iman. Iman dan pertobatan, sama seperti anak siam kembar, tergabung hayati. Iman dan pertobatan seperti dua jari di roda yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, imannya juga sangat menghormati. Dengarkanlah perkataannya, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud!” Dia memberikan-Nya judul yang sangat menghormati, dan sebenarnya itu dua judul. Yang pertama adalah Tuhan, keilahian berdaulat, dan kedua adalah Putra Daud, Mesias yang dijanjikan dan Juruselamat. Dia tahu Yesus memiliki kuasa supranatural.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktanya bahwa dia mencari dan percaya bahwa Yesus sanggup menyelamatkan anaknya perempuan dari kuasa setan menunjukkan bahwa dia percaya bahwa Yesus memiliki kuasa atas kerajaan supranatural Iblis dan setan-setannya. Dia mengerti bahwa didalam kata ‘Tuhan’ ada keilahian, ada sesuatu yang supranatural, dan berdaulat atas kegelapan dan setan-setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian perempuan ini menamakan-Nya, “Anak Daud.” Ini judul Mesias, hak menjadi raja, dan ada keberdaulatan di dalamnya juga. Daud adalah raja, dan Tuhan ini yang adalah anaknya juga keturunan raja. Dia melihat dalam nama Mesias itu Kristus yang adalah raja dan berdaulat. Ini benar-benar kontras besar dengan orang-orang Yahudi yang tidak sopan yang menamakan-Nya pemabok, teman orang berdosa dan kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sekarang juga sangat tidak sopan dan tidak menghormati Kristus. Mereka menggunakan nama-Nya sembarangan, sebagai kata kutukan, sebagai julukan untuk mengekspressikan amarah mereka atau kepahitan. Bahkan di gerejapun, saya kuatir kita kadang juga kurang menghormati. Iman besar sangat menghormati, ada rasa penghargaan dan kagum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, “anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Ini harus menjadi peringatan bahwa anak kecilpun di masyarakat yang tidak percaya bisa kerasukan setan. Memang baik sekali untuk melihat ibu yang diluar perjanjian, yang belum mengenal Allah, mengasihi bayinya. Kita tidak selalu melihat kasih seperti itu di masyarakat kita. Allah telah menciptakan di dalam manusia, bahkan juga dalam orang-orang yang tidak percaya, bahwa seorang ibu harus mengasihi anaknya. Kita lihat itu semakin berkurang di masa kini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, iman besar bertekun. Perhatikanlah mulai di ayat 23, Yesus memberi beberapa halangan untuk perempuan ini. Ada orang yang datang kepada Kristus dan mereka harus bergumul mengatasi keraguan mereka sendiri, ada beberapa yang harus bergumul untuk mengatasi ketidakmampuan mereka sendiri, namun perempuan ini, supaya mendapatkan Kristus, dia harus mengatasi halangan- halangan yang ditempatkan Yesus sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 23, dia berkata, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya.” Mungkin Anda berkata, “Itu bukan sifat Kristus. Maksudku, mengapa Dia berdiam saja? Apakah Dia tidak peduli? Dia peduli. Apakah Dia tidak berbelas kasihan? Tentu, tetapi apakah yang Dia lakukan? Mengapa Dia tidak mengatakan apa-apa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ingin menguji, menguatkan dan untuk menambahkan iman perempuan ini sampai mencapai potensi penuh, jadi Dia memberi hambatan dimana perempuan ini harus bertekun untuk menunjukkan realitas iman benar. Karena itulah cerita ini berada di dalam teks ini, untuk memperlihatkan kontras dengan kedangkalan yang kita lihat sebelumnya. Jadi Yesus memasang hambatan dimana hanya melalui iman sejati dengan bertekun ada jalan keluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus tidak mengatakan apa-apa. Penguasaan diri murid-murid-Nya tidak begitu kuat, ayat 23 meneruskan, “Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Mereka mengatakan tolonglah, suruhlah dia pergi. Sembuhkanlah saja dia dan suruhlah dia pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah Yesus mengatakan ini kepadanya, dan tentu mereka mendengar ini di ayat 24, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Waduh, ini mengatakan ,”Hai, Anda bukan orang Yahudi, maaf ya.” Mengapa Dia mengatakan hal itu? Dia telah menyembuhkan hamba perwira itu, telah berbelas kasihan kepada orang Samaria. Dan banyak orang yang keluar dari Tirus dan Sidon di Matius 4 telah disembuhkan, dan setan-setan telah diusir keluar dari mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan pada permulaan bahwa rencana itu masih tetap sama. Dia akan kembali ke Israel dan berkhotbah kepada mereka dan memanggil mereka untuk percaya dan masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Bahkan pada saat Dia naik ke Surga, Petrus berdiri di Kisah Para Rasul 3 dan mengatakan, “Kamu telah membunuh Pangeran Kehidupan,” dan pada akhir khotbahnya dia mengatakan, “Kamu masih mendapat bagian dalam perjanjian.” Dengan kata lain, Allah tetap memanggil mereka untuk datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 7:27 menambahkan dalam catatannya bahwa Yesus mengatakan, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu.” Dengan kata lain, “Saya akan memberi makan kepada orang Israel dulu.” Kita selalu tahu bahwa Dia akan pergi keseluruh dunia dan Israel direncanakan untuk menjadi salurannya, dan sudah banyak orang non-Yahudi merespon, namun Yesus ingin memberi tahu bahwa itu tetap rencana Allah, untuk bekerja melalui Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, iman besar merendahkan diri. Ayat 25, “Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia.” Ini ibu yang sangat merendahkan diri. Dia tidak marah, dia meyembah. Dia mengatakan, “Tuhan, tolonglah aku.” Tahukah Anda, dia menyembah, dan kata Yunaninya adalah proskuneo, yang berarti dia sujud dan menaruh kepalanya di tanah dalam ibadah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyembahan selalu diterima Tuhan. Dimana pun Yesus disembah, Dia menerima hal itu karena memang Dia layak disembah, Dia adalah Allah. Ini hati yang sungguh-sungguh mencari, yang bersikap mencari kebahagiaan, dimana Anda datang mengemis dalam roh, dengan lemah lembut, dengan lapar dan haus akan kebenaran dan bahkan Tuhan sendiri tidak dapat memasang hambatan cukup besar untuk menolak Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Tuhan berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Pada permulaan Dia berdiam saja dan sekarang Dia menamakannya anjing! Ini hambatan yang lain lagi. Mungkin Anda berpikir, “Apakah Tuhan ingin mengubah perempuan ini atau tidak?” Namun Dia memberikannya gambaran kecil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua kata dalam bahasa Yunani untuk ‘anjing’ dan yang satu adalah untuk anjing yang kotor dan ganas yang berlari dengan anjing lain dekat sampah. Yang lain adalah kata untuk anjing peliharaan kecil dan itulah perkataan yang digunakan Yesus. Ini bukan pernyataan yang menyakiti, Dia mengatakan pada waktu makan bersama, janganlah memberi makanan anak-anak kepada anjing peliharaan yang mengemis di kaki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perempuan itu berkata, “Benar Tuhan.” Nah, dia bukan hanya beremosi, namun dia pikirannya tajam, “namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Dia menangkap analogi-Nya dan mengambil langkah lebih lanjut, dia bertekun. Jika Yesus akan menjadikan hal dia bukan orang Yahudi menjadi masalah, dia ingin meneruskan dengan keadaan itu. Itupun tidak dapat memberhentikan dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu memang pernyataan yang benar. Selama waktunya Yesus memberi makanan kepada anak-anak Israel, ada remah-remah yang jatuh kepada orang-orang non- Yahudi, dan kita dapat melihat itu sepanjang berita Injil. Akhirnya tentu waktunya akan datang dimana gereja didirikan dan orang-orang non-Yahudi dirangkul dengan cara luar biasa. Wah, ibu ini sangat bertekun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah respon Tuhan di ayat 28, “Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki. Dan seketika itu juga anaknya sembuh.” Itu hari yang menyelamatkan bagi ibu itu karena besar imannya. Itu pekerjaan iman besar. Bagaimana dengan iman Anda? Marilah kita berdoa supaya iman kita sebesar itu juga.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Oct 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20131006</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000CE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus Guru Besar Kita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000CF"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+15:10-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 15:10-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita bersama mempelajari Matius 15 malam ini untuk mendengar dari Dia yang berbicara melalui firman-Nya. Kita semua sadar di masa kini bahwa ada istilah polusi atau pengotoran. Kita melihat itu di internet, polusi udara, polusi akal budi dan pencemaran lingkungan. Kata polusi juga adalah kata Alkitabiah. Bahkan perkataan menajiskan di Alkitab artinya sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 15:10-20 mengatakan, “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: 11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." 12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" 13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. 14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang." 15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya?17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lima kali dalam teks itu kita melihat kata ‘menajiskan.’ Kamus pada dasarnya mengatakan bahwa kata menajiskan berarti menodai, mengotori, mencela, cacat atau mencemarkan. Ratusan kali Allah berbicara tentang hal dinajiskan atau dicemarkan. Di Mazmur 119:1, Alkitab mengatakan, “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela.” Di Yakobus 1:27, dia memanggil orang untuk ibadah yang murni dan yang tak bercacat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus di 1 Korintus 3:16-17 mengatakan, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” Jadi kita harus mengerti apa yang menajiskan kita dan bagaimana kita harus menghadapi itu. Paulus mengatakan kepada orang di Efesus 5:27 bahwa Tuhan ingin gereja-Nya kudus dan tak bercela.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada tiga poin: pertama prinsip dinyatakan, kedua prinsip dilanggar dan ketiga prinsip di jelaskan. Lihatlah bagaimana prinsipnya dinyatakan di ayat 10-11, “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: 11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi telah datang untuk menunjukkan Yesus itu salah. Lihatlah Matius 15:2- 3, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?” Kemudian Dia menunjukkan bahwa tradisi mereka hanyalah peraturan manusia supaya mereka tidak usah memelihara orang tua mereka yang kebutuhan, yang telah diperintahkan di dalam Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dari pada memalukan dan mendiskreditkan Yesus, mereka sendiri telah dipermalukan di depan umum dan didiskreditkan oleh kata-kata Tuhan kita, yang melalui ayat 7-9 menamakan mereka orang munafik yang telah digambarkan nabi Yesaya yang dengan cara kosong menyembah Allah, yang menggantikan Firman Allah dengan tradisi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Dengar dan camkanlah.” Ini bukan sesuatu yang sukar dimengerti, namun karena ini berlawanan dengan segala sesuatu yang mereka telah dengar dalam agama mereka, Dia ingin supaya mereka mendengar dengan seksama dan merenungkannya mendalam. Nah ini membawa kita kepada ayat 11, “bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Masalahnya bukan pengertian namun masalahnya adalah penerimaan hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Penajisan adalah masalah dalam, bukan masalah luar.” Karena orang Farisi telah datang dan mengatakan, “Anda menajiskan diri dengan memakan makanan yang najis,” dan Tuhan mengatakan bukan makanan yang masuk kedalam yang menajiskan, namun yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan. Yesus mengatakan bahwa yang menajiskan bukanlah soal jasmani, namun soal rohani. Ini bukan masalah upacara, ini masalah moral.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda baru menyaksikan Yesus menerangkan dalam satu pernyataan perbedaannya antara Yudaisme dan kebenaran. Terus terang, mereka seharusnya tidak usah kaget bahwa Dia mengatakan bahwa yang penting adalah keadaan hati kita, karena di Perjanjian Lama juga, di 1 Samuel 16:7 Allah mengatakan bahwa manusia melihat kepada penampilan luar, akan tetapi Allah melihat kedalam hati. Yesus mengatakan hal itu juga, yang penting bukanlah yang masuk ke dalam mulut, namun yang keluar dari hati, itulah yang penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat-ayat paralel dari Markus 7:15 pada dasarnya mengatakan hal yang sama, namun dari pada mengatakan, “yang keluar dari mulut,” dikatakan, “yang keluar dari seseorang.” Dengan kata lain, kejahatan yang ada di dalam kita bukan saja diperlihatkan dengan apa yang kita katakan namun juga dengan perbuatan kita. Mulut kita memang lebih dominan dalam menunjukkan noda internal kita. Namun sebenarnya itu lambang keadaan keseluruhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus menambahkan kalimat kecil di akhir Markus 7:19 yang mengatakan, “Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.” Yesus mengatakan, “Tidak ada lagi makanan yang haram, tidak perlu ada makanan ‘kosher’, tidak perlu lagi ada upacara-upacara, tidak ada lagi makanan yang dilarang. Ini semua telah berlalu dan sudah selesai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi selama hidup telah mengikuti suatu diet tertentu berdasarkan makanan itu halal atau haram, dan bukan saja yang telah ditentukan di dalam Firman, namun juga apa yang telah ditentukan tradisi, dan mereka harus melakukan begitu banyak upacara untuk memakan diet mereka dan aktivitas lain: makan, minum, menyentuh, dan semua hal seperti itu. Mereka hidup dengan upacara- upacara eksternal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Upacara luar tidak dapat merubahkan hati kita dan itu sebenarnya tidak mungkin mempengaruhi keadaan dalam seseorang, dan karena itu semua agama selain dari kebenaran hanya menyangkut hal-hal eksternal. Setiap agama palsu penuh dengan bermacam-macam upacara dan hal-hal luar. Hati orang penuh kejahatan, dan hati orang Farisi benar-benar jahat dan penuh kebencian dan keinginan untuk membunuh Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Darimana datangnya semua upacara dan basuhan dan semua yang lain? Ini semua mulai dari buku Imamat, Anda bisa melihat daftar panjang dari semua upacara yang mereka harus mengikuti. Ada binatang yang boleh dan dilarang dimakan, burung yang boleh dan dilarang dimakan, barang yang boleh dan yang tidak boleh disentuh, cara yang diizinkan dan dilarang untuk memasak dan banyak cara berpakaian. Itu semua upacara Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perhatikanlah: Tidak pernah di dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa hal- hal itu dosa. Jadi Alkitab tidak menetapkan hal-hal itu sebagai dosa, namun mengatakan bahwa itu menyebabkan orang itu tidak layak menyembah Allah. Mereka harus mengikuti pembersihan yang diperlukan untuk mempersiapkan mereka secara fisik untuk datang ke hadirat Allah. Semua ini mulai di Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Inilah alasannya. Ketika Allah memberi Perjanjian Lama, itu terjadi pada permulaan rencana penebusan Allah dengan umat perjanjian-Nya. Setiap saat Anda ingin mendidik anak kecil, anak Anda diberi buku penuh gambaran. Jadi mereka mulai belajar dunia mereka melalui berbagai gambar. Perjanjian Lama juga merupakan buku penuh gambaran, dan seluruh sistim upacara itu seperti serangkaian gambar-gambar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan, “Apakah Anda mengerti bahwa Anda tidak bisa datang ke hadirat Allah untuk menyembah Dia secara fisik jika Anda masih najis secara upacara? Allah ingin Anda menyembah Dia secara rohani hanya ketika hati Anda murni.” Apakah Anda mengerti gambaran ini? Seluruh sistim upacara adalah gambaran keinginan Allah bagi umat-Nya di dalam hati mereka. Ingatlah bahwa sunatan tidak menyelamatkan orang, atau menyelamatkan orang Yahudi, sunatan adalah tanda fisik tentang daging yang telah dipotong, yang Allah ingin lakukan di dalam hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu nabi mengatakan, “Sunatlah hatimu.” Jika Allah mementingkan kita bersih dari luar, lebih-lebih lagi Dia mementingkanr kita bersih dari dalam. Sayangnya bagi Israel, mereka hanya terus mementingkan gambaran. Jadi pada waktu Yesus, bukannya menerima kepenuhan spiritualitas nyata, mereka malah menambahkan lebih banyak gambaran dan upacara pada yang sudah diberikan Firman Allah. Bahkan, ketika realitas datang, mereka membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 23:4, Yesus mengatakan, “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Itulah sebenarnya inti Ibrani 9-10. Kita tidak pernah akan mengerti buku Imamat sampai kita mengerti komentar atas Imamat, yaitu buku Ibrani. Dengarkanlah beberapa pernyataan pilihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 8:5 mengatakan bahwa semua upacara itu di Perjanjian Lama adalah hanya gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga. Di Ibrani 9: 9-10 dikatakan bahwa itu adalah kiasan di waktu itu, dan makanan dan minuman dan pelbagai pembasuhan dan peraturan-peraturan insani hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan, yaitu kedatangan Mesias dan Perjanjian Baru. Ibrani 10:1 mengatakan, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Ibrani 10:22 menyimpulkannya begini, “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” Dengan kata lain, Allah mementingkan pembersihan rohani. Karena itu Ibrani 6:1-2 mengatakan, “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus.” Ini membicarakan agama Yahudi. Marilah kita meninggalkan ajaran-ajaran ‘pembasuhan’ dan itulah maksudnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Ibrani 5:12-6:8 ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang ragu-ragu dan masih belum mau meninggalkan sifat upacara mereka. Dia mengatakan, “Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah dan beralih kepada perkembangannya yang sempurna.” ‘Sempurna’ dalam buku Ibrani mengacu kepada keselamatan. Dia mengatakan tinggalkanlah pembasuhan karena itu hanya gambaran dan lambang saja, itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah maksud Tuhan di dalam ayat 11, “bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Ini salah satu cara Yesus memenuhi Matius 5:17, “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Secara nyata Dia memakai banyak cara untuk melakukan itu, dan ini salah satu cara, dengan meniadakan sistim upacara, dengan memberhentikan gambaran dan dengan membawa realitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Perjanjian Baru, kita melihat peralihan ini. Markus 7:19 mengatakan, “Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal,” dan ini mengakhiri sistim upacara makanan. Jadi apakah sebenarnya menajiskan? Di ayat 18 dikatakan yang menajiskan adalah hal-hal hati kita. Di Titus 1:15 dikatakan ketidakpercayaan menajiskan, di 1 Korintus 8, meyembah berhala menajiskan, di Ibrani 12, kepahitan menajiskan, jadi ini semua hal-hal internal di Perjanjian Baru karena gambaran eksternal sudah berlalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ilustrasi terdapat di Kisah Para Rasul 10. Petrus naik ke atap untuk berdoa dan Tuhan menempatkannya di dalam suatu keadaan tidak sadar diri. Dia lapar dan mungkin kita pikir dia akan melihat meja penuh dengan makanan halal, melainkan dalam visinya, Surga terbuka dan ada kain lebar turun dengan segala sesuatu didalamnya, binatang berkaki empat, binatang liar, binatang merayap dan burung- burung dari udara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada suara yang mengatakan, “Bangunlah Petrus, sembelihlah dan makanlah. Ajo saja Petrus, ini semua bagi Anda.” Reaksinya adalah, “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Hal ini terjadi sampai tiga kali untuk meyakinkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali dimana kita melihat prinsip dilanggar di ayat 12. Markus memberitahukan kita bahwa mereka sekarang telah pindah kedalam rumah, kemungkinan besar itu rumah dimana biasanya Tuhan tinggal di Kapernaum. Mereka ada di dalam, tidak bersama orang banyak lagi, dan jauh dari ahli-hali Taurat dan orang Farisi, Dan sekarang tibalah waktunya untuk mengajar murid-murid.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?” Mereka ingin menolong Tuhan disitu. Mereka memperingatkan Dia untuk berhati-hati ketika berbicara, kalau tidak bisa terjadi masalah besar. Namun mereka tidak mengerti betapa salahnya orang Farisi itu sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua kita belajar tentang orang munafik di ayat 13 adalah bahwa bukan saja mereka tersinggung akan kebenaran, namun juga diperuntukkan untuk penghakiman. Yesus mengatakan, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.” Ingatlah perumpamaan tentang gandum dan lalang dimana Allah menabur gandum dan musuhnya Setan datang dan menabur lalang? Ini berarti bahwa yang bukan ditabur Allah akan dicabut atau dihakimi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah pada permulaan ayat 14, ada pernyataan penting, “Biarkanlah mereka itu.” Itu pernyataan berat. Apakah artinya? Itu bisa diterjemahkan, “Jauhkanlah dirimu dari mereka.” Apakah artinya itu? Pertama, jauhkanlah dirimu dari penghakiman. Hosea 4:17 mengatakan, “Efraim bersekutu dengan berhala- berhala, biarkanlah dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, menjauhkan diri dalam hal, “Janganlah Anda bertindak sebagai hakim.” Sekarang masih ingat kita melihat itu di kisah gandum dan lalang? Mereka mengatakan Di Matius 13, “maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi Dia berkata: “Jangan, bukan itu tugasmu; para malaikat akan datang pada waktunya dan melakukan itu. Tugasmu adalah untuk memberitakan pesan Kerajaan. Kita akan mengurus penghakiman. Janganlah mencabut mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan ketiga. Mengapa? Karena ayat 14, orang munafik akan membawa orang lain ke kecelakaan, “Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.” Yang dimaksud lobang itu adalah neraka, mereka akan menuntun orang lain kepada neraka, jadi jauhkan dirimu dari mereka. Janganlah dekat-dekat karena mereka membawa orang kepada kebinasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, prinsip itu diterangkan. Ayat 15, mereka pindah kedalam rumah dan mereka bersama-sama dan Petrus mengatakan, “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.” Dia membicarakan perumpamaan di ayat 11, tentang hal-hal yang masuik ke mulut dan yang keluar. Bukannya mereka tidak dapat mengerti apa yang dimaksud-Nya, ini sesuatu yang sukar diterima, khususnya bagi Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 16-18, “Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.” Kenajisan itu ada didalam Anda dan itu berada di dalam hati Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19-20, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita ingin memastikan kita menghindari kenajisan kita memerlukan hati yang murni. Bukankah itu Matius 5:8, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” Jadi doa setiap orang haruslah, “Tuhan sucikanlah hatiku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya Dia melakukan itu? Satu-satunya cara hati kita dapat disucikan adalah dengan iman kepada Tuhan Yesus Kristus yang memurnikan hati dan membasuh dosa kita. Dengan istilah Yehezkiel, Dia memberikan kita hati yang baru. Setiap orang memerlukan itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Sep 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130929</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000CF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tradisi melawan Perintah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+14:34-15:9" target="_blank" class="imCssLink">Matius 14:34-15:9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini, marilah kita melihat Matius 14 dan 15. Sangat penting untuk mengerti bahwa Allah ingin menyucikan hati kita dan untuk membersihkan kita dari dalam, Dia tidak akan membiarkan penyembahan kita kosong dan hanya dari luar saja. Allah mengatakan di Yesaya 66:2 bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu, namun Dia tetap mencari satu hal, “Aku mencari orang yang tertindas dan rendah hati semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menginginkan penyembah sejati. Nabi Amos di bab 5:21-27 mengatakan, “Aku membenci perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu sampai keadilanmu menjadi benar.” Maleakhi 1 dan 2 mengatakan hal yang sama, “Janganlah menawarkan persembahan cemar, hewan lumpuh dan buta, janganlah menodai hubungan pernikahan Anda dan bersifat tidak setia dengan istri muda Anda dan kemudian datang ke tempat ibadah-Ku dan pura-pura menyembah Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya mengatakan itu dan Yesus Tuhan kita mengatakan hal yang sama di teks ini dan kita perlu mengatakan itu juga di masa kini. Marilah kita melihat Matius 14:34-36, “Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. 35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. 36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 15:1-9, “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: 2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? 4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, 6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. 7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: 8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini ayat-ayat penting, ini menjelaskan peperangan rohani diantara Yesus dan agama waktu itu. Ketika kita melihat teks ini, kita perlu melihat Yesus di dalam banyak ciri karakter-Nya. Pertama di ayat 34-36 kita melihat Dia sebagai penyembuh yang penuh belas kasihan. Kemudian langsung setelah itu di Matius 15:1-9, Dia menjadi hakim yang menghakimi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu depan di Matius 15:10-20, kita akan melihat Dia sebagai guru yang mendidik. Didalam setiap keadaan Dia membenarkan sesuatu yang salah. Dia menyembuhkan penyakit mereka, kemunafikan mereka, Dia membukakan kedok agama mereka dan menjelaskan apakah artinya memiliki hubungan benar dengan Allah, dan di ayat-ayat 10-20, Dia membenarkan doktrin-doktrin yang salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mulai di ayat 34, “Setibanya di seberang,” yaitu murid-murid dan Tuhan kita telah menyeberang Laut Galilea. Ingatlah bahwa kemarin mereka memberi makan kepada orang banyak itu dan menyembuhkan dan berkhotbah tentang Kerajaan, dan malam itu Yesus datang berjalan diatas air. Mereka akhirnya tiba di pantai dan beberapa waktu kemudian mereka tiba di tanah Genesaret. Jadi ini terjadi di akhir hari berikutnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah ketika mereka datang kepantai yang lain di pagi hari itu, Yesus mengajarkan mereka ajaran rohani yang penting bahwa Dia adalah roti hidup. Orang banyak yang sama itu yang berada di pantai timur telah menyeberang, mereka sudah makan malam gratis dan mereka kembali untuk sarapan gratis. Namun dari pada Yesus memberi mereka makanan fisik , Dia memberi mereka makanan rohani dengan berbicara tentang roti hidup. Dan di akhir hari itu mereka pergi ke tanah Genesaret.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Genesaret itu tanah yang panjangnya kira-kira 6 km dan mungkin lebarnya di tempat paling lebar sekitar 3 km. Ini berbatasan dengan pantai barat laut lautan Galilea. Ini dekat dengan Betsaida dan Kapernaum. Menurut Josefus tanah itu subur sekali dengan keindahan yang tak tertandinggi, dengan tanaman yang luar biasa dan berbagai produk. Daerah itu indah dan ada empat mata air dan ladang gandum yang megah. Bermacam jenis vegetasi bertumbuh di pinggir lautan yang juga dihuni berbagai jenis burung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ingin memberi waktu kepada murid-murid-Nya, namun terganggu lagi. Matius 14:35-36, “Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. 36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin mereka ingat perempuan di Matius 9, yang menyentuh jubah-Nya dan langsung sembuh. Mereka merasa yang perlu mereka melakukan hanya menyentuh-Nya saja, mereka mengatakan, “Kita memerlukan sekali apa yang mau Engkau berikan kepada kita, namun kita tidak ingin menjadi beban tambahan. Engkau tidak perlu berkeliling ke kita semua, kita akan menyentuh Anda saja dan dengan cara demikian kita hanya menyebabkan masalah terkecil mungkin bagi Anda. Jadi ada sensitivitas dalam pendekatan mereka dan iman yang besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ini juga contoh orang-orang yang hanya datang kepada Yesus untuk menerima apa yang mereka inginkan. Kemudian setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka pergi. Bahkan sekarang dalam Kekristenan kontemporer kita, Yesus sering dipandang sebagai jin yang merespon kepada keinginan kita, dan setelah kita menerima keinginan kita, kita meninggalkan hubungan bermakna apapun juga. Jadi terlepas dari sifat mementingkan diri mereka, Dia tetap menyembuhkan mereka, Ini menunjukkan belas kasihan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita datang kepada fase hakim yang mengutuk. Di satu sisi Dia sangat berbelas kasihan, namun disisi lain Dia sangat mengutuk. Allah memang merasa belas kasihan, namun Dia juga merupakan Allah penghakiman besar dan Allah yang adil. Marilah kita melihat Matius 15:1, “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus.” Delegasi ini dikirim setelah ada perayaan Pelewatan atas permintaan orang Farisi Galilea yang juga benci Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini merupakan delegasi penting dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tinggi yang dikirim dari Yerusalem. Mereka adalah perwakilan dari pemimpin- pemimpin agama yang legalistik, benar diri dan eksternal. Mereka dari Iblis dan bukan dari Allah, mereka benci Yesus Kristus. Mereka memandang hina kebenaran yang berada di dalam Kristus. Mereka adalah musuh Tuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin menyerang Dia di depan umum supaya Dia kelihatan buruk di depan semua orang. Mereka ingin mencela Dia karena mereka lebih bergengsi dari pada pemimpin lokal, jadi Yesus berurusan dengan mereka lebih keras. Yang diajarkan Yesus persis bertentangan dan mereka berada pada kursus tabrakan. Mereka percaya bahwa menyembah itu hanya upacara dan eksternal dan Yesus mengajarkan bahwa semuanya datang dari hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah peperangan yang sama yang kita hadapi sekarang dengan kemunafikan di gereja, dan melawan orang-orang di seluruh dunia yang memanggil diri mereka orang Kristen namun yang sebenarnya tidak, yang hanya berlaku seperti itu dari luar. Pukulan pertama datang dari ahli Taurat dan orang Farisi di Matius 15:2, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita?” Mereka sudah lama merencanakan pertanyaan itu, dan itu langsung menyimpulkan pertempuran itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mempelajari hal ini supaya Anda mengerti apakah artinya tradisi nenek moyang itu. Tradisi adalah adat istiadat yang turun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini bukan datang dari Allah yang memberi kita Firman Allah. Setiap kali ada agama yang terdiri dari Firman ditambah tradisi, akan ada masalah. Dan inilah terjadi sekarang dengan gereja Roma Katolik dan Yudaisme. Orang-orang tidak dapat membedakan lagi yang mana datang dari Allah dan yang mana dari manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Talmud, yang adalah hukum Yahudi mengatakan bahwa Allah memberikan hukum lisan kepada Musa, dan kemudian menyuruh Musa untuk menyampaikan itu kepada orang lain di tempat ibadah yang harus melakukan tiga hal dengan hukum Allah itu. Pertama, mereka harus mengappliksasikan hukum Allah itu dengan benar. Kedua, mereka harus mengajarkan hukum itu ke banyak murid lain supaya mereka juga dapat mengapplikasikan hukum itu dengan benar. Ketiga, mereka harus melindungi hukum itu, jangalah ada orang yang menyerangnya, bangunlah benteng untuk melindunginya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ketaatan tidak keluar secara spontan dari hati, cara satu-satunya yang lain untuk menyebabkan orang melakukan sesuatu adalah dengan memaksa mereka. Jadi mereka mulai menambahkan banyak hukum terus menerus dan mereka sendiri menjadi penegak hukum. Akibat akhir adalah bahwa hukum Allah asli terkabur total. Yang dilihat orang adalah benteng itu, namun mereka tidak dapat melihat hukum Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tembok benteng itulah yang sekarang dinamakan tradisi nenek moyang. Ketika Israel dan Yudah masuk tahanan, itu pengalaman syok bagi negara Israel dan orang- orang Yahudi. Sepertinya Allah telah meninggalkan mereka. Orang-orang Yahudi yang masih takut akan Allah menyadari bahwa mereka telah menjauhkan diri dari Allah Yahweh, dan mereka menerima apa yang dikatakan Yesaya dan Yeremiah, yaitu hukuman Allah karena mereka telah menjauhkan diri dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi harapan pemulihan satu-satunya adalah untuk berbalik kepada Allah. Akibat hal itu, ada gerakan untuk memperkenalkan orang-orang kembali kepada hukum dan tradisi nenek moyang, supaya tingkah laku mereka kembali menjadi benar. Ezra adalah bapa kelompok orang yang kita kenal sekarang sebagai ahli Taurat, yang tugasnya adalah untuk mengumpulkan, untuk menyusun dan untuk menterjemahkan adat istiadat lama itu. Dan itu menjadi semakin besar karena setiap rabbi ada komentar atasnya. Dan itu menjadi begitu besar sampai mereka kehilangan perbedaan diantara hukum Allah dan tradisi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah bertahun-tahun ini sangat sukar untuk dikendalikan, jadi di tahun 200 S.M., rabbi Yehuda menuliskan semua itu dan itu dinamakan Misnah, yang berasal dari kata kerja Ibrani “mengulangi.” Disamping itu ada komentar atas Misnah itu, karena perlu ada penjelasan. Jadi mereka kemudian memiliki yang dinamakan Gemara, yang merupakan serangkaian komentar mengenai Misnah yang diisi bermacam-macam hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Yerusalem mereka menyatukan Gemara dan Misnah itu, dan itulah yang dinamakan Talmud. Di Babel mereka melakukan hal yang sama, namun mereka membuatnya empat kali lebih besar dengan mengumpulkan empat kali lebih banyak bahan, jadi sekarang Talmud Babel dianggap yang paling baik diatara orang-orang Yahudi. Tahukah Anda bahwa paling tidak ada 20 jilid dalam bahasa Ibrani, bahannya sangat banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini ada orang-orang yang memiliki tradisi mereka, dan mereka begitu berkomitmen kepadanya sehingga Talmud mengatakan, “Perkataan ahli-ahli Taurat lebih berharga dari perkataan hukum. Jadi melanggar perkataan sekolah rabbi Hillel itu adalah pelanggaran lebih besar dari pada melanggar perkataan Firman Allah.” “Anakku perhatikanlah perkataan para ahli Taurat lebih dari pada perkataan hukum.” Jadi mereka suka upacara dan tradisi lebih dari pada kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 15:2, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita?” Itu pernyataan umum, namun kemudian mereka memberi suatu ilustrasi. “Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Mereka tidak membicarakan kebersihan dan setiap orang tahu tangan kita harus bersih sebelum kita memasukkan makanan kedalam mulut, bukan itu masalahnya. Mereka menuduh murid-murid itu melanggar suatu tradisi agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya setiap orang Yahudi ada dua alasan untuk melakukan upacara cuci tangan itu. Alasan pertama adalah jika Anda telah menyentuh orang non-Yahudi hari itu, Anda dicemarkan dan ada upacara tertentu untuk menghilangkan noda sentuhan orang non-Yahudi itu, Kedua, ada setan bernama Shibta yang berdiam di tangan orang sewaktu mereka tidur. Jadi jika itu tidak dihilangkan, itu mengizinkan dia masuk kedalam badan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan sangka ini unik untuk orang Yahudi saja, sepanjang sejarah, bahkan di dalam Kekristenan juga, orang-orang terikat kepada bermacam-macam upacara yang tidak ada artinya yang hanya mengaburkan kebenaran. Banyak orang percaya bahwa menari itu dilarang atau pakaian biasa atau celana pendek tidak pantas di gereja atau tradisi suku harus menjadi bagian dari gereja mereka. Ada banyak tradisi manusia khusus yang bukan dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bagaimana Yesus merespon kepada hal ini. Sekarang kita berubah dari konfrontasi menjadi penghakiman di Matius 15:3, “Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?” Perhatikanlah perkataan “pun”, itu berarti ada pengakuan bersalah, Iya kita memang tidak mengikuti tradisimu.” Kemudian Dia mengabaikannya, malah Dia tidak memedulikan itu karena tidak ada artinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada mereka, kita tidak melanggar perintah Allah apapun juga, namun kamu dengan adat istiadatmu memikir itu lebih penting dari pada Firman Allah. Mereka mengatakan, mengapa kamu melanggar tradisi dan kemudian mereka memberi- Nya ilustrasi, dan Yesus menjawab, “Mengapa kamu melanggar perintah Allah dengan tradisimu?” dan juga memberikan mereka sebuah ilustrasi. Ayat 4, “Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini perintah jelas dari Keluaran 20:12, dan makna penghormatan adalah penghargaan, kasih dan perhatian dan juga dukungan keuangan, kita patut memelihara orang tua kita dan memberikan mereka uang untuk keperluan mereka. Disisi lain Dia mengutip Keluaran 21:17 yang mengatakan jika Anda tidak menghormati tetapi mengutuk atau menghapus martabat bapa atau ibu, maka Anda harus dihukum mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5-6, “Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, 6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.” Mereka telah mengembangkan tradisi jika Anda mengatakan, ini untuk Allah, aku memberikan uangku kepada-Nya, Anda tidak perlu lagi memberikannya kepada orang tua Anda. Namun Alkitab tidak pernah mengatakan itu, itu hanya tradisi manusia saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka begitu egois sehingga mereka tidak mau memenuhi keperluan orang tua mereka sendiri, jadi untuk membenarkan hal itu, mereka mengembangkan tradisi “korban” ini atau “persembahan kepada Allah”, dan dengan cara itu mereka tidak perlu memberikannya kepada orang-orang yang memerlukannya. Yesus mengatakan, “Anda menggunakan tradisi supaya orang-orang tidak taat kepada Allah dalam hal menghormati orang tua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengingat tradisi sebagai sesuatu yang indah, karena ada tradisi yang hangat, yang membawa kita kenangan baik dari masa lalu dan menolong kita menjaga budaya itu hidup dan sensitive, tetapi tradisi nenek moyang itu malah egois, melemahkan dan tanpa Allah. Yesus mengatakan, “Anda melanggar perintah-perintah Allah. Agama sungguh-sungguh dasarnya adalah menaati perintah-perintah Allah dari hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus di ayat 7-9 memberikan komentar-Nya langsung dari Yesaya 29:13, “Hai orang- orang munafik.” Dia memanggil mereka orang-orang yang rohaninya palsu dan pembohong. “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu.” Dengan kata lain, ketika Yesaya mengatakan ini di bab 29, bukan saja itu benar bagi umatnya sendiri namun dia sekarang berbicara kepada Anda juga! Kita tahu bahwa Iblis selalu merubah kebenaran dengan orang-orang munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus mengutip Yesaya di ayat 8, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” Allah tidak tertarik pada agama tatacara, ritualistic dan tradisional. Ada orang yang sekarang mengatakan, “Keluarga kita sudah beragama seperti ini dan itu, ini bagi kami sudah tradisi.” Jika itu hanya tradisi dan bukan hubungan pribadi dengan Allah, semua itu tidak berarti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 9, Dia mengutip dari teks yang sama, kali ini dari Septuagint, yaitu versi Yunani, “9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” Mereka menyamakan hikmat manusia dengan kebijaksanan ilahi. Karena itu Yehezkiel 36 mengatakan bahwa Allah akan menggantikan hati batu dengan hati daging karena hanya pada saat itulah kita dapat menerima hikmat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semoga ibadah kita benar dan sesuai keinginan Allah. Mari kita memeriksa hati kita dan melihat apakah kita mengasihi Yesus Kristus dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan. Apakah Anda rindu berada di hadirat-Nya, menjadi seperti Dia, menaati-Nya dari hati? Mari kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Sep 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130915</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Krisis Kepercayaan - II]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Samuel+17:1-51" target="_blank" class="imCssLink">1 Samuel 17:1-51</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sessi II – Apa yang Anda lakukan mengungkapkan apa yang Anda percaya</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Samuel 17 Allah membawa Daud ditengah aktivitas-Nya. Raja Saul dan orang-orang Israel sedang berperang dengan orang-orang Filistine. Daud yang masih remaja diutus bapanya untuk mengunjungi saudara-saudaranya di dalam tentara. Ketika Daud datang, Goliat serdadu setinggi sembilan kaki menantang Israel untuk mengutus satu orang untuk berkelahi dengan dia. Bangsa yang kalah akan menjadi budak bangsa yang menang. Tentara Israel sangat ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Samuel 17:1-51, “Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim. 2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin. 3 Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. 5 Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. 6 Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. 7 Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">8 Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. 9 Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami." 10 Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang." 11 Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya. 13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama. 14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul. 15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya. 17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: "Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu. 18Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka. 19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang. 21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan. 22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat. 23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan. 25 Berkatalah orang-orang Israel itu: "Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel." 26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" 27 Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: "Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang- orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">29 Tetapi jawab Daud: "Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!" 30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi. 31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia. 32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." 34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, 35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. 36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." 37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." 38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. 39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. 41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. 42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. 43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang- binatang di padang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung- burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; 49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. 51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daud mengatakan bahwa Allah mahakuasa dan bahwa Dia akan membela tentara Israel. Tindakan Daud membuktikan bahwa dia benar percaya hal itu mengenai Allah. Banyak orang berpikir Daud itu remaja bodoh dan Goliat mengetawakan dia. Namun Allah memberikan kemenangan besar melalui Daud supaya semua orang tahu bahwa Allah itu ada dan Dia memang mahakuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang Anda lakukan menunjukkan apa Anda percaya tentang Allah. Banyak orang tidak memiliki iman untuk percaya bahwa Allah sanggup melakukan yang mustahil, banyak orang memiliki kepercayaan tentang Allah yang dibatasi pemikiran atau nalar manusia. Banyak orang menyerah pada tantangan yang Allah menempatkan dihadapan mereka karena mereka meyakinkan diri bahwa ada terlalu banyak hambatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda percaya bahwa Allah berdaulat dan memiliki hak untuk melakukan apa saja yang Dia inginkan di dalam hidup Anda? Apakah Anda percaya bahwa Allah mengontrol juga segala hambatan? Dari cerita Musa di Alkitab, apakah Anda percaya bahwa Allah yang sama yang dapat mempengaruhi Firaun untuk melepaskan orang Israel juga dapat menghilangkan hambatan apapun juga bagi Anda sekarang?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika badai hidup menyalip kami, kami sering merespon seolah-olah Allah tidak peduli tentang kami. Ketika Anda diperhadapkan krisis kepercayaan, apa yang akhirnya Anda memutuskan untuk melakukan memberitahukan segalanya tentang kepercayaan atau ketidakpercayaan Anda kepada Allah. Kuasa Allah tidak berakhir sementara kemampuan kita begitu terbatas. Apakah Anda rela menanggung risiko dan gossip orang untuk mengalami campur tangan Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman sejati memerlukan tindakan</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang disebut di Ibrani 11 adalah orang-orang yang telah mendemonstrasikan iman mereka dengan tindakan mereka. Marilah kita melihat beberapa dari mereka, “5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. 6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">7 Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. 8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. 9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. 10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, 33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan- kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.” Ayat 40 menjelaskan bahwa Allah telah merencanakan sesuatu yang jauh lebih baik bagi orang-orang yang beriman dari pada apa yang terdapat di dunia fana ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 12:1-3 mengatakan, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penampilan luar dari sukses belum tentu selalu menunjukkan ada iman dan penampilan luar dari kegagalan belum tentu menunjukkan ada kekurangan iman. Allah adalah pribadi yang tahu hati kita dan hamba yang setia adalah orang yang selalu melakukan apa yang diminta Majikannya, tidak peduli hasilnya apa, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita memberi sedikit waktu untuk merenungkan apa yang perlu lakukan sekarang: Jenis tindakan apa diharapkan Allah dari kita? Apakah Anda mendengar apa yang dikatakan Allah kepada Anda? Betapa besar iman Anda terhadap Dia? Apakah Anda percaya Allah masih bekerja dengan cara yang sama seperti yang kita baru baca dalam dua hari terakhir dari Alkitab disini di Denver, CO? Apakah akan terjadi ketika kita merasa Allah memanggil kita untuk melakukan sesuatu? Apakah kita rela menyesuaikan kehidupan kita kepada Dia?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Sep 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130908</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Krisis Kepercayaan - I]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Daniel+3:8-30" target="_blank" class="imCssLink">Daniel 3:8-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari “Experiencing God” cukup lama dan kita telah belajar bahwa ketaatan itu sangat penting. Kita tahu bahwa kita harus taat karena Allah tahu masa depan dan Dia sedang membangun karakter kita melalui cobaan dan masalah-masalah dan kalau kita tidak patuh kita tidak akan bertumbuh sesuai dengan keinginan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan seringkali tugas yang disediakan Allah bagi kita hanya mungkin jika Dia bekerja melalui kita, seandainya kita mencoba melakukan hala-hal dengan kekuatan sendiri kita pasti gagal. Jadi Anda harus memutuskan apakah Anda percaya Allah atau Anda mengabaikan Allah dan Anda terus saja bergumul sendirian. Dan kemudian Anda bertanya diri mengapa Anda tidak merasa dekat dengan Allah dan tidak mengalami Allah. Seluruh proses ini dinamakan krisis kepercayaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan ‘krisis’ berarti keputusan atau penghakiman, jadi ini bukan bencana atau malapetaka di dalam hidup Anda, melainkan suatu titik perubahan dimana Anda memutuskan sesuatu. Anda harus menentukan apa yang Anda benar percaya tentang Allah. dan caranya Anda merespon pada titik balik itu akan menentukan apakah Anda akan ikut Allah dalam sesuatu yang sebesar Allah yang hanya Dia dapat lakukan atau Anda akan terus berjalan jalan Anda sendiri dan kehilangan apa yang Dia telah rencanakan bagi kehidupan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ingatlah ini bukan sesuatu yang dilakukan satu kali saja, ini proses yang terus menerus terjadi selama masa hidup Anda dimana Anda harus mengambil banyak keputusan setiap hari apakah Anda mau bertumbuh dan melayani Allah atau tidak. Ini kesaksian hidup mengenai apa yang Anda percaya tentang Allah. Perbuatan Anda sehari-hari menunjukkan kesaksian yang jelas tentang hubungan Anda dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda berani memberitahukan orang-orang jika mereka berjalan mengelilingi kota itu selama beberapa hari kemudian meniup beberapa terompet bahwa tembok kota itu akan rubuh? Bayangkanlah betapa besarnya krisis kepercayaan Joshua minggu itu dan betapa besar itu bagi bangsa Israel juga. Meskipun Daud dekat dengan Allah, ketika dia berperang dengan orang Filistina apakah dia juga mengalami krisis kepercayaan? Tentu saja. Daud tetap harus memutuskan apa yang dia percaya tentang Allah, dia tetap harus keluar dengan iman yang percaya bahwa Allah akan melakukan apa yang Dia telah janjikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertemuan dengan Allah memerlukan iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah berbicara, tanggapan kita memerlukan iman. Begitulah caranya dulu di Alkitab dan begitupun caranya sekarang di masa kini di Colorado. Ibrani 11:1 mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” 2 Korintus 5:7 mengatakan, “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita mengerti jelas bagaimana sesuatu dapat selesaikan, kita tidak memerlukan iman. Iman adalah keyakinan bahwa apa yang dijanjikan Allah akan terjadi dan adalah benar. Iman adalah percaya bahwa Allah yang memberikan kita tugas adalah Allah yang sama yang menjamin bahwa kita akan diperlengkapi dengan kekuatan dan kebijaksanaan dan apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman itu tidak berdasarkan suatu ide atau konsep, iman kita berdasarkan Kepribadian, yaitu Allah sendiri. Ini berdasarkan kita taat kepada apa yang Dia perintahkan kita melakukan di dalam kehidupan kita; iman kita harus berdasarkan kuasa Allah dan bukan kebijaksanaan manusia. Ketika Allah memberitahukan apa yang Dia ingin melakukan melalui kita, itu sesuatu yang hanya dapat dilakukan Dia saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 11:6 menjelaskan mengapa iman begitu penting, “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Ketaatan menunjukkan ada iman kepada Allah. Masalahnya kita sering mementingkan diri dan mandiri. Kita pikir kita dapat menyelesaikan semua hal itu berdasarkan kebijaksanaan dan kemampuan diri sendiri. Faktanya adalah bahwa kita lemah dan tidak berdaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah selalu menyatakan apa yang Dia akan perbuat dan ketika kita ikut bekerja bersama-Nya, Dia akan bekerja melalui kita dan dengan iman kita dengan penuh keyakinan dapat menaati Dia karena kita tahu Dia akan menjalankan apapun yang Dia rencanakan. Yesus mengatakan bahwa bagi manusia banyak hal mustahil, tetapi segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah (Markus 10:27) dan Alkitab terus menerus membuktikan bahwa itu benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba bayangkan Anda perlu menjual rumahmu, masa depan Anda bergantung kepada penjualan ini. Dan rumahnya berantakan, banyak hal yang harusnya diperbaiki malah ditunda, dan banyak hal luar dan dalam sudah mulai hancur, dan tidak ada orang yang mau masuk untuk melihatnya. Mereka pakai mobil dan melihatnya dari jalanan dan langsung pergi lagi. Dan orang-orang mengatakan bahwa rumah Anda secara praktis tidak ada harganya. Dan Anda sendiri di dalam hati Anda tahu bahwa banyak hal memang sudah rusak dan Anda tahu hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda putus asa, benar putus asa untuk menjual rumah Anda, masa depan Anda bergantung kepada itu, dan semua harta yang Anda kumpulkan sepanjang hidup Anda ada di dalam rumah itu. Dan setiap hari keadaan ekonomi semakin buruk. Hukum Murphy yang mengatakan “Apapun yang bisa menjadi buruk akan menjadi buruk,” telah terjadi pada Anda. Kelangsungan hidup Anda bergantung kepada penjualan rumah itu dan tidak ada orang yang menganggap itu berharga bahkan tidak ada orang yang mau melihatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang ini telah menjadi masalah hidup dan mati. Dan saat Anda hampir menyerah harapan, ketika pikiran Anda terus memikirkan yang jelek dan Anda mati-matian mencari jalan keluar, wah tiba-tiba muncul seseorang yang mungkin pembeli. Dan waktu Anda mencoba untuk memulihkan diri dari shock melihat ada orang yang mau beli, si pembeli ini hanya memerlukan sepintas untuk melihat keadaan rumah seolah-olah dia sudah tahu kondisi rumah itu, dan kemudian berkata, “Aku akan beli rumah ini, dengan harga penuh!” Dan bukan itu saja, so pembeli ini berkata lagi, “dan aku akan memberi Anda uang muka yang Anda dapat bawa ke bank.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Anda berpikir, “Ah ini tidak mungkin, ini pasti lelucon kejam, pasti ada orang lain yang menyuruh dia berbuat ini, seperti ada orang yang di ketawain di televisi. Ini pasti suatu tipuan, ini mah tidak mungkin terjadi begitu saja. Aku telah tunggu sampai putus asa begitu lama dan sekarang terjual begitu cepat? Namun si pembeli ini benar-benar kaya, karena dia mengatakan dia bukan saja ingin memberi uang muka biasa 10%, tetapi dia ingin membayarnya sampai lunas sekarang juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berkata, apakah Anda bisa mengulangi hal itu lagi? Anda mendengarnya pada pertama kali, namun Anda hampir tidak bisa percaya telingamu sendiri. Namun disini si pembeli mengambil buku ceknya dan menulis jumlah penuh dari harga yang diminta untuk rumah itu. dan kemudian dia berkata, “Nanti saya akan kembali untuk menyelesaikan pembelian rumah itu secara sah.” Apakah Anda menyadari bahwa apa yang dilakukan si pembeli itu dengan rumah itu adalah sebenarnya yang dilakukan Yesus dengan Anda sendiri, Dia telah membeli Anda dengan segala kekurangan Anda dan Ia telah membayar dengan harga penuh di kayu salib. Dan Dia akan kembali pada suatu hari untuk hidup bersama di suatu rumah yang Dia telah sediakan bagi Anda. Ini bukan orang asing, ini Pencipta langit dan bumi yang selalu akan melakukan apa yang Dia janjikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bukan seseorang yang menulis namamu di Buku Kehidupan dengan potlot dan kemudian menghapus namamu jika Anda berlaku buruk dan kemudian menuliskannya lagi ketika Anda berbuat baik. Tidak, Allah telah menulis nama Anda di dalam Buku Kehidupan pada saat Anda percaya Tuhan Yesus dan namamu tertulis memakai darah-Nya yang tidak dapat dihapus untuk selam- lamanya. Karena itu Allah dapat dipercayai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sebentar merenungkan:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktunya kita menolak untuk melakukan hal-hal untuk Allah karena kita lebih suka melakukan hal-hal bagi kita sendiri di dunia ini. Waktunya kita menolak berbuat hal-hal yang memerlukan iman, karena kita kekurangan iman. Waktunya kita ragu- ragu begitu lama sehingga kesempatan itu berlalu dan kita menyesal kesempatan itu tidak dipergunakan untuk mengabarkan Injil kepada seseorang. Apakah Anda rela berdoa kepada Allah sekarang juga untuk minta kepada-Nya untuk merubahkan Anda, untuk memberikan Anda iman yang lebih besar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertemuan dengan Allah besarnya sebesar Allah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya cara kita akan mengerti Allah seperti apa adalah dengan melihat Dia bekerja di dunia kita. Kita akan belajar lebih banyak tentang sifat-Nya ketika kita menyadari aktivitas-Nya. Pada waktu Allah bekerja, tugas-Nya juga akan memiliki dimensi sebesar Allah. Supaya dunia akan mulai mengenal-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang berpikir Allah tidak mungkin akan minta mereka untuk melakukan sesuatu yang kelihatannya mustahil. Namun jika tugas itu yang Allah memberikan saya adalah sesuatu yang saya sanggup menangani sendirian, kemungkinan besar itu bukan dari Allah. Tugas yang diberikan Allah di Alkitab selalu sebesar Allah. Tugas itu selalu melampaui apa yang mereka dapat lakukan dengan kekuatan mereka sendiri karena Allah ingin memperlihatkan kepada mereka sifat-Nya, kekuatan-Nya dan kasih-Nya bagi orang-orang dan dunia yang sedang mengamati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberitakan Abraham bahwa dia akan menjadi bapa suatu bangsa besar sementara Abraham dan Sara sudah tua sekali dan merka masih belum memiliki anak lelaki. Allah menyuruh Musa untuk membebaskan anak-anak Israel, untuk menyeberang Lautan Merah dan untuk memberi air dari batu. Yesus minta murid- murid-Nya untuk memberi makanan kepada 25,000 orang dan untuk menjadikan murid segala bangsa. Semua hal itu mustahil bagi manusia. Hanya Allah dapat melakukan itu dan baru setelah mereka rela ikut dalam hal-hal itu mereka akan belajar siapakah Allah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca Daniel 3: 8-30, “Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi. 9 Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! 10 Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu, 11 dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja, 14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? 15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa. 20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. 21 Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 22 Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas. 23 Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" 25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu. 27 Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">28 Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. 29 Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu." 30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disinilah satu contoh dari pekerjaan Allah. Siapakah yang menerima pujian? Bahkan raja yang tidak percaya memberi seluruh kredit kepada Allah dan memberkati Dia. Allah tidak berubah, Dia masih bekerja terus dalam menopang dan mempertahankan kita, namun apakah kita melihat pekerjaan-Nya? Yang dunia melihat adalah orang-orang Kristen yang setia atau gereja yang melayani Allah, namun mereka tidak melihat Allah. Mengapa? Karena kita tidak mau mencoba melakukan apa yang hanya Allah dapat melakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mengangkat Kristus, bukan dalam perkataan namun di dalam kehidupan nyata. Marilah kita memperlihatkan orang-orang bahwa ada perbedaan besar di dalam kehidupan, di dalam keluarga, di dalam gereja oleh karena Kristus. Ketika dunia melihat ada sesuatu yang terjadi melalui umat Allah yang tidak bisa dijelaskan kecuali Allah sendiri yang melakukan itu, orang-orang akan tertarik kepada Allah seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah lebih mementingkan Anda berjalan bersama Dia daripada apa yang Anda melakukan untuk Dia. Anda bisa menyelesaikan suatu tugas bagi Dia, menjadi pemimpin bagi Dia tanpa mengalami Dia sama sekali. Adapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya dengan kita atau tanpa kita. Yang Allah ingin adalah kita benar mengalami Dia. Kemudian Anda dan orang-orang disekitar Anda akan lebih mengenal Dia dibanding waktu sebelumnya.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Sep 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130901</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Fokus kepada Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D4"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+14:28-33" target="_blank" class="imCssLink">Matius 14:28-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 14:22-33, “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid- murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat terakhir adalah puncaknya segala sesuatu – yaitu menyembah Anak Allah. Ketika kita memproklamirkan nama Yesus, sama seperti murid-murid-Nya dulu, kita menyadari sekali jenis tanggapan apa yang bisa kita harapkan, sama seperti mereka. Kita menyadari hal itu karena kita juga telah mendengar ajaran Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 13, Yesus mengajarkan bahwa akan ada empat macam respon terhadap pesan Injil. Ia menggambarkan respon orang itu dengan tanah; akan ada tanah yang keras dan berbatu – yaitu mereka yang terang-terangan menolak pesan itu. Kita melihat reaksi itu waktu pelayanan Yesus di Nazaret pada akhir Matius 13, ketika Dia tidak mau melakukan banyak mujizat ditengah mereka karena ketidakpercayaan mereka. Dia ditolak orang-orang dari komunitas-Nya sendiri. Ini adalah tanah yang berbatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat pada permulaan Matius 14 ilustrasi yang lain dari jenis tanah itu. Kita melihat Herodes yang juga menolak pesan Yesus Kristus terang-terangan dan jika ia diberi kesempatan dia juga akan membunuh Kristus sama seperti dia membunuh Yohanes Pembaptis. Jadi kita dapat menemukan di zaman Kerajaan Tuhan sekarang ini banyak orang yang akan menolak-Nya dengan kekerasan yang sama seperti yang mereka lakukan pada waktu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita kemudian melihat orang-orang yang berbeda. Kita melihat 5000 orang diberi makanan dan kita dipertemukan dengan orang-orang yang seperti tanah dangkal, dimana mereka tertarik sementara dan ada yang bertumbuh sedikit. Namun tidak pernah ada buah karena akarnya tidak dapat bertumbuh banyak karena tanah itu terlalu dangkal. Kita juga melihat tanah berduri dimana kelihatannya akan ada buah namun langsung mati karena lalang itu mencekik kehidupan yang tertanam disitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat di dalam orang banyak yang mengikuti Yesus beberapa orang yang mencari jawaban politik, ekonomi dan sosial untuk masalah-masalah mereka. Mereka mencari seorang Mesias yang dapat menggulingkan Roma dan menghadapi pemerintahan Herodes dan memberikan mereka kemerdekaan nasional. Namun ketika Yesus, sehari sesudah Dia memberi makanan kepada mereka, sehari sesudah Dia berjalan diatas air, mengatakan kepada mereka, “Yang Aku bicarakan kepada kamu bukanlah hal makanan jasmani, namun hal makanan rohani: “Akulah roti kehidupan,” mereka malah pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan juga memberikan kita, dalam bagian firman malam ini, suatu ilustrasi tanah yang baik, karena kita temukan di ayat 33 bahwa murid-murid yang berada di dalam perahu datang dan menyembah Dia sambil mengatakan, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Keadaannya selalu sama ketika kita juga mengabarkan Injil. Pasti akan ada perlawanan kuat, dan akan ada tanggapan pendek yang akan layu dan menghilang, namun kita juga akan menemukan penyembah-penyembah tulen dimana hati mereka sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk menerima firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid-murid itu adalah tanah yang baik karena mereka percaya dan merespon. Ketika di Yohanes 6:14-15 mereka melihat banyak orang yang ingin Yesus dijadikan raja karena da telah menyembuhkan mereka, mengajarkan mereka, dan memberi makanan kepada mereka, kelihatannya pada saat itu oleh murid-murid itu bahwa ini adalah yang telah mereka tunggukan. Mereka mengira bahwa semua pelayanan mereka, waktu menunggu mereka dan persiapan mereka telah mencapai puncaknya. Mereka juga ingin Yesus menjadi raja mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 22, tepat pada puncak popularitas-Nya setelah dua tahun, dimana mereka dapat membayangkan mengalahkan permusuhan dan penolakan pemimpin-pemimpin agama dan politik, waktu orang-orang mau menjadikan-Nya raja, namun pada saat itu juga Yesus memaksa mereka kedalam perahu itu dan menyuruh mereka untuk menyeberang duluan sementara Ia menyuruh orang banyak untuk pergi dan Dia berdoa sendirian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Kerajaan-Nya tidak pernah suatu kerajaan politik atau kerajaan ekonomi, atau negara yang menanggung kesejahteraan atau kerajaan yang bergantung kepada revolusi fisik. Yesus mengatakan kepada Pilatus di Yohanes 18:36, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.” Namun mereka pasti kecewa waktu mereka berdayung di perahu kecil mereka di bagian utara Lautan Galilea, sambil menanyakan diri kapan Kerajaan itu akan benar datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita ingin memberi mereka suatu gambaran Kerajaan itu sebenarnya apa, dengan berjalan diatas air. Itu menunjukkan mereka bahwa Dia jauh lebih dari raja duniawi saja, Yesus adalah Raja semesta alam semua hal. Kemudian Dia membangun iman di dalam hati mereka yang menunjukkan bahwa Kerajaan-Nya ada di dalam hati manusia, di dalam hati mereka yang mengasihi-Nya dan melayani-Nya. Jadi di waktu pagi itu di Lautan Galilea, mereka melihat Raja tulen dan Kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah terjadi sehingga mereka percaya apa yang mereka katakan di ayat 33, “Engkaulah benar Anak Allah,” ketika tidak lama sebelumnya mereka masih sangat kecewa? Sesudahnya ketika orang banyak sudah pergi, Tuhan mengatakan kepada mereka, “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.” Jawaban dari pertanyaan itu datang di bagian sekarang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, setelah meninggalkan orang banyak itu di tepi pantai dimana mereka ingin mejadikan-Nya raja, Yesus memberikan murid-murid itu suatu bukti yang luar biasa besar, Matius 14:25 mengatakan, “Sekarang di waktu jaga malam keempat datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.” Namun yang terjadi lebih banyak dari hanya itu saja, karena disini telah didemonstrasikan sifat-sifat Allah yang mereka harus lihat pada saat itu, yang menyebabkan mereka menyimpulkan Yesus adalah Anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan “Anak Allah” itu adalah penegasan bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Itu digunakan 45 kali di Perjanjian Baru. Ini mengatakan bahwa Dia esensi-Nya sama dengan Allah Bapak. Dan klaim itulah yang menyebabkan orang Yahudi menyalibkan Yesus. Mereka mengerti sekali bahwa Yesus sebagai Anak Allah mengklaim Dia adalah sama dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana murid-murid itu menyimpulkan hal itu? Kita melihat minggu yang lalu bahwa Yesus memberikan mereka bukti otoritas ilahi-Nya dan kuasa-Nya dengan caranya Dia mengontrol bukan saja mereka, tetapi orang banyak itu juga. Dan di ayat 23 Dia berada diatas gunung berdoa secara pribadi. Disini kita tahu bahwa Kristus juga sayang kepada mereka, bukan saja Dia mahakuasa namun Dia juga mengasihi umat-Nya dan peduli keadaan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memiliki Allah yang mengasihi, setia, yang memelihara dan penuh belas kasihan. Ketika mereka melihat sifat-sifat itu di dalam Yesus Kristus, mereka yakin bahwa inilah sama dengan Allah dan yang memelihara umat-Nya. Mereka telah mengalami bahwa Dia menyembuhkan mereka. Bahkan ibu mertua Petrus telah disembuhkan. Mereka telah mengalami bahwa Dia memberi makanan kepada mereka, dan sekarang mereka melihat bahwa Dia datang ke mereka ditengah kebutuhan mereka dan menjadi tempat perlindungan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus memerintahkan murid-murid di ayat 22-23, “untuk pergi keseberang,” teks itu mengatakan saat mereka mulai perjalanan mereka, anginnya berlawanan. Gampang sekali bagi mereka untuk memutar balik dan menuju kembali ke tempat asal mereka. Namun dari pada itu, mereka meneruskan ke arah Tuhan memerintahkan mereka pergi, pokoknya mereka taat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang percaya itu taat, meskipun badainya sangat besar, dia aman sama seperti tidur dirumah di ranjang sendiri, karena bagi orang percaya tempat perlindungannya adalah ditempat ketaatan kepada Tuhan. Masih ingat bahwa mereka mengambil perahu satu-satunya? Mereka berada ditengah laut dan mereka pikir bahwa Tuhan tidak bisa datang karena tidak ada perahu lain. Ini ajaran yang sangat penting tentang kasih Tuhan yang melindungi, ketika secara manusiawi tidak ada jalan, Dia bikin jalan, badai itu malah menjadi jalan-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pertunjukkan keilahian Yesus yang lain lagi, dimana kasih-Nya diperlihatkan dan kita temukan hal itu di ayat 28. Meskipun Matius, Markus dan Yohanes mencatat Yesus berjalan diatas air, hanya Matius memberitahukan kita kejadian khusus ini dengan Petrus. Ayat 28, “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” 29 Kata Yesus: "Datanglah!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Tuhan berkali-kali ingin supaya kita menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang mengasihi. Dan caranya Dia menunjukkan kasih Alkitabiah adalah dengan bertemu orang dengan kebutuhannya. Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Mengapa? Karena kasih-Nya, Dia bertemu dengan manusia saat kebutuhannya terbesar, yaitu dosanya. Banyak orang berkomentar mengapa Petrus melakukan apa yang dia lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya untuk memastikan Petrus mengatakan, “apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Petrus ingin berada bersama Yesus, sehingga dia berani keluar dari perahu dan pergi dimana Yesus berada. Apakah Anda berani mencoba berjalan diatas air? Hanya jika Anda percaya bahwa Dia memiliki kuasa untuk menopang Anda sama seperti Dia sendiri ditopang. Secara sederhana, itu tindakan kasih yang fondasinya adalah iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan menghakimi Petrus. Petrus ketiduran pada waktu ada pertemuan doa. Namun kita semua pernah tertidur dalam pertemuan doa, paling tidak kita yang memang datang ke pertemuan doa. Petrus mencoba menghalang Kristus dari kayu salib, dan Tuhan harus berkata di Matius 16:23, “Enyahlah Iblis.” Namun kita semua pernah menghalangi tujuan Allah, benar? Petrus berdiri di sidang Yesus dan menyangkal-Nya tiga kali, dan kita semua pernah menyangkal Dia berkali-kali, yang paling sering saat kita berdiam saja, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa saja Anda mengritik Petrus karena kesalahannya banyak dan memang Anda benar, tetapi janganlah kita katakan bahwa dia tidak mengasihi Yesus Kristus atau dia tidak mempercayai-Nya. Yang mengisi hati Petrus adalah bahwa dia benar mengasihi Yesus Kristus dan merasa benar aman di hadirat-Nya. Dia percaya jika Tuhan sanggup berjalan atas air, maka dia yakin dia juga dapat pergi kemana Yesus berada dan aman dan selamat ditengah lingkungan yang tak terkontrol dan yang sangat ditakutinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sementara itu Tuhan sedang membangun watak Petrus yang akan memimpin dan menjadi katalis di tahun-tahun pertama sejarah gereja, karena Petrus memang seperti itu di tigabelas bab pertama Kisah Para Rasul. Petrus menerima pelajaran terakhir yang besar di Injil Yohanes dan Tuhan akhirnya menerangkan komitmen Petrus dalam pelayanan, dengan caranya Tuhan menanyakan 3 kali apakah Petrus benar mengasihi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sesuatu di dalam Petrus yang mengatakan, “Jika sesudah semua yang terjadi ini, dan masih belum jelas bahwa saya mengasihi Dia, mulai dari sekarang itu akan jelas bagi semua orang,” Dan itu memang terjadi. Menurut tradisi ketika dia memberi hidupnya dia minta supaya ia disalibkan terbalik, karena dia merasa tidak berhak untuk disalibkan sama seperti Tuhan-Nya. Itu menunjukkan bahwa Petrus adalah martir yang setia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu dia sanggup memimpin rasul lain dan itulah alasannya dia selalu nama pertama di daftar para rasul setiap kali itu muncul di Alkitab. Dia juga yang terdekat dengan Yesus Kristus karena dia selalu ingin berdekatan. Lihatlah ayat 29, Yesus berkata, “Datanglah!” Tuhan tidak pernah mengundang seseorang untuk melakukan sesuatu yang berdosa atau angkuh. Ketika Dia mengatakan, “Datanglah,” itu perkataan dari ayah yang penuh kasih bagi anak-Nya yang mencari keselamatan dalam pelukan ayahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu iman Petrus lemah, yang tidak dapat bertahan di dalam badai sama seperti perahu kecil itu. Namun Tuhan tidak pernah menolak iman yang lemah; Dia mengambilnya dan membangunnya. Dia tidak pernah menolak kasih yang lemah, Dia mengambilnya dan membangunnya, karena itulah esensi kasih ilahi – yaitu mengambil pria atau wanita dimana mereka berada dan menyertai mereka melalui badai hidup yang membesarkan kapasitas mereka untuk percaya Allah dan lebih mengasihi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, “Datanglah, ini adalah pelajaran yang terbesar di dalam hidupmu Petrus.” Ayat 29 mengatakan, “Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.” Itulah satu-satunya keinginannya: pergi ke Yesus. Namun ini cobaan yang sangat besar. Dia tahu Tuhan sanggup menangani badai, dia telah melhat hal itu sendiri. Dia memikir Tuhan menguasai segala sesuatu, namun saat dia keluar, cobaan itu lebih besar dari apa yang dia bayangkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berjalan diatas air namun ombak dan angin itu sangat menakutkan. Ayat 30 mengatakan, “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!” Dia ingin berada bersama Yesus, imannya membawa dia keluar dari perahu, namun dia tidak pernah berada di dalam badai diluar perahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah pokoknya. Kita tidak perlu diajarkan apa yang kita sudah tahu, kita perlu diajarkan apa yang kita masih belum tahu. Bagaimana lagi orang akan diperkuat imannya kalau tidak dengan menempatkannya dalam situasi yang belum pernah dia alami, dan kemudian menunjukkan bahwa Allah setia dan berkuasa sehingga sekarang dia dapat percaya dan bergantung kepada Allah lebih-lebih lagi, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah dasarnya kehidupan orang Kristen: belajar untuk berfokus lebih lagi kepada Yesus dan percaya Allah lebih lagi sehingga kita dapat keluar dengan iman dan mencoba melakukan semua hal yang dengan kekuatan sendiri mustahil. Jadi Petrus takut dan mulai tenggelam. Jadi dia berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Disini kita melihat Tuhan yang penuh kasih di ayat 31, “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa “iman kecil” lebih baik dari pada tanpa iman? Kita semua boleh dikatakan bersifat iman kecil dicampur dengan keraguan. Karena itu Tuhan membawa kedalam hidup kita masalah-masalah, cobaan, pergumulan dan kesakitan supaya, setelah kita mengalami hal-hal itu, kita percaya bahwa Dia memelihara kita. Iman kecil itu semakin bertumbuh. Petrus belajar bahwa Yesus sanggup memeliharanya ketika dia tidak dapat memelihara dirinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:32, “Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.” Semua angin langsung berhenti. Mereka berada ditengah lautan, badai berhenti dan di Yohanes 6:21 dikatakan mereka langsung berada ditepi pantai. Waduh! Markus 6:51 mengatakan, “Mereka sangat tercengang dan bingung.” Kemudian dikatakan bahwa mereka menyembah Dia. Jadi, mereka sadar bahwa segala kuasa hanya adalah milik Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya pesan ini bagi Anda? Sembahlah Dia dengan seluruh hati Anda! Dia telah memperlihatkan keberdaulatan Allah, kemahatahuan Allah, kuasa pemeliharaan Allah, kasih ilahi Allah, kuasa Allah; Dia adalah Allah dalam bentuk manusia! Allah mengundang Anda untuk bertekuk lutut kepada Yesus Kristus, mereka melakukan itu dan mereka seperti tanah subur yang menghasilkan banyak buah. Bagaimana dengan Anda? Mana buahnya? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Aug 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130825</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berjalan di atas Air]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+14:22-27" target="_blank" class="imCssLink">Matius 14:22-27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah salah satu mujizat yang paling penting dan paling terkenal di dalam hidup Tuhan kita, di dalam hidup murid-murid-Nya dan di dalam hidup kita juga. Untuk mengerti kejadian indah ini marilah kita melihat dulu ke Matius 14:33, “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sesuatu yang terjadi yang telah menyakinkan mereka akan hal itu. Dan yang terjadi begitu meyakinkan sampai hari berikutnya Petrus, yang berbicara untuk semua murid itu berkata, “Kita percaya dan yakin bahwa engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.” Itu merupakan penemuan terbesar yang Anda dapatkan, yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 33 itu merupakan pertama kalinya seorang manusia mengatakan hal itu. Allah Bapak mengatakan hal itu pada pembaptisan Yesus, setan-setan mengatakan hal itu di pantai timur lautan, namun murid-murid-Nya belum pernah mengatakan hal itu sebelumnya. Mereka telah menyaksikan mujizat atas mujizat, penyembuhan, pembangkitan orang mati, pengusiran setan-setan, mereka telah mendengar khotbah dan ajaran yang luar biasa dan mereka mendengarkan itu selama dua tahun lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sesuatu yang sangat luar biasa pasti terjadi untuk memberikan mereka keyakinan yang begitu besar seperti tertulis di ayat 33 dan hari berikutnya di Yohanes 6:69-70. Dan itulah realitas penting sekali di Perjanjian Baru bahwa Dia sama dengan Allah. Di Perjanjian Lama hanya Allah patut disembah. Hukum Taurat mulai dengan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Itu adalah monoteisme agama Yahudi dimana hanya Allah yang benar harus disembah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di Perjanjian Baru, berkali-kali kita belajar bahwa Yesus Kristus juga harus disembah. Kesimpulannya adalah bahwa Yesus Kristus adalah sama dengan Allah, dan itu ditegaskan dalam pernyataan bahwa Dia adalah Anak Allah, Dia sama esensi-Nya dengan Allah. Jika kita melihat Perjanjian Baru, kita dapat melihat penyembahan Kristus tertanam dimana-mana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Injil kita melihat orang majus pertama menyembah Dia di Matius 2, orang kusta menyembah Dia di Matius 8, orang non-Yahudi menyembah Dia di Yohanes 12, orang perempuan Kanaan menyembah Dia di Matius 15, orang kerasukan di kuburan menyembah Dia di Markus 5, orang buta menyembah Dia di Yohanes 9, murid-murid-Nya menyembah Dia pada kebangkitan-Nya dan sekali lagi di gunung di Matius 28 dan kemudian menyembah Dia pada pengangkatan-Nya di Lukas 24.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam surat-surat, Ibrani 1 mengatakan bahwa semua malaikat Allah menyembah Dia. Di Filipus kita mendapatkan bahwa Allah memerintah bahwa setiap mahluk di bumi dan diatas bumi dan dibawah bumi bertekuk lutut menyembah Yesus Kristus. Dan pada saat kita sampai ke buku Wahyu, kita melihat Dia disembah semua mahluk itu di dalam kemuliaan-Nya di bab 4, 5, 11 dan 19.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi selama dua tahun, pelayanan-Nya semakin meningkat dan Dia telah memberitakan injil, menyembuhkan orang dan mengusir setan-setan. Kemudian di bagian terakhir Yesus diikuti murid-murid yang juga mulai memberitakan injil dan mengusir setan dan menyembuhkan orang. Kegirangan orang-orang semakin besar dan orang-orang itu menjadi yakin bahwa Yesus harus menjadi Raja mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk pergi; Dia menyuruh orang-orang untuk pergi dan Dia naik gunung sendirian. Di dalam perahu dayung kecil mereka, selagi mereka berusaha untuk menuju ketengah laut, mereka pasti rada kecewa dan mencoba mengerti bagaimana mereka sudah berjuang selama dua tahun untuk mencapai titik ini, namun saatnya kelihatan itu akan terjadi malah Yesus mengundurkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak menginginkan komitmen yang dangkal, orang banyak itu hanya memikirkan soal politiknya dan memikirkan diri sendiri, yang mereka pikirkan hanya makanan gratis saja. Pagi berikutnya mereka muncul lagi untuk sarapan dan Yesus mengatakan kepada mereka, “Kalian hanya mencari Aku bukan karena kamu peduli Aku atau percaya apa yang Aku katakan, namun karena kalian ingin makanan gratis lagi.” Dan kemudian mereka pergi. Mereka seperti tanah berduri, hanya tinggal untuk mendapatkan sesuatu. Ketika Yesus memberikan mereka khotbah teologia mereka menghilang. Namun murid-murid-Nya tidak pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika itu, di Yohanes 6:67-69, Yesus mengatakan kepada mereka, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?" 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Orang banyak pergi, namun mereka tinggal. Mereka mengatakan, “Kami yakin.” Bagaimana mereka bisa mendapatkan keyakinan teguh seperti itu? Itu oleh karena apa yang terjadi di bagian ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 14:22-33, “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid- Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba perhatikanlah ada lima aspek dari sifat ilahi yang dinyatakan dalam kejadian ini. Pertama, mereka menyembah-Nya, karena mereka tahu Dia adalah Anak Allah berdasarkan otoritas ilahi-Nya. Hal ini hanya tersirat disini, namun di ayat 22 dikatakan, “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.” Ini menunjukkan bahwa Yesus mengontrol segala sesuatu. Dia berkuasa atas mereka yang menjadi milik-Nya dan mereka yang bukan milik-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia juga mengontrol angin dan ombak dan lautan dan pikiran mereka dan iman mereka dan segala sesuatu yang lain yang Dia mengontrol. Yesus berotoritas atas semua orang dan segala sesuatu, dan itu terlihat jelas dalam kisah ini. Di Yohanes 5, Dia mengatakan Dia berotoritas untuk menghakimi semua orang dan otoritas itu diberikan kepada-Nya oleh Allah Bapak. Jadi Dia berotoritas atas waktu dan kekekalan, atas kehidupan dan kematian dan atas nasib.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Markus 1:27 orang-orang menanyakan, “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata- kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Bukan saja Dia memiliki otoritas atas kehidupan dan kematian, waktu dan kekekalan, Surga dan neraka dan nasib, namun Dia juga berotoritas atas dunia supranatural dan atas malaikat-malaikat yang jatuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga bisa memberikan otoritas itu kepada orang lain, menurut Lukas 9:1, kepada murid-murid-Nya, “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” Kita melihat hal itu di Kisah Para Rasul 3 dengan Petrus dan Yohanes di tempat ibadah dimana mereka menyembuhkan orang lumpuh itu yang sedang minta-minta, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Disitu Petrus menggunakan otoritas yang diberikan kepadanya oleh Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 28:18 Yesus pada akhirnya mengatakan, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Apakah artinya segala kuasa? Definisinya adalah kontrol atau kuasa yang memerintah dan berdaulat. Dia berkuasa di atas segalanya. Dia berkuasa atas alam, Dia menciptakan kapan saja apa saja yang Dia inginkan; Dia memberhentikan badai kapan saja Dia ingin dan menyebabkan angin itu reda. Dia dapat berjalan di atas air. Dia berotoritas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke ayat 22. Dikatakan bahwa langsung setelah orang-orang diberi makan mereka ingin menjadikan–Nya raja, “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang.” Tuhan tahu ini sulit bagi mereka, jadi Dia menyuruh mereka pergi dan Dia menghilangkan godaan itu. Menyadari kelemahan mereka dan kerentanan mereka terhadap rencana orang banyak itu, Dia mengatakan, “Pergilah ke sisi seberang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus memberitahukan kita bahwa mereka sedang menuju ke Betsaida, Yohanes mengatakan bahwa mereka menuju ke Kapernaum; kedua kota itu berdampingan, Betsaida adalah pinggiran kota Kapernaum. Ini hanya berarti mereka menuju ke- arah yang sama dalam perjalanan pendek di sudut kecil dari Lautan Galilea. Kemudian dikatakan, ketika ada badai, angin itu berlawanan dengan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya orang mengatakan, “Ah janganlah kita melawan angin itu, Marilah kita balik dan angin itu akan meniup kita kembali ke pantai.” Namun mereka tidak melakukan itu, ketika Tuhan mengatakan, “Pergilah ke Kapernaum,” mereka melakukan itu. Mereka berjuang sepanjang perjalanan meskipun mereka tidak maju banyak, mereka teruskan dalam ketaatan mereka kepada otoritas Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan orang banyak itu tidak dapat melawan kuasa-Nya, atay 23 mengatakan bahwa setelah Yesus menyuruh orang banyak itu pergi, Dia pergi sendirian untuk berdoa. Dia menyuruh semua orang banyak itu untuk pergi! Mereka ingin menangkap-Nya namun kuasa-Nya total terhadap mereka semua. “Mereka itu pergi kemana?” Mereka itu semua tidur, ribuan orang itu semua tidur di lereng berumput itu dan dimana saja mereka bisa tidur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Darimana kita tahu dimana mereka itu tidur? Karena ketika mereka bangun pagi esoknya, mereka semua masih ada di tempat yang sama menurut Yohanes 6:22-65 dan mereka mengatakan, “Ini waktunya sarapan. Yesus ada dimana?” Namun Yesus tidak ada disana, Dia sudah ada di Kapernaum. Disitulah Dia mengajarkan mereka bahwa sesungguhnya jikalau mereka tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, mereka tidak mempunyai hidup. Mereka mengatakan, “Ah, tidaklah,” dan sejak itu. banyak murid meninggalkan Yesus dan Dia meluangkan waktu semakin banyak dengan murid-murid-Nya dan semakin sedikit dengan orang-orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah di katakan di ayat 23 bahwa waktunya sudah malam. Menurut definisi Yahudi ini adalah waktu malam kedua. Malam pertama dari jam 3-6, dan malam kedua dari jam 6-9. Dia memberi mereka makan dari jam 3-6, malam pertama. Dan dalam malam kedua yaitu dari jam 6-9, itu sudah mulai gelap. Dan pada saat itu semakin gelap, Dia sendirian di gunung dan Dia berdoa. Ingatlah selalu behwa jika Yesus perlu berdoa, apalagi kita harus perlu berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 22:31-32, Yesus mengatakan kepada Petrus, “Simon, lihat Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur.” Bukankah itu sesuatu yang menghiburkan? Itulah pekerjaan Kristus sebagai Imam Besar. Sekarang juga pada saat ini, di takhta Allah Bapa, Dia berdoa bagi Anda dan saya dan Dia berdoa dengan kuasa dan otoritas Allah. Bukankah itu memberikan kita keyakinan yang besar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, pengetahuan-Nya yang ilahi. Ayat 24, “Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa kilometer jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.” Injil Yohanes mengatakan mereka sudah 25-30 stadia jauhnya di lautan, yang adalah kira-kira 5-6 kilometer ditengah laut. Markus menambahkan bahwa mereka tertekan waktu mereka berdayung. Dan Yohanes 6:18 mengatakan bahwa anginnya kencang. Saat itu gelap dan suram, badainya keras dan yang paling buruk, Yesus tidak ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir kali mereka berada dalam badai seperti ini, Yesus sedang tidur di bagian belakang perahu dan mereka hanya perlu membangunkan-Nya dan Dia dapat memberhentikan badai, yang memang Dia lakukan. Namun sekarang Dia tidak ada disitu. Dan yang lebih buruk lagi, Dia tidak dapat datang karena mereka mengambil perahu satu-satunya yang ada. Yohanes mengatakan di Yohanes 6 bahwa keesokan harinya ketika orang banyak itu bangun, mereka melihat tidak ada perahu lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi sementara itu, waktu mereka sedang ditengah lautan mengalami semua trauma ini, Dia berada diatas bukit dan berdoa bagi mereka. Bukankah ini gambaran yang indah dari pekerjaan syafaat Imam Besar Kristus, benar? Mereka tidak tahu hal ini, namun mereka dalam keadaan aman. Selama lima atau enam jam mereka berusaha keras tanpa hasil. Namun bukankah menyenangkan untuk menyadari bahwa Yesus tahu hal itu? Dan Dia tahu keadaan Anda sekarang juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25, “Waktu berjaga malam keempat datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.” Tidak istimewa, hanya dikatakan Dia berjalan diatas air, sama seperti Anda berjalan di pantai laut. Hal ini digambarkan sebagai hal biasa saja sehingga itu sangat mengagumkan. Dia tahu kemana Dia mau berjalan; Dia tahu percis dimana mereka berada. Tidak masalah keadaannya gelap sekali. Ini adalah pengetahuan ilahi-Nya – Dia tahu segala sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 139 mengatakan bahwa malam dan siang itu sama bagi Dia. Ini terjadi pada waktu berjaga malam yang keempat. Waktu berjaga pertama adalah dari jam 6-9 malam, waktu berjaga kedua adalah dari jam 9-12; waktu berjaga ketiga adalah dari jam 12-3; dan waktu berjaga keempat dari jam 3-6 pagi. Jadi mereka telah berusaha sepanjang malam dan mereka cemas dan ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menunggu lama sekali sebelum Dia datang, ini semua bagian dari pelajaran itu. Apakah Anda menyadari bahwa jika Anda tidak pernah mengalami badai, Anda tidak akan tahu bahwa Dia sanggup menguasai badai? Kita tidak akan pernah mengerti benar kuasa Allah bagi kita sampai kita tertekan sampai ke ekstrim. Itu bagian pelajaran itu. Mengapa Anda pikir Tuhan kita tidak langsung pergi ke Marta dan Maria sampai Lazarus sudah meninggal sampai dia bau? Karena hanya dalam ketidakmungkinan situasi ekstrim itu mereka baru mengerti betapa besar kuasa-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu waktu kita duduk dan waktu kita bangun – dimana kita berada dan apa kebutuhan kita. Dia mengenal kita sejak kita berada di kandungan. Jika kita naik ke surga, Dia berada disana, jika kita berada di neraka, Dia ada disitu. Jika kita berada di ujung lautan, disana tangan-Nya akan membimbing kita dan tangan kanan-Nya akan menopang kita. Tidak masalah kita ada dimanapun, karena Dia tahu segala sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan waktu Dia berjalan diatas air, air itu akan menjadi rata dan menjadi tenang; bahkan Dia tidak akan menjadi basah. Dia menuju ke mereka. Mengapa? Karena mereka ada kebutuhan dan sudah hampir putus asa. Dia tidak dapat melihat mereka dari atas bukit, atau di dalam kegelapan di malam badai itu, namun Dia tahu percis dimana mereka berada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, perlindungan ilahi-Nya atau kasih ilahi-Nya. Ayat 26, “Ketika murid- murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: ‘Itu hantu!’” Dalam bahasa Yunani itu berarti penampakan. “Lalu berteriak-teriak karena takut.” Markus menambahkan bahwa mereka semua melihat Dia, jadi bukan hanya satu orang yang memikir melihat Yesus. Karena selalu ada orang liberal yang ingin memberitahu kita bahwa mereka hanya memikir melihat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus menambahkan suatu hal lain yang menarik, kelihatannya bahwa Yesus sedang melewati perahu mereka. Tuhan selalu ada disitu, namun Dia ingin mendengar teriakan hati orang yang ada kebutuhan. Dia selalu berhenti bagi mereka yang memanggil, dan mereka berseru, “Itu hantu!” Matius 14:27 mengatakan, “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Kuatkanlah hatimu. Ini Aku, jangan takut!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Kuatkanlah hatimu” adalah ucapan sehari-hari di Inggeris yang berarti, beranilah, kuatkan hatimu, jangan takut. Karena Allah adalah pelindung umat-Nya, itu kebenaran yang sangat besar. Badai tidak pernah begitu ekstrim sampai Dia tidak tahu dimana kita berada, atau Dia tidak dapat berjalan diatas air. Dia akan melindungi umat-Nya dan Dia tidak pernah terlambat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini terjadi bukan untuk mengajarkan murid-murid itu untuk berjalan diatas air, tidak ada orang yang pernah sanggup melakukan itu, Setelah kejadian ini, tidak ada orang di Alkitab yang pernah berjalan diatas air. Ini untuk mengajarkan orang yang terbatas kemampuannya bahwa Allah sanggup dan rela untuk menolong dan melakukan yang mustahil. Ini untuk mengajarkan bahwa dalam keadaan ekstrim, kita tidak usah takut karena Dia berada bersama kita, dan Dia akan merespon terhadap kebutuhan kita. Marilah kita teruskan ajaran ini minggu depan untuk melihat apa lagi yang Allah ingin mengajarkan kita. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Aug 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130818</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memberi Makan 5000]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+14:13-22" target="_blank" class="imCssLink">Matius 14:13-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:13-22 mencatat titik tinggi di dalam pelayanan Tuhan kita Yesus Kristus. Mujizat tertentu mengenai pemberian makanan kepada 5000 ini adalah mujizat satu- satunya yang terdapat di dalam semua penulis Injil: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Jadi kita menyimpulkan bahwa ini kwalitas unik sekali. Setiap penulis bukan saja memasukkan mujizat ini namun juga menempatkannya pada puncak kehidupan dan pelayanan Tuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Tuhan kita mulai pelayanan-Nya di Galilea, Dia berusaha bertemu dengan banyak orang di kota-kota; Dia berusaha untuk memperkenalkan nama-Nya, untuk menunjukkan kuasa-Nya melalui mujizat-mujizat. Dia berusaha mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah dan Surga. Dia ingin menyatakan diri-Nya sebagai Raja yang menawarkan mereka suatu Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga tahu bahwa kepemimpinan agama telah menolak-Nya. Dan semakin orang tahu siapakah Tuhan kita semakin kebencian itu meningkat. Dan saat kita tiba kepada mujizat tertentu ini, popularitas-Nya mencapai puncaknya. Bahkan akibat mujizat ini masyarakt umum di Galilea ingin memaksakan Dia menjadi raja. Mereka kagum kepada-Nya dan ingin mengikuti-Nya, inilah titik tingginya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini juga saatnya Dia mulai mengundurkan diri, karena baru sebelum titik tinggi ini telah ada pembunuhan Yohanes Pembaptis. Jadi bukan saja ada permusuhan agama dari orang-orang Farisi namun juga ada permusuhan politik juga. Herodes, penguasa kecil itu, merasa sangat terancam oleh Tuhan Yesus, sama seperti dengan Yohanes Pembaptis. Jadi karena semua permusuhan itu dari pemimpin-pemimpin agama dan politik, Tuhan mulai mengundurkan diri setelah mujizat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama kita meneruskan ini, karena ini adalah tahun terakhir dalam kehidupan-Nya di bumi, Dia meluangkan waktunya terutama dengan Keduabelas, mempersiapkan mereka untuk apa yang akan terjadi dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya dan mempersiapkan mereka untuk apa yang mereka harus lakukan, karena mereka adalah fondasi pembangunan gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua mulai di Matius 14:13, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.” Cukup sukar untuk mencari tempat pribadi di Galilea; daerah itu cukup kecil: panjangnya 80 kilometer dan lebarnya 40 kilometer dan ada 204 kota dengan setidaknya 15.000 orang. Jadi daerah itu sangat padat. Namun Tuhan kita menemukan tempat tenang dan Dia pergi secara pribadi kesana naik perahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 9:10 mengatakan Dia pergi ke tempat bernama Betsaida atau Betesda. Sebenar- nya ada dua tempat yang dinamakan seperti itu, yang satu di pantai timur laut Galilea dan yang satu lagi di pantai sebelah barat. Yang dipantai timur dinamakan Betsaida Julia karena nama itu diberi oleh Filipus, penguasa seperempat, karena itu putrinya Kaisar Agustus. Lukas mengatakan Dia menuju kesitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kira-kira 2 kilometer disebelah selatan kota itu ada lereng bukit berumput yang berlanjut dari dataran di tepi Laut Galilea ke sebuah gunung yang tinggi. Yesus bersama murid-murid-Nya keluar dari perahu kecil itu dan naik lereng itu untuk mencari tempat dibawah pohon-pohon di sebelah atas itu. Namun keinginan-Nya untuk meluangkan waktu tersendiri dengan murid-murid-Nya disingkirkan oleh kebutuhan orang-orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13 meneruskan, “Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.” Orang-orang dari beberapa kota di dekat daerah itu mulai keluar dan menjadi massa kemanusiaan yang semakin besar yang berjalan dari sebelah utara Laut Galilea ke tempatnya mereka tahu Yesus sedang pergi dalam perahu kecil itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 6:33 mengatakan bahwa ada orang yang sudah tiba disitu ketika Dia datang, yaitu mereka yang cepat, yang lari. Orang-orang lumpuh, buta dan yang sakit yang datang untuk disembuhkan pasti datang jauh lebih lama sesudahnya. Jadi meskipun ada orang yang telah datang sebelumnya, Dia pergi melampaui mereka ke gunung untuk bersama dengan Keduabelas murid untuk waktu tenang dan menyendiri. Namun orang- orang semakin banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 6:2-4 memberitahukan mengapa, “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan- Nya terhadap orang-orang sakit. 3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. 4 Dan perayaan Pelewatan, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.” Jadi disitu pasti juga ada bukan saja orang-orang dari kota-kota dan desa-desa, namun juga peziarah dalam perjalanan ke perayaan Pelewatan yang menambahkan kepada orang banyak itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terus terang, majoritas mencari-Nya, bukan karena mereka percaya apa yang Dia katakan, dan bukan karena mereka menyembah dan mau memuliakan-Nya, namun karena mereka telah mendengar tentang penyakit-penyakit yang disembuhkan-Nya dan mereka ingin menyaksikan dari jarak dekat semua kejadian luar biasa itu, dan mungkin mereka dapat disembuhkan dari penyakit mereka sendiri, namun paling tidak mereka terpesona oleh hal-hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para penonton sekarang sudah banyak sekali. Ayat 21 mengatakan jumlahnya 5.000 pria. Tentulah ada paling tidak 5.000 wanita bersama mereka dan kemungkinan besar bahkan lebih banyak dari itu, karena banyak perempuan tertarik secara khusus kepada Kristus. Ditambah itu pasti ada banyak anak-anak. Di zaman itu keluarga besar dengan banyak anak-anak sudah biasa, jadi kemungkinan besar ada 25.000 orang disana dan mungkin saja jumlah itu masih konservatif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:14 mengatakan, “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.” Yesus merasa kesakitan mereka, Dia merasa luka mereka, Dia merasa kebutuhan mereka. Itu berarti hati-Nya tergerak oleh mereka. Yesus Kristus, meskipun Allah, penuh semangat dan sanggup merasakan kesakitan itu di dalam hati-Nya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah sifat Allah dimana hatinya tergerak oleh mereka yang kebutuhan. Ini bukan berdasarkan mereka akan merespon atau membalas budi dengan kepercayaan; ini adalah hati Allah yang tergerak oleh semua orang dalam kesusahan. Karena itu di bab 10, Tuhan mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan memberi mereka kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia bisa saja mendemonstrasikan kuasa ilahi-Nya dengan memberikan mereka kemampuan untuk melompat gedung tinggi atau berjalan diatas air atau menciptakan makanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya Dia memberi mereka kemampuan untuk menyembuhkan penyakit adalah karena hati Allah tergerak oleh mereka yang luka. Alkitab mengatakan di ayat 14 bahwa Dia menyembuhkan penyakit mereka. Dia menyingkirkan istirahat-Nya, penyegaran dan waktu prioritas bersama murid-Nya. Allah tidak pernah terlalu sibuk dalam mengatur semesta alam dan semua hal-hal “besar” dari rencana-Nya, dan Dia dapat menyingkirkan itu semua untuk menolong seseorang dengan kebutuhan yang minta tolong.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 14:15 kita baca, “Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Murid-murid Yesus kuatir masalah kelaparan orang-orang banyak ini, namun itu tidak terlihat dari versi Matius dari kejadian ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Diantara ayat 14 dan ayat 15 ada cukup banyak waktu, jadi marilah kita melihat sebentar Yohanes 6:5, “Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Dan Markus dan Lukas menambahkan bahwa Yesus bukan saja menyembuhkan mereka namun Dia juga mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah. Namun sebelumnya Dia mulai hal itu, Dia menanam suatu pertanyaan di dalam otak Filipus: dimana kita akan pergi untuk membeli roti untuk makanan orang-orang ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada berbagai alasan mengapa Yesus minta hal itu dari Filipus. Nomor satu adalah karena Filipus berasal dari daerah itu dan kemungkinan besar dia tahu dimana ada makanan sebegitu banyak yang dapat dibeli. Kedua, Dia menanyakan Filipus, kata Yohanes 6:6, untuk mencobainya. Filipus sama seperti kebanyakan kita – cukup lama waktunya sampai dia mengerti. Di Yohanes 14:8-9 Filipus bertanya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Filipus berbicara ke sebelas murid yang lain dan mengatakan, “Hai kalian, kita perlu mencari jalan untuk memberi makanan kepada semua orang ini.” Mereka memikirkan itu sepanjang hari dan tetap tidak ada jalan keluar. Bahkan Filipus mengatakan, kita ada 200 denari, yang sama dengan gaji seseorang selama 200 hari dan mungkin itu ada di dalam perbendaharaan mereka untuk menutup keperluan mereka sehari-hari. Dia mengatakan, “inilah saja yang kita miliki dan bagaimanapun juga itu tidak akan cukup.” Jadi mereka tidak memiliki sumber daya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Andreas datang dan berkata, “Tuhan, aku telah menanyakan semua orang dan yang ada hanya anak ini dengan lima roti dan dua ikan.” Barley adalah gandum termurah, dan semakin miskin orang itu, semakin besar mereka memakai gandum barley untuk membikin kueh roti kecil. Dan biasanya mereka mengambil ikan dan itu dibikin seperti acar, dan mereka memakannya bersama roti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya malam datang dan mereka masih belum ada solusi. Orang Yahudi memiliki dua macam malam hari, yang pertama adalah dari jam 3 – 6 sore, dan yang kedua adalah dari jam 6-9 malam. Matius 14:15 mengatakan, “Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Itulah solusi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:16, “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Iya pastilah. Mereka berpikir, “Kita tidak ada makanan.” Yesus tahu hal itu, jadi mengapa Dia mengatakan itu? Ini sederhana sekali. Yesus ingin supaya mereka mengaku bahwa mereka tidak memiliki makanan sama sekali. Kita adalah manusia yang tanpa Yesus tidak memiliki sumber daya apapun juga. Dan saat kita mengaku hal itu Dia akan menolong kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka berkata, “Kita hanya ada lima roti dan dua ikan.” Itu saja. Bagaimana mungkin itu cukup untuk 25.000 orang? Mereka bingung, dan sangat penting mereka menyadari, “Kita tidak memiliki apa-apa dan kita tidak dapat melakukan apa-apa.” Itulah pelajaran rohani besar bagi semua orang yang melayani Allah, kita tidak memiliki apa-apa dan kita tidak berdaya sama seperti mereka yang tidak dapat melakukan apa-apa juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita tiba pada bagian agung dari kisah ini. Di Matius 14:18 Yesus berkata, "Bawalah ke mari roti dan ikan itu kepada-Ku.” Sekarang, seolah-olah Dia berkata kepada mereka, kalian tidak memiliki apapun, namun apa yang kalian miliki, berikanlah itu kepada-Ku supaya Aku dapat memakainya untuk mentransformasikan semuanya. Bayangkan mereka hanya dapat melihat saja dan bertanya-tanya dalam hati mereka, apa sih yang akan terjadi berikutnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 19, Yesus melakukan sesuatu yang aneh. Dia memerintah supaya orang banyak itu duduk di rumput. Ini musim semi tahun itu dan rumput sudah hijau. Ini tempat yang indah, pantai timur Laut Galilea. Rumput yang turun ke pedataran di tepi laut itu memang tempat yang indah untuk duduk, dan matahari akan terbenam di sebelah barat dan ombak-ombak kecil terlihat ketika angin meniup atas Laut di malam hari. Udaranya sejuk dan mereka akan adakan suatu piknik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus memberitahukan kita bahwa Tuhan menyuruh mereka supaya orang-orang itu dipisahkan duduk dalam kelompok 50 dan 100 orang dengan lorong diantara mereka, supaya murid-murid bisa melayani mereka. Tentu saja para murid menaati Tuhan, tetapi mereka tidak mengerti apa-apa. Mereka masih tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka semua duduk teratur siap untuk dilayani. Kemudian yang lebih menarik lagi di ayat 19, “Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Omong-omong, dikatakan di Matius, “Dia mengucap berkat” dan di Yohanes 6:11 Dia mengatakan, “mengucap syukur,” oleh karena itu kita dapat menyimpulkan bahwa mengucap syukur kepada Allah dan mengucap berkat kepada Allah adalah sama. Ayat 19 teruskan, “lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid- Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.” Mujizatnya hampir tidak kelihatan, benar? Disitu tidak dikatakan Dia naik ke atas gunung dan berteriak, “Makanan!” atau bahwa tanah itu bergerak. Dia hanya mulai membagikan roti dan ikan dan itu tidak berhenti; Dia terus saja menciptakan yang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasti rasanya enak sekali, karena itu belum pernah dikenakan dosa. Itu roti dan ikan yang terbaik yang mereka pernah makan, dan itu tidak berhenti. Mungkin Anda berkata, “Berapa banyak diciptakan disitu?” Coba lihat ayat 20, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Ini adalah gambaran Allah. Yang diberikan tepat sama dengan apa yang dibutuhkan. Inilah konsep kelimpahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja ada sisa. Ketika mereka telah mengumpulkan semua potongan roti sisa, ada 12 bakul penuh. Ada juga duabelas murid. Wah luar biasa. Sehebatnya kemampuan untuk menciptakan adalah kemampuan untuk menciptakan persis jumlah yang memuaskan semua orang dengan tepat dan ada tepat duabelas baku sisa untuk para murid. Allah tidak pernah menyia-yiakan mujizat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah reaksi orang-orang? Ayat 21 mengatakan, “Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.” Yohanes 6 mengatakan bahwa mereka mencoba untuk menjadikan-Nya raja. Bukan saja Dia dapat menyembuhkan mereka dari segala penyakit mereka, namun Dia juga memberikan mereka makanan yang terenak yang pernah ada. Dia haruslah menjadi raja mereka, jadi keinginan politik mereka mencapai puncaknya, mereka mencoba untuk memaksakan hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22 mengatakan bahwa, “Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu,” yang berarti bahwa mereka tidak setuju. Mereka tidak mau meninggalkan-Nya sendirian, “dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.” Ayat 23 mengatakan, “Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” Jadi apakah ajaran Allah bagi kita semua?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Dia mengajar tentang belas kasihan untuk orang-orang yang kebutuhan, dan memperlihatkan mereka hati Allah yang bukan saja menyediakan untuk kebutuhan rohani, namun juga memberi bagi kebutuhan jasmani. Kedua, Dia kemudian mengajarkan kita untuk mengorbankan istirahat dan libur untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Ketiga, Dia mengajarkan bahwa disamping menolong memenuhi kebutuhan jasmani, kita juga harus mengajar kebenaran Kerajaan. Ketika kita menolong orang sakit atau yang hatinya luka, tujuannya adalah untuk memperkenalkan mereka kepada Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran keempat adalah untuk belajar menaati meskipun Anda tidak mengerti mengapa. Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mengerti, tetap saja lakukanlah itu, karena sesuatu yang indah akan terjadi. Nomor lima, lakukanlah hal dengan cara teratur. Allah adalah Allah yang teratur, lihatlah alam, semua tercipta secara teratur, setiap ciptaan sempurna dalam caranya bertumbuh, bergerak dan setiap detail ada supaya dapat berfungsi dalam urutan yang tepat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran keenam adalah bahwa pelayanan adalah melayani orang lain, bukan melayani diri sendiri. Jesus mengatakan, “Berikanlah semua yang ada padamu, dan marilah kita memberikannya kepada mereka.” Murid-murid tidak makan sendiri, hanya setelah mereka memberi makan kepada semua orang lain, bru mereka makan. Kita dipanggil untuk memelihara orang lain dulu, dan Allah akan pasti memelihara kita juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor tujuh adalah belajar membagikan kepada mereka yang tidak punya. Dari segala berkat-berkat-Nya, kita harus membagi berkat kepada orang lain, dan dengan cara itu kita memberkati Allah. Dia telah memberikan kita waktu; dan Dia ingin ada hasilnya. Dia telah memberikan kita talenta, buah Roh, uang, harta milik dan semua itu datang dari tangan penciptaan-Nya. Dia minta supaya kita membagikan itu kepada orang lain, itu artinya penatagunaan atau pengelolaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajaran kedelapan adalah untuk belajar percaya kuasa Allah untuk menyediakan apa yang kelihatannya mustahil. Pikirkanlah itu dalam hal pelayanan. Kita bertanggung jawab untuk memberi makanan rohani kepada orang lain, untuk mewakili Kristus hari demi hari, untuk berada diantara Dia dan dunia, dan untuk memberi makanan rohani kepada gereja. Saya pribadi tidak memiliki apa-apa dan saya tidak mampu mendapat- kannya dalam kekuatanku sendiri, dan karena itu saya harus bersandar kepada Dia untuk persediaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajaran kesembilan adalah untuk mulai dengan apa yang kita miliki sendiri, tidak masalah itu kecil sekali. Yang kecil menjadi besar ketika itu ditempatkan di dalam tangan Allah. Allah sering memakai hal-hal kecil; Dia memakai tangisan bayi untuk mengerakkan hati putri Firaun. Dia memakai tongkat gembala untuk mengerjakan mujizat-mujizat luar biasa di Mesir. Dia memakai batu licin dan umban untuk mengalahkan negara. Yesus suka orang yang lemah, karena dengan cara itu ketika ada kejadian luar biasa, kita tahu itu semua oleh karena kuasa-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran adalah bahwa Allah ingin memelihara orang melalui Anda. Ketika Dia mengambil roti dan ikan kecil itu dan memecahkannya, Dia memberikan itu kepada murid-murid-Nya. Mereka berdiri diantara Dia dan orang banyak. Kita sekarang berdiri diantara Yesus dan orang banyak dan Allah ingin memberi makan orang banyak melalui kita. Dan itu bergantung kepada kesediaan Anda dan hati pelayanan Anda, benar? Itulah ajaran rohani penting bagi setiap orang di generasi ini. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Aug 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130811</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketakutan yang menyebabkan Ketidakpercayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+14:1-13" target="_blank" class="imCssLink">Matius 14:1-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini adalah salah satu yang paling tragis, tetapi juga paling memenangkan di Alkitab. Ini menceritakan pembunuhan Yohanes Pembaptis, namun ada hal-hal yang jauh lebih banyak dari pada kisah ini saja. Ini gambaran dari seseorang yang karena ketakutan, kehilangan Kerajaan Allah dan kehilangan pengetahuan akan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita melihat Matius 14, kita bertemu dengan kejadian kedua dari delapan kejadian yang tertulis mulai dari akhir Matius 13 sampai ke permulaan Matius 16; delapan kejadian yang menunjukkan bagaimana orang-orang menanggapi pemberitaan Kerajaan. Di bab 13 kita melihat kota Nazaret sebagai ilustrasi pertama dari orang- orang yang menolak dan tidak percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian terakhir berhubungan dengan kota yang menolak Kristus, yang sekarang berhubungan dengan seseorang yang menolak Kristus. Bagian terakhir berhubungan dengan orang-orang biasa yang menentang Raja, dan sekarang kita melihat raja yang menentang Raja tulen. Bagian terakhir mengungkapkan cara mereka memperlakukan Mesias, dan sekarang kita melihat cara mereka memperlakukan pendahulu atau utusan atau agen sang Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian terakhir menunjukkan penolakan dan perlawanan terutama karena iri hati, bagian ini menunjukkan penolakan dan perlawanan terutama berdasarkan ketakutan. Namun keduanya memiliki pada dasarnya kebanggaan yang mementingkan diri, dan di dalam semua kasus, itulah biasanya yang mencelakakan jiwa – yaitu keengganan untuk melepaskan kepribadian diri untuk merangkul Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah ini diceritakan dalam kilas balik. Ingatlah Kristus mengajar, keduabelas telah dilatih dan mereka telah keluar berdua-dua, berkhotbah dan memproklamirkan Kerajaan. Berita itu sudah disebar; tanda-tanda, mujizat, penyembuhan dan pengusiran setan dan kebangkitkan orang mati – semua itu berlangsung dan akhirnya Herodes mendengar ini, dan sekarang kita melihat reaksinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:1 mulai dengan “Pada masa itu,” dan itu merupakan frase yang tidak terbatas, pada waktu Kristus dan murid-murid-Nya berkhotbah, ketika Ia ditolak, ketika permusuhan mulai semakin besar, “sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.” Sekarang kita bertemu dengan tokoh utama: Herodes, yang menolak Yesus di bagian ini, yaitu orang yang seperti tanah berbatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia disebut tetrarch. Secara teknis ini berarti dia raja bagian seperempat. Tetra berarti seperempat dari sesuatu. Namun itu digunakan untuk menggambarkan setiap penguasa bawahan di bagian-bagian negara, dan memang ada banyak penguasa bawahan saat itu di Israel. Jadi sebenarnya dia bukan raja, namun penguasa bawahan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nama Herodes harusnya kita tahu karena ketika kita kembali kepada Matius 2:1 ketika Kristus lahir, kita melihat bahwa ada raja bernama Herodes. Itu Herodes yang berbeda, itu Herodes Agung, keturunan Esau, orang Arab. Selain dari itu Herodes Agung itu juga menikah perempuan Samaria, jadi di kalangan orang Yahudi dia sangat tidak populer.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Herodes adalah raja mereka, ditunjuk oleh Roma, namun dia begitu takut ketika ia mendengar ada Raja yang telah lahir, sehingga ia membantai semua bayi-bayi waktu itu, supaya ia dapat memusnahkan ancaman takhtanya dari siapapun juga. Namun Herodes Agung sudah lama mati pada waktu bagain ini terjadi dan sekarang Herodes ini adalah salah satu putranya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes Agung memiliki tiga putra dengan tiga isteri yang berbeda yang bernama, Arkelaus, Filipus dan Herodes Antipas. Arkelaus ada di sebelah selatan, Filipus di bagian utara dan Herodes menerima yang ada di tengah, yaitu Galilea dan daerah bagian sebelah timur yang dikenal sebagai Parea.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada dua Herodes yang lain, yang satu bernama Herodes Agrippa, bacalah Kisah Para Rasul 12, dia menentukan “Hari Herodes” untuk merayakan kekuasaannya, dan dia tidak memuliakan Allah, sehingga Allah menghukumnya dan dia dimakan cacing dan mati. Ada juga Herodes Agrippa II dan kita menemukannya di Kisah 26, Paulus memberitakan Injil kepadanya. Jadi pada dasarnya ada Herodes Agung, Herodes Antipas, Herodes Agrippa I dan Herodes Agrippa II.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Herodes Antipas pada awalnya tidak begitu tahu tentang pelayanan Yesus. Namun akhirnya dia mendengar tentang kemasyhuran Yesus. Ini setelah Tuhan telah melayani orang, Dia melatih Keduabelas murid-Nya dan sekarang mereka melayani dimana- mana, jadi firman-Nya disebarkan cepat dan permusuhan makin berkembang. Kombinasi semua hal-hal ini menyebabkan ada perhatiannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Reaksinya rada aneh. Matius 14:2, “Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Ini menjadi masalah besar bagi dia karena dia telah membunuh Yohanes Pembaptis. Ketakutan pembunuh siapapun juga adalah kemungkinan orang yang dibunuhnya akan datang kembali dari dunia mati. Rasa bersalah karena pembunuhan Yohanes Pembaptis meyakinkannya bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bandingkanlah ini dengan Lukas 9:7 yang mengatakan, “Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. 8 Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Jai pada permulaannya dia mendapat berita yang sama dengan laporan yang diberikan murid-murid kepada Yesus di Matius 16:14, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini indikasi penting bahwa Yohanes juga telah melakukan beberapa mujizat. Jika ia datang dalam roh dan kuasa Elia, itu berarti bahwa dia juga memiliki kuasa luar biasa seperti Elia. Jadi ketika Herodes mendengar bahwa Yesus memiliki kuasa ajaib ini, yang dia tahu ada di dalam Yohanes juga, dia yakin dalam pikirannya bahwa Yohanes Pembaptis sudah kembali dari kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat alasan reaksi ini. Disini datanglah kilas balik itu; dan begitulah kisah ini diceritakan. Di Matius 14:1-2, Herodes bereaksi terhadap Yesus, dan disini ada alasan mengapa dia menyamakan Yesus dengan Yohanes Pembaptis. Matius 14:3-4, “Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. 4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius teringat kembali kepada kejadian itu dan marilah saya memperkenalkan Anda kepada tokoh-tokohnya. Pertama, Yohanes Pembaptis, nabi Perjanjian Lama terakhir, orang besar dari Allah yang kudus dan benar. Yesus mengatakan di Matius 11:11, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Dia orangnya luar biasa, pendahulu Mesias. Pekerjaan orang ini di dunia adalah untuk mengumumkan dan memperkenalkan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebaliknya dari hamba Allah ini, kita bertemu dengan Herodes. Kita sudah membicarakan biodatanya, jadi marilah kita melihat sekarang karakternya. Dia jahat, bejat, tanpa malu, dan dipermaikan wanita sombong, cenderung berlebihan, bermasalah dalam hati nuraninya namun menolak untuk menaati dan Yohanes Pembaptis benar mencemaskannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Herodes pasti menyadari bahwa hal terbaik untuk dilakukan dengan orang ini adalah untuk membunuhnya, sama seperti apa yang bapaknya mencoba melakukan pada mulanya dengan Mesias ketika dia membunuh semua bayi-bayi saat itu. Dia sama seperti setiap tiran yang lemah, dan takut yang hanya dapat memikirkan untuk membunuh saingannya, dia sudah belajar banyak dari bapaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi menurut ayat 3 dia memenjarakan Yohanes dan dibelakang semua ini adalah isterinya, Herodias yang mendorong hal ini. Para arkeolog telah menggali sebuah penjara besar disana terbuat dari batu, dan ada lobang-lobang di batu itu dimana dulunya ada kayyu dan besi, supaya orang tahanan dapat dirantai ke dinding penjara. Mereka percaya itulah tempatnya penjara Yohanes Pembaptis dimana dia ditahan selama kira-kira setahun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodias adalah isteri kakaknya Filipus, Alkitab tidak mengatakan dia adalah isterinya, meskipun dia sudah menikah dengan Herodes. Jadi Roh Kudus menolak untuk mengakui pernikahannya kepada Herodes. Di Matius 14:4 dikatakan, “Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Jadi sekarang dengarkanlah semua fakta-fakta berhubungan keluarga ini yang memang luar biasa keji dan aneh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes Antipas menikah dengan putri Raja Aretas dari Nabatian, Saudi. Disini Paulus pergi selama tiga tahun ketika dia berdiam disana dan Allah mempersiapkan hatinya sebelum dia kembali untuk melayani. Sekarang Herodias adalah putrinya saudara Herodes lain yang telah menikah dengan Filipus, jadi Herodes Antipas menikah dengan putri suadaranya sendiri, dengan kata lain Herodias itu menikah dengan pamannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menentukan untuk bercerai masing-masing dan untuk menikah satu sama lain. Yohanes Pembaptis menghadapi situasi ini. Setelah Herodes menceraikan isterinya sendiri, Raja Aretas begitu marah sehingga dia menyerang dan menghancurkan tentara Herodes seluruhnya dan Herodes sendiri pasti mati kalau tidak dia diselamatkan orang Romawi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Herodes dan Herodias sekarang sudah menikah saat kita datang kepada keadaan ini, dan Filipus yang lain, saudara Herodes, telah meninggal. Filipus ini menguasai bagian-bagian utara. Langsung Herodias ingin daerah itu, dia ingin menjadi ratu dengan wilayah yang lebih luas. Namun Kaligula, kaisar Romawi, memberi daerah ini kepada Agrippa. Dia begitu kecewa sehingga dia mengatakan kepada Herodes, “Pergilah ke Roma dan meskipun Anda tidak diberi daerah itu, paksakanlah supaya Anda menjadi raja.” Herodes mencoba untuk merubah pikirannya, namun karena Herodias terus memaksa dia akhirnya pergi juga ke Roma.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, Agrippa diberi tahu tentang hal itu, dan dia kirim utusan yang lebih cepat kepada Kaligula dan mengatakan kepadanya bahwa Herodes merencanakan suatu pemberontakan dan semua itu hanya tipu muslihat. Jadi ketika Antipas datang untuk meminta di jadikan raja, Kaligula percaya dia ingin memberontak dan mengadakan revolusi dan malah dia dirampas takhtanya dan dia dibuang di pengasingan sampai dia mati. Dan ditambah semua itu Herodias juga dibuang bersamanya. Namun itu semua terjadi pada akhirnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua kebobrokan ini menarik perhatian Yohanes, dan dia mengatakan kepada Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Bukan saja dia mengatakan hal itu sekali namun teks Yunani mengatakan bahwa dia mengatakan hal itu berulang kali dan dimana-mana. Yohanes memang mengatakan itu dalam roh dan kuasa Elia. Jadi Herodes sangat tidak nyaman, dan itu menyebabkan Herodias itu sangat marah. Dia gusar karena Yohanes tidak berhenti mengatakan hal itu, dan karena itu mereka memenjarakannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda keagungan, tanda orang dia milik Allah adalah ketidaktakutan dalam menghadapi dosa orang-orang walaupun mereka menjadi pemimpin tertinggi negara itu atau di dunia. Janganlah ragu-ragu dengan para pemimpin, ketika dosa harus diperhadapkan, lakukanlah hal itu segera. Mereka memang memegang kehidupanmu di dalam tangan mereka namun itu tidak masalah, Anda adalah milik Allah. Kristus, Stevanus, Paulus, Petrus dan Yohanes Pembaptis semua menghadapai hal ini dan hal benar itu saja yang harus dilakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:5, “Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.” Herodes Antipas hidup penuh dengan ketakutan, dia takut akan isterinya, dia takut kehilangan takhtanya, dia takut Yohanes Pembaptis namun dia takut membunuhnya karena dia takut orang banyak. Jadi dia menempatkan Yohanes di penjara untuk membeli waktu. Sementara suatu hal terjadi yang cukup menarik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan di Markus 6:20 bahwa Herodes takut akan Yohanes. Dia tahu bahwa Yohanes orangnya benar dan kudus dan dia melindunginya. Herodes suka mendengar perkataan Yohanes, dia terpesona olehnya, jadi ketakutan itu berubah menjadi pesona. Namun Herodias semakin marah, dia perempuan yang tidak bermoral, dan dia ingin membalas dendam dan dia ingin Yohanes mati. Dia begitu marah sehingga ia bahkan menodai anaknya sendiri dengan rasa bersalah yang tak terlukiskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 14:6, “Tetapi pada hari ulang tahun Herodes,” dan tahukan Anda bahwa hanya orang non-Yahudi merayakan ulang tahun, orang Yahudi tidak pernah, “menarilah anak perempuan Herodias,” bernama Salome, “di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes.” Ini semua telah direncanakan Herodias, pada akhir pesta ini, pasti Herodes rada mabok dan kenyang dan mudah kena serangan. Jadi pada waktunya ada perempuan berdansa, dia membawa putrinya sendiri yang kira-kira berumur 16 atau 17 tahun untuk berdansa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7, “sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.” Dalam kemabukannya ia kehilangan semua sensibilitas. Dia ingin menjadi dermawan megah dan ia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa anak itu dapat memiliki apapun yang diinginkannya. Markus 6 mengatakan, “sampai setengah dari keseluruh kerajaannya.” Itu menujukkan betapa mabuknya dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8, “Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku disini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Herodias tidak mau tunggu sampai Herodes sadar kembali, dia ingin hal itu sekarang. Dan Herodes terlalu sombong untuk melanggar sumpahnya yang bodoh itu. Dia ingin supaya semua orang memikir perkataannya seperti emas murni, bahwa dia tahu apa yang dia lakukan itu dan ia takut kehilangan muka dan dia takut akan isterinya dan juga takut akan orang-orang disitu, jadi ia mengisi cangkirnya sendiri dengan kejahatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9, “Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.” Dia terjebak dan dia tahu itu, tetapi harga dirinya tidak mengizinkannya untuk melakukan yang benar, dia sama seperti Pilatus. Pilatus juga mencoba untuk bertahan sampai mereka mengatakan kepadanya, “Jika Anda tidak membunuh Yesus, kau bukan sahabat Kaisar.” Dan karena takut kehilangan nama dan reputasi dan takhta, ia membunuh Anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10, “Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara.” Secara diam-diam, di dalam penjara gelap itu, Yohanes Pembaptis dibunuh. Setelah dipenjarakan selama satu tahun, Yohanes Pembaptis mati. Pekerjaannya sudah selesai, dia pergi kepada upahnya, seseorang yang setia dan tidak berkompromi. Itulah nabi Allah yang benar. Lihatlah akhir yang indah dari kejadian jahat. Ayat 12, “Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberi-tahukannya kepada Yesus.” Jadi murid-murid Yohanes memakamkan tubuhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu apakah yang telah terjadi, namun itu baik bahwa murid-muridnya memberitahukan-Nya. Ayat 13, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.” Lukas mengatakan bahwa murid-murid-Nya mendampingi-Nya dan mereka tersendiri. Jadwal waktu itu tidak termasuk Herodes, jadi Yesus tidak pergi untuk menghadapi orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini waktu yang sangat penting untuk memnyendiri dengan Keduabelas murid untuk berbicara mengenai biayanya pengabaran Injil. Mereka melihat pengkhotbah pertama dan dia dibunuh. Kristus, pengkhotbah kedua akan dibunuh. Dan kebanyakan dari Keduabelas itu akan dimartir karena iman mereka juga, jadi ini waktu yang sangat penting untuk bersama-sama membicarakan ajaran harga, biaya dan waktu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes ingin melihat Yesus. Namun Yesus tidak mau melihatnya saat itu. Sementara waktu itu, Dia melayani, namun Yesus memberi pesan kepadanya. Di Lukas 13:32-33 Dia mengatakan, “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. 33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya waktu Yesus bertemu dengan Herodes adalah pada sidang-Nya. Lihatlah Lukas 23:8-12, “Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu mujizat. 9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. 10Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. 11 Maka mulailah Herodes menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.” Mengejek Anak Allah bersamaan menyatukan kedua orang tragis ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika Anda mementingkan reputasi Anda, karena takut pikiran orang lain, karena takut sikap dan perbuatan mereka yang mungkin menolak Anda, karena takut kehilangan muka atau reputasi, karena di intimidasi orang jahat, Anda kehilangan Kristus dan mencelakakan jiwa Anda. Janganlah takut akan manusia, takutlah akan Allah dan janganlah terus pegang apa yang Anda memang tidak dapat mempertahankan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Aug 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130804</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Ketidakpercayaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:53-58" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:53-58</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah selesai melihat tujuh perumpamaan dari Matius 13 dan sekarang kita datang kepada bagian terakhir yaitu Matius 13:53-58, “Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ. 54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" 57 Lalu mereka tersinggung oleh Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” 58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu kuasa iman atau kepercayaan. Bahkan, Tuhan kita mengatakan jika orang memiliki iman sebesar biji sesawi, dia dapat memindahkan gunung, dapat melakukan yang mustahil. Daud percaya Allah dan diberi kekuatan untuk membunuh Goliat. Abraham percaya Allah dan menjadi bapak bangsa besar. Orang cacat percaya Allah dan dia disembuhkan. Orang bangsawan percaya Allah dan anaknya dibangkitkan. Orang kusta percaya dan ditahirkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain kita juga perlu mengerti kuasa ketidakpercayaan. Sama seperti kepercayaan menyelamatkan jiwa dan menyebabkan kuasa Allah dilepaskan sepenuhnya atas nama orang itu, demikian pula ketidakpercayaan memberhentikan berkat kuasa Allah. Ayat 58 mengatakan hal itu dengan baik, “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.” Kuasa ketidakpercayaan memberhentikan Allah dalam menunjukkan kemampuan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita membaca ayat 53, “Iapun pergi dari situ.” Disitu artinya Kapernaum. Masih ingat di Matius 11:23-24 Yesus mengatakan, “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. 24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah mengucapkan kutukan di Kapernaum, dan ketika dikatakan di akhir ayat 53, “Iapun pergi dari situ,” sejarah Kapernaum berakhir dan penghakiman Allah mulai. Ini menandai krisis sejarah kota itu yang tidak dapat kembali ke keadaan semula. Jika Anda pergi sekarang ke Kapernaum tidak ada orang yang tinggal disana, seluruhnya hancur. Kota itu telah merasakan kutukan Yesus Kristus karena ketidakpercayaan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus kembali ke Nazaret di ayat 54, “Setibanya di tempat asal-Nya.” Jaraknya dari Kapernaum tidak jauh berjalan kaki. Dikatakan bahwa Dia pergi ke rumah ibadat dan mengajar mereka. Ini bukan pertama kalinya Dia melakukan itu. Pada permulaan pelayanan-Nya di Galilea, Dia pergi ke kampung halaman-Nya sendiri. Dan seperti kebiasaan-Nya ia masuk ke rumah ibadat pada hari Sabat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat apa yang terjadi setahun sebelumnya di Lukas 4:16-30, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini teks yang sangat penting yang menggambarkan pelayanan Mesias dengan sangat teliti, pelayanan Yesus Kristus. Dia mengatakan, “Mesias sekarang berada ditengah saudara sekalian, ini telah digenapkan.” Ini klaim yang sangat besar, ini hari terbesar diatas semua hari lain di dalam sejarah Israel, ini hari dimana janji telah digenapkan!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." 22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“23 Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" 24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. 26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus meninggalkan Nazaret dan Dia pindah ke Kapernaum. Satu tahun kemudian, dan kita sekarang kembali ke Matius 13. Keinginan-Nya adalah untuk kembali dan memberikan mereka kesempatan kedua, bagi Nazaret, kota yang bangga dan berprasangka dan berpikiran sempit itu. Dia kembali dengan keberanian dan anugerah dan penuh kasih kepada orang-orang yang sama itu yang dulu berusaha untuk membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:54 mengatakan, “Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka.” Dia langsung kembali ke dalam pusat badai itu, langsung kembali ke rumah ibadat yang dulu dan mengajar mereka. Orang- orang semua duduk di tempat duduk mereka yang sama. Di Matius 7:28-29 dikatakan bahwa takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. Pertama, ini berarti berbicara dengan keyakinan. Marilah kita sebentar melihat bagaimana caranya Yesus berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara kedua Dia mengajar adalah dengan pengetahuan mahatahu karena Dia adalah Allah. Ketiga, selalu ada kasih karunia dalam caranya Dia berbicara dengan kehangatan, lemah lembut, kasih dan sensitivitas. Keempat, berbicara- Nya sangat kuat. Di Lukas 4:32 dikatakan, “Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” Kuasa itu berarti ada efek besar pada para pendengar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ciri kelima dari pembicaraan-Nya adalah di Yohanes 7:46, dimana mereka mengatakan, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Pidato-Nya unik, Dia mengatakan apa yang tidak pernah dikatakan orang lain. Dia tidak membicarakan yang sudah jelas, namun apa yang belum jelas dan Dia terutama membicarakan tujuan di dalam hati. Dia menembus tradisi untuk membicarakan hal-hal yang mereka belum pernah mendengar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah respon mereka terhadap Seseorang yang berotoritas, yang tahu segalanya, yang murah hati, yang berkuasa dan unik, mereka kagum sekali. Mereka terpesona oleh-Nya, terkejut dan heran. Namun lihatlah apa yang ada didalam hati mereka di ayat 58, “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa saja Anda heran, dan kagum dan terpesona akan Yesus, namun itu sama sekali tidak berarti jika hati Anda dipenuhi ketidakpercayaan. Bagaimana ini dapat di jelaskan? Bagaimana orang dapat dipenuhi ketidakpercayaan setelah mendengar semua ini? Karena ketidakpercayaan itu adalah pilihan, itu tidakan kehendak Anda, ini sesuatu yang Anda menentukan. Marilah kita melihat lebih lanjut kepada kuasa ketidakpercayaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, ketidakpercayaan mengaburkan yang jelas. Lihatlah ayat 54, Dia mengajar dan mereka terpesona, namun lihatlah pertanyaan mereka, "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?” Itu pertanyaan yang bodoh. Dari mana lagi datangnya mujizat supranatural? Dari mana lagi datangnya hikmat ilahi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Komentator liberal tentang Firman Allah atau orang-orang teologia liberal setiap kali melakukan hal yang sama juga. Mereka menyangkal kebenaran dan mereka mulai menyusun suatu skema mustahil untuk menghilangkan segalanya yang supranatural dan kemudian mereka melihat pekerjaan mereka dan mengatakan wah ini bagus sekali dan mereka memuji kepintaran mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu apologetika terbesar atau pertahanan keilahian Kristus adalah kenyataan bahwa bukan teman-teman-Nya atau murid-murid-Nya atau gereja Kristen yang menegaskan Dia melakukan mujizat-mujizat itu, yang menegaskan itu adalah musuh-musuh-Nya. Berkali-kali di Alkitab, musuh-musuh-Nya tidak pernah menyangkal mujizat-mujizat-Nya. Mujizat-mujizat-Nya berribu-ribu, sebegitu banyak sampai tertulis di Yohanes 21:25, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus secara praktis menghilangkan penyakit dari Palestina, mengajarkan secara mendalam setiap subyek yang dapat dibayangkan berhubungan dengan kehidupan, kematian, waktu, kekekalan, Allah, manusia, surga dan neraka. Yohanes 5:36 mengatakan, “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.” Setiap orang seharusnya dapat melihat hubungan diantara kenyataan supranatural ini dan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang Yahudi tahu bahwa hikmat datang dari Allah, dan ketakutan akan Tuhan adalah permulaan hikmat, namun tetap mereka mengatakan, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu?” Apakah mereka memikir Dia telah belajar kursus tinggi di Sekolah tinggi Pelatihan Rabi? Tentu tidak. Mereka tahu itu datang dari Allah. Jadi dari mana Dia mendapatkan kuasa melakukan mujizat luar biasa itu – menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, memberi penglihatan kepada orang buta, pendengaran kepada orang tuli dan menyembuhkan orang cacat? Pertanyaan itu adalah kebodohan orang yang tidak percaya. Bagi mereka yang terus menerus menuntut lebih banyak lagi jenis bukti seperti itu, itu menunjukkan mereka cinta kejahatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, ketidakpercayaan juga mementingkan hal tidak relevan. Ketika Anda memberi kesaksian kepada seseorang yang menolak dan tidak percaya, pasti mereka akan melekatkan diri kepada sesuatu yang sama sekali tidak relevan dan memusatkan kepada hal itu untuk mengalihkan Anda dari hal yang dipentingkan. Mungkin Anda telah membawa orang ke gereja dan Anda menjelaskan Kristus kepada mereka. Anda menerima komentar seperti ini, “Ah, mereka tidak ramah. Saya tidak suka tempat dudukku; orang didepan aku selalu menggoyangkan kepalanya, pendeta itu bicaranya terlalu keras , atau terlalu lama. Saya tidak senang musik itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi benar-benar terkejut ada orang dari kota mereka yang dapat naik sampai kekuasaan seperti itu. Mereka tidak mau menerima bahwa Yesus dari komunitas mereka bisa menjadi lebih tinggi dari pada mereka sendiri, itu semua masalah kebanggaan, masalah iri hati, masalah kepicikan. Itu semua terikat kepada hati mereka yang tidak percaya, sehingga mereka bikin-bikin semua hal- hal yang sama sekali tidak relevan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:55-56, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Apakah hubungannya dengan kebenaran yang Dia ucapkan? Yakobus juga pada mulanya tidak percaya namun kemudian menjadi kepala gereja Yerusalem dan memimpin penatua-penatua Yerusalem di Kisah Para Rasul 15.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 7:15 mereka memakai sikap yang sama lagi, kali ini di Yerusalem. Dia masuk ke dalam tempat ibadah dan mengajar, sama seperti Dia lakukan di Nazaret. Kemudian ada reaksi yang sama, orang-orang Yahudi takjub. Namun inilah reaksi mereka, “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar?” Mereka mengatakan bahwa orang ini tidak mungkin istimewa karena Dia tidak memiliki gelar. Mereka mengabaikan kata-kata-Nya dan karya-Nya karena Dia tidak memiliki pendidikan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, ketidakpercayaan membutakan Anda kepada kebenaran. Di ayat 57 dikatakan bahwa mereka tersinggung oleh Dia. “Tidak mungkin Dia adalah Mesias.” Pasti Yesus membicarakan keberdosaan mereka dan keperluan untuk bertobat dan seluruh hal itu menyebabkan mereka tersinggung sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di 1 Korintus 2:14, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah.” Kemudian waktu dia membicarakan mengapa Allah menyingkirkan Israel, dia mengatakan di Roma 11:20, “Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka.” Mereka menolak untuk percaya bukan karena tidak ada fakta-fakta, namun karena mereka menolak untuk berurusan dengan dosa-dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya mereka yang percaya akan mengerti hal ini, Di Yohanes 8:31-32, Tuhan mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Hanya bagi mereka yang menunjukkan keinginan untuk mengerti, hati itu harus terbuka. Masih ingat kisah Lidia di Kisah 16:14 dimana dikatakan, “Tuhan membuka hatinya sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus,” itulah yang perlu terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan menjawab dengan suatu pernyataan yang Dia pakai berkali-kali di ayat 57, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Itu suatu pepatah. Mereka berkata, “Tak seorangpun dari kota kita bisa menjadi ahli. Ini hanya Dia, bukan orang istimewa.” Namun Dia berkata, “Kalian telah memenuhi pepatah, kalian telah menolak Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 7:5 dikatakan, “Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.” Ini menunjukkan bahwa manusia biasanya selalu iri hati, bahkan di dalam keluarga-Nya sendiripun. Jadi tidak ada yang menghormati-Nya di dalam kota-Nya sendiri, Dia tidak dianggap. Dan tidak ada hormat di dalam rumah-Nya sendiri, Dia hanya saudara yang lebih tua. Jadi apakah yang terjadi sesudah ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, ketidakpercayaan menghalang hal supranatural. Akibatnya ayat 58 mengatakan, “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.” Ada waktunya Yesus bertindak sesuai dengan adanya iman, dan ada waktu Dia bertindak tanpa ada yang beriman. Jadi kepercayaan itu tidak diperlukan untuk mujizat-mujizat di Injil, namun ketidakpercayaan yang keras dan terus terang selalu akan memberhentikan mujizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah Lukas 17:14 dimana ada sepuluh orang kusta yang bertemu dengan Yesus, dan Yesus mengatakan, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam," supaya mereka diperiksa sembuh atau tidak. Saatnya mereka menaati Yesus mereka disembuhkan secara fisik. Pemeriksaan itu dilakukan supaya mereka diizinkan kembali masuk ke dalam masyarakat, karena orang kusta itu orang buangan. Yesus menyembuhkan sepuluh orang, namun hanya satu yang kembali untuk memuliakan Allah dan Yesus bertanya, “Dimanakah yang sembilan orang itu?” Kemudian Dia berkata di ayat 19, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksud Yesus bukanlah orang itu ditahirkan dari kusta, itu sudah terjadi dan yang sembilan semua sudah sembuh. Maksud-Nya, “Aku menyembuhkan mereka secara fisik karena itu adalah pilihan berdaulat Aku. Ketidakpercayaan mereka memberhentikan mujizat pada saat itu. Anda kembali dan menerima bukan saja penyembuhan jasmani namun imannya telah menyelamatkannya. Keselamatan berhubungan dengan hal fisik dan juga hal spiritual, dan hanya dia saja yang menerima keselamatan jiwanya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Jul 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130728</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tungku Api]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000D9"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:47-52" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:47-52</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang telah tiba kepada yang terakhir dari tujuh perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus di Matius 13. Dan ini adalah klimaksnya. Perumpamaan ini adalah perumpamaan tentang penghakiman. Ini perumpamaan tentang neraka. Dan kuncinya perumpamaan ini terdapat di ayat 50, yaitu tungku api dimana terdapat ratapan dan gertakan gigi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita sering dan banyak membicarakan neraka, Dia mengatakan banyak hal tentang mereka yang terkutuk, orang-orang jahat, mereka yang menolak Kristus. Namun dari semua hal yang menakutkan sekali yang pernah diucapkan Yesus,. mungkin yang paling mengejutkan adalah apa yang Dia katakan kepada pemimpin-pemimpin Yahudi di Matius 23:33, “Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya kita tidak menghubungkan Tuhan Yesus Kristus dengan neraka, namun Dia lebih banyak membicarakan neraka dari pada kasih. Dia mengatakan lebih banyak tentang neraka daripada semua pengkhotbah Alkitabiah bersama. Ada beberapa orang yang memikir neraka itu menyenangkan. Betapa besar penipuan itu. Nereka tidak menyenangkan. Tidak ada cara untuk menggambarkan neraka, tidak ada sesuatupun di dunia yang dapat kita bandingkan dengan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang hidup yang tahu apa itu. Tidak ada adegan pembunuhan dengan darah tercucur dan luka-luka parah yang dapat menyarankan sesuatu yang hampir sama dengan neraka. Biarlah penulis yang terbaik memakai talentanya untuk menggambarkan api yang tak terpadamkan dan dia bahkan tidak dapat menyentuh pinggir terdekat nereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini perumpamaan dimana Tuhan memperingatkan kita akan neraka. Ingatlah, sama seperti di dalam perumpamaan tentang gandum dan lalang. Dia membiarkan kebaikan dan kejahatan bertumbuh bersama di dalam zaman ini. Namun pada akhirnya akan datang penghakiman. Kita telah melihat perumpamaan yang menggambarkan sifat kerajaan itu, kuasa kerajaan, dan bagaimana masuk kerajaan secara pribadi dan sekarang kita datang ke puncaknya di penghakiman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini peringatan yang menakutkan bahwa pada akhirnya akan ada pemisahan abadi antara orang terkutuk dan orang yang telah ditebus. Dan seluruh dunia bergerak menuju ke hal ini. Setiap kehidupan manusia menuju kepada jam yang tak terelakkan, setiap hari paling sedikit ada enam ribu seratus tujuhpuluh orang di Amerika Serikat saja yang akan meninggal dunia dan masuk kekekalan, dan kebanyakan dari mereka akan masuk neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:47-52, “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." 52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memancing di zaman Tuhan adalah pekerjaan biasa. Memancing untuk beberapa dari murid-murid adalah cara hidup mereka, jadi mereka mengerti benar apa yang Dia katakan. Pada dasarnya ada tiga cara memancing, bisa dengan pancing dan umpan. Cara kedua nelayan itu adalah dengan menggunakan jaring khusus. Jaring itu seperti lingkaran besar dan pada perimeter luar lingkaran itu ada bobot.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para nelayan menebarkan jaring itu begitu baik sehingga jatuh ke air dalam bentuk melingkar dan saat tenggelam ke bawah ditarik bobot timah di pinggir itu menangkap semua ikan yang ada disitu. Jadi nelayan itu menunggu sehingga dia melihat ada ikan kemudian dia memutar jaring itu untuk menangkap ikan dan ia langsung menarik jaring itu sampai tutup. Dan itulah jaring yang dibicarakan Tuhan kita saat Dia mengajarkan mereka untuk menjadi nelayan manusia, dengan melempar jaring dan menangkap orang bagi Kristus dan menarik mereka masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan jaring itu yang digunakan disini sekarang, ini jaringan geser. Ini membicarakan jaring yang sangat besar yang tidak bisa dikerjakan tangan manusia saja. Ujung jaring besar ini diikat ke pantai dan ujung yang lain diikat kepada perahu. Dan sewaktu perahu itu mulai bergerak dalam sebuah lingkaran, itu akan menangkap semua ikan kedalam jaringan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya jaringan ini sangat besar dan itu akan menangkap segalanya. Ini seolah-olah suatu tembok vertikal yang besar yang menyapu segala hal baik mati dan hidup, kadang menangkap bermacam rumput laut, setiap bentuk hidup yang ada disitu tertangkap dalam jaringan itu. Ayat 48, “Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi gambaran itu jelas, benar? Sekarang marilah kita melihat prinsip rohaninya di ayat 49, “Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.” Marilah kita berhenti sebentar. Ada banyak hal yang kita dapat bicarakan tentang perumpamaan ini dan ada beberapa kemuningkinan yang menarik. Namun Tuhan hanya ingin mengajarkan satu hal yaitu ada proses pemisahan yang akan terjadi dimana para malaikat akan digunakan untuk memisahkan orang-orang dalam penghakiman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah diberitahu bahwa di zaman sekarang ini kebaikan dan kejahatan akan berjalan bersama dan Allah mengizinkan ada kejahatan. Namun waktunya akan datang dimana Dia akan memisahkan mereka yang mengenal Tuhan Yesus Kristus dan mereka yang tidak. Dan pemisahan itu tidak dapat dihindari dan itu adalah akhirnya. Jaringan geser ini akan menangkap semua jenis ikan. Kerajaan surga adalah seperti jaringan itu, itu bergerak diam-diam di lautan kehidupan, dan menarik orang, hampir tanpa pengetahuan mereka, kepada pantai kekekalan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu hal rohani yang dipentingkan Tuhan dalam perumpamaan ini yaitu tindakan akhir para nelayan itu. Semua hal lain berlalu tanpa komentar. Dan menurut aku kita juga harus membiarkan sisa kisah itu tanpa komentar juga dan hanya membicarakan apa yang Tuhan maksud untuk diajarkan. Ketika Dia membicarakan menjadi nelayan manusia, Dia membicarakan secara positif bahwa murid-murid harus menangkap orang untuk Kristus. Namun waktu Dia membicarakan jaringan geser ini, Dia membicarakan menangkap orang untuk penghakiman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 49, “Demikianlah juga pada akhir zaman.” Ini pernyataan umum bahwa semua manusia di dunia akan pada akhirnya ditangkap dalam jaringan penghakiman, untuk dipisahkan pada akhirnya. Dan perhatikanlah lagi bahwa yang menjadi algojo itu adalah para malaikat. Para malaikat akan memisahkan orang sama seperti kita lihat di ayat 41, sama seperti di Matius 25, sama seperti kita melihat berkali-kali di Wahyu 14. Para malaikat adalah wakil penghakiman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 25:31-32, 34, 41, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan- Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa- Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan di Yohanes 5:28-29, “Sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang–orang mungkin tidak bisa melihat kerajaan, mereka tidak tahu Allah sedang bekerja di dunia, namun Dia selalu bergerak. Dan orang-orang sering ketika dipengaruhi injil Yesus Kristus, atau diancam penghakiman, mereka lari kepada kebebasan yang mereka pikir ada di depan mereka namun mau tidak mau mereka akan lari ke dalam jaringan yang sama karena tidak ada kebebasan tulen disitu. Dan mereka mau tidak mau akan menuju kepada penghakiman yang tak terelakkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang akan dikumpulkan di dalam jaringan itu. Kerajaan pada akhirnya akan melingkupi mereka semua. Dan Allah bersama malaikat-malaikat-Nya akan memisahkan mereka. Ini membawa kita kepada hal ketiga, yaitu kecelakaan. Ayat 50, “lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini ayat yang sangat menakutkan. Akan tetapi Yesus lebih membicarakan neraka dari pada semua orang lain. Jika Yesus tidak mengajarkan kita tentang neraka, kita pasti tidak akan percaya hal itu. Kita tidak dapat membayangkan kutukan abadi itu seperti apa. Lebih dari apapun juga, Yesus mengancam orang dengan neraka. Dan jika Anda tidak percaya hal itu, Anda tidak memperhatikan perkataan-Nya dalam pelayanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bagian yang konstan dari apa yang Tuhan ajarkan. Nah, jika Anda kemudian meneliti apakah yang dipentingkan dalam khotbah-khotbah-Nya, berdasarkan teladan Kristus, kesimpulannya haruslah khotbah-khotbah-Nya tentang neraka. Generasi kita tidak melakukan itu. Itu terlalu menakutkan. Jadi apakah artinya tungku api itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, neraka adalah tempat siksaan yang tak ada henti-hentinya. Alkitab mendefinisikan hal itu sebagai kegelapan yang paling gelap. Tuhan kita menggambarkan neraka seperti kegelapan kekal tanpa harapan ada cahaya dan tanpa harapan ada fajar. Dan Alkitab juga mengatakan itu adalah api. Nah ini bukan api yang kita kenal sebagai api yang membakar sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Api adalah cara Allah untu menggambarkan neraka karena itu merupakan jenis api yang menyiksa tanpa berhenti, lebih mengertikan dari pada api apapun yang kita kenal. Namun api disini menggambarkan siksaan orang terkutuk, dimana siksaan itu tidak akan berhenti dengan kesakitan dan penderitaan untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya dua kali di seluruh Firman Allah kita diberi pengertian bagaimana orang merespon terhadap neraka, Yang pertama ada di dalam perumpamaan Tuhan di Lukas 16:24 dimana, orang itu berseru, katanya: “Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.” Dan yang lain adalah di Matius 13:50 dimana Tuhan kita mengatakan, “di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua ini adalah tempat siksaan tanpa berhenti untuk tubuh dan jiwa. Ketika orang yang tidak percaya mati, jiwanya akan keluar dari hadirat Allah dan masuk kedalam siksaan neraka. Mungkin itu bukan lautan api terakhir yang datang setelah penghakiman tahkta putih besar, karena itu memerlukan tubuh kekal untuk menanggungnya, namun itu siksaan yang digambarkan orang kaya itu waktu dia disiksa di neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa depan akan ada kebangkitan tubuh orang-orang terkutuk, mereka akan diberi tubuh transenden yang akan masuk ke dalam lautan api untuk dihukum selama-lamanya. Kita, sebagai orang Kristen akan dibangkitkan untuk memiliki tubuh transenden juga, tubuh yang dimuliakan, dimana kita bersama Allah dan semua malaikat dan semua orang yang telah ditebus akan hidup kekal di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Yesus mengatakan di Matius 10:28, “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Jadi tahukah Anda bahwa neraka meliputi tubuh dan jiwa? Tubuh transenden dan kekal akan diberi kepada orang yang terkutuk dan mereka akan menderita dalam tubuh mereka untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Markus 9:48, “ulat-ulat bangkai tidak akan mati.” Apakah maksud-Nya mengatakan itu? Ketika tubuh itu busuk, ulat mulai makan tubuh itu dan ulat itu mati ketika makanan mereka habis. Namun di neraka ulat-ulat itu tidak akan mati karena tubuh, meskipun selalu menjadi makanan, itu tidak akan habis. Tuhan mengatakan bahwa siksaan tubuh itu tidak akan berhenti selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, siksaan tubuh dan jiwa terjadi dalam berbagai derajat. Dengan kata lain, untuk beberapa orang neraka itu lebih buruk dari pada untuk orang lain. Di Ibrani 10:29 mengatakan, “Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang telah menginjak Yesus Kristus, yang telah menolak kayu salib- Nya, akan mengalami neraka yang lebih parah dari pada mereka yang tidak. Dengan cara yang sama ada derajat di neraka akan ada derajat pahala di surga juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 11:24 mengatakan, “Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” Dengan kata lain, ini semua hanya relatif, tanggungan itu tidak akan ringan untuk semua mahluk, namun itu akan lebih ringan bagi mereka dari pada Anda karena apa yang telah Anda mengalami. Anda telah bertemu dengan Yesus Kristus di dalam kota Anda, mereka tidak. Anda menolak-Nya dengan informasi lebih banyak, karena itu neraka bagi Anda akan lebih keras.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada perumamaan di Lukas 12 dimana Tuhan mengatakan di ayat 47- 48, “Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. 48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan.” Jadi neraka adalah siksaan tanpa berhenti bagi tubuh dan jiwa dalam berbagai-bagai derajat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, ada siksaan untuk tubuh dan jiwa dalam berbagai derajat untuk selama-lamanya. Ulat itu tidak akan mati, api tidak akan dipadamkan, tidak akan fajar, kelegaan manis karena kematian tidak akan datang, itu akan berlansung tanpa berhenti. Alasan satu-satunya kita dalam hidup ini dapat berhasil melewati godaan dan penderitaan dan penyakit adalah karena kita tahu pasti akan ada akhirnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita dapat menghindari neraka? Hanya melalui penerimaan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jika Anda tidak mengambil harta karun itu, jika Anda tidak membeli mutiara yang sangat berharga itu, jika Anda tidak memilih kerajaan itu maka tidak ada jalan keluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang terakhir, applikasinya. Jadi di ayat 51, Yesus berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu semuanya itu?" Apakah Anda telah menghubungkan semua ini di dalam pikiranmu? Apakah Anda melihat bahwa semua kebaikan dan kejahatan akan berlangsung sampai akhir zaman dan kemudian datanglah perpisahan. Apakah Anda benar mengerti hal ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka menjawab, "Ya, kami mengerti." Dan Yesus menerima jawaban mereka bahwa mereka mengerti, kalau tidak Dia tidak akan mengatakan apa yang Dia katakan di ayat 52, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kepala keluarga atau guru yang bijaksana mengajarkan yang lama dengan yang baru secara seimbang. Sekarang Anda memiliki segudang penuh dengan hal-hal lama dan baru. Mereka tahu Perjanjian Lama dan sekarang mereka diberi hal-hal misterius dari kerajaan sekarang. Mereka tahu lebih banyak dari ahli-ahli Taurat yang hanya tahu hal lama. Yesus mengatakan Allah telah memanggil dan mempersiapkan Anda unutk memberitakan ini kepada orang lain. Saya harap kita semua menyadari bahwa Allah memberitahukan hal ini kepada kita semua supaya kita rela memberitakan injil kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun juga, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Jul 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130721</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000D9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerajaan Surga]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000DA"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:44-46" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:44-46</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita melihat dua perumpamaan yang diajarkan Tuhan kita dan kita dapat menggabungkan mereka karena yang dibicarakan itu sama. Matius 13:44-46, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan – tidak ada sesuatu di seluruh alam semesta yang dapat dibandingkan dengan nilai kerajaan surga. Dan itulah yang kita akan melihat pada waktu kita pelajari kedua perumpamaan sekarang ini. Ingatlah Tuhan mengajarkan disini serangkaian tujuh perumpamaan yang menggambarkan kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dalam ketujuh perumpamaan ini kita diberi pengertian tentang zaman waktu ini. Dua perumpamaan pertama mengajarkan kita tentang sifat dan bentuk misteri kerajaan ini. Perumpamaan tentang tanah memberitakan kepada kita bahwa dalam kerajaan ini ada orang yang percaya dan juga ada mereka yang tidak. Dalam perumpamaan tentang gandum dan lalang kita melihat bahwa orang-orang percaya dan orang yang tidak percaya akan bertumbuh bersama sampai waktunya ada panen di akhir zaman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasangan perumpamaan yang kedua membicarakan kuasa kerajaan. Meskipun kebaikan dan kejahatan bertumbuh bersama, kebaikan akan menang pada akhirnya. Jadi unsur baik itu digambarkan sebagai biji sesawi yang ditanam di ladang, jadi meskipun kerajaan itu mulai sangat kecil namun ketika Yesus datang kerajaan-Nya akan memenuhi seluruh bumi. Dan perumpamaan ragi menunjukkan pengaruh internal kerajaan yang mempengaruhi setiap dimensi kehidupan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, jika kerajaan itu meliputi seluruh dunia dan meresap dan mempengaruhi, bagaimana caranya menjadi bagian dari kerajaan itu? Jadi Tuhan kita menjelaskan hal ini di dalam pasangan perumpamaan yang ketiga tentang nilai kerajaan itu. Dan kedua perumpamaan, sama seperti kedua pasangan perumpamaan sebelumnya, membicarakan pokok yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pada mulanya di Matius 13:44. Ini perumpamaan tentang harta yang terpendam, kisah yang sangat sederhana, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini cara yang sudah biasa dilakukan orang-orang waktu itu. Mereka tidak memiliki bank seperti kita jadi mereka biasanya menguburkan sesuatu yang berharga besar di dalam tanah, khususnya di Palestina karena itu merupakan tempat peperangan. Orang-orang penakluk datang untuk menjarah jadi orang- orang biasanya mengubur barang-barang berharga untuk nanti diambilnya lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini ada orang yang bekerja di ladang, mungkin dia membajak atau sedang bekerja pekerjaan lain, dan dia menemukan suatu harta di dalam tanah. Kemudian langsung dia mengembalikan harta itu ketempat yang sama dan menjual segala sesuatu yang dia miliki dan membeli ladang itu supaya dia dapat memiliki harta itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perumpamaan ini memperkenalkan kita dengan kepada suatu masalah etis. Ada orang yang mengatakan – bagaimana Yesus dapat menceritakan suatu kisah dimana ada kejadian yang tidak etis, dimana ada orang yang melakukan sesuatu yang buruk? Coba lihat, ada orang yang menemukan suatu harta, dan kemudian dia menyembunyikannya tanpa memberitahu pemiliknya dan kemudian dia beli ladang itu. Bukankah itu menipu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Hukum Rabi Yahudi mengatakan, “Jika ada orang yang menemukan buah-buahan atau uang, itu menjadi milik yang menemukannya.” Jadi orang itu diperbolehkan melakukan itu menurut hukum orang rabi Yahudi. Jadi orang Yahudi yang mendengar Yesus tidak menganggap-Nya tidak etis. Kedua, yang tersembunyi di ladang itu bukan milik pemilik ladang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemilik ladang itu tidak tahu ada harta disitu. Dia tidak berusaha mencarinya dan menggalinya sampai keluar, pasti itu adalah milik pemilik ladang sebelumnya yang telah menyimpan harta itu disana, mungkin sudah mati di peperangan, atau mati karena kecelakaan, yang tidak lagi dapat mengambilnya, jadi orang yang telah menemukannya menurut hukum orang Yahudi berhak untuk mengambil harta itu. Si pemilik ladang tidak melakukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, ketiga, orang ini dapat dipercaya dan adil. Seandainya orang ini tidak jujur, ketika dia menemukan harta itu bisa saja dia ambil itu dan lari. Namun dia tidak melakukan itu. Dia mengambil harta itu dan dia mengambalikannya itu langsung ke tanah ladang. Kemudian dia menjual segala harta miliknya dan dia beli seluruh ladang supaya dia melakukan yang benar untuk memiliki harta itu. Tidak ada seorangpun yang ditipu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya perumpamaan ini adalah disini ada seseorang yang telah menemukan sesuatu yang begitu berharga sehingga ia menjual segala miliknya untuk mendapatkannya. Itulah inti perumpamaan ini. Dia begitu bersukacita dan begitu senang hati sampai dia mau melakukan apa saja untuk memiliki harta itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat perumpamaan kedua mengenai mutiara, “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” Seorang pedagang adalah seseorang yang berkeliling untuk membeli barang secara grosir dan kemudian menjualnya kepada orang yang menjualnya secara retil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mutiara dulu sama seperti berlian sekarang. Jika Anda memiliki mutiara, Anda memiliki harta karun. Luar biasa usaha orang untuk mendapatkan mutiara itu di masa itu. Mereka pada dasarnya mengikat batu kepada badan mereka lalu mereka lompat dari perahu mereka sampai ke dasar laut ditengah ikan hiu dan ikan yang lain, dengan menahan napas mereka selama mungkin dan takutnya mereka terlalu dalam dan langsung mereka akan mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka naik dengan harta itu dan saat ada mutiara yang sempurna dan indah, harganya sangat mahal dan bernilai. Dan mutiara itu begitu berharga sampai Talmud mengatakan, “mutiara itu melebihi harga.” Dan itu begitu dihargai sampai jika ada perempuan yang ingin menunjukkan kekayaannya, menurut 1 Timotius 2:9, mereka menempatkannya di kepala mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mengajarkan di Matius 7: 6, “jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi.” Tuhan membandingkan yang paling berharga dengan yang tidak dihargai. Janganlah memberikan mutiaramu kepada babi, itu bodoh. Jadi mutiara itu dianggap sama seperti kita menganggap berlian sekarang. Bahkan di buku Wahyu, Allah menggambarkan indahnya surga sebagai mutiara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah prinsipnya kedua perumpamaan itu? Nomor satu, kerajaan ini nilainya sangat berharga. Kedua perumpamaan mengajarkan kita bahwa nilai kerajaan Tuhan ini tak terbandingkan, kita disini membiarakan keselamatan, kita membicarakan diri Kristus sendiri dan hadiah keselamatan yang Dia berikan. Kerajaan ini adalah hal yang paling berharga yang pernah dapat ditemukan dan hanya orang yang bodoh sekali tidak mau menjual segala miliknya untuk memperolehnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam kerajaan Kristus ada harta kekayaan yang tak terbandingkan. Harta itu tidak fana, tidak bernoda, tidak akan berkurang dan abadi. Keselamatan, pengampunan, kasih dan sukacita, damai sejahtera dan kebajikan, kebaikan dan kemuliaan dan surga dan kehidupan kekal semua ada di dalam mutiara yang adalah keselamatan itu dan itu berarti berada di dalam kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kerajaan ini tidak kelihatan dari luar. Harta itu tersembunyi dan mutiara itu harus dicari. Harta itu tidak jelas bagi manusia. Nilai dan berharganya kerajaan surga, yaitu keselamatan tidak kelihatan meskipun itu ada. Dunia melihat kita dan mereka tidak mengerti mengapa kita semua terus menyembah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 2:14 mengatakan, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” Dan di 2 Korintus 4:4 dikatakan, “yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, kecuali jika mereka disinari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang tidak mau melihat dibawah permukaan itu. Mereka terlalu sibuk dengan usaha mendapatkan harta-harta duniawi dan mainan dan batu-batu kecil yang ada di permukaan, mereka tidak pernah sampai kepada harta karun yang ada dibawahnya. Dan telah berkali-kali kita pergi dan menggambarkan harta karun dan mutiara itu kepada orang-orang yang langsung berpaling dan menjauh. Mereka tidak peduli.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak ingin hal itu. Mereka tidak mengerti harganya yang tak ternilaikan. Ini tidak mudah dipahami. Karena itu dikatakan di Matius 7:14, “karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." Karena itu dikatakan di Lukas 13:24, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” Dengan kata lain, ini harus dikejar dengan seksama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, kerajaan itu harus diberi secara pribadi. Inilah maknanya kedua perumpamaan ini. Sekarang kita berhubungan dengan dua individu. Dan setiap orang masing-masing menemukan sesuatu yang khususnya bagi dia sendiri saja dan mengambilnya sendiri. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Anda dapat dikelilingi kerajaan itu, dikelilingi sahabat Kristen dan tetap bukan anggota kerajaan. Memang banyak orang di gereja bukan orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang Yahudi, meskipun mereka lahir sebagai orang Yahudi dan walaupun mereka berada dibawah perjanjian Allah, akan kehilangan semua harta kerajaan karena mereka tidak pernah secara pribadi mengenal Kristus, benar? Di Roma 9: 6 dikatakan, “Seluruh Israel bukan Israel.” Dan hal itu benar hari ini. Ada banyak orang di dunia yang tidak pernah menerima kerajaan itu secara pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak cukup hanya dipengaruhi kerajaan. Tidak cukup hanya dipengaruhi gereja, atau dipengaruhi Kekristenan, tidak cukup sepertinya berdiam di cabang pohon atau disentuh pengaruhnya yang meresap, penerimaan pribadi itu harus ada. Pada suatu waktu, supaya melakukan itu, pria dan wanita itu harus memahami betapa besarnya nilai kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang mengejar seumur hidup mereka apa yang mereka anggap berharga namun pada akhirnya mereka menyadari bahwa apa yang mereka pikir akan membahagiakan mereka malah membawa mereka banyak duka dan kekecewaan. Di dunia kita berlian adalah puncaknya penghargaan. Namun nilai kerajaan sebenaranya jauh lebih besar dari pada itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Ayub 28:12, setelah kita mencari-cari semua barang duniawi, kita mendapatkan yang benar-benar berharga, yang orang tidak pernah pedulikan, yaitu kebijaksanaan. Jika Anda ingin tahu nilai sebenarnya dari hal-hal di dalam kehidupan Anda, itu tidak dapat ditemukan di tempat-tempat duniawi, itu hanya terdapat di dalam wahyu Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, kerajaan adalah satu-satunya sumber sukacita sejati. Jika kita melihat ayat 44, alasan orang itu menjual segala miliknya untuk membeli ladang itu adalah karena sukacita. Karena Tuhan mengajarkan kita sesuatu yang saya percaya seluruh hidupku. Dan ini dikonfirmasikan disini. Keinginan dasar semua umat manusia di muka bumi ini adalah kebahagiaan. Tuhan kita telah menciptakan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Yesus mengatakan di Yohanes 15:11, “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Dan di Yohanes 16:24, Tuhan kita mengatakan, “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Roma 14:17 mengatakan, “Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Di Roma 15:13 dikatakan, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah- limpah dalam pengharapan.” Orang-orang ingin merasa bahagia. Dan sukacita sejati datang ketika Anda memiliki hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, orang bisa masuk kerajaan dari keadaan yang berbeda. Di dalam kedua kasus ada suatu kesamaan. Mereka telah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, di dalam kedua kasus mereka mengerti betapa besarnya nilai hal itu, dan di dalam kedua kasus mereka rela membayar apapun juga harganya. Jadi kasus mereka hampir sama, benar? Namun ada perbedaan yang besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kasus nomor satu, orang itu mendapatkan harta itu secara kebetulan. Dalam kasus kedua, orang itu tahu benar apa yang ia cari, benar? Nah seandainya nomor satu memang seorang pemburu harta karun, dia tetap tidak tahu apa yang dicarinya. Namun orang nomor dua tahu sekali. Orang diladang sedang melakukan apa yang biasa dia lakukan dan waktu dalam usaha biasa dia menemukan harta karun itu secara tidak sengaja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang ada orang yang masuk kerajaan seperti itu, benar? Rasul Paulus tidak berusaha untuk masuk ke kerajaan, malah dia pikir dia sudah masuk kerajaan itu. Dia sedang berada di jalan ke Damsyik untuk membunuh orang Kristen. Kemudian setahu dia, dia rebah ke tanah, dan kemudian dia ditebus. Dan ada beberapa orang yang datang ke gereja untuk melawan pendeta, dan kemudian mereka diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada juga orang lain itu, yang mencari mutiara. Inilah orang yang mencari kebajikan dan mencari apa yang benar-benar bernilai, namun yang dia tidak mengerti dalam mengikuti agama yang selalu datang oleh pekerjaan manusia bahwa semuanya terbungkus dalam hanya satu mutiara. Jadi ada orang yang masuk kedalam kerajaan, hampir secara kebetulan, tetapi dari pihak Allah itu sudah direncanakan. Dan ada juga orang yang memang mencari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir, kerajaan itu dimiliki oleh transaksi pribadi. Di dalam kedua kasus, mereka beli harta karun dan mutiara itu. Keselamatan tidak dapat dibeli namun pengertiannya disini adalah mereka telah memutuskan untuk berkomitmen. Alkitab mengatakan bahwa keselamatan itu adalah hadiah Allah yang bebas, di Roma 3. Dan itu bukan hasil usaha manusia supaya janganlah kita sombong. Kita tidak membelinya dengan sendirinya atau dengan barang kita sendiri. Namun meskipun demikian itu tetap dibeli.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ayat indah di Perjanjian Lama yang selalu dimengerti orang sebagai keselamatan oleh anugerah. Yesaya 55:1 mengatakan, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, belilah dan makanlah! Iya datanglah, belilah anggur dan susu tanpa uang dan tanpa bayaran!” Namun mereka lupa bahwa dikatakan datanglah dan belilah, dan pembelian itu bukan dengan uang. Namun memang ada transaksi pembelian dalam keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Transaksinya seperti ini, Anda menyerahkan segala milik Anda untuk seluruhnya yang Dia miliki. Apakah Anda megerti hal ini? Saya menyerahkan segala milikku kemudian Allah memberikan aku segala milik-Nya. Masalah sebenarnya adalah apakah Anda rela mengikuti transaksi keselamatan yang mengatakan Anda rela memberikan diri Anda secara total untuk menerima Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan berarti, Anda akan diselamatkan ketika Anda berhenti berdosa atau berhenti menghujat atau berhenti minum minuman keras, dan berhenti kekerasan rumah tangga, dan berhenti membantah dan berhenti berkelahi dan berhenti bernafsu, baru datanglah kepada Aku. Tidak. Saya tidak mungkin dapat menghilangkan hal-hal itu, saya menukar semua keinginanku sendiri dan kekuatanku sendiri dan sumber daya saya sendiri, saya menjadikan diriku telanjang dan saya menerima kekuatan Engkau dan kuasa Engkau. Itulah transaksinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan ini sangat berharga. Kerajaan ini tersembunyi. Kerajaan ini pribadi. Kerajaan ini penuh sukacita. Orang bisa masuk ke dalam kerajaan dari keadaan yang berbeda-beda, namun selalu harganya adalah mengabaikan diriku untuk menerima keberdaulatan tertinggi dari Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Jul 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130714</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000DA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengaruh Kekristenan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000DB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:31-33" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:31-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca sekarang dua perumpamaan yang sebenarnya harus dimengerti bersama di Matius 13:31-33, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal-hal kecil dapat menjadi pengaruh besar sekali. Semua music, semua simfoni, semua concerto, semua himne dan lagu-lagu pada dasarnya datang dari delapan nada. Semua kata-kata luar biasa yang pernah diucapkan atau ditulis dalam bahasa Inggris datang dari hanya 26 huruf. Itulah sebenarnya ajaran dari kedua perumpamaan ini. Nah marilah saya memberikan Anda latar belakang supaya Anda mengerti perasaan murid-murid waktu Yesus mengajar mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid-murid percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Raja yang dijanjikan yang akan membangun kerajaan. Namun bagi mereka, kerajaan itu memiliki definisi yang jelas. Kerajaan itu akan datang dengan kemuliaan dan dengan kekuasaan. Akan terjadi bencana-bencana yang sangat besar. Dan akan ada penghakiman penjahat-penjahat. Mereka menunggukan musik, kemenangan dan kemuliaan dan kuasa yang berkobar- kobar pada waktu Mesias mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ternyata keadaannya tidak seperti itu. Dan karena itu mereka tetap menanyakan diri mereka – apakah ini benar sang Mesias? Dan meskipun Dia memberitahukan mereka berkali-kali bahwa memang Dia benar Mesias, mereka tetap bergumul dengan hal itu. Bahkan di dalam buku Kisah 1:6 mereka masih menanyakan – “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Mereka tidak pernah mengerti hal itu karena harapan mereka berbeda sekali dengan apa yang mereka menyaksikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penolakan Yahudi makin meningkat dan menjadi lebih keras dan terbuka. Dan daripada Yesus membicarakan apa yang Ia melakukan kepada mereka, Dia membicarakan apa yang mereka akan lakukan kepada Dia. Dan bukannya Dia mengatakan Dia akan membunuh mereka, Ia mulai mengatakan mereka akan membunuh Aku. Ini sangat sulit bagi murid-murid untuk diterima. Jadi Yesus mengajarkan mereka mengapa di dalam Matius 13.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan sebelum kerajaan itu datang, sekarang ada bentuk kerajaan yang ada sekarang ini yang Anda harus mengerti. Dan Dia menamakannya bentuk misteri di ayat 11. Dan sekarang Yesus mengatakan Aku akan menjelaskannya kepada mereka. Jadi Dia memberikan mereka tujuh perumpamaan yang menerangkan kepada mereka kerajaan dalam bentuk misteri ini sebelum ada kemuliaan berkobar-kobar yang mereka harapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan pertama yang Dia berikan kepada mereka adalah tentang empat macam tanah. Tiga macam tanah itu tidak menerima benih. Itu mengatakan kepada mereka bahwa di dalam bentuk kerajaan ini ada banyak penolakan. Bahkan sebagian besar dunia menolaknya. Dunia ini adalah baik tanah keras yang tidak mau menerima kabar baik atau tanah berbatu yang menerima sedikit sementara dan kemudian itu mati, atau tanah berlalang yang akhirnya mematikan karena cinta dunia dan hal-hal duniawi zaman ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pertanyaan langsung adalah – apa yang akan terjadi kepada mereka yang menolak? Jadi Tuhan memberikan mereka perumpamaan kedua. Gandum dan lalang, warganegara kerajaan dan mereka yang menolak akan hidup bersama sampai kepada penghakiman. Dan Dia mengatakan itu bukan pekerjaanmu menjadi algojo, itu untuk para malaikat waktu penghakiman. Tugasmu adalah menjadi gandum ditengah dunia supaya Anda dapat mempengaruhi lalang yang ada disekitar Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah Anda pikir adalah pertanyaan berikutnya yang mereka akan menanyakan? Kita sudah melihat begitu banyak orang yang menolak dan mereka ada dimana-mana karena lalang itu ditabur diseluruh ladang. Dan kejahatan itu begitu berkuasa dan pengaruh kejahatan itu begitu mendominasi, jika kedua hal ini bekerjasama, bukankah ini akan mencekik kuasa Kristus di dunia?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengajarkan mereka kedua perumpamaan ini untuk memperlihatkan bahwa dari asal mula yang sangat kecil, hal-hal yang tidak signifikan, kerajaan itu akan bertumbuh banyak meskipun ada perlawanan sampai akhirnya akan mempengaruhi seluruh dunia. Perumpamaan ini membicarakan kemenangan kebenaran. Bahwa pada akhirnya, biji sesawi yang kecil itu akan memenuhi dunia, ragi yang kecil itu akan mempengaruhi seluruh rotinya. Kuasa kerajaan, meskipun mulainya sangat kecil, akan mempengaruhi seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perumpamaan pertama tentang tanah membicarakan luasnya kerajaan, Benih itu ditabur diseluruh dunia. Perumpamaan kedua membicarakan panjangnya kerajaan, itu akan berlangsung sampai kepada panen. Perumpamaan ketiga tentang biji sesawi membicarakan besarnya kerajaan. Dan perumpamaan keempat tentang ragi membicarakan dalamnya kerajaan karena itu tersembunyi di dalam roti dan mempengaruhi dari dalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Tuhan tidak menjelaskan kepada kita kedua perumpamaan terakhir ini, tetapi jangan kecewa. Tuhan memberikan kita Roh Kudus. Alkitab mengatakan bahwa Dia menjelaskan semua hal itu kepada mereka, Namun bagi kita, kita memiliki Roh Kudus yang berada didalam kita dan karena kita diajarkan pikiran Allah waktu itu dinyatakan di Firman Allah, kita dapat mengerti hal ini sebagai bagian dari rencana-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biji sesawi itu menjelaskan kuasa eksternal kerajaan. Matius 13:31, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” Disini ada seorang petani yang menanam biji sesawi itu. Mengapa? Karena itu digunakan untuk minyaknya, sebagai obat dan juga sebagai bumbu. Bahkan sekarang ini mereka masih menanam biji sesawi itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32 mengatakan, “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang- cabangnya.” Biji sesawi macam ini bertumbuh menjadi semak sekitar tiga meter tingginya. Namun kadang itu akan bertumbuh sampai enam meter tingginya. Tuhan mengatakan tidak ada hubungan antara kecilnya benih dan betapa besarnya pada akhirnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di ayat 32, “biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih.” Nah orang yang ingin mengritik Alkitab menerkam pernyataan itu. Mereka mengatakan, lihatlah, ini membuktikan bahwa Akitab itu ada salahnya, karena benih anggrek liar lebih kecil daripada benih sesawi, dan karena itu jika Yesus tidak tahu hal itu, Dia bukan Allah. Para kritikus mengatakan Yesus bersalah, karena Dia bodoh atau Dia salah karena Dia membiarkan kesalahan orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi dengarkanlah, dari semua benih dan telah ditaburkan di masa lalu sampai sekarang di tahun 2013 untuk menghasilkan produk makanan, biji sesawi itu dari dulu yang paling kecil. Ini baru-baru di konformasikan oleh Dr. L.H. Shinners yang adalah direktur dari herbarium terbesar di AS barat daya, yang memiliki 318 ribu spesimen botani dari seluruh dunia. Dia mengatakan, saya kutip, “Biji sesawi memang benih yang terkecil dari semua tanaman untuk makanan pada waktu zaman Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yesus juga berbicara dengan peribahasa hikmat. Untuk orang Yahudi, karena benih yang terkecil adalah biji sesawi, itu dipakai untuk mengambarkan suatu hal kecil. Misalnya, orang Yahudi mengatakan bahwa pelanggaran kecil dari Hukum Taurat adalah dosa sebesar biji sesawi. Mereka mengatakan ada cacat di binatang sebesar biji sesawi. Sampai hari ini orang Arab masih menggunakan istilah iman yang beratnya sebiji sesawi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Tuhan kita memakai hal yang sama di Matius 17:20 dimana Dia mengatakan, “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Jadi ini peribahasa hikmat. Dan Dia memakai kisah dengan peribahasa yang sering dipakai, namun dengan hikmat-Nya tanpa batas yang luarbiasa, Dia juga memilih peribahasa yang tepat. Sekarang setiap orang mengerti maksud perumpamaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, kerajaan itu pada mulanya kecil. Bayangkan betapa pentingnya ini diberitahukan kepada para murid. Mereka seolah-olah dicekik oleh penindasan, penolakan dan penghujatan. Dan Yesus berkata, Sudahlah, ini memang rencana-Nya, ini akan mulai dari hal yang sangat kecil. Di Lukas 17:20, “Atas pertanyaan orang- orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah.” Ini tidak kelihatan. Tidak dalam bentuk ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan itu sudah ada, namun benihnya kecil sekali, jadi masih belum kelihatan. Sama seperti saat Anda menanam biji sesawi, itu tidak kelihatan, namun tanaman itu sudah ada. Dan di dalam benih itu ada potensi pohon sangat besar. Dan dalam menanam benih kerajaan itu ada potensi untuk kerajaan yang membesar sampai ke ujung-ujung bumi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirkan murid-murid itu. Semua mereka digabungkan masih belum sama seperti biji sesawi. Mereka begitu kecil, sangat tidak mampu, tidak memenuhi syarat, sangat ketakutan dan tanpa iman dan lemah. Dan begitulah bentuk kerajaan yang telah ditanam. Namun di dalam hati bayi kecil itu di palungan ada kehidupan kekal yang akan meledak menjadi kerajaan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kebenaran indah karena ini tidak kelihatan di Perjanjian Lama. Ini merupakan misteri yang telah dinyatakan. Jika kita berbicara dengan pendeta sekarang yang gerejanya hanya 60 orang, mungkin dia merasa kekurangan. Ada orang yang mengatakan gereja kami ini kecil sekali. Namun ketika kerajaan itu mulai hanya ada 12 orang dan selama ini perkembangannya luar biasa. Sebelumnya semua selesai ini akan menutupi seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan akan mulai kecil sekali namun kerajaan itu akan akhirnya menjadi besar sekali. Di Mazmur 72:8-11 dikatakan, “Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; 10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! 11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! 3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.” Yeremia juga melihatnya. Amos melihatnya. Mikha melihatnya. Zakharias melihatnya. Pada akhirnya kerajaan seribu tahun akan datang, Yesus akan memerintah di seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu 11:15 mengatakan, “Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." Yesus mengatakan – hal ini akan menjadi begitu besar sehingga burung-burung akan datang dan membikin sarang mereka dan hidup di cabang-cabangnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah maksudnya burung-burung itu? Lihatlah Yehezkiel 31:3, 5-6, “Lihat, Aku menyamakan engkau dengan pohon aras di Libanon, penuh dengan cabang yang elok dan daun yang rumpun sekali; tumbuhnya sangat tinggi, puncaknya sampai ke langit. 5 Maka dari itu tumbuhnya lebih tinggi dari segala pohon di padang; ranting-rantingnya menjadi banyak, cabang-cabangnya menjadi panjang lantaran air yang melimpah datang. 6 Pada rantingnya diam bersarang segala burung yang di udara, di bawah cabangnya segala binatang di hutan, melahirkan anaknya; dan semuanya bangsa besar duduk bernaung di bawahnya.” Semua ini mengatakan bahwa ada satu kuasa dunia yang dominan, dan banyak yang kecil dilindunginya dibawah cabangnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat ajaran yang mirip sekali dalam perumpamaan ragi. Matius 13:33, “Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” Ketika kita ambil sepotong adonan fermentasi dan menempatkannya dalam roti baru itu sampai menyerap itu menyebabkan seluruh roti beragi dan menyebabkan itu naik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ragi yang digunakan itu sedikit sekali. Namun perhatikanlah bahwa itu dimasukkan adonan yang banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan ragi yang sedikit itu sangat banyak. Nah terus terang roti yang beragi itu lebih baik dari pada rati yang tidak beragi. Jadi kedua, pengaruhnya positif, roti itu lebih baik dan rasanya lebih enak. Kadang-kadang ragi itu dipergunakan untuk contoh pengaruh kejahatan, namun disini ragi itu mewakili pengaruh baik dari Kristus, kerajaan-Nya, Injil-Nya dan pengikut-pengikut-Nya di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu bahwa orang Yahudi mengerti analogi ragi berhubungan dengan kejahatan dan bahwa mereka melihat penyebaran kejahatan yang besar sekali dan tidak ada contoh yang lebih baik untuk memahami sesuatu yang mereka mengerti dengan mengatakan – begitulah cepatnya dan dalamnya penyebaran kerajaan itu yang tidak dapat diberhentikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah Yesus naik ke surga hanya ada 120 murid-murid kecil yang bekerja bersama di Yerusalem, dan lihatlah berjutaan orang telah dipengaruhi Kekristenan di seluruh dunia. Semua organisasi yang peduli dan baik hati, semua hal yang menolong orang miskin dan memberi tunjangan kepada mereka yang terinjak-injak dan tertekan dan sebagainya, datang dari Roh Kristus yang keluar dari hati umat-Nya yang adalah ragi di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran kedua, pengaruh positif kerajaan datang dari hati Anda. Allah yang menanam ragi-Nya di dalam orang-orang di dunia. Inilah waktunya supaya orang-orang diselamatkan, inilah waktunya Kekristenan melakukan pekerjaannya. Dunia ini telah disuntik kehidupan kekal dan itu menyebar kemana-mana. Akhirnya setiap lutut akan bertelut dan disinilah kita berada dari kehidupan kekal yang sama, yaitu Roh Kristus tinggal di dalam aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 2:20, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Kita tidak perlu ada posisi politik, kita tidak perlu menjadi presiden Amerika Serikat. Kita tidak perlu ada hukum-hukum, senjata dan prajurit untuk mendominasikan dunia dengan Kekristenan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak, kita hanya perlu bergerak dari permulaan yang kecil. Tahukah Anda sebelum Tuhan kembali untuk keduakalinya, dikatakan di Matius 24:14, injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia. Ini semua akan menyebar, ini akan pergi dan mempengaruhi semua orang. Dan akhirnya Tuhan kita akan datang kembali dan mendirikan kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya menutup dengan pikiran-pikiran ini. Kita sekarang ada 300 ribu misionaris di seluruh dunia untuk Kekristenan di tahun 2010. Kira-kira 78 juta Alkitab disebarkan setiap tahun. Mereka memperkirakan sekarang bahwa ada beberapa juta rumah gereja yang bertemu di Cina dengan kira-kira 160 juta orang Kristen. Ada orang yang mengatakan bahwa orang Kristen di Cina melebihi orang Kristen di US.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda menyadari ketika gereja mulai di Yerusalem, itu makan waktu tujuh tahun sebelum didirikan gereja misi pertama di Antiokhia? Sembilan puluh lima persen dari penduduk dunia telah memiliki Alkitab atau sebagian dari Alkitab di dalam bahasa mereka sendiri? Dan sembilan puluh persen dari semua suku-suku telah diberi kesempatan untuk mendengar injil Yesus Kristus. Bukankah itu luar biasa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menyimpulkan perkataan Tuhan kita di Matius 16:18, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Bukankah ini menunjukkan keyakinan? Kristuslah yang membangun kerajaan-Nya. Dan harinya akan datang dimana semua itu mencapai klimaksnya dan ini ditunjukkan di Wahyu 11:15, “Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesitulah kita menuju pada akhirnya. Kekristenan akan menang, Yesus akan bertakhta, kejahatan akan dimusnahkandan orang-orang jahat akan dikirim ke nereka dan kerajaan akan datang dengan kepenuhan kekal. Betapa penuhnya perumpamaan ini dengan harapan. Minggu berikut kita akan melihat bagaimana Anda dan saya akan menangani kerjaan itu secara pribadi di dalam hidup ini. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Jul 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130707</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000DB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerajaan dan Dunia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000DC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:24-30,36-43" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:24-30, 36-43</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita sekarang mempelajari Matius 13, saya harap Anda siap dengan Alkitab Anda dan pikiranmu terbuka dan hatimu sedia untuk Tuhan karena kita ada hal-hal besar yang Allah akan memperlihatkan kepada kita sewaktu kita melihat perumpamaan kedua. Inilah perumpamaan tentang gandum dan lalang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa Tuhan adalah Raja dunia. Dan didalam kerajaan itu, Tuhan Yesus mengizinkan Iblis kebebasan yang terbatas. Dia juga mengizinkan pendosa-pendosa sejumlah kebebasan. Namun Dia tetap Raja diatas segalanya dan Dia tetap berkuasa. Jadi di setiap fase sejarah manusia ada beberapa tanda kekuasaan dari Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada awalnya Allah menyampaikan aturan-Nya melalui Adam di dunia. Kemudian ada leluhur, kemudian raja-raja, kemudian imam-imam dan nabi-nabi dan kemudian Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan kemudian Allah menyampaikan kehendak-Nya dan kuasa-Nya melalui para Rasul di gereja mula-mula.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan datang di masa depan dimana Allah akan sekali lagi menyampaikan kuasa- Nya ke bumi melalui Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan mulia yang kita kenal sebagai kerajaan seribu tahun. Dan kemudian akhirnya surga dan bumi akan menjadi satu sebagai kerajaan kekal di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ada satu periode yang ketinggalan ketika kita menghitung periode-periode itu yaitu periode sejak penolakan Kristus sampai kepada kedatangan-Nya kembali, yaitu zaman dimana kita hidup sekarang. Ini juga suatu bentuk kerajaan-Nya. Alkitab menentukan ini di Perjanjian Baru sebagai bentuk misteri yang tidak kelihatan di Perjanjian Lama. Kita hidup sekarang di zaman itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus di dalam Matius 13 memberitahukan kita bentuknya ini seperti apa. Dia mendefinisikan hal itu dalam tujuh perumpamaan, karakternya, batasnya, nilainya dan akhirnya periode ini yang dikenal sebagai bentuk misteri kerajaan. Allah menyampaikan kuasa-Nya di dunia sekarang melalui gereja-Nya, melalui orang-orang percaya yang didiami Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, murid-murid-Nya tidak tahu ada periode waktu ini sama seperti nabi-nabi tua yang juga tidak tahu. Jadi ketika Mesias datang, mereka memikir Dia langsung akan mendirikan kerajaan-Nya dan semua pemberontak dan yang tidak percaya akan dimusnahkan dan kekudusan dan kebenaran akan memenuhi bumi dan kerajaan yang dinubuatkan nabi-nabi akan terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan setelah Yesus mati di kayu salib, mereka masih ingin tahu tentang kerajaan. Dan itu menyebabkan mereka menanyakan-Nya di Kisah Para Rasul 1: 6-7, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 7 “Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Itu bukan urusan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan itu akan datang, kata malaikat, namun tidak akan datang sampai Dia datang dalam kepenuhan-Nya. Kerajaan mulia dan benar, kerajaan dimana Tuhan Yesus memerintah dengan tongkat besi dan tidak membiarkan ada kejahatan, kerajaan itu yang diantisipasi para nabi, menunggukan kedatangan- Nya. Namun sementara itu ada bentuk kerajaan yang digambarkan sebagai misteri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai memberitakan mereka perumamaan-perumpamaan disini di Matius 13 untuk menolong mereka mengerti sifat periode ini dimana kita hidup. Dan Dia mulai menggambarkan hal itu kepada mereka dan pertama ada perumpamaan tanah. Dia mengatakan ada empat macam tanah, tanah keras, tanah berbatu, dan kemudian tanah bersemak duri, kemudian yang keempat tanah yang baik yang menghasilkan buah nyata. Dalam zaman kerajaan sekarang ini, tidak semua orang percaya dan menghasilkan buah kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Yohanes Pembaptis, pendahulu langsung Yesus Kristus tidak melihat masa transisi ini. Disini Yohanes Pembaptis mengatakan – Ketika Dia datang akan ada api dan semua sekam akan dibakar-Nya dan hanya gandum akan dipelihara. Dan semua ini juga didasarkan perkataan nabi-nabi Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan Yesus perlu menjelaskan kepada mereka apa yang Dia akan lakukan dengan orang-orang yang tidak percaya yang ada di dunia selama bentuk misteri kerajaan ini. Dan Dia menjelaskan hal itu dalam perumpamaan kedua sekarang ini. Dia menjawab pertanyaan mereka dengan perumpamaan yang mulai di Matius 13:24 dan yang dinamakan perumpamaan tentang gandum dan lalang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:24-30, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. 27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat apakah diajarkan setiap ayat. Ayat 24, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” Jadi ini semua tentang kerajaan Sorga atau kerajaan Allah. Allah memerintah Kerajaan itu dari surga. Ini membicarakan bentuk misteri, yaitu waktu sejak Yesus dan zaman sekarang dan bahkan zaman seribu tahun nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 25, “Tetapi pada waktu semua orang tidur,” dan ini menunjukkan bahwa ada banyak orang yang membantunya dengan menabur. Dan mereka tidur karena sudah malam hari dan orang yang bekerja keras berhak untuk menikmati tidurnya. Jadi musuh ini datang dan menabur benih lalang diantara gandum itu. Musuh itu menabur di semua tempat lalu pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 26 mengatakan, “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.” Sudah nyata pada suatu ketika dalam pertumbuhan itu bahwa ini bukan gandum. Ayat 27, “Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka terkejut. Mereka tidak akan terkejut jika hanya ada beberapa lalang saja karena biasanya selalu ada sedikit lalang diantara gandum yang mereka harus menangani, namun mereka terkejut karena seluruh ladang penuh lalang. Dan di ayat 28, “Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita dapat melihat lalang itu karena kepalanya sudah matang dan kita dapat membedakannya sekarang. Jadi mereka berkata, Kita sekarang dapat melihat perbedaannya, kita akan pergi ke ladang itu dan mencabut semua lalang itu. Ayat 29, “Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.” Yesus berkata, “Jangan melakukan apa- apa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 30, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Nah, begitulah kisahnya. Cerita yang sangat sederhana yang gampang dimengerti. Namun apakah artinya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian, setelah Dia memberikan beberapa perumpamaan lagi, waktunya tiba untk menjelaskan perumpamaan itu, dan kita telah belajar dari injil lain bahwa Dia menerangkannya semua perumpamaan itu karena mereka tidak dapat mengertinya sendirian. Jadi di ayat-ayat 36-43 Yesus menerangkannya. Ayat 36, “Yesus pertama meninggalkan orang banyak itu.” Itu penting sekali karena Dia hanya ingin bersama murid-murid-Nya saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 36 meneruskan, “dan masuk kedalam rumah.” Kemungkinan besar itu rumah Simon Petrus di Kapernaum. Dan“murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Mereka ingin tahu hal itu. Dan begitulah keadaannya sekarang. Allah hanya mengungkapkan kebenaran-Nya kepada mereka yang menjadi milik-Nya dan Dia menjawab pertanyaan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menjelaskan apa yang akan terjadi dengan lalang itu, yang bukan gandum. Ayat 37, “Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak manusia.” Nah Kristus adalah Anak manusia, gelar umum bagi Dia sendiri. Dan Dia memakainya karena nama itu mengidentifikasikan diri-Nya dengan inkarnasi-Nya, dengan kemanusiaan-Nya. Namun itu juga nama Mesias. Di Daniel 7:13 Mesias sendiri dinamakan Anak manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 38, “Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.” Jadi Tuhan menabur benih yang baik di dunia, yang adalah ladang-Nya. Ini milik-Nya. Dia adalah Raja dunia. Dia memegang di dalam tangan-Nya akta milik meskipun Dia masih belum benar-benar mengklaimnya penuh seperti yang akan Dia lakukan di Wahyu 6 ketika Ia membukakan gulungan kitab yang adalah akte milik dunia dan mengambil kembali dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang ditabur Yesus? Yang dikatakan adalah benih baik itu adalah anak-anak kerajaan. pengertian adalah bahwa Tuhan menempatkan anak-anak kerajaan di dalam dunia. Kebanyakan komentator mengatakan bahwa ladang itu adalah gereja dan disitulah gandum dan lalang bertumbuh bersama. Namun Yesus mengatakan di ayat 38 bahwa ladang itu adalah dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah dikatakan disini? Allah menabur anak-anak kerajaan-Nya diseluruh dunia. Jadi ada orang-orang percaya yang telah ditanam di seluruh dunia. Ini adalah gambar gereja di dunia. Kita telah ditempatkan di dalam sistim dunia. Kita tidak dipanggil untuk menyendiri. Kita disini bukan kebetulan, kita telah ditempatkan disini khususnya oleh Tuhan, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, kita telah ditempatkan disini supaya kita menjadi dewasa oleh masalah-masalah dunia yang diberikan kepada kita, benar? 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Dan Tuhan akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Yohanes 16:33 mengatakan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Jadi Tuhan menanam kita dimana-mana supaya kita dapat berkembang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menanam kita disini supaya kita dapat mempengaruhi dunia. Apakah Anda menyadari bahwa semua orang yang sekarang gandum dulunya lalang? Kita semua jahat sebelumnya kita dirubah, benar? Jadi Tuhan menempatkan kita di Denver bukan saja untuk menjadi dewasa oleh tekanan akibat menjadi Kristen, namun juga untuk mempengaruhi orang lain supaya mereka menjadi pengikut Yesus seperti kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penebusan kita harus bekerja dan karena itu Yesus mengatakan di Yohanes 17:15, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang si Jahat.” Janganlah kita diambil dari dunia, kita memang seharusnya berada di dunia. Hanya ada dua macam orang di dunia, anak-anak kerajaan dan anak-anak si Jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 8:44 Yesus mengatakan kepada pemimpin-pemimpin Israel, “Iblislah yang adalah bapamu.” Di 1 Yohanes 3, Yohanes membandingkan anak-anak Allah dengan anak-anak Iblis karena hanya ada dua jenis manusia saja. Asal kejahatan adalah dari si Jahat, Allah bukan pencipta kejahatan. Kejahatan itu keluar dari si Jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebaikan dan kejahatan tercampur di dunia. Inilah keadaannya di masa lalu dan beginilah keadaannya di zaman kerajaan misteri. Iblis sekarang telah menempatkan malaikat-malaikatnya yang jatuh dimana-mana. Bahkan di beberapa bagian dunia mereka begitu banyak sehingga sukar untuk menemukan disitu gandum. Dan dia ingin menabur mereka sedekat mungkin dengan gandum. Dan dia juga menabur mereka di dalam gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 7:21-23 dikatakan, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama- Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Inilah orang-orang gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita tiba di ayat 39, ini sangat penting, “Waktu menuai ialah akhir zaman.” Yesus mengatakan jika Anda mencoba menghakimi dunia tanpa wawasan ilahi, Anda akhirnya akan menyalahkan orang Kristen. Tahukah Anda bahwa gereja telah melakukan itu sepanjang sejarah? Bukan itulah tugas gereja untuk berkeliling dan mencabut lalang. Janganlah kita menyerang dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah sikap Tuhan Yesus Kristus terhadap orang-orang itu? Yesus memperlakukan mereka dengan kerendahan hati, kasih dan baik hati, benar? Bagaimana Dia memperlakukan Yudas? Yudas ada disitu bersama Dia dan Dia tidak memusnahkannya dengan api. Dia penuh anugerah, dan inilah waktu kasih karunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, Tuhan tahu berapa banyak orang termasuk kerajaan. Janganlah kita berdoa supaya Allah memusnahkan mereka. Kita harus berdoa supaya Allah menyelamatkan mereka, supaya Dia menebus mereka. Hanya itulah sikap yang benar. Itulah sikap Tuhan Yesus Kristus pada malam Dia dikhianati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini membawa kita kepada klimaks di ayat 39, “Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.” Dengarkanlah para penuai adalah malaikat yang dipanggil Allah. Orang Kristen dipanggil untuk mempengaruhi orang dengan kebenaran. Kita bukan dipanggil untuk menuai. Kita tidak dipanggil untuk mengutuk dunia. Kita harus berkhotbah melawan dosa. Kita harus mengasihi pendosa-pendosa sambil membenci dosa-dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40-43, “Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat- malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang memikir mereka akan turun ke neraka dan semuanya baik-baik saja. Mereka akan bersama dengan kawan-kawan mereka dan mereka akan bersenang disana. Namun ayat ini mengatakan kepada kita bahwa bukan saja neraka itu berapi, namun ini juga menerangkan reaksi Anda disana, ratapan dan kertakan gigi, suatu penghakiman tanpa akhir yang tak terhindarkan dan tak terelakkan. Neraka bukan berarti berada bersama teman-teman, ini merupakan isolasi dari Allah dan semua yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian datanglah kerajaan yang telah diharapkan, dan datanglah Shekina yang benar, yang memberi cahaya kepada muka semua orang percaya dari segala abad. “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” Jadi Yesus berkata, bagian masa depan itu akan datang, pasti sama seperti penghakiman akan datang. Bahkan Daniel 12:3 mengatakan, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 43 adalah applikasinya. Ini berarti sebaiknya Anda mendengar. Apakah Anda mendengarkan dan siapakah Anda ikuti? Jika Anda orang percaya, Anda harus hidup bersama di dunia ini dan Anda harus mempengaruhi dunia untuk kebaikan, janganlah kita dipengaruhi. Anda menjadi pengikut siapa? Jika Anda tidak mengikuti Kristus, Anda mengikuti iblis. Anda seharusnya digunakan Allah untuk menjangkau saudaramu didekat Anda supaya mereka juga bisa menjadi anak-anak Allah yang hidup. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Jun 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130630</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000DC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perumpamaan Kerajaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000DD"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:10-17" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:10-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13 adalah salah satu bab terbesar dari keseluruhan Alkitab. Kita semua berusaha untuk mengerti Kekristenan di masa kini dan bagaimana kita dapat menjadikan gereja itu sesuai dengan kehendak Allah. Namun semua upaya untuk memahami zaman gereja ini, periode dimana kita tinggal sekarang, harus mulai di Matius 13 di Perjanjian Baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada analisis zaman gereja dari sudut pandang Yesus Kristus sendiri. ini adalah presentasi gereja alkitabiah dan Tuhan kita membicarakan sifat dan kualitas periode waktu ini yang kita kenal sebagai zaman gereja. Ini bab yang nubuatannya sangat mengagumkan. Tuhan membicarakan hal-hal yang akan datang dan akan terjadi. Jadi, sangat penting bagi kita untuk mengerti sifat zaman ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ingatlah bahwa Matius telah mengajukan Yesus Kristus sebagai Raja. Dia telah menunjukkan kita bahwa Yesus adalah Yang diurapi Allah, Mesias, Kristus, dan Juruselamat dunia. Dia telah datang untuk membawa kita kerajaan-Nya. Yesus melakukan apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis dia akan lakukan, Dia menawarkan kita satu kerajaan. Dan Dia memanggil orang untuk mengakui Dia sebagai Raja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat kita datang ke Matius 13, mereka telah menolak Raja itu dan mereka menolak kerajaan-Nya. Jadi kita berada di titik monumental dalam sejarah penebusan. Dan saat kita tiba di bab 13, kerayaan itu ditunda sampai di waktu akan datang, satu waktu dimana orang-orang Israel akan menerima Raja, dan akan mengakui Kerajaan- Nya dan menerimanya sepenuhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu diantara penolakan ini dan kedatangan-Nya kembali adalah waktu yang dinamakan bentuk misteri kerajaan, karena waktu ini tersembunyi dari generasi- generasi yang lalu. Di Matius 13:11, “Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” Yesus menamakan itu suatu misteri. Tidak ada yang tahu rincian periode waktu itu sampai kita kepada Matius 13 dan Yesus memberitahukan kita dimana semua itu mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang untuk mengerti bagaimana Perjanjian Lama melihat periode waktu ini, lihatlah dulu Zakharia 12:10-11, “Aku akan mencurahkan roh anugerah dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. 11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan besar sekali.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan datang suatu hari dimana orang-orang Israel akan melihat kepada Yang mereka tikam, dan itu berarti penyaliban Yesus, dan mereka akan berdukacita besar. Dan mereka akan menyesal sekali mereka telah melakukan itu. Nah itu memberitahukan kita bahwa ketika Raja itu datang, Dia akan ditolak dan Dia akan disalibkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 22 mengatakan kepada kita hal yang sama, Yesaya 53 sekali lagi memberitahu-kan kita hal yang sama. Akan ada tikaman, akan terjadi penolakan dan penyaliban. Namun setelah itu akan ada perkabungan atas hal itu. Namun Zakharia, Pemazmur dan Yesaya tidak mengatakan apa-apa tentang waktu diantara hal-hal itu. Waktu ada perkabungan, Zakharia 13:1 mengatakan, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Zakharia 14: 4, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kedatangan Tuhan Yesus Kristus, dengan membelah dua bukit itu, bukit Zaitun itu. Kemudian dikatakan di ayat 9, “Maka Tuhan akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.” Jadi Zakharia melihat penolakan dan tikaman dan bahkan kebangkitan, dan setelah masa berdukacita dan kemudian penyelamatan umat Allah, kemudian datanglah kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, marilah kita kembali ke Matius 13 dengan pengetahuan itu. Apakah Anda dapat membayangkan betapa pentingnya lokasi Matius 13? Jika kerajaan itu ditunda sampai masa depan, sampai umat raja itu akan menerima Raja dan kerajaan itu akan datang saat itu, apakah akan terjadi selama sekarang ini? Matius 13:10, “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata- kata kepada mereka dalam perumpamaan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah khususnya pertanyaan yang dijawab dengan rangkaian perumpamaan di Matius 13. Setiap perumpamaan menggambarkan suatu bagian tertentu dalam periode ini dimana kita hidup sekarang yang dikenal sebagai bentuk misteri kerajaan. Kita juga dapat mengatakan ini zaman gereja, itu hanya istilah lain untuk periode waktu yang sama ini. Ini akan berakhir ketika Yesus mengangkat gereja-Nya, sama seperti waktu mulanya ketika Ia menjadikan gereja itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, saat kita mulai melihat Matius 13, marilah saya memberikan Anda malam ini suatu pandangan luas umum dan suatu pengertian tentang apa yang Tuhan kita ajarkan disini. Ada tiga pokok yang saya ingin Anda perhatikan: rencana, tujuan dan janji. Ketiga ini akan menolong kita untuk memahami bab besar ini. Pertama, ayat 3, “Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan penting mengapa Yesus berbicara memakai perumpamaan yang kita akan melihat dalam titik kedua. Namun marilah kita membicarakan hal rencana itu dulu. Semua perumpamaan yang ada dalam bab ini dibicarakan pada saat yang sama. Pada kesempatan ini, hari yang sama dimana Yesus meninggalkan rumah itu dan pergi ke pantai laut dan orang banyak berkumpul disana Dia memberikan perumpamaan- perumpamaan itu ketika Dia naik perahu kecil dipinggir laut itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Dia hanya mengatakan semua itu dalam perumpamaan, Matius 13:34 mengatakan, “Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka.” Dengarkanlah dengan teliti, Dia tidak menerangkan perumpamaan-perumpamaan itu kepada orang banyak, Dia hanya berbicara dengan perumpamaan kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah perumpamaan itu ? Itu sebenarnya berarti meletakkan sesuatu disamping sesuatu yang lain supaya suatu perbandingan dapat ditentukan. Pada dasarnya itulah artinya, perbandingan atau ilustrasi. Ada suatu kebenaran rohani yang mungkin sukar untuk dimengerti, jadi kita meletakkan disampingnya suatu cerita fisik duniawi yang memberikan kita pemahaman yang lebih baik dari kebenaran spiritual itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan pelajaran-pelajaran spiritual tentang suatu periode waktu yang tidak diketahui orang. Dan Dia melakukan itu secara sederhana supaya orang-orang dapat gampang mengerti kisahnya. Dia menggunakan ladang dan Dia menggunakan benih. Dia menggunakan burung dan jalan dan semak duri dan matahari dan gandum dan lalang dan biji sesawi dan pohon dan ragi dan harta karun dan mutiara. Itu semua hal yang dimengerti orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam seluruh ajaran Yesus sebelum ini, seperti tercatat di Matius. Dia memberikan mereka analogi grafis. Misalnya, orang harus berada di dunia seperti garam dan terang. Itulah ajaran memakai analogi. Di Matius 7 Dia berbicara tentang pembangun yang bijaksana dan pembangun yang bodoh. Dia membicarakan fondasi pasir dan fondasi batu. Yesus menerangkan dengan gambaran, namun sekarang Tuhan memperluas ini menjadi kisah lengkap dengan banyak bagian-bagian dimana Dia menyampaikan kebenaran rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, perumpamaan efektif, pertama karena mereka membuat kebenaran jelas. Kebanyakan orang memikir dalam gambar dan mengambil konsep-konsep abstrak dan membuat gambar dari mereka. Kita mungkin tidak mengerti konsep pengabaran injil, namun kita mengerti hal itu ketika kita melihat seseorang menabur benih di ladang. Mereka membuat kebenaran lebih mudah dimengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, mereka membuat kebenaran mengesankan. Jika Anda ingat kisah dan membawa kisah itu kedalam pikiran Anda, Anda selalu dapat mengingat kembali makna rohaninya karena semua unsur dalam kisah itu ada. Jadi dengan demikian semua kebenaran dapat disampaikan ke orang lain. Ketiga, kebenaran itu menjadi menarik. Mereka merubahkan itu dari pikiran rohani yang agak membosankan menjadi keadaan hidup yang menarik perhatian dan yang dapat diapplikasikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keempat, mereka menyebabkan kebenaran itu dapat ditemukan secara pribadi. Dengan kata lain, waktu kita mendengar kisah itu, Anda mulai mengerti kebenaran rohani itu dan melihatnya dalam kisah itu sehingga Anda dapat mengapplikasikan kebenaran itu kepada dirimu sendiri. Jadi perumpamaan itu adalah cara mengajar yang sangat indah dan karena itu Tuhan kita berbicara dengan perumpamaan sama seperti orang Israel sendiri biasa melakukannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketika kita mulai melihat bab ini, kita melihat serangkaian perumpamaan. Namun walaupun perumpamaan menjelaskan hal-hal dan perumpamaan membantu kita memahami hal-hal, itu hanya menolong ketika perumpamaan itu dijelaskan kepada kami, perumpamaan yang tidak dijelaskan hanya sebuah teka-teki. Dan itulah sebabnya Yesus harus menjelaskan semua itu, bahkan kepada murid-murid-Nya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Markus 4:11, “Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan.” Yesus hanya menjelaskan perumpamaan-perumpamaan itu kepada keduabelas dan mereka yang percaya, dan bukan kepada yang lain. Jadi ini memberi tahu tujuan perumamaan itu, mereka untuk mengungkapkan dan mereka juga untuk menyembunyikan. Bagi mereka yang percaya itu membuat kebenaran jelas, dan bagi mereka yang tidak percaya itu membuat kebenaran bahkan lebih berkabut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 13:12, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Siapapun sudah lahir baru, siapapun yang telah menerima Raja dan percaya Raja, siapapun yang telah menerima kebenaran Allah akan mendapatkan lebih banyak kebenaran Allah. Itulah penerangan rohani dan itulah iluminasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat perumpamaan talenta dari Tuhan kita di Matius 25:28-29 dimana ada hamba jahat dan Tuhan mengatakan, “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya itu? Nah mungkin ada sedikit pemahaman saat Yesus mengajar dan berkhotbah dan melakukan mujizat-mujizat. Mereka telah melihat tanda-tanda Roh Kudus. Mereka telah melihat keajaiban. Namun ketika mereka menolak Raja, bahkan apa yang mereka miliki akan hilang. Semuanya tidak masuk akal lagi dan mereka mulai turun ke dalam kegelapan yang lebih dalam terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat hal ini sekarang juga. Tidak ada di masyarakat ini yang lebih bingung dari pada orang-orang Yahudi. Mereka dulu memiliki semuanya. Namun begitu mereka menolak Raja, cahaya itu padam, mereka mulai kehilangan makna segala sesuatu yang mereka miliki. Yudaisme telah pindah dari ortodoksi kepada yang dinamakan Yudaisme Konservatif dan sekarang mereka pindah ke Yudaisme reformasi dimana mereka bahkan tidak percaya Alkitab sebagai Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang, nah dengarkanlah baik-baik, ada dalam proses, baik mereka naik atau mereka turun. Itu hal yang sangat menakutkan. Tidak ada orang yang statik terus, semakin lama Anda mengenal Yesus Kritus, semakin setia Ia mengungkapkan kebenaran-Nya dan semakin kuat Anda bertumbuh. Semakin lama Anda menolak Yesus Kristus, semakin Anda tergeser di lereng licin dan semakin dalam lubang kegelapan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13 Yesus mengatakan, “Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” Karena mereka tidak mendengar dengan pengertian, Saya sekarang akan bicara kepada mereka sehingga mereka tidak akan mengerti. Manusia mengatakan tidak, jadi Allahpun akan mengatakan tidak. Allah menegaskan manusia dengan keras kepala mereka sendiri. Allah mengikat mereka dengan rantai mereka sendiri. Dan bagi mereka perumpamaan itu menjadi kisah menarik tetapi mereka pada dasarnya tidak mengerti maknanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada pernyataan yang indah ini di ayat 14 dan 15, “Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Sambil mendengar kamu akan mendengar, namun tidak mengerti, sambil melihat kamu akan melihat, namun tidak menanggap. 15Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan kejutan bagi Allah bahwa mereka menolak Sang Raja. Mereka menggenapkan nubuatan Yesaya 6:9-10. Tahukah Anda kapan Yesaya menulis itu? Dia menulis itu pada waktu ada penghakiman terhadap Israel. Dia baru memberi serangkaian kutukan karena semua kemabukan, pesta pora, amoralitas mereka, penyuapan dan penindasan mereka terhadap orang miskin. Dia mengutuk mereka karena agama mereka munafik. Dan kemudian pada puncak semua itu Raja Uzia meninggal dan negara itu terjun ke dalam hari-hari penghakiman yang gelap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tidak lama sesudah itu, Yeremia menggemakan pesan Yesaya dan gerombolan besar datang dan menangkap orang-orang menjadi tahanan Babel. Itulah penggenapan pertama dari kata-kata Yesaya dan Yesus disini memberikan pesan kedua. Jadi perumpamaan-perumpamaan ini adalah kata-kata penghakiman atas ketidakpercayaan. Dan faktanya bahwa kita, yang mengasihi Yesus Kristus, memahami Alkitab bukanlah sebuah pernyataan atas akal budi kita, itu adalah pernyataan tentang anugarah iluminasi Allah kepada hati dan pikiran kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingin tahu langkah ketiga itu apa? Lihatlah 1 Korintus 14:21-22, dikutip dari Yesaya 28, suatu penghakiman lain dari Yesaya terhadap Israel, “Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, berfirmanlah Tuhan." 22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sering menanyakan saya, bahasa roh itu untuk apa? Disini dikatakan itu adalah tanda, bukan bagi mereka yang percaya, tetapi bagi mereka yang tidak percaya. Dimana bahasa roh terutama digunakan? Pada hari Pentakosta, bagi orang Yahudi. Mengapa? Karena mereka tidak mau mendengar pada waktu Yesus dengan jelas berbicara dalam bahasa mereka sendiri, jadi Dia menghakimi mereka dengan berbicara kepada mereka bahasa yang mereka tidak tahu. Apakah Anda dapat melihat perkembangan penghakiman? Bahasa Roh adalah penghakiman terhadap Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat apa yang telah disembunyikan, sekarang mari kita melihat apa yang dinyatakan di ayat 16, “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.” Bukankah itu indah? Disisi lain kita diberikan pengertian perumpamaan itu. Karena Yesus menerangkan mereka dan kita memiliki kata-kata Perjanjian Baru dan juga karena Roh Kudus adalah guru kita. Itulah yang dinamakan iluminasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Pemazmur di Mazmur 119:18 berseru, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” Itulah juga hati Yesaya 64:1 waktu dia berkata, “Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu.” Saya harus diberi pengertian akan apa yang dikatakan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ayat 17 mengatakan, “Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Petrus mengatakan bahwa mereka melihat kedalam nubuatan mereka sendiri dan mencari siapakah dan kapan hal-hal itu akan terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh, betapa indahnya kita sekarang memiliki Roh Kudus untuk mengantar kita kepada seluruh kebenaran. Bahkan untuk mereka yang telah diselamatkan masih perlu ada iluminasi ilahi. Kita harus belajar dengan disiplin supaya ada iluminasi dari Roh Kudus. Yesus tidak ada untuk menjelaskan Firman-Nya, namun Dia telah mengirim Roh Kudus yang akan memimpin kita kedalam semua kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat janji di ayat 35, “supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” Tahukah Anda siapakah mengatakan itu? Asaph di 1 Tawarikh 29:30 dan dia juga mengatakan itu di Mazmur 78:2. Asaf menubuatkan bahwa Mesias akan berbicara memakai perumpamaan sebagai tindakan penghakiman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak perlu menyesuaikan diri, sebelum dunia dijadikan Dia tahu bahwa mereka akan menolak dan Dia tahu Dia perlu ada periode misterius disitu. Semuanya menurut jadwal. Allah tidak berubah dalam waktu. Dia berdaulat. Saya harap ini memberi semangat kepada Anda untuk mendengar pesan-pesan sisa dari Matius 13.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jun 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130623</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000DD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pendosa yang telah ditransformasikan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+7:36-50" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 7:36-50</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pelajari pagi ini dari Lukas 7:36-50. Ketika kita memikirkan memberi kesaksian, ketika kita memikirkan penginjilan, saat kita memikirkan menjangkau orang terhilang, apakah yang mengakibatkan hasil yang terbesar? Apakah yang dapat mempengaruhi seseorang untuk merangkul dan menerima Yesus Kristus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan yang benar berubah adalah kesaksian yang sangat kuat. Gereja memiliki pesan yang meyakinkan ketika ada orang-orang yang hidupnya sudah ditransformasikan. Yesus tahu hal itu dalam penginjilan pribadi-Nya, memang sangat kuat untuk memperlihatkan kehidupan yang berubah. Dan Yesus menggunakan hidup yang ditranformasikan dari seorang perempuan sebagai kesaksian kepada seorang Farisi dan kepada semua orang yang ada dikeliling meja itu saat Dia berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang waktu membaca ini mengidentifikasikan ini sebagai kisah wanita yang tidak bermoral. Bukan itu sebenarnya. Dia hanya sebagian dari cerita ini. Ini kisah dimana Yesus mengabarkan injil kepada seorang Farisi. Mereka telah menuduh Yesus bahwa Dia hanya mementingkan orang mabuk dan pemungut cukai dan pendosa-pendosa lain. Dan memang itu benar, namun Dia bukan hanya menjangkau orang berdosa seperti itu, namun Dia juga mencoba menjangkau orang berdosa beragama seperti orang Farisi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkomitmen untuk menyampaikan tawaran Injil kepada semua orang berdosa, apakah mereka pendosa rendah atau apakah mereka pendosa tinggi, atau mereka orang buangan. Dan sekarang Dia menjangkau untuk menunjukkan kuasa-Nya dalam mengampuni dosa kepada seorang Farisi benar diri dengan menggunakan seseorang yang paling dibenci orang Farisi, yaitu seorang pelacur tanpa moral yang telah jelas ditransformasikan dan hal itu tidak dapat dibantah. Itulah yang dipakai Yesus sebagai bukti Dia memiliki kuasa untuk mentransformasikan orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuan rumah dalam kisah di Lukas ini adalah seorang Farisi. Lukas 7:36, “Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.” Di permukaan tampaknya ia terbuka terhadap Yesus. Namun keadaannya tidak seperti itu, dan itu jelas dari kisah ini. Dia adalah penjaga undang-undang yang teliti. Mereka kaum legalis. Mereka membenarkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan para ahli Taurat dan orang Farisi telah bersama-sama menentukan bahwa Yesus adalah seorang penghujat. Dia penghujat karena Dia mengampuni dosa. Jadi dengan demikian Dia bertindak seolah-olah Dia Allah yang dapat mengampuni dosa-dosa. Mereka membenci-Nya karena Dia berkhotbah melawan pembenaran diri. Dan Dia telah mencemarkan diri-Nya terus menerus dengan bergaul dengan orang-orang najis yang tidak akan didekati orang Farisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka benci pesan Yesus. Mereka dalam proses mengumpulkan bukti yang memberatkan bagi-Nya. Jadi ada orang Farisi bernama Simon yang mengundang Yesus ke rumahnya. Dia bukan sahabat Yesus, dia adalah musuh yang munafik. Dia benci segala yang dikatakan Yesus dan siapakah Dia. Namun kebencian penuh masih belum dibukakan. Mereka masih dalam proses mengumpulkan bukti- bukti melawan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Yesus rela masuk kedalam rumah orang itu meskipun Dia tahu orangnya munafik. Dia tahu orang itu tidak bermaksud baik. Namun meskipun demikian, Yesus, penuh dengan anugerah seperti biasa, datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang, dan rela memperlihatkan kepada orang Farisi munafik yang jahat ini kuasa-Nya untuk mentrnasformasikan. Jadi Dia masuk kedalam rumah orang Farisi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah waktu itu orang-orang tidak duduk di kursi. Mereka berbaring dan orang makan dengan siku menopang kepala mereka dan begitulah mereka bercapak- cakap. Ide-nya di bagian dunia saat itu adalah untuk menjauhkan kaki Anda itu sejauh mungkin dari meja. Karena kaki itu kotor karena jalan dan janganlah dekat-dekat ke meja makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Meja itu ditengah-tengah dan didepan dinding keliling ada tempat bagi orang-orang untuk masuk dan mengalami kejadian itu sendiri dan untuk mendengar diskusi dan belajar dari hal itu. Jadi biasanya ada orang lain juga. Dan kadang-kadang ada orang kelas bawahan yang juga masuk ke dalam rumah orang Farisi itu. Itulah keadaannya waktu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 7:37 mengatakan, “Dan lihatlah, di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.” Nah “lihatlah” menunjukkan sesuatu yang mengejutkan terjadi disitu. Tidak heran ada orang asing atau orang miskin masuk, namun untuk perempuan yang berdosa, yang berarti pelacur, masuk, itu mengejutkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah wanita yang tidak dikenal dan dia bukan Maria Magdalena. Namun ini seorang pelacur berdosa dengan reputasi buruk. Pendosa adalah istilah untuk menggambarkan orang-orang terkutuk. Ini mengacu kepada mereka yang dianggap orang rendah, seorang wanita yang memilih untuk menjadi pezinah professional, yang tidak bermoral, kotor, tidak murni, sesat dan yang hidup berdosa terang-terangan di depan umum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu Yesus akan datang dan dia ada rencana. Dia membawa sebuah buli-buli pualam terisi minyak wangi yang menjadi bagian dari pekerjaan seorang pelacur. Jenis minyak wangi ini bukan minyak murahan namun minyak yang sangat mahal. Dan buli pualam itu khususnya di gali dan diukir di Mesir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 7:38, “Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya.” Dan waktu dia menangis kakinya sendiri menjadi basah dengan air matanya. Dan dia lihat kaki Yesus kotor. Dan ini benar-benar keadaan sosial yang memalukan. Dan karena banyak air mata mengalir dari matanya, dia membiarkan itu jatuh di kaki Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 38 meneruskan, “lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambut kepalanya.” Dia juga tidak ada handuk, jadi tidak ada pilihan lain dari pada memakai rambutnya untuk membersihkan kaki-Nya yang kotor. Ada beberapa rabi yang mengatakan jika perempuan melakukan itu di depan umum, itu bisa menjadi alasan untuk bercerai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah kaki-Nya bersih, ayat 38 meneruskan, “kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.” Dia mencium kaki-Nya untuk memperlihatkan kasih sayang yang terus menerus. Kemudian dengan tindakan kedermawanan terakhir, dia mengurapi kaki dengan minyak wangi. Dan begitu hanyut dalam emosi, dia memecahkan buli pualam itu dan menuangkan semua parfum pada kaki-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mungkin bisa menjadi masalah besar bagi Yesus. Dia pelacur terkenal. Mungkin ada orang yang mengatakan, “Bagaimana pelacur ini bisa mengenal Yesus begitu baik?” Dan dia menyentuh-Nya dan membasuh kaki-Nya dengan rambutnya. Dan bukan itu saja, dia terus memeluk kaki-Nya seolah-olah dia tidak ingin melepaskan-Nya, mengekspresikan emosinya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 39, “Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” Yang dia maksud adalah, “Dia tidak tahu siapakah perempuan ini sebenarnya, dan itu membuktikan Dia bukan nabi sebab jika Dia benar nabi pastilah Dia tahu perempuan ini pelacur.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita baca di Lukas 7:40, “Lalu Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru.” Perhatikanlah bahwa Yesus disini menjawab apa yang Simon pikirkan dalam hatinya dan bukan yang diucapkannya. Bukankah ini ironis? Simon menyimpulkan bahwa Yesus tidak tahu siapakah perempuan ini dan karena itu Dia bukan seorang nabi namun Yesus tahu pikiran Simon dan karena itu Dia mengatakan, “Simon ada sesuatu yang Aku mau katakan kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus memberikannya suatu perumpamaan di ayat 41-42, “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu 500 dinar itu sama dengan upah kerja 500 hari? Dan orang lain itu datang dan memerlukan hanya 50 dinar. Mereka kedua-duanya tidak sanggup membayar hutang mereka. Jadi dia dengan murah hati mengampuni mereka berdua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, coba bayangkan itu terjadi dengan bank yang memegang hutang rumah Anda? Itu tidak mungkin terjadi. Perkataan penting adalah kata murah hati atau kasih karunia, suatu istilah yang dipakai untuk melunaskan hutang dan juga suatu istilah teologia yang dipergunakan Paulus untuk pengampunan dosa yang diberikan Allah melalui Kristus. Ini hal yang sangat murah hati. Dan tahukah Anda mengapa hal ini sangat murah hati?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang membuat ini sangat murah hati adalah setiap kali orang mengampuni hutang Anda, mereka sendiri menanggung hutang itu sepenuhnya. Ketika Allah mengampuni dosa-dosa Anda, Dia sendiri menanggung hutang itu dan Yesus Kristus mati untuk membayar hutang itu. Hutang itu tidak hilang dengan sendirinya. Itu tetap harus dibayar, namun yang mengampuni dialah yang harus membayarnya. Jadi dalam pengampunan, hutang itu di pindahkan kepada yang mengampuni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus cerita kisah ini dan kemudian menanyakan Simon di akhir ayat 42, “Jadi siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” Ayat 43, “Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Jadi jawabannya tidak terus terang. Ayat 42 meneruskan, “Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Yang diampuni hutangnya paling banyak akan mengasihi lebih banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di ayat 44 semua menjadi jelas. Yesus berpaling kepada perempuan ini, sekarang kita sudah menentukan suatu prinsip, apakah prinsip itu? Kasih besar datang dari pada pengampunan besar. Simon, ini keluar dari akal budimu dan dari mulutmu, benar? Jadi Dia berpaling kepada wanita yang duduk di kaki-Nya dan Dia mengatakan kepada Simon, “Lihatlah perempuan itu, Aku melihat kasih besar dari perempuan itu.” Apakah artinya ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 7:44-47, “Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki- Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu juga benar di gereja sekarang ini. Coba tunjukkanlah aku anak yang dibesarkan di dalam keluarga Kristen, hanya itulah yang mereka tahu. Dan tingkat bersyukur mereka dan tingkat pengampunan mereka itu rendah. Kemudian tunjukkan aku seseorang yang hidup jahat dan tanpa Allah dan dia diselamatkan sesudah ia menjadi dewasa dan sudah berubah secara total dan tingkat kasihnya akan berbeda sekali. Itulah prinsipnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah pernyataan Yesus, “Dosanya yang banyak itu telah diampuni,” itu terjadi di masa lalu. Itu tidak terjadi disitu pada waktu itu. Ada sesuatu yang terjadi di masa lalu dan efeknya masih menerus. Dia datang setelah dia diampuni, untuk bertemu dengan Yesus dan untuk berterimakasih kepada-Nya. Kita tidak tahu kapan itu terjadi. Namun setelah Yesus datang ke kota itu, dia telah ditebus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kehiduoan yang telah ditransformasikan. Kita tidak dapat menjelaskan kelakuan perempuan ini dengan cara lain. Dia telah diampuni. Dia bersyukur karena semua perbudakan dosanya sudah hilang, semua rasa salah sudah hilang. Simon, Anda tidak melakukan apa-apa untuk Saya, Anda tidak menunjukkan hormat kepada Saya, Anda tidak memperlihatakan kasih kepada Saya, Anda tidak memberi Aku pengorbanan. Anda menghina Aku dengan sikap Anda yang tidak menghormati dan tidak mengasihi Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bisa melihat kembali sampai buku Kejadian 18, 29 dan 45 dimana terdapat kesempatan dimana orang-orang bertemu dan ada upacara mencuci kaki supaya memastikan selalu ada rangkulan, dan cium kasih dan kasih sayang. Itulah bagian dari apa yang biasa dilakukan ketika orang menerima tamu. Dan itulah yang dilakukan perempuan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuan rumah itu tidak menyediakan air, perempuan itu memberi air matanya. Tuan rumah tidak ada handuk, perempuan itu memberi rambutnya. Tuan rumah tidak mencium, perempuan itu berkali-kali mencium kaki Yesus. Tuan rumah bahkan tidak memberi minyak murahan, perempuan itu menuangkan parfum yang mahal sekali. Dan alasannya dia melukakan itu adalah karena dia telah diampuni banyak dosa. Itulah contoh dari pemgampunan dosa benar-benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menunjukkan kepada orang Farisi yang benar diri itu bentuk transformasi tulen itu seperti apa. Orang-orang melihat itu, ayat 49, “Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?” Mereka tahu Dia dapat mengajar dan berkhotbah, menyembuhkan dan mengusir setan dan disini Dia bahkan dapat mengampuni dosa seorang perempuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka selalu menanyakan pertanyaan. Seharusnya mereka dapat menjawab pertanyaan mereka itu sendiri, benar? Hanya Allah sanggup mengampuni dosa- dosa, benar? Namun mereka tidak pernah sampai kepada hal itu. Setiap kali Yesus makan bersama dengan orang Farisi, itu selalu berakhir dengan ketidakpercayaan yang tegar hati. Kebenaran diri adalah kebutaan yang sangat parah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang mengatakan, “Kita mendengar orang ini mengampuni dosa. Bagaimana kita dapat tahu perempuan ini benar-benar diampuni?” Pengampunan dosa itu tidak kelihatan, kita hanya bisa melihat transformasi yang adalah akibatnya: yaitu sukacita, perasaan bersyukur dan kasih sayang. Maka Yesus menggunakan perempuan itu sebagai kesaksian nyata dari kuasa-Nya untuk mentransformasikan hidup orang. Yesus menggunakan hal ini untuk memberi kesaksian dari kuasa kebenaran-Nya kepada orang Farisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatannya telah terbukti, bukan karena sesuatu yang dia katakan, dia tidak mengatakan apa-apa, namun oleh karena kasihnya terhadap Juruselamatnya begitu berlimpah dan begitu bergairah. Kemudian di ayat 50, “Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” Bukan kasihmu yang menyelamatkan Anda, iman Anda yang menyelamatkan, itulah yang menghasilkan kasihmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Imanmu selalu menyelamatkan Anda, selalu. Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Imanmu selalu menyelamatkan, selalu. Dan karena imanmu menyelamatkan Anda, kasihmu keluar karena dosa-dosa Anda sudah diampuni. Secara harfiah, “Pergilah dalam damai, pergilah dalam damai sejahtera Allah dan hiduplah disana untuk selamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang tingkat kasih Anda bagi Allah sampai dimana? Betapa besarnya kasih Anda terhadap Kristus? Apakah Anda telah datang kepada Kristus dalam iman dan merangkul-Nya dan mengalami transformasi yang kuat dan total dari pengampunan dosa sehingga Anda benar-benar dipenuhi sukacita dan rasa bersyukur dan kasih sama seperti pelacur dalam kisah itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda masih ingat waktunya Anda diselamatkan? Apakah Anda masih ingat betapa besar pengaruh itu terhadap Anda secara emosional? Apakah Anda masih ingat perasaan lega ketika pengaruh dosa yang berat telah diangkat dari bahu Anda? Apakah Anda masih ada keinginan untuk memberitakan injil tentang Yesus kepada orang-orang lain? Apakah Anda masih berdoa bagi semua teman- teman Anda yang masih belum percaya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita seharusnya ditandai hal itu. Kasih yang begitu besar bagi Kristus adalah satu-satunya bukti nyata kepada orang-orang tentang kuasa injil. Seorang Kristen yang tidak merasa bersyukur dan tanpa kasih akan menjatuhkan kesaksian injil. Marilah kita belajar untuk menunjukkan rasa bersyukur kita, kasih yang berkobar-kobar bagi Kristus kita dan dunia akan dapat melihat bahwa dosa-dosa kita telah benar-benar diampuni. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130616a</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hormatilah Bapamu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000DE"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Ephesians+6:1-3" target="_blank" class="imCssLink">Efesus 6:1-3</a>, Amsal</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita semua tahu bahwa keluarga sekarang sangat diserang. Gereja Yesus Kristus, yaitu mereka yang berkomitmen kepada Kristus dan Firman Allah, harus memimpin negara dan memimpin dunia ini dalam mempertahankan pernikahan dan kemampuan beranak sebagai berkat terbesar dari Allah dalam semua kehidupan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bahasa akrab dari Mazmur 127:1-2, kita membaca penghormatan kepada keluarga, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga- jaga. 2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikan kepada yang dicintai-Nya, bahkan tidur-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam setiap keadaan, kita harus percaya kuasa pemeliharaan Allah yang berdaulat. Dan kemudian Dia menggunakan keluarga sebagai ilustrasi. Mazmur 127:3-5, “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah. 4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak adalah berkat dari Tuhan. Anak-anak Anda adalah pemberian dari Tuhan, di satu sisi mereka dipinjamkan. Mereka dipinjamkan supaya mereka dibimbing kepada pengetahuan akan Kristus, melalui Injil supaya kebenaran dapat dibagikan kepada angkatan berikutnya. Jadi memang benar Alkitab mengatakan tidak baik untuk tinggal sendirian. Dan Firman Tuhan juga mengatakan bahwa membesarkan anak itu adalah berkat dari Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita sudah tahu bahwa anak-anak memiliki peran dominan dalam budaya kita, yang tidaklah baik. Dulu kita memiliki masyarakat patriarkis, dimana bapaklah yang memerintah. Sekarang dimana tidak ada orang dirumah, karena bapak dan ibu keduanya bekerja, kita memiliki rumah dimana anak adalah pusatnya dan masyarakat dimana anak adalah pusatnya. Anak-anak telah dibebaskan dari rutinitas biasa, yang konstan, yang berdasarkan pemeliharaan dan otoritas orang tua, dan mereka dididik oleh rekan-rekan mereka atau media.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada guru sekolah yang menggambarkannya seperti ini, guru-guru takut kepala sekolah, dan kepada sekolah takut akan pengawas sekolah, dan para pengawas takut akan badan pengurus. Dan badan pengurus takut akan orang tua anak-anak, Dan orang tua takut akan anak-anak. Dan anak-anak tidak takut siapapun. Ini bencana bagi masyarakat jika anak-anak hidup menurut cara mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat dulu kewajiban anak-anak. Efesus 6:1-3, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah perintah pertama yang disertai suatu janji: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata anak-anak bukanlah kata untuk anak kecil. Saya selalu tetap menjadi anak orang tua saya dalam arti kata, tidak peduli umurku berapa. Ini perkataan biasa yang dipakai untuk orang-orang percaya, mereka yang telah dilahirkan Allah yang telah menjadi anak Allah pada usia apa saja. Ini termasuk semua anak-anak, namun ini bukan maksudnya anak-anak kecil karena mereka tidak dapat diperintahkan secara sederhana seperti yang dikatakan dalam ayat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian,” ini tidak akan dimengerti anak berusia tiga tahun. Ini mengacu kepada mereka yang sudah cukup dewasa untuk mengerti arti perintah yang datang dari Allah dengan suatu janji. Dan ini pada dasarnya adalah perintah dasar yang menyebabkan rumah tangga itu berfungsi dengan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak, taatilah orang tuamu. Inilah begitu dasar dalam peradaban sehingga perintah ini diberikan di Keluaran 20:12 di dalam Sepuluh Perintah, benar? Namun sebaliknya ada perintah di Keluaran 21:15, 17 dan di Imamat 20: 9 yang mengatakan jika anak itu tidak melakukan itu, anak yang memberontak dan tidak taat akan diberi hukuman mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semuanya tentang memberikan anak itu kebijaksanaan, pelajaran, pengertian dan kearifan. Amsal 1:8-10, “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu; 9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. 10 Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau,” dan disitu terdapat alternatifnya, dimana dari pada di didik orang tua dan menaati orang tuamu, Anda mengikuti rekan-rekan Anda dan akibatnya celaka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Amsal 2:1-6, “Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, 3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Amsal 3:1-2, Salomo mengatakan, “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.” Amsal 4:1-4, “Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.” Inilah tema-nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 4:10, “Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.” Taatilah orang tuamu dan Anda akan hidup penuh kwalitas dan kwantitas. Amsal 5:1, “Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan,” Amsal 7:1, “Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.” Amsal 8:32, “Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang setiap bapak dan ibu harus mengajarkan anak-anak mereka, untuk mengikuti hikmat yang datang dari Allah melalui orang tua. Dan hikmat ini didukung dengan disiplin. Amsal 12:1, “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan.” Amsal 13:1, “Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini didikan yang harus didukung dengan disiplin. Amsal 15:5, “Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak. 6 Di rumah orang benar ada banyak harta benda, tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan.” Ada keuntungan sementara dan keuntungan ekonomi dalam mematuhi orang tua pada waktu mereka memberikan hikmat yang datang dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak ada kekurangan dalam 4 bidang yang ditunjukkan kepada kita di Lukas 2:52 pada waktu membicarakan Tuhan Yesus. Kita baca bahwa Tuhan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan tinggi-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Disini terdapat empat kategori dimana anak-anak perlu bertumbuh. Hikmat, yaitu kapasitas mental, tinggi, yaitu kapasitas fisik, makin di kasihi manusia, itu kapasitas sosial dan di kasihi Allah, yaitu kapasitas spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memelihara mereka secara mental dengan apa yang mereka pelajari dan apa yang mereka pahami. Kita pelihara mereka secara fisik dengan apa yang kita memberi makan mereka dan bagaimana kita peduli akan kebutuhan fisik mereka. Kita juga ingin mereka berkembang secara sosial. Kita ingin mereka belajar rahmat sosial, bagaimana caranya bergaul dengan orang lain, Dan kita ingin supaya mereka berkembang secara rohani dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita memperhatikan “Anak-anak taatilah orang tuamu.” Ini adalah karena itu kehendak Tuhan untuk dilakukan. Orang tua mengajar dengan menanyakan, “Apakah Anda pikir Tuhan itu senang dengan sikap Anda?” Apakah Anda memikir Tuhan itu senang jika Dia melihat perbuatan Anda?” Kita terus menerus mengingatkan mereka bahwa soal ini lebih besar dari pada orang tua saja, ini semua tentang Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sering kali anak-anak itu mengatakan, “Tetapi mengapa?” Dan Anda menjawab, “Karena itulah benar.” Nah, siapakah yang membuat cara benar itu? Allah yang menentukan apakah benar. Ada cara baik dan ada cara buruk, dan dunia tidak akan memberitahu anak-anakmu hal itu. Anak-anakmu mengatakan, “Tetapi semua orang melakukan itu.” Tetapi kita bukan seperti semua orang itu. Kita berbeda, kita dipisahkan untuk melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lebih lagi dari pada ketaatan saja karena Efesus 6:2 mengatakan, “Hormatilah ayahmu dan ibumu.” Ini suatu sikap yang mendampingi perilaku. Tindakan kita adalah ketaatan, sikapnya adalah menghormati. Kepatuhan kita harus digabungkan dengan kehormatan, penghargaan, kasih dan kasih sayang terhadap orang tua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak tidak diciptakan khusus untuk hidup seperti ini. Kita memiliki kewajiban untuk mengajar mereka bagaimana caranya menaati dan menghormati orang tua mereka supaya mereka tahu artinya menaati dan menghormati Tuhan. Dan ini tantangan utama untuk orang tua. Mereka tidak akan belajar hal itu sendirian. Mereka perlu dibawa kepada pengenalan akan Kristus namun juga perlu diajarkan ketaatan dan penghormatan melalui disiplin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hormatilah ayahmu dan ibumu adalah perintah pertama yang digabungkan janji. Dan apakah janji itu? Efesus 6:3, “supaya kamu berbahagia.” Pertama, kualitas kehidupan akan datang bagi anak yang taat. Anak yang patuh akan menikmati kehidupan, karena mereka akan menerima berkat dari Allah. Itulah janji Allah. Dan juga ada janji bahwa Anda “panjang umurmu di bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya anak itu mau menaati dan menghormati orang tuanya? Marilah kita kembali ke Amsal 3:11-12, “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 12 Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.” Jadi dengan mengkoreksi, itulah bagian dari mendisiplin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diberi pengertian bagaimana caranya mengkoreksi itu, Amsal 10:13, “pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.” Di Amsal 19:18 kita baca, “Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.” Disiplinkannya saat dia masih muda karena jika Anda tidak mendisiplinkan dia Anda mungkin akan melihatnya di perti mati saat dia sudah dewasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Amsal 22:15, “Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.” Amsal 23:13-14, “Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. 14 Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukuman fisik jasmani anak sebenarnya dapat digunakan Allah untuk menyelamatkan jiwanya dari neraka! Sekarang Anda mengerti mengapa ada gerakan dari orang-orang yang non-Kristen untuk menghilangkan hukuman fisik. Iblis tidak senang orang-orang diselamatkan dari neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 29:15, “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.” Ayat 17, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.” Di Amsal 28:24 dikatakan, “Siapa merampasi ayah dan ibunya dan menyangka bahwa itu bukan suatu pelanggaran, ia sendiri adalah kawan si perusak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesimpulannya, Amsal 22:6 mengatakan, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Dan Anda ingin anak-anak Anda menjadi berkat bagi Anda, benar? Kita tidak membicarakan pelecehan anak, kita membicarakan apa yang wajar dilakukan dalam konteks kasih seperti yang kita semua mengerti. Dan kita akan melihat hal itu dalam titik kedua yaitu ketundukan orang tua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melewati batas disiplin, anak-anak Anda akan marah dan mereka akan membenci Anda dan mereka akan benci Tuhan dan benci gereja dan benci Injil. Anda ingin membuat mereka menyesal bahwa mereka melanggar kasih dan perawatan Anda bagi mereka. Anda ingin supaya mereka menyesal mereka tidak menghormati Allah . Tetapi janganlah sekali-kali menyebabkan mereka marah akan Allah dan Alkitab dan gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah khusus peran ayah? 1 Tessalonika 2:10-12, “Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” Dan dua hal datang dari ayat ini, “tanggung jawab untuk hidup sesuai dan memberi teladan, dan kewajiban untuk mengajar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mulai dengan teladan, “jadilah saleh, suci.” Ini mengacu kepada hubungan hati dengan Allah. Namun kemudian dia berkata, “secara adil,” dan itu menuju kepada perilaku yang benar, mengikuti hukum Taurat Allah. Di pihak dalam, hatiku harus benar dihadapan Allah dan dipihak luar kita harus melihat kenyataannya waktu saya berusaha untuk hidup memenuhi hukum Allah kepada sesama manusia dan kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia menambahkan, “dan tak bercacat.” Bebas dari semua yang dapat mencemarkannya, apapun yang dapat mendiskualifikasikan dia. Begitulah seharusnya keadaan di dalam ayah itu. Dan itulah karya anugerah, dan begitupun sanktifikasi, yaitu proses pembenaran. Kita hanya dapat mengatakan itu setelah berjuang bertahun-tahun. Apakah Anda dapat mengatakan bahwa Allah tahu betapa salehnya, betapa benar, betapa tanpa cacat Anda telah hidup kehidupan Anda? Itu hanya terjadi oleh anugerah, dan anak-anakmu dapat melihat hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa kadang bukan apa yang dikatakan ayah itu yang mempengaruhi anak, yang penting adalah siapakah ayah itu sebenarnya, sebab kalau tidak hanya ada kemunafikan saja, benar? Dan siapakah ingin mengikuti teladan orang munafik? Dia mengatakan, “Anda menjadi saksi dan Allah juga menjadi saksi bagaimana saleh dan benar dan tanpa cacat kita berlaku terhadap anak-anakmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bukan saja Anda harus hidup saleh dihadapan orang-orang yang tidak percaya. Memang itu benar, Matius 5:16, “hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Namun Anda harus hidup saleh seperti bapak dihadapan anaknya sendiri. Supaya mereka benar mengenal Anda. Itulah peran pertama bahwa ayah spiritual harus menentukan standar itu dengan teladan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 11, dia menambahkan bagian yang harus diajarkan, “seperti bapa terhadap anak-anaknya, kita telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu dan memberi kesaksian dan bukti kepada setiap orang. Begitulah caranya kita harus memandang kewajiban kita untuk kepemimpinan rohani sebagai ayah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayah adalah pemimpin rohani keluarga. Ini adalah tindakan penyeimbangan, benar. Di satu sisi Anda harus memiliki kepedulian terhadap anak-anak dan kepedulian untuk hubungan spiritual dengan Allah. Anda perlu peduli terhadap kebaikan dan Anda perlu peduli disiplin. Anda barus bersabar dan Anda perlu tegas dan mengasihi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah di dalam keluarga dengan anak-anak, ini selalu menjadi masalah. Karena itu harus ada ibu dan harus ada bapa, karena dalam hal-hal itu harus ada keseimbangan. Anak itu harus bertumbuh dengan kasih, penerimaan, belas kasihan, kelemah-lembutan, kesabaran, kehangatan, keamanan; kemudian mereka akan menjadi dewasa dengan teladan, suatu contoh baik, ajaran yang kuat, dorongan dan pengarahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu tidak gampang. Namun itulah standar yang telah ditentukan Allah. Siapa yang dapat melakukan itu? Nah, Paulus menanyakan pertanyaan itu di 2 Korintus 3 ketika dia menanya, “Siapakah yang cukup kuat dalam hal-hal ini? Tidak ada manusia yang cukup kuat dalam hal-hal seperti ini. Kemudian dia mengatakan inithe children will grow, flourish and mature, “Namun kecukupan kita datang dari Allah.” Dengan anugerha Allah dan kekuatan Allah kita sanggup untuk melakukan kepemimpinan macam itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingat di Ibrani 13:17, dimana penulis buku Ibrani mengatakan kepada jemaat di gereja, “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” Ketika pemimpin-pemimpin adalah orang tua di dalam keluarga, seperti seorang bapa yang setia yang menjaga-jaga jiwa mereka, anak-anak itu akan bertumbuh dengan baik, berkembang dan menjadi dewasa. Anak-anak itu akan mejadi sukacita orang tuanya, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kesukacitaan yang terbesar secara manusia? Untuk melihat pada suatu hari orang-orang di hadirat Allah. Dan itu sama bagi seorang bapa, untuk melihat anak- anaknya di hadirat Allah, itulah sukacitanya yang terbesar. Ini bukan hanya sukses gereja, itu adalah persekutuan abadi dari keluarga yang dicintai. Itulah artinya menjadi bapa. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130616b</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000DE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perumpamaan tentang Tanah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+13:1-9,18-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 13:1-9, 18-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 13:1-9, “Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. 2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus adalah guru utama dan Dia mengajar memakai perumpamaan. Mari kita lihat sekarang malam ini salah satu dari perumpamaan-Nya yang paling terkenal. Saat Yesus mengajar cerita itu Dia mungkin bisa melihat penabur menabur, karena Laut Galilea dikelilingi ladang bahkan di hari ini juga. Yesus berbicara kepada mereka dalam bahasa yang mereka pahami karena itu adalah bagian dari aktivitas sehari-hari mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus selalu mulai dengan sesuatu yang mereka dapat memahami dan bergerak ke sesuatu yang mereka butuh belajar. Dia mulai dengan sesuatu yang mereka lihat dan bergerak ke sesuatu yang mereka tidak dapat melihat. Dia mulai dengan sesuatu yang alami dan pindah ke sesuatu yang supranatural. Dia mulai dengan apa yang material dan bergerak kepada yang spiritual. Dia mulai dengan sesuatu yang sederhana dan bergerak ke sesuatu yang sangat dalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisahnya mulai di ayat 3, “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” Seorang petani akan menabur benih di lapangan yang dibajaknya. Baris-baris sudah dikerut, dibajak dan disiapkan untuk menerima benih. Dan dia akan mengambil benih itu, dan mengukur setiap jumlah di tangannya sehingga ia bisa mendistribusikannya secara merata. Dia akan meneruskan itu sampai semua benih ditaburkan di ladang yang disiapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita melihat bahwa benih bisa jatuh di empat tempat yang berbeda. Pertama- tama, dalam ayat 4 Dia mengatakan, "Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan," atau di jalan. "Dan datanglah burung dan memakannya semua." Jadi orang-orang yang bepergian, yang berjalan ke mana-mana atau naik hewan, harus melintasi lapangan-lapangan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lapangan itu pada dasarnya dibatasi oleh jalan kecil. Supaya orang-orang tidak berjalan melalui ladang tapi tinggal di jalan. Sejarawan memberitahu kami jalan itu hanya sekitar tiga kaki lebarnya sehingga tanah tidak terbuang. Akibatnya mereka menjadi jalanan keras, dan benih yang jatuh di jalan kecil itu tidak bisa menembusnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jenis kedua adalah tanah dalam ayat 5 dan 6 dan Yesus menyebutnya tanah berbatu. Dan ia mengatakan, "Sebagian jatuh pada tempat berbatu itu di mana tanahnya tidak banyak." Di Palestina ada batu kapur besar yang letak di bawah permukaan dan di bawah bajak. Sehingga petani yang berusaha keras untuk membajak ladang itu tidak pernah mendalam sampai tanah keras itu bahkan dia tidak menyadari itu ada di sana, dan itulah tanah yang berbatu-batu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika benih jatuh di sana, ketika akar mereka mencapai batu-batuan dan tanahnya hanya sedikit, tanaman itu mulai bertumbuh hanya pada awal. Tetapi ayat 6 mengatakan, "Ketika matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.” Karena tidak ada tanah tanaman itu mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tanah macam ketiga di ayat 7, “Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.” Si petani tahu bahwa semak duri bertumbuh lebih cepat. Dan ketika ada air dan hangat matahari datang, lalang itu bertumbuh cepat sekali dan mengisap semua cairan dan tidak meninggalkan apa-apa untuk tanaman muda dan tanaman itu langsung mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, ayat 8 memberitakan kita ada juga tanah yang baik, “lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” Tanah ini dalam, lembut, kaya dan bersih. Memang ada variasi tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat dan seratus kali lipat karena nutrisi di tanah itu berbeda dari tempat ke tempat. Namun perhatikanlah sesuatu hal kunci, “Selalu akan menghasilkan buah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang jika Anda adalah seorang petani di Palestina, tanaman sepuluh kali lipat sudah sangat baik. Tapi tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, dan seratus kali lipat itu kejutan luar biasa besar. Tuhan menggunakan hiperbola di sini untuk membuat sebuah titik spiritual. Ada saja kemungkinan bahwa benih ini dapat menemukan tanah yang baik, masuk kedalam dan menghasilkan panen besar sekali yang tak terbayangkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yesus memberitakan ilustrasi sederhana ini dan kemudian di ayat 9 Dia berkata, " Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Yang merupakan cara lain untuk mengatakan, "Apakah kalian memiliki gagasan tentang apa yang Saya baru katakan? Apakah Anda tahu apa yang saya bicarakan?” Sebuah perumpamaan tanpa penjelasan adalah sebuah teka-teki. Dan kita semua tahu bahwa para murid agak lambat dalam memahami benar-benar kata-kata Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia menjelaskannya. Lihatlah Matius 13:18-23, “Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. 19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. 22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit Firman itu sehingga tidak berbuah. 23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah beberapa waktu, Yesus memberikan kepada murid-murid-Nya dan bukan kepada orang banyak, suatu penjelasan lebih lanjut. Dia mengatakan, marilah Saya ceritakan apa yang Saya ajarkan Anda secara rohani dalam kisah itu. Dan itu membuka untuk kita makna perumpamaan ini. Hanya ada tiga komponen di sini, ada penabur, ada benih dan ada tanah, itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perumpamaan ini tidak mengatakan apa-apa tentang si penabur. Disini hanya dikatakan seorang penabur keluar untuk menabur. Tapi kita dapat menemukan di tempat lain dalam Alkitab beberapa wawasan. Lihatlah Matius 13:37, "Orang yang menabur benih yang baik adalah Anak Manusia," ini membicarakan Yesus Kristus. Tetapi sekarang seorang penabur adalah setiap orang yang berkhotbah pesan ini. Pertama itu adalah Yesus, kemudian itu para Rasul, kemudian Paulus dan sekarang adalah kita. Kita seperti seorang penabur dan panggilan kita adalah untuk menabur yaitu memberitakan Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah benih itu? Nah, ayat 19, "Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga." Jadi benih adalah Firman Allah. Itu adalah pesan tentang bagaimana caranya masuk ke Kerajaan Allah, pesan bahwa Allah mengundang orang- orang untuk masuk kedalam Kerajaan itu. Dan Kerajaan itu melibatkan sukacita dan damai sejahtera, pemenuhan dan kepuasan dan kebaikan, kasih karunia dan belas kasihan dalam kehidupan ini dan kemuliaan kekal di surga. Dan Anda masuk ke dalam Kerajaan itu dengan iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus adalah benih yang hidup dan Alkitab adalah sekam yang memegangnya. Sekam yang memegang benih adalah hal yang paling berharga di dunia disamping benih. Kristus adalah hal yang paling berharga, dan di samping Kristus Alkitab yang membawa Anda Kristus adalah hal yang paling berharga, benar? Jadi perumpamaan adalah semuanya tentang menabur benih, menyampaikan Injil, kabar baik tentang bagaimana caranya bisa masuk ke dalam Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tekanan utama dalam perumpamaan ini adalah tanah-tanah itu. Dan disitulah Yesus membicarakan kita sekarang. Ayat 19, “Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang keselamatan dan caranya masuk kedalam Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus menerangkan apa yang Dia maksud ketika benih itu jatuh di jalan. Itulah orang yang hatinya keras, orang yang tegar tengkuk, orang yang melawan dan yang suka berperang. Akan tetapi apakah Anda melihat apakah tanah itu karena dikatakan di ayat 19, “yang ditaburkan dalam hati orang itu.” Jadi tanah itu adalah hati kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan bahwa hasil mendengar Injil selalu bergantung kepada kondisi tanah, dan bukan kepada keterampilan si penabur. Karakter pendengar itulah yang menentukan efek dari Firman pada dirinya. Jika Anda mendengar Injil Yesus Kristus, dan Anda memutar balik dan pergi, itu tidak mengatakan apa-apa tentang benih, itu hanya mengatakan segala sesuatu tentang tanah itu. Dan dalam perumpamaan ini kita memiliki 4 jenis hati: hati yang tidak responsif, dan hati yang impulsif, hati yang sibuk dan hati yang telah disiapkan dengan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mari kita lihat hati yang pertama, hati tidak responsif. Dalam ayat 19, tanah yang tidak pernah dibajak, tanah yang ada di sekitar lapangan telah diinjak keras. Benih yang dilemparkan ke jalan keras itu tidak dapat diserap. Benih tidak bisa menembus. Burung terbang kebawah dan makan benih itu dan apa yang tersisa akan diinjak-injak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Analoginya sangat kuat. Ada hati seperti ini, banyak dari mereka sesuai dengan yang kekerasan jalan kecil yang melintasi lapangan tersebut. Dan hati telah menjadi jalan yang lebar, dilintasi oleh banyak dosa hari demi hari. Tidak pernah dilunaki oleh keyakinan bersalah, tidak pernah dilunaki pertobatan, tidak pernah dilunaki dengan pencarian diri, hati bertumbuh tanpa perasaan. Tidak takut akan Tuhan dan kasih Tuhan bahkan tidak menarik lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Iblis datang, Yesus berkata, dan mengambil benih itu. Setan ingin memastikan tidak pernah ada kesempatan untuk menembus dan bertumbuh. Ia menyambarnya melalui pengaruh guru-guru palsu, melalui ketakutan kepada manusia, melalui kesombongan. Ia menyambarnya melalui keraguan, melalui prasangka dan melalui keras kepala dan melalui penundaan. Dan sayangnya dia menyambarnya sebagian besar melalui cinta akan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada jenis tanah kedua di ayat 20 dan 21 dan ini adalah tanah berbatu atau hati yang impulsif. Disinilah benih ditaburkan di tempat-tempat yang berbatu, itulah orang yang mendengar Firman dan langsung menerimanya dengan suka cita, namun tidak memiliki akar yang kuat di dalam dirinya, jadi ini hanya untuk sementara. Dan ketika ada masalah dan penganiayaan karena Firman itu, dia langsung jatuh dan menghilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya sukacita emosional dan minat tidak selalu menunjukkan iman yang sejati. Seseorang yang keluar dari dilema, atau bencana, atau keluar dari disakiti orang dalam kehidupan mereka, yang menginginkan bantuan, dan ketika mereka diberitahu ini adalah jawabannya, ada kegembiraan besar. Tetapi kita tidak bisa memiliki sukacita sejati tanpa ada komitmen kepada Raja, akarnya pendek sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua telah mengalami ini. Saya sendiri ada orang-orang yang saya pikir sudah mengerti Inijl dan saya mencoba untuk memuridkan mereka sendiri dan tiba-tiba mereka menghilang. Mereka tidak berakar dan mereka tidak bertumbuh. Mengapa? Yesus mengatakan di ayat 21, “Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena Firman itu, orang itupun segera murtad.” Mereka tidak menyadari bahwa untuk menjadi orang Kristen harganya besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin seluruh keluarga Anda dapat melawan Anda. Mungkin ada teman dekat yang melawan Anda. Dan harganya tinggi yang harus dibayar. Dan ketika ada tekanan terhadap seorang individu, mereka tidak bisa menanganinya. Tahukah Anda bahwa tekanan dan penganiayaan itu menolong? Mereka melakukan dua hal, mereka menguatkan orang percaya dan mereka memperlihatkan siapakah orang yang tidak percaya. Setalh Anda menderita sebentar, Petrus mengatakan, Tuhan akan menyempurnakan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, ada tanah penuh semak duri, yaitu hati yang sibuk. Di ayat 22 Yesus mengatakan, “Yang ditaburkan di tengah semak duri.” Siapakah dia? Nah ialah orang yang mendengar Firman itu, dan menerimanya dengan baik, namun dia hanya mengikuti ilah zaman ini. Kesenangannya adalah karirnya, lingkungannya, dunianya dan itulah yang dipentingkan di dalam hidupnya. Dan tipu daya kekayaan menghimpit Firman itu sehingga tidak berbuah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingat apa yang dikatakan Yakobus, jika Anda adalah teman dunia, kau menjadi musuh Allah. Dan jika Anda mencintai dunia, maka kasih Bapa tidak ada di dalam Anda. Ini tidak berarti bahwa kita terisolasi dari masyarakat di sekitar kita, pertanyaannya adalah apa yang kita dambakan. Ini adalah pertanyaan mengenai semangat kami dan apakah prioritas kami. Itu satu hal untuk memahami kekayaan sebagai hadiah dari Allah dan merangkulnya sebagai bukti berkat-Nya, itu sesuatu yang lain untuk mengejar kekayaan sebagai allah hidup Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mari kita bicara lebih lanjut tentang lalang tersebut. Benih yang baik bukan asli di hati Anda, yang asli adalah lalang. Mereka sudah biasa berada di sana, mereka tinggal di sana. Tapi benih yang baik adalah asing bagi Anda dan itu harus dilindungi dan dirawat dan dihargai, tidak seperti lalang, yang rumahnya di dalam hati Anda. Dan selama lalang hidup mereka bertumbuh. Dan akhirnya duri ini akan robek dan menghimpit benih yang baik sehingga tidak bisa berkembang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kategori terakhir tanah adalah bagian yang diharapkan dari semua ini, ayat 23, "Dan satu di antaranya benih ditaburkan di tanah yang baik adalah pria atau wanita, yang mendengar Firman dan mengerti itu, mendapatkannya, dan berbuah tiga puluh lipat, enampuluh kali lipat, dan seratus kali lipat", dengan kata lain hati yang dipersiapkan dengan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah orang yang mendengar Injil, menerimanya, memegangnya dan mengerti Firman itu, ada pertobatan tulen, ada pengaruh Roh Allah yang sejati di dalam hatinya, yang menyerang pengaruh lalang berbahaya dari kehidupan sebelumnya, dan ada tanah dalam dan dia menghasilkan buah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tidak semua orang Kristen menghasilkan jumlah buah yang sama. Ada kondisi yang berbeda di dalam tanah yang menyebabkan berbagai tingkat kesuburan pada panen. Dan hal yang sama berlaku dalam kehidupan rohani kita. Kita semua menghasilkan beberapa buah, ada beberapa yang menghasilkan lebih banyak buah, ada beberapa yang menghasilkan kurang banyak buah, tetapi kita semua berbuah. Itu tanda yang membedakan orang beriman daripada yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah buah itu? Buku Ibrani mengatakan bahwa buah bibirmu adalah memuji Allah. Dan Paulus mengatakan bahwa orang-orang pertama yang dia bawa ke Kristus di Akhia adalah buah. Paulus juga menulis kepada orang Filipi dan orang Kolose tentang buah kebenaran. Dan Paulus menulis kepada orang Galatia dengan buah Roh: yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, jadi kita ada buah tindakan dan buah sikap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu berbeda bagi setiap orang karena ada berbagai tingkat kesetiaan dan kemampuan berbeda-beda oleh karena ciptaan Allah. Yang penting bukanlah keahlian si penabur, yang penting adalah keadaan tanahnya. Dan semakin banyak Anda menabur semakin besar kemungkinan tanahnya baik dan subur. Itulah kewajiban kita disini, apakah Anda mengerti hal itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan hanya ada satu alasan untuk tinggal di bumi ini, satu-satunya hal yang dapat kita lakukan yang tidak dapat dilakukan di surga adalah menabur benih. Menaburlah benih. Dan murid-murid itu perlu tahu hal ini karena mereka akan mengalami banyak sekali penolakan, benar? Mereka akan dimartir pada waktu mereka dalam proses menabur benih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana hatimu sendiri malam ini? Apakah Anda bersuka cita atas perbuatan Kristus di dalam hidup Anda, Anda senang sekali atas anugerah Allah, dan Anda sekarang memikir orang berikutnya akan menerima pesan keselamatan juga dengan gembira. Anda memberikan berita baik itu dan Anda langsung ditolak. Masalahnya adalah tanah itu, itu perlu dipersiapkan Allah dulu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda berani? Anda tidak akan disalibkan, Kemungkinan Anda dibakar tidak ada lagi. Kemungkinan kecil Anda akan dipenjarakan atau diasingkan ke suatu pulau di Mediterania. Betapa besarnya keberanian Anda untuk menabur benih? Berdoalah supaya Allah membawa Anda kepada tanah yang telah dipersiapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda sendiri adalah tanah keras atau tanah berbatu atau tanah bersemak duri, mintalah kepada Allah supaya Dia merubah hati Anda supaya Anda dapat menerima pesan keselamatan dari Injil bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa Anda dan bangkit kembali supaya Anda dapat memiliki kehidupan kekal di surga. Marilah kita berdoa bersama.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Jun 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130609</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuasaan Yesus atas Kematian]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+7:11-17" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 7:11-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat Lukas 7:11-17, kita membaca cerita indah ini di mana Yesus membangkitkan seseorang dari kematian. Yesus Kristus mungkin adalah orang yang paling terkenal di peradaban terpelajar di dunia. Tapi mengetahui siapakah Dia sebenarnya tidak diketahui oleh semua orang. Ada banyak beragam pendapat tentang siapakah Yesus Kristus sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang Islam yang berpikir bahwa Dia hanyalah seorang nabi manusia. Atau orang Mormon yang percaya bahwa Dia adalah ciptaan saja, saudara rohani Adam dan Lucifer dan Anda bisa terus menerus melihat pendapat lain. Tetapi kebenarannya adalah bahwa Yesus adalah Allah, sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah. Dan itu adalah inti, hati dan dasar iman Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini juga kesaksian Firman Allah. Dan sebelumnya kita membahas Lukas 7, marilah kita melihat Yohanes 1:18, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.” Ada orang yang memiliki pandangan terbatas tentang Allah. Musa melihat kemuliaan Allah. Dengan Adam kehadiran Allah dinyatakan kepadanya di Taman. Ada saat-saat ketika Allah mengungkapkan diri dalam arti yang terbatas. Tapi tak seorang pun yang pernah melihat Allah sepenuhnya, karena Allah berkata, "Tidak seorang pun dapat melihat Aku dan hidup."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tidak ada orang yang pernah melihat Allah tetapi pandangan terbaik adalah pandangan Allah yang dibawa kepada kami oleh Anak-Nya yang tunggal, Dia yang adalah esensi yang sama seperti Allah. Yesus menjelaskan Allah, Tuhan Yesus menyatakan. Jadi, ketika Anda melihat Yesus, Anda melihat Allah. Itulah sebabnya Dia sendiri berkata, "Jika engkau telah melihat Aku, Anda telah melihat Bapa."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan seperti Lukas membuka sejarah Yesus Kristus, ia terus-menerus menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada penjelasan lain bagi Yesus Kristus selain Dia adalah Allah. Wahyu malaikat menunjukkan bahwa anak akan turun dari langit, bahwa Dia adalah Emmanuel, Allah beserta kita. Konsepsi perawan bunda Maria menunjukkan bahwa anak ini adalah Allah. Lukas dalam membentuk kasus bahwa Yesus adalah Allah, sekarang datang kepada kekuasaan-Nya atas kehidupan dan kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 7:11-17 mengatakan, “Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai- Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, lihatlah, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." 17Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keilahian Yesus jelas karena Dia mengangkat orang yang sudah mati dari kematian. Kita akan melihat lebih banyak bukti bahwa Yesus adalah Allah. Pertama kita akan melihat beberapa bukti tersirat sebelum kita melihat demonstrasi kekuatan ilahi eksplisit. Ayat 11, "Kemudian,” itu segera setelah penyembuhan yang tercatat dalam bagian sebelumnya. Masih ingat bahwa Yesus telah menyembuhkan hamba seorang perwira? Dan kemudian “Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong- bondong.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Dia memutuskan untuk pergi ke Nain? Nain adalah sekitar 30 kilometer dari Kapernaum, sehari penuh berjalan kaki. Itu adalah kota kecil dan tidak signifikan. Dan kota itu masih ada hari ini dengan nama yang sama. Dua ratus orang tinggal di sana. Apa yang terjadi di sana yang membuat Yesus bertekad untuk pergi ke Nain dan menyeret rombongan-Nya bersama-Nya untuk perjalanan satu hari penuh?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ini memperkenalkan kita kepada ide tujuan ilahi. Allah tidak pernah bertindak tanpa sasaran tetap dan tujuan tetap. Tidak ada yang kebetulan dan tak terduga. Segala sesuatu dalam rencana Allah adalah tetap dan akan terjadi. Dia memiliki niat yang sempurna untuk segala sesuatu yang dipikir-Nya, segala sesuatu yang Dia katakan dan setiap tindakan. Misinya jelas, tujuan-Nya jelas, strategi-Nya jelas, rencana-Nya dan tujuan-Nya semua akan terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yeremia 29:11, Allah mengatakan, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu.” Dengan kata lain, tidak ada pikiran acak dalam pikiran Allah. Dia juga mengatakan di Yesaya 55:11, “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitu juga keadaannya dengan Yesus. Di Yohanes 4:4 Dia mengatakan, “Aku harus melintasi daerah Samaria.” Karena ada sumur disana dan akan ada seorang perempuan pada saat kami berada disana, untuk suatu pertemuan yang telah direncanakan sejak kekekalan oleh Allah. Di Lukas 9:51, “Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.” Dia tahu kapan Dia akan mati, kapan Dia akan bangkit dan kapan Dia akan naik ke surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah bukti keilahian-Nya. Dia tahu masa depan. Dia tahu tujuan ilahi. Dia bekerja memakai jadwal. Beberapa kali Dia mengatakan, “Waktu-Ku belum tiba.” Di Lukas 13:33 dikatakan, “Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan- Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia terus mengumpulkan kerumunan orang yang tertarik oleh mujizat-mujizat-Nya. Mereka tidak mengerti mengapa Dia akan pergi ke Nain. Mereka tidak memiliki rasa tujuan ilahi. Mereka seperti kita, mereka tidak bisa tahu masa depan, mereka hampir tidak dapat menafsirkan masa kini. Bahkan mereka sulit menafsirkan masa lalu. Tetapi Yesus tahu masa lalu dengan sempurna, Dia tahu masa kini dengan sempurna dan Dia tahu masa depan dengan sempurna. Dia tahu persis di mana Dia akan pergi dan mengapa Dia pergi ke sana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini Yesus bergerak menuju ke Nain karena itu rencana Allah untuk bertemu di sana dengan suatu prosesi pemakaman. Dan kenyataannya adalah bahwa ketika Yesus pergi di pagi hari itu, pria itu belum mati karena orang-orang Yahudi tidak pernah menyimpan tubuh itu semalaman. Mereka tidak membalsem badan itu dan itu membusuk segera. Yang mereka hanya lakukan adalah mengurapi tubuh itu dari luar saja dan membungkusnya dengan kain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kuasa pemeliharaan ilahi. Allah tidak hanya memiliki tujuan, tetapi Allah sanggup mengatur semua kemungkinan untuk mencapai tujuan itu. Yesus pergi ke Nain untuk membangkitkan seorang pria mati. Bagaimana Yesus akan mengontrol semua kejadian, seperti waktu pemakaman, waktu pelayanan, tempat yang tepat dan saat yang tepat untuk bertemu? Kuasa Pemeliharaan itu mengacu pada kendali Allah yang mengatur semua tindakan manusia dan peristiwa untuk menyebabkan tujuan-Nya yang telah ditentukan sebelumnya tercapai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah salah satu kemampuan paling menakjubkan dari Allah. Sebuah mujizat lebih mudah dimengerti daripada itu. Suatu mujizat terjadi ketika Allah masuk ke dalam, dan memberhentikan proses alam dan memasukkan kekuasaan-Nya yang supranatural. Kuasa pemeliharaan bukan itu. Kuasa pemeliharaan Allah mengambil semua peristiwa alam dan mengatur mereka secara sempurna untuk mengakibatkan tujuan-Nya tercapai. Kerumitan itu benar-benar sangat mengagumkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, “Setelah Ia dekat pintu gerbang kota,” Dan demikian, waktunya tepat. Dia mendekati pintu gerbang kota. Tidak ada yang tahu mengapa Ia pergi kesana, namu Dia tahu. Semua sudah direncanakan, “ada orang mati diusung ke luar.” Waktu kuasa pemeliharaan itu tepat sekali, Allah mengontrol segala sesuatu. Orang itu mati pada saat yang tepat. Mereka mempersiapkannya tepat pada waktunya untuk pemakaman. Dan mereka dalam perjalanan ke kuburan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">"Lihatlah,” adalah kata dalam ayat 12, "Wow," dari sudut pandang manusia, ini adalah kejadian yang mengejutkan. Dari sudut pandang Yesus, ini adalah persis sesuai jadwal. Dari sisi manusia, itu adalah suatu kebetulan yang mengejutkan. Namun, tidak ada hal yang kebetulan dalam perspektif Allah. Tuhan hanya anggun, dengan sengaja melangkah pada waktu itu, dan Ia tiba tepat pada saat prosesi itu keluar dari kota. Sejarah Alkitab penuh dengan jenis penjadwalan seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluarlah kerumunan berisik yang meratap orang mati ini yang diusung ke luar, dikatakan dalam ayat 12. Pemakaman sudah selesai. Orang-orang membawa mayat yang telah dipercik dari luar, yang ditaburi dengan bubuk dan bumbu-bumbu dan kemudian dibungkus dan diletakkan di atas tandu datar. Kata peti mati muncul di sini di dalam ayat 14, tapi cukup jelas bahwa ia tidak berada dalam peti mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu tandu. Tubuh itu dibaringkan di atasnya setelah dibungkus dan kain diletakkan di atasnya. Tempat kuburan selalu di luar kota. Kuburan digali, seperti yang umum hari ini, dan batu diletakkan di atasnya supaya orang tidak mendekat karena itu akan menajiskan. Batu kuburan akan dicuci sampai putih, supaya orang-orang bisa melihatnya dan menghindarinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pria mati ini adalah satu-satunya anak ibunya. Jika Anda tidak memiliki seorang putra, itu adalah akhir keturunan keluarga dan warisan dan sejarah itu sangat penting. Dan fakta bahwa ini adalah anak satu-satunya membuat adegan ini lebih sedih lagi. Pada prosesi berkabung, keluarganya ada di depan dan dalam kasus ini ibu ini sendirian maju di depan peti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja masa depan keluarganya hilang, tetapi keadaan sekarang juga berbahaya karena ibu ini telah kehilangan pelindungnya dan dukungannya. Itu adalah pengalaman yang paling menyedihkan dalam masyarakat Yahudi. Dan dia menerima simpati, dikatakan dalam ayat 12, karena kerumunan yang cukup besar dari kota itu ikut dengan dia, para pemain seruling, simbal, perempuan meratap, teman-teman dan sisa warga kota, mereka semua ada di sana untuk mencoba membantu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tujuan ilahi dan kuasa pemeliharaan ilahi bertemu untuk menjadi belas kasihan ilahi. Dan kita melihat sesuatu di dalam Yesus yang benar dari Allah, ayat 13, "Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,” Satu hal yang jelas adalah apa yang membedakan Allah Israel, Sang Pencipta, Allah Penebus, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Allah yang benar dan hidup, yaitu Dia adalah Allah yang berbelas kasih, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah sifat Allah untuk merasakan belas kasihan. Ratapan 3:22-23 mengatakan, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” Dia adalah Allah penuh penghiburan. Di Markus 8:2 Dia mengatakan, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” Ini bahkan bukan hal spiritual. Dia merasakan sakit karena mereka kelaparan. Allah itu peduli.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 14 mengatakan, “Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti,” Mari kita sisihkan belas kasihan ilahi sebentar, dan pindah ke titik keempat, kemurnian ilahi. Dia menyentuh orang mati. Tidak ada sesuatupun yang menajiskan Dia. Tidak ada yang mencemarkan-Nya. Dia tidak terpengaruh kenajisan nyata atau menurut tata cara. Seperti dikatakan di Ibrani 7:26, “Sebab Dia adalah saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa.” Sebaliknya Yesus adalah Yang menyebabkan tubuh mati dibangkitkan kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada unsur lain dari keilahian yaitu otoritas ilahi. Dikatakan, “para pengusung berhenti.” Mereka langsung berhenti. Apakah tentang orang-Nya itu yang menyebabkan semuanya berhenti? Ini pula menyatakan bahwa Dia adalah Allah. Bersama Dia ada otoritas kudus. Dia malah tidak mengatakan “berhentilah”, Dia hanya menyentuh usungan itu dan berkata, “Jangan menangis!” dan langsung semua orang berhenti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang hebat tentang kehadiran-Nya, tentang keberadaan-Nya, otoritas-Nya? Nah mereka semua adalah indikasi tersirat, semua itu adalah sifat-sifat Allah. Allah memiliki otoritas. Allah itu kudus dan tak tercela. Allah penuh belas kasihan. Allah mengatur kuasa pemeliharaan-Nya. Allah menentukan tujuan-Nya. Ini adalah Allah. Tetapi itu semua tersirat. Yang eksplisit adalah titik terakhir, kekuasaan ilahi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di pertengahan ayat 14, Dia mengatakan, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Mazmur 33:6 mengatakan, “Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, dan oleh nafas dari mulut-Nya segala alam semesta.” Dia menciptakan seluruh alam semesta dengan perkataan-Nya. Jadi disini adalah Sang Pencipta yang telah menciptakan seluruh alam semesta sekarang membuka mulut-Nya dan mengatakan, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Seketika itu juga hidup masuk kedalam mayat itu. Inilah kekuasaan penciptaan ilahi, inilah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 5:25-29 mengatakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah Anak telah diberikan kewajiban untuk memberi kehidupan. Pada suatau hari pada akhir zaman, Dia akan memberi kehidupan kepada seluruh dunia. Setiap orang yang pernah hidup dan mati di dunia ini akan dibangkitkan oleh Dia. Saat itu hanya satu kebangkitan saja, nanti itu akan berjuta-juta sampai bermiljar-miljar kebangkitan. Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Terakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda bahwa tidak satu orangpun yang minta supaya Dia melakukan itu? Iman tidak pernah diperlukan supaya kekuasaan ilahi itu dapat bekerja. Inilah dusta banyak penyembuh iman bahwa alasannya mengapa orang-orang tidak sembuh disebabkan oleh iman mereka yang kurang besar. Yesus membangkitkan orang tanpa ada permintaan dan tanpa ada iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata.” Mujizat Yesus selalu instan, lengkap tanpa memerlukan rehabilitasi atau proses. Dan “Yesus menyerahkannya kepada ibunya.” Itulah alasannya Dia melakukan itu. Setelah itu, ibu bersama anak itu mungkin ingin supaya Yesus tinggal sebentar supaya mereka lebih lagi dapat mengenal-Nya dan tentu Dia memberitakan kabar baik Injil kepada mereka. Namun yang menyebabkan ini semua adalah ibu yang putus asa itu dan itu menyebabkan Yesus juga merasa patah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ini membawa kita kepada tanggapan mereka, ayat 16, “Semua orang itu ketakutan.” Mengapa mereka takut? Ya, karena mereka tahu mereka berada di hadirat Allah. Ketika kuasa Allah diperlihatkan, mereka tahu Allah hadir. Karena itu mereka sangat ketakutan karena Allah hadir dan mereka tahu Allah itu kudus dan mereka menyadari mereka tidak. Itulah trauma setiap pendosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka mulai memuliakan Allah, sambil berkata: "Allah telah melawat umat-Nya." Allah ada disini. Mereka telah berdoa lama sekali. Tidak ada nabi selama lebih dari 400 tahun. Tidak ada mujizat-mujizat. Tidak ada perkataan dari surga. Allah selama berabad-abad tidak bersuara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 17, “Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.” Mereka benar, Allah telah mengunjungi mereka, namun mereka tidak menyadari bahwa Allah sendiri berada disitu dalam Kristus. Dan akibat penolakan itu diberi di dalam Kisah 15:14 dimana dikatakan, “bahwa sejak itu Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Israel tidak menanggapi kunjungan, Allah mengambil bangsa lain bagi nama- Nya, yaitu gereja. Anda mungkin berpikir bahwa Israel tidak mungkin lupa semua yang Yesus lakukan dan katakan. Tapi lihatlah lagi di tengah ayat 16, apa yang mereka katakan, "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," Apakah Yesus hanya seorang nabi besar? Itulah yang dikatakan umat Islam. Itulah dikatakan orang Mormon. Itulah apa yang dikatakan Saksi Yehova. Tidak. Dia adalah Anak Allah yang turun dari atas untuk kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 16:13-16 Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Itulah kesimpulan satu-satunya yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengatakan bahwa seorang nabi telah muncul ditengah kita adalah salah. Kristus, Anak Allah yang adalah Allah telah datang ke dunia. Itulah Injil, kehidupan kekal dan kebangkitan bagi mereka yang percaya Yesus adalah Kristus, Anak Allah, Yang telah datang dari surga untuk mati bagi dosa kita dan bangkit kembali untuk pembenaran kita. Hanya ada keselamatan di dalam nama-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Jun 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130602</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E3</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Moralitas vs Hubungan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E4"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:43-50" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:43-50</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat sekarang Matius 12:43-50, bagian terakhir dari bab yang besar ini. Orang-orang Farisi adalah orang-orang moralis yang berkomitmen untuk hidup dengan etika, standar dan prinsip-prinsip kehidupan dan moral. Mereka hidup dengan kode moral etika yang kompleks dan menuntut. Namun dalam proses pegejaran moral mereka, mereka menolak Allah sendiri yang berada ditengah mereka dalam bentuk manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membersihkan kehidupan mereka dari luar, dan mereka meyakinkan diri mereka bahwa mereka benar, bermoral dan baik. Karena itu pada saat ada orang yang datang memberitakan pesan dosa, mereka tidak mau mendengar. Yesus tidak dapat menjangkau orang-orang bermoral yang beragama dan membenarkan diri yang berada dibawah ilusi bahwa semuanya baik-baik saja. Mereka tidak mengakui ada dosa, jadi mereka tidak memerlukan Penyelamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu selalu bahayanya moralitas. Moralitas memberikan suatu ilusi keamanan padahal orang yang bermoral itu mungkin dalam keadaan bahaya yang terbesar. Kita khususnya melihat itu dengan orang Mormon yang merasa aman karena mereka bermoral, namun pada kenyataannya mereka berada dibawah penghakiman Allah dan sukar sekali untuk meyakinkan hal itu kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bab 12 menyimpulkan, mulai dari ayat 43, dengan jawaban Tuhan kita terhadap penolakan akhir itu. Tujuan bagian ini sederhana sekali. Ini untuk memperingati orang-orang supaya janganlah mendengar orang Farisi dan orang bermoral, akan tetapi untuk datang kepada Yesus Kristus, dan perbedaannya besar sekali. Di satu sisi ada moralitas, disisi lain ada hubungan. Itulah kedua pokok kita harus membahas, yaitu moralitas melawan hubungan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Moralitas, dengan sendirinya, adalah hal yang membahayakan. Kebenaran diri adalah hal yang mencelakakan. Lebih baik kita tidak bermoral dan menghadapi realitas bahwa kita memerlukan Juruselamat dari pada hidup dibawah ilusi bahwa karena kita bermoral dari luar, semuanya baik diantara Anda dan Allah di dalam diri Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Matius 12:43-45, “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. 44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. 45 Lalu ia pergi dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam perumpamaan ini Tuhan Yesus memberikan kita hasil moralitas, akibat pendekatan etika dan religius. Ayat 43, “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.” Tokoh utama adalah roh jahat, setan, malaikat jatuh yang sangat jahat, keji dan celaka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa ada roh-roh yang lebih jahat dari pada yang lain? Itu ditunjukkan kepada kita di ayat 45, dimana dikatakan ketika roh itu kembali, dia mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya. Ini berarti bahwa setan- setan itu bervariasi dari jahat dan terkutuk sampai ke yang paling jahat dan paling terkutuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di dalam orang ini ada roh setan yang jahat dan keji. Ini menunjukkan bahwa disitulah mereka ingin tinggal, ini adalah wawasan fakta bahwa mahluk- mahluk ini hidup di dalam orang. Dalam kasus ini, roh yang satu ini keluar sebentar dari orang ini. Kita tidak diberitahu bagaimana, namun kita akan melihat penjelasan terbaik saat kita meneruskan kisah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi roh jahat ini sudah keluar, dia meninggalkan orang ini dan iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari istirahat. Dikatakan disitu bahwa roh ini tidak mendapat perhentian, ia mencari penyegaran dan istirahat, namun tidak mendapatkannya. Roh tanpa tubuh ini hanya memperoleh ketenangan saat ia kembali kedalam kehidupan manusia. Ini sangat penting untuk diingatkan, karena Tuhan kita mengatakan bahwa roh-roh itu keluar masuk manusia dan tampaknya lebih senang berada didalam orang dari pada diluar mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menyimpulkan di ayat 44, “Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumahku yang telah kutinggalkan itu.” Ini pernyataan yang aneh, ‘rumahku.’ Di satu sisi roh setan ini menganggap bahwa orang itu adalah rumahnya sendiri. Setan-setan bukan saja berfungsi didalam orang, namun tampaknya mereka tinggal disitu secara permanen, karena kita melihat ini di istilah ‘rumahku.’</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ia kembali. Ayat 44, “Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.” Inilah kuncinya untuk mengerti apa yang terjadi di dalam perumpamaan ini. Mengapa setan ini keluar? Roh ini roh jahat karena itulah yang tertulis. Kemungkinan besar orang itu menjalankan semacam reformasi moral. Dengan suatu cara ia merubah kelakuannya dan dia menghilangkan beberapa kebiasaan jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pria dan wanita yang melakukan itu. Mereka mencoba untuk berhenti berbuat jahat dan mencoba untuk merubahkan perilaku mereka. Karena itu kita melihat ada resolusi Tahun Baru dan panggilan untuk meningkatkan perilaku fisik dan moral. Bahkan ada kalanya penjahatpun mencoba untuk memberhentikan hidup kejahatan mereka dan mencoba untuk hidup baik-baik untuk sementara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang mereka merespon karena rasa takut penjara atau kematian, atau tekanan dari orang yang mereka kasihi atau sayangi. Ada kalanya mereka merespon kepada tekanan agama. Mungkin juga ini seorang individu dimana Tuhan Yesus telah mengusir setan ini daripadanya, karena Tuhan kita menyembuhkan orang yang belum tentu selamat. Masih ingat sepuluh orang kusta yang disembuhkan-Nya, hanya satu kembali dan ditebus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan menggambarkan disini suatu pembersihan eksternal saja, suatu reformasi moral, semacam pendekatan pembersihan perilaku. Ini telah terjadi sebagai hasil pelayanan Yohanes Pembaptis. Ketika Yohanes Pembaptis datang dan berkhotbah pertobatan, mereka masih belum menerima Tuhan Yesus Kristus, mereka hanya membersihkan diri supaya siap menerima-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membersihkan rumah rohani mereka dan membenarkan kehidupan mereka menjelang kedatangan Mesias. Namun ketika Mesias datang, majoritas orang-orang tidak pernah menerima-Nya. Jadi mereka berada disitu, sudah bersih dan berdandan, namun menolak Mesias untuk masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hasilnya semua terdapat di ayat 45, “Lalu ia pergi dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.” Orang itu tidak mengizinkan Yesus masuk untuk mengisi tempat-tempat kosong itu dan akibatnya kondisi mereka malah memburuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kunci di akhir ayat itu adalah: kosong. Itu pembersihan luar saja, namun Kristus tidak pernah masuk kedalam. Mereka tidak mau menerima Kristus. Mereka memiliki moralitas eksternal yang dangkal, tanpa ada tempat bagi Kristus. Banyak diantara mereka telah datang kepada Yohanes Pembaptis dan bertobat dan telah dibaptis. Dan orang-orang Farisi berkhotbah injil moralitas tanpa Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi rumah kosong membicarakan kekosongan spiritual yang diciptakan ketika orang-orang menjadi moral tanpa mengenal Kristus. Alasannya ini lebih bahaya daripada amoralitas adalah karena kita baca disini, dari bibir Tuhan kita sendiri, daripada hanya memiliki satu roh jahat, Anda mungkin mendapatkan delapan setan. Orang yang bermoral dan benar diri bisa menjadi korban Iblis lebih dari pada orang yang tidak bermoral.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana ini lebih buruk daripada bermoral? Ketika seseorang membenarkan diri dan bermoral, dia kehilangan rasa takut akan kejahatan, dan dia merasa diluar aktivitas Iblis sehingga Setan itu dapat masuk dengan banyak roh jahat tanpa pengetahuan orang itu dan tanpa ada persiapan diri untuk menghadapi hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah di ayat 45 dikatakan, “mereka masuk dan berdiam di situ,” yang berarti mereka menjadikan orang itu menjadi rumah mereka. Mereka masuk dan hati orang moral itu dijadikan tempat tinggal mereka. Lebih baik orang itu tidak bermoral dan dalam hatinya dia tahu dia harus bertobat dari pada hidup dengan ilusi bermoral dan didiami setan-setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah kata-kata Yesus di Matius 23:15, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Khotbah Yesus bukan tentang moralitas; Dia memberitakan keselamatan dan pertobatan dari dosa. Allah tidak tertarik menjadikan Amerika bermoral tanpa Kristus, hasilnya hanya memberikan orang-orang perasaan keamanan palsu yang mungkin membesarkan potensi mereka untuk celaka. Lebih gampang menjangkau seseorang yang kewalahan dengan dosanya daripada menjangkau seseorang yang bangga atas kebenarannya, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Moralitas itu seperti membawa babi besar keluar dari kotoran, terus dimandiin terus kukunya dicet dan ditempatkan pita dilehernya, kemudian dilepaskannya. Ya, dia langsung akan kembali ke tempat kotoran itu darimana dia baru datang karena sifatnya tidak berubah. Orang-orang yang melarikan diri dari polusi luar mungkin membesarkan kutukan mereka karena mereka kosong didalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita dari kata moralitas kepada kata kedua yang sangat penting disini, yaitu kata hubungan, mulai di ayat 46. Moralitas itu bukan keselamatan dan regenerasi atau penebusan. Supaya memiliki penebusan sejati dan pemulihan harus ada hubungan yang benar. Jadi Tuhan mengakhiri ini dengan suatu undangan indah, dan itu dimungkinkan dalam keadaan itu dengan kedatangan keluarga Yesus, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:46-50, “Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu- Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. 47 Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." 48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara- saudara-Ku?" 49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan di Yohanes 7:5 bahwa saudara-saudara-Nya tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias, namun pastilah mereka mengasihi-Nya. Maria tahu dan dia mengasihi-Nya. Dan mungkin mereka dengar dari orang-orang bahwa Yesus benar-benar sudah keterlaluan sekarang. Dia sekarang memberi kutukan yang keras sekali kepada pemimpin-pemimpin itu. Di Markus 3:21-22 dikatakan bahwa teman Yesus melaporkan bahwa Dia mengalami gangguan jiwa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria bersama saudara-saudara-Nya datang, mungkin atas permintaan Maria, untuk semacam misi penyelamatan untuk mencoba mengeluarkan-Nya dari situasi dimana Dia terjerumus makin mendalam. Mereka tahu bahwa Dia dituduh hal- hal yang sangat menakutkan, mereka dapat melihat bahwa kematian-Nya sudah dekat dan mereka ingin menolong, jadi mereka datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 47, “Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara- saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Mungkin itu bisa memalukan, seorang pria dewasa, yang sedang mengajar dan berotoritas penuh melawan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan mereka yang tidak percaya dengan bahasa penghakiman yang terik dan dramatis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagi Yesus ini tidak masalah, karena seperti biasa, Dia selalu menangani setiap keadaan dan situasi dengan luar biasa. Ini bukan waktunya bagi ibu-ibu dan saudara-saudara untuk mendominasi kehidupan-Nya, meskipun mereka sayang dan mengasihi-Nya; inilah waktunya untuk berkhotbah suatu pesan yang perlu dikhotbahkan dan sekarang mereka memberikan-Nya kesempatan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 48 Yesus menjawab, "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ini bukan berarti Dia menyangkal keluarga-Nya, atau Dia tidak mengasihi mereka, karena di kayu salib, hal yang besar yang Ia lakukan dalam memelihara apa yang tertinggal di dunia adalah untuk memastikan bahwa Maria diberi kepada Yohanes supaya ia dapat memeliharanya. Jadi kita tahu Dia mengasihi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia mengajarkan bahwa hubungan duniawi fisik bukan yang terpenting bagi Dia. Dengan kata lain, “Siapakah benar-benar menjadi saudara-Ku?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah menjadi anggota keluarga-Ku? Siapakah benar–benar ada hubungan intim dengan Aku? Siapakah yang dapat menuntut Aku mengenai tanggung jawab dan persekutuan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 49 Ia menjawab pertanyaan-Nya sendiri, “Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!” Dia mengatakan, “Apakah Anda mau tahu siapakah dalam keluarga-Ku? Disini mereka. Murid-murid-Ku adalah saudara-Ku. Mereka adalah keluarga rohani Aku.” Itulah keluarga benar-benar yang berarti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini undangan kepada Maria dan saudara-saudara-Nya juga. Maria perlu ditebus sama seperti semua orang lain. Dan karena itu ketika malaikat memberi pesan itu kepadanya, dia bersyukur kepada Allah, Juruselamatnya. Dan begitupun saudara-saudara-Nya. Ini undangan lebar bagi semua orang yang hadir. Dia mengatakan, “Hubungan dengan Aku adalah masalah spiritual. Mereka yang percaya kepada-Ku berhubungan dengan Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana orang dapat memiliki hubungan seperti itu? Bagaimana hal itu dapat terjadi? Di ayat 50 Dia mempermudah hal itu dengan pernyataan yang indah, “Sebab siapapun,” dan bukankah Anda senang kata-kata itu ada disitu? Siapapun, berarti tidak ada batasnya, “yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kebenaran besar sekali. Yesus mengatakan, “Hubungan dengan Aku bukanlah suatu hal fisik, itu hal spiritual. Pertanyaan berikutnya, “Bagaimana kita dapat memiliki hubungan seperti itu?” Dan Yesus berkata, “dengan melakukan kehendak Bapa-Ku.” Perhatikanlah Dia mengatakan, “Kehendak Bapa-Ku di Surga.” Mereka minta tanda dari Surga. Allah Bapa telah memberikan mereka tanda dari Surga, dan karena itu Dia mengatakan, “Dengan melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya akan menunjukkan Anda apakah hal itu. Coba kembali ke Matius 3:17. Pada pembaptisan Tuhan Yesus Kristus, kita mendengar suara Allah Bapa, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Jadi kehendak Allah Bapa di Surga adalah supaya orang-orang mengaku Yesus Kristus adalah Anak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 18:11. Ini bagian Alkitab besar yang mengekspressikan kehendak Allah Bapa, “Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” Yesus mengatakan, Aku telah datang untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Disini Dia mengatakan, “Aku telah datang untuk menyelamatkan orang.” Karena itu kehendak Dia yang mengutus Aku adalah untuk menyelamatkan orang. Jadi melakukan kehendak Allah Bapa di Surga adalah datang kepada keselmatan di dalam Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang penting bukan apa yang kita katakan, yang penting adalah apa yang kita lakukan; dan melakukan kehendak Bapa di Surga adalah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan menerima hadiah keselamatan yang Dia tawarkan. Dan itu undangan dari Matius 12. Di Kisah Para Rasul 4:12, para rasul mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali orang yang memanggil kita untuk bermoralitas, namun kita memanggil orang supaya ada hubungan dengan Yesus Kristus. Dan dari hubungan itu timbullah moralitas sejati, yang dikembangkan dan dipengaruhi dan di pertahanakan oleh Roh Kudus. Apakah Anda memiliki hubungan dengan Yesus seperti itu? Anda dapat memiliki itu sekarang juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 May 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130526</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah terjadi jika Anda menolak Kristus?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:38-42" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:38-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab jelas bahwa semua orang pendosa, terpisah dari Allah dan sasaran tepat untuk penghakiman ilahi. Tidak gampang untuk menentukan betapa besar dosa seseorang, karena di dalam dunia ini ada semacam kebaikan relatif. Ada orang-orang yang beragama, yang bermoral dan baik yang mengatakan mereka percaya Allah dan berbuat hal baik kepada orang lain. Namun pada akhirnya, keberdosaan manusia dinyatakan pada saat seseorang berhadapan muka ke muka dengan Yesus Kristus, dan pada saat itu tidak mungkin itu disembunyikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya kita teruskan dengan Matius 12, saya ingin membicarakan Yohanes 15:22-25 dulu. Disini Tuhan kita bertemu dengan murid-murid-Nya di ruangan atas. Ini malamnya Dia dikhianati dan ditangkap, hanya beberapa jam sebelum Dia mati. Waktu Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya, Dia memberikan mereka bermacam nasehat supaya mereka tetap disatukan oleh kebenaran ketika Dia sudah pergi. Salah satu yang dijanjikan Kristus kepada mereka adalah bahwa dunia akan membenci mereka karena dunia membenci Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia membicarakan mereka yang menolak-Nya, “22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!” Disini Dia mengacu kepada pemimpin-pemimpin Yahudi yang tampaknya kudus benar dan beragama, Mereka kelihatannya mengasihi dan menaati Allah dan mengikuti Hukum Taurat- Nya dan tidak seorangpun tahu betapa jahat dan berdosa mereka itu, karena kedok agama mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Yesus memperhadapkan mereka dengan penolakan mereka akan Anak Allah yang hidup, semua menjadi terang betapa besar dosa mereka. Tuhan memanggil mereka di Matius 23, “kuburan yang dilabur putih, ular-ular, keturunan ular beludak, orang bodoh dan pemimpin buta, orang jahat dengan hati hitam dan mulut berbisa.” Kejahatan hati mereka tidak akan terlihat orang, namun dengan penolakan Dia dan akhirnya dengan pembunuhan-Nya, mereka menunjukkan sifat mereka sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 15:23 Yesus mengatakan, “Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.” Kebenaran tentang mereka sudah diketahui sekarang, mereka tidak mengasihi Allah, mereka membenci Allah, karena jika mereka mengasihi Allah, tentu mereka mengasihi Yesus. Jika Anda berhadapan muka-ke-muka dengan Yesus Kristus dan Anda menolak Yesus, pada saat itu, kebenaran keluar. Tidak peduli Anda tampaknya seperti apa dari luar, hati Anda yang jahat diketahui dalam konfrontasi dengan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar zaman ini dalam berbagai cara, ada banyak kelompok religius yang tampaknya berjalan sangat baik dengan kedok agama mereka sampai saatnya ada orang yang memperhadapkan mereka dengan kebenaran Injil Yesus Kristus, dan ketika mereka menolaknya, kebenaran sebenarnya dinyatakan. Mereka sama sekali tidak mengasihi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ambillah orang Mormon, saksi-saksi Yehova dan sekte-sekte lain, yang tampilnya begitu religius dan begitu taat terhadap hukum yang mereka percaya datang dari Allah. Ketika Anda memperhadapkan mereka dengan Yesus Kristus, tiba-tiba kemunafikan mereka keluar. Mereka tidak mengasihi Allah, mereka membenci Allah, karena mereka membenci Anak-Nya. Hal yang sama terjadi di gereja- gereja liberal dimana orang-orang membicarakan Alkitab tanpa benar-benar mempelajarinya, dan mementingkan solusi politik, sosial dan psikologis saja. Ketika Anda masuk dan memperkenalkan mereka Injil Yesus Kristus, Anda akan menemukan bahwa mereka sebenarnya tidak mengasihi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada saat kita sampai kepada Matius 12, orang-orang Farisi sudah mengeraskan penolakan mereka. Mereka mengatakan bahwa Yesus adalah pematah-Sabat, karena mereka berusaha untuk mendiskreditkan Yesus di mata rakyat. Mereka ingin mempertahankan kekuasaan mereka, kontrol, dominasi atas orang-orang. Ketika orang-orang mulai mulai tertarik kepada Yesus, mereka harus mendiskreditkan-Nya di depan umum untuk mempertahankan tempat mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus menyerang mereka. Dia mengatakan. “Kamu tidak mengerti Kitab Suci Anda sendiri. Anda tidak mengerti hari Sabat, dan Anda tidak mengerti bahwa Akulah Tuhan atas hari Sabat.” Jadi mereka menyerang-Nya untuk kedua kalinya di bab 12. Kali ini mereka mengatakan, “Dia bukan saja pematah Sabat, tetapi juga kerasukan setan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus berkata, “Tuduhan macam ini tidak masuk akal, berprasangka, memberontak, dan mengkhianati hati Anda. Anda terkutuk untuk itu, dan Anda tidak dapat lagi bertobat dan menerima pengampunan. Anda tidak akan diampuni.” Setiap kali mereka menyerang-Nya mereka kalah. Namun masih ada serangan terakhir pada akhir Matius 12.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menghakimi orang-orang yang telah menolak-Nya seperti kita lihat di Matius 12:38-42, “38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." 39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit melawan angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! 42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit melawan angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan, "Guru," dan ini memperlihatkan kemunafikan mereka, "Kami ingin melihat suatu tanda dari Anda.” Ketika seseorang datang, dalam perakitan resmi ahli Taurat dan orang Farisi, untuk mengajukan pertanyaan seperti ini kepada Yesus, pertanyaan ini haruslah apa yang dibutuhkan-Nya menurut hukum. Jadi para ahli Taurat telah menentukan dari hukum bahwa jika Dia memang Mesias, Dia harus melakukan suatu tanda. Itu pertanyaan resmi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang diberitahu bahwa Yesus ini belum cukup membuktikan klaim- Nya sebagai Mesias, masih ada tanda yang perlu dilakukan. Jenis tanda apa yang mereka inginkan? Dia telah melakukan penyembuhan setelah penyembuhan, mengusir setan, mentransformasikan hidup orang, menyelamatkan orang dan mengampuni dosa-dosa: apa lagi yang mereka inginkan dari ribuan keajaiban yang mereka telah lihat?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin Dia menunjukkan mereka tanda di langit. Jadi Yesus menjawab, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Orang Yahudi selalu menginginkan verifikasi supranatural dari segala sesuatu. Karena itu Tuhan memberi kemampuan kepada para Rasul dan mereka yang bekerja sama dengan mereka untuk melakukan tanda-tanda, keajaiban dan perbuatan perkasa, karena itu harapan orang-orang Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menginginkan suatu tampilan spektakuler di langit. Mungkin mereka ingin Dia merubah lokasi bintang-bintang, atau membentuk awan-awan menjadi bentuk unik yang mengeja dalam bahasa Aram, “Inilah Yesus dari Nazaret yang adalah Mesias.” Mereka percaya Dia tidak sanggup melakukan itu dan mereka ingin mendiskreditkan-Nya di depan orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawaban-Nya sangat menarik. Ayat 39, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.” Dengan kata lain, “Jika Anda setia kepada Allah, Anda tidak memerlukan hal macam itu. Anda menunjukkan ada perzinahan hati untuk mencari hal seperti itu.” Dia mengatakan kepada seluruh bangsa Israel waktu itu, “kalian semua generasi tidak setia. Kamu semua telah melanggar janji Anda dan mengikuti allah-allah palsu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak setia kepada Allah dan telah berzinah dengan legalisme mereka, tradisi mereka, kebenaran diri mereka dan egoisme mereka. Mereka telah meningalkan Allah dan perzinahan mereka tidak dengan allah-allah orang Kanaan, melainkan kepada allah yang mereka bentuk dan bikin sendiri. Bukankah jelas bahwa mereka tidak ada hubungan dengan Allah jika mereka ingin membunuh Anak-Nya? Kemudia Yesus berkata, “Kepada mereka tidak akan diberi tanda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak memberi tanda, bukan berdasarkan alasan yang mereka pikirkan. Dia sanggup melakukan apa saja, Dialah yang menciptakan semuanya, dan Dia sanggup merubahnya setiap saat Dia inginkan. Lihatlah buku Wahyu dan bacalah apa yang Dia akan lakukan dengan merubah seluruh alam semesta, karena itu memang kehendak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus kemudian mengatakan ini, “Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Apakah Anda ingat cerita Yunus? Dia mengambil perjalanan pendek didalam ikan panjang. Dia dipanggil Allah untuk berkhotbah di Niniwe, dia mengatakan, “Saya tidak mau pergi ke Niniwe,” dan dia naik kapal laut ke arah berlawanan. Ada badai dan dia mengatakan kepada kapten, “Aku masalahnya. Lemparlah aku keluar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melemparnya keluar, dan ikan besar menelannya, dan dia tinggal di dalam ikan itu selama tiga hari. Nabi yang tidak taat akan menyebabkan apapun juga menjadi sakit perut, jadi ikan itu memuntahinya di pantai. Ia pergi ke Niniwe dan berkhotbah, seluruh tempat itu bertobat memakai kain karung dan abu, dan Allah tidak jadi menghukum mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Dan lihatlah ayat 40, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Itulah tandanya. Ini nubuatan, saudara-saudari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus disini mengatakan bahwa kisah Yunus adalah suatu nubuatan, sama seperti nubuatan Yesaya 53. Ini suatu gambaran daripada suatu kisah, bahwa Yunus tinggal tiga hari dan tiga malam di dalam perut ikan yang besar, demikian pula Anak Manusia akan tinggal tiga hari dan tiga malam di dalam rahim bumi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelihatannya ini akhir Yunus, namun itu tidak benar, kelihatannya ini akhir Yesus namun itu juga tidak benar. Yunus dikubur ditempat dalam; Yesus dikubur di tempat dalam. Yunus keluar dan Yesus keluar juga/ Itulah gambaran kebangkitan. Itu berlangsung selama tiga hari bagi Yunus dan itu berlangsung tiga hari bagi Yesus. Ini gambaran yang sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat bahwa Yesus percaya kisah Yunus, Bukankah itu sangat baik? Saya baru membaca suatu komentar yang mengatakan, “karena Yesus menyebut Yunus itu tidak berarti bahwa Dia benar-benar percaya bahwa itu benar terjadi.” Ya, mungkin Anda percaya Yunus itu pembohong, namun tidak mungkin untuk percaya bahwa Yesus adalah pembohong. Jika Yesus mengatakan inilah kisahnya, maka itulah kisahnya. Yesus membuktikan keaslian kisah Yunus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedikit lagi informasi tentang ikan besar itu. Ada orang yang mengatakan itu ikan paus, namun yang dikatakan adalah itu ikan besar dan kita tidak tahu itu ikan macam apa. Mungkin ikan itu khusus diciptakan Allah dan ditempatkan disitu, dan setelah ikan itu melakukan tugasnya, jenis ikan itu berakhir. Saya tidak tahu, namun jenis ikan apapun itu, ikan itu cukup besar sehingga Yunus bisa masuk keseluruhannya ke dalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal lagi adalah dikatakan disitu tiga hari dan tiga malam. Orang-orang selalu ada masalah dengan hal itu karena mereka berpikir, “Jika Yunus berada di dalam ikan itu tiga hari dan tiga malam, jangka waktu itu 72 jam, jadi Yesus juga harus dikubur selama 72 jam. Dan jika Dia bangkit pada hari Minggu pagi, jadi penyaliban itu haruslah terjadi pada hari Kamis dan bukan hari Jumaat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, istilah ‘satu hari dan satu malam’ itu adalah frase yang mengacu kepada sebagian dari 24 jam it. Jadi ketika Anda mengacu kepada suatu periode, Talmud mengatakan, “Setiap bagian dari satu dianggap sebagai keseluruhan dari satu.” Jadi Yunus berada di dalam ikan itu sebagian dari tiga hari, sama seperti Tuhan kita berada di tanah sebagian dari tiga hari itu, dan bukan keseluruhan 72 jam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini adalah gambar kebangkitan Yesus Kristus. Itu adalah tanda-Nya terakhir, sesudah itu Yesus tidak lagi berbuat mukjizat di dalam tubuh duniawi-Nya. Akan tetapi, iya, dalam tubuh kekal-Nya Dia datang dan pergi bersama para Rasul, dan Dia dapat muncul dan menghilang seketika itu juga, namun mengenai mukjizat, Kristus tidak berbuat itu setelah kebangkitan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita datang kepada kalimat terakhir di ayat-ayat 41-42. Karena Tuhan membicarakan Yunus, Dia membicarakan Niniwe, kota yang dikunjunginya. Dia mengatakan, “Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit melawan angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yunus 3:5-6, “Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. 6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.” Itulah sikap pertobatan sungguh-sungguh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang non-Yahudi, kafir, dan yang menyembah berhala, diluar Perjanjian dan Hukum Allah menerima seorang nabi yang tidak taat dan pemberontak yang berkhotbah kehancuran saja, yang tidak melakukan mukjizat, dan seluruh tempat itu bertobat dan percaya Allah. Bandingkanlah itu dengan apa yang dikatakan di ayat 41, “dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini orang-orang Yahudi, bukan non-Yahudi. Ini umat Allah, mereka yang memiliki hukum Taurat. Dan Yang datang kepada mereka lebih besar daripada Yunus. Siapakah Dia? Dia adalah Allah Yunus dalam tubuh manusia, dan Dia sempurna, tanpa dosa, penyayang dan berkuasa dan pesan-Nya bukan kiamat tetapi kasih karunia, belas kasihan, pengampunan dosa dan keselamatan. Dia melakukan mujizat demi mujizat dan tanda demi tanda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka membenci-Nya dan membunuh-Nya. Jadi Tuhan kita berkata di ayat 41, “Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit melawan angkatan ini dan menghukumnya juga” karena mereka percaya dan bertobat dengan informasi yang jauh lebih sedikit. Dia belum selesai. Dia mengingat suatu kejadian lain dalam sejarah di 1 Raja-raja 10. Ayat 42, “Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit melawan angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membaca 1 Raja-raja 10, Anda akan baca tentang Ratu negeri Syeba. Tanah orang Syeba adalah di Saudi. Orang itu makmur sekali karena mereka berada di jalur perdagangan ke India. Mereka telah mengembangkan perdagangan dan keterampilan mereka sehingga ratu ini benar-benar kaya sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan bahwa dia akan bangkit melawan generasi ini dan menghukumnya. Dia orang non-Yahudi, dan orang Arab dan perempuan lagi. Seorang perempuan non- Yahudi akan menghukum umat yang terpilih ini. Mengapa? Karena di ayat 42, “ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo.” Dia melintasi padang pasir dengan seluruh rombongannya dari negeri jauh untuk datang tanpa undangan untuk mencari hikmat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dia tiba disana? Yang ada melebihi pikirannya dan dia begitu terpesona sampai dia mulai memberi kepada Salomo berbagai harta karun. Itulah caranya menghormati dan berterima kasih kepadanya. Coba pikirkanlah hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah akhir ayat 42, “dan sesungguhnya Yang ada di sini lebih dari pada Salomo.” Yesus mengatakan, “Anda tidak perlu berjalan jauh! Saya ada disini dan Anda tidak peduli.” Disitu ada perempuan non-Yahudi yang datang tanpa undangan yang melintasi padang gurun dengan semua barang-barangnya untuk mendengar hikmat dari bibir seseorang yang membicarakan kebenaran Allah, dan disini mereka malah tidak mau mendengar meskipun Dia berada ditengah-tengah mereka. Dan Dia lebih besar daripada Salomo.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang-orang sekarang yang menolak hikmat Yesus Kristus. Mungkin mereka berada di gereja, dan pada suatu hari orang Niniwe dan seorang ratu non-Yahudi akan menghukum mereka. Yang dikatakan disini adalah bahwa mereka yang datang dari jauh dan percaya membuktikan bahwa orang yang sudah dekat wajib percaya. Jika Anda berada ditengah Kekristenan dan menolak Yesus, hukuman Anda lebih besar. Marilah kita tunduk berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 May 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130519</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anda dikenal oleh Buah Anda]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:33-37" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:33-37</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:33-37 mengatakan, “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. 34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari kelimpahan hati. 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Telah diperkirakan bahwa dari ‘selamat pagi’ pertama sampai ‘selamat malam’ terakhir, rata-rata seseorang terlibat dalam 30 percakapan setiap hari, ada yang lebih dari itu dan ada yang kurang dari itu. Orang-orang statistik memperkirakan bahwa setiap orang akan bercakap-cakap kira-kira 13 tahun. Kata-kata itu sangat penting dalam komunikasi, namun khususnya di dalam Firman Allah seperti yang disebut di Matius 12:37, “Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tampak mengejutkan kepada Anda bahwa Yesus berkata bahwa hidup kekal Anda akan ditentukan oleh kata-kata Anda? Mari kita mencari tahu mengapa Yesus mengatakan hal ini. Dalam sembilan bab, Kristus menawarkan diri-Nya, ajaran-Nya dan mukjizat-Nya dan kemudian di pasal sepuluh, Dia memanggil orang-orang yang akan membantu-Nya dalam tawaran itu dan dalam pasal 11-12, kita menemukan penolakan rakyat secara terbuka. Apakah ini mengejutkan? Dalam kenyataannya tidak, itu hanya pemenuhan Yohanes 1:11; Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita bergerak melalui pasal 11-12, kita telah melihat bahwa penolakan itu semakin buruk. Pertama ada keraguan, kemudian ada kritik, kemudian ketidakpedulian, kemudian penolakan terbuka dan akhirnya, penghujatan. Itulah apa yang kita baca dalam Matius 12:22-32, yaitu catatan penghujatan dari para pemimpin Yahudi terhadap Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 24 orang Farisi mengatakan, “Orang ini,” maksud mereka adalah Kristus, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan,” dan itu tentunya adalah nama Setan. Jadi mereka melihat Yesus mengusir roh-roh jahat keluar dari seseorang yang buta, tuli dan bisu (ayat 22), mereka melihat orang-orang takjub (ayat 23), yang mulai bertanya-tanya apakah Yesus mungkin Mesias, Anak Daud.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka secara terbuka menuduh bahwa Dia melakukan itu semua dengan kekuatan Iblis. Mereka menyimpulkan kebalikan dari kebenaran dan telah menghujat Tuhan dan Roh Kudus yang bekerja melalui Dia. Mereka telah melakukan kejahatan terburuk dalam sejarah manusia. Lalu Yesus mengutuk mereka dalam ayat 31-32, Ia mengatakan kepada mereka bahwa jenis penghujatan ini terhadap Roh Kudus, yang sedang bekerja melalui Kristus, tidak pernah bisa dimaafkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika Anda memiliki semua wahyu yang ada untuk dimiliki - Anda telah melihat mukjizat, mendengar ajaran-Nya, melihat kualitas hidup-Nya, melihat sikap-Nya, telah terkena semuanya yang ada tentang Dia - dan kesimpulan Anda adalah bahwa dia adalah dari Iblis, maka Anda tidak bisa ditebus. Kata-kata mereka menjadi apa yang akhirnya mengutuk mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Yesus ingin menjelaskan ini. Ini tidak berarti bahwa Anda akan celaka hanya oleh karena kata-kata Anda; Anda akan celaka karena kata-kata Anda menyatakan korupsi hatimu. Itulah inti dari bagian ini. Jadi Tuhan mulai berbicara tentang apa yang dikatakan orang. Dia baru saja mendengar kata-kata yang paling mencelakakan orang yang pernah diucapkan, jadi Dia berbicara tentang lidah dan mulut dalam ayat 33-37.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mulai dengan suatu perumpamaan di ayat 33, “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.” Itu adalah aksioma parabola, pernyataan fakta, suatu kebenaran. Jika pohon itu baik, buahnya pasti baik, jika pohon itu buruk, buahnya pasti tidak baik, karena pohon dan buah adalah satu. Dengan kata lain, "Pertimbangkanlah pohon yang baik dan buah yang baik, jika tidak, pertimbangkanlah pohon korup dan buahnya yang korup."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan berkata, bagaimana Anda bisa mengatakan, ketika Saya mengusir setan, yang murid-murid Anda sendiri juga melakukan, Saya adalah jahat? Kau mengakui sendiri itu adalah hal yang baik untuk dilakukan. Jika yang Saya lakukan itu adalah baik, maka pohonnya baik, tetapi jika Aku jahat, apa yang Aku melakukan adalah jahat, dan jika melakukan hal itu adalah jahat, maka murid-murid Anda sendiri adalah jahat juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu penyakit itu adalah akibat dosa, bahkan, mereka mendorong hal itu sejauh mungkin dimana mereka merasa bahwa jika seseorang menjadi sakit, ia benar-benar telah berdosa untuk mendapatkannya, atau orang tua mereka berdosa. Jadi mereka tahu dosa dan penyakit terhubung, jadi penyembuhan dari penyakit adalah untuk membebaskan orang dari konsekuensi dosa. Mereka tahu itu baik. Penyembuhan orang buta, memberi pendengaran untuk orang tuli dan memberi suara kepada orang bisu - mereka tidak bisa menyangkal bahwa itu baik. Yesus melakukan hal-hal yang baik, jadi Dia harus dianggap orang baik. Mereka harus konsisten dalam argumen mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karakter kehidupan Yesus seharusnya jelas bagi mereka dari apa yang Dia telah capai. Jika Anda melihat Yohanes 10, dalam tiga ayat yang berbeda (25, 37, dan 38), Yesus mengatakan melalui Injil Yohanes, "Jika Anda ada masalah percaya Aku," atau ada masalah menegaskan siapakah Saya sebenarnya, “38 percayalah akan pekerjaan- pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Bagaimana lagi kau bisa menjelaskan apa yang Saya lakukan selain bahwa Saya dari Allah?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari perumpamaan ini, Ia mengapplikasikannya secara kuat dalam ayat 34, "Keturunan ular beludak! Bagaimana mungkin Anda, yang jahat, dapat membicarakan hal yang baik?” Perumpamaan-Nya di personalisasi. “Apakah yang kita dapat harapkan dari Anda, tetapi kata-kata jahat, karena Anda sudah jahat dari semula.” Yesus konsisten dalam evaluasi-Nya; Ada pohon korup, jadi Dia tahu buahnya korup. Penghujatan yang mereka ucapkan memberikan bukti jelas tentang apa yang ada di hati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang Dia menyebut mereka: "Keturunan ular beludak," atau "anak- anak ular". Itu adalah kalimat favorit yang digunakan oleh Tuhan kita. Dia tidak akan cocok dengan pendekatan yang sangat baik, mesra dan akomodatif, dimana pendeta- pendeta itu takut untuk menghadapi orang tentang dosa mereka dan hanya mengatakan hal-hal yang menguatkan. Ketika teguran perlu diberikan, Yesus memberikannya tanpa ragu-ragu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa kali Yesus menamakan orang Farisi itu generasi ular beludak, dan itu tuduhan terkuat yang Dia bisa ucapkan kepada mereka. Dalam Matius 23, Dia melakukan itu dan juga dalam Lukas 3: 7. Orang yang mulai menyebut mereka seperti itu adalah Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:7. Perlu diingat bahwa ini semua dilakukan tepat di dihadapan pertemuan orang banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Dia memilih ular beludak? Ini mewakili Iblis Tua sendiri, Setan, si Iblis - ular asli di Taman Eden. Dia adalah bapak semua ular lainnya. Mereka adalah keturunan dari Iblis sendiri. Mereka penuh dengan racun legalisme yang mematikan, pembenaran diri, kemunafikan, pengkhianatan dan kotoran moral. Dan mereka mengajarkan itu kepada korban-korban mereka juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Dia melanjutkan dalam ayat 34, "Bagaimana Anda bisa, sebagai orang jahat, mengucapkan hal yang baik?" Dan Dia applikasikan itu di perumpamaan, "Bagaimana kita bisa mengharapkan sesuatu yang lain keluar dari mulut Anda daripada menghujat? Perhatikan pernyataan 'sebagai orang jahat.' Itu adalah pernyataan teologis yang kuat, itu pernyataan kebobrokan hati manusia. Mereka adalah jahat dalam segala hal yang mereka pikirkan dan lakukan, dan itu adalah warisan dari kejatuhan Adam, bahwa manusia dilahirkan ke dunia dalam dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya Paulus berkata, "Semua orang telah berbuat dosa," dan kepada jemaat di Efesus, "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu." Daud berkata dalam Mazmur 51:4, "dalam dosa aku dikandung ibuku.” Yeremia mengatakan, "Hati manusia adalah penipu di atas segala sesuatu dan sangat jahat, siapakah yang dapat mengetahuinya?" Alkitab, dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, menunjukkan hati manusia di segala waktu dan segala keadaan, dan hatinya selalu jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia tanpa Allah berdiam di dalam kejahatan itu dan hanya menghasilkan produk dan buah yang jahat. 1 Samuel 24:13 mengatakan, "Seperti pepatah orang tua-tua mengatakan, 'Dari orang fasik timbul kefasikan." Jadi Yesus mengatakan, sambil mengapplikasikan perumpamaan, “Kami hanya dapat mengharapkan hal-hal keji dari orang-orang keji,” dan itulah kasusnya. Mereka berbicara menurut keadaan mereka sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari sana, Dia pindah ke hal ketiga, yang akan kita sebut prinsipnya, pada akhir ayat 34. Di sini, Dia langsung menyatakan prinsip yang ada dalam pikiran-Nya, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari kelimpahan hati.” Apa pun yang berada di dalam Anda akan tumpah keluar dari mulut Anda. Itulah prinsip bagian Alkitab ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Farisi menghujat Yesus. Tetapi Yesus berkata, "penghujatan Anda menunjukkan bahwa Anda mengutuk dirimu sendiri karena jika itu keluar dari mulut Anda, maka itu adalah apa yang ada di dalam hatimu. Kita tidak bisa mengharapkan sesuatu yang berbeda dari Anda, karena sifatmu jahat.” Ini adalah salah satu aplikasi yang paling definitif, yang paling jauh jangkauannya dan praktis di dalam seluruh Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat beberapa istilah dari prinsip ini pada akhir ayat 34 supaya Anda dapat memahami apa yang dikatakan. Hati adalah dasar pemikiran kita - pikiran kita, akal budi kita, keinginan kita, sumber pengetahuan kita. Kadang-kadang ini berarti emosi, tetapi ide-nya di sini adalah tempat berpikir, penalaran, akal budi dan kehendak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita kembali ke Matius 12. Dia mengatakan bahwa proses pemikiran mereka menghujat, dan itu akan keluar dari mulut mereka. Perhatikanlah Dia mengatakan, "Keluar dari kelimpahan hati.” Dia menggunakan kata yang berarti melimpah. Ini adalah surplus, dan kata yang menyiratkan kelebihan. Seolah-olah ada hati yang penuh dengan sesuatu, dan itu harus memiliki katup kelebihan, dan mulut adalah katup itu. Jadi ketika hati Anda meluap dengan pikiran dan niat, mulut Anda akan mengeluarkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karakter orang dikenal dari mulutnya. Saya tidak perlu berbicara dengan seseorang terlalu lama atau dengan banyak kesempatan yang berbeda untuk mengetahui apakah hatinya murni dan sehat atau bernafsu, jahat dan penuh pemikiran kotor. Saya tidak perlu mendengarkan dia lama-lama untuk mengetahui apakah hatinya baik, lembut, dan bijaksana atau kejam, karena dari mulutnya itu akan ketahuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke prinsip ini dalam Matius 12:34, "Karena yang diucapkan mulut meluap dari kelimpahan hati." Saya tidak ada waktu untuk menunjukkan kepada Anda bahwa prinsip ini ada di seluruh Alkitab, Anda dapat melakukannya sendiri. Jika Anda membaca Amsal 10, 12, 13, 14, 15, dan 18, dan bagian pertama dari Mazmur 64, dan di banyak tempat lain, Anda akan menemukan prinsip yang sama digambarkan atau dikomentari. Dalam Perjanjian Baru, Anda akan menemukan hal yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di dalam buku terkenal yang berhubungan dengan lidah, di Yakobus 1:26 dikatakan, “Jikalau ada seorang menganggap dirinya beragama, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah agamanya.” Di Yakobus 3:8 dikatakan, “Tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tidak terkuasai dan penuh racun yang mematikan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus, waktu menggambarkan dosa manusia dalam Roma 3:13-14 mengatakan,“Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 14Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah.” Mulut menjadi demonstrasi utama, sepertinya, dari hati yang jahat. Apa yang ada di hati akan keluar dari mulut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat prinsip ini diperluas dalam ayat 35. Dia hanya mengapplikasikan itu. "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Itu sangat sederhana, sudah jelas Anda hanya dapat mengeluarkan apa yang ada di dalam Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda adalah orang yang tidak percaya dan tidak mengenal Allah, di dalam Anda tidak ada hal yang baik. Jadi Anda tidak bisa mengeluarkan sesuatu yang baik, karena tidak ada hal baik di dalamnya. Anda hanya dapat menghasilkan hal jahat dari harta karena semua yang ada di harta Anda adalah kejahatan. Kau seperti komputer, jika yang masuk adalah sampah, maka sampahlah yang keluar, dan Anda tidak bisa merubah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi demikianlah firman Tuhan, maka, Anda akan dihakimi oleh itu. Kriteria yang dipakai Tuhan untuk menentukan tujuan kekal Anda adalah catatan dari apa yang Anda katakan, karena orang jahat tidak dapat mengucapkan sesuatu yang benar-benar baik. Hanya orang baik yang dibuat baik oleh kasih karunia Allah dan di transformasi hatinya akan mengucapkan hal-hal baik, dan yang jahat juga, saat kami mencoba untuk mengatasi kedagingan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oleh karena itu, kita sampai pada titik keempat, hukuman dalam ayat 36-37, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang memiliki masalah untuk percaya bahwa kita akhirnya akan dihakimi berdasarkan perbuatan dan kata-kata kita. Ini bukan untuk meniadakan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi hanya untuk menunjukkan bahwa keselamatan oleh anugerah melalui iman akan menunjukkan dirinya dalam perbuatan baik dan kata-kata yang baik, sehingga mereka menjadi kriteria obyektif yang dipakai Allah untuk menghakimi kita. Jika Kristus tidak pernah merubah hati Anda, maka Anda akan mengucapkan kata-kata yang dipakai Allah untuk menghukum Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 37 dan frase terakhir, “menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Penghakiman itu di sini terutama penghakiman Tahta Putih Besar yang merupakan hukuman kekal utama. Orang Kristen tidak akan berada di sana karena dosa-dosa kita telah ditangani dan dibayar di kayu salib. Pastilah, kita telah berdosa dengan kata-kata kita, tapi perkataan kita berada di bawah naungan darah Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk orang-orang yang tidak percaya Lukas 19:22 mengatakan, “Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri.” Tahukan Anda, ketika Allah datang pada waktu itu untuk menghakimi orang-orang jahat di Wahyu 20, Dia membuka buku-buku. Dalam buku-buku itu terdapat segala perbuatan dan kata-kata semua orang itu. Kita dapat melihat semua perbuatan dan perkataan dan tidak ada sesuatupun yang baik, dan laporan-Nya lengkap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam kehidupan kita, kita bertanggung jawab atas segala perkataan kita, dan Allah ada cara-Nya untuk menemukan kembali semua itu dan memakai semua itu untuk mendakwa semua orang fasik. Namun juga dikatakan di ayat 37, “menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Apakah artinya itu? Ini berarti bahwa orang percayapun akan dihakimi secara obyektif menurut ucapannya. Dimana ada hati yang telah ditransformasikan akan ada mulut yang ditransformasikan, karena yang diucapkan mulut meluap dari kelimpahan hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata-kata ceroboh membicarakan kata-kata yang diucapkan secara tanpa berpikir, kata- kata ceroboh macam itu keluar begitu saja dengan tidak sengaja. Ketika kita marah, kita cemas, takut, jengkel, frustrasi, dan kemudian keluarlah - kata-kata ceroboh itu. Anda yang sebenarnya akan keluar ketika Anda berbicara dalam kemarahan dan kebencian. Sekarang kembalilah ke ayat 36. Akibatnya, kita harus mempertanggungjawabkan setiap kata sia-sia yang kita ucapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah akuntabilitas yang luar biasa bagi “setiap kata sia-sia yang diucapkan orang." Ambillah orang kafir. Bagaimana hal ini berhubungan dengan dia? Dia adalah obyek utama, karena Jesus membicarakan di sini orang-orang Farisi. Kata-kata mereka tidak berguna dalam mempromosikan Kerajaan Allah dan memajukan nama Kristus dan meninggikan kemuliaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan kata-kata itu jahat. karena dari mulut orang fasik keluarlah kata-kata jahat. Mereka adalah kata-kata penuh nafsu, karena bibir seorang perempuan yang berzinah menetes madu, dan lebih halus daripada minyak pidatonya. Kata-kata itu menipu, karena lidah adalah panah mematikan yang menyatakan penipuan. Mereka mengutuk dengan kata-kata, mulutnya penuh dengan kutuk. Mereka adalah kata-kata yang menindas, mulutnya penuh penindasan, kata Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen juga bertanggung jawab kepada Allah untuk apa yang kita katakan. Kita harus belajar untuk menjinakkan lidah kita juga. Ada waktunya kita melakukan hal-hal baik, ketika kita memuji dan bersyukur kepada Tuhan, saat-saat kita memuliakan Kristus, dan berbicara kebenaran dan kebijaksanaan, ketika kita mengucapkan kata-kata yang membuktikan kita telah ditebus. Tapi kemudian ada juga saat-saat ketika air pahit keluar dari air mancur yang sama dan James mengatakan, "Seharusnya janganlah ada hal-hal seperti ini."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar.” Pembicaraan kita harus spiritual, sehat, pas, baik, sensitif, penuh kasih, dengan tujuan, mendidik, lembut dan jujur, dan kita harus berdoa apa pemazmur berdoa dalam Mazmur 141:3, ketika ia berkata, "Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pintu bibirku!". Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 May 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130512</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dosa yang tidak bisa diampuni]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:31-32" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:31-32</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita berfokus kepada Matius 12:31-32. Marilah kita melihat lagi bahwa Tuhan Yesus hidup dalam penyerahan total kepada Allah Bapa dan kuasa Roh Kudus. Di Matius 3:16, ketika Dia dibaptis, kita melihat Roh Kudus turun kepada Kristus pada inisiasi pelayanan-Nya. Kita percaya bahwa Yesus disusun Roh Kudus dan didiami Roh Allah. Namun ada suatu penguatan unik dari Roh Kudus untuk pelayanan-Nya yang mulai pada saat Dia dibaptis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan menurut Markus 1:12, “Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.” Jadi Roh Kudus mulai menguatkan apa yang Dia katakan dan melakukan dan kemana Dia pergi. Dan selanjutnya setelah pembaptisan-Nya, Lukas mengatakan apa yang terjadi berikutnya di Lukas 4:14, “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Lukas 4:18 memberitakan bahwa Yesus mengatakan, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Dalam ayat itu kita melihat Dia berkhotbah, menyembuhkan orang, mengusir setan, dan semua itu terjadi karena kuasa Roh Kudus ada diatas-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan itu dalam pikiran kita, kita mulai melihat bagian ini di Matius 12. Orang Yahudi di waktu Yesus telah melihat semua mujizat-mujizat, menyaksikan semua pembebasan, mendengar khotbah-khotbah dan ajaran dan telah mengalami daya tarik Yesus Kristus secara pribadi. Buktinya sudah jelas, tidak ada perdebatan tentang manifestasi kekuasaan ilahi. Akan tetapi apakah mereka mau memberi kemuliaan dan hormat kepada Roha Kudus untuk apa yang mereka melihat?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:22 memberikan kita apa yang terjadi yang menyebabkan ini semua mencapai puncaknya, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.” Dengan kata lain, Ia bukan saja menyembuhkan orang itu secara fisik, namun dia juga mengusir setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita tiba di ayat 23, “Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud.” Takjub ini menyebabkan ada tuduhan, karena para pemimpin Yahudi tidak dapat membiarkan orang-orang menyimpulkan bahwa ini adalah Mesias karena Yesus mengancam keamanan mereka. Jadi mereka berkata di ayat 24, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Dengan kata lain, “kuasa-Nya datang dari Iblis.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat mereka mengatakan itu siapakah sebenarnya yang mereka menghujat? Roh Kudus, karena Roh Kuduslah yang melayani melalui Yesus, karena dalam penghinaan-Nya yang sukarela, dengan mengambil rupa seorang hamba, Dia telah memberikan diri-Nya untuk dikuasai Roh Kudus. Jadi inilah dosa penghujatan Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penghujatan adalah berbicara jahat melawan Roh Kudus, dan yang paling jahat yang dapat dikatakan melawan Roh Kudus adalah mengatakan bahwa Dia adalah Iblis, Dia adalah Setan. Dan inilah yang dikatakan orang Farisi tentang kekuasaan Roh Kudus, itulah tuduhan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuduhan itu, menyebabkan ada jawaban di ayat 25. Yesus akan menanggapi tuduhan mereka, dan Dia melakukan itu dengan tiga cara. Pertama Dia mengatakan tuduhan Anda tidak masuk akal. Di ayat 25, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah- pecah tidak dapat bertahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Dia memberikan mereka suatu kebenaran manusia dasar: tidak mungkin Anda dapat mengatasi suatu revolusi internal, atau memecah-belahkan sesuatu yang Anda ingin menyatukan. Karena itu ayat 26 mengatakan, “Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Yesus mengatakan bahwa jawaban mereka bukan saja tidak masuk akal tetapi juga berprasangka. Ayat 27, “Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.” Murid-murid mereka percaya bahwa mereka berkuasa untuk mengusir setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, mereka dari luar melakukan hal yang sama yang Aku lakukan, Dan Anda mengatakan perbuatan mereka datang dari Allah namun Aku dari Setan; itu kecenderungan sewenang-wenang, dan itu hanya menyatakan prasangka Anda. Faktanya bahwa Anda memakai alasan yang tidak konsisten menunjukkan bahwa Anda semua hanay berprasangka terhadap Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Anda juga pemberontak. Dia ayat 28 dikatakan, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Jika Saya memang melakukan itu dengan kuasa Allah, maka Anda menyaksikan Kerajaan Allah. Yesus mengatakan, jika Aku dapat menguasai setan-setan dari Iblis, tentu Aku sanggup untuk mengikat Setan itu. Dan jika Aku adalah yang sanggup mengikat Iblis, maka Allah ada ditengah-tengah Anda. Masalah Anda adalah bahwa Anda pemberontak, dan tidak mau percaya Aku, jadi Anda melawan Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka telah menghujat Roh Allah, dan sekarang Allah melalui Kristus akan mengutuk mereka. Mereka telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Ayat 31, “Sebab itu,” dengan kata lain berdasarkan semua yang telah Ia katakan dan semua yang telah terjadi, “Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pernyataan sederhana, dosa dan penghujatan adalah di satu sisi agak berbeda, meskipun penghujatan adalah dosa. Dosa adalah kategori besar perbuatan jahat, pikiran atau sikap. Penghujatan adalah salah satu jenis dosa dalam kategori yang luas itu. Penghujatan adalah dosa unik tentang berbicara jahat terhadap Allah, mengatakan hal-hal tentang Allah yang tidak benar, berbicara tentang Allah dengan cara yang menghina, itulah penghujatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai dengan mengatakan, “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni.” Ini akan diampuni bila semua kondisi terpenuhi. Dan kondisi pengampunan dosa sangat jelas diberikan dalam Perjanjian Baru sebagai pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ketika Anda mengakui dosa Anda, dan berbalik dari dosa Anda kepada Kristus dalam iman, percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat, maka Allah akan mengampuni semua dosa dan penghujatan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah lagi kepada Mazmur 32:5, dimana Daud mengatakan, “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” Mazmur 103 mengatakan Allah mengampuni dosa- dosa kita dan sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita. Yesaya 43:25 mengatakan bahwa Allah menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Dia sendiri, dan Dia tidak mengingat-ingat dosamu. Di 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan mengampuni segala dosa demi anugerah-Nya, bahkan dosa penghujatan pun. Anda berkata, “Apakah orang Kristen akan melakukan hal itu?” Orang Kristen melakukan itu juga, setiap kali Anda memikirkan suatu pikiran atau mengatakan kata yang melawan Allah, Anda telah menghujat, Anda telah berbuat jahat membicarakan nama-Nya. Jika Anda telah mengatakan, "Tuhan, itu tidak adil," bahkan itu juga merupakan penghujatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang Yesus katakan adalah bahwa bahkan orang yang telah ditebus mungkin harus berurusan dengan realitas penghujatan dalam kehidupannya sendiri, ketika ia mengatakan kepada Allah, “Itu tidak benar, atau tidak adil, atau tidak bijaksana, mengapa Engkau melakukan itu?” Ketika Anda marah pada Tuhan, seolah-olah Anda berbicara kejahatan melawan Allah. Tapi semua itu dapat dimaafkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 31 lagi, “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi,” dan kata kecil “tetapi” menjadi perubahan besar. “tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” Sekarang kita diperkenalkan kepada sesuatu yang tidak dapat diampuni. Ini dosa satu-satunya di Alkitab dimana dikatakan dosa itu tidak dapat diampuni.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa hukumannya untuk penghujatan di Perjanjian Lama? Imamat 24:14-16 mengatakan hukumannya adalah kematian dengan lempar batu. Jika seseorang mengatakan kata buruk terhadap Allah, mereka dilempari batu sampai mati. Ketika Anda melihat masyarakat celaka dan jahat dari anti-Kristus yang ada pada zaman akhir, dan membaca Wahyu 13, 16, dan 17, Anda akan menemukan bahwa itu adalah karakteristik zaman itu bahwa mereka menghujat Allah dari Surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa ini dijelaskan lebih lanjut dalam ayat 32, dan kita akan melihat apa artinya, “Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni,” Jika Anda berbicara menentang Anak Manusia, itu dimaafkan. Namun penekanannya berasal dari kata 'Anak Manusia', dan itu adalah gelar yang menunjuk bukan keilahian-Nya, yaitu 'Anak Allah', tetapi kemanusiaan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia berkata, "Anda dapat berbicara melawan Anak Manusia, dan itu akan dimaafkan karena Anda dapat berbicara melawan Dia, dengan melihat hanya kemanusiaan-Nya.” Dengan kata lain, persepsi Anda bahkan tidak memungkinkan Anda berurusan dengan keilahian sebagai faktor, Anda menghakimi apa yang Anda melihat dalam kemanusiaan-Nya (meskipun kau salah), Anda mungkin tidak tahu fakta-fakta; siapakah Dia sesungguhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun demikian, ketika Anda berbicara melawan Roh Kudus, itu tidak akan diampuni, tidak dalam jangka waktu ini atau dalam jangka waktu akan datang, karena ketika Anda mulai berbicara melawan Roh, maka Anda berkata, “Saya mengakui itu supranatural, saya melihat ini gaib, hanya saya pikir itu dari Neraka, bukan dari Surga.” Untuk itu, Anda tidak akan diampuni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bila Anda telah melihat yang supranatural dan pelayanan Roh Allah melalui Kristus, dan Anda menyimpulkan bahwa itu adalah Iblis, Anda tidak bisa dimaafkan karena sekarang, Anda berbicara melawan Roh Allah, melawan kuasa Allah, sebagaimana dinyatakan melalui Kristus. Jadi sekarang kau berbicara menentang keilahian-Nya, sifat ilahi-Nya, dan menyebutnya setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi pernah berkata, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Mereka tidak terkesan dengan elemen manusia Yesus, tetapi itu jauh berbeda dari berkata, "Ya, kami telah melihat kekuatan supranatural-Nya, melihat mujizat-Nya, mendengar ajaran-Nya, melihat Dia mengusir setan, dan kesimpulan kami adalah bahwa kekuasaan-Nya adalah dari neraka.” Itu tidak akan dimaafkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenapa? Pengampunan didasarkan pada pertobatan dan iman dalam Kristus. Jika mereka menyimpulkan bahwa Kristus dipenuhi dengan Iblis, mereka pasti tidak akan mendengarkan pesan-Nya tentang pertobatan dan menaruh iman mereka di dalam Dia. Alasan mereka tidak pernah bisa dimaafkan adalah karena mereka tidak akan pernah percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda hanya tahu sedikit tentang Yesus Kristus, Anda bisa dibawa untuk belajar sedikit lagi dan sedikit lagi, sampai akhirnya Anda sadar apakah kebenaran itu. Tetapi jika Anda sudah tahu semua kebenaran, dan Anda telah menyimpulkan bahwa Dia adalah setan, kau tidak tertolong. Bagi mereka, itu menjadi keadaan yang permanen; karena itu di akhir ayat 32 dikatakan, “ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tidak seolah-olah Allah hanya sewenang-wenang mengatakan, "Saya tidak suka cara Anda memperlakukan Anak-Ku, aku tidak akan pernah memaafkan Anda, bahkan jika Anda datang kepada-Ku.” Tidak, apa yang Ia katakan adalah, "Anda telah memiliki begitu banyak bukti dan Anda telah mengambil kesimpulan- mu, karena itu sudah jelas Anda tidak akan pernah datang kepada-Ku. Jadi Anda tidak akan diampuni."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">"Apakah ini dosa unik untuk masa itu?" Tidak, untuk melakukan dosa khusus ini, Anda harus diberi tahu segala sesuatu yang ada mengenai Yesus dan tetap menolak-Nya, dan ada kemungkinan bahwa dosa yang sama seperti ini akan dilakukan lagi di dalam Kerajaan ketika Kristus kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Dia datang lagi di bumi, dan melakukan apa yang Dia lakukan secara ajaib pada periode itu, juga akan ada orang yang akan memberontak. Wahyu mengatakan bahwa akan ada banyak orang dari seluruh dunia yang akan melawan-Nya, sehingga dosa yang sangat spesifik yang menuduh karya Roh datang dari Setan bisa dilakukan lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, ketika Yesus datang kembali untuk kedua kalinya Dia tidak akan berada dalam mode penghinaan lagi, tetapi Dia akan berada dalam modus peninggian, dan semua yang Dia lakukan adalah karya-Nya sendiri, meskipun tentu sesuai dengan Roh. Pada saat itu, mereka akan menghujat-Nya untuk pekerjaan-Nya sendiri, dan itu juga akan tidak dapat dimaafkan jika mereka telah melihat cukup sehingga mereka memiliki semua cahaya yang mungkin bisa diberikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kurang dari empat puluh tahun setelah orang-orang Yahudi menolak Yesus, Allah menghancurkan seluruh masyarakat Yahudi pada tahun 70 Masehi. Dia menghancurkan Bait Suci, menghancurkan kota Yerusalem, membantai 1,1 juta orang Yahudi, dan pada tahun-tahun berikutnya, penakluk datang dan membantai orang-orang Yahudi dari 985 kota-kota dan desa-desa. Karena hanya ada sisa orang percaya, dan yang lain mengatakan, "Dia adalah Iblis."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jenis dosa itu tidak unik, karena itu datang pada periode berikutnya. Ibrani 6 menggambarkan periode yang lansung sesudah kehidupan Kristus, dan kita melihat jenis dosa yang sama terjadi lagi. Ibrani pada dasarnya ditulis untuk orang Kristen Yahudi, tetapi kadang-kadang ada peringatan untuk orang Yahudi yang belum diselamatkan, yang telah memiliki semua informasi intelektual dan bukti tapi masih tidak mau datang kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Yahudi pada waktu itu telah menerima sangat banyak jenis bukti yang sama seperti yang orang-orang Farisi telah menerima. Mereka telah mendengar pesan, tidak diajarkan oleh Kristus, tetapi oleh para rasul-Nya, yang melakukan tugas-Nya, mereka telah melihat mukjizat, kekuatan nyata Roh Kudus melalui para rasul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Peringatan itu datang di Ibrani 6:4-6, “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan, "Mereka mengecap karunia surgawi." Itu adalah pesan keselamatan, Injil, terikat di dalam Kristus. Bagaimana? Mereka mengikuti Yesus berkeliling, melihat kuasa-Nya, pesan-Nya mendengar dan melihat mujizat-Nya. Mereka tidak makan daging-Nya dan minum darah-Nya, seperti John 6 mengatakan mereka harus melakukan. Mereka hanya mencoba-coba, hanya mencicipinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkata di Yohanes 6:54, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” Dia tidak mengatakan, "Kecaplah darah-Ku" Anda harus meminumnya, sehingga ada komitmen total. Mereka mencicipinya, tahu karakter dan kualitas. Jika Anda berada di titik wahyu tertinggi, Anda sebaiknya percaya pada saat itu, karena jika Anda tidak melakukan itu, Anda akan menjadi murtad – tak tertebus, untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berkata, "Bagaimana dengan zaman ini?" Di waktu ini, prinsip yang sama berlaku. Jika Anda telah diberitahu semua kebenaran tentang Injil yang Allah dapat memberikan, dengan kata lain, Anda memiliki pengetahuan yang cukup banyak untuk mengambil keputusan, dan kesimpulan akhir Anda adalah bahwa hal itu tidak benar, Anda tidak dapat ditebus lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Aku bukan hakim kapan itu terjadi, tetapi akan datang waktunya ketika Allah mematikan lampu, di mana Anda tidak dapat menemukan jalan kembali. Saya pikir itu adalah roh Yesus ketika Ia berkata, "Percayalah selagi bisa," dan Paulus ketika ia mengatakan, "Sekarang adalah waktu yang tepat untuk percaya." Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 May 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130505</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengusir setan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:22-30" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:22-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca Matius 12:22-30, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. 23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud. 24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? 27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. 30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mempelajari bagian yang penting ini, dimana kita melihat puncak dari penolakan Kristus. Marilah kita mulai dengan ayat 22, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu,” dan kita dapat berasumsi bahwa dia juga tuli, karena bisu dapat dimengerti seperti itu. “lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah melakukan mujizat penyembuhan mungkin ribuan kali dalam pelayanan- Nya. Namun sekarang Dia memperlihatkan bagian lain lagi dari kuasa penyembuhan-Nya karena kali ini berhubungan dengan mengusir setan ditambah dengan cacat fisik. Pada saat ini orang-orang tidak dapat menyangkal kuasa Yesus. Mereka tahu bahwa ini kekuatan supranatural. Penyembuhan ini terjadi seketika itu dan secara total dengan hasil permanen!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan kepada diri mereka, orang ini rendah hati, lemah lembut, penuh kasih dan Dia bergaul dengan orang-orang miskin. Dia tidak bertengkar, mencari gara-gara atau menjadi marah. Apakah mungkin Dia adalah Mesias? Dia dapat melakukan hal-hal luar biasa, namun mungkin ada suatu keterangan, Itulah menyebabkan mereka merasa bersikap mendua, karena itulah memang sangat penting khotbah Minggu lalu mengenai siapakah Yesus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang-orang sekarangpun masih bersikap mendua. Orang-orang terpelajar dengan berbagai gelar sarjana begitu pandai dalam pandangan mereka sendiri sampai malah menjadi bodoh dan mereka mempengaruhi semua orang lain. Di Lukas 10:21 Tuhan mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Yang disebut ilmuwan- ilmuwan masih mencoba menerangkan siapakah Yesus itu dan ciptaan alam semesta Allah yang luar biasa masih diterangkan dengan evolusi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi marilah kita kembali kepada mujizat ini. Apakah Anda tahu bahwa setan-setan sanggup mendiami orang? Mereka bisa hidup di dalam manusia, Alkitab telah menjelaskan hal itu. Mereka dapat mempengaruhi orang dengan berbagai cara, dan dengan cara yang kita masih belum tahu. Ada setan-setan yang dapat menyebabkan orang-orang memukul diri dan keluar buih dari mulut. Ada setan- setan yang menyebabkan ada penyakit fisik, menjadi buta, tuli dan bisu seperti kasusnya dengan orang ini. Dan tidak ada mesin MRI yang dapat mendeteksi hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mendekati individu ini, dan membebaskannya dari setan, dan langsung bukan saja dia dibebaskan secara spiritual dari kuasa setan, namun dia sembuh fisik secara total. Dia dulu buta dan seketika itu dia dapat melihat, dia bisu dan langsung dia dapat berbicara, dia dulu tuli dan pada saat itu juga dia dapat mendengar semuanya. Wah, hanya Allah dapat melakukan itu!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:23, “Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Mungkinkah ini Anak Daud?” Hal ini meyakinkan, semua orang takjub, mereka terpesona. Hal ini sangat luar biasa. Ini dapat diterjemahkan sebagai berikut, “Ini tidak mungkin anak Daud, benar?” Dengan kata lain banyak orang masih bersikap mendua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">‘Anak Daud’ adalah gelar Mesias di 2 Samuel 7:13, dimana Allah mengatakan bahwa Dia akan membangkitkan Anak Daud dan Dia akan mengokohkan takhta kerajaan-Nya untuk selama-lamanya. Ketika Yesus masuk ke Yerusalem pada Minggu Palem itu mereka berteriak, ‘Anak Daud’ yang adalah judul Mesianik. Itu berarti Raja akhir akan bertakhta di atas takhta Daud. Ketika orang Farisi mendengar pertanyaan itu, mereka lansung menjadi panik, mereka mau memberhentikan itu secepat mungkin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika orang-orang berpikir mungkin dia adalah Mesias, itu sangat buruk bagi orang- orang Farisi karena Yesus telah mengritik mereka di Matius 5-7 dan mengatakan bahwa kebenaran mereka tidak cukup untuk masuk kedalam Kerajaan, dan cara mereka mengajar dan bertindak dalam setiap dimensi kehidupan mereka secara agama atau sekular semuanya melanggar tujuan Allah dari permulaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi lihatlah apa yang mereka katakan di ayat 24, “Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, orang ini mengusir setan.” Ungkapan ‘orang ini’ adalah istilah mengejek, itu berarti “bukan siapa-siapa”. Mereka mengatakan , “Tidak mungkin orang ini Mesias. Kita tidak mengizinkan pikiran seperti itu. Dia tidak berarti dan apa yang Dia lakukan adalah dengan kuasa Setan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya orang Farisi itu terpisah cukup jauh dari Yesus, dan mereka mulai mempengaruhi orang-orang. Mereka mengatakan hal ini kepada orang-orang dan bukan kepada Yesus muka ke muka. Namun di ayat 25 dikatakan, “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka,” yang berarti Dia tidak mendengar apa yang mereka katakan, namun Dia tidak perlu mendengar, karena Dia sanggup mengetahui apa yang mereka pikirkan. Apakah Anda mengerti bahwa musuh-musuh-Nya, yang paling membenci-Nya, dipaksa untuk menyimpulkan bahwa apa yang dilalukan-Nya adalah dengan kuasa supranatural?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak dapat datang dengan hal-hal yang meremehkan Dia seperti Dia orang baik atau guru yang baik. Itu tidak diterima teman-teman-Nya dan juga tidak diterima musuh-musuh-Nya. Anda dipaksa untuk menyimpulkan bahwa Dia supranatural, jadi satu-satunya masalah yang tinggal sekarang adalah apakah Anda memikir ini dari Allah atau dari Setan, karena mereka hanya dua kerajaan supranatural yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Farisi kenyataannya telah menjadi pembela karakter supranatural Kristus. Tentu saja mereka tidak akan mengatakan Dia berasal dari Allah, jadi mereka hanya memiliki satu alternatif. Mereka mengatakan, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Itu awalnya nama dewa orang Filistin, Beel datangnya dari Baal. Dan kata kuno untuk tuhan adalah ‘Zebul’ yang berarti ‘lalat’. Jadi Beelzebul berarti tuhan lalat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu hal itu, karena di ayat 26 ketika Ia menjawab dengan memakai kata “Setan’ waktu menjawab kata ‘Beelzebul.’ Mereka telah mengatakan, “Engkau kerasukan setan,” di Yohanes 8:48, dan Dia adalah Setan secara pribadi di Matius 10:25, dan sekarang mereka mengatakan bahwa Setan ada didalam-Nya. Mereka hanya memiliki dua kemungkinan: Allah atau Setan, dan mereka memilih Setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah bagaimana Yesus menjawab tuduhan mereka dengan mengatakan ada tiga hal yang salah dengan tuduhan mereka. Matius 12:25, “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.” Yang pertama dikatakan Yesus adalah, alasan Anda tidak masuk akal!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia memberi applikasinya. Ayat 26, “Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?” Dengan kata lain, apakah Anda memikir Setan itu begitu bodoh sehingga dia akan membunuh dirinya? Apakah dia membiarkan setan usir setan lain, itu mengalahkan tujuan mereka. Jangan lupa bahwa selain dari Trinitas, setan itu masih mahluk yang paling cerdas yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis tidak akan mencoba merusak pekerjaannya sendiri, disisi lain Yesus dalam seluruh pelayan-Nya terus-menerus mengusir setan-setan. Namun pasti ada hal-hal yang tidak konsisten di kerajaan Setan. Dan alasannya sederhana, Setan itu jahat secara total, dan kejahatan seperti itu selalu tidak teratur. Jadi dalam lingkungan Setan pasti ada ketidakcocokan karena dia tidak mahakuasa, jadi dia tidak sanggup mengontrol segala sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, alasan mereka berprasangka. Itu menunjukkan kecenderungan jahat dari hati orang Farisi. Ayat 27, “Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?” Dengan kata lain, “Bukankah murid-muridmu melakukan hal yang sama?” Ada pengikut orang Farisi yang terlibat dalam pengusiran setan, mereka berkeliling dengan aktivitas dan mantra aneh-aneh sambil mencoba untuk mengusir setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan kita menemukan beberapa dari mereka di Kisah Para Rasul 19, mereka sama sekali tidak berhasil, dan mereka mencoba untuk merebut gerakan Yesus supaya Yesus ikut pihak mereka. Mereka mencoba untuk memakai nama-Nya karena kelihatannya kekuatan gaib nama itu besar sekali. Namun dengarkanlah apa yang dikatakan setan-setan itu kepada mereka di ayat 15, “Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" Iya, setan- setan itu tahu mereka palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, “Murid-muridmu sendiri melakukan hal yang sama. Mengapa Anda mengatakan bahwa saya melakukan itu dengan kuasa Setan kecuali memang Anda benar-benar berprasangka terhadap saya? Karena ketika mereka mencoba untuk melakukan itu dengan kuasa sendiri, Anda mengatakan itu dari Allah, akan tetapi jika saya melakukan itu dan buktinya nyata bahwa Allah telah melakukan itu, Anda mengatakan itu dari Setan. Ini terang-terangan menunjukkan bahwa Anda benar-benar berprasangka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang tidak menolak Yesus karena tidak ada bukti bahwa Dia Allah, mereka menolak-Nya karena mereka lebih senang kegelapan dari pada terang karena perbuatan mereka jahat. Mereka tidak senang ada intimidasi Kristus dalam kehidupan dosa mereka. Dalam kecenderungan mereka, bukannya mereka terbuka untuk menerima Dia, mereka menolak-Nya dan karena itu harus menyimpulkan hal- hal yang tidak masuk akal dan berprasangka tentang Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bahkan melangkah lebih jauh dan mengatakan di akhir ayat 27, “Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.” Biarkanlah mereka yang melakukan itu menjadi hakim Anda. Coba Anda pikirkan apakah yang mereka akan mengatakan, apakah ini terjadi dari kuasa Allah atau kuasa Iblis?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika mereka mengatakan mereka melakukan itu melalui kuasa Setan, mereka mengkhianati seluruh sistem agama dan menghakimi diri mereka. Namun jika mereka mengatakan mereka melakukan itu dengan kuasa Allah, mereka menegaskan bahwa Yesus melakukan hal yang sama; pastilah Dia melakukan hal itu dengan kuasa Allah juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Yesus mengatakan bahwa mereka pemberontak. Ayat 28, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Yesus dalam inkarnasi-Nya sebagai Hamba, tidak memiliki kuasa-Nya sendiri, Dia taat kepada Allah Bapa dan Dia dikuatkan oleh Roh Kudus. Jadi Roh Kuduslah yang melakukan semua itu melalui Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya, “sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Kerajaan itu berada dimana Raja ada, dan Dia mengatakan, “Akulah Raja dan karena itu Kerajaan itu dekat sekali.” Kerajaan itu dekat namun orang Farisi itu jauh sekali. Mereka lebih buruk dari pada orang-orang dari Korzim, Betsaida dan Kapernaum, kota-kota itu tidak peduli, namun orang Farisi bukannya tidak peduli, mereka penuh kebencian dan penghujatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada Kerajaan masa depan, di Kerajaan seribu tahun, dan melampaui itu di Kerajaan kekal dari langit baru dan bumi baru. Namun kita juga percaya bahwa Kerajaan itu berada dmana Raja itu berada. Saya percaya bahwa Raja itu hidup dalam kehidupan saya, jadi Kerajaan ada disini, lingkup pemerintahan-Nya ada didalam hidup saya dan mudah-mudahan di dalam kehidupan Anda juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah Dia telah memperlihatkan kuasa Kerajaan itu, menyembuhkan orang sakit, tahirkan orang kusta, bebaskan orang kerasukan, bangkitkan orang mati, mengampuni orang berdosa, memberitakan kebenaran dan membuka kedok orang munafik? Dia telah melakukan semua itu untuk memperlihatkan siapakah Dia, dan tidak ada penjelasan lain selain Dia adalah supranatural dan kuasa supranatural itu datang dari Allah. Jadi kerajaan itu berada dimana Yesus berada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia membuktikan hal itu secara luar biasa di ayat 29, “Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya Dia mengatakan, “Kerajaan Allah telah mengalahkan kerajaan Setan. Dan dengan mengikat orang kuat itu, Saya telah membuktikan kuasa saya atas kerajaan Setan, kalau tidak, bagaimana Aku sanggup mengusir semua setan- setan itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Bukankah Aku telah menunjukkan kepadamu, dengan kemampuan saya untuk mengikat Setan, bahwa Aku lebih besar dari pada dia? Bukankah Aku telah memperlihatkan dengan kemampuan-Ku untuk mengontrol pemimpin-pemimpinnya, dengan mengusir setan-setannya, dengan melepaskan orang-orang yang dipenjarakan sistemnya dan membebaskan mereka dari penyakit, bukankah Akah telah menunjukkan bahwa Aku berkuasa di atas rumahnya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan, “Saya akan mengikat Setan.” Lupakan saja, kekuatan Anda tidak cukup untuk mengikat malaikat yang jatuh itu. Hanya ada satu yang sanggup, bacalah Wahyu 20. Pada permulaan Kerajaan seribu tahun, Tuhan akan mengikat Setan selama 1000 tahun. Ini cicipan Kerajaan. Kristus dapat mengikat Iblis karena Dia sanggup masuk ke rumahnya dan mencuri orang-orang yang dipenjarakan sistem dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus masih melakukan itu, apakah Anda tahu itu? Dulu kita semua masih milik Setan, benar? Kita adalah anak-anak murka, sama seperti orang Yahudi di Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu.” Kita menaati penguasa kerajaan angkasa (Efesus 2:2), dan Yesus mengambil kita dari tangannya dan membebaskan kita, sama seperti Dia membebaskan jiwa orang itu pada hari itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 10:19 bahkan Tuhan Yesus mengatakan, “Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh (Setan).” Pukulan yang mematikan Iblis telah diberi diatas kayu salib, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut (Ibrani 2:14).”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat ini Setan masih berkeliling, namun kekuasaanya terbatas, ajalnya sudah dimeteraikan dan waktunya singkat. Yesus mengatakan, “Jika Aku Raja, maka Kerajaan itu ada disini.” Ini berarti bahwa kerajaan itu telah disediakan bagi Anda juga, masuklah dengan iman kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus mengambil keputusan. Ayat 30, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia dicerai-beraikan.” Dia memakai ungkapan yang hampir sama di Markus 9:40, namun pada saat itu maksud-Nya berbeda sekali. Pada waktu itu Dia membicarakan pelayanan, namun disini Dia membicarakan keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sederhana sekali; Yesus mengatakan Anda tidak mungkin netral. Anda mengumpulkan atau Anda dicerai-beraikan; Anda mengatakan “Yesus dari Allah” atau “Yesus dari Setan.” Hanya ada dua kemungkinan karena Anda tidak dapat menyangkal kuasa-Nya supranatural. Saudara-saudari, Anda hanya dapat menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah siapa yang Dia mengaku. Anda bersama Kristus atau melawan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 30 berhubungan dengan hubungan pribadi dan efeknya terhadap orang lain. Inilah orang-orang yang dibicarakan Yesus di ayat 31 dan 32. Siapakah yang melakukan dosa yang tidak dapat diampuni? Kapan orang melakukan itu dan bagaimana? Kita akan melihat itu pada hari Minggu saya kembali dari Indonesia. Jangan bolos ya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130421</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hamba Yang Sempurna]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000E9"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:14-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:14-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus adalah teladan kita, Dia adalah hamba yang sempurna, pendeta yang sempurna, gembala yang sempurna dan pemimpin. Marilah kita belajar dari ayat-yata berikut apa ciri-ciri-Nya supaya kita dapat menjadi seperti Dia. Kita mengakhiri Minggu lalu dengan Matius 12:14, “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita malam ini mulai dengan ayat 15, “Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. 16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapakah Dia, 17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya. 18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. 19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan- jalan. 20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gelar Yesus banyak sekali di Firman Allah. Namun mungkin tidak ada yang lebih indah daripada gelar yang diberi Allah Yahweh di ayat 18, “Hamba-Ku, yang Kukasihi.” Kata ini di dalam bahawa Yunani berarti seorang hamba mulia yang dipercaya sekali. Itu dipakai di Perjanjian Lama, di Kejadian 24, untuk membicarakan hamba Abraham yang utama. Bahkan ini dipakai di Perjanjian Lama untuk mengacu kepada hamba supranatural, yaitu malaikat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Allah mengatakan, “Yang Kukasishi.” Istilah ini digunakan adalah representasi tertinggi dari kasih “agape.” Dia adalah yang dikasihi tertinggi. Ini adalah referensi kepada ikatan kasih intim yang berada diantara Allah Bapa dan Allah Anak dan itu menggambarkan realitas inkarnasi. Bagaimana Kristus, yang memiliki kasih Bapa, muka ke muka, rela melepaskannya untuk datang ke dunia namun yang dipulihkan kembali dan di muliakan di tempat tinggi, seperti kita tahu di Filipi 2.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda membaca ayat 14-21, Anda akan melihat sejumlah pernyataan karakter Mesias. Setidaknya ada sembilan. Pernyataan pertama yang keluar dari bagian ini adalah, Anak Hamba terkasih ini dikecam oleh hamba-hamba palsu. Seluruh uraian Yesus Kristus disini adalah dalam konteks kebencian dan penolakan orang Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi telah mengambil keputusan bahwa Yesus Kristus berfungsi dengan kuasa Setan. Jadi para pemimpin agama Yahudi telah memutuskan kebalikan dari kebenaran. Mereka mencoba untuk menghancurkan Yesus, namun Allah telah menentukan untuk memuliakan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penolakan itu sudah terbuka sekarang. Para pemimpin agama menyerang Kristus, namun ada perasaan ketidakpedulian juga, karena “Jika Dia bukan orang yang luar biasa, janganlah kita terlalu naik darah.” Penolakan itu pada akhirnya menjadi penghujatan, dan itulah menyebabkan Yesus mengutuk mereka dan mengatakan pada dasarnya, “Kalian tidak akan diampuni.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sangat tersinggung sebelumnya ketika Yesus melanggar tradisi mereka di hari Sabat dan mereka telah merencanakan untuk membunuh-Nya, dan sekarang keinginan mereka bergerak menjadi semakin besar. Mereka percaya mereka adalah yang hamba-hamba yang dikasihi Allah, namun mereka salah paham, dan Yesus terang-terangan menjelaskan hal itu kepada mereka. Jadi pembicaraan mereka sekarang hanyalah kapan, dimana dan dengan cara apa mereka akan membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi Allah tulen selalu akan diserang nabi-nabi palsu, pengkhotbah tulen selalu akan diserang pengkhotbah palsu. Peperangan selalu adalah peperangan rohani karena Iblis ingin melawan kebenaran dengan kepalsuan, dengan Anti-Kristus, yang akhirnya adalah Mesias palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan kedua menyatakan bahwa Yesus mengutamakan rencana Allah. Lihatlah ayat 15, “Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus.” Ayat 16 mengatakan, “Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.” Yesus tahu rencana mereka. Yohanes 2:25 mengatakan, “tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada- Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan sebenarnya mereka ingin membunuh-Nya adalah mereka takut, iri hati dan ada perasaan bersalah. Pada saat kita melihat kata-kata ini, “Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.” kita harusnya merasa sedih dalam hati kita. Polanya seperti berikut, Yesus berkhotbah, responnya positif, datanglah penolakan, pengunduran diri, cari tempat lain. Yesus berkhotbah, tanggapan baik, datanglah penolakan, mengundurkan diri ke tempat lain. Siklus itu berlangsung berkali-kali seperti itu selama dua tahun lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daniel telah menubuatkan itu, sampai khusus hari itu, waktu 69 minggu, tujuh tahun, sampai Yesus akan menjadi Raja. Segala sesuatu harus terlaksana dan setiap nubuatan harus dipenuhi. Semuanya harus digenapkan sampai rinci karena itu telah direncanakan Allah. Dan Yesus, karena Dia tahu waktunya masih belum datang, menyingkirkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah berkomitmen total kepada kehendak Allah Bapa; Dia hanya bekerja dalam jadwal Bapa-Nya. Berkali-kali Dia mengatakan, “WaktuKu masih belum tiba.” Waktunya belum tepat, masih belum waktunya. Itulah karakter Anak Hamba, Yang Dikasihi. Jadi Dia mengatakan kepada orang-orang itu, “Janganlah memberitahukan siapakah Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang heran mengapa Dia mengatakan itu. Di Matius 8:4, “jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun,” Dia katakan setelah orang itu disembuhkan-Nya. Sekali lagi di Matius 9:30, “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.” Yesus berusaha sekuat mungkin, di tingkat manusia, untuk mencegah eksekusi-Nya sebelum waktunya. Dia ingin bekerja sesuai dengan jadwal Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada unsur ketiga yang kita melihat dalam karakter Hamba Terkasih ini, Dia penuh kasih sayang terhadap orang yang berkekurangan. Di ayat 15 dikatakan, “Banyak orang mengikuti Yesus.” Mereka dilarang untuk memberitahukan kepada pemimpin-pemimpin agama siapakah Dia dan kemana Ia akan pergi.” Terus dikatakan, “dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.” Itu memperlihatkan isi hati Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus menyingkir dari sana untuk menyelamatkan nyawa-Nya, Dia sibuk dengan rencana kekal besar namun ditengah semua itu, Dia masih prihatin kondisi fisik orang-orang dan Dia menyembuhkan semuanya. Ini kebalikan dari pemimpin Israel yang tidak peduli orang miskin dan janda-janda dan yang tidak menyembuhkan orang sakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memaksa beban berat kepada orang-orang dan Yesus menyalahkan mereka dengan mengatakan di Matius 23:4, “tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Beban itu adalah semua peraturan manusia tambahan yang mereka ciptakan. Mereka tidak peduli orang, sedangkan di Matius 9:36 dikatakan, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati Allah sangat lembut bagi orang yang menderita. Perjanjian Lama mengatakan di 1 Samuel 2:7-8, “Tuhan merendahkan, dan meninggikan juga. 8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur.” Tuhan peduli orang yang menderita dan Yesus menunjukkan isi hati Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Yesus datang, dikatakan di Matius 8:17 bahwa, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” Pada akhirnya di keabadian Dia akan menyembuhkan semua penyakit. Di surga baru dan di bumi baru tidak ada lagi penyakit, tidak ada kesedihan, tidak ada tangisan dan tidak ada lagi kematian. Dan karya yang menghilangkan hal itu dilakukan Yesus di kayu salib.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perhatikanlah di Matius 12:17 dikatakan, “supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya, kemudian ayat 18-21 diambil dari Yesaya 42:1-4. Namun Matius tidak mengutip ini kata demi kata namun dibawah inspirasi Roh Kudus dia memberikan kita terjemahannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ingatlah bahwa orang Yahudi mengharapkan bahwa Mesias itu pemimpin politik besar, seorang penakluk militer besar. Mereka mengharapkan Mesias itu adalah individu seperti prajurit. dan mereka juga mengharapkan Mesias itu akan diakui semua pemimpin agama mereka yang seharusnya adalah hamba-hamba Allah yang paling mengetahui firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus adalah kebalikan semua itu. Dia disalahkan pemimpin-pemimpin agama, bahkan mereka merencanakan kematian-Nya. Kelihatannya Dia sedang melayani dengan jadwal yang berhubungan dengan penganiayaan lama dan bukannya Dia adalah prajurit kuat, Dia malah lemah lembut dan penuh kasih sayang dan dipercaya orang-orang non-Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Matius memberitahukan kita tentang nubuatan Yesaya, Yesus dipilih dan dikasihi Allah Bapa. Ayat 18, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.” Ini jelas penggunaan kata ganti pribadi; Hamba-KU, yang KU-pilih, yang KU-kasihi yang kepada-Nya jiwa-KU berkenan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah Bapa memilih anggota kedua Trinitas untuk menjadi Anak Hamba. Allah mengatakan hal itu saat pembaptisan-Nya, benar? “ Matius 3:17, “Inilah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Allah juga mengatakan itu pada tranfigurasi-Nya di Matius 17:5, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan.” Hamba terkasih itu dipilih dan Allah berkenan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan kelima keluar dari karakter Hamba Terkasih, Dia diberi kuasa Roh, ayat 18, “Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya.” Mungkin Anda menanyakan, “Jika Yesus Kristus anggota kedua Trinitas, mengapa Allah Bapa perlu menaruh roh-Nya ke atas Yesus?” Jika Dia memang Allah dengan kuasa Allah yang Dia miliki dalam sifat-Nya, bukankah Dia sudah memiliki Roh itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam menanyakan pertanyaan itu, Anda perlu mengerti betapa dalamnya Dia mengosongkan diri. Karena Yesus Kristus telah mengesampingkan keilahian- Nya dan Dia pada dasarnya mengatakan kepada kita, “Aku telah menyerahkan diri-Ku kepada kehendak Allah Bapa dan kepada kuasa Roh Kudus.” Itu menunjukkan betapa dalamnya Dia telah menurunkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 4:18-19 Yesus mengatakan, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, 19 untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Yesus telah diurapi Roh Allah dengan cara luar biasa yang tidak akan kita mengerti. Namun Kisah 10:38 mengatakan, “Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu ketika orang Farisi mengatakan di Matius 12:24, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Yesus tidak mengatakan di Matius 12:31, “Kamu telah menghujat Aku,” Dia mengatakan, “tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” Roh Kudus menghubungkan keilahian Kristus dengan kemanusiaan-Nya. Itulah penyerahan tulen. Yesus merendahkan diri-Nya, Dia mengosongkan diri-Nya sehingga Dia diberi kuasa Roh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat baik karena dengan cara itu Dia menjadi sama seperti kita, benar? Karena kita juga memerlukan Roh Allah, karena kita tidak berdaya dan putus asa dan tanpa ada kekuasaan dari permulaan. Jadi Dia adalah teladan sempurna bagi kita semua yang sangat memerlukan kuasa Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pernyataan keenam, Yesus setia dalam pemberitaan-Nya. Akhir ayat 18 mengatakan, “Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.” Anak Allah yang dikasihi akan memberitakan kebenaran. Dan itu berarti kebenaran tentang manusia, tentang dosanya, tentang perasaan bersalahnya, tentang penghakimannya dan tentang standar kebenaran Allah dan apa yang dapat dilakukan Kristus tentang hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sifat karakter yang ketujuh, Dia penuh kerendahan hati. Ayat 19 mengatakan, “Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.” Orang Farisi dan orang Saduki selalu berdebat dengan orang-orang didepan umum. Yesus berbicara dengan hikmat dan martabatdan Dia memiliki kuasa dan otoritas. Tidak ada perselisihan publik yang jahat, tidak ada amarah. Zakharias berkata, “Dia lemah lembut dan rendah hati,” dan memang Dia seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tidak pernah berusaha untuk menunjukkan keunggulan-Nya melalui kekuatan duniawi, melalui berteriak atau perdebatan publik. Metode-Nya adalah kebalikan dari kekerasan. Dia tidak pernah berteriak lebih keras ke mereka yang melawan-Nya. Dia memproklamirkan kebenaran dalam kelembutan. Mereka marah-marah, Dia diam. Mereka panik, Dia tenang. Kerendahan hatinya jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pernyataan karakter kedelapan: Mesias menguatkan orang lemah. Ayat 20, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.” Saya kira setiap orang memiliki sifat penghancuran dalam dirinya. Anak kecil sedang berjalan, dan melihat beberapa semut, dia berhenti beberapa menit untuk menunjukkan kekuasaannya atas mahluk kecil itu, dengan menghancurkan mereka dan kemudian berjalan terus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi memberitahukan kita bahwa dalam karakter Yesus hal itu tidak ada, Dia tidak akan lebih melukai orang yang sudah terluka. Seringkali buluh digunakan untuk membuat seruling namun pada akhirnya, setelah orang terus meniup, kelembaban mulut mereka akan menyebabkan ada reruntuhan di beberapa tempat, sehingga mereka membuangnya dan ambil yang lain. Yesus tidak seperti itu, Dia sanggup mengambil apa yang memar dan membutanya utuh kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda apa yang dilakukan sumbu yang hampir habis, hanya ada asapnya saja. Tidak ada cahaya, hanya asap hitam. Dan ada yang mengatakan, “padamkan saja.” Namun Tuhan datang dan melihat sumbu kecil yang pudar nyalanya dan meniupnya kembali sampai nyala. Itulah kelembutan-Nya terhadap yang lemah, itulah kasih sayang-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah panggilan Allah terhadap penatua gereja untuk dilakukan di Yakobus 5, untuk mendampingi mereka yang patah hati dan mereka yang rohaninya lemah dan mengangkat mereka dalam doa. Yesus memperhatikan orang-orang yang patah hati dengan ketulusan. Dia memberi kekuatan kepada yang lemah, Dia mengangkat orang yang jatuh, Dia menyembuhkan yang sakit, Dia menyelamatkan pemungut cukai, Dia mengasihi para pelacur, Dia menghibur para pelayat, Dia menguatkan mereka yang takut, Dia meyakinkan yang masih ragu-ragu, Dia memberi makanan kepada mereka yang lapar, Dia mengampuni orang berdosa, karena Dia adalah Allah bersama kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhir ayat 20 mengatakan, “sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” Dia telah mengatasi dunia,” di katakan di Yohanes 16:33. Dia akan mengatasi merka yang melawan-Nya; Dia pada akhirnya akan memenuhi Firman Allah dan mendirikan Kerajaan Allah dan menang. Dia akan membawa kebenaran kepada kemenangan, Dosa akan dibasmi untuk selama-lamanya. Seperti dikatakan di Yesaya 11: 9, “seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang selain dari hanya melihat sekilas dari Kristus, apakah ini mengatakan kepada kita? Menurut saya, “saya juga adalah anak Allah. Saya juga dipanggil untuk menjadi hamba dan aku juga disayang-Nya. Dan oleh karena kasih-Nya Dia menyelamatkan saya sebelum dunia dijadikan dan itu dianugerahkan kepadaku dalam Kristus. Dan jika memang itu benar dalam hidupku, tentu Yesus adalah teladanku, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus adalah teladan kita, Dia adalah hamba yang sempurna, pendeta yang sempurna, gembala dan pemimpin yang sempurna. Marilah kita belajar untuk mengikuti teladan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari, meskipun kita tahu kita jauh dari sempurna. Dan karena itu kita harus mengasihi sesama manusia dengan kesadaran bahwa kita perlu pengampunan sama seperti kita diampuni Allah Bapa kita melalui Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Apr 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130414</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000E9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tuhan atas hari Sabat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000EA"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+12:1-14" target="_blank" class="imCssLink">Matius 12:1-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12 menunjukkan kita betapa besarnya kebencian pemimpin-pemimpin Israel terhadap Tuhan kita. Bab ini berfokus kepada penolakan Mesias. Dalam banyak hal ini adalah titik balik; ketidakpercayaan Israel bertumbuh sampai mencapai klimaks dalam penolakan. Dan di bagian terakhir bab ini kita melihat penghujatan yang mengikuti penolakan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat hal itu di Matius 5:20, ketika Tuhan mengatakan kepada orang Israel, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,” kemudian Dia menunjukkan di bab 5-7 betapa salahnya agama mereka. Dan di Matius 9:3 mereka menuduh-Nya menghujat, di ayat 11 menuduh- Nya bergaul dengan orang-orang berdosa, dan di ayat 34 mereka menuduh-Nya kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menghadapi mereka terutama tentang dosa-dosa mereka. Mereka tidak mau menanggapi nasihat-Nya tentang dosa dan keselamatan, mereka percaya bahwa usaha mereka dalam menaati hukum menyelamatkan mereka dari dosa. Pertama, ada reaksi keraguan. Kemudian mereka mengritik, dan kemudian itu menjadi ketidakpedulian. Dan sekarang ini menjadi penolakan terbuka, penghujatan dan mereka dipenuhi kebencian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat kita mempelajari Matius 12:1-14, mereka mulai merencanakan pembunuhan-Nya. Kita dapat melihat bagaimana ini akhirnya menuju ke kayu salib di Kalvary. Ini mulai dengan suatu kejadian di ayat 1, “Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan.” Mereka menolak Kristus karena Ia melanggar hari Sabat mereka, dan itu merupakan bagi mereka tindakan keterlaluan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Sabat bagi mereka adalah contoh terbesar dari sistim keagamaan mereka. Segala sesuatu dalam sistem legalistik mereka pada akhirnya terfokus kepada hari itu saja dan ketika Yesus melanggar tradisi rabi itu pada hari Sabat, Dia menyerang inti sistem mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan Sabat pada dasarnya berarti mereka berhenti melakukan apa yang biasa mereka lakukan pada hari lain. Masih ingat ketika Allah menciptakan dunia, dikatakan di Keluaran 20:10, “hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan.” Ayat 11, “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh.” Ini satu-satunya perintah yang adalah perintah upacara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah Sabat itu unik diantara Allah dan Israel sebagai aturan seremonial, yang sembilan perintah lain adalah perintah moral mutlak. Kita tahu ini karena di Perjanjian Baru, setiap perintah lain diulangi kecuali perintah ini tentang hari Sabat. Ini tidak diulangi karena ini adalah perintah khusus, sama seperti perintah sunatan, hanya diantara Allah dan Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada zaman Yesus hari Sabat itu adalah hukum upacara Allah. Ini bukan hukum untuk gereja, namun ini hukum bagi Israel. Jadi Tuhan menghormati hari Sabat, sama seperti murid-murid-Nya, sesuai dengan keinginan Allah dalam penghormatan itu. Namun orang Farisi telah menambahkan begitu banyak hal lain kepada hari Sabat itu sehingga artinya berubah sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Sabat itu malah menjadi hari beban bukannya hari istirahat. Kita tidak ada waktu untuk memberitakan semua hukum yang ada. Dalam Talmud terdapat 24 bab yang mendaftarkan semua hukum-hukum hari Sabat. Ada seorang rabi yang berusaha selama 2.5 tahun untuk mengerti satu bab saja. Menurut itu untuk menjelaskan semua hukum hari Sabat, itu akan makan waktu kira-kira 60 tahun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya Anda diperbolehkan jalan-jalan hanya sejauh 3000 kaki dari rumah Anda, kalau lebih itu menjadi pekerjaan. Namun jika ada makanan disitu, itu boleh dianggap seperti rumah Anda dan Anda diperbolehkan berjalan sejauh 3000 kaki lagi. Anda tidak diizinkan untuk menanggung beban yang beratnya lebih dari satu buah ara kering, atau Anda diperbolehkan membawa sesuatu yang beratnya setengah buah ara dua kali di hari itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada daftar panjang hal-hal yang tidak boleh dimakan pada hari Sabat, dan makanan terlarang di daftar itu boleh dimakan selama itu tidak lebih besar dari sebuah zaitun. Jika Anda memasukkan setengah buah zaitun dimulut Anda, tapi ternyata itu busuk, dan Anda meludahnya keluar, Anda tidak diperbolehkan untuk makan separohnya yang lain karena mulut Anda sudah menyicipinya seolah-olah itu seluruh zaitun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu yang boleh dibeli atau dijual, tidak ada sesuatu yang boleh dicuci, surat tidak boleh dikirim meskipun Anda mengirim itu dengan orang non-Yahudi. Api tidak boleh dinyalakan, dan karena itu orang Yahudi konsevatif dan Ortodoks ada tombol waktu pada sistem pencahayaan mereka sehingga lampu nyala secara otomatis pada hari Sabat. Telur itu dilarang direbus, biarpun itu diletakkan dibawah matahari di pasir yang sudah menjadi kebiasaan orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda juga dilarang mandi takutnya ada air yang tumpah di lantai dan itu mencuci lantai itu ketika air itu jatuh dari badanmu. Perempuan dilarang untuk melhat kedalam gelas, karena mungkin kelihatan rambut putih dan itu dicabut. Perhiasan tidak boleh dipakai karena beratnya lebih dari satu buah ara kering. Dan ada 24 bab dengan hal-hal seperti itu, hukum itu tidak ada habisnya membicarakan anggur, madu, susu dan meludah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hari Sabat itu menjadi beban berat dimana orang tidak diizinkan untuk berbuat apapun. Sekarang mungkin Anda lebih mengerti apa yang Yesus mengatakan di Matius 11:28, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi istirahat kepadamu.” Itulah hari Sabat seharusnya. Jadi Yesus datang dan Dia sama sekali tidak menghiraukan semua peraturan mereka dan itu menyebabkan para pemimpin agama itu marah sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:1, “Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum.” Disini ada masalah, karena Yesus tidak diizinkan berjalan-jalan pada hari Sabat, tidak diperbolehkan untuk berjalan lebih dari 3000 kaki. Namun Dia dan murid- murid-Nya sedang berjalan karena hukum Allah tidak melarang hal itu, meskipun hukum rabi memang melarangnya. Ladang itu dimana-mana dan gandum ditanamkan dalam baris-baris panjang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan telah menyediakan makanan untuk para pelancong di Israel di Ulangan 23:25, “Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu.” Dengan kata lain, Anda diizinkan untuk memetik beberapa bulir gandum dan itulah yang mereka lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang Farisi telah mengambil konsep janganlah menuai pada hari Sabat dan mereka memberi penjelasan yang lebih rinci. Anda malah tidak diizinkan untuk memetik beberapa bulir gandum dan ini menyebabkan ada peristiwa yang menimbulkan amarah mereka karena mereka melarang hal itu pada hari Sabat. Mereka mengatakan bahwa orang hanya diizinkan untuk makan di hari Sabat jika ia bisa mati kelaparan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka bahkan mengatakan bahwa di hari Sabat ketika ada orang sakit, Anda bisa menolong dia supaya janganlah ia mati namun Anda tidak diperbolehkan untuk menolong dia menjadi sembuh. Mereka juga mengatakan Anda boleh memasang perban pada seseorang namun janganlah perban yang ada obatnya. Dengan kata lain, Anda boleh menghalang orang meninggal dunia namun Anda tidak boleh menyembuhkannya pada hari Sabat. Itu memang garis halus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 12:2 mengatakan, “Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Disini para Farisi yang sendirinya berjalan lebih dari 3000 kaki namun mereka masih memakai legalisme tanpa mengerti tujuannya. Mereka telah menguburkan hukum Allah begitu mendalam dibawah tradisi mereka sehingga itu tak tertahankan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang memikirkan bahwa menjadi orang Kristen itu banyak persyaratannya, coba bandingkanlah itu dengan Yudaisme orang Farisi - kuk mereka sangat berat. Kuk Kristus, dengan semua standar yang Dia miliki, bahkan ditambah pengertian arti ketuhanan-Nya, tidak seberat ini. Jadi mereka menyalahkan Tuhan dengan tradisi mereka dan merubah maksud dan motivasi hari Sabat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama Yesus mengatakan bahwa hukum hari Sabat tidak pernah dimaksudkan untuk membatasi kebutuhan. Kedua, tidak pernah dimaksudkan untuk membatasi pelayanan kepada Allah. Dan ketiga, tidak pernah dimaksudkan untuk membatasi tindakan kemurahan. Tujuan hari Sabat adalah untuk mencerminkan apa yang dicerminkan sembilan perintah lainnya: yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesamamu manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat perintah pertama dari Sepuluh Perintah membicarakan kasih kami kepada Allah melalui loyalitas, kesetiaan, hormat dan kekudusan. Keenam yang kedua membicarakan kasih kepada sesama manusia melalui hormat, kemurnian, tidak mementingkan diri, kebenaran dan kepuasan hati. Ini diringkaskan di Markus 12:30-31, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Roma 13:8-10 mengatakan bahwa kasih memenuhi hukum Taurat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ilustrasi yang dipakai Yesus di Matius 12:3, “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar?” Daud melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya. Di 1 Samuel 21 Saulus sedang mengejarnya. Dia tidak ada makanan dan dia bersama anak buahnya lapar sekali. Jadi mereka pergi ke Ahimelekh, imam besar itu dan mereka minta makanan. Dan mereka makan roti kudus dari meja di Bait Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap minggu mereka panggang 12 bongkah roti yang menggambarkan 12 suku Israel, dan setiap hari Sabat roti itu diambil dan roti baru ditempatkannya. Dan menurut Imamat 24:5-9, roti itu hanya boleh dimakan imam-imam. Roti sajian ini adalah gambaran hubungan pemeliharaan Allah dengan umat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetap saja Daud makan roti sajian itu. Matius 12: 4, “Daud masuk ke dalam Rumah Allah dan mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam.” Karena Allah tidak pernah menciptakan hukum yang dimaksudkan untuk mengesampingkan kebutuhan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Allah akan melanggar hukum upacara-Nya sendiri, bukan hukum moral- Nya, jika Ia perlu memenuhi suatu kebutuhan, karena Allah adalah kasih. Orang Farisi tidak mengerti hal itu, “Bahwa hari Sabat diciptakan bagi manusia,” supaya ia dapat istirahat dan kebutuhannya dipenuhi. Yesus berkata kepada mereka, “Jika Daud dapat melanggar hukum ilahi, begitupun Yang lebih besar dari Daud dapat melanggar tradisi rabi untuk memperlihatkan hati Allah dalam memenuhi kebutuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan mereka ilustrasi kedua di ayat 5, “Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Setiap hari Sabat semua imam bekerja; mereka menyalakan api, mereka menyembelih binatang dan mengangkat binatang itu atas mezbah, dan itu jauh lebih berat dari pada buah ara kering. Pengkhotbah dan guru-guru juga bekerja keras pada hari Minggu, namun mereka tidak melanggar Hari Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 6, “Aku berkata kepadamu: Di sini ada Yang lebih besar dari Bait Allah.” Yesus berkata, jika di bait Allah Daud bisa makan roti sajian itu; dan jika imam-imam dapat melanggar hukum Sabat untuk melayani Allah di bait Allah, maka Saya dapat melakukan itu juga karena Saya lebih besar dari kedua itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7, “Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.” Yesus mengatakan, kalian menyalahkan murid-murid ini yang tidak bersalah, dan kamu tidak akan melakukan itu jika Anda mengerti apakah kehendak Allah sebenarnya, yaitu hati penuh belas kasihan, bukan ritual belaka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang berpikir Kekristenan itu ketat dan keras. Tidak, Allah telah memberikan kita standar namun keinginan Dia bukanlah untuk menghalang kebutuhan kita, atau melayani Dia atau menunjukkan belas kasihan. Kebaikan hati dan mengorbankan diri adalah keinginan Allah. Allah ingin hati yang taat dan orang Farisi masih jauh dari itu. Mereka melayani Allah namun peraturan mereka diutamakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8 mengatakan, “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Yesus mengatakan Aku menciptakannya dan Aku akan menterjemahkannya. Dia mengatakan, Anda tidak bertanggung jawab atas hari Sabat, Aku bertanggung jawab atas hari Sabat. Dia tidak akan membiarkan ada penyimpangan dari tujuan- Nya untuk hari Sabat. Dia menulisnya, Dia akan menjelaskannya dan Dia akan memenuhinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kita tidak ada hari Sabat lagi? Karena Yesus telah memenuhinya. Ibrani 4 mengatakan oleh karena Kristus, kita telah masuk istirahat. Roma 14 mengatakan: ada orang yang mau merayakan hari Sabat dan ada yang tidak. Itu tidak masalah, biarkan saja, jangan menyebabkan mereka tersinggung. Karena itu Paulus mengatakan di Kolose 2:16-17, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Yesus bangkit pada hari pertama di minggu. Para murid juga hadir bersama pada hari pertama setiap minggu (Kisah 2:1), secara teratur makan roti bersama setiap hari pertama (hari Minggu) minggu itu (Kisah 20:7), dan mereka mengumpulkan persembahan mereka ketika mereka bertemu pada hari pertama minggu itu (1 Korintus 16:1). Mengapa? Karena di hari itu mereka mengingat dan merayakan kebangkitan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menutup dengan sebuah ilustrasi di ayat 9-13. Dia langsung masuk ke dalam rumah ibadat mereka untuk mengilustrasikan ajaran yang Dia baru berikan. Ada orang yang tangannya lumpuh, dan orang itu tidak berarti bagi mereka namun sekarang ia menjadi kesempatan untuk menangkap Yesus. Ayat 10, “Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaan ini menunjukkan saya bahwa mereka percaya Yesus sanggup menyembuhkan orang itu, namun itu tidak mempengaruhi mereka. Bukankah luar biasa betapa butanya mereka? Alasan mereka memilih orang yang tangannya lumpuh adalah karena masalah orang itu bukan masalah mati hidup. Hukum mereka mengatakan Anda hanya diizinkan untuk mencegah orang meninggal di hari Sabat, akan tetapi dia tidak boleh disembuhkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 11, “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?” Nah, ini hanya satu domba saja sehingga mereka dapat mengumpulkan cukup bahyak orang supaya bersama-sama setiap orang hanya mengangkat sedikit, cukup untuk menyelamatkan domba itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menghadapi mereka dan berkata, “Menurut Anda bagaimana. Apakah diperbolehkan untuk berbuat baik pada hari Sabat? Jika mereka mengatakan iya, mereka tidak dapat menyalahkan Yesus. Jika mereka mengatakan tidak, pada hari Sabat tidak diizinkan untuk berbuat baik, itu menunjukkan betapa sesat ajaran mereka. Jadi mereka tidak menjawab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13, “Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.” Bukankah itu hal baik bagi orang itu? Pengertian tulen dari hari Sabat adalah untuk menunjukkan kebaikan Allah dan untuk memberkati orang lain. Bahkan jika Anda ada kesempatan untuk berbuat baik dan ada kemampuan untuk berbuat baik dan Anda tidak berbuat baik, itu malah jahat dan itu adalah dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14, “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.” Mengapa? Karena Yesus baik dan mereka jahat, itulah intinya. Yesus menghubungkan hari Sabat dengan hati Allah – kebajikan, kemurahan hati dan kebaikan. Fungsi satu-satunya upacara adalah untuk menjadi ilustrasi sikap benar terhadap Allah dan terhadap sesamamu manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Anda datang ke gereja? Mengapa Anda menyembah? Apa gunanya? Apakah Anda lakukan setiap hari diluar gereja? Apakah Anda mendefinisikan kerohanian Anda dengan berbagai aturan kecil yang Anda lakukan atau tidak lakukan? Legalisme janganlah sekali-kali menghalang usaha pemenuhan kebutuhan, melayani Allah dan menunjukkan kemurahan hati karena itu melanggar kasih Allah. Saya harap kita semua mengerti apakah yang benar-benar penting dalam hidup sehari-hari ini dan tidak menjadi seperti orang Farisi buta itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Apr 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130407</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000EA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Urutan Kebangkitan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000EB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+15:20-28" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 15:20-28</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu Zaman ini adalah zaman Paskah? Ini mulai dengan kebangkitan Kristus, Penebus kami dan berakhir dengan kebangkitan semua yang ditebus, orang- orang percaya dan kita hidup diantara dua kejadian Paskah dan di dalam kekuasaan Paskah pertama, kita menuju ke Paskah kedua. Dengan kata lain, kita sekarang hidup diantara kebangkitan Kristus dan kebangkitan semua orang yang percaya yang akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memberitakan di 1 Korintus 15 suatu kasus yang tak tertanding untuk kebangkitan tubuh. Ini adalah dokumen yang teragung yang pernah ditulis tentang hal ini. Dan ini semua berdasarkan realitas bahwa tubuh Yesus Kristus bangkit dari kuburan. Kita tidak mungkin menjadi orang percaya tanpa ada kepercayaan kebangkitan Kristus karena Roma 19: 9-10 mengatakan bahwa jika Anda percaya di dalam hati Anda bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan mengaku Dia sebagai Tuhan, maka Anda akan diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesebelas ayat pertama 1 Korintus 15 adalah penegasan dari apa yang telah dipercaya orang-orang percaya di Korintus, yaitu bahwa Yesus bangkit dengan tubuh-Nya dari kuburan. Kemudian setelah menjelaskan realitas kebangkitan Kristus di permulaan sebelas ayat itu, di ayat 12 Paulus menunjukkan konsekuensi dari penyangkalan kebangkitan tubuh itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan jika Kristus tidak bangkit, semua pemberitaan Injil sia-sia. Iman Anda kosong. Semua Rasul adalah pembohong, dan kita semua masih berada dalam dosa. Kemudian Paulus menunjukkan itu secara negatif dan memperlihatkan Injil Kristen itu benar-benar bencana dan seluruh rencana ilahi untuk penebusan itu hancur jika tidak ada kebangkitan tubuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Paulus mulai penegasan itu di 1 Korintus 15:20-29, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai hasil pertama; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mulai dengan ayat 20, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati,” Mereka tahu hal itu dari saksi-saksi di 1 Korintus 15:5-8, “bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya,”yaitu rasul Paulus sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebangkitan itu fakta sejarah. Mereka percaya masalah Kristus. Sekarang Paulus ingin supaya mereka mengerti bahwa sebagai orang percaya mereka akan bangkit juga. Segala sesuatu dalam rencana Allah memerlukan kebangkitan. Seluruh rencana penebusan bergantung kepada kebangkitan jasmani dari Kristus dan semua orang yang percaya. Kristus telah bangkit dan begitupun kami akan bangkit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah perkataan Yesus di Yohanes 14:119, “Sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Faktanya adalah Kristus dibangkitkan dari antara orang mati dan Dia terus menerus hidup. Itu bukan seperti anak perempuan Yairus yang dibangkitkan dan kemudian mati, ini bukan seperti anak janda yang dibangkitkan dan setelah itu mati, ini bukan seperti Lazarus yang bangkit kemudian mati. Kristus dibangkitkan untuk hidup selama-lamanya, Itulah fondasi Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Sang Penebus, ayat 20, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai hasil pertama dari orang- orang yang telah meninggal.” Setiap orang Yahudi mengerti “hasil pertama”, itu istilah pertanian bagi panen pertama. Dan ketika hasil pertama itu masuk, pastilah sisa panen itu akan masuk juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi diperintahkan Allah di Imamat 23:10, “kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari panenmu kepada imam.” Inilah tanda kedatangan penuaian dan itu menjamin ada panen. Dan begitu juga dengan kebangkitan Yesus Kristus, itu adalah jaminan kebangkitan sepenuhnya dari semua orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini cara yang sama untuk tanaman yang mulai hidup dari benih mati yang terkubur di dalam tanah, bahkan Yesus mengacu kepada diri-Nya dengan cara itu, bahwa Dia seperti benih yang terkubur di Injil Yohanes, yang akan bangkit ke kehidupan. Dan ketika Dia bangkit, Dia menjamin bahwa panen akan datang di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sama seperti Kristus yang menjamin kebangkitan itu dan yang hidup, kami juga akan dibangkitkan. Kristus bukan orang pertama yang dibangkitkan. Namun Dialah yang pertama bangkit dan yang tidak mati. Jadi begitupun Dia menjamin bagi kita suatu kebangkitan yang bukan seperti Lazarus namun yang seperti Dia sendiri, bahwa kita akan dibangkitkan dan kami juga tidak pernah mati lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 11:25, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Jadi disini kita memiliki fondasi dari kebangkitan kita sendiri dalam kebangkitan Kristus. Dan perhatikanlah lagi di ayat ini, Dia adalah hasil pertama dari mereka yang telah tidur. Tidur itu istilah yang mengacu kepada kematian orang-orang percaya. Ketika Anda mati, jiwa Anda tidak tidur, tubuh Anda yang tidur. Ketika Anda mati, 2 Korintus 5:8 mengatakan, “kami terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kebangkitan satu orang menyebabkan ada efek terhadap semua kita orang percaya? Jawaban Paulus terdapat di ayat 22, “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” Analoginya adalah antara Adam dan Kristus. Adam sebagai manusia adalah kepala urutan alam, dan Kristus sebagai Allah adalah kepala urutan spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 5:12 mengatakan, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Demikian pula ada hubungan sebab akibat di antara kebangkitan Kristus dan kebangkitan semua orang percaya. Tindakan Allah/Manusia itu mempengaruhi banyak orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dari Adam kita mewarisi dosa, perasaan bersalah dan korupsi. Namun dengan Kristus, rangkai itu dipatahkan. Kristus membayar upah dosa kami, dan mengalahkan kematian atas nama kami dan kematian itu kehilangan kuasanya. Dan semua orang yang percaya Kristus, semua yang menjadi bagian dari benih rohani-Nya memiliki hidup kebangkitan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang yang bersatu dengan Adam disebabkan demikian oleh keturunan alami. Semua orang yang bersatu dengan Kristus disebabkan keturunan spiritual. Dengan kata lain, semua dalam Adam berada di Adam oleh generasi alami. Semua dalam Kristus berada di dalam Kristus oleh regenerasi rohani. Semua orang di dalam Adam memiliki factor umum dosa. Semua orang di dalam Kristus memiliki factor umum kehidupan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita telah bertemu dengan Sang Penebus, marilah sekarang kita melihat yang ditebus di ayat 23, “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai hasil pertama; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” Ini semua tidak terjadi pada saat yang sama. Ada urutan tertentu dan ada proses khusus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus hasil pertama datang duluan, kemudian setelah itu mereka yang menjadi milik Kristus. Dan kapan terjadi kebangkitan kami? Di akhir ayat 23 dikatakan, “pada waktu kedatangan-Nya.” Harapan orang Kristen adalah kedatangan Kristus di akhir zaman. Kata disini adalah kata “parousia” yang berarti saat tiba-Nya, sehingga penggenapan kebangkitan bagi semua orang yang ditebus akan terjadi ketika Kristus datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang tubuh jasmani mati kami telah busuk atau hanya abu yang tinggal. Namun orang percaya yang ada bersama Tuhan, dan beralih dari tubuh ini (2 Kor. 5:8) dinamakan, “Roh manusia yang telah dijadikan sempurna.” Mereka ada di dalam kepribadian mereka tetapi tidak dalam bentuk fisik. Mungkin Anda bertanya, “Apakah mereka semacam mengambang disana menunggukan tubuh kekal mereka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin dari sudut pandangan kami mereka mengambang, namun di surga tidak ada waktu, tidak ada konsep menunggu. Kita hanya tahu dari Alkitab bahwa pada kedatangan Kristus ada kebangkitan besar dari semua yang saleh dari segala abad. Hal ini dinamakan kebangkitan hidup dan itu juga disebut kebangkitan pertama. Kebangkitan kedua adalah kebangkitan orang yang tidak benar untuk kebinasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disinilah kita harus membicarakan sebentar komponen kebangkitan. Acara pertama yang memulai akhir zaman adalah Pengangkatan gereja, orang-orang percaya akan diangkat ke surga. Lihatlah 1 Tesalonika 4, dan tidak ada tanda-tanda untuk memperingatkan kita. Ini tidak menggambarkan kedatangan kembali Kristus untuk menghakimi dan mendirikan Kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Tesalonika 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.” Jadi kebangkitan pertama orang percaya akan terjadi pada saat Pengangkatan, saat Kristus menyongsong orang percaya-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian datanglah masa Tribulasi Besar, suatu periode penghakiman di bumi, Wahyu 5-19 menggambarkan itu secara rinci. Inilah adalah periode urutan penghakiman yang mulai sebagai hukuman-hukuman meterai dan kemudian hukuman-hukuman sangkakala dan kemudian hukuman-hukuman cawan di dunia. Pada waktu yang sama ada karya keselamatan dan penebusan besar yang berjalan bersama dengan hukuman-hukuman itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada akhir periode waktu itu, pada akhir Tribulasi tujuh tahun, ada juga bagian kedua dari kebangkitan orang percaya, bagian panen yang lain. Dan bagian panen itu dijelaskan di Wahyu 20:5 yang menggambarkan akhir masa Tribulasi dan permulaan Kerajaan seribu tahun, “Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena orang-orang akan terus mati, orang-orang percaya akan mati di masa Tribulasi, ada beberapa yang dibunuh oleh Antikristus, dan mereka akan mati dalam kerajaan seribu tahun itu. Pada akhir seribu tahun itu akan ada pemberontakan besar dan banyak orang akan meninggal dalam periode itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada empat bagian: kebangkitan Kristus, kebangkitan pertama gereja pada saat Pengangkatan, kebangkitan kedua semua orang kudus dari Perjanjian Lama dan masa Tribulasi pada akhir masa Tribulasi itu dan kebangkitan ketiga dari mereka yang lahir dan mati di Kerajaan pada akhir waktu seribu tahun. Itulah tahap terakhir dan semua itu dikompresi dalam tiga kata, “Pada kedatangan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tahap-tahap kebangkitan dari yang ditebus. Mari kita melihat inti bagian ini, penebusan. 1 Korintus 15:24-27, “Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan- Nya di bawah kaki-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa gunanya Allah mentolerir segala sesuatu dalam sejarah manusia? Supaya Ia dapat memberikan kepada Anak-Nya suatu Kerajaan yang terdiri dari orang-orang yang akan mengasihi-Nya, dan menyembah-Nya, dan memuja-Nya dan melayani-Nya untuk selama- lamanya dalam sukacita, damai dan kekudusan sempurna. Ini Kerajaan orang-orang yang ditebus dari segala abad. Gereja, orang kudus Perjanjian Lama dan orang kudus Tribulasi dan orang kudus yang meninggal di waktu kerajaan seribu tahun, semua telah dibangkitkan dan sekarang ada di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu Kerajaan seribu tahun itu akan berakhir ketika dikatakan di 2 Petrus 3:10, “unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api,” alam semesta akan berubah, “dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Dan ditempatnya ada langit baru dan bumi baru. Dan itulah waktunya Yesus menyerahkan selurh Kerajaan kepada Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan? Sampai Dia telah meniadakan semua otoritas dan kuasa lain. Rencana penebusan belum lengkap hingga saatnya tidak ada musuh Allah lagi untuk menghalang tujuan-Nya. Mereka semua akan dibuang kedalam Lautan Api untuk selama-lamanya, mereka akan terikat disana bersama Setan dan malaikat-malaikatnya karena pada permulaannya neraka diciptakan bagi mereka untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah tujuan sejarah. Dan kemudia kita ada ayat 27, “Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebangkitan Kristus menjamin kebangkitan kita dan akhirnya menjamin penghapusan kematian. Kristus kemudian mengambil segala sesuatu yang telah ditaklukkan dibawah kakinya, ayat 28, “Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, ketika Anak telah menerima umat manusia yang telah ditebus-Nya, ketika semua musuh-musush-Nya telah dihancurkan dan Dia Raja diatasa segala Raja dan Tuhan diatas segala Tuhan, semua yang Allah Bapa telah memberikan-Nya, Dia akan memberikan kembali kepada Allah Bapa sebagai tindakan timbal balik dari kasih ilahi supaya Allah menjadi semua dalam semua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini merupakan suatu cara mulia antar-Trinitas diluar pemahaman kita, Allah Bapa yang telah menentukan sejarah penebusan untuk mengumpulkan pengantin bagi Anak-Nya, suatu Kerajaan bagi Anak-Nya, ketika Anak menerima Kerajaan itu sebagai hadiah kasih Allah Bapa, dalam tindakan kasih timbal balik, Amak itu mengembalikan Kerajaan itu kepada Allah Bapa. Kemegahan acara penobatan itu tidak sanggup dimengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang kita memikirkan keselamatan itu soal pribadi sekali. Namun lebih baik bagi kita untuk memikirkan keselamatan itu adalah anugerah Allah, itu sebenarnya bukan tentang kita, ini tentang kasih tanpa batas dari Allah Bapa kepada Anak dan keinginan untuk memberikan suatu hadiah kasih-Nya kepada Anak yang adalah umat manusia yang ingin mengasihi-Nya, memuja-Nya, menyembah-Nya, memuji-Nya dan melayani-Nya untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anak Allah mengakui bahwa semua orang yang ditebus adalah karunia dari Allah Bapa jadi Dia mengatakan di Yohanes 6:37, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku.” Anak Allah setelah Dia menerima mereka semua, mengembalikannya kepada Allah Bapa. Segala sesuatu dipulihkan kepada Allah Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua.” Anak Allah telah datang sebagai hamba Allah ke dalam dunia ini untuk mengambil kembali semua jiwa-jiwa yang ditebus. Dia telah menaklukkan kematian dan Dia dengan kebangkitan-Nya sendiri telah menyediakan kebangkitan bagi semua orang yang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Kristus masih memerintah? Tentu saja Dia memerintah. Dia duduk disebelah kanan Allah Bapa dan memerintah. Dan Wahyu 11:15 mengatakan bahwa Dia akan memerintah untuk selama-lamanya. Dan di Lukas 1:33. malaikat Gabriel mengatakan pada saat dia mengumumkan Jesus akan lahir, “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu 3:20-21, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagai- mana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta- Nya.” Dengan suatu cara kita juga akan diberi peran dalam memerintah bersama-sama. Ini adalah sekilas ibadah surgawi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga sebagai orang percaya pada suatu hari akan memiliki tubuh kebangkitan kekal dan Allah adalah semua di dalam semua karena Anak Allah memberikan kembali apa yang Allah Bapa memberikan-Nya. Ini gambaran luar biasa dari firdaus akhir di bumi baru dan langit baru dan itu semua terjadi karena kebangkitan Kristus! Wow. Marilah ingat hal itu di Perjamuan Kudus.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Mar 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130331</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000EB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kata-kata terakhir ke Israel]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000EC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+23:32-39" target="_blank" class="imCssLink">Matius 23:32-39</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pagi ini kita membahas salah satu adegan yang paling menyedihkan dari Firman Allah karena ini menyatakan malapetaka pada bangsa Israel. Mereka dihukum karena mereka telah menolak Tuhan Yesus Kristus dan dalam penolakan itu mereka telah menolak Allah sendiri. Dan sekarang pada hari Jumat Agung mereka akan membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka dipimpin oleh Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mereka. Yesus menyerang dan menghakimi pemimpin-pemimpin rohani palsu ini. Selama berabad- abad orang Yahudi telah menunggukan kedatangan Mesias mereka. Harapan dan hati orang Yahudi adalah ketika Mesias datang dan mendirikan Kerajaan-Nya, ada kebahagiaan datang untuk setiap orang Yahudi bersama Kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Mesias datang, daripada percaya dan menyambut Yesus malah Yesus ditolak dan dianggap hina dan akhirnya mereka mengeksekusikan-Nya. Dan bersama Dia mereka mencoba membunuh semua orang yang mewakili-Nya. Jadi inilah puncak pelayanan Tuhan Yesus bagi Israel. Dia telah menerangkan Injil kepada mereka. Dia telah memberikan mereka banyak kesempatan untuk bertobat dan untuk percaya kepada- Nya tapi mereka menolak. Dan sekarang hukuman akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini juga khotbah terakhir yang dikhotbahkan Yesus di depan umum. Ini bukan berarti bahwa Israel tidak akan mendengar lagi berita Injil. Setelah Yesus disalibkan dan bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga, masih ada pengkhotbah Injil yang akan pergi ke Yerusalem dan negara Israel. Dan jika ada orang yang mau mendengar mereka, masih ada harapan bagi beberapa individu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus yang telah berkhotbah kepada banyak orang di halaman tempat ibadah pada waktu perayaan Pelewatan pada hari Rabu minggu itu, sekarang menghadap pada orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat yang berdiri bersama orang banyak itu dan memberikan mereka serangkaian tujuh kutukan yang mulai dengan “celakalah.” Ini tindakan yang sangat berani dan dramatis di depan orang banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua kutukan di Matius 23:13-29 dapat diringkaskan sebagai berikut; pertama Dia menghakimi pemimpin palsu karena mereka menghalang orang-orang untuk masuk ke surga. Kedua, Dia mengutuk mereka karena orang-orang dijadikannya anak-anak neraka. Kemudian Dia mengutuk mereka untuk merusak kebenaran dan menggantikannya dengan kebohongan. Kemudian Dia mengutuk mereka karena mereka lebih mementingkan upacara dari pada keadilan, belas kasihan dan iman. Setelah itu Dia mengutuk mereka karena mereka mencuri dari orang-orang. Dan akhirnya Dia mengutuk mereka karena mereka pura-pura saleh dan kudus seolah-olah mereka lebih baik dari pada semua yang mendahului mereka padahal kenyataannya mereka sama, jika tidak lebih buruk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di bagian ini Tuhan kita mengatakan di ayat 32, “Penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Penuhilah adalah istilah yang sering dipakai dalam Firman Allah berhubungan dengan dosa, penghakiman dan murka. Itu gambaran cawan yang diisi penuh dengan murka ilahi Allah. Wahyu 16:19 membicarakan cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. Di Matius 26:39 Yesus mengatakan, “biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku,” itu adalah cawan penghakiman ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengijinkan hanya begitu banyak dan ketika cawan itu penuh, penghakiman akan datang. Jadi Tuhan kita memerintahkan kepada mereka untuk memenuhinya, untuk menyelesaikannya, untuk melakukan sisa kejahatan yang harus dilakukan. Ini serupa dengan apa yang Dia katakan kepada Yudas di Yohanes 13:27, “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang Dia namakan cawan itu. Dia menamakannya, “takaran nenek moyangmu.” Penuhilah cawan yang sama yang dipenuhi nenek moyangmu. Sejarah Israel adalah sejarah memenuhi cawan mereka dengan dosa. Generasi Israel terus menerus berdosa dan mereka terus mengisi cawan mereka sampai penghakiman itu datang. Dan sekarang Yesus mengatakan bahwa cawan kejahatan manusia sudah hampir penuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 30 mereka berkata, “Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.” Dan Yesus berkata di ayat 31, “Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.” Mengapa? Karena Dia melihat ke dalam hati mereka dan mereka merencanakan kematian-Nya. Mereka mengisi cawan yang sama penuh dengan dosa pembunuhan sama seperti yang dilakukan nenek moyang mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka seperti ular berracun yang sulit di deteksi dan licik dan mematikan. Itulah percis apa yang Yohanes Pembaptis memanggil mereka di Matius 3:7 waktu dia mengatakan, “Hai kamu keturunan ular beludak.” Dan sekarang beberapa tahun kemudian mereka tetap saja belum berubah. Pelayanan Yohanes Pembaptis dan pelayanan Yesus Kristus tidak ada efeknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Yesus mengatakan di ayat 33, “Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?” Dan jawabannya adalah, tidak mungkin! Dia membicarakan pemimpin mereka dan Dia mengatakan bahwa hukuman akan datang cepat sekali. Perhatikanlah ayat 34, “Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi- nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus mengutus lebih banyak nabi-nabi dan guru-guru dan penulis? Karena ada beberapa yang akan bertobat. Kan ada 3000 orang pada hari Pentakosta, benar? Dan beribu-ribu orang akan datang sesudah itu. Namun kamu pemimpin-pemimpin dan bangsa ini tidak akan menerima mereka, kamu akan membunuh mereka dan menganiaya mereka dan kalian akan menambahkan rasa bersalah diatas kepalamu dan dengan demikian penghakiman itu akan bertambah besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak seluruhnya kasih, anugerah, kebaikan dan belas kasihan. Dia adalah Allah yang kudus, adil dan Allah dalam penghakiman dan murka dan Allah yang membalas kejahatan. Dan jika manusia memilih itu, Dia akan dipermuliakan dalam penghukuman sama banyaknya Dia dipermuliakan dalam konversi mereka yang percaya. Allah akan dimuliakan dengan cara apa saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kata-kata terakhir di Wahyu 22:11, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Dengan kata lain, sebagaimanapun keadaannya pada akhir, demikian pula keadaannya untuk selama-lamanya. Allah akan dimuliakan melalui semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya harap kita dapat melihat hal itu juga di dalam negara kita sendiri, baik di Amerika maupun di Indonesia, karena kita sekarang juga sedang mengisi cawan murka Allah. Dan generasi yang hidup sekarang ini lebih bersalah dari pada generasi di masa lalu, karena kita telah mengumpulkan kesaksian dari kebenaran Allah di dalam kultur ini dan kita juga memiliki kumpulan pelajaran mengapa kita janganlah melawan Allah yang kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah di ayat 35, Dia mengatakan, “supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.” Cawan murka itu hanya bisa diisi sampai penuh dan kemudian itu akan tumpah kepada Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari permulaan Perjanjian Lama, di Kejadian 4, ada pembunuhan pertama dari orang benar. Kain tidak bisa tahan kekudusan Habel, jadi dia membunuhnya. Dan membunuh orang-orang benar terjadi sepanjang sejarah, sampai martir Perjanjian Lama yang terakhir, Zakharia, anak Barakiak, yang menulis nubuatan Zakharia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalian sama bersalahnya seperti mereka yang membunuh Zakharia dan semua orang diantara mereka berdua. Ayat 36, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!” Semua hal itu, semua perasaan bersalah karena darah orang benar akan ditumpahkan di kepalamu. Namun hati Allah berduka sama seperti seharusnya kita juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini generasi yang paling bersalah di dalam sejarah Israel, karena mereka menolak terang cahaya yang telah terkumpul oleh wahyu ilahi selama ribuan tahun. Dan semua itu akan dijatuhkan kepada kalian. Kamu semua telah mengisi cawan itu dan sekarang itu akan dituangkan, Dan itu mulai di tahun 70 Sesudah Masehi dengan penghancuran Yerusalem yang mengerikan dan itu terus terjadi sampai sekarang juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 37-38, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan membunuh dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, “Yerusalem, Yerusalem,” pengulangan itu adalah pengulangan kesedihan dan emosi. Dan Dia mencirikan kota itu bukan sebagai kota kedamaian, dan bukan seperti kota kudus. Dia mencirikannya seperti, “engkau yang membunuh nabi- nabi dan membunuh dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu,” kota seperti itu kamu sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah puncaknya emosi besar dan belas kasihan. Tuhan Yesus mengatakan Yerusalem, tidak ada yang akan membajak tanah Anda lagi. Tidak ada orang yang mengolah lapangan Anda. Tidak ada yang menanam tanaman. Tidak ada yang menyiramnya. Tidak ada yang memangkas Anda. Tidak ada yang melindungi Anda. Anda sekarang akan dibiarkan begitu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hak istimewa diberikan kepada Israel yang melebihi semua hak yang telah diberikan kepada bangsa lain, namun bersama itu ada tanggung jawab yang besar. Nah ada 23 bab di Injil Matius, tentang kedatangan Mesias, kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, pesan- Nya, mujizat-Nya, panggilan-Nya dan seruan-Nya kepada Israel. Mesias telah datang dalam daging manusia dan Dia mendemonstrasikan semua yang adalah Allah, akan tetapi mereka menolaknya secara total.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama hampir 2000 tahun bangsa Israel dibiarkan hidup tanpa Allah dan tanpa perlindungan-Nya. Perbedaannya adalah karena Allah telah membiarkan mereka tanpa perlindungan dari semua marabahaya yang dapat dicurahkan dunia. Mengapa? Karena Yesus datang dan mengatakan bahwa Dia ingin melindungi mereka. Dia berkata, “Aku ingin mengumpulkan kamu dibawah sayap-Ku tetapi kamu tidak mau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda bahwa keadaan mereka akan bertambah buruk? Penganiayaan Israel belum selesai. Tangan perlindungan Allah sudah tidak ada lagi dan Iblis terus menerus menyerang. Ada waktu di Alkitab yang digambarkan sebagai Tribulasi besar. Itu juga dinamakan waktu kesulitan Yakub. Yang terburuk masih belum datang. Cawan masih dicurahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Wahyu 11:8 Allah menamakan Yerusalem Sodom dan Mesir. Itu bukan kota kudus. Itu bukan kota kedamaian. Itu bukan kota Allah. Penting untuk diperhatikan bahwa Yerusalem itu adalah lambang untuk seluruh bangsa seperti sering dipakai dalam pelayanan nabi-nabi. Ketika Yesus mengatakan, “Yerusalem, Yerusalem, “ Dia membicarakan lambang Yerusalem yang berarti semua orang dan bangsa Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu.” Bahkan sepanjang pelayanan-Nya Dia ingin mengumpulkan mereka. Dia ingin memanggil mereka kepada diri-Nya. Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Bahkan waktu Dia mau mati di kayu salib Dia masih mengumpulkan seorang pencuri yang mau percaya. Begitulah caranya sampai mereka menutup suara-Nya dalam kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya, ayat 39, “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi.” Berhentilah sebentar. Yesus berkata, pelayanan-Ku sebagai Juruselamat kepadamu sebagai bangsa telah berhenti. Namun apa perkataan berikutnya lagi? “Hingga,” itu berarti masih ada harapan. “hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” Sekarang apakah artinya itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, di Matius 21: 9 ketika Yesus masuk ke kota Yerusalem mereka memuji Dia sebagai Mesias, sambil berseru, “Hosana bagi Anak Daud,” dan mereka mengutip Mazmur 118:26, “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Itu mengidentifikasikan Mesias. Yesus mengatakan sekarang, “Sampai saat kamu mengakui Aku sebagai Mesias- Mu,” sejarah bangsa Israel akan terus memburuk. Kita dapat membaca itu di Daniel, di Wahyu dan di Matius 24.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah janji di Zakharia 12: 9, “Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem." 10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi Dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan menghancurkan bangsa-bangsa yang akan melawan Yerusalem. Dan pada suatu hari Dia akan mencurahkan ke Yerusalem roh kasih karunia. Dan mereka akan melihat kembali kepada Yang mereka tikam yaitu Kristus. Dan mereka akan berkabung seperti orang meratapi anak tunggal. Iya, karena hanya ada satu Mesias dan mereka akan mengaku, iya, sekarang kami tahu, kami telah membunuh anak satu-satunya, anak sulung, Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Zakharia 13:1-2 melanjutkan, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran. 2 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan melenyapkan nama-nama berhala dari negeri itu, sehingga orang tidak menyebutnya lagi. Juga para nabi dan roh najis akan Kusingkirkan dari negeri itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Zakharia 13:8-9, ketika semuanya berakhir, “Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup. 9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Roma 11:23-27, membicarakan akhir Israel dikatakan, “Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. 26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. 27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya “seluruh Israel akan diselamatkan.”? Bukankah itu berlawanan dengan Zakharia 13:9 yang kita baru baca dan pengetahuan berapa banyak orang Yahudi tidak percaya dulu dan tidak percaya sekarang kepada Kristus dan telah tewas selama berabad-abad?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Roma 9:6-8, “Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, 7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." 8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak semua orang Yahudi dinamakan Israel, namun orang-orang yang percaya Yesus Kristus, merekalah yang dinamakan Israel, anak-anak Abraham. Jadi apakah hubungan semua ini dengan aku? Jika Allah menghajar dan menghukum umat-Nya sendiri dengan meninggalkan mereka, apakah kau pikir akan terjadi dengan Anda jika Anda mengabaikan Yesus Kristus? Hari ini kita memperingati pengorbanan-Nya bagi dosa-dosa kita di kayu salib!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsipnya sama untuk suatu bangsa atau seorang individu. Anda memilih setiap hari agar Anda percaya atau tidak karena oleh karena perbuatan Anda Allah tahu apakah Anda melayani Dia atau tidak. Apakah Anda benar-benar anak Abraham? Apakah perkataan terakhir dari Yesus bagi Anda pada hari Jumaat Agung ini? Jadi apapun keputusan Anda pagi ini, kami menyediakan undangan-Nya untuk percaya dan kami berdoa supaya Anda menanggapinya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130329</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000EC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerendahan hati dan Pemuliaan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000ED"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Philippians+2:6-11" target="_blank" class="imCssLink">Filipi 2:6-11</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaan, “Siapakah Yesus Kristus?” adalah pertanyaan paling penting yang perlu dijawwab. Petrus mengatakan di Matius 16:16-17, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Dan Yesus berkata kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Ini bukan datangnya dari sumber manusia. Itulah wahyu agung Kekristenan bahwa Yesus adalah Allah dalam daging manusia, maksudku Allah kekal menjadi manusia. Dan di Filipi 2 kita belajar bagaimana Allah menjelaskan siapakah Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 berakhir dengan Kristus Yesus dan kemudian Dia digambarkan dengan perkataan ini, “6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">C.S.Lewis menulis, “Dalam kisah orang Kristen, Allah turun untuk naik kembali. Dia turun dari ketinggian yang absolut dan masuk kedalam spasi dan waktu, turun kedalam kemanusiaan, sampai ke akar-akarnya manusia yang telah diciptakan-Nya sendiri. Namun Dia turun supaya dia bisa naik lagi dan membawa orang berdosa yang hancur bersama-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah mujizat pusat Kekristenan. Ini adalah realitas yang mendefinisikan iman kita. Ini tentang inkarnasi. Ini merupakan yang terbesar dan yang terajaib dari semua mujizat. Ini adalah tema dari ayat-ayat yang baru saya bacakan kepada Anda. Teks ini adalah tentang Anak Allah yang turun. Dan di Minggu Palem ini saya ingin membahas setiap frase disini satu per satu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Filipi 2:6, “Yesus Kristus yang walaupun (berada) dalam rupa Allah,” mari kita berhenti sebentar. Alkitab itu ditulis dalam dua bahasa, Perjanjian Lama aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Jadi kita harus mempertimbangkan artinya dalam kata-kata Yunani karena itu kata-kata asli untuk Perjanjian Baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata “berada” dalam bahasa Yunani adalah kata yang dipakai untuk mengekspressikan suatu keadaan atau kondisi kelanjutan. Itu bukan kata Yunani biasa untuk berada. Ini menggambarkan sifat esensial seseorang. Ini menggambarkan bagian manusia yang tetap sama meskipun ada banyak perubahan hidup dan keadaan. Paulus mengatakan bahwa Yesus telah berada berhubungan dengan sifat esensial-Nya yang tidak berubah dalam bentuk Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinya rupa Allah? Apapun bentuk yang diambil Allah, itu semua refleksi dari keberadaan-Nya yang mendalam, apa yang ada dalam diri-Nya. Dan Allah dalam bentuk-Nya mungkin terlihat sebagai cahaya bersinar di taman, yang dikenal sebagai kemuliaan Shekina. Dia mungkin tampak seperti api, Dia mungkin kelihatan sebagai awan, Dia bisa saja memanifestasikan diri-Nya dalam berbagai cara. Bahkan Anak Allah memerlihatkan diri-Nya di Perjanjian Lama sebagai malaikat yang disebut malaikat Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita belajar bahwa Yesus adalah bentuk esensial Allah. Dia tidak pernah dan tidak akan menjadi sesuatu selain dari Allah. Nah bentuk luar-Nya berubah. Dia menjadi seorang janin di dalam rahim. Dia lahir sebagai bayi. Dia menjadi anak. Dia menjadi remaja. Dia menjadi dewasa. Namun Paulus mengatakan bahwa Kristus Yesus tetap berada dalam sifat-Nya didalam karakter Allah yang tidak berubah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sama dengan Allah karena Dia Allah. Jadi Dia dapat mengatakan di Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.” Atau Dia dapat mengatakan di Yohanes 14:9, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Dia adalah Firman yang menciptakan dunia di Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama- sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dia adalah Firman yang menjadi daging, rupa Allah menjadi rupa manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada orang yang mencoba cari tahu siapakah Yesus itu, dan disini sudah dijelaskan siapakah Dia. Kolose 1:15 mengatakan, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.” Dan jika kita kembali kepada ayat 6, Rasul Paulus mulai menerangkan inkarnasi itu. Dan sekarang dia mengatakan, “walaupun dalam rupa Allah,” meskipun Dia Allah dalam sikap dan esensi, “Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus yang dalam setiap arti sama dengan Allah menolak untuk mempertahankan kesetaraan itu, dan hak istimewa dan hak-hak yang menjadi bagian dari kesetaraan itu. Inkarnasi itu mulai dengan kerelaan Yesus untuk melepaskan kemuliaan yang Dia miliki dengan Bapa sebelum dunia dijadikan. Dan beginilah Dia mengekspressikan hal itu dalam doa-Nya di Yohanes 17:5 ketika Dia berkata, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” Dia sama sekali tidak egois.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena Dia tidak egois kita melihat pernyataan ketiga di ayat 7, “Dia telah mengosongkan diri-Nya sendiri.” Kata kerja “mengosongkan” adalah kata “keno” darimana kita mendapat istilah teologia, kenosis, yaitu Kristus mengosongkan diri-Nya. Dia mengosongkan diri-Nya dari semua hak istimewa dan hak-hak yang menjadi milik- Nya oleh karena sikap ilahi-Nya. Dia menolak untuk mempertahankannya untuk keuntungan diri-Nya dan mengosongkan diri-Nya supaya menguntungkan orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengertilah bahwa ini bukan berarti bahwa Dia mengosongkan diri-Nya dari keilahian-Nya. Dia Allah untuk selama-lamanya dan Dia tidak tidak pernah kurang dari Allah. Bahkan digantung di kayu salib ditengah penderitaan-Nya, bahkan di saat Dia dihakimi Allah Bapa-Nya, bahkan saat Dia menanggung beban dosa dan murka Allah atas dosa itu, Dia tidak berhenti menjadi Allah selama satu detikpun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Persoalannya adalah Dia tidak menuntut hak-Nya sebagai Allah. Di Yohanes 5 Dia mengatakan Dia menyisihkan otoritas-Nya sendiri dan Dia melakukan hanya apa yang menjadi kehendak Bapa. Dan Dia telah rela merendahkan diri-Nya dan Dia mengesampingkan hal-hal yang adalah hak-Nya. Sebagai contoh, Dia mengatakan di Matius 24:36, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat- malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia kadang-kadang mengesampingkan kemahatahuan-Nya dan ada kalanya Dia tahu apa yang ada di hati orang. Dia membataskan kemahatahuan-Nya dan Dia membatasi kuasa-Nya yang mahakuasa. Jika Dia ingin Dia bisa saja memanggil banyak malaikat untuk menyelamatkan-Nya dari penyaliban setiap saat, benar? Namun Dia tidak melakukan itu. Dia dengan sukarela membayar upah dosa kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan berikutnya menjelaskan hal mengosongkan diri itu. Dikatakan di ayat 6-7, Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba.” Secara paradoks Kristus yang adalah Allah dan tidak pernah berhenti menjadi Allah sekarang menjadi hamba Allah. Dia mengatakan, Aku hanya datang untuk melakukan apa yang Bapa menunjukkan kepada-Ku untuk dilakukan. Yang Aku lakukan adalah yang dilakukan Roh melalui Aku. Kenosis-Nya bukan mengurangi sifat-Nya melainkan mengurangi hak-hak istimewa-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bukan itu saja. Ayat 7 melanjutkan, “mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Ini berarti Dia diberikan atribut esensial manusia. Sampai Dia berusia duabelas tahun baru Dia menyadari sepenuhnya, ketika Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Lukas 2:52), bahwa Dia harus melakukan pekerjaan Bapa-Nya. Dia benar-benar manusia dalam segala hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia tergoda di semua titik sepanjang kronologi manusia sama seperti semua orang tergoda, namun Dia tanpa dosa. Dikatakan Ia lahir dari perempuan, lahir dibawah hukum Taurat, tunduk kepada hukum Allah seperti semua orang lain. Kolose 1:22 mengatakan tentang Dia, “sekarang kamu diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengambil rupa seorang hamba untuk menjalankan tujuan Bapa-Nya dan turun untuk menjadi seperti manusia. Namun Dia tidak turun hanya untuk menunjukkan bagaimana caranya manusia itu harus hidup. Ayat 8 melanjutkan, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah menjadi manusia, Kristus kemudian diakui sebagai manusia oleh mereka yang melihat-Nya. Pada hari-hari jasmani-Nya mereka tidak bisa melihat keilahian-Nya. Dan itulah pendapat dunia bahwa Ia hanya manusia. Orang-orang menolak Dia sebagai Allah, mereka pikir klaim-Nya Dia adalah Allah penghujatan, dan setiap kali Dia mengatakan Dia Allah mereka mengambil batu untuk mencoba membunuh-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini hari Minggu Palem dan di Lukas 19 kita melihat bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem naik keledai muda yang adalah gambaran Raja karena Dia memang Raja tetapi bukan Raja dunia seperti yang diinginkan orang-orang Yahudi. Lima ratus tahun sebelumnya nabi Zakharia telah menubuatkan hal itu di Zakharia 9:9, “Bersorak- soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan melambaikan daun palem mereka menunjukkan bahwa mereka mengharapkan Yesus menjadi raja baru, jenderal tentara lain, seseorang yang akan memimpin mereka untuk menggulingkan orang Romawi. Mereka menunjukkan bahwa mereka siap untuk mengambil pedang dan perisai dan pergi berperang jika Ia mau memimpin mereka. Mereka tidak mengerti siapakah Dia sebenarnya dan apakah tujuan kedatangan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan begitulah dunia masih memandang-Nya sebagai orang baik, orang yang mulia, orang yang beragama, orang penuh damai, atau orang yang mendamaikan, orang yang mau menolong, dsb. Namun ada lebih lagi di ayat 8, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya.” Dia sudah direndahkan hanya berada di planet ini, namun Dia masih belum direndahkan sejauh Dia akan direndahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak mengatakan berhentilah, hanya sampai sejauh ini. Dia tidak melawan atau membalas. Dia tidak membunuh musuh-musuh-Nya dan mereka yang merencanakan kematian-Nya. Bahkan ketika mereka membawa-Nya ke serangkaian pengadilan sebelum Dia disalibkan dan mereka memakai saksi-saksi palsu dan kesaksian palsu, Dia tidak pernah menjawab. Ketika Ia dihina, Dia tidak pernah mengatakan kepada Allah, “Penghinaan ini sudah cukup, Aku tidak mau meneruskan ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ayat 8 dikatakan, “Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati.” Ini sama sekali asing bagi Allah. Allah itu kehidupan, Dia tidak bisa mati. Inilah jawaban “Iya” utama kepada Allah. Inilah tindakan pelayanan-Nya yang tertinggi. Inilah jam pelayanan-Nya yang terendah. Dan ini bukan kematian alami, ini suatu eksekusi. Ini adalah pembantaian Anak Allah yang tidak adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini bukan kematian biasa saja, “Dia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Dari penghinaan Kristus bagian ini paling mengejutkan. Karena penyaliban itu merupakan cara kematian yang paling mengerikan. Dikembangkan oleh orang Persia, cara eksekusi ini diambil orang Romawi. Ini cara kematian yang paling menyakitkan dan paling hina dan paling kejam yang dapat dibayangkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya tangan dan kaki orang itu dipaku kepada kayu salib. Dan mereka tergantung ditangguhkan seperti itu, ditahan pada dasarnya hanya oleh dua luka ditangan. Biasanya kaki dipaku besama oleh satu paku di blok kecil sehingga korban yang bergantung di kayu salib harus mendorong keatas untuk menarik napas. Matahari terik, mulut kering, dan perdarahannya banyak melalui empat luka besar itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyaliban hanya bagi para penjahat terburuk dan warga non-Romawi. Orang Yahudi sangat membenci itu, dan orang Romawi telah mengisi Israel penuh dengan penyaliban. Beberapa sejarawan berpikir ada sebanyak 30 ribu orang yang disalibkan sekitar zaman Yesus. Dengan cara itulah orang Roma memaksa orang itu patuh. Dan disamping semua jalan mereka membariskannya dengan kayu salib dan mereka menhilangkan semua pohon untuk membuat kayu-kayu salib itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran adalah bahwa Yesus dikayu salib bukan saja membayar upah dosa dunia secara fisik namun juga secara spiritual dimana Dia menderita murka Allah Bapa untuk dosa-dosa semua orang yang percaya. Dia tahu Dia harus menghadapi pemisahan dari Allah Bapa (Matius 27:46, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?). Dan orang-orang hanya dapat memikirkan bahwa Dia akan datang untuk membawa kemuliaan bagi mereka. Namun tidak mungkin ada kemuliaan sebelum ada kayu salib. Tidak mungkin ada Kerajaan sebelum ada pengorbanan darah untuk dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9 mengatakan, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia.” Apakah yang dilakukan Allah untuk meninggikan-Nya? Bapa membangkitkan-Nya dari antara orang mati, kan? Perbuatan Allah Bapa pertama dalam peninggian itu adalah kebangkitan. Dan dengan Allah membangkitkan Kristus dari kematian, Allah menegaskan keabsahan pengorbanan-Nya. Allah membangkitkan Yesus untuk menunjukkan bahwa Dia menerima pengorbanan-Nya. Yesus berkata di kayu salib, “Sudah selesai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan empat puluh hari kemudian, Dia naik ke surga. Dan setelah Dia tiba di surga, Ia duduk di tangan kanan Allah Bapa dalam peninggian-Nya. Alkitab mengatakan ketika Ia naik ke surga, Dia mengambil tempat-Nya di atas takhta-Nya, Dia ditinggikan dalam kebangkitan-Nya. Dia ditinggikan dalam kenaikan-Nya, Dia ditinggikan dalam penobatan-Nya. Dan Dia juga ditinggikan dalam perantaraan-Nya, karena Dia hidup untuk menengahi semua yang datang kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ayat 9 mengatakan, “Allah mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.” Beberapa orang berpikir itu nama Yesus. Bukan, karena banyak orang dinamakan Yesus sampai sekarang juga. Bukan itu nama di atas segala nama. Dan Allah memberikan Dia nama diatas segala nama, di Wahyu 19:16 nama itu Raja segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menempatkan-Nya di tahkta-Nya; dan kata ayat 10, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada. Supaya dalam nama Yesus semua bertekuk lutut, mereka yang di langit, yaitu para malaikat yang berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa banyaknya (Wahyu 5:11). Dan orang-orang kudus yang dimuliakan yang ada disitu akan bertekuk lutut. Dan di bumi tidak semua orang bertekuk lutut, ada beberapa orang yang memilih, namun mayoritas akan dipaksa untuk bertekuk lutut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Harinya akan datang dimana mereka yang menolak tunduk kepada Kristus sebagai Tuhan di dalam kehidupan akan tunduk kepada-Nya dalam penghakiman. Bahkan mereka yang ada dibawah bumi, setan-setan, malaikat-malaikat jatuh yang terkutuk, mereka bertekuk lutut, mereka akan menanggung murka-Nya, mereka akan merasakan amarah-Nya untuk selama-lamanya. Setiap orang pada akhirnya akan bertekuk lutut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada akhirnya, menurut ayat 11, “segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan," Tidak seorangpun luput dari hal itu. Anda melakukannya suka rela atau Anda dipaksa, Anda melakukannya sekarang dan Anda diampuni dan Anda dengan senang hati akan bertekuk lutut di surga. Anda menolak-Nya dan Anda akan bertekuk lutut pada suatu hari pada takhta penghakiman dan merasakan murka-Nya untuk selama-lamanya. Kata “mengaku” berarti mengakui, setiap lidah pada suatu hari akan mengakui Yesus sebagai Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mau menjadi orang Kristen? Beginilah caranya. Roma 10:9 mengatakan, “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Itu menegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan. Itulah intinya Kekristenan. Dia turun kebawah supaya Ia naik kembali. Semua ini, dikatakan, untuk kemuliaan Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup di dalam dunia dimana Anda perlu turun dulu sebelumnya Anda akan naik. Dan kebenaran terbesar dalam hal ini pastilah inkarnasi Tuhan Yesus Kristus. Yesus adalah Allah, Allah/Manusia yang turun kebawah sekali untuk mati di kayu salib untuk membayar upah dosa-dosa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaannya sekarang setelah Anda tahu siapakah Yesus, adalah apakah Anda akan perbuat dengan Kristus? Apakah Anda ingat apa yang dikatakan Pilatus di Matius 27:22, “Apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus?” Pertanyaan ini Anda juga harus menjawab. Anda mengakui Yesus sebagai Juruselamat Anda dan bertekuk lutut sukarela, atau Anda menolak-Nya dan pada suatu hari Anda akan mengakui Dia sebagai hakim dan bertekuk lutut paksa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah berapa kali Yesus mengetuk pintu hati Anda? Janganlah seperti banyak orang yang mengatakan, ah nanti, nanti saja, saya dapat menentukan itu nanti. Ibrani 3:15 mengatakan, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.” Jangan kuatir konsekuen menjadi anak Allah, apapun negatifnya, itu tidak dapat dibandingkan yang positif. Efesus 3:20 mengatakan bahwa Allah dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130324</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000ED</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Unsur-unsur Undangan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000EF"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+11:25-30" target="_blank" class="imCssLink">Matius 11:25-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kunci bagian ini terdapat di ayat 28, Yesus mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi istirahat kepadamu.” Ini satu diantara banyak undangan yang telah disampaikan Tuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat undangan lain supaya Anda lebih mengerti keinginan Tuhan kita. Di Lukas 14:15-24 Yesus memberikan kita perumpamaan ajaib lain, “15 Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus, "Berbaha- gialah orang yang akan makan roti dalam Kerajaan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. 17 Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.” Ini gambaran dari seseorang yang mengadakan pesta besar dan dia mengundang banyak orang. Dan orang-orang itu rupanya merespon dan mengatakan iya kita semua akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di ayat 17 ketika semuanya sudah siap dia mengutus pembantu itu untuk mengatakan sekarang waktunya Anda datang. Anda sudah janji dan mengatakan Anda akan datang dan sekarang marilah datang. Dan di ayat 18 dikatakan semua orang memberi alasan. Yang pertama mengatakan dia baru beli tanah dan dia perlu melihatnya. Yang lain mengatakan sudah beli lima pasang lembu kebiri dan harus mencobanya. Kemudian orang lain mengatakan dia baru kawin dan karena itu tidak bisa datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar-benar hanya alasan-alasan yang lemah. Dan itu memang lambang Israel. Sepanjang sejarah Israel telah diundang dan Israel berkata: “Oh kami akan datang. Beritahukan saja bila sudah siap.” Dan ketika Mesias datang dan berkata OK semuanya sudah siap, mereka semua mulai memberi alasan mengapa mereka tidak bisa datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah pesta itu dibatalkan? Tidak. Ayat 21 mengatakan, “Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Yesus mengatakan kepada kami? Kelompok yang terakhir ini tidak bisa datang sendirian. Orang-orang miskin terintimidasi oleh kekayaan tuan itu. Orang cacat dan lumpuh tidak bisa masuk kecuali mereka dibantu dan diangkat. Dan orang buta tidak bisa menemukannya. Ini kelompok yang harus diantar dan dibawa masuk. Mereka miskin sekali dan terbuang dan sakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian hamba itu melaporkan di ayat 22-23, “Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. 23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh.” Dan mereka yang telah diundang, ayat 24 mengatakan, tidak akan menikmati jamuan-Ku. Semua orang yang menolak undangan Tuhan untuk diselamatkan akan dikecualikan dari Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah gambaran yang menunjukkan bahwa Tuhan pertama-tama datang untuk menjangkau umat-Nya orang Israel, mereka yang pada mulanya adalah para tamu yang telah diundang. Namun pada saat waktunya sudah datang mereka tidak siap dan alasan mereka banyak. Jadi Dia berpaling kepada orang-orang buangan, orang-orang sakit, orang orang rendah hati, orang-orang yang kehilangan dan yang putus asa dan merekalah yang datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya perumpamaan ini adalah bahwa Allah memanggil siapapun yang mau datang. Dan mereka yang datang adalah mereka yang tidak ada sumber daya. Yaitu mereka yang diantar dan dibawa masuk karena mereka tidak sanggup masuk dengan kekuatan mereka sendiri. Tuhan memberi undangan dan sekaranglah waktunya untuk merespon.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di Matius 11:28 Yesus mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi istirahat kepadamu.” Dan kata kunci, seperti kita bahas dua minggu yang lalu, adalah perkataan istirahat itu. Dan kata istirahat itu di ayat 28 dan 29 berarti keselamatan. Kita belajar hal itu pada saat kita membandingkannya dengan Ibrani 3 dan 4.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada lima unsur dalam panggilan-Nya untuk keselamatan. Dua yang pertama adalah dasar dari tiga unsur yang terakhir. Dan kita belajar waktu terakhir bahwa unsur pertama adalah kerendahan hati. Di Matius 11:25 Yesus mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Orang kecil adalah orang yang kebutuhan banyak tanpa sumber daya, mereka tidak dapat menyelamatkan diri dan mereka bergantung kepada anugerah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Unsur kedua adalah wahyu. Ayat 27, “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Ayat ini mengagumkan dan mendalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya ini suatu komentar pada frase “Engkau nyatakan” di ayat 25. ini mengatakan bahwa Allah menyatakan hal-hal Kerajaan kepada orang kecil. Yang dikatakan Yesus adalah bahwa semua kebenaran terbungkus dalam Bapa dan Anak. Dan orang-orang yang tahu hal itu hanyalah orang-orang kepada siapa Anak telah mengungkapkan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan datang ketika ada wahyu dari Allah yang berdaulat. Tidak seorangpun akan tahu sesuatu tentang keselamatan Kerajaan kecuali Yesus mengungkapkan itu kepadanya. Pernyataan pertama di ayat 27 mengatakan, “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku.” Pernyataan itu berarti Yesus adalah Allah. Itu pernyataan keilahian-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pertama kalinya di Perjanjian Baru Yesus mengatakan, “Bapa-Ku.” Dia pernah mengatakan “Bapa,” dan Dia pernah mengatakan “Bapa kami.” Namun sekarang Dia mengatakannya dengan cara unik sebagai Anak Tunggal Bapa. Di Yohanes 10:30 Dia mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu.” Kemudian orang Yahudi mengambil batu untuk membunuh-Nya. Mereka tidak mencoba membunuhnya karena Dia mengatakan tujuan-Nya sama dengan Allah, mereka mencoba membunuh-Nya karena Dia mengatakan Dia sama dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pernyataan pertama tentang keilahian-Nya adalah keintiman Bapa-Ku. Yang kedua adalah pernyataan, “Semua telah diserahkan kepada-Ku.” Apakah artinya “semua” itu? Matius 28:18 meringkaskannya dengan cara ini, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Semua hal tentang kehidupan telah diberikan kepada Kristus. Segala sesuatu tentang alam semesta ada dibawah keberdaulatan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang setelah mengatakan itu Dia meneruskan, “tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa.” Hanya Allah dapat mengenal Allah. Kita tidak sanggup mengerti Allah. Otak kecil kita tidak dapat memahaminya. Semua pemimpin agama waktu itu memikir mereka mengenal Allah. Mereka pikir mereka telah mengerti semua itu. Namun Yesus mengatakan, tidak, hanya Allah Bapa mengenal Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian lihatlah apa yang Dia katakan, “dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak.” Bukan saja hanya Allah Bapa mengenal Aku, akan tetapi hanya Aku mengenal Bapa. Segala pengetahuan kebenaran ilahi terbungkus di dalam Trinitas; itu adalah persepsi bersama oleh Bapa dan Anak dan tentu juga Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tidak seorangpun dengan sumber dayanya yang terbatas pernah dapat memahami pengetahuan itu. Itulah sebabnya filsafat itu sia-sia. Itulah sebabnya agama buatan manusia sama juga tidak berguna dan sia-sia karena semua wahyu, semua konten, semua kebenaran tentang Allah dan Kerajaan-Nya terkunci hanya di dalam Trinitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana mungkin kita mendapatkannya? Akhir ayat 27 memberikan kita hal itu, “orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Dengan kata lain, satu-satunya cara kita akan memahaminya adalah melalui pernyataan dari Anak yang berkenan, dengan wahyu dari Allah sendiri. Jadi keselamatan pada dasarnya adalah kombinasi dari kerendahan hati dan Allah yang tak terbatas yang mengungkapkan diri-Nya kepada orang yang rendah hati itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disinilah terdapat dua unsur yang selalu seimbang dalam setiap pandangan benar dalam keselamatan; ada bagian manusia dengan hati yang siap, terbuka dan rendah hati dan wahyu Allah yang berdaulat dan penuh anugerah. Martin Luther mengatakan, “Disini jasa sama sekali tidak diperhitungkan, semua kuasa dan kemampuan berpikir atau kehendak bebas yang dibayangkan manusia semua tidak ada artinya dihadapan Allah, Kristus saja yang harus bertindak dan memberi segalanya.” akhir kutipan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Unsur ketiga adalah perkataan pertobatan sebagai kunci di ayat 28. Perhatikanlah bahwa pernyataan itu langsung diikuti suatu pernyataan yang seluruhnya inklusif, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,.” Di Yohanes 6:37 Tuhan mengatakan, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada- Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Memang Allah berdaulat, akan tetapi undangan itu terbuka dan bagaimana Allah menyelaraskan semua ini hanya Dialah yang tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah frase, “semua yang letih lesu dan berbeban berat.” Yang membawa orang kepada Kristus adalah bahwa mereka kerja keras dan memikul beban berat tanpa ada istirahat. Ini mengacu kepada mencari kebenaran, mencari keringanan dari hati nurani yang penuh dosa dan perasaan bersalah, berusaha untuk mendapatkan keselamatan sendiri. Dan “terbeban berat” berarti usaha sia-sia untuk mencapai kedamaian, kepuasan hati, sukacita, kebahagiaan dan istirahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kepada-Ku, berkata Yesus, dan itu berarti rubahlah fokus Anda kepada Aku, dan itu berarti pertobatan. Jika Anda sudah putus asa, berbaliklah dari arah manapun juga dan pusatkanlah hidupmu kepada Aku, putarlah 180 derajat, itulah artinya bertobat. Tidak seperti guru-guru Yahudi yang kesasar sendiri dan hanya tahu menumpuk beban lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 23:4 Tuhan kita mengatakan tentang ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Jadi Yesus mengatakan jika ada orang yang mengikat begitu banyak peraturan kepadamu dan dosa dan perasaan bersalah akhirnya menyebabkan Anda kelelahan total, datanglah kepada Aku dan mengalami istirahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 2:38 Petrus mengatakan, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu.” Dia berkhotbah lagi di Kisah 3:19 dan pesannya sama, “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.” Itu berarti, berbaliklah supaya dosa-dosamu dihapuskan ketika waktu istirahat itu datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 17:30 dalam khotbahnya yang luar biasa di Areopagus, Paulus mengatakan, “Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.” Di bab 20:21 pada waktu dia menentukan untuk meninggalkan penatua di Miletus dari gereja Efesus, dia ingin mengingatkan mereka akan intinya pelayanan dan dia mengatakan, “aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah. Berbaliklah dan menuju kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Tessalonika 1:9 dia menulis, “Kami bersyukur kepada Allah bagaimana kamu berbalik dari menyembah berhala untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar.” Di 2 Timotius 2:25 Paulus mengatakan, “dan kita harus menuntun orang supaya Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.” Di Kisah 5:31 dikatakan, “supaya manusia dapat bertobat.” Di Lukas 15 dua kali dikatakan, “ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertobatan adalah bagian dari keselamatan. Dan ketika Yesus marah sekali kepada penduduk kota Korazim, Betsaida dan Kapernaum di ayat 20 itu, Dia melakukan itu karena mereka tidak bertobat. Apakah artinya berbalik dari dosa? Itu berarti menyadari beratnya beban dosa itu dan kegagalan usaha sendiri dan kemudian berbalik untuk menerima anugerah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Unsur keempat dalam undangan dari Yesus adalah kepercayaan. Yesus mengatakan di ayat 28, ketika Anda berbalik, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Itulah tujuannya. Kita berbalik dari dosa kepada Kristus. Kita harus berkhotbah pertobatan kepada Allah dan iman kepada Yesus Kristus Tuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 20:21 mengatakan, tujuan iman kita bukanlah suatu kepercayaan, bukanlah gereja, bukanlah pendeta atau penginjil, itu bukanlah serangkaian ritual atau bermacam-macam upacara, tujuan iman kita adalah Yesus Kristus. Marilah kepada-Ku. Percayalah kepada-Ku. Marilah dan datanglah itu berarti percayalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 6:35 Yesus mengatakan, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Datang itu berarti percaya. Percayalah kepada-Ku. Ada kalanya di Alkitab dikatakan terimalah Aku, kadang-kadang dikatakan makanlah Aku atau minumlah Aku atau akuilah Aku, atau dengarkanlah Aku, namun itu semua berarti percayalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Iman sejati adalah kepercayaan kepada Yesus meskipun keadaannya sangat sulit, meskipun Anda kecewa sekali, meskipun semuanya tidak berhasil dan gagal, meskipun doktor mengatakan Anda berpenyakit kanker, meskipun keluarga Anda benci Anda, meskipun Anda benar-benar putus asa karena Anda kehilangan kekasih Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada unsur kelima yaitu ketundukan. Firman itu tidak berakhir di ayat 28. Ikutilah ayat 29, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pikullah kuk yang Kupasang,” berarti perlu ada ketundukan di dalam keselamatan. Frase “kuk” itu mengacu kepada ketundukan kepada sesuatu. Dan Yesus mengatakan jika Anda datang kepada-Ku Anda harus datang dengan hati yang tunduk. Orang Yahudi mengerti bahwa kuk itu berarti pelajaran. Dan kemudian Dia menambahkan frase ini, “belajarlah pada-Ku,” ini kuk yang tunduk kepada keTuhanan-Nya dan ajaran-Nya, Kuk ini berarti ketaatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan sungguh-sungguh terjadi ketika Anda putus asa untuk berbalik dari dosa kepada Kristus sehingga ada kerelaan Dia mengontrol kehidupan Anda sehari- hari. Tidak mungkin Anda mengaku Kristus sebagai Juruselamat tanpa mengakui- Nya sebagai Tuhan dan Raja, yang berarti dalam semua aspek kehidupan Anda menyerahkan kepada-Nya kontrol total.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata, “Bukankah keselamatan itu semua anugerah?” Memang itu semua anugerah, namun supaya Anda sanggup menanggapi anugerah-Nya harus ada rasa patah hati dan kerendahan hati yang menyebabkan Anda berbalik dari kehidupan Anda semula kepada Kristus dan keabsahan dari kebalikan Anda terbukti dengan kesediaan Anda untuk tunduk dan taat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya berada dibawah kuk Kristus? Inilah kuk rohani yang dibicarakan. Kuk yang Dia berikan itu enak dan beban-Nya ringan. Mengapa? Karena Dia lemah lembut dan rendah hati. keinginan-Nya bukan untuk menindas kami. Dia baik dan halus. Dan Dia memberikan kami sesuatu yang kami sanggup bawa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan buktinya kita selamat adalah caranya kita hidup sehari-hari. Iya, kita semua belajar terus menerus bagaimana menjadi lebih seperti Kristus. Dan cara hidup Anda bergantung kepada pengetahuan Anda dan apa yang telah Anda pelajari dari Dia, benar? Namun Dia hanya memberikan kita apa yang sanggup kita dapat berbuat dan Dia dalam proses ini menyebabkan kita bertumbuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu apa yang terbaik bagi kami, meskipun kami tidak suka hal itu pada saat itu. Hanya sesudah itu kami dapat melihat bagaimana Allah memakai segala sesuatu untuk memperkuat kami. Dan mungkin kami mengeluh dan tidak melihat keuntungannya, namun saat kami belajar untuk percaya kepada-Nya kami akan mengenal-Nya lebih baik dan kami akan melihat kebijaksanaan-Nya dalam segala sesuatu yang kami harus alami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika kami rendah hati dan reaksi kami beriman terhadap setiap wahyu baru yang diberikan-Nya kepada kami dan kami terus menerus bertobat dari dosa-dosa kami dan percaya bahwa ini semua untuk kebaikan kami dan tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, Dia akan memberikan kami istirahat tulen. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Mar 2013 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130317</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000EF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kisah dua Anak]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F0"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+15:11-32" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 15:11-32</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan latar belakang kisah ini. Kristus sedang menuju ke Yerusalem dalam bulan-bulan terakhir dari kehidupan-Nya. Dia merencanakan untuk mengorbankan diri-Nya sebagai korban Allah yang sempurna untuk dosa, untuk mati di kayu salib dan kemudian di hari Minggu berikutnya bangkit dari antara orang mati, dan dengan cara itu menebus dosa kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah berkhotbah tentang keselamatan selama hampir tiga tahun sekarang dan telah memanggil orang-orang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah melalui pertobatan dan kepercayaan akan Dia sebagai Mesias. Namun musuh-Nya besar, yaitu orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat. Mereka pada dasarnya merubah Perjanjian Lama menjadi Yudaisme dan mereka memerintah tempat-tempat ibadah. Mereka penuh legalisme, korup dan munafik dan mereka membenci Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya mereka membenci Yesus adalah karena Dia langsung memperhadapkan mereka dengan kemunafikan mereka. Dia memperlihatkan mereka sebagai guru palsu yang sebenarnya tidak mengerti Firman Allah dan tidak mengerti kehendak Allah. Mereka tidak tahu jalan keselamatan yang benar. Dan begaimanapun Dia mengatakan hal itu, mereka membencinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk membalas Yesus, mereka menuduh Dia melakukan mujizat-mujizat itu dengan kuasa Iblis. Itulah kepercayaan mereka dan dusta itulah yang mereka menyebarkan di seluruh negara. Dan setiap kali mereka melihat Yesus bersama dengan orang pendosa, mereka menegaskan hal itu dengan mengatakan bahwa Dia merasa nyaman dengan umat Iblis dan tidak nyaman dengan umat Allah yang mereka percaya adalah diri mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Yesus menjawab kebohongan mereka dan berkata di Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Yesus menjelaskan sikap Allah terhadap orang yang terhilang. Sebelumnya di Lukas 15 Dia memberikan dua perumpamaan tentang penemuan kembali dari satu domba yang terhilang dan satu mata uang yang terhilang. Dan sekarang kita mulai perumpamaan utama tentang dua putra.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ini kisah yang paling terkenal dari yang pernah diceritakan Yesus, dan ini kisah dua putra yang terhilang. Allah menunjukkan dalam tiga perumpamaan ini meningkatnya nilai apa yang hilang. Yang pertama adalah satu domba dari seratus, yang kedua adalah satu mata uang yang hilang dari 10 mata uang dan sekarang kita melihat dua putra yang terhilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian pertama dari kisah dua putra ini adalah untuk menunjukkan sukacita Allah karena putra yang muda bertobat dan dipulihkan. Dan bagian kedua adalah tentang putra yang lebih tua yang menganggap dirinya benar dan yang perlu bertobat juga. Puncak seluruh kisah menunjukkan bahwa putra yang lebih tua, yang kita tidak pikirkan adalah sebenarnya tujuan utama kisah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali kita menamakan kisah putra bungsu ini, “putra yang boros”. Kata prodigal adalah kata Inggris kuno, yang pada dasarnya berarti “menghabiskan harta,” maksudnya seseorang yang benar-benar boros sekali dan egois.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada tiga tokoh, putra bungsu, bapa dan putra sulung. Jadi kita perlu melihat kisah ini dalam dua bagian. Marilah kita mulai dengan putra yang muda. Pertama kita baca tentang suatu permintaan yang sangat buruk. Di ayat 11 Yesus mulai kisah ini, “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mengatakan itu, bayangkan betapa terkejutnya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Anak bungsu ini sama sekali tidak mengasihi atau menghargai bapanya. Kata-kata itu sebenarnya berarti, “Ayah, aku berharap kau sudah mati. Saya lebih suka uang Anda dari pada hubungan dengan Anda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak pernah ada orang yang mendapat warisannya sebelum ayahnya meninggal. Anak itu akan ditampar wajahnya jika itu permintaannya dan kemungkinan besar dia dipermalukan di depan umum dan mungkin tidak diakui lagi harta miliknya bahkan dianggap sudah mati dan tidak menjadi bagian dari keluarga lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi anak bungsu ini minta semua hal material, tanah, hewan, bangunan, apa saja yang menjadi haknya supaya ia dapat menjualnya cepat. Di dalam keluarga dua saudara, menurut Ulangan 21:17, anak yang lebih tua mendapat dua kali lipat apa yang dibagikan kepada yang bungsu, dan itu berarti dua pertiga menjadi milik yang tua dan sepertiga diberi kepada yang bungsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang datanglah kejutan pertama di kisah Yesus. Ayat 12 melanjutkan, “Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.” Ayah benar-benar memberikan kepadanya apa yang dia inginkan. Dia rela menanggung penderitaan kasih yang ditolak. Dan semakin besar kasih itu semakin besar penderitaan itu ketika kasih itu ditolak. Apakah Anda menyadari bahwa ini gambaran Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah Allah yang memberikan kami orang berdosa kebebasan untuk melakukan keinginan kami. Si pendosa tidak peduli Allah dan dia hanya memikirkan kesenangan diri saja. Waktunya tidak lama untuk mengambil langkah kedua, ayat 13, “Beberapa hari kemudian.” Disini dia mulai pemberontakannya. Dia tidak menunggu lama-lama karena dia tidak mengasihi bapanya atau saudaranya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan anak sulung itu juga tidak mengasihi Bapanya. Bahkan saat saudara muda itu pulang pada akhirnya dan ayah bergembira, saudara yang lebih tua itu marah. Dia sama juga tidak mengasihi dan tidak bersyukur meskipun dia tinggal dirumah. Hanya bapa itu menunjukkan kasih sejati dan ketika kita mengenal Dia kita juga dapat belajar kasih yang mengorbankan diri seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang si bungsu ini inginkan? Beberapa hari kemudian dia telah menjual segala sesuatu cepat-cepat untuk mendapatkan uang tunai sekarang. Ini adalah gambaran dari berkat dan kemurahan Allah yang dimaksudkan untuk memimpin orang berdosa ke dalam hubungan dengan Allah, namun si pendosa tidak menghargai ini dan ia berpikir bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan hal-hal duniawi dan ia menolak kasih Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dimanakah anak sulung dalam semua hal ini? Mengapa dia tidak membela kehormatan bapanya? Karena dia juga tidak mengasihi bapanya. Dia senang menerima bagiannya dan tinggal dirumah. Ini seperti keluarga yang disfungsional, yang satu kelihatannya baik dan tinggal dirumah, yang lain adalah pemberontak dan ingin pergi namun kedua-duanya saling membenci dan juga membenci ayah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat apa terjadi kemudian di ayat 13, “anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.” Semuanya habis karena dia hidupnya boros sekali. Bahkan di ayat 30, saudara yang lebih tua mengatakan, “Ia memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur.” Dan Yesus memasukkan hal itu ke dalam kisah ini karena memang itu bayangan yang tepat dari perbuatan anak bungsu ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak muda ini menggambarkan pendosa-pendosa, pemberontak, orang yang tidak bermoral, yang tidak beriman dan yang tidak mengasihi Allah. Orang berdosa ini adalah mereka yang memungut cukai dan mereka yang dibuang dan yang tidak percaya. Mereka tidak mau memikirkan hukum Taurat Allah atau perintah-perintah-Nya. Mereka tidak mau bertanggung jawab kepada siapapun juga, termasuk Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dosa tidak pernah menghasilkan apa yang Anda harapkan. Ayat 14 mengatakan, “Setelah dihabiskannya semuanya.” Dia mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang disebut teman yang selalu ada ketika Anda membuang uang sehingga ia kehabisan uang bahkan lebih cepat lagi. Sama seperti Vince Young, quarterback di NFL yang pada tahun 2006 memiliki kontrak 52 juta dolar dan sekarang dia bankrut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14 meneruskan, “Timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu.” Memang itu bukan kesalahan dia, namun itulah kehidupan. Apakah bencana kelaparan itu? Orang-orang yang mendengar Yesus pasti mengerti hal itu. Mereka ingat misalnya waktu Israel dikepung dan perempuan-perempuan makan tembuninya sendiri dan orang-orang bahkan makan anak mereka sendiri. Itu semua diceritakan di 2 Raja-raja 6.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sekarang berada di tempat asing, sumber dayanya hilang dan sekarang dia hidup dengan konsekuensinya. Namun dia masih belum siap untuk pulang dan merendahkan dirinya dan untuk menghadap ayahnya. Jadi dia melakukan apa yang dilakukan orang yang bankrut. Dikatakan pada akhir ayat 14, “dan iapun mulai melarat.” Dia mencari pekerjaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya dikatakan di ayat 15, “Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.” Orang yang putus asa tidak keberatan berbuat hal-hal nekat. Anak Yahudi ini memberi makanan ke babi di tempat orang non Yahudi. Banyak bagian Perjanjian Lama menunjukkan bahwa babi itu najis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 16 mengatakan, “Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.” Dia tidak diberi makan sama sekali. Ini adalah tragedi terbesar yang dapat dibayangkan orang Yahudi ini. Dan memang itu maksud Yesus, sekarang tidak ada sesuatupun yang dapat dilakukannya untuk menyelamatkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini gambaran pendosa yang telah menghabiskan semua rencananya, saya akan memperbaiki kehidupanku, saya akan melakukan narkoba, saya akan mabuk, saya akan mengunjungi kelompok menolong-diri, saya akan pindah ke lingkungan baru atau saya akan menikah orang baru. Ketika semua hal itu tidak menolong, si pendosa bangun putus asa dan apa yang dia sendiri tidak mampu melakukan, hanya dapat dilakukan ayah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17, “Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.” Pertobatan sejati mulai dengan penilaian yang akurat tentang kondisi Anda yang tidak berdaya, tanpa sumber daya dan kematian yang akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dia ingat bahwa bapanya penuh kasih, baik dan sangat murah hati. Bapanya bukan orang keras, dia adalah orang yang memaafkan. Jadi anak itu tidak bisa kemana-mana, akan tetapi dia percaya pada bapanya. Ini adalah gambaran seseorang yang pertobatannya mengakibatkan keselamatan, karena bukan saja ada pertobatan disini namun juga ada iman kepada Bapa-nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 18-19 mulai dengan, “Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.” Dengarkanlah betapa berat dia memandang dirinya, “aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa.” Kita harus menyadari bahwa pada akhirnya semua dosa adalah dosa terhadap Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi dan Saduki itu senang dia bertobat, mereka suka bahwa dia akan kembali. Namun menurut mereka dia harus bekerja untuk mendapat kedudukannya kembali. Itulah teologia orang Farisi bersama dengan teologia semua agama lain di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dengarkanlah lagi di ayat 20, “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” Pada waktu itu orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat benar-benar terkejut. Anak ini sudah keterlaluan dan ia harus dihukum, namun bukan itu yang terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan pada saat ia masih jauh sekali, bapanya melihat dia yang merupakan indikasi sang ayah sedang mencari, benar? Allah Bapa selalu mencari orang berdosa untuk diselamatkan dan dipulihkan, Dia adalah inisiator ilahi. Dan kemudian setelah anaknya datang, bahkan lebih mengejutkan, dia dipeluk bapanya di leher, meskipun dia bau dan kotor.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21-24, “Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.” Bukankah ini luar biasa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda lihat bahwa bapanya memeluk anaknya sebelum dia menyelesaikan apa yang dia ingin katakan? Ini gambar anugerah Allah yang datang sebelum ada pertobatan. Anak itu berkata, “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.” Namun ada sesuatu yang ketinggalan (ayat 19), “jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.” Mengapa? Karena ada kasih karunia tidak perlu ada pekerjaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan kisah anak yang boros, ini terutama kisah tentang Allah kami yang penuh anugerah. Domba yang terhilang dalam perumpamaan pertama ditemukan karena gembala itu mencarinya. Mata uang ditemukan karena perempuan itu tidak berhenti mencarinya. Dan anak itu dipulihkan karena bapa itu terus menunggukan anaknya pulang. Yesus mencari orang pendosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat titik pokok dalam kisah ini, mulai dari ayat 25, “Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Yesus menggambarkan anak yang lebih tua itu sebagai seseorang yang benar diri yang berpikir bahwa dia belum pernah salah (lihat ayat 29) dan merasa ia adalah satu-satunya orang benar selama ini. Ingatlah kepada siapa Yesus berbicara? Dia berbicara dengan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang sangat benar diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kebenaran diri? Ada dua tanda, nomor satu seseorang yang tidak mau bertobat karena dia melihat dirinya sebagai orang yang sudah benar. Nomor dua, orang yang benar diri itu tidak dapat bersukacita. Lihatlah anak sulung itu, dia tidak mau masuk dan bersukacita bersama. Jadi siapakah yang bergembira? Mereka adalah hamba-hamba lain yang bersukacita, yang adalah jiwa-jiwa manusia dan para malaikat di surga yang bersukacita dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda adalah benar diri ketika Anda berpikir: Ya Tuhan mengapa orang itu diberkati? Mungkin Anda benar diri jika Anda cemburu atas pelayanan orang lain. Anda benar diri jika Anda merasa tidak perlu berdoa, karena itu berarti Anda memikir semuanya dapat dilakukan sendirian saja. Anda benar diri ketika Anda benar bangga atas apa yang Anda capai, dan tidak menyadari bahwa semua itu adalah karena kasih karunia Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mungkin benar diri jika Anda merasa selalu ada yang salah di gereja. Anda mungkin benar diri jika Anda bersikap kritis terhadap orang lain, dengan pakaian mereka, atau apa yang mereka lakukan atau tidak lakukan. Mungkin Anda benar diri jika Anda berpikir pesan ini baik untuk di dengar orang lain karena banyak orang benar membutuhkan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak bungsu itu tidak bisa diselamatkan kecuali dia bertobat dari dosa-dosanya, namun anak sulung tidak bisa diselamatkan kecuali dia bertobat dari sikap kebenaran dirinya. Marilah kita lakukan apa yang Yesus lakukan, Dia selalu menjangkau orang berdosa. Dan dengan cara yang sama Yesus menjangkau orang yang tidak benar, Dia juga menjangkau orang yang membenarkan diri. Dan Dia sedang mencari sekarang juga, siapapun Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130310</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F0</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Undangan Pribadi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F2"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+11:25-26" target="_blank" class="imCssLink">Matius 11:25-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, untuk menyelamatkan mereka dari murka, untuk menyelamatkan mereka dari neraka, untuk menyelamatkan mereka dari neraka. Dan Yesus Kristus menyeatakan tujuan-Nya pada inkarnasi ketika Dia mengatakan di Matius 18:11, “Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” Itulah tujuan dan pesan Kekristenan, yaitu keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Undangan yang sama kita dapat melihat di Yesaya 55:1-3 yang mengatakan, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir Alkitab ada undangan lagi di Wahyu 22:17, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” Allah selalu mengundang orang-orang untuk diselamatkan. Itulah karakter Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 6:35, Dia mengatakan kepada mereka, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Ketika Yesus mengatakan datanglah Dia mengatakan percayalah Aku. Aku ini roti kehidupan dan air hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sekarang undangan yang indah ini di Matius 11:25-30, “Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti sepenuhnya bagian ayat-ayat yang indah ini? Kuncinya untuk mengerti ini adalah untuk mengetahui apakah yang ditawarkan Yesus. Ketika Ia mengatakan – Datanglah kepada Aku – apakah alasan-Nya? Secara sederhana, Aku akan memberikan Anda istirahat. Dia mengatakan itu di ayat 28, “Akau akan memberi itu” dan Dia mengatakan itu di ayat 29, “Anda akan mendapat itu.” Namun janji Tuhan Yesus adalah untuk istirahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinya istirahat ini? Kita tidak akan mengerti undangan ini kecuali kita mengerti artinya istirahat. Bahasa Yunani harfiah mengatakan saya akan memberi istirahat kepada Anda atau saya akan menyegarkan Anda atau saya akan menghidupkan Anda kembali, namun apa maksud-Nya Tuhan kita? Marilah kita melihat Ibrani 3 untuk mendapat jawabannya. Nah istirahat adalah kata umum di Perjanjian Lama. Namun konsep istirahat adalah suatu konsep Yahudi. Mereka melihat janji Allah itu sebagai janji ada istirahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Ibrani 3:7-9, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus (Dikutip dari Mazmur 95): “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini suatu peringatan. Pertama-tama, Ibrani ditulis bagi komunitas orang Kristen Yahudi, namun kadang-kadang didalam buku ini ada peringatan bagi orang Yahudi yang dari luar sudah yakin semua ini benar namun mereka tidak mau berkomitmen kepada Kristus karena mereka takut keluarga dan teman-teman Yahudi mereka dan takut dikeluarkan dari rumah ibadat mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka bimbang dan itu tempatnya orang calon murtad yang tahu segalanya namun tidak pernah mengambil keputusan yang benar dan akhirnya mengeraskan dirinya masuk kedalam hukuman yang paling berat karena dia yang tahu paling banyak juga akan dihukum paling berat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di Ibrani 3:10-11 dikatakan, “Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” Sekarang bagi orang Yahudi tempat perhentian atau tempat istirahat di padang gurun berarti tanah Kanaan, tanah perjanjian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita percaya bahwa ada beberapa diantara mereka yang benar-benar diselamatkan dalam sejarah, namun dalam analogi yang digambarkan ini Dia mengatakan – Orang-orang sudah mulai menuju ke arah yang benar dan mereka percaya ada tanah yang baik, namun mereka mengembara dalam keraguan sampai mereka meninggal tanpa masuk kedalamnya. Dan Dia mengatakan janganlah terus yakin bahwa Injil itu benar namun berdiam dalam keadaan bimbang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam analogi-Nya istirahat itu berarti keselamatan. Sekarang tunjukkanlah aku seseorang yang tidak mengenal jalan Allah, yang selalu bersalah dalam hatinya, seseorang yang mengeraskan dan melawan Allah dan yang tidak mendengar suara- Nya dan aku menujukkan Anda orang yang tidak percaya. Mereka adalah orang- orang yang tidak percaya yang tidak masuk ke dalam istirahat, yang belum diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke Matius 11, jadi apakah istirahat itu? Kita ada konsep yang sama disini, Yesus mengatakan di ayat 28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Anda akan menemukan istirahat bagi jiwa Anda, Yesus menawarkan mereka keselamatan, istirahat yang menyelamatkan. Ada lima definisi dalam kamus untuk istirahat dan mereka paralel dengan pengertian istirahat keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, kamus mengatakan bahwa istirahat adalah berhenti segala tindakan atau gerakan, berhenti bekerja dan berusaha. Dan itulah istirahat yang disediakan Tuhan. Masuk kedalam istirahat Allah berarti tidak perlu berusaha lagi untuk berkenan kepada Allah, tidak ada lagi usaha daging untuk mendapatkan belas kasihan-Nya. Kita berhenti legalisme, dan berhenti membenarkan diri. Kita beristirahat dalam anugerah-Nya yang melingkupi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kamus mengatakan bahwa istirahat adalah kebebasan dari apapun yang melelahkan dan mengganggu. Dalam hal rohani, untuk masuk ke dalam istirahat Allah berarti ada damai sejahtera dengan Allah, memiliki damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, memiliki hati yang benar-benar tenang ditengah badai, tanpa ada frustasi atau kekuatiran tentang hidup dan tujuan akhir, dosa-dosa telah diampuni dan tidak ada lagi perasaan bersalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, kamus mengatakan istirahat berarti semua sudah diselesaikan dan ditentukan. Masuk kedalam istirahat Allah berarti kedudukan kita aman di dalam Allah, tidak perlu lagi pindah dari filsafat ke filsafat, dari agama ke agama, dari guru ke guru. Keempat, beristirahat berarti menjadi penuh kepercayaan dan menikmati iman tanpa ketakutan, yakin bahwa kekekalan kita adalah dalam perawatan dan kasih-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kelima, masuk kedalam istirahat Allah berarti mulai dari sekarang kita bergantung kepada Dia untuk segala-galanya. Itulah undangan Yesus Kristus sendiri supaya orang-orang datang kepada Dia. Dan bagaimana cara-Nya Dia melakukan itu? Marilah sekarang kita melihat khususnya kepada alasan pertama dari lima alasan malam ini dan moga-moga kita dapat membahas keempat yang lain Minggu depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita tahu sikap orang Yahudi akan menolak-Nya secara total di seluruh negara, namun Dia tetap menjangkau mereka yang masih mau datang. Hari-hari awal popularitas sudah berlalu, tantangan telah membentuk diri, namun ditengah itu Tuhan tetap mengundang orang dengan lemah lembut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat undangan ini mulai perhatikanlah caranya ini mulai. Yesus mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Ini adalah pengakuan bahwa segala tanggapan, yang negatif dan yang positif, berada di dalam kendali Allah yang berdaulat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 26, “Meskipun demikian, Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Dengan kata lain dalam semua undangan harus ada pengakuan bahwa Allahlah yang harus dupuji, dan Dialah yang menentukan apa yang akan terjadi. Setiap kali Anda memperkenalkan Kristus, Anda harus percaya di dalam hati Anda bahwa Allah adalah Yang berdaulat dibalik segala sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lima unsur dalam undangan-Nya. Yang pertama adalah kerendahan hati atau ketergantungan, Anda dapat memakai kedua-duanya. Ayat 25-26 lagi, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Meskipun demikian, Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang mengartikan, “semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai” ini semakin Anda cerdas, semakin Anda dipersulit karena Allah tidak ingin orang pandai masuk ke surga. Bukan itu yang dikatakan. Lihatlah frase “semuanya itu.” Kita harus tahu apa semua itu yang disembunyikan-Nya. Apakah semuanya itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan Kerajaan, ajaran Yesus tentang Allah, tentang kebenaran, tentang keselamatan, ajaran Yesus tentang ketaatan dan tunduk, tentang kebenaran rohani yang mendalam dan kekal. Apakah itu berarti bahwa kebenaran rohani yang mendalam tidak disediakan untuk orang terpelajar dan bijaksana? Memang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 2: 9-14 mengatakan, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga.” Nah ini mengacu kepada penelitian duniawi yang empiris dan eksternal. Allah mengatakan bahwa pengetahuan spiritual tidak tersedia secara empiris atau obyektif. “Dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia.” Ini subyektif, ini tidak dapat dimengerti dari dalam, “Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Disini kita kembali kepada semua hal itu lagi. Hal-hal yang berhubungan dengan Kerajaan tidak dapat diketahui oleh persepsi eksternal atau rasionalisasi internal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“10 Namun kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Kemudian di ayat 14, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, hal-hal ini tentang Kerajaan, tersembunyi dari orang pandai, itu berarti itu tersembunyi dari orang yang berpendapat bahwa mereka dapat menemukan kebenaran dengan kecerdasan mereka sendiri saja. Ini sebenarnya mengacu kepada satu kelas orang-orang yang membayangkan bahwa kebenaran mutlak dapat diketahui oleh pikiran manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan ini bukan berarti bahwa Allah telah menahan kebenaran dari orang- orang pandai, ini hanya berarti bahwa setiap orang yang memikir dirinya begitu pandai sehingga dia tidak memerlukannya, adalah celaka. Bahkan jika Anda memikir Anda begitu pandai sehingga Anda tidak memerlukan kebenaran dan Anda sengaja menolaknya, Allah kemudian akan menutup pikiran Anda sekali untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 12:37 dikatakan, “Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya.” Di ayat 39 dikatakan, “Karena itu mereka tidak dapat percaya.” Jadi dari keputusan pribadi untuk menolak, itu menjadi penggenapan ilahi dalam hal itu. Dan Yohanes 12:40 mengatakan, “sebab Yesaya telah berkata juga: 40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapakah orang kecil yang disebut dalam Matius 11:25? Ini adalah sinonim untuk anak kecil yang belum memiliki kecerdasan, yang belum ada pendidikan, yang terbatas sekali. Jadi kita melihat anak yang tidak berdaya, yang belum bisa bicara, yang masih belum bisa makan makanan padat, yang masih menyusui pada payudara ibunya dan benar-benar bergantung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah mereka yang dapat masuk kedalam keselamatan? Mereka adalah orang yang tergantung, bukan yang mandiri. Mereka adalah yang rendah hati, bukan yang sombong. Mereka adalah yang tidak berdaya dan mereka menyadari hal itu. Mereka hampa dan mereka tahu hal itu. Mereka menyadari tidak ada sumber daya di dalam kehidupan mereka. Anda harus mencapai titik di mana Anda meninggalkan semua sumber daya Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi perbandingan antara orang bijak dan orang kecil bukanlah perbandingan antara orang pandai dan orang bodoh. Ini perbandingan antara mereka yang memikir mereka sanggup menyelamatkan diri berdasarkan akal mereka sendiri dan mereka yang tahu mereka tidak sanggup dan bergantung seluruhnya kepada anugerah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Khotbah di Bukit di Matius 5 Yesus mengajarkan, “berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Roh yang mengemis adalah seseorang yang tidak ada sumber daya dan menyadari hal itu, yang malu untuk mengangkat kepalanya. Namun dialah yang masuk Kerajaan. Ini benar-benar kebalikan segala sesuatu yang diajarkan kepada orang Yahudi oleh orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya di Matius 5:4 dikatakan, “Berbahagialah orang yang berdukacita.” Yang bukan saja menyadari kemiskinan jiwa mereka namun juga berdukacita atas keadaan mereka. Dan kemudian selanjutnya, “Berbahagialah orang yang lemah lembut.” yang rendah hati. Dan kemudian mereka yang lapar dan haus akan kebenaran. Mereka tahu mereka tidak memiliki kebenaran. Mereka tahu hal itu dan mereka lapar dan haus untuk itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang berkenan kepada Allah. Mengapa? Karena itu memuliakan Allah. Dan itulah alasan utama untuk segala-galanya di alam semesta. Jika orang sombong masuk ke dalam Kerajaan itu tidak akan memuliakan Allah. Karena itu sulit sekali untuk menjangkau yang menonjol dan terkenal, orang-orang yang memikir mereka sudah memiliki segala sesuatu, dan dibanding itu gampang sekali untuk menjangkau orang-orang yang patah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Yesaya 57:15, “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati.” Bukankah itu luar biasa? Manusia berpikir ia harus mencapai hal itu menyembah kecerdasan dan akalnya. Dan Allah ada diatas bersama dengan yang menyesal dan yang rendah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dia meneruskan, “untuk memberi istirahat kepada orang-orang yang rendah hati dan untuk memberi istirahat kepada hati orang-orang yang remuk.” Allah mengatakan Aku memberi istirahat, namun Saya memberikannya kepada orang yang rendah hati, dan orang yang remuk hatinya, yang patah hati dan yang bergantung. Undangan macam inilah yang Tuhan berikan. Tidak ada tempat untuk keangkuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 18, dua orang masuk ke Bait Allah untuk berdoa dan orang Farisi mengatakan – Aku bersyukur kepada Engkau karena saya tidak seperti orang lain, seperti pemungut cukai ini. Saya berpuasa dua kali seminggu dan saya memberi seperpuluh dari segala yang aku miliki. Dia memikir dia cukup baik dengan kesombongan akal rohani. Saya tidak seperti orang lain, saya lebih unggul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jauh di pinggir ada si pendosa yang memukul diri dan mengatakan, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Bahkan dia tidak berani menegadah ke langit. Dan Yesus mengatakan, “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Tidak ada tempat di Kerajaan Allah untuk kesombongan, itu hanya bagi orang yang rendah hati, orang kecil dan orang yang bergantung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus, Anak Allah memberikan contoh kepada kita. Dengarkanlah apa yang dikatakan di Filipi 2:5-9, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.” Marilah kita mengingat hal itu saat kita ikut Perjamuan Kudus dan memikirkan pengorbanan-Nya bagi kami.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Mar 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130303a</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F2</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bahaya Berkat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F1"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Corinthians+10:1-6" target="_blank" class="imCssLink">1 Korintus 10:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang setuju dengan kebenaran, “Terlalu banyak hal yang baik dapat berakibat buruk,” benar? Terlalu banyak uang menjadikan orang memanjakan diri, tidak bertanggung jawab dan materialistis. Terlalu banyak popularitas membuat orang bangga dan egois. Terlalu banyak kekuasaan membuat orang berkepala batu, tanpa belas kasihan, tak terkalahkan dan kasar. Terlalu banyak berkat juga menyebabkan masalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa kebijaksanaan Allah mengatakan kepada kita bahwa menyangkal diri adalah sehat; ada kalanya kekurangan itu menguntungkan. Hal ini bermanfaat bagi karakter Anda untuk diperhadapkan dengan bebepara kelemahan yang tidak gampang diatasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang benar sukar untuk ditangani adalah memiliki segala yang Anda inginkan bila Anda menginginkannya, karena kemudian pengendalian diri, penyangkalan diri dan disiplin menghilang. Dan ketika orang hidup dalam kebebasan tanpa disiplin, mereka hidup di tepi penghancuran diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan luar biasa ini juga bisa terjadi di Kerajaan Allah. Lihatlah Ulangan 6. Umat Israel telah berada di Mesir selama 400 tahun. Mereka menjadi budak dan keberadaan mereka satu tingkat diatas binatang. Mereka hidup dalam kemiskinan dan kekurangan dan kelemahan dan kebutuhan dan pelecehan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Allah, dalam tampilan kekuasaan perkasa, membawa seseorang bernama Musa dan menetapkan dia untuk memimpin Israel keluar dari tanah Mesir. Dua juta budak meninggalkan Mesir. Untuk melakukan itu, Allah membawa serangkaian sepuluh tulah yang mematikan, yang belum pernah dilihat sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat mujizat terakhir dimana Allah mengutus malaikat kematian untuk mengeksekusi anak sulung. Namun bagi tiap keluarga Yahudi yang memercik darah Pelewatan di pintunya, malaikat maut itu lewat dan menghindari anak sulung itu. dan dalam mujizat penghakiman yang besar itu, juga ada mujizat keselamatan, dan itu semua menjadi batasnya apa yang Mesir dapat menerima.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka mengatakan, “Keluarlah dari negara ini. Kami tidak tahan menerima penghancuran lagi dari Allah Anda.” Dan demikianlah anak-anak Israel dilepaskan. Namun tidak lama kemudian Firaun mengejar mereka dengan pasukannya. Anda tahu mujizatnya. Laut Merah terbelah. Mereka berjalan diatas tanah kering. Firaun mencoba untuk mengikuti mereka dan seluruh tentara Mesir tenggelam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka dipimpin masuk ke padang gurun akibat mujizat-mujizat besar yang membebaskan mereka. Setelah mengembara 40 tahun, mereka diberi hak istimewa untuk masuk ke tanah Kanaan, tanah susu dan madu, tanah yang berbuah paling hebat di dunia. Allah memberikan mereka yang terbaik dan mereka mengambil alih tanah itu dari orang Kanaan, dan tanah itu sangat baik. Namun ketika keadaannya menjadi terlalu baik selalu ada bahaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tahu hal ini dan inilah peringatan-Nya di Ulangan 6:10-15, “Maka apabila Tuhan Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun- kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah peringatan Allah kepada mereka tentang bahayanya berkat. Kota-kota besar dibangun oleh peradaban maju di dunia kuno, orang Kanaan. Mereka masuk ke dalam rumah-rumah yang mereka tidak bangun. Kemudian mereka mengambil air dari sumur-sumur yang mereka tidak pernah gali, dan mereka memetik anggur dari pokok anggur yang mereka tidak pernah tumbuhkan, dan buah zaitun dipanen dari pohon yang mereka tidak pernah tanam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 13 Dia katakan, “Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.” Yaitu, Anda harus berjanji kepada Allah untuk setia. “14 Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu 15 sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka Tuhan, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memusnahkan engkau dari muka bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Perjanjian Baru memberikan kami suatu ilustrasi lain dari hal itu di 1 Korintus 10. Sedihnya mereka melakukan apa yang dilarang Allah. Mereka menikmati semua rumah-rumah dan segala isinya, mereka menikmati sumur- sumur dan air didalamnya, mereka menikmati segalanya di dalam tanah yang mengalir dengan susu dan madu. dan meskipun demikian mereka tetap menyembah berhala.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan itu terbelah dua. Kerajaan utara dibawa kedalam tawanan dan dihancurkan di 722 SM. Kerajaan selatan masuk dalam tahanan 586 SM dan dibawa ke Babel, dan Allah menghancurkan tanah itu juga. Itu adalah pengabaian sedih dari peringatan yang jelas sekali tentang bahayanya berkat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keadaannya sama dengan orang Korintus. Rasul Paulus menulis kepada gereja yang sangat diberkati dan dia berada bersama mereka selama hampir dua tahun. Dia sangat mengasihi orang-orang disitu. Dalam pengantarnya di 1 Korintus 1: 4-5 Paulus mengatakan, “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah gereja yang didirikan oleh Paulus, mungkin pengkhotbah terbesar selain dari Yesus. Di 1 Korintus 1:7 dia mengatakan, “Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.” Bahkan di 1 Korintus 4:8 dia mengatakan, “Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya.” Tidak ada kekurangan apapun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang untuk menunjukkan maksudnya lebih kuat lagi Paulus memakai ilustrasi alkitabiah dari 1 Korintus 10:1-5, “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, saya khawatir tentang bahaya berkat-berkat ini, saya khawatir Anda menikmati semua kebebasan ini yang adalah milik Anda di dalam Kristus. Dan berkat-berkat anugerah ditambah anugerah dimana semua dosa anda telah diampuni dan Anda tidak lagi dibawah hukum Taurat. Saya khawatir Anda tidak akan mendisiplin tubuh Anda. Jadi marilah saya memperingatkan Anda tentang Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada waktunya mereka keluar dari Mesir. Mereka semua keluar dan dia mengingat semua orang. Paulus mengatakan “nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan.” Maksudnya apa? Itulah awan mulia, awan Shekina yang memimpin Israel ketika mereka mengembara di padang gurun. Apakah Anda masih ingat mereka dipimpin tiang api di malam hari dan tiang awan pada siang hari?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia mengatakan, mereka semua mengalami arahan ilahi dan bimbingan ilahi. Dan dia mengatakan mereka semua telah melintasi Laut Merah. Mereka semua mengalami penyelamatan ilahi luar biasa. Jadi inilah orang-orang yang yang telah mengalami banyak mujizat-mujizat, 10 mujizat penghakiman di Mesir, mujizat besar waktu mereka keluar dari Mesir waktu mereka dipimpin awan mulia Shekina, yaitu kehadiran Allah sendiri dalam bentuk yang bisa dilihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian 1 Korintus 10:2 mengatakan. “mereka semua telah dibaptis oleh Musa dalam awan dan dalam laut.” Arti sederhana adalah bahwa mereka semua disatukan dengan pemimpin mereka. Tidak ada lagi kelompok-kelompok yang terpisah atau berbeda. Mereka mengalami solidaritas dalam kepemimpinan. Mereka mengalami kepemimpinan ilahi dan ajaib di bawah Musa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka diberi penyediaan ilahi. Mereka semua makan makanan rohani yang sama, manna yang sama, burung-burung yang sama yang disediakan Allah. Mereka semua minum minuman rohani yang sama. Dan minuman rohani itu adalah minuman yang disediakan sumber rohani yang adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebenarnya dikatakan di 1 Korintus 10:4 bahwa mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Ini Kristus sebelum inkarnasi (menjadi manusia), sebelum Dia lahir di Betlehem Dia berada selamanya sebagai Anak Allah, anggota kedua Trinitas. Dan tentu saja Dia melayani Israel. Dia akan menjadi Juruselamat Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelum inkarnasi-Nya, Dia benar-benar bersama mereka, mengikuti mereka di pengembaraan mereka di padang gurun jadi memang Kristus sendiri berada ditengah umat-Nya sendiri. Mereka telah disediakan makanan dan minuman ilahi. Mereka selalu berada di dalam pemeliharaan khusus dari batu karang yang adalah Kristus yang mengkuti mereka, yang sebenarnya adalah sumber semua mujizat yang memenuhi pemeliharaan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda gereja HKBP juga memiliki hak-hak istimewa ini yang sama. Ini adalah yang terbaik yang Allah dapat memberi. Dan kenyataan sedih dari ayat 5 adalah bahwa sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.” Ini sangat mengerikan, dua juta orang tewas di padang gurun. Dari angkatan pertama yang keluar hanya dua orang masuk ke Tanah Perjanjian, yaitu Yosua dan Kaleb.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 10: 6 mengatakan, “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.” Ini bukan sejarah saja, ini contoh bagi kita. Masalah pertama, mereka mulai mengingini hal-hal duniawi. Mereka ingin apa yang mereka miliki di Mesir. Mereka ingin apa yang orang lain miliki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian mereka menyembah berhala, ayat 7, “dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis,” dan ini mengutip dari Keluaran 32 dimana dikatakan: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.” Mereka masuk ke dalam keduniawian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melakukan percabulan di ayat 8 dan pada suatu hari tewaslah 23,000 orang. Kemudian ada orang lain yang mencobai Kristus di ayat 9. dan ada orang lain di ayat 10 yang mengeluh dan mereka mati. Tahukah Anda bahwa empatbelas ribu tujuh ratus penggerutu dimusnahkan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah menggerutu masuk katagori dosa besar? Ketika kami tidak bisa melihat semua berkat yang Allah telah memberikan kami dan kami egois, itu adalah dosa. Mengapa mereka mengeluh? Apa sih yang masih kekurangan? Dan mengapa mereka tidak menghargai kebaikan Allah dengan mujizat-mujizat-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mengapa mereka ingin berbuat sesuatu yang tidak bermoral pada waktu Allah telah memberikan mereka semua berkat-berkat di dalam pernikahan? Mengapa menyembah anak lembu emas ketika mereka mengenal Allah yang benar dan hidup yang menyelamatkan mereka dari Mesir? Dan mengapa mereka mengingini apa yang terdapat di dunia karena hal-hal duniawi juga yang hampir memusnahkan mereka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana ini berhubungan dengan hidup kita sekarang ini? Berapa banyak orang bersetubuh sebelum menikah yang adalah tidak bermoral? Berapa banyak orang berselingkuh dengan seseorang yang bukan pasangannya? Kita tidak menyembah anak lembu emas namun berapa banyak diantara kita menyembah uang dan harta milik lebih dari pada memberi perpuluhan kepada Tuhan? Hati- hati saat Anda diberkati!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah inilah firman Allah bagi kita pagi ini, sebaiknya kita belajar mendisiplin diri, menyangkal diri dan hidup moderasi atau kita akhirnya akan didiskualifikasi. Bahayanya adalah kita merasa nyaman, kita mulai merasa Alah berhutang kepada kami yang memberi alasan untuk mengeluh dan kami tidak memiliki sukacita keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau kami hanya berfokus kepada pencobaan hidup tanpa melihat semua hal yang Allah telah memberkati kami. Anda tidak menghargai dan tidak mengingat semua yang Allah telah melakukan bagi Anda. Dan Anda tidak memberi perpuluhan dan Anda mencuri dari Allah. Dan Anda semakin dekat kepada dosa- dosa lama yang akrab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang saya kuatirkan bagi jemaat.gereja. Apakah yang terjadi bagi kami saat kami hanya memetingkan diri dan kami menyalahgunakan anugerah Allah. Karena itu sangat penting bagi kami untuk menanyakan, “Apakah kami telah melakukan yang maksimal untuk menyenangkan engkau ya Tuhan?” Apakah aku terlalu mementingkan diri? Inilah waktunya kita menyelidiki hati kami, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Mar 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130303b</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F1</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Krisis Pencobaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F4"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+4:1-11" target="_blank" class="imCssLink">Matius 4:1-11</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak pernah ada waktu di dalam sejarah manusia dimana godaan tidak menjadi masalah. Manusia selalu bergumul dengan cobaan. Satu-satunya jalan untuk lepas dari godaan itu adalah kuburan. Kita tahu hal itu dari perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang kudus paling baikpun menyadari godaan yang kita hadapi setiap hari dan peperangan itu berlangsung hari ini juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah telah memberikan kami rencana indah untuk kemenangan. 1 Korintus 10:13 mengatakan, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pencobaan itu akan terjadi. Allah mengizinkan itu sebagai ujian, namun Iblis ingin mengubahnya menjadi pencobaan terlarang. Mungkin itu keuangan yang berkurang, atau mungkin itu masalah dalam keluarga, mungkin itu kesepakatan uang yang menggoda Anda berbuat sesuatu yang salah. Mungkin itu penganiayaan atau kesempatan untuk ikut orang-orang berdosa, atau seseorang yang dapat menarik sifat dasar Anda atau mungkin ada orang yang memiliki sesuatu yang Anda ingin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup kita penuh dengan berbagai pencobaan dan selagi kita menanggung mereka sebagai ujian, dan ketika kita diberi jalan keluar yang disediakan Allah kita akan keluar sebagai pemenang, namun saat Iblis menggantikannya menjadi cobaan dan kita menyerah kepada godaan itu kita berdosa dan kita kehilangan kemenangan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda ingin tahu bagaimana menangani godaan, Anda perlu belajar dari Kristus, karena Dialah satu-satunya yang pernah hidup di dunia ini yang sanggup mengambil pencobaan itu sampai batasnya dan tidak pernah terpengaruh, tidak pernah menyebabkan ada gairah dan tidak pernah mengizinkannya menjadi dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu bagaimana menangani setiap kategori godaan. Dialah satu-satunya yang menunjukkan kemenangan, Dialah satu-satunya yang sanggup memberikan kemenangan itu kepada kita. Marilah kita belajar bagaimana Dia melakukan itu dan bagaimana itu dapat diaplikasikan bagaimana caranya kita harus menghadapi godaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua alasan untuk memperlihatkan pencobaan Kristus, dan yang pertama adalah untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Raja diatas segala raja dengan menunjukkan bahwa Dia ada kemampuan untuk mengalahkan pemimpin besar lain di alam semesta, yaitu Iblis. Matius menunjukkan bahwa Iblis adalah ciptaan, yang harus tunduk kepada kuasa dan otoritas Kristus. Dan kedua, itu berada di dalam Firman Allah sebagai bukti bahwa dosa itu dapat dikalahkan dan untuk menunjukkan bagaimana orang percaya harus melawan godaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada tiga hal yang kita harus perhatikan, persiapan, pencobaan dan kemenangan. Kita tahu persiapan itu di Matius 4:1-3, “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” Tentu ujian ini datang dari Allah, bagian godaan itu datang dari Iblis. “2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi langsung setelah pembaptisan Yesus, Dia diuji. Ingatlah dan perhatikanlah prinsip rohani ini, langsung setelah ada kemenangan di dalam hidup kita, Setan kadang menyerang kita dengan godaannya yang terbesar. Dan prinsipnya ini dari 1 Korintus 10:12, “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” Saat kita merasa paling aman dan kuat kita menjadi paling lemah. Dan ketika kita sadar kita lemah dan memohon pertolongan Allah kita malah kuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah tujuan si Iblis? Dia ingin mencoba supaya Kristus berdosa. Dan jika dia sanggup menyebabkan Kristus itu melakukan suatu perbuatan dosa, dia kemudian akan menggagalkan seluruh rencana Allah, benar? Dia akan merusak keseluruhannya karena dunia ini memerlukan Juruselamat tanpa dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tempatnya adalah padang gurun. Keadaannya sulit, daerahnya tandus dan terpencil dan penuh binatang liar. Rencana setan adalah untuk menyerang Kristus di titik kekuatan- Nya. Kristus sanggup untuk menjadikan batu menjadi roti, dan Dia berhak untuk makan, karena Dia adalah Anak Allah. Namun meskipun Dia memiliki hak itu, tindakan-Nya berlawanan dengan kehendak Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melihat itu setiap kali, Setan mencoba Kristus dengan hak dan kuasa yang telah dimiliki-Nya. Dia selalu menggoda kita dimana kita merasa kuat, dimana ada kemungkinan untuk jatuh dan itulah kehalusan serangannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat bagaimana Setan mendekati-Nya. Matius 4:3, “Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Lihatlah perkataan “jika.” Perkataan pertama dari Iblis adalah “Jika”, itu keraguan. Begitulah juga dia menggoda Hawa, dan begitulah dia mencoba Kristus dan begitu juga dia akan mencobai kita. Iblis selalu mulai dengan menanam keraguan tentang kenyataan standar ilahi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin dia mencoba kita dengan membisik keraguan dalam jiwa kita, keraguan tentang siapakah kita dalam Kristus, keraguan tentang kebenaran wahyu Allah, keraguan tentang kuasa Allah, keraguan tentang kasih Allah, keraguan tentang konversi kita menjadi anak Allah. Dia selalu menanam keraguan tentang kemampuan kita dan keraguan tentang kekuatan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu Yesus adalah Anak Allah dan Yesus tahu siapakah Dia namun tetap saja Setan mulai dengan perkataan ‘jika’. Sekarang lihat godaan itu sendiri, merubah batu menjadi roti. Apa salahnya jika Yesus membikin roti dari batu untuk memuaskan kelaparan-Nya? Apakah Anak Allah tidak diperbolehkan untuk melakukan suatu mujizat saat Dia lapar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Titik godaan itu bukanlah dalam hal memuaskan kelaparan-Nya namun dalam saran bahwa kelaparan-Nya tidak sesuai dengan kedudukan-Nya sebagai Anak Allah. Dengan kata lain Iblis berkata, Allah Bapa tidak memenuhi bagian kesepakatan-Nya. Iblis mendorong Yesus untuk mengesampingkan setiap kebutuhan jasmani dengan suatu perbuatan ilahi. Godaan sebenarnya adalah untuk melaksanakan kewenangan egois pribadi untuk memuaskan keinginan-Nya sendiri dan membantah kehendak Bapak-Nya dalam menyangkal diri-Nya dan menderita bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang mengatakan hal yang sama di kayu salib, jika Engkau memang Anak Allah, turunlah dari kayu salib itu, jika memang Engkau Anak Allah, apakah Kau lakukan disitu? Masih ingat hal itu? Apakah Anda bisa mendengar bisikan Setan, hai Anda orang Kristen, Anda layak menerima yang lebih baik dari ini, ambillah dengan cara Anda sendiri. Jangan tunggu Allah, Dia tidak menyediakan apa yang Dia janjikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah upaya jahat untuk menyebabkan Adam terakhir gagal sama seperti Adam pertama gagal yaitu karena makanan. Lihatlah Adam pertama jatuh karena buah apel, dan Iblis ingin Adam terakhir gagal dengan roti. Namun godaan ini juah lebih besar dari pada itu. Keinginan Iblis pokoknya adalah untuk menghancurkan kepercayaan Anak dengan Bapak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah di Ibrani 10: 9 tertulis perkataan Yesus, “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Untuk menyerah kepada godaan Setan berarti melakukan kehendak Setan. Dan ketika Yesus pada akhirnya menang Ia mengatakan, “bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Yesus telah menyerahkan diri- Nya kepada kehendak Bapak. Dia mengatakan itu berkali-kali di dalam hidup-Nya. Dan dasar kepercayaan mutlak itulah yang Iblis ingin mematahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus munujukkan sifat-Nya di Matius 4:4, “Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis:”dan setiap kali jawabnya sama. Yesus mengatakan taatlah kepada Allah dan bersandarlah kepada Allah dan tunggulah dukungan Allah daripada mencari kepuasan dunia ini. Dan Dia kutip Ulangan 8:3, “manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat itu menggambarkan Musa yang mengingatkan Israel akan kasih Allah bagi umat- Nya sepanyang perjalanan mereka di padang gurun. Dan apa yang dikatakan Musa juga dikatakan Yesus kepada kita sekarang. Janganlah mengeluh, Allah akan memelihara Anda, janganlah kuatir tentang mendapatkan kepuasan. Jika Anda hidup sesuai kehendak Allah, Allah akan menghormati ketaatan Anda dan mengurus kebutuhan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, Iblis kau mengajarkan yang palsu bahwa bagi manusia untuk menenangkan kelaparannya dan untuk tetap hidup hanya diperlukan roti, namun itu benar-benar salah. Yesus menyatakan bahwa bukanlah roti namun kuasa Allah yang kreatif dan menguatkan dan menopang adalah satu-satunya sumber nyata dari keberadaan manusia, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 4:14 mengatakan, Anda tidak dapat mengatakan hari ini saya akan melakukan ini dan besok saya akan berbuat itu, karena Anda tidak tahu hari esok, “Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap,” Anda bisa mati besok pagi. Satu-satunya hal yang menjamin Anda hidup adalah kuasa pemeliharaan Allah, bukan roti Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh motivasi kehidupan aku dan Anda haruslah untuk melakukan kehendak Allah dan percaya akan segala manfaat-Nya. Matius 6:33 mengatakan, “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Mengapa kuatirkan makanan dan pakaian? Jika Allah memelihara rumput dan burung- burung, bukankah Dia juga akan memelihara Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gampang jika Anda berbisnis untuk jatuh kedalam hal ini, Anda mengatakan saya memerlukan ini di dalam bisnis saya jika saya menipu sedikit saja, saya akan menyelesaikan kesepakatan ini dan saya akan menjadi kaya. Tahukah Anda apa yang Anda perbuat baru-baru ini? Anda telah hidup dari roti saja, dan Anda baru saja kehilangan berkat Allah yang adalah satu-satunya yang sanggup memberikan kehidupan dan keberadaan dan berkat. Dan siapakah memiliki segala sesuatu di dunia pula, ya Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang datanglah hal ketaatan. Matius 4:5-6, “Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis sekarang mengutip dari Mazmur 91:11-12. Namun dia salahkutip ayat itu untuk keperluannya sendiri. Setan itu berkata, “disinilah Allah berfirman, cobalah dan buktikanlah hal itu. Apakah Anda percaya Allah? Ini kesempatan besar, lompatlah seperti angsa dari bubungan tempat ibadah itu, dan lihatlah apakah Anda ditangkap malaikat-Nya dan Anda mendarat pelan-pelan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ini sebaliknya dari cobaan pertama, dari pada melakukan sesuatu yang melawan kehendak Allah, sekarang setan ini minta kepada Yesus supaya Allah yang harus bertindak, OK Allah Aku bergantung kepada Engkau, Aku menguji Engkau. Dosa itu adalah memaksa Allah untuk berbuat sesuatu. Dalam godaan pertama sudah ada bahaya, dalam godaan kedua Yesus menciptakan bahaya. Dan Yesus mengutip dari Ulangan 6:16, “Janganlah kamu mencobai Tuhan Allahmu.”(Matius 4:7)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Allah ingin Mesias-Nya melakukan suatu mujizat fantastis? Yesaya 53 mengatakan, “ 2Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.” “ 7Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:11 mengatakan, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Seandainya Dia jatuh ke dalam godaan itu Dia menyesatkan alasan-Nya untuk datang. Dia merusak seluruh rencana Allah. Janganlah kita mencobai Allah dengan rencana kita sendiri. Jadi Yesus menolak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang menuju jalan godaan itu dan hampir mereka jatuh dalam dosa dan mereka memohon, Oh Allah, tolonglah aku keluar! Atau kemudian mereka menyalahkan Allah, benar? Tahukah Anda siapa yang disalahkan ketika Adam diperhadapkan Allah? Allah mengatakan kepadanya, Adam mengapa engkau makan buah apel itu? Dan Adam menjawab di Kedjadian 3:12, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku.” Lihatlah, dia menyalahkan Allah dan bukan isterinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya pernah dengar orang dalam pelayanan gereja mengatakan, iya kami tidak ada uang, namun kita akan merencanakan program bangunan baru yang besar. Dan kita akan menguji Allah, supaya kita lihat apakah Dia akan membuktikan Dia setia. Ini membawa banyak orang ke jalan yang buntu. Menguji Allah adalah hal yang buruk. Percayalah kepada Bapa, kata Yesus, Dia telah membuktikan diri-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya ada orang yang tidak mau bekerja yang mengatakan, mengapa aku harus bekerja jika Allah akan memelihara aku? Lihatlah sekarang Anda mencobai Allah. Karena Allah telah berfirman, jika Anda tidak bekerja, Anda tidak makan. Satu jalan Allah memelihara kita adalah melalui pekerjaan Anda. Jadi Anda tidak dapat melewati alat anugerah itu dan kemudian berharap Allah bisa dicobai, itu dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Iblis mencoba untuk terakhir kali mencapai tujuannya. Ini godaan ketiga, Matius 4:8-9, “Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang Setan menunjukkan niat sebenarnya. Dia akhirnya berkata, yang saya ingin adalah supaya Yesus menyembah aku. Ini adalah ujian yang sah karena setan telah diberi kuasa atas bumi untuk sementara waktu dan itu akan berarti kesempatan bagi Kristus untuk melewati kayu salib, yaitu kematian yang digambarkan dalam baptisan-Nya. Iblis dapat memberikan semuanya kepada Yesus, namun Dia harus menjual jiwa- Nya kepada Iblis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada jalan yang pahit dan panjang menuju ke takhta Dia dapat memerintah saat itu tanpa malu, tanpa kemuliaan, tanpa kebencian, tanpa penganiayaan, tanpa kepahitan, tanpa diludahi atau mati di kayu salib, Dia dapat memilikinya tanpa semua itu. Sama seperti apa yang Iblis mengatakan kepada Hawa, “Anda akan menjadi seperti Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekali lagi Tuhan kita memberi jawaban cepat dan tegas dari Ulangan. Anak Allah tidak akan membuat kesepakatan dengan Setan. Dan pada akhir Matius 4:10 Dia mengatakan, “Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Yesus tidak pernah akan kompromi satu-satunya realitas yang paling penting di seluruh alam semesta, yaitu bahwa Allah dan Allah saja patut disembah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan datang kepada kita seperti itu, dia menyarankan hal itu dalam dunia bisnis, dunia masyarakat, di dalam dunia politik. Kita dapat segala yang kita inginkan, kita dapat memenuhi gairah kita, kita dapat kebanggaan kita, yang kita harus lakukan adalah kompromi kebenaran dan ikut jalan dunia, dan berusaha menjadi populer mengikuti persyaratan mereka dan ikut dosa-dosa mereka dan kita akan jalan di jalan lebar bersama menuju kepada kebinasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita lupa bahwa di dalam kerajaan yang disediakan Yesus bagi umat-Nya seluruh dunia akan menjadi milik kita. Dan di dalam keadaan abadi dari langit baru dan bumi baru semua milik alam semesta akan menjadi milik kita. Jika Anda ingin kebahagiaan biarlah itu datang dari Allah, janganlah cari itu dalam hubungan cinta yang tidak bermoral. Jika Anda ingin dihibur, biarlah Allah memberikan Anda penghiburan benar untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat kemenangan-Nya. Matius 4:10, “Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis!” Namun dia belum dikalahkan, dia pergi untuk kembali lagi nanti, berkali-kali dia kembali, dan dia dikalahkan akhirnya di kayu salib. Meskipun Setan menggoda Anda, kita tahu dia telah dikalahkan dan dia akan dihukum pada waktunya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah apa yang terjadi di Matius 4:11, “Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.” Malaikat-malaikat ini membawa makanan dan mereka menyembah Dia. Dan mereka memperkuat faktanya bahwa Yesus adalah Anak yang taat dan Bapa berkenan bahwa pada suatu hari apa yang dijanjikan Setan itu akan menjadi milik-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para malaikat telah memberi waktu banyak dengan Yesus, mereka hadir saat kelahiran-Nya, selama kehidupan-Nya di dunia Dia dilindungi, Dia mengatakan Dia dapat memanggil duabelas pasukan jika Dia ingini. Mereka hadir waktu kebangkitan-Nya dan mengumumkan hal itu dan mereka akan ada pada kedatangan-Nya yang kedua, dan sekarang mereka melayani Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kesimpulannya, hati-hatilah saat ada godaan pada titik-titik tinggi kerohanian Anda, atau saat Anda baru mulai pelayanan baru. Hati-hatilah saat ada kelemahan dan waktu Anda berada di lingkungan yang jahat. Yesus berada di padang gurun dan saat Dia lemah Iblis datang. Hati-hatilah ketika Anda merasa kuat, karena itulah waktunya Setan ingin mendorong Anda untuk berdosa. Perhatikanlah betapa halusnya godaannya. Dan akhirnya ketahuilah Firman Allah, Firman itu pedang Anda, benar?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130224</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F4</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kritik dan Ketidakpedulian]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F5"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+11:16-24" target="_blank" class="imCssLink">Matius 11:16-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita ingin supaya orang-orang merespon terhadap amanat-Nya. Jadi salah satu ucapan yang sering dipakai Yesus adalah, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Bahkan kita melihat Tuhan kita mengatakan itu dari sorga di Wahyu 2 dan 3 dalam surat-surat ke gereja-gereja dimana Dia berkali-kali mengatakan, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Tuhan ingin supaya orang merespon terhadap apa yang Dia katakan. Namun ketika memanggil Dia tahu kebanyakan orang tidak mendengar. Ini dasar kebenaran alkitabiah bahwa orang-orang diberi pilihan ketika diperhadapkan kebenaran Allah, untuk mendengarnya, untuk percaya, untuk melakukannya atau menolaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di Matius 11 dan 12 kita melihat berbagai respon terhadap Kristus. Sekarang kita sudah melihat bahwa salah satu respon adalah keraguan jujur. Yohanes Pembaptis percaya namun masih ada keraguan. Jadi Tuhan telah menangani hal itu dalam ayat-ayat limabelas yang pertama. Ada respon lain yang jauh lebih serius.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekarang akan membicarakan penolakan, suatu takjub yang dangkal. Dan Dia akan membicarakan penghujatan di akhir bab 12. Namun dalam bagian malam ini Dia akan membicarakan dua respon kepada Kristus yang lain yang cukup umum. Yang pertama adalah kritik dan yang kedua adalah ketidakpedulian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang pertama membicarakan apa yang dilakukan orang dan yang kedua membicarakan apa yang tidak dilakukan orang. Dan orang dapat menjadi terkutuk ke neraka sama banyaknya dengan apa yang mereka tidak lakukan dibanding dengan apa yang mereka lakukan. Ketika kita melihat kedepan ke penghakiman takhta putih yang besar, sudah pasti ada orang yang mengatakan – aku tidak pernah melakukan sesuatu melawan Allah. Dan itu memang kesalahan mereka. Mereka tidak melakukan apa-apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menanyakan di Matius 11:16, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini?” Aku telah memanggil generasi ini untuk mendengar, namun mereka tidak mendengar. Mayoritas mereka tidak peduli mendengar Yesus Kristus, meskipun mujizat-mujizat-Nya sangat menyakinkan Dia dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus menggambarkan semua cara negatif generasi ini merespon terhadap-Nya. Yang pertama dibicarakan adalah kritik. Sifat mereka terus menerus mengritik, tidak peduli apa yang Dia lakukan atau katakan, mereka mengritik terus. Kritik itu tidak ada validitas, mereka hanya mencari sesuatu untuk dikritik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada orang seperti itu sekarang juga. Tidak peduli beritanya apa, tidak peduli apa yang dilakukan gereja atau dilakukan mereka yang mewakili Kristus, mereka tetap akan mengritiknya, karena yang mereka cari bukanlah kebenaran. Mereka tidak mau mengaku dosa-dosa mereka dan mereka tidak peduli Penyelamat, jadi mereka duduk saja dan mengritik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai dengan mengatakan, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini?” Dan kemudia Dia berkata di Matius 11:16-17, “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Idenya adalah bahwa pasar itu adalah seperti alun-alun kota dan anak-anak sering main-main dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Salah satu permainan popular mereka adalah “Pernikahan” dan favorit lain adalah “Pemakaman” karena keduanya adalah kegiatan sosial masyarakat. Jadi banyak anak-anak ingin ikut main namun ada beberapa anak yang segan main.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang prinsip perumpamaan Yesus jelas sekali. Selalu akan ada orang yang tidak mau berpartisipasi dalam mainan apapun juga, benar? Mereka akan mengritik pernikahan dan mereka akan mengritik pemakaman. Tidak ada yang dapat memuaskan mereka. Nah Yesus mengatakan angkatan ini seperti itu. Mereka seperti anak kecil yang selalu ingin mengritik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Matius 11:18 dan disini terdapat aplikasinya, “Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.” Apa maksud mereka? Yohanes datang dengan modus keras. Dia datang berkhotbah penghakiman dan penghukuman, Yohanes mengatakan ada kapak tersedia pada akar pohon. Dia berseru supaya mereka bertobat dan minta supaya ada buah hasil pertobatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah apa yang mereka katakan tentang dia? Dia ada setannya, dia kerasukan. Mereka tidak ada nabi selama 400 tahun dan mereka dapat menyaksikan bahwa dia hebat. Dia memiliki kuasa kepribadian untuk menarik mereka. Dan mereka dipengaruhi cahayanya selama satu musim. Namun yang mengritik akhirnya mengatakan – wah, ini orang gila. Daripada melihat gaya hidupnya sebagai kritik atas cara hidup mereka, mereka hanya mengejeknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain lihatlah Matius 11:19, “Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum.” Dengan kata lain, Dia sebaliknya dari Yohanes. Dia datang dan mengikuti arus kehidupan sosial. Dia makan bersama orang-orang dan tinggal dirumah mereka dan datang ke aktivitas sosial. Dia ada di tempat ibadah mereka. Dan Dia berjalan dari kota ke kota. Dia masuk perahu dan Dia menjadi bagian dari kehidupan mereka .</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan datang dengan cara yang sangat berbeda dari pada Yohanes dan dengarkanlah apa yang mereka katakan lebih lanjut di ayat 19, “Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum anggur, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa!” Jadi karena Yesus bergaul mereka mengritik, dan karena Yohanes tidak bergaul, mereka mengritik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Supaya Anda tahu, kata pelahap adalah seseorang yang selalu makan banyak. Dan mereka mengatakan Dia juga seorang peminum anggur berarti dia tukang mabuk. Tahukah Anda bahwa apa yang diminum Tuhan adalah anggur dicampur air, yang akibatnya sama dengan minum teh atau kopi. Namun pokoknya Dia datang dan hidup seperti orang biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka mengatakan seterusnya, “Dia sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” Mereka mengatakan Dia orangnya tidak baik karena Dia bergaul dengan bermacam orang yang sakit dan yang membutuhkan pertolongan, dan berbagi penderitaan dan sukacita mereka. Dan karena Yohanes datang dari kehidupan di padang gurun, dan berpuasa, dan tampilnya berbeda dan makan makanan yang berbeda, mereka mengatakan dia gila dan kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya semuanya yang menyaksikan selalu dikritik saja. Tidak ada sesuatu yang dapat menyenangkan mereka. Itu respon yang buruk karena pada akhir Matius 11:19 tertulis, “hikmat Allah dibenarkan oleh anak-anaknya." Penterjemahan terbaik adalah “Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya,”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda dapat mengritik perbuatan Yesus atau Yohanes, namun pada akhirnya kebenaran akan membenarkan dirinya dengan apa yang dihasilkan. Anda dapat mengritik Kristus, namun bagaimana Anda dapat menerangkan orang-orang yang kehidupannya telah berubah, benar? Anda dapat mengritik gereja namun terangkanlah akibat dan hasil gereja di dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran dan hikmat pada akhirnya dibenarkan dengan apa yang dihasilkan, dan itu argumentasi yang tak terjawab. Hikmat Yohanes Pembaptis yang mementingkan pertobatan dan hikmat Yesus yang mementingkan keselamatan terbukti benar dengan apa yang dihasilkan di dalam hati dan kehidupan orang yang percaya, Dan itulah kesaksian kepada kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang selalu mengritik, dan kita semua telah ketemu mereka. Bahkan mereka tidak mencari kebenaran. Mereka hanya mencari kesalahan dengan Kristus dan dengan Kekristenan dan itu respon yang tragis. Karena pada akhirnya kebenaran itu akan dibuktikan dengan apa yang dihasilkan. Sekarang kita telah melihat respon terhadap kritik, sekarang marilah kita melihat respon terhadap ketidakpedulian, apa yang tidak dilakukan orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penting sekali untuk menyadari bahwa apa yang tidak dilakukan orang cukup untuk menghukum mereka. Di Matius 7:26-27 Yesus mengatakan, “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di Lukas 17:26-27 tertulis, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.” Dan Tuhan mengatakan keadaannya sama sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang mengritik yang mengelilingi bahtera yang dia bangunkan di tengah padang gurun, kira-kira pada tahun ke 110, dan mengatakan, “Orang ini gila. Dia membangun bahtera di padang gurun. Dan dia mengatakan akan hujan, apakah hujan itu? Tidak ada orang yang pernah melihat hujan. Dan ada juga orang-orang yang makan dan minum saja, mereka kawin dan dikawinkan, yang tidak peduli, sampai saatnya ada hujan. Dan pada saat itu sudah telat, pintunya sudah ditutup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan mengatakan nanti caranya sama. Sekarang bagian-bagian ini mengilustrasikan ketidakpedulian orang terhadap Allah, namun tidak sebaik dan sekuat ayat berikut ini di Matius 11:20, “Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat- mujizat-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelemah-lembutan dari ayat 19 sudah hilang. Mereka telah menyaksikan pelayanan Galilea sepenuhnya dengan semua mujizat-mujizatnya, mereka telah melihat sehingga mereka harus tahu, pengampunan dosa, pengusiran setan, pembangkitan orang mati, dan semua yang lain. Dan sekarang mereka tetap masih belum bertobat jadi Dia teruskan dengan pernyataan penghakiman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah murka Domba, meskipun Dia sebagai Anak Allah berteman dengan orang berdosa dengan penuh anugerah, Dia sangat keras dalam penghakiman-Nya terhadap mereka yang tidak mau mengaku dosa-dosanya. Ini kemarahan kudus. Yang Anda lihat di bagian firman ini adalah amarah kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus menyebut kota-kota dimana kebanyakan dari mujizat-mujizat- Nya dilakukan. Inilah kota-kota di Galilea dimana pelayanan-Nya terjadi. Kota disini mengacu kepada penduduknya yang tinggal disana. Dan alasan-Nya Dia mulai menghakimi mereka adalah karena perbuatan hebat dilakukan waktu mereka hadir namun mereka tidak bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang telah mengalami semua itu dan tetap tidak bertobat, kesalahan mereka semakin besar dan mereka lebih bersalah dari pada mereka yang tidak pernah mendengar atau melihat suatu mujizat. Jauh lebih baik bagi Anda untuk tidak mengenal Yesus Kristus daripada mengenal sesuatu tentang Dia dan menolak-Nya. Ibrani 10:26 mengatakan, hukumannya lebih besar bagi orang yang tahu tentang Kristus dan masih menginjak darah-Nya dari pada seseorang yang tidak pernah tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya mengatakan itu karena Allah berfirman seperti itu karena Dia mengasihi Anda. Dia mengatakan di Lukas 12:48, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” Satu komentator mengatakan, “Setiap pendengar kebenaran Perjanjian Baru adalah jauh lebih senang atau jauh lebih terkutuk dari pada orang-orang yang hidup sebelum kedatangan Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus memberikan kita dua ilustrasi ketidakpedulian di kota-kota di Galilea. Pertama di Matius 11:21, "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Celaka sama dengan kutukan. Khorazim adalah desa kecil di bukit empat kilometer sebelah utara Kapernaum. Sekarang ini sudah punah, hanya ada reruntuhan. Kemudian ada Betsaida di dataran Genesaret, diatas laut Galilea. Itu kota kelahiran Filipus, Andreas dan Petrus. Dan Yesus telah melakukan banyak mujizat di dalam desa kecil itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah apa yang Dia katakan, “Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.” Dalam pikiran orang Yahudi kedua kota itu paling celaka dalam sejarah. Mereka itu masyarakat orang-orang non Yahudi yang kafir. Dan Allah telah menghancurkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Yesus mengatakan Anda lebih buruk dari pada mereka. Bagi orang Yahudi jika dikatakan dia lebih buruk daripada orang non-Yahudi itu adalah paling buruk di dalam masyarakat itu. Kemudian Dia tambahkan ini di Matius 11: 22, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah hari penghakiman itu? Yang dimaksud Yesus adalah penghakiman akhir Takhta putih yang besar ketika semua orang mati dari semua abad akan dibawa menghadap takhta Allah untuk dihakimi untuk penghakiman abadi. Dan Dia katakan, hukuman penduduk Khorazim dan Betsaida lebih besar dari pada hukuman bagi Tirus dan Sidon.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara, ini memberitahu kita bahwa ada berbagai tingkat hukuman di neraka. Neraka yang lebih parah adalah milik mereka yang tahu tentang Tuhan Yesus Kristus dan tetap menjauhkan diri dari Dia, lebih parah dari pada orang paling bejat yang tidak mengenal-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun keadaannya makin memburuk. Ilustrasi kedua terdapat di Matius 11:23- 24, “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. 24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang Dia katakan adalah bahwa Kapernaum adalah yang paling bersalah. Desa nelayan kecil itu sekarang reruntuhan saja. Dulu ini rumahnya Yesus selama pelayanan-Nya di Galilea dimana Tuhan melakukan begitu banyak mujizat. Dia menyembuhkan anak perwira. Dia menyembuhkan orang kerasukan setan di tempat ibadah. Dia menyembuhkan mertuanya Petrus dan ada orang lumpuh yang digotong dan tilamnya diturunkan dari atap yang disembuhkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang-orang Kapernaum punya ilusi bahwa mereka makmur dan mereka berkata, “Kami akan dinaikkan begitu saja ke surga.” Mereka begitu membenarkan diri. Namun Yesus mengatakan, “Anda akan masuk ke neraka.” Bagi jiwa-jiwa penduduk itu akan ada hukuman abadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sudah dipenjarakan di tempat hukuman sekarang juga. Namun penghakiman terakhir menunggukan takhta putih yang besar dan mereka akan divonis berat untuk apa yang mereka tidak lakukan. Jika seseorang menanyakan aku, apakah kota terburuk dalam sejarah manusia? Mungkin jawaban Anda adalah Sodom. Maksudku, di kota mana lagi turunlah hujan api dan belerang dari langit?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan rubahlah daftar Anda. Sekarang itu Kapernaum. Apakah mereka ada masalah homoseksual? Setahu kita tidak ada. Apakah mereka menyerang umat Allah? Tidak, mereka hanya mengabaikan Yesus, itu saja. Mereka tidak peduli.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak dapat mengabaikan Yesus Kristus dan memikir itu hanya mengubah perasaan Allah terhadap Anda. Anda hanya membawa rasa bersalah yang lebih besar terhadap diri Anda. Apakah Anda tahu dosa terbesar yang membutakan Kapernaum? Mereka pikir mereka sudah benar. Orang yang benar diri tidak akan mengaku hal itu. Tetapi hukuman mereka malah lebih besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu sepanjang Perjanjian Baru Tuhan kita mengampuni pelacur-pelacur dan mengatakan celakalah hai orang Farisi, karena mereka tidak memerlukan- Nya. Apakah menyebabkan mereka lebih buruk? Mereka tidak peduli. Mereka tidak terang-terangan melawan Kristus, tidak mengejek-Nya, mereka tidak peduli. Janganlah kita melakukan kesalahan yang sama, marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Feb 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130217</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F5</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebesaran sejati]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F6"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+11:7-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 11:7-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita belajar tentang seseorang yang sangat spesial bernama Yohanes pembaptis di Matius 11. Coba pikirlah sebentar, siapakah orang yang benar-benar hebat di dunia? Ada yang mengatakan orang jenius di dunia, yang lain mengatakan para pendidik, ada yang memikir orang kaya atau yang terkenal atau para penghibur, atau atlet, atau raja-raja atau pahlawan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tentang kebesaran seperti yang didefiniskan Allah, itu sangat berbeda dengan dunia. Malam ini kita akan melihat seorang laki-laki dari keluarga biasa, yang tidak ada kekayaan, tanpa pendidikan duniawi, tanpa sukses, tanpa kegagahan fisik, tanpa harta milik atau posisi, namun Tuhan kita mengatakan dia adalah manusia terbesar yang pernah hidup sampai saat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 11:11, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Ini adalah pernyataan fakta dari mulut Tuhan kita sendiri yang berbicara sekarang. Dan untuk menegaskan hal itu Dia mengatakan pada permulaan ayat ini, “Sesungguhnya,” yang berarti, suatu fakta diluar sengketa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Dia mengatakan, “di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan.” Apakah artinya? Pada dasarnya ini adalah acuan Yahudi bagi umat manusia. Dia adalah kebribadian yang paling kuat dan suara yang paling kuat yang pernah terdengar; Ia memiliki kemampuan untuk berkomunikasi yang dinamis. Dalam hal ini ia lebih besar daripada Adam atai Henokh. Dia lebih besar dari pada Melkisedek atau Abraham. Dia lebih besar daripada Yusuf atau Musa atau Daud atau Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia atau Daniel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mendukung kebesaran Yohanes dan Dia melakukan itu dengan mendiskusikan tiga kebenaran dari Yohanes. Pertama adalah karakter pribadinya. Dia adalah seseorang yang sanggup mengatasi kelemahannya. Setiap orang ada kelemahannya, setiap orang ada kekurangannya dan masalah. Masalahnya adalah apakah itu dapat diatasi atau tidak, itulah tanda kebesaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang dilakukan Yohanes adalah pengakuan bahwa dia ada suatu kelemahan, dan bukan itu saja, dia juga mau mengaku hal itu kepada orang bawahannya. Salah satu tandan orang seperti ini, salah satu ujian paling benar dari kebesaran adalah kerendahan hati. Orang yang hidup dibawah ilusi kebanggaan adalah orang bodoh benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengajarkan di Matius 23:11, “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Dan Yohanes memiliki kerendahan hati untuk mengatakan di Matius 3:11, “tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya.” Dan di Yohanes 3:30 dia mengatakan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 11:7, kedua murid Yohanes baru pergi namun banyak orang masih ada disana. Semua orang telah mendengar pembicaraan ini dan sekarang mereka menyadari bahwa Yohanes ragu-ragu, namun semua orang tahu bahwa dia seorang nabi menurut Matius 21:26. Mereka pasti bertanya-tanya dalam diri mereka, mungkin dia tidak sebesar kita anggap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan mulai di Matius 11:7 untuk menegaskan kembali kebesaran Yohanes, karena orang-orang sering mengambil kesimpulan cepat bahwa mengaku kelemahan itu tidak baik meskipun sebaliknya malah benar. Yesus mulai berbicara tentang Yohanes kepada orang banyak itu, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menanyakan mereka suatu pertanyaan sederhana sekali. Apakah dia dapat dipercaya? Apakah dia orangnya sering ganti arah? Jadi lihatlah apa yang Dia katakan dalam pernyataan pertama-Nya, “Untuk apa kamu pergi ke padang gurun?” Mengapa Anda pergi begitu jauh? Apakah yang menarik dari orang itu? Apakah karena karakternya lemah, terombang-ambing setiap gelombang baru yang datang?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes bukan orang lemah, Yohanes itu penuh keyakinan. Dia dia tidak menahan pesannya untuk siapapun. Ketika semua pemimpin agama datang dia berkata kepada mereka di Matius 3:7-12, “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berbicara melawan dosa setiap saat dan melawan siapapun. Bahkan seluruh kepemimpinan Israel membiarkan saja dosa Herodes, yaitu perzinahan Herodes dan pernikahan Herodes yang terlarang. Namun Yohanes menghadapinya muka ke muka dan memberitakannya itu dosa dan karena itulah Yohanes masuk penjara dan setelah itu kepalanya dipenggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga, hidupnya juga ditandai penyangkalan diri. Orang yang benar besar adalah orang yang dapat menyangkal diri mereka. Ketika kita melihat sejarah dan membaca tentang jenderal besar yang mengalami kesulitan luar biasa untuk kemenangan, atau ilmuwan yang menyendiri dalam suatu situasi bertahun-tahun untuk menemukan suatu obat yang sekarang dianggap biasa saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau ketika kita baca tentang missionaris yang meninggal umur 30 tahun waktu dia mengabarkan injil kepada suku-suku di suatu tempat di pedalaman, kia diingatkan bahwa itulah tanda kebesaran. Yohanes Pembaptis hidup di hutan belantara. Tujuannya bukan kenyamanan. Dia tidak mencari nikmat dari orang-orang atasannya yang dapat mendukungnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia seseorang yang dipenuhi penyebab yang lebih besar sehingga dia tidak tertarik kepada sistim-sistim dunia. Nah jika Anda ingin tahu gaya hidupnya seperti apa ini gampang sekali. Di Matius 3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang benar-benar hebat mementingkan suatu misi yang melebihi kenyamanan pribadi atau memanjakan diri. Dan kita tahu, kita semua tergoda untuk menjalankan jalan santai saja. Komitmen Yohanes adalah suatu komitmen yang menghabiskan semua yang lain. Bahkan di Lukas 1:15 dikatakan, “ia tidak minum anggur atau minuman keras.” Dan itu berarti bahwa dia mengikuti sumpah Nazir .</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagian dari sumpah Nazir juga berarti rambutnya tidak akan dipotong dan dia tidak pernah memakai pisau cukur di kepala yang di waktu itu tidak sesuai dengan tren masyarakat dan rambut orang-orang. Sedikit sekali orang yang mengambil sumpah sepanjang hidup seperti itu, hanya oprang seperti Samson, Samuel dan Yohanes Pembaptis. Komitmennya adalah penyangkalan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketika kita membicarakan penyangkalan diri jangan salah paham, kita tidak membicarakan seseorang yang menyangkal dirinya untuk mencapai suatu tujuan yang dapat diperoleh. Tidak, Yohanes orangnya hebat karena karakter pribadinya hebat. Kedua, panggilannya istimewa. Dia telah diberikan tugas terbesar yang telah diberikan kepada manusia, yaitu mengumumkan kedatangan Allah dalam bentuk manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya orang dalam ras manusia yang mendekati Yohanes dalam hal itu adalah Maria. Maria dipilih untuk menanggung Mesias. Namun dalam banyak hal Yohanes lebih besar dari pada Maria. Maria melahirkan bayi. Yohanes memproklamirkan Raja. Maria membesarkan Yesus selama 30 tahun tanpa ada yang tahu. Yohanes memulai pelayanan Yesus yang efektif selama tiga tahun, Dia orangnya hebat sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 11: 9-10 dan pertanyaan Tuhan yang ketiga, “Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.” Bagaimana orang dapat melebihi nabi? “10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebesarannya bukan saja dari karakternya namun juga dari panggilannya. Kebesaran sejati selalu menyesuaikan orang yang tepat dengan posisi yang tepat. Karena itu indah sekali ketika seseorang dipanggil menjadi orang Kristen karena Allah tahu kekuatan Anda dan Allah melalui kehendak-Nya dan Roh Kudus dapat mengarahkan Anda kepada pemenuhan terbesar dari kemampuan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Amos 3:7 dikatakan, “Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” Dan Yohanes adalah salah satu dari nabi itu dengan berita dari Allah. Dan 400 tahun berlalu sejak ada nabi. Jadi ketika Yohanes datang dia berbicara dengan kuasa dan keyakinan dan orang-orang berubah. Tidak semua percaya beritanya namun mereka semua yakin dia adalah nabi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Yohanes itu bisa lebih dari pada nabi (Mat 11:9)? Pertama-tama dia bukan saja bernubuat namun di ayat 10 dia sendiri adalah penggenapan nubuatan itu. Dia menggenapkan Maleakhi 3:1. Dan bukan saja dia menubuatkan Mesias, dia benar-benar membaptis Mesias. Dia menyentuh Kristus yang hidup. Tugasnya adalah untuk mempersiapkan hati orang-orang untuk kedatangan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia hebat karena karakter pribadinya, dan karena panggilannya yang istimewa. Dan terakhir dia hebat karena pengaruhnya tepat. Dia menjadi fokusnya, dia puncak sejarah Perjanjian Lama. Matius 11:12 mengatakan, “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserang dan yang menyerangnya menguasainya dengan kekerasan.” Dimanapun dia pindah disitu ada reaksi ganas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksud “Kerajaan Sorga” itu adalah pemerintah Allah, kehendak Allah, firman Allah, prinsip Allah dan tujuan Allah. Dan sejak Yohanes datang selalu ada kekerasan. Jadi apakah sifat kekerasan ini? Beberapa komentator membacanya seperti ini: Kerajaan Sorga mengalami penganiayaan dan orang-orang ganas akan merebutnya. Dan itulah penterjenahan King James.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada penterjemahan lain dan sekarang cara membacanya seperti ini: Kerajaan Sorga dengan penuh semangat menekankan diri. Yang dikatakan adalah Kerajaan itu maju terus dan orang-orang bergumul untuk masuk kedalam. Ini sekarang positif. Dan disini dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis maju secara efektif dan kerajaan itu dengan kuat menekan diri untuk maju melewati keberdosaan dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat kita lihat sejarah itulah yang terjadi. Pengaruh Yohanes sangat besar. Banyak orang dibimbingnya kepada Kristus. Di Lukas 1:16-17 dikatakan tentang Yohanes, “ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya dan banyak orang menolak namun lihat pada akhir Matius 11:12 akan dibaca seperti ini, orang-orang dengan kekerasan akan memilikinya. Ada yang dengan tenaga kuat yang berani keluar, yang berani melawan arah dengan tradisi, yang berani dengan biaya besar memisahkan diri dari sistim duniawi, yang datang dan masuk kedalam pemerintah Allah, yang memahkotai Yesus Kristus sebagai Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah artinya pernyataan paralel dari Lukas 16:16 yang mengatakan, “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.” Dan karena ayat paralel itu artinya adalah bahwa Kerajaan itu berjalan terus dengan kuasa Yohanes ini, dan orang dengan tenaga dan agresif akan masuk kedalam Kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, apakah itu mengungkapkan perspektif yang tepat tentang keselamatan? Iya. Dia Matius 7 dikatakan bahwa jika Anda mau masuk kedalam pintu yang sempit, masuknya rada sulit dan Anda harus berjuang untuk masuk. Dengarkanlah apa yang dikatakan di ayat 14, “karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk masuk kedalam Kerajaan haruslah ada usaha sungguh-sungguh, energi dan tenaga maksimal. Karena Iblis perkasa dan setan-setannya kuat dan dosa menahan kita. Allah dapat mematahkan itu dan menyebabkan hati kita merespon. Namun kerajaan itu bukan untuk orang-orang lemah, orang-orang yang berkompromi, bukan untuk penguasa muda yang kaya, bukan untuk calon murid yang ingin pulang dan menunggukan warisannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerajaan itu bagi pria dan wanita yang ingin masuk kedalamnya dan yang menegaskan Ketuhanan Kristus. Menjadi orang Kristen itu berarti Anda melangkah keluar melawan arus, Anda melawan tren di masyarakat. Ini adalah cara masuk dengan usaha keras, mematahkan ikatan dosa Anda sendiri dan pribadi Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Matius 11:13, “Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes.” Yohanes adalah puncak segalanya. Semuanya dari Kejadian sampai tampilnya Yohanes bergerak maju sampai saatnya dia menunjuk kepada Kristus. Dan hanya ada satu berita dari Kejadian sampai saat itu, yang mengatakan, “Mesias akan datang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 11:14 dikatakan, “Dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu.” Apakah artinya itu? Secara sederhana di Maleakhi 4:5 dikatakan sebelum Mesias datang untuk mendirikan Kerajaan-Nya di dunia, Elia akan datang sebagai pendahulu. Apakah dia Elia benar-benaran? Tidak. Elia tidak akan di reinkarnasi. Tetapi orang seperti Elia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita tahu hal itu? Karena itulah yang dikatakan di Lukas 1:17, “dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia.” Dan di Yohanes 1:21 dia mengatakan, “Aku buka Elia.” dan Yesus disini mengatakan, “jika kamu mau menerimanya--ialah Elia,” jadi kita tahu artinya “Elia yang akan datang itu.” Ada orang lain dengan kuasanya dan karakternya, seorang individu yang kuat dank eras yang akan mengumumkan kedatangan Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah dikatakan di ayat 14 itu? Jika Anda menerima Kerajaan itu, jika Anda membuka hati Anda kepada Mesias, maka Allah akan mendirikan kerajaan di dunia itu dan Yohanes telah memenuhi nubuatan itu, dia menjadi Elia itu. Namun jika Anda menolak Kerajaan, maka Yohanes tidak akan menggenapkan nubutan Elia itu dan kemudian akan ada orang seperti Elia yang akan datang di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, mereka tidak menerima kerajaan itu, benar? Jadi Yohanes bukan Elia yang itu. Dan sebelumnya Kerajaan itu akan datang di masa depan, bacalah Wahyu 11, disitu akan datang kedua saksi dan disana akan ada Elia yang akan mengumumkan Kerajaan itu. Yohanes bisa menjadi Elia itu seandainya mereka semua percaya dan kemudian Kerajaan itu didirikan saat itu. Namun mereka tidak percaya jadi dia bukan Elia itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, jika Yohanes adalah pendahhulu maka Aku adalah Raja. Dan jika Aku Raja, Kerajaan itu sedang ditawarkan. Dan itu memaksa Anda untuk mengambil satu keputusan. Jangan menolak hal itu. Ada beberapa orang yang telah menerima Raja ke dalam hati mereka jadi sudah ada kerajaan di dalam hati. Namun masih ada Kerajaan lain di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus akan memastikan mereka mengerti kebesaran Yohanes Pembaptis namun hanya sebagai ilustrasi suatu kebenaran rohani yang lebih besar. Karena itu pada akhir ayat 11 Dia mengatakan, “namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” Meskipun dia sangat besar, orang terkecil di kerajaan sorga lebih besar daripada dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita lihat talenta manusia dan peran di dalam sejarah manusia tidak pernah ada orang sebesar Yohanes Pembaptis, namun saat kita membicarakan dimensi spiritual orang terrendahpun di dalam dimensi rohani lebih besar daripada orang terbesar di dalam dimensi manusiawi, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Feb 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130210</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F6</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana mengatasi keraguan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F7"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+11:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Matius 11:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita menyelidiki keenam ayat pertama dari Matius 11 malam ini. Namun sebelumnya marilah saya menjelaskan inti ayat-ayat ini dan apa maksudnya. Buku Matius mulai dengan: “Siapakah Yesus Kristus?” Dan selama 10 bab, Matius dibawah inspirasi Roh Kudus, memperlihatkan Dia sebagai Anak Allah, Penyelamat Israel dan Juruselamat dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam usaha itu Matius memanggil setiap saksi atas klaim Kristus. Kita mulai dengan kesaksian sejarah ketika kita melihat silsilah yang menunjuk kepada Kristus sebagai Mesias. Kemudian kita melihat kelahiran prawan, karena Dia disusun oleh Roh Kudus tanpa ayah manusia. Kemudian ada nubutan Perjanjian Lama yang digenapkan di bab 2.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di bab 3 ada kesaksian Yohanes Pembaptis, nabi Allah yang memproklamirkan Mesias. Dan kesaksian Allah Bapa yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi.” Di bab 4 kita menyaksikan kuasa-Nya ketika Yesus sendiri mengalahkan Iblis. Kemudian di bab 5-7 kita mendapat firman-Nya – kebenaran, kuasa dan otoritas dari perkataan-Nya yang mengesahkan klaim-Nya. Kemudian di bab 8-9, kita melihat kuasa penyembuhan-Nya, kuasa mengusir setan, kuasa membangkitkan orang mati dan mengampuni dosa. Semua itu memberi kesaksian bahwa Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya di bab 10, yang kita baru-baru mempelajari di minggu-minggu kemarin, kita melihat kesaksian murid-murid-Nya. Mereka begitu yakin Dia adalah Kristus sehingga mereka bersedia untuk membayar biaya tertinggi untuk setia kepada- Nya, yaitu kematian itu sendiri. Sekarang di bab 11-12 maksud Matius itu lain. Apakah reaksi orang-orang yang telah mendengar dan melihat? Bahkan dia mendaftarkan bagi kita bermacam reaksi terhadap klaim-klaim Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Matius 11 dan 12 kita melihat semua respon negatif: keraguan, kritik, ketidakpedulian, takjub, penolakan, penghujatan dan kekaguman. Namun Anda dapat melihat tidak ada yang dikatakan tentang bagian terakhir bab 11 dan bagian terakhir bab 12, karena kedua-duanya berhubungan dengan respon positif; respon iman, respon yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi respon pertama di dalam keenam ayat pertama adalah respon keraguan. Anda juga dapat menamakan itu kebingungan atau kekacauan, namun keraguan adalah istilah yang paling tepat. Ketika Perjanjian Baru membicarakan keraguan itu terutama berfokus kepada orang-orang percaya. Kita harus percaya sesuatu sebelum kita dapat meragukannya. Jadi keraguan adalah masalah unik bagi orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin menguatkan Anda, bahwa keraguan itu adalah sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan orang percaya. Bahkan ilustrasi di Matius 11 adalah mengenai Yohanes Pembaptis. Dan Yohanes Pembaptis adalah orang percaya yang kuat. Di Matius 11:11 dikatakan, “di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Jika orang yang paling besar sampai saat itu masih ada keraguan, kita sendiri dapat merasa terhibur ketika kita merasa keraguan juga, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia terus menerus harus mengingatkan mereka janganlah ragu-ragu. Seringkali di Matius, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Hai orang yang kurang percaya,” dan di Matius 14:31, “Mengapa engkau bimbang?” Di Matius 28:17, pada akhirnya, setelah Kebangkitan, Yesus tampil kepada mereka dan tertulis, “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan menyelidiki bagian pertama ayat-ayat mqlqm ini, dan kemudian kita akan membahas masalah keraguan. Ayat 1, “Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya.” Itulah yang Dia lakukan di bab 10: Dia mengajar mereka, mendidik mereka, mempersiapkan mereka untuk pergi keluar ke dunia dan mewakili-Nya. Dia tahu mereka akan dikuatkan Roh Kudus dan setelah kenaikan-Nya mereka akan membangun gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu Kristus melayani sendirian, Dia didatangi dua murid Yohanes Pembaptis di ayat 2. Yohanes mendengar pekerjaan Kristus di dalam penjaranya, jadi dia mengutus murid-murid ini untuk menanyakan di ayat 3, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Judul “Yang akan datang.” adalah judul Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes berada di penjara dan dia memerlukan laporan tentang bagaimana semua itu berlangsung, jadi ada beberapa muridnya yang mengikuti Yesus. Mungkin ada yang mengatakan, “Wah, Yohanes tidak percaya,” namun itu tidak benar. Bentuk pertanyaannya menyiratkan bahwa dia percaya namun masih ada keraguan. Dia mengatakan, “Aku percaya Engkau adalah Mesias, apakah aku salah?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menjawab mereka di ayat 4 dan mengatakan, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat.” Dia tahu mereka sudah cukup lama berada disitu dan telah melihat banyak dan telah melaporkan banyak, jadi Dia mengatakan, “pergilah dan ceritakanlah dia bahwa orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yohanes ragu-ragu dan mengapa dia merasa bingung? Saat kita melihat ayat-ayat ini, kita dapat temukan empat alasan mengapa ia ragu-ragu, dan saya yakin itu keempat alasan yang sama mengapa kita juga ragu-ragu, mengapa ada kalanya kita juga meragukan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan pertama: keadaan sulit. Secara manusiawi, karir Yohanes Pembaptis berakhir dalam bencana. Yohanes adalah orang yang bersemangat, dinamis dan penuh keberanian yang berkhotbah persis apa yang perlu diberitakan kepada orang-orang yang memerlukannya dan yang tidak pernah takut. Ketika ia melihat dosa ia langsung menegur orang yang melakukannya. Itulah alasannya dia dipenjarakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes, penguasa Galilea, pergi mengunjungi saudaranya dan dia suka isteri saudaranya, sampai dia berzinah. Ketika ia pulang dia menceraikan isterinya sendiri dan dia menikah isteri saudaranya sebagai isteri baru. Yohanes Pembaptis mendengar semuanya dan ia didepan umum mengatakan kepada Herodes bahwa dia pezinah dan orang berdosa keji.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Herodes langsung memenjarakannya dan akan membunuhnya kecuali dia takut orang-orang, karena mereka menganggap dia nabi. Di bagian bawah salah satu istana Herodes di tengah padang gurun ada sel penjara yang gelap dan panas. Selama lebih dari satu tahun ia ditahan di dalam kegelapan sel itu tanpa udara segar. Tempat ini sekarang dinamakan Mukawir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia benar-benar orang kudus, nabi Allah, saleh, setia, tidak egois dan loyal. Dia telah melakukan persis apa yang Allah perintahkan kepadanya, dia telah mengumumkan kedatangan Mesias yang mulia. Dia telah dipenuhi Roh Kudus sejak saat ia masih di dalam kandungan ibunya, dan dia telah mengambil sumpah nazir – yaitu komitmen rohani tertinggi mungkin. Apakah ini upahnya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keraguan itu berasal dari ketidakmampuan kami untuk menangani situasi negatif, percobaan. Yohanes pasti berpikir, “Bukankah Yesaya 61:1-2 berjanji ketika Mesias datang Ia akan membebaskan para tahanan dan melepaskan para tawanan? Apakah terjadi sekarang? Ini bukan seperti seharusnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes ragu-ragu namun dia berbuat yang benar – dia langsung pergi ke Tuhan. Itulah tempatnya kita harus pergi saat ada keraguan tentang hal seperti itu, berdoalah kepada Tuhan. Situasi negatif memang sulit, namun semua itu harusnya mendorong kita kepada Tuhan yang akan merespon kepada keraguan itu dengan menggantikannya dengan iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa keadaan Yohanes tidak membaik, malah keadaannya memburuk – kepalanya dipenggal. Keraguan datang dari keadaan yang sulit, namun itu hanya memberikan kita kesempatan untuk mengerjakan iman kita. Kepercayaan ketika digunakan akan menjadi lebih kuat dan akhirnya berada bersama Tuhan lebih baik daripada apapun juga, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang menyebabkan keraguan adalah pengaruh dunia. Perhatikanlah di ayat 2 dikatakan Yohanes telah mendengar tentang perbuatan Kristus, dan itu membingungkannya. Semua orang berpikir ketika Mesias datang Dia akan mengalahkan Roma, menghancurkan mereka dan mengembalikan ke Israel tanah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes terpengaruh oleh pikiran zaman itu, mengatakan, “Apakah ini seharusnya begini?” Hal-hal salah masih tetap salah, ketidakadilan masih ada saja, dan dosa masih dimana-mana. Dan keadaannya seharusnya bukan seperti itu, dan pikiran dia menjadi sama dengan pikiran orang disekitarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan kita memiliki keraguan yang sama hari ini, benar? “Jika Allah adalah Allah yang mengasihi, mengapa dunia kita begitu kacau? Jika Kristus mengasihi semua orang sebegitu mendalam, mengapa ada anak-anak yang mati dan orang- orang kelaparan, atau penuh penyakit, dan ada peperangan dan kematian? Jika kasih Allah begitu besar, mengapa Dia tidak merubahkan hal-hal menjadi benar di dunia ini, mengapa ketidakadilan itu begitu banyak? Jika Allah begitu mengasihi, mengapa Dia menghakimi orang ke neraka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini tidak mengenal Allah atau rencana-Nya; mereka tidak mengenal Kristus atau mengerti siapakah Dia. Manusia duniawi tidak memahami hal-hal Allah dan jika Anda mulai membiarkan dunia memaksa Anda berpikir bahwa Kristus harus menjadi seperti apa yang mereka katakan, maka Anda akan mulai ragu-ragu. Sekali lagi, solusinya adalah untuk berdoa kepada Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada Yohanes, “Lihatlah, Aku dapat melakukan semua itu. Aku dapat menyembuhkan penyakit dan membangkitkan orang mati. Aku memberitakan kabar baik kepada orang-orang dalam sengsara. Semuanya akan menjadi benar, percayalah Aku tentang waktu yang tepat.” Kemudian Ia menambahkan ayat 6, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, ada pernyataan yang belum lengkap. Yohanes telah mendengar tentang Yesus dan apa yang terjadi. Murid-muridnya telah kembali dan mereka cerita mereka telah melihat ini dan itu, namun dia ragu-ragu karena dia sendiri belum sempat melihat itu sendiri. Dia tidak ada kesempatan, seperti kata Petrus, untuk menyaksikan kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes memerlukan informasi langsung dan Tuhan mengatakan, “OK deh, jika Anda membutuhkan informasi kesaksian, Aku akan memberikan itu kepadamu.” Ingat Lukas 7, disitu juga, Yesus melakukan mujizat luar biasa dan mengatakan, “Ini untuk Yohanes! Ini mujizat bagi Yohanes, sekarang bawalah kesaksian Anda kepadanya.” Tuhan memberikannya wahyu yang lebih lengkap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana ini berhubungan dengan Anda? Banyak orang ragu-ragu karena mereka tidak mengerti wahyu Allah. Anda perlu tahu fakta-faktanya, Saya janji bahwa keraguan Anda akan hilang pada waktu Anda terbuka setiap hari kepada wahyu Allah. Biarlah Allah bicara melalui firman-Nya, dan semakin erat hubungan Anda dengan Dia semakin berkurang keraguan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua membutuhkan pernyataan langsung dari Kristus yang hidup untuk menghilangkan keraguan, dan itu datang melalui halaman-halaman Alkitab. Karena itu orang-orang Berea lebih mulia, karena setiap hari mereka mencari Firman Allah untuk mengesahkan apakah sesuatu benar atau tidak. Dan Allah memberikan mereka bukti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, orang ragu-ragu karena ada harapan yang tak terpenuhi . Ketika Yohanes berkhotbah tentang Kristus di Matius 3:11 dia mengatakan, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api,” yaitu penghakiman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, “Anda sebaiknya membenarkan kehidupan Anda karena Mesias itu akan datang.” Implikasinya adalah jika kehidupan Anda tidak benar, Anda akan dihukum. Dia berkhotbah bahwa Mesias itu akan datang untuk menghakimi. Dan disitu datanglah Yesus bersama kelompok kecil terdiri dari duabelas orang, berjalan keliling di Galilea, menyembuhkan orang dan melakukan mujizat-mujizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sama seperti Daud di Mazmur 9, 10, 35, 52, 58, dan semua mazmur dimana Daud memohon Allah untuk menghukum musuh-musuhnya. Dia seperti orang- orang dibawah mezbah di Wahyu 6:10, “Berapa lamakah lagi, ya Tuhan, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Dia memikir, jika Engkau Mesias, mengapa tidak ada hukuman? Dia memiliki harapan yang tak terpenuhi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mengharapkan Allah akan berbuat sesuatu. Jika ada orang di dalam kehidupan Anda yang buruk, jahat dan keji dan kelihatannya mereka selalu makmur, Anda mungkin berpikir, “Berapa lama Engkau membiarkan ini terjadi Allah? Ini kelihatannya tidak adil.” Atau mungkin Anda sudah menunggukan Kedatangan yang Kedua begitu lama, sehingga Anda sepertinya putus asa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes memiliki semua harapan itu dan mungkin Anda memikir seperti dia, “Aku meragukan Mesias itu akan datang. Apakah semua ini benar?” Banyak orang berkata, “Semua orang percaya hal itu, namun Dia masih belum datang.” 2 Petrus 3:3-4 mengatakan, “pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek- pengejek dengan ejekan-ejekannya, 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah caranya Yesus menjawab di Matius 11:5, “orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” Mengapa? Semua itu tanda-tanda Kerajaan, karena di dalam Kerajaan semua penyakit dihilangkan, tidak ada kematian dan dunia akan tahu Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Yohanes, jika harapan Kerajaan Anda menyebabkan Anda meragukannya, lihatlah lagi hal-hal ini. Ini semua tanda-tanda Kerajaan, Anda melihatnya sekarang sebagai pratinjau. Ini semua akan datang, janganlah tinggal terlalu lama dalam perangkap keraguan, atau Anda akan kehilangan berkat-berkat Anda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan lupa, perkataan Tuhan kita menjawab masalah-masalah keraguan. Jika Anda ragu-ragu karena keadaan sulit, lihatlah pekerjaan-Nya yang membuktikan Dia peduli orang-orang yang ada masalahnya. Jika Anda ragu-ragu karena pengaruh dunia, lihatlah perbuatan-Nya yang membuktikan Dia berkuasa dan Dia akan menunjukkan hal itu sepenuhnya pada suatu hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda ragu-ragu karena wahyu itu belum lengkap, lihatlah pekerjaan-Nya, pelajarilah dan bacalah dan perhatikanlah siapakah Dia. Jika Anda ragu-ragu karena ada harapan yang belum terpenuhi, lihatlah lagi karena itu semua pratinjau dari apa yang Dia akan lakukan di Kerajaan-Nya. Jika Ia sanggup melakukan itu pada waktu itu, Dia membuktikan bahwa Dia sanggup melakukan itu di dalam kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian terbaik dari kisah ini adalah bagian yang tidak dimasukkan Matius dan inilah bagiannya: Yohanes tidak ragu-ragu lagi oleh karena jawaban Yesus. Bagaimana kita tahu hal itu? Lihatlah Matius 14:12. Ini membicarakan Yohanes dipenggal dan kepalanya dibawa disebuah talam, “Kemudian datanglah murid- murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka memberitahukan Yesus? Karena mereka percaya Yesus. Mengapa mereka percaya? Karena Yohanes percaya Yesus dan itu menyebabkan mereka percaya Yesus juga. Fakta mereka langsung pergi ke Yesus membuktikan bahwa Yohanes puas dengan jawaban Yesus. Yesus menjadi bagian kehidupan mereka dan rencana mereka karena Yohanes sudah menerima semua duluan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua ragu-ragu, namun tahulah ini. 2 Timotius 2:13 mengatakan, “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Ketika Anda ragu-ragu, Allah tetap setia dan hubungan Anda tidak akan hilang. Dia akan setia karena Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah menegaskan bahwa Anda adalah anak-Nya dan Dia akan bertahan. Dan dengan pengetahuan itu Anda bisa dengan yakin menghadapi Allah dengan keraguan Anda dan Dia akan memberikan Anda jawaban yang Anda perlukan. Lukas 12:29 mengatakan, “Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah hatimu keraguan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Feb 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130203</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F7</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memilih Kristus atas keluarga]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F8"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:34-42" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:34-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi seorang murid sejati, seorang Kristen tulen adalah seseorang yang tidak takut dunia. Begitu besar komitmennya kepada Ketuhanan Kristus sehingga ia tidak takut akan penganiayaan manusia dan dia memilih Tuhan. Dan saat ia perlu memberi kesaksian dia akan mengakuidan tidak menyangkal Yesus Kristus tidak peduli biayanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat tanda ketiga dari murid sejati, seorang Kristen tulen akan meninggalkan keluarganya. Di Matius 10:34, Tuhan kita mengatakan, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” Wah, ini pernyataan yang sangat dramatis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Yesus mengatakan – Ada beberapa diantara Anda yang akan mengakui Aku ketika Anda menghadapi orang-orang dalam kehidupan Anda sehari-hari dan ketika Anda dibawa ke pengadilan manusia. Ada beberapa diantara Anda yang akan menyangkal Aku karena bukan itu yang penting bagi Anda dan Anda lebih ingin menyelamatkan reputasi dan nyawa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan bahwa ini membuktikan Aku datang membawa pedang, Aku menyebabkan ada perpecahan. Aku memaksa orang untuk mengambil keputusan yang akan memisahkan satu dari yang lain. Faktanya ada orang yang mengaku Kristus dan ada yang menyangkal Kristus membuktikan bahwa kedatangan-Ku akan menyebabkan peperangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang orang-orang Yahudi tahu dari Perjanjian Lama bahwa ketika Mesias datang Dia akan membawa damai. Dan kita mengerti hal itu karena memang itu sebagian dari keseluruhannya. Dan pada waktu Yesus berbicara dengan murid- murid-Nya, mereka sudah mulai mengalami damai di dalam hati mereka yang datang dari hubungan mereka dengan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus ingin supaya mereka mengerti bahwa ada lebih dari pada hanya hal itu. Jadi Tuhan mengatakan – Janganlah memikir Aku hanya membawa damai. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Disini terdapat lagi paradoks. Di satu sisi Tuhan mengatakan Aku adalah Raja Damai, namun disisi lain akan ada pedang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Perjanjian Lama ini sudah dinubuatkan. Mikha 7:6 menggambarkan waktunya kedatangan Tuhan, “Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Campur tangan Allah di dalam sejarah melalui inkarnasi Kristus akan membagi dunia menjadi pihak yang akan melawan satu sama lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan Martin Luther mengatakan, “Jika Injil kita diterima secara damai, pasti itu bukan Injil tulen.” Dan dia melihat perpecahan itu. Ketika dia berkhotbah kebenaran di Gereja Katolik akibatnya bukan damai, ini menyebabkan celah terbesar di dalam sejarah agama. Ini secara efektif memecahkan Gereja Katolik dan memulai Reformasi Protestan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ayat 34 adalah suatu paradoks karena saat para malaikat mengproklamirkan kelahiran-Nya mereka mengatakan “damai di bumi.” Dan Yesus mengatakan di Yohanes 14:27. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.” Dan di Yohanes 16:33 Dia katakan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia,” dan sekali lagi menjanjikan mereka damai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar, kedatangan pertama membawa damai parsial, yaitu damai yang datang kedalam hati mereka yang percaya. Namun Tuhan mengatakan - ingat ya pada saat Anda keluar, Anda akan menyebabkan perpecahan, pemisahan yang nyata. Itulah pekerjaan Injil, yaitu api pemurnian yang membakar habis ketidakpercayaan. Saat Kritus datang terjadilah peperangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 12:49-53 mengatakan, “49Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! 51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. 52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. 53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki- laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda murid sejati, Anda akan mengiktu Yesus di dalam rumah Anda sendiri meskipun keluarga Anda tidak setuju, dan ini sukar benar? Karena itulah tempatnya untuk damai dan keintiman. Mereka adalah orang yang dikasihi. Lihatlah Matius 10:35, dan beginilah caranya Yesus berbicara, “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ini ayat yang paling sukar. Masalahnya tidak begitu buruk seandainya Anda ada perselisihan dengan tetangga Anda atau majikan Anda, atau teman Anda atau kenalan Anda, namun ketika ini berurusan dengan keluarga Anda dan komitmen Anda kepada Yesus Kristus, ini berarti Anda berlawanan dengan keluarga Anda, ini sukar sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan tidak ada hubungan yang lebih penting daripada suatu hubungan dengan Dia. Dan mengikuti Yesus Kristus mungkin berarti Anda telah menyebabkan ada perpisahan yang besar di dalam rumah Anda sendiri. Namun itulah tanda murid sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada isteri yang tidak mau datang kepada Kristus karena ia takut ada perpisahan dari suaminya. Ada suami yang tidak akan datang ke Kristus karena takut ada perpisahan dari isteri mereka. Ada anak-anak yang tidak akan datang kepada Kristus karena mereka takut akan bapa atau ibu mereka dan sebaliknya juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita membicarakan Ketuhanan Kristus, menjadi orang Kristen berarti menegaskan komitmen Anda bahwa Kristus adalah Tuhan Anda, penguasa mutlak Anda, sampai Anda rela meninggalkan segala sesuatu. Ini bukan saja menangkat tangan Anda, menandatangani kartu, maju kedepan dan mengatakan – Aku mengasihi Yesus. Ini adalah iman dimana kenyataan iman itu dibuktikan dengan suatu komitmen yang tidak dapat digugat apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10:36 mengatakan, “musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Itu benar. Kristus datang dengan pedang, bahkan di dalam rumah Andapun. Dan kemudian di ayat 37 berikut, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki- laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Anda tidak dapat menerima keselamatan jika keluarga Anda lebih penting dari pada Aku.” Anda perlu memilih. Dan kadang pilihan itu termasuk hidup Anda sendiri. Mungkin Anda memilih Kristus dan kehilangan keluarga Anda, namun apakah Anda rela memilih Kristus dan kehilangan nyawa Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita mulai serius tentang siapakah orang Kristen, benar? Jaid kita katakan seorang murid tulen tidak takut dunia, mementingkan Allah, meninggalkan keluarga dan sekarang keempat murid sejati mengikuti panggilannya. Matius 10:38 mengatakan, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pasti Anda telah mendengar banyak renungan atau khotbah tentang, “memikul salib Anda.” Dan Anda telah mendengar banyak definisi tentang apakah artinya kayu salib itu, seperti isteriku adalah salibku atau suamiku adalah salibku. Atau guru yang menyebabkan Anda seperti orang gila, atau tetangga Anda atau majikan Anda adalah salib Anda. Tidak saudara, tidak satupun dari mereka adalah salib Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mengatakan – pikullah salibmu, orang Yahudi langsung mengerti apa maksud-Nya. Dia membicarakan kematian diatas kayu salib. Ketika Yudas dari Galilea memimpin pemberontakan dan mencoba untuk menggulingkan pemerintah Roma, mereka dihancurkan. Dan jenderal Roma bernama Varus ingin melakukan sesuatu supaya mereka tidak akan berani mencoba itu lagi, jadi dia menyalibkan lebih dari dua ribu orang Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia membangun kayu salib mereka sepanjang perjalanan di Galilea supaya dimanapun orang pergi mereka bisa melihat orang-orang disalibkan dipinggir jalan. Dan setiap orang Yahudi yang disalibkan diharuskan memikul kayu salibnya untuk eksekusi mereka sendiri setelah ia berjalan ke tempat penyaliban. Dan orang Galilea semua ingat hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus berbicara dengan mereka dalam konteks sejarah dan Dia mengatakan – Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan yang dikatakan-Nya adalah – Pikullah salibmu, yang berarti: ikutlah Aku dan Anda harus rela mati kematian yang paling menyakitkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ingatlah hal ini, penyangkalan dirimu adalah penyangkalan sampai mati. Tuhan benar memusatkan diri-Nya kepada siapa benar-benar orang Kristen. Dan sekarang Yesus mengajarkan bahwa kita harus memilih kematian demi Dia lebih dari kehidupan demi kita. Dan memang itulah teladan-Nya: Dia mati dikayu salib demi penyelamatan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Kristus menambahkan pemikiran kaya ini di Matius 10:39, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Dalam mempertahankan nyawanya, dalam mengamankan kehidupan fisik dan berfokus kepada dunia ini Anda baru saja kehilangan jiwa Anda. Namun jika Anda bersedia untuk kehilangan hidup Anda demi Saya, Anda benar-benar akan menemukan kehidupan kekal pada akhirnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang mengakui Yesus Kristus dan mati untuk itu keadaannya jauh lebih baik daripada orang murtad, orang yang tidak percaya yang tidak mati dengan menyangkal Kristus dan yang menerima kutukan abadi. Lebih baik untuk kehilangan hiburan Anda dan lebih baik di aniaya dunia, bahkan lebih baik kehilangan keluarga Anda, bahkan lebih baik kehilangan nyawa Anda daripada meninggalkan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan puji Tuhan, kita belum tentu harus melakukan semua hal ini, namun jika kita memang benar murid sejati dan jika keadaannya mengharuskan ini kita rela melakukannya. Lihatlah, sampai sekarang semuanya rada negatif. Apa positifnya? Iya, memang ada dan ayat-ayat ini berakhir secara positif, dan memang ini sangat menarik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor lima, Matius 10:40 mengatakan, murid sejati mengakibatkan penghargaan. Kita ada efek positif. Tahukah Anda bahwa kita adalah penentu- nasib di dunia ini? Ketika kita membawa pedang yang memisahkan, disisi satu ada orang yang tidak percaya, namun disisi lain ada orang percaya. Dan ketika kita berkhotbah dan kita hidup dan ketika kita memberi kesaksian, beberapa orang menjadi orang percaya, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagi mereka Kristus positif sekali. Tidak semua orang akan menolak pesan murid itu, ada yang akan percaya, beberapa orang akan menerima Tuhan mereka. Dan karena kita tidak mampu untuk menghargai iman mereka, Tuhan akan melakukan itu untuk kita. Lihatlah Matius 10:40, “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Anda mewakili Yesus Kristus dan Anda memberitakan Injil, orang- orang yang percaya hal itu adalah mereka yang menerima Anda. Dan ketika ada beberapa yang menerima Anda, mereka menerima Tuhan. Dan mereka yang menerima Tuhan juga menerima Yang mengutus Tuhan. Anda menjadi agen dari mereka yang menerima Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah ada lebihnya. Matius 10:41, “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.” Ketika Anda keluar mewakili Allah dengan kehidupan Anda dan dengan khotbah Anda dan dengan cara hidup Anda, mereka yang menerima Anda akan menerima upah Anda juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ini? Ini berarti percis seperti apa yang dikatakan. Setiap orang yang mengabarkan Kristus, kepada orang yang menerimanya akan dibagikan upah si pengabar. Jika Tuhan memberi upah kepada kami karena kami mengproklamirkan-Nya kepada Anda, Yesus akan memberikan upah yang sama kepada mereka yang menerimanya. Dan kita semua berbagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini berarti saya menjadi sarana berkat Anda. Apakah Anda ingin menjadi berkat di dunia ini? Maka akuilah Kristus kepaa manusia. Kemudian berdirilah dengan berani tanpa mengurangi kesaksian Anda dan janganlah malu akan Kristus. Dan biarlah kehidupan Anda menjadi sumber upah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda merenungkan nabi-nabi dan orang-orang benar, mungkin Anda memikir mereka itu hebat sekali. Namun Tuhan memberikan kita suatu pikiran yang indah di Matius 10:42, “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah orang kecil itu? Mereka adalah murid-murid baru itu. Dan itulah keadaannya keduabelas murid itu waktu itu, mereka masih sekelompok orang yang hampa dan tak terbukti. Masih ingat permulaan Matius 10? Mereka tidak berarti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan – Ketika Anda melihat orang mengabarkan Injil, Anda dapat memperlihatkan bahwa Anda menerima Injil itu dengan memberikan mereka secangkir air sejuk. Maka orang-orang akan diberkati ketika mereka percaya pesan kami karena mereka akan diselamatkan. Mereka akan menerima upah mereka karena mereka akan dibagikan upah yang sama yang kita kabarkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi murid Yesus Kristus itu sangat ajaib. Anda akan menjadi sumber konflik untuk mayoritas orang di dunia dan menjadi sumber berkat bagi sebagian minoritas. Dan Anda dan saya yang menjadi pengikut Kristus, kita menjadi alasan mengapa ada banyak peperangan di dunia. Kita menjadi garis tegak bagi Allah untuk menentukan siapa akan masuk surga dan siapa tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya berdoa kepada Allah supaya kita semua bersedia untuk mengikuti Ketuhanan Kristus meskipun biayanya tinggi, supaya banyak orang mungkin menjadi musuh dan semoga beberapa orang diberkati. Tantangan ini tidak gampang dan karena itu kita selalu harus bersandar kepada Roh Kudus untuk kekuatan, kebijaksanaan dan ketekunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada misionaris di India yang bernama Henry Martyn. Dia sepanjang hidupnya telah melayani lebih dari pada bagiannya ketika dia mengumumkan dia akan pergi ke Iran karena Allah telah mengutusnya untuk menterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Iran. Pada waktu itu usianya sudah lanjut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menasihatkannya bahwa jika dia tinggal di India dia akan mati kepanasan. Dan mereka mengatakan cuacanya di Iran malah lebih panas. Namun dia tetap pergi dan mempelajari bahasa Persia. Dia menterjemahkan seluruh Perjanjian Baru di dalam waktu sembilan bulan. Dan kemudian dia diberitahu bahwa dia tidak diperbolehkan untuk mencetaknya sampai ada izin dari Shah Iran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia berjalan diatas keledai selama 800 mile ke Tehran, namun dia tidak diizinkan untuk bertemu dengan Shah. Dia memutar balik dan pergi sejauh 400 mile untuk bertemu dengan kedutaan Inggris. Duta besar memberikannya semua surat yang diperlukan dan ia dikirim kembali kepada Shah. Jadi dia berjalan 400 mile lagi, jadi seluruhnya 1600 mile. Dia naik keledainya waktu malam hari dan beristirahat pada siang hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya dia tiba dan diterima Shah yang memberikan izin untuk mencetak dan menyebarkan Alkitab di Iran. Sepuluh hari kemudian dia meninggal. Namun sebelumnya itu dia sempat menulis dbuku hariannya pernyataan ini, “Saya duduk dan merenungkan dengan penghiburan manis Allahku, Pendampingku, Sahabatku dan Penghiburku pada waktu saya sendirian.” Ini bukanlah kehidupan yang gampang namun suatu kehidupan yang layak diingat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam arti sebenarnya Allah dapat memanggil Anda dan saya untuk menyerahkan hidup kita untuk membangun suatu jembatan bagi sisa orang untuk menyebrang ke hadirat Allah. Dan ini mulai sekarang juga, dimana saja Anda berada, dengan siapapun Anda bertemu dan dalam situasi apapun Allah telah menempatkan Anda dan dengan tugas apapun yang Dia berikan kepada Anda, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Jan 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130127</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F8</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pemuridan – bagian kedua]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000F9"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:32-33" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:32-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lima tanda seorang murid sejati. Kita mengatakan minggu kemarin tanda nomor satu adalah seorang murid tidak takut dunia. Ayat 26 sampai 31. Yesus mengajarkan kami bahwa kita ada di dalam keadaan bermusuhan, kita akan dianiaya, iya disini di Amerika juga keadaannya semakin menjadi masalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus memberikan kita tiga alasan mengapa kita tidak perlu takut. Dia mendorong murid-murid-Nya dan kita untuk menunjukkan keaslian kami pertama-tama karena kita akan dipulihkan, Pada suatu hari kebenaran itu akan keluar, apa yang tersembunyi akan menjadi nyata. Dengan kata lain Allah akan memutarbalikkan semua ketidakadilan dan Dia akan memulihkan orang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda akan dihormati dan dimuliakan jika Anda memiliki perpektif abadi. Apa yang disayang murid tulen itu bukanlah hal-hal duniawi, dia adalah ciptaan baru, dia adalah warganegara surga dan dia memiliki perspektif abadi dan dia tidak takut dunia karena dia tahu pada akhirnya itu semua akan diputarbalikkan dan dia akan dipulihkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Yesus mengajarkan jangan takuti manusia namun takutlah akan Allah. Dan jika Anda benar-benar takut akan Tuhan maka Anda tidak akan takut manusia. Apakah manusia dapat lakukan? Yang paling buruk adalah mereka dapat membunuh tubuh kita namun Allah saja yang berkuasa atas tubuh dan jiwa manusia untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saat Anda berada di pekerjaan Anda atau diruangan kelas Anda dan Anda sadar Anda harus lakukan apa yang benar dan ketakutan akan Allah mengatakan, saya harus bersaksi untuk Allah, namun ketakutan akan manusia mengatakan, hey tutup mulut saja, jangan mencari gara-gara. Dan Anda dapat melihat dengan caranya Anda berreaksi apakah Anda lebih takut manusia daripada takut akan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam hal ketiga, Yesus mengatakan bahwa janganlah kita takut dunia karena kita tahu bahwa Allah sangat menghargai kita. Lihatlah dua burung pipit, meskipun mereka hanya berharga satu sen, setiap kali mereka melompat atau mati, Allah peduli. Lihatlah semua rambut di kepala Anda, Dia telah memberi label dan nomor kepada setiap rambut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita tidak takut karena Allah akan memulihkan kita dan Allah jauh lebih berkuasa dari pada manusia dan Allah sangat menghargai kita. Jadi tanda pertama seorang murid sejati adalah dia tidak takut dunia dan dia akan berani bersaksi saat dia diperhadapkan sistim dunia yang jahat dan dia akan mengaku Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat tanda kedua seorang murid tulen. Murid tulen akan mengakui Allah. Matius 10:32-33, “Karena itu setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksudnya “karena itu”? Ya, semuanya dibangun atas bagian firman sebelumnya dan karena itu saya perlu mengulangi hal itu. Jika Anda tahu bahwa Allah berjanji untuk memulihkan Anda, dan Anda memiliki kuasa Allah dan Dialah yang kita harus takuti, dan jika Anda tahu Anda akan dilindungi Allah karena Dia sangat menghargai Anda dan karena itu Anda bersedia untuk mengaku Yesus Kristus di depan manusia tanpa takut, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menjadi orang Kristen sejati kita harus percaya bahwa pada akhirnya Allah akan menang dan akan memulihkan umat-Nya. Dan Anda percaya bahwa kuasa Allah jauh lebih besar daripada manusia, dan Anda percaya bahwa Allah adalah Bapa yang sayang kepada anak-anak-Nya dan jika Anda percaya semua hal itu maka Anda pasti rela untuk mengakui Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengingat janji Allah dan kuasa dan perlindungan-Nya, sepatutnya murid Kristus itu harus mengaku Yesus dihadapan orang tanpa takut meskipun mereka kelakuannya sangat bermusuhan. Perasaan malu apapun juga akan diatasi kemuliaan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Roma 1:16, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” Dia tidak malu mengakui Injil karena dia yakin akan kuasanya. Dia tahu Allah akan melindunginya karena dia pernah dilempar batu sebelumnya dan mereka hanya berhenti saat dia mati dan walaupun demikian Allah membangkitkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti pemuridan itu adalah komitmen untuk menjadi seperti Yesus Kristus. Dan menjadi seperti Yesus Kristus berarti diperlakukan sama seperti Dia diperlakukan dulu dan itu berarti menghadap dunia yang bermusuhan tanpa takut. Dan dalam melakukan itu berani mengaku Yesus sebagai Tuhan di depan manusia, dengan kepercayaan bahwa Dia akan melakukan yang sama dihadapan Allah Bapa di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Matius 10:32 memakai kata ‘mengakui’. Apakah artinya itu? Ini berarti menegaskan atau menyatakan atau menyetujui. Ini suatu pernyataan iman dan kepercayaan kepada Yesus sebagai Tuhan, dan kemudian kehidupan yang memperlihatkan pengakuan itu. Anda dapat mengakui dengan mulut, seperti di Roma 10, dan Anda dapat mengakui dengan kehidupan Anda pada waktu Anda hidup sehari-hari menurut pengakuan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan melindungi umat-Nya dan Allah akan memelihara umat-Nya, Allah adalah hakim akhir dunia jadi kita tidak ada alasan untuk tidak melakukan tugas kami karena takut manusia. Dan ini berlaku saat ada penganiayaan atau keadaannya baik. Baik Anda berdiri dihadapan orang simpatik atau dihadapan orang yang bermusuhan, orang Kristen sejati tetap mengakui Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah ayat 32, inilah kuncinya, “Karena itu setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia.” Ini mementingkan pengakuan yang umum. Jika seseorang tidak mau melakukan itu dia bukan murid-Nya. Roma 10: 9-10 mengatakan, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan pekerjaan manusia, ini pekerjaan Allah. Dan karena itu ada biayanya menjadi orang Kristen, ini harus di depan umum, dan harus tulen, dan harus ditandai dengan kerelaan untuk mengakui, untuk menegaskan dan menyatakan bahwa kita milik Kristus biarpun musuh-musuh mengelilingi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Wahyu 2:13 Yesus mengatakan kepada gereja di Pergamus, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, dibunuh di hadapan kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, Anda telah menamakan nama-Ku dan tidak pernah menyangkal iman-Ku bahkan ditengah penaganiayaan dimana ada orang mati. Dan begitulah kita tahu ada orang yang benar-benar percaya, itulah tanda keasliannya. Inilah tempat yang baik untuk menyelidiki diri, mungkin kita berpikir, wah aku malu membicarakan Kristus di keluargaku. Apa ya yang aku akan lakukan ditengah-tengah penganiayaan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun saya mau tambahkan bahwa di dalam kehidupan semua orang Kristen kita semua pasti sering jatuh dimana kita tidak memenuhi standar-Nya, benar? Maksudku untuk itulah ada pengampunan dosa, jika Tuhan mengatakan OK deh sekarang Anda adalah murid tulen dan Anda selalu sempurna tanpa salah, itu tidak mungkin karena tidak ada satu orangpun yang sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada murid-murid sejati yang juga jatuh dan menyangkal Tuhan. Ingatlah Petrus. Dia menyangkal Tuhannya, namun tahukah Anda reaksinya? Matius 26:75, “Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.” Dia patah hati karena dia tahu standarnya dan dia patah hati karena dia gagal mengikutinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada juga Timotius, murid pemuridan yang terbaik dari Paulus, ini orangnya yang akan menggantikannya, orang muda yang hebat ini yang dipenuhi dengan semua talenta dan karunia dari Allah, namun Paulus menulis di 2 Timotius 1:8, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita.” Jadi bahkan Timotiuspun pernah gagal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua akan gagal namun murid tulen selalu mengaku. Jadi Anda perlu melakukan apa yang ditulis Paulus di 2 Korintus 13:5, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!” Apakah Anda sedia untuk berdiri dan mengaku Yesus Kristus? Jika Anda rela, lihatlah pada akhir ayat 32, “Dia juga akan mengakui Anda di depan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya itu? Ini berarti bahwa Yesus pada Hari Penghakiman akan mengatakan kepada Allah, orang ini adalah milik-Ku. Dia akan menegaskan kesetiaan-Nya kepada Anda karena Anda telah menegaskan loyalitas Anda kepada-Nya. Orang Kristen sejati akan mengakui Kristus, yah masih akan ada penyimpangan, mereka akan gagal namun pola hidup mereka akan menunjukkan kesediaan untuk menjadi lebih seperti Yesus dan kerelaan untuk diperlakukan sama seperti Dia pernah diperlakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Arkeolog telah menemukan informasi tentang seorang gubernur bernama Pliny di provinsi Bitinia yang menulis surat kepada Trajan untuk menjelaskan masalahanya dengan orang-orang Kristen. Ada informan yang mengatakan kepadanya ada orang Kristen diantara penduduknya jadi dia memutuskan untuk melarang semua orang Kristen untuk menyembah Kristus. Dan dia memerintahkan mereka untuk menyembah dewa-dewa Roma dan kaisar juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah mencoba semua hal ini dalam menghadapi orang Kristen ini tetapi pada akhirnya dia mengatakan ini, “semua tindakan ini bagi mereka yang benar- benar Kristen tidak berhasil dengan paksaan apapun.” Jika mereka orang Kristen benar-benar, dia katakan, mereka tidak akan melakukan itu meskipun mereka harus menanggung segala macam siksaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita melihat sisi lainnya, ayat 33, “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” Nah ini bisa mengacu kepada orang-orang yang terang-terangan menyangkal Kristus, yang secara terbuka membenci-Nya. Namun ayat ini juga bisa berhubungan dengan seseorang yang dekat kepada Kekristenan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada juga orang yang hanya dari luar mengikuti Kristus, mereka ikut saja selama semua hal berlangsung dengan baik. Akan tetapi begitu ada cobaan, saat hal-hal menjadi sedikit sulit, mereka menyangkal Tuhan. Anda bisa menyangkal Tuhan tanpa mengatakan sesuatu. Anda juga bisa menyangkal Tuhan dengan perbuatan Anda, dengan menjalani cara hidup yang sama seperti orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda juga dapat menyangkal Dia dengan perkataan Anda, Anda hanya bisa mengatakan hal-hal yang mereka katakan. Anda dapat menyangkal Kristus dengan berbagai cara. Tetapi penyangkalan macam itu dikatakan dalam ayat 38 akan dibalas dengan penyangkalan tingkat abadi ketika Tuhan menyangkal Anda dihadapan Allah Bapa di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah di ayat 32, “Aku juga akan mengakuinya,” dan di ayat 33, “Aku juga akan menyangkalnya,” dan tensa kalimat ini menunjukkan ini adalah penghakiman terakhir. Ingatlah Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Mengapa? Karena cara hidup mereka menyangkal Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat penting. Ada kegelisahan di dalam hati setiap pendeta sebagai gembala kawanan dombanya, bahwa ada seseorang ditengah domba-dombanya yang tidak sungguh-sungguh dan akan bangun pada suatu hari di neraka kekal. Yesus ada perasaan seperti itu di dalam hatinya selalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas adalah contoh klasik dari hal ini, dia pura-pura ikut bersama mereka namun ketika keadaannya sulit ia keluar. Dan tidakannya pada dasarnya mengatakan, Yesus bukan Mesias, saya harus mencari jalan keluar dari keadaan ini. Dia tidak begitu saja keluar, dia mencoba cari untung dengan cara apa saja. Namun pada Hari Penghakiman hal yang sangat menakutkan akan terjadi padanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah bersama saya dan selidikilah apa yang akan terjadi di Matius 25:34. Disini terdapat gambaran penghakiman dan ini adalah penghakiman para domba dan para kambing pada akhir masa tribulasi, penghakiman bangsa-bangsa. Tuhan datang dan memisahkan domba-domba disebelah tangan kanan-Nya, mereka adalah yang mengasihi-Nya dan mengenal-Nya dan kambing-kambing ada di sebelah kiri dan mereka adalah yang tidak mengenal-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 25:34, “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” Dengan kata lain Dia mengatakan, mereka inilah yang telah mengakui Ketuhanan Kristus. Bagaimana mereka melakukan itu? Mereka melakukan itu dengan perkataan mereka di Roma 10 atau mereka melakukan itu dihadapan manusia di Matius 10.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lihatlah bagaimana mereka melakukan itu dengan cara lain, “35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dimaksud? Ini mengatakan, dengarkanlah dengan seksama saudara-saudari, Anda harus mengakui Kristus dengan mulut Anda, yaitu penegasan iman Anda didepan umum biarpun mereka sangat bermusuhan. Dan disini Anda mengakui Kristus dengan tindakan Anda, dengan hidup seperti Kristus di dunia supaya dinyatakan kepada semua orang hati Yesus yang penuh kasih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda mengakui Kristus dengan memperlihatkan kasih. Dan jika Anda tidak ada kasih bagaimana Anda dapat mengatakan Allah tinggal di dalam Anda, kata Yohanes. Dengan kata lain Anda akan mengakui Kristus dengan memberi makanan kepada orang lapar dan memberi minuman kepada orang haus, dengan memberi tumpangan kepada orang asing, dan memberi pakaian kepada orang telanjang, dengan mengunjungi orang sakit dan orang di penjara. Mengapa? Karena ini menyatakan bahwa Anda seperti Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mandat seorang murid sejati bukanlah hanya kuasa Allah namun juga kasih sayang Allah. Dan untuk menjadi seperti Yesus adalah untuk menyatakan Anda seperti Yesus juga dalam hubungan dan persekutuan. Yang memperlihatkan Kristus adalah sikap Anda dan perbuatan Anda dan perkataan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus bisa melihat kerumunan orang dan kadang Dia menangis atas mereka, Kristus dapat melihat suatu ketidakadilan dan Dia ingin merubahnya menjadi adil, Kristus melihat ada orang lapar dan Dia ingin memberi makanan kepada mereka, Dia melihat orang haus dan Dia ingin memberinya minuman, melihat orang sakit dan Dia ingin menyembuhkan orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya pertama-tama mengaku saya tidak sebaik seperti seharusnya namun saya melihat ada kemajuan dalam hidup saya dan saya bersyukur kepada Allah. Jadi sekarang saya ingin Anda menyelidiki hidup Anda sendiri. Ada biayanya dan itu adalah pengakuan dosa terbuka, dan jika Anda rela melakukan itu maka Ia akan mengaku Anda di depan Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat Anda melihat hidup Anda dan Anda kekurangan, dan Anda tahu penyimpangan itu, apakah respon Anda terhadap dosa-dosa itu? Adakah ada perasaan patah hati, apakah Anda memohon pengampunan, apakah itu datang dari hati yang tulus dan apakah Anda mencoba untuk hidup lebih baik? Itulah sikap orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada tanda orang Kristen lagi dan kita akan membahasnya minggu depan dan apakah Anda tahu tanda itu? Murid tulen bukan saja tidak takut dunia dan memilih Allah namun juga meninggalkan keluarganya sendiri. Kita akan membahas itu nanti. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Jan 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130120</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000F9</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cerdik seperti Ular]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000FA"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:16-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:16-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu Tuhan Yesus Kristus mengutus Keduabelas di ayat 16-23, Dia mengajar mereka bagaimana mereka harus merespon ketika mereka ditolak dunia. Mereka perlu belajar untuk mengantisipasi penolakan. Dia telah mengutus mereka dan sekarang di ayat 16 Dia mengatakan, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. Jangan kira ini gampang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka diberi kuasa ilahi dengan pengetahuan bahwa kuasa itu tak terkalahkan. Disisi lain mereka domba dan karena itu sangat rentan. Jadi dalam pelayanan selalu ada ketegangan diantara kekuatan Allah dan kelemahan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 23 berakhir dengan kedatangan Anak Manusia, jadi ini mempengaruhi sejarah semua umat Allah. Ada beberapa hal yang terkait langsung dan khusus kepada Keduabelas, dan ada yang lain yang melebihinya dan berhubungan dengan kita semua dan khususnya dengan generasi yang hidup pas sebelum kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita membicarakan minggu yang lalu siapakah serigala itu. Perhatikanlah ayat 17 dan 22, “Waspadalah semua manusia. Anda akan dibenci semua orang.” Memang benar kita bergumul melawan setan-setan, namun mereka menjadi nyata melalui manusia sehingga manusia menjadi alat setan dan agen setan. Jadi kita diserang sistim manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka ganas sekali karena mereka benci Kristus, bukannya mereka tidak suka kita; mereka tidak senang dengan siapa yang kita wakili. Yesus Kristus dibenci Iblis dan setan-setannya. Jadi manusia sebagai agennya akan ikut mempertunjukkan kebencian itu terhadap kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana caranya serigala itu menyerang? Pertama, mereka menyerang melalui agama. Ayat 17 mengatakan, “Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu,” yaitu mereka akan memukul Anda dengan cambuk, yang biasanya adalah batang-batang yang diikat bersama, “di rumah ibadatnya.” Ini kata kunci di ayat 17 karena ini berarti ini adalah masalah agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi memiliki rumah ibadat atau tempat berunding di setiap kota dan desa. Disitulah mereka menjalankan hukum khusus mereka. Jika ada seseorang yang melanggar hukum Musa atau tradisi rabbi, dia akan dibawa untuk menghadapi rumah ibadat lokal. Dan ada pengadilan dari 2 atau 3 hakim yang akan mengambil keputusan, diikuti hukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Perjanjian Lama membutuhkan tidak lebih dari 40 pukulan untuk setiap korban menurut Ulangan 25:3, jadi mereka selalu menghukum tidak lebih dari 39 pukulan supaya mereka tidak melanggar hukum. Jadi sebagian dari fungsi rumah ibadat itu adalah mendisiplin. Sebenarnya orang itu dipukul di depan seluruh jemaat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan ditangkap dan diserahkan ke majelis, yaitu pengadilan lokal di rumah ibadat. Pengadilan tertinggi adalah Sanhedrin di Yerusalem. Dia mengatakan kepada mereka janganlah heran jika mereka dicambuk di rumah ibadat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para rasul dicambuk di rumah ibadat di Kisah 5:40. Kisah 22:19 mengatakan bahwa rasul Paulus sebelum konversinya pergi dari rumah ibadat ke rumah ibadat dan menyeret orang-orang Kristen dan mereka dicambuk karena mereka menolak Yudaisme. 2 Korintus 11:24 mengatakan bahwa Paulus sendiri dicambuk lima kali, dan kemungkinan besar semua itu dilakukan di dalam rumah ibadat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktanya adalah bahwa Tuhan Yesus Kristus sebenarnya dihukum mati oleh orang-orang beragama Yudaisme yang ingin membasmi Dia – imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi dan para penatua. Dan penganiayaan Yahudi terhadap orang Kristen berlanjut sampai kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M. Sementara Alkitab menunjukkan bahwa orang Yahudi pernah menganiaya orang Kristen, ini hanya reprensentasi dari penganiayaan agama secara umum terjadi di seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di zaman Rasul Paulus, orang Kristen sangat dianiaya orang Roma. Di kota Efesus orang-orang beribadah kepada Diana dan Artemis. Ketika Injil diberitakan disitu, in Kisah 19, mereka menyebabkan pembuat kuil-kuilan itu bankrut. Jadi ada kerusuhan dan penganiayaan mulai melawan orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak setan-setan telah mempengaruhi orang-orang yang tidak percaya di daerah-daerah terpencil untuk membunuh banyak orang misionaris selama berabad-abad di dalam sejarah gereja. Sepanjang sejarah yang menyebabkan orang percaya benar itu mati adalah agama lokal karena Iblis mendukung semua sistim agama palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika penganiayaan akhir akan terjadi diwaktu Tribulasi di Wahyu 17, orang- orang kudus sejati akan dibunuh dimana-mana. Wahyu 17:5 memberi nama kepada bentuk akhir agama dunia itu sebagai, “Babel besar, ibu dari wanita- wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua berasal dari Babel. Ketika Tuhan menyebarkan orang-orang dari menara Babel, mereka menyebarkan akar-akar agama palsu ke seluruh dunia. Semua agama palsu di dunia dapat ditelusuri kembali kepada sistim asli palsu yang dulu itu. Pada akhirnya mereka menjalankan lingkaran penuh, mereka mulai di Babel, mereka menyebar keseluruh dunia dan mereka kembali bersatu di Babel Setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 7:15, Tuhan kita memperingati kita tentang mereka “yang menyamar seperti domba tetapi sebenarnya adalah serigala buas.” Dengan kata lain mereka datang atas nama agama. 2 Korintus 2 mengatakan bahwa Iblis menyamar dirinya sebagai malaikat terang, jadi janganlah heran jika pendeta-pendetanya juga menyamar sebagai pelayan kebenaran. Agama seperti itu menopeng dirinya seperti terhormat, namun mereka menganiaya kebenaran, sambil berusaha keras untuk menghancurkannya, bahkan membunuh jika berwenang, karena ini semua diatur Iblis yang adalah pendusta dan pembunuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sumber penyerangan kedua, di ayat 18, adalah pemerintah, “Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah,” seperti Pilatus, Felix dan Festus di waktu Tuhan Yesus. Dan raja-raja seperti Agripa I dan II, Herodias Antipas dan yang lain di gambaran alkitabiah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat Anda digiring dihadapan mereka untuk memberi kesaksian itu, entah itu kesaksian positif dari Injil, atau itu kesaksian mendakwa untuk menghukum mereka, janganlah heran. Kekaisaran Romawi menganiaya orang Kristen. Sebagian besar murid-murid yang mendengar instruksi Yesus dalam Matius 10 tewas di tangan pemerintah Romawi atau suatu pemerintah tambahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Rusia, begitu banyak orang Kristen dibantai sesudah revolusi. Banyak juga dibantai di Cina komunis. Di Uganda, dibawah pemerintahan Idi Amin, orang Kristen mengalami kekejaman yang mengerikan. Pemerintah-pemerintah dunia akan menganiaya Kekristenan karena Iblis adalah penguasa dunia ini. Kita sudah mengalami bahwa pemerintah US telah menolak beberapa kebebasan yang kita miliki dimasa lalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan juga datang melalui keluarga. Di ayat 21 dikatakan, “Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu di Matius 10:36-37, Dia katakan, “dan musuh orang ialah orang- orang seisi rumahnya. 37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Dengan kata lain, siapakah Anda mengasihi lebih banyak, Yesus atau keluargamu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya Tuhan tahu berapa banyak orang telah dianiaya, dikhianati atau dibunuh oleh anggota keluarga mereka sendiri karena kepercayaan mereka kepada Kristus. Hanya Allah tahu berapa banyak orang di negara-negara lain sepanjang sejarah dunia telah mengkhianati keluarga mereka sendiri yang percaya kepada otoritas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah harus diperbuat domba-domba? Nomor satu: jadilah bijaksana. Ayat 16 mengatakan, “sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Di dalam tulisan kuno orang Mesir, ular itu simbol untuk kebijaksanaan. Orang-orang kuno memandang ular itu cerdik, cerdas, bijaksana dan hati-hati, menggunakan keahlian tinggi untuk menghindari bahaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 4:5 Paulus mengatakan, “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar.” Dengan kata lain, orang Kristen harus bijaksana dalam hubungan mereka dengan serigala dunia disekitar mereka. Kebijaksanaan seperti apa? Jadilah halus, mengantisipasi, sensitif, cerdik dan hati-hati, waspada dan cerdik seperti ular.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Katakan hal yang benar pada waktu yang tepat di tempat yang tepat. Temukanlah cara yang terbaik untuk mencapai tujuan yang tertinggi. Tidak ada gunanya untuk menciptakan kekacauan di sekitar kita. Kita tahu bahwa mereka anti-Kristen, mereka tidak mau mendengar berita kami, jadi kita harus berhati-hati caranya kita mendekati mereka, gunakanlah kebijaksanaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang Farisi menanyakan Yesus apakah kita harus bayar pajak, Tuhan kita bisa saja menjawab, “Kaisar adalah orang berdosa yang buruk dan jahat dan terkutuk ke neraka untuk selamanya,” Namun daripada itu Dia menjawab, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang adalah milik Kaisar dan kepada Allah apa yang adalah milik Allah.” Dia tidak mengkompromi kebenaran dan Dia sangat bijaksana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Dia mengatakan, “Jadilah tanpa salah seperti merpati.” Orang Kristen janganlah menyebabkan bahaya atau menyebabkan ada masalah. Janganlah kita berjalan di dunia ini selalu melawan, menggugat and menghancurkan orang, dan mengganggu, berlaku kurang ajar dan kasar. Kita harus lemah lembut dan tidak membahayakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih dari itu, konsepnya disini adalah kemurnian dan kepolosan. Di Kidung Agung 5:2, suami berkata kepada isterinya, “Merpatiku, idam-idamanku,” ini simbol kemurnian, kekudusan dan kepolosan. Sementara kita harus bijaksana, kita juga harus bersikap murni. Tetapi waktu kita mencari metode yang lebih bijaksana dalam menangani masalah, janganlah sekali-kali kebenaran itu dikompromi. Mereka yang mewakili Kristus tidak boleh menyebabkan cedera atau memakai tipu muslihat untuk mencoba melarikan diri dari bahaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 6:27, Yesus menyimpulkan semuanya dengan mengatakan, “Kasihilah musuhmu dan berbuat baik kepada orang yang membenci kamu.” Dia mengatakan pertahankanlah kemurnian Anda dan kebijaksanaan Anda, perlihatkanlah sikap yang lemah lembut. Di 1 Korintus 9:22 Paulus mengatakan, “Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” Berhati-hati, namun jangan sekali-kali kompromi kebenaran, supaya Anda mempertahankan kemurnian Anda. Carilah keseimbangan antara keduanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 2:23 ketika Tuhan kita dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia dikutuk, Dia tidak membalas dengan mengutuk. Ketika musuh-Nya menyiksa Dia di kayu salib, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Itulah kelemahlembutan yang diperlihatkan Yesus. Itulah teladan baik bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, waspadalah. Berjaga-jagalah dan jadilah perseptif. Berhati-hatilah. Janganlah memberi serigala itu kesempatan untuk menghakimi Anda atau mengiring Anda ke pengadilan mereka. Niat jahat mereka adalah untuk Anda berkompromi. Berjagalah terus menerus, Iblis menyerang saat Anda sama sekali tidak mengharapkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, jangan kuatir. Ayat 19 mengatakan, “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.” Dengan kata lain. Pada saat Anda digiring ke pengadilan, dan mereka mengancam kehidupan Anda, janganlah kuatir, santai saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya supaya mereka janganlah kuatir karena Dia akan memelihara mereka; Dia akan memberikan mereka apa yang mereka harus katakan. Dia mengatakan, “teruskanlah pelayanan Anda, Janganlah kuatir akan apa yang akan terjadi. Jadilah bijaksana, jangan menyakiti orang, dan berjaga-jagalah. Dan jika Anda dibawa ke pengadilan, Saya akan mengurus hal itu.” Mereka tidak perlu menyiapkan pembelaan, mereka santai saja. Di Filipi 4:6 Paulus mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus memberi alasan mengapa mereka tidak perlu kuatir, “karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.” Ketika siapapun juga pada zaman apapun juga menghadap pengadilan apapun juga di dalam nama Yesus Kristus, Roh Allah akan mengingatkan Anda apa yang Anda harus katakan. Ayat 20 mengatakan, “Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” Anda hanya merespon saja, namun Allah adalah yang berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, jadilah nyata. Ayat 22, “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Apakah artinya ini? Ini bukan mengatakan bahwa semua orang yang dapat bertahan penganiayaan akan selamat. Ini mengatakan bahwa ketekunan adalah tandanya ada keselamatan sejati. Mereka yang benar-benar diselamatkan akan bertekun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu yang lebih memurnikan gereja daripada penganiayaan. Pada dasarnya ini prinsip yang sama yang kita temukan di Roma 2:7, “hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan.” Ini sama di Ibrani 3:14, “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu yang dapat menghancurkan Anda, kata Paulus di Roma 8, “35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat- malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, bergeraklah terus. Ayat 23, “Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.” Tidak ada gunanya bertahan terus ditindas dan dianiaya sampai akhirnya ada yang membunuh Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dilakukan Paulus, dia berkhotbah, dan ada yang mulai kerusuhan, maka dia meninggalkan kota itu dan pergi ke kota lain. Ketika kerusuhan mulai disana, dia pergi ke kota berikutnya dan seterusnya. Dia terus menerus bergerak, dia tidak mau tinggal di satu tempat saja dan mati – hidup itu terlalu berharga, terlalu banyak kota yang perlu dijangkau dan terlalu banyak yang harus dilakukan. Kita perlu pindah terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah inti perintah Tuhan kepada kita? Janganlah menimbulkan permusuhan atau penghancuran. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan terlalu banyak tempat yang masih harus dijangkau. Setiap orang berharga dimata Allah. Kita harus pindah ke tempat yang rela menerima kita dan terus bergerak ke tempat lain dengan pengetahuan bahwa Allah selalu menyertai kita. Dalam kuasa Roh, Dia akan menolong kami untuk mengatakan hal yang benar dan mempengaruhi orang menurut keinginan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang penyair menulis, “Yesus adalah Gembala kita, dijaga oleh tangan-Nya, meskipun serigala mencoba, tidak ada yang dapat membahayakan kita. Ketika kita menginjak Lembah Kekelaman, kelam dengan kegelapan yang menakutkan, kami tidak takut kejahatan, pemenang atau pemakaman.” Tidak peduli apa yang dilakukan Iblis, bahkan kematian, dia tidak bisa menang melawan domba-domba Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda relah melayani Allah Mahakuasa meskipun biayanya tinggi? Inilah hal yang terpenting yang Anda dapat lakukan di dalam hidup Anda. Dan Anda tidak mungkin kalah! Allah sendiri menjamin hal itu. Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130113</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000FA</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tujuan Pemuridan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2013"><![CDATA[2013]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000FB"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:24-25" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:24-25</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai tahun baru 2013 ini dengan mendengar apa yang dikatakan Tuhan kita kepada murid-murid-Nya mulai dari Matius 10:24, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. 25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian Alkitab ini adalah permulaan bagian yang paling penting dan paling definitif yang pernah diucapkan oleh Tuhan kita mengenai topik pemuridan. Inilah ajaran Tuhan Yesus Kristus tentang apa biayanya dan apa yang terlibat. Dan karena itu ini memerlukan perhatian kami yang terbesar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemuridan itu sangat penting di gereja kami. Tugas kami seperti dinyatakan Tuhan Yesus Kristus di Matius 28 adalah, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius 10 Tuhan kita sedang membuat murid-murid. Dia membangun murid-murid. Dia memiliki kelompok dua belas itu dan Dia memuridkan mereka sampai dewasa untuk mengutus mereka mereproduksi diri dan untuk memajukan Kerajaan. Dan inilah proses yang sama bagi kita semua yang kita harus lakukan juga sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini artinya jauh lebih dari pada hanya membimbing orang kepada Yesus Kristus. Ini bukan akhir tugas kami, ini hanya awal. Dengan memakai perkataan Paulus di Efesus 4:12, tugas kami adalah “memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.” Kita harus menghasilkan murid-murid dewasa yang melayani dan yang dapat mereproduksi diri mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dicari Tuhan kita. Dia ingin supaya orang datang dan belajar dari Dia. Dia mengatakan di Matius 11:29, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Itulah intisari konversi itu. Konversi berarti ada keinginan untuk belajar segala sesuatu dari Yesus Kristus, yaitu apa saja yang diperintahkan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan komitmen saya adalah untuk melakukan itu meskipun saya masih bergumul dengan kelemahan saya dan kebodohan saya dan kedagingan saya untuk mencapai akhirnya, namun saya tahu tugas saya dan saya tahu komitmen saya kepada tugas itu. Yang saya tidak tahu adalah komitmen Anda kepada tugas untuk belajar ini dan itulah masalahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tahu tugas-Nya. Tuhan tahu kebenaran dan Dia tahu caranya untuk memberitahukan kebenaran itu namun yang Dia cari adalah hati yang terbuka untuk menerimanya, akal budi yang siap dan hati yang siap. Dan tujuan kita semua haruslah untuk memiliki kehidupan yang telah ditransformasikan seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus memanggil murid-murid kepada diri-Nya, Dia mengajar mereka perlahan-lahan apa yang mereka akan hadapi. Dan oleh karena itu orang-orang yang setengah hati yang belum sedia berkomitmen tidak mau masuk. Yesus melakukan hal yang sama ketika Dia membicarakan pintu yang sempit dan jalan yang sempit. Dia mengeluarkan orang-orang yang belum bersedia untuk berkomitmen, untuk membayar biaya yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah pemuridan sejati. Beginilah keadaannya jika Anda menjadi pengikut Yesus Kristus. Dan bagian ini akan memaksa Anda untuk menghadapi realitas itu. Tuhan kita benar-benar mengurangi pemuridan itu menjadi beberapa masalah dasar yang jelas. Kita akan membahas beberapa di malam ini dan lebih banyak minggu berikut dan menyelesaikannya sesudah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda pernah bertanya-tanya apakah hal nyata dari komitmen itu, dan apakah artinya dikuduskan atau dipisahkan, Anda akan menemukan jawabannya disini. Ayat-ayat ini penuh dengan kebenaran tentang pemuridan sehingga ini telah menjadi fokus orang Kristen selama berabad-abad dalam mempelajari pandangan Yesus tentang artinya dedikasi kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Anda menjadi orang Kristen, Anda bukan hanya membeli asuransi kebakaran, Anda bukan saja melompat melarikan diri dari neraka, Anda menegaskan ketuhanan Kristus yang berarti Anda menegaskan ketaatan Anda. Anda mengatakan – Engkaulah guru, saya adalah murid. Dan Anda akan belajar segala sesuatu yang Dia perintahkan Anda. Seandainya Anda datang berdasarkan suatu persyaratan lain, belum tentu Anda benar diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang-orang yang telah merespon terhadap kebenaran Matius 10:24-42 adalah jenis orang yang mengubah dunia. Kita membicarakan dedikasi total, komitmen total, hal sejati, tidak ada yang ditahan. Dan mereka adalah jenis orang yang melalui pemeriksaan diri yang mendalam telah mencapai tingkat dedikasi yang lebih tinggi daripada semua orang lain dan menjadikan mereka jenis orang yang dapat dipakai Allah untuk mengubah jalannya sejarah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jim Elliot, yang dimartir orang India Auca menulis dalam buku hariannya, “Allah, aku berdoa kepada-Mu, bakarlah tongkat-tongkat kehidupanku yang nganggur supaya aku dapat membakar bagi-Mu. Konsumsikan hidupku, Allahku, karena itu adalah milik-Mu. Aku cari bukanlah hidup lama, namun hidup yang penuh seperti kehidupan-Mu Tuhan Yesus.” Dan itulah khususnya yang dia terima. Pada saat mudanya orang India asli melemparkan tombak dan membunuhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dedikasi macam ini yang kita bicarakan. Ini menempatkannya dalam mode kontemporer supaya Anda tidak memikir kejadian ini hanya terjadi di zaman dulu. Jika Anda tahu sesuatu tentang sejarah kebangkitan rohani di Amerika Serikat, Anda pasti telah mendengar tentang nama Jonathan Edwards, pengkhotbah hebat. Allah sangat menggunakannya. Dan ada alasan. Alasannya adalah bahwa dia rela membayar biayanya. Alasannya adalah dia memberikan keseluruhannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah tulisannya, “Saya tidak mengklaim hak atas diri saya sendiri, tidak berhak atas pengertian ini, kehendak ini, kasih sayang yang ada di dalam diriku. Dan saya juga tidak berhak atas tubuh ini, tidak berhak atas lidah ini, tangan ini, kaki, telinga dan mata. Saya telah memberikan diriku seluruhnya dan tidak ada yang lain yang aku miliki. Saya telah menghadap Allah pagi ini dan memberikan diriku seluruhnya kepada-Nya, saya telah memberikan-Nya seluruh kekuatan supaya dimasa depan saya tidak berhak mengklaim diri untuk apapun. Aku berjanji tegas kepada-Nya, supaya oleh karena anugerah-Nya saya tidak gagal. Hukum-Nya adalah aturan ketaatan saya yang konstan. Saya akan berjuang dengan segala kekuatan yang ada pada diriku melawan dunia, kedagingan dan iblis sampai akhir kehidupanku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar pengabdian. Dan Allah memakai orang itu melampaui imajinasinya. Sekarang kita juga dipanggil untuk komitmen seperti itu. Dan saya memperingatkan Anda bahwa itu adalah yang Anda akan hadapi di bab ini. Dan selagi kita membaca terus perkataan Yesus Anda berkali-kali akan diperhadapkan evaluasi dan pemeriksaan diri tentang tingkat komitmen Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita malam ini memeriksa Matius 10:24-25. Yesus telah memilih keduabelas murid-Nya, dan yang dipentingkan pada awalnya bab ini adalah keduabelas murid itu. Namun ketika kita meneruskan bab ini kita dapat melihat dengan jelas bahwa nasihat ini melebihi mereka. Bahkan di ayat 25 dibicarakan orang-orang yang akan melayani sampai saatnya Anak Manusia itu kembali pada kedatangan-Nya yang kedua kali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita pada permulaannya melihat keduabelas dan kemudian kita melihat semua orang yang mengikuti Kristus. Pertama, misi awal mereka dan kemudian kita melihat misi mereka setelah mereka dikuatkan Roh Kudus. Dan setelah itu kita melihat misi semua orang yang melayani Kristus ketika kita meneruskan bab yang indah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang setelah kita mempelajari Matius 10:23 kita telah membahas semua sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua, sampai Anak Manusia datang kembali. Jadi sekarang Dia telah membawa kita ke tingkat yang luas, dan dalam konteks itu Dia membicarakan setiap murid Dia akan miliki selama seluruh periode itu dan Dia menjelaskan artinya pemuridan mereka dari ayat 24 sampai ke ayat 42.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Tuhan kita akan mengatakan ini – Bagi mereka yang benar-benar ingin datang dan menjadi murid-Ku, inilah permintaan saya. Inilah persyaratan Aku. Inilah hal yang nyata dari pemuridan sejati. Perhatikanlah betapa jujurnya Yesus pada permulaannya. Dia tidak menahan apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menerangkan biayanya kepada mereka. Anda tidak berbuat sesuatu yang baik jika Anda mencoba supaya mereka menerima Kristus tanpa menjelaskan apa sebenarnya terlibat dalam penerimaan tersebut. Tahukah Anda bahwa mungkin Anda akan kehilangan keluarga Anda, Anda mungkin kehilangan warisan Anda dan Anda akan kehilangan kenyamanan Anda dan itulah persyaratannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin murid-murid itu berpikir – Wah di ayat 16, kita domba ditengah-tengah serigala. Ayat 17, kita akan diserahkan kepada majelis agama dan disesah di rumah ibadat. Ayat 21, keluarga sendiri akan menyerahkan kita untuk dibunuh. Ayat 22, dan kita akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Ayat 23, kita akan dianiaya sehingga kita harus melarikan diri dari kota ke kota.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang di ayat 24, Yesus mulai ajaran-Nya yang umum tentang pemuridan. Dan Tuhan mengatakan, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.” Dengan kata lain Yesus mengatakan, “Mengapa Anda harapkan perlakuan yang berbeda dari apa yang Aku telah terima?” Apakah Anda mendengar itu, apakah Anda mengerti hal itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernyataan ini sudah jelas. Murid itu selalu dibawah gurunya. Jika saya menjadi gurumu maka Anda akan belajar apa yang saya ajarkan. Namun Yesus memakai juga kiasan lain, yaitu hamba dan tuannya. Dalam kasus pertama kita anggap murid itu memilih gurunya, dalam kasus kedua – tuan itu beli dan memiliki hambanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi dalam kedua kasus, ada peran pengabdian, kita berada dibawah-Nya. Murid itu seorang pelajar. Guru adalah orang yang tahu. Tuhan adalah penguasa dan budak itu doulos. Dan per definisi dialah melakukan apa yang diperintahkan tuannya. Jadi Tuhan mengatakan, Prinsip dasar pemuridan adalah bahwa Anda menyerahkan diri kepada-Ku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memilih untuk menjadi murid yang belajar di kaki Yesus namun Dia memilih kita sebagai hamba-Nya secara berdaulat. Ketika Anda menjadi orang Kristen dan Anda menegaskan bahwa Anda akan mengikuti Yesus Kristus, Anda mengatakan – Saya akan menerima kebenaran dan kebijaksanaan yang Engkau akan ajarkan saya. Saya akan mengikuti perintah-perintah-Mu dan saya akan melakukannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam hal ini ada sisi positif dan ada sisi negatif. Marilah saya membahas hal positif dulu sebentar. Yesus juga menggunakan frase itu di Lukas 6:40, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari murid itu akan menjadi sama dengan gurunya. Jadi apakah artinya menjadi murid sekarang? Artinya adalah untuk mengejar menjadi seperti Kristus, itu adalah unsur dasar pemuridan itu. Dari sisi positif Tuhan mengatakan – jika Anda telah diajarkan sepenuhnya Anda akan menjadi seperti Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan semua pemuridan telah dinyatakan dengan jelas di Amanat Agung - Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Apakah yang terlibat dalam hal itu? Matius 28:20, “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." Dengan kata lain, seorang murid adalah sesseorang yang tahu Firman Tuhan dan menaati Firman itu dan mengajarkan orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tujuan hidup Kekristenan adalah untuk bertumbuh menjadi seperti Kristus. Menurut 1 Yohanes 3:2, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain Yesus juga mengatakan bahwa murid itu tidak diatas gurunya, dan seorang hamba tidak diatas tuannya dalam hal penganiayaan. Dengan kata lain, Yesus mengatakan, janganlah harap sesuatu yang berbeda dengan apa yang saya telah alami. Dan semakin kita menjadi seperti Dia semakin orang-orang akan memperlakukan kita seperti mereka memperlakukan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat mengukur kehidupan Kristen Anda sendiri dengan cara itu, benar? Semakin Anda menjadi seperti Kristus semakin dunia akan memperlakukan Anda seperti mereka memperlakukan Kristus. Mungkinkah Anda tidak dianiaya karena tidak ada banyak kesamaan antara kehidupan Anda dan kehidupan Yesus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Konteks dunia ini adalah penganiayaan, permusuhan dan kematian. Dan kita harus terima hal itu. Ini adalah panggilan untuk pemuridan yang luar biasa. Saya ingin Anda menjadi murid-Ku dan menjadi seperti Aku dan siap untuk membayar biaya yang terbesar. Itulah yang Dia katakan. Dan jika Anda tidak mau datang berdasarkan persyaratan itu Anda tidak akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang lihatlah ayat 25 dan lihatlah bagaimana Yesus menambahkan frase berwawasan - Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.” Murid sejati sudah merasa puas menjadi seperti gurunya dan seorang hamba tulen merasa puas untuk setia kepada tuannya. Itu sudah cukup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus seperti itu dan dalam doanya yang besar di Filipi 3:10 dia mengatakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Saya tidak minta disayang dunia ini, saya tidak minta supaya orang menerima saya, biarkanlah saya mengenal persekutuan penderitaan- Nya, bahkan dalam kematian-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah Anda ingin tahu bagaimana mereka diperlakukan? Di ayat 25 Tuhan memberikan kita sebuah ilustrasi, “Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.” Disini Dia memakai perkataan ‘tuan rumah’, dan ini berarti Tuhan rumah itu. Jika mereka menamakan Yesus seorang setan dan Anda adalah dibawah Dia, apakah Anda harapkan mereka akan menamakan Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah orang menyebut Yesus setan? Iya, itu benar. Mereka menyebut-Nya Iblis karena Beelzebub adalah referensi ke Iblis. Lihatlah Matius 9:34 ketika Yesus menyembuhkan orang buta, dan menyembuhkan yang kerasukan setan, dan orang Farisi mengatakan, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Dengan kata lain, Dia bekerja untuk setan – penghulu setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka begitu benar diri dan mereka pikir mereka mengenal Allah, namun sebenarnya mereka jauh sekali dari kebenaran sehingga mereka melihat Anak Allah yang Kudus hidup dalam daging manusia dan mereka melihat dan mendengar-Nya dan mereka masih mengatakan – Dia kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 12:24, “Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya,” dan disini Yesus sedang menyembuhkan orang dan mengusir setan, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Disini sekali lagi mereka mengatakan Dia kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah lagi Matius 10:25. Disini Yesus mengatakan, mereka akan menyebut saya Beelzebub. Mereka tidak akan mengatakan Dia bekerja untuk Beelzebub atau Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebub, mereka sekarang akan mengatakan Dia adalah Beelzebub. Dia adalah Iblis. Ini adalah penghujatan terbesar. Dan Yesus mengatakan jika mereka mengatakan hal itu tentang saya, apa Anda pikir mereka akan mengatakan tentang Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah tujuan semua ini? Anda harus rela membayar biayanya. Semakin Anda menjadi seperti Kristus, yang adalah tujuan semua pemuridan, semakin dunia akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama mereka memperlakukan-Nya dan mereka akan memperlakukan Anda jahat karena itulah caranya mereka menganggap-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada diantara kita menjadi orang Kristen karena kita melihat sesuatu dalam kehidupan orang lain yang kita ingini. Ada sesuatu yang menarik yaitu suka cita, tidak ada perasaan bersalah, ada rasa kita telah diampuni, ada harapan akan hidup kekal, damai didalam hati, dan semakin kita menjadi lebih seperti Yesus kita akan menjadi lebih menarik bagi mereka yang dipanggil Allah kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagi sistim yang membenci Kristus kita akan menjadi lebih jijik. Itulah biayanya pemuridan, lebih menarik bagi mereka yang dipanggil dan lebih dibenci bagi mereka yang tidak percaya. Itu akan berlangsung bersamaan. Dan ini hanya introduksi saja sekarang. Kita akan belajar tentang kelima tanda murid yang tulen minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Jan 2013 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20130106</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000FB</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cerdik seperti Ular]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000FC"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:16-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:16-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu Tuhan Yesus Kristus mengutus Keduabelas di ayat 16-23, Dia mengajar mereka bagaimana mereka harus merespon ketika mereka ditolak dunia. Mereka perlu belajar untuk mengantisipasi penolakan. Dia telah mengutus mereka dan sekarang di ayat 16 Dia mengatakan, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. Jangan kira ini gampang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka diberi kuasa ilahi dengan pengetahuan bahwa kuasa itu tak terkalahkan. Disisi lain mereka domba dan karena itu sangat rentan. Jadi dalam pelayanan selalu ada ketegangan diantara kekuatan Allah dan kelemahan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 23 berakhir dengan kedatangan Anak Manusia, jadi ini mempengaruhi sejarah semua umat Allah. Ada beberapa hal yang terkait langsung dan khusus kepada Keduabelas, dan ada yang lain yang melebihinya dan berhubungan dengan kita semua dan khususnya dengan generasi yang hidup pas sebelum kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita membicarakan minggu yang lalu siapakah serigala itu. Perhatikanlah ayat 17 dan 22, “Waspadalah semua manusia. Anda akan dibenci semua orang.” Memang benar kita bergumul melawan setan-setan, namun mereka menjadi nyata melalui manusia sehingga manusia menjadi alat setan dan agen setan. Jadi kita diserang sistim manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka ganas sekali karena mereka benci Kristus, bukannya mereka tidak suka kita; mereka tidak senang dengan siapa yang kita wakili. Yesus Kristus dibenci Iblis dan setan-setannya. Jadi manusia sebagai agennya akan ikut mempertunjukkan kebencian itu terhadap kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana caranya serigala itu menyerang? Pertama, mereka menyerang melalui agama. Ayat 17 mengatakan, “Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu,” yaitu mereka akan memukul Anda dengan cambuk, yang biasanya adalah batang-batang yang diikat bersama, “di rumah ibadatnya.” Ini kata kunci di ayat 17 karena ini berarti ini adalah masalah agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi memiliki rumah ibadat atau tempat berunding di setiap kota dan desa. Disitulah mereka menjalankan hukum khusus mereka. Jika ada seseorang yang melanggar hukum Musa atau tradisi rabbi, dia akan dibawa untuk menghadapi rumah ibadat lokal. Dan ada pengadilan dari 2 atau 3 hakim yang akan mengambil keputusan, diikuti hukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Perjanjian Lama membutuhkan tidak lebih dari 40 pukulan untuk setiap korban menurut Ulangan 25:3, jadi mereka selalu menghukum tidak lebih dari 39 pukulan supaya mereka tidak melanggar hukum. Jadi sebagian dari fungsi rumah ibadat itu adalah mendisiplin. Sebenarnya orang itu dipukul di depan seluruh jemaat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan ditangkap dan diserahkan ke majelis, yaitu pengadilan lokal di rumah ibadat. Pengadilan tertinggi adalah Sanhedrin di Yerusalem. Dia mengatakan kepada mereka janganlah heran jika mereka dicambuk di rumah ibadat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para rasul dicambuk di rumah ibadat di Kisah 5:40. Kisah 22:19 mengatakan bahwa rasul Paulus sebelum konversinya pergi dari rumah ibadat ke rumah ibadat dan menyeret orang-orang Kristen dan mereka dicambuk karena mereka menolak Yudaisme. 2 Korintus 11:24 mengatakan bahwa Paulus sendiri dicambuk lima kali, dan kemungkinan besar semua itu dilakukan di dalam rumah ibadat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Faktanya adalah bahwa Tuhan Yesus Kristus sebenarnya dihukum mati oleh orang-orang beragama Yudaisme yang ingin membasmi Dia – imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi dan para penatua. Dan penganiayaan Yahudi terhadap orang Kristen berlanjut sampai kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M. Sementara Alkitab menunjukkan bahwa orang Yahudi pernah menganiaya orang Kristen, ini hanya reprensentasi dari penganiayaan agama secara umum terjadi di seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di zaman Rasul Paulus, orang Kristen sangat dianiaya orang Roma. Di kota Efesus orang-orang beribadah kepada Diana dan Artemis. Ketika Injil diberitakan disitu, in Kisah 19, mereka menyebabkan pembuat kuil-kuilan itu bankrut. Jadi ada kerusuhan dan penganiayaan mulai melawan orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak setan-setan telah mempengaruhi orang-orang yang tidak percaya di daerah-daerah terpencil untuk membunuh banyak orang misionaris selama berabad-abad di dalam sejarah gereja. Sepanjang sejarah yang menyebabkan orang percaya benar itu mati adalah agama lokal karena Iblis mendukung semua sistim agama palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika penganiayaan akhir akan terjadi diwaktu Tribulasi di Wahyu 17, orang- orang kudus sejati akan dibunuh dimana-mana. Wahyu 17:5 memberi nama kepada bentuk akhir agama dunia itu sebagai, “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua berasal dari Babel. Ketika Tuhan menyebarkan orang-orang dari menara Babel, mereka menyebarkan akar-akar agama palsu ke seluruh dunia. Semua agama palsu di dunia dapat ditelusuri kembali kepada sistim asli palsu yang dulu itu. Pada akhirnya mereka menjalankan lingkaran penuh, mereka mulai di Babel, mereka menyebar keseluruh dunia dan mereka kembali bersatu di Babel Setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 7:15, Tuhan kita memperingati kita tentang mereka “yang menyamar seperti domba tetapi sebenarnya adalah serigala buas.” Dengan kata lain mereka datang atas nama agama. 2 Korintus 2 mengatakan bahwa Iblis menyamar dirinya sebagai malaikat terang, jadi janganlah heran jika pendeta-pendetanya juga menyamar sebagai pelayan kebenaran. Agama seperti itu menopeng dirinya seperti terhormat, namun mereka menganiaya kebenaran, sambil berusaha keras untuk menghancurkannya, bahkan membunuh jika berwenang, karena ini semua diatur Iblis yang adalah pendusta dan pembunuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sumber penyerangan kedua, di ayat 18, adalah pemerintah, “Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah,” seperti Pilatus, Felix dan Festus di waktu Tuhan Yesus. Dan raja-raja seperti Agripa I dan II, Herodias Antipas dan yang lain di gambaran alkitabiah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat Anda digiring dihadapan mereka untuk memberi kesaksian itu, entah itu kesaksian positif dari Injil, atau itu kesaksian mendakwa untuk menghukum mereka, janganlah heran. Kekaisaran Romawi menganiaya orang Kristen. Sebagian besar murid-murid yang mendengar instruksi Yesus dalam Matius 10 tewas di tangan pemerintah Romawi atau suatu pemerintah tambahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Rusia, begitu banyak orang Kristen dibantai sesudah revolusi. Banyak juga dibantai di Cina komunis. Di Uganda, dibawah pemerintahan Idi Amin, orang Kristen mengalami kekejaman yang mengerikan. Pemerintah-pemerintah dunia akan menganiaya Kekristenan karena Iblis adalah penguasa dunia ini. Kita sudah mengalami bahwa pemerintah US telah menolak beberapa kebebasan yang kita miliki dimasa lalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penganiayaan juga datang melalui keluarga. Di ayat 21 dikatakan, “Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu di Matius 10:36-37, Dia katakan, “dan musuh orang ialah orang- orang seisi rumahnya. 37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Dengan kata lain, siapakah Anda mengasihi lebih banyak, Yesus atau keluargamu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya Tuhan tahu berapa banyak orang telah dianiaya, dikhianati atau dibunuh oleh anggota keluarga mereka sendiri karena kepercayaan mereka kepada Kristus. Hanya Allah tahu berapa banyak orang di negara-negara lain sepanjang sejarah dunia telah mengkhianati keluarga mereka sendiri yang percaya kepada otoritas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah harus diperbuat domba-domba? Nomor satu: jadilah bijaksana. Ayat 16 mengatakan, “sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Di dalam tulisan kuno orang Mesir, ular itu simbol untuk kebijaksanaan. Orang-orang kuno memandang ular itu cerdik, cerdas, bijaksana dan hati-hati, menggunakan keahlian tinggi untuk menghindari bahaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 4:5 Paulus mengatakan, “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar.” Dengan kata lain, orang Kristen harus bijaksana dalam hubungan mereka dengan serigala dunia disekitar mereka. Kebijaksanaan seperti apa? Jadilah halus, mengantisipasi, sensitif, cerdik dan hati-hati, waspada dan cerdik seperti ular.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Katakan hal yang benar pada waktu yang tepat di tempat yang tepat. Temukanlah cara yang terbaik untuk mencapai tujuan yang tertinggi. Tidak ada gunanya untuk menciptakan kekacauan di sekitar kita. Kita tahu bahwa mereka anti-Kristen, mereka tidak mau mendengar berita kami, jadi kita harus berhati-hati caranya kita mendekati mereka, gunakanlah kebijaksanaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang Farisi menanyakan Yesus apakah kita harus bayar pajak, Tuhan kita bisa saja menjawab, “Kaisar adalah orang berdosa yang buruk dan jahat dan terkutuk ke neraka untuk selamanya,” Namun daripada itu Dia menjawab, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang adalah milik Kaisar dan kepada Allah apa yang adalah milik Allah.” Dia tidak mengkompromi kebenaran dan Dia sangat bijaksana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Dia mengatakan, “Jadilah tanpa salah seperti merpati.” Orang Kristen janganlah menyebabkan bahaya atau menyebabkan ada masalah. Janganlah kita berjalan di dunia ini selalu melawan, menggugat and menghancurkan orang, dan mengganggu, berlaku kurang ajar dan kasar. Kita harus lemah lembut dan tidak membahayakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih dari itu, konsepnya disini adalah kemurnian dan kepolosan. Di Kidung Agung 5:2, suami berkata kepada isterinya, “Merpatiku, idam-idamanku,” ini simbol kemurnian, kekudusan dan kepolosan. Sementara kita harus bijaksana, kita juga harus bersikap murni. Tetapi waktu kita mencari metode yang lebih bijaksana dalam menangani masalah, janganlah sekali-kali kebenaran itu dikompromi. Mereka yang mewakili Kristus tidak boleh menyebabkan cedera atau memakai tipu muslihat untuk mencoba melarikan diri dari bahaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 6:27, Yesus menyimpulkan semuanya dengan mengatakan, “Kasihilah musuhmu dan berbuat baik kepada orang yang membenci kamu.” Dia mengatakan pertahankanlah kemurnian Anda dan kebijaksanaan Anda, perlihatkanlah sikap yang lemah lembut. Di 1 Korintus 9:22 Paulus mengatakan, “Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” Berhati-hati, namun jangan sekali-kali kompromi kebenaran, supaya Anda mempertahankan kemurnian Anda. Carilah keseimbangan antara keduanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 2:23 ketika Tuhan kita dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia dikutuk, Dia tidak membalas dengan mengutuk. Ketika musuh-Nya menyiksa Dia di kayu salib, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Itulah kelemahlembutan yang diperlihatkan Yesus. Itulah teladan baik bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, waspadalah. Berjaga-jagalah dan jadilah perseptif. Berhati-hatilah. Janganlah memberi serigala itu kesempatan untuk menghakimi Anda atau mengiring Anda ke pengadilan mereka. Niat jahat mereka adalah untuk Anda berkompromi. Berjagalah terus menerus, Iblis menyerang saat Anda sama sekali tidak mengharapkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, jangan kuatir. Ayat 19 mengatakan, “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.” Dengan kata lain. Pada saat Anda digiring ke pengadilan, dan mereka mengancam kehidupan Anda, janganlah kuatir, santai saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya supaya mereka janganlah kuatir karena Dia akan memelihara mereka; Dia akan memberikan mereka apa yang mereka harus katakan. Dia mengatakan, “teruskanlah pelayanan Anda, Janganlah kuatir akan apa yang akan terjadi. Jadilah bijaksana, jangan menyakiti orang, dan berjaga-jagalah. Dan jika Anda dibawa ke pengadilan, Saya akan mengurus hal itu.” Mereka tidak perlu menyiapkan pembelaan, mereka santai saja. Di Filipi 4:6 Paulus mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus memberi alasan mengapa mereka tidak perlu kuatir, “karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.” Ketika siapapun juga pada zaman apapun juga menghadap pengadilan apapun juga di dalam nama Yesus Kristus, Roh Allah akan mengingatkan Anda apa yang Anda harus katakan. Ayat 20 mengatakan, “Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” Anda hanya merespon saja, namun Allah adalah yang berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, jadilah nyata. Ayat 22, “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Apakah artinya ini? Ini bukan mengatakan bahwa semua orang yang dapat bertahan penganiayaan akan selamat. Ini mengatakan bahwa ketekunan adalah tandanya ada keselamatan sejati. Mereka yang benar-benar diselamatkan akan bertekun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu yang lebih memurnikan gereja daripada penganiayaan. Pada dasarnya ini prinsip yang sama yang kita temukan di Roma 2:7, “hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan.” Ini sama di Ibrani 3:14, “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu yang dapat menghancurkan Anda, kata Paulus di Roma 8, “35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat- malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, bergeraklah terus. Ayat 23, “Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.” Tidak ada gunanya bertahan terus ditindas dan dianiaya sampai akhirnya ada yang membunuh Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dilakukan Paulus, dia berkhotbah, dan ada yang mulai kerusuhan, maka dia meninggalkan kota itu dan pergi ke kota lain. Ketika kerusuhan mulai disana, dia pergi ke kota berikutnya dan seterusnya. Dia terus menerus bergerak, dia tidak mau tinggal di satu tempat saja dan mati – hidup itu terlalu berharga, terlalu banyak kota yang perlu dijangkau dan terlalu banyak yang harus dilakukan. Kita perlu pindah terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah inti perintah Tuhan kepada kita? Janganlah menimbulkan permusuhan atau penghancuran. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan terlalu banyak tempat yang masih harus dijangkau. Setiap orang berharga dimata Allah. Kita harus pindah ke tempat yang rela menerima kita dan terus bergerak ke tempat lain dengan pengetahuan bahwa Allah selalu menyertai kita. Dalam kuasa Roh, Dia akan menolong kami untuk mengatakan hal yang benar dan mempengaruhi orang menurut keinginan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang penyair menulis, “Yesus adalah Gembala kita, dijaga oleh tangan-Nya, meskipun serigala mencoba, tidak ada yang dapat membahayakan kita. Ketika kita menginjak Lembah Kekelaman, kelam dengan kegelapan yang menakutkan, kami tidak takut kejahatan, pemenang atau pemakaman.” Tidak peduli apa yang dilakukan Iblis, bahkan kematian, dia tidak bisa menang melawan domba-domba Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda relah melayani Allah Mahakuasa meskipun biayanya tinggi? Inilah hal yang terpenting yang Anda dapat lakukan di dalam hidup Anda. Dan Anda tidak mungkin kalah! Allah sendiri menjamin hal itu. Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Dec 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121209</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000FC</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Domba ditengah serigala]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000FD"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:16-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:16-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita meneruskan pelajaran kami dari Injil Matius kepada bagian yang indah dari bab 10 – yang dari pengajaran Tuhan kita kepada Keduabelas waktu Dia mengutus mereka. Ini menunjukkan lebih banyak lagi tentang Kristus dan memberikan kita lebih banyak lagi untuk bersyukur dan saya percaya Roh Allah akan menggunakan pelajaran malam ini supaya kita bertumbuh secara rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 10:16-23 Yesus mengatakan, “16Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu tidak akan selesai mengunjungi kota-kota Israel, sebelum Anak Manusia akan datang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan Keduabelas murid ini waktu mereka melakukan misi pertama sebagai bagian dari pendidikan mereka. Sebelum mereka pada akhirnya diutus setelah kebangkitan dan pengangkatan Kristus, mereka perlu tahu bagaimana keadaannya ketika mereka menghadapi dunia yang bermusuhan dan menolak Kristus. Jadi Tuhan mengutus mereka berdua-dua supaya mereka mengerti apa yang mereka akan hadapi nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus memberikan mereka ajaran khusus yang berhubungan dengan mereka. Namun setelah itu, Dia memberikan mereka prinsip-prinsip yang bukan saja berhubungan dengan misi mereka sesudah pengangkatan, namun juga bagi semua orang yang mewakili Kristus di zaman gereja bahkan sampai waktu masa Tribulasi Besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 10:23, Anda melihat kalimat itu berakhir dengan kedatangan Anak Manusia, yang berarti kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Ini menggambar- kan sejarah umat Allah dari waktu kedatangan Yesus untuk pertama kali sampai kedatangan-Nya untuk kedua kali. Dia melihat Keduabelas saat misi pertama mereka namun juga semua orang yang mewakili-Nya sesudahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa hal khusus yang berhubungan dengan para rasul. Misalnya, di ayat 8 dikatakan, “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.” Tidak ada indikasi mereka benar membangkitkan orang mati pada misi pertama mereka. Namun mereka akan melakukan itu di misi akhir mereka setelah Roh Kudus datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga dikatakan di ayat 17, “ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.” Mereka tidak dianiaya sampai setelah kebangkitan Kristus. Beberapa hal akan digenapkan secara unik oleh mereka yang hidup di masa Tribulasi Besar. Orang-orang sering salahmengerti bagian ini dan heran bagaimana dan kapan ini semua akan terjadi. Namun ini pola alkitabiah yang umum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini umum di nubuatan alkitabiah untuk menyatakan pengenappan langsung dan penggenapan di masa depan pada saat yang sama, dan itulah yang dilakukan Tuhan kita. Dia menubuatkan peran dan tempat para rasul, namun juga menjelaskan apa yang akan terjadi pada akhirnya dalam sejarah sampai waktu masa Tribulasi Besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah pembukaan ayat 16 dan lihatlah artinya, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Domba itu tidak berdaya, bodoh, hewan yang bergantung dan penakut. Mereka gampang takut bahkan kelinci melompat saja dari semak-semak dapat menyebabkan seluruh kawanan melarikan diri bersama. Itu hal yang baik, karena ketika ada bahaya, mereka benar tidak berdaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan musuh domba terbesar adalah serigala. Jika Anda tinggal di Palestina zaman Tuhan kita, Anda akan mengerti betapa sukarnya tugas gembala domba itu. Bukan saja dia harus membela dombanya melawan binatang buas namun juga mencegah mereka melukai dirinya. Domba itu caranya banyak untuk melukai bahkan membunuh diri mereka. Jika gembala melapor bahwa ada domba yang dibunuh, dia haruskan membukti bahwa itu disebabkan binatang liar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengutus orang sebagai domba sebenarnya contoh yang sangat realistis; Kristus adalah Gembala yang Baik, Dia mengenal domba-domba-Nya, Dia mengasihi dan memelihara domba-Nya, mereka mengenal suara-Nya. Namun pemikiran bahwa mereka berada ditengah-tengah serigala adalah cara Tuhan untuk menggambarkan secara grafis keadaan mereka saat mereka diperhadapkan dunia yang menolak Kristus dan yang membenci Allah ketika memberitakan Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang serigala itu berada ditengah kita sendiri. Paulus mengatakan kepada penatua gereja Efesus di Kisah Para Rasul 20:29, “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.” Di Roma 8:36, Paulus mengatakan, “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang serigala itu ada diluar. Masih ingat serigala menyamar seperti domba di Matius 7:15? Kata Yesus, “serigala itu ada diluar dan kamu tidak berdaya sendirian.” Ini bukan berarti kita akan kalah, ini hanya berarti bahwa kita tidak memiliki kuasa dari diri kita sendiri. Yohanes 10 mengatakan kebenaran bahwa Gembala yang Baik itu akan mengorbankan kehidupan-Nya untuk domba-domba-Nya; Dia akan membela kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kejujuran Yesus. Kita begitu kuatir menyelamatkan orang sehingga kadang-kadang kita mengencerkan dan melemahkan Injil. Kita tidak membicarakan pertobatan atau pengakuan dosa atau merendahkan diri atau merasa haus dan lapar untuk kebenaran. Kita tidak membicarakan ketuhanan Kristus atau ketaatan dan jalan sempit atau biaya dan ongkosnya mengikuti Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika seseorang menjadi percaya, kita tidak membicarakan pergi sebagai utusan kedalam dunia sama seperti domba diantara serigala. Kita tidak merekrut orang untuk penginjilan dan berkata, “Ada serigala liar yang lapar diluar itu. Adakah beberapa diantara kamu domba-domba yang ingin menjadi relawan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena kita telah melemahkan presentasi Injil dan mengurangi pengertian tentang apa sebenarnya pelayanan untuk Kristus, orang-orang akan datang kepada-Nya berdasarkan asumsi yang salah. Ini hanya menyebabkan semua bagi mereka dan orang lain tidak jelas. Karena itu begitu banyak orang di jalan yang lebar dan hanya sedikit di jalan yang sempit. Namun banyak orang di jalan lebar memikir mereka selamat karena mereka hanya pernah dengar Injil yang telah diencerkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Guiseppe Garibaldi pada tahun 1849 setelah pengepungan Roma mengatakan kepada para prajuritnya, “Semua upaya kami melawan pasukan superior telah gagal. Saya tidak dapat menawarkan Anda sesuatu selain dari kelaparan, kehausan, kesulitan dan kematian. Namun saya memanggil semua orang yang mengasihi negaranya untuk ikut saya,” dan ratusan dari mereka datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu Perang Dunia kedua setelah Dunkirk dimana ribuan orang meninggal dunia, Churchill mengatakan, “Saya tidak dapat menawarkan Anda sesuatu kecuali darah, kerja keras, air mata dan keringat.” Sama juga dengan Tuhan kita yang menawarkan darah, keringat, kelaparan, kehausan dan kematian. Itulah caranya dan Dia tidak pernah mengutus orang tanpa memberitahukan mereka kebenaran sepenuhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan sukar disini juga. Jika Anda tidak mengalami penganiayaan, mungkin itu karena Anda tidak terbuka dengan kepercayaan Anda. 2 Timotius 3:12 mengatakan, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,” Banyak gereja di Indonesia dianiaya. Puji Tuhan keadaannya belum begitu buruk disini, namun penganiayaan pasti akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali dari Kekristenan kami terkunci di dalam tembok gereja sehingga saya sering berpikir apakah dunia tahu siapakah kami? Jika kita terbuka dengan iman kami selalu akan ada biayanya. Kita tidak dapat menghadapi dunia yang membenci Allah tanpa ada reaksi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapakah serigala itu? Keduabelas murid diberitahu bahwa mereka akan dianiaya, namun hal itu tidak terjadi sampai setelah penyaliban. Ayat 17 mengatakan bahwa serigala itu manusia. Memang di Efesus 6:12 dikatakan “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu- penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Dan itu benar, memang Iblis adalah dibelakang ini semua namun agen-agennya adalah manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang sejarah manusia telah membunuh, telah memenjarakan, menyalibkan, membakar dan merajam orang-orang kudus Allah. Manusia telah memadamkan hidup mereka dan itu masih dilakukan di negara-negara Islam, di bagian-bagian di Afirka dan dimana saja ada orang yang cukup berani untuk menyatakan imannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:10-11 mengatakan, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.” Yesus tahu bahwa manusia yang melakukan hal jahat itu. Itu sudah mulai sebelum waktunya Tuhan kita, pada mulanya terhadap nabi-nabi dan sekarang terhadap murid-murid-Nya dan pengikut-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan terkejut jika Anda dikritik. Jangan kaget Anda dipecat karena Anda menjelaskan iman Anda. Jangan heran jika Anda tidak diundang ke pesta-pesta atau aktivitas tertentu, atau jika ada perempuan atau lelaki menolak Anda karena iman Anda. Jangan heran karena agen manusia mewakili kerajaan gelap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda menanya, “Apakah ini terjadi dimana-mana?” Lihatlah ayat 22, “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Hal ini tidak terisolasi, ini kejadian standar. Saya bicarakan bermacam orang sepanjang masa sejarah yang reaksinya negatif ketika orang hidup menurut Injil dan menyampaikannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pertanyaan kedua, melihat kembali ke Matius 10. Mengapa serigala itu begitu ganas? Jawabnya sederhana, ayat 18 mengatakan, “Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja.” Mereka ganas bukan karena mereka membenci Anda, tetapi karena mereka benci Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 22 lagi, “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama- Ku.” Konsep ‘nama’ itu mengacu kepada semua hal yang menyatakan Kristus. Karena siapakah Dia dan apakah yang Dia perbuat kita dianiaya. Dengan kata lain, jika Kristus tidak dinyatakan di dalam kita, tidak ada yang akan menganiaya Dia didalam kita. Namun saat saya dianiaya adalah karena saya mewakili Kristus dan saya mencerminkan Kristus di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 1:24 Paulus mengatakan, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus.” Paulus menerima pukulan yang diarahkan kepada Kristus. Paulus benar-benar mengidentifikasi dirinya dengan hukuman, bukan untuk apa yang dia lakukan, namun untuk apa yang dilakukan Kristus melalui dia, dalam menghadapi dunia kegelapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan di 1 Petrus 4:14, “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” Ketika Kerajaan dibangun, Iblis akan menyebabkan ada reaksi orang-orang, mereka akan memberontak, mengkucilkan, mengritik, mengutuk, berpaling dan memfitnah Anda. Namun kita diberkati saat kita menerima pukulan yang sebenarnya untuk Yesus karena Dia telah menderita segala hukuman yang seharusnya untuk kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus benar mengerti hal ini. Pada waktu Paulus ada di perjalanan ke Damsyik, Tuhan menjatuhkan dia dan membutakannya. Dia rebah ke tanah dan di Kisah Para Rasul 9:4 tertulis, “suatu suara berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Paulus belum pernah bertemu dengan Yesus, dan Yesus tidak ada lagi di dunia, Dia ada di sorga, jadi bagaimana caranya Paulus menganiaya Yesus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Kristus hidup kehidupan-Nya melalui umat-Nya, dan ketika Paulus menganiaya umat-Nya, dia menganiaya Dia. Paulus tidak pernah melupakan hal itu. Kita diutus kedalam dunia sama seperti Keduabelas itu untuk mewakili Kristus sebagai domba ditengah serigala. Dan alasannya serigala itu begitu ganas adalah karena mereka benci Kristus. Yesus mengatakan di Matius 12:30, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Tidak ada jalan tengah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah salah satu bagian Alkitab yang paling kaya yang Anda akan melihat tentang bagaimana kita diutus ke dunia yang membenci kita. Yesus mengatakan kepada mereka, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Dan kemudian Dia mengatakan di Ibrani 13:5, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau,” dan kamu akan menang pada akhirnya, domba-domba akan mengalahkan serigala. Bukan dengan kekuatan sendiri namun berdasarkan kuasa Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid-murid-Nya ingin tinggal dekat dengan Yesus karena mereka tahu Dia adalah sumber daya mereka. Dia adalah sumber makanan mereka – Dia memberi makanan kepada mereka disisi bukit. Dia adalah sumber pembayaran pajak mereka, pada satu kesempatan Dia menyediakan itu dari mulut ikan. Yesus adalah sumber kebutuhan manusia untuk kasih – Dia mengasihi mereka dan memelihara mereka. Dia mengajar mereka. Dia adalah segalanya bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu Dia mengatakan Dia akan meninggalkan mereka dan membiarkan mereka untuk serigala, mereka takut. Namun Dia juga mengatakan bahwa Dia akan mengirim Roh-Nya untuk berdiam di dalam mereka. Dia akan menjadi kekuatan dan kuasa mereka untuk mengatasi dunia. Melalui Roh yang tinggal di dalam kehidupan seorang percaya, orang percaya itu berkomunikasi dengan Kristus yang hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan mereka suatu cara untuk mengingat hal itu di Perjamuan Kudus. Dia mengatakan, “Datanglah ke meja dan ingatlah Aku, Gembala yang Baik yang memberi kehidupan-Nya untuk domba-domba. Setiap kali Anda melakukan ini, ingatlah bahwa Saya mati untuk menyelamatkan Anda dari serigala-serigala. Pada suatu hari Saya akan kembali lagi dan membawa Anda kemana Saya berada.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan saja menjadi meja pengingatan namun juga meja persekutuan. Ini mengatakan, “Ini apa yang Kristus lakukan dimasa lalu dan inilah persekutuan hidup di saat ini sampai Dia kembali lagi.” Dia mengatakan, “Pada suatu hari, Saya akan datang kembali dan kita akan bersekutu lagi di Kerajaan-Ku, namun sampai saat itu Dia bersekutu dengan kami disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah sedekat mungkin kita bisa datang sebagai keluarga, sedekat mungkin kita dapat datang satu sama lain, sedekat mungkin kita bisa datang kepada Kristus, seakrab mungkin kita dapat datang ke Gembala kita. Kita datang ke meja-Nya karena disitu kita mengambil bagian dari tubuh-Nya dan darah-Nya dalam memori, dalam pengingatan, dan dalam persekutuan hidup saat Dia bertemu dengan kita disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat kita berdiri di dunia ini, domba ditengah-tengah banyak serigala, kita perlu pengingat kehadiran-Nya dan kita perlu datang kembali untuk disucikan, supaya iman kditegaskan kembali, supaya persekutuan kita disatukan kembali di Perjamuan Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah respon kita? Apakah kita sama seperti murid-murid itu, apakah kita penakut juga, apakah kita selalu memikirkan segala hal yang mungkin bisa salah, apakah kita kuatir apa yang dipikirkan keluarga kita, dan apakah kita kuatir apa yang dipikirkan teman-teman kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah mereka semua tidak ada kuasanya, hanya Allah ada kuasa dan Dia akan menyertai Anda dimanapun Anda pergi dan Dia akan memberkati Anda lebih dari apa yang Anda dapat bayangkan, Amin? Marilah kita tunduk dan berdoa dan menyiapkan hati kita untuk Dia untuk minggu yang akan datang ini.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Dec 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121202</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000FD</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Misi yang efektif]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000FE"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:5-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:5-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah memanggil keduabelas rasul, Matius menulis, “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 13 Jika mereka layak menerimanya, berilah kedamaian kepada mereka, jika tidak, biarlah damaimu itu kembali kepadamu. 14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. 15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita telah melatih keduabelas murid-Nya, dan sekarang Dia akan mengutus mereka untuk pertama kalinya. Yaitu, bukan saja mereka akan dididik, namun mereka juga akan memberitakan Injil kepada tuaian jiwa-jiwa yang terhilang. Jangan salah mengerti bahwa Tuhan hanya memikirkan pendidikan mereka yang diutus; Dia mengingat keselamatan banyak orang. Tuhan kita dalam proses memuridkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita berkomitmen untuk memberikan diri-Nya untuk jangka waktu panjang kepada beberapa orang supaya mereka menjadi dewasa dan diperlengkapi untuk menjangkau generasi mereka. Dan Yesus memberikan mereka kuasa-Nya supaya mereka dapat mengubah dunia. Di Matius 10:1 dikatakan, “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka.” Kuasa itu menyebabkan mereka dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada apa yang kemanusiaan mereka memimpikan untuk memajukan kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu mereka diutus Yesus, mereka diberikan prinsip-prinsip untuk misi mereka. Prinsip pertama untuk misi yang efektif adalah utusan ilahi dan perasaan tanggung jawab kepada Tuhan kita. Kedua, dia harus pergi keluar untuk mewakili Kristus dengan suatu tujuan pokok. Kita telah membahas betapa pentingnya ada fokus dalam pelayanan dan janganlah menjadi begitu beragam sehingga tidak ada sesuatupun yang dilakukan dengan sangat baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang mewakili Yesus di misi untuk Kristus juga harus ada berita yang jelas, “Beritakan kepada mereka bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat.” Pelayanan mereka dari alpha sampai ke omega seluruhnya adalah apa yang mereka tahu dari Kerajaan Sorga. Marilah sekarang kita melihat prinsip berikutnya dan melanjutkan dimana kita berhenti Minggu yang lalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang mewakili Kristus juga harus memiliki referensi yang mengkonfirmasikan mereka utusan Allah. Jika Anda pergi dan memberitakan Injil, apakah alasannya orang-orang percaya apa yang diberitakan memang dari Allah? Bagaimana Anda tahu dia membicarakan kebenaran? Bahkan murid- murid itu berlawanan dengan sistim agama yang ada. Mereka tidak berpendidikan dan mereka bukan orang Farisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10:8 mengatakan, “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Itulah referensi para rasul dan itu cukup meyakinkan untuk mengidentifikasikan mereka sebagai wakil Allah. Itu sama dengan apa yang terjadi dengan Yesus. Orang buta yang disembuhkan Yesus mengatakan kepada orang Farisi yang menanyakannya di Yohanes 9, “30 Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kemampuan mereka untuk melakukan mujizat itu menunjukkan bahwa mereka datang dari Allah. Namun mengapa khusus mujizat seperti itu, seperti mujizat penyembuhan dan mujizat pembangkitan? Lihatlah referensi pertama yaitu sembuhkanlah orang sakit dan tahirkanlah orang kusta. Apakah artinya mujizat-mujizat seperti itu bagi Anda? Mereka mununjukkan hati Allah karena Allah peduli orang yang sakit, yang menderita dan yang miskin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat-mujizat itu menunjukkan kemurahan Allah dan menerangkan kepada mereka ketika Kerajaan Sorga itu datang orang sakit dan orang kusta disembuhkan. Dengan kata lain satu unsur Kerajaan yang akan datang adalah bahwa Allah akan menghilangkan semua penyakit. Jadi mereka menerima pendahuluan kecil dari maksud Kerajaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seseorang yang benar-benar mewakili Yesus Kristus memberikan dirinya kepada orang miskin, orang yang menderita, orang yang kebutuhannya banyak dan orang yang tertindas. Saya heran melihat orang-orang yang mengklaim mereka mewakili Yesus Kristus namun mereka terutama melayani orang kaya dan orang yang terkenal, akan tetapi mereka itu salah besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang mewakili dunia jahat ini, yang mengajar ajaran-ajaran palsu tidak menunjukkan kasih sayang Allah. Perjanjian Lama mengatakan bahwa orang-orang jahat menindas orang sengsara dan miskin (Yehezkiel 18:12), menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut (Amos 2:6), menginjak-injak orang yang lemah (Amos 5:11), menganiaya orang miskin (Mazmur 10:2) dan menipu orang miskin (Amos 8:5-6).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebaliknya Allah mengasihi mereka. Dia tidak melupakan mereka (Mazmur 9:18). Dia mendengar keluhan mereka (Mazmur 69:33), membela perkara mereka (Mazmur 140:12), melepaskan, melindungi, meninggikan dan memelihara mereka (Mazmur 35:10, 12:5, 107:41; 68:10). Mazmur 14:6 mengatakan, “Tuhan adalah tempat perlindungan mereka.” Mereka bahkan dipanggil orang miskin-Ku di suatu ayat di Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah menjadi referensi kami? Kami tidak dapat menyembuhkan orang sakit atau mentahirkan orang kusta; namun kami dapat memperlihatkan kasih ilahi yang mujizat-mujizat tersebut ingin menunjukkan. Referensi kedua mengatakan, “bangkitkanlah orang mati dan usirlah setan-setan.” Itu mendemonstrasikan benar-benar kuasa. Maksudku kuasa untuk membangkitkan orang mati dan kuasa untuk masuk dunia setan yang tidak kelihatan dan mengalahkan kerajaan itu, itu memang kuasa luar biasa yang nyata!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 7 menjelaskan bagaimana kita tahu ada nabi palsu, “Kita akan mengenal mereka dari buahnya.” Jika Anda tidak melihat kuasa, tidak ada transformasi dramatis, atau seseorang yang mati secara rohani menjadi hidup di dalam Kristus, maka orang itu bukan pengkhotbah sejati, atau pewakil Kristus yang benar. Wakil tulen Kristus akan ditandai kuasa Allah dimana saja dia pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Referensi ketiga paling menarik. Pada akhir ayat 8 dikatakan, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma- cuma,” yang berarti tidak mementingkan diri. Seseorang yang benar-benar mewakili Yesus Kristus tidak akan melakukan itu untuk keuntungan diri sendiri. Seseorang yang mengatakan dia wakil Yesus Kristus dan minta biaya besar untuk pelayanannya telah menghilangkan berkat-berkat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain prinsip berikutnya adalah iman yang yakin. Saya percaya Allah akan menyediakan keperluan saya. Lihatlah ayat 9, Dia mengatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.” Terus Yesus mengatakan di ayat 10, “Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang membuat prinsip itu? Allah mengatakan, “Aku membuatnya dan Aku akan memelihara sumber daya.” Jadi janganlah bawa apa-apa, ini seperti latihan menyelamatkan diri – kamu pergi tanpa membawa apa-apa. Anda ingin mengajarkan orang-orang iman yang yakin, keyakinan akan Tuhan. Namun disisi lain umat Allah harus mengerti bahwa kewajiban mereka adalah untuk mendukung orang-orang yang melayani mereka karena seorang pekerja patut mendapat upahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Korintus 9:14, Paulus mengatakan, “Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.” Yang dimaksud adalah hiduplah karena berkhotbah, biarkan itu mendukung Anda. Janganlah kita yang menentukan harga atau menuntut, akan tetapi kita janganlah egois. Ini semua bergantung kepada Allah, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini membawa kita kepada prinsip berikut, yang dinamakan kepuasan hati, apapun juga yang dia terima, dia harus merasa cukup. Kepuasan susah dicari, benar? Paulus mengatakan di 1 Timotius 6:6, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” Dia mengulangi prinsip itu di Filipi 4:11-12, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang ada dua prinsip terakhir. Ketika murid-murid itu menemukan rumah yang layak, mereka harus tinggal dan melayani pemilik rumah yang ramah tamah itu. Setelah mereka menentukan tempat tinggal mereka, mereka dapat memulai pelayanan mereka di kota itu, yang terdiri dari pemberitaan Injil rumah ke rumah. Setiap kali mereka mengunjungi rumah baru, mereka menyambut orang-orang didalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Fokuslah pelayanan kepada orang-orang yang mau menerima Firman Allah karena merekalah katalis untuk mengubah dunia. Dia bidang misi hal itu dinamakan “carilah orang damai.” Janganlah hanya mengatakan hal-hal yang menyenangkan mereka, namun berilah mereka Injil. Perhatikanlah mereka yang ingin bertumbuh dan yang ingin dididik. “Ketika Anda menemukan rumah tangga yang mau menerima Anda, berikanlah kedamaianmu kepada rumah tangga itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berikanlah Firman Allah kepada mereka yang mau. Carilah tempat-tempat dimana Allah telah membukakan hati-hati orang supaya mereka menerima dan melayani sebanyak mungkin di tempat-tempat itu. Janganlah memberitakan Injil kepada mereka yang melawan Kekristenan secara total. Dan ini membawa kita kepada prinsip terakhir, yaitu tolaklah mereka yang menghina.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir ayat 13, Yesus mengatakan, “Jika mereka layak menerimanya, berilah kedamaian kepada mereka, jika tidak, biarlah damaimu itu kembali kepadamu.” Itu ungkapan orang Yahudi, mereka ingin memberikan kedamaian mereka, namun jika rumah tangga itu tidak layak, mereka mengambil kembali kedamaian mereka. Dengan kata lain mereka mengutuk rumah tangga yang tidak layak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sama seperti apa yang dikatakan di 2 Yohanes 1:10-11, “Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. 11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.” Dengan kata lain, “Janganlah memberi doa berkat kepada orang-orang yang tidak percaya.” Jangan katakan, “Tuhan memberkati,” kepada seseorang yang tidak percaya. Berkat Tuhan janganlah diberikan kepada sembarang orang. Dan janganlah memberi kesan kepada orang-orang bahwa mereka benar-benar diberkati saat mereka tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10:14, “Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.” Itu hal fisik yang dilakukan orang Yahudi. Ketika orang- orang bepergian di waktu Kristus, mereka semua banyak debunya. Ketika orang Yahudi kembali ke Israel, mereka tidak mau membawa tanah non Yahudi masuk kedalam Israel karena mereka percaya itu akan menajiskan tanah. Jadi sebelumnya mereka masuk ke Israel, mereka mengebaskan debu dari sepatu supaya mereka tidak membawa debu non Yahudi itu masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, “Pergilah ke domba-domba rumah Israel yang terhilang, dan jika mereka tidak mau mendengar berita Anda, perlakukanlah mereka seperti orang non-Yahudi.” Itu juga yang diperbuat Paulus waktu dia berada di tempat ibadah di Pisidia di Antiokhia di Kisah Para Rasul 13:51. Dia masuk kedalam dan ketika mereka tidak mau menerima khotbahnya, tertulis mereka mengebaskan debu kaki mereka dan pergi kesebelah tempat itu kepada orang non Yahudi. Dia memperlakukan orang Yahudi sebagai orang non-Yahudi dan orang non-Yahudi sebagai orang Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata, “Tunggu dulu! Apakah ini berarti kita harus menolak semua yang melawan? Jika saya bertemu dengan orang dan saya memberitahu- kan mereka tentang Kristus dan mereka tidak tertarik, apakah kita harus berkata, “masa bodoh” dan pergi saja? Ya tidak. Pokoknya begini, ketika orang telah melihat mujizat-mujizat dan mendengar Injil sepenuhnya dan telah diberi kesempatan banyak untuk merespon, namun mereka tetap menolak Kristus, setelah semua itu Anda boleh saja meninggalkan mereka dan perlakukanlah mereka seperti orang yang tidak percaya karena memang mereka tidak percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 5:20, Paulus mengatakan, “Jadi kami ini dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Jadi kita meminta, memohon, kita mendorong! Namun setelah semua itu dilakukan, dan referensinya sudah terbukti, dan semua tanda sudah diberi dan mereka tetap menolak, perlakukanlah mereka seperti orang yang tidak percaya. Jangan memberi mereka berkat Allah, tinggalkan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuncinya adalah ayat 15, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.” Apa yang terjadi terhadap Sodom dan Gomora sangat tidak baik, benar? Api dan belerang jatuh kepada kedua kota itu dan menghancurkan mereka sebegitu rupa sehingga mereka tidak bisa ditemukan sekarang ini juga. Bahkan mereka pikir harus dibawah bagian selatan Laut Mati itu karena mereka belum menemukan sisa kota itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua kota itu hancur secara mutlak, total dan kekal, dan akibatnya juga sama dengan rumah atau kota manapun di Galilea yang menolak Injil. Asumsinya adalah bahwa kota-kota atau rumah-rumah di Galilea lebih tahu dan lebih mendengar daripada Sodom dan Gomora. Pokoknya berdasarkan apa yang telah dilakukan Yesus tentu informasi mereka cukup banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika ada kota yang telah mendengar banyak kebenaran Allah (yaitu melalui wakil-wakil Kristus sendiri), dan yang telah menerima kabar baik dan otentikasi dari kemampuan mereka untuk melakukan mujizat, dan tetap orang-orang menolak itu, tidak mungkin mereka dapat dibaharui untuk bertobat (Ibrani 6:4-6). Ketika mereka menutup diri dan mengejek, janganlah buang waktu. Penghakiman ilahi akan datang kepada kota itu atau rumah itu, dan itu parah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang kita belajar? Tuhan mengutus keduabelas murid-Nya dua per dua, dan mereka diberikan beberapa prinsip untuk pelayanan efektif, yaitu: panggilan dari Allah dengan tujuan pokok dan berita yang jelas, disertai kemampuan untuk melakukan mujizat sebagai bukti, iman yang yakin dan yang mencukupkan diri dalam setiap keadaan. Fokuslah kepada mereka yang mau menerima dan tolaklah mereka yang melawan. Itulah standar-standar pelayanan bagi Kristus yang patut kita ikuti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak diantara kita dapat belajar dari pelajaran ini, khususnya orang-orang yang menjadi pendeta dan misionaris. Mungkin Anda sendiri ada minat untuk pergi misi atau pelayanan Kristen lain. Namun sebenarnya ini untuk semua dari kita, karena semua orang percaya mewakili Kristus. Dan selagi kita mempelajari prinsip-prinsip ini, kita dapat mengerti bagaimana ini berguna bagi kita semua dan dapat digunakan untuk semua pelayanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhirnya saya ingin menanyakan Anda: jika Allah membandingkan prinsip- prinsip yang baru kita pelajari dengan kehidupan Anda sekarang ini, apakah Anda benar seorang misionaris yang setia? Apakah Anda hidup dan mewakili Kristus dengan prinsip-prinsip tersebut? Persyaratan dunia semua salah, dunia tidak akan memilih satupun dari murid-murid ini untuk menjadi misionaris. Hanya Allah saja memiliki persyaratan yang semua benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesabaran, kerendahan hati dan selalu datang pada waktu yang tepat (yang memperlihatkan Anda mengasihi orang lain dengan tidak memaksa mereka buang waktu menunggukan Anda) dan pengorbanan (Anda tidak keberatan bertemu ditengah malam), itulah hal-hal yang Allah dapat memakai untuk mengubah seorang laki-laki atau perempuan untuk menjadi seseorang yang Dia ingini. Dia memilih keduabelas orang ini, dan memberikan mereka prinsip- prinsip ini supaya misi mereka sukses. Semoga kita juga efektif sama seperti mereka! Marilah kita mulai Perjamuan Kudus.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121125</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000FE</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Prinsip Pelayanan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000000FF"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:5-7" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:5-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita terus menyelidiki Matius 10 untuk belajar apa yang disediakan Roh Allah bagi kita ketika untuk pertama kalinya Tuhan kita mengutus murid-murid-Nya. Kita sekarang, setelah 20 abad, juga telah diutus untuk menjangkau dunia kita dan kita dapat belajar banyak dari apa yang Dia ajarkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10:5-7, “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Matius sudah jelas bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias. Dalam sembilan bab pertama dari injilnya, Matius mengesahkan bahwa Yesus adalah Allah. Dia telah menunjukkan ini melalui silsilah Kristus, kelahiran-Nya, kekaguman yang Dia terima dari raja-raja Timur, khotbah-Nya, ajaran-Nya, mujizat-Nya, kuasa-Nya dan perkataan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu hal yang terjadi dari semua kesaksian tentang Kristus adalah bahwa ketenaran-Nya mulai menyebar kemana-mana. Jadi sementara ketenaran-Nya menyebar ke banyak orang, peminpin-pemimpin agama itu yakin Dia dikuasai Setan. Namun Matius 9:35 mengatakan, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari ketika Yesus berdiri ditepi bukit dan mengamati kerumanan orang dibawah-Nya, Dia tergerak belas kasihan. Matius 9:36, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Mereka benar-benar terpukul dan memar karena pemimpin mereka sendiri telah memaksa mereka melakukan suatu sistim agama palsu yang penuh legalisme dan yang menyangkal kebenaran Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya di Matius 9:38, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Dan yang dimaksud-Nya dengan “tuaian” adalah penghakiman Allah. Dia harus minta orang lain untuk membantu-Nya, jadi Dia minta supaya murid-murid berdoa untuk lebih banyak pekerja. Dan sekarang Yesus memanggil keduabelas murid-Nya sendiri dan memberikan mereka kuasa untuk melayani. Matius 10:5 mengatakan, “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang tibalah waktunya untuk mengutus mereka dalam format misi pelatihan hanya untuk beberapa minggu singkat. Dia mengirim mereka keluar supaya mereka mengerti keadaan diluar itu seperti apa dan apa yang mereka pasti akan mengalami nanti sebagai kehidupan sehari-hari. Jadi inilah tugas misi mereka jangka pendek – mereka adalah utusan pertama Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang memberi motivasi kepada Yesus dan juga Paulus adalah penghakiman yang pasti akan datang. Paulus mengatakan di 2 Korintus 5:11, “Karena kami tahu teror Tuhan, kami berusaha meyakinkan orang.” Yesus melihat tuaian dan memanggil pekerja untuk pergi dan memperingati orang bahwa penghakiman itu pasti akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ajaran yang diberi Yesus kepada murid-murid-Nya adalah untuk misi jangka pendek. Namun ketika kita meneruskan bab ini, Dia memberikan lebih banyak informasi lagi untuk menolong mereka dalam pelayanan mereka. Ada sebagian yang sangat jelas dan ada juga yang umum sekali. Jadi disini terdapat beberapa prinsip untuk mereka dalam misi pendek pertama, akan tetapi itu berguna juga sekarang bagi kita semua yang menjangkau orang-orang dalam nama Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10 dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah di ayat 5 – 15 dan berakhir dengan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya.” Bagian pretama itu membicarakan tugas orang yang diutus. Bagian kedua adalah dari ayat 16 – 23 dan berakhir dengan , “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya.” dan ini membicarakan reaksi orang yang diutus itu. Dan bagian ketiga dari ayat 24 - 42 dan berakhir, “Aku berkata kepadamu :Sesungguhnya,” dan itu membicarakan biaya orang yang diutus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini dan hari Hari Tuhan yang akan datang kita akan membicarakan soal tugas. Di ayat 5 – 15 kita melihat prinsip yang efektif untuk pekerjaan misi. Jika Anda diutus untuk pekerjaan Tuhan dan mewakili Dia, sangat perlu Anda mengerti prinsip-prinsip ini. Sayang-nya salah satu tragedi Kekristenan zaman ini adalah orang-orang yang mengatakan mereka mewakili Yesus Kristus sebenarnya tidak mewakili-Nya sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah prinsip-prinsip misi yang efektif? Nomor satu, utusan dari Allah. Matius 10: 5 mengatakan, “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka.” Para rasul itu tidak dari diri mereka sendiri menawarkan untuk pergi (meskipun mereka ingin pergi – Kristus tidak bertindak melawan keinginan mereka), mereka ditugaskan sama seperti Yeremia, dimana Tuhan mengatakan tentang dia di bab 1:5, “Sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 6:7 adalah ayat-ayat komparatif yang mengatakan Yesus mengirim mereka berdua-dua. Mereka dapat saling menguatkan waktu ada pencobaan, dan mereka dapat menghibur satu sama lain diwaktu ada penganiayaan. Dan mereka dapat berkhotbah dan menyembuhkan orang berganti-gantian. Dan memang semua orang tahu bahwa kesaksian seseorang harus dikonfirmasikan oleh dua atau tiga saksi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ini hanya berlangsung beberapa minggu, namun para rasul itu tetap menjadi duta Kristus, mereka dikirim secara resmi. Mereka dalam kategori yang sama seperti Paulus yang mengatakan di 2 Korintus 3:4,” Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.” Dan Paulus menganggap ini hal yang serius sekali sehingga dia berkata di 1 Korintus 9:16, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil,” dengan kata lain, “kutuklah aku jika aku tidak berkhotbah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kasus mereka, mereka diutus secara langsung. Mereka tidak berdoa supaya Tuhan memberikan mereka suatu tanda. Dengan kita, panggilan kita lebih secara tidak langsung. Orang yang masuk pelayanan seringkali menanyakan, “Bagaimana saya tahu saya dipanggil untuk masuk pelayanan?” Pada dasarnya ada tiga persyaratan. Nomor satu: ada keinginan besar. Jika Anda sayang Tuhan, Dia akan memberikan Anda keinginan hati Anda, Allah telah menanam keinginan itu di dalam hati saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, ada konformasi dari gereja. Itulah yang dikatakan Paulus ketika dia mengatakan kepada Timotius di 1 Timotius 4:14, “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua,” yaitu konfirmasi dari mereka yang ada disekitar Anda di gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya pelayanan itu dimungkinkan oleh keadaan. Di 1 Korintus 16:9, Paulus mengatakan dia berada di Korintus, karena “pintu besar yang efektif telah dibukakan bagiku.” Jadi Anda harus memiliki keinginan, konfirmasi dan kesempatan. Dan kita belajar sekarang melalui “Mengalami Allah” bahwa kita perlu menyesuaikan diri supaya kita layak bekerja untuk Dia. dan jika Anda mengatasi semua hal itu dan hati Anda menetap, maka itu merupakan suatu panggilan dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda telah diutus Tuhan Yesus sendiri dan Anda tidak memiliki pilihan lain daripada merespon karena sekarang Anda prajurit dan Dia adalah komandan, karena Anda sekarang harus hidup kehidupan dan Dialah yang menentukan standar moral, karena Anda hanya dapat menyelesaikan tugas dan Dialah yang menentukan bagaimana caranya itu berfungsi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang diinginkan Allah dalam pelayanan bukanlah kreativitas dan inovasi Anda, yang Dia inginkan adalah ketaatan Anda. Pengkhotbah atau penginjil bukanlah koki, dia adalah seorang pelayan. Allah tidak menginginkan Anda mempersiap- kan makanan itu, Dia hanya ingin Anda membawa makanan itu ke meja tanpa dikacaukan, tanpa ada tambahan atau tanpa dikurangi. Itu saja. Kita adalah pelayan dibawah utusan ilahi. Kita semua terikat untuk mematuhi panggilan Kristus dan untuk mewakili Dia di dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk bekerja efektif Anda harus memiliki tujuan yang jelas. Lihatlah ayat 5 lagi. Yesus memerintah mereka dan berkata, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa bukan Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria.” Mengapa, apakah kerajaan itu terbatas?” Di ayat 6 Dia mengatakan, “melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Ini bukan perintah permanen. Ini pernyataan sempit, yang terbatas kepada waktu itu dan tempat itu dan perintah untuk waktu itu adalah rencana Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sayang sekali mesias-mesias bikinan sendiri selalu ingin menaklukkan dunia dan ingin menang sekarang juga tanpa pertolongan Allah. Oleh sebab itu pandangan pelayanan mereka begitu luas sehingga akhirnya bentuknya seperti tempat mandi burung – panjangnya 1 kilometer dan dalamnya hanya 1 centimeter. Fokus Tuhan kita yang diberikan kepada murid-murid-Nya disini adalah pelayanan yang sempit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Allah tidak peduli orang bukan Yahudi? Tentu Dia peduli. dengarkanlah apa yang dikatakan Yesus di Matius 8:11-12, “Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat (dari Israel) dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, 12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu (orang-orang Yahudi) akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melihat di bab 13 begaimana Yesus mulai berpaling dari Israel dan mulai berbicara tentang gereja, yang disebut Paulus, “jumlah penuh dari bangsa non Yahudi.” Tuhan selalu ada orang non Yahudi dalam rencana-Nya. “Apakah Dia benci orang Samaria?” Tidak, orang Samaria OK saja, namun mereka dibenci oleh orang Yahudi. Yesus mengasihi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang pertama yang tercatat di Alkitab kepada siapa Yesus mengumumkan Dia adalah Mesias adalah seorang perempuan Samaria yang tinggal di kota Sikhar. Suaminya banyak dan pada waktu itu dia tinggal bersama seseorang yang bukan suaminya, dia bukan perempuan yang baik. Namun kepada dialah Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Mesias. Ketika Yesus mengajarkan bagaimana kita harus mengasihi sesamamu manusia, Dia memakai orang Samaria sebagai contoh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata, “Jika Allah mengasihi orang non Yahudi dan orang Samaria , mengapa Dia melarang mereka untuk pergi kesana?” Ada tiga alasan mengapa Dia melarang menjangkau mereka. Nomor satu, orang Yahudi adalah umat pilihan Allah dan kepada mereka diberi janji-janji dan hukum Taurat. Jadi menurut rencana Allah, mereka harus ditawarkan Kerajaan itu paling pertama. Itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 4:22 mengatakan, “keselamatan datang dari bangsa Yahudi.” Ini bukan berarti bahwa keselamatan hanya bagi mereka, ini berarti itu datang dari bangsa Yahudi, mereka seharusnya menjadi utusan dan saksi, Yerusalem seharusnya menjadi titik peluncuran penginjilan, tempatnya dimana bangsa- bangsa akan datang untuk melihat Mesias. Mereka seharusnya menjadi saksi- saksi-Nya, jadi Dia mengatakan, “Pergilah dulu kepada mereka,” sama seperti Paulus di perjalanan misinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan nomor dua, murid-murid itu masih belum tentu diperlengkapi sepenuhnya untuk menjangkau orang-orang mereka sendiri, apalagi untuk menjangkau orang non Yahudi dan orang Samaria, yang kebudayaannya mereka masih belum begitu mengerti, dan kebiasaan prasangka mereka belum tentu mudah diatasi. Mereka belum siap untuk itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, alasan mereka diutus hanya kepada orang Yahudi adalah itu merupakan suatu titik konsentrasi khusus. Tidak mungkinlah untuk menuju tergesa-gesa kesemua arah. Perlu ada tujuan khusus dulu. Kemungkinan itu banyak, jadi Yesus memberikan mereka target yang spesifik. “Pergilah ke orang Yahudi di Galilea, yang adalah domba-domba yang hilang dari umat Israel.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa Tuhan sendiri tidak pernah pergi ke orang-orang non Yahudi? Pelayanan-Nya hampir seluruhnya untuk orang Yahudi. Di Matius 15:24 Dia mengatakan, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Mereka adalah fokus-Nya. Dunia orang non Yahudi akan datang sesudah itu. Yesus memiliki tujuan yang sangat jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu hal yang membuat frustasi orang dalam pelayanan adalah mereka tidak memiliki tujuan yang jelas. Banyak diantara mereka yang melakukan sedikit disana-sini. Ketahuilah karunia Anda, apa yang Allah telah melengkapkan untuk diperbuat Anda, carilah dimana Allah bekerja, lihatlah kesempatan yang ada dan ikutilah pelayanan-Nya dan berlarilah didalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda mengatakan, “Bagaimana dengan hal ini? Bagaimana dengan hal itu?” dan Anda mulai kuatir. Tuhan akan mengurus hal itu, Dia memiliki banyak orang lain. Saya tidak perlu melakukan semua hal. Jika saya melakukan satu hal saja dengan baik, satu hal saja yang Dia berikan kepadaku, saya percaya Dia akan menyelesaikan semua hal lain yang perlu dilakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita akan menyelesaikan prinsip ketiga. Pekerjaan misi efektif bukan saja memerlukan tujuan pokok, namun juga pesan yang jelas. Sayang pesan Kekristenan zaman ini tidak jelas. Dengarkanlah apa yang dikatakan Yesus di Matius 10:7, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” Jadi jika Anda ingin mengatakan sesuatu, bicaralah tentang proyek Tuhan, bukan proyek manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beritakanlah Kerajaan, aturan dan pemerintahan Allah, bahwa Surga telah turun kebumi. Kerajaan Surga terlihat dalam 3 cara: dalam konversi, ketika manusia masuk kedalam Kerajaan, dalam santifikasi ketika kita hidup dalam Kerajaan (Roma 14:17 mengatakan “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”); dan kemuliaan saat Kerajaan turun ke dunia dalam bentuk millennial. Sampai saat itu kita harus memberitakan Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa sangat membingungkan bagi orang-orang saat mereka mendengarkan pengkhotbah-pengkhotbah memberitakan bermacam hal. Orang normal yang belum percaya yang nonton TV menemukan suatu perbedaan yang begitu besar sehingga hampir mustahil bagi dia untuk mengetahui pesan mana yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis itu sangat cerdik. Cara terbaik untuk menghalangi Injil adalah untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu sebenarnya itu apa. Berita yang kita harus sampaikan adalah bahwa Kerajaan Surga sudah dekat, dan itu disediakan bagi setiap orang dan itu adalah aturan dan pemerintahan Allah di dalam kehidupan mereka sekarang dan untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak mau ditarik ke dalam soal politik, meskipun saya ada pendapat kuat tentang soal-soal itu. Saya tidak suka diganggu, saya selalu mengatakan tidak kepada hal-hal seperti itu karena saya tidak mau fokus saya berubah dari Kerajaan. Harapan saya adalah setiap saat orang Kristen membuka mulutnya, yang keluar adalah Kerajaan. Bukankah itu hebat?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita bicara tentang perintah Allah dan Kerajaan-Nya. Saya senang sekali apa yang dikatakan Yesus kepada mereka, “Katakanlah Kerajaan sudah dekat.” Jadi apakah yang mereka harus perbuat? Hanya berkeliling dan mengulangi kalimat itu saja terus menerus? Tentu tidak, Dia menyiratkan untuk mengisinya dengan semua konten yang layak untuk istilah itu, dan kita telah membicarakan istilah itu banyak sekali dalam sepuluh bab sebelumnya, jadi Anda pasti tahu apa isinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada rasa urgensi dalam pernyataan itu. Kita tahu bahwa tidak lama lagi sesudah itu Tuhan berpaling dari Israel karena mereka tidak mau menerima pesan yang ditawarkan kepada mereka. Dalam dunia sekarang ini ada urgensi juga, kita tidak tahu berapa lamanya sebelum Tuhan kembali, jadi kita perlu memberitakan Kerajaan dengan urgensi. Misionaris yang efektif diutus ilahi dengan tujuan pokok dan pesan yang jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda sesuatu yang menarik? Hal berikut yang kita akan bicarakan sebenarnya adalah hal yang paling penting, namun kita akan membicarakan itu minggu depan. Saya ingin menanyakan Anda betapa besar kerohanian Anda, namun saya akan tunggu sampai minggu depan. Saya hanya akan berdoa supaya Anda datang minggu depan karena itu memang titik terbaik dari semua. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Nov 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121118</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000000FF</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yudas Iskariot]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000100"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:4" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Matius 10 lagi saat kita maju dalam Injil ini yang mengajarkan kami bagaimana Yesus mendidik keduabelas murid-Nya. Dan kita sudah melihat nama-nama mereka dan kita telah berhenti untuk mengenal mereka satu per satu sebanyak mungkin. Dan malam ini kita melihat nama terakhir dalam daftar murid itu, yaitu nama Yudas Iskariot.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal yang kita belajar secara umum adalah bahwa sebelas murid ini semua tidak layak. Namun sebelas murid ini benar-benar menjadi kunci sisa sejarah manusia. Seandainya mereka gagal, tidak pernah ada lagi generasi yang lain, dan kita semua tidak akan ada disini sekarang. Dibawah kuasa Roh Kudus mereka melakukan apa yang diutus Kristus, yaitu membangun gereja-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada satu orang yang berbeda dari semua yang lain. Dia tersendiri dan namanya adalah Yudas Iskariot. Meskipun kita tahu banyak hal, ada juga banyak misteri dan kegelapan disekitar Yudas yang kita tidak akan pernah tahu. Ada 40 ayat di Perjanjian Baru dimana ada referensi tentang pengkhianatan Tuhan kita dan setiap kali ada implikasi dosa besar dari si Yudas ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita menyelidiki apa yang dikatakan Alkitab mengenai dia. Pertama, nama Yudas adalah nama umum. Lebeus and Tadeus di ayat 3 juga dinamakan Yudas. Ini hanya suatu bentuk kata Yehuda, tanah umat Allah. Ada yang mengatakan akarnya berarti dipimpin Allah namun tidak pernah ada orang yang lebih dikuasai Iblis daripada Yudas ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namanya bukan saja Yudas tetapi juga Iskariot. Pada dasarnya kata itu datangnya dari dua kata ish yang berarti orang dan Keriot yang berarti kota. Dia seseorang dari kota Keriot. Yudas diidentifikasi secara geografis karena dia satu-satunya orang yang tidak berasal dari Galilea. Dia orang Yahudi selatan. Dia satu-satunya orang Yahudi Yudea dan mereka merasa diri mereka lebih unggul daripada orang Yahudi desa dari utara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Panggilan Yudas tidak diberitakan di Alkitab. Kita bertemu dengan dia pertama kali di daftar ini dan kita tidak tahu bagaimana dia masuk ke kelompok itu. Kita tahu dia ingin ikut namun kita tidak tahu keadaannya sama sekali. Rupanya dia tertarik pada Yesus dan dia mengikuti-Nya. Dan dia tinggal bersama-Nya lebih lama dari banyak murid palsu lain yang keluar duluan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yudas memang tertarik pada Yesus. Namun dia tertarik di tingkat egois, yang menariknya adalah apa yang Yesus dapat berbuat bagi dia. Dia melihat kuasa Yesus dan dia percaya bahwa orang ini akan membawa Kerajaan. Dan dia tertarik kepada Kerajaan itu berdasarkan apa yang dia dapat memperoleh karena kedudukannya di lingkaran dalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disisi lain dari sudut Kristus, dia dipilih untuk mengikut. Jadi kita ada paradoks yang sama tentang pilihan manusia dan keberdaulatan ilahi yang ada di dalam keselamatan. Kita datang kepada Kristus, kita memilih untuk percaya kepada Kristus namun kita juga dipilih Dia sebelum dunia terjadi. Itulah paradoks, suatu masalah teologia yang pada akhirnya hanya dapat diselesaikan di dalam pikiran Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya dan oleh karena itu dia dipilih- Nya. Yesus tahu rencana Allah karena Dia mahatahu, Dia tahu segalanya. Yesus mengatakan di Yohanes 6:70, “Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Jadi dari permulaan Dia tahu rencana Allah dan dari Perjanjian Lama yang menubuatkan bahwa salah satu dari murid-Nya sendiri akan mengkhianati-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contohnya di Mazmur 41: 9, kita membaca ini dan ada kepentingan Mesias, dikatakan, “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Pemazmur dengan kuasa Roh Kudus melihat kedepan dimana Mesias dikhianati oleh teman-Nya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah nubuatan Zakharia 11:12-13, “Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. 13 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Serahkanlah itu kepada tukang periuk!" --nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada tukang periuk di rumah TUHAN.” Sebentar lagi kita akan mengerti apa artinya itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah Yohanes 17:12, Yesus berdoa kepada Allah Bapa dan Dia berdoa tentang keduabelas murid-Nya. Dan Dia berkata, “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Yesus mengatakan kepada Bapa – Yudas terhilang karena memang itu menggenapkan Alkitab. Karena itu Yesus memilihnya karena Dia tahu rencana yang tertulis di Firman Allah, Dia memilihnya untuk menggenapkan Firman itu. Itulah rencana Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi ini suatu paradoks. Jika itu semua memang rencana Allah mengapa Yudas tetap bertanggung jawab? Bagaimana Allah dapat menentukan semua ini, memberi semua nubuatan dan membuat semuanya terjadi dan memasukkan Yudas di dalamnya dan mempertanggungjawabkan Yudas? Namun itulah khusus yang dilakukan Allah. Bagaimana Dia dapat melakukan itu saya tidak mengerti karena pikiran Allah terlalu tinggi bagi saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun saya mengerti dengan jelas apa yang dikatakan Alkitab dan untuk kepentingan Anda untuk menyelesaikan masalah ini dengarkanlah Lukas 22:21-22, Yesus berbicara di Perjamuan Kudus, “Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini. 22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Yesus mengatakan: Aku akan dikhianati, Aku akan ditangkap, Aku akan mati seperti telah direncanakan. Pengkhianatan dan orangnya telah ditentukan. Namun lihatlah selanjutnya, “celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!” Jadi disisi satu semua telah ditentukan, namun disisi lain Yudas tetap bertanggungjawab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitupun keadaannya dalam hal keselamatan. Jika Anda diselamatkan itu adalah karena itu sudah ditentukan sebelum dunia terjadi dan jika Anda terhilang Anda tetap bertanggungjawab. Dan jika Anda tidak dapat menyelesaikan paradoks itu jangan merasa kesal, tidak ada seorangpun yang dapat menyelesaikannya juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dari luar Yudas tidak kelihatan ada sifat buruk. Bahkan pasti dia memiliki kualitas dan kapasitas yang baik. Selama tiga tahun dia bersama murid-murid dan ketika Yesus mengatakan di ruangan atas di Yohanes 13:21, “Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku,” semua murid menjawab. Apakah mereka mengatakan, Itu Yudas ya? Tidak. Setiap orang mengatakan – apakah itu aku?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Mereka tidak ada alasan untuk menyangka itu Yudas daripada ada alasan untuk menyangka itu mereka sendiri. Setiap orang tahu mereka orang berdosa dan Yudas memang orang yang sangat munafik. Dan dia berlaku munafik begitu baik sehingga mereka mengangkatnya menjadi bendahara kelompok itu. Mereka begitu percaya dia sampai mereka memberikannya tugas mengurus keuangan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, pasti latar belakangnya Yudas buruk sekali jika sifatnya begitu busuk sampai dia mengkhianati Kristus. Ija, namun apakah dia lebih jelek daripada murid-murid lain? Apakah dia lebih keji daripada Matius yang memeras dan mencuri dan menerima sogokan? Apakah dia lebih buruk daripada Simon orang zelot yang adalah pembunuh? Yang menarik adalah bahwa dia tidak pernah mengatakan apa- apa kecuali saat dia mengeluh karena uang dihamburkan di Betania.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memiliki potensi yang sama dibanding yang lain. Kristus mungkin saja dapat mentransformasikan dia jika hatinya rela. Matahari yang sama melelehkan lilin juga mengeraskan tanah liat dan ketika hati orang lain dilelehkan dan dirubah, hati Yudas sedang dikeraskan. Mungkin saja dia muda dan patriotik, yang membenci pemerintah Roma. Dia percaya bahwa orang ini adalah Mesias dan Dia akan mendirikan Kerajaan dan akan mengalahkan Roma.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memilih Yudas karena ada rencana namun Kristus memberikan Yudas berbagai kesempatan untuk tidak melakukannya. Yesus memberikan Yudas pelajaran tentang orang yang membuang kesempatan. Yesus mengajarkan Yudas tentang pakaian pesta perkawinan. Yesus mengajarkan Yudas tentang uang dan keserakahan. Dia mengajarkan Yudas tentang kesombongan, “Seorang di antaramu adalah Iblis,” untuk memperingatkan Yudas namun dia tidak pernah mendengar dan tidak pernah mengapplikasikan sesuatu. Dan dia terus menerus berbohong.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang percaya bahwa Mesias telah datang dan yang akan membawa Kerajaan duniawi dan akan menggulingkan Roma. Namun Tuhan mulai memberitakan kepada mereka bahwa sebelumnya Dia menjadi singa suku Yehuda, Dia harus menjadi domba yang disembeleh dari sebelum dunia dijadikan. Dan Dia berbicara tentang kematian dan memberikan nyawa-Nya dan tentang diangkat ke kayu salib. dan seolah-olah kita dapat mendengar Yudas mengatakan – Apakah artinya semua ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang menghancurkan hati Yudas adalah saat Yesus masuk ke kota sebagai pemenang dan orang-orang mengatakan, “Hosana anak Daud,” dan semua orang mengakui Dia sebagai Mesias. Yudas memikir – wah inilah waktunya, ini akan terjadi hari ini. Namun ketika Yesus turun dari keledai dan mengatakan di Yohanes 12:24, “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Aku harus mati dulu. Inilah hal terakhir yang menyebabkan Yudas putus asa. Semua ini tidak akan terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita ikuti urutan dalam Yohanes 12. Kita mulai menuju ke kayu salib, dan Yudas benar-benar kecewa. Maria di ayat 3, “mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.” Dia memakai narwastu itu untuk Yesus saja dan setelah dipakai itu akan hilang selamanya jadi disatu sisi dia memakainya secara tidak bijaksana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:4-5, “Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Yang mulai sebagai daya tarik dan kasih dan kekaguman bagi Yesus telah merubah menjadi kebencian. Karena Yesus tidak melakukan apa yang dia harapkan dia mengalami frustasi sehingga akhirnya semua itu kebencian, membuang minyak itu bagi Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:6, “Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.” Dia tidak menjadi pencuri, dia memang dari dulu sudah menjadi pencuri, selama tiga tahun. Dia adalah pencuri dan dia bendahara yang selalu mencuri dari kas itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan bahwa motivasinya untuk memberi kepada orang miskin itu baik, namun itu tidak benar berdasarkan dua alasan. Nomor satu, Yesus mengatakan – “seorang diantara kamu adalah Iblis”; kedua, sebelum Dia dikhianati Yesus mengatakan, “Dan ia kerasukan Iblis.” Tidak ada sesuatu yang baik dari dia. Langsung malam itu Yudas meninggalkan Betania dan mulai berunding dengan imam-imam kepala.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mulai menawar dengan mereka untuk kehidupan Yesus, seperti dikatakan di Zakharia 11, untuk tiga puluh uang perak. Tidak ada jalan tengah, Anda menobatkan Dia atau Anda mengkhianati-Nya. Anda adalah baik Maria yang menyembah atau Anda adalah Yudas yang membenci. Anda disisi satu mencurahkan kasihmu kepada-Nya atau disisi lain menjual-Nya menurut harga Anda anggap benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 13 setelah dia mulai pengkhianatan itu, Tuhan kita sedang bertemu dengan murid-murid-Nya di ruangan atas. Yudas sekarang telah kembali lagi ke kelompok itu dan meneruskan peran munafiknya. Yesus mencuci semua kaki mereka di bagian pertama bab itu. Dan setelah itu Yesus berkata di Yohanes 13:10-11, “kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 13:18, “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap Firman ini,” Aku tahu kesebelas yang telah diselamatkan, dan Dia mengutip Mazmur 41:9, “Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya selalu tertarik ayat Yohanes 13:21, “Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Yesus terbeban karena kasih-Nya ditolak, kemunafikan Yudas besar sekali dan pengetahuan bahwa neraka menunggu Yudas dan kayu salib itu sudah dekat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 13:23-27 mengatakan, “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. 24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan- Nya!" 25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" 26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada yang tahu mengapa Dia disuruh keluar. Mungkin mereka memikir Dia diminta untuk membeli makanan lebih banyak. Pergilah, Dia katakan. Ini semua sudah terjadi. Iblis telah masuk kedalam Yudas. Kerasukan setan itu memang ada, namun keadaannya berbeda sekali ketika Iblis sendiri masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia akan menunjukkan kepada mereka Yesus di tempat tersembunyi pada waktu malam hari, jadi dia mengatakan tandanya adalah Orang yang saya akan cium. Dan itu membawa kita kepada Yohanes 18:2 dimana beberapa malam kemudian Yesus berada di taman, “Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas bukan saja menajiskan Pelewatan dengan uang darah, dia juga menajiskan tempat ibadah tersembunyi Tuhan kita. Yohanes 18:3-4, “Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. 4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu bahwa Yudas akan datang dan akan mencium-Nya. Jadi Yesus menanyakan mereka duluan. Yohanes 18:5, “Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia.” Pertanyaan Yesus ini menghilangkan keperluan ada ciuman. Namun untuk menunjukkan kejahatan di hati Yudas, dia tetap mencium-Nya. Meskipun ini bukan lagi ciuman untuk menunjukkan-Nya, sekarang ini ciuman untuk meyakinkan orang bahwa dia tidak bersalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah perbuatan Yudas ini unik? Memang tidak. Mungkin bukan untuk emas atau perak namun ribuan orang telah mengkhianati Yesus untuk persahabatan tanpa Allah atau suatu tujuan egois, atau atas nama ilmu pengetahuan atau untuk kursi kekuasaan atau di kuil kekayaan atau untuk kesenangan beberapa jam. Yudas menjual Yesus untuk memuaskan keserakahannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang terjadi selanjutnya? Matius 27:3 mengatakan, “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati,” Bagaimana? Dari hati nuraninya, “menyesallah ia.” Ini bukan perkataan Yunani untuk pertobatan, perkataan inig berarti dia ingin merubah perasaannya, dia menyesal perbuatannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi daripada datang ke Tuhan dalam tingkat rohani, dia pergi ke imam-imam kepala untuk mengembalikan uang tiga puluh perak itu, dia memikir dengan tindakan fisik itu dia dapat meredakan tuntutan spiritual. Namun dia tidak berhasil dan Matius 27:5 mengatakan, “Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 1:18 dikatakan Yudas mati ketika “ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.” Dan apakah dilakukan dengan uang yang dilempar kedalam Bait Suci itu? Mereka mengatakan di Matius 27:6-7, “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah." 7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu khususnya yang dikatakan di Zakharia 11:12 bahwa tiga puluh uang perak itu akan diberi kepada tukang periuk di Bait Suci Tuhan. Dan rencana itu digenapkan. Allah mengesampingkan kebodohan dan kejahatan manusia untuk memenuhi Firman-Nya, Amin. Puji Tuhan, marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Nov 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121111</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000100</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yakobus anak Alfeus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000101"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:3-4" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:3-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang mempelajari Matius 10:2-4, “Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita telah menyelidiki orang-orang yang telah dipilih Tuhan kita dan diutus untuk berkhotbah berita baik, untuk menyembuhkan dan untuk mengusir setan. Dan kesimpulannya adalah mereka semua orang biasa sama seperti kita. Sangat berbeda dengan tanggapan kita sebelumnya dimana kita pikir mereka itu pasti sangat kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang didalam Matius 10 kita melihat orang-orang yang bersedia untuk pengorbanan terbesar, mereka rela untuk meninggalkan pekerjaan mereka, gaya hidup mereka, rumah mereka untuk mengikuti Yesus Kristus. Mereka meninggalkan jaring ikan mereka, meja pajak mereka, usaha mereka dan berkomitmen untuk mengikuti Yesus Kristus kemana saja Dia pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah semua orang ini boleh dibilang adalah murid-murid yang belajar tentang Dia. Namun ini tidak memperlihatkan sesuatu tentang komitmen mereka. Karena itu Matius 10 mulai dengan keduabelas murid dan baru kemudian mengatakan mereka adalah rasul. Namun tidak semua diutus karena tidak semua rela belajar semua pelajaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai ilustrasi marilah kita melihat Yohanes 6:26. Saatnya pagi hari setelah Yesus memberi makan kepada lima ribu orang dan isteri dan anak mereka. Dan Dia melihat orang-orang yang sama lagi, maksudku mengapa tidak? Mereka sudah diberi makan malam gratis, mengapa tidak menunggu sarapan gratis juga?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Dengan kata lain Dia mengatakan kepada mereka, kamu benar-benar tertarik kepada Saya bukan karena kamu melihat tangan ilahi Allah. Itu hanya karena kamu makan dan sekarang kenyang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di ayat 27, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Dengan kata lain pentingkanlah hal rohani lebih dari hal jasmani. Pedulikanlah keabadian lebih daripada waktu sekarang, lebih dengan surga daripada dunia fana ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus tidak mau menerima mereka yang berada di suatu tingkat fisik saja. Dengarkanlah Yohanes 6:53, di hari yang sama, orang-orang yang sama, dan keadaan yang sama. Sekali lagi Dia mengatakan kepada mereka, “sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Dengan kata lain jika Anda memikirkan hidup jangan hanya memikirkannya di tingkat fisik saja, pikirkanlah tentang tingkat rohani dan sadarilah bahwa jika Anda tidak makan daging Aku dan minum darah Aku Anda tidak akan mengalami hidup di tingkat spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 6:54-56 mengatakan, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksud Yesus? Dia membuat suatu analogi, Dia mengatakan, Anda tidak bisa datang kepada-Ku hanya untuk memuaskan hasrat fisik Anda, Anda harus mengambil semuanya di tingkat spiritual, Dia mengatakan bahwa Anda harus mengambil Aku semuanya seolah-olah Anda mengkonsumsi saya, segalanya yang ada, segalanya yang Aku katakan dan segalanya yang Saya perbuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin makanan bebas dan mujizat-mujizat namun mereka tidak mau menerima keseluruhan Yesus Kristus yang ada. Lihatlah Yohanes 6:60, “Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus berkata di tempat ibadah di Kapernaum itu: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang mereka katakan adalah bahwa mereka tidak bisa terima hal itu. Murid palsu menolak perkataan Kristus; mereka hanya menerima yang cocok dengan gaya hidup mereka. Karena itu banyak orang sekarang ingin mengatakan mereka percaya Yesus dan mereka klaim sudah lahir baru dan mereka memakai salib di leher atau ada tanda ikan di mobil mereka, namun saat Anda menunjukkan kepada mereka perintah eksplisit di Alkitab mereka tidak tertarik untuk menaatinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah Yohanes 6:66-68, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah ke Matius 10, Anda perlu tahu bahwa murid-murid yang kita bicarakan sekarang ini adalah orang-orang yang berkomitmen total. Apakah Anda masih ingat murid yang pergi karena dia ingin mengubur bapaknya dulu atau karena dia ingin pamit duluan dengan keluarganya? Itu bukan orang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena kita akan melihat tiga murid yang tidak ada beritanya sama sekali. Yang kita tahu hanya adalah mereka berkomitmen, benar? Marilah malam ini kita melihat Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, dan Simon orang Zelot. Dan karena kita tidak tahu apa-apa tentang mereka ada kemungkinan kita anggap mereka tidak penting, padahal komitmen mereka sama dengan Petrus dan yang lain, mereka taat secara total kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus sanggup mengambil kehidupan penuh dosa dan yang tidak berguna, dan menyucikannya dalam darah, dan menempatkan Roh-Nya di dalamnya dan menjadikannya suatu berkat. Dan itu dinamakan proses pengudusan, dan itulah pekerjaaan Tuhan, mengambil bahan baku yang kasar dan menggunakannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, dan Simon orang Zelot, siapakah telah mendengar dari mereka? Alkitab tidak mengatakan banyak tentang mereka, namun ada sesuatu yang kita dapat mengatakan tentang mereka. Ingatlah mereka selalu dalam kelompok yang sama, empat, empat dan empat ketika ada daftar keduabelas murid itu, dan mereka semakin jauh semakin tidak intim dengan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus anak Alfeus tidak pernah menulis sesuatu, tidak pernah mengatakan sesuatu, dan tidak pernah menanyakan sesuatu, dia tidak pernah melakukan sesuatu yang dicatat di Alkitab. Bahkan di Markus 15:40 dia dinamakan Yakobus mikros, Yakobus kecil, dan coba tebaklah siapakah Yakobus besar? Yakobus besar adalah anak guruh itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata mikros itu pada dasarnya berarti tidak penting, mungkin ini berarti dia orangnya kecil. Jadi mungkin dia orangnya tidak tinggi dan muda dan kepribadiannya tidak begitu kuat. Tahukah Anda bahwa Allah tidak bergantung kepada orang-orang hebat, benar? Ada orang yang mengatakan, wah jika orang yang terkenal itu menjadi orang Kristen, wah pasti banyak orang lain akan ikut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kerajaan Allah tidak akan maju lebih cepat dengan orang terkenal yang memimpin daripada orang lain, karena Allah tidak bergantung kepada itu. Yakobus anak Alfeus tetap akan bertakhta memerintah suatu suku Israel di waktu seribu tahun, dan apakah yang kita tahu tentang dia? Tidak ada apapun. Pokoknya Allah yang berkuasa, benar? Bukan Yakobus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, ada tradisi samar tentang dia. Bapak-bapak gereja mula-mula mengatakan dia berkhotbah di Iran. Jadi dia mengabarkan Injil Yesus Kristus ke daerah itu, dan mereka menolak mendengar khotbahnya dan mereka menyalibkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia seperti apa terlihat sekarang di Iran seandainya mereka menerima Injil yang dikhotbahkan oleh Yakobus anak Alfeus. Mungkin saja posisi agama Islam tidak sekuat sekarang. Tuhan selalu memakai orang biasa untuk melakukan hal luar biasa. Mereka semua prajurit diam yang tidak dikenal. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda prajurit diam juga?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menarik adalah bahwa Alfeus dan Yakobus adalah nama-nama umum. Namun ada murid lain yang bapaknya juga bernama Alfeus, dan orang itu adalah Matius. Menurut Markus 2: 14 Matius juga dinamakan Levi, dan dikatakan disitu, “Lewi anak Alfeus.” Ada kemungkinan kecil bahwa Yakobus adalah saudara Matius.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kemungkinan lain yang lebih menarik lagi. Ketika Tuhan kita mau mati di kayu salib di Yohanes 19:25 dikatakan, “Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas.” Jadi Maria ada disitu, ibu Yesus dan disampingnya ada Maria kakak ipar yang suaminya bernama Klopas, yang adalah bentuk lain dari Alfeus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada kemungkinan Alfeus adalah kakaknya Yusuf, dan suaminya Maria, dan itu berarti bahwa Yesus dan Yakobus adalah saudara sepupu. Dan kita juga diberitahu bahwa Maria di Markus 15:40 adalah “ibu Yakobus Muda.” Jadi ada kemungkinan dia adalah saudaranya Matius dan mungkin saja dia adalah saudara sepupu Yesus. Nah jika itu benar, mungkin tingkah lakunya seperti orang penting, namun kita tidak melihat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini harus mengajarkan kami semua bahwa tidak pernah yang dipentingkan adalah pekerjanya dalam pekerjaan Kerajaan. Inilah yang dimaksud Paulus ketika dia mengatakan di 1 Korintus 3:5-6, “Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan- pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Yang penting bukan si pekerja, semuanya adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya waktu para rasul disebut di Alkitab adalah saat mereka bersinggungan dengan Kristus untuk tujuan tertentu. Dialah menjadi fokus. Instrumen manusia tidak penting bagi Allah. Dia dapat memakai keledai Bileam jika perlu. Dia dapat membuat batu berseru jika Dia perlukan. Anda tidak perlu ada bakatnya. Fokusnya selalu kepada Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan orang kedua? Matius 10:3 mengatakan “Tadeus.” Dan jika Anda melihat di Lukas 6:16 dan Kisah Para Rasul 1:13, disitu ada nama ketiga, “Yudas anak Yakobus.” Dan di tempat lain dia disebut Yudas, bukan Iskariot. Yudas juga nama umum yang berarti Jehova memimpin dan banyak orang pada waktu itu menamakan anak mereka Jehova atau Allah memimpin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah Yudas, yaitu nama sebenarnya, kemudian dia menerima nama julukan Lebeus dan Tadeus. Tadeus berasal dari akar Ibrani “shad” yang berarti payu dara. Dan Tadeus berarti dia anak bungsu. Dan dia juga dipanggil Lebeus yang berasal dari akar Ibrani “leb” yang berarti hati, dan ini berarti orang ini hatinya besar atau keberaniannya besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga dibungkus dalam ketidakjelasan. Namun dia pernah menanyakan suatu pertanyaan penting sekali, dan itu hanya kali itu saja kita menemukannya di Alkitab. Di Yohanes 14:21, pada waktu Yesus berbicara, malamnya sebelum sidang, dan mengatakan, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pernyataan yang luar biasa. Jika Anda menaati perintah-perintah-Ku, Anda menunjukkan bahwa Anda mengasihi Aku, kata Yesus. Saya tahu siapa yang mengasihi Aku, karena mereka menaati Aku. Allah hanya dapat menyatakan diri- Nya kepada hati yang mengasihi Dia. Itulah alasannya orang di dunia tidak mengenal Allah dan itulah alasannya mereka tidak dapat melihat kebenaran karena mereka tidak benar mengasihi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perkataan “menyatakan diri” menyebabkan ada pikiran di Yudas Tadeus jadi dia menanyakan di ayat 22, “Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Apakah maksud-Nya? Iya, dia memikir pernyataan itu adalah pernyataan yang keluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan kepada Yesus, bagaimana Engkau dapat memperlihatkan siapakah Engkau tanpa dunia itu melihatnya? Mengapa Engkau menyatakan diriMu hanya kepada kami? Maksudku bukankah dunia diperintah Mesias? Ini pertanyaan bagus. Mengapa tidak seluruh dunia dapat melihat Engkau?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia tidak mengerti, jadi sekali lagi Tuhan mengatakan di Yohanes 14:23, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Dan Dia mengulangi prinsip yang sama kepada Yudas, Tadeus, hanya mereka yang mengasihi Aku adalah mereka yang sanggup melihat Aku, itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus meneruskan di ayat 24, “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” Ini sama seperti stasiun radio atau TV, mereka dapat mengirim sinyal tetapi tanpa Anda mengaktifkan setel, Anda tidak dapat mendengar atau melihat pesan itu. Hanya mereka yang mengasihi Allah dapat mendengar dan melihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:10 mengatakan ini tentang Yesus, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” Allah dunia ini, Iblis, telah membutakan pikiran mereka, terang telah datang ke dunia namun manusia senang kegelapan. Tahukah Anda, setel Anda tidak diaktifkan dan Yesus mengatakan, Saya hanya dapat menyatakan diri-Ku kepada mereka yang mengasihi Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya mereka yang hatinya dimurnikan oleh kasih dan hidup dalam ketaatan akan mengetahui kenyataan Allah. Dan itulah Tadeus. Tradisi gereja mula-mula mengatakan bahwa dia dikaruniakan untuk menyembuhkan orang sakit. Dan raja Abgar di Suriah mendengar hal ini dan dia memanggil Tadeus untuk datang dan menyembuhkannya. Di perjalanan dia menyembuhkan ratusan orang dan ketika dia sampai dia menyembuhkan raja itu juga dan mengabarkan Injil kepadanya dan dia menjadi orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menyebabkan kekacauan besar di negara itu sehingga ada keponakan raja itu yang menangkap Tadeus dan dia dipenjarakan dan dimartir sampai mati di Suriah. Didalam buku sejarah gereja tua tentang Tadeus Anda bisa melihat bahwa setiap murid ada simbolnya dan symbol Tadeus adalah tongkat besar, karena legenda mengatakan dia dipukul sampai mati dengan tongkat besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya nama terakhir untuk malam ini, “Simon orang Zelot,” orang yang penuh semangat. Dan ini mungkin berarti dia menjadi anggota partai orang Zelot di dalam Yudaisme. Dan ketika dia menjadi murid mereka tidak merubah namanya, dia tentu saja meneruskan semangatnya yang hebat sama seperti waktu dia masih menjadi orang Zelot.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya ada empat kelompok dominan di dalam Yudaisme. Orang Farisi adalah mereka yang fundamentalis dan legalis. Kemudian ada orang Saduki yang adalah liberal. Kemudian ada orang Eseni, kaum sufi, para pertapa di gua-gua. Dan juga ada orang Zelot yang adalah gerilyawan politik, mereka mencuri, membakar dan membunuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seseorang seperti Simon untuk menyatukan diri dengan Yesus dia pastilah seseorang yang bersemangat sekali. Dia didaftarkan percis sebelum Yudas Iskariot. Yang menarik adalah bahwa kemungkinan besr mereka bersamaan terus. Namun Simon menjadi percaya dan ditransformasikan, dan Yudas tidak, dan tidak ada seorangpun sekarang yang menamakan anaknya Yudas. Simon menjadi milik Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada seorang pemain biola konser yang ingin mendemonstrasikan suatu hal yang penting. Dia tampil disebuah aula besar di kota dan dia mengumumkan bahwa dia akan main dengan biola yang berharga dua ribu dollar. Semua penggemar biola datang dan dia main luas biasa dan mereka bertepuk tangan lama sekali. Dia membungkuk terus kemudian melemparkan biola itu dan menginjaknya sampai hancur. Orang-orang terkejut sekali. Dan kemudian dia keluar dari panggung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Manajer panggung keluar dan mengatakan Ibu-ibu dan Bapak-bapak, jangan kuatir, itu hanya biola berharga duapuluh dollar. Mereka tidak mendengar perbedaannya, dan dia menunjukkan maksudnya. Yang penting bukan instrumennya, yang penting adalah artisnya, benar? Yang penting bukan orangnya, yang penting adalah Allah yang melakukan segala sesuatu, benar?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Nov 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121104</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000101</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Matius dan Tomas]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000102"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:3" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diberi hak istimewa di Matius 10 untuk fokus kepada murid-murid Yesus, individu-individu yang sangat istimewa yang telah dipilih Tuhan. Nanti mereka menjadi Rasul-rasul-Nya yang diutus untuk mengabarkan injil Yesus Kristus kepada dunia. Dan kita juga belajar begaimana Allah memakai berbagai macam orang untuk tugas rohani yang tinggi itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Aku sadar betapa sedikitnya mereka. Biasanya ketika kita membicarakan gereja yang pengaruhnya besar kita ingat gereja yang anggotanya banyak. Namun waktu kita mempelajari para murid kita melihat hanya keduabelas ini, sebenarnya sebelas, melawan bukan hanya sistim manusia akan tetapi juga sistim iblis juga. Jadi hanya sebelas orang yang juga tidak ada bakatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti kita melihat minggu yang lalu, semua orang pada dasarnya tidak layak untuk tugas itu. Namun mereka benar-benar memutarbalikkan dunia. Memang ajaib melihat apa yang Allah dapat melakukan dengan sedikit orang. Secara manusia dunia kagum jika sedikit orang menyerang banyak orang, benar? Jika satu orang berani melawan orang banyak, dunia ini menganggap mereka pahlawan meskipun mereka kalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita ingat keberanian mereka dan kesetiaan kepada tugas mereka, namun mereka kalah. Saya percaya ada hal yang jauh lebih hebat daripada ini. Manusia mungkin sangat berani dan setia terhadap tugasnya namun dia tetap terbatas sebagai manusia. Dan karena ia lemah dia tidak dapat mengatasi rintangan tertentu. Namun keadaannya berbeda sekali ketika Allah ikut campur. Karena Allah dapat memakai sedikit orang saja untuk mengalahkan musuh sebesar apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gideon sudah siap untuk berperang dengan orang Midian dan sekutu mereka orang Amalek dan dia mengumpulkan pasukanya sebanyak 32000 orang. Allah mengatakan, itu terlalu banyak dan Dia menguranginya sampai tinggal 300 orang. Dan di Hakim- hakim 7:12 kita melihat musuh mereka, “Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.” Tahukah Anda siapa yang menang? Gideon dan dia hanya bikin keributan besar dan orang Midian dan orang Amalek semua saling membunuh satu sama lain dalam kebingungan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah, ini pokoknya. Allah tidak terbatas ada orang banyak atau orang sedikit, itu tidak ada pengaruhnya. Bukan saja Allah dapat menjadikan mereka pahlawan bukan karena keberanian mereka saja dan kesetiaan mereka namun terutama karena mereka percaya dan bersandar kepada Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali ke Matius 10 dan mengingat latar belakang itu, kita teringat keunikan keduabelas orang ini. Bukan saja mereka pahlawan karena keberanian mereka, kesetiaan mereka dan ketaatan mereka akan tetapi karena mereka mencapai tujuan mereka. Mereka benar-benar mendirikan gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda dan saya adalah hasil karya mereka. Mereka menyentuh seluruh dunia. Mereka memperluas kerajaan, hanya sebelasa orang yang setia, rendah hati dan sederhana sama seperti kita. Dengarkanlah, orang seperti apa dipakai Allah? Dia menggunakan orang-orang biasa seperti kita. Dia menggunakan orang yang tidak layak. Allah selalu menerima orang-orang yang tidak layak karena memang tidak ada seorangpun yang layak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita akan bertemu dengan dua orang lain yang digunakan-Nya malam ini. Matius dan Tomas di ayat Matius 10:3. Kelompok kedua terdiri dari empat orang yaitu Filipus, Natanael, Tomas dan Matius. Marilah kita melihat Matius duluan karena kita sudah memeriksa sedikit tentang kehidupan Matius di bab 9.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius disebut di setiap daftar dan selalu berada di dalam kelompok yang sama, namun tidak pernah ada sesuatu yang dikatakan tentang Matius dan tidak ada yang dikatakan Matius kecuali satu hal kecil. Lihatlah di Matius 9:9, “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Matius menyebut namanya di daftar bab10:3 dia mengatakan, “Matius pemungut cukai.” Mengapa Matius mengatakan itu? Maksudku, itu bukan sesuatu yang dibanggakan. Tidak. Pemungut cukai itu seseorang yang paling dibenci dan manusia paling hina di masyarakat Israel. Dan Matius menunjukkan kita kerendahan hatinya yang tulen dan perasaan ketidaklayakan penuh dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Matius memberi komentar tentang dirinya di ayat 9? “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Intinya adalah ayat 1-8 dimana Matius memperlihatkan bahwa Yesus datang ke dunia untuk mengampuni dosa. Matius 9:5, “Dosamu sudah diampuni.” Matius 9:6, “Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa." Dan Matius menyelundupkan diri disitu untuk menunjukkan bahwa Yesus benar mengampuni dosa bahkan bagi pendosa terburukpun, yaitu dirinya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin itu alasannya Matius tidak pernah berbicara, menanyakan pertanyaan atau berkomentar. Dan dia tak berwajah dan tak bersuara selama narasi seluruh injil. Dan mungkin kerendahan hatinya lahir dari rasa berdosanya yang begitu besar. Jadi dia diam saja, sampai Roh Allah menanyakan dia untuk menulis. Dan kemudian dia diberikan hak istimewa untuk menulis pembukaan Perjanjian Baru, 28 bab mengenai Raja segala Raja sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius dulunya seorang pengkhianat dan pemeras uang. Matius dulu serakah dan dikucilkan, dan dia tahu hal itu. Karena untuk menjadi pemungut cukai Anda sebagai orang Yahudi digunakan pemerintah Roma untuk mengumpulkan pajak dari orang Yahudi untuk diberi ke Roma. Jadi Anda bekerja untuk si penindas. Dan Anda bebas untuk menagih lebih dari orang-orang dan itu boleh Anda pakai untuk diri sendiri. Jadi pasti ada uang suap dan pelanggaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka begitu benci penagih pajak itu sampai Talmud sendiri mengatakan, “Anda diperbolehkan untuk membohongi dan menipu pemungut cukai itu.” Tidak ada penagih pajak yang diperbolehkan untuk bersaksi di pengadilan karena semua orang tahu bahwa mereka adalah pembohong dan mereka bisa disuap. Tidak ada pemungut cukai yang boleh masuk tempat ibadah untuk beribadah kepada Allah karena hubungan mereka dengan Allah diputuskan oleh para rabbi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua macam penagih, ada orang Gabbai, yaitu pemungut cukai umum, yang menagih pajak property dan pajak penghasilan, dan semua sudah ada standarnya. Kemudian ada juga orang Mokhes, yang menagih pajak untuk apapun juga. Mereka menagih untuk semua barang impor, semua export, semua barang yang dibeli dan semua yang dijual. Mereka ambil tol dari jalanan, jembatan dan pelabuhan. Mereka ambil tol untuk bungkusan, surat, dan semua yang lain dan Matius adalah seorang Mokhes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menarik dari semua ini adalah bahwa dia juga ada nama Levi yang menunjukkan bahwa dia masih dalam keturunan tradisi Yahudi. Dan di dalam Injil Matius ada lebih banyak kutipan Perjanjian Lama dari semua kutipan dari injil Markus, Lukas dan Yohanes bersama. Bahkan Matius mengutip dari tiga bagian Perjanjian Lama yang diketahui orang Yahudi: Hukum Taurat, Nabi-Nabi dan Tulisan Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat Yesus datang di Matius 9:9, Dia berkata kepadanya – Ikutlah Aku dan dia langsung berdiri dan mengikuti-Nya. Apakah Anda mengerti apa artinya itu? Pertama, dia meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Ini bukan seperti seorang nelayan. Jika mereka tidak suka apa yang terjadi dengan Yesus bisa saja mereka langsung balik. Namun ketika Matius meninggalkan meja itu, pemerintah Romawi langsung akan menggantikannya keesokan hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengikuti seseorang yang juga ditolak masyarakat, karena orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat membenci Yesus sama atau lebih banyak dari pada seorang pemungut cukai. Jadi dia seolah-olah loncat dari wajan penggorengan ke dalam api. Ongkosnya mahal sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa dia melakukan itu? Hanya ada satu alasan yaitu pengampunan dosa. Di Matius 9:10 dia mengadakan pesta setelah Yesus memanggilnya. Dan Yesus adalah tamu kehormatan di pesta itu untuk semua pemungut cukai dan pendosa-pendosa. Apakah Anda masih ingat hal itu yang kita pelajari? Dan orang Farisi mengatakan, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Dan Yesus menjawab, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya pesta itu adalah untuk Yesus memanggil orang berdosa untuk bertobat. Jadi seluruhnya disini adalah tentang pengakuan dosa, pertobatan dan pengampunan. Dan Matius menyadari betapa besar dosanya. Dia tahu pemerasannya dan keserakahannya. Dia tahu dia telah mengkhianati sesama orang Yahudinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saya percaya dia ingin meninggalkan semua itu dan dia telah mendengar khotbah Yesus karena dia berada di kota kecil Kapernaum itu. Dan ketika Yesus datang kepadanya dan berkata – Ikutlah Aku – dia tahu pada dasarnya bahwa itu berarti ada pengampunan dosa dan dia mengejar hal itu. Dan ia rela untuk meninggalkan karirnya karena dia ingin pengampunan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa pekerjaan Allah adalah pemulihan? Dia mengambil mereka yang tidak layak dan Dia mentransformasikan mereka. Matius diam-diam meninggalkan semua itu. Dan pertobatannya tulen karena itu kelihatan dari kerendahan hatinya. Dia sama sekali tidak menyebut dirinya sendiri. Dia tidak mau membicarakan talentanya atau apa yang dia persembahkan kepada Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu membawa kita kepada orang terakhir di dalam kelompok kedua, dan namanya adalah Tomas. Dan langsung ketika Anda mendengar nama Tomas apakah yang Anda pikirkan? Tomas yang meragukan, benar? Namun Tomas adalah orang yang lebih baik dari pada yang Anda pikirkan. Bahkan kebanyakan orang tidak mengerti Tomas. Dengarkanlah, Matius, Markus dan Lukas tidak memberikan kita apa-apa tentang Tomas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekali lagi Yohanes, yang selalu menggali hati manusia, membukakan hati Tomas kepada kami. Yohanes 11:14, Tuhan sedang berada di sungai Jordan dan diluar kota Yerusalem. Sudah ada rencana untuk membunuh-Nya pada waktu itu. Bahkan mereka perlu keluar dari kota Yerusalem karena waktunya masih belum datang dan Dia perlu melakukan itu untuk memperpanjang kehidupan-Nya. Dan ada laporan kepada mereka bahwa Lazarus sedang sakit parah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 14, Yesus telah memperlambat segala sesuatu supaya memberi waktu kepada Lazarus untuk meninggal dan kemudian berkata, “Lazarus sudah mati.” 15 tetapi syukurlah demi keuntungan kamu, Aku tidak hadir pada waktu itu, supaya kamu dapat belajar percaya.” Dengan kata lain, Aku akan melakukan mujizat untuk membesarkan kepercayaanmu. Mereka imannya masih lemah seperti yang kita lihat. Dan mereka selalu memerlukan semacam bukti kekuasaan-Nya yang menyebabkan mereka menjadi percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di Yohanes 11:15, “Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Sekarang dimanakah Lazarus berada? Di Betania yang adalah tiga kilometer disisi lain Yerusalem. Nah ini penberitahuan yang menakutkan karena pikiran murid-murid itu adalah – Wah pasti ini seperti bunuh diri saja. Dan diantara mereka sudah ada yang ragu-ragu sekali. Kemudian di ayat 16, “Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak hal terdapat dalam kalimat ini. Pertama ada inisiatif yang cukup besar dan saya juga melihat pesimisme, benar? Karena dia yakin Yesus akan dibunuh. Keberanian terbesar di dunia bukanlah keberanian seorang optimis akan tetapi keberanian seorang pesimis karena dia percaya yang akan terjadi adalah yang terburuk namun dia tetap ingin pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tomas telah merencanakan semua tulisan di batu nisannya. Dia hanya dapat melihat bencana tetapi ia muram bertekad untuk mati bersama Kristus. Mengapa dia rela mati bersama Yesus? Bukan karena dia meragukan-Nya, namun karena ia benar- benar percaya total kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin kasihnya Tomas yang begitu dalam dan intensif untuk Yesus hanya dapat disamai oleh Yohanes sehingga dia tidak dapat bertahan hidup tanpa Dia. Dia adalah orang yang berani dan orang penuh kasih. Dia tidak dapat dipisahkan dari Kristus. Itu menujukkan betapa dalam kasihnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 14 dan kita melihat dia lagi. Dan sikap yang sama muncul lagi. Di Yohanes 14:2-4 Yesus mengatakan, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 14:5, “Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Ini seperti mengatakan - Tuhan, janganlah Engkau pergi ke tempat dimana kami tidak dapat datang. Hal yang dipikirkan Tomas adalah pemisahan itu. Anda akan pergi dan kami tidak akan tahu dimana Engkau berada atau caranya untuk datang ketempat itu. Dia bersifat pesimisme dan dia mengatakan, kami tidak mungkin dapat menemukan tempat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jawab Yesus, “6 Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yang dikatakan-Nya adalah, “Aku akan membawa kamu, Tomas. Saya akan membawa kamu kesitu. Saya adalah jalan, jangan takut. Saya tidak akan pergi ke suatu tempat dan meninggalkan kamu. Lihatlah pesimisme yang sama dan kasih yang sama kelihatan lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat untuk ketiga dan terakhir kali ke Tomas di Yohanes 20. Yesus telah meninggal. Tahukah apa yang terjadi keitka Yesus mati? Dia mengatakan, saya tahu itu, Dia mati dan saya tidak mati dan Dia pergi ke suatu tempat dan saya tidak tahu dimana Dia sekarang. Dan segala ketakutannya terjadi, Dia merasa dikhianati dan ditolak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia seperti binatang yang terluka. Dan dia tidak mau bergaul dengan orang-orang jadi dia pergi begitu saja. Dan ketika murid-murid yang lain berkumpul bersama, dia tidak ada disitu, dia keluar dan mengalami stres berat karena dia mengasihi Yesus begitu mendalam. Dia mau mati bersama Yesus namun Yesus mati tanpa dia. Dia ingin pergi bersama Yesus namun Yesu pergi tanpa dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Yohanes 20:24 dikatakan, “Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.” Jadi siapakah yang menemukan Tomas? Yohanes 20:25, “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tomas, kamu tidak datang. Namun Tomas muram dan sedih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pernah mencoba berbicara dengan orang yang sedang murung? Benar sulit kan? Tomas teruskan di ayat 25, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan- Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memang dia orang pesimis, namun sebelum Anda menghakimi dia, ingatlah ini. Tidak ada satu muridpun yang percaya sebelumnya mereka melihat Yesus. Tidak gampang untuk percaya bahwa orang mati bisa bangkit kembali dari orang mati. Ingatlah di perjalanan ke Emaus di Lukas 24, ada dua murid yang sedang berjalan dan Tuhan menyertai mereka dan mereka berduka cita mengingat kematian-Nya. Dan mereka juga tidak percaya pada permulaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Tuhan tidak keberatan jika ada orang yang ingin memastikan sesuatu? Yohanes 20:26 mengatakan, “Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!” Saya kagum akan hal itu. Yesus menembus tembok dengan badan-Nya begitu saja. Wah! Masih banyak sekali hal di alam semesta yang kita tidak mengerti sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia fokus kepada Tomas yang mengasihi-Nya cukup banyak untuk mati bersama-Nya dan sekarang sedih sekali. Ayat 27, “Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Apakah Tomas melakukan itu? Hal itu tidak tertulis. Hanya dikatakan di ayat 28, “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Dia menegaskan keilahian Yesus dan ketuhanan Yesus Kristus. Dia menegaskan bahwa memang Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus berkata di ayat 29, “Tomas, karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.” Dan Anda tidak sendirian karena semua yang lain melakukan hal yang sama. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Tahukah Anda siapakah mereka itu? Semua orang yang datang setelah itu, yaitu Anda dan saya. Kita semua tidak pernah melihat Yesus namun kita percaya. Dan Yesus mengatakan, “mereka diberkati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tomas memberi kesaksian terbesar yang ada. Dalam pernyataan singkat itu Tomas memberikan kita pidato yang menghancurkan semua dusta yang telah diberi dalam sejarah manusia bahwa Yesus bukan Allah. Dan semua orang yang menyangkal keilahian Kristus dipaksa diam oleh Tomas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tomas berkhotbah dan tradisi mengatakan dia pergi sejauh India. Dan ada satu tradisi yang mengatakan dia mati dengan cara khusus. Mereka mengambil tombak dan menusuknya. Ini semacam klimaks yang pas bagi seseorang yang diminta untuk mencucukkan tangannya kedalam lambung Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Oct 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121028</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000102</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Filipus dan Bartolomeus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000103"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:3" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita ingat keduabelas Rasul kita biasanya memikir mereka itu tanpa salah. Orang-orang yang tidak memiliki kelemahan-kelemahan manusiawi seperti yang kita miliki. Namun kita salah. Karena mereka adalah orang-orang sama seperti kita dengan banyak kesalahan, akan tetapi setelah mereka dipanggil mereka ditransformasikan dan dididik dan diutus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cobalah kita melihat kembali di Alkitab orang-orang yang digunakan-Nya disitu. Kita melihat Nuh yang menjadi mabok dan kelakuannya cabul. Dan ada Abraham yang tidak percaya Allah, dan berbohong mengenai isterinya dan yang berzinah. Dan ada Ishak yang berbohong sama seperti bapaknya, melakukan yang sama dengan Rebekah dan berbohong kepada Abimelech.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada Musa yang adalah pembunuh. Musa bertindak sombong dan memukul batu itu dari pada berbicara taat kepada batu itu seperti difirmankan Allah dan dia dilarang masuk ke Tanah Perjanjian yang dia mimpin orang-orang. Dan ada Daud yang selalu suka wanita. Setiap kali dia melihat wanita yang disukainya ia menikahnya. Dia seorang pezinah, pembunuh dan bapak yang buruk dan seseorang yang telah membunuh begitu banyak orang sampai Allah tidak memperbolehkannya untuk membangun tempat ibadah. Dan kemudian ada Salome, seorang poligami terkemuka diseluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah menggunakan Elia yang mengalahkan 850 nabi palsu namun yang melarikan diri ketakutan dari satu wanita bernama Izebel. Mereka semua tidak layak. Dan saat kita melihat keduabelas rasul, tahukah Anda bahwa mereka juga tidak layak sama seperti orang lain itu. Karena itu Allah hanya ada satu jalan keluar, Dia menggunakan orang-orang yang tidak layak untuk melakukan yang mustahil. Allah sendiri mentransformasikan mereka menjadi berguna. Dan itu dapat terjadi dengan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ingatlah bahwa keduabelas rasul di bagi dalam tiga kelompok dari empat orang. Keempat yang pertama yang paling intim. Yang keempat berikutnya rada intim. Dan akhirnya kelompok terakhir tidak begitu intim dengan Kristus. Namun mereka semua dilatih dan diutus dan semua memiliki pelayanan yang efektif, kecuali Yudas Iskariot yang diganti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak semua memiliki tingkat keintiman yang sama dengan Kristus. Tidak semua memiliki karunia, talenta dan pelayanan yang sama. Namun mereka semua berkhotbah dan semua bersaksi dan semua mengembangkan Kerajaan. Mereka semua mengabarkan berita baik, namun mereka semua individu khusus dan unik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita baru menyelidiki kelompok pertama dan betapa besarnya perbedaan mereka. Marilah kita sekarang melihat kelompok kedua dan kita akan membicarakan dua saja dari mereka sekarang dan dua minggu depan nanti. Matius 10:3, “Filipus dan Bartolomeus.” Jadi marilah kita melihat Filipus dulu. Namanya nama Yunani. Nah keduabelas adalah orang Yahudi jadi mereka pasti memiliki nama Yahudi namun kita tidak tahu nama Yahudinya. Dan nama Yunaninya berarti “penggemar kuda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia selalu di daftar yang kedua dan dia selalu yang paling atas di daftar kedua itu yang berarti dia adalah pemimpin kelompok kedua. Dan untuk beberapa lama dia juga tinggal di Betsaida, kotanya Petrus dan Andreas. Dan karena mereka semua orang Yahudi yang takut akan Allah, maka Petrus, Andreas, Filipus dan Natanael atau Bartolomeus, kemungkinan besar mereka mengenal satu sama lain. Sudah terang dikelompok ini banyak orang berteman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga injil tidak mengatakan apa-apa tentang dia, hanya namanya, tidak ada yang lain, namun injil Yohanes menyebutnya empat kali. Lihatlah Yohanes 1:43, “Pada keesokan harinya,” berarti setelah harinya Petrus dan Andreas bertemu dengan Kristus, dan setelah Yohanes Pembaptis melihat Kristus dan mengatakan, “Lihatlah, Domba Allah.” dan Andreas dan Andreas mengikuti-Nya. “Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus lagi, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini panggilan langsung pertama dari seorang murid. Petrus dan Andreas sudah bertemu dengan Kristus akan tetapi merekalah yang telah menemukan-Nya, mereka sepertinya ikut saja. Namun Filipus adalah individu pertama kepada siapa Tuhan dengan tegas mengatakan – Ikutlah Aku. Dia datang dan menemukannya dan mengatakan Ikutlah Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Filipus juga memiliki hati yang mencari. Allah tidak menemukan orang melawan keinginan mereka. Jika Anda melihat Yohanes 1:45, dikatakan bahwa “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia.” Dari sudut Tuhan Dia menemukan Filipus, dari sudut Filipus dia menemukan Tuhan dan supaya itu terjadi haruslah keduanya mencari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Yeremiah 29:13, “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” Allah mencari hati tulen yang mencari Dia. Di ayat Yohanes 1:45 dia meneruskan, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Dengan kata lain dia telah sungguh mencari Dia sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika Filipus mendengar suara ilahi mengatakan – Ikutlah Aku, dia lari untuk memberitahu Natanael bahwa dia telah menemukan-Nya, bahwa Mesias sudah ada disini. Filipus gembira sekali dan ingin membawa Natanael kepada Dia, dan di akhir ayat 46 dia mengatakan, “Mari dan lihatlah...”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapakah Filipus ini? Pertama dia adalah orang yang mencari Mesias. Kita juga melihat responnya saat ia ditemukan yaitu dia mencari orang lain supaya dia tahu juga. Apakah Anda tahu bahwa sumber penginjilan terbesar adalah persahabatan? Persahabatan itu menyediakan tanah yang paling subur untuk penginjilan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu ketika seseorang menjadi orang Kristen reaksi pertama mereka dalam kehangatan dan sukacita kehidupan baru itu adalah untuk menemukan teman baru dan menyaksikan kepada orang itu apa yang telah terjadi. Dan jika Anda telah kehilangan itu, hanya ada dua kemungkinan, Anda tidak memiliki teman yang masih belum Kristen atau Anda tidak peduli lagi tentang mereka. Kedua-duanya sedih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa orang yang baru diselamatkan dan diberi tahu bahwa mereka harus dibaptis mereka langsung merespon. Dan seringkali mereka bersukacita untuk memberi kesaksian mereka. Orang yang telah diselamatkan sudah lama dan tidak dibaptis ketika bertahun kemudian mereka menyadari bahwa mereka harus taat dan melakukan itu, seringkali mereka menolak karena mereka sungkan untuk menyatakan didepan umum kesaksian mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang kita akan tahu sisa riwayat Filipus. Marilah kita melihat apa yang terjadi sebelum lima ribu orang diberi makan. Di Yohanes 6:5, “Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Mengapa Yesus menanyakan Filipus? Lihatlah ayat berikutnya, “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.” Dan juga karena Filipuslah yang bertugas mengurus makanan saat mereka berkeliling.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Filipus langsung menjawab-Nya, yang membuktikan bahwa dia benar yang berkewajiban dan dia telah menganalisa hal itu. Dia telah memikirkannya dan di dalam pikirannya hal itu mustahil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang kita pelajari tentang Filipus? Dia lupa Tuhan adalah supra natural, bahwa Kristus sanggup melakukan mujizat ciptaan. Dia terlalu analitis dan pragmatis sehingga dia tidak beriman sama sekali. Dia tidak tahu bahwa Allah mengatakan, bahwa “bersama Dia tidak ada yang mustahil.” Seharusnya dia mengatakan, “Tuhan, Engkaulah telah merubah air menjadi anggur. Engkau memberi makan umat-Mu di padang gurun dengan manna. Engkaulah yang sekarang menyembuhkan orang sepanjang hari dan Filipus telah menyaksikan kuasa yang supranatural itu sendiri, Yesus, Engkaulah sanggup memberi makanan kepada mereka!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 12:20, “Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.” Tetapi Filipus tidak langsung membawa mereka kepada Yesus. Pada dasarnya dia mengatakan, eh kalian tunggu dulu ya, saya mau tanya dulu. Jadi dia pergi dan memberi tahu Andreas dan bersama mereka pergi ke Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Filipus tidak tegas dan tidak kuat. Dan dia masih hidup di Matius 10, pada permulaannya ketika Tuhan berkata, “Saya datang untuk domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Jadi dia masih memikir – ini orang non Yahudi, apakah mereka boleh melihat Yesus? Dia tidak mengerti pesan anugerah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akhirnya melihatnya di Yohanes 14:8 tiga tahun kemudian, Filipus mengatakan kepada Yesus malamnya sebelum Ia disalibkan, pada saat Pelewatan, pada perjamuan kudus, dimana Yesus menerangkan perasaan hati-Nya kepada murid- murid-Nya. Dia akan di tangkap dan disalibkan dan sebagainya setelah semua ini. Semuanya akan berakhir dan Filipus mengatakan kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada- Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi mengatakan bahwa Filipus menjadi hamba yang setia dan dia mati sebagai martir bagi Kristus ia tidak dapat menyangkal. Mereka menelanjanginya, dan menurut tradisi mereka menggantungkannya terbalik dengan kakinya keatas dan mereka menusuk lubang besar di pergelangan kakinya dan pahanya sehingga darahnya tercurah keluar dan dia mati perlahan-lahan. Permintaan satu-satunya adalah supaya mereka tidak membungkus tubuhnya dengan kain lenan seperti Tuhannya karena ia tidak layak untuk itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu orang lagi untuk malam ini, dan dia hanya diperkenalkan kepada kita dalam satu bagian dan kemudian kita tidak mendengar dia selanjutnya. Namanya Bartolomeus di Matius 10, namun itu nama akhirnya. Nama pertamanya adalah Natanael, dan artinya adalah hadiah dari Allah, anak Tolmai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ia berbeda sekali dari temannya Filipus. Dia penuh iman dan dia kagum segala hal supra natural. Dan dia mengerti segala hal terang sekali dari permulaan. Yohanes 1:45 mengatakan, “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menunjukkan bahwa Natanael adalah pencari Alkitab dan pencari kebenaran ilahi. Ini menunjukkan juga bahwa Natanael mempelajari hal-hal itu karena caranya Filipus mengatakan hal itu, “Kami telah menemukan Dia yang disebut Alkitab itu. Namun ayat 46 juga memberitahukan kita kelemahannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Natanael mengatakan kepada Filipus, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Nazaret memang tempat yang berisik dan liar. Itulah tempat berhenti terakhir sebelum dunia non-Yahudi, dan kotanya dipinggiran sekali. Yang keluar dari Nazaret hanya masalah saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam hati Natanael ada dosa prasangka yang buruk. Tahukah Anda apakah prasangka itu? Itu adalah suatu generalisasi yang jahat yang berdasarkan perasaan superioritas. Dia menyatukan seluruh kota Nazaret dan mengatakan bahwa tidak mungkin akan ada sesuatu yang baik yang akan keluar dari tempat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prasangka itu buruk. Di masa kini orang liberal mengatakan hal yang sama tentang kita orang Kristen. Prasangka adalah suatu alat yang dipergunakan Iblis untuk membutakan orang terhadap kebenaran. Itu menyebabkan negara Yahudi sekarang masih tuli kepada semua permohonan Mesias mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Filipus memberikannya suatu solusi di akhir ayat 46, dia mengatakan – Datanglah dan melihat saja sendiri. Sekarang kita akan tahu betapa dalamnya prasangkanya itu. Ayat 47, dia pergi dan “Yesus melihat Natanael datang kepada- Nya, lalu berkata kepada dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Wah, introduksinya bagus sekali. Apakah ini membicarakan saya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dikatakan Tuhan? Apakah artinya orang Israel sejati? Roma 9:6 mengatakan, “Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel. Ada keturunan orang Yahudi yang bukan orang Israel karena mereka tidak percaya, benar? Disini terdapat seorang Yahudi sejati, seorang Yahudi yang mencari Allah di dalam Mesias. Dan Yesus mengatakan tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Dia sungguh orang Yahudi jujur yang mencari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang yang begitu baikpun masih ada dosa prasangka. Jadi Tuhan selalu bekerja dengan orang yang tidak layak di beberapa titik atau lain, bahkan dengan yang paling baik juga. Dan untuk memperlihatkan kejujurannya di ayat 48 kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Wah, memang dia berada disitu. Pohon ara itu biasanya bertumbuh sampai kira-kira 5 meter tingginya dan menyebar cabang- cabangnya sampai sejauh 8 meter dari tengah. Dan itu merupakan daerah teduh besar namun selain dari itu, pohon ara itu tempat retret. Itu telah menjadi tempat berdoa, tempat untuk bersekutu dengan Allah, tempat mencari hal Alkitab dan tempat tenang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus berkata kepada dia – Saya melihat Anda sedang merenungkan, Saya lihat Anda mencari, Saya melihat Anda dalam tempat tersembunyi pribadi itu. Saya melihat apa yang ada dan apa yang Anda inginkan dan Saya sekarang ada disini. Di waktu itu Natanael sedang berdoa dibawah pohon ara – Oh Tuhan, tunjukkanlah Mesias-Mu. Dan sekarang Filipus datang dibawah cabang itu dan mengatakan – Natanael, saya telah menemukan-Nya, doamu dijawab. Dia dari Nazaret.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Natanael mengatakan, Ah pastilah kamu becanda. Bahkan dia juga tahu bahwa ada tertulis di nabi Mikha, “hai Betlehem dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel.” Dan tidak pernah ada sesuatu yang baik yang datang dari Nazaret. Namun Filipus mengatakan, datanglah dan lihatlah. OK Keinginannya untuk mengerti mengalahkan prasangkanya dan jadilah dia pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, ternyata itu bukti yang sudah cukup besar bagi dia. 49 Kata Natanael langsung kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Tiga tahun kemudian Filipus masih belum yakin Dia adalah Allah. Akan tetapi Natanael mengerti hal itu langsung. Dia melihat keilahian dalam kehadiran-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:50 mengatakan, “Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Alasannya Anda percaya adalah karena kemahatahuan Saya. Anda yakin bahwa hanya Allahlah dapat mengetahui segalanya. Yesus mengatakan, dengarkanlah, Anda akan melihat hal yang lebih besar dari pada itu. Anda hanya baru mulai melihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi lihatlah ayat 51, “Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” Yesus mengatakan Natanael, kamu memikir kamu melihat surga, Anda memikir Anda melihat kuasa ilahi dalam kemahatahuan itu, mulai dari sekarang Anda akan melihat banyak hal lain yang terjadi terus menerus diantara langit dan bumi. Anda akan melihat surga terbuka dan malaikat naik turun dan Anak Manusia bekerja berdasarkan kekuatan surga. Anda akan melihat surga turun kebawah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja Natanael mengerti kemuliaan Kristus lebih daripada semua yang lain. Dia tidak pernah menanyakan suatu pertanyaan lagi. Dai tidak pernah muncul dalam sisa sejarah yang ada. Dia benar masuk, kuat seperti batu dari permulaan. Dan Yesus menjanjikannya wahyu yang paling hebat dan segalanya yang dia melihat sejak itu dia tahu sebagai surga yang terbuka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menggunakan orang skeptis lemah yang lambat, kusam, mekanik, analitis seperti Filipus. Dan Allah menggunakan jiwa-jiwa yang imannya besar, yang pemahamannya jelas seperti Natanael. Tahukah apa yang Dia perbuat? Dia mengambil bahan baku dalam diri kita semua dan Dia merubahkannya menjadi apa yang berguna bagi Dia, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Oct 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121021</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000103</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Andreas, Yakobus dan Yohannes]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000104"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:2" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mulai mempelajari di Matius 10 pelatihan, metode dan prinsip Yesus waktu Dia mengajar dan mengembangkan Rasul-Rasul-Nya. Ini utusan mula-mula yang pada dasarnya adalah magang bagi mereka. Mereka keluar namun tidak begitu jauh dan tidak sendirian melainkan dua-dua dan mereka belajar dengan proses pengalaman diluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nanti mereka akan pergi sendirian setelah Yesus sudah diangkat ke surga. Kita pertama diperkenalkan individu-individu yang tersangkut. Dan jika Anda melihat ayat 2-4 kita akan melihat nama keduabelas Rasul: Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, Yakobus anak Alfeus dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita sudah tahu beberapa minggu yang lalu bahwa pemimpin mereka adalah Petrus. Karena itu di ayat 2 dikatakan, “Pertama Simon yang disebut Petrus.” Petrus adalah pemimpin mereka, dia adalah orang terkemuka yang didepan. Jadi pada saat itu kita mempelajari Petrus dan kemampuan kepemimpinannya dan bagaimana Tuhan menyempurnakan dan mengembangkan Petrus menjadi pemimpin yang berguna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang malam ini kita ingin melihat sisa tiga orang dari kelompok pertama. Ingatlah selalu ada tiga kelompok di setiap daftar para Rasul. Jadi kita melihat kelompok pertama. Dan ini adalah kelompok yang paling intim, mereka semua datang dari kota yang sama, pekerjaan mereka semua sama dan mereka semua dipanggil Kristus dalam kelompok pertama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang macam apakah yang dapat dipakai Allah dalam pelayanan? Orang seperti apa mampu merubah dunia? Orang seperti apa yang dapat berkhotbah Injil Kerajaan sehingga jiwa-jiwa diselamatkan? Orang macam apakah yang dilantik Allah untuk tujuan-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini orang-orang biasa seperti Anda dan saya namun dengan panggilan yang luar biasa. Dan mereka mendemonstrasikan kepada kita orang seperti apa digunakan Allah. Coba lihatlah apakah Anda melihat diri Anda disitu. Sekarang marilah kita bertemu dengan orang kedua di daftar, yaitu Andreas, saudaranya Petrus. Tahukah Anda bahwa namanya berarti gagah, dan sama seperti saudaranya dia juga nelayan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah di Matius 4 dia berada di lautan ketika Yesus datang, dia telah bertemu Yesus, dan dia percaya Yesus, dan dia telah mengaku Dia Mesias, namun setelah itu kembali menjadi nelayan. Sekarang Tuhan muncul lagi kepadanya di pantai dan memanggilnya untuk ikut secara permanen dan Dia akan membuatnya menjadi penjala manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya mengikuti Yesus Kristus dia menjadi orang Yahudi saleh yang takut Allah. Dia juga telah menjadi murid Yohanes Pembaptis. Bahkan waktu mendengar pesan Yohanes Pembaptis kehidupannya berubah. Karena Yohanes Pembaptis melihat Yesus di Yohanes 1 dan mengatakan, “Lihatlah, Anak Domba Allah.” Dan Andreas juga berada di waktu itu bersama dengan Yohanes yang juga menjadi nelayan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka langsung mengikuti Yesus dan Yesus berpaling dan mengatakan kepada mereka di Yohanes 1:38, “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" 39Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.” Dan waktu itu sangat kritis untuk pertumbuhan spiritual mereka. Dan setelah mereka selesai hari itu langsung Andreas mengatakan kepada Petrus saudaranya, “Kami telah menemukan Mesias.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Markus 1:29 dikatakan bahwa Petrus dan Andreas hidup bersama dan mereka membagikan segalanya. Jadi Andreas ingin membagikan Mesias dengan Petrus. Jadi dari sejak permulaannya dia menjadi bagian keempat yang intim itu, lingkaran dalam itu dan tidak ada orang lain yang boleh masuk lingkaran itu kecuali Andreas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipus yang ada di kelompok kedua pada suatu hari didatangi beberapa orang Yunani di Yohanes 12 dan mengatakan, “Kami ingin melihat Yesus.” Filipus membawa mereka kepada Andreas. Mengapa? Karena menurut Filipus jika ada orang yang ingin bertemu Yesus mereka harus melihat Andreas dulu. Dan tiba-tiba di injil Yohanes, Andreas mulai muncul dan kita lihat Andreas tiga kali. Dan dalam ketiga kali semua itu Andreas melakukan hal yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk melihat karakter kehidupan Andreas itu sangat sederhana, dia selalu membawa orang kepada Yesus. Kita melihatnya di Yohanes 6:8-9. Banyak sekali orang berkumpul dan Yesus sedang mengajar, dan waktunya sudah akhir hari dan mereka lapar. Tidak ada makanan cukup dan Andreas kali ini membawa kepada Yesus anak kecil dengan lima roti dan dua ikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat melihat banyak hal di Andreas. Pertama, kita melihat bahwa Andreas terbuka sekali. Dia tidak ada masalah dengan membawa orang non Yahudi kepada Yesus. Jadi kita merasa bahwa tidak ada orang yang dikecualikan. Dia memikir bahwa Yesus ingin melihat siapapun juga. Dan kita juga dapat melihat iman yang besar ketika dia membawa lima roti kecil dan dua ikan itu untuk begitu banyak orang. Kan dia sudah melihat Yesus menciptakan anggur, jadi tentu saja Dia dapat menciptakan makanan juga, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita juga dapat melihat kerendahan hatinya. Seluruh hidupnya dia dikenal hanya sebagai saudara Simon Petrus. Dan sekarang setelah dia bertemu dengan Mesias, dia cepat lari untuk mencari Petrus meskipun dia tahu bahwa seketika Petrus masuk kelompok itu dia akan mulai memimpin kelompok itu. Dia lebih mementingkan kebajikan kekal Kerajaan dari pada posisi pribadinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia orangnya tidak keberatan untuk mengambil tempat kedua. Salah satu orang yang jarang ada yang tidak keberatan untuk mendukung saja, yang terima hidup tersembunyi asal pekerjaan itu selesai. Orang macam ini selalu disuka pemimpin karena mereka bertanggung jawab. Dia adalah tulang punggung pelayanan yang dikenal semua orang. Dan hanya Allah tahu nilainya karena kadang-kadang perlu ada seorang Andreas untuk menjangkau seorang Petrus. Allah perlu orang-orang Andreas, yaitu mereka yang diam- diam membawa orang lain kepada Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada nama ketiga dalam kelompok pertama itu, Yakobus anaknya Zebedeus. Di dua daftar dari empat daftar keduabelas murid itu dia berada disamping Petrus. Namun kita tidak tahu banyak tentang dia. Bahkan dia tidak pernah muncul di Injil selain bersama dengan saudaranya Yohanes. Tetapi perhatikanlah bahwa dia selalu disebut sebelum Yohanes. Dan ini menunjukkan bahwa dia lebih tua dan dia juga pemimpin dari duo dinamis ini. Dia adalah kekuatan, semangat dan gairah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kedua saudara ini, Yakobus dan Yohanes, juga adalah nelayan dan bapa mereka adalah Zebedeus. Dia ia cukup kaya karena dia memiliki pembantu dalam bisnisnya. Jadi usaha penangkapan ikan mereka cukup baik di pantai utara lautan Galilea. Dan Yakobus cocok dengan kelompok pertama ini karena dia dipanggil duluan. Yohanes dan Andreas dipanggil pertama dan pasti Yakobus dekat sekali dengan Yohanes sehingga dia masuk ke dalam keintiman itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara terbaik untuk melihat Yakobus adalah dengan mempertimbangkan apa yang dipakai Tuhan waktu Dia memberi nama kepada mereka. Di Markus 3:17 Yesus menamakan mereka ‘Boanerges’ yang berarti “anak-anak guruh.” Yakobus adalah pemimpin karena dia dinamakan pertama, setelah itu dia adalah anak guruh. Jadi dia pasti seseorang yang bergairah, bersemangat, kuat dan ambisius.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 12 raja Herodes menyerang gereja dan orang pertama yang dibunuhnya adalah Yakobus dan mereka mangambil Petrus dan memasukannya ke dalam penjara. Ketika Yakobus dan Petrus ditangkap dan Yakobus dibunuh dan Petrus dibiarkan hidup, itu mengatakan sesuatu tentang orang seperti apa Yakobus itu. Dia adalah murid pertama yang dimartir. Dia individu yang kuat sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa peristiwa menonjol dan kita dapat melihat dimana Yakobus disebut dan caranya dia bertindak. Lukas 9:51-53, “Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, 52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. 53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 54 kita bertemu dengan anak-anak guruh, “Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Tuhan bakarlah mereka, bakarlah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka dan berkata, “Kamu tidak tahu keadaan roh Anda. 56Karena Anak Manusia tidak datang untuk mencelakakan hidup orang melainkan untuk menyelamatkan mereka.” Lalu mereka pergi ke desa yang lain.” Yakobus semangatnya besar namun sensitifitasnya sedikit. Saya senang dia marah ketika Tuhan tidak dihormati. Dia memang bersemangat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah kejadian lain di Matius 20:20-21. Seringkali orang yang bersemangat juga orang yang ambisius, “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum. Dan di dalam ayat 24 argumen puncak terjadi dimana mereka membicarakan siapakah akan mendapat apa di Kerajaan. Dan Yesus mulai mengajarkan mereka apa sebenarnya pengertian kepemimpinan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan mengingatkan Yakobus bahwa dia akan diberi hadiah, namun bukan seperti apa yang dia bayangkan. Sebelumnya Anda mendapat takhta Anda, Anda akan menerima cawan penderitaan karena jalannya ke takhta itu selalu adalah jalan kayu salib. Dia ingin kekuasaan, Yesus memberikannya pekerjaan hamba. Dia ingin memerintah Dan Yesus memberikannya kuburan martir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya individu terakhir dan kita akan melihatnya di dalam Perjanjian Baru karena memang dia penulis injil Yohanes, 1 Yohanes, 2 Yohanes dan 3 Yohanes dan Wahyu. Ada yang memikir bahwa Yohanes adalah seseorang yang lemah dan lemah lembut yang sering meletakkan kepalanya di bahu Yesus. Tetapi jangan lupa bahwa ia adalah satu dari anak- anak guruh. Dia ambisinya besar dan dia bersemangat dan eksplosif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yohanes juga memiliki sisi yang tenang. Hidupnya hampir seratus tahun. Juga menarik untuk diperhatikan bahwa satu-satunya waktu dia muncul sendiri dengan namanya adalah saatnya dia marah sama orang. Ada orang yang mengusir setan di Markus 9:38, kata Yohanes, “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkannya berbeda karena sumber kebenaran terbesar di dalam Perjanjian Baru, sejauh penulis manusia yang bersangkutan, tentang kasih adalah seseorang yang juga kuat dan tanpa kompromi dalam kasihnya. Dan jika dia berbicara benar dengan kasih, dia harus memiliki komitmen kepada kebenaran yang sama besarnya dengan komitmennya terhadap kasih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Delapan puluh kali dia memakai perkataan kasih. Tujuhpuluh kali ada kata saksi dalam satu bentuk atau lain. Dia selalu bersaksi tentang kebenaran dan selalu mengajar kasih. Jadi dia adalah personifikasi dari menyatakan kebenaran dalam kasih. Memang baik sekali kasihnya dikendalikan oleh kesaksiannya, dengan kebenarannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia ingin tahu kebenaran, dia adalah visioner. Dialah yang pertama kali menyadari yang berada di danau Galilea itu adalah Tuhan. Kepada dialah Allah memberikan pengetahuan masa depan di waktu kiamat. Alasannya dia dekat dada Kristus bukan karena dia adalah orang penuh sentimentalisme, hatinya benar-benar lapar akan kebenaran dan juga memiliki kasih sayang yang mendalam bagi Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kasihnya dipengaruhi kebenaran. Dan kontrol itu terjadi karena dia bersemangat sekali dalam sifatnya dan karakternya yang berkobar-kobar. Coba bacalah Satu, Dua dan Tiga Yohanes dan lihatlah sendiri caranya dia mencela mereka yang antikristus, dan mereka yang akan muncul di gereja untuk memutar dan menyesatkan. Ketika Anda membaca inijl Yohanes Anda akan melihat bagaimana dia membicarakan penghakiman atas mereka yang benar dan yang tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ia ditandai oleh kasih. Dan dia muncul di injilnya sendiri beberapa kali, selalu dengan cara yang sama. Bagaimana? Dengarkanlah Yohanes 13:23, “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.” Dia tidak pernah memakai namanya sendiri. Dia selalu memanggil dirinya: murid yang dikasihi Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 19:26 dia muncul lagi, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi- Nya di sampingnya.” Yohanes 20:2, “Ia (Maria Magdalena) berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus,” Yohanes 21:7, “Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus.” Ayat 20, “Ketika Petrus berpaling, ia melihat murid yang dikasihi Yesus.” Ayat 24, “Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia benar-benar kagum bahwa Yesus mengasihinya. Dan ini bukan sentimentalisme, dan dia tidak menolak hal itu. Tidak, malah sebaliknya, Aku yang ingin membakar habis semua orang Samaria..... Aku yang ingin supaya Yesus memberikan saya tempat disebelah-Nya yang aku tidak layak....Aku yang dikasihi-Nya.... Ini suatu perayaan kasih karunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak pernah menanyakan Yohanes apakah dia mengasihi-Nya, akan tetapi Dia perlu menanyakan Petrus hal itu. Yesus tidak perlu menanyakan Yohanes untuk mengikuti-Nya, namun Dia perlu menanyakan Petrus hal itu. Dan saat Dia memberi tugas, Dia mengatakan kepada Petrus – Berilah makanan kepada domba-domba-Ku. Dia mengatakan kepada Yohanes – peliharalah ibu-Ku. Ada sesuatu yang luar biasa tentang Yohanes. Menurut tradisi, Yohanes tidak pernah meninggalkan kota Yerusalem sampai saatnya Maria ibu Yesus meninggal, karena dia mempertahankan janjinya kepada Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat meringkaskan teologi Yohanes tentang kasih dalam sepuluh pernyataan. Dia mengajar bahwa Allah adalah Allah yang mengasihi. Dia mengajar bahwa Allah mengasihi Anak-Nya, bahwa Allah mengasihi murid-murid-Nya, bahwa Allah mengasihi semua manusia, bahwa Allah dikasihi Kristus, bahwa Kristus mengasihi murid-murid-Nya secara umum, bahwa Kristus mengasihi individu-individu, bahwa Kristus mengharapkan semua orang mengasihi-Nya, bahwa Kristus mengajarkan bahwa kita harus mengasihi sesamamu manusia dan Kristus mementingkan bahwa kasih itu memenuhi tuntutan seluruh hukum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tema-tema ini terdapat di dalam semua tulisannya. Kita mendengar perkattan bersaksi berulang kali, yaitu kesaksian tentang kebenaran. Dia berbicara tentang kesaksian Yohanes Pembaptis, kesaksian Alkitab, kesaksian Bapa, Kesaksian Kristus, kesaksian mujizat- mujizat, kesaksian Roh Kudus dan kesaksian para Rasul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan dapat memakai macam manusia seperti itu. Mereka adalah orang-orang yang dapat menyatakan kebenaran dalam kasih. Dan mereka akan menarik orang kepada Kristus. Jadi apakah Anda perlu menjadi untuk menjadi sangat dekat kepada Yesus? Coba pikirkanlah hal ini, ketika Allah datang ke dunia, Allah semesta alam memilih empat orang untuk dekat kepada Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang satu adalah dinamis, kuat, berani, pemimpin seperti Petrus, yang mengambil alih, yang mulai, yang merencanakan, yang memperhadapkan, yang memerintah orang untuk datang kepada Kristus, dan yang seringkali salah. Andreas yang tidak melihat orang banyak namun melihat orang individu di dalam banyak orang, dan meskipun dia tidak pernah menarik banyak orang dia terus menerus membawa orang kepada Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia memilih Yakobus, seseorang yang bersemangat, yang tidak kompromi, yang ambisius, yang dapat melihat sasaran dan mencoba mencapainya dengan segala kekuatannya dan yang meninggal dalam proses itu. Dan akhirnya adalah Yohanes yang sensitive, yang mengasihi, yang percaya, yang intim, yang selalu mencari kebenaran, yang berbicara kebenaran dalam kasih dan yang menarik banyak orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia menjadikan mereka pejala manusia meskipun mereka seperi itu. Tradisi mengatakan bahwa Andreas waktu berkhotbah di suatu daerah, isteriu gubernur itu menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya dan gubernur itu begitu marah sehingga ia menuntut supaya isterinya menolak Kristus dan saat dia tidak melakukan itu dia menyalibkan Andreas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi mengatakan bahwa Yakobus ketika ia dalam perjalanan untuk dipenggal kepalanya oleh pedang Roma, penjaganya begitu terkesan atas keberaniannya dan semangatnya sehingga ia bertobat dan minta maaf ke Yakobus atas perlakuan kasar yang telah diterimanya. Pada saat itu Yakobus mengangkatnya dan memeluknya dan berkata – Damai anakku, damai kepada Anda dan kesalahan Anda. Dan saat itu juga penjaga itu mengaku secara umum bahwa dia berserah kepada Yesus dan karena itu dia dipenggal kepalanya disamping Yakobus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes dibuang di pulau Patmos setelah hidup lama meninggal kira-kira tahun 98 S.M diwaktu pemerintah Trajan. Dan mereka yang sangat dekat kepada dia mengatakan bahwa frase Yohanes yang secara konstan diucapkannya adalah, “Anak-anakku yang kecil, kasihilah satu sama lain,” yang paling diingat mereka. Dan mereka ditransformasikan oleh kuasa Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, masalahnya bukan sifat yang Anda miliki sekarang, masalahnya adalah apa yang Anda ingin menjadi, itulah yang penting. Penjala-penjala Galilea dijadikan penjala manusia dengan pertolongan Allah mereka mengumpulkan banyak jiwa di dalam gereja. Sekarang juga mereka masih memakai jala di semua lautan dunia. Dan dengan kesaksian mereka tentang Yesus mereka memberikan kita injil dan surat-surat, dan mereka masih menarik banyak orang untuk menjadi murid-Nya. Bagaimana dengan Anda?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Oct 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20121014</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000104</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Belajar Kepemimpinan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000105"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:2" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita belajar lebih lagi Matius 10. Kita beruntung malam ini dapat mempelajari caranya keduabelas Rasul diutus. Kita telah melihat beberapa pikiran di ayat 1 dan sekarang kita akan melihat nama-nama keduabelas individu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun Alkitab tidak memberikan kita banyak informasi tentang mereka, nama pertama sudah cukup untuk berkhotbah banyak, karena pertama di daftar itu adalah Simon yang disebut Petrus. Dan marilah kita memperhatikan orang ini berhubungan dengan keduabelas orang. Namun pertama-tama beberapa pemikiran pengantar yang akan membantu kami memahami bagian Alkitab ini dalam konteksnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan beginilah caranya Allah merancang rencanan-Nya untuk berhasil: Yesus memberikan waktu kepada keduabelas orang. Duabelas orang ini akan menyampaikan pesan itu. Yang mendengarnya dari mereka akan memberitakan yang lain, dan disinilah kita berada dua ribu tahun kemudian mengabarkan injil lagi. Dan ada yang dari generasi ini yang akan memberitakan generasi berikut. Namun semua ini mulai dengan duabelas orang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Duabelas orang yang diperkenalkan di Matius 10 adalah fondasi gereja. Di Efesus 2:20 dikatakan bahwa gereja “dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” Dan dikatakan di Matius 10:1 bahwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya. Dan dikatakan di ayat 2 bahwa mereka adalah Rasul, yaitu mereka yang diutus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menerima wahyu ilahi. Mereka bertanggung jawab untuk menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Mereka adalah orang-orang yang diberikan misteri perjanjian baru itu. Mereka adalah orang kepada siapa telah dijanjikan bahwa Allah akan mengingatkan mereka melalui Roh-Nya segala sesuatu yang telah dikatakan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat penting bagi kita untuk melihat bagaimana caranya Tuhan bekerja dengan mereka, bagaimana Dia mengajar mereka dan melatih mereka, dan bagaimana Dia mengutus mereka sebagai pola penginjilan di abad kedua puluh satu ini bagi kami semua yang dipanggil untuk mengajar dan mengutus orang lain untuk menjangkau seluruh dunia. Itulah tujuan Allah bagi kita semua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam waktu itu Yesus memberikan mereka kemampuan untuk melakukan dua hal. Mereka dapat mengusir setan dan dapat meneymbuhkan berbagai penyakit. Paulus menamakan ini karunia mujizat, inilah karunia kuasa konfirmasi dan jika Anda mempelajari Injil itu adalah kuasa melawan setan. Tugas utama mereka adalah untuk berkhotbah. Namun akibatnya terlihat saat mereka memperlihatkan kuasa mereka atas kerajaan kegelapan dan atas penyakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang malam ini marilah kita melihat identitas mereka. Matius 10:2-4, “Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mereka orang-orang biasa saja. Hanya satu yang mungkin ada kekayaan yaitu Matius karena dia seorang pemeras dan bekerja untuk Roma. Tidak satupun diantara mereka berpendidikan. Tidak ada satupun yang memiliki status sosial. Dan ada murid yang kami tidak kenal sama sekali dan yang kita tahu hanyalah nama mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak pernah ada tugas sesulit yang diberi keduabelas orang ini. Hal yang paling luar biasa yang pernah diminta mereka adalah untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimulai Yesus. Sekarang ketika kita melihat murid-murid ini ada beberapa hal yang menarik yang dapat kita belajar dari daftar itu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada empat daftar murid-murid ini di Perjanjian Baru. Satu di Matius 10. satu di Markus 3, satu di Lukas 6 dan satu di Kisah 1. Dan di semua daftar Petrus selalu disebut pertama. Dan ketika Yudas disebut dia selalu yang terakhir. Mengapa Petrus selalu pertama? Dikatakan, “Pertama Simon yang disebut Petrus.” Kita perlu mengerti kata “protos.” Dalam konteks ini artinya terdepan dalam tingkat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam keempat daftar selalu ada tiga kelompok. Kelompok pertama adalah Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Kelompok kedua mulai di ayat 3: Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius. Dan setelah itu ada kelompok ketiga, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot. Setiap kelompok selalu memiliki empat orang yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin urutan nama mereka berbeda, namun mereka selalu berada di dalam kelompok yang sama. Pengetahuan kita banyak tentang kelompok pertama, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas, Kita tahu sedikit tentang kelompok kedua, Filipus, Natanael, Tomas dan Matius. Namun kita tidak tahu apa-apa tentang kelompok ketiga, kecuali tentang Yudas. Dan apa yang kita tahu tentang dia sebaiknya kita lupakan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan sangat akrab dengan kelompok pertama. Dia rada dekat dengan kelompok kedua. Dan kita tidak tahu apakah Dia dekat dengan kelompok ketiga. Dan ini penting dalam soal kepemimpinan. Kita tidak mungkin akrab dengan semua orang. Tuhan kita, bahkan dari keempat yang pertama, berdekatan hanya dengan tiga murid. Dan kebanyakan waktu Dia bersama-sama dengan Petrus saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mengutus mereka pertama kali dalam magang mereka, Dia mengirim mereka berdua-dua. Jadi mereka pergi dalam kelompok empat orang mereka hanya berdua-dua. Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas saling terkait, mereka saudara dan kita tahu mereka adalah para nelayan dalam kelompok mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari kelompok berikutnya kita hanya tahu ada satu dari antara mereka yang menjadi pemungut cukai. Kita tidak tahu pekerjaan Filipus. Dan kita tidak tahu apa yang dilakukan Natanael. Kita tidak tahu pekerjaan Tomas. Dan dari kelompok terakhir kita tidak tahu apa-apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sifat mereka juga sangat berbeda. Petrus adalah seorang pria tindakan. Dia impulsif dan bersemangat. Dan Petrus selalu berbicara dan di dalam kelompoknya ada orang lain bernama Yohanes. Dan keinginan Yohanes adalah untuk berdiam dan merenungkan dan bertindak mengasihi. Mereka benar sangat berbeda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di kolompok kedua ada dua orang yang menarik juga. Ada Natanael atau Bartolomeus. Natanael percaya semuanya. Di Yohanes 1dia menerima faktanya tentang Yesus , memang dia sangat percaya orang. Dan di dalam kelompoknya ada juga Tomas yang tidak percaya apapun kecuali dia dapat melihatnya sendiri atau menyentuhnya. Sekali lagi mereka berlawanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada Matius yang bekerja untuk pemerintah Roma dengan memeras pajak. Dan ada Simon orang Zelot yang adalah seorang revolusioner radikal yang selalu ingin menjatuhkan Roma. Dan seandainya Simon sedekat ini dengan Matius dimanapun saja kecuali diantara para murid, dia sudah ditikam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada perbedaan politik dan perbedaan spiritual dan perbedaan emosional. Dan dari semua orang yang berbeda ini yang dikumpulkan, Tuhan akan berbuat sesuatu untuk mengubah dunia. Cerita ini indah karena mereka tetap berhasil, dan kita dapat melihat kuasa Allah di dalam semua ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana Allah membangun pemimpin? Karena Petrus adalah orang kunci, keduabelas bab dari Kisah Para Rasul membicarakan dia. Dia berkhotbah pada Hari Pentakosta. Dia yang melakukan mujizat pertama di tempat ibadah. Dia menghadap Mahkamah Agama. Dan kita dapat melihat bagaimana Allah akan membuatnya menjadi pemimpin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah tidak berhenti, karena masa kini juga Tuhan masih tetap membangun pemimpin di dalam gereja-Nya. Dan Petrus adalah kunci untuk mengerti pelajaran itu. Keempat Injil terisi penuh dengan Petrus. Setelah nama Yesus tidak ada nama lain yang dipakai lebih banyak di Injil dari pada nama Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda tiga cara. Pertama, seorang pemimpin selalu bertanya. Orang yang tidak ada pertanyaan jarang menjadi pemimpin karena mereka tidak peduli masalah dan solusinya. Dalam catatan Injil, Petrus bertanya lebih banyak pertanyaan dari pada semua orang lain digabung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petruslah yang menanyakan berapa kali dia harus mengampuni orang lain. Tuhan sedang membicarakan pengampunan dan dia mengatakan, “Berapa kali haruslah aku mengampuni? Tujuh kali? Tuhan mengatakan, Tidak, tujuh kali tujuhpuluh. Ngomong ngomong, dalam semua pertanyaan Petrus, dia jarang dapat jawaban yang diharapkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus juga menanyakan tentang hadiah bagi mereka yang meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus. Petrus juga yang menanyakan arti pohon ara yang menjadi kering di Markus 11. Petrus juga yang menanyakan arti kesudahan yang akan datang di Markus 13. Dan setelah Petrus diberitahu dia akan meninggal sebagai martir, dia berkata, “Bagaimana dengan Yohanes?” Lihatlah, pemimpin selalu mencari solusi dan menanyakan pertanyaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemimpin selalu mengambil inisiatif. Ketika Tuhan bertanya sesuatu, siapa yang menjawab? Selalu Petrus. Siapakah menyentuh Saya? Petrus menjawab, “Maksud pertanyaan Tuhan itu apa, banyak sekali orang sedang mendorong Engkau disini.” Di Yohanes 6:67-68 dikatakan, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemimpin selalu tepat ditengah-tengah aksi. Mereka mewujudkannya, dari semua murid, siapakah yang melompat keluar dari perahu dan berjalan diatas air? Petrus. Orang berkata bahwa Petrus menyangkal Tuhan. Memang itu benar. Tetapi dia berada di tempat dimana dia diperhadapkan dengan hal itu karena keberaniannya cukup besar untuk mengikuti Yesus sampai ke rumah Imam Besar. Yang lain semua sudah kabur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika kebangkitan itu datang, siapakah yang pertama-tama berada disana? Petrus dan Yohanes. Petrus melewati Yohanes yang berhenti diluar dan dia langsung masuk kedalam tempat itu. Kita melihatnya di buku Kisah Para Rasul dan selama duabelas bab, dimananpun dia pergi, banyak hal ajaib terjadi dimana-mana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada kalanya dia dipanggil Simon, nama sekulernya. Nama Simon itu juga dipakai ketika dia ditegur karena dosa. Misalnya di Lukas 5, dia sedang berada di perahunya dan dia tidak percaya ketika Tuhan mengatakan, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Dan ketika jalanya hampir koyak karena ikannya begitu banyak dia langsung berkata, “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Tuhan juga memberikan Petrus wahyu terbesar. Di Matius 16, Yesus baru memperingati murid-murid-Nya tentang ajaran orang Farisi. Kemudian di Matius 16:15 Dia menanyakan murid-murid-Nya suatu pertanyaan khusus, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Dengan kata lain Dia mengatakan ini wahyu. Dia mentranformasikan orang ini dengan membertahukannya bahwa Allah dapat berbicara melalui dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dia menerima hadiah besar di ayat berikutnya. Setelah pengakuan itu Yesus mengatakan di Matius 16:18, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang pengakuan ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang memberi khotbah rasul pertama yang besar? Petrus pada hari Pentakosta. Siapa yang membimbing orang non Yahudi pertama kepada Kristus? Petrus di Kisah Para Rasul 10, Kornelius. Dia membuka Kerajaan kepada orang Yahudi dan orang non Yahudi. Dan Tuhan memberi janji yang sama kepada sisa para Rasul dan juga kepada semua orang di segala abad yang membuka pintu kepada Kerajaan dengan memproklamirkan Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Anda juga harus melihat kesalahannya yang besar. Matius 16:21-22, “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua- tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melakukan tepat apa yang dilakukan Iblis di dalam pencobaan Kristus; dia mencoba untuk menggelincirkan Kristus dari kayu salib. Ini ajaran besar yang harus dipelajari pemimpin. Semakin Anda berada di dalam posisi untuk dipakai Allah, semakin besar kemungkinannya untuk digunakan Iblis. Ini pelajaran penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita datang kepada salah hitung kemampuannya yang besar. Matius 26:33-35, “Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." 34 Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." 35 Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tahu bahwa Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Betapa besar pelajaran dan pengalaman Petrus. Dan kemudian dia mengalami pengampunan dosa besar. Di Yohanes 21: 19 Yesus mengatakan, “Ikutlah Aku.” Dan Petrus memang mengikuti-Nya. Dengan kata lain, Dia belajar merendahkan diri. Ini penting bagi pemimpin untuk belajar hal itu. Ada limitasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelajarang lain yang Petrus harus belajar adalah menahan diri. Di Yohanes 18 Alkitab mengatakan ada seseorang bernama Malkhus dan Petrus memotong telinganya. Dan Tuhan menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya dan mengatakan, “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.” Biarlah Allah yang mengurus semua hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal lain seorang pemimpin perlu belajar adalah kerendahan hati. Dan dia benar belajar hal itu karena dia menulis di 1 Petrus supaya kita tunduk kepada pemerintah, tunduk kepada tuanmu dan tunduk satu sama lain di dalam pernikahan dan tunduk kepada Allah karena di 1 Petrus 5;5 dikatakan, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Juga, para pemimpin harus belajar mengorbankan diri mereka. Di Yohanes 21:19 Yesus mengatakan, “Pada suatu hari Petrus orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah menjadi martir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga perlu belajar mengasihi. Tahukah bahwa pemimpin biasanya mementingkan tugas lebih dari pada orang dan dengan demikian mereka dapat melandakan orang. Yesus mengatakan kepadanya di Yohanes 21, “Apakah engkau mengasihi Aku? Apakah engkau mengasihi Aku? Apakah engkau mengasihi Aku?” Karena itu mungkin Yesus menyatukan dia dengan Yohanes supaya dia belajar hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga perlu belajar keberanian. Di Yohanes 21 Yesus mengatakan jika Anda mengikuti Aku itu akan menyebabkan kematian Anda. Apakah Anda rela? Pada saat itu ia sudah belajar. Di Kisah Para Rasul 4, dia menghadap Mahkamah Agama dan dia mengatakan, saya tidak peduli apa yang kamu katakan, saya berkhotbah karena saya akan menaati Allah dan bukan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tradisi mengatakan bahwa dia disalibkan, namun sebelumnya dia disalibkan dia dipaksa untuk menyaksikan penyaliban isterinya. Dia berdiri di kaki kayu salib isterinya dan terus mengulangi “ingatlah Tuhan.” Dan setelah dia meninggal, dia sendiri disalibkan terbalik karena dia merasa tidak layak mati sama seperti Tuhan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan Petrus dapat diringkaskan dengan kata-kata terakhir dia katakan, karena itu dicatat di ayat terakhir dari surat terakhir yang dia tulis, 2 Petrus 3:18. Ini adalah perkataannya bagi Anda, “bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi- Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.” Dia dapat mengatakan bahwa kita perlu bertumbuh karena memang itu yang dia lakukan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Sep 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120923</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000105</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah artinya menjadi pengabar?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000106"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:1" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:1</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita tiba di bab 10 buku Matius. Dalam rangka mempelajari laporan kehidupan dan pelayanan Tuhan yang indah ini, kita berada dibagian yang baru disini. Ayat pertama adalah panggilan dan pemberian tugas kepada murid-murid-Nya. Dan di ayat kedua mereka di utus sebagai rasul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini suatu perubahan pola pelayanan dari Tuhan kita, ini bagian yang kritis dalam pendidikan keduabelas orang itu. Kita akan belajar banyak tentang pemuridan, tentang apa yang dilakukan Tuhan kita, dan apa yang Dia ajarkan pria yang akan meneruskan pelayanan itu. Saya percaya selagi kita bersama mempelajari bab ini, kehidupan pelayanan kita akan terpengaruh secara drastis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah dari pelajaran kita kemarin bahwa Yesus kita melihat Israel dan seluruh dunia sebagai ladang besar untuk dipanen. Karena itu Dia mengatakan di Matius 9:37, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Jadi semua orang harus ikut. Dia melihat begitu banyak orang diseluruh dunia dan yang Dia lihat umat manusia sebagai ladang yang perlu dipanen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus menyadari bahwa panen berarti penghakiman. Mereka adalah domba-domba yang akan dikumpulkan atau dikeluarkan. Dan mereka telah dikhianati oleh gembala mereka, yang sebenarnya gembala palsu yang telah memutilasi mereka dan meninggalkan mereka untuk mati. Dan ketika Yesus melihat mereka seperti itu Dia tergerak dengan belas kasihan, dikatakan di Matius 9:36.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia benar-benar merasakan kesakitan mereka. Dan karena itu Dia memanggil murid- murid-Nya, di ayat 38, dan Dia minta mereka untuk berdoa supaya Allah mengirim pekerja. Karena sudah terang Dia sendirian tidak sanggup melakukan semua itu. Dan dengan demikian kita masuk dimensi baru di Matius selagi Yesus mulai menambahkan kepada pelayanan-Nya sendiri keduabelas orang ini yang harus menjangkau ladang yang perlu dipanen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitulah kita berada di Matius 10. Orang yang sendirian itu, Yesus Kristus telah bergerak dalam ladang itu sendirian sampai sekarang. Dan sekarang Dia akan memanggil duabelas orang lain sebagai penginjil. Dia akan memberi tugas kepada mereka sebagai utusan pribadi dan mengirim mereka. Dan bab 10 adalah laporan pengutusan mereka mula-mula untuk memperingati orang akan penghakiman yang tak dapat dihindari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelumnya kita sampai kepada ayat 5 kita harus melihat ayat-ayat empat pertama duluan, mereka sederhana dalam apa yang dikatakannya, namun tersembunyi dibelakang mereka ada kekayaan besar yang saya ingin Anda melihat. Nah malam ini saya hanya ingin menyebut tiga karakteristik dari keempat ayat pertama. Pertama marilah kita lihat inisiasi mereka, kemudian pengaruh mereka dan setelah itu identitas mereka. Kita melihat inisiasi mereka di ayat 1, pengaruh mereka di ayat 1, dan identitas mereka di ayat 2 sampai 4 ketika dia menyebut nama-nama keduabelas orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa hal dalam persiapan-Nya dan panggilan orang-orang itu yang sangat penting karena ada aplikasi mereka dalam hidup kita sendiri. Kita akan melihat caranya Yesus mempersiapkan dan memanggil keduabelas orang ini, dan ini juga akan menolong pengertian kita sendiri tentang pemuridan. Kita perlu belajar bagaimana kita harus memuridkan orang lain dan bagaimana Allah akan memuridkan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama marilah kita melihat inisiasi para rasul dan hanya ada satu pernyataan, yaitu Matius 10:1, “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka.” Pada waktu saya membaca hal itu saya memikir, bagaimana Dia melakukan hal itu? Bagaimana Dia membimbing mereka sampai mereka dipanggil dan kemudian diutus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid berarti pelajar, rasul berarti “diutus”. Pertama mereka menjadi murid dan kemudian mereka diutus. Jadi inilah transisi dari menjadi murid di ayat 1 sampai diutus di ayat 2, mereka dididik dan sekarang mereka diutus. Inilah waktunya mereka mengabarkan injil, inilah waktunya untuk memberitakan kepada orang lain bahwa kerajaan surga sudah hampir tiba.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya ada empat fase dalam pelatihan keduabelas orang oleh Kristus. Nomor satu adalah keselamatan mereka atau konversi mereka. Dan jika Anda melihat Yohanes 1:35-51, Anda akan menemukan suatu ilustrasi dari panggilan permulaan mereka untuk beriman atau panggilan keselamatan yang dipakai Tuhan kita dalam kehidupan keduabelas murid itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memanggil banyak orang, namun disini di Yohanes 1 khususnya ada beberapa yang telah kita kenal baik. Dan inilah panggilan mula-mula; mereka dipanggil untuik percaya kepada Kristus. Namun setelah itu mereka kembali kepada pekerjaan sekuler mereka, kembali ke rumah mereka. Dan setelah itu ada fase kedua, dan itu dicatat untuk kita di Matius 4:18-22.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Nah mereka sudah sudah diselamatkan dalam arti kata kita percaya ada konversi, mereka sudah percaya dan menegaskan bahwa Dia adalah Mesias seperti di Yohanes 1.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sekarang Dia memanggil mereka untuk meninggalkan pekerjaan sekuler mereka, meninggalkan rumah mereka dan untuk mengikuti Dia secara total. Ini panggilan mereka untuk melayani. Dan Ia akan merubahkan mereka menjadi penjala manusia. Ini adalah pendidikan mereka, mereka harus mengikuti Yesus selama tiga tahun untuk dilatih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan didikan mereka tidak sederhana, karena dimanapun Yesus pergi ada banyak murid. Ada yang mengikuti beberapa lama dan menurut Yohanes 6 ada yang pergi dan ada yang tidak mengikuti Dia lagi. Namun ditengah kelompok itu ada duabelas murid spesial ini dan mereka dididik bersama dengan semua yang lain, namun lebih khusus karena Tuhan tahu bahwa keduabelas orang ini spesial.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat fase ketiga dari pendidikan mereka. Pertama ada konversi, kedua mereka melayani dan ketiga mereka diutus keluar, dan itulah yang dibicarakan di Matius 10:1. Ini bukan fase terakhir, ini fase ketiga dan ini berarti mereka diutus, dan Markus mengatakan mereka diutus berdua-dua, mereka masih belum siap untuk pergi sendirian, mereka memerlukan orang lain untuk dukungan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan tinggal dekat sama mereka dalam fase tiga ini. Dia seperti ibu rajawali yang mengamati anak-anaknya selagi mereka mulai terbang. Dia selalu ada bersama mereka dan mereka selalu minta diperiksa lagi dan memberi tahu bagaimana keadaannya. Inilah waktu praktek mereka, inilah waktunya untuk melakukan tugas misi singkat, dan mulai merasakan bagaimana keadaannya diluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita tahu ada fase empat dari keduabelas murid itu, dan itu terjadi setelah kebangkitan dan setelah kenaikan. Ketika Kristus kembali ke surga Dia mengirim Roh Kudus dan Roh Kudus itu masuk kedalam mereka dan kemudian mereka tersebar dan mereka pergi ke seluruh dunia memuridkan bangsa-bangsa dan itulah fase terakhir dari duabelas murid itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika kita datang ke bab 10 kita berada di fase tiga. Inilah pengalaman pertama mereka dimana mereka sendiri di ladang misi, dan mereka tidak diperbolehkan terlalu jauh dari Dia, hanya cukup jauh untuk belajar dari mana akan datang masalah. Mereka dipilih Yesus dari semua murid-murid yang mengikuti Dia, bahkan Dia juga memilih Yudas karena itu memang masuk kedalam rencana nubuatan juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam proses pendidikan mereka, di fase dua dan tiga, Yesus mengatasi lima masalah yang mereka miliki. Lima masalah ini umum dalam hal pemuridan. Dalam arti kecil saya dikirim juga dan begitupun Anda. Kadang-kadang kita pikir bagaimana Dia dapat mengajar mereka, dan ini adalah wawasan luar biasa ke dalam kejujuran Allah, pada saat kita melihat caranya Kristus berhubungan dengan manusia biasa yang lemah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama mereka dipilih berdaulat, dan Allah sudah mengatur semuanya seperti itu. Dikatakan di Matius 10:1, ““Yesus memanggil kedua belas murid-Nya.” Bahkan di Markus 3:13-14 dikatakan, “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang- orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.” Itu pilihan- Nya yang berdaulat. Tidak ada pencarian eksekutif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.” Dan Dia memilih mereka yang melayani-Nya di dalam gereja, supaya kami yang mewakili-Nya adalah yang dipanggil menurut tujuan-Nya. Namun kedua mereka dipilih setelah berdoa satu malam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita memilih mereka yang kita akan memuridkan, itu hanya harus terjadi setelah berdoa banyak, supaya Allah dapat menunjukkan kami kepada siapakah kita harus memberikan diri kita. Lihatlah Lukas 6:12-13, “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dipilih waktu Anak yang tunduk mencari kehendak Allah Bapak. Dan di Yohanes 17:12 Dia menegaskan bahwa mereka benar adalah yang diingini Bapak, yang diberikan Bapa kepada Anak, Dia mengatakan, “Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.”Di Yohanes 17:6 dikatakan, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, dan inilah yang kita harus memperhatikan, mereka dipilih untuk dilatih, Pemuridan adalah bagian yang perlu sekali, dan bagi mereka didikan itu selama tiga tahun, mereka meninggalkan jala-jala mereka, mereka meninggalkan perahu mereka, mereka meninggalkan meja pungut cukai mereka, dan mereka berjalan bersama Yesus. Ada banyak orang yang dipanggil Kristus dan mungkin dipanggil untuk masuk pelayanan dan mereka ingin pergi begitu saja meskipun mereka tidak tahu dimana atau dengan cara apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus tahu bahwa mereka perlu di didik untuk menjadi murid, sebelumnya mereka dapat diutus. Musa dilatih sampai 40 tahun. Paulus hanya tiga tahun dan orang- orang ini juga tiga tahun. Ada beberapa diantara kita yang telah belajar tiga, empat atau lima tahun di seminari, dan ada juga yang lain yang bertahun-tahun tidak menerima ajaran formal namun mereka belajar Firman Tuhan, mungkin diajarkan orang Kristen lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelum orang diutus harus ada waktu pemuridan dulu. Dan saya tidak dapat bayangkan kesenangan yang lebih tinggi daripada dididik oleh Tuhan Yesus sendiri. Dan di Matius 11:29 Dia mengatakan kepada satu kelompok yang termasuk mereka, “Belajarlah dari Aku.” Pemuridan bukan saja terjadi di dalam kelas mendengar kuliah, kita belajar benar-benar saat kita menyaksikan orang kudus hidup sehari-hari. Memang ada baiknya melihat kekurangan-kekurangan mereka karena itu memberi harapan kepada kita bahwa Allah dapat memakai kita juga dengan segala kesalahan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah saya menerangkan lima hal yang harus diatasi Yesus, dan Anda sendiri akan melihat itu di dalam kehidupan Anda sendiri. Nomor satu, mereka kekurangan pengertian rohani. Itu permulaan yang berat, namun itulah yang dialami Yesus, mereka buta dan tidak mengerti perumpamaan. Setiap kali Tuhan mengatakan kepada mereka, apakah Anda mengerti ini? Tahukah Anda jawaban mereka selalu? Iya, Tuhan. Apakah mereka benar mengerti? Tidak, mereka tidak mengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat sukar untuk mengatasi semua prasangka dan sikap semula mereka. Yesus membicarakan orang Farisi di Matius 15:14-16, “Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.” 15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka ada masalah kedua, yaitu tidak ada kerendahan hati. Mereka adalah kelompok orang yang sombong dan iri hati. Marilah kita mendengar Tuhan sendiri membicarakan mereka di Markus 9:33-34, “Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid- Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" 34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana Yesus menangani masalah itu? Dia mendemonstrasikan kepada mereka kerendahan hati-Nya sendiri. Dia menyamakan diri-Nya dengan pembantu. Di Yohanes 13 Dia mencuci kaki mereka dan Dia mengajarkan supaya mereka harus mengasihi satu sama lain sama seperti mereka dikasihi Yesus. Ada perintah baru, kasihilah sesamamu manusia seperti Aku mengasihi Anda. Dia mengatasi pengertian mereka yang kurang dengan mengajar mereka dan Dia mengatasi kerendahan hati mereka yang kurang dengan memberi teladan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ada masalah ketiga, kekurangan iman. Bahkan frase paling umum yang dikatakan Yesus kepada mereka adalah, “kamu yang kurang percaya.” Dia berbuat begitu banyak hal dan tetap mereka tidak melihatnya. Bahkan di Markus 4:40 Dia mengatakan kepada mereka, “Mengapa kamu tidak percaya?" Mengapa setelah semua ini Anda tetap tidak percaya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu mungkin? Pada akhir Markus 16:14 dikatakan, “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.” Bahkan mereka tidak percaya laporan bahwa Dia telah bangkit. Bagaimana caranya Dia mengatasi ketidakpercayaan mereka? Dengan mujizat-mujizat, dengan memperlihatkan kuasa-Nya berulang kali. Bahkan mujizat-mujizat itu dilakukan-Nya terutama bagi murid-murid- Nya dan bukan untuk orang banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Murid-murid-Nya harus memiliki keyakinan dan kepercayaan, mereka perlu tahu bahwa kebangkitan itu benar-benar terjadi, jadi Dia menyatakan diri-Nya kepada mereka berkali-kali dan Dia membiarkan mereka menyentuh-Nya dan meraba-Nya dan melihat- Nya, karena mereka harus yakin itu benar. Kisah Para Rasul 1:3, “oleh banyak bukti yang tak tergugat.” Jadi Dia mengatasi pengertian mereka yang kurang dengan ajaran, dan Dia mengatasi kerendahan hati mereka yang kurang dengan memberi teladan, dan Dia mengatasi kekurangan iman mereka dengan mujizat. Semua ini adalah bagian dari proses pengajaran dan didikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ada masalah keempat, yaitu kekurangan komitmen. Mereka mengatakan, kita tidak akan meninggalkan Engkau, namun pada saat ada krisis mereka menghilang. Dan Petrus menyangkal dan Yudas mengkhianati dan kesepuluh yang lain menghilang begitu saja. Di Markus 14:50 dikatakan, “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Yesus mengatasi hal itu? Lukas 22:31-32, “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Bagaimana Yesus mengatasi kekurangan komitmen mereka? Dia mengatasinya melalui doa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah kelima adalah mereka kekurangan kekuatan. Mereka lemah dan tidak berdaya. untuk ilustrasi lihatlah Matius 17:15-17, “katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. 16Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." 17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda pikir kepada siapakah Dia berbicara? Matius 17:18-21, “Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. 19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" 20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 21 Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia menangani hal itu? di Yohanes 20:22, “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.” Dan di Kisah Para Rasul 1:8 dikatakan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus percaya akan orang-orang yang Dia telah memilih dan lebih dari itu, Dia memiliki keyakinan mutlak akan kuasa-Nya sendiri untuk menjadikan mereka apa yang Dia inginkan. Ada harapan bagi kita. Bagaimana orang tahu bahwa mereka telah meluangkan waktu bersama Yesus? Mereka melakukan hal yang sama seperti Yesus. Mereka mengatakan hal yang sama seperti Yesus, mereka mengasihi sama seperti Yesus mengasihi. Dan akhirnya pekerjaan mereka selesai dan mereka menjadi cermin hidup untuk mencerminkan Kristus. Inilah teladan bagi kita juga. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Sep 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120909</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000106</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Reaksi terhadap kuasa Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000107"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:33-34" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:33-34</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita meneruskan pelajaran kita malam ini di Matius 9. Kita sampai kepada suatu bagian yang singkat sekali, hanya dua ayat, dan marilah kita membicarakan apa yang diingini Roh Allah kita belajar. Matius 9:33-34, “Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." 34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius memberikan kita dua respon terhadap mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus. Ada orang banyak yang heran dan ada orang Farisi yang menolak. Namun sebelumnya kita mempelajari itu khususnya, saya ingin Anda mulai memikir sesuai dengan apa yang teks ini mengatakan kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika usia Tuhan kita kira-kira 40 hari, Dia dibawa ibu-Nya dan Yusuf ke tempat ibadah, karena mereka diwajibkan untuk memberi persembahan pemurnian setelah melahirkan anak, dan ketika masih berada di rumah ibadat itu mereka bertemu dengan seseorang yang bernama Simeon. Simeon sudah tua menunggukan kedatangan Mesias dan sekarang dia diberi kesempatan untuk melihat Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 2:30 dia mengatakan, “sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.” Simeon mengatakan Anak ini akan menjadi garis pemisah untuk menentukan nasib akhir setiap individu. Kebanyakan orang akan menolak-Nya dan jatuh. Beberapa akan menerima-Nya dan bangun kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini selalu caranya Allah bekerja. Ada mereka yang tertanam seperti pohon-pohon di pinggir sungai yang menghasilkan buah, dan ada mereka yang adalah lalang yang akan dibakar. Ada yang berilahi dan ada yang tidak. Ada yang benar dan ada yang tidak dan hanya ada dua kategori saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi Maria ini bukan informasi baru. Di Lukas 1 pada dia memuji Allah dia mengatakan, “50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai- beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria tahu bahwa karakter Allah adalah untuk menerima beberapa orang dan untuk menolak yang lain, untuk memberkati beberapa dan untuk mengutuk yang lain, untuk memberi kekuatan kepada beberapa dalam menyatukan mereka, dan menyebarkan yang lain, menurunkan yang congkak dan meninggikan yang rendah hati, memenuhi yang lapar dan mengusir mereka yang penuh. Dengan kata lain, selalu akan ada garis pemisah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mengatakan di Matius 7, “Ada mereka yang masuk ke pintu yang sesak dan diberkati dan da mereka yang masuk ke dalam pintu yang lebar dan mereka celaka. Ada orang yang bangun rumah mereka diatas batu dan dalam penghakiman itu tetap berdiri. Dan ada orang yang yang membangun rumahnya diatas pasir dan itu akan runtuh. Ada orang yang ingin mempertahankan kehidupannya dan mereka akan kehilangan. Dan ada orang yang kehilangan hidupnya dan dalam proses itu mereka malah mendapatkan kehidupan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10:32 mulai dengan, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." 34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi, Yesus adalah garis pemisah: “35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Dan ini terus berlangsung di Matius dan Injil lain juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 21:28-32 mengatakan, “Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Tidak, bapa. Tetapi ia menyesal dan pergi juga. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku mau. Tetapi kemudian ia tidak pergi. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab mereka: "Yang pertama." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, anak pertama itu tidak beragama, namun dia bertobat dan pergi. Anak kedua beragama, dia memiliki tampang beragama, dia berpura-pura menurut, namun dia tidak pergi. Anak pertama yang mengatakan tidak namun pergi adalah pemungut cukai dan pendosa-pendosa. Anak kedua yang mengatakan iya saya akan pergi tetapi tidak, adalah orang Farisi dan yang munafik, dan Yesus mengatakan pemungut cukai dan pelacur akan masuk ke surga sebelum yang berpura-pura, yang munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus adalah garis pemisah. Rasul Paulus juga mengambil konsep yang sama bahwa seluruh umat manusia dibagi menjadi orang-orang percaya dan orang yang tidak percaya, menjadi jiwa yang menuju ke surga dan jiwa yang menuju ke neraka, menjadi yang diberkati dan yang dikutuk, dan garis pemisah itu adalah iman atau kehilangan iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keinginan Matius adalah untuk menolong kami mengerti bahwa Kristus memang adalah Yang diklaim dan kita perlu mengambil keputusan. Dia memanggil kita untuk memilih yang benar, memilih kehidupan, memilih kebenaran, memilih keilahian dan untuk percaya. Jadi dia memberikan kita di bab 8 dan 9 bukti yang tak terbantahkan bahwa Kristus adalah Anak Allah, Mesias dan Juruselamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 8 dan 9 mencatat sembilan mujizat yang indah. Mujizat yang melebihi kapasitas kemampuan manusia untuk melakukannya, bahkan untuk memahaminya, dan mereka hanya beberapa contoh saja dari lingkup penuh mujizat-mujizat-Nya. Yohanes 20:30 mengatakan, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini.” Di Yohanes 21:25 dia mengatakan, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana orang-orang merespon terhadap mujizat-mujizat yang berbeda ini? Dalam ketiga mujizat pertama Dia menunjukkan kekuasaan atas penyakit. Dia menyembuhkan orang kusta, Dia menyembuhkan budak perwira yang lumpuh, dan Dia meyembuhkan mertua Petrus yang sakit demam. Kemudian di dalam ketiga mujizat yang kedua Dia memulihkan bencana alam, Dia menjadikan lautan dan ombak menjadi tenang. Kemudian Dia mengusir berjutaan setan, suatu bencana rohani. Dan akhirnya Dia menyembuhkan orang lumpuh dan mengampuni dosa-dosanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Dia berhubungan dengan kematian, menyembuhkan lidah yang mati supaya orang bisa berbicara lagi, mata yang buta disembuhkan dan anak perempuan Yairus dibangkitkan dari antara orang mati. Setiap mujizat mendemonstrasikan kuasa Kristus dalam dimensi yang berbeda dan itu mewakili banyak mujizat yang Dia lakukan dalam semua kategori itu. Dan pada akhir setiap kelompok mujizat ada bagian responnya yang ingin kita bicarakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan Matius 9:35 dulu dan kemudian kita akan melihat respon lain di ayat 34 dan 33. Perhatikanlah ayat 35, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” Dia bekerja tanpa berhenti, dan kita bisa tahu mengapa karena dikatakan, “Yesus berkeliling ke semua kota dan desa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Josefus, seorang sejarawan, memberitahukan kita bahwa di waktu Yesus ada 204 kota dan desa. Perbedaannya kota dan desa adalah semacam tembok atau benteng. Jika ada tembok, itu menjadi kota. Jika tidak ada tembok itu adalah desa. Desa kecil tidak memakai tembok, namun kota besar memakainya. Yesus mengunjungi semua tempat, dan itu luasnya kira-kira 60 kali 100 kilometer.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia bergerak di semua tempat itu cukup cepat, Josefus menulis, “Kota-kota itu banyak sekali dan banyak desa-desa penuh orang karena tanahnya subur sekali, jadi di desa kecil pun penduduknya kira-kira 15.000 orang. Jadi seluruhnya ada kira-kira 3 juta orang yang mungkin dikunjungi Yesus di daerah Galilea itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sebentar melihat tiga hal yang Dia lakukan yang disebut di ayat 35, “Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama mengajar di rumah ibadat. Apakah itu? Dimana ada orang Yahudi, ada rumah ibadat, suatu tempat untuk berkumpul. Tempat itu adalah pusat hidup komunitas orang Yahudi. Itu seperti gereja atau balai kota atau pengadilan setempat. Itu tempatnya semua orang Yahudi berkumpul di komunitas itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rumah ibadat itu adalah suatu tambahan pada agama Yudaisme yang baru mulai saat pembuangan ke Babel. Semua ibadah mereka dulu difokuskan kepada bait Allah, namun setelah mereka ditangkap dan bait itu dihancurkan selama 70 tahun di Babel itu, setiap kali ada kesempatan untuk bertemu bersama mereka membentuk rumah-rumah ibadat kecil itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu Tuhan di Galilea, ada banyak rumah ibadat di setiap kota kecil dan desa-desa. Dan biasanya mereka dibangun di atas bukit atau setidaknya dibangun ditempat yang paling tinggi, atau mereka membangunnya dipinggir sungai. Orang Yahudi menggunakan rumah ibadat itu sebagai tempat untuk mengajar. Dan selama mereka diduduki negara di dalam sejarah mereka, mereka menggunakan otoritas yang diperbolehkan dalam rumah ibadat mereka itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Philo, sejarawan, mengatakan, “Rumah ibadat itu terutama dipergunakan untuk membaca rinci dan eksposisi hukum Taurat. Nah saat ada khotbah di hari manapun juga, itu bisa diberikan oleh anggota jemaat terkemuka manapun yang sudah ahli Kitab Suci, Namun jika ada rabi yang mengunjungi, biasanya rabi itu diberi kesempatan untuk berkhotbah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sudah berkhotbah berkali-kali, misalnya ada contoh mulai di Lukas 4:15, “Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. 16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan- Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang Yahudi di rumah ibadat itu tahu bahwa bagian itu mengacu kepada Mesias. Dan khotbah Yesus sangat pendek. “20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata- Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah itu berita yang sangat mengejutkan bagi mereka. Dia mengatakan beberapa hal lain dan pada saat Dia selesai, ayat 28-30 mengatakan, “Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanggapan mereka adalah respon ketidakpercayaan dan amarah dan mereka ingin membunuh Yesus disitupun juga. Mujizatnya adalah bahwa semua orang itu tidak mampu membunuh Yesus. Hanya pada saat-Nya Tuhan Yesus dengan sukarela memberikan diri-Nya untuk di salibkan. Zaman ini tidak berbeda banyak, semua yang berdasarkan Alkitab di sepelekan dan dianggap ekstrim dan kuno.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menerangkan Perjanjian Lama di rumah ibadat namun Dia juga mengabarkan Injil Kerajaan disemua tempat. Dan berita-Nya selalu sama, kabar baik, itulah artinya Injil. Ini mengungkapkan misteri yang telah disembunyikan dari orang-orang diwaktu lalu. Ini perjanjian baru, wahyu baru, proklamasi dan selalu Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kedua pelayanan khotbah ini ditegaskan dengan mujizat-mujizat, menyembuhkan setiap penyakit dari orang-orang, sebagai bukti dari kedua pelayanan itu dan tidak ada cara untuk membantahnya. Tahukah Anda bahwa orang Farisi tidak pernah menyangkal mujizat-mujizat-Nya? Mereka hanya menyangkal sumber mujizat itu, karena memang mereka tidak dapat dibantah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah melihat beberapa tanggapan. Mujizat ketiga yang pertama di Matius 8 ada respon seperti ini. Tiga orang mengatakan, “Kita ingin mengikuti Engkau, Tuhan.” Namun karena mereka lebih menginginkan kenyamanan diri dan kekayaan diri, mereka berpaling dan pergi, Mereka mengilustrasikan minat yang dangkal yang tidak menjadi nyata, respon sesaat saja dan pesona yang tidak berakar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan juga ada orang yang seperti orang Farisi yang hanya kesal atas perkataan Yesus karena Dia melawan status agama mereka. Dan ada juga orang seperti para pengikut Yohanes Pembaptis, yang seumur hidup hanya berada di dalam satu sistim agama, dan mereka bingung tentang hal baru ini yang mereka dengar. Kemudian ada juga orang seperti Matius, yang benar-benar percaya, yang langsung membawa teman-teman pemungut cukai dan pelacur mereka supaya mereka percaya juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita tiba di kelompok mujizat yang ketiga dan melihat respon mereka dan ada dua macam. Matius 9:33, “Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Ayat 34, “Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." Mereka tidak dapat menyangkal Dia melakukan itu. Mereka menyangkal sumbernya. Kemudian di bab 12, Yesus mengatakan kepada mereka, “ini menunjukkan dimana kamu berada jika kamu memikir Iblis itu berkeliling mengusir setan-setan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan heran, thoumodzo, adalah perkataan komprehensif yang sangat penuh. Itu dapat berarti mereka sangat tercengang. Mereka malah benar ternganga. Lukas 9:43 meringkaskannya, “Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah… dan semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat Yesus itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang yang tidak mengenal Dia terpesona juga. Pilatus mengatakan Dia seseorang tanpa salah. Pilatus di nereka. Ada orang lain yang di neraka yang juga mengatakan hal baik tentang Yesus. Napoleon mengatakan Dia adalah Kaisar Kasih. Lekke mengatakan Dia adalah pola kebajikan tertinggi. Bakant mengatakan Dialah Yang kudus dihadapan Allah. Francis Cobb mengatakan Dia adalah pembangkit kembali manusia. Dan ada orang yang mengatakan Dia adalah Superstar…</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi banyak orang Yesus bisa diterima asal kita tidak usah menghadapi dosa, kita selalu dapat berhubungan dengan orang Kudus selama Dia tidak terlalu dekat. Orang Farisi di zaman Yesus selalu menghormati para nabi, namun orang-orang yang hidup pada waktu mereka ada membunuhnya, dan satu-satunya nabi yang hidup di zaman Yesus adalah Yohanes Pembaptis dan mereka membunuhnya, dan ada Yesus, dan mereka membunuh Dia juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, Kedua respon itu salah. Keduanya akan berakhir di neraka. Jadi apakah mereka yang membenci, menolak, menghujat dan yang mengatakan Dia dari Iblis dan mereka yang heran yang terpesona dan ternganga juga? Iya, karena keduanya bukan respon yang baik. Respon yang baik hanya adalah percaya dan menerima Kristus dan bukan hanya ternganga saja. Bagaimana dengan Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Aug 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120826</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000107</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah berkuasa atas penglihatan dan suara]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000108"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:27-33" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:27-33</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang sedang mempelajari Matius 9:27-33 dan kita belajar tentang kuasa Allah atas penglihatan dan suara. Ketika Allah menciptakan manusia, Dia memberikannya kuasa atas dunia. Kerajaan itu indah dan penuh keajaiban, namun manusia berdosa; dan dia kehilangan mahkotanya. Kuasa manusia diambil alih oleh Iblis dan karena itu terjadilah suatu kerajaan penuh air mata, kesakitan, duka cita, penyakit, penderitaan, pembunuhan dan peperangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun hampir pada saat yang sama manusia jatuh, Allah menjanjikan bahwa Dia pada suatu hari akan memulihkan kerajaan itu. Nanti kerajaan gelap itu akan berakhir dan kerajaan terang akan mulai kembali. Dengan demikian Perjanjian Lama dipenuhi janji-janji bahwa Allah akan mengutus seorang pembebas, Raja yang akan memulihkan Kerajaan, dan yang akan menghapuskan penyakit dan kesakitan dan penyakit, duka cita, peperangan dan kematian juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Matius dalam menulis adalah untuk memberitahukan kita bahwa Yesus adalah Mesias. Dialah orang-Nya dan untuk membukitkan bahwa Kristus memiliki kuasa untuk itu, di bab 8 dan 9, Matius menunjukkan kita kuasa-Nya yang ajaib, dan menghubungkan semua itu kepada nubuatan Perjanjian Lama. Dan Matius memberikan kita tiga kelompok mujizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang membicarakan kelompok mujizat ketiga, yang terutama berhubungan dengan kuasanya atas kematian di ayat 18 -26. Kita membahas itu minggu kemarin. Dan ini khususnya yang dikatakan Yesaya 65. Mesias berkuasa untuk memperpanjang hidup; dan di Daniel 12:2 Dia mengatakan Dia berkuasa untuk membangkitkan orang mati; dan jika Yesus memang Mesias, Dia harus menunjukkan kuasa itu dan memang itulah yang Dia lakukan saat Dia membangkitkan anak perempuan Jairus dari kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja Dia berkuasa atas orang mati, namun juga atas bagian-bagian tubuh manusia yang mati, seperti mata dan telinga mereka dan lidah mereka. Dan itu didemonstrasikan dalam bagian firman malam hari ini dan marilah saya membacakan dua bagian Perjanjian Lama yang menubuatkan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama dengarkanlah Yesaya 29:18 waktu dia membicarakan hari kedatangan Mesias, “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.” Dan Yesaya 35:5-6, “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semakin banyak kita mempelajari Perjanjian Baru, semakin jelas bahwa Yesus memberikan kita suatu pratinjau yang menyilaukan dari apa yang akan terjadi dalam Kerajaan-Nya. Dia naik ke gunung dan mentransfigurasi diri, Dia membuka baju-Nya dan memperlihatkan mereka kemuliaan-Nya. Dan sekarang Dia munujukkan kita semua mujizat lain yang mencapai puncak dengan kuasa-Nya atas kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita melihat mujizat penglihatan dan suara. Lihatlah Matius 9:27, “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana.” Coba berhenti sebentar, Dia baru dari mana? Dari rumah Yairus, saat itu sudah malam dan masih banyak sekali orang disekitar-Nya. Namun sekarang ada dua kelompok orang, yang satu yang sudah mengikuti-Nya sepanjang hari ditambah orang-orang pelayat professional dan pemain musik yang sudah dibayar yang tadinya mengadakan pelayanan pemakaman untuk gadis kecil itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita membicarakan penyembuhan kedua orang buta itu di ayat 27, “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti- Nya.” Kebutaan adalah gangguan umum di Mesir dan Israel. Bahkan Injil mencatat lebih banyak penyembuhan orang buta dari pada penyembuhan jenis lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita melihat teriakan orang ini waktu mereka mengikuti-Nya. Mereka berada dalam kerumunan sambil mendorong orang supaya mereka tidak ketinggalan dan mereka berteriak, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Mereka sangat berani. Tentu saja mereka telah mendengar tentang Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu orang-orang yang kehilangan, yang menderita, yang tidak layak, yang terbuang, yang putus asa, yang tersendiri, yang berdosa dan yang bersalah yang mengikuti Yesus. Tidak pernah ada yang menganggap dirinya mandiri, tidak pernah orang-orang yang memikir sumber daya mereka cukup. Orang buta ini berteriak karena mereka putus asa dan kebutuhan mereka banyak, mereka memohon dan mengemis. Keputusasaan seperti ini akan menghasilkan keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka memanggil Yesus dari Nazaret, Anak Daud? Apakah mereka tahu bahwa Dia adalah keturunan Yusuf yang adalah keturunan Daud? Apakah mereka tahu bahwa Dia keturunan Maria, yang menurut Lukas 3 juga menjadi keturunan Daud? Nah belum tentu mereka tahu hal-hal itu, namun istilah “Anak Daud” sudah terbiasa dipakai orang Yahudi untuk menyatakan Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah Yang Dijanjikan, dan judul, “Anak Daud” itu adalah seluruh konsep kekuasaan dan kerajaan yang dibicarakan para Nabi. Di Lukas 1:32 malaikat berkata, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 2:4 mengatakan, “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud.” Dan di Kisah Para Rasul 2 dikatakan tentang Kristus bahwa Dia adalah pemenuhan janji kepada Daud, dan Paulus mengatakan yang sama di dalam surat-suratnya dan Yohanes melakukan yang sama di Wahyu. Berulangkali Kristus dinamakan Anak Daud.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika kedua orang buta ini datang di ayat 27 dan mengatakan, “Anak Daud,” mereka menegaskan bahwa mereka percaya ini adalah Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu. Ketika Yesus datang dan melakukan semua mujizat-mujizat itu, bahkan membangkitkan orang mati, sudah terang bagi beberapa orang, termasuk kedua orang ini, bahwa Dialah yang memenuhi semua harapan mereka, jadi mereka langsung memberikan kepada-Nya judul Mesias.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka berteriak sesuatu yang lain yang menolong kita mengerti sedikit tentang ketulusan hati mereka. Mereka mengatakan, “kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Mereka memiliki kebutuhan rohani yang sama dalamnya dengan kebutuhan fisik mereka. Mereka tahu mereka tidak layak dan karena itu mereka minta belas kasihan, dan itu tidak akan keluar dari orang-orang Farisi karena mereka selalu merasa kerohanian mereka sudah cukup baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus adalah manusia yang paling murah hati yang pernah hidup. Dia menjangkau orang sakit dan menyembuhkan mereka. Dia menjangkau orang cacat dan memberikan mereka kaki untuk berjalan. Dia menyembuhkan mata orang buta, telinga orang tuli dan mulut orang bisu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menemukan pelacur dan pemungut cukai dan mereka yang bejat dan mabok dan Dia menarik mereka kedalam lingkaran kasih-Nya dan menebus mereka dan mendirikan mereka kembali. Dia ambil mereka yang merasa sendirian dan menyebabkan mereka merasa dikasihi. Dia ambil anak-anak kecil dan merangkul dan mengasihi mereka. Tidak ada seorangpun di seluruh dunia yang memiliki belas kasihan seperti Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernah ada prosesi pemakaman yang lewat di Lukas 7, dan Yesus melihat seorang janda menangis, karena anak satu-satunya meninggal. Dia sudah menjadi janda dan sekarang tidak ada anak yang dapat mengurus dia di hari tuanya. Siapa peduli? Yesus memberhentikan prosesi pemakaman, menyentuh anak itu dan membangkitkan anak itu dari antara orang mati, karena Dia benar peduli.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali kepada orang buta itu. Yang menarik adalah bahwa Yesus seolah-olah tidak memedulikan mereka. Dia terus membiarkan mereka curhat, terus menerus mewujudkan keaslian iman mereka sebagai cara untuk menarik mereka dari pada yang dangkal. Jika iman mereka benar tulus, mereka akan bertahan. Dan mereka terus mengikuti-Nya, jadi dengan demikian Dia menguji iman mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 28, pada akhirnya Dia merespon kepada mereka, dikatakan, “Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah.” Rumah siapa? Kita tidak tahu pasti, namun mungkin itu rumah Petrus di Kapernaum. Dan lihatlah apa yang dikatakan, “datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya.” Dia masuk kerumah dan mereka terus saja ikut masuk juga. Tidak seorangpun dapat mulai memahami seperti apa keadaan Yesus dimana orang-orang yang putus asa terus mengelilingi-Nya selama pelayanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap penyembuhan yang kita lihat dalam bab ini memerlukan ketekunan, dan begitulah caranya Yesus menarik keluar iman yang sejati. Karena itu sampai sekarang semua penyembuhan yang kita melihat bukan saja penyembuhan fisik, akan tetapi konversi rohani juga. Orang lumpuh dan teman-temannya, untuk menyembuhkannya mereka harus membikin lubang di atap rumah itu. Itulah ketekunan nyata.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pemimpin itu bertekun meskipun anak perempuannya sudah meninggal. Dan kita melihat wanita yang ada masalah perdarahan yang memegang ujung jubah-Nya, dan Yesus tidak menyembuhkannya secara fisik saja. Dan disini Dia membiarkan orang buta itu mengikuti-Nya sampai masuk ke rumah itu dan baru didalam rumah itu Dia berpaling kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 28, “Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mengapa Dia menanyakan hal itu? Tujuan pertanyaan itu bukan untuk menyangkal iman mereka atau mempertanyakan apakah mereka percaya Dia berkuasa untuk melakukan itu. Yesus tahu mereka percaya. Alasannya Dia menanyakan mereka adalah untuk mendengar kesaksian pengakuan iman mereka dalam kata-kata mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus mengatakan di Roma 10:9, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Yesus menarik keluar pengakuan verbal, penegasan iman itu sebagai kesaksian apa yang diperlukan untuk konversi tulen. Dia berkata, “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil itu penuh dengan kejadian-kejadian dimana Yesus menyembuhkan orang yang tidak percaya. Yesus ingin memisahkan orang buta ini dari semua orang yang hanya ingin mencari penyelamat politik, seseorang yang penuh karisma atau seorang pelaku mujizat. Jadi Dia menanyakan apakah kamu percaya bahwa Aku mewakili kuasa Allah untuk menyembuhkan kebutaan kamu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman sejati diperlukan untuk konversi, dan Dia ingin membawa orang-orang ini sejauh mana iman mereka akan membawa mereka; dan ketika ada orang yang mengatakan, “Saya perlu belas kasihan,” dan “Engkaulah Mesias yang dijanjikan,” dan mengatakan, “Aku percaya engkau memiliki kuasa ilahi Allah,” dan mengatakan, “Ya Tuhan,” itu iman yang menyelamatkan, dan Yesus menarik mereka kepada pengakuan seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari hal ini marilah kita sekarang melihat konversi orang-orang itu. Ayat 29 mengatakan, “Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu. 30 Maka meleklah mata mereka. "Dan bukan saja mata jasmani mereka terbuka, namun pada saat itu juga mata rohani mereka terbuka dan iman mereka berbunga dan mereka menjadi anak-anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sering menyentuh orang dan dengan cara itu memperlihatkan kelemahlembutan-Nya. Dia menyentuh mata mereka dan langsung mata mereka sembuh. Perhatikanlah frase pada akhir ayat 29, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Jadi iman mereka sebesar apa? Apakah iman mereka cukup besar untuk penyelamatan? Iyalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iman adalah ember yang dicelupkan ke dalam sumur keselamatan. Iman adalah tas yang di dalam dirinya bukan kekayaan tetapi yang berisi kekayaan. Iman adalah sesuatu yang dapat menerima apa yang Allah berikan, dan Dia mengatakan, tas Anda cukup besar untuk menerima semua yang Aku ingin berikan kepadamu. Embermu cukup besar untuk mengambil air yang Kusediakan di sumur keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah perintah yang diberikan mereka di ayat 30, “Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini." Bagaimana caranya melakukan itu? Apakah kita harus berpura-pura masih buta? Orang yang mengenal kita pasti akan tahu. Apakah maksud-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, proklamasi orang buta ini adalah “Anak Daud” dan itu judul Mesias, Pewaris tahkta, yang mungkin dapat menyebabkan banyak masalah. Orang Yahudi tentu salah mengerti karena Dia tidak datang dari pemimpin-pemimpin agama Yahudi, dan orang Romawi pasti tidak akan mengerti itu juga karena satu-satunya raja adalah Kaisar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya pengakuan bahwa Yesus raja membawa Dia kepada kayu salib, dan apa yang Dia katakan sekarang adalah, “Sekarang belum waktunya untuk itu.” Allah memiliki jadwal waktu ilahi tersendiri. Dan orang-orang ada kebiasaan untuk memandang Dia hanya sebagai pekerja mujizat, yang memberikan kesan yang salah kepada semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Yohanes 6:26 ketika Yesus memberi makan kepada 5000 orang, mereka langsung ingin mengangkat-Nya menjadi raja? Dan Yesus mengatakan kepada mereka setelah mereka mengikuti-Nya kemana-mana, “sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ingin orang datang dan melihat sendiri, dan mengambil keputusan sendiri dari pada mengambil keputusan berdasarkan perkataan dan pikiran orang lain. Mungkin kita ragu-ragu kedua orang buta itu benar-benar anak Allah jika mereka hanya keluar saja dan langsung tidak taat akan perintah-Nya, namun marilah kita melihat apa lagi mereka lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 32, “Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.” Itu diterjemahkan di Matius 11:5 sebagai orang tuli, mungkin itu berarti bisu dan tuli. Orang ini salah satu teman mereka. Inilah komitmen orang buta ini, mereka membawa sesama pengemis. Dan tulinya khususnya di terangkan di ayat 32, sebagai kerasukan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat di ayat 33, “Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Ini sama sekali tidak membicarakan iman orang ini, namun yang kita tahu adalah bahwa kedua orang buta itu langsung menjadi berguna bagi Kristus karena mereka ikut membawa orang lain kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisahnya sederhana, namun ini analogi yang sangat indah tentang keselamatan. Kebutaan mereka sama seperti kebutaan rohani. Pertama mereka ada kebutuhan, dan mereka menyadari hal itu. Disitulah mulai proses penyelamatan. Tidak ada orang yang akan datang ke Allah kecuali dia menyadari kebutuhan itu. Dia tidak memiliki sumber daya, tidak ada pengharapan. Dia tidak dapat membedakan yang mana benar, ada perasaan putus asa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu siapakah Yesus; dan mereka tahu Dia adalah Mesias, Anak Daud. Mereka mencari dan mereka mendapatakan kebenaran. Perjanjian Lama mengatakan di Amsal 8:17, “Dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.” Dan itu disertai perasaan keberdosaan mereka sendiri. Mereka mengatakan, “Ampunilah kami,” kami memerlukan sesuatu yang kami tidak layak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian datanglah pengakuan mereka. “Apakah kamu percaya?” “Iya Tuhan,” penegasan bahwa Dia adalah Tuhan. Dan setelah itu datanglah konversi mereka, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Dan tahukah apa yang sering terjadi sesudah konversi? Kelemahan dan ketidaktaatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena setelah mereka lahir baru, mereka masih bayi di dalam Kristus, benar? Dan bayi itu tidak tahu perbedaannya yang benar dan yang tidak, dan mereka bisa saja terombang-ambing. Mereka masih belum tahu hal-hal Allah yang dalam, dan tentunya mereka gampang tidak taat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, dicampur dengan ketidaktaatan mereka ada keinginan mereka untuk membawa orang lain kepada Yesus Kristus. Dan ini memang sering terjadi dengan orang Kristen baru. Mereka masih belum tahu semuanya yang termasuk. Yesus menyembuhkan orang ini untuk menunjukkan kepada kedua orang buta ini bahwa mereka berguna bagi Dia untuk memajukan Kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda berguna dalam memajukan Kerajaan? Apakah Anda mau membawa teman-temanmu kepada Kristus? Apakah Anda masih bayi atau Anda sudah orang Kristen dewasa yang rela mengutamakan Kristus diatas segala sesuatu yang lain? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Aug 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120819</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000108</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Takut kepada maut]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000109"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:22-26" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:22-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita meneruskan malam ini pelajaran kami tentang Matius 9:18-26 dimana kita melihat kuasa Yesus atas kematian. Penulis Ibrani memberitahukan kita di Ibrani 2:14-15 bahwa, “Yesus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penulis itu mengatakan bahwa orang-orang seumur hidup berada dalam perhambaan oleh karena takut kematian, namun Kristus telah datang untuk membebaskan mereka dari ketakutan itu. Kematian itu adalah pikiran yang menghantui kehidupan setiap orang. Semakin lama Anda hidup, semakin dekat kedatangannya. Pengetahuan bahwa Kristus telah mengalahkan maut adalah sukacita terbesar. Untuk kebanyakan orang di dunia, mereka tidak tahu hal itu dan mereka takut kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang melakukan hal-hal yang aneh ketika mereka berpikir tentang kematian karena mereka ketakutan. Di Brazil, seorang arsitek merancang pemakaman 39 tingkat gedung pencakar langit yang muat 147,000 mayat. Gedung ini memiliki sebuah heliport, dua gereja dan 21 kapel dan tempat tidur untuk teman-teman yang berduka karena dia tidak ingin sendirian pada saat kematiannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang pada akhirnya akan mati. Betapa hebatnya untuk menyadari bahwa Yesus telah mengalahkan maut. Lihatlah Yohanes 5 untuk memusatkan pikiran kita kepada hal itu. Ayat 21, “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang- orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.” Ayat 24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 11:25-26, “Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama- lamanya.” Dia mengatakan, “Bapa berkuasa atas kematian, dan Dia telah memberi Aku kuasa atas kematian.” Dia juga mengatakan, “Karena Aku hidup, Anda akan hidup juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada kisah di Matius 9:18, “datanglah seorang pemimpin,” dan Injil lain mengatakan dia adalah pemimpin rumah ibadat. Pertama kali dia datang anak perempuannya hampir mati, namun pada saat Matius menceritakan hal ini, anak perempuan itu sudah meninggal dan orang ini putus asa. Dan dia datang karena kebutuhannya sangat besar, akan tetapi imannya juga besar sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah di pertengahan ayat 18, “dia menyembah Yesus.” Menyembah bisa saja palsu atau mementingkan diri, namun itu juga bisa tulen dan sungguh- sungguh; dan saya percaya waktu dia datang dia tulus hati. Imannya besar sekali dan Yesus merespon kepada iman sejati. Ayat 19, “Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya,” dan Injil lain menambahkan semua orang juga mengikuti mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Dia dikerumuni banyak orang waktu Dia berjalan di jalan-jalan kecil menuju kerumah orang ini. Yesus bisa dihubungi dan Dia selalu sedia. Dia menjauhkan diri dari massa untuk mengikuti orang yang kebutuhannya besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus tetap merespon kepada wanita yang putus asa ini. Ayat 20, “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah- Nya.” Dia memiliki masalah perdarahan yang unik yang menyebabkan menurut hukum semua yang disentuhnya menjadi najis. Dia dikeluarkan dari rumah ibadat, dari keluarganya sendiri, dari hubungan perkawinan dan telah terisolasi selama 12 tahun sebagai orang najis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia terus menerus mengatakan dalam hatinya, di ayat 21, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Orang ini kuasa-Nya begitu besar, asal aku dapat menjamah jubah-Nya. Ayat 22, “Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak pernah mencari superstar atau orang-orang terkenal. Dia selalu memakai orang-orang sederhana seperti Anda dan saya. Nabi Yesaya menubuatkan ketika Mesias datang Dia akan berkhotbah Injil kepada orang miskin. Dan Paulus mengatakan di 1 Korintus 1:26, “Ingat saja, saudara- saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihatlah murid-murid Tuhan Yesus. Kedua murid yang mengabarkan Injil terbanyak setelah Yesus naik ke surga, Yohanes dan Petrus, juga adalah kedua murid yang paling banyak ditegur. Dan Rasul Paulus, yang menulis lebih banyak buku daripada semua penulis Alkitab lain, dipilih waktu dia sedang mengejar orang Kristen untuk dianiaya. Namun Yesus tetap mempercayakan semua ajaran tentang kasih dan kesatuan dan persekutuan kepada kelompok ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus Kristus memberhentikan semua untuk melayani wanita yang dibuang ini, dan bagaimana Dia memanggilnya? “Anak-Ku”, bukankah ini intim, pribadi dan lemah lembut. Setelah itu Dia mengatakan, “imanmu telah menyelamatkan engkau.” Nah, kita telah menyaksikan bahwa dia telah sembuh secara fisik. Keselamatan rohani dari Yesus ditambahkan kepadanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah contoh lain seperti itu mulai dengan ayat 44 Lukas 7, “Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wanita ini memperlihatkan begitu banyak kasih, ibadah dan hormat bagi Kristus dan Dia melihat di hatinya iman yang menyelamatkan, dan Dia mengampuni dosa-dosanya. Mari kita teruskan, “49Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, Yesus mengasihi orang-orang. Di dunia ini hanya orang kaya dan terkenal akan dibicarakan di surat kabar. Tidak demikian dengan Yesus. Jika Anda belajar dari kejadian ini, Anda akan belajar bukan saja betapa besar kuasa-Nya, namun juga betapa besar kepedulian-Nya terhadap orang biasa dan Dia sama sekali tidak pandang bulu. Demikian juga Allah. Dan seharusnya kita yang mewakili Dia juga harus bertindak demikian, iya Anda dan saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang saya ingin menunjukkan kuasa Yesus. Inilah yang membedakan Dia dari semua yang lain. Kejadian dengan wanita yang ada perdarahan makan waktu begitu lama sehingga sekarang anak itu sudah meninggal. Matius 9:23-24, “Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya keributan ini? Pernahkah Anda pergi ke rumah duka disini? Semua orang berbisik-bisik, berpakaian jas hitam dan tidak ada suara. Kebudayaan kita adalah semuanya sangat sepi. Di dalam budaya orang Yahudi, semua orang benar berisik. Pada dasarnya ada tiga hal yang terjadi di pemakaman Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama ada pelayat professional, yang berteriak dan meratap dan lain-lain. Mereka biasanya dibayar dan mereka telah mempelajari sejarah seluruh keluarga supaya mereka bisa menyebut nama-nama mereka yang telah meninggal dari keluarga itu, dan mereka membawa kembali duka yang sudah lama terkubur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain dari itu Anda harus merobek pakaian Anda. Itu merupakan simbol kesedihan Anda, dan mereka ada 39 peraturan yang berbeda tentang caranya merobek pakaian itu. Menurut Talmud, itu harus dilakukan sambil berdiri. Dan robeknya harus cukup besar untuk kepalan tangan itu masuk dan sebagainya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang ketiga yang diperlukan, seperti terlihat di ayat 23, adalah pemain musik. Mereka memiliki bermacam-macam seruling. Talmud mengatakan, “suami harus mengubur isterinya yang sudah meninggal sambil meratap berduka sesuai dengan adat, bahkan yang termiskin dari orang Israel tidak diizinkan kurang dari dua seruling dan satu wanita ratapan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus melihat dan mendengar orang-orang dan pemain musik membuat suara ribut ini dan Dia mengatakan kepada mereka, “Pergilah, perempuan ini tidak mati, Dia sedang tidur.” Apa maksudnya Yesus? Tentu saja Dia tahu perempuan itu sudah meninggal; namun yang Dia katakan adalah, “Anda harus menganggap dia tidur karena itu sementara saja.” Dan implikasinya adalah, “Karena Aku akan membangkitkannya dari kematian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketahuan langsung mereka itu wanita ratapan professional, benar? Darimana? Ketika ratapan mereka dapat lansung menjadi tertawaan. Mereka bisa menangis untuk perempuan itu, dan mereka dapat menertawakan Yesus dalam sekejap, dan dengan cara itu mereka mencemoohkan Dia di depan muka. Malah kata kerja Yunani itu berarti mereka tertawa mengejek seperti atasan yang menertawakan orang bodoh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun mereka telah melihat mujizat-mujizat lain, orang-orang di Kapernaum masih belum percaya. Mereka seperti yang dikatakan Yesus, “Jika mereka tidak percaya Musa dan para nabi, mereka juga tidak akan percaya Yang telah dibangkitkan dari antara orang mati.” Namun biarpun demikian di ayat 24, “berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25, “Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.” Lukas 8:54-56 mengatakan, “Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!" 55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. 56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba perhatikanlah apa yang dikatakan di permulaan Lukas 8:55, “Maka kembalilah roh anak itu.” Ini berarti dia memang mati namun dia dihidupkan kembali dan dia langsung bangun. Tahukah Anda, Yesus tidak perlu menyentuh anak perempuan itu. Bisa saja Dia mengatakan sesuatu, namun ini memperlihatkan sifat Allah. Inilah sifat Allah untuk menjadi lemah lembut dan mengasihi. Dan inilah seharusnya cara umat Allah harus bertindak, lemah lembut dan mengasihi sebagai perluasan karakter-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah apa yang dikatakan Injil tentang Dia? “Dia berkuasa atas penyakit. Dia berkuasa atas setan-setan. Dia berkuasa atas kematian. Dia bisa menebus dosa kita. Jadi dengan demikian Matius mencapai puncaknya dengan presentasinya kuasa Yesus Kristus. Yohanes mengatakan di Wahyu 1:18, “Yesus memegang kunci maut dan kerajaan maut.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 5:24, “Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Orang yang percaya Yesus telah pindah dari kematian kepada kehidupan. Mereka sekarang telah memiliki hidup kekal. Hidup kekal karena definisinya tidak dapat berakhir. Orang percaya tidak akan melihat kematian dan tidak akan merasakan kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tubuh kita mati dan kelihatannya seperti tertidur. Yesus menamakan kematian anak itu tertidur, karena semua orang akan meninggalkan tubuh duniawi mereka sampai saat bunyi nafiri terakhir. 1 Korintus 15:52 mengatakan, “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.” Jadi ketika tubuh kita mati, kita sendiri tidak akan mati. Orang percaya telah pindah dari kematian sampai ke hidup kekal dan orang- orang yang tidak percaya akan selamanya berada di neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita lahir baru, kita terima hadiah hidup rohani (Yohanes 3:6-8). Ketika kita mati dalam pelanggaran kita, Allah telah menghidupkan kita kembali (Efesus 2:4-5). Hidup baru ini adalah kehidupan kekal. Di dalam hidup rohani ini, kita dapat bersekutu dengan Allah, mengenal Allah, mengalami Allah, berbicara dengan Allah dan mendengar Allah melalui firman-Nya. Ini adalah karya Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Persekutuan yang kita nikmati dengan Allah tidak akan berakhir. Itu untuk selama-lamanya. Ketika tubuh kita mati, hubungan itu dengan Allah melalui Kristus tidak akan putus. Bahkan persekutuan kita pada saat itu malah disempurnakan (Ibrani 12:23). Kehidupan yang kita miliki bersama Kristus sekarang, karena kelahiran baru itu, tidak pernah akan berakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para musuh Yesus mengejek Dia karena janji kehidupan kekal pada waktu itu dan sekarang juga. Marilah kita melihat apa yang Yesus katakan mengenai diri-Nya di Yohanes 8:52-59. Mereka mengatakan, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham melihat hari saya? Dia melihat waktunya saya hidup dan memerintah, dan saat Aku dimuliakan. Dia bersuka cita. Banyak orang mencoba mencari saat ini dijanjikan atau terjadi di dalam kehidupan Abraham. Kita tidak tahu. Dan Yesus tidak berhenti untuk menjelaskan hal ini, karena musuh-musuh-Nya juga tidak peduli. Mereka mengerti implikasinya dan mereka mendorong lebih lanjut. Menurut Anda siapakah Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disinilah terlihat, klaim yang paling jelas dan terus terang di dalam Injil bahwa Yesus adalah Yahweh, Allah Israel, “Aku adalah Aku” yang besar dari Keluaran 3:14 dan para nabi. Jika Dia hanya ingin mengklaim bahwa Dia sudah berada sebelumnya, Dia dapat mengatakan, “Sebelum Abraham Aku sudah ada.” Namun Dia ingin menyatakan sesuatu yang lebih dari hanya keberadaan sejak semula. Dia mengatakan, “Sebelum Abraham, Akulah Aku.” Allah mengatakan kepada Musa, “AKU ADALAH AKU.”Dan dia mengatakan, “berbicaralah kepada orang Israel, “AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 2:14-15 menggambarkan akibatnya kematian Yesus untuk kita. Dengarkanlah sekali lagi begaimana itu tertulis, “Yesus juga menjadi sama dengan mereka (yaitu kita) dan mendapat bagian dalam keadaan mereka (Dia menjadi manusia) , supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanpa kita menyadarinya, ketakutan akan mati adalah seperti tuan budak yang mengikat kita dengan tali yang tidak kelihatan, yang membatasi kita dengan cara hidup yang kecil, aman dan memetingkan diri. Yesus memiliki solusi untuk perbudakan ini dalam Yohanes 8:32, “kamu akan mengetahui kebenaran (tentang kematian), dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Dunia ini sangat memerlukan keberanian dan Kristus dari orang-orang Kristen yang tidak takut yang tahu bahwa mereka tidak akan mengalami kematian. Jadilah seperti mereka. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Aug 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120812</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000109</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa atas kematian]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000010A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:18-22" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:18-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Matius 9:18-22, “Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah- Nya, aku akan sembuh." 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian ini menggambarkan kuasa Yesus atas kematian, membangkitkannya dari antara orang mati, dan waktu dalam perjalanan ke tempat itu, kita melihat penyembuhan seorang perempuan yang menderita perdarahan. Jika Anda membaca Injil lain, Anda tahu bahwa alasannya ada waktu penyembuhan perempuan ini adalah untuk menunda kedatangan Yesus sampai anak perempuan itu sudah meninggal dan proses pemakaman itu sudah mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena penulis Injil lain memberitahukan kita saat dia permulaannya datang, dia mengatakan kepada Yesus di Markus 5, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati,” dan saat Ia tiba disana, dia sudah meninggal dan pemakaman sedang berlangsung. Jadi Tuhan menempatkan kejadian indah ini dengan perempuan yang ada perdarahan sebagai suatu bagian yang memperlambat semuanya sehingga ada kemungkinan ada kebangkitan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pesan yang perlu sekali yang berhubungan dengan tema kritis. Kita sedang hidup di dalam dunia dimana semua orang menghadapi kematian yang tidak dapat dicegah. Kita adalah manusia yang memburuk dalam dunia yang memburuk. Dunia kami ini ditandai tragedi, kesedihan dan kematian. Sejak kejatuhan manusia yang dicatat di Kejadian 3, ada kutukan di dunia yang menyebabkan ada air mata, bencana-bencana, kesakitan, penyakit dan kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Baru minggu yang lalu, 12 orang tewas dalam penembakan teater di Denver ini. Dan saya mendengar tangisan dan duka cita mereka yang terluka. Salah satu orang perempuan hamil yang selamat lumpuh dari pinggang ke bawah dan kehilangan bukan saja anaknya yang belum lahir tetapi juga kehilangan putrinya yang berusia 6 tahun. dan penyakit ada dimana-mana dan peperangan di Syria dan Afganistan. Itulah hasil dosa di dunia. Itulah kutukan yang sedang bekerja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat kita datang ke akhir Wahyu 21:4 kita membaca ini, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Yohanes memberikan kita visi yang luar biasa itu ketika kutukan itu sudah berakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang dapat melakukan itu? Siapakah yang mampu membalikkan kutukan itu? Siapakah yang bisa menghancurkan penyakit dan rasa sakit dan duka cita, air mata dan kematian? Para nabi mengatakan akan datang seorang Mesias, akan datang seorang Raja, dan Dia mampu melakukan itu. Dia memiliki kuasa untuk membawa kembali keutuhan hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Yesus datang ke dalam dunia Dia mendemonstrasikan kekuatan seperti itu. Meskipun penggenapan nubuatan seperti itu masih di masa depan, Yang akan memenuhi itu telah mendemonstrasikan kemampuan-Nya untuk melakukan itu, jadi ketika Yesus datang ke dalam dunia Dia membangkitkan orang mati dan mengampuni dosa. Semua hal seperti itu akan menjadi kenyataan di kedatangan Kerajaan mulia masa depan, dan Yesus telah mendemonstrasikan itu pada kedatangan-Nya yang pertama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat Yesus adalah verifikasi kuasa-Nya untuk membalikkan kutukan, verifikasi kuasa-Nya untuk mendirikan Kerajaan, karena Dia telah mengatakan di Yohanes 5, bahwa pada suatu hari Dia akan membangkitkan semua orang yang sudah dikubur, dan jika memang Dia akan melakukan itu, maka Dia pertama harus memperlihatkan bahwa Dia memiliki kuasa seperti itu. Jadi Dia melakukan mujizat atas mujizat untuk membuktikan kuasa-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dalam Matius 9:18-34 ini ada tiga mujizat. Yang pertama adalah membangkitkan orang mati yang kita sedang membicarakan sekarang dan minggu depan; kedua adalah merubah orang buta sampai bisa melihat dan ketiga orang yang tidak bisa bicara diberikan kemampuan untuk berbicara. Pertama Dia membangkitkan orang seluruhnya, dan kemudian Dia menunjukkan Dia juga dapat menyembuhkan bagian-bagian badan kita yang sudah mati seperti mata dan lidah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">G.B. Hardy, seorang ilmuwan Canada mengatakan, “Jika Aku melihat agama, saya hanya ada dua pertanyaan. Pertanyaan pertama, apakah ada orang yang pernah mengalahkan kematian? Pertanyaan kedua, jika ada orang seperti itu, apakah dia juga membuka jalan supaya saya juga dapat mengalahkannya?” Dia mengatakan, “Aku memeriksa makam Buddha dan ada bekas mayatnya; aku memeriksa makam Konfucu dan itu diduduki, dan aku memeriksa makam Mohamed dan itupun ada yang mendiaminya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun aku datang kepada makam Yesus dan itu kosong, dan saya mengatakan, Disini ada orang yang telah mengalahkan kematian.” Terus saya menanyakan pertanyaan kedua, “Apakah Dia memberi jalan supaya sayapun dapat hidup juga?” Dan saya membuka Alkitab dan Yesus mengatakan di Yohanes 14:19, “Sebab Aku hidup, kamupun akan hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang teks ini ada mujizat atas mujizat, namun mujizat mengenai masalah perdarahan sebenarnya adalah sebagian dari mujizat kebangkitan, karena itu memberikan kita penundaan yang diperlukan supaya kematian itu terjadi supaya kebangkitan itu lebih dramatis. Saya ingin supaya Anda bukan saja mendengar kisah yang terjadi itu, akan tetapi juga melihat bagaimana Yesus memperlakukan orang karena tidak ada tempat lain dimana itu diperlihatkan daripada saat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua kelembutan-Nya, semua sensitivitas-Nya dan segala kasih sayang-Nya ada disini, dan segala kekuasaan-Nya ada disini dan segala keajaiban keagungan-Nya ada disini dan Anda dapat melihat sekilas mengkagumkan bagaimana Dia berurusan dengan orang dan ini seharusnya harus menjadi pola bagi kita bagaimana kita juga harus berurusan dengan orang. Jadi ingatlah hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus kembali ke Kapernaum, kota kecil itu di bagian paling utara laut Galilea itu dimana Petrus tinggal, setelah kejadian dengan setan-setan di Gadara, murid-murid Yohanes Pembaptis datang dan mengatakan, “Mengapa semua murid-murid dan Tuhan makan seperti ini? Mengapa Anda tidak berpuasa? Mengapa Anda tidak mengikuti tradisi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kita datang kepada ayat 18, “Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia.” Nah pikirkanlah ini sebentar, ini membicarakan aksesibilitas Yesus. Orang–orang dapat berbicara langsung dengan Dia. Dia bukan guru agama yang melayang 3 meter diatas semua orang dikelilingi bunga-bunga. Dia bergerak diantara orang- orang dan tahukah Anda inilah inti inkarnasi. Dia dapat dihubungi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih lanjut di Matius 9:35-36 dikatakan, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Coba bayangkan. Ini menunjukkan bahwa Allah dapat dihubungi dan Dia penuh belas kasihan, wah bukankah ini hebat?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada kesempatan ini ada dua orang yang ada di keramaian itu. Yang satu adalah penguasa dan yang lain adalah seorang wanita yang sakit. Yang satu kaya dan yang lain miskin. Dapatkah Anda bayangkan berbagai orang berbeda-beda yang ada di kerumunan seperti itu? Orang Farisi ingin menjatuhkan dan menjebak Dia dan menyalahkan Dia dan semua orang lain yang menderita yang ada disana juga sedang mencoba memenuhi keperluan-keperluan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat apa yang terjadi. Apakah yang begitu luar biasa? Nah orang ini seorang penguasa. Markus 5:22 menambahkan, “Dia seorang kepala rumah ibadat.” Dan Lukas 8:41 mengatakan, “Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat.” Tahukah Anda siapakah orang ini? Dia adalah pemimpin rohani rumah ibadat di Kapernaum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kewajiban dia adalah untuk mengkoordinasikan dan memastikan semua berjalan seperti seharusnya di ibadah umum, dia menunjuk yang berkhotbah dan yang berdoa dan yang membaca Hukum Taurat, dan dia bertanggung jawab atas administrasi rumah ibadat seluruhnya. Dan jika Anda tahu Injil, Anda tahu bahwa semua atasan agama sangat menentang Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang ini mungkin orang Farisi. Kita tidak tahu, namun banyak tekanan sesamanya untuk mengikuti tradisi Yahudi dengan setia. Akan tetapi disini dia datang kepada Yesus. Mungkin Anda memikir dia datang dan mengatakan, “Saya kepala rumah ibadat dan saya ingin berbicara. Apakah kita dapat berbicara secara pribadi? Namun bukan itu yang dia lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iihatlah ayat 18, “Lalu menyembah dia.” Nah, perkataan itu dalam bahasa Yunani, menyembah, berarti bersujud di hadapan Yesus dan baik mencium kaki-Nya atau mencium ujung pakaian-Nya atau mencium tanah di hadapan-Nya. Walaupun orang Farisi dan seluruh kepemimpinan agama ingin menjatuhkan-Nya, orang ini melakukan apa yang dalam budaya itu hanya dilakukan untuk Allah, seorang suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat baik Matius memakai kata menyembah. Dia memakainya tigabelas kali karena itu patut bagi Raja, benar? Orang itu menyembah. Bagaimana caranya orang dipaksa untuk melakukan itu? Tahukah Anda apa yang dia katakan kepada- Nya? “Anakku perempuan baru saja meninggal.” Kisah Matius sangat singkat. Lukas lebih panjang dan Markus lebih panjang lagi, dan penulis Injil ini memberitahukan bahwa pertama kalinya orang ini berbicara dengan Yesus dia mengatakan, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.” Dan kemudian setelah dia diberitahu dia mati, dia memberitahukan Yesus bahwa dia sudah meninggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius hanya mengatakan, “Sekarang dia sudah meninggal.” Penulis lain mengatakan bahwa anak perempuan itu berumur duabelas tahun, dan di budaya Yahudi duabelas tahun dan satu hari berarti perempuan itu sudah dewasa. Untuk anak lelaki itu tigabelas tahun dan satu hari dan karena itu ada bar mitzvah. Tahukah Anda mengapa orang itu datang? Dia tidak peduli gengsi, dia tidak peduli kepemimpinan agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak perempuannya sudah meninggal dan dia tidak memiliki kekuatan didalam pikirannya untuk itu dan Allah sudah mulai bekerja dengan hatinya karena imannya luar biasa. Dia mengatakan di ayat 18, “tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Dia sama sekali tidak kuatir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini ada kebutuhan yang sangat besar dan karena itulah orang datang kepada Kristus. Saya berdoa supaya Anda juga ada kebutuhan yang besar, dan Anda juga mengalami penderitaan. Supaya Anda juga tahu keputusasaan, dan Anda juga tahu kehilangan semua kekuatan yang akhirnya mendorong Anda kepada Kristus. Orang ini dalam pikirannya sudah percaya kekuasaan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Motivasinya tidak murni seluruhnya. Dia tidak datang karena dia ada kasih besar untuk Kristus. Dia datang karena dia sangat menderita dan dia mengalami kesakitan yang belum pernah dia alami seumur hidup. Karena itu Injil diberitakan dan diterima orang miskin dan orang sakit dan orang lemah dan orang di penjara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua yang menyebabkan dia datang adalah bahwa dia percaya kuasa Yesus untuk melakukan itu, dan itulah iman. Apakah Anda masih ingat perwira yang mengatakan budaknya dirumah lumpuh? Dan imannya cukup besar untuk percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan budaknya dengan perkataan saja? Betapa besarnya iman ini yang percaya bahwa Yesus hanya perlu menyentuh orang mati dan membangkitkannya meskipun itu belum pernah dilakukan sebelumnya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Tuhan menambahkan satu mujizat lagi yang juga sangat luar biasa. Yesus dikerumuni banyak orang, dan Yesus sebenarnya tidak melakukan mujizat ini sendiri. Ada orang yang menyentuh Dia. Dan Dia mengatakan di Lukas 8:45, “Siapa yang menjamah Aku?" Allah mengatur penundaan perjalanan mereka ke rumah itu itu untuk menunggu sampai anak perempuan itu meninggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana Yesus merespon kepada kebutuhan Jairus itu? Lihatlah ayat 19, “Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu.” Tuhan selalu peka akan kebutuhan kita dan kadang Dia memenuhi kebutuhan pribadi kita. Lihatlah ayat 20, “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berkata, “Apakah itu buruk?” Biasanya perempuan tidak pernah menjamah lelaki dan disini menjamah bukan berarti menyentuh saja namun memegang erat. Mungkin Anda berkata, “apakah itu salah?” Masalahnya penyakit perempuan ini sangat berat. Dia telah menderita perdarahan selama duabelas tahun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya selama duabelas tahun perempuan ini tidak berhenti berdarah. Mungkin ini disebabkan semacam tumor fibroid atau mungkin sesuatu yang lain. Namun dia terus menerus dianggap najis dan doktor Lukas mengatakan, “Dia tidak dapat disembuhkan.” Markus 5:26 mengatakan, “Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Talmud, hukum Yahudi, mengatakan: Wanita ini najis karena perdarahan ini. Setiap tempat tidur yang disentuhnya menjadi najis. Setiap pakaian yang dipakainya adalah najis, dan setiap orang yang menyentuhnya juga menjadi najis. Karena itu dia dikeluarkan dari tempat ibadah. Dia diceraikan suaminya, tidak ada seorangpun yang dapat berhubungan dengan dia. Jadi selama duabelas tahun dia hidup sendirian saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan ini memiliki kebutuhan besar, dan diceritakan bahwa perempuan ini begitu putus asa sehingga dia menyentuh jumbai jubah-Nya. Jumbai itu pada dasarnya adalah suatu pinggiran, dan sebenarnya itu suatu rumbai tenun yang dikonfigurasikan dengan cara tertentu di putar tujuh atau delapan kali memakai jenis benang tertentu. Dan benang itu dijahit untuk menggambarkan Firman Allah, seperti suatu hiasan agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21, “Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tahukah Anda apa yang terjadi waktu dia menyentuh jubah-Nya? Langsung dia sembuh dan dikatakan di Markus 5:30, “Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga memiliki iman, benar? Dia mengatakan, “Asal kujamah saja jubah- Nya.” Anda mungkin berkata, “Wah itu bukan iman yang dewasa dan sempurna.” Namun Yesus dapat mengambil iman yang belum dewasa yang agak takhayul seperti yang dimiliki wanita ini, dan Dia dapat menggerakkannya menjadi iman yang menyelamatkan. Dia menariknya ke dalam hubungan yang penuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wanita ini tidak disembuhkan oleh karena imannya, dia disembuhkan oleh kedaulatan Allah. Allah memilih untuk menyembuhkannya. Yesus melakukan mujizat-mujizat dimana-mana, Dia menyembuhkan semua orang dari semua penyakit, namun Dia menyelamatkan hanya mereka yang beriman. Dia menariknya, Dia menyelamatkannya dan Dia menambahkan imannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana iman Anda? Apakah Anda ada keputusasaan untuk berhubungan dengan Allah? Coba pikirkan, apakah Anda dapat menyelesaikan dosa-dosa Anda sendiri, coba renungkanlah kehidupan Anda dan segala kekurangan Anda dan lihatlah iman kedua orang ini. Saya berdoa supaya Anda juga datang dengan iman yang sama seperti itu dan dengan kerendahan hati dan memohon pengampunan dosa dan belas kasihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneruskan Minggu depan dengan pelajaran lebih lagi mengenai mujizat-mujizat kuasa Kristus atas segala yang ada, dan khususnya atas musuh manusia utama, yaitu kematian. Tidak ada orang yang pernah atau yang akan mengalahkan maut kecuali Allah sendiri, seperti yang diperlihatkan Yesus, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Aug 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120805</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000010A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menerima Pendosa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000010B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:14-17" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:14-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa ilustrasi kecil dan percakapan berbeda tetapi mereka semua bersatu untuk memberi pesan yang sama. Kuncinya seluruh bagian ini adalah Matius 9:13, “karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Dengan kata lain, panggilan efektif dari Injil untuk keselamatan hanya diberikan kepada orang-orang berdosa, kepada mereka yang mengaku mereka tidak benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Lukas 5:32 menambahkan, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Inilah pesan yang mulia dari Injil. Ini panggilan bagi orang berdosa untuk bertobat dan diampuni. Bahkan Matius menjelaskan hal ini pada permulaannya dengan silsilah Matius 1 dan Anda melihat intinya silsilah ini bahwa Allah menyelamatkan orang-orang berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah setiap orang yang disebut sampai saat Kristus adalah orang berdosa. Kita melihat Tamar yang menjadi perempuan yang melakukan incest. Ada Rahab seorang pelacur professional. Ada Ruth yang adalah anggota bangsa terkutuk. Dan kemudian ada isteri Uria bernama Batsyeba, seorang pezinah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mendengar pengkhotbah yang mengatakan, “Saya tidak berkhotbah tentang dosa, karena itu negatif,” Anda juga mendengar pengkhotbah tanpa Injil dalam pesannya yang tidak akan menyelamatkan orang. Saat Anda membaca Matius 4:17 Anda akan membaca, “Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika sampai ke Matius 6:12 Tuhan mengatakan, “Ketika Anda berdoa, berdoalah seperti ini, Ampunilah kami kesalahan-kesalahan kami.” Dengan kata lain Matius mengatakan bahwa manusia itu berdosa. Mereka harus bertobat dan itulah pesan utama Injil. Inkarnasi terjadi supaya Allah dapat memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 26:20-21 Paulus mengatakan kepada Agrippa, “Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. 21 Karena itulah orang- orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena orang Yahudi selalu menolak pesan pertobatan. Mengapa? Karena mereka memikir mereka sudah cukup benar. Perkataan bertobat berarti perputaran total, yang menunujukkan sesuatu yang lebih dari sekedar duka cita. Ini menunjukkan kesedihan yang mengarah kepada perubahan tujuan, perubahan arah, perubahan cara hidup dan perubahan pendapat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Rasul Paulus mengajar Timotius caranya untuk melayani di 2 Timotius 2:24-26, dia mengatakan, “sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain dia mengatakan, “Anda haruslah berkhotbah dengan kerendahan hati, dengan kelemah lembutan dan penuh kesabaran dan pesan Anda haruslah pertobatan, karena hanya pertobatan saja dapat menyelamatkan orang dari jerat Iblis yang mengikat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 3:7 lagi, selagi Yohanes Pembaptis masih berkhotbah, dan orang-orang datang dan mengaku dosanya, orang-orang Farisi dan Saduki datang juga dan ia berkata, “Hai kamu keturunan ular beludak. 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dia maksud adalah, “Coba perlihatkanlah pertobatan yang tulen dari kalian, dan jangan pikir bahwa kamu selamat karena kamu orang Yahudi, karena kamu telah mengikuti tradisi rabi, jangan bersandar kepada itu.” Namun itulah pendapat mereka dan karena itu di Khotbah di Bukit Tuhan mengatakan, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang mereka miliki adalah kebenaran diri. Tahukah Anda bahwa Yesus datang untuk mendorong orang supaya mereka menyadari keberdosaan mereka dan setelah itu bertobat; dan di dalam pertobatan itu juga mendapat pengampunan dosa yang dari Dia. Orang Farisi itu pintar mendiagnosis namun mereka tidak peduli untuk disembuhkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 9 berfokus kepada realitas bahwa Yesus menerima semua orang yang paling berdosa, dan Dia menolak orang yang memikir mereka benar. Dan supaya menunjukkan betapa besar pengampunan-Nya, Matius memperkenalkan dirinya sebagai orang berdosa terbesar. Dialah mokhes kecil dari Kapernaum, pemungut cukai yang paling jahat, penghianat kepada sukunya sendiri, namun kepada Matius Tuhan mengatakan, “Ikutlah Aku,” dan dia bangkit dan langsung ikut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua adalah dari Firman Allah. Matius 9:13 mengatakan, “pergilah dan pelajarilah arti firman ini” ketika dikatakan di Hosea 6:6, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” Karena kamu tidak peduli dan tidak memperlihatkan kasih, itu menunjukkan faktanya bahwa agamamu palsu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga Dia mengatakan, “Berdasarkan otoritas Aku sendiri, inilah tujuan pelayanan-Ku, karena saya tidak datang untuk memanggil orang benar,melainkan orang berdosa.” Nah, saudara-saudara kekasih, inilah dasarnya Injil, dan hanya untuk menunjukkan Anda betapa banyak artinya dan betapa seringnya hal ini dipentingkan dan diulangi, saya ingin Anda melihat sebentar kepada Lukas 15.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 15:1, “Kemudian para pemungut cukai dan orang-orang berdosa mendekat kepada Yesus untuk mendengarkan-Nya.” Satu hal adalah pasti. Mereka tidak akan mendekati orang Farisi karena mereka pasti akan di salahkan dan di-kritik habis-habisan. Namun mereka mendekati Yesus. Dia mau memberikan sesuatu kepada mereka, dan mereka tahu hal itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2, “Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Sekarang disini kita melihat Yesus, yang penuh kasih, yang berbelas kasihan, yang mengasihi dan yang menarik kepada-Nya orang-orang berdosa. dan disana berdiri jauh-jauh orang Farisi yang membenarkan diri dan yang mengritik. Mereka kelihatannya tidak perlu apa-apa. Mereka hanya menghakimi. 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat- sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalimat terakhir adalah kuncinya penterjemahan. Itulah sarkasme. Itu mengatakan, “Anda mengaku Anda benar, saya akan menerima pengakuan itu. Yesus menerima pengakuan kebenaran diri mereka dan mengatakan, “Surga itu tidak peduli kamu. Surga bersuka cita atas orang yang tahu dia terhilang dan yang ditemukan.” Itulah intinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Lukas 19:1, “Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, biasanya tidak ada seorangpun yang pergi ke rumah orang pemungut cukai. 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Namun itulah tujuan pokok Yesus, Dia tidak bisa menolong orang lain, dan konversi Zakheus terjadi diantara ayat 7 dan 8.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu ceritanya secara detail, namun itu terjadi langsung disitu, karena hasil konversinya terdapat di ayat 8, “Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Dia memberikan salah satu kenyataan terbesar di Alkitab, Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Inilah intinya pesan Injil. Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Yang terburuk dan terjahat yang tahu keadaan mereka, yang bertobat dan yang ingin diampuni. Itulah yang kita sedang melihat di Matius 9.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang saya ingin menarik perhatian Anda kepada ayat keempat terakhir untuk malam ini dari Matius 9, dan Anda dapat melihat bagaimana cerita itu berakhir. Khotbah Yesus begitu berbeda sehingga orang tidak dapat mengerti dan merasa itu bagi mereka. Itu menyebabkan orang itu bingung, jadi kita melihat ada pertanyaan di Matius 9:14, “Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes, yang Anda tahu dari bab 4, ada di penjara sekarang, jadi seterusnya ayat 14, “dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid- murid-Mu tidak?" Mereka masih terikat sistem mereka, karena orang Farisi percaya bahwa Anda harus puasa dua kali seminggu; meskipun Perjanjian Lama hanya mewajibkan satu puasa, pada Hari Penebusan Dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, “Mengapa agamamu berbeda dengan kita?” Tiga ekspresi utama dari tradisi waktu itu adalah berpuasa, memberi sedekah dan berdoa, dan mereka semua adalah kebiasaan-kebiasaan mereka sepanjang hari dimana mereka berdoa berkali-kali dan mereka ada cara tertentu memberi sedekah dan ada cara untuk berpuasa secara rutin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pertanyaan yang sangat penting karena mereka tidak memandang agama mereka sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kerendahan hati, keberdosaan dan pertobatan. Mereka melihat agama mereka sesuatu yang berhubungan dengan tata cara dan rutin dan memang ada banyak orang seperti itu juga sekarang. Mereka tidak tahu artinya patah hati karena dosa atau ada pertobatan mendalam dari hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?” Di zaman itu pernikahan itu berjalan selama seminggu, dan teman-temannya yang terbaik diwajibkan untuk berusaha meneruskan perayaan itu. Jadi Yesus mengatakan, “lihatlah sekarang ada perayaan. Dengan kata lain, jangan berpuasa, tata cara Anda tidak sesuai dengan kenyataan sekarang, seharusnya kamu harus berpesta jika Anda mengerti apa yang Allah lakukan sekarang disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa puasa itu berhubungan dengan duka cita? “Masa?” Apakah Anda tahu bahwa puasa harus disertai berdoa? “Benar?” Ini sama dengan apa yang kita lakukan sekarang juga. “Kita ke gereja setiap hari Minggu.” Benar? “Iya, kita ke gereja setiap Minggu bertahun-tahun.” Apakah Anda benar menyembah Allah atau ini kebiasaan saja supaya merasa nyaman?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke ayat 15, “Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka,” Yesus membicarakan penyaliban-Nya, “dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Apakah Anda mengerti apa yang dikatakan Tuhan? “Jika Anda mengikuti suatu kebiasaan agama tanpa ada perasaan hati yang tulus, itu hanya ritual dan tidak lebih dari itu. Jika Anda berpuasa hanya untuk berpuasa, jika berdoa hanya untuk berdoa, jika ke gereja hanya untuk kegereja, dan menyanyi tanpa mengerti arti nyanyian itu, Anda kehilangan tujuan Allah bagi Anda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Dia berkata: mempelai ada disini dan perjamuan pernikahan sedang berjalan. Janganlah menangis saat ada pesta. Nangislah saat ada pemakaman. Kita harus bersenang-senang saat ada pernikahan. Saya ada bersama mereka. Ini bukan waktunya berduka cita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaan mereka yang lebih besar adalah ini, “bagaimana agama kita bisa berhubungan dengan apa yang Tuhan ajarkan?” Dan Tuhan mengatakan, “Tidak ada hubungan sama sekali. Saya harus menerangkan bahwa tidak mungkin untuk menyesuaikan agamamu, Anda perlu berubah secara drastis. Dan Yesus memberikan mereka dua ilustrasi yang kuat di ayat 16-17.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak mengajarkan ajaran Farisi yang direformasi. Mungkin ada orang yang memikir Dia mengesampingkan Hukum Taurat dan membawa masuk anugerah. Namun bukan itu yang Dia katakan. Karena memang hukum dan kasih karunia selalu telah berdiri bersama-sama dari dulu. Dia mengajarkan suatu hubungan pribadi dengan Dia yang datang dari hatimu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 16, “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.” Pada waktu itu semua kain akan susut. Jika secarik kain baru dijahit baju yang tua, setelah dicuci kain baru itu akan menyusut dan merobek semuanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan, “Tidak mungkin ajaran saya dapat masuk kedalam sistem Anda. Tidak mungkin ajaran saya mengenai kekudusan internal, pertobatan sejati dan sikap hati yang murni dapat masuk sistem ritual yang Anda pegang. Bukan saja tidak ada sambungan, kedua, sistem Anda tidak dapat menampungnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17, “Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua- duanya.” Jadi Tuhan mengatakan, “Anda perlu menyingkirkan sistem Anda.” Tatacara eksternal yang traditional, menurut hukum, formal dan yang membenarkan diri tidak mungkin dapat menampung pelayanan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apakah akibatnya? Sistem itu harus melenyapkan Kristus. Itu satu- satunya kemungkinan yang ada, dan mereka melakukan itu. Tuhan kita tidak datang untuk memberi beberapa tambahan kepada Yudaisme. Agama mereka bukan agama Perjanjian Lama. Itu tradisi para rabi yang malah menyangkal kebenaran Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang waktu kita mau menutup ingatlah ini, karena Anda perlu mengerti inti dari apa yang Allah ingin memberitakan kepada kita. Ada tiga tanda dalam orang percaya tulen. No. 1, dia mengikuti Tuhan. Lihat lagi ayat 9, “Yesus mengatakan kepada Matius, ikutlah Aku maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” Karakter orang percaya adalah kehidupan dengan ketaatan yang tidak ragu-ragu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, orang Kristen tulen melayani orang terhilang. Matius langsung memanggil semua orang berdosa dan memberikan mereka Yesus. Lihatlah kehidupan Anda sendiri. Jika Roh Kudus berdiam di dalam Anda, belas kasihan yang sama untuk yang terhilang yang ada di hati Yesus juga akan ada di dalam hati Anda. Mungkin saja kadang ditutup egoisme Anda, namun dibawahnya itu harus ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, orang percaya benar tidak memakai legalisme, yaitu hanya mengikuti suatu daftar persyaratan. Dia tidak menjahit kain tambalan di baju tua, atau mencoba mengisi kantong kulit arak tua dengan anggur baru. Dia tahu kita tidak dibenarkan oleh hukum-hukum atau tata cara, hanya melalui hubungan pribadi dengan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengikuti Tuhan dengan ketaatan tanpa keraguan? Apakah menaati-Nya adalah hak istimewa tertinggi, sukacita terbesar dan keinginan terdalam dari Anda? Apakah Anda memiliki belas kasihan dan peduli? Apakah Anda telah membuang legalisme? Apakah Anda tahu perbedaannya penyembahan tulen dan pergi ke gereja? Marilah kita menyembah Allah dengan Perjamuan Kudus bersama.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Jul 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120729</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000010B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menolak yang benar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000010C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:9-13" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:9-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah memberikan kami suatu pernyataan yang dramatis dan komprehensif di Matius 9:13 yang telah banyak disalahpahami. Pernyataan ini memberikan kita suatu perspektif lengkap pada alasan pelayanan-Nya dan alasan inkarnasi-Nya dan ini salah satu pernyataan terpenting yang pernah tercatat di Kitab Suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 9:13 Yesus mengatakan, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Berita Kekristenan adalah bahwa Yesus telah datang untuk orang berdosa dan bukan untuk orang benar. Dan yang dimaksud Tuhan Yesus adalah bahwa Dia datang untuk pendosa-pendosa yang menyadari mereka adalah pendosa, yang putus asa dan menderita dan yang patah hati dan yang mau mengakui bahwa mereka orang pendosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang tidak akan datang kepada Kristus kecuali mereka mengerti masalah mereka besar, mereka tidak akan datang untuk kehidupan kecuali mereka tahu bahwa secara rohani mereka sudah mati. Yesus datang untuk mengekspos kita sebagai orang berdosa dan itulah sebabnya pesan-Nya begitu mendalam dan kuat. Dan kita tidak akan memenangkan satu orangpun untuk Kristus kecuali mereka tahu dan mengakui mereka membutuhkan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus datang untuk memanggil orang-orang berdosa dan bukan orang benar. Petrus mengatakan di Lukas 5:9, “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Paulus mengatakan di 1 Timotius 15, “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” Dan pastilah dia mengacu kepada, diantara hal-hal lain, firman Allah di Matius yang mengatakan bahwa Yesus telah datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda telah mendengar saya di Matius 8 dan 9, Anda tahu bahwa Matius sedang membuktikan realitas bahwa Kristus adalah Mesias dan disini dia melakukan itu melalui mujizat-mujizat khusus yang telah dilakukan Yesus. Ini bukan mujizat acak namun mereka membuktikan kredensial Mesias dan mereka memenuhi harapan- harapan Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga mujizat yang pertama berhubungan dengan kuasa Kristus atas penyakit, tiga mujizat yang kedua menunjukkan kekuasaan-Nya atas alam, setan-setan dan dosa. Dan kemudian kita melihat respon yang terbagi, respon positif dari orang yang tahu ia adalah orang berdosa dan respon negatif dari orang yang menganggap dirinya benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi marilah kita melihat dulu di Matius 9:9-13 dimana kita melihat panggilan Matius yang menulis injil Matius. Kita baru melihat kekuassan Yesus untuk mengampuni dosa di Matius 9:1-8. Dan saat Dia berjalan di pantai Dia melihat seseorang bernama Matius.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 9 adalah panggilan Matius. Ini bagian pertama dari jawaban itu yang positif. Dia melihat seseorang bernama Matius di kantor pajaknya. Dia mengatakan kepada dia, “Ikutlah Aku. Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia,” Ini jawaban yang positif. Kemudian Dia mulai berbicara dengan orang-orang Farisi, dan menerima respon yang negatif, kesimpulan mereka berbeda sekali meskipun mereka berreaksi atas mujizat yang percis sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ngomong-ngomong injil-injil lain memanggilnya Levi namun Tuhan memanggilnya Matius yang berarti “hadiah Yahweh.” Tuhan Yesus seringkali memberikan murid- murid-Nya nama baru. Nah sekarang marilah kita belajar lebih banyak dari Matius 9:9, “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirlah bersama-sama untuk melihat transisinya. Yesus baru telah mengampuni dosa seseorang. Matius menerangkan hal itu di ayat-ayat 1-8. Dia memiliki kemampuan dan kuasa untuk mengampuni dosa. Pertanyaan yang sering ditanyakan orang adalah berapa banyak dosa masih akan diampuni Yesus? Dan dengan contoh ini Yesus memberikan kita jawaban atas pertanyaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdasarkan semua standar waktu itu Matius adalah orang yang paling dibenci di Kapernaum. Matius adalah pemungut cukai dan karena itu dia dianggap penghianat di Israel. Dalam pekerjaan itu dia diwajibkan untuk mengumpulkan sejumlah pajak tertentu dan kelebihannya dia boleh ambil dan dia didukung pemerintah Romawi dalam hal ini. Dan ada banyak penyalahgunaan dan pajak berlebihan yang di kumpulkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang Yahudi percaya bahwa membayar pajak itu salah karena hanya Allah patut menerima uang mereka. Dan ditambah lagi, pekerjaan seperti itu dianggap melawan agama sehingga pemungut cukai itu dilarang untuk masuk kedalam rumah ibadah. Mereka juga dilarang menjadi saksi di pengadilan karena mereka tidak dapat dipercaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada dua kategori pemungut pajak, yaitu pemungut pajak umum yang berurusan dengan tanah, properti dan pajak pol yang mengharuskan Anda bayar pajak karena Anda masih hidup. Dan mereka dinamakan gabbai. Kemudian ada pemungut pajak lain yang pekerjaannya adalah untuk mengumpulkan pajak atas semua hal lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya ada pajak atas apa yang Anda beli, atas kapal Anda, atas melewati jembatan, atas setiap roda grobak Anda, atas pajak pasar, atas bisnis Anda, atas masuk kedalam kota dan mereka dapat menciptakan pajak baru apa saja, dan mereka dipanggil mokhes dan penyalahgunaan mereka tidak ada batasnya dan mereka lebih dibenci daripada orang gabbai itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang ada kemungkinan besar Matius memungut pajak di pinggir jalan dari semua orang yang melewat. Namun tunggu dulu, ada dua macam mokhes, mokhes besar yang ada anak buahnya yang duduk dimeja untuk memungut pajak supaya tangan mereka sendiri dari luar kelihatan bersih. Dan juga ada mokhes kecil yang melakukan semuanya sendiri, yang tidak peduli reputasi mereka, supaya penghasilan uang mereka sebanyak mungkin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Matius adalah mokhes kecil dari Kapernaum, orang yang paling buruk di kota itu. Dan para rabi mengajarkan bahwa tidak mungkin ada pengampunan dosa bagi mokhes kecil itu. Jadi saat Yesus mengatakan, “Ikutlah Aku,” Matius langsung melakukan itu, dan meninggalkan semua harta miliknya, dan pasti semua orang tercengang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Matius sendiri tidak menyebut sesuatu tentang dirinya sendiri atau tentang perasaannya telah diampuni atau betapa besar rasa hormatnya menjadi rasul. Matius adalah seseorang yang sepenuh hati ingin diampuni namun sistim agamanya mengatakan itu tidak mungkin. Dia mengakui dosanya dan itulah alasannya dia langsung ikut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Lukas mengatakan di Lukas 5:28, “jadi dia meninggalkan segala sesuatu.” Matius terlalu rendah hati untuk menyebut bahwa meninggalkan pekerjaan pemungut pajak itu adalah sesuatu yang permanen karena saat Anda pergi, orang Romawi akan langsung mencari pengganti yang mau sekali pekerjaan Anda itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius tahu pekerjaan Tuhan karena Kapernaum kota kecil dan mujizat-mujizat itu sangat besar. Dia benar menginginkan apa yang ditawarkan Yesus kepadanya. Konversi sejati memang seperti itu. Yesus memandangnya dengan penuh kasih dan melihat hati dan jiwanya yang paling dalam dan secara instan merubahnya menjadi anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia pasti sangat terkejut oleh kasih karunia yang tak terduga sehingga dia tidak mengatakan apapun namun hanya ikut saja dan dia ditebus di tempat itu juga. Matius kehilangan karir, keamanan dan kekayaan namun dia memperoleh masa depan baik dan harta rohani besar. Dia adalah bukti bahwa Yesus rela menyelamatkan orang yang terburuk di kota.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Matius menentukan untuk berpesta besar bagi semua orang buruk yang sama seperti dia, namun tidak menyebut banyak detail karena ia rendah hati. Jadi saat kita membaca Markus 2 dan Lukas 5, kita baca bahwa pesta itu dirumahnya sendiri dengan Yesus sebagai tamu terhormat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa Yesus sebaiknya jangan duduk bersama dengan orang jahat itu dan memang itu pikiran orang Farisi. Mereka tidak bisa mengerti mengapa Yesus jika Dia memang Allah akan makan bersama dengan orang-orang yang paling berdosa dibanding dengan dengan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jawabannya terdapat di Matius 9:10, “Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Yesus datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa yang rela mengaku keberdosaan mereka dan bukan orang berdosa yang membenarkan diri dan yang tidak mau mengaku keberdosaan mereka dan yang memikir mereka tidak perlu apa-apa dan cukup baik untuk masuk ke surga berdasarkan jasa dan kebaikan mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 9:11 mereka mengatakan, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Mereka memperlihatkan kepahitan mereka dan mereka mengatakan, “orang yang kudus sejati seperti kita, kita tidak ingin bergaul dengan orang berdosa yang begitu jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tahu semua pikiran mereka jadi Dia menjawab di Matius 9:12-13, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Disini Yesus memberi pertahanan tiga kali dalam jawaban-Nya kepada orang Farisi. Argumen pertama dari logika, yang kedua dari Firman Allah dan yang ketiga berdasarkan otoritas ilahi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai dengan mengatakan bahwa orang-orang yang sehat tidak mencari dokter, dan Yesus mengatakan bahwa orang Farisi itu memandang orang pemungut cukai itu dan mereka yang menjadi teman mereka sebagai orang yang sakit parah jadi menurut pemikiran mereka ya orang-orang itu yang perlu pertolongan dulu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada orang Farisi ini, jika pandanganmu begitu akurat, mengapa Anda tidak peduli akan mereka? Apakah Anda dokter yang hanya mendiagnosa namun tidak mau menyembuhjan pasien? Mereka itu membenarkan diri dan sama sekali tidak peduli akan orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 23:23 Yesus mengatakan kepada mereka, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.” Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Dimanakah kasihmu dan kasih sayangmu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga banyak melakukan yang sama, kita menghakimi orang selalu dan kita tidak berbuat apa-apa untuk menolong mereka. Dimanakah kasih kita dan kemurahan hati kita yang terwujud oleh tindakan baik. Yesus disisi lain datang sedekat mungkin dengan mereka dan makan bersama mereka. Dialah dokter ilahi yang bukan saja mampu namun juga rela untuk menjadikan mereka murni dan putih seperti salju</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Yesus memakai argumen dari Alkitab dan mengatakan kepada mereka, “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini.” Inilah frase dari para rabi yang menyalahkan orang-orang yang seharusnya lebih tahu. Dan kemudian Yesus mengutip Hosea 6:6, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan mengatakan, Aku lebih mementingkan sikap hatimu dari pada semua tata cara luar yang Anda lakukan tanpa pikir. Allah mengatakan kepada orang-orang, kamu melakukan perzinahan dan telah melupakan Aku di dalam hatimu, namun Anda tetap melakukan ritual kecil itu seolah-olah itu akan membersihkan dosa-dosa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada orang Farisi ini, Anda tidak akan menerima belas kasihan dari Allah karena Anda sendiri tidak memperlihatkan belas kasihan kepada orang lain, yang menunjukkan bahwa hati Anda sendiri tidak benar. Allah hanya menerima persembahan korban jika itu memperlihatkan hati yang patah dan remuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang berpikir bahwa datang ke gereja dan menolong waktu ada bazaar akan menyenangkan Allah. Namun jika upaya itu tidak datang dengan sikap hati penuh ketaatan akan perintah-perintah-Nya yang menghasilkan kekudusan pribadi, itu menjadi ritual mati yang menipu Anda sendiri dan tidak menyenangkan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus mengatakan, “pergilah dan pelajarilah,” Dia bukan saja berbicara kepada orang Farisi dulu-dulu, tidak, Dia berbicara kepada semua orang Kristen sekarang juga. Kehidupan kita bukan saja mengambil keputusan saat Anda diselamatkan, namun ini usaha sepanjang hidup untuk belajar terus dan bertobat terus dan bertumbuh terus melalui banyak godaan dan tantangan, karena itulah caranya Allah merubah karakter kita untuk menjadi lebih seperti Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itulah Paulus gembira ada cobaan, di Roma 5:3 dia mengatakan, “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan. Bagaimana Anda melihat kesengsaraan dalam kehidupan Anda sendiri? Apakah Anda marah kepada Allah ketika ada masalah di dalam hidup Anda atau Anda bersyukur kepada Allah untuk kesengsaraan itu karena mereka menyebabkan Anda lebih dekat kepada Allah dan lebih bersandar kepada Allah dan lebih bergantung kepada Allah dan memberikan Anda pengertian labih lagi tentang kelemahan Anda sendiri?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Yesus menjelaskan otoritas-Nya sendiri di Matius 9:13, “karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Orang Farisi di Lukas 18: 9 percaya bahwa mereka sendiri benar, jadi Yesus melihat ke dalam hati mereka dan melihat kebenaran diri mereka dan tahu bahwa mereka tidak akan menerima realitas bahwa mereka dosanya sama seperti manusia lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 22:1-10, Tuhan memberikan kita gambaran yang pas sekali. Tuhan menggambarkan kerajaan-Nya seperti pesta besar dan Dia mengundang banyak orang, namun orang yang diundang itu menolak untuk datang. Ini gambaran dari Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia mengatakan, “pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana, orang miskin, orang lumpuh dan orang buta, ke perjamuan kawin itu.” Lihatlah kerajaan itu adalah bagi mereka yang haus dan lapar, bagi orang yang menderita, yang berduka cita, yang rendah hati dan yang berdosa. Dia mengatakan kamu orang yang membenarkan diri menolak saya, jadi saya mengundang mereka yang memahami mereka benar membutuhkan Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Matius menjadi orang kudus Allah yang menuliskan injil yang hebat ini dan yang masuk ke dalam warisan rohani yang tidak akan berakhir. Saya juga orang berdosa seperti itu dan setiap orang yang percaya Yesus juga sama seperti itu. Saya harap Anda juga seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya begitu bersyukur Dia mengasihi kami meskipun dosa-dosa kita begitu besar. Dan saya berdoa semua orang disini yang belum pernah mengundang Kristus masuk ke dalam hati mereka, yang tidak pernah menganggap dirinya orang berdosa jahat, semoga mereka mendengar panggilan untuk mengikuti Tuhan dan semoga mereka bertindak langsung seperti Matius dan meninggalkan masa lalu untuk masa depan yang pasti bersama Kristus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Jul 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120722</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000010C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuatan Yesus atas dosa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000010D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+9:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Matius 9:1-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">We come this evening to Matthew 9:1-8: You'll notice there's a phrase at the end of verse 2, that I would just draw to your attention as a beginning point. The Lord speaks and says, "Your sins are forgiven you." The theme of this particular record is Jesus' power over sin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">The most distinctive thing that Christianity has to proclaim is the reality that sin can be forgiven. That is the heart and the very lifeblood of the Christian message and that is exactly the message of this miracle tonight.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now Matthew has been focusing on various miracles of our Lord not just to prove that He is God, it is that He gives us specific miracles designed to attach to very specific Messianic kingdom prophecies so that Israel will know that He is the one to fulfill the role of Messiah and introduce into the world the kingdom of God.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now there is climatic kind of arrangement on Matthew's part also. We've already gone through the five of the nine miracles that are in these two chapters. And now He goes even beyond that in ascending of the drama of the miracles and He shows that He has power over the root of all man's misery, which is sin. He deals with human guilt and the evil that separates man from his maker.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">He can bring to the human soul the thing that it needs the most, the forgiveness of sin. This is another mark of the authority of Jesus Christ. I would call it His redemptive authority; He has the authority to forgive sin. And so there's an ascending reality to the power of Christ and we see even in the future of Chapter 9 when we see His authority over death itself.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now that is essential because the Old Testament prophesies that when Messiah comes He will set up a kingdom and He will overpower the curse in the physical world. For example, in Isaiah 30, it talks about how there will be an abundance of rain and crops will flourish in ways never known since before the Fall. In Isaiah 35, it talks about the desert blossoming like a rose.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Those animals, which have been natural enemies will no longer be natural enemies. The earth will flourish. Life will lengthen in a physical sense. And then the Old Testament tells us also that the kingdom will be marked by forgiveness. And here we find that the Lord Jesus Christ is able to forgive sin, thus is fit not only to be God, but to be the Messiah to establish the kingdom of God on earth forever.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Well with that in mind let's look at the third miracle in Matthew 9. It begins in verse 1, “So He got into a boat, crossed over, and came to His own city.” Now you might think that Nazareth was His city, and it was at one time, but in Matthew 4:13 it says, "And leaving Nazareth He came and dwelt in Capernaum. He was a prophet without honor in His own country. It is also very likely that He had taken up residence in the house of Peter and so He has a temporary place in Capernaum. And as he comes back to Peter's house another monstrous crowd is following him.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now we fill in some of the details as we put Mark 2 and Luke 5:17-26 together with this so we can see the whole picture. He went into the house and probably went upstairs. It was common to build a two story house and on the second floor was typically a large room where social gatherings occurred.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">And every home had an outside staircase going up the side to the roof. Well, on this occasion the Lord is in the house and people are literally jammed in that house. And then all of a sudden a marvelous thing takes place and that's what we see beginning in verse 2.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now I want to give you six key words that unlock the meaning of this passage. Word number one is faith. Verse 2, “Then behold, they brought to Him a paralytic lying on a bed. When Jesus saw their faith, He said to the paralytic, “Son, be of good cheer.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">First of all notice they brought to Him a man. Who is they? In Mark and Luke and we find out that “they” refers to four friends or four relatives who cared about this man. They have all heard that Jesus is in town and they desire their friend who was paralyzed to come to Jesus. It may well have been that he was quadriplegic.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">At least we know that he was flat on his back unable to move himself or even to assist those who moved him so that it took four men to carry him. It's possible that he was lying on a padded quilt on a slight wood frame that had ropes to suspend that little pallet.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now in those times it was doubly difficult to be paralyzed. There was no one to assist; there was no medical knowledge and no one to care for his basic necessities of life. But there must have been something else in this man's heart and that is the sense that he was sick because he was sinful.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">That was the common feeling of the time, that his disease and his illness was the result of his sin. You remember there was a blind man and his disciples asked Jesus, "Master, who did sin, this man or his parents, that he was born blind?" Now the disciples were right in the sense that all sickness is linked to sin, because if there was no sin there would be no sickness.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">But they were wrong and they were reflecting the feeling of the day that you're sick because you're sinful. You go all the way back to the book of Job, and that is exactly what Job's friends told him, “you've got problems because you're sinful, and there is a direct connection here.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">And so the man not only suffered from the disease, but in his situation he was also a walking illustration of his own personal sin in the eyes of everybody else. But this man wanted to come to Jesus, and the real reason he wanted to come was because of his sin, not his sickness. And that's why Jesus said to him, "Son don’t be afraid, your sins are forgiven," because Jesus knew that the despair of his life was not that he was physically ill, but that he was sinful.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now sickness may not always be related to sin. In other words, you may be ill because God has other purposes, not necessarily because you've sinned, maybe you don’t pay attention to Him at all. Not all sickness is a chastening, but all sickness is a graphic demonstration of the destructive power that's at work in the world because of sin, right?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">It says, "And Jesus seeing their faith," well what do you mean? How do you know they had faith? Well, the men must have believed that Jesus could do something even though He perhaps had brought them to help Him prove His power over sin, and they must have believed that Jesus could heal him physically because Jesus saw that in their hearts.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now let us see what they did. They came to the house, according to the Mark and Luke account, they couldn't get in. And it would have been tough to crawl around and try to work your way through the crowd when you are four guys carrying a bed, and so they decided there was only one way to get in and so they climbed that external staircase, went up on the rooftop and tile by tile they began to tear the roof apart.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now they must have the right place on the roof to do that because when they got done they dropped him straight down at Jesus' feet. Can you imagine everybody inside having a discussion and all of a sudden tiles start disappearing from the ceiling. This is truly persistent faith.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">And right at the feet of Jesus he's lying there and he probably couldn’t talk either because he never says a word. Nothing is said, he just puts himself at the feet of Jesus and I'm sure he was filled with fear. He knew Jesus was a healer of diseased bodies and he must have hoped He was also a healer of hearts full of sin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">He exposed his sinfulness; he exposed his infirmity to the whole crowd for the sake of being at the feet of Jesus. That's true humility. That's a seeking heart and it says Jesus seeing their faith, all five of them, that was not an ordinary faith. It was a strong faith and a persistent faith and Jesus saw it.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now there were times when Jesus healed people with no faith and there were times when He healed people with little faith, but He was especially disposed to healing people with great faith. In fact, in Matthew 9:18 it says, "And he spoke these things, a ruler worshipped him and said, 'My daughter is even now dead, but come and lay your hand on her and she'll live.'" That is great faith and Jesus did it.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">No one even speaks until the Lord speaks and He said this to the one who was paralyzed, "So, take courage." Here is a man who is overwrought with his sin, but he believes that this Man has the power of God, and he is taking a chance but he is afraid. That is why the Lord says to him, "Don't be afraid. Take courage." It simply means there's nothing to fear.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Now think for a moment about the statement Jesus makes, "Be of good cheer, or take courage." A Greek verb is tarseo, which refers to a courage that is subjective. Compare this with tolmao, which is another verb that is translated take courage but this kind of courage is objective. Tolmao is saying “hang in there.” Tarseo says there's nothing to fear and that's the word the Lord uses.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">There was nothing to fear when this man came because he had a broken and a contrite heart. The Lord doesn't forgive the sins of people who don't. His heart was right. It is the one who feels guilty over his sin who has nothing to fear. He was overcome with fear and the Lord says to him, "Don’t worry."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">He responded to his true faith, and that led to a second word, forgiveness. At the end of the verse 2 it says, “your sins are forgiven you.” That is a divine miracle that ranks with any other miracle, instantaneous forgiveness of sins. Remember now the man had never said a word. How did the Lord know that's what he wanted?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Because the Lord knows the heart of everyone! All through this whole incident He read the heart of the man who was sick, He read the hearts of those scribes. He knows the requests before it's ever asked; the giver of all good things gives before we even articulate it. And so He says, "Your sins are forgiven," before the man can even speak, if he could even speak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Brothers, this is the remission of sins that the Bible talks about, this is salvation. This is forgiveness, full and complete, and sins are sent away. When the Lord sends our sins away He sends them as far as the east is from the west and the Bible says He remembers them no more.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">You see that's our deepest need. When Jesus said, "You're sins are removed," he met that man's need in the deepest and most profound way. And that's the message of Christianity. People say, "Oh you shouldn't bring up sin, it's negative thinking." But this is the essence of Christianity.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">The best news you could ever give anyone is that God can forgive sin and does forgive. And this man is living proof. And when Jesus said, "Your sins are forgiven you," Jesus knew that the only way He could forgive the man's sin was to bear the man's sin. And so He tasted the bitterness and the agony of the cross all through His life. Every time He forgave sin He knew full well He would bear the punishment that He had removed from that soul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">The third word is fury. Verse 3, “And at once some of the scribes said within them selves, “This Man blasphemes!” Luke tells us that the Pharisees from Jerusalem were there also, "thinking to themselves," and Mark says they said afterwards, “who can forgive sins but God only. This man blasphemes."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">The first man, the paralyzed man wanted forgiveness. But all these other men only concluded that He was a blasphemer. What's the difference? Didn't they want forgiveness? No. Because they never really admitted they had a need and they wouldn't acknowledge it.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">They're not willing to accept forgiveness. And instead of saying, "Wow, He can forgive sin, oh the pressure of the guilt of my own heart, oh to know that forgiveness,” no not them. They say, "Only God can forgive sin. You see, to them the ultimate blasphemy would be to say you're God.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">You know they're right about the first half; only God can forgive sin. They were right about that. But they were wrong about Christ because He was God. Notice verse 3: "They said within themselves," Mark says, "They thought it in their hearts." They didn't even speak but Jesus read their thoughts.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">This is another mark of the omniscience of Christ. He knew what was in the heart of the sick man and in the mind and thinking of these others as well. When they said this man blasphemes this just started the hatred that ultimately led them to crucify Christ. And it culminated in verse 34, "The Pharisee said, 'He casts out demons through the prince of demons.'" He's satanic. Now their fury really begins to mount.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">What a contrast. On the one hand the faith and the forgiveness; on the other hand the fury and Christ in the middle. And that's always the way. Christ comes with a message of love and grace and forgiveness and there are those who know it and receive it and rejoice in it and there are those who hate it and despise it and become infuriated by it.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Fourth word, argument. Jesus defends His action because it's an important truth. Matthew 9: 4 says, “But Jesus, knowing their thoughts, said, “Why do you think evil in your hearts?” Jesus knowing their thoughts, did you get that? People say, "Well Jesus isn't God." Well then I don't know how He knew their thoughts.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Samuel 16:7, says, “The Lord looks on the heart.” 1 Kings 8:39, says, "For You know the hearts of all men.” 1 Chronicles 28: 9, "for the LORD searches all hearts and understands all the intent of the thoughts.” And Ezekiel 11:5 says, "for I know the things that come into your mind.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jesus knew what they were thinking and He says, "Why are you thinking evil in your hearts." "Why do you want me dead?" And here He really reveals their intent. Watch verse 5. "For which is easier, to say, ‘Your sins are forgiven you,’ or to say, ‘Arise and walk’? Well they're stuck. Notice they don't give any answer because neither is easier. Both are impossible to men, both are only possible to God.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jesus can do either one with the same divine ease. For God nothing is impossible. Only God can heal and God can also forgive. So the Lord is saying, "Look, I can do them both, I'm not a blasphemer, I'm God." If Jesus puts away sickness, disease, and demons, disasters and death, He can certainly deal with sin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">So now look at Matthew 9: 6, "But that you may know that the Son of Man has power on earth." Why do they need to know that? Because earth is where the kingdom is going to eventually be.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“But that you may know that the Son of Man has power on earth to forgive sins”—then He said to the paralytic, “Arise, take up your bed, and go to your house.” Why? Because if all he said was your sins are forgiven they wouldn’t know that He did it. But when He says rise up and walk and the guy has the power to do that, the only thing they can conclude then is that He must have forgiven his sins because the two in their mind are linked together.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">It's the same as when he cast the demons out of the maniacs at Gadara He sent them into the pigs. Why? Because if He just said, "Demons leave," nobody would have known whether they left or where they went. But when they saw two thousand pigs take a dive off a cliff and drown in the sea they knew exactly that the demons had entered those pigs, which proved the point that He had cleansed those two men.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">And so here is the same thing. Any pretender can come along and say, "Your sin is forgiven," in fact through the centuries many have tried to say that. Jesus wants to make sure that they're not just thinking He's saying it, so He proves it. By doing the visible He manifests the power to do the invisible. The man was only healed incidentally as a proof of Jesus' ability to forgive his sin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">That leads us to the fifth word, power. And verse 7 says, "And he arose and departed to his house.” Wow, can you imagine that? Here his four friends are watching and the people are listening. The Pharisees haven't said a word. Nobody has talked except Jesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">This is a dramatic scene; the guy gets up without first any physical therapy, rolls up his little bed under his arm, picks up the little wood frame, and believe me an aisle was instantly created as that guy walked out of that place. And can you imagine the joy when his four buddies came running down the stairs on the outside? I mean, they must have had some kind of trip home.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">What power! Jesus has the power to forgive your sin. That's far better than healing your disease, right? That leads to the last word fear. And this is the most important application. Verse 8 says, "Now when the multitudes saw it, they marveled and glorified God, who had given such power to men.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">When the multitude saw it they were afraid. They knew God was there. They knew Jesus was a man, but they knew that God was in that man and they were afraid. Isn't that the same reaction we've seen all along? The meaning used most in the New Testament is the word for awe or reverence. It's the kind of fear that someone feels in the presence of one who is infinitely superior.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">This reverential awe of God is the substance out of which all Christian behavior is to come. They glorify God and so should we, because they feared God, they were in awe of His presence. How do we respond to God every day? Are we in awe too?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">I hope you have such awe of Christ. All I can say to you is I hope you've had that forgiveness. When the crowd was split there were those who were forgiven and those who were furious. Christ offers forgiveness, which washes away all sins, from the past, present and future. The greatest news you'll ever have and it is available to you. Let's pray.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jul 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120708</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000010D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuasaan atas supranatural]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000010E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+8:28-34" target="_blank" class="imCssLink">Matius 8:28-34</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Matius 8:28-34, “Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. 29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" 30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. 33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. 34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus Kristus datang pertama kali Dia datang untuk menebus manusia, kali kedua Dia akan datang untuk menebus dunia dan seluruh alam semesta. Jadi Matius ingin supaya kita memahami bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, raja dunia, Anak Allah dalam daging manusia. Dengan kata lain, kita harus melihat keilahian-Nya di Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 3:8, “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Dia akan memenjarakan Iblis dan semua setan-setan-Nya untuk seribu tahun dan pada akhirnya Dia akan mengumpulkan mereka semua supaya disiksa selamanya. Dan dengan mengusir setan selama pelayanan-Nya Dia memberikan kita contoh dari kuasanya yang besar itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah saya menambahkan beberapa pikiran sebelumnya kita melihat khususnya kepada ayat-ayat ini. Di Matius 17:19, meskipun Tuhan telah menugaskan murid-murid untuk mengusir setan, mereka kembali dan mengatakan, “Kami tidak dapat mengusir setan itu.” Jadi mereka tahu ini bukan soal gampang, dan janganlah kita sangka bahwa kita bisa melakukan itu karena Tuhan melakukannya dengan gampang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lagi orang Yahudi sendiri berusaha mengusir setan. Menurut Lukas 11, bahkan Yesus mengatakan kepada mereka, “Dengan kuasa apakah pengikut-pengikut Anda mengusir setan?” Kita bertemu dengan orang-orang di Kisah Para Rasul yang berusaha untuk mengusir setan. Dan mereka mencoba itu dengan ketakutan dan mereka selalu gagal, jadi saat ada Yesus mereka benar-benar kagum akan kemampuan-Nya untuk mengusir setan sedemikian rupa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Markus 1:27, “Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincang- kannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Jadi bukannya Dia mampu mengusir setan, mereka takjub betapa gampangnya Dia melakukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Lukas 11 mereka menyimpulkan bahwa Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Dia melakukan itu seketika itu juga dengan otoritas mutlak yang jauh melebihi apa yang pernah mereka mengalami secara manusia, dan hal itu mengagumkan dan mengherankan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah lihatlah khususnya bagian ini. Ada tiga hal kunci: orang kerasukan setan, kuasa Kristus dan kesimpulan orang. Inilah tiga hal yang kita perlu mengerti. Sekarang setelah Yesus menyeberang Lautan Galilea dengan perahu kecil dengan beberapa murid–murid dan setelah badai itu ditenangkan mulai fajar hari baru. Jadi mereka mendarat ke pantai dan langsung diperhadapkan situasi yang luar biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi Matius 8:28, waktu mereka dipertemukan dengan setan-setan, “Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya kerasukan setan? Artinya kerasukan setan adalah berada dibawah kendali setan, apakah mereka berada di dalam atau diluar Anda atau bergerak di dalam Anda masuk keluar, intinya adalah mereka menguasai Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan dapat mempengaruhi orang dengan berbagai cara. Mereka dapat menggoda Anda secara mental, dan mereka harus masuk ke dalam pikiran kita untuk mencobai kita. Mereka dapat menyebabkan penyakit. Paulus memanggil godaan itu di 2 Korintus 12, “duri di dalam dagingku, utusan Iblis untuk menggocoh aku.” Jadi setan-setan dapat menyerang fisik kita dan mereka dapat menyerang kerohanian kita, karena Alkitab mengatakan bahwa ajaran setan itu dikirim untuk penyimpangan kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selanjutnya mereka dapat menyerang Anda secara rohani. Mereka merusak kebenaran yang mengakibatkan adanya agama-agama palsu, praktek-praktek okultisme dan berbagai macam perilaku yang tidak bermoral. Mereka selalu menghasilkan akibat buruk. Dan jika Anda mencoba untuk memahami hal ini sepenuhnya itu semua hanya buang waktu, karena hal ini supranatural dan kita tidak mungkin dapat melebihi apa yang sudah diterangkan di Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerasukan setan adalah kondisi dimana satu atau lebih dari satu setan berdiam di dalam tubuh orang, dan mereka dapat menguasai orang itu semaunya sendiri. Nah mungkin ada derajat yang berbeda atau manifestasi yang berbeda. Namun tahukah Anda bahwa perkataan kerasukan itu dipakai 12 kali di Perjanjian Baru dan Tuhan kita mengakui hal itu sebagai realitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada misionaris yang pulang dan cerita tentang berbagai kasus kerasukan setan umum di banyak tempat di dunia, dibanding disini di US keadaan itu tidak biasa. Tentunya kepercayaan Kristen bapak-bapak pendiri negara kita ada hubungannya dengan hal ini. Misalnya dimana ada agama-agama palsu ada rasa takut, karena semua illah orang yang tidak percaya adalah setan-setan yang bersifat jahat dan karena itu perlu di damaikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita memperhatikan kedua orang kerasukan itu. Saya ingin menambahkan satu pikiran lagi. Di dalam keadaan kerasukan setan kepribadian setan itu menguasai kepribadian orang yang kerasukan itu. Dalam kisah di Markus ketika Yesus menanyakan orang itu, “Apakah namamu?” Setan itu menjawab, “Nama saya adalah legiun.” Dengan kata lain, kita itu banyak sekali. Bahkan orang itu sendiri tidak mampu berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah dimana mereka hidup, di ayat 28, kedua orang itu “keluar dari pekuburan.” Coba bayangkan hidup di pekuburan. Bagi orang Yahudi perbuatan paling kotor adalah menyentuh mayat. Di daerah itu dimana tebingnya tinggi di pantai timur lautan Galilea, ada ruang buatan manusia yang digali dari bebatuan untuk digunakan sebagai kuburan dan disitulah mereka tinggal. Dan dikatakan, “mereka sangat ganas.” Ini berarti mereka tak terkendali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 8:27 dikatakan, “Dan orang itu (Lukas mementingkan hanya orang yang berbicara) sudah lama tidak perpakaian, telanjang bulat. Di Alkitab hanya orang gila berjalan-jalan telanjang bulat. Mereka tidak memiliki keseimbangan sosial atau kesopanan. Di Markus 5:4 dikatakan, “karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya.” Kekuatan mereka luar biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Markus 5:5 dikatakan, “Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.” Sekarang Anda tahu keadaannya, benar? Telajang bulat, sambil memukul dirinya dengan batu, berteriak-teriak dan berlari-lari di bukit-bukit dengan kekuatan luar biasa dan akibatnya tidak ada orang yang berani melewat jalan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika mereka melihat perahu-perahu kecil itu mereka sudah siap dengan apa yang biasanya mereka lakukan. Dari gua mereka datang sambil berteriak-teriak, namun tiba- tiba sesuatu terjadi dan bukan saja kita melihat cara mereka mulai namun juga saat setan- setan itu mengenal Yesus, Matius 8:29, “Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Engkau ada disini? Tahukah Anda di Markus 5:6 dikatakan, “Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya.” Mereka menjatuhkan diri dan menyembah-Nya. Waduh, bukankah itu luar biasa mereka menyembah Yesus? Ini menggambarkan kekaguman yang tinggi, rasa hormat dan penyembahan. Mungkin Anda berkata, “Mengapa mereka berbuat itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena mereka tahu tepat siapakah Dia, dengarkanlah setan itu malaikat yang jatuh. Dulunya mereka malaikat kudus sebelumnya mereka mengikuti pemberontakan Iblis, dan mereka berhubungan dengan Allah, dan mereka mengenal pribadi kedua Trinitas. Tidak ada yang perlu menolong mereka dengan pengetahuan mereka tentang Kristus. Mereka tahu Dia adalah hakim mereka dan Dialah yang akan menghancurkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu mereka mengatakan, “Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Bahkan pengertian mereka tentang apa yang akan terjadi pada akhirnya (eskatologi) juga benar. Mereka mengatakan, “Engkau ada disini sebelum waktunya.” Belum waktunya. Coba pikirkan, mahluk-mahluk ini telah dikutuk untuk selamanya dan mereka menyadari hal itu, dan mereka memperhinakan Yesus dan mereka benci Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka menyembah Dia karena mereka dipaksa karena kekuasaan-Nya. Mereka tidak dapat menolaknya. Karena mereka tahu Filipi 2:9-11, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah lagi ayat 29, bagaimana mereka memanggil Yesus, “Hai Anak Allah.” Wah, ini pernyataan penting, karena saat mereka mengatakan, “Hai Anak Allah,” mereka mengatakan, “Engkaulah Mesias, Engkaulah yang diurapi, Engkaulah Kristus.” Yakobus 2:19 mengatakan, “Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar,” karena mereka tahu akibatnya. Mereka tahu apa yang akan terjadi nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah ini di ayat berikut setan-setan ini memohon sesuatu dan itu permohonan yang aneh. Ayat 30, “Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah itu permintaan yang aneh? Maksudku apa gunanya menjadi babi kerasukan setan? Mungkin Anda berkata, setan-setan itu harus menguasai sesuatu. Iya, mungkin itu benar. Namun kita sebenarnya tidak tahu mengapa mereka minta hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba kita perhatikan lagi Kristus, di ayat 32, “Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.” Dua ribu babi tenggelam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya Dia mengusir semua setan-setan itu? Dia mengatakan,“Pergilah,” itu saja. Dan itulah yang mengejutkan semua orang. Yang mengejutkan bukan perbuatan- Nya, yang mengejutkan adalah cara-Nya Dia melakukannya. Dan kita harus mengerti bahwa setan-setan ini mahluk yang kuat sekali. Manusia tidak dapat mengalahkannya. Lucu ada orang yang datang memikir bahwa mereka dapat mengusir setan dengan kepintaran mereka. Mustahil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 2:11 dikatakan, “padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada manusia.” Di Mazmur 103, dikatakan, “malaikat-malaikat itu kuasanya berlebihan.” Mungkin Anda berkata, “Apakah setan sama kuatnya dengan malaikat kudus?” Kita tahu dari Daniel 10, bahwa ada malaikat kudus yang diutus Allah dengan pesan untuk Daniel, namun ada setan yang menghalang dia selama tiga minggu dan Allah harus mengirim Mikhael supaya ia dilepaskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Raja-raja 19:35 dikatakan, “Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur,” jadi kekuatan mereka jauh melebihi kekuatan manusia. Mereka memiliki kecerdasan yang lebih tinggi, dan itu jelas dari Yehezkiel 28, kekuatan mereka juga lebih besar, kita dapat melihat itu dari orang gila itu di Markus 5 yang memutuskan rantainya berkali-kali, Anda dapat melihat itu juga di Kisah 19 dan Matius 17.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka dapat melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat menurut 2 Tesalonika 2, dan mereka dapat bergerak melintasi langit, menurut Daniel 10. Mereka memiliki pengalaman yang unggul karena mereka telah hidup sebelum manusia diciptakan. Mereka sudah ada lama sekali dan mereka tahu bagaimana manusia berfungsi dan memikir. Mereka adalah mahluk roh, yang tidak terikat bentuk tertentu, sehingga mereka benar mahluk yang luar biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Kristus melakukan itu? Pelajaran disini adalah bahwa Yesus sanggup mengusir setan. Bagaimana Ia dapat membuktikan bahwa mereka itu benar sudah keluar? Lihatlah kawanan babi biasanya damai. Babi biasanya tidak berenang dan mereka semua tidak pergi bersama ke suatu tempat. Sekarang lihatlah dua ribu babi sekaligus berlomba menuju ke jurang, semua ke tepi dan semua menyelam ke dalam air dan tenggelam, dan kesimpulannya haruslah sesuatu yang supranatural telah terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat yang sama Anda berbalik dan kedua individu yang kerasukan sedang duduk-duduk dan seperti dikatakan Markus, “sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legiun itu.” sedang berbicara dengan Yesus, jadi kesimpulannya jelas. Yang dilakukan Yesus adalah suatu kesaksian yang hidup dari kedua orang yang disembuhkan yang tidak akan dilupakan untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat yang sama ini mendemonstrasikan sifat setan yang merusak, karena ketika setan-setan masuk ke babi-babi itu mereka semua langsung binasa. Dan itu juga memberikan kepada setan-setan itu suatu pratinjau kerusakan mereka sendiri nanti. Dan jika Anda mengasihani babi itu Anda tidak mengerti intinya. Kita dapat mengorbankan beberapa ribu babi supaya Yesus dapat menunjukkan kekuasaan-Nya yang hebat sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita kepada titik terakhir, pandangan orang-orang. Bagaimana reaksi mereka? Ayat 33, “Maka larilah penjaga-penjaga babi itu,” Perhatikanlah mereka bukan pemiliknya. Mereka hanya penjaga babi di bukit itu. Ayat 33, “dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 34, “Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus.” Bukankah ini hebat? Seluruh kota muncul. Lalu setelah mereka melihat-Nya apakah mereka menyembah-Nya? Tidak. “dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.” Keluarlah! Mengapa mereka mengatakan itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap komentar mengatakan, “Karena mereka lebih memerhatikan babi-babi mereka dari pada Yesus, karena mereka sangat materialistis. Kita ingin kembali babi-babi kita, beranilah kamu ya,” dari pada menjadi gembira atas jiwa kedua orang yang tadinya kerasukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu bukan jawaban yang benar. Tidak tercatat bahwa yang keluar adalah pemilik babi itu. Tidak ada satupun injil yang mengatakan sesuatu tentang mereka. Mereka itu bukan pemilik babi itu, mereka adalah seluruh kota dan ketika mereka melihat-Nya mereka memohon supaya Dia pergi. Mengapa? Markus 5:15 mengatakan, “Maka takutlah mereka.” Mereka tidak marah, mereka hanya takut sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 8:37 dikatakan, “sebab mereka sangat ketakutan.” Nah jika Anda telah bersama kita selama dua minggu terakhir, Anda mengerti artinya. Ketika orang yang penuh dosa diperhadapkan dengan Allah yang kudus mereka takut sekali. Kita ingat Yesaya 6, “Celakalah aku.” Yesaya, orang yang terbaik di negara mengutuk dirinya ketika dia melihat Allah karena ketidakkudusannya kelihatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ini pertama kalinya ada lawanan terbuka terhadap Mesias, dari situ itu bertambah banyak. Dia membuka dosa mereka. Mereka membenci Dia. Dia lebih baik dari pada mereka, Dia lebih besar dari mereka, lebih murni daripada mereka, lebih kuat dari mereka, lebih kudus dari pada mereka dan mereka membenci hal itu. Dia begitu jauh melebihi mereka sehingga Dia membuka kedok mereka, sehingga Dia menunjukkan kebodohan kehidupan mereka sendiri. Karena itu mereka harus membunuh Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan, Wah seandainya mereka hanya dapat melihat mujizat- mujizat itu, mereka pasti percaya. Dengarkanlah, orang-orang yang melihat mujizat itu sendiri tidak percaya. Mereka memaku-Nya ke kayu salib dan mereka telah menyaksikan mujizat setelah mujizat setelah mujizat. Itu malah menyebabkan mereka membenci-Nya lebih lebih lagi. Tidak, karena beberapa orang ketika mereka melihat betapa hebatnya Allah malah lari karena mereka mencintai kegelapan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah ini berakhir di Markus 5:18, kisah yang sejajar. Disitu dikatakan, “Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" 20Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah apa yang dilakukan Yesus? Orang-orang yang membenci yang ingin supaya Yesus keluar dari daerah mereka tidak pernah mengalami belas kasihan Yesus terhadap mereka, jadi Dia meninggalkan satu orang ini sebagai misionaris tersendiri dan temannya, sebagai bukti hidup, ditengah-tengah mereka, kekuasaan-Nya yang dahsyat. Betapa hebatnya anugerah Kristus yang diberikan kepada mereka yang malah tidak menginginkannya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Jul 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120701</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000010E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuasaan atas alam]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000010F"><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+8:23-27" target="_blank" class="imCssLink">Matius 8:23-27</a></span></div></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita mempelajari Matius 8:23-27. Marilah saya memberikan Anda latar belakang sedikit tentang pemikiran kami. Ketika Allah menciptakan manusia Allah menentukan manusia itu menjadi raja dunia. Kitab Kejadian mengatakan Allah memberi manusia kekuasaan atau kedaulatan atau kerajaan atas bumi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian saat manusia jatuh dalam dosa dia kehilangan haknya untuk memerintah, ia kehilangan kerajaan yang diberi Allah kepadanya. Bumi dikutuk oleh Allah. Dan akibat kutukan itu kontrol bumi jatuh dalam tangan Iblis, yang dinamakan penguasa dunia ini, ilah zaman ini. Maka orang kehilangan kuasanya dan bumi kehilangan kemuliaannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah akibatnya ini? Marilah saya memberikan beberapa contoh: penyakit, kesakitan, kematian, kesulitan dalam hubungan manusia, peperangan, duka cita, ketidakadilan, kepalsuan, kelaparan , bencana alam dan kegiatan kuasa gelap. Itulah akibatnya dosa, dan bumi ini mengalami hal-hal seperti ini terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Alkitab memberitakan ada rencana penebusan yang besar dan mulia dimana Allah bukan saja menebus manusia, namun juga menebus lingkungan manusia, bumi dan alam semesta, dan membalikkan kutukan. Sekarang menurut rencana Allah, supaya melakukan ini Allah perlu datang ke dunia dua kali. Pertama Dia datang untuk menebus manusia. Saat kedua Dia datang untuk menebus bumi dan alam semesta ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita melihat kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang pertama dimana Dia disalibkan dan dibangkitkan untuk penebusan manusia. Kedua kalinya Dia akan datang dalam kemuliaan berkobar, dan mendirikan kerajaan seribu tahun dan surga baru dan bumi baru sampai selama-lamanya, dan dengan cara itu menebus seluruh penciptaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Kristus datang karena Dialah satu-satunya yang sanggup melaksanakan rencana itu. Maka rancangan utama adalah alam semesta tanpa dukacita, tanpa air mata, tanpa kesakitan, tanpa penyakit, tanpa kematian, tanpa kesulitan, tanpa bencana alam, tanpa kuasa gelap, dimana semuanya benar, semua kudus, semua indah, semua mulia untuk selama-lamanya. Itulah kerajaan Allah yang akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahap pertama adalah waktu seribu tahun dimana Tuhan membalikkan kutukan dunia itu. Tahap kedua adalah keadaan kekal dimana Dia menciptakan langit baru dan bumi baru yang tidak seperti yang kita miliki sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya akan berubah dimasa depan, Semua yang kita kenal sebagai kutukan, semuanya yang merusak keberadaan manusia, semua yang menghancurkan hati orang, semua yang mencuri kesenangan orang, segala sesuatu yang mengambil darinya kekuasaan dan dominasi yang Allah ingin dia miliki, keberdaulatan yang dirancang Allah akan dikembalikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Alkitab mengatakan bahwa kita akan memerintah selama-lamanya bersama Kristus di takhta-Nya. Itulah penebusan alam semesta. Keadaan seperti sekarang tidak akan berlangsung untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah jelas manusia tidak dapat berbuat apa-apa untuk mempengaruhi perubahan itu. Kita dapat mencoba untuk menangani beberapa masalah, namun kita tidak dapat menghilangkannya. Kita tidak memiliki kuasa untuk itu. Kita dapat menembak roket ke ruang angkasa, namun yang kita lakukan adalah hanya memberi polusi di angkasa. Kita sanggup membangun berbagai mesin dan alat-alat, namun akibatnya hanya pencemaran lingkungan disekitar kita bangun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang jika bumi akan diubah, dan lingkungan akan menjadi berbeda, dan jika akan ada langit baru dan bumi baru, itu akan dilakukan oleh seseorang yang jauh lebih unggul dari manusia siapapun. Bahkan ini bukan saja kekuatan diluar kemampuan manusia, itu adalah kekuatan yang tak terbayangkan manusia. Bahkan kita tidak bisa membayangkan jenis kekuatan yang dibutuhkan Allah untuk menciptakan ciptaan pada awalnya dan kemudian mempertahankan ciptaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jenis kekuatan seperti apa dimiliki Allah? Itu nyata bagi kita. Roma 1:20 mengatakan, “kekuatan-Nya dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan.” Kekuatan itu semacam apa? Semakin kita menylidiki alam semesta semakin mengagumkan kekuatan yang terlihat disana. Kekuatan macam apa diperlukan untuk menggerakkan alam semesta melebihi imajinasi kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Teleskop kecil kita dapat melihat sejauh 4 miljar tahun cahaya dan jika Anda tidak memahami itu cobalah 2.3 kali 10 13 miles. Kita tahu itu masih jauh dari pinggir galaksi kita yang lebarnya 100,000 tahun cahaya dan ada miljaran galaksi di ruang angkasa. Dan dimanapun kita melihat kita menemukan kekuatan, gerakan benda-benda langit yang memiliki energi dengan kekuatan luar biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup di bola yang 25.000 mil dalam lingkar, yang diameternya 8000 mil dan beratnya itu enam ribu triliun ton dan kelihatannya melayang begitu saja. Kita mengatakan gravitasi yang memegangnya. Apakah daya gravitasi yang sanggup memegang ini di ruang angkasa? Bukan hanya itu saja, apakah yang membuatnya berputar? Dari mana datang kekuatan itu yang sanggup memutarkan kami seribu mil per jam?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kami bergerak dalam orbit mengelilingi matahari yang mencakup 580 juta mil dengan kecepatan seribu mil per menit. Dan bukan itu saja, seluruh sistem tata surya kami bergerak di dalam ruang angkasa tanpa batas dalam orbit yang mengambil milyaran tahun untuk menyelesaikannya dengan kecepatan yang lebih cepat lagi. Kita sekarang memakai tiga macam kecepatan. Darimana bahan bakarnya? Dimana energinya? Apa yang menyebabkan semua itu bergerak?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Alkitab mengatakan Yesus menopang dunia dengan kuasa-Nya, ini berarti Dia memberi energi kepada setiap atom di dalam seluruh alam semesta. Kekuatan macam apa? Apakah Anda percaya bahwa Allah memiliki kuasa untuk menciptakan kembali bumi ini? Dia memang sanggup. Dia memiliki kuasa untuk membalikkan kutukan. Dia berkuasa untuk mengembalikan taman Eden, kuasa untuk menciptakan dunia baru dan langit baru, dan itulah sebabnya Yesus datang, untuk menunjukkan kita kuasa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 9:6, “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa.” Tahukah Anda bahwa seluruh masalah dalam mujizat itu adalah supaya orang itu tahu bahwa Dia berkuasa. Mujizat itu adalah pratinjau kekuasaan Kerajaan. Ketika Dia menyembuhkan orang sakit Dia memberikan kita pratinjau dari suatu kerajaan mulia dimana tidak ada penyakit. Ketika Dia membangkitkan orang mati Dia memberikan kita pratinjau dari suatu kerajaan mulia dimana tidak ada kematian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Dia meredakan ombak dilaut Dia memberikan kita pratinjau dari kerajaan mulia dimana unsur-unsur alam tidak pernah keluar dari kontrol. Ketika Dia mengusir setan Dia memberikan kita pratinjau suatu kerajaan dimana tidak ada aktivitas setan sama sekali. Tahukan Anda bahwa semua yang Dia lakukan adalah untuk memberitahukan manusia, “Akulah yang sanggup membalikkan kutukan itu. Saya adalah yang sanggup mengembalikan kedaulatan manusia di dalam kerajaan kekal yang mulia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 10:1, “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.” Dia memberikan mereka kekuasaan didalam dua bidang: atas setan-setan dan atas penyakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun hanya Yesus melakukan mujizat berhubungan dengan alam. Di Matius 28:18, Dia mengatakan, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Di Markus 9:1, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengacu kepada transfigurasi-Nya. Dia segera naik ke gunung dan disitu ada yang sudah mati, yaitu Musa dan Elia, dan mereka berada disitu karena Yesus membawa mereka kembali, itu benar kuasa. Dia merubah diri-Nya dan membiarkan kemuliaan-Nya kelihatan, itulah benar kuasa. Mereka melihat kekuasaan itu yang akan dinyatakan sepenuhnya di kerajaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita telah membicarakan ketiga mujizat pertama minggu-minggu ini. Ada sembilan mujizat dalam Bab 8 dan 9. Yang ketiga pertama berhubungan dengan penyakit, benar? Kita telah melihat itu. Ketiga berikutnya memperlihatkan kekuasaan-Nya atas alam, atas dunia supranatural dan atas dosa. Marilah kita melihat yang pertama dulu malam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ingatlah dalam kelompok terakhir mereka kagum dan tertarik, mereka terpesona dengan kekuasaan-Nya, namun saat Dia menawarkan mereka untuk percaya-Nya dan mengatakan: “Jika Anda akan mengikuti Aku, Anda harus meninggalkan semuanya. Anda perlu membayar dengan harga mahal, dan Anda perlu datang sekarang juga dengan komitmen penuh,” mereka pergi. Itu respon mereka yang pertama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita masuk kepada ketiga mujizat yang kedua dan kita akan melihat pada akhirnya ketiga ini suatu respon yang berbeda. Perhatikanlah Matius 8:23, “Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.” Mereka berada di pantai barat Lautan Galilea, danau kecil yang panjangnya 13 mil dan lebarnya 8 mil dan Dia berkata kita akan menyebrang ke sisi lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia capai, dan hari Sabat baru selesai, sudah malam, dan orang banyak telah menekan- Nya lebih dari apa yang Dia bisa tahan dalam kemanusiaan-Nya, dan Dia mengambil keputusan untuk pergi. Dan waktu perahu kecil itu meninggalkan pantai Kapernaum dan berlayar kira-kira enam mil ke sisi lain, ada beberapa perahu lain yang mengikuti mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah Markus berkata, “dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.” Perhatikanlah pada akhir ayat 23, “dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.” Pada saat itu telah tercatat di Markus dan Lukas bahwa Dia telah memilih keduabelas murid-Nya, namun yang dikatakan disini dengan “murid-murid-Nya” jauh lebih banyak daripada keduabelas ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sedikit kebingungan di Perjanjian Baru ketika dikatakan, “Murid-murid-Nya,” siapakah yang dimaksud? Perkataan murid disini hanya berarti orang yang ingin tahu lebih banyak. Ada orang banyak yang tidak peduli dan ada orang lain yang mengatakan, “Ah saya ingin mendengar apa yang Dia katakan, saya tertarik.” Tahap komitmennya masih belum jelas saat ini. Jadi Yesus memberitakan kepada mereka soal penyelamatan karena itu masalah terpenting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 10:22 Yesus berkata, “tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Yudas tidak bertahan sampai akhir dan menunjukkan dia bukan murid tulen. Ada orang yang mau belajar disekitar Yesus namun walaupun mereka disebut murid belum tentu mereka benar percaya. Perkataan itu dengan sendirinya bukan indikasi sesuatu kecuali mereka tertarik kepada ajaran Yesus dan mereka mendengar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus akan menunjukkan mereka sesuatu yang sungguh sangat luar biasa. Dan Dia harus menciptakan kondisi untuk itu, seperti dikatakan dalam ayat 24, “Sekonyong- konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.” Nah perahu-perahu itu pada dasarnya perahu kecil yang terbuka tanpa perlindungan dan datanglah badai ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disitulah mereka berada. Waktunya malam dan gelap dan dikatakan tiba-tiba ada badai besar. Dan mulailah angin bertiup dan kata Yunani yang dipakai di Markus dan Lukas adalah kata yang berbeda yang berarti angin puyuh atau badai. Dengan kata lain ini sesuatu yang mengejutkan, tak terduga dan parah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Para pelaut telah melihat banyak badai, namun tidak pernah yang seperti ini. Dan lihat lagi ayat 24, “Tetapi Yesus tidur.” Siapa saja yang bisa tidur sepanjang ini pastilah sangat lelah. dan ini menunjukkan kemanusiaan Yesus. Laut ini mengamuk, badai menderu, dan angin meluncur disekitarnya dan perahu kecil ini diombang-ambingkan seperti gabus di laut, dan mulai terisi air menurut injil lain, dan pencipta dunia sedang tidur nyenyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidur begitu damai karena Dia tidak ada ketakutan. Dia percaya perawatan Bapa sepenuhnya, wah bukankah hebat jika kita bisa hidup seperti itu. Kita dilempar kesana-kesini oleh keadaan di dunia ini dan kita mulai ada ketidakpercayaan kepada Allah dan kita panik. Yesus mahatahu dan mengetahui segala sesuatu di alam semesta namun Dia tidur tentram di dalam kasih Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 25, “Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Faktanya mereka berpaling kepada Yesus cukup menarik. Bagaimana Dia dapat menolong para pelaut ini, namun mereka tidak ada jalan lain. Pada saat ini bukannya mereka yakin Dia adalah Allah, namun mereka mengharapkan Dia Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka tepat dimana Allah menginginkannya. Kadang-kadang Allah harus membawa kita kepada keputusasaan untuk menarik perhatian kita, benar? Mereka mengharapkan pekerja mujizat yang dapat menangani penyakit mungkin dapat menangani lautan, dan mereka ada iman di campur ketakutan. Karena jika mereka benar beriman mereka pasti juga tertidur dan percaya perawatan Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun seringkali seruan kita sama seperti mereka, seperti tercatat di Markus 4:38, “Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Pernahkah Anda melakukan yang sama? Anda tahu Anda masuk ke dalam keadaan sulit dan Anda berkata kepada Allah, “Apakah Engkau tidak peduli?” Itu tanda kekurangan iman. Namun itu bukan seusatu yang baru. Lihatlah Mazmur 10:1, “Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang sama terdapat di Yesaya 51:9, pendekatan yang sama yang menunjukkan kekurangan iman. Imam mengatakan, “Bangunlah, bangunlah, kenakanlah kekuatan, hai tangan TUHAN! Bangunlah seperti pada zaman purbakala, pada zaman keturunan yang dahulu kala! Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab, yang menikam naga sampai mati?” Mengapa Engkau membiarkan ini terjadi Allah? Mengapa Engkau membiarkan aku mengalami ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jawabannya adalah klasik; ayat 26, “Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Pertanyaan seperti apa itu? Lihatlah disekitar Anda. Keadaannya tengah malam. Ada badai yang belum pernah kita alami. Dan di dalam perahu airnya semakin banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Markus 4:40 dikatakan, “Mengapa kamu tidak percaya?" Apakah Anda tidak percaya kepada-Ku dan kasih saya dan kuasa saya? Itulah dua hal kunci. Jika Anda percaya kasih Allah dan kuasa Allah Anda dapat mengatasi badai apapun. Nomor satu Anda yakin Allah mengasihi Anda dan nomor dua Dia sanggup menangani keadaan itu, benar? Itu saja yang perlu kita tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah mengherankan kita dapat melihat kenyataan Allah namun kemudian saat keadaan menjadi buruk bagi kita langsung kita sama sekali lupa kasih-Nya dan kuasa- Nya. Murid-murid-Nya pada permulaan belajar bahwa iman mereka tidak cukup jadi di Lukas 17:5 mereka mengatakan, “Tambahkanlah iman kami!” Dan tahukah Anda apa yang Dia perbuat? Langsung sesudah itu Dia menyembuhkan sepuluh orang berpenyakit kusta. Iman selalu memerlukan penguatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Konsep iman kecil pada dasarnya berarti ketidakpercayaan atas kemampuan Allah. Anda tidak percaya bahwa Allah sanggup memelihara Anda. Jadi Anda kuatir, Anda panik, Anda ketakutan, Anda tidak berani, dan Anda tidak percaya Allah itu sanggup memelihara Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda lupa Mazmur 46:1-3, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. 2 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut 3 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka tidak perlu takut. Ayat 26, “Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka lautan itu menjadi teduh sekali.” Markus 4:39 mengatakan, “Ia berkata kepada lautan itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan laut itu menjadi teduh sekali. Atau seperti salah satu komentator menterjemahkannya, “diamlah dan laut itu menjadi seperti kaca. Gelombang berhenti, angin berhenti dan semua itu diam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mustahil untuk mengukur kekuatan angin yang ada di badai seperti itu, namun di badai biasa saja ada miljaran tenaga kuda yang bekerja dalam badai itu. Tidak ada orang yang dapat mengukur kekuatan angin dan ombak, dan Yesus memberhentikannya langsung dengan perkataan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Matius kepada kami adalah, inilah Yang dapat menghilangkan penyakit, inilah Yang dapat menguasai alam dan kemudian dia akan memberitakan inilah Yang mengontrol setan-setan. Dialah yang mengampuni dosa. Dialah yang membangkitkan orang mati. Coba pikirkan Dialah yang hidup di dalam hati Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah reaksi mereka, ayat 27, “Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" Di Markus 4:41 dikatakan, “Mereka menjadi sangat takut.” Tahukah Anda apa yang lebih menakutkan dari pada badai? Menyadari bahwa Anda berada dihadapan Allah yang hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus yang sama yang menenangkan laut adalah yang menggerakkan semua atom di dalam tubuh Anda, yang menyebabkan bumi ini berputar terus dan yang menjamin alam semesta ini dalam keseimbangan. Yesus Kristus yang sama pada suatu hari akan datang dan mendirikan Kerajaan kekal-Nya. Apakah Anda akan menjadi bagian Kerajaan itu oleh iman?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jun 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120624</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000010F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengapa orang menolak Kristus?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000110"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+8:16-22" target="_blank" class="imCssLink">Matius 8:16-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat bersama-sama Matius 8:16-22. Dalam beberapa hal benar-benar tidak bisa dijelaskan mengapa orang terus menerus menolak dan tidak mau mengakui ketuhanan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Yesus sebagai Juruselamat, Anak Allah yang tak tertanding, yang terkasih, yang murah hati, yang menyelamatkan dunia dengan mengorbankan diri bagi manusia masih dibenci orang sama seperti saat dia pertama kali datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita mempelajari injil Matius sudah jelas bahwa ketidakpercayaan dan penolakan orang terang-terangan melawan semua yang telah dilakukan Kristus, karena mandat-Nya jelas. Perkataan-Nya, perbuatan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya semuanya bersaksi keras bahwa Dialah Kristus dari Allah, Juruselamat dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini seperti hakim di pengadilan yang telah mendengar kasus yang benar terbukti dan kemudian mengambil keputusan yang justru kebalikan fakta-fakta. Misalnya, otoritas Yesus nyata. Di Matius 7:28 dikatakan, “takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 7:46 mereka mengatakan, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Perbuatan Yesus itu ilahi yang tak dapat disangkal. Orang buta mengatakan kepada orang Yahudi di Yohanes 9, “30 Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.” Kebijaksanaan Yesus supranatural.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuasa penyembuhan-Nya menghilangkan pernyakit mereka. Matius 9:8 mengatakan, “Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.” Kasih-Nya benar-benar mengagumkan mereka. Di Yohanes 11:36 mereka berdiri di tempat kuburan Lazarus dan melihat Yesus mulai menangis dan mereka berkata, “Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dominasi-Nya atas setan mengejutkan mereka. Di Matius 9:33 dikatakan, “Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Penafsiran- Nya luar biasa. Di Matius 21:20 dikatakan, “Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong- konyong menjadi kering?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa segala sesuatu mengenai Dia mengagumkan. Segala sesuatu mengenai Dia sungguh mengejutkan. Segala sesuatu mengenai Dia tidak dapat diterangkan secara manusiawi. Semuanya tentang Dia luar biasa, super, supra- natural dan ilahi. Dan mereka menyaksikan itu semua. Bukankah mengherankan di Markus 6:6 dikatakan, “Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana bisa ada orang yang melihat begitu banyak mandat meyakinkan dan tetap menolaknya? Bagaimana mungkin? Nah untuk banyak orang masih ada cinta dosa sengaja. Dan di Yohanes 3:19 dikatakan, “manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada juga orang yang melihat kekuasaan Yesus dan karisma Yesus, dan mereka tertarik. Dan mungkin mereka berkata, “Kita ingin mengikuti Yesus,” karena kepribadian-Nya ajaib, namun mereka terhilang sama seperti mereka yang lari menjauhkan diri dari terang. Dan kita akan menemukan tiga orang dari bagian firman malam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun marilah kita mulai dari permulaan, ayat 16. Matius baru mencatat tiga mujizat yang mungkin terjadi pada hari yang sama. Yesus telah melakukan ribuan penyembuhan, jadi orang itu berkerumun banyak sekali mengikuti Dia di Galilea. “Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan semua orang yang menderita sakit.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyembuhkan semuanya. Selalu demikian. Dia menyembuhkan ribuan dari mereka. Jika penyakit mereka spiritual, berhubungan dengan kerasukan setan Dia menyembuhkan itu. Jika penyakit itu penyakit fisik Dia menyembuhkan itu juga. Ini bukan masalah iman mereka atau keadaan mereka. Dia membuktikan bahwa Dia adalah Mesias dan keilahian-Nya terbukti total.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mengapa semua disembuhkan-Nya? Pertama karena belas kasihan-Nya. Dia benci penyakit karena Dia tahu penyakit itu adalah akibat dosa. Karena ada dosa di dunia ada kematian di dunia. Jadi Dia benci dosa, penyakit dan kematian. Dan karena belas kasihan-Nya terhadap manusia Dia menyembuhkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi ada lebih dari itu. Dia menyembuhkan mereka karena Dia memberikan mereka suatu pratinjau dari Kerajaan-Nya. Apakah Anda tahu apa yang akan terjadi saat Yesus mendirikan Keraaan kekal-Nya? Tidak ada kematian lagi, tidak ada kesedihan, tidak ada kesakitan dan disini Yesus memberikan kita pratinjau dengan menghilangkan penyakit dan membangkitkan orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun masih ada alasan ketiga mengapa Dia menyembuhkan orang dan itu diberikan di Matius 8:17, dan ini dibicarakan Roh. Dia melakukan itu supaya menggenapkan nubuatan Yesaya. Di Perjanjian Lama ada janji bahwa Mesias akan datang dan para nabi telah mengatakan banyak hal tentang Mesias itu. Yesus datang untuk menggenapi semua itu. Dan Yesaya 53:4 mengatakan, “penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya.”(Sama seperti Matius 8:17)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus mati untuk dosa-dosa kita bukan untuk penyakit kita. Injil adalah kabar baik tentang pengampunan dosa, bukan tentang kesehatan. Kristus menjadi dosa bagi kita, bukan penyakit. Dia mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita. Dan kita tidak akan menterjemahkan Yesaya 53 dengan cara lain. Kita hanya mengatakan Yesaya 53 berarti Dia menyembuhkan kita dari dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia menanggung penyakit kita? Alkitab mengatakan bahwa Dia tahu isi hati orang, dan karena itu Dia mengerti setiap kesakitan yang pernah Anda mengalami. Dia adalah imam besar yang simpatik. Dia tidak ketularan penyakit kita, namun Dia dapat merasakan kesakitan kita. Dia tahu apa yang menyebabkan rasa sakit dan sakit hati itu dan semua kesedihan dan ratapan adalah kejahatan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah banyak orang Farisi yang cinta dosa mereka. Mereka lebih senang kegelapan dari pada terang. Namun ada juga yang lain yang tertarik kepada Dia karena daya tarik kepribadian-Nya dan semua yang luar biasa yang Dia perbuat. Dan mereka datang namun setiap kali ada sesuatu yang menghalang mereka menjadi bertobat benar-benar. Marilah kita menyelidiki apa yang menyebabkan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 8:18, “Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.” Mereka berada di pantai barat Laut Galilea. Kerumunan semakin banyak dan Tuhan lelah dalam tubuh fisik-Nya. Markus mengatakan waktu dia naik perahu kecil-Nya ada sekelompok kapal kecil lain mengikuti-Nya dari belakang. Jadi ada beberapa orang yang harus ambil keputusan, masuk ke dalam perahu atau tidak. Dan kita akan bertemu dengan tiga orang seperti itu dalam pelajaran kita malam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang pertama tidak pernah benar-benar diselamatkan karena dia mementingkan kenyamanan pribadi lebih dari pada Kristus. Ayat 19, “Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Waduh, kedengarannya baik sekali. Orang ahli Taurat berpendi- dikan tinggi dan mereka setia kepada sistim. Mereka guru namun pada umumnya mereka benci Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin kita senang menerimanya, akan tetapi Yesus tidak. Dengarkanlah apa yang Dia katakan kepadanya di ayat 20, “Rubah mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Ini berarti bahwa kenyamanan dasar kehidupan yang bahkan dimiliki binatang liar, tidak dimiliki Yesus. Di Yohanes 7:53, 8:1 dikatakan, “Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya, tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.” Dia tidak punya rumah dan sepanjang malam Dia tidur di tanah sambil berdoa dengan Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 8, ada daftar para wanita yang ramah kepada-Nya. Seringkali dikatakan Dia berdiam di rumah kecil di Betania itu. Lihatlah Dia tidak memiliki kenyamanan pribadi dan Dia tidak memiliki harta duniawi. “Mengapa hal itu disebut?” Karena Dia tahu apa yang ada di dalam pikiran orang itu. Orang itu berpikir, “Cara hidupku memuaskan dan saya hanya ingin menambahkan ini kepada cara hidupku ini dan mengikuti Anda.” Yesus menolak menjadi tambahan cara hidup orang, Dia harus diutamakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Yohanes 2 ketika dikatakan, “ 23Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. 24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti Dia tidak percaya iman mereka. Dia tahu itu dangkal dan hanya dari luar saja. Bahkan, Dia menyebut orang seperti itu dalam perumpamaan benih di Matius 13. Dia berkata, “ 20Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang dikatakan ayat berikutnya? Orang itu tidak disebut lagi. Tahukah mengapa? Karena dia sudah tidak ada lagi. Dia menghilang diantara ayat 20 dan 21. Tuhan melihat langsung kedalam hatinya dan tahu keadaannya. Kita sering memaniskan pesan Injil. Kita ingin supaya semua orang bisa masuk secara gampang sekali. Yesus membuat sulit untuk masuk, kecuali mereka memiliki komitmen yang tulen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya suka judul “Anak Manusia.” Di Daniel 7:13 pertama kali Daniel menubuatkan bahwa Mesias itu akan dinamakan Anak Manusia, dan Yesus datang dan memanggil diri-Nya Anak Manusia. Tahukah Anda berapa kali nama itu disebut di dalam Injil? 80 kali. Apakah artinya? Ini istilah penghinaan. Anak Allah membicarakan keilahian-Nya, Anak Manusia membicarakan penghinaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berkata, “Dalam penghinaan saya, saya sendiri tidak memiliki apa yang dimiliki rubah, dan rubah itu cukup umum dan mereka menggali lubang ke dalam tanah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan burung ada dimana-mana dan mereka memiliki sarang mereka, dan Dia mengatakan, “Bahkan itupun saya tidak miliki.” Saya tidak ada kenyamanan dasar dan jika Anda mau mengikuti aku Anda perlu menjauhkan diri dari semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah ongkosnya menjadi orang Kristen. Orang ini hanya ingin menambahkan kegembiraan kepada hidupnya. Orang yang ingin menjadi atlit yang hebat harus memiliki guru yang mengatakan kepadanya, “Iya, Anda harus rela berkorban untuk menjadi hebat.” Soalnya kita merugikan Yesus jika kita mengajar orang bahwa kehidupan Kristen itu gampang. Saya setuju pada akhir jalan kemuliaannya luar biasa, namun Yesus tidak pernah mengatakan hal itu gampang. Dia selalu mengajarkan kita untuk memikul salib kita masing-masing.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang kedua dalam bab ini. Yang ini mencari kekayaan pribadi: ayat 21, perhatikanlah ini: “Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya.” Nah kata murid ini berarti pengikut, dan pada saat itu banyak orang mengikuti Dia dari berbagai- bagai tingkat. Dan salah satu dari mereka berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kedengarannya sebagai suatu permintaan yang wajar, benar? Di satu sisi orang Yahudi mengajarkan bahwa meratapi kematian ajah dan ibumu haruslah tigapuluh hari. Nah orang ini tahu bahwa Tuhan terus menerus bergerak dari tempat ke tempat. Yesus akan masuk kedalam perahu jadi dia berkata, “Saya belum bisa berangkat sekarang, namun nanti saya akan mencoba mencari Anda setelah aku menguburkan ayahku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pengertian hal ini tidak semudah ini, karena frase ini frase umum sehari-hari yang bahkan sekarang juga dipakai di Timur Tengah. Arti sebenarnya adalah, “Saya harus bertahan dan memenuhi kewajiban saya sampai ayahku meninggal. Kemudian tentu saya menerima warisan saya dan setelah itu baru saya bisa pergi.” Orang itu memikirkan keuangannya. Dia menghilangkan keberanian dan komitmen dari pemuridan-nya. Ayahnyapun masih belum meninggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada dia di ayat 22, “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” Pada awalnya sepertinya tidak masuk akal. Bagaimana orang mati dapat menguburkan orang mati? Ini suatu pepatah. Ini berarti biarkanlah orang yang mati secara rohani menguburkan orang mati. Biarkan dunia sekuler mengurus masalah mereka sendiri. Anda telah dipanggil kepada Kerajaan Allah. Yang dikatakan-Nya adalah Anda berfungsi pada tingkat yang salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda telah dipanggil untuk kerajaan yang hidup, pergilah dan khotbahkanlah kerajaan. Hal-hal sekuler menjadi urursan orang sekuler. Dan apakah dikatakan tentang perbuatan orang ini? Dia juga menghilang begitu saja. Dia pergi diantara ayat 22 dan ayat 23. Mengapa? Harta pribadi sangat dipentingkan, dia telah menunggu cukup lama untuk warisannya dan dia tidak akan membuangnya sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang ketiga yang datang juga hari itu namun Matius tidak memberitahukan kita tentang dia. Lukas pada dasarnya memberikan kita kisah yang sama namun dia menambahkan orang ketiga ini. Di Lukas 9:61 dikatakan, “Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Anda berkata, “Iya silahkanlah pamitan. Ciumlah ibumu dan berjabat tangan dengan ayahmu, silahkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi Yesus berkata,” dan Dia menjawab dengan pepatah kuno dari 800 S.M., “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Pada dasarnya Yesus mengatakan bahwa sukar sekali untuk membajak garis lurus saat Anda menoleh kebelakang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang Yesus tahu jauh lebih banyak dari apa yang kelihatan dari luar. Dia dipengaruhi kekuasaan dan dominasi orang tuanya dan Yesus tahu jika ia kembali dia akan diintimidasi keluarganya, permohonan emosional untuk tinggal dan dia tidak akan mengikuti-Nya. Ada banyak orang yang mengatakan mereka ingin ikut Kristus namun mereka takut apa yang dikatakan dan dilakukan keluarga mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Matius 10:34, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. 37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika itu menahan Anda untuk berkomitmen total, Anda tidak layak masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ini tidak membicarakan pelayanan Kristen, ini membicarakan keselamatan. Dan dikatakan sejak itu banyak pengikut-pengikut-Nya tidak lagi berjalan bersama Dia. Mereka tidak mau memberi komitmen total dan Dia menolak mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Tuhan mungkin tidak mau mengambil kenyamanan pribadi dari Anda, Dia mungkin tidak mau mengambil harta milik pribadi Anda, Dia mungkin tidak mau menghilangkan hubungan-hubungan pribadi Anda, namun Anda harus rela mengorbankan semua itu jika itu kehendak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga orang itu mengundurkan diri dan William MacDonald membicarakan itu dengan tepat, “Mereka meninggalkan Kristus untuk hidup nyaman bagi diri mereka di dunia dan mereka menghabiskan sisa hidup mereka memeluk hal yang kurang penting.” Apakah Anda murid yang sejati? Apakah Anda telah menyelidiki bukti- buktinya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang selama berabad-abad telah mengagumi otoritas Yesus, perkataan-Nya, perbuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya, kesalehan-Nya, kebenaran-Nya, kekuasaan- Nya, pemberian-Nya, penyembuhan-Nya, kasih-Nya, dominasi-Nya, penghakiman- Nya, kesabaran-Nya, ajaran-Nya dan kemerdekaan-Nya. Mereka mengagumi, mereka kewalahan, mereka terkejut, namun mereka tetap terhilang karena mereka tidak mau datang berdasarkan persyaratan-Nya. Apakah Anda rela datang berdasarkan persyaratan-Nya? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jun 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120617</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000110</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa atas penyakit - 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000111"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+8:5-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 8:5-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat menyegarkan dan menarik untuk melihat Yesus berjalan di dunia, menyentuh kebutuhan manusia dan kehidupan manusia. Ini tidak seperti risalah teologis dari rasul Paulus. Ini tidak seperti pendekatan historis dari penulis Ibrani. Ada sesuatu yang segar, praktis dan mengharukan melihat Yesus berjalan di dunia, dan itulah hak istimewa yang diberikan kita mulai di bab 8 ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang khususnya di bab 8, kita telah memberitahukan Anda sebelum ini bahwa Tuhan kita menunjukkan otoritas-Nya. Dia menjawab pertanyaan, “Siapakah memberikan Anda hak untuk berbicara seperti itu? Apakah otoritas Anda? Pada dasarnya bab 8 dan 9 memberikan jawabannya, “Saya adalah Allah, saya datang dari surga dan saya telah diberikan semua otoritas.” Yesus mendemonstrasikan keilahian-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda harus memahami betapa dramatis seluruh adegan itu. Pada zaman Yesus Kristus seluruh dunia penuh penyakit dan ilmu kedokteran masih belum berkembang. Jadi orang-orang sangat takut penyakit. Ada rasa sakit dan penderitaan dan kesedihan dan tidak ada obat untuk meringankan itu. Orang-orang cepat mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan datanglah Yesus dan Dia menyentuh hidup manusia pada titik rasa sakit terbesar dan penyakit terbesar. Yesus secara harfiah menghilangkan penyakit di Palestina; dan sifat monumental dari ekspressi seperti itu tidak dapat digambarkan. Yesus melanda dengan kuasa penyembuhan-Nya dan menyembuhkan ribuan atas ribuan orang. Dia berkali-kali mengatakan, “Percayalah Aku berdasarkan perbuatan-perbuatan itu.” Bagaimana ada yang dapat menyangkal ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Dia menyembuhkan orang dengan perkataan atau sentuhan. Kedua Dia menyembuhkan secara instan, seketika itu juga. Jam itu juga, perempuan dengan masalah perdarahan di Markus langsung sembuh, dan sepuluh orang kusta disembuhkan seketika itu. Dan di Lukas 5, saat itu juga, penyakit kusta meninggalkan dia. Dan orang lumpuh di Yohanes 5:9 saat itu juga menjadi sembuh. Dan orang buta saat dia mencuci matanya langsung bisa melihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Dia menyembuhkan secara total. Tidak pernah perlu ada waktu rehabilitasi. Coba bayangkan berumur 35 dan belum pernah berjalan, dan Yesus menjadikan kakimu utuh kembali dan mengatakan kepada Anda untuk bangun dan berjalan. Wah, meskipun kaki Anda utuh, Anda tidak langsung sanggup berjalan. Ada waktu rehabilitasi yang diperlukan. Dalam setiap mujizat yang Yesus lakukan tidak pernah ada waktu rehabilitasi yang diperlukan. Itu total dan langsung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, Yesus menyembuhkan semua orang. Dia tidak perlu menyaring kasus-kasus sulit. Dia tidak perlu menyuruh pulang barisan panjang orang-orang yang kecewa seperti yang dipanggil penyembuh waktu sekarang. Lukas 4:40 mengatakan, “Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, Yesus menyembuhkan penyakit-penyakit organik: kaki cacat, tangan layu, mata buta dan kelumpuhan. Jenis penyembuhan yang menunjukkan mujizat tanpa keraguan. Dan keenam, dan disini Yesus berbeda sekali dari semua orang lain, Yesus membangkitkan orang mati. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah dunia, dan apa yang dilihat orang Yahudi adalah sesuatu yang hanya mungkin dengan penjelasan ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang membuat ketidakpercayaan orang Farisi itu begitu luar biasa, dan ini menunjukkan betapa dalamnya dosa itu di dalam hati mereka. Mereka tetap tidak percaya meskipun buktinya begitu nyata. Meskipun demikian Matius menuduh mereka lagi di bagian ini dengan menunjukkan mandat Yesus; dan dari ribuan mujizat dia memilih tiga untuk bab ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah minggu yang lalu kita melihat mujizat pertama tentang penyembuhan orang kusta di ayat 1-4. Pastilah ini suatu pernyataan yang luar biasa bagi orang Farisi, suatu mujizat ajaib untuk dilihat mereka, karena mereka tidak dapat membayangkan mengapa ada orang yang peduli dengan orang sakit kusta. Pasti ada banyak orang Farisi yang juga sakit dan perlu penyembuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang pindah dari orang kusta itu kepada kisah hari ini. Disini kita menemukan seseorang yang dapat dianggap orang buangan oleh orang Yahudi karena dia orang non-Yahudi. Dan lebih dari itu, dia adalah prajurit Romawi, anggota tentara pendudukan yang telah menaklukkan dan sekarang memerintah tanah mereka. Tuhan mengatakan bahwa Kerajaan itu adalah bagi mereka yang dalam kesusahan, orang- orang buangan dan orang non Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat ayat 5, “datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya.” Nah, Matius langsung membicarakan interaksi antara perwira ini dan Yesus, karena memang itu tujuan Matius. Namun fakta-fakta di jelaskan lebih lanjut di Lukas, karena Lukas ada bagian yang komparatif di bab 7. Marilah saya menambahkan beberapa rincian dari Lukas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas menjelaskan bahwa perwira ini sebenarnya tidak bertemu dengan Yesus, namun dia mengirim beberapa penatua Yahudi dengan pesannya. Jadi Yesus berbicara dengan perwira ini, namun melalui orang Yahudi ini yang telah datang kepada-Nya. Perwira itu tidak datang sendiri karena dia merasa tidak layak untuk berada di hadirat Kristus dan untuk Kristus datang ke rumahnya, jadi dia minta supaya orang Yahudi ini berbicara dengan Yesus atas namanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini ada orang non Yahudi. Dan orang non Yahudi yang paling buruk, orang Samaria. Dan dia orang Samaria terburuk karena dia anggota pasukan pendudukan tentara Romawi yang menindas Israel. Akan tetapi dia datang ke hadapan Yesus melalui orang Yahudi sebagai perantara yang Lukas ceritakan kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6, "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Wah ada sesuatu yang indah tentang kejadian ini. Pertama, dia peduli akan hambanya, dan ini memisahkannya dari hampir semua orang di dunia Romawi. Bahkan di kerajaan Roma, budak tidak diperhatikan. Jika mereka menderita, itu tidak menjadi soal. Mereka tidak ada hak sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang orang Yahudi ini mengatakan di Lukas 7:4, “Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong.” Pesan mereka adalah, “Tolonglah dia. Dia layak.” Bagaimana seorang perwira non-Yahudi dapat dianggap layak?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya terdapat di Lukas 7:5, “sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Dia adalah orang non-Yahudi yang takut akan Allah, Dia menyadari bahwa dia berhubungan dengan orang yang menjadi umat perjanjian Allah yang hidup, dan dia berinvestasi dengan mereka. Jadi penatua datang dan mereka memohon, “Ia layak Engkau tolong.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menarik saya dalam hal ini adalah bahwa mereka tahu Yesus sanggup menyembuhkannya. Setiap orang tahu bahwa Dia dapat menyembuhkan orang, namun kekerasan hati mereka mencegah mereka untuk mengambil satu langkah lagi dan menerima-Nya sebagai Juruselamat. Jadi disini ada seorang non-Yahudi yang baik, yang mengasihi Israel, dan kita juga harus mengasihi Israel. Mereka adalah umat pilihan Allah. Saya belajar tentang mereka lebih daripada semua orang lain dalam hal mempelajari Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sayang budaknya dan dia rendah hati. Apakah Anda tahu bahwa dia sungkan mengundang Yesus ke dalam rumahnya karena pengetahuannya cukup baik tentang ajaran Yahudi yang melarang orang Yahudi masuk ke dalam rumah orang non-Yahudi? Orang Yahudi itu percaya bahwa alat-alat makan orang non-Yahudi haram. Mereka percaya berbagai hal aneh yang dibikin-bikin orang rabi itu untuk memisahkan mereka dari orang non-Yahudi itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengasihi dan dia tulus hati. Dan ketika dia mengatakan, “Tuhan,” di ayat 6, itu berarti Tuhan dalam arti kata sepenuhnya. Lihatlah Matius 8:10. Yesus mengatakan ditengah ayat itu, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Iman itu artinya percaya akan Kristus sepenuhnya, dia percaya Yesus itu Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini bukan untuk keperluannya sendiri. Dia mengatakan di ayat 6, “hambaku sedang terbaring dirumah karena lumpuh dan menderita sekali.” Dan tahukah Anda apa yang indah dalam hal ini? Tidak ada permintaan didalamnya, dia hanya memberi informasi melalui penatua itu. Doanya adalah doa informasi. “Tuhan, inilah keperluannya. Saya terima keberdaulatan Engkau dan pilihan Engkau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka datanglah jawaban Tuhan di ayat 7, “Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Bahkan Lukas mengatakan bahwa mereka sudah mulai menuju kerumahnya, dan perwira itu melihat mereka datang, dan dia panik karena dia merasa tidak layak di hadirat Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi cepat-cepat dia mengirim utusan di Matius 8:8, “Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.” Menjadi perwira itu tidak gampang. Seseorang hanya bisa menjadi perwira dengan bekerja keras dengan naik tingkat demi tingkat. Inilah seseorang yang tangguh. Dia memimpin seratus orang. Dia adalah prajurit yang berorientasi tempur, namun dengan semangat yang lemah lembut, rendah hati, sensitif dan mengasihi, dan ini semua untuk hamba yang sakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang imannya menjadi nyata, dan pada akhir ayat 8 dia mengatakan, “Tidak perlu datang ke rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” “Waduh, dari mana dia dapat informasi itu?” Dengarkanlah, dia tahu apa yang telah dilakukan Yesus. Dia mengatakan, “Saya tahu otoritas Engkau. Katakan saja sepatah kata.” Dia tahu Yesus adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 9 dia memberikan penjelasan kecil ini, “Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, “Iya, saya mengerti otoritas Engkau. Mungkin ada beberapa orang yang bertanya-tanya, “Dari mana Dia dapat otoritas ini? Dia berpikir siapakah Dia? Namun saya tahu seseorang berotoritas saat saya melihat-Nya. Saya telah melihat kuasa Firman-Nya. Saya mengerti otoritas.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah cara dia berpikir dari yang kurang ke yang lebih besar di ayat 9. Dia mengatakan, “Aku sendiri orang bawahan, dan aku juga memiliki otoritas. Betapa besarnya otoritas Engkau karena Engkaulah otoritas tertinggi di semesta alam.” Kemudian dia berkata, “Aku ada kuasa untuk memerintah. Namun Engkaulah diatas semua otoritas. Betapa berlipat ganda besarnya Engkau sanggup menjadikan sesuatu melalui perkataan sepatah kata.” Wah, luar biasa besarnya iman dia, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat berikut, ayat 10 benar sangat menarik. “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia.” Sekarang Anda perlu memiliki iman yang sangat unik untuk mengherankan Yesus. Coba pikir, Dia tahu segala-galanya. Yesus, dalam sekilas kemanusiaan-Nya takjub melihat iman orang non-Yahudi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah apa yang Dia katakan berikutnya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Dan implikasi disini adalah, “Seharusnya Aku menemukan iman seperti itu disini di Israel. Kalian adalah orang-orang umat Perjanjian. Kamu adalah orang-orang umat warisan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Dia menemukan iman diantara orang Yahudi. Kita melihat hal itu di Matius 4. Namun tidak pernah dalam kombinasi seperti ini, dan tidak pernah dengan kebajikan sebanyak ini. Maksudku kasih ada disini, kasih sayang ada disini, perhatian ada disini, kerendahan hati ada disini dan kepercayaan total atas kekuasaan Kristus. Tahukah Anda apa yang dikatakan Yesus mengenai murid-murid-Nya sendiri di Matius 6:30, “hai orang yang kurang percaya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pendahuluan dari Kerajaan yang diberi Yesus. Tahukah Anda bahwa orang- orang non-Yahudi memiliki iman yang lebih besar dari Israel? Gereja terutama terdiri dari orang-orang non-Yahudi. Israel masih menolak Mesias. Dan Yesus menerangkan hal ini di ayat 11, “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di masa depan akan datang Kerajaan Seribu tahun dan Kerajaan Kekal. Dan di dalam Kerajaan itu, janji Allah yang indah kepada Abraham, Ishak dan Jakub akan digenapkan. Injil dan keselamatan datang melalui benih Abraham dan kita adalah anak-anak Abraham oleh iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun yang dikatakan Yesus di ayat 11 adalah, “Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan mereka.” Siapakah orang banyak itu? Titik permulaan semua ini adalah di Israel, namun dari situ ke arah timur dan barat it seluruhnya dunia orang-orang non-Yahudi. Jadi yang Dia katakan adalah, “Kerajaan akan penuh dengan orang-orang non-Yahudi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi tidak percaya hal itu. Itu berlawanan dengan segala ajaran mereka. Sekarang dengarkanlah ayat 12, “sedangkan anak-anak Kerajaan itu (yaitu orang Yahudi) akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan gertak gigi.” Mereka dipanggil anak-anak Kerajaan karena, melalui hak mereka adalah pewaris, namun saat datang Kerajaan itu, mereka akan dibuang keluar. Anda tidak mungkin bisa menjadi anak jika Anda menolak Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 8:37, mereka berdebat dengan Yesus mengenai hal itu, dan mereka mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak Abraham dan karena itu mereka akan selamat. Dan Yesus berkata, “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." 39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak kutipan tentang neraka datang dari Yesus sendiri. Saya tahu orang-orang memikir Yesus hanya membicarakan kasih dan pengampunan saja, namun dengarkanlah, saya belum pernah berkhotbah sekeras khotbah yang dikhotbahkan Tuhan Yesus, tidak pernah. Saya tidak pernah mengatakan sesuatu yang begitu menghancurkan seperti apa yang Dia katakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan demikian Dia memberi khotbah yang tak terlupakan, ditengah-tengah mujizat ini, dan kemudian ayat 13, “Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.” Coba bayangkan kepercayaan perwira itu sebelum kejadian ini, apa lagi kepercayaannya sesudahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita semua dapat mengklaim frase kecil, “jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya?” Belum tentu. Yesus mengatakan itu kepada perwira itu. Paulus percaya bahwa Allah sanggup menyembuhkan dia, namun Allah tidak melakukan itu, benar? Itu keputusan yang berdaulat. Kadang Dia menyembuhkan orang yang tidak beriman. Bahkan Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang iman hamba itu. Dia menyembuhkannya untuk keuntungan perwira itu dan semua orang lain di dalam sejarah yang membaca kisah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Matius menambahkan satu mujizat penyembuhan lagi di dalam ayat 14, “Setibanya di rumah Petrus…” Dan Injil lain memberitahukan kita itu hari Sabat dan mereka baru kembali dari tempat ibadah dan mereka pulang untuk makan, namun mereka ada masalah disitu. Markus 1:29 mengatakan Andreas ada disitu, dan Yakobus dan Yohanes juga ada disitu, jadi seluruhnya ada enam orang, dan masalahnya ibu mertua Petrus sedang sakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.” Petrus sudah kawin. Kita tahu hal itu karena di 1 Korintus 9 dia mengatakan kemudian dalam pelayanannya, bahwa tidak ada salahnya Petrus berjalan dengan istrinya dalam pelayanan. Bagaimana sikap orang Farisi terhadap kaum wanita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi bangun setiap pagi dan berdoa berkali-kali seperti ini, “Aku bersyukur aku bukan budak, orang non-Yahudi atau seorang perempuan.” Pandangan mereka terhadap wanita rendah sekali; dan bagi Yesus untuk memasukkan penyembuhan orang perempuan itu sekali lagi menyalahkan tradisi mereka. Dan apa lagi seorang ibu mertua, tahu sendiri, itu kelewatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15, “Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ada indikasi dari cerita Injil lain bahwa penyakitnya cukup parah, mungkin dia bisa mati, dan Yesus memegang tangannya dan langsung, “Iapun bangunlah dan dia mulai masak makanan malam.” Dia melayani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia lansung sembuh. Kekuasaan Yesus Kristus nyata. Jika Anda tetap menyangkal Dia Allah berdasarkan semua ini, ini bukan karena tidak ada bukti. Ini adalah karena tidak ada iman dalam hati Anda, dan alasannya adalah karena hati Anda terikat dosa. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jun 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120610</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000111</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kekuasaan atas Penyakit]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000112"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+8:1-4" target="_blank" class="imCssLink">Matius 8:1-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapkanlah diri untuk mempelajari bersama Matius 8. Kami telah membicarakan ketujuh bab pertama dan sekarang kita meneruskan Injil yang menarik ini. Bab ke 8 sampai bab ke 12 sangat penting untuk memahami kehidupan Kristus dan pesan Matius. Karena di dalam bagian ini Matius mencatat serangkaian mujizat yang dilakukan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ribuan mujizat yang telah dilakukan, namun hanya sembilan saja yang dipilih Matius untuk menjadi contoh kuasa Yesus Kristus. Mereka itu benar-benar kredensial- Nya sebagai Mesias. Mereka itu adalah tanda-tanda yang menunjukkan secara meyakinkan keilahian-Nya, karena hanya Allah dapat melakukan hal-hal seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian yang menyedihkan adalah setelah mujizat-mujizat itu di bab 8 dan 9, dan setelah pengkhotbahan yang terjadi sesudahnya, orang-orang Yahudi mengambil kesimpulan di bab 12 bahwa Yesus adalah dari Iblis. Itulah pendapat mereka. Jadi dengan bermacam cara, Kristus melakukan segala sesuatu untuk menyatakan keilahian-Nya akan tetapi mereka justru menyimpulkan khusus sebaliknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah sekarang bahwa pada permulaan ada tiga mujizat. Mujizat penyembuhan orang berpenyakit kusta dalam keempat ayat pertama, penyembuhan orang lumpuh di ayat 5 sampai ayat 13, dan kemudian perempuan dengan sakit demam di ayat 14 dan 15. Inilah tiga mujizat pembukaan. Ada sembilan mujizat dalam kedua bab ini dan mereka datang dalam tiga kelompok dari tiga mujizat. Semuanya dicipta untuk menyatakan keilahian Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat itu adalah cara Allah dalam membuktikan keilahian Anak-Nya. Ini adalah mujizat kreatif. Mereka menyatakan kuasa yang hanya dapat didefinisikan oleh esensi Allah. Mujizat seperti ini tidak mungkn dapat dilakukan manusia. Mereka adalah supranatural.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus baru saja berkhotbah di Bukit di Matius 5, 6 dan 7. Dia secara harfiah telah memutarbalikkan seluruh dunia keagamaan mereka. Dia telah memberitahukan mereka bahwa ajaran mereka salah dan kehidupan mereka salah. Sikap mereka salah dan segala yang mereka perjuangkan, segala yang mereka percaya dan harapkan salah, dan Dia tak pernah mengutip seorang rabipun atau salah satu sumber terkenal mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia hanya berkali-kali mengatakan, “Inilah yang benar.” Bahkan berkali-kali dia mengatakan, “Kamu telah mendengar firman.., tetapi Aku berkata kepadamu…” Dan berkali-kali Dia mengulangi itu, dan ketika semuanya sudah selesai di bab7:28, “Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya.” Mengapa? Ayat 29, “sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana ahli Taurat itu mengajar? Mereka mengutip orang rabi lain. Mereka tidak sempurna, jadi mereka memerlukan banyak orang lain yang juga tidak sempurna untuk mendukung bahan mereka. Yesus berbicara begitu saja dan Dia merubuhkan seluruh sistim agama mereka. Orang Yahudi abad pertama biasanya mengatakan seperti ini. “Apakah otoritas Anda untuk berbicara? Apakah hak Dia untuk mengatakan semua hal itu dan apakah membuktikan bahwa itu semua benar?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 8 dan 9 menjawab pertanyaan itu. Kita belajar apakah yang memberikan Dia hak untuk berbicara. Dia adalah Allah. Itulah hak-Nya, dan di bab 8 dan 9 Matius membuktikan sejelas mungkin bahwa Yesus adalah Allah. Dan bagaimana kita tahu Dia itu Allah? Karena hanya Allah dapat mencipta, dan selama dua bab dengan sembilan contoh, Yesus menciptakan situasi, menciptakan hal-hal yang sebelumnya belum ada, bahkan menciptakan anggota badan fisik baru, dan kita melihat Allah bekerja. Inilah yang menjawab pertanyaan, “Apakah otoritas-Nya berbicara dan berbuat semua ini?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat dulu ketiga mujizat mula-mula. Disini ada beberapa pemikiran umum tentang hal ini. Ada penyembuhan dari orang dengan penyakit kusta, kemudian penyembuhan orang yang lumpuh dan yang terakhir seorang wanita dengan demam. Dan ada beberapa hal penting yang kita perlu perhatikan tentang ketiga mujizat pertama ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, ini mulai pada tingkat terendah dari kebutuhan manusia – hal fisik. Hidup lebih dari hal fisik saja, memang, namun Yesus juga simpatik terhadap hal fisik. Ini luar biasa bahwa mujizat Yesus bukan hanya mujizat rohani saja, atau yang berurusan dengan kenyamanan atau kekayaan atau keadaan atau kuasa pemeliharaan; tetapi mereka juga menjamah orang pada kebutuhan fisik mereka. Dia menyentuh penyakit manusia sedalam-dalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam kelompok mujizat kedua, Dia berurusan lebih banyak dengan hal rohani; dan dalam kepompok mujizat ketiga Dia bahkan berurusan dengan musuh manusia terbesar, yaitu kematian, waktu Dia membangkitkan orang mati. Namun pada saat ini Dia berurusan dengan kebutuhan manusia fisik yang menunjukkan kita bukan saja kuasa Kristus namun juga kerelaan-Nya untuk menolong kita dengan kebutuhan kita yang paling dasar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Dia merespon dalam ketiga kasus ini kepada permohonan. Ini memperlihatkan kita belas kasihan-Nya. Pertama orang kusta itu mengatakan kepada Dia, “Jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku.” Kedua, seorang perwira mengatakan, “Hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,” dan Dia mengatakan, “Aku akan datang.” Ketiga menurut Lukas dalam bagian paralel, teman-teman keluarga Petrus mengatakan kepada Yesus, “Ibu mertuanya sedang sakit, apakah Tuhan mau menolong dan menyembuhkannya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang perlu kita catat adalah di setiap keadaan Yesus bertindak berdasarkan keinginan-Nya sendiri. Meskipun Dia simpatik dan meskipun pada saat yang sama Dia juga penuh belas kasihan, Dia juga berdaulat dan itu penting. Setiap kali Dia bertindak karena Dia ingin bertindak. “Aku mau, jadilah engkau tahir. Aku akan datang menyembuhkannya. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keempat, Dia menyentuh seseorang yang di mata orang Farisi dan orang Yahudi berada di tingkat manusia yang paling rendah. Pertama orang berpenyakit kusta, yang dianggap orang menjadi kotoran dunia; kedua orang non-Yahudi dan ketiga seorang perempuan. Tahukah Anda bahwa Yesus mementingkan orang rendah hati dan yang lemah lembut dan yang diasingkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam bagian ini, kuasa-Nya sungguh luar biasa. Dia mentahirkan orang kusta, menyembuhkan seorang hamba dan membangunkan seorang perempuan, menguasai laut, mengusir roh-roh, memberi penglihatan kepada orang buta, orang lumpuh bisa jalan lagi, orang bisu dapat berbicara, Dia menyembuhkan penyakit apapun juga yang dibawa kepada Dia. Dan jika Anda melihat lagi permulaannya Matius, Anda akan mengerti bahwa ini hanya satu pengesahan tambahan bahwa Kristus adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bab pertama, silsilah-Nya membuktikan kualifikasi Mesias itu sah. Bab kedua, kelahiran-Nya menggenapkan semua nubuatan persyaratan Mesias. Dan kemudian pembatisan-Nya membuktikan ada persetujuan ilahi dari Allah Bapa. Godaan Iblis membuktikan persyaratan rohani-Nya sebagai Mesias. Khotbah-Nya membuktikan kualifikasi teologia-Nya sebagai Mesias, dan sekarang mujizat-mujizat sekali lagi membuktikan bahwa Dia adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa bab 8 mulai lagi dimana bab 4 berhenti? Khotbah di Bukit hanya berada ditengah-tengahnya. Ingat Matius 4:23-24, “Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ribuan penyembuhan yang tak terhitung dilakukan dan Yesus menyembuhkan semua orang yang datang kepada-Nya. Dan sekarang perhatikanlah tiga mujizat yang pertama yang kita telah perkenalkan kepada Anda. Untuk malam ini, kita hanya akan mempelajari yang pertama saja dulu. Marilah saya membacanya kepada Anda...</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 8:1-4, “Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku." 3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. 4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu saja, kisah kecil yang indah. Marilah saya mencoba untuk menjelaskan apa sebenarnya yang dikatakan. Ayat 1 mengatakan, “Setelah Yesus turun dari bukit.” Iya, Ia baru datang dari bukit dimana Dia baru mengajarkan Khotbah di Bukit dekat desa Kapernaum, “orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.” Mengapa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bukan karena mereka mengasihi-Nya, itu bukan karena mereka percaya kepada- Nya. Alasan mereka adalah mereka penasaran, karena mereka belum pernah mendengar seseorang berbicara dengan otoritas seperti itu dan mereka belum pernah melihat seseorang yang dapat menyembuhkan orang secara total instan. Ayat 2, “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya.” Yang menarik adalah bahwa orang sakit kusta tidak pernah datang begitu saja, namun orang ini lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda memahami penyakit kusta di dalam Alkitab? Ini datang dari perkataan Yunani lepros, yang berarti bersisik. Di Perjanjian Lama ada kata Ibrani lain yang juga menterjemahkan kusta yang berasal dari kata Ibrani yang juga berarti bersisik. Jadi didalam kedua hal ini, ini merujuk ke semacam penyakit kulit bersisik yang kelihatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi karena penyakit ini sangat mengerikan itu masalah besar; dan Allah memberikan mereka hukum-hukum untuk menangani penyakit kusta ini supaya jangan mereka ketularan. Ada pernyataan di Lukas 4:27 yang mengatakan ada banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa baca sendiri tentang itu di Imamat 13. Ada bermacam tes dan semua pasien harus diperiksa dengan teliti. Jika ada yang penyakitnya parah, bab ke 13 harus diikuti dengan berbagai cara perawatan yang ditentukan. Sekarang bacalah ayat 45, “Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama sisa hidupnya dia harus mengumumkan itu kemana saja dia pergi. Supaya tidak ada orang yang akan mendekati dia. Talmud mengatakan Anda tidak bisa lebih dekat dari pada enam kaki kepada orang kusta, dan saat ada angin paling dekat 50 meter. Ada 61 jenis kekotoran batin di dalam Yudaisme. Kekotoran pertama paling atas di daftar adalah mayat, dan nomor 2 adalah orang kusta. Tidak ada yang mendekatinya dan tidak ada yang menyentuhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal pertama yang dilakukan kusta, selain dari gejala fisik seperti kulitnya bersisik dan sebagainya, adalah menyerang sistim saraf dan segera menyebabkan tidak ada perasaan di anggota-anggota badan. Mata diserang dan itu menyebabkan kebutaan, gigi diserang sampai rontok. Organ internal diserang sehingga kemandulan terjadi. Penyakit ini mengerikan dan sangat ditakuti dan tidak ada obatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penyakit kusta adalah ilustrasi dosa yang paling jelas. Dosa mencemarkan seluruh tubuh. Dosa itu jelek dan tidak dapat disembuhkan. Dosa itu menjalar, dosa memisahkan dan mengasingkan dan menjadikan orang itu buangan. Jadi setiap orang kusta bukan saja hidup dengan penyakitnya, namun dia juga hidup sebagai ilustrasi dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah itu menherankan bahwa Yesus memperlihatkan bahwa sang Mesias peduli dengan orang seperti itu sambil mengabaikan semua orang Farisi yang sakit di kota itu? “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya.” Dia melakukan sesuatu yang dilarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada empat hal yang luar biasa dari orang sakit kusta ini. Pertama, dia datang dengan keyakinan. “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya.” Pasti orang- orang disana cepat lari. Disini ada orang yang begitu putus asa sehingga dia tidak peduli pendapat orang, benar? Josefus mengatakan bahwa orang berpenyakit kusta di perlakukan seperti orang mati. Namun itu tidak akan menghentikannya. Bisa saja dia dianggap seperti orang mati akan tetapi dia tetap maju.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kedua dia datang dengan hormat, “lalu sujud menyembah Dia dan berkata, “Tuhan.” Disini ada orang berpenyakit kusta yang dari luar sakit dan kotor, namun dari dalam dia menghormati dan menyembah. Dia percaya dia berada di hadirat Allah, dan dia menyadari hal itu, dan jiwanya menghadap kepada Allah. Karena dia mengerti bahwa jiwa lebih penting dari pada tubuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, dia datang dengan kerendahan hati. Dia mengatakan, “Tuhan, jika Engkau mau.” Dia tidak menuntut sesuatu. Dia tidak menggerutu karena dia menjadi sakit, dia tidak membicarakan haknya, bahkan dia tidak menyatakan keinginannya. Dia hanya mengatakan, Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan sanggup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya dia datang dengan iman, “Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku.” Dunamis, kuasa itulah perkataannya di bahasa Yunani. “Engkaulah berkuasa. Engkau sanggup. Aku tahu itu, aku yakin akan hal itu.” Dan Lukas yang selalu memberikan kita analisis klinis semua hal karena dia seorang doctor, mengatakan, “Dia penuh kusta.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3, “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu.” Dan kita dapat menambahkan, “dan semua orang disana tertjengang.” Tidak ada seorangpun yang menjamah orang kusta, Imamat 5:3 mengatakan kita selalu dilarang untuk menyentuh kenajisan sesseorang. Yesus tidak perlu menjamahnya. Dia berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir. Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua mujizat Yesus terjadi langsung. Tahukah Anda ketika manusia menyentuh kenajisan, kita sendiri menjadi najis. Ketika Dia menyentuh kenajisan, kenajisan itu hilang. Ketika kita menyentuh orang sakit, kita ketularan. Ketika Dia menyentuh penyakit, langsung orang itu sembuh. Itu benar kuasa tulen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tangan yang layu itu langsung menjadi tangan indah. Dahi yang telah dimakan, mata dengan alis dan bulu mata yang tidak ada lagi, kulit bersisik yang berdarah yang ada bagiannya yang hilang, hidung dan tenggorokan dan mata yang hancur, jari tangan dan kaki yang terlihat seperti cakar dan telah pudar dan langsung, secara instan, ia kembali utuh total, indah dan bersih lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa memanggil semua penyembuh di seluruh dunia dan mereka boleh mengambil orang berpenyakit kusta pilihan mereka, dan mereka tidak akan sanggup melakukan ini. Hanya Allah sanggup melakukan ini. Mereka tidak sanggup menciptakan kembali anggota-anggota tubuh, jari, kaki dan kulit. Yesus melakukan itu langsung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ujian pertama saat Kristus masuk ke dalam hidup Anda? Satu perkataan kecil yang mulai dengan K, Kepatuhan. Ayat 4 mengatakan, “Iya, Anda sekarang sudah sembuh. Sekarang berbuatlah dua hal ini. Pertama, lakukanlah apa yang diperintahkan Musa. Taatilah hukum Allah dan Musa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mungkin Anda berkata, “Mengapa Yesus memerintahkan dia supaya jangan memberitahukan ini kepada siapapun?” Karena para imam akan mengkonfirmasikan melalui semua pemeriksaan mereka bahwa dia tahir, dan kemudian akan menemukan itulah Yesus, dan melalui kesaksian mereka sendiri dan pemerikasaan mereka sendiri mereka akan mengkonfirmasikan kekuasaan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang terjadi? Dia tidak melakukan itu. Dia begitu gembira sehingga ia gagal taat. Coba pikirkan hal ini. Yesus mengatakan, “Apa yang lebih sukar, menyembuhkan penyakit atau mengampuni dosa? Dia mengatakan hal itu beberapa kali memakai perkataan yang berbeda. Tahukah Anda mengapa? Karena bukan saja Dia menyatakan kekuasaan-Nya atas penyakit, namun setiap mujizat juga mengilustrasikan kekuasaan-Nya atas dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ikutilah pikiran ini pada kesimpulannya. Penyakit kusta, kenajisan, sama seperti dosa. Dosa itu luas, dosa itu jelek, dosa itu menular dan dosa tidak ada obatnya. Namun si orang kusta ini datang dengan kepercayaan diri. Mengapa? Karena dia sudah putus asa oleh karena penyakit kustanya, benar? Dia merasa perasaan seperti itu dan konversi terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang diselamatkan saat mereka putus asa oleh karena penyakit dosa mereka. Dan saudara-saudari, itu yang sering tidak ada diantara orang-orang zaman ini. Orang ini datang. Dia tidak peduli tentang semua stigma sosial, dia kehilangan rasa takutnya yang mengucilkan. Dia tidak peduli lagi, dia hanya kewalahan dengan penyakitnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Datang kepada Kristus bukan ikut-ikutan orang. Itu keberadaan dalam keadaan celaka dan menyadarinya. Lebih baik tidak bicara dan memperlihatkan dunia bahwa Yesus telah merubah hidup Anda melalui pemeriksaan mereka sendiri, dari pada cerita kepada semua orang dan tidak dapat mendukung hal itu dengan cara hidup Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bertaatlah, dan ditengah ketaatan Anda, Allah akan memanifestasikan kekuasaan Kristus yang mentransformasikan. Kehidupan Anda yang akan bersaksi paling kuat, bukan kata-kata Anda. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jun 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120603</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000112</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah respon Anda?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000113"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:24-29" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:24-29</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi terakhir kali Matius 7. Kita mulai melihat bagian terakhir dari Khotbah di Bukit dan kita ingin meyelesaikan pelajaran itu malam ini. Saya ngaku bahwa ada banyak pikiran yang masuk ke otak saya tentang bagian Firman ini sewaktu saya merenungkan pesan malam ini. Saya ingin kita fokus ke ayat 24-27 lagi dan ada komentar sedikit tentang dua ayat terakhir itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai dengan ayat 24 Tuhan kita mencapai puncak khotbah ini dengan mengatakan, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” 28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini di US kita selalu diperingatkan betapa perlunya ada fondasi yang baik untuk rumah. Gempa bumi selalu meretakkan fondasi dan banjir selalu ada caranya untuk menghancurkannya sama sekali. Tes tanah secara teliti dilakukan, pemerikasaan tanah dengan mengambil keluar tanah ekspansif dan menggantikannya dengan tanah baru supaya memastikan fondasi itu akan menahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keadaan itu sama di Palestina. Disitu biasanya kering dan jarang hujan di kebanyakan tempat namun ketika ada hujan tanah itu hanya dapat meresap sedikit saja dan waktu hujannya deras selalu ada banjir. Dan rumah-rumah kena banjir dengan cara yang sama seperti disini. Jadi kita perlu merencanakannya dan harus ada persediaan pembangunan yang sama seperti disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus ingin menjelaskan hal ini di ayat-ayat 24-27. Ada orang yang tidak memikirkan masa depan dan dia bekerja keras membangun rumahnya namun ia sama sekali tidak memikirkan fondasinya, dan ia dinamakan orang bodoh di ayat 26. Ada orang lain yang juga membangun rumahnya yang ingin memastikan bahwa fondasinya dibangun diatas batu dasar dan ia dinamakan orang bijaksana di ayat 24. Jadi kita melihat disini kisah yang sederhana, dua orang membangun rumah masing-masing, yang satu bijaksana dan yang satu bodoh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kelihatannya sebagai kisah sederhana malah suatu komentar yang mengejutkan tentang orang yang memiliki pengetahuan kepala namun hati mereka hampa. Perhatikanlah apa yang Dia katakan di ayat 24 dan 26, “Setiap orang yang mendengar.” Inilah orang-orang yang mendengar pesan itu dan mereka mengertinya, namun hanya yang bijaksana melakukannya dan yang bodoh tidak melakukannya. Jika kita mengerti bahwa Yesus adalah hakim akhir semua orang maka perumpamaan pembangunan diatas batu dan pasir ini adalah realitas yang menakjubkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ingatlah kita mengatakan malam ini bahwa Yesus mengakhiri khotbah ini dengan suatu undangan di ayat-ayat 13 dan 14. Dan undangan ini mengatakan pada dasarnya, masuklah pintu yang sempit yang menuju kepada kehidupan. Namun ini bukan soal gampang karena dua alasan, yang satu adalah karena ada nabi palsu dan yang kedua karena ada pengakuan yang palsu. Anda akan ditipu orang lain atau Anda akan menipu diri sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita semua hidup dibawah beberapa ilusi dan itu adalah bagian dari sifat manusia untuk menutupi kesalahan dan kekurangan diri sendiri. Jadi ini bukan soal gampang karena kita ada kecenderungan untuk menipu-diri. Pertama, Dia mengatakan ada mereka yang mengatakan namun tidak melakukan di ayat 21 sampai 23, mereka megatakan mereka mengenal Kristus namun mereka tidak melakukan apa yang diajarkan Kristus. Dan dikotomi ini menunjukkan mereka tidak sah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di ayat-ayat 24 sampai 27 ada orang yang mendengar namun tidak bertindak, mereka mengerti di otak namun mereka tidak mengerti di hati mereka. Kelompok pertama memiliki kata-kata hampa dan kelompok kedua memiliki hati-hati hampa. Ada orang yang tertipu memikir mereka orang Kristen karena mereka memiliki banyak pengetahuan tentang kekristenan. Sama seperti orang yang berpikir mereka Kristen karena mereka sering membicarakan kekristenan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat-ayat 24 sampai ke 27 Tuhan memperingati kita lagi apakah standar kebenaran yang diperlukan untuk masuk kedalam Kerajaan Allah, dan hanya saat kehidupan Anda dibangun diatas standar itu tidak peduli seperti apa kelihatannya dan tidak peduli apa pengetahuan otak Anda dan sebagaimanapun Anda beraktivitas rohani pada saat ada banjir Anda akan hanyut jika Anda hanya memiliki pegetahuan kepala.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa orang Yahudi telah mengembangkan suatu sistim usaha, kebenaran, suatu sistim bikinan manusia dari usaha daging yang jauh kekurangan, dan Allah datang dan menawarkan mereka kebenaran tulen. Namun sebelum mereka dapat menerima kebenaran sejati itu mereka harus mengakui bahwa sistim mereka sendiri bankrut, dan karena itu mereka harus datang dengan suatu sikap kebahagiaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perkataan ini ditujukan kepada orang yang mengaku mengenal Allah, yang memikir mereka Kristen. Saudara-saudari, banyak orang mendengar ajaran Kristus namun hanya mereka yang melakukannya ada di dalam Kerajaan. Itulah pokoknya. Banyak orang mendengar namun saat kita menyelidiki kehidupan mereka semua hanya mendengar tanpa ada perbuatan. Bahkan Tuhan mengatakan, hanya badai akan menyatakan kebenaran, dan kemudian kita akan tahu siapakah bijaksana dan siapakah bodoh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Yesus mencoba supaya orang Farisi turun dari menara keangkuhan mereka dan melihat hidup mereka sendiri dan mengerti betapa bankrutnya mereka pada dasarnya. Karena itu satu-satunya tempat dimana keadaan mereka sebenarnya kelihatan. Yang satu membangun diatas batu pada akhir ayat 24, petra, yang yang artinya dalam bahasa Yunani adalah batu. Yang satunya membangun diatas pasir, ayat 26, dan perkataan itu di dalam bahasa Yunani adalah ammon, yang artinya pasir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi membangun diatas dasar batu adalah bijaksana, hanya orang bodoh akan membangun diatas pasir yang bergeser di laut atau di padang gurun. Nabi-nabi palsu akan mencoba menjual plot–plot pasir. Orang itu bodoh membangun diatas pasir karena badai akan merubuhkan pasir itu, ayat 27, dan rumah itu akan jatuh dan hancur. Akan tetapi jika rumah itu dibangun atas batu dan fondasinya kuat maka badaipun tidak akan merubuhkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi kita melihat teguran besar agama orang Farisi. Mereka tidak peduli kerohanian jiwa, mereka tidak peduli hati yang murni, mereka tidak peduli perilaku berintegritas, mereka tidak peduli ketaatan kepada Allah, dan mereka membangun bangunan rohani mereka diatas pasir. Mereka berdoa, memang, dan mereka berpuasa, tentu, dan mereka pasti beramal namun hanya untuk pameran umum untuk menunjukkan kepada orang kesalehan mereka dan untuk membesarkan reputasi mereka. Agama mereka adalah soal luar saja dan itu semua pasir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali orang yang mengaku Kristen menjauhkan diri dari tindakan kekerasan eksternal namun mereka tidak ragu-ragu mencuri nama baik tetangga mereka dengan memfitnah mereka. Mereka memberi perpuluhan teratur namun tidak segan menawarkan barang mereka lebih daripada seharusnya dan menipu langganan mereka dengan membujuk diri bahwa bisnis adalah bisnis. Mereka mementingkan hukum manusia lebih dari hukum Allah karena mereka tidak takut akan Dia. Inilah membangun diatas pasir, mereka tidak masuk pintu yang sempit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jalan lebar yang menuju kepada kebinasaan semua adalah pasir. Namun orang lain membangun diatas batu di akhir ayat 24. Ketika Anda mengatakan Anda membangun diatas batu, apakah artinya? Iya, batu itu adalah Allah dan Anda benar-benar membangun hidup Anda atas Allah. Dalam Mazmur 18:2 dikatakan, “TUHAN adalah bukit batu-ku.” Atau kita dapat mengatakan batu itu adalah Kristus. Petrus mengatakan bahwa Kristus adalah batu penjuru. Namun banyak orang yang mengatakan mereka telah membangun hidup mereka atas Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagian ini menjelaskan lebih lanjut khususnya artinya batu itu. Apakah itu “setiap orang yang mendengar perkataan-Ku,” yang membangun diatas batu? Tidak! “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya membangun rumahnya diatas batu.” Jadi apakah artinya batu itu? Itu berarti ketaatan kepada Firman Allah. Itulah batu. Tuhan kita mengatakan bahwa mempraktekkan firman-Ku adalah fondasi batu jemaat yang benar-benar ditebus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 16:13-18, “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Dan apakah batu karang ini (=petra)? Fondasi batu dasar itu adalah Firman Allah, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Berdasarkan pernyataan kebenaran itu Aku akan membangun gereja-Ku. Kata petra dari Matius 16 adalah Firman Allah dan begitupun petra dari Matius 7 adalah Firman Allah juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang dikatakan Tuhan kita? Dia mengatakan bahwa orang yang hidup dan hanya mendengar saja dan tidak pernah bertindak hanya memiliki pasir. Dan pasir itu artinya apa? Itu berarti kehendak manusia yang selalu berubah, pendapat manusia, sikap manusia dan filsafat manusia yang selalu berubah seperti pasir. Disisi lain orang bijaksana yang mendengar Firman Allah dan membangun hidupnya atas Firman Allah itu memiliki fondasi batu. Dan itu berarti hidup penuh ketaatan kepada Firman Allah yang tidak berubah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 8:30 dikatakan, “Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.” Mereka mendengar, mereka mengerti dan mereka menerima.” Namun di ayat 31, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada- Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Jadi bukan saja mendengar dan percaya, yang menjadi batu itu adalah menetap dalam ketaatan kepada Firman Allah. Yakobus 1:22-24 mengatakan, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dikatakan Tuhan kita di Khotbah di Bukit, jika Anda mendengar dan tidak melakukan itu Anda menipu diri. “23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 1:21, 23 kita membaca ini, “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya.” Wah, ini bagus sekali. Dia telah memperdamaikan Anda, namun bacalah terus di ayat 23, “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar.” Dengan kata lain, mereka yang benar selamat adalah mereka yang terus hidup dalam ketaatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Yohanes 2:3, “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.” Nah, bukan saya yang mengatakan ini, saudara- saudari, Tuhan Allah mengatakan ini, para rasul mengatakan ini. Janganlah tertipu. Titus 1:16, “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.” Tanpa ketaatan tidak ada keselamatan sah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi membangun diatas batu berarti menaati, lihatlah hidup Anda, selidikilah diri, apakah Anda rindu akan Firman Allah? Atau Anda tidak mematuhi dan selalu membenarkan ketidaktaatan itu? Bukti satu-satunya Anda telah diselamatkan adalah hidup ketaatan, itulah bukti Anda benar-benar mengakui Ketuhanan Yesus Kristus. Itulah intinya pesan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hidup macam apakah ini? Ini kehidupan yang memiliki pandangan Alkitabiah terhadap dirinya, sikap kebahagiaan, yang memiliki sikap Alkitabiah terhadap dunia, ini melihat dirinya sebagai kehidupan yang memelihara terang dunia dan berada di dalam dunia namun tidak menjadi bagian dari dunia itu. Inilah sikap terhadap Firman Allah, tanpa merubahnya namun dengan menerima setiap perkataan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menawarkan kita hidup macam itu yang memiliki sikap Kebahagiaan terhadap moralitas, yang tidak mencoba untuk melakukan apa saja asal tidak tertangkap, yang bukan eksternal akan tetapi internal. Yang memiliki sikap Alkitabiah terhadap perkataan kita, terhadap perbuatan kita dan terhadap motivasi kita. Sikap Alkitabiah terhadap uang, terhadap barang, terhadap orang, terhadap semua hal yang Dia bicarakan di Khotbah di Bukit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah sikap para pendeta terhadap gelombang baru diantara orang Kristen dengan mereka yang masih belum menikah namun sudah hidup bersama? Keselamatan adalah mengakui standar ilahi itu, dan berikutnya merasa keberdosaan besar sekali, dan memohon belas kasihan Allah untuk menerima kebenaran-Nya karena Anda ingin memenuhi Firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang itu tidak berkata, iya saya akan datang kepada Kristus dan saya ingin diselamatkan namun saya tidak mau mengikuti semua hal ketaatan itu. Kalau demikian Anda bukan orang Kristen. Orang berkata kepada saya, kenal si Anu dan saya yakin dia telah diselamatkan karena kejadian ini dan itu namun mereka tidak pernah datang ke gereja dan mereka tidak peduli dan mereka lagi marah dengan jemaat. Kemungkinan besar mereka tidak mengenal Kristus dan mereka menipu dirinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi tidak mau diajarkan; mereka sama sekali tidak mau mendengar. Banyak sekali orang yang mengaku Kristus namun mereka tidak mau mendengar apakah persyaratannya, mereka tidak mau tahu ongkosnya dan mereka tidak mau belajar cara yang benar untuk membangun kehidupan mereka. Mereka ingin memakai cara mereka sendiri dan tujuan mereka sendiri dan keinginan mereka sendiri dan desain mereka sendiri, dan saat Anda pergi ke mereka dan mencoba untuk mengajarkan mereka apa yang benar mereka tidak mau tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Tesalonika 1:10 mengatakan, “Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.” Mengapa? Karena iman kita tulen! Pada suatu hari akan datang waktu penghakiman, Wahyu 20 secara khusus memberitakan kita apa yang akan terjadi. Inilah kematian yang kedua. Dan siapapun yang namanya tidak tercantum dalam buku kehidupan itu akan dilempar kedalam lautan api. Itu adalah penghakiman akhir Takhta putih besar dan itulah harinya kita akan mendengar “Tuhan, Tuhan,” dan jawaban-Nya, “enyahlah dari pada-Ku, Aku tidak pernah mengenal kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, Setan itu pendusta, benar? Dan penipuan Iblis yang terbesar adalah supaya orang memikir dia Kristen padahal mereka tidak. Karena jika Anda tidak tahu ada masalah Anda tidak lagi mencari jawaban untuk masalah itu. Hari Penghakiman itu akan datang, jadi Anda sebaiknya harus melihat fondasi hidup Anda itu seperti apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 30:12 mengatakan, “Ada keturunan yang menganggap dirinya tahir, tetapi belum dibasuh dari kotorannya sendiri.” Nah kadang kala semua dari kita mungkin tersandung dalam dosa, namun jika ini menjadi pola hidup Anda, Anda masih belum masuk ke dalam Kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah akibatnya Khotbah di Bukit dari Yesus? Apakah respon orang pada hari itu? Apakah ada kebangkitan rohani yang besar, banyak orang bertobat? Tidak, ayat 28, “Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, orang banyak itu “bertobat” mendengar pengajaran-Nya, tidak? Tidak, mereka tidak bertobat, mereka “takjub, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka heran, merka takjub, mereka bingung, namun dalam bahasa Yunani secara harfiah itu berarti indera mereka terserang, dalam bahasa biasa ini berarti mereka tercengang. Mereka tidak pernah melihat kebijaksanaan seperti itu, mereka tidak pernah melihat pembicaraan yang begitu mendalam, setiap dimensi hidup manusia disentuh dengan perekonomian kata-kata yang menakjubkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka belum pernah mendengar wawasan yang begitu mendalam ke dalam hukum Allah dan dosa manusia. Mereka belum pernah mendengar peringatan yang begitu menakutkan tentang neraka dan penghakiman, mereka belum pernah mendengar seseorang yang terang-terangan melawan para pemimpin agama waktu itu. Mereka kaget Dia tidak menggunakan orang lain sebagai otoritas melainkan berdiri di atas otoritas-Nya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disitulah ini berakhir. Mereka heran, namun respon mereka tidak benar. Mereka tidak bisa percaya bahwa ada Orang yang mengklaim Dia adalah Allah Yahweh, bahwa Dia juga mengklaim adalah Hakim semua orang, mereka tidak percaya bahwa Orang seperti itu bisa menjadi Raja, jadi mereka hanya memperlihatkan ketakjuban.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah respon Anda? Tujuan kekal Anda bergantung kepadanya. Hidup Anda dibangun baik diatas batu atau diatas pasir, diatas ketidaktaatan atau diatas ketaatan, dan itulah satu-satunya pembukti yang dapat mengesahkan iman Anda. Saya berdoa kepada Allah supaya iman Anda di dalam Kristus. Marilah kita tunduk dalam doa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 May 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120527</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000113</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah ketaatan itu penting?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000114"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:24-27" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:24-27</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Alkitab Anda ke Matius 7:21-27. “21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada yang lebih serius untuk orang-orang beragama untuk mendengar kata- kata seperti itu. Khususnya bagi orang yang mengaku mereka Kristen karena Tuhan kita mengatakan bahwa banyak orang keliru tentang tempat akhir masa depan mereka. Yesus menunjukkan di bagian ini betapa seriusnya kata-kata kosong yang datang dari hati yang hampa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mengerti bahwa ada orang yang menolak Kekristenan, yang sama sekali tidak mau ada hubungan dengan Yesus Kristus dan tidak mau tahu tentang Alkitab. Namun jauh lebih mengejutkan untuk menyadari bahwa banyak orang yang mengatakan, “Tuhan, Tuhan,” kepada Yesus Kristus, yang secara terbuka mengaku mereka tertarik kepada-Nya sehingga mereka telah berfungsi dalam nama-Nya, tapi pada akhirnya mereka mendengar bahwa mereka tidak akan masuk ke surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan akhir tidak ditentukan oleh apa yang dikatakan. Itu ditentukan oleh apa yang dilakukan. Ini bukan tentang pengakuan Kristus, ini semua tentang ketaatan kepada Kristus. Ini bukan berarti pengakuan verbal Kristus itu buruk, tidak, ini baik dan perlu. Kita harus mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya di dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 10:9-10, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Ini juga pekerjaan Roh Kudus karena di 1 Korintus 12:3 kita baca bahwa tidak seorangpun sanggup membuat pengakuan ini tanpa pekerjaan Roh Kudus. Namun itu tidak bisa berdiri sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di belakang pengakuan itu harus ada kehidupan yang diserahkan kepada pelayanan yang berhubungan dengan Yesus Kristus. Dan semua aktivitas itu sendiri harus memperlihatkan itu. Bernubuat di Perjanjian Baru tidak berarti memprediksi masa depan, ini berarti menerangkan. Ini berbicara dalam nama Kristus. Mereka mengklaim mereka telah memiliki kuasa atas setan-setan demi nama itu. Bahkan ada yang telah berbuat mujizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita melihat kehidupan yang dapat dibilang adalah kehidupan seorang pendeta atau misionaris, kehidupan guru injil bahkan juga kehidupan seorang Rasul yang dapat melakukan mujizat dan berkuasa diatas Setan. Jadi ini bukan orang biasa yang mengklaim Tuhan, Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengaku Kristen dan hidup kehidupan yang berdosa akan mengekspos Anda pada suatu hari sebagai orang munafik. Pengakuan saja tidak bernilai namun ada penghujatan yang jauh lebih besar daripada kadang-kadang menyalahgunakan nama Allah. Penghujatan yang lebih besar adalah memakai nama Allah namun tidak ada komitmen kepada Dia. Nah, itulah kehidupan penghujatan total.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melihat pernyataan, “Aku tidak pernah mengenal kamu,” dalam bahasa asalnya, mungkin itu lebih baik diterjemahkan, “Tidak pernah Aku mengakui kamu sebagai milik-Ku.” Ini berarti tidak ada hubungan intim dengan Anda. Itu artinya “mengenal” secara Alkitabiah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat menakutkan untuk memikir bahwa akan ada orang yang akan dilempar kedalam neraka yang sebagian besar dari hidup mereka telah memberi kesaksian atas kepercayaan mereka kepada Yesus Kristus. Namun Allah tahu bahwa perkataan mereka hampa. Sekarang perhatikanlah Matius 7:24-27, ilustrasi ini memperlihatkan kondisi sebenarnya hati itu dibelakang kata-kata kosong itu dibanding hati dibelakang pengakuan iman yang murni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengarkanlah sekali lagi, "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita melihat lagi suatu kontras yang Allah memberikan kepada kita supaya kita mengingatnya. Kita telah melihat dua macam pohon yang menghasilkan buah buruk dan buah baik, kita telah melihat dua pintu, dua jalan, dua macam orang dan dua tempat akhir. Dan sekarang kita akan melihat pembangunan dua macam rumah yang keduanya akan mengalami badai dan penghakiman yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kontras disini adalah antara orang yang mendengar Firman Allah dan mematuhinya dan orang yang mendengar Firman Allah dan mengabaikannya. Ini adalah tentang ketaatan terhadap ketidaktaatan. Dan kontras ini antara yang yang taat dan yang tidak taat digambarkan sebagai dua pembangun rumah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kata-kata ini ditujukan kepada mereka yang mengaku mengenal Allah. Namun kelompok ini dibagikan ke dalam dua sub kelompok, yaitu mereka yang benar mematuhi dan mereka yang tidak. Jadi perhatikanlah di ayat 24 mereka yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya dan di ayat 26, mereka yang mendengar perkataan-Ku yang yang mengabaikannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang mengherankan dari ilustrasi ini adalah bahwa dari luar tidak ada perbedaannya. Keduanya kelihatannya sama. Perbedaanya hanya di bagian yang tidak kelihatan, benar? Itu bukan atapnya, bukan dindingnya, bukan jendelanya atau pintunya, perbedaannya ada di fondasinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus membicarakan orang-orang yang menjadi anggota gereja yang kelihatan, yang telah mendengar Firman Allah. Mereka telah mendengar perkataan Yesus. Mereka datang ke rapat-rapat, mereka mendengar khotbah-khotbah, mereka ikut pemahaman Alkitab dan mungkin mereka masuk universitas Kristen, mungkin mereka ke seminari dan mungkin mereka sering baca buku Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi yang dikatakan Yesus adalah bahwa tidak mungkin ada cara untuk membedakan yang benar dari yang palsu sampai saatnya ada badai. Badai itulah yang menyatakan siapakah benar. Saat itu kita akan melihat siapa yang membangun seperti orang bijak dan siapa yang membangun seperti orang bodoh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat apa yang sama. Mereka berdua membangun rumah yang berarti kehidupan penuh aktivitas rohani, mereka juga membangunnya di tempat yang sama, karena ada badai yang sama untuk kedua rumah itu. Orang percaya benar dan orang percaya palsu bekerja bersampingan. Sama seperti dikatakan Tuhan kita di Matius 13, gandum dan lalang itu bertumbuh bersama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan waktu perpisahan itu terjadi pada saat penghakiman. Seringkali saat ada pembaptisan di hari Minggu kita mendengar, “Saya hidup sepeti orang Kristen dari luar, namun saya sebenarnya bukan Kristen dari dalam, saya dibesarkan di gereja dan perilaku saya seperti seharusnya namun saya tidak mengenal Tuhan.” Ini bukan pengalaman luar biasa, ini malah biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membangun rumah itu di tempat yang sama yang menempatkan mereka di dalam lingkungan orang percaya sejati. Mereka kelihatannya sama. Boleh dibilang mereka membangun rumah mereka sesuai dengan perkembangan Kristen. Dari luar rumah mereka sama seperti semua rumah Kristen yang lain. Perbedaan satu-satunya adalah fondasinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Tuhan mengatakan, “Janganlah memisahkan gandum dari lalang dalam pikiran kamu sendiri, Anda tidak mungkin tahu, hanya Tuhan sajalah yang tahu dan itu akan dinyatakan saat penghakiman terakhir. Yang satu membangun berdasarkan batu bedrock dan yang lain membangun diatas pasir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang itu bodoh sekali membangun diatas pasir karena ketika badai datang, rumahnya akan hancur. Disisi lain, diakhir ayat 24, “orang yang bijaksana mendirikan rumahnya diatas batu dan kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya membangun diatas pasir? Nah orang yang membangun diatas pasir tidak peduli akan Firman Allah dalam hal ketaatan, dia tidak hidup dengan ketaatan yang saleh dan tidak ada ketaatan karena kasih. Tidak mementingkan kerohanian jiwa yang benar. Tidak memedulikan kemurnian hati. Tidak ada perilaku berintegritas. Hukum Allah tidak dikasihi. Tidak ada keinginan untuk menyenangkan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang membangun diatas pasir berdoa, dan memberi uang dan bekerja dalam kerangka kehidupan Kristen, namun hanya untuk merasa baik tentang dirinya sendiri. Itu agama eksternal. Yang diluar terlihat bagus namun tidak ada fondasi. Tubuh mereka dibawa untuk berdoa namun jiwa mereka tidak ikut. Mereka menyembah dengan mulut mereka, tetapi bukan dengan hati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya batu itu? Sudah jelas yang dimaksud dengan batu itu adalah perkataan Yesus, ayat 24, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku…” Ayat 26, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku…” Perkataan Kristus, perkataan Allah, inilah firman yang menyelamatkan, benar? Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam kedua contoh orang-orang telah mendengar perkataan Yesus. Namun saat mereka bertindak sesuai dengan perkataan itu, dan saat mereka mematuhi perkataan itu, terjadilah fondasi yang akan bertahan dalam banyak pencobaan dan penghakiman ilahi. Hidup penuh ketaatan menyatakan keselamatan sejati. Jika itu tidak ada, itu berarti ada penipuan. Yohanes 8:31 mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Yakobus 1:22, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Jika Anda bukan pelaku Firman Allah Anda menipu diri dengan memikir bahwa kehidupan Anda akan dapat lulus ujian banjiran penghakiman ilahi. Di Titus 1:16, dikatakan ada orang yang “mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal yang membedakan kedua kelompok itu adalah pola penuh kasih, ketaatan yang penuh keinginan dan tunduk kepada Firman Allah. Kuncinya adalah ketaatan itu. Mendengar Firman dan menjadi pelaku adalah satu-satunya validator otentik dari keselamatan sejati. Jika Anda mengatakan, “Tuhan-Tuhan” maka langsung Anda perlu berkata, “aku budak-Mu dan aku akan mematuhi apa saja.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagi orang percaya baru langkah pertama itu adalah pembaptisan dan dengan ketaatan itu maka berkat-berkat Roh Kudus mulai mengalir dalam hal pengertian dan kemampuan untuk mengikuti Firman itu. Semua orang yang imannya besar mulai dari Abraham, mulai diminta untuk menaati sesuatu yang mereka tidak mengerti namun mereka taat secara total bahkan dalam keadaan yang sulit sekali. Dan baru setelah itu Allah mulai memberkati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak membicarakan kesempurnaan disini, kita membicarakan arah. Saya tidak taat sempurna, namun keinginan saya adalah untuk ketaatan sempurna. Itulah keinginanku, itulah kerinduan hatiku. Saya mengaku saya jauh kekurangan dan saya orang berdosa. Saya bertobat dari dosa itu dan menerima Kristus sebagai harapan satu-satunya untuk selamat dan kehidupanku telah ditransformasikan dan hatiku rindu untuk taat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam hal pembangunan diatas pasir Anda membangun dengan gampang sekali, dan dalam hal lain dimana Anda membangun diatas batu itu pekerjaan keras. Saat Anda membangun diatas pasir mulai saja tanpa ada persiapan di tanah itu. Tidak perlu membangun fondasi. Ini membicarakan orang bodoh yang terburu- buru, yang mencari jalan mudah menggunakan cara pintas yang berharap untuk hasil yang cepat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain itu dia juga sangat dangkal. Ada pendekatan yang dangkal untuk hampir semua hal di dalam budaya kita. Ada superfisialitas begitu banyak di dalam nama Yesus yang diterima orang. Tidak ada latihan dasar, tidak ada kehancuran hati, tidak ada kesedihan atas dosa, tidak ada rasa berkabung atas ketidakpatuhan. Orang bodoh itu tidak memiliki ketulusan hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain tentang orang bijaksana, di Lukas 6:47-48 dikatakan, “Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.” Apakah artinya itu? Dia tidak tergesa-gesa, tidak mencari konversi cepat-cepat, pengakuan yang ringan. Dia ingin memastikan apa yang dia lakukan adalah hal yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kedua, dia memberikan usaha maksimal. Dia menghitung biayanya. Yesus mengatakan, “lihatlah, janganlah masuk peperangan atau janganlah membangun menara tanpa memperhitungkan biayanya.” Apakah Anda mengerti behwa Tuhan minta keseluruhan hidup Anda? Pikullah salib Anda dan menyangkal dirimu, ikutilah Aku. Jika Anda mengatakan biayanya seluruh keluarga saya, maka biarlah ongkosnya seluruh keluarga Anda dan teman-teman Anda. Jika itu berarti Anda akan dianiaya sampai kepada kayu salib, biar saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang di dalam Kekristenan sekarang yang ingin mendapatkan hasil tambahan dari hubungan dengan Allah tanpa ada hubungannya. Mereka ingin diampuni tanpa ada pertobatan. Mereka ingin diselamatkan tanpa tunduk. Mereka mencari tanda-tanda dan mujizat-mujizat tanpa memiliki hubungan nyata dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran itu tidak akan tampak sampai saat ada badai. Apakah badai itu? Itu mulai dengan pencobaan dan berakhir di Hari Penghakiman. Kata ayat 25, “Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, dan hal yang sama terjadi di ayat 27. Rumah pertama tidak rubuh karena fondasinya batu. Rumah kedua rubuh secara total dan hebatlah kerusakannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda tahu Anda tidak memiliki fondasi? Disini ada beberapa hal yang perlu Anda mempertimbangkan. Apakah ada beberapa hal di dalam kehidupan Anda yang Anda tidak mau menyerahkan kepada Kristus? Apakah Anda merasa terganggu perintah Firman Allah? Apakah Anda merasa jengkel bahwa Kristus dan Alkitab membatasi Anda? Apakah Anda tidak suka ada dosa-dosa yang Anda ingin lakukan dan Anda tidak melakukan itu hanya karena Anda merasa tertekan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda datang ke gereja karena Anda mencoba untuk memberi kesan baik pada seseorang? Apakah Anda mencoba untuk masuk melalui perbuatan Anda? Itu motivasi yang salah. Anda memiliki fondasi hanya jika Anda melakukan apa yang Anda perbuat bagi Kristus karena Anda terdorong oleh kasih Anda kepada Kristus dan untuk kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 2:15 mengatakan, “Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” Jika Anda tidak dapat melepaskan dunia jahat disekitar Anda, jika Anda melakukan semua itu untuk memuliakan diri, jika Anda lebih suka kesenangan diri dari pada melepaskan kesenangan itu untuk kemuliaan Allah, salah satu dari tanda-tanda ini menunjukkan bahwa mungkin dibawah rumah rohani Anda hanya ada pasir, banyak sekali pasir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika Anda mulai dengan percaya kepada Allah dan menaati Dia walaupun Anda tidak mengerti mengapa, Anda akan mengerti itu setelah Anda taat, karena hanya setelah itu Allah akan menunjukkan, dan dalam proses ketaatan itu Allah akan menyatakan kebijaksanaan-Nya dan kasih-Nya terhadap Anda. Di dalam seluruh Alkitab mulai dengan Abraham Allah mulai dengan suatu perintah dan hanya setelah ada ketaatan dengan kerendahan hati, baru Allah memberkati mereka yang beriman kepada-Nya dan memberikan mereka jauh lebih dari apa yang mereka harapkan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 May 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120513</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000114</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perkataan hampa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000115"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:21-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:21-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Khotbah di Bukit itu sama dengan tujuan Hukum Taurat di Perjanjian Lama. Ketika Allah memberikan hukum di gunung Sinai, hukum itu tidak diberi untuk mengajarkan orang untuk menjadi baik, hukum itu diberi untuk memperlihatkan orang betapa buruknya dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus meringkaskan semua itu di Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Paulus mengatakan di Galatia 3:24, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun untuk mengantar kita kepada Kristus.” Dan itulah pada dasarnya terjadi di Khotbah di Bukit, Yesus mendukung Hukum Taurat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang hanya ada dua kemungkinan, Anda menciptakan agama Anda sendiri atau Anda ikut jalan Allah. Anda datang dengan persyaratan Anda sendiri atau Anda mengikuti persyaratan-Nya dan disitulah khotbah ini mencapai klimaks di Matius 7:13-14. Disitu Tuhan mengatakan, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah setelah Kristus mengundang kita untuk masuk pintu yang sesak itu, Tuhan menunjukkan betapa sukarnya pilihan itu sebenarnya. Jika ongkosnya bagi Allah tinggi sekali dan itu termasuk mengorbankan Anak-Nya sendiri maka ongkosnya bagi Anda juga tinggi dan itu termasuk pengorbanan Anda sendiri. Pertama itu sulit karena Anda harus menyadari bahwa Anda tidak sanggup menyelamatkan diri dan itu berarti menghilangkan kesombongan Anda dan itu memang susah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang ini seperti yang dikatakan Perjanjian Lama di Ulangan 4:29, “Engkau akan mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau mencari Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” Tidak ada seorangpun yang tersandung dan jatuh kedalam Kerajaan Allah secara tidak sengaja. Ini harus dicari-cari karena tidak gampang kelihatan. Ini sulit karena ini berlawanan arah dengan jurusan semua orang lain. Ini sulit karena Anda harus datang tanpa ada kepentingan diri, tanpa barang- barang Anda dan tanpa kebenaran diri. Anda datang sendirian dan harus ada penyesalan, pengakuan dosa, pertobatan dan kehancuran hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita baru belajar bahwa ada alasan lain mengapa sulit untuk masuk ke jalan yang sempit, dan itu karena ada nabi-nabi palsu di ayat 15. Mereka menghalang orang masuk dan mereka mendorong orang untuk masuk ke jalan yang lebar. Merekalah yang mencoba untuk mengalihkan semua orang untuk tujuan Iblis. Dan masih ada satu alasan lain mengapa hanya sedikit orang diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja mereka ditipu nabi-nabi palsu, namun ada juga orang yang menipu diri mereka sendiri yang menyebabkab mereka tidak masuk pintu sesak itu. Dan Tuhan memperingati kita akan dua macam penipuan diri ini. Nomor satu adalah dengan pengakuan lisan belaka dan nomor dua dengan pengetahuan intelektual belaka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama- Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21-23 memberikan kita suatu pengakuan lisan, ayat 21, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku.” Ayat 22, “Banyak orang akan berseru kepadaKu,” Nah inilah orang-orang yang mengatakan mereka orang Kristen. Dan kemudian dalam ayat-ayat berikutnya kita melihat mereka yang memiliki pengetahuan intelektual belaka, mereka mendengar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah sekarang akhir ayat 21 ada frase kunci disitu, “melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Jadi bukan mereka yang mengatakan saja dan bukan orang yang mendengar saja, Yesus mengatakan hanya mereka yang melakukan kehendak Allah masuk. Dengan kata lain Tuhan mengatakan jika Anda tidak hidup kehidupan yang benar, tidak peduli Anda berkata atau mendengar, Anda tetap tertipu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berita ini perlu dikhotbahkan zaman ini karena saya tahu di gereja Yesus Kristus banyak orang memikir mereka Kristen padahal mereka bukan dan hanya sedikit saja yang benar Kristen. Ini penipuan yang terbesar, Jadi Yesus mengatakan periksalah dirimu dengan teliti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang tertipu yang ada di gereja, yang hanya ikut-ikutan Yesus, yang memikir semua itu baik dan bagi mereka penghakiman itu akan merupakan suatu kekecewaan besar. Terus terang tidak ada cara yang lebih baik untuk membangunkan mereka dari pada khotbah khusus ini dari Tuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cobalah kembali ke Matius 7. Nanti ada suatu hari dimana orang akan mengharapkan pintu surga itu akan terbuka bagi mereka namun itu akan dibanting tutup di wajah mereka untuk selamanya. “Aku tidak pernah mengenal kamu.” Wah, sangat menakutkan. Banyak orang memikir mereka selamat, mereka memikir mereka aman dan penghakiman bagi mereka sangat mengejutkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa sih yang menyebabkan orang percaya dusta itu sehingga mereka pikir mereka benar selamat? Marilah saya memberi Anda beberapa kemungkinan. Pertama seringkali orang memiliki pengertian yang salah tentang doktrin keselamatan. Dengan kata lain mungkin Anda dibimbing kepada Kristus dan ada orang yang mengatakan kepada Anda, yang Anda perlu lakukan untuk menjadi orang Kristen adalah untuk berdoa doa ini dan katakanlah formula singkat ini dan Anda selamat. Jadi Anda memiliki pengertian jaminan yang salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus menceritakan di Matius 13 tentang benih firman yang jatuh ke dalam empat macam tanah, hanya satu yang berbuah dan yang jadi percaya. Jangan pikir Anda dapat menjamin keselamatan orang, Anda hanya memberikan mereka jaminan yang palsu. Biarlah Allah memberikan mereka jaminan ketika mereka menambahkan kepada iman mereka kebajikan, kesabaran, kesalehan dan kasih, maka pilihan mereka menjadi pasti, kemudian mereka akan tahu mereka telah diampuni segala dosa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal lain yang menyebabkan orang tertipu adalah kegagalan dalam pemeriksaan diri. Mereka begitu terpengaruh konsep anugerah, sehingga semuanya adalah anugerah dan semua adalah pengampunan sehingga mereka sebenarnya tidak menghadapi dosa-dosa mereka sendiri. Mereka mendengar orang bahwa mereka tidak perlu mengaku dosa-dosa mereka karena semua dosa mereka telah diampuni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Tuhan membawa kita kepada Perjamuan Kudus di 1 Korintus 11 berkali-kali terus menerus? Supaya orang dapat memeriksa diri mereka berulang kali. 2 Korintus 13:5 mengatakan, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” Kita perlu melihat dosa kita sendiri, kita perlu melihat motivasi kita, mengapa kita melakukan apa yang kita perbuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, satu hal lain yang menyebabkan orang tertipu dalam hal keselamatan adalah karena mereka terpusat kepada kegiatan rohani. Dengan kata lain mereka ke gereja, merka mendengar khotbah-khotbah, mereka menyanyi lagu-lagu dan mereka membaca Alkitab, mereka mengikuti pemahaman Alkitab, mereka mengambil kelas dan karena mereka terus berada di dalam aktivitas rohani mereka pikir mereka telah diselamatkan. Namun itu mungkin suatu ilusi besar. Banyak orang di gereja bukan Kristen, mereka adalah lalang diantara gandum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keempat yang menarik orang kedalam keadaan tertipu ini adalah yang dinamakan pertukaran yang adil. Dan disini yang dilakukan adalah ketika Anda melihat kesalahan di dalam hidup Anda daripada menghadapi hal itu langsung dan menguji diri apakah kita benar Kristen, daripada menghadapi apa yang salah dalam kehidupan Anda, Anda malah mencari sesuatu yang benar dalam hidup Anda dan Anda memikir ah itu pertukaran adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ah, dosaku tidak seburuk itu, maksudku coba lihatlah perbuatan baik yang saya lakukan disitu, coba lihatlah. Jadi Anda selalu menukar yang buruk dengan yang baik, dan daripada mengevaluasi kehidupan Anda secara jujur dengan integritas dan mengatakan, apakah saya orang percaya dan jika memang begitu apakah saya boleh melakukan ini. Malah Anda berkata, saya tahu saya salah, namun lihatlah perbuatan baik saya, jadi Anda menukar secara adil dan Anda memaafkan diri Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dasarnya adalah ini, dengan jaminan palsu, dengan kegagalan untuk menguji diri, dengan mementingkan kegiatan rohani dan dengan pertukaran adil dalam perilaku Anda, pada dasarnya Anda harus memeriksa diri hal ini, apakah Anda hidup dalam ketaatan kepada Firman Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda tidak taat, apakah ada perasaan menyesal dan pertobatan yang mendorong Anda untuk mengaku hal itu kepada Allah? Dan jika hal itu tidak ada, ada pertanyaan penting apakah Anda benar orang Kristen. Karena yang masuk kedalam Kerajaan Allah, kata ayat 21, adalah dia yang melakukan kehendak Allah, bukan yang hanya mengatakan itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika orang-orang yang hidupnya terang-terangan berlawanan dengan semua ajaran Alkitab dan mereka mengatakan, kami orang Kristen, jawab saya terhadap mereka adalah, jika memang benar Anda Kristen Anda tidak akan hidup seperti itu dan membela perilaku itu. Mereka mengatakan mereka Kristen, mereka mengatakan mereka percaya, namun pada dasarnya mereka tidak mau tunduk kepada ketuhanan Kristus seperti yang dinyatakan dalam Firman-Nya dan yang menyatakan itu ilusi adalah ketidaktaatan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun selain dari kemunafikan mereka ada dua kategori orang tertipu di dalam gereja, yang dangkal dan yang terlibat. Yang dangkal adalah mereka yang menamakan diri mereka Kristen karena waktu mereka masih kecil mereka kegereja atau Sekolah Minggu atau mereka mengambil keputusan untuk Kristus, dan yang sering terdengar adalah orang yang mengatakan waktu mereka dibaptis, iya saya menerima Kristus saat saya umur 12 namun kehiudpan saya setelah itu kacau.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ada mereka yang terlibat yang juga tertipu dan mereka kelompok yang jauh lebih serius, mereka ke gereja dan sangat terlibat dalam kegiatan dan mereka tahu Injil dan mereka tahu teologi namun mereka tidak taat kepada Firman Allah. Mereka hidup dalam keberdosaan secara konstan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jaik Anda ingin tahu seseorang yang tertipu lihatlah seseorang yang selalu mencari perasaan, pemberkatan, pengalaman, penyembuhan, malaikat, dan mujizat-mujizat, mengapa? Kemungkinan besar mereka lebih tertarik kepada produk samping keimanan dari iman itu sendiri. Mereka lebih tertarik kepada apa yang mereka dapat terima daripada apa yang dapat diterima dari kemuliaan Allah, mereka lebih tertarik kepada diri mereka daripada kemuliaan dan keagungan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, jika Anda ingin melihat orang yang tertipu, lihatlah orang yang lebih berkomitmen kepada denominasi, gereja, organisasinya daripada Firman Allah. Macam kekristenan mereka lebih terpusat kepada soal sosial. Saya orang Presbyterian, selama hidup saya orang Baptis, saya gereja Luteran, saya anggota gereja Advent. Mereka lebih mementingkan organisasi dari pada Tuhan dan firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, lihatlah orang tertipu yang bersangkut paut dengan teologi sebagai minat akademis. Dan Anda akan menemukan mereka di universitas-universitas dan seminari diseluruh negara. Orang yang mempelajari teologia, dan menulis buku-buku tentang teologia, namun yang sama sekali tidak memiliki kebenaran Kristus. Teologi itu bagi mereka hanya adalah aktivitas intelek.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada satu pikiran lagi. Jika Anda ingin tahu siapa yang mungkin tertipu lihatlah seseorang yang keterlaluan dan tidak seimbang dalam nama anugerah, yang tidak merasa berdosa, yang tidak memiliki hati yang benar bertobat, dsb.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan mengatakan dalam ayat-ayat ini bahwa orang seperti itu tertipu. Mereka pikir mereka ada di jalan yang benar padahal tidak. Pertama dalam ayat-ayat 21-23 ada kebodohan kata-kata hampa. Perhatikan lagi di ayat 21, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku,” dan di ayat 22, “Banyak orang akan berseru kepadaKu.” Klaim merka luar biasa, klaim mereka indah. Namun mereka tidak melakukan apa yang mereka mengklaim.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sebentar pengakuan mereka di ayat 21, mereka mengatakan, “Tuhan, Tuhan.” Ini suatu frase yang menarik, pertama kali mereka mengatakan Tuhan mungkin mereka maksud untuk menghormati, karena perkataan itu berarti Majikan, Guru, itu istilah martabat. Ketika mereka mengatakan itu untuk kedua kalinya, “Tuhan Tuhan” itu berarti kita tahu Engkaulah Allah, kita tahu Engkaulah Yahweh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika mereka mengatakan itu pada penghakiman takhta putih yang besar, jika itulah harinya yang Dia maksud ketika Dia mengatakan “pada hari terakhir” itu, maka mungkin sekali mereka yang datang itu telah tunggu berabad-abad di dalam tempat penghakiman dan hukuman, dan itu menambahkan semangat mereka, “Tuhan, Tuhan,” mengapa kita ditempatkan disini. Jadi ada rasa takut dan rasa hormat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 22, mereka mengatakan tiga kali, “demi namamu, demi namamu, demi namamu.” Mereka mengatakan bahwa mereka tidak melakukan itu untuk diri sendiri, mereka melakukan itu untuk Engkau, kita telah berkhotbah untuk Engkau dan kita mengusir setan bagi Engkau dan kita melakukan mujizat demi Engkau. Ini klaim yang luar biasa, penuh hormat dan penuh semangat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di ayat 21, “Bukan setiap orang yang berseru itu akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,” karena tidak semua akan melakukan kehendak Bapa yang di sorga. Jadi Tuhan akan mengaku di ayat 23, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.” Tahukah Anda bahwa kata “mengenal” berarti hubungan intim. Yesus mengatakan saya tidak pernah ada hubungan intim dengan Anda. Memang Anda kadang-kadang ada di pinggiran namun kita tidak pernah dekat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia mengatakan, “enyahlah dari pada-Ku,” keluarlah dari kehadiran-Ku untuk selamanya, mengapa? Karena di akhir ayat 23, Anda selalu terus menerus akan berbuat jahat. Karena daripada melakukan kehendak Bapa-Ku, daripada hidup dengan prinsip- prinsip kebenaran, Anda selalu terus berbuat kejahatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti artinya mengaku Kristus? Sama sekali tidak ada artinya, jika hidup Anda tidak mendukung pengakuan itu. Karena itulah Petrus mengatakan apa yang dia katakan, jika Anda tidak dapat menambahkan kebajikan, maka Anda tidak akan tahu Anda benar telah ditebus. Itulah yang dimaksud Yakobus ketika ia berkata, iman tanpa perbuatan adalah hampa. Iman itu mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu 1 Yohanes 1:9 mengatakan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Dan kita membuktikan kita telah diampuni. Dengan kata lain yang telah diampuni adalah mereka yang mengaku dosanya. Allah tidak mengatakan, ini standar untuk kalian dan jika Anda gagal Anda harus keluar. Tidak, Dia mengatakan ini standar sempurna, dan bagian dari standar ini adalah jika Anda gagal Anda perlu berurusan dengan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya satu hal yang diterima Allah yaitu kebenaran yang adalah hasil iman kepada Yesus Kristus yang bertobat, dan yang menghasilkan perbuatan-perbuatan baik. Dan jika perbuatan baik itu tidak ada semuanya percumah meskipun perkataan Anda banyak. Jadi Tuhan mengatakan di ayat 23, saya tidak pernah mengenal Anda secara intim sedetikpun, Anda harus keluar karena Anda terus saja berbuat jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di perjalanan saya baru-baru ini ke Indonesia Tuhan menjelaskan kepada saya apakah arti sebenaranya dari ‘perbuatan baik’ itu. Kebanyakan gereja mengajarkan anggota- anggotanya untuk mengundang orang untuk datang ke gereja sebagai satu-satunya strategi untuk mengabarkan injil dan mengharap orang itu datang kembali dan akhirnya menjadi percaya. Tidak ada salahnya melakukan itu namun itu sebenarnya adalah pola pemikiran Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pola pengabaran injil Perjanjian Baru sebenarnya adalah sebaliknya. Daripada mengundang orang masuk Yesus mengutus orang keluar. Amanat Agung mengajarkan kami untuk pergi, untuk keluar dari gereja ke tetangga Anda, kepada orang-orang di negara bagian Anda dan kepada seluruh dunia. Gereja itu tetap ada untuk tempat menyembah Allah namun perkembangan terjadi karena ada perbuatan baik yang terjadi diluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Injil itu berkuasa dan menyelamatkan orang, hanya melalui mendengar injil dan percaya injil Anda diselamatkan. Selama ini kita di bible study mengajar untuk menaati, namun ketaatan itu tidak berhenti dengan pemahaman saja. Matius 28:20 mengatakan, “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Kita perlu bersaksi kepada orang lain tentang kematian Kristus bagi dosa-dosa kita dan mengajarkan mereka yang baru percaya untuk menjadi saksi bagi orang lain tentang apa yang mereka sendiri baru belajar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus bukan saja minta Anda mengajarkan orang lain apa yang Anda tahu namun juga mengajarkan orang percaya baru bagaimana caranya mengajar orang lain apa yang mereka sendiri baru belajar. Dan proses ini terjadi paling baik dilapangan sehari-hari daripada di gereja. Saya sendiri baru mengerti apa artinya bertumbuh melipatganda dengan menyaksikan orang hidup sebagai teladan baik dan berani mengabarkan injil dan kemudian mengajarkan orang untuk mengabarkan injil. Dan itulah yang saya melihat orang melakukan di Indonesia. Marilah kita berdoa supaya kita juga dapat mempraktekkan hal itu, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 May 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120506</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000115</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dari buahnya Anda akan mengenal mereka]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000116"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:15-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:15-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu yang lalu kita membicarakan ayat 15 dan marilah sekarang kita fokus kepada Matius 7:16-20, “16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 20Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada beberapa diantara Anda yang masih ingat tragedi kira-kira 30 tahun yang lalu, yang sekarang terkenal sebagai ‘Pembunuhan massal Jonestown’. Dan jika ada orang yang memerlukan sebuah ilustrasi nabi palsu, ini tentu memberikan ilustrasi yang tepat dalam karakter, ajaran, gaya hidup dan cara mendekati orang dari nabi palsu ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tragedi Jonestown ini bukanlah kematian hampir seribu orang, itu bukan tragedinya karena semua orang akan mati juga akhirnya. Tragedinya adalah bahwa mereka meninggal sambil memikir bahwa mereka melayani Allah dan mereka sedang menuju ke surga, padahal mereka ada di neraka. Tragedinya Jim Jones adalah bahwa dia menipu orang-orang sehingga mereka yakin dia mewakili Allah dan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang menurut Perjanjian Baru nabi-nabi palsu ini berada dalam tiga kategori. Pertama ada orang sesat, yaitu mereka yang terang-terangan melawan kebenaran. Kemudian ada kategori kedua, orang murtad yang tahu kebenaran, namun yang mengalih dan menolaknya, dia juga secara terbuka melawan kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada yang ketiga yaitu nabi palsu yang dinamakan si penipu, yaitu yang menjadi serigala di dalam pakaian gembala, yang seperti dikatakan Yudas masuk menyelundup. Mereka datang dengan bermacam tingkat kecanggihan, dalam semua tingkat pendidikan, dalam semua jenis pakaian dan gaun segala perangkap rohani namun mereka semua sama, yaitu palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, dalam usaha Anda untuk masuk ke dalam pintu yang sesak, Matius 7:13-14, untuk masuk ke jalan yang menuju kepada kehidupan, waspadalah terhadap utusan Iblis yang akan menyesatkan Anda dan menipu Anda. Dan mereka tidak mengatakan, hajo marilah kita masuk ke neraka. Mereka tidak mengatakan itu. Mereka mengatakan kepada Anda inilah jalan menuju ke surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada dua kata supaya mengerti bagian firman ini kita perlu fokus kepada yang satu seperti kita lakukan minggu yang lalu, dan yang kedua minggu ini. Kata pertama adalah waspada. Orang-orang diseluruh dunia berdiri di persimpangan jalan keputusan itu, dan nabi-nabi palsu itu ingin menjual pandangan khusus mereka dan kita perlu memberitakan yang benar, dan kita harus memperingati mereka untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu. Hati-hati lah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda suatu ilustrasi dari 2 Yohanes 1:7, “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia.” Maksudnya dengan itu keilahian Kristus dan pekerjaan Kristus kedua-duanya. Dengan kata lain pandangan mereka tidak Alkitabiah tentang siapakah Kristus dan apa yang Dia telah lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, tahulah bahwa orang itu penipu, ayat 7 melanjutkan, “7 Itu adalah si penyesat dan antikristus.” Perhatikanlah dan periksalah dia. “8Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.” Dengarkanlah, Anda bisa kena tipu muslihatnya dan kehilangan upah yang telah Anda dapatkan karena pelayanan Anda untuk Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. 11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.” Yohanes mengatakan bahwa orang itu begitu jahat dan terkutuk dan antikristus dan pendusta, janganlah sampai Anda membuka pintu dan membiarkan dia masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang pernah menanyakan, “Apakah Anda pikir nabi palsu itu menyadari mereka sendiri nabi palsu? Ada yang menyadari dan ada yang tidak. Karena penipu itu sendiri sering tertipu. Dan mereka terus saja dalam khayalan Setan ini dan mereka menarik orang lain masuk kedalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana caranya untuk melindungi diri? Dengan menjauhkan akal budi kita dari mereka, janganlah sampai terpengaruh. 2 Timotius 3:14 mengatakan, “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” Ingatlah apa yang Anda pelajari dan orang-orang yang baik dan saleh yang mengajarkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 5:8 mengatakan, “Sadarlah dan berjaga-jagalah!” Nabi-nabi palsu itu akan datang kepadamu memakai pakaian berbulu domba, yaitu kain wol yang biasa dipakai gembala. Dia tidak datang menyamar sebagai domba namun sebagai gembala. Dia datang untuk menjadi gembala namun dia adalah serigala yang akan merobek dan merusak dengan cara yang ganas sekali. “Waspadalah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perkataan kedua untuk malam ini adalah mengamati. Saya merasa ini pesan yang penting sekali bagi kita dalam waktu kompromi ini, dimana begitu banyak orang memamerkan diri sebagai pemimpin Kristen dan begitu banyak orang Kristen benar terkait orang Kristen palsu dan nabi-nabi palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana caranya kita akan mengenal mereka? Ayat 20 mengatakan, “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Orang Yahudi, orang Yunani, orang Romawi dan semua orang lain memandang pohon dan buahnya dengan cara yang sama. Pohon itu dikenal oleh buahnya. Jika Anda ingin tahu siapakah nabi ini sebenarnya, lihatlah buahnya seperti apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hati-hatilah, mungkin Anda melihat nabi palsu itu dan mengatakan, tetapi saya tahu si A dan si B pergi kesana dan mereka orang Kristen kuat, saya yakin mereka Kristen. Tahukah Anda bahwa ada beberapa orang Kristen yang ditarik nabi palsu itu dan tanpa menyadari mereka terkait nabi palsu itu yang kelihatannya seperti orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Alkitab mengatakan di 1 Samuel 16:7, “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” Jadi kadang jika Anda pergi kesana Anda mungkin melihat nabi palsu dan tampaknya ada buah anggur dan buah ara, namun dari dekat semua yang dia menghasilkan pasti adalah hal-hal buruk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, buah itu karakter. Karakternya seperti apa, sikapnya seperti apa dan pandangannya dan motivasinya terhadap kehidupan itu apa? Tidakannya seperti apa dan gaya hidupnya seperti apa? Itu elemen pertama yang menyatakan buah. Contohnya Lukas 3:8 dimana Yohanes Pembaptis mengatakan kepada orang Farisi, “Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.” Dengan kata lain, kamu mengatakan sudah bertobat, Anda mengatakan sudah berkomitmen kepada Allah, ayo perlihatkanlah buah-buahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah buah itu, apakah yang dia inginkan? Ayat 10, “Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" Maksud mereka buah seperti apa diinginkan? Ayat 11 jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu,” ini suatu tindakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Yohanes 15:8, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak." Dan apakah itu? “ Ayat 10, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku.” Jadi buah itu adalah ketaatan, ini tindakan yang merespon kepada Allah. Namun buah itu bukan saja perbuatan yang Anda lakukan, itu juga sikap hati yang mendorongnya, benar? Buah Roh itu adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri.” Buah itu adalah pekerjaan dan sikap kedua-duanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru palsu itu tidak selalu kelihatan seperti itu dari luar, namun mereka dapat menutupi hal itu. Mereka memakai jubah rohani, mereka dapat menutupi hal itu menjadi anggota organisasi Kristen, mereka dapat menutupi itu dengan bergaul dengan pemimpin Kristen lain, mereka dapat menutupi hal itu dengan berbicara tentang Alkitab dan Yesus Kristus dan keselamatan, dan dengan banyak cara lain. Dan mereka berusaha supaya tidak ada yang tahu kehidupan moral mereka sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mungkin Anda tidak bisa tahu dari luar bahwa mereka guru palsu, dimana lagi kita bisa cari tahu itu? Kita harus melihat sikap dan perilaku dan kita mulai melihat apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka lakukan. Karena seringkali mereka dapat menyembunyikan apa yang kelihatan dari luar keadaan hati mereka yang jahat dan kejam. Cara hidup mereka tidak langsung dapat menyatakan keadaan hati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat suatu ilustrasi dari 2 Petrus 1:4, saya ingin Anda perhatikan pertengahan ayat ini, “kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.” Orang Kristen tulen telah menerima sifat Allah.” “Kita telah mengambil bagian kodrat ilahi,” dan perhatikanlah ini, “dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah 2 Petrus 2:19 dan disini ada nabi-nabi palsu, jadi dengarkanlah ini, “Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan.” Mereka sendiri tidak luput dari korupsi. Petrus membedakan korupsi internal dan polusi eksternal. Dia mengatakan mereka tidak pernah berubah dari dalam namun mereka telah membersihkan diri dari polusi dunia dari luar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu apa yang kita harus cari untuk mengenal nabi palsu? Lihatlah apakah ada sikap kebahagiaan yang menjadi bukti bahwa ada transformasi internal. Apakah mereka miskin dalam roh mereka, kerendahan hati yang murni, berduka cita atas dosa mereka, lapar dan haus akan kebenaran, ingin bermurah hati, menjadi pendamai, rela untuk dianiaya demi Kristus. Pasti tidak!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi palsu dipandu kebanggaan, kuasa, prestasi, kepribadian, promosi, mereka ingin menjadi terkenal, dikasihi, mereka tidak suka ada yang menganiaya mereka, mereka ingin menjadi populer. Menurut 2 Petrus 2:3, mereka hanya mencari untung. Dan karena itu Petrus mengatakan, “Mereka hanya melihat Anda sebagai sumber keuntungan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka gengsi, mereka sombong, degil, bahkan tidak takut berbicara jahat tentang malaikat, kata-kata mereka angkuh, mereka mementingkan diri, mementingkan fashion dan berpusat kepada promosi. Mereka iri terhadap orang lain, mereka tidak murni, memanjakan diri dan tanpa kerendahan hati sedikitpun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi palsu menarik orang yang tidak percaya sama seperti orang percaya, mereka mementingkan kedagingan dan manusia duniawi, mereka kelihatannya baik, namun jika Anda memperhatikan mereka cukup lama dan jika tidak ada sesuatu yang menonjol dari luar, carilah kerendahan hati. John Calvin mengatakan, “Tidak ada sesuatu yang lebih sukar daripada memalsukan kebajikan.” Anda akan menemukan kebenaran jika Anda mengamati mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, bagian dari buah nabi palsu terlihat dari ajaran mereka. Dan ini mengacu kepada seluruh ajaran mereka, perhatikanlah, bukan saja ajaran mereka salah di beberapa poin, mereka juga tidak membicarakan hal-hal penting, karena masalah mereka adalah justru apa yang mereka tidak membicarakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 12:33-34, 37 dikatakan, “33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. 34Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. dari perbendaharaannya yang jahat. 37Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mereka memberi seluruh ajaran Allah dari permulaan sampai akhir? Paulus berkata di Kisah 20:26-27, “Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. 27Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.” Yesaya 8:20 mengatakan, inilah ujiannya, “Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah ajaran tepat yang khusus diinginkan Tuhan kita? Anda selalu akan dapat melihat nabi palsu karena pandangan mereka tentang Kristus selalu salah, yaitu kepribadian-Nya dan pekerjaan-Nya. Dan apakah pekerjaan-Nya? Penyelamatan. Jadi jika Anda berhubungan dengan nabi palsu, yang penting Anda perhatikan haruslah ajaran keselamatan mereka. Disitulah semuanya kacau.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Tuhan baru mengatakan ini, untuk diselamatkan itu tidak gampang, benar? Anda harus masuk pintu yang sesak kepada jalan yang sempit dan hanya sedikit menemukannya. Dan Anda harus berusaha keras untuk masuk kedalamnya. Ajaran penyelamatan nabi palsu itu berbeda sekali. Jalan itu lebar sekali dan semua orang boleh masuk, dan mereka mengatakan, yang Anda harus lakukan hanyalah percaya kepada Yesus. Dan mereka mungkin memberitakan yang kedengarannya seperti Injil namun mengenai yang boleh masuk itu adalah semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan mereka adalah pesan penyelamatan yang gampang, majulah kedepan, ajo dibaptis saja, dsb. Pesan mereka adalah pesan kesehatan, kebahagiaan, pemikiran positif dan keselamatan mudah. Mereka adalah orang-orang yang berkompromi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, Anda dapat mengenal mereka dengan melihat siapakah ynag mengikuti mereka. Jika Anda ingin tahu pemimpinnya, lihatlah kehidupan pengikut- pengikutnya. Buah mereka adalah orang yang ikut mereka. Apakah terlihat kerendahan hati di dalam hidup mereka, apakah terlihat usaha untuk menjadi lebih kudus, apakah Anda melihat kelaparan dan kehausan untuk kebenaran? Apakah Anda lihat kebijakan nyata, kesalehan benar-benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, Anda bisa tahu dari caranya mereka berakhir, ayat 19, “Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” Pada akhirnya nabi palsu ketahuan dari caranya dia dihukum, dia berakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita menutup dengan kebenaran yang saya ingin Anda mengerti. Dengarkanlah, Allah telah menentukan bahwa nabi palsu itu akan ada ditengah kita. Pernahkah Anda memikir mengapa? 1 Korintus 11:19 mengatakan, “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Allah mengatakan jika ada ajaran palsu maka ajaran palsu itu menjadi seperti maknit yang menarik murid-murid palsu dan yang tertinggal adalah mereka yang tulen. Dia seperti angin yang menghembus hilang sekam, mengerti? Dengan kata lain mereka akan menarik orang-orang yang mengidentifikasikan dirinya dengan mereka. Kesalahan itu memisahkan sekam dari gandum. dengan memakai nabi palsu dan nabi tulen Allah memperlihatkan siapakah benar-benar asli.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Tessalonika 2:11-12 dikatakan, “Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta.” Allah membiarkan ada pikiran sesat, mengapa? “12supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran.” Allah memakai pikiran sesat itu karena itu memisahkan mereka dari gandum. Dan mereka ditentukan untuk dihukum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memperingati penatua Efesus di Kisah 20:29-31, “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120422</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000116</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pilihlah Jalan yang Benar]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000117"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:15-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:15-20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 7:15-20 mengatakan, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum Paskah kita khususnya melihat bagaimana Tuhan kita minta kepada kita untuk memilih. Lihatlah ayat-ayat 13-14 ketika Yesus berkata, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengundang dan memohon kita dengan mengatakan “masuklah melalui pintu yang sesak itu.” Kemudian Dia memberikan kita dua kemungkinan. Anda dapat memilih gerbang lebar prestasi manusia dimana Anda memikir Anda cukup baik untuk masuk ke surga yang menuju kepada kebinasaan atau gerbang sesak prestasi ilahi, dimana Anda menyadari keberdosaan Anda sendiri dan menerima perbuatan Kristus, yang menuju kepada kehidupan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Masuklah pintu yang sesak itu,” adalah panggilan agung yang datang dari hati Tuhan, datanglah dengan cara Allah, hilangkanlah kebenaran diri Anda, kesombongan Anda, swasembada Anda, dosa Anda, keinginan diri Anda, tujuan diri Anda dan datanglah ke jalan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pintunya sesak karena Anda harus datang sendirian, sesak karena Anda tidak dapat membawa barang Anda, sesak karena memang masuknya susah dan sempit karena Anda harus menghitung ongkosnya menempatkan diri Anda dibawah kendali Yesus Kristus. Orang berkata, orang Kristen itu pikirannya sempit, memang benar, itulah yang dikatakan Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 11:28-30 Yesus mengakui beban yang orang mengikat kepada diri sendiri dengan keberdosaan mereka dan semua kewajiban agama yang mereka menanggung sendiri dan Dia mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuk adalah alat kayu yang diletakkan pada lembu untuk menarik beban atau bagi manusia untuk menanggung tanggung jawab. Bagi orang Yahudi itu kata kiasan dimana memikul kuk guru itu berarti memikul beban yang diberikan guru itu. Disini Yesus mengatakan untuk belajar dari Dia dan dengan cara yang sama lembu itu bekerja keras, kita juga harus bekerja keras untuk belajar dari Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perbedaannya adalah bahwa daripada mengikuti hukum-hukum legalis di dalam kekuatan sendiri, sekarang Yesus telah menempatkan Roh Kudus di dalam hati Anda dan kasih yang datang dari Kristus itu mendorong Anda untuk menaati perintah-Nya. Namun ini berhubungan dengan menujukkan buah Roh dan menyangkal kedagingan Anda dan menantang cobaan dalam hidup Anda dan itu selalu pekerjaan keras.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi terdapat undangan di Perjanjian Lama dan juga ditemukan di Perjanjian Baru seperti di Buku Wahyu 22:17, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan lain mengapa ini sukar, dan itu adalah karena didepan kedua pintu itu, pada saat Anda ada di persimpangan kedua pintu gerbang itu ada nabi-nabi palsu yang berusaha sekuat mungkin untuk mendorong Anda ke jalan yang salah. Mereka itu ada disitu untuk menyembunyikan pintu sesak itu dan menunjuk orang kepada jalan yang luas yang menuju kepada kebinasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan, setelah Anda diundang Aku juga ingin memperingatkan Anda dan sekarang kita tiba di ayat 15. Dia mengingatkan kita untuk memilih jalan yang benar, dan setelah itu tercatat, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu.” Mereka berdiri ditengah persimpangan jalan dan berusaha keras untuk menipu Anda dan untuk mendorong orang-orang kepada jalan yang luas, dan sukses mereka besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda tidak setuju lihatlah akhir jalan yang luas itu dimana semuanya akan berakhir di Matius 7:22, banyak orang sama seperti di ayat 13, “banyak orang yang masuk melaluinya.” Banyak orang yang berpikir mereka telah tiba di surge dan yang mengatakan, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Banyak orang masuk kejalan itu karena ada nabi-nabi palsu yang mendorong mereka kesitu. Yesus sebenarnya mengatakan: saat Anda berusaha untuk masuk kedalam pintu sesak itu waspadalah akan mereka yang ingin menipu Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita akan mempelajari ‘peringatan’ ini berhubungan dengan nabi-nabi palsu, dan Minggu depan kita akan mempelajari “mengamati.” Ayat 15, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” Nah, jelas sekali Tuhan sekarang membicarakan nabi-nabi palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan telah memperingati kami di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru. Misalnya Musa memberikan kita di Ulangan 13 ajaran Allah tentang nabi-nabi palsu, “Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“3maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda melihat Perjanjian Baru dan di Matius 24:11 dikatakan, “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.” Disini ada kata ‘banyak’ lagi. Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencoba untuk memperkenalkan diri seolah-olah mereka Kristus, mereka adalah pendusta dan penipu. Dan Yohanes mengatakan di 1 Yoh 4:1, “ujilah roh- roh itu, apakah mereka berasal dari Allah.” Jadi Firman Allah memperingati kita berkali-kali tentang nabi-nabi palsu, mereka selalu akan ada, dan selama kita masih ada di dunia mereka pasti akan ada, sampai saat Yesus datang kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita merenungkan hal ini bersama, saya ingin memberikan Anda empat kata yang akan menjelaskan peringatan ini di ayat 15. Nomor satu adalah definisi dan bersama ini saya ingin menerangkan apakah nabi palsu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita tahu di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bahwa nabi yang benar dikenal dari dua hal, dia memiliki tugas ilahi dan pesannya ilahi. Dia dipanggil Allah dan dia diberikan isi oleh Allah, dia memberitakan pesan Allah dan dia adalah manusia Allah. Nabi tulen adalah suara Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat Keluaran 4 dan Anda akan menemukan Tuhan mengatakan kepada Musa, jangan kuatir akan apa yang Anda akan bicarakan. Musa, Aku akan menaruh perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Sebelum itu Allah sebenarnya telah memanggil Musa dari semak duri menyala untuk masuk kedalam kantor nubuatan-Nya. Jadi disitu kita tahu ada tugas dari Allah dan dia menjadi orang ilahi yang memberitakan pesan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Segera setelah Allah mengirim nabi-nabi-Nya yang benar untuk memberitakan yang benar, untuk menjadi gembala benar yang menarik domba kesasar kembali ke Allah, mulailah Iblis itu dengan nabi palsu. Dan selagi Anda mempelajari Perjanjian Lama Anda akan menemukan berkali-kali masalah nabi-nabi palsu, mereka ada dimana-mana di Perjanjian Lama. Sama seperti mereka ada dimana- mana sekarang juga,</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremia 14:14 mengatakan, “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yeremia 5:31 dikatakan, “Para nabi bernubuat palsu dan umat-Ku menyukai yang demikian!” Sama seperti sekarang dimana orang mencari guru yang hanya mengatakan apa yang mereka ingin dengar. Jadi di Perjanjian Lama hal yang sama terjadi, mereka mengatakan apa yang orang ingin dengar, dusta kecil yang menyenangkan semua orang, dan itu menyenangkan hati orang, meskipun semuanya bohong.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yeremia 23:14 nabi mengatakan, “Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membuat Anda bangga, mereka mementingkan ego Anda, mereka jahat, mereka penuh kedagingan, mereka berzinah, mereka menguatkan tangan orang jahat, mereka berdusta namun mereka mengatakan apa yang Anda ingin dengar. Jadi Perjanjian Lama selalu memperingati kita bahwa akan ada nabi-nabi palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru seringkali menamakan mereka nabi semu (artinya palsu) dan saudara palsu, 2 Korintus 11:26; rasul-rasul palsu, 2 Korintus 11:13; guru palsu, 2 Petrus 2:1; pendusta-pendusta, 1 Timotius 4:2; dan Kristus palsu di Matius 24:24.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 2:8, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu.” Jadi peringatan ini mulai dengan suatu definisi, nabi palsu adalah orang yang tidak memiliki tugas dari Allah dan tidak memiliki pesan dari Allah karena filsafatnya kosong dan berasal dari manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor dua, nabi palsu berbahaya, dan mereka licik. Lebih baik Anda memeluk ular kobra, lebih baik tiduran dengan singa lapar, lebih baik minum botol racun daripada berdekatan dengan nabi palsu. Karena bahaya-bahaya itu hanya mempengaruhi tubuh Anda, akan tetapi nabi palsu menyerang dan merusak pikiran dan jiwa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mengapa mereka begitu berbahaya? Akhir ayat 15, karena “sesungguhnya” yaitu sebenarnya, dari dalam mereka berbeda dengan apa yang terlihat dari luar, mereka benar “serigala yang buas.” Di Yehezkiel 22:27-28 dia memakai istilah yang sama, jadi kita melihatnya bukan saja di Perjanjian Baru namun juga di Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Musuh domba nomor satu di Palestina adalah serigala, itu musuh alami, menjelajahi bukit-bukit, melihat kawanan dan pada saat yang tepat waktu dia membuntuti kawanan itu dia akan keluar dari persembunyiannya dan menyambar domba itu dan domba itu sama sekali tidak berdaya melawan serigala.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah gembala yang baik menurut Yohanes 10 ketika Yesus mengajarkan kita suatu pola dan prinsip untuk bertindak sebagai gembala yang baik, selalu waspada terhadap serigala, gembala yang baik memelihara domba-dombanya jadi dia mengamati mereka, dia terjaga dan siap untuk melindungi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga macam nabi palsu di Alkitab, dan ini penjelasan yang mungkin dapat memberi Anda pengertian tentang hal ini. Nomor satu adalah orang sesat, ini adalah orang yang mengatakan, itu tidak benar, itu semua bohong, saya tidak percaya Alkitab dan dia mengajar dusta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua adalah orang murtad yang menyangkal iman, yang menyangkal Kekristenan, yang menjauhkan diri darinya. Ambillah Alkitab Anda dan lihatlah, gampang untuk melihat siapakah orang murtad karena mereka menyangkalnya. Matius 7:5 mengatakan, “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Macam ketiga, nabi palsu itu, yang dinamakan si pendusta adalah yang diacu Yesus disini. Inilah orang yang tidak kelihatan, inilah orang yang datang dengan pakaian seperti gembala. Ini bukan orang kultis, ini bukan orang Mormon atau Saksi Yehova, atau seseorang yang menjadi anggota Christian Science, yang terbuka dan terang-terangan mengajarkan ajaran salah, mereka itu adalah orang murtad dan sesat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah orangnya yang selalu berbicara tentang Yesus dan tentang kayu salib dan tentang Allah dan tentang Alkitab dan dia bicara tentang gereja dan Roh Kudus dan dia selalu bersama orang-orang yang benar-benar Kristen. Dan dia ikut campur dalam kerangka penginjilan, dan dia ada di radio, dan dia ada di TV dan dia ada di mimbar dan dia menulis buku-buku dan dia kelihatannya seperti orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah janganlah kita heran tentang ini karena di 2 Korintus 11:14 ditulis, “sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat terang.” Dan di ayat 15 berikutnya dikatakan, “Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran.” Kita membicarakan pendusta penyamar yang berada diantara kita. Yudas 4 mengatakan, “orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita mengenal mereka bukan berdasarkan apa yang mereka katakan, namun berdasarkan apa yang mereka tidak pernah katakan. Mereka berbicara tentang Yesus dan kayu salib dan surga dan Kekristenan, namun tidak pernah tentang dosa dan neraka dan duka cita dan kelemahlembutan dan kerendahan hati dan patah hati. Mereka berbicara tentang caranya menjadi bahagia dan penyembuhan dan bagaimana menjadi ini dan itu. Mereka baik-baik dan kelihatannya benar Kristen, mereka mengatakan yang benar dan bahkan kehidupan mereka tampaknya bersih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah penyembuh Roh Kudus yang bahagia dan mereka pemikir-pemikir positif dan mereka adalah pedagang-pedagang Kristus. Banyak orang di dunia ini sekarang dan juga di negara ini memakai Yesus Kristus sebagai produk untuk memperkaya diri. Dan mereka ada di setiap bidang dari buku-buku sampai ke musik sampai ke khotbah di gereja dan televisi dan radio.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi palsu selalu mementingkan diri, memperkaya diri, memenuhi keserakahan diri, prestasi, kuasa, kepentingan dan uang, seluruhnya. Waspadalah, karena mereka ada disekitar kita. Dan dengarkanlah saudara-saudara, saya akan mengatakan hal ini lagi, mereka bukan orang sesat dan orang murtad, mereka adalah yang dianggap kebanyakan orang adalah orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 2 dikatakan, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah- tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka.” Dan jika Anda melihat di akhir Wahyu 19 Anda akan melihat nabi palsu utama, Antikristus di zaman akhir bersama dengan nabi palsu akan dilemparkan hidup- hidup kedalam lautan api yang menyala selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, apakah Anda dapat mengenali nabi-nabi palsu ini, bagaimana Anda tahu siapakah mereka? Itu terdapat di ayat 16-20, dan itu untuk Minggu depan. Yang paling diperlukan di dalam gereja Yesus Kristus adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dari yang palsu. Saya tidak pernah melihat suatu saat di dalam hidup saya dimana pengertian doktrin orang Kristen begitu tidak jelas dan kekurangan, begitu gampang ditipu semua orang yang datang dan bicara tentang Yesus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120415</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000117</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kemenangan atas Penderitaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000118"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+8:31-39" target="_blank" class="imCssLink">Roma 8:31-39</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang tidak tahu apa yang akan terjadi saat mereka meninggal. Banyak orang percaya bahwa hidup selamanya dan surga hanya khayalan saja dan tidak nyata. Namun Yesus sendiri membuktikan kepada kita melalui banyak saksi-saksi bahwa Dia hidup sekarang dan Dia telah menyediakan tempat bagi kita orang percaya supaya kita akan bersama Dia untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah membicarakan jaminan kekal dalam dunia yang tidak aman, dan apakah kita dapat percaya bahwa jaminan rohani itu benar? Kita telah mempelajari Roma 8: 28 - 30. Kita belajar bahwa Allah bekerja dalam segala hal di dalam kehidupan mereka yang mengasihi-Nya dan yang telah dipanggil sesuai dengan rencana-Nya untuk kebaikan mereka. Dan kita telah melihat Allah membuktikan hal itu karena Yesus Kristus sendiri bangkit, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat apa yang diajarkan Allah melalui Paulus, “ 29sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil- Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memiliki rencana indah sekali. Dan rencanan-Nya adalah untuk menciptakan suatu keluarga dimana anak-anak-Nya semua seperti Yesus, sehingga kita semua dapat hidup bersama dengan Tuhan untuk selamanya di surga. Setelah Allah menentukan siapakah mereka, ia akan membawa mereka kepada akhir kemuliaan, supaya tidak ada sesuatupun di dalam kehidupan mereka yang dapat bekerja untuk kejahatan. Kita akan dapat kemenangan atas penderitaan sama seperti Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:31-39 menjelaskan hal itu malam ini. Dan ini mulai dengan apa yang kita telah bicarakan dengan pertanyaan di ayat 31, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu?” Apakah artinya semua hal-hal keamanan, tujuan Allah mengenai pemilihan, penentuan dari semula, panggilan, pembenaran dan pemuliaan? Apakah kita katakan mengenai rencana Allah untuk mengubah kita pada akhirnya menjadi serupa dengan Anak-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengatakan ini, jika ini rencana Allah, tidak ada seorangpun yang sanggup memberhentikannya. Nah rasul Paulus mengantisipasi bahwa ada orang yang mungkin tidak setuju dengan hal ini dan mereka mungkin keberatan, bahwa ada orang atau ada keadaan tertentu yang menyebabkan tujuan Allah itu dialihkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu ada orang yang percaya bahwa keselamatan ini, yang dikaruniakan dalam Kristus dapat hilang. Jadi Paulus, dibawah bimbingan Roh Kudus ingin menjawab keberatan ini bahwa ada orang atau suatu keadaan mungkin dapat menyebabkan rencana ini gagal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama dia ingin membicarakan orang dan itulah subyeknya ayat 31-34. Apakah ada orang yang dapat menyebabkan kita kehilangan keselamatan dengan melawan kita? Jika Allah yang membangkitkan Yesus siapakah dapat melawan kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu akan ada orang yang menyerang doktrin Allah yang mengatakan keselamatan adalah oleh anugerah saja, dengan iman saja kepada Kristus saja dan mengatakan bahwa ini tidak cukup. Ada orang yang tidak percaya Alkitab dan merasa mereka harus melakukan lebih banyak untuk keselamatan. Gereja Roma Katolik menambahkan perbuatan baik sebagai persyaratan penyelamatan dan mereka sangka mereka berkuasa atas penyelamatan dengan proses eks-komunikasi. Mereka pikir orang dapat dipindahkan dari keadaan anugerah kedalam keadaan kutukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah saya sendiri berkuasa untuk menghilangkan keselamatanku dengan menolak Kristus dengan menyangkal apa yang saya pernah percaya dan keluar sendiri? Dengan kata lain, apakah ada orang, atau sebagian dari suatu organisasi rohani, atau bahkan saya sendiri yang dapat memotong dan mengakhiri rencana Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada profesor di universitas tertentu yang ingin sekali memutuskan hubungan Anda dengan Kristus, untuk menghancurkan iman Anda kepada firman Allah. Budaya amoral ingin sekali melalui pengaruh literatur mereka dan musik mereka dan media mereka dan penekanan kepada gaya hidup mereka untuk melepaskan Anda dari keyakinan Kristen Anda. Orang-orang legalis ingin supaya Anda menolak anugerah saja sebagai jalan keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis juga ingin sekali menghapus keselamatan Anda dari Anda. Dia mencoba itu dengan Ayub. Setan mencoba itu dengan Petrus di Lukas 22, dan ada utusan Iblis untuk menggocoh Paulus seperti dikatakan di 2 Korintus 12. Memang ada kuasa- kuasa yang ingin melakukan itu, Dan kita telah menegaskan bahwa semua itu sudah di jawab, tidak ada siapapun yang sanggup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika kita mengatakan, tidak ada mahluk yang dicipta yang dapat melakukan itu, ada orang yang mungkin mengatakan iya Allah dapat melakukan itu. Allah dapat mengubauh pikiran-Nya. Allah sendiri dapat menolak keselamatan kita pada akhirnya. Allah dapat melihat keberdosaan kita. Allah dapat melihat kondisi kita yang tidak bersyukur, kondisi ketidaktaatan dan Allah dapat mengambil kembali hadiah keselamatan yang Dia berikan itu. Apakah itu mungkin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang lihatlah Roma 8:32 karena disini Paulus mengantisipasikan keberatan ini, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Ini suatu argumen Ibrani khas: Perdebatan ini mulai dari yang lebih besar sampai kepada yang kurang besar. Jika Allah melakukan hal yang lebig besar, yaitu mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, apakah Dia tidak akan melakukan yang kurang besar, yaitu memberikan kita apa yang diperlukan untuk menanggung keselamatan kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak- Nya yang tunggal. Itu hadiah terbesar. Dia memberikan yang terbaik. Dia memberi pengorbanan yang terbesar. Kita hanya dapat memahami sedikit sekali keanehan Bapa saat Ia mengatakan kepada Anak kekal, pergilah ke dunia, dan biarkanlah Anda dikelilingi pendosa-pendosa dan pergilah ke kayu salib saat dibenci pendosa-pendosa itu dan tanggunglah hukuman bagi dosa-dosa mereka. Bukankah itu benar-benar aneh?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah beberapa bagian ayat 32, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri,” itu tidak menyebabkan Dia segan. Bahkan di Yesaya 53:10 dikatakan, “Tetapi Allah berkehendak meremukkan Dia dengan kesakitan.” Betapa luar biasanya. Tuhan senang untuk membiarkan Anak-Nya mati secara ngeri dan menyakitkan untuk menebus dosa-dosa. Iya, karena Allah dapat melihat melampaui penderitaan dan kesakitan kepada kemuliaan yang akan datang kepada Anak yang menebus manusia itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 22:53, Yesus mengatakannya begini, “Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu.” Dan pada saat itu Allah memberikan-Nya kepada Iblis dan Iblis memakai senjata kematian untuk Dia. Iblis berpikir dia mengakhiri kehidupan Mesias. Padahal Mesias itu mengorbankan diri-Nya untuk dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah Bapa membawa Anak-Nya kepada hukuman yang dituntut keadilan-Nya. Inilah Allah. Jika Anda menanyakan siapakah yang menyebabkan Yesus itu mati? Itu bukan Yudas karena uang, itu bukan Pilate karena ketakutan, itu bukan orang Yahudi karena mereka iri hati, itu bukan orang non-Yahudi karena dosa-dosa, itu bukan semua itu, itu adalah Allah Bapa karena kasih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada manusia yang dapat memberhentikan proses penyelamatan yang mulia ini? Tidak. Apakah Allah sendiri mau memberhentikan ini? Tidak. Jika Dia telah memberikan hadiah Anak-Nya, yang terbesar, dengan pengorbanan yang luar biasa dan tak terhitung, Dia pasti akan melakukan yang tidak sebesar itu untuk memelihara mereka yang telah diberi pengorbanan Anak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada orang yang mengatakan, “Iblis dapat mengambil keselamatan Anda.” Apakah Iblis sanggup menarik kita dari proses ini, dan menyebabkan kita kehilangan hak untuk melanjutkannya? Nah Roma 8:33 dibikin khusus untuk menjawab pertanyaan itu. “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allahlah, yang membenarkan mereka. Ayat 34 mengatakan, “Siapakah yang akan menghukum mereka?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang selalu menuduh umat Allah? Menurut buku Wahyu itu adalah Iblis. Iblis senang sekali mendakwa umat Allah, seperti yang dia lakukan di buku Ayub. Itulah pekerjaan dia, Wahyu 12:10, “yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, dia tidak tahu pikiran kita. Iblis itu tidak mahatahu. Dia hanya dapat menerima laporan dari kuasa-kuasa kegelapan yang dapat melihat perilaku kita. Pendakwa utama adalah Iblis, dan apakah Setan dapat menghadapi Allah dan dengan sukses menuntut? Paulus menjawab pertanyaan itu. “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allahlah, yang membenarkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya prinsip ini secara teologis sederhana sekali. Allah saja menghukum dan Allah saja membenarkan. Dan jika Allah telah menyelubungi kita dengan kebenaran Kristus, jika Allah telah memberikan kita kebenaran-Nya sendiri, maka tidak ada tuduhan yang dapat melawan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada perlindungan empat macam disini. Lihatlah ayat 34. Pertama-tama dia menanyakan, “Kristus Yesus, yang telah mati?” Pokoknya ketika Kristus mati dia menerima hukuman yang adil yang seharusnya kita bayar untuk semua dosa-dosa kita. Karena itu Dia mati. Dia membayar hukuman atas dosa kita. Dan Allah puas, karena itu Dia tidak akan menghukum kita karena kematian-Nya membuktikan Dia telah mengambil hukuman kita untuk semua dosa kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, di ayat 34 dia mengatakan, “Siapakah akan menghakimi? Apakah Kristus Yesus yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Kematian Kristus menghilangkan dosa-dosa kita dan Allah menyetujui pengorbanan itu dengan adanya kebangkitan. Kebangkitan itu membuktikan bahwa pengorbanan-Nya lengkap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus dimuliakan begitu tinggi sampai Paulus mengatakan di Efesus 1:20-23, “yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rencana Allah secara harfiah menempatkan kita mati bersama Kristus selagi Dia menanggung dosa-dosa kita, bangkit bersama Kristus dalam mewarisi kebenaran-Nya, dan benar-benar ditinggikan ke tangan kanan bersama Kristus waktu kita ambil tempat rohani kita di surga dan menjadi pewaris semua berkat-berkat rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus mengatakan, tidak ada manusia, tidak ada guru palsu, tidak ada orang kultis, tidak ada orang legalis, tidak keluarga, tidak ada seorangpun yang berkuasa untuk memecahkan hubungan kita ke Kristus, bahkan Anda sendiripun tidak sanggup. Dan Allah tidak akan melakukan itu, dan Iblis tidak sanggup dan Kristus tidak akan melakukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bagaimana dengan Roh Kudus? Mungkinkah Dia marah jika kita mengabaikan-Nya atau menyakiti-Nya? Oh tidak. Lihat di ayat 26, “Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Roh Kudus yang berdiam di dalam kita selalu menghadapi Allah Bapa menjadi penegahan bagi kita dan Dia yang mencari hati kita, yaitu Allah Bapa, tahu pikiran Roh Kudus karena Dia menengahi orang-orang kudus sesuai dengan keinginan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada orang yang mengatakan bagaimana dengan keadaan? Bukankah ada keadaan teoritis yang dapat menyebabkan kita kehilangan keselamatan? Jadi di ayat-ayat 35-39 Paulus menjawab hal itu. “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada semacam serangan melawan kita yang mungkin dapat memisahkan kita dari kasih Kristus? Alasannya Dia memelihara kita adalah karena Dia mengasihi kita. Alasannya Allah menyelamatkan kita adalah karena Dia mengasihi kita. Kasih bagi kita itulah yang mengikat kita kepada Dia. Kasih Kristus untuk kita mengikat kita kepada Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti bahwa proses pengudusan dan proses pemuliaan didasarkan pemilihan Allah? Itu bukan berdasarkan kebijaksanaan Anda; ini berdasarkan panggilan Allah. Ini bukan berdasarkan penyerahan pribadi Anda; ini berdasarkan pembenaran Allah pada orang berdosa yang keras kepala. Ini bukan berdasarkan ketekunan Anda meskipun itu dihasilkan Roh Kudus; ini berdasarkan kuasa Allah untuk memelihara Anda dan apa yang menyatukan semua itu adalah kasih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah apa yang ditulis Paulus bukan teori belaka. Seringkali Paulus mengalami penolakan besar sekali, kadang benar-benar menyakiti, dia dilempari batu untuk membunuhnya, dia terdampar, dia di pukul berkali-kali oleh orang Yahudi yang memakai cambuk dan oleh orang Romawi yang memakai batang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu tekanan batin diperas dan ditekan tanpa kelihatan ada jalan keluar. Dia tahu penganiayaan karena bersaksi untuk Yesus, dan penderitaan di tangan mereka yang benci injil. Dia tahu perasaan kelaparan. Dia tahu perasaan kekurangan pakaian di tempat dingin dan lembab, apalagi pengalaman seperti itu di penjara. Dia tahu rasanya berada dalam bahaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 37 dia mulai mengatakan, “semua hal itu tidak dapat memisahkan kita karena dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” Inilah prinsipnya dari 2 Korintus 12:9-10, “sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Cobaan itu, seperti kita belajar di ayat 28, bekerja untuk kebaikan kita. Effeknya adalah kita menjadi lebih kuat karena pada waktu kita lemah malah kita diberi kuasa ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda berkata bukankah ada orang yang menjadi orang Kristen aktif dan mereka mengaku Kristus dan mereka akhirnya pergi, apakah mereka tidak dapat menahan tekanan? Memang! Yesus di perumpamaan tanah di Matius 13 mengatakan ada benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu atau ditengah semak duri, dan bertumbuh sebentar, namun menjadi layu, kering dan mati. Anda harus mengerti bahwa orang-orang itu tidak pernah menjadi orang Kristen tulen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 2:19, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. 20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” Selalu akan ada orang yang datang dan kelihatannya mereka Kristen, dan kemudian jika ada tekanan mereka menghilang, namun mereka bukan sama seperti kita dan buktinya adalah mereka menghilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di puncak akhirnya di ayat 38-39, Paulus memberikan kita sebuah batu penjuru. Ini seperti doa, “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Wah, pernyataan hebat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, aku yakin, terinspirasi Roh Kudus, suatu kesimpulan yang diselesaikan, suatu fakta mutlak, saya yakin bahwa baik kematian maupun kehidupan dan apa saja yang ada dengan segala bahaya dan kesukaran tidak dapat memisahkan kita dari Allah. Jika tidak ada sesuatu di dalam kematian yang dapat memisahkan kita maka tidak ada sesuatu dalam kehidupan yang dapat memisahkan kita, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, tidak ada sesuatu disini dizaman sekarang dan nanti di masa depan untuk selamanya, tidak ada mahluk rohani apapun, tidak ada waktu, tidak ada dimensi waktu dan dimensi kekal yang dapat memisahkan kita dari Allah. Hari ini adalah hari agung waktu kita merayakan kebangkitan Kristus dan hidup Kristus sekarang juga dan karena tidak ada sesuatupun yang dapat memisahkan kita dari Dia, kita juga akan hidup selamanya bersama Dia, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120408</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000118</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pertolongan dalam Penderitaan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000119"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+8:26-30" target="_blank" class="imCssLink">Roma 8:26-30</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu yang lalu kita membicarakan alasan mengapa kita menderita dan kita kembali kepada alasan pertama, yaitu dosa Adam dan Hawa. Dan kita membicarakan pekerjaan Roh Kudus dalam penderitaan untuk memastikan dan membenarkan kita. Dan kita percaya bahwa penderitaan kita tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan masa depan dimana kita akan berada bersama Allah untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saat kita menyembah Allah kita menyembah Allah Trinitas, Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dan entah kenapa Roh Kudus sering tidak diutamakan secara umum, namun kenyataannya adalah bahwa Roh Kudus adalah anggota Trinitas yang paling banyak secara intim dan secara pribadi berhubungan dalam kehidupan orang percaya. Jadi marilah kita perhatikan teks malam ini dari Roma 8:26-30,</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak- Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan- Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, dan ini berarti bahwa kita dari keadaan ditentukan kita menjadi dipanggil dan menjadi dibenarkan dan menjadi dimuliakan dan tidak ada seorangpun yang gagal. Tidak ada doktrin Alkitab yang lebih menghibur dan menguatkan dan lebih mendorong dari itu. dan karena itu kita hidup dengan pengharapan. Ini bukan hanya keinginan, namun suatu harapan yang adalah suatu kepastian yang tetap berdasarkan janji-janji Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memiliki janji kemuliaan masa depan, kita dilindungi kuasa Allah oleh iman kepada kemuliaan itu. Ini berarti kita diberikan Allah iman yang tidak mungkin gagal, iman yang tidak akan mati, dan iman itu dijamin oleh kuasa Roh Kudus sendiri. O, betapa besarnya kasih Allah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 6:37 Yesus pada dasarnya mengatakan hal yang sama ketika Dia mengatakan, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Semua yang Allah Bapa memberikan kepada-Ku akan datang kepada-Ku dan tidak ada satupun yang Aku akan lepaskan, namun akan Kubangkitkan pada akhir. Dia mengatakan, “Inilah kehendak Allah Bapa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengeluh untuk realitas kemuliaan kita, benar? Kita hidup dalam dunia yang dikutuk. Kita sendiri meskipun kita sudah dibaharui dari dalam masih dikurung dalam kedagingan yang belum ditebus dan kita mengeluh dalam kemanusiawian kita. Hal-hal yang kita ingin lakukan kita tidak lakukan. Hal-hal yang kita perbuat kita tidak ingin perbuat. Kita masih dalam tubuh kematian yang kita diami, seperti yang dikatakan Paulus di buku Roma.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengerti bahwa kerusakan dan kematian yang pasti akan datang mengikuti kita semua. Kita mengeluh dan penciptaan mengeluh. Seperti saya katakan minggu yang lalu, seluruh alam semesta mengeluh menunggukan manifestasi mulia anak-anak Allah, yaitu kita orang-orang percaya. Semua didalam alam semesta ini yang diciptakan Allah akan lenyap dan unsur-unsur akan meleleh karena api dan ditempatnya akan datang langit baru dan bumi baru tanpa kutukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penciptaan di personafikasikan seperti mengalami sakit bersalin, menunggkan dan benar-benar merindukan hari itu. Ketika saya mengingat surga, saya tidak mementingkan perjalanan emas, meskipun saya senang sekali hidup disana. Yang menarik bagi saya disurga adalah tidak adanya dosa, tentang tidak adanya godaan dan tidak adanya kebodohan. Kita semua mengeluh untuk kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada keluhan ketiga dalam ayat-ayat ini yang sangat luar biasa. Dan ini adalah keluhan dari Roh Kudus sendiri. Roh Kudus yang bersekutu dengan kami juga mengeluh menantikan kemuliaan kita. Semesta alam juga disakiti kutukan itu. Kita disakiti kutukan. Bahkan Roh Kudus yang menetap didalam orang percaya menderita karena mereka masih belum ditebus sepenuhnya sampai saat kutukan itu dihilangkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah diajari bahwa Roh Kudus bertanggung jawab atas tiga pelayanan yang indah dalam kehidupan kita. Pertama, pelayanan regenerasi atau kelahiran baru. Dialah yang memberikan kita hidup rohani. Kita telah lahir oleh Roh. Dia menghidupkan kami ketika kami mati. Kedua, pelayanan sanktifikasi atau proses pembenaran, karena Dialah yang mengubah kami semakin banyak menjadi serupa Kristus. Roh itu mengubah kami semakin seperti rupa-Nya dari tingkat kemuliaan pertama kepada yang berikutnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, pelayanan jaminan kekal, Dia menjamin keadaan kita sampai kepada pelayanan kemuliaan terakhir sama seperti Roh membangkitkan Kristus dari antara orang mati, Roh juga membangkitkan kita menjadi serupa dengan Dia. Jadi marilah kita memperhatikan ayat 26, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Teks ini haruslah menjadi salah satu harta karun Alkitabiah yang terbesar. Ini menggambarkan caranya Roh Kudus mendukung dan menjamin kita dalam perjalanan anugerah kami kepada kemuliaan terakhir. Dengan cara yang sama semesta alam mengeluh menantikan manifestasi mulia anak-anak Allah, dengan cara yang sama kita sendiri mengeluh menantikan adopsi kita sebagai anak dan penebusan tubuh kekal kita, begitupun Roh Kudus mengeluh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus terlibat erat dengan realitas beban dan beratnya dosa di dalam kehidupan mereka yang didiami-Nya. Dia bersatu dengan keinginan kita untuk dibebaskan dari kedagingan kita, kemanusiawian yang belum ditebus dan untuk menerima keselamatan penuh, menjadi anak-anak Allah sepenuhnya, dengan kesempurnaan kebenaran penuh. Kemuliaan kekal kita dijamin oleh keluhan syafaat Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini perlu. Ayat 26 mengatakan bahwa Roh menolong kami di dalam kelemahan kami. Kita sudah tahu kelemahan kita. Kita mengeluh didalam diri kita karena kelemahan kami adalah akibat dosa yang masih ada. Seluruh lingkup keberdosaan kita berat bagi kita dan sebuah beban yang luar biasa sampai kita tidak tahu bagaimana berdoa seperti seharusnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika orang bisa kehilangan keselamatan, itu pasti hilang. Malah jika saya harus melakukan sesuatu untuk mempertahankannya, saya tidak sanggup. Saya tidak ada kekuatan, saya terlalu lemah. Saya tidak dapat bertahan dengan kekuatan sendiri atau doa sendiri. Iya, perhatikanlah dan berdoa supaya janganlah saya tergoda, namun dengan usaha sendiri, tanpa pertolongan kuasa Allah, saya pasti gagal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya kita akan mencapai kemuliaan, alasannya kita diselamatkan, kita terjamin adalah karena kita memiliki Imam Agung di surga yang terus menerus menjadi perantara bagi kita. Dan Anda juga juga memiliki imam perantara kedua yang berdiam di dalam Anda, yaitu Roh Kudus. Jadi betapa besarnya kuasa yang diperlukan untuk membawa orang percaya dari anugerah sampai kepada kemuliaan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memerlukan penengahan terus menerus tanpa berhenti dari Anak dan Roh Kudus. Apakah Anda pikir Anda sanggup bertahan sendirian? Kita tidak mungkin dapat memiliki kebangkitan kemuliaan dengan kekuatan kedagingan kita sendiri. Kita tidak sanggup mengatasi keberdosaan kita sendiri. Kita tidak mungkin dapat melindungi diri dari kegagalan kecuali kita diberikan iman dari Allah yang tidak akan gagal dan yang dipelihara Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kasus ini, ayat 26, bagaimana Roh Kudus menolong kelemahan kita karena kita tidak tahu caranya kita dapat membela diri bahkan melalui doa, dan memakai kuasa ilahi? Roh Kudus sendiri mengetengahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memerlukan seseorang yang melebihi kita dan yang ada diatas kita yang memiliki lebih banyak pengetahuan dan kuasa daripada kita. Dan itulah Roh Kudus sendiri. Itulah perkerjaan-Nya. Dialah yang memberikan kita hidup rohani. Dialah yang menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus. Dialah yang menjamin keselamatan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Dia melakukan hal itu? “Dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Ini bukan berbicara lidah, ini bukan perkataan seseorang yang dapat didengar. Ini Roh Kudus yang mengatakan hal-hal yang tidak dapat didengar yang terlalu dalam untuk perkataan. Keluhan ini bukan dari manusia namun keluhan ini dari Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keindahan hal ini adalah bahwa Roh Kudus merindukan supaya setiap orang percaya dimuliakan. Dan kerinduan untuk manifestasi mulia anak-anak Allah itu menyebabkan Roh Kudus itu berbicara tanpa suara kepada Bapa dengan pembicaraan intra-Trinitas mengenai keselamatan orang-orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus itu mengerti kedagingan kita, mengerti kelemahan kita, mengerti godaan kita dan tidak pernah akan memimpin kita kedalam suatu situasi yang kita tidak dapat menangani, benar? 1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa. Allah akan memberikan kepadamu jalan ke luar.” Jaminan ini adalah pekerjaan penegahan Anak dan Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keluhan-keluhan ini berarti dan memiliki tujuan. Dan ini diekspressikan secara pribadi, intra–Trinitas, komunikasi tanpa perkataan yang melampaui bahasa yang menjamin tempat Anda di surga. Dan kepada siapa Roh Kudus itu berbicara? Coba lihatlah kembali ayat 27, “Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah Dia yang menyelidiki hati? 1 Samuel 16:7 mengatakan, “manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 1 Raja-Raja 8:39 mengatakan, “Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia.” Mazmur 139, “Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri.” Jadi jawabannya, “Aku, Tuhan yang meyelidiki pikiran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah 1:24, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang.” Tidak ada mahluk, kata penulis Ibrani, yang tersembunyi dari pandangan Allah. Semua hal terbuka bagi Dia. Jadi Roh Kudus menjadi perantara bagi kita dengan komunikasi tanpa kata dari pikiran-Nya yang kekal dan kudus kepada Allah Bapa dan pikiran- Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah Bapa merancangkannya. Anak menyediakan hal itu. Dan Roh Kudus memelihara dan melindungi hal itu. Jadi Roh itu berdoa untuk kemuliaan kita sesuai dengan kehendak Allah. Inilah ayat yang sangat mengagumkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama Anda menjalankan hidup, Anda memikirkan banyak hal tentang keadaan Anda diluar Anda sendiri. Apakah Anda pernah memikirkan apa yang terjadi di dalam Anda? Apakah Anda pernah memikirkan pekerjaan perantaraan Roh Kudus yang berlangsung terus menerus yang tidak pernah tidur karena Allah tak pernah istirahat atau tidur?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda memiliki pengacara yang melawan setiap tuduhan terhadap Anda, yakni Yesus Kristus yang berdiri di tangan kanan Bapa yang membela Anda karena Dialah yang telah membajar penuh hutang segala dosa Anda? Karena itulah Anda akan mendapat kemuliaan, Karena itu tidak ada yang dapat menghukum Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, semua itu menghasilkan kebenaran ayat 28. Karena pekerjaan perantaraan Roh Kudus dan karena tujuan ilahi Allah, Allah sendiri menjawab permohonan Roh dengan mengerjakan segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebaikan yang disebut disini adalah kemuliaan kekal, karena kemuliaan kekal itu adalah tujuan segala sesuatu, seperti yang dimaksud ayat 30, dimuliakan; ayat 19, anak-anak Allah dinyatakan; ayat 21, kemuliaan anak-anak Allah. Itulah tema- nya, ayat 24 dan 25, pengharapan kita. Yang dimaksud dengan kebaikan itu adalah kemuliaan kekal kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebaikan yang diutamakan di ayat-ayat ini adalah kebaikan terakhir yang adalah kemuliaan orang-orang percaya. Kita telah terjamin untuk kebaikan terakhir itu, yang terbaik itu. Allah menyebabkan segala sesuatu yang merespon kepada pekerjaan perantaraan Roh Kudus bekerja sama untuk kebaikan. Disitulah kita mendapatkan sampai dimana kita terjamin.... didalam segala sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ini? Tidak ada sesuatupun yang dapat mengubah kebaikan terakhir itu. Itu adalah cara positif untuk mengatakan bahwa di status kita tidak ada penghukuman. Segala sesuatu, dengan sifat apapun juga, seberapa banyaknya juga, apapun yang mungkin terjadi di dalam dunia yang jatuh dan penuh korupsi terhadap orang yang masih memiliki kutukan di dalam kemanusiawian mereka, semua itu. Segala sesuatu telah di kerjakan oleh Allah untuk kebaikan terakhir kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bekerja sama adalah dari mana kita dapat perkataan sinergi. Kita dapat mengatakan itulah kuasa pemeliharaan Allah. Semua hal belum tentu baik dengan sendirinya, segala sesuatu belum tentu bersama-sama menghasilkan sesuatu yang baik di dalam hidup ini. Ada beberapa diantara kita yang merasakan itu sekarang. Kehidupan kita penuh penyakit, kehilangan pekerjaan, kehancuran perumahan dalam bencana alam, kehilangan teman, dsb.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada akhirnya ada kebaikan terakhir itu, kemuliaan kekal yang akan terjadi. Bagaimana mungkin kita akan kehilangan keselamatan jika segala sesuatu yang terjadi terhadap kita akan bekerja sama untuk kebaikan kekal kita? Tidak ada kemungkinan lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah penerima jaminan ini, janji ini? Ayat 27 mengatakan bahwa Roh Kudus menjadi perantara bagi orang-orang kudus yang telah diselimuti kebenaran Kristus dan karena itu dihadapan Allah adalah kudus. Namun kemudian di ayat 28 ini diterangkan selanjutnya seperti ini, “Bagi mereka yang mengasihi Dia.” Mereka adalah penerima semua ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda menanyakan pertanyaan, bagaimana kita tahu seseorang itu orang Kristen? Disinilah terdapat jawabannya. Mereka mengasihi Allah. Itulah panggilan mujarab. Itulah panggilan mutlak, ayat 30, “Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.” Inilah panggilan dari kematian rohani kepada kehidupan rohani. Semua yang telah dipanggil dengan cara itu, dipanggil kuasa Roh Kudus kemudian digambarkan sebagai mereka yang mengasihi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang Alkitab orang-orang percaya sejati digambarkan sebagai mereka yang mengasihi Allah. Kita tidak mengasihi dunia, dan juga tidak hal-hal yang ada di dunia ini, jika Anda mengasihi dunia maka kasih Allah tidak ada didalam Anda. Kita mengasihi Allah dan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih merenungkan kemuliaan-Nya yang rajani. Kasih merindukan menyembah dan menyanyi puji-pujian. Kasih mencari persekutuan dengan orang lain yang mengasihi-Nya. Kasih mengasihi mereka yang mengasihi Dia dan dikasihi Dia. Kasih mencari persekutuan dengan Allah, persekutuan intim.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kasih yang mencari pengetahuan Allah di dalam firman Allah, supaya lebih lagi mengenal Dia. Inilah kasih yang sensitif atas kehormatan Allah dan atas yang tidak menghormati Allah. Inilah kasih yang membenci apa yang dibenci Allah dan mengasihi apa yang dikasihi Allah. Inilah kasih yang berdukacita atas dosa dan bersukacita atas kebenaran. Inilah kasih yang merindukan kedatangan Yesus Kristus, namun kebanyakannya adalah kasih yang menaati Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi semua yang mengasihi Tuhan, janjinya adalah bahwa Roh Kudus akan menegahi dengan harmonis sempurna dengan kehendak Allah supaya Dia menyebabkan semua yang terjadi di dalam kehidupan mereka yang mengasihi-Nya bekerja sama pada akhirnya untuk kebaikan kekal dan kemuliaan kekal karena itulah tujuan-Nya dari permulaan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120401</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000119</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengapa kita menderita?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000011A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Romans+8:18-25" target="_blank" class="imCssLink">Roma 8:18-25</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang telah mengalami penderitaan di dalam hidup ini, dan selagi kita menghadapi penderitaan kita juga melihat penderitaan di seluruh dunia. Peperangan dan pembunuhan dan tornado dan banjir dan avalanche dan daftarnya terus menerus saja. Jadi bagaimana kita sebagai orang Kristen menghadapi semua ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan waktu kita mulai mengingat hari Paskah marilah kita melihat Roma 8 karena buku Roma memberitakan kita kabar baik. Dan ini mulai dengan pengabaran Injil Allah di ayat-ayat 1-17. Setelah itu kita melihat keberdosaan manusia. Namun kemudian kita baca solusi semua ini di dalam kematian dan pengorbanan yang ajaib dari Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya yang kita rayakan di hari Paskah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi supaya kita mengerti hal ini marilah kita mulai dengan konteks, ketika Anda mengakhiri Roma 5, kita telah melihat bahwa penyelamatan adalah oleh anugerah melalui iman kepada Kristus saja dan bukan karena perbuatan dan usaha kita. Dan setelah kita sampai ke Roma 6, kita sekarang membicarakan manfaat injil yang diteruskan sampai ke Roma 8:39.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat menjelaskan ini secara sederhana. Roma 6 dan 7 berhubungan dengan manfaat negatif dari Injil dan Roma 8 berhubungan dengan manfaat positif. Bab 6 dan 7 menjelaskan bahwa Anda tidak lagi dibawah hukuman Hukum Taurat, Anda tidak lagi mati, Anda telah dihidupkan. Namun di bab 8, kita dapat melihat pekerjaan sanktifikasi dari Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah yang dikerjakan Roh Kudus didalam kita, untuk kita dan bersama kita. Jadi sekarang kita melihat bagian keselamatan yang bermanfaat bagi kita. Dan disinilah pekerjaan Roh Kudus benar-benar mulai terang bagi kita. Allah Bapa merancang rencana, Allah Anak menyebabkan rencana itu mungkin dan Roh Kudus membuat rencana itu berhasil, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">John McArthur mengatakan hal ini indah sekali, “Allah Bapa adalah yang memilih kita, Anak Allah adalah yang menebus kita, Roh Kudus adalah yang membenarkan kita. Pemilihan adalah pekerjaan Allah Bapa, pembenaran adalah pekerjaan Allah Anak dan proses sanktifikasi adalah pekerjaan Roh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita mempelajari pelayanan berkuasa yang terus menerus dari Roh Kudus waktu Dia menggerakkan kita dari anugerah kepada kemuliaan. Dan ini sangat penting bagi kita untuk dimengerti karena inilah pengalaman kita sehari-hari. Pengertian yang benar tentang pelayanan Roh Kudus itu perlu untuk menyembah Roh Allah itu untuk segala hal yang Dia lakukan sekarang di dalam kehidupan kita meskipun itu berarti ada penderitaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini membawa kita sekarang kepada Roma 8:17 dimana pelayanan Roh Kudus menjamin kemuliaan kekal kita di masa depan. Dan itu tentu saja adalah hadiah Allah yang terbaik. Kita memiliki jaminan kemuliaan kekal, inilah bagian yang terbaik dari semua hal keselamatan, karena untuk apa ada keselamatan yang mungkin hilang?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika hal ini bergantung kepada kita sedikitpun, kita pasti akan kehilangan itu karena tidak seorangpun dari kita dapat melakukan apa yang dibutuhkan untuk menjamin dengan usaha sendiri keselamatan dari Allah. Jadi harapan satu- satunya yang kita miliki untuk kemuliaan kekal harus dijamin oleh Allah yang sama yang memilih kita, yang memanggil kita, yang membenarkan kita dan yang pada suatu hari akan memuliakan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita dapat mengatakan bahwa ada dua pekerjaan Roh Kudus yaitu sanktifikasi dan jaminan. Dia menyesuaikan kita semakin lama semakin baik kepada standar benar yang telah diteladani dengan sempurna oleh Yesus. Itulah artinya Efesus 1:13 ketika dikatakan kita telah dimeteraikan Roh, dan meterai itu tidak mungkin pecah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapapun yang mengatakan bahwa Anda mungkin dapat kehilangan keselamatan tidak mengerti proses penyelamatan. Keselamatan adalah hadiah yang diberikan Allah sebelum dunia dijadikan dan semua yang berada dalam kategori ini yang telah dipilih Allah akan dimuliakan karena “mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya (Roma 8:30).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 6:39, “Semua yang telah diberikan Allah Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan tidak ada satu yang hilang, tetapi Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman.” Kita akan dibangkitkan menjadi keadaan kekal kita oleh kuasa Roh Kudus yang sama yang melahirkan kita kembali pada saat kita diregenerasi. Ini suatu pekerjaan yang direncanakan Bapa dan yang disahkan Anak dan yang dijadikan Roh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang lihatlah Roma 8:17 dan seterusnya, “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Dan dengan kalimat terakhir itu Paulus menyampaikan konsep kemuliaan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 8:18-25, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh penciptaan menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh penciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena penciptaan itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala penciptaan sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin sampai sekarang. 23 Dan bukan hanya penciptaan saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan meskipun kita menderita, ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang kita akan menerima nanti. Roh Kudus memakai segala hal yang kita alami, bahkan penderitaanpun, untuk membenarkan kita, untuk menumbuhkan kita, untuk mengajarkan kita lebih banyak lagi sifat-sifat Kristus seperti kesabaran dan kemauan untuk mengampuni mereka yang telah menyakiti kita atau yang mungkin masih terus menyakiti kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu kata yang menarik perhatian ketika kita baca bagian ini, yaitu kata ‘mengeluh.’ Penciptaan mengeluh di bagian ini di ayat 22. Dan kemudian kita melihat di ayat 23 bahwa kita sendiri yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh. Ini menunjukkan bahwa penciptaan dan kita juga mengalami keluhan, mengalami penderitaan sampai saat kenyataan kemuliaan terakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua keluhan itu adalah indikasi ada suatu realitas yang belum dipenuhi. Seluruh semesta alam merasakan keinginan untuk dipenuhi ini. Orang percaya merasa belum dipenuhi, bahkan Roh Kudus mengalami perasaan belum dipenuhi ini. Alam disini dipersonifikasikan. Ayat 19, “Sebab dengan sangat rindu seluruh penciptaan menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ini? Dan mengapa penciptaan mengeluh? Inilah semacam kondisi penderitaan yang masih menunggukan janji dipenuhi. Zaman sekarang adalah zaman dosa dan penderitaan dan kerusakan dan korupsi. Dan zaman yang akan datang adalah zaman langit baru dan bumi baru dan kebenaran dan kemurnian dan kekudusan dan kebajikan dan kemuliaan dan kehilangan kematian dan kerusakan dan penyakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinay penciptaan disini? Malaikat-malaikat? Mereka mahluk yang dicipta. Tidak. Mereka tidak mengeluh. Malaikat kudus tidak mengeluh karena mereka mengelilingi takhta kerajaan Allah sekarang dan mereka dalam kesempurnaan kekal dan kekudusan kekal. Mereka tidak mengharap sesuatu yang lebih baik karena tidak ada sesuatupun yang lebih baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan setan-setan? Apakah dia membicarakan para malaikat yang telah jatuh dan sekarang adalah setan-setan? Tidak. Mereka tidak mengeluh dalam pengharapan bahwa mereka akan dimerdekakan karena tidak ada kemerdekaan, tidak ada penyelamatan, tidak ada penebusan, tidak ada pengampunan, tidak ada masa depan yang lebih baik untuk mereka, hanya ada Lautan Api.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mungkin dia membicarakan orang-orang percaya? Tidak, dia tidak membicarakan orang-orang percaya karena ada perbedaan diantara penciptaan dan orang percaya. Coba lihat, ayat 19, penciptaan menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan, karena itu penciptaan ini berbeda dengan anak-anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu tentang orang-orang tidak percaya? Tidak, karena orang yang tidak percaya tidak berharap kepada Kristus, mereka tidak mengharapkan kemuliaan, mereka tidak berharap kepada sesuatu yang lebih baik dari surga. Mereka tidak memiliki informasi tentang hal itu dan mereka tidak ada keinginan untuk hal itu. Dan selanjutnya melihat ayat 20, mereka pendosa yang sukarela, mereka mau menambahkan kepada korupsi mereka sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada dasarnya, penciptaan yang mengeluh adalah penciptaan yang tidak berakal, yang hidup maupun yang tidak hidup. Jadi yang ada adalah personifikasi penciptaan, surga material, dunia material dan semuanya yang ada didalamnya. Penciptaan disini diberikan identitas. Ini dipersonafikasikan dalam semacam mode puitis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini semacam pengharapan. Sepertinya penciptaan ini rindu melihat pernyataan anak-anak Allah. Itulah waktunya kita semua dimuliakan. Itu akhirnya semua sejarah manusia, akhir Kerajaan seribu tahun, dan pendirian langit kekal dan bumi baru, penciptaan itu menunggukan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 21, diterangkan dengan cara ini, “21 penciptaan itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.” Setelah semua anak-anak Allah dimuliakan, penciptaan itu akan menerima manfaat dari kejadian itu. Karena akan ada langit baru dan bumi baru, benar? Ini pernyataan kosmologis menakjubkan yang sangat besar. Seluruh alam semesta mengantisipasikan hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa penciptaan melakukan hal ini? Coba lihat lagi ayat 20, karena penciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan. Ciptaan ini tidak dapat menjadi apa yang menjadi keinginannya. Seluruh ciptaan ketika Allah menciptakannya di Kejadian 1 pada permulaan baik, benar? Dan pada akhir bab 1:31 Dia mengatakan, “segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baik.” Namun itu ditaklukkan kepada kesia-siaan. Tujuannya tidak tercapai. Tidak lagi seperti seharusnya dan tidak seperti apa yang mungkin terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menaklukkan penciptaan kepada kesia-siaan, menurut Kejadian 3:17,18 dan 19 dan mengucapkan kutukan kepada penciptaan karena dosa Adam dan Hawa. Ketika Adan dan Hawa berdosa datanglah suatu kutukan kepada mereka, suatu penyakit yang mematikan, suatu penyakit yang begitu menular sehingga tidak ada manusia satupun yang hidup di dunia ini yang lolos dari penyakit itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Adam berdosa penyakit itu ada dimana-mana di dunia ini dan itu masih berlangsung sampai hari ini. Kerusakan, bencana, polusi, degenerasi dan gangguan bukan hasil dari sesuatu hal evolusioner yang kebetulan, atau mutasi buruk. Hal-hal saat ini adalah buruk di dunia karena Allah telah mengutuk seluruh alam semesta. Dia mengutuknya supaya manusia setiap saat dalam kehidupannya dapat menghadapi realitas akibat dosa yang merusak dan mematikan yang korup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang environmentalis tidak mampu membalikkannya, mereka tidak mampu mengurangi akibatnya. Energi matahari tidak mampu menolong. Menghilangkan jejak kaki karbon tidak dapat melakukan itu. Menghilangkan bahan bakar fosil tidak akan menghilangkan akibat kutuk itu. Pendidikan tidak mempan. Ini merupakan suatu kutukan ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini bukan semakin lama semakin baik, kita sedang dalam perjalanan turun dari kesempurnaan ke arah kehancuran total dan tidak ada yang dapat memberhentikannya. Inilah pandangan alkitabiah karena pada saat manusia berdosa dia dihukum dengan larangan untuk menikmati kemurnian dan dia sekarang raja yang kehilangan mahkotanya yang hanya memerintah suatu penciptaan yang korup yang semakin hancur dan akhirnya akan mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi prinsip korupsi ada dimana-mana. Karena itu alam semesta ini mengeluh karena telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan karena keinginan sendiri namun sebagai suatu akomodasi yang perlu untuk kutukan Allah terhadap Adam dan Hawa dan semua orang dan dengan kekuatan sendiri tidak dapat membalikkan perbudakannya kepada korupsi. Inilah perbuatan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 21, “dalam pengharapan, karena penciptaan itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan.” Seluruh Alam semesta rindu untuk menjadi apa yang pada permulaan telah dicipta Allah dan tahu bahwa itu tidak akan terjadi kecuali anak-anak Allah dimuliakan pada akhir keadaan kekal. Seluruh penciptaan menantikan masa depan yang lebih baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah melindungi kita sekarang melalui pekerjaan Roh Kudus. Dan Allah melakukan itu bukan dengan mendampingi kita melainkan dengan menetap di dalam kita dan Roh Kudus yang membenarkan kita ditengah dunia yang korup ini. Inilah pelayanan Roh Kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana ini semua akan terjadi? Ini digambarkan secara teliti di 2 Petrus 3:10, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan diceritakan lebih lanjut di ayat 12, “Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.” Dan dunia dan langi yang kita kenal akan hilang lenyap. John McArthur memanggilnya kebalikan dari penciptaan, yaitu meniadakan penciptaan. Dan ayat 13, “Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22 menringkaskannya, “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala penciptaan sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin sampai sekarang.” Kata kerja yang berarti sakit bersalin adalah kesakitan yang positif, benar? Sakit bersalin pada dasarnya adalah kesakitan yang menharapkan sesuatu yang indah, seperti peristiwa besar, sesuatu pemberkatan, dan itulah kesakitan yang dirasakan penciptaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak perlu melindungi penciptaan itu. Itu disediakan bagi Anda. Kita janganlah memperlakukannya jahat, namun Anda harus mengerti bahwa ciptaan ini telah dikutuk. Dunia ini masih diizinkan untuk memberi kekayaan dan berkat bagi kita. Allah akan memelihara penciptaan-Nya sampai saatnya Dia akan menghancurkan semuanya itu, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, orang percaya mengeluh untuk kemuliaan, ayat 23, “Dan bukan hanya penciptaan saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.” Iya, memang kita telah diadopsi namun kita masih belum menerima warisan kita, benar? Pada akhir ayat 23, yaitu penebusan tubuh kekal kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat 1 Petrus 1:3-4? Kita mengeluh menantikan hari dimana kita menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu, benar? Ayat 23 mengatakan, “kita yang telah menerima karunia sulung Roh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh yang ada di dalam kita adalah buah pertama Roh Kudus. Dia adalah angsuran pertama. Buah pertama adalah sebagian kecil dari panen yang diambil petani duluan, bagian pertama yang masuk sementara sisanya masih menunggu mencapai mekar penuh. Dia menarik yang pertama untuk mencari tahu hasil panen nanti seperti apa berdasarkan apa yang masuk duluan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita mengeluh sampai saatnya semua dipenuhi. Dan semakin kita tua semakin kita mengeluh ya? Benar, Anda lebih mengeluh karena ada lebih banyak hal yang menyebabkan kita mengeluh. Bukan saja di dalam tubuh kita sendiri, namun juga hal yang terjadi di sekitar Anda yang meneybabkan kita mengeluh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang menyebabkan ketekunan kita kuat sewaktu kita menderita? Pelayanan Roh Kudus di dalam kita, buah pertama yang telah ditetapkan didalam kita. Roh Kudus itu, Dialah yang memimpin kita, Dialah yang menegaskan adopsi kita, Dialah yang bersaksi besama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120325</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000011A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jalan mana menuju ke Surga?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000011B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:13-14" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:13-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Alkitab Anda dan marilah kita melihat Matius 7:13-14, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menggambarkan dua pintu yang mengarah seseorang kepada dua jalan yang menuju ke dua tujuan dan yang didiami dua macam penduduk yang berbeda. Sejak saatnya kita cukup besar untuk ambil keputusan sendiri, hidup ini selalu penuh dengan keputusan yang selalu harus kita ambil. Dan Yesus setelah membandingkan jalan orang Farisi dengan jalan Kerajaan mengatakan kepada kita, sekarang Anda juga harus ambil keputusan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah minta supaya setiap orang memilih. Contohnya, melalui Musa Allah menghadapi bani Israel di Ulangan 30:15 dan mengatakan, “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan... Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” Allah memberi orang-orang Israel pilihan terakhir, kehidupan atau kematian, kebaikan atau kejahatan dan memanggil mereka untuk memilih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yosua yang menjadi pemimpin orang Israel setelah Musa pada waktu mereka masuk tanah Perjanjian, di minta Allah di Yosua 24:15 supaya orang Israel memilih, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua hal yang tidak bisa di lakukan dengan Khotbah di Bukit ini. Salah satunya adalah Anda tidak dapat mengamatinya dan hanya mengaguminya. Yesus tidak tertarik kepada tepuk tangan untuk etika-Nya, Yesus tidak tertarik sama orang yang hanya ingin mengagumi kebajikan pernyataan etika Khotbah di Bukit. Yesus ingin ada keputusan tentang nasib Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kedua Anda tidak boleh lakukan adalah menunda hal itu sampai suatu masa depan nubuatan. Dia menuntut ada keputusan sekarang, di waktu sekarang ini. Saya merasa ada banyak orang yang melihat ajaran-ajaran Khotbah di Bukit dan tuntutannya dan memikir ah itu nanti saja di saat Kerajaan masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menuntut supaya ada jawaban. Anda tahu sekarang kualifikasi kerajaan; Anda tahu sekarang standar Kerajaan, apakah jawabanmu? Apakah reaksimu? Itulah masalahnya. Yesus minta supaya kita bertindak. Dia telah bergerak sepangjang seluruh khotbah ini, untuk membawa orang-orang, untuk membawa kita kepada saat dimana kita harus merespon.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saudara-saudara, pilihan itu jelas sekali, hanya ada dua pilihan; pintu sesak dan jalan sempit dibanding pintu lebar dan jalan luas, hanya itu saja. Tidak ada pilihan lain, tidak ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada orang yang mengatakan, “Bagaimana sih Yesus bisa mengatakan hanya ada dua pilihan tentang agama ketika dihadapan manusia ada begitu banyak agama?” Nah, apakah benar ada banyak agama, kan hanya ada agama benar dan palsu, benar? Malah, sepanjang Khotbah di Bukit Yesus selalu membandingkan kebenaran ilahi dan tuntutan-Nya dengan kebenaran manusiawi dan tuntutannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah kontras dua macam agama, keduanya ditandai sebagai jalan ke surga. Itu kontras di antara kebenaran ilahi dan kebenarnan duniawi, antara agama ilahi dan agama manusiawi, antara agama benar dan agama palsu. Masalah orang Farisi telah di beritahukan kepada kita di Lukas 18:9, “Dan beberapa orang (orang Farisi) menganggap dirinya benar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang memilih sendiri. Dan inilah pilihannya, baik Anda sendirian cukup baik atau melalui sistimmu Anda sanggup masuk ke surga atau Anda tidak baik dan Anda bergantung kepada anugerah Allah melalui Kristus. Hanya itulah dua sistim agama di dunia ini. Nah, Anda dapat melihat ratusan nama dan persyaratan agama yang berbeda-beda namun pada dasarnya hanya ada dua agama di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada agama kasih karunia dan ada agama berdasarkan perbuatan. Ada agama berdasarkan iman dan ada agama berdasarkan kedagingan. Ada agama berdasarkan hati dan ada agama berdasarkan penyesuaian eksternal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sistim agama bikinan manusia yang berdasarkan pikiran bahwa kita tidak memerlukan Juruselamat, kita memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mengembangkan kebenaran kita sendiri, berikanlah kita lingkungan religius kecil, berikanlah kita beberapa peraturan, beberapa rutine, beberapa upacara dan kita bisa saja melalukan itu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah agama prestasi manusia dan itu memiliki banyak judul yang berbeda namun itu semua sistim yang sama karena asalnya dari sumber yang sama yaitu Iblis sendiri. Dan dia membungkusnya dalam kotak-kotak yang berbeda namun produknya percis sama. Disisi lain, agama prestasi ilahi adalah Kekristenan dan itu berdiri sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa orang Yahudi mengajarkan bahwa mereka mampu mencapai kebenaran itu dengan kekuatan sendiri. Karena itu tulisan Paulus di Roma 3:20 bahwa “tidak seorangpun dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat” itu sangat mengejutkan. Dan Paulus mengatakan bahwa mereka yang hidup di bawah hukum Taurat tersumbat mulutnya dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Tuhan di Khotbah di Bukit adalah untuk memperlihatkan mereka bahwa pandangan mereka tentang segala hal itu salah dan untuk membawa mereka ke tempat di mana Dia mulai khotbah itu: berbahagialah orang yang rohnya miskin, berbahagialah orang yang berdukacita, berbahagialah orang yang lemahlembut, berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Yesus mulai dengan apa yang Dia ingin orang itu menjadi yang patah hati, yang berdukacita tentang keberdosaan total mereka, yang lemahlembut di hadapan Allah dan hukum Taurat, dan yang lapar dan haus untuk apa yang mereka tahu mereka tidak memiliki namun sangat memerlukan, yaitu kebenaran Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang Farisi tidak pernah mengerti pesan itu. Kita mendengar orang Farisi di Lukas 18:11 wakty dia berdoa, “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain...;12 aku berbuat ini dan berbuat itu dan selama doa itu dia tidak pernah membahas kebutuhannya kepada Allah, tidak ada satu keperluanpun karena dia pikir dia tidak perlu apa-apa, karena dia anggap dirinya sudah begitu baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh sambil memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Yesus berkata, “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Yesus ingin membawa umat manusia kepada saatnya dia menyadari dia tidak mungkin dapat menyenangkan Allah di dalam kedagingan dirinya. Dan dengan putus asa dan hati yang patah, lemah lembut dan berdukacita dia berseru untuk kebenaran dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pilihan yang sama yang kita harus ambil juga. Setelah kita mempelajari Kerajaan di ayat 1-12, dan ketika kita tiba di ayat 13-14 pilihan itu sudah jelas. Ada dua pintu dan dua jalan, yang lebar dan gampang dan yang sempit dan sulit. Dan ada dua tempat tujuan, kehidupan dan kebinasaan. Dan ada dua macam penumpang, yang sedikit dan yang banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat pintu yang sesak. Pertama, di ayat 13 kita harus masuk. Apakah Anda mengerti? Anda harus masuk. Tuntutannya adalah kita harus bertindak sekarang juga. Inilah waktunya, inilah panggilan Allah. Ini bukan kemungkinan, ini perintah. Dan Yesus berkata, masuklah ke pintu yang sesak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan ada pintu lebar juga namun Dia tidak mengatakan kepada Anda untuk masuk kesitu karena itu menuju kepada kebinasaan. Orang-orang berkata, “Kok Kekristenan tidak memberi tempat bagi orang lain.” Ya memang benar. Kita tidak melakukan itu karena kita egois atau sombong, kita melakukan itu karena itu firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Kisah 4:12, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Di Yohanes 10 dikatakan, “Akulah roti kehidupan ...Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan....Akulah pintu ... siapa yang masuk dengan jalan lain adalah seorang pencuri dan seorang perampok.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 2 mengatakan, “Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Hanya satu, tidak ada nama lain, Kristus dan Kristus saja, memang itu jalan yang sempit. Tidak ada kemungkinan lain. Anda harus masuk berdasarkan kemauan oleh iman. Anda harus masuk dengan persyaratan Allah melalui pintu yang ditentukan Allah. Dan Kristus adalah pintu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda harus masuk sendirian. Malah, banyak komentator mengatakan gambaran terbaik hal ini sekarang adalah suatu pintu dorongan. Semacam pintu yang hanya memungkinkan satu orang saja masuk sendirian, dan besi itu sempit sekali dan ada semacam tangan besi yang harus di dorong untuk masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan adalah tersendiri, perorangan. Keselamatan semua orang eksklusif dan sangat pribadi. Dan itu sulit, karena sepanjang hidup kita bergegas main dengan orang banyak. Sepanjang hidup kita melakukan apa yang semua orang lain lakukan, menjadi bagian kelompok, diterima mereka dan sekarang Kristus mengatakan Anda harus masuk dalam hal ini sendirian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan bahwa Anda masuk dengan susah payah. Mungkin ini mengejutkan beberapa orang. Karena kita mendengar selalu bahwa penyelamatan itu mudah. Yang Anda harus lakukan hanya percaya, maju kedepan di gereja, angkat tangan dan berdoa, itu saja. Namun setelah selesai orang itu bukan berada di jalan yang benar karena mereka tidak masuk melalui pintu yang sesak. Marilah saya akan menunjukkan mengapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan di akhir ayat 14, mengenai pintu sesak dan mengenai jalan sempit, “sedikit orang mendapatinya.” Perjanjian Lama mengatakan, “Anda akan menemukan Aku jika Anda mencari Aku dengan segenap hati.” Saya tidak percaya ada yang kebetulan terpeleset dan jatuh ke dalam Kerajaan Allah. Itulah cara penginjil KKR, angkat tangan dan maju kedepan dan langsung Anda masuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba saya jelaskan lebih lanjut. Sukar untuk diselamatkan, kata Yesus. Nomor satu karena Anda sendiri harus mencari. Dan banyak orang mencari namun pada saat mereka tahu ongkosnya mereka tidak tidak mau melakukan itu. Dengarkanlah, Anda tidak akan menjadi orang Kristen dengan cara murah dan mudah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mungkin itu bukan yang Anda dengar namun itu perkataan Yesus. Kerajaan adalah bagi mereka yang mencarinya dengan segenap hati. Kerajaan itu adalah bagi mereka yang mengejarnya, yang menderita untuk masuk, yang hatinya hancur atas keberdosaan mereka. Yang berdukacita dalam kelemahlembutan, yang lapar dan haus dan yang merindukan Allah mengubah kehidupan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu dusta Iblis yang luas di dunia saat ini adalah menjadi orang Kristen itu gampang. Hal ini tidak mudah. Pintunya sesak. Dan Anda harus masuk sendirian dan Anda masuk dengan menderita sepanjang jalan karena keberdosaan Anda. Anda harus memiliki hati yang hancur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang muda dan kaya di Matius 19 yang datang ke pintu itu, dia benar mencari. Dan dia menemukan Yesus dan bertanya, “apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Dan Tuhan langsung berbicara tentang inti masalahnya dan mengatakan, “pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.” Dia datang dengan kebenaran diri ditangan satu dan semua uangnya ditangan lainnya dan dia tidak dapat masuk pintu sesak itu dan Alkitab mengatakan dia pergi dengan sedih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak akan dapat masuk pintu itu kecuali hati Anda bertobat atas dosa. Ketika Yohanes Pembaptis mempersiapkan orang-orang untuk menerima Mesias mereka datang dan dibaptis karena mereka ingin dibersihkan dari dosa-dosa mereka. Siapapun yang memiliki latar belakang Yahudi mengerti bahwa persiapan untuk Mesias itu melibatkan pembersihan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, Anda harus masuk pintu sesak itu dalam penyerahan total kepada Kristus. Tidak seorangpun dapat diregenerasi seperti ditunjukkan Kristus disini dengan hanya menambahkan Yesus Kristus kepada semua aktivitas duniawi lainnya. Keselamatan bukanlah tambahan, keselamatan adalah transformasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Yohanes 1 adalah jika Anda benar-benar ditebus itu akan menyatakan dirinya dengan kehidupan yang ditransformasikan dimana dosa di akui, dimana ketaatan adalah bagian karakter baru Anda, dan dimana kasih itu nyata. Keselamatan ditandai kehidupan yang berubah. Malah Yesus mengatakan, “Saya tahu siapakah benar-benar murid saya karena mereka menaati firman-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Persyaratan-persyaratan ini besar dan ketat dan halus dan jelas. Keinginan hati kita haruslah untuk memenuhinya dengan pengetahuan benar bahwa ketika kita gagal Allah akan menghajar kita dan kemudian Allah akan memaafkan kita dengan indah dan penuh kasih, dan mendirikan kita kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebaliknya ada pintu yang lebar. Kita tidak perlu mengatakan banyak tentang hal ini karena sudah terang ini kontras. Yah, semua orang bisa masuk bersama-sama. Wah, Anda bisa membawa semua barang bawaan Anda, dosa-dosa Anda, semua amoralitas Anda, semua non-komitmen kepada Kristus, Anda bisa datang dan masuk pintu kesenangan diri sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang yang mengklaim mereka adalah orang Kristen dan mereka hanya mementingkan diri secara total. Sombong, membenarkan diri, menyenangkan diri, dengan bermacam dosa, mereka semua diterima di jalan luas itu. Orang India Barat yang telah memilih Islam diatas Kekristenan mengatakan ini, “Alasan saya adalah bahwa Islam adalah suatu jalan luas yang mulia dan ada tempat bagi orang bersama dosa-dosanya dan jalan Kristus itu jauh terlalu sempit.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata, “Wah, ini jalan yang keras dan ketat dan sempit, kedengarannya ini bukan yang saya ingin.” Satu hal yang indah adalah bahwa semua hal keras dan sempit dan semua persyaratan telah dipikul Kristus sendiri, “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan” (Matius 11:30).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu tidak berarti tidak ada kesulitan sama sekali. Yesus mengatakan, jika Anda akan mengikuti Aku, Anda harus tahu bahwa banyak orang tidak akan setuju. Anda tidak bisa menjadi muridku jika Anda tidak mengasihi Aku lebih dari semua orang lain, bahkan bapa Anda, ibu Anda, isteri Anda, anak-anak Anda dan bahkan kehidupan Anda sendiri. Mungkin Anda harus meninggalkan semua orang yang dikasihi dan kemudian Anda harus memikul salib Anda dan menjalankan kehidupan bagi Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda juga harus mempertimbangkan penganiayaan. Di dalam dunia Anda akan mengalami tribulasi. Pada suatu hari, kata Yesus kepada murid-murid-Nya, orang-orang pikir mereka akan melakukan perbuatan baik untuk Allah dengan membunuh Anda. Yohanes 16 mengatakan bahwa Anda sepanjang hidup akan melarikan diri dari mereka yang ingin membunuh Anda. Jadi jalan sempit ini mungkin jalan yang keras sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Anda selalu mencoba untuk berurusan dengan keberdosaan Anda sendiri: kebanggaan Anda, keinginan Anda sendiri, kehendak Anda yang mementingkan diri. Yesus mengatakan kepada Petrus, ikutilah Aku dan ngomong-ngomong, Petrus, ongkosnya termasuk hidup Anda sendiri. Apakah Anda tetap mau ikut dengan persyaratan seperti itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah sisi yang baik, oh Tuhan, melalui pekerjaan dan keajaiban Roh Kudusmu, semoga Engkau mendorong hati orang-orang kearah pintu sesak, dengan pengertian bahwa akhirnya kesempitan itu meledak menjadi langit baru dan bumi baru dengan sukacita dan berkat yang lebarnya dan tingginya dan dalamnya dan panjangnya tak terbatas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang, jalannya sempit namun saya gembira bahwa saya tahu itu cukup lebar untuk pendosa terbesarpun. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diselamatkan Allah. Namun Anda harus mengambil keputusan itu, Yesus memanggil Anda malam ini. Datanglah, Yesus sedang mengetok pintu hati Anda…</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120318</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000011B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berdoalah kepada Bapamu di Surga]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000011C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:7-12" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:7-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pertimbangkanlah sebentar beberapa atribut Allah seperti Allah itu kuasa- Nya tak terbatas dan Dia sanggup melakukan apapun juga yang Dia inginkan, dan kebenaran-Nya tak terbatas sehingga Dia hanya melakukan yang benar, dan kebaikan-Nya tak terbatas sehingga segala yang Dia lakukan adalah baik dan kebijaksanaan-Nya tak terbatas sehingga Dia selalu tahu dengan sempurna apa yang benar dan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ditambah semua itu Dia juga mengasihi tanpa batas sehingga di dalam semua kuasa-Nya dan kebenaran-Nya dan kebaikan-Nya dan kebijaksanaan-Nya Dia juga sangat sayang atas kekasih-kekasih-Nya, jika Anda merenungkan hal-hal ini, maka undangan Allah ini untuk berdoa dan meminta hal-hal baik dengan janji bahwa Dia akan memenuhi permintaan itu adalah sesuatu yang luar biasa indahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini berarti bahwa salah satu tragedi gereja sekarang adalah betapa sedikitnya kita sebenarnya berdoa. Allah memberikan kita undangan terbesar di dunia, dan anehnya kita secara rutin berpaling dan melakukan hal-hal lain yang tidak penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepertinya Allah mengundang kami untuk datang kepada pesta makan terbesar yang pernah ada dan kita menjawab, “Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. 19 Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. 20 Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang” (Lukas 14:18-20).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, itu waktu dulu. Doa saya sekarang adalah supaya Allah menggunakan pesan dan firman dari Yesus di Matius 7 ini, dan pengaruh lain di dalam hidup Anda, untuk membawa kembali suatu keinginan baru untuk berdoa di tahun 2012. Saya harap Anda masing-masing minta kepada Allah untuk mengabulkan itu sementara kita mempelajari teks ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan melakukan hal itu dalam dua tahap. Pertama, kita akan melihat delapan dorongan untuk berdoa di Matius 7:7-11. Dan kedua, kita akan coba untuk menjawab pertanyaan bagaimana caranya kita dapat lebih mengerti janji-janji bahwa ketika kita minta kita akan menerima dan waktu kita cari kita akan menemukannya dan ketika kita ketok, pintu akan dibukakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Enam dorongan itu eksplisit dalam teks ini dan dua adalah implisit. Sudah terang bagi saya bahwa salah satu tujuan Yesus dalam ayat-ayat ini adalah untuk menguatkan kami dan memberi motivasi kepada kami untuk berdoa. Dia ingin kita berdoa, Dan bagaimana caranya Dia mendorong kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Dia mengundang kita untuk berdoa. Tiga kali Dia memerintah kita untuk berdoa, untuk memohon kebutuhan kita. Yang mendapat perhatian kita adalah berapa kali Dia mengajak kita dengan cara-cara yang berbeda. Ayat 7-8, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengulangan itu berarti, “Aku ingin Anda melakukan itu. Mintalah kepada Bapa kebutuhan Anda. Carilah Bapa Anda untuk pertolongan yang Anda butuhkan. Ketoklah pintu rumah Bapa supaya Dia membukakan dan memberi Anda apa yang kaubutuhkan. Minta, cari dan ketok. Saya mengundang Anda tiga kali karena saya benar-benar ingin Anda menerima pertolongan Bapa Anda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Dia memberi janji jika kita berdoa. Yang lebih baik dan lebih mengagumkan dari tiga undangan itu adalah tujuh janji-janji. Ayat 7-8, “Mintalah, maka (#1) akan diberikan kepadamu; carilah, (#2) maka kamu akan mendapat; ketoklah, (#3) maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, (#4) menerima dan setiap orang yang mencari, (#5) mendapat dan setiap orang yang mengetok,(#6) baginya pintu dibukakan.” Kemudian pada akhir ayat 11b (#7), “Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuh janji-janji. Itu akan diberikan kepadamu. Anda akan mendapat. Pintu akan dibukakan kepadamu. Yang meminta akan diberkan. Yang mencari akan mendapat. Yang mengetok pintu akan dibukakan. Bapamu akan memberikan hal yang baik. Tujuan janji-janji ini adalah: Datanglah dengan semangat. Berdoalah kepada Dia, Doa itu tidak sia-sia. Dia akan menjawab. Dia akan memberikan yang baik ketika kita berdoa. Berdoalah sering, berdoalah teratur, dan berdoalah penuh dengan kepercayaan di tahun 2012.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Allah menyediakan diri-Nya di tingkat berbeda-beda. Yesus menguatkan kita bukan saja dengan banyaknya undangan dan janji, namun juga dengan tiga variasi undangan. Dengan kata lain, Allah siap untuk merespon secara positif ketika Anda menemukan-Nya di tingkat akses berbeda-beda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika bapanya dekat, anak itu langsung meminta Dia untuk keperluannya. Jika bapanya jauh, anak itu mencari bapanya untuk kebutuhannya. Jika anak itu menemukan bapa-nya dibelakang pintu tertutup, dia akan mengetok untuk kebutuhannya. Tidak masalah Anda menemukan Allah itu dekat atau jauh bahkan dengan banyak halangan, Dia tetap akan mendengar dan Dia akan memberi hal baik kepada Anda karena Anda mencari Dia dan bukan kepada orang lain atau hal lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Setiap orang yang meminta akan menerima. Yesus mendorong kita untuk berdoa dengan mengatakan bahwa semua yang meminta akan menerima, bukan hanya beberapa orang saja. Ayat 8, “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Perkataan setiap orang di ayat 8, mengatakan janganlah kita takut dan ragu-ragu, bahwa entah bagaimana itu hanya berlaku bagi orang lain dan bukan untuk diri kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja, Dia membicarakan anak-anak Allah disini, bukan semua manusia dimana-mana. Jika Anda tidak memiliki Yesus sebagai Juruselamat dan Allah sebagai Bapa, maka janji-janji ini tidak berlaku bagi Anda. Dan banyak orang yang yang menamakan diri mereka Kristen masih belum menerima-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:12 mengatakan, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama- Nya.” Untuk menjadi anak Allah, kita harus menerima Anak Allah, Yesus Kristus, yang memberikan kita otoritas untuk di adopsi. Dan bagi merekalah janji-janji itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi mereka yang menerima Yesus, setiap orang dari mereka yang meminta akan menerima hal-hal baik dari Bapa-Nya. Pokoknya tidak ada satupun dari anak- anak-Nya yang dikecualikan. Semua diterima dan didorong untuk datang. Martin Luther melihat caranya Yesus memotivasikan kita seperti ini:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dia tahu kita segan dan malu-malu, bahwa kita merasa tidak layak dan tidak kudus untuk menyatakan kebutuhan kita kepada Allah…Kita pikir Allah itu begitu besar dan kita begitu kecil sehingga kita tidak berani berdoa…..Itulah sebabnya Kristus ingin merubahkan pikiran yang takut-takut itu, dan menghilangkan keraguan kita dan supaya kita maju dengan penuh kepercayaan dan keberanian.” Vol. 21 dari Luther’s Works (Concordia, 1956, h.234.)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Kita datang kepada Bapa kita. Ayat 11, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada- Nya!” Ini adalah salah satu dari kebenaran terbesar yang ada. Allah adalah bapa kita. Implikasinya adalah bahwa Dia tidak pernah akan memberikan kita sesuatu yang buruk bagi kita, Tidak pernah, karena Dia adalah Bapa kita!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">6. Bapa Surgawi kita jauh lebih baik dari pada bapa duniawi kita. Yesus mendorong kita untuk berdoa dengan memperlihatkan kepada kita bahwa Bapa Surgawi kita lebih baik daripada bapa duniawi kita dan pasti akan memberikan hal yang lebih baik daripada yang diberikan mereka. Tidak ada kejahatan dalam Bapa surgawi kita dibanding bapa duniawi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 11 lagi, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya!” Yesus tahu bahwa bapa duniawi kita orang berdosa. Karena itu Alkitab berulang kali menarik perhatian kita kepada kesamaan antara bapa duniawi dan Bapa Surgawi, namun juga kepada perbedaannya (contoh Ibrani 12:9-11; Matius 5:48).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus bukan hanya mengatakan bahwa Allah adalah Bapamu; Dia mengatakan bahwa Allah selalu lebih baik dari pada bapa duniawi Anda, karena semua bapa duniawi jahat dan Allah tidak. Ini contoh yang jelas sekali dari ajaran Yesus bahwa semua orang secara universal berdosa. Dia menyatakan bahwa murid-murid-Nya juga jahat, Dia tidak memilih perkataan yang lebih halus seperti penuh dosa atau lemah. Dia mengatakan murid-murid-Nya jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalahnya adalah ketika masih belum menjadi orang percaya, Anda tidak menganggap dirimu jahat. Ini yang ditulis orang yang baru mendengar Billy Graham, “Saya tidak pernah merasa terhilang, dan juga tidak merasa saya setiap hari berkubang dalam lumpur dosa meskipun khotbah berulang kali menuntut bahwa itu perilaku saya. Berikanlah saya suatu agama praktis yang mengajar kelemahlembutan dan toleransi, yang mengakui tidak ada hambatan warna atau keyakinan. Yang mengingat orang tua dan yang mengajarkan anak-anak kebaikan dan bukan dosa. Jika untuk penyelamatan saya, saya harus menerima filsafat yang saya baru dengar dikhotbahkan itu, saya memilih untuk menetap selamanya dalam keadaan terkutuk.” Dia sudah memilih, bagaimana Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada Allah, Bapa kita. Janganlah membatasi pengertian Anda tentang Allah sebagai Bapa dengan pengalaman Anda dengan bapamu sendiri. Sebaliknya percayalah bahwa Allah tidak memiliki dosa atau keterbatasan atau kelemahan bapa duniawi Anda. Didalam Dia tidak ada kejahatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan intinya perkataan Yesus adalah: Bahkan bapa-bapa yang jatuh dan penuh dosapun memiliki cukup anugerah untuk memberikan hal baik kepada anak-anak mereka. Memang ada juga bapa-bapa yang menyakiti. Namun di kebanyakan tempat di dunia, bapa-bapa itu memperlakukan anak-anak mereka dengan baik meskipun mereka tidak tahu pasti apa yang baik bagi mereka. Namun Allah selalu lebih baik. Karena itu, jika bapa duniawi Anda memberi yang baik, apalagi Bapamu di surga akan memberikan hal baik kalau diminta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada sesuatu yang tersirat disini yang mendukung dorongan #4 diatas, perkataan ‘setiap orang,’ “Setiap orang yang meminta akan menerima.” Jika Yesus memberitahukan murid-murid-Nya, “Anda semua anak-anak Allah. Dan Anda semua jahat. Dengan kata lain, meskipun Anda telah diadopsi Allah menjadi keluarga-Nya, tetap masih ada dosa yang berdiam di dalam Anda. Namun Yesus berkata, semua akan menerima, setiap anak Allah yang jahatpun akan menerima! Kita akan tahu mengapa sebentar lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">7. Kita dapat percaya kebaikan Allah karena Dia telah menjadikan kita anak- anak-Nya. Ini dari Santa Agustinus, “Apa sih yang tidak akan diberikan sekarang kepada anak-anak-Nya ketika mereka berdoa, karena Dia telah memberikan mereka khususnya hal ini, yaitu, mereka telah menjadi anak-anak-Nya? Kita tahu bahwa menjadi anak Allah adalah anugerah yang kita terima saat kita datang kepada Yesus (Yohanes 1:12).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada orang Farisi di Yohanes 8:42, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku.” Namun Allah bukan Bapa mereka. Mereka menolak Yesus. Jadi, tidak semua orang adalah anak-anak Allah. Namun jika Allah telah menjadikan kita anak-anak secara cuma-cuma, terlebih lagi Dia akan menyediakan kebutuhan kita, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">8. Kayu salib adalah fondasi doa. Karena Dia menamakan kita jahat dan juga Dia mengatakan kita adalah anak-anak Allah. Bagaimana orang jahat dapat di adopsi Allah yang kudus? Bagaimana kita dapat menganggap kita anak-anak- Nya, apalagi meminta dan berharap menerima, dan mencari dan berharap menemukan, dan mengetok dan berharap pintunya dibuka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberi jawaban-Nya berulang kali. Di Matius 20:28 Dia mengatakan, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Dia memberi nyawa-Nya untuk menebus kita dari murka Allah dan untuk menempatkan kita menjadi anak-anak yang hanya menerima hal yang baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Matius 26:28 Dia mengatakan di Perjamuan Kudus, “Ini adalah darah perjanjian yang telah dicurahkan untuk orang banyak untuk pengampunan dosa.” Karena darah Kristus, dosa kita diampuni ketika kita percaya Dia. Karena itu meskipun Yesus memanggil kita jahat, kita dapat menjadi anak-anak Allah dan bergantung kepada Dia untuk memberikan kita hal baik ketika kita berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian Yesus adalah dasar segala janji-janji Allah dan semua jawaban doa- doa yang kita akan terima. Karena itu kita mengatakan “didalam nama Yesus” pada akhir doa-doa kita. Semuanya bergantung kepada Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ringkasan adalah bahwa Yesus benar-benar mendorong kita untuk berdoa. Kenapa lagi berbicara seperti itu jika tujuan-Nya bagi kita di tahun 2012 bukan untuk berdoa? Jadi Dia memberikan kita dorongan atas dorongan sedikitnya delapan kali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaan terakhir: Bagaimana kita harus mengerti keenam janji di ayat 7 dan 8, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Apakah ini berarti semua yang diminta anak Allah itu akan diberi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak, kita tidak akan mendapat semua yang kita minta dan memang sebaiknya tidak dan kita janganlah inginkan hal itu. Karena kita pada dasarnya menjadi Allah jika Allah melakukan semua yang kita minta. Kita janganlah mau mendapatkan semua permintaan kita karena jika demikian kita harus memikul beban kebijaksanaan yang tak terbatas yang kita tidak miliki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun alasannya kita tidak menerima semua permintaan kami adalah karena teks ini mengajarkannya. Yesus mengatakan di ayat 9-10 bahwa bapa yang baik tidak akan memberi anaknya batu jika ia minta roti dan tidak akan memberinya ular jika ia minta ikan. Bagaimana jika anak itu minta ular? Bagaimana jika kita minta yang tidak pantas dan yang tidak baik bagi kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 11, Yesus memberikan kita kebenaran dari ilustrasi ini: Bapa Kami Hanya Memberi Hal Baik. Dia tidak memberi ular kepada anak-anak-Nya. Karena itu, teks itu sendiri tidak mengatakan bahwa “Mintalah dan Anda akan menerima” berarti “Minta dan Anda akan menerima hal khusus yang Anda minta dengan cara Anda memintanya.” Bukan itu yang dikatakan dan bukan itu yang dimaksud.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan saat kita minta dan cari dan ketok, Dia akan mendengar dan memberi kita hal-hal yang baik. Dan hanya Dia tahu benar apa yang terbaik bagi kami, benar? Kadang-kadang itu hanya apa yang kita minta. Kadang-kadang itu pada saat kita minta. Kadang-kadang khusus caranya kita ingin. Dan di waktu lain Dia memberikan kita sesuatu yang lebih baik, atau pada waktu yang Dia tahu lebih baik, atau dengan cara yang Dia tahu lebih baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tentu saja ini menguji iman kami. Karena jika kita pikir ada sesuatu yang lebih baik kita tentu telah memintanya duluan. Namun kita bukan Allah. Kita tidak kuat tanpa batas, atau benar tanpa batas, atau baik tanpa batas, atau bijaksana tanpa batas atau mengasihi tanpa batas. Dan karena itu, ini adalah anugerah besar bagi kita bahwa kita tidak akan mendapat semua yang kita minta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika kita percaya Yesus atas janji-Nya, O betapa banyaknya berkat kita kehilangan jika kita tidak minta, dan tidak cari dan tidak mengetok, itu berkat- berkat bagi diri kita, keluarga kita, gereja kita, negara kita dan dunia kita. Jadi marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk memberi waktu untuk berdoa sendirian dan bersama keluarga dan di dalam gereja di tahun 2012, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120311</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000011C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mulailah Saling Mengasihi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000011D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:7-12" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:7-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 7:7-12, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12 adalah ayat kunci, dan bagian pertama dari ayat 12 adalah kuncinya bagi kita. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Sisa ayat itu memberi komentar dan berhubungan dengan kebenaran besar itu. Ada yang menamakannya etika gunung Everest. Tidak diragukan lagi, ini merupakan standar tertinggi dari segala hubungan manusia. Kita tahu ini dinyatakan dalam Peraturan Emas, “Perlakukanlah orang lain dengan apapun yang Anda ingin mereka lakukan kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Edersheim, ilmuwan Kristen Ibrani besar mengatakan tentang pernyataan itu, “Ini paling dekat kepada kasih mutlak yang sifat manusia mampu melakukan.” Dan Uskup Ryle menulis, “kebenaran ini menyelesaikan ratusan hal yang berbeda. Ini mencegah perlunya ada peraturan-peraturan kecil tanpa batas untuk perilaku kita dalam kasus- kasus tertentu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya ada banyak hal etika yang dapat dilakukan dunia, dan kadang-kadang mungkin ada yang melakukan hal baik seperti itu. Namun kepenuhan pengertian apa yang dimaksudkan etika ini hanya mungkin bagi orang yang percaya, dan bukan bagi orang yang tidak percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita belajar bahwa dari sudut Kekristenan kita adalah suatu Kerajaan dan Allah adalah raja kita. Allah adalah raja yang memerintah, berkuasa dan berdaulat, dan kita adalah subyek-Nya. Namun itu bukan metafora satu-satunya saja. Tuhan kita di Khotbah di Bukit juga mengatakan kita adalah keluarga. Konsep kerajaan berkaitan dengan peraturan dan konsep keluarga berkaitan dengan hubungan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah di Efesus dikatakan bahwa kita adalah anggota keluarga Allah. Berkali-kali Yohanes mengatakan, “Kita adalah anak-anak Allah.” Matius telah memberitahukan kita dengan jelas sekali melalui perkataan Yesus bahwa Allah adalah Bapa kita, di dalam surga. Dan ada hubungan diantara anak-anak–Nya dan ini menyebabkan ada akibat yang sangat penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, Yesus mengatakan di Matius 22, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Yesus mengatakan semua wahyu Alkitab dapat diringkaskan, semua informasi ilahi dapat disimpulkan, semua dapat di singkatkan kedalam realitas dua hal: hubungan dengan Bapa dan hubungan dengan saudara. Dan Anda tidak mungkin memiliki yang kedua selain Anda memiliki yang pertama. Kecuali Anda berhubungan baik dengan Allah, Anda tidak mungkin sanggup memenuhi standar kasih di ayat 12.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ini konsisten dengan Perjanjian Lama. Di Ulangan 6:5 terdapat bagian pertama, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Di Imamat 19:18 terdapat bagian kedua, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.” Jadi Hukum Taurat adalah untuk hubungan yang benar dengan Dia sebagai Bapa dan hubungan yang benar dengan orang lain sebagai saudara seiman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagian tertentu ini, ayat 1-12 adalah klimaks tema utama seluruh khotbah, yaitu untuk mengemukakan standar hidup di dalam kerajaan Allah. Dia mulai dengan standar yang berhubungan dengan diri kita, standar berhubungan dengan dunia, berhubungan dengan Firman, berhubungan dengan moralitas, berhubungan dengan agama dan berhubungan dengan uang dan harta milik. Dan sekarang kita datang kepada standar hubungan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi bersalah tentang diri mereka, tentang dunia dan tentang hukum Allah. Mereka salah tentang moralitas, tentang agama dan tentang uang dan harta milik. Dan mereka benar-benar salah tentang hubungan antara manusia. Mereka membenarkan diri, egois, bangga, congkak, yang mendirikan mereka di tempat yang tinggi dan mencemoohkan semua orang lain. Mereka sendiri telah melanggar standar dasar hubungan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada intinya Yesus berusaha untuk mendorong mereka kepada keputusasaan untuk mengatakan, “Kita tidak layak masuk ke dalam kerajaan Allah.” Dan saat mereka melihat hal itu, baru mereka mulai merespon dengan cara baik. Dengan kata lain, mereka harus mendengar kabar buruk dulu sebelumnya mereka terdorong ke arah kabar baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah bagian ini, di ayat 13, baru Dia memberikan mereka undangan-Nya. Dia mengatakan, “Nah setelah kami menunjukkan dimana kamu berada, Anda dapat berjalan di jalanan lebar yang menuju kepada kebinasaan, jika memang itu keinginan Anda. Atau Anda dapat masuk ke pintu yang sesak. Dan itulah undangan yang datang setelah tema utama pesan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah seluruh konsep ayat–ayat 1-12 dapat di ringkaskan dalam satu pernyataan: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Nah, mengasihi orang ada dua sisi, ada yang negatif dan ada yang positif. Mengasihi seseorang berarti ada hal-hal yang janganlah dilakukan pada mereka dan ada hal lain yang harus dilakukan, benar? Karena itu ayat 1-6 adalah negatif dan ayat 7-12 adalah positif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda harus mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, jika Anda harus mengasihi caranya Allah ingin Anda mengasihi, jika kasih itu menguasai kehidupan kita dan kasih itu harus membimbing segala hubungan manusia, maka kita harus menyadari bahwa kasih itu tidak mengritik, menghakimi, menyalahkan dan mengutuk orang-orang yang tidak memenuhi standar kita sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kasih itu lebih dari pada tidak melakukan sesuatu. Kasih bukan saja tidak melakukan beberapa hal, kasih itu adalah melakukan hal-hal tertentu dan karena itu kita ada keseimbangan di ayat-ayat 7-12. Dan kita akan mempelajari hal itu malam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat prinsipnya dulu, di ayat 12, “Jadi segala sesuatu,” bukan dalam beberapa hal saja, bukan hampir semua hal, “yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Dan kuncinya adalah kita karus berperilaku seperti kita ingin mereka berperilaku. Ini bukan berarti mereka telah berbuat baik atau nanti akan berbuat baik. Malah, kita mungkin tahu mereka pasti tidak akan melakukan itu. Namun itu tidak mengubah apa yang kita harus perbuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih tidak menghakimi, kasih tidak mengritik. Dan kasih juga menjangkau dan melakukan terhadap orang lain apa yang ingin dilakukan terhadap dirinya, meskipun ada pengetahuan bahwa itu tidak pernah akan dilakukan. Peraturan ini didirikan oleh Yesus. Maksud saya, agama-agama manusia dan filsafat manusia dan sikap manusia telah menemukan konsep negatif yang hampir sama, namun mereka tidak pernah sanggup mencapai yang positif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semacam Peraturan Emas negatif muncul di hampir semua sistim etika. Misalnya, rabi Ibrani terkenal Hillel punya prinsip negatif seperti ini. Dia mengatakan, “Apakah yang Anda benci, janganlah perbuat terhadap orang lain.” dengan kata lain, janganlah perbuat sesuatu yang Anda tidak ingin orang lain berbuat terhapada Anda. Ini prinsip “janganlah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa saja melihat ajaran Kong Hu Cu, “Apa yang Anda tidak ingin dilakukan terhadap diri Anda, janganlah lakukan terhadap orang lain. Setiap macam etika sampai sekarang adalah hal “janganlah.” Diantara orang Yunani Epiktetus mengatakan, “Penderitaan yang Anda hindari, janganlah ditimpakan kepada orang lain.” Orang Stoik mengatakan, “Yang Anda tidak ingin orang lakukan terhadap Anda, janganlah lakukan terhadap orang lain.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelihatannya seluruh dunia tahu apa yang janganlah mereka lakukan, tapi mereka tidak tahu apa yang mereka harus lakukan. Dan jika hanya ada peraturan negatif, ini prinsip yang lemah sekali. Mengapa? Karena pada dasarnya ini hanya suatu pernyataan tentang egoisme manusia. Manusia seluruhnya secara total di dominasi diri sendiri. Dan karena itu dia hanya dapat memikir sejauh prinsip seperti ini, “Janganlah lakukan ini terhadap orang lain, karena jika Anda perbuat itu, maka mereka juga dapat melakukan hal yang sama terhadap Anda.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun aspek positif itu mustahil. Keinginan yang terbaik di dalam hati bagi orang lain dan melakukan itu untuk orang lain melampaui kesanggupan manusia yang belum lahir baru. Itu tidak akan terjadi. Mengapa? Karena, tanpa Tuhan, Alkitab mengatakan di 2 Timotius 3:2, “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi manusia dengan definisi seperti itu memiliki masalah besar. Mereka mengasihi diri mereka dan mereka benci orang yang berbuat baik. Orang seperti itu tidak akan berbuat baik kepada orang lain. Mungkin itu terjadi secara tidak sengaja, namun itu tidak pernah akan menjadi pola hidup. Ini tidak mungkin menjadi pola hidup yang sengaja memberi dengan bebas karena ada motivasi murni. Seperti dikatakan di Titus 3:3, “Manusia hidup dalam kejahatan dan kedengkian, saling membenci.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dunia ini dalam etikanya dapat menahan diri dalam melakukan hal-hal tertentu karena ketakutan, namun tidak ada kuasa untuk berbuat hal yang bersifat baik karena di dalam hatinya tidak ada kasih Allah. Itu memerlukan pengertian tentang Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda memperhatikan prinsip ini dengan seksama, maka prinsip ini monumental dalam arti dan kenyataan. Dan manusia tidak sanggup mengikutinya, karena orang- orang mengasihi diri mereka saja. Namun kita sebagai orang Kristen janganlah memiliki karakter seperti itu. Kita seharusnya melebihi keadaan itu dengan kuasa Roh Kudus dan mulai mengorbankan diri bagi orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu harus datang ketika Roh yang berdiam itu ditanamkan dalam diri kita, dan apakah buah Roh pertama di Galatia 5:22? Kasih. Jika kehidupan Allah berdenyut di dalam jiwa seorang pria atau wanita, jika kasih Allah ada di dalam kita, itu telah ditanamkan di dalam hati kita. Yohanes 13:34 mengatakan, jika buah Roh itu adalah kasih, jika kasih itu benar ada, maka “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Umat manusia yang belum disentuh Allah tidak tahu artinya mengorbankan diri dengan cara itu. Itu tidak akan terjadi, karena manusia selalu mementingkan diri. Mungkin kelihatannya dari luar ada pengorbanan diri, namun akhirnya, jauh dalam diri kita ada tujuan yang mementingkan diri, bahkan juga menjadi martir untuk tujuan baik. Tujuan itu mungkin untuk dihormati rekan-rekannya, untuk mendapatkan reputasi, untuk mencari nama di masyarakat, untuk memiliki kompleks martir, untuk tercatat dalam sejarah atau apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, setelah prinsip ini ditentukan, Yesus memberikan kita tiga alasan untuk menaatinya. Nomor satu, tujuan Allah menuntutnya. Lihatlah akhir ayat 12, “Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepuluh Perintah merupakan perluasan dari kedua prinsip ini. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Karena itu, jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku, jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan. Dan ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Kedua adalah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Karena itu, Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun itu semua akan kembali kepada hal-hal dasar. Ketika saya tahu Anda ada keperluan, saya akan perbuat bagi Anda apa yang saya inginkan bagi diri saya. Dan, malah, kalau itu terjadi dan saya harus memilih, saya akan memilih untuk berbuat itu bagi Anda dan mengorbankan keperluan saya sendiri. Jika saya tahu saya memerlukan baju baru dan saya tahu Anda juga memerlukan baju baru, maka saya akan membelikan Anda baju baru itu, karena saya tahu bahwa itulah yang saya akan berbuat bagi diri saya. Dan saya tidak akan beli sesuatu untuk saya. Itulah esensi prinsip ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sebentar Roma 13:8, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.” Jadi lihatlah, ketika Anda mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, Anda telah memenuhi hukum Taurat, karena Anda tidak akan membunuhnya, Anda tidak akan mencuri dari dia, Anda tidak akan menipunya, dan sebagainya. Karena itu kasih memenuhi hukum Taurat.” Roma 13:10.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi lihatlah, tujuan Allah menuntut ini. Seluruhnya tidak ada gunanya kecuali kita taat akan hal-hal itu. Jadi tujuan Allah akan menuntun kita kepada kata, “taat.” Mengapa kita harus hidup seperti itu? Karena kita patuh karena firman mengatakan, “Ketaatan lebih baik dari pada pengorbanan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua, janji Allah menuntutnya. Dan Anda akan lihat perkataan “Jadi” di ayat 12, jadi marilah kita kembali ke ayat 7 sampai 11, yang membawa kita kepada prinsip itu. Ilustrasinya datang duluan dalam kasus ini, supaya itu menjadi jembatan dari keenam ayat-ayat yang pertama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam ayat 7 dan 8 dikatakan bahwa apapun yang kita minta dan cari dan mengetok, kita akan terima. Sekarang, dengarkanlah. Inilah kuncinya – kita bebas untuk memberi kepada orang lain dan mengorbankan diri untuk orang lain dan mengasihi orang lain karena kita bisa yakin bahwa dalam memberikan semua kepada orang lain, kita memiliki orang lain, kita memiliki sumber akhir dan kekal untuk menggantikan dan menyediakan semua kebutuhan kita, amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji Allah kepada saya yang mengatakan apa yang saya minta dan cari dan ketok akan diberikan kepadaku, membebaskan saya untuk memberi segalanya kepada orang yang memerlukannya. Apakah Anda mengerti hal itu? Saya dapat memperlakukan orang lain dengan apa yang saya lakukan untuk diri saya tanpa takut bahwa saya sendiri kekurangan, karena yang saya dapat lakukan adalah berpaling kepada Bapa yang mengasihi saya, yang memberikan saya roti setiap hari dan memelihara saya dari setiap sudut, dan saya tidak pernah kekurangan dalam apa yang saya butuhkan. Nah, apakah ini jauh sekali dengan caranya kita hidup sekarang? Memang benar. Kita masih sangat mementingkan diri dan harta milik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam hal-hal rohani, kita dibawa ke firman Allah untuk belajar prinsipnya, dan kita menjalankan prinsip itu sebisa-bisanya, dan kita mulai cape dan putus asa, dan kita harus bersandar kepada kebijaksanaan-Nya, benar? Dan itulah yang menyebabkan hubungan kita menjadi erat, benar? Jadi Dia memberikan kita cukup kebenaran supaya kita bertanggung jawab dan cukup misteri supaya kita tetap bergantung kepada Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada beberapa orang yang memikir ayat 7 itu seperti cek kosong yang tinggal diisi saja. Orang berkata, “Alkitab mengatakan, ‘mintalah,’ di ayat 8, “setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Dan mereka ingat ayat itu saja, “kita hanya perlu minta.” Tunggu sebentar..., masih ada beberapa kondisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, ini hanya benar jika Anda menjadi anak Allah. Kalau tidak, Anda tidak ada hubungan dengan Dia, benar? Dia tidak berhutang. Kedua, Anda harus hidup dalam ketaatan, atau seperti dikatakan Petrus, “Supaya doamu jangan terhalang.” 1 Yohanes 3:22 mengatakan, “dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor tiga, kita tidak boleh memiliki motivasi yang egois sekali dalam meminta. Jika Anda minta hanya untuk diri sendiri, pasti tidak dikasih. Apa maksudmu? Yakobus 4:3 mengatakan, “Kamu berdoa, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu saja.” Semua yang Anda inginkan hanya untuk memenuhi keinginan sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu hal lain yang saya ingin Anda perhatikan di ayat 7 dan 8, yaitu ada tiga kewajiban, Kita harus minta terus, dan cari terus dan ketok terus. Ini menyatakan harus ada ketekunan dan keteguhan. Jadi meskipun kita tahu semua itu datang dari Allah, ini tidak berarti bahwa kita santai-santai saja dan tidak ikut campur secara agresif untuk memenuhi permintaan kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah ingin kita bertekun? Karena semakin kita ikut campur dalam prosesnya, semakin baik hubungan itu, benar? Semakin mendalam, semakin kaya dan semakin berarti hubungan saya dengan Dia. Allah ingin supaya hubungan kita dengan Dia adalah vital. Dan Dia melakukan hal-hal yang melemparkan saya ke dalam hubungan itu secara total. Jadi bukan saja saya taat, namun kedua saya sangat bersyukur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya ada alasan ketiga. Dan Yesus memberikan kita ilustrasi yang indah, ayat 9-10, “Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?” Seorang bapa tidak akan sengaja menipu anaknya. Dan dia juga tidak akan sengaja menghancurkan anaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ayat 11 mengatakan, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Dan idenya disini adalah Allah adalah Bapa yang memberi kepada semua apa yang mereka butuhkan, dengan pengertian bahwa mereka tidak mungkin dapat memberi kembali kepada-Nya sesuatu yang sama jenisnya atau sama banyaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi masalahnya ini. Pada dasarnya kita jahat. Dan meskipun kita menjadi orang Kristen, kita tetap ada dosanya, benar? Dan pergumulan untuk mementingkan diri masih menguasai kehidupan kita. Jadi kita perlu patah hati supaya kita tidak egois terhadap orang lain. Jadi marilah kita datang kepada sumber segala yang baik, yakni Allah Bapa kami, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120304</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000011D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Janganlah mengritik]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000011E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+7:1-6" target="_blank" class="imCssLink">Matius 7:1-6</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini marilah kita melihat Matius 7:1-6, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." 6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda latar belakang sedikit sewaktu kita mulai membicarakan soal menghakimi orang lain. Di dalam Khotbah di Bukit, Yesus telah menyentuh segala bidang dalam ringkasan indah semua kebenaran berhubungan dengan kehidupan yang saleh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mulai dari sudut pandangan kita pada diri kita sendiri di dalam Ajaran Kebahagiaan, dengan pandangan kita kepada dunia dalam pernyataan mengenai garam dan terang, dengan sudut pandangan kita kepada Firman Allah saat Dia membicarakan Hukum Taurat dan kenyataan bahwa itu kekal dan tak berubah, dan sudut pandangan kita akan kekudusan saat Dia mendiskusikan bahwa kita harus memiliki komitmen batin dan eksternal juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mendiskusikan kegiatan rohani kita, persembahan, berdoa dan berpuasa. Dia melihat kepada sudut pandangan kita mengenai uang dan harta milik, hal-hal materi. Dan sekarang Dia mengajarkan kita mengenai hubungan kita dengan orang lain. Sekarang, sama seperti semua hal lain yang dibicarakan di Khotbah di Bukit, sudut pandangan ini diberikan berlawanan dengan pandangan orang Farisi dan ahli Taurat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah pengaruh agama yang ada pada waktu itu, dan, dengan memakai latar belakang pandangan mereka, Tuhan memberikan kita kebenaran. Pandangan hidup mereka adalah supaya orang sombong dan Ajaran Kebahagiaan mengajarkan kita untuk rendah hati. Mereka menjadi bagian dari sistim waktu itu. Kristus mengajarkan kita untuk menjadi garam dan terang bagi sistim itu. Dan mereka mengajarkan hubungan manusia yang salah, dan Tuhan disini merubahnya menjadi benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bagian hubungan manusia itu dibicarakan terus sampai kepada ayat 12, namun kita hanya akan membicarakan enam ayat pertama malam ini, dan kita akan membicarakan bagian yang kedua, hari Minggu depan. Orang Farisi itu begitu bangga dan penuh kebenaran diri dan yakin akan keunggulan mereka sendiri sehingga akibatnya adalah mereka menyalahkan dan menghakimi semua orang lain yang tidak memenuhi standar mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada mereka di Yohanes 7:24, “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” Mereka sudah biasa menghakimi dengan cara yang sangat dangkal. Juga di Lukas 16:14-15 dikatakan, “Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda pikir Anda sudah tahu jawabannya. Anda memikir Anda adalah hakim. Namun Anda salah. Penghukuman mereka pasti sebaliknya dari pada hukuman Allah. Contohnya di Lukas 18:9 dikatakan, “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus memberi perumpamaan ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita tahu ada buku-buku tentang psikologi perilaku yang tidak ada habisnya, yang mencoba mencari cara untuk mengkoordinasikan hubungan manusia. Yesus mengatakan lebih di dalam 12 ayat di Matius 7 ini daripada semua buku bersama. Pertama kita diberitahu apa yang janganlah kita lakukan, di dalam ayat 1-6, dan kemudian, apa yang kita harus lakukan di ayat 7-12. Dan jumlah kedua ini cukup untuk mengatur segala hubungan manusia yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang malam ini kita akan melihat yang negatif dulu, apa yang janganlah kita lakukan, prinsip itu kelihatan di ayat 1, “Jangan kamu menghakimi.” Nah, kita dapat berhenti disini saja. Itulah prinsipnya. Dan kita sering mendengar orang mengatakan, “Siapakah kamu yang dapat menghakimi?” Banyak orang-orang yang salah mengerti hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan, “Janganlah sekali-kali kita mengritik orang. Janganlah kita mengevaluasi sama sekali. Janganlah kita menghakimi, supaya kita tidak dihakimi.” Dan memang frase itu cocok bagi zaman kita. Karena kita hidup di dalam zaman dimana banyak orang menjetujui frase “jangan menghakimi” walaupun itu disalahgunakan. Di zaman ini orang benci teologia, dan benci doktrin, dan benci keyakinan. Orang-orang bicara tentang kasih dan mereka senang berkompromi. Dan seseorang yang berbicara tentang doktrin atau keyakinan pada umunya tidak disukai dalam banyak lingkungan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada banyak waktu dalam sejarah gereja, ketika orang dipuji karena memiliki keyakinan. Mereka dipuji karena mereka adalah orang-orang berprinsip, orang-orang yang memakai standar. Terus terang, tanpa orang-orang seperti itu tidak mungkin ada reformasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Tuhan tidak menyalahkan hukuman di pengadilan hukum. Malah Alkitab yang mendirikan semua itu. Prinsip ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi’ itu berdasarkan adanya pengadilan hukum dan Roma 13 menegaskan hak negara untuk memerintah rakyatnya. Alkitab tidak menyalahkan semua macam penghakiman. Alkitab mengatakan bahwa kita, sebagai orang percaya, harus dapat membedakan kebenaran dari kepalsuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Khotbah di Bukit ini didasarkan pada pemahaman jelas tentang perbedaan antara agama benar dan agama palsu, diantara kemunafikan dan kenyataan. Janganlah kita tidak membedakan dan buta. Misalnya Matius 7:15 mengatakan, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” Jadi jika Anda hanya melihat secara dangkal, Anda akan melihat pakaian domba itu namun tidak pernah tahu serigala yang ada dibawahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah setelah kami mengatakan itu, marilah kita melihat “janganlah kita menghakimi.” Apakah maksudnya Yesus? Yang Dia bicarakan itu adalah egoisme orang Farisi yang kritis, yang menghakimi, yang menyalahkan, yang membenarkan diri saja. Mereka bukannya mengritik orang karena dosa-dosa mereka. Mereka mengritik orang karena karakter mereka atau mungkin mereka tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, janganlah kita menghakimi secara resmi. Itu hak pengadilan hukum, dan Anda tidak berhak untuk memberi hukuman itu. Anda tidak diizinkan untuk menjadi hakim dan algojo juga. Di dalam Alkitab tidak ada tempat untuk membalas dendam pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Alkitab melarang ada penghakiman terburu-buru. Janganlah menghakimi sebelum semua fakta diketahui. Informasi kita tidak selalu lengkap. Janganlah kita mendirikan standar manusiawi dan setelah orang-orang hidup tidak sesuai standar non Alkitab itu, kita menempatkan mereka dalam katagori rohani yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah itu melebihi yang dilakukan Allah karena Allah penuh belas kasihan. Yakobus 2:13 mengatakan, “Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukuman seperti itu menyatakan pandangan Allah yang salah, ayat 1, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” Yesus hanya mengingatkan kita semua bahwa mereka bukan berada di dalam pengadilan terakhir. Jika Anda berbuat ini, Anda akan dihakimi nanti. Apakah Anda lupa Anda bukan Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 5:27 mengatakan bahwa semua penghakiman adalah milik Allah, dan Dia telah menyerahkan penghakiman seluruhnya itu kepada Anak. Kita tidak diperbolehkan sekarang untuk menghakimi orang. Nanti pada waktunya di masa depan ketika kita bersama dengan Tuhan pada waktu Dia memerintah, menurut Alkitab, kita akan ikut melaksanakan beberapa perintah dan penghakiman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap kali Anda menghakimi orang, setiap kali Anda mengritik motivasi mereka atau setiap kali Anda memikir memiliki hak untuk yang memberi penilaian, Anda bertindak seolah-olah Anda Allah. Setiap kali Anda membalas dendam atau Anda bertindak secara pribadi, Anda sepertinya Allah. Setiap kali Anda menghukum orang seenaknya sendiri, Anda bertindak seolah-olah Anda Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, janganlah menghakimi, karena itu adalah pandangan yang salah terhadap orang lain. Karena kebanyakan orang Farisi memikir mereka dikecualikan. Namun Yesus mengatakan di ayat 2, “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Dengan kata lain, Allah akan mengevaluasi Anda berdasarkan pengetahuan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Alkitab mengatakan di Lukas 12:48, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut.” Karena semakin banyak Anda menolak, semakin besar buktinya Anda bersalah, Dan itulah sebenarnya yang Dia katakan. Semakin banyak pengetahuan Anda semakin besar hukumannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, bila Anda secara kritis menilai orang lain; Anda mewujudkan pandangan salah dari dirimu sendiri. Sebagian dari kita sebaiknya mengambil waktu yang dipakai untuk mengritik orang lain dan menggunakannya untuk berdoa dan mengaku dosa kita sendiri. Karena sampai saatnya kita dapat meluruskan kehidupan kita sendiri, kegunaan kita sedikit dalam membantu orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu pada dasarnya dikatakan Tuhan di dalam ayat 3 dan 4. Dengarkanlah. “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, orang-orang telah berargumen bolak-balik tentang apakah selumbar dan apakah balok itu. Ada yang mengatakan bahwa selumbar itu dosa kecil. Namun, menurut saya itu dosa cukup besar, lebih seperti ranting dimata. Dan kemudian mereka mengatakan, “Namun balok itu dosa yang menjijikan, jahat dan mengerikan.” Saya tidak setuju akan hal itu juga. Orang-orang yang dosanya jahat, menjijikan dan mengerikan tidak ada keinginan untuk meluruskan orang lain. Mereka biasanya hanya mencoba untuk membenarkan diri mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya orang yang selalu menyalahkan kehidupan orang lain tidak pernah melihat ada kesalahan di dalam kehidupan mereka sendiri. Dosa yang jiji, jahat dan terkutuk yang tidak pernah melihat kesalahan di dalam hidup sendiri adalah dosa kebenaran diri. Dan itulah balok itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda menyadari bahwa setiap kali di dalam Perjanjian Baru, Jesus menghakimi dosa saja dan bukan si pendosa, kecuali dalam hal membenarkan diri? Disitu Dia mengecam si pendosa dengan dosa itu karena memang itu dosa yang terburuk. Si pendosa mengatakan dia Allah dan dia menyangkal Injil dan menyangkal dia perlu penebusan. Dosa itu mengatakan, “saya kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukan Anda, inilah kuncinya Ajaran Kebahagiaan. Hanya setelah Anda dengan penuh kerendahan hati lapar dan haus akan kebenaran karena Anda menyadari keberdosaan Anda, baru Anda sanggup menyelesaikan hal-hal itu. Orang yang benar-benar kudus dipenuhi keberdosaan dirinya</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ini tidak berarti Anda tidak boleh menghakimi. Jika Anda berkata, “Saya akan ketempat tersendiri dan mengaku dosa-dosa saya dan mengurus masalah saya. Saya tidak akan berhubungan dengan orang lain.” Ini langsung akan menyebabkan ada dua bahaya. Bahaya nomor satu adalah kita segan menghadapi dan menentang saudara seiman yang berdosa. Dan bahaya kedua adalah, kita segan atau tidak dapat membedakan ajaran salah sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka adalah dua bahaya nyata karena jika kita tidak menghadapi dosa itu, maka gereja akan terpengaruh dan korup. Dan jika kita tidak membedakan yang benar dari yang salah, kita semua akan enak-enak saja masuk ke dalam kesesatan. Jadi karena itu Tuhan menutup bagian ini dengan suatu perintah yang melingkupi keduanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama-tama, meskipun kita perlu waspada, kita harus memelihara ketegangan dan keseimbangan, supaya kita masih berani menegur dan menyalahkan saudara yang berdosa itu. Ayat 5, “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya kita dapat melakukan itu? Saya percaya ini masalah pengakuan dosa. Saya merasa pertama kita harus memastikan apakah hal itu ada. Apakah Anda tidak dapat melihat bahwa Anda memiliki sifat kebenaran diri yang tidak ilahi yang menyebabkan Anda gampang menghukum dan mengritik orang lain? Coba pertimbangkanlah hal itu dan setelah itu pergilah ke ayat 5, “Buanglah hal itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah bagaimana Daud mengatakan hal itu di Mazmur 51, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah.” Apakah Anda mendengar itu? Sekarang lihatlah, “Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.” Namun tidak ada jalan untuk mengajarkan orang-orang pelanggar jalan yang benar, dan tidak mungkin ada jalan untuk mengubah orang-orang berdosa untuk Allah, sampai saatnya saya memiliki hati yang tahir dalam hidup saya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahaya kedua adalah orang-orang yang mengatakan, Ya jangan menghakimi, jangan,” seperti sekarang mereka mengatakan, “Iya janganlah kita mendiskriminasi. Janganlah ada doktrin. Kita tidak mau ada orang yang marah. Kita hanya ingin mengasihi semua orang.” Dan kemudian datanglah ayat 6 sebagai petir. Dengarkanlah, “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi percaya anjing itu kotor. Perjanjian Lama membicarakan mereka sepertinya mereka haram. Dengan kata lain, Tuhan mengatakan, “Hai Anda sebaiknya membedakan dalam hal pelayanan. Ada orang yang akan mendengar kritik Anda dan yang akan merespon terhadap pelayanan Anda dan khotbah Anda dan ada yang akan merespon terhadap usaha Anda, namun janganlah kita memberi kebenaran yang berharga itu kepada mereka yang hanya akan menghancurkannya dan merobeknya tanpa memikir kepentingannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Dia mengatakan, “janganlah melemparkan mutiara kepada babi juga karena itu hanya akan diinjak-injak mereka, dan mereka malah akan mejadi begitu marah sehingga mungkin mereka akan menyerang Anda. Mana ada yang mau melemparkan mutiara kepada babi? Benar? Jangan sia-siakanlah hal seperti itu kepada mereka yang tidak menghargainya. Karena itu kita harus membedakan dan mendiskriminasikan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah siapakah babi dan anjing itu? Lihatlah 2 Petrus 2, disitu dikatakan, ada nabi- nabi palsu diantara orang-orang. Dan ayat 2 mengatakan, “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa saja ada anjing liar itu yang dapat di bawa masuk dan bisa diubah makanannya, namun dia akan langsung kembali kepada kebiasaannya jika di biarkan, Anda bisa membawa masuk babi itu kedalam rumah, membersihkannya, dan pada saat pintunya terbuka dia langsung akan kembali kepada tanah kotor mereka. Babi dan anjing adalah mereka yang telah mengenal kebenaran, tetap mengikuti jalan guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, pembohong dan penipu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah barang yang kudus itu di ayat 6? Itu adalah kebenaran Firman Allah, yang termasuk injil dan semua isi Firman Allah. Saya kadang bicara di tempat- tempat dimana saya hati-hati sekali memakai Alkitab, karena banyak hal akan ditolak dan di cemoohkan dan di benci orang-orang yang tidak percaya. Dan kadang saya tidak memberikan kesempatan itu kepada mereka, karena firman Allah bagi saya adalah harta karun yang sangat berharga dan itu tidak boleh diinjak-injak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengritik atau menilai saja, apakah Anda membedakan atau berdiskriminasi supaya memperlihatkan kebenaran dan untuk memuliakan Allah? Atau Anda melakukan itu untuk meninggikan dirimu dan menyakiti orang lain. Pada akhirnya itulah keputusan yang terhitung, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120226</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000011E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengatasi kekhawatiran]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000011F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:31-34" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:31-34</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah pandangan Kristen terhadap hal-hal materi? Apakah pandangan Kristen terhadap uang dan harta milik? Dimanakah kita berdiri dan apakah yang diajarkan Alkitab? Apakah seharusnya sikap kita terhadap kemewahan dan kebutuhan hidup? Ya, jawaban terhadap pertanyaan ini diberikan disini oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri. Karena yang terdapat di Matius 6:19-34 adalah pernyataan terbesar dari Yesus tentang pandangan yang kita harus miliki mengenai hal-hal materi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mempelajari ayat-ayat 19-30 sebelum ini dan sekarang kita datang kepada yang terpenting dari apa yang diajarkan Yesus kepada kita. Kita percaya bahwa Allah akan membawa kita kesurga saat kita meninggal, namun kita kadang tidak percaya Allah akan menyediakan bagi kita kebutuhan kita sehari-hari atau memelihara kita sepanjang masa hidup kami. Yesus disini mengajarkan kita dimana kita harus memberi komitmen kami sebagai orang Kristen dan apakah yang Dia akan jamin bagi kita jika kita mengikuti misi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 6:31-34, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga kali di Matius 6, pertama di ayat 25, dikatakan, “janganlah kamu kuatir.” Kedua di ayat 31, “Janganlah kamu kuatir.” Dan akhirnya di ayat 34, “janganlah kamu kuatir.” Kuncinya seluruh bagian ini adalah “janganlah kuatir.” Perintah itu di ilustrasikan dan diberi alasan dengan keterampilan luar biasa dari kepala guru, Tuhan Yesus Kristus. Ini mendifinisikan sikap yang tepat bagi murid-murid Yesus untuk menjalankan kehidupan mereka di dunia materi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 31, “janganlah kamu kuatir,” mementingkan, “Janganlah kamu mulai kuatir.” Jika Anda masih belum memiliki kebiasaan buruk itu, janganlah mulai. Anda berkata, “Iya sih, kita semua harus makan dan minum dan perlu ada pakaian. Bukankah itu perlu dikuatirkan?” Memang itu perlu kita pikirkan, itu adalah keperluan kami. Dan Tuhan meringkaskan kebutuhan hidup yaitu makanan, minuman dan pakaian. Dan iya, ini termasuk Anda juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ini bukan masalah besar bagi kita dibanding orang yang hidup di Palestina, karena disitu dulu tidak ada toko dimana kita bisa pergi dan beli apa saja yang kita inginkan. Makanan itu perlu dipertumbuhkan di kebun atau sebagai petani atau pergi ke pasar. Air adalah masalah besar di bagian dunia yang semi-kering itu. Dan pakaian kebanyakannya harus dibikin sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah kebanyakan orang disitu biasanya hidup untuk bertahan saja, makan dan minum. Dalam musim panas, sungai biasanya kering. Jadi persediaan air itu setiap musim panas minimal. Bagi orang miskin, ganti pakaian sekali setahun belum tentu sanggup. Dan ketika musim dingin datang, cuacanya cukup dingin, dan mungkin ada salju di Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan kita suatu contoh tentang makanan di ayat 26. Dia mengatakan, “Pandanglah burung-burung di langit.” Mungkin pada saat itu Dia berdiri diatas gunung sebelah utara Lautan Galilea di lereng bukit yang landai, dan Dia mungkin saja mengarah keatas saat ada kawanan burung terbang melewat. Dan omong-omong, Palestina itu penuh burung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada buku berjudul “All the Birds of the Bible.” Dan penulis itu memanggil Galilea persimpangan migrasi burung. Ketika burung-burung dari seluruh Eropa, dari Eropa Barat sampai ke Eropa Timur, bermigrasi ke selatan seperti yang mereka lakukan setiap tahun untuk musim dingin, mereka semua terbang melalui Israel. Dan itu benar sekarang juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih banyak pilot Israel tewas oleh burung-burung yang masuk kokpit jet mereka daripada tewas oleh musuh-musuh Israel. Ini masalah serius. Jadi orang Israel tahu sekali pola migrasi mereka. Mereka tahu waktunya setiap tahun burung itu datang. Dan mereka juga tahu tingginya mereka terbang. Dan itu selalu sama setiap tahun jadi mereka telah memetakan semua burung yang bermigrasi ke Afrika utara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mungkin Yesus mendongak dan melihat sekawanan burung. Dia mengatakan, “pandanglah, mereka tidak menabur, mereka tidak menuai, malah mereka hanya terbang kesana kesini dan mengambil benih yang Anda tabor. Mereka hanya turun dan makan tanaman yang Anda tumbuh. Mereka tidak mengumpulkannya itu namun Bapak Surgawi Anda tetap memberi makanan kepada mereka. Bukankah Anda jauh lebih berharga dari pada mereka?” Mereka tidak kuatir akan masa depan yang tidak diketahui atau suatu kejadian yang tak terduga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan suatu alasan supaya tidak bekerja. Burung-burung, meskipun di beri makanan oleh Allah, tidak diam saja di suatu cabang sambil menunggu makanan itu masuk kedalam paruh mereka kecuali mereka burung bayi yang dilayani orang tua mereka. Mereka mencari makanan itu dan mereka menemukannya. Mereka mengumpulkan serangga, cacing dan benih. Mereka bermigrasi ke tempat dimana ada makanan. Dan mereka melakukan itu semua dengan naluri karena mereka diberikan Pencipta mereka naluri itu sebagai cara-Nya untuk memelihara mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Argumen ini benar-benar mendalam dan kuat. Kehidupan adalah karunia dari Allah. Selama Dia telah merancang untuk memberikan itu kepada anak-anak-Nya yang melakukan keinginan Allah, yaitu mencari dahulu kerajaan Allah, Dia akan mempertahankan kehidupan itu. Jika Dia memberikan Anda karunia hidup fisik dan memanggil Anda untuk melayani Dia di dalam dunia ini, Dia pasti akan memberikan Anda makanan yang diperlukan untuk mempertahankan panggilan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 27. Ini pernyataan yang cukup menarik, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Orang- orang benar khawatir tentang kesehatan mereka. Kita generasi orang-orang yang hampir kultis tentang olahraga, hampir-hampir diluar kendali tentang vitamin-vitamin dan suplemen dan kesehatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecemasan kematian dan ketakutan penyakit memaksa kita untuk berjuang supaya kita dapat hidup di tingkat kesehatan tertinggi. Kita mementingkan tubuh diri kita dan membanggakan diri kita terlatih, dengan apa yang dianggap dalam masyarakat adalah terlatih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang-orang investasi dalam peralatan olahraga, keanggotaan klub kesehatan, vitamin bantuan medis, diet-diet khusus dan seterusnya. Dan kadang dibelakangnya ada kekhawatiran. Dan Yesus mengatakan, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang doktor mengatakan, “kekhawatiran mempengaruhi sirkulasi, jantung, kelenjar dan seluruh sistim saraf. Saya tidak pernah tahu ada orang meninggal karena bekerja terlalu keras, namun banyak orang meninggal karena kekhawatiran.” Seseorang secara harfiah dapat mematikan diri karena khawatir atau khawatir sampai dia sakit. Namun tidak pernah kekhawatiran itu akan menyebabkan Anda hidup lebih lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dibicarakan Yesus adalah takut tidak ada yang akan memelihara Anda, takut keperluan Anda tidak cukup, takut Anda tidak akan dilindungi seperti seharusnya, takut Anda akan dilupakan begitu saja. Dan Dia mengatakan di ayat 28, “Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.” Lihatlah betapa indahnya mereka. “Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Kristus tidak membicarakan hal berlebihan disini. Dia menyatakan suatu fakta, pakaian yang dibikin dengan benang yang terbaik kalau di banding kelopak bunga itu hanya seperti kain kabung saja. Jadi Yesus mengatakan, “Mengapa kuatir? Mengapa Anda berusaha begitu banyak untuk pakaian saja? Lihatlah bunga-bunga liar. Bahkan raja pun berpakaian tidak seindah bunga itu. Bahkan pakaian raja kalah jauh dibanding bunga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat peristiwa terkenal di waktu permulaan kehidupan dan pelayanan Tuhan dimana Ia sedang tidur di perahu di Lautan Galilea, dan ada badai besar dan air mulai masuk ke dalam perahu itu. Dan laut itu mengamuk sekali dan murid-murid-Nya yang adalah nelayan, malah kuatir dan mereka mengatakan, “Guru, kita akan binasa.” Dan apakah jawaban-Nya di Injil Lukas? Dia mengatakan, “Dimanakah kepercayaanmu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, kita memiliki Bapak yang mengasihi kita. Kita tidak perlu takut, apapun juga yang terjadi, tidak peduli seluruh ekonomi runtuh, tidak peduli semua bank kehilangan uang kita, kita memiliki Bapak yang memperhatikan kita, itu cukup bagi saya. Saya tidak perlu takut. Saya tidak kuatir selama saya tahu Bapak saya mengasihi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada janji bahwa Allah akan menjadikan Anda kaya. Tidak ada janji bahwa Allah akan memberikan Anda lebih dari pada apa yang Anda butuhkan. Tidak ada janji bahwa Allah akan memperkaya Anda sama seperti apa yang Dia lakukan terhadap Ayub atau Abraham. Namun Allah akan menyediakan semua kebutuhan Anda jika Anda mengutamakan untuk mencari kerajaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 32, “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.” Lihatlah, kekuatiran itu bagi semua orang yang tidak memiliki Allah sebagai Bapak. Kekhawatiran adalah bagi mereka yang tidak beriman. Tentu saja, orang-orang yang tidak percaya, yang tidak mengaku Allah, yang bukan anak-anak dari bapak yang mengasihi, yang tidak mengklaim pemeliharaan Allah, yang sama sekali tidak tahu persediaan-Nya, ya tentu saja mereka khawatir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa orang-orang yang tidak percaya ada di dalam kegelapan rohani total. Dan karena itu mereka memiliki pengertian yang salah mengenai Allah semesta alam. Mereka tidak mengerti caranya Allah ikut campur di dalam kehidupan umat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka seperti orang kaya itu yang terus menerus menyimpan barangnya di dalam gudang dan menabung harta di gudang supaya dia dapat makan dan minum dan bersenang-senang sebelumnya dia meninggal. Orang-orang yang tidak percaya secara harfiah seluruhnya dipenuhi kepuasan materi. Mereka tidak memiliki tabungan lain, dan seluruhnya bergantung kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana seharusnya orang Kristen itu hidup? Yesus memberikan kita di dalam ayat-ayat ini alasan utama mengapa kita tidak perlu khawatir untuk kebutuhan-kebutuhan hidup, karena Yesus mengatakan bahwa Allah akan menyediakan semua hal yang kita butuhkan untuk bertahan seperti makanan, minuman dan pakaian supaya Anda dapat mengfokuskan diri kepada misi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai contoh lihatlah biografi William Carey yang pergi ke India bersama isteri dan anak-anaknya. Dan dia berada di tempat di India yang terpencil sekali diluar Calcutta tanpa makanan, tanpa rumah, tanpa apa-apa, dan sebenarnya tanpa uang untuk membeli sesuatu. Tetapi imannya tidak pernah goyah, dia hanya melihat Allah menyediakan dan menyediakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada permulaannya ada pondok kecil untuk tinggal disitu. Dan itu sangat tidak nyaman dan sangat sulit untuk isterinya dan anak-anaknya, yang satu bayi yang baru lahir sebelumnya mereka berangkat. Dan perjalanan mereka dengan kapal dari Inggris lamanya lima bulan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun setelah itu keadaannya mulai membaik, dan mereka mulai mengolah tanah. Mereka menemukan tempat baru. Dan mereka mulai menumbuhkan makanan dan itu berkembang. Bahkan, dia begitu pintar, karena dia ahli botani (tanaman) sehingga desa- desa mulai dibangun disekitar pertanian kecil mereka di kedua sisi sungai dimana dia berada. Dan setelah itu, dalam belas kasihan Allah yang luar biasa, dia ditawarkan suatu posisi yang berarti dengan gaji yang besar, dan dia terima pekerjaan itu sebagai tanda pemeliharaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia telah hidup melalui ujian masa kekurangan, dan sekarang Allah menyediakan cukup bagi keluarganya dan cukup bagi pelayananya, dan cukup untuk menterjemahkan Firman Allah, yang dia pada akhirnya lakukan dalam 11 bahasa. Ada sesuatu yang indah untuk berada di dalam keadaan ketergantungan total supaya Anda bisa melihat tangan Allah yang setia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang baik bagi kita untuk menghilangkan semua yang kita miliki, hanya untuk bangun dan menempatkan diri kita dimana kita harus bersandar dan dapat bersukacita dalam kebebasan yang tidak terpengaruh apa-apa, dan menyadari bahwa kita telah melakukan kehendak Allah dengan apa yang Dia berikan kepada kita, dengan menginvestasi semua itu dalam hal-hal kekal, yaitu pekerjaan kita dalam pelayanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah janji Allah di ayat 33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Apakah yang dibicarakan Yesus? Tiga hal: makanan, minuman dan pakaian, semua kebutuhan dasar hidup. Itulah tema teks ini. Yesus mengatakan, “Allah akan menambahkan semua hal ini kepada Anda jika Anda tidak kuatir dan mulai mengutamakan Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa orang khawatir? Karena mereka takut masa depan. Jadi di ayat 34 sekali lagi ada frase yang sama, “janganlah kamu kuatir akan hari esok.” Allah adalah Allah masa depan, sama seperti dia Allah sekarang ini. Dan kasih karunia-Nya baru setiap pagi. Besarlah setia-Nya. Lihatlah Pengkhotbah 3.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekhawatiran adalah kekuatan yang luar biasa. Hal ini dapat merubah kepribadian Anda, hal ini dapat mencuri sukacita Anda, dapat merampok kedamaian Anda, dapat mengacau-balaukan hubungan Anda, dapat melumpuhkan iman Anda, dapat menghilangkan kegunaan Anda dan hal ini dapat menghancurkan kesaksian Kristen Anda. Ini menciptakan kekacauan di dalam hati Anda dan dalam hati mereka yang melihat kehidupan Anda. Kemudian Yesus berkata, “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Karena hari esok akan membawa kekhawatirannya sendiri. Setiap hari memiliki kesusahannya sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ketakutan itu pembohong? Ketakutan itu mengatakan bahwa hari esok itu adalah sesuatu yang menakutkan. Ketakutan mengatakan Anda tidak akan memiliki apa yang Anda miliki hari ini. Ketakutan itu mengatakan bahwa Anda tidak sanggup melakukan sesuatu. Ketakutan adalah pembohong bagi orang Kristen karena dalam segala hal yang Anda akan alami, di ujian apapun, dan cobaan apapun Allah selalu akan memberi cukup anugerah untuk menopang Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mengkhawatirkan itu sebenarnya dosa. Karena kekhawatiran tidak percaya firman Allah. Dan Anda dapat seumur hidup mengatakan, saya percaya Alkitab selalu benar, saya percaya otoritas Firman Allah, saya percaya setiap Firman diilhamkan Allah, namun Anda tetap kuatir akan hidup Anda. Jadi Anda mengatakan sesuatu dari satu sisi mulut Anda dan sesuatu yang lain dari sisi lain. Karena mengapa kita mengatakan kita percaya Alkitab dan kemudian mengkhawatirkan apakah Allah akan memenuhi apa yang Dia janjikan di dalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya semua itu? Ini berarti Anda harus memastikan bahwa fokus Anda setiap hari adalah kepada hal-hal rohani, benar? Bukankah ini khususnya apa yang dikatakan rasul Paulus kepada orang-orang di Kolose 3:2-3, “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi dengan Kristus di dalam Allah.” Tentukanlah prioritas Anda yang benar. Curahkanlah diri Anda ke dalam Kerajaan Allah. Kejarlah kebenaran, dan Anda pasti akan menikmati hasilnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika gereja secara kelompok mementingkan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, salah satu hal yang harus di lakukan adalah menolong mereka yang di dalam jemaat yang perlu pertolongan dan yang kuatir. Ini adalah tantangan berat dalam ekonomi ini dan ini akan menantang setiap orang Kristen supaya kita memperhatikan apa yang kita pakai untuk diri kita sendiri dan apa yang kita harus memberi untuk menolong orang lain, khususnya yang dalam jemaat kita sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, kita juga harus mengerti bahwa ada konsekwen jika kita tidak mencari dulu Kerajaan itu, jika yang dipentingkan di dalam hidup kita bukan kemajuan Kerayaan Allah, jika tujuan hidup Anda bukan kebenaran Kristus. Jika bukan itu prioritas Anda, maka Allah tidak perlu menyediakan kebutuhan Anda sehari-hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja Dia menahan beberapa hal sebagai hajaran. Namun Anda memiliki Bapak yang tahu segala kebutuhan Anda dan yang telah janji untuk memenuhi semuanya, dan yang menanyakan dari Anda jika Anda mementingkan hal-hal rohani, Dia akan menyediakan hal-hal jasmani, itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia memelihara dengan cara yang berbeda-beda. Bagi beberapa orang, hanya kebutuhan dasar saja. Dan bagi orang lain, untuk beberapa waktu lamanya saja hanya yang menjadi kebutuhan mereka. Bagi orang lain, Dia memberi dengan kemurahan hati yang besar menurut tujuan-Nya sendiri. Allah adalah yang memberikan Anda kuasa untuk mendapat kekayaan, dan Allah melakukan itu berbeda-beda di dalam kehidupan orang- orang masing-masing.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita semua memiliki perintah yang sama, yaitu carilah dulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya dan Dia akan mengurus hal-hal jasmani. Masih ingat doa Perjanjian Lama, “Janganlah memberi aku begitu banyak sehingga aku melupakan Engkau, dan memberi aku sedikit sekali sehingga aku marah. Berikanlah aku kecukupan saja.” Dan jika berkatnya berlebihan, berikanlah itu kepada Kerajaan, dan Dia akan memastikan semua kebutuhan Anda dinpenuhi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda benar percaya apa yang ada di Alkitab? Apakah Anda benar ingin mencari dulu kerajaan Allah? Apakah artinya itu bagi Anda secara praktis? Mintalah dan berdoalah kepada Allah, dan Dia akan menjawab Anda, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120219</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000011F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjalani Kehidupan yang Bermakna - II]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000120"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:19-24" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:19-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa 15% dari semua perkataan Yesus berhubungan dengan topik uang, ini lebih dari apa yang Dia katakan tentang surga dan neraka bersama. Dan iya ini salah satu ajaran yang paling radikal dari Tuhan kita dan juga ajaran yang paling diabaikan! Tema-nya adalah bagaimana caranya mencari jaminan keselamatan di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19 mengatakan, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi.” Jadi Yesus mengajarkan kita bahwa tidak ada jaminan keselamatan di dalam hal-hal materi. Setiap macam harta materi di dunia ini bisa dihancurkan elemen alam (ngengat, karat atau taifun) atau dicuri pencuri atau dikurangi pasar saham.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus berkata bahwa investasi satu-satunya yang tidak mungkin hilang adalah “harta disurga.” Dan strategi keuangan yang radikal ini berdasarkan prinsip yang diajarkan Yesus di ayat 21, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Jika uang Anda berada di pasar saham maka hati Anda dan keinginan Anda juga disitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika harta Anda di surga, minat Anda dan pikiran Anda juga terpusat kepada hal- hal surgawi. Yesus memaksakan kita semua untuk berpikir dimanakah hati kita sebenarnya. Apakah hubungan hati itu dengan hal-hal duniawi kita dan jika demikian bagaimana kita akan memperlakukan Alkitab kita? Atau jika itu berhubungan dengan surga, kemudian apa yang akan kita lakukan dengan semua harta duniawi kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jesus tahu bahwa cukup sulit untuk membuat para pengikut-Nya memahami bagaimana caranya ajaran jaminan di masa depan ini akan bekerja. Jadi Dia menggunakan analogi mata manusia untuk mengajarkan suatu pelajaran tentang mata rohani kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan di ayat 22 dan 23, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Melalui mata kita dapat melihat dan jika Anda memiliki mata yang baik, “teranglah seluruh tubuhmu,” yang berarti bahwa seluruh kehidupan kita bermanfaat dari memiliki visi yang tepat dan diberkati oleh mata baik itu. Disisi lain jika mata kita buruk maka kita hanya dapat melihat hal kabur saja dan kadang kita tidak dapat melihat sama sekali dan daripada terang kita hanya melihat kegelapan dan seluruh cara hidup kita dipengaruhi secara negatif.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ingin supaya kita mengerti bahwa mata baik itu adalah milik seseorang yang motivasinya murni, yang ingin mengenal Allah lebih baik lagi dan yang mau menerima ajaran Allah meskipun dia tidak mengerti semua sepenuhnya. Seluruh kehidupannya diterangi cahaya. Ini adalah seseorang yang percaya perkataan Yesus dan melakukan apa yang dikatakan, yang tidak hidup untuk kekayaan duniawi melainkan yang menabung harta di sorga. Dia yakin bahwa ini satu- satunya jaminan benar yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika mata Anda buruk Anda adalah orang yang mencoba hidup di dalam dua dunia yang berbeda. Anda tidak ingin mengurangi perhatian Anda terhadap harta duniawi Anda, rekening bank Anda yang besar dan kebiasaan Anda yang mahal namun Anda ingin harta di surga juga. Ajaran-ajaran Yesus ini tampaknya tidak praktis dan mustahil bagi dia. Dia tidak memiliki keyakinan yang jelas dan bimbingan dan karena itu dia penuh kegelapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus menambahkan pernyataan ini di akhir ayat 23, “Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Dengan kata lain, jika Anda tahu bahwa Kristus memperingati kita supaya janganlah kita percaya kepada harta duniawi, dan meskipun nasihat itu, Anda mengabaikan itu dan tetap melakukan itu, maka ajaran yang Anda tidak mau menaati akan menjadi kegelapan, atau kebutaan rohani. Anda tidak sanggup melihat kekayaan benar yang Allah menyediakan bagi Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika menabung harta di sorga adalah berlawanan dengan menabung harta di dunia bagaimana kita dapat mengerti apa yang kita harus lakukan sekarang ini? Sebaliknya dari mengumpulkan harta di dunia adalah memberi harta di dunia untuk memuliakan Kristus. Lukas 12:33 mengatakan, “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, janganlah mengumpulkna harta di dunia, Anda akan menabung harta di surga jika Anda mendistribusikannya dengan cara yang menghormati Kristus. Rick Warrren, pendeta yang menulis ‘The Purpose Driven Life’ dan ‘the Purpose Driven Church’ dan yang sekarang cukup kaya pernah ditanya apakah sebagai orang Kristen dia boleh menjadi kaya. Jawabnya, “Iya, boleh menjadi kaya, asal jangan mati kaya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa memerhatikan semua harta duniawi tidak akan membahagiakan Anda? Tahukan Anda bahwa sebaliknya malah benar, memberi kepada orang lain akan membahagiakan Anda. Lihatlah Amsal 14:21, “berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.” Dan Amsal 22:9 mengatakan, “Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.” Kisah 20:35 mengatakan, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada hubungan diantara memiliki banyak harta dan kebahagiaan meskipun itu diklaim orang. Menjalani hidup sederhana dengan keinginan untuk memajukan kerajaan melalui pemberian akan menghasilkan hidup yang jauh lebih bahagia dari pada hidup dalam kemewahan. Dan ini sukar untuk diterima. Statistik mengatakan bahwa pemberian orang muda jauh lebih kecil daripada pemberian orang tua dan pemberian orang tunggal lebih sedikit dibanding orang yang sudah menikah. Hai orang Kristen, buktikanlah bahwa mereka salah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian untuk mengajarkan kita betapa serius hal ini di ayat 24 Allah mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak mungkin kita bisa hidup mengabdi kepada Allah dan mengabdi kepada uang dan untuk membuktikan hal itu, hal ini digambarkan sebagai tuan dan budak. “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan.” Salah satu dari mereka pasti akan menang dalam hal kesetiaan dan ketaatan. Demikian juga dengan Allah dan uang, mereka memberikan klaim yang bersaingan dan kita semua harus memilih. Apakah kita mengutamakan Allah dan menolak prinsip materialisme atau kita memilih untuk hidup bagi hal-hal yang kelihatan menarik namun hanya sementara saja dan menolak klaim Allah atas hidup kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa sih yang menarik dalam kekayaan duniawi? Kadang itu adalah kepercayaan bahwa tidak ada jalan lain, kita harus bekerja keras untuk makan dan hidup dan beli keperluan kita dan jika kita tidak melakukan itu kita akan kelaparan, kita akan hilang rumah kita dan mobil dan menjadi orang terlantar di jalanan. Kita kuatir melalukan apa yang dikatakan Allah dan kita kuatir tentang apa yang akan terjadi jika kita hanya fokus kepada hal-hal ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak benar-benar percaya Allah dalam arti Dia akan memelihara kita. Dan jika kita tidak memberi perpuluhan itu kadang karena kita takut bahwa tanpa pekerjaan kita tidak dapat bertahan dalam resesi ini. Dan Allah tahu segala pikiran kita dan semua kekhawatiran kita. Karena itu Dia menyediakan ayat-ayat berikut di Matius 6:25-34 yang berjudul, “Jangan kuatir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 6:25-30, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua cenderung khawatir tentang masa depan kita. Masalahnya bukan apa makanan kita atau pakaian kita sekarang, namun apakah makanan kita dan pakaian kita duapuluh atau tigapuluh tahun dari sekarang. Dan ketika kita khawatir tentang hal itu itu berarti bahwa kita tidak beriman dalam hal kasih Allah, kebijaksanaan Allah dan kekuasaan Allah. Kita menyangkal kasih Allah dengan menyiratkan bahwa Dia tidak tahu apa yang Dia lakukan. Dan ini menyangkal kekuasaan-Nya dengan menyiratkan Dia tidak mampu menyediakan bagi kebutuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita memberi kebanyakan tenaga kita untuk memastikan bahwa kita memiliki cukup untuk hidup. Dan kemudian tanpa kita menyadarinya kita sudah tua dan ubanan dan kehidupan kita telah melewati kita dan kita telah kehilangan tujuan utama kita diciptakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tidak menciptakan kita dalam rupa-Nya dengan tujuan akhir hanya untuk makan makanan. Nah mungkin ada beberapa diantara kita yang hidup hanya untuk itu namun bukan itu rencana Allah. Kita berada disini untuk mengasihi, untuk menyembah dan untuk melayani Dia dan untuk mewakili kepentingan Dia di seluruh dunia. Tubuh kita dimaksudkan untuk menjadi hamba kita, bukan tuan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Burung-burung di langit” di ayat 25 mengilustrasikan kasih sayang Allah bagi ciptaan-Nya. Mereka menyatakan kepada kita janganlah khawatir. Mereka tidak menabur atau menuai akan tetapi Allah tetap memberi makan kepada mereka. Dan karena dalam hirarki Allah dalam penciptaan, kita lebih berharga dari burung-burung, maka kita pasti dapat mengharapkan Allah akan memelihara kita. Jika Allah menopang mereka, tanpa partisipasi sadar mereka, mahluk yang lebih rendah, Dia lebih-lebih lagi akan menopang, dengan partisipasi aktif mereka, mereka yang bagi mereka dunia diciptakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan berarti kita tidak perlu bekerja untuk kebutuhan kita sekarang. Paulus mengingatkan kita di 2 Tesalonika 3:10, “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Dan juga janganlah kita menyimpulkan bahwa itu salah bagi seorang petani untuk menabur, untuk menuai dan panen. Kesibukan ini semua perlu bagi dia dalam hal menyediakan bagi kebutuhan dia. Apa yang dilarang Yesus adalah melipatgandakan gudang penyimpanan Anda dan mengisinya dengan barang kelebihan dan memikirkan bahwa keamanan masa depan hanya bergantung kepada usaha kita sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat apa yang dikatakan di Lukas 12:16-21, “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekhawatiran untuk masa depan bukan saja tidak menghormati Allah, itu juga sama sekali tidak berguna. Allah mengatakan di ayat 27, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Iya, Anda dapat mempersingkat kehidupan Anda dengan kekhawatiran Anda, namun Anda tidak dapat memperpanjang kehidupan Anda. Kekhawatiran dan ketakutan Anda menunjukkan bahwa Anda telah sama sekali melupakan janji-janji Allah atau Anda masih ingat mereka itu namun Anda tidak percaya janji-janji itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berikutnya di Matius 6:28-30, Tuhan mengajarkan kita bahwa banyak kekhawatiran tentang makanan dan pakaian itu percumah. “Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah memberi pakaian yang begitu elegan untuk bunga-bunga liar, yang memang hidupnya singkat sekali dan setelah itu dipakai untuk bahan bakar di oven, Dia pasti akan memelihara umat-Nya yang menyembah dan melayani Dia. Ini masalah iman, apakah kita percaya bahwa Allah akan memelihara mereka yang mencari dahulu kerajaan Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa melihat hal yang sama di Lukas 14:13-14, “Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." Dengan kata lain ketika Anda memberi secara bebas dan murah hati karena Anda percaya Yesus akan memelihara Anda, Anda menabung harta di sorga. Anda akan dihargai di sorga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika tujuan Anda adalah untuk menyediakan semua kebutuhan keuangan Anda di masa depan maka waktu dan energi Anda harus ditujukan untuk mengumpulkan cadangan masa depan. Namun Anda tidak pernah akan yakin bahwa yang dikumpulkan itu cukup mengingat selalu ada kemungkinan bahwa pasar saham itu akan runtuh lagi, atau ada bencana yang tak terduga, atau ada penyakit yang berkepanjangan atau ada kecelakaan yang melumpuhkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup untuk Allah dengan menabung harta di surga dengan berbuat baik dan dengan mewakili Dia di seluruh dunia adalah beriman kepada Allah dengan keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa Dia akan memelihara kita. Kita hanya perlu menyediakan bagi keperluan kita sekarang dan semua yang lain harusnya di investasi untuk pekerjaan bagi Tuhan, Kita harus hidup “dengan mementingkan setiap hari bagi Dia”, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi memberilah dengan sikap yang benar, berilah dengan hati yang mengasihi. Dan berilah kepada orang yang tepat, gereja Anda, orang-orang miskin, pelayanan orang Kristen lain dan pandanglah semua persembahan itu sebagai persembahan kepada Tuhan. Dan berilah jumlah yang tepat, yaitu mulailah dengan memberi 10% dari penghasilan Anda sebagai dasar untuk persembahan Anda kepada gereja dan berilah persembahan korban tambahan sesuai dengan apa yang Anda terima.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa memberi dengan sikap hati yang benar akan menghasilkan berkat rohani sekarang di dunia ini dan akan menarik Anda lebih dekat kepada Kristus dan memberi itu akan mengembangkan karakter ilahi di dalam Anda? Apakah Anda tahu bahwa memberi juga dapat menambahkan materi kepada yang memberi itu sehingga Anda dapat terus memberi dan itu memberi kesempatan bagi Anda untuk menabung lebih banyak lagi harta di surga? Apakah Anda mau mulai sekarang juga? Apakah Anda serius?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120212</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000120</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Menjalani Kehidupan yang Bermakna]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000121"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:19-24" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:19-24</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertanyaan yang keluar dari teks ini adalah pertanyaan yang sederhana sekali, dimana hati Anda? Ayat 21, “dimana hartamu berada.” Apakah yang paling dipentingkan di dalam kehidupan Anda? Apakah yang dipikirkan kebanyakan waktu? Kemungkinan besar jika Anda merenungkan hal itu jawabannya adalah suatu hal, seperti rumah, mobil, pakaian, rekening bank, saham, investasi dan furnitur. Kita benar-benar mahluk yang ingin memiliki barang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, beritanya tidak baik bagi Anda, saya hanya ingin supaya Anda tahu bahwa semua hal dan barang berharga itu tidak akan bertahan. Mungkin karena salah penilaian, atau mungkin karena kehilangan konsentrasi, atau mungkin Anda kehilangan itu di pasar saham. Atau mungkin itu berakhir menjadi massa logam hancur yang harus ditarik ke halaman sampah. Dan bagaimana dengan semua barang dirumah Anda? Wah, kuncilah rumahmu dan haraplah tidak ada yang mencurinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang pada saatnya kita kembali kepada Khotbah di Bukit di Matius 6:19- 24 Yesus mengajarkan kita tentang hal-hal yang disalahgunakan orang Farisi mengenai hal harta milik. Sayangnya, mereka terpengaruh secara total dengan harta. Diantara semua masalah lain orang Farisi itu, mereka juga serakah dan ingin memiliki barang orang lain, dan mereka manipulatif dan selalu ingin memiliki barang lebih banyak lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah, bahwa tujuan seluruh Khotbah di Bukit, di Matius 5, 6, dan 7, adalah pada dasarnya untuk mengesampingkan standar orang Farisi yang kurang baik dan kurang benar dan untuk menyatakan kembali standar ilahi Allah untuk hidup di dalam Kerajaan-Nya. Mereka telah bikin suatu sistim agama buatan manusia yang tidak efisien. Yesus mengajarkan bahwa di dalam kerajaan-Nya Anda harus hidup memenuhi standar ilahi, dan ajaran-Nya bertentangan dengan apa yang diajarkan orang Farisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada dasarnya teks kita, dari ayat 19 sampai 24, pertama berhubungan dengan pandangan kita tentang harta milik jasmani kita dibanding dengan harta milik rohani kita di ayat 19 dan 20. Dan setelah itu di aayt 21-23 Yesus mengajarkan kita bahwa itu semua berhubungan dengan sikap hati kita, apakah hati kita terbuka kepada Allah atau tidak dan ayat 24 mengatakan biar Anda berusaha sekuat mungkin, Anda tidak bisa melakukan kedua-duanya bersama-sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bagi orang Farisi menjadi kaya itu adalah sama dengan menjadi kudus, menjadi kaya berarti Allah memberkati saya. Karena itu waktu Yesus mengatakan, “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah,” itu benar-benar sangat mengherankan. Karena bagi mereka menjadi kaya itu adalah bukti ilahi bagi hidup Anda, Anda memiliki banyak karena Allah telah memberikannya kepada Anda karena Anda orang benar. Dan mereka menyamakan uang dengan berkat Tuhan, dan itulah sistim mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Darimana mereka mendapatkan konsep ini? Coba lihatlah Ulangan 28. Ketika Tuhan membebaskan Israel dari Mesir dan membawa mereka ke pinggir Kanaan, Tanah Perjanjian, Tuhan memberikan mereka beberapa persyaratan untuk masuk ke tanah itu, dan berdasarkan persyaratan-persyaratan itu ada janji-janji besar sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ulangan 28:1-2, Tuhan mengatakan ini pada saat mereka menyiapkan diri untuk masuk ke tanah itu, “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. 2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebaliknya di Ulangan 28:15-18, “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: 16 Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang. 17 Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu. 18 Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini berkat-berkat materi dan kutukan materi, mereka itu berkat-berkat duniawi yang kelihatan dan nyata. Dengan kata lain kelihatannya bahwa berkat- berkat materi adalah tanda ketaatan Anda, dan kemiskinan materi adalah tanda ketidaktaatan Anda. Namun mereka salah mengerti permulaan itu dan tidak membaca selanjutnya dimana di Ulangan 30:6 Allah menjelaskan keinginan sebenarnya yaitu ketaatan untuk mengasihi Allah dengan seluruh hati dan jiwa dan bahwa berkat-berkat itu bukannya semua hanya materi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Perjanjian Lama telah memperingati kita dalam hal ini, Salomo mengatakan dia kaya akan tetapi semua itu kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Didalam Sepuluh Perintah di Keluaran 20:17 Allah mengatakan, “Jangan mengingini.” Perjanjian Lama penuh peringatan tentang kekayaan, Amsal 23:4 mengatakan, “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.” Di Amsal 28:20 dikatakan, “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Alkitab memperingati supaya janganlah serakah dan mengingini dan cepat-cepat mencari kekayaan. Namun meskipun semua peringatan itu bahwa Anda tidak dapat mementingkan Allah dan uang bersama-sama, orang tetap melakukan itu dan menyepelekan peringatan Allah. Lukas 16:14 mengatakan, “Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan latar belakang keserakahan orang Farisi ini Tuhan kita berbicara, dan yang Dia katakan disini adalah kita harus memiliki pandangan yang tepat tentang keuangan dan kekayaan dan harta milik. Dengarkanlah, kita hidup di Amerika di zaman resessi ini, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah saya dapat mengatakan ada satu alasan yang sederhana mengapa ada banyak masalah keuangan dan jawabnya adalah keserakahan, sederhana sekali. Dan Anda dapat membicarakan semua alasan pinggiran tetapi kecuali Anda berurusan dengan hati orang Anda tidak akan pernah dapat menangani masalah resessi dalam masyarakat bebas ini karena keserakahan mendominasi bagaimana caranya kebebasan itu berfungsi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan masalah hati manusia bukanlah masalah pinggiran, masalah inti manusia adalah keserakahan, dan Anda harus mengalihkan hatinya dari keinginan dan itulah yang Tuhan ingin kita lakukan dalam teks ini, untuk mengalihkan kita dari masalah keinginan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa kita harus menangani harta milik kita dan keuangan kita dan kekayaan kita dan kelebihan kita sama seperti semua yang lain. 1 Korintus 10:31, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Sayangnya kita melakukan kebanyakannya untuk kepentingan diri saja, itulah masalahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">John Stott pernah mengatakan, “Ambisi duniawi memiliki daya tarik yang kuat sekali bagi kita dan mantra materialisme sangat sukar untuk dipatahkan.” Meskipun kita memberi perpuluhan dengan setia, apakah kita telah memecahkan masalah ini? Belum tentu. Allah tidak ingin sesuatu yang diberikan karena Anda takut, tidak, Dia ingin sesuatu yang diberikan karena Anda mengasihi Dia dan yang datang dari hati Anda, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan tidak memberikan kita disini suatu standar mutlak yang legalistis, Dia hanya memberikan kita suatu prinsip, dan ketika Anda mendengar prinsip ini yang mengatakan, “kumpulkanlah bagimu harta di sorga, atau layanilah Allah dan jangan melayani uang”, Anda mungkin mengatakan, “Ah ini kurang jelas, namun keadaan itu tidak akan berlangsung saat kita sudah selesai.” Namun ini cukup jelas untuk mempengaruhi sikap Anda dan bukan saja sikap eksternal saja, jadi siaplah untuk membiarkan Allah mengubah sikap Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab berisi lebih dari 2350 ayat-ayat yang berhubungan dengan uang dan harta milik. Yesus mengajarkan lebih banyak tentang uang dari pada sorga, neraka dan hampir semua subjek lain. Yesus menyatakan suatu prinsip dasar dalam teks ini: Caranya Anda memahami dan mengelola hal-hal materi mencerminkan hati Anda! Menurut survei, ketegangan di rumah tangga tentang uang adalah salah satu alasan yang paling umum orang bercerai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus mengatakan di 1Timotius 6:10, “akar segala kejahatan ialah cinta uang.” Bukanlah uang yang menjadi akar segala kejahatan, cinta uang itu akarnya. Anda bisa miskin sekali dan tidak memiliki uang namun tetap mengasihi uang seperti orang gila. Anda hanya tidak dapat menangkapnya. Anda bisa saja kaya sekali karena warisan dsb dan sebenarnya tidak begitu menghargai uang itu. Cinta uang itu yang merusak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat kisah Salomo yang terus mengumpulkan kekayaan sampai dia menjadi orang terkaya di seluruh dunia, dan setelah semuanya tercapai dia mengatakan, “kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.” Hal itu tidak memenuhinya, malah itu memberikannya kehampaan, ketidakgunaan tanpa makna. Alkitab memberikan kita banyak ilustrasi lain tentang orang-orang yang karena cinta uang merasa dihancurkan dan dirusak cukup berat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita menyelidiki apa yang diajarkan Yesus. Lihatlah ayat 19, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi.” Apakah artinya itu? Inilah permainan kata-kata, ini berarti, janganlah mengharta harta, janganlah menimbun harta atau janganlah menempatkan harta disuatu tempat atau menyimpan harta disuatu tempat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dibicarakan Tuhan disini bukanlah keperluan kita sehari-hari akan tetapi apa yang kita menimbun saja. Ini bukan kehutuhan kita, ini bukan yang kita memerlukan setiap hari, atau keluarga kita butuhkan, atau orang miskin butuhkan atau yang kita berikan kepada Tuhan, atau memisahkan uang untuk masa depan atau investasi yang bijaksana supaya kita dapat menjadi pengelola uang Allah yang lebih baik lagi di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak membicarakan uang atau barang yang dipakai, yang aktif. Dia membicarakan apa yang disimpan saja untuk diri kita sendiri. Itulah yang dibicarakan-Nya, Dia membicarakan yang kelebihan, Dia membicarakan apa yang melebihi kebutuhan kita. Implikasinya adalah bahwa ada kelebihan yang begitu banyak sehingga itu hanya disimpan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang Dia larang? Apakah Dia melarang untuk memiliki rekening bank, rekening tabungan, polis asuransi atau investasi bijaksana? Tidak. Apakah Dia mengatakan bahwa kita tidak boleh memiliki sesuatu? Apakah Dia mengajarkan supaya kita menjual seluruhnya dan terlatar di jalanan dengan minuman keras dan menjadi pengemis? Tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bagaimana tentang orang muda yang kaya itu, Yesus mengatakan kepada dia, “juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga.” Tahukah Anda bahwa itu satu-satunya orang yang diberi nasihat seperti itu? Coba perhatikanlah Dia tidak mengatakan hal itu kepada Maria dan Marta. Karena Dia senang pergi kerumah mereka dan Dia juga suka masakan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia juga mengatakan di Matius 19:29, “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tidak menyalahkan harta milik orang, alasannya Dia mengatakan kepada orang muda yang kaya itu untuk menjual seluruh miliknya adalah karena dia lebih menyukai harta miliknya dari pada Allah. Dan yang menghalang hubungan dia dan Allah adalah semua hartanya dan kecuali dia membuang semua itu tidak mungkin ada hubungan dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Keluaran 20:15 dikatakan, “Jangan mencuri.” Pernyataan Allah ini di dalam Sepuluh Perintah mengasumsikan bahwa ada sesuatu yang menjadi milikku yang Anda tidak dapat memiliki. Kita berhak untuk memiliki harta. Bukan saja Anda tidak berhak untuk mencuri milikku, Anda tidak berhak untuk mengingini milikku karena Keluaran 20:17 mengatakan, “Jangan mengingini.” Jadi Tuhan mengaku ada hak milik pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contohnya di Ulangan 8:18 dikatakan, “sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan.” Allah memberikan kita sumber daya dan kemampuan. Di 1 Korintus 4:7 dikatakan, “Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?” Allah ingin supaya kita menyadari bahwa semua milik kita datang dari Allah. Malah 1 Timotius 6:17 mengatakan, “Allah memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saat Anda mempelajari buku Amsal berkali-kali Alkitab menasihati kita untuk menangani uang kita dengan hati-hati supaya investasi kita bijaksana. Jadi apakah artinya menabung harta di sorga? Artinya adalah mendistribusikan dan membagikan kekayaan jasmani dan rohani yang diberikan Allah kepada kita, itu berarti mengajarkan orang lain tentang Allah, itu berarti menggunakan uang lebihan untuk pelayanan misi di desa Anda, di negara bagian Anda atau di tempat jauh diseberang lautan, itu berarti membagikan kasih Allah dimanapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Abraham kaya sekali dan juga dipanggil teman Allah? Dan Allah memberikan Ayub kekayaan yang lebih besar dari pada waktu sebelumnya sampai dia tidak sanggup menghitungnya. Dan tahukah Anda bahwa Zakheus kaya sekali akan tetapi tetap diperhitungkan sebagai anak Abraham?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah kuncinya mereka menjadi sahabat Allah? Kuncinya adalah sikap hati mereka, bahwa mereka terutama mengasihi Allah lebih dari pada yang lain. Karena itu dikatakan, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan bahwa cara yang sama matamu dapat melihat seseorang secara fisik, hatimu juga dapat melihat Tuhan secara rohani, supaya kita mengerti apa yang diajarkan Allah. jika mata rohani Anda, yaitu hati Anda baik maka sisanya akan ikut juga melayani Allah, namun jika hati Anda buruk, semua tindakan dan pikiran hanya akan menarik Anda senakin jauh dari Allah dimana tidak ada terang, hanya kegelapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua bangga dapat multi-tasking, benar? Kita ingin melakukan banyak hal pada saat yang sama. Kita pikir melayani Allah adalah salah satu dari banyak hal yang kita ingin lakukan, melayani Allah dicadangkan untuk hari Minggu atau mungkin sebagain dari hari Minggu. Namun bukan itu yang diajarkan Allah, Matius 6:33 mengatakan, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mencari dulu kerajaan Allah berarti melayani Allah yang nomor satu dan yang paling penting dalam hidup kita. ini berarti hati kita adalah bersama Allah, ini berarti melayani Dia lebih penting untuk kita daripada keluarga dan pekerjaan kita. Apakah itu nyata dalam hidup kita sehari-hari?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengarkanlah perkataan Allah malam ini. Bagaimana baiknya mata Anda, bagaimana baiknya hati Anda, dimana Anda investasi kelebihan Anda? Apakah fokus Anda? Ayat 24 mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan juga kepada semua yang lain. Ada banyak hal di dalam hidup kita yang mengambil fokus kita dari apa yang terpenting dalam hidup kita, yaitu Allah. Dengarkanlah Allah, marilah kita menabung harta di surga dengan melayani Allah dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan kita, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120205</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000121</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengubah Air menjadi Anggur]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000122"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+2:6-11" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 2:6-11</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Fokus Yohanes di permulaan bab 2 adalah kepada pekerjaan Kristus karena perbuatan dan pekerjaan Kristus juga menunjukkan kita bahwa Dia adalah Allah. Jadi bukan saja kesaksian orang lain penting, namun justru kesaksian hidup Kristus, firman-Nya, kepribadian-Nya, pengetahuan ilahi-Nya, tindakan-Nya dan mujizat-mujizat yang Dia lakukan adalah bukti nyata. Semua hal itu membuktikan kepada kita bahwa Kristus memang Allah dalam tubuh manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga melihat macam apa mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus itu dan kita melihat bahwa di semua mujizat Dia selalu memuaskan kubutuhan dasar manusia, entah itu kehausan, kelaparan, menjadi buta atau lumpuh. Dia bertemu dengan manusia pada tingkat kebutuhannya yang dasar. Mengapa? Jawabnya ada di dalam Yohanes 2:11, “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia juga menguduskan upacara perkawinan dengan kehadiran-Nya dan dengan melakukan mujizat itu. Perkawinan adalah persatuan yang mulia dan itu adalah dua menjadi satu di hadapan Allah. Karena itu Allah benci perceraian. Betapa baiknya mujizat pertama itu terjadi di suatu pernikahan karena Allah mengumpamakan hubungan-Nya dengan gereja itu sebagai hubungan diantara mempelai pria dan pengantin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Baru minggu yang lalu kita melihat bagaimana Yesus diberi tahu bahwa anggur mereka habis di perkawinan itu. Dan kita juga melihat jawaban Yesus kepada ibu-Nya. Ingatlah Dia memanggilnya ‘wanita’ dan bukan ‘ibu’ dimana kita dapat melihat bahwa Dia tidak lagi mementingkan hubungan dengan ibu-Nya secara lahiriah namun sekarang hubungannya menjadi bagian dalam pelayanan publik- Nya dimana Dia mementingkan bahwa Dia adalah Anak Allah, Juruselamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita baca apa yang terjadi berikut. Yohanes 2: 6-11, “Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“9Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, 10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." 11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang sebelum kita melihat ayat 6, marilah sebentar kita baca lagi apa yang dikatakan Yesus di ayat 4, “Mau apakah engkau dari pada-Ku, wanita? Saat-Ku belum tiba.” Coba apakah Anda lakukan seandainya Yesus mengatakan itu kepada Anda? Bukankah Yesus menolak permintaan bantuan itu? Maria menerima berita penolakan itu dari Yesus di ayat 4 namun di ayat 5 dia mengatakan kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu Bahwa Dia akan bertindak walaupun jawaban-Nya adalah tidak. Tahukah apa yang dia lakukan? Dengarkanlah, dalam penolakan-Nya tetap dia melihat ada iya juga, benar? Dia mengatakan pada saat-Nya tiba Dia akan bertindak. Namun Maria terus saja dan mengatakan, “apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.” Dia menanggapi ‘iya’ dalam jawaban-Nya ‘tidak’.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Martin Luther berkomentar seperti berikut, “Dalam doa-doa kami manakala Allah mengatakan ‘tidak’, mungkin itu bisa berarti ‘belum’, jadi mungkin saja ada ‘iya’ tersembunyi disana. Dan untuk setiap ‘tidak’ dari Allah mungkin ada ‘iya’ ditempat lain. Masih ingat Daud? Daud mengatakan, Allah aku hidup di dalam rumah kayu aras, sedangkan Engkau hidup di dalam tenda. Marilah saya bangun sebuah bait suci bagi Engkau ya Tuhan, kumohon.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan, ‘tidak’, itu bukan kehendak-Ku, Daud kamu pria darah. Dan Daud patah hati, benar! Namun kemudian Allah mengatakan apakah kau ingin ada ‘iya’ juga yang mendampingi ‘tidak’ itu? Apakah Anda ingin suatu kerajaan Daud yang kekal? Anda tidak diperbolehkan membangun rumah bagi Aku, namun apakah Anda mau menerima takhta kekal? Kemudian Allah memberikan Daud janji kerajaan kekal, yaitu Perjanjian Daud.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, ketika Allah mengatakan ‘tidak’, jangan menyerah. Jika Anda berdoa kepada Allah untuk sesuatu dan Allah menutup pintu itu dan mengatakan ‘tidak’, lihatlah disekitarmu apakah ada ‘iya’ di tempat lain. Allah mengajarkan kita di Yakobus 5:16, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Dan di 1 Yohanes 5:14 dikatakan, “Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Dan Maria tahu ada ‘iya’ di dalam ‘tidak’ itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari sekarang kita melihat apa yang tersedia, kita telah tahu keadaannya, situasinya jadi marilah kita melihat apa yang ada, dan tentu ini jelas sekali di ayat-ayat 6-10 ketika kita melihat apa yang terjadi, “Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Anda masih ingat bahwa orang Yahudi memakai pembersihan seremonial. Sebelumnya makan Anda perlu membasuh tangan dan itu bukan karena Anda kotor namun perlu ada pembersihan dan pembasuhan kaki juga. Supaya semua tamu dapat melakukan itu di perkawinan yang besar ini, haruslah ada banyak tempayan air. Jadi tersedia enam tempayan dimana orang dapat menyucikan tangan mereka sebelum mereka mulai makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 7:3 mengatakan, “Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka.” Jadi tempayan itu ada disitu untuk itu. Nah tempayan itu cukup besar. Dikatakan di dalam surat aslinya bahwa setiap itu isinya dua atau tiga ferkin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perkataan aneh “ferkin” ini kira-kira sebanyak tiga puluh dua liter dan itu berarti bahwa setiap tempayan air itu isinya kira-kira diantara 65 sampai 96 liter. Dan jika ada enam tempayan, itu berarti ada air kira-kira 400 sampai 600 liter jika penuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di ayat 7 Yesus berkata kepada mereka, “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.” Coba pikirkan hal ini. Ini bukan hal gampang, mereka tidak bisa buka keran saja karena tidak ada keran. Pasti ada sumur atau mata air di dekat situ dan banyak pelayan-pelayan harus pergi bolak-balik mengambil air itu dengan apa yang mereka pakai untuk menggotongnya untuk mengisi semua tempayan air itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka mengisinya semua sampai penuh, dan saya tidak tahu apa yang dipikirkan pelayan-pelayan itu namun saya dapat membayangkannya. Di ayat 8 Kristus mengatakan kepada pelayan, “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.” Pemimpin pesta dinamakan dalam bahasa Yunani architriklinos dan itu artinya kepala pelayan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia bertanggung jawab untuk semua tamu dan tempat duduk dan makanan dan minuman dan dia memastikan semua orang dilayani dengan baik. Dan karena itu mereka datang kepada dia untuk memberitahukannya bahwa ada anggur baru. Jadi di ayat 9, dia mencicipinya dan menurut dia, di ayat 10, anggur itu luar biasa enaknya. Mengapa yang paling baik baru dikeluarkan saat akhir? Bayangin, betapa baiknya dan enaknya anggur yang dicipta Kristus itu, pasti anggur itu enak sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizatnya adalah bahwa air biasa itu menjadi anggur. Lihatlah ayat 9 - 10, “Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki 10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keajaibannya adalah bahwa Kristus tidak memakai semua proses alami yang diperlukan dan mengubah air menjadi anggur begitu saja. Coba selidikilah keajaiban ini seperti ilmuwan modern. Darimana datangnya minuman anggur? Dari buah anggur. Dari mana datangnya buah anggur itu? Dari pokok anggur. Darimana datangnya pokok anggur itu? Dari benih dan pokok anggur kecil. Jadi bagaimana mereka bertumbuh? Dengan air dan sinar matahari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bukan anggur ini, asalnya anggur ini bukan dari buah anggur. Sama sekali tidak ada buah anggur. Anda berkata, “Semua anggur harus berasal dari buah anggur.” Tidak, bukan anggur ini. Pasti ada yang berpikir, “Dimana ya buah anggur yang enak ini bertumbuh.” Tidak pernah ada buah anggur untuk anggur ini. Tidak ada buah anggur, tidak ada pokok anggur, tidak ada benih, tidak ada tanah, tidak ada matahari, tidak ada air, hanya anggur ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudari, ini benar-benar mujizat. Kristus bikin anggur dari kehampaan. Dia menghilangkan air dan menciptakan anggur. Tak pernah ada buah anggur. Tak pernah ada pokok anggur. Tak pernah ada tanah. Tidak ada yang menanamnya. Tidak ada yang memeliharanya dan tidak ada yang memerasnya. Tidak, ini suatu mujizat ciptaan, benar? Memang benar!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama seperti ini, masih ingat lima ribu orang yang diberi makan? Siapa yang menangkap ikan itu? Tidak ada seorangpun. Dari lautan mana datangnya ikan itu? Ikan itu tidak pernah hidup di lautan. Apakah ikan itu memiliki orang tua? Tidak. Waktu mereka bertumbuh makanannya apa? Ikan itu tidak pernah makan. Jadi siapa memasaknya? Tidak seorangpun, mereka sudah dimasak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana dengan roti itu, dimana letaknya ladang dimana gandum itu bertumbuh? Tidak ada pemilik ladang. Tidak ada ladang. Jadi siapa yang menanam gandum itu? Tidak ada gandum. Jadi siapa yang panen itu? Tidak ada panen sebab tidak ada gandum sebab tidak ada ladang. Siapa yang bikin roti itu? Tak seorangpun, tidak ada yang gulung adonan roti atau membikin roti itu. Ini mujizat penciptaan. Yesus menciptakan ikan dan roti dari kehampaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa saat Anda berhubungan dengan Yesus Kristus, Anda berhubungan dengan Pencipta alam semesta? Dan kemudian ada orang dengan otak sebesar kacang yang mengatakan, “Wah, ini semua terjadi seperti ini, Allah itu tidak ada, pada suatu ketika ada genangan air dan banyak listrik dan tiba-tiba ada sesuatu yang bersel satu…”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan datang kepadaku dengan omong kosong itu. Evolusi tidak apat menjelaskan Kristus sang Pencipta. Evolusi tidak dapat menjelaskan sesuatu yang terjadi dari kekosongan. Kristus mencipta anggur dari kehampaan. Ini tidak masalah bagi-Nya untuk mulai tanpa ada apa-apa dan mencipta dunia penuh dengan segala sesuatu. Alkitab itu mulai dengan mujizat dari Allah menciptakan semesta alam tanpa sebelumnya ada apa-apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini di Kana ada penciptaan kecil juga. Tanpa buah anggur, tanpa pokok anggur, tanpa ada apa-apa. Dan Anda sendiri mungkin juga ilustrasi hidup bahwa Dia dapat menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Maksud saya berhubungan dengan apa yang dikatakan di 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Jadi anda ciptaan baru jika percaya dan saya juga. Yesus Kristus adalah pencipta agung, Dia mulai tanpa ada apa-apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, kepala pelayan itu kagum sekali di ayat 9 dan dia tidak tahu anggur itu asalnya dari mana namun dia gembira itu disimpan untuk yang paling akhir. Hal yang menarik bagi saya adalah pelayan-pelayan itu. “ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya.” Saya heran mengapa hal itu dituliskan karena ketika kita membaca ayat 12 dan Yesus meninggalkan perkawinan itu, tidak ada satupun dari pelayan itu yang mengikuti-Nya, hanya keluarga-Nya dan keenam murid-murid-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika memang pelayan-pelayan itu tahu dan menyaksikan mujizat itu, mengapa mereka tidak siap dan ikut Yesus Kristus? Maksudku, mereka melihat sesuatu yang tidak masuk akal, mereka menyaksikan suatu mujizat penciptaan, benar? Saya ingin tahu apa pengaruhnya terhadap hati mereka. Namun tidak ada yang mengikuti-Nya dari perkawinan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana mungkin mereka tidak tahu itu Mesias? Bagaimana mereka dapat melihat mujizat seperti itu dan tidak mengerti siapakah Dia? Ya, saya menanyakan pertanyaan yang sama setiap kali saya mengabarkan Injil. Bagaimana orang bisa mendengar siapakah Yesus Kristus dan tetap berjalan menjauhkan diri dari Dia? Ini kisah Iblis yang lama. ilah dunia ini yang telah membutakan pikiran mereka yang tidak percaya, kecuali terang mulia Injil Kristus menyinari mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tahu mereka tidak mengikuti Yesus waktu Dia pergi, mereka melihat keajaiban itu namun itu tidak mempengaruhi mereka. Ingatlah nabi tidak dihormati di dalam kotanya sendiri. Mereka mungkin berpikir, “Ah, pasti ada penjelasan, ini hanya Yesus, ibu-Nya Maria dan Dia sudah tinggal disini selama 30 tahun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa saudaranya sendiri tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus sampai setelah kebangkitan Yesus? Bahkan mujizat-mujizat dimana Ia menunjukkan kontrol total semua kuasa-kuasa alam semesta, bahkan membangkitkan Lazarus dan semua ajaran-ajaran tidak meyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun akhirnya lihatlah sebentar kepentingan ayat 11. Apakah arti mujizat ini? Ayat 11, Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya,” itu artinya. Dan apakah akibatnya? “dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Tidak ada mujizat tanpa akibat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang pelayan-pelayan itu tidak tertarik namun iman murid-murid-Nya dikonfirmasikan, benar? Mereka berakar. Mereka mendengar bahwa Dia adalah Mesias, sekarang mereka melihat buktinya. Dan Yesus menunjukkan mereka kemuliaan-Nya. Dia memperlihatkan kepada mereka sekilas menyilaukan siapakah Dia sebenarnya. Karena itu Dia melakukan itu, itu bagi mereka. Tahukah Anda bahwa mujizatpun tidak membawa orang kepada Yesus Kristus kecuali mereka telah ditarik Allah Bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan mujizat mungkin meyakinkan orang yang belum percaya untuk percaya Iblis. 2 Tesalonika 2:9-10, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat- mujizat palsu, 10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa.” Bahkan Iblis mampu melakukan tanda supranatural di Wahyu 13:13-14, “Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. 14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda telah menjadi murid-Nya? Apakah Anda sudah mengasihi Kristus? Jika Anda telah menjadi murid-Nya apakah mujizat ini membuat Dia lebih berarti kepada Anda daripada Dia sebelumnya? Itu akibatnya untuk murid-murid itu. Dan untuk saya. Saya harap setelah Anda melihat Kristus pencipta disini, Dia lebih berarti bagi Anda daripada sebelumnya Anda mendengar ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menyiapkan setiap kebutuhan, benar? Mungkin Anda berkata, “wah, saya belum menjadi murid.” Apakah Anda mengerti siapakah Dia sebenarnya? Apakah Anda melihatnya sebagai Anak Allah? Dia memang itu. Anda baru saja melihat perbuatan-Nya di dalam 11 ayat itu. Apakah Anda melihat kemuliaan-Nya? Apakah Anda menangkap keagungan-Nya yang hebat? Dia adalah pekerja mujizat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dialah yang sanggup menciptakan sesuatu tanpa bantuan apapun. Dan Dia yang mengubah air menjadi anggur juga sanggup mengubah kematian ke dalam kehidupan. Dia dapat mengubah dukacita menjadi sukacita, Dia dapat mengubah kesakitan Anda menjadi kedamaian. Dia sanggup mengubah dosa Anda menjadi kebenaran. Dia sanggup mengubah hukuman Anda menjadi kemuliaan. Dia dapat menciptakan di dalam Anda hati yang murni. Dia dapat mengubah Anda menjadi baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Dia masih belum membawa mujizat ciptaan itu kedalam hidup Anda, saya harap bahwa malam ini juga Anda akan bertemu dengan Dia sebagai Juruselamat dan biarlah Dia menciptakan Anda kembali. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120129</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000122</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mujizat Kristus yang Pertama]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000123"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+2:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 2:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 2:1-5, “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." 5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang setelah memberikan kita beberapa kesaksian, Yohanes di permulaan bab 2, mulai memperlihatkan pekerjaan Kristus karena perbuatan dan pekerjaan Kristus juga memberitahukan kepada kita bahwa Dia adalah Allah. Bukan saja kesaksian orang lain penting, namun kesaksian kehidupan Kristus sendiri, perkataan-Nya, kepribadian-Nya, pengetahuan ilahi-Nya, tindakan-Nya dan mujizat-mujizat yang Dia perbuat menjadi bukti nyata. Semua hal itu membuktikan kepada kita bahwa memang Kristus benar-benar Allah di dalam tubuh manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam rangka untuk mengkonfirmasi hal ini, Yohanes di dalam buku Yohanes memberikan kita delapan mujizat yang dilakukan Kristus. Kedelapan mujizat ini semua berbeda. Kristus menyembuhkan banyak orang buta, Yohanes hanya menyebut satu saja. Kristus memberi makan orang banyak paling sedikit dua kali yang kita tahu, Yohanes hanya mencatat satu kali saja. Dia hanya ambil ilustrasi dari berbagai mujizat yang dilakukan Kristus untuk membuktikan bahwa memang benar Kristus adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat pertama adalah mengubah air menjadi anggur di Yohanes 2. Yang kedua adalah menyembuhkan anak bangsawan di bab 4. Yang ketiga adalah kesembuhan orang lumpuh di bab 5. Kemudian di bab 6 ada dua, memberi makan kepada 5000 orang dan berjalan diatas air laut Galilea. Di bab 9 mujizat keenam, memberi penglihatan kepada orang buta dan di bab 11, yang ketujuh, membangkitkan Lazarus. Dan yang kedelapan ada di bab 21 dimana Kristus menyediakan ikan ke dalam jala-jala murid-murid.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada duplikasi disini. Mengapa Kristus melakukan mujizat-mujizat ini? Jawabannya terdapat di dalam kisah ini di bab 2:11, “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Dia ingin menunjukkan kepada kita keilahian-Nya dengan mujizat-mujizat-Nya. Kemuliaan berarti Keilahian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemuliaan itu berarti seluruh keberadaan Allah, di dalam seluruh karakter-Nya, di dalam seluruh kepribadian-Nya dan di dalam seluruh atribut-Nya. Dan Yesus ingin menyatakan melalui muzijat-mujizat-Nya bahwa Dia adalah Allah yang menguasai alam, yang menguasai semua kuasa alam semesta. Jadi Yohanes disini memberikan kita delapan mujizat, dipimpin Roh Kudus, untuk membuktikan kepada kita bahwa Kristus adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari bab 2 sampai bab 12 kita menemukan pelayanan publik Yesus kepada orang Yahudi. Dari bab 13 sampai bab 17 tidak ada pelayanan publik, semuanya adalah pelayanan pribadi kepada murid-murid-Nya. Dia memisahkan mereka untuk mempersiapkan mereka dalam bab-bab ini karena Dia akan meninggalkan mereka. Kemudian di bab18 sampai 20 Dia berpisah. Jadi buku Yohanes dibagikan dalam tiga kategori; pertama pelayanan publik, kedua pelayanan pribadi dengan mereka yang menjadi milik-Nya, dan terakhir dari bab 18-20, keberangkatan-Nya yang terakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi malam ini kita mulai dengan pelayanan-Nya yang publik dan kita melihat mujizat yang pertama yang Dia lakukan di dunia ini. Ini tindakan publik yang pertama untuk menyatakan kemuliaan-Nya yang benar. Perhatikanlah empat hal dalam teks ini: keadaannya, situasinya, penyediaannya dan kepentingannya. Kita akan membahas kedua yang pertama malam ini dan kedua yang terakhir Minggu depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama keadaannya di ayat 1, “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea.” Jadi hari ketiga itu merujuk kepada apa? Itu pada dasarnya mengatakan bahwa ada tiga hari diantara waktunya Kristus memanggil Filipus dan Natanael sampai saat perkawinan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jaraknya Kana di Galilea kira-kira 22 mil jauhnya dari situ, jadi itu makan waktu dua hari untuk tiba disana. Yesus bersama keenam murid-Nya yang baru telah berjalan mulai dari tepi sungai Jordan. Kana adalah desa kecil kira-kira 9 mil jauhnya dari Nazaret. Malah ada beberapa penulis yang mengatakan bahwa pada hari yang terang Kana kelihatan dari situ. Nazaret adalah kota dimana Kristus hidup selama 30 tahun dan seluruh keluarga-Nya ada disitu, saudara-saudara-Nya laki-laki dan perempuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mereka tiba di Kana di Galilea dan disana akan ada pernikahan. Dan bagian kedua ayat 1 itu mengatakan, “dan ibu Yesus ada di situ.” Malah, beberapa ahli Alkita berpendapat bahwa ada hubungan keluarga karena kita melihat Maria bertindak sebagai asisten tuan rumah. Sangat menarik bahwa Kristus memilih untuk melakukan mujizat-Nya yang pertama disitu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus pada saat itu bergerak menjauhkan diri dari kehidupan keluarga yang terisolasi itu menjadi pusat perhatian publik. Dan Dia melakukan mujizat pertama itu khusus pada titik awalnya dimana Dia masih memiliki keluarga sambil Dia mulai membuka pelayanan publik itu. Dia melakukan mujizat itu disitu dimana semua orang bisa melihatnya dan setelah itu Dia keluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimanakah Yusuf? Setelah waktu Kristus di Yerusalem pada umur 12, kita tidak mendengar apa-apa tentang Yusuf lagi. Setelah Kristus mengatakan di Lukas 2:49, “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku," Yusuf tidak disebut lagi. Ada yang percaya bahwa Yusuf telah meninggal dunia pada saat ada perkawinan di Kana. Kita tahu bahwa Yusuf telah meninggal pada saat Yesus disalibkan karena Kristus tidak akan menitip ibu-Nya Maria kepada Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah pernikahan itu di Israel adalah hal yang besar. Bahkan pernikahan pada masa itu adalah kejadian yang terbesar. Ketika seorang pria dan isterinya mau hidup bersama, persatuan itu menghibur hampir seluruh masyarakat. Pernikahan itu biasanya mulai hari Rabu dengan pesta besar sekali dan setelah itu selalu ada upacara pernikahannya juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu berlangsung dua sampai tujuh hari, tergantung kepada seberapa kayanya mereka. Anda meninggalkan pekerjaan Anda begitu saja, Anda meninggalkan kekuatiran tentang panen, Anda pergi kerumah itu dan Anda berpesta saja terus selama satu minggu. Sebenarnya, pengantin dan mempelai pria sudah bertunangan lama satu sama lain sebelum saat ini namun mereka tidak benar-benar hidup bersama sampai pada upacara pernikahan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setiap malam ada pesta besar dan seringkali setiap malam pengantin dan mempelai prianya memakai jubah pengantin mereka dan diiringin banyak orang yang membawa lentera mereka berpawai ditengah kota sambil menyanyikan lagu- lagu. Mereka diperlakukan seperti raja dan ratu. Dan didalam kehidupan yang miskin dan banyak pekerjaan keras itu, ini benar-benar pesta sukacita yang menyegarkan pada masa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus dan murid-murid-Nya diundang untuk datang ke pernikahan itu. Kata Anda, “bagaimana mungkin murid-murid itu mendapat undangan ke pernikahan itu karena mereka baru dipanggil tiga hari sebelumnya tanpa ada kantor pos dan pembawa surat, maksudku, mereka baru saja berjalan dari sungai Jordan itu, bagaimana mereka sempat dapat undangan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus, tentu saja, tahu bahwa Dia akan pergi ke Kana untuk melakukan mujizat itu. Tentu saja karena Dia mahatahu. Dan pada suatu saat setelah mereka tiba di Nazaret, tempat tinggal-Nya, ada orang yang mengundang mereka untuk pergi ke Kana karena ada pernikahan disitu dan ibu-Nya ada disitu. Jadi Yesus setelah diundang, bersama dengan murid-murid-Nya, pergi ke pernikahan di Kana itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kehadiran Kristus di pernikahan ini sangat penting. Dengan Kristus melalukan mujizat untuk menjamin sukses upacara pernikahan, Dia mengesahkan pernikahan dan upacara itu. Pernikahan adalah suatu persatuan yang kudus, yaitu dua orang menjadi satu di hadapan Allah. Karena itu Allah membenci perceraian. Malah di Kejadian 5 ketika Adam dan Hawa dibawa untuk menjadi satu, mereka bersama- sama dinamakan Allah sebagai Adam, dan bukan Adam-Adam, karena mereka telah menjadi satu. Pernikahan itu diciptakan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya sekarang kadang mendengar saat konseling pernikahan bahwa upacara itu tidak berarti, jika benar ada kasih, apakah pernikahan itu, hanya sehelai kertas saja. Mungkin alasan yang paling penting mengapa upacara itu penting adalah bahwa dalam Alkitab upacara itu selalu menjadi bagian dari pernikahan, baik di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus sendiri mengesahkan upacara itu. Itu suatu kesaksian nyata di hadapan Allah dan dunia ini bahwa ada keinginan dari satu pria dan satu wanita untuk hidup bersama dengan janji ada kesetiaan dan keilahian. Dan itu adalah pernyataan kepada dunia dari janji itu. Upacara pernikahan adalah janji kudus di hadapan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menikah tanpa ada upacara pernikahan adalah bodoh karena itu menghilangkan motivasi besar dan pengekangan untuk berusaha keras untuk mendamaikan hubungan itu jika ada masalah. Bersumpah satu sama lain dengan Allah sebagai saksi memberikan motivasi kuat untuk berusaha menyelesaikan perselisihan. Dan orang yang menikah tanpa upacara sebenarnya belum menikah di hadapan Allah, dan dengan cara itu mereka berzinah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Kristus menguduskan banyak peristiwa kehidupan. Dan Dia mengalami banyak pencobaan dan penderitaan hidup untuk memberi contoh bagaimana menguduskan kehidupan manusia sehari-hari. Betapa indahnya mujizat pertama terjadi saat ada pernikahan, karena Dia sendiri memakai hubungan-Nya dengan gereja sebagai perumpamaan hubungan pengantin dan mempelai pria. Pada suatu hari ketika Kristus datang untuk mengambil kita masuk ke surga bersama Dia, kita juga akan ikut suatu upacara yang dinamakan “Perjamuan Kawin Anak Domba.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah situasi di ayat 3 dan 5 dimana muncul masalah ini. “Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Nah anggur di masa itu adalah minuman sehari-hari. Saya pernah mendengar orang berkata, “Ingatlah waktu itu anggur tidak difermentasi.” Ah itu salah. Cobalah bikin jus anggur tanpa kulkas atau pengawetan, pasti itu akan berfermentasi cepat. Cuacanya kan panas sekali. Bahkan di Kejadian 14:18 dulu itu masih ingat Melkisedek datang dan membawa roti dan anggur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak memiliki proses pemurnian, jadi minum air biasa itu lebih buruk dari pada minum anggur. Bahkan anggur kadang dicampur susu dan tentu susu sering diberikan kepada anak-anak seperti di masa kini. Namun anggur adalah minuman pokok saat itu dan mungkin datangnya dari bermacam buah-buahan, namun terutama dari buah anggur karena memang dari dulu itu yang sering dipakai untuk bikin anggur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang karena tidak ada pengawetan, anggur itu berfermentasi dan menjadi minuman yang alkoholnya tinggi. Malah di waktu Kristus, anggur itu sering di campur menjadi tiga bagain air minum dengan dua bagian anggur supaya mencegah masalah kemabukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terutama pada hari yang panas, ketika seseorang bekerja keras dan ingin memuaskan kehausannya, mudah bagi dia karena anggur itu menjadi mabuk dan di luar kendali. Jadi Alkitab memiliki peraturan ketat mengenai minum anggur dan menjadi mabuk, di Perjanjian Lama dan juga di Perjanjian Baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Maria memberi tahu Yesus bahwa mereka kehabisan anggur. Dia tidak berkata, “tolonglah pergilah dan lakukanlah itu, Yesus, dan berbuatlah ini dan itu,” tidak, dia hanya memberitahukan hal itu karena dia percaya Yesus akan melakukan apa yang Dia inginankan dan dia juga tahu bahwa Dia memiliki kuasa untuk melakukan apapun saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata, “Namun ini pada akhirnya mujizat sepele. Yesus menyediakan anggur untuk suatu pesta, itu saja kan? Apakah itu benar hanya mujizat sepele? Nomor satu, keramahtamahan di Timur sangat penting dan itu perayaan yang penting dan disitu banyak orang yang haus dan ini keperluan nyata. Kedua, ini mujizat kasih, benar? Tuan rumah itu malu dan orang-orang kehausan. Kristus menyediakan untuk kebutuhan yang sederhana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa mujizat-mujizat Kristus selalu mujizat yang sederhana? Saya dulu membayangkan mujizat-mujizat yang hebat-hebat yang sanggup dilakukan Yesus. Dia bisa saja masuk ke Yerusalem dan hanya menggerakkan tangannya dan semua orang di dalam kota itu bisa melayang 40 kaki di udara dan ditangguhkan selama sehari dan Dia dapat mengatakan, “Saya akan menurunkan kalian semua ketika kamu percaya bahwa saya adalah Mesias.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus sanggup melakukan suatu mujizat yang benar-benar akan menghancurkan semua konsep yang ada di dalam otak Anda. Namun Dia tidak pernah melakukan itu. Dia tidak pernah melakukan sesuatu hanya untuk mengagumkan orang. Setiap mujizat memiliki suatu kebutuhan bawaan, benar? Ada orang buta yang perlu melihat. Ada orang lumpuh yang tidak bisa jalan. Ada orang lapar yang perlu di beri makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengertilah Anda bahwa Dia tidak pernah menyia-nyiakan kekuatan-Nya, Dia selalu melakukan suatu mujizat dan itu selalu suatu mujizat sederhana yang indah bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Ini adalah keindahan Juruselamat yang bertemu dengan manusia pada tingkat hidupnya yang paling sederhana dan yang menyediakan kebutuhannya yang paling sederhana. Apakah ini mengajarkan sesuatu kepada Anda tentang Kristus di dalam kehidupan Anda sebagai orang Kristen? Apakah Kristus benar menyediakan makanan kita dan kebutuhan kita, apakah kita percaya hal itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang lihatlah ayat 4, Yesus mengatakan kepada dia, “Mau apakah engkau dari pada-Ku, hai wanita (bukan ibu)? Saat-Ku belum tiba." Dalam bahasa Inggris bukan dikatakan ‘mother’ yaitu ‘ibu’, tetapi ‘woman’ yang terjemahannya adalah ‘wanita.’ Nah itu kedengarannya kurang sopan, maksudku, karena dia memang ibu- Nya kan? Tidak, dia bukan ibu-Nya, sebenarnya memang bukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang Dia katakan? Perkataan “wanita” ini perkataan yang menarik, ini perkataan yang sama yang dipakai Yesus waktu Ia disalibkan ketika Dia berkata, “Wanita, lihatlah anakmu,” dan dia memberikan ibu-Nya kepada Yohanes untuk diurus. Apakah Anda mengerti artinya? Jika ini dijelaskan dalam bahasa Inggris ini memakai kata yang paling menghormati, yaitu perkataan “wanita.” Ini perkataan hormat, wanita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Yesus tidak memanggilnya “ibu”? Jika Yesus memanggilnya “ibu”, Dia menekankan hubungan manusiawi dengan dia. Namun pada saat Dia memanggil- nya “wanita”, pada dasarnya Dia mengatakan, saya Allah. Tahukah Anda, Maria bukan saja ibu Yesus Kristus secara manusiawi, namun Maria juga adalah wanita yang memerlukan Yesus Kristus menjadi Penebusnya, dan Juruselamatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus menjelaskan hal ini pada saat itu. Pada dasarnya Dia mengatakan, “Maria, hubungan manusiawi kami telah selesai. Saya meninggalkan kehidupan probadi saya; sekarang Anda berbicara dengan Anak Allah. Sekarang bukan lagi “ibu”, mulai dari sekarang Aku selalu akan memanggilmu “wanita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Dia mengatakan ini, “Wanita, mau apakah engkau dari pada Aku?” Apakah artinya itu? Dalam bahasa Yunani arti harfiah adalah, “Apakah ada disitu bagi Anda dan Saya?” Dengan kata lain, “Apakah kesamaan yang kita miliki? Apakah yang Anda, seorang wanita, memberitahu Aku, Anak Allah yang harus Saya lakukan? Apakah kita bekerja sama, Anda seorang wanita dan Aku Allah? Jangan kuatir, Saya akan mengurus hal ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita tahu bahwa Maria mengerti hal ini? Dia pasti mengerti hal ini. Di ayat berikutnya dia katakan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Dia tahu Yesus akan melakukan sesuatu. Apakah Anda mengerti bahwa hubungan-Nya dengan Maria sebagai ibu sekarang sudah berubah? Masih ingat Markus 3:31-35 dimana Yesus sedang mengajar? Ibu-Nya datang dan mereka mengatakan, “Masuklah dan memberi tahu Yesus bahwa ibu-Nya memanggil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan, “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Dan orang-orang melihat satu sama lain dengan heran. Dan kemudian Dia berkata, “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Dengan kata lain, hubungan ilahi yang supranatural telah menggantikan dan telah melebihi hubungan keluarga duniawi apapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, “Saat-Ku belum tiba.” Tahukah Anda bahwa itu pernyataan yang sangat menarik karena pernyataan itu diulangi tujuh kali di dalam injil Yohanes. Kristus memiliki kesadaran yang total bahwa Dia ada didalam rencana ilahi yang telah ditentukan Allah sebelum dunia diciptakan. Dan tidak ada sesuatupun yang akan terjadi yang bukan di dalam kepenuhan waktu, tidak sesuatupun juga. Dan Dia mengatakan, ketika saat itu tiba, Aku akan bergerak. Apakah Anda percaya Dia? Dia benar-benar Allah, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120122</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000123</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keselamatan dari sudut manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000124"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:38-42" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:38-42</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan adalah fakta sejarah yang terjadi dalam waktu dan juga pada saat yang sama suatu pilihan abadi yang terjadi sebelum waktu mulai. Di dalam Firman Allah kita kadang membaca tentang keselamatan dari sisi manusia, yang mengatakan sipapapun yang mau datang kepada Kristus boleh datang, dan ini memang benar. Karena Yesus mengatakan di Yohanes 6:37, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lebih sering di dalam Firman Tuhan kita membaca sisi ilahi, yaitu pemilihan sebelum dunia dimulai. “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,” adalah sisi lain dari ayat yang baru saya kutip. Jadi keselamatan adalah suatu keseimbangan antara kehendak Allah dan kehendak manusia. Keselamatan adalah kehendak Allah dalam perbuatan, yang menyebabkan adanya respon dari kehendak manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan selalu menuntut inisiatif ilahi. Manusia tidak mampu merencanakan kematian dirinya untuk dosanya sendiri, Allah harus melakukan itu. Anugerah dan belas kasihan dan pengampunan dosa dan kasih yang memulai keselamatan itu harus datang dari Allah, namun ini menuntut respon manusia. Keselamatan adalah pekerjaan Allah dan pada saat yang sama itu juga aktivitas manusia selagi dia merespon kepada pekerjaan Allah di dalam hatinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diselamatkan oleh tindakan Allah yang berdaulat, dan kita juga diselamatkan dengan tindakan kehendak kita. Kita tidak berusaha untuk membenarkan keduanya, kita menerima keduanya karena mereka berdua alkitabiah. Dari pihak saya sendiri, ketika saya datang kepada Yesus Kristus saya datang karena saya mau menerima Dia sebagai tindakan kehendak saya. Yang saya tidak tahu pada saat itu adalah bahwa sebelum saya menentukan itu, Allah telah lama sebelumnya memilih saya di dalam Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu percis adalah keselamatan. Kehendak saya yang merespon kepada kehendak Allah. Dan itulah kedua sisi keselamatan. Itu merupakan keseimbangan itu. Saya tidak mencari Allah berdasarkan kehendak saya sendiri, kata Paulus, sampai Allah telah memilih saya. Agustinus mengatakan, “Kita tidak akan mencari Kristus kecuali Allah telah menemukan kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Firman Allah memberikan kita kedua sisi keselamatan, keseimbangan diantara jiwa yang mencari dan Juruselamat yang mencari. Dan kita akan melihat hal itu malam ini selagi kita menyelidiki teks kita dari ayat-ayat 38-42 dimana kita mementingkan jiwa yang mencari dan Minggu depan kita melihat ayat-ayat 43-51 dimana penekanannya adalah Juruselamat yang mencari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita sekarang melihat Yesus Kristus memanggil dua kelompok murid-murid. Ini dua kelompok murid pertama yang dipanggil-Nya dan semuanya 6 orang. Ingatlah bahwa Rasul Yohanes menulis Injil ini untuk memperkenalkan Kristus sebagai Anak Allah. Jadi dari kelompok pertama murid-murid ini, sebelumnya Rasul Yohanes meninggalkan kami, dia mengumpulkan kesaksian mereka tentang siapakah Kristus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita telah bertemu dengan satu saksi, Yohanes Pembaptis, benar? Dia mengatakan, “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Ketika dia bertemu dengan Kristus dia memberi kesaksian siapakah Dia. Sekarang kita akan bertemu kemudian dengan kedua murid Kristus yang di introduksikan di ayat 35-37, “Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. 36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" 37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada akhir ayat 37 mereka pindah ke arah Kristus dan seluruh gambaran berubah. Yohanes Pembaptis memudar dari kisah ini dan kita mulai kisah Kristus di ayat 38. Sekarang kita akan melihat kedua sisi keselamatan dan keseimbangan keselamatan, jiwa yang mencari dan Juruselamat yang mencari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah dulu jiwa yang mencari di ayat 38 sampai 42. Di ayat 38 kita membaca ini, “Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka,” stop disini. Kita disini diperkenalkan dengan jiwa yang mencari. Kita sama sekali masih belum mendengar tentang Allah Bapa yang menarik mereka, meskipun Yesus mengatakan di Yohanes 6:44, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada seseorang yang datang kepada Yesus Kristus kecuali dia telah diyakinkan Roh Kudus dia berdosa. Kita belum mendengar tentang hal itu. Apakah itu terjadi? Tentu saja, Allah Bapa menarik mereka. Mereka telah tahu akan dosa mereka dan mereka tahu mereka membutuhkan Juruselamat. Sekarang Yohanes ingin supaya kita melihat sisi manusia dalam keselamatan, yaitu jiwa yang mencari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mereka mungkin malu-malu, maksudku mereka tidak akan langsung mendekati Dia dan mulai bicara. Mungkin mereka tidak percaya siapakah Dia. Saya tidak tahu apa alasan mereka namun mereka hanya ikut saja. Kemudian Yesus melakukan sesuatu, Dia berpaling untuk menhadapi mereka dan Dia mengatakan sesuatu kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya saat itu Yesus membuka pintu keselamatan mereka. Dan disini kita melihat lagi inisiatif ilahi itu. Seseorang bisa berusaha lama sekali untuk mengikuti Yesus Kristus, namun jika Yesus tidak pernah berpaling untuk berbicara dengannya dia tidak pernah akan mengenal keselamatan. Jadi, bahkan disini juga ada indikasi Juruselamat yang mencari yang kita akan bicarakan lebih lanjut di ayat 43 sampai 51.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kesadaran yang indah bahwa dimana ada jiwa yang jujur, Kristus akan bertemu dengan jiwa itu. Janganlah kita melupakan prinsip ini, kita akan melihat itu di dalam Firman Allah disini juga dan di beberapa bagian yang benar kritis. Jika Anda tidak datang kepada Yesus Kristus dengan jujur, Dia tidak akan bertemu dengan Anda. Dan saya akan menerangkan hal itu sebentar lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika jiwa seseorang benar jujur, Yesus akan tahu hal itu, karena itu Dia mengatakan kepada Natanael di Yohanes 1:47, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Memang benar Natanael mengatakan di ayat 46, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Itu bukan sarkasme, dia jujur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika seseorang benar datang untuk mencari Yesus Kristus, Allah akan memperlihatkan hal itu kepadanya karena dia tidak mungkin mau mencari kalau bukan Allah yang sudah menariknya. Dia tidak mungkin datang karena manusia lahiriah cenderung kepada dosa dan tidak mencari Allah, Roma 3, kecuali Allah memutar balikkannya menghadapi diri-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang mengatakan saya ingin mengenal diri saya, saya ingin pengampunan, saya ingin dibebaskan dari perasaan bersalah, saya ingin bertobat dari kehidupan saya yang lama, saya ingin kedamaian, sukacita, kasih dan makna dalam hidup, Kristus akan berpaling dan bertemu dengan dia. Jadi ketika seseorang datang kepada saya dan mengatakan, “Iya saya mencoba, saya ingin memberikan kehidupan saya kepada Kristus namun saya tidak dapat menemukannya,” saya mengatakan, “OK deh, apa sih yang menahan Anda? Terus terang saja dengan saya karena Anda tidak benar-benar jujur.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda benar-benar ingin mengenal Yesus Kristus dan Anda benar-benar ingin menjadi apa yang Dia inginkan, Dia akan bertemu dengan Anda saat itu juga dengan segala keraguan Anda, dan dengan segala salah pengertian Anda. Ketika ada hati yang tulus merindukan Kristus dalam pengalaman penyelamatan yang nyata, Dia tidak akan mengecewakan. Jadi Yesus tidak membiarkan mereka meraba-raba, Dia berpaling.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebaliknya juga benar di Yohanes 2:23-25 dan saya ingin Anda melihat bagaimana Yesus memperlakukan hati yang tidak tulus. “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Pelewatan, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang dilakukan-Nya.” Ada perbedaan diantara percaya gampang dan menerima sungguh-sungguh. Mereka belum siap untuk bertobat, mereka hanya mengikuti Dia sama seperti kedua murid itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berkata, pastilah Dia akan berpaling kepada mereka juga. Tidak, Dia tidak melakukan itu, lihatlah ayat 24, “Tetapi Yesus sendiri tidak mempercaya- kan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal semua manusia, 25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia.” Dia tahu segalanya yang ada di dalam hati mereka dan bahwa mereka tidak jujur. Ayat 25 meneruskan, “sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, Yesus tidak memberikan diri-Nya kepada hati yang tidak tulus. Dan jika Anda mencari Yesus Kristus secara munafik dan Anda tidak bisa menemukan- Nya, itu bukan karena Dia tidak ingin Anda menemukan-Nya, namun itu karena jika Anda sendiri tidak tulus Dia tidak dapat menemukan Anda. Jadi hati yang tulus adalah hati yang siap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat waktunya Yesus memberi makanan kepada orang banyak dan kemudian Dia menyeberang lautan dan mereka semua mengikuti-Nya? Saya pernah dengar seorang pengkhotbah mengatakan, “Bukankah ini luar biasa? Dia telah memberi mereka makanan, Dia telah memenuhi kebutuhan mereka dan mereka semua mengikuti Dia.” Tidak, mereka tidak mengikuti Yesus, mereka mengikuti Dia karena mereka ingin makan lagi. Iya, memang banyak orang munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada orang Yahudi di Lukas 6:46, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Banyak orang munafik mengikuti Dia yang hanya ingin melihat perbuatan-Nya. Mereka tidak pernah mau menyerahkan kehidupan mereka kepada-Nya dan orang-orang itu juga akhirnya membunuh-Nya setelah Minggu Palem itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam gerejapun ada orang seperti itu. Mereka memikir bahwa gereja itu adalah fasilitas dimana mereka dapat bertemu dengan teman dan mengadakan pesta dan pikir mereka, harganyapun jauh lebih murah daripada menjadi anggota YMCA, dan dengan cara ini mereka dapat memercik “sedikit garam ilahi” diatas kegiatan manusia mereka. Dan mereka heran mengapa tidak ada perubahan sedikitpun dalam kehidupan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda hanya ingin dihibur dan berteman dan merayakan pesta di gereja, tanggapan Anda terhadap gereja itu keliru. Yesus Kristus tahu siapakah orang jujur itu yang mencari. Dia tahu jiwa yang benar mencari karena jiwa itu telah digerakkan Allah Bapa dan disadarkan Roh Kudus dan Yesus tahu semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 38, “Apakah yang kamu cari?" Nah jika Dia tahu hati setiap orang, mengapa Dia perlu menanyakan mereka? Tahukah Anda bahwa Dia tidak menanyakan hal untuk keperluan-Nya, Dia menanyakan hal itu untuk kepentingan mereka sendiri. Apakah alasanmu untuk mengikuti Saya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak diberi tahu apakah Yesus menanyakan pertanyaan itu kepada Yudas atau tidak, akan tetapi Yudas hanya mementingkan keuangan. Dan kita tahu dia tidak berakhir baik. Anda tidak pernah akan sukses jika Anda masuk pelayanan untuk menjadi kaya. Jadi apakah motivasi mereka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya pikir mereka hanya dua orang yang sederhana yang ingin mencari tahu apakah Dia benar-benar Mesias, dan jika itu benar, mereka ingin memberikan-Nya segalanya yang ada. Tahukah Anda mereka juga ragu-ragu. Bukankah ini hal yang indah? Anda tidak akan tahu semuanya tentang Yesus Kristus sampai saatnya Anda benar bertemu dengan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang mengatakan, “Iya setelah saya menghilangkan semua kesulitan saya dan saya benar-benar mengerti semua ini, baru saya akan bertemu dengan Kristus.” Anda tidak pernah akan bertemu dengan Dia dengan cara itu. Mereka juga bingung namun mereka tahu jika ini benar Mesias mereka siap untuk menyerahkan kehidupan mereka kepada Dia saat itu juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang Anda cari? Apakah yang Anda ingin dari Yesus Kristus? Apakah keinginan Anda di dalam kehidupan ini? Apakah Anda ingin kemuliaan diri, kehendak sendiri, prestasi, kekuasaan, popularitas, uang dan kesehatan? Maaf ya, Kristus tidak menjamin Anda satupun dari keinginan-keinginan seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dijamin Kristus? O, hanya beberapa hal seperti kasih, kedamaian, suka cita, makna, tujuan dan pengharapan. Itu semua bergantung kepada keinginan Anda sendiri. Apakah keinginan Anda? Jika Anda ingin apa yang ditawarkan Kristus, Dia bersedia jika Anda benar jujur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan kepada Kristus di ayat 38, “Dimanakah Engkau tinggal?” Mereka dapat mengatakan, “Apakah kita boleh mengikuti Anda?” Namun mereka tidak mengatakan itu. Mungkin mereka hanya ingin tahu alamat-Nya dan mengunjungi-Nya pada waktu yang lain. Namun perhatikanlah apa yang Dia katakan di ayat 39. Apakah Dia mengatakan Iya kita janji ya untuk bertemu Selasa depan jam tiga. Tidak, apakah yang Dia katakan? “Marilah melihat,” dengan kata lain, hari ini adalah hari keselamatanmu!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus tidak pernah terlalu sibuk. Anda tidak usah kuatir bahwa Kristus terlalu sibuk untuk Anda. Dia berdiri menghadap Yerusalem dan menangis karena mereka tidak mau datang kepada-Nya. Yesus Kristus mengkhawatirkan seluruh alam semesta namun Dia memberi setiap detik dari setiap hari bagi Anda dan saya. Luar biasa, benar? “Marilah melihat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, Anda bisa saja meluangkan waktu disana-sini dan memikirkan siapa si Mesias itu, Anda bisa saja memiliki banyak pikiran teologis tentang hal itu namun akhirnya Anda lebih baik pergi dan melihat siapakah Dia. Bagaimana caranya? Anda duduk bersama Dia dan meluangkan waktu bersama-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wahyu 3:20 mengatakan, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Jika Anda ingin mengenal Dia, bertemulah dengan Dia. Anda bisa saja berdiri diluar dan melihat kedalam namun Anda tidak akan mengerti maknanya. Datanglah dengan segala kekuatiran Anda dan undanglah Kristus menjadi nyata bagi Anda dan Dia akan nyata.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:39, “Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat sore.” Mereka melihat jauh lebih banyak dari pada tempat tinggal yang Dia singgah hari itu karena hari berikutnya dia pergi ke tempat lain. Untungnya mereka melihat Dia bukan saja secara fisik namun juga secara spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ayat 39 dikatakan, “waktu itu kira-kira jam kesepuluh” (Bukan jam empat sore). Mengapa hal itu dikatakan? Untuk apa waktu itu tertulis? Siapakah yang menulis surat ini? Yohanes. Jadi Anda tahu siapa yang peduli akan waktu itu, benar? Yohanes yang peduli. Mengapa? Karena pada jam sepuluh pagi pada bulan Januari di Galilea hidupnya ditransformasikan. Yohanes menulis tentang hal itu 60 tahun kemudian. Jadi apakah yang terjadi jam 10 pagi Yohanes? Jam sepuluh pagi itu, kata Yohanes, hidup saya berubah sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi saya hal itu terjadi jam tujuh malam suatu hari di musim panas tahun 1994 di Denver, saya bertemu dengan Tuhan Yesus. Saya baru bercerai dan perusahaan dan keluarga saya hancur, dan saat Allah mulai berbicara dengan saya Dia memastikan saya mendengar. Dan pada hari itu jam 7 malam saya bertemu dengan Yesus Kristus, dan itu menjadi garis pemisah dalam hidup saya. Saya tidak akan melupakan hal itu, dan begitupun Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan itu bukan suatu proses agama, itu suatu kejadian dalam sejarah. Mungkin makan waktu lama sampai Anda dibawa Roh Kudus kepada keputusan itu namun ketika itu terjadi ya terjadilah itu. Saya percaya Yohanes selalu memakai waktu Romawi (sama seperti waktu kita). Kita bisa melihatnya lagi waktu dia membicarakan penyaliban. Waktu Yohanes berbeda dengan penulis-penulis lain dan karena itu ada terjemahan yang salah. Jika kita memakai waktu Romawi, waktunya jam 10 pagi. Alasannya ini masuk akal adalah karena mereka tinggal bersama Yesus sisa hari itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 40 memberitahukan kita siapakah salah satu kedua murid itu. “Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.” Jadi otomatis kita tahu murid yang lain adalah Rasul Yohanes karena dia tidak pernah menyebut namanya semdiri. Bahkan dia tidak pernah menyebut nama keluarganya. Namun kita tahu dia adalah Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Andreas adalah adiknya Simon Petrus. Seandainya kita tidak memanggilnya sebagai adiknya Petrus, tidak ada seorang yang tahu dia karena dia jarang disebut namun semua orang tahu tentang Petrus. Andreas selalu tidak mementingkan diri namun ada sesuatu yang sangat baik dari Andreas. Ketiga kali kita membaca tentang dia di Alkitab, dia selalu melakukan hal yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia membawa seseorang kepada Yesus. Sekarang dia pergi dan mengambil Petrus. Di Yohanes 6 dia pergi dan membawa anak lelaki kecil dengan ikan itu kepada Yesus. Dan kemudian di Yohanes 12:22 dia mengambil orang-orang yang bukan Yahudi dan membawa mereka kepada Yesus juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sekaerang di ayat 41, dia mengatakan, “Simon, Kami telah menemukan Mesias.” Dia tidak membicarakan yang lain dulu. Seperti yang kita baca di Mazmur 2:2, inilah Anak Tuhan yang diurapi-Nya, Raja Israel, kita telah menemukan Dia. Kita tidak perlu mencari lagi. Waktu menunggu selama berabad- abad untuk Anak Daud yang lebih besar sudah selesai, Dia sekarang ada disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang terjadi saat jiwa yang mencari telah menemukan yang dicarinya? Andreas tidak berhenti mencari. Dia telah menemukan Kristus tetapi kemudian dia membawa kakaknya kepada Dia. Dan itulah juga yang Anda harus lakukan. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga membawa orang lain kepada Yesus? Marilah kita meneruskan Minggu depan untuk belajar lebih banyak lagi tentang sisi ilahi dari keselamatan. Mari kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120108</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000124</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesaksian Yohanes Pembaptis]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2012"><![CDATA[2012]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000125"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:19-37" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:19-37</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan mulai suatu ajaran berbeda malam ini. Kita telah mempelajari buku Roma di masa lalu yang adalah doktrin. Kita telah mempelajari 1 dan 2 Petrus yang adalah doktrin di banyak bagian dan juga praktis. Dan kita juga telah membahas doktrin di bagian pertama injil Yohanes beberapa minggu yang lalu. Dan sekarang untuk pertama kalinya kita akan mempelajari suatu bagian cerita. Dan selanjutnya di dalam injil Yohanes kita akan membahas apa yang diceritakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan membaca kisah kehidupan Kristus sebagai Anak Allah yang diceritakan Yohanes. Yohanes tidak mementingkan Kristus sebagai manusia. Dan dia tidak mementingkan hubungan Kristus dengan Israel seperti Matius. Namun terutama dia membuktikan dengan menggunakan banyak saksi-saksi bahwa memang Kristus adalah Anak Allah, Allah dalam bentuk tubuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah pesan Yohanes. Dan sekarang ketika kita melihat ayat 19 kita melihat kisah sejarah pelayanan Kristus. Yohanes tidak membicarakan 30 tahun pertama kehidupan Kristus karena tidak ada hubungan dengan pelayanan-Nya dan Dia tidak menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah sampai pada saat Dia mulai pelayanan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah tujuannya dinyatakan di Yohanes 20:31 dimana Kristus dinyatakan sebagai Anak Allah supaya orang-orang menjadi percaya. Kita akan melihat bahwa inilah pesan Yohanes di dalam seluruh bukunya. Dia memberikan kita Kristus sebagai Anak Allah, keselamatan yang Dia berikan dan orang-orang yang percaya dan beberapa yang menolaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memanggil Allah untuk menyaksikan bahwa Kristus adalah Anak-Nya dan Allah melakukan itu. Dia memakai perkataan Kristus sendiri dan Kristus sendiri mengaku bahwa Dia adalah Allah. Dia mengatakan bahwa pekerjaan Kristus sendiri membuktikan bahwa Dia adalah Allah. Kehidupan dan kesaksian murid-murid-Nya membuktikan Dia adalah Allah. Semua orang percaya sejak permulaan membuktikan dengan kehidupan mereka bahwa Dia adalah Allah, Dia adalah Allah di dalam tubuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun saksi pertama yang dipanggil Rasul Yohanes adalah Yohanes Pembaptis. Dan setiap kali Anda melihat nama “Yohanes” dalam injil Yohanes, yang dimaksud bukanlah Yohanes si penulis yang menjadi Rasul, nama ini selalu mengacu kepada Yohanes Pembaptis karena Yohanes tidak pernah menamakan dirinya. Dia selalu memanggil dirinya sebagai “murid yang dikasihi Yesus” atau “murid itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang malam ini marilah kita melihat kesaksian Yohanes Pembaptis tentang siapakah Yesus Kristus itu. Namun sebelumnya kita mulai marilah kita melihat dulu siapakah dia sendiri. Yohanes Pembaptis berumur 29 tahun ketika dia mulai. Nah dia adalah nabi pertama di Israel sejak 400 tahun yang lalu dan mereka telah menunggukannya lama sekali. Dia dipenuhi Roh Kudus sejak lahir dan itu terlihat saat dia berkomunikasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memiliki kuasa yang luar biasa namun dia tidak berfokus kepada masyarakat namun dia mengidentifikasikan dirinya dengan orang miskin. Dan orang miskin waktu itu memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit dan itulah juga pakaiannya. Dan mereka makan belalang dan madu hutan, jadi dia juga makan makanan itu. Dan Yohanes Pembaptis melakukan semua yang sudah biasa dilakukan orang miskin yang hidup di padang gurun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Matius memberitahukan kita di bab 3:5-6 bahwa semua orang di Yerusalem dan Yudea dan dari seluruh daerah disekitarnya datang untuk melihat Yohanes. Tiba-tiba orang dari padang gurun ini keluar dan pikiran pertama orang adalah, “wah, ini mungkin saja Mesias, mungkin inilah orangnya yang ditunggu-tunggu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes berada di dekat sungai Jordan di tempat bernama Betabara atau Betania. Dan dia menjalankan pelayanannya, dan berkhotbah di Matius 3:2, “Bertobatlah sebab kerajaan surga sudah dekat.” Ketika Alkitab mengatakan “sudah dekat” artinya itu hal berikutnya dalam agenda Allah. Ini bukan berarti itu akan datang besok, itu tidak berarti ini akan datang dalam 4000 tahun, ini hanya berarti peristiwa besar berikutnya yang dilakukan Allah di dunia ini, adalah Kerajaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selalu di Perjanjian Lama ketika orang Yahudi membicarakan kedatangan Mesias, mereka selalu juga membicarakan Kerajaan yang datang bersamanya. Mereka tidak pernah melihat penolakan Mesias di Perjanjian Lama, dan karena itu mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan Yesaya 53. Mereka tidak dapat memahaminya, dan karena itu ketika orang Yahudi membaca Perjanjian Lama mereka melewatkan Yesaya 53.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi masalahnya dalam penterjemahan mereka adalah bahwa orang Yahudi tidak pernah mau menerima Mesias yang menderita. Orang Yahudi memikirkan mereka membutuhkan seorang Raja, Allah tahu mereka membutuhkan Anak domba. Dan karena itulah Kristus datang dan Yohanes mengatakan, “Lihatlah Anak domba Allah.” Allah mengatakan Anda tidak dapat memerintah bersama Aku kecuali Anda bersekutu dengan Aku. Dan disitulah semua itu harus mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yohanes berkhotbah, “Persiapkanlah jalan, Mesias akan datang segera.” Dan orang-orang mendengar khotbah orang dinamis ini dan mereka benar-benar mulai menyesal dan bertobat dan mereka mengatakan, “Oh Tuhan, saya ingin siap untuk Mesias,” dan mereka mengalami suatu pembersihan rohani dalam kehidupan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yohanes membaptis mereka sebagai lambang pembersihan rohani itu. Ini bukan pembaptisan setelah kayu salib, yaitu persatuan dengan Kristus dalam penguburan-Nya dan kebangkitan-Nya. Inilah pembaptisan Yohanes. Dan jika Anda tidak percaya ini berbeda, ada duabelas murid Yohanes yang dibaptis kembali oleh para Rasul. Ini memang berbeda. Yohanes membaptis sebagai lambang pemurnian orang Israel dalam mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dalam pesan ini dalam ayat-ayat 19 sampai 37, ada tiga kesaksian yang berbeda. Dan kita akan melihat tiga penjelasan yang berbeda tentang siapakah Kristus itu dan apakah yang Anda harus berbuat dengan Dia dan bagaimana seharusnya hubungan Anda dengan Dia berdasarkan apa yang dikatakan Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat bagian pertama ini, Yohanes sudah ada di Betania dan Yesus dalam perjalanan naik lembah Yordan. Dia sudah selesai dengan percobaan-Nya dengan Iblis. sudah menang, dan Dia siap untuk mulai pelayanan-Nya dan Dia mulai disitu di Betania bersama Yohanes. Dia juga memilih kedua murid-Nya yang pertama disitu juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari pertama, kelompok pertama, penekanan pertama. Ayat 19 mengatakan, “Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?” Disini wakil-wakil orang Yahudi menunjukkan perlawanan mereka. Mereka menentang siapa saja yang mungkin merubahkan keadaan rohani agama yang sudah biasa mereka lakukan. Mereka begitu sibuk melindungi Israel dari Mesias palsu, mereka juga melindungi Israel dari yang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah jawaban Yohanes atas pertanyaan mereka. Dan di ayat 20, “Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Kristus.” yang adalah Mesias dalam bahasa Yunani. Kemudian mereka mengatakan di ayat 21, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa mereka menanyakannya hal itu? Di Maleakhi 4:5 dikatakan, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.” Jadi mereka pikir jika Kristus datang mungkin Elia itu utusan sebelumnya Mesias. Dia mengatakan tidak. Dan setelah itu mereka menanyakan apakah dia “nabi,” saya sendiri kurang mengerti perkataan mereka. Namun dia mengatakan, “saya bukan orang-orang itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 1:17 Yesus mengatakan, “Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya,” dan seterusnya. Allah mengutus orang seperti Elia yang datang dalam jenis pelayanan yang sama, dengan kuasa yang sama dan Kristus sendiri mengatakan tentang Yohanes Pembaptis, “Dalam pengertian itu Ia seperti Elia.” Jadi dia memenuhi nubuatan itu, namun orang Yahudi menganggap bahwa itu harus berarti Elia sendiri dibangkitkan dan datang kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 22 mereka mengatakan jika Anda bukan orang-orang itu, siapakah engkau? Tahukah Anda jawabannya di ayat 23? “Akulah suara.” Apakah Anda melihat kebesaran dalam kerendahan hatinya? Dia mengatakan, “Siapakah saya? Saya bukan siapa-siapa, saya tidak berarti dan saya hanya suara. Dia adalah Firman, saya hanya suara orang yang berseru-seru di padang gurun, luruskanlah jalan Tuhan!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pesan pertama adalah bahwa Dia ada disini sekarang. Dan Yohanes mengatakan persiapkanlah hati Anda. Saya hanya suara, Firman itu akan datang. Jadi di ayat 24, Rasul Yohanes mengatakan, “Sekarang mereka yang diutus datang dari orang Farisi.” Dan di ayat 25, “Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan Nabi yang akan datang?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa mereka menanyakannya hal itu? Dengarkanlah, di Perjanjian Lama berhubungan dengan kedatangan Kristus selalu ada semacam penyucian. Contoh, di Yehezkiel 36:25 dikatakan, “Kristus akan datang,” dan dia mengatakan, “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu.” Dan juga di Yehezkiel 37:23 ketika Mesias datang akan ada semacam pentahiran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan juga di Zakharia 13:1 ditunjukkan hal yang sama ketika Mesias datang akan terjadi semacam pemurnian, sejenis pembersihan. Jadi orang Yahudi dalam pikirannya mengkaitkan kedatangan Mesias dengan semacam pembersihan dan pemurnian. Dan pembaptisan itu memang lambang seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yohanes benar-benar meminimalkan pembaptisannya, dia mengatakan di ayat 26, “Aku membaptis dengan air,” ini bukan soal besar, ini hanya air saja. Kemudian di ayat 33 dia mengatakan, “Tunggu sampai Dia datang Yang akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang percaya pada saat dia menerima Yesus Kristus dibaptis dengan Roh Kudus sekali untuk selamanya. 1 Korintus 12:13 mengatakan, “Sebab dalam satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh.” Pada saat Anda percaya kepada Kristus Anda dibaptis Roh Allah yang memurnikan dan membersihkan Anda dan membuat Anda layak dihadapan Allah. Ini bukan sesuatu yang terjadi berkali-kali, ini sesuatu hal sekali untuk selamanya. Dan pembaptisan Roh Kudus terjadi pada saat Anda diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes melakukan suatu simbol, namun Kristus melakukan yang realitas dan membersihkan kita dalam perbuatan dan kebenaran oleh Roh Kudus. Jadi pembaptisan Yohanes dan kedatangan Kristus merupakan dua hal yang berbeda. Penyelamatan mulai dengan mengenali siapakah Kristus itu dan bahwa Dia itu hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 27 dia mengatakan, “yaitu Dia, yang datang setelah aku, lebih penting dari pada aku; membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Dan itulah pekerjaan hamba yang terendah di rumah untuk membuka tali kasut sepatu tuannya. Dia begitu besar. Dan di ayat 28 dikatakan, “Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah pesannya yang kedua pada hari yang kedua kepada kelompok kedua dengan penekanan kedua di ayat 29. Kita tahu itu hari berikutnya karena dikatakan “pada keesokan harinya.” Yohanes melihat kedatangan Yesus dan berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah yang dikatakan adalah “dosa dunia”, bukan dosa-dosa. Dia tidak menghapus hanya gejala-gejala dosa itu saja, Dia menghapus penyakitnya. Mungkin Anda berkata, “Mengapa Dia disebut Anak domba Allah?” Nah orang Yahudi pasti mengerti mengapa, benar? Mereka tahu bahwa selama berabad-abad Israel telah mengorbankan domba-domba.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka semua tahu tentang Abraham dan Ishak dan ketika Allah memberitahukan Abraham bahwa Dia akan menyediakan domba untuk dikorbankan, mereka tahu kejadian Pelewatan dimana darah domba itu dicucurkan dan dipercikan di pintu, dan pengorbanan domba yang tidak pernah berhenti sebagai persembahan bakar untuk dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka juga tahu bahwa Yesaya telah menubuatkan bahwa akan datang seorang Anak domba yang akan dibunuh, dan sekarang Dia telah datang, kata Yohanes. Disini datanglah Anak domba Allah, pengorbanan yang terakhir. Dan penulis Ibrani mengatakan bahwa Dia mengakhiri pengorbanan sekali untuk selamanya dengan kematian Diri-Nya, Anak domba Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah harus mengutus suatu pengorbanan untuk menghilangkan dosa sebelumnya ada hubungan dengan manusia. Kecuali Anda menyadari pengorbanan Kristus bagi dosa Anda, tidak ada tempat untuk persekutuan antara Anda dan Allah. Jadi Allah datang untuk mati di kayu salib sebagai Anak domba Allah karena Dia harus menjadi Anak domba dulu sebelumnya Dia menjadi Raja karena jika Dia tidak mati untuk dosa- dosa mereka, tidak ada siapapun juga yang dapat memerintah bersama-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Yohanes pertama sederhana saja, Juruselamat telah datang. Pesan kedua adalah: Lihatlah Dia. Apakah Anda melihat perbedaannya? Inilah Dia, nah sekarang perhatikanlah Dia dan lihatlah Dia sebagai siapakah Dia sebenarnya. Jadi Yohanes mengatakan, lihatlah Dia, Firman yang hidup dan Anak domba yang akan mati. Dan ketika Anda dapat melihat Kristus sebagai Anak Domba Allah, Anda juga dapat mengerti keadaan dosa Anda sendiri, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di ayat 30, “Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Setelah aku akan datang seorang, yang lebih penting dari aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Sekarang perhatikanlah ini di ayat 31, “Dan aku sendiripun tidak mengenal Dia.” Bukankah ini mengherankan? Apakah Anda menyadari bahwa Yohanes Pembaptis adalah saudara sepupu Yesus? Apakah Anda menyadari bahwa dia sudah kenal Dia selama 30 tahun dan selama itu masih belum tahu siapakah Dia?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Kristus tidak pernah memberitahukan orang bahwa Dia adalah Mesias sampai sesudah pembaptisan-Nya? Yohanes sendiri tidak tahu. Dia mengatakan di ayat 31, “tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikanlah apa yang dikatakan di ayat 32, “Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.” Pada suatu hari aku membaptis Yesus Kristus, dan pada saat saya membaptis-Nya saya tidak tahu siapakah Dia. Dan ketika saya sedang membaptis- Nya, tiba-tiba Roh Kudus turun sebagai burung merpati dan tinggal diatas-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda memikir, “Wah pasti sekarang dia harus tahu.” Tidak, lihatlah ayat 33, apa yang dikatakannya? “Dan akupun tidak mengenal-Nya.” Wah sampai kapan, perhatikanlah ini, “tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 34, “Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” Tahukah Anda bagaimana Yohanes tahu Dia adalah Anak Allah? Hanya ada satu cara dan satu cara saja. Allah yang memberitahukannya. Apakah Anda mau tahu caranya Anda percaya Yesus adalah Anak Allah? Hanay ada satu cara, Allah memberitahukan hal itu kepada Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Petrus? Yesus mengatakan di Matius 16:13-17, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak seorangpun dapat mengenal Kristus kecuali Allah yang membawanya untuk mengenal Kristus karena kemanusiaan yang tidak bermoral tidak mampu mengerti hal- hal Allah, semua itu diluar kemampuannya. Semua itu kebodohan bagi dia. Manusia lahiriah tidak menerima dan tidak mengerti hal-hal ilahi. Satu-satunya jalan manusia dapat mengenal Kristus adalah melalui wahyu ilahi Allah. Bahkan begitupun keadaannya dengan Yohanes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kesaksian ketiga, ayat 35, hari ketiga, kelompok ketiga dan penekanan ketiga, “Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua muridnya.” Ingatlah bahwa Yohanes telah ada pengikut-pengikutnya dari semua orang yang sudah bertobat. Dan Yesus mungkin kelihatan berjalan di tempat lain dan ayat 36 mengatakan, “Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah maksudnya? Lihatlah di ayat 37 dan Anda dapat melihat apakah maksudnya. “Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.” Tahukah apa yang dikatakan Yohanes? Dengarkanlah, pertama Yohanes mengatakan, Dia ada disini. Setelah itu, Lihatlah Dia, pastikanlah Anda mengerti siapakah Dia. Dan kesaksian ketiga adalah: ikutilah Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksud Yohanes adalah, “Hey kalian, ngapain disini? Itulah Mesias, Dia ada disana. Saya tidak berarti. Ikutilah Anak domba Allah, ikutilah Dia.” Dan mereka melakukan itu. Bagaimana dengan Anda? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20120101</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000125</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah yang Besar bagi Manusia yang Kecil]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000126"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+2:1–20" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 2:1–20</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 2:1-5, “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-- 5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda memikir betapa luar biasa hal ini bahwa Allah telah menentukan sebelumnya bahwa Mesias itu akan lahir di Betlehem (seperti telah dinubuatkan di Mikha 5), dan bahwa Dia telah menentukan semua hal sehingga ibu dan bapa Mesias saat itu tinggal di Nazaret?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan untuk memenuhi janji-Nya dan membawa dua orang kecil ke Betlehem hari Natal pertama itu, Allah telah menggerakkan hati Cesar Agustus sehingga seluruh kerajaan Romawi diharuskan untuk mendaftarkan diri mereka di kota asal mereka masing-masing?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda merasa, sama seperti saya, kecil dan tidak penting di dalam dunia tujuh miliar orang, dimana semua berita adalah tentang gerakan politk besar dan masalah- masalah ekonomi dan sosial dan orang-orang yang memiliki banyak kuasa dan wibawa? Jika Anda merasa seperti itu janganlah kecil hati dan tidak bahagia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena kita tahu dari Firman Allah bahwa semua kekuatan politik besar dan semua pusat-pusat ekonomi besar, tanpa pengetahuan mereka, di bimbing Allah, bukan untuk kepentingan mereka sendiri akan tetapi untuk kepentingan orang-orang kecil Allah – seperti Maria kecil dan Yusuf kecil yang harus pergi dari Nazaret ke Betlehem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengontrol seluruh dunia untuk memberkati anak-anak-Nya, dan ini dinamakan kuasa pemeliharaan-Nya. Janganlah berpikir karena Anda mengalami kesulitan, bahwa tangan Allah itu diperpendek. Dia mencari dengan segenap hati-Nya bukanlah kemakmuran Anda namun kekudusan Anda. Nah, untuk tujuan itulah Dia memerintah seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 21:1 mengatakan, “Hati raja seperti aliran air di dalam tangan Tuhan, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.” Dia itu Allah besar bagi kita orang kecil, dan kita harus bersuka cita karena. tanpa pengetahuan mereka, semua raja-raja dan presiden-presiden dan penguasa dunia mengikuti peritah berdaulat dari Bapak kami di surga, supaya kita anak- anak-Nya dapat dirubahkan menjadi serupa dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jalan Kalvary Lukas 2:6-7, “Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah mungkin Anda berpikir jika Allah mampu mengatur dunia sehingga memakai sensus seluruh kerajaan untuk membawa Maria dan Yusuf ke Betlehem, pastilah Dia juga mampu mengatur supaya ada kamar tersedia di hotel waktu itu. Iya, memang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus juga dapat dilahirkan di dalam keluarga yang kaya. Dia juga mamapu merubahkan batu menjadi roti di padang gurun. Dia juga mampu memanggil 10.000 malaikat untuk menolong Dia di taman Getsemane. Dan Dia juga mampu turun sendiri dari kayu salib dan menyelamatkan diri-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaannya bukanlah apa yang Allah mampu melakukan, namun apakah yang Dia ingin lakukan. Kehendak Allah adalah meskipun Kristus sangat kaya, namun demi kita Dia menjadi miskin. Tanda-tanda “Tidak ada lowongan” di semua motel di Betlehem ada demi Anda dan saya. 2 Korintus 8:9, “yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatur segala hal – bahkan juga lowongan di hotel – demi anak-anak-Nya. Jalan Kalvari itu mulai dengan tanda “Tidak ada lowongan” di Betlehem dan berakhir dengan ludahan dan celaan dan kayu salib di Yerusalem.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan janganlah lupa bahwa Yesus mengatakan in Matius 16:24, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Kita bergabung dengan-Nya di jalan Kalvari dan mendengar Dia mengatakan di Yohanes 15:20, “Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepada orang yang berseru secara antusias, “Aku akan mengikuti engkau kemanapun saja!” Yesus menjawab di Matius 8:20, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar, Allah bisa saja menentukan supaya Yesus pada kelahiran-Nya ada kamar mewah . Namun itu merupakan jalan memutar keluar dari jalan Kalvari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan takut. Lukas 2:8-11, “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat itu berkata kepada Zakharia, “Jangan takut!” Dia mengatakan kepada Maria, “Jangan takut!” Dan sekarang dia mengatakan kepada para gembala, “Jangan takut!” Ini hal yang wajar bagi pendosa untuk merasa ketakutan. Semakin besar rasa bersalah kita, semakin banyak hal kita takuti. Takut ketahuan kita berbohong, takut rasa sakit itu adalah hukuman Allah, takut mati dan bertemu dengan Allah yang kudus muka ke muka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun meskipun ini wajar, Allah mengirim Yesus dengan perkataan: Jangan takut! Ibrani 2:14 mengatakan, Yesus menjadi manusia, “supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah frase ini membebaskan Anda dalam kehidupan sehari-hari Anda? Jika yang paling ditakuti – yaitu takut mati – telah dihilangkan karena kematian Kristus, maka tentu saja Allah ingin supaya kita tidak takut akan hal-hal kecil di dalam hidup seperti: ketidakamanan pekerjaan, tabungan Anda berkurang, gagal ujian di sekolah, dan ditolak teman-teman Anda, dll.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Natal adalah jangan takut! Allah mengusai dunia untuk kebaikan umum anak- anak-Nya. Percayalah janji-janji-Nya di Yesaya 41:10, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah kuatir akan hidupmu, tentang apa yang hendak kamu makan atau pakai … Serahkanlah segala kekuatiran kepada Allah karena Dia mengasihi Anda … Mazmur 27:1, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bersukacitalah! Dan ketakutan digantikan Yesus dengan sukacita. Kepercayaan kepada Yesus tanpa sukacita adalah suatu kontradiksi. Paulus meringkaskan tujuan pelayananya seperti ini: “untuk mengembangkan sukacita imanmu.” Dan dia mengatakan kepada orang Filipi dan Tesalonika, “Bersukacitalah selalu dan sekali lagi Aku berkata bersukacitalah!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu? Iya. Tetapi disertai air mata duka cita dan kesakitan. Ketika ayah saya meninggal, saya berdukacita. Namun saya juga memiliki pengharapan. Dan walaupun itu sukar untuk di gambarkan, ada juga juga semacam sukacita dalam Allah dan kebaikan-Nya yang berdaulat yang saya alami setelah itu saat pemakamannya. Tidak ada salahnya untuk sedih hati (Menangislah dengan mereka yang menangis), namun ada sukacita khusus yang berakar dalam pemerintahan kasih Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai untuk siapa? Lukas 2:12-14, “Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." 13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai ini untuk siapa? Ada bagian suram pada akhir puji-pujian malaikat. Damai sejahtera diantara manusia yang berkenan kepada-Nya. Tanpa iman mustahil untuk menyenangkan Allah. Jadi Natal tidak membawa damai bagi semua orang, hanya kepada mereka yang percaya Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan inilah hukuman itu,” Yesus berkata di Yohanes 3:19, “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Atau seperti dikatakan Simeon di Lukas 2:34 pada waktu dia melihat bayi Yesus, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan….. supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, betapa banyaknya orang yang melihat hari Natal yang suram dan dingin dan hanya melihat itu saja. Betapa banyak orang hanya mementingkan kesejahteraan diri mereka saja dan kegelapan kebahagiaan mereka yang menghilang dan kepuasan mereka yang singkat dan damai yang tidak ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:11-12 mengatakan bahwa Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Dan hanya kepada murid-murid-Nya Yesus mengatakan di Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya bersama Paulus di Roma 15:13 berdoa, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu.” Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya, yaitu mereka yang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memberitakan Sinar. Lukas 2:17-20, “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:4-7, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda pernah diberikan karunia untuk melihat apa cahaya itu sebenarnya, Anda akan percaya. Setiap orang yang mengenal terang itu adalah seperti Yohanes Pembaptis yang mengatakan: Kita telah melihat terang dan bersaksi tentang itu. Kita telah diangkat dari kegelapan dosa dan rasa bersalah dan ketakutan dan masuk ke sinar terang anugerah-Nya. Apa lagi yang kita bisa lakukan selain dari memberitahu orang lain dan meneybarkan cahaya itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk melambangkan kedatangan terang itu kedalam dunia gelap kita dan penyebaran terang ke seluruh dunia kita juga akan menyebarkan terang Kristus dengan lilin diseluruh ruangan ini. Apakah Anda sudah menyebarkan terang itu? Anda harus melakukan itu setiap hari karena Natal itu sebenarnya sepanjang tahun. Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111218</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000126</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Firman itu telah menjadi manusia]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000129"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:14–18" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:14–18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita naik bersama lima langkah tangga malam ini mulai dari Allah yang tidak kelihatan sampai kepada kebenaran Natal yang besar – supaya kita menerima (bahkan malam ini juga) anugerah demi anugerah dari Yesus Kristus. Kelima langkah ada di dalam teks malam ini. Dan kita akan membicarakannya satu per satu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Allah tidak kelihatan. Langkah pertama dan yang paling rendah dalam kelima langkah tangga kami ini adalah bahwa Allah tidak dapat dilihat. Ayat 18: Tidak seorangpun pernah melihat Allah.” Apakah itu bodoh untuk menyangkal apa yang tidak kelihatan? Kan seringkali di sekolah kita mendengar, “Saya perlu melihatnya supaya saya percaya”, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada video yang berjudul “Aborsi untuk bertahan.” Ini pernyataan visual yang kuat mengapa mereka yang pro-aborsi memikir bahwa pengguguran diperlukan sebagai alat pembatas kelahiran khususnya di negara-negara miskin. Penderitaan yang disebabkan kehamilan yang tidak diinginkan semua digambarkan secara grafis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Realitas dari anak yang belum lahir ini tidak pernah disebut di dalam video ini. Asumsi diam-diam adalah bahwa itu tidak ada. Mengapa? Karena anak itu tidak kelihatan. Pada suatu ketika didalam pilm itu mereka mengambil jarum suntik besar dan menyemburkan massa berdarah kedalam suatu tempat dan mengatakan sesuatu seperti, “Inilah hasil aborsi 8 minggu, dan ini tidak merupakan anak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena bayi yang belum lahir itu tidak kelihatan dan itu menolong mereka yang percaya bayi itu tidak ada dan tidak penting. Ini adalah tanggapan yang sama yang dipakai Yuri Gagarin, kosmonot Russia yang pertama, waktu dia di tahun 1961 di angkasa mengatakan, “Saya tidak melihat Allah manapun diluar disini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Yohanes mengatakan di ayat 18, “Tidak seorangpun pernah melihat Allah,” dia memberikan kita suatu masalah. Jika kita tidak dapat melihat-Nya, bagaimana kita dapat mengenal-Nya? Itulah langkah pertama dari kelima langkah tangga di teks ini, yaitu Allah tidak kelihatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Allah menyatakan diri-Nya di dalam Hukum Taurat Musa. Langkah kedua adalah ini: Allah menyatakan diri-Nya di dalam Hukum Taurat Musa sebelumnya Dia menyatakan diri- Nya di dalam Tuhan Yesus. Ini terdapat dari ayat 17. Marilah kita membaca ayat 16 dan 17, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ini berarti bahwa Hukum Taurat Musa berlawanan dengan kasih karunia dan kebenaran – bahwa hukum Taurat itu tidak penuh anugerah dan tidak benar? Tidak, bukan itu. Yang dikatakan ayat 17 adalah sebelum realitas – perwujudan – anugerah dan kebenaran yang datang melalui Yesus, kesaksian realitas itu datang melalui Hukum Taurat Musa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya ayat 17 tidak membuat kontras diantara Hukum Taurat Musa dan Yesus adalah karena apa yang dikatakan Yohanes tentang Musa dan Hukum Taurat di tempat-tempat lain. Contoh, di Yohanes 3:14-15 dia mengatakan, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Disini Musa melalukan sesuatu yang penuh kasih karunia dan kebenaran yang mengarahkan kepada anugerah dan kebenaran Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh lain ada di Yohanes 5: 46-47, dimana Yesus berkata, “Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. 47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” Disini Musa harmonis dengan Yesus dan menulis kebenaran tentang Yesus dan anugerah-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya di Yohanes 6:32 Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.” Ini berarti bahwa manna di padang gurun itu adalah pemberian anugerah dari Allah, namun itu bukan roti kebenaran. Itu bukan realitas anugerah sendiri. Itu hanya suatu kesaksian dari anugerah yang akan datang, suatu rasa pendahuluan dari Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi maksud Yohanes di ayat 17 (“hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus”) adalah bahwa Hukum Taurat bukanlah realitas - perwujudan - anugerah dan kebenaran dengan sendirinya, yang menjadi itu adalah Yesus. Hukum Taurat hanya saksi kasih karunia dan kebenaran. Yesus datang untuk menggenapkan Hukum Taurat Musa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu langkah kedua dalam tangga lima langkah. Pertama, Allah tidak kelihatan. Kedua, Allah menyatakan diri-Nya di dalam Hukum Musa sebelumnya dia menyatakan diri-Nya di dalam Tuhan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Allah menjadi manusia. Langkah ketiga dari tangga ini adalah Allah menjadi manusia. Ayat 14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” Nah untuk mengerti sepenuhnya makna ayat itu kita harus kembali kepada ayat 1, “Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman itu Allah dan Firman itu menjadi manusia. Jika firman itu Allah dan Firman itu menjadi manusia, maka Allah telah menjadi darah daging. Allah menjadi manusia. Yesus Kristus adalah Allah dan Yesus Kristus telah menjadi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">John MacArthur mengatakannya seperti ini, “ini mengatakan yang tak terbatas menjadi terbatas. Itu mengatakan keabadian diremas dalam waktu. Itu mengatakan pada dasarnya Allah menjadi manusia, yang tidak kelihatan menjadi kelihatan. Yang supranatural mengurangi diri-Nya menjadi terkurung dalam alam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah orang Yahudi tahu benar apakah Firman Tuhan itu. Firman Tuhan adalah penyebaran akal budi Allah dan pikiran Allah dan penalaran Allah dan semua yang merupakan Allah bagi manusia. Jadi yang dikatakan Yohanes adalah bahwa penyebaran di dalam Perjanjian Lama yang dinamakan Firman Allah sekarang telah datang dalam bentuk tubuh, dan tubuh itu adalah Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dia mengatakan Firman itu menjadi darah daging. Pikiran dan kehendak dan dinamis dan kuasa Allah telah terwujud dalam Yesus. Bagi beberapa orang konsep ini terlalu sukar untuk dipahami. Hal ini benar sulit untuk masuk akal, bagaimana sesuatu yang transenden dan tak terbatas seperti Allah dapat mengurangi diri-Nya menjadi manusia. Bagaimana mungkin dan mengapa Allah mau menjadi seseorang? Dan mengapa Sang Pencipta rela menjadi sebagian dari ciptaan-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebagai manusia terkurung dalam waktu dan ruang. Nah diluar kotak kecil kita ada dunia supranatural dan disitulah Allah berada. Sekarang dilema manusia adalah, jika ia tidak mungkin keluar dari kotak kecil itu, apakah yang dapat ia lakukan untuk mencari Allah? Bagaimana caranya saya bisa keluar karena saya memiliki keinginan di dalam batin saya bahwa Allah itu memang ada. Bagaimana saya dapat menemukan-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika manusia tidak mungkin keluar untuk mencari Allah, apakah yang harus terjadi? Allah harus masuk ke dalam kotak itu. Apakah Dia pernah melakukan itu? Iya, dalam bentuk Yesus Kristus. Apakah Anda tahu artinya ini? Ini berarti Allah yang supranatural membawa realitas supranatural itu kepada manusia. Dan Dia datang dan Yesus adalah Allah dalam bentuk daging manusia. Jadi begitulah caranya Firman itu menjadi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Kristus menjadi manusia Dia tidak berhenti menjadi Allah, sama seperti wanita ketika menjadi ibu tidak berhenti menjadi isteri. Dan begitupun ketika Yesus Kristus menjadi manusia, kata itu dipakai dengan pengertian yang sama, Dia menjadi manusia dalam arti kata Dia masih memiliki semua sifat sebagai Allah, namun Dia hanya menambahkan kepada hal itu dimensi total kemanusiaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Perkataan “tinggal” adalah kata untuk “berkemah” dalam bahasa Yunani. Saya dulu memikir itu maksudnya bahwa Dia hanya sementara saja disini. Namun saat saya mencari semua tempat kata ini ada di Perjanjian Baru, saya melihat bahwa maksudnya bukan suatu status sementara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contohnya, di Wahyu 21:3 dimana langit baru kekal dan bumi baru kekal digambarkan, dikatakan, “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam (berkemah) bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Artinya berkemah dengan kita adalah bahwa Allah ingin akrab dengan kita. Dia ingin dekat dan ingin banyak interaksi. Jika Anda datang kedalam suatu komunitas dan membangun istana besar dengan pagar tinggi mengelilinginya, itu mengatakan bahwa sebenarnya Anda tidak mau bergaul dengan orang-orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika Anda pasang tenda di halaman belakang saya, Anda kemungkinan besar akan memakai kamar mandi saya dan sering makan bersama di meja saya. Karena itulah Allah menjadi manusia. Dia datang untuk memasang tenda-Nya di halaman belakang manusia supaya kita sering berhubungan dengan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah langkah ketiga di tangga kami ini. Pertama, Allah itu tidak kelihatan. Kedua Allah menyatakan diri-Nya di dalam Hukum Taurat sebelumnya Dia menyatakan diri-Nya di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ketiga, Allah menjadi manusia dan berkemah diantara kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Kita melihat Allah di dalam Yesus. Langkah keempat adalah bahwa di dalam Yesus kita melihat Allah. Ayat 14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah, “kita telah lihat kemuliaan-Nya.” “Nya” itu mengacu kepada siapa? Ini mengacu kepada Firman. “Firman itu telah menjadi manusia….dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” “Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Jadi di dalam Yesus kita melihat Allah – kemuliaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada sesuatu yang sangat menarik yaitu bahwa Dia menyelubungi diri-Nya sebagai manusia namun Dia tetap tidak bisa menyembunyikan kemuliaan-Nya, benar? Kemuliaan yang dimiliki Yesus Kristus sebagai Allah tetap kelihatan. Coba lihatlah apa yang dikatakan Yohanes, “Dia diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Dia tidak dapat meneyembunyikan kemuliaan diri-Nya. Kristus berada di dunia dan mereka mengatakan mereka dapat menyaksikan kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa dari murid-Nya yang melihat cahaya cemerlang dari Dia secara fisik di Gunung Tranfigurasi. Mereka naik kesitu dan Yesus membuka tabir itu dan sinar luar biasa keluar, masih ingat? Dan Dia transparan dan bersinar seperti matahari dan mereka melihat kemuliaan-Nya. Dan Yohanes tidak pernah melupakan hal itu, dan begitu juga Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lebih dari itu dan lebih penting lagi, mereka melihat kemuliaan Allah dalam kualitas rohani-Nya, benar? Karena realitas kemuliaan Allah terlihat di dalam anugerah, di dalam kebaikan, dalam kasih, dalam kebijaksanaan, dalam pengetahuan dan pengertian, dalam belas kasihan, dan di dalam semua sifat-sifat Allah kemuliaan-Nya dinyatakan, karena kemuliaan adalah keseluruhan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang Anda tidak perlu berada dalam kegelapan tentang Allah. Dia telah melampaui perkamen dan kertas, Dia telah melampaui video CD dan drama hidup. Dia telah benar-benar datang dan memasang tenda-Nya di dalam halaman belakan kita dan panggil kita untuk melihat Dia dan ajar kenal Dia dalam pribadi Anak-Nya Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda melihat tindakan Yesus, Anda melihat tindakan Allah. Ketika Anda mendengar ajaran Yesus, Anda mendengar ajaran Allah. Ketika Anda mulai mengerti siapakah Yesus, Anda mengerti siapakah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah itu seperti apa? Apakah yang kita lihat pada saat kita melihat Yesus? Yohanes sangat jelas dengan apa yang dia ingin pentingkan. Kita melihat anugerah dan kebenaran Allah. Ayat 14, “kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada- Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yohanes mengulangi ini di ayat 17, “Hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Pokoknya begini, esensi dari apa yang diungkapkan Allah tentang diri-Nya di dalam Yesus adalah, pertama, bahwa dia adalah benar – yaitu nyata, lebih nyata dari pada semua yang dapat kita lihat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di satu sisi semua yang kelihatannya nyata bagi kita sekarang sebenarnya adalah seperti mimpi singkat. 2 Korintus 4:18, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” Allah adalah kebenaran. Allah adalah kenyataan. Dan itulah yang kita melihat di dalam Yesus. Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang memiliki keamanan palsu dan mereka merasa jika mereka percaya Allah itu sudah cukup. Apakah Anda tahu bahwa orang-orang yang menyalibkan Yesus Kristus memikirkan bahwa mereka melakukan itu untuk Allah? Kepercayaan kepada Allah hanya berarti percaya setengah kebenaran saja. Karena Anda tidak mendapatkan kebenaran penuh sampai Anda melihat Yesus Kristus yang adalah ekspresi Allah dan yang menentukan persyaratan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kedua, Allah adalah anugerah. Atau seperti dikatakan Yohanes di dalam suratnya yang pertama, “Allah adalah kasih”(1 Yoh. 4:8). Allah adalah bebas dan melimpah dalam kebaikan-Nya terhadap mahluk yang berdosa. Inilah artinya kasih karunia. Inilah esensi dari realitas Allah karena tidak ada yang mengungkapkan kepenuhan keilahan-Nya lebih daripada kebebasan anugerah-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia penuh dan bahagia dan mampu dalam diri-Nya sehingga Dia tidak perlu kita untuk memenuhi kebutuhan-Nya namun Dia bergelombang dengan energi kepenuhan yang tak terbatas untuk memenuhi kebutuhan kita. Itulah anugerah-Nya. Dan itulah batu penjuru kemuliaan-Nya. “Kita melihat kemuliaan-Nya ..penuh anugerah dan kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu langkah keempat. Pertama, Allah tidak kelihatan. Kedua, Allah menyatakan diri-Nya dalam Hukum Taurat sebelumnya Dia menyatakan diri-Nya dalam Tuhan Yesus. Ketiga, Allah menjadi manusia dan berkemah diantara kita. Keempat, di dalam Yesus kita melihat Allah dan mengerti siapakah Dia sebenarnya: kenyataan benar dan kepenuhan kasih karunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Allah datang untuk memberikan kita anugerah; Dan kita harus menerimanya. Dan ini membawa kita kepada langkah tangga tertinggi kepada kebenaran Natal secara praktis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ayat 16, dia mengatakan, “Kasih karunia demi kasih karunia.” Apakah Anda mengerti itu? Kasih karunia ditempat kasih karunia. Ketika anugerah itu hilang anugerah baru datang lagi, sama seperti ombak di lautan, satu gelombang mengulung masuk langsung datanglah gelombang lain, lebih banyak anugerah dan lebih banyak anugerah lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Efesus 2:7, Paulus mengatakan bahwa Allah pada masa yang akan datang akan menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Apakah Anda pernah memikir tentang anugerah? Kasih karunia Allah terus datang seperti ombak lautan yang tidak pernah berhenti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu Paulus mengatakan di Roma 5:2, “Di dalam kasih karunia ini kita berdiri.” Tahukah Anda, kita hidup di dalam suatu gelembung anugerah. Jika ada suatu saat dimana anugerah itu tidak datang, kita pasti hancur karena hanya satu dosa cukup untuk membuat kami pendosa. Jadi Allah terus saja membuat anugerah itu masuk seperti ombak lautan dan kasih karunia demi kasih karunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah hubungan-Nya semua wahyu ini dengan Anda? Ayat 16 memberikan kita jawabannya, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” Jadi langkah kelima adalah ini: Allah bukan saja datang untuk menunjukkan kita anugerah namun untuk memberikan kita anugerah; dan kita harus menerima anugerah yang berkelimpahan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah bukan saja ingin memenuhi kepala Anda dengan pengetahuan tentang kebenaran-Nya dan anugerah-Nya, Dia ingin supaya Anda menerima itu dan mengalami itu. Natal ini dia ingin memberikan Anda secara pribadi suatu fondasi kebenaran dan realitas supaya Anda tidak jatuh karena stres.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam Kristus di ayat 18 realitas Allah dinyatakan. Kita melihat didalam Yesus Kristus Allah yang jauh, yang tidak dapat dikenal, yang tidak kelihatan, yang Mahakuasa, yang transenden, yang mulia, yang tidak terjangkau, menjangkau manusia dan menjadi manusia. Dan karena Allah menjadi manusia Allah tidak lagi asing, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah artinya Kekristenan. Ini bukan semacam bentuk agama, ini bukan sistim. Dengarkanlah, ini hubungan kasih pribadi dengan Kristus yang adalah Allah dalam tubuh manusia yang mati dan bangkit kembali dan hidup sekarang. Itulah Kekristenan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Natal ini Dia ingin memperlakukan Anda dengan anugerah – mengampuni segala dosa Anda – semuanya – menghilangkan rasa bersalah Anda, membersihkan hati nurani Anda, menolong Anda dengan masalah Anda, memberi kekuatan kepada Anda setiap hari dan memenuhi Anda dengan pengharapan dan damai sejahtera.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111211</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000129</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Seorang Saksi Terang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000012A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:6-13" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:6–13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh- Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa injil dituliskan? Yohanes 20:31, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Jadi tujuan saya malam ini adalah supaya Anda percaya Yesus sebagai Anak Allah dan supaya Anda mengalami kehidupan yang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan mengapa saya mengatakan kehidupan baru adalah karena di Yohanes 10:10 Yessu mengatakan bahwa alasannya Dia masuk ke dalam dunia adalah supaya domba-domba-Nya memiliki kehidupan berlebihan: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata “berkelimpahan” berarti berlebihan, meluap dan surplus. Idenya adalah bahwa Yesus memberi kehidupan yang lebih dari pada kehidupan biasa. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan ditambah kehidupan, kehidupan spiritual ditambahkan kepada kehidupan fisik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan caranya untuk memiliki kehidupan ini dari Yesus adalah dengan percaya kepada Dia. Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah: Bukan saja Anda akan memiliki hidup kekal suatu hari sesudah meninggal; NAMUN Anda telah pindah (dengan kepercayaan) dari maut ke dalam hidup. Anda dapat memiliki hidup baru malam ini juga: kehidupan yang melebihi kehidupan Anda sebelumnya, hidup yang begitu menarik sehingga sepertinya pindah dari kematian kepada kehidupan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan orang Kristen yang imannya sudah lemah dan kehilangan tenaga kehidupan baru dapat menemukan iman yang kuat dan kehidupan yang lebih penuh malam ini. Itulah tujuan kami: hal-hal ini tertulis di dalam Yohanes dan pesan ini di khotbahkan supaya Anda percaya kepada Yesus (lebih dari semula) dan dengan kepercayaan itu memiliki kehidupan (yang melebihi kehidupan Anda semula).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Allah telah mengirim Seorang Saksi bernama Yohanes. Yohanes 1: 6, “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.” Mengapa Yohanes Pembaptis diperkenalkan disini sekarang? Sepertinya tiba-tiba. Ayat 5 membicarakan terang bersinar di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya, dan ayat 9 membicarakan terang yang datang ke dunia. Jadi ayat 6-8 tampaknya seperti interupsi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak harus seperti ini. Allah bisa saja menyebabkan terang Kristus disebar dengan cara lain. Dia bisa saja melakukan itu dengan malaikat-malaikat. Dia bisa saja menuliskan injil di langit dengan huruf putih besar dari awan. Dia bisa saja menyebabkan angin itu bicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi dari pada itu pada saat terang itu masuk ke dunia, pada saat Yesus datang, Allah mempersiapkan dan mengirim seseorang disamping terang itu untuk memberi kesaksian tentang terang ini. Yesus tidak memerlukan Yohanes Pembaptis untuk memperkenalkan diri-Nya. Dia bisa saja melakukan hal itu sendirian karena Dia adalah terang dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah khususnya memakai seseorang waktu itu dan menggunakan banyak orang waktu sekarang. Anda juga harus waspada atas kemungkinan ada panggilan dari Allah di dalam hidup Anda. Semua orang Kristen sebagai pengikut Yesus, harus menjadi terang dunia (Matius 5: 16). Semua dipanggil untuk menjadi saksi terang (Kisah 1:8, 1 Petrus 2: 9). Dan Allah tetap memanggil beberapa orang dengan cara khusus untuk tugas khusus, seperti:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Matius 9:38). “Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 15Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?” (Roma 10:14-15). “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik” (Kisah 20:28).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan kedua di dalam teks ini adalah bahwa caranya Allah menggunakan orang untuk mempromosikan terang ini adalah dengan kesaksian mereka. Yohanes adalah seorang saksi. Seorang saksi adalah seseorang yang ada pengalaman dan pengetahuan pribadi yang dapat menolong untuk menentukan kebenaran dari suatu fakta yang dalam sengketa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah berbicara dengan Yohanes di padang gurun tentang kedatangan Mesias, dan pertemuannya dengan Yesus pada pembaptisan itu memberikannya pengalaman yang diperlukan. Yohanes 1:33-34, “Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertimbangkanlah beberapa sifat dari Yohanes yang akan membuat kesaksian kita kepada Kristus lebih dapat dipercaya. Kerendahan hati Yohanes. Di satu sisi peran Yohanes itu tragis – dia nabi terakhir sebelum Tuhan datang, dan ia dibunuh ketika gerakan Kekristenan yang dia layani baru saja mulai (sama seperti Musa yang mati tanpa diperbolehkan masuk tanah perjanjian, tetapi Yohanes tidak berbuat dosa seperti Musa).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yohanes menerima perannya itu tanpa kebencian. Dia mengatakan di 1:27, “Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Dan ketika murid-murid- Nya mengeluh bahwa Yesus menjadi lebih penting (3:26, “semua orang pergi kepada-Nya.”), Yohanes mengatakan di 3:30, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keberanian Yohanes. Yohanes memegang pesan kebenaran itu sampai akhir, dan ia membayar dengan nyawanya. Bisa saja kita memberi banyak alasan untuk mengabaikan dosa Herod dalam mengambil isteri saudaranya! Yohanes adalah teladan baik dari seseorang yang bertindak berdasarkan prisip dan bukan berdasarkan kewaspadaan atau ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan di Lukas 7:28, “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes.” Kesaksiannya semua realitas karena dia seseorang yang keberaniannya luar biasa. Cara Allah memakai orang untuk menyebarkan terang itu adalah melalui kesaksian mereka. Yohanes adalah lampu terang untuk Yesus. Semangatnya berapi-api dan bersinar dengan terang kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tidak semua orang yang menyaksikan dan melihat Yesus percaya. Yohanes 1:10-11 mengatakan, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan- Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” “Tetapi” ayat 12 mengatakan, “semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti bahwa mereka yang menolak terang itu bukan anak-anak Allah. Allah bukan Bapa bagi semua orang. Dia menciptakan semua orang, dan mereka adalah milik-Nya. Namun Yesus berkata di Yohanes 8:42, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku.” Allah bukan Bapa semua orang. Dan ujian siapakah Bapa Anda adalah, apakah Anda mengasihi Anak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita menjadi anak-anak Allah? Ayat 12 dan 13 sangat penting karena mereka mengajarkan kita bagaimana kita bisa menjadi anak-anak Allah. Yesus mengatakan di Yohanes 8:34-36, “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Roma 8:16-17, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika Anda menjadi anak Allah, Anda juga menjadi ahli waris segala milik Allah. Semua milik Allah adalah warisan Anda. Di dalam kebangkitan semua yang ada akan menjadi milik Anda. Dan Allah akan memelihara Anda untuk selamanya dan memberikan Anda suka cita tanpa batas di dalam hadirat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika Anda tidak menjadi anak Allah, maka hanya akan ada penghakiman. Tidak akan ada budak di zaman yang akan datang, hanya anak-anak. Para budak tidak akan menetap di rumah selamanya (8:35). Mereka akan mengalami yang dinamakan Yesus “kebangkitan untuk dihukum” (5:29), dan itu sudah terlambat untuk proses adopsi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana Anda bisa menjadi anak Allah? Apakah harus terjadi malam ini supaya Anda menjadi anak Allah? Dan jika Anda sudah menjadi anak Allah, apakah Anda mengerti bagaimana Anda telah menjadi anak? Apakah Anda bisa menuntun orang lain masuk ke dalam keluarga Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12 memberikan dua persyaratan: menerima Yesus dan percaya Yesus. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Menerima Yesus berarti mengikuti Yesus ke dalam hidup Anda sesuai dengan keberadaan-Nya. Ini tidak berarti semacam hidup berdampingan secara damai dengan Kristus yang tanpa persyaratan – seakan-akan Dia bisa tinggal di rumah Anda selama musik- Nya tidak terlalu keras.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus berkhotbah di Nazaret, orang-orang menerima-Nya dengan senang hati. Lukas 4:22 mengatakan, “Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.” Namun beberapa ayat kmudian dikatakan di Lukas 4:28, mereka “sangat marah” dan mereka mencoba melemparkan-Nya dari tebing.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka senang menerima Dia pada waktu perkataan-Nya menyenangkan. Namun ketika harga diri mereka tersentuh, mereka menolak-Nya. Menerima Yesus berarti mengambil Dia ke dalam hidup Anda (rumah Anda, sekolah Anda, pekerjaan Anda, perkawinan Anda, cita-cita Anda) dengan kesadaran siapakah Dia sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah persyaratan pertama di ayat 12, “menerima Yesus, terang dunia. Persyaratan kedua adalah percaya dalam nama-Nya, “mereka yang percaya dalam nama-Nya, Dia memberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya percaya dalam nama Yesus? Yohanes 3:18 mengatakan bahwa percaya kepada Yesus sama seperti percaya dalam nama Yesus. “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 5:43-44 mengatakan, “Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. 44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 44 menunjukkan bahwa Anda tidak dapat percaya Yesus jika Anda senang pujian orang. Ini berarti bahwa kepercayaan itu sebaliknya dari kesombongan dan puji diri karena ini memerlukan kerendahan hati. Ini berartti menghilangkan keinginan untuk dipuji manusia, dan lebih mementingkan pujian Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 6:35 mengatakan, “Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Ayat ini mengajarkan bahwa kepercayaan kepada Yesus berarti kepuasan dengan Yesus. Ini berarti bahwa Yesus adalah makanan yang memuaskan kelaparan jiwa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya ingin mengulangi ayat 12 dengan kata lain seperti ini, “Semua orang yang telah menerima Yesus ke dalam hidup mereka untuk siapa Dia sebenarnya, dan Dia menjadi bagi mereka roti hidup yang memuaskan sepenuhnya, kepada mereka diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah sekarang dua perbedaan besar yang penting diantara ayat 12 dan ayat 13. Ayat 13 mengatakan tentang anak Allah, “yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki- laki, melainkan dari Allah.” Perhatikanlah di ayat 12, Yesus yang bertindak –“semua orang yang menerima-Nya, Dia (Yesus) memberi kuasa.” Tetapi di ayat 13 Allah bertindak – Yang diperanakkan ... dari Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perbedaan yang lain adalah bahwa di ayat 13 Allah memperanakkan orang- orang dan mereka adalah anak-anak-Nya karena Dia adalah Bapa mereka. Namun di ayat 12 Yohanes mengatakan bahwa orang-orang harus diberi kuasa untuk menjadi anak-anak-Nya. Mengapa mereka memerlukan otoritas dari Yesus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya Allah menyebabkan siapapun dilahirkan kembali, kita semua hanya daging saja. Tidak ada kehidupan rohani di dalam kita. Yohanes 3:6 mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Dengan kata lain kita mati secara rohani sebelumnya ada kelahiran baru. Dan itu berarti kita membutuhkan dua hal untuk mewarisi kehidupan kekal sebagai anak-anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu dilahirkan kembali untuk memiliki kehidupan spiritual . Dan inilah yang dilakukan Allah menurut Yohanes 1:13 tanpa pertolongan dari kita - orang- orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Kita lahir oleh Allah melalui tindakan bebas anugerah berdaulat. Dia memilih kita sebelumnya kita memilih Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Allah melakukan itu, kita sekarang memiliki pendosa yang telah lahir baru. Kehidupan rohani itu ada , tetapi dosapun ada, dan seluruh sejarah dosa juga ada. Dalam keadaan itu kita tidak berhak untuk mengambil tempat di rumah Allah, kecuali satu hal. Allah menyediakan otoritas untuk mengklaim warisan kita, walaupun kita berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disinilah khususnya dimana Yesus masuk. Saat Anda percaya Yesus, pada waktu Anda menerima Yesus sepenuhnya sebagai Allah yang berdaulat, pada saat itu Dia memberikan Anda bukan saja kelahiran baru, akan tetapi juga hak dan otoritas, sebagai pendosa, untuk mengklaim warisan sebagai anak Allah - untuk menjadi secara hukum apa yang Anda menjadi karena kelahiran baru – karena Anda “diperanakkan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Diantara kita dan kehidupan kekal ada dua hambatan besar. Yang satu adalah bahwa secara rohani kita tanpa hidup dan mati, Yang lain adalah bahwa kita penuh dosa dan bersalah. Kita tidak layak mewarisi hidup sebagai anak Allah jika kita mati dan bersalah. Namun Allah begitu mengasihi kita sehingga Dia berbuat dua hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengirim Roh-Nya untuk menyebabkan kita lahir kembali, untuk menyebabkan kita pindah dari kematian kepada kehidupan. Jadi Dia mengatasi hambatan pertama. Namun dengan harmoni sempurna dengan pekerjaan Roh- Nya, Allah mengirim Anak-Nya untuk mati menebus dosa kita (Yoh 1:29) dan menghilangkan dosa semua orang yang percaya kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah penyelamatan besar bagi pendosa-pendosa seperti Anda dan saya. Ini lengkap dan bebas dan sesuai dengan kebutuhan khusus kita dan kondisi kita. Saya menawarkan ini kepada Anda malam ini di dalam nama Yesus. Terimalah Dia seperti Dia adalah sebenarnya. Percayalah Dia sebagai damai sejahtera yang dicari dan yang memuaskan secara total. Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111204</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000012A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Terang yang Menang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000012B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+1:1-5" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 1:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:1-5, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama tiga hari Minggu yang akan datang saya harap untuk memberi tiga khotbah dari Yohanes 1:1-18 sebelum kita ada pesan Natal sendiri. Tujuan Kristen musim ini adalah untuk memusatkan pikiran kita kepada realitas besar yang digambarkan dalam ayat 1 dan 14. Pada akhir ayat Yohanes 1:1 dikatakan, “Firman itu adalah Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada permulaan ayat 14 dia mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Semua yang kita jadi dan percaya sebagai orang Kristen bergantung kepada hal ini: Yesus Kristus adalah Allah dan Yesus Kristus adalah manusia. Sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Jadi meskipun Natal tidak diajarkan di dalam Alkitab, arti Kristen yang diberi Natal adalah fondasi Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tujuan Alkitab dan tujuan Allah menjadi manusia dan tujuan injil Yohanes ini semuanya sama. Yohanes 20: 31 mengatakan, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi supaya semua khotbah sesuai dengan tujuan Yohanes dalam injil ini, tujuan saya haruslah untuk menolong Anda percaya kepada Anak Allah dan memiliki kehidupan kekal. Jadi inilah yang harus menjadi doa Anda bagi saya. Malam ini kita mulai dengan ayat-ayat 1-5 dan saya pikir saya dapat menjelaskan semua ini lebih baik dengan membahasnya dalam urutan terbalik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 mengatakan, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Di bagian Alkitab lain Yohanes menggunakan kata Yunani ini di Yohanes 12:35 yang mengatakan, “Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu.” Inilah yang saya namakan “terang yang tak terkalahkan.”Itu tidak akan dikuasai. Jadi bisa saja kita memberi ayat 5 judul: “Terang mengalahkan kegelapan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengapa hal ini benar? Mengapa kegelapan tidak sanggup mengalahkan terang? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa terang itu akan terus menerus dan mengalahkan kegelapan? Inilah alasannya ada tulisan ayat 1-4 untuk menjawabnya. Ada tiga alasan mengapa terang akan menang atas kegelapan. Jadi marilah kita fokus sebentar kepada konflik terang dan kegelapan di ayat 5 dan kemudian belajar mengapa ada tiga alasan di ayat-ayat 1-4 yang memastikan bahwa terang akan menang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terang Mengalahkan Kegelapan. Ketika Yohanes mengatakan di ayat 5 bahwa “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan,” maksudnya adalah bahwa Firman itu telah menjadi daging. Yesus telah datang kedalam dunia gelap dan Dia adalah terang dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang di Yohanes 1: 9-11 dikatakan, “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sudah terang bahwa yang dibicarakan adalah Yesus. Dia adalah terang di ayat 5. Dialah yang bercahaya di dalam kegelapan. Di Yohanes 8:12 Yesus mengatakan, “Akulah terang dunia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kegelapan itu adalah dunia penuh kejahatan dan ketidakpercayaan dan kematian dan penghakiman. Yohanes 3:19 mengatakan, “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Jadi kegelapan adalah kuasa kejahatan dan ketidakpercayaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kuasa kejahatan dan ketidakpercayaan itu terdapat dimana-mana Anda pergi, di tempat kerjaan, di waktu Anda bersenang-senang, pada saat Anda belajar di universitas, pada saat kita mendengar radio, pada saat kita nonton pilem dan pada saat kita mendengar orang bicara. Kegelapan bukan saja kejahatan, kegelapan adalah yang tidak percaya Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini menjadi perbedaan yang sangat besar. Jadi yang dikatakan ayat 5 adalah bahwa Yesus Kristus, terang dunia telah masuk ke dalam kegelapan kejahatan dan ketidakpercayaan dan kematian, dan kegelapan ini tidak menguasai Yesus. Nah ini menjadi perbedaan yang sangat besar bagi mereka yang percaya Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 12:46 Yesus mengatakan, “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” Jadi semua orang percaya telah pindah dari kegelapan kepada terang. Paulus mengatakan di Efesus 5:8, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:36 mengatakan, “Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Ketika Anda percaya Yesus, bukan saja Anda meninggalkan kegelapan dan masuk ke dalam terang, Anda sebenarnya menjadi anggota keluarga terang – Anda menjadi anak-anak terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagi kita perbedaannya sangat besar siapakah yang menang, terang atau kegelapan. Dan itulah yang diterangkan di ayat 5, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Terang itu akan menang dan itu berarti bahwa Yesus akan menang dan semua yang percaya kepada Dia, anak-anak terang itu, juga akan menang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu mendengar hal ini sekarang di Amerika dan di Indonesia, karena kegelapan rupanya semakin bertumbuh di banyak bidang. Kita semakin banyak membaca kisah-kisah tentang keadaan–keadaan yang 30 tahun yang lalu tidak mungkin ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sepasang lesbian, Ruth Frost dan Phyllis Zillhart (yang sekolah di Luther Northwestern Seminari), yang dipanggil untuk menjadi asisten pendeta bersama di Gereja St. Francis Lutheran di San Francisco. Michael Hiller, seorang pendeta lain di gereja itu juga mengatakan, “ini bukan masalah moral … ini masalah keadilan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah dengan seksama apa yang dia katakan. Itu mewujudkan semangat zaman ini. Ketika keadilan dipisahkan dari moralitas, ketika hak-hak individu dipisahkan dari apa yang benar dan yang salah, definisi satu-satunya yang tersisa adalah bahwa keadilan adalah hak setiap orang untuk melakukan sesukanya sendiri. Dan ujung jalan itu adalah anarki dan barbarisme.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita sebagai kultur menuju ke arah itu cepat sekali. Namun saya akan mempertaruhkan hidup saya atas kebenaran Yohanes 1:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan – Yesus bercahaya, Injil bercahaya, gereja bercahaya – dan kegelapan tidak akan menguasainya. Bagaimana kita mendapat kepastian akan hal itu? Yohanes memberikan kita tiga alasan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Terang itu adalah kehidupan Anak Allah. Pertimbangkanlah ayat 4, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Ini berarti bahwa cahaya yang bersinar di dalam kegelapan adalah cahaya kehidupan. Yohanes 8:12 mengatakan, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan Anak adalah cahaya dunia. Alasan pertama cahaya akan mengalahkan kegelapan adalah karena cahaya itu hidup. Itu adalah terang yang hidup. Apakah artinya ini? Jika kehidupan Anak Allah adalah terang yang bercahaya di dalam kegelapan (yang dikatakan di ayat 4), maka ada paling sedikit empat hal yang kita dapat mengatakan tentang terang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, terang kehidupan itu memiliki tenaga dan kekuatan karena kehidupan Anak memiliki tenaga dan kekuatan. Kedua, terang kehidupan ini memiliki tujuan dan gerakan. Ini tidak statis seperti tiang lampu atau mercusuar di pantai. Terang ini berrencana dan bergerak, kadang bersinar disini, kadang disana. Terang itu dihidupi kehidupan Anak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, terang hidup ini bertumbuh dan berkembang. Beginilah cara hidup Anak Allah. Mazmur 36:9 mengatakan, “Sebab pada-Mu ada sumber kehidupan, di dalam terang-Mu kami melihat terang.” Begitu sinar cahaya itu keluar dari terang ini, mereka semakin panjang terus menerus. Keempat, terang kehidupan ini melahirkan keturunan. Yohanes 12:36 mengatakan, “Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi alasan pertama mengapa terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak dapat mengalahkannya adalah karena terang ini hidup – dan memiliki tenaga dan tujuan dan perkembangan dan reproduksi. Ini bukan hal statis seperti lampu merah yang dapat diabaikan. Terang yang bersinar di dunia saat ini adalah memang kehidupan Anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terhadap itu mungkin orang berkata, “Jadi? Bukankah mungkin kuasa kegelapan itu sama kuatnya dengan kehidupan-Nya?” Nah ini membawa kita kepada alasan kedua mengapa kita bisa yakin kegelapan itu tidak mungkin menguasai terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Kehidupan itu Adalah Kehidupan Pencipta Segala Sesuatu. Itu diberikan kita di ayat 3, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah “Dia” di dalam ayat ini adalah sama dengan “Dia” yang di ayat 4, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Jadi pokoknya: kehidupan yang ada tenaganya, yang memiliki tujuan, yang bertumbuh dan yang dapat mereproduksi dan yang bersinar di dalam kegelapan adalah kehidupan tidak lain dari Yang melaluinya segala sesuatu diciptakan. Kehidupan yang bersinar dalam terang itu adalah kehidupan Sang Pencipta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita tahu bahwa kuasa-kuasa kege;apan tidak sekuat kehidupan ini karena kehidupan ini menciptakan kuasa kegelapan itu.” Ayat 3, “tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Dan tidak ada ciptaan yang lebih kuat dari sang Pencipta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada yang berkata, “bukankah bom nuklir lebih kuat daripada orang yang menciptakannya? Saudara-saudara kekasih, ada perbedaan yang tak terbatas dari, disatu sisi, membuat bom dari bahan-bahan yang sudah ada dan yang dikendalikan hukum-hukum yang tidak ditulis Anda, dan disisi lain, menciptakan dari kehampaan bahan-bahan khusus itu untuk semesta alam dan hukum-hukum yang mengontrolnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda dapat menciptakan sesuatu dari kehampaan, Anda selalu dapat merubahkan sesuatu itu menjadi kehampaan lagi. Dan karena itu Sang Pencipta selalu akan menang di dalam dunia-Nya. Dia pasti akan menang karena Dia memiliki segala kekuasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kuasa-kuasa kegelapan tahu akan hal ini, karena ketika Yesus datang ke daerah orang Gadara kepada orang yang kerasukan setan di Matius 8:29, mereka berseru, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 22:53 mengatakan, “Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu." Allah membiarkan mereka melakukan apa yang mereka lakukan, tanpa itu mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Namun mereka tahu bahwa ada waktu tertentu yang telah disediakan bagi kebinasaan mereka dan untuk penjara kekal mereka di neraka. Mereka tahu benar bahwa terang itu akan menang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya, pertama karena, terang itu adalah cahaya dari kehidupan yang bertenaga, yang bertujuan, yang bertumbuh, dan yang mereproduksi, dan kedua, karena kehidupan itu adalah kehidupan yang melaluinya segala sesuatu yang lain diciptakan – dan itu termasuk juga kuasa-kuasa malaikat yang jatuh ke dalam kegelapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Terang dan kehidupan itu adalah Allah. Jadi hanya ada satu alasan akhir yang tinggal yang memastikan bahwa terang itu tidak akan dikuasai kegelapan. Bukan saja cahaya itu terang hidup, dan bukan saja kehidupan terang ini kehidupan firman Allah melaluinya Ia menciptakan segala sesuatu, namun Firman ini, kehidupan ini, terang ini adalah ALLAH! Dan tidak ada siapapun yang dapat mengalahkan Allah mahakuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” “Firman itu bersama-sama dengan Allah” berarti bahwa mereka Pribadi-pribadi tersendiri dan mereka dapat bersekutu satu sama lain. Namun “Firman itu adalah Allah” juga berarti bahwa mereka adalah satu Allah, bukan dua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berpegang teguh kepada misteri Alkitab: Allah Bapa dan Allah Anak dan Allah Roh Kudus memiliki kesatuan dimana mereka adalah satu Allah, dan bukan tiga, dan mereka juga memiliki perbedaan khusus sehingga mereka adalah tiga Pribadi dan bukan satu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada mulanya, pada permulaan itu, satu-satunya permulaan yang dapat kita mengetahui adalah penciptaan, karena sebelum ada penciptaan tidak ada permulaan, tidak ada waktu, tidak ada permulaan sesuatupun karena Allah berada dalam keberadaan kekal. Jadi pada mulanya, permulaan satu-satunya yang kita tahu adalah permulaan penciptaan Allah yang adalah Firman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pernyataan yang sangat mengagumkan yang melebihi kemampuan kita untuk memahaminya. Kita hanya dapat menerima hal itu. Ketika langit dan bumi diciptakan Firman itu sudah ada. Sejak kekekalan itu sudah ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara praktis pokoknya begini: Cahaya terang ini tidak dapat dikalahkan kegelapan karena:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1, Terang itu hidup – itulah terang hidup; dan</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2.	melalui kehidupan itu – Firman yang hidup ini – segala sesuatu tercipta; dan</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3.	firman hidup ini adalah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 16:33 mengatakan, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Jadi bersemangatlah, dan beranilah. Kristus telah mengalahkan dunia kegelapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 12:36 mengatakan, “Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Cobalah musim ini kita menyerang. Serbulah kegelapan itu. Itu tidak dapat menguasai Anda semua sebagai anak-anak terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mengenal dan mengasihi Yesus Kristus, selalu ada pengharapan. Dunia ini tidak menakutkan saya. Orang-orang selalu bicara tentang bencana- bencana yang mengerikan yang akan datang; saya yakin saya tidak akan pernah mengalami kejadian-kejadian itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya Yesus Kristus mengasihi umat-Nya sendiri dan saya percaya bahwa lama sebelumnya semua itu terjadi, Yesus akan mengangkat umat-Nya, anak-anak terang-Nya, keluar dari dunia ini. Saya tidak takut karena harapan ada di dalam Dia, dalam pengharapan kebangkitan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda percaya terang yang hidup ini? Apakah Anda anak-anak terang? Apakah terang-Nya bersinar terang di dalam kehidupan Anda sekarang dari hari Senin sampai Sabtu? Apakah Anda juga mengalahkan kegelapan di dalam hidup keluarga Anda sendiri dengan terang-Nya? Jika tidak, pelajarilah Firman-Nya dan berdoa ya, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mengingat terang ini selagi kita diperingatkan lagi apa yang Yesus melakukan bagi kita ketika dia makan Perjamuan Kudus itu dengan murid-murid- Nya sebagai lambang pengorbanan-Nya untuk dosa-dosa kita di kayu salib.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111127</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000012B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana hidup menunggukan kedatangan-Nya kembali]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000012C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+3:14-18" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 3:14-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan sikap apa kita menantikan hari Allah, kekelan yang mulia yang Allah telah siapkan bagi kita? Kita telah membahas pada mulanya sikap menantikan itu, kita menunggukan hal itu dengan tidak sabar. Dan dengan damai, yaitu damai sejahtera karena rekening kami telah diselesaikan penuh sampai saat ini sehingga pada saat Dia datang tidak ada perasaan malu dan takut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu dengan sikap pemurnian, hidup dalam hidup yang murni dalam karakter dan reputasi. Kemudian dengan pengabaran injil, untuk memastikan bahwa selama kesabaran Allah tetap ada, semangat kita untuk membawa orang kepada keselamatan masih tetap dipertahankan. Kita adalah rencana Allah A untuk melakukan itu, tidak ada rencana cadangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi malam ini kita mulai membahas sikap nomor lima, kita perlu memiliki sikap yang membedakan sambil menunggukan Allah. Marilah kita berhati-hati pada waktu kita melihat bagian ini karena ini sangat penting. Ini dapat membawa kita kepada banyak subyek yang berbeda-beda, namun saya ingin melawan itu dan mengikuti aliran pemikiran Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:15-18, “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat- suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan (tulisan- tulisan) Firman Allah yang lain. 17 Tetapi kamu, saudara-saudara-ku yang kekasih, karena kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan pada saat Anda hidup mengantisipasi kedatangan hari Allah, Anda harus menyadari bahwa banyak orang akan datang yang akan mencoba untuk membingungkan Anda mengenai hal ini. Dan Anda perlu menggunakan penilaian yang baik. Paulus telah memperingati kita mengenai hal itu dalam surat-suratnya yang lalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat bagian-bagian ini tersendiri. Dia memanggil Paulus saudara kita yang kekasih. Sebenarnya Paulus itu sama-sama rasul. Petrus menggunakan terminologi ramah untuk menggambarkan Paulus. Itu benar-benar baik. Mereka itu bekerja sama pada Dewan Yerusalem. Dan di Kisah 15 Petrus dan Paulus bekerja sama disitu juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka juga berbagi mitra pelayanan bersama. Keduanya memiliki asisten yang sama, seorang pria bernama Silas. Bandingkanlah 1 Petrus 5:12 dengan Kisah 15:40. Jadi mereka melayani bersama di Dewan Yerusalem dan mereka mengasihi Tuhan yang sama dan percaya kebenaran yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun apakah Anda masih ingat bahwa pada permulaan pelayanan Paulus ada suatu konflik diantara Paulus dan Petrus? Coba kembali ke Galatia 2 sebentar ketika Paulus berada di Antiokhia. Dia pergi kesana untuk menjadi utusan Tuhan dalam mendirikan gereja. Dan dari Antiokhia mereka mulai pelayanan ke dunia, saat Paulus dan Barnabas dikirim dari tempat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika Paulus berada di Antiokhia, Petrus juga datang. Petrus telah datang ke Antiokhia dan pada dasarnya telah menarik semua orang percaya kembali kepada legalisme. Itu benar dosa dari pihak Petrus. Dan di Galatia 2:11, Paulus mengatakan, “aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus dulu makan bersama dengan orang bukan Yahudi akan tetapi ketika orang baru datang dia mulai menarik diri karena dia takut “partai orang sunatan”, dan sisa orang Yahudi mengikutinya dalam kemunafikan ini dengan akibat bahkan Barnabas juga dibawa mengikuti hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus melihat bahwa merka tidak terus terang mengenai kebenaran injil, dia mengatakan kepada Kefas dihadapan semua orang, “Jika Anda sebagai orang Yahudi hidup seperti orang non-Yahudi dan bukan seperti orang Yahudi, mengapa Anda mengharuskan orang non-Yahudi untuk hidup seperti orang Yahudi? Dia pada dasarnya mengatakan mengapa Anda dengan bebas makan bersama dengan orang non Yahudi sebelum orang Yahudi baru datang, dan sekarang Anda munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa Petrus adalah pemimpin awal dari gereja dan juru bicara utama mereka. Dan tentu saja, orang seperti itu tidak senang kehilangan muka di depan umum. Bukankah itu indah pada saat kebenaran menang dan ketika kedua orang itu menyadari kebenaran itu, mereka dapat berurusan dengan dosa sebagai dosa dan tidak tersinggung secara pribadi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus sudah terang tidak tersinggung secara pribadi. Petrus tahu itu dosa. Dan Petrus memperlakukannya sebagai dosa. Dan saya yakin bahwa Petrus menyadari iman kebenaran Paulus dan mengasihinya karena itu dan sekarang dia mengatakan, “Paulus saudara kita yang kekasih.” Dan masih banyak lagi dalam kata-kata itu dari sekadar yang kelihatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia mengatakan, “seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya, ini pernyataan yang luar biasa. Hikmat yang dikaruniakan kepadanya dari Allah menulis kepada Anda. Disini dia mengacu kepada surat-surat yang ditulis Paulus. Apakah yang dibicarakannya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dia maksud satu surat saja? Dia tidak mengatakan itu hanya satu surat. Dia tidak mengatakan itu satu surat khusus hanya bagi mereka. Kita malah tidak tahu apakah mereka suatu kelompok orang yang dapat diidentifikasikan dengan gampang. Dia hanya mengatakan ….Paulus menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya dari Allah menulis kepada Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ia menambahkan, “yang juga berada di dalam semua suratnya.” Apakah maksudnya? Apakah dia memikirkan sebuah surat tertentu? 2 Petrus ditulis kepada kelompok orang Kristen yang sama seperti 1 Petrus. Jadi kepada siapa 1 Petrus itu dituliskan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada 1 Petrus 1:1 dan cari tahu. Itu dituliskan kepada, “orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih.” Itu adalah orang Kristen yang tersebar dimana-mana jadi kita tidak tahu pasti kepada kelompok yang mana itu dituliskan. Itu dibaca semua orang Kristen dimana-mana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua tempat yang disebut di 1 Petrus 1:1, yaitu Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitini, berada di Asia Kecil. Itu daerah yang sama dimana Paulus menulis kepada orang Galatia dan Efesus, dan itu semua surat-surat edaran yang ditulis kepada semua orang. Kita juga tahu bahwa ada surat-surat yang ditulis kepada orang-orang Kolose dan surat-surat itu juga dibagikan kepada gereja-gereja lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Kolose 4:16, “Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu.” Mereka membagikan semua surat-surat itu. Dan mereka mulai mengumpulkan surat-surat itu selagi mereka membagikan-nya kepada gereja lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Tessalonika 5:27, ketika menulis kepada orang-orang Tessalonika, Paulus mengatakan, “Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.” Jadi kita tidak dapat mengatakan bahwa ada surat khusus, namun yang dikatakan adalah bahwa Anda tahu hikmat dari Allah yang telah diberikan kepada Paulus, saudara kita yang kekasih, yang telah menulis kepada Anda di dalam surat-suratnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah intinya? Petrus mengatakan bahwa Paulus telah menulis kepada Anda tentang Kedatangan-Nya yang Kedua. Paulus telah menulis tentang kemuliaan di surga dan tentang hari Allah. 1 dan 2 Tesalonika misalnya adalah tulisan Paulus yang paling awal dan mereka berhubungan banyak dengan nubuatan kedatangan Tuhan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seri kedua surat-surat Paulus adalah Roma, Galatia dan 1 dan 2 Korintus, dan semuanya memiliki bagian yang menantikan kedatangan Yesus Kristus, bagian- bagian yang menguraikan rencana Allah masa depan untuk Israel dan gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seri ketiga dari surat-surat Paulus adalah surat-surat penjara, Efesus, Kolose, Filipi dan Filemon, dan ada lagi pernyataan tentang masa depan, dan bagaimana semua hal menuju kepada klimaks mulia dalam Dia, rekonsiliasi akhir semua hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian seri terakhir, seri keempat adalah Surat-Surat Penggembalaan. 1 Timotius, 2 Timotius dan Titus, dan bahkan surat-surat itupun menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan bahwa Paulus telah menulis dalam semua suratnya, termasuk surat yang Anda miliki sekarang, tentang kedatangan kembali Kristus, tentang kemuliaan surga dan tentang keadaan kekal. Dengan kata lain, saya bersandar ke Paulus disini untuk dukungan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang saya katakan itu telah dikonfirmasikan dia. Dia telah menulis tentang hari Tuhan. Dia telah menulis tentang keadaan kekal. Dia menulis tentang fakta-fakta bahwa Allah akan menepati janji-janji-Nya, menghakimi orang fasik, merubah alam semesta, dan membawa kebenaran kekal akhir yang mulia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus masih belum selesai. Dia akan membicarakan hal yang lebih dalam lagi dalam ayat 16 yang menarik ini, “ada hal-hal yang sukar dipahami.” Kata kerja ini sebenarnya berarti sukar untuk diterjemahkan. Catat ya, ini sukar namun tidak mustahil. Ada orang yang mengatakan, “Ah kita tidak mungkin akan tahu. Saya tidak yakin kita akan tahu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa bagian dari Paulus tentang Pengangkatan gereja, masa Tribulasi, kedatangan orang dosa, kedatangan kembali Kristus dalam penghakiman, seribu tahun yang dinamakan Millenium, surga kekal akhir yang mulia, dan ada yang dikatakan Paulus yang memang sukar dimengerti, dan secara harfiah sukar untuk ditafsirkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak mengatakan bahwa dia tidak mengerti hal-hal itu, dia hanya mengatakan itu sukar ditafsirkan sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya memutarbalikkannya. Dia mengatakan bahwa ini memang sukar dan karena itu orang gampang ditipu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada perkembangan yang tidak ada berhentinya dari hal yang ditulis tentang kebenaran yang dinubuatkan mengenai masa depan. Itu keluar terus menerus. Dan tentu saja bagi yang tidak stabil, dan yang belum diajarkan, mereka itu gampang ditip, khususnya kalau itu dilakukan oleh guru-guru palsu yang tidak bermoral.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mereka bukan melakukan itu dengan nubuatan saja, dia mengatakan orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya memutarbalik-kannya sama seperti yang juga mereka buat dengan Firman Allah yang lain. Mereka melakukan itu dengan seluruh Alkitab. Yang tidak memahaminya berarti kekurangan informasi, yang tidak teguh imannya berarti mereka goyah dalam karakter rohani mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang tidak diajarkan dan yang tidak teguh menjadi korban kesalahan. Mendistorsi secara harfiah berarti mereka memutar dan menyiksa kebenaran. Karena semua nubuatan memang kurang jelas itu memberi kesempatan bagi mereka yang bodoh dan tidak bermoral untuk membingungkan kebenaran. Dan mereka tidak melakukannya hanya dengan nubuatan, katanya, mereka juga melakukan itu dengan Firman Allah yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ingatlah di ayat 3 bahwa alasannya guru palsu itu menyangkal Kedatangan Kedua itu bukannya karena mereka telah menemukan kebenaran nubuatan yang besar, itu karena mereka ingin memenuhi nafsu mereka sendiri dan mereka ingin masa depan yang tidak menahan mereka bertanggung jawab untuk imoralitas mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bersama dengan penyesatan dan mendistorsi hukuman masa depan, dan kemuliaan masa depan orang percaya dan semua yang lain yang terlibat dalam kedatangan Kristus, mereka memutar balikkan ajaran penghakiman itu sendiri, dan ajaran tentang kebenaran, dan ajaran tentang penghakiman itu sendiri, dan ajaran tentang hukum Taurat, dan ajaran tentang kebenaran, tentang pertobatan dan tentang keselamatan oleh anugerah oleh iman. Jadi mereka memutarbalikkan berbagai hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda lihat bahwa Petrus mengatakan “seperti mereka berbuat dengan Firman Allah lain?” Itu berarti bahwa dia memanggil yang ditulis Paulus itu Firman Allah. Inilah pernyataan paling terang di halaman Firman Allah yang menegaskan tulisan Paulus adalah Firman Allah. Dan guru-guru palsu memutarbalikkan semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di akhir ayat 16 dikatakan, “menjadi kebinasaan mereka sendiri.”Jika Anda kembali sebentar ke bab 2, itu sudah jelas. Pada akhir ayat 1 dikatakan bahwa mereka segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Ayat 3 mengatakan bahwa hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3:7 mengatakan, ada Hari Penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Empat kali disebut kata “kebinasaan,” dan empat kali semuanya mengacu kepada guru palsu, nabi palsu dan orang yang mengikuti mereka. Di Yudas 10 dikatakan bahwa mereka seperti binatang tidak berakal akan dibinasakan. Ayat 13 mengatakan bahwa baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat kesimpulan semua ini di ayat 17, “Tetapi kamu, saudara-saudara-ku yang kekasih, karena kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang- orang yang tak mengenal hukum. Karena Anda sudah tahu informasi ini, jaga- jagalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah tertipu guru-guru palsu dengan ajaran palsu mereka yang menghancurkan. Karena itu Paulus mengatakan di 2 Timotius 2:15, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah.” Waspadalah. Mengapa? “Supaya janganlah terpengaruh kesalahan orang yang tidak berprinsip.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada judul lain bagi guru-guru palsu, Orang yang tidak berprinsip adalah orang yang hidup jauh dari hukum Taurat. Anda tidak bisa duduk di gereja ketika ada seseorang yang memutarbalikkan Firman Allah tanpa ada risiko terpengaruh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak bisa di kuliah yang dinamakan Kristen atau tidak, dan mendengar orang memutarbalikkan Firman Allah tanpa ada risiko Anda terpengaruh. Anda tidak bisa kuliah di seminari karena ingin memiliki reputasi terpelajar, dan duduk disana dan mendengar kesalahan selalu tanpa ada risiko terpengaruh orang yang tidak berprinsip dan tanpa hukum. Hanya kebenaran akan membawa kekudusan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yadi Anda harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. Akhir ayat 17 mengatakan, “dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” Apakah artinya kata pegangan itu? Itu adalah sebaliknya dari tidak stabil. Yang dipikirkan Petrus adalah memegang teguh kebenaran. Masih ingat ketika Paulus menulis pada akhir 1 Timotius 1 tentang Himeneus dan Aleksander yang telah membawa orang yang imannya menjadi kandas, kehilangan pegangan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak mengatakan bahwa mereka kehilangan keselamatan mereka, itu sudah ditentukan untuk selamanya. Namun jika Anda kehilangan pegangan Anda, maka Anda kehilangan pengangan dalam doktrin, dalam kebenaran, dalam keyakinan dan dalam kepercayaan diri. Jadi Petrus mengatakan...Lihatlah, demi tujuan kekal kami marilah kami memegang kebenaran. Jaga dirilah. Dan satu-satunya jalan adalah dengan mempelajari Firman Allah dan dengan melayakkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tinggal dua. Pendewasaan, ayat 18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Dia mengatakan sambil Anda menunggu kemuliaan kekal Anda, bertumbuhlah menuju ke hal itu. Paulus mengatakan di Efesus 4:14, “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada perkataan akhir selagi Petrus menutup dan perkataan itu adalah pemujaan. Dia mengatakan, “Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya, Amin.” Ini memanggil kita untuk beribadah. Paulus mengatakan di 1 Korintus 10:31, “lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemuliaan adalah milik Allah dan Allah saja. Disini Roh Kudus melalui Petrus mengatakan muliakanlah Yesus Kristus. 2 Petrus 3:18 adalah suatu pujaan besar (doxa adalah kata untuk kemuliaan) yang diberikan kepada Yesus Kristus. Karena itu ini menegaskan bahwa Allah dan Kristus keduanya adalah ilahi dan layak untuk dipuji, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengingat semua ini dan rela untuk melakukan semua itu? Ingatlah bahwa kita ada dalam peperangan rohani yang tidak akan berakhir sampai saat Yesus kembali atau kita mengalami pengangkatan. Kuatkanlah diri Anda dan Anda akan menuai keuntungannya di surga.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111113</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000012C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana hidup menunggukan kedatangan-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000012D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+3:14-18" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 3:14-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneruskan pelajaran di dalam Alkitab kami tentang kebenaran Allah di 2 Petrus 3. Kita sudah hampir pada akhirnya surat yang indah ini, 2 Petrus 3; kita mendalami bagian ayat 11 sampai ke ayat 18. Dan kita telah menanyakan pertanyaan ini …apakah artinya bagi kita sebagai orang Kristen bahwa Yesus akan datang kembali?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus telah membicarakan kedatangan hari Tuhan. Kita sudah menjelaskan kepada Anda bahwa setelah adanya hari Tuhan itu ada hari besar yang lain, yaitu yang dinamakan hari Allah di ayat 18 yang juga dinamakan hari kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebagai orang percaya tidak menantikan hari Tuhan karena itu hari penghakiman. Kita menantikan hari Allah, itu hari kekal, hari langit baru dan bumi baru. Kita menantikan dengan gembira untuk masuk ke dalam ciptaan Allah yang mulia dan kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak menantikan hari Tuhan karena itu waktu penghakiman yang besar, waktu penghukuman pendosa-pendosa, namun kita menantikan keadaan kekal dari kemuliaan yang benar di hari Allah, hari yang besar itu ketika Allah seluruhnya berada di dalam segalanya. Istilah ‘hari Allah’ itu, seperti yang kita katakan, terdapat di ayat 12 dari teks ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kami sudah menantikan hal itu, meskipun kami masih belum masuk ke dalam hari Allah itu, dan tidak akan masuk sampai Kerajaan seribu tahun itu berakhir. Dan lagi, kami sudah menjadi warga negara keadaan kekal itu. Warga kami adalah surga. Kami menantikan sebuah kota yang direncanakan dan dibangun Allah. Dan itu adalah Yerusalem baru, langit baru dan bumi baru adalah tempat kediaman akhir kami. Jadi kami hidup sambil menantikan hari kekal Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian ayat 11 mengatakan, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” Apakah implikasi seluruh alam semesta dalam bencana api terus dilanjutkan dengan langit baru dan bumi baru, hari kekal Allah dimana Anda akan berdiam? Karena Anda telah menjadi warga hari yang mulia itu, kerajaan kekal itu, alam semesta abadi baru itu, orang macam apakah seharusnya Anda menjadi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita belajar bahwa ini bukan suatu pertanyaan namun suatu pernyataan, orang macam apakah kita seharusnya, dalam kesalehan macam apa kita harus berperilaku dan hidup. Karena Yesus datang untuk menghakimi orang fasik dan menghancurkan alam semesta yang terkutuk dosa dan menggantikannya dengan yang baru, yang diciptakan untuk kita dimana kita akan tinggal selama-lamanya, hal itu harus mempengaruhi hidup kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana hal itu seharusnya mempengaruhi hidup kita? Dia mengatakan di ayat 11, “dalam hidup yang suci dan saleh.” Kehidupan suci berurusan dengan tindakan kita, dan kesalehan itu berurusan dengan sikap hati kita. Jadi dalam sikap dan tindakan keduanya kita harus memisahkan diri dari dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apa artinya ini? Bagaimana hal itu kelihatan dalam kehidupan sehari- hari? Apakah komponen-komponen dari sikap dan perilaku ilahi seperti itu? Nah saya mengatakan Minggu yang lalu bahwa Petrus memberikan kita suatu daftar komponen yang dapat menghasilkan sikap dan perilaku yang harus menjadi karakter kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama ini termasuk pengharapan. Ayat 12 dan 13, “yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” Kita telah membahas itu cukup mendalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang melihat komponen kedua dalam pelajaran ini. Bukan saja kita harus memiliki karakter yang menantikan, namun kita juga harus memiliki karakter damai. Kita sendiri harus berada dalam keadaan damai. Lihatlah ayat 14, “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oleh karena itu, orang-orang Kristen, karena Anda menantikan hari Allah itu, langit baru dan bumi baru, keadaan kekal itu, Kerajaan yang mulai yang menunggukan kita dalam kehadiran Allah untuk selama-lamanya, Anda harus berusaha...” Dengan kata lain berusahalah sekuat mungkin supaya Anda kedapatan dalam damai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin memberi komentar sedikit mengenai “Kamu kedapatan..Dia.” Ketika Tuhan Yesus datang, Anda akan terdapat secara pribadi oleh Dia. Di waktu itu tidak ada sesuatupun yang tersembunyi, di hari itu tidak ada sesuatupun yang diabaikan. Semua hal tentang Anda akan menjadi terang pada waktu Tuhan Yesus datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dikatakan di 1 Korintus 4 bahwa ketika Dia datang Dia akan menerangkan semua yang kita telah lakukan di dalam hidup kita, yang baik maupun yang tidak berguna. 2 Korintus 5 mengatakan, kita akan ditemukan-Nya. Yang dipentingkan adalah bahwa yang datang itu adalah Dia dan Dialah yang akan memperhadap- kan kita. Jadi ketika Dia menemukan kita Dia harus mendapatkan kita hidup dalam damai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksudnya? Mungkin itu berarti kita harus berdamai dengan orang Kristen lain, mungkin dia maksud ketika Kristus datang dan membangun Kerajaan-Nya yang mulia, Dia ingin mendapatkan kamu hidup berdamai satu sama lain, damai oleh kasih Kristus, kesatuan dalam Roh dalam hubungan damai seperti yang kita denganr dari Rasul Paulus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebenarnya apa yang dia katakan disini adalah supaya Anda ditemukan menikmati damai sejahtera Allah, kedamaian dalam pikiran pribadi, damai yang datang dari iman kuat kepada Tuhan. Di Filipi 4: 6-7, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan-mu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai sejahtera seperti itu menghilangkan dari kami kekuatiran dan ketakutan. Damai sejahtera macam itu tidak menyebabkan kita gelisah karena kita takut Dia akan menemukan dosa-dosa kita dan kita malu. Damai sejahtera seperti itu bebas dari segala kekuatiran masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Damai seperti itu tidak mengenal ketakutan akan hari Tuhan, yaitu penghakiman Kristus, atau apapun juga karena kita menikmati damai sejahtera Allah. Dan hal ini, kata rasul Paulus melampaui pemahaman manusia, ini melampaui daya intelektual manusia dan ini melampaui penjelasan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara mengatakan yang lain adalah waktu Paulus menuliskan itu kepada Timotius dan membicarakan mereka yang ingin sekali melihat kedatangan Kristus karena mereka tidak takut, mereka tidak kuatir. Ini berarti Anda memiliki jaminan kekal akan keselamatan Anda. Ini berarti bahwa Anda memiliki realitas dari iman Kristen Anda dan ketaatan sehingga Anda tidak malu saat Dia datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti bahwa Anda sama sekali tidak takut Anda mungkin hanyut dalam penghakiman hari Tuhan karena Anda yakin semuanya baik diantara Anda dan Allah. Anda benar-benar nyaman dengan akhir dunia, dan seandainya itu akan datang di dalam 24 jam berikut ini, Anda masih bisa meletakkan kepala diatas bantal dan tidur nyenyak tanpa ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tantangan sebenarnya dari kehidupan Kristen bukanlah untuk menghilangkan masalah yang tidak nyaman dari kehidupan Anda. Tantangan sebenarnya orang Kristen adalah untuk hidup di dalam dunia yang telah jatuh ini sebagai orang yang berdosa, dikelilingi oleh orang yang jatuh, ditengah-tengah semua manifestasi kutukan, sambil menahan rasa sakit dan meskipun begitu tetap memiliki damai sejahtera karena semuanya baik diantara Anda dan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah damai berdasarkan jaminan. Itulah damai karena keamanan. Itulah ketenangan seseorang yang yakin bahwa segalanya baik dengan Allah tanpa takut malu pada kedatangan Kristus. Inilah menurut Paulus di Filipi 4:7, “akan memelihara hati dan pikiranmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda berpikir tentang kedatangan Kristus dan langit baru dan bumi baru yang telah didirikan Allah bagimu, jika Anda memikir mengenai melihat-Nya muka ke muka, maka Anda seharusnya bersuka cita menantikan harapan itu, dan ingin sekali Dia datang kembali, dengan berseru, “Datanglah Tuhan Yesus.” Anda tidak perlu takut dalam hati Anda karena Anda tahu bahwa semuanya adalah baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 4:17 mengatakan, “kita harus mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman.” Kita harus yakin bahwa itu akan melewati kita. Jadi kata Petrus, waktu Anda menantikan kedatangan Yesus Kristus, Anda harus hidup dengan penuh pengharapan dan Anda harus hidup dalam keadaan damai sejahtera.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, satu komponen lain yang berhubungan dengan kedatangan kembali Kristus kita akan menamakan pengudusan. Kembali lagi kepada 2 Petrus 3:14, “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini sebaliknya dari guru-guru palsu. Masih ingat di bab kedua ketika Petrus membicarakan guru-guru palsu itu bahwa mereka adalah “kotoran dan noda.” Sebaliknya Anda haruslah tak bercacat dan tak bernoda. Kedua istilah ini membicarakan karakter dan reputasi. Jadi keduanya membicarakan karakter kita dalam realitas dan apa yang disangka orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tak bercacat berhubungan dengan karakter saya. Bagaimana saya sebenarnya. Tanpa cacat, tanpa noda dalam kehidupan kita. Dan tak bernoda berhubungan dengan reputasi saya. Itu pendapat orang tentang saya dan saya haruslah tanpa cacat, yaitu murni dalam realitas, dan tak bernoda yaitu murni dalam reputasi kita. Itulah yang dicari Tuhan waktu Dia datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada empat kemungkinan dalam kata-kata ini dan kita harus melihatnya realistis. Pertama, ada kemungkinan Anda tak bernoda, namun setidaknya dalam arti tertentu tetap bercacat. Ada kemungkinan Anda dapat hidup murni dan ilahi dalam hidup penuh kebajikan, namun di mata dunia Anda tetap bersalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini mungkin karena dulu di masa lalu ada sesuatu di dalam hidup Anda yang telah mencemarkan reputasi Anda dan walaupun Anda sekarang sudah tak bercacat dan diampuni, orang-orang masih ingat noda itu. Jadi ketika pada kedatangan Kristus semuanya baik dengan Anda, mungkin Anda tetap disalahkan untuk sesuatu yang di suatu waktu telah mencemarkan kesaksian Anda bagi Kristus dan Anda telah disalahkan untuk itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, mungkin juga Anda tidak bersalah namun masih bernoda. Ada kemungkinan orang-orang tidak tahu kebenaran sebenarnya. Ada kemungkinan orang-orang memikir Anda tak bernoda, namun Anda tetap bernoda, dan mungkin orang-orang memikir Anda tidak bersalah dan reputasi Anda bagus sekali, tetapi kebenaran adalah bahwa Anda masih bernoda. Jadi ada orang yang kelihatannya tak bercacat, namun mereka bernoda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kemungkinan ketiga. Ketika Yesus datang karakter Anda tak bernoda sebaik mungkin karena anugerah Allah, dan Anda juga memiliki reputasi yang tidak bercacat. Jadi hidup Anda dan reputasi Anda keduanya tak bernoda dan tak bercacat. Dan ada juga kemungkinan keempat dimana Anda bercacat dan bernoda. Dalam hal ini hidup dan karakter Anda keduanya bercacat dan bernoda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya hanya menerangkan ini supaya Anda dapat melihat implikasi dari hal ini yang pada permulaannya kelihatan seperti suatu pernyataan sederhana. Kita harus mengurus dosa-dosa di dalam kehidupan kami, jadi intinya adalah supaya kita berusaha hidup kehidupan kudus. Dan ketika Tuhan datang, Dia ingin kita murni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita bisa menjadi seperti itu? Anda harus tahu dosa Anda sendiri, membenci dosa Anda sendiri, mengaku dosa Anda sendiri dan ingin kehidupan yang kudus. Anda perlu menjauhkan diri dari keadaan-keadaan yang menggoda, dan setialah kepada cara-cara kita dianugerahkan, seperti pemahaman Alkitab, berdoa dan beribadah, supaya kita mempertahankan kehidupan murni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan mengatakan begitulah caranya Saya ingin Anda hidup sampai saatnya Saya datang. Dan itu sesuai dengan apa yang Anda nantikan pada keadaan kekal. Saya ditentukan untuk kemurnian abadi, saya ditentukan untuk kemuliaan kekal. dan karena itu saya harus berusaha untuk hidup seperti itu sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan, selagi kita menantikan kedatangan Kristus, kita harus menjadi orang yang memiliki karakter yang menantikan, yang dipengaruhi damai oleh iman dan yang menguduskan. Ayat 15 membawa kita kepada hal keempat, kita harus memiliki karakter yang dipenuhi penginjilan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam waktu kita menunggukan keadaan kekal yang besar dan mulia ini, dia mengatakan di ayat 15, “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk (beroleh selamat) menyelamatkan.” Dengan kata lain, kita harus memakai waktu kita, tenaga kita, karunia kita dan kehidupan kita yang masih ada untuk penyelamatan. Tuhan itu tunggu supaya melalui kita Dia dapat menyelamatkan lebih banyak orang lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa orang yang mengritik mengatakan di ayat 9, nah sampai sekarang Tuhan masih belum datang, Dia mengatakan Dia akan datang tetapi Dia tidak akan datang. Coba lihat sudah berapa lamanya dan Dia masih belum datang. Jadi Petrus mengatakan, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sedang menunggu dengan sabar. Dan di ayat 8 dia mengatakan, “Janganlah kamu lupa bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari,” jadi memang waktu-Nya tidak sama seperti kamu. Dia sangat sabar dan penuh kasih karunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya jangan ada yang binasa; Dia tidak senang dalam kematian orang fasik. Allah Juruselamat kami di 1 Timotius 2:4, ingin supaya semua orang selamat. Allah itu sabar menunggukan orang yang belum bertobat untuk bertobat. Ketika Allah berfirman kepada Israel di Yehezkiel 18:31, “Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” Dia menekankan belas kasihan-Nya dan menegaskan rahmat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga dapat melihat gambaran dari kesabaran penuh belas kasihan yang luar biasa itu di dalam kisah anak terhilang di Lukas 15. Anak lelaki ini hidup di dalam dunia penuh amoralitas, menyalahgunakan hak dan kesempatannya dan ayahnya dirumah sedang menunggu dan menunggu dengan kasih karunia dan belas kasihan sampai anaknya pulang kerumah. Inilah gambaran Allah Bapak kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan di ayat 15 bahwa kesabaran Tuhan kita adalah supaya ada keselamatan. Dan faktanya bahwa kita sedang menunggukan kedatangan Kristus itu tidak memberikan kita izin untuk santai-santai saja dan tidak melakukan apapun juga. Janganlah pakai piama kita dan duduk diatap dan menunggu sampai Dia datang kembali. Kita semua harus terlibat dalam pelayanan rekonsiliasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 5:11, Rasul Paulus benar-benar mengutarakan apa yang seharusnya harus menjadi tujuan setiap orang yang percaya yang sedang menunggukan kedatangan Kristus. Inilah yang dia katakan, “Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang.” Dengan kata lain, ketika saya memikirkan hari Allah yang bagi saya adalah berkat, saya juga harus mengingat hari Tuhan yang menjadi kutukan bagi mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ilustrasi grafik dari sikap yang sama yang berasal dari Rasul Yohanes. Saat dia merenungkan penghakiman di Wahyu 10, ada malaikat yang membawa dia buku dan memberikannya kepada Yohanes dan mengatakan, “Ambillah dan makanlah.” Dalam simbolisme ini Yohanes memakannya. Dia mengatakan, “ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu." 10 Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ini? Buku kecil ini adalah kebenaran Allah tentang penghakiman terakhir yang adalah pahitmanis. Di satu sisi manis karena itu mengantar kita kepada hari Allah. Di lain sisi, itu pahit karena itu berarti kutukan bagi dunia yang tidak percaya. Marilah kita teruskan ini Minggu yang akan datang. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111106</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000012D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hidup mengantisipasi kedatangan Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000012E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+3:11-13" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 3:11-13</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita kembali ke 2 Petrus 3 dimana kami masih belum selesai beberapa bulan yang lalu, dan marilah kita melihat bagian terakhir dari surat ini, mulai dari ayat 11 sampai 13 dulu. Petrus telah menerima wahyu ilahi untuk membela jemaat gereja dari serangan-serangan guru palsu dalam surat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah bahwa di dalam bab pertama dia memberikan kita petunjuk yang sangat penting untuk memastikan bahwa kita berada dalam hubungan yang benar dengan Allah. Kemudian dalam bab kedua dia menggambarkan karakteristik guru-guru palsu itu. Dan di bab ketiga dia melawan serangan mereka melawan Kedatangan Kristus yang Kedua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus bersyukur kepadanya untuk menjelaskan bahwa sejarah itu ada maksudnya, bahwa sejarah ada gunanya. Allah akan campur tangan melalui kedatangan Kristus dan akan mengakhiri sejarah dengan baik. Tanpa tujuan dalam sejarah manusia, tanpa akhir, tanpa masa depan, hedonisme merajalela dalam hati beberapa orang dan mereka hidup seenaknya sendiri dan hidup itu tidak berarti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun setelah itu, Petrus ingin supaya kita sebagai orang-orang percaya memiliki pengertian yang tepat dan respon yang tepat untuk kedatangan kembali Yesus Kristus. Dan kata-kata akhir itu mulai di ayat 11, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Petrus memakai di ayat 12 istilah “hari Allah”, yang mengacu kepada keadaan kekal. Jangan bingung dan menyamakan ini dengan “Hari Tuhan” yang adalah hari Penghakiman. Dia mengatakan jika Anda menunggukan keadaan kekal itu, yaitu langit yang baru dan bumi yang baru, seharusnya ada akibat terhadap hidup Anda sekarang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus datang untuk memberi upah kepada Anda, ketika Yesus datang untuk memberikan Anda langit baru dan bumi baru, ketika Yesus datang untuk menyelamatkan Anda dari penghukuman untuk membawa Anda kepada hari Allah kekal yang besar itu, itu harus mempengaruhi kehidupan Anda. Dengan kata lain, jika Anda dicipta untuk hal itu, ditebus untuk hal itu, dibenarkan untuk hal itu, maka Anda harus mulai hidup sesuai dengan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di 2 Korintus 5: 9-10 Paulus menambahkan kepada hal itu ketika dia mengatakan, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua akan menghadap tahkta pengadilan itu ketika kita akan menerima upah kekal kami. Seperti Paulus mengatakan di 1 Korintus 4:5, pada waktu itu ketika Tuhan akan menghakimi apa yang tersembunyi di dalam hati kami, setiap orang akan menerima pujian Allah yang berbeda-beda dan kita akan masuk ke dalam upah kekal kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita harus hidup menunggukan kedatangan kembali-Nya? Petrus mendaftarkan sejumlah atribut yang kita akan membicarakan malam ini dan minggu malam yang akan datang. Pertama, kita baca di ayat 11, “betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” Hidup suci mengacu kepada tindakan dan kesalehan mengacu kepada sikap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelakuan kudus mengacu kepada cara saya mejalani hidup, kesalehan mengacu kepada sikap hati yang hormat yang mengatur kehidupan saya. Kelakuan kudus mengacu kepada apa yang mengatur perilaku saya dan kesalehan mengacu kepada apa yang menguasai hati saya. Jadi dia mengatakan orang itu harus seperti apa yang ada dalam hati dan kelakuan, dalam motivasi dan tindakan, dalam sikap dan kewajiban.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabannya terdapat di dalam ayat 12 sampai ke ayat 18. Apakah yang seharusnya memberi karakter kepada kami? Marilah saya memberikan Anda daftar kecil dari Petrus, dan kita akan membicarakannya satu per satu: pengharapan, pendamaian, pemurnian, pengabaran injil, diskriminasi, pendewasaan dan pemujaan. Saya hanya ingin memberikan Anda sedikit pengarahan dalam hal ini. Itulah hal-hal yang harus mendefinisikan kami dalam sikap kudus dan kesalehan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, marilah kita menamakannya pengharapan. Perhatikanlah ayat 12-13, “yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kerja “menantikan” idenya adalah pengharapan, dan waspada akan kedatangan Tuhan. Kata “mempercepat” menambahkan ide keinginan besar. Ini berarti bahwa saya akan berurusan dengan beberapa masalah dalam hidup saya supaya saya tidak malu pada kedatangan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Frase kecil “kedatangan”, sekali lagi kata indah parousia itu, secara harfiah artinya kehadiran tubuh pribadi Yesus Kristus. Ini bukan tentang kehadiran di suatu tempat, ini tentang kehadiran seseorang. Dan jika kita tidak memiliki dosa yang belum diakui, kita dapat menantikan kedatangan Yesus Kristus dengan harapan besar. Kita tidak mengharapkan hari Tuhan, namun kita menantikan hari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda ingin mempercepat kedatangan hari Allah, sesuatu yang lain harus terjadi duluan. Allah harus menghancurkan alam semesta sekarang ini. Jadi kita dapat mengatakan bahwa sebelum ada kemungkinan hari Allah (keadaan kekal) harus terjadi hari Tuhan (Hari Penghakiman).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama seperti yang kita baru belajar di ayat 5 dan 6, bahwa Tuhan pernah menghancurkan bagian bumi dari alam semesta dengan air, menenggelamkan semua orang yang di dalamnya dengan air yang dari bawah bumi dan air dari atas bumi, demikian pula di masa depan Ia akan menghancurkannya dengan api.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Tuhan itu bukan akibat suatu bencana alam. Dan itu bukan akibat beberapa negara menggunakan senjata nuklir. Ini bukan hasil manusia atau kejadian alam atau bencana alam. Ini penghakiman ilahi oleh Allah yang Mahakuasa melalui kuasa Kristus yang kepada-Nya Dia telah memberikan pekerjaan penghakiman itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah jangan lupa bahwa hari Tuhan itu datangnya dalam dua bagian. Hari Tuhan itu mulai ketika Yesus datang kembali pada Kedatangan Kedua-Nya pada akhir masa Tribulasi. Dan kemudian Dia mendirikan Kerajaan seribu tahun-Nya. Dan kemudian pada akhir seribu tahun itu, tahap kedua dari hari Tuhan itu datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 8:7, sangkakala ditiup untuk menyatakan penghakiman pada akhir masa Tribukasi itu, “Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Wahyu 16:8, dimana penghakiman terakhir terjadi pada akhir masa Tribulasi, sebelum kedatangan Tuhan Yesus, “Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. 9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semacam deskripsi figuratif dari kekuatan api besar. Mungkin Allah membuka bumi sedikit dan mengekspos kapasitas vulkaniknya, yang panasnya sampai 4,000 derajat Celcius dan yang menghancurkan sepertiga dari dunia. Itu hanya pratinjau, itu hanya sedikit dari apa yang akan terjadi pada akhir Kerajaan seribu tahun itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 9:16-18, “Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. 17 Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang. 18 Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan begitulah permulaan penghancuran akhir dengan api. Dan Tuhan telah memberikan kita cukup banyak peringatan, di Perjanjian Lama, di Perjanjian Baru, pratinjauan yang sangat deskriptif yang datang pada akhir masa Tribulasi tujuh tahun itu, sebelum Yesus kembali untuk mendirikan Kerajaan seribu tahun-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya di Wahyu 20:7-10, “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa- bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog (orang-orang yang hidup selama 1000 tahun itu dan tetap menolak Kristus), dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian datanglah waktunya seluruh alam semesta di konsumsi dan semua unsur-unsur meleleh dari panas yang hebat itu. Apakah artinya unsur-unsur? Itu berarti komponen-komponen yang membentuk blok bangunan materi semua akan dikonsumsi. 1 Yohanes 2:17 mengatakan, “dunia ini sedang lenyap.” Alam semesta, bumi fisik dan dunia yang berarti sistim sosial, ekonomi, budaya dan agama semua akan hilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika hari Allah tiba semua penhancuran akhir sudah terjadi. Hari manusia telah lewat. Karena itu sekarang adalah hari Allah, bukan hari manusia lagi. Korupsinya alam semesta dan malaikat-malaikat yang jatuh akhirnya semua telah dihakimi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sesuai janji-Nya Tuhan akan membawa langit baru dan bumi baru, yaitu firdaus yang diciptakan kembali setelah api itu. Itulah janji Allah. dan menurut janji-Nya, Dia tidak mungkin berdusta, dia selalu berfirman kebenaran, kita akan melihat bumi yang baru dan alam semesta yang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan janji itu telah dijanjikan dari dulu. Nabi Yesaya mengatakan hal itu di Yesaya 65:17, “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, salah satu realitas besar dari kekekalan adalah bahwa Anda tidak lagi akan mengingat waktu. Anda akan dipenuhi langit baru dan bumi baru dan hal-hal dulu tidak akan teringat lagi atau timbul dalam hati. Bersuka citalah untuk selama-lamanya, Dia mengatakan, dengan apa yang Saya ciptakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian di Yesaya 66:22 dia mengatakan hal itu lagi, “Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Petrus mengatakan, menurut janji-Nya akan ada langit baru dan bumi baru. Perkataan “baru” adalah kata kainos, yang berarti baru dalam kualitasnya, bukan baru dalam hal kronologi, dan bukan baru dalam rangka, tetapi baru dalam kualitas, berbeda, tidak sama seperti apapun yang pernah kita tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana caranya Petrus menyimpulkan karakter hal baru itu? Di 2 Petrus 3:13 tertulis, “di mana tinggal kebenaran.” Jadi dia mengatakan bahwa ini dunia baru dimana dimana kebenaran itu tidak lagi aneh, dunia dimana kebenaran tidak lagi asing, dunia yang menjadi rumah kebenaran, yang permanen dan keberadaannya sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah dunia yang dijanjikan kepada kami didalam Yesus Kristus. Itulah tujuannya sejarah kami. Itulah yang disediakan bagi mereka yang mengasihi- Nya. Di Yesaya 60:19, dikatakan, “Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 21:1-7, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4-7 mengatakan, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 21:23-27 hampir sama dengan Yesaya, “Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. 24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; 25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; 26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua orang yang telah ditebus dari segala bangsa akan berada disitu dalam kemuliaan itu. Akan tetapi ayat 27 mengatakan, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda, jika kita tahu kita akan menuju kepada langit baru dan bumi baru, jika kita tahu bahwa kita akan diselamatkan dari hari Tuhan tahap pertama dan tahap kedua, jika kita yakin bahwa kita telah lolos dari hukuman karena kita telah dipilih untuk hidup kekal, kemuliaan kekal, dan kebenaran kekal, dan tempat kediaman kekal kita adalah di hari Allah yang kekal, dimana hanya ada kebenaran saja, jika itulah rencana Allah bagi kita dan itulah alasan-Nya Dia menebus kita, kita harus menjadi orang seperti apa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, kita harus menjadi orang yang memiliki karakter yang penuh pengharapan. Urutan kejadian adalah sebagai berikut: Tuhan Yesus datang untuk Pengangkatan gereja-Nya, kemudian datanglah tahap pertama dari hari Tuhan, yaitu penghakiman ketika Tribulasi. Dan kemudian kita datang kembali bersama Dia untuk memerintah bersama Dia selama seribu tahun itu dalam tubuh kita yang telah dimuliakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhit masa itu Dia menghancurkan semesta alam, dengan mempertahankan mereka sudah dibenarkan dan ditebus melalui penghancuran itu dan membawa kita pada akhir seribu tahun itu kedalam hari Allah, Dan kita harus hidup dengan pengharapan itu. Yang terbaik masih akan datang. Marilah kita membicarakan hal itu minggu depan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111030</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000012E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berpuasa untuk orang Kristen]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000130"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:16-18" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:16-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi Matius 6 karena kita tidak ada waktu untuk membicarakannya semua. Yesus disini membenarkan caranya orang Yahudi berpuasa yang berbeda dengan caranya orang Kristen berpuasa. Di masa kini, kita tidak berpuasa seperti mereka. Ini bukan sesuatu yang kita biasa lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi apa yang dibicarakan Minggu yang lalu. Nomor satu, kita membicarakan prinsip berpuasa. Dan ini yang kami katakan dalam ringkasan. Puasa itu pantang total dari makanan dan itu adalah untuk merendahkan diri di hadapan Allah ditengah-tengah perjuangan rohani. Namun itu bukan tujuannya sendiri. Ini akibat wajar dari perjuangan spiritual.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kita membicarakan lamanya puasa itu. dan karena berpuasa seluruhnya spontan dan dengan suka rela, dan hanya ada satu puasa yang diperintahkan dalam Firman Allah, yaitu pada Hari Pendamaian dan di kayu salib Hari itu telah ditiadakan, jadi tidak ada waktu tertentu yang diharuskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, mengenai prioritas berpuasa kita membicarakan sedikit tentang faktanya bahwa Tuhan telah mengasumsikan bahwa kita akan puasa. Dia mengatakan pada saat Anda puasa dengan asumsi bahwa itu akan terjadi. Juga di Matius 9:15, Tuhan mengatakan, “Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, dan disinilah kita berhenti ditengah, alasan-alasan untuk puasa. Apakah yang menyebabkan kita puasa? Iya, kita sudah membicarakan beberapa. Nomor satu, ratapan, kesedihan menyebabkan ada puasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita mendiskusikan bahwa tubuh fisik Anda menanggapi kecemasan jiwa Anda. Ketika seseorang sangat prihatin, saat jiwa mereka sangat sedih, ketika dalam perjuangan rohani itu kita menyadari Allah dengan luar biasa, tubuh kita ini akan menyesuaikan dirinya dengan hati. Dan tidak ada nafsu makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, perlindungan adalah alasan lain, ketakutan menyebabkan ada puasa. Ada waktunya ketakutan begitu memenuhi hati sehingga makanan tidak dipikirkan. Kita takut sesuatu akan terjadi. Kita takut untuk seseorang yang hampir mau mati. Kita takut ada bencana yang akan datang atau bahaya yang akan melanda dan kita tidak bisa makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pikirkanlah tentang Yoel 2 dimana Yoel mengatakan bahwa Asyur akan datang dalam penghakiman kepada umat Allah. Dan dia mengatakan bahwa mereka akan datang seperti api. Dan mereka akan datang seperti kuda balapan besar diatas puncak gunung-gunung. Anda perlu membaca Yoel 2, karena itu gambaran yang besar dan luar biasa dramatis dari invasi Asyur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dikatakan bahwa umat Allah bersatu dan menangis dan berpuasa. Mengapa? Karena mereka sangat ketakutan. Dan mereka begitu takut sehingga sama sekali tidak ada nafsu makan lagi. Malah, itu sesuatu yang mereka tidak dapat menangani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan ketiga adalah kerendahan hati. Rasa bersalah karena dosa menyebabkan kecemasan dan intensitas besar sehingga ada kemauan untuk puasa. Dan ini terjadi dengan bermacam bentuk. Rasa bersalah dan dosa membawa kerendahan hati yang seringkali menyebabkan tidak ada nafsu makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu pelajaran besar dan dramatis tentang Hari Pendamaian, dimana pada saat ada pengakuan dosa Anda tidak makan. Ketika kita menghadap hadirat Allah untuk mengaku kejahatan hidup kita itulah waktunya untuk pengakuan dan pertobatan dan tidak ada pikiran untuk makan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, alasan lain untuk puasa adalah wahyu. Pada saat umat Allah akan menerima firman Allah atau memproklamirkan firman Allah, kita seringkali melihat ada puasa. Dengan kata lain, seperti dikatakan Yesus, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tepat pada saat menerimanya firman Allah, pada saat itulah Anda benar menyadari bahwa manusia tidak hidup dari roti saja. Daniel 9:2 mengatakan, “pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Daniel sedang membaca Yeremia dan dia tahu bahwa Allah akan melakukan sesuatu selama 70 tahun itu, namun dia ingin tahu penjelasannya semua itu. Jadi dia katakan di ayat 3, “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. 4Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21-23, “sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. 22 Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. 23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, dia puasa dan berdoa dan malaikat itu berkata OK Daniel, Allah telah mendengar kamu, Allah telah melihat kamu, dan sekarang Allah akan memberikan kamu firman-Nya. Dan di ayat 24 dia mendapatkan wahyu yang sangat luar biasa tentang ‘70 minggu dari Daniel’ yang kita tahu adalah tema sejarah nubuatan dunia. Dalam mengantisipasi wahyu dari Allah itu dia berpuasa supaya dia dapat memahami kata-kata Yeremia lebih baik lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Daniel 10:1-3 tertulis, “Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel; firman itu benar dan diperhatikannyalah penglihatan itu. 2 Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: 3makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di saat lain ketika Allah memberikannya wahyu besar lagi, dia berpuasa lagi. Jadi berpuasa untuk menerima firman Allah artinya begini. Jika Anda puasa, ini tidak berarti Anda akan menerima firman Allah baru. Ini berarti bahwa Anda dipenuhi dengan keinginan untuk mengerti apa yang Allah telah memberikan, sehingga Anda tidak memikirkan makanan sampai saat Anda tahu dan mengerti firman Allah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan terakhir kali Anda begitu tegang dalam pemahaman Alkitab sehingga Anda tidak membiarkan makanan mengganggu hal itu? Di dalam Kisah Para Rasul 10, Petrus sedang berdoa dan berpuasa ketika ia mendapat visi untuk pergi menginjili Kornelius yang bukan Yahudi. Di dalam Keluaran 24, Musa telah berpuasa selama 40 hari dan 40 malam sebelum Allah memberikannya hukum Taurat-Nya. Banyak sekali kejadian di dalam Alkitab dimana ada hati yang mencari Allah, tanpa memikirkan makanan, dimana firman Allah dinyatakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan orang-orang tidak mengerti Alkitab adalah karena seringkali, mereka tidak mempelajari Alkitab itu dengan intensitas yang dibutuhkan untuk benar-benar memahaminya. Namun segalanya ada jika Anda benar mau menggalinya. Dan kadang Anda perlu melewatkan makanan itu dan hati Anda ingin Anda melakukan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja ada puasa berhubungan dengan wahyu yang diterima, tetapi juga dengan wahyu yang diberikan. Kelihatannya ada puasa berhubungan dengan berkhotbah dan mengajar firman Allah. Paulus mengatakan bahwa dia sering berpuasa dan mungkin puasa itu sebelumnya dia berkhotbah. Kita melihat Tuhan kita berpuasa selama 40 hari dan 40 malam sebelumnya Dia mulai pelayanan penginjilan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, hukuman mendorong orang untuk berpuasa. Rasa takut penghakiman ilahi, bukan saja bagi diri sendiri, namun untuk orang lain, menyebabkan seseorang untuk berpuasa. Seharusnya ada orang Kristen di dunia ini yang mau puasa dan berdoa bagi semua pendosa di dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yunus kita melihat ilustrasi dari hal ini. Di Yunus 3, berita dikabarkan kepada orang-orang Niniwe bahwa Allah akan menghukum mereka. Dan apakah respon mereka? Orang-orang Niniwe percaya kepada Allah dan mereka semua ikut puasa. Mereka takut akan hukuman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita kekurangan berita seperti itu sekarang. Jika kita berkhotbah tentang penghakiman Allah, orang-orang malah marah. Dan orang-orang yang menjadi marah itu bukan orang yang belum diselamatkan, mereka orang-orang yang sudah diselamatkan. Mereka mengatakan kita kurang mengasihi. Jika seseorang akan mati dan binasa dan masuk ke neraka, hal yang paling memperlihatkan kasih adalah untuk memperingati mereka, bagaimana pendapat Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebenarnya kita tidak peduli mereka binasa seperti seharusnya. Kapan terakhir kali Anda tidak makan karena Anda peduli dalam batin Anda akan negara kita yang dihakimi untuk masuk neraka tanpa Kristus? Atau tetangga kita atau seseorang yang Anda kenal dan mengasihi? Niniwe setidaknya memiliki akal sehat untuk berpuasa dan berdoa karena mereka takut akan firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keenam, ditambah ratapan, perlindungan, kerendahan hati, wahyu dan hukuman adalah pemilihan pemimpin. Pada waktunya di gereja mula-mula untuk memanggil orang khusus untuk tugas khusus dalam pimpinan rohani, berpuasa menjadi bagian dari panggilan itu. Tidak ada yang lebih penting daripada kepemimpinan gereja. Jika pemimpin gereja itu benar, gerejanya benar, jika kepemimpinannya buruk, gerejanya juga buruk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika gereja mula-mula mulai memilih pemimpinnya dan mentabiskan orang dan memisahkan mereka untuk pelayanan injil dan memakai mereka untuk tujuan Allah, itu semua tidak dilakukan sembarangan saja. Tidak dilakukan secara politik. Mereka tidak memilih orang karena mereka disukai atau karena memiliki kuasa di jemaat. Mereka memilih orang berdasarkan doa dan puasa!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah 13:1-3, “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. 2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." 3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah lebih penting dulu daripada sekarang untuk memiliki pemimpin yang benar atau mengirim misionaris yang benar? Jika tugas itu begitu penting sehingga mereka berdoa dan berpuasa, apakah pentingnya berkurang sekarang dimana Allah mentabiskan orang-orang yang benar dan mengutus mereka dari kita? Itu bukan mereka yang ingin pergi, namun mereka yang patut diutus oleh karena karunia Allah dan panggilan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah 14:23, caranya sama terus. Dikatakan, “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.” Ketika kita memilih orang diaken, itu sama pentingnya sepertinya mereka dipilih Paulus dan Barnabas sendiri. Hal-hal seperti itu memerlukan doa dan puasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan ketujuh untuk berpuasa adalah pengarahan. Ada waktu di dalam Friman Allah ketika orang-orang cari arah, dan mereka memohonnya dengan kekuatiran yang mendalam sehingga mereka berpuasa. Di Kejadian 24, pada saat hamba Abraham disuruh cari pengantin bagi Ishak, dia begitu kuatir supaya Allah menunjukkan wanita yang benar sehingga dia berdoa dan berpuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di 2 Korintus 11:27 bahwa “kerap kali aku berpuasa.” Dia berpuasa sementara menunggukan terungkapnya kehendak Allah. Beberapa dari Anda menghadapi keputusan-keputusan penting, menikah siapa, bekerja dimana, bagaimana menangani keluarga, tinggal disini atau pindah ke tempat lain, dan dimanakah karunia rohani harus dipakai. Bagaimana Anda menangani hal–hal itu? Apakah ada kerinduan dalam hati Anda untuk mengetahui kehendak Allah sehingga Anda mau berpuasa sama seperti yang dilakukan orang lain sebelum Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk waktu perjuangan berat itu dimana tarikan kepada hati yang benar-benar saleh begitu kuat seolah Anda ditarik kedalam hadirat Allah, disitulah semua pikiran dunia menghilang. Anda harus berpuasa sekuat itu bukan saja untuk hal-hal diri sendiri, namun juga berhubungan dengan orang lain dan bahkan berhubungan dengan musuh-musuh Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir, berpuasa selalu dikaitkan dengan doa. Berdoa tidak selalu berkaitan dengan puasa. Kita dapat berdoa tanpa berpuasa namun Anda tidak dapat berpuasa tanpa berdoa. Tidak pernah di Alkitab ada puasa tanpa berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka puasa tidak berdiri sendiri, namun ini perjuangan rohani yang menarik kita kepada hadirat Allah. Karena seseorang yang berdoa dan berpuasa memberitahukan surga bahwa dia benar sungguh-sungguh. Bahwa dia tidak akan menyerah. Bahwa dia tidak akan berhenti sampai Allah memberkatinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan puasa sejati selalu datang dari hati yang murni. Ini penting sekali. Mungkin Anda berkata, apa maksud Anda? Maksud saya adalah jika hati Anda tidak benar, puasa Anda pasti juga tidak benar. Itu suatu penipuan. Semuanya mulai dari hati Anda. Jika hati Anda seluruhnya berkomitmen kepada Allah, maka Anda dapat berdoa sungguh-sungguh dan Anda dapat berpuasa sungguh-sungguh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa Tuhan selalu memandang apa yang ada di dalam, di Matius 6:18 dikatakan, “Yang melihat yang tersembunyi,” karena Dia berada di dunia tersembunyi yang tidak diketahui manusia, Dia akan melihat realitas puasa itu. Dan Dia satu-satunya yang perlu tahu itu karena Dialah satu-satunya yang sanggup memberikan upah nyata, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita menutup dengan bagian Alkitab yang paling khusus tentang puasa, Yesaya 58. Mereka telah berpuasa dan mereka menganggap diri mereka baik karena mereka telah melakukan itu dan berkata di Yesaya 58:3, “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kami tidak di jawab? Allah mengatakan, “Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? Karena kamu ada debu dan kain karung dan menundukkan kepala seperti gelagah namun hati kamu tetap jahat, maka ini tidak berkenan kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 58:6-7, “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji puasa di Yesaya 58:8-11, “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 11TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan apakah Anda ingin benar-benar diberkati? Berpuasalah, namun hendaklah puasa itu datang dari hati yang murni, benar dan taat. Jika karakter Anda benar dan kehidupan Anda benar, ada kalanya di dalam doa-doa Anda akan ada intensitas besar untuk hal ini atau hal itu sehingga berpuasa itu merupakan tambahan yang wajar kepada doa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam waktu itu, Allah akan memuliakan dan memberkati Anda bukan karena puasa Anda namun karena hati Anda begitu murni sehingga puasa Anda adalah puasa yang dikehendaki Allah. Dan Allah akan memberkati hati seperti itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111023</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000130</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berpuasa tanpa Kemunafikan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000131"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:16-18" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:16-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini saya ingin membicarakan suatu topik yang jarang dibicarakan yaitu berpuasa. Berpuasa itu menyangkal kita makanan dan makanan telah menjadi cobaan sejak semula, Iblis mencobai Hawa sampai seluruh umat manusia jatuh karena makanan. Nuh menjadi mabuk karena dia mabuk karena minum terlalu banyak anggur dari kebon anggurnya, jadi terlalu banyak makan dan minum telah menyebabkan banyak kerugian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang menyerah kepada niat mereka untuk makan dan minum, ada pengaruhnya terhadap bagian-bagian lain dalam kehidupan rohani mereka juga. Di Yeremia 5:7 dikatakan, “Setelah Aku mengenyangkan mereka, mereka berzinah dan bertemu ke rumah persundalan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, ketika mereka menerima keinginan mereka dan mulai hidup untuk memenuhi gairah mereka untuk makan sepenuhnya, mereka tidak dapat mengendalikan nafsu mereka yang lain yang mengambil alih. Disatu sisi Anda menemukan dosa keserakahan, dan disisi lain Anda menemukan konsep puasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita harus menyadari bahwa Allah telah memberikan kita hadiah makanan yang sangat luar biasa, tetapi kami telah mendorongnya terlalu jauh kearah yang salah. Daripada melakukannya berlebihan, kita seharusnya melakukan itu berkurang dan menarik diri kepada perspektif Alkitabiah tentang puasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Khotbah di Bukit Yesus mengajarkan kita bahwa standar Allah jauh lebih tinggi daripada standar orang Farisi. Kita telah membicarakan supaya jagan kita munafik dalam pemberian, dan dalam berdoa dan sekarang kita mulai membicarakan berpuasa. Seringkali caranya kita mengerti lebih jelas maksud Yesus adalah dengan mengetahui apa khususnya yang dilarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 6: 2 Dia mengatakan, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik.” Di ayat 5, “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.” Dan di ayat 16, “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik.” Ini tiga ilustrasi agama munafik yang diberikan Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang berfokus kepada Matius 6:16-18, “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan kita untuk berpuasa berdasarkan alasan yang datng dari hati, dan tidak berpuasa untuk mengesankan orang betapa salehnya Anda. Allah dapat melihat langsung kedalam hati Anda dan Dia tahu semua pikiran Anda dan motivasi Anda bahkan Dia tahu apa yang Anda akan melakukan berikutnya. Jadi Anda tidak bisa menipu Dia dan janganlah mencoba.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi dan ahli Taurat sering berpuasa, itu sudah menjadi kebiasaan didalam sistim mereka. Namun itu perlu di perbaiki, namun sebelumnya kita dapat mengerti caranya, kita perlu mengerti dulu mengenai puasa dulu. Berpuasa di gereja Yesus Kristus adalah sebagian dari pengalaman rohani yang tidak begitu dimengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah berpuasa sekarang ini sangat populer, tetapi janganlah ini disamakan dengan apa yang diajarkan di Alkitab mengenai berpuasa. Jadi marilah kita mulai mempelajarkan teks ini malam ini dengan melihat dulu latar belakangnya supaya Anda memiliki kerangka acuan tentang hal berpuasa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Puasa duniawi mementingkan manfaat fisik. Yang paling dicari adalah berpuasa supaya berat badan itu menurun. Dan juga ada yang mementingkan rasa nyaman fisik dan mental, supaya kelihatannya awet muda, dan untuk simpan uang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Manfaat yang disebut adalah: istirahat sistim Anda, membersihkan tubuh, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol Anda, meredakan ketegangan, tidur lebih nyenyak, mempertajam indera Anda, mengontrol diri, berbagi dengan mereka yang lapar bahkan untuk menerima wahyu rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun mungkin ada manfaat seperti itu namum manfaat jasmani bukan manfaat rohani dan tidak pernah di seluruh Alkitab disebut berpuasa itu berguna untuk alasan fisik. Semua manfaat dalam Firman Allah adalah tidak langsung dan bukan langsung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu puasa yang diperintahkan di dalam Alkitab. Dan itu adalah suatu puasa umum yang nasional. Di dalam Imamat 16, Allah memerintah di Hari Pendamaian, Yom Kippur, ketika persembahan negara dipersembahkan untuk dosa-dosa umat manusia tahun yang lalu. Pada hari itu sejak matahari terbit sampai matahari terbenam Anda diharuskan untuk berpuasa. Ini satu-satunya puasa yang diharuskan Allah di dalam firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun perhatikanlah bahwa puasa ini disertai dengan perasaan sedih dalam pengakuan dosa. Nah inilah haruslah memberi Anda petunjuk apakah artinya puasa itu sebenarnya. Ini berhubungan dengan perasaan kecemasan rohani yang besar. Dalam hal ini, ini adalah waktu pengakuan dosa dan permohonan pengampunan dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah pada Hari Pendamaian, Talmud mengatakan dilarang untuk makan, minum, mandi, dan berdandan, untuk memakai sandal atau untuk berhubungan suami isteri. Dan bahkan anak-anak kecil juga dilarang makan pada Hari Pendamaian itu. Mereka diajarkan hal itu puasa yang diharuskan dan mereka perlu belajar hal itu sejak kecil sypaya mereka dapat mempertahankan hal itu pada waktu menjadi dewasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Definisi puasa adalah pantang total dari makanan, itulah idenya. Bahkan kata Yunani adalah perkataan sederhana, nestea, dari nea yang merarti “tidak” dan estea, yang berarti makan. Ini berarti ‘tidak makan’.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kemungkinan untuk berpuasa yang diubah atau puasa sebagian saja dimana Anda tidak berpuasa total dan sama sekali tidak makan, namun Anda tidak berpesta dengan makanan. Anda tidak makan makanan orang kaya, Anda makan makanan yang sederhana dan umum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Daniel makan seperti itu dan dia tidak mau makan makanan Raya yang lezat, namun dia hanya ingin makan yang dinamakan pulse dan air. Jadi ini bukan puasa total namun ini puasa tertentu saja untuk alasan rohani. Namun pada dasarnya, itu jarang terjadi, biasanya itu puasa dari makanan untuk waktu yang tertentu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam firman Allah puasa itu berhubungan dengan hati yang dalam kesusahan dan ketakutan. Puasa hampir sama dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Sperti dikatakan di Imamat 16, berpuasa itu sama dengan menyakiti jiwa orang itu. Jadi berpuasa pada pertamamnya berdasarkan prinsip kecemasan murung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang seluruh negara berpuasa, kadang hanya sekelompok kecil orang-orang dan kadang hanya satu orang, ini sebagian dari kehidupan mereka. Namun di zaman Yesus, hal itu telah keluar batasannya. Yang mulai sebagai puasa yang benar dan sungguh-sungguh telah menjadi suatu tindakan di hadapan orang untuk membenarkan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Talmus itu mengatakan bahwa mereka berpuasa pada hari kedua dan kelima setiap minggu. Dan mereka mengatakan karena Musa naik gunung Sinai untuk mendapatakan hukum pada hari kelima minggu itu. Dan dia turun pada hari kedua. Namun walaupun itu kedengerannya sangat berrohani, jika Anda melihat sejarah Yahudi, ternyata hari pasar adalah hari kedua dan kelima. Dan pada kedua hari itu semua orang datang kekota dan itulah waktu yang terbaik untuk memperlihatkan kepada semua orang betapa salehnya mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, ada juga lamanya berpuasa. Orang-orang telah mendiskusikan dan berdebat puasa itu harusnya berapa lama? Ada yang mengatakan jika Anda benar saleh Nada harus berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam. Dan jika Anda tidak berrohani Anda berpuasa hanya untuk satu hari saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, Alkitab tidak memerintah betapa lamanya seseorang harus berpuasa, tidak pernah. Lamanya itu bergantung kepada orangnya sendiri, tergantung keadaan, tergatung situasi dan keperluan. Misalnya di 2 Korintus 6:5 dan di 2 Korintus 11:27, Paulus menyebut hal ouasa itu 2 kali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda bahwa Paulus dalam semua ajarang yang dia beri dia tidak pernah memberikan kita petunjuk mengenai puasa. Itu merupakan hal pribadi dan tergantung orang itu sendiri. Satu-satunya puasa yang diharuskan adalah pada Hari Pendamaian, namun setelah Kristus mati di kayu salib, tidak perlu lagi ada hari pendamaian. Yesus sekali untuk selamanya telah menebus kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berpuasa itu tetap sesuatu tindakan yang pribadi, spontan dan sukarela dan itu terjadi pada saat Anda membutuhkannya. Dan perhatikanlah di teks kita di ayat 16, Yesus mengatakan, “apabila engkau berpuasa.” Dan sekali lagi di ayat 17, “Apabila engkau berpuasa…” Ini menunjukkan bahwa Yesus tahu itu akan terjadi lagi. Jesus mengatakan bahwa ini harus menjadi bagian kehidupan orang yang mewakili Kerajaan atau yang telah menjadi bagian dari padanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menerangkan prioritasnya hal itu di Matius 9:14 dan 15, Murid-murid Yohanes Pembaptis datang kepada Yesus dan mereka mengatakan, “Mengapa kami,” murid-murid Yohanes Pembaptis, “yang adalah orang-orang benar, dan orang Farisi yang tidak benar, seringkali berpuasa? Mengapa murid-murid Anda tidak berpuasa?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan Yesus mengatakan kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Apakah Anda mengerti? Dengarkanlah, puasa itu selaly berhubungan dengan duka cita, suatu kecemasan rohani yang dalam sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang kekasih, kita sekarang hidup di dalam periode dimana mempelai telah diambil dari kita. Perjamuan pernikahan Anak Domba akan terjadi ketika kita bergabung dengan Kristus, namun sampai saat itu Tuhan kita mengatakan akan ada puasa. Mengapa? Dia mengatakan akan ada perjuangan rohani dan akan ada kecemasan dan keadaannya tidak akan sama dengan sewaktu Dia hadir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat alasan-alasan kita berpuasa. Nomor satu, berpuasa adalah akibat ratapan dan duka cita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika wabah menimpa mereka, umat Tuhan di Yoel 1:14 dikatakan mengadakan puasa kudus. Di Nehemia 1:4, ketika Nehemia mendengar kabar bahwa tembok Yerusalem telah terbongkar dia menangis dan berkabung. “Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika anak Daud dari isteri Uria, Batsyeba, tertimpa penyakit yang mengerikan dan fatal, Firman Allah mengatakan di 2 Samuel 12:16, “Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecemasan dalam pikiran seringkali mempengaruhi perut, bukan? Dan ketika Anda pergi ke orang tua yang menangis dan sedang berdoa untuk anak yang dalam keadaan parah, mereka sama sekali tidak mengingat soal makanan. Hati mereka dicurahkan kepada Allah di dalam doa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Umat Allah berpuasa pada kematian Yonathan. Jadi kadang ratapan itu sangat pribadi. Kadang-kadang mereka meratapi orang lain, teman baik. Kadang-kadang ada ratapan untuk sekelompok orang yang tewas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berpuasa adalah respon yang alami dari hati dan jiwa yang cemas yang datang ditengah waktu berkabung atau waktu berduka cita. Kami mengerti sekali hal itu ketika dalam keluarga sendiri ada kematian atau kita sendiri mengalami hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus yang tahu segalanya yang perlu diketahui, yang mengerti segala penderitaan yang dapat diderita, Yesus yang sama dapat duduk melihat Yerusalem dan dapat mencucurkan air mata. Dia juga berdiri disamping kuburan Lazarus dan menangis untuk satu orang yang meninggal. Kita juga akan berpuasa lebih lagi jika kita lebih sensitif terhadap hal-hal yang harus menjadi keprihatinan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kebutuhan untuk perlindungan adalah alasan lain untuk berpuasa di dalam Alkitab. Ada saat dimana orang-orang berada dalam bahaya yang begitu besar sehingga ketakutan mereka memaksakan mereka untuk berpuasa. Mereka benar-benar berseru kepada Allah dalam bahaya dan cobaan yang parah karena mereka sadar bahwa pembebasan hanya dapat datang dari Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Ester, wanita Yahudi yang cantik yang telah mencapai kedudukan kesayangan dari raja Ahasyweros. Dan kemudian menemukan bahwa Haman telah mengembangkan rencana untuk membunuh semua orang Yahudi. Jadi dia mengatakan seperti ini, “Aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Namun aku akan pergi demi orang-orangku dan mereka sangat ketakutan dan Firman mengatakan mereka berpuasa selama tiga hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ezra sedang memimpin orang Yahudi keluar dari tahanan Babel. Dan waktu dia memulai perjalanannya , di Ezra 8:21, dia mengatakan, “Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa,” Mengapa? “supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami.” Itulah tujuan puasa itu. “Untuk merendahkan diri di hadapan Allah kami” supaya apa, “memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena ada banyak orang jahat dan perampok dan pencuri dan pengembara liar dan musuh yang membenci orang Israel. Dan Ezra mengatakan di ayat 22, “Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya akan bersandar kepada Allah dalam ketakutan dan dikatakan di ayat 8:23, “Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.” Lihatlah. Perlindungan, sekali lagi dalam waktu ketakutan dan kecemasan berpuasa adalah respon yang dapat dimengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketiga, kerendahan hati. Bahkan, pada Hari Pendamaian, menurut Imamat 23, alasannya mereka harus berpuasa adalah supaya mereka mengaku dosa-dosa mereka. Pengakuan dosa dan kerendahan hati itu berjalan bersama. Pernahkah Anda mengalami suatu waktu dimana Anda berdosa kepada Allah dan Anda begitu menyesal dalam hati Anda sehingga Anda tidak dapat makan? Kita hanaya dapat mencurahkan isi hati kita kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali waktunya dimana umat Allah mengaku dosa mereka dan berpuasa menjadi bagian hal itu, karena mereka ingin persekutuan mereka disatukan kembali dengan Allah. Daud mengatakan saya merendahkan jiwa saya dengan berpuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang di Nineve bertobat dari dosa-dosa mereka setelah dikotbahkan Junus dan mereka berpuasa waktu mereka mengaku dosa mereka. Daniel berdoa kepada Allah dan dia mengaku dosa-dosa umatnya dan dia berpuasa. Dengarkanlah Daniel begitu terpengaruh dosa-dosa orang lain sehingga dia sendiri berpuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin Anda memohon kepada Allah untuk memberikan Anda hati yang begitu penuh kasih sehingga Anda peduli akan hal-hal yang menyedihkan di dalam kehidupan Anda dan kehidupan orang lain, tentang dosa dalam hidup Anda dan dosa orang lain dan supaya ratapan dan keperluan perlindungan dan kerendahan hati akan mendorong Anda sampai Anda mencapai titik penuh kasih yang menyebabkan Anda berpuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda di dalam pergumulan rohani dan Anda dipenuhi hal-hal Allah, maka jalan benar adalah untuk tidak memikirkan makanan dan meneruskan fokus Anda kepada hal-hal rohani dan ilahi. Marilah kita meneruskan pelajaran kami untuk menyelidiki alasan-alasan lain mengapa Allah ingin kita berpuasa Minggu berikut. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20111016</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000131</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mengampuni Orang Lain]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000132"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:14-15" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:14-15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini saya ingin membicarakan kita mengampuni orang lain. Karena pada akhir ayat 12 dikatakan, “seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” dan ayat-ayat 14 dan 15 mengatakan, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Kita baru membicarakan pengampunan hukum dan pengampunan orangtua yang adalah diantara kita dan Allah. Tetapi sekarang saya ingin melihat konsep kita mengampuni satu sama lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada banyak sekali alasan mengapa kita harus mengampuni orang lain. Dan inilah suatu daftar: Nomor satu: kita harus mengampuni orang lain karena itulah sifat orang kudus. Sifat orang Kristen adalah mengampuni. Orang Yahudi tradisional mengajar: “Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Tuhan mengatakan di Matius 5:44, 45, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Berdoalah bagi mereka yang dengan dendam mempergunakan kamu dan yang menganiaya kamu. 45Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga.” Dengan kata lain, mengampuni orang lain, memberkati mereka yang mengutuk kamu, yang sama artinya dengan mengampuni, adalah sifat anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah diampuni, benar? Apakah kita lupa bahwa Allah telah mengampuni kita sehingga kita tidak mau mengampuni orang lain? Tahukah Anda bahwa jika Anda tidak mau mengampuni orang lain Anda menempatkan diri Anda di pengadilan yang lebih tinggi dari pada Allah? Karena Allah mengampuni selalu. Anda telah mengambil tempat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kita harus mengampuni satu sama lain karena itu mengikuti teladan Kristus. 1 Yohanes 2:6 mengatakan, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus hidup.” Benar? Dan bagaimana caranya Dia hidup? Dia hidup penuh pengampunan. Karena itu di Efesus 4:32 dikatakan, “Tetapi hendaklah kamu saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus telah menetapkan sebuah model, sebuah pola bahwa kematian Kristus dan pengampunan Allah melalui Kristus diberikan kepada kita bukan hanya untuk kepentingan diri saja, tetapi lebih dari itu untuk memberikan kita sebuah pola pengampunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kayu salib mereka yang telah memaku tangan-Nya, kepada mereka yang meludahi-Nya dan mengolok-olok-Nya dan yang menekan sebuah mahkota duri keatas kepala-Nya Dia mengatakan, “Bapa, ampunilah mereka.” Inilah modelnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, kita harus mengampuni satu sama lain karena itu mengungkapkan kebajikan manusia tertinggi. Manusia mewujudkan keagungan ciptaan Allah dalam gambar Allah yang terbaik ketika dia mengungkapkan pengampunan. Itu diperlihatkan di Amsal 19:11, “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dimuliakan karena memaafkan pelanggaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, kita harus mengampuni satu sama lain karena itu membebaskan hati nurani kita dari perasaan bersalah. Ketika ada yang harus diampuni dan yang perlu pengampunan pasti ada perasaan bersalah. Saya teringat Daud yang ditengah keadaan yang belum diampuni mengalami banyak masalah. Kekuatan hidupnya hlang, dia menjadi sakit, tulang-tulangnya merasa tua dan itu berlanjut selama belum ada pengampunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa orang yang tetap ada rasa dendam dan kepahitan dan sikap marah terhadap seseorang yang terus menerus tanpa berhenti malah secara harfiah menyakiti diri. Dr. McMillan telah menuliskan buku dimana ada bab yang berjudul, Bukan apa yang Anda makan penting, tetapi apa yang makan Anda yang penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, kita harus mengampuni satu sama lain karena itu membebaskan kita dari hajaran. Dimana ada semangat tak kenal ampun ada dosa. Dan dimana ada dosa ada hajaran. Dan setiap anak yang dikasihi Allah akan dicambuk dan dihajar kata Ibrani 12:6.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada satu hal lain yang lebih penting dari yang lima ini: kita harus mengampuni satu sama lain karena jika tidak kita sendiri tidak akan diampuni (ayat 14, 15). Dan banyak orang tidak mengerti ayat-ayat ini. Masih ingat diskusi kami tentang dua macam pengampunan? Yang pertama adalah pengampunan secara hukum dan yang kedua adalah pengampunan orangtua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 12 dan marilah kita mulai disini. Kita bisa mentermahkannya, “Ampunilah pelanggaran-pelanggaran kami seperti kami telah mengampuninya.” Sebelumnya kita memohon pengampunan dari dosa kita sendiri dari Allah kita sudah mengampuni mereka yang telah berdosa terhadap kami. Pertama kita mengampuni dan setlah itu baru kita diampuni. Itulah urutannya disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak membicarakan orang yang tidak percaya disini karena orang seperti itu tidak memiliki kemampuan atau kebajikan rohani untuk melakukan tindakan pengampunan itu yang menyebabkan dia layak untuk diampuni. Kita membicarakan seseorang yang percaya. Sebelumnya kita datang untuk membasuh kaki kita, sebelumnya kita membawa dosa-dosa kita kepada Tuhan dan mengatakan. Tuhan, bersihkanlah aku dan pakailah aku, kita harus memastikan bahwa kita telah mengampuni orang lain. Itulah persyaratannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya mengaku dosa-dosa Anda tidak cukup karena Tuhan tidak akan melepaskan Anda dari dosa-dosa itu karena Anda masih ada orang lain yang belun diampuni Anda. Dan Anda telah merusak kesejahteraan rohani Anda sendiri. Ini bukan perkataan saya, ini adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri dan kita yakin Dia tahu benar segalanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba mulailah menguji kehidupan Anda, orang-orang yang Anda kenal termasuk anggota keluargamu sendiri dan cobalah ingat hubungan Anda dengan mereka. Oswald Saunders mengatakan, “Yesus disini menyatakan suatu prinsip dan Allah berurusan dengan anak- anak-Nya.” Dia memperlakukan kita sama dengan caranya kita memperlakukan orang lain. Dia mengukur kita dengan kayu pengukur yang kita gunakan pada orang lain. Doa ini bukanlah ampunilah kita karena kita mengampuni orang lain, tidak, namun ampunilah kita sama seperti kita telah mengampuni orang lain. Inilah prinsipnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya memberikan Anda satu ilustrasi yang sangat jelas. Yesus mengatakan ini di Lukas 6:38, “Berilah dan kamu akan diberi: Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." Bagaimana dengan ayat ini di 2 Korintus 9:6, “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Allah memperlakukan kita dengan cara yang sama kita memperlakukan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apapun yang menjadi investasi kita di dalam Kerajaan-Nya kita akan dapat pengembalian atau bunga. Jika kita terus mengingat dosa-dosa dan dendam terhadap orang lain dan sebagainya kita menutupi diri dari dari pemberkatan yang kita akan dapatkan. Kita seringkali telah mengajarkan Anda bahwa investasi dengan Allah pasti akan berhasil banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal yang sama benar dengan pengakuan dosamu dan memohon pengampunan. Allah berurusan dengan Anda dengan cara yang sana Anda berurusan dengan orang lain. Dan mungkin Anda mengurangi kehidupan rohani Anda karena ada beberapa orang yang Anda masih ada dendamnya dan Anda masih belum sanggup mengampuni mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan orang Yahudi juga tahu hal ini. Talmud, kommentar Perjanjian Lama orang rabbi mengatakan, siapa yang bermurah hati terhadap kesalahan-kesalahan orang lain akan diperlakukan Hakim Agung sendiri dengan murah hati. Bagaimana dengan kehidupan Anda? Apakah Anda gampang memaafkan orang? Karena jika Anda tidak Allah juga tidak akan mengampuni Anda dan Anda akan berjalan di dalam dunia ini dengan kaki yang berlumpur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang secara hukum Anda telah dibenarkan dan kebenaran Kristus telah diperhitungkan kepada Anda namun suka cita itu hilang dan keintiman tidak ada lagi dan Anda tidak dipakai Allah. Mungkin Anda berkata, Wah, jika ada dendam seperti ini dengan seseorang, bagaimana caranya saya menyelesaikan hal itu? Ada tiga langkah praktis:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, bawalah hal ini kepada Allah sebagai dosa. Disitulah harus kita mulai. Tuhan, ada orang ini dan beginilah perasaan saya terhadap dia dan itu dosa dan saya mengaku hal itu dan saya minta maaf dan saya mengaku dosa itu dan saya bertobat dan saya akan menghilangkan perasaan itu. Disinilah kita harus mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Langkah kedua, pergilah kepada orang itu. Ini memang sukar sekali. Saya hanya memberitahu ini kepada Anda supaya Anda dapat mengalami suka cita rohani. Andalah yang harus menentukan ini. Anda yang mengatakan – Saya ingin minta ampun. Dan lihatlah kebebasan yang akan datang. Saya mungkin telah memaafkan mereka. Mungkin saya malah tidak tahu ada yang merasa tersinggung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga, berilah kepada orang itu sesuatu yang Anda menghargai sekali. Ini merupakan cara penyelesaian yang praktis. Coba saya akan menjelaskannya. Yesus berkata di Matius 6:21, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Dan saya mengatakan begini, jika Anda menempatkan sesuatu yang berharga kedalam tangan mereka dan hatimu juga akan ikut kesana dan itu akan merubahkan sikap hati Anda terhadap orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang marilah kita melihat prinsip ini di ayat-ayat lain. Matius 5:7, “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Dengan kata lain, jiak akan ingin menerima kemurahan dari Allah maka Anda harus menjadi murah hati sendiri. Inilah prinsip kehidupan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang di dalam kerajaan Kristus akan bermurah hati. Mereka akan membiarkan diri dihina orang jahat dan hati mereka akan menjangkau dengan kasih sayang. Nah dalam konteks itu ada pengertian yang jauh lebih luas dan saya tidak mau membicarakan hal itu sekarang namun prinsipnya sama, dan itu bisa dibandingkan. Jika Anda ingin diperlakukan dengan murah hati, Anda juga harus bermurah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya menunjukkan ayat yang lain, Matius 5:21, “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita:” ini pernyataan yang mengacu kepada tradisi rabbi yang mengatakan, “Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.” Dengan kata lain, ini ajaran Anda, dan memang ada kebenarannya namun itu bukan kebenaran semua karena masih ada yang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:22 mengatakan, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya ‘Raca’ harus dihadapkan ke Mahkamah Agama,” dan ngomong-ngomong Raca adalah julukan yang tidak dapat diterjemahkan. Itu bukan tentang apa yang dikatakan, itu lebih tentang nada yang dipakai daripada kata tersebut. Mungkin bagi mereka artinya, “Kamu tidak ada otaknya, orang sinting yang bodoh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 22 melanjutkan, “dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” Mengapa? Ayat 23-24, “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembah-kan persembahanmu itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya sama. Sekali lagi konteksnya berbeda sedikit dibanding apa yang baru kita pelajari namun intinya sama. Anda tidak bisa menyembah kepada Tuhan dengan suatu pengorbanan untuk berurusan dengan kehidupan rohani Anda sendiri sampai Anda berhubungan baik dengan orang lain. Pergilah dulu dan damaikanlah hubungan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, ada beberapa diantara kalian yang datang untuk menyembah Tuhan malam ini namun Anda tidak dapat menyembah Allah karena Dia tidak akan menerimanya. Anda akan pulang sama seperti pada waktu Anda datang karena masih ada hubungan yang belum di damaikan dan Anda masih belum siap untuk mengampuni dalam beberapa hal, dan karena itu, Anda kehilangan penyembahan sejati, pulanglah dulu dan selesaikan hal itu dula dan baru setelah itu kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 23:6 mengatakan, “kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku.” Mengapa? Karena saya perlu kemurahan sepanjang hidupku karena saya berdosa. Dan jika Allah penuh kemurahan tanpa kemurahan itu dikurangi sedikitpun, siapakah saya untuk tidak bermurah hati kepada siapapun. Tentu saja banyak Kekristenan tidak ada kuasanya karena masih begitu banyak konflik yang belum didamaikan dengan orang-orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pergilah dari mezbah Allah sampai saatnya kehidupan Anda dibenarkan. Mazmur 66:18 mengatakan, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” Yakobus mengatakan hal itu lagi di Yakobus 2:13, “Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan.” Tuhan akan menghajar Anda jika Anda tidak berbelas kasihan kepada orang lain. Setiap orang memperlihatkan kelemahannya dengan cara yang berbeda-beda, jadi marilah kita menjadi pemaaf.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang telah berdosa terhadap Anda dan Anda ingin memulihkannya dan Anda membawa seseorang sebagai saksi dan memberitahu jemaat tentang dosa ini, semua ini berurusan dengan pengampunan. Jadi Petrus menanyakan di Matius 18:21, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Ajaran rabbi mengatakan tiga kali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada dia di ayat 22, “Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Yesus mengatakan kita mengampuni orang lain tanpa ada batasnya. Mengapa? Karena kita harus mengampuni orang sama seperti Allah mengampuni kita. Apakah limitasi dalam pengampunan hanya empat ratus sembilan puluh kali saja? Janganlah kita harapkan itu. Dia mengampuni kita tanpa ada batasnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus memberikan mereka ilustrasi mulai dengan ayat 23-24, “Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba- hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang ini benar-benar sampah, yang terburuk. Uang sepuluh ribu talenta begitu banyak sehingga sulit untuk dipahami. Bagaimana mungkin seorang hamba bisa berhutang sebanyak itu? Mungkin dia mencuri dari perbendaharaan raja. Untuk berhutang begitu banyak pada waktu itu dalam sejarah dunia adalah luar biasa. Itu lebih dari sepuluh juta dollar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ayat 25 mengatakan dia tidak mampu melunaskan hutangnya. Jadi raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Lihatlah ayat 26, “Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.” Wah itu bodoh sekali. Apakah maksudnya? Bagaimana dia dapat melunaskan hutang dari penjara?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah di ayat 27, “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.” Wah ini luar biasa. Coba tebaklah siapakah raja ini? Allah. Tebaklah siapakah hamba itu? Kita semua! Apakah kami berhutang sampai kita mampu bayar? Bagaimana? Memang itu benar. Dan Dia mengampuni kita. Mengapa? Karena dia bermurah hati. Bagaimana mungkin orang dapat mengampuni hutang yang begitu besar? Saya ingin menunjukkan lebih banyak hal tentang orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi ketika hamba”, ayat 28, “itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya.” Tahukah Anda berapa banyaknya itu? Itu tiga bulan bekerja, tidak banyak. Jadi hamba yang telah diampuni untuk 10 juta dollar, keluar dan mencari orang yang hutangnya hanya tiga bulan bekerja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ia menangkap dan mencekik kawannya itu,” katanya: “Bayar hutangmu!” 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.” Dan itu bisa saja dia lakukan. “30Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dia tidak sanggup melunaskan hutangnya karena di dalam penjara dia tidak bisa bekerja. Itu menunjukkan betapa jahatnya hatinya orang itu. “31Melihat itu kawan- kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">33Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah gambaran, saudara-saudara, dari orang yang mau menerima semua pengampunan yang Allah memberikan namun tidak mau memberi pengampunan kepada orang lain. Apakah Anda melihat diri Anda? Apakah Anda menyimpan dendam? Apakah Anda begitu cepat lupa belas kasihan yang Anda telah menerima?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah saya, salah satu alasan Anda perlu mengakui dosa-dosa Anda dengan menamakannya selalu adalah supaya itu mengingatkan Anda bahwa Anda pendosa, dan bahwa Dia selalu mengampuni dan dengan cara itu mengingatkan Anda untuk mengamunpuni orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika Anda gagal mengakui dosa-dosa Anda sendiri dan menutupinya dan tidak berurusan dengan itu, bukan saja Anda kehilangan keintiman dan suka cita Anda dan kegunaan Anda, namun Anda sendiri semakin tidak mengampuni orang lain karena Anda tidak jujur tentang apa yang diampuni Allah di dalam hidup Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita ingat malam ini perbuatan Tuhan untuk kita dalam melunaskan hutang kami di kayu salib, dan dengan itu mengampuni segala dosa-dosa kita untuk selama-lamanya, Amin. Marilah kita ikut dalam Perjamuan Kudus.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110925</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000132</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimanakah kita harus berdoa?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000133"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:5-8" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:5-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini adalah hari dimana kita mengingat kejadian yang terjadi di New York pada September 11, 2001 sepuluh tahun yang lalu. Ribuan orang tewas ketika 2 pesawat terbang yang penuh orang menghancurkan Menara Kembar di New York dan mengubah sikap banyak orang terhadap keselamatan mereka dan terhadap agama lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian ini mementingkan fakta bahwa kita tidak dapat mengontrol banyak hal yang terjadi terhadap kita. Namun kita percaya Allah tetap mengontrol segala sesuatu dan Yesus mengajarkan kita untuk berkomunikasi dengan Dia. Dan mungkin Anda bertanya apakah doa itu memang menolong atau tidak. Jadi marilah kita mempelajari Khotbah di Bukit oleh Yesus sendiri dan melihat apa yang diajarkan Allah tentang berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bukalah Alkitab Anda ke Matius 6:5-8, “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 7Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang pada saat kita mulai belajar tentang berdoa saya tahu ada pendapat- pendapat yang berbeda diantara orang Kristen tentang bagaimana doa itu berfungsi karena Allah berdaulat. Marilah saya akan memberikan Anda dua pendapat yang berbeda dan setelah kita mendengar khotbah Yesus kita dapat menentukan pendapat kita benar atau tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kita harus menerima bahwa ada banyak perbuatan Allah yang kita sebagai manusia tidak akan mengerti sepenuhnya. Bahkan tentang hal keselamatan banyak orang Kristen masih tidak dapat mengerti fakta bahwa Allah menentukan hal itu sebelumnya (Rom 8:29) dan memilih orang sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4) dan Allah juga mengatakan bahwa manusia memilih karena barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan (Roma 10:13).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang berhubungan dengan doa ada satu pendapat yang mengatakan karena Allah berdaulat dan berkuasa dalam segala hal, Dia akan melakukan apapun kehendak-Nya walaupun kita berdoa atau tidak. Dalam pendapat ini doa-doa kita tidak ada hubungan dengan tindakan Allah namun itu perlu untuk menolong kita dalam menyesuaikan diri kita dengan tujuan-Nya. Secara umum ini pendapat Calvinistik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan Armenius adalah bahwa Allah hanya bergerak berdasarkan doa-doa orang. Jadi ada orang yang benar-benar berdoa kepada Allah supaya Dia melakukan hal-hal yang tidak akan dilakukkan-Nya kalau kita tidak berdoa. Dan memang sukar untuk menerapkan hal itu karena di Alkitab kita melihat contoh-contoh bagaimana Allah tampaknya berubah pikiran dan arah yang kelihatannya Dia tidak akan melakukan sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun juga ada saat lain dimana Allah mengatakan Aku akan melakukan apa yang Aku akan lakukan karena Anda tidak menghiraukan peringatan-peringatan- Ku yang sudah banyak. Namun pada saat yang sama kita juga tahu bahwa Allah akan merubah pikiran-Nya tentang penghakiman kita ketika kita bertobat benar-benar dan memohon pengampunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan orang Kristen terbesar yang digunakan Allah dimasa lalu tidak dapat memahami beberapa misteri yang hanya Allah tahu dan diantara misteri-misteri tersebut juga ada masalah bagaimana doa manusia dapat mempengaruhi Allah yang berdaulat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita diharuskan untuk berdoa seperti diajarkan Yesus dan kita harus berkomitmen kepada prinsip-prinsip doa seperti dikatakan Yesus. Allah mengajarkan kita untuk taat berdoa walaupun kita memahami bagaimana misteri ini bekerja atau tidak. Menjadi taat dalam kehidupan doa kita adalah suatu prinsip dasar yang semua orang Kristen perlu belajar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sekali lagi mengajarkan kita apa yang benar penting di dalam kehidupan rohani kita dan membandingkan hal itu dengan apa yang diajarkan orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat pada saat itu. Di Matius 5 Yesus telah mengatakan bahwa standar Allah jauh lebih tinggi dari pada standar orang Farisi dan sekarang Dia memberikan kita suatu contoh dengan memakai kehidupan berdoa kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoa itu sangat dipentingkan orang Yahudi, setiap orang ikut serta. Malah orang rabi mengajar orang Yahudi bahwa doa itu lebih penting dari pada perbuatan baik. Mereka menulis bahwa mereka menyesal bahwa mereka tidak dapat berdoa sepanjang hari. Jadi mereka benar mementingkan soal doa. Dan mereka diharuskan untuk berdoa waktu pagi, waktu siang dan waktu malam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka berdoa secara munafik. Mereka berdoa supaya di dengar orang daripada berdoa untuk berkomunikasi dengan Allah. Mereka berdoa supaya orang lain menganggap mereka saleh daripada mengeluarkan isi hati mereka kepada Allah. Mereka berdoa doa “Shimah” yaitu dasarnya Ulangan 6, “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa,”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka meneruskan dari Ulangan 6:4-9 ke Ulangan 11:13-21 dan ke Bilangan 15:37-41. Mereka menggabungkan semua ayat itu dan mereka demikian menyusun doa yang panjang dan orang Yahudi diharuskan untuk mengulangi doa itu berkali-kali. Dan jikalau doa itu terlalu panjang bagi Anda, mereka telah mengadaptasikan suatu ringkasan yang dapat dipakai jika Anda tergesa-gesa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, dimanapun mereka berada, mereka itu harus berdoa pada waktu yang tepat. Jika Anda sedang berjalan di perjalanan, jika Anda ada di ladang, jika Anda berada di rumah, atau jika Anda berada di tempat ibadah, jika waktunya datang Anda perlu berdoa jadi orang-orang berdoa di tempat-tempat yang berbeda-beda pada waktu itu sepanjang hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah doa itu bentuknya mungkin banyak. Itu bisa berbentuk suatu persekutuan yang benar-benar mengasihi Allah walaupun memakai doa yang sudah terbentuk sebelumnya selama hati kita benar dengan Allah. Anda bisa saja memikirkan mendalam apa yang Anda berdoa, namun kebanyakan orang Yahudi tidak dalam kategori tersebut. Orang Farisi hanya ingin memamerkan betapa salehnya mereka dan ada juga mereka yang hanya pura-pura berdoa saja supaya cepat-cepat selesai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi juga menciptakan doa-doa spesial untuk kesempatan yang berbeda-beda. Dan mereka memiliki doa-doa untuk setiap keadaan, doa untuk petir, doa untuk bulan baru, doa untuk hujan, doa untuk laut, doa untuk berita baik dan doa untuk berita buruk, doa untuk mebel baru dan doa untuk keluar kota. Dan yang dilakukan mereka adalah menghafal doa-doa khusus itu dan mengucapkannya pada kejadian manapun mereka terlibat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu mengingatkan saya bagaimana orang-orang dari agama lain berdoa ritual tanpa ada pengaruh kepada hati mereka, khususnya jika mereka harus berdoa dalam bahasa Arab tanpa memahami apa yang dikatakan atau ketika para biksu Buddha harus memutar manik-manik doa untuk mengingat barapa banyak mantra itu telah diucapkan waktu bermeditasi atau roda doa yang ada tulisan doanya yang hanya perlu diputar dari orang Buddha Tibet.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Yesus mengajarkan kita untuk berdoa berbeda di Matius 6:6, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Yesus mengajarkan kita 4 hal tentang berdoa, nomor satu supaya kita janganlah berdoa ritual namun berdoa secara pribadi kepada Bapakmu di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sekarang juga sering berdoa doa yang sama terus berulang kali tanpa memikir, sepertinya kita tidak bisa membicarakan sesuatu yang baru. Bahkan mengucapkan Doa Bapa Kami tanpa memikir atau tanpa perasaan tidak ada gunanya. Berdoa secara pribadi berarti mengakui kekurangan pribadi kita dan bersyukurlah atas segala berkat yang telah diberikan-Nya baru-baru ini dan mintalah untuk memberikan keinginan rohani Anda lebih lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokok doa bukanlah tempat dimana Anda berdoa akan tetapi sikap hati Anda pada waktu Anda berdoa. Bukannya kita harus berdoa hanya di tempat yang tersembunyi akan tetapi pada waktu kita berdoa kita harus tulus hati. Seorang penyembah yang benar tidak tertarik kepada penampilan umum namun suatu tempat terpencil yang baik untuk berdoa. Disitulah dia dapat berdoa sendirian dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jesus juga mengatakan sesuatu tentang panjangnya doa itu di Matius 6:7, “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata- kata doanya akan dikabulkan.” Yesus mengajarkan kita nomor dua untuk berdoa dengan tulus hati. Bukan panjangnya doa itu penting namun jujurnya dan tulusnya Anda dalam doa itu yang penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi itu senang sekali berdoa lama, semakin lama mereka berdoa semakin banyak orang dapat melihat mereka dan memuji mereka untuk kerohanian mereka. Tuhan mengatakan di Markus 12:40, “mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.” Tidak ada salahnya untuk berdoa lama jika itu doa yang sungguh-sungguh. Namun jika Anda ingin mengesankan semua orang dengan panjangnya kalimat dan pengetahuan teologia Anda maka itu bukan doa kepada Allah namun hanya sesuatu untuk mendapat pujian orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang rabi biasanya mengatakan jika doa itu panjang, doa itu pasti didengar. Dan yang mereka maksud adalah bahwa kita perlu pada permulaan menarik perhatian Allah dulu untuk beberapa menit. Yesus mengatakan bahwa “bertele-tele” atau mengulangi berkali-kali adalah suatu kebiasaan orang yang tidak percaya, “Yang tidak mengenal Allah”. Cara mereka berdoa adalah mengulangi permintaan itu berkali-kali sampai allah mereka itu capai mendengarnya dan rela mengabulkan permintaan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat pertemuan Eliah dan nabi-nabi Baal, dimana dia mengejek mereka? Masih ingat dia menertawakan mereka. Mungkin allahmu sedang berlibur. Mungkin dia tidak mendengar kalian, teriaklah lebih keras, mungkin dia sedang tidur. Tahukah Anda mereka itu berdoa sepanjang hari itu dan mereka terus mengatakan, dengarkanlah kami Baal, dengarkanlah kami Baal, dan mereka mengulangi kalimat yang sama itu terus menerus untuk membangunkan allah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus juga mengatakan di Matius 6:5 bahwa para rabi “suka mengucapkan doa” yang berarti mereka suka berdoa lama. Mengapa? Apakah itu karena mereka mengasihi Allah begitu banyak? Tidak, Yesus melihat hati mereka dan tahu tujuan mereka dan Dia mengatakan, “Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang Yahudi memang suka doa panjang dan ada yang telah menemukan beberapa doa-doa Yahudi kuno dimana mereka menambahkan 16 kata sifat, sebanyak mungkin yang dapat dipikir, sebelum nama Allah. Mereka lebih peduli apa yang mereka katakan dan bagaimana itu terdengar orang dari pada apa mereka pura-pura doakan kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi jaman sekarang berdiri di satu tempat dengan pakaian hitam dan topi hitam mereka dan berlutut berjam-jam mengulangi doa-doa yang sama berkali-kali. Mereka mengambil tulisan doa itu dan memasukkannya dalam celah-celah di tembok ratapan dan selama doa itu masih menetap di dalam celah itu, itu berarti doa itu dipersembahkan kepada Allah, seolah-olah Allah perlu informasi itu, sepertinya Allah perlu dorongan untuk menjawabnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak doa-doa yang ada di Firman Allah singkat dan sederhana, seperti yang dari Musa (Keluaran 32:31,32) atau dari Salomo (untuk hati yang mengerti, 1 Raja-raja 3:6-9), Elia (1 Raja-raja 18:36-37) dan Yabes (1 Tawarikh 4:10). Dan di Perjanjian Baru kita melihat pemungut cukai (Lukas 18:13), dan pencuri yang mau mati (Lukas 23:42), Stefanus (Kisah 7:60) dan Paulus (bagi orang Efesus, Efesus3:4-19).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Doa Kristus Imam Besar atau doa syafaat Dia sendiri juga tidak bisa dikatakan panjang (Yohanes 17), dan Doa Bapa Kami yang Dia ajarkan kepada murid-murid-Nya untuk berdoa, juga cukup singkat (Matius 6:9-13, Lukas 11:2-4).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ketiga mengajarkan kami untuk berdoa dengan penuh percaya diri. Di Matius 6:8 Dia mengatakan, “8Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada- Nya.” Berdoa bukan suatu alat untuk memperoleh dari Tuhan berkat-berkat yang Dia belum berikan kepada kami. Tidak, doa itu adalah suatu cara untuk menerima apa yang Allah memang ingin memberikan kepada kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak seperti bapa duniawi yang menebak keinginan anak-anaknya, Allah sebagai Bapa kita di surga tahu khususnya apa yang kita perlukan. Ada yang mengatakan, “Jadi untuk apa kita perlu berdoa?” Mereka itu salah mengerti. Yesus tidak menyalahkan pengeluaran isi hati kita kepada Allah, walaupun Tuhan sudah tahu segala fakta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah sama seperti orang tua duniawi mengerti anak mereka begitu mendalam dan lebih tahu kebutuhannya dari pada orang asing, anak itu akan pergi ke ibu/bapanya dengan kebutuhannya, dan memang itulah yang diinginkan orang tua yang mengasihi. Dan hal itu sama dengan Allah Bapa kita di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keinginan Yesus bukanlah supaya kita takut dan tidak percaya, seperti orang- orang yang tidak percaya yang mengulangi permintaan mereka berulang kali karena allah mereka perlu diberitahu kebutuhan mereka dan didamaikan dengan pemberian-pemberian dan pengorbanan supaya mereka bertindak baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan terakhir Yesus mengajarkan kita untuk berdoa dengan tujuan khusus. Matius 6:9-13 mengatakan, “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak- Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sungguh ironis bahwa doa ini sering dipakai banyak orang untuk diulangi tanpa memikir dan tanpa pemahaman. Ada orang Kristen yang malah percaya bahwa semakin banyak doa ini diulangi semakin saleh kita akan menjadi. Namun Yesus memberikan murid-murid-Nya suatu model bagaimana kita harus berdoa, dan bukan sebagai model apa yang harus dikatakan selalu dalam doa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sifat komprehensif dari doa ini terlihat dari fakta bahwa doa ini bukan saja ada referensi tentang kemuliaan Allah (tiga permintaan pertama), namun juga kepada kebutuhan kita (yang tiga terakhir); bukan saja tentang kebutuhan jasmani kita (permintaan keempat), namun juga kepada kebutuhan rohani kita (yang kelima dan keenam); bukan saja kebutuhan sekarang ini (permintaan keempat), akan tetapi juga kepada kebutuhan masa lalu kita (kelima), dan bahkan kepada kebutuhan masa depan kita (keenam).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, dalam Doa Bapa Kami sang penyembah membawa kepada takhta anugerah semua beban yang bukan hanya dari dirinya tetapi juga dari saudara- saudaranya (kita). Semua ini sudah termasuk kedalam permintaan singkat ini. Ini memang pola yang sempurnya untuk doa-doa kita. Doa itu datang kepada Allah dengan pengetahuan bahwa Dia adalah mahakuasa dan penuh kasih dan permohonan kami adalah untuk menunjukkan kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Panduan yang baik untuk berdoa adalah memakai kata-kata sendiri untuk mulai mengakui posisi Allah (ay.9) dan kemudian menyesuaikan diri dengan rencana Allah (ay.10), dan setelah itu minta berkat-berkat Allah (ay. 11-13), yang termasuk rezeki fisik, pengampunan dosa dan perlindungan dari Iblis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">John MacArthur percaya bahwa berdoa itu seperti bernafas, kita memerlukan ini untuk hidup, dan kita perlu melakukan itu selalu bukan hanya tiga kali sehari, karena jika tidak kita juga akan mati secara rohani. Harapan saya adalah bahwa kita semua akan bertumbuh dalam kehidupan doa kita supaya kita dapat memberkati Allah dan orang lain yang Anda akan menemukan juga, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110911</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000133</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kerendahan hati untuk Pelayanan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000134"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+9:46-56" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 9:46-56</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda melihat betapa mudahnya Anda sombong ketika Anda benar? Dan kadang karena kita benar dan karena kita tahu kebenaran dan karena kita mengaishi kebenaran dan mengerti kebenaran, kita bisa menjadi tidak toleran dan berat tangan. Dna kita semua perlu belajar kerendahan hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus membicarakan kebenaran dengan kasih. Kita perlu sabar dan lemah lembut dan rendah hati. Dan tahukah Anda bahwa kita hidup di dalam dunia yang mementingkan kasih-diri, kepuasan diri dan promosi diri. Jadi kita sekarang ini hidup sebagai orang Kristen dalam kultur yang bertentangan yang berlawanan dengan dunia. Penuh dengan kerendahan hati yang dianggap kelemahan dalam dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Firman Tuhan melihat kesombongan itu sebagai dosa yang buruk. Itu adalah dosa si Iblis. Itulah yang menyebabkan dia dan semua malaikat lain yang mengikuti pemberontakannya sampai dibuang dari surga. Dan pada dasarnya itu juga yang menyebabkan Adam dan Hawa dilempar keluar dari Taman. Keangkuhan itu yang berusaha untuk menjadi seperti Allah dan yang berusaha untuk menyerang keberdaulatan-Nya yang sempurna dan kemuliaan-Nya, dan berusaha untuk menggantikan-Nya dengan diri sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kebanggaan itu menguasai setiap hati manusia. Karena itu sangat sukar untuk datang kepada Kristus. Karena itu pintu gerbangnya sempit dan karena itu jalannya berat dan karena itu kita harus bertekun untuk masuk kedalam Kerajaan, karena memang sukar untuk menyangkal diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang yang dapat mengatasi kesombongannya kecuali kita sudah lepas dari tubuh ini. Kebanggaan akan menetap dalam kedagingan yang jatuh ini. Dan akan tinggal sampai kita dipermuliakan. Kesombongan harus dipatahkan bagi orang untuk diselamatkan, dan itu harus berulang kali di patahkan bagi orang untuk dibenarkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus memiliki hati yang patah dan menyesal. Namun kerendahan hati daatngnay sulit, khususnya pada saat Anda berpikir Anda benar. Dan semakin banyak Anda tahu, dan semakin Anda menjadi dewasa, dan semakin besar pengaruh Anda terhadap orang lain, dan semakin besar berkat-berkat Anda di dalam hidup ini, semakin itu semua malah memberi makan kepada kesombongan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat penting kita mengerti kepentingan kerendahan hati. Paulus mengatakan di 2 Korintus 12:7-9, “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan- penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Pada saat kita mengakhiri kepentingan diri kita baru menjadi kuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah masalahnya dengan murid-murid Jesus. Bukalah Alkitab Anda kepada Lukas 9. Hampir tiga tahun murid-murid itu sudah bersama dengan Yesus. Ini sesuatu yang berlangsung 24/7, mereka berada bersama Yesus dan dimanapun sepertinya ruangan kelas dan semuanya suatu pelajaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semuanya yang diajarkan Yesus itu semua benar. Segala sesuatu adalah penafsiran benar dari pikiran ilahi. Mereka diajarkan dengan sempurna. Selain menjadi benar tentang segalanya, mereka juga diberi otoritas untuk mewakili Yesus Kristus dan untuk memberitakan Injil Kerajaan dari kota ke kota dan desa ke desa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka diberi otoritas besar sehingga ketika mereka masuk ke suatu tempat dan pesan mereka tidak diterima, mereka diperbolehkan untuk menghakimi mereka dan kebaskan debu kaki mereka dan meneruskan perjalanan mereka</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka diberikan kuasa untuk mengusir setan. Mereka diberi kuasa untuk menyembuhkan penyakit. Mereka orang-orang biasa yang diberikan banyak sekali kebenaran, otoritas dan kuasa ilahi yang dipergunakan atas nama Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memangnya kedagingan itu sukar sekali tidak sombong. Jadi perlu untuk Tuhan kita untuk mengajarkan mereka berkali-kali bagaimana mereka harus rendah hati. Dan salah satu tertdapat di Lukas 9.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita akan belajar dari Yesus dalam sekolah yang bukan sekolah teologia akan tetapi sekolah kerendahan hati. Nah kita harus mengerti satu hal sebelumnya kita membaca ayat 46. Mereka baru saja menerima kuasa itu di permulaan bab 9, kekuatan dan otoritas diatas setan-setan, menyembuhkan penyakit, memberitakan Kerajaan, menghakimi kota-kota dan mengebaskan debu kaki mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu pergilah mereka, di ayat 6, “memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” Dan ditambahkan itu, tiga dari antara mereka, Petrus, Yohanes dan Yakobus, menurut ayat 28, telah mengalami kejadian yang sangat luar biasa. Mereka dibawa keatas gunung dengan Yesus dan disitu Dia berubah rupa dan mereka melihat kemuliaan Allah yang bersinar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka juga bertemu dengan Musa dan Elia diatas gunung itu. Nah, itu pengalaman yang menakjubkan, unik dan tiada bandingnya. Disini mereka berada dengan segala kuasa itu, semua otoritas itu, wakil-wakil Mesias, yang telah melihat tokoh Perjanjian Lama yang terbesar, yaitu Musa, pemberi hukum, dan nabi Perjanjian Lama yang terbesar, Elia secara pribadi diatas gunung dan Kristus yang telah berubah rupa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang sukar untuk merendahkan diri. Jadi mereka turun dari gunung, dan mereka mulai bertengkar. Ayat 46, “Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.” Maklumlah. Salah satu dari mereka mungkin mengatakan, siapakah yang terbesar, mungkin sayalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yakobus mengatakan, nah kalau memang itu Anda, pastilah Anda diundang untuk naik ke gunung bersama kami. Kami diajak naik ke gunung dan Anda tidak. Atau mungkin permasalahan mulai dengan pertanyaan, berapa banyak orang kau sembuhkan? Iya, ada beberapa yang sakitnya tidak seberapa. Wah, saya sembuhkan 5 orang yang penyakitnya parah. Kita seolah-olah bisa mendengar cara mereka bertengkar ya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah, jumlah rasul itu 12 orang. Dan ada empat daftar di Kitab Suci dari mereka, dan di setiap daftar ada tiga kelompok dari empat orang, dan mereka selalu dalam kelompok yang sama. Dan keintiman mereka dengan Yesus menurun dengan setiap kelompok. Tetapi mereka selalu berdebat tentang siapa yang terbesar dan mereka sering membandingkan semua pengalaman rohani mereka, semua kesempatan mereka untuk memperlihakan kuasa mereka dan waktu mereka intim bersama Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disinilah kita diperhadapkan dengan masalah kesombongan. Berita mereka benar, mereka diberi otoritas dari Allah. Mereka adalah wakil-wakil yang dipilih- Nya, namun tetap mereka tidak sanggup menangani panggilan yang mulia ini. Memang sangat sukar untuk merendahkan diri ketika kita benar. Namun itulah yang diperlukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam teks ini kita melihat Tuhan Yesus mengajarkan kerendahan hati. Mereka baru saja kembali. Mereka baru saja bersama lagi dan di perjalanan perdebatan mereka semakin besar. Sampai Yakobus dan Yohanes minta ibu mereka untuk menanyakan Yesus supaya mereka dapat duduk disebelah kanan dan kiri-Nya. Mengapa? Karena ibu mereka bersaudara dengan ibu Yesus dan mereka ingin menggunakan hubungan keluarga itu (Matius 20:20-26).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita pelajari akibat keangkuhan itu. Pertama, kesombongan itu menghancurkan kesatuan. Lukas 9:46 mengatakan, “Maka timbullah pertengkaran diantara mereka.” Itu tidak baik. Pertengkaran itu menghancurkan kesatuan. Mereka satu tim, mereka menjadi satu. Janganlah bersaingan satu sama lain. Hanya kerendahan hati mendorong kesatuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Paulus mengatakan di Filipi 1:27, “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, kesombongan ingin superioritas atas orang lain. Kebanggaan ingin mengangkat dirinya sendiri. Kesombongan membandingkan diri dengan semua orang lain, sama seperti Paulus mengatakan di 2 Korintus 10:12 mengenai guru- guru palsu, “Mereka membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri.” Yesus berkata di Matius 20:26-27, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 2:3-4, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, kebanggaan itu memperlihatkan dosa atau sifat dosa. Lukas 9:47 mengatakan, “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka.” Bagaimana jika Anda bersama Yesus selama tiga tahun, 24 jam 7 hari yang tahu segala pikiran Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ini bukti terbesar dari anugerah Allah dalam memakai kami. Dia tahu semua pikiran Anda dan semua pikiran saya. Dia tahu pikiran mereka. Dia tahu dosa dalam hati mereka. Kesombongan itu dosa dan Anda seluruhnya terbuka. Akan tetapi Allah tetap rela memakai Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi karena Dia tahu apa yang mereka pikirkan Dia memberikan mereka suatu pelajaran tentang kerendahan hati. Di Lukas 9:47 Yesus meneruskan, “Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya.” Menurut Markus 9:36, anak itu cukup besar untuk dipeluk Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan bahwa kita dapat masuk ke surga kecuali kita menjadi seperti anak kecil. Apakah maksud Tuhan Yesus dengan ajaran ini? Anak itu tidak memiliki prestasi, tidak bangga atas kemampuannya. Anda datang tanpa ada apa-apa dari dirimu yang dapat menghasilkan tempat bersama Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa kesombongan itu adalah kegagalan untuk menyadari bahwa kita bergantung kepada Dia, dan kita tidak memiliki prestasi atau apapun. Apakah kesaksian Paulus di 1 Korintus 15:10, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.” Semuanya adalah pekerjaan Allah. Dan kerendahan hati adalah mengaku dan menyadari bahwa tanpa Allah kita tidak berdaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor Empat. Kesombongan menolak keilahian. Lihatlaj Lukas 9:48. Yesus berbicara dengan mereka memakai anak kecil sebagai obyek pelajaran yang hidup, “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 18:5 mengatakan, “Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Kita harus menerima satu sama lain seperti anak-anak, karena caranya kita menerima satu sama lain adalah caranya Anda menerima Aku. Dan didalam setiap orang dimana ada Kristus, Allah Bapa juga berada. Kesombongan itu menolak Allah di dalam orang percaya lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya ada satu cara untuk menerima orang percaya dari manapun dia asalnya, yaitu dengan cara Kristus menerima saya. Kita janganlah mengatakan, ah Aku tidak ada waktu untuk orang seperti itu. Aku mau keluar saja. Yesus mengatakan rendahkanlah dirimu supaya Anda juga dapat mengasihi setiap pendosa lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip kelima, kesombongan memutarbalikkan realitas. Lihatlah bagian terakhir dari Lukas 9:48, “Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” Dunia mementingkan sebaliknya, “siapa yang paling popular, yang paling terkenal, yang paling berpengaruh, yang paling berkuasa adalah yang terbesar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Realitasnya adalah bahwa yang paling rendah, dan yang paling rendah hati di mata Tuhan adalah yang tertinggi. Masih ingat 1 Korintus 1:26, dimana rasul Paulus mengatakan bahwa Tuhanlah yang membangun gereja-Nya, dan yang dipanggil bukan orang-orang bijak dan orang yang berpengaruh?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia ambil orang-orang bawahan, yang dasar, yang lemah dan Dia membangun gereja-Nya dari mereka supaya tidak ada penjelasan lain dari gereja itu selain dari tujuan Allah. Kami adalah rendah dan tidak layak. Yakobus 4:6 mengatakan, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor enam, kesombongan bereaksi ekslusif. Orang sombong memikir hanya merekalah yang special, hanya mereka terpilih. Lukas 9:49, “Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kita katakan kepada dia adalah, hey saudara, Anda tidak termasuk kelompok kami. Anda bukan denominasi kami. Tetapi dia mengusir setan demi nama Yesus. Disitu tidak dikatakan dia mencoba. Disitu dikatakan dia mengusir setan, dia memiliki kuasa. Mungkin dia salah satu dari kelompok 70 orang itu yang menyendiri. Dan dia melakukan itu sesuai dengan nama Yesus, dan demi kehendak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kesompongan mengatakan saya lebih maju dari Anda. Saya tidak tahu saya dapat bekerja bersama Anda. Anda perlu pertolongan, Anda masih belum dewasa. Ketika Anda sudah mencapai tingkat itu, saya akan bekerja sama dengan Anda. Itulah pembicaraan orang sombong.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerendahan hati mengatakan jika Anda berjuang sebisanya untuk melayani Kristus, saya akan membantu Anda. Orang rendah hati memiliki hati yang besar. Yesus mengatakan kepadanya di ayat 50, “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja yang benar dan setia sangat beragam, benar? Saya pernah berada di bermacam gereja untuk orang Kristen yang benar-benar mengasihi Tuhan Yesus Kristus yang memakai jenis ekspresi ibadah dalam pelayanan yang sangat berbeda-beda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekali lagi rendahkan diri Anda dan sadarlah bahwa kita semua masih dalam proses pertumbuhan. Ada beberapa yang prosesnya masih dibelakang Anda. Jadi berusahalah untuk mengajarkan apa yang mereka perlu ketahui supaya lebih sesuai Firman Allah. Kerendahan hati itu sama dengan kebesaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kerendahan hati ada di dalam hati mereka yang mengejar kesatuan dengan mementingkan orang lain. Kerendahan hati ada di dalam hati mereka yang tidak mau membandingkan diri mereka dengan orang lain. Kerendahan hati itu adalah milik mereka yang meninggikan Allah saja dan berhubungan dengan orang percaya lain, mereka menghormati dan mengasihi orang percaya itu karena orang itu seperti Kristus bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya? Apakah kita harus berkelahi dengan mereka? Dengarkanlah Lukas 9:55, “Yesus berpaling dan menegor mereka, kamu tidak tahu kamu Roh mana.” Anda tidak dapat menahan diri. Luke 9:56, “Karena Anak manusia tidak datang untuk membinasakan manusia namun untuk menyelamatkan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang benci orang Kristen bukanlah musuh kami. Kita menyerang semua orang yang tidak setuju dengan kami. Seperti orang homo seksual, feminis, orang kiri liberal, dan memanggil mereka nama dan mencoba untuk menggantikan kuasa mereka melalui pemilihan. Mereka orang terhilang. Bagaimana Anda mengharapkan mereka bertindak?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam kondisi yang sama pastilah Anda juga bertindak sama. Bukan mereka yang menjadi musuh kita. Mereka malah menjadi ladang misi kami. Kita dalam misi pengampunan. Kita janganlah mengasingkan mereka yang kita perlu menjangkau. Dan hanya melalui kerendahan hati kita dapat belajar hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketujuh, kesombongan menghalang belas kasihan. Bagaimana Anda akan menghadapi hal itu? Akhir ayat 56 mengatakan, “Lalu mereka pergi ke desa yang lain.” Mereka terus berjalan ketempat lain. Kita tahu kebenaran, Kita memiliki kebenaran. Namun kita harus mengabarkan kebenaran itu dengan kasih dan kerendahan hati. Yesus mengatakan ini, “hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu murah hati. Dan rendahkanlah dirimu sama seperti Kristus merendahkan diri-Nya bagi kamu.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110904</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000134</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kuasa Allah dalam kehidupan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000135"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Acts+3:1-26" target="_blank" class="imCssLink">Kisah Para Rasul 3:1-26</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda dalam keadaan kehilangan pekerjaan atau keadaan sulit untuk menutupi ongkos hidup bulanan? Atau mungkinkah Anda sakit sampai Anda bergantung seluruhnya kepada orang lain untuk membawa Anda ke doktor untuk dirawat? Marilah malam ini kita melihat orang seperti itu yang putus asa dalam buku Kisah Para Rasul 3 dimana dia bertemu dengan rasul Petrus dan Yohannes.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kisah terkenal tentang Sir Thomas Aquinas yang mengunjungi Paus di Vatikan. Dan setelah dia datang dia diperlakukan seperti orang yang sangat penting dan kepadanya diperlihatkan bermacam kekayaan yang sangat berharga yang jarang dilihat orang. Dan Sir Thomas ini terkesan sekali akan kekayaan yang sangat besar itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir kunjungannya dan masih terpesona semua kekayaan itu seorang uskup senior berpaling kepadanya dan mengatakan, “jadi lihatlah Thomas, kita tidak perlu mengatakan bersama dengan Petrus, “Emas dan perak tidak ada padaku.” Terus Sir Thomas Aquinas menjawab, namun Anda juga tidak dapat mengatakan bersama Petrus, “Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang kita tidak perlu heran bahwa halangan terbesar terhadap pekerjaan Allah diantara anak-anak-Nya adalah emas dan perak itu. Maksudku apa? Semua milik kita, berkat-berkat dari Allah itu, seringkali menghalangi kita dalam mengalami kuasa Allah secara pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepercayaan kepada harta milik kita seringkali menghalangi kita untuk percaya Allah sepenuhnya. Keasyikan kita akan milik kita, keasyikan kita dengan apa yang kita telah capai, keasyikan kita dengan keinginan kita, seringkali menghalang kuasa Allah menurut kehendak-Nya, cara dimana Dia saja dipermuliakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Fokus kita kepada keinginan kita menghalangi tangan Allah untuk melakukan apa yang Dia ingin lakukan diantara kita sebagai orang percaya. Bahkan mereka yang berdoa untuk mujizat, bahkan mereka yang ingin supaya campurtangan Allah yang supranatural dinyatakan dalam hidup mereka, seringkali memohon hal-hal untuk alasan egois dan bukan untuk kemuliaan Allah. Iya, saya tahu bahyak orang mengatakan mereka memberikan kemuliaan kepada Allah namun betapa seringnya kita hanya memohon keinginan kita saja. Kita tidak menunggu Allah dan tidak melakukan keinginan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Alkitab Anda dan lihatlah Kisah Para Rasul bab tiga. Saya yakin bab ini menjelaskan pengertian alkitabiah yang sejati mengenai mujizat-mujizat, penterjemahan benar dari tanda dan mujizat. Bab ini mengajarkan kita terang sekali bahwa campur tangan Allah yang supranatural bukan untuk penampilan saja. Campur tangan Allah dalam kehidupan manusia hanya untuk satu tujuan saja, yaitu keselamatan si pendosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mujizat pertama yang dilakukan para rasul sejak hari Pentakosta. Namun untuk Petrus ini merupakan khotbahnya yang kedua karena dia pertama kalinya berkhotbah di hari Pentakosta. Jadi mujizat pertama ini mengenai apa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ingatlah Petrus dan Yohanes boleh dibilang bekerja sama dalam bisnis dan sudah biasa mereka meluangkan waktu bersama-sama. Mereka sahabat akrab juga dan mitra dalam pelayanan, yaitu pelayanan kepada orang lain dan pelayanan Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah Para Rasul 3:1 mengatakan, “Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.” Tahukah Anda bahwa orang Yahudi berdoa tiga kali sehari, mereka berdoa di pagi hari, mereka berdoa jam 12:00 siang dan mereka berdoa pada malam hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu malam keadaannya paling sibuk dekat bait Allah dan saat mereka berjalan mereka diperhadapkan dengan keputusasaan manusia. Kisah 3:2 mengatakan, “Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja itu, mereka juga diperhadapkan dengan ketidakberdayaan manusia. Buku Kisah Para Rasul adalah buku kedua yang dituliskan Lukas, seorang doktor, dan karena dia doktor dia menggambarkan keadaan orang sakit itu secara teliti. Dia memberikan kita keterangan fisik lebih lanjut, seperti orang itu lumpuh sejak lahir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kisah Para Rasul 4:22 Lukas mengatakan bahwa dia telah berada dalam kondisi itu selama 40 tahun. Orang ini begitu lumpuh sehingga dia bergantung secara total kepada orang lain untuk dibawa dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan yang di-minta-minta supaya orang itu hanya makanan untuk hari itu, itu saja, cukup untuk hidup satu hari sampai hari berikutnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah dengan saksama, inilah kondisi setiap orang, setiap orang telah lahir dengan penyakit yang melumpuhkan yang menuju kepada kematian. Kita semua lahir dengan keputusasaan kekal yang tertulis di dahi kami. Apakah Anda lahir di istana atau gubuk, apakah Anda lahir kaya atau miskin, tidak peduli warna kulit Anda, kita semua lahir dilumpuhkan dan hal yang dinamakan sifat dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama hidup kita kita dibawa arus dari satu tempat ke tempat yang lain dan kita hidup hari ke hari hanya begitu saja, seadanya, dibawa oleh keinginan orang lain dari tempat keputusasaan ini ke tempat yang lain. Sepanjang hidup kita, kita menderita ketidakpuasan dan kehampaan, dengan pengetahuan bahwa kita kehilangan sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami pergi dari konselor ini kepada konselor lain, dari metode ini kepada metode lain sementara tanpa ada pertolongan sama sekali, dari minuman keras kepada pil-pil sampai kepada obat-obatan dan itu juga tidak menolong, sambil mengharap sesuatu akan menghilangkan rasa sakit kekosongan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berikut kita baca di Kisah 3:6, “Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Apakah Anda mengerti arti frase “didalam nama Yesus Kristus”? Ini berarti bahwa perbuatan Anda sesuai kehendak-Nya. Anda melakukan sesuatu yang akan dilakukan Kristus seandainya Dia masih di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melakukan sesuatu di dalam nama Yesus Kristus Anda melakukan sesuatu berdasarkan otoritas-Nya, Anda melakukan sesuatu dengan kekuatan yang telah didelegasikan kepada Anda. Jadi Petrus menuntut supaya orang yang lumpuh itu bangun!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, dia benar-benar bangun. Lihatlah Kisah 3:7-9, “Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kegembiraannya tidak mengenal batas, ia tidak hanya berjalan, ia melompat- lompat dan memuji Allah. Dia tidak lumpuh lagi, dia sepertinya langsung dibebaskan dari semua belenggu sebelumnya. Rantai yang menahannya ke lantai semua patah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda belum pernah mengalami kemenangan atas dosa, jika Anda belum pernah mengalami kemenangan atas kecanduan, jika Anda belum pernah mengalami kemenangan atas cinta uang, jika Anda belum pernah mengalami kemenangan atas perasaan bersalah Anda, maka Anda ada dalam salah satu dari dua kondisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mungkin belum pernah mengalami kuasa keselamatan yang membebaskan dari Yesus Kristus dalam kehidupan Anda atau Anda telah mengalami kuasa keselamatan yang membebaskan dari Yesus Kristus namun Anda hidup dalam ketidaktaatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kabar baik adalah bahwa hari ini juga Anda dapat dibebaskan. Pertama kita melihat mujizat itu dan setelah itu ada firman. Janganlah salah paham. Mujizat itu selalu pembantu khotbah atau firman. Mujizat itu selalu dibawah khotbah itu. Firman itu selalu lebih penting dari pada mujizat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena apa? Karena mujizat itu sementara namun firman itu kekal. Karena mujizat itu ada batasnya namun firman itu tanpa batas. Karena mujizat itu selama suatu musim saja, namun firman itu untuk selama-lamanya. Dan karena itu mujizat itu selalu tunduk kepada pesan firman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang lumpuh itu secara ajaib sembuh dan mulai melompat-lompat, namun pada akhirnya dia juga meninggal. Namun karena mujizat itu terjadilah apa yang dikatakan di Kisah 4:4, “Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mulai khotbahnya dengan menjelaskan akibat dosa itu. Tahukah Anda jika hanya mujizat itu terjadi, orang mungkin berkata, “Wah itu hebat, itu bagus sekali, waduh si Petrus ini kuasanya besar sekali.” Mungkin juga ada orang yang ingin tahu sumber kekuasaan itu dimana kita baca di Kisah 8:18 ada tukang sihir bernama Simon yang malah ingin membeli kuasa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pesan Firman itu selalu lebih unggul dan karena itu Petrus memakai mujizat itu hanya sebagai pengantar pesan itu. dan orang-orang yang diselamatkan karena pesan itu sekarang ada di surga dan kita dapat bertemu dengan mereka di surga pada saat kita sampai disana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua khotbah dan ajaran yang terdengar di dalam gereja atau diluar gereja, jika tidak dimulai dengan dosa dan pertobatan, tidak akan menghasilkan keselamatan. Ada orang yang mengatakan bahwa kita hanya perlu percaya kepada Yesus untuk diselamatkan. Itu seperti mengatakan kepada seseorang yang tergeletak dengan luka parah karena ditembak, ah hanya tutupi saja dengan perban walaupun pelurunya masih di dalam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua khotbah para rasul sepanjang Perjanjian Baru selalu mulai dengan menjelaskan dosa itu dan akibat-akibatnya. Kita harus mulai dengan mengaku dosa itu dan bertobat dari dosa itu, hanya setelah itu keselamatan terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah caranya ini dimulai di Kisah Para Rasul 3:13-15, “Allah Abraham, Ishak dan Yakub,” Allah yang di klaim Anda menyembah, Allah yang melepaskan nenek moyangmu dari perbudakan di Mesir, Allah yang telah menjanjikan kepada Musa untuk membangkitkan nabi seperti dirinya mengacu kepada Yesus, Allah ini yang sebelumnya telah berjanji kepada Abraham unutk memberkati seluruh dunia melalui keturunannya, mengacu lagi kepada Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah yang telah membuat janji-janji itu di Perjanjian Lama, dimana Yesaya mengatakan bahwa Dia akan menjadi hamba yang menderita, yang akan datang untuk menebus dosamu. Allah yang sama telah mengirim Mesias-Nya, Dia telah mengirim Juruselamat-Nya, namun apakah yang Anda telah lakukan dengan Dia. Anda membunuh-Nya di kayu salib, Anda menolak Dia, dan Anda tidak mengakui Satu-satunya orang yang sanggup menyelamatkan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita teruskan di ayat 13, “Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh, aku tahu ini tidak benar secara politis, kita tidak seharusnya boleh menuduh dan menghadapi orang secara langsung, kita seharusnya lembut dan tidak menyalahkan seseorang di depan umum, dan berharap mereka akan mengerti. Namun sama seperti Petrus kita harus memberitakan kebenaran. Dan jika kebenaran itu mengakibatkan ada pertobatan saya bersuka cita dan jika tidak Aku akan menangis tentang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membaca dan mendengar apa yang dikatakan Petrus, hal ini agak ironis karena ini keluar dari mulut Petrus. Ini bukan Yohanes yang selalu mengikuti Tuhan dengan tenang. Ini Petrus yang sama yang menyangkal Yesus tiga kali. Apakah dia munafik? Tidak, dia tidak, saudara kekasih ini adalah intinya iman Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah inti injil. Mungkin Anda berkata bagaimana dia dapat menyalahkan orang yang dosanya sama dengan dosa yang dia sendiri lakukan tidak lama sebelumnya? Ketika kita datang ke Kristus kita bukannya datang karena kita orangnya lebih baik, tidak, kita datang karena kita telah mengalami secara pribadi kuasa dosa dan kita telah mengalami secara pribadi kuasa pertobatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat manfaat pertobatan di Kisah Para Rasul 3:17-19, “Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. 18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 17 Petrus membedakan di Perjanjian Lama diantara dosa kelalaian dan dosa dengan pengetahuan. Apakah dosa Anda dilakukan melalui kelalaian atau dengan pengetahuan, konsekuensinya sama. Ketidaktahuan bukanlah alasan. Ketidaktahuan bukanlah belaan. Namun ketika ada pertobatan sejati, Allah bersedia untuk menghapuskan sejarah kita yang lalu sampai bersih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan itu saja, Petrus mengatakan bahwa ketakutan akan penghukuman juga akan dihapus. Bukan saja itu namun Anda akan merasakan suatu kelegaan di dalam jiwa Anda dan perasaan kedamaian dan perasaan diberkati dan perasaan Anda disayang Allah kembali. Semua ini adalah manfaat pertobatan dan keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa perkataan “dihapuskan” di ayat 19 adalah gambaran tinta yang tertulis diatas kertas daun papirus yang dapat dihapus dengan spons basah. Tinta di masa lampau itu tidak memiliki asam yang masuk kedalam kertas itu dan Anda benar-benar dapat menghapus sampai bersih sepertinya belum pernah ada yang tertulis sebelumnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang dimaksud Petrus. Ketika Anda bertobat dari dosa-dosa Anda, Allah tidak hanya mencoret nama Anda dari buku-Nya, Dia menghapusnya sampai bersih. Allah tidak mengkaitkannya dengan Anda lagi, itu telah lenyap tanpa jejak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus ketika Dia bergantung di kayu salib, waktu melihat kebawah kepada prajurit Roma itu dan orang-orang Yahudi, Dia berdoa kepada Allah dan mengatakan, Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa bahkan dosa besar dalam menolak Allah dan membunuh Mesias pun dapat dihapus bersih ketika Anda bertobat. O, Alangkah besarnya Allah. Kita semua telah mengalami akibat-akibat dosa itu. Namun banyak diantara kita juga telah mengalami keuntungan dari pertobatan dan berkat-berkat dari menyerah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengakhiri khotbahnya di Kisah 3:25-26 dengan cara ini, “Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing- masing kembali dari segala kejahatanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah firman penuh pengharapan. Ingatlah dia mulai dengan mereka yang secara fisik putus asa. Dan sekarang dia menutup dengan harapan akan berkat- berkat Allah. Petrus mengatakan bahwa Anda sekarang juga dapat mengalami janji Allah bahwa di dalam Abraham melalui Yesus Kristus semua bangsa, semua keluarga, dapat diberkati secara rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terlepas dari apakah yang Anda telah lakukan, terlepas dari rasa bersalah Anda, Allah akan memberkati Anda jika Anda bertobat. Pertobatan tidak berarti Anda hanya menyesal perbuatan Anda, itu pertobatan duniawi. Bertobat itu adalah memutuskan untuk ganti arah. pertobatan itu adalah berseru kepada Allah supaya Dialah yang merubahkan Anda. Dan Allah akan menyegarkan Anda karena itulah memang janji-Nya, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110814</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000135</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Upah di surga]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000136"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:1-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita ingin membahas lagi soal upah, maksudku upah di surga. “Upah” itu jarang dibicarakan orang Kristen dan menurut saya soal itu malah diabaikan. Jadi marilah kita mendiskusikan ini lebih mendalam. Mungkin kita dapat menemukan mengapa hal itu seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu alasan mengapa orang Kristen segan memikirkan upah mungkin karena ada motivasi tulus untuk memberikan kemuliaan itu seluruhnya kepada Allah. Masalah terbesar mungkin karena masih ada kebingungan tentang doktrin kasih karunia. Kita sangat bersyukur ada doktrin keselamatan oleh anugerah saja, yang berarti kita selamat bukan oleh karena usaha manusia. Hanya oleh anugerah Allah kita diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jika kita tidak membedakan caranya kita diselamatkan dan bagaimana Allah ingin kita hidup seterusnya setelah kejadian itu, kita akan salah mengerti kehendak Allah bagi kita. Janganlah kita bingung tentang betapa pentingnya Allah memandang pelayanan kita untuk Dia dalam kehidupan Kristen secara umum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena jika itu terjadi kita tidak tahu bagaimana kita harus memandang soal upah itu. Kadang kita melihat upah itu dan kita mengatakan Iya ini bukan untuk memuliakan diri, kita bukannya menginginkan upah karena kita masih mengingat pekerjaan itu berhubungan dengan keselamatan. Dan kita begitu hati-hati karena kita memandang pekerjaan itu hanya sebagai sesuatu yang tidak mampu menyelamatkan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihatlah semua lagu hymne yang begitu manis yang telah ditulis di waktu dulu dan mereka biasanya membicarakan keselamatan, kayu salib dan anugerah dan pengampunan dosa. Dan begitupun halnya dengan lagu-lagu Kristen baru sekarang. Tetapi dimanakah lagu-lagu yang membicarakan upah itu? Tida ada sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang diingat orang tentang upah adalah yang mereka ingat dari Wahyu 4:10 yang mengatakan, “maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu.” Dan kebanyakan orang Kristen mengacu upah dengan mahkota-mahkota itu dan mereka mengatakan O iya upah itu kita nanti kembalikan semua itu ke kaki Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedengarannya sangat berrohani, namun dasar Alkitab untuk hal itu tidak ada. Jadi karena itu banyak orang Kristen mengabaikan bagian-bagian Alkitab dimana Yesus membicarakan upah itu karena mereka merasa hal itu tidak perlu dipentingkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus sendiri membicarakan soal upah itu secara terbuka. Sebenarnya saya sendiri senang untuk membicarakan upah itu dengan Anda, karena memang ini jarang dibicarakan dan jarang diajarkan. Jika Yesus mengajarkan ini dan Paulus juga mengajarkan ini pastilah hal ini penting bagi kita sebagai orang Kristen dalam kehidupan kita sehari-hari.dengan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana hal ini mempengaruhi kita dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana hal ini memberikan kita motivasi, apakah yang kehilangan jika kita tidak memikirkan upah surgawi itu? Marilah kita mulai dengan upah di dunia ini, apakah orang terpengaruh? Tentu saja. Mengapa orang senang sekali ada kompetisi dan ada upah yang besar? Karena mereka sudah hampir dapat merasakan upah itu, karena mereka senang sekali bepergian ke Hawaii atau untuk berbelanja dengan sepuluh ribu dollar untuk membeli sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pikirkanlah sebentar tentang upah di dunia ini, berapa lama sih itu akan memuaskan Anda. Berapa lamanya seorang anak bermain dengan mainan hadiah Natalnya sebelumnya ia bosan? Berapa lamanya Anda senang dengan bau mobil baru? Barapa lamanya Anda senang waktu masuk ke dalam rumah baru?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa lamanya Anda puas dengan pakaian baru sebelumnya Anda sudah siap belanja lagi untuk gaun baru atau blus baru? Tahukah Anda bedanya kalau Becky mengatakan tidak ada pakaian dibanding saya mengatakan tidak ada pakaian? Maksud Becky dengan tidak ada pakaian adalah tidak ada pakaian baru, kalau saya mengatakan tidak ada pakaian maksudku tidak ada pakaian yang bersih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah upah di surga dapat dibandingkan dengan semua upah yang berbeda di dunia ini? Allah mengatakan tidak. Pertama, semua upah di dunia ini semua sementara, yang tidak bertahan lama, yang menjadi cepat usang dan membosankan dan berkarat dan memudar dan kesenangan mereka cepat hilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain upah Allah kekal dan bertahan dan memuaskan untuk selamanya. Pikiran kita tidak dapat memahami kebesaran berkat upah itu di surga. Efesus 3:20 mengatakan bahwa Allah “dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.” Betapapun besarnya upah yang dapat kita bayangkan itu jauh kurang dari pada yang Allah akan menyediakan sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hanya dapat memikirkan upah yang kita dapat mengalami dalam tubuh duniawi kita, namun pikirkanlah tentang tubuh kebangkitan Kristus dimana Allah memberikan kita suatu rasa pendahuluan seperti apa tubuh surgawi kita nanti. Yesus makan ikan jadi kita tahu bahwa kesenangan makan juga masih ada di surga namun bayangkan kita tidak pernah takut gemuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hadiah mendekati Allah dan melihat Dia muka ke muka pastilah suatu hadiah yang sangat luar biasa. Kita tahu bahwa dengan mata duniawi kita tidak mungkin dapat melihat Allah Bapa yang adalah Roh. Namun kita juga tahu bahwa para malaikat dapat berada berdekatan dengan Dia untuk melayani Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin dengan mata kekal baru kita dengan tubuh kekal baru kita dapat berada dekat dengan Allah Mahakuasa dan mungkin kita diizinkan untuk melihat sepintas kemuliaan-Nya, wah betapa besarnya upah itu. Karena bagi orang Yahudi untuk dapat melihat Allah muka ke muka merupakan hadiah terbesar bagi mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya benar-benar tidak dapat mulai membayangkan semua upah untuk selama-lamanya yang telah disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi-Nya. Namun saya tahu bahwa berkat-berkat Allah tidak akan berkesudahan, dan Anda tidak akan pernah merasa bosan, dan Anda untuk selama-lamanya dapat berhubungan dengan miljaran orang yang tidak berdosa dalam suatu dunia dimana keajaiban tidak akan berhenti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan introduksi ini saya ingin supaya kita semua dapat mempelajari lagi dan mengingat lagi apa yang dikatakan Alkitab tentang upah itu dan untuk menerima semua yang diajarkan Alkitab tentang hal yang penting ini supaya kita dapat mengapplikasikan itu dalam perjalanan dengan Dia setiap hari. Dan saya harap itu akan memberikan kita sebagai persekutuan semangat baru dalam kehidupan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah upah dan hukuman adalah dua sisi dari mata uang yang sama, artinya kita tidak dapat mengerti upah kecuali kita mengerti murka Allah. Jika kita tidak mengerti perbedaan hukuman dan upah, kita tidak akan mengerti perbedaan caranya kita diselamatkan dan bagaimana kita harus hidup setelah diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah dengan saksama, dosa orang percaya telah dihukum dan dibayar di kayu salib dan pekerjaan orang percaya akan dihargai dengan upah untuk selama-lamanya. Dan sebaliknya juga benar. Dosa orang yang tidak percaya akan dihukum untuk selamanya di neraka dan pekerjaan orang yang tidak percaya hanya akan dihargai dengan pujian manusia di dunia saat itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah saya yakin bahwa hampir semua orang mengerti bahwa dosa-dosa kita telah dihukum di kayu salib. Saya telah berkhotbah tentang itu, kita menyanyi tentang itu di lagu-lagu, dan kita mengingat hal itu ketika kita ikut dalam Perjamuan Kudus dan sebagainya, Kita tahu ini benar dan kita ini adalah realitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagian kedua dari pernyataan itu dimana pekerjaan kita sebagai orang percaya akan dihargai dengan upah di surga untuk selamanya sedikit membingungkan, benar? Kadang kita sebagai orang Kristen telah membentuk teologi hukuman yang baru. Pernahkah Anda mendengar orang Kristen membicarakan orang Kristen lain yang telah berbuat dosa besar dan berkata, “Pastilah apa yang dia perbuat akan kembali kepadanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan maksud mereka adalah bahwa orang Kristen itu akan menerima hukuman yang sesuai dengan perbuatan mereka di masa depan nanti. Kita sering mendengar orang berkata tentang orang Kristen lain, “Nah, dia pasti harus bertanggung jawab untuk itu.” Dan banyak orang Kristen percaya bahwa Allah pada suatu waktu akan membuka dosa besar itu di masa depan dan Anda harus bertanggung jawab untuk itu di hadapan banyak orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudari, semua itu benar bagi mereka yang bukan Kristen dan mereka harus membayar untuk dosa- dosa mereka di neraka untuk selama-lamanya, namun itu tidak sama bagi kita orang Kristen. Ketika Yesus mati di kayu salib, ketika Dia bayar untuk dosa kita dengan darah-Nya, dosa-dosa kita yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang, semua dijauhkan dari kita. Sejauh mana? Mazmur 103:12 mengatakan, “sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu kita merayakan kejadian di kayu salib itu, karena itulah kita merayakan pemgampunan dosa, karena itu kita diberkati memiliki doktrin keselamatan oleh anugerah saja, oleh iman saja, oleh Kristus saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika kita tidak mengerti hal ini kita mungkin bingung. Dan kita lupa apa yang dilakukan Yesus di kayu salib, dan kita lupa bahwa pekerjaan-Nya sanggup membayar untuk segala dosa kita. Jangan-jangan kita kemabli kepada kepercayaan bahwa kita bertanggung jawab atas dosa-dosa kita dan pada suatu saat kita harus bertanggung jawab untuk itu di ddepan semua orang. Dan kekasih Kristus, bukan itu di dalam Kitab Suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini memang sulit untuk dipercaya orang yang belum percaya, dan ini menjadi batu sandungan dan kebodohan bagi mereka seperti dikatakan di 1 Korintus 1:23, “tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang non-Yahudi suatu kebodohan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah apa yang dikatakan Yesus tentang pekerjaan orang Kristen yang akan dihargai di surga untuk selamanya. Kita telah membahas ini sebelumnya di Matius 6:4 berkaitan dengan memberi dan Dia mengatakan, “maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” dan di Matius 6;6 berkaitan dengan berdoa Dia mengatakan, “maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” dan di Matius 6:18 tentang berpuasa Yesus mengatakan, “maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga kali Yesus mengulangi frase yang sama. Salah satu hal yang menolong kita dalam mengartikan Firman Allah adalah untuk melihat dimana ada pengulangan untuk penekanan dan kepentingan. Dan selagi kita mempelajari Matius 6:1-18 kita melihat pengulangan tentang siapakah orang munafik itu yang berbuat hal untuk pujian manusia dari pada untuk kemuliaan Allah. Kita telah belajar tentang mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disini kita juga melihat tiga kali ulangan tentang upah di surga dari Allah Bapa kita sendiri. Dan Yesus mengulangi hal itu tiga kali dan saudara-saudara jika Yesus melakukan itu untuk menarik perhatian kita atau untuk penekanan, sebaiknya kita benar-benar memperhatikan hal itu dan janganlah kita abaikan ajaran Allah ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah ayat-ayat terkenal dari Yohanes 3:16-18, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah ayat 18 lagi, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum,” ini sekarang, yaitu bentuk sekarang ini, dan ini bagi Anda jika Anda percaya kepada Kristus sekarang juga, tidak ada penghakiman. Tidak ada penghukuman lagi untuk dosa di masa depan Anda sebagai orang percaya. Tidak di masa lalu, tidak sekarang dan tidak sampai selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak berarti kita bisa berdosa seenaknya dari sekarang ini. Paulus membicarakan hal ini di Roma 6:1-2, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita terus berdosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” dan lagi di Roma 6:15, “Jadi bagaimana? Apakah kita dapat berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak diselamatkan untuk berbuat jahat namun kita diselamatkan untuk berbuat baik. Marilah kita melihat itu lagi di Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rencana Allah dari semula adalah supaya kita berbuat baik untuk memperlihatkan kasih-Nya kepada orang lain, untuk menjadi kaki tangan Yesus supaya orang lain ingin tahu bagaimana mereka juga bisa menjadi anak Allah. Dan jika pengertian ini keliru, malah ini menjadi alasan mengapa orang Kristen tidak mau membantu, tidak ikut campur, tidak peduli orang lain yang masih belum mengenal Kristus dan tidak memiliki pelayanan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan doktrin upah surgawi itu berhubungan dengan berbuat baik dan menjadi hamba. Dan ini usaha yang keras, Yesus dan Paulus memakai perumpamaan prajurit dan petani dan pelomba dan pelayan dan ini semua contoh pekerjaan yang berat sekali. Dan ini semua merupakan aspek kehidupan Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sebagai orang yang percaya semua dosa kita telah diampuni. Dan saya tahu ini sering sulit bagi kita untuk dipercaya, karena saya ingat sekali dosa-dosa saya sebagai orang percaya. Dan pastilah Anda juga ingat dosa- dosa Anda sebagai orang percaya, hal-hal yang telah kita lakukan yang begitu bertentangan dengan kehendak Allah. Dan secara pribadi pergumulan yang terbesar bagi saya sendiri adalah dosa-dosa saya sendiri setelah menjadi orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya saya mengingat dosa itu dan seringkali Iblis sendiri yang mengingatkan kita dan gampang sekali kita lupa apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib. Dan banyak orang Kristen masih memikir ada hukuman ketika mereka membaca tentang takhta pengadilan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 5:10 mengatakan, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” Dan begitu kita baca tentang takhta pengadilan kita memikir tentang hukuman benar? Namun artinya yang benar disini adalah bahwa pekerjaan pelayanan kita setelah kita menjadi Kristen akan dihakimi hanya untuk upah saja tanpa ada hukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh terbaik adalah bagian firman Allah yang kita bicarakan Minggu yang lalu yang dari Paulus di 1 Korintus 3:9-15. Paul merespon kepada beberapa kelompok di dalam gereja yang pendeta favoritnya berbeda. Dan ini bahaya dan mungkin bisa menyebabkan ada perpecahan gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Paulus mengatakan janganlah kita ada pendeta favorit karena semua pendeta saling melengkapi satu sama lain. Mungkin Anda senang mendengarkan berbagai pendeta sama seperti saya, namun Paulus mengatakan di pertengahan responnya di ayat 8, “Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama;” Ini berarti bahwa kita semua bekerja sama di tim yang sama untuk Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.” Jadi Paulus mengulangi konsep upah untuk pekerjaan di ayat 8 ini. Dan setelah itu ia membicarakan di ayat 9 sampai 15 tentang macam apa pekerjaan yang dapat kita lakukan sebagai pekerja-Nya. Jadi dia mulai di 1 Korintus 3:9, “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda memperhatikan bahwa Paulus membicarakan semua anggota jemaaat gereja? Dia mengatakan kita adalah “kawan sekerja Allah,” dia tidak membicarakan dia sendiri atau hanya pendeta-pendeta atau para diaken, namun dia membicarakan semua anggota jemaat di gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">10Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang kita lakukan sekarang. Kita membangun diatas fondasi yang diletakkan Tuhan Yesus sendiri di dalam Khotbah di Bukit ketika kita membaca Matius 6:1-18 dan apa yang kita belajar sekarang adalah tentang upah hasil bagunan diatas firman-Nya. Marilah kita melanjutkan dengan ayat 12:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“12Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dibicarakan Paulus bukanlah hukuman untuk dosa-dosa, yang dibicarakannya adalah apakah yang dapat kita bangun untuk Allah dalam kehidupan kita dan upah untuk setiap orang Kristen, setelah pekerjaannya diuji dengan api. Bagi mereka yang bangunannya terbakar habis dan tidak ada hasilnya sama sekali, mereka tetap selamat, benar? Marilah kita memuji Tuhan untuk anugerah-Nya, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110807</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000136</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Janganlah munafik]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000137"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:1-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius bab 6, kita masih ditengah-tengah khotbah pertama dari Yesus yang dinamakan Khotbah di Bukit dan betapa banyaknya kita dapat belajar disini, sampai saya menrasa begitu banyak kebenaran yang dapat di kembangkan sehingga saya tidak tahu dimana itu harus diberhentikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kisah yang diceritakan dari seorang mistik timur, orang pria suci saleh yang biasanya duduk di tempat yang menonjol di pinggir jalan yang sibuk di kotanya. Dan setiap hari ia duduk disana penuh debu dan abu. Seorang turis yang lewat minta izin untuk mengambil fotonya, dimana orang suci itu menjawab, "Tunggu sebentar, aku ingin memindahkan abu saya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang di dalam hal agama orang sering ingin memindahkan abu mereka. Kita ingin supaya orang melihat kita lebih suci dari pada sebenarnya. Kita semua ingin memberi kesan yang baik. Kita ingin tampil suci dan kita ingin kelihatannya saleh. Jadi kita ikut dalam suatu permainan dan permainan itu adalah kemunafikan dan kita semua melakukannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membaca Alkitab, Anda tahu bahwa Tuhan mencari hati yang nyata, tulus dan yang mengabdi otentik. Dia tidak peduli bagaimana Anda kelihatan dari luar dan apakah Anda kelihatannya rendah hati dan kudus dan saleh. Yang dipentingkan orang-orang Farisi waktu Yesus adalah suatu pertunjukan. Dan itu masalahnya yang dibicarakan Yesus dalam Matius 6:1-18.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi itu membuka sebuah konsep yang lebih luas bagi kami karena kami harus memahami apakah pendapat Tuhan mengenai ini pada umumnya. Secara umum, kemunafikan dibahas dalam Alkitab sejak awal. Allah mengajarkan Israel melalui Amos 5: 21-24 dimana dikatakan, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu bukan saja seperti itu di kerajaan utara, begitupun keadaannya di kerajaan selatan: Yesaya 1:11-18, "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat- Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 13Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan Sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“14Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 15Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 16Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 18Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah mengatakan semua itu? Karena ibadah mereka tidak datang dari hati yang tulus, tetapi dari hati yang palsu. Dan sampai hati Anda dibuat putih dan murni seperti salju, Allah tidak mau berhubungan dengan Anda. Yesus tidak pernah menegur orang berdosa seperti Dia menghardik orang- orang munafik di dalam Matius 23. Dia menyimpan bahasa yang paling terik bagi mereka yang telah menutupi hati mereka yang jahat dengan topeng kesalehan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kau tahu betapa besar kemunafikan mereka? Dalam Yesaya 65: 5, kita bisa melihat apa yang mereka katakan kepada orang lain, "Menjauhlah, janganlah mendekati aku, karena aku terlalu kudus untuk Anda!" Dengan kata lain, jangan mendekati saya, Anda mungkin mencemari aku. Dan Tuhan mengatakan mereka seperti asap rokok di hidung-Nya. Apakah Anda pernah mendapatkan asap rokok di hidung Anda? Hal ini sangat menjengkelkan bagi mereka yang tidak merokok.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa besarnya amarah Allah oleh karena kemunafikan? Ayub 15:34 mengatakan, “Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil.” Ayub 8:13 mengatakan, “lenyaplah harapan orang fasik.” Ayub 27:8 mengatakan, “Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?” Dan Ayub 36:13 mengatakan, “Orang-orang yang fasik hatinya menyimpan kemarahan.” Orang munafik akan dihakimi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Aesop ada dongengnya tentang serigala. Dan serigala itu memutuskan untuk mendapatkan seekor domba gemuk yang bagus untuk makanan malamnya dan serigala itu memutuskan cara terbaik untuk menangkap seekor domba adalah untuk terlihat seperti satu domba dan menyelinap di antara mereka. Dan pada malam hari ketika domba dibawa ke kurungan, serigala itu memakai baju dombanya dan ia menyelinap di antara domba-domba itu dan ia tidur dengan lembut dan tenang disana di tepi domba- domba dan menunggu sampai mereka semua tidur sehingga ia bisa memilih yang paling gemuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sementara ia tersembunyi disana dan begitu berrahasia tentang maksudnya, sang gembala juga merasa lapar dan memutuskan dia ingin makan salah satu domba. Dan ia pergi dan mencari yang paling gemuk dan memang domba yang paling gemuk adalah serigala itu. Jadi ia memilih yang satu itu dan sebelumnya diperiksa apa itu sebenarnya, ia membunuhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah juga akan mengambil nyawanya serigala berbulu domba. Allah menghakimi kemunafikan. Di hari Yesus agama khas orang-orang Yahudi pada saat itu penuh kemunafikan. Di Markus 7:6 Dia menjawab dan mengatakan kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda tahu Tuhan kita melihat pernyataan Yesaya berhubungan dengan kemunafikan sebagai nubuat dan juga fakta sejarah. Dan apakah nubuatan itu? Yesaya berkata, "Mereka menyembah saya sia-sia dalam mengajarkan perintah-perintah manusia." Dengan kata lain, mereka munafik. Mereka telah menggantikan perintah-perintah ilahi dengan tradisi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada banyak orang munafik pada zaman Yesus. Ada juga orang-orang munafik di gereja. Gereja lahir dalam Kisah Para Rasul 2 dan kita bertemu dengan orang munafik pertama dalam Kisah Para Rasul 5, Ananias dan Safira. Mereka berbohong tentang memberikan semua hasil penjualan sesuatu kepada Tuhan. Mereka menahan sebagian dalam kemunafikan mereka, dan Allah memukul mereka mati di hadapan seluruh jemaat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu menghilangkan kemunafikan? Tidak, Paulus mengatakan di 1 Timotius 4:1, “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Didalam Alkitab kemunafikan tidak pernah dibicarakan dengan baik. Hal ini dilihat sebagai ragi dalam Lukas 12 yang mempengaruhi keseluruhan roti itu. Ini memiliki kapasitas untuk menular menyebar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini terlihat dalam Matius 23 sebagai kuburan kotor dengan kematian, tetapi ditutupi dan dilabur. Hal ini terlihat dalam Lukas 11:44 sebagai makam tertutup ditumbuhi rumput sehingga Anda tidak tahu lagi itu kuburan yang menyebabkan Anda najis waktu menginjaknya. Hal ini terlihat sebagai wadah yang rusak ditutupi dengan perak sehingga tidak ada yang tahu celah yang benar-benar ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini terlihat dalam Matius 13 sebagai lalang yang bertumbuh di tengah gandum. Hal ini terlihat dalam 2 Petrus 2:17 sebagai sumur tanpa air. Janji air itu ada, tetapi ketika ember diturunkan, semua kering dan kosong. Hal ini terlihat oleh Paulus dalam 1 Tesalonika 2:5 sebagai jubah untuk menutupi dosa. Hal ini terlihat dalam Matius 9 seperti pelayat yang berduka pada saat kematian hanya karena dia dibayar untuk berkabung dengan air mata palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menarik untuk diketahui bahwa salah satu kebiasaan orang-orang Yahudi waktu berkabung ketika seseorang meninggal adalah untuk merobek pakaian mereka sebagai tanda kesedihan. Para sejarawan mengatakan bahwa orang Yahudi begitu baik pada kemunafikan duka itu ketika mereka merobek pakaian mereka, mereka selalu merobeknya pada jahitannya, sehingga mereka dengan mudah bisa menjahitnya kembali lagi untuk perkabungan berikutnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemunafikan adalah terlihat seolah-olah Anda benar dari luar padahal Anda tidak benar dari dalam. Justru itulah firman Tuhan kita di Matius 6. Lihatlah lagi. "Hati-hati," adalah terjemahan terbaik untuk memaksa kita untuk melihat keseriusan ini. Supaya keyakinan Anda nyata dan tujuannya adalah untuk menyadarinya jika tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena ada konsekuensi dari kemunafikan. Khotbah di Bukit ini dirancang untuk memperlihatkan kepada orang-orang Yahudi pada waktu itu dan untuk setiap generasi berikutnya yang membaca Alkitab, standar kebenaran sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus masih berbicara tentang hal yang sama, standar kebenaran di dalam Matius 6. Namun ada perbedaan. Dalam Matius 5: 21-48, Dia berbicara tentang kebenaran yang diajarkan oleh ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Sekarang dalam Bab 6, Dia ingin kita melihat jenis kebenaran seperti apa yang dipraktekkan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang satu adalah teologi mereka dan yang lain adalah cara hidup mereka. Di Matius 5 Yesus mengatakan inilah yang diajarkan kalian, namun inilah yang diajarkan Allah. Sekarang di Matius 6, Dia mengatakan inilah caranya kamu beribadah, inilah cara hidup Anda dan inilah yang dipraktekkan sehari- hari. Namun standar Allah jauh lebih tinggi dari pada itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di sini Yesus katakan ketika Anda sedang melakukan sesuatu, baik dalam ayat 2, memberikan sedekah, atau di ayat 5, berdoa, atau dalam ayat 16, berpuasa, ketika Anda mempraktekkan apa yang Anda percaya, itu munafik karena hati Anda tidak percaya. Teologi Anda tidak memadai dan begitupun juga cara Anda mempraktekkan agama Anda. Sebagai orang percaya kita harus memiliki keduanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu ada orang yang berpikir kekristenan hanya bermasalah dengan apa yang mereka lakukan. Hanya pergi ke gereja, dan memberikan sedikit dalam persembahan dan lakukanlah kebiasaan agamamu dan bacalah Alkitab setiap hari dan Anda OK saja. Tapi Allah mengatakan bukan itu yang paling penting. Kita juga harus memiliki standar moral dan sikap yang tepat dalam hati kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang sekarang yang malah berpikir sebaliknya, semua yang Anda butuhkan hanyalah standar moral. Tetapi Yesus mengatakan iya, ada tempat untuk memberi dan berdoa dan berpuasa dalam komunitas orang-orang yang percaya dan itu harus dilaksanakan dengan benar. Tetapi yang lebih penting adalah apa yang Anda percayai dan bagaimana Anda bertindak melakukannya. Dan kedua itu harus bersama-sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menetapkan suatu standar disini yang tidak seorangpun pernah tetapkan dalam agama apapun dalam sejarah dunia. Ini melebihi setiap sistem manusia yang pernah ada yang diciptakan manusia. Lihatlah kembali Matius 5:20 dimana Yesus mengatakan, “Jika kebenaranmu tidak lebih benar dari pada kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Yesus mulai mengajarkan suatu standar moral yang jauh lebih tinggi daripada standar ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang menjadi guru-guru di Israel. Dia mengatakan di Matius 6:2, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik.” Dan di ayat 5, “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.” Dan di ayat 16, “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang munafik disini sama dengan orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Dan Yesus mengatakan ketika Anda menjalani kehidupan rohani Anda, itu harus lebih baik daripada yang mereka lakukan. Jadi semua yang dilakukan di Israel itu munafik. Dan mulai Matius 6:19 Dia berbicara tentang hal-hal biasa seperti apa yang Anda makan dan apa yang Anda minum atau baju apa yang Anda kenakan semua berkaitan juga dengan kemunafikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berbicara tentang uang dan bagaimana Anda memperlakukan itu dan bagaimana Anda berpikir dan bagaimana Anda menilai hal itu dan sebagainya. Jadi Ia membicarakan semuanya satu per satu. Dia mulai dari nilai teologis moral mereka sampai ke praktek agama mereka, sampai kepada kehidupan sehari-hari mereka. Dan dalam urutan itu Dia mengatakan teologi Anda tidak memadai, agama anda tidak memadai dan pendekatan hidup sehari-hari Anda juga tidak memadai. Standar Anda terlalu rendah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu Dia mengatakan di Matius 6:19, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi.” Dan di ayat 25, “Janganlah kuatir akan hidupmu.” Mengapa? Karena itulah karakter ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka hanya mementingkan untuk menabung harta di bumi dan mereka kuatir akan hidup mereka disini, Jadi Dia mengatakan sistim Anda harus melebihi sistim Ahli Taurat dan orang Farisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mengapa saya mementingkan hal ini? Karena lihatlah, kedua-duanya yaitu teologi kita, agama kita, ibadah kita dan kehidupan kita sehari-hari haruslah lebih baik dari pada sistim manusia yang terbaik dengan usaha yang terbaik. Itu semua tidak cukup. Selanjutnya ada orang yang mengatakan biar saja kita lebih baik menjadi orang yang tidak percaya. Pilihlah suatu filsafat manapun juga dan jalankanlah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, Tuhan mengatakan hal yang sama mengenai filsafat manusia, bahwa itu tidak cukup. Lihatlah di Matius 5:47-48, dimana Yesus mengatakan, “Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Dengan kata lain, kamu bukan saja memerlukan komitmen yang lebih tinggi dari pada ahli Taurat dan orang Farisi, namun itu juga harus lebih baik dari pada orang yang tidak percaya, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan hal yang sama di bagian berikutnya di Matius 6:7. Disini dia membicarakan kehidupan rohani kita. “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.” Dan kemudian di bab yang sama Dia melakukan hal yang sama. Ketika membicarakan soal kekuatiran mengenai makanan dan minuman dan pakaian di ayat 32, Dia mengatakan, “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Kristus mengatakan, Aku membawa Anda suatu standar yang lebih unggul dalam isi, dalam ibadah dan dalam kehidupan sehari-hari dibanding setiap sistem agama lain atau sistim dunia lain yang pernah ada. Dan hanya standar itulah adalah standar yang tepat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketika seseorang datang dan berkata, bagaimana kau orang Kristen bilang kau satu-satunya yang memiliki kebenaran? Anda memberitahu mereka. Itulah apa yang dikatakan Yesus. Yesus, benar- benar adalah orang yang pikirannya paling sempit yang pernah hidup. Dia berkata, "Semua yang saya katakan kepada Anda adalah benar dan hal lain semua palsu." Hanya Dia membuktikan bahwa semua yang Dia katakan adalah benar, Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Matius Yesus menawarkan Anda suatu kerajaan, tetapi Anda tidak akan masuk ke dalamnya dengan cara Anda jalani sekarang. Satu-satunya cara untuk masuk adalah dengan menyadari bahwa Anda tidak bisa masuk dengan usaha sendiri. Yesus mengatakan kau membutuhkan seseorang untuk membasuh dosa Anda, untuk memurnikan Anda, untuk memberi Anda sifat baru yang cocok bagi kerajaan saya dan saya adalah orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti dari masalah ini adalah masalah hati. Apakah motivasi Anda? Dua orang bisa memberi. Dua orang dapat berdoa. Dua orang dapat berpuasa. Dua orang dapat melakukan perbuatan religius. Anda dan aku tidak akan pernah tahu perbedaan satu dengan yang lain namun yang satu adalah sumber sukacita bagi Allah yang berbau harum dan yang lain adalah seperti asap di hidungnya. Dan perbedaannya adalah di dalam hati orang itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110724</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000137</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Upah memberi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000138"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:2-4" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:2-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu yang lalu kita membahas delapan prinsip yang berhubungan dengan memberi persembahan di gereja. Marilah kita mengulangi lagi hal-hal itu sebagai pengantar. Nomor Satu, memberi adalah investasi dengan Allah. Anda tidak akan pernah akan ditipu, apapun Anda berinvestasi dengan Dia akan membawa hasil besar. Dan semakin banyak Anda memberi semakin banyak Anda diberkati. Nomor Dua, memberi berkorelasi dengan kekayaan rohani, semakin Anda bertumbuh secara rohani semakin besar prioritas Anda dalam memberi juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, memberi merupakan pengorbanan. Setiap pemberian ada biayanya, Anda harus berkorban untuk memberi kepada orang lain. Lihatlah Yesus yang menyerahkan segalanya bagi kita. Keempat, memberi tidak berhubungan dengan seberapa banyak Anda miliki. Allah tidak melihat jumlah, Dia melihat apakah Anda setia dengan hal kecil, Ia melihat hati Anda dan komitmen Anda. Kelima, Anda memutuskan secara pribadi. Hal ini berdasarkan apa yang Allah meletakkan pada hati Anda untuk memberi ketika Anda berdoa kepada-Nya. Apakah prioritas Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keenam, kita memberi menanggapi kebutuhan. Apakah kita peka terhadap kebutuhan orang lain? Apakah kita benar-benar peduli? Kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Ketujuh, memberikan menunjukkan kasih bukan hukum. Kasih berarti memikirkan orang lain lebih daripada kita. Kita memberi karena kita mengasihi, dan memberi adalah mahal. Dan Nomor delapan, berilah dengan murah hati. Allah kita adalah Allah yang murah hati, Dia memberikan kita Anak-Nya yang tunggal di kayu salib, sehingga kita dapat kehidupan. Kita juga perlu bermurah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua prinsip diatas berhubungan dengan memberi di gereja. Perpuluhan itu telah dibentuk oleh Allah untuk mengingatkan kita bahwa semua itu adalah uang-Nya, dan semua berkat-Nya dan bahwa Dia memiliki semuanya. Dan supaya kita tidak melupakan Dia dalam segala hal yang kita lakukan sehari-hari. Itu semua berhubungan dengan hati yang baru dan pikiran yang baru yang Allah telah memberikan kita ketika kita percaya kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana kita menunjukkan bahwa kita memiliki hati yang baru dan pikiran baru? Dengan berbuat kebenaran, dengan mempraktekkan kebenaran kita, dengan melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan berdasarkan sikap hati yang tepat. Dan apa adalah contoh yang baik untuk menguji kondisi hati kita? Dengan sebagai contoh menguji hati kita dalam memberi kepada orang yang membutuhkan, kepada orang asing yang kita belum pernah kenal, kepada orang-orang yang kecelakaan, untuk orang- orang yang menjadi korban bencana alam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan teks malam ini benar-benar berfokus pada memberi kepada yang membutuhkannya. Yesus memakai caranya orang-orang Farisi memberi sebagai contoh buruk. Ini hanya contoh pertama bagaimana orang Yahudi menurunkan standar Allah dalam ibadah mereka sehari-hari. Dari pada melakukan segala sesuatu dalam ibadah untuk kemuliaan Allah, mereka munafik dalam melakukan semua untuk pujian manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mendengar lagi apa yang diajarkan Yesus kepada kita di Matius 6:2-4, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Lama menegaskan bahwa umat Allah harus memberi kepada orang miskin. Bahkan, dalam Imamat 25:35 itu mereka diperintahkan untuk memberi kepada orang miskin apakah mereka ini orang asing (orang ilegal) atau apakah mereka seseorang yang memang dari daerah itu (warga negara).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam Ulangan 15, dikatakan jika Anda menemukan orang miskin, berusahalah supaya Anda memenuhi kebutuhannya. Jika ia membutuhkan tempat tinggal, berilah dia rumah Anda. Berusahalah supaya ada makanan yang memadai. Pastikanlah semua kebutuhan hidupnya disediakan, karena begitulah caranya orang harus bertindak saat mereka mengikuti Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat membacanya dalam Mazmur 41:1. Anda dapat membacanya dalam Amsal 19, Amsal 21 dan Amsal 29, berkali-kali. Disitu dikatakan jika Anda memberi kepada orang miskin, Anda memberi kepada Tuhan. Mengapa? Semua pemberian merupakan investasi dengan Allah. Dan sebagian dari pemberian kita itu perlu diarahkan kepada orang-orang yang melintasi perjalanan kita yang ada kebutuhan besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan Yesus mulai membicarakan soal memberi ini, karena sudah terang ahli-ahli Taurat dan orang Farisi dan orang lain yang mengikuti contoh mereka ini tidak hidup sesuai dengan prinsip ini. Mereka memberi secara egois. Mereka memberi untuk memperlihatkan orang lain betapa salehnya mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah seseorang telah menjadi orang Kristen, satu hal yang Iblis suka sekali melakukan adalah untuk menarik mereka ke dalam kemunafikan sehingga mereka benar-benar meniadakan kesaksian mereka dan mereka kehilangan pahala surgawi mereka. Bahayanya agama, dan kami semua menghadapi itu, adalah bahwa kita akan berlaku munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang bahayanya kemunafikan diilustrasikan dalam memberikan sedekah. Ini berhubungan dengan beramal. Apapun dana yang Anda terima, sebagian adalah untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan. Kata kerja Yunani adalah eleato. Ini berarti memiliki belas kasihan atas mereka yang menderita untuk memberi bantuan kepada mereka yang celaka, atau untuk menyelamatkan mereka yang sengsara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa ‘eleato’ bukan kata kerja yang membicarakan sikap. Ini kata kerja yang membicarakan tindakan. Jadi yang dibicarakan bukanlah perasaan untuk ingin menolong orang miskin atau merasa kasihan atau simpati namun ini membicarakan tidakan itu sendiri. Dan ini bukan suatu perasaan yang pasif dan saleh yang tidak pernah bertindak dengan cara nyata.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dia bicarakan adalah tindakan memberi yang nyata. 1 Yohanes 3:17 mengatakan, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” Dengan kata lain, klaim bahwa Anda orang Kristen itu belum tentu benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 2:15-17 mengatakan, “Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, 16dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? 17Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Efesus 2:4 mengatakan bahwa belas kasihan Allah itu besar. Jadi kita sebagai pengikut Allah harus berbelas kasihan juga. Dan jika Allah hidup melalui saya ya saya juga harus berbelas kasihan terhadap seseorang yang membutuhkan pertolongan. Murid Tuhan Yesus selalu bawa kantong kecil. Yohanes 13:29 mengatakan kepada kita bahwa kantong itu ada uangnya. Untuk apa? Untuk memberi uang kepada orang miskin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ahli Taurat dan orang Yahudi telah melakukan itu selalu sejak mereka berada di tanah itu. Malah mereka telah merubahkan kepentingan hal itu dan menjadikannya lebih penting. Orang Farisi mengajarkan bahwa dosa mereka akan hilang jika mereka memberi sedekah kepada orang miskin. John MacArthur telah menemukan beberapa kutipan dari Talmud yang menyatakan mengamal itu akan membebaskan orang dari penghukuman dan menjadikannya benar dengan sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu orang Yahudi percaya semakin kaya orang itu, semakin gampang ia masuk kedalam kerajaan surga, karena dengan beramal Anda bisa beli untuk masuk. Jadi ketika Yesus mengatakan di Matius 19:24, “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah," itu menghancurkan konsep itu seluruhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan sikap hati Anda itu terpenting. Marilah kita memeriksa hati kita sendiri. Seringkali kita melakukan sesuatu untuk orang miskin tetapi di dalam hati kita kita tidak bisa menunggu sampai seseorang membicarakan itu sehingga kita bisa membual tentang hal itu sehingga semuanya rusak. Tuhan mengatakan dalam Matius 6:1 bahwa kita menukarkan pujian orang di waktu ini untuk berkat- berkat Allah di surga nanti, jika kita melakukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, apakah saya bisa memberi nasehat sedikit? Pastikan dulu supaya yang membutuhkan benar- benar membutuhkannya. Jangan mendukung pengemis sehat. Bacalah 2 Tesalonika 3:10 dan pastikanlah Anda memahami apa yang dikatakan, "Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." Janganlah mendukung seseorang yang bisa berdiri sendiri. Jika ia tidak bekerja, ia tidak makan, kan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat mendukung yang miskin itu dengan memberi mereka kerjaan. Anda dapat mendukung orang miskin itu dengan memberi mereka kepercayaan diri, dengan memberikan mereka suatu tugas untuk dilakukan. Sekarang ada juga orang yang begitu miskin dan sangat sakit sehingga mereka tidak dapat bekerja. Itu lain. Mereka perlu dirawat. Tapi hati-hatilah Anda membedakan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami membicarakan berbuat kebenaran sampai ke bahayanya agama sampai sekarang ke janji Yesus ada upah atau hadiah. Caranya Anda bertindak dalam soal memberi akan mengakibatkan bagaimana Anda dihargai dengan upah. Ada orang yang terpaku pada masalah penghargaan; mereka pikir itu semacam motivasi kasar. Tetapi ini sesuatu yang di lembagakan Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan aku harus berusaha untuk mencari hadiah supaya saya dapat menunjukkan-Nya kasihku dan memberi-Nya semua yang saya miliki. Apakah Anda melihat janji imbalan dalam ayat 1? Dikatakan, "Jika Anda melakukan perbuatan kebenaranmu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 6:2, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Intinya sederhana. Anda memiliki upah di dalam ayat 2, tetapi bukan dari Bapamu yang di sorga. Dari siapa? Nah, yang kau lakukan hal untuk Anda, untuk orang-orang, kan? Mereka akan memuji Anda. Itu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika Anda melakukannya untuk orang-orang, Anda akan mendapatkan tepuk tangan dari mereka dan Anda telah di kompensasi sepenuhnya saat itu juga. Tuhan tidak berhutang apa-apa kepada kamu. Tapi ada upah bagi mereka yang memberikan dari hati yang tulus. Ayat 3 mengatakan, “3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Kedengarannya lucu benar? Orang sering bertanya-tanya mengenai ayat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang memikirkan itu pepatah waktu itu. Untuk melakukan hal spontan yang tidak dipikirkan matang. Anda sedang berjalan di jalanan dan ada seseorang yang butuh pertolongan. Dan tanpa banyak pikir dan tanpa memeriksa buku cek Anda atau yang lain, Anda hanya ambil dari kantongmu se-ada-nya dan Anda memberikan sesuatu dan tangan kiri Anda yang ada di pinggul kiri Anda bahkan tidak tahu apa yang telah terjadi. Itu maksudnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berdasarkan belas kasihan Anda pada saat itu. Tangan kiri bahkan tidak menyadarinya. Dan itulah intinya dari apa yang dia katakan. Tangan kanan, yang biasanya aktif, melewati seseorang yang ada kebutuhan, membentang keluar, begitu cepat, begitu mudah tangan kanan memenuhi kebutuhan orang itu, sampai tangan kiri itu tidak pernah tahu apa yang terjadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda apa yang bagus tentang itu? Jika tangan kiri tidak tahu, tangan kiri itu tidak bisa terlibat. Idenya adalah kebebasan dan spontanitas tanpa ada perhitungan. Hanya memberi saja. Anda berkata, tetapi apa yang akan saya lakukan untuk meyakinkan itu benar? Tuhan akan memberkati. Berkat terbesar bagi saya tentang hal tangan kanan yang tidak diketahui tangan kiri, adalah hanya memberi bahkan tanpa memikirkan berapa banyak. Anda menanggapi kebutuhan yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal itu seperti memberi dan melupakan. Janganlah dibuat sebuah isu supaya setengah dari Anda menyadari hal itu, lakukanlah saja. Sekarang ada beberapa orang yang memberi kepada yang membutuhkannya dan kemudian mereka menunggu untuk melihat apakah mereka bersyukur. Dan jika orang miskin itu tidak bersyukur, mereka tidak akan melakukan hal itu lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, jika Anda memberi dan Anda bermasalah karena mereka tidak berterima kasih, Anda memberi dengan alasan yang salah. Anda memberi untuk rasa syukur manusia. Jika Anda tidak mendapatkan itu, Anda bahkan tidak mendapatkan pujian apa-apa, dan Anda pasti juga tidak akan mendapatkan apa-apa dari Allah. Jadi memberi itu haruslah di rahasiakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4 mengatakan, “4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.” Janganlah sampai tangan kirimu tahu. Dengan kata lain, bukan saja orang tidak tahu, tapi ada sebagian dari Anda yang bahkan tidak tahu. Seharusnya janganlah hal itu menetap di dalam kesadaran Anda. Anda bahkan seharusnya tidak boleh mengingat kapan terakhir kali Anda melakukan itu untuk orang lain. Anda tidak perlu mengingatnya. Berikanlah dan lupakan saja. Waduh, apakah kita seperti itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita ingat perbuatan baik kita dan kita cenderung melupakan perbuatan buruk kita. Anda harus melupakan perbuatan baik Anda, dan Tuhan akan mengingatnya dan memberi Anda upah. Jika kamu berbuat baik dan selalu mengingatnya, Allah akan melupakannya dan akan ada upah. Pilihlah. Anda ingin pujian di sini dan sekarang atau Anda ingin hal itu untuk selamanya. Apakah Anda ingin berkat Allah atau tepuk tangan manusia?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah ingat pemberian Anda. Kita tidak perlu memberitahu siapa pun, kita hanya perlu memenuhi kebutuhan yang ada. Dan ketika Anda telah melakukan yang terbaik dan ketika Anda sudah membentang diri berkorban, ingatlah ini dalam Lukas 17:10, “Jadi Anda juga, ketika Anda telah melakukan semua yang Anda diperintahkan, katakanlah, ‘Kami ini hamba yang tidak layak, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.’” Itulah semangat rendah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa yang terjadi pada akhir ayat 4? "4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Kata terbuka tidak ada dalam manuskrip disitu karena kontrasnya bukan antara tersembunyi dan terbuka, tetapi itu di antara pujian orang dan pujian dari Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah melihat hati Anda. Dia akan memberi upah kepada Anda. Tuhan melihat segalanya. Ibrani 4:13 mengatakan, "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” Dia tahu hati Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu apakah agamamu benar atau palsu. Pemazmur mengatakan di Mazmur 139:7-10, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 8Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. 9Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, 10juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.” Dia melihat dalam hati Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan agar Anda menjalani hidup Kekristenan Anda, saudara-saudari, pastikanlah Anda nyata dan benar. Ketika Anda memberi, berilah sesuai dengan keinginan Allah. Berikanlah kepada mereka yang membutuhkan dan berilah tanpa berpikir atau mengingat dan janganlah munafik. Dan untuk kalian yang tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus, tetapi berpura-pura saja, itu kemunafikan terberat dari semuanya, karena itu tidak dapat dimaafkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena kecuali Anda benar-benar mengenal Yesus Kristus. dosa kemunafikan itu diperhitungkan kepada Anda untuk selama-lamanya. Dan supaya mereka yang menjadi orang Kristen tulen hidup seperti Daud. Raja Daud memiliki hati yang benar karena dia mengatakan di Mazmur 57:7, “Hatiku teguh, ya Allah, hatiku teguh!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati yang teguh. Apakah hatimu seperti itu? Apakah Anda memberi berdasarkan hati yang murni? Apakah Anda berdoa dengan hati yang murni? Apakah Anda berpuasa dengan hati yang murni? Jika tidak, Anda perlu mengulangi doa Daud di Mazmur 51, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah.” Marilah kita berdoa bersama.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110717</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000138</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memberi tanpa Kemunafikan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000139"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:2-4" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:2-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ambillah Alkitab Anda dan marilah kita melihat Matius 6 lagi. Standarnya begitu tinggi sehingga tidak ada satupun diantara kita yang sanggup mencapainya, namun kita semua harus mampu melakukannya dengan keyakinan teguh akan kuasa Tuhan Yesus Kristus. Apa yang kedagingan kita tidak mampu melakukan, Roh Alah di dalam kita sanggup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus datang ke dalam dunia dan menetapkan standar yang belum pernah orang dengar di masa itu. Mereka memiliki agama yang mereka pikir Alkitabiah, namun standarnya terlalu rendah. Sikap mereka terhadap hal-hal sehari-hari tidak memadai. Dan sikap mereka terhadap kegiatan agama mereka juga tidak memadai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus datang kepada orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dan mengatakan pada dasarnya, “Kalian telah merendahkan standar-standar ilahi. Dan Aku telah datang untuk menegaskan mereka kembali. Aku datang untuk membangun kembali yang sejak semula telah ditetapkan dalam pikiran Allah."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan masalah Anda adalah ibadah palsu. Ini munafik. Lihatlah ayat 1. "Ingatlah," atau waspadalah, "janganlah kamu melakukan,” perbuatan kebenaran Anda, atau kesalehan Anda "dihadapan orang supaya dilihat mereka.” Anda hanya seorang aktor di atas panggung melakukan apa yang Anda lakukan untuk tepuk tangan para penonton.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia memilih tiga bagian dari agama mereka sebagai contoh. Yang satu adalah cara mereka memberi, yang kedua adalah cara mereka berdoa dan yang ketiga adalah cara mereka berpuasa. Cara memberi itu berhubungan dengan orang lain. Cara mereka berdoa itu berhubungan dengan Allah. Dan caranya mereka berpuasa itu berhubungan dengan diri mereka dan caranya mereka mematikan kedagingan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada dasaranya Yesus meringkaskan seluruh kewajiban agama mereka. Dan apapun yang keluar dari ibadah mereka, itu seharusnya datang dari dalam lubuk hati murni dan bukan dari kemunafikan. Pemberian Anda adalah palsu, doa-doa Anda adalah palsu, dan puasa Anda adalah palsu. Jadi Dia benar-benar membukakan kedok kemunafikan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Melalui Khotbah di Bukit, Yesus mendorong mereka untuk menyadari bahwa mereka tidak memadai, mereka sangat membutuhkan Juruselamat, dan tentu saja, Dia kemudian akan menawarkan diri-Nya kepada mereka. Itulah pesan yang sama dari Dia bagi Anda. Dunia ini penuh orang-orang religius yang terhilang, orang-orang religius yang agamanya adalah penyamaran dan kedok saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara menangani ini, bagain pertama yang dibicarakan-Nya adalah hal memberi. Matius 6:2-4, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ketika kita membahas hal memberi, dalam masa kini kami membuka suatu masalah besar yang nyata. Saya yakin belum pernah ada waktu di dalam sejarah gereja dimana sudah ada begitu banyak permohonan untuk sumbangan uang kita untuk "kebutuhan-kebutuhan Kristen” daripada pada saat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu di dalam Alkitab ada dua macam pemberian Kristen. Yang satu adalah sistematis dan terstruktur, pemberian teratur kepada gereja dan yang lain adalah memberi kepada mereka yang membutuhkannya yang Anda temui di waktu berbeda-beda dalam hidup Anda. Mari kita membicarakan dulu pemberian di dalam gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tahu Alkitab mengajarkan memberi perpuluhan. 1 Korintus 16 mengatakan kepada kita untuk menyimpan dan memberi persembahan kami pada hari pertama setiap minggu, bukan hanya pada saat Anda mengingatnya, namun setiap minggu untuk menghadapi realitas penatalayanan uang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya harap Anda tidak bersikap negatif terhadap memberi itu. Saya pikir ini telah menjadi subjek tidak populer karena itu sering disalahgunakan, nomor satu, dan nomor dua, karena orang memiliki pemahaman yang keliru tentang pemberian itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus mulai dengan ini; Allah tidak memerlukan uang Anda. Allah berada dan melakukan semuanya sepanjang kekekalan tanpa uang Anda dan sebelum Dia menciptakan Anda. Itu benar. Kau tahu, Allah sanggup melakukan apapun yang Ia inginkan. Dia tidak memerlukan satu peserpun dari Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun hal yang Anda harus menyadari adalah bahwa Anda perlu memberi. Itu saja. Paulus pada dasarnya mengatakan hal itu kepada orang Filipi ketika Ia berkata, saya berterima kasih untuk penawaran Anda. Saya tidak membutuhkannya, namun Anda perlu memberi karena ketika Anda memberi, Anda menempatkan diri Anda dalam kerangka berkat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, memberi semuanya berhubungan dengan pemberkatan. Allah berkata lepaskanlah hal itu supaya Aku dapat mengalikan itu kepada rekening Anda. Yang dipentingkan haruslah berkat ini. Ada suatu siklus pemberkatan. Lihatlah Amsal 11: 25, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berikutnya Amsal 11:26, diterapkan mengenai menahan gandum. Jika seorang petani menahan gandum dan tidak pernah menabur gandum di tanah atau tidak pernah menjual gandum untuk mendapatkan uang untuk membeli benih untuk menanam lagi, dia akan mati kelaparan. Ada siklus, kan? Semuanya bergantung kepada kesetiaan Anda menabur benih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya memberi, Allah memberkati. Dari pemberkatan itu saya dapat memberi lagi. Dan siklus pemberkatan terus seperti itu. Dan semua yang Anda memberi diberkati Allah, dan saat Dia mengembalikan berkat itu, dari berkat itu Anda memberi lagi. Allah mengatakan berilah karena dengan cara itu Anda sekarang telah menempatkan diri dalam siklus pemberkatan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bolehkah saya memberi Anda delapan prinsip sederhana untuk diingat dalam pemberian kepada gereja Anda? Delapan prinsip yang sederhana ini akan membantu Anda untuk memberikan dalam cara yang tidak munafik dan saya akan membahas bagian kedua dari hal memberi, yaitu memberi kepada mereka yang membutuhkan, di hari Minggu depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, memberi adalah investasi dengan Allah. Kadang-kadang Anda membeli barang tetapi Anda kecewa setelah Anda pulang dan membukanya. Tetapi bukan begitu dengan Allah. Lukas 6:38 memberitahukan kita, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah memberi, Anda dapat menggoyangkan kotak hadiah-Nya dan itu masih tetap tumpah keluar. Anda tidak pernah ditipu ketika Anda memberikan kepada Allah. Anda melihat berkat kembali dikalikan dan bagaimanapun caranya Anda mengukur takaran itu, itu akan diukur kembali kepada Anda lagi. Jadi apapun yang Anda investasi dengan Allah, dari itu juga Anda akan mendapatkan bunganya. Memberi adalah investasi dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 9:6 mengatakan, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Kita sering menggunakan pernyataan ini hanya dalam cara yang negatif. Tetapi itu juga benar dalam cara yang positif. Karena kita tidak hanya menuai apa yang kita tabur, kita akan menuai jauh lebih dari pada apa yang kita tabur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali kita hanya melihat usaha kita yang tampaknya kecil dan kita merasa tidak penting sama sekali. Tapi ketika Kerajaan besar Allah mulai, kami akan senang untuk mengetahui bahwa usaha kita sangat diperlukan. Sering kali hanya Allah yang tahu berapa banyak dituai orang lain dari apa yang Anda tabur. Anda ingin kehidupan yang kaya? Itulah caranya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip ini telah digunakan secara ekstrim - kita dengar segala macam janji gila dari pengkhotbah radio dan TV - "Kirimkan saya 500 dolar dan Allah akan memberi Anda 1000 dolar kembali!” Prinsip ini salah digunakan sehingga membuat orang berpikir itu adalah cara bagi Allah untuk membuat mereka kaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, memberi berhubungan dengan kekayaan rohani. Dengan kata lain, jika Anda tidak setia dalam apa yang Anda lakukan dengan uang, Tuhan tidak akan memberikan kepada Anda kekayaan yang sejati. Dikatakan di Lukas 16:11-12, “Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami tidak memberi supaya lebih kaya secara materi. Kami memberikan untuk lebih kaya secara rohani. Allah memilih caranya untuk memberkati. Ini semua terserah kepada-Nya. Tetapi marilah kita menyadari betapa besarnya kita sudah diberkati. Memberi hanya suatu respon alami terhadap berkat-berkat Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kekayaan sejati? Jiwa-jiwa, orang-orang, pelayanan, dan Allah tidak akan memberikan pelayanan strategis untuk seseorang yang tidak bisa menangani uang. Jadi efektivitas rohani Anda, dimensi pengaruh rohani Anda akan memiliki banyak hubungan dengan bagaimana Anda dapat menangani berkat Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, memberi haruslah berkorban. Jika tidak ada pengorbanan itu mempertanyakan apakah Anda benar memberikan sesuatu, pemberian itu berarti ada pengorbanan. Daud berkata, "Aku tidak akan memberikan Allah sesuatu yang tidak ada biayanya." Itu tidak memperlihatkan apa-apa kepada-Nya. Janganlah Anda mengatakan kepada Allah ini persembahanku, saya tidak membutuhkan ini. Ketika Anda memberikan sesuatu kepada Allah yang Anda perlukan, baru Anda telah membuat pengorbanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menjalani kehidupan pengorbanan. Dia mengorbankan kemuliaan surga. Dia meninggalkan persekutuan yang sempurna dari Trinitas untuk datang dan menjadi korban bagi kita. Dan dengan demikian, Dia memberikan kami contoh. Dia hidup sederhana untuk menjangkau orang lain agar mereka menjadi anggota Kerajaan Allah. Dia memberi secara bebas dan dengan murah hati. Semua yang Dia miliki dan keberadaan Dia, Dia memberikan untuk kepentingan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 3:9 mengatakan kepada kita untuk menghormati Tuhan dengan kita "harta kita.” Kami biasanya memberikan kepada Allah dari kelebihan kita, tetapi Ia ingin kita supaya kita memberi dari harta kita. Perhatikan bagaimana Paulus menggambarkan kemitraan kami dalam memberi di 1 Kor. 16:2, "Pada hari pertama dari tiap- tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip Keempat, memberi tidak berhubungan dengan seberapa banyak Anda miliki. Orang-orang mengatakan jika saya memiliki lebih, saya akan memberi lebih banyak. Aku menunggu sampai kapal saya datang, maka Tuhan akan mendengar dari saya. Kapal Anda tidak akan membuat perbedaan apapun dalam pemberian Anda. Bahkan, Anda kemungkinan besar akan naik keatas kapal Anda dan berlayar pergi dan memanjakan diri seperti biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 16:10 mengatakan, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Memiliki lebih tidak akan mengubah karakter Anda. Ketika kita memberi kepada pekerjaan Allah, itu adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah yang setia untuk semua kebaikan-Nya kepada kita. Salomo mengatakan dalam Amsal bahwa kita harus memberikan buah sulung. Ini berarti bahwa kita harus memberikan yang terbaik, bukan sisa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kecenderungan adalah bahwa pendapatan yang lebih rendah memberikan persentase yang lebih tinggi dari pendapatan mereka dibandingkan dengan pendapatan yang lebih tinggi. Seharusnya sebaliknya. Tetapi ini mengungkapkan pengaruh uang dan harta benda terhadap kita, orang Kristen! Semakin banyak kita miliki, semakin sedikit kita memberi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memberi bukan mengenai berapa banyak harta milik kita, ini mengenai dimana hati Anda itu berada dan apakah komitmen Anda. Dan kita tahu bahwa Perjanjian Baru mengajarkan bahwa memberi adalah investasi dengan Allah. Memberi haruslah memberi berkorban, dan itu tidak terkait dengan apa yang kita miliki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, pemberian ditentukan secara pribadi. 2 Korintus 9:7 mengatakan, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya.” Apa pun yang Anda tujukan dalam hati Anda untuk memberi, itu diantara Anda dan Tuhan. Anda harus memberi sambil berdoa dan Anda harus memberi apa yang Tuhan meletakkan pada hati Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jemaat Makedonia memberi dengan berlimpah dari kemiskinan mereka. Jemaat Filipi memberi karena mereka memberikan dengan hati yang penuh kasih. Hal ini menjadi tindakan hati yang spontan. Ini semua ditentukan secara pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prioritas kita akan berubah ketika kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan, pandangan keuangan kita akan berubah. Kita akan melihat diri kita sebagai pengelola milik kami lebih dari pemilik dan kita ingin menggunakan uang itu dengan cara yang akan menyenangkan Allah karena memang Dia pemilik semuanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keenam, kita memberikan dalam menanggapi kebutuhan. Kita harus peka dan mendengarkan kebutuhan. Dalam Kisah Para Rasul 4 dan Kisah 5, gereja mula-mula membagikan sumber daya karena ada orang yang membutuhkan. Paulus bepergian melalui Asia Kecil mengumpulkan uang dari gereja-gereja non-Yahudi untuk diberikan kepada orang-orang kudus di Yerusalem karena kebutuhan mereka besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di gereja kami, kami memberi dengan berkorban ketika kita tahu bahwa seseorang memiliki kebutuhan nyata. Allah lebih mementingkan sikap Anda dalam memberi itu daripada jumlah yang Anda berikan. Anda juga dapat memberi dengan banyak cara yang tidak selalu finansial.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda mendegar kutipan dari Billy Graham? "Allah telah memberi kita dua tangan, satu untuk menerima, dan yang lain untuk memberi. Kita bukan waduk yang dibuat untuk penimbunan, kita adalah saluran dibuat untuk berbagi.” Kita harus menjadi saluran berkat Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketujuh, memberi menunjukkan kasih bukan hukum. Orang-orang yang tidak percaya dipandu oleh filsafat hidup yang mempromosikan egoisme (sikap yang mengatakan, kau harus mementingkan 'Nomor Satu'), filsafat yang memodel keserakahan ("Ambillah apa yang Anda bisa dapatkan!”), dan filsafat yang menetapkan kepentingan dalam angka dolar ("Menurut Anda berapakah nilai dia?").</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang tidak akan pernah yakin bahwa memberi itu bisa menjadi sesuatu yang baik selain dari suatu tindakan untuk mendapat kepercayaan orang lain untuk memanipulasi, mengeksploitasi, dan mengorbankan mereka. Tapi ketika orang Kristen memberi itu harus menjadi tindakan kasih. Karena itu memberi itu harus dengan suka cita, tidak enggan dan bukan karena kebutuhan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih bukan hanya tindakan saja. Kasih adalah tindakan pengorbanan. Kasih selalu ada harganya. Kasih selalu ada biayanya. Kasih itu mahal. Bila Anda mengasihi, manfaat diperoleh ke rekening orang lain. Kasih adalah untuk Anda, bukan untuk saya. Kasih selalu memberi, bukan hanya mengambil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor delapan, memberi haruslah dengan murah hati. Hal pertama yang perlu kita pahami adalah bahwa itu semua sumber daya Allah, bukan kami, yang memungkinkan kita untuk memberi. Allah kita adalah Allah yang murah hati, karena Allah yang memberi berlimpah, juga memberikan Anak-Nya. Dan itu pada dasaranya merubahkan kita semua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan cara Allah memberi dari kelimpahan-Nya, kita telah diubah oleh-Nya. Dan oleh transformasi itu, kita dapat memimpin orang lain menuju kepada kelimpahan Allah. Ingatlah hati kami yang baru dan pikiran yang baru dan keinginan baru untuk memberi untuk mengikuti kehendak-Nya, dan pemahaman untuk memberikan dari diri kita sendiri, sehingga kita dapat menabung harta di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu hal yang pasti dan itu adalah bahwa Anda tidak pernah dapat melebihi pemberian Allah. Apa yang Anda berikan kembali kepada Tuhan tidak pernah dapat mendekati berkat yang Ia telah dan terus-menerus mencurahkan pada Anda dan keluarga Anda untuk sisa hidup Anda. Marilah kita berubah untuk menjadi lebih seperti Kristus yang menyerahkan segalanya untuk kita, sehingga kita dapat hidup, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110710</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000139</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kemunafikan di gereja]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000013A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:1" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:1</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita belajar lebih banyak lagi dari Firman Allah tentang kemunafikan. Berapa banyak diantara Anda tahu ada orang munafik di gereja yang duduk disebelah Anda? Hati-hati ya… Saya mengatakan minggu kemarin bahwa ada banyak orang yang mengaku Kristen yang memakai hal itu sebagai alasan untuk bolos dari gereja karena mereka mengatakan terlalu banyak orang munafik di gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memakai alasan ini supaya mereka tidak ikut serta dengan gereja fisik, yang lokal dan yang sudah menjadi organisasi gereja cukup lama. Dan minggu kemarin saya mengatakan bahwa kita harus mengakui bahwa di gereja banyak orang munafik, namun janganlah memakai hal itu sebagai alasan untuk tidak datang ke gereja dan menjadi orang yang Allah kehendaki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini teks yang sukar untuk diikuti dengan baik, jadi marilah kita mendalami apa yang kita mulai membicarakan minggu yang lalu. Setiap kali kita dibandingkan dengan umat abad pertama, ini tidak gampang. Namun Yesus juga berbicara dengan orang-orang yang baru belajar tentang kebenaran sifat dosa mereka. Seringkali kita ingin memikir bahwa perintah Tuhan Yesus kepada kita sebenarnya untuk orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus belajar untuk menerima Alkitab sebagai suatu surat pribadi dari Allah bagi setiap orang yang percaya. Dan ini memang benar untuk buku Matius. Kita mulai minggu kemarin dengan memberi definisi orang munafik dan kita baca di Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kamu berbuat kebenaranmu (bukan kewajiban agamamu) di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan minggu yang lalu kita diberi tahu bahwa ini ayat kunci yang mempengaruhi ketujuh belas ayat berikutnya. Dan setelah itu Yesus memakai tiga contoh untuk menjelaskan bagaimana seharusnya tingkah laku kita sehari-hari. Janganlah seperti orang munafik yang misalnya dalam hal memberi, berdoa dan berpuasa hanya mementingkan pujian orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi definisi orang munafik adalah seseorang tanpa Allah yang berlaku seperti seseorang yang menjadi milik Allah. Orang yang munafik akan mendapat upah manusia disitu juga, namun hanya itu saja yang mereka dapatkan, karena mereka tidak akan menerima apapun dari Allah selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah beberapa dari kita biasanya mengatakan bahwa orang munafik itu adalah seseorang yang bersama Allah yang kelakuannya tidak seperti orang yang percaya Allah. Yaitu orang yang pergi ke gereja dan mengaku Kristus tetapi di dalam dunia tingkah lakunya tidak berbeda dengan orang lain. Tetapi definisi Alkitabiah orang munafik ini jauh lebih berbahaya dan ini sekarang bisa menjadi masalah pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Dimanakah kebanyakan orang munafik seperti yang didefinisikan Yesus? Dimanakah ada orang yang bertindak seperti mereka percaya Allah? Di dalam gereja, benar? Jadi dimana bahayanya terbesar bagi orang yang melakukan semua hal itu dan pada akhir kehidupannya mereka menyadari mereka masih tanpa Allah karena mereka sebenarnya tidak pernah mengenal-Nya? Di dalam gereja, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana jika seseorang berbuat segala hal rohani di dalam kehidupannya, seperti pergi ke gereja dan ikut pemahaman Alkitab, berdoa untuk orang sakit dan memberi uang tetapi hatinya tidak pernah berubah? Menurut Yesus itulah kondisi yang kita perlu pertimbangkan. Apakah kita orang munafik yang belum diselamatkan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita munafik sebenarnya berarti menjadi seorang aktor yang memainkan peranan. Kita semua telah melihat aktor di atas panggung, dalam dram dan di program TV dan kita tahu bahwa mereka tidak benar- benar sama dalam karakter yang mereka main. Nama panggung mereka bukan nama asli mereka dan perilaku mereka bukan DNA mereka. Dan inilah kemunafikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin menambahkan satu hal lagi untuk menambahkan pengertian dan menjelaskan siapakah orang munafik itu. Orang munafik itu adalah orang yang melakukan hal-hal benar namun alasannya salah. Ini sering hal yang di salahmengerti di dalam gereja tentang kemunafikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah lagi Matius 6:1 dan perhatikanlah bagian pertama dari ayat 1 ini, “Ingatlah, jangan kamu berbuat kebenaranmu di hadapan orang supaya dilihat mereka.” Beberapa orang telah salah menafsirkan sebagian dari ayat ini dan itu telah menyebabkan pada suatu waktu ada kebingungan dalam pelayanan atau ibadah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang mengingat hanya sebagian saja dari suatu ayat dan memang gampang kita ingat bagian pertama saja dari Matius 6:1, “jangan kamu berbuat kebenaranmu.” Jadi ada orang Kristen yang mengatakan Kekristenan bukanlah sesuatu yang kita lakukan, namun itu keberadaan kita dan mereka mengutip bagian ayat ini saja yang dikatakan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya kata-kata “berbuat kebenaranmu” tidak sering dipakai, namun marilah saya memberikan Anda beberapa. Lihatlah 1 Yohanes 2:29, “Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.” Yohanes mengatakan bahwa menjadi orang benar berarti kita harus berbuat kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Yohanes 3:7, “Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu (satu cara lain untuk mengatakan ingatlah, waspadalah). Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar.” Disini Yohanes mengatakan lagi, kita benar pada saat kita hidup benar dan berbuat kebenaran!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda bisa melihat betapa gampangnya kita tertipu? Ada orang yang mengatakan, perbuatanku dalam kehidupan sehari-hari tidak penting, Yesus telah menyelamatkan aku dan Dia tinggal di dalam hatiku sekarang dan saya yakin saya akan masuk ke surga. Apa yang saya perbuat setiap hari tidak masalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bacalah apa yang Allah mengatakan kepada kita di 1 Yohanes 3:10, “Inilah tandanya siapakah anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada juga orang lain yang mengingat lebih banyak lagi dari Matius 6:1 dan apa yang mereka ingat adalah, “Jangan kamu berbuat kebenaranmu di hadapan orang.” Hanya itulah yang mereka ingat. Dan ini sering menyebabkan ada suatu salahpengertian yang lain. Mereka ingin berbuat kebenaran namun mereka tidak mau supaya ada orang yang melihat mereka atau yang tahu tentang hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang dikatakan Yesus mengenai hal itu di Matius 5:14-16, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan bahwa orang Kristen itu adalah orang-orang yang perlu memperlihatkan diri kepada orang lain supaya mereka tahu siapakah kita. Dan seandainya kita masih belum mengerti artinya ayat 14 dan 15, Yesus menerangkan hal ini lebih lanjut di ayat 16; kita harus berbuat baik supaya orang lain melihatnya dan memuliakan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita akan mendalami hal ini lebih mendalam lagi ketika kita membicarakan ketiga contoh yang dilakukan orang Yahudi untuk menjadi saleh. Yesus memakai hal khusus ini sebagai contoh untuk mengajarkan kita apa yang kita janganlah lakukan dan apa yang kita harus lakukan sebagai anak-anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada yang mengatakan sebagai contoh, janganlah memberikan uang Anda dimana orang-orang dapat melihatnya. Ada orang yang lebih suka memberi persembahan di dalam kantong kollekte dari pada di tempat terbuka, karena mereka tidak mau ada orang yang melihat berapa banyak persembahan mereka dan mungkin mereka teringat ayat ini. Ada juga orang yang tidak mau berdoa di tempat umum atau berdoa terlalu keras untuk alasan yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan itu yang diajarkan Yesus! Malah Yesus melakukan hal-hal sengaja supaya orang dapat mendengar-Nya dan melihat-Nya. Coba lihatlah Markus 12:41-44, “Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.” Coba bayangkan ada Yesus dan Dia sengaja duduk dekat peti penyembahan waktu orang-orang memberi persembahan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita teruskan, “Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Disini Yesus bukan saja mengamati orang akan tetapi Dia mengajarkan murid-murid-Nya dan kita suatu pelajaran penting mengenai memberi berkorban.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat kisah Lazarus yang sudag meninggal selama 4 hari? Bacalah Yohanes 11:39-42, “Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berdoa pada waktu orang melihat-Nya dan Dia melakukan itu untuk keuntungan orang lain. Dan saat kita melihat Perjanjian Baru, gereja juga berbuat kebenaran mereka dihadapan orang dengan berdoa dan berkhotbah kepada mereka. Malah keseluruhan ibadah kami dengan berkhotbah, bernyanyi dan memberi persembahan semua adalah bagian dari berbuat kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya yang dimaksud orang dengan tidak mau berbuat kebenaran dihadapan orang adalah bahwa hubungannya dengan Allah itu soal pribadi. Inilah yang dikatakan orang terhilang pada saat Anda bersaksi kepadanya, agama mereka adalah soal pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dimaksud orang yang di dalam gereja yang mengatakan bahwa hubungan mereka dengan Allah adalah suatu masalah pribadi, adalah bahwa mereka ingin melihat apa yang terjadi di dalam gereja, mereka ingin menerima namun segan untuk berpartisipasi, untuk melayani atau segan berdoa dan segan memberi. Ini suatu macam kemunafikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diselamatkan supaya kita berada dalam komunitas, kita diselamatkan untuk berbuat baik, kita diselamatkan untuk melayani, untuk menghibur orang, kita diselamatkan untuk berbuat kebenaran supaya orang lain dapat melihat apa yang Allah telah melakukan untuk kita supaya mereka memuliakan Dia. Tidak ada orang Kristen yang pribadi saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang dikatakan Yesus? Matius 6:1 mengatakan, “Ingatlah, jangan kamu berbuat kebenaranmu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang Yesus katakan adalah jangan berbuat kebenaran di hadapan orang lain dengan maksud mengesankan mereka atau memamerkan sehingga mereka mengagumi Anda dan ingin mengikuti Anda daripada mengatakan kepada mereka bahwa ini semua anugerah dan pekerjaan Allah dan hanya Dialah patut dimuliakan!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apakah artinya ini? Ini adalah kondisi hati. Yesus di bagian pertama dari Khotbah di Bukit di Matius 5 membicarakan motivasi hati kita. Lihatlah, semua hal yang dilakukan orang Farisi ini adalah hal-hal yang di ajarkan Allah. Mereka berbuat kebenaran, namun masalahnya adalah bahwa kondisi hati mereka tidak sesuai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebagai orang tidak mampu mengetahui motivasi hati orang, hanya Allah yang sanggup. Bukti yang nyata adalah apa yang terlihat orang sebagai buah kehidupan Anda. Sebagian dari buah kehidupan itu adalah pekerjaan Anda yang memuliakan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang munafik berbuat hal yang sama seperti orang Kristen yang telah diselamatkan, mereka pergi ke gereja, mereka memberi persembahan dan mereka berdoa, berkhotbah dan mereka menjadi relawan dalam pelayanan dan mereka berbuat semua hal yang sama namun itu hanya sandiwara saja, itu adalah topeng di luar, mereka ingin orang percaya mereka Kristen padahal bukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah alasannya Yesus mengatakan berjagalah! Dia tidak membicarakan orang-orang luar gereja, Dia membicarakan orang-orang gereja. Dia ingin memastikan orang beribadah bukan karena ingin dipuji orang, bukan karena Anda sendiri ingin merasa nyaman, supaya Anda dapat menyenangkan orang tua, supaya Anda kelihatannya orang baik-baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amos 5:21-24 mengatakan, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, nyanyian-nyanyian dan lagu gambus itu semua tepat berdasarkan perintah Allah! Tetapi sesudahnya Allah mengatakan: Aku benci semua itu, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Karena kondisi hatimu tidak sesuai dengan ibadahmu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Markus 7:6-7 mengatakan, “6Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.7Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernahkah Anda berpikir bahwa Alkitab berbicara lebih banyak tentang kemunafikan dari pada aborsi atau homoseksualitas atau mencuri? Kadang-kadang kita sebagai orang Kristen evangelis benar-benar pintar dalam mengalihkan perhatian dari apa yang benar-benar penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang kita hanya melakukan gerakan ibadah saja, kita jarang mengerti arti sebenarnya dari lagu yang kita nyanyikan, kita berdoa tetapi pikiran kita mengembara, kita tidak menyadari bahwa kita berada di depan takhta Allah Yang Mahakuasa sendiri yang selalu tahu pikiran dan niat hati kita!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita semua menguji hati kita untuk menentukan sesuatu. Mungkinkah bahwa selama semua tahun ini kami telah berbuat kebenaran dan melakukan semua hal ini tetapi ketika kita meletakkan kepala kita di atas bantal pada malam hari kita tahu di dalam hati kita bahwa kita belum pernah dilahirkan kembali? Kami tidak pernah dirubah; itu semua hanya pertunjukkan saja!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Kudus berkata kepada Anda sekarang, buanglah semua kebanggaan Anda, buanglah reputasi Anda, buanglah semua hambatan Anda, buanglah kesan orang, taruhannya sangat tinggi, ini perbedaan antara hidup kekal dan kematian kekal! Berikanlah hidup Anda kepada Yesus! Biarkanlah Dia membersihkan Anda dari dalam ke luar, sehingga Anda tidak hanya memberikan kesan bahwa Anda bersih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak peduli berapa lama Anda telah pergi ke gereja, tidak peduli apa yang Anda sembunyikan dari orang lain, tidak peduli berapa lama Anda telah berjuang dengan hal ini, jika Anda seorang aktor, biarkanlah Yesus mengubah Anda untuk menyatakan apa yang diinginkan Allah bagi Anda. Bertobatlah dari dosa- dosa Anda dan percaya Kristus saja untuk membuat Anda utuh kembali, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110703</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000013A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah Hipokrit itu?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000013B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+6:1-18" target="_blank" class="imCssLink">Matius 6:1-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali lagi ke buku Matius pada saat kita mulai seri baru malam ini bersama dengan RBC yang akan berlangsung selama musim panas. Kita melihat sekarang pada bab 6 dimana Yesus masih memberitakan Khotbah di Bukit dan Dia mengajar kita sekarang pentingnya berbuat baik sementara tidak ada seorangpun yang tahu kecuali Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita harus ingat adalah carilah persetujuan dari Allah daripada tepuk tangan manusia. Mari kita mulai membaca awal dalam Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus terus memberikan kita contoh-contoh dari hal itu yang menjadi bagian dari kehidupan orang Yahudi dan tiga contoh itu terkait erat dan berurusan dengan memberi, berdoa dan berpuasa. Dan Yesus mengajarkan kita bahwa orang-orang Farisi hanya tertarik pada pujian manusia dan bukan kepada menyembah Allah dan Ia memanggil mereka munafik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa kita ingin pujian orang? Tentu, karena kita ingin kelihatannya baik, namun sebenarnya kita ingin kelihatannya lebih baik dari pada keadaan kita, khususnya jika ada orang disekitar kita yang benar kudus. Kita ingin memberi kesan pertama yang baik, benar? Jadi kita menjadi pintar menjadi orang palsu dengan memainkan permainan kemunafikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita pelajari malam ini bagaimana kemunafikan seperti itu berhubungan dengan kemunafikan di dalam gereja sekarang. Berapa banyak diantara Anda yang berpikir ada orang munafik di dalam gereja? Coba angkat tangan. Yah itu kebanyakan dari kita, saya harap ini bukan sesuatu yang tidak disangka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang mungkin mengherankan adalah siapakah mereka yang disebut munafik di dalam firman Allah. Jika Anda di masa lalu pernah mengundang orang untuk ke gereja, sering alasannya adalah, “Ah saya tidak mau pergi ke gereja karena mereka semua orang munafik.” Atau “terlalu banyak orang munafik di gereja.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bisa diterima mendengar itu dari orang yang tidak percaya, namun saya juga mendengar hal itu dari orang yang percaya yang memberikan alasan ini untuk tidak pergi ke gereja. Mereka mengatakan, “wah terlalu banyak orang munafik di gereja dan saya tidak mau menjadi sama dengan mereka.” Mereka anti-gereja, anti-organisasi dan mereka hanya ingin menjadi saleh sendiri. Mereka ingin bermoral dengan cara sosial.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Yesus membicarakan hal ini di dalam Khotbah-Nya dan menurut saya Jesus juga setuju dengan pernyataan bahwa di dalam gereja ada orang munafik. Kita harus mengakui hal itu dan harus menghadapi hal itu dan menurunkannya di dalan hidup rohani kita dan inilah alasannya Yesus mengajarkan hal ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama marilah kita membicarakan dan menjelaskan dulu apakah sebenarnya arti orang munafik itu supaya kita belajar untuk menghilangkan kebiasaan itu. Ada beberapa diantara kita di gereja yang telah mengakui ada orang munafik di gereja, dan mungkin mereka terkejut bahwa kita semua termasuk juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita memperhatikan lagi kata-kata Yesus mulai di Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini pernyataan tesis yang mendasari pemikiran semua 18 ayat-ayat dalam penelitian kami. Semuanya datang kembali kepada pernyataan ini. Janganlah melakukan perbuatan baik di hadapan orang karena Anda ingin pujian mereka dan bukan karena Anda menginginkan persetujuan dari Allah. Allah terutama mementingkan keinginan hati dan motivasi murni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang ada di dalam ke 17 ayat berikut adalah contoh bagaimana kita harus berbuat baik di dunia ini. Hal-hal ini di anggap tiga hal yang terpenting di dalam kehidupan orang Yahudi yaitu memberi (ay.1-4), berdoa (ay, 5-15) dan berpuasa (ay. 16-18).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah terang ini bukan daftar lengkap dari semua perbuatan baik tetapi dalam semua contoh Yesus menekankan hal yang sama. Di sini kita belajar bahwa Allah pertama melihat pada motivasi hati Anda dalam melakukan perbuatan baik dan tidak hanya pada perbuatan itu sendiri. Berapa kali kita memberi, berdoa dan berpuasa untuk motivasi yang salah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah kita sering berdoa dan berpuasa hanya ketika kita sangat menginginkan sesuatu? Saya tahu banyak orang yang tidak menghabiskan banyak waktu dengan Firman Tuhan dan bahkan jarang berpikir tentang Tuhan, tetapi ketika mereka harus datang ke pengadilan untuk suaka politik mereka, atau kehilangan pekerjaan mereka, mereka tiba-tiba mulai berdoa dan berpuasa untuk membujuk Tuhan membantu mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan kita memberi dan berdoa kepada Allah karena kita bersyukur atas segala sesuatu yang Dia telah lakukan bagi kita? Apakah kita berdoa karena memang kita ada hubungan dengan Dia dan Dia benar Bapa kita? Apakah kita berpuasa karena kita ingin sesuatu atau kita berpuasa supaya kita lebih dekat kepada Dia, untuk menjadi lebih seperti Yesus dan belajar mengasihi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi menurut Alkitab apakah orang munafik itu? Itu adalah seseorang tanpa Allah yang ingin berlaku seperti seseorang bersama Allah. Pikirkanlah hal ini dengan seksama, apakah Anda menyadari bahwa definisi ini berlawanan dengan apa yang dipikir orang adalah orang munafik?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dimaksud orang ketika mereka mengatakan banyak orang munafik adalah banyak orang Kristen di gereja bertindak seolah-olah mereka tidak mengenal Allah. Mereka orang Kristen yang tidak hidup sesuai dengan ajaran Alkitab, mereka berdusta, mereka mementingkan diri dan tidak mengasihi orang, dll.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun terus terang saja, kita semua orang munafik, benar? Tidak ada seseorang yang sanggup hidup konsisten 24 jam/7 hari tanpa berdosa, yang berbuat baik senantiasa dan yang tidak pernah melanggar hukum Allah, benar? Dan itulah yang dimaksud seorang yang munafik yaitu seseorang yang bersama Allah tetapi hidup sepertinya tanpa Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenarannya adalah bahwa ada orang munafik di seluruh Alkitab. Ada orang munafik di Kejadian. Ada orang munafik di Wahyu. Ada orang munafik pada permulaan dunia dan akan ada orang munafik di akhir dunia. Ada orang munafik di setiap macam agama dan bahkan di Kekristenan juga, bentuk yang murni. Ada orang munafik diantara keduabelas murid. Dan ada orang munafik dalam pimpinan gereja. Dimana-mana mereka ada. Ini sebagian dari keberdosaan manusia dalam permainan agama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun pada saat Alkitab membicarakan kemunafikan, yang dimaksud adalah malah kebalikannya. Alkitab itu membicarakan seseorang yang bukan anak Allah tetapi yang mengklaim dia adalah anak Allah dan mencoba bertindak seolah-olah dia anak Allah supaya orang percaya dia. Alkitab disini mengacu kepada guru-guru palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemunafikan seperti ini akibatnya jauh lebih serius di dalam gereja-gereja sekarang. Dan Yesus memperingati kita supaya kita waspada terhadap hal-hal ini. Apakah Anda melihat perkataan pertama di Matius 6:1, yaitu “Ingatlah” dan terjemahan lebih baik adalah “waspadalah” atau janganlah kita berbuat baik dihadapan manusia supaya dipuji orang, karena dengan cara itu Anda tidak akan menerima penghargaan dari Bapa-mu di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, waspadalah, hati-hati! Ini perkataan peringatan untuk berjaga-jaga, untuk bersiap sedia untuk peperangan! Yesus mengatakan bahwa ini merupakan senjata yang paling menipu dari musuh kita, yaitu Iblis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Iblis ingin melemahkan kesaksian Anda untuk Kristus sampai kita mengecewakan orang karena kemunafikan kita, namun yang dia inginkan lebih dari itu adalah orang-orang yang tampaknya berrohani, sampai memberikan keseluruhan hidup mereka untuk kelihatan seperti orang saleh yang memimpin gereja, akan tetapi yang sebenarnya adalah guru palsu. Akibatnya kedua kemungkinan ini jauh berbeda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk seseorang yang menjadi anak Allah namun yang tidak selalu hidup sesuai dengan standar ilahi, dia dapat mempengaruhi dan mengecewakan orang lain. Namun dibandingkan pengaruh orang yang kelihatannya menjadi pilihan Allah dan menjadi guru palsu di gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ketika mereka menyesatkan orang, itu bisa menjadi perbedaan masuk ke surga atau masuk ke neraka, dan itu mempengaruhi keadaan kekal mereka, benar? Karena itu Iblis jauh lebih tertarik guru-guru palsu. Ini semua mempengaruhi kedagingan kita sebagai manusia, pujian orang memang besar pengaruhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita ingin diperhatikan dan kami ingin dianggap sebagai orang saleh dan kami menyukai hal-hal yang segera. Semuanya dalam ketiga peringatan ini adalah tentang mendapatkan perhatian untuk apa yang Anda lakukan sekarang versus apa yang Allah menyetujui dalam waktu Allah sendiri yang Anda tidak dapat melihat atau merasakan langsung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang munafik itu adalah orang yang tidak percaya yang bertindak seolah-olah dia orang percaya. Dan Yesus memperingati kita setiap kali Dia memberikan kita suatu contoh. 2Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong… 5Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik… 16"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan “munafik” berarti menjadi seorang aktor yang mengasumsikan karakter lain, Anda memainkan peran orang lain dan Anda bertindak seolah-olah Anda adalah orang lain itu. Jika Anda telah melihat sandiwara di TV atau nonton film Anda melihat banyak aktor. Mereka memainkan suatu peran dan kenyataannya mereka tidak seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang munafik bertindak sepertinya ia memiliki sesuatu yang dia benar-benar tidak memiliki, dia bertindak seolah-olah dia memiliki kekuatan rohani dari Allah tetapi dalam kenyataannya ia memiliki kekuasaan roh dari Iblis. Dan dia ada disini untuk mempengaruhi Anda. Jadi marilah kita melihat apakah orang munafik itu menurut Kitab Suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mungkin munafik jika Anda mementingkan hal-hal bagi pujian orang dari pada persetujuan dan kasih Allah. Yesus dalam setiap contoh memperlihatkan kita orang-orang yang rela menukarkan kasih dari Allah untuk pujian manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mungkin Anda munafik jika:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda buta terhadap kesalahan Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 7:5, “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." Apakah Anda mengenal orang-orang yang selalu melihat ada kesalahan dengan orang lain atau pendetanya, atau kerasnya musiknya atau makanan namun tidak pernah dapat melihat kesalahan mereka sendiri?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi lebih penting dari pada Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 15:6-9, “orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. 7Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: 8Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 9Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang lebih mementingkan tradisi mereka dari pada apa yang dikatakan Firman Allah. Banyak gereja memiliki tradisi kuat, dan tidak ada salahnya, selama semua orang tahu apa yang diajarkan firman Allah dan bahwa hal itu lebih berkuasa atas tradisi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang sering lebih memerhatikan tradisi khusus mereka seperti tipe musik gereja mereka, cara berpakaian, dan persembahan mereka dan apa yang diperbolehkan gereja mereka di Indonesia daripada inti ajaran Firman Allah seperti kasih, keadilan dan belas kasihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mempengaruhi orang lain untuk agama daripada hubungan dengan Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 23:15, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda lebih tertarik pada agama daripada hubungan dengan Yesus. Anda lebih tertarik dalam mengubah seseorang menjadi lebih seperti Anda dan bukan untuk benar-benar menjadi orang percaya dan berubah menjadi lebih seperti Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mengenakan sikap agama untuk menutupi hati yang jahat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 23:25-28, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. 26Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. 27Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. 28Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda munafik jika Anda lebih tertarik pada apa yang dipikirkan orang lain daripada apa yang Tuhan pikirkan tentang isi hati Anda. Ada beberapa orang yang kejam sekali yang berasal dari gereja. Pikirkanlah kata-kata tajam yang datang dari orang Kristen ketika gereja mengalami perpecahan atau ada perselisihan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda menolak untuk mengakui ada kesamaan diantara Anda dan pendahuku Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 23:29-32, “29Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh 30dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. 31Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. 32Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sejarah gereja, kita tidak ingin menjadi seperti mereka yang tidak mengutamakan Firman Allah, kita tidak ingin menjadi suam-suam kuku bagi Allah, kita tidak ingin kehilangan cinta pertama kita. Namun Kekristenan diserang dari semua sisi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah di sekitar Denver, Colorado. Pada setiap Minggu, persentase orang yang pergi ke gereja adalah hanya 12% dari total populasi. Kita tahu bahwa dengan setiap generasi generasi baru semakin jauh dari Tuhan daripada yang sebelumnya. Kita tidak tinggal di negara Kristen lagi, kita hidup di negara di mana kebanyakan orang muda belum pernah membuka Alkitab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemunafikan tidak pernah dianggap enteng dalam Alkitab. Semua tindakan religius yang disebutkan oleh Nabi Amos telah ditentukan oleh Allah, tetapi karena semua dilakukan dari hati yang tidak tulus dan tidak disertai dengan hidup yang benar, mereka tidak diterima Allah. Pengorbanan, persembahan, dan lagu tidak diberikan untuk kemuliaan Tuhan tetapi untuk kemuliaan dan kepuasan orang-orang itu sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat diri kita sendiri dan marilah kita periksa hati kita sendiri. Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan? Apakah itu benar-benar untuk menyenangkan Tuhan atau itu hanya sebuah kebiasaan atau tempat untuk bertemu teman-teman Anda? Apakah Anda di gereja untuk menghormati Allah dan apakah Anda memperlakukan Allah seperti selayak-Nya? Apakah Anda setia walaupun tidak ada orang di sekitar Anda untuk melihatnya? Mari kita berdoa!</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110626</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000013B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Allah tidak lalai menepati janji-Nya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000013C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+3:1-9" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 3:1-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sampai sekarang kita telah melihat argumen emosional, argumen moral, dan kemudian sebuah argumen intelektual dari guru-guru palsu itu. Mereka menyangkal apa yang Yesus, Paulus dan Petrus dan orang lain mengatakan dalam Kitab Suci tentang kedatangan-Nya. Bahkan, mereka percaya bahwa ayat-ayat itu tidak diilhami oleh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat argumen orang-orang percaya tentang Kedatangan Keduakali. Kita telah melihat argumen dari para pengejek melawannya, sekarang mari kita melihat argumen dari orang percaya. Dan argumen itu benar bagus sekali waktu Petrus menjawab argumen para pengejek.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Petrus memberikan kita banyak argumen. Argumen pertama adalah argumen berdasarkan Firman Allah. Untuk ini kita melihat pembukaan 2 Petrus 3:1-2. Waktu dia mulai membicarakan hal itu dia mengatakan, “Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat, dia berkata, aku ingin merangsang pikiran baru itu dan saya ingin memberi semangat kepada kebenaran yang Anda sudah tahu sehingga pemikiran sanktifikasi Anda dan perkiraan rohani Anda dapat memahami doktrin palsu itu dan memberikan bantahan tepat untuk itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 2, "Anda harus ingat perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus." Itu adalah referensi tentang Perjanjian Lama. Roh Kudus mengilhami Perjanjian Lama dan telah banyak bicara tentang penghakiman akhir ketika para pengejek datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 1:20-21 dia berbicara tentang Perjanjian Lama. Dia mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ini tidak semua yang ada. Kembalilah ke 2 Petrus 3:2 dan lihatlah apa lagi yang dikatakan Petrus. Supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus, tetapi juga “mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.” Apakah itu? Itu Perjanjian Baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada 27 buku di dalam Perjanjian Baru, dan 23 dari 27 buku khususnya merujuk kepada kedatangan kembali Tuhan. Ada satu yang tidak khususnya menyebut Kedatangan Kedua yaitu buku Galatia namun menyiratkan Kedatangan Kedua. Galatia 1: 4 mengatakan bahwa Kristus menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat sekarang ini. Itu menyiratkan Pengangkatan dan pembebasan kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada 260 bab dalam Perjanjian Baru dan ada 300 referensi Kedatangan Kedua. Perjanjian Baru penuh dengan peringatan tentang penghukuman, informasi tentang Tuhan yang datang untuk mengumpulkan umat-Nya, pengajaran tentang kenyataan bahwa Ia akan menghakimi orang fasik, mendirikan Kerajaan-Nya dan memulai kebenaran kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan tujuan kedatangan-Nya adalah untuk melengkapi keselamatan orang-orang kudus, untuk dimuliakan di orang-orang kudus, untuk dikagumi orang-orang kudus, untuk membawa kesenangan kepada hal-hal tersembunyi dalam kegelapan, untuk menghakimi, untuk memerintah dan untuk menghancurkan. Ini hanya argumen pertama, ada tiga lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa argumen kedua untuk Kedatangan Kedua adalah dari sejarah. 2 Petrus 3:5- 6 mengatakan, “5Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika langit ada di masa lalu, diucapkan menjadi ada oleh Firman Allah, sekaligus bumi terbentuk dari semacam massa berair. Kejadian 1:1 mengatakan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Petrus mengatakan Allah berbicara langit menjadi ada dan bumi dibentuk dari sesuatu massa berair.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mempelajari dengan seksama keenam hari penciptaan, untuk sebagian besar dari tiga hari pertama Dia menciptakan bentuk, dan kemudian Dia mulai menciptakan makhluk-mahluk pada akhir hari ketiga dan bekerja sampai hari keenam untuk mengisi kekosongan itu. Jadi pada mulanya semua tak berbentuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka Allah memberinya bentuk, lihatlah kembali pada Kejadian 1:2, “Dan gelap gulita menutupi samudera raya dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." Sekarang kita diberi tahu bahwa air ini sekarang memiliki permukaan. Jika memiliki permukaan pasti harus memiliki bentuk. Allah telah menariknya menjadi sebuah bola.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian dalam ayat 3, Allah berkata, "Jadilah terang, lalu terang itu jadi," dan tiba-tiba ada cahaya. Tidak ada badan, tidak ada bintang-bintang, tidak ada matahari, tidak ada bulan, hanya ada cahaya. Dan semua spektrum, semua sinar yang termasuk di seluruh spektrum cahaya diciptakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di Kejadian 1:6, “Berfirmanlah Allah, jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Jadi ada massa berair dan kemudian ada bentangan ruang, dan kemudian ada air seperti kanopi di sekitarnya. Tuhan hanya berbicara langit menjadi ada dalam beberapa hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Dia belum selesai. Ayat 9, “Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan lahan kering." Dan jadilah demikian. Dan lahan kering dimasukkan ke dalam massa berair dan tiba-tiba itu mulai naik di mana-mana dan air dikumpulkan ke dalam sungai-sungai dan danau dan lautan. Dan bumi mulai terbentuk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah pendapat Allah mengenai semua itu di ayat 10, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Itu lebih daripada baik. Ini tempat yang sempurna bagi kehidupan manusia. Dia memiliki tempat penampungan kanopi di seluruh bumi yang benar-benar memblokir sinar matahari ultra-violet secara total, lingkungan yang sempurna. Dan manusia tinggal di dunia itu di masa lalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa sempurnanya dunia waktu itu? Bacalah Kejadian 5 dan lihatlah betapa panjangnya umur manusia pada saat itu. Kehidupan orang di daftar itu rata-rata panjangnya 900 tahun lebih. Mengapa? Karena tidak ada sinar matahari langsung. namun ada semacam kabut yang menyirami tanah, dikatakan bahwa keadaannya sekitar Taman Eden juga sama. Semua sinar ultra-violet dari matahari yang merusak itu disaring dan bumi disiram embun secara indah, suatu lingkungan yang sempurna.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam tiga hari berikutnya Allah mengisi kekosongan itu dengan tanaman dan hewan, ikan dan manusia. Tetapi bahkan dalam lingkungan yang sempurna itu manusia jatuh ke dalam dosa dan Tuhan melihat dunia dalam Kejadian 6:5 dan melihat bahwa kejahatan manusia besar dan setiap maksud hatinya selalu jahat terus menerus, dan Allah menyesal Dia menciptakan seluruhnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah berkata Aku akan menggunakan hal yang sama yang Saya pakai untuk menciptakannya untuk menghancurkannya. Apa itu? Air. Jadi dikatakan di 2 Petrus 3:5-6, “Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa “bumi yang dahulu telah binasa.” Dia tidak membicarakan dunia fisik; dia berbicara tentang susunan bumi, yang ada kanopi di atas, dengan air dipisahkan di bawah, langit di tengah, kehidupan panjang, semua embun yang mengairi tanah, kemampuan luar biasa dari bumi untuk menumbuhkan segalanya seperti dalam rumah kaca dan untuk bertumbuhnya menjadi besar sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda, dari situlah datangnya dinosaurus. Mereka datang dari waktu sebelum air bah dan mereka berkembang dan bertumbuh begitu besar. Itu orde lama, itu orde kanopi tua, itu sistem hidup yang lama yang dibanjiri total oleh air.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya Allah melakukkan itu? Karena ada begitu banyak air di mana-mana, Kejadian 7:11 mengatakan, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kanopi itu bubar dan bumi, mata air dan air mancur dan sumber-sumber air meledak menderu keluar dari pusat bumi. Dan banyak air juga jatuh sekaligus dari langit. Kejadian 7:22 mengatakan, “Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah air bah seluruh dunia karena kanopi itu melingkupi seluruh dunia. Kejadian 8:2, “Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit.” Allah menggunakan air dari bawah untuk memancar keluar dan Allah menyebabkan air dari atas untuk jatuh ke bumi. Air itu datang dari semua arah, dan ini adalah penghukuman. Seluruh dunia dihancurkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan mengatakan bahwa semuanya akan berlansung seperti semula. Itu bukan yang terjadi sejak semula. Kita bukan dalam evolusi yang uniformitarian. Allah menciptakan semua ini dalam enam hari, dan Allah dalam waktu yang singkat memusnahkan langit dan bumi yang dulu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara, kita sekarang hidup di dalam langit dan bumi kedua. Ini sistem yang berbeda. Tidak ada seorangpun yang hidup 900 tahun lebih atau mendekati umur itu. Alkitab mengatakan kita berada di dalam langit dan bumi kedua dan kita sedang menunggukan langit dan bumi baru nomor tiga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, ada suatu keanehan bahwa selagi para arkeolog mempelajari dunia dan sebagai mereka yang mempelajari budaya kuno dunia, mereka menemukan bahwa orang-orang Asyur, Babilonia dan Mesir semua memiliki kisah-kisah penciptaan yang memiliki laut purba sebagai elemen dari mana alam semesta itu berasal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai ilustrasi saja, jika Anda membuang sebuah daun ke dalam kebun Anda, berapa lama waktu yang diperlukan untuk itu untuk menjadi fosil? Apa? Ini tidak pernah akan menjadi fosil. Jika Anda melemparkan daun di halaman belakang Anda dan suatu hari sebuah gempa besar datang, dan halaman belakang Anda terbelah dan kemudian terbanting kembali menjadi satu dengan tekanan besar, Anda mungkin memiliki fosil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bencana, bukan keseragaman menjelaskan catatan fosil, strata. Jadi guru-guru palsu itu menolak untuk menghadapi sejarah yang benar. Mereka membikin sejarah mereka sendiri tanpa campur tangan ilahi sehingga mereka dapat hidup seenaknya sendiri. Semua hal tidak berlangsung seperti dulu. Ada penghakiman total yang menghancurkan seluruh dunia di masa lalu dan akan ada juga penghakiman total di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 Petrus 3: 7, “Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara untuk api,” dan bukan air. Ingatlah pelangi. Apakah artinya pelangi itu? Allah tidak akan lagi menghancurkan dunia ini dengan air. Jadi kali ini sedang dicadangkan untuk dihancurkan oleh api, lihat sisa ayat 7, “dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia ini sedang menunggu kehancuran api. Dan ketika Anda membaca tentang penghakiman masa depan dunia, kita sangat sering membaca tentang kebakaran. Dalam Yesaya 13:19 dikatakan, "Dan Babel, akan sama seperti Sodom dan Gomora pada waktu Allah menunggangbalikkannya." Bagaimana mereka hancur? Oleh api dan belerang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi Yesaya, yang telah begitu banyak berbicara tentang penghakiman dan telah mengajar kita begitu banyak, mengatakan di 66:15, “Sebab sesungguhnya, Tuhan akan datang dengan api, dan kereta- kereta-Nya akan seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dan hardik-Nya dengan nyala api.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lagi di Maleakhi 4:1 perapian; Mikha 1:4 api; Daniel 7:9, 10 api; Matius 3:11, 12 api, Yohanes Pembaptis mengatakan Dia akan kembali dengan api. 2 Tesalonika 1:7, 8 sangat jelas, “pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Allah membanjiri dunia Ia menyelamatkan yang saleh, berapa banyak mereka? Delapan ... Nuh, istrinya, tiga anak dan istri mereka. Allah ada buku, Maleakhi berkata, dan Dia menulis nama-nama mereka yang menjadi milik-Nya di dalamnya. Dan ketika Dia datang dalam penghakiman oleh api, itu bagi orang fasik dan bukan untuk kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat seluruh dunia ini terbakar menjadi asap, seluruh alam semesta akan dibakar habis, kita tidak berada disana lagi. Kami akan diangkat sebelum hari penghakiman Tuhan itu datang. Penghukuman itu, ngomong-ngmong, akan menghancurkan alam semesta ini dan langit baru dan bumi baru akan lahir dari keadaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 Petrus 3:12-13 sebentar, “Langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada argumen ketiga yang saya perlu memberikan Anda secara singkat, yaitu argumen dari keabadian. Kita sudah melihat argumen dari Alkitab, argumen dari sejarah, dan sekarang argumen dari keabadian. Ayat 8, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengutip Mazmur 90: 4. Petrus berkata, "Mengapa Anda tidak melihatnya dari sisi Allah? Dari sudut pandang Anda ini tampaknya lama sekali, dari sudut Dia, tidak." Anda tidak dapat membatasi Allah untuk jadwal Anda. Apa yang ditunjukkan Petrus adalah bahwa beberapa orang Kristen telah tersedot dalam pencelaan guru palsu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan Allah tidak pernah melakukan apa-apa karena Dia impoten atau tidak acuh dan menunda begitu lama mungkin Dia tidak sanggup bertindak dan mungkin Dia tidak akan bertindak. Allah melihatnya sama sekali berbeda, Bagi Anda dua ribu tahun sudah berlalu dan itu lama sekali, bagi Allah ini hanya seperti dua hari saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Argumen terakhir berdasarkan karakter Allah. Petrus mengatakan kepastian kedatangan Kristus dapat didukung dari Alkitab, dari sejarah, dari pandangan keabadian, dan keempat, dari karakter Allah. 2 Petrus 3: 9, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda mengapa ada penundaan? Ini bukan karena Tuhan lambat tentang janji-Nya. Ini bukan karena Dia tidak setia terhadap Firman-Nya. Tapi alasan Dia menunda bukan karena tidak mampu dan tidak peduli, alasan Dia menunda adalah kesabaran supaya orang-orang bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah panjang penderitaan, yang berarti Dia sabar sekali. Kau ingat 1 Petrus 3:20 menulis tentang kesabaran Allah pada zaman Nuh, berapa lama Nuh memerlukan untuk membangun kapal itu? Seratus dua puluh tahun dan sepanjang waktu itu ia berkhotbah tentang kebenaran Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 3:15, apa yang dia katakan? “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat.” Itu karena Dia ingin tidak ada yang binasa, tetapi Dia menunggu karena Dia ingin semua orang datang kepada pertobatan. Kisah Para Rasul 1:8 mengatakan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia menunggu supaya Anda, orang-orang Kristen, pergi ke tetangga Anda di Colorado dan bahkan ke Suku-suku Yang Belum Terjangkau di seluruh dunia untuk memberitakan Injil Kristus.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110619</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000013C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kedatangan Kedua pasti akan terjadi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000013D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+3:1-4" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 3:1-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita akan mulai suatu diskusi yang menarik. Pada saat kita mulai mempelajari 2 Petrus bab 3, kita melihat suatu bagian Firman Allah yang dapat disebut, “Kepastian Kedatangan Kedua.” Gereja selalu berdjalan dalam antisipasi kedatangan-Nya untuk mengumpulkan umat-Nya yang ditebus dan untuk mendirikan Kerajaan-Nya yang mulia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar Kedatangan Kedua itu memiliki potensi yang luar biasa untuk motivasi rohani dalam kehidupan gereja, tetapi juga benar maka bahwa Setan bekerja sangat keras untuk menyangkal Kedatangan Kedua ini. Kita selalu memiliki orang skeptis yang merasa peran mereka adalah untuk menolak kedatangan Kristus. Mereka mengatakan bahwa keadaan itu tidak akan berbeda, kita akan tetap hidup dan kita akan mati dan kita akan pergi ke surga dalam siklus yang tak berakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda menjadi mahasiswa seminari khususnya dalam duapuluh lima tahun terakhir ini dan bahkan di dalam seminari sekarang juga, Anda dapat melihat beberapa teologi palsu yang telah mempengaruhi Kekristenan sekarang. Ada yang mengatakan, "Kerajaan Allah datang dengan kedatangan ke individu, dengan masuk ke dalam jiwanya dan tinggal di dalam hatinya. Tidak ada Kedatangan Kedua, tidak ada kerajaan masa depan. Ini hanya suatu realitas rohani di masa sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang lain yang menyangkal Kedatangan Kedua Yesus Kristus secara harfiah. Mereka mengatakan, "Karena Tuhan secara harfiah tidak kembali di atas awan selama tiga puluhan abad pertama, untuk mengharapkan Dia kembali pada abad kedua puluh satu ini bertentangan dengan Kekristenan primitif yang adalah Kekristenan sejati."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang lain yang menamakan diri mereka Ortodoks-Baru, dan percaya pada eskatologi abadi di mana kedatangan Kristus tidak lagi dipahami sebagai Kristus kembali secara harfiah di masa depan. Mereka mengatakan, kutipan: "Ini adalah simbol abadi untuk kesungguhan tak berujung dari keabadian dalam setiap situasi eksistensial," kutipan akhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelompok kecil orang-orang ini telah banyak mempengaruhi teologi modern sekarang di gereja. Dan garis besarnya adalah mereka menyangkal Kedatangan Kedua Yesus Kristus. Guru-guru palsu yang mengganggu orang-orang percaya kepada siapa Petrus menulis juga mengganggu gereja saat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi selagi dia menulis bab terakhir ini, itulah yang dia pikirkan dalam hatinya. Sembilan ayat-ayat pertama mementingkan pembicaraan tentang kedatangan Kristus dalam penghakiman akan datang. Ayat 10 menegaskan penghakiman itu. Ayat 11 sampai 18 berbicara tentang implikasi pada perilaku kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka Petrus disini berfokus langsung pada debat ini, dan ini merupakan bagian yang luar biasa. Perdebatan ini dari dua sisi. Sisi satu membahas dari sisi pengejek melawan Kedatangan Kedua; sisi kedua membahas dari sisi orang-orang kudus untuk Kedatangan Kedua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:1-4, “Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">8Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam sembilan ayat-ayat ini kita melihat perdebatan yang menarik. Dan meskipun pada pandangan pertama, seperti kita baru saja mengalami, mungkin ada lebih banyak pertanyaan dalam benak Anda daripada jawaban. Sebagaimana ini diterangkan lebih lanjut apa yang terjadi akan lebih jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengejek itu mulai bertanya di ayat 4, dan pertanyaan mereka adalah, dimanakah janji kedatangan-Nya? Atau, apakah hasil janji-Nya untuk datang kembali? Atau, dengan nada lebih sombong lagi; Dimanakah Yesus itu, semua yang mengatakan Dia akan datang kembali?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka meragukan kebenaran Firman Tuhan yang mereka telah membaca, karena guru-guru palsu dari dalam gereja. Mereka tahu Kitab Suci, tetapi mereka menolak apa yang telah tertulis dan apa yang telah dikatakan oleh para rasul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu apa yang dikatakan Yesus di Yohanes 14, “Aku pergi ke rumah Bapa-Ku untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu kesaksian malaikat yang diberikan di Kisah Para Rasul 1:11 yang mengatakan, "Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Anda melihatnya naik secara jasmani dan begitupun Dia juga akan datang kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun begitu juga pengejek modern dan orang skeptis. Mereka tahu apa yang ada di Alkitab. Namun mereka menyebutnya mitos dan mereka mengeluarkannya dari Kitab Suci. Mereka menghilangkannya dengan penjelasan. Ini merupakan penyangkalan langsung dari ajaran Kristus dan pengajaran para rasul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka membantah dengan tiga cara, dan kita akan membicarakan pertama caranya mereka membantah dan kita akan membahas caranya Petrus menjawab mereka Minggu yang akan datang. Yang pertama adalah argumen oleh ejekan, dimulai dengan ayat 3, "3Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4Mereka akan berkata, “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini intimidasi oleh sarkasme dan cemoohan. Ini pada dasarnya bekerja pada orang-orang yang secara emosional tidak stabil. Dalam gereja awal mereka percaya bahwa Yesus akan datang kembali segera. Apakah Anda masih ingat pertanyaan para murid? "Apakah Anda pada saat ini membawa Kerajaan-Mu?" "Apa tanda Tuhan akan kembali?" Mereka percaya hal itu akan datang segera.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mendengar rasul Paulus mengatakan di 1 Korintus 15:51-52, dengan memasukkan dirinya sendiri, “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Tesalonika 4:13-14, “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu dia melanjutkan di ayat 17, “sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.” Dan juga di 1 Tesalonika 5:1-2, “Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari.” Harapan mereka adalah bahwa Yesus pasti akan kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan kepada mereka, kalian harus mengerti caranya pengejek-pengejek itu akan menyerang, bagaimana mereka akan mencoba mencuri harapan itu, karena jika mereka berhasil mencuri harapan Anda, mereka dapat memberi makanan kepada kedagingan Anda dan menghilangkan motivasi Anda dan sukacita Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang Kristen perlu tahu bahwa Iblis itu akan berusaha sekuat mungkin untuk mengejekkan Kedatangan Kedua itu. Kita sekarang ini setelah dua ribu tahun kemudian dan pada saat para pengejek mengatakan, “Hey saudara, dimanakah Yesus itu? Dimana sih Dia? itu hal yang mengintimidasikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus menempatkan hal itu dalam perspektif. Dia mengatakan, kembali di 2 Petrus 3:3, “di hari-hari zaman akhir,” Saya perlu berkomentar sedikit tentang frase itu, ini merujuk kepada zaman Perjanjian Baru. Ini berarti waktu sesudah Kristus, seluruh waktu sejak kedatangan-Nya yang pertama sampai Kedatangan-Nya yang Kedua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Matius 24:4-5 Tuhan mengatakan hal itu akan terjadi juga. Yang pertama dikatakan Tuhan adalah, “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 11 Dia mengatakan, “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.” Dan di ayat 23-24, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 24Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan mulai di Perjanjian Lama terdapat orang-orang yang mengejek Allah. Lihatlah di Yesaya 5:19, nabi-nabi mengatakan Allah akan menghakimi mereka, dan para pengejek mengatakan, “Baiklah Allah lekas-lekas dan cepat-cepat melakukan tindakan-Nya, supaya kita lihat; dan baiklah keputusan Yang Mahakudus, Allah Israel, datang mendekat, supaya kita tahu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang lihatlah argumen kedua, mereka benar-benar melebihi ini dan ini adalah sebuah argumen mereka tidak ingin membuat namun itu argumen dari moralitas yang Petrus membuat untuk mereka. Ayat 3, "Pengejek ini akan datang dengan ejekan mereka dan mereka mengikuti keinginan berdosa mereka."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru palsu yang tidak mengenal Allah tidak memiliki Roh Kudus yang menahan kedagingan mereka. Jadi mereka terdorong oleh nafsu karena mereka ingin mengejar kesenangan sensual tanpa tanggung jawab dan konsekuensi. Jadi mereka mengembangkan suatu teologi untuk mengizinkan penyimpangan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua harus bertanggung jawab atas kehidupan kita, dan kita akan diberi upah sesuai perbuatan kita baik maupun buruk. Jadi siapa yang memiliki harapan ini tentu akan memurnikan diri, benar? Namun jika seseorang tidak senang hidup kudus, mereka harus menghilangkan akuntabilitas masa depan. Jadi mereka selalu memikirkan anugerah, tetapi tidak pernah tentang penghukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda sesuatu yang mungkin Anda pada permulaan tidak akan menyetujui, tetapi pikirkanlah hal ini sebentar. Teologi liberal bukan hasil pemikiran kita, namun ini hasil immoralitas. Ini hasil langsung dari hawa nafsu. Ini adalah upaya untuk menolak tanggung jawab rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin mengabaikan hukum Roma 1:18, yang mengatakan bahwa murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia. Hal ini ditunjukkan paling jelas di evolusi. Seorang evolusionis terkemuka dan penyangkal penciptaan ilahi, campur tangan ilahi dan penghakiman ilahi adalah Aldous Huxley, cucu Thomas Huxley. Dia menulis “Confession of a Professed Atheist.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Huxley menulis, "Bagi saya, filsafat “tanpa arti” pada dasarnya adalah suatu alat pembebasan. Pembebasan yang saya inginkan adalah secara simultan pembebasan dari sistem politik dan ekonomi tertentu dan pembebasan dari sistem tertentu moralitas. Saya keberatan dengan moralitas karena itu mengganggu kebebasan seksual saya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 3:4 adalah argumen bahwa segala sesuatu akan tetap sama seperti sekarang, “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Nah disinilah kita melihat argumen mereka, “Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." Semuanya akan berjalan dengan cara yang sama seperti biasa selama miliaran tahun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka sebenarnya mengatakan, “Peristiwa bencana tidak akan terjadi begitu saja. Jadi sejak orang pertama meninggal, sejak para leluhur meninggal, ayat 4, "Segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." Ini adalah argumen dari uniformitarianisme.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi mengatakan bahwa tidak ada Allah, ada tidak ada perubahan, tidak ada penghakiman, tidak ada apa-apa. Dan kau tahu apa yang mereka katakan? Ini adalah filosofi semua itu konstan. Setan menciptakannya sejak awal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyangkal penciptaan dalam enam hari, walaupun itu dikatakan di dalam Kitab Suci. Mereka menyangkal matahari tidak bergerak yang berarti dunia itu berhenti berputar di Yosua 10:13 dan tidak ada orang yang jatuh dari dunia. Mereka menyangkal 2 Raja-raja 20 bahwa bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak. Mereka menyangkal Laut Merah terbelah dua. Dan mereka menyangkal Allah sanggup masuk ke dunia untuk menghukum.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi adalah alat iblis untuk menampung amoralitas orang-orang berdosa yang tidak akan datang kepada Allah. Jika Setan dapat membuat orang percaya pada evolusi, ia telah memotong mereka dari penginjilan yang efektif. Penginjilan selalu didasarkan pada Kitab Suci.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan teman-teman terkasih, kita hidup di dalam sebuah negara orang yang tidak percaya. Lihatlah dunia di sekitar Anda, bukankah masuk akal bahwa Tuhan itu ada dan saya ingin memberitakan siapakah Allah itu. Tetapi jika orang-orang yang tidak percaya semua yakin bahwa semua ini tercipta dari kekosongan, bahwa caranya untuk penciptaan segala sesuatu dalam alam semesta adalah kehampaan dikalikan kekosongan menciptakan segala sesuatu, maka sekarang tidak ada jembatan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110612</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000013D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dusta guru palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000013E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:15-18" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:15-18</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah membicarakan guru-guru palsu dan kita telah membahas kelakukan mereka yang berani dan angkuh sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan (ay. 10). Petrus mengatakan mereka seperti hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan (ay. 12).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Wah, bahasa yang sangat kuat! Dan di pertengahan ayat 13 kita melihat perbuatan-perbuatan mereka. Sekarang kita memeriksa tindakan mereka dari pada sikap mereka. Petrus mengatakan mereka anggap suatu kenikmatan untuk berfoya-foya pada siang hari. Yaitu mereka melakukan perbuatan jahat umum di terang siang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini membawa kita kepada hal ketiga dimana kita berhenti dua minggu yang lalu. Kita belajar bahwa nafsu birahi yang mendorong mereka di ayat 2 dan alasan mereka mau mengeksploitasi orang karena mereka serakah harta. Fokus mereka adalah mencari keuntungan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang Petrus memberikan kita gambaran yang sangat jelas di ayat 15 dan 16, “Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. 16Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini suatu kisah yang luar biasa dari Perjanjian Lama. “Mereka telah meninggalkan jalan yang benar.” Frase kecil “Jalan benar” adalah metafora Perjanjian Lama yang merujuk kepada ketaatan kepada firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda juga akan menemukan hal ini di dalam Kisah Para Rasul 13:10 dimana dikatakan, “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mohon diperhatikan disini bahwa menjauhkan diri dari jalan yang benar adalah tindakan sengaja. Ini menjelaskan tindakan pemberontakan langsung terhadap Firman Allah. Mereka memiliki Alkitab tetapi mereka menolaknya. Mereka memiliki akses kepada apa yang benar, tetapi mereka tidak mau mendengarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dalam memilih jalan sesat mereka mengikuti pola nabi palsu prototipe, seorang pria bernama Bileam. Yudas mengacu kepadanya juga. Dia mengatakan dalam ayat 11 dari suratnya, "Mereka menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.” Guru-guru palsu dapat diketahui karakter mereka berdasarkan keinginan mereka, dengan upah yang mereka cari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada waktu untuk membaca keseluruhan Bilangan 22, 23 dan 24, namun marilah saya menceritakan garis besarnya kisah itu dan melihat beberapa bagian di bagian akhirnya. Bileam itu nabi dan dia diberikan kemampuan untuk berbicara untuk Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Moab ingin mengalahkan Israel. Jadi mereka datang kepada Bileam yang sudah memiliki reputasi sebagai seorang nabi yang bisa dibeli. Ini bukan sesuatu yang jarang terjadi, kita sekarang juga ada banyak nabi-nabi seperti itu yang akan mengatakan apa saja yang diinginkan orang yang bayar paling banyak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Raja Balak dari Moab mengirim utusan ke Bileam dan mengatakan , “Kita akan membayar banyak uang jika Anda datang dan kutuklah bangsa Israel bagiku.” Dan selama itu, Balak terus menambahkan upah uang itu karena Bileam mengatakan, “aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah Tuhan, Allahku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sampai saat ini membaca Bilangan 22 kedengarannya dia orang yang setia. Namun dibelakang layar alasannya dia mengatakan itu adalah supaya Balak datang kembali dengan menawarkan lebih banyak uang lagi. Walaupun dia terus menolak upah yang semakin besar dan mengatakan, “aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah Tuhan, Allahku,” dan meskipun pada akhirnya dia memberkati Israel, sudah nyata dia mementingkan uang dan Allah perlu menghalang dia mengutuk Israel.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus berkata tentang Bileam, melihat ke masa lalu dan terus ke dalam hati Bileam melalui inspirasi Roh Kudus, ia mengatakan di ayat 2 Petrus 2:15, "Bileam bin Beor, suka menerima upah untuk perbuatan- perbuatan jahat." Dia suka mendapatkan bayaran untuk berbuat jahat. Ia lebih suka uang dari pada menaati Allah. Ia lebih suka bayaran dari pada kesetiaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ulangan 23:4-5 dikatakan, “karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram- Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau. 5Tetapi Tuhan, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan Tuhan, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena Tuhan, Allahmu, mengasihi engkau.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang dilakukan Allah? 2 Petrus 2:16 mengatakan, “Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.” Sampai saat itu belum ada pelanggaran luar karena dia belum bernubuat apa-apa, tetapi Tuhan melihat kemalangan hatinya yang serakah. Dan apa yang Tuhan gunakan untuk menegur dia? Seekor keledai bisu, yang berbicara dengan suara seorang pria untuk mengendalikan kegilaan nabi ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saat ia naik keledainya, Tuhan harus menghentikannya. Kata "mencegah" berarti menghalangi dia. Dan "bebal" hanya berarti harfiah untuk keluar dan di samping pikiran Anda sendiri. Kami dapat berkata, "Dia berada di samping dirinya sendiri." Dia begitu gila uang dan serakah sehingga perkataan Yunani ‘paraphroneo’ dipakai, yang berarti menjadi gila.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat akhir kisah ini mulai di Bilangan 22:21. “Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. 22Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi.” Mengapa? Karena Tuhan tahu isi hatinya dan ngomong- ngomong Dia juga tahu isi hati kita juga sama seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“22bDan berdirilah malaikat Tuhan di jalan sebagai lawannya.” Tiba-tiba malaikat Tuhan berdiri ditengah jalan. “Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.” Sekarang lihatlah apa yang terjadi, “23Ketika keledai itu melihat malaikat Tuhan berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangannya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. 24Kemudian pergilah malaikat Tuhan berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah. 25Ketika keledai itu melihat malaikat Tuhan, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">26Berjalanlah pula malaikat Tuhan terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. 27Melihat malaikat Tuhan meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.” Keledai ini hanya melakukan apa yang cukup naluriah dalam bereaksi terhadap malaikat menyala dengan pedang di tangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya keledai runtuh, dan Bileam yang tidak menyadari semua arti rohani karena kegilaannya begitu marah ia sekarang mulai memukul keledai itu dengan tongkatnya. 28Ketika itu Tuhan membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini adalah saat yang mengejutkan dalam kehidupan Bileam. Ini bukan keledai baru, ini adalah keledai tua, kita asumsikan, yang telah membawanya berkali-kali dan tidak pernah berkomentar pada apa pun. Bileam begitu tertarik di dalamnya sehingga dia merespon, 29Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“30Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak." Engkau keledai yang baik yang tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Dan keledai itu berkata, dapatkah Anda berpikir mungkin ada alasan mengapa saya berbelok ke lapangan dan dinding dan mengapa saya akhirnya runtuh?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimanakah keledai itu sanggup bicara? Coba, masih ingat di Yohanes 12:28-30 terdengar ada bunyi guntur untuk orang-orang namun Yesus mendengar suara Allah? Dan masih ingat di Kisah Para Rasul 9:3-7 bahwa Paulus mendengar suara Tuhan Yesus dengan suatu cara yang tidak terdengar orang lain? Yang terdengar orang-orang yang bersama Bileam mungkin adalah ringkikan keledai, namun Allah menyebabkan ringkikan keledai biasa terdengar seperti suara manusia jelas kepada si nabi gila ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang terjadi? Bileam akhirnya menubuatkan suatu berkat kepada orang Israel. Apa akibatnya? Dia tidak dibayar sama Balak. Keinginan dia adalah uang. Dan Allah telah mencegah dia dan memaksanya untuk memberi suatu berkat. Namun dia memerlukan cara lain untuk mencari duit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika dia tidak dapat mengutuk Israel, dia mencoba untuk menjatuhkan Israel. Dan yang dia lakukan adalah memakai kuasanya dan pengaruhnya untuk menyebabkan pria Israel tergoda oleh wanita-wanita Moab sehingga dengan godaan itu mereka bisa ditarik ke dalam penyembahan berhala dan perkawinan campuran, dan pesta pora dengan prostitusi yang akan mengakibatkan kehancuran umat Yahudi itu karena mereka dicampur dan hilang dalam agama yang bukan Yahudi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi Bilangan 31:9-16, “Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah, 10dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar. 11Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan itu, 12dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">13Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka. 14Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan, 15dan Musa berkata kepada mereka: "Kamu biarkankah semua perempuan hidup? 16Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap Tuhan dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa yang mereka lakukan? Mereka telah menghancurkan semua orang Israel dan perempuan- perempuan Moab yang telah masuk ke dalam penyembahan berhala dan kemudian mereka membawa kembali lebih banyak perempuan Moab untuk mengulangi hal yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Bilangan 31: 17-19 mengatakan, “Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. 18Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu. 19Tetapi kamu ini, berkemahlah tujuh hari lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh haruslah menghapus dosa dari dirinya pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah Anda membawa kembali perempuan yang akan merayu Anda lagi, ambillah hanya wanita- wanita yang tidak melakukan itu, sisanya Anda harus membunuh. Disini ada peperangan kudus melawan kemurtadan yang telah dihasilkan oleh Bileam. Ini ancaman bagi kekudusan Allah, bagi mereka yang sedang dibenarkan untuk tujuan-Nya dan keberadaan umat-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana guru palsu itu mengikuti jalan Bileam? Pertama, ada suatu cara mereka memperkenalkan diri, mereka mengatakan, “Kita ini nabi-nabi Allah, kita ini orang Kristen, kita adalah pendeta, kita pengkhotbah dan kita guru,” mereka memang sangat halus dalam penipuan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, mereka menyatakan kesalahan dan bukan doktrin yang benar. Mereka mempraktekkan kejahatan sambil memakai jubah agama dan mengajarkan orang lain hal-hal yang berlawanan dengan kepercayaan Kristen. Ketiga, mereka hanya mementingkan uang dan mereka juga ingin sedapat- dapatnya memuaskan hawa nafsu mereka. Itulah pola pekerjaan mereka. Dan keempat, mereka mendorong orang lain untuk mengikuti mereka dengan cara yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian Petrus terus menggambarkan karakter ajaran mereka. Dan disini kita melihat dengan jelas sifat penipuan ajaran mereka. Di 2 Petrus 2:17, dia menggambarkan ajaran mereka, “seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi mereka yang telah mengunjungi daerah di sebelah timur Israel, dimana perhatian dunia difokuskan sekarang, tahu bahwa daerah itu sangat kering dan sangat panas. Bahkan, sepanjang sejarah peperangan di Israel, para penakluk dan musuh-musuh Israel biasanya datang dari utara karena musuh- musuh dari sebelah timur tidak bisa melintasi padang pasir Timur Tengah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua hal yang sangat berharga di gurun apapun, satu: mata air dan dua: hujan. Tanpa air orang tidak dapat bertahan. Dan ketika di tengah-tengah kehausan seseorang mencari tempat mata air seharusnya, tetapi itu adalah mata air tanpa air, itu adalah kekecewaan besar. Dan itu adalah maksud dari kata-kata Petrus. Mereka menjanjikan air tetapi ajaran mereka tidak memiliki air untuk diberi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian ada kabut dihalaukan taufan. Dan ketika orang melihat kabut, itu menjanjikan harapan, mungkin hujan akan mengikutinya. Dan di bagian dunia ini tidak ada pipa untuk membawa air dari tempat lain. Tapi kabut itu di sana hanya sebentar saja dan taufan meniupnya hilang, dan tanah itu tetap kering dan panas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memberikan kita gambaran tentang guru-guru palsu yang datang dan berjanji untuk membawa air ke tanah kering, yaitu mereka akan membawa penyegaran bagi jiwa yang haus. Tapi janji-janji itu palsu, karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Mereka sendiri tidak memiliki air.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada banyak gereja, di mana banyak orang duduk dimana jiwa mereka haus akan kebenaran namun apa yang mereka temukan bukanlah air namun kotoran dan pasir karena mata air itu tidak ada airnya dan kabut emosi tidak memberikan kebenaran yang menyegarkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tertulis bahwa mereka akan dihakimi, “bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.” Petrus disini terus menambahkan pernyataan-pernyatann kebinasaan kekal karena dia begitu marah terhadap guru-guru palsu ini. Dan di ayat 18 dia meneruskan, “Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru palsu biasanya adalah orang yang pidatonya baik sekali. Mereka menipu dengan kata-kata tinggi yang menyamar sebagai ilmiah, yang membuat Anda berpikir mereka memiliki wawasan rohani yang mendalam atau wahyu dari Allah. Mereka adalah pengkhotbah palsu yang mencipta teologi mereka saat mereka berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah filsafat terkutuk mereka: Biarlah motivasi utama Anda adalah untuk mencari popularitas dan keberhasilan Anda sendiri. Berkhotbahlah dimana Anda tidak mengatakan apapun yang menyinggung orang dan karena itu gereja Anda selalu penuh. Bertujuan untuk menyenangkan jemaat supaya ada bantuan di bidang keuangan dan seksual, daripada mengoreksi tingkah laku untuk kekudusan. Hindarilah doktrin khotbah yang bertentangan dengan pikiran duniawi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Khotbahkanlah keselamatan oleh anugerah tetapi abaikanlah kondisi kehilangan orang berdosa itu. Berikanlah mereka kesan bahwa mereka tidak memiliki alasan untuk takut. Jangan menegur kecenderungan duniawi mereka. Hindari semua sindiran yang tidak menyenangkan untuk penghukuman dan retribusi akhir. Perlakukanlah doktrin yang tua dan tidak nyaman sebagai ajaran usang yang tidak pada tempatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkhotbahlah kasih Allah dan abaikanlah kekudusan kasih-Nya. Dan perlihatkanlah agama untuk mendorong mereka untuk mengejar egoismenya. Berikanlah kesan kepada orang-orang berdosa bahwa keselamatan dan kebahagiaan mereka sendiri adalah motivasi tertinggi untuk beragama. Dan janganlah mengatakan sesuatu yang akan merendahkan dia, tetapi hanya apa yang menyanjung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ada gereja-gereja besar yang memang melakukan itu? Allah mengutuk cara mereka berkhotbah. Kita harus mendengar dengan seksama untuk memperkirakan kerohanian mereka. Kata-kata kosong yang tidak menghukum dan yang tidak ada maknanya tidak mengkonversi dan tidak memiliki kebenaran yang merubahkan hidup. Marilah kita berdoa supaya Allah membuka hati mereka satu per satu untuk mengenal kebenaran, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?20110605</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000013E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ajaran Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000015C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+2:6-10" onclick="return x5engine.imShowBox({ media:[{type: 'iframe', url: 'http://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossians+2:6-10', width: 1920, height: 1080, description: ''}]}, 0, this);" class="imCssLink">Kolose 2:6-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah membahas peringatan yang Petrus memberikan kita tentang guru-guru palsu dan bagaimana caranya kita mengenal mereka sebagai guru palsu. Dan bagaimana caranya kita membela diri dari ajaran palsu mereka dan malam ini saya ingin berbicara bagaimana pendusta-pendusta itu memandang kehidupan kita dan bagaimana Allah ingin supaya kita memandang hidup ini dengan cara yang berbeda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua terus-menerus bergerak ke arah yang berbeda-beda, kita mengalami keadaan-keadaan baru yang harus diurus dalam kehidupan ini, beberapa hal berurusan dengan lingkungan kerja yang berbeda atau dipindahkan ke lokasi yang berbeda atau dikelilingi orang-orang yang berbeda dan kita semua harus menghadapi tantangan iman yang berbeda-beda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kelihatannya kita perlu memusatkan diri juga kepada berita dan pesan yang diajarkan guru-guru palsu itu dan membandingkan hal itu dengan apa yang diajarkan Allah melalui pesan Paulus di Kolose 2:6-10,</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. 8 Hati- hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut </span><span class="fs12lh1-5 cf1">ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala </span><span class="fs12lh1-5 cf1">semua pemerintah dan penguasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selalu akan ada serangan hebat terhadap kepercayaan kita setiap hari. Dan pada setiap kejadian baru di dalam hidup kita akan mengalami tantangan baru dan hal-hal baru yang kita harus hadapi sebagai orang tua, sebagai saudara dan saudari dalam Kristus dan selalu akan ada suara-suara baru yang mencoba untuk menjauhkan kita dari kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan seringkali kira harus memilih untuk memberitakan kepada teman-teman kita atau anak-anak kita apa yang kita percaya dan menyebabkan ada perselisihan atau tidak memberitakan kebenaran untuk mempertahankan hubungan dengan mereka yang kita kasihi. Jadi pertanyaannya tetap ada, yang mana yang lebih penting, masa depan hubungan kita dengan keluarga kita atau integritas injil?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan di Kolose 2 bahwa apapun yang kita lakukan dalam hidup ini kita tetap harus berjalan bersama Kristus, dan hubungan kita dengan semua orang harus didasarkan ajaran Kristus, dan Paulus khusus memberikan kita empat langkah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Langkah pertama yang disebutkannya terdapat di permulaan ayat 7 yang mengatakan bahwa kita harus berakar didalam Kristus sebagai Tuhan di dalam hidup kita ini. Berakar disebut dalam tense bahasa Perjanjian Lama yang berarti tindakan sudah selesai tetapi efek-efeknya melanjut saat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang dibicarakan Paulus? Hal pertama yang muncul di benak saya ketika mendengar perkataan “berakar” adalah pertumbuhan rohani. Namun bukan itulah yang dibicarakan Paulus. Dia membicarakan waktu pertama kalinya Anda menerima Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berbicara tentang waktunya Anda percaya Kristus, karena pada saat itu itu suatu tindakan yang telah terjadi, Allah memilih Anda sebelumnya dunia diciptakan dan Anda merespon, namun efeknya berlangsung terus sejak saat itu, Anda mulai dirubah sejak kejadian itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 7 meneruskan dengan mengatakan Anda “dibangun di atas Dia,” yang berarti Anda dirubahkan untuk menjadi lebih serupa dengan Dia. Semua yang terjadi terhadap Anda diciptakan Allah untuk merubahkan Anda menjadi lebih mengasihi, lebih peduli dan lebih seperti Kristus. Dan ayat ini mengatakan ini suatu proses yang terus melanjut sampai Anda meninggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena pekerjaan ini di mulai dan di lakukan dan di selesaikan oleh Allah dan bukan oleh manusia, ini berarti bahwa Anda tidak mungkin akan kehilangan keselamatan Anda. Filipi 1:6 mengatakan, “Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan menyelesaikannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Jadi ungkapan, “Sekali diselamatkan, selalu diselamatkan,” itu benar jika Anda benar diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ini tidak berarti bahwa hanya itulah yang perlu kita lakukan, bahwa sekarang Anda tidak perlu berbuat apa-apa lagi, Anda tidak perlu bertumbuh menjadi dewasa, dan Anda tidak perlu menjadi teladan lagi menjadi orang Kristen, dan Anda tidak perlu mengabarkan injil kepada orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan saudara-saudara, ini adalah proses seumur hidup. Jika Anda pikir Anda sudah cukup dewasa, jika Anda berpikir Anda sudah cukup baik, jika Anda memikir Anda mengasihi orang lain sudah cukup banyak, dan jika Anda menganggap sekarang tidak perlu bertumbuh lagi, saudara-saudara, Anda keliru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Langkah ketiga adalah bahwa Anda “bertambah teguh dalam iman” seperti apa yang dikatakan di dalam ayat 7. Ini juga sesuatu tindakan yang berjalan terus menerus namun disini itu adalah suatu tindakan yang dilakukan terhadap Anda. Allah melakukan semua itu terhadap Anda dan di dalam Anda. Allah mengambil akar itu dan menyebabkan mereka bertumbuh lebih dalam lagi supaya Anda dapat melawan lebih banyak lagi tantangan dan cobaan dan supaya imanmu bertumbuh semakin kuat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang hidup Anda akan datang orang-orang yang berbeda-beda dengan suara yang berbeda yang mencoba untuk merubah pikiran Anda dan merubah kepercayaan Anda dan mengoncangkan iman Anda. Lawan kita si Iblis akan memakai cara apapun untuk merobohkan fondasi rohani Anda. Terkadang itu melalui guru palsu dan kadang itu datang dari keluarga kandung Anda sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apapun pekerjaan kita secara profesional: seorang pengusaha, insinyur atau pekerja perawatan rumah, apapun yang kita lakukan harus berakar dalam Kristus, apapun keputusan yang kita ambil harus berakar dalam Kristus, apapun yang kita katakan harus berakar dalam Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus ada satu langkah lagi di ayat 7 yang perlu kita ikuti yaitu suatu cara hidup yang menyembah. Dia mengatakan, “yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Terimalah Yesus Kristus sebegitu rupa sehingga Anda bersyukur untuk apapun juga. Bahkan sesuatu hal yang kelihatannya “buruk” punada maksud ilahi untuk mempertumbuhkan iman Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sering kali kita tidak dapat melihat tujuan Allah pada waktu kita melalui pencobaan dan kesulitan, hanya setelah kejadian itu berlalu kita bisa lihat tangan kasih Tuhan membimbing kita melalui masa-masa stres dan rasa sakit dan memahami manfaat yang ujian coba telah membawa kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bersyukur itu adalah akibatnya cara hidup yang berakar kepada Kristus dimana kita melihat segala sesuatu sebagai berkat yang datang dari Tuhan walaupun pada mulanya itu kelihatan seperti hukuman atau penderitaan yang datang dari Iblis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang di ajarkan Paulus berikut ini adalah: biarlah doktrin penyelamatan membentuk pandangan dunia Anda. Yang di ajarkan Paulus adalah seperti apa seharusnya fondasi pandangan hidup Anda. Di ayat 8 dia mengatakan, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Paulus mengajarkan kita sebagai orang Kristen apakah yang kita harus perbuat; ini bagian dari kewajiban kita. Allah adalah inisiator ilahi, tetapi kita harus bekerja keras untuk melakukan bagian kita dari kesepakatan itu. Paulus berkata "Hati-hati," untuk guru-guru palsu yang akan menipu Anda. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah saudara-saudara, ini semua peperangan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda bahwa mereka itu semua curang, mereka menggunakan setiap metode licik yang ada untuk membuat Anda jatuh. Dan iblis tahu setiap bagian lemah dalam keinginan daging Anda. Penipuan kosong berarti kebohongan dan kepalsuan, setiap agama palsu mengklaim memiliki kebenaran, setiap sekte mengklaim memiliki semua jawaban.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi perkataan yang benar benar berbahaya adalah yang dikatakan sebelum ini yaitu perkataan filsafat, yang sebenarnya berarti kebijaksanaan. Cinta kebijaksanaan berarti teori-teori tentang Allah, tentang dunia, teori tentang hidup dan tahukah Anda ini dinamakan apa sekarang? Ini dinamakan pandangan dunia Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus mengatakan pastikanlah bahwa pandangan dunia Anda adalah pandangan Alkitabiah dan bukan pandangan dunia orang disekitar Anda. Dan pandangan dunia bukan saja kepercayaan Anda namun juga caranya Anda bertindak di dalam dunia ini. Anda akan melakukan apa yang Anda percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan dunia Anda bukan saja apa yang Anda melihat namun apa yang Anda memakai untuk melihat. Kebanyakan orang baik memakai kacamata atau lensa kontak dan itu dipanggilnya lensa koreksi, yang membenarkan apa yang Anda lihat supaya jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan dunia itu mirip dengan lensa koreksi, karena itu juga mengoreksi dan merubah apa yang Anda lihat dengan mata rohani Anda. Pandangan dunia yang tidak Alkitabiah merubah kebenaran itu dan menafsirkan apa yang Anda lihat dengan cara yang salah. Itu mencoba menjelaskan segalanya dari sudut tidak ada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada pandangan dunia yang mengatakan pada dasarnya semua agama sama dan mereka semua akan berakhir di tempat yang sama. Dan inilah juga yang diajarkan guru-guru palsu. Dan itu benar berlawanan sekali dengan kebenaran. Ada perbedaan yang radikal diantara apa yang dikatakan Kitab Suci dan bagaimana mereka memandang Allah, Kristus, dosa, kehidupan dan keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tantangannya bukan hanya menavigasi semua pandangan dunia yang berbeda itu, kita juga harus mampu merespon dengan pengetahuan dan kepercayaan diri kepada semua pertanyaan-pertanyaan dasar dalam kehidupan yang ditanyakan kepada Anda dari segala sudut yang berbeda-beda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin pertanyaan-pertanyaannya seperti ini: Dai manakah saya datang? Bagaimanakah saya harus hidup? Mengapa saya ada disini? Apa yang akan terjadi sesudah saya mati? Apakah kebenaran nyata itu benar ada? Dan Anda harus yakin dalam pikiran Anda bahwa Anda memiliki jawaban yang benar untuk menjawab semua pertanyaan seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ada beberapa pandangan dunia utama dan kemudian ada banyak lagi yang adalah turunan dari mereka. Saya hanya ingin menarik perhatian Anda untuk yang utama ini sehingga Anda dipersiapkan untuk mereka. Yang utama pertama adalah Teisme, yang percaya bahwa ada entitas ilahi tunggal yang menciptakan alam semesta dan segala isinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Panteisme mengatakan bahwa Tuhan dan alam semesta adalah sama dan satu. Agnostisisme mengatakan bahwa Anda tidak dapat mengetahui kebenaran dan bahwa Allah tidak dapat diketahui. Ateisme mengatakan bahwa tidak ada Tuhan sama sekali dan segala sesuatu yang dapat dijelaskan oleh fisika. Dan semua pandangan dunia lain berasal dari yang utama ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keluar dari semua ini bertumbuh filosofi-filosofi yang dipercayai orang-orang, dan marilah saya menunjukkan yang benar lazim sekarang. Yang pertama adalah relativisme yang mengatakan bahwa Anda memiliki kebenaran Anda dan saya punya kebenaran saya sendiri, mereka mungkin bertentangan satu sama lain, tetapi semua kebenaran relatif berdasarkan dari mana Anda datang dari dan apa yang Anda percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Universalisme berkata bahwa setiap orang akan masuk ke surga. Semua jalan menuju ke puncak gunung kepada Allah, tidak peduli bagaimana Anda melakukannya dan apa yang Anda percaya, pastikanlah Anda memiliki salah satu. Humanisme percaya bahwa manusia tidak memerlukan sumber luar untuk mencapai kebahagiaan dan kepuasan. Dan Individualisme mengatakan bahwa segala sesuatu adalah semua tentang aku, dunia berada untuk saya dan berputar mengelilingi saya dan kehidupan itu hanya untuk saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana guru-guru palsu itu ingin kita memandang hidup kami? Ayat 8 menjawab pertanyaan itu, “menurut tradisi manusia, menurut prinsip-prinsip dasar dunia, tetapi tidak menurut Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi manusia adalah tradisi orang-orang, prinsip-prinsip dasar dunia ini semua menyangkal Kristus, namun disini Allah mengatakan bahwa semuanya harus diukur oleh Kristus dan dibandingkan dengan Kristus. Tahukah Anda bahwa di dalam Teisme ada tiga agama yang percaya ada satu Allah: Islam, Yudaisme dan Kekristenan, namun hanya Kekristenan percaya Kristus!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena hal itu semua agama adalah agama palsu. Anda bisa seseorang yang percaya teisme dan tidak percaya bahwa Kristus adalah standar pengukuran di mana Allah mengukur segala sesuatu. Inilah yang memisahkan kekristenan dari setiap pandangan dunia lain dan setiap agama dunia lainnya. Semua itu adalah suatu penghinaan pada keilahian dan karya Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang diingini guru-guru palsu dan pendusta-pendusta itu adalah supaya Kristus di hilangkan dari pandangan agama itu. Dan jika Anda melakukan itu mereka setuju dengan pandangan teisme Anda selama ajaran Kristus dan ajaran keselamatan itu dihilangkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah apa yang terjadi sekarang di US. Apa yang bahkan berbau agama Kristen dilarang di sekolah- sekolah dan di hadapan umum sementara kebiasaan agama lain didorong dan dipentingkan. Doa publik dilarang dan hari nasional Doa telah diserang secara terbuka. Namun jika Anda percaya agama lain apa saja itu mah OK saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada begitu banyak kelompok dalam masyarakat ini yang ingin Anda bersatu, untuk bersatu dengan kepercayaan lain dan pandangan dunia lain dan frase yang tepat saat ini “untuk bersikap toleran terhadap setiap pandangan dunia lain dan agama dunia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah disini melalui Paulus mengatakan kecuali Kristus diakui semua ini tidak diperbolehkan. Kecuali Kristus adalah yang diutamakan semua itu palsu. Dan iblis juga tahu ini semua jadi dia bekerja overtime supaya orang-orang menjauhi Kristus sebanyak mungkin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah ingin tingkah laku kita ini seperti apa? Allah ingin supaya Anda melihat dunia ini memakai lensa yang dibentuk oleh siapakah Anda di dalam Kristus. Saya ingin Anda memerhatikan dalam ayat-ayat kunci malam ini frase “di dalam Dia” dipakai. Paulus mengatakan beginilah kita harus melihat hidup ini yaitu “di dalam Dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah lupa hal itu dalam segala sesuatu Anda lakukan dalam kehidupan Anda sehari-hari apakah dan siapakah Anda itu di dalam Kristus, dan apakah Dia secara pribadi telah lakukan untuk Anda dan di dalam Anda. Jadi mungkin Anda mengatakan bentuk hidup seperti itu kelihatannya seperti apa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup seperti itu adalah kehidupan yang menang atas pemerintahan si jahat! Jika Anda melihat setiap pandangan dunia lain atau agama dunia lain Anda akan menemukan di dalamnya suatu kesetanan, suatu kejahatan dan kepalsuan di dalam keseluruhannya. Selalu ada mistisisme yang berkaitan dengan kejahatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu sebaliknya dari ajaran Kekristenan dan teladan Kristus. Kebenaran nyata dan obyektif itu benar ada dan kebenaran itu hanya datang dari Allah dalam pribadi Kristus dan Alkitab. Kristus tahu akhir dari permulaan dan hanya di dalam Dia ada kemenangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di ayat 9, “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Inti dari semua atribut-Nya dan kualitas-Nya semua ada di dalam Dia. Ayat 10 mengatakan, “ dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Segala sesuatu yang Anda butuhkan di dalam hidup Anda lengkap di dalam Dia, tidak ada yang lain yang Anda butuhkan. Dia adalah sumber segala sesuatu dan Dia telah ditempatkan dalam hidup Anda dan kehidupan saya untuk pemenuhan lengkap!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak peduli pandangan dunia lain yang mana mungkin meremehkan Anda, itu tidak pernah bisa meniru perdamaian yang ada di dalam hati Anda ketika Anda tidur di malam hari atau ketika Anda tahu bahwa Anda akan mati dan dipanggil pulang. Perdamaian ini hanya berasal dari pengetahuan bahwa Anda adalah anak Allah dan semua dosa sudah diampuni untuk selamanya. Tidak ada penghukuman! Amin?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda yakin Anda menjadi anak Allah dan Yesus Kristus adalah Juruselamat Anda? Apakah Anda sanggup bertahan melawan semua tuduhan palsu dan godaan yang diberi si Iblis? Apakah Anda bisa bertahan kuat meskipun ada kesukaran dan tantangan? Jika Anda masih belum yakin datanglah dan bicaralah dengan saya.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 May 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?ajaran-palsu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000015C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lahir untuk dibunuh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000015D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:10-14" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:10-14</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah 2 Petrus 2:10-14 dimana kita melanjutkan apa yang kita pelajari Minggu kemarin. Kita akan lihat kembali hal nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu yang secara diam-diam memulai ajaran-ajaran palsu yang merusak seperti yang dikatakan di ayat 1 bab ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi saya ingin memperingatkan Anda karena selagi kami meneruskan bagian ini bahasanya seperti suatu banjir kekerasan yang ditujukan kepada guru-guru palsu yang menyebabkan kita sebagai si pembaca, hampir kehabisan napas. Mereka yang merayu pikiran dan hati orang yang bekerja untuk Iblis melawan Allah semua musnah dalam bagian ini dalam hembusan ilahi yang hebat yang dikarang Roh Kudus melalui pena Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus yang berbicara atas nama Allah menamakan nabi-nabi palsu itu di ayat 12 “binatang yang tidak berakal,” yang tidak memiliki kapasitas untuk berpikir rasional. Mereka beroperasi berdasarkan gairah tanpa pikiran dan mereka bergerak hanya oleh naluri. Binatang tidak mampu berpikir. Mereka tidak bisa menganalisa sesuatu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keuntungan satu-satunya yang diberikan binatang adalah mereka adalah makanan fisik. Jadi dia katakan disini bahwa guru-guru itu sama juga tidak bisa berpikir, sama juga hanya memikirkan diri, dan sama juga mereka digerakkan oleh naluri nafsu mereka dan mereka melayani manusia dengan cara terbaik waktu mereka mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waduh, bahasa yang sangat keras.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Petrus meledak sedemikian marah pada nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu? Di Yohanes 21, tiga kali dikatakan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Dari permulaannya Petrus dipanggil untuk menjadi gembala yang memberi makanan kepada domba-domba itu. Dan dia sangat benci ada gembala palsu yang meracuni domba- domba-nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bab ini dipisahkan dari kedua bab yang lain supaya gambaran guru palsu itu jelas sekali. Ketiga ayat pertama memberikan kita suatu sketsa umum atau garis besar, dan setelah itu dari ayat 4 sampai 10 dia menyatakan bahwa penghancuran mereka sudah pasti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dia kembali kepada garis besar itu dari ayat 1 sampai 3 dan dia menyelesaikannya dengan warna komplit untuk memberikan kita gambaran yang lengkap tentang guru palsu itu. Ingatlah, keseluruhan surat ini adalah untuk memperingati jemaat bahwa guru palsu itu bahaya sekali dan bagaimana caranya kita harus membela diri melawan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda yakin bahwa keselamatan Anda pasti, jika Anda tahu ajaran Firman Allah, maka Anda memiliki pembelaan diri. Jadi maksud surat ini adalah untuk memberikan kita kekuatan untuk melawan guru-guru palsu ini. Dan sebagian kita dapat dari penyadaran bahwa orang itu memang guru palsu dan pengertian bagaimana Allah memandang mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka, selama Petrus memberikan kita cacian terik terhadap guru-guru palsu itu, kita akan melihat beberapa titik. Dan malam ini aku ingin memberikan dua yang pertama. Nomor satu, pendapat-diri yang terlalu besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 10b-13a, “Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, 11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. 12 Tetapi mereka itu sama dengan binatang yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, 13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah inilah teks yang membicarakan sikap mereka. Perkataan pertama menyimpulkannya di pertengahan ayat 10, berani. Mereka berani menentang Allah dan kebenaran-Nya. Mereka tidak memikirkan konsekuensi dari apa yang mereka perbuat melawan Allah dan akibatnya yang akan datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang dia menambahkan, angkuh dan degil. Ini berarti mereka keras kepala. Mereka sombong dan mereka ingin menentukan cara mereka sendiri. Dan tidak ada sesuatupun yang dapat menghentikan mereka, bukan kebenaran dan bukan keTuhanan Yesus Kristus. Dan ada perasaan di sini bahwa Petrus terkejut sekali atas praduga luar biasa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan betapa besar praduga mereka? Dia ingin memberikan kita suatu ilustrasi. Dalam ayat 10 dia mengatakan, beginilah besarnya praduga mereka, beginilah besarnya keberanian dan keras kepala mereka, “mereka tidak segan-segan menghujat kemuliaan malaikat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam sejarah orang telah menterjemahkannya dengan beberapa cara berbeda. Apakah artinya? Nah kata "menghujat" berarti mencerca, berbicara jahat, mengejek, menertawakan, untuk merendahkan dan menurunkan. Mereka melakukan itu terhadap “doxa” malaikat, itu berarti kejayaan, martabatnya dan pejabat. Dan dalam konteks ini artinya mereka pejabat malaikat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah yang dibicarakan adalah pejabat malaikat yang mana? Ini merujuk kepada setan. Mereka tanpa rasa takut berani mengejek dan berbicara meremehkan setan, yaitu malaikat-malaikat yang jatuh. Mereka mengejek dan mereka menertawakan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana setan itu bisa diberi nama kemuliaan? Apakah mereka makhluk yang mulia? Jawabannya adalah iya, mereka bisa disebut mulia dalam arti bahwa mereka memiliki pribadi dan tingkat eksistensi di dunia supranatural yang memiliki martabat dan kualitas transenden yang melebihi kemampuan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di Efesus 2:2 bahwa dia penguasa kerajaan angkasa. Yesus mengatakan di Yohanes 12:31 bahwa dia adalah penguasa dunia. Ada pribadi mulia yang dimiliki bahkan malaikat yang jatuh, karena mereka masih mempertahankan jejak keagungan, sama seperti manusia yang jatuh dan berdosa, yang belum dilahirkan kembali tetap memiliki jejak rupa Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan di Efesus 6:12 Paulus memanggil mereka pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa dan penghulu- penghulu dunia. Mereka dinamakan roh-roh ditempat tinggi. Dan jika kita memperhatikan dengan teliti 1 Korintus 15:40-41 kita lihat ada “tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 41, “Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.” Dan yang dikatakan Paulus adalah bahwa ada bermacam tingkat kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada martabat tertentu yang dimiliki bahkan matahari, dan bintang-bintang, meskipun mereka juga berada di alam semesta yang jatuh, ada jejak martabat tertentu dalam gambar Allah yang dimiliki manusia. Dan ada keagungan tertentu yang dimiliki malaikat meskipun mereka jatuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana setan yang dikutuk itu dapat dihujat? Bahkan malaikat yang jatuh memiliki semacam keagungan malaikat dan mereka tidak boleh dianggap enteng. Kita harus menghindari sikap yang tidak hormat terhadap mereka. Dengarkanlah, mereka adalah makhluk yang sangat serius. Dan Allah sangat serius terhadap mereka. Dan begitu juga malaikat-malaikat kudus serius terhadap mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi secara praktis apa artinya? Hal ini dapat diterapkan pada kebodohan dari pemburu setan Karismatik. Guru- guru palsu arogan meremehkan kekuatan Setan dan mereka meremehkan martabat keseluruhan kemuliaan malaikat dan mereka berpikir bahwa mereka lebih kuat dari setan. Dan mereka menganggap bahwa tidak akan ada pembalasan karena mereka merasa memiliki suatu kuasa yang tak terkalahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan juga ada orang-orang liberal yang datang dan sama sekali menyangkal keberadaan mereka. Setiap kali Anda menghina atau merendahkan atau meminimalkan kuasa setan dan malaikat yang jatuh itu, itu tindakan bodoh. Berbicara melawan makhluk yang mulia itu berarti mengangkat diri Anda ke tingkat yang bukan tempat Anda. Ini adalah semacam praduga yang buruk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sebaliknya, lihat apa yang dia katakan dalam ayat 11, "Padahal malaikat," dan kapan saja Anda melihat kata "malaikat," itu merujuk kepada malaikat Allah yang baik dan kudus. “padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka.” Lebih kuat dan berkuasa dibanding siapa? Tentu saja lebih kuat daripada kita dan lebih berkuasa dari pada guru-guru palsu itu, benar? Janganlah memakai kata-kata hujat melawan mereka di hadapan Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat kudus tidak menghakimi atau merendahkan setan-setan yang lebih rendah dari mereka. Para malaikat begitu memuja Tuhan mereka sehingga mereka tinggal sepanjang hidup mereka di hadirat-Nya dan tidak ada bahasa menghina diperbolehkan untuk melewati bibir mereka, meskipun itu benar pantas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yudas 1:8-9, karena di sini kita melihat teks sejajar yang sangat menolong, “Namun demikian orang- orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menolak kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.” Mereka menolak otoritas dan ketuhanan. Ini sama dengan apa yang dikatakan Petrus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi setelah itu Yudas mengatakan bahwa guru palsu itu bukan menhujat setan namun Mikhael, penghulu malaikat itu ketika dia bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mengenai masalah apa? Saya sendiri tidak tahu, kelihatannya ada konflik antara Iblis dan Mikhael mengenai mayat Musa. Iblis ingin mayat Musa itu. Dan Anda masih ingat ya bahwa Musa tidak di perbolehkan masuk ke dalam Tanah Perjanjian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin kita akan tahu masalahnya ketika kita masuk ke sorga dan menanyakan Mikhael. Si Iblis pasti maksudnya buruk. Kita tidak tahu apa yang dia mungkin lakukan namun kemungkinan besar itu dipakai untuk semacam ibadah setan palsu yang menyebabkan banyak orang kesasar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka bertengkar mengenai mayat Musa. “Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan,” tetapi dia membiarkan itu ke dalam tangan Allah dan hanya berkata pada akhir ayat 9: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kembali di 2 Petrus, guru-guru palsu itu tidak takut melakukan apa yang malaikat kudus tidak berani melakukan. Mereka begitu angkuh. Praduga guru palsu itu yang degil malah menyerang mahluk yang malaikat kudus sendiri tidak berani menyerang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia terus menggambarkan mereka di ayat 12, “Tetapi mereka itu, maksudnya guru-guru palsu itu, sama dengan binatang yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui,” Mereka tidak mengerti melawan siapakah mereka berbicara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas 1:10 mengatakan hal yang sama, “Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Binatang yang tidak berakal,“ dia mengatakan hanya memiliki naluri, bukan daya pikir. Mereka hanya dapat merespon kepada rangsangan yang terprogram yang dibentuk dalam tubuh fisik mereka oleh tindakan penciptaan Allah. Mereka hanya memberikan kontribusi fisik menjadi makanan untuk beberapa binatang lainnya atau untuk manusia. Ini semua adalah bagian dari rantai makanan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah mengatakan bahwa guru-guru palsu ini berada dalam kategori yang sama dalam binatang naluriah, yang tidak mengerti apa yang mereka lakukan tapi yang seperti binatang kasar beroperasi hanya berdasarkan gairah naluri mereka sendiri dan melayani manusia terbaik pada saatnya mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhir ayat 12 mengatakan, “oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar.” Mereka itu akan menjadi bahan bakar untuk dibakar api kemuliaan Allah. Ketika Allah memusnahkan dunia dan semua binatangnya, Dia akan memusnahkan mereka juga. Teks Yunani sebenarnya mengatakan, “Dalam mereka membinasakan mereka akan dibinasakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam ayat-ayat 19-22 kita akan melihat rincian kehancuran itu. Jadi dalam menghancurkan orang lain mereka membawa kehancuran atas diri mereka sendiri. Mereka berperilaku seperti binatang bodoh, memimpin orang lain untuk kematian yang dengan sendirinya akan binasa di rumah potong hewan yang sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan demikian dia menyimpulkan semua tentang praduga mereka di ayat 13, “akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka.” Atau mengalami kecelakaan sebagai upah mencelakakan orang. Itu kebenaran nyata. Mereka akan mengalami apa yang patut mereka alami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 6:7 menamakannya itu hukum menabur dan menuai. Jika seseorang mendedikasikan dirinya untuk kebohongan, ajaran palsu, dengan pendekatan yang berani, kurang ajar, sombong dan bersemangat penuh nafsu untuk hal-hal Allah, itu pasti akan menghancurkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi guru-guru palsu itu pertama memiliki pendapat diri yang sombong. Kedua mereka mempraktekkan kehidupan yang fasik. Jadi di ayat 13 kita merubah dari sikap kepada perbuatan, “Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan.” Biasanya pendosa bersenang-senang di malam hari (1 Tesalonika 5:7). Namun pendosa ini begitu bejat sehingga mereka melakukan itu di siang hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus meneruskan dalam membicarakan kelakuan mereka, dan mengatakan lebih lanjut dengan kejijikan nyata, “mereka adalah kotoran dan noda.” Inilah tandanya ada cacat dan noda kotoran dan bekas luka. Mereka itu berpenyakit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan mereka “mabuk dalam hawa nafsu mereka.” Apakah artinya itu? Itu berarti hidup dalam kemewahan mereka, hidup penuh dengan kesenangan dosa, hidup sebesar mungkin dengan hawa nafsu naluri binatang mereka, dan menipu mereka yang juga terpengaruh untuk melakukan yang sama. Mereka menipu orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13 mengatakan, mereka melakukan hal itu pada waktu “mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.” Ketika mereka datang untuk merayakan sesuatu di gereja, 2 Yohanes 10-11 mengatakan, “Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran benar ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 14 Petrus pindah dari perbuatan mereka di depan umum kepada perbuatan pribadi mereka, “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang ini telah kehilangan kontrol moral sehingga mereka tidak dapat melihat seorang wanita tanpa melihatnya sebagai seorang pezinah potensial setiap saat. Hidup oleh nafsu membawa pikiran dosa, naluri binatang mendominasi sehingga nafsu tidak pernah bisa puas dan tidak pernah dimatikan. Dengan demikian setiap wanita menjadi obyek perzinahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat bagian ayat 14, “Mereka memikat orang-orang yang lemah,” yang berarti mereka mengajarkan orang lain untuk berbuat yang sama. Mereka menarik yang tidak menyadari, yang lemah dalam penyimpangan seksual mereka, kesalahan mereka, kebohongan mereka, untuk gairah dan naluri. Mereka memangsa mereka yang masih muda dalam iman atau yang hampir lolos dari kesalahan dan bahkan belum datang kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dia menutup bagian kecil ini dengan mengatakan, "Mereka memiliki hati yang terlatih dalam keserakahan." Nafsu seksual, gairah dan mata guru palsu dipenuhi dengan perzinahan, dan mereka memiliki sebagai pasangan hati yang terlatih dalam keserakahan. Seks dan keserakahan selalu bergerak bersama dengan guru-guru palsu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Petrus mengatakan di akhir ayat 14, “Mereka adalah anak-anak (bkn orang-orang) terkutuk, yang berarti mereka telah disediakan untuk dikutuk. Ketika Anda melihat perkataan “anak” disini, ini suatu istilah Ibrani yang menamakan seseorang yang sangat dipengaruhi dalam kehidupannya oleh si A, ia adalah anaknya si A.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita baru mulai membicarakan sifat guru palsu itu. Saudara-saudara yang kekasih, ini sangat penting dan perlu karena kewajiban seorang pendeta adalah untuk mempersiapkan jemaatnya untuk bahaya seperti itu, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 May 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?lahir-untuk-dibunuh</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000015D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hukuman Ilahi – Bagian 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000015E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:5-10" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:5-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus, yang berbicara untuk Allah, menjanjikan penghakiman yang berapi-api bagi guru palsu yang menyalahgambarkan kebenaran-Nya. Keseluruhan bab Matius 23 juga ditujukan untuk itu, terutama dari ayat 13 sampai ayat 33. Mereka secara kuat memarahi mereka yang mengatakan mereka berbicara bagi Allah akan tetapi kenyataannya tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang Alkitab Tuhan selalu menghakimi dengan kata-kata keras orang-orang yang mengajar dusta dan mengajar penyimpangan dan hidup kehidupan fasik. Namun kata-kata yang paling kuat disediakan bagi mereka yang mengajar dan hidup seperti itu dan yang mengatakan mereka mewakili Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita tiba di bab kedua dari surat kecil yang bagus ini, kita tiba kepada inti pesan disini dan pada dasarnya kita diperingati akan bahayanya guru-guru palsu itu. Dan ketika kita mempelajari bagian penghukuman guru palsu ini, kita akan melihat hal-hal penting yang timbul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama kita harus memerhatikan janji akan penghukuman itu. Pada akhir ayat 1 dikatakan bahwa “mereka dengan segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” Pada akhir ayat 3 dikatakan bahwa hukuman mereka telah lama tersedia dan kebinasaan mereka tidak akan tertunda. Dalam kedua ayat ini kebinasaan dan hukuman telah dijanjikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada kali terakhir kita mempelajari 2 Petrus di bulan Januari kita mulai mendiskusikan alasannya mereka dihakimi. Dan pada waktu ayat 4 dijelaskan sampai kepada akhir ayat 8, Petrus memberikan kita tiga contoh historis yang telah ditetapkan di masa lalu untuk menjamin realitas penghakiman guru-guru palsu itu di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Tuhan tidak mengampuni malaikat-malaikat, yang adalah ciptaan khusus-Nya, ketika mereka berdosa, tetapi melemparkannya ke neraka, ke lubang kegelapan yang disediakan untuk penghakiman, apakah guru-guru palsu berpikir entah bagaimana mereka dapat meloloskan diri?(ay 5) Dan sekarang kita sampai pada ilustrasi kedua yang juga terjadi pada saat Nuh, waktu dunia kuno. Dari malaikat yang jatuh Petrus sekarang memberikan kita contoh dunia kuno.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan jika Allah membinasakan seluruh dunia dan menenggelamkan mereka semua, dan mengirim mereka semua kepada kekekalan untuk dihukum, kecuali delapan orang, yaitu Nuh dan tujuh orang lain, apakah mungkin Allah mengampuni guru-guru palsu itu? Jutaan orang yang mendiami bumi celaka karena air bah itu dan mereka di jatuhkan kedalam hukuman kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba kita menyelidiki ayat 5 lebih mendalam. “Jika Allah tidak mengampuni dunia purba,” ini berarti seluruh sistim ketidakbenaran yang telah berkembang setelah Kejatuhan Adam. Itu telah menjadi dunia yang jahat seluruhnya. Dan pada waktu yang sama ketika malaikat yang jatuh berbuat dosa mereka, dikatakan di Kejadian 6:5-7, “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 6:6-7, “maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7 Berfirmanlah Tuhan: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan, jika Allah begitu mementingkan kebenaran sehingga Dia menenggelamkan seluruh dunia, mengapa kita bisa percaya Dia mengampuni kelompok yang jauh lebih kecil, yaitu kelompok nabi-nabi palsu yang hidup dengan cara yang sama, yang merusak kebenaran-Nya dan yang hidup dalam ketidakbenaran?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas 1:14-15, “Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada kejadian air bah itu Allah membawa bencana kosmik yang mengubah seluruh dunia dan sekitarnya dan mengubah langit. Sebelum air bah tidak ada hujan, bumi ditutup suatu kanopi yang menyiram bumi dengan kabut. Tuhan membuang semua air itu dan malah air keluar dari dalam, sehingga seluruh dunia tenggelam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di pertengahan 2 Petrus 2:5 dikatakan, “tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain.” Disinilah terdapat prinsip yang kita harus ingat, dan kita aka melihatnya lagi sebentar, bahwa ditengah bencana penghakiman seluruh bumi Allah menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu dengan tujuh orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan menyuruhnya untuk membangun sebuah bahtera. Ukurannya sama dengan ukuran kapal Queen Mary, persegi panjang. Dan Allah mengatakan kepadanya untuk mengambil istrinya dan tiga putra dan tiga istri mereka dan masuk sambil mengambil dua dari setiap makhluk hidup dan memelihara mereka dalam bahtera itu sehingga dunia bisa dibangun kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata penting disini adalah penyelamatan, phulasso, yang berarti diletakkan di tempat yang dijaga, untuk diletakkan di tempat yang terlindung. Dan, tentu saja, dalam kasus mereka itu adalah sebuah bahtera. Dan bahtera itu bisa lolos dari penghakiman karena dibangun Allah untuk mengapung di atas air.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan akan memastikan ada perlindungan bagi mereka yang menjadi milik-Nya. Pengangkatan akan datang duluan, kemudian baru Hari Tuhan, Dia akan menempatkan semua orang percaya di tempat yang aman selama ada masa Tribulasi untuk dibawa kembali setelah itu ke dunia orang benar yang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika bahtera itu akhirnya mendarat di Gunung Ararat, air itu semua menurun, dan terdapatlah dunia baru, dunia orang benar. Begitupun keadaannya setelah penghakiman Allah di masa depan. Setelah Allah datang dalam amarah dan penghakiman dan menghakimi semua guru-guru palsu dan semua orang yang mengikuti guru-guru palsu, setelah menjaga milik-Nya sendiri yang tersisa di dunia dalam tempat yang terlindung, Dia akan membawa mereka kembali ke dunia baru orang benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus sekarang meneruskan dengan penghakiman berikutnya, yang ketiga, Sodom dan Gomora. Ayat 6, “dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menamakan dua kota utama di dataran, Sodom dan Gomora. Kejadian 13:12 menamakannya kota-kota lembah. Sebenarnya ada lebih banyak dari pada hanya dua kota. Ada Sodom dan Gomora dan menurut Ulangan 29:23 ada juga kota Adma dan Zeboim.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Arti kata “membinasakan” adalah suatu penalti yang dilaksanakan kepada orang fasik. Hukuman itu sama seperti air Bah yang begitu hebat sehingga membunuh setiap manusia dan segala sesuatu yang hidup, bukan dengan air saat ini tetapi dengan insinerasi ilahi. Dan apa yang tersisa sekarang hanyalah abu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan, kehancuran Sodom dan Gomora begitu hebat, sehingga orang tidak dapat menemukan kota-kota itu sekarang. Selama bertahun-tahun kepercayaan orang adalah bahwa alasan mereka tidak bisa menemukannya adalah karena Laut Mati telah bertumbuh menjadi besar dan saatnya Laut Mati menyebar lebih jauh ke selatan. itu mencakup lebih banyak lahan, yang telah menutupi tempat Sodom dan Gomora yang dulu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Arkeolog sekitar tanah Palestina telah menemukan hampir setiap kota kuno. Mereka dapat mengungkap hampir semua reruntuhan dari mereka. Tapi mereka tidak pernah dapat menemukan kota-kota ini, atau ada indikasi terpencil di mana mereka berada. Sampai sekarang mereka tidak tahu di mana kota-kota itu berada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Allah memusnahkan dan membakar secara total seluruh peradaban itu? Jawaban: karena mereka menolak kebenaran-Nya dan mengikuti pendusta, guru-guru palsu. Jadi ayat 6 mengatakan, “Dia menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah mereka lukakan untuk dihukum seperti ini? Marilah kita melihat Kejadian 19:1, “Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang,” mereka itu malaikat suci yang telah mengunjungi Abarham bersama dengan Allah sendiri, yang telah mewujudkan dirinya dalam bentuk manusia dan meluangkan waktu dalam persekutuan dengan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, 2 serta berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Dia tahu mereka malaikat dan tentu malaikat itu roh namun mereka dapat mewujudkan diri secara fisik dan mereka selalu terwujud dalam bentuk pria ketika mereka melakukan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab mereka di Kejadian 19: 2, "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang." Lot tahu itu bahaya. Ayat 3, “Dan karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.” Masih ingat apa yang dikatakan di Ibrani 13:1, “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4-5, “Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. 5 Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka homoseksual dan mereka ingin memiliki hubungan homoseksual dengan makhluk-makhluk luar biasa itu. Ingat terakhir kali bahwa dosa dari malaikat yang jatuh adalah kebalikan dari dosa Sodom. Sekarang orang homoseksual mencari malaikat, didalam Kejadian 6 malaikat yang jatuh mencari perempuan, suatu tindakan menyimpang lain yang ada di benak mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 19: 6-7 mengatakan, “Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, 7 dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.” Verse 9, “Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu.” Ayat 10 mengatakan, “Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.” Malaikat itu melindunginya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 11 mengatakan, “Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar.” Apakah mereka lakukan, bertobat? Tidak, lihatlah apa yang mereka perbuat, “sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.” Baru mereka dibutakan dan yang hanya mereka dapat pikirkan adalah malaikat-malaikat itu. Mereka begitu fasik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat itu mengatakan kepada Lot di Kejadian 19: 15, “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini. 16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda betapa kuatnya daya tarik dunia ini dan betapa kita mementingkan harta milik kita? Jadi malaikat itu langsung memegang mereka dan memaksa mereka keluar. “Sebab Tuhan hendak mengasihani dia,” mereka dituntun keluar kota dan dilepaskan di sana. Yang tinggal adalah Lot, isterinya (yang menoleh kebelakang dan menjadi tiang garam) dan kedua anak perempuan, jadi hanya tiga orang yang luput.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membaca Perjanjian Baru, berkali-kali Sodom dan Gomora di bicarakan sebagai ilustrasi tentang apa yang akan terjadi kepada orang yang gagal percaya dan mengerti kebenaran. Matius 10:15, Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah menghukum masyarakat itu. Tetapi perhatikanlah sekarang 2 Petrus 2:7-8 dan saya ingin Anda melihat ini karena ini kebenaran yang besar. Ayat 7, “tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus- menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, 8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari mana kita tahu dia orang benar? Karena dia benci dosa! Memang sebagai bapa dia lemah, dan benar dia masih saja ada banayak keduniawian dan senang harta milik dan juga mementingkan diri, dan iya dia rada segan untuk pindah keluar, dan memang dia minum terlalu banyak dalam keadaan trauma itu. Namun dia tidak mau mengikuti kejahatan dosa kultur disekitarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah seharusnya yang dimiliki setiap orang Kristen. Dia tertekan dosa-dosa itu. Dalam hatinya dia mengasihi kebenaran. Dan ayat 8 menguatkan hal lebih lagi, “sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu.” Sama seperti Nuh dan keluarganya, Lot itu menentang dosa pada hari itu. Seluruh masyarakat mengikuti dusta, menolak kebenaran Allah, mengikuti guru-guru palsu dari Iblis tetapi Lot menolaknya dan Allah mengasihaninya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu membawa kita kepada pola penilaian mereka. Muncul dalam ayat 9 dan 10a, maka kita bisa menyimpulkan ini, "Tuhan tahu bagaimana menyelamatkan orang saleh dari godaan dan untuk menjaga mereka yang tidak benar di bawah hukuman bagi hari kiamat, dan khususnya mereka yang memanjakan keinginan dan korupsi kedagingan dan membenci otoritas.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat buku Maleakhi dimana nabi membicarakan bagaimana Allah akan datang dengan penghakiman yang besar? Maleakhi 3:16, “Maka mereka yang takut akan Tuhan berbicara satu sama lain.” Wah apakah yang akan terjadi terhadap kita? “Tuhan memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Tuhan dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya” (Maleakhi 3:16-18).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." 17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengenal siapa yang menjadi milik-Nya dan Allah akan menyelamatkan milik-Nya. Itu sukar, namun Allah tahu caranya. Tuhan tahu caranya menyelamatkan orang saleh dari pencobaan. Di Markus 8:11 kata-kata ini dipakai, “Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga,” untuk menyerang-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 4:12-13, “Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu! Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” Apakah maksud Iblis itu? Untuk menghancurkan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagian Alkitab yang paling penting; Wahyu 3:10 mengatakan ini, “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia.” Aku akan menyelamatkan engkau dari waktu pencobaan dalam arti kata dari kehancuran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah akan menghukum dan Allah akan menyelamatkan orang saleh dari masa pencobaan dan penghukuman dan Dia akan menghakimi mereka yang telah terjaga dibawah hukuman sekarang dan pada akhirnya akan dibawa kepada penghakiman terkahir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang kita katakan pada permulaannya beberapa bulan yang lalu tentang guru-guru palsu? Mereka memiliki karakter yang mementingkan dua hal. Pertama, yaitu mereka yang memanjakan keinginan dan korupsi kedagingan. Mereka adalah sensual dan penuh nafsu. Mereka memanjakan keinginan daging yang korup. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka ingin kekotoran, seperti orang homoseksual di Sodom.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sifat karakter kedua adalah mereka membenci otoritas. Mereka ingin Kristus sebagai Juruselamat, namun mereka tidak menerima-Nya sebagai Tuhan dan Raja. Ini hal yang murah dan dangkal. Mereka mengidentifikasikan diri mereka dengan nama-Nya, namun mereka menolak hidup dibawah otoritas-Nya. Mereka menamakan nama-Nya namun mereka tidak hidup sesuai dengan perintah-perintah-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah adalah Allah kebenaran, dan semua yang mengajar dusta tentang Dia dan semua yang menyangkal otoritas-Nya akan dihukum, khususnya guru-guru palsu itu yang datang di dalam nama-Nya akan tetapi hidup kehidupan sensual yang tidak patuh kepada keberdaulatan-Nya. Dan Allah akan menghancurkan mereka semua dan semua orang yang percaya dusta mereka.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 May 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?hukuman-ilahi---bagian-2</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000015E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000015F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Corinthians+5:17-21" target="_blank" class="imCssLink">2 Korintus 5:17-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah alasannya Kristus harus mati di kayu salib? Dan apakah hubungannya hal itu dengan keadaan kita sebagai manusia? Marilah saya memberikan Anda tiga alasan: Pertama, kejadian itu membayar upah dosa kita. Kedua, untuk mengembalikan kepada kita kehidupan Allah dan yang ketiga untuk membenarkan kita dengan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya memiliki kehidupan Allah? Artinya adalah apa yang dikatakan di Efesus 4:23-24, “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” Bukalah firman Tuhan ke 2 Korintus 5:17-21, untuk melihat apakah yang Allah ingin mengajarkan kami malam ini tentang semua ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.19Sebab Allah mendamaikan </span><span class="fs12lh1-5 cf1">dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 20Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu </span><span class="fs12lh1-5 cf1">didamaikan dengan Allah. 21Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengerti artinya diasingkan dalam suatu hubungan dan menemukan jalan kembali sehingga hubungan itu dipulihkan. Tapi gagasan bahwa Allah diperdamaikan dengan orang berdosa, itu jauh lebih sulit. Ketika orang- orang berdosa sedang didamaikan satu sama lain, ini tampaknya mungkin dan wajar karena kedua belah pihak bersalah atas dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi dengan Allah semua dosa adalah milik kita, Ia benar-benar sempurna dan kudus seluruhnya dan waktu kita berdosa itu berarti bahwa Ia telah dilanggar. Itu keseluruhannya salah kita, kita sepenuhnya bertanggung jawab akan tetapi Allah telah menetapkan suatu cara di mana orang berdosa dapat didamaikan kepada-Nya. Dari sudut manusia itu kelihatannya mustahil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dengan Allah tidak ada yang mustahil. Kristus memberi jalan dimana tidak ada jalan. Dan kita semua di dalam semua gereja di seluruh dunia diberikan tugas sebagai duta besar untuk memproklamirkan bahwa pendamaian sekarang mungkin. Istilah ‘duta besar’ yang terdapat di ayat 20 benar-benar mengacu kepada seseorang yang mewakili pemerintahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Utusan itu berbicara untuk Rajanya atau pemerintahnya. Dia adalah seperti mulutnya pemimpin yang berdaulat. Dia tidak membicarakan pikirannya sendiri; dia tidak pernah menyampaikan usul pribadi atau berjanji secara pribadi. Dia tidak ada permohonan pribadi. Dia mewakili presidennya yang berdaulat dan negaranya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah diberikan pekerjaan kedutaan besar itu bukan untuk memperbaiki budaya tetapi untuk berbicara bagi Allah dengan mewartakan pesan rekonsiliasi. Merubahkan orang-orang yang telah dirubah oleh Injil akan mengubah masyarakat. Itulah pelayanan Anda , bukan palayanan saya saja. Ini pelayanan kita semua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang terlibat dalam pelayanan rekonsiliasi? Apakah bagian komponen itu? Apakah yang kita bicarakan? Jadi marilah kita membagikannya dalam bagian yang lebih kecil. Apakah elemennya? Aku akan memberikan Anda empat hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor satu, rekonsiliasi adalah kehendak Allah. Lihatlah ayat 17 sebentar. Dalam ayat terkenal ini Paulus mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Dia membicarakan keselmatan, kelahiran baru, dan semua yang lain yang mengikutinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 18, “Dan semuanya ini dari Allah,” yaitu semua hal baru, semua elemen keselamatan, semua bagian dari perubahan itu, semuanya datang dari Allah. Jadi kita diajarkan apa disini? Allah sajalah yang memberi pendamaian. Rekonsiliasi adalah dari kehendak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19 mengatakannya begini, “Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus.” “Dunia” itu maksudnya manusia. Ini bukan berarti setiap orang yang pernah hidup, namun itu berarti Allah mengerjakan karya pendamaian-Nya dengan manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian di ayat 20, kita melihat bahwa Allah adalah inisiator, Allah adalah yang memulihkan. Sudah jelas pihak tersinggung patut menetapkan persyaratan untuk rekonsiliasi. Anda adalah pelanggar Hukum Allah dan karena itu pelanggar kekudusan-Nya dan oleh karena itu musuh Allah jadi hanya Allah yang dapat mengatur persyaratan rekonsiliasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya telah mempelajari banyak agama palsu, yang purbakala dan yang modern, dan mereka menciptakan bermacam jenis allah. Ada beberapa allah yang sama sekali tidak peduli dan yang tidak dapat dikenal dan ada yang benar-benar tidak ada hubungan pribadi dengan siapapun juga. Saya merasa sangat bersyukur bahwa Allah benar yang hidup tidak sama seperti alah-allah dunia ini tetapi pada dasarnya bersifat pendamai dan pemulih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang kafir, yang tidak setia dan orang Israel murtad mulai menyembah allah lain yang disebut Moloch, dan allah ini begitu marah, dan begitu kejam sehingga untuk menenangkan dia, Anda harus membakar tubuh Anda dalam api. Jadi di satu pihak ada allah yang tidak peduli dan dipihak lain ada Allah yang kejam dan bermusuhan, ini adalah khas dari semua allah palsu, dan mereka semua dapat ditempatkan di antara kedua ekstrim.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang datanglah Allah yang benar dan hidup dan tidak sesuatu seperti Dia karena manusia maupun iblis tidak dapat menciptakan Allah yang benar dan hidup. Dan disini terdapat Allah yang peduli dan yang tidak kejam, disini ada Allah yang bersifat Penyelamat. Disini ada Allah yang sifatnya pemulih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam gereja Katolik Anda janganlah minta kepada Allah untuk diselamatkan, janganlah langsung pergi ke Allah untuk kebutuhan Anda karena Allah adalah hakim dan Allah penuh murka. Mungkin Anda mau pergi kepada Yesus, namun Yesus juga bisa tegas dan adil. Jika Anda benar ingin diselamatkan pergilah ke Maria, dia simpatik dan penuh kasih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan teologi Roma Katolik mengatakan Maria tidak pernah menolak siapa saja yang datang padanya dan Yesus tidak bisa menolaknya, dan dengan cara itu dia meyakinkan Yesus pada kasus Anda dan kemudian Yesus meyakinkan Allah pada kasus Anda, dan itulah caranya bagaimana Anda dapat meyakinkan Allah untuk menerima Anda .</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar suatu serangan terhadap sifat Allah. Allah bukan Juruselamat yang segan. Rasul Paulus berkali-kali menuliskan di dalam surat-suratnya tentang “Allah, Juruselamat kita”. Frase “Allah, Juruselamat kita,” berada di dalam setiap bab. Allah pada dasarnya adalah Juruselamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rekonsiliasi adalah cara ilahi dimana ketidaksenangan kudus Allah dapat dibenarkan lagi. Ini adalah ketentuan ilahi di mana permusuhan dapat dihapuskan. Ini adalah ketentuan ilahi di mana orang berdosa dapat dipulihkan kembali kepada-Nya. Manusia tidak sanggup memulihkan dirinya dengan Allah. Kita hanya dapat merangkul apa yang disediakan Allah; ini bukan pekerjaan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rekonsiliasi adalah melalui kehendak Allah. Jadi kita melakukan kehendak Allah di dunia ini ketika kita, sebagai duta besar, memberitakan pesan harapan dan rekonsiliasi untuk siapa saja yang ingin mendengarnya di manapun di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, pendamaian adalah melalui pengampunan. Ayat 19, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri- Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” Ini satu-satunya cara semua dapat dilakukan. Allah menghapus sejarah catatan dosa kita melalui Kristus. Dia harus memperlakukan kita seolah-olah kita tidak pernah berdosa. Hanya Kristus membuat hal yang luar biasa itu mungkin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia rela mengampuni segala dosa Anda, yaitu segala dosa di masa lalu, segala dosa yang Anda lakukan sekarang dan semua dosa yang Anda akan perbuat di masa kehidupan Anda. Dia akan mengampuni semuanya untuk selama-lamanya. Dia akan menguburkan dosa itu kedalaman lautan yang terdalam, menghapuskannya sejauh timur dari barat dan melupakan semuanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda, Anda juga perlu mengampuni dirimu dari dosa-dosa tersebut. Janganlah terus menyalahkan diri Anda untuk segala kesalahan yang Anda telah lakukan. Anda sekarang ciptaan baru, jadi akuilah dosa Anda dan mintalah kekuatan dari Dia untuk menyangkal diri dan berusaha untuk menjadi lebih seperti Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, pelayanan rekonsiliasi adalah dengan kepatuhan iman. Kristus taat sampai mati. Sekarang orang berdosa akan harus mengikuti contoh itu dengan melakukan apa yang ada di ayat 20, “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Teks ini mendefinisikan bagi kita mandat yang setiap orang Kristen telah terima dari Allah, yaitu untuk memberitakan pesan rekonsiliasi; sehingga dengan cara itu kita berfungsi sebagai duta untuk Kristus karena melalui Kristus Allah menyampaikan pesan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu dia meneruskan di ayat 20, “Kami dalam nama Kristus meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Kami memohon Anda. Jadi di sini kita konseling, mendesak, meminta, memohon, mengingatkan, menasihati supaya orang bersedia untuk mendamaikan dirinya kepada Allah yang bersedia berdamai dengan mereka. Mengapa ini sesuatu yang harus diminta orang untuk melakukannya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Yesus mengatakan di Yohanes 3, “Manusia lebih menyukai dosa mereka. Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Mereka membenci terang.” Kita berbicara mereka harus bertobat dari dosa mereka, Kita mengatakan mereka harus bersedia menyerahkan dosa mereka, dan kita mendengar kata-kata Yesus di Lukas 9:23, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kehidupan berdosa didefinisikan oleh pikiran berdosa, sikap berdosa, kegiatan budidaya berdosa dan hubungan berdosa. Yesus berkata, kau harus melepaskan segalanya, menjual semuanya untuk membeli mutiara yang sangat berharga, menjual semuanya untuk membeli harta yang tersembunyi di ladang, Matius 13. Namun bagaimanakah orang merespon?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus pergi dalam Lukas 4 ke kota-Nya di Nazaret, Beliau berkhotbah dalam rumah ibadat kepada orang-orang yang dibesarkan bersamanya, Dia didewasakan 30 tahun di rumah ibadat itu, semua orang mengenal Dia, itu rumah ibadat-Nya sendiri di mana Dia berada setiap hari Sabat, di mana Ia pergi ke sekolah Sabat sebagai seorang anak dan Dia pergi dan Beliau memberikan satu khotbah dalam Lukas 4. Tahukah Anda apa yang terjadi?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir khotbah itu mereka mencoba untuk melemparkan-Nya ke jurang dan membunuh-Nya, ini orang-orang yang sama yang mengenal-Nya paling baik. Mengapa? Karena mereka tidak mau terima diagnosis-Nya dari kondisi berdosa mereka yang celaka. Mereka orang munafik agama yang bangga yang tidak mau melepaskan kemunafikan mereka. Orang berdosa itu menempel kepada dosanya mati-matian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlu untuk semua orang yang berdosa untuk bertobat dan berpaling kepada Kristus. Itulah yang kita mohon orang berdosa. Kita mendorong mereka untuk hidup kehidupan pendamaian ini, untuk mempraktekkannya setiap hari, untuk mendatangi orang-orang yang mungkin Anda telah menyakiti dan untuk memulihkan hubungan itu. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun Anda ingin di rekonsiliasi dengan Allah, untuk berdamai dengan tetangga Anda itu makan waktu dan usaha yang terus menerus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal lagi yang masih ada dan inilah kuncinya untuk semua itu. Allah adalah pemulih yang rela mengampuni pendosa yang bertobat dan percaya Kristus, namun ini membangkitkan pertanyaan yang besar. Bagaimana, dengan memakai bahasa Roma 3:26, Allah itu benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Allah bisa menjadi benar, adil dan kudus dan memnuhi Hukum-Nya dan pada waktu yang sama membenarkan pendosa yang percaya Yesus? Itu terdapat di dalam Roma 3:26. Atau dalam bahasa Roma 4:5, bagaiaman Allah dapat membenarkan orang durhaka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membenarkan orang durhaka dengan menghukum pengganti. Ketika Hukum Allah dilanggar, setiap dosa yang pernah diperbuat di dalam sejarah dunia akan dihukum Allah. Setiap dosa yang telah diperbuat Anda dan saya atau setiap orang lain yang pernah hidup akan dihukum karena Allah kita benar dan adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mempertahankan keadilan-Nya dan membenarkan mereka yang percaya Yesus, Dia membenarkan orang durhaka, di ayat 21, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Anak Allah yang tanpa dosa, yang kudus, yang berbeda dengan pendosa, Ibrani mengatakan, yang disebut Allah, “kepada-Nyalah Aku berkenan,” Dia dibuatnya menjadi dosa karena kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu berarti Yesus menjadi pendosa? Ada sebuah ajaran yang beredar di Gerakan Iman yang mengatakan Yesus di kayu salib menjadi pendosa. Sering disebut bahwa di kayu salib Yesus menjadi pendosa dan diharuskan untuk masuk ke neraka selama tiga hari untuk membayar upah dosa-Nya dan setelah itu dibangkitkan dari antara orang mati. Terkutuklah itu!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah domba tanpa cacat di kayu salib. Di kayu salib Dia mengatakan, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa?” Dia tidak ada dosanya, karena itu Dia menanyakan mengapa. Diatas kayu salib Allah memperlakukan Yesus sepertinya Dia pendosa. Allah membawa Dia, yang tidak berdosa, menjadi pengganti bagi para pendosa, yang digambarkan dalam semua pengorbanan di Perjanjian Lama, seorang pengganti yang mempersembahkan hidup- Nya bagi pendosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membunuh Yesus dengan murka-Nya atas dosa-dosa Anda daripada membunuh Anda. Dengan kata lain, di kayu salib Allah memperlakukan Yesus seolah-olah Dia hidup hidup Anda. Allah memperlakukan Yesus sepertinya Dia secara pribadi telah melakukan setiap dosa setiap orang yang pernah hidup telah lakukan di dalam seluruh sejarah manusia, meskipun Dia tidak pernah berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana ini mungkin jika satu orang berdosa harus mengalami hukuman kekal dan hukuman seperti itu masih belum cukup, bagaimana Yesus dapat menanggung hukuman semua pendosa yang menjadi milik Allah dan menanggung itu semua dari hari Jumaat sampai Minggu saja?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabannya adalah, Dia dapat menanggung hukuman tanpa batas dalam waktu singkat karena dia adalah manusia kekal, Dia adalah Allah. Jadi Allah memperlakukan Yesus seolah-olah Dia hidup kehidupan Anda dan Allah melampiaskan amarah penuh murka-Nya kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sisa ayat 21, “supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Saya tidak benar, Anda tidak benar. Kita menyadari hal itu, benar?Kita semua hidup di Roma 7:15, karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Dan kita semua mengatakan bersama Paulus di Roma 7:24, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua ingin pergi ke sorga supaya kita dapat menghilangkan kedagingan yang buruk ini yang terus menerus memaksakan kita melakukan dosa. Saya bukan orang benar. Namun Kristus bukan pendosa, akan tetapi Allah memperlakukan-Nya sebagai pendosa dan walaupun saya tidak benar, Allah memperlakukan saya seolah saya benar. Diatas kayu salib Allah memperlalukan Yesus seperti Dia hidup kehidupan saya, dan Dia memperlakukan saya seperti saya hidup seperti Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang mengatakan, “Mengapa Yesus perlu hidup selama 33 tahun? Jika saya menjadi Allah mungkin saya mengatakan kepada Yesus, Saya ingin Anda turun kebumi dan menebus para pendosa, jadi turunlah hari Jumaat, supaya Anda bisa mati dan pulanglah hari Minggu malam. Selesaikan saja hal itu. Mengapa 33 tahun?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus diharuskan hidup kehidupan yang sempurna. Dia sama dengan kita telah dicobai (Ibrani 4:15). Dia harus menggenapkan seluruh kehendak Allah (Matius 3:15). Dia harus memenuhi semua yang telah dinubuatkan sebelumnya. Mengapa? Supaya ada kehidupan sempurna yang dapat diperhitungkan kepada mereka yang menjadi milik Allah. Yesus mati secara sempurna, kematian yang seharusnya kita tanggung, supaya kita dapat hidup kehidupan yang sempurna di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Yesus bangkit pada hari Paskah, supaya kita diperingatkan bahwa ini semua di dalam rencana Allah, semua ini agung dan mulia, yaitu kasih karunia yang sangat luar biasa dimana Allah memperlakukan Anak-Nya seperti Dia pendosa supaya Allah dapat memperlakukan kita seolah-olah kita benar. Ini puncaknya pekerjaan Allah bertiga bagi kita anak-anak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mengingat hal ini selagi kita mengingat janji-janji yang sama dari bibir Tuhan Yesus pada makan malam terakhir itu. Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?di-dalam-kristus-kita-adalah-ciptaan-baru</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000015F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kasih Kristus bagi kita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000162"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Corinthians+5:11-19" target="_blank" class="imCssLink">2 Korintus 5:11-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini adalah satu minggu sebelum hari Paskah dan mengingat betapa besarnya pengorbanan-Nya di kayu salib, patut kita merenungkan rasa syukur kita kepada Juruselamat. Ayat 2 Korintus 5:14 mengatakan, “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah memutuskan, bahwa jika satu Orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inti dari aliran pemikiran untuk Paulus adalah bahwa ia dibatasi, dipaksa, ditekan, didorong, dimotivasikan oleh kasih Kristus. Dia akan mempertahankan pelayanannya agar kepenuhan dan kekayaan dapat ditawarkan kembali sebagai tindakan rasa syukur kepada Yang sangat mengasihinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dikatakan “Sebab kasih Kristus”, dia tidak membicarakan kasihnya kepada Kristus. Dia membicarakan kasih Kristus kepada dia, dan konteksnya akan menjelaskan hal itu karena dia meneruskan dengan mengatakan, “kami telah mengerti, bahwa satu Orang sudah mati untuk semua orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, yang menguasai Paulus adalah kasih Kristus yang diwujudkan dalam kematian-Nya. Dia menulis tentang kasih Kristus di beberapa kesempatan. Di Galatia 2:20, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan bahwa Kristus secara sukarela memberikan nyawa-Nya bagi kita. Masih ingat perkataan Yesus di Yohanes 10:18, “Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.” Dia mengatakan bahwa Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya bagi dia. Hal ini sangat mempengaruhi Paulus bahwa Tuhan mengasihinya dengan kasih yang kekal yang tidak akan pernah bisa terputus dan yang tidak pernah berubah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan juga di Efesus 3:19, hanya untuk memberikan Anda beberapa contoh, masih ada banyak lagi yang lain, dia mengatakan sesuatu yang lain mengenai kasih Kristus. Dia mengatakan, “untuk mengenal kasih sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.” Ini adalah kasih yang tidak dapat dimengerti, itu adalah kasih yang tidak bisa dipecahkan, dan itu adalah kasih yang sukarela.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan ini kasih yang sejati. Nah marilah kita kembali kepada ayat utama malam ini. Apa maksudnya kata “menguasai” atau “mengontrol”? Dia mengatakan, “saya ditekan kasih yang dimiliki Kristus bagi aku dan karena saya begitu bersyukur atas kasih itu saya ingin mempersembahkan kembali keseluruhan yang saya miliki.” Dan saya ingin memberikan kembali kehidupan saya dan pelayanan saya sebagai tindakan penyembahan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu dia menjelaskan mengapa. “Karena kami telah mengerti,” dengan kata lain “karena saya sudah yakin”, atau “saya telah memikirkan ini matang sehingga saya percaya”, dan kepercayaan saya adalah “satu Orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksud Paulus? Dia mengatakan, marilah saya menjelaskan kepada Anda mengapa kasih ini begitu berkuasa. Marilah saya mejelaskan Anda mengapa kasih ini menekan saya untuk bersyukur. Itu karena saya telah yakin bahwa Kristus mati untuk semua, maka semua sudah mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini pernyataan yang luar biasa dan pada permulaan sedikit membingungkan. Anda bisa melihatnya dan membacanya dan memikir sudah mengerti, dan Anda bisa merenungkannya untuk bertahun-tahun dan memikir sudah mengerti kalimat ini. Ini sangat mendalam. Namun marilah saya coba untuk memberikan penjelasan sederhana dalam beberapa waktu ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita ambil frase “jika satu Orang sudah mati untuk semua orang.” Marilah kita melihat sebagian saja, Dalam sejarah Perjanjian Lama banyak orang Yahudi meninggal, benar? Beribu-ribu orang dan ratusan ribu binatang juga dipersembahkan. Dan pada dasarnya binatang-binatang itu dipersembahkan bagi setiap orang, jadi yang terjadi adalah banyak yang mati untuk satu orang, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi sekarang di dalam Kristus hanya ada Satu yang mati bagi semua orang, jadi konsepnya berbeda sama sekali. Darah lembu-lembu dan kambing-kambing tidak dapat menghilangkan dosa, penulis Ibrani mengatakan, namun Yesus Kristus dengan satu persembahan saja telah menyempurnakan mereka menjadi kudus untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi persembahan yang satu ini dari Kristus sangat penting. Yesus Kristus dengan satu pengorbanan menghasilkan kematian bagi semua orang. Sebaliknya dari pada banyak binatang mati untuk satu orang, Satu mati bagi banyak orang. Tidak perlu lagi untuk mengulangi pengorbanan setiap hari untuk bangsa, atau keluarga bahkan untuk individu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang waktu dikatakan “Kristus adalah yang Satu yang mati untuk semuanya,” apakah artinya disini. Frase ini dalam bahasa Yunani berarti “mengambil tempat seseorang,” itulah penterjemahan yang paling baik. Dengan memakai perkataan Galatia 3:13, “Kristus menjadi kutuk karena kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita miliki di sini adalah kebenaran besar yang telah lama disebut para teolog doktrin substitusi. Dan istilah teologis "substitusi" memiliki makna yang sangat besar. Itu Satu, yaitu Kristus, menunjukkan kasih-Nya ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita, di tempat kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu adalah substitusi. Yesus Kristus tidak mati sebagai martir untuk menunjukkan kepada kita betapa mulianya untuk mati memnuhi suatu kepercayaan. Dia tidak mati untuk menunjukkan kepada kita betapa tingginya tingkat etika sehingga Ia rela memberikan hidup-Nya untuk itu. Tidak, Dia mati sebagai pengganti. Artinya, Dia menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang diajarkan Firman Allah. Coba kembali ke Yesaya 53, bagian Perjanjian Lama yang klasik yang memperlihatkan pekerjaan yang akan datang dari Yesus Kristus dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, dan Yesaya 53 menubuatkan kedatangan dan kematian Mesias. Dan yang saya ingin Anda tahu adalah bahwa tema Yesaya 53 adalah penggantian atau substitusi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita baca tentang Yesus, bahwa di ayat 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia. Ini menggambarkan Kristus dalam kengerian kematian-Nya dan penolakan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di dalam ayat 4 kita langsung diajarkan soal substitusi ini. “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya, padahal kita mengira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ikutilah ayat 5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Dan pada akhir ayat 6, “Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir ayat 11, “dan kejahatan mereka Dia pikul.” Pada akhir ayat 12, “Ia sendiri menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.” Seluruh tema Yesaya 53 dibangun berdasarkan konsep bahwa Mesias akan datang dan mati untuk kita, di dalam tempat kita, sebagai pengganti. Artinya kita seharusnya mati namun Dia yang mati bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Murka Allah mengharuskan ada kematian, Yesus menanggung hukuman itu dan mati di tempat kita dan karena itu memenuhi keadilan Allah, itulah sebabnya kita dapat mengatakan Dia membuat pendamaian, artinya Dia membuat kepuasan karena Dia memuaskan murka Allah dengan suatu pengorbanan yang sempurna menggantikan kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 6 Yesus sendiri membicarakan aspek substitusi dari kematian-Nya. Ayat 51, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Dengan kata lain, Aku akan mati supaya ada hidup di dunia. Aku akan memberikan hidup-Ku untuk dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat beberapa surat. Lihatlah Roma 5:6, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka.” Akhir ayat 8, “Kristus telah mati untuk kita.” Ayat 10 mengatakan, “kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya cara kematian Kristus berguna bagi pendosa adalah sebagai penggantian. Jika Dia tidak mati di tempat kita, maka kita harus mati untuk dosa-dosa kita dan itu berarti mati untuk selama-lamanya. Dia mati ditempat kita, itulah yang kita percaya dan itulah yang kita kabarkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanyaannya adalah siapakah semua orang itu? Dan mungkin ada orang yang langsung menjawab, “Dia mati bagi dunia.” Perkataan semua berarti seluruh dunia, semua orang yang pernah hidup. Namun ketika dia mengatakan satu orang sudah mati untuk semua orang, dan jika kalimatnya berakhir disitu kita mungkin menyimpulkan bahwa dia mengacu kepada pengertian umum di mana kematian Kristus dapat diterapkan atau memiliki manfaat bagi semua, namun dia menjelaskannya dengan frase kedua, “maka mereka semua sudah mati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat kalimat ini lagi, “Satu Orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.” Sekarang ikuti logika. Kita dapat menyimpulkan kemudian bahwa semua orang yang ditebus-Nya adalah semua orang yang meninggal, benar? Itu tidak terlalu sulit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang dikatakan adalah bahwa satu mati bagi semua orang maka semua mati. Ini bukan berbicara tentang kondisi, ini bukan berbicara tentang sebuah keadaan, Ia berbicara tentang suatu kejadian. Dia mengatakan bahwa Dia mati bagi semua orang yang mati ketika Dia mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dimaksud Paulus dengan itu adalah bahwa Dia mati bagi semua orang yang mati di dalam Dia. Itulah satu- satunya cara Anda dapat menterjemahkannya. Ini tidak mungkin berarti seluruh umat manusia karena seluruh umat manusia tidak mati dalam Kristus, benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan, saya heran bahwa Kristus mengasihi saya begitu banyak bahwa Kristus, yang Satu itu, mati untuk semua dan aku adalah bagian dari semua yang mati dalam Dia. Yang mengagumkan Paulus adalah bahwa ketika ia masih berdosa, Kristus menanggung dosa-dosanya di atas kayu salib. Dia meninggal dan ketika Ia mati Ia mati untuk dosa-dosa saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang percaya itu disatukan dengan Kristus dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Pada saat Anda datang kepada Yesus Kristus, Allah menerima Anda karena Anda bertobat dan percaya. Itulah yang diperlukan. Namun sebelum itu ada sesuatu hal yang diperlukan yaitu penebusan yang memuaskan untuk dosa-dosa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin mengatakan ini, Kristus adalah Juruselamat seluruh dunia. Karya-Nya jauh lebih dari cukup untuk menjamin keselamatan semua orang yang percaya kepada-Nya. Namun Kristus bukan saja dalam penebusan menunjukkan sesuatu yang tanpa batas, namun juga menunjukkan sesuatu yang membataskan karena secara khusus Dia memperoleh keselamatan yang nyata di kayu salib hanya bagi mereka yang ada didalam Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika kita membicarakan penggantian atau substitusi, kita sekarang membicarakan aspeknya yang terbatas. Hal ini terbatas pada mereka yang mati dalam Kristus. Sekarang siapakah mereka yang mati dalam Kristus? </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menjawab itu, lihatlah Roma 3:25, “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya.” Dia menampilkan Kristus untuk itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah membicarakan karya Kristus yang menebus, yang membenarkan dan yang menyelamatkan. Dan di ayat 26 dikatakan, “Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” Disini kita mendapatkan penjelasan batasnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang mati di dalam Kristus? Jawaban: mereka yang percaya kepada Yesus. Jadi dalam hal itu kita boleh mengatakan Kristus mati bagi mereka yang telah menjadi milik-Nya. Dia mati bagi gereja. Dalam hal penggantian Dia hanya mati bagi mereka yang mati di dalam Dia. Jadi Dia menggantikan hanya mereka yang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah sebentar Efesus 5:25, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi gereja,” dan disini kita menemukan kembali lingkup terbatas, “dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus menggantikan diri-Nya bagi gereja, untuk memisahkannya dari dosa, untuk membersihkannya, untuk mempersembahkannya kepada Dirinya supaya dia kudus dan tak bercacat. Jadi di sini Kristus jelas mati untuk membawa gereja kepada diri-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di KPR 20:28 dikatakan, “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah- Nya sendiri.” Disini Yesus membeli gereja. Dia menyerahkan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Disini ada pengertian hal pembatasan di mana pekerjaan penggantian penebusan dari Yesus Kristus benar-benar membeli keselamatan bagi mereka yang menjadi milik-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak mudah untuk menyelaraskan semua hal ini. Hal ini memberikan kita apa yang kelihatannya seperti paradoks dan misteri. Saya hanya dapat memberitahu Anda apa yang dikatakan Alkitab dan meninggalkan Anda untuk menyortir menurut hati dan pikiran Anda sendiri dan pada suatu hari kita akan memahami semua dengan jelas ketika kita berada dalam hadirat Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kebenarannya adalah bahwa Yesus Kristus mati untuk seluruh dunia. Dia memerintahkan manusia untuk bertobat dan percaya namun hanya ada suatu sisa yang melakukan itu. Dan entah kenapa, misteri dari misteri, Allah memahami dalam arti penggantian, bahwa Yesus hanya menanggung dosa dari mereka yang pada akhirnya akan percaya kepada-Nya karena mereka milik-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia benar-benar menebus orang-orang yang ditempatkan dalam kematian-Nya supaya mereka benar-benar dapat diperdamaikan dengan Allah. Kematian Kristus kemudian membuka jalan bagi semua orang yang datang dan percaya tawaran keselamatan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang kita harus perbuat sekarang untuk memberitakan jalan keselamatan ini kepada orang lain? Marilah kita melihat apa yang tertulis di 2 Korintus 5: 9-11, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus berani memperkenalkan orang lain kepada Kristus karena Dia telah mempercayakan kita sebagai orang Kristen dengan Injil. 2 Korintus 5:18-19 mengatakan, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali kita pikir ah tidak perlu kita mengabarkan injil kepada orang ini karena pasti Allah ada cara lain untuk melakukan itu. Mungkin Anda merasa takut atau segan atau waktunya kurang baik atau ada banyak alasan lain mengapa Anda tidak memberitakan injil. Namun Allah pada waktu Dia memberikan kita Amanat Agung Dai memerintahkan kita sebagai orang Kristen untuk membagikan Injil sebagai satu-satunya jalan yang Dia rancangkan, tidak ada cara lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah kita teralihkan oleh semua kebutuhan duniawi yang tidak penting dalam kekekalan. Ada ratusan hal- hal yang mungkin Anda ingin lakukan untuk diri sendiri, tetapi apakah semua itu penting bagi Kerajaan Allah? Karena apa yang Kristus telah lakukan di kayu salib kita harus berfokus pada apa yang paling penting dan itu adalah untuk mengenal Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pikirkan siapakah Anda bisa mendekati dalam linkungan khusus Anda. Berdoalah tentang orang itu dan minta kepada Allah untuk memberikan Anda kesempatan untuk membagikan iman Anda dengan dia. Anda pasti diberkati!</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kasih-kristus-bagi-kita-1</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000162</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kasihilah musuh Anda]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000163"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:43-48" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:43-48</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami datang malam ini ke bagian Alkitab dalam Matius 5:43-48 yang pantas memerlukan perhatian kita yang terbesar karena mungkin tidak ada bagian lain di seluruh Perjanjian Baru yang menyimpulkan hati dan sikap seorang Kristen sebaik bagian ini. Yesus meringkaskan apakah Kekristenan seharusnya menjadi, "Kasihilah musuhmu."</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi kita harus mulai malam ini dengan sedikit informasi latar belakang karena sangat penting Anda memahami hal ini. Dalam Khotbah di Bukit, Yesus menjelaskan standar Allah dan persyaratan bagi orang-orang yang ingin masuk ke dalam kerajaan surga, dan itu bukan hanya standar-standar eksternal tetapi juga motivasi hati internal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Standar Yesus adalah standar yang lebih tinggi. Malah, Dia menyalahkan seluruh sistim agama orang Farisi sebagai sistim yang dibawah standar Allah. Apakah yang memisahkan Anda? Jika Anda benar sebagian kerajaan Allah maka Anda pasti tidak akan bertindak seperti itu. Allah memiliki persyaratan yang berbeda, yang unik, yang terpisah dan yang kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini sangat sukar bagi orang Farisi itu, memang hal itu sukar di zaman Yesus dan sukar di waktu sekarang untuk hidup sesuai standar tinggi yang berbeda dari standar dunia yang melingkungi kita dan menjebak kita. Itu memang sangat sukar, namun itulah yang diingini Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedihnya selama berabad-abad setelah Hukum Taurat diberikan kepada mereka, Israel terus melupakan keunikan mereka. Mereka selalu melupakan standar mereka yang berbeda dan mereka terus jatuh dalam dosa. Jadi Firman Allah memberikan kita pernyataan yang sedih ini di Mazmur 106:35, “tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari awal Allah selalu memanggil umat-Nya untuk keunikan. Dia selalu memanggil umat-Nya untuk memakai standar lain, untuk tingkat yang lebih tinggi. Namun tetap di Israel mereka ingin memiliki raja dan pernyataan mereka dalam 1 Samuel 8:20 mengatakan, "maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak berbeda dalam waktu Yesus dan waktu sekarang ini. Tuhan ingin umat-Nya menjadi unik. Dan standar yang Yesus sampaikan di sini mengenai mengasihi musuh-musuh Anda bukan standar duniawi. Ini adalah etika yang jauh lebih tinggi daripada apa Anda atau saya bisa melakukan dengan kekuatan sendiri. Ini jauh di luar kemampuan kita untuk mengasihi musuh kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Khotbah ini menggambarkan kontras antara manusia yang terbaik dan standar Allah. Dan bahkan yang terbaik, yang paling legalistik, paling ritualistik, orang-orang yang paling beragama di dunia, yaitu orang-orang Farisi, tidak bisa memenuhi syarat. Jadi, Anda tidak bisa hidup seperti itu kecuali Anda dipenuhi kekuatan ilahi. Maka Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, sistem standar Anda terlalu rendah. Dan kecuali Anda datang kepada Saya untuk kekuatan, Anda tidak akan pernah mampu hidup memakai standar Saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang saat kami datang ke Bab 5:43-48, Yesus mengontras kasih mereka dengan jenis kasih yang harus menjadi ciri khas masyarakat kerajaan-Nya. Tuhan memanggil kita keluar dari sistem dunia untuk menjadi orang- orang yang dipisahkan dengan keyakinan dan komitmen dan standar yang kita jalani yang bukan standar dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:43-48 mengatakan, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pernyataan yang tertinggi mengenai kasih dan mengasihi musuhmu adalah hal yang tertinggi yang dapat dilakukan kasih. Dan jenis kasih seperti itu hanya datang dari Allah. 1 Yohanes 4:8 menyatakannya benar, “Allah adalah kasih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Roma 13:8-10 mengatakan, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam mengatakan itu, Yesus menyalahkan orang-orang Farisi karena mereka tidak mengasihi musuh mereka. Sekarang di setiap kontras dan ada enam kontras dalam Matius 5, kami telah membandingkan tiga poin utama, ajaran Perjanjian Lama, tradisi orang Yahudi, dan kebenaran dari Kristus. Dan ke tiga poin yang sama dipergunakan dalam semua enam ilustrasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi mari kita mulai dengan ajaran Perjanjian Lama. Dari mana orang Farisi mendapatkan ide-ide ini? Salah satu mungkin dari janji-janji Perjanjian Lama untuk membasmi orang Kanaan. Ketika Allah membawa Israel ke Tanah Perjanjian, tanah itu dipenuhi pada saat itu dengan orang Kanaan yang adalah orang yang buruk sekali. John MacArthur mengatakan bahwa arkeologi telah menunjukkan kita bahwa tidak ada suatu ras orang yang ditemukan yang lebih buruk daripada orang Kanaan tersebut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka adalah jenis orang yang mempraktekkan pengorbanan manusia, pengeluaran darah, pembantaian bayi, apa saja yang bisa dibayangkan, itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak boleh diperlakukan dengan baik. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Seluruh bagian Ulangan 23:3-8 mengatakan bahwa semua orang Edom, orang Amon dan orang Moab harus disingkirkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang bingung membaca hal ini. Mereka mengatakan bagaimana Allah itu bisa menjadi Allah yang sama yang mengatakan kasihilah musuhmu dan Allah yang ingin bangsa-bangsa itu dihancurkan? Dan ditambah itu ada Mazmur di mana Daud berdoa supaya musuh-musuhnya di hakimi. Bagaimana Alkitab dapat mengajar untuk mengasihi musuh sedangkan Daud berdoa supaya musuhnya di hukum Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jika ini menjadi pembenaran bagi kebencian orang-orang Farisi, mereka salahmengerti maksud Allah dalam perintah untuk menghancurkan orang Kanaan dan Mazmur itu. Sama seperti penelitian terakhir kami tentang mata ganti mata dan gigi ganti gigi, ada hal-hal tertentu dari hukum peradilan yang tidak berlaku bagi hubungan pribadi. Orang Farisi telah mengambil tindakan hukum Allah yang kudus dalam memelihara benih benar, dan mereka telah menurunkannya kebawah menjadi pembenaran untuk kebencian pribadi mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika seseorang pergi ke dokter dengan kanker dan dokter memotong keluar kanker itu, kita tidak mengatakan dokter itu kejam, tanpa kasih atau tidak peduli. Kami mengucapkan terima kasih untuk operasi kanker itu dan keadaannya sama ketika Allah memerintahkan untuk menghilangkan orang Kanaan, itu bukan tindakan kejahatan. Itu tindakan kebaikan untuk mengeluarkan dari masyarakat orang-orang yang kotor dan keji itu yang hanya dapat berdosa. Dan ini adalah tindakan hukum dari pihak Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama seperti saya mengasihi anak saya, ketika saya menghukum anak saya, hukuman itu datang oleh karena ada kejahatan. Namun kasih itu tetap ada. Jadi ada maksud penghakiman di dalamnya. Jika Israel mengikuti kebiasaan orang Kanaan, Imamat 8 mengatakan bahwa mereka juga akan dihukum dengan hukuman yang sama namun Allah ingin memelihara benih yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena Allah ingin membawa keluar dari Israel Mesias yang benar untuk menebus dunia. Dan pemeliharaan Israel menjadi perhatian besar dalam hati Allah supaya Anda memiliki saksi yang tidak berdosa di dunia dan Dia memotong kanker itu keluar dari masyarakat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita cukup bijaksana bahkan di zaman ini juga, setidaknya di beberapa tempat di dunia, kita memisahkan orang- orang dalam masyarakat kita yang hanya membawa kanker ke pada masyarakat kita, yang membunuh, melukai dan mencuri. Kita memisahkan mereka dan Allah melakukan hal yang sama dengan cara kolektif dan menyisihkan orang-orang jahat untuk kebaikan masyarakat. Kami mengasihi yang terhilang, tetapi kita berdoa supaya Allah terbukti benar dan dosa mereka akan berhenti, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat ajaran agama rabbi yang pada dasarnya adalah apa yang dikatakan orang yang membenarkan diri. Dan apakah itu? Ayat 43, “Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.” Nah itulah yang diajarkan orang Israel. Jadi ini benar tidak jelas, bagaimana menurut Anda? Yang pertqma yang harus dilakukan adalah menentukan siapakah tetanggamu dan setelah itu semua orang lain boleh dibenci dan itu OK.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi semuanya bergantung kepada definisi tetangga itu dan justru itulah yang menurut Kristus tidak benar. Jadi disini Firman Allah di Imamat 19:18 mengatakan, “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda melihat sesuatu? Mereka sengaja meninggalkan sesuatu. Kamu telah mendengar firman "Kasihilah sesamamu," namun mereka meninggalkan, "seperti dirimu sendiri." Itu kelalaian sengaja, bukan? Mereka begitu sombong sehingga kata-kata di akhir kalimat itu hanya akan membingungkan keinginan mereka. Jadi dari pada memperlakukan orang seperti diri mereka sendiri, mereka menghilangkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pernah memikirkan apa sebenarnya artinya mengasihi seseorang seperti dirimu sendiri? Jika kita duharuskan mengasihi seseorang dan tidak dikatakan “seperti dirimu sendiri”, Anda bisa saja mengasihi mereka dari jauh. Apa yang Anda lakukan bagi diri Anda, Anda bisa memberi kasih separoh atau sepertiga atau sepersepuluh dari itu. Maksud saya, jika frase itu tidak ada maka semuanya lebih gampang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Bagaiaman kita mengasihi diri kita? Gigi siapa digosok tadi pagi? Rambut siapa disisir tadi? Pakaian siapa ada di lemari? Tabungan siapa ada di Bank Anda? Mengasihi berarti melayani kebutuhan diri sendiri, ayo ngaku aja, Anda mengasihi dirimu sendiri sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mengasihi dirimu setiap saat. Ketika ada sesuatu yang Anda mau, Anda akan menyediakannya. Ketika Anda ada keinginan, Anda ingin memenuhinya. Ketika Anda ada harapan, Anda ingin mewujudkannya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapanpun Anda ada ambisi, Anda ingin melihatnya berhasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang Yesus mengatakan bahwa Anda perlu memiliki kasih sepenuhnya yang sama bagi sesamamu manusia yang mementingkan keinginan mereka, kebutuhan mereka, harapan mereka dan menyebabkan Anda berusaha sekuat mungkin untuk memastikan bahwa semua kesejahteraan mereka, keamanan, kenyamanan, dan keinginan mereka dipenuhi dan apapun juga yang mereka butuhkan dan apa pun yang mereka inginkan, Anda ingin memenuhi segera atas nama mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Anda mengasihi mereka? Kali terakhir dimana Anda ada pilihan diantara melakukan keinginan Anda atau mengorbankan diri untuk orang lain, yang mana yang dipilih? Siapakah yang dipedulikan sebenarnya? </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengasihi sesamamu manusia memang sangat, sangat sukar. Secara manusiawi itu tidak mungkin karena secara manusiawi kita semua terpaku dalam diri sendiri secara total.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang Farisi tidak peduli akan hal itu jadi mereka menghilangkan sesuatu, namun setelah itu mereka juga menambahkan sesuatu yang lain. Apa yang mereka nambahkan? “bencilah musuhmu.” Dari masna datangnya itu? Apakah itu datang dari Alkitab? Tidak, tidak ada tempat dimanapun di dalam Firman Allah dimana ada perintah untuk membenci musuh kita. Dari mana mereka mendapatkan hal itu? Itu hanya perluasan logis dari pemikiran sesat mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengatakan OK, kita harus mengasihi tetangga kita. Sekarang marilah kita menentukan siapakah tetangga kita, benar? Jadi mereka mengatakan tetangga kita pasti orang Yahudi dan bukan bangsa bukan Yahudi, itulah kepercayaan orang Farisi. Hanya orang Yahudi berkualitas dan di antara orang Yahudi hanya orang Yahudi tertentu, kan? Ada orang Yahudi tertentu yang tidak memenuhi syarat sebagai tetangga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh lihat Matius 9:10, “Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Di sini ada orang-orang pedagang, pemberontak, pemeras Yahudi yang dibenci oleh rakyat karena mereka telah menjual diri mereka ke Roma untuk uang. Dan kemudian ada orang berdosa umum, para pelacur, dan para penjahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 7:49 kita baca, “Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" Ada kelompok orang yang tidak terpelajar yang tidak mengikuti orang Farisi atau tradisi dan mereka terkutuk. Jadi mereka mengatakan yang tidak termasuk adalah pemungut cukai dan para pendosa dan juga mereka yang tidak mau mengikuti hukum Taurat seperti mereka. Jadi faktanya adalah hanya mereka yang ada di dalam kelompok mereka sendiri yang dianggap tetangga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat sebentar ke pada Lukas 10, dan bagaimana di dalam kisah orang Samaria yang Baik, dia datang dan melihat seseorang Yahudi (dan orang Samaria dan orang Yahudi sama sekali tidak ada hubungan – mereka sangat membenci satu sama lain) namun dia mendekati orang itu dan melihat itu seorang pria.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan, “itu orang tetangga saya,” dan dia membalut lukanya, dan dia merawatinya, dan dia menaruhnya diatas binatangnya dan membawanya kepada hotel dan membayar ongkosnya dan dia berkorban dalam hal ini. Itu pengorbanan waktu, pengorbanan tenaga, pengorbanan uang, pengorbanan prasangka, dan berkorban dalam memberhentikan semua yang dia harus lakukan dalam kehidupannya dan berbuat semua itu karena dia menemukan seseorang yang membutuhkannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan kita seharusnya harus bertindak seperti itu. Tetangga Anda adalah semua orang di dalam perjalanan Anda yang ada kebutuhannya. Namun di Lukas 10 dan orang Samaria yang Baik itu Yesus mengajarkan kita yang sebaliknya juga. Karena pengacara itu menanyakan, “Siapakah tetangga saya?” Jadi pada saat Yesus mengakhiri cerita-Nya, Dia mengatakan, “Jadi siapakah tetangga orang itu?” Atau siapakah di antara orang tiga itu di perjalanan membuktikan bahwa dia adalah tetangganya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Yesus mengajarkan kita sebaliknya. Dari pada memilih siapakah dalam hidup ini adalah tetangga saya, Dia mengatakan, “Jika Anda menganggap diri Anda tetangga dan hati Anda dipenuhi kasih, setiap obyek yang ditemukan dalam perjalanan hidup Anda akan menerima kasih itu.” Dia mengatakan, “Jadilah tetangga kepada siapapun, jika demikian tidak akan ada masalah.” Ini berarti kita harus mengasihi siapapun juga, teman atau musuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya orang Farisi tidak membaca sepenuhnya buku Imamat. Imamat 19:34 mengatakan, “Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri.” Jika mereka benar-benar membaca Firman Allah, mereka harus tahu bahwa bahkan seseorang yang bukan Yahudi, orang asing, harus diperlakukan dengan kasih yang sama seperti kasih terhadap mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi musuh kita dan untuk berdoa supaya Allah menyelamatkannya, dan jika Allah tidak menyelamatkannya Allah akan menghakiminya supaya Kristus menjadi Raja dunia ini dan supaya kebenaran di tempatkan kembali di dalam tempat seharusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menghukum Adam, tetapi Dia mencintainya. Tuhan mengasihi Kain, tetapi Dia menghukum dia. Allah mengasihi bangsa Israel, tetapi Dia menyisihkannya untuk sementara waktu. Allah mengasihi Anak-Nya yang tunggal, tetapi Dia membiarkan Dia menanggung dosa dunia dan mati. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kasihilah-musuh-anda</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000163</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Perceraian dan Pernikahan kembali II]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000164"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:31-32" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:31-32</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sifat manusia digunakan untuk menurunkan standar Allah untuk menyesuaikannya dengan gaya hidup kita. Itu terjadi di zaman Yesus dengan orang Yahudi dan ini terjadi juga sekarang dengan kita sebagai orang Kristen yang hidup di dunia ini.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita mempelajari secara mendalam Khotbah di Bukit, kita belajar apa yang akan terjadi jika kita melakukan ini di Matius 5:20, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar-benar pernyataan yang mengejutkan, jika mereka yang adalah orang-orang yang paling religius di Israel tidak selamat, siapa yang bisa? Dan Yesus memberitakan kebenaran yang sama bagi kita yang hidup 2000 tahun kemudian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Standar Allah bukan saja berhubungan dengan perbuatan kita dari luar, Allah ingin itu disertai hati yang murni dari dalam. Orang Yahudi menafsirkan hukum Musa adalah hukum hal-hal luar, namun Allah dalam wujud Yesus datang ke dunia untuk memberitakan kepada kami bahwa sikap hati adalah yang paling penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memberikan kita enam contoh dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita merendahkan standar Allah dengan berbagai cara. Contoh pertama berhubungan dengan kemarahan dan pembunuhan, contoh kedua berhubungan dengan gairah dan perzinahan dan sekarang kita membicarakan perceraian dan pernikahan kembali untuk kedua kalinya hari Minggu ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus mengatakan di Matius 5:31-32, “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini topik yang sangat kontroversial. Kesakitan dari perceraian disaksikan di mana-mana di dalam dan di luar gereja. Boleh dikatakan semua dari kita terpengaruh. Statistik mengatakan bahwa 50% dari gereja secara pribadi terpengaruh oleh karena keluarga, sahabat dan kenalan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Alkitab sangat jelas mengenai hal ini. Kenyataannya adalah bahwa tingkat perceraian di gereja sama dengan yang di dunia. Ini adalah pembahasan yang sensitif sekali karena banyak orang percaya telah menurunkan standar Allah. Kebenaran diri menurunkannya dalam rangka membenarkan tindakan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada tiga hal yang berkaitan dengan ini yang penting untuk diingat. 1. Teks ini bukan penjelasan lengkap mengenai hal ini. Masih ada banyak pertanyaan yang tidak dijawab, karena tujuan Yesus dalam enam ilustrasi ini hanya contoh bagaimana kita sebagai orang cenderung menurunkan standar Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Alkitab selalu mengasumsikan bahwa ada seseorang yang bersalah, ada inisiator utama. Hal ini penting dalam budaya perceraian tanpa-kesalahan hari ini. Anda bisa mendapatkan perceraian mudah untuk alasan apapun. Tapi jangan lupa, Allah melihat hati dan kadang-kadang satu dan kadang-kadang keduanya bertanggung jawab atas perceraian itu, dan mereka akan dihakimi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Pihak-pihak yang terlibat setiap kali adalah orang yang beriman. Di PL itu adalah Israel, dan dalam Matius 5 ini ditujukan kepada murid-murid Yesus. Dan sekarang bagian ini ditujukan juga kepada kita sebagai orang Kristen. Di sisi lain dunia ini tidak memiliki standar sama sekali, standar mereka ke mana saja mengikuti angin waktu dan dengan keinginan daging apapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita di dalam gereja harus berbeda. Dengan tingkat perceraian melebihi 50%, keadaannya sangat buruk. Kita harus kembali kepada kebenaran Firman Tuhan dan apa yang ada di dalam hati Tuhan. Dan kita perlu melawan semua godaan untuk menurunkan standar kebenaran-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang dikatakan Alkitab? Nah, pada dasarnya: Allah menciptakan pernikahan untuk menjadi gambaran persatuan permanen antara Kristus dan gereja. Allah tidak pernah membenarkan atau menyetujui perceraian. Kejadian 2:24 secara praktis dikutip di setiap pernikahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Tidak ada sesuatu yang lebih mengikat daripada itu. “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” Sekali lagi hubungan permanen yang ditekankan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada permulaan ini tidak dipergunakan untuk Adam dan Hawa, karena mereka tidak memiliki seorang ayah atau ibu. Ini rencana Allah untuk pernikahan di masa depan. Dan semua ini menggambarkan hubungan permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu tahu bahwa pernikahan itu adalah bagian dari sifat Allah. Dan begitupun keabadian juga merupakan bagian dari sifat Allah. Yakobus 1:17, “Di dalam Tuhan tidak ada bayangan yang bertukar.” Allah tidak merubah pikiran-Nya tentang perkawinan dan dengan cara yang sama Dia tidak berubah pikiran tentang penyelamatan Anda dan saya. 2 Timotius 2:13 mengatakan, “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak memandang perkawinan dengan cara yang sama. Kita selalu memandang diri kita dan memikir tentang pergumulan kita dan kekecewaan kita dan kesakitan kita. Kita selalu berpikir tentang apa yang kita rasakan, namun Yesus membawa ini kembali kepada kemuliaan dan sifat Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan ini bukan tentang melanggar kesukaan dan keinginan, tetapi ini adalah tentang melanggar karakter Tuhan yang Anda sembah. Yesus mengatakan dari permulaan bahwa keadaannya tidak seperti itu dan Dia mengutip lagi Kejadian 2:24.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia menambahkan, “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Dua istilah keabadian lagi, sebenarnya seluruh bagian ini berbicara tentang keabadian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memperlihatkan apa yang dilakukan Allah dengan keabadian itu dalam penjelasan akan tujuan pernikahan. Keabadian itu berhubungan dengan tujuan! Allah menyatakan pernikahan itu permanen karena tujuan yang dibicarakan rasul Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menulis di Efesus 5:22-32 dimana dia membandingkan pernikahan dengan hubungan Kristus dan gereja. Dan dia tidak memakai ini hanya sebagai ilustrasi akan tetapi Paulus mengatakan bahkan itulah sebabnya pernikahan itu diciptakan dari awal mula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali ini tidak disebut sebagai alasan mengapa orang menikah, meskipun inilah tujuan ciptaan Allah, untuk menjadi suatu gambar hubungan Kristus dan pengantin-Nya, yaitu gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lima kali dalam bagian firman ini Paulus membandingkan Kristus dan gereja-Nya. Dia mulai berkata: Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Dan setelah itu ia mengatakan kepada suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan tiga kali lagi Paulus menyatakan hubungan yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan supaya tidak ada seorangpun yang salah mengerti dia mengatakan lagi di Efesus 5:31-32, “Sebab itu laki- laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa tujuan tertinggi pernikahan Anda bukanlah soal sex meskipun itu bagian yang indah dari perkawinan, itu bukan persahabatan meskipun saya bersyukur kepada Tuhan untuk memberikan saya pendamping hidup yang membuat pernikahan saya lengkap. Tujuan tertinggi pernikahan adalah menjadi gambaran komitmen Kristus untuk pengantin-Nya, yaitu gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenyataannya adalah bahwa ini telah dirancang Allah. Mari kita kembali ke Kejadian 2:24 sejenak. Meskipun Adam dan Hawa tidak memiliki ayah dan ibu untuk ditinggalkan bersama-sama, Yesus Kristus Anak Allah memiliki Bapa untuk ditinggalkan dan Dia datang ke bumi untuk mencari pengantin-Nya, gereja, sehingga Ia dapat bergabung dan menjadi satu dengan dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah dalam pikiran Tuhan pada penciptaan! Ketika Allah melakukan upacara pertama dan memberikan pengantin pertama, Ia mendirikan tujuan pertama pernikahan. Dan jika perkawinan Anda bukan untuk tujuan itu, Anda merendahkan standar Allah dan Anda mengorbankan keinginan Allah bagi pernikahan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah gambaran dari Injil Yesus Kristus, gambar yang paling murni dari Injil yang ada, representasi paling nyata terlihat jika kita memahami pernikahan yang diciptakan untuk tujuan itu. Jadi ada motivasi baru untuk pernikahan menjadi permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan seks dan persahabatan dalam pernikahan dengan sendirinya tidak akan sanggup bertahan, karena Iblis akan selalu menempatkan orang lain dalam gambar perkawinanan di mana Iblis berkata, "Persahabatan akan lebih baik dengan orang ini dan seks akan lebih baik dengan orang itu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemahaman bahwa pernikahan adalah gambar Kristus dan Gereja memberikan pengertian yang berbeda sekali untuk istri dalam menyesuaikan dirinya di bawah kepemimpinan suami dan memberikan motivasi yang berbeda untuk tinggal bersama dalam perkawinan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba kita lihat hal itu di Maleakhi di Perjanjian Lama dimana umat Tuhan telah menurunkan standar penyembahan-Nya. Maleakhi 2:13-16, “Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti apa yang telah terjadi? Mereka menyembah dengan upacara mereka dan perpuluhan mereka dan mereka nyanji lagu-lagu mereka dan mereka main alat–alat musik mereka dan mereka menyembah semua itu, namun sudah terang Allah tidak menerima itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita teruskan dengan ayat 14, “Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda Anda melihat apa yang dikatakan Tuhan, apakah Anda melihat kata kerja masa kini dalam bahasa itu? Meskipun Anda telah menceraikannya dan walaupun Anda telah menikah dengan orang lain, dia masih tetap rekan Anda dan isteri Anda oleh perjanjian! Masalah keabadian di dalam Firman Allah janganlah dianggap enteng!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat15, “Bukankah Tuhan menjadikan mereka satu dengan sebagian Roh di dalam kesatuannya?” mengatakan TUHAN. Disini kita melihat kuasa penciptaan Allah dan bagaimana Dia melakukan itu. perhatikanlah apa yang dikatakan-Nya, “dengan sebagian Roh di dalam kesatuannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah hal ini, pada saat seorang laki-laki dan perempuan menjadi satu dalam hubungan perjanjian, sesuatu kejadian supranatural terjadi! Di antara umat Allah ini bukan hanya kontrak sah! Allah dengan Roh Kudus menyatukan mereka dengan cara supranatural yang dimaksudkan untuk menjadi permanen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 15 meneruskan, “Dan apakah yang dikehendaki Allah dalam kesatuan itu? Keturunan ilahi!” Jadi anak- anak sebagian dari rencana Allah! Kadang kita hanya dapat memikirkan akibat perceraian terhadap anak-anak dan memang itu sangat menyedihkan. Dan memang statistik itu menghancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi apakah Anda mengerti bahwa efek pada anak-anak bukan masalah terbesar di dalam pikiran Tuhan? Keinginan-Nya dari awal adalah supaya pernikahan itu menghasilkan keturunan ilahi. Kita sering membicarakan penginjilan dan memang itu baik. Namun salah satu jalan yang bisa dimulai disini adalah dengan menghilangkan perceraian dan menjalankan pernikahan ilahi untuk memiliki keturunan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15 teruskan, “Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel—karena itu menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah yang dikatakan kebenaran diri? Yesus setiap kali menjelaskan hal ini dalam semua contoh ini, sifat berdosa kita selalu merendahkan standar apa yang dikatakan kebenaran. Dengarkanlah lagi ayat 31, “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah, kita melihat sikap berlainan dalam pemikiran orang Yahudi zaman itu. Mereka tidak memikirkan sifat Allah atau kehendak Allah, atau kasih diantara suami dan isteri yang tidak bisa berubah. Tidak, mereka hanya memikirkan surat cerai yang sah yang di perlukan untuk mendapatkan perceraian yang mereka inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitulah keadaannya hari ini, perceraian tanpa–kesalahan membuat semuanya mungkin selama Anda setuju pada hak pengasuhan dan pembagian aset finansial. Itulah situasi dulu seperti yang dijelaskan dalam Ulangan 24:1-4. Pada dasarnya perceraian diizinkan berdasarkan persetubuhan pra-nikah (di sekolah satu rabi) atau berdasarkan apa saja (di sekolah rabi lain).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah ini telah banyak diperdebatkan waktu itu, tetapi kita tahu dengan pasti bahwa itu bukan perzinahan. Bagaimana kita tahu itu? Nah hukuman bagi perzinahan adalah rajam, kan? Tidak ada sesuatu setelah perzinahan karena tidak ada kehidupan lagi, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi kita harus tahu sesuatu yang sangat penting, Tuhan tidak mendukung perceraian. Sebaliknya ini adalah peringatan tentang sesuatu yang akan terjadi jika Anda menceraikannya, dan hukum mengatakan bahwa suami pertama tidak bisa menikahnya kembali. Ini adalah tentang pernikahan kembali bukan tentang perceraian. Ini adalah tentang perlindungan bagi wanita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Matius 19:3-8, disini orang Farisi ingin menjebak Dia. Jadi mereka menanyakan, “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” Jawab Yesus di Matius 19:4-6: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 5 Dan firman- Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus langsung mengacu kepada perkataan Allah, “6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Dia mengatakan di ayat 8, "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.” Allah tidak merencanakan pernikahan dengan cara itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran diri selalu membuat perintah dari konsesi. Orang selalu mengambil satu bagian yang tidak jelas dalam Alkitab dan menggunakan itu untuk mengambil insiden kecil, cerita kecil dan mereka menggunakan itu dan berkata, lihatlah Allah mengizinkan saya untuk menceraikan istri saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran diri selalu menyalahkan Allah untuk apa yang Dia lakukan. Orang-orang Farisi ingin supaya Yesus bertentangan dengan Musa karena mereka berkata bahwa Musa berbicara bagi Allah. Dan pada intinya mereka mengatakan bahwa Allah memperbolehkan untuk menceraikan istri Anda selama Anda menggunakan dokumen yang tepat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran diri selalu bersandar terhadap penafsiran Kitab Suci yang paling liberal. Pembenaran diri selalu melakukan hal itu. Orang-orang Farisi memilih pendapat yang paling liberal dari kedua sekolah pemikiran tentang hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada itu kita harus mempertahankan karakter Allah dan reputasi-Nya dan tujuan-Nya untuk menyebarkan Injil dengan menjadi yang gambar kesetiaan dalam pernikahan yang menggambarkan kasih Kristus bagi pengantin wanita-Nya gereja, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?perceraian-dan-pernikahan-kembali-ii</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000164</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bercerai dan kawin lagi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000165"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:31-32" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:31-32</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini marilah kita meneruskan Injil Matius, jadi saya mengundang Anda untuk melihat bersama Matius 5:31-32, “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita melihat contoh ketiga dari Yesus yang dipakai sebagai contoh untuk membandingkan tradisi Yahudi dengan apa yang sebenarnya di katakan hukum Allah. Dan disini Dia sekali lagi memberikan kita suatu contoh bagaimana orang Farisi dan ahli Taurat merendahkan standar Allah dengan menambahkan sesuatu atau mengurangi sesuatu atau menggantikan pengertiannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan ini bergantung kepada kehidupan benar dan pengertian akan hukum Taurat Allah. Ingatlah Matius 5:20 yang mengatakan, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika kebenaranmu tidak melebihi kebenaran dari pada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Jadi marilah kita mempelajari Firman Allah untuk melihat apa yang dikatakan Tuhan sebenarnya. Dan malam ini kita fokus kepada perceraian dan perkawinan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah Tuhan sangat jelas mengenai hal ini, namun orang Farisi dan ahli Taurat tidak dapat memenuhi standar ini, jadi mereka menciptakan suatu standar baru dan menamakannya standar Allah dan mengatakan kami sanggup mengikuti yang ini, jadi kita OK. Mereka menciptakan suatu kode etik mereka sendiri, dan kemudian mereka salahnafsir Alkitab dan menyesuaikannya dengan pandangan dan cara hidup mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang diperintahkan Allah disini, dan Anda perlu tahu ini, sejak permulaan adalah monogami yang merupakan hubungan antara satu perempuan dan satu laki-laki, yaitu, perkawinan sepanjang umur antara seorang pria dan seorang wanita. Perhatikanlah Kejadian 2:24, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dua orang di lem bersama mereka menjadi satu individu tunggal, dan karena itu dikatakan, "mereka menjadi satu daging." Dan pasti ini mengacu pada persatuan seks tetapi masih ada banyak hal lagi. Dia menyatukan seorang pria dan seorang wanita dalam ikatan biologis dan rohani yang unik dan mendalam yang menjangkau jauh ke dalam jiwa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak hal lagi di Ulangan 24:1-4 yang secara singkat mengatakan jika seorang pria menikah seorang wanita dan menemukan ketidaksenonohan dalam dirinya, ia dapat menceraikannya dengan sertifikat perceraian dan jika wanita itu menikah orang lain dan dia diceraikan juga, dia tidak bisa kembali ke suaminya yang pertama karena dia telah dicemarkan dan itu adalah kekejian bagi Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dia dicemarkan? Allah mengatakan bahwa dia berzinah karena menikah orang lain sedangkan tidak ada alasan baik untuk bercerai. Musa mengatakan bahwa hanya ada satu alasan sah untuk bercerai yaitu perzinahan dan semua alasan lain tidak diterima Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bab Matius 5 Yesus menghadapi agama munafik orang Farisi, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang yang mengikuti ajaran mereka. Dan di Matius 5:31 Dia mengatakan, Ayo, jangan lupa untuk memberikan isteri Anda dokumen yang sah ketika Anda menceraikannya, akan tetapi Aku berkata malah janganlah Anda menceraikan isteri Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu di Matius 19:7 ketika mereka mengatakan kepada Yesus, “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" kita membaca di ayat 8, “Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.” Dengan kata lain, ini bukan suatu perintah, ini suatu izin berdasarkan dosa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membenci perceraian. Namun, Allah tahu, dalam dunia terkutuk ini dimana dosa ada dan hubungan manusia tertekan karena kutukan itu sendiri, bahwa kenyataannya adalah perceraian itu ada. Jadi Tuhan mengizinkan perceraian namun hal-hal tertentu harus diikuti untuk menjamin akibatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah tujuannya? Itu kesaksian kepada perempuan bahwa dia di bebaskan dari kewajiban perkawinan terhadap suaminya yang telah menceraikannya. Dalam surat cerai itu ada pernyataan bahwa perempuan itu dibebaskan supaya dia tidak dituduh menjadi pelacur, dan dia tidak dituduh meninggalkan rumah tangganya atau melarikan diri dari suaminya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, tulisan surat cerai itu adalah bukti untuk suami baru bahwa dia secara hukum bebas untuk kawin lagi. Dan memang dalam setiap bagian Alkitab yang membicarakan perceraian selalu dianggap perempuan itu akan kawin lagi. Itu dianggap di Ulangan, itu dianggap di Matius 5 dan itu juga dianggap di Matius 19. Jadi surat cerai itu memberikan wanita itu kebebasan untuk menikah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, ini melindungi reputasi perempuan itu dari fitnahan. Memang itulah guna sebenarnya, untuk memperlihatkan bahwa dia tidak meninggalkan suaminya, untuk memperlihatkan bahwa menurut suaminya dia bebas untuk menikah lagi, dan untuk memperlihatkan bahwa dia tidak di fitnah seperti seorang pelacur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang sejauh prihatin Allah surat cerai seperti itu hanya sah dalam satu kasus, dan itu dalam kasus perzinahan, kan? Namun dengarkanlah, ini bukan berarti ini jalan satu-satunya. Ketika Hosea memiliki isteri yang suka berzinah apakah dia menceraikannya? Tidak. Ketika Allah memiliki negara yang berzinah, apakah Dia menceraikannya? Tidak. Ketika Allah memiliki negara yang berzinah, apakah Dia menceraikannya? Tidak Ketika Kristus memiliki orang percaya dalam gereja-Nya yang berzinah, apakah Dia menceraikan mereka? Tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dikatakan orang Farisi dan orang yang membenarkan diri? Mereka merendahkan standar Allah dan mengatakan, “Kita membiarkan adanya perceraian dan perkawinan kembali untuk alasan apa saja.” Inilah yang dikatakan di zaman waktu Yesus dan inilah yang masih di katakan orang-orang sekarang juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perzinahan harus dihukum dengan hukuman mati pada awalnya, namun pada saat waktu itu berlalu hal itu tidak selalu diikuti. Kadang-kadang kehidupan di selamatkan, kadang-kadang ada perceraian dan bukan rajam, Anda tahu jika seseorang melakukan perzinahan mereka harus dirajam tapi terkadang perceraian malah hasilnya, mereka ramah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 1 contoh yang tepat, dimana kita melihat Yusuf ada pilihan. Dia tahu isterinya Maria mengandung di ayat 19, tetapi karena dia seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Dia tidak bisa mengambil hidupnya karena orang Romawi telah mengambil hak orang Yahudi untuk mengeksekusi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua ajaran orang rabi yang pandangannya berbeda, dan yang dominan di waktu Yesus adalah pandangan bahwa Anda dapat menceraikan isteri Anda untuk hal apa saja, tidak peduli apa, membakar bagel, terlalu banyak garam pada makan malam, mertua tidak disenangi atau dia bepergian tanpa jilbab atau Anda menemukan gadis lebih cantik atau apapun juga yang lain yang Anda inginkan, cerailah, asal jangan lupa ketika Anda melakukannya berikanlah surat dokumen, itu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tahukah Anda bahwa begitupun keadaannya sekarang dengan perceraian ‘tanpa-kesalahan’. Ada saja orang yang mengatakan, Tuhan benar memberikan saya damai tentang masalah menceraikan isteri saya. Saya mendengar seorang wanita yang mengatakan bahwa suaminya mencoba untuk meyakinkannya bahywa Allah mengizinkan perceraian karena perasaan kasih sudah hilang dan karena itu mereka tidak lagi kompatibel. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Mantan pendeta mereka mengatakan kepadanya bahwa jika dia tidak ada cinta lagi dengan saya dan melihat tidak ada harapan untuk perkawinan kami, dia boleh bercerai dan konselor pernikahan Kristen juga mengatakan hal yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disinilah Gereja harus memberikan kepemimpinan. Apakah yang dikatakan pendeta tentang perceraian? Mengapa begitu banyak gereja berdiam saja mengenai hal ini? Bahkan perceraian di dalam gereja sudah begitu umum sehingga ada generasi-generasi orang Kristen yang menjadi percaya bahwa perceraian hanya suatu pilihan gaya hidup saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cerita di balik kisah cinta Amerika dengan perceraian tanpa-kesalahan adalah kisah sedih. Stephen Baskerville menulis di majalah Crisis edisi Maret 2005 bahwa Amerika merangkul perceraian mudah adalah alasan yang paling signifikan bahwa pernikahan sekarang terancam dan, menurut beberapa ukuran, bergantung pada seutas benang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana ada orang yang hanya mementingkan diri, dimana ada orang duniawi yang berdosa yang tidak bisa mempertahankan hubungan yang benar dan dimana ada masyarakat dengan toleransi untuk perceraian, disitulah pasti akan ada perceraian yang merajalela, dan itulah terjadi didalam masyarakat kita sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kenyataan ini sekarang berarti bahwa setiap pasangan dapat menuntut perceraian untuk alasan apapun dan yakin bahwa pengadilan akan mengizinkan perceraian itu dan seringkali memberikan keputusan yang tidak proporsional kepada pihak yang mencari perceraian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Barbara Whitehead, penulis buku 'Budaya Perceraian' menunjuk pada pengaruh terapi sebagai suatu faktor yang bertanggung jawab juga. Dia menerangkan, “kesalahan untuk perpisahan perkawinan harus dibagi, meskipun hanya satu pasangan mencari bercerai. Asumsinya adalah bahwa jika ada individu yang tidak bahagia, tentu pasangan lain juga bersalah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sedihnya seringkali orang tua yang menuntut perceraian juga merupakan orang yang kemungkinan besar akan diberikan hak asuh anak-anak. Menurut Baskerville perceraian tanpa-kesalahan “sama seperti menangkap anak-anak pasangan yang tak bersalah itu di depan umum dan meniadakan hak-hak orang tuanya. Dan ini dilakukan oleh pemerintah kita dengan menggunakan uang pajak kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan utama yang menyebabkan masalah emosional dalam kehidupan generasi berikutnya adalah perceraian. Kecenderungan ke arah perceraian yang cepat dan mudah dan tingkat perceraian yang semakin meningkat menyebabkan semakin banyak anak dipengaruhi orang tua yang tidak ada secara fisik dan emosional dan akibat ini sangat buruk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tingkat perceraian meningkat 700% pada abad ini, dan itu terus meningkat. Saat ini sudah ada 1 perceraian untuk setiap 1,8 pernikahan. Lebih dari 1 juta anak setiap tahun terlibat dalam kasus perceraian, dan 13 juta anak-anak di bawah 18 sekarang kehilangan satu atau kedua orang tuanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dikatakan Yesus? Dia mengatakan: Aku benci perceraian dan aku tidak mentolerir alasan apapun juga kecuali perzinahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menghadapkan mereka dengan penafsiran yang tepat untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka benar-benar orang-orang berdosa yang berzinah, mereka sama sekali salah menafsirkan Ulangan 24. Dan intinya Ulangan 24:1-4 bukan untuk mendukung perceraian karena kecemaran tetapi untuk menunjukkan jika seorang pria menceraikan istrinya bukan karena perzinahan akibatnya adalah semua orang dinajiskan ketika isterinya menikah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya Anda tidak bisa menerima dia kembali adalah karena dia telah dinajiskan sebagai seorang pezinah, walaupun Anda telah menyebabkan dia menjadi pezinah karena dia diceraikan. Jadi apakah yang dikatakan Perjanjian Lama? Firman-Nya memberitakan Anda untuk menghentikan perceraian dengan mempertunjukkan bahwa perceraian mengakibatkan perzinahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan hal yang sama. Anda bercerai untuk sesuatu yang bukan percabulan atau perzinahan akibatnya adalah Anda membuat orang berzinah. Jadi Dia mengatakan kepada orang Farisi, janganlah datang dan mengaku benar dan mengatakan kita tidak pernah berzinah. Anda bercerai di semua tempat dan meninggalkan jejak perzinahan di belakang Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan bahwa mereka harus mengikuti standar Allah, karena mereka telah memutuskan berdasarkan pemahaman mereka terhadap hukum Taurat untuk merancang tradisi hukum mereka sendiri, sehingga mereka bisa mengklaim bahwa mereka OK mengikutinya. Jadi Yesus langsung mengesampingkan tradisi ini dan berkata, dengarkanlah yang optimal dan bandingkanlah diri Anda dengan itu dan lihatlah apakah Anda benar atau tidak. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka Yesus meninggikan pernikahan itu kembali ke standar Tuhan yang sempurna yaitu perkawinan yang selalu mengikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menambahkan di 1 Korintus 7:12-15 satu alasan sah lagi untuk bercerai dan menikah kembali sesudahnya. Dia mengatakan selain dari apa yang Tuhan kita mengatakan, aku yang terinspirasi oleh Roh Allah menambahkan dimensi ini. Jika Anda memiliki pasangan yang tidak percaya, janganlah berpisah, tinggallah terus bersama, tetapi jika orang yang tidak percaya itu meninggalkan Anda dan menceraikan Anda, Anda sebagai orang percaya tidak terikat hal itu dan bebas untuk menikah lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang harus kita lakukan? Karena perceraian ada di dunia yang telah jatuh karena dosa ini, kita harus mengambil langkah-langkah alkitabiah untuk menghindari perceraian sekuat mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu membicarakan perceraian dan perkawinan kembali dengan keberanian dan keterusterangan. Stephen Baskerville itu benar, perceraian adalah ancaman terbesar terhadap keluarga dan masyarakat masa kini. Dan kita tidak bisa berharap untuk dianggap serius sebagai pembela perkawinan jika kita tidak menjadi musuh perceraian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tidak pernah ingin ada perceraian. Namun orang-orang menikah dengan pikiran kalau ini tidak berhasil, maka kita akan mengakhirinya. Dan mereka heran mengapa orang berinvestasi begitu banyak waktu dan usaha untuk membuat hubungan yang benar karena mereka pikir jauh lebih mudah untuk berhenti saja dan mencari orang lain, dan itulah keadaannya di dunia ini sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika kita melihat pernikahan dengan cara Tuhan melihatnya kita tahu bahwa keinginan Tuhan adalah kesatuan monogami seumur hidup. Perceraian adalah seperti mengamputasi kaki Anda ketika Anda telah serpihan, daripada mengeluarkan serpihan Anda membuang pasangan Anda. Mengapa tidak berurusan dulu dengan hal-hal yang menyebabkan adanya masalah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Ibrani 13:4 mengatakan, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan.” Mengapa? Karena persatuan antara Kristus dan Gereja-Nya sendiri secara simbolis diproklamirkan ke dunia dalam pernikahan Kristen, dan itu adalah penuh hormat. Hubungan Kristus dengan Gereja-Nya adalah tetap, penuh cinta, benar-benar mengikat dan sangat unik, jadi ini harus sama untuk pernikahan Anda dan saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernikahan bukanlah suatu tujuan dalam dirinya, perkawinan tidak dirancang terutama untuk kebahagiaan kita, perkawinan dirancang terutama untuk menjadi gambaran pada tingkat manusia tentang suatu hubungan ilahi. Apakah hubungan Kristus dan Gereja-Nya permanen? Iya. Karena itu signifikan supaya pernikahan itu juga permanen, jika memang ini menyatakan kebenaran tentang Kristus dan Gereja-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perceraian adalah suatu penghinaan bagi kemuliaan Tuhan dan dosa yang secara tegas dijelaskan dalam Alkitab sebagai suatu kejahatan yang dibenci Tuhan. Perceraian tidak pernah cara Tuhan untuk menyelesaikan konflik. Itulah sebabnya Tuhan tidak pernah benar-benar menyetujui perceraian dalam Alkitab. Tuhan tahu itu akan terjadi, dan Allah mengatur konsekuensinya, tetapi itu tidak pernah solusi-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkawinan bukan kunci kebahagiaan manusia; Allah adalah kunci kebahagiaan manusia. Jika Anda benar dengan Tuhan maka Anda dapat memperbaiki hubungan, tentu keduanya harus bekerja sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah saudara kekasih saat kita menutup, kita hidup di zaman anugerah. Jika Anda orang Kristen saya ingin memberikan Anda kabar baik. Semua yang Anda pernah lakukan di masa lalu sudah diampuni. 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bercerai-dan-kawin-lagi</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000165</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Siapakah seorang pezinah?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000166"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:27-30" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:27-30</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:27-30 mengatakan, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita disini membicarakan dosa. Dan ini sebenarnya inti pesan-Nya dari Matius 5:21-48. Ini adalah khotbah tentang contoh dosa sehari-hari. Di Bilangan 32:23 dikatakan, “Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Matius 5 dosa pemimpin Yahudi dan dosa orang-orang yang mendengarkan Kristus akan menimpa mereka. Yesus membuka kedoknya kemunafikan merekadan apa yang Tuhan melakukan khususnya dalam ayat-ayat ini adalah memberikan mereka gambaran keberdosaan mereka yang benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencoba menciptakan sistim-sistim yang membenarkan diri mereka, dan itulah khususnya apa yang telah dilakukan Yudaisme waktu Tuhan Yesus. Mereka telah menggantikan kebenaran wahyu Allah dengan sistim mereka sendiri, dan sistim mereka adalah sistim peraturan eksternal, sistim tingkah laku tanpa ada pikiran tetang sikap hati atau motivasi hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus di dalam ayat 21-48 dari Khotbah di Bukit memberikan kita enam contoh bagaimana manusia merendahkan standar Allah. Tidak peduli bagaimana sucinya itu tampak dari luar, faktanya adalah hal itu dosa di dalam. Yesus memberikan standar yang mereka tidak dapat melakukan, dan dengan demikian menghadapi mereka dengan masalah dosa yang tidak ada obatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir Matius 5 di ayat 48 Dia mengatakan, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Itulah kebenaran yang diperlukan dalam Kerajaan-Ku. Dan tentu saja mereka tidak dapat mengikutinya. Mereka harus menyadari bahwa di dalam hukum Taurat tidak ada sumber daya untuk menyelesaikan masalah dosa, mereka sangat membutuhkan seseorang yang bisa dan hanyalah Yesus orang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mementingkan hubungan hati, masalahnya adalah mengasihi Tuhan Allah-mu dan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, dan Kesepuluh Perintah dan hukum Musa hanya suatu cara untuk mengatur hubungan kasih itu. Allah dari dulu selalu mementingkan hubungan kasih itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai khotbah-Nya dengan membicarakan pemberkatan. Namun supaya seseorang mengenal pemberkatan itu Anda harus mengerti definisi dosa yang tepat, karena dosa menghalangi pemberkatan, dan dosa perlu diurus dulu dan dihilangkan. Jika kita tidak benar mengerti dosa, kita tidak akan mengerti hal-hal lain yang dilakukan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semakin dalamnya penyakit semakin besar penyembuhan yang diperlukan, itulah pokoknya. Dan selama orang berpikir dosa itu dangkal, selama mereka berpikir dosa itu minimal, selama mereka meringankan dosa itu maka keselamatan adalah hal yang kecil juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi ketika Anda memahami bahwa dosa itu adalah sesuatu yang keji, dosa adalah sesuatu yang dalam, dosa adalah sesuatu yang menembus kedalam hati orang begitu mendalam sampai ini benar-benar tidak dapat berubah kecuali oleh mujizat Tuhan, maka Anda akan memahami bahwa hanya Allah sanggup menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak akan dapat memahami arti kayu salib, Anda tidak akan mengerti mengapa Yesus harus mati, Anda tidak akan memahami mengapa Dia memiliki berlaksa malaikat yang bisa menolong-Nya namun Dia tidak pernah memakai mereka, Anda tidak akan mengerti mengapa Dia berkata, “Aku harus memenuhi segala kebenaran,” dan Anda tidak akan mengerti makna kematian-Nya sampai Anda memahami betapa jahatnya dosa itu dan persyaratannya begitu ekstrim untuk mencapai keselamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena itu secara Alkitabiah, penginjilan selalu mulai dengan memberitakan hukum sebelum anugerah. Anda harus berkhotbah tentang hukuman dulu dan Anda harus berkhotbah tentang kebinasaan dulu. Pinginjilan kita harus menghadapi orang dengan kekudusan Allah, dan harus mengungkapkan tuntutan-Nya untuk kebenaran hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penginjilan harus fokus pada ketidakmampuan manusia untuk memenuhi standar Allah, dan kita harus membuat orang-orang putus asa seperti Yesus ingin membuat orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan orang banyak putus asa sehingga mereka takut akan penghakiman dilemparkan ke dalam neraka dan mereka berseru untuk Juruselamat yang dapat menyelamatkan mereka dari masalah yang terlalu berat bagi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah selalu mementingkan bukan apa yang kita perbuat atau apa yang kita mengatakan atau kemana kita pergi, meskipun Dia prihatin dengan itu, namun Dia lebih peduli dengan apa yang kita pikirkan dalam akal budi dan hati kita. Ada orang yang kelihatannya suci dan puas-diri yang memikir karena mereka tidak berbuat sesuatu dan melakukan sesuatu yang lain bahwa mereka dibenarkan, karena mereka tidak pernah menyelidiki benar-benar kejahatan hati mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, sebelumnya Anda berzinah Anda memikirkan hal itu di dalam hati dan sebelum Anda mencuri Anda memikirkan hal itu di dalam hati Anda. Hati Anda yang memuntahkan sampah yang menajiskan Anda karena, di Yeremia 17:9 dikatakan, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat bagaimana Yesus menjelaskan hal ini dengan ilustrasi perzinahan di ayat 27. Perhatikanlah ada tiga hal, ada hukum, ada keinginan dan ada pembebasan. Pertama hukum, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.” Ulangan 5:18 juga mengatakan yang sama, “Jangan berzinah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah sekarang di ayat-ayat kita di Matius bahwa para pemimpin yang mengikuti tradisi rabi yang mengatakan, “Janganlah berzinah.” Mereka benar, namun mereka tidak menjelaskan hal itu sepenuhnya. Allah memang mengatakan, jangan berbuat itu, itu pelanggaran serius dan itu tetap hingga sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya membicarakan sebentar tentang kata itu sendiri, kata perzinahan, ini kata sederhana sekali. Akarnya berarti; hubungan seksual yang melanggar hukum dengan pasangan orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi kebanyakan sarjana Alkitab melihatnya bukan hanya sebagai perintah supaya jangan terlibat dalam aktivitas seksual dengan pasangan orang lain, tapi mereka melihatnya secara umum janganlah ada hubungan seks karena kata itu juga digunakan secara umum. misalnya di beberapa tempat kata itu berarti merayu atau memperkosa seorang wanita, menikah atau belum.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditempat lain ini diterjemahkan sebagai pelacuran. Jadi secara umum kata ini telah dipakai untuk menggambarkan semua macam hubungan seks yang tidak sah, dan semuanya melanggar hukum diluar ikatan perkawinan. Jadi terutama ini mengacu kepada hubungan seksual yang melanggar perkawinan. Tapi pengaruhnya itu meluas lebih jauh untuk memasukkan segala jenis perilaku seksual terlarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini terlihat dalam perkataan Tuhan kita di ayat 28 dimana Dia mengatakan bahwa setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Dan perempuan yang dibicarakan-Nya disini tidak disebut sudah menikah atau tidak, ini begitu luas sehingga siapapun yang bernafsu wanita manapun telah berzinah dalam hatinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab berbicara tajam tentang kehancuran yang disebabkan oleh dosa perzinahan seksual atau percabulan. Lihatlah raja Daud dan akibatnya. Lihatlah Sikhem yang menajiskan Dina dan kemudian dibantai. Saksikanlah Absalom yang menajiskan orang lain dengan dosa seksual dan akhirnya digantung di pohon. Ibrani 13:4 mengatakan, “orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perjanjian Baru mengulangi dengan kepastian dan ketegasan larangan ini. 1 Korintus bab 6 mengutuk itu. 2 Petrus bab 2 mengutuk itu. Wahyu bab 2 mengutuk itu. Akhir Kitab Wahyu mengatakan bahwa orang cabul dan orang berzinah bahkan tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dikatakan Yesus, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya,” Nah dengarkanlah ini, Dia tidak mengatakan sudah berzinah, tidak, Dia tidak mengatakan itu. Dia mengatakan, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Mengapa? Karena hati yang berzinah itulah yang menyebabkan ada pandangan, mengerti?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa itu sudah terjadi di dalam hati itu, perzinahan telah ada, jadi itu menyebabkan ada pandangan. Karena itu Anda mungkin mengalami di dalam hidup Anda ada orang yang tidak sengaja masuk dalam pandangan Anda dan kelihatannya itu seperti tantangan dari Iblis, atau malah mencoba untuk menarik perhatian Anda. Namun sebuah pandangan spontan berarti Anda hanya menolak dan berpaling.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ketika Anda kena dan Anda mengolah dan mengejar keinginan Anda, itu terjadi karena Anda penuh nafsu, hati yang tidak setia telah mencari obyek, dan Anda memenuhi fantasi yang sudah ada di dalam hatimu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu ketika Anda sedang mencari wanita untuk nafsu, saat Anda pergi ke bioskop tersebut karena Anda tahu ketika Anda sampai di sana Anda akan melihat apa yang Anda inginkan dalam hati untuk melihat, apa yang akan memenuhi nafsu Anda. Itu ketika Anda pergi mencari channel yang berbeda di televisi untuk menemukan hal yang memenuhi nafsu Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya seharusnya membacanya seperti ini, dengan tegas saya katakan kepada Anda bahwa siapa pun terus mencari wanita untuk tujuan bernafsu memberikan bukti bahwa ia sudah melakukan perzinahan dalam hatinya. Memandang terus adalah manifestasi dari hati yang keji. Arti kata kerja Yunani di sini adalah nafsu tercapai, Anda sudah melakukannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari saya tambahkan ini, godaan keinginan seksual gelap atau fantasi bukanlah dosa. Iblis dapat menggoda Anda; Setan mungkin memasukkan sesuatu untuk menggoda Anda. Dosa datang jika Anda melakukan sesuatu dengan itu, jika Anda mempertahankan godaan itu dan jika Anda menikmati pikiran-pikiran jahat itu, maka itu menjadi dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan, untuk yang murni segala sesuatu murni, tetapi untuk yang hatinya telah najis, ia akan menajiskan semuanya. Dia akan melihat sesuatu yang indah dan membuatnya sesuatu yang jelek. Dan itu disebabkan karena hatinya dinajiskan. Itulah sebabnya ada pornografi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita disini dalam ilustrasi-Nya membicarakan seorang pria yang bernafsu atas seorang wanita namun sebaliknya juga berlaku ketika wanita bernafsu atas pria. Keduanya salah, dan kita bersalah kalau membangkitkan nafsu dengan caranya kita berdandan. Ayub mengatakan di Ayub 31:1, “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?” Tahukah Anda apakah janjinya? Janjinya adalah untuk tidak melihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Yesus melangkah lebih jauh, bagaimana Anda keluar dari situasi ini? Yesus mengatakan, “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, waktu Anda melihat ini pertama kalinya mungkin Anda berkata kok ini tidak masuk akal. Jika Dia mengatakan soalnya disini adalah masalah hati, mengapa Dia mengatakan untuk mencungkil mata sendiri? Pokoknya Yesus tidak berkata ada penyelesaian fisik untuk masalah rohani, itu malah akan merusak tujuannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang Dia katakan, untuk seorang Yahudi mata kanan, tangan kanan dan kaki kanan adalah lambang milik seseorang yang terbaik, sebelah kanan selalu simbolik yang lebih baik dari kedua itu. Jadi yang dikatakan-Nya adalah, tidak ada sesuatupun yang terlalu berharga untuk dihilangkan dari kehidupan Anda jika itu menyebabkan hati Anda tergoda terus. Jika ini berarti harta milik Anda yang paling berharga harus dibuang, buangkanlah itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dikatakan Tuhan kita adalah bahwa tidak ada sesuatupun yang terlalu berharga jika itu mempengaruhi Anda masuk surga atau tidak. Dosa harus diurus secara radikal. Paulus mengatakan di 1 Korintus 9:27, “aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya.” Jadi Yesus memanggil kita untuk bertindak segera. Dia mendiagnosa masalah itu dan berkata, cungkillah, penggallah dan hilangkanlah apa pun juga dalam hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda pergi ke bioskop dan Anda melihat sesuatu yang menggoda Anda, keluarlah. Jika ada masalah yang sama dengan TV Anda, buanglah TV itu. Jika Anda ada majalah dengan gambaran seperti itu, buanglah majalah itu dalam sampah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus sebenarnya tidak membicarakan hal fisik. Dia tahu bahwa memenggal tangan kanan dan mencungkilkan mata kanan tidak akan merubah hati yang berzinah. Namun yang Dia katakan adalah hal yang paling berharga bagi Anda, yaitu seperti tangan kananmu atau mata kananmu, kalau perlu buanglah hal itu jika itu membawa dosa kepadamu atau menghalang Anda menjadi kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang salah mengerti hal ini. Ada orang yang ingin membebaskan diri dari masalah nafsu ini jadi mereka melakukan hal-hal yang aneh terhadap tubuh mereka. Ada beberapa yang membiasakan diri masuk ke padang gurun Mesir dan mereka menentukan untuk hidup tersendiri dan tidak memikirkan apa-apa selain dari Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang paling terkenal dalam hal ini adalah seseorang bernama Santa Antonius. Dia menentukan untuk pergi keluar untuk menghilangkan perasaan nafsu itu yang ada di dalam hatinya. Dia hidup sebagai seorang pertapa, dia berpuasa, dia berhari-hari tidak memperbolehkan dirinya tidur untuk menghukum diri sebagai suatu perbuatan kebenaran. Dia menyiksa tubuhnya sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama 35 tahun dia mengatakan dia bergumul dengan godaan tanpa berhenti. Dan ini yang dia tuliskan dalam biografinya: pertama-tama setan berusaha untuk menuntun dia menjauh dari disiplin sambil berbisik kepadanya untuk mengingat kekayaan, perawatan adiknya, klaim dari kerabat, cinta uang, cinta kemuliaan, dan relaksasi hidup lainnya, dan yang paling terakhir setan mencobai dia dalam bidang kebajikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya cerita ini adalah; Anda bisa saja menyendiri di padang gurun Mesir dan tetap saja tidak ada sesuatu di dalam hati Anda yang dapat merubah masalah itu. Jika Antonius benar memakai hal yang sudah disediakan Allah untuk mendapatkan hati yang bertobat dan berubah, dia tidak perlu meninggalkan kotanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba sekarang saya menanyakan Anda, apakah ahli-ahli Taurat dan Farisi dapat menghilangkan masalah mereka? Faktanya adalah mereka dengan kekuatan sendiri tidak mungkin dapat menghilangkan masalah mereka. Yesus sekali lagi memberikan mereka suatu standar yang mustahil – suatu frustasi yang menyebabkan mereka berkata , kami sudah berusaha namun kami gagal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dosa kita yang terulangi sebagai orang Kristen dapat memberi kesimpulan bahwa kita pada dasarnya tidak kudus, dibanding kebenaran kita di dalam Kristus. Ini menyebabkan kita pikir kita harus bekerja lebih keras. Namun itu menyebabkan keputusasaan dan menurunkan standar Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Allah kepada orang Kristen bukan, “Anda belum suci, kerjakanlah hal itu sampai Anda mencapainya,” tetapi,”Anda kudus, jadikanlah apa yang Anda sudah jadi di dalam Kristus.” Kebenaran ini memberikan kita kepercayaan diri, semangat dan pengertian benar tentang dosa. Mengetahui bahwa Bapa kita melihat kita sebagai kudus dalam Anak-Nya, kita didorong untuk membuat kemajuan rohani yang nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sanktifikasi berarti kita menyadari bahwa kita ciptaan baru dan kita perlu membersihkan diri kita dari dosa yang mencemarkan kita setiap hari (1 Yohanes 1:8-10). Namun Allah tidak memisahkan kita dari dunia yang kita tinggali karena Ia memiliki tujuan dalam memanggil kita, dan panggilan baru kami adalah untuk hidup di dunia ini seolah-olah kerajaan masa depan sudah ada di sini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara kekasih, jika Yesus Kristus telah masuk kedalam hati Anda, Anda sekarang memiliki sifat baru itu, Anda memiliki hati baru itu. Dan Anda tidak perlu lagi mengikuti keinginan nafsu Anda, Anda sekarang dapat mengalahkan hal itu. Bersyukurlah kepada Tuhan untuk itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?siapakah-seorang-pezinah-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000166</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Siapakah pembunuh?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000167"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:21-26" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:21-26</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai dengan memberikan kita standar kebenaran di Matius 5:17-20; Dia mengatakan bahwa Dia datang untuk menggenapkan Hukum Taurat Musa dan satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan, sebelum semuanya terjadi. Dengan kata lain Yesus memberikan kita teladan kebenaran yang diperlukan untuk masuk ke Kerajaan Surga. Dan Dia satu-satunya orang yang sanggup melakukan itu.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi dan Ahli Taurat, orang yang paling religius di Israel, memakai tradisi rabi untuk merendahkan standar kebenaran Hukum Taurat sehingga mereka dapat memenuhinya. Dan mereka melakukan itu dengan mementingkan hal-hal eksternal, apa yang Anda dapat lakukan, tanpa melihat hati kita dan motivasi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan justru itu dimana mereka diserang Yesus. Lihatlah lagi ayat 20, Dia mengatakan bahwa persyaratan Allah tidak boleh dikurangi sedikitpun, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup kebenaranmu tidak lebih benar dari pada hidup kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak membunuh itu tidak cukup. Dia mulai dari ayat 21 sampai ke ayat 48 dengan memberikan kita enam ilustrasi bagaimana kebenaran kita harus melebihi kebenaran ahli Taurat dan orang Farisi. Dan kita mulai malam ini dengan ilustrasi pertama saja. Mereka sudah meyakinkan diri mereka itu kudus karena mereka tidak membunuh. Yesus mengatakan mereka sama sekali salah. Marilah kita mendengar apa yang Dia katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:21-23, “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya patut dihukum; siapa yang menghina saudaranya harus dihadapkan ke pengadilan dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:24-26, “tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Yahudi pada waktu Yesus bergantung seluruhnya kepada tradisi. Karena Perjanjian Lama itu ditulis dalam bahasa Ibrani dan mereka tidak lagi bisa berbahasa Ibrani. Sejak pembuangan di Babel mereka berbicara bahasa Aram. Dan ketika mereka kembali dari penawanan, ahli-ahli Taurat tidak menterjemahkan Alkitab dalam bahasa mereka sendiri, sehingga mereka membiarkan orang dalam ketidaktahuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang rabi menjelaskan apa yang mereka pikir artinya, dan itu memberikan mereka kekuatan luar biasa karena masyarakat tidak bisa memverifikasi apakah itu benar atau tidak. Yesus mengatakan kepada mereka bahwa ajaran mereka itu palsu karena orang-orang hanya diberikan pengetuan sebagian saja. Ajaranmu mengatakan janganlah membunuh karena Anda akan dihukum di pengadilan sipil Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana dengan karakter Allah yang suci dan bagaimana dengan standar-Nya? Nah itu malah tidak dibicarakan sama sekali. Mereka menyepelekan hal itu sebegitu banyak sehingga mereka tidak menyebut nama Allah lagi, mereka tidak memikirkan penghukuman ilahi, mereka tidak membicarakan sikap internal dan mereka tidak membicarakan hati. Mereka hanya mengatakan janganlah membunuh sebab kalau tidak pasti banyak masalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka lupa Perjanjian Lama yang mengatakan di Mazmur 51:6 bahwa Allah menginginkan kebenaran di dalam hati kita. Perjanjian Lama juga mengatakan, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatanmu. Allah yang mengenal hati orang juga akan menghakimi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain bagian hukum Allah yang dihilangkan adalah bagian internal. Tidak cukup Anda tidak membunuh. Allah prihatin tentang apa yang terjadi di dalam hati. Mereka membatasi perintah-perintah Tuhan untuk pengadilan peradilan duniawi saja; mereka telah membatasi perintah Allah hanya untuk tindakan pembunuhan saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Yesus mengajarkan mereka bahwa pembunuhan itu hanya akibat terakhir dari sikap hati yang mulai jauh sebelumnya ada tindakan pembunuhan itu. Yesus mengajarkan mereka bahwa bahkan amarah terhadap saudaramu atau menghina sesamamu manusia akan mengakibatkan penghakiman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Yesus teruskan di ayat 22 dan mengatakan, “Tetapi Aku berkata kepadamu.” Disini Tuhan Yesus memberikan kita penafsiran yang benar. Yesus mengatakan ini bukan masalah pembunuhan saja, ini masalah amarah dan benci di dalam hatimu. Anda tidak bisa membenarkan diri karena Anda tidak pernah membunuh, karena jika ada benci di dalam hatimu Anda sama dengan seorang pembunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun terkadang kita orang Kristen menjadi begitu marah dari dalam dengan seseorang, kita mencela orang, kita mungkin mengutuk orang, kita mungkin merasa kepahitan terhadap orang, kita mungkin mempertahankan dendam terhadap orang, kita memiliki perasaan pahit terhadap orang dan Tuhan Yesus mengatakan, itu semua sama dengan pembunuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menyingkirkan semua tradisi rabi, dan Dia mementingkan Hukum Taurat di mana Tuhan telah dari awal meletakkan penekanan itu seperti seharusnya. Orang Farisi dan ahli Hukum Taurat melakukan apa yang menjadi keinginan semua orang; mereka merendahkan standar Allah sehingga dalam pikirannya mereka sanggup mencapainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemarahan adalah akar dari pembunuhan, dan Tuhan Yesus mengatakan kemarahan dan pembunuhan layak mendapatkan hukuman yang sama. Di ayat 22 Dia mengatakan Anda kemungkinannya dihukum; dihadapkan ke pengadilan dan mungkin diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Bahkan amarah kepada saudaramu sama dengan pembunuhan di mata Allah, jadi siapakah pembunuh? Jawabannya adalah kita semua pembunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah 1 Yohanes 3:15, “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia.” Dan “saudara” disini maksudnya dalam hubungan sosial Anda sesuatu yang luas, yaitu semua orang di dalam hidup Anda. Ini bukan saudara seiman Anda karena orang yang mendengarkan Yesus pada waktu itu masih belum mengerti istilah itu. Jadi di mata Tuhan tidak ada perbedaan dengan membunuh seseorang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa kebencian membawa Anda lebih dekat kepada keinginan untuk membunuh daripada emosi lain? Dan kebencian hanyalah perpanjangan kemarahan. Dan tahukah Anda bahwa kebencian dan kemarahan juga dapat membunuh Anda, karena itu dapat menyebabkan kanker dan membunuh Anda hidup-hidup dari dalam. Yesus memakai tiga ilustrasi untuk menjelaskan dosa ini di ayat 22. Marilah kita melihatnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Setiap orang yang marah terhadap saudaranya patut dihukum.” Yesus tidak berbicara tentang kemarahan yang benar di sini. Ada kalanya orang percaya memiliki hak untuk marah, malah semakin kita dewasa semakin marah kita tentang beberapa hal. Ada beberapa kecenderungan dalam masyarakat kita yang patut menyebabkan kita marah, seperti hal-hal yang meracuni anak-anak kita di internet, dosa kita sendiri, dll.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun disini Yesus berbicara tentang kemarahan egois, kau marah dengan saudara. Bila Anda menyimpan dendam terhadap seseorang, saat Anda memegang kepahitan terhadap seseorang, Anda sama bersalahnya dengan orang yang membunuh dan Anda layak mendapatkan penilaian yang sama. Dia mengatakan pada dasarnya bahwa orang yang marah bersalah sama dengan orang yang membunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat contoh kedua yang dipakai Yesus di ayat 22, “siapa yang menghina saudaranya harus dihadapkan ke pengadilan.” Menghina orang disamakan dengan pembunuhan, ini orang yang seharusnya menerima hukuman mati yang sama. Dia mengatakan kepada orang Yahudi, standar Allah untuk kemarahan sama bagi yang menghina orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam beberapa terjemahan Inggris ada kata Raca, yang adalah istilah yang jarang dipakai. Ini sukar diterjemahkan; ini adalah semacam istilah ejekan. Ini adalah suatu ekspresi memfitnah terhadap seseorang. Yang di katakan Yesus adalah apa yang Anda merasakan di dalam hati Anda cukup untuk membuang Anda ke neraka sama seperti apa yang Anda perbuat dari luar, mengerti?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ilustrasi ketiga di ayat 22, “siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” Dalam Alkitab Ibrani seorang jahil itu seseorang yang memberontak melawan Allah. Jadi memanggil seseorang pemberontak Allah, dengan ada maksud kebencian, itu dosa. Mazmur 14:1 mengatakan, “Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini lebih buruk dari pada kata Raca itu dan ini sama dengan mengutuk orang ke neraka. Jika Anda pernah mengatakan kepada seseorang, terkutuk lu atau Allah mengutuk kamu karena Anda marah, Anda menjadi pembunuh. Ketika Yesus menyebut neraka, maksud-Nya adalah itu suatu api yang tidak pernah berhenti di tempat yang terkutuk dimana buangan manusia akan terbakar untuk selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan Yesus ada akibat kedua di ayat 23 dan 24. Pengaruhnya bukan saja dalam membenarkan diri namun juga dalam mempengaruhi penyembahan mereka kepada Tuhan. Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi selalu ada di bait Allah mempersembahkan korban dan menjadi pelaku tradisi mereka. Hidup mereka penuh penyembahan, namun Tuhan Yesus malah menyalahkan penyembahan mereka itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Matius 5:23-24 Dia mengatakan, “Sebab itu, jika engkau mempersembah-kan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau. 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika orang Yahudi berdosa, terjadi suatu pembatas antara dia dan Tuhan, hubungan mereka terganggu. Itu hanya dapat diperbaiki oleh hati yang remuk dan patah, dan orang itu harus mengakui dosanya, dan orang itu perlu mewujudkan pertobatan dan kehancuran. Dan kemudian dalam rangka mewujudkan dari luar perasaan batinnya dia membawa binatang sebagai korban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengorbanan binatang itu bukan masalahnya, yang menjadi masalah adalah sikap hati kita. Allah mengatakan bahwa ketaatan hati lebih penting dari pada pengorbanan, pengorbanan hanya sesuatu simbol luar dari hati yang taat dan bertobat. Jadi saatnya ada halangan dan orang itu bertobat dan dengan hati yang tulus minta ampun untuk membenarkan lagi hubungannya dengan Tuhan, hanya pada saat itu ia membawa korban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang itu datang dan dia memberikan binatang korban itu ke dalam tangan imam itu dan dia menaruh tangannya diatas korban itu dan tiba-tiba Yesus mengatakan kepadanya, berhentilah disini. Masih ingat Anda ada saudara yang ada sesuatu dalam hatinya terhadap engkau? Janganlah meneruskan pengorbanan itu sebelum Anda pergi berdamai dengan saudaramu dulu. Hapuskanlah dulu penghalang antara manusia dan manusia sebelum Anda menghapus penghalang antara manusia dan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mulai di Yesaya 1:11 Allah mengatakan kepada Israel, “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi- Ku. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? “Tanganmu penuh dengan darah. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!” (Yesaya 1:16-17) Dia mengatakan, jangan kau berani datang kepada-Ku dengan agama Anda sampai Anda telah hidup benar berhubungan dengan orang miskin dan yang tertindas dan anak yatim piatu dan para janda. Dengan kata lain layanilah saudara Anda dulu dan baru setelah itu layanilah Aku.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah memperhatikan hal-hal internal, karena Allah memperhatikan sikap terhadap orang lain, bagaimana perasaan Anda tentang saudaramu dan bagaimana Anda berbicara dengan saudaramu dan apakah Anda mengutuk saudaramu atau tidak lebih penting dari ibadah. Namun masih ada yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mungkin tahu bahwa seseorang marah pada Anda, meskipun Anda mungkin tidak merasa marah terhadap mereka, atau Anda tidak mengerti mengapa mereka merasa seperti itu, dan Anda sendiri tidak merasa marah sama sekali. Namun jika mereka merasa seperti itu sebaiknya Anda menyelesaikan hal itu. Allah tidak ingin orang marah kepada Anda karena itu menyebabkan Anda bersalah atas pembunuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus berkata, “jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah,” jika Anda datang untuk beribadah, “dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Dengan kata lain berdamai mendahului beribadah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya kita datang ke gereja dan ada perasaan buruk terhadap orang lain dalam persekutuan kita atau tetangga, namun kita tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Ada sesama orang Kristen yang kita tidak senang dan sesuatu telah terjadi, dan kita membiarkan hal itu menjadi kepahitan dan Alkitab mengatakan Anda tidak menyembah kepada Allah, Dia tidak senang dalam ibadah Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 66:18 mengatakan, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” 1 Samuel 15:22 mengatakan, “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada orang yang marah kepada saya tanpa pengetahuan saya. Akan tetapi jika saya tahu ada seseorang yang marah kepada saya dan saya mencoba untuk memulihkan hal itu dan saya berusaha sekuat mungkin dan saya memohon pengampunan dan saya bekerja untuk membenarkannya dan mereka tetap tidak mau mengampuni saya dan tidak ada lagi sesuatu yang dapat saya lakukan, maka setelah itu saya bebas untuk menyembah Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus memberikan kita contoh khusus di ayat 25 dan 26. Masalahnya disini adalah Anda beribadah dan Anda masih ada hutang. Dan yang terjadi adalah Anda benar dituntut dipengadilan tentang hutang itu. Kuncinya di ayat 25 adalah, “Segeralah berdamai dengan lawanmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Yesus mengatakan selesaikanlah kasus Anda diluar pengadilan jika ada kesempatan. Janganlah hal ini terus berlarut-larut sampai Anda masuk ke pengadilan, karena pasti ada orang yang akan kalah dan dilemparkan kedalam penjara dan tidak akan dapat melunaskan hutang itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya janganlah kasus itu dibiarkan terlalu lama. Janganlah dibiarkan sampai Allah akan menghakimi Anda, selesaikanlah hal itu sebelumnya. Dalam analisa terakhir Dia mengatakan Tuhan sajalah hakim tulen, dan neraka adalah hukuman yang benar ada. Dan jika Anda tidak mau menyelesaikan soal itu, Anda mungkin sendiri akan masuk ke neraka dengan hutang yang tidak mungkin dapat dilunaskan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenarannya adalah bahwa kita semua telah beribadah secara munafik, kita semua pernah marah, kita semua pernah memakai kata-kata yang menyakitkan, kita semua pernah ada pikiran mengutuk orang atau pernah mengutuk, kita semua bersalah tidak mencari damai dengan saudara, kita semua pernah melakukan hal itu. Jadi apakah yang kita dapat lakukan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah khususnya yang Tuhan Yesus ingin kita sadari. Dia ingin meyakinkan kita semua bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menghasilkan kebenaran dengan usaha sendiri. Dan fakta ini memaksakan kita semua berlutut di kaki kayu salib untuk menerima kebenaran yang diperhitungkan kepada kami yang hanya dapat diberikan oleh Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memiliki banyak alasan untuk marah dengan kami. Allah ada banyak alasan untuk membenci kita. Allah ada banyak alasan untuk mengutuk kita, selayaknya. Allah memiliki banyak alasan untuk mengirim kita keneraka karena kita pembunuh. Tapi tahukah Anda sesuatu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun kita pembunuh, Dia mengasihi kita, Dia mengampuni kita, Dia membayar hutang kita dan Dia berusaha untuk mendamaikan kita dengan diri-Nya dalam kerajaan kekal-Nya karena Dia ingin bersekutu dengan kami. Sekarang jika Tuhan yang kudus ada keinginan untuk berdamai dengan pembunuh seperti kita, bisakah kita temukan di hati kita untuk berdamai dengan saudara-saudara kita sendiri?Dia memberikan teladan yang indah kepada kami. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?siapakah-pembunuh-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000167</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana kita menjadi garam dan terang?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000168"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:17-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:17-20</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 5:17-20 masih menjadi fokus kita malam ini. Ketika kita datang kepada bagian firman ini yang benar kaya dan agung masih terlalu banyak yang kita perlu pelajari. Di Matius 5 kita mempelajari khotbah pertama yang besar dan luar biasa ini yang diberikan Tuhan Yesus di Perjanjian Baru.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika kebenaranmu tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Teologi liberal telah bertahun-tahun berpendapat bahwa Alkitab tidak diilhami oleh Allah, tetapi itu hanya orang yang religius mengomentari pengalamannya dengan Allah menurut pendapatnya, tetapi kita tidak dapat benar-benar yakin bahwa itu adalah Allah sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Serangan terhadap Alkitab hari ini datang dari mereka yang mengatakan bahwa apa yang benar- benar mendefinisikan kebenaran adalah pengalaman, sehingga mereka menafsirkan Alkitab dengan pengalaman mereka. Ada serangan lain yang datang dan berkata, "Alkitab tidak cukup dengan sendirinya, kita perlu menambahkan filsafat, psikologi dan hikmat manusia," sehingga Alkitab terus diserang dari semua pihak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita sebagai orang Kristen memiliki alasan nomor satu mengapa kita dapat percaya Alkitab secara mutlak, karena Yesus berkata bahwa itu adalah kebenaran mutlak dan hal itu menimpa segala sesuatu. Yesus berkata bahwa Perjanjian Lama tidak berbohong, dan bahwa tidak satu iota atau titikpun akan berlalu dari situ sampai semua itu terpenuhi, dan itu haruslah bukti cukup baik bagi kita semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini, pada permulaan pelayanan Yesus, pada permulaan Khotbah-Nya di Bukit, Dia memberikan pendapat-Nya tentang Perjanjian Lama , Hukum Taurat Allah dan Firman Allah. Dan kita akan melihat bahwa ini sama dengan pendangan-Nya Perjanjian Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berbeda dengan semua guru-guru lain di Israel. Dia tidak berkhotbah dan mengajar seperti ahli-ahli Taurat dan orang Farisi; Dia lemah lembut dan rendah hati dan mereka sombong. Dia tidak mengikuti tradisi para rabbi, sedangkan mereka cermat mengamati tradisi rabbi. Yesus berkhotbah anugerah dan belas kasihan sedangkan semua yang mereka beritakan hanya hukum dan penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berbicara dengan otoritas mutlak dan tidak perlu mengacu selalu beberapa sumber rabbi. Dia berteman dengan orang buangan dan pendosa-pendosa sedangkan pemimpin agama lain selalu mengabaikan mereka. Dia tidak pernah mementingkan peraturan luar; Dia selalu mementingkan hati kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berkhotbah tentang Kerjaan-Nya disini, Dia mengumumkan bahwa Ia adalah Raja, dan itu juga tujuan Matius di seluruh Injil Matius. Dia telah memberitahu kami tentang kelahiran Raja, nubuatan dipenuhi oleh Raja, dan tentang kemenangan Raja atas Setan dalam godaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai dengan menentukan karakter mereka yang boleh masuk ke Kerajaan-Nya. Pertama, semua itu internal (ayat 3-12). Setelah itu karakter itu menjadi eksternal sebagai kesaksian orang Kristen (ayat 13-16) dan Dia mengatakan kita garam dan terang dunia supaya karakter internal itu diwujudkan secara eksternal di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Yesus mengatakan bahwa hidup di Kerjaan-Nya bergantung kepada ketaatan kepada hukum Allah (ayat 17-20). Dan ini benar sampai sekarang. Kita tidak bisa memanifestasikan kebajikan sejati anak-anak Kerajaan kecuali kami berkomitmen kepada otoritas mutlak Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalahnya di dunia sekarang adalah bahwa gereja sendiri tidak hidup terpisah dari dunia dengan baik. Kita tidak memiliki kesaksian yang dapat dipercaya orang karena kita sendiri tidak mematuhi standar kebenaran yang diberi Tuhan kepada kami. Jika kita adalah orang-orang dengan karakter, seperti yang diberbicarakan Sabda Bahagia, maka orang akan mengakui kita sebagai garam dan terang dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita belajar minggu yang lalu bahwa Yesus memenuhi seluruh Hukum Taurat dan itu termasuk hukum peradilan, hukum upacara dan hukum moral. Dia menjadi teladan sempurna Hukum Taurat dalam segala hal kehidupan-Nya. Namun seperti dikatakan Tuhan Yesus di ayat 20, kita harus melebihi kebenaran orang yang paling baik di Israel untuk masuk ke surga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mencoba memahami Hukum Taurat itu lebih mendalam. Apakah Anda menyadari bahwa hukum moral ada dibelakang semuanya? Di belakang hukum peradilan dan hukum upacara ada hukum moral Allah. Mereka adalah standar benar dan salah dalam hal perilaku dan sikap. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum moral adalah ekspresi dari karakter Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk membantu orang memahami hukum moral itu, Allah mengembangkan di Israel hukum upacara untuk menolong mereka fokus kepada cara yang benar untuk menyembah Dia. Dan Dia juga mengembangkan hukum peradilan supaya membantu mereka fokus kepada bagian peradilan dari karakter-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum peradilan telah hilang karena Kristus ditolak Israel, jadi ini dikesampingkan untuk sementara. Hukum upacara juga telah berlalu sejak Kristus menjadi wujud korban terakhir yang telah digambarkan seluruh Perjanjian Lama. Namun masih ada unsur-unsur dalam semua kategori itu - peradilan, upacara dan moral - yang kita masih praktekkan sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh, standar peradilan Allah untuk perkawinan tidak berubah. Allah tetap menginginkan kejujuran dan kemurnian dianta mereka yang telah kawin. Allah masih mengingini monogami dan bukan poligami. Tuhan masih memiliki perasaan yang sama terhadap pernikahan, perceraian dan pernikahan kembali, dan hal-hal seperti itu. Dengan kata lain, ketika sebagian dari hukum peradilan menyentuh suatu prinsip ilahi yang tidak terbatas waktu, itu tetap berlaku sampai sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah hukum upacara, kita tidak lagi membunuh lembu, kambing, domba dan burung merpati, namun apakah Anda tahu bahwa kami masih melakukan beberapa upacara yang juga dilakukan Israel? Israel berdoa kepada Allah dan kita melakukan hal itu malam ini. Israel menyanyi lagu-lagu dan kita juga melakukan yang sama. Israel memiliki paduan suara dan alat-alat musik dan kita memakai itu juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, sama dengan unsur-unsur hukum peradilan dan unsur hukum upacara Israel yang masih dilakukan, janganlah heran jika kebalikannya juga terjadi. Ada unsur yang menjadi bagian hukum moral yang sudah berlalu juga. Jika Allah dapat membiarkan bagian dari hukum itu, Dia juga dapat menghilangkan yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya hari Sabat sudah berlalu juga. Mengapa? Ini satu dari ke Sepuluh Perintah yang tidak pernah diulangi di Perjanjian Baru, semua yang lain di ulangi di Perjanjian Baru. Kita juga tahu bahwa gereja mula-mula selalu bertemu pada hari pertama dari minggu itu, yaitu hari Minggu. Ini terjadi karena hari Sabat telah digenapkan Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingat perintah itu mengatakan, “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” Namun orang Yahudi menafsirkannya salah. Dasarnya bukan soal bekerja, dasarnya adalah menjadi kudus. Apakah Anda mengerti hal itu? Dalam hukum Sabat Allah tidak mengatakan, “janganlah bekerja,” karena jika demikian semua orang yang tidak bekerja hari Sabtu memenuhi hukum Sabat,. Tidak, yang Tuhan inginkan adalah menjadi kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu bahwa ketika Yesus mati di kayu salib dan pada saat Anda percaya Dia dengan iman, langsung Anda menjadi kudus? Roh Allah mulai berdiam di dalam hati Anda dan sesuatu terjadi di Perjanjian Baru yang tidak pernah terjadi di Perjanjian Lama. Pada saat itu juga kebenaran Kristus langsung diperhitungkan kepada Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti sekarang? Hari Sabat itu suatu gambaran saja, dan akhirnya ketika Yesus datang itu menjadi suatu hubungan. Ketika Anda percaya, Anda masuk kedalam Yesus Kristus dan Anda masuk ke dalam Sabat. Sejak itu 24 jam setiap hari selama hidup Anda, Anda memenuhi hukum Sabat, Anda dalam proses menjadi kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, mengapa kita beribadah pada hari Minggu? Karena kita merayakan Kebangkitan; Tuhan bangkit dari antara orang mati pada hari pertama, dan itu juga dilakukan gereja mula-mula, jadi kita juga melakukan itu. Namun terus terang, tidak ada masalah jika kita beribadah pada hari lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ada beberapa hal yang berubah di dalam hukum peradilan, upacara dan moral karena kedatangan Kristus, Dia menggenapkan banyak hal, namun masih ada yang masih belum digenapkan. Masih ada beberapa nubuatan yang masih belum terpenuhi, benar? Ada beberapa yang akan terkabul di masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia mengatakan di ayat 18, “Sesungguhnya satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Dia mengatakan ini “selama belum lenyap langit dan bumi ini.” Pada suatu waktu semesta alam akan mengakhiri keadaan sekarang; Alkitab sangat jelas tentang hal ini. Pada saat itu kita akan masuk kepada Langit baru dan dunia baru dan kita tidak memerlukan Alkitab lagi karena kita semua akan hidup benar, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam bahasa Ibrani ada sebuah huruf yang dinamakan ‘yodh’ dan itu hampir sama dengan apostrof. Suatu ‘yodh’ adalah huruf terkecil. Dalam bahasa Yunani, huruf terkecil itu adalah’ iota’. Jadi yang dikatakan-Nya adalah, “Tidak ada huruf terkecilpun dari bahasa Iberani dan Yunani yang akan berlalu dari hukum ini sebelum semuanya digenapkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Alkitab itu masih Firman Allah yang berotoritas bagi kita? Tentu saja! Yesus menggenapkan sebagian, namun hukum Allah moral tidak pernah dikesampingkan, dan itu semua akan ada sampai semua digenapkan dan Langit dan Bumi akan berlalu. Sebaliknya, Langit dan Bumi tidak akan menghilang sampai setiap unsur Buku ini di penuhi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mempelajari Alkitab, Anda akan melihat betapa Yesus mendukung keaslian Alkitab. Enam puluh empat kali Dia mengacu Perjanjian Lama selalu berwibawa. Dia mengatakan di Yohanes 10:35, “Kitab Suci tidak dapat dibatalkan.” Yesus menyamakan firman-Nya dengan Firman Tuhan sebagai benar-benar otoritatif dan ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa ulama mengatakan bahwa Perjanjian Lama penuh mitos, tetapi apakah Anda tahu bahwa Yesus mengkonfirmasi kebenaran Perjanjian Lama berkali-kali? Dia membenarkan identitas Adam dan Hawa. Yesus membenarkan kisah Penciptaan dan standar perkawinan sebagai Allah merancangnya di Taman dalam Matius 19. Dan Dia membenarkan pembunuhan Habel di Lukas 11:51.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus menguatkan dan mengesahkan Nuh dan air bah di Matius 24:37-39. Dia mengkonfirmasi Abraham dan imannya di Yohanes 8:39-40. Dia membenarkan kejadian Sodom dan Lot di Lukas 17:28-30. Dia mengesahkan panggilan dan hukum Taurat di Markus 12:26-27. Dia membenarkan kejadian ada roti dari surga di Yohanes 6:31-32. Dia mengesahkan adanya ular yang ditinggikan di Yohanes 3:14, dsb, dsb.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita percaya Perjanjian Lama karena, dengan kata-kata-Nya sendiri, Yesus bergantung kepadanya. Dia menempatkan kata-kata-Nya sendiri sebagai kata-kata ilahi, setara dengan Kitab Suci, sehingga dengan cara itu menjamin keilahian mereka. Dia mengesahkan kejadian-kejadian Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus juga percaya bahwa Firman Allah dapat membebaskan orang dari kesalahan. Di Markus 12:24 Dia mengatakan, “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.” Dengan kata lain, Tuhan kita bergantung kepada kepada waktu sekarang dari bahasa Iberani untuk penafsiran pernyataan Akulah Allah. Yesus mengatakan semua yang ada di Perjanjian Lama itu benar seperti tertulis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, di dalam Matius 4, Dia bahkan menggunakan Alkitab untuk membela Diri sendiri. Ketika Iblis datang kepada Dia tiga kali dan mencoba Dia di tiga bagian berbeda, setiap kali Yesus menjawab dengan mengatakan, “Ada tertulis.” Dia mengutip Ulangan 8:3, 6:16 dan 6:3. Dia tidak perlu mengutip Perjanjian Lama; Dia bisa saja bikin ayat baru. Namun Dia mengajarkan kami pola tentang bagaimana menghadapi godaan: dengan menggunakan Kitab Suci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa yang dilakukan Yesus pertama kali Dia berkhotbah di kota-Nya sendiri? Dia tidak berbuat apa-apa selain membaca Yesaya 61:1-2 dan terus duduk, dan mereka semua heran sekali. Firman Allah begitu agung dan kuat. Beberapa waktu kemudian dalam pelayanan-Nya, murid Yohanes Pembaptis datang kepada-Nya di Matius 11 dan bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Jadi langsung Dia mengutip lagi dari Yesaya. Dia bergantung kepada Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Dia mengusir semua pedagang di Bait Allah di Markus 11, Dia melakukan itu berdasarkan otoritas Perjanjian Lama yang mengatakan, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Ketika Dia disalibkan di kayu salib, Dia melakukan itu karena Perjanjian Lama telah menulis bahwa Dia harus mati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya : Jika Anda menerima Yesus Kristus dan percaya bahwa Dia adalah Allah, Anda harus mendengar apa yang Dia katakan tentang Firman Tuhan. Yang Dia katakan adalah bahwa hal itu mengikat Anda dan Anda sebaiknya hidup sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Jika Anda ingin menjadi warga negara Kerajaan dan memiliki karakter Kerajaan dan memberi kesaksian Kerajaan, Anda harus mematuhi deklarasi Raja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Suatu hari, murid-murid-Nya ada bersama Yesus dan orang banyak telah meninggalkan tempat itu. Di Yohanes 6:67-68 tertulis, “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu mau pergi juga?" 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.” Apakah Anda juga percaya hal itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dibombardir di dunia ini dengan segala macam teori manusia dan iblis. Apakah yang Anda akan perbuat? Yang lebih penting apakah yang Tuhan ingin kita perbuat setelah mendengar ayat- ayat ini? Disini ada lima hal yang kita harus lakukan disini dan sekarang juga di Denver, CO.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, percaya Firman Allah. Kami harus percaya itu karena keagungan tak terbatas dari penulis, karena laporan berwibawa Kristus tentang hal itu, dan karena harga yang dibayar Allah untuk mendapatkannya untuk Anda. Kita harus percaya karena itu satu-satunya standar kebenaran, sukacita, keselamatan, dan berkat, dan kami lebih baik menerimanya karena jika tidak menerima itu akan membawa penghakiman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, hormatilah Firman Allah. Dikatakan di Mazmur 138:2, “Kaubuat nama-Mu dan firman-Mu melebihi segala sesuatu.” Mazmur 119:103 mengatakan, “Betapa manisnya firman-Mu itu.” Apakah Anda memiliki sikap kasih dan hormat terhadap Buku ini, atau Anda selalu menentangnya? Apakah itu selalu mengancam Anda, atau Anda dengan penuh kasih tunduk kepada Firmannya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, pelajarilah Firman. 2 Timotius 2:15 mengatakan, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan Perkataan Kebenaran itu.” Yeremia 15:16 mengatakan, “aku bertemu dengan perkataan-Mu, maka aku menikmatinya.” Ambillah dan jadikanlah itu milikmu, supaya memungkinkan, seperti Kolose 3:16 mengatakan, "firman itu diam dengan segala kekayaannya di dalam kamu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, belalah Firman itu. Yudas 3 mengatakan, “Berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” Kita harus membela iman kita dan berjuang untuk integritasnya Firman Tuhan dan otoritasnya melawan serangan mereka di dunia yang selalu mencoba untuk merusaknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Terakhir, beritakanlah Firman itu. 2 Timotius 4:2 mengatakan, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Dimanapun Anda berada, biarkanlah ini menjadi perintah agung bagi Anda dan memberi motivasi kepada Anda untuk memberitakan Injil kepada siapapun yang Nada bertemu karena itulah Firman Tuhan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagaimana-kita-menjadi-garam-dan-terang-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000168</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana kita bisa menjadi benar?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000169"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:17-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:17-20</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang mempelajari Matius 5:17-20 lagi malam ini, namun fokus kita adalah ayat 20. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelum kita melakukan itu marilah kita melihat Lukas 18. Bagian ini akan menolong kita dalam pengertian Matius 5:20.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah perumpamaan yang Tuhan kita memberikan di Lukas 18:9-14, “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini.” Berikut adalah beberapa orang yang percaya dalam diri mereka bahwa mereka benar; namun mereka membenarkan-diri, yaitu agama pencapaian manusia. Jadi untuk orang-orang seperti itu, Yesus menceritakan kisah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai orang Farisi, dia dianggap orang yang paling suci di masyarakat. Dalam pikirannya sendiri dia yakin itu memang benar. Dia bersyukur kepada Allah karena dia tidak seperti orang lain dan tindakannya jauh melebihi tindakan orang lain dan dia puasa dua kali seminggu. Persyaratan Perjanjian Lama adalah puasa sekali setahun, jadi berpuasa dua kali seminggu berarti 103 kali labih dari pada yang diperlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain, pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh (ayat 18:13), “bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Disini kontrasnya. Orang yang paling dihina dalam masyarakat Yahudi adalah seorang penagih pajak karena dia adalah seorang Yahudi yang bekerja untuk Roma. Dia telah memilih keuangan, ia telah meninggalkan loyalitas dan nasionalisme, bahkan agamanya, boleh dibilang, untuk uang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang satu ada di tempat jauh dan dia memukul dadanya sambil berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Di ayat 14 Yesus menerangkan inti ceritanya. “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah kisahnya orang buru yang masuk ke surga dan orang baik yang masuk ke neraka. Ini contoh yang tepat bagi kita yang akan mempelajari Matius 5, karena di dalam ayat inikita akan menemukan situasi yang hampir sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang biasa yang membaca kisah Lukas 18 itu mungkin tidak akan mengerti hal itu, karena kebanyakan orang memikir bahwa orang baik masuk surga dan orang buruk masuk ke neraka. Orang yang berdiri jauh-jauh, yang memukul dadanya dan mengatakan, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Mengaku dia patut masuk ke neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di sisi lain, seseorang yang tidak memeras, atau melakukan perzinahan, dan yang berpuasa dua kali seminggu, dan memberikan perpuluhan dari semua yang ia memiliki, dan merupakan orang yang super- berrohani, tentu orang yang dalam perjalanan ke surga. Kebanyakan orang di masyarakat percaya jika Anda cukup baik Anda akan masuk, dan jika Anda buruk, Anda tidak akan masuk. Namun Yesus ceritakan kisah di Lukas 18 yang mengatakan sebaliknya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Dia melanjutkan di Matius 5:20, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Yang dikatakan Yesus adalah jika Anda ingin masuk surga, Anda harus lebih baik dari pada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya menanyakan banyak orang pertanyaan ini, “Bagaimana caranya masuk ke surga? dan mereka biasanya menjawab, “dengan menjadi orang baik.” Saya bertanya satu orang satu waktu, "Seberapa baik Anda harus menjadi?" Dia berkata, "Sangat baik." Aku berkata, "Seberapa baik sangat baik?" Dia berkata, "sangat, sangat baik."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Yesus baru mengajarkan kami bahwa orang yang terbaik di Israel tidak akan masuk Kerajaan Surga. Dan orang yang paling buruk di masyarakat Israel, seorang pemungut cukai, seorang pengkhianat, pulang di benarkan. Jadi sekarang ada pertanyaan, “Seberapa baik Anda harus menjadi untuk masuk ke Surga? Apakah kriteria Tuhan?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini khususnya yang diajarkan Yesus disini. Dan ajaran-Nya sangat radikal, dan berbeda sekali dengan guru-guru waktu itu. Guru-guru itu selalu mementingkan yang eksternal, apa yang kelihatan orang dari luar, sementara Yesus selalu membicarakan yang internal, yang hanya dapat dilihat Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia begitu berbeda sehingga orang-orang merasa bahwa Dia itu seperti seorang revolusioner - hanyalah sebagai seorang yang ingin reformasi yang turun melalui sejarah dan membawa beberapa wahyu baru, seperti satu pengkhotbah mengembara, seorang calon Mesias seperti banyak orang lain. Pesan-Nya kedengarannya seperti suatu penyimpangan Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mulai mengartikulasikan KerajaanNya. Setelah menetapkan bahwa Dia adalah Raja dalam empat bab pertama, Dia sekarang memulai khotbah ini. Dia ingin supaya mereka tahu bahwa pesan-Nya bukan sesuatu yang baru; Dia tidak menolak Perjanjian Lama atau memberikan mereka sesuatu yang menghilangkan atau menggantikan Perjanjian Lama itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jesus mengatakan, di Matius 5:20, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Maksud-Nya, “ahli-ahli Taurat dan Farisi tidak hidup sesuai dengan standar Perjanjian Lama. Ini bukan standar baru, namun mereka menafsirkannya salah.” Jadi di dalam ayat-ayat luar biasa ini, Yesus meyakinkan kita bahwa Ia masih benar-benar berkomitmen kepada Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Tuhan memberikan kita Firman? Mengapa Dia memberikan kita berbagai macam standar? Maksudnya apa? Tujuan hukum Taurat adalah untuk memperlihatkan kepada Anda bahwa kita memerlukan kebenaran yang lebih tinggi dari pada apa yang kita bisa mencapai dengan kekuatan sendiri, itulah intinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan hukum Taurat itu adalah untuk menunjukkan kepada kita bahwa yang terbaikpun di Israel, yaitu ahli-ahli Taurat dan orang Farisi dengan semua hiasan-hiasan agama mereka, dengan upacara dan ritual </span><span class="fs12lh1-5 cf1">- tidak bisa mendapatkan kebenaran yang diperlukan untuk masuk ke dalam Kerajaan. Hukum Taurat bukan untuk menunjukkan kebaikan kita, namun untuk menunjukkan keburukan dan kekurangan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Galatia 3:24 menjelaskan hal ini dengan pernyataan, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” Hukum Taurat itu seperti guru sekolah, atau yang mendisiplin kita, untuk menunjukkan bahwa kita tidak dapat menghasilkan ini dengan tenaga sendiri dan setelah itu membawa kita kepada Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu orang yang berdiri di pojok di Lukas 18, sambil memukul dadanya dan berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini,” pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, karena dia merespon kepada apa yang hukum Taurat itu ingin menunjukkan kepadanya, yaitu dia orang berdosa. Sedangkan, orang Farisi itu, yang begitu benar-diri, tidak memahami makna hukum Allah sama sekali, karena ia tidak pernah menanggapi cara yang dimaksudkan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini sebenarnya tema seluruh khotbah-Nya di Matius 5-7, yaitu kebenaran sejati. Perjanjian Lama memberikan kita standar mutlak hukum Taurat. Jaid khotbah indah ini, dari Sabda Kebahagiaan sampai kepada ilustrasi akhir di bab 7 ini tentang rumah yang dibangun di pasir dibanding batu karang, adalah suatu khotbah yang luar biasa tentang kebenaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya beberapa orang setelah dibaptis memberi kesaksian bahwa selama bertahun-tahun mereka menjadi sebagian dari suatu sistim. Mereka pergi ke gereja dan ada beberapa yang mengatakan mereka setia sekali. Mereka ikut semua upacara dan sebagainya namun tidak pernah mereka mengerti realitas maknanya. Dan itu bisa saja terjadi pada siapapun di gereja, dimana Anda menggantikan substansi dengan upacara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hukum Taurat itu datang untuk menunjukkan bahwa manusia yang terbaikpun tidak sanggup masuk kedalam Kerajaan Allah. Orang yang paling baik hati dan yang terbaik, yang paling mulia, yang paling religius, jika mereka bergantung pada kebaikan mereka sendiri mereka tidak dapat masuk Kerajaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat sebentar ke Matius 5:3 dan marilah kita mengingatkan diri apa yang dikatakan Yesus pada permulaannya, “Berbahagialah orang yang miskin kerohaniannya (bukan dihadapan Allah), karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Sistem agama pada waktu itu tidak miskin dalam roh, tetapi bangga, sombong, arogan, merasa bahwa mereka telah tiba secara rohani, dan ini adalah malah kebalikan dari itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus datang dan mengatakan, “Tidak! Hanya pada saat Anda sadar akan kemalangan Anda sendiri dan datang kepada-Ku. Hukum Taurat bukan didirikan bagi Anda untuk memperlihatkan kebaikan Anda, itu didirikan untuk membuktikan betapa buruknya Anda karena Anda tidak sanggup menaati hukum.” Dan itu benar bagi kita semua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi dan ahli Taurat memikir mereka begitu baik, pastilah ada sesuatu yang salah dengan hukum Taurat itu, jadi mereka merubahkannya. Mereka bikin banyak tradisi rabbi yang mereka dapat lakukan. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi berdasarkan konsep teologis bahwa, “Kita baik,” mereka menurunkan standar untuk diri mereka sendiri. Disisi lain pendosa di pojok, yang memukul dadanya, menerima standar ilahi itu dan mengerti bahwa dia tidak dapat mencapainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi itu? Jika kita harus memiliki kebenaran yang melebihi mereka, kita perlu tahu siapakah mereka. Ahli-ahli Taurat adalah mereka yang selalu berurusan dengan hukum, yang menafsirkan hukum dan yang mencatat hukum itu. Merekalah yang selalu bergumul dengan hal-hal hukum Taurat yang mendalam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain dari itu, ada ahli-ahli Taurat lainnya, para ahli Taurat upacara, atau para ahli penyembahan, dan mereka selalu terlibat dalam mempelajari Perjanjian Lama dan menentukan apa yang dikatakan. Pada mulanya mereka berasal dari suku Levi. Mereka benar-benar memberikan seluruh hidup mereka untuk mempelajari Perjanjian Lama dan cukup luar biasa mereka tetap berakhir dengan kesimpulan yang salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang mungkin berkata, “Semua orang yang ada di dalam sistim-sistim aliran agama lain yang mengatakan mereka Kristen – yaitu orang liberal, sekte-sekte dan semua yang lain – mereka juga mempelajari Alkitab.” Benar, sama dengan ahli-ahli Taurat dan mereka semua akhirnya menyimpulkan sesuatu yang salah. Sama juga dengan orang Saduki dan sama dengan orang Farisi. Mereka semua mendapat jawaban yang salah, jadi jangan heran jika hal itu terjadi sekarang juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan orang Farisi? Didalam agama Judaisme, ada banyak sekte-sekte. Kata ‘Farisi” datang dari kata-akar yang berarti “memisahkan”. Mereka adalah separatis, yang pada dasarnya orang yang super-legalis zaman itu. Mereka memisahkan diri dari semua orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka memisahkan diri dari semua bangsa-bangsa lain – mereka tidak mau berdekatan dengan salah satu karena mereka tidak mau dinajiskan. Mereka juga memisahkan diri dari orang Yahudi lain yang dibanding mereka hidupnya kurang memerhatikan hukum Taurat. Jadi orang Farisi itu meninggikan diri mereka sebagai suatu kelompok yang super-spesial karena menurut mereka hanya merekalah yang tahu artinya berjalan bersama Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi berbeda dengan ahli-ahli Taurat karena mereka tidak khususnya mempelajari hukum Taurat, mereka hanya mengembangkan suatu sistim upacara, mereka mengembangkan suatu sekte. Jadi ahli-ahli Taurat bisa saja menjadi orang Saduki atau orang Farisi. Orang Farisi mengambil Firman Tuhan dan membikin suatu sistim upacara yang kaku, yang penuh ritual, yang lebih didasarkan pada tradisi dari pada hukum Allah. Mereka tahu mereka tidak sanggup menjalankan hukum Musa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Farisi mengembangkan banyak sekali peraturan yang mereka sendiri mencoba menjalankan. Mereka bahkan meyakinkan diri mereka bahwa Allah tidak memiliki siapa pun yang lebih baik di dunia, jadi jika ada orang yang akan masuk ke surga, pastilah itu mereka. Bahkan, orang Yahudi memiliki pepatah yang mengatakan, "Jika hanya ada dua orang yang pergi ke Surga, yang satu adalah ahli Taurat dan yang lain adalah seorang Farisi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka bergantung kepada apa untuk keselmatan mereka? Seorang ahli Taurat atau orang Farisi itu tergantung pada sistem eksternal pencapaian manusia, "Lihat apa yang telah kulakukan! Aku tidak melakukan itu, saya melakukan ini, aku berpuasa dua kali seminggu, memberi persepuluhan dari semua yang saya miliki," dan sebagainya. "Kami terlihat suci dari luar karena kami telah mengembangkan sistem ini."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak ikut perzinahan, pencurian, pembunuhan, penyembahan berhala, namun mereka memiliki banyak pikiran yang tidak suci dan buruk dan mereka sangat iri hati atas milik orang dan mereka sering benci orang dan hati mereka dingin terhadap Tuhan. Hati mereka di dalam kacau semua namun dari luar mereka kelihatannya baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang kekasih, selidikilah hati Anda sendiri, karena gampang sekali kita ikut semacam agama pura-pura saja. Sangat mudah untuk hanya melakukan gerakan doa, membaca Alkitab, menghadiri gereja, pergi mempelajari Alkitab bersama, tanpa ada sesuatupun yang terjadi di dalam hati Anda. Hidup kita bisa saja menjadi dangkal dan itu sangat berbahaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu ketika mereka menanyakan-Nya, “Apakah perintah paling utama?” Dia tidak memberikan mereka suatu hal eksternal yang mereka harus ikuti, Dia mengatakan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu, segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Inilah hukum pertama dan yang utama.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran mereka bukan saja eksternal namun juga parsial. Matius 23:23 mengatakan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain janganlah diabaikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, “nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta kamu telan.” Pada waktu itu jika mereka mau minum sesuatu, mereka ada saringan kecil untuk mengeluarkan agas atau binatang kecil, namun mereka menelan unta seluruhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksudnya ini hanya sebagian saja, mereka hanya melakukan apa yang mereka bisa lakukan tanpa mengingat yang lain. Ini agama berdasarkan upacara, yang dirubah berdasarkan kemampuan mereka. Dengan menjalani tradisi yang mereka bikin sendiri, mereka pikir mereka melayani Tuhan. Namun mereka tidak mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan mereka. Mereka hanya mementingkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Arti kebenaran mereka juga dirubah. Mereka bikin peraturan mereka sendiri dan akhirnya mereka merubahkan semuanya. “Iya itu yang dikatakan Allah, namun kita pikir maksud-Nya adalah ini,” jadi mereka bukannya menaati perintah Allah dengan seksama, mereka merubahkan semuanya menjadi salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dan dimana kita mendapatkan kebenaran tulen? Marilah kita kembali kepada Galatia 2:16, “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita dibenarkan oleh iman kepada Kristus. Dikatakan di Roma 8:4, “Melalui Kristus tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita.” Wah, kalau ini tidak mempegaruhi Anda, maka Anda tidak peduli kebenaran yang terbesar di seluruh Alkitab. Allah telah menetapkan standar yang kita tidak mungkin bisa mencapai, tetapi kemudian memberikan kita pemenuhan standar itu sebagai hadiah jika kita percaya dalam Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa baiknya manusia harus menjadi untuk bisa masuk surga? Dia harus sama baiknya dengan Allah, dan bagaimana caranya menjadi sama baiknya seperti Allah? Hanya dengan satu cara: Jika Allah memberikan Anda kebaikan-Nya. Bagaimana caranya Allah memberikan Anda kebaikan-nya? Ketika Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Alkitab mengatakan bahwa kebenaran Kristus diperhitungkan kepada Anda. Bukankah itu luar biasa?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Periksalah hidup Anda. Apakah Anda sungguh benar, atau itu hanya sebuah ritual? Apakah Anda benar- benar mengenal Yesus Kristus atau Anda mengandalkan kebaikan Anda sendiri? Standarnya adalah iman kepada Yesus karena surga adalah milik Allah, Dia menentukan persyaratannya dan Anda hanya bisa merespon saja. Anda bisa masuk jika Anda mengikuti persyaratan-Nya kalau tidak Anda tidak boleh masuk. Saya memohon Anda menerima Dia. marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagaimana-kita-bisa-menjadi-benar-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000169</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana Allah menilai kehidupan Anda?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000016A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+5:17-20" target="_blank" class="imCssLink">Matius 5:17-20</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukalah Alkitab Anda ke Matius 5:17-20, dan malam ini marilah kita membagikan bersama suatu pesan pembukaan dari sebagain Kitab Suci yang paling indah yang dapat kita pelajari. Kita berhenti sebentar dari pelajaran 2 Petrus karena bagian ini mengajarkan kita dengan seksama bagaimana kita dapat melawan guru- guru palsu itu dengan kehidupan yang benar.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan kita mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya kita mulai melihat bagian Alkitab ini, marilah kita melihatnya dulu dalam konteks. Ini terdapat di dalam Firman langsung sesudah Khotbah di Bukit di Matius 5 dan setiap pelajaran baru dari Yesus mengalir indah sekali dari ajaran-ajaran sebelumnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini sama dengan Matius 5:17-20. Yesus mulai di Matius 5:3-12 dengan menggambarkan karakter orang- orang percaya sebagai anak-anak Allah. Dan ayat 13-16 mengajarkan kita bagaimana orang percaya harus hidup sebagai garam dan terang dalam dunia yang korup dan gelap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di ayat-ayat 17-20 kita melihat Tuhan mengajarkan kita kualitas-dalam dari karakter yang kita perlu memiliki supaya kita bisa berfungsi sebagai garam dan terang Tuhan. Dan Yesus mengatakan kepada kita bahwa fondasinya adalah Firman Tuhan, standar satu-satunya kebenaran. Dan Allah telah menentukan Taurat-Nya yang mutlak dan telah memberikan itu kepada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang–orang selalu mempertanyakan hal ini dalam Kekristenan. Banyak orang mengatakan, “Kamu tidak sadar ya bahwa keadaan sekarang sudah berubah banyak. Alkitab itu tidak cocok lagi dengan situasi sekarang.” Jawabnya adalah, “Itu salah, keadaan sekarang telah dibicarakan banyak di Alkitab. Orang sekarang hidup tidak benar sama seperti orang dulu, dan satu-satunya jalan keluar ada di dalam Kitab Suci.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang muda mengatakan, “Itu hanya penterjemahan Anda. Setiap orang ada penterjemahannya sendiri, dan begitulah caranya Anda mengertinya.” Yang benar adalah jika Alkitab memperhadapkan Anda dimana Anda tidak mau diperhadapkan, Anda mengatakan, “Alkitab itu kuno atau “Alkitab itu perlu di terjemahkan kembali.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang sekarang ingin menterjemahkan Alkitab kembali karena mereka tidak mau menerima otoritasnya. Pasal- pasal yang dulunya mereka percaya dituliskan Allah sekarang mereka bilang ditulis seorang guru Yahudi yang menambahkannya. Bagian-bagian Firman Allah yang mereka tidak bisa menerima, mereka menterjemahkan kembali menjadi sesuatu yang mereka ingin firman itu katakan. Mereka katakan, “itu kultur dulu dan tidak ada hubungannya dengan keadaan sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Dia tidak menghilangkan atau meniadakan suatu bagianpun, dan siapapun yang mengajarkan orang lain untuk tidak mematuhi perintah terkecil dalam Alkitab akan menjadi paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tidak ada satu hal yang berubah di dalam Alkitab, tidak satupun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah begitu penting karena disini Tuhan kita mengajarkan kita bahwa kita memiliki suatu otoritas yang mutlak, yang tidak dapat dirubah. Itulah pandangan Yesus dan karena itu harus juga menjadi pandangan kita. Dalam bagian ini Yesus memberikan kita pandangan-Nya tentang Perjanjian Lama. Yesus mengatakan Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat, masalahnya adalah Yesus itu kedengarannya tidak seperti orang Farisi dan Dia kedengarannya tidak seperti ahli Taurat. Dia tidak terdengar seperti orang yang mereka dengar di waktu itu, dan reaksi alami mereka adalah untuk bertanya-tanya apakah Dia benar nabi Perjanjian Lama atau tidak. Ia menolak untuk mengidentifikasikan diri dengan salah satu sekte zaman itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tidak mengikuti semua tradisi guru rabbi dan Dia mengabaikan semua peraturan ekstra dan legal. Jadi orang- orang menanyakan diri, “Apakah Dia menghilangkan semua peraturan Hukum Musa? Apakah Dia menghilangkan semua fondasi-fondasi untuk membangun sesuatu yang baru?” Karena bukankah itu caranya kebanyakan pemimpin revolusi lain memutuskan semua hubungan dengan masa lalu dan melakukan semua yang mereka bisa lakukan untuk memutarbalikkan tradisi sebelum itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang disini Yesus menjelaskan semua itu. Yang Dia katakan sebenarnya adalah, “Ini semua bukan sesuatu yang baru. Saya akan mengulang semua itu kembali kepada Anda dan saya akan menggenapkan semua hukum Perjanjian Lama. Saya tidak akan meniadakan satu iota atau satu titikpun dari hukum itu sampai seluruh hukum itu digenapkan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi yang dikatakan Yesus itu lansung bertentangan dengan pemikiran mereka. Di permukaan tampaknya tradisi membuat hukum lebih keras, tetapi dalam kenyataannya para rabbi dan ahli Taurat membuatnya lebih mudah, karena apa yang mereka menekankan adalah ketaatan eksternal saja. Yesus tidak akan menurunkan standar; Ia memeliharanya di tempat miliknya dengan ketaatan hati dan iman kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah, Yesus memiliki komitmen yang lebih besar kepada hukum Allah dari pada para ahli Taurat dan Farisi yang paling teliti. Firman Allah memberikan kita pedoman, prinsip-prinsip dan persyaratan. Bagaimana kita bisa benar- benar hidup kehidupan yang benar, bagaimana kita bisa hidup Sabda Bahagia, bagaimana kita bisa menjadi garam dan terang? Tentunya bukan dengan menurunkan standar hukum Allah dan bukan dengan mengatakan itu tidak berlaku lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita bisa menjadi semua yang kita harus jadi? Jawabannya adalah dengan menaati prinsip- prinsip Allah ketaatan mutlak kepada Firman Tuhan yang benar-benar berwibawa. Yang berbeda dengan teologi rabi dan ahli-ahli Taurat dari hari itu, di mana mereka hanya mematuhi apa yang mereka ingin menaati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah pemikiran yang kuat bahwa kunci kehidupan yang benar adalah menaati Firman Tuhan. Karena itu Yesus mengatakan di ayat 20, “Jika kebenaranmu tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Mengapa? Karena ketaatan mereka adalah eksternal dan berdasarkan tradisi manusia, sementara "milik Aku," Ia berkata, "bersifat internal, berdasarkan hukum kekal dari Allah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus datang, Dia tidak mengakhiri Perjanjian Lama, Dia hanya menyatakan kembali karakternya yang mutlak dan mengikat. Orang-orang berkata, “Ketika Yesus berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan, namun Aku berkata kepadamu...” bukankah Ia menambahkan kepada Perjanjian Lama? Tidak. Yesus hanya menyatakan kembali maksud Tuhah dari permulaan karena para rabbi telah menyesatkan Perjanjian Lama sehingga Dia harus menaikkan standar itu kembali ke tempatnya permulaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada mereka untuk mengabaikan hari Sabat; Dia dengan sengaja menghilangkan tradisi mereka dan perpuluhan mereka dalam hal-hal kecil; Dia mengejek cuci tangan terus menerus mereka. Dia mengabaikan hukum lisan dan hukum tulis mereka; Dia menafsirkan hukum tertulis itu dengan cara yang sama sekali berbeda daripada yang mereka lakukan. Dia berbicara dengan otoritas besar, namun Dia tidak pernah merubahkan Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda menjadi orang Kristen sekarang, Allah tidak menyisihkan prinsip-prinsip-Nya. Mereka tetap sama. Malah, Yesus mengangkat Taurat dan Perjanjian Lama sebegitu tingginya sehingga Dia mengekspos semua orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sebagai orang munafik, benar?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 20, Dia mengatakan, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Dengan kata lain, “Apapun kebenaran Anda, itu harus kebenaran dalam hati Anda di dalam, dan bukan hanya suatu pertunjukan eksternal di luar.” Akhirnya di Matius 23, Dia di seluruh bab, Dia memanggil mereka munafik di ayat 13, 14, 15, 25, 27 dan 29.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus membuka khotbah-Nya dengan mengatakan, “Inilah standar kebenaran-Ku, dan beginilah caranya Anda hidup di dalam dunia, dan dasarnya semua ini adalah ketaatan kepada hukum Taurat Allah yang tidak berubah.” Siapapun yang tidak hidup sesuai dengan standar Allah, yang menggantikannya dengan sistim buatan manusia, hanya palsu rohaninya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita meneliti artinya hukum. Apakah yang dibicarakan Yesus? Banyak orang telah membahas ini. Nah, Yesus menggunakan istilah 'hukum' dalam cara yang agak komprehensif. Ketika orang Yahudi memakai istilah itu di waktu itu, mereka mungkin memikirkan empat hal, kemungkinannya ada empat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, ada kalanya mereka memakai istilah itu waktu membicarakan Sepuluh Perintah. Kedua, kadang mereka memakai kata itu untuk membicarakan Pentatuk, yaitu kelima buku Musa. Ketiga, kadang mereka memakai kata itu maksudnya seluruh Perjanjian Lama, namun biasanya ketika mereka memakai kata “hukum”, maksudnya adalah tradisi lisan dan tertulis yang mereka telah terima dari berbagai rabbi itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Yesus telah mengatakan yang benar di Matius 15:3, “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? Penggunaan hukum Taurat paling umum diantara orang Yahudi di zaman Yesus adalah yang mengacu kepada ribuan prinsip-prinsip yang sangat kecil, hal-hal eksternal yang telah menggantikan hukum internal Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah alasannya. Misalnya, Anda percaya bahwa Anda hanya akan masuk surga kalau Anda menetapkan hukum. Namun hukum itu ada di dalam Anda, dan hukum itu memerlukan kebenaran, dan hukum itu memerlukan suatu karakter tertentu, dan Anda seseorang yang kurang baik dan Anda pada dasarnya tidak mau berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda harus menggantikannya dengan kepatuhan eksternal. Misalnya, Perjanjian Lama mengatakan bahwa Anda tidak boleh bekerja pada hari Sabat. Jadi mereka mengatakan, OK deh, jika kita tidak boleh bekerja pada hari Sabat, kita harus menentukan apakah artinya bekerja itu, yang mereka menentukan adalah menanggung beban. Setelah itu mereka harus memberi definisi beban itu apa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum ahli Taurat mengatakan, “Beban itu adalah makanan sama dengan beratnya sebuah ara kering, arak cukup untuk mencampur dalam sebuah piala, susu cukup untuk satu telan, madu cukup untuk menempatkan pada luka, minyak cukup untuk mengurapi anggota kecil, air yang cukup untuk melembabkan sebuah salep mata, kertas yang cukup untuk menulis pemberitahuan pabean-rumah, cukup tinta untuk menulis dua huruf abjad, buluh cukup untuk membuat pena,” dan setrusnya dan seterusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menghabiskan berjam-jam berdebat apakah orang bisa mengangkat lampu dari satu tempat ke tempat lain pada hari Sabat. Mereka menghabiskan waktu berdebat apakah penjahit itu berdosa ketika dia pergi keluar dengan jarum terjebak dalam jubahnya. Mereka berdiskusi besar apakah seorang wanita diperbolehkan memakai bros, karena jika itu terlalu berat itu menjadi beban. Atau apakah dia bisa memakai rambut palsu, jika itu terlalu berat, itu menjadi beban, jika beratnya lebih dari sebuah ara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa ahli-ahli Taurat itu, merekalah yang menulis semua itu, dan orang Farisi adalah mereka yang mencoba mengikutinya. Di waktu Yesus untuk orang Yahudi Ortodoks yang ketat, hukum itu adalah masalah legalistik ribuan adat dan peraturan. Jadi waktu Yesus datang dan mengatakan, “Saya bukan datang untuk meniadakan hukum Taurat,” maksud-Nya bukan ribuan adat dan peraturan kecil itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum Allah bukan sesuatu yang berubah bergantung kepada pendapat manusia, yang terbentuk berdasarkan keinginan masyarakat yang berganti-ganti. Hukum Allah bukan sesuatu yang selalu di sesuaikan dosa apapun yang terjadi di masa itu. Hukum Taurat Allah tidak pernah berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat membagi hukum Allah menjadi tiga bagian: hukum moral, hukum peradilan, dan hukum upacara. Hukum moral berlaku bagi semua orang, hukum peradilan berlaku hanya bagi orang Israel dan hukum upacara adalah bagi orang Israel waktu mereka menyembah Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hukum yang mana dibicarakan Yesus? Dia membicarakan ketiga hukum. Ada yang mengatakan Dia hanya membicarakan hukum moral, namun itu tidak benar. Dia datang untuk menggenapkan semuanya, apakah itu hukum moral, perkembangan dari hukum moral di Israel, hukum peradilan, atau hukum upacara atau hukum ibadah. Dia datang untuk memenuhi semuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap hal yang ada di Perjanjian Lama menunjuk kepada Kristus. Jadi yang dikatakan Yesus adalah, “Anda berpikir Saya akan menghilangkannya semua, dan Anda dapat hidup bebas dan gampang dan semuanya akan menjadi bagus. Saya mengatakan kepada Anda bahwa standar Allah tidak berubah. Tidak ada sebagianpun dari Firman yang suci akan dirusak atau ditiadakan, semua akan dipenuhi dan Saya sendiri akan menggenapkannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, hukum Allah itu mengikat karena ditulis Allah. Kedua, hukum Allah ditegaskan oleh para nabi, dan ketiga, hukum Allah ini diselesaikan oleh Kristus. Inilah inti semuanya. Baik dalam kedatangan-Nya yang pertama, dalam kembali-Nya dalam Roh, atau dalam Kedatangan Kedua-Nya, Yesus akan memenuhi seluruh Perjanjian Lama secara upacara, secara hukum dan secara moral.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam hal apa Yesus menggenapkan hukum Taurat? Ada yang mengatakan Dia memenuhinya dengan ajaran- Nya, karena ada kode yang tidak lengkap dalam Perjanjian Lama dan perlu dimensi baru, jadi Dia menambahkannya. Memang Dia memperluas dan menjelaskan hukum Taurat. Pada waktu Dia mengirim Roh Kudus melalui penulis surat-surat, Dia menjelaskan hukum Taurat itu lebih lagi. Namun bukan itu arti atau alasan “menggenapkan”.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa guru Alkitab yang mengatakan, “Dalam kehidupan-Nya Dia mengikuti setiap bagian hukum Allah, yang moral, yang peradilan dan yang upacara. Dia menyembah dengan cara yang benar, Dia adil dan Dia tidak pernah melanggar satupun peraturan Allah, Dia benar dengan sempurna dan Dia adalah Yang kudus mutlak, Yang kebenarannya sempurna. Dan itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tetap itu bukan makna dari apa yang dikatakan disini. Ada kebenaran dalam semua ini. Dia memang menambahkan suatu pengertian baru kepada hukum Perjanjian Lama. Malah Dia mengambil seluruh hukum dan meringkaskannya menjadi satu hal, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Namun masih ada alasan lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari saya menjelaskannya kepada Anda. Dia memenuhi seluruh hukum Perjanjian Lama dengan menjadi penggenapan-Nya. Bukan dengan apa yang Dia katakan atau lakukan, namun dengan apa yang Dia menjadi. Apakah artinya itu? Dia bukan saja datang untuk menyelamatkan hukum dari penyesatan orang rabbi atau hanya menjadi contoh kebenaran. Dia datang untuk membawa kebenaran kekal dengan menjadi Mesias yang dinubuatkan hukum itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memiliki hukum tertentu bagi Israel; yaitu hukum peradilan yang memisahkan mereka dari orang lain. Mereka memiliki hukum-hukum makanan tertentu, hukum tertentu tentang pakaian, hukum pertanian, hukum dalam hubungan mereka dengan hal-hal tertentu yang harus mereka lakukan. Semua itu memisahkan mereka dari orang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana Yesus memenuhi hal itu? Ketika Yesus mati di kayu salib itu merupakan penolakan Israel yang penuh dan terakhir dari Mesiasnya, benar? Itulah kejadiannya. Itulah akhirnya Allah berurusan dengan bangsa itu sebagai bangsa. Hukum peradilan kepada Israel berakhir pada saat Allah tidak berurusan lagi dengan mereka sebagai suatu bangsa dan Yesus mulai membangun gereja-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari Allah akan kembali dan menebus bangsa itu lagi dan berurusan lagi dengan mereka sebagai satu bangsa. Namun untuk waktu ini, ketika Yesus mati di kayu salib, hukum peradilan itu berhenti. Bangsa Allah nasional sudah tidak ada lagi. Umat baru diciptakan, yang terdiri dari orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, yang dinamakan gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan hukum upacara? Bagaimana Dia memenuhi itu? Dia melakukan itu dengan mati di kayu salib. Dan pada saat Dia mati, seluruh hukum upacara itu berhenti. Malah ketika Dia mati, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, dan Tempat Mahakudus itu sampai terbuka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengakhiri sistim upacara dan kita tidak lagi menyembah Allah dengan darah lembu dan kambing. Kita tidak lagi menuruti semua upacara dan sebagainya. Dan hanya beberapa tahun kemudia setelah Dia meninggal Dia mengizinkan orang Romawi untuk masuk dan menghancurkan bait ibadah itu secara total. Seluruh sistim pengorbanan itu jatuh setelah Dia mati, semuanya selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hanya ada satu bagian dari hukum Allah yang masih berlaku, yaitu hukum moral, yang menopang seluruhnya. Dan itu akan bersama kita sampai waktunya kita melihat Dia muka ke muka. Dengan kata lain, yang tidak mampu dilakukan hukum, dilakukan oleh Kristus. Dia mengakhiri gambaran itu karena Dialah realitasnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Kemah Suci, apakah yang digambarkannya? Kemah Suci itu ada pintunya. Kristus mengatakan, “Akulah pintu.” Kemah Suci itu lampunya, Kristus mengatakan Dia adalah Terang dunia. Kemah Suci ada rotinya, Yesus mengatakan Dialah roti. Ada tempat duduk pendamaian, Dia mengatakan, “Akulah tempat duduk pendamaian.” Semuanya menggambarkan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya Yesus memnuhi setiap bagian hukum. Dan karena Dia memenuhi seluruh Hukum Taurat, Anda dan saya juga bisa memenuhinya. Karena Dia benar dengan sempurna, karena Dia memenuhi kebenaran, Anda dan saya dapat melakukan itu juga. Roma 8:4 mengatakan, “supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda telah menemukan Tuhan Yesus Kristus dan memberikan hidup Anda kepada-Nya? Dia satu- satunya yang dapat memberikan Anda standar mutlak bagi hidup Anda dan menyebabkan Anda hidup benar yang dengan kekuatan sendiri tidak mungkin. Hanya Dia dapat memungkinkan Anda memenuhi hukum Allah dan hanya Dia dapat memberikan Anda kekuatan yang diperlukan untuk memiliki karakter yang diperlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda masih belum menerima-Nya, bukalah hati Anda dimanapun Anda duduk dan biarkanlah Yesus masuk kedalam hidup Anda. Terimalah Dia sebagai Juruselamat Anda dan Tuhan Anda, supaya Dia memnuhi hukum Allah melalui Anda dengan kekuatan-Nya. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagaimana-allah-menilai-kehidupan-anda-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000016A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hukuman ilahi guru-guru palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000016B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:3-5" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:3-5</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat-ayat malam ini diambil dari 2 Petrus 2:3-5, “Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. 4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat- malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab itu seluruhnya adalah kebenaran Allah. Dan itu berarti sebagai konsekuen Dia ingin Firman-Nya di diberitahukan dengan benar. Dia ingin berkomunikasi semua itu sepenuhnya dan persis seperti Dia memberikannya, tanpa ada kelalaian dan penyimpangan. Dan karena Dia telah memberikan kita Firman yang benar, Dia mengharapkan itu diproklamasikan dengan benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain lawannya Allah dan Kristus adalah iblis. Dan di Yohanes 8:44 Yesus mengatakan Iblislah adalah pendusta dan bapa semua dusta. Jadi, ketika setan itu bekerja selalu ada serangan terhadap kebenaran. Dikatakan di dalam Amsal 19:5, “Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman.” Dan di Amsal 19:9 bahwa orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir buku Wahyu, pada saat Tuhan menempatkan metrai akhir kepada kebenaran ini, Dia mengatakan di Wahyu 21:8, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah benci sekali orang pendusta. Kita sudah tahu hal itu. Namun ada sesuatu yang malah lebih lagi dibenci dari itu. Memang mendusta itu buruk, namun jauh lebih buruk mengajarkan berbohong seolah- olah itu kebenaran. Di Yesaya 9:14-15 dikatakan Tuhan akan mengerat nabi yang mengajarkan dusta dan mengerat itu selalu berarti di binasakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah Allah kebenaran. Itu adalah salah satu sifat-Nya. Dan itu berlawanan semua pendusta, terutama mereka yang menggambarkan Dia dan menggambarkan Firman-Nya dengan kebohongan mereka. Berbohong adalah dosa yang serius, tetapi mengajarkan kebohongan adalah dosa yang lebih serius. Untuk mengajar dusta seolah-olah itu kebenaran Allah adalah penolakan paling serius dari kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sudah tahu tentang guru-guru palsu itu dan masih ingat kita ada suatu sketsa dasar dari mereka di ayat 1 sampai 3, benar? Ketika kita ada di pertengahan ayat 10 dan menuju ke akhir pasal, sketsa itu akan dipenuhi dengan warna sepenuhnya dan kita akan tahu banyak detail tentang guru palsu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya pernah baca suatu pidato dari Ted Turner yang berkata, “Masalahnya dunia ini sekarang adalah Kekristenan dengan buku Wahyu yang menubuatkan bahwa dunia akan dihancurkan api dan Armageddon. Tentu saja kita bersikap pesimis tentang hal-hal, kita membawa beban yang mengerikan bahwa kita semua lahir jahat, kami hanya busuk dan tidak ada yang baik dan Kristus harus turun dan mati di kayu salib untuk kita sehingga dengan pertumpahan darah-Nya dosa-dosa kita bisa dicuci bersih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus itu orang baik namun saya tidak mau Dia mati untuk saya. Saya dulunya senang agama sampai aku benar-benar mulai berpikir tentang hal itu. Hajo, janganlah kecil hati. Saya sebenarnya tidak mau masuk surga. Saya tidak mau berjalan diatas jalanan emas dan harga emas hanya menurun saja, jalan- jalan seharusnya platinum untuk menyenangkan saya. Mungkin mereka harus menempatkan limbah beracun di surga, karena jika kami menghilangkannya dari bumi dan mengirimnya kesana itu tidak akan menyakiti orang di surga.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak orang yang ingin mencela kenyataan hukuman akhir. Namun Petrus sangat serius ketika ia menulis apa yang dia tuliskan dengan pengilhaman Roh Kudus. Setiap orang yang tidak mengerti bahwa Allah akan menghukum bukan saja guru-guru palsu tetapi juga akan menghukum semua orang yang mengikuti dan hidup mengikuti penipuan mereka itu bodoh sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat point pertama, yaitu janji hukuman mereka. Akhir ayat 1, “mereka (yaitu guru palsu yang disebut pada permulaan ayat 1) dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” Dan pada akhir ayat 3 kita juga melihat di pelajaran tarakhir kami, dia mengatakan, “hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.” Lihatlah janji itu diberikan dua kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksud Petrus dalam hal ini? Walaupun guru-guru palsu itu belum dihakimi, yaiut mereka yang masih hidup waktu Petrus menulis ini, dan mereka yang masih hidup waktu orang lain membaca ini, termasuk yang membacanya sekarang, walaupun mereka masih belum dihakimi, hukuman mereka sudah lama tersedia. Itulah yang dia katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang gampang dimengerti adalah ini, penghukuman orang-orang pendusta dan pembohong dan nabi- nabi palsu dan guru-guru palsu semua itu berdasarkan sifat Tuhan sebagai Allah kebenaran. Apakah Anda mengerti hal itu? Karena dasarnya Allah adalah kebenaran, Dia akan menghukum semua pendusta dan pembohong.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun malam ini, sama seperti Petrus, saya ingin fokus kepada apa yang telah terjadi sebelumnya mereka dihukum pada akhirnya. Mungkin ada yang berkata, “Apakah benar Tuhan akan menghukum mereka yang berbohong dan mengajarkan dusta dengan kebinasaan yang cepat dan menghancurkan?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabnya adalah ia, dan Petrus memberitahukan Anda mengapa. Ayat 4, “jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa,” ayat 5, “jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik,” ayat 6,” dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api,” apakah Anda berpikir Dia tidak akan menghukum guru palsu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah alasannya, itulah yang telah terjadi sebelumnya. Dia mengambil ilustrasi klasik dari buku Kejadian dan itu merupakan preseden hukuman terakhir semua pendusta dan pembohong dan nabi palsu dan guru palsu dan semua orang yang mengikuti mereka. Marilah kita mulai dengan ilustrasi kuat yang pertama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan ayat 4, “Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman.” Saya suka perkataan “sebab” karena kejadian ini telah tertulis dalam sejarah, ini sudah terjadi, ini adalah fakta sejarah. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya, karena Allah telah menghukum di masa lalu, tentu Ia akan menghukum di masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Allah menghukum malaikat, mahluk yang lebih tinggi dari pada kita, ketika mereka berdosa, mengapa manusia berpikir mereka akan luput? Mereka yang menyimpang dari kebenaran Allah, yang mengajar dusta, yang memimpin orang-orang menjadi sesat dan orang-orang yang disesatkan oleh mereka akan diadili di masa depan sama seperti para malaikat yang telah dihukum di masa lalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke ayat 4, “Sebab jikalau Allah tidak mengampuni malaikat-malaikat yang berbuat dosa.” Ini adalah salah satu kenyataan besar dari Firman yang sukar dimengerti dalam banyak hal, yaitu kenyataan bahwa malaikat berdosa. Kita tidak tahu bagaimana ini terjadi khususnya namun kita tahu bahwa Allah telah menciptakan mahluk malaikat ini dan mereka menghadapi-Nya dalam kekudusan, dan menyembah dan berada disekitar takhta-Nya dan memuji Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan malaikat paling tinggi dari semua itu adalah malaikat bernama Lucifer yang mengambil keputusan untuk menjadi seperti Allah. Dia tidak puas menjadi lebih rendah dari pada Allah, dia ingin menjadi setara dengan Allah dan karena itu ia memimpin pemberontakan. Dan menurut Wahyu 12, sepertiga dari semua malaikat kudus itu mengikuti dosanya dan pemberontakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi berlaksa-laksa dan beribu laksa mahluk-mahluk itu jatuh dan masuk ke neraka. Sekarang kita menamakan mereka malaikat yang jatuh, atau setan atau roh-roh jahat. Apakah mereka yang dibicarakan disini? Marilah kita baca lagi dan lihat, “Sebab jikalau Allah tidak mengampuni malaikat- malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap...”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tunggu sebentar, ini pasti bukan semua malaikat yang jatuh. Apakah semua setan sekarang di dalam neraka dan dipenjarakan di dalam gua-gua gelap? Tidak. Dimanakah mereka? Mereka ada dimana saja, mereka bergerak kemana saja. Jadi dosa yang dibicarakan itu bukan dosa yang menyebabkan mereka itu jatuh, karena saat mereka jatuh mereka tidak semua masuk ke neraka dan dipenjarakan dalam gua gelap menunggukan penghakiman terakhir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah di Efesus 6:12 dikatakan bahwa Anda dan saya sebagai orang percaya sedang bergumul dengan roh-roh jahat, benar? “Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah- pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Semua itu nama-nama untuk setan-setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, siapapun makhluk-makhluk ini, mereka berbeda dari setan-setan yang bergerak di seluruh dunia. Perhatikanlah frase, “melemparkan mereka ke dalam neraka,” yang dalam bahasa Yunani adalah satu kata, yaitu kata tartarosos. Apakah artinya? Dia mengirim mereka ke Tartarosos. Disini para penterjemah telah memilih untuk menterjemahkannya dengan kata Inggris “hell” karena itulah biasanya yang dimaksud.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingat bahwa Yesus ketika Dia berbicara tentang neraka Dia biasanya memakai kata “Gehenna” karena kata itu memberikan suatu gambaran tentang neraka. Gehenna itu nama lembah di mana letaknya tempat buang sampah Yerusalem berada dan disitu api selalu membakar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia sesudahnya menggambarkan di ayat 4 bahwa mereka dipenjarakan dalam gua-gua yang gelap. Perkataan “diserahkan” dipakai disini, ngomong-ngomong, dua kali dalam kitab Kisah Para Rasul 8:3 dan 12:4, untuk memenjarakan seorang tahanan. Hal ini mengingatkan kita lagi akan pengajaran Yesus dalam Matius 8:12 ketika Dia mengatakan bahwa neraka adalah tempat hitam dan gelap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di akhir ayat 4 dikatakan mereka disimpan disana sampai hari penghakiman. Mereka itu tahanan yang menunggu penghakiman akhir. Tidak ada jaminan keluar bagi mereka. Tempat itu hanya sementara dalam arti kata pada Hari Penghakiman mereka akan dipindahkan ke tempat lain. Wahyu 20:10 mengatakan bahwa Iblis dan semua setan-setan akan dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah bentuk akhir neraka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapakah malaikat-malaikat ini dan apakah yang mereka perbuat sehingga mereka patut dihukum seperti itu? Pelanggaran apa yang mereka lakukan yang menyebabkan Allah harus memenjarakan mereka? Ngomong-ngomong, setan-setan yang lepas yang lain tahu tentang kelompok ini, dan mereka tidak mau pergi ketempat itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Matius 8:28-31, “Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. 29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah lagi, “Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Apakah maksud mereka dengan perkataan mereka? Maksud mereka, “Apakah Engkau akan mengirim kita kepada gua- gua dimana sesama malaikat yang jatuh ada sebelum waktunya kita harus pergi?” “Apakah mereka tahu kemana mereka harus pergi?” Ia, mereka tahu tentang lautan api terakhir setelah penghakiman Takhta Putih yang besar, jadi mereka tidak mau pergi kesana dan mereka mengatakan, “Apakah Engkau akan memenjarakan kami sebelum waktunya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun malaikat yang jatuh itu keji dan jahat dan kotor, mereka dalam kelakuan mereka menahan diri karena mereka selalu takut mereka melebihi perbatasan mereka dan mereka dipenjarakan kedalam lobang kegelapan. Dan mereka takut pergi kesana. Jadi apakah yang menghalang mereka sedikit? Ya, itulah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Akan tetapi siapakah mereka?” Marilah kita melihat Yudas 6 dan melihat apa yang mereka perbuat karena di Yudas dibicarakan hal yang sama. “Malaikat-malaikat tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka,” mereka tidak tinggal di tempat milik mereka. “Mereka meninggalkan tempat kediaman mereka,” Mereka pindah dari tempat keberadaan mereka, dari lingkup hidup mereka dan sifat mereka. Mereka bergerak di luar lingkup setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan perhatikanlah apa yang dikatakan di ayat 6 juga, “Ia menahan mereka dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar.” Jadi sekarang itu suatu tanda lain, benar? Mereka adalah malaikat yang sudah jatuh, yang sudah menjadi setan, namun mereka melakukan sesuatu yang membawa mereka keluar dari lingkup normal mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah perbuatan mereka? Yudas 7 mengatakan, “Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama…” Apapun yang mereka lakukan sama dengan apa yang dilakukan Sodom dan Gomora. Apakah percabulan besar yang dilakukan Sodom dan Gomora? Dan dikatakan di Yudas, “mereka mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama seperti orang Sodom yang di Kejadian 19:4-5 ingin bersetubuh dengan malaikat-malaikat (masih ingat kedua malaikat yang menyelamatkan Lot?) yang rupanya seperti pria. Dan orang Sodom dan Gomora homoseksual yang keji itu bernafsu dengan malaikat-malaikat ini. Demikian juga beberapa malaikat yang jatuh itu bernafsu dan mengejar wanita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah perbandingannya. “Jadi kapan ini terjadi?” 1 Petrus 3:20, “mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar.” Jadi siapapun malaikat yang jatuh itu yang keluar dari lingkup normal mereka dan bernafsu dengan manusia khususnya wanita, dan yang dimasukkan penjara sampai lautan api akhir, itu terjadi di waktu Nuh, Sekarang kita tahu, Dan roh-roh itu adalah malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menamakan orang itu jiwa di ayat 20 (dalam bahasa Inggris). Perjanjian Baru selalu memakai roh waktu merujuk malaikat bukan manusia. Marilah kita kembali waktunya Nuh di Kejadian 6. Saya kira waktu sekarang tidak seburuk waktu itu. “Mengapa saya mengatakan itu?” Karena waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, hanya ada delapan orang yang diselamatkan oleh air bah itu (1 Petrus 3:20).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejadian 6:1-2, “Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2 maka anak-anak Allah melihat...” Ini mengacu kepada malaikat-malaikat yang dinamakan “anak-anak Allah” di Perjanjian Lama. “mereka melihat anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini ada setan-setan yang mengambil wujud laki-laki dan bersetubuh dengan wanita. “Mengapa mereka lakukan hal itu?” John MacArthur mengajarkan bahwa mereka melakukan itu untuk memperanakkan suatu ras setan/manusia yang tidak dapat ditebus. Selama manusia itu tetap manusia, Yesus Kristus, Allah/manusia dapat menebus mereka. Namun jika mereka menjadi ras setan/manusia, mereka tidak dapat ditebus, karena setan tidak dapat ditebus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Kejadian 6:3 dikatakan, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya bergumul (bukan tinggal) dengan manusia.” Tuhan mengatakan Dia tidak akan menerima ini. Juga disebut di ayat 4 orang raksasa, yang mungkin berarti orang liar yang dihasilkan dari hubungan malaikat dengan perempuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah harus menenggelamkan mereka bersama dengan seluruh dunia. Itulah setan-setan yang kita bicarakan itu. Dan mereka dipenjarakan secara permanen karena mereka mencoba merusak kemampuan Kristus untuk menebus umat manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah pesan Petrus. Jika Allah tidak mengampuni mahluk malaikat yang lebih besar dari pada kita yang menjadi ciptaan khusus-Nya, yang dulunya selalu mengelilingin takhta-Nya, yang lebih mulia, yang lebih pintar daripada manusia, ketika mereka menyimpang dari kebenaran-Nya dan waktu mereka menyebarkan korupsi, maka Dia pasti tidak akan mengampuni guru-guru palsu yang adalah mahluk lebih rendah yang mengajarkan orang dusta tentang Dia dan Firman-Nya dan karena itu mencoba untuk merusak tujuan penebusan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini hanya contoh nomor satu dari apa yang Allah akan perbuat terhadap mereka, malaikat atau manusia, yang mencoba menyimpang dari kebenaran penebusan dan tujuan. Marilah kita lain kali belajar dari contoh-contoh lain dari Allah supaya kita hidup benar walaupun ada banyak guru palsu disekitar kami, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?hukuman-ilahi-guru-guru-palsu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000016B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gambaran Guru Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000016C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:1-3" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:1-3</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ada antisipasi besar dalam hati saya ketika kita datang ke teks Kitab Suci yang Allah telah menetapkan sebelumnya malam ini. Silahkan buka Alkitab Anda ke 2 Petrus 2:1-3 selagi kita akan kembali meneliti “gambaran guru-guru palsu.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 2:1-3, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan secara diam-diam memasukkan ajaran-ajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama sejarah gereja selalu ada bahaya besar bagi umat Tuhan oleh mereka yang ingin menghancurkan gereja sebagai agen musuh kita. Dan karena itu Firman Tuhan berbicara banyak tentang pandangan Allah terhadap mereka yang palsu itu, yang pura-pura bertindak sebagai teman akan tetapi yang sebenarnya adalah musuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pemimpin palsu seperti itu menjadi perhatian Petrus saat ia menulis kepada orang-orang Kristen yang tersebar di seluruh dunia bukan Yahudi dalam surat ini. Surat ini bukan saja suatu peringatan bagi mereka, namun juga suatu peringatan bagi kita. Ingatlah, pekerjaan Setan paling halus adalah memalsukan kebenaran Allah dari dalam gereja, dan untuk mengaku dirinya sebagai salah satu dari kami, teman, seekor domba seperti kita, hanya untuk menipu dan dengan demikian untuk menghancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus menulis bab kedua ini supaya membuka rahasia penkhianat itu. Namun sewaktu Petrus menulis pasal ini, dia dengan hati-hati menggambarkan potret guru palsu itu supaya Anda dapat mengenalnya. Dia tidak mau ada guru palsu yang melakukan pekerjaan mereka di dalam gereja tanpa ada yang mengetahuinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat lagi sketsa guru palsu itu. Ayat 1, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah.” Saya mengatakan minggu kemarin bahwa itu maksudnya orang Yahudi, “demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.” Itu maksudnya gereja. Setan mengirim guru palsunya untuk menipu dan membingungkan dan menrusak dan dia akan meneruskan penipuannya sampai dia dikalahkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan dalam 2 Petrus 1:16 ia kontras dirinya dengan guru-guru palsu yang sudah bekerja di gereja ketika dia berkata, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus.” Implikasi disini adalah bahwa sekarang sudah ada yang memberitahukan dongeng-dongeng isapan jempol.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus berkata di Galatia 1:6-8, “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah saya memperingati Anda apa yang mulai kita melihat Minggu yang lalu tentang caranya guru-guru palsu itu bekerja. Pertama kita melihat dimana mereka bekerja dan kita melihat mereka bekerja diantara orang-orang yang menjadi umat Allah dan mereka sekarang akan bekerja diantara kita. Jadi guru-guru palsu yang dibicarakan Petrus bekerja di dalam gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentu saja banyak guru-guru palsu bekerja diluar gereja di semua agama palsu lain di seluruh dunia. Namun yang paling kuat, yang pekerjaannya paling merusak adalah mereka yang bekerja di dalam gereja. Mereka di hormati, mereka dipercaya dan mereka bekerja diantara orang-orang yang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka diterima karena mereka mengatakan semua hal yang benar dan mereka mengklaim yang benar dan mereka mengidentifikasi dengan orang yang benar. Bahkan mungkin mereka kesekolah dan ke institusi yang benar. Dan tempat mereka bekerja adalah di dalam gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, cara bekerja mereka sangat halus. Dikatakan di ayat 1 bahwa mereka secara diam-diam memasukkan ajaran-ajaran sesat yang membinasakan. Pekerjaan mereka penuh dusta, dan diam-diam, mereka menyelusup mengajarkan ajaran setan mereka, mereka menyelundupkan ide-ide rohani mereka yang bukan dari Allah. Apa yang mereka ajarkan jelas berlawanan kebenaran Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis ingin mengumpulkan orang untuk neraka dan dia ingin bekerja di dalam gereja, bukan untuk mencuri keselamatan orang –orang yang benar percaya, akan tetapi dia dapat membingungkan dan mendustai mereka yang masuk ke gereja untuk mencari kebenaran. Dan juga karena dia dapat menggagalkan dan membingungkan orang percaya sejati dan membuat mereka tidak berguna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Petrus mengatakan bahwa ajaran sesat mereka membinasakan. Tapi ingatlah, mereka tidak mampu membinasakan jiwa yang telah diselamatkan namun mereka dapat membinasakan mereka yang datang ke gereja untuk mencari kebenaran. Ngomong-ngomong, ini menganggap bahwa ada orang yang belum diselamatkan di dalam gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda merasa keberatan dengan anggapan itu, lihatlah lagi Matius 13 dan ingatlah bahwa ada yang kelihatannya sudah percaya, ada tanah yang berbatu-batu dan tanah yang penuh semak duri. Dan ada juga lalang yang ditabur di antara gandum itu. Dan ada beberapa yang masuk ke Kerajaan sehingga pada hanya pada hukuman terakhir itu mereka bisa di pisahkan menjadi orang percaya sejati dan orang yang tidak percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah malam ini kita melihat ketiga, kepada penghujatan pekerjaan mereka. Ini sukar dibayangkan, dan saya rasa itu sebabnya Petrus mengatakan “bahkan” di pertengahan ayat 1. “Ajaran sesat mereka membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang ikutilah saya dengan seksama karena menyangkal berarti mengatakan tidak. Itu berarti menolak. Iberani 11:24 mengatakan, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun.” Dia menolak hal itu, itulah artinya kata itu. Guru-guru palsu itu dapat dikatahui karena mereka selalu mengatakan tidak kepada Penguasa yang membeli mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya itu? Perkataan “Penguasa” disini adalah perkataan dalam bahasa Yunani yang berarti Tuhan yang berdaulat, itu berarti Penguasa, itu berarti Tuhan. Perkataan “despotes” muncul sepuluh kali di Perjanjian Baru dan itu selalu mengacu kepada Yang memiliki otoritas tertinggi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa penghujatan tertinggi guru-guru palsu itu adalah penyangkalan ketuhanan yang berdaulat dari Tuhan Yesus Kristus. Sekarang mungkin ada ajaran sesat yang dapat mencakup menyangkal kesempurnaan Kristus, dan yang dapat mencakup menyangkal kelahiran dari perawan, menyangkal keilahian Kristus, menyangkal kebangkitan tubuh-Nya, menolak kenaikan-Nya, menyangkal Kedatangan Kedua-Nya atau menyangkal Kerajaan-Nya masa depan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mengklaim Dia sebagai yang membeli mereka dan mereka mengklaim Dia sebagai penebus, dengan memberi kesaksian bahwa Dia memang telah membeli mereka dan perkataan mereka dipercaya begitu saja. Tidak peduli apa yang mereka katakan, meskipun mereka mengatakan mereka milik Kristus, mereka menolak menerima Ketuhanan-Nya yang berdaulat dan karena itu mereka adalah guru-guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti mereka tidak mau tunduk hidup mereka dibawah perintah-Nya. Masalah di sini terutama tidak teologis, ini adalah masalah etika. Ini bukan teologi mereka yang membuka rahasia mereka, melainkan moralitas mereka yang memperlihatkan keadaan mereka sebenarnya. Dan dia mengatakan bahwa mereka malah menyangkal Penguasa yang membeli mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen sejati dengan sukarela menegaskan bahwa mereka dibeli. Kita dengan sukacita menegaskan bahwa kita telah ditebus oleh darah Yesus Kristus yang mahal itu. Kita juga menegaskan bahwa karena kita dibeli itu berarti kita dibawah ketuhanan-Nya yang berdaulat, kita adalah hamba- hamba-Nya dan kita menaati Firman-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah saya, ketka kita menyangkal Yesus Kristus sebagai Tuhan, ini tidak berarti kita sekarang orang Kristen klas kedua, tidak, ini berarti kita terkutuk. Mengapa saya mengatakan itu? Karena itulah yang dikatakan di ayat 1, “mereka menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” Hal ini ditimbulkan sendiri oleh proses pemberontakan persisten.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak peduli mengikuti Yesus Kristus. Mereka tidak tertarik tunduk dalam kehidupan mereka kepada-Nya. Mereka tidak tertarik pada kebajikan dan kekudusan dan kebenaran dan ketaatan dan kesalehan. Penghujatan mereka adalah bahwa mereka menyebut nama-Nya dengan bibir mereka tetapi menolak ketuhanan-Nya dalam hidup mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal keempat, sukses dari pekerjaan mereka. Kita sudah melihat dimana mereka bekerja, dan halusnya mereka bekerja, dan penghujatan pekerjaan mereka, nah sekarang marilah kita melihat betapa besar sukses mereka. Perhatikanlah ayat 2, “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka,” berhentilah disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengecilkan hati, bukan? Banyak akan mengikuti. Kau tahu, tidak banyak yang pergi di jalan sempit, benar? Banyak orang mengikuti para penipu. Di Matius 24:10-11 Yesus menubuatkan, “banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa begitu banyak orang mengikuti mereka? Karena mereka memikir mereka dapat mengikuti Kristus dan melakukan dosa juga. Inilah hal kelima, bagaimana mereka bekerja. Dimana mereka bekerja, caranya halus, mereka menghujat, mereka sukses dan sekarang caranya mereka bekerja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat lagi ayat 2, “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu.” Itu istilah yang sangat kuat, aselgeia, itu berarti seksual, tidak bermoral, bejat, melakukan yang tidak bermoral tanpa kendali dan percabulan. Mereka berkhotbah Penyelamat, namun mereka sendiri tidak mau ada Tuhan. Mengapa? Karena mereka ingin terus menerus memberi makan kepada hawa nafsu mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ngomong-ngomong, hawa nafsu disini adalah jamak. Hal ini berbicara tentang sensualities mereka, pesta pora yang berlebih-lebihan dan hawa nafsu seksual mereka. Mereka adalah apa yang disebutnya dalam teologia antinomi, artinya melawan peraturan atau standar. Mereka tidak mau menahan diri secara apapun juga dalam keinginan daging mereka dan indulgensi seksual mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yudas 1:7 mengatakan, “sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar.” Ini membicarakan kelakukan homoseksual dan juga amoralitas kotor.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus juga membicarakan mereka di 2 Petrus 2:6, “jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian.” Ingatlah sekarang, dia membicarakan guru- guru di gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 2:13, “Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka ..ayat 14, “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang- orang yang lemah.” 2 Petrus 2:18, “Sebab mereka mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang yang mencoba keluar dari kesalahan dan mungkin menuju kepada kebenaran ditarik masuk kedalam sensualitas dan mereka diberitahu mereka dapat memiliki Kristus dan masih tetap hidup seperti Anda suka semula. Di ayat 19 mereka menjanji kemerdekaan kepada orang lain. Ambillah Yesus dan jangan kuatir bagaimana Anda hidup. Dan mereka adalah hamba-hamba kebinasaan. Ayat 22 mengatakan mereka anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda melihat seseorang yang selalu mengatakan yang benar dan tiba-tiba kehidupannya terbuka dan Anda melihat dia adalah orang yang sensual, korup, penuh nafsu dan orang tidak bermoral, Anda baru menyaksikan pembukaan dari seorang guru palsu yang di permukaan mengatakan ya untuk kebenaran, tetapi di bawahnya selalu mengatakan tidak kepada ketuhanan Kristus dalam hidupnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat sisanya ayat 2, “dan karena mereka jalan kebenaran akan dihujat.” Apakah Anda tahu mengapa dunia mengolok-olok kekristenan sekarang? Karena telah difitnah oleh orang-orang yang mengaku mewakili Kristus, tetapi yang telah membuka kedok sebagai orang bejat, cabul, bernafsu, yang suka berzinah dan tidak bermoral.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena mereka ada stigma, sebuah noda, suatu cela di jalan kebenaran. Jalan kebenaran adalah suatu ekspressi dari ajaran yang benar, injil yang benar dan pesan Kristen yang nyata. Hal ini difitnah. Difitnah berarti merusak reputasi dan mencemarkan nama baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang mengejek integritas gereja, itu adalah difitnah karena amoralitas mengerikan dari guru-guru palsu. Dan bukan hanya yang kita tahu pada tingkat skandal nasional, itu di semua tempat di gereja- gereja yang lebih kecil juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus hidup kehidupan jenis tertentu untuk membuat Injil kami bisa dipercaya, benar? Matius 5:16 mengatakan, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Dan jika Anda tidak hidup seperti itu, mereka akan mengejek Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Filipi 2:15 Paulus mengatakan, “kamu harus hidup tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus hidup kehidupan murni. Gereja harus murni. Kita semua adalah teladan bagi orang luar, Saya ingat membaca artikel di majalah baru-baru ini dan itu ditulis orang yang mengritik Kekristenan. Dia mengatakan, “Setelah membaca tentang Yesus Kristus, saya percaya Dia memiliki kelas jauh lebih tinggi dari pada pengikut-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah memanggil orang murni untuk membawa kehormatan bagi nama-Nya. Kita harus berjalan layak Dia yang menebus kita. Kita harus mewujudkan perbuatan baik. Kita harus mengasihi satu sama lain. Kita harus hidup kehidupan murni, ilahi dan penuh kebajikan supaya Kekristenan tidak di cela. Kita harus hidup seperti anak-anak terang. Kita harus hidup seperti Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya senang sekali dengan apa yang Paulus katakan di 1 Tesalonika 2:12, “supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” Kita harus hidup konsisten. Kita harus hidup kehidupan yang Allah telah memanggil kita untuk hidup sehingga iman kita tidak difitnah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus ingin supaya kita mempertimbangkan dua hal lagi. Nomor tujuh di daftar kecil kita adalah motivasi pekerjaan mereka. Ayat 3, “Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu.” Jadi ada motivasi lain yang Anda perlu tahu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak terdorong amoralitas. Itu bisa saja dilakukan tersendiri. Namun ada alasan lain, yaitu keserakahan. Yang mereka ingin adalah uang. 2 Petrus 2:14 mengatakan, “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!” Mereka ingin menjadi kaya dari Anda. Mereka terdorong uang dan keserakahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang mereka lakukan? Ayat 3, “Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka.” Argumen palsu, mereka memesumkan Kitab Suci, mereka memutarbalkkan hal untuk mendapatkan uang Anda. Hal ini bukan kebenaran Allah. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang Alkitab katakan. Ini dibentuk untuk menipu Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus masih ada satu penjelasan lagi, hukuman mereka. Ayat 3 mengatakan, “Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.” Mungkin Anda berkata, “apa artinya hukuman telah lama tersedia?” Ingatlah, prinsipnya adalah bahwa kutukan Tuhan untuk guru palsu itu telah ditentukan sejak semula.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu prinsip permanen yang selalu akan dilakukan Tuhan terhadap guru-guru palsu. Itu telah ditentukan sejak Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, sekarang dan di masa depan. Dan hukuman itu tidak menjadi lemah karena waktunya lama. Ini tetap akan ada, dan kekuatannya tidak akan berkurang. Dan dikatakan, “kebinasaan tidak akan tertunda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda waspada terhadap mereka? Sangat sedih begitu banyak orang telah ditipu. Dan tujuan Setan adalah untuk menipu sebanyak mungkin orang. Dan tujuan Allah adalah untuk membinasakan semua guru palsu itu. Dan mereka ada diantara kita sejak semula. Dan kita perlu waspada. Dan sebelumnya kita selesai pasal ini, Anda akan diberikan semua senjata untuk mengenal mereka. Puji Tuhan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?gambaran-guru-palsu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000016C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Guru-guru Palsu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000016E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+2:1-3" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 2:1-3</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat Firman Allah dan melihat malam ini 2 Petrus 2:1-3 sebagai pesan wahyu berikut yang Allah akan memberikan kepada kita melalui firman-Nya, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan ajaran-ajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada sesuatu yang lebih menyebalkan kepada Allah dari penafsiran yang salah atas Firman-Nya? Apakah ada kemunafikan lebih buruk daripada mengatakan Anda berbicara bagi Allah untuk keselamatan jiwa-jiwa ketika pada kenyataannya Anda berbicara bagi Iblis untuk kutukan jiwa? Apakah ada penipuan lebih keji daripada menjadi seorang guru palsu di gereja?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab semua pertanyaan adalah “tidak” yang kuat. Namun penipuan seperti itu diberikan kepada gereja-gereja oleh Iblis sendiri. Malah penipuan seperti itu adalah taktik utamanya untuk mengutuk jiwa-jiwa orang ke nereka selamanya. Setan selalu berusaha untuk menyusup umat Allah dengan orang-orang yang mengatakan mereka berbicara bagi Allah padahal berbicara atas dirinya sendiri. Setan selalu berusaha untuk mempengaruhi kita dengan mereka yang mengklaim berbicara kebenaran tetapi yang sebenarnya berbicara kesalahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah telah sering memperingati kita bahwa hal ini sangat serius. Jika Anda membaca Ulangan 13:1-18, Anda akan menemukan bahwa setiap nabi yang datang dan menyarankan penyembahan palsu atau reprensentasi Tuhan yang keliru, atau penafsiran yang salah atas kebenaran Allah, orang itu harus tewas seketika itu juga. Dan hukuman mati itu tetap berlangsung walaupun orang itu masih keluarga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 11:13-15, Paulus mengacu kepada beberapa yang telah masuk kedalam gereja Korintus, dia memanggilnya “rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Dan memang benar, ayat 14 mengatakan, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan- pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setan itu selalu sibuk diluar komunitas umat Allah, menciptakan berbagai macam aliran agama palsu, semua dari kepercayaan Islam sampai kepada Buddisme dan kultus, agama-agama timur dan berbagai bentuk agama ritual. Dan Iblis itu menguasai semuanya dari yang paling primitive seperti animisme sampai ke yang adda berbagai setan, dari yang memiliki banyak allah sampai agama dunia yang sangat terkenal sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini kita melihat konsep yang sama bahwa agen-agen Iblis yang datang di dalam nama Allah akan menyusup umat Allah, menamakan nama Kristus akan tetapi mewakili Setan. Nah, Iblis itu bekerja sepertyi yang kita katakan diatas, namun di dalam gereja umat Allah kita akan membicarakan suatu taktik yang sangat khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada waktu kita belajar dari ayat-ayat ini di 2 Korintus 11, dosa tidak pernah mendekati kita sebagai dosa, Iblis tidak pernah datang sebagai Iblis, dosa selalu datang kepada kita sebagai kesenangan dan Setan selalu mendekati kita di dalam nama Kristus dan di dalam nama Tuhan. Kesalahan tidak pernah datang sebagai kesalahan, kesalahan selalu datang kepada kita sebagai kebenaran, namun itu dusta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hamba-hamba Iblis yang mempromosikan dosa dan menyebarkan kesalahan tidak pernah datang sebagai hamba Iblis, mereka selalu datang sebagai hamba Allah. Mereka selalu menyamar sebagai pelayan Allah yang benar dan jujur. Mereka adalah guru agama yang memakai nama Allah dan menamakan nama Kristus tetapi yang memutarbalikkan kebenaran, yang adalah utusan iblis yang mengajar doktrin setan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam Firman Tuhan mereka tidak pernah dibiarkan saja. Mereka tidak pernah ditoleransi sebagai semacam yang benar sebagian dan perlu dibantu supaya kebenaran mereka penuh, tidak, mereka benar-benar dicela dan dikutuk untuk hukuman kekal. Dibelakang guru-guru palsu itu ada kuasa dalam bentuk pribadi yaitu Iblis. Dia dari dulu dan sekarang dan di waktu akan datang selalu akan bekerja untuk merusak rencana Allah sampai pada saat terakhirnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya takut gereja sekarang tidak begitu mengerti hal-hal seperti ini. Gereja malah menjadi sangat toleran terhadap kesalahan, dan malah menyerap penipuan yang diperingati Paulus dan Petrus itu. Teriakan sekarang adalah supaya semua orang setuju dengan semua orang lain, supaya kita bersikap toleransi terhadap semua yang menamakan nama Yesus tidak peduli apa ajarannya. Toleransi seperti itu menyebabkan orang tidak peduli akan kebenaran. Dan banyak gereja sekarang dungu, ceroboh, bodoh dan buta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara penyelesaian masalah dari Paulus sangat berbeda, dan begitupun cara Petrus. Pendekatan mereka adalah untuk mengidentifikasi lawan, memanggilnya apa dia seadanya, dan melawan dia atas dasar semangat untuk kebenaran. D.A. Carson menulis, “Orang Jerman ada pepatah bijaksana, “beritahukan siapakah Anda melawan dalam peperangan, dan saya akan memberitahu Anda siapakah Anda.” Sembilan tahun lalu, Jay Gresham Machen sering mengajar murid-muridnya bahwa hal terpenting bukanlah hal apa mereka setujui, namun hal apa yang menyebabkan mereka berperang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena Setan itu selalu akan menyerang hal-hal yang paling penting sehingga itu selalu menjadi tempat pertempuran. Taktik Iblis adalah selalu untuk memalsukan kebenaran Allah dari dalam gereja, melalui orang-orang yang menamakan nama Kristus, dan dengan demikian menipu dan mendistorsi dan akhirnya mencelakakan orang-orang ke neraka yang berpikir bahwa mereka memiliki kebenaran walaupun mereka tidak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini khususnya yang ada di dalam hati Petrus. Surat ini adalah suatu peringatan tentang guru-guru palsu dan ajaran mereka di dalama pasal tengah ketiga bab singkat ini dimana dia menggambarkan siapakah guru palsu itu. Dia ingin supaya kita tahu siapakah mereka dan apakah tindakan mereka. Dia ingin supaya kita tahu pembicaraan mereka dan cara mereka berfungsi dan bekerja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah pada waktu Anda membaca ayat 1, bahasanya kelihatannya untuk masa depan. “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.” Kedengarannya untuk waktu akan datang dan memang itu benar. Ini mengatakan bahwa guru-guru palsu selalu akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 2, “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.” Memang benar dia melihat ke masa depan. Namun tidak lama lagi di dalam pasal ini dia mulai berbicara dalam waktu sekarang. Mulai dalam ayat 10 dan mengalir melalui seluruh bab dia berbicara di waktu sekarang. Dan masa depan menjadi sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dia ingin menjelaskan banyak hal, dan ini memerlukan 22 ayat untuk mengeluarkan semua itu. Namun dia mulai dengan suatu gambaran sederhana di ayat 1 sampai 3. Sepertinya dia memerlukan waktu untuk menggambarkan potret ini namun pada permulaan dia mulai dengan sketsa dan kemudian dia mengisi warnanya. Warnanya mulai di ayat 4 namun di ayat 1 sampai 3 dia memberikan kita hanya sebuah sketsa guru-guru palsu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah bagaimana dia mulai di ayat 1, “Namun”, kita perlu berhenti sebentar karena terjemahannya dalam bahasa Indonesia tidak sama. Tetapi dalam bahasa Inggris kata ”but” itu penting sekali karena itu merupakan suatu transisi penting. Seharusnya ini ayat 11 karena ini langsung setelah ayat 10 yang mengatakan, “tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan bahwa Firman Allah dituliskan saksi mata yang di ilhamkan Roh Kudus yang menuliskan Firman Tuhan itu sehingga Alkitab itu bukan bikinan manusia melainkan Firman yang pasti dari Allah. Allah memiliki nabi- nabi-Nya dan mereka menuliskan Firman-Nya dengan orang-orang dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Setan memiliki manusia juga, nabi-nabinya yang palsu dan guru-gurunya yang palsu. Perkataan “namun” merupakan perubahan yang sangat penting. Kita perlu waspada. Memang Alah telah memberikan kita Firman yang benar yang datang dari nabi yang benar, namun Iblis juga memiliki nabi sendiri sama seperti Allah. Jadi kata “namun” itu penting karena sekarang ada suatu kontras.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang Petrus mengatakan “demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.” Ditambah orang- orang yang digerakkan Roh Kudus, orang-orang kudus yang berbicara untuk Tuhan, ada juga nabi-nabi palsu di antara kamu. Frase “diantara kamu” itu penting. Maksudnya di Perjanjian Baru adalah orang Israel.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Lukas 2:32 dibicarakan umat-Mu, Israel. Di Kisah Para Rasul 26:27, dikatakan “Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini (maksudnya bangsa Israel) dan dari bangsa-bangsa lain”(maksudnya orang bukan Yahudi). Dan di ayat 23, dikatakan, “Mesias akan memberitakan terang kepada bangsa ini (maksudnya orang Yahudi) dan kepada bangsa-bangsa lain (maksudnya orang bukan Yahudi)."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan, “demikian pula diantara kamu ada nabi-nabi palsu”, maksudnya diantara orang Yahudi. Nabi-nabi palsu diluar berbahaya, namun mereka jauh lebih berbahaya jika mereka ada di dalam dan mereka klaim mereka milik Tuhan, Allah yang benar. Perjanjian Lama menjelaskan bahwa selama sejarah Israel mereka sibuk dan sangat efektif.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah keadaannya selalu. Dan dia bukan saja melihatnya di dalam sejarah Perjanjian Lama, namun dia juga memikirkan waktunya Tuhan Yesus, malah pada waktunya Petrus sendiri hidup dimana Yudaisme didominasi nabi-nabi palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja mereka salah, mereka itu mematikan. Mereka adalah serigala rakus, ganas. Mereka tidak akan hanya menipu Anda, mereka akan menghancurkan Anda. Gembala mengenakan pakaian wol, itu adalah pakaian gembala dan jubah nabi. Dan orang-orang yang datang berbulu domba akan datang dalam pakaian wol seolah- olah mereka adalah gembala benar dan nabi yang benar, namun di dalam pakaian itu ada serigala.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menyamar sebagai gembala. Mereka menyamar sebagai nabi. Mereka kelihatannya ortodoks. Mereka berbicara positif tentang Allah. Mereka bergaul dengan umat Allah. Tapi mereka adalah anak-anak setan. Yesus berkata tentang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, pemimpin palsu itu, mereka dari luar kelihatannya putih, namun di dalam mereka bau busuk dengan bau tulang orang mati itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Tuhan kita mengatakan bahwa keadaannya akan seperti itu, jadi janganlah heran. Kalau perlu lihatlah Matius 24:4-5, “Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” Ini sudah biasa. Guru-guru palsu dan nabi palsu pasti akan muncul. Dia melihat kedepan kepada zaman akhir, yaitu waktu sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 16:17 Paulus mengatakan, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah saya memberikan Anda beberapa petunjuk di dalam gambaran sederhana malam ini. Nomor satu: dimana ini terjadi. Ini terjadi di dalam gererja yang menamakan nama Kristus, di dalam persekutuan Anda, di dalam denominasi Anda, di dalam seminari Anda, di dalam mimbar Anda, di dalam sekolah minggu Anda dan didalam pimpinan gereja Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dibicarakan Petrus adalah orang-orang terkenal di dalam Kekristenan, bukan orang luar. Lihatlah 2 Timotius 4:3-4 supaya Anda mengerti sekali strategi si Iblis. Di 2 Timotius 4:2 Paulus mengajarkan Timotius, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disitu tidak dikatakan memanjakannya, membujuk atau membuat mereka merasa baik. Dikatakan disitu palulah mereka, tegurlah mereka, ajarlah mereka, nasihatilah mereka, bersabarlah tetapi beritakanlah Firman. Mengapa? 2 Timotius 4:3-4 mengatakan, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang gereja tidak suka khotbah yang kuat. Mereka tidak suka diberitahu mereka salah, mereka tidak suka ditegor dan dinasehati. Perkataan “menerima lagi” berarti bertahan. Akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, bertahan mendengar ajaran yang baik, ajaran yang membawa kesehatan, keutuhan dan vitalitas, kehidupan, kekuatan dan kedewasaan untuk gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa sih yang mereka mau? Nah, ayat 3 mengatakan mereka ingin guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka tidak mau mendengar sesuatu yang negatif. Mereka ingin mendengar hal-hal yang membuat mereka merasa baik tentang diri mereka sendiri, yang memberikan perasaan yang menyenangkan telinga mereka. Nah, ini sebenarnya berarti bahwa mereka mau mendengar hanya guru-guru yang setuju dengan hawa nafsu mereka, keinginan mereka dan dosa-dosa mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan mengatakan kepada kita kebenaran, berikanlah kebutuhan egois kita, berikanlah keinginan kita dan beritahukanlah kita hal-hal yang menyenangkan biarpun itu tidak benar. Mereka ingin guru-guru yang akan mengatakan apa yang mereka ingin dengar, yang akan menyenangkan mereka, yang akan memberikan apa yang mereka inginkan. Dan itulah tangisan baru hari ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang sering berkata: Anda ingin tahu caranya berkhotbah? Carilah apa yang diinginkan orang-orang, cari tahu apa yang diinginkan komunitas Anda, dan Anda mengatakan apa yang mereka ingin dengar dan begitulah caranya Anda akan memenangkan mereka. Guru-guru palsu mengikuti keinginan manusia, keinginan diri mereka dan kepentingan diri mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak peduli Tuhan, mereka tidak peduli penyembahan. Mereka tidak peduli tentang ajaran doktrin. Mereka tidak peduli diperhadapkan dengan dosa-dosa mereka. Mereka malah tidak peduli kebenaran. Mereka hanya ingin memuaskan diri mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akibatnya adalah ayat 4, “Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Kami memiliki banyak pengkhotbah populer seperti itu hari ini, yang menghibur orang, yang memberikan mereka pesan harga diri dan yang membangun ego yang membuat mereka merasa baik tentang diri mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka bisa pergi ke gereja dan tidak pernah sekalipun diperhadapkan dengan sesuatu yang negatif, dan ini terjadi di dalam beberapa gereja yang terbesar di Amerika. Kenyataan sedih adalah bahwa dengan cara itu mereka langsung mengikuti keinginan Setan karena mereka yang tidak mau mendengar keburukan sifat and bahayanya dosa mereka, sehingga semakin lama mereka tertarik kepada guru-guru yang tidak mau mengikuti kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan memalingkan itu berarti menjauhkan diri. Dan setelah mereka menjauhkan diri dari kebenaran, mereka terbuka lebar untuk pengaruh Iblis. Mereka ingin merasa nyaman. Dan itulah perbuatan Setan di dalam gereja, disitulah dia ingin bekerja. Kebenaran itu tidak menyenangkan kedengarannya, kebenaran itu memukul dan membakar suara hati mereka. Namun itulah yang mereka perlu dengar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, caranya dia bekerja sangat halus. 2 Petrus 2:1 mengatakan, “Guru palsu itu akan secara diam-diam memasukkan ajaran-ajaran sesat yang membinasakan.” Secara diam-diam berarti tidak terbuka, jadi caranya sangat halus supaya orang tidak tahu itu ajaran sesat. Yudas 1:4 mengatakan, “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu tragis ketika ada gereja yang mengatakan toleransi itu suatu kebajikan sehingga dengan sendirinya mereka melupakan kebenaran. Dan masuklah penipu-penipu yang menyelusup dengan ajaran-ajaran mereka yang sesat, ajaran mereka yang membinasakan dan yang mengutuk. Malah ada orang yang mengitik dan yang ingin memusnahkan kekristenan di KPR yang memanggil kekristenan suatu sekte.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pendapat-pendapat yang dibikin sendiri itu menyebabkan adanya perpecahan di gereja, menyebabkan ada yang memberontak dan akhirnya ada perpisahan. Mereka masuk ke gereja dengan ajaran bikinan manusia dan mereka menghancurkan, membagi dan memisahkan gereja. Sudah berapa gereja Anda tahu yang sudah pecah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memanggilnya ajaran sesat yang membinasakan, yang pada dasarnya berarti kutukan. Dan ini dipakai lima kali dalam surat ini dan selalu artinya kutukan akhir. Marilah kita mempelajari lebih banyak lagi Minggu depan untuk mempersiapkan diri kita untuk guru-guru palsu itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?guru-guru-palsu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000016E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebenaran Alkitab, bagian 2]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000016F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:19-21" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:19-21</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab membuat beberapa klaim mengejutkan untuk dirinya sendiri yang membedakannya dari setiap buku lain di dunia. Contoh: Alkitab mengatakan, “hukum Tuhan sempurna.” Dan mengatakan, “Semua perintah adalah kebenaran.” “Alkitab tidak bisa dibatalkan.” ”Semua firman Allah adalah murni.” “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Di dalam Yesaya 65:16 Allah memanggil diri-Nya, “Tuhan kebenaran.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Perjanjian Baru setuju dengan Perjanjian Lama dalam pemanggilan Allah Tuhan kebenaran. Di Yohanes 3:33 dikatakan, “Allah adalah benar.” Yohanes 17:3 mengatakan, “Satu-satunya Allah yang benar.” 1 Yohanes 5:20 mengatakan, “Dia adalah Allah yang benar.” Dan banyak lagi ayat-ayat di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Allah tidak mungkin berdusta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Para penulis Firman Allah membuat lebih dari 2.000 klaim langsung ke fakta bahwa Alkitab adalah Allah berbicara tentang diri-Nya sendiri. Berkali-kali mereka menuliskan frase seperti, “Roh Tuhan berbicara kepadaku,” atau “Firman Allah datang kepadaku,” atau “Firman Allah mengatakan.” Jadi terus menerus Firman memperingati kita bahwa semua itu datang dari Allah dan semua itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu justru merupakan pesan teks kami. Marilah kita kembali ke 2 Petrus 1:19-21, “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus menulis kepada pembaca yang sedang dikepung guru-guru palsu sama seperti kita sekarang juga dikepung guru-guru palsu. Dan salah satu yang dilakukan guru palsu itu adalah menyangkal kebenaran Alkitab. Petrus menulis surat ini untuk mengekspos guru-guru palsu dan memberikan kita bukti bahwa Alkitab adalah benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memberikan kita dua baris verifikasi dari kebenaran Alkitab. Pertama, pengalaman supranatural dalam ayat 16 sampai 18 yang kita diskusikan dan menatap hari Minggu lalu. Kedua, wahyu supranatural dalam ayat- ayat 19 hingga 21. Baik pengalaman supranatural dan wahyu supranatural membuktikan keabsahan Alkitab sebagai Firman Allah. Bersama-sama mereka menegaskan bahwa Alkitab itu benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada bukti pertama, Peter hanya mengatakan bahwa Anda tidak mendapatkan informasi bekas, Anda mendapatkan informasi langsung dari saksi mata langsung. Ketika kita menulis kepada Anda dan ketika para Rasul lainnya menulis kepada Anda dan berbicara tentang Kedatangan Kedua, mereka adalah saksi mata kemuliaan Kedatangan Kedua pada gunung transfigurasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti kedua terdapat di dalam ayat 19 hingga 21 dan itu adalah tema untuk penelitian kami malam ini dan itu adalah tentang wahyu supranatural. Mereka tidak hanya memiliki pengalaman-pengalaman pribadi yang membuat mereka saksi mata, tapi mereka juga diberikan wahyu supranatural. Tuhan tidak hanya bergantung pada saksi mata mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan, melalui Roh Kudus, mengilhamkan pencatatan semua pengalaman mereka dan semua tulisan-tulisan mereka sehingga mereka, pada dasarnya, adalah wahyu Tuhan sendiri. Jadi, sekarang Anda juga memiliki tulisan saksi mata langsung di bawah inspirasi Roh Allah, yang adalah wahyu supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin ada orang yang mengatakan, “Nah, Petrus, tetapi pengalaman Anda tidak bisa menjadi standar untuk kebenaran. Banyak orang punya banyak pengalaman, nyata dan tidak nyata. Jadi, Petrus, seindah pasti untuk telah berbicara dengan Yesus, melihat Dia di kayu salib, melihat Dia setelah kebangkitan-Nya, dan betapa besarnya melihat kemuliaan-Nya Kedatangan Kedua sekilas pada gunung transfigurasi, harus ada sesuatu yang lebih baik daripada hanya pengalaman Anda saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jawabannya adalah, iya, ada Alkitab. Jadi di ayat 19 Petrus menulis, “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman.” Secara harfiah urutan Yunani ini, "Dan kami memiliki kata nubuatan lebih yakin." Lebih yakin dari apa? Lebih yakin dari pengalaman, bahkan pengalaman asli yang berlaku dari para rasul.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa komentator telah merasa bahwa pernyataan ini dapat dipahami dengan cara yang berbeda. Mereka menunjukkan bahwa Petrus dan pengalaman para Rasul membuat Firman itu lebih yakin. Ide-nya adalah bahwa kata nubuatan mungkin benar, tetapi pengalaman kami telah mevalidasikan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi penafsiran harfiah dari teks lagi berbunyi, " Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman." Dan urutan ini menegaskan penafsiran kita yang saya berikan Anda pada permulaan. Walaupun pengalaman kita baik sekali, firman nubuatan itu lebih yakin. Aneh untuk mengatakan sebaliknya karena itu akan berkata: walaupun Firman itu kuat, ada sesuatu yang lebih kuat lagi dan itu adalah pengalaman kami. Dan kita tahu itu salah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sendiri berkali-kali telah mementingkan bahwa Firman-Nya sumber kebenaran yang cukup, Firman tidak ada salahnya, Firman adalah sempurna, kebenaran yang tidak perlu dipertanyakan, dan tidak pernah akan dibantu atau divalidasikan dengan pengalaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemuliaan Kristus dengan keajaiban tranfigurasi-Nya di gunung mungkin menolong mereka dalam menjelaskan kemuliaan Kedatangan-Nya yang Kedua, namun Firman itu sudah sempurna sekali, Firman itu selalu sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan dari ayat 16 sampai 18 itu bukan untuk menunjukkan bahwa pengalaman adalah sumber yang lebih besar daripada kebenaran, tetapi hanya untuk menunjukkan bahwa penulis yang berbicara tentang kedatangan Kristus tidak menuliskan dongeng yang mereka telah bikin-bikin seperti guru-guru palsu itu, tetapi mereka adalah saksi mata langsung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa ayat 19 adalah bukti nomor satu, “Dengan demikian kami memiliki firman yang lebih teguh, firman nubuatan yang telah dikonfirmasi.” Ini mengatakan bahwa Firman itu yang paling benar dan pasti. Firman adalah sumber lebih handal dari pengalaman siapa pun, bahkan para Rasul. Hal ini lebih spesifik, lebih rinci, lebih tepat dan lebih lengkap dari pengalaman siapa pun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa banyak nubuatan yang digenapkan pada kedatangan Kristus yang pertama dan yang dicatat di Perjanjian Baru adalah konfirmasi nubuatan Perjanjian Lama. Para penulis Perjanjian Baru menegaskan nubuatan Perjanjian Lama sehingga Perjanjian Baru adalah Firman pasti dan teguh, untuk menegaskan kembali bahwa Kedatangan Kedua akan datang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah itu adalah Firman Kristus, atau kata para nabi, Perjanjian Lama dipastikan bukan oleh pengalaman tetapi oleh Perjanjian Baru, kata-kata Kristus dan kata-kata para Rasul. Dan ini cocok dengan pemikiran orang Yahudi tentang supremasi wahyu tertulis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan jika Anda tidak percaya saya, lihatlah Firman Allah. Jadi melihat di ayat 19 frase “firman yang dinubuatkan” mengacu kepada Firman yang diilhamkan. Itu adalah ekspresi digunakan di zaman Petrus untuk merangkul keseluruhan Perjanjian Lama. Seluruh Perjanjian Lama di salah satu atau lain cara mengantisipasikan kedatangan Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk menggambarkan ini sederhana dan langsung, kita hanya perlu melihat, misalnya, ke Yohanes 5:39. Yesus berkata, "Anda menyelidiki Kitab Suci karena Anda berpikir bahwa di dalamnya Anda mempunyai hidup yang kekal dan disitulah ada kesaksian tentang Aku." Yesus mengatakan selidikilah seluruh Alkitab, semuanya tentang Aku.” Dan Dia mengacu kepada Perjanjian Lama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 24:27, di perjalanan ke Emaus, “Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” Dan di ayat 44 Dia mengatakan kepada mereka, “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi- nabi dan kitab Mazmur."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” Buku Kejadian sampai kepada buku Maleakhi, seluruh Perjanjian Lama berbicara tentang Kristus dengan satu cara atau yang lain, Dia subyek gaib yang kadang kelihatan dan kadang tidak. Yesus memberikan kita kepercayaan diri pada saat Dia menunjukkan bahwa Perjanjian Lama adalah buku wahyu gabungan yang menunjuk kepada kedatangan Mesias.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka Petrus mengatakan tubuh yang mengungkapkan kebenaran ini adalah kata yang lebih yakin dari pada pengalaman kami. Dan yang dibicarakan Petrus bukan hanya tentang Perjanjian Lama saja. Karena Perjanjian Baru adalah catatan terinspirasi dari Perjanjian Lama yang digenapi dalam Kristus pada kedatangan pertama- Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke ayat 19. Kita memiliki Firman yang lebih yakin, Firman yang dinubuatkan, “Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya.” Pernyataan yang baik sekali. Perkataan “sebaiknya” adalah kalos, yang berarti baik sekali. Anda bebuat baik dengan dan Anda sebaiknya memerhatikannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memanggil kita untuk menyelidiki Alkitab dengan seksama. Dan supaya kita lebih mengertinya dia menawarkan suatu metafora dalam ayat 19, yang sangat sederhana. Dia mengatakan, “seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap.” Jika Anda berada ditempat gelap Anda memerlukan cahaya untuk menerangkan jalan Anda. Begitupun kita memerlukan Firman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 119:105 mengatakan, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang kebenaran dan kebajikan bagi jalanku di dalam dunia yang bodoh dan jahat, tempat yang gelap.” Firman itu seperti lampu malam. Dan itu bersinar hanya sementara saja. Petrus mengatakan di akhir ayat 19 perhatikanlah pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan Bintang Timur terbit bersinar di dalam hatimu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gambar firmannya di sini adalah indah dan Petrus mengacu pada kedatangan Kristus. Pada waktu dia mengatakan “sampai fajar menyingsing” maksudnya adalah kedatangan kembali Kristus di dalam kemuliaan-Nya. Kedatangan Kristus akan menghilangkan kegelapan sama seperti kemuliaan Kerajaan-Nya datang dan menghilangkan malam hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda artinya “Bintang Timur”? Bintang Timur itu adalah Kristus sendiri. Bilangan 24:17 mengatakan, “Akan terbit bintang dari Yakub,” bintang itu adalah Mesias, Tuhan Yesus Kristus. Dan di Wahyu 22:16 di katakan, “Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, Bintang Timur yang gilang-gemilang."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Akhir ayat 19 Petrus mengatakan, “Bintang Timur terbit bersinar di dalam hatimu.” Ini bukan saja berdampak transformasi eksternal di dunia dan alam semesta, tetapi juga akan ada transformasi internal pada orang-orang percaya yang masih hidup ketika Yesus datang. Transformasi eksternal dan internal akan kedua-duanya terjadi pada waktu yang sama ketika itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian Petrus mengatakan bahwa kita harus memiliki keyakinan penuh dalam Alkitab karena kita tahu itu diilhami oleh Allah sendiri. Jadi dia mengatakan di ayat 20 dan 21, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Perjanjian Lama buktinya guru itu palsu adalah karena dia berbicara untuk dirinya sendiri. Di Yeremia 23:16 tertulis, “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut Tuhan.” Itu dibikin-bikin mereka sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yehezkiel 13:3 Allah mengatakan, “Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.” Mereka tidak tahu apa-apa. Jadi Petrus mengatakan, “nubuat-nubuat Kitab Suci tidak dibikin-bikin atau tidak berasal atau datang dari tafsiran kehendak sendiri.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam beberapa hal terjemahan ini kurang baik karena cenderung membuat orang berpikir bahwa hal itu berbicara tentang bagaimana Anda menafsirkan Alkitab, padahal sebenarnya itu berbicara tentang sumbernya. Kasus genitif dalam bahasa Yunani menunjukkan sumber.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak membicarakan caranya menterjemahkan Alkitab, dia membicarakan asalnya dari mana dan apa sumbernya. Ini tidak seperti ajaran guru palsu. Tidak ada nubuat Firman yang berasal dari pengertian nabi itu sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah yang sama yang berbicara pada transfigurasi tentang keilahian dan kemanusiaan Kristus, Allah yang sama yang berbicara tentang kesempurnaan Anak-Nya adalah Allah yang sama yang mengarang Firman Allah. Tidak ada nubuatan pada saat apapun yang dibuat oleh tindakan kehendak manusia. Alkitab bukanlah produk manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:10-11, “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanyakanlah diri Anda apakah artinya semua itu jika memang mereka membikin-bikin nubuatan mereka itu sendiri. Mereka tahu bahwa Roh Kristus di dalam mereka yang bernubuat hal-hal itu. Jadi mereka melihat semua yang mereka tuliskan dan mereka mengatakan, “Apakah artinya ini? Bagaimana saya dapat mengerti hal ini?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari Musa sampai ke Maleakhi dan bahkan di Perjanjian Baru penulis-penulis yang menulis tentang kedatangan Kristus kedua kalinya pasti merasa ada suatu misteri. Walaupun Tuhan telah mewahyukan kepada mereka pembebasan penebusan masa depan yang besar yang dibawa oleh Mesias, dan mereka tahu itu di masa depan dan mereka tahu itu akan datang, namun mereka tidak bisa memahaminya sepenuhnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penting untuk diperhatikan bahwa semua penulis ke enam puluh enam buku dari Alkitab adalah manusia. Dan semua manusia itu di gerakkan Roh Kudus, yang berarti bahwa mereka terus menerus di dorong. Kata kerja yang sama dipakai dua kali di KPR 27:15 dan 17, yang menceritakan tentang kapal layar yang tertiup angin dan karena itu bergerak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Maka itu Roh Kudus adalah pengarang ilahi, produser dari kata nubuat, bukan pemikiran manusia, bukan kehendak manusia, ini bukan sebuah buku yang ditulis oleh manusia. Ini adalah buku yang dicatat oleh manusia, tetapi dikarang oleh Allah Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Perjanjian Lama saja, 3808 kali penulis-penulis mengacu kepada perkataan mereka sebagai perkataan Allah. Roh Kudus mengilhamkan penulis-penulis dan menggerakkan mereka. Dengarkanlah 1 Korintus 2:10-11, “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan....Lihatlah, saya bukan nabi palsu, saya belum pernah menulis buku sebelum ini. Pertama, saya adalah saksi mata kemuliaan Yesus Kristus, jadi saya tahu apa yang saya katakan. Tetapi saya lebih yakin lagi bahwa selagi saya menulis saya digerakkan Roh Kudus seperti semua penulis buku Alkitab lain dan ini datang dari Allah sendiri. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kebenaran-alkitab,-bagian-2</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000016F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebenaran Alkitab]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2011"><![CDATA[2011]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000160"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:16-21" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:16-21</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab selalu memiliki para pengkritiknya, dan itu selalu akan ada. Dan sebagian dari mereka telah menjadi orang yang cukup signifikan memakai standar dunia. Lihatlah contoh-contoh berikut. Voltaire, filsuf Perancis mengatakan, "Tidak ada yang bisa lebih bertentangan dengan agama daripada logika dan akal sehat." Friedrich Wilhelm Nietzsche yang meninggal tahun 1900, filsuf Jerman berkata, "Orang-orang kepada siapa kehidupan sehari-hari mereka tampaknya terlalu kosong dan monoton mudah bertumbuh agama.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ada juga perempuan bernama Elizabeth Katie Stanton yang mengatakan, “Alkitab dan gereja telah menjadi batu sandungan terbesar di jalan emansipasi wanita.” "Gagasan itu," kata Luther Burbank, "bahwa Tuhan yang baik akan mengirim orang ke neraka membakar adalah benar-benar terkutuk bagi saya." Thomas Edison berkata, "Apakah Tuhan berarti bagi saya? Sama sekali tidak ada artinya. Agama seluruhnya omong kosong."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Kekristenan itu omong kosong? Apakah Alkitab itu buku penuh dusta? Apakah itu buku untuk orang bodoh saja? Apakah iman kita terkutuk dan suatu hal yang merusak? Apakah gereja itu menghalang orang mencapai prestasi intelektualnya? Atau buku ini kebenaran? Apakah ini bisa dipercaya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menjawab semua inidi 2 Petrus 1:16-18, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran- Nya. 17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." 18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berikutnya di 2 Petrus 1:19-21 dikatakan, “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengulangi perkataan Pemazmur di Mazmur 19 ketika dia mengatakan, “peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Maksud pemazmur dengan mengatakan kesaksian Tuhan itu teguh adalah itu bisa dipercaya dan Anda bisa bertaruh hidup Anda diatasnya. Yesaya 55:3 mengatakannya begini, “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam surat ini Petrus menulis kepada orang-orang Kristen, yang akan diuji dengan ajaran guru-guru palsu. Dan apakah yang akan dicoba guru-guru palsu itu? Mereka ingin memfitnah kepercayaan Kristen. Ini sama dengan apa yang orang-orang mencoba melakukan sekarang ini dan selalu dicoba dari dulu, yaitu mencoba untuk mendiskreditkan Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kurang cukup hanya mengetahui siapakah mereka, Anda perlu membela diri melawan ajaran mereka. Jadi Petrus memberikan kita dalam surat ini tiga garis pertahanan dan semua itu dibangun berdasarkan pengetahuan. Nomor satu adalah pengetahuan tentang keselamatan. Nomor dua adalah pengetahuan tentang Firman. Dan nomor tiga adalah pengetahuan tentang proses pembenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kita membicarakan hal nomor dua, yaitu mengenal Firman. Dan Petrus membicarakan hal itu di 2 Petrus 1:16-21. Anda perlu percaya bahwa Alkitab itu benar karena jika Anda diberi informasi salah, dimanakah Anda akan pergi untuk menemukan itu salah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah persyaratannya? Apakah dasar pembelaan diri seperti itu? Jika saya tidak yakin bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan tanpa kesalahan, maka kemana saya harus pergi untuk membela diri? Disisi lain, jika saya yakin firman ini benar, apa saja yang datang saya bisa mengukurnya dengan membandingkannya dengan kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita bisa tahu bahwa apa yang ditulis para rasul yang lain itu benar? Bagaimana kita tahu apa yang ditulis para imam di Perjanjian Lama itu benar? Bagaimana kita tahu kita memiliki firman yang benar, banyak sekali suara-suara, banyak sekali pendapat orang, banyak sekali agama dan banyak guru-guru. Siapakah yang harus kita percaya dan mengapa?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan saya bukan guru palsu. Karena nomor satu, saya ini seorang saksi mata. Ini bukan informasi bekas. Kedua, Firman Allah bukan kebijaksanaan manusia; ini memberikan Anda kebenaran yang diilhamkan Roh Allah pada waktu orang menulisnya. Jadi firman ini benar berdasarkan dua alasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengalaman supranatural terdapat di ayat 16-18, dan wahyu supranatural kita temukan di ayat 19-21. Dan bersama-sama kedua ide mengikat sebuah simpul yang tak akan pecah disekitar Firman benar. Nah untuk malam ini, marilah kita melihat dulu hal pengalaman supranatural. Di ayat 16-18 Petrus memberi otoritas kepada dirinya berdasarkan pengalamannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 16 dia mengatakan, “lihatlah, ini bukan sesuatu ajaran filsafat, dan ini bukan sesuatu yang diambil dari beberapa mitologi, ini adalah saksi mata sendiri. Yang saya katakan dan yang saya ajarkan saya lihat sendiri.” Dan waktu dia mulai memberikan kita dasarnya supaya kita percaya ajarannya dia mengacu kepada pengalamannya yang supranatural.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mulai di ayat 16, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia.” Nah dalam perkataan “kami” termasuk Rasul yang lain juga. Dia berbicara dalam arti kolektif dirinya dan penulis lain dari Perjanjian Baru. Secara kolektif, katanya, semua dari kita telah mengalami realitas supranatural. Kita semua memiliki verifikasi pribadi dari Tuhan sendiri tentang kebenaran yang kita mengajar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah isapan jempol itu artinya halus dikarangnya. Itu suatu hal yang klandestin dan yang menipu. Itu sengaja dibikin untuk mengambil uangmu, atau supaya Anda ikut dia, supaya mereka dapat mengambil apa saja yang mereka inginkan. Saudara-saudara kekasih, itulah taktik guru-guru palsu. Mereka ingin menguasai pikiran Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam upaya untuk menghancurkan kepercayaan masyarakat dalam iman Kristen, mereka menamakan Firman Allah sebagai buku mitos dan sebuah buku dongeng. Ini begitu sukses sampai ada teolog Protestan di masa lalu yang merasa tugas mereka adalah untuk menghilangkan semua mukjizat dari Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan ketika kita memberi Anda Firman Tuhan, ketika kita memberi Anda wahyu baru, ketika kita membuka misteri ilahi yang berarti sesuatu yang tersembunyi sekarang terungkap, ini bukan suatu karangan mitos cerdik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan salah satu kebenaran yang guru-guru palsu itu berusaha untuk menghilangkan adalah akhir ayat 16, “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus.” Guru- guru palsu itu khususnya menyerang hal kedatangan Kristus yang kedua kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru palsu ini ingin menyangkal kedatangan Yesus Kristus, yang tentu saja adalah puncak dari segalanya. Jika Kristus tidak datang kembali tentu yang lain tidak ada artinya, benar? Jika Dia bukanlah akhir sejarah dan awal dari kekekalan, maka sisanya adalah titik yang tidak perlu diperdebatkan dan tidak berguna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan dia tidak heran ada kejadian seperti itu karena dia menulisd di 2 Petrus 3:3-4, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain mereka mengajarkan bahwa semua hal akan berlangsung sama seperti sejak penciptaan, tidak ada sesuatu yang akan berubah. Mereka bertindak sama seperti orang-orang yang tewas pada saat ada banjir seluruh dunia di waktu Nuh. Dan itu juga yang akan terjadi terhadap mereka yang menolak Yesus sekarang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus, itu bukan suatu dongeng atau mitos, ini semua kebenaran. Apakah Anda melihat kata “kuasa”? Pada kedatangan-Nya yang pertama Dia datang tanpa kuasa. Dia datang dengan penuh kerendahan hati, benar? Dia lahir sebagai bayi kecil yang tidak berdaya, dan di diejek samapai akhirnya Dia dibunuh. Tetapi waktunya akan datang ketika Dia akan datang kembali dengan kuasa besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan “datang” itu adalah perkataan “parousia.” Pada saat kita mengatakan Yesus itu akan datang, Dia datang untuk tinggal disini. Ini sama seperti di 1 Tesalonika ketika Dia datang untuk membawa umat-Nya supaya kita akan bersama selalu dengan Tuhan. Kata “parousia” ketika dpakai Tuhan Yesus di Perjanjian Baru selalu mengacu kepada Kedatangan Kedua-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus telah mengajar orang Kristen mula-mula bahwa Yesus akan datang kembali. di 1 Petrus 1:7 dia mengatakan “pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” dan itu berarti kedatangan-Nya yang kedua kali. Dan ia menyebutnya lagi di ayat 13. Dan di 1 Petrus 4:13 dia membicarakan “waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar bahwa semua para Rasul telah menyaksikan kemuliaan-Nya dalam beberapa derajat. Mereka melihat keagungan kebangkitan-Nya karena Dia bertemu dengan mereka dalam tubuh kemuliaan-Nya setelah dibangkitkan. Mereka telah melihat keagungan kenaikan-Nya ketika Dia naik kedalam awan dan dibawa kepada kemuliaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus telah menubuatkan bahwa hal ini akan terjadi. Dengarkanlah perkataan Yesus di Matius 16:28, “Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." Ini pernyataan yang hebat yang diterjemahkan salah banyak orang liberal yang ambil kesimpulan bahwa akan ada beberapa rasul yang hidup terus sampai Yesus datang kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Petrus menjelaskan lebih lanjut apa artinya “melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.” Di 2 Petrus 1:17 tertulis, “Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. 18 Suara itu kami dengar datang dari sorga,"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa pun peristiwa yang dibicarakan Petrus, apapun yang dia ingat, Tuhan berada di situ. Dan Allah memuliakan dan menghormati Yesus. Kehormatan berarti meninggikan status, kemuliaan berarti kemegahan berseri-seri. Kapan Yesus menerima kemuliaan dan kehormatan dari Allah Bapa? Itu terjadi pada saat seperti ucapan seperti ini diberikan Yesus oleh "kemuliaan megah."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa orang Yahudi menolak mengatakan nama Allah? Mereka tidak ingin mengatakan nama Allah karena takut itu tidak memadai sehingga mereka memiliki banyak pengganti untuk nama Allah dan salah satu yang paling indah adalah waktu mereka menyebut- Nya "Yang Mahamulia."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang hanya tinggal tiga peristiwa potensial. Allah mengatakan hal itu pada waktu Kristus dibaptis di Matius 3:16-17, dan Allah mengatakan hal itu di dalam Minggu terakhir di Yohanes 12:28, "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" Itu dua peristiwa namun bukan itu yang dimaksud Petrus karena dia mengatakan di 2 Petrus 1:18, “Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan kita bersama-sama ada disana dan bersama-sama mendengar kata-kata ini dari sorga. Masih ingat apa yang terjadi pada waktu ada transfigurasi di Matius 17? Yesus mengatakan sebelumnya bahwa ada beberapa diantara mereka yang akan melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya. Yesus membawa Petrus dan Yakobus dan Yohanes ke gunung tinggi yang setelah itu akan disebut gunung kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka paling intim dengan Yesus, mereka mengenal-Nya paling baik, mereka bersama-Nya paling banyak dan mereka mengerti-Nya dan mereka berbicara untuk Dia. Enam hari setelah Matius 16:28, mulai dengan Matius 17, mereka semua naik ke gunung itu sampai peristiwa itu mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berubah rupa (transfigurasi) di hadapan mereka. Ini berarti Dia berubah menjadi bentuk lain. Begini caranya Firman Allah mengatakannya, “wajah-Nya bercahaya seperti matahari.” Dia adalah kecerahan Bapa, gambar khusus yang menyatakan orang-Nya, kemuliaan transenden, kemuliaan Shekinah menyala keluar dari wajah-Nya. “Dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu hal mereka tahu pasti: mereka tahu ini bukan manusia biasa. Mereka tahu mereka memandang suatu mahluk supranatural, yang dinyatakan dengan kemuliaan yang luar biasa. Karena dia bersinar dari dalam dan cahaya itu mulai bersinar keluar melalui pakaian-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Musa dan Elia muncul. Wow, dan mereka mulai berbicara dengan Yesus tentang kematian-Nya yang akan datang. Mereka mewakili hukum dan para nabi, Musa sebagai pemberi hukum yang besar, dan Elia yang memproklamirkan kebenaran hukum. Dan mereka berbicara seperti mereka telah mengenal-Nya lama dan memang mereka mengenal Dia karena mereka telah bersama-Nya lama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu kita membaca di Matius 17:5, “Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda masih belum mengerti sepenuhnya artinya yang dikatakan Allah Bapa, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,” Anda bisa melihat ayat-ayat ini lebih lanjut dan membacanya sepenuhnya. Namun pernyataan itu pada dasarnya berarti, “Inilah Yang adalah Satu dengan Aku," dan Allah Bapa dengan cara itu menegaskan keilahian Anak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah dalam satu pernyataan membentuk kesatuan kodrat manusia dan ilahi di dalam Kristus, dan membentuk ikatan kasih yang sempurna dalam trinitas, karena Yesus tidak berdosa dan karena itu Allah yang kudus dan Kristus tanpa dosa bisa menjadi satu dalam esensi. Allah juga memperlihatkan kepuasan-Nya yang lengkap dengan segala sesuatu yang Yesus katakan dan lakukan dan berpikir karena di dalam-Nya Dia berkenan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda sekarang memiliki kesaksian Musa; Anda melihat kesaksian Elia, sekarang apakah Anda ingin mendengar kesaksian Allah sendiri? Di Matius 17:12 dikatakan, “Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka, dan mati, percayalah Dia.” Dia akan beritahu Anda bahwa Dia akan bangkit lagi, percayalah Dia. Dan jika Dia memberi tahu Anda bahwa Dia akan datang kembali, percayalah Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Matius 17:6-8 mengatakan, “Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.” Mereka trauma dan takut sekali. “7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri.” Semua sudah selesai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mereka mungkin melupakan hal itu? Tidak, karena itu Petrus menulis tentang itu. Dan Yesus mengatakan di Matius 17:9, “Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."Yand Anda lihat hari ini beukan untuk sekarang, ini bukan untuk kedatangan-Nya yang pertama, ini untuk kedatangan-Nya yang kedua.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan, “lihatlah, pada saat saya menceritakan kepada Anda tentang kedatanagan Yesus Kristus yang kedua kalinya, saya tidak memberikan Anda suatu mitos yang dibikin orang yang menipu, tidak, saya memberitahukan Anda pengalaman saya sendiri.” Saudar- saudara kekasih , jika Anda membuka halaman Firman Tuhan, Anda mendengar kesaksian orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya Anda percaya bahwa segala sesuatu di dalam Alkitab itu benar. Saya akan meneruskan minggu yang akan datang tentang apa lagi yang di katakan Petrus. Apakah Anda percaya setiap kata di dalam Alkitab? Apakah Anda mengerti isi Alkitab? Apakah Anda tahu bahwa Tuhan berbicara melalui firamn-Nya? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kasih-kristus-bagi-kita</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000160</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah arti Natal sebenarnya?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000170"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Colossian+1:15-16" target="_blank" class="imCssLink">Kolose 1:15-16</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk banyak orang, hari Natal itu waktunya untuk memikirkan Yesus Kristus sebagai bayi di palungan. Meskipun kelahiran Kristus adalah peristiwa khusus dan ajaib, bukan itu fokus utamanya. Kebenaran sentral dari cerita Natal adalah ini: Anak Natal adalah Allah.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Natal bukan tentang masa kanak-kanak Juruselamat, Natal adalah tentang keilahian-Nya. Kelahiran Tuhan Yesus yang sangat sederhana itu tidak pernah dimaksudkan untuk menyembunyikan kenyataan kelahiran Allah ke dalam dunia. Namun versi dunia modern tentang Natal malah melakukan itu. Dan karena itu Natal bagi orang-orang kebanyakannya sama sekali tidak memiliki arti sah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tak seorangpun dapat membayangkan artinya Tuhan itu lahir di palungan. Bagaimana orang dapat menerangkan bahwa Yang Mahakuasa merendahkan diri-Nya untuk menjadi bayi kecil? Pikiran kita tidak mungkin dapat mulai mengerti apa yang bersangkut paut dengan Allah menjadi manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Begitupun tidak ada orang yang dapat menerangkan bagaimana Allah bisa menjadi bayi. Namun Dia melakukan hal itu. Tanpa menghilangkan sifat ilahi-Nya atau mengurangi keilahian-Nya, Dia lahir ke dunia kita sebagai bayi mungil. Dia sepenuhnya manusia dengan segala kebutuhan dan emosi yang kita semua memiliki. Akan tetapi Dia juga sepenuhnya Allah, yang maha kuasa dan maha bijaksana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama 2000 tahun lebih, perdebatan telah berkecamuk tentang siapakah Yesus sebenarnya. Kult-kult dan orang skeptis telah menawarkan berbagai penjelasan. Mereka mengatakan bahwa Ia adalah salah satu dari banyak allah, mahluk ciptaan, malaikat tinggi, guru yang baik, nabi dan sebagainya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dasar yang sama semua teori itu adalah bahwa Yesus itu kurang dan tidak sama dengan Allah. Namun buktinya sangat kuat bahwa anak di palungan itu adalah Allah yang menjadi manusia. Satu bagian Alkitab secara khusus, ditulis oleh Rasul Paulus, menggambarkan makna sifat ilahi Yesus dan mendukung kebenaran yang membuat Natal benar-benar indah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 1:15-16 mengatakan, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis kepada orang Kristen di Kolose. Kota ini berada di bawah pengaruh apa yang kemudian dikenal sebagai gnostisisme. Pengikut mereka berpendapat bahwa hanya mereka dapat mengenal kebenaran, dan mereka percaya bahwa apa yang mereka percaya begitu kompleks sehingga orang biasa tidak mungkin dapat memahaminya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain dari itu mereka mengajarkan dualisme filosofis, yang merupakan ide bahwa materi adalah jahat dan roh adalah baik. Mereka percaya bahwa karena Allah adalah roh, Ia baik, tetapi Dia tidak akan pernah berhubungan dengan materi, karena itu jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu mereka juga menyimpulkan bahwa Allah tidak mungkin dapat menjadi Pencipta alam semesta karena jika Allah menciptakan materi, Dia juga bertanggung jawab atas kejahatan. Dan mereka mengajarkan bahwa Allah tidak mungkin bisa menjadi manusia, karena manusia harus hidup dalam tubuh materi yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka menjelaskan inkarnasi dengan mengatakan bahwa Yesus adalah malaikat baik yang tubuhnya hanya ilusi. Ajaran seperti itu dan yang lain yang hampir sama memenuhi gereja mula-mula, namun banyak surat-surat Perjanjian Baru secara khusus bertentangan dengan ide-ide ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah rasul Yohanes menyalahkan dasar ajaran gnostisisme ketika dia menulis di 1 Yohanes 4:2-3, “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus membantah ajaran salah yang sama ketika dia menulis ayat kunci malam ini dari Kolose 1:16, “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”Dia khususnya menegaskan bahwa Yesus adalah Allah dalam bentuk daging, Pencipta alam semesta.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara ironis, beberapa agama yang menyangkal keilahian Yesus malah mencoba memakai Kolose 1:15-16 untuk mendukung pandangan mereka. Sebagai contoh, mereka mengatakan bahwa frase, “gambar Allah yang tidak kelihatan,” mengatakan bahwa Yesus hanya suatu ciptaan yang memiliki rupa Allah sama seperti manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi sebenarnya meskipun kita diciptakan dalam rupa Allah, kita hanya menyerupai Dia. Yesus, di sisi lain, adalah gambar Allah yang tepat. Kata Yunani yang diterjemahkan "gambar" berarti replika yang sempurna, salinan tepat, duplikat. Paulus mengatakan bahwa Tuhan sendiri sepenuhnya terwujud dalam Pribadi Anak-Nya, yang adalah Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah gambar sempurna Allah. Yesus sendiri mengatakan di Yohanes 14:9, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Ia membawa Tuhan dari lokasi kosmik kepada hati laki-laki dan perempuan. Dia memberikan kita cahaya dan kehidupan. Dia mengungkapkan inti Allah sedalam-dalamnya. Yohanes 10:30 mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu.” Mereka tidak bisa dipisahkan dan Yang satu tidak pernah berada tanpa Yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah berkali-kali mengatakan bahwa Allah tidak kelihatan (Yohanes 1:18; 5:37; 1 Timotius 1:17 dan Kolose 1:15). Namun melalui Kristus Allah yang tidak kelihatan telah dibuat terlihat. Kemiripan Allah sepenuhnya terungkap di dalam Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kolose 1:19 mengatakan, “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” Dia bukan saja Allah secara garis besar, Dia adalah sepenuhnya Allah. Kolose 2:9 malah lebih jelas lagi, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke- Allahan.” Tidak ada atribut yang tidak ada. Dia adalah Allah dalam arti yang paling memungkinkan, gambar yang sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Kolose 1:15 Paulus mengatakan Yesus adalah “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Mereka yang menolak keilahian Kristus sangat mementingkan frase ini, dengan asumsi itu berarti Yesus adalah mahluk ciptaan. Namun penterjemahan “sulung” itu menggambarkan peringkat Yesus, bukan asal-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam keluarga Yahudi sulung adalah pewaris, yang utama, yang berhak untuk mewarisi. Dan di dalam keluarga Raya, Dia berhak untuk memerintah. Jadi Kristus adalah Yang mewarisi segala ciptaan dan berhak untuk memerintah diatasnya. Ini bukan berarti dia lahir pertama, karena memang Dia tidak lahir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Maxmur 89:27 Allah mengatakan tentang Daud, “Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.” Disitu arti “sulung” itu diberikan dalam bahasa sehari-hari, “Yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.” Inilah artinya sulung, seperti di Wahyu 17:14, “Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus bukan bagian penciptaan; Dia adalah Sang Pencipta, yang aktif dari permulaan dalam memanggil seluruh alam semesta dan semua mahluk menjadi ada. Yohanes 1:3 mengatakan, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu tidak mungkin benar jika Dia sendiri suatu ciptaan. Kristus adalah Pribadi Tritunggal melalui siapa dunia itu dijadikan dan untuk siapa itu cipta. Ukuran alam semesta ini tidak bisa masuk akal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah yang mencipta ini semua? Beberapa ilmuwan mengatakan ada ledakan besar inilah yang akhirnya membentuk rawa sebelum ada apa-apa, dan ... Sains tidak bisa menjelaskannya. Allah menciptakan semuanya. Siapa? Bayi yang lahir di Betlehem, Dialah yang menciptakan semuanya. Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?juru-selamat-telah-lahir-1</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000170</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Juru Selamat Telah Lahir]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000171"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Isaiah+9:1-7" target="_blank" class="imCssLink">Yesaya 9:1-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya pasal 9 benar-benar menggambarkan bagi kita mungkin nubuatan yang paling klasik tentang kedatangan Yesus Kristus. Jika kita mempertimbangkan pesan Natal ada banyak sekali hal yang kita bisa pentingkan, namun mungkin sangat berguna bagi kita untuk menyelidiki pandangan nabi Perjanjian Lama tentang kelahiran Mesias, Kristus Juruselamat dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cahaya yang keluar dari kegelapan di waktu Yesaya adalah cahaya yang sama yang kita umumkan ke dunia yang gelap sekarang ini. Bahkan Yesaya bisa saja menjadi seorang pengkhotbah abad 21 dari indikasi ayat-ayat yang kita akan lihat sebentar lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita merayakan Natal dan kelahiran Kristus dalam konteks kejadian yang penuh sukacita. Namun jika kita benar memperhatikan dunia ini, sebenarnya tidak ada kebahagiaan tulen sama sekali. Memanjakan diri dengan uang gila-gilaan yang berlangsung sekarang dan sering dalam nama Yesus Kristus sama sekali tidak membawa kemuliaan bagi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia yang dikuasai iblis mengejek Yesus. Ketika kita membicarakan hormat sejati ejekan itu seolah-olah menjadi lebih besar lagi, dan kemunafikan tampaknya lebih terang-terangan dan dosa penolakan lebih menghujat lagi. Kegelapan hati manusia sama sekali tidak berubah. Dalam zaman akhir ini malah hati manusia semakin gelap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun hal ini aneh karena selama sejarah manusia dalam kegelapannya dan dalam sikap penolakan Yesus Kristus, dia tetap menginginkan Penyelamat, dia selalu menginginkan Pembebas. Setiap orang mencari pendamai, seseorang yang membenarkan kesalahan dan membenarkan ketidakadilan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah mengirim Juruselamat seperti itu khusus pada waktunya yang tepat. Tepat pada saat yang tepat dalam sejarah Yesus Kristus dilahirkan, percis pada tumpuan kejadian yang tepat, pada titik strategis yang tepat dalam sejarah manusia Yesus Kristus tiba. Dan Yesaya menubuatkan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 49:8, “Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejak Juruselamat datang selalu waktunya tepat untuk menerima Dia dan mengakui-Nya. Kristus Juruselamat dunia telah menyediakan diri bagi orang setiap saat setiap hari sejak Dia datang dua ribu tahun yang lalu. Namun tetap orang menolak-Nya dan terus menerus orang tidak mau menyerahkan diri mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam dunia semacam ini, yang gelap dan sakit, pengumuman kedatangan Yesus Kristus harus terus menerus dan setia diberikan meskipun dunia tidak akan menerimanya. Kita tahu apa yang dikatakan di Yohanes 1:10, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” Namun bagi sisa yang menerimanya janji-janji Allah semua benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa keadaannya begitu gelap? Karena pada waktu itu ada banyak penyembahan berhala sama seperti sekarang. Ketika seseorang berkomitmen untuk menyembah berhala kepada allah palsu, ada setan yang ambil alih allah palsu itu dan sebenarnya orang itu menyembah setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena mereka itu terpikat karena malaikat yang jatuh itu benar bisa berfungsi di dalam hidup mereka, dan mereka dapat melihat hal- hal supranatural dan aneh terjadi sebagai akibat penyembahan berhala itu. Kita perlu mengerti hal ini dan melindungi diri kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengtakan hal yang sama di 1 Korintus 10:14, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!” Paulus mengatakan, larikanlah dirimu dari penyembahan berhala karena itu berarti Anda mengorbankan diri dan menyembah setan- setan. Dan di dalam seluruh Perjanjian Lama setiap kali suatu negara atau Israel menyembah berhala, itu merupakan penyembahan setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah juga terjadi sekarang di dunia ini. Banyak orang bermain-main dengan semua yang berkaitan dengan demonisme, astrologi, horoskop, mencari supranatural dengan cara daging, roh-roh akrab, medium, sihir dan seluruhnya yang lain. Bahkan guru- guru palsu yang mengajar ajaran salah dan menyembah kesehatan dan kemakmuran dapat dipakai malaikat yang jatuh itu untuk menipu Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan latar belakang ini Yesaya berbicara tentang kedatangan mulia Anak yang adalah Allah, Juruselamat yang lahir di dunia. Dan saudara-saudara, inilah pesan yang harus kita beritakan kepada orang lain sekarang juga. Dan kita tidak mengabarkan injil ini kepada dunia yang baik dan netral, tidak, kita berada di dalam dunia yang gelap yang sibuk dengan setan dan penyembahan setan sama seperti di waktu Yesaya dan pesan kami datang kepada mereka sama seperti pesan Yesaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang datanglah janji-janji Yesaya 9:1-7, “Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. 2 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan datang waktunya dimana semua kesulitan akan berakhir, dan tidak akan ada kesuraman bagi mereka yang terimpit, dan kesuraman Israel dan kesuraman dunia akan berakhir. Wah ini nubuatan yang indah, gambar kesengsaraan akan menghilang dan cahaya akan muncul. Walaupun dunia masih gelap, terang kehidupan dan keselamatan bisa memberi cahaya dalam kehidupan Anda dan pada suatu waktu dunia itu sendiri dapat menjadi terang ketika Yesus kembali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Zebulon dan tanah Naftali? Allah akan ikut campur disana dan keselamatan akan datang dan meskipun Allah dulunya menghukum daerah itu oleh karena dosanya, Dia akan membawa kemuliaan kepada daerah itu. Galilea baru saja dihancurkan dan Galilea menjadi contoh murka Allah dan begitu sebaliknya juga akan berdiri sebagai contoh yang bagus dari belas kasihan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada satu orangpun yang bernubuat bahwa Mesias akan tiba di Galilea. Galilea adalah tempat paling buruk. Dan Galilea tidak disukai orang Yahudi karena letaknya disamping daerah orang bukan Yahudi dan sebenarnya daerah itu dinamakan negara orang bukan Yahudi. Akan tetapi Yesus tiba dan hidup selama 30 tahun lebih di Galilea sama seperti yang dikatakan di dalam nubuatan Yesaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah nabi mengatakan Dia harusnya datang dari Bethlehem? Apakah Anda tidak tahu bahwa Dia telah lahir di Betlehem dan pindah ke Galilea untuk menggenapkan nubutan Mikha bahwa dia lahir di Betlehem, dan menggenapkan nubutan Yesaya bahwa Dia datang dari Galilea?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia merencanakan untuk datang ke Galilea tempat orang bukan Yahudi. Dia adalah Juruselamat seluruh dunia. Dia adalah untuk semua orang, bukan saja pemimpin rohani di Israel, bukan saja bagi orang Yahudi namun untuk semua orang, dan karena itu dia pergi ke Galilea. Ini sebenarnya penolakan terbuka terhadap agama Yahudi yang munafik tanpa realitas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 9:3-5, “Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga ayat ini semua berhubungan dengan kedatangan Kerajaan. Kerajaan itu akan datang, bersukacitalah, bergembiralah, kemenangan dan pengakhiran semua peperangan, dan damai sejahtera selamanya. Kerajaan Mesias akan terjadi ketika Dia kembali lagi. Marilah kita bersukacita dalam pengharapan itu dan melihat Juruselamat yang telah datang dan yang kita harus menyampaikan kepada dunia gelap ini sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 9:6-7, “Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Pangeran Damai. 7 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, perhatikanlah disitu dikatakan, “seorang Anak telah lahir untuk kita”, itu membicarakan kemanusiaan-Nya, benar? Yesus adalah seorang manusia tulen, Dia adalah manusia dan Dia adalah seorang pria. Penulis kitab Ibrani mengatakan Dia manusia sama seperti setiap manusia. Ia memberikan diri-Nya daging.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Dia adalah manusia dan karena Ia merasa apa yang kita rasakan dan karena Ia sakit di mana kita sakit Ia dapat bersimpati dengan kita, dan karena itu Ia adalah Imam besar yang setia. Dia adalah manusia dan Dia harus menjadi manusia karena karena Ia harus mati di tempat manusia, Ia harus menanggung dosa manusia dan Dia harus merasakan sakit manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Dia melebihi manusia biasa, perhatikanlah frase kedua dalam ayat 6, “seorang Putera telah”, apa perkataan berikutnya, bukan lahir, namun “diberikan untuk kita,” dan diberikan oleh siapa?Oleh Allah. Inilah keilahian-Nya. Bukan saja Dia manusia, Dia juga Allah. Dia adalah Allah dalam bentuk manusia. Dia harus menjadi manusia untuk menanggung dosa manusia, namun Dia harus menjadi Allah untuk mengalahkan dosa dan maut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan anak biasa, ini adalah Anak Allah yang diciptakan Roh Kudus dan lahir dari perawan. Dialah yang menjadi terang di dalam kegelapan, Dia adalah pengharapan yang menghancurkan keputusasaan, Anak yang lahir ini, Putera yang diberi ini, Dia adalah yang sempurna dari Allah. Dia adalah satu-satunya pengharapan bagi dunia kita yang gelap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia sekarang mencari kebijaksanaan, mereka mencari jawaban, mereka cari makna kehidupan, meraka mencari solusi untuk ketakutan dan masalah mereka. Mereka pergi ke psikolog, psikiater, analis dan konselor. Mereka membaca buku, mereka mencoba segala sesuatu, mereka bahkan mencari setan, namun mereka tidak pernah mendapatkan bantuan nyata, mereka justru menjadi lebih tersesat dan tanpa harapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah mengatakan, pertama Anak itu dinamakan Penasihat Ajaib. Saya menawarkan Anda Yesus Kristus, Anak Allah, satu- satunya Konselor sempurna yang ada. Karena sebagai Allah Dia mahatahu, bukankah Anda inginkan penasihat yang tahu segala- galanya? Tahukah Anda bahwa Allah menciptakan Anda dan Dia tahu segala keperluan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tahu segalanya tentang Anda, Dia tahu kebutuhan hati Anda dan Dia tahu jawaban tepat bagi segala kebutuhan itu. Dia tahu apa yang terbaik bagi Anda, Dia tahu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Anda dan nasihat-Nya selalu baik. Dia tidak seperti Iblis dan Dia tidak pernah mempermainkan Anda, Dia selalu memberi kebenaran dan Dia tahu keperluan dasar Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun lebih dari pada hanya menjadi Penasihat, Anda memerlukan tenaga, dan itulah yang Anda dapat melihat dalam nama kedua. Dia juga Allah yang Perkasa. Bukan saja Dia dapat mengajarkan Anda apa yang Anda harus perbuat akan tetapi Dia memiliki kekuatan untuk melakukannya, bukankah itu hebat? Dan Dia dapat melakukan apa yang kelihatannya mustahil bagi manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa salah satu hal yang aneh di dalam konseling adalah bahwa orang datang dan mengatakan inilah masalah kita, dan mereka menceritakan masalah mereka terus menerus. Namun ketika mereka diberi solusi berhubungan dengan Allah, mereka pergi dan tidak pernah mencoba melakukannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya orang-orang ingin diberi nasihat sesuai dengan apa yang mereka ingin lakukan, mereka ingin mendapatkan konfirmasi dalam apa yang mereka lakukan sekarang. Namun bukan itu yang dilakukan Kristus, Dia bukan saja memberikan apa yang Anda harus lakukan namun Dia juga memberikan kita kuasa untuk melakukannya. Bukankah itu Juruselamat yang luar biasa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja itu, Dia sanggup menebus manusia, dan sanggup menundukkan bumi dan semua kerajaan dan memerintah sebagai Raja segala Raja dan Tuhan segala Tuhan, Dia adalah kuasa diatas kuasa. Dan semua kuasa itu digerakkan bagi Anda dan saya jika kita mengasihi-Nya dan mengenal-Nya dan percaya kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang dikatakan mengenai Yesus adalah bahwa Dia adalah Bapak yang Kekal. Bukan saja Dia adalah Anak namun Dia juga adalah Bapak, Dia adalah Anak di waktu itu namun Dia adalah Bapak selama-lamanya. John MacArthur mengatakan, "Dia adalah Anak waktu dan Bapa keabadian.” Wah! Sangat hebat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus Kristus melahirkan keabadian, bukankah ini pikiran yang sangat luar biasa? Dia melahirkan kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya, dan itulah dampak utama dari perkataan Yesaya. Dia adalah untuk Anda dan untuk saya yang mengasihi Dia dan menerima-Nya sumber hidup kekal, apakah Anda melihat itu? Dan itu adalah kehidupan kekal bersama Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia adalah Bapak kita untuk selama-lamanya, seperti dikatakan di Yesaya 25:8, “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, Dia dinamakan Pangeran Damai, dan Kerajaan-Nya adalah damai. Dia datang untuk membawa damai dengan tiga cara. Nomor satu, Dia memberikan damai diantara manusia dan Allah, ketika Anda datang kepada Yesus peperangan itu sudah berhenti, pemberontakan sudah berakhir, Anda sekarang sudah berdamai dengan Allah. Di Roma 5:1 dikatakan, “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua Dia membawa damai sejahtera ke dalam hati Anda, suatu istirahat di dalam hati, Filipi 4:7 mengatakan, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Tidak ada jumlah konseling, tidak ada jumlah uang, tidak ada jumlah gengsi dan posisi yang dapat memberikan damai semacam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga Dia akan datang lagi suatu hari untuk membawa Kerajaan damai dimana Dia akan memerintah sebagai Pangeran dan Raja. Dia adalah, seperti Paulus mengatakan di Efesus 2:14, “Dialah damai sejahtera kita.” Dia datang seperti dikatakan di Lukas 1:79, “untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan akhirnya, Dia adalah Pemimpin Dunia yang berdaulat dan kita dapatkan hal itu dari ayat 7, dimana dikatakan, “Besar kekuasaannya,” yang berarti kerajaan dunia bukan kerajaan kehidupan Anda, dan inilah Kerajaan Mesias terakhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya.” Dia berhak untuk bertakhta, Dia adalah warisan Daud, “karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama- lamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Raja akan datang kembali dan Dia akan bertakhta. Dia pernah datang bebelumnya dan Dia menawarkan Kerajaan-Nya dan manusia menolak dan menyalibkan-Nya, namun Dia akan datang kembali untuk membawa Kerajaan-Nya, dan kali ini tidak ditawarkan, melainkan kerajaan ini akan dibangun disini di dunia dan di langit bagi mereka yang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya menutup dengan mengambil dua perkataan dari ayat 6 yang diulang dua kali,”Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita.” Siapakah kita ini? Kepada siapa Anak diberi? Apakah kepada semua orang? Tidak. Hanya kepada kita yang percaya. Yesaya berbicara kepada sisa ilahi di Israel dan sisa ilahi dimanapun juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semoga disana-sini juga ada yang telah dipilih Engkau Allah yang akan mengenal Yesus Kristus sepenuhnya, yang keluar dari kegelapan dunia ini kepada terang, kepada Kerajaan-Mu yang terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bapak, kami menyadari bahwa Yesus menggenapkan semua nubuatan Perjanjian Lama, dan Dia menggenapkan kelaparan keputusasaan hati setiap orang. Bapa kita melihat dunia kita dan kami sakit hati karena begitu banyak orang terhilang, yang telah menghilangkan Allah dan mencari kepuasan dan menemukan kehampaan dan keputusasaan. Bapak, tolonglah kami untuk memperlihatkan terang mulia Yesus Kristus kepada semua orang yang kita ketemu, Amin!</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?juru-selamat-telah-lahir-2</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000171</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Peringatan dari Tuhan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000172"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:12-15" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:12-15</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita akan mempelajari ayat-ayat 2 Petrus 1:12-15 malam ini. Ini salah satu bagian yang benar-benar memberikan kita wawasan hati pemulis. Ini seperti melihat yang ada di belakang layar, melihat dalam kehidupan Petrus untuk mencari tahu apa yang mendorong dia.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca 2 Petrus 1:12-15, “Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita lihat lagi sebentar konteks ayat-ayat ini. Petrus ingin memberikan kita semua perlengkapan senjata yang kita butuhkan untuk melawan guru-guru palsu dan penipuan mereka. Jika kita ingin membela diri melawan ajaran palsu maka kita memerlukan pengetahuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu tahu tentang keselamatan kita dan kita sudah mendiskusikan itu di dalam kesebelas ayat bab pertama. Kita perlu mengenal Firman dan Petrus akan mulai membicarakan itu mulai ayat 16 di minggu-minggu depan nanti. Dan akhirnya, di bab 3, kita harus tahu akan santifikasi kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelumnya Petrus mulai membicarakan bagian kedua dari pengetahuan itu, ia menyimpang sedikit dalam beberapa ayat- ayat ini supaya kita dapat melihat ke dalam hatinya. Dia memperlihatkan sebagian dari dia yang paling mengasihi di dalam surat ini dan membuka keinginan hatinya sebagai pendeta. Inilah alasan dia menulis surat ini, Disini kita bisa melihat motivasi dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan waktu dia membicarakan pelayanannya ada empat hal yang mengalir keluar dari perkataannya. Dia mengungkapkan desakan pelayanan itu, semangat pelayanan itu , tugas pelayanan dan singkatnya pelayanan itu. Itulah dasarnya surat ini. Inilah yang menggerakkannya dan yang harus menggerakkan kita juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Surat ini adalah pernyataan terakhir dari Rasul kekasih Petrus, suatu warisan, suatu pernyataan kebenaran ilahi yang dituliskan dalam pena dan tinta dibawah inspirasi Roh Kudus dan yang telah dimasukkan Firman yang akan berbuah buah abadi terus menerus selama ada waktu. Dan itu akan membawa orang kepada kesalehan, kebajikan, ketaatan yang akan menghasilkan pahala abadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi mengapa Petrus mulai memperingati kita? Karena Allah tahu kita mudah terganggu dan setiap guru baik juga menyadari bahwa orang gampang melupakan apa yang mereka dengarkan. Jauh di dalam Ulangan 6 Allah telah mengatakan, “Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Dia mengatakan, “Jangan lupa akan hal ini. 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” Janganlah melupakan hal ini dalam kehidupan Anda sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Ulangan 8:19-20 kita baca, “Tetapi jika engkau sama sekali melupakan Tuhan, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; 20 seperti bangsa- bangsa, yang dibinasakan Tuhan di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Allah memberikan mereka hari Pelewatan (bukan Paskah), itu menjadi pengingat tahunan, suatu lambang pengingat bukan untuk mengingat Mesir namun untuk mengingat Allah penebus, Allah yang membebaskan, Allah yang menyelamatkan, Allah penuh anugerah dan belas kasihan dan Allah yang menghukum dan adil. Sekarangpun ketika hari Pelewatan di rayakan orang Yahudi mengingat Mesir dan mereka mengingat melarikan diri namun banyak orang tidak mengenal Allah yang menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan kepada Keduabelas di Yohanes 15:20, “Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu.” Paulus mengatakan di KPR 20:35, “kita harus mengingat perkataan Tuhan Yesus.” Dan dia mengatakan kepada di 2 Timotius 2:8, “Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia menulis di 2 Petrus 3:1, “Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan.” Yakobus mengatakannya sedikit berbeda namun maksudnya sama di Yakobus 1:25, “jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak ada waktu untuk melihat semua ayat di Perjanjian Lama yang mengatakan, “janganlah melupakan Saya, janganlah melupakan Saya, ingatlah Aku, ingatlah Aku.” Dan kita juga tidak ada waktu untuk mempelajari semua yang ada di Perjanjian Baru dimana kita sebagai orang percaya diperingati untuk mengingat. Kita sebagai orang Kristen semua gampang melupakan hal penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Michael Griffith mengatakan di dalanm bukunya “God’s forgetful Pilgrims,” dan saya kutip, “Orang Kristen sering memiliki kehilangan memori yang aneh. Banyak sekali orang yang pergi ke gereja telah melupakan apakah tujuannya mereka ke gereja. Setiap minggu mereka pergi ke suatu gedung dan mereka melakukan berbagai rutine khusus tanpa memikirkan tujuannya mereka lakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab membicarakan gereja sebagai pengantin Kristus, yang murni dan suci, tetapi gereja tampaknya lebih seperti Cinderella compang-camping, yang kelihatannya mengerikan di antara abu yang telah melupakan dia seharusnya seorang wanita cantik.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Anda di gereja ini? Apakah Anda benar belajar sesuatu yang merubahkan cara hidup Anda? Saya senang ada yang menyimpan khotbah-khotbah itu dan kadang membacanya lagi supaya mereka dapat ingat firman Allah bagi mereka dan mencoba untuk mempraktekannya dalam hidup sehari-hari.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kenyataan lain yang semua guru baik juga tahu yaitu soal keakraban. Meskipun kita harus memperingati mereka berkali-kali tetang hal-hal yang sama, jika itu dilakukan dengan cara yang sama memakai kata-kata yang sama maka mereka memikir: ah saya sudah mendengar hal itu dan setelah itu mereka tidak mau memperhatikan apa yang dikatakan. Jadi tantangan mengajar adalah untuk mengulangi Firman dengan cara berbeda tetapi memakai kebenaran yang sama supaya apa yang terdengar kedengarannya baru dan segar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah hal pertama yang kita lihat dalam hati Petrus bagi umatnya adalah suatu perasaan desakan dalam pelayanannya. Perhatikanlah permulaan ayat 12, “Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu. “Dan aku tidak ingin kau pernah lupa bagaimana luar biasa itu adalah memiliki kepastian keselamatan, jadi saya akan selalu siap untuk mengingatkan Anda tentang hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia mengantisipasi bahwa setiap orang yang membaca surat ini tahu bahwa dia siap untuk mengingatkan kita tentang hal-hal ini. Jadi setiap kali 2 Petrus diangkat dan bab pertama dibaca, Petrus mengingatkan kita akan hal-hal ini. Dan begitu baik berkhotbah dan menulis kedua-duanya berguna untuk mengingatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia ingin meningggalkan suatu warisan, dia ingin meninggalkan bukti akhir untuk mengingatkan orang tentang kebesaran keselamatan dan berkat jaminan dan untuk menjaga supaya guru-guru palsu dan doktrin palsu tidak mencuri semua itu. Dan bukan saja Petrus melakukan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar sangat megecewakan jika kita memikirkan seberapa cepatnya kita melupakan hal-hal. Ada survei dilakukan di masa lalu yang mengatakan bahwa dalam satu jam setelah khotbah, orang telah lupa sembilan puluh persen dari khotbah itu. Itu benar statistik yang menakutkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita dapat mengatasi hal itu? Dengan mengulangi hal-hal yang sama berkali-kali dengan cara berbeda-beda, sama seperti yang dilakukan Firman Allah. Dan setiap pendeta setia akan merasa desakan untuk melakukan hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Petrus bukan saja mengerti desakan pelayanan itu, yaitu untuk mengingatkan orang sebagai akan bahayanya kesalahan dan dosa, namun dia juga mengerti semangat pelayanan itu. Sambil memperingati orang Anda juga harus mengakui bahwa mereka sudah tahu banyak hal tentang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menunjukkan bahwa kita memerlukan semangat yang tepat, yaitu suatu semangat kasih karunia, suatu roh lemah lembut dan suatu semangat kelembutan. Dan dia berbicara memakai semangat seperti itu, lihatlah ayat 12, “aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu,” itu memperlihatkan pentingnya hal itu, namun lihatlah semangatnya, “sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada suatu perasaan penuh kasih dalam caranya dia mengatakan itu kepada umatnya. Aku tahu kamu telah mengetahuinya. Aku tahu Anda telah mendengar hal-hal ini, Aku tahu bahwa hal-hal itu telah dibangun di dalam kehidupan Anda dan aku tahu bahwa hal- hal itu berada bersama Anda, namun izinkan saya untuk tetap mengingatkan Anda dalam hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sikap sombong disini, dia tidak memandang mereka rendah. Ingatlah bahwa dia malah mengajarkan kita supaya janganlah kita berlaku sebagai raja. Saya disini bukan mengatakan kamu itu tidak tahu, malah saya memiliki keyakinan yang besar dan kepercayaan besar dalam apa yang telah Anda pelajari, apa yang Anda telah percaya dan apa yang Anda telah menegaskan. Namun saya hanya ingin mengingatkan Anda lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus melakukan hal yang sama. Di Kolose 1:6 Paulus mengatakan, “yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini dia menulis surat ini kepada jemaat Kolose penuh nasihat, penuh panggilan supaya mereka mengejar kehidupan yang lebih tinggi, namun ia berkata, "Aku tahu kau pernah mendengar kebenaran, Aku tahu kalian telah percaya kebenaran, saya mengaku hal itu. Saya hanya mengingatkan Anda kembali supaya kesetiaan Anda semakin besar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 2:27 mengatakan, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu.” Dan yang dibicarakan adalah Roh Kudus. Di 2 Yohanes 1:2 dia mengatakan bahwa kebenaran menetap di dalam kita dan akan menyertai kita sampai selama-lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Anda mulai mengenal Kristus, Yohanes mengakui hal itu, Paulus mengakui hal itu dan Petrus mengakui hal itu. Pada saat Anda mengenal Kristus kebenaran ada di dalam Anda dan akan menetap di dalam Anda. Dan Petrus mengatakan saya tahu hal itu, saya tidak mempertanyakan keselamatan Anda. Saya tidak mempertanyakan iman Anda. Saya hanya mengingatkan Anda karena waktunya mendesak karena ajaran palsu itu akan datang segera.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu ini benar sekarang lebih dari sebelumnya? Iblis tahu kita hidup di zaman akhir dan dia bekerja sekeras mungkin untuk menyerang kita. Apakah Anda melihat billboard dari orang ateis sekarang sebelum Natal? Mereka mengatakan, hai bangunlah, Kristus itu tidak ada, tidak pernah ada Allah dan tidak akan ada. Mereka mengatakan janganlah tertipu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu alasan mengapa Petrus merasa desakan untuk mengingatkan kita adalah karena dia sendiri gagal, benar? Dalam sejarah dunia Petrus memiliki kesempatan untuk mengenal kebenaran lebih daripada orang lain. Bukan saja dia termasuk ke dalam keduabelas murid Yesus, yang semua memiliki kesempatan besar, namun dia juga termasuk dalam tiga batin, Petrus, Yakobus dan Yohanes, yang paling intim dengan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia tanpa pertanyaan yang paling vokal dari keduabelas dan dengan demikian dalam banyak hal dipercaya paling cepat. Dia pasti merasa sangat dekat dengan Yesus karena dia begitu blak-blakan, dia membuat asumsi-asumsi besar seperti apa yang dia bisa katakan waktu Yesus ada, yang menunjukkan bahwa ia merasa sangat nyaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada orang yang lebih dekat dengan kebenaran, karena dia berjalan bersama Yesus selama tahun-tahun itu, dan mendengar semua yang di ajarkan-Nya, dan melihat semua mukjizat-mukjizat yang telah Dia lakukan, dan mengalami semua yang ada di dalam kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus yang belum tercatat di Alkitab. Dia mengalami semua kebenaran itu dan dia diperingati tentang itu berkali-kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membaca Injil, Anda akan melihat bahwa Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran yang sama berulang kali, kadang memakai perkataan yang sama, kadang memakai perkataan lain. Karena itu Anda dapat membaca suatu ekspresi dari Tuhan kita dalam satu dalam konteks satu Injil dan melihatnya muncul dalam konteks yang berbeda dalam Injil lain. Ini bukan bukti bahwa Injil itu di-edit, tidak, ini bukti bahwa Yesus itu guru yang sangat baik yang mengulangi hal-hal yang sama tetapi dengan cara yang berbeda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Yesus tidak senang pada akhir pelayanan-Nya waktu mereka masih belum mengerti pesan-Nya. Dia mengatakan di Yohanes 14:9, “Sudah berapa lama Aku bersama kamu,” kepada mereka di Ruangan Atas, “dan Anda masih belum mengenal Aku?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah Petrus yang telah melihat sendiri kebenaran itu sedangkan pada waktu krisis dia lari dan menyangkal Yesus Kristus. Di Lukas 22:31-32 Yesus berkata, “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab Petrus di ayat 33-34, "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!" 34 Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku." Dan kita tahu bahwa Petrus memang menyangkal Yesus tiga kali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah, Petrus sendiri tahu sendiri bahwa walaupun dia sudah tahu banyak kebenaran dan kebenaran itu berada bersama dia, dia tetap memerlukan peringatan konstan supaya janganlah dia jatuh. Guru itu tidak pernah menahan kebenaran karena memang kebenaran perlu diulangi. Begitulah caranya Anda membangun blok-blok tembok benteng yang kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi karena itu dia mengatakan di ayat 13, “Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini.” Tubuhmu hanya seperti kemah, bangunan sementara, tempat kediaman jiwamu yang fana dan pada suatu hari kemah itu akan dilipat dan jiwa Anda akan pergi ketempat lain dan meninggalkan kemah itu. Namun Petrus mengatakan selama masih ada di dalam tempat sementara yang fana ini, saya merasa kewajibanku adalah untuk tetap mengingatkan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan tidak ada pensiun. Saya melakukan itu sampai saatnya saya meninggalkan kemah ini. Saya ingin meneruskan apa yang saya lakukan sampai mati atau sampai pikun. Kalau saya pikun boleh deh masuk ke dalam rumah. Namun pandangan Petrus adalah keseluruhan hidupnya. Apakah yang dia akan perbuat selama dia hidup? Dia akan mengingatkan Anda untuk bertumbuh menjadi serupa Kristus Yesus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang percaya bisa saja menjadi males dan ngantuk dan tidak waspada dan tidak berpikiran jelas. Ada rasa di mana setiap pengkhotbah dan guru tahu bahwa tanggung jawabnya adalah untuk untuk membangunkan Anda dari kelesuan dan kemalasan dan sikap apatis dan ngantuk rohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paling akhir dia mengerti pelayanan itu singkat. Dan ini sangat penting, perhatikanlah ayat 14, dia mengatakan, “Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini.” Lihatlah akhir ayat 14, “ sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Benar? Apakah Tuhan Yesus telah menjelaskan kepadanya bahwa kematiannya akan terjadi segera? Yesus mengatakan itu di dalam Yohanes 21:18, dan di ayat 19 Yohanes mengatakan, “Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi gereja mula-mula mengatakan bahwa dia disalibkan seperti telah dinubuatkan Kristus. Sebelumnya dia disalibkan, dia dipaksakan untuk melihat penyaliban isterinya. Telah tertulis bahwa dia berdiri di kaki kayu salib itu dan terus menerus menguatkannya dengan kata-kata, “Ingatlah Tuhan, ingatlah Tuhan, ingatlah Tuhan.” Dan setelah dia meninggal, dia dengan sukarela mati juga namun dia minta supaya dia disalibkan terbalik, dan itu mereka lakukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak peduli kita mengingat dia. Dia ingin supaya Anda mengingat apa yang dia ajarkan. Jadi Petrus mengatakan saya akan melakukan hal itu dengan memberikan warisan sehingga setelah saya meninggal, Anda sebagai orang Kristen, dapat mengingat kembali hal-hal ini dan Anda dapat menambahkan kebajikan kepada hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah ini akan mendorong Anda untuk mengingat? Apakah Anda mulai merubah cara hidup Anda? Apakah Anda mulai hidup lebih dekat lagi kepada Tuhan seperti apa yang diingatkan Petrus? Janganlah mengabaikan firman Allah, ya!</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?peringatan-dari-tuhan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000172</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kebajikan dan Jaminan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000173"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:8-11" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:8-11</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menuliskan bagian besar di 2 Petrus ini supaya orang-orang percaya dapat mengalami jaminan yang Tuhan ingin mereka mengalami, karena musuh kita, yaitu si Iblis, selalu menuduh saudara-saudara dan selalu ingin memukul kita dengan pukulan keraguan untuk membuat kita meragukan keselamatan kita.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk melawan muslihat yang menipu, orang percaya harus mengenal kebenaran; pengetahuan adalah kuncinya dalam mengalahkan guru-guru palsu. Mereka tidak dapat menipu Anda jika Anda mengenal kebenaran, kebenaran tentang ajaran dan kondisi rohani Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan di ayat 5-7, Anda harus menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” Dan jika Anda mengejar kebajikan-kebajikan itu Anda akan mengalami jaminan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu di ayat-ayat 8-9 yang kita bicarakan malam ini, kita diberi dua kemungkinan. Dan supaya saya mengalami jaminan saya harus mempertimbangkan kedua pilihan ini di ayat-ayat 8 dan 9. Sekarang ada dua pilihan dan Anda dapat memilih salah satu, menerima atau menolak mengejar kebajikan ini dan upaya yang diperlukan. Dan Petrus menerangkan dengan jelas sekali akibat pilihan Anda ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 1:8-11, “Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh- sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Supaya mengalami jaminan di dalam hidup saya, saya perlu memilih pilihan positif dari ayat 8. Jiak Anda melihat kebajikan di dalam hidup Anda seperti keunggulan moral, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kebaikan hati dan kasih dan Anda melihatnnya bertumbuh, Petrus mengatakan di ayat 8, itu membuat Anda giat dan berhasil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dengan kata lain, Petrus mengatakan di ayat 8, jika di kehidupan Anda tidak ada kebajikan seperti itu, Anda tidak berhasil dan berbuah dalam pengenalan dan pengetahuan benar akan Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang lihatlah frase dibagian akhir ayat 8 karena ini penting. Dia mengatakan “apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Frase “dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita” berarti dia membicarakan orang Kristen tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disisi lain, jika ada orang yang melihat hidupnya dan tidak melihat keunggulan moral, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kasih akan saudara dan kasih kepada semua orang , jika dia tidak kejar hal-hal itu dikatakan dia buta dan picik (ayat 9).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ikutilah saya lagi di ayat 9, “Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.” Dia lupa bahwa Tuhan telah menyelamatkannya dari dosa-dosa yang lalu, dari kehidupannya penuh dosa yang dahulu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengenalan akan Yesus Kristus pada saat kita percaya memberikan kita penerangan kepada mereka yang buta dalam kebodohan kafir mereka. Namun orang Kristen yang tidak melaksanakan implikasi moral pengetahuan ini sebenarnya telah menjadi buta kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengembangkan keuntungannya dalam ayat 10 dan 11. Ini tempatnya dimana seluruh argumen datang ke klimaks yang besar. Perhatikanlah ayat 10, “Karena itu, saudara-saudaraku,” sekarang perkataan “karena” mengikatkan semua hubungan. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdasarkan apa yang saya telah katakan, “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita dapat melakukan itu? Ikutilah ayat 10, “Sebab jikalau kamu melakukannya.” Dengan kata lain, selama Anda mengejar kebajikan-kebajikan moral itu, selama Anda sungguh-sungguh mengejar kebajikan-kebajikan yang semakin tinggi itu, selama Anda mengejar kehidupan saleh, selama Anda mengejar pertumbuhan rohani, Anda akan menunjukkan bahwa Anda dipanggil dan Anda dipilih.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah akhirnya ayat 10, “kamu tidak akan pernah tersandung.” Anda tidak akan pernah jatuh kedalam keraguan, putus asa, kesedihan, depresi dan ketakutan mengenai kondisi rohani Anda. Anda akan selalu memiliki percaya diri, Anda akan selalu memiliki jaminan. Mengapa?Karena Anda mengejarkebajikan rohani itu, dan Anda tahu bahwa Allah telah membangkitkannya di dalam hidup Anda dan karena Anda bisa melihat itu, Anda yakin Anda telah dipilih sebelum dunia di jadikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan kepada Anda melalui Petrus bahwa jaminan itu berhubungan langsung dengan caranya Anda hidup kehidupan Anda sekarang. Semua orang ingin memiliki kepastian tentang keselamatan mereka, tidak ada seorangpun yang ingin hidup dalam keraguan. Namun saya akan menebak bahwa masih ada banyak orang Kristen yang hidup dalam keraguan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa orang yang mengatakan, “Lah, Anda hanya perlu mengingat kembali suatu ketika dimana Anda maju kedepan dan Anda menyerahkan hidup Anda kepada Yesus dan Anda menandatagani sebuah surat perjanjian, itulah satu-satunya jaminan yang Anda perlukan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan itu yang dikatakan di dalam firman Allah sekarang ini. Jika Anda ingin jaminan bahwa panggilan dan pilihan Anda teguh, Anda harus memastikannya dengan memperlihatkan kebajikan-kebajikan di dalam hidup Anda, yang telah dipertumbuhkan Roh Kudus waktu Anda mengejar kebajikan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 11 Petrus mengatakannya sejelas mungkin, “Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Apakah yang dia katakan disini? Dia mengatakan ketika Anda masuk ke dalam Kerajaan kekal, Anda akan menerima pahala berlimpah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memasuki Kerajaan kekal melihat kepada harapan kita di masa depan. Sekarang kita telah masuk kedalam Kerajaan pda saat kita diselamatkan, kita telah pindah dari kebinasaan kepada hidup dari Kerajaan kegelapan masuk kedalam kerajaan Anak Allah, kita sekarang hidup dalam keadaan sekarang dari Kerajaan itu, yaitu dibawah perintah Kristus. Dan kita ada di dalam Kerajaan dengan cara itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita masih menunggukan pemenuhan masa depan Kerajaan kekal dan Kerajaan kekal itu berhubungan dengan imbalan. Bagian Kerajaan dimana kita hidup ini berhubungan dengan keselamatan. Bagian kekal Kerajaan itu yang akan dipenuhi di masa depan dan adalah berkat hadiah kekal. Ini melampaui waktu, ini diluar ruang, ini bersama dengan Tuhan Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah, saudara kekasih, adalah tujuan perjalanan kita. Ada orang yang mengatakan bahwa Anda dapat datang kepada Yesus Kristus dan percaya kepada-Nya pada suatu waktu dan kemudian hidup dengan cara apapun yang Anda inginkan tanpa konsekuensi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang mengatakan memang baik mengejar keunggulan moral, namun jika Anda tidak melakukan itu Anda tetap masuk surga. Itu benar jika Anda benar-benar orang Kristen tetapi jika Anda memilih opsi nomor dua Anda akan hidup dalam keraguan dan depresi, dalam ketakutan dan putus asa dan Anda akan khawatir tentang kondisi rohani Anda dan terus bertanya-tanya apakah Anda benar- benar diselamatkan karena Anda tidak melihat peningkatan dan pertumbuhan dalam kebajikan moral tersebut.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selain dari itu pada saat Anda masuk Kerajaan, Anda akan kecewa akan hadiah Anda pada saat itu. Anda akan menerima pujian dari Allah tetapi tidak akan setinggi seandainya Anda telah mengejar kebajikan-kebajikan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus hidup kehidupan Kristen kita memandang kepada hadiah kekal kita; kita dipanggil untuk menabung harta di surga, kita dipanggil untuk mengejar kebajikan berdasarkan emas, perak dan batu permata dan bukan dari kayu, rumput kering atau jerami (1 Kor. 3:12-13). Bagi mereka yang dengan setia dan rajin mengejar kesalehan, hadiah mereka akan disediakan berkelimpahan sesuai dengan usaha mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya setuju bahwa setiap anak Allah ketika mereka masuk surga akan menerima pahala berkelimpahan, Namun Petrus disini mengatakan ada suatu penghargaan khusus bagi mereka yang telah mengejar kebajikan dengan setia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya semua orang Kristen akan berbuah, namun ternyata ada opsi yang beberapa orang Kristen memilih dan itu adalah untuk membuat usaha kecil pada kebajikan rohani sedangkan beberapa yang lain melakukan upaya besar dalam hal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah mengatakan bahwa Allah akan membawa kekayaan mereka kepada semua yang diselamatkan (Wahyu 21:24). Dan </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman mengatakan bahwa Dia dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati (1 Tim 6:17). Firman juga mengatakan bahwa semua orang percaya diberi pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Efesus 1:7).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman mengatakan bahwa pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah- limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus (Efesus 2:7). Firman Allah mengatakan Dia telah menyelamatkan kita karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Titus 3:5). Firman Allah juga mengatakan betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus (Efesus 1:18).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman mengatakan bagi mereka yang diselamatkan betapa kaya dan mulianya rahasia itu yaitu: Kristus ada di dalam kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan (Kolose1:27). Firman juga mengatakan untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, 24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain (Roma 9:23-24). Dan Firman mengatakan bahwa Allah telah memberikan Roh Kudus dan kasih karunia kepada semua yang diselamatkan (Lukas 11:13).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi karena Dia telah mencurahkan atas semua orang percaya kemurahan hati dan karunia besar dan berkat yang kaya, karena semua orang percaya akan memiliki kesetiaan dan kemampuan untuk berbuah sedikit-sedikit, mereka semua akan mengalami berkat dan kelimpahan dalam kemuliaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun semua itu benar, ayat ini dalam konteks ini mengatakan jika Anda dengan setia menambahkan kebajikan karakter Kristen kepada hidup Anda, Allah akan membalas dengan terus menerus menambahkan banyaknya berkat yang Anda terima pada saat Anda masuk kedalam Kerajaan kekal-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kemudian derajat penghargaan yang Allah akan memberikan kepada anak-anak yang dikasihi-Nya berdasarkan kesetiaan dan rajinnya mereka mengejar kebenaran. Menabur melimpah akan berarti menuai berlimpah. Hadiah anugerah dalam kekekalan akan sesuai dengan pekerjaan kasih karunia pada waktu sekarang. Dan akan ada derajat penghargaan di dalam surga yang proporsional dengan kesetiaan Anda di dalam hidup ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Anda selamat faktanya kita masuk kedalam Kerajaan kekal telah ditentukan, namun caranya kita masuk belum dipastikan. Bagaimana megahnya pahala kekal kita di surga berhubungan dengan bagaimana rajinnya kita mengejar kebajikan disini di dunia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji Tuhan adalah bahwa jika saya mengejar kebajikan dalam hidup ini, saya akan menikmati yang terbaik dari kehidupan yang dijamin dalam rumah kekal saya dan saya akan menikmati untuk selama-lamanya pahala besar itu karena ketekunan saya dengan kuasa Roh Allah sekarang ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Benjamin Warfield menulis ini diwaktu lalu, “Petrus menasihati kita untuk berusaha supaya panggilan dan pilihan kita teguh, justru dengan ketekunan dalam pekerjaan baik. Maksudnya bukan dengan pekerjaan baik kita dapat menjamin dari Allah suatu tingkat pemilihan. Tidak. Maksudnya adalah dengan mengembangkan biji kehidupan rohani yang kita telah terima dari Allah supaya potensinya penuh dengan mengerjakan keselamatan kita, tentu di dalam Kristus dan bukan tanpa Kristus, maka kita dapat jaminan kita benar-benar telah menerima pilihan yang kita klaim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pekerjaan baik adalah tanda dan ujian bahwa kita dipilih. Dan ketika kita melihat seluruhnya seperti Petrus melihatnya, ini hanya tanda dan ujian pemilihan. Kita tidak pernah akan tahu bahwa Allah telah memilih kita kecuali kalau ada buah pilihan itu di dalam hidup kita yang nyata ...seperti iman dan kebajikan, pengetahuan dan penguasaan diri, kesabaran dan kesalehan, dan kasih akan saudara-saudara. Percumah mencari jaminan pilihan tanpa adanya kesalehan di dalam hidup. Allah memilih umat-Nya sebelum dunia dijadikan supaya mereka hidup saleh. Kesalehan adalah tanda pasti bahwa Anda dipilih karena itulah akibatnya yang perlu ada.” akhir kutipan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seseorang yang mengerti kehidupan rohani tahu benar-benar apakah dia menikmati terang berkat-berkat Allah atau dia berjalan di dalam kegelapan, sama seperti seseorang tahu dia berjalan di terang matahari atau di dalam badai hujan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kehidupan Anda. Jika Anda tidak melihat kebajikan moral, Anda tidak ada bukti untuk memeriksa keselamatan Anda. Perhatikanlah kehidupan Anda. Jika Anda melihat kebajikan-kebajikan kecil di dalam hidup Anda, tentu masih jauh dari sempurna, namun itu ada dan bertumbuh, Anda tahu Anda berjalan di dalam terang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada pengaruh praktis terhadap hidup saya? Ajaran jaminan dan pengalaman jaminan itu penting, karena pertama, itu menyebabkan kita mengasihi dan bersyukur kepada Allah untuk anugerah-Nya yang menyelamatkan dan untuk janji kekal-Nya. Saya tahu saya terjamin untuk selama-lamanya. Dan saya akan memuji Dia dan mengasihi-Nya untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, bukan saja itu menyebabkan kita mengasihi dan memuji Allah akan tetapi itu memberikan kita suka cita dalam segala tugas dan tantangan dunia. Jika saya yakin saya selamat dalam hal apapun yang terjadi di dalam hidup ini saya tetap mengalami suka cita ditengah hal itu. Mengapa? Karena apapun yang terjadi sementara ini, saya tahu tempat kediaman kekal saya nanti, benar? Jadi jaminan memungkinkan saya untuk bersukacita dalam kesulitan apapun juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, jaminan itu menyebabkan kita rajin dalam ketaatan dan pelayanan. Jika saya yakin saya benar selamat dan jika saya tahu saya benar akan masuk ke surga, saya juga menyadari bahwa kewajiban saya adalah untuk menaati raja saya. Jaminan tidak menyebabkan sifat apatis, keraguan menyebabkannya, malah jaminan itu menyebabkan ada kepedulian dan keinginan untuk berbuat sesuatu. Keraguan menghambat pelayanan, jaminan malah mendorongnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, jaminan memberikan kita kemenangan melawan godaan. Karena ditengah pencobaan terkuat saya yakin bahwa saya menjadi milik Allah dan karena itu pencobaan yang saya alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan saya dicobai melampaui kekuatan saya. Pada waktu saya dicobai Ia akan memberikan kepadaku jalan keluar, sehingga saya dapat menanggungnya (1 Kor. 10:13).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dipihak lain, jika saya tidak memiliki jaminan keselamatan saya, maka godaan itu menghambat dan menekan saya dan saya bertanya-tanya apakah saya mampu menghadapinya, dan saya selalu menanyakan diri saya apakah saya akan binasa ketika saya menjadi korban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, jika saya memiliki jaminan walaupun saya tidak memiliki harta banyak di dunia ini saya tetap merasa puas. Jika ada jaminan saya yakin bahwa saya akan mendapat harta di dunia yang akan datang. Dan saya yakin bahwa Allah akan menyediakan segala kebutuhan saya sesuai dengan kekayaan-Nya dan kemuliaan-Nya di dalam Yesus Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika saya tidak yakin ada jaminan maka saya akan memegang semua yang ditawarkan dunia ini. Dan jika saya tidak yakin ada hadiah kekal, maka saya ingin mengisi hidup ini dengan semua yang aku bisa mendapatkan. Dan ketika semuanya tidak berjalan benar aku merasa lebih tertipu lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor enam, karena saya memiliki jaminan itu, suara hati yang bermasalah akan ditenangkan. Walaupun saya merasa bersalah, dan meskipun saya merasa tidak berharga, dan meskipun saya berdosa banyak dan kotor dan malang, hati nurani saya terhibur karena ada jaminan keselamatan kekal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor tujuh dan terakhir, ketakutan akan maut akan dihilangkan oleh karena jaminan itu. Jika saya yakin saya orang Kristen maka saya berani menghadapi maut dengan penuh keyakinan bahwa saya akan keluar dari hidup ini dan masuk kedalam dunia akan datang dimana Yesus menyambut saya. Tuhan mengatakan bahwa Anda dapat meneguhkan panggilan dan pilihan Anda dan Anda tidak perlu tersandung keraguan dan putus asa lagi. Anda hanya perlu mengejar semua kebajikan ini, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kebajikan-dan-jaminan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000173</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagian Kita Dalam Jaminan Kekal]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000174"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:5-7" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:5-7</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedih mendengar ada beberapa orang Kristen yang tidak menikmati jaminan keselamatan mereka. Dan ini khususnya sedih karena alalh ingin kita memiliki jaminan penuh, seperti dikatakan di Iberani 6:11 dan 10:22. Dia ingin sesuai dengan 1 Yohanes 3:19, supaya hati kita ditenangkan di hadapan-Nya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika tidak memiliki jaminan berarti hidup dalam keraguan, hidup dalam ketakutan dan hidup dalam suatu bentuk depresi rohani dan jenis kesengsaraan tertentu. Anda tidak dapat menikmati antisipasi dari semua janji-Nya dan Anda tidak dapat menikmati realitas iman dan harapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda bahwa janji kehidupan kekal dan janji hidup berkelimpahan mengandaikan jaminan keselamatan. Jika saya akan menikmati semuanya yang menjadi milikku dalam Kristus, saya harus tahu bahwa saya berada di dalam Kristus. Jika tidak saya akan seterusnya hidup dalam ketakutan, kesengsaraan dan keraguan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus sangat prihatin bahwa pembacanya menikmati jaminan. Jadi dalam surat pendek ini inilah temanya. Ini lah buku singkat sekali, hanya ada tiga bab. Dan tema dominan buku ini terdapat di dalam bab 2. Dan bab 2 ini mengenai guru-guru palsu dan nabi palsu. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka di gambarkan dengan cara jelas sekali dalam bab kedua ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah bab 2 ini dikelilingi ajaran lain yang tujuannya adalah untuk melawan serangan-serangan mereka dengan baik. Dengan kata lain, bab 1 dan 3 berhubungan dengan tema itu dengan mengajarkan orang paercaya begaimana kita harus melawan guru-guru palsu itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk melawan penipuan guru palsu yang makin mendekat, orang percaya itu harus mengetahui beberapa hal. Orang percaya itu harus memiliki pengetahuan yang benar dan akurat. Jadi pertanyaannya adalah apakah yang kita perlu tahu? Apakah yang benar penting?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, 2 Petrus 1:12-21 menerangkan firman Allah kepada kita, kita perlu tahu apa yang dikatakan Firman Allah. Di bab 3 kita perlu tahu proses pembenaran kita. Kita perlu tahu proses kita menjadi lebih seperti Tuhan Yesus. Dan di dalam bab 1:3-11 kita perlu tahu keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mengenal Alkitab dan jika Anda terpisah bagi Allah dan jika Anda yakin keselamatan Anda nyata, maka semua serangan guru palsu itu sia-sia. Namun jia Anda tidak mengenal Alkitab dan jika Anda tidak mengerti dan tidak mengalami santifikasi yang berjalan terus dan jika Anda belum yakin akan keselamatan Anda sendiri, maka Anda gampang menjadi korban.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah malam ini kita sedang memperhatikan bagian yang membicarakan yakin akan keselamatan Anda. Ini adalah pertahanan penting melawan guru-guru palsu. Jika Anda memakai ketopong keselamatan maka pukulan Iblis yang melawan Anda supaya Anda meragukan keselamatan Anda dan meragukan pekerjaan Allah semua digagalkan. Anda dilindungi dari guru palsu, roh-roh jahat dan Iblis sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini, saudara-saudara kekasih, adalah sangat penting dalam melawan serangan guru palsu, karena mereka selalu mencoba memberikan kita jalan lain untuk diselamatkan. Namun jika saya yakin akan keselamatan pribadi saya dan tidak mungkin saya bisa di pengaruhi tentang hal itu, maka ajaran palsu itu tidak menarik sama sekali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus 1:3-4 mengatakan bahwa kita memiliki semua yang diperlukan di dalam Kristus. Namun di ayat-ayat 5 -11 Petrus mengatakan bahwa kita harus melakukan segala yang mungkin kita lakukan untuk menambahkan kepada apa yang telah dilakukan Kristus supaya kita mendapatkan pengalaman kepastian. Itu kelihatannya seperti paradoks.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mempelajari lebih lanjut apa yang dikatakan ayat 5-7 tentang perjalanan kepada jaminan keselamatan itu, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 mulai dengan, “justru karena itu,” marilah kita berhenti disini. Justru karena apa? Justru karena “kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib,” seperti dikatakan di ayat 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya menyimpulkan. Karena kita telah memiliki kuasa mulia, dan dianugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh itu, dan karena ini datang dari pengenalan akan Yesus Kristus, Anda telah mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia, sekarang karena semua ini milik Anda di dalam Kristus, firman Allah mengatakan “lakukanlah itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di sini lagi adalah misteri kehidupan rohani. Kita telah diberikan semuanya di dalam Kristus namun kita memerlukan segalanya yang ada di dalam kita untuk mengikutinya. Karena kita telah memiliki semua itu di dalam Kristus, yaitu semua kebutuhan untuk kepenuhan rohani, kita dipanggil untuk memberikan usaha maksimal kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 memanggil kita “untuk sungguh-sungguh berusaha.” Dan yang saya ingin lakukan adalah untuk mengambil konsep jaminan dan memecahnya menjadi empat bagian untuk Anda. Pertama adalah upaya yang ditentukan, kedua kebajikan yang dikejar, ketiga opsi yang disajikan dan terakhir manfaat yang dijanjikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan upaya yang ditentukan, kita baru membacanya. Ayat 5 lagi, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan.” Karena pekerjaan penyelamatan Allah di dalam kita semuanya sudah lengkap, ini sama seperti Filipi 2:12, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah telah memasukkannya, jadi kerjakanlah itu, berusahalah sungguh-sungguh dan kata berikutnya adalah “menambahkan”. Ini pernyataan yang cukup menarik. Marilah kita menyelidiki hal ini lebih mendalam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Berusahalah sungguh-sungguh.” Ini berarti memberi semaksimal mungkin. Artinya kita bekerja sama semaksimal mungkin dengan apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Tuhan telah melakukan semua ini, dan sekarang kita menambahkan usaha kita. Dan Petrus mengatakan bersama dengan apa yang Allah telah dilakukan bawalah setiap usaha yang tekun, sabar dan bergegas dari pihak kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu ada kata “menambahkan.” Apa sih artinya ini? Artinya memberi sebanyak mungkin. Ini perkataan yang berarti menjadi pemimpin paduan suara, karena tugas pemimpin itu adalah untuk menyiapkan segala kebutuhan paduan suara itu. Jadi arti kata itu akhirnya menjadi “supplier”.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak pernah berarti menyediakan hanya secukupnya atau seadanya, tidak, ini berarti memberi sebanyak mungkin dan rela mencurahkan segalanya yang diperlukan untuk pekerjaan yang mulia. Dan itulah kata yang dipilih Roh Kudus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembali ke ayat 5, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan.” Iman adalah tanah dimana bunga sanktifikasi bertumbuh. Jadi tambahkanlah kepada imanmu, yaitu kepada kepercayaan mula-mula kepada Kristus, tambahkanlah kebajikan kepada apa yang telah dilakukan Kristus dan berusahalah sekuat mungkin.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi, bukankah ada jaminan kekal? Ija, ada jaminana kekal dan siapa yang percaya akan Tuhan Yesus Kristus, akan terjamin. Jika Anda percaya maka menurut Roma 15:13, “Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani bab 6 mengatakan kebenaran yang sama dan 1 Yohanes 5:13 mengatakan, “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” Memiliki iman dapat memberikan kita suatu jaminan. Saya dapat yakin akan kepercayaan saya dan Anda dapat memiliki jaminan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun saya tidak percaya baywa iman, iman penyelamatan mula-mula itu, akan terus menerus memberikan kita buah jaminan keculai jika ada usaha untuk menaati apa yang dikatakan di firman ini. Anda dapat merasakan jaminan pada mulanya, namun jika tidak ada usaha sungguh-sungguh untuk menyediakan sepenuhnya apa yang diperlukan untuk ditambahkan kepada pekerjaan Yesus, maka pasti tidak akan ada suka cita jaminan kekal itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini kita diberikan resep dan resep itu mengatakan untuk berusaha sungguh-sungguh untuk menambahkan semua hal itu. Dengarkanlah, jaminan sepenuhnya adalah hasil dari usaha maksimal untuk mendapatkan seluruh kebajikan rohani dan menambahkannya kepada apa yang Tuhan sudah menyediakan bagi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat-ayat 5-7 mengatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” Kita perlu mengejar enam kebajikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama adalah keunggulan moral, itu adalah kata kebajikan, "arete". Pada zaman klasik kata itu berarti kemampuan yang diberikan Tuhan untuk melakukan perbuatan-perbuatan heroik. Dan akhirnya ini berarti kualitas hidup seseorang yang membuat mereka dianggap sangat baik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh, pisau itu dianggap arête jika pisau itu tajam sekali. Kuda dikatakan arête, jika ia berlari cepat dan kuat. Penyanyi itu arête jika dia nyaninya bagus sekali. Dan kadang kata itu juga berarti berani. Jadi sekarang Petrus mengatakan tambahkanlah dengan usaha maksimal memakai seluruh hati dan pikiran dengan segera dan rela hati seluruh persediaan keunggulan moral kepada hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dimanakah kita akan mendapatkan teladan keunggulan itu? Kristus. Karena itu di Filipi 3:14 ada pernyataan Paulus yang luar biasa yang menjadi pola perilaku bagi semua orang percaya, “dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dikatakanya adalah Aku mengejar menjadi serupa dengan Kristus. Dia mengaku, itu belum tercapai, namun itu yang saya kejar. Tujuannya adalah untuk menjadi seperti Kristus, hadiahnya adalah untuk menjadi seperti Kristus, tujuan kita adalah hadiahnya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejarlah menjadi serupa Kristus, Kejarlah keunggulan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini membawa kita kepada kebajikan kedua. Ayat 5 mengatakan, “untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan.” Tidak mungkin ada keunggulan moral jika di dalam hati tidak ada pengetahuan, benar? Kata “pengetahuan” itu berarti wawasan yang benar, kebenaran dipahami dengan benar dan diterapkan dengan benar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus tahu sebelumnya kita dapat hidup. Kita perlu mengerti bagaimana kita harus berperilaku sebelumnya kita dapat hidup sesuai perilaku itu. Keunggulan moral bergantung kepada “gnosis”, yaitu pengetahuan tentang karakter tinggi dengan kualitas tinggi. Memiliki pikiran yang diterangi atau diilhamkan kebenaran memerlukan usaha belajar rajin yang mengejar kebenaran dari Firman Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang melekat pada pengetahuan Anda ada kebajikan lain, lihatlah ayat 6. “Dan kepada pengetahuan, nomor tiga, penguasaan diri. Terlibat dengan pengetahuan akan kebenaran dan pengertian akan kebenaran ada perkatan “penguasaan diri”. Arti kata ini dalam bahasa Yunani secara harfiah adalah “menahan diri.” Dan dimasa Petrus itu dipakai dalam perlombaan. Atlet adalah seseorang yang mengendalikan diri, menahan diri dan mendisiplin diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 9:27, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Kita perlu mengontrol kedagingan kita, hawa nafsu kita, keinginan tubuh kita daripada kita dikuasai keinginan-keinginan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan kejarlah keunggulan moral karena kita sadar bahwa dasaranya keunggulan moral itu adalah pengetahuan rohani mana yang benar dan mana yang tidak, dan kita juga menyadari bahwa dasarnya pengetahuan rohani bergantung kepada penguasaan diri. Apa untungnya jika kita tahu soal rohani namun tidak ada penguasaan diri? Bagaimana saya dapat memiliki keunggulan moral?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Guru-guru palsu biasanya mengatakan bahwa pengetahuan mereka yang benar dan rahasia itu malah telah membebaskan mereka dari keperluan ada penguasaan diri. Kata mereka tidak ada salahnya mereka melakukan apa saja seenaknya sendiri. Mereka serakah dan mereka menggunakan orang. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. Petrus akan menerangkan hal ini lebih lanjut di dalam bab 2 dan 3.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Petrus membalikkan semua itu. Dia mengatakan bahwa setiap teologia yang memisahkan iman dari perilaku adalah teologia palsu. Ayat 5 mengatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri.” Ini dasarnya hidup Kekristenan, mengontrol keinginan daging demi mencapai keunggulan moral. Penguasaan diri mungkin adalah kebajikan Kristen yang terbesar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kebajikan satu lagi, keempat. Ayat 6, “Dan ditambahkan kepada penguasaan diri ketekunan...” Penterjemahan terbaik adalah bersabar dan bertekun dalam berbuat baik, dan tidak pernah menyerah pada godaan, dan tidak menyerah kepada cobaan, tidak menyerah kepada kesusahan dan tidak menyerah kepada tarikan dosa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata Yunani “hupomone” tidak bisa dijelaskan dengan satu perkataan dan tidak ada setaranya dalam bahasa Inggris. Chrysostom memanggil hupomone akar dari semua barang, ibu dari kesalehan, buah yang tidak pernah busuk, sebuah benteng yang tidak pernah dapat diambil dan sebuah pelabuhan yang tidak mengenal badai. Ia menyebutnya ratu kebajikan, dasar dari tindakan yang benar, perdamaian dalam perang, tenang dan badai, keamanan di perangkap dan baik kekerasan laki-laki maupun kekuasaan si jahat tidak bisa melukai itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketekunan adalah kualitas yang menjaga manusia berdiri tegak dengan mukanya menghadapi angin. Itu adalah kebajikan yang mampu merubahkan cobaan yang paling berat menjadi kemuliaan sebab melampaui segala rasa sakit itu selalu dapat melihat tujuan,” Berani, tabah, penuh sukacita, penguasaan diri, di bawah tekanan, menahan godaan, dibangun di atas kebijaksanaan rohani untuk mengejar keunggulan moral.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan intinya dari ketekunan ini adalah nomor lima, dan ketekunan itu menghasilkan kesalehan. Itu perkataan yang luar biasa. Itu dipakai di ayat 3 juga. Eusebia, arti sebenarnya adalah penghormatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti kesadaran praktis Tuhan dalam setiap bidang kehidupan. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai agama yang benar. Ini bisa diterjemahkan sebagai penyembahan yang benar. Ini memiliki gagasan menyembah Allah dalam segala yang kami lakukan. Itu adalah sebuah kata untuk menggambarkan seseorang yang menyembah, yang memiliki rasa hormat dan yang memuja Allah selalu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen benar mengejar kesadaran praktis Allah dalam setiap bidang kehidupan. Mereka memiliki karakter yang menghormati Allah yang menujukan mereka kepada penguasaan diri yang berani dalam godaan, berdasarkan pengetahuan rohani dalam mengejar keunggulan moral. Ini seperti kain tenun yang luar biasa rumitnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang kebajikan keenam, “dan kepada kesalehan,” ayat 7 mengatakan, “ kasih akan saudara-saudara.” Persaudaraan kasih sayang, persahabatan, saling berkorban untuk satu sama lain. Intinya kesalehan dan dasar hati yang menyembah Allah adalah hati yang mencintai sesamamu manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih agape adalah kasih yang mengorbankan diri. Ini kasih berdasarkan kehendak, inilah kasih yang kita pilih dan bukan kasih berdasarkan emosi. Inilah kebajikan yang tertinggi. Inilah yang dinamakan Paulus hal yang tertinggi, kasih. Dasarnya penyembahan Allah adalah kasih kepada saudara.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini seperti sebuah lingkaran besar. Iman adalah dasar bagi semuanya dan cinta adalah puncaknya. Kita telah memiliki semuanya di dalam Kristus, namun kita harus menambahkan ke semua yang kita miliki itu usaha maksimal untuk keunggulan moral, kebijaksanaan praktis, penguasaan diri, ketekunan dalam semua godaan, penghormatan Allah dan kasih persaudaraan dan cinta murni kepada Allah dan orang lain.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagian-kita-dalam-jaminan-kekal</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000174</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana kita tahu kita telah diselamatkan?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000175"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+John+1-5" target="_blank" class="imCssLink">1 Yohanes</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berusaha untuk memperkenalkan tema 2 Petrus 1:5 sampai 11. Tema‐nya adalah masalah jaminan keselamatan. Subyek yang lebih besar yang Petrus ajarkan berurusan dengan iman kita yang berharga yang dia mulai ajarkan di dalam ayat 1. Tetapi mulai dengan ayat 5 dia mulai membahas masalah kepastian keselamatan.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus khawatir orang‐orang yang lupa bahwa mereka telah diampuni. Dia ingin mereka memastikan panggilan Allah dan pilihan Allah untuk mereka. Petrus ingin mereka mengalami warisan berlimpah yang menjadi milik mereka melalui pintu masuk ke dalam Kerajaan dengan cara Kristus. Yang dipikirkannya adalah soal jaminan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita menanyakan suatu pertanyaan sederhana: bagaimana kita sebagai orang percaya dapat menikmati kepastian keselamtan itu? Bagaimana saya yakin iman saya adalah iman yang menyelamatkan? Bagaimana saya memastikan hisup saya adalah kehidupan baru di dalam Kristus? Tentu saja ini masalah yang sangat penting bagi suka cita dan damai kita sebagai orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa penulis Perjanjian Baru sangat prihatin tentang hal keselamatan sejati ini, sama juga dengan Tuhan Yesus sendiri. Dan Yohanes sebenarnya mendedikasikan seluruh surat pertama untuk subjek ini. Di 1 Yohanes 1:4 dikatakan, “Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.” Tujuan menulis surat ini adalah supaya kita bersuka cita dalam keyakinan keselamatan sejati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada akhir 1 Yohanes 5:13, dia menyimpulkannya begini, “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” Inilah tema‐nya surat ini. Dia mengatakan bahwa sukacita penuh adalah sebagian dari keyakinan ketika Anda tahu Anda memiliki kehidupan kekal. Jadi Yohanes memberikan kita ajaran supaya kita tahu keselamatan kita tulen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes bagi orang Kristen adalah tempat yang sederhana untuk mulai menyelidiki hal ini. Namun ini juga suatu surat yang sangat dalam dan sulit diterjemahkan dengan baik. Akan tetapi satu hal jelas sekali di seluruh surat ini yaitu bahwa ada ujian‐ujian yang jelas bagi mereka yang ingin memastikan keselamatan mereka. Jiak ada seseorang yang masih tidak yakin akan kondisi rohani mereka dan masih belum yakin akan kehidupan kekal mereka, maka inilah tempatnya untuk mulai.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pertanyaan‐pertanyaan itu secara singkat. Pertama: Apakah Anda senang bersekutu dengan Kristus dan Allah? Ujian ini terdapat si 1 Yohanes 5:1‐5, “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada‐ Nya. 2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak‐anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah‐perintah‐Nya. 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah‐perintah‐Nya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah‐perintah‐Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disini Yohanes memberikan kita ujian kedua: Apakah Anda peka terhadap dosa‐dosa di dalam hidup Anda? Kita mendapatkan hal ini dari 1 Yohanes 1:5 sampai 1 Yohanes 2:1, “Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak‐Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman‐Nya tidak ada di dalam kita. 1 Anak‐anakku, hal‐hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini datanglah ujian Yohanes yang ketiga: Apakah Anda taat kepada Allah? Apakah ketaatan ini menjadi suatu kebiasaan di dalam hidup Anda? Semua orang Kristen jatuh sekali‐sekali, namun secara umum apakah Anda mengatakan Anda taat?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mendapatkan ini dari 1 Yohanes 2:3‐5, “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah‐perintah‐Nya. 4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah‐Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 5 Tetapi barangsiapa menuruti firman‐Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pertanyaan keempat daun ujian yang kita dapatkan: Apakah Anda menolak keduniawian? Dengan kata lain memakai kata‐kata Yihanes sendiri, apakah Anda mengasihi dunia ini? Apakah Anda mengasihi sistim dunia ini? Apakah Anda mengerti bahwa tidak mungkin kita akan mendapat kepuasan di dalamnya?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini terdapat di dalam 1 Yohanes 2:15‐17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama‐lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ujian kelima yang diberikan Yohanes kepada kita adalah: Apakah Anda mengasihi Kristus dan bersemangat menunggu kedatangan‐Nya? Ini kita dapatkan dari 1 Yohanse 3:1‐3, “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak‐anak Allah, dan memang kita adalah anak‐anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara‐saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak‐anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri‐Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan‐Nya yang sebenarnya. 3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada‐Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu kita menemukan nomor enam dalam daftar kecil kita: Apakah Anda melihat pola penurunan dosa dalam hidup Anda? Marilah kita melihat 1 Yohanes 3:5‐10, “Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri‐Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. 6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. 7 Anak‐anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri‐Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan‐perbuatan Iblis itu. 9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. 10 Inilah tandanya anak‐anak Allah dan anak‐anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor tujuh dari daftar Anda: Apakah Anda mengasihi orang Kristen lain? Dan ini mengembalikan kita kepada bagian yang kita lewati sengaja, salah satu bagian kunci yang kita perlu memberikan waktu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu terdapat di 1 Yohanes 2:9‐11, “Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. 10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang yang mengatakan Dia tinggal di dalam hatinya harus sendiri berjalan sesuai dengan cara Dia berjalan. Ini berarti jika Anda mengklaim berada di dalam Kristus, hidup Anda akan menunjukkan beberapa pola Kristus. Dan pastilah mengasihi saudaramu adalah salah satu pola dasar. Diselamatkan dan berada dalam persekutuan dengan Kristus berarti mengalami dan memperlihatkan kasih. Jadi bukan orang yang mengklaim Kristen penting namun yang penting adalah orang yang mengasihi saudaranya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10‐11 mengatakan, “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.” Dengan kata lain, jika Anda mengatakan Anda orang Kristen akan tetapi Anda tidak mengasihi saudara‐saudara Anda di dalam Kristus, itu semua bohong dan palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes mengatakan di 1 Yohanes 5:1: Setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada‐Nya. Ini bagian dasar. Malah Yesus mengatakan di Yohanes 13:35, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid‐murid‐Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Mengasihi orang lain berarti melayani orang lain dengan kerendahan hati. Hal ini bukan terutama emosi, bukan terutama perasaan, melainkan terutama suatu kewajiban pelayanan pengorbanan dan kepedulian sensitif dengan rendah hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih di dalam hidup Anda berarti Anda telah menyebrang, Anda telah menyebrang ke dalam kehidupan ilahi. Orang yang ditandai oleh kebencian terus‐menerus dapat diterjemahkan bukan saja sebagai sikap marah akan tetapi juga sebagai kehidupan egois, tidak mengenal Allah. Orang yang selalu mementingkan diri dan tidak peduli orang lain adalah anak‐anak Iblis yang sifatnya membenci dan membunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Definisi kasih adalah pengorbanan diri bagi orang lain. Apakah Anda bersukacita ketika ada orang yang membutuhkan banyak dan Anda sempat memberikannya uang, barang yang mereka perlukan, waktu dan doa dan perawatan untuk memenuhi kebutuhan itu? Apakah Anda memiliki keinginan untuk mengambil perbekalan dan sumber daya yang Tuhan telah memberikan Anda dan menerapkannya kepada orang lain di dalam keluarga Allah? Itu merupakan bukti ada kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak berarti bahwa kita semua dapat mengatakan, “Yah, jika ada orang yang akan membunuh saya jika saya tidak mengorbankan diri dengan kasih, saya tidak yakin saya akan lulus ujian itu.” Jika Anda menjadi orang Kristen tulen pada waktunya, percayalah, Allah akan memberikan Anda anugerah untuk melakukannya. Pertanyaannya adalah dalam keadaan sekarang ini dengan kesempatan yang diberikan kepada saya sekarang, apakah saya memperlihatkan kasih yang mengorbankan diri?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Yohanes 3:17 dia membicarakan sesuatu yang khusus, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi,” dan disini dia mendefinisikan kasih. Jika Anda memiliki harta duniawi, yaitu komoditi, pakaian, perumahan, makanan dan rezeki dan Anda melihat saudara menderita kekurangan tetapi Anda menutup pintu hati terhadap saudaramu itu, Yohanes menanyakan pertanyaan sederhana: bagaimanakah kasih Allah dapat menetap di dalam diri Anda? </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana mungkin Anda itu menjadi orang Kristen?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Yohanes 3:20, “Sebab jika kita dituduh oleh hati kita, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.” Apakah artinya ini? Dengarkanlah, hati Anda mungkin menuduh Anda, hati Anda bekerja keras supaya Anda ragu‐ragu. Tahukah Anda bahwa kedagingan jatuh dapat melakukan itu. Iblis bisa bekerja di dalam Anda untuk menyalahkan Anda dihadapan Allah namun apapun juga tuduhan hati Anda itu, jika ada kasih di dalam hidup Anda, hati Anda dapat merasa tenang dan damai. Tuhan lebih besar dari pada hati kita dan Dia mengetahui segala hal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah ini berita baik? Anda mungkin meragukan keselamatan Anda, namun Allah tidak meragukannya. Jika itu tulen, Allah tahu. Walaupun hati Anda menyalahkan dan mengutuk Anda, Allah tidak seperti itu. Allah tahu siapakah orang yang benar percaya. Mungkin Anda bergumul dengan jaminan kekal Anda dan Anda tidak sendirian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan firman Yohanes dalam ayat‐ayat ini minta supaya Anda menyelidiki kasih Anda bagi orang‐orang Kristen dan melihat adanya perbuatan kasih dan pengorbanan. Jika itu menjadi sifat hidup Anda, tenang saja, karena meskipun hati Anda menghukum Anda, jika Anda memiliki ekspresi cinta dalam hidup Anda, Anda dapat yakin akan keselamatan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Petrus? Dia mengalami hal yang sama ketika dia menghadapi Yesus setelah dia menyangkal‐Nya tiga kali di Yohanes 21. Dan apakah Yesus menanyakannya tiga kali? “Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? Jika engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba‐domba‐Ku, kasihilah domba‐domba‐Ku, kasihilah umat‐Ku.” Dan ahkirnya dengan sedikit perasaan putus asa Petrus berkata, "Tuhan, Engkau tahu aku mengasihi Engkau."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor delapan dalam daftar ujian Yohanes: Apakah Anda mengalami doa yang terkabul? 1 Yohanes 3:22‐23 mengatakan, “dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada‐Nya, karena kita menuruti segala perintah‐Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada‐Nya. Dan inilah perintah‐Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak‐Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dapat mengetahui Anda orang percaya jika Anda mulai menerima permintaan Anda. Jika Anda tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam Anda, Anda akan menaati perintah‐perintah‐Nya. Jika Anda menaati perintah‐ perintah‐Nya, Dia akan menjawab doa‐doa Anda. Dan jika Dia menjawab doa‐doa Anda, maka itu bukti Anda menjadi milik‐Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhir ayat 21‐22, “Saudara‐saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada‐Nya, karena kita menuruti segala perintah‐Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada‐Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Yohanes 5:14‐15 dimana Yohanes mengatakan, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada‐Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada‐Nya menurut kehendak‐Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada‐Nya.” Jika Anda menjadi milik‐Nya, Dia akan mengabulkan doa Anda. Dan doa yang dikabulkan adalah tanda Anda menjadi anak‐Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda pernah berdoa untuk seseorang dan mereka setelah itu datang kepada Kristus? Apakah Anda pernah berdoa untuk seseorang yang ada di dalam kesusahan dan kebutuhan besar dan Allah memakai sesuatu untuk merubahkan hal itu menjadi berkat dan sukacita? Apakah Anda pernah berdoa kepada Allah dan itu dipenuhi‐Nya? Apakah Anda pernah berdoa kepada Allah untuk anugerah untuk membawa kebenaran kepada seseorang atau kelompok orang di suatu waktu dan Dia memberikan Anda anugerah untuk melakukannya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor Sembilan, apakah Anda dapat membedakan diantara kebenaran rohani dan kesalahan? Ini kelihatannya sudah jelas namun marilah kita lihat sebentar 1 Yohanes 4:1, “Saudara‐saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh‐roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi‐nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain setiap roh diuji untuk mengaku kenyataan Kristus bahwa Dia adalah Juruselamat, dan juga bahwa Allah pribadi kedua telah datang kedunia dalam bentuk daging manusia. Itulah yang membukitkan bahwa roh itu dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap sistim agama palsu yang saya kenal tidak lulus ujian itu. Mereka selalu akan merusak kebenaran tentang siapakah Yesus Kristus itu. 1 Yohanes 4:3‐6, “Setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. 4 Kamu berasal dari Allah, anak‐anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi‐nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. 5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal‐hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. 6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika ada orang yang datang ke mimbar dan mengajarkan kesalahan tentang Yesus Kristus, respon kita yang akan membedakan orang percaya dari orang yang tidak percaya. Orang yang benar percaya pasti mengatakan, “Ah itu tidak benar.” Anda tahu hal itu karena Allah telah memberikan kebenaran itu kepada Anda. Anda telah diurapi Allah untuk membedakan yang benar dengan yang tidak. Itu adalah pelayanan Roh Kudus yang masuk ke hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Titik terakhir, Apakah Anda pernah ditolak karena iman Anda? Lihatlah 1 Yohanes 3:13, “Janganlah kamu heran, saudara‐saudara, apabila dunia membenci kamu.” Pernahkah Anda mengalami permusuhan, penolakan, kepahitan, keterasingan bahkan penganiayaan? Jika pernah, itu tanda Kekristenan Anda. Dengarkanlah Filipi 1:28 dimana Paulus berkata, “Dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu itu tanda keselamatan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tenanglah saudara kekasih, tidak ada alasan bagi Anda untuk mengalami kerohanian yang putus asa dan sayang jarang ada orang yang mengajar tentang tema penting ini. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagaimana-kita-tahu-kita-telah-diselamatkan-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000175</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman yang merubahkan kami]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000176"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:3-4" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:3-4</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat bersama dua ayat lagi di Alkitab yang sangat penting. 2 Petrus 1:3‐4, “Karena kuasa ilahi‐Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa‐Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji‐janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup umum, bahkan bagi kita yang telah menjadi orang Kristen tulen, itu tidak gampang. Tidak ada seorangpun yang luput dari kesusahan hidup di dalam tubuh yang berdosa ini, hidup di dalam dunia yang jatuh. Godaan, dosa, kegagalan, kekecewaan, frustrasi, penolakan, kelemahan, sakit, kesedihan, kesepian, ketakutan, kecemasan, keterasingan, semua itu datang kepada kita semua dalam bentuk yang berbeda‐beda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana kita mendapatkan dukungan dan bantuan untuk melawan semua itu secara efektif dan malah menanganinya dengan baik? Kemanakah kita pergi untuk menyelesaikan masalah‐masalah hidup? Apakah kita dapat minta kepada Allah? Apakah Dia peduli? Apakah Dia cukup mengasihi kita untuk memberikan kita pertolongan ilahi?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada orang yang pikir Allah itu semacam Mahluk yang menciptakan segalanya namun setelah itu tidak begitu peduli. Apakah itu benar? Atau Allah memang peduli dan Allah mengasihi kita dan Allah telah memberikan kita semua sumber daya untuk menangani masalah‐masalah kehidupan?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Meskipun kita mengenal Allah, apakah Allah hanya memberikan kita sebagian kecil dari anugerah yang luar biasa itu yang hanya cukup untuk hidup saja? Mungkin itu cukup untuk menyelamatkan kita namun tidak cukup untuk sanktifikasi kita atau mungkin cukup untuk menyelamatkan dan cukup untuk membenarkan kita tetapi tidak cukup untuk memuliakan kita. Maksud saya jika kita datang kepada Allah melalui Kristus, apakah kita diberikan sumber daya cukup untuk menangani semua masalah atau ada suatu tambahan lain?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">OK marilah kita melihat sebentar Firman Allah, dan dengarkanlah ini dan ambillah kesimpulan. Di Keluaran 34:6 Allah memberikan kita pengertian tentang karakter‐Nya, dan inilah yang dikatakan‐Nya, “Saya Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih‐Nya dan setia‐Nya,</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Ratapan 3:22‐23 dikatakan, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis‐habisnya rahmat‐Nya, 23 selalu baru tiap pagi; kecil kesetiaan‐Mu!” Apakah itu yang dikatakan? Tidak, dalam Alkitab saya yang dikatakan adalah, “Besar kesetiaan‐Mu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 42:8 mengatakan, “Tuhan memerintahkan kasih setia‐Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian.” Setelah itu pemazmur mengatakan, “Pujilah Tuhan hai manusia untuk kebaikan‐Nya.” Dia menyediakan apa yang kita perlukan di siang hari dan kita harus memuji Dia untuk itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah mengatakan bahwa Allah sangat murah hati. Malah, dalam semua kebutuhan hidup dikatakan Dia besar, berlimpah, lembut, berkelimpahan di atas langit dan dari kekal sampai kekal. Anugerah‐Nya setinggi surga ada diatas bumi, begitu besarnya belas kasihan‐Nya terhadap mereka yang takut akan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 1:16 dikatakan, “Karena dari kepenuhan‐Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” Ketika kita menerima Kristus bukan hanya sebagian yang kita dapat, kita telah menerima kepenuhan‐ Nya. Yesus mengatakan di Yohanes 10:10, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya hanya sedikit saja?” Tidak. Dia mengatakan, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah pernyataan ini di akhir 1 Korintus 3:21, “sebab segala sesuatu adalah milikmu.” Paulus menulis ini kepada siapa? Kepada orang percaya. Mungkin Anda berkata, “Iya, tetapi itu hanya untuk orang percaya khusus.” Tidak, ini ditulis kepada orang Korintus yang mungkin orang percaya yang paling rendah, mereka sangat berdosa dalam berbagai hal. Mereka telah datang kepada Kristus tetapi mereka belum taat di berbagai bidang. Meskipun begitu dia mengatakan, “segala sesuatu adalah milikmu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini kita mendapatkan bagian yang terpenting di ayat 23, “Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” Waduh! Kita diselubungi apa yang dimiliki Allah dan Kristus dan itu semua kami miliki juga. Kita memiliki dunia, Allah telah menciptakannya bagi kita. Kita memiliki kehidupan rohani dan kehidupan kekal di dalam Kristus. Kita memiliki maut karena mati adalah keuntungan (Filipi 1:21).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memiliki hal‐hal masa kini, dan itu termasuk setiap keadaan hidup, semuanya yang kita alami, yang baik, yang buruk, yang menyenangkan, yang menyakitkan, suka cita dan kekecewaan, kesehatan, kesakitan, Allah memberikan itu semua kepada kami supaya semua itu bekerja sama untuk kebaikan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu janganlah heran di 1 Korintus 2:9 Paulus menuliskan, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 9:8 memberikan kita fokusnya, “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda memiliki segala yang diperlukan? Iya, itu benar, Anda memiliki jauh lebih yang dibutuhkan. Anda memiliki semua anugerah, yang berkelimpahan dari Tuhan sehingga Anda selalu berkecukupan dalam segala hal dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah perkataan Salomo yang lebih bijaksana daripada kebanyakan orang di dunia ini. Di Pengkhotbah 3:14 dia mengatakan ini, “Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“Mengapa banyak orang meragukan hal itu?” Karena satu alasan orang tidak percaya hal itu karena mereka sebenarnya belum diselamatkan, mereka tidak ada hubungan dengan Yesus Kristus jadi mereka merasa tidak berkecukupan, mereka hanya pikir mereka selamat. Alasan lain adalah karena mereka bodoh, mereka tidak tahu apa yang mereka miliki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasan lain mengapa ada orang yang tidak mengalami kecukupan walaupun mereka telah benar diselamatkan dan mereka diberi lebih dari cukup dan walaupun mereka telah diajarkan dengan baik dan mereka tahu semua itu cukup, mereka sendiri tidak berjalan tegak. Jadi sumber daya itu ada namun tidak tersedia. Akan tetapi untuk orang Kristen benar dan taat, selalu ada kecukupan lengkap.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Allah memberikan kita yang terbaik, pengorbanan Anak‐Nya sendiri, bagaimana kita dapat membayangkan bahwa Dia tidak memberikan kita semua hal yang terbaik yang telah dibeli oleh kematian Anak‐Nya? Apakah itu masuk akal? Jika Tuhan memberi kita yang paling baik, maka Dia tidak akan menahan yang paling sedikit.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keselamatan bukan suatu hadiah pelit. Di Matius 22:4 Yesus menyamakan keselamatan dengan perjamuan kawin. Dan alasannya Dia menggunakan pesta pernikahan adalah karena di pesta pernikahan semuanya dilakukan dengan berkelimpahan. Ketika Anda diselamatkan itu sama dengan Tuhan memperlakukan Anda berkelimpahan seperti di dalam pesta pernikahan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua ini membawa kita kepada ayat 3, “Karena kuasa ilahi‐Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.” Dan waktu Petrus memberikan kita introduksi suratnya yang indah, dia membicarakan keselamatan kita. Dan langkah pertama dalam mempertahankan diri terhadap guru‐ guru palsu adalah keyakinan akan keselamatan kita sendiri dan tema utama surat ini adalah guru‐guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia mulai dengan membicarakan keselamatan kita karena disitu kita mulai melawan ajaran‐ajaran palsu. Dia sudah membicarakan sumber keselamatan kita di ayat 1. Dia sudah membicarakan makna keselamatan kita di ayat 2.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang dia membicarakan kecukupan keselamatan kita di dalam ayat‐ayat 3‐4 dan ini terus terang salah satu pernyataan yang paling besar di seluruh Alkitab. Jadi marilah kita mulai membicarakan kecukupan keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata pertama yang saya ingin Anda memikirkan adalah kata “kuasa” pada permulaan ayat 3, “Karena kuasa ilahi‐ Nya...” Sekarang kuasa adalah sumber kecukupan kita. Apapun kecukupan yang telah diberi kepada kami adalah karena energi supranatural, bukan karena kekuatan kita, bukan karena apa yang kita telah perbuat, bukan kuasa lahiriah, bukan kuasa manusia akan tetapi kuasa ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakannya seperti ini di Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Kuasa apa? Kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, kuasa kebangkitan itu juga yang bekerja di dalam kita dan kita dapat melakukan apa yang kita tidak bisa pikirkan. yang kita tidak dapat katakan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara‐saudara kekasih, orang Kristen tidak mungkin dapat mengalami kegagalan daya. Dengarkanlah ini, Anda bisa dicabut dari sumber dan Anda bisa dimatikan lampunya, namun daya kuasa itu tidak akan gagal. Kuasa itu selalu ada. Pada saat Anda menaruh iman Anda dalam Yesus Kristus, kuasa ilahi itu diberikan kepada kita, yaitu semua orang Kristen.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata kedua yang saya ingin Anda fokuskan adalah kata “perbekalan” atau “segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.” Kuasa itu memberikan kita apa?Dia memberikan kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. Ini pernyataan yang hebat sekali yang sukar dipercaya...namun faktanya adalah ini di dalam Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada satu orang diantara kita jika kita melihat kehidupan praktis kita akan menganggap bahwa kita memiliki segala sesuatu untuk hidup saleh karena kita sering banyak tersandung dan hampir jatuh. Namun kita melihat itu disini. Kata “segala sesuatu” adalah tegas karena apa yang Petrus menekankan adalah kecukupan penuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita memiliki hidup baru di dalam Kristus dan segal sesuatu yang berhungan dengan menopang hidup itu kita miliki. Karena itu kita harus percaya baywa kehidupan orang Kristen itu terjamin kekal. Mengapa? Karena Anda memiliki segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup seperti itu. Karena itu kita percaya bahwa orang Kristen akan bertekun selama‐lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu dia tambahkan, “kesalehan.” Segala sesuatu yang Anda perlukan untuk hidup saleh Anda miliki . Itu kata yang indah ‘eusebeia’ berarti penghormatan tulen, penghormatan dalam ibadah dan kepatuhan aktif. Segala sesuatu yang Anda butuhkan untuk menjadi orang yang hormat, saleh dan kudus Anda sudah miliki.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita mendapatkannya? Yang dia katakan adalah bahwa kita harus mengenal Kristus. Ini bukan pengenalan dangkal, ini bukan semacam kesadaran permukaan fakta bahwa Yesus hidup dan mati dan bangkit kembali. Bukan semacam pengertian dangkal Yesus sebagai guru baik, Tidak, Anda harus mengenal‐Nya secara intim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti di dalam Perjanjian Lama waktu dikatakan di Kejadian 4:17, “Cain mengenal isterinya dan dia melahirkan anak.” Itu pengenalan mendalam. Jusuf kaget ketika maria mengandung karena mereka belum mengenal satu sama lain. Ini berarti bersetubuh intim. Ini bicara tentang keintiman. Dan ketika dikatakan kita menerima hal itu melalui pengenalan dengan Dia, ini berari kita perlu memiliki hubungan intim dengan Kristus oleh iman, dengan mengenal‐Nya sungguh‐sungguh secara intim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika saya mengerti bahwa Yesus hidup dan mati sebagai Tuhan di dalam tubuh manusia, bahwa Dia mati untuk dosa‐dosa saya, bahwa Dia bangkit kembali, bahwa Dia Tuhan diatas segalanya dan saya datang kepada‐Nya dan mengatakan, “Saya percaya Engkau, dan saya bertobat dari dosa saya dan saya menyerahkan seluruh hidupku untuk mengikuti Engkau dalam ketaatan sebagai Tuhan saya,” itu membawa kami kepada pengenalan sejati dengan Yesus Kristus. Dan dari pengenalan tulen itu datanglah semua kuasa dan segala yang kita perlukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada lebih banyak lagi. Yohanes 16 mengatakan bahwa Roh Kudus itu mulai menginsafkan kita akan dosa, Anda dapat melihat dosa Anda. Setelah itu saya percaya kuasa Iblis telah dipatahkan dan Anda mulai melihat terang injil Yesus Kristus yang mulia. Dan itulah tanda Allah mulai menarik Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan bagian kita yang kita harus melakukan? Lihatlah ayat 3 lagi. Pengenalan sejati mulai ketika kita dipanggil, namun perhatikan bahwa panggilan itu menjadi efektif bagi kita oleh karena Kuasa‐Nya yang mulia dan ajaib. Allah memanggil kita namun panggilan itu dinyatakan pada saat kita ditarik kemuliaan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika saya melihat Yesus Kristus saya melihat bukan saja Allah tetapi juga manusia yang sempurna. Saya melihat keunggulan yang sempurna. Saya melihat tampilan tindakan ilahi dan kata‐kata ilahi datang melalui Allah/Manusia itu. Sifat ilahi Yesus dan keunggulan moral kehidupan‐Nya itulah yang menarik manusia. Dan hanya itulah yang akan menarik manusia kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia tertarik Allah bukan karena ada janji‐janji kebahagiaan, bukan karena menjanjikan mereka kesenangan, bukan karena menjanjikan mereka surga, semua hal seperti akan datang nanti. Yang menarik manusia sesungguhnya adalah ketika visi Kristus menjadi jelas. Mereka melihat bahwa Dia adalah Allah dan Dia adalah sempurna.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita dapat percaya janji‐janji‐Nya yang berharga dan luar biasa ketika kita mengerti kemuliaan‐Nya sebagai Allah dan keunggulan‐Nya yang sempurna. Karena Dia adalah Allah, Dia menganugrahkan kepada kita, ini ditulis dalam kata kerja sekarang yang berarti sesuatu yang terjadi terus menerus, Dai menanugrahkan dan efeknya terus menerus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji‐janji itu apa? Yesus mengatakan di Yohanes 11:25, “Barangsiapa percaya kepada‐Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” ini janji kehidupan. Dia mengatakan di Yohanes 10:10, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Dia mengatakan di Yohanes 11;26, “Setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada‐Ku, tidak akan mati selama‐lamanya.” Dan itu janji hidup kebangkitan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan janji‐janji Allah oleh Kristus adalah supaya Anda dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Ketika Anda datang kepada Kristus Anda menerima semuanya yang dibutuhkan untuk kehidupan dan kesalehan, Anda menerima semua janji‐janji Allah dalam waktu selama‐lamanya dan Anda telah mengambil bagian dalam kodrat ilahi Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda telah menjadi anak Allah. Roma 8:9 mengatakan bahwa Roh Allah menetap di dalam Anda. Jika Roh berdiam di dalam Anda, Anda memiliki roh ilahi. Galatia 2:19‐20 mengatakan, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Allah hidup di dalam saya. 1 Korintus 6:19 mengatakan, “Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan “pengambil bagian” adalah koinonos. Kita sering menterjemahkan perkataan itu dengan kata persekutuan. Ini berarti pengikut atau pasangan. Kita mengambil bagian dalam hidup Allah di dalam kita; kita menjadi pasangan dalam hidup yang sama.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada waktu kita selamat, kita lolos. Perkataan ini menggambarkan lolos dengan sukses dari bahaya. Kita melarikan diri dari sifat berdosa yang busuk, bau dan jatuh. Dan sekarang sebagai ciptaan baru saya memiliki sifat baru dalam Kristus, hidup Allah dalam jiwa saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bisa dibilang kita telah menyicipi sifat ilahi karena kita sekarang memiliki hati baru. Dan juga boleh dibilang kita akan menyicipi sifat ilahi ketika kita memiliki tubuh baru yang menjadi satu dengan hati baru kita, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ada kecukupan dalam keselamatan kita? Dengarkanlah ini, kalau ada kekurangan dalam keselamatan komplit ini, itu mengolok‐olok Allah dan tidak menghormati Kristus. Pastilah ini cukup. Anugerah Allah lebih besar daripada apapun yang kita dapat mengerti. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?iman-yang-merubahkan-kami</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000176</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman kita berdasarkan pengenalan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000177"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:2" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:2</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini kita melihat Firman Allah lagi dan kita ingin mempelajari 2 Petrus bab1. Kita baru mulai pelajaran kita dan masih membicarakan introduksi. Dan pada saat kita melihat ayat 2 Petrus 1:2, saya ingin memperhatikan kalimat ini, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kata kunci dalam kalimat itu adalah “pengenalan.” Kasih karunia dan damai sejahtera dilimpahkan kepada mereka yang mengenal Allah dan Yesus Tuhan kita. Iman yang berharga ini dibangunkan atas pengenalan akan kebenaran dan sumber kebenaran itu. Sekarang mungkin Anda berpikir itu sudah terang. Dan memang itu benar. Namun yang luar biasa adalah bahwa ini sama sekali tidak jelas bagi banyak orang masa kini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah artikel bernama, “Paganisme Gaya Amerika,” ditulis oleh John Wok. Inilah yang dia katakan, “Gerakan Zaman Baru bukanlah untuk menemukan realitas akan tetapi tentang membuat realitas mereka sendiri. Ini mengenai kekuasaan dan bukan kebenaran,” akhir kutipan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kultur dimana kita hidup ini tidak tertarik untuk menemukan keadaan yang ada sebenarnya. Mereka hanya tertarik menciptakan apa yang mereka mau menjadi. Mereka berbicara tentang daya pikiran dan kekuatan berpikir positif. Karena menurut mereka jika kepercayaan Anda cukup besar, pastilah itu akan terjadi. Karena Anda mengatakan hal itu, hal itu akan terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah di dalam sistem ini Anda perlu menciptakan realitas Anda sendiri dan nilai Anda sendiri. Dan mereka mengatakan jika Anda memilih itu Anda dapat menjadikan itu. Kekuatan rohani dalam pikiran Anda adalah kunci untuk mengendalikan persepsi masyarakat di mana Anda bisa melihat sesuatu begitu jelas sehingga Anda menciptakan realitas yang Anda inginkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam mencari kekuatan dari dalam ini ada kombinasi empat hal yang saling mempengaruhi satu sama lain. Marilah saya membagikan informasi itu dengan Anda. Hal pertama adalah evolusi. Ada prinsip evolusi di belakang semua ini yang mengatakan Anda dapat mengharapkan sesuatu untuk menjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Evolusi juga mengatakan bahwa semuanya yang ada itu sama berharga. Kita semua berada di dalam rantai yang panjang sekali. Manusia tidak lebih penting dari semua yang lain, dia hanya wujud impian monyet yang terakhir. Dia seperti semacam kecelakaan terakhir, tetapi nilainya tidak melebihi batu atau burung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ideologi kedua terikat dalam pemikiran Zaman Baru itu dan itu adalah panteisme. Karena tidak ada Pencipta, tidak ada Allah, ciptaan itu sendiri adalah Allah dan karena kepercayaannya adalah bahwa ciptaan itu menciptakan dirinya, itu berarti ciptaan itu Allah semuanya. Jadi panteisme melihat satu‐satunya Allah didalam energi yang ada di dalam segala hal.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi semuanya memiliki hak dalam identitas mereka sendiri dan hak dalam pengembangan tersendiri jadi tentu harus ada hak manusia namun juga harus ada hak binatang, dan harus ada hak pohon‐pohon dan seterusnya. Malah, semakin saya menganalisa hal ini, hanya ada satu yang tidak memiliki hak apapun juga, dan itu adalah bayi yang belum lahir. Semua yang lain memiliki hak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah kita baru‐baru ini telah merayakan Hari Bumi. Dan saya sering menanyakan diri, “Apakah artinya Hari Bumi ini?” Untuk beberapa orang ini berarti mengangkat kesadaran environmental yang memang baik. Namun bagi mereka yang mulai merayakannya dan yang fanatik, Hari Bumi dasarnya dalah pandangan panteisme yang mengatakan, berhentilah semua dan marilah kita menyembah bumi ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada komponen lain, ideologi lain selain evolusi dan panteisme, dan itulah yang kami menamakan amoralisme (tidak bermoral). Jika semua hal sama dengan semua hal lain dan semua itu Allah, maka segala perilaku diperbolehkan karena ini hanya tenaga dari agama ini. Nilai moral yang ada adalah hanya apa yang menurut Anda adalah moral. Anda adalah Allah sendiri dan jika ini merasa enak dan ada kuasanya, boleh saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini semua dibangun diatas ideologi keempat dan komponen keempat yang saua ingin menggambarkan kepada saudara semua adalah aliran mistisisme. Mistisisme adalah dasar untuk semua jenis pemikiran yang kita dapatkan masa kini di gerakan Zaman Baru.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mistisisme? John MacArthur mengatakan, “Mistisisme adalah kepercayaan dan pemikiran yang hanya berasal dari intuisi pribadi saja.” Secara sederhana, ini adalah spekulasi belaka yang diyakini sebagai kenyataan. Sistem kepercayaan mistis adalah kumpulan ide‐ide yang dibangun dari emosi dan ide yang diotentasikan sendiri yang sama sekali tidak ada hubungan dengan fakta obyektif atau bukti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Arthur Johnson dalam bukunya, “Faith misguided” menulis, “Ada dua aspek mistisisme yang kita perlu mengenal untuk menghindari kebingungan. Pertama, ada aspek psikologis yang sering disebut pengalaman mistik yang terjadi seluruhnya di dalam orang itu,” setelah itu dia mengatakan, “Ada juga kepercayaan yang keluar dari pengalaman pribadi itu. Kepercayaan rohani filsafat ini terdiri dari suatu kumpulan ide‐ide yang seluruhnya dapat dinamakan mitisisme,”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah saudara‐saudara dengan seksama. Kekristenan itu tidak mistis. Kekristenan secara total dan seluruhnya berlawanan semua yang mistis. Berbeda dengan percaya kepada perasaan imajiner, Orang Kristen percaya kepada kebenaran nyata dari Allah yang historis, obyektif dan yang telah dipertunjukkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang mistis memilih pengalaman diatas alasan dan karena itu tidak ada perbedaan diantara kebenaran dan dusta. Dusta dasar dari mistisisme adalah yang memastikan kebenaran tentang sesuatu adalah perasaan kita sendiri. Ini tidak benar. Perasaan saya tidak akan memberikan kita kebenaran tentang kenyataan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gerakan karismatik sekarang penuh dengan hal‐hal seperti itu. Orang sering mengatakan, “Tuhan telah memperlihatkan kepada saya di dalam hati saya bahwa hal ini tidak akan terjadi.” Apa benar? Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan kenyataan itu akan terjadi atau tidak. Namun mereka bicara adalah seperti itu pada permulaannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bentuk lain yang keluar adalah yang dinamakan visualisasi. Orang yang mendukung ini juga dikenal sebagai pendeta salah satu gereja terbesar di dunia, di Seoul, Korea dan namanya adalah Paul Yunge Cho. Visualisasi menurut dia adalah pikiran bahwa kita dapat menciptakan kenyataan realitas dengan pikiran Anda jika Anda dapat melihatnya dalam pikiran Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dave Hunt menulis tentang dia dalam bukunya, “The seduction of Christianity” (Kekristenan tergoda) dan dia mengatakan, “Siapa pun yang membayangkan bahwa karena ia berpikir pikiran‐pikiran tertentu atau berbicara kata‐kata tertentu Allah harus merespon dengan cara tertentu telah menyelinap kedalam sihir.” Pendeta Cho mengatakan, “Dengan kata yang diucapkan kita menciptakan keadaan alam semesta kita. Anda membuat kehadiran Yesus dengan mulut Anda. Dia terikat dengan bibir Anda dan dengan kata‐kata kita,” akhir kutipan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Cho menyatakan bahwa Allah menciptakan dunia melalui kekuatan imajinasi. Ini ada di dalam bukunya “The Fourth Dimension” yang mengatakan bahwa Allah menciptakan dunia melalui imajinasi dan karena manusia juga roh dimensi empat sama seperti Allah, dia juga meskipun orang pintar atau Kristen dapat menciptakan dunianya sendiri melalui kuasa imajinasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita melihat orang‐orang disana di Korea dan kita kagum lama waktunya mereka berdoa, sadarilah saudara‐saudari bahwa mereka tidak berdoa seperti Anda dan saya berdoa kepada Allah mengikuti kehendak‐Nya. Mereka berdoa dalam suatu proses yang okultik dimana mereka mencoba melalui visualisasi untuk menciptakan realitas mereka sendiri dan pada akhirnya membuat mereka sama seperti Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja Roma Katolik di Abad‐abad Gelap dulu sangat mistis. Reformasi mengembalikan kepada manusia pikiran mereka. Reformasi menghilangkan semua takhayul. Reformasi memberhentikan mistisisme dan berpikir rasional dibangun kembali. Dan Gerakan Karismatik membawa kita kembali lagi kepada kebingungan dan keterikatan dan tidak berpikir rasional dari mistisisme.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mistisisme mengatakan orang diselamatkan oleh pertemuan dengan mujizat. Namun firman Allah mengatakan apa? Malah sebaliknya. Anda hanya perlu melihat kembali kepada kehidupan Kristus. Dia pergi melalui Palestina, melakukan keajaiban setelah mukjizat setelah mukjizat setelah mukjizat. Pada akhirnya, apa yang mereka lakukan kepada‐Nya?Mereka membunuh‐Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 2:23, “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama‐Nya,” Mengapa? “karena mereka telah melihat tanda‐tanda yang diadakan‐Nya.” Memang, mereka tertarik tanda‐ tanda‐Nya. Mereka percaya Dia dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">“24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri‐Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada‐Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang mereka percaya namun mereka tidak percaya sampai selamat. Memang mereka mengatakan, “Wah. Ini hebat dan luar biasa. Dia dari Allah.” Namun itu tidak menyelamatkan mereka. Mereka tidak diberi penerangan lanjut. Kepercayaan mereka dangkal dan bukan penyelamatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 4:48, Yesus menyalahkan mereka. Dia mengatakan, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” Itu semua tidak merubah hati mereka, karena hanya Roh Kudus dapat merubahkan hati manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Yohanes 6:28, “Orang banyak berbondong‐bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat‐ mujizat penyembuhan, yang diadakan‐Nya terhadap orang‐orang sakit.” Tentu saja banyak orang datang. Setelah mereka melihat tanda‐tanda dan mujizat dan cara luar biasa semua orang diberi makanan, mereka mengatakan kepada‐Nya di ayat 28, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini aneh. Dia mengatakan di ayat‐ayat 29‐30, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. 30 Maka kata mereka kepada‐Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada‐Mu?” Ini aneh sekali. Mereka adalah orang‐orang yang sama yang melihat‐Nya menyembuhkan orang sepangjang hari. Ini orang‐orang yang sama yang baru makan makanan yang telah diciptakan‐Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanda‐tanda menghasilkan rasa ingin tahu yang sangat dangkal dan itu mungkin meyakinkan orang bahwa Dia adalah mahluk supernatural. Namun tanda dengan sendirinya tidak dapat menyelamatkan. Malah untuk memperlihatkan karakter orang‐orang itu, lihatlah akhir bab ini di ayat 66, dimana beberapa mulai mengikuti Dia. Pada waktu mereka mulai mengerti pesan‐Nya dikatakan, “Mulai dari waktu itu banyak murid‐murid‐Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 63 meyimpulkannya seperti ini, “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan‐ perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Saudara, inilah kebenaran rasional yang dinyatakan Allah.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 10:41 mengatakan, “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Dan Yohanes Pembaptis adalah nabi terbesar yang pernah hidup sampai saat itu. Kuasa mujizat bukan kuasa penyelamatan, itulah yang kita harus mengerti.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana orang diselamatkan? Lihatlah Roma 10:17, “Jadi iman, iman yang menyelamatkan, timbul dari mujizat?,” Apakah itu yang dikatakan? “datang dari tanda‐tanda dan mujizat‐mujizat?” Tidak, datangnya dari mana? “Dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kembalilah kepada ayat 13‐14, “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada‐Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan‐Nya?” Mereka perlu pengkhotbah, bukan pekerja mujizat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah dengan seksama perkataan saya. Keajaiban daya kerja dari Yesus dan kuasa pekerjaan mujizat Rasul bukan tujuannya untuk menyelamatkan orang tapi untuk mengesahkan pendeta. Percayalah orang yang memiliki kuasa mujizat namun kebenaran yang dikhotbahkan itulah yang menyelamatkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mujizat itu dimaksudkan untuk mengotentikasikan utusan. Dan utusan‐utusan sekarang di otentikasikan dengan apa yang mereka katakan, apakah itu sesuai dengan firman Allah. Kita sebagai pendeta tidak perlu diotentikasikan terus menerus, yang diperlukan adalah pemberitaan Firman yang otentik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Gerakan Karismatik di sisi satu menegaskan kebenaran Firman Tuhan dan banyak ayat‐ayat mereka mengerti dan percaya, namun di sisi lain mereka menafsirkan Firman Allah melalui persepsi hidup mereka berdasarkan pengalaman pribadi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana ini dibandingkan dengan firman Allah? Semua ini untuk membawa Anda kembali kepada 2 Petrus 1:2. Dan jika Anda masih tidak mengerti ayat ini, Anda tidak memperhatikan apa yang kita baru katakan, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita kembali kepada pikiran kita yang pertama. Anugerah dan damai datang berlimpah‐limpah tanpa henti kepada mereka yang mengenal Allah dan yang mengenal Yesus, Tuhan kita. Ingatlah Petrus mengajarkan kita bagaimana menghadapi guru‐guru palsu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Petrus 2 dia memperkenalkan kita dengan guru‐guru palsu itu. Namun di 2 Petrus 1 dan 3 dia mengajarkan kita untuk membela diri melawan mereka. Pembelaan pertama adalah dengan mengenal keselamatan kita, dan itulah yang dibicarakan disini di bab 1. Kali terakhir kita membicarakan keperluan kita untuk mengenal sumber keselamatan kita, yaitu Tuhan. Sekarang di ayat 2 kita perlu tahu isi keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kata “pengenalan”, perhatikanlah ini, adalah epignosis, ini bentuk yang lebih kuat dari gnosis. Ini maksudnya pengenalam pribadi yang komplit. Paulus sering memakai kata itu dalam surat‐surat pendetanya dan dia memakai kata itu berhubungan dengan kebenaran. Di 1 Timotius, 2 Timotius dan Titus dia membicarakan pengenalan akan kebenaran. Yohanes 8:32, “kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengatakan bahwa hati Anda akan berdusta, hati Anda akan menipu Anda, perasaan Anda akan menipu Anda dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Kebenaran itu diluar kita. Manusia itu bodoh dan dia tidak mengerti dalamnya dosa kita jika dia berpikir dia dapat menciptakan kebenaran ilahi dari hatinya sendiri yang telah jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Substansi keselamatan tidak didasarkan pada intuisi, dan bukan berdasarkan emosi, dan tentu tidak didasarkan pada pengalaman. Hal ini didasarkan pada kebenaran nyata, pengenalan tentang kebenaran. Dan Petrus mengupasnya lebih mendalam lagi. Kebenaran tidak datang dari keinginan yang tidak rasional. Dia mengatakan ini bukan saja pengenalan akan kebenaran, tetapi disini dia mengatakan ini pengenalan akan seseorang, malah dua orang, “Allah dan Yesus Tuhan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita tahu kebenaran dan kita juga tahu orangnya yang menyatakan kebenaran itu, Hubungan manusia dengan Allah bukan saja dapat diterangkan dengan pengenalan akan kebenaran tetapi juga mengenal Allah karena kebenaran‐Nya. Inti dari keselamatan kita adalah mengenal kebenaran Allah dan kebenaran Kristus dan kebenaran yang telah mereka ungkapkan dan nyatakan, Amin?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda benar mengenal Allah dan Yesus Kristus? Apakah kehidupan Anda memperlihatkan kebenaran dari Allah itu? Dengan kata lain apakah Anda hidup sehari‐hari sesuai dengan kebenaran yang telah diajarkan Yesus? Apakah Anda mengasihi Allah dengan segenap hati dan segenap kemampuan Anda? Apakah Anda m,engasihi orang lain sama seperti Anda mengasihi diri Anda? Berdoalah supaya Anda sanggup.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?iman-kita-berdasarkan-pengenalan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000177</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah kita benar diselamatkan?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000178"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=2+Peter+1:1-2" target="_blank" class="imCssLink">2 Petrus 1:1‐2</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang dengan kami memperoleh iman yang sama berharga oleh karena kebenaran Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tahu, setiap guru baik mengenal satu hal mengenai murid‐muridnya. Mereka akan lupa apa yang Anda ajarkan mereka. Tahukah Anda mengapa guru itu tahu hal itu? Karena guru sendiri melupakan hal‐hal. Ada kalanya saya harus melihat khotbah lama untuk melihat penterjemahan beberapa ayat. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setiap guru tahu bahwa kita harus mengajar dengan mengulangi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun guru itu bukan saja tahu muridnya suka lupa, dia tahu juga bahwa mereka dapat menjadi begitu akrab dengan hal rohani sehingga hati mereka tidak mendengarnya. Dan hal‐hal yang didengar tidak masuk ke hati dan tidak menyebabkan Anda berubah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika kita mengajarkan kebenaran yang sama dengan perkataan yang sama, mereka pikir mereka sudah tahu dan karena tidak memahaminya. Jadi kita harus mengajar kebenaran yang sama dengan cara lain. Dan begitulah caranya kita memperingati orang. Jadi, kita harus selalu mengatakan kepada Anda hal‐hal yang ada di dalam Firman Allah dengan cara yang segar dan menarik dan vital.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang, saat kita menyelidiki bab pertama dari 2 Petrus, saya ingin Anda berfokus, karena Anda perlu mengingat. Sekarang marilah saya membesarkan konsepnya. Kita berfungsi berdasarkan otak kita. Allah telah memberikan kita tubuh dan kita berfungsi memakai otak itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam beberapa dari kita otak kita kurang menakjubkan dari pada orang lain, tapi tetap, kita semua memilikinya. Otak kita adalah hadiah dari Allah. Itu memberikan kepada kita kapasitas rohani yang sangat penting. Semuanya yang kita dengar, melihat atau mengalami di dalam hidup kita disimpan di dalam sel‐sel otak Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Allah telah memberikan Anda kapasitas untuk hidup dengan kebenaran rohani karena kita tidak dapat mengatakan, “Waduh, saya sudah mencoba belajar semua ini, namun sel‐sel otak saya sudah penuh. Tidak ada sel lagi yang masih kosong.” Anda ada kapasitas untuk menerima semua itu dan semua sudah disimpan di situ.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya belajar bahwa meskipun semua itu di simpan di dalam otak, jika Anda mengingatnya dan Anda mempelajarinya lagi dan Anda mengapplikasikannya, Anda memperbesar kapasitas untuk menyimpan informasi itu. Jadi semakin banyak Anda memakai sesuatu dan semakin banyak Anda mendengarnya dan semakin kita applikasikannya, semakin besarnya itu menjadi bagian dari proses pemikiran Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda mendengar dan merespon kepada Firman Allah, itu mulai menguasai bagain yang makin lama makin besar dari otak dan proses pemikiran Anda. Dan kita semua memiliki kapasitas itu. Malah, ada yang mengatakan bahwa kita hanya memakai sepuluh persen dari otak kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya sering berdoa kepada Allah, “Oh Tuhan tolonglah saya memakai lebih banyak lagi dari otak saya.” Karena ada kalanya saya merasa saya sudah memakai segalanya yang ada disitu. Namun saya yakin kita malah masih belum memakai segalanya yang Tuhan menciptakan disana.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah telah menciptakan kapasitas fisik kita untuk menjalankan semua kebutuhan rohani kita. Kita harus diberi tahu untuk mengingat dan Allah telah memberikan kita kemampuan untuk hal itu. Kita semua memiliki kapasitas untuk mengingat yang sangat baik. Namun, berkali‐kali di dalam Firman Allah nabi‐nabi di panggil untuk mengajarkan umat‐Nya untuk belajar mengingat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sebagai orang perlu didorong, untuk semacam di kagetkan, untuk membuat Anda ingat. Dan jika aku bisa melayani tanpa tujuan lain selain untuk membuat Anda ingat, aku merasa aku melayani tujuan tertinggi yang Allah telah tujukan kepada saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Tuhan ingin supaya saya mengkonformasikan kebenaran ini, dan membiarkan Anda tahu hal‐ hal ini dan kemudian terus mengingatkan memori Anda sehingga Anda tidak pernah melupakan itu. Dan semakin banyak kita lakukan itu, semakin kita pikirkan hal‐hal itu dan Anda menemukan waktu Anda bertumbuh menuju kedewasaan rohani bahwa respons rohani Anda yang benar keluar begitu saja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah yang perlu kita ingat, Petrus? Pertama, marilah kita lihat nomor satu, kenyataan keselamatan kita, yang terdapat di dalam ayat 1 dan 2. “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama‐sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, kedua ayat itu mengajarkan kita tentang keselmatan. Perhatikanlah istilah‐istilah seperti “iman, kebenaran, Juruselamat, kasih karunia, damai sejahtera, pengenalan akan Allah,” semua itu istilah keselamatan. Petrus disini mengacu kepada penebusan kita. Dan dia memanggil kita, antara lain, untuk mengingat realitas keselamatan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mudah dilupakan ketika kita sibuk dengan hal‐hal sehari‐hari. Anda mengatakan, “Ah saya tidak mungkin akan melupakan bahwa saya diselamatkan.” Benar, tetapi yang saya bicarakan bukanlah memikirkan ide keselamatan itu secara teknis, yang saya membicarakan adalah semua akibat keselamatan itu yang seharusnya mempengaruhi Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen dapat menjadi begitu pilih‐pilih, mementingkan hal kecil, dan kadang‐kadang begitu kritis sehingga mereka hanya dapat menemukan semua hal‐hal kecil yang mereka tidak suka tentang orang lain sampai mereka melupakan kebesaran penebusan mereka sendiri dan mereka semua marah‐marah tentang hal‐hal kecil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memikirkan gereja kecil kita, saya tidak bisa melihat masalah‐masalah yang ada, hal‐hal yang kecil, hal‐hal yang picky, perselisihan‐perselisihan atau apa saja. Maksud saya, saya malah tidak mau memperhatikan itu atau memikirkan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya hanya dapat merasakan kemuliaan dan kebahagiaan dari kepenuhan persekutuan disini. Saya pikir kadang‐kadang kita kehilangan perspektif kita dalam keselamatan. Saya pikir kadang kita tidak bisa melihat hutan besar karena kita hanya memperhatikan satu pohon. Jadi Petrus ingin mengingatkan Anda bahwa Anda telah memiliki iman yang sangat berharga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinya ini? Marilah kita melihat istilah‐istilahnya. Kata “memperoleh,” sebenarnya konsep kata kerja itu adalah menerima oleh penjatahan. Ini bukan sesuatu yang diambil melainkan sesuatu yang diberikan kepada Anda. Dia mengatakan saya menulis kepada kamu yang telah memperoleh iman sebagai suatu hadiah ilahi. Ini konsep yang sangat luar biasa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, Anda memiliki iman manusia dasar. Maksud saya, Anda memiliki iman yang diperlukan untuk mengaktifkan pengapian Anda dan tahu bahwa mobil Anda jalan tetapi itu tidak akan meledak. Anda memiliki iman untuk makan di restoran walaupun Anda tidak mengenal kokinya dan belum pernah masuk dapurnya. Anda memiliki iman untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan. Anda memiliki iman untuk memasukan uang Anda ke dalam bank. Dan semua ini adalah iman manusia alamiah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun iman macam ini tidak akan menebus siapapun juga. Iman yang menyelamatkan adalah hadiah dari Tuhan oleh penjatahan ilahi. Iman yang dibicarakan di dalam ayat 1 adalah iman yang menebus, iman yang menyelamatkan. Dan kita telah menerima iman macam itu yang menyelamatkan dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya harap Anda tidak melupakan bahwa Allah tidak diwajibkan untuk memberikan hal itu kepada Anda akan tetapi dalam keberdaulatan yang misterius dan luar biasa itu, Dia telah melakukan itu. Saya melihat ini dan mengatakan, “Oh Tuhan, bagaimana aku bisa menemukan kata‐kata yang cukup untuk mengucapkan terimakasih pada Engkau untuk hadiah iman yang menyelamatkan yang diberikan kepada saya dan orang‐orang ini?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda, itu telah tertulis dalam Efesus 2:8, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu.” Apakah yang bukan hasil usaha kita? Iman, Allah memberikan Anda iman yang menyelamatkan itu dan menurut Roma 10:17, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Iman adalah hadiah Allah yang diberikan pada waktu merespon kepada injil Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Kristus kita semua berdiri sama rata, benar? Tidak peduli siapakah Anda, tidak peduli betapa pintarnya atau bodohnya, tidak peduli seberapa berbakat fisik atau tidak, tidak peduli seberapa terpelajar atau bodoh, tidak peduli kaya atau miskin, kita semua telah menerima iman yang menyelamatkan yang sama nilainya dan yang memberikan kita hak yang sama di hadapan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa dan bagaimana caranya? Ingatlah ayat 1, “oleh karena kebenaran Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Dan banyak sekali dari pengertian itu bergantung kepada konteksnya. Paulus memakai cara pengadilan untuk membicarakan kebenaran total, yaitu sifat Allah. Petrus memakainya khususnya untuk menjelaskan keadilan Allah dalam penghakiman. Dan itu khusus artinya disini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah ini, alasannya kita semua telah menerima iman yang nilainya sama dan alasannya kita semua telah memerima kehormatan yang sama adalah karena kita mempunyai Allah yang adil yang tidak membedakan orang. Dengan Allah, kata Alkitab, manusia tidak dibedakan. Orang mengatakan, “Saya ingin menjadi orang Kristen seperti Rasul Paulus.” Saya mau memberu tahu kan Anda, Anda memang seperti Paulus. Itu benar, kita semua seperti Paulus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat lagi ayat 1, “mereka yang dengan kami memperoleh iman yang sama berharga.” Siapakah “kami” itu? Petrus dan Para Rasul. Anda dihormati sama dalam iman yang menyelamatkan itu, kedudukan Anda sama tingginya, Anda adalah penerima keadilan Allah sama seperti Rasul. Anda memperoleh iman yang sama dengan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua sama‐sama orang berdosa. Jadi Tuhan tidak membedakan banyak di antara kami. Dia memberi kita belas kasihan dan kasih karunia‐Nya yang sama. Setiap kali saya melihat seorang percaya kecil hati, “Ya, saya tidak tahu apakah saya mampu dengan apa yang disediakan bagi saya,” saya ingin mengingatkan mereka bahwa kita semua telah menerima yang sama yang di terima rasul Paulus, jadi nikmatilah itu. Anda sama berharganya untuk Tuhan dengan semua orang lain yang masuk ke dalam kerajaan‐Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 2, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.” Sekarang dengarkanlah, keselamatan, berdiri sama rata di hadapan Allah itu diberikan kepada kita melalui penjatahan ilahi, dan ini dilimpahkan kepada kita anugerah atas anugerah dan damai atas damai. Namun itu hanya terjadi saat ada pengenalan akan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika ayat 1 adalah ayat Tuhan, maka ayat 2 adalah ayat kita. Allah telah melakukan bagian‐Nya dan kita perlu merespon dengan bagian kita, kita perlu ada pengenalan. Kita perlu sungguh‐ sungguh mengenal Kristus. Bukan saja tahu nama‐Nya, kata pengenalan disini berarti pengenalan yang mendalam, penuh, kaya dan sejati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda apa gunanya itu? Ini menghilangkan pengetahuan yang dangkal, benar? Ini menghilangkan pengertian Yesus itu hanya guru baik, atau anugerah murah, kepercayaan yang gampang. Apakah Anda ingat khotbah kemarin di Matius 7:23 betapa banyaknya orang yang mengatakan, “Tuhan,Tuhan,” dan Dia menjawab, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada‐Ku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali hal dangkal. Namun dia mengatakan saat ada pengetahuan mendalam, pasti disitu ada iman sejati. Dan ini hanya sebagian saja. Apakah pengetahuan Allah yang mendalam dan penuh dan kaya? Ayat 1 mengatakan, “Juruselamat kita Yesus Kristus,” dan ayat 2 mengatakan, “Yesus, Tuhan kita.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menulis kepada orang‐orang yang mengaku mereka mengenal Kristus, yang mengaku mereka memiliki pengetahuan akan Kristus, namun yang terus ber prilaku tanpa moral. Dan dia, pada dasarnya, mungkin menggunakan kata pengetahuan karena mereka sendiri menggunakannya. Dan dia memakai konten Kristen asli ke dalamnya dan mengatakan bahwa Anda lebih baik memiliki pengetahuan asli.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kepercayaan seseorang sangat mempengaruhi caranya mereka berprilaku. Implikasi moral dari kesalahan itu sama menakutkannya dengan kesalahan itu sendiri. Apakah Anda mengerti tujuan saya? Berbuat salah itu satu hal, namun implikasi moral dari kesalahan itu hanya menambahkan kepada kesalahan itu. Diantara guru‐guru palsu yang terkenal ada yang bersalah dalam prilaku yang paling memalukan, termasuk imoralitas dan materialisme yang tidak tahu batas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen harus menyadari bahwa beberapa pengkhotbah media karismatik dan guru‐guru memiliki sistem keyakinan yang keliru yang tidak mampu menahan dosa dan kedagingan dan malah cenderung mempertumbuhkan kebanggaan, materialisme dan kedangkalan rohani yang semua mulai dengan standar dasar mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa malam lalu mendengar sebuah lagu di TV dan lagu itu banyak liriknya yang berbeda, namun satu garis menyimpulkan semuanya, “Ketika tidak ada jawaban yang ada adalah Yesus.” Dengan kata lain, ketika Anda mencoba menjalannya secara rasional dan tidak ada jawaban rasional, lompatlah kepada Yesus. Dan ini adalah semacam pengalaman emosional subyektif mistis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan orang‐orang yang memilih cara subyektif untuk mengerti Firman Allah dimana mereka menterjemahkannya berdasarkan perasaan mereka dan emosi mereka dan pengalaman yang mereka sendiri mengotentasikan, mereka itu memikir mereka spiritual. Mereka pikir mereka telah naik kepada pengertian kebenaran Allah. Namun mereka salah karena mereka tidak mengerti Firman Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada mempelajari penterjemahan Alkitab yang hati‐hati dan teliti berdasarkan metode gramatikal historis, mereka mendekati Kitab Suci dengan intuisi subyektif yang tidak rasional seperti semacam cara impresionistis. Malah seringkali mereka menyangkal cara mengerti intelektual apapun sebagai kaku dan tidak berrohani.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan banyak pengkhotbah media ini dengan jutaan pengikut mereka juga merubahkan ajaran keselamatan. Contoh, Kenneth Copeland menulis di dalam majalah “Word of Truth” mengatakan. saya kutip, “Setiap orang yang telah lahir baru adalah suatu inkarnasi. Orang percaya sama inkarnasinya dengan Yesus dari Nazaret.” akhir kutipan. Dari manakah itu datangnya? Apakah ini berarti bahwa tidak ada perbedaan antara Allah yang menjadi manusia dalam Kristus dan kita?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka begitu terpengaruh dengan hubungan mistik ini sehingga orang yang percaya jika menjadi satu dengan Kristus, dia menjadi Allah dalam sistem mereka. Namun Alkitab tidak pernah mengaburkan batas antara sifat manusia dan sifat Allah. Akan tetapi bagi guru‐guru ini dan pengikut mereka, pemisahan itu dihilangkan melalui pengalaman mistik: roh Anda menyentuh Roh Allah dan Anda dihisap masuk ke dalam Roh, manusia roh Anda menyentuh Roh Dia dan sekarang Anda telah mejadi serupa dengan tubuh Roh‐Nya. Ini semua tidak ada di dalam Alkitab.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka bersalah di dalam beberapa kasus dengan merendahkan Yesus menjadi manusia lahir baru dan meninggikan manusia menjadi inkarnasi Allah. Pandangan mereka tentang dosa juga metafisik dan dualistic. Dosa itu adalah milik allah yang buruk yaitu Iblis dan kebenaran adalah milik allah yang baik, yaitu Allah. Padahal sifat kedagingan manusia malah di abaikan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah jumlah semua ini adalah untuk memberitahu anda bahwa ada gelombang kesalahan baru dan itu datang di dalam nama Kekristenan. Itu asing dengan Alkitab dan itu mistik. Dan itu berasal dari intuisi subjektif dan fantasi dan imajinasi. Dan itu menyentuh setiap bidang teologi mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Petrus bab 1 mengatakan, “Selidikilah kondisi rohanimu sendiri.” Bab 3 mengatakan, “betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mengerti permulaannya, keselamatan Anda, dan Anda mengerti akhirnya, yaitu kedatangan Kristus, Anda dapat menangani apa yang terjadi sekarang. Kita semua perlu belajar lebih banyak lagi bagaimana kita karus berlaku sesuai dengan keinginan Allah, yaitu mengampuni dan mengasihi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus percaya Allah, walaupun iman kita sering tidak sebesar seharusnya, bahwa Dia tetap mendorong kita kepada realisasi penuh dari semua yang baik yang Dia telah janjikan meskipun tampaknya Dia mengambil jalan memutar, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?apakah-kita-benar-diselamatkan-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000178</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kedewasaan Rohani]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000179"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+5:8-14" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 5:8-14</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum- aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin. 12 Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya! 13 Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.14 Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya setan-setan itu menyerang? Nah, pertama, Iblis dan setan-setannya menyerang kita sebagai individu. Mungkin Anda bertanya, ”Apakah kita tahu ada setan yang menyerang?” Belum tentu, saya sendiri tidak tahu, saya tidak bisa melihatnya dan saya tidak dapat merasakannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Alkitab tidak menerangkan hal ini lebih lanjut kecuali bahwa kita melawannya. Dalam beberapa cara mereka terlibat dalam pertempuran bersama kami, meskipun mereka sebagian besar tidak bisa dibedakan kepada kita, walaupun ada saat-saat ketika mereka menampakkan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka akan menyerang kita terutama melalui sistim duniawi yang menarik. Mereka tidak bisa tahu pikiran kita. Dan tidak ada sesuatu di Alkitab yang mengatakan mereka bisa menanam pikiran dalam pikiran kita. Namun mereka bisa menyerang melalui sistim dunia yang menggoda kedagingan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita tidak diberi tahu semua cara yang mereka memakai. Tetapi saya tahu mereka dapat mempengaruhi cara berpikir orang. Karena Petrus mengatakan di KPR 5:3, “Mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus?” ketika dia berbicara dengan Ananias dan Sapphira.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua adalah bahwa mereka menyerang keluarga. Di 1 Korintus 7:3-4 Paulus mengatakan, “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda harus memberikan tubuh Anda kepada pasangan Anda. Mengapa? 1 Korintus 7:5, “Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan Iblis dari pada menyerang pasangan Kristen karena salah satu menahan hubungan fisik dengan yang lain, yang meningkatkan tingkat penggodaan untuk dia yang bergumul dengan penguasaan diri dan mungkin menghancurkan keluarga itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ketiga yang ingin dilakukannya adalah menyerang pemimpin-pemimpin gereja. Karena itu rasul Paulus mengatakan di 1 Timotius 3, bahwa mereka haruslah orang-orang yang memenuhi syarat untuk pelayanan, karena pada akhir ayat 7 dia mengatakan, “agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sejarah penuh dengan pemimpin-pemimpin gereja yang telah diserang iblis dan jatuh. Tidak ada seorangpun yang dapat melawan Iblis berdasarkan kekuatan sendiri; kita selalu perlu Yesus yang mahakuasa yang dapat memberikan kita kekuatan yang dibutuhkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan keempat, dia menyerang gereja. Dan dia ingin untuk menghancurkan kesatuannya, kuasanya dan untuk mengacaukan tujuannya. Kita baca tentang gereja-gereja di Wahyu 2 dan 3 dan melihat bagaimana Iblis masuk dan menyepelekan dan menghancurkan kesaksian gereja itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Korintus 11 mengingatkan kita bahwa Iblis menyamar dirinya sebagai malaikat terang. Dan apakah artinya? Dia menyamar sebagai seorang Kristen. Dia menyamar setan-setannya sebagai mereka yang mengatakan mereka memberi kebenaran Kristen, tetapi sebenarnya mereka pembohong munafik yang hanya kelihatannya menjadi guru kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita dapat mencegah hal ini? Ada orang yang mengatakan, “Saya tahu, kita harus mengikat dia.” Jadi bagaimana kita dapat melakukan itu? “Berkatalah, “Iblis, saya akan mengikat kamu.” Dan apakah sesudah itu kita bisa percaya bahwa setelah orang mengatakan hal itu si setan itu langsung, “O Iya, wah, sekarang saya terikat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berapa lamanya kuasa ikatan itu? Apakah dia terikat hanya berhubungan dengan saya atau dia diikat berhubungan semua orang? Dan jika mungkin dia diikat semua orang, mengapa tidak ada orang yang dapat mengatakan untuk selama-lamanya, “Iblis, kamu sekarang terikat untuk selama-lamanya.” Bukankah itu menyelesaikan semua hal seperti itu?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah, dosa itu masuk ke dalam umat manusia karena Iblis mendustai siapa? Hawa. Apakah menurut Anda kita lebih gampang ditipu dari pada Hawa? Memang benar. Karena itu di 2 Korintus 11:3 Paulus mengatakan, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda sadar ada orang-orang di Matius 7:22 yang mengatakan, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami mengusir setan demi nama-Mu? Pada waktu itulah Dia berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Hanya ada satu orang yang dapat melakukan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Wahyu 20 :1-3 dikatakan, “Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, 3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum pengikatan itu dan sesudah ikatan itu dia itu lepas. Hanya Yesus Kristus dapat mengirim malaikat kudus untuk menangkapnya. Kata Petrus, dia berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Dan saya yakin, jika dulu Petrus diberi kekuatan untuk mengikat Iblis dalam peperangan rohani, dia pasti melakukannya. Namun dia tidak karena dia tidak mampu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kita melawan dia? Pertama, ayat 8, berjaga-jagalah. Bukalah matamu. Hati-hati. Iblis bisa dikalahkan. Dia telah dikalahkan Kristus. Dan di dalam kehidupan orang percaya dia juga bisa dikalahkan di dalam Kristus. Perhatikanlah potensi godaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua dia mengatakan di ayat 9, lawanlah dia. Yakobus 4:7 mengatakannya begini, “lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Bagaimana melakukan itu? Allah mengatakan di ayat 9, “dengan iman yang teguh.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia pendusta, dia pembohong dan apa yang kita harus lakukan melawan dia adalah yang benar dan ketaatan kepada kebenaran itu. Percaya Allah dan hidup sesuai kebenaran-Nya. Bukankah itu gampang? Bagaimana kita harus berdiri melawannya? Dengan menaati firman Allah yang telah dinyatakan kepada Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 2 korintus 10:3. Paulus mengatakan, “Memang kami masih hidup di dunia (kita manusia, dengan tubuh) tetapi kami tidak berjuang secara duniawi.” Tidak ada strategi fisik melawan Iblis. Tidak ada strategi verbal melawan Iblis. Kita tidak bisa berbicara dan membuatnya melarikan diri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 4, “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” Kita tidak bertempur dengan Iblis dengan rencana manusia, kepintaran manusia atau perkataan manusia akan tetapi dengan suatu ekspresi ilahi yang kuat dari Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5, “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” Inilah kuncinya. Pada saat saya tahu kebenaran, saya menaati kebenaran dan Iblis dilawan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Timotius 1:18, “Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak pernah dikatakan carilah dia dan kejar dia di tingkat kosmis. Yang dikatakan adalah berdiri teguh dan melawan. Bagaimana kita melakukan itu? Lakukan apa yang dikatakan Efesus 6:11, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu di Efesus 6:18 dikatakan, “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Inilah saudara kekasih: berikatpinggangkan kebenaran, dan berkomitmen untuk menaati dengan kepercayaan bahwa Allah adalah perisai iman, dan pakailah ketopong keselamatan dan berperanglah dengan pedang kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus menambahkan kepada ini bagus sekali. Di ayat 9, “sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” Petrus mengatakan bahwa ditengah ini Anda tidak sendirian. Seluruh umat Kristen juga mengalami hal yang sama, menderita adalah cara hidup dimana Allah menyempurnakan pekerjaan-Nya di dalam kamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor Tiga, sikap pengharapan. 1 Petrus 5:10, “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus hidup dengan pengertian bahwa tujuan Allah yang akan dinyatakan di masa depan memerlukan kesakitan sedikit sekarang ini. Jadi Petrus mengatakan, “sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Jika Anda bisa mengerti manfaatnya peperangan rohani untuk Anda, Anda akan menghargai hal itu dari pada membencinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lagi pula, tidak ada yang bisa memisahkan Anda dari kasih Kristus. Tidak ada yang dapat merubahkan itu. Jadi semua penderitaan datang hanya untuk menguatkan Anda, untuk membuat Anda, untuk mengkonfirmasikan Anda, untuk menyempurnakan Anda, untuk membuat Anda lebih lagi menjadi pria dan wanita Allah yang seharusnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah yang memanggil Anda kepada kemuliaan-Nya di dalam Kristus akan berada disamping Anda ketika Anda diserang musuh, dan Anda sedang disempurnakan Allah sendiri. Itulah pekerjaan pribadi-Nya, Dia sendiri melakukan itu. Dia terlibat erat dalam penderitaan hidup kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya kata-kata yang kita terima dari ayat-ayat ini? Kata-kata seperti: tunduk, kerendahan diri, kepercayaan, penguasaan diri, melawan dan pengharapan. Mengapa “pengharapan?” Karena ditengah-tengah penderitaan saya menaruh pengharapan pada apa yang saya akan menjadi. Dan karena saya akan berada di dalam kemuliaan kekal, itu memberikan saya pengharapan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nomor Empat, sikap penyembahan. Tiba-tiba di ayat 11, Petrus langsung mulai memuji Allah, “Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” Dia juga mengatakan hal yang sama di Bab 4:11, “Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang seluruh rangkaian ayat-ayat, kami telah mendapatkan keterangan tentang hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah, bahwa kita harus merendahkan diri dihadapan Allah sebelumnya Dia akan meninggikan kita, bahwa kita harus bersandar kepada Allah karena Dia peduli bagi kita, Dia berkuasa dan Dia penuh kasih.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita harus berjuang dengan kekuatan-Nya karena hanya Dialah yang dapat mengalahkan musuh dan dalam proses itu menyempurnakan kita. Jadi dia mengatakan bahwa hati orang Kristen selalu harus diisi pujian dan kemuliaan yang diberikan kepada Allah. Dialah yang berkuasa, yang berotoritas, Dia berdaulat, dan Dia layak segala pujian kita. Itulah hati yang selalu menyembah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang kekasih, bila Anda memiliki hati yang menyembah, itu akan menjauhkan Anda dari mempertanyakan kesulitan-kesulitan hidup. Bila Anda memiliki hati yang menyembah itu memperlihatkan Dia dan orang lain bahwa tidak ada sesuatupun yang tidak dikontrol-Nya, termasuk pendeirtaan kita, dan Iblis dan setan-setannya dan seluruh sistim duniawi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Petrus mengambil kesimpulan. Dan di dalam kesimpulan kecil ini dia mengakhiri surat ini dengan menyebutkan dua sikap lain. Dia sendiri mulai menulis sekarang, karena sebelum ini semua tulisan telh dicatat oleh sekretarisnya dan sekarang dia menyebut suatu sikap kesetiaan secara tidak langsung.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 12, “Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!” Kemungkinan besar ini Silas yang sama yang berjalan bersama Paulus dan yang sering disebut dalam surat-suratnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan, “aku menulis dengan singkat kepada kamu,” hanya lima bab, namun betapa kayanya. Memang suratnya singkat benar dan kental. Dan dia mengatakan di dalamnya saya telah mengingatkan dan bersaksi bahwa ini anugerah Allah yang benar. Nomor Lima, setialah kepada itu. Silas setia, apakah Anda akan setia?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kemudian dia menambahkan satu kebajikan nomor Enam yang kita bisa namakan sikap kasih sayang. Ayat 13-14, “Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini kata terakhir yang membicarakan kasih, kawanmu yang terpilih di Babilon berhubungan dengan gereja. Seringkali perkataan”she” yaitu dia perempuan berarti gereja, kita bisa melihat itu di 2 Yohanes 1 dan 13. Dan kemungkinan besar Babilon merujuk ke Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh, ketika Yohanes di buang ke Patmos waktu penganiayaan yang dimulai Kaisar Domisian, dia memanggil kota Roma, Babilon. Petrus yang menyebit penganiayaan di hampir setiap bab surat ini meninggal kematian martir di dekat Roma, menurut tradisi dia disalibkan terbalik.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan orang-orang kudus Roma, gereja, bersama dengan Anda yang juga terpilih, mengirim salam. Inilah kasih orang Kristen. Begitu juga anakku Markus, anak rohani Petrus bukan anak kandung. Markus yang dipanggil Markus Yohanes diesbut di KPR 122, dia sering menemani Paulus, berdiam bersama Paulus pada waktunya Rasul berada di penjara di Roma.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tradisi mengatakan bahwa Petrus menolong dia menulis injil Markus. Namun disini ada suatu kumpulan kasih sayang. Dari gereja kepada gerejamu, dari saya ke Anda, Markus kepada Anda dan di ayat 14 dia mengatakan, “Ciumlah mereka dengan ciuman kudus.” Begitulah biasanya di gereja mula-mula mereka memperlihatkan kasih dengan mencium laki-laki dengan laki-laki, dan perempuan dengan perempuan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia menutup dengan, “Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus.” Kedewasaan rohani kembali kepada hal-hal dasar yaitu: Tunduk, kerendahan hati, kepercayaan, menyangkal diri, pembelaan diri, pengharapan, penyembahan, kesetiaan dan kasih sayang. Tidak ada caranya untuk membentuk sifat-sifat ini melalui pengalaman mistik. Itu semua datang dari kebenaran. Dan selama kebenaran itu dicurahkan ke dalam hidup Anda hari demi hari, itu akan mulai merubahkan karakter Anda dan membentuk sikap-sikap seperti itu.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 12 Sep 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kedewasaan-rohani</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000179</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mencari kepuasan hati dalam hidup]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000017A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Philippians+4:5-6,11-13" target="_blank" class="imCssLink">Filipi 4:5-6, 11-13</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tentunya salah satu penyebab terbesar seorang percaya tidak memiliki sukacita dalam kehidupan mereka adalah kurangnya kepuasan. Kepuasan merupakan komoditas ilusif masa kini! Tidak pernah, tampaknya, begitu banyak orang menginginkan begitu banyak dan menemukan kepuasan begitu sedikit setelah mereka mendapatkannya.</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini tidak mengherankan bila kita menganggap bahwa kita dibombardir setiap hari dengan iklan-iklan yang tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan ketidakpuasan sehingga kami akan membeli produk mereka. Apakah Anda memiliki cukup untuk masa pensiun? Anda berhak mobil baru Anda sekarang! Investasi di emas karena nilainya akan meningkat, terjamin!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sering alasannya kita tidak merasa puas adalah karena kita merasa apa yang kita miliki kurang. Saya menamakan itu perangkap “iri hati” dimana selalu membandingkan diri dengan orang lain. Lihatlah Paulus yang ada di penjara waktu itu dan dengarkanlah apa yang dikatakannya mengenai masalah ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berbeda dengan ketidakpuasan luas dunia kita, Rasul Paulus berbicara tentang masalah kepuasan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi. Kepuasan adalah perkataan Alkitabiah yang Allah ingin untuk kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 4:11-13, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah firman Allah mengatakan banyak hal lagi tentang kepuasan hati. 1 Timotius 6:6 mengatakan, “kesalehan disertai rasa cukup memberi keuntungan besar.” Dan di ayat 8 Paulus mengatakan, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Ibrani 13:5 mengatakan, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak lama saya membaca tentang South West Airlines. Setelah tragedi Sept 11, South West adalah satu-satunya perusahaan penerbangan besar yang masih ada untungnya. Semua perusahaan yang lain ruginya besar sekali dan mereka sudah bankrut atau mereka sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan itu supaya mereka menghindari kreditur mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam suasana dimana kebanyakan perusahaan penerbangan berjuang untuk bertahan, karyawan SW memiliki keamanan kerja relatif yang baik. Namun, beberapa karyawan dari salah satu serikat karyawan mengancam untuk berhenti kerja supaya upah mereka dinaikkan. Mengapa? Karena mereka iri karyawan yang setingkat di perusahaan penerbangan lain (yang sudah mau bankrupt) yang gajihnya lebih tinggi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iri hati merupakan pendorong dalam kehidupan banyak orang. Hal ini mendorong mereka untuk menjadi kompetitif, bekerja keras dan sukses. Jadi, harapannya adalah bahwa motivasi seperti itu menjadi hal yang "baik" Tapi itu bukan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dasarnya iri hati? Intinya adalah kepercayaan bahwa kita layak menerima lebih baik dari pada yang kita miliki. Disisi lain Paulus mengajarkan supaya Anda rendah hati, ramah, jangan menuntut apapun, berilah belas kasihan kepada mereka yang melakukan kejahatan kepada Anda, maafkanlah mereka yang bersalah kepada Anda, dan Anda telah menjadi seorang yang teguh. Kepuasan hati datangnya jika kita tidak menuntut apapun. Kalau diberi baik, kalau tidak, baik juga. Masalahnya bukan mengenai saya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya baru-baru ini melihat sebuah seminar mengenai Merencanakan Warisan dimana mereka membicarakan “Janji Hidup yang dapat dirubah.” Ini seperti semacam instruksi warisan dengan beberapa keuntungan. Pengacara yang bicara di seminar ini menceritakan sebuah contoh di mana beberapa saudara perempuan datang ke kantornya untuk menantang kenyataan bahwa saudara laki-laki mereka telah menerima harta keluarga dalam janji warisan orang tua mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengacara telah melihat hal seperti ini sebelumnya, dan dia masih merasa terganggu karena keserakahan mereka. “Apakah kalian tahu mengapa farm itu ditinggalkan untuk saudara laki-laki Anda?” dia menanyakan. “Iya,” mereka jawab. “Dia telah merawat mereka dalam masa tua mereka dan dia mengerjakan pertanian itu untuk mereka.” “Apakah kalian telah menolong dengan mengerjakan pertanian itu?” dia menanyakan. “Tidak.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kalian telah menolong kakak laki-laki dalam perawatan orang tuamu?” “Tidak.” “Jadi mengapa Anda mau sebagian dari harta yang diwariskan kepadanya?” “Karena itu adalah harta keluarga, dan kita merasa kita layak mendapat sebagian.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengacara itu bersenyum dan mengatakan, “Anda berhak untuk kontes janji warisan ini, tetapi Anda harus menyadari bahwa janji ini memiliki klausa di dalamnya. Klausa itu memperingatkan bahwa jika janji warisan ini diperebutkan dan jika tantangan kalah, mereka yang kontes janji warisan itu akan kehilangan apa pun warisan yang mereka mungkin punya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika Anda menantang janji warisan ini dan kalah, bagian warisan Anda akan diberikan kepada saudara laki-laki Anda. Kedua wanita keluar dari kantornya dan dia tidak pernah dengar dari mereka lagi. Kita sering berpikir bahwa kita layak mendapat yang lebih baik, dan karena itu, apa pun yang kita lakukan untuk mendapatkan yang pantas bagaimanapun juga dibenarkan - walaupun itu mungkin berakhir dengan menghancurkan persahabatan kita, pekerjaan kita, atau keluarga kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 14:30 mengatakan kepada kita, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” Dengan kata lain: jika Anda tidak ada kepuasan, itulah tanda ada iri hati. Anda mungkin tidak menginginkan milik tetangga tau teman Anda. Mungkin itu sesuatu yang masih ada di toko.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah, iri hati itu muncul dari membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. Dan hasilnya membandingkan diri dengan orang lain selalu mengakibatkan ada ketidakpuasan. Dan hasil akhir dari jenis membandingkan seperti itu selalu akan menghasilkan ketidakpuasan. Orang Kristen hanya boleh membandingkan kehidupan mereka bersama Allah dibanding hidup tanpa berkat Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus memiliki kecukupan hati karena dia merasa puas dengan sedikit. Lihatlah ayat 11, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan,” memang saya bersuka cita sekali ketika saya menerima kiriman itu namun bukan karena saya memerlukannya, “Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Materialisme adalah dosa. Mencari kepuasan hidup melalui harta milik sama dengan penyembahan berhala jika Anda menyembah patung. Malah, saya pikir bahwa materialisme adalah penyembahan berhala utama orang Amerika.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Daripada bersandar kepada kuasa Allah dan hidup dengan kekuatan yang Dia menyediakan, kita percaya dusta bahwa jika kita memiliki rumah yang lebih baik, mobil yang lebih baru, sepeda, mainan, apa saja – kita akan bahagia. Kami kemudian mengejar hal-hal itu tanpa memedulikan biaya, sambil mengumpulkan hutang besar di sepanjang jalan. Jika Anda tidak dapat mengatakan, “Saya puas dalam segala keadaan hidup, dan Anda tahu bahwa alasannya adalah materialisme, Anda perlu bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingin di bebaskan dari pengaruh cinta uang dan materialisme? Maka putuskanlah untuk memberi pertama kepada Tuhan – dan baru setelah itu berdoalah doa sederhana setiap kali Anda ingin beli sesuatu. “Tuhan, apakah saya perlu beli ini?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita hidup dalam kebudayaan yang tidak pernah puas, dengan sedikit maupun banyak. Kelihatannya semakin banyak harta milik orang semakin mereka tidak puas. Biasanya orang terkaya di dunia juga orang yang paling sedih dan tidak bahagia. Mereka merasa selalu tidak cukup dan mereka kuatir segala investasi mereka dan ada yang lain yang lebih kaya lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepuasan hati tidak bergantung kepada keadaan. Inilah kuncinya di ayat 12, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara aku belajar tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepuasan hati bergantung kepada hubungan kita dengan Pencipta kita, karena hanya Dialah yang sanggup memberikan kita damai sejahtera dan kepuasan hati dalam kondisi apapun Anda berada. Dia sanggup memberikan Anda damai ketika Anda berbaring di ranjang kematian Anda, karena kematian bukan akhir hidup melainkan permulaan hidup kekal penuh kepuasan dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepuasan hati memerlukan doa dan ucapan syukur dalam menghadapi masalah-masalah. Di dalam ayat 6, Paulus mengatakan dari pada kuatir terus, nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau ada orang yang memiliki damai, yaitu damai yang berasal dari Pekerjaan Roh Kudus, yang memiliki suka cita, yang rendah hati, yang benar-benar percaya kepada Allah dan seseorang yang bersyukur dalam segala hal, pastilah orang itu seseorang yang berdiri puas dalam iman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa saja penganiayaan kita, apa saja godaan kita, pertama-tama, kita dapat bersyukur karena dibelakangnya ada tujuan Allah, Amin? Allah telah merencanakannya. Karena di dalam semua hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan sesuai dengan tujuan-Nya. Dan didalamnya Allah bekerja untuk menyempurnakan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah rahasianya? Kita mendapatkannya di ayat 13 dimana Paulus mengatakan, “13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Apakah Anda mengalami kebanyakan atau kekurangan dalam hidup Anda sekarang - kekuatan DIA yang akan memberikan kepuasan yang Anda butuhkan. Kekuatan DIA yang akan membantu Anda menemukan harapan bahkan ketika Anda kehilangan pekerjaan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bila Anda menghabiskan waktu secara teratur dalam berdoa kepada Yesus, dan mempelajari firman Tuhan, dan menyerahkan hidup Anda kepada kekuatan Roh Kudus, Anda akan menemukan bahwa tidak peduli apa pun yang terjadi dalam hidup Anda - Anda akan merasa lebih banyak kepuasan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa? Karena bila Anda menjalani hidup Anda terhubung ke Yesus Kristus, Anda akan mulai mengerti bahwa tidak ada yang terjadi dalam hidup Anda tanpa pengetahuan-Nya. Tidak ada yang terjadi, baik maupun buruk, yang dapat membawa Anda dari kasih Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepuasan hati datang dari cara hidup dimana Anda mengerti prioritas Anda – dan semuanya di dalam hidup Anda tidak dapat dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus Yesus. Jika ini menjadi kebenaran di dalam hidup Anda – maka memiliki harta terbaik dan keperluan untuk mendapatkan semua keinginan hidup Anda tiba-tiba tidak penting lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda menjalani hidup Anda mengandalkan kekuatan yang disediakan Allah –Anda akan menemukan bahwa keadaan sehari-hari Anda akan mengontrol keadaan pikiran Anda semakin berkurang - dan kepuasan hati akan mulai menjadi norma kehidupan Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya ini, rasul Paulus percaya akan kuasa pemeliharaan Allah yang berdaulat. Kita dapat melihat hal itu sepanjang hidupnya. Dia dapat menetap dalam kepuasan hati tanpa memiliki apapun sambil menunggu Tuhan. Dia mengerti bahwa segalanya ada didalam tangan Tuhan dan pada waktu Tuhan yang tepat sesuai dengan keinginan-Nya semua aakn terjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kuasa pemeliharaan adalah suatu istilah yang menjelaskan kuasa Allah yang memelihara dengan baik, dan itu berhubungan dengan kata kerja ‘menyediakan.’ Memang Allah memelihara namun artinya jauh lebih dari pada itu, artinya adalah bahwa Allah menyediakan segalanya untuk mencapai tujuan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita menyatukan Filipi 4:5-6, “Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga.” Pandangan Anda mengenai Allah akan memberikan keteguhan. Allah itu dekat dalam keberadaan-Nya. Inilah yang dimaksud di Mazmur 119:151, “Engkau dekat, ya Tuhan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bila Anda berbisik doa, Dia cukup dekat untuk mendengarnya. Bila Anda membutuhkan kekuatan-Nya dan kuasa-Nya, Dia cukup dekat untuk menyediakannya. Sekarang apa hasilnya dari pengetahuan Tuhan sudah dekat? Janganlah cemas. Apa yang saya akan khawatirkan? Apakah ada sesuatu yang Allah tidak bisa menangani?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah Anda adalah Anda kuatir karena Anda tidak percaya Allah. Inilah intinya Matius 6:31-32, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Matius 6:33-34, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?mencari-kepuasan-hati-dalam-hidup</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000017A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana kita membela diri melawan Iblis?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000017B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+5:8" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 5:8</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelumnya di 1 Petrus 4 kita mempertimbangkan sikap tunduk, dan di bab 5 kita nelajar tentang sikap rendah hati. Sikap yang lain yang kita perhatikan Minggu yang lalu adalah sikap kepercayaan atau iman. Di 1 Petrus 5:7 dikatakan, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengajarkan kita bahwa sikap rohani yang diperlukan adalah tunduk, rendah hati dan iman. Marilah malam ini kita melihat apa yang ada di depan kita. 1 Petrus 5:8, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 8 mulai dengan ,”sadarlah.” Kita menemukan sikap keempat yang diperlukan untuk menjadi dewasa secara rohani, yaitu mulai dengan sikap kontrol diri. Petrus telah membicarakan ini sebelumnya. Di Pasal 4:7 dia mengatakan, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinya perkataan “sadar” sebenarnya? Yah ini berarti penguasaan diri atau pengendalian diri. Ini berarti mengontrol hal-hal kehidupan, mengatur kepentingan hidup dalam urutan yang pantas dan keseimbangan yang pantas. Dan ini memerlukan disiplin pikiran dan disiplin tubuh untuk menghindari daya pikat dunia yang sangat meracuni.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, Anda harus memiliki pengertian yang benar tentang kehidupan sehingga Anda memahami prioritas rohani Anda. Seperti di katakan di Kolose 3:1, “Carilah perkara yang di atas,” yang merupakan cara lain untuk mengatakan kita memiliki perspektif ilahi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah bertahun-tahun kita membicarakan hal penguasaan diri dan tentang disiplin diri dan kehidupan disiplin. Namun malam ini saya ingin kita melihat sikap kelima dalam daftar Petrus dan saya ingin kita mendalami hal ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sikap rohani kelima yang perlu untuk pertumbuhan kita namakan sikap membela diri. Lihatlah ayat 8. Alasannya kita perlu memiliki prioritas benar, yaitu untuk tunduk kepada-Nya, dan untuk percaya kepada Allah dan untuk merendahkan diri dibawah tangan-nya yang kuat adalah karena musuh kita, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah percaya akan tangan Tuhan yang kuat dan percaya akan pemeliharaan Allah dan menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya tidak berarti kita sekarang ceroboh. Ini tidak berarti karena kita bersandar kepada Tuhan dan karena kita telah menyerahkan segalanya kepada Dia bahwa sekarang kita malas dan tidak hati-hati lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musuh ini sangat halus dan karena itu sangat berbahaya. Menurut 2 Korintus 11:14-15 dia menyamar sebagai malaikat terang dan pelayan-pelayannya sebagai pelayan kebenaran. Dia tidak pernah memperlihatkan dirinya yang sebenarnya. Dia hampir selalu muncul menjadi kepribadian agama, hampir selalu berusaha mendekati Anda secara halus sehingga Anda tidak dapat mengenali siapa dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun marilah kita cari tahu tentang dia. Musuh Anda adalah si Iblis, yang memperkenalkan kita kepada musuh dalam peperangan rohani ini. Dan bukan saja dia musuh Allah, dan bukan saja dia musuh para malaikat, akan tetapi dia musuh Anda juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Musuh ini di sini disebut si Iblis dan dia adalah pemfitnah yang berarti musuh yang berbahaya yang memfitnah dan menyerang juga. Dia juga disebut Abbadon dan Apollyon dan kedua istilah ini berarti pembunuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia selalu aktif dan dia selalu mencari kesempatan untuk mengalahkan kita. Tujuannya adalah untuk menciptakan perselisihan, untuk memecahkan persekutuan, untuk menuduh Allah kepada manusia, untuk menuduh orang-orang kepada Allah, untuk menuduh orang satu sama lain, untuk melemahkan kepercayaan diri, untuk membungkamkan pengakuan dan untuk membuat kita berhenti melayani Tuhan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia disebut dalam Yohanes 12:31, “penguasa dunia ini.” Dia memerintah sistem manusia dan sistem kontrol seluruh dunia itu. Maka dari tempat duduknya dia mengatur seluruh lingkungan dunia yang dengan sendirinya dapat menghancurkan kami.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga disebut “penguasa kerajaan angkasa” oleh Paulus di Efesus 2:2. Kuasa kerajaan angkasa berarti kuasa iblis luar biasa yang ada di alam semesta. Dia menguasai sistim manusia, kosmos dan dunia dan dia memerintah angkasa, yaitu bidang supranatural di mana setan bergerak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat di Ayub 1 ketika Iblis menghadap Tuhan dan Tuhan menanyakan Iblis di ayat 7, “Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada Tuhan: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu benar, mengapa dia mengelilingi dan menjelajah bumi? Petrus menjawab hal ini. Dia berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Dia berjalan di dunia untuk mencari korban. Ini peperangan rohani yang nyata.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Taktik Setan adalah untuk bergerak di dunia untuk menemukan seseorang yang dia bisa makan. Saya ingin Anda melihat Mazmur 22:13, yaitu Mazmur Mesias yang membicarakan bagaimana banyak lembu jantan Bashan mengerumini aku, ini mengacu kepada Kristus yang dikelilingi mereka yang membenci- Nya di kayu salib-Nya, “mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah gambaran kejahatan dan kebencian. Ekspresi yang sama digunakan di Mazmur 104:21, “Singa- singa muda mengaum-aum akan mangsa.” Jadi Setan itu mencari mangsa. Dia lagi cari makanan. Dia akan menghancurkan seseorang, itulah tujuannya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yehezkiel 22:25 dikatakan, “yang pemimpin-pemimpinnya di tengah-tengahnya seperti singa yang mengaum, yang menerkam mangsanya: manusia ditelan, harta benda dan barang-barang yang berharga dirampas, janda-janda dibuat bertambah-tambah di tengah-tengahnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disini hukuman Allah dijatuhkan kepada para pemimpin Yerusalem atas dosa-dosa mereka namun caranya itu digambarkan adalah seperti singa yang mengaum, yang menerkam mangsanya. Jadi, ketika kita melihat frase itu Petrus meminjamnya dari Perjanjian Lama, dan setiap kali ini dipakai ini menyatakan sesuatu yang jahat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Si Setan itu ingin seseorang seperti Ayub yang menamakan nama Allah. Dan dia cari orang-orang yang menamakan nama Allah dan dia ingin menghancurkan dan merusak mereka. Walaupun tentu saja dia tidak sanggup mengambil keselamatan mereka, dia bisa merusak kehidupan mereka, merusak kesaksian mereka dan bisa menganiaya mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita menemukan di Wahyu 12:3, “Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.” Pokoknya naga merah besar itu adalah Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah Wahyu 12:4, “Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.” Apakah artinya ini? Inilah yang terjadi ketika Iblis yang dulunya adalah Lucifer, Bintang Timur, yang mungkin malaikat tertinggi, ketika dia menantang Allah dan mengatakan bahwa ia akan menyamai Yang Mahatinggi seperti tertulis di Yesaya 14 dan Yehezkiel 28.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis adalah kerub yang berjaga, yang diisi kebanggaan dan yang ingin menjadi sama dengan Allah. Jadi Allah melemparkannya keluar dari surga. Namun ketika Allah membuangnya keluar dari sorga dia tidak pergi sendirian. Dia membawa dengan dirinya sepertiga bintang-bintang dari sorga, maksudnya sepertiga dari semua malaikat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak tahu berapa banyaknya mereka. Di Wahyu 5:11 dikatakan ada sepuluh ribu kali sepuluh ribu dan ribuan dan ribuan. Masalahnya dalam bahasa Yunani tidak ada perkataan untuk nomor yang lebih tinggi dari sepuluh ribu, “murian”. Ini sebenarnya suatu ekspresi nomor yang tak terbatas.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua malaikat yang jatuh itu dapat dimasukkan ke dalam dua kategori. Ada yang dipenjarakan sementara. Menurut Wahyu 9:2, pada masa Pencobaan Besar, neraka akan dibuka dan memuntahkan keluar bermacam setan jahat. Ada juga yang dipenjarakan permanen. Yang sementara itu tidak akan dilepaskan sampai waktunya Pencobaan itu jadi mereka tidak ada sekarang, jadi sepertiga itu jumlahnya dikurangi lebih lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengenai banyaknya malaikat dibanding setan-setan, tentunya kita menang. Dua pertiga malaikat kudus masih kudus sedangkan sepertiga jatuh. Jadi, siapakah yang ikut berperang rohani? Jawabnya adalah Iblis, si naga itu dan setan-setan yang jatuh.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka tidak sendirian karena mereka melaksanakan pekerjaan mereka melalui manusia. Dikatakan di pertengahan Wahyu 12:4, lihatlah, “Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu. Siapakah perempuan itu? Israel. “Untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Siapakah Anaknya? Kristus. Mesias itu sudah hampir keluar dari Israel dan Iblis siap untuk memusnahkan anak itu. Mengapa? Karena dia mengelilingi dan menjelajah bumi seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Dia ingin membinasakan Ayub juga, Dan disitu dia juga ingin menghancurkan Anak itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagaimana dia mencoba melakukan itu? Melalui setan-setan? Tidak. Dia bekerja melalui manusia, Siapakah namanya? Raja Herodes, yang pergi dan membunuh semua anak kecil di bawah umur dua tahun. Jadi sekarang kita melihat peserta ketiga dalam peperangan rohani: Iblis, setan-setan dan orang- orang yang dipengaruhi Iblis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 8:44, salah satu ayat yang sangat penting di Perjanjian Baru memberikan kita pengertian akan hal ini. Yesus mengatakan kepada orang Farisi, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah strategi Iblis? Ingatlah sekarang, dia bekerja strateginya melalui setan dan melalui orang- orang di dalam sistem. Melalui setan-setan dia mengontrol supranatural. Melalui orang-orang dia mengendalikan kosmos, sistem dunia. Merekalah yang berpartisipasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada peperangan terjadi di udara dan itu datang semua sampai kepada kami saat kami berperang dengan agen-agen Iblis yang merupakan manusia di dunia ini yang melayani kerajaan-Nya. Jadi sekerang kita lihat pesertanya, apakah srateginya?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Strategi pertama dalam peperangan Iblis adalah untuk melawan Kristus (Wahyu 12:1-5). Sasaran kedua dari Iblis adalah Israel seperti yang kita dapat melihat di Wahyu 12:6. Dan sasaran ketiga dari Iblis adalah para malaikat, Wahyu 12:7 mengatakan, “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat- malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sasaran keempat dalam peperangan rohani ini adalah kita, orang-orang percaya. Dan karena itu di Wahyu 12:17 tertulis, “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus,” yaitu kita orang-orang percaya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya dia melakukan itu? Dia menipu mereka melalui kebodohan, ketidakpercayaan, agama palsu, cinta dosa dan gratifikasi kedagingan. Ia menipu mereka dengan mengembangkan sebuah kosmos dan sistem yang terlihat menarik, mengundang, menyenangkan dan memuaskan. Dan dia datang pada mereka melalui keinginan mata, keinginan daging dan kesombongan hidup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hal-hal yang kelihatan di dalam kultur masa kini: kegilaan, pembunuhan massal, keterlibatan okultisme dan pembunuhan diri sangat sering terkait dengan keterlibatan setan. Ketika orang menjadi jahat, yang tidak memiliki Roh Allah untuk menahan dia dan yang dipenuhi kuasa setan, tidak ada batasnya sampai dimana keburukan manusia itu dapat menjadi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu pernyataan yang paling menakutkan di Perjanjian Baru kita dapatkan di Yohanes 13:27, setelah Yesus memberikan roti kepada Yudas pada perjamuan terakhir. “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.” Teman-teman yang terhormat itu adalah kejadian paling tragis yang pernah terjadi di dalam kehidupan manusia. Iblis masuk ke dalam dirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya Allah membiarkan Iblis menyerang orang percaya walaupun dia tidak dapat masuk kedalam orang percaya. Ayub adalah orang terbaik di dunia dan Iblis diperbolehkan menyerangnya. Jadi Iblis pergi dan mengambil semua yang dimilikinya. Dia membunuh keluarganya dan mengambil segalanya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tetap Ayub mengatakan di Ayub 1:21, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksud Allah? Menurut John MacArthur ada dua. Nomor satu, untuk memperlihatkan Iblis betapa kuatnya keselmatan itu. Ayub hidup di zaman patriarchal, waktunya Kejadian. Jadi sangat awal dalam rencana penyelamatan Allah ingin menunjukkan kepada Iblis itu betapa kuatnya iman. Dan itu suatu pelajaran bagi Iblis. Tahukah Anda bahwa kadang-kadang Allah melakukan hal terhadap Iblis yang bersangkut paut dengan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada alasan kedua juga. Dia menguatkan Ayub. Setelah semuanya selesai, Ayub menjadi lebih besar daripada sebelumnya kejadian itu. Jadi ada kalanya Allah mengizinkan Iblis menggoda orang percaya untuk memberikannya bermacam ujian yang akhirnya malah akan menguatkannya lebih lagi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana dengan Petrus? Di Lukas 22:31 Yesus melihat Petrus dan mengatakan, “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum.” Iblis tidak bisa melakukan apa-apa kecuali ada izin. Dan sama seperti Ayub, Allah tahu kekuatan iman Petrus, dan Dia mengizinkan Petrus dicoba.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah Petrus tidak sebaik Ayub, benar? Tiga kali Petrus menyangkal Kristus. Namun Iblis tidak menang dan di Lukas 22:32 Yesus meneruskan, “tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat Anda kembali dari penyangkalan Anda, Anda akan menguatkan saudara-saudaramu. Mengapa? Karena Anda telah melewati pergumulan dengan Iblis dan Anda dapat memperlihatkan mereka caranya untuk menang. Lihatlah, Allah memiliki tujuan tertentu untuk kadang melepaskan setan di dalam hidup kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi, Allah memiliki tujuan tertentu dan jalan-Nya lebih tinggi dari pada jalan kita. Ada kalanya Dia mengizinkan orang Kristen di hukum Setan dan di hajarnya. Jadi dengan desain Allah yang kudus dan berdaulat, Iblis dan setan-setannya ikut campur di dalam kehidupan kita. Kadang untuk membenarkan kita, kadang untuk menghukum kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan lupa kita dalam peperangan dengan mahluk-mahluk rohani ini, karena memang itulah kenyataannya. Ingatlah Roma 8:31, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukti kita ada di dalam apa yang kita rayakan malam ini, Perjamuan Kudus dimana kita yakin bahwa Tuhan Yesus kita telah membayar lunas keselamatan kita. Dan dimana kita diperingatkan bahwa Allah telah mengalahkan Iblis dan dia tidak akan dapat menghilangkan keselamatan kita, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagaimana-kita-membela-diri-melawan-iblis-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000017B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bagaimana menangani kekuatiranmu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000017C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+5:1-11" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 5:1-11</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. 4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia mengasihi kamu.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus minta di ayat 3 supaya para penatua menjadi teladan bagi jemaat. Dan kita dapatkan di Ibrani 13:7, caranya kita harus lakukan itu. “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.” Jadi hal pertama yang dikatakannya adalah tirulah mereka yang memimpin Anda dan mengajarkan Anda dan yang menghidupkan kehidupan rohani mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sikap kedua yang diberikan Petrus yang diperlukan sesuai dengan sikap pertama itu, yaitu sikap kerendahan hati. Masalah kedewasaan adalah masalah kerendahan hati. Dan lihatlah bahwa itu berlaku untuk semua orang. Dia mengatakan, “hai orang-orang muda,(saya khususnya kuatir tentang mereka karena kemungkinannya besar mereka tidak taat) tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang untuk mendukung nasihat ayat 5, Petrus memakai Perjanjian Lama. Dia mengutip dari Amsal 3:34 yang mengatakan, “Allah melawan pencemooh, tetapi orang yang rendah hati diberikan anugerah-Nya.” Mengapa ? Karena Allah benci kesombongan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Amsal 6:16, “Enam perkara ini yang dibenci Tuhan, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya.” Dan dia mulai, “mata sombong,” ini perkataan lain untuk kecongkakan yaitu mata sombong, Dia benci kesombongan. Di Amsal 8:13, “Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; kesombongan dan kecongkakan dan tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus mengatakan, “Lihatlah, Anda perlu merendahkan diri. Meskipun tangan Tuhan yang kuat ada untuk memberi jalan keluar bagi Anda, atau tangan Tuhan yang kuat ada disitu untuk melindungi Anda melalui pengujian yang tampaknya begitu sulit, atau tangan Tuhan yang kuat ada disitu untuk memukul Anda dalam disiplin, serahkanlah diri Anda dan rendahkanlah hati Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah mempertanyakan Allah, jangan membantah Allah, jangan berdebat dengan Allah. Rendahkanlah diri Anda di bawah-Nya, dibawah Firman-Nya dan di bawah kuasa-Nya. Dan Petrus meneruskan hal ini di ayat 6b, “supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 dengan menyerahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya, karena Dia mengasihi Anda.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebalikan dari keberanian adalah ketakutan atau kecemasan. Jadi janganlah heran Allah bukan saja memanggil kita menjadi berani untuk Kristus dan kerajaan-Nya, akan tetapi Dia juga memberikan kita suatu cara untuk menghilangkan ketakutan dan kecemasan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memberikan kita keberanian dan mengambil ketakutan kita adalah dua cara untuk melakukan hal yang sama. Malam ini teks kita tidak memanggil kita untuk keberanian. Inilah panggilan supaya kita tidak kuatir. Jadi inilah panggilan tidak langsung untuk keberanian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada sesuatu yang sangat luar biasa tentang teks ini. Ancaman dalam teks ini yang menggoda kita untuk kuatir bukanlah khususnya penjara atau luka atau fitnah atau penghancuran harta milik atau kehilangan uang. Ancaman yang dibicarakan disini adalah kerendahan hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau dengan kata lain, alasannya Petrus membicarakan masalah kekuatiran adalah karena dia bergumul dengan masalah kerendahan hati. Entah bagaimana perintah untuk kerendahan hati membuat perintah untuk menyerahkan kekuatiran kita pada Allah lebih dibutuhkan, lebih mendesak.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah hal ini dalam aliran pemikiran dari ayat 5-7. Bab ini mulai dengan kata-kata kepada para penatua gereja untuk menggembalakan jemaat dengan sukarela dan penuh semangat tanpa dimotivasikan uang. Setelah itu fokusnya beralih kepada yang lain di gereja.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5-6, “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. (kemudian kepada seluruh jemaat) Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang disini kita melihat ada hubungan antara panggilan untuk kerendahan hati dan perintah untuk menyerahkan segala kekuatiran Anda kepada Tuhan. Perintah untuk merendahkan diri kelihatannya menyebabkan kekuatiran itu semakin besar jadi Petrus memberikan kita nasihat. Ayat 6-7, “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya menyerahkan kekuatiranmu kepada Allah, entah bagaimana, adalah bagian dari prosesnya merendahkan diri. Menyerahkan kekuatiran kepada Allah sangat penting jika Anda akan merendahkan diri di bawah tangan Tuhan dan Anda merendahkan dirimu seorang terhadap yang lain.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Menyerahkan kekuatiranmu kepada Allah bukanlah sesuatu yang berbeda yang Anda lakukan setelah Anda merendahkan diri. Ini adalah sesuatu yang Anda lakukan supaya Anda dapat merendahkan diri atau Anda dalam proses merendahkan diri. Ada sesuatu tentang menyerahkan kekuatiran Anda kepada Allah yang memungkinkan Anda rendah hati di hadapan Allah dan sesama manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah hubungannya ayat 7 dan yang mendahuluinya. “Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain (ayat 5), dan rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat (ayat 6), dengan menyerahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya (ayat 7).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mengapa kerendahan hati menyebabkan ada kekuatiran? Mengapa kerendahan hati memerlukan keberanian? Mengapa kita memerlukan ada yang menghilangkan kekuatiran itu supaya kita mampu menjadi rendah hati? Anda bisa mengerti jawabannya jika Anda mulai merenungkan contoh-contoh kerendahan hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya menjadi rendah hati? Ini berarti pada saat Anda berbuat salah, Anda mau mengakuinya dan minta maaf. Ini berarti jika Anda lemah atau sakit atau merasa tidak sanggup melakukan suatu tugas, Anda tidak terlalu bangga untuk minta bantuan. Ini berarti melakukan pekerjaan biasa dan meluangkan waktu dengan orang-orang biasa dan tidak peduli atas adanya pujian atau kritik orang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, dalam semua bentuk kerendahan hati ada risiko kehilangan muka. Kerendahan hati memiliki risiko tidak ada yang tahu perbuatan Anda, tidak dihargai, tidak dipuji, dan tidak diberi hadiah. Kerendahan hati tentu saja menyebabkan orang mungkin menganggap Anda tidak penting.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dianggap rendah itu menyakitkan. Diabaikan dan tidak dihargai juga menyakitkan. Dan kehilangan muka juga menyakitkan. Dianggap kecil juga menyakitkan . Karena itu kerendahan hati menyebabkan ada kekuatiran. Dan perintah untuk menjadi rendah hati dibawah tangan Tuhan dan juga terhadap satu sama lain menimbulkan kekuatiran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika kita benar-benar menjadi rendah hati, kita harus menyelesaikan masalah kekuatiran itu. Jika kita ingin memiliki keberanian untuk kerendahan hati dan berani dianggap tidak berarti, harus ada yang menghilangkan kecemasan kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah intinya aya 7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Yang menjadi fokus ayat 6 dan 7 adalah Allah, dan hubungannya adalah: Sebelum Anda dapat tunduk di bawah tangan Tuhan yang kuat, Anda harus menempatkan kekuatiran Anda kedalam tangan Tuhan yang kuat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi mereka yang memberontak dan bangga ada peringkukan karena ketakutan di bawah tangan Tuhan yang kuat. Namun bukan itu yang Petrus ingin bagi kita di ayat 6. Kerendahan hati Allah yang di printahkan oleh Petrus adalah kerendahan hati damai yang datang karena kita telah menyerahkan kekuatiran kita pada Allah dengan keyakinan bahwa Dia peduli pada kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua gambar ini bersama-sama sangat penting bagi kita sebagai orang Kristen: rendah hati di bawah tangan Tuhan yang kudus-Nya tak terbatas dan kuat, dan percaya diri dan damai karena Allah yang sama sangat peduli bagi kita dan Dia menanggung kekuatiran kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana caranya ‘melemparkan’ atau menyerahkan kekuatiran kita kepada Allah? Perkataan “melempar” di ayat 7 tertulis sekali saja lagi di Perjanjian Baru, di Lukas 19:35, dalam keadaan yang percis sama. Ini hari Minggu Palm dan para murid dikirim mengambil keledai untuk Yesus. Dan ayat 35 mengatakan, “Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya atau melemparnya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pengertiannya sederhana dan mudah: jika Anda memiliki pakaian dan Anda ingin keledai membawanya untuk Anda, Anda "mengalasi" pakaian pada keledai tersebut. Dengan cara itu Anda tidak perlu membawanya lagi, pakaian itu diatas keledai itu dan bukan Anda. Keledai itu bekerja untuk Anda dan menanggung beban itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, Allah bersedia untuk menanggung kekuatiran Anda dengan cara yang sama keledai membawa bagasi Anda. Salah satu hal terbesar tentang Allah Kitab Suci adalah bahwa Dia memerintahkan kita supaya Dia bekerja untuk kita sebelumnya kita bekerja untuk Dia. Matius 11:28 mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 55:22 mengatakan, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau, Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” Yesaya 46:4 mengatakan, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 64:4, “Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat Allah seperti ini, Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengtakan di Khotbah di Bukit di Matius 6:26-28, “Pandanglah burung-burung di langit yang diberi makan oleh Bapamu, apakah Anda pikir Dia tidak akan memberi Anda makanan? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.” Paulus mengatakan di Filipi 4:19, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin menjadi pembawa beban karena hal ini menunjukkan kuasa-Nya dan menempatkan-Nya dalam satu kelas dengan diri-Nya di antara yang disebut para dewa alam semesta. “Tidak ada yang dapat melihat Allah seperti itu, Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan-Nya.” Jadi tempatkanlah kekuatiran dan kecemasan Anda kepada Dia, karena Dia ingin menanggungnya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Disinilah dasarnya kita berhasil atau tidak. Bagaimana Anda secara praktis memindahkan kekuatiran Anda dari punggnung Anda kepada punggung Allah? Jawabannya adalah kita harus percaya bahwa Dia peduli. Yakinlah akan janji-Nya. Bersandarlah kepada Dia. Ini semua berdasarkan kepercayaan praktis.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Janji itu tidak bergantung di udara tipis. Itu berhubungan dengan suatu perintah dan janji itu menunjukkan kita bagaimana kita harus menaati perintah itu. Perintahnya adalah, “Serahkan segala kekuatiran kepada Allah.” Allah peduli berarti Dia peduli akan apa yang menguatirkan Anda. Dan Dia benar tahu mengapa Anda kuatir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali kita mempercayai Allah dalam abstrak. Iya benar, Dia Allah yang dapat dipercaya. Iya, secara umum Dia sanggup menyelamatkan orang berdosa. Iya, Dia akan menyelesaikan semuanya untuk kebaikan kita dan kemuliaan Dia. Namun teks ini mengatakan, serahkanlah kekuatiran khusus semua kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Percayai Dia secara khusus bahwa Dia peduli tentang itu. Percaya bahwa Dia adalah Tuhan, tujuan-Nya tidak dapat digagalkan. Ayub 42:2, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dikatakan bahwa Dia peduli, itu berarti Dia tidak akan membiarkan hal-hal berkembang tanpa pengaruh-Nya. Ini berarti Dia akan bertindak. Dia akan bekerja. Tidak selalu sama dengan cara kita. Dia Tuhan. Dia melihat seribu koneksi yang kita tidak melihat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Kartu kredit hilang bisa menghasilkan suatu malam mencari dan membawa Anda jauh dari suatu program TV yang tanpa sepengetahuan Anda akan memasukkan keinginan penuh nafsu dalam pikiran Anda dan membuat doa tidak menarik sehingga Anda gagal untuk mencari kekuasaan Allah dan melewatkan kesempatan emas untuk berbicara tentang Kristus kepada rekan siap keesokan harinya, yang karena kehilangan kartu kredit Anda itu tidak kelewatan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah melihat seribu koneksi yang kita tidak melihat. Memberi kekuatiranmu kepada Allah berarti percayai Dia untuk menangani keadaan khusus ini. Jika Anda percaya bahwa Dia peduli (dan itu di katakan janji- Nya), dan percaya bahwa Dia Allah, maka kekuatiran dan ketakutan Anda akan diangkat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu hal lain yang kita perlu ingat tentang memberikan kekuatiran kepada Allah, yaitu, hubungannya dengan berdoa. Filipi 4:6 mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi 1 Petrus 5:7 mengatakan, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Ia yang memelihara kamu.” Filipi 4:6 mengatakan, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Allah dengan berdoa dan menyatakan segala hal keinginanmu kepada-Nya.” Hubungannya sederhana. Percaya bahwa Allah peduli tentang kekuatiranmu dinyatakan dengan doa. Doa itu adalah kepercayaan yang diucapkan kepada Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Pujilah Tuhan dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia berdaulat diatas kekuatiran kita dan kita dapat percaya kepada-Nya karena ke bijaksanaan-Nya dan kasih-Nya lebih dari cukup.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoalah untuk kerendahan hati dan lebih banyak lagi Roh Kristus yang menjadi hamba yang rendah hati dan yang mau mengambil risiko. Filipi 2:3-8, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji- pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoalah untuk iman yang lebih besar kepada janji-janji Allah dan percaya bahwa setiap hambatan sukacita akan diatasi. Berdoalah supaya orang-orang dari pelayanan pengabaran Injil akan menyerahkan kekuatiran mereka kepada Allah dan mendengar panggilan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoalah untuk keberanian dan kerendahan hati di garis depan misi dunia dan supaya tahun ini menjadi waktu kemajuan kuat untuk Kristus dan kerajaan-Nya di Afrika dan Asia dan di Amerika juga.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bagaimana-menangani-kekuatiranmu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000017C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Apakah kita dapat bersukacita di dalam penderitaan?]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000017D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+4:12-19" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 4:12-19</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? 19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda merasa bahwa buku 1 Petrus ini adalah buku yang paling sukar dimengerti, karena yang dibicarakan kebanyakannya adalah penderitaan dan bagaimana caranya kita hidup dalam budaya yang bermusuhan, sedangkan kebanyakan orang Kristen masih belum mengerti artinya menderita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun buku ini tidak sukar atau aneh untuk mereka yang telah hidup cukup lama untuk menyadari apa yang dituliskan Paul Brand, Ahli bedah misionaris ke India dalam bukunya, “Kesakitan: hadiah yang tidak diinginkan.” Allah memakai penderitaan dalam orang untuk membawa mereka melampaui apa yang mereka pikir mereka mampu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">John Piper mengatakan bahwa kesakitan dan kesenangan datang kepada kita bukan sebagai lawan tetapi sebagai kembar Siam, bergabung aneh dan terjalin. “Hampir semua kenangan kebahagiaan akut, pada kenyataannya, melibatkan beberapa unsur sakit atau perjuangan.” (Christianity Today, Jan. 10, 1994, h. 21)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak pernah mendengar orang mengatakan, “Sukacita terdalam dan paling langka dan paling memuaskan dalam hidupku telah datang di saat ada kebanyakan dan kemudahan dan kenyamanan duniawi.” Tidak ada yang mengatakan itu karena itu bukan kebenaran.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang benar adalah apa yang dikatakan Samuel Rutherford ketika dia dimasukkan ke dalam penjara penderitaan di basement: “Disinilah tersimpan anggur Raja Besar” dan bukan di halaman di mana matahari bersinar. Yang benar adalah yang dikatakan Charles Spurgeon, “mereka yang menyelam di laut penderitaan membawa mutiara langka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen sejati akan melakukan apa saja untuk memiliki anggur Raja dan mutiara langka, bahkan jika itu berarti pergi ke gudang penderitaan dan menyelam di laut penderitaan. Jadi Anda bisa melihat bahwa itu bukan sesuatu yang aneh jika banyak orang menyukai surat 1 Petrus, yang merupakan buku pegangan untuk penganiayaan orang Kristen dan kematian orang martir.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat suatu contoh. Ketika Bernie May menjadi kepala Wycliffe Penterjemah Alkitab, dia mengunjungi suatu keluarga muda di sebuah negara Islam. Mereka sudah tinggal di sana selama tiga tahun dan bekerja dengan suatu suku sebesar 100.000 orang yang tidak mengenal Kristus. Dan keluarga muda ini anak-anaknya tiga semua dibawah umur lima!</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bayinya penuh dengan tanda cacar, dan beberapa tampaknya terinfeksi. Dia menanyakan apakah anak itu kena cacar air. “Tidak, itu gigitan semut,” jawab ibunya. “Kita tidak dapat menghalang semut itu datang. Akhirnya ia menjadi kebal terhadap mereka.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam saat kejujuran ia mengaku ia merasa bersalah karena ia menderita stres. Stres? Dia bersama suaminya yang muda datang kesitu dari daerah US-tengah. Sekarang mereka tinggal di suatu tempat dimana suhu diatas 100 derajat sepanjang tahun.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Anak-anak penuh gigitan semut, dan ada peperangan di dekat mereka; dan penolong mereka berada dalam bahaya untuk menjadi teman-teman mereka; dan di desa-desa banyak menderita kelaparan dan penyakit; bahkan mereka tidak dapat memberitahu pendukung mereka apa yang mereka lakukan supaya mereka dapat berdoa bagi mereka karena mereka berada dalam daerah "kritis" - dan sekarang ibu ini merasa bersalah karena dia menderita stres.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mengatakan kepada dia bahwa dia memiliki hak untuk merasakan stres. Saya baru saja datang tiga hari dan saya sudah mulai bingung dan stres sendiri. Namun pasangan muda yang penuh semangat ini tertawa dan bercanda dan penuh dengan sukacita Tuhan (surat Bernie May, Jan 1990).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Surat 1 Petrus adalah surat terutama untuk menjadi seperti itu. Dan di teks malam ini kita diperintahkan untuk menjadi seperti itu dan kita diberikan paling sedikit enam alasan mengapa kita seharusnya seperti itu dan dapat menjadi seperti itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah ini terdapat di ayat 13, “sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita.” Bersukacitalah. Ketika Anda dibuang ke dalam ruangan penderitaan dibawah tanah, bersukacitalah. Ketika Anda menyelam dalam lautan siksaan, bersukacitalah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah, terus bersukacitalah karena ada penderitaan dan bukan walaupun ada penderitaan. Ini bukan nasihat kecil mengenai kekuatan berpikir positif. Ini adalah cara yang sangat luar biasa radikal untuk menanggapi penderitaan. Ini bukan dari kekuatan kita sendiri. Ini bukan supaya kita dihormati. Inilah caranya orang perantau dan asing yang berrohani hidup di dunia ini untuk kemuliaan Raja besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yakobus 1:2, “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,” adalah nasihat bodoh, kecuali satu hal, Allah. Petrus memberikan kita enam alasan mengapa kita dapat merasa bahagia terus ketika kita mengalami penderitaan. Semuanya berhubungan dengan Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Bukan Kejutan tapi Rencana. Teruslah bersukacita karena penderitaan itu bukanlah suatu kejutan tapi suatu rencana. Ayat 12, “janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” Ini tidak mengherankan dan ini bukan tidak masuk akal dan ini tidak tanpa arti. Semua ini ada tujuannya. Ini untuk menguji Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 19, “Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.” Ini semua sesuai kehendak Allah. Menderita bukanlah diluar kehendak Allah, ini di dalam kehendak Allah. Dan ini benar walaupun Iblis mungkin menjadi penyebab langsung. Allah berdaulat diatas semua hal, termasuk penderitaan kami dan termasuk Iblis juga.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengapa? Untuk apa? Bandingkanlah ayat 12 dan ayat 17. Ayat 12 mengatakan nyala api siksaan itu datang “sebagai ujian.” Ayat 17 mengatakan, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya penghakiman Allah itu mulai bergerak di seluruh dunia. Dan gerejapun tidak lolos. Ketika api penghakiman membakar gereja, itu suatu api yang menjadi ujian dan memurnikan. Ketika api itu membakar dunia, api itu membangunkan atau menghancurkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 18, “Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?” Orang-orang percayq melewati api ujian penghakiman Allah bukan karena Dia membenci kita, akan tetapi karena Dia mengasihi kita dan ingin memurnikan kita. Allah membenci dosa begitu banyak dan mengasihi anak-anaknya begitu banyak sehingga ia tidak keberatan untuk memberikan kita rasa sakit supaya kita dibersihkan dari apa yang Dia benci.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi alasan nomor satu adalah bahwa penderitaan tidak mengherankan; karena itu sudah direncanakan. Ini suatu ujian. Ini suatu api yang memurnikan. Ini membuktikan dan menguatkan iman sejati, dan ini menghancurkan iman prestasi, yang berarti iman yang hanya suatu pertunjukan luar dan bukan sebagian dari hati.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Alexander Solzhenitsyn telah lama terkesan dengan kesabaran dan penderitaan orang percaya Rusia. Suatu malam di penjara di Siberia seorang dokter Yahudi bernama Boris Kornfeld berbicara sampai malam dengan Solzhenitsyn dan menceritakan kisah pertobatannya kepada Kristus. Malam itu juga Kornfeld dipukuli sampai mati. Solzhenitsyn berkata bahwa kata-kata terakhir Kornfeld adalah, "Hanya ketika aku berbaring di sana pada jerami penjara yang membusuk, aku dapat merasakan dalam diriku kepedulian baik yang pertama… Penjara, diberkatilah Anda karena telah menjadi hidup saya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu kita memiliki harapan besar bahwa penderitaan di masa kini akan membawakan kemurnian dan hidup ke banyak orang. Penderitaan itu tidak mengherankan, ada tujuannya karena kadang itu dipilih sebagai satu-satunya jalan Tuhan supaya orang lain bertobat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Bukti persatuan dengan Kristus. Bersukacitalah terus karena penderitaan Anda sebagai orang Kristen adalah bukti persatuan Anda dengan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13a, “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus.” Dengan kata lain penderitaan Anda bukan penderitaan Anda sendiri saja. Ada juga penderitaan Kristus. Ini alasannya untuk bersukacita karena ini berarti Anda disatukan dengan Kristus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Josef Tson, pendeta Rumania yang melawan represi orang Kristen oleh Ceausescu, menulis, “Persatuan dengan Kristus ini adalah subjek yang paling indah dalam kehidupan Kristen. Ini berarti bahwa saya tidak sendirian di sini sebagai seorang pejuang: Saya adalah perpanjangan dari Yesus Kristus. Ketika saya dipukuli di Rumania, Dia menderita dalam tubuh saya. Ini bukan penderitaan saya: Saya hanya dihormati untuk menjadi bagian dari penderitaan- Nya.” (tulisan tanpa tanggal: "A Theology of Martyrdom")</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Cara untuk mendapatkan sukacita lebih lagi dalam Kemuliaan. Bersukacitalah terus karena sukacita ini akan menguatkan kepastian Anda bahwa pada saat Kristus datang dengan kemuliaan-Nya, Anda akan bersukacita kekal bersama-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 13b, “bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” Perhatikanlah: bersukacitalah sekarang supaya Anda dapat bersukacita nanti. Sukacita kita sekarang melalui penderitaan aalah caranya kita mendapatkan sukacita kita nanti, seribu kali lebih banyak dalam kemuliaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:11, “Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” Paulus mengatakan di Roma 8:17, “jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Pertama penderitaan kemudian kemuliaan bagi Yesus dan bagi mereka yang bersatu dengan Dia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita sakit hati pada kehidupan dan kesakitan yang datang bersamanya, kita tidak mempersiapkan diri untuk bersukacita di penyataan kemuliaan Kristus. Terus bersukacitalah sekarang dalam penderitaan supaya Anda dapat bersukacita besar pada saat Dia memperlihatkan kemuliaan-Nya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Ayat 14, “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, karena Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti bahwa dalam waktu pencobaannya terbesar, ada hiburan besar. Pada saat penderitaan besar di dunia ada banyak dukungan dari surga. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak mungkin dapat menanggungnya. Namun jika Anda milik Kristus, Anda akan dapat menanggungnya karena Dia akan datang dan tinggal bersama Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti Rutherford mengatakan, Raja Besar menyimpan anggurnya yang terbaik di penjara penderitaan. Dia tidak menyediakan itu bersama chips pada sore hari penuh matahari. Dia menyimpannya untuk hal-hal ekstrim.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda mengatakan, “Apakah ini, Roh kemuliaan dan Roh Allah tinggal bersama aku di dalam penderitaan.” Jawabnya adalah sederhana, Anda akan mengerti hal ini pada saat Anda membutuhkannya. Roh akan mengungkapkan kemuliaan yang cukup dan sebagian yang cukup dari Allah untuk memuaskan jiwa Anda, dan untuk membawa Anda melalui pencobaan itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Carilah kekudusan, carilah kebenaran, carilah menjadi saksi dan jangan berpaling dari risiko. Dan mau tidak mau Anda akan mengalami Roh kemuliaan dan Roh Allah berdiam diatas Anda dalam penderitaan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">5 Memuliakan Allah. Teruslah bersukacita dalam penderitaan karena hal ini memuliakan Allah. ayat 16, “Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Memuliakan Allah berarti memperlihatkan bahwa Allah itu mulia bagi Anda dengan tindakan Anda dan sikap Anda, bahwa Dia berharga dan diinginkan dan memuaskan . Dan cara terbaik untuk memperlihatkan bahwa Allah menyenangkan hati Anda adalah dengan bersukacita di dalam Dia pada saat semua dukungan lain bagi kepuasan Anda menghilang.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda terus bersukacita di tengah kesengsaraan, itu menunjukkan bahwa Allah, dan bukan hal lain, adalah sumber sukacita Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Paul Brand, ahli bedah misionaris ke India. Dan cerita kisah ibunya yang juga misionaris di India dan yang melakukan sesuatu yang melambangkan hidup yang terepusat kepada penderitaan kepada kemuliaan Allah dan bukan kepada dirinya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dr. Brand menulis, “bagi ibuku, kesakitan sering menjadi temannya dan juga pengorbanan. Saya mengatakan hal ini dengan lemah lembut dan kasih, tetapi pada masa tuanya, Ibuku tidak lagi memiliki kecantikan jasmani. Kondisi kasar, dikombinasikan dengan jatuh-jatuh yang melumpuhkan dan pertempurannya dengan tifus, disentri, dan malaria, telah membuatnya wanita tua yang kurus dan bungkuk.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">"Bertahun-tahun kepapar angin dan matahari telah mengeraskan wajah-nya menjadi kaya kulit dan menyebabkan ada kerutan dalam dan ekstensif seperti halnya aku jarang melihat pada wajah manusia. . . " Ibuku tahu hal ini sama sepeti semua orang lain, dan selama 20 tahun terakhir kehidupannya dia menolak ada cermin di dalam rumahnya. (Christianity Today, Jan. 10, 1994, h. 23)</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">6. Kesetiaan Allah untuk merawat jiwa Anda. Akhirnya , teruslah bersukacita karena Pencipta Anda setia dalam perawatan jiwa Anda. ayat 19, “Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Beratnya penderitaan dan bentuk-bentuk penderitaan akan berbeda untuk setiap orang. Namun ada satu hal yang sama bagi semua orang sampai saat kedatangan Yesus, yaitu kita semua akan mati. Kita semua akan menghadapi saat perhitungan yang mengagumkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda diberi waktu, Anda akan dapat melihat keseluruhan hidup Anda bermain di hadapan Anda selagi Anda merenungkan akapah hidup Anda dihidupkan dengan baik. Anda akan menggetar kepada kenyataan yang tak terungkapkan bahwa di dalam waktu singkat Anda akan menghadap kepada Allah. Dan nasib jiwa Anda tidak dapat dirubah selamanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda akan bersukacita pada saat itu? Itu pasti jika Anda mempercayakan jiwa Anda kepada Pencipta yang setia. Dia telah mencipta jiwa Anda untuk kemuliaan-Nya. Dia setia kepada kemuliaan itu dan kepada semua yang mengashi itu dan hidup untuk hal itu. Sekaranglah waktunya untuk menunjukkan dimanalah harta Anda, di surga atau di dunia. Sekaranglah waktunya untuk bersinar bersama kemuliaan Allah . Percayalah kepada-Nya. Dan bersukacitalah terus.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?apakah-kita-dapat-bersukacita-di-dalam-penderitaan-</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000017D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesudahan segala sesuatu sudah dekat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000015B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+4:7-11" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 4:7-11</a></span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh- sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”</span><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua hal yang kelihatannya tepat bagi kita Minggu ini. Yang satu adalah frase, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.” di ayat 7. Yang lain adalah kata khusus dari Tuhan bagi kita sebagai gereja pada waktu ini dimana kita mengalami suatu perbedaan pendapat diantara kita.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin menerangkan malam ini apa yang saya pikir dimaksud Petrus di ayat 7 dengan “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat,” dan setelah itu saya ingin menarik suatu pesan bagi kita dari teks yang saya percaya Tuhan memberikan khusus kepada kita baru-baru ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah maksud Petrus ketika dia mengatakan “kesudahan segala sesuatu sudah dekat”? Apakah dia mengklaim dia tahu dan mengajarkan bahwa Yesus akan kembali dalam beberapa bulan atau tahun dan mengakhiri zaman ini dan mendirikan kerajaan-Nya? Apakah nubuatannya salah?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ataukah dia mengajar bahwa Yesus dapat kembali setiap saat karena semua yang seharusnya terjadi sebelumnya Ia datang telah terjadi, jadi kedatangan-Nya sudah dekat dalam arti kata itu menjelang dan akan datang cepat. Ataukah ada kemungkinan lain?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Penterjemah yang kurang yakin kepada Firman Allah kadang-kadang mengambil kesimpulan bahwa para Rasul telah berbuat salah pada saat mereka mengatakan hal seperti, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.” Karena kesudahan itu masih lebih dari 2000 tahun sejak ditulis. Jadi mereka melakukan kesalahan, menurut argumen mereka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagi kita yang yakin akan kebenaran Firman sebagai perkataan Allah dan percaya bahwa Allah tidak mengizinkan Rasul-rasul-Nya mengajar kesalahan kepada gereja, ini tidak gampang. Dan ada alasan lain mengapa ini tidak gampang. Yang satu adalah Petrus hadir disitu di KPR 1:6 ketika para Rasul menanyakan Yesus, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mendengar Yesus berkata di KPR 1:7, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya." Petrus telah diberitahu bahwa itu bukan urusannya untuk mengetahui kapan Yesus akan datang dan mendirikan kerajaan-Nya. Tugasnya adalah untuk mengerjakan kehendak Majikannya sampai Dia datang, untuk “menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah ajaran Petrus tentang akhir segala sesuatu di ayat 7? Marilah kita lihat petunjuk di ayat berikutnya yaitu nasihat untuk berdoa, “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Petrus menghubungkan dekatnya kesudahan segala sesuatu dengan keperluan untuk berdoa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini juga berhubungan kembali kepada ajaran Yesus yang melakukan hal yang sama di Lukas 21:36, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu dapat berdiri di hadapan Anak Manusia."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya berdoa untuk “luput” disitu bukanlah bahwa orang Kristen akan diambil dari dunia ini dan tidak mengalami kesukaran yang dinubuatkan Yesus. Kita tidak perlu “kekuatan” untuk itu. Dia berdoa untuk “kekuatan”supaya mereka kuat dan tidak hancur secara rohani dan moral karena tekanan-tekanan akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dua ayat sebelumnya di Lukas 21:34, Dia memanggil hari Tuhan seperti suatu jerat bagi mereka yang sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi. Untuk itulah kita memerlukan kekuatan supaya dapat keluar dari situ, yaitu perangkap keduniawian pada waktu akhir zaman mendekat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kedua-duanya Yesus dan Petrus menghubungkan keperluan berdoa dengan kedatangan akhir zaman, yaitu zaman sekarang. Petrus berada disitu ketika Yesus mengajarkan hal ini dan dia belajar hal ini dari Dia. Jadi marilah kita mempelajari konteks Lukas 21 beberapa menit dan melihat bagaimana Yesus mengajarkan Petrus dan yang lain untuk memikirkan akhir zaman.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 21:6 Yesus menubuatkan penhancuran bait di Yerusalem, “tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Ini menyebabkan para murid untuk menanyakan di ayat 7, “bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Yesus menyebutkan beberapa hal yang akan terjadi yang akan menuju dari situ kepada kesudahan. Ayat 9, “Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan: Yesus berhati-hati mengatakan bahwa tanda-tanda, perang dan gangguan ini, tidak segera akan diikuti pengakhiran. Ada jangka waktu yang masih belum ditentukan. Dia sengaja tidak memberi tahu kita suatu waktu khusus.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat-ayat 10 dan 11 Dia menyebut adanya peperangan lagi, dan juga “gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.” Kemudian di ayat 12 Dia mengatakan sesuatu yang penting mengenai waktu, “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya.......dan seterusnya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah kata “sebelum.” Jadi sekarang dibicarakan lagi suatu jangka waktu yang tidak terbatas. Pertama di ayat 12 ada penganiayaan yang akan dialami Petrus dan Rasul lain. Sesudah itu ada “sebelum semuanya” yaitu peperangan dan kelaparan dan gempa bumi dsb, dan setelah itu baru kesudahan. Dan diantara semua itu tidak ada suatu jangka waktu yang ditetapkan.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Yesus menambahkan beberapa tanda lagi yang akan terjadi sebelum kesudahan, tetap tanpa membicarakan khususnya apa yang akan terjadi atau bagaimana kita dapat menghubungkannya, Contoh, ayat 20, “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 24, “Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." Jadi penhancuran Yerusalem adalah sebagian dari apa yang akan datang sebelumnya kesudahan, dan setelah itu akan ada lagi suatu jangka waktu, yang tidak ditentukan lamanya, yang harus digenapkan, yang dinamakan Yesus, “zaman bangsa-bangsa bukan Yahudi itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus tidak mengatakan bahwa Yesus dapat kembali saat apapun. Ketika Petrus menulis 1 Petrus, Yerusalem masih belum dihancurkan. Dia meninggal kira-kira di tahun 65 dan Yerusalem dihancurkan orang-orang Romawi di tahun 70.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sukar untuk menerima penterjemahan dari maksud Petrus di 1 Petrus 4:7 (Kesudahan segala sesuatu sudah dekat) bahwa itu berarti Tuhan Yesus bisa kembali kapan saja. Yesus telah mengatakan bahwa Yerusalem akan dihancurkan dulu dan setelah itu ada jangka waktu yang belum ditentukan untuk orang yang bukan Yahudi sebelum akhir zaman itu datang, dan baru setelah itu Dia akan kembali.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Selain dari penghancuran Yerusalem, Yesus juga mengatakan bahwa pengabaran Injil seluruh dunia akan terjadi sebelumnya kedatangan akhir zaman. Contohnya Matius 24:14, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bukan itu saja, Yesus telah mengatakan kepada Petrus apa yang akan terjadi waktu dia sudah tua, jadi Tuhan tahu Petrus akan hidup sampai tua. Di Yohanes 21:18 Yesus berkata kepada Petrus: “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus tidak mungkin percaya bahwa Yesus bisa kembali pada suatu saat selama pelayanan dia waktu sudah tua. Tuhan sendiri telah menceritakan caranya dia akan meninggal pada masa tuanya.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Paulus juga memperingati kita di 2 Tesalonika 2:3 bahwa Yesus tidak akan kembali di zaman itu, “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari Tuhan itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apa maksudnya Petrus ketika dia berkata, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat?” Kita dapat melihat disekitar kita penganiayaan yang makin intensif, sama seperti dikatakan Tuhan. Ada desas-desus tentang perang. Cakrawala ini gelap bagi Israel, dan hukuman atas Yerusalem sudah dekat.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukan saja itu, Injil dikabarkan dan menyebar seperti api waktu Roh Kudus dicurahkan. Paulus dapat menanam gereja-gereja di semua kota besar di Galatia dalam waktu beberapa bulan saja. Sekarang dia telah menyelesaikan karya misi perintis dari Yerusalem sampai kepada Italia utara (Roma 15:19), dan rencananya adalah untuk pergi ke Spanyol.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ratusan, mungkin ribuan kelompok misionaris lain telah dibentuk dan mereka semua pergi kepada mereka yang belum terjangkau. Saya tidak tahu besarnya dunia, namun jika Pentakosta adalah indikasi, dan jika keberhasilan Paulus adalah bukti, dunia dapat diinjili dalam waktu yang relatif singkat oleh kuasa Allah yang besar.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara, kesudahan sudah dekat. Saya tidak akan memprediksi kapan ini akan terjadi. Maksud saya, semua hal yang Tuhan katakan harus terjadi sudah mulai terjadi disekitar kita dan mungkin bisa tercapai cepat, bahkan mungkin di dalam jangka hidup Anda.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi berdoalah banyak, karena bahaya besarnya adalah kita jatuh cinta dengan dunia ini dan kita menjadi tumpul secara rohani dan Hari Tuhan itu akan datang seperti pencuri tengah malam dan banyak akan binasa. Berdoalah, saudara, supaya Anda memiliki kekuatan untuk bertahan dan melarikan diri dari perangkap apatisme rohani. Berdoalah supaya Anda dapat berdiri teguh di hadapan Anak Manusia.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itu tepat yang saya akan katakan tentang kedatangan Tuhan sekarang. Hal ini hanya sebentar lagi, memang akhir sudah dekat. Jika seseorang terus menerus berdosa dan mengasihi dunia dan berpikir, “Masih banyak waktu”, dia itu bodoh sekali. Hakim ada di luar pintu. Dan sisa waktu ini harus dipergunakan untuk berdoa sehingga kita tidak terganggu oleh kenikmatan dunia ini.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini benar mempengaruhi saya waktu bicara sama banyak orang. Saya sudah bertemu dengan ratusan orang yang tidak percaya bahwa kesudahan sudah dekat. Atau yang tidak percaya ada Tuhan sejarah yang membimbing semua ini kepada penghakiman dan keselamatan yang telah ditentukan. Semoga Tuhan menggerakkan kami untuk memperingatkan banyak orang dengan sungguh- sungguh, penuh kasih dan dengan keberanian.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah firman Tuhan kepada kami malam ini. Tetapi masih ada satu hal lain. Mungkin Anda akan mendengar sesuatu dari ayat-ayat 8 dan 9 yang menjelaskan bagaimana kita dapat hidup bersama di tegangan akhir zaman ini. “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya melihat suatu hubungan diantara ayat 8 dan 9 yang belum pernah saya melihat sebelumnya. Dan itu menyebabkan saya berpikir dimanakah kita sebagai gereja. Ayat 8 mengatakan bahwa kasih kita harus menjadi jenis yang menutupi dosa masing-masing. Dengan kata lain fokusnya adalah kepada akibat kasih itu yang memungkinkan ada persekutuan walaupun ada dosa. Bukankah itu hebat sekali?</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu di ayat 9 Petrus mengatakan bahwa kita perlu memberi tumpangan dengan tidak bersungut-sungut. Bersungut-sungut tentang apa? Mungkin itu tentang waktu dan usaha untuk mengurus anaknya atau mempersiapkan makanan atau meminjamkan mobil.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukankah maksud Petrus juga tentang caranya orang berperilaku? Kasih menutupi banyak sekali dosa. Biarkanlah kita memberi tumpangan tanpa mengeluh. Kasih mengatakan, “Saya akan menutupi semua hal yang sebenarnya menyebabkan sungutan dan keluhan itu.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan sedang melayani kami disini. Dia memilih ayat-ayat ini pada waktu kita sedang mempelajari 1 Petrus. Jika kita ingin pasti ada banyak alasan untuk bersungut-sungut dan mengeluh, benar? Ada yang merasa bahwa ada dosa lalu yang mempengaruhi kita menangani masalah sekarang. Ada yang lain yang merasa ada dosa lalu dalam hal orang diperlakukan. Ada yang merasa kedua- duanya dan ada yang tidak merasa apa-apa.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun firman Allah yang luar biasa kepada kita malam ini adalah, “Kasih menutup dosa, sehingga tumpangan, persekutuan dari hati bisa terjadi bukan karena kita setuju dosanya apa, inilah yang luar biasa dari teks ini, bukan karena kita pada akhirnya mengaku kekurangan kita, akan tetapi karena kasih menutupinya.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa kasih sejati dan persekutuan di dasarkan sebagiannya kepada penutupan banyak dosa. Ini bukan berarti kita melupakan dosa-dosa itu. Dan itu bukan berarti menjetujui membiarkan rahasia dosa berdiam tanpa dibuka.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan tidak ada dosa yang dapat seterusnya tersembunyi, Anda mungkin melakukan hal itu secara rahasia, akan tetapi pada waktunya Tuhan akan membuka hal itu dari atap rumah (ingat raja Daud?). Hal pertama sebelumnya ada penyembuhan adalah untuk mengakuinya dulu di hadapan Allah dan Dia akan mengampuni Anda dengan penuh anugerah dan instan (1 Yohanes 1:9).</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dikatakan paling sedikit adalah ini dan mungkin masih ada banyak lagi. Setelah kita sudah melakukan semua konfrontasi, ketika kita sudah melakukan semua argumentasi dan nasihat, kami menutupinya. Apa pun sisi kita, kita menutupinya, kami menyerah, kami mengubur sebagai penyebab bergumam.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah telah memberikan tiap orang percaya sesuatu yang unik bagi keuntungan semua. Dengarkanlah ayat 10, “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Kita semua pengelola karunia Allah yang berbeda- beda! Setiap orang Kristen adalah pelayan, yang berarti kustodian, manajer, sipir, distributor, hamba karunia Allah yang bervariasi.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah tahu bahwa karena tiap orang memiliki karunia berbeda kita harus bekerja sama untuk menolong satu sama lain dalam menyelesaikan masalah dan mengatasinya dengan anugerah. Setiap orang Kristen memerlukan kasih karunia. 2 Korintus 9:8 mengatakan, “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda takut memberikan diri Anda atau jika Anda merasa kekuatan pribadi masih kurang atau kekayaan Anda pribadi masih kurang, malah itu baik. Maka Anda tidak akan mengintimidasi orang lain. Anda akan bergantung dan bersandar lebih banyak lagi kepada anugerah Allah. Dan Anda akan lebih lagi memperhatikan pekerjaan Kristus dari pada pekerjaan Anda sendiri.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Keramahan tidak tergantung kepada milik kita, tidak tergantung kepada kekayaan Anda, ini semua bergantung kepada kondisi hati Anda dan kemauan Anda untuk berbuat baik kepada orang lain. Bahkan tindakan baik kecilpun akan diketahui Allah.</span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat kita bersama memandang kepada anugerah Allah yang akan datang dan menerima petunjuk dari Tuhan dari ayat 11, kita hidup, “supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?juru-selamat-telah-lahir</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000015B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sekali untuk Selamanya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000180"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+3:18-22" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 3:18-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebab juga Kristus telah mati untuk dosa-dosa sekali untuk selamanya (bukan untuk segala dosa kita), Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, 19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang sekarang di dalam penjara, 20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 21 Dan sesuai dengan hal itu (air bah), sekarang kamu diselamatkan oleh baptisan (‘Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan’, salah)--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus, 22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk mengerti artinya paragraf ini kita perlu tahu hubungannya dengan apa yang ada sebelumnya dan apa yang ada sesudahnya. Ayat 17 sebelumnya, Petrus memanggil orang-orang Kristen untuk menderita jika memang itu kehendak Allah bagi mereka, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 18 Petrus mulai paragraf ini dengan mengatakan, “Sebab juga Kristus telah mati (menderita) sekali untuk selamanya..” Perkataan “untuk” menerangkan bahwa Petrus mulai menjelaskan mengapa kadang Allah ingin supaya kita menderita karena perbuatan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Diantara dua panggilan untuk menderita kita melihat ayat-ayat malam ini, yaitu ayat-ayat 18-22. Jadi tujuan utama ayat-ayat ini adalah mempersiapkan kita untuk menderita dengan Yesus untuk berbuat baik, dan bukan untuk berbuat jahat. Maksud Petrus adalah untuk membantu kita mempersenjatai diri kita dengan iman untuk menderita demi Kristus dan Kerajaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Norma selama Kebanyakan Sejarah. Jika itu kedengarannya tidak relevan, itu mungkin karena Anda, seperti kebanyakan orang Amerika, terisolasi dari dunia besar diluar negara kita sendiri (kira-kira 5% total) dan diluar sejarah Amerika yang kecil (kira-kira 5% dari 6000 tahun terakhir).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk kebanyakan dunia dan selama kebanyakan sejarah menjadi orang Kristen itu tidak aman. Didalam bukunya “History of Christian Missions” (hal. 43) Stephen Neil mengatakan bahwa selama ketiga abad pertama, waktu gereja mula-mula berkembang cepat, “Setiap orang Kristen tahu bahwa cepat atau lambat dia mungkin harus memberi kesaksian tentang imannya dengan biaya hidupnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita telah menemukan nama untuk tempat-tempat yang berbahaya untuk menjadi seorang Kristen. Kita menamakannya negara “tertutup”, yang memang benar aneh. Kami telah mengambil asumsi palsu bahwa keamanan adalah normal, dan menggunakan asumsi palsu itu untuk menetapkan dimana tempat misi gereja bisa maju. Petrus dan Paulus pasti tidak dapat mengerti seluruh gagasan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Norma di kebanyakan dunia. Masa kini dikebanyakan tempat menderita menjadi Kristen itu normal. Untuk aman dan dihormati adalah pengecualian, bukan kebiasaan. Marilah kita melihat satu contoh saja. Misionaris Injili memasuki Kamboja pada 1920-an. Pada saat mereka diusir pada tahun 1965 ada sekitar 600 orang percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Diantara 1965 dan 1975 selama perang sipil penduduk Kristen melonjak ke kira-kira 90.000. Ini pekerjaan Allah yang luar biasa. Namun pada saat ‘Khmer Rouge’ mengambil alih dan Pol Pot melepaskan kemarahannya pada bangsa, sebagian besar dari orang-orang Kristen itu meninggal atau melarikan diri ke luar negeri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kisah ini bisa diceritakan kembali ratusan kali berulang-ulang di seluruh dunia dan sepanjang abad- abad. Untuk orang Kristen dibenci itu normal. Yesus mengatakan itu di Matius 24:9, “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah peringatan disini untuk kami di Amerika. Seperti John Piper mengatakan, “Kesan saya adalah bahwa kita sebagai orang Kristen di Amerika berada dalam suasana hati yang pahit dan reaksioner. Suasana disini tampaknya menjadi salah satu ketajaman dan dendam dan kebencian dalam persegi umum seolah-olah, elit budaya yang liberal, sekuler dan relativistik telah mengambil alih dunia Kristen dari kami. "</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang waktunya tepat untuk mempelajari secara mendalam ajaran 1 Petrus 4:12, “janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” Dan kita membaca di Matius 10:25, “Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam teks malam ini, dan di dalam seluruh surat, Petrus menolong kita dalam persiapan kita untuk menderita, jika itu kehendak Allah. Karena itulah ayat-ayat 18-22 di tuliskan. Marilah kita melihat lima cara yang diajarkan Petrus untuk menguatkan kita untuk kemungkinan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Ingatlah bahwa Kristus menderita. Pertama, Raja besar kita dan Juruselamat kita menderita. 1 Petrus 3:17-18, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. 18 SEBAB juga Kristus telah menderita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sepanjang Perjanjian Baru pola pikir Kekristenan adalah: Tuhan kita menderita dan kita akan mengikuti-Nya dalam penderitaan. Yesus sendiri berkata di Markus 8:34, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Saya memikul salib, jadi kamu juga memikul salib.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dorongan besar pertama untuk mempersiapkan diri untuk menderita untuk melakukan apa yang benar adalah bahwa ini adalah apa yang terjadi dengan Yesus, orang kudus terbesar yang paling penuh kasih, peduli, jujur yang pernah ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Petrus menguatkan kita untuk menderita dengan memberitakan kepada kami bahwa Kristus telah mengalahkan musuh kita yang terbesar dan membawa kami aman kepada Allah. Mengapa orang mau menjadi Kristen jika yang ditawarkan adalah bahwa hal-hal dunia akan memburuk bagi mereka dan mereka mungkin mati?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabannya adalah bahwa kebutuhan manusia bukanlah hidup lama di dunia ini dan merasa nyaman. Kebutuhan manusia terbesar adalah pengampunan dosa-dosa kita dan mengatasi perpisahan kita dari Allah dan hidup bahagia selamanya dengan Dia dari pada hidup selamanya dalam penderitaan di neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini jauh lebih penting dari pada hidup lama di dunia dan merasa nyaman untuk persentase singkat sekali dari keberadaan Anda. Inilah yang tercapai dalam kematian Yesus. Ayat 18, “Sebab juga Kristus telah mati untuk dosa-dosa sekali untuk selamanya, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus mati untuk “dosa-dosa.” Inlah yang memisahkan saya dari Allah. Inilah kebutuhan saya yang terbesar. Ini musuh kita terbesar, bukan Iblis. Yesaya 59:2, “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dibanding menderita demi kebenaran, menderita murka Allah karena dosa-dosaku tidak diampuni jauh lebih menakutkan. Yesus mati untuk dosa-dosa. Inilah hal terbesar di dunia. Saya tidak akan mati karena dosa-dosa saya. Inilah pengampunan. Dan inilah sebabnya orang-orang harus percaya Yesus meskipun biayanya mungkin kehidupan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus mati “yang benar untuk orang-orang yang tidak benar.” Kematian-Nya adalah kematian pengganti. Dia ambil tempat saya. Dia berdiri di bawah murka dan hukuman untuk saya dan dikenakan untuk saya. Kematian-Nya adalah kematian yang tidak bersalah. Itu semua untuk dosa orang lain, dan tidak sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus mati “sekali untuk selamanya” yang berarti, kematian-Nya adalah final dan semua-cukup untuk mencapai pengampunan semua orang yang percaya kepada-Nya. Dia tidak perlu mempersembahkan korban lain. Itu sudah selesai. Itu semua yang diperlukan untuk mengambil kesalahan dari dosa-dosa saya, utang tersebut telah dibayar lunas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal yang dilakukan Kristus membawa saya dan Anda dan semua yang percaya kepada Allah. Ayat 18, “Sebab juga Kristus telah mati untuk dosa-dosa sekali untuk selamanya, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah kenyamanan besar bagi martir dan orang Kristen yang menderita. Musuh kita yang terbesar, yaitu dosa telah dikalahkan. Dan Yesus telah menjamin bahwa kita akan aman dengan Tuhan. Dia telah membawa kita kepada Allah. Perpisahan telah dihilangkan. Allah ada dekat kita dan Dia mengasihi kita. Dan hidup kita tersembunyi di dalam Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Ingatlah Hari-hari Nuh. Cara ketiga Petrus menguatkan kita untuk menderita adalah dengan memperingati kita apa yang terjadi waktu Nuh. Setelah mengacu kepada Yesus dibangkitkan oleh Roh, ayat 19-20 mengatakan, “dan di dalam Roh itu juga Ia (Yesus) pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang sekarang di dalam penjara, 20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak kontroversi mengenai penterjemahan ayat-ayat ini. Marilah saya memberitahu pengertian saya dan bagaimana ini dihubungkan kepada titik pokok Petrus. Ini semua berhubungan dengan orang- orang di waktu Nuh yang tidak taat, yang mengejek dia sebagai orang gila, dan Yesus, di dalam Roh, dikirim Allah untuk memberitakan injil kepada mereka melalui Nuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Roh Yesus berada di dalam para nabi Perjanjian Lama dan berkhotbah dan bernubuat tentang kedatangan-Nya seperti dikatakan di 1 Petrus 1:11, “Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Roh Yesus yang sama berada di dalam Nuh memberitakan injil kepada orang-orang yang tidak taat di waktu Nuh itu. Mereka itu sekarang berada di dalam penjara yaitu tempat siksaan menunggukan penghakiman akhir. Sama seperti orang kaya di Lukas 16:24, “Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat ini tidak mengacu kepada Yesus pergi ke tempat orang-orang mati dan memberitakan injil kepada roh-roh disana, walaupun banyak orang bijak dan baik menterjemahkan ayat ini seperti itu. Alasan utama adalah, jika maksud Petrus adalah bahwa Yesus pergi memberitakan injil kepada semua orang mati, mengapa dia mengatakan mereka tidak taat di waktu Nuh? Ada berjuta-juta roh dari mereka yang tidak hidup dalam waktu Nuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ini berarti bahwa Yesus memberitakan Injil di waktu Nuh kepada orang-orang yang karena mereka menolak Injil itu, sekarang berada di dalam penjara menunggukan penghakiman terakhir. Dan ini meyakinkan kita tentang kebesaran Kristus. Dia tidak terikat oleh ruang dan waktu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memberitakan Injil disana beribu-ribu tahun sebelumnya dan Dia ada disini memberitakan injil sekarang juga. Dia akan menyertai Anda, seperti Dia katakan, sampai ke akhir zaman, di Cina dan Indonesia dan Uganda dan Kanada dan Uzbekistan dan Irak dan Afganistan dan di Denver, di manapun Anda mungkin menderita, baik sekarang dan selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih baik mematuhi-Nya dan menderita daripada tidak mematuhi dan dilemparkan ke dalam penjara ayat 19. Itulah yang terjadi terhadap roh-roh (orang-orang) di waktu Nuh. Mereka pikir itu bodoh untuk menaati panggilan Allah seperti Nuh. Jadi, mereka tetap nyaman dan benar-diri sampai hujan mulai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan tidak merugikan Anda untuk menjadi minoritas kecil yang ditolak. Itulah intinya ayat 20 dimana dikatakan “hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.” Jika Anda menjadi minoritas namun bersama Allah, sebenarnya Anda sekarang majoritas dan selamat sementara yang lain tidak. Jadi pada saat datang penderitaan, percaya diri akan Tuhan karena itu memiliki pahala besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara keempat Petrus menguatkan kita untuk menderita adalah dengan menggambarkan makna pembaptisan. Air bah itu yang membawa penghakiman ke dunia di waktu Nuh mengingatkan Petrus akan pembaptisan Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 21, “Dan sesuai dengan hal itu (air bah), sekarang kamu diselamatkan oleh baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus tahu bahwa ini akan menjadi salah paham jika dia tidak menjelaskannya. Jadi ketika dia mengatakan, “kamu diselamatkan oleh baptisan,” dia menambahkan, “bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan “hati nurani yang baik kepada Allah.” Ini boleh dibilang definisi tepat”pembaptisan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Baptisan adalah ekspresi luar dari permohonan rohani dari dalam kepada Allah untuk pembersihan. Dengan kata lain, baptisan seperti cara mengatakan kepada Allah, “Saya percaya bahwa kematian Yesus menebus dosa saya dan melalui kebangkitan-Nya saya dibawa kepada hidup baru dan kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pembaptisan dapat membersihkan tubuh karena diselam. Namun bukan itu alasannya Petrus mengatakan itu menyelamatkan. Ini menyelamatkan karena satu alasan saja, ini suatu ekspresi iman. Paulus mengatakan di Roma 10:13, “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.” Baptisan adalah seruan seperti itu. Ini adalah permohonan kepada Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penderitaan yang kita alami bukan penghukuman Allah. Itu telah dialami Kristus bagi kita. Kita menerima hal itu oleh iman, dan kita mengekspresikan iman kita dengan pembaptisan. Ini berdiri sebagai peringat konstan bahwa penderitaan terburuk telah dihindari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus telah menderita untuk kita. Kita tidak pernah akan dihakimi. Sekarang tidak ada penghukuman. Kita telah mati dalam kematian Kristus dan kita telah bangkit di dalam Dia. Karena itu penderitaan sekarang ini bukan murka Allah melainkan disiplin mengasihi dari Bapak kita dan persiapan untuk kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cara kelima Petrus menguatkan kita untuk menderita adalah dengan memperlihatkan pada kita bahwa Kristus ada di tangan kanan Allah dan memerintah diatas semua malaikat, otoritas dan kuasa. Ayat 22, “Dia duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ambillah satu pikiran ini dengan Anda dalam persiapan untuk penderitaan Anda. Tidak ada iblis yang dapat melecehkan, menindas, menipu, menuduh dan melakukan secara bebas apa yang diinginkannya. Semua malaikat, kuasa, kekuatan, kuasa gelap dan setan-setan dan Iblis sendiri berada dibawah kuasa Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memerintah di tangan kanan Allah dan iblis itu dibawah-Nya. Kita dapat mengatakan kepadanya, “kamu tidak dapat melakukan apa-apa tanpa izin Dia. Anda dirantai. Anda tidak dapat menyentuh saya, hanya jika itu diizinkan-Nya. Dan Dia hanya membiarkan itu terjadi jika sentuhan itu adalah untuk kebaikan saya dan kemuliaan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi berdirilah teguh semua orang percaya. Berdiri teguh dengan iman besar, dan bersenjatalah dirimu dengan tujuan Kristus. Anak Manusia bukan datang untuk dilayani, melainkan untuk menlayani dan untuk memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Marilah kita juga mengikuti-Nya.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?sekali-untuk-selamanya</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000180</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Keamanan di Dunia yang Bermusuhan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000181"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+3:13-16" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 3:13-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? 14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti mereka dan janganlah gentar. 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah sekarang bahwa rasul Petrus telah memberikan ajaran yang jelas dan perlu kepada orang- orang yang percaya tentang caranya kita harus hidup dalam dunia yang membenci kita. Mereka malah sedang dianiaya dan berada dalam kesusahan dan mereka ditolak masyarakat mereka. Mereka mengalami banyak kejahatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di bab 2, Petrus mulai menggambarkan semua hubungan manusia yang benar yang perlu jika kita ingin menjangkau dunia ini untuk Kristus. Dia menerangkan hubungan kita dengan pemerintah harusnya seperti apa. Dia membicarakan hubungan kita dengan otoritas. Dia mengajarkan kita caranya berhubungan baik dengan majikan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di bab 3 dia membicarakan hubungan kita dengan pasangan kita, suami isteri dan isteri dengan suami. Bagaimana kita harus hidup sebagai warganegara dibawah pemerintah dengan tujuan pengabaran injil, bagaimana kita harus bertindak sebagai pegawai dibawah majikan dengan tujuan pengabaran injil, dan bagaimana kita harus hidup sebagai orang Kristen yang telah kawin dengan orang yang belum percaya dengan tujuan pengabaran injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sampai kepada ayat-ayat 12-18 dia membicarakan sikap umum dari kita yang hidup di dunia yang berhubungan dengan caranya kita bertemu dengan setiap orang yang seperti kita bicarakan minggu lalu. Sampai sekarang dia hanya memberikan kita suatu fondasi, Anda adalah orang seperti ini dan begini caranya Anda harus bertindak menghadapi dunia yang benci Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang karena Anda hidup seperti itu dalam dunia yang bermusuhan, Tuhan memberikan kita keamanan-keamanan pada saat masyarakat menentang Anda. Bagaimana kita dapat percaya kuasa kebenaran, untuk mengalahkan musuh-musuh dan mengatasi penderitaan? Bapak kita di dalam surga ingin supaya kita memilik suka cita yang penuh keyakinan dari pada menjadi cemas atau ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang zaman Petrus situasinya tidak banyak berbeda dengan keadaan zaman sekarang. Ada permusuhan langsung dan beberapa penganiayaan langsung terhadap umat Allah, yang juga terjadi di banyak bagian dunia lain. Meskipun di Amerika Serikat itu tidak terbuka dan agresif, setidaknya tidak secara resmi, saya percaya ada permusuhan yang makin membesar terhadap kekristenan di sini juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal ini ketahuan dengan berbagai cara. Saya melihat katalog kecil, yaitu salah satu jenis katalog yang Anda terima melalui pos. Namanya “Casual Living USA.” Itu catalog berbagai hadiah seperti tempat makanan burung, komputer kecil, teka-teki, barometer kecil dan cangkir kopi dsb.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu di tengah-tengah itu adalah permainan baru yang menarik yang diperkenalkan. Namanya mainan itu adalah: “Curi dari jemaat, mainan pendeta TV.” Dan ini dinamakan “permainan tanda zaman sekarang.” Dan setiap orang yang ikut main adalah pendeta TV yang lebih senang memiliki mobil Limo baru dari pada Perjanjian Lama, katanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan permainan ini adalah untuk mendapatkan uang sebanyaknya saat Anda sedang dicekam oleh intrik tekanan strategi, dan dalih yang membuat setiap orang tegang. Pemainnya dua sampai delapan, dan di dalam kotak permainan ada $ 400 juta, kartu iblis, kartu malaikat dan kartu kehendak Allah, 30 stasiun TV, 90 token untuk berbagai harta milik, kapal terbang jet perusahaan, dsb. Ini mainan baru mengenai pendeta TV.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya ini menggelikan dan tidak serius, namun ini juga memperlihatkan sebuah permusuhan yang mendasari karena kesalahan Kekristenan, itu jelas. Kita hidup dalam masyarakat yang memiliki sekularism yang maju, yang memiliki materialisme yang berkembang, yang memiliki humanisme yang subur, suatu masyarakat yang bertekad dalam hal percabulan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berada di dalam masyarakat yang telah membuat homoseksualitas hanya sebuah gaya hidup alternatip, dalam masyarakat yang tenggelam dalam pornografi, sebuah masyarakat yang penuh dengan manusia menyelesaikan masalah sendiri dengan cara apa saja selama dia sendiri merasa nyaman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam masyarakat ini kita mulai melihat suatu permusuhan yang muncul terhadap apapun yang berhubungan dengan kekristenan. Dan saya tahu di masa depan kita pasti akan melihat permusuhan yang semakin besar di tingkat pribadi yang tidak resmi kalau tidak pada tingkat pemerintah yang resmi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Tuhan memberikan kita ayat-ayat ini sekarang. Ayat-ayat untuk setiap orang yang hidup kehidupan saleh di dalam kultur yang jauh dari Tuhan, dan ayat-ayat ini mengajarkan kita untuk membela diri melawan ancaman-ancaman musuh. Dan kita akan bertahan baik dibawah fitnahan jika mereka tidak bisa mendapatkan kejahatan dalam kelakukan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah memberikan kita melalui Petrus berbagai prinsip yang akan memberikan kita keamanan yang diperlukan. Dan seperti kita membicarakan sebelumnya Allah mengajarkan kita untuk memiliki keinginan untuk berbuat baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat pertama malam ini mengatakan, “Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?”Memang jarang orang diperlakukan dengan tidak baik dimana saja jika kita berbuat baik. Meskipun negara itu bermusuhan, orang-orang yang menolong orang lain dan mengasihinya dan menguntungkan masyarakat jarang disakiti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu artinya rajin dan antusias di dalam firman Tuhan? Orang zealot di Israel adalah patriot fanatik yang berjanji untuk membebaskan Israel dari kekuasaan asing walaupun mungkin itu akan menyebabkan mereka mati. Mereka rela berbuat apa saja untuk tujuan itu dan itu termasuk kekerasan dan pembunuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan sikap kita harus sama fanatiknya dalam hal berbuat baik, dan bersedia untuk mengorbankan kenyamanan kita dan harta milik dunia supaya kita dapat mengasihi semua orang yang menjadi kenalan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan semua perbuatan baik untuk Tuhan memerlukan pengorbanan. Konsep pemberian yang berkorban diajarkan dari dulu di Perjanjian Lama dimana ongkos untuk mempersembahkan domba atau kerbau cukup mahal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama juga di Perjanjian Baru mengasihi Allah dan sesamamu manusia juga memerlukan banyak pengorbanan. Efesus 5:2 mengatakan, “Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” Kristus memberikan kita contoh utama dengan membayar pengorbanan yang paling besar dengan memberi nyawa-Nya supaya kita selamat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan berarti bahwa setiap orang Kristen yang menderita akan diberkati. Seringkali orang-orang Kristen menderita karena mereka tidak berbuat baik, atau mereka menolak ikut campur, atau mereka menolak menyumbang waktunya, atau tenaganya atau uangnya untuk menolong orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang Kristen sering lupa bahwa semua uang itu dan semua harta milik mereka hanya sesuatu yang dipinjamkan dari Allah. Tuhan ingin tahu apa yang mereka akan lakukan dengan semua berkat- berkat itu, Allah ingin menguji mereka apakah mereka menjadi pelaku firman dimana mereka menjadi berkat bagi orang lain dan apakah mereka benar mengutamakan Tuhan dengan setia memberi perpuluhan kepada gereja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya dalam berbuat baik dan memperlihatkan kasih kita mengorbankan waktu, tenaga, kesehatan dan mungkin juga kebebasan dan kita menderita. Jadi Allah mengajarkan kita melalui Petrus di ayat 14, “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebab itu janganlah kamu takuti mereka dan janganlah gentar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika kebetulan Anda harus menderita karena kebenaran, Anda akan di berkati Tuhan. Allah kita yang mahatahu dan yang melihat penderitaan Anda, disini memberikan kita penghiburan dan pengamanan dengan mengatakan Dia akan memberkati kita jika kita menderita demi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita maju kedepan sebentar dan melihat 1 Petrus 4:12, “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” Janganlah kaget jika Anda menderita karena Anda mengasihi orang lain dan mengabarkan injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Petrus mengatakan hal yang sama, Anda mungki menderita malah karena Anda berbuat baik, terimalah hal itu. Roh kemuliaan dari Allah akan tinggal padamu. Jika itu terjadi Allah ada tujuan-Nya, karena Allah ingin mempersiapkan Anda karena itu mungkin terjadi. Malah jika melihat kembali kepada bab 2:21, ini boleh dianggap suatu hak istimewa. Kritus juga menderita dan meninggalkan contoh bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktunya akan datang dimana masyarakat kita tidak akan mentolerir bahkan kehidupan yang baik. Mereka tidak akan mentolerir seorang laki-laki atau perempuan yang benar. Kehadiran kebajikan kudus akan mengganggu mereka sampai mereka akan bertindak agresif terhadap Anda. Namun, kata Petrus, selama kita menderita untuk kebenaran kita selalu diberkati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang apakah artinya “diberkati”? Ini sebenarnya bukan gagasan bahagia, dan bukan gagasan menyenangkan tetapi ini merupakan ide ‘dianggap istimewa’, atau dihormati. Apakah Anda ingat apa yang dikatakan tentang Mary, “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan?” Ini bukan berarti senang atau gembira. Malah suatu “pedang akan menembus jiwanya” (Lukas 2:35) dengan penderitaan banyak. Namun ini berarti memiliki hak istimewa dan dihormati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti bahwa dia adalah obyek nikmat ilahi dan anugerah ilahi dan kebaikan ilahi dan suatu dispensasi khusus dari Allah diberikan kepada dia untuk melakukan suatu tugas khusus dan menikmati suatu kebaikan khusus dari tangan Allah. Dan itulah juga yang dimaksud disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun Anda mungkin menderita demi kebenaran, Anda diberkati dan Anda dihormati. Mengapa? Karena Anda dberi kesempatan untuk mengikuti dalam penderitaan Kristus, Anda bersekutu dalam penderitaan-Nya. Filipi 3:10 mengatakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa lagi yang dikatakan Petrus dalam permulaan ayat 15? Tertulis, “Janganlah kamu takuti mereka dan janganlah gentar. 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Ini berarti apapun yang datang melawan Anda,apapun yang datang menyerang Anda, tegaskanlah dalam hati Anda bahwwa Kristus adalah Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu-satunya yang haruslah aku takuti, satu-satunya yang perlu ditakuti adalah Tuhan. Tidak masalah apa yang manusia lakukan terhadap saya. Yang saya kuatirkan adalah perbuatan Allah terhadap saya. Ini berarti kita mengaku kemuliaan Kristus yang berdaulat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan berarti apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita, baik maupun buruk, kita tetap meninggikan Kristus diatas segalanya. Kristus lebih penting dari pada segalanya yang bersangkut paut dengan saya, seperti cita-cita saya, kepuasan saya dan tujuan saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya Dialah objek kasih saya, loyalitas saya dan komitmen saya. Hanya Dialah objek kecaguman saya, penghormatan saya dan penyembahan saya. Saya menyadari kesempurnaan-Nya. Saya membesarkan kemuliaan-Nya. Saya meninggikan kebesaran-Nya . Saya menghormati Kristus sebagai Tuhan saya dan karena itu saya tunduk kepada-Nya dan rencana-Nya bagi saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Petrus mengatakan ada alasan lain untuk merasa aman. Ayat 15, “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Allah memberikan kita “suatu persiapan untuk menjawab.” Itu merupakan suatu belaan kepada siapapun yang minta Anda mempertanggung jawabkan diri tentang pengharapan yang ada padamu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah itu? Jawaban sederhana adalah iman Kristen! Dengan kata lain, Anda sanggup memberikan penerangan rasional dan pembelaan mengapa Anda adalah Kristen. Pengharapan Kristen dan iman Kristen sebenarnya artinya sama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dia mengatakan dengan sederhana, pertahankanlah Kekristenan Anda, beri tahulah orang-orang mengapa Anda percaya apa yang Anda percaya. Mengertilah mengapa Anda percaya apa yang Anda percaya dan terangkanlah hal itu. Dan setelah itu dia menambahkan di ayat 15, “tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan “lemah lembut” sebenarnya sama dengan kerendahan hati, kita dapat mengerti perkataan itu seperti “dengan kuasa yang dikontrol.” Dan kata “hormat” sebenarnya sama dengan perkataan “takut”. Ini perkataan phobou yang menjadi kata asal dari phobias atau bermacam ketakutan. Dengan kata lain, milikilah hormat, ketakutan yang wajar untuk Tuhan, penghormatan wajar terhadap kebenaran dan juga penghormatan wajar terhadap orang kepada siapa kita bicara sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mengertilah bahwa Allah rela menolong Anda dalam membela Kekristenan Anda. Dan Allah akan memberikan Anda kata-kata yang tepat untuk menjawab pada waktunya. Karena jika Anda bersandar kepada-Nya untuk berbuat baik untuk Dia, Dia juga akan menolong Anda dalam menghadapi orang-orang yang belum percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang apakah Petrus mengatakan dalam ayat 16 berikutnya? Sambil Anda membela diri dengan lemah lembut dan hormat, berjagalah supaya hati nuranimu murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berjagalah supaya hati nuranimu murni. Ini berarti hati nurani yang tidak menuduh Anda. Hati nurani Anda adalah seperti suatu mekanisme yang menuduh atau menberi alasan baik kepada Anda. Dan hati nurani Anda adalah suatu alat yang ditanam Tuhan di dalam Anda sebagai sumber bersalah atau sumber keyakinan. Dan semakin dekat Anda kepada Allah, semakin berguna hati nurani Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda memiliki hati nurani yang baik, itu akan mengatakan kepada Anda bahwa semua adalah baik. Namun jika Anda memiliki hati nurani yang jahat, itu akan memperingati Anda bahwa ada dosa di dalam hidup Anda. Dan yang dikatakan Petrus adalah hiduplah dengan hati nurani yang murni supaya waktu menghadapi kritik, atau bencian atau penganiayaan Anda tidak merasa bersalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang harus kita perbuat pada saat kita dikritik? Pertama lihatlah ke dalam hati Anda untuk menyelidiki apakah kritik itu wajar dan memang berlaku. Banyak orang langsung merasa tersinggung ketika ada kritik, namun kita semua berbuat salah dan kita semua harus rela melihat kedalam diri kita, dimana kita mungkin dapat memperbaiki diri kita. Mungkin Allah memakai orang itu untuk merubahkan sesuatu didalam diri kita yang perlu dirubah.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?keamanan-di-dunia-yang-bermusuhan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000181</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Janganlah doamu terhalang]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000182"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+3:7-9" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 3:7-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. 8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara- saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam surat Petrus pertama, dia menyebut soal doa tiga kali. Yang luar biasa mengenai hal ini adalah bahwa ada sesuatu yang umum untuk masing-masing doa. Marilah saya membacakannya dan mungkin Anda bisa menebak apa yang sama untuk setiap doa itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, Petrus ada nasihat untuk suami-suami tentang berdoa dan hubungan mereka dengan isteri (3:7): Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, di dalam paragraf berikutnya dia berbicara kepada semua orang percaya (ayat 8) hendaklah kamu semua mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, hendaklah kamu memberkati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu untuk mendukung nasihat itu dia mengutip dari Mazmur 34:10-12, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, di 1 Petrus 4:7 dia mengatakan, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Sekarang apakah yang sama dalam ketiga referensi dalam berdoa? Ketiga-tiganya mengajarkan kita bahwa bukan saja berdoa menolong kita hidup benar, tetapi hidup benar menolong kita berdoa juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar berdoa itu adalah salah satu jalan yang diberi Tuhan untuk menolong kita hidup seharusnya (lihatlah Kolose 1:9-10). Namun inti Petrus dalam setiap teks adalah bahwa sebaliknya juga benar. Allah telah menentukan suatu cara hidup yang akan menolong kita berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada cara hidup yang menghalang doa-doa dan ada cara hidup yang menolong doa-doa. Marilha kita melihat apa yang sama dalam ayat-ayat itu dan Anda sekarang menanyakan diri apakah yang dikatakan Petrus tentang cara hidup kita yang akan menolong doa-doa kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang pertama di ayat 3:7 mengatakan kepada kita bahwa suami itu harus hidup dengan isterinya dengan suatu cara tertentu supaya doa-doanya tidak terhalang. Dia harus berusaha untuk mengerti isterinya dan harus tahu kebutuhannya. Harus ada perhatian khusus dari suami tentang kelemahan isterinya dan suatu proses mencari tahu apa yang terutama diperlukan dari suaminya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia perlu menyadari bahwa dia sebagai isterinya adalah sesama pewaris anugerah Allah dan dia harus dihormati dan bukannya diremehkan atau direndahkan. Ketika kita sebagai suami hidup seperti itu dengan pengertian yang mengasihi, dengan memedulikannya dan dengan menghormati, maka doa-doa kita tidak terhalang. Jika kita tidak hidup seperti itu. doa-doa Anda akan terhalang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah begitu peduli supaya suami Kristen hidup dengan penuh pengertian dan kasih dengan isteri- isterinya sehingga Dia sementara memoting hubungan doa-Nya dengan mereka apabila mereka tidak hidup benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah ada suami Kristen yang berpikir mereka bisa menghasilkan perbuatan-perbuatan yang saleh dengan hidup mereka jika mereka tidak belajar pelayanan berdoa. Dan tidak ada suami yang dapat mengharapkan hidup berdoa yang efektif tanpa hidup penuh pengertian dan menghormati dengan isterinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengambil waktu untuk mengembangkan dan mempertahankan perkawinan yang baik adalah kehendak Allah; itulah melayani Allah; itulah suatu aktivitas rohani yang menyenangkan-Nya. Dan itulah caranya Allah telah mengajarkan kita untuk hidup menjadi teladan yang baik memperlihatkan kasih kepada satu sama lain. Dan Allah memberkati kita jika kita hidup dengan isteri seperti itu, dan itu membebaskan doa-doa kita dan menolong memperkuat akibat rohaninya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus meneruskan di ayat 8 dan 9 dengan memanggil kita semua, bukan saja suami-suami saja, untuk menjadi simpatik, memperlihatkan persaudaraan dan baik hati dan rendah hati, dan tidak mengembalikan kejahatan dengan kejahatan akan tetapi memberkati mereka yang jahat kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu dia memberikan kita alasannya mengapa kita harus hidup seperti itu. Ini kutipan dari Mazmur 34 dan di ayat 12 alasannya sama seperti yang di 3:7, jaitu, doa-doa terhalang jika tidak hidup seperti itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan berkat khusus bagi doa-doa mereka yang mencari kedamaian dan yang bibirnya murni dan yang tidak menipu orang. Ayat 12, “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada doa-doa mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang- orang yang berbuat jahat."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mendengar doa-doa mereka yang hidup seperti ini: menjauhkan lidah dari kejahatan, menjauhkan diri dari penipuan, yang mencari damai dan yang berbuat benar. Jadi disini Petrus mengajarkan kita bagaimana doa-doa tidak terhalang. Apakah setiap orang Kristen berdoa seperti seharusnya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang tinggal di sebuah lembah terpencil di Wales, Inggris. Dia mengalami banyak kesulitan dan biaya untuk memasang daya listrik di rumahnya. Namun setelah beberapa bulan perusahaan listrik melihat tampaknya ia tidak menggunakan listrik sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mikir ada masalah dengan pemasangannya, jadi mereka mengirim seorang pembaca meter untuk memeriksa masalah tersebut. Orangnya datang ke pintu dan mengatakan, “Kami baru saja memeriksa meteran dan tidak tampak bahwa Anda menggunakan banyak listrik. Apakah ada masalah?” “Oh tidak” ujarnya, “Kami cukup puas. Kami menyalakan lampu listrik setiap malam untuk melihat bagaimana menyalakan lampu kita yang lain dan kemudian kita mematikan listrik itu lagi.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang mengapa wanita ini tidak menggunakan listriknya lebih banyak? Dia percaya akan listrik. Dia percaya janji perusahaan listrik ketika mereka menjelaskannya. Dan dia mengalami banyak kesulitan dan biaya untuk memasang listrik itu di rumahnya. Namun – dia tidak mengerti kemampuan listrik itu di dalam rumahnya. Jadi dia hanya memakai listrik itu sedikit sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya rasa masih banyak orang di gereja kita yang memakai doa dengan cara yang sama. Mereka percaya akan berdoa. Mereka mengerti janji-janjinya Allah. Mereka pernah baca dan mendengar orang yang doanya terkabul. Namun mereka hanya berdoa sedikit sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, hidup berdoa yang bebas, terbuka, yang nyata dan yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis. Itu tidak akan terjadi jika Anda pasif saja. Jika tidak demikian teks ini tidak ada gunanya. Hidup doa Anda di tahun 2010 sebagian besar bergantung pada bagaimana Anda memilih untuk hidup di rumah, ditempat bekerja dan di dalam kehidupan pribadi Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya bahwa alasannya ini terjadi (setidaknya untuk beberapa orang Kristen) adalah banyak orang tidak mengerti bagaimana doa itu bekerja dan banyak orang percaya bahwa tidak ada perbedaan mereka berdoa atau tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka percaya salah satu: Allah akan melakukan apa yang Tuhan akan lakukan, jadi kenapa kita harus berdoa – Atau: Mereka menganggap doa sebagai usaha terakhir setelah semua usaha lainnya mereka telah gagal. Sama seperti lemparan “Hail Mary” dalam football. Mereka melempar bolanya ke udara dan mengharapkan itu akan sampai kepada tujuan yang diinginkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka berdoa sedikit. Kadang-kadang mereka akan minta suatu permohonan khusus…Tetapi dalam hati kecilnya mereka tidak memandang doa itu sebagai yang membuat dampak besar pada keputusan- keputusan yang mereka ambil setiap hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Daniel tidak berdoa seperti itu di Perjanjian Lama, Daniel berdoa tiga kali sehari. Dia berdoa di dalam kamarnya. Dia berdoa di gua singa. Dia berdoa untuk kebijaksanaan. Dia berdoa untuk bimbingan. Dia berdoa supaya Allah mengampuni dosa bani Israel dan memulangkan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang di Daniel 10, kita melihat Daniel bergumul dalam doa selama 21 hari karena dia berkabung karena mimpinya. Banyak orang Kristen jarang berdoa selama 21 hari untuk apapun juga. Kapan Anda berdoa terus menerus untuk satu hal? Mengapa kita harus berdoa selalu dan tidak putus asa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksud saya apakah Allah tidak mendengar doa-doa kita? Apakah sukar untuk mendapat perhatian- Nya? Apakah kita selalu harus mengganggu Dia sampai Dia marah dan angkat tangan dan mengatakan, “Jika saya tidak mendengar permohonan mereka saya tidak bisa beristirahat?” Tidak, bukan itu masalahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Daniel 10:10-12 malam ini, karena ini mengatakan sesuatu yang sangat berbeda. Perhatikanlah apa yang dikatakan di ayat 12, “Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan pertama kalinya malaikat itu mengatakan kepada Daniel hal ini, lihatlah Daniel 9:23, “Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. (karena engkau hidup saleh, sehingga hidup doamu tidak terhalang) Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, jika Anda hidup saleh, setiap kali Anda berdoa menurut kehendak-Nya, bukan saja Allah senang mendengar doa-doa Anda, ada kemungkinan malaikat dikirim segeradari takhta Allah untuk menjawab doa-doamu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tetap ini masih belum menjawab pertanyaan: Mengapa kita harus selalu berdoa dan tidak berhenti berdoa. Kisah doa Daniel di bab 10 memberikan kita paling tidak satu alasan mengapa kita jangan putus asa dan berhenti berdoa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah lagi Daniel 10:12-13, “Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. 13 Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah salah satu kejadian yang jarang terjadi dimana Allah menarik kembali tirai dan memungkinkan kita melihat apa yang terjadi di balik layar. Ketika Daniel berdoa ada kuasa-kuasa gelap melawan (pemimpin kerajaan Persia) dan mulailah peperangan malaikat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah perkataan Iblis pada waktu dia mencoba Yesus di Lukas 4:5-6, “Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis masih sementara menguasai dunia ini, malah Paulus memanggil iblis di 2 Korintus 4:4, “ilah zaman ini.” Dia dipanggil “penguasa dunia ini” di Yohanes 14:30 oleh Tuhan Yesus sendiri. Dan Setan sanggup melakukan mujizat-mujizat dan di 1 Yohanes 5:19 dikatakan “seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah yang masih dilakukan Iblis sekarang juga memakai cobaan dunia untuk membujuk Anda untuk memberi lebih banyak waktu, tenaga dan keuangan untuk dirimu sendiri dan bukan untuk Tuhan. Dan Setan masih menggoda Anda untuk mengejar posisi duniawi, kekuasaan, gengsi dan harta benda daripada hal-hal ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan salah satu senjata peperangan yang diberikan Allah kepada kita untuk melawannya adalah hidup saleh dan berdoa. Seperti dikatakan di Ibrani 1:14, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” Ketika Anda berdoa para malaikat bekerja untuk kita. Jadi Yesus mengajar bahwa kita harus “selalu berdoa dan tidak berhenti.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang ada pertanyaan yang menarik…Daniel berdoa untuk 21 hari. Malaikat itu dikirim pada hari pertama dia mulai berdoa, namun baru sampai pada hari ke duapuluh satu. Apa yang mungkin terjadi jika Daniel putus asa dalam doa-doanya dan ia berhenti pada hari ke 14, atau 15? Apakah malaikat itu akan tiba dengan jawabannya? Alkitab tidak mengatakan, tetapi implikasinya - Mungkin tidak!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak…Yesus mengajarkan kita untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu karena ketika kita berdoa, doa-doa kita dianggap penting bagi Tuhan, dengarkanlah Lukas 18:1, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.” Setiap kali Anda dan saya berdoa, Allah mendengar doa kita dan Dia mungkin melepaskan lebih banyak kuasa dari takhta-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda berdoa supaya seseorang dari keluarga Anda menjadi Kristen? Setiap doa Anda berdoa menempatkan lebih banyak tekanan pada orang tersebut untuk mendengarkan Tuhan....Apakah Anda berdoa untuk teman-teman Anda dalam pergumulan mereka sehari-hari? Setiap doa yang Anda doakan memberikan mereka kekuasaan lebih banyak dari Allah. Apakah Anda mengalami kesulitan dengan seseorang di tempat kerja? Setiap doa Anda angkat kepada takhta Allah memberikan lebih banyak tekanan kepada orang yang sulit itu dan situasi-situasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berdoa bukanlah sesuatu tindakan pasif dari kita. Berdoa itu suatu pelayanan yang agresif dan aktif. Anda berusaha banyak dan Anda minta kuasa-kuasa surga untuk ikut serta. Ada kuasa yang dilepaskan oleh karena doa-doa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Anda menanyakan saya “Mengapa?” Yah, jujur saja, saya tidak mengerti itu semua. Tapi kemudian masih banyak hal tentang doa yang adalah misteri ilahi. Mengapa Allah bertindak menjawab doa? Mengapa Dia mengharuskan kita untuk berdoa? Aku tidak tahu itu semua!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi aku tahu kebenaran hal itu. Berdoa adalah bentuk berbicara yang paling sederhana, bahkan bibir bayi dapat mencobanya; doa merupakan permohonan yang paling menakjubkan yang mencapai keagungan yang tinggi E.M. Bounds menulis, “Tujuan Allah adalah berkomitmen kepada manusia; Allah sendiri berkomitmen pada orang yang berdoa yang menjadi bupati wakil Allah, mereka melakukan pekerjaan-Nya dan melaksanakan rencana-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">George Mueller terkenal karena doa-doa yang kuat. Selama pelayanannya kepada yatim piatu di Inggris dai tidak pernah minta bantuan uang dari orang-orang, hanya dari Tuhan dan dia selalu menerima apa yang diperlukan sampai jumlahnya tepat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pernah pada waktu dia sedang dalam perjalanan ke Quebec untuk berkhotbah, diatas dek kapal yang membawanya menuju ke tempat tujuannya, dia memberitahukan kapten bahwa ia harus ada di Quebec Sabtu sore.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Waktu kapten cerita kisah itu, katanya, "Tidak mungkin. Apakah Anda tahu bagaimana padat kabut ini?" ‘Tidak,’ jawab George, “Mataku tidak pada kerapatan kabut, namun pada Allah yang hidup yang mengendalikan setiap keadaan dalam kehidupan. Aku tidak pernah batal khotbah dalam 57 tahun, marilah kita pergi ke dalam ruangan peta dan berdoa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ia berlutut dan ia berdoa salah satu doa yang paling sederhana. Ketika ia telah selesai aku mau berdoa, tapi ia meletakkan tangannya di pundak saya dan mengatakan saya tidak perlu berdoa. Karena Anda tidak percaya Dia akan menjawab, dan karena aku percaya Dia, tidak ada keperluan bagi Anda untuk berdoa tentang hal itu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya menatapnya dan George Mueller berkata," Kapten, aku tahu Tuhan saya 57 tahun dan belum pernah ada satu hari dimana saya gagal untuk bertemu dengan Raja. Bangunlah, Kapten, dan bukalah pintu dan Anda akan menemukan bahwa kabut itu hilang. Aku bangkit dan kabut itu memang hilang, dan pada hari Sabtu sore George Mueller terus menepati janjinya untuk berkhotbah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita hidup saleh dan berdoa selalu, dan Tuhan kana mendengar doa-doamu! Dan Dia akan menjawab dengan cara-Nya tersendiri dan pada waktu-Nya sendiri, namun Dia tidak akan pernah terlambat, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?janganlah-doamu-terhalang</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000182</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ayah yang ingin memilih yang terbaik memilih Yesus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000183"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Joshua+24:15" target="_blank" class="imCssLink">Yosua 24:15</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin berkhotbah suatu khotbah “Hari Ibu” yang memberi semangat untuk semua bapa-bapa. Mengapa? Karena saya percaya panggilan yang tertinggi dalam hidupnya setiap bapa adalah menjadi bapa Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum saya mulai berkhotbah, saya ingin memberikan Anda sejarah singkat tentang Hari Ayah. Ide untuk mengadakan hari bagi anak-anak untuk menghormati ayah mereka mulai di Spokane, Washington. Ada wanita bernama Sonora Dodd yang memikirkan ide hari ayah ketika dia sedang mendengarkan khotbah Hari Ibu di tahun 1909.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia dibesarkan ayahnya, setelah ibunya meninggal dan Sonora ingin supaya ayahnya tahu betapa istimewanya dia padanya. Ayahnya yang memberikannya semua pengorbanan orang tua dan dia dimata anaknya adalah seorang yang berani dan yang tidak mementingkan diri dan yang mengasihi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayahnya lahir di bulan Juni, jadi tentu saja dia memilih menjadi perayaan Hari Ayah pertama di Spokane, Washington pada hari 19 Juni, 1910. Di tahun 1924 Presiden Calvin Coolidge memproklamirkan hari minggu ketiga bulan Juni menjadi Hari Ayah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin mengatakan malam ini bahwa ayah Kristen adalah pahlawan yang paling tidak pernah dipuji, yang tidak diperhatikan, dan yang tidak dihargai sepanjang masa. Dan karena hari ini adalah Hari Ayah saya ingin berbicara tentang Ayah yang ingin memilih yang terbaik. Mengapa? Karena ayah seperti itu akan memilih Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudar-saudari yang kekasih, kita dapat mencari di firman Tuhan di berbagai tempat suatu contoh ayah yang ilahi. Dan saya pikir kita semua setuju bahwa tentu saja salah satu ayah seperti itu adalah Yosua.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudari yang kekasih, saya bisa memilih banyak orang lain untuk didiskusikan malam ini, namun teladan Yosua sangat tepat untuk kita. Kita melihat disini di bab 24, Yoshua pada umur 110, memanggil pemimpin- pemimpin Israel untuk rapat bersama di Shechem untuk mendengarkan pidato perpisahannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yosua membebankan bani Israel untuk mematuhi Tuhan yang telah berperang untuk mereka dan memberikan mereka warisan. Kita melihat disini Yoshua mengingatkan mereka akan bahayanya kemurtadan dengan mengatakan, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kami bersyukur kepada Allah untuk ayah Kristen yang mengikuti teladan Yoshua. Yang meskipun kekayaan mereka, di samping semua kemakmuran mereka, memiliki cukup keberanian untuk mengatakan: Saya tidak peduli apa yang dikatakan psikolog, saya tidak peduli apa orang lain melakukan di dunia ini, saya akan bertanggung jawab atas anak-anak dan isteri saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya bersyukur kepada Allah sekarang ada ayah Kristen yang mengikuti teladan Yoshua dan tidak takut melawan apa yang teladan duniawi mengatakan tentang perkawinan dan seks remaja. Saya bersyukur untuk para pria yang tidak takut mengatakan bahwa homoseksualitas itu salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 15 lagi, “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini ada ayah yang mengambil keputusan walaupun semua orang lain melakukan yang lain, bahwa dia akan memilih, melayani dan takut akan Tuhan. Khotbah pamitan Yoshua adalah teladan hubungan ayah/anak yang baik sekali. Saya bersyukur kepada Allah untuk ayah Kristen seperti Yosua yang bukan saja memberikan kita hidup akan tetapi juga mengajarkan kita bagaimana kita harus hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memakai contoh hubungan Bapa/anak sebagai teladan untuk menjelaskan bagaimana seharusnya kita berhubungan dengan Dia. Hubungan inilah panggilan kita yang tertinggi. Ketika kita berdoa kepada-Nya, kita berdoa seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, “Bapa kami yang di sorga..” Mengapa Bapa? Karena Allah mengajarkan kita betapa pentingnya hubungan Bapa dan anak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak hal yang kita dapat katakan tentang Yoshua, namun karena waktu kita terbatas saya hanya ingin membahas dua kwalitas yang dia miliki yang perlu ditiru semua bapa-bapa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Dia menjadi Imam rumahnya. Kita melihat di teks kita bahwa Yosua mengakui tanggung jawabnya untuk kehidupan rohani keluarganya. Perhatikanlah bahwa Yoshua berbicara untuk seluruh keluarganya, dia menyatakan niat mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sebelumnya Anda dapat mempertimbangkan dirimu imam rumah, Anda harus terlebih dahulu memiliki sifat tertentu. Iya, untuk menjadi imam Anda harus terlebih dahulu berhubungan erat dengan Allah. Dan itu harus dipraktekkan dulu di dalam keluarga Anda. Dan menurut firman Allah yang dirancang untuk menjadi hubungan pendidikan dasar adalah keluarga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman ini mengatakan bahwa Yosua tidak salah berbicara untuk keluarganya. Dia hanya melakukan kewaibannya sebagai bapa untuk memastikan bahwa anak-anaknya tahu siapakah yang harus mereka percaya dan caranya mereka harus berjalan sesuai dengan jalan Tuhan. Saya pernah baca bahwa anak putra mengasihi ibunya akan tetapi dia akan mengikuti bapanya. Jadi pertanyaan bagi para bapa adalah, anak-anakmu dituntun arah kemana?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Belum lama saya mendengar verita seorang pendeta yang rendah hati yang anaknya sakit parah. Setelah anak lelaki itu diperiksa dengan banyak tes, bapanya diberi tahu hasil pemeriksaan itu bahwa anaknya yang tunggal sakit terminal. Anaknya telah menerima Kristus sebagai Juruselamat, jadi pendeta itu tahu bahwa kematiannya akan membewanya kepada kemuliaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia bergumul dengan caranya memberitahu anak yang baru menjadi remaja bahwa tidak lama lagi dia akan meninggal. Setelah memohon pengarahan dari Roh Kudus, berjalan di rumah sakit dengan hati yang tegang ke tempat tidur anaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika dia tiba disana dia membacakan putranya sebagian dari Firman Allah, dan setelah itu dia berdoa dengan anaknya. Setelah itu dengan lemah lembut dia mengatakan bahwa para dokter hanya menjanjikan dia hidup beberapa hari lagi. Dan dia menanyakan anaknya, “Apakah kamu takut bertemu dengan Yesus, anakku?” Sambil berkedip air matanya, anak kecil itu berkata dengan berani, "Tidak, jika Dia hampir sama seperti Anda, Dad!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Kwalitas kedua yang dimiliki Yosua adalah dia ada rencana bagi keluarganya. Menjadi imam keluarga saja tidak cukup. Ayah Kristen juga harus ada rencana untuk kehidupan rohani kekasih-kekasihnya. Dan rencana Yoshua adalah, “Kita akan menyembah Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukah Anda ketika Yosua berbicara suaranya berdering dengan suara kesatuan, “Aku dan seisi rumahku.” Kita harus bersatu. Alasan ada kesatuan adalah karena karakter ilahi Yosua. Imannya tulen dan sungguh-sungguh dan karena itu keluarganya mengatakan, “Apa juga yang kaukatakan Bapa, kita akan setujui.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Melalui teladan Yosua kita bisa melihat bila keluarga itu bersatu, keluarga itu akan dapat menanggung pencobaan yang akan datang. Yosua bertekad untuk bertahan dengan keluarganya. Dia bersedia untuk berdiri sendiri dengan keluarganya jika itu diperlukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita berbicara tentang keluarga sebentar. Tahukah Anda bahwa banyak perempuan sekarang mengatakan hal seperti ini, saya bisa dan saya sudah melakukan semua itu sendiri, dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak memerlukan suami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertanjaan saya kepada Anda adalah, “Bisakah keluarga hidup tanpa ayah dirumah? Apakah bapa-bapa bisa dibuang seperti pamper kotor? Apakah mereka diperlukan untuk keluarga yang sehat?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara, saya merasa bahwa setiap ibu tunggal di ruangan ini mungkin memiliki cerita yang sama jika mereka diberikan waktu untuk berbicara malam ini. Yah, pasti ada variasi disana-sini, tapi saya berpikir cerita mereka akan terdengar sangat mirip.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibu tunggal ini, yang Anda tahu bekerja dua job, yang sering belanja di Thrift Store untuk kebutuhannya, yang memakai mobil tua yang sering di bengkel, Anda tahu dia yang sering tidak mampu membayar tagihannya dan sering meminjam dari teman-teman untuk memenuhi kebutuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, saya tahu sakit Anda karena hampir tidak mungkin bagi satu orang untuk memenuhi peran dua. Rencana Allah adalah bahwa kedua orang tua diperlukan untuk membesarkan anak, iya, seorang ibu dan seorang bapa. Yang diperlukan ibu itu adalah ayah supaya mereka bersama dapat membesarkan anak-anak mereka. Karena itu ayah Kristen sangat berharga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu lebih banyak orang yang bersedia untuk memikul salib Kristus Yesus, bukan untuk keselamatan kita sendiri, tetapi juga untuk keselamatan anak-anak mereka. Bapa-bapa pertama bertanggung jawab atas kesehatan jasmani anak-anak mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti Jairus di Markus 5:23 ketika dia datang kepada Yesus dan berkata, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." Dan juga seperti pegawai istana mengatakan di Yohanes 4:49, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayah Kristen ilahi perlu mengikuti contoh Yosua jang mau mengajarkan mereka kebenaran ilahi yang baru. Ayub 1:5 mengatakan, “Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sayangnya, tidak setiap anak memiliki ayah seperti Ayub. Imam Eli memalukan panggilannya karena ia tidak menegur anak-anaknya yang jahat dan bertanggung jawab atas kesejahteraan rohani mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Samuel 3:13-14 mengatakan, “Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! 14 Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua bapa-bapa, saya ingin memberitahu kalian malam ini bahwa Anda bertanggung jawab atas kondisi rohani anak-anakmu. Isterimu memang akan bekerja sama dengan Anda, namun yang bertanggung jawab adalah Anda. Janganlah sekali-kali kita mengabaikan tanggung jawab itu seperti Eli, daripada itu kita perlu aktif seperti Ayub dengan mengembangkan kerohanian anak-anak kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita melihat hal ini dibicarakan berkali-kali di Ulangan 6:6-9, dimana dikatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hai Bapa-Bapa, berapa banyak waktu diluangkan secara pribadi dengan anak-anakmu? Apakah Anda berinvestasi lebih banyak pada anak-anak Anda atau lebih berinvestasi pada pekerjaan Anda, atau dalam usaha bisnis Anda? Ingatlah yang dikatakan Allah tentang dimana Anda menginvestasi waktu Anda di Galatia 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Caranya anak-anakmu menjadi dewasa sebagian besar tergantung kepada waktu yang Anda membrikannya sekarang. Ayah-ayah dan ibu-ibu, sekaranglah waktunya untuk mengajarkan mereka apa yang Anda percaya tentang Tuhan dengan memperlihatkan prioritas Anda sebenarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bapa-bapa Kristen juga bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional anak-anak mereka. Mereka perlu dikasihi seperti apa yang dilakukan Daud. Kita semua tahu bahwa Daud bukan ayah yang sempurna. Dia memang kesalahannya banyak, namun saya kagum atas kasih yang diperlihatkan terhadap Absalom.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Samuel 18:5 kita melihat tertulis, “Dan raja memerintahkan kepada Yoab, Abisai dan Itai, demikian: "Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku." Dan seluruh tentara mendengar, ketika raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah maksud ayat ini? Bagi mereka yang tidak mengenal ayat firman Tuhan ini. secara sederhana, Absalom sedang memberontak terhadap ayahnya Raja Daud dan dia sedang mencoba untuk mengambil alih kerajaan itu. Dia adalah musuh takhta, namun Daud tetap mengasihinya karena dia adalah anaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pria, anak-anak Anda akan sewaktu-waktu mengecewakan Anda, namun janganlah hal itu menghalang Anda sebagai ayah Kristen, untuk mengasihi mereka. Bapa-bapa, apakah Anda telah memberkati mereka? Apakah mereka tahu dari tindakan Anda bahwa mereka spesial di mata Anda? Apakah Anda pernah mengatakan kepada mereka bahwa Anda bangga atas perbuatan mereka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang lain bisa menjadi temanya, mentor mereka dan pelatih mereka. Namun tidak ada orang lain yang menjadi bapanya. Hanya Anda dapat mengisi peran itu. Mereka membutuhkan ketentuan fisik, spiritual dan emosional yang Allah telah menginstruksikan Anda untuk memberikan kepada mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika Anda adalah bapa Kristen, ini bukan saja kewajiban Anda, tetapi juga sukacita Anda. Setelah menjadi bapa Kristen Anda akan merasa suka cita bangun di tengah malam demi anak-anak Anda. Ada sukacita dalam memenangkan kemenangan yang paling sukar demi anak-anak Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak peduli betapa sulitnya tantangan, seorang ayah Kristen tahu bahwa malam tergelap selalu diikuti dengan hari terang. Tidak peduli betapa sulitnya tantangan, seorang ayah Kristen tahu bahwa beban terberat selalu diikuti dengan berkat terbesar. Godaan terkuat selalu diikuti oleh momen yang menentukan kemenangan! Bapa Kristen tahu bahwa pertempuran terburuk selalu diikuti dengan kemenangan termanis!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi boleh saya tanya Anda malam ini, apakah Anda hidup dengan suatu komitmen yang menyenangkan Allah? Apakah Anda benar-benar berkomitmen kepada keluarga Anda dengan memberikannya waktu dan tenaga? A</span><span class="fs12lh1-5 cf1">pakah Anda membagikan kepercayaan Anda, dan belajar firman bersama, dan berdoa bersama, dan setia kepada anak-anakmu dan gerejamu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini Allah memanggil Anda untuk berkomitmen sepenuhnya kepada-Nya. Dia tidak akan lakukan apa yang Dia inginkan dalam hidupmu sampai Anda memberikan diri Anda sepenuhnya kepada-Nya. Dan Dia tidak akan minta Anda melepaskan sesuatu yang tidak digantikan dengan seusatu yang lebih besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bapa-bapa, Allah menantang Anda malam ini untuk mengambil langkah berikutnya. Tidak ada alasan Anda bisa membuat yang akan menutupi kekurangan komitmen dan pelayanan kepada-Nya. Pria, sudah waktunya untuk berdiri seperti Yosua - dan untuk menunjukkan keluarga Anda dan anak-anak Anda bagaimana mereka harus melayani Tuhan, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?ayah-yang-ingin-memilih-yang-terbaik-memilih-yesus</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000183</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Memenangkan pasanganmu yang tidak percaya]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000184"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+3:1-5" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 3:1-5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mulai dengan memberikan Anda konteks khotbah ini. Petrus menulis kepada orang Kristen yang dianiaya supaya mereka dikuatkan. Dia menasihati mereka bagaimana untuk hidup di dalam dunia yang bermusuhan dengan tidak membiarkan keadaan itu mempengaruhi mereka secara negatif dan untuk memusatkan pikiran kita kepada Kristus, yaitu masa depan Dia, kuasa-Nya dan sumber daya-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mulai dengan mengfokus pengharapan hidup kita kepada Kristus dengan pertama mengingat keselamatan kita yang besar seperti yang digambarkan di 1 Petrus 1:1 sampai 1 Petrus 2:11. Kedua dia bergerak dari masa lalu ke waktu sekarang dan mulai dari 1 Petrus 2:12 dia mengatakan, “Pusatkanlah kepada teladan Kristen kita dihadapan orang lain” terus sampai ke 1 Petrus 4:6.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kita berada di tengah-tengah memberi teladan Kristen untuk orang lain. Pada dasarnya jika kita ingin memberi teladan hidup yang baik, maka itu harus mulai di dalam keluarga kita sendiri. Kehidupan kita harus memperlihatkan suatu karakter yang membawa orang kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dikatakan Petrus adalah, Anda akan hidup di dalam dunia yang bermusuhan dan itu akan kelihatan jelas ddalam semua hubungan sosial. Ada tiga hubungan sosial utama: pemerintah, tempat kerja dan keluarga. Kita telah mendiskusikan hubungan sosial pertama dan kedua dan sekarang Petrus mengajarkan kita tentang hubungan keluarga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan apa yang berkali-kali muncul setelah 1 Petrus 2:12? Perkataannya adalah “tunduk”, pertama kita diajarkan untuk tunduk kepada semua lembaga manusia, setelah itu kepada tuanmu dan sekarang di dalam bagian pertama bab 3 kita diajarkan supaya isteri itu tunduk kepada suaminya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dasarnya kesaksian kita di masyarakat dimana kita hidup adalah hidup tunduk. Inilah perkataan kunci-nya. Anda juga dapat melihat di ayat 7, “Demikian juga kamu, hai suami-suami,” dan perkataan demikian mengatakan dia harus tunduk juga. Nah ini konsep dasar dan sangat penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin supaya kita tunduk kepada tatanan sosial dan pola sosial yang Tuhan sendiri telah menetapkan. Dia tidak suka kita memberontak dan menuntut hak-hak kita, Dan janganlah kita merasa lebih unggul dari pada tatanan sosial ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai orang Kristen kita adalah anak-anak Allah dan karena itu kita harus bertanggung jawab kepada otoritas yang lebih tinggi. Dan karena itu gampang kita bisa merasa lebih unggul dari sistim-sistim dunia dan berpendapat persyaratan-persyaratan itu tidak berlaku lagi untuk kita. Sangat mudah untuk memutuskan bahwa Anda tidak ingin mendengarkan pasangan Anda yang tidak percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ingatlah kewajiban utama kita sebagai orang Kristen. Satu-satunya alasan kita hidup adalah untuk pengabaran injil. Kita disini diberi tugas untuk menyatakan Kristus kepada semua orang, di masyarakat dan di tempat kerja kita dan di dalam keluarga kita. Dan supaya kita efektif Allah mengajarkan kita untuk tunduk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pertanyaannya adalah: Bagaimana isteri harus bertindak jika dia telah menikah suami yang belum percaya? Apakah yang harus diperbuat suami jika dia kawin sama orang yang tidak percaya? Apakah dia meraa lebih unggul? Apakah dia memperlakukannya dengan ketidakpedulian karena dia bukan warga negara Kerajaan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah seharusnya tindakan isteri? Apakah dia menolak otoritas suami yang bukan Kristen karena dia memiliki otoritas lain, yaitu Kristus? Apakah dia menuntut haknya dalam bidang jasmani dan rohani karena sekarang dia dihargai Allah? Apakah tanggungjawab yang patut untuk kedua pasangan jika kawin dengan orang yang tidak percaya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang konteks ini tidak berhubungan dengan ajaran perkawinan Kristen. Kita mulai dengan caranya orang Kristen harus hidup di dalam masyarakat yang bukan Kristen dan sesudah itu bagaimana Orang Kristen harus hidup di dalam tempat kerja bukan Kristen dan sekarang bagaimana seorang Kristen harus hidup dengan pasangannya yang bukan Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah sekarang tujuan kesaksian kita. Ini supaya orang lain bisa melihat kehidupan kita dan memuliakan Allah pada saat Dia berkunjung. Dengan kata lain, ada kemungkinana mereka selamat. Kita juga tunduk terhadap majikan kita karena itu menyenangkan Allah. Bagaimana? Supaya injil itu dinyatakan supaya orang dapat melihat itu di dalam hidup kita. Dan begitupun di dalam keluarga kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita mulai dengan isteri-isteri. Dan Petrus disini tidak berprasangka karena memberi enam ayat kepada isteri dan hanya satu ayat kepada suami. Karena jika isteri menjadi Kristen zaman itu kemunkinan ada masalah di perkawinan itu jauh lebih besar dari pada saatnya suami menjadi Kristen karena dia memang sudah dianggap berkuasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi ketika seorang istri, yang dipandang sebagai kelas rendah, menjadi seorang Kristen secara independen dari suaminya, potensi konflik dan malu dan kesulitan jauh lebih besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang Kristen kepada siapa Petrus menulis tersebar di dunia Yunani, dan di dalam kultur itu untuk merubah agama tanpa usaha suami tak terpikirkan. Mengapa? Karena dalam zaman Petrus itu mereka dianggap warga kelas dua dan pendapat mereka tidak relevan dan tidak diinginkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika seorang perempuan menjadi Kristen dan dia mengerti prinsip Galatia 3:28 yang mengatakan, “Dalam hal ini tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus,” dia menyadari bahwa dia telah mencapai tingkat hidup yang suaminya yang belum percaya tidak mengerti sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia bebas di dalam Kristus. Dia memiliki Tuhan baru dan tuan baru. Dan gampang sekali untuk memperlakukan suaminya dengan jijik, dengan ketidakpedulian, atau bahkan dengan penolakan. Dan kalau dia tidak hati-hati hubungan mereka bisa retak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk isterinya menjadi Kristen mungkin merupakan sesuatu yang memalukan bagi suaminya karena tidak pernah ada perempuan yang melakukan hal itu sendiri. Dia tidak akan mengerti hubungan mistis dia dengan Yesus Kristus. Dan untuk melakukan hal yang berani itu menyebabkan ada kemungkinan besar dia akan menderita aniaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi inilah masalahnya. Bagaimana isteri Kristen dapat berhubungan dengan suaminya untuk memenuhi misi dia? Dan apakah misinya? Misi kita adalah untuk memenangkan orang kepada Kristus. Jadi dia harus berlaku seperti apa untuk memenangkan suaminya yang tidak percaya kepada Yesus Kristus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat dulu apa yang tidak diwajibkan Petrus, benar? Pertama dia tidak mengatakan kepada isteri Kristen itu untuk meninggalkan suaminya. Dia tidak mengatakan, “Nah sekarang setelah Anda menjadi Kristen, keluarlah dari perkawinan itu dan carilah seseorang yang pikirannya sama dan yang mengasihi Kristus sama seperti Anda.” Tidak, dia tidak mengatakan itu karena hal itu salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 7:13 mengatakan, “Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.” Paulus mengatakan itu dilarang Tuhan. Malah 1 Korintus 7:14 mengatakan, “Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkat-berkat Allah akan mengalir kepada suami itu karena Allah memberkati isterinya. Orang yang bukan Kristen itu tidak mengerti bahwa dia beruntung karena isterinya anak Allah dan dia dapat bagian karena isternya diberkati. Ini bukan berarti dia memperoleh keselamatan oleh karena ini, ini hanya berarti di dalam kehidupannya dari luar dia diberkati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Bagaimana kalau dia ingin bercerai?” Teks yang sama di 1 Korintus 7:15 mengatakan, “Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ayat 16 meneruskan, “Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau (tidak) akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau (tidak) akan menyelamatkan isterimu?” Dengan kata lain. pokoknya jika dia ingin berdiam, biarkanlah dia berdiam. Namun jika dia ingin keluar karena dia tidak dapat menerima kesaksian Kristen Anda, biarkanlah dia pergi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Petrus tidak menasihatkan dia untuk berkhotbah kepadanya. Dia tidak mengatakan untuk berdebat dengan dia. Dia tidak mengatakan untuk menempel ayat-ayat Alkitab di bagian bawah kaleng birnya. Dia tidak mengatakan untuk meletakkan traktat penginjilan di bawah bantal di tempat tidurnya. Dia tidak mengatakan untuk memanggil pastor kerumah suatu malam dia sendirian dirumah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, dia tidak mengatakan karena sekarang dia sama dengan suaminya dia harus menuntut haknya. Dia tidak mengatakan itu lagi. Dia sama pentingnya dengan semua orang percaya lain namun masih ada kewajiban istri yang harus dipenuhi. Didalam Kristus tidak ada perbedaan diantara laki-laki dan perempuan. Akan tetapi di dalam perkawinan ada yang memimpin dan ada yang tunduk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita melihat apa yang dikatakan teks. Ayat 1, “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman (yaitu suami yang tidak percaya), mereka juga tanpa perkataan dapat dimenangkan oleh kelakuan isterinya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah caranya ayat 1 mulai. Dikatakan “demikian juga”, apakah artinya ini? Jika Anda ingin membuat dampak maksimal terhadap masyarakat di mana Anda tinggal, maka jadilah teladan warga negara yang tunduk yang terbaik. Jika Anda ingin membuat dampak maksimal di dalam tempat pekerjaan maka jadilah teladan karyawan tunduk yang terbaik. Demikian juga jika Anda ingin membuat dampak maksimal terhadap suami Anda yang belum percaya, jadilah teladan isteri tunduk yang terbaik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sadarilah bahwa Anda harus mengambil tempat Anda sebagai bawahan terhadap kepemimpinan rohani suami Anda. Inilah rencana Allah untuk perkawinan. Wanita tidak kalah dalam hal karakter, kecerdasan, kebajikan, kerohanian atau bakat. Mereka tidak kalah dalam hal apapun. Tetapi peran kepemimpinan mereka telah diserahkan kepada suami mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ini, “Tunduklah kepada suamimu.” Setiap kali ada pernyataan di Alkitab seperti itu selalu disebut suamimu sendiri. Selalu ada kata ganti kepunyaan. Tunduk kepada suamimu memperlihatkan keintiman dan ikatan perkawinan. Inilah rencana Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya adalah supaya mereka tunduk, di ayat 1, “walaupun ada di antara mereka (yaitu suami-suami) yang tidak taat kepada Firman.” Mereka pada dasarnya belum lahir baru dan tidak taat kepada injil. Hal pertama adalah biarpun mereka seperti itu tetap tunduk saja, sama seperti Anda tunduk kepada lembaga manusia, sama seperti Anda tunduk di tempat pekerjaan, demi keselamatan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari pihak isteri lebih penting untk menunjukkan kasih Allah daripada mengritik dia karena ketidakpercayaan. Petrus tidak mengatakan bahwa mereka akan selamat tanpa firman Allah (injil), dia hanya mengatakan bahwa perdebatan tidak akan memenangkan seseorang kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengajuan lembut seorang wanita Kristen yang indah ramah kepada suaminya yang belum selamat adalah alat penginjilan terkuat dari dia. Yang penting bukan perkataannya, yang penting adalah perilakunya. Perempuan harus tunduk kepada suaminya supaya Roh Kudus dapat memakai hal itu untuk mempengaruhi si suami.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang menarik adalah bahwa sikap ini juga menyumbang ke pernikahan bahagia sebagai bagian dari desain Allah. Jadi kewajiban pertama isteri adalah sikap tunduk, yang dapat digambarkan sebagai tidak mementingkan diri sendiri secara sukarela dan ketergantungan. Ada kewajiban kedua di ayat 2, yang bisa dinamakan kesetiaan. ayat 2 mengatakan, “jika mereka melihat, bagaimana murni dan penuh penghargaan sikap isteri mereka itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya hidup murni dan saleh? Artinya pada dasarnya adalah perilaku yang sempurna, setia kepada Allahnya dan setia kepada suaminya. Murni berarti Anda tidak main gila dengan orang lain. Dan penuh penghargaan, ini berarti Anda menghargai suamimu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsip ketiga dibicarakan mulai ayat 3 sampai ayat 6 dan inilah kesederhanaan. Di ayat 3 dikatakan, “Perhiasanmu janganlah hanya dari luar, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah.” Dia mengatakan, “Sederhana saja, karena biasanya perempuan mementingkan apa yang kelihatan dari luar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, ”Janganlah mementingkan hanya perhiasan luar.” “Apakah dia anti perhiasan emas? Tidak. Dia tidak melarang itu, karena banyak orang perempuan cantik, seperti pengantin dalam Kidung Agung itu berhiaskan berlian dan memang itu sangat indah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan jangan mementingkan yang di luar. Anda bisa melihat berapa banyak orang mengeluarkan uang untuk operasi kosmetik dan diet. Ketika orang mulai berkencan mereka menekankan kesan pertama dan apa yang digambarkan dan banyak eksternal lainnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang-orang sekarang masih mengeluarkan banyak uang untuk pakaian mereka. Dan karena di zaman itu seluruh badan di tutupi, yang terlihat hanya muka dan kepala mereka dan disitulah kekayaan dan kesombongan mereka diwuyudkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan itu kecantikan benar. Para wanita, kecantikan luar tidak akan mempengaruhi hati suami Anda jika dia tidak yakin Anda mengasihinya. Petrus tidak menyalahkan semua perhiasan luar. Akan tetapi dia mengatakan di ayat 4, “tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi.” Disitulah terdapat kecantikan sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Omong-omong, perempuan yang paling cantik dari dalam biasanya juga sangat cantik dari luar, benar? Apakah Anda pernah perhatikan bahwa riasan wajah tidak dapat merubahkan muka yang cemberut? Dan apakah Anda menyadari bahwa riasan tidak bisa meningkatkan kecenderungan yang indah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihat lagi ayat 4, “tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram.” Lemah lembut berarti tenang, penuh damai dan terkontrol. Kata roh berarti temperamen atau perilaku. Wanita tercantik adalah wanita yang lemah lembut, tenang, penuh damai dan yang berprilaku tenang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah kebajikan batin yang harus dikejar wanita dan yang akan memenangkan hati suaminya. Bukan itu saja, perhatikan juga bahwa itu sangat berharga dimata siapa? Di mata Allah, ini sangat berharga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan, kami bersyukur atas saran yang lurus dan benar. Bapak, berkatilah isteri-isteri yang masih memiliki suami yang belum selamat, jadikanlah mereka menjadi apa yang Tuhan inginkan. Berkatilah suami-suami yang isterinya belum percaya, dan jadikanlah suami itu apa yang Tuhan inginkan supaya mereka dapat memenangkan pasangan mereka, dan supaya demi Yesus doa-doa keselamatan mereka tidak terhalang, Amin.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?memenangkan-pasanganmu-yang-tidak-percaya</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000184</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kristus Mati Supaya Kita Bisa Mati dari Dosa]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000185"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+2:21-25" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 2:21-25</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pemelihara jiwamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini kita berada pada akhir bab 2 dimana kita melihat lagi suatu kesaksian caranya Kristus bekerja di dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun bukan itulah yang diutamakan disini pada akhir 1 Petrus 2. Yang diutamakan dalam firman Allah kepada kita adalah tujuan-Nya bagi gereja kita dan apa yang Dia lakukan untuk menjamin tujuan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya harap yang Anda mendengar malam ini dari teks ini adalah sebuah komitmen, yang tak tergoyahkan dan yang menarik dari Tuhan untuk mewujudkan tujuan yang baik-Nya bagi kita. Dan yang saya harap adalah Anda dapat melihat bahwa tujuan-Nya berhubungan dengan caranya orang Kristen memperlakukan orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tiga kali dalam teks ini Petrus mengatakan kepada kita bahwa Kristus mati dan tujuannya Dia mati adalah supaya kita dapat hidup berbeda. Dengan kata lain dia mengatakan bahwa tujuan Allah bagi kita adalah supaya kita sebagai gereja hidup seperti Kristus, yaitu hidup benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia mengatakan tiga kali bahwa komitmen-Nya yang tak tergoyahkan dan menarik untuk mengenapkan tujuan-Nya di dalam kita adalah melalui kematian Anak-Nya. Komitmen-Nya untuk melaksanakan dapat terlihat dalam pengorbanan Anak-Nya supaya itu terjadi. Marilah kita melihat kenyataan-kenyataan berikut ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	“Mengikuti jejak-Nya.” Pertama, di ayat 21, “Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” Secara harfiah, “Kristus juga menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan contoh bagi kamu, supaya kamu perbuat juga apa yang Dia lakukan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Kristus menderita untuk kita. Dia menderita sampai mati, dan semua itu tujuannya supaya kita mengikuti jejak-Nya. Dan kita bisa melihat kuasa Allah dibelakang tujuan itu karena Kristus menderita “untuk kita”. Christ didn't just suffer and die to give us an example. He suffered "for us," that is, in our place, on our behalf. And in suffering "for us" He showed his commitment and God the Father's commitment to bring their purpose for us to pass. Something happened in the death of Christ "for us" that guarantees us to follow in Christ's steps.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus menderita dan mati untuk kita bukan hanya untuk menjadi teladan. Dia menderita “untuk kita”, maksudnya dia menderita di tempat kita, atas nama kita. Dan di dalam penderitaan untuk kita Dia menunjukkan komitmen- Nya dan komitmen Allah Bapa untuk membawa tujuan mereka bagi kita hingga tercapai. Ada sesuatu yang terjadi untuk kita yang menjamin kita akan mengikuti jejak Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuannya adalah supaya kita hidup seperti Kristus. Dan kuasanya adalah kematian pengganti Yesus. Dia mati untuk kita supaya kita menjadi seperti Dia. Dan di dalam hidup seperti Dia termasuk semua perintah-perintah Perjanjian Baru yang ada “saling” didalamnya. Itu sebabnya semua ini adalah dasar untuk memahami sisa surat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. “Mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.” Kedua di ayat 24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Allah terhadap kita dinyatakan seperti ini, “bahwa kita harus mati untuk dosa dan hidup untuk kebenaran.” Dan komitmen Allah supaya itu terlaksana dinyatakan seperti ini, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ajarannya ayat 24 kelihatannya sama seperti ajaran ayat 21, hanya disini diterangkannya lebih mendalam. Petrus menerangkan dengan sangat jelas apa maksudnya ayat 21, “Kristuspun telah menderita untuk kamu.” Maksudnya adalah, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Penderitaan Kristus adalah penderitaan secara fisik disalibkan dan penderitaan secara rohani menanggung hukuman dosa kita dan mati disana. Ini merupakan suatu penggantian. Dia menanggung dosa kita dalam kematian-Nya daripada kita menanggungnya dalam kematian kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini penggenapan dari Yesaya 53:6, “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian.” Yaitu, “Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan di 1 Korintus 15:1, 3, “Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri..... bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci.” ini sama dengan apa yang diterangkan Petrus, “Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya sesuai dengan Yesaya 53:6.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berita terbaik bagi pendosa-pendosa! Dan walaupun konsekuensi dosa-dosa kita yang sedang berlangsung sangat menyakitkan, harapan kehidupan kita dan gereja kita dan keluarga kita adalah, “Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda percaya hal ini? Kita perlu berhenti sebentar disini. Apakah Anda benar percaya hal ini tentang dosa-dosa kita dan dosa-dosa saudara-saudara seiman kita? Implikasi dari ini untuk kita individu masing-masing dan sebagai gereja sangat besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti kita dapat meninggalkan masa lalu itu dengan Allah. Kita dapat mengatakan, “Saya percaya kepadamu Yesus, bahwa semua dosa-dosa saya, semua yang diketahui secara umum dan semua dosa pribadi, semuanya telah diangkat, dan dipikul, diderita dan karena itu telah diambil dari pada saya. Saya tidak menanggungnya lagi, saya tidak memikul rasa bersalah mereka lagi menuju kemasa depan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah hal ini meresap kedalam Anda. Anda tidak perlu lagi membawa dosa-dosa Anda dan merasa terbeban oleh karena itu. Anda tidak perlu lagi bangun dengan perasaan bersalah dan tidur dengan perasaan bersalah. Anda dapat mendasarkan pengharapan Anda kepada komitmen Allah dalam Yesus, “Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya.” Marilah kita melakukan itu sebagai gereja. Dasarkanlah pengharapan Anda kepada hal itu malam ini walaupun Anda hanya menjadi pengunyung gereja kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis terus menerus menuduh Anda bukan orang Kristen yang layak karena ada dosa di masa lalu hidup Anda. Namun Anda sekarang telah diberikan kuasa untuk percaya dan mengaku dosamu dan bertobat dari dosa itu, dan itu kuasa yang sama dari Kristus yang memikul dosa kita di kayu salib yang akan menganugerahkan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi perhatikanlah lagi tujuan Allah dalam kematian Yesus dokayu salib yang menghilangkan dosa di ayat 24, “.....supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.” Ini sama dengan tujuan dari ayat 21, “supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” Mengikuti jejak Yesus sama dengan hidup untuk kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini sangat penting dalam teks ini sehingga kita perlu berhenti sebentar disini. Apakah bagi Anda ini terasa seperti kabar baik yang diberikan dengan tangan satu dan yang diambil lagi dengan tangan lain? Apakah ini kabar baik bahwa makna kayu salib disatu sisi menghilangkan semua perasaan bersalah karena dosa dan disisi lain memberi beban untuk hidup seperti Kristus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disatu sisi penderitaan dan kematian Yesus adalah “bagi kita” dan “memikul dosa kita” yang terasa membebaskan dan suka cita dan penuh harapan. Disisi lain penderitaan dan kematian Yesus diciptakan Allah supaya mereka yang mengikuti jejak Yesus akan hidup penuh kebenaran dan itu memerlukan komitmen Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak alasan mengapa orang-orang merasa ini sangat sukar, mulai dari pemberontakan di dalam hati sampai kenangan yang menyakitkan dari masa lalu sampai kesalahpahaman teologis. Tidak ada waktu untuk menganalisa semua alasan itu. Saya hanya ingin menekankan bahwa tujuan kayu salib untuk membebaskan kita dari kuasa dosa dan juga dari perasaan bersalah berkaitan dengan dosa, tujuan itu tidak mengurangi kabar baik itu, malah membesarkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita dapat mengatakan bahwa itu berita baik jika kematian Kristus membebaskan kita dari perasaan bersalah dosa namun kita masih diperbudak kuasanya? Ini pada dasarnya berarti bahwa kita bisa hidup dalam dosa sama seperti jalan keduniawian, hanya tanpa hukuman. Namun ini juga memperlihatkan bahwa kita hanya mengasihi dosa dan tidak mengasihi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun jika Anda ingin dibebaskan bukan saja dari perasaan bersalah dari dosa namun juga ingin dibebaskan dari kuasa yang memperbudak dari dosa oleh karena kayu salib, maka ayat-ayat ini bukan mengurangi kabar baik itu, malah mereka menambahkannya menjadi kabar yang lebih baik lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dinyatakan di ayat 24 adalah ketika Kristus memikul dosa-dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, Dia bukan saja menjamin penghapusan rasa salah kita, akan tetapi juga membebaskan kita dari perbudakan kita. Kristus memikul dosa-dosa kita di dalam tubuh-Nya supaya kita mati akan dosa dan hidup penuh kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah desain dan tujuan dan komitmen Allah di dalam kayu salib. Mungkin saja Anda memikir ini tawaran saja dan bukan suatu tujuan yang tercapai. Mungkin Anda berpikir bahwa kayu salib itu tidak menjamin sesuatu bagi kita, hanya menawarkan saja sesuatu kepada kita. Coba, perhatikanlah yang berikut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Pernyataan ketiga dan terakhir mengenai tujuan salib dalam teks ini menerangkan hal ini langsung. Ayat 24b mengatakan, ini kutipan Yesaya 53:5, “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini tidak dikatakan, oleh bilur-bilur-Nya kesembuhan ditawarkan. Atau oleh bilur-bilur-Nya kesembuhan mungkin. Tidak, yang dikatakan adalah, “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Dengan kata lain salib itu efektif. Ini mencapaikan apa yang telah direncanakan Allah untuk dicapainya. Salib itu menciptakan orang-orang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus sekarang tidak memikirkan hanya penyembuhan fisik untuk kanker dan artiritis dan sebagainya. Sebenarnya salib itu memang akan mencapai itu dalam kehidupan kita baik disini atau di zaman yang akan datang. Namun bukan itulah yang dipikirkan Petrus disini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia menerangkan di ayat 25 bahwa tujuannya penyembuhan yang terdapat oleh karena penderitaan dan bilur- bilur Kristus adalah penyembuhan rohani, dan bukan saja penyembuhan jasmani. Dan ini memberi keterangan penting kepada apa yang kita telah pelajari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 25, “Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pemelihara jiwamu.” Inilah penyembuhan rohani yang dimaksud Petrus yaitu supaya mereka kembali kepada Guru dan Pemelihara mereka. Jadi disini kita dapatkan pernyataan ketiga tentang rancangan dan tujuan salib itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang pertama di ayat 21 adalah Kristus mati supaya kita dapat mengikuti jejak-Nya. Kedua di ayat 24a Kristus mati supaya kita hidup dalam kebenaran. Ketiga di ayat-ayat 24-25 adalah Kristus mati supaya Dia dapat mengembalikan domba-domba yang sesat (yaitu kita) kepada Gembala yang baik di padang yang berumput hijau.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah itu berita baik yang luar biasa? Saya harap Anda melihat Petrus ingin Anda merasakan ini berita baik karena caranya dia menggambarkan berita salib itu membawa kita kembali kepada Gembala dan bukan kepada Tuan budak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Gembala itu membimbing kita. Dia tidak membiarkan domba itu kesasar terlalu lama. Dia memakai gada dan tongkat jika itu diperlukan. Dia menyediakan dan melindungi. Dan Dia senantiasa mengejar kita dengan kebaikan dan belas kasihan sepanjang umur kita. Dan komitmen-Nya untuk berbuat itu ditandatangani dengan darah Yesus. Inilah Perjanjian Baru yang dimeteraikan dengan darah Perjanjian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita membicarakan satu hal lagi sebelum kita mengakhiri teks ini. Apakah artinya mati terhadap dosa seperti tertulis dalam ayat 24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran?” Mengapa kita harus mati terhadap dosa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini tidak dikatakan Kristus melakukan itu supaya kita bisa masuk sorga. Tidak dikatakan supaya kita dapat mengalami damai sejahtera. Tidak dikatakan supaya kita dapat mengalami kasih. Dia tidak mengorbankan Dirinya terutama untuk alasan-alasan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melakukan itu supaya kita ditransformasikan dari pendosa menjadi orang kudus. Dia melakukan itu untuk merubahkan kita, Dia melakukan itu untuk regenerasi kita. Dia menanggung hukuman supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika firman penyaliban masuk kedalam hati oleh karena kuasa Roh Allah, dan kita sadar akan kenyataan bahwa Allah mengasihi kita sehingga Ia mengambil hidup Anak-Nya supaya kita dipelihara, dilindungi dan dibimbing, pada saat itu kita mati terhadap dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dulu senang berdosa dan percaya dosa dan mengikuti dosa sampai saatnya salib mendampakkan pada kita kasih Allah yang menaklukkan dan mengendalikan kita ketika kita menyimpang; ketika kita berdosa, ketika kita merusak diri di jalan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dia katakan adalah tujuan pekerjaan pengganti Kristus adalah supaya kita menjauhkan diri dari dosa. Yang dikatakannya adalah supaya kita melarikan diri dari dosa dan hidup untuk kebenaran, supaya cara hidup kita berubah menjadi baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mati terhadap tipu daya kuasa dosa yang ingin membujuk kita bahwa masa depan dosa lebih baik dari pada masa depan kebenaran. Yang menyebabkan kita mati terhadap dosa adalah pekerjaan salib yang meyakinkan kita bahwa Allah telah berkomitmen kepada kita sebagai Gembala agung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika salib melepaskan kuasanya di dalam kita, kita mati terhadap dosa. Kita tidak bergantung dan mengikuti dosa seperti dulu, kita hanya ingin menyerap semua kasih Allah yang telah diberkan-Nya kepada kita. Dan kita menyadari keindahan kebenaran di padang rumput Gembala kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak sekali kompromi sekarang dimana-mana, bahkan di gereja-gereja kita juga. Umat Kristen di zaman Petrus tidak mau kompromi. Bagaimana mereka mengatasi karakter dosa mereka? Mereka mengatasi karena mereka memiliki kuasa Kristus dan karena mereka tidak mau kompromi dan akhirnya karena mereka tidak mementingkan hidup mereka di dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Artinya adalah nilai-nilai dunia bukan lagi nilai-nilai Anda, Anda tidak peduli lagi semua harta milik Anda, Anda tidak peduli lagi mencari uang lebih banyak, Anda tidak peduli lagi pendapat orang dan Anda tidak peduli lagi pujian orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mati terhadap dosa berarti semua keinginan yang baru disebut digantikan dengan keinginan untuk mengikuti Allah dengan hidup untuk kebenaran, dimana bukan kita lagi yang dipuaskan melainkan Allah saja yang kita ingin memuaskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup untuk kebenaran berarti menjadi lebih seperti Yesus dalam hidup lebih saleh, dengan hidup mengasihi Allah lebih lagi, dengan hidup mengasihi tetangga kita lebih lagi dan mengampuni orang lain lebih lagi dan memberitakan kepada orang lain tentang Yesus setiap kesempatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang inilah doa kita supaya orang lain bisa melihat kita seperti itu. Orang Kristen mula-mula hidup dalam dunia yang membenci mereka, dan Iblis memakai segala tenaganya untuk mengalahkan mereka, namun mereka tetap mengatasinya. Mereka tidak kehilangan kesaksian mereka dan mereka tidak peduli akan hidup mereka di dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertimbangkanlah tujuan salib untuk hidup Anda malam ini. Rangkullah hal itu dan kembalilah kepada Gembala jiwa Anda. Dan yang dapat kita temukan adalah kemauan dan suka cita semua perintah Perjanjian Baru, dan kuasa untuk gereja kita berkembang. Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kristus-mati-supaya-kita-bisa-mati-dari-dosa</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000185</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tunduklah kepada tuanmu]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000186"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+2:18-21" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 2:18-21</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita melihat masyarakat kita satu-satunya yang dipentingkan orang adalah hak mereka masing-masing. Orang tidak peduli banyak tentang moralitas seksual atau moralitas rohani. Mereka tidak menghargai nilai keluarga dan hubungan dan hanya sedikit orang memahami arti mengasihi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun semua orang membicarakan persamaan hak dan tidak ada orang yang membicarakan pengorbanan diri. Sekarang ada hak wanita, hak anak-anak, hak orang homoseksual, hak mahasiswa bahkan ada hak penjahat. Dan kita memiliki hak karyawan, hak aborsi dan sebagainya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pikiran yang mendasarinya adalah bahwa semua orang sama dan kita semua memiliki hak untuk semuanyadan jika kita tidak mendapatkannya kita akan menuntut dan berjuang untuk hak-hak kita dan kita akan berusaha semaksimal mungkin. Inilah cara dunia untuk melawan dan di dalam tempat pekerjaan kita harus memiliki potensi untuk protes dan menuntut untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah yang kita harus lakukan sebagai orang Kristen? Petrus memberikan kita jawaban Allah yang sangat praktis di dalam ayat-ayat malam ini supaya kita dapat belajar bagaimana Allah ingin kita berperilaku. Dan ini disimpulkan di ayat 18 dimana dikatakan, “tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah perintah Allah ini berlawanan langsung dengan pandangan dunia. Kita sebagai orang Kristen terpisah dari dunia ini dan Allah mengajarkan kita bahwa ini khususnya benar di tempat pekerjaan kita. Dan alasan kuncinya terdapat di ayat 15 yang mengatakan, “Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengatakan bahwa kita perlu hidup tanpa memberontak terhadap majikan kita dan tidak ada tempat untuk menegaskan hak-hak kami. Dan memang banyak orang bodoh akan mengejek dan mengetawakan kita di masyarakat ini. Namun kita harus mementingkan ketaatan dan bersikap tunduk di dunia ini, karena kita akan menyenangkan Allah jika kita bersandar kepada perintah-Nya dan kuasa pemeliharaan-Nya setiap saat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah posisi Allah sepanjang Alkitab. Ketika kita membaca Perjanjian Lama di 1 Samuel entang Raja Daud kita melihat pada waktu dia masih kecil dia sudah diurapi untuk menjadi Raja yang dipilih Allah sendiri. Dia telah memiliki hak yang diberikan Allah untuk menjadi raja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengenai kehidupan Daud kita melihat dia bertumbuh menjadi seorang prajurit yang kuat. Namun perhatikanlah sikapnya terhadap raja Saul. Daud kelihatannya ganteng dan dia memiliki semua kekuatan, dia telah mengalahkan Goliat dan orang Filistin, dan semua perempuan menyanyikan lagu-lagu kepadanya, apa lagi yang dia dapatkan selain dari Kerajaan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun apakah Daud menegaskan haknya? Apakah ia mencoba untuk menggulingkan pemerintahan Raja Saul dengan kekerasan? Apakah dia menggunakan politik dengan memakai kekuatannya di medan tempur untuk meyakinkan masyarakat membiarkan dia menjadi raja langsung? Tidak, dia adalah seorang pria disenangi Tuhan karena dia mengandalkan sepenuhnya pada Tuhan untuk waktu kejadian ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Raja Saul sangat cemburu dan dia mencoba membunuh Daud tiga kali dengan tombaknya sehingga Daud terpaksa melarikan diri. Apakah Anda tahu berapa lamanya ia lari dari Saul? Menurut firman Allah mungkin selama satu tahun setengah dia bersembunyi di padang gurun selama Sual mengejarnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan selama waktu itu Daud diberi kesempatan berkali-kali untuk membunuh Saul seperti yang kita baca di bab</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">24. Orang-orang bersama Daud mengatakan, sesungguhnya orang yang ingin membunuhmu diserahkan kepadamu, bunuh sajalah dia. Namun Daud mengatakan si 1 Samuel 24:6, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Daud ada kesempatan lain seperti di 1 Samuel 26:12 dimana dia bersama Abisai menemukan Saul berbaring tidur ditengah perkemahan. Daripada membunuhnya Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah kepada Saul lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur, karena Tuhan membuat mereka tidur nyenyak.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Daud yang hidupnya selalu terancam orang jahat yang menduduki singgasana yang dia tidak layak, sementara ia berhak menjadi raja. Namun Daud tidak bertindak sendiri, dia menunggu dengan sabar untuk Tuhan menyelesaikan semua hal, dan dia selalu percaya bahwa Tuhan akan membalasnya dan Tuhan juga akan bertindak terhadap Saul.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini teladan indah bagi kita! Tunduklah dengan rendah hati dan janganlah balas dendam sendiri walaupun Anda diperlakukan sangat tidak adil karena Tuhan akan membalas pada waktu-Nya. Anda sebagai orang Kristen adalah anak Allah, dan tidak ada satu orangpun yang dapat menyakiti Anda, namun Allah tahu kita semua perlu melawan kesombongan dan swasembada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dikatakan Yesus di Lukas 6:32-35, “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. 33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang- orang berdosapun berbuat demikian. 34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. 35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang- orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berbuat apa yang dilakukan semua orang lain itu gampang, berbuat apa yang diminta Allah selalu sukar karena jalan Allah bukan jalan manusia. Jalan-Nya lebih tinggi dan tujuan-Nya adalah untuk menumbuhkan kita lebih seperti Yesus supaya kita dapat memuliakan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah marilah kita melihat sebentar kepada keadaan zamannya Petrus ketika dia menulis 1 Petrus. Perbudakan dominan pada waktu itu selagi orang Romawi menaklukkan dunia dan banyak tawanan perang dijadikan budak. Dan budak itu tidak memiliki hak legal dan apapun yang diinginkan majikan diperbolehkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan banyak orang Kristen menjadi budak. Paulus mengatakan di 1 Korintus 1:26-27, “Ingat saja, saudara- saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda mencoba melarikan diri, tuanmu ada hak untuk mengambil nyawamu. Apakah Anda ingat Onesimus yang melarikan diri dari Filemon ke kota Roma langsung ke dalam tangan Paulus? Paulus membawanya kepada Kristus dan megirimkannya kembali langsung. Dan dia menulis suatu surat yang indah yang memohon Filemon untuk menerima kembali Onesimus karena dia telah menjadi orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Paulus tidak merubahkan hubungan tuan-budak itu, dia menegaskan bahwa budak itu harus tunduk kepada tuannya, walaupun sekarang mereka menjadi saudara seiman. Efesus 6:5 mengatakan, “Hai hamba- hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya ini? Artinya adalah Anda harus menjadi karyawan yang loyal dan teliti. Dan ini bukan berarti bahwa Anda hanya bekerja keras selagi majikan ada dan pada saat lain Anda mengabaikan pekerjaan Anda. Tidak, Allah ingin Anda bermotivasi benar, dan bekerja keras selalu karena Anda tahu Allah melihat Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya tempat pekerjaan Anda adalah bidang misi. Anda memiliki panggilan rohani untuk menjangkau orang dimanapun Allah menempatkan Anda. Dan karena itu janganlah memperlihatkan amarah, kesombongan dan egoisme. Kita perlu mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah setiap hari kerja kita dan kita dipanggil untuk memperlihatkan siapakah yang mengontrol kehidupan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda berpikir, “Apa yang harus saya perbuat ketika majikanku tidak adil dan memperlakukan saya buruk?” Kita harus menyadari bahwa inilah jalannya Allah memilih untuk berurusan dengan kita dan karakter kita dan Allah juga akan berurusan dengan majikanmu dengan cara berbeda. Allah ingin supaya kita tunduk, Allah mengajarkan kita untuk merendahkan diri. Allah tidak ingin kita tunduk dengan hati yang memberontak dan menggerutu, tidak, Dia ingin supaya menaati dengan takut dan gentar sama seperti taat kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita rendah hati kita disenangi Allah. Ayat 19 mengatakan, “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.” Ini menyenangkan Allah, lihatlah ayat 20, “20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah motivasi kita untuk bertekun dan menderita? Jika kita dihukum untuk sesuatu kesalahan kita, itu memang sepatutnya dan kita harus bertahan dengan kesabaran. Namun jika Anda berbuat benar dan Anda menderita karena itu dengan penuh kesabaran, itulah sesuatu yang khususnya menyenangkan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah baik-baik, lebih penting bagi Tuhan Anda mempertahankan kesaksian Kristen yang setia dengan cara Anda tunduk daripada berjuang untuk hak-hak Anda. Lebih penting bagi Anda untuk memperlihatkan kasih kepada Allah daripada mendapat kenaikan gaji. Apakah yang menyenangkan Allah? Ini adalah ketika Anda menanggung penderitaan yang datang ketika Anda menderita secara tidak adil. Itulah yang menyenangkan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita menerima kesukaran dunia dan perlakuan tidak adil dengan penuh iman kepada-Nya, itu menjadi kesaksian yang luar biasa dan itu menyenangkan Allah. Dan apa yang dilakukan Allah? Dia memberkati kita dan Dia tidak akan melupakannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah apa yang dikatakan Matius 5:11-12, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengarkanlah apa yang dikatakan Petrus beberapa ayat lagi di 1 Petrus 3:14, “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.” Jadi walaupun mereka menghajar Anda karena apa yang Anda perbuat adalah benar dan mulia dan sangat baik, Anda diberkati Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih penting untuk tunduk kepada Allah dalam semua hal dan biarkan Dia mengontrol kehidupan Anda daripada memprotes majikan Anda karena dia tidak adil dengan tindakan mogok atau berpartisipasi dalam gugatan. Tidak penting Anda dapat kenaikan gaji kalau dengan protes kesaksian Anda bagi Allah hilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang Anda dapat memotong pemberkatan Anda dengan membalas dendam dan mengancam dan menggugat dan Anda mungkin berhasil mendapatkan penghargaan duniawi, namun Anda akan kehilangan apa yang akan diberikan Allah di surga nanti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membalas dendam dan menuntut hakmu, perilaku Anda mengatakan kepada dunia janji-janji Allah tidak ada artinya. Saya ingin mendapatkan semuanya sekarang dengan uasaha sendiri. Kesaksian Anda mengatakan bahwa Anda tidak terpisah untuk Tuhan melainkan Anda sama saja dengan semua orang lain terhilang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Timotius 3:12 mengatakan, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” Semua orang yang tidak percaya dipengaruhi Setan untuk selalu menyerang Anda dengan tipu daya. Dan untuk semuanya yang diciptakan Allah untuk kebaikan Setan akan memiliki sesuatu yang kelihatannya sama tapi palsu yang menipu dan menghancurkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba bandingkanlah Kristus dengan anti-kristus dari Setan, dan bandingkanlah pastor /guru yang ilahi dengan guru-guru palsu dimana-mana, dan bandingkanlah pernikahan kudus yang didirikan Allah dengan hubungan sesama jenis yang didirikan manusia, dan bandingkanlah penyelamatan anak yang belum lahir dengan menghilangkan ketidaknyamanan atau hak-hak yang sama seorang wanita dan bandingkanlah semua kebohongan dunia yang menjanji kebahagiaan dengan janji-janji Allah untuk suka cita abadi.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 30 May 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?tunduklah-kepada-tuanmu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000186</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Membungkamkan Orang-Orang Bodoh]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000187"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+2:13-17" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 2:13-17</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang diperhatikan orang yang tidak percaya ketika dia mendengar tentang Kekristenan? Apakah yang akan menarik perhatiannya pada saat dia mendengar suatu kesaksian? Apakah yang akan menyentuh hatinya untuk mau mencari tahu lebih banyak lagi tentang Kristus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang diingat orang mungkin samar-samar intinya kesaksian Anda, namun yang menarik dia lebih dekat kepada Yesus adalah bagaimana Anda setiap hari, caranya Anda memedulikan orang lian, caranya Anda menepati janji Anda, caranya isteri dan anak Anda diperlakukan dan caranya Anda memperlihatkan bahwa Allah paling penting di dalam kehidupan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengajarkan kita untuk hidup seperti itu, dia mengajar kita untuk berbuat baik di mata Tuhan, dia mengajarkan kita untuk hidup sesuai dengan semua peraturan negara, setuju atau tidak dan meskipun kita tidak disukai dan malah dianiaya orang-orang disekitar kita dan oleh mereka yang bertanggungjawab.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mendengarkan 1 Petrus 2:13-17, “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. 16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat pokok bagain firman Tuhan sebenarnya adalah ayat 15, “Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.” Allah memanggil kita untuk menjalani hidup yang diatas celaan, yang diatas kritik dan yang diatas malu apapun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Caranya Anda hidup sebagai orang Kristen adalah bukti terbesar dari kuasa injil yang mentransformasikan. Inilah sumber kekuatan kesaksian kami. Jadi jika seseorang mengabarkan injil kepada orang lain sudah ada fondasi yang terlihat dalam hidup orang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus mengajarkan kita hal itu dengan tiga cara. Pertama dia mengatakan di ayat 11-12 bahwa kita perlu menyadari bahwa kita orang asing dan perantau di masyarakat ini. Dan sekarang di ayat-ayat 13-17 dia mengatakan bahwa walaupun kita pendatang dan perantau kita tetap menjadi warga negara dan karena itu harus berlaku sesuai dengan kenyataan itu. Dan ketiga nanti di ayat-auat 18-20 dia mengajarkan kita bahwa kita adalah hamba-hamba Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi caranya kita hidup akan menentukan apakah kita akan membawa orang kepada Kristus atau apakah kita menjadi bahan bakar untuk kritik. Banyak pemimpin Kekristenan masa kini hidup sedemikian rupa sehingga fungsi mereka sebagai warga negara yang menyebabkan orang untuk meragukan nama Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah membicarakan ide bahwa kita orang asing yang hidup di dunia ini namun tahu bahwa kita hanya melawati saja dan fokus kita bukan hal-hal duniawi yang sementara namun kita menantikan hidup bersama Allah untuk selamanya. Itulah sebabnya kasih sayang kita yang sebenarnya adalah pada hal-hal di atas dan tidak hal- hal di bumi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi sekarang kita harus mengerti bahwa untuk waktu ini kita masih warga negara dalam dunia ini. Ada bahaya kita tidak peduli lagi akan dunia ini dimana kita masih hidup. Jadi Petrus mengatakan di ayat 13, “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Baru beberapa minggu yang lalu kita membaca tentang kelompok Kristen militan Hutaree di Adrian, Michigan yang menamakan diri mereka prajurit Kristen yang merencanakan untuk membunuh polisi. Ini contoh ekstrim dari orang-orang yang memanggil diri mereka orang Kristen tapi melawan hukum sipil dan melanggar standar kewarganegaraan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka melakukan itu atas nama Kekristenan dan atas nama Allah. Kita tahu Quran mengizinkan orang Islam untuk jihad melawan orang kafir dalam keadaan tertentu dan mereka melakukan itu atas nama allah mereka. Jadi marilah kita menyelidiki hal ini dan melihat apa yang dikatakan firman Tuhan tentang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cukup sulit mengetahui bahwa sebagai seorang Kristen kita berperang dengan daging kita sendiri dan kita tahu juga bahwa kita tidak dapat mengasihi hal-hal dunia ini karena yang diutamakan adalah janji-janji Allah untuk kita. Ditambah itu kita harus menjadi penduduk baik walaupun kita hidup dalam masyarakat yang membenci Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari saya memberikan Anda sedikit latar belakang orang-orang Kristen yang dituliskan Petrus saat itu. Di waktu gereja mula-mula, orang-orang Yahudi sudah dibenci umumnya dan orang Kristen dipandang sebagai sekte orang Yahudi. Dan mereka difitnah dan dituduh memberontak terhadap Roma.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mereka bahkan menuduh orang Kristen kanibalisme berdasarkan salahpengertian Yohanes 6:53, “Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Dan perkataan Paulus di 1 Korintus 11:27 yang mengatakan “barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan,” menambahkan kepada salahpengertian itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gereja mula-mula bukan hanya mengalami tantangan dunia umum namun juga tantangan dari orang-orang yang membenci Kekristenan. Jadi disini Petrus mengajarkan kita bahwa satu-satunya cara untuk menyangkal tuduhan itu adalah hidup beribadah untuk membuktikan bahwa semua tuduhan itu salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dunia sekarang masih saja bermusuhan dengan Kekristenan. Orang-orang masih benci Allah dan menolak Kristus. Dan tantangan bagi kita sebagai orang Kristen adalah tetap supaya cara hidup kita diatas standar dunia supaya kita dapat mempengaruhi orang-orang untuk Kristus dengan caranya kita hidup dan mengasihi. Inilah pada intinya pengabaran injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita melihat lagi kata-kata ayat 13, “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia.” Artinya ‘tunduklah’ adalah berserah dan taat kepada apa? Kepada semua lembaga manusia! Inilah perintah Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa hal itu demikian? Apakah kita dilarang membela diri jika kita diserang oleh penuduh yang tidak bertanggung jawab dan bodoh dan jahat di pemerintah? Mengapa kita dilarang untuk membalas dendam? Allah disini mengatakan tidak, karena kita tidak bertanggung jawab kepada pemerintah manusia melainkan hanya kepada Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah ingin kita bersikap rendah hati, Dia ingin kita menunjukkan kebajikan, Dia ingin kita memperlihatkan kasih kepada masyarakat dan Dia ingin supaya kita mencari damai. Kita harus mematuhi semua peraturan dan hormati semua otoritas walaupun kita berpikir mereka salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sikap tunduk dan kerendahan hati di zaman orang-orang Kristen awal adalah suatu sikap yang dipandang rendah, itu menandai orang itu pengecut dan lemah, dan tidak ada orang yang kuat akan pernah berpikir menjadi tunduk atau rendah hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi ajaran ini seringkali terdapat di dalam Perjanjian Lama. Lihatlah Amsal 24:21-22, “Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja; jangan melawan terhadap kedua-duanya. 22 Karena dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana, dan siapa mengetahui kehancuran yang didatangkan mereka?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Yeremia 29:4-7, “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: 5 Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; 6 ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! 7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini orang Yahudi hidup dalam penangkaran, di dalam masyarakat yang tidak percaya, dan Allah mengatakan supaya hidup dan bekerja dan kawin dsb. Akan tetapi mereka harus mengusahakan kesejahteraan kota dan ditambahkan lagi untuk berdoa kepada Allah untuk mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tidak setuju dengan apa yang dilakukan pemerintah disini atau di Indonesia? Apakah ajaran Tuhan tentang soal ini? Kita diajarkan hidup dan menanam kebun dan mengawinkan anak-anak dan mencari kesejahteraan pemerintah kita dan berdoa kepada Tuhan untuk kesejahteraan kedua pemerintah ini dan Allah mengatakan kita akan mendapat kedamaian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Prinsipnya ini, jika Anda berada di dalam negara asing, cobalah sekuat mungkin untuk mencari kesejahteraan negara itu dengan mengikuti semua peraturan dan berdoa untuk mereka supaya Anda sendiri diberkati sambil menyadari bahwa Allah memiliki rencana bagi Anda yang jauh lebih luas dari pada negara yang Anda diami sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak protes dari orang Kristen dan tindakan pembangkangan sipil dan banyak lagi pelanggaran hukum sampai ada orang Kristen yang menolak membayar pajak dan malah mencoba menjatuhkan pemerintah. Allah mengajarkan kita disini bahwa itu dilarang, dan daripada itu kita harus sendiri tunduk.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diajarkan di Roma 13:1, “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” Tiap orang termasuk Anda juga. Setiap orang yang melawan otoritas pada akhirnya melawan Allah sendiri dan pasti ada hukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda mengatakan, iya namun Anda tidak pernah mengalami kehidupan dalam keadaan seperti kita alami di Indonesia dimana orang Kristen adalah minoritas yang dilecehkan. Nah keadaan waktu itu sama seperti itu namun kadang jauh lebih buruk. Apakah Anda tahu di waktu Yesus banyak anak perempuan dibiarkan tenggelam jika orang tuanya tidak mau menerima mereka, dimana dosa seksual merajalela dan dimana homoseksualitas bahkan dipraktekkan oleh para kaisar sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat lagi ayat 13, “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia.” Kita tunduk karena Allah yang menciptakan dan mendirikan otoritas. Dan hal dasar adalah ketaatan. Dan belajar ketaatan mulai dengan menaati hukum-hukum negara yang sederhana yang gampang dimengerti. Sesudah itu barulah kita bisa belajar hal-hal Tuhan yang sukar untuk dimengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana kita dapat dipakai Allah jika kita belum belajar untuk menaati polisi lokal atau hukum pajak lokal? Sebagai orang Indonesia kita sudah terbiasa mengambil jalan pintas dalam menghindari undang-undang yang ada sehingga kami bangga jika kita menemukan jalan keluar dalam hukum dimana kita tidak perlu menaatinya. Namun Allah mengatakan disini untuk mengikuti semua hukum walaupun kita tahu jalan pintas dan walaupun hukum itu bagi kita tidak adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tahukan Anda bahwa sikap tidak mematuhi itu tumpah ke dalam hidup kita sehari-hari. Sama seperti orang suka mencari paspor palsu dengan identitas baru, sikap tidak jujur seperti itu dipakai juga dalam hal tidak mematuhi perintah dan hukum Allah. Perintah Allah dianggap sepele dan tidak ditaati seenaknya tanpa takut konsekuennya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Iblis senang sekali jika kita meremehkan hukum dan perintah Allah. Berapa banyak diantara kita mengikuti semua yang diajarkan Allah hari Minggu? Sebelum saya menjadi Kristen semua khotbah khotbah masuk satu kuping dan langsung keluar yang lain. Berapa banyak diantara kalian sama sekali melupakan Allah selama minggu ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah itu baik dan mengasihi namun Dia memperingati kita bahwa selalu ada konsekuen dari segala perbuatan kita. Bagaimana seseorang menjadi terasing dari Allah? Ini tidak terjadi secara instan, tidak ini suatu proses yang mulai dengan meremehkan firman Allah, tidak lama lagi Anda jarang membuka firman dan tidak lama kemudian wktu berdoa berkurang sehingga pada akhirnya Anda jauh dari Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang mengatakan mereka tidak merasa jauh dari Tuhan walaupun mereka sering melawan kehendak Allah. Roh Kudus akan menjadi hati nurani Anda dan memperingatkan Anda tentang bahaya rohani, seperti di katakan di Roma 8:16, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi ketika Anda terus-menerus menolak Roh Kudus, hati nurani Anda akan menjadi tumpul, seperti tertulis di KPR 7:51, “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.” Dan buktinya masih banyak orang Yahudi yang tidak percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemerintah sipil adalah sesuatu alat yang didirikan Allah untuk mewakili Allah dan untuk menguji ketaatan kita terhadap Allah. Pemerintah tidak memiliki warga negaranya sendiri, atau harta milik mereka, atau akal budi mereka dan tubuh mereka, tidak, semua ini adalah milik Allah pencipta mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita perlu merendahkan diri dan tunduk kepada segala lembaga manusia. Dan kita bisa melihat teladan terbaik tentang hal itu di dalam Yesus Kristus sendiri. Beberapa ayat setelah ayat-ayat pokok hari ini tertulis di 1 Petrus 2:21, “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus yang adalah Allah membiarkan dirinya diperlakukan seperti budak yang paling rendah di dalam keadaan yang sukar sekali seperti yang kita baca di 1 Petrus 2:23, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus disalibkan dibawah dua otoritas, Yahudi dan Romawi. Ia hidup di bawah peraturan yang tidak adil seluruh kehidupan-Nya namun Dia tidak pernah menyerang pemerintah. Dia tidak pernah menyerang mereka yang berotoritas, Dia tidak memimpin protes, Dia tidak pernah demonstrasi, Dia tidak pernah protes meskipun mereka melanggar hukum mereka sendiri di pengadilan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita ingin menaati otoritas karena itulah yang dilakukan Yesus dan Dia dihormati jika orang tahu bahwa Dia adalah alasannya kita menjadi jujur, mengasihi dan orang yang ingin berdamai. Alasannya kita taat adalah karena itulah yang diajarkan Roh Kudus di dalam kita dan dengan hidup benar kita menjadi teladan baik bagi mereka yang masih belum percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya pada saat pemerintah minta kita berbuat sesuatu yang berlawanan perintah Allah kita dapat menentang hukum negara. Jika hukum melarang saya berkhotbah, saya tetap akan berkhotbah. Dan jika mereka datang untuk menangkap saya, saya tidak akan melawan, saya akan ikut mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Peperangan ini bukan peperangan jasmani melainkan peperangan rohani. Dengarkanlah 2 Korintus 10:3-4, “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Senjata kita adalah kehidupan sesuai Firman Allah. Harapan saya adalah supaya ribuan orang mau pergi ke daerah downtown dan di semua daerah lain di dunia dan hidup saleh memberi teladan baik. Saya harap jutaan orang mau berlutut dan berdoa kepada Allah yang kudus supaya Dia menyediakan kuasa untuk mengalahkan dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tolonglah kita untuk menjadi orang yang memproklamirkan kebenaran supaya kita dapat melihat masyarakat ini berubah, bukan karena hukum dirubahkan oleh cara berpolitik akan tetapi karena orang di transformasikan oleh kuasa injil. Tolonglah Tuhan supaya kita menjadi orang-orang yang Engkau ingin kita menjadi, Amin.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 16 May 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?membungkamkan-orang-orang-bodoh</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000187</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ibu yang menderita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000188"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+10:28-31" target="_blank" class="imCssLink">Matius 10:28-31</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang ibu meninggal dengan bayinya waktu duduk bersama suaminya di sebuah Cessna 185 bermesin tunggal diatas hutan Peru Sembilan tahun yang lalu. Angkatan Udara Peru mengira pesawat misionaris untuk sebuah pesawat obat dan melepaskan tembakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misionaris Veronica Bowers berumur 35, sedang memegang Charity putri berusia tujuh bulan di pangkuannya di belakang pilot MAF Kevin Donaldson. Bersama mereka suaminya Veronica bernama Jim dan Cory putra berusia enam tahun. Kaki pilot ditembak dan ia memasukkan pesawat ke dalam menyelam darurat dan luar biasa sanggup mendarat di sebuah sungai di mana ia tenggelam sesaat setelah mereka semua keluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Satu peluru melewati kepala Jim dan membuat lubang di kaca depan. Dan satu peluru lain menembus punggung Veronica dan berhenti di dalam bayinya, membunuh mereka berdua. Bagaimana Anda menangani kemunduran, kekecewaan, penganiayaan, sakit hati, bencana itu, yaitu takdir pahit hidup Anda? Dan saya menanyakan khususnya ibu-ibu karena menjadi ibu itu adalah panggilan untuk menderita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus memilih suatu perumpamaan penderitaan yang diikuti suka cita, Dia mengatakan di Yohanes 16:21, “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi ibu adalah panggilan untuk menderita. Bukan saja pada permulaan hidup, namun juga pada akhir hidup. Simeon mengatakan kepada Maria di Lukas 2:34-35, “Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibu menderita pada saat anak itu lahir. Ibu menderita pada saat anak-anak meninggalkan mereka dan menikah atau pergi ke tempat jauh di ladang misi. Ibu menderita saat anaknya meninggal. Dan ibu menderita ketika anaknya melakukan sesuatu yang bodoh seperti di Amsal 10:1, “Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi ibu itu adalah panggilan untuk menderita. Ya benar, menjadi ibu itu lebih dari itu, akan tetapi tidak kurang. Jadi apakah yang kita harus perbuat? Apakah kita mengikuti “teologi terbuka” untuk menangani kekecewaan dan sakit hati atau bencana hidup?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan mengikuti ajaran satu penulis popular, “Ketika seseorang menyakiti orang lain, janganlah kita cari “tujuan Tuhan “ dalam hal itu. Orang Kristen sering membicarakan “maksud Allah” ditengah tragedy yang disebabkan orang lain. Namun saya menganggap ini hanya suatu cara berpikir saleh yang bingung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, menurut mereka Allah tidak memiliki tujuan khusus saat Roni dan Charity Bowers diambil dan Jim bersama Cory ditinggalkan. Apakah semua kata-kata Elisabeth Elliot dan Steve Saint dan Jim Bowers pada upacara pemakaman Roni hanya “suatu cara berpikir saleh yang bingung”, dan bukan dasar benar untuk penghiburan dan kekuatan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya akan cerita apa yang mereka katakan sebentar lagi. Namun ssaya ingin memberikan Anda suatu dasar Alkitabiah sebelumnya, karena pada akhirnya bukan kesaksian manusia yang akan menyelesaikan ini, akan tetapi kesaksian Allah di Firman Tuhan melalui Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertimbangkanlah dua ayat dari Firman Tuhan, yang satu dari Mazmur dan yang lain dari Injil Matius. Di Mazmur 105 kita mendapatkan suatu penterjemahan ilahi dari kisah Perjanjian Lama, yaitu kisah Israel yang pergi ke Mesir dan didahului Yusuf, yang telah dijual menjadi budak oleh saudara-saudaranya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita belajar dua hal yang sangat penting dari ayat-ayat 16-17, “Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, 17 diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.” Perhatikanlah dua hal: pemerintahan Allah atas bencana alam, dan pemerintahan Allah atas tindakan berdosa manusia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini dikatakan “Allah mendatangkan kelaparan”, yaitu suatu bencana alam datang kepada dunia. Dan dikatakan, Allah “mengutus seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.” Perbuatan saudara-saudaranya adalah dosa,namun dalam perbuatan dosa mereka Allah memiliki tujuan, sehingga si Pemazmur memanggil dosa mereka utusan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama seperti dikatakan di Kejadian 50:20 ketika Yusuf berbicara kepada saudara-saudaranya, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Ketika tertulis, “Allah mereka-rekakan” maksudnya lebih dari itu, “Allah memakainya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini adalah percis sebaliknya apa yang diajarkan “teologia terbuka.” Allah ada tujuan-Nya yang baik, maksud baik dan arti baik dalam penderitaan yang disebabkan orang lain. Dan kita boleh dan harus mendapatkan penghiburan besar dari kebaikan berdaulat ini dalam kemunduran, kekecewaan, penganiayaan, sakit hati dan bencana itu, yaitu takdir pahit kehidupan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertimbangkanlah kata-kata Yesus mengapa calon misionaris janganlah takut pergi ketempat-tempat yang sukar dan bahaya, dan mengapa ibu-ibu janganlah takut melepaskan anak-anak mereka bahkan mengantar mereka. Di Matius 10:28-31 Yesus mempersiapkan murid-muris-Nya supaya mereka siap menderita:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah tiga hal. Pertama, Yesus tahu bahwa ada orang yang akan membunuh tubuh para misionari. Itu akan terjadi. Namun Dia mengatakan di ayat 28, “janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, Dia mengatakan bahwa kita tidak usah takut permusuhan ini karena tidak ada seekorpun burung pipit akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan Anda, murid-murid-Nya, jauh lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Jadi kemungkinannya Anda ditembak dari langit jauh berkurang selain dari kehendak Allah. Allah berkuasa atas penerbangan burung pipit, dan Allah berkuasa atas penerbangan panah dan peluru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah dasarnya setiap kisah Alkitab tentang kemenangan Allah. Amsal 21:31 mengatakan, “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan.” Karena segala sesuatu yang terjadi termasuk penerbangan burung dan penerbangan panah dan penerbangan peluru semuanya milik Allah. Inilah fondasi kokh untuk penghiburan kita ditengah bencana: yaitu kebaikan berdaulat Allah bagi semua yang percaya Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang dengarkanlah kesaksian suami Roni Bowers pada upacara pemakaman isterinya dan juga kata-kata Steve Saint dan Elisabeth Elliot. Kesaksian-kesaksian ini tidak menambahkan otoritas Alkitab. Akan tetapi mereka memperlihatkan kuasa Firman Tuhan untuk memelihara orang dengan cara yang berbeda sekali dari penghiburan “teologia terbuka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Jim Bowers berdiri di hadapan duabelas ratus orang di gereja Calvary di Fruitport, Michigan dan berkata, “Yang terpenting, aku ingin mengucap syukur kepada Allahku. Dia Allah yang berdaulat. Saya sekarang mulai mengerti hal ini lebih baik. Apakah benar ini rencana Allah bagi Roni dan Charity; dan rencana Allah bagi Cory dan saya dan keluarga saya? Saya ingin menceritakan mengapa saya percaya hal ini, mengapa saya mulai percaya ini benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu dia memberikan daftar panjang peristiwa-peristiwa yang tidak mungkin di dalam dan setelah penembakan itu, dan dia menyinggung Allah mengirim Anak-Nya di kayu salib. Disini ada beberapa kalimat kunci yang hanya akan dimengerti mereka yang percaya kepada kepedulian Allah yang berdaulat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, “Roni dan Charity dibunuh instan dengan peluru yang sama. Apakah itu menurut Anda sebuah peluru nyasar? Dan itu tidak sampai kepada pilotnya Kevin yang berada di depan Charity, itu peluru tinggal di Charity. Itu peluru berdaulat...”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia membicarakan pengampunan dosanya terhadap mereka yang menembak kapal terbangnya. “Bagaimana saya dapat menolak,” ujarnya, “karena Allah telah mengampuni segala dosaku?” Setelah itu ia menambahkan, “orang itu hanya dipakai Tuhan. Terserah Anda percaya atau tidak, saya percaya hal itu. Mereka dipakai Dia, Allah untuk mencapai tujuan-Nya dalam hal ini. Dan tujuan-Nya mungkin sama dengan prajurit Romawi yang dipakai Tuhan untuk menyalibkan Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Steve Saint ada di upacara pemakaman itu. Di tahun 1956, ketika Steve masih kanak-kanak, ayahnya ditombak mati oleh orang Indian Auca dari Ekuador. Steve datang kepdaa microfone dan melihat kebawah kepada Cory, anak enam tahun yang ibunya dan saudara telah terbunuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cory, namaku adalah Steve. Tahukah Anda? Dulu ketika saya hampir sama besarnya, saya sedang rapat sama seperti ini. Saya duduk disitu dan sebenarnya saya tidak mengerti banyak.. Namun tahukan Anda, saya sekarang mengerti semuanya lebih baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Banyak orang dewasa memakai suatu perkataan yang saya tidak mengerti. Mereka memakai satu perkataan yang dipanggil tragedi. Tetapi tahukah Anda, sekarang saya sudah tua dan mereka mengatakan, “Ah masih ingat waktu tragedi itu terjadi dulu? Cary, saya tahu sekarang bahwa mereka salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ayah saya, menjadi pilot sama seperti yang Anda namakan Paman Kevin, dan empat dari temannya yang paling baik baru dikuburkan di hutan, dan ibu saya mengatakan bahwa ayah saya tidak akan pulang lagi selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibu saya tidak sedih sekali. Jadi saya menanyakannya, “kemana ayahku pergi?” Dan dia jawab, “Dia hidup bersama Yesus. Dan tahukah Anda, ibu dan bapak saya sudah berkali–kali mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin pergi dan hidup disana. Jadi, saya pikir, bukankah ini baik bahwa Bapak bisa pergi lebih duluan dari pada kita? Dan tahukah Anda? Pada waktu orang-orang mengatakan, “ini suatu tragedi,” saya tahu mereka salah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu Steve Saint melihat kepada duabelas ratus orang itu dan dia menjelaskan perbedaannya dunia yang tidak percaya dan pengikut-pengikut Yesus. Dia mengatakan, “Bagi mereka rasa sakit adalah fundamental dan sukacita adalah dangkal karena tidak akan bertahan. Bagi kita, rasa sakit itu dangkal dan suka cita itu fundamental.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa hal-hal terjadi? Martir dipakai Allah untuk membawa kemuliaan kepada-Nya. Kelima misionaris memiliki senjata di dalam kamp mereka, namun mereka tidak memakainya untuk berperang dengan orang Indian itu. Ketika orang Auca Indian mendekati mereka dengan tombak mereka, mereka tidak menembak dengan senjata mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tahu jika mereka menembak orang Indian itu, kemungkinan besar mereka menyelamatkan nyawa mereka. Akan tetapi mereka tidak akan dapat mengajarkan orang Auca itu tentang Yesus. Jadi mereka memilih untuk dibunuh, untuk memberi kesempatan lain kepada orang Auca untuk menjadi Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Auca selalu mengingat kelima orang kulit pitih yang aneh itu yang begitu baik terhadap mereka dan tidak pernah mencoba untuk membunuh mereka. Jadi setahun kemudian ketika lebih banyak misionaris mencoba berbicara tentang Yesus dengan orang Auca itu, mereka sedia untuk mendengar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa orang yang menolong membunuh Jim bersama teman-temannya dengan tombak sekarang menjadi Kristen. Satu diantara mereka memberikan kesaksiannya di suatu rapat. Dia menghitung memakai jarinya dan mengatakan, “Saya telah membunuh 12 orang dengan tombak saya! NAmun saya melakukan itu pada saat hatiku hitam. Sekarang darah Yesus telah membersihkan hatiku, supaya hidup saya berubah.” Kasih Allah telah merubahkan hidupnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akhirnya, saya ingin memberitahu apakah yang dikatakan Elisabeth Elliot kepada keluarga itu. Kita sering ingin tahu apakah Allah lakukan sekarang, dan tentunya, kita tahu Allah tidak pernah berbuat salah. Dia tahu dengan tepat apa yang Dia kerjakan, dan penderitaan tidak pernah sia-sia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus mengatakan hal itu dengan baik di 2 Timotius 1:8-9, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil- Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia memberikan kepada Anda, Jim, cawan penderitaan yang dapat Anda bagikan kepada Tuhan Yesus yang mengatakan di Yohanes 18:11, “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengakhiri dengan sebuah sajak dari Martha Snell Nicholson, “Saya berdiri seorang pengemis Allah di hadapan tahkta kerajaan-Nya dan memohon Dia untuk satu hadiah tak ternilai, yang saya dapat memilikinya. Saya mengambil hadiah itu dari tangan-Nya, namun saat saya mau pergi saya menangis, “Oh Tuhan inilah duri dan telah menusuk hatiku. Ini suatu hadiah aneh yang menyakitkan yang Engkau telah berikan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan, “Anakku, saya memberikan hadiah baik dan yang terbaik telah diberikan kepadamu.” Saya mengambilnya pulang dan pada permulaannya memikir duri kejam itu menyakitkan, tapi selama tahun-tahun panjang berlalu saya belajar mengasihinya semakin banyak. Saya belajar Dia tidak pernah memberikan duri tanpa adanya anugerah tambahan, Dia mengambil duri itu untuk membuka cadar yang menyembunyikan wajah-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika ini memerlukan duri untuk membukakan cadar itu, jika ini memerlukan kekecewaan dan kehilangan dan sakit hati dan bencana dan pengalaman pahit, maka kemudian demi Kristus, dan demi sukacita kita melihat dan berada bersama-Nya, biarkan ia datang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa banyak ibu-ibu yang Anda mengenal sedang menderita? Berapa banyak ibu yang menderita atas anak-anak mereka ketika mereka menolak Tuhan atau kawin orang bukan Kristen? Berapa banyak ibu menderita ketika mereka dilupakan anak-anaknya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dia lakukan adalah bagian rencana Allah dalam membesarkan Anda sehingga Anda menjadi orang percaya sekarang. Tidak masalah berapa banyak jalan putar diambil untuk sampai disini atau berapa lama Anda melupakan Allah dan betapa banyaknya dosa-dosa Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda ada disini karena rencana Allah bagi kamu sebelum dunia dijadikan dimana Dia memilih Anda dan memilih ibu Anda juga. Ampunilah dia jika Anda tidak dibesarkan sesuai harapan Anda dan itu juga juga sebagian dari kuasa pemeliharaan Allah juga, karena Allah tahu masih banyak yang Anda perlu belajar tentang pengampunan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ucapkan terimakasih kepada dia untuk semua doa-doa yang dia doakan tahun-tahun ini, dan betapa lamanya dia kuatir bagi Anda dan semua pengorbanan yang diberikannya yang tidak dihargai Anda. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Berterimakasih kepada dia karena dia percaya bahwa pada suatu hari Anda akan merespon kepada panggilan Tuhan dalam hidupmu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun diatas segalanya bersyukurlah kepada Allah sendiri untuk memelihara ibumu, untuk mengatur semua hal yang terjadi kepada Anda untuk kebaikan Anda dan untuk kemuliaan-Nya. Pada saatnya terjadi Anda kecewa dan marah dan hanya sekarang setelah faktanya sudah berlalu lama Anda menyadari tangan Tuhan melindungi ibu Anda dan Anda sepanjang jalan. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 09 May 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?ibu-yang-menderita</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000188</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa dan sepenuh akal budimu]]></title>
			<author><![CDATA[Pudjo Sudibjo]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000189"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Exodus+20:3-6,Matthew+22:37" target="_blank" class="imCssLink">Keluaran 20:3-6, Matius 22:37</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, dalam kitab Keluaran 20:3-5a, kita membaca bahwa setelah Tuhan Allah mengeluarkan dan membebaskan umat Israel dari tanah Mesir, di atas gunung Sinai, Tuhan Allah berfirman kepada Musa, menyatakan perasaan serta kehendakNya demikian:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan Ku, 4 jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, inti dari firman Tuhan tadi adalah: “Jangan ada padamu illah lain dan jangan menyembah dia!”, atau kalau dengan kata lain, “jangan menyembah berhala!” Saudara, kata ‘berhala’ atau ‘illah lain’ seringkali diberi makna atau diartikan secara berbeda-beda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya, berhala atau illah lain ini diartikan sebagai patung-patung yg disembah. Di dalam Perjanjian Lama, kita dapat menemukan berbagai macam berhala; ada patung lembu, patung dewa, bahkan ada patung seorang raja yang dijadikan berhala yang disembah-sembah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biasanya, patung-patung ini selalu dibuat dari logam mulia, atau setidaknya dilapisi pakai logam mulia, seperti emas dan sebagainya. Selain patung-patung, ada juga bentuk-bentuk berhala yang lain. Misalnya di Indonesia ada pohon besar yang disakralkan dan disembah. Pohon ini di beri sesajen (persembahan) dalam bentuk bunga2an lima macam, masih ditambah dengan membakar kemenyan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disamping pohon, ada lagi jenis berhala yang lain. Senjata-senjata yang dianggap sakti dan disakralkan, atau yang dalam bahasa Jawa sering di sebut ‘tosan aji’, seperti: keris, tombak, dan pedang. Senjata-senjata ini harus diberi sesaji, dimandikan dan disembah-sembah serta dimintai perlindungan. Tanpa sengaja senjata-senjata ini kemudian menjadi illah yg diberhalakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lain lagi dengan penyembahan berhala yang dilakukan oleh suku primitif yang berdiam di pedalaman hutan Amazon. Setiap anggota suku primitif ini, selalu membawa sebuah kantong kain kecil yang diikatkan pada pinggangnya, dan di dalam kantong itu tersimpan sebuah patung kecil dari tembaga yang dianggap sebagai illah serta jimat mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, walaupun kantong kecil yang berisi jimat tadi tidak pernah lepas dari pinggang mereka, dan selalu dibawa-bawa kemanapun mereka pergi, benda jimat yang diillahkan itu, seringkali berhari-hari, berminggu- minggu, bahkan berbulan-bulan, dibiarkan saja menggelantung di pinggang, tanpa disentuh sama sekali. Selama semua permasalahan dan persoalan dalam hidup ini masih bisa diselesaikan dengan baik degan menggunakan kemampuan diri sendiri, kantong tadi tidak pernah diusik dan disentuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nanti, ketika hidup ini harus menghadapi berbagai permasalahan dan bencana yang tak teratasi, atau ketika ada permintaan istimewa yg dirasakan tidak mampu untuk dicapai dgn mengandalkan kemampuan diri sendiri, barulah kantong kain kecil tadi mulai dipegang-pegang dan kemudian dibuka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Patung kecil tersebut dikeluarkan, digosok bersih-bersih sampai mengkilap, lalu dengan penuh hormat, diletakkannya di suatu tempat yang tinggi. Kemudian, orang tadi mundur beberapa langkah, menyembah, sambil mengawali doa dengan mengucapkan mantra yang sudah dia hafal di luar kepala. Setelah itu, baru disambung dengan menyampaikan semua kebutuhan, permohonan serta keinginan-keinginan yang dimintanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah selesai berdoa, patung kecil tadipun diturunkan dan dimasukkan kembali ke dalam kantong kainnya, dan kemudian digantungkan lagi di pinggangnya. Saudaraku, nasib benda jimat yang diillahkan tadi, barangkali akan kembali bergantung-gantung di pinggang itu, entah sampai kapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama sekali tanpa diperhatikan, tanpa disentuh, mungkin berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bisa saja berbulan-bulan lamanya, sampai ada sesuatu yang khusus lagi terjadi, atau suatu kesulitan besar yang membutuhkan pertolongan sang jimat. Supaya masalah dan kesulitan segera bisa diselesaikan dan diatasi, maka patung kecil itu di keluarkan dan digosok lagi bersih-bersih untuk disembah-sembah!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, di zaman modern ini barangkali tidak banyak lagi orang-orang yang melakukan praktek-praktek penyembahan semacam itu. Praktek penyembahan seperti tadi bahkan dilarang oleh agama, apalagi buat orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah perintah Tuhan dalam bacaan kita tadi dengan jelas mengungkapkan serta mengingatkan: “Jangan membuat bagimu patung, dan sujud menyembah serta beribadah kepadanya,… sebab Akulah TUHAN,Allahmu, Allah yang cemburu!” Perintah yang tegas dan jelas bukan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, barangkali ada diantara kita yang akan protes di dalam hatinya; “Ah Pak Pudjo, perintah itu pasti bukan buat saya! Selama hidup, saya belum pernah melakukan penyembahan berhala.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Barangkali kita sebagai pengikut Kristus ini memang belum pernah melakukan praktek penyembahan berhala seperti yang dilakukan oleh suku primitif di hutan Amazon. Bahkan banyak orang Kristen yang justru terlalu ekstrem terhadap hal ini. Sampai-sampai semua hiasan yang berupa patung, walaupun tidak pernah disembah dan juga tidak bersalah, semuanya dibakar sampai musnah. Pokoknya, di rumah tidak boleh ada patungnya!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau saja di rumah itu sudah sama sekali tidak ada hiasan patung karena semuanya sudah dibakar habis, apa betul kita kemudian sudah benar-benar bisa terbebas sepenuhnya dari kemungkinan untuk melakukan praktek penyembahan berhala?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan-jangan, kita ini terbebas dari praktek penyembahan patung berhala tapi kemudian kita justru terjatuh ke dalam penyembahan berhala dalam bentuk lain, yang mungkin jauh lebih berbahaya karena tidak kelihatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jenis berhala yang ini terselubung rapi, bukan seperti berhala yg disimpan dalam kantong kain kecil milik orang Amazon tadi, tetapi terselubung rapi dibalik kesalehan dan ketaatan kita beragama!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau orang primitif di Amazon memperlakukan illahnya itu seolah barang milik pribadi yang boleh dimasukan atau di keluarkan semaunya, kapan saja sesuai dengan keperluannya, apakah kita tidak sering tergoda untuk melakukan hal2 yang sama terhadap Allah kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita menganggap Allah sebagai barang milik pribadi yang boleh kita perlakukan dan kita atur semau kita, persis seperti yang dilakukan oleh orang primitif dari hutan Amazon terhadap illahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, kalau saja kita ini mau jujur, kita akan segera menyadari bahkan mengakui, bukan cuma kadang- kadang, tapi seringkali Allah sang Pencipta, Allah sang Pemelihara, dan Allah yang Maha Pengasih, yang sangat mencintai kita itu, kita perlakukan seperti yang di lakukan oleh orang primitif terhadap illahnya tadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika begitu banyak keberhasilan yang sedang kita alami, bukankah kemudian seringkali kita ini jadi mabuk dengan kemenangan? Lalu kita anggap keberhasilan serta sukses-sukses tadi sebagai hasil dari karya kemampuan diri kita sendiri?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita jadi lupa bahwa Tuhan Allahlah yang sebetulnya telah mengaruniakan semuanya itu. Allah cuma kita jadikan illah berhala yang kita simpan di dalam kantong saku ini, supaya Tuhan Allah itu jangan ikut campur ketika kita sedang menikmati hasil dari kesuksesan yang sudah kita raih itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apalagi ketika kita sedang menempatkan keberhasilan tersebut menjadi tujuan utama dari hidup ini, dan menjadikannya illah yang kita cintai serta kita sembah-sembah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebagai contoh, ketika kita berhasil dalam usaha bisnis, dan setelah menikmati manisnya uang harta kekayaan kita jadi lupa akan Tuhan, lalu kitapun mulai jatuh cinta dan mulai mengillahkan uang harta kekayaan. Sejak saat itu, selama berapa minggu, atau berapa bulan, atau bahkan berapa tahun, Allah kemudian kita biarkan saja, tanpa kita sapa dalam saat teduh dan doa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh lain ketika kita sedang jatuh cinta. Wah, apalagi kalau itu cinta pertama dan sedang berkobar-kobar. Biasanya perasaan dan manisnya cinta itu menguasai dan kemudian membuat orang yang kita cintai itu menjadi pusat segala-galanya, bahkan melebihi Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh lain lagi adalah hobi. Bukankah seringkali hobi kita untuk menonton sports, seperti pertandingan basket atau football mengalahkan kebaktian di gereja? Apalagi kalau itu pertandingan terahkir atau final.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Contoh-contoh ini menggambarkan bahwa seringkali kita tidak lagi punya waktu buat Tuhan ditengah godaan hobi, manisnya cinta, kesuksesan dan mabuk kemenangan pribadi kita, walaupun katanya kita ini mencintai DIA!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hanya ketika banyak persoalan dan problem yang bertubi-tubi datang menghimpit kehidupan ini, ketika banyak permasalahan yang datang menghadang dan membuat kita tak berdaya, baru kita sadar bahwa kita membutuhkan Allah yang bisa menolong untuk menyelesaikan semua problem dan persoalan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemudian kita baru mulai meraba-raba kantong saku ini, dan mulai mencari-cari Allah kita kembali. Bahkan kita mulai berseru-seru di dalam doa: “Ooo Tuhan, dimanakah Engkau? Mengapa Engkau meninggalkan saya, Tuhan? Saya membutuhkan Engkau Tuhan! Tolong saya, tolong saya Tuhan!!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, dalam keadaan terjepit seperti itulah, biasanya orang Kristen ini menjadi rajin mencari Tuhan. Mereka mencari Tuhan, bukan karena mereka menyadari kesalahan dan mau bertobat, tetapi mereka mencari Tuhan, Allah mereka, untuk kembali diberi tugas menolong mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Allah hanya dijadikan berhala dan ditempatkan hanya sebagai seorang pembantu. Padahal saudaraku, Tuhan yang sangat mengasihi kita itu, sungguh merindukan, agar kita mengasihi Dia dengan sungguh dan bukan setengah-setengah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan menghendaki agar kita makin hari makin menyerupai Tuhan Yesus yang sepenuhnya mau bergantung kepada Allah BapaNya itu. Tuhan juga menghendaki kita mau bergantung sepenuhnya kepadaNya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itulah sebabnya Tuhan membiarkan kita2 kena masalah dan pencobaan, supaya Tuhan bisa mendampingi serta menguatkan kita supaya kita tetap setia dan teguh beriman, di tengah2 perjalanan hidup kita yang gelap dan kelam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, di dalam kehidupan ini, tanpa disadari seringkali kita sebagai pengikut Kristus telah memiliki berhala-berhala terselubung, bahkan telah menyembahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti contoh tadi, seringkali ketika harta kekayaan itu bisa kita raih, ketika kedudukan itu berhasil kita capai, dan sukses sudah kita rengkuh, kita tidak menjadi puas dan bersyukur kepada Tuhan yang telah mengaruniakannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terkadang kita mencintai hobi dan orang melebihi cinta kita kepada Tuhan. Kita sering menjadikan harta kekayaan, kedudukan, kepandaian, hobi, cinta dunia dan sebagainya menjadi tujuan utama kehidupan ini, dan kita mengejarnya seolah itulah yang terpenting di dalam hidup ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanpa sadar kita telah menggeser kesetiaan kita kepada Allah, dan singgasana-Nya yang semestinya kita utamakan dalam hidup ini kepada harta kekayaan, kedudukan dan kesuksesan. Hidup kita pun, diam-diam mulai di kendalikan oleh ‘penyembahan berhala’.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja kita tidak sadar, mungkin kita tidak sengaja, mungkin kita juga tidak merasa. Tetapi ketika kita menggeser posisi Allah, mengambil tempat Allah dalam kehidupan kita ini dan memberikan posisi itu kepada sesuatu yang lain, sesungguhnya kita sudah menyembah berhala!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, dalam Injil Matius 22:37, Tuhan Yesus berfirman: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara, untuk mengasihi Tuhan Allah kita, Tuhan Yesus menekankan dengan menggunakan kata ‘segenap’, artinya, Tuhan Yesus menghendaki komitmen total kita; dimana saja! kapan saja! hanya DIA!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, barangkali kita memang tidak pernah menyembah berhala seperti penduduk di pelosok Indonesia dan orang primitif di hutan Amazon. Barangkali kita tidak pernah menyembah patung-patung, pohon, senjata dan berbagain macam benda yang dianggap sakti. Namun saudara, tanpa sadar kita mungkin sudah terhilang dalam penyembahan berhala yang terselubung didalam kehidupan rohani kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sore ini, Tuhan Yesus memanggil setiap kita, saudara-saudara dan saya, untuk kembali mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa and akal budi, untuk memiliki komitmen yang total. Dimana saja, kapan saja, kita mengutamakan dan mengasihi Dia. Sebab hanya Dialah Tuhan Allah dan tidak ada bandingnya! Bagaimanakah jawaban kita? Amin.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kasihilah-tuhan,-allahmu-dengan-segenap-hati,-segenap-jiwa-dan-sepenuh-akal-budimu</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000189</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Identitas orang Kristen]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000018A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+2:9-10" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 2:9-10</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu yang lalu ketika saya berdoa, saya mulai bersyukur kepada Allah atas keajaiban menjadi manusia, namun bukan saja manusia biasa akan tetapi menjadi ‘umat kepunyaan Allah.’ Kita memiliki kapasitas luar biasa untuk melihat dan mendengar dan merasakan dan memikirkan realitas luar biasa di sekitar kita, dan setelah itu menghakimi semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan untuk mengetahui kebenaran dan kesalahan, dan kebaikan dan keburukan, dan yang cantik dan jelek, dan untuk merasakan emosi yang mendalam seperti cinta dan benci dan kegembiraan dan keputusasaan dan juga heran dan harapan dan syukur, dan setelah itu memakai akal dan merencanakan hidup kita dengan cara yang menhasilkan hal-hal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun yang terbaik adalah untuk memakai semua kapasitas manusia yang baik itu sambil mengetahui dan mengasihi dan melayani Keberadaan terbesar di alam semesta, yaitu Pencipta kita, Penyelamat kita dan Allah kita. Itu adalah salah satu momen yang langka, seperti bersikat dengan keabadian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk hidup sebagai manusia dengan misteri yang tak terlukiskan di setiap kesempatan, dan untuk menghadapi akhir kekal yang kemuliaannya spektakuler atau kengerian yang tak terkatakan karena tidak tahu adalah suatu beban yang dapat meninggikan Anda dengan suka cita besar atau yang dapat menekan Anda ke bawah dengan takut dan gentar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengalami kemuliaan atau kecelakaan tergantung sebagian besar pada apakah Anda mengenal Tuhan atau tidak dan apakah Anda mengetahui jawaban terhadap pertanyaan manusia dasar atau tidak. Siapakah Anda? Bagaimana Anda mendapatkan identitas Anda? Mengapa Anda ada disini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya manusia menanyakan pertanyaan seperti ini.Hanya manusia membunuh diri mereka atau membunuh orang lain ketika mereka tidak menerima jawaban yang benar dan memuaskan. Jarang kita mendapatkan jawaban yang terang terhadap ketiga pertanyaan itu di dalam ayat-ayat singkat malam ini. Siapakah saya? Bagaimanakah saya diberi identitas ini? Dan apa gunanya, dan mengapa saya disini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita mulai lagi dari permulaan dan dengarkanlah kepada Firman Allah dan mengagumi apa yang Dia katakan tentang ketiga hal ini. Siapakah Anda? Jangan lupa Petrus sedang membicarakan orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Ayat 9, “Anda adalah bangsa terpilih.” Saya bahwa ini adalah identitas bersama; dia berbicara tentang gereja, Israel sejati. Tapi implikasinya adalah individu, karena bangsa ini tidak rasial. Bangsa terpilih itu bukan hitam atau putih, kuning atau coklat. Bangsa terpilih itu adalah orang baru dari semua suku, semua warna, semua kultur, yang sekarang menjadi pendatang dan perantau di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah 1 Petrus 2:11. “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau...” Yang memberikan kita identitas bukanlah warna kulit atau kultur, akan tetapi karena kita dipilih. Orang Kristen itu bukan bangsa orang hitam, mereka adalah bangsa terpilih. Kita adalah kulit hitam yang dipilih dan kulit putih yang dipilih dan kulit kuning yang dipilih, dan kulit coklat yang dipilih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari semua bangsa kita telah dipilih, satu per satu, bukan berdasarkan anggota suatu kelompok. Karena itu frase ini secara pribadi penting bagi Anda, Anda sebagian dari “bangsa terpilih” karena bagsa itu terdiri dari individu yang telah dipilih dari semua bangsa. Jadi identitas pertama adalah karena Anda telah dipilih. Allah telah memilih Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak tahu mengapa. Tidak ada sesuatu di dalam diri saya yang lebih berharga dari orang lain. Itu bukan sesuatu yang saya hasilkan atau saya tidak memenuhi suatu persyaratan untuk mendapatkannya. Saya hanya tunduk dan menerimanya. Saya dipilih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Anda telah dikasihani. Ayat 10b, “...yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” Saya memilih perkataan “dikasihani” karena perkataan belas kasihan di bahasa Yunani disini adalah kata kerja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini bukan penterjemahan yang buruk. Ketika Allah memilih kita, Dia melihat kita di dalam dosa kita dan perasaan bersalah dan penghukuman dan Dia mengasihani kita. Kita bukan saja dipilih. Kita juga dikasihani. Kita bukan saja menjadi obyek pilihan-Nya , namun juga obyek belas kasihan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dipilih dan saya diberi belas kasihan atau juga boleh dikatakan saya diberi anugerah. Saya dikasihi. Allah bukan saja memilih saya dan tidak peduli. Dia memilih saya dan mendekati saya untuk menolong saya dan menyelamatkan saya. Identitas saya pada dasarnya adalah: Saya mendapatkan identitas saya bukan karena perbuatan saya, melainkan dari perbuatan Allah yang memberikan saya belas kasihan. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dikasihani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Anda adalah kepunyaan Allah. Ini diperlihatkan dua kali. Ayat 9, “Kamulah ... umat kepunyaan Allah sendiri.” Ayat 10, “kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dipilih Allah, Anda dikasihani Allah, dan efek belas kasihan itu adalah Allah menjadikan Anda miliknya. Nah Allah telah memiliki semuanya. Jadi dalam pengertian ini setiap orang adalah milik Tuhan. Jadi ini harus memiliki pengertian khusus, sesuatu yang berbeda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan memangnya benar. Anda adalah warisan Allah. Kamu adalah orang-orang yang Dia ingin berdiam bersama selama-lamanya. Ketika Allah mengatakan di 2 Korintus 6:16, “Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku,” maksud-Nya adalah, “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda telah menjadi milik-Nya karena Dia telah membeli Anda dengan harga mahal. Dan pembeyaran-Nya diterangkan di KPR 20:28, “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Anda Kudus. Ayat 9 mengatakan, “Kamulah...bangsa yang kudus.” Anda telah dipilih dan dikasihani dan menjadi milik Allah, dan karena itu Anda tidak lagi menjadi bagian dunia ini lagi. Anda telah dipisahkan bagi Allah. Anda berada untuk Allah. Dan karena Allah kudus, Anda juga kudus. Anda berbagi karakter-Nya karena Dia memilih Anda, mengasihani Anda dan menjadikan Anda milik-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda adalah kudus. Jika Anda kelakukannya tidak kudus, Anda berlaku tidak sesuai karakter Anda. Anda melawan makna Anda sebagai orang Kristen. Dosa bertentangan dengan persatuan kita dengan Kristus. Karena identitas Anda adalah kekudusan di hadapan Allah, Anda adalah kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Anda adalah imamat rajani. Ayat 9, “kamulah ....imamat yang rajani.” Anda dipilih Allah dan dikasihani Allah dan menjadi kepunyaan Allah dan kudus seperti Allah dan imamat rajani kepada Allah. Pokoknya pertama Anda ada hubungan langsung dengan Allah , Anda tidak memerlukan imam manusia lain sebagai mediator.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah sendiri telah menyediakan satu Mediator diantara Allah dan manusia, yaitu Yesus Kristus. Anda memiliki akses langsung kepada Allah, melalui Tuhan Yesus. Dan kedua, Anda memiliki peran aktif yang mulia dalam hadirat Allah. Anda tidak dipilih, dikasihani, dimiliki dan kudus untuk meluangkan waktu begitu saja tanpa melakukan apa-apa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang Anda dipanggil untuk melayani di hadapan Allah. Seluruh hidup Anda adalah suatu pelayanan imamat. Anda tidak pernah keluar dari kehadiran Allah. Anda tidak pernah berada di zona netral. Anda selalu berada di pelataran rumah Tuhan. Dan kehidupan Anda adalah suatu pelayanan rohani dalam beribadah, atau itu diluar karakter Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Anda bisa melihat bahwa identitas Anda, pertanyaan, “Siapakah Anda?” menuju langsung kepada pertanyaan, “Apa alasan Anda di sini?” Identitas Anda mengarah kepada nasib Anda. Anda dipilih, dikasihani, dimiliki dan kudus supaya Anda dapat melayani sebagai imam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan intinya pelayanan itu digambarkan Petrus terang sekali. Namun sebelumnya kita menjawab pertanyaan mengapa kita ada disini, marilah kita berhenti sebentar dan menjawab pertanyaan: Bagaimana saya mendapatkan identitas ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengacu kepada Allah seperti ini dalam ayat 9, “Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Cahaya dimana kita hidup itu adalah terang karena kita dipilih, dikasihani, dimiliki dan kudus dan menjadi imamat. Dan caranya kita menjadi seperti itu adalah bahwa Allah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memberikan kita identitas kita karena panggilan-Nya yang tidak dapat ditolak. Saya tahu kita dipilih Allah sebelumnya kita dipanggil Allah, Jadi mungkin kelihatannya saya tidak mengatakan itu dengan benar. Tetapi yang saya maksud adalah pengalaman berjalan di dalam terang itu adalah karena panggilan Allah yang berdaulat, inisiatif Allah dalam penyelamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hidup dalam terang berarti bahwa kita memiliki pemahaman intelektual dan kita memiliki karakter moral. Kita bukan saja tahu apa yang benar, kita dapat melakukan apa yang benar. Ada kebenaran, pengetahuan dan ketaatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang, khususnya setelah Anda diselamatkan sudah lama, gampang untuk melupakan kehidupan Anda sebelum Anda diselamatkan. Dulu Anda berjalan dalam kegelapan dan Anda senang kegelapan itu dan perbuatan Anda jahat dan malah tidak tahu adanya terang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah dalam kasih karunia-Nya memanggil Anda untuk keluar dari kegelapan itu karena itulah kehendak-Nya. Dan sekarang kita baru menyadari betapa kayanya kita dan bahwa tidak ada sesuatupun di dalam kita yang menyebabkan Allah memilih kita. Saya harap kita tidak akan melupakan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengapa Anda ada disini? Yang kita melihat adalah identitas kita langsing berhubungan dengan kesudahan kita: kita dipilih, dikasihani, dan kudus semuanya supaya kita menjadi imamat rajani. Namun Petrus lebih spesifik ketika ia memberikan kami alasan untuk keberadaan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan di ayat 9 bahwa kita berada supaya “kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Inilah pekerjaan imam rajani sepanjang hari, untuk memberitakan kemuliaan Raja kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada banyak diskusi zaman ini tentang konsep diri atau identitas diri. Bagaimana kita memandang diri kita? Ini pertanyaan penting. Dan yang saya ingin Anda mendengar malam ini adalah bahwa orang Kristen tidak didefinisikan hanya dalam siapa diri kita sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita diberi definisi oleh hubungan yang diciptakan Allah dengan kita dan apa yang telah direncanakan-Nya untuk kita. Dengan kata lain seorang Kristen tidak dapat mendefinisikan diri tanpa membicarakan hubungan kita dengan Allah dan maksud Tuhan bagi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengertian alkitabiah identitas diri manusia adalah terpusat kepada Allah. Siapakah saya? Siapakah Anda? Anda dipilih Allah, dikasihani Allah, dimiliki Allah dan dibenarkan Allah. Bahasa yang membicarakan identitas kita memaksakan kita untuk memasukkan Allah sebagai Yang bertindak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menciptakan kita seperti ini supaya kita dapat memproklamasikan keunggulan-Nya dalam memilih kita. Keunggulan anugerah-Nya dalam mengasihani kita. Keunggulan otoritas-Nya dan kuasa-Nya dalam memiliki kita. Keunggulan dari kemurnian-Nya dan layak-Nya dalam memurnikan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Dia telah memberikan kita identitas kita supaya melalui kita identitas-Nya dapat di proklamirkan. Allah menciptakan kita seperti sekarang supaya kita dapat memproklamasikan siapakah Dia. Identitas kita adalah demi membuat dikenal identitas-Nya. Identitas kita haruslah memperlihatkan keunggulan Allah di dalam kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini adalah suatu kehormatan untuk dipilih menjadi duta besar Presiden Amerika Serikat dan sama juga hak istimewa untuk dipilih menjadi duta Allah yang hidup. Janganlah takut atau ragu-ragu jika Anda memiliki kesempatan untuk berbicara tentang Tuhan, bersikap bangga ketika Anda memberitahu orang lain tentang kehebatan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu orang Kristen haruslah memperlihatkan kebesaran Allah kepada orang lain. Kita dapat melakukan itu dalam kebaktian gereja dan nyanyian dan berdoa dan membaca. Kita dapat melakukan itu dalam kelompok-kelompok kecil dengan bersaksi tentang apa yang Tuhan telah melakukan untuk kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita dapat melakukan itu di pekerjaan kita waktu kita memberitakan apa yang kita menghargai dari Tuhan dan mengapa Dia begitu besar. Dan kita dapat memberi kesaksian tentang kasih-Nya dalam ribuan cara yang berbeda yang sesuai situasi kita dan kepribadian kita. Dan kita dapat bersaksi kepada siapapun yang kita ketemu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya dengarkanlah cerita yang indah ini bagaimana Doug Nichols, Directur Internasional Action International Ministries, memperlihatkan keunggulan Allah di dalam rumah sakit Tuberculosis di India, dia adalah misionaris dengan Operation Mobilization dan dia mendapat penyakit TB.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia tinggal di sanitarium itu selama beberapa bulan. Dia mencoba untuk memberikan kepada orang- orang traktat dan salinan dari injil Yohanes, namun tidak ada satupun yang mau mengambilnya. Mereka tidak suka sama dia dan diganggap hanya orang Amerika kaya saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Suatu ketika selama beberapa malam dia bangun jam 2 pagi sambil batuk. Dan dia melihat seorang laki- laki kurus tua berusaha untuk keluar dari tempat tidur. Laki-laki itu tidak bisa bangun dan dia mulai merengek. Dan dia berbaring lagi di tempat tidur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pagi hari baunya di bangsal itu luar biasa dan semua orang marah kepada orang tua itu karena dia mengotori ranjangnya. Perawat yang membersihkannya malah memukul orang tua itu karena semuanya berantakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam berikutnya hal yang sama terjadi lagi. Doug bangun karena dia sendiri sakit sekali dan lemah. Dia melihat lagi orang tua itu mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya. Sekali lagi dia tidak mampu berdiri, dan dia mulai menangis pelan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Doug keluar dari tempat tidurnya dan pergi ke orang tua itu. Laki-laki itu meringkuk dengan ketakutan. Namun Doug mengangkatnya dengan dua tangan dan ia membawanya ke kamar mandi yang hanya lubang di lantai, dan setelah itu dibawanya kembali. Pria itu menciumnya di pipi saat ia menempatkannya di tempat tidur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jam 4 pagi ada pasien lain yang membangunkan Doug dengan cangkir teh panas dan dia membuat gerakan yang mengatakan ia ingin salinan buku kecil injil Yohanes. Sepanjang hari orang-orang pada datang kepadanya dan minta buku-buku kecil itu walaupun dia tidak sanggup berbicara dalam bahasa mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Cerita ini menerangkan mengapa kita perlu menyatakan keunggulan Allah dengan tindakan kita. Dengan memperlihatkan kasih kita dapat memberikan contoh kecil kasih Allah. Ketika tindakan kita memperlihatkan keunggulan Allah, orang-orang dapat merasakan kasih itu dan itu akan mendorong mereka untuk mencari tahu siapakah Allah itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ini hanya memberi jalan lain untuk menyatakan identitas kita, kita berada demi Allah. Allah menciptakan kita seadanya untuk memperlihatkan dunia siapakah Dia. Apakah Anda memperlihatkan dunia Anda, pekerjaan Anda dan kepada teman-teman Anda bahwa Allah penuh kasih? Hanya pada saat kita sendiri mengasihi dan berbuat baik dan memberi penghiburan kepada mereka yang memerlukannya kita dapat memperlihatkan Allah itu seperti apa, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?identitas-orang-kristen</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000018A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus yang dibangkitkan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000018B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+20:11-22" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 20:11-22</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini adalah Paskah dan malam ini saya ingin mempelajari bersama apakah yang Yesus lakukan langsung setelah kebangkitan-Nya waktu Ia bertemu dengan orang-orang yang mengasihi Dia. Yesus memberikan kita bukti yang tidak dapat dibantah bahwa Dia hidup dengan pertemuan muka-ke-muka dengan mereka yang mengasihi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 20:11-18, “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat- malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu kita mulai paragraph ini Petrus dan Yohanes telah melihat bahwa kubur-Nya kosong. Yesus telah melakukan apa yang Dia katakan akan dilakukan. Dia telah mengatasi dan menaklukkan maut. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebelum matahari terbit pada hari ketiga, Yesus telah bangkit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sudah ada banyak bukti bahwa Yesus Kristus bangkit, batu besar yang telah dimeterai dan dijaga prajurit Romawi sudah terguling dan kubur itu kosong. Kain kapan letak ditanah tetapi tidak ada mayat. Dan ada malaikat yang mengatakan juga bahwa Dia telah bangkit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang untuk mengumumkan dan memberikan bukti lebih lanjut bahwa Dia telah bangkit, sebelas kali Yesus menampakkan diri kepada orang-orang yang mencintainya berjumlah 500 orang. Jadi paling sedikit ada 500 kesaksian pribadi tentang kebangkitan Tuhan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Ia hanya muncul untuk orang percaya. Dia tidak menampakkan diri kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan ahli Taurat. Orang-orang yang mengritik mengatakan bahwa jika Yesus benar-benar bangkit Dia seharusnya menampakkan diri kepada skeptis untuk membuktikan bahwa mereka salah. Kenyataannya orang percaya sendiri skeptis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus dan Yohanes sendiri mengaku di Yohanes 20:9, “Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Dan karena mereka tidak tahu tidak mungkinlah mereka mengarang kebangkitan itu. Mereka sendiri kaget sekali setiap kali Yesus menampakkan diri-Nya malah ada kalanya mereka mikir itu hantu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan alasan lain mengapa Dia tidak menampakkan diri kepada orang-orang yang tidak percaya, karena Dia tidak memakai mujizat untuk menyatakan siapakah Dia sebenarnya. Rencana-Nya bagi gereja adalah supaya Anda dan saya dan semua orang percaya menjadi saksi-saksi-Nya dan dengan kekuatan Roh Kudus kita mengabarkan Injil kepada siapapun yang masih belum percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ingat Lukas 16:19-31? Ada orang kaya yang meninggal dan masuk ke neraka dan Lazarus, si pengemis di pintu rumahnya yang mati dan masuk ke sorga? Orang kaya itu menderita sengsara dan dia minta Abraham untuk mengirim seseorang yang sudah bangkit untuk memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar lima orang saudaranya jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah jawaban Abraham kepadanya di Lukas 16:31, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Bahkan jika Yesus sendiri muncul dari kematian untuk orang-orang kafir, tetap mereka tidak akan percaya. Pikiran mereka dibutakan allah dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jesus menampakkan diri pertama kali kepada Maria Magdalena dan Dia melakukan itu bukan saja untuk membuktikan Dia hidup namun juga untuk memperlihatkan kesetiaan-Nya. Dia menampakkan diri secara pribadi untuk menyatakan Dia tidak melupakannya dan Dia mengasihinya tidak peduli dia pikir dirinya tidak berarti atau tidak peduli pandangan masyarakat terhadapnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria diselamatkan ketika Kristus mengusir dari padanya tujuh setan (Markus 16:9), dia bukan orang istimewa, dia bukan rasul dan dia tidak ada tempat khusus dalam pelayanan. Yesus adalah Allah yang penuh kasih jadi Dia memilih satu orang yang mungkin mengasihi-Nya paling hebat. Yesus menyatakan Allah macam apa kita memiliki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hal pertama yang Yesus lakukan adalah memperlihatkan mereka yang mengasihi-Nya bahwa Dia juga mengasihi mereka, dan Dia tahu perasaan mereka dan Dia ada disitu tepat pada waktunya untuk menghibur mereka. Melampaui segala sesuatu yang Dia harus lakukan sebelum Ia naik kesorga, Dia ingin memelihara orang-orang yang mengasihi Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana orang tahu Anda mengasihi? Pertama Anda mengingat kebutuhan mereka dan ingat kesakitan mereka dan keprihatinan mereka. Mengasihi seseorang berarti Anda sering memikirkan mereka dan Anda berada bagi mereka pada saat mereka sakit. Dan Yesus melakukan itu untuk Maria, supaya Anda dan saya mengerti bahwa Yesus akan melakukan itu bagi kita juga walaupun dari sorga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihat lagi ayat 11, “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.” Dia benar-benar menangis keras. Dia tidak tahu dimana Yesus karena kubur itu kosong. Dan sama seperti kita, dia menangis karena takut akan hal hidup yang tidak dimengerti.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu di ayat 11 dan 12 dikatakan, “Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat itu bicara dan di ayat 13 mereka mengatakan, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Nah, dia tidak menyadari bahwa mereka malaikat. Lukas 24:4 mengatakan ada dua pria. Dan disini kedua malaikat dalam bentuk dua orang muda duduk ditempat Yesus berbaring.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan berdasarkan apa yang dia katakan, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan,"sudah terang dia tidak tahu siapakah mereka. Apakah Anda memperhatikan apa yang dia katakan? Dia mengatakan “Tuhanku”, Yesus adalah Tuhannya. Bagaimana Anda memandang Yesus, apakah Dia Tuhanmu juga yang mengatur hidupmu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kelihatan sekarang adalah kasihnya bagi Yesus. Saya harap setiap orang memiliki kasih seperti itu untuk Kristus jika kita terpisah dari Dia hanya sebentar saja terus langsung kita menangis. Gampang sekali masa kini untuk tidak peduli dan dan hidup tanpa hubungan pribadi dengan Yesus itu yang sangat penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kapan Anda terakhir kali berbicara dengan Yesus secara pribadi dan intim? Mungkin ada diantara Anda yang belum pernah mengalami Dia sepenuhnya dan karena itu Anda tidak perduli. Dan mungkin Anda bahkan tidak memahami apa yang sedang dialami Maria pada waktu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang perhatikan apa yang terjadi di ayat 14, “Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.”Bukankah itu aneh? Mengapa dia yang dekat sekali kepada Yesus tidak dapat menyadari bahwa itu Yesus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada yang mengatakan karena matanya kabur karena tangisan banyak sehingga dia tidak dapat mengenal-Nya. Ada yang lain yang mengatakan karena dia tidak pernah berharap bahwa Yesus akan hidup, dia tidak pernah membayangkan Yesus bisa ada disitu. Dan sering kali kita bertemu orang yang tidak diperhatikan benar-benar dari dekat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada juga kemungkinan lain. Alasannya Maria tidak mengenal Yesus adalah karena Dia tidak lagi berada di dalam tubuh duniawi akan tetapi sekarang Dia berada di dalam tubuh kemuliaan-Nya. Tubuh- Nya sekarang gaib, Dia masih bisa makan ikan dan madu namun Dia juga bisa menembus tembok dan menghilang dan muncul kembali seenaknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingat pada perjalanan ke Emmaus dimana Yesus berjalan untuk waktu yang lama bersama dengan dua murid yang mengenal-Nya dengan baik sebelumnya. Dan mereka juga tidak tahu siapakah Dia dalam perjalanan lama bersama. Hanya setelah Yesus berdoa dan memecahkan roti Firman mengatakan di Lukas 24:31, “Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Yohanes 21 Yesus memperlihatkan diri-Nya juga kepada murid-murid di laut Galilea. Mereka telah mencoba menangkap ikan sepanjang malam namun tidak berhasil. Dan Yohanes 21:4 mengatakan, “Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.” Yesus malah berbicara dengan mereka dan mengatakan di ayat 5, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk- pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hanya setelah Yesus mengatakan untuk menebarkan jala mereka ke sebelah kanan mereka dan tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan, baru pada saat itu karena mujizat itu Petrus mengenal Yesus dan dia terjun ke dalam lautan untuk bertemu Yesus secepat mungkin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi hanya setelah Yesus Kristus menyatakan diri-Nya kepada akal budi dan hati murid-murid mereka tahu siapakah Dia. Ini konsisten dengan ajaran Alkitab bahwa tidak ada orang yang dapat mengenal Allah tanpa pernyataan ilahi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang marilah kita kembali kepada Maria dan melihat apa yang terjadi di ayat 15 ketika Yesus mengatakan, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria telah menangis dan dia mencari Tuhan tanpa menyebut nama-Nya. Dia pikir orang ini akan tahu. Dan dia menyangka ini adalah tukang kebun. Kasihnya terhadap Tuhan pada saat ini menyebabkan pikirannya tidak rasional, kemanakah dia dapat membawa tubuh-Nya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dengarkanlah ayat 16, “Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Yesus berbicara dengan dia memakai bahasa mereka sendiri, memakai nama yang hanya dikenal teman akrab, nama yang selalu dipakai Yesus untuk dia. Dan Maria berpaling dan mengatakan ‘Rabuni’ yang dalam bahasa Aramaic adalah perkataan bagi Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita mengasihi seseorang Anda akan mengenal suaranya, benar? Dengarkanlah apa yang dikatakan di Yohanes 10:3, “Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu Yesus tahu nama Anda? Apakah Anda tahu bahwa Yesus tahu segala sesuatu tentang dirimu luar nama Anda? Apakah Anda tahu bahwa Yesus mengasihi Anda secara pribadi? Inilah yang Tuhan ajarkan kami sekarang, Kristus kita bukan dingin dan hitung-hitungan, tidak, kita memiliki Kristus yang hangat, pribadi dan yang memelihara dan mengasihi kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Yesus mengatakan di ayat 17, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maria mengasihi Yesus begitu mendalam sehingga dia tidak mau melepaskan-Nya. Dan Yesus menerangkan bahwa Dia harus kembali kepada Bapa-Nya. Yang Dia maksud adalah hubungan pengikut- pengikut dengan Yesus tidak bisa hubungan jasmani lagi, namun itu harus menjadi hubungan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan bahwa hubungan kita dengan Allah menjadi baru secara total dimana Roh Kudus, Allah sendiri, akan menetap di dalam diri Anda dan hidup di dalam Anda. Tidak ada lagi hubungan jasmani terbatas seperti pengikut Yesus pada waktu itu, sekarang hubungannya rohani untuk semua orang percaya di seluruh dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada ungkapan di ayat 17 yang perlu diperhatikan. Yesus mengatakan, “pergilah kepada saudara- saudara-Ku.” Ini suatu ungkapan baru untuk murid-murid itu, mereka pernah dinamakan hamba-hamba, mereka pernah dinamakan sahabat, namun mereka belum pernah dinamakan saudara sebelum saat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus memberikan suatu hubungan baru kepada mereka yang percaya kepada Dia. Bagaimana kita bisa menjadi saudara Kristus? Karena Yesus Kristus mati di kayu salib dan dibangkitkan kembali, kita sekarang di dalam Kristus. Kita diterima Allah dengan sempurna dan kudus karena kita bersatu dengan Kristus, kebenaran-Nya sekarang menjadi milik kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di mata Allah kita menjadi sama dengan Yesus seperti di Roma 8:29 dikatakan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Disini kita dinamakan saudara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apa yang terjadi dengan Maria? Ayat 18 mengatakan, “Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.” Maria menjadi wanita berubah karena dia telah melihat Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda mengerti bahwa itu juga kesaksian kita? Kita tidak akan mengatakan, “Ya, saya telah membaca Alkitab dan saya setuju semua itu akurat.” Kita mengatakan, saya telah melihat Tuhan di dalam hidup saya dan Dia telah melakukan banyak mujizat. Kesaksian kita bukanlah teologia, kesaksian kita adalah pengalaman pribadi bagaimana Allah bekerja di dalam hidup kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia juga memperlihatkan diri kepada murid-murid-Nya yang lain. Lihat Yohanes 20:19-22, “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, sekarang Yesus sendiri muncul pada hari pertama minggu itu, yaitu hari Minggu, kepada murid- murid-Nya. Mereka sangat takut pada orang Yahudi, polisi bait Allah yang akan memenjarakan mereka. Dan pada saat semua terkunci, Yesus masuk menembus tembok. Wah, bayangkan wajah mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada yang mustahil bagi Allah! Lukas 24:37 mengatakan mereka takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Dan Yesus mengatakan di Yohanes 20:19, “Damai sejahtera bagi kamu!” Ini bukan hanya suatu ucapan syalom, ini adalah damai sejahtera dari Allah. Anda diberikan kedamaian dalam hubungan Anda dengan Allah karena sekarang Anda telah diampuni dan kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus datang kepada pengikut-Nya setelah kebangkitan karena Dia ada tugas untuk mereka. Yohanes 20:21-22, “Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda semua yang percaya diutus-Nya, ya termasuk Anda dan saya. Saudaraku yang kekasih, inilah tugas kita hari Minggu Paskah ini, kita harus mengabarkan injil ke seluruh dunia sebagai pelayanan kita, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?yesus-yang-dibangkitkan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000018B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rumah rohani bagi imamat kudus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000018C"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+2:4-8" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 2:4-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selagi saya menanyakan Allah apa yang kita perlukan sebagai umat dari Firman Allah Minggu Palem ini, kelihatannya ayat-ayat berikut ini di 1 Petrus 2:4-8 tepat sekali untuk memenuhi kebutuhan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dibentuk (bkn dipergunakan) sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” 7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.” 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berbeda dengan apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu kita memerlukan bagian Firman ini dan memang kita sangat memerlukannya. Inilah Firman Allah tentang bagaimana kita harus mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Allah. Marilah kita mempelajari ayat 4-5.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat-ayat ini, Allah mengatakan ada enam langkah dalam mempersembahkan persembahan yang berkenan kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertama, di ayat 4, kita mulai dengan Yesus Kristus sebagai batu yang hidup. Petrus memanggil-Nya batu karena nubuatan di Perjanjian Lama di Yesaya 28:16 yang mengatakan, “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu penjuru yang mahal!” Dan di Mazmur 118:22, “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.” Kita akan membicarakan itu lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kedua, di ayat 4 mereka yang telah mengecap kebaikan anugerah Tuhan (ingat beberapa Minggu yang lalu?), dan sekarang menginginkan-Nya sama seperti bayi ingin susu, mereka sekarang datang kepada-Nya, “Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, akibat kedatangan kita kepada-Nya, kita dibentuk sebagai batu hidup untuk pembangunan rumah rohani. Ayat 5, “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani.” Kontak dengan Batu Hidup itu menyebabkan kita hidup secara rohani dan menyebabkan kita menjadi bagian rencana pembangunan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keempat, ketika kita datang kepada batu hidup dan kita dibentuk menjadi batu hidup sendiri, kita dipergunakan untuk membangun “rumah rohani.” Kristus adalah yang membangun disini. Dia membangun setiap orang Kristen menjadi suatu rumah rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini rumah rohani karena kita bersama-sama memiliki Roh Kudus yang berdiam di dalam kita. 1 Korintus 3:16 mengatakan, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Disini dalam konteks ini yang dimaksud adalah gereja lokal dan bukan individu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apa yang kita lihat sampai sekarang adalah Allah meletakkan di Sion, Yesus Kristus, sebuah batu yang terpilih, dan orang-orang menolak-Nya, dan menyalibkan-Nya, namun Allah telah memilih batu ini dan sangat menghargai-Nya, dan membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan menjadikan-Nya batu hidup kekal dan memberikan-Nya tempat kehormatan tertinggi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua ini supaya pada akhirnya Kristus mengumpulkan semua orang yang juga hidup seperti Dia dan bersama-sama akan membangun suatu rumah rohani, suatu gereja yang menjadi tempat tinggal kekal bagi Roh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kelima, kebesaran kenyataan menyebabkan gambaran batu hidup tidak berlaku lagi. Karena bukan saja kita batu hidup yang dibangun menjadi rumah rohani untuk tempat kediaman Allah, namun kita juga menjadi “imamat kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain bukan saja kita menjadi rumah rohani pasif tempat kediaman Allah, kita juga menjadi peserta aktif dalam ibadah. Dan bukan peserta saja, akan tetapi peserta khas yaitu sebagai imam-imam, dan maksud Allah adalah kita semua adalah imam.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah ajaran besar tentang “imamat semua orang yang percaya.” Kita semua, orang percaya biasa, para diaken dan para penatua, semua adalah imamat rumah rohani dan sekarang sebagai imamat kita harus mendekati Allah dengan persembahan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Perjanjian Lama imam-imam mempersembahkan korban ke dalam kemah. Akan tetapi sekarang kemah itu digantikan menjadi gereja Kristen. Dan mezbah yang menebus dosa digantikan dengan Yesus Kristus dan darah-Nya yang telah di curahkan. Dan imam yang dulu digantikan sekarang dengan Anda dan saya yang percaya Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Keenam, tujuan semua ini adalah supaya semua persembahan rohani dipersembahkan kepada Allah melalui Yesus Kristus. Kita harus memastikan bahwa Yesuslah yang dipentingkan sekarang. Tujuan Allah adalah supaya kita mempersembahkan semua persembahan rohani kepada-Nya (kita akan menerangkan ini lebih lanjut sebentar lagi).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita hanya dapat melakukan itu “melalui Yesus Kristus.” Yesus adalah Batu Hidup. Semuanya bergantung kepada kedatangan kita kepada Batu Hidup itu. Jika kita tidak datang kepada Yesus, Batu Hidup itu, maka kita tidak memiliki hidup dan kita tidak dibangun menjadi rumah rohani, dan kita tidak menjadi imamat rohani dan kita tidak akan mempersembahkan persembahan rohani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini semua bergantung kepada Yesus dan berhubungan dengan Yesus dan datang kepada Yesus. Karena itu Petrus mengakhiri ayat 5 dengan kata-kata, “untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu ayat 7 mengatakan bahwa Dia sangat berharga bagi kita yang percaya. Iya, berharga tanpa batas. Tidak ada nilai yang lebih besar di semesta alam dari pada Yesus. Ia berarti lebih bagi kita daripada apa pun atau siapa pun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba pikirakan semua orang di seluruh dunia yang mengerti ada Allah. Semesta alam menyatakan kemuliaan-Nya dan suara hati mereka sendiri mengatakan bahwa itu benar. Namun mereka tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu yang berkenan sepenuhnya kepada Allah, karena mereka tidak mengenal Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka mencoba berbagai ritual dan disiplin dan pengorbanan dan sumpah dan relik dan kebajikan tetapi semua itu percumah. Karena Allah mengatakan (di akhir ayat 5) bahwa persembahan yang berkenan kepada-Nya hanya “melalui Yesus Kristus.” Bukan karena usaha manusia atau kebaikan manusia atau pencapaian manusia, akan tetapi hanya “oleh Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu Paulus mengatakan di Roma 15:18, “Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku.” Nilai Kristus sangat berharga bagi hati kita karena: melalui Dia kita mengenal Allah dan datang kepada Allah dan mengalami keberadaan Allah dan mempersembahkan persembahan yang berkenan kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah sekarang marilah kita melihat kembali kepada keenam langkah itu dan menyelidikinya lebih lanjut. Persembahan rohani apakah yang kita persembahkan kepada Allah oleh Yesus Kristus? Jika ini tujuan semuanya yang lain, maka pastilah ini penting. Apakah itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Roma 12:1 Paulus mengatakan, “supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Ini berarti bahwa segala sesuatu yang Anda lakukan dengan tubuhmu harus menjadi suatu perbuatan ibadah kepada Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 10:31 mengatakan, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau mengemudi kendaraan atau mempersiapkan makanan atau main computer atau membaca buku atau main basket atau menjahit kemeja atau melakukan apa saja dengan tubuhmu, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Itulah ibadahmu sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin juga dalam ibadah itu termasuk perbuatan kasih seperti memberi dan membagi. Misalnya di Filipi 4:18 Paulus menerima sumbangan kasih dari gereja Filipi dan dia mengatakan, “Kini aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.” Dan di Ibrani 13:16 tertulis, “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah persembahan rohani yang berkenan kepada Allah melalui Yesus Kristus? Mereka adalah perbuatan yang dilakukan, perkataan yang diucapkan, lagu-lagu yang dinyanyikan secara rohani, Maksudku, jika semuanya dilakukan berdasarkan kuasa Roh, sesuai keinginan Roh dan untuk menyatakan Roh, itu juga manifestasi Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sudah terang ini nasihat bagi kita tentang ibadah kita disini di Persekutuan Baptis Indonesia. Apakah ibadahnya ilahi? Apakah persembahan kita persembahan rohani? Apakah yang memimpin ibadah ini orang berrohani? Apakah kita nyanyi dalam kuasa Roh dan sesuai dengan keinginan Roh yang menyatakan dirinya sebagai roh Kristus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah pemain musik memakai alat-alat musik mereka dalam kuasa Roh, menurut kehendak Roh dan sebagai pernyataan Roh Kristus? Apakah saya berkhotbah dengan bergantung kepada kuasa Roh, sesuai kehendak Roh dan sebagai pernyataan Roh Kristus?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Persembahan rohani adalah persembahan dari Kristus, karena Kristus dan untuk Kristus. Persembahan ada kuasanya dari Roh Kristus, dan mendapat isinya dari Firman Kristus dan tujuannya adalah kemuliaan Kristus. Dan semua itu hanya mengalir dari hati yang dipenuhi kuasa-Nya dan Firman-Nya dan kemuliaan-Nya. Dan itulah ibadah satu-satunya yang diterima Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Langkah kedua dalam bergerak kebelakang dalam keenam langkah itu adalah bahwa persembahan rohani itu dipersembahkan oleh imamat rohani. Dan itu bukan pendeta, dan bukan penatua, dan bukan diaken, namun itu semua orang jemaat termasuk Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lihatlah ayat 9, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani.” Ini berarti bahwa Anda semua memiliki akses kepada Allah melalui Kristus Yesus. Anda tidak perlu membawa persembahanmu kepada imam dan melihat sambil dia membawanya ke altar atau kemah pertemuan Allah. Anda semua dipanggil Allah untuk mendekati altar dan takhta, dan untuk mempersembahkan persembahan pribadi Anda dan kehidupan pribadi Anda dan kebaktian bersama. .</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketiga, imamat rohani ini juga adalah suatu “rumah rohani.” Anda semua batu-batu hidup yang dibangun Allah menjadi rumah rohani, yaitu, suatu tempat ibadah untuk keberadaan Allah yang kudus. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah caranya Paulus mengatakan ini di Efesus 2:19-22,</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Demikianlah kamu ...kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun ... dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya maksud Kristus adalah supaya kita sebagai gereja bersama-sama menjadi rumah Allah dalam Roh. Memang benar kita semua secara pribadi adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19) namun kita akan mengenal dan menikmati Allah jauh lebih lagi jika kita tidak menyendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sedang dipasang bersama, Paulus mengatakan, untuk menjadi rumah rohani dan tempat kediaman Allah melalui Roh-Nya. Ada kehadiran dan kuasa dan manifestasi Roh Allah yang akan kita kenal dalam pengumpulan ibadah yang kita tidak mungkin mengalami pada waktu sendirian dalam isolasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita bukan saja batu hidup dalam isolasi. Kita adalah seperti ayat 5 mengatakan, dibangunkan menjadi rumah rohani (oleh Kristus di Matius 16:18, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku”). Batu-batu itu dipasang bersama di dalam rumah ini bernama Persekutuan Baptis Indonesia supaya menjadi sesuatu yang lengkap, sesuatu yang lebih dari kumpulan individu, menjadi tempat ibadah, tempat kediaman Roh Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya kita dibangun menjadi rumah rohani? Jawaban: Dengan datang kepada Kristus. Marilah saya kembali sebentar kepada strategi Petrus supaya ini terjadi. Dia mengatakan di ayat 4, “Dan datanglah kepada-Nya (Kristus), batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hati-hatilah sekarang. Yang dimaksud sekarang bukanlah kelahiran baru, yaitu kedatang kepada Kristus pertama kalinya, walaupun itu sangat penting dan saya berdoa ada juga yang mau datang malam ini untuk pertama kalinya. Kedatangan ini berhubungan dengan mendekati Kristus setiap hari, setiap jam sebagai orang-orang yang kuat dan hidup yang mau bekerja bersama dan mau menjalankan hidupnya bersama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada dua perempuan yang menanam kebun sayur. Pada hari yang sama mereka menyiapkan tanah dan menanam bibit. Kemudian yang satu mengabaikan kebun dan menunggu saja sayuran bertumbuh. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Perempuan yang lain selalu bekerja di dalam kebunnya. Dia menanam batang-batang disamping tanaman yang akan bertumbuh tinggi, dan dia melindungi tanaman yang disukai kelinci dan binatang lain dengan memasang jaring.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa bulan kemudian kedua perempuan itu keluar untuk panen. Yang satu menemukan tomat busuk di tanah, tanaman kacang yang telah merambat menyebar di antara tanaman lain, lalang yang mencekik sebagian besar dari wortel, dan semua telah diserbu oleh burung-burung dan tupai. Kesimpulannya adalah menanam kebun tidak berguna, panennya kecil dan toko bahan makanan itu jauh lebih nyaman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun tetangganya menghasilkan panen sekeranjang sayuran baik setiap dua hari sekali, yang rasanya lebih baik dari pada yang dari toko bahan makanan. Dia pikir setelah semuanya diperhitungkan, dia untung kira-kira limabelas sampai duapuluh persen dari ongkos makanan selama bulan-bulan musim panas. Kedua-duanya menabur namun hanya satu yang mengurus kebun dengan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mengenal orang Kristen yang telah berkomitmen mengikuti Kristus seluruh hidup mereka pada waktu yang sama; namun pengaruh komitmen ini terhadap kehidupan mereka segera berbeda sekali. Yang satu hidup dalam penyerapan diri. Kekristenan itu masuk akal, namun se-olah-olah itu menjadi suatu kenyamanan, tidak perlu terlalu serius atau tidak perlu untuk merubahkan hidup itu untuk mementingkannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi yang lainnya mengambil jurusan hidup lain. Dia menemukan cara untuk mempelajari Alkitab secara teratur menjadi bagian dari hidupnya. Dia meneruskan kehidupan doanya dengan segar dan bervariasi. Atribut baru datang ke permukaan, dan sebelum ia tahu itu, orang-orang mulai menanyakannya nasihat dan konseling. Dan belum lama dia memiliki pelayanan nyata. Kedua-duanya menanam kebun rohani, namun hanya satu benar-benar mengurusnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita mengurus kebun kita dengan baik, makanannya banyak untuk diri kita dan orang lain. Jika kita memberikan kebun kami hanya sepintas perhatian, mungkin ada makanan cukup untuk memberi makan diri kita. Jika kita benar-benar mengabaikan kebun kita, kita akan menjadi begitu lapar sehingga kita akan menjadi Kristen "konsumen", yang makan dari orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita mau menjadi rumah rohani untuk kehadiran Allah, dan jika kita mau menjadi imamat rohani, dan jika kita mau menyembah persembahan rohani berkenan kepada Allah, maka kita harus setiap hari dan setiap jam datang kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari ini adalah hari Minggu Palem. Dan patut kita harus menyicipi anugerah-Nya dengan menelan </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman-Nya, janji-janji-Nya, perintah-perintah-Nya, ajaran-ajaran-Nya, peringatan-peringatan-Nya, sampai kita dipenuhi–Nya dan firman-Nya dan itu akan menetap di dalam hati kita sehingga itu tidak hanya tinggal di hati kita tetapi mengalir keluar dalam mengajarkan orang lain dengan bersyukur kepada Allah, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 06:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?rumah-rohani-bagi-imamat-kudus</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000018C</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kita hanyalah ranting, dan Tuhanlah yang sempurnakan]]></title>
			<author><![CDATA[Pudjo Sudibjo]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000018D"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=John+15:1-8" target="_blank" class="imCssLink">Yohanes 15:1-8</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, saya kira setiap kita pasti tahu, apa yang dinamakan “buah anggur”, bukan? Iya, barangkali banyak diantara kita yang pernah melihat pohonnya, atau bahkan pernah memiliki serta menanamnya di halaman rumah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pohon anggur ini termasuk jenis tanaman yang merambat. Di Amerika, cara penanamannya dipakai system Kniffin, yaitu pokok anggurnya dirambatkan pada kawat-kawat yang direntang bersusun seperti pagar yang memanjang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedangkan kalau di Indonesia, umumnya cara menanamnya itu batang utama atau pokok anggurnya dibiarkan tumbuh merambat ke atas sebuah para-para (atau dalam bahasa jawanya itu disebut ‘anjang-anjang’), yang tingginya sekitar 3 – 4 meter.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, disepanjang kawat pagar, atau diatas para-para inilah, kemudian batang utama atau pokok anggur tadi, mulai memunculkan cabang-cabangnya. Dimulai dengan cabang primer, lalu dari cabang primer itu, muncul cabang sekunder. Dari cabang sekunder muncul cabang tersier atau sering juga disebut pucuk-pucuk ranting, dimana nantinya buah-buah anggur itu akan bermunculan dan dihasilkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, dalam bacaan kita dari Injil Yohanes 15:1-8, Tuhan Yesus memakai pohon anggur ini sebagai media perumpamaanNya, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara, pada ayatnya yang ke-5, Tuhan Yesus berfirman, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting- rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, setiap ranting pohon anggur itu mendapatkan segala kebutuhan hidupnya dari pokok anggurnya. Ranting hanya dapat bertumbuh dengan subur, bahkan berbuah lebat, ketika ranting itu mendapat supply makanan dari pokok anggurnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu, ranting-ranting senantiasa membutuhkan dan selalu harus tetap menyambung kepada pokok anggurnya. Tanpa menyambung pada pokok anggurnya, jangankan untuk berbuah, bertahan hidup dan bertumbuhpun tidak mungkin!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah cerita sungguh2 terjadi. Di sebuah kota yang nun jauh di sana, tinggallah seorang anak kecil yang sangat ingin untuk bisa bermain piano dengan baik. Anak kecil ini memang belum lama belajar bermain piano.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari, kota itu kedatangan seorang pianis besar, seorang maestro, bintang pemain piano yang sangat terkenal pada saat itu yang bernama Ignace Paderewski. Ignace Paderewski diundang ke kota itu untuk bermain dalam sebuah pertunjukan resital piano. Anak kecil tadi diajak menonton pertunjukan recital piano itu oleh ayahnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun pertunjukan belum dimulai, layar panggung masih tertutup dan lampu-lampu sorotpun belum dinyalakan, para penonton sudah pada berdatangan memenuhi gedung pertunjukan. Mereka mulai mengisi tempat duduk masing-masing kecuali anak-anak yang masih banyak berjalan-jalan kesana-kemari dan melihat- lihat di bawah panggung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sesaat sebelum pertunjukan dimulai, tiba-tiba dari atas panggung terdengar alunan suara piano yang mengalunkan melodi lagu “Twinkle Twinkle Little Star”. Dengan tergesa-gesa para petugas panggungpun segera membuka layar dan menyalakan lampu sorot. Mereka mengira pertunjukan sudah akan dimulai. Pandangan mata seluruh penonton tertuju kearah panggung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di tengah-tengah panggung yang sudah terbuka dan terang benderang itu, nampaklah sebuah piano yang besar dan megah dengan seorang anak kecil yg sedang duduk memainkan melodi lagu ‘twinkle twinkle little star’ dengan cara yang sangat sederhana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat itu juga, muncullah ke atas panggung sang maestro, Ignace Paderewski. Dia segera menempatkan diri persis dibelakang anak kecil tadi sambil berbisik: “Jangan berhenti bermain, Nak! Bermainlah terus!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu Paderewski mengulurkan tangan kirinya ke tuts piano dan mulai memainkan bass notes. Sedangkan tangan kanannya melingkari tubuh anak kecil itu, dan memainkan obligato. Nah sekarang lagu ‘twinkle twinkle little star’ yang dimainkan sederhana oleh anak kecil tadi, disempurnakan oleh sang maestro.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hasilnya, lagu ‘twinkle twinkle little star’ itu menjadi sebuah karya simphoni yang hebat dan membuat seluruh penonton menjadi terpesona. Ketika lagu ‘twinkle twinkle little star’ ini selesai dimainkan, semua penonton menyambut dengan tepuk tangan yang meriah. Semua penonton menganggap bahwa inilah acara pembukaan yang istimewa, yang memang sengaja dirancang untuk mengawali pertunjukan resital piano tadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Yesuslah pokok anggur dan kita-kita inilah ranting- rantingnya! Saudaraku, Tuhan Yesus sungguh menghendaki agar setiap ranting itu tetap menyambung, tetap tinggal dan tetap bergantung kepada Dia, sang pokok anggur itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Supaya kita yang ranting ini, dapat tetap bertumbuh dan berbuah dengan baik. Seperti anak kecil yang mau memberikan kesempatan kepada Paderewski untuk ikut bermain dan menyempurnakan lagu ‘twinkle twinkle little star’ yang sedang dimainkannya tadi, demikian jugalah hendaknya kita bergantung kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita sedang melakukan pelayanan, ketika kita sedang membangun persekutuan jemaat, kalau kita sungguh mau bergantung dan berharap kepada DIA, serta mau membiarkan kuasa Kristus yang bekerja di tengah-tengah kita, Tuhan Yesuslah yg akan menyempurnakan setiap karya pelayanan kita itu menjadi karya yang sangat luar biasa!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seperti kisah 5 roti dan 2 ikan, yang tertulis dalam Injil Yohanes 6:1-14. Ketika anak kecil dalam kisah tersebut mau menyerahkan 5 roti dan 2 ikan miliknya kepada Tuhan Yesus, maka secara luar biasa 5 roti dan 2 ikan disempurnakan oleh Tuhan Yesus untuk memberi makan 5000 keluarga!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, sekarang bagaimana dengan kita para pengikut Tuhan Yesus yang hidup di jaman ini? Minggu yang lalu, Pastor Stanley, mengingatkan kepada kita semua, supaya kita tidak stagnan rohani, atau berhenti secara spiritual, melainkan kita harus terus bertumbuh dengan membuang semua kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, iri hati serta fitnah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pastor Stanley juga mengajak setiap kita untuk berintrospeksi diri, memeriksa apakah kita ini sedang dan masih bertumbuh? Saudaraku, kalau kita ini mau jujur, barangkali kita akan dapat segera melihat bahwa di jaman ini banyak orang Kristen, sebagai ranting-ranting pokok anggur, sedang mengalami stagnan rohani dan kemudian tidak lagi bertumbuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena apa saudara? Karena sebagai ranting, sesungguhnya kita seringkali sudah tidak lagi tinggal, bahkan tidak menyambung pada pokok anggur, yaitu Tuhan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, dari sedemikian banyak ranting atau para pengikut Kristus yang sedang mengalami stagnan rohani dan tidak bertumbuh tadi, ada dua kelompok yang paling menonjol dan banyak ditemukan dalam persekutuan-persekutuan jemaat dimana-mana pada saat ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang pertama, adalah kelompok ranting yang merasa bahwa talenta mereka itu terlalu sedikit, terlampau kecil, bahkan merasa talenta mereka itu tidak ada artinya. Sehingga, kelompok inipun selalu merasa bahwa mereka tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan pelayanan di tengah-tengah persekutuan jemaat itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan banyak pengikut Kristus yang kalau diminta untuk membantu tugas-tugas kerja pelayanan ini dan itu, segera saja berdalih: “Wah, jangan saya, saya ini tidak mampu. Saya ini tidak bisa apa-apa! Saya ini talentanya cuma kecil dan sederhana. Kalau terpaksa, saya cuma bisa jadi penerima atau penyambut tamu kebaktian saja!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, mengapa tugas untuk menerima atau menyambut tamu kebaktian dibilang ‘cuma’. Seolah-olah menerima atau menyambut tamu kebaktian di depan pintu gereja itu adalah tugas pelayanan yang sepele, tugas pelayanan yang sama sekali tidak berarti! Tidak!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kalau kita mau menyambut setiap pengunjung kebaktian di pintu gereja, dengan selalu bergantung dan berharap kepada Kristus, maka, ketika kita menyapa sambil tersenyum kepada setiap pengunjung kebaktian: “Selamat sore bapak, selamat sore ibu, mari silahkan!”, Tuhan Yesus yang akan menyempurnakan sapaan serta senyuman saudara tadi menjadi sapaan yang sangat menyentuh hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengunjung kebaktian yang mungkin semula merasa asing, akan diubahkan oleh Tuhan Yesus menjadi merasa nyaman untuk beribadah dan bersekutu bersama kita di tempat ini! Dan saudara, bangku-bangku yang kosong itupun akan Tuhan Yesus isi, sampai penuh! Tuhan Yesus yang akan hadirkan banyak orang, lewat setiap sapaan serta senyuman para penyambut tamu kebaktian yang disempurnakan oleh Tuhan Yesus sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, kalau banyak ranting atau para pengikut Kristus yang merasa tidak mampu melayani dan kemudian berdalih seperti tadi, yang sebenarnya terjadi adalah mereka sesungguhnya tidak percaya kepada Tuhan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak percaya kalau Tuhan Yesus itu bisa menyempurnakan apapun tugas pelayanan yang sedang mereka kerjakan. Itulah sebabnya, pengikut Kristus ini kemudian akan mengalami stagnan rohani dan tidak bertumbuh. Karena sebagai ranting, barangkali, mereka sebetulnya sudah tidak lagi menyambung pada pokok anggurnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kedua adalah sebaliknya. Kelompok ranting atau para pengikut Tuhan Yesus yang menyadari bahwa mereka dikaruniai banyak talenta. Biasanya, pengikut Kristus atau kelompok ranting ini selalu memulai pelayanan mereka itu dengan sangat baik. Mereka mau memakai setiap talenta yang Tuhan karuniakan untuk melakukan tugas-tugas pelayanan yang memuliakan nama Tuhan, dan sering meraih hasil yang luar biasa dan mendatangkan banyak pujian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun, ketika keberhasilan-keberhasilan yang diikuti oleh banyak pujian itu mulai bermunculan, berhati-hatilah saudara! Karena pada saat itu, pintu menuju ke kesombongan dan ketinggian hati sedang dibukakan lebar-lebar oleh sang iblis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iblis terus melontarkan kata-kata sanjungan yang mencobai: “Ooo sungguh luar biasa, kamu memang hebat! Tidak ada orang lain seperti kamu! Ayo, jadilah yang nomer satu!” Pada saat keberhasilan dan pujian itu menyanjung diri, banyak pengikut Kristus yang terjebak ke dalam kesombongan dan ketinggian hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada sebuah cerita lain: Dalam sebuah perjalanan kereta api, seorang pendeta tua kebetulan duduk berdampingan dengan seorang calon pendeta yang masih muda. Calon pendeta muda ini, adalah seorang calon pendeta yang sangat pandai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kotbahnya bagus dan sangat diminati banyak jemaat. Pelayanannya gesit dan kreatif. Kepemimpinan serta penggembalaan anggota jemaatnyapun cukup baik. Pendek kata, calon pendeta yang masih muda ini sangat dihargai dan selalu menuai banyak sanjungan dari jemaatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mula-mula, pendeta tua itu mulai menceritakan kisah panggilannya. Setelah itu, dia ganti bertanya kepada calon pendeta muda itu: “Sekarang ceritakanlah bagaimana riwayat panggilanmu?” Calon pendeta muda ini memandang sejenak wajah sang pendeta tua itu, dan menjawab: “Ceritanya itu sederhana saja, pak pendeta. Tuhan membutuhkan saya!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan sangat kaget, sang pendeta tua itu menjawab: “O ya? Wah luar biasa! Seingat saya dalam Injil hanya satu kali saja Tuhan Yesus itu mengatakan bahwa Dia membutuhkan sesuatu, yaitu ketika Tuhan Yesus akan masuk ke Yerusalem untuk yang terakhir kalinya. Tuhan Yesus mengatakan, Dia membutuhkan seekor keledai!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, ketika banyak keberhasilan atau kesuksesan yang Tuhan sudah karuniakan dalam pembangunan jemaat dan pelayanan-pelayanan gerejawi, dan menghasilkan banyak pujian serta sanjungan, banyak para pengikut Kristus yang kemudian menjadi mirip dengan calon pendeta muda dalam cerita kita tadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika pembangunan jemaat itu membuahkan hasil, segera saja muncul pernyataan, “Kalau bukan karena aku, apakah jemaat ini dapat berkembang sedemikian pesat? Kalau bukan karena aku, gereja ini tidak mungkin menjadi sehebat ini! Kalau bukan karena aku, apakah pelayanan ini dapat mencapai sukses?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih banyak lagi statement2 yang senada, yang menunjukan kesombongan dan ketinggian hati. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun saudara, jika keberhasilan dan kesuksesan itu telah membuat kita merasa mampu melakukan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri, sebenarnya kita telah melupakan Tuhan yang telah menyempurnakannya!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jangan-jangan, sebagai ranting, kita sesungguhnya sudah tidak lagi menyambung dengan sang Pokok Anggur. Maka wajarlah kalau kita kemudian mengalami stagnan rohani dan kemudian tidak lagi bertumbuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudaraku, sore ini Tuhan Yesus mau mengingatkan kepada setiap kita, para pengikut-NYA yang ada di tempat ini: Akulah pokok anggur, dan kamulah ranting-rantingnya, di dalam Aku, kamu akan berbuah lebat, namun diluar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Amin.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kita-hanyalah-ranting,-dan-tuhanlah-yang-sempurnakan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000018D</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Inginkan air susu yang murni dari Firman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000018E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+2:1-3" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 2:1-3</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, iri hati dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman ( bukan ‘dan yang rohani’), supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika kamu benar-benar telah mengecap anugerah (bukan kebaikan) Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mendengar banyak kata-kata nubuatan dan nasihat bagi kita sebagai gereja di dalam ayat-ayat ini dan saya sangat gembira memulai bab kedua ini. Marilah kita langsung melihat ayat kedua dan setelah itu kita kembali melihat seluruh paragraf.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Suatu ancaman besar bagi keselamatan dan pertumbuhan kita menuju kepada keselamatan (ayat 2) adalah sesuatu yang saya sebut sebagai stagnasi rohani, yaitu suatu kepercayaan atau perasaan bahwa Anda terjebak dalam keadaan Anda. Mungkin ada diantara Anda yang memikir: Hanya inilah yang akan saya alami dari Tuhan; tingkat intensitas rohani yang sekarang saya miliki adalah semua yang pernah bisa saya miliki.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Barangkali Anda bertanya-tanya, “orang lain mungkin memiliki keinginan besar untuk mengikuti Allah dan mungkin merasa pengalaman mendalam kesenangan pribadi dalam Allah, namun saya tidak mungkin mengalami itu karena saya tidak seperti itu. Itu bukan saya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Stagnasi rohani ini adalah suatu perasaan dimana pengaruh genetik dan pengaruh keluarga dan pengaruh pengalaman masa lalu dan keadaan sekarang terlalu kuat untuk mengizinkan saya berubah dan menjadi lebih semangat untuk Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Stagnasi rohani di dalam gereja itu tragis. Ini menyebabkan orang-orang terjebak. Ini menghilangkan pengharapan dan impian perubahan dan pertumbuhan. Ini menghancurkan kesenangan hidup, yaitu pertumbuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sama seperti mengatakan kepada seorang gadis remaja kecil dan kikuk yang merasa seperti tubuhnya semua diluar proporsi: itulah keadaanmu sekarang dan selalu, padahal faktanya adalah bahwa dia akan bertumbuh dan berubah banyak. Sangat tragis jika ada orang yang meyakinkannya ada stagnasi jasmani dan dia tidak akan bertumbuh lagi pada saat dia berumur 13.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba bayangkan jika hal yang sama terjadi dengan pertumbuhan rohani kita. Akan tetapi stagnasi rohani jauh lebih buruk. Karena yang terpengaruh adalah hal-hal yang lebih penting, dan karena dalam pertumbuhan rohani kita tidak akan mencapai kedewasaan seperti dalam pertumbuhan jasmani.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ribuan orang tahun demi tahun hidup tanpa merasakan keinginan besar bagi Tuhan atau semangat bagi nama-Nya atau sukacita dalam kehadiran-Nya atau pengharapan dalam janji-janji-Nya atau kesetiaan dalam persekutuan dengan Dia dan mereka merasa, ah beginilah cara saya. Dan mereka menetap seperti itu sama seperti seorang remaja yang berhenti bertumbuh dan berjerawatan sampai umurnya 80.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan kita supaya janganlah kita menetap sebagai bayi rohani. Petrus mengatakan di ayat 2, “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman, supaya olehnya kamu bertumbuh.” Ini perintah Allah untuk ingin bertumbuh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti jika Anda merasa tidak ada kemajuan karena Anda tidak memiliki keinginan rohani untuk bertumbuh seperti seharusnya, ayat-ayat ini mengatakan, janganlah menetap dalam keadaan itu. Firman mengatakan, “Dapatlah keinginan yang Anda tidak miliki.” Jika Anda tidak ingin susu murni dari Firman, mulailah menginginkannya!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, bukankah itu menakjubkan? Perintah untuk menginginkan! Sebuah perintah untuk merasa kerinduan kita tidak merasa. Sebuah perintah untuk merasa keinginan kita tidak punya. Apakah ada sesuatu yang lebih bertentangan dengan stagnasi rohani dari itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Stagnasi mengatakan: Saya tidak bisa menciptakan keinginan begitu saja. Jika perasaan itu tidak ada, yah apa boleh buat. Jika saya tidak merasa seperti pemazmur pada saat mereka mengatakan di Mazmur 42:2, “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Jika saya tidak merasa kerinduan seperti itu kepada Allah, ya apa boleh buat. Saya tidak seperti pemazmur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah mengatakan di ayat 2, “selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman!” Apakah yang dapat saya lakukan untuk menaati perintah seperti itu? Bagaimana saya dapat menghasilkan keinginan begitu saja?Masalah saya adalah saya tidak memiliki kekuatan kerinduan yang saya inginkan. Dan Engkau mengatakan inginkanlah. Sama saja dengan mengatakan kepada seorang yang lumpuh untuk berjalan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hmmmm? Dapatkah Anda membayangkan hal seperti itu, memerintahkan orang lumpuh untuk berjalan? Siapakah yang dapat melakukan hal seperti itu? Atau bagaimana memerintahkan orang lumpuh untuk terbang? Apakah Allah mungkin memerintahkan hal itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dengarkanlah Firman Allah di Titus 2:14, “(Yesus) yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah saya juga sanggup berbuat baik dengan menjadi lebih semangat seperti yang dikatakan di Roma 12:12, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa”, atau lebih gembira dalam Tuhan seperti di Mazmur 37:4, “bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dapatkah saya pernah hidup lebih berrohani seperti yang dikatakan di Roma 8:5, “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dapatkah saya pernah merasa puas hanya untuk bersama-sama dengan Kristus menurut yang dikatakan di Yohanes 6:35, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dapatkah saya juga hidup lebih berani seperti yang dikatakan di 2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dapatkah saya juga hidup lebih penuh pengharapan seperti dikatakan di dalam 1 Petrus 1:13, “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya sedang mendengarkan ceramah oleh Corrie Ten Boom dan saya mendengar dia membacakan sedikit puisi dari John Bunyan. Itu salah satu pernyataan terbaik yang pernah saya dengar tentang perbedaan antara hukum dan Injil. Anda akan melihat bagaimana kaitannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jalankan, John, jalankan, perintah-perintah hukum. Tapi tidak memberi kita kaki atau tangan (P.L.), jauh lebih baik dibawa berita Injil: Ini tawaran kita terbang dan memberi kita sayap.” Dengan kata lain Allah di dalam perjanjian lama memberikan kita perintah-perintah, tetapi Dia tidak memberikan pemberdayaan ilahi yang mengatasi kematian dan kebejatan dan pemberontakan dari hati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di dalam perjanjian baru, yang dibentuk Allah di kayu salib Kristus, Allah memberikan perintah lebih keras lagi, tetapi Dia juga memberikan kita kekuatan yang kita butuhkan untuk memenuhi mereka. Ayat Roma 8:4 mengatakan, “supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus memberi kita kekuatan melalui iman. Lihatlah 1 Tesalonika 1:3, “Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan lihatlah 2 Tesalonika 1:11, “Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita wajib untuk menjalankan, walaupun kaki kami dibekukan di dalam es dosa. Kita tidak bisa lari dalam diri kita sendiri, sehingga perintah-perintah hukum Taurat mengutuk. Injil itu sama dengan memberikan kita perintah. Dan terbang lebih sulit daripada berlari. Tapi begitu kita memilikinya, kita bisa terbang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang stagnan mengatakan, “Saya tidak bisa terbang, Saya malah tidak bisa lari. Kakiku beku dalam genetik saya dan keluarga disfungsional asal. Dan selain itu aku tidak punya sayap. Aku tidak bisa terbang. Begitulah saya.” Namun melawan stagnasi injil mengatakan, “Terbanglah! Anda tidak memiliki keinginan untuk susu firman? Yah, milikilah mereka.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dimaksud disini adalah sama pentingnya kita memiliki keinginan untuk Firman yang seharusnya kita miliki dan beriman di dalam Tuhan bahwa Dia akan memberikan apa yang Dia perintahkan. Jika Allah mengatakan kita harus menginginkan pada waktu kita tidak menginginkan, kita harus percaya Dia bahwa Dia tahu sesuatu yang kita tidak tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia harus memiliki kuasa yang kita tidak miliki. Pasti ada jalan. Itulah sebaliknya dari stagnasi rohani. Allah memerintahkannya, jadi pasti ada jalan. Aku tidak akan puas dengan sesuatu yang kurang dari apa yang diperintahkan Allah, walaupun itu adalah perintah untuk terbang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu pernyataan pertumbuhan tertinggi dibuat oleh Santa Agustinus. Dan ini alkitabiah sekali. Di dalam ‘Confessions’ (X,40) dia mengatakan, “Kasih yang selalu berkobar dan tak pernah padam! O Allahku penuh anugerah, berikanlah kami semangat! Engkau memerintahkan kami bertumbuh. Berilah kami apapun yang Engkau perintahkan dan perintahkanlah apa yang Kaukehendaki.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah caranya Anda seharusnya berdoa dan percaya ketika membaca 1 Petrus 2:2, “selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman.” Inginkan hal itu! Tidak ada keinginan? Dapatkan keinginan itu! Mulai menginginkan itu. Jangan bilang, beginilah saya. Apa boleh buat.” Jangan puas dengan stagnasi rohani. Ini bukan kehendak Allah bagi Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikanlah ayat 1 mulai dengan perkataan ‘karena itu’. Jadi yang mau dibicarakan Petrus itu berdasarkan apa yang dia bicarakan sebelumnya. Apa yang dibicarakan sebelumnya? Apa yang dibahas sebelumnya adalah pernyataan hebat (ayat 23) bahwa kita dilahirkan kembali oleh Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya adalah bahwa Firman itu tidak fana dan firman itu hidup dan aktif dan bukan seperti rumput dan bunga yang akan layu dan mati melainkan firman itu kekal. Jadi jika Anda dilahirkan kembali oleh karena Firman itu, Anda juga akan hidup kekal. Anda terjamin selamanya dalam keluarga Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Anda memiliki hidup baru oleh perbuatan Allah dan karena Anda memiliki keyakinan tentang masa depan (2:1), “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin versi Alkitab Anda tidak mengatakan “susu Firman “ di ayat 2. Mungkin hanya dikatakan “ingin akan air susu yang murni.” Apakah susu murni itu hanya berarti Firman Allah? Atau mungkinkah ada yang lebih khusus lagi dalam Firman itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya percaya ada yang lebih khusus. Ayat 2-3 mengatakan, “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika (karena) kamu benar-benar telah mengecap anugerah Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda bisa melihat hubungan diantara “keinginan besar untuk susu murni Firman” di ayat 2 dan “karena kamu telah mengecap anugerah Tuhan” di ayat 3? Coba tempatkanlah mereka bersama-sama: "Keinginan untuk susu rohani, karena kamu telah mengecap anugerah Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dimana pembaca dapat mengecap anugerah Tuhan? Jawabnya: di dalam Injil, Firman Allah (ayat 25). Mereka lahir kembali oleh karena kemurahan hati melalui Firman Allah. Jadi susu rohani itu adalah anugerah Tuhan yang dialami melalui Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Atau bisa juga dikatakan, susu rohani adalah Firman Allah yang menyatakan atau mentransmisikan kasih karunia Tuhan. Anda lahir kembali oleh karena Firman itu, yaitu oleh anugerah Allah yang kuat di dalam Firman itu, dan sekarang terus mengingini Firman itu dan didalam pengalaman sehari-hari mengecap anugerah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Allah cukup kuat untuk menciptakan orang Kristen baru (dilahirkan kembali), oleh karena itu Firman Allah juga cukup kuat untuk membangunkan keinginan dalam jiwa Kristen lemah. Janganlah kita menjadi orang yang stagnan rohani. Kuasa yang bekerja di dalam Anda untuk menghidupkan Anda kepada hidup rohani, sama seperti kuasa yang membangkitkan orang mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Efesus 1:19-20, “dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Allah bisa menciptakan keinginan sama seperti Dia menciptakan Anda. Percayalah hal itu. Saya mengutip bebas puisi Bunyan: Larilah John, larilah, hukum Taurat memerintah namun tidak memberikan kita kaki atau tangan. Disisi lain injil memberikan kita kabar yang jauh lebih baik: Kita diminta untuk menginginkan namun keinginan itu juga diberikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Firman itu juga bisa menghancurkan. 1 Petrus 2:1-2 menggambarkan apa yang perlu di buangkan (dihancurkan) supaya kita mendapat keinginan itu. “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, iri hati dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dari Firman.” Allah memberikan kita keinginan untuk susu anugerah Allah jika kita membuang keinginan hal-hal lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan: keinginan untuk menyakiti seseorang dengan kata-kata atau perbuatan. Penipuan: keinginan untuk mendapat keuntungan atau melestarikan posisi dengan menipu orang lain. Kemunafikan: keinginan supaya orang tidak tahu sifat Anda sebenarnya. Iri hati: keinginan untuk hak istimewa atau keuntungan orang lain bersama kebencian karena Anda tidak memilikinya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Fitnah: pernyataan jahat dan palsu yang mencemarkan nama baik seseorang ditambah dengan keinginan untuk membalas dendam dan meninggikan diri. Ini seringkali terdorong keinginan untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan kita sendiri. Semakin buruk kita memfitnah orang lain, semakin sedikit kegelapan kita sendiri kelihatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kejahatan, penipuan, kemunafikan, iri hati dan fitnah semua harus dibuang dan dihancurkan. Semua hal seperti itu melawan kasih dan menghalang kita menaati kebenaran injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pesan Petrus adalah: jangan berpikir bahwa mereka dapat tumbuh subur di hati yang sama. Keinginan untuk mengecap dan menikmati anugerah Allah tidak mungkin berkembang bersama dengan penipuan dan kemunafikan. Jadi berjuanglah melawan stagnasi rohani dari dua pihak: berjuang untuk menghancurkan keinginan tipu daya dan kemunafikan, dan berjuang untuk merasakan kebaikan Tuhan dalam Firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hasilnya adalah (ayat 2b)”kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan.” Secara harfiah, “Anda akan bertumbuh dalam keselmatan.” Keselamatan diperoleh dengan pertumbuhan. Dan memang Allah sendiri yang memberikan pertumbuhan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 1:5 mengatakan, “Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” 1 Korintus 3:6 mengatakan, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Jadi pertumbuhan itu perlu!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah jatuh dalam stagnasi rohani yang mengatakan, “Saya tidak bisa bertumbuh; saya tidak bisa berubah; dan saya tidak perlu berubah.” Buanglah ide itu dan carilah Allah dengan segenap hatimu untuk pertolongan mengingini Firman-Nya dan marilah bertumbuh bersama kepada keselamatan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?inginkan-air-susu-yang-murni-dari-firman</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000018E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Iman dan Pengharapan kepada Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000018F"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:20-25" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:20-25</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. 22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman Injil yang disampaikan kepada kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sebenarnya ayat 20 dan 21 itu sambungan dari kalimat di ayat-ayat 17-19 yang kita bicarakan minggu yang lalu. Masih ingat tujuan ayat 17, yaitu perintah supaya kita harus hidup dalam ketakutan selama kita masih ada di dunia ini?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat-ayat 18 dan 19 memberikan kita alasan-alasan mengapa kita harus takut, yaitu, kita telah ditebus dari cara hidup sia-sia oleh darah Kristus yang berharga (ayat 19) dan sekarang bukan saja dosa kita diampuni akan tetapi kita harus hidup kehidupan yang telah ditransformasikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Caranya kita menerangkan hal ini minggu yang lalu adalah semakin berharga tebusan yang dibayar untuk hidup berdosa itu, semakin buruk dan menakutkan keadaannya jika kita menerima tebusan itu dan berlaku seolah-olah tidak ada artinya dengan cara hidup yang penuh dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memperingati kita akan bahayanya jika kita mencoba melakukan itu dengan tebusan Allah. Dia tahu masih ada orang yang mencoba untuk menerima tebusan dosa itu, yaitu darah Yesus, dan malah memakainya menjadi alasan untuk berdosa. Mereka mengatakan mereka telah diselamatkan oleh anugerah dan karena itu tidak masalah mereka berulang-ulang hidup dengan perilaku berdosa menyolok.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya saya mengatakan “mencoba” memakainya adalah karena Allah tidak akan mengizinkan hal itu. Karena itu ayat 17 mengatakan “hendaklah kamu hidup dalam ketakutan.” Patutlah kita takut jika kita mencoba mempergunakan tebusan Allah sebagai alasan untuk berdosa terus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah disinilah masuk pengertian tentang ayat-ayat 20 dan 21. Ayat 19 berakhir dengan menjelaskan mengapa “darah Kristus” sangat berharga, dan ayat 20 meneruskan dengan menceritakan berbagai hal yang lebih meninggikan harga tebusan dari ayat 18-19 itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memberikan kita enam hal lagi di ayat 20 dan 21 yang menambahkan kepada harga darah Kristus sebenarnya. Dia melakukan dua hal secara bersamaan; dia memberikan kita lebih banyak alasan untuk berharap kepada Allah, dan ia membuat cara hidup dalam dosa bahkan lebih mengerikan dan menakutkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Pertama, dia mengatakan di ayat 20 bahwa Kristus “dipilih sebelum dunia dijadikan.” Allah Bapa mengenal dan mengasihi Allah Anak, Kristus, untuk selama-lamanya sebelum dunia diciptakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain rencana Kristus untuk mencurahkan darah-Nya bagi tebusan untuk menyelamatkan kita dari cara hidup sia-sia bukan suatu rencana yang dibikin setelah penciptaan dunia. Allah dan Kristus telah mengetahui rencana dan peran Kristus sejak selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Petrus mengatakan di ayat 20 bahwa Kristus “baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.” Dengan kata lain Dia telah berada sebelum penciptaan dan berhubungan dengan Allah Bapa-Nya dan manusia tidak dapat melihatnya; namun sekarang di zaman akhir ini, artinya zaman Mesias dan semua waktu sesudahnya, Dia baru menyatakan diri-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus yang kekal menjadi manusia supaya Allah dapat dilihat. Di Yohanes 14:9 tertulis perkataan Yesus kepada mereka: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Tidak mungkin ada tebusan darah yang berharga jika Kristus tidak menjadi manusia dengan darah dan daging. Dia lahir untuk mati. Dan Dia mati untuk menebus kita dari kehidupan yang sia-sia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Petrus mengatakan pada akhir ayat 20 bahwa alasannya Kristus menyatakan diri-Nya adalah “karena kamu”. Pernyataan ini memang sangat menakjubkan. Kita disini membicarakan Allah yang mahakuasa, bijaksana dan kudus dan Anak-Nya ilahi yang tunggal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan yang kita bicarakan adalah tujuan mereka dari jarak kekal untuk merencanakan suatu tembusan masuk kedalam ciptaan mereka. Mengapa? Oleh karena kita, supaya kita dapat ditebus dari kehidupan yang sia-sia. Bukankah ini membuktikan bahwa Allah sangat serius dalam hal kelakuan Anda dan masa depan Anda?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Di dalam ayat 21 Petrus mengatakan bahwa Allah “telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Dia tidak menyebut kematian Yesus karena itu telah dibicarakan di ayat 19 dengan darah-Nya. Disini Petrus mengatakan Yang memberikan darah-Nya tidak dibiarkan mati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Allah menerima nilai penebusan dengan memberikan Anak-Nya hidup kembali. Maksudnya ini untuk kita adalah bukan saja bahwa penebusan itu memuaskan segala persyaratan Allah, tetapi juga bahwa maut itu telah dikalahkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali dosa itu datang membujuk kita dengan mengatakan, “silahkan makan, silahkan minum dan bersenang-senanglah karena pada akhirnya kamu akan mati.” Sekarang Anda dapat menjawab, “Iya, namun bagaimana setelah saya mati? Jika saya berharap kepada Yesus dan bukan kepada kamu, saya akan hidup kembali dan akan diberkati selama-lamanya!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Petrus di ayat 21 mengatakan bahwa Allah “telah memuliakan-Nya.” Dengan kata lain Dia telah membawa-Nya ke surga dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya sebagai Tuhan alam semesta dengan segala kemuliaan yang telah dimiliki-Nya sejak kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang diajarkan disini adalah bahwa Kristus hidup dengan kuasa kemuliaan untuk memastikan bahwa kita yang mengikuti-Nya akan menuju kepada kemuliaan juga. Karena itu kita memiliki setiap alasan untuk berharap kepada janji-janji Allah daripada janji-janji dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">6. Pada permulaan ayat 21 Petrus mengatakan, “Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah.” Dengan kata lain Kristus telah melakukan semuanya yang perlu untuk menghubungkan kita dengan Allah oleh iman. Dia telah menumpahkan darah-Nya yang berharga, Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati, Allah telah memuliakan-Nya dan oleh semua ini kita berharap kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Petrus menjelaskan pada akhir ayat 21 bahwa semua alasan sudah ada “sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.” Paragraf ini berakhir di ayat 21 namun mulainya di ayat 13, dengan perintah, “letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, “haraplah sepenuhnya dalam anugerah Allah!” Ayat 21 mengakhiri paragraf dengan mengatakan bahwa Allah telah melakukan semuanya melalui Kristus sehingga umat-Nya dapat berharap dan beriman kepada Allah. Sehingga Anda percaya Allah dapat melakukan apa yang kita sendiri tidak mampu melakukan.</span><br></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Upah dosa adalah kematian, hadiah bebas dari Allah adalah kehidupan kekal. Jika Anda mengharapkan kebahagiaan dalam kesenangan berdosa dunia ini, Anda akan binasa. Jika Anda mengharapkan kebahagiaan di dalam Tuhan, Anda akan hidup. Panggilan Allah Minggu ini adalah: janganlah memenuhi keinginan hati Anda dengan hal-hal duniawi dan semua jalan yang melawan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berbaliklah kepada Kristus dan pusatkanlah perhatian akal budimu dan kesenangan hatimu kepada Dia. Dia datang dari kekal, dinyatakan pada waktu yang tepat, telah disalibkan untuk orang berdosa, dan dibangkitkan dari antara orang mati, dan dimuliakan di tangan kanan Allah, supaya Anda mendapat kepuasan sepenuhnya di dalam Allah dan bukan di dalam dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita tiba di perintah keempat dalam ayat-ayat malam ini, ayat 22, “hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” Yang paling penting malam ini dalam ayat-ayat ini adalah bahwa kuasa mengasihi datangnya dari mengharap kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang kita lihat di dalam 1 Petrus 1 adalah bahwa hampir semuanya berhubungan dengan pengharapan. Petrus bersuka cita dalam segala yang telah diperbuat Allah dan yang akan dilakukan Allah bagi umat- Nya di masa depan untuk memuaskan mereka selama-lamanya. Dan dia menggambarkan orang- orang yang hidup berdasarkan kebenaran itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi kita tidak perlu heran bahwa perintah keempat ini, yaitu untuk mengasihi satu sama lain, terjepit di antara dua alasan untuk mengasihi yang kedua-duanya deskripsi kelahiran harapan. Kasih itu diselubungi dan didukung harapan. Kasih hidup karena ada harapan. Jika kita tidak dipenuhi harapan, kita tidak akan menjadi orang-orang yang mengasihi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi perhatikanlah alasan mengasihi yang ada di depan perintah mengasihi (ayat 22) dan perhatikanlah alasan mengasihi di belakan perintah mengasihi (ayat 23). Marilah kita memahami kedua alasan dengan jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah untuk mengasihi berada diantara dua alasan untuk mengasihi. Gambarkan itu seperti lampu di jendela gereja. Lampu itu adalah kasih orang Kristen untuk sesamanya. (Matius 5:16, “hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memberikan kita dua alasan untuk mengasihi. Alasan pertama adalah ketaatan kepada kebenaran yang memurnikan jiwa di ayat 22. Alasan kedua untuk mengasihi adalah ayat 23, yaitu kelahiran baru kita oleh karena firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat dulu alasan kedua ini untuk mengerti lebih mendalam kelahiran baru oleh karena Firman Allah. Perhatikanlah apa yang dipentingkan Petrus di ayat-ayat 23-25. Dia bukan mementingkan hanya kelahiran baru oleh karena Firman. Dia mementingkan sesuatu yang khusus tentang Firman Allah. Dan dia membicarakan itu panjang lebar dan malah memakai suatu kutipan dari Perjanjian Lama (Yesaya 40:6-8).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dipentingkan dari Firman Allah? Lihatlah ayat 23, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” Petrus mengatakan warisan kita tidak fana (ayat 4); iman kita tidak fana (ayat 7); tebusan kita tidak fana (ayat 18,19); dan firman Allah tidak fana (ayat 23).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pokoknya Firman Allah itu kekal. Dan tidak pernah salah. Firman itu akan berada selama Allah berada. Dan mereka yang percaya kepada Firman tidak akan jatuh untuk selama-lamanya. Pokoknya inilah yang memberikan kita harapan. Petrus mengatakan firman Allah yang hidup dan kekal sama seperti benih yang tidak fana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan hal itu di 1 Petrus 1:24 lagi yang dikutip dari Yesaya 40:6-8, “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman Injil yang disampaikan kepada kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan intinya ayat 25 adalah bahwa Firman Allah tidak seperti bunga rumput, firman tidak menjadi kering dan gugur. Jika Firman ini menjadi kehidupan Anda, Anda akan hidup selama-lamanya. Dan pada dasarnya pengetahuan ini memberikan kita pengharapan sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi apa maksudnya kita membahas kekalnya Firman ini? Maksudnya adalah jika Anda lahir baru karena benih seseorang, Anda akan mendapatkan karakter benih itu. Itu menjadi sifat karakter Anda yang baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus ingin kita mengerti bahwa benih yang menciptakan kita, yang menyebabkan kita lahir baru, adalah Firman Tuhan yang tidak fana, yang hidup dan yang kekal. Dan itu berarti kita juga menjadi seperti itu. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita juga kekal. Dan itulah yang memberikan kita pengharapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada satu hal yang menghalang kita mengasihi yaitu ketakutan bahwa jika kita membayar harga kasih itu, kita akan kehilangan semua hal-hal yang kelihatannya begitu menarik yang dijanjikan dunia ini. Seperti ayat 24, “dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika kita “sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati,” itu harganya mahal karena kita akan kehilangan segala kemuliaan dunia seperti bunga rumput yang disenangi orang sekarang. Kuasa mengatasi ketakutan itu adalah pengetahuan bahwa kemuliaan dunia ini fana dan kita yang telah lahir baru oleh firman Allah akan hidup selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat sebentar alasan kedua untuk mengasihi. Ayat 22, “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebenaran yang dibicarakan adalah Firman Allah, injil ayat 23, yaitu semua kebenaran yang menghasilkan pengharapan yang telah kita melihat di surat ini. Ketaatan kepada kebenaran sama dengan iman. Yang dituntut Injil adalah iman. Karena itu iman sama dengan ketaatan kepada Injil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus memastikan ini di Kisah Para Rasul 15:9 dimana dia mengatakan bahwa Allah “menyucikan hati mereka (orang-orang bukan Yahudi) oleh iman.” (Lihat juga 1 Petrus 3:1; 4:17). Disini yang menyucikan adalah ketaatan kepada kebenaran, dan disana yang menyucikan adalah iman. Karena itu ketaatan kepada kebenaran sama dengan iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan iman dan pengharapan tidak dapat dipisahkan. Jika Anda percaya bahwa Firman Allah akan menetap selamanya, Anda berharap kepada Firman dan juga percaya Firman itu. Jadi alasannya yang menghasilkan kasih adalah pengharapan kepada Firman Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika pengharapan baru ini menghapus pengharapan yang tua dan sia-sia itu, dan bersandar kepada janji Allah yang hidup dan menetap, pada saat itu dan hanya pada saat itu kita sanggup mengasihi satu sama lain sungguh-sungguh dari hati. Karena kasih sejati dari hati hanya datang dari Tuhan pada saat Anda lahir baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana orang-orang yang mengenal Anda paling baik, yaitu mereka yang melihat kehidupan Anda bukan pada hari Minggu saja, tetapi pada hari Senin, Selasa dan Sabtu malam, bagaimana pendapat mereka tentang caranya Anda memperlihatkan iman Anda? Apakah orang-orang dapat melihat kasihmu terhadap orang lain? Apakah kasihmu kepada orang lain menghasilkan sesuatu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kasih itu dimungkinkan dan didukung dua alasan. Satu alasan adalah perbuatan Allah yang berdaulat, Dia menyebabkan kita lahir baru oleh karena Firman Allah yang hidup dan menetap. Alasan lainnya adalah caranya kita merespon terhadap perbuatan ilahi itu sebagai anak-anak Allah yang telah lahir baru dengan mendengar Firman Allah Bapa dan menaatinya dengan mengharap kepada-Nya oleh iman dan kasih.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tindakan Allah dan cara kita merespon kepada perbuatan ilahi itu bersama-sama membentuk suatu ikatan yang diperlukan untuk mengatasi semua perangkap-perangkap kehidupan dan semua kemunduran hidup. Setiap kali kita merasakan tekanan kehidupan mendekati kita, kita perlu kembali pada iman Firman Allah dan penaatan dan kepercayaan kepada Dia dan setelah itu memerankan kasih- Nya kepada orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana imanmu mengekspressikan diri? 1 Petrus 1:22 mengatakan, “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah imanmu memperlihatkan dirinya dengan kasih? Apakah Anda meletakkan kebutuhan orang lain di depan kebutuhan Anda sendiri, seperti Yesus lakukan dulu dan sekarang? Apakah Anda berhenti membuat hidup Anda semua tentang Anda dan mulai hidup bagi Yesus? Apa yang menunjukkan orang lain bahwa Anda mengasihi Yesus?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?iman-dan-pengharapan-kepada-allah</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000018F</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hidup dalam ketakutan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000190"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:17-19" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:17-19</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita datang malam ini kepada perintah ketiga kehidupan Kristen dalam 1 Petrus. Ayat-ayat 1-12 merupakan suatu puji-pujian dari perbuatan Allah untuk menjadikan kita milik-Nya selama-lamanya. Setelah itu di ayat 13 kita melihat perintah pertama, “Sebab itu letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.” Jadi perintah pertama adalah pengharapan sepenuhnya atas kasih karunia Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah kedua kita membahas minggu kemarin di ayat 15 adalah, “tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu.” Allah mengatakan, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (ayat 16). Jadi perintah pertama berharaplah kepada anugerah Tuhan, dan perintah kedua adalah jadilah kudus sama seperti Allah kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita sampai kepada perintah ketiga, “Hiduplah dalam ketakutan.” Ayat 17, “Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Hiduplah dalam pengharapan, hiduplah dalam kekudusan dan akhir ini, “Hiduplah dalam ketakutan!”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu kita membahas perintah pertama. “Hiduplah dalam pengharapan,” saya meragukan ada orang yang memikir, “Ah tidak mungkinlah dia akan meyakinkan saya bahwa pengharapan adalah cara hidup alkitabiah.” Berharap kepada Tuhan adalah sesuatu yang perlu dimiliki semua orang Kristen.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk perintah kedua. “hiduplah kudus,” saya kira ini diterima cukup baik karena kita percaya Allah itu kudus, namun kita masih belajar untuk hidup kudus dan kita masih memperjari bagaimana caranya melakukannya. Jadi mungkin masih ada beberapa pertanyaan mengenai khotbah minggu lalu untuk hidup dan menjadi kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mengenai perintah ketiga, “Hiduplah dalam ketakutan,” saya menganggap mungkin ada beberapa kecurigaan untuk apa yang akan saya katakan. Bukannya Anda tidak percaya saya. Hidup dalam ketakutan akan Allah bukanlah caranya kita hidup sekarang. Ini bukan pandangan yang diterima masyarakat sebagai hidup rohani yang sehat dan memuaskan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bukan itu saja, akan tetapi ketakutan kelihatannya tidak sesuai dengan pengharapan dan iman dan damai dan suka cita. Dan bukankah tertulis dalam 1 Yohanes 4:18, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya benar, tetapi ayat itu meneruskan, “Sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” Jadi selama kita masih belum sempurna dalam kasih, kita tidak boleh memakai ayat itu untuk mengatakan tidak ada tempat untuk takut akan hukuman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya mengerti mengapa pendeta jarang berkhotbah tentang takut akan Tuhan. Namun yang saya ingin Anda mengerti malam ini adalah untuk bertumbuh lebih mendalam dan lebih kuat sebagai orang Kristen tidak datang dengan hanya menerima ajaran-ajaran Alkitab yang Anda sudah mengerti dan merasa nyaman, karena Anda tidak akan bertumbuh dengan cara itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi Anda akan bertumbuh lebih dalam dan kuat dengan merangkul ajaran-ajaran yang masih belum nyaman dan yang sukar dimengerti dengan kepercayaan bahwa Allah tidak akan mengajarkan kita sesuatu yang tidak benar dan berbahaya dalam Firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal kedua saya ingin Anda lakukan adalah untuk menerima ayat 17-19 dengan serius dan berusaha untuk bertindak melawan kultur dan berusaha untuk bertumbuh alkitabiah lebih mendalam lagi dan untuk menjadikan ketakutan itu sebagian dari kehidupan Anda sehari-hari.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya menjelaskan bagaimana Petrus melihat “takut akan Tuhan” itu berhubungan dengan penghakiman dan penebusan. Ada perintah untuk takut di bagian kedua dari ayat 17, “hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada perkataan khusus untuk “menghormati” atau “ketakutan yang menghormati” dalam bahasa Yunani. Jika kita menambahkan kata itu, ini hanya suatu penterjemahan editor yang memikir tambahan itu memberi pengertian yang lebih jelas. Mungkin itu benar tetapi mungkin juga terlalu membatasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di kedua sisi dari perintah untuk hidup dalam ketakutan ada alasan untuk ketakutan ini. Disebelah depan ayat 17 ada alasan ini, “Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi alasan pertama untuk hidup dalam ketakutan adalah Dia yang kita sebut Bapa menghakimi semua orang menurut perbuatannya. Jadi apakah kehidupan kita dan perbuatan kita menyatakan kepada orang- orang tentang hati kita?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak akan ada aturan yang berbeda untuk orang yang berbeda. Hanya ada satu hal yang menyelamatkan, yaitu iman kita. Dan hanya ada satu standar penghakiman, yaitu kehidupan dan perbuatan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan bahwa selama kita hidup di dunia ini patutlah kita takut, yaitu takut akan kehidupan sepertinya kita tidak percaya Allah dan tidak ada pengharapan kepada Allah dan tidak bertindak sesuai dengan keinginan Allah. Inilah hubungannya ayat 17 dan 13, diantara hidup dalam pengharapan dan hidup dalam ketakutan. Maksud Petrus adalah supaya kita takut seandainya kita tidak hidup untuk Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita tergoda untuk melakukan kehidupan kita dengan cara yang akan menunjukkan bahwa harapan kami adalah uang, bukan Tuhan, kita harus takut. Ketika kita tergoda untuk bertindak dengan cara yang menunjukkan harapan kami adalah kesenangan porno daripada Tuhan, kita harus takut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Paulus mengatakan di 1 Korintus 6:18, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan!” maksudnya adalah, “Takutlah jika pengharapan Anda letaknya dalam percabulan.” Yesus mengatakan di Matius 5:29, “jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.” Takutlah jika kehidupan Anda memperlihatkan bahwa kepuasan Anda bukan di dalam Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini salah satu bagian yang paling penting yang sering kehilangan di dalam kekristenan modern, dan satu alasan utama mengapa gereja sering sama saja dengan dunia. Kita pikir artinya anugerah adalah kita tidak perlu takut sama sekali dalam kelakuan kita. Jadi hal penghakiman sudah dilupakan dalam hidup kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ayat 1 Petrus 1:17 malah di hilangkan saja dalam keinginan kita beradaptasi terhadap budaya sekarang. Namun Allah penuh kasih dan anugerah dan Dia memanggil kita kembali malam ini untuk takut akan kelakuan seperti itu yang menuju kepada kebinasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan sekarang perhatikanlah sisi belakang ayat 17 dimana Petrus memberikan kita suatu alasan lain untuk hidup dalam ketakutan. Dia mengatakan, “hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah Filipi 1:27, “hendaklah kamu hidup berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Itu alasan yang sama kita miliki di ayat-ayat ini, “hendaklah kamu hidup dalam ketakutan,” karena kamu tahu kamu telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus. Sederhana: “hiduplah dalam ketakutan, karena Anda telah ditebus dengan biaya tak terbatas.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ini masuk akal bagi Anda? Pada permulaan saya juga tidak mengerti hal ini. Namun disinilah kita dapat bertumbuh. Anda dapat berakar rohani lebih mendalam lagi dan bertumbuh cabang Anda lebih tinggi lagi. Jangan meremehkan hal ini. Ini kedengarannya sama seperti Mazmur 130:4, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengampunan menyebabkan ketakutan! Dengan cara yang sama Petrus mengatakan, “Ada penebusan kekal telah dibayar, darah Yesus, untuk menyelamatkan Anda dari cara hidup Anda yang dulu, jadi hiduplah dalam ketakutan supaya janganlah kembali kepada cara hidup yang lama.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang ditekankan Petrus di ayat-ayat 18 dan 19 adalah nilai agung dan ketahanan tebusan abadi yang telah dibayar untuk umat Allah. Dia mengatakan bahwa emas dan perak adalah barang fana, yang tidak bertahan lama. Namun darah Yesus mahal sekali dan nilai-Nya tak terhitung.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pokok hubungan dengan ayat 17 adalah: sebanding dengan keberhargaan dan kekalnya tebusan, kita semua harus lebih-lebih lagi hidup dengan rasa takut. Biasanya kita pikir sebaliknya, semakin berharga dan kekal penebusan bagi kita, semakin kita kehilangan ketakutan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Iya, Iya! Dan memang itu benar di satu sisi. Roma 8:33-34 mengatakan, “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati dan yang membayar penebusan yang berharga kekal dan permanent.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Petrus sebenarnya mengatakan, “Takutlah akan Allah jika kamu hidup seolah-olah penebusan itu tidak berharga.” Itu percis maksudnya. Karena di dalam ayat 18 dia mengatakan bahwa tujuan penebusan itu adalah untuk menyelamatkan kamu dari “cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda bisa melihatnya? Ayat 18, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus.” Tujuan dan maksud penebusan ini bukanlah pengampunan melainkan transformasi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan utama ayat ini adalah kemenangan atas kuasa dosa di dalam kehidupan sehari-hari, bukan pengampunan dari kesalahan dosa (walaupun itu benar juga). Alasan Yesus mempersembahkan darah- Nya yang harganya tak terhitung adalah untuk merubahkan cara hidup kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Titus 2:14 mengatakan, “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Petrus mengatakan, “hendaklah kamu hidup dalam ketakutan sebab kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus,” maksudnya hendaklah kamu hidup dalam ketakutan jikaAnda hidup seolah-olah darah Yesus tidak mahal dan tidak berharga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada buku oleh Michael Lewis berjudul ‘the Blind Side’ (Sisi yang Buta). Ini cerita benar yang terjadi di Memphis. Tokoh pusat adalah atlet hitam bernama Michael Oher. Oher sekarang pemain football tackle kiri untuk Universitas Mississippi dan ia adalah pra-musim Semua Amerika dan diperkirakan menjadi pemain football profesional yang hebat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Michael Oher dibesarkan di kode pos termiskin ke-3 di Amerika, sebuah daerah kumuh di Memphis. Ayahnya tewas dalam situasi terkait kejahatan. Ibunya seorang pecandu narkoba dan tidak memedulikannya. Oher bertumbuh pada dasarnya membawa kantong sampah penuh barang-barangnya dari satu rumah teman kepada yang lain selama bertahun-tahun. Dia piatu dan tunawisma dan dia juga sangat besar. Pada waktu dia berumur 15 tahun dia tingginya hampir 2 meter dan beratnya 159 kilogram.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk membuat cerita panjang pendek, Oher ditemukan oleh Sean dan Leigh Anne Tuohy, keluarga kulit putih yang kaya di Memphis, yang membawanya kedalam rumah mereka dan secara praktis mengadopsinya. Dia disekolahkan di sekolah swasta eksklusif yang sama untuk anak-anak Tuohy laki- laki dan perempuan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oher orangnya besar sekali namun dia takut akan segala hal. Dia tidak pernah mengangkat kepalanya dan memandang orang mata ke mata. Dia tidak pernah menjawab pertanyaan atau berbicara kepada siapapun. Dia seolah-olah ingin hidup tanpa ada orang melihatnya supaya dia tidak menyusahkan siapapun dan karena itu ada tempat tidur malam itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun keluarga Tuohy ini merangkul dia, memberikan dia rumah, pakaian, makanan, les khusus dan keterlibatan dalam olahraga. Dan setelah itu mereka menyaksikan suatu transformasi. Orang yang tidak dihargai ini mulai menerima kasih keluarga ini. Dia mulai menerima pendidikan untuk pertama kalinya. Setelah main football satu tahun dia diidentifikasikan oleh pengintai unversitas sebagai pemain football lineman SMA terbaik di negara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia berubah dari seseorang yang tidak kelihatan dan tidak dianggap yang tidak pernah mengangkat kepalanya dan tidak pernah bicara menjadi anak pungut keluarga kulit putih yang kaya sekali. Hal yang sama terjadi terhadap Anda dan saya ketika kita datang kepada Kristus. Namun Michael selalu ingat caranya dia dibersarkan dan selalu masih ada ketakutan mengingat kasih orang tua angkat dan tanpa kasih itu dia bisa saja kembali hidup di jalan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah dia berani hidup dengan cara yang akan memalukan orang tua angkatnya? Tidak, pasti tidak! Dan itulah pesan Petrus juga kepada kita malam ini. Cara Anda hidup adalah kesaksian pemikiran Anda tentang hadiah keselamatan yang telah diberikan Allah kepadamu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak layak untuk memikirkan kita dapat mendekati Allah. Kita orangnya penuh dosa, rusak dan jelek. Namun dalam kemurahan hati-Nya, Yesus mengulurkan tangan-Nya kepada kita dan Dia telah menyelamatkan kita sehingga kita dipungut menjadi anak-anak laki-laki dan perempuan Allah alam semesta. Karena itu dengan kepercayaan dan ketakutan kita datang kehadirat Allah sebagai keluarga yang mengingat nilai keselamatan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika hati Anda dipenuhi jaminan selagi Anda merenungkan besarnya nilai tebusan yang telah dibayar Yesus dengan darah-Nya, itu baik sekali. Allah ingin Anda terisi jaminan kekal. Namun selalu ingat nilai jaminan itu dengan memberikan teladan hidup yang membuktikan bahwa Anda sangat menghargai darah Yesus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah akhirnya saya menjelaskan hal ini dengan cara sistematis: Tujuan Allah dalam mencurahkan darah Yesus adalah pembenaran dan proses pengudusan kita. Dia telah menyediakan pengampunan kita dan pemurnian kita. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan. (Petrus menekankan kemurnian itu di ayat 18).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu, jika kita tidak melawan dosa itu sekeras mungkin, seolah-olah harga besar dan nilai besar darah Yesus tidak dapat mencegah kita berdosa. Dan jika kita tidak mengingat tujuan hadiah Allah itu supaya kita di transformasikan, maka patutlah kita takut.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena jika kehidupan kita masih saja penuh dosa dan karena itu memperlihatkan kepada dunia bahwa darah Yesus itu tidak ada kekuatan-Nya, maka Yesus sebenarnya bukan pengharapan kita dan sukacita kita. Dan itu hal yang sangat menakutkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Intinya semua ini adalah; berharaplah kepada anugerah Allah! Dan jika Anda tidak berharap kepada anugerah Allah, Anda memiliki alasan besar untuk ketakutan. Takutilah kelakuan yang menunjukkan dunia bahwa Anda telah lupa akan nilai dan harga kasih Yesus. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?hidup-dalam-ketakutan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000190</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hawa nafsu melawan Kekudusan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000191"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:13-16" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:13-16</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak- anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama duabelas ayat Petrus tidak memberikan kita perintah-perintah dan tidak ada peringatan dan tidak ada nasihat. Dia hanya bersukacita dan memberkati Allah yang memilih dan melahirkan kembali dan memurnikan dan melindungi. Setelah itu di ayat 13 kita melihat perintah pertama dalam kehidupan Kristen, “letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia Tuhan.” Siapkanlah akal budimu dan waspadalah untuk berperang dengan pengharapan. Jadi pengharapan adalah hal pertama yang perlu kita lakukan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari saya berikan terjemahan harfiah dari ayat ini supaya Anda dapat melihat hubungan kata-kata ini lebih jelas. Petrus mengatakan, “Sebab itu ikatlah jubah akal budimu”, ini suatu gambaran seseorang yang memakai jubah yang diikat ikat pinggangnya supaya dia dapat berlari dan bergerak dengan leluasa dan cepat tanpa takut tersandung pakaiannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan bagian Anda yang perlu dibebaskan dengan cara itu adalah jubah akal budi kita. Janganlah memikirkan hal- hal duniawi, jangan memikirkan cari uang atau membeil rumah baru atau mobil baru.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu dia meneruskan dengan “waspadalah”, suatu gambaran dimana kita harus memperhatikan hal-hal rohani. Ini menyiratkan kewaspadaan, dan mengevaluasi hal-hal dengan baik, karena pandangan Anda terang dan pikiran Anda tidak mati rasa dengan pengaruh duniawi yang memabukkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu datanglah kata kerja utama, dan untuk pertama kalinya dalam surat ini sebuah keharusan. Perintah ini mengatakan, “letakkanlah pengharapanmu seluruhnya.” atau Tujukan pengharapanmu seluruhnya.” Jadi perintah pertama dalam surat ini adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan akal budi dan hati Anda. Ini perintah untuk mengharap. Mengharap bukan saja tindakan jasmani. Ini adalah pengalaman jiwa. Dan Petrus memerintahkan kita untuk mengalami pengharapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu kita melihat perintah kedua: Kuduslah kamu (ayat 15,16). Sekarang kita diberi dua perintah: Berharaplah atas anugerah Allah dan Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Anda bisa melihat bahwa kedua perintah ini memerlukan orientasi hidup sepenuhnya kepada Allah. Jadilah orang yang dipenuhi pengharapan, dan semoga pengharapan yang memenuhi Anda adalah pengharapan kepada Allah. Jadikanlah kekudusan dirimu sama seperti kekudusan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pada waktu Anda mengharap, Anda memusatkan diri kepada Allah, dan pada waktu Anda kudus, Anda juga memusatkan diri kepada Allah. Sumber pengharapan Anda adalah anugerah Allah dan kekudusan Allah adalah standar kekudusan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang ketika kita merenungkan berbagai realitas Alkitab seperti kekudusan dan pengharapan, kita bisa kehilangan hutan karena memusatkan diri kepada pohon. Hutan disini adalah bahwa kehidupan Kristen adalah suatu kehidupan yang diserap Allah, setiap waktu setiap hari, Allah adalah motivasi kita, Allah sebagai panduan, Allah sebagai standar moral, Tuhan sebagai penghiburan, Tuhan sebagai kekuatan, Allah sebagai kebenaran dan Allah sebagai sukacita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang keluar dari 1 Petrus dan seluruh Perjanjian Baru adalah bahwa hidup kekristenan adalah hidup yang dijalankan dalam Tuhan, yang selalu sadar akan Tuhan, yang selalu disampaikan kepada Tuhan, selalu percaya Tuhan, selalu dibimbing oleh Tuhan dan selalu berharap pada Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang sekarang mengherankan saya berkali-kali dan yang memenuhi hidup dan pelayanan saya adalah pada saat saya melihat kehidupan budaya Amerika kontemporer, kenyataan yang paling menakjubkan dan menakutkan adalah pandangan orang yang mengabaikan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat saya mempelajari Perjanjian Baru, hal yang paling menakjubkan dan paling menakutkan adalah bahwa pandangan itu percis sebaliknya, dimana Allah adalah segalanya. 1 Korintus 3:7, “Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kadang-kadang dalam musim kelemahan saya melihat dalam hidup sekarang orang-orang begitu meremehkan Allah sehingga saya seolah-olah mati rasa dan tidak sanggup merasakan besarnya kejahatan dan bahaya yang menyelubungi saya. Namun sering Allah berbicara kepadaku dengan tegas seperti yang baru-baru Dia lakukan. Saya sedang membaca di tempat tidur tentang nabi Hosea di 8:14, “Israel telah melupakan Pembuatnya dan telah mendirikan istana-istana.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada kalanya saya membaca terus saja, namun pada hari itu saya berhenti. Allah berbicara kuat kepada saya saat itu. Dan saya menutup Alkitab dan menutup mata saya dan saya merasa lagi panggilan hidupku, “beritakanlah kepada orang-orang Kristen untuk mengingat Pencipta mereka dan memperingati mereka tentang istana-istana mereka. Berkhotbahlah tentang itu hari Minggu, ajarlah mereka hari Jumaat, dan berikanlah mereka teladan baik dihadapan keluarga, Core group dan para Diaken.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hal utama yang kita harus pikirkan dan rasakan dan berbuat di dalam dunia ini adalah Allah. Jika kita mementingkan sesuatu lebih dari pada Tuhan itu menyembah berhala. Dan disitulah hati saya ketika saya baca ayat 16,“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus,” dan ayat 15, “tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah adalah standar Kekudusan. Apakah artinya? Ide akar kekudusan terdapat di Perjanjian Lama, dan ini berarti terpisah dari yang cacat dan jahat dan terpisah untuk Allah. Misalnya di Keluaran 31:15, “tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nabi-nabi kudus bagi Allah, mereka dipisahkan dari kegiatan biasa dan didedikasikan dengan cara kusus bagi Allah, 2 Tawarikh 23:6 mengatakan, “Siapapun tidak boleh memasuki rumah Tuhan selain dari pada para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas. Mereka boleh masuk, karena mereka kudus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan ketika definisi kekudusan diapplikasikan kepada Allah sendiri, ada sesuatu yang menarik terjadi. Allah kudus karena Dia terpisah dari semua kejahatan dan cacat dan yang tidak murni. Ini setengahnya dari definisi ini. Dia tanpa kejahatan atau kekurangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagian lainnya dari definisi adalah bahwa kekudusan Allah berarti Dia terpisah bagi dirinya sendiri. Sekarang hati-hati supaya janganlah kita menghilangkan perbedaan-perbedaan diantara kekudusan Allah, kemuliaan Allah dan kebenaran Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda suatu gambaran sederhana tentang hubungan ketiga ini yang dapat diuji Anda pada waktu membaca Firman Tuhan. Realitas paling dasar adalah kekudusan Allah. Ini mengacu pada kenyataan bahwa Allah adalah benar-benar unik dan di dalam kelasnya tersendiri, itulah artinya Dia terpisah dari segalanya, tidak ada sesuatu yang sebanding dengan Dia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada Pencipta lain, tidak ada Penopang lain, tidak ada Yang menentukan standar kebaikan dan kejahatan. 1 Samuel 2:2 mengatakan, “Tidak ada yang kudus seperti Tuhan, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia terpisah dalam sebuah kelas untuk diri-Nya sendiri, tiada bandingnya, tak tertandingi, benar-benar tidak berasal dari yang lain, mutlak dalam keberadaan dan kesempurnaan, tanpa awal atau akhir atau perbaikan. Dalam satu kata kekudusan-Nya paling luar biasa dari nilai tak terbatas di antara semua yang ada.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kemuliaan Allah adalah sinar atau ekspresi dari kesempurnaan dan nilai itu. Misalnya memakai matahari sebagai contoh, cahaya matahari itu adalah kemuliaannya dan api matahari itu adalah kekudusannya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesaya 6:3 mengatakan, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan- Nya!"</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kebenaran Allah adalah kesetiaan-Nya atau komitmen-Nya untuk selalu bertindak sesuai dengan keindahan kemuliaan-Nya dan nilai kekudusan-Nya. Kebenaran-Nya adalah kesetiaan-Nya untuk menegakkan dan memperbesar kemuliaan dan kekudusan diri-Nya. Jika Allah pernah bertindak seolah- olah kemuliaan-Nya itu tidak penting di semesta alam, Dia tidak benar dan tindakan-Nya tidak benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana kekudusan Allah mempengaruhi hidup kita? Perjanjian Baru mengajarkan orang-orang yang percaya Yesus untuk membangun hidup mereka diatas kebenaran dan kemuliaan Allah. Namun dalam konteks ini Petrus memusatkan pikiran kita kepada kekudusan Allah. Bagaimana kita harus hidup seperti itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengutip Allah di dalam ayat 16, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah ini berarti kita harus unik total di alam semesta sama seperti Allah?	Tentu saja tidak. Jadi seharusnya seperti apa? Kunci terdapat dalam membandingkan ayat 14 sama ayat 15. Ayat 14 memberikan kita kebalikannya	menjadi kudus supaya kita lihat kontras perintah menjadi kudus dari ayat 15.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 14,15, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.” Jadi bagaimana caranya Allah menyebabkan kekudusan itu keluar dalam hidup orang-orang yang percaya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Kita melihat hal-hal dengan pengertian baru. Setelah kita dipanggil dan di jadikan anak-anak Allah , kita tidak lagi melihat hal-hal dengan kebodohan seperti dulu. Kita melihat berbeda. Ayat 14, “jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang setelah kita dipanggil, dan lahir dari Tuhan dan menjadi anak Allah, kita tidak lagi dibutakan yang dinamakan Paulus “hawa nafsu yang menipu”. Hal-hal itu tidak mampu lagi menipu kita. Kita sudah mengerti dan kita tidak bodoh seperti anak kecil yang lebih suka satu nickel daripada satu dime karena itu lebih besar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seberapa sering kita menginginkan lebih banyak harta duniawi ini karena untuk saat itu mereka tampak lebih berharga? Hanya pada saat kita mengerti bahwa harta Allah bukan saja beberapa kali lebih berharga, akan tetapi jutaan kali lebih berharga, kita dapat melepaskan keinginan yang menyesatkan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang kita lebih tahu. Apa yang kita lebih tahu? Terutama Allah. Kita lebih tahu tentang kekudusan Allah. Kita tahu bahwa realitas manusia jauh lebih rendah nilainya dibanding Allah. Dan kita belajar semakin banyak tentang nafsu kita dan kekudusan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Tesalonika 4:3-5, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dulu kita buta akan nilai Allah. Kita berpaling dari mata air kehidupan dan mencoba untuk menggali waduk untuk diri kita sendiri yang bocor yang tidak dapat menahan air. (Yeremiah 2:13). Sekarang, oleh karena Roh Kudus, semua kebodohan dan ketidaktahuan itu hilang, dan kita mulai mengerti keadaan sebenarnya. Dan sekarang kita sadar bahwa kekudusan Allah adalah nilai terbesar di alam semesta.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Kita menghilangkan keinginan lama dan mulai mengalami keinginan baru. Menggantikan ketidaktahuan yang dulu dengan kebenaran Allah menyebabkan kita meninggalkan keinginan lama dan mencari keinginan baru. Ayat 14, “jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita tidak mengenal Allah, kita memiliki keinginan yang menipu diri. Namun sekarang Petrus memanggilnya keinginan-keinginan yang dulu menguasai Anda. Mereka memudar ke masa lalu. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun kita harus melawan keinginan itu sekuat mungkin dengan kebenaran, mereka tidak lagi menguasai kehidupan kita lagi, Mereka sudah lalu, dan itu tidak lagi menentukan siapakah kita sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disinilah kita hidup sehari-hari berperang terus menerus melawan keinginan lama itu yang dulu mengontrol kehidupan kita. Disinilah kita memerlukan kuasa pengharapan yang sepenuhnya bersandar kepada anugerah Allah dalam pertempuran mengatasi pencobaan masa lalu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan disinilah kita memerlukan kewaspadaan, yaitu suatu gambaran dimana kita tidak mabuk mengenai soal-soal rohani. Ini menyiratkan kewaspadaan, dan mengevaluasi hal-hal dengan baik, karena pandangan Anda terang dan pikiran Anda tidak mati rasa dengan pengaruh memabukkan dan dengan pertolongan Tuhan Anda dapat mengatasi semuanya ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda beberapa perangkap yang Anda akan nemui dan perlindungan Tuhan yang disediakan bagimu dalam perjalanan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Jatuh cinta dengan dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Ingatlah pengaruh yang mematikan dari cinta-dunia dan merenungkanlah penghiburan yang tidak ada habisnya dari mata air persekutuan dan dukungan dan keindahan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Mengabaikan dosa dan tidak peduli menyinggung kekudusan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Merenungkan kebenaran Firman Tuhan bahwa segala perbuatan kita bukan saja terhadap manusia akan tetapi juga terhadap Tuhan, dan Allah benci dosa dan kekudusan Allah adalah sikap karakter-Nya yang paling penting.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Rasa kekebalan dari pertanggungjawaban dan otoritas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Serahkan diri Anda kepada beberapa penasihat yang berpikiran Alkitabiah, dan bijaksana secara rohani yang diberi hak untuk minta pertanggunganjawaban Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Mengalah kepada keinginan untuk mendengar keinginan kita saja sambil cinta kebenaran itu makin menguap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Mengembangkanlah cinta kebenaran, bahkan dalam rincian terkecil, dan jangan mendengar keinginan orang yang menginginkan kepuasan dari moralitas duniawi saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Perhatian kepada Firman Tuhan makin mengecil.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Pelajarilah dan renungkanlah dan menghafallah Firman Kudus tanpa mengenal lelah dan bertindaklah sesuai dengan semua itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Ketidakpedulian yang makin bertumbuh terhadap kebaikan rohani orang Kristen lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Berdoalah sekeras mungkin dan bangkitkanlah hati Anda untuk mengasihi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Ketidakpedulian untuk misteri Alkitabiah perkawinan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Ingatkan diri Anda berulang-ulang bahwa perkawinan Anda adalah suatu video hidup yang berjalan terus dari hubungan Kristus dengan gereja-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Kehidupan Kristen seolah-olah terdiri dari bagian-bagian yang terpisah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Pandanglah segalanya, dan memang semuanya, seperti suatu permadani yang dijalin bersama yang berhubungan dengan nilai kemuliaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Merasa di atas perlunya penderitaan dan penyangkalan diri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Jangan sekali-kali melupakan janji KPR 14:22, “untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Dan tidak pernah lupa apa yang dikatakan dalam Lukas 9:58, “tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." dan perkembangkanlah teologia Alkitabiah mengenai kesia-siaan dan penderitaan khususnya dari Roma 8:17-30.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perangkap: Menyerah kepada mengasihani diri sendiri di bawah tekanan dan kesepian menjadi orang Kristen di dalam dunia yang fasik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan: Merangkullah intinya ajaran Markus 10:29-30, “sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, 30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya menasihati kamu bersama-sama dengan rasul Petrus di 1 Petrus :14-15, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?hawa-nafsu-melawan-kekudusan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000191</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yang dicari nabi-nabi dan ingin diketahui malaikat]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000192"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:10-12" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:10-12</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seringkali kita hidup dan banyak hal dianggap tidak penting. Hidup di dalam rumah dan kemampuan untuk membeli makanan dianggap sebagai hak semua orang sampai saatnya ada gempa bumi yang tiba-tiba mengambil semuanya. Benar tidak bahwa kita tidak menyadari kepentingan milik kita sampai saatnya hilang begitu saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apalagi hidup di US dimana harta milik kita begitu banyak sehingga kita tidak menghargai barang-barang itu. Dan juga diantara orang-orang yang pergi ke gereja kita hidup seolah-olah keselamatan itu tidak begitu berharga. Dan kebanyakan kita hidup sehari-hari tanpa memikirkan soal keselamatan sama sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun rasul Petrus disini ingin mengingatkan kita lagi betapa besarnya dan hebatnya keselamatan kita sebenarnya. Betapa berharga Firman Tuhan itu dalam menjelaskan janji-janji Allah tentang keselamatan kita dan membiarkan Roh Kudus menetap di dalam hati kita. Marilah kita membaca apa yang dia katakan di 1 Petrus 1:10-12.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus pernah mengatakan kepada murid-murud-Nya di Matius 13:16-17, “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bahkan yang paling setiapun dan yang paling benar dari Perjanjian Lama juga tidak diberikan pengertian yang diberikan kepada para rasul dan setiap orang yang percaya sekarang ini. Iya, dan itu berarti pengertian Anda dan saya jauh lebih besr daripada para nabi zaman dulu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 2:9-16, “Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. 12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. 16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi setiap orang Kristen yang mempelajari Firman Tuhan dan bergantung kepada Roh Kudus di dalamnya di janjikan pengertian ilahi. Sebagai orang Kristen kita bukan saja memiliki wahyu Allah yang lengkap di dalam Alkitab akan tetapi juga penulis Firman itu menetap di dalam hati kita untuk menjelaskan dan menterjemahkan dan mengapplikasikan kebenaran-kebenaran itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, untuk mengalami sesuatu yang besar dan bijaksana dan suci sehingga semua orang pada waktu itu ingin mengalaminya namun mereka tidak diberi kesempatan, itu seharusnya membuat kita merasa diberkati dan bersyukur. Ini logika yang sama dari ayat-ayat 1 Petrus 1:10-12 malam ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus ingin kita merasakan syukur dan takjub lebih banyak lagi untuk keselamatan kita karena nabi-nabi Allah dan bahkan malaikat-malaikat surga juga ingin tahu apa yang kita mengalami sekarang oleh Injil Yesus Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 10-11, “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” Dengan kata lain, nabi-nabi itu sendiri mencari dan ingin melihat apa yang mendorong mereka untuk bernubuat tentang kasih karunia keselamatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kepada mereka telah dinyatakan di ayat 10, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malaikat adalah mahluk berbeda dari kita dan Allah juga memperlakukan mereka berbeda. Suatu ketika mereka diberi pilihan sebelumnya kita dicipta dan mereka yang menjadi malaikat sekarang tidak berdosa dan ada bersama Allah dan kita nanti sampai selamanya di surga. Jadi keselamatan dan proses penyelamatan itu sesuatu yang asing bagi mereka. Dan bukan saja para nabi, namun malaikat juga sendiri ingin melihat keselamatan ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pokok pertama paragraf ini adalah bahwa kita harus kagum pada kebesaran keselamatan kita dan keagungan ini ditunjukkan oleh fakta bahwa nabi Allah dan malaikat-malaikat di surga ingin sekali untuk melihatnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saya ingin mengatakan sedikit tentang ide keselamatan dan setelah itu saya ingin membahas sebentar lima alasan yang memperlihatkan kebesaran atau harga keselamatan kita dan mengapa kita perlu mensyukuri hal itu. Ada satu pertanyaan yang saya ingin menanyakan sebelumnya, “Apakah saya perlu diselamatkan?” Ini tidak sama dengan pertanyaan “Apakah saya memikir perlu diselamatkan?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda perlu diselamatkan tanpa mengerti itu perlu. Contoh, jika ada kapal terbang yang baru keluar bandara yang tidak bisa naik dan menuju kepada gereja ini sekarang, Anda perlu diselamatkan namun Anda tidak akan tahu hal itu kecuali ada orang yang berlari masuk dan berteriak mengenai kapal terbang itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jika Anda merasa aman bukan bukti bahwa Anda benar aman. Anda mungkin sangat memerlukan penyelamatan namun sama sekali tidak merasa ada bahaya. Jadi kita menanyakan lagi, “Apakah kita perlu penyelamatan?” Apakah ada hidup dan sukacita di masa depan yang akan dibuang begitu saja jika kita tidak diselamatkan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mendengar Petrus dalam suratnya dan Anda sendiri menagmbil kesimpulan mengenai keperluan Anda sendiri. Dan semoga Roh Kudus menolong kamu berlaku jujur. Jadi kita perlu diselamatkan dari bahaya macam apa?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 2:24 dikatakan, “Kristus sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Kita perlu diselamatkan dari dosa-dosa kita karena itu seperti suatu penyakit terminal yang mematikan untuk selama-lamanya. Bilur-bilur Kristus dapat menyembuhkan penyakit itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 3:18 dikatakan, “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.” Dosa-dosa memisahkan kita dari Allah. Jadi Kristus mati bagi dosa-dosa kita supaya kita dapat kembali kepada Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 4:17 dikatakan, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” Dosa juga merupakan perasaan bersalah terminal yang patut dihukum. Injil adalah kabar baik bahwa Kristus menanggung hukuman itu bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 5:8 dikatakan, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Dengan kata lain, Anda perlu diselamatkan dari Iblis yang menjadi penipu dan pembunuh dan mencoba menghancurkan sebanyak mungkin manusia supaya ada temannya di neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah singa, yang berarti bahwa dia jauh lebih berkuasa daripada Anda atau saya. Jadi kita perlu diselamatkan dari dia. Alkitab mengatakan bahwa Anak Allah datang kedunia ini untuk menghancurkan perbuatan Iblis (1 Yohanes 3:8). Dan Petrus mengatakan lawanlah dia dalam iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi jawaban Petrus adalah kita perlu diselamatkan dari penyakit dan perasaan bersalah dari dosa, dan dari hukuman Allah dan dari penghancuran Iblis. Sekarang pertanyaan yang perlu dijawab adalah: Apakah Anda dalam keadaan bahaya? Apakah Petrus menyatakan kebenaran? Apakah Anda perlu diselamatkan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 1 Petrus 2:25 Petrus mengatakan, “Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.” Penyelamatan berarti dibawa pulang kepada Gembala yang penuh kasih yang akan membaringkan aku di padang yang berumput hijau dan membimbing aku ke air yang tenang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di 1 Petrus 5:4 dikatakan, “Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.” Ini artinya warisan yang tidak dapat layu dari ayat 1 Petrus 1:4. Jadi kita diselamatkan untuk mewarisi kemuliaan. Tidak ada lagi malu, tapi kehormatan. Tidak ada lagi penghinaan, tetapi penyataan kemuliaan anak-anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 5:10 mengatakan bahwa “Allah, sumber segala kasih karunia, telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal.” Kita diselamatkan untuk mengambil bagian di dalam kemuliaan Kristus. Dan tentu saja akibatnya adalah sukacita kekal. “Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. (1 Petrus 4:13)”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Firman Tuhan malam ini, dan bukan perkataan editor koran, dan bukan perkataan TV, dan bukan perkataan sekolah umum, dan bukan perkataan universitas negara, namun perkataan dari rasul Petrus yang berbicara atas nama Yesus Kristus Anak Allah, yang mengungkapkan pikiran Allah adalah : Kita perlu diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu diselamatkan dari dosa kita dan Iblis dan penghakiman. Dan kita diselamatkan untuk hubungan pribadi dengan Kristus Gembala jiwa kita, dan mengambil bagian dalam kemuliaan kekal Allah, dan sukacita dan penghargaan yang sama kekalnya dengan kemuliaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi dalam ayat 10 ketika Petrus mengatakan, “Keselamatan itulah …” kita sekarang lebih mengerti apa yang dia maksud. Tujuannya di ayat-ayat 10-12 adalah untuk mengintensifkan rasa syukur kita dan untuk memenuhi kita dengan sukacita dan penyembahan untuk nilai yang tidak ada habisnya dari keselamatan besar ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dia melakukan ini dengan memberikan kita lima hal ajaib dari keselamatan kita, hal-hal yang mungkin belum pernah kita pikirkan. Saya akan menyebutnya sebentar dan berdoa semoga itu melekat di hati Anda dan menghasilkan buah iman dan buah syukuran.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Petrus menunjukkan fakta yang menakjubkan bahwa Kristus sendiri, Roh Kristus, ratusan tahun sebelum kematian dan kebangkitan-Nya sendiri, sudah menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya sendiri. Lihatlah pertengahan ayat 11, “Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti bahwa Kristus, Anak Allah di surga, telah merenungkan penderitaan dan kematian-Nya bagi kita selama berabad-abad. Memang sejauh rencana keselamatan berada dalam pikiran Allah, sejauh itu Kristus telah bersedia dan siap untuk memberikan diri-Nya sendiri untuk dosa-dosa kita. Anda tidak dikasihi hanya pada saat pengorbanan berdarah itu dalam sejarah. Anda telah dikasihi selama berabad-abad dalam rencana kekal Allah Bapa dan Anak untuk menyelamatkan pendosa-pendosa yang percaya kepada-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Petrus menyoroti nilai keselamatan kita dengan mengatakan betapa besarnya keinginan para nabi untuk mendapat bagian dalam hal ini. Ayat 11, “Dan nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kristus datang kepada Yesaya tujuh ratus tahun sebelum inkarnasi dan mengatakan di Yesaya 53:5-6, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada waktu Roh Kristus memerintahkan Yesaya untuk menulis apa yang Dia katakan di Yesaya 6:11, “Kemudian Yesaya bertanya: "Sampai berapa lama, ya Tuhan?" Menanyakan dan mencari dan menginginkan itu adalah gema nilai yang tak terlukiskan dari keselamatan hati orang-orang kudus zaman dulu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Jawaban Tuhan diberikan di dalam ayat 12, “Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu.” Roh Kristus mengatakan kepada Yesaya, sabarlah kamu tidak melayani dirimu sendiri atau angkatanmu sendiri. Kamu melayani orang-orang kudus ratusan tahun dari sekarang. Mereka akan melihat dalam nubuatan kamu tentang Saya suatu bukti bahwa Aku adalah yang Aku katakan. Dan kebenaran ini akan menyebabkan nilai kekal ini menjadi iman yang tak tergoyahkan dalam hidup mereka. Kehidupan kamu tidak sia-sia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Hal berikut yang dikatakan Petrus untuk menyoroti nilai keselamatan kita adalah bahwa malaikat- malaikat ingin sekali mengerti hal ini. Akhir ayat 12 mengatakan, “hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti mereka ingin tahu karena disatu sisi mereka diluar drama dosa dan penebusan karena mereka tidak pernah berdosa dan mereka senang sekali menyaksikan karya besar keselamatan Allah terungkap dalam sejarah dan dalam kehidupan orang-orang kudus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksud Petrus adalah, jika malaikat-malaikat senang sekali melihat keselamatan kita, apa lagi kita yang menjadi pewaris keselamatan itu (dan bukan saya penonton) harus bersukacita dalam hal itu dan bersyukur dan mengatakan bersama dengan Petrus, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Akhirnya, Petrus menyoroti nilai keselamatan kita dengan mengatakan kepada kita di ayat 12 bahwa Roh Kudus sendiri diutus dari sorga untuk menyampaikan berita Injil kepada kamu. “segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah yang terjadi sekarang. Saya berkhotbah berita Injil kepada Anda bahwa Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan pendosa-pendosa dengan keselamatan yang bernilai tinggi sekali, jauh lebih berharga dari pada apa yang Anda miliki atau tahu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bukan saya saja yang memanggil perhatian Anda akan nilai Kristus dan keselamatan, ini adalah Roh Kudus yang diutus dari sorga yang berbicara melalui saya. Doa saya adalah supaya Anda terbuka untuk percaya dan mengalami suatu syukuran yang semakin bertumbuh untuk keselamatan yang besar itu. Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?yang-dicari-nabi-nabi-dan-ingin-diketahui-malaikat</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000192</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sukacita dalam Kristus yang tidak kelihatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000193"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:8-9" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:8-9</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin mulai dengan pertanyaan ini: Mengapa Petrus menceritakan kepada orang-orang Kristen pengalaman mereka. Dia mengtakan, Anda mengasihi Kristus, Anda percaya Kristus, bersuka cita dalam Kristus dengan dengan mulia yang tidak terkatakan walaupun Anda belum pernah melihat Dia.” Mengapa? Mengapa menceritakan kepada mereka pengalaman mereka sendiri?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya adalah keinginannya menggambarkan Kekristenan tulen sebenarnya kepada mereka. Dan dia ingin melakukan itu dengan cara khusus, sehingga jika mereka melupakannya, mereka akan memiliki suatu patokan tertentu untuk mengingatkan mereka kembali kepada apa yang telah terjadi, supaya mereka akan sadar kembali dan berbalik kepada apa yang kehilangan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya menggambarkannya seperti ini (Ini bukan gambaran sempurna, namun ini akan menolong kita mengerti mengapa Petrus membicarakan pengalaman mereka sendiri): Kekristenan sejati sepertinya berenang melawan arah dalam sungai penuh kefasikan dan bagi kita itu berarti kefasikan Amerika dan Indonesia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita berenang dengan gerakan kasih kepada Kristus, dengan gerakan iman kepada Kristus, dan gerakan suka cita di dalam Kristus. Dan sementara kita berenang, kita tidak terbawa arus kefasikan kepada air terjun penghakiman yang mengerikan ke hilir sungai.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah memelihara kita, seperti dikatakan di ayat 5, oleh iman. Dia memberikan kita kesanggupan untuk berenang terus melawan arus dengan gerakan iman, kasih dan sukacita, sehingga kita tidak terbawa arus kefasikan besar masyarakat kita sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pelatih renang kita, rasul Petrus, berada di tepi sungai memperhatikan kita dan mengikuti kita. Dan ketika kita berenang baik, dia berseru,”Lihat kesini, kau baik-baik sekarang, saya akan memasang sebuah bendera sama dengan posisi dimana Anda berada di sungai sekarang. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Tandailah ini. Disinilah di mana Anda berada.” Itulah yang dia lakukan dengan kita di ayat 8-9.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alasannya adalah jika kita berhenti berenang dengan gerakan kasih untuk Yesus, dan gerakan iman kepada Yesus dan gerakan suka cita untuk Yesus, dan kita mulai hanya mengambang ke hilir sungai kefasikan, kita dapat bangun dan dapat melihat dan menyadari bahwa bendera itu ada di hulu sungai. Jadi kita memiliki sebuah titik acuan untuk memanggil kita kembali kepada Kekristenan sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi itulah juga yang saya ingin lakukan malam ini. Petrus melakukan hal itu untuk orang Kristen dulu dan saya akan mencoba melakukan itu dengan kata-katanya bagi Anda sekarang, yaitu untuk menanam sebuah bendera di tepi sungai kefasikan Amerika dan memanggil Anda untuk melihat supaya Anda juga dapat meneliti dimana Anda berenang sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan di ayat-ayat 8-9 ada lima hal tentang orang-orang Kristen ini: 1) Mereka mengasihi Kristus; 2) mereka percaya Kristus; 3) mereka bersuka cita dalam Kristus; 4) dan melalui semua ini jiwa mereka diselamatkan; dan 5) mereka mengalami ini walaupun sama seperti kita mereka juga belum pernah melihat Kristus secara pribadi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah Kekristenan sejati: Allah menyelamatkan jiwa-jiwa kita dengan menempatkan kedalam hati kita suatu kasih dan keyakinan dan sukacita yang berlawanan dengan arus kefasikan dan keduniawian masyarakat. Dengan kata lain, Kekristenan itu terutama masalah hati kita (kasih, kepercayaan dan sukacita) dan bukan masalah penampilan eksternal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita lihat apakah kita bisa mengerti ketiga pengalaman ini dan melihat bagaimana mereka berhubungan satu sama lain dan apakah kita juga mengalami hal-hal itu atau tidak. Apakah sebenarnya yang dimaksud ketika kita mengatakan kita mengasihi Kristus dan yakin akan Kristus dan menikmati Kristus? Marilah kita melihat ketiga definisi:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Mengasihi Kristus. Mengasihi Kristus berarti sangat menghargai Kristus berdasarkan karakter-Nya dan kebajikan-Nya. 2. Percaya Kristus. Ini berarti yakin bahwa Kristus dapat dipercaya dalam semua janji-janji-Nya dan semua nasihat-Nya. Dengan kata lain: Kasih berarti merasa tertarik oleh Kristus berdasarkan pribadi-Nya. Iman adalah kepercayaan kepada Kristus berdasarkan perbuatan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Menikmati Kristus. Nah sekarang apakah artinya sukacita? Petrus mengatakan di ayat 8, “Kita bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.” Dan semakin saya mempertimbangkan firman Tuhan (seperti Filipi 1:25 dan Roma 15:13 dan 2 Korintus 1:24), semakin saya yakin kita harus melihat sukacita menjadi satu dengan kasih dan iman.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sukacita di dalam Kristus menggambarkan perasaan baik kita dalam mengasihi-Nya dan percaya kepada-Nya. Itu seperti gema di dalam hati kita dalam menikmati Kristus sebagai sesuatu yang sangat berharga dan yang dapat dipercaya. Itu perasaan-perasaan yang mendalam sekali yang menarik Anda karena pribadi-Nya dan keyakinan akan perbuatan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sebagian sukacita itu adalah kasih dan sebagiannya adalah iman. Karena itu untuk mengatakan, “Saya tertarik kepada kenyataan bahwa Kristus sangat berharga, tapi saya tidak punya perasaan baik dalam atraksi ini,” adalah suatu kontradiksi. Apakah mungkin ada atraksi untuk sesuatu tanpa ada perasaan baik?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin juga ada rasa takut di dalam atraksi itu (sama seperti nonton film yang menakutkan) tetapi jika tidak ada perasaan baik di dalamnya, itu tidak akan terasa seperti atraksi akan tetapi hanya sebagai penolakan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama juga dengan iman, itu suatu kontradiksi untuk mengatakan, “Saya yakin sepenuhnya akan perbuatan Kristus bagi saya, namun saya tidak memiliki perasaan baik dalam keyakinan itu.” Apakah artinya keyakinan tanpa ada perasaan pengharapan dan jaminan dari Yang dipercayai?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja kita tahu ada kesakitan dan penderitaan di dalam perjalanan itu, namun kepercayaan atau keyakinan itu berarti ada perasaan baik yang mendalam bahwa semua itu akan berakhir dengan baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sukacita yang mulia ini yang diacukan Petrus di ayat 8 adalah komponen bagian dari kasih dan iman, dan bersama-sama mereka membentuk Kekristenan sejati. Ini menjelaskan dengan baik mengapa Petrus menyebut sukacita ini, “mulia dan yang tidak terkatakan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda tahu ada kualitas di dalam sukacita itu? Yang saya maksud bukan hanya intensitas, tetapi suatu karakter moral. Apakah mungkin ada sukacita yang jelek atau cantik, bejat atau mulia, kotor atau bersih? Jawabnya adalah iya: yang dinikmati memberikan karakter kepada sukacita itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda suka lelucon kotor dan kata-kata kotor dan gambar cabul, maka hatimu juga kotor dan sukacitamu juga kotor. Jika Anda senang kekejaman dan kesombongan dan dendam, maka hatimu dan sukacitamu juga memiliki karakter yang sama. Atau semakin banyak Anda menikmati kesenangan harta milik, semakin hatimu dan sukacitamu mengerut sama seperti hal materi belaka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan di ayat 8 bahwa sukacita Kristen itu mulia dan tidak terkatakan. Jadi bagaimana caranya sukacita menjadi seperti itu? Itu menjadi seperti itu karena sukacita Kristen adalah suatu sukacita yang merindukan penghargaan Yesus dan keandalan Yesus. Dan apa yang kita nikmati memberikan karakter kepada sukacita itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Orang Kristen ingin berada bersama Kristus dan mereka belajar untuk menjadi lebih seperti Kristus. Dan di dalam Kristus berada segala kemuliaan alam semesta dan Allah, jadi sukacita dalam Dia adalah sukacita yang mulia. Dan ini adalah suatu sukacita yang makin bertumbuh semakin besar penghargaan kita terhadap Dia dan semakin kita percaya Dia setia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mengembangkan suatu sukacita untuk apa yang kita inginkan dan yang harus diinginkan orang Kristen lebih dari pada semua yang lain adalah kemuliaan Kristus. Supaya sukacita kita akan menjadi “mulia dan yang tidak terkatakan” karena sukacita itu berdasarkan kasih dan kepercayaan kepada Kristus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun bagaimana caranya kita mengasihi Dia dan percaya Dia walaupun kita tidak dapat melihat-Nya? Jawaban pertanyaan itu adalah walapun kita tidak dapat melihat-Nya muka ke muka dengan mata jasmani kita, kita dapat melihat-Nya dengan cara lain yang malah lebih berharga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya di Roma 15:20-21, Paulus menggambarkan misi-nya kepada orang-orang yang belum terjangkau seperti ini, “Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang,</span><span class="fs12lh1-5 cf1">...tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam pemberitaan Injil Kristus dapat dikenal dengan cara yang lebih penting daripada melihat-Nya secara fisik. Ratusan orang di dalam waktu hidup Yesus melihat-Nya secara fisik namun tidak pernah mengenal-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti,” kata Yesus di Matius 13:13. Ada cara melihat yang jauh lebih penting daripada melihat dengan mata saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 4:6 Paulus menggambarkannya seperti ini, “Allah telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada cara melihat rohani di dalam hati untuk kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus, dan tanpa itu tidak ada yang diselamatkan. Michael Card mengungkapkan paradoks ‘melihat namun tidak melihat’ di dalam salah satu lagunya seperti ini, “Mendengar dengan hati saya, melihat dengan jiwa saya, dibimbing dengan tangan yang tidak dapat dipegang, dan percaya dalam suatu rencana yang saya tidak mengerti, itulah artinya iman.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana itu akan terjadi? Bagaimana kita dapat melihat dan mengerti? Ini hanya terjadi melalui Firman Allah. Ketika injil Kristus diberitakan, kita dapat melihat Kristus lebih jelas daripada banyak orang yang melihat Kristus pada waktu dia masih hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda membaca injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dengan hati yang terbuka bagi Kristus, Anda dapat melihat kebenaran kemuliaan Kristus jauh lebih jelas daripada kebanyakan orang yang melihat-Nya di bumi, seperti Nikodemus, perempuan Siro-Fenisia, Kapten, janda kota Nain, Zakheus, pencuri di kayu salib dan orang banyak yang mengelilingi-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka melihat sekilas singkat disini dan sebagian dari pidato-Nya di tempat lain. Namun di Injil Anda mendapatkan empat potret Kristus yang melengkapi satu sama lain yang diilhamkan Allah dan yang mencakup seluruh jajaran pengajaran-Nya dan pelayanan-Nya. Injil itu jauh lebih baik daripada berada disitu pada waktu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda dibawa kedalam lingkaran dalam para rasul di mana Anda tak mungkin bisa pergi. Anda berjalan bersama Dia di taman Getsemane dan di persidangan dan penyaliban dan kebangkitan dan semua pertemuan sesudah kebangkitan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mendengar khotbah-khotbah lengkap dan wacana-wacana panjang, yang tidak terisolasi sebentar di lereng bukit akan tetapi dengan konteks kaya yang diilhamkan Allah yang membawa Anda lebih mendalam dari pada apa yang mungkin bagi seorang petani yang heran di Galilea waktu itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa melihat seluruh jajaran karakter-Nya dan kekuatan-Nya yang tidak dapat dimengerti sepenuhnya waktu itu seperti terlihat sekarang di Injil. Anda bisa melihat kebebasan dari rasa kuatir walaupun tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya, keberanian-Nya dalam menghadapi oposisi, kebijaksanaan-Nya yang tidak dapat di jawab, penghormatan-Nya terhadap wanita dan kelembutan-Nya dengan anak-anak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bisa melihat belas kasihan-Nya terhadap orang-orang berpenyakit kusta, kelemahlembutan-Nya dalam penderitaan, kesabaran-Nya dengan Petrus, air mata-Nya atas Yerusalem, pemberkatan-Nya terhadap mereka yang mengutuk-Nya, hati-Nya bagi bangsa- bangsa, kasih-Nya bagi kemuliaan Allah, kesederhanaan-Nya dan kesetiaan-Nya, dan kuasa-Nya untuk meredakan badai dan menyembuhkan orang sakit dan untuk mereproduksikan roti dan untuk mengusir setan-setan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Walaupun sekarang Dia tidak kelihatan, namun dalam arti lain Anda melihat-Nya jauh lebih baik daripada ribuan orang yang melihat-Nya muka ke muka. Anda dapat melihat kemuliaan Allah bersinar dalam muka Yesus setiap kali Dia dibicarakan di Injil. Dan karena sekarang Dia terlihat dengan mata hati Anda, Anda dapat mengasihi-Nya dan percaya akan Dia dan bergembira dengan sukacita yang mulia dan tak terkatakan. Inilah Kekristenan sejati!</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Baru-baru ini saya melihat di computer saya pendeta Dieter Zander berbicara di konperensi mengenai bagaimana menjangkau orang-orang dalam zaman relativisme ini. Dia mengutip sebuah studi dari Barna yang menanyakan orang-orang untuk menggunakan satu kata untuk menggambarkan Yesus. Mereka menjawab, “bijaksana, menerima, penyayang, ramah dan rendah hati.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu dia menanyakan mereka untuk menggunakan satu kata untuk menggambarkan orang-orang Kristen, dan mereka mengatakan, “kritis, eksklusif, diri benar, sempit dan represif.” Ada perbedaan besar diantara mengenal kabar baik dan menjadi kabar baik, Zander mengatakan, “Kita adalah buktinya! Cara kita hidup adalah buktinya kita pengikut Kristus. Semuanya terhitung—sepanjang waktu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pendeta terkenal D. L. Moody pernah cerita tentang seorang wanita Kristen yang selalu cerah, ceria dan optimis, walaupun dia terbatas ke kamarnya karena sakit. Dia tinggal di sebuah apartemen loteng di lantai lima bangunan tua yang bobrok. Ada teman yang mau mengunjunginya suatu hari dan dia membawa bersamanya wanita lain yang kaya sekali.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena tidak ada lift, kedua wanita itu mulai naik tangga panjang ke atas. Ketika mereka tiba ke lantai kedua, si wanita kaya berkomentar, “Ih tempat ini kok gelap dan kotor ya.” Temannya menjawab, “diatas lebih baik.” Ketika mereka tiba di lantai tiga, si orang kaya mengatakan, “Wah, disini malah lebih buruk.” Jawabannya lagi, “diatas lebih baik.” Kedua wanita akhirnya tiba di lantai loteng dimana mereka menemukan terbaring di tempat tidur wanita kudus itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Senyum di wajahnya memancarkan sukacita yang memenuhi hatinya. Dan walaupun kamarnya bersih dan ada bunga di ambang jendela, pengunjung kaya itu terheran keadaan kamarnya yang sangat sederhana. Dia berucap, "Pasti sangat sulit bagi Anda untuk berada di sini seperti ini." Tanpa ragu yang tertutup-didalam itu menanggapi, “diatas lebih baik.” Dia tidak mementingkan hal-hal fana. Dengan mata iman tertuju kepada kekekalan, dia telah menemukan rahasia kepuasan sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah bendera yang tertanam di tepi sungai kefasikan. Saya berdoa supaya Anda melihatnya malam ini untuk mencegah Anda tenang-tenang mengambang ke hilir sungai menuju kebinasaan. Saya berdoa supaya Allah sendiri membangunkan Anda dan membuka mata hati Anda dan menyebabkan Anda mulai gerakan berenang, bukan untuk bekerja supaya merasa berhak mendapatkan sesuatu dari Tuhan, namun berenang dengan gerakan kasih, iman dan sukacita. Inilah Kekristenan sejati.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah berbicara kepada kita sekarang juga dan menanyakan Anda untuk menguji hati Anda. Apakah Anda benar memiliki kasih untuk Allah dan untuk sesamamu manusia? Apakah Anda benar memiliki kepercayaan itu yang menghilangkan segala ketakutan dan memberikan kita keberanian untuk menjadi pelaku Firman Tuhan? Dan apakah Anda benar bersuka cita dalam segala hal karena Anda yakin Anda anak Allah?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita malam ini ingat kembali bagaimana kita tiba dan bisa berada sekarang di tempat ini. Marilah kita memuji Dia yang telah mengorbankan diri-Nya bagi dosa-dosa kita dan memungkinkan Allah menyebabkan kita lahir kembali dan menjadikan kita anak-anak-Nya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita merayakan Perjamuan Kudus malam ini.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?sukacita-dalam-kristus-yang-tidak-kelihatan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000193</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sukacita yang menyakitkan melalui ujian iman]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000194"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:6-7" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:6-7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika, jika perlu, harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kekristenan adalah hidup penuh sukacita yang menyakitkan. Perjanjian Lama memerintahkan kita untuk bergembira di dalam Tuhan (Mazmur 37:4) dan untuk melayani Tuhan dengan suka cita (Mazmur 100:2) dan untuk bersukaria dihadapan Tuhan dalam segala usahamu (Ulangan 12:18).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus memerintahkan kita di Lukas 6:23, “Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya upahmu besar di sorga.” Dan dia mengatakan kepada kita di Yohanes 15:11, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rasul Paulus memerintahkan kita di Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Dia mengatakan di 2 Korintus 1:24, bahwa dia turut bekerja untuk sukacita kita” dan di Filipi 1:25 bahwa dia tinggal bersama-sama kita supaya kita makin maju dan bersukacita dalam iman,dan di 2 Korintus 9:7 tertulis bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan di Galatia 5:22 bahwa buah Roh ialah sukacita. Dan masih banyak pemulis lain dari Firman Tuhan yang mengatakan yang sama. Pesannya adalah: Kekristenan itu adalah hidup penuh sukacita besar yang menyertai kita selalu. Sekarang Petrus memakai tema yang indah ini di ayat 6 untuk memberikan kita alasan mengapa kita harus bersuka cita, dan di dalam proses itu mengapa suka cita itu juga menyakitkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Janji masa depan yang indah. Marilah saya mengingatkan Anda akan alasan yang pertama karena Petrus mulai dengan hal itu di permulaan ayat 6. Dia mengatakan, “Bergembiralah akan hal itu.” Dan yang dia maksud dengan “hal itu” mengacu kembali kepada alasan suka cita itu di ayat-ayat 3-5.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 3” Allah telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. Ayat 4: Allah menyimpan bagi kita suatu warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu. Ayat 5: Dan itu dipelihara dalam kekuatan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada warisan dan orang percaya adalah pewaris. Dan alasan pertama kita bersuka cita adalah bahwa Allah memelihara keduanya: Dan memelihara warisan kita dengan sempurna; dan Dia memelihara iman kita sehingga kita tidak mungkin kita kehilangan iman kita dan kehilangan warisan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 6 Petrus mengatakan, “Bergembiralah akan hal itu.” Alasan pertama kita bergembira adalah karena masa depan indah yang di janjikan Allah dan komitmen-Nya untuk memelihara itu bagi kita dan memelihara kita bagi hal itu. Dengan kata lain dasarnya kita bersuka cita adalah masa depan ita bersama Allah dan kepastian kita akan sampai kesana.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Suka cita Kristen hampir identik dengan harapan Kristen. Karena itu Petrus mengatakan di ayat 3 bahwa kita dilahirkan kembali kepada hidup penuh pengharapan; dan ayat–ayat 4 dan 5 menjelaskan konten dari harapan itu; dan ayat 6 mulai dengan, “Bergembiralah akan hal itu.” Berdasarkan hal ini Anda memiliki pengharapan yang hidup yang penting, yang merubahkan hidup; dan itulah yang memberikan kita suka cita. Pengharapan kita adalah suka cita kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Suatu rencana untuk pencobaan kita. Alasan kedua adalah bahwa Allah ada rencana untuk semua masalah dalam hidup ini. Inilah yang dibicarakan di ayat 6 dan 7, rencana Allah untuk semua bencana hidup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah-masalah ini sendiri bekerja sama dalam mempersiapkan kita untuk menikmati warisan itu sepenuhnya. Kita tidak hanya melihat melampaui masa sulit ini untuk harapan yang pasti; kita mencari rencana Allah dalam semua masalah ini dan melihat bagaimana Allah mengerjakan semua kemalangan ini untuk kebaikan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat rencana ini di ayat 6 dan 7. Pertama, dari mana saya mendapatkan ide bahwa bencana kita dirancang oleh Allah untuk kebaikan kita? Saya mendapatkannya dari frase "jika perlu" dalam ayat 6 dan perkataan “maksud semuanya itu” pada permulaan ayat 7.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 6 mengatakan, “sekalipun sekarang ini kamu seketika, jika perlu, harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.” Mengapa kita perlu ada pencobaan? Siapa atau apa yang membuat kesedihan pencobaan ini "perlu"?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawabnya adalah Allah. Petrus menerangkan bahwa pencobaan bagi orang Kristen hanya terjadi jika Allah menghendaki-Nya. Misalnya di 1 Petrus 3:17 dia mengatakan, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin saja Anda menderita karena berbuat baik, munkin juga tidak. Pilihan akhir adalah di dalam tangan Tuhan. “Jika hal itu dikehendaki Allah,” berarti mungkin kita akan menderita dan mungkin juga tidak. Atau di 1 Petrus 4:19 dikatakan, “Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain Petrus mengajarkan kita bahwa kehendak Allah yang berdaulat mengatur segala pencobaan yang terjadi pada kita dan karena itu rencana di dalamnya bukan pada akhirnya rencana Iblis atau rencana orang-orang jahat, namun rencana Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Petrus mengatakan in ayat 6, “Jika perlu, harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan,” maksudnya, “Kalau Allah menganggap ini perlu.” Namun mengapa Allah melakukan itu? Dan ini membawa kita kepada “Maksud semuanya itu ialah” di permulaan ayat 7.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini memberikan kita alasannya mengapa Allah menganggap perlu bahwa kita akan berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan, “untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri- Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang diterangkan ayat ini adalah rencana dalam pencobaan kita. Rencana-Nya adalah supaya masalah-masalah itu akan memurnikan iman kita sama seperti api memurnikan emas sehingga pada waktu Kristus kembali, kwalitas iman kita akan memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah benar Allah menghendaki penderitaan dan pencobaan kita? Nah aku tahu bahwa ini menimbulkan suatu pertanyaan yang menyakitkan dan mengganggu. Kita tidak main-main disini. Kita membicarakan kenyataan hidup Anda dan hidup saya hari ini juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Allah menyebabkan perkawinan Anda bubar? Apakah Allah menhendaki Anda mendapat penyakit kanker, atau pendirian homoseksual Anda, atau pemberontakan anak Anda, atau kehilangan pekerjaan Anda, atau kekacauan yang mengancam di Haiti, Afganistan dan Somalia?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya akan memberikan Anda jawaban saya, yang saya percaya Alkitabiah berdasarkan ayat- ayat 1 Petrus 3:17 dan 1 Petrus 4:19. Jawabnya adalah Tidak, Allah tidak menghendaki hal itu, dan Iya, Dia melakukan itu. Tidak, dalam arti bahwa ia tidak suka menyakiti demi kepentingannya sendiri, Dia tidak memerintah ada dosa atau menyetujui dosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Iya, Dia menghendaki hal-hal seperti itu terjadi, dalam arti Dia sanggup mencegah semua hal seperti itu akan tetapi kadang-kadang Dia tidak mencegahnya, melainkan membimbing hal- hal itu, karena rencana-Nya lebih tinggi dari pada kerusakan dosa atau tipu daya Iblis atau kesakitan penderitaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika orang Kristen menderita karena perbuatan baik mereka, dosa di perlakukan terhadap mereka. Namun 1 Petrus 3:17 mengatakan bahwa kadang itu kehendak Tuhan. Dia tidak mendukung atau menyetujui dosa, namun Dia dapat dan kadang menghendaki perbuatan- perbuatan dosa terjadi untuk rencana-rencana-Nya sendiri yang mulia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Kristus dibunuh di kayu salib, itu juga dosa, namun Allah menghendaki itu terjadi. Seperti tertulis di Yesaya 53:10, “Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.” Dan dengan cara itu kita diselamatkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada lima unsur rencana Allah dalam kesulitan kita. Nah, di dalam rencana ilahi masalah-masalah kita, kita perlu belajar unsur-unsur ini apa. Karena pengetahuan ini memungkinkan kita bersuka cita walaupun kita banyak masalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Berbagai-bagai Pencobaan. Dalam rencana Allah, masalah-masalah kita terdiri dari berbagai pencobaan. Ayat 6 mengatakan, “jika perlu kamu harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.” Maksudnya ada berbagai-bagai cara kita akan mengalami pencobaan dan itu bergantung kepada keadaan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di dalam rencana Allah “perlu” kita mengalami berbagai-bagai macam pencobaan. Bukan satu macam pencobaan saja yang akan dipergunakan. Allah mencat dengan banyak warna, ada banyak yang gelap dan ada banyak yang cerah. Dan pada akhirnya kanvas hidup Anda akan menjadi mulia, jika Anda mempercayakan jiwamu kepada Penciptamu yang setia (1 Petrus 4:19).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Kesusahan singkat. Dalam pandangan Allah, semua kesusahan itu singkat. Ayat 6 lagi, “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika, jika perlu, harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Singkat itu relatif, benar? Jika Anda berkata, “Dia bisa menahan nafas waktu yang lama,” maksudmu dua atau tiga menit. Dan waktu itu lama untuk menahan nafas. Namun jika Anda berkata, “dia sudah bekerja lama di perusahaan itu,” maksudmu barangkali 15 atau 20 tahun.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sama juga dengan frase “seketika” dalam ayat ini. Dibanding yang lain dan dibanding seumur hidup di dunia, mungkin pencobaan Anda rasanya lama sekali dan bukan seketika. Namun dibandingkan keabadian, dibanding warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu, waktu itu seketika saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pandangan hidup Petrus sama dengan apa yang dikatakan di Yakobus 4:14, “Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Dibanding lamanya dan bersarnya masa depan yang disimpan Allah bagi Anda, semua pencobaan hidup ini memang sangat kecil dan pendek.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Ujian yang menyakitkan. Dalam rencana Tuhan pencobaan kita menyakitkan. Itu penderitaan. Perkataan di ayat 6, “berdukacita oleh berbagai pencobaan” berarti kita sakit dan sedih. Bukan ganda bicara ketika Petrus berkata, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang di dalam hidup ini kamu harus berdukacita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda bergembira walaupun Anda berdukacita. Kita tahu ini bukan suatu kesalahan, karena Paulus sendiri mengalami hal yang sama. Di 2 Korintus 6:10 dia mengatakan, “sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam rencana Allah untuk pencobaan kita selalu ada tempat untuk dukacita yang nyata, asli dan sedih. Namun pengalaman ini pada dasarnya berbeda dengan pengalaman pencobaan yang dialami dunia. Kita tahu bahwa ada rencana Allah didalamnya. Orang-orang yang tidak percaya selalu menyalahkan ‘ibu alam.’</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itu akar kita tetap tertanam walaupun cabang-cabang tertiup angin keras. Dan daun-daun tetap hijau dan buah terus tumbuh karena akar kita mendalam dekat sungai anugerah Allah yang berdaulat, dan kita percaya rencana-Nya baik.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Seperti Api yang memurnikan. Dalam rencana Allah, pencobaan-pencobaan kita seperti api yang memurnikan emas dari kotorannya. Ayat 7, “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dekat Cripple Creek, Colorado, emas dan telurium terdapat sebagai campuran bijih tellurite. Cara-cara memurnikannya di tempat pertambangan dulu itu belum bisa memisahkan kedua unsur, jadi bijih itu dibuang begitu saja ketumpukan sampah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada suatu hari ada satu pekerja tambang yang memikir bijih itu batu bara dan melemparkannya ke dalam tungku. Tidak lama kemudian waktu sementara membersihkan abu dari tungkunya, dia menemukan di bagian bawah banyak manik-manik emas murni. Panasnya membakar tellurium itu dan yang tinggal adalah emas murni.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat emas itu meleleh di dalam api kotoran itu dapat dibuang. Setelah api yang memurnikan itu padam, emas itu malah lebih berharga. Demikan juga dengan iman kita kepada Allah. Iman Anda akan lebih kuat dan Anda akan percaya janji-janji-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita semua lasih memiliki banyak kotoran-kotoran. Masih ada unsur-unsur menggerutu dan pesimisme (Dan saya bicara dari pengalaman sendiri). Dan ada kecenderungan untuk percaya uang dan kedudukan dan popularitas bersama Tuhan, yaitu kotoran dicampur iman emas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kotoran di dalam iman kita menghalang pengalaman Allah sepenuhnya dalam kebaikan-Nya dan kebesaran-Nya. Jadi Allah merencanakan untuk memurnikan iman kita dengan api pencobaan dan duka cita. Tujuan-Nya adalah supaya iman kita menjadi lebih murni dan lebih asli. Maksudku, supaya iman kita bergantung seluruhnya kepada Dia untuk sukacita kita dan bukan bergantung kepada harta milik atau orang lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu ilustrasi terbaik tentang bagaimana ini bekerja datang dari pengalaman rasul Paulus. Di 2 Korintus 1:8-9 Paulus menggambarkan recana Allah yang sangat memurnikan itu dalam pencobaan Paulus sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati (itulah emasnya).”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mengambil dari Paulus perasaan aman biasa dan membiarkan dia merasakan sepertinya sama sekali ditinggalkan orang. Inilah api yang dibicarakan di 1 Petrus 1:7. Dan ini terjadi bukan karena Allah tidak mengasihi Paulus, namun karena Allah melihat iman Paulus sebagai emas yang layak dimurnikan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Pada akhirnya dalam rencana Allah, hasil pemurnian iman kita akan memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan. Ayat 7 mengatakan, “bukti kemurnian imanmu menghasilkan puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika Yesus datang dalam kemuliaan-Nya, dua hal akan terjadi. Kemuliaan-Nya akan dicerminkan dalam iman kita penuh kemegahan. Dia menjadi Yang kita percaya dan Yang kita harapkan dan Yang kita bersukacita di dalam-Nya. Dan semakin murni emas kepercayaan kita, semakin besar kelayakan-Nya akan dicerminkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun karena Allah meninggikan mereka yang meninggikan-Nya, Dia akan memuji dan menghormati dan memuliakan iman kita. Dia akan mengatakan dari Matius 25:21, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, “ Dia akan memberikan kita apa yang dikatakan Petrus di 1 Petrus 5:4, “mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita akan menyadari akhirnya bahwa rencana Allah dalam pencobaan-pencobaan kita ada maksud ilahi yang sangat indah. Semua itu adalah pekerjaan kuasa pemeliharaan-Nya dalam memperlihatkan kasih-Nya untuk kebaikan kita dan untuk membagikan kemuliaan Allah sendiri yang sangat luar biasa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Janganlah berduka cita dalam pencobaan Anda dan janganlah kecil hati, Allah sendiri sedang bekerja di dalam Anda dan disekitar Anda untuk mencapai tujuan-Nya untuk merubah Anda menjadi lebih seperti diri-Nya sendiri, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?sukacita-yang-menyakitkan-melalui-ujian-iman</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000194</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yang dipilih dipelihara kuasa Allah]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000195"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:5" target="_blank" class="imCssLink">1 Peter 1:5</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak ada perintah-perintah di 12 ayat pertama surat ini. Tidak ada tuntutan-tuntutan atau persyaratan-persyaratan atau pengarahan. Petrus disini bukan mengajarkan apa yang kita harus lakukan melainkan Petrus memberi tahu apa yang kita harus menikmati. Dia tidak mendesak, dia memuji.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita melihat minggu kemarin di ayat 3 dimana Petrus tidak mulai ayat ini dengan perintah- perintah atau instruksi, akan tetapi dengan memuji dan menyembah, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus!” Tujuannya adalah untuk mengerakkan kita memuji Allah. Untuk memperlihatkan bahwa Allah adalah nilai terbesar di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mulai dengan memuji dan menghormati Allah. Dan Allah adalah pusat pembicaraannya di ayat-ayat 3 dan 4. Allah rahmat-Nya besar sekali. Allah menyebabkan kita lahir kembali. Allah memberikan kita pengharapan yang hidup. Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Allah menjanjikan kita warisan yang tidak dapat binasa. Dan Allah menyimpan warisan itu sehingga tidak binasa, cemar atau layu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita berhenti di ayat 4 minggu kemarin. Alasannya kita berhenti adalah karena ayat 5 ini memerlukan khotbahnya tersendiri. Mungkin Anda percaya kebenaran besar tentang Allah di ayat 3 dan 4 namun tetap kuatir tentang salah satu bahaya penting yang belum tercakup disini, setidaknya tidak secara eksplisit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda mungkin tahu Allah adalah penyebab Anda lahir baru. Anda mungkin tahu Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Anda mungkin tahu bahwa Allah menyimpan warisan Anda di surga sehingga tidak binasa. Dengan kata lain, Anda tahu pekerjaan Allah dimasa lalu dan Anda tahu pekerjaan Allah dimasa depan dengan memberikan Anda warisan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi bagaimana dengan keadaan sekarang? Bagaimana dengan waktu diantara kelahiran baru dan penyelamatan akhir? Bagaimana semua masalah pencobaan, tekanan, kelelahan, penganiayaan, frustrasi, penderitaan, kebingungan, ketakutan dan perangkap-perangkap berbeda yang kita alami sekarang? Apakah Allah melakukan sesuatu tentang masalah itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Dia mengirim Anak-Nya untuk mati bagi dosa-dosa kita, dan membangkitkan-Nya dari kematian untuk hidup kekal, dan menyebabkan kita lahir kembali, dan setelah itu berdiri dari jauh untuk melihat saja apakah kita akan masuk surga? Petrus tidak membiarkan pertanyaan itu tanpa jawaban. Dia memberikan jawaban jelas dalam ayat 5 secara eksplisit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang telah lahir baru sedang “dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu, sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Itulah jawaban Petrus. Allah tidak berdiam saja setelah Dia menyebabkan kita lahir baru. Dia memakai kuasa ilahi-Nya untuk memelihara kita sepanyang hidup kita untuk “keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengajarkan kita bahwa Tuhan ingin umat-Nya merasa sangat aman di dalam Dia. Dia ingin kita yakin bahwa Allah sendiri sudah melakukan semuanya yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan akhir yang kekal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gambarkan itu seperti ini. Keselamatan Anda seperti rantai yang meluas kebelakang sampai ke abadian dan kedepan sampai ke abadian. Rantai ini tidak mungkin dipatahkan. Dan dimanapun Anda melihat Anda mendapatkan bagian–bagian rantai itu yang dibikin Allah sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melihat kebelakang sejauh mungkin sampai ke abadian, Anda akan menemukan pemilihan, 1 Petrus 1:1-2: “kepada orang asing yang dipilih.” “Sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan,” kata Paulus di 2 Tesalonika 2:13.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melihat kedepan rantai keselamatan ini sejauh mungkin sampai keabadian, Anda dapat melihat suatu warisan (sesuai ayat 4) yang disimpan Allah bagi Anda dan karena itu tidak dapat binasa, tidak dapat cemar dan tidak dapat layu. Allah mengambil alih keselamatan Anda dari permulaan sebelum Anda berada, dan Allah menjamin tujuan itu sebelum Anda sampai disana di masa depan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melihat ke belakang pada rantai keselamatan ini dua ribu tahun, Anda akan menemukan Allah yang mengirim Anak-nya Yesus untuk menumpahkan darah-Nya bagi dosa- dosa Anda (percikan darah-Nya ayat 2). Dan setelah itu Anda akan melihat Yesus dibangkitkan- Nya dari kematian untuk mengalahkan maut dan memberikan Anda pengharapan (ayat 3).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jika Anda melihat kebelakang satu atau dua atau duapuluh atau tujuhpuluh tahun sebagai seorang percaya, Anda akan melihat suatu bagian rantai yang besar yang dinamakan “lahir baru”, dan Anda melihat dari ayat 3 bahwa bagian ini bukan diciptakan Anda melainkan diciptakan Allah. “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika Anda melihat rantai keselamatan sedang di bikin hari ini juga di dalam hidup Anda, apakah yang terlihat? Jika Anda melihat rantai itu yang menghubungkan kelahiran baru Anda di masa lalu dengan warisanmu di masa depan, apakah yang terlihat?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya harap Anda tidak melihat gambaran seperti ini. Seorang Kristen yang berjalan ditepi jurang yang besar yang dia perlu menyeberang untuk sampai ke surga, berpegangan pada satu ujung rantai dari masa lalu. Dan setelah itu hari demi hari dia menciptakan koneksi kesetiaan sendiri sebaik mungkin supaya nanti dia dapat mencoba untuk berkoneksi dengan rantai surga yang menggantung dari tebing tinggi di sisi lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dia tidak pernah yakin dia dapat membangun koneksi itu cukup baik atau kekuatannya cukup untuk menyelesaikan rantai itu. Dengan kata lain, saya harap Anda tidak memiliki gambaran rantai keselamatan itu seperti sesuatu yang tidak aman dan yang bisa saja menyebabkan iman kita menghilang dan yang menjatuhkan kita dalam kebinasaan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Gambaran lain yang saya harap Anda juga tidak memiliki, keliru dalam arah yang berlawanan. Disini seorang Kristen juga berjalan ditepi jurang yang besar yang dia perlu menyeberang berpegangan pada satu ujung rantai keselamatan masa lalu. Dan dia juga mencoba menciptakan koneksi kesetiaan supaya nanti dia dapat berkoneksi dengan rantai surga di sisi lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun dalam gambaran ini orang Kristen itu ada sabuk pengamannya di pinggang terikat pada rantai surga di sisi lain itu supaya jika dia melepaskan rantai masa lalu itu dan berhenti menciptakan koneksi-koneksi iman, dia tidak akan jatuh binasa melainkan ditarik ke surga dengan jalan lain dan bukan dengan rantai itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam gambaran pertama, orang percaya itu tidak memiliki keamanan atau keyakinan bahwa ia akan masuk surga. Dalam gambaran kedua orang percaya itu mempunyai keamanan di tempat yang salah, suatu jaminan kekal otomatis yang dapat memasukkan Anda ke surga dengan jalan lain dan bukan melalui rantai keselamatan Allah yang diterangkan di dalam Firman-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 5 mengatakan, “kamu dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Sekarang gambaran yang mana kelihatan dari rantai keselamatan dalam ayat itu?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ditengah-tengah jurang yang begitu dalam sehingga tidak terlihat dasarnya berdirilah Allah yang Mahakuasa. Dan di dalam tangan kanan-Nya Dia memegang rantai keselamatan yang datang dari masa lalu yang menghubungkan kita dengan pilihan Allah, kematian Yesus, kebangkitan- Nya dan kelahiran baru saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di dalam tangan kiri-Nya Dia memegang rantai surga supaya dihubungkan nanti dengan hidup saya. Dan dengan kuasa pemeliharaan-Nya Dia menciptakan bagian-bagian rantai iman yang diperlukan di dalam kita sekarang yang akan membuat rantai yang cukup panjang untuk terhubung dengan benar ke rantai surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perbedaannya adalah bahwa Allah sendiri memegang rantai itu dan menciptakan bagian-bagian rantai itu dengan kekuatan sempurna. Kita yang harus melakukan perbuatan-perbuatan iman, rantai keselamatan sedang dibikin di dalam hidup kita, namun menurut Filipi 2:13, “Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang mari kita membandingkannya dengan ayat 5, “kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Keselamatan itu tersedia. Kita telah diselamatkan, namun keselamatan kita masih belum lengkap.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu yang masih belum dialami (1:13; 4:13; 5:10). Kita masih belum menyebrang jurang. Masih ada bahaya di perjalanan kepada keselamatan di surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita masih perlu perlindungan terus-menerus setelah konversi kami. Keamanan kita tidak berarti kita bebas. Masih ada pertempuran yang harus kita jalankan. Dan di dalam pertempuran ini kita butuh perlindungan dan pertolongan melampaui apa yang ada pada diri kita sendiri.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perlindungan kita datang dari kuasa Allah, “Kita dipelihara dalam kekuatan Allah.” Di dalam ayat 3 kita melihat Allah menyebabkan kelahiran baru dan di ayat 5 kita melihat Allah melindungi umat-Nya sepanjang jalan ke surga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi keamanan kita bukan berarti tidak ada peperangan, atau kita tidak perlu memenangkannya, akan tetapi ini berarti Allah akan berperang untuk kita dengan keterampilan sempurna dan kekuatan mahakuasa. Dan caranya Allah memakai untuk melindungi kita adalah iman. “kamu dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang coba pikirkanlah hal ini bersama saya sebentar. Allah melindungi kita dari bahaya apa? Maksudku, pada akhirnya apakah yang sanggup menghalang kita dari keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kematian tidak akan menghalang kita dari keselamatan. Malah kita langsung masuk surga. Jadi kita tidak perlu dilindungi dari hal itu. Penderitaan tidak akan menghalang kita ke surga. Ayat-ayat 6-7 mengatakan bahwa penderitaan akan memurnikan iman kita, jadi kita tidak perlu dilindungi dari hal itu juga.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar kita perlu perlindungan dari Iblis yang “berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Dan kita perlu perlindungan dari godaan luar biasa dan dari keinginan-keinginan daging kita yang berjuang melawan jiwa (2:11). Jadi kita harus berdoa “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat” (Matius 6:13).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengapa? Apakah kerusakan terbesar yang dapat dilakukan musuh itu? Apakah ada satu hal yang dapat memotong kita dari surga? Jawabannya adalah iya, ketidakpercayaan, tidak berharap kepada Tuhan. Tidak “hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah artinya ayat 5, pada saat mengatakan “kamu dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu?” Artinya kuasa Allah melindungi kita dalam menjaga keselamatan oleh iman kita. Satu-satunya hal yang dapat menghalang kita masuk surga adalah melepaskan iman kita kepada Kristus dan berpaling kepada harapan lain.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi untuk melindungi kita Allah mencegah itu terjadi. Dia mengilhami dan memelihara dan memperkuat dan membangun iman kita. Dan dalam melakukan ini ia akan mengamankan kita terhadap satu-satunya hal yang bisa menghancurkan kita; yaitu ketidakpercayaan dan kekurang kepercayaan pada Tuhan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini sangat berbeda dengan jaminan dari sabuk pengaman. Ada beberapa orang yang berpikir karena mereka telah mengalami sesuatu di masa lalu, mereka memiliki sabuk pengaman dan tidak perlu lagi membangun bagian rantai iman itu, dan mereka bisa saja masuk kedalam jurang dosa dan ketidakpercayaan, dan dapat mengayun saja masuk ke tanah perjanjian.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yah, tidak ada sabuk pengaman itu. Hanya ada satu jalan masuk ke surga: yaitu jalan iman yang bertekun. Karena itulah ayat 5 sangat penting. Keamanan kita bukan karena surga telah dipastikan tanpa persyaratan. Keamanan kita lerletak dalam komitmen Allah yang sempurna untuk memenuhi segala persayaratan surga di dalam kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat pengalaman Petrus yang mengajarkan pelajaran ini sangat kuat. Pada malam Petrus mengkhianati Yesus, Tuhan mengatakan kepadanya di Lukas 22:31-32, “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum (dengan kata lain untuk menekan Petrus melalui saringan godaan untuk mengeluarkan imannya), 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus berdoa supaya iman Petrus tidak gagal sepenuhnya. Karena itulah Petrus menangis dengan sedihnya (Lukas 22:62) dan berbalik dari dosanya. Namun kepada siapakah Yesus berdoa? Kepada Allah, Bapa-Nya. Dan apa yang dia minta Tuhan lakukan? Dia minta supaya janganlah iman Petrus gagal.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi siapakah yang membangun bagian rantai iman Petrus pada malam yang mengecewakan itu? Allah yang melakukan itu. Dan siapakah yang membawa dia kembali dari tepi ketidakpercayaan dan memberikannya air mata penyesalan? Allah yang melakukan itu. Dan Petrus tahu dari pengalamannya sendiri bahwa itu benar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Rantai keselamatan adalah suatu rantai yang dibentuk Allah. Dan karena itu sangat mulia dan sangat aman. Kita memiliki Allah yang besar dan keselamatan kita sangat besar. Untuk melihat lebih banyak tentang kekuatan pemeliharaan Allah dalam kehidupan seseorang yang percaya perhatikanlah ayat-ayat berikut:</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Petrus 5:10, “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 1:8-9, “Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Filipi 1:6, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2 Timotius 1:12, “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yohanes 10:27-30, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 30 Aku dan Bapa adalah satu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang lahir baru dari Allah, “dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu, yang dipelihara Allah, sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Dia menyebabkan kita lahir baru dengan menciptakan iman kita, dan Dia melindungi kita dalam perjalanan kita ke surga dengan memelihara iman kita itu. Amin!</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?yang-dipilih-dipelihara-kuasa-allah</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000195</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rahmat Allah dan lahir baru kita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000196"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:3-4" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:3-4</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan dari khotbah ini telah ditentukan bagi Anda dan saya di dalam frase pertama ayat 3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.” Petrus itu menyembah Allah. Jawabannya terhadap Allah yang melahirkan orang kembali dan membangkitkan Anak-Nya Yesus dari antara orang mati, dan memberikan kita pengharapan yang hidup, dan menyediakan bagi kita suatu warisan yang langgeng di surga adalah…menyembah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan jika itu jawabannya, maka haruslah demikian juga tanggapan kita. Yang dibicarakannya menyebabkan dia ingin memuji dan memberkati Allah. Namun dia tidak dipaksa untuk memperlihatkan kekaguman dan cinta untuk Tuhan. Dia bisa saja mengatakan, “Topik ceramah saya hari ini regenerasi. Dan saya ingin membahas beberapa ajaran yang berhubungan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Marilah saya memberi daftar topic: 1) Allah; 2) regenerasi; 3) pengharapan; 4) kebangkitan Yesus; 5) warisan; 6) surga. Marilah kita memperhatikan hal-hal ini.” Dia bisa saja mulai dengan cara itu. Namun bukan begitu Petrus mulai suratnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mulai dengan kegirangan dan dorongan untuk memberkati dan kekaguman karena memang itulah hasil dari kenyataan-kenyataan di dalam hatinya. Dia mengatakan, “Terpujilah Allah!” Dia mengatakan hal ini disini, dan dia mengatakan hal itu di 1 Petrus 4:11, “Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” Dan lagi di 5:11, “Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus berkali-kali mulai lagi memuji dan memberkati. Dia menulis tentang kenyataan-kenyataan yang terbesar di semesta alam dengan hati yang penuh penyembahan. Dia menulis dengan kekaguman dan senang dan heran dan dengan hati yang penuh syukur.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berkhotbah haruslah menjadi suatu penerangan penuh penyembahan dari kenyataan alkitabiah yang mulia. Jika Anda memikir bahwa di dalam kebaktian malam Minggu setengahnya ibadah dan setengahnya berkhotbah, itu salah. Kita bisa menyanyi tanpa ibadah, dan saya dapat berkhotbah tanpa beribadah. Itu hanya tata cara dan bersikap professional. Tujuan kita haruslah untuk menyembah Allah dengan segalanya yang ada dari permulaan sampai akhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita beribadah ketika akal budi kita memahami kebenaran Allah, dan hati kita mengikuti dengan perasaan patah hati dan kekaguman dan kegirangan dan bersyukur, dan mulut kita mengatakan sesuatu seperti, “terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat setiap dari lima kenyataan yang seharusnya mendorong kita untuk menyembah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1.	Belas kasihan Allah yang besar. Belas kasihan Allah itu sangat besar, kalau tidak mustahil kita menjadi anak-anak Allah. Petrus sangat tergerak oleh karena kebenaran itu dan kita harus merasa tergerak juga. Dia mengatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar…”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">2. Allah melahirkan kita kembali. Ini kenyataan kedua tentang Allah yang menyebabkan Petrus ingin menyembah: Allah satu-satunya yang menyebabkan kita lahir kembali. Kelahiran baru adalah pekerjaan Allah, “yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali </span><span class="fs12lh1-5 cf1">.. kepada suatu hidup yang penuh pengharapan..” Belas kasihan-Nya menghasilkan pribadi baru yang dipanggil anak Allah dan menghasilkan orang asing di dunia.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">3. Pekerjaan Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Ini kenyataan ketiga tentang Allah yang mencengkeram Petrus, “Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. “..Dia telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan..” Kebangkitan itu seluruhnya tentang Allah. Allah melakukan itu jadi kita dapat percaya Allah. Dan itu menyebabkan Petrus mulai menyembah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">4. Janji Allah ada warisan. Ada suatu kenyataan keempat yang mengagumkan Petrus: Allah menjanjikan suatu warisan kepada semua anak-anak yang lahir baru. Ayat 4, “.. untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu.” Allah adalah sumber warisan itu. Dari Allah semua itu meluap. Kita menjadi penerima setiap saat: dalam hal belas kasihan, kelahiran baru, kebangkitan dan warisan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">5. Pekerjaan Allah dalam pemeliharaan warisan kita. Warisan itu “tersimpan di sorga bagi kamu.” Siapakah yang memelihara itu? Jawabnya: Allah. Allah memilihara warisan itu supaya “tidak dapat binasa, tidak dapat cemar dan tidak dapat layu” selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, dari kelima kebenaran ini, pekerjaan Allah yang mana paling penting bagi kita? Pekerjaan Allah paling penting bagi kita manusia adalah menyebabkan adanya kelahiran baru. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Membangkitkan Yesus dari antara orang mati adalah kemenangan dalam sejarah yang memungkinkan hal ini. Pengharapan hidup kita dan warisan besar itu mengalir dari kemenangan itu. Namun pekerjaan Allah utama adalah kelahiran baru manusia yang berdosa.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu alasan mengapa kita tidak bersemangat seperti Petrus adalah mungkin kita tidak mengerti hal ini atau kita tidak percaya, “Allah menyebabkan kita lahir baru.” Allah memberikan kita pribadi kedua sebagai anak-anak-Nya. Kita tidak ada sebelumnya sebagai anak-anak-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus mengatakan di Yohanes 3:6, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Kita tidak hidup secara rohani sebelumnya. Kita menjadi sesuatu yang terjadi oleh karena bapak manusia dan ibu manusia dan anugerah umum. Tetapi kemudian Allah datang kepada kita dan menyebabkan kita lahir kembali. Dia membangkitkan kehidupan iman yang baru dan pengharapan kepada Allah. Itu adalah kehidupan Roh di dalam kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada banyak orang percaya yang telah diajarkan bahwa bukan Allah yang melakukan pekerjaan yang menentukan ini, kita yang melakukannya. Jadi tentu saja kita tidak merespon seperti Petrus dengan mengatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, terpujilah Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya mencoba menjelaskan ini dengan menanyakan suatu pertanyaan yang provokatif. Seandainya saya bertanya Anda, “Bagaimana Anda tahu Anda lahir dari rahim ibumu?” Apakah jawabanmu? Anda akan menjawab, “Saya hidup! Saya ada diluar rahim ibuku, saya ada disini.” Memang benar, jawaban itu sudah cukup.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Anda tidak akan menjawab dengan mengatakan, “Saya tahu saya lahir karena saya memiliki akte kelahiran dirumah.” Atau, “saya tahu saya lahir karena saya telah melakukan penelitian sejarah di Indonesia dan saya telah menemukan sebuah dokumen dengan nama saya.” Anda hanya mengatakan dengan sederhana, “Saya tahu saya lahir karena saya hidup.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sekarang anggaplah saya mengajukan pertanyaan itu kepada seorang yang rajin kegereja, “Bagaimana kau tahu kau dilahirkan kembali?” Saya mengharapkan jawaban yang sama. Namun daripada itu saya sering mendengar, “Saya tahu saya lahir kembali karena saya lakukan apa yang harus dilakukan untuk lahir kembali: saya minta Yesus masuk ke dalam hati saya; saya berdoa untuk menerima Kristus; saya maju kedepan di gereja dan menerima Yesus; dan saya ada kartu dalam dompetku yang ditandatangani Juni 6, 1998 dimana saya berjanji Yesus menjadi Tuhanku.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa banyak orang menjawab benar dengan mengatakan, “Saya lahir kembali karena saya sekarang hidup bagi Allah. Saya memiliki pengharapan yang hidup. Saya memiliki iman yang hidup. Dulu saya tidak ada kehidupan rohani, sekarang saya hidup penuh dengan keinginan rohani dan kesenangan rohani. Saya mengenal-Nya, saya mengasihi-Nya, saya percaya kepada-Nya, saya berharapa kepada-Nya dan saya mengikuti-Nya. Buktinya saya lahir kembali adalah cara-hidup saya sekarang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seharusnya tidak ada bedanya dalam jawaban kita bagaimana kita tahu kita dilahirkan secara fisik dan bagaimana kita tahu kita dilahirkan kembali secara rohani. Salah satu alasan adalah bahwa kita tidak ada hubungannya dengan kelahiran fisik kita itu dan keadaannya sama dengan kelahiran rohani kita juga. Itu sesuatu yang dilakukan kepada kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tetapi mengenai kelahiran rohani kita, atau kelahiran kedua kita, jutaan orang Kristen tidak yakin. Mereka tidak percaya bahwa kelahiran kita yang kedua adalah sesuatu yang dilakukan kepada mereka dan bukan pilihan mereka atau bukan mereka yang menyebabkannya. Mereka diajarkan dengan berbagai cara bahwa kita sendiri yang memilih dan yang menyebabkan lahir baru kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi tidak mengherankan bahwa ada orang Kristen yang menjadi dewasa dengan pengertian diri itu, keberadaan Kristen yang dibikin sendiri, bahwa mereka tidak meluap dengan puji-pujian tentang kelahiran baru itu. Dan mereka tidak akan mengerti kekaguman Petrus dalam hal itu yang menyebabkan dia memuji dan menyembah Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan lagi gambaran lahir baru dari Perjanjian Baru. Allah melakukan itu, dan Allah akan mendapatkan kemuliaan untuk itu. Efesus 2:4-5 mengatakan, “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan- kesalahan kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya tidak membangkitkan diri saya dari orang mati. Allah membangkitkan saya. Saya secara rohani tidak berada, belum diciptakan. Akan tetapi Allah menciptakan pribadi baru, dan saya menjadi ciptaan baru di dalam Kristus (Efesus 4:24; Galatia 6:15; 2 Korintus 5:17) Saya tidak menciptakan diri saya, Allah menciptakan saya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dulu buta akan hal-hal rohani. Darah dan daging tidak mampu menolong saya. Namun Bapak di surga dengan belas kasihan dan berdaulat membuka mata saya untuk melihat bahwa Yesus adalah Kristus Anak Allah yang hidup. (Matius 16:17, 11:27; Kisah Para Rasul 16:14). </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah menyebabkan saya bisa melihat dan mengaku kebenaran-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayah dan ibu saya menanamkan Firman Allah di dalam saya dan pendeta Rick Ferguson menyiramnya, akan tetapi Allah dan Allah sendiri yang melakukan mujizat memberi saya hidup dan memberi saya pertumbuhan (1 Korintus 3:6).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dulu degil, pemberontak, sombong, selalu cari jalan sendiri dan tidak mungkin datang ke Yesus berdasarkan kemauan sendiri, tetapi Allah menarik saya, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” (Yohanes 6:44)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dulu tidak ada pertobatan di dalam hati, tidak menyesal atas dosa saya atau ada kemauan untuk berubah, namun Allah menuntun saya kepada pengetahuan kebenaran melalui cobaan tertentu dan saya diberikan kesempatan untuk bertobat (2 Timotius 2:25).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya dulu tidak ada iman, tidak ingin terlihat seperti orang lemah yang bergantung kepada orang lain. Namun Allah, dengan rahmat-Nya yang besar, mengaruniakan saya untuk percaya (Filipi 1:29) dan menyelamatkan saya oleh iman. Namun itu bukan hasil usahaku, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:8). Saya menjadi percaya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang saya memilih untuk percaya. Akan tetapi pilihan itu adalah pemberian Allah; dan hasilnya dari kelahiran baru bukan yang menyebabkan lahir baru. Seperti dikatakan Yohanes 1:13, “Saya diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa tahun yang lalu saya mendengar cerita tentang seorang anak bernama Jeremy. Ia dilahirkan dengan tubuh yang bengkok, pikiran yang lambat dan penyakit terminal yang kronis yang membunuhnya perlahan-lahan selama hidupnya yang masih muda. Suatu Minggu pagi di awal musim semi guru sekolah minggu Jeremy menceritakan mereka tentang Yesus, dan untuk menekankan ide kehidupan baru, dia memberikan setiap anak sebuah telur plastik besar.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Nah,” dia katakan kepada mereka, “Saya ingin supaya kalian membawa ini pulang dan membawanya kembali Minggu besok dengan sesuatu yang memperlihatkan hidup baru. Semua mengerti?” Hari Minggu pagi kemudian, 19 anak-anak datang ke sekolah minggu sambil ketawa dan berbicara dan mereka berkumpul di keliling Ibu Miller sambil dia membuka setiap telur untuk melihat kedalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam telur plastic pertama ada bunga. “O iya, bunga itu sungguh tanda hidup baru. Ketika tanaman mulai muncul kita tahu musim semi sudah datang.” Seorang gadis kecil di baris pertama melambaikan tangannya .. “Itu telur saya, Ibu Miller,” serunya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Telur berikutnya berisi kupu-kupu plastic, yang tampaknya sangat nyata. Ibu Miller mengangkatnya. “Kita semua tahu bahwa ulat itu berubah menjadi kupu-kupu indah. Iya itu hidup baru juga.” Judy kecil tersenyum bangga dan berkata, “Ibu Miller, itu saya punya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam telur lain ada batu dengan lumut di atasnya; dan lumut itu kelihatannya hidup. Billy berbicara dari belakang kelas. “Ayahku membantu saya” Dia mengatakan sambil tersenyum. Setelah itu Ibu Miller membuka telur keempat. Dia tersentak. Telur itu kosong. Tentu saja ini milik Jeremy pikirnya, dan tentu saja dia tidak mengerti instruksi-nya. Pikirnya, “Seharusnya saya menelpon orang tuanya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena ia tidak ingin membuatnya malu, dia diam-diam mengesampingkan telur itu dan mengambil telur lain. Tiba-tiba Jeremis berbicara. “Bu Miller, mengapa telur saya tidak dibicarakan?” Bingung, ia menjawab, "tapi Jeremy - telur Anda kosong."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia melihat ke matanya dan berkata dengan lembut, "ya, tetapi kubur Yesus itu juga kosong dan aku memiliki hidup yang baru karena itu.” Tiga bulan kemudian Jeremy meninggal. Mereka yang memberikan penghormatan di pemakaman terkejut untuk melihat bahwa 19 anak-anak telah menempatkan telur plastik di atas peti matinya, semuanya kosong.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena Yesus hidup untuk kita yang percaya Dia telah menebus dosa-dosa kita di kayu salib dan karena Jeremy menerima lahir baru pemberian Allah, dia menjadi percaya dan sekarang berada bersama Bapaknya disurga untuk selama-lamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak masalah bagaimana kita memulai kehidupan ini, kaya atau miskin, sehat atau cacat secara fisik atau mental, dan tidak masalah kita menjalani kehidupan kejahatan dan sekarang kita harus menanggung konsekwen segalanya yang kita lakukan, yang penting adalah bagaimana kita mengakhiri hidup kita. Setelah semua pengalaman hidup itu apakah menerima pemberian Allah dan mengaku Yesus sebagai Tuhan dan kita bertobat dan percaya? Keputusan itu lebih penting dari segalanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan, “Allah, karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali.” Allah melakukannya, untuk mencegah kita menjadi sombong dan kita gagal untuk memberkati Allah dan Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus dan supaya kita memproklamirkan keunggulan dari Yang memanggil kita keluar dari kegelapan ke cahaya yang mengagumkan (1 Petrus 2:9; 1 Korintus 1:24;2 Timotius 1:9).</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi marilah kita memuji Allah malam ini dengan segenap hati kita karena dia telah menyebabkan kita lahir kembali ke dalam keluarga-Nya dan memberikan kita pengharapan yang hidup. Ada beberapa diantara saudara-saudara yang tertarik dan dibangunkan oleh Roh Allah malam ini. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Jangan menolak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 23 mengatakan bahwa kita “telah dilahirkan kembali oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” Semoga Allah menghidupkan firman-Nya dengan kuasa yang membangkitkan kehidupan Anda. Datanglah, percayalah dan berkatilah Tuhan bersama kita untuk pekerjaan-Nya yang besar dalam kelahiran baru, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?rahmat-allah-dan-lahir-baru-kita</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000196</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pilihan Ilahi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2010"><![CDATA[2010]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000197"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=1+Peter+1:1-2" target="_blank" class="imCssLink">1 Petrus 1:1-2</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang asing, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan pertama yang dipakai Petrus untuk orang-orang Kristen itu adalah ‘dipilih’. Jadi urutan kata yang dipakai Petrus ketika dia menulis dalam bahawa Yunani adalah, “Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang yang dipilih, yaitu orang asing yang dipilih dari mereka yang dibubarkan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat kedua memberi definisi dari “dipilih” dengan tiga frase: pertama orang Kristen dipilih “sesuai dengan pengenalan Allah, Bapa kita sebelumnya.” Kedua, orang Kristen dipilih dalam “pekerjaan yang dikuduskan oleh Roh Kudus.” Ketiga, orang Kristen dipilih “supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga hal yang diajarkan tentang pilihan kita: Pertama kita dibertahu sesuatu tentang asal mulanya dan dasarnya dalam pengenalan Allah sebelumnya. Kedua kita diberi tahu sesuatu tentang caranya ini dinyatakan di dalam hidup kita sehari-hari oleh pekerjaan pengudusan Roh Kudus. Dan ketiga kita diajarkan sesuatu tentang tujuan pilihan itu yaitu supaya kita taat kepada Yesus dan menerima berkat darah-Nya yang membersihkan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita perlu melihat hubungan diantara ketiga hal itu di ayat 2 sehingga kebanyakan Alkitab versi Inggris mendekatkan perkataan ‘pilihan’ ke ayat 2 supaya hubungan itu sangat jelas.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus mengatakan tentang orang-orang Kristen ini bahwa bukan saja mereka orang asing (atau orang buangan) akan tetapi mereka orang asing yang dipilih. Hal ini sangat penting karena hal pertama yang dibicarakan tentang seseorang pada saat kita menulis kepadanya selalu sangat penting. Itulah alasannya hal itu dibicarakan paling pertama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita mulai dengan mengatakan sesuatu, sudah jelas kita tidak mencoba untuk menyembunyikannya. Ini penting, karena di masa kini banyak orang berpikir bahwa ajaran tentang pilihan itu sebaiknya jangan dibicarakan. Hal itu tidak demikian di Perjanjian Baru. Dan ini tidak disembunyikan Yesus, dan Paulus juga tidak menyembunyikannya dan Petrus juga tidak menyembunyikannya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini dijelaskan Yesus dan para rasul-Nya dengan cara alami dan blak-blakan. Dan hal itu harus sama dengan caranya kita membahasnya juga. Namun arti sebenarnya pilihan itu adalah pengasingan. Cara lain menjelaskannya adalah bahwa Petrus menghubungkan pilihan itu langsung dengan keadaan status asing kita di dunia ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mungkin menjelaskan alasan utamanya Petrus mulai dengan pilihan. Dia ingin mementingkan bahwa kita orang asing bukan karena kita ditolak manusia, akan tetapi karena Allah telah memilih kita. Dan menjadi orang asing memberikan kita kesakitan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malah seluruh buku ini adalah tentang masalahnya menjadi orang asing atau perantau di dunia. Ayat 6, “sekalipun sekarang ini kamu harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.” Di 2:11, “supaya sebagai perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” Di 3:16, “yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus.” Di 4:4, “mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama.” Di 4:14, “kamu dinista karena nama Kristus.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan menjadi seorang yang dibuang biasanya berarti kamu ditolak orang-orang dan dipaksa hidup di tempat yang bukan rumahmu. Inilah artinya menjadi pengungsi. Jadi menjadi perantau dan dibuang dan menjadi pengungsi pada dasarnya berarti ditolak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Petrus mengerti hal ini. Jadi dia mulai dengan mengatakan, bukan itulah artinya kamu dipisahkan. Bukan itu artinya kondisimu sebagai orang asing atau perantau. Arti utama kamu dipisahkan adalah karena Allah telah memilih kamu untuk memisahkan diri dari dunia ini. Arti hidup utama Anda bukan berdasarkan penolakan manusia namun berdasarkan pilihan Allah</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena itulah Petrus mulai dengan hal pilihan. Dia ingin menjelaskan hal pengasingan di dunia ini dengan suatu penjelasan ilahi. Dasar kehidupan Anda terletak dalam pilihan kekal Allah. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Masalah-masalah Anda itu terjadi karena pemilihan kekal Allah. Dan penolakan dari manusia adalah juga karena Allah telah memilih Anda untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan janganlah berpikir bahwa semua hal seperti itu, semua masalah menjadi orang Kristen asing itu adalah karena Anda ditolak Allah. Tidak, semuanya terjadi karena Allah telah memilih Anda. Dengan kata lain Petrus ingin supaya kita diberi penjelasan yang terus terang dan jelas bahwa kehidupan Kristen kita khusus terpisah karena kita dipilih Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Amerika adalah suatu negara yang praktis dan selalu ingin semuanya berjalan lancar. Dan gereja evangelis juga memiliki sifat yang sama. Berikanlah kita cara untuk bersukses dan bukan doktrin. Jadi ada konperensi besar untuk mengembangkan gereja yang mengatakan, “Kita tidak membicarakan doktrin dan teologi.” Dan majoritas gereja malah berpendapat itu baik. Tetapi apakah itu benar?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semakin saya mengerti Alkitab semakin saya menyalahkan pandangan itu. Para rasul memandang doktrin sebagai sesuatu yang sangat praktis. Pada saat Petrus mulai suratnya dengan frase, “orang-orang asing yang dipilih,” dia ingin memberi pertolongan praktis kepada mereka. Dan dia percaya bahwa jika Anda mengerti Anda ini termasuk orang-orang yang dipilih, ini akan memberi pertolongan praktis.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi saran saya kepada Anda adalah janganlah menyepelekan doktrin seperti pemilihan. Dari pada itu jadilah seperti para rasul yang menghargai ajaran pemilihan ini dan menempatkannya di tempat utama dari prihatin mereka, karena memang ini sangat praktis untuk hidup sebagai perantau bebas dan bersuka cita dalam dunia asing ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah mungkin alasannya gereja itu lemah saat ini karena kita selalu ingin cari jalan pintas untuk bertumbuh dan menjadi kuat secara rohani? Mungkin kita dimaksudkan untuk menjadi kuat dalam iman dan cinta dan pengharapan dan suka cita dan pelayanan praktis tidak terlepas dari doktrin, tetapi karena doktrin.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada tiga frase di ayat 2 yang mengajarkan kita tentang pemilihan. 1) Kita dipilih sesuai dengan pengenalan Allah, Bapa kita sebelumnya.” 2) Kita dipilih dalam pekerjaan yang dikuduskan oleh Roh dan 3) Kita dipilih supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada beberapa petunjuk disini yang memberitahukan apa yang Petrus sebenarnya ingin Anda mengerti tentang hidupmu di dunia ini berhubungan dengan Allah. Dia ingin menjelaskan bahwa seluruh hidupmu berhubungan dengan Allah dengan cara khusus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petunjuk pertama adalah bahwa dia mengelilingi Anda dengan inisiatif pemilihan Allah. Dimasa lalu Anda adalah dasar pemilihan Allah dalam pengenalan Allah sebelumnya. Di masa kini didalam Anda ada pengalaman pilihan itu di dalam pekerjaan pengudusan Roh Kudus. Dan di masa depan Anda ada tujuan pilihan untuk menaati Yesus Kristus dan mencari perlindungan dalam percikan darah-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petunjuk kedua adalah bahwa ketiga dimensi pemilihan itu sendiri-sendiri berhubungan dengan pribadi trinitas yang berbeda. Dasar pemilihan kita adalah karena pengenalan sebelumnya dari Allah Bapa kita. Dan pilihan itu kita alami karena pekerjaan pengudusan dari Roh Kudus. Dan maksud pilihan itu adalah supaya kita menaati Yesus Kristus, Anak Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semuanya terpilih untuk melingkupi kita dengan Allah. Dan cara terbaik untuk mengelilingi kita dalam Tuhan adalah untuk memperlihatkan pentingnya doktrin pemilihan dengan dasar asal mula dan pengalaman sekarang dan tujuan masa depan, dan untuk menyatakan bahwa seluruh Trinitas ikut serta dalam hidupmu dari permulaan sampai akhir.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukankah kelihatannya aneh bahwa rasul Tuhan Yesus, pada waktu menulis ke gereja-gereja dalam percobaan dan kesusahan, mulai dengan ajaran yang mendalam sekali tentang pemilihan ilahi, sebelumnya salamannya selesai? Meskipun demikian masih banyak orang di bagian pertumbuhan dan kesehatan gereja mulai konperensi nya dengan mengatakan, “kita tidak membicarakan teologi.” Saya tidak mengerti hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun saya tahu tugas Tuhan bagi saya disini, yaitu untuk mengajar dan menginspirasikan kalian dan untuk menguatkan hati-hatimu sama dengan caranya para rasul melakukan itu, dengan cara yang jelas dan terus terang memakai kebenaran muka tentang Allah dan cara-Nya Dia memperlakukan anak-anak-Nya begitu indah dan soal pemilihan itu termasuk di dalamnya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba lihatlah frase pertama ayat 2. Kita dipilih “sesuai pengenalan sebelumnya Allah Bapa kita.” Jadi apakah dasar jawaban kita ketika Allah menanyakan bagaimana kita menjadi percaya kepada-Nya dan selamat walaupun banyak orang lain tidak percaya? Jawaban yang diajarkan Petrus adalah Allah telah mengenal saya sebelumnya. Saya dipilih sesuai dengan rencana Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun apakah arti sebenarnya? Apakah itu berarti saya yang sebenarnya memilih dan dengan cara itu memilih diriku sendiri dan Allah tahu sebelumnya bahwa itulah yang akan aku lakukan, jadi pemilihan itu berdasarkan pemilihan diri. Apakah itu maksudnya pengenalan Allah sebelumnya?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak. Yesus berkata di Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Kita memilih Allah karena Allah telah memilih kita dan memberikan kita kemauan untuk memilih Dia, bukan sebaliknya. Pengenalan Allah sebelumnya tentang umatnya bukan saja pengenalan tentang apa yang mereka akan memilih. Pengenalan sebelumnya berarti kenyataan bahwa mereka adalah milik-Nya, dan Dia bertindak sesuai dengan hal itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah saya memberikan Anda contoh dari pengenalan sebelumnya seperti itu. Di Mazmur 1:6 dikatakan, “sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.” Ini bukan berarti Dia hanya tahu jalan orang benar namun tidak tahu perbuatan orang fasik. Ini berarti Dia mengakui jalan orang benar. Pengenalan Allah sebelumnya adalah menyetujui dan mengatur dalam kuasa pemeliharaan-Nya perbuatan-perbuatan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah latar belakangnya perkataan Petrus di 1 Petrus 2:9 ketika dia mengatakan kepada gereja- gereja, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih.” Ini bukan berarti bahwa Allah mencari orang-orang yang sudah percaya kepada-Nya dan setelah itu baru Dia menjadikan mereka anak-anak-Nya. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Tidak.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini berarti bahwa Dia telah memilih Abraham secara berdaulat di Nehemia 9:7, ketika dia masih menyembah allah-allah lain (Yosua 24:2-3) untuk menjadi bapak Israel. Dan pemilihan itu disebut “mengenal” di Kejadian 18:18-19, “Oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat, sebab Aku telah mengenal dia.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah latar belakang 1 Petrus 1:2, “dipilih sesuai dengan pengenalan Allah sebelumnya.” Sebelumnya dunia dijadikan Allah sudah mengenal siapakah milik-Nya, Dia mengakui kita dan Dia memberikan kita pengakuan kita milik-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah dasarnya hal pemilihan. Ini bukan karena kelahiran kita atau prestasi kita atau agama kita atau hasil pekerjaan kita atau kebajikan kita atau iman kita. Ini semua karena pengakuan Allah yang bebas kepada siapapun yang Dia ingin dalam nasihat kebijaksanaan-Nya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Frase kedua dalam ayat 2 memperlihatkan bagaimana pekerjaan berdaulat Allah dalam pemilihan bisa diekspressikan di dalam kita. Mereka yang dipilih “dikuduskan oleh Roh.” Ini cara yang sama dengan caranya Paulus menjelaskan pemilihan di 2 Tesalonika 2:13, “Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah Roh Kudus bekerja sama dengan Allah Bapa dalam mengambil keputusan kekal Allah Bapa bahwa Anda dipilih itu, dan menjadikannya suatu kekudusan praktis oleh karena kerja-Nya yang kuat dalam hidup Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya berbicara kepada saudara-saudara sebagai orang-orang percaya malam ini untuk meneguhkan hatimu dalam kebenaran. Allah ingin supaya Anda yakin bahwa semua kesulitan dalam dunia ini yang Anda menderita sebagai orang asing yang dipilih tidak menjadi sesuatu yang mengejutkan Allah. Dia telah memilih Anda untuk ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita telah mengalami pada akhir 2009 ini beberapa kekasih kita di Persekutuan Baptis Indonesia dipanggil pulang Allah tidak terduga dan kita semua berduka cita karena kehilangan kekasih kita itu sangat mendadak, dan kita yang tertinggal harus berurusan dengan kehilangan itu.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan caranya kita menghadapi kehilangan pribadi itu membuat kita bertumbuh secara rohani atau menjadikan kita penuh kepahitan. Dan pada suatu ketika cara terbaik untuk menghadapi semua itu adalah dengan bersandar kembali kepada ajaran-ajaran Allah. Seringkali dalam duka cita kita, kita tidak sanggup untuk langsung memegang ayat-ayat seperti Roma 8:28, yang mengatakan “dalam segala sesuatu Allah mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kuasa pemeliharaan Allah mungkin memberikan kita kesakitan dan seringkali ada penderitaan yang akan menguji kita sampai kebatas iman dan daya tahan kita. Kita merasa kesedihan itu dan kita perlu waktu untuk mengatasinya secara pribadi. Hanya setelah beberapa waktu kita bisa mengalami kebenaran bahwa Dia mendatangkan kemuliaan dari penderitaan dan Dia mendatangkan suka cita dari pengalaman pahit.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertimbangkanlah bahwa seluruh hidup pengasingan itu dasarnya dari Allah. Anda diselimuti kasih yang memilih dari Allah Bapa, Allah Roh dan Allah Anak. Hidup Anda datang dari Dia dan melalui Dia dan untuk Dia. Pikirkanlah kebenaran ini dan biarkanlah hal itu mendukung Anda dan memberikan Anda semangat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Biarkanlah hal ini meresap kedalam dan menyentuh bagian paling dalam dari identitas Anda. Allah Bapa telah memilih Anda , Roh Kudus dalam proses menguduskan Anda. Terimalah bahwa Dia mengendalikan semuanya dari permulaan sampai akhir dan Dia menentukan apa yang akan terjadi. Dan Tuhan Yesus sendiri menutupi Anda dengan darah-Nya sehingga Anda akan menjadi lebih taat.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketaatan adalah suatu proses yang mirip emas yang sedang dimurnikan oleh api. Hanya oleh proses api ini emas dapat dimurnikan, dan sama seperti itu kita sebagai manusia dimurnikan oleh pencobaan-pencobaan hidup yang oleh Allah ditempatkan dalam perjalanan hidup kita masing- masing.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sering kali kita buta akan tangan Tuhan yang sedang membimbing kita dan hanya pada saat kita dihantam cobaan berat kita tersentak kembali kepada kenyataan. Godaan dunia dan kuasa daging kita seringkali begitu kuat sehingga panggilan Allah diabaikan dan di biarkan saja.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ketika bencana menimpa dan ketika kekasih-kekasih kita diambil tiba-tiba, kita dingatkan bahwa alam kita rapuh dan kita perlu menanyakan diri apakah kita masih mengikuti Allah sekuat mungkin. Firman Allah di Mazmur 144:4 mengatakan, “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah kita benar hidup sesuai dengan kepercayaan kita atau kita hanya mengatakan itu saja? Apakah akal budi kita dipenuhi hal-hal Tuhan atai hati kita dipenuhi hal-hal duniawi? Apakah yang Anda bayangkan dan kerjakan dan yang memenuhi waktu Anda secara jujur?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan tahu persis apakah isi hati Anda dan kita perlu bertobat jika Allah bukan di utamakan di dalam hidup kita. Menaati berarti mengakui dan menerima bahwa Allah berkuasa dan kita ingin memuliakan Dia di dalam sebala perbuatan dan pikiran kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah sebagian dari disiplin-Nya yang memurnikan dan yang menyebabkan kita bertumbuh. Semua masalah sebagai orang asing disini bukan hasil pilihan Anda yang sering salah dan tanpa pikir panjang yang tidak berarti dan absurd. Semua itu adalah recana penuh kasih dan bijaksana dari pilihan Allah yang melihat segalanya dan yang tidak mungkin salah.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?pilihan-ilahi</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000197</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kesaksian Musa dan para Nabi]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2009"><![CDATA[2009]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_000000198"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+16:19-31" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 16:19-31</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita teruskan dengan pertanyaan bagaimana mempersiapkan diri? Apakah yang harus terjadi di dalam hati kita untuk menerima Kristus yang sesungguhnya? Supaya menerima Kristus, Allah Bapa harus memberikan kita kebenaran dan keindahan Anak-Nya dan sesuatu harus terjadi di dalam keinginan kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dari Yohanes 7:17 kita melihat bahwa untuk menerima-Nya, ada sesuatu yang harus terjadi terhadap keinginan kita supaya kita ingin kehendak Tuhan, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Khususnya, keinginan kita harus dibebaskan segala hasrat untuk mencari pujian dan persetujuan manusia. Dari pada itu keinginan kita harus berkenan kepada kemuliaan Allah. inilah yang dimaksud Yohanes 5:44, “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Untuk mengenali dan menerima Yesus yang tulen, kita harus memiliki keinginan yang sama dengan keinginan Allah, yaitu untuk mengejar kemuliaan Allah lebih dari segala kesenangan hidup ini. Sekarang ayat–ayat malam ini mengajarkan kita satu jawaban yang lain terhadap pertanyaan, “Bagaimana hati kita dipersiapkan untuk Yesus yang sesungguhnya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di Lukas 16 Yesus sedang berbicara dengan orang-orang Farisi yang sangat pecinta uang. Perhatikanlah ayat 14, “Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.” Dia baru memberikan mereka perumpamaan di ayat 1-13 tentang bendahara yang tidak jujur itu. Intinya perumpamaan itu adalah caranya kita memakai uang itu (disebutnya ‘mamon yang tidak jujur’) bisa membuat atau menghancurkan masa depan kekal kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memiliki uang di dunia ini adalah suatu uji coba. Ayat 9 mengatakan, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Dengan kata lain, pakailah uang Anda untuk menolong orang-orang Kristen yang menjadi teman-teman sejati Anda karena uang itu pasti akan gagal bagi Anda. Dan setelah itu menghilang paling tidak masih ada banyak teman disurga yang menunggukan Anda.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan apakah Anda akan pergi ke surga akan tergantung, setidaknya sebagian, pada bagaimana Anda menggunakan uang untuk memajukan Kristus dalam kehidupan orang lain, atau apakah Anda mempergunakannya hanya untuk meningkatkan kenyamanan Anda dan simbol status Anda. Inilah maknanya ayat 11, “jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain, memiliki uang di dunia ini adalah suatu ujian coba untuk keabadian. Apakah Anda dapat lulus ujian kesetiaan dengan keuangan Anda? Apakah Anda memakainya untuk membuktikan layaknya Allah dan suka citanya dalam mendukung keinginan-Nya? Atau Anda membuktikan dengan cara Anda memakai uang itu bahwa yang paling dipentingkan adalah harta milik dan bukan Tuhan?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pencemoohan orang-orang Farisi. Ayat 14 mengatakan, “Semuanya itu didengar oleh orang- orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.” Kristus telah menyentuh saraf mentah dalam hidup mereka. Di balik semua kepura-puraan agama mereka suka uang. </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan Yesus melihat itu dan menuduh mereka. Jadi apakah artinya pencemoohan mereka?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 15 memberikan kita arti sebenarnya dari kelakuan mereka: mereka mencoba untuk membenarkan diri. Daripada pertobatan, yang membuka jalan untuk menerima Yesus sesungguhnya, guru kebenaran radikal, orang-orang Farisi hanya ingin membenarkan diri dengan mencoba membuat Yesus tampak bodoh dengan pencemoohan mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi sekarang kita belajar sesuatu di bab injil Lukas ini. Marilah kita menguji hal ini lebih lanjut. Sampai sekarang kelihatannya cinta uang itu merupakan halangan besar untuk menerima Yesus sesungguhnya. Jadi persiapan yang diperlukan untuk menerima Yesus sesungguhnya adalah sesuatu yang membebasakn kita dari cinta uang ini.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita sekarang mempelajari Lukas 16:19-31, "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 19 memberikan kita seseorang yang kaya yang memakai uangnya untuk membeli pakaian yang paling mahal dan makanan yang paling baik di mejanya setiap hari, “selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam ayat-ayat 20-21 kita bertemu dengan seseorang miskin yang badannya penuh borok. Dia berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu supaya kelihatan setiap hari pada waktu orang kaya keluar dan masuk. Dan keinginannya hanya untuk makan sisa makanannya yang ada di meja itu. Dan dia begitu sakit sampai anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di ayat 22 akhir yang tidak dapat ditolak datang untuk keduanya, dan itu akan terjadi untuk kita juga, mereka meninggal. Orang yang miskin masuk ke surga dimana Abraham ada dan si orang kaya masuk ke neraka dimana ada nyala api dan sengsara.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu si orang kaya berseru di ayat 24, “Bapa Abraham!” dengan kata lain, orang ini orang Yahudi. Dan tetap dia tidak selamat walaupun dia orang Yahudi. Apakah Anda ingat khotbah Yohanes Pembaptis di Lukas 3:8-11?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api ... </span><span class="fs12lh1-5 cf1">Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya."</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi orang kaya dalam perumpamaan ini adalah yang mungkin mengatakan, “Ah saya aman sebagai anak Abraham.” Namun dia tidak menghasilkan buah-buah sesuai dengan pertobatan, dia tidak membagikan makanannya, tidak membagikan pakaiannya dan kapak menebang dan sekarang dia dibuang kedalam api di neraka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan inilah pasti pencemoohan yang sama yang orang-orang Farisi memberikan kembali kepada Yesus di ayat 14, “kita ini anak-anak Abraham! Jangan mengancam kita bahwa caranya kita memakai uang kita dapat merubahkan tempat abadi kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Applikasi di gereja sekarang. Apakah ada sikap yang sama di dalam gereja masa kini? Ini sama dengan orang-orang yang mengtakan mereka Kristen yang membaca perumpamaan ini dan mengatakan, “Saya anak Allah terjamin kekal. Saya telah dibenarkan iman saja. Jangan mengajarkan bahwa caranya saya memakai uang saya dapat membahayakan keselamatan saya.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawaban terhadap bentuk kontemporer anugerah murah ini adalah: iman yang membenarkan juga memurnikan, dan iman itu memurnikan kita dari cinta uang. Intinya perumpamaan ini adalah orang kaya itu dineraka karena dia lebih suka kemewahan untuk dirinya sendiri daripada mengasihi Lazarus. Tidak ada gunanya dia memikir dia aman karena menjadi anak Abraham.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di dalam neraka dia memandang keatas dan memohon belas kasihan dari Abraham. Abraham menjawab di ayat 25 dengan memberi alasan mengapa dia di neraka dan di ayat 26 dia mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di ayat 25 Abraham mengatakan, “Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain jika selama kita tinggal di dunia kita mengejar “harta milik” daripada Allah, lebih mementingkan kemewahan bagi diri kita daripada kasih terhadap orang lain, maka hanya dunia ini adalah surga kita dan kekekalan adalah neraka kita.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi jika Allah selalu dipentingkan di dunia ini walaupun ada kejadian buruk sekali, maka hanya dunia ini dapat dianggap neraka dan kekekalan kita adalah surga. Dan ayat 26 menambahkan, “Selain dari pada itu (maksudnya selain daripada cinta uang dan ketidakpedulian terhadap Lazarus yang menyebabkan Anda di nereka) di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain pemikiran bahwa ada tempat hukuman sementara itu tidak benar dan tidak mungkin. Kematian itu benar-benar akhir. Tempat tidur yang dibangun di dalam hidup ini harus ditidurkan untuk selamanya.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini tidak berarti bahwa jika kita memakai uang kita untuk kebaikan orang lain dalam mengikuti Kristus, kita bisa beli tempat di surga atau bekerja untuk masuk ke surga. Tidak! Ini berarti caranya kita mempergunakan uang memperlihatkan hati yang sudah berubah sehingga kasih bagi orang lain dan bukan kemewahan untuk diri kita yang diinginkan dan disenangi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memiliki kesaksian Musa dan para nabi. Setelah itu orang kaya itu minta Abraham supaya Lazarus memperingati lima orang saudaranya agar mereka tahu bahayanya neraka. Sudah jelas orang kaya itu tahu bahwa mereka hidup sama seperti dia dan mereka tidak ada harapan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Abraham menjawab di ayat 29, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” Dengan kata lain Allah telah memberikan informasi dan bukti lebih dari cukup tentang keperluan untuk mengasihi dan bahayanya penghakiman. Dia tidak diwajibkan untuk memberi lebih banyak dari pada apa yang sudah diberikan di Perjanjian Lama.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun orang kaya itu tahu bahwa saudara-saudaranya tidak memedulikan firman Allah. Mungkin mereka di pagi hari ada renungan sebentar dan mereka pergi kegereja sekali seminggu, namun dia tahu bahwa pandangan dunia mereka seluruhnya dipengaruhi uang dan bukan Tuhan. Jadi orang kaya itu tahu bahwa tidak ada gunanya Abaraham mengatakan kepada mereka: Bacalah alkitabmu, bacalah Musa dan para nabi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi di ayat 30 dia menasehati Abraham (dari neraka!) caranya supaya saudara-saudaranya bertobat, “Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.” Kalau ada yang bangkit dari antara orang mati, suatu kejadian yang sangat menakjubkan, suatu mujizat, maka pasti mereka akan bangun dan bertobat. Mereka akan melepaskan diri dari kemewahan diri dan mulai hidup bagi orang lain untuk kemuliaan Allah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jawab Abraham di ayat 31, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Bukankah ini luar biasa! Jika seseorang begitu mencintai uang sehingga dia tuli terhadap perintah-perintah dan peringatan-peringatan dan janji-janji Musa dan para nabi, maka kebangkitan orang dari antara orang matipun tidak akan menyebabkan ada pertobatan.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi disini kita melihat maksud yang sama dari ayat 14 yang kita lihat sebelum ini, hanya disini ini ditingkatkan karena ada kebangkitan. Seandainya Yesus bangkit dari antara orang mati, dan inilah yang Lukas ingin pembaca-pembaca pikirkan, dan seandainya dia memperlihatkan diri-Nya kepada kelima saudara itu. Apakah mereka akan menerima Dia sebagai Juruselamat?</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Oh, mungkin mereka benar-benar terkejut ada mujizat kebangkitan yang terbukti. Namun pertanyaannya adalah, apakah mereka karena itu akan bertobat? Abraham mengatakan tidak. Mengapa tidak? Apakah yang menghalang mereka untuk menerima Yesus sebagai ahli keuangan radikal sesungguhnya? Jawabannya adalah cinta uang mereka dan cinta harta milik mereka.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama Yesus Kristus mewujudkan kebebasan radikal dari cinta harta milik dan suatu kegembiraan yang mendalam dalam melayani orang lain, mereka yang dapat suka cita mereka dari kemewahan saja dan bukan dari kasih tidak mungkin dapat menerima Yesus sesungguhnya. Lukas 18:24 mengatakan, “Alangkah sukarnya orang yang uangnya banyak masuk ke dalam Kerajaan Allah.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah kita harus perbuat untuk mempersiapkan hati kita untuk Kristus sesungguhnya? Mungkin kita harus ingat ajaran Abraham di Lukas 16:29, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” Itulah tugas kita, untuk kembali kepada firman Allah dan membacanya lagi.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perkataan Musa…..Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu……kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Ulangan 6:5; Imamat 19:18)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Perkataan Para Nabi……Beginilah firman Tuhan: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan." (Yeremiah 9: 23-24)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Perkataan para Rasul… Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. ( 1 Timotius 6:7-10)</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yeremiah 2:13 mengatakan, “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berbaliklah dari kolam materialisme yang bocor dan minumlah dengan cuma-cuma malam ini dari mancur air hidup. Semoga Allah dapat memakai perkataan Musa dan para nabi dan para rasul untuk membebaskan kita dari cinta uang supaya kita dapat menerima Kristus sesungguhnya.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?kesaksian-musa-dan-para-nabi</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/000000198</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Yesus tanduk keselamatan]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2009"><![CDATA[2009]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000019A"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke+1:67-79" target="_blank" class="imCssLink">Lukas 1:67-79</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita sudah membicarakan cara-caranya untuk membuka hati kita bagi Yesus minggu-minggu ini sebelum Natal dan Minggu yang lalu kita membicarakan mengikuti Yesus dengan memikul salib setiap hari dan menyangkal keinginan diri kita. Malam ini saya ingin membicarakan jalan lain untuk membuka hati kita dengan menghilangkan ketakutan dan perasaan bersalah.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini marilah kita mendengar dan mempelajari apa yang terjadi waktu kelahiran Yesus dan kita khususnya ingin lihat apa yang terjadi terhadap nabi Zakharia. Marilah kita mengingat apa yang Allah lakukan terhadap dia dan bagaimana waktu yang sulit menjadi suatu waktu pemberkatan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas 1:5-7, “Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. 7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah, yang ingin memperlihatkan bahwa Dia mengingat mereka yang patah hati dan tidak ada seseorang yang dapat menghalangi usaha-Nya bagi mereka, mengirim malaikat Gabriel yang kuat dengan pesan bagi Zakharia, “Doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa kali kita juga sama seperti Zakharia tidak percaya apa yang dikatakan Allah melalui firman-Nya jika itu khusus bagi kita. Memang kita percaya apa yang dikatakan Allah umumnya namun untuk mengapplikasikannya kepada diri kita sukar dalam keadaan sehari-hari. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sembilan bulan sesudah itu Elizabet melahirkan Yohanes Pembaptis. Dan waktu sunatan tetangga mulai memanggil anak itu Zakharia sama seperti bapaknya, akan tetapi menaati Allah Zakharia menulis: “Namanya adalah Yohanes.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan segera Zakharia bisa bicara lagi, dan dia di penuhi Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, “68 Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus 71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Zekariah selama sembilan bulan dalam keadaan sunyi senyap diberi banyak waktu untuk memikirkan dan berdoa dan merenungkan firman Allah Perjanjian Lama. Ketidakmampuannya untuk bicara dan mendengar adalah suatu hukuman ilahi, namun Allah selalu merubahkan hukuman-Nya menjadi berkat bagi mereka yang memelihara iman. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ingatlah hal itu, kamu yang sekarang masih menderita akibat bekas luka dosa-dosa masa lalu. Jika Anda memelihara iman Allah akan merubahkan tanda akibat dosa menjadi peringatan anugerah. Roma 5:20 mengatakan, “Dimana dosa berkuasa, anugerah berkuasa lebih banyak.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya mengingat Zekariah di dalam bulan-bulan itu, waktu dia menderita dibawah hukuman Allah, namun perlahan-lahan dia mulai mengerti dan menemukan hadiah. Pada permulaannya dia menyalahkan diri, “Mengapa saya tidak percaya firman Allah? Mengapa saya begitu skeptis? Bodoh sekali saya!” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sedikit demi sedikit dalam bulan-bulan itu dimana dia tidak dapat mendengar suara apapun juga (malaikat membikin Zakharia tuli dan bisu karena di ayat 62 tertulis bahwa mereka tidak berbicara dengan dia tetapi memakai isyarat tangan untuk berkomunikasi), perlahan-lahan dalam keheningan bulan-bulan itu, pada saat dia tidak dapat bicara dengan isterinya atau teman-teman, Zakharia mulai mengerti apa yang terjadi. Dia mulai mengerti di dalam kepalanya dan hatinya bahwa hari-hari ini mengagumkan, yang tak terulangi, dan sangat berharga. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak dapat melewati pengalaman Zakharia ini tanpa melihat applikasinya di waktu sekarang. Jika kita sendiri tidak mencari saat-saat hening, kita mungkin tidak akan merasakan arti luar biasa pekerjaan Allah di dalam sejarah terhadap hidup kita. Tidak mungkinlah kita sangat tergerak di dalam ruangan yang bising dengan banyak gangguan disekitar kita. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada korelasi yang erat antara keheningan dan yang menakjubkan. Kemungkinan besar hal-hal yang paling menakjubkan tentang realitas tidak dianggap dan tidak dimengerti oleh mereka yang selalu ada kesibukan memakai HPnya untuk teksting, Ipod mereka, MP3 mereka, laptop-laptop dan TV mereka. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah artinya bagi hidup Anda seandainya selama sembilan bulan Anda tidak dapat mendengar atau berbicara apapun juga? Saya telah coba membayangkan keadaan itu bagi saya. Tidak ada khotbah, tidak ada konseling, tidak ada komunikasi. Saya akan melihat mata isteri dan anak-anak lebih banyak dan berdoa dan merenungkan Firman Allah lebih banyak tetapi semua dalam keheningan mutlak. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seandainya Allah memberikan saya waktu seperti itu, saya harap hasilnya sebaik Zakharia. Karena pada saat Zakharia bisa bicara lagi, dia keluar dipenuhi Roh Kudus sambil menyanyi yang dikenal sekarang sebagai “Benedictus”, suatu lagu yang dipenuhi wawasan dan pengertian akan kepentingan luar biasa dengan apa yang akan terjadi pada kelahiran Yesus. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi selama kita memikirkan bagaimana kita dapat waktu keheningan bagi diri kita, marilah kita pelajari apa yang diajarkan Roh Kudus kepada Zakharia. Hampir seluruhnya lagu ini bukan tentang anaknya sendiri melainkan tentang keselamatan yang diberi Mesias. Hanya dua ayat (76 dan 77) adalah mengenai Yohanes Pembaptis khususnya: Dia akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan memanggil orang-orang bertobat. Dan yang lain semua mengenai artinya kedatangan Yesus. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Zakharia, mulai bernubuat, katanya: 68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.” Perhatikanlah empat hal yang luar biasa. Pertama, sembilan bulan yang lalu Zakharia tidak percaya kemungkinan isterinya akan mendapat anak. Sekarang dipenuhi Roh Kudus dia begitu yakin karya penebusan Allah dalam kedatangan Mesias sehingga dia menyatakan hal itu seperti sudah terjadi. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Karena dalam pikiran beriman, janji Allah sama seperti sudah dilakukan-Nya. Zakharia telah belajar untuk percaya firman Allah dan karena itu dia mengatakan, “Ia telah melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Selama berabad-abad orang-orang Yahudi telah merana dalam perasaan bahwa Allah telah melepaskan mereka, telah menghilangkan nubuatan, dan Israel telah diduduki Roma. Dan semua orang yang percaya Allah sedang menantikan kedatangan Allah. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lukas mengatakan di ayat 2:25 bahwa ada seorang bernama Simeon yang benar dan saleh yang “menantikan penghiburan bagi Israel,” dan di Lukas 2:38 Anna sedang menantikan “kelepasan untuk Yerusalem.” Pengharapan sangat besar waktu itu. Dan sekarang kedatangan Allah yang dinantikan itu akan terjadi, malah Dia datang dengan cara yang tak terduga manusia. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia datang untuk menebus. Supaya murid-murid-Nya mengerti bahwa “Anak manusia harus menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Di Perjanjian Lama ada kalanya hal ini disinggung seperti di Yesaya 53 namun diantara orang-orang Yahudi di waktu Yesus tidak ada yang mengerti hal itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang dipikirkan Zakharia ketika dia mengatakan Allah melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya barangkali sama dengan keluaran orang Israel dari Mesir. Pada waktu itu belum diterangkan kepada Zakharia bahwa pelepasan yang benar tidak akan terjadi kepada kedatangan Mesias pertama, melainkan hanya pada kedatangan-Nya yang kedua. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perhatikan di ayat 68 bahwa Allah “telah melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.” Yang diharapkan Zakharia adalah pelepasan bangsa Israel. “Tuhan, Allah Israel” yang datang untuk menebus umat-Nya. Yang dibicarakan Zakharia adalah orang-orang Israel. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Allah mementingkan seluruh dunia, namun Dia datang duluan kepada Israel. Yesus mengatakan di Matius 15:24, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Akan tetapi sama seperti di dalam lagu Zakharia ada tanda bahwa penebusan Allah lebih dari Israel saja, ada juga tanda bahwa yang mendapatkan penebusan itu melebihi orang Israel saja. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah caranya Zakharia mulai di ayat 68, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.” Dan sekarang di ayat 69 dia menerangkan bagaimana penebusan ini akan terjadi. “Allah menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus digambarkan sebagai tanduk keselamatan. Tanduk macam ini bukan untuk main musik namun suatu senjata yang mematikan dari banteng liar. Ini satu-satunya tempat di Perjanjian Baru dimana tanduk liar ini disebut, oleh karena itu kita harus kembali ke Perjanjian Lama, dari mana Zakharia mendapatkan gambaran ini, untuk mengerti artinya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mazmur 92:9 dan 10 memberikan kita gambaran dari artinya, “9 Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya Tuhan, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan. 10 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tanduk itu adalah tanda kekuatan dan sarana kemenangan. Di Mikha 4:13 Allah mengatakan kepada Yerusalem, “Bangkitlah dan iriklah, hai puteri Sion, sebab tandukmu akan Kubuat seperti besi, dan kukumu akan Kubuat seperti tembaga, sehingga engkau menumbuk hancur banyak bangsa.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 70 mengatakan bahwa kedatangan tanduk keselamatan telah dinubuatkan dari dulu. salah satu nubutan yang paling jelas terdapat di Mazmur 132:17 dimana Allah mengatakan tentang Yerusalem, “Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun di Perjanjian Lama yang berperang untuk Israel selalu adalah Allah. Dialah yang kuat dan yang mendapat kemenangan atas musuh-musuh umat-Nya. Karena itu janganlah heran bahwa setiap kali ada frase “tanduk keselamatan” di Perjanjian Lama itu selalu membicarakan Allah dan bukan manusia. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yang satu terdapat di Samuel 22:3 dan yang lain di Mazmur 18:2. Kedua-duanya mencatat mazmur yang sama dari Daud setelah dia diselamatkan Allah dari musuhnya Saulus. Dia mengatakan, “Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.” Allah adalah pertahanannya (perisaiku) dan ofensifnya (tanduk keselamatan) </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia adalah tanduk keselamatan karena Dia memakai kuasa-Nya untuk mengamankan dan melindungi umat-Nya. Dan ini membawa kita kembali kepada Lukas 1:69, “Yesus adalah tanduk keselamatan bagi kita karena menurut ayat 71, “untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Maksud utama Zakharia adalah bahwa Mesias itu pada suatu hari akan mengalahkan semua musuh-musuh-Nya dan mengumpulkan umat-Nya di dalam kerajaan-Nya dan memerintah mereka dalam damai. Dan memang Dia akan melakukan itu pada kedatangan-Nya yang kedua. Namun perkataan Zakharia ada maksud lain lebih dari itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat-ayat 74 dan 75 memperlihatkan bahwa tujuan penebusan Allah dan tujuan tanduk keselamatan adalah, “74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tujuan Allah dalam menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bukan saja untuk membebaskan orang-orang tertindas, akan tetapi untuk membentuk orang-orang yang kudus dan benar yang hidup tanpa ketakutan karena mereka percaya Dia. Dan ini berarti bahwa penebusan yang dibicarakan di ayat 68 adalah penebusan dari ketakutan semua musuh dan ketidakbenaran bagi semua orang.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita tidak menghargai atau senang jika ada tawaran bantuan kecuali kita sakit atau mau diserang musuh. Banyak sekali orang melihat Yesus dan kisah Natal tentang kedatangan-Nya sebagai suatu perangkap tikus yang tidak berguna, atau suatu perjalanan gila ke RS, atau suatu tangkapan polisi yang menyusahkan, karena mereka tidak menyadari mereka itu sakit parah yang dinamakan dosa yang tidak diampuni, dan mereka tidak percaya ada musuh yang menakutkan yaitu Iblis. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagi mereka “tanduk keselamatan” itu suatu mainan yang engga ada gunanya. Bagi saya, itu satu-satunya harapan untuk penyembuhan penyakit parah dosa yang telah menginfeksi jiwa saya dan satu-satunya perlindungan dari Iblis, musuh luar yang paling bahaya. Dan setiap orang akan mati karena penyakit ini dan dilahap musuh ini jika tidak ada tanduk keselamatan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pertimbangkanlah 1 Yohanes 3:8, “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Dan perhatikanlah Ibrani 9:26, “Tetapi sekarang Kristus hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa banyak diantara kalian masih ada ketakutan dan rasa bersalah? Siapa masih ketakutan yang tidak diketahui, yang takut masa depan kita dengan hutang negara dan hutang pribadi semakin besar, yang takut kemana arahnya masyarakat kita, yang takut penghancuran semakin besar dari dasar-dasar Kekristenan yang kita perjuangkan, yang takut kemampuan kita untuk survive masalah penurunan ekonomi dan ketakutan akan mati itu sendiri? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Berapa banyak diantara kita ada rasa bersalah karena kita tidak mampu memberhentikan kelakuan berdosa kita, atau terus menerus kita kurang fokus kepada Tuhan, atau mengasihi sesama manusia seringkali masih kurang, atau kemarahan dan frustasi kita setiap hari masih muncul saja? Apakah Anda merasa bersalah karena Anda tidak sebaik kemampuan Anda untuk menjadi suami atau isteri atau bapak atau ibu? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kabar baik lagu Zakharia dan kabar baik Natal adalah bahwa Allah telah menumbuhkan tanduk keselamatan. Yesus adalah banteng keselamatan yang besar bagi semua orang yang berseru kepada-Nya dan percaya kepada-Nya. Rasa takut dan rasa bersalah, yang kedua-duanya sering merusak hidup kita, telah dihilangkan karena Iblis telah di lucuti senjatanya dan dosa telah diampuni. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ibrani 2:14-15 mengatakan, “Kristus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita mengingat hal itu dan marilah bergembira selagi kita menantikan hari Natal, Amin? Marilah kita berdoa.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?yesus-tanduk-keselamatan</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000019A</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bukalah Hatimu untuk Kristus]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2009"><![CDATA[2009]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000019B"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Matthew+16:13-23" target="_blank" class="imCssLink">Matius 16:13-23</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih ada tiga Minggu sebelumnya kita merayakan hari Natal. Kita sudah bisa lihat banyak orang sudah sibuk sekali shopping dan merencanakan apa yang perlu dibeli untuk siapa. Namun Allah tidak mementingkan semua hal luar itu. Dia hanya lihat kondisi hati-hati kita. Dan di dalam minggu-minggu ini saya ingin supaya kita lebih memperhatikan Yesus.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya menerima Kristus di dalam hatimu? Bagaimana hati itu dipersiapkan untuk menerima Kristus and mengikuti-Nya? Ini pertanyaan dasar yang sangat penting. Dan ini khusunya penting bagi kita yang telah menerima Kristus di dalam hati kita namun masih belum mengerti dengan jelas apakah artinya itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika membaca surat-surat Paulus sangat luar biasa dia tidak pernah capai menceritakan bagaimana kita menjadi Kristen. Di buku Roma 6:6 dia mengatakan, “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Di 1 Korintus 1:27, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di 2 Korintus 3:3 dia mengatakan, “Kamu adalah surat …yang ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” Di Efesus 2:5 dikatakan, “Dia telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita.” Paulus memperingati kita berkali-kali bagaimana Kristus berdiam di dalam hati kita. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Secara pribadi saya dapat mengatakan bahwa karena Kristus berdiam di dalam hati saya ada paling sedikit empat efek. Hal ini membuat saya mengasihi Kristus lebih lagi, hal ini membuat saya memerlukan Roh Kudus lebih lagi, hal ini memberi saya keyakinan yang lebih mendalam atas kasih Tuhan, dan hal ini memberikan saya kerendahan hati dan keinginan untuk mengikuti-Nya setiap hari. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi bagaimana hati kita dipersiapkan untuk menerima Kristus dan apakah artinya? Jawaban atas pertanyaan itu malam ini datang dari Matius 16:13-20 yang menerangkan caranya kita dapat mengenali Yesus yang sebenarnya dan setelah itu bagaimana hal itu merubah kehidupan kita setiap hari. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat-ayat ini Yesus menanyakan murid-murid-Nya secara pribadi, “Menurut kamu siapakah Aku ini? Langkah pertama dalam persipaan hati untuk menerima Kristus adalah dengan mengenali siapakah Dia sebenarnya. Pada permulaan Dia ingin tahu pendapat masyarakat, namun setelah itu Dia ingin tahu pendapat pribadi kita tentang Yesus. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam ayat-ayat ini Petrus menjadi wakil kelompok murid di ayat 16 dan menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"Dan Yesus mengatakan bahwa karena jawaban tersebut Petrus diberkati. Jadi sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana Petrus mendpat pengetahuan yang benar itu tentang identitas Yesus Kristus, bagaimana caranya dia tahu siapakah Dia? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ayat 17 memberikan kita jawaban Tuhan Yesus, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan daging dan darah yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Untuk mengenali Yesus yang sebenarnya kita memerlukan sesuatu yang melebihi darah daging. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap orang yang telah dikonversi kepada Kristus menjadi orang Kristen berdasarkan pengetahuan yang cukup terbatas tentang apa yang terjadi sebenarnya. Jadi jangan kaget bahwa ada banyak gambaran alkitabiah tentang apa yang terjadi yang Anda masih belum mengerti sepenuhnya. Memang mungkin untuk mengerti dan mengagumi mujizat konversi kepada Kristus akan makan waktu seumur hidup. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mari kita menanyakan beberapa pertanyaan untuk membuka lebih lanjut pengertian Matius 16:17. Apakah dimaksud Yesus ketika Dia mengatakan, “bukan daging dan darah yang menyatakan itu kepadamu.” Dan apakah yang disetujui ketika Yesus berkata, “Bapa-Ku disorga telah menyatakan hal itu kepadamu”? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">1 Korintus 15:50 mengatakan, “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Artinya adalah bahwa sifat manusia biasa tidak dapat masuk Kerajaan Allah. Namun harus ada perubahan. Suatu tubuh rohani akan ada yang mirip tapi beda. Daging dan darah adalah manusia dalam keadaannya sekarang yang biasa dan terbatas. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi ketika Yesus mengatakan bukan ‘darah dan daging’yang memberitahukan identitas-Nya kepada Petrus, Dia mengatakan bahwa kuasa manusia saja tidak mungkin dapat mengenali kebenaran kemuliaan Kristus dari diri sendiri. Bukan kemanusiawian maupun kuasa lain mampu membuka mata hati kita untuk melihat kebenaran dan keindahan Kristus. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Manusia alamiah tidak mau menerima hadiah Roh Allah karena bagi dia itu kebodohan, dan dia tidak dapat mengertinya karena mata hati mereka masih belum dibuka. Mengapa tidak? Karena seperti dikatakan Paulus terpisah dari Roh Allah kita selalu menilaikan hal-hal ilahi sebagai kebodohan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Terpisah dari pekerjaan Allah di dalam hati-hati kita, kita tidak mau menerima implikasi Natal yang memalukan, yaitu bahwa kita dibawah pengaruh kutukan dan kita memerlukan Penyelamat, bahwa kita itu kotor dan perlu Pembersih, bahwa kita ini domba yang kesasar dan yang perlu Gembala, bahwa kita itu sakit parah dan perlu Dokter, bahwa kita ini pemberontak dan memerlukan Penegah dan Pendamai. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah yang dimaksud Yesus di Matius 16:17 ketika Dia berkata, “sebab bukan daging dan darah yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga?” Bagaimana caranya Allah memberitahukan identitas sebenarnya dari Anak-Nya kepada seseorang? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita melihat satu ilustrasi bagaimana Yesus mengharapkan orang untuk mengenali siapakah Dia sebenarnya. Di Matius 11:3 Yohanes Pembaptis di penjara sedang berjuang dengan keraguan tentang Yesus. Dan dia minta muridnya untuk menanyakan Yesus suatu pertanyaan, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan di Matius 11:4-6, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: 5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pekerjaan Allah dalam menyatakan Anak-Nya kepada Yohanes dan Petrus pada waktu itu (dan Anda dan saya pada waktu ini) bukanlah melalui menambahkan apa yang mereka lihat dan mendengar dari Yesus sendiri, akan tetapi dari pembukaan mata hati mereka untuk merasakan kemuliaan ilahi Yesus. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun arti membuka hati itu lebih dari hanya pengertian saja siapakah Yesus itu. Marilah kita melihat ayat berikutnya setelah Allah memberitahukan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias. Ayat 18, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Apakah artinya ini bagi Anda dan saya? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Lebih dari 1500 tahun gereja Katolik mengatakan bahwa ayat ini berarti bahwa gereja itu dibangun berdasarkan rasul Petrus. Namun gereja itu tidak dibangun atas Petrus sendiri saja, akan tetapi dibangun berdasarkan semua rasul sebagai guru-guru injil yang dipilih dan diilhamkan. Paulus sendiri mengatakan di Efesus 2:20 bahwa gereja itu “dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tuhan membangun gereja-Nya diatas kebenaran-Nya sendiri, dan karena para rasul telah dikaruniakan kebenaran itu dengan cara unik, dengan memberitakan kebenaran itu mereka menjadi fondasi Gereja dengan cara yang khusus. Dan kita juga sebagai yang percaya kebenaran itu juga perlu meneruskan pembangunan gereja dengan mengikuti Dia. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus meneruskan di Matius 16:18 dan mengatakan bahwa “alam maut tidak akan menguasainya.” Orang-orang paling takut mati dan disini Yesus mengatakan bahwa kematian pun tidak akan menguasai umat Allah yang ditebus. Maut akan dikalahkan di kayu salib. Jadilah kuat dan berani dalam mengikuti Dia, jangan takut mati. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setelah itu di ayat 19 Yesus berkata, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini Yesus mengatakan gereja itu ada otoritas untuk menyatakan apa yang dilarang secara ilahi dan apa yang diperbolehkan di dunia. Yohanes 20:23 mengatakan, “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Yesus mengatakan bahwa gereja memiliki kuasa untuk mendisiplin anggota-anggota gereja yang tidak mau bertobat. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan kata lain gereja sebagai tubuh orang-orang yang benar percaya memiliki hak untuk memberitakan kepada saudara yang tidak mau bertobat dan meneruskan dosanya terang-terangan dan berulang kali bahwa dia melawan firman Allah dan karena itu tidak berhak lagi untuk bersekutu dengan umat Allah di gereja. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu kita baca di ayat Matius 16:20, “20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya (supaya jangan) untuk memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.” Bagi banyak orang ayat ini sangat mengherankan. Mengapa Yesus mengatakan hal itu? Mengapa Dia tidak mau supaya semua orang tahu bahwa Dia adalah Mesias? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kita mendapatkan jawabannya di ayat-ayat beriktunya dimana Yesus menerangkan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa dunia, bahwa Dia harus menderita dan dihina untuk membayar upah dosa-dosa kita dan dosa-dosa murid-murid-Nya. Dan pikiran itu sangat aneh dalam piiran Petrus dan para rasul saat itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Marilah kita baca ayat-ayat beriktunya, “22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Beberapa waktu sebelumnya Petrus dipuji Yesus karena jawabannya benar tentang identitas Yesus dan sekarang beberapa saat kemudian dia di tegur karena pikirannya telah dipengaruhi Iblis. Para murid Yesus sendiri masih belum siap untuk memberitakan itu kepada semua karena mereka sendiri masih belum mengerti ajaran Yesus kepada mereka. Dan kita juga orang Kristen yang tidak efektif jika kita tidak mengerti juga. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Petrus dan para rasul tidak mengerti bahwa Yesus bukan penakluk fisik yang datang untuk membebaskan orang-orang Yahudi dari penindasan Roma seperti yang mereka harapkan, tetapi sebaliknya adalah seorang Hamba yang menderita yang datang untuk membebaskan seluruh dunia dari penindasan dosa dan Iblis bagi mereka yang percaya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan karena para rasul pada waktu itu masih belum menderita mereka tidak diperbolehkan untuk memberitahukan orang bahwa Yesus adalah Mesias. Mereka tidak mengerti bahwa hanya mengetahui siapakah Yesus tidak cukup, mereka perlu mengambil langkah kedua memikul salib mereka, yang berarti menyangkal diri mereka, menyangkal keinginan kedagingan mereka dan melakukan kehendak Allah dalam hidup mereka. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Langkah kedua ini terlihat jelas sekali di dalam sisanya para rasul setelah kebangkitan Yesus. Mereka semua menjadi berani sekali dalam mengabarkan Injil dan memberi teladan dalam pengertian langkah kedua ini. Dan kecuali rasul Yohanes semua yang lain memikul salib mereka dan mereka semua dimartir. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memikul salibmu dan mengikuti Dia setiap hari bukan berarti kita mengalami suatu keadaan hidup yang tidak menyenangkan atau menderita hidup dengan cacat atau berurusan dengan cedera yang melemahkan atau menderita penyakit ganas atau mengalami kemiskinan atau kelaparan. Tidak. Banyak orang memikir bahwa keadaan hidup mereka adalah salib mereka namun itu salah. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun arti sebenarnya dari memikul salibmu bukan itu, artinya adalah menyangkal keinginan kedaginganmu sendiri, menyangkal dirimu sebagai yang terpenting di dalam hidupmu, menyangkal bahwa yang terpenting di dalam hidup ini adalah memuaskan keinginan kita sendiri. Memikul salib itu berarti bahwa kita hidup setiap hari melakukan kehendak Allah, kita mementingkan mengasihi Dia dan mengasihi orang lain dan bersaksi kepada orang lain. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Masih banyak orang Kristen yang tidak mengerti bahwa justru melalui penyangkalan diri itu Allah merubahkan kita menjadi lebih seperti Yesus. Jalan pintas menuju kemakmuran dan kesehatan instan hanya membuat kita kesasar dan menipu kita dalam mengikuti Yesus. Kasih dan kerendahan hati dan melayani hanya datang melalui mempraktekkan menyangkal keinginan diri dan melakukan kehendak Allah setiap hari. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Menyangkal” (Yunani aparneomai) berarti memungkiri, mengabaikan, meninggalkan atau menolak. Dan aplikasinya adalah untuk menundukkan kedagingan kita untuk ditaklukkan otoritas tertinggi. Ini bukan negatif, seperti menyangkal diri dari sesuatu, ini justru tindakan positif. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini mengatakan “tidak” kepada keinginan diri supaya dapat mengatakan “Ya” kepada kehendak Yesus. Ini memungkinkan Yesus menjadi benar Tuhan di dalam hidup Anda dan itu memungkinkan Anda menikmati manfaat menjadi anak Allah. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memikul salib setiap hari dimengerti sekali oleh orang-orang seperti Dietrich Bonhoffer yang mengatakan, “Ketika Kristus memanggil seseorang, Dia memanggilnya untuk datang dan mati.” Ini berarti kematian bagi hal-hal diri kita dan ketaatan kepada panggilan Allah. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah makna simbolis memikul kayu salib. Kayu salib itu adalah lambang kematian. Pada saat seseorang memikul salibnya di perjalanan ketempat eksekusinya, dia melupakan segala hal duniawi, karena maut sudah dekat. Dalam memikul salib kita fokus kita tidak lagi kepada keperluan dan keinginan duniawi, semuanya hanya bagi Yesus sekarang. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Henry Blackaby mengatakan pada saat dia sedang mencari arahan Tuhan dan kehendak Tuhan, hatinya harus berada di suatu tempat dimana dia dengan jujur dapat menghadapi Tuhan tanpa ada kehendak diri dalam soal itu. Setelah itu baru dia dapat berdoa dan menemukan arahan Tuhan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bagaimana caranya mempersiapkan hati Anda untuk menerima Kristus musim Natal ini? Perhatikanlah Dia dan firman-Nya. Pertimbangkanlah Yesus. Dan berdoa supaya Allah memberikan Anda mata untuk melihat-Nya dan telinga untuk mendengar-Nya. Dan setelah itu dengan pngertian itu pikullah salibmu setiap hari untuk kebaikan Anda dan kemuliaan Tuhan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda menyediakan tempat bagi Kristus di dalam hati Anda pada musim menunggu kedatangan-Nya ini? Apakah yang mengisi hati Anda? Apakah itu terutama pekerjaan Anda atau keinginan Anda untuk lebih banyak harta atau mungkinkah Anda memberi tempat kepada Jesus? Marilah kita mengingat kembali perbuatan Yesus di kayu salib untuk kita dan merayakan Perjamuan Kudus Tuhan.</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?bukalah-hatimu-untuk-kristus</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000019B</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Masuklah dengan Ucapan Syukur]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2009"><![CDATA[2009]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_00000019E"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Salah satu Mazmur syukuran yang paling indah adalah Mazmur 100. Bukalah dan ikutilah bersama, “Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! 2 Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! 3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. 4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! 5 Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengan sepenuh hati saya percaya bahwa kita sebagai umat-Nya telah diberkati Allah banyak sekali. Dan diantara mereka yang bersyukur dan memuji nama-Nya, nama kita haruslah berada di paling atas daftar itu. Namun ada suatu daftar lain yang seringkali kita abaikan, yaitu daftar Thanksgiving Day dimana terdaftar semua hal dimana kita perlu merasa bersyukur. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin membacakan sebagian dari suatu daftar disusun ibu-ibu rumah tangga. Mereka menulis bahwa mereka bersyukur atas: 1. Suami-suami yang mulai pekerjaan perbaikan kecil di rumah karena biasanya mereka membikinnya cukup besar sehingga perlu memanggil orang profesional. 2 Remaja karena mereka memberi kesempatan bagi orang tuanya untuk mempelajari bahasa baru. 3. Untuk alarm asap karena itu memberi tahu kapan turkeynya sudah matang. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah daftar kita pasti tidak sama dengan daftar mereka, namun saya yakin pada waktu kita mulai bikin suatu daftar kita akan menyadari bahwa Tuhan telah memberikan kita jauh lebih dari pada harta milik saja. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam daftar saya termasuk hal-hal utama seperti kehidupan, kesehatan, keluarga, teman-teman dan negara dimana kita hidup ini, meskipun masih ada banyak kesalahannya. Namun melebihi itu, saya bersyukur sekali untuk keselamatan saya, untuk keluarga gereja kita, dan belas kasihan Allah yang dicurahkan kepada kita setiap hari. Kita dapat merayakan banyak sekali pada hari Thanksgiving bersama Yesus! </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun apakah Anda pernah memikirkan bahwa tidak ada yang lebih kekurangan dari pada kelompok kecil orang Amerika itu yang baru turun dari kapal Mayflower dan yang mulai kebiasaaan mereka untuk memisahkan satu hari khususnya untuk bersyukur kepada Allah yang Mahakuasa? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka tidak ada rumahnya dan tidak ada pemerintah yang dapat menolong mereka membangun rumah mereka. Mereka tidak ada sarana transportasi kecuali kaki mereka. Makanan satu-satunya datang dari laut dan hutan dan mereka harus berjuang untuk mendapatkannya. Mereka tidak memiliki uang dan untuk membeli sesuatupun tidak ada tempat. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun mereka memiliki empat asset manusia yang terbesar, yaitu: inisiatif, keberanian, kemauan untuk bekerja dan iman kepada Allah yang tidak ada batasnya. Ini mungkin kedengarannya aneh zaman ini dimana kuasa-kuasa kuat sedang bekerja di negara kita untuk menghilangkan setiap pengingat bahwa fondasi negara kita dibangun atas keyakinan bahwa kita adalah satu negara dibawah Allah. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Deklarasi Kemerdekaan” Amerika menyatakan, “Kita percaya kebenaran ini membuktikan diri bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa mereka diberkahi Pencipta mereka dengan hak-hak asazi ...” Dan ini berakhir dengan perkataan ini, “..dengan bergantung kepada perlindungan kuasa Pemeliharaan ilahi, kita saling berjanji satu sama lain Kehidupan, Kekayaan dan Kehormatan suci kita.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hari Thanksgiving adalah hari raya khas. Ini tidak mengingat suatu peperangan atau hari ulang tahun seorang atau aniversari. Secara sederhana ini satu hari yang dipsahkan khususnya untuk bersyukur kepada Allah kita. Pada tahun 1789, George Washington mengucapkan proklamasi umum ini. Dibawah ada beberapa bagian dari pidato itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Oleh Presiden Amerika Serikat. Proklamasi: Sedangkan kewajiban semua negara adalah untuk mengakui kuasa pemeliharaan Allah yang Mahakuasa, untuk menaati Kehendak-Nya, untuk bersyukur atas manfaat-Nya, dan dengan segala kerendahan hati mohon perlindungan-Nya dan pertimbangan-Nya dan </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Sedangkan kedua Rumah Kongres dengan panitia bersama mereka telah minta “untuk memberi rekomendasi kepada masyarakat US satu hari untuk bersyukur dan berdoa secara umum, dan itu dirayakan dengan mengaku dengan hati yang bersyukur semua berkat-berkat Allah yang Mahakuasa..” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah, karena itu saya sarankan dan saya menetapkan hari Kamis, tanggal 26 Nopember yang akan datang untuk mementingkan pelayanan kepada Keberadaan yang besar dan mulia yang menjadi Pencipta segala kebaikan yang sudah ada, yang ada dan yang akan berada....” Begitulah proklamasi Presiden pertama mengenai hari Thanksgiving. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu ini negara kita akan berhenti lagi untuk merayakan Hari Thanksgiving. Dan mungkin kita bisa mengambil kesimpulan bahwa karena contoh leluhur kita, dan karena sekarang kita diberkati begitu banyak, kita adalah orang-orang yang bersyukur sekali. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun sering malah sebaliknya benar. Semakin banyak kita diberkati, semakin sedikit kita bersyukur, dan semakin kita mengabaikan Tuhan, semakin banyak keinginan kita. Dan Mazmur 100 dituliskan untuk merubahkan sikap kita dan untuk memperingati kita bahwa kita harus bersyukur dan memelihara sikap bersyukur itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">B. Ada bahaya besar zaman ini untuk menentukan rasa syukur itu berdasarkan betapa besarnya harta milik kita. “Apakah barang-barang saya cukup banyak sehingga cara hidupku terjamin sama seperti sekarang? Apakah uangku di bank aman? Apakah kesehatanku baik?” Dan mungkin hal-hal seperti itu menentukan apakah kita bersyukur atau tidak. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pemazmur mengatakan bahwa semua hal seperti itu bisa berubah cepat sekali. Hal-hal seperti itu bisa menghilang begitu saja atau habis terbakar atau dicuri orang. Hanya ada satu hal yang terjamin yaitu hubungan kita dengan Tuhan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang dipentingkan Mazmur 100. Bacalah sebentar Mazmur itu, dalam ayat 1 terdapat nama Tuhan. Di ayat 2 terdapat nama Tuhan lagi. Dia ayat 3 terdapat nama Tuhan dan diayat 4 dikatakan “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur.” Dan di ayat 5 terdapat lagi nama Tuhan, Jadi dasarnya rasa syukur itu adalah Tuhan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dasarnya rasa syukur itu adalah karena kita ingat bahwa kita tiba ditempat ini karena pertolongan Allah, dan Dialah yang menyediakan setiap berkat kita miliki. Dan sekarang pada saat kita memperhatikan Mazmur 100 ini, ada serangkaian perintah-perintah yang diberikan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Perintah pertama di ayat 1, “Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!” Artinya bersorak sekeras bunyinya trompet,” sorakan suka cita kepada Tuhan yang datang dari dalam keberadaan Anda. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Dia telah menyelesaikan masalah Anda. Mungkin Dia telah memberi jalan keluar bagi Anda. Mungkin Dia telah memberkati Anda dan Anda baru menyadari bahwa itu datangnya dari Allah. Jadi Anda memuji Dia dari dalam hati. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ada cerita seorang misionaris medis yang melayani bertahun-tahun di India. Dan dia melayani di suatu daerah dimana ada penyakit kebutaan progersif. Orang-orang itu lahir dengan visi sehat, namun ada sesuatu di dareah itu yang menyebabkan orang-orang semakin tua semakin buta. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun misionaris ini telah mengembangkan pengobatan untuk kebutaan yang akan menghentikan kebutaan progresif. Jadi orang-orang datang kepadanya dan dia melakukan perawatannya dan mereka menyadari bahwa mereka akan buta semua tetapi oleh karena perawatannya penglihatan mereka diselamatkan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dia mengatakan bahwa mereka tidak pernah mengatakan terimakasih, karena dalam bahasa mereka ungkapan itu tidak ada. Dari pada itu mereka mengatakan suatu perkataan yang artinay adalah, “Saya akan memberitahukan namamu.” Dan dimanapun mereka pergi mereka memberi tahu nama misionaris itu yang telah memyembuhkan kebutaan mereka. Mereka telah menerima sesuatu yang begitu luar biasa sehingga mereka dengan semangat menyatakan itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan itulah yang dikatakan Pemazmur. “Tiba-tiba Anda menyadari kebaikan Allah yang begitu besar sehingga tidak mungkin hal itu dipendam di dalam hati mereka. Anda mulai menceritakan kepada semua orang suka cita yang dari Allah karena itu meluap dari hati. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin Anda mengatakan bagaimana dengan semua orang yang menderita karena penyakit, karena mereka kehilangan kekasih mereka, karena ada gempa bumi atau tsunami dan semua milik mereka hancur, bagaimana mereka dapat bersyukur? Bagaimana Allah dapat meminta mereka untuk bersyukur? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Apakah Anda ingat betapa eratnya hubungan Yesus dengan Maria, Marta dan Lazarus? Apakah Anda masih ingat apa yang terjadi pada saat Lazarus meninggal? Dengarkanlah firman Allah di Yohanes 11:32-35, “Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Disini kita dapat melihat betapa besarnya kepedulian Tuhan atas kehilangan kita. 33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" 35 Maka menangislah Yesus.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Yesus tidak memberikan banyak alasan pada saat itu supaya dia merasa terhibur. Roma 12:15 mengatakan, “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” Dan itulah yang dilakukan Yesus. Namun Yesus juga mengajar di Matius 5:4, “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah firman Allah di 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Allah tidak mengatakan kita harus bersyukur karena ada gempa bumi atau tsunami, namun Dia mengatakan di dalam semua keadaan kita, kita perlu bersykur. Walaupun pengalaman kita mengerikan, Allah akan menyertai kita dalam pengalaman itu dan Dia akan menghibur kita. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bukannya Allah tidak mengerti betapa besar penderitaan kita atay betapa besarnya kita kehilangan kekasih kita, namun Allah tahu apa yang baik bagi anak-anak-Nya walaupun kita tidak dapat melihatnya dan Dia ingin supaya kita tetap bersyukur. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pengertian kita tentang pekerjaan Allah begitu kecil. Hanya Allah dapar merubahkan pengalaman buruk kita yang dimaksud untuk kejahatan dan merubahnya menjadi berkat. Kejadian 50:20 mengatakan, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Betapa besarnya iman kita sebenarnya kepada Allah? Apakah kita percaya hanya pada saat kita mengalami kebaikan? Atau kita mengatakan apa yang dikatakan Ayub di Ayub 2:10, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Chuck Colson adalah seorang yang tidak percaya pada waktu dia dipenjarakan setelah peristiwa Watergate dimana presiden Nixon mengundurkan diri, dan selama dia dipenjara dia pasti menderita. Namun Allah memakai penderitaannya untuk membuka hatinya untuk injil, dan merubahkan kutukan penjara menjadi berkat besar bagi Chuck sendiri dan bagi semua orang yang tertolong sekarang oleh karena pelayan penjaranya di seluruh dunia. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">B. Perintah kedua adalah, “Beribadahlah dan melayanilah TUHAN dengan sukacita.” Yang dikatakan bukanlah melayani gereja, dan bukan melayanilah pendeta atau melayani pemimpin-pemimpin atau melayanilah organisasi.” Tidak, yang dikatakan adalah” layanilah Tuhan” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Alkitab mengajarkan kita bahwa kita melayani Tuhan jika kita memberi kesaksian tentang Tuhan, jika kita memberi makan kepada mereka yang lapar, jika memberi pakaian kepada yang telanjang, jika kita bekerja untuk Tuhan dalam hal apa saja. Di Matius 24:40 Yesus berkata, “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya merasa belum tentu kita mengerti hal ini. Kadang kita melayani karena kita ada perasaan kewajiban atau perasaan bersalah jika kita tidak melayani, atau mungkin karena kita ingin menarik perhatian. Dan memang banyak ingin mendapat penghargaan pada saat kita melakukan sesuatu yang baik. Namun Pemazmur mengatakan, “Layanilah Tuhan dengan sukacita. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">C. Perintah ketiga adalah “Datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” Mazmur 98:4 mengatakan, “Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi.” Nah perhatikanlah orang-orang disekitar Anda. Apakah mereka kelihatannya gembira? Atau mereka duduk dengan muka yang kesal atau marah? Pemazmur mengatakan, “Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">D. Perintah #4 adalah, “Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.”Allah menciptakan setiap tulang, setiap tulang sendi dan Dia menyatukannya dengan urat dan otot itu dan menutupinya dengan kulit dan memberikan kita mata untuk melihat, dan otak untuk memikir, dan jari untuk memegang sesuatu. Allah menciptakan kita dari dalam dan luar. Dia menciptakan Anda sesuai keinginan-Nya. Dan Dia menciptakan saya sesuai keinginan-Nya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ini suatu misteri benar? Saya tidak mengerti mengapa, namun entah bagaimana dalam kuasa pemeliharaan Allah Dia menentukan keinginan-Nya untuk menciptakan seseorang yang tingginya sedang, tidak tampan dan tidak luar biasa dalam hal apapun, hanya seorang bapak dan suami yang setia dan bertekun. Jadi Dia menciptakan saya. Dan pada suatu waktu Dia menginginkan Anda, dan Dia menciptakan Anda. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Dia tetap masih menciptakan kita. Kita perlu menyadari hal itu. Dan Dia tidak puas dengan produk yang belum selesai. Dia tidak senang akan kemarahan Anda. Dia tidak senang dengan bagian-bagian kehidupanmu yang lemah dimana Anda masih jatuh dalam pencobaan, Jadi Dia tetap masih menciptakan kita, Dia masih bekerja di dalam hidup kita. Allah adalah pencipta Anda dan Anda telah diciptakan dalam rupa-Nya. Karena itu bersyukurlah kepada-Nya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">E. Perintah #5 adalah ini, “Masuklah gerbang-Nya dengan nyanyian syukur dan ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian , bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! 5 Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Di dalam Perjajian Lama bait Allah melambangkan kehadiran Allah. Jadi setiap kali orang Yahudi datang ke bait Allah dan memasuki halamannya mereka mengerti bahwa mereka datang ke hadirat Allah. Dan sekarang bait itu sudah tidak ada lagi. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun Allah ada dimana-mana, dan Anda tahu hal itu. Dia bersama Anda sewaktu di dalam perjalanan di highway. Dia bersama Anda di tempat kerja Anda. Dia bersama Anda pada waktu Anda mengurus anak-anak. Dia adalah bersama Anda dalam setiap saat kehidupan Anda. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Inilah sumber puji sukur kita, benar? Namun saya masih kuatir. Bagaimana kalau Allah memperlakukan kita sama seperti kita memperlakukan Dia? Bagaimana kalau Tuhan memenuhi keperluan kita sama seperti kita memberi hidup kita kepada-Nya? O Tuhan, tolonglah kita merasa bersyukur supaya janganlah Tuhan memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak membalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita (Mazmur 103:10). </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Malam ini jika Anda merasa tersentuh, kita berdoa supaya Anda memilih, supaya Anda maju kedepan, mengaku dosa-dosamu dan bertobat, dan setia kepada Tuhan dalam pembaptisan dengan keperluan apapun juga. Dia mengundang Anda sekerang juga.</span></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?masuklah-dengan-ucapan-syukur</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/00000019E</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hidup kekal sesuai pengharapan kita]]></title>
			<author><![CDATA[Stanley Pouw]]></author>
			<category domain="http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/index.php?category=2009"><![CDATA[2009]]></category>
			<category>imblog</category>
			<description><![CDATA[<div id="imBlogPost_0000001A3"><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Titus+3:7" target="_blank" class="imCssLink">Titus 3:7</a></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” Dan fokus khusus malam ini adalah kepada frase terakhir “hidup kekal sesuai dengan pengharapan kita”.</span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saya ingin kita berpikir secara mendalam tentang frase itu supaya kita lebih mengerti makna pengharapan alkitabiah. Malam ini adalah keempat kalinya kita membicarakan apa yang kita sebagai orang Kristen patut mengharapkan. Supaya kita diperkuat melawan pengalaman hidup sulit. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Minggu lalu kita melihat bahwa termasuk isi harapan kita adalah “penampilan kemuliaan Allah Mahakuasa dan Juruselamat Yesus Kristus” (Titus 2:13). Dan malam ini dari Titus 3:7 kita baca bahwa yang termasuk juga dalam pengharapan Kristen adalah “hidup kekal”. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan untuk menolong pikiran kita tentang keuntungan kita “berhak menerima hidup yang kekal”, saya ingin menanyakan dan menjawab tiga pertanyaan. Apakah hidup kekal itu? Mengapa Paulus mengatakan kita “berhak menerima hidup yang kekal?” Dan apa artinya memiliki “hidup kekal sesuai dengan pengharapan kita.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi pertama, apakah hidup kekal itu? Frase ini sering dipakai dalam pembicaraan dan doa-doa orang Kristen. Namun khususnya karena ekspresi ini sering dipakai kita perlu sekali mengerti artinya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Kebanyakan orang yang sering memakai istilah itu tidak bisa menerangkan artinya yang tepat. Jadi supaya ada keterangan dalam pikiran kita dan supaya ada suka cita dalam pengharapan kita, saya akan coba memberi definisi alkitabiah hidup kekal. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Ketika kita memakai adjective “kekal” untuk menggambarkan seseorang atau sesuatu, yang kita maksud adalah orang atau sesuatu yang dibebaskan dari segala pembatasan waktu. Pada waktu kita mengatakan Allah kekal, artinya Dia tidak ada asal mulanya dan Dia tidak ada akhirnya. Allah selalu berada dan selalu akan ada. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah dalam pengertian ini hanya Allah saja yang kekal, karena hanya Allah tidak memiliki awal. Semua yang lain yang diciptakan Allah memiliki awal, segala yang lain ada titik permulaannya dalam waktu, termasuk kita anak-anak-Nya yang dijanjikan hidup kekal dalam Kristus. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun kita memanggil hidup baru kita dalam Kristus hidup yang kekal karena di masa depan tidak ada pembatasan waktu, durasinya tidak memiliki batas. Ini berarti hidup kekal kita dalam Kristus akan berlangsung selama-lamanya. Dan tidak mungkin itu diperpendek dan tidak akan ada akhirnya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah jika Anda seperti saya, sukar sekali untuk membayangkan sesuatu yang berlangsung selamanya. Dan lebih sukar lagi untuk mencoba menjelaskan hal kekal itu dengan kata-kata. Stanza terakhir dalam madah “Amazing Grace” mungkin menjelaskannya cukup baik. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">“Ketika kita telah berada disini (di surga bersama Tuhan menikmati hidup kekal) selama 10,000 tahun, bersinar terang seperti matahari, kita dapat menyanyikan puji-pujian kepada Allah sama lamanya dibanding saat kita baru mulai.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba bayangkan hal itu! Sepuluh ribu tahun tidak ada artinya dalam janka waktu kekal. Sepuluh ribu tahun dibanding kekekalan sama seperti satu detik di jam. Jadi kita bisa mengerti perkataan rasul Yakobus tentang hidup kita di Yakobus 4:14, “Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Saudara-saudaraku, hidup ini singkat sekali dan kekekalan itu lama sekali. Janganlah masuk perangkap pemikiran bahwa hanya hidup Anda selama 10, 20 atau 50 tahun berikut ini yang terpenting. Berpikirlah tentang 100 tahun dari sekarang atau 10,000 tahun dari sekarang. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun ada lebih lagi. Bukan saja tidak ada pembatasan panjangnya hidup kekal, juga tidak ada batas kualitas atau kendala. Kepuasan dan suka cita dalam hidup kekal kita dalam Kristus tidak ada batasnya juga. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Semua hal akan menjadi lebih baik terus menerus selama-lamanya. Tidak ada satu hal yang dapat mengurangi kualitas hidup di dunia ini sekarang yang akan menyusahkan kita nanti. Dosa sudah menghilang, penyakit tidak ada lagi, konflik diantara manusia sudah disembuhkan, setiap kesalahan telah dibenarkan, ketidakadilan sudah lenyap dan semua adalah suka cita. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah rasul Yohanes menggambarkan hidup kekal di langit baru dan dunia baru di Wahyu 21:3-4, “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Coba ingatkan kembali kehidupan Anda tahun lalu dan pusatkanlah pikiran Anda kepada kejadian yang paling besar dan menyenangkan dan bersuka cita yang Anda alami tahun itu. Mungkin itu sesuatu yang terjadi pada hari Minggu atau pada waktu renungan sendiri dengan Tuhan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mungkin itu terjadi dalam bidang pelayanan. Mungkin itu suatu pengalaman dengan isteri Anda atau suami Anda, atau anak-anak atau dengan orang tua, atau roommate atau bepergian bersama teman-teman. Atau mungkin waktu bersenang-senang di tempat kerja Anda. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Tapi apapun itu, pusatkanlah pikiran Anda kepada suka cita yang dialami saat itu, dan setelah itu kalikan suka cita itu seribu kali, dan setelah itu kalikan itu seribu kali lagi, dan baru Anda mampu mendapatkan sekilas kegembiraan dan suka cita di hidup kekal. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Akan tetapi kita belum selesai. Yang sangat luar biasa adalah bahwa suka cita yang hebat yang Anda bayangkan itu hanya merupakan titik permulaan saja. Suka cita hidup kekal dalam Kristus akan mulai saat itu dan selalu akan makin membaik dan makin membaik seterusnya selama-lamanya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Namun untuk meyakinkan diri kita bahwa ini memang benar, kita perlu mengerti percis apakah hidup kekal itu. Saya mengatakan itu karena masih banyak diantara kita memiliki pengertian tentang hidup kekal yang tidak benar dan malah tidak menyenangkan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Seorang penulis menggambarkan pandangan umum ini sepertinya, “menghabiskan waktu kekal di angkasa sebagai roh-roh tanpa badan melayang dari awan ke awan sambil memainkan harpa dalam hari libur tanpa akhir.” Inilah pandangan yang salah! </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Memang benar selama beberapa waktu kita dalam perkataan Paulus di 2 Korintus 5:8, “beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan,” namun keadaan itu cuman sementara saja, dimana kita “mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita pada hari terakhir itu” (Roma 8:23). Hidup kekal akan dijalankan dimana “tubuh orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.” (1 Korintus 15:52) </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup kekal berarti ada dunia baru dimana kita dapat hidup dan bekerja dan bermain bagi kemuliaan Allah. Firman Allah mengungkapkan bahwa Allah bermaksud bagi semesta alam-Nya di waktu kekal untuk memiliki bukan saja surga baru akan tetapi juga dunia baru (Yesaya 65:17, 66:22, 2 Petrus 3:13, Wahyu 21:1-2) dimana orang-orang kudus yang telah ditebus akan memerintah (Wahyu 5:9-10). </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan hidup kekal tidak berarti Allah merecanakan kita ngangur saja. Tidak, Alkitab berisi sekilas aktivitas yang akan memenuhi kehidupan umat Allah untuk selama-lamanya. Di Wahyu 22:3 kita baca, “Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,” dan di ayat 5 bab yang sama kita baca, “Dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dalam perumpamaan talenta di Matius 25:21, maka kata tuannya itu kepada hambanya yang setia, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.” Dengan kata lain tanggung jawab kita besar. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam perumpamaan mina itu di Lukas 19, tuan itu memberi upah kepada hambanya dan mengatakan, “engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota (ayat 17) dan kepada yang menghasilkan lima mina dia memberi kuasa atas lima kota (ayat 19). </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Didalam kedua perumpamaan, upah kesetiaan kepada Allah dalam hidup ini bukannya menganggur istirahat, akan tetapi pelayanan yang aktif dan menantang. Bayangkanlah terlibat dalam kegiatan yang sibuk, menantang dan memuaskan seperti menjadi walikota kota yang besar untuk selama-lamanya? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus membicarakan di 1 Tesalonika 4:13-18 masa depan saudara-saudari Kristen yang telah meninggal. Dia mengatakan pada saat Tuhan Yesus kembali, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan setelah itu Paulus menyimpulkan di akhir 1 Tesalonika 4:17, “Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” Itulah pandangan Paulus tentang hidup kekal, hidup kekal adalah kehidupan bersama Tuhan untuk selama-lamanya. Dan pengertian kata preposisi “bersama” adalah kata yang sangat berharga, karena ini berarti bukan saja kedekatan akan tetapi juga keakraban, persekutuan, kehangatan dan suka cita. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dengarkanlah caranya Paulus menggambarkan keadaan kekal terakhir ini di 1 Korintus 13:12, “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Pada saat kita mengalami kehidupan kekal sepenuhnya, maka kita akan melihat-Nya muka dengan muka. Nanti kita akan mengenal dengan sempurna. Dan persekutuan kita dengan Pencipta dan Penebus kita pasti sempurna, tidak terbagi, tak terkendali, tidak terganggu, tanpa hambatan karena ada cacat moral di dalam diri kita, dan untuk selama-lamanya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dalam pengertian kehidupan kekal demikian, Paulus sejalan dengan janji Yesus di Yohanes 14:2-3, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan dengarkanlah caranya Yesus berdoa kepada Bapak-Nya untuk Anda di Yohanes 17:24, “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Paulus menulis tentang kekekalan di 1 Korintus 15:22-26, 28, “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut…. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Setiap musuh kemuliaan Allah dan musuh suka cita kekal kita akan diletakkan dibawah kaki-Nya Kristus yang telah bangkit dan dibinasakan. Persekutuan kita dengan Tuhan Yesus akan menjadi sempurna selamanya dan Ia sendiri akan menaklukkan diri-Nya di bawah Allah, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan Allah tidak terbatas! Dia adalah sumber suka cita yang tidak ada habisnya bagi semua yang percaya kepada-Nya. Sekarang Anda dapat mengerti mengapa Paulus menulis di 1 Korintus 2:9, “Yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua telah disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Nah ini hanya suatu usaha untuk mencoba memberikan Anda sekilas hidup kekal. Sekarang mari kita melihat dan menjawab pertanyaan kedua, “Mengapa Paulus mengatakan kita “berhak menerima hidup yang kekal?”Dalam arti apa kita mengharapkan hidup kekal ini? </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup kekal adalah obyek tepat pengharapan Alkitabiah karena memang itu baik dan sesuatu yang diinginkan, dan memang kebaikan ini tidak ada batasnya dan haruslah diinginkan semua orang yang mengasihi Allah. Dan hidup kekal memang obyek tepat pengharapan ilahi karena bagi orang Kristen penikmatan sepenuhnya adalah di masa depan nanti. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita mengalami hasil pertama dari hidup kekal itu sekarang. Kita diberi rasa pendahuluan hidup kekal itu dan pandangan kilas kemuliaan dan suka citanya pada saat kita mengadakan kebakitan seperti ini, atau di dalam perjalanan pribadi kita dengan Tuhan, atau dalam mengasihi dan dikasihi keluarga dan sahabat-sahabat. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Misalnya Yohanes di 1 Yohanes 5:11-12 mengatakan, “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup.” Namun sebagaimana baiknya dan indahnya buah pertama pengalaman kita, itu hanya suatu pandangan kilas masa depan saja dimana kita akan mengalami hidup kekal sepenuhnya. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan pada saat ini surat Paulus kepada Titus menolong kami untuk menjelaskan alasan utama pengharapan Kristen akan hidup kekal itu dapat dipercaya dan terjamin. Alasan utamanya adalah Allah sendiri. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi Paulus membicarakan pengharapan akan hidup kekal di Titus 1:2 dan langsung mengaitkannya kepada janji-janji Allah. Umat Allah memiliki penghaparan hidup kekal karena Allah telah menjanjikannya. Dan janji Allah pasti akan digenapi, karena Allah yang menjanjikan itu adalah Allah yang tidak pernah bohong. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Jadi apakah status kita berhubungan dengan hidup yang kekal? Dan perkataan yang dipakai Paulus untuk menggambarkan status kita sekarang di Titus 3:7 adalah “berhak menerima hidup yang kekal” dan itu sama dengan “ahli waris.” Kita sebagai orang Kristen belum memiliki hidup yang kekal, tetapi kita berhak menerima hidup yang kekal. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan di Titus 3:7 menjadi “ahli waris pengharapan hidup kekal” adalah hasil yang dimaksudkan dari pekerjaan belas kasihan Allah yang hebat dan menyelamatkan. Ayat 5 mengatakan, “Dia telah menyelamatkan kita.” Semua ayat yang lain membicarakan soal kapan, mengapa dan bagaimana Dia melakukan itu, namun intinya adalah perkataan di ayat 6 yaitu “Dia telah menyelamatkan kita.” </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Mereka yang percaya oleh anugerah Allah dan karena itu menjadi ahli waris hidup yang kekal berjagalah untuk mengapplikasikan diri untuk berbuat baik. Bagi Paulus, pengharapan hidup yang kekal bukanlah suatu impian yang tidak membuat perbedaan di dalam hidup sehari-hari. Pengharapan ini nyata dan praktis, dan membawa Anda suka cita besar dan keinginan sungguh-sungguh untuk berbuat baik. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Menjadi ahli waris pengharapan hidup yang kekal akan merubahkan segala sesuatu dalam hati dan dalam hidup Anda jika Anda benar-benar mengasihi Allah. Ada suatu persyaratan dalam janji Allah untuk hidup yang kekal itu. Dia hanya akan memberikan itu kepada mereka yang rela berjuang untuk itu. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Bergantung kepada Allah tidak pernah berarti kepasifan, santai-santai saja, ketergantungan kepada Allah tidak pernah berarti tidak ada aktivitas. Hidup Kekristenan kadang sangat berat dan Paulus menyamakannya dengan pekerjaan seorang prajurit, seorang atlit, seorang petani dan seorang pekerja. Dan setiap panggilan itu memerlukan tenaga kuat. </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Dan kita semua perlu berdoa kepada Allah untuk pertolongan-Nya, kebijaksanaan dan kekuatan, namun siapakah yang harus berjuang? Yang harus berjuang adalah kita semua, itu kehendak Allah. Dan ya, kita hanya kuat “di dalam Tuhan” dan kita hanya sanggup berjuang “di dalam kekuatan kuasa-Nya.”(Efesus 6:10) </span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1"><br></span></div><div class="imTAJustify"><span class="fs12lh1-5 cf1">Hidup yang kekal itu terjamin, namun hanya jika kita berjuang dengan tenaga seorang prajurit, semangat kompetitif seorang atlet dan etika kerja keras seorang petani dan pekerja. Apakah Anda siap untuk maju bertindak saat keadaan hidup itu semakin sulit? Kita mampu melakukan itu karena kita memiliki pengharapan surgawi, Amin?</span></div></div></div>]]></description>
			<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 07:00:00 GMT</pubDate>
			<link>http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/?hidup-kekal-sesuai-pengharapan-kita</link>
			<guid isPermaLink="false">http://www.riversideindonesianfellowship.com/id/blog/rss/0000001A3</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>